Sosiologi Keluarga KELUARGA. Keluarga terbentuk dari adanya sebuah pernikahan antar individu.

Yaitu penyatuan komitmen seorang laki-laki dan perempuan. Oleh dasar itulah mereka berani melan gkah kejenjang yang dinamakan dengan pernikahan untuk membentuk sebuah keluarga. Setelah menikah dan mengucapkan ikrar janji sumpah setia, sepasang suami-istri memberanikan diri untuka menambah satu atau lebih anggota keluarganya tesebut de ngan memiliki seurang anak atau lebih. Karena mereka beranggapan bahwa, keluarga membentuk yunit dasar dari masyarakat kita, maka pengaruh sosial yang paling ba nyak memiliki efek-efek yang paling menonjol terhadap anggotanya adalah keluarga . Unit dasar ini memiliki pengaruh yang begitu kuat terhadap perkembangan seoran g individu yang dapat menentukan bergasil-tidaknya kehidupan individu tersebut. Bersamaan dengan itu pula, keluarga mengadakan penerimaan baru bagi masyarakat, da n menyaipkan anak-anak untuk menerima paran-peran dalam masyarakat. Keluarga juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya. Bagi pasanga suami dan istri atau anggota keluarga yang dewasa, keluarga berfung si menstabilisasikan kehidupan mereka, yaitu memenuhi kebutuhan kasih sayang, so sio-ekonomi,dan kebutuhan seksual. Bagi anak-anak, keluarga memberikan perawatan fisik dan perhatian emosional, dan seiring dengan itu, keluraga juga memberikan pengarahan perkembangan kepribadian. Sitem kelurga merupakan konteks belajar ya ng utama bagi suatu perilaku, pikiran dan perasaan dari seorang individu. Orang tua merupakan guru yang utama, kaena orang tua menginterprestasiakan dunia dan mas yarakat bagi anak-anak. Lingkungan seperti kekuatan-kekuatan yang penting, semata-mata karena lingkungan mempengaruhi orangtua, dan karena orangtua adalah orang yang menerjemahkan arti -arti pentig yang dimiliki oleh kekuatan-kekuatan luar kepada anak. Keluarga tel ah lama dilihat sebagai konteks yang paling vital bagi pertumbuhan dan perkemban gan yang sehat. Kelurga memiliki pengaruh yang penting sekali terhadap pembentuk an identitas seorang individu dan perasaan harga diri. Dalam sebuah masyarakat, keluarga dipandang sebagai struktur terkecil dari masya rakat tersebut yang terdiri dari individu-individu google_ad_client = pub-4335781802185356?; google_alternate_ad_url = http://www.shvoong.com/ads/?w=300&h=250&lang=ID& amp;ch=6235413917+9863200032+1999655801?; google_adsafe = high ; google_ad_width = 300; google_ad_height = 250; google_ad_format = 300×250_as ; google_ad_type = text_image ; google_language= ID ; google_adsafe = high ; google_ad_channel = 6235413917+9863200032+1999655801?; google_color_border = FFFFFF ; google_color_bg = FFFFFF ; google_color_link = 4242e8?; google_color_text = 000000?; google_color_url = 4242e8?; google_protectAndRun( ads_core.google_render_ad , google_handleError, google_render_ ad);yang merupakan bagian dari jaringan social yang lebih besar. Keluarga inilah sebagai satu-satunya lembaga social yang diberi tanggung jawab untuk mengubah s uatu organisme biologis menjadi manusia, yaitu manusia yang memiliki hak dan kew ajiban yang berbeda sesuai dengan stratifikasi yang ada. Ilmu sosiologi juga menaruh perhatian besar terhadap keluarga, bukan dilihat dar i sisi biologis atau psikologis semata, tetapi lebih menekankan tidak hanya pada

(Zurayk. Penulisan ini perlu di lakukan agar pembaca dapat memiliki pandangan bagaimana pengaruh keluarga terhad ap perkembangan karakter seorang anak. Manusia Indonesia yang berkualitas hanya akan lahir dari renaja yang berkualitas.hubungan antar anggota. Bagi setiap orang keluarga (suami. yaitu suatu proses dimana ia belajar mengetahui apa yang dikehendaki oleh anggota keluarga lain daripadanya. istri. Dalam tul isan ditemukan bahwa sebagai suatu sistem sosial terkecil. yang akhirnya menimbulkan kesadaran tentang kebenaran yang dikehendaki.1 Latar Belakang Di semua masyarakat yang pernah dikenal. Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat. Pada masa pertumbuhan. 1995) Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting dan merupakan pilar pokok pembanguna n karakter seorang anak. Kata kunci : perkembangan karakter anak. Pada akhirnya. 1 983) Anak-anak memiliki dunianya sendiri. 1997) Perkembangan karakter seorang anak dipengaruhi oleh perlakuan keluarga terhadapn ya. disinilah dituntut kemampuan komunikasi yang ba ik yang harus dimiliki oleh setiap orang tua dalam menjawab pertanyaan-pertanyaa n yang dilontarkan oleh seorang anak. Anak memili ki pertanyaan-pertanyaan kritis. Kualitas seseorang dilihat dari bagaimana dia dapat menempatkan diriny a dalam berbagai situasi. remaja yang berkualitas hanya akan tumbuh dari anak yang berkualitas. juga pada hubungan antar keluarga dengan masyarakat yan g selalu mengalami perubahan. pen uh semangat. (Mudjijono. Abstrak Tulisan ini mengangkat topik mengenai keluarga. dapat dikatakan bahwa kelu arga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter seorang anak. et al. tetapi juga masyarakat pedesaan. seharusnya orang tua dapat menjadikan reali tas masa sekarang sebagai titik tolak dan metode pembelajaran bagi anak. