P. 1
Mengatasi Dan Mencegah Kenakalan Remaja

Mengatasi Dan Mencegah Kenakalan Remaja

|Views: 1,687|Likes:
Published by ngentak

More info:

Published by: ngentak on Dec 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

Mengatasi dan Mencegah Kenakalan Remaja Perilaku menyimpang yang diperlihatkan para remaja, seperti tawuran, menyalahgunakan narkoba

dan seks bebas, adalah perilaku yang melanggar norma-norma hukum pidana. Akibat dari perilaku menyimpang itu, akan merugikan dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi. Menurut Sosiolog Kartono, kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang,”Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.” Kata Kartono. Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Jenis-jenis kenakalan remaja diantaranya penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan tawuran antara pelajar. Terjadinya kenakalan remaja, bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri dan juga dari lingkungannya. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja, termasuk teman sebaya yang kurang baik. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja: Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka

mabuk-mabukan. yang ada di sekolah dan kampus. agama dan sebagainya. Kita semua sependapat bahwa kenakalan remaja tidak boleh dibiarkan. Berbagai bentuk prilaku remaja dapat dikatakan sebagai kenakalan remaja dan pada gilirannya akan menimbulkan dampak bagi pembentukan citra diri remaja sera aktualisasi potensi-potensinya. sosial. dimana pada satu sisi belum mempunyai pegangan dan disisi lain kepribadian sedang mencari identitas atau jati diri. jadi kenakalan remaja ini menyangkut aspek yuridis. pendidikan dan kebudayaan. harus diantisipasi. Untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja yang bisa menjurus ke dalam penyalahgunaan narkoba. para mahasiswa dan pelajar diharapkan semakin sadar dan berpikir lagi sebelum menggunakan narkoba karena dapat membahayakan nyawanya.yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. agama serta hukum. Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis yang ditandai dengan dua ciri yang berlawanan. ?UKS dan UKM anti narkoba. Dalam kehidupan masyarakat yang sudah mengalami perubahan ini ditandai dengan beraneka ragam pembaharuan yang sangat cepat dalam berbagai segi kehidupan sebagai akibat dari adanya arus globalisasi. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis. (Pus Cegah Lakhar BNN). telah melakukan program di lingkungan sekolah dan kampus dengan mendirikan usaha kesehatan sekolah (UKS) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) anti narkoba. yaitu adanya keinginan untuk melakukan perlawanan dan sikap apatis. Dengan keadaan demikian seringkali muncul perilaku menyimpang atau kecendrungan melakukan pelanggaran-pelanggaran norma tersebut antara lain : . komunikatif. Dampak ini akan memunculkan konflik-konflik yang tidak nampak. kita berkewajiban untuk mencarikan arternatif-arternatif pemecahannya agar tidak ada lagi sebutan kenakalan remaja yang ada hanya sebutan remaja berprestasi. ekonomi. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. perkelahian antar kelompok dan sebagainya. tetapi dapat dirasakan adanya kegelisahan dalam perilaku di dalam masyarakat. kenakalan remaja merupakan pelanggaran atas norma sosial. teman sebaya untuk melakukan hal-hal yang positif. Pusat Pencegahan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional. dengan adanya perubahan itu disatu sisi berdampak positif dan negatif. Dengan mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba. akan melakukan kampanye anti narkoba di lingkungannya. dan nyaman bagi remaja. Adanya motivasi dari keluarga. guru. sosiologi. (yon/bnn) Oleh : Srie Daniyati Kenakalan remaja adalah perbuatan anak-anak dan remaja yang melakukan tindakan yang menganggu ketertiban umum.

sangat cepat terpengaruh dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. dimana keluarga adalah kontrol keseharian bagi para remaja. film porno kesemuanya dapat menyebabkan anak-anak untuk berbuat asusila. Dunia remaja merupakan wilayah perbatasan yang mengandung ketidakpastian maka apabila remaja itu berasal dari keluarga yang tidak harmonis atau keluarga sibuk yang tidak sempat memonitor anaknya yang beranjak dewasa atau remaja tidak mengherankan jika terjadi penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukannya. Kenakalan remaja dengan berbagai aspeknya tidak dapat dipisahkan dari konteks perubahan dan perkembangan kondisi sosial ekonomi yang sedang berlangsung oleh karena itu perlu dicerati serta didentifikasi berbagai perilaku dan pengkajian faktor-faktor yang menyebabkannya serta di upayakan untuk mempartisipasikan remaja sendiri dalam mencari alternatif pemecahannya.Penggunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras dan pelanggaran hukum lainnya. walaupun pemerintah sudah tegas misalnya dengan adanya peraturan yang ini itu macam- .Ditulis oleh admin | Uncategorized | | & Komentar & Komentar » 1. buku-buku. 10 Desember 2007 . Komunakasi sebahasa dalam kehidupan keluarga. seharusnya pemerintah kota banjarmasin lebih menegaskan peraturn peraturan yang ada.sering membolos dari sekolah .seperti sanksi ketegasan dalam kenakalan remaja. Dalam era globalisasi ini ditandai juga dengan gesekan dan benturan norma nilai yang sangat terasa dalam menetapkan kaedah sopan santun kontradiktif antara teoritis dan praktisnya. pribadi remaja adalah pribadi yang labil.Peredaran gambar-gambar (foto-foto) porno. baik keluarga (orang tua). sekolah dan masyarakat untuk membina dan mengembangkan nilai moral dalam rangka pembentukan kepribadiannya serta kondisi lingkungan yang menunjang kearah perilaku remaja positif. . Komentar oleh nadya irmania | 15 Februari 2008 2.. Sebenarnya yang sangat berperan dalam menangani masalah tersebut adalah keluarga. Kenakalan remaja tidak timbul sebagai hasil keturunan atau gejala-gejala kenakalan remaja timbul begitu saha menlainkan ada sebab-sebabnya. sekolah maupun masyarakat. Kenakalan remaja dengan berbagai akibatnya bukan hanya tanggung jawab remaja saja tetapi tanggung jawab bersama.

kenakalan remaja ini akan terus berlanjut dan terus meningkat seiring bertambahnya umur mereka. nggak semua remaja hanya memeikirkan kesenangan duniawi semata tetapi juga masih banyak remaja yang memiliki kredibilitas tinggi di masyarakat… Komentar oleh diyah | 8 Juli 2008 8. bisa kuatnya pengaruh lingkungan. Komentar oleh 4gusetiyo | 17 Maret 2008 3. Komentar oleh naff | 9 Juni 2008 5. tapi