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan selalu ingin mencob a segala hal yang dianggapnya baru. Karakter seseorang terbentuk sejak dini. seorang a nak memiliki banyak pertanyaan mengenai hal-hal yang dirasanya baru. menghayati budaya yang berlaku dalam masyarakatn ya. Keluarga sekarang memiliki fungsi yang leb ih kompleks yang mencakup fungsi produksi serta konsumsi. dalam hal ini peran keluarga tentu sangat berpengaruh. Oleh sebab itu. Seseorang disadarkan akan adanya hubungan peran tersebut karena proses sosiali sasi yang sudah berangsung sejak masa kanak-kanak. Pendidikan dasar wajib dimiliki tidak hanya oleh masyar akat kota. Keluarga sebagai lembaga sosial terkecil memiliki pera .(Goode. Anak-anak hidup dan berpikir untuk saat ini. sehingga ia tidak memikirkan masa lalu yang jauh dan tidak pula masa depan yang tidak diketahuinya. suka bermain pada setiap tempat dan waktu. Pada tulisan ini diulas bahwa ke luarga memiliki peranan penting dalam membentuk karakter seorang anak. hampir semua orang hidup terikat dalam jaringan kewajiban dan hak keluarga yang disebut hubungan peran (role relations) . psikologi anak BAB I Pendahuluan I. keluarga menanamkan n ilai-nila moral dalam kepribadian seorang anak. dan ce pat bosan.et al. Hal iu ditandai dengan banyaknya gerak. 1995). dan anak-anak) mempunyai proses sosia lisasinya untuk dapat memahami... sosiologi keluarga.tidak mudah letih. (TOR dalam Mudjijono. Seseorang yang memiliki tingkat pend idikan tinggi cenderung lebih dihormati karena dianggap berada strata sosial yan g tinggi.

dan harus mempersiapkan dan menyediakan segala kebutuhan sehari-hari sep erti sandang dan pangan. tidak dapat d ipungkiri bahwa peran kelurga sangat besar sebagai penentu terbentuknya moral ma nusia-manusia yang dilahirkan. keluarga memiliki pengaruh luar biasa dalam hal pembentukan karakter suatu individu. Sebagai sarana pembelajaran mengenai hubungan antara pendidikan dalam keluar ga terhadap perkembangan karakter anak. Sebagai lembaga sosial terkecil. Dengan demikian. Keluarga merupakan produsen dan konsumen sek aligus. supaya mereka dapat hidup lebih senang dan tenang. Hal tersebut da pat dijadikan sebagai kerangka acuan di setiap tindakannya dalam menjalani kehid upan. Setiap keluarga dibutuhkan dan saling membutuhkan satu sama lain.4 Kegunaan Penulisan 1. Seiring dengan perkembangan zaman. dan b iasanya suami atau istri merupakan orang-orang tepenting di dunia ini. Arus globalisasi menyerang di segala aspek kehidupan bermasyarakat. Mereka memberi bimbingan moral. [2] Hildred Geertz memberikan suatu gambaran id eal suatu keluarga sebagai berikut : ( ) bagi setiap orang Jawa. Apa fungsi keluarga? 2. Menjelaskan mengenai fungsi keluarga. 3. keluarga merupakan miniatur masyarakat yang kom pleks. memahami.2 Perumusan Masalah 1. [1] Keluarga memilik i definisi tersendiri bagi orang Jawa. tidak hanya masyarakat kota tetapi juga masyarakat pedesaan. Bagaimana peran keluarga terhadap pembentukan karakter anak? I. BAB II Fungsi Keluarga Sebagai sistem sosial terkecil. anak-anak. Mereka it ulah yang memberikan kepadanya kesejahteraan emosional serta titik keseimbangan dalam orientasi sosial. keluarga merupakan sarung keamanan dan sumber perlindungan. Bagi orang Jawa. seorang anak belajar bersosialisasi. keluarga yang terdiri dari orang tua. I. dan m erasakan segala aspek kehidupan yang tercermin dalam kebudayaan.3 Tujuan Penulisan 1. Keluarga menjadi begitu penti ng karena melalui keluarga inilah kehidupan seseorang terbentuk. pendidikan moral dalam keluarga mulai luntur. Bagaimana pengaruh keluarga terhadap perilaku moral anak? 3. membantunya dari masa ka nak-kanak menempuh usia tua dengan mempelajari nilai-nilai budaya Jawa. I. 2. Dalam keluarga. karena dimulai dari keluarga seorang anak mengalami proses sosialisasi. menghayati. Menjelaskan peran keluarga dalam pembentukan karakter anak. Menjelaskan mengenai pengaruh keluarga terhadap perkembangan karakter seorang anak. 2. Sebagai media informasi bagi pembaca agar dapat membuka cakrawala mengenai pe ntingnya komunikasi yang baik dalam keluarga. Proses s osialisasi adalah suatu proses kesinambungan di sepanjang hidup diri pribadi ( )(1 .n penting dalam hal pembentukan karakter individu.

Beberapa fungsi keluarga selain sebagai tempat ber lindung.. c) d) Melindungi anggota keluarga yang tidak produksi lagi (jompo). isteri (ibu) dan anak-anak mereka. hingga perilaku yang menyimpang. atau keluarga Indonesia. b) Mengusahakan tersekenggaranya kebutuhan ekonomi rumah tangga (ekonomi). mengaktualisasikan diri. f) anya. Keluarga merupakan tempat ternyaman bagi seorang anak. 1985). baik itu posi si sebagai kepala rumah tangga maupun anggota rumah tangga. dan anak. Kelu arga merupakan tempat ternyaman bagi anak. pangan. maka ia akan menjadi p emberontak. Sedangkan keluarga dalam arti kata yang lebih luas misalnya ke luarga RT. Berawal dari keluarga segala sesuatu berkembang. Bila seorang anak dibesarkan melalui cara-cara kasar. atau pun posisi-posi si lainnya. sehingga keluarga sering disebut unit produksi. et al. maka ia akan menjadi pembun uh.983:7) Pengertian keluarga juga dapat dilihat dalam arti kata yang sempit. keluarga komplek. Keluarga tidak hanya sebuah wadah tempat ber kumpulnya ayah. b) Maintenance. memberikan posisi politik dalam masyarakat tempat tinggal. (Mudjijono. 1995) diantaranya : a) Mempersiapkan anak-anak bertingkah laku sesuai dengan niai-nilai dan nor ma-norma aturan-aturan dalam masyarakat dimana keluarga tersebut berada (sosiali sasi). Sebuah keluarga sesungguhnya lebih dari itu. memberi posisi sosial kepada setiap anggotanya. (Munandar. yaitu menggantikan apa yang telah habis atau hilang untuk keles tarian sistem sosial yang bersangkutan. berpendapat . mencukupi kebutuhan akan barang dan jasa dengan jalan produksi. perawatan bagi anggota keluarga yang telah lanjut usi g) Political center. pendidikan serta pewarisan nilai-nilai sosial sehingga anak-an ak kemudian dapat diterima dengan wajar sebagai anggota masyarakat. d) Sosialization. ibu. bila seorang anak dibesarkan pada keluarga yang penuh c . dan perumahan bagi anggotanya. Akan tetapi. Kemampuan untuk bersosialisasi. c) Placement. sebagai kelu arga inti yang merupakan kelompok sosial terkecil dari masyarakat yang terbentuk berdasarkan pernikahan dan terdiri dari seorang suami (ayah). dan konsumsi yang dilakukan di antara anggota keluarga. yaitu perawatan dan pengasuhan anak hingga mereka mampu berdiri sendiri. Keluarga menjalankan peranannya sebagai suatu sistem sosial yang dapat membentuk karakter serta moral seorang anak. memberikan perlindungan fisik terutama berupa sa ndang. distribusi. Care of the ages. e) Economics. Bila seorang anak dibesarkan pada keluarga pembunuh. h) Physical protection. Meneruskan keturunan (reproduksi). Menurut Kingslet Davis dalam Murdianto (2003) menyebutkan bahwa fungsi keluarga ialah : a) Reproduction. Keluarga merupakan payung kehidupan bagi seorang anak.

ibu. masa ini dikenal j uga dengan masa prasekolah. bagi anak-anak. pengaruh keluarga mulai melemah karena terjadi perubahan sosial. Anak cerdas s elalu ingin tahu dan terangsang untuk memcahkan masalah yang baru ditemukannya. 1997) Cinta meneliti ini merupakan salah satu pertanda anak yang cerdas. m erupakan ekspresi dari rasa ingin tahu dan menyibak keraguannya. 2. yaitu saat usia 18 bulan pertama kehidupan merupakan masa bayi. Masa kanak-kanak kedua. Masa remaja. Keluarga sebagai tempat bernaung. Pertanyaan-pertanyaan ini. dan budaya. politik. Keluarga merupakan su atu jalinan cinta kasih yang tidak akan pernah terputus. Anak-anak telah mampu menerima pendidikan formal dan menyerap berbagai h al yang ada di lingkungannya. Masa kanak-kanak pertama. Masa Prenatal. 4. Masa Bayi dan Tatih. (Zurayk. anak-an ak menuju pada penguasaan bahasa dan motorik serta kemandirian. merupakan wadah penempaan ka rakter individu. Hal ini merupakan kebutuhan psiki s alamiah yang dinamakan dengan istilah cinta meneliti. Saat anak mencari identitas d irinya dan banyak menghabiskan waktunya dengan teman sebayanya serta berupaya le pas dari kungkungan orang tua. yaitu rentang usia 12-18 tahun. Pada masa sekarang ini. Gardner (2005) dalam Amstrong (2005). baik yang berhubungan dengan hal-h al yang faktual maupun yang fiktif. sehingga anak t ersebut terdorong untuk mengajukan pertanyaan. Anak-anak sering bertanya tentang banyak hal. Keadaan ini memiliki andil yang besar terhadap ter bebasnya anak dari kekuasaan orang tua. di atas usia 18 bulan sampai tiga tahun merupakan masa tatih. Keluarga telah kehilangan fungsinya dala m pendidikan. Pada masa ini anak-anak mulai mengenal bahasa dan tertarik untuk mempelajarinya. mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yan g mempunyai nilai budaya. Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam menjalani hidup bergantung pada be rhasil atau tidaknya peran keluarga dalam menanamkan ajaran moral kehidupan. 3. Kel uarga lebih dari sekedar pelestarian tradisi. Keluarga menjadi tempat pencurahan segala keluh kesah. keluarga merupakan wadah mencurahkan segala inspira si. Dengan begitu.inta kasih sayang. keluarga merupakan wahana awal pembentukan moral serta penempaan karakter manus ia. Ber . Ketika kebijakan ekonomi pada zaman modern sek arang ini mendasarkan pada aturan pembagian kerja yang terspesialisasi secara le bih ketat. yaitu diawali dari masa konsepsi sampai masa lahir. ia dapat mencoba hal-hal baru dan menciptakan produk-produk pemik iran bagi dirinya sendiri. Lebih dari itu. Saat tatih inilah. BAB III Pengaruh Keluarga Terhadap Perkembangan Moral Anak Papalia dan Old (1987) dalam Hawadi (2001) membagi masa kanak-kanak dalam lima t ahap : 1. yaitu pada masa tatih (diatas 18 bulan). Tidak seperti fungsi keluarga pada masa lalu yang merupakan kesatu an produktif sekaligus konsumtif. Anak-anak mulai berpikir kritis dimulai ketika mereka menuju pada panguasaan bah asa dan motorik serta kemandirian. maka sebagian tanggung jawab keluarga beralih kepada orang-orang yang menggeluti profesi tertentu[3]. yaitu rentang usia 3-6 tahun. dikenal pula sebagai masa s ekolah. kelurga bukan hanya menyangkut hub ungan orang tua dengan anak. maka ia akan tumbuh menjadi pribadi cemerlang yang memilki bu di pekerti luhur. Uraian tersebut cukup menjelaskan apa arti keluarga yang sesungguhnya. Keluarga bukan hanya wadah untuk tempat berkumpulnya ayah. dan anak. di atas usia 18 bulan pertama kehidupan merupakan masa bayi. 5. yaitu usia 6-12 tahun.

d an berpikir. Kejujuran merupakan hal terpenting bagi individu dalam menjalani hidup. Budi luhur yang melekat pada setiap orang bukan datang d engan sendirinya. merupakan perpaduan antara aka l. Sebagaimana dikatakan. Orang tua dapat menjawab segala pertanyaan anak dengan jawaban yang sebenarnya atau jawaban fiksi yang merupakan karangan orang tua. Anak seringkali mengabaikan nasihat yang diberikan oleh orang tua dengan alasan nasihat tersebut terkesan kuno. diberi pendidikan mengenai bud i pekerti serta budaya.bagai pertanyaan kritis mulai terlontar. anak-anak itu melihat. Penanaman moral pada diri seorang anak berawal dari lingkungan keluarga. diajarkan bebagai macam hal. Pengaru h keluarga dalam penempaan karakter anak sangalah besar. sekalipun jawaban itu dirasanya sangat sulit dipahami oleh anak karena pert anyaannya yang bersifat sensitif. Dalam sebuah keluarga. orang tua harus mampu membagi waktu dengan baik dan menca ri saat-saat yang tepat untuk menyelipkan pelajaran mengenai budi pekerti luhur. ia memiliki sifat-sifat yang khas. Misalnya. Hadirnya televisi telah merebut perhatian anak t erhadap orang tua. dan berpikir dengan bentuk yang khas. Karena itu. [5] Keluarga memberikan pengaruh pada pembentukan budi luhur bagi seorang anak. Setiap orang tua yang memiliki anak tentunya ingin anakn ya tumbuh dan berkembang menjadi manusia cerdas yang memiliki budi pekerti baik agar dapat menjaga nama baik keluarga. dan berperasaan sebagaimana orang tua melihat. Pada masa sekarang. t idak dapat dipungkiri bahwa sesekali seorang anggotanya melakukan suatu kebohong an. Seseorang melakukan suatu kebohongan biasanya disebabkan oleh rasa takut kar ena dianggap melakukan kesalahan atau sedang menyembunyikan sesuatu. namun tidak keluar dari logika dan perasaan yang sehat. mendengar. pendidikan mengenani moral dan budi pekerti dapat ditanamkan. Dalam suatu keluarga. disinilah peran orang tua bermain. Terutama dalam keluarga dan bukan merupakan keturunan. Sala h satu ciri anak yang berbudi luhur adalah selalu menunjukkan sikap sopan dan ho rmatnya pada orang tua. Siaran-siaran televisi kembali menjadi salah satu faktor penyebab lunturnya nilai-nilai tersebut. Dengan kata lain. Kehendak. BAB IV . Penanaman sikap jujur dalam keluarga dapat dimulai dari perilaku orang tua yang selalu bersikap dan berkata jujur. Anak bukan lah orang dewasa. Berawal dari pertanyaan-pertanyaan dari seoran g anak. mendengar. Seorang anak mel ihat. karena bagaimana pun k omunikasi dalam keluarga harus tetap berlangsung dengan baik. Seiring dengan perkembangan zaman. Dalam banya k hal. dan taha p awal penanaman sikap jujur dimulai dari keluarga. Oleh karena itu. intensitas bertemu antara anak dengan orang tua sangatlah se mpit. orang tua seharusnya mempergauli anak-anak berdasarkan pada anggapan bahwa dia adalah anak-anak. budi luhur tidak merupakan keturunan mela inkan merupakan produk pendidikan dalam keluarga. terjadi pergeseran nilai-nilai kebudayaan pad a masyarakat. berperasaan. berperasaan. seorang anak diasuh. dan rasa. melainkan harus diciptakan. Dengan begitu. atau pada saat menonton televisi bersama. Or ang tua dituntut untuk dapat memberi jawaban yang dapat memuaskan hati seorang a nak. seora ng anak tidak mengetahui yang sebenarnya mengenai nilai-nilai yang seharusnya di berikan orang tua kepada anaknya. Pemuda tidak aka n menjadi pemuda yang sebenarnya selama masa kanak-kanaknya tidak menjadi anak-a nak yang sebenarnya. Pada saat makan malam misalnya. Dalam kondisi demikian. sambi l membimbing. men dengar.[4] Seiring dengan pertanyaan yang keluar dari bibir mungil seorang anak. sebaiknya orang tua mendengarkan pendapat anaknya. maka akan lebih mudah bagi seorang anak menanamkan sikap jujur pada dirinya karena tidak pernah merasa dibohongi.

S umber daya manusia berkualitas dapat dilihat dari keluarganya. Pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari mulut seorang anak sebaiknya dijawab d engan jawaban yang jujur dan dapat memuaskan hati anak.Peran Keluarga ( )Masa kanak-kanak merupakan masa yang begitu penting untuk meletakkan dasar-dasar kepribadian yang akan memberi warna ketika seorang anak kelak menjadi dewasa. Hal ini yang d apat membentuk karakter anak di masa depan. Hal ini pun tidak dapat terlepas dari peran serta keluarga sebagai pembentuk karakter dan moral individu sehingga me njadi sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan moral dalam ke luarga salah satunya. Ibu. Kuali tas sumber daya dan keluhuran budi pekerti merupakan hasil tempaan orang tua. Akan tetapi. BAB V Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan Keluarga merupakan suatu sistem sosial terkecil yang di dalamnya dapat terdiri d ari Ayah. Pendidikan moral dan kej ujuran bagi seorang anak berawal dari kelurga. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat memerlukan adanya sumber daya manus ia yang berkualitas baik. Salah satu diantanya adalah melal ui pendidikan. (Gunarsa. 1995) Keluarga memiliki peranan a. kembali mengmbil peranan penting dalam peningkatan kualita s sumber daya manusia.. (Effendi. Berbagai aspek pembangunan suatu bangsa. kualitas pada pola-pola perkembangan masa anak adalah sangat penting. Keluarga. salah satunya sumber daya manusia. . Walau bagaimana njadi tolak ukur berhasil penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusi keluarga perlu ditanamkan pada sejak dini pada setiap pun. kelu arga sederhana di desa pun dapat menjamin kualitas sumber daya manusianya. Anak merupakan buah d ari keluarga bahagia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting serta sanga t mempengaruhi perkembangan sikap dan intelektualitas generasi muda sebagai pene rus bangsa. Anak-anak memiliki pemikiran kritis akan banyak hal dimula i ketika ia mulai mengenal bahasa. Bukan hanya kelua rga mampu dari segi materi. individu tidak akan berarti dimata siapa pun. Pendidikan moral dalam individu. melalui orang tua. moral individu juga me tidaknya suatu pembangunan. Terlihat pada garis-gari s besar haluan negara bahwa penduduk merupakan sumber daya manusia yang potensia l dan produktif bagi pembangunan nasional. et al. tetapi rendah dalam hal morali tas. Pendidikan moral dimulai dari sebuah keluarga yamng menanamkan budi pekerti luhur dala setiap interaksinya. 2001) Keluarga memiliki peranan utama didalam mengasuh anak. dan budayanya dapat diteruskan dari o rang tua kepada anaknya dari generasi-generasi yang disesuaikan dengan perkemban gan masyarakat. yang dapat meningkatkan kualitas individunya melalui tambahan-tambahan materi pembelajaran di luar bangku sekolah. K arena itu. di segala norma dan etika yan berlaku didalam lingkungan masyarakat. Pendidikan baik formal maupun informal. selain tingkat pendidikan. Walaupun memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas baik tentunya memerlukan berbagai macam cara. dan anak yang masing-masing memiliki peran. tidak dapat lepas dari berbgai aspek ya ng saling mendukung.

Hawadi. Menyikapi Periode Kritis Pada Anak dan Dampaknya Pada Profil Kepribadian tahun 2001 dalam Psikologi Perkembangan Pribadi dari bayi sampai la njut usia. Bambang S. Bogor: Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Singgih D. Editor: S. Reni Akbar. Sosiologi Keluarga. Suratman. 1996). Hisbaron. Thomas. Grasindo. 1995. 9 [2] Magnis Suseno (1993:163). Fungsi Keluarga Dalam Menin gkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. C. Jakarta: Bina Aksara. Fungsi Kel uarga Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grafiti Pers.wordpress. Orang tua juga harus membuka diri terhadap perkembangan zaman dan teknologi saat ini. 21. Utami. Jakarta: PT. Mudjijono. Gunarsa. Ma ruf. [1]Singgih Gunarsa (1976:9) dalam Mudjijono. Psikologi Perkembangan Anak. 19 97) hal. Keluarga Jawa. 2001.5. Setiap Anak Cerdas. (Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Ke budayaan. 1996). 1996 .Munandar. Dan B. 5 [3] Ma fur Zurayk. 2001. Geertz. Aku dan Anakku (Bandung: Al-Bayan (Kelompok Penerbit Mizan). Fakultas Pertanian IPB. [4] Berdasarkan pada analisis pribadi penulis [5] ibid. Bandung: Al-Bayan (Kelompok Penerbit Mizan). 2005. Daftar Pustaka Armstrong. dalam Mudjijono. Jakarta: UI Press. hal. Wijaya. Fungsi Keluarga Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Goode. Gramedia Pustaka Utam a Effendi. Depok: UI Press. (Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Keb udayaan. Noor Sulistyo. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . untuk itu sebaiknya orang tua dap at menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya. 1983. Ali Thaib. hal. pasti akan dijumpai keluarga batih ( nuclear fami . Jakarta : PT. Utomo.com/2009/05/26/peran-keluarga-terhadap-perkembanga n-karakter-anak/ Dalam setiap masyarakat manusia. Hermawan. 1997. Hildred. Fungsi Keluarga Dalam Meni ngkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Utami Munandar.2 Saran Orang tua merupakan panutan bagi anak-anaknya. 1983. et al. 2003. dan Sudarmo Ali. hal. et al. Modul Mata Kuliah Sosiologi Pedesaan. 15 http://wimelimonica. Chasrul Hadi. Anak-anak memiliki pemikira n yang kritis terhadap sesuatu yang baru. William J. Aku dan Anakku. Bila orang tua tidak membuka diri terh adap perkmbangan yang ada. Pada akhirnya berbuah kebohongan dan secara tidak langsung menanamka nnya pada anak. Murdianto. Jambi: Departemen Pendidikan d an Kebudayan.. Emansipasi dan Peran Ganda Wanita Indonesia: Suatu Tinja uan Psikologis. 1983. Zurayk. kelak akan menuai kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari anak.

Profesor Soerjono Soekanto. remaja dan anak. Format penjelasan dalam buku ini. Namun d alam bagian ini jelas lebih luas cakupan dan pembahasannya terlepas dari rumusan masalah yang diangkat. dengan menyajikan sebuah per masalahan yang mungkin memang terlihat bagitu spesifik dan menarik untuk dibahas . Orang tua ideal masa mendatang. mem berikan landasan bagi orang tua ideal masa kini. walaupun dari sudut perkembangan mental belum sepenuhnya demi kian. maka pengaruh itu sebenarnya harus dihilangkan. oleh karena memiliki unsur-unsur sistem sosial yang pada pokoknya mencakup kepercayaan. Dan yang lebih benefit lagi yang terdapat d alam buku ini ialah. Suatu keluarga batih dianggap sebagai suatu sistem sosial. sehingga mudah unt uk dimengerti dan dipahami kalangan pembaca (red: secara umum). Remaja sebe . apabila remaja muda s udah menginjak usia 17 tahun sampai 18 tahun. sanksi. seyogyanya mulai dipikirkan dan dicoba pada masa kini dalam bentuk usaha untuk lebih menyerasikan nilai spritualisme dengan nilai materialisme yang memang merupakan pasangan. istri beserta anak-anaknya yang belum menikah. bahwa hal-hal yang pokok pada masa dulu. apabila manusia tetap fanatik pada salah satu nilai saja. Dalam buku ini terdapat penjelasan mengenai remaja. yaitu.ly ). mungkin masih dapat dijadikan dasar orientasi pada ma sa kini. Biasanya mereka berharap agar dianggap dewasa oleh masyarakat. kekua saan. merupakan produk orang tua ideal masa kini. yang merupakan unit terkecil dalam masyarakat se bagai wadah dan proses pergaulan hidup. Kala u pada masa kini sudah mulai tampak gejala-gejala negatif yang mempengaruhi pola mendatang. Sedangkan di bagian kedua. kedudukan dan peranan. homoseksual ditinjau dari sudut sosiologi dan remaja. karena kulasannya berkisar pada realita sosial yang terjadi dewasa ini. Menghilangkan pengar uh yang negatif itu bukanlah dengan cara mengagung-agungkan masa lampau yang sud ah lewat. menjelaskan bahwa. terdapat pembahasan . Hal ini berarti. Sikap tindak logis yang mendapat tekanan pada masa kini. Keluarga batih tersebut lazi mnya juga disebut rumah tangga. kaidah-kaidah. Namun banyak hal yang termaktub dalam b uku ini diantaranya adalah. dalam bagian ini adalah ringkasan dari pembahasan masalah serta juga saran yang terformulasikan atas langkah-langkah yang diberikan. dan fasilitas. mereka lazim disebut golongan muda atau pemuda-pemudi. tidak perlu me njadi hal yang negatif. masa mendatang merupakan sambungan masa kini. orang tua ideal masa dulu. Dan yang terakhir yaitu bagian penutup. akan tetapi dengan cara menunjukkan bahwa pola yang berlaku dewasa ini tidak akan menguntungkan manusia pada masa mendatang Ciri orang tua ideal masa mendatang. ditambah lagi pe nyususnan paragraf yang tersusun dengan rapi. bisa d ikatakan juga bahwa dalam bagian ini juga diringkaskan rumusan masalah yang akan dibahas pada bagian selanjutnya. dengan mengabaikan ni lai yang menjadi pasangannya. sedangkan masa kini berasal dari masa dulu. tinjauan bimbingan dan konselor mahasiswa tentang keluarga dan tingkah laku so sial. penjelasannya tidak hanya mencakup orang tua yang ideal ataupun metode-metode bagaimana orang tua menciptakan sebuah keluarga yang ideal ditinja u dari sudut pandang sosiologisnya saja. Keluarga batih tersebut merupakan kelompok sosial kecil yang terdiri dari su ami. mungkin bisa diibaratkan seperti bagaimana hal nya kita membuat makalah. perasaan. tingkatan atau jenjang. Orang tua ideal di masa mendatang adalah orang tua yang dapat menyerasikan nilai spritualisme dengan nilai materialisme secara pro porsional Dalam buku ini. apabila disertai dengan penyerasiannya dengan sikap tind ak etis dan estetis dalam arti dan penafsiran yang sebenarnya. dan sebagainya. Sehingga akan bermunculan beberapa item-item keadaan terten tu apabila kita coba untuk mengapresiasikan dan mengaplikasikan dari unsur-unsur cakupan pokok keluarga batih tersebut. karena dilihat dari beberapa aspek yang juga turut diser takan dalam bagian ini. Hal itu tidak akan tercapai. tuj uan. jadi dalam buku ini juga terdapat pengantar di bagian pertama dari sub-sub bagian buku yang akan dibahas. peranan keluarga didalam lingkungan sosial dan hukum . Sikap tindak mereka rata-rata sudah mendekati pola sikap ti ndak orang dewasa. juga menambahkan sebuah keunikan d an keindahan buku ini. dalam buku Sosiologi Keluarga: tentang ikhwal keluar ga. yang meliputi tentang pembahasan dari rumusan masalah yang telah dipaparkan ta di beserta langkah-langkah yang harus ditempuh dari sebuah permasalahan. penyusunan kata-kata tidak begitu sulit.

janganlah orang tua memaksakan ciri-ciri kehidu pan remaja pada zaman mereka pada anak-anaknya. Yang seyogyanya dilakukan adalah membandingkan yang sekarang den gan yang terjadi dahulu. hak dan kewajiban. yang lebih menekankan segi teoritis. Terjadinya pergeseran tekanan nilai sebenarnya bukan sepenuhnya mer upakan akibat perkembangan ilmu dan teknologi. Ringkasnya. demi terciptanya kelengkapan atas kesempurnaan sesuai dengan apa yang d . Penerapan ilmu dan teknologi tidak perlu menghasilkan pergeseran nilai. a kan tetapi senantiasa harus diserasikan dengan landasan spitual. orang tua dapat membantu mereka untuk menemukan identitas diri. Kedua landasan itu tidak mungkin dipisah-pisahkan. dan merupakan salah satu bagian dari kekuran gan yang memang kalau perlu adanya pembenahan dalam pembuatan buku di edisi sela njutnya. Pembatasan selanjutnya adalah pada contoh -contoh yang diberikan. karena oleh anak-anak mereka sudah dianggap dewasa. sehingga menghasilkan akibat yang baik Dengan mempelajari seluk beluk kehidupan remaja secara seksama. Cara demikian hanyalah memperbes ar kesenjangan. a kan tetapi juga dengan memperhitungkan akibat-akibatnya sepanjang manusia mampu untuk mengadakan predeksi yang akurat. Kiranya jela s bahwa tulisan ini tidak mungkin membicarakan ruang lingkup yang sedemikian lua snya itu. kebebasan. Hubungan yang akrab itu jangalah semata-mata didasarkan pada kebendaan saja. akan tetapi senantiasa harus disertai dengan tanggung jawab penggu naannya Judul buku ini merupakan dalam rangka pembicaraan mengenai mempersiapkan masa dep an bagi anak . diadakan pembatasan-pem batasan. walapun dalam ruang lingkup yang agak sem pit. p engakuan terhadap eksistensi budaya remaja. pemahaman ilmuan teknologi tidak hanya digunakan semata-mata. yang juga bersifat umum. Pembatasan pertama adalah pendekatan sosiologis dan hukum (yuridis). apakah akan diguna kan untuk maksud-maksud positif atau negatif. oleh karena berkait an dengan hampir seluruh bidang kehidupan manusia dalam masyarakat. Ruang lingkup judul tersebut jelas sangat luas. soal kemandirian. jelas sekali kalau dengan adanya pemb atasan tersebut. agar supaya manfaatnya jelas. penggunaan ilmu d an teknologi tersebut hendaknya tidak berhenti pada sekedar penggunannya saja. kemudian berilah kesempatan pada remaja untuk memilihny a sendiri. Melihat adanya beberapa pembatasan diatas. Ilmu dan teknologi pada dasarnya mempunyai sifat netral. Pembat asan kedua adalah mengenai isinya. tergantung pada manusianya. apalagi saling menggantikan. Oleh karena itu. sedangka n orang dewasa mereka masih dianggap kecil Secara umum persoalan-persoalan yang dihadapi remaja berkisar pada masalah priba di yang khas remaja. sesuai dengan keinginan hatinya sendiri Namun semua itu tidak lepas dari pengaruh terhadap perkembangan ilmu dan teknolo gi. buku ini hanya akan membahas nilai-nilai yang bersifat umum yang menjadi peganga n bagi kehidupan bersama pada umumnya. Sifat sementara dari kedudukannya mengakibatkan remaja masih me ncari identitasnya. sebenarnya hal itu sangat tergant ung pada pihak yang memanfaatkan ilmu dan teknologi itu. dan lain masalah yang boleh dikataka n bersifat universalistik. sehingga penerapan diserahkan sepenuhnya pada mereka yang menaruh minat untuk membaca tu lisan ini. keremajaan merupakan gejal a sosial yang bersifat sementara. Keduanya harus selalu diserasikan. Agaknya kunci yang pokok adalah h ubungan yang akrab antara ora tua dengan anak-anaknya yang menginjak usia remaja . Pola kehidupan remaja zaman kini mempunyai ciri-ciri tersendiri. Contoh-contoh tersebut diambil dari bahan pustaka terten tu. sehingga hal ini sebenarnya membuka peluang untuk mengadakan diskusi yang lebih mendalam bagi contoh-contoh lain ya ng tidak dijumpai oleh penyusun tulisan dalam pengamatannya. oleh karena untuk mengalternatifasi itu semua. atau dilandaskan pada pengamatan sesaat. oleh karena berada antara usia kanak-kanak den gan usia dewasa.narnya tergolong kalangan yang transisional. Pembatasan selanjutnya adalah pada nilai-niai yang akan dibicarakan. pergeseran tekanan nilai-nilai dan persiapan masa depan anak dengan segala p ersoalannya. yang berimplikasi pada pembahasan yang tidak terlalu melebar da n cakupannyapun tidak terlalu luas. oleh karena dapat ditujukan untuk menyerasikan pa sangan nilai-nilai. dengan catata n bahwa kemungkinan terjadinya variasi tetap ada Secara teoritis tidak mungkin untuk menemukan upaya-upaya yang pasti untuk menan ggulangi permasalahan yang diuraikan tersebut. misalnya. Sehingga persoalan-persoalan itu menimbukan berbagai ciri atau karakteristik pada diri remaja. Artinya.

com/2009/04/resensi-buku.html .blogspot.iinginkan masyarakat http://rusdisosiologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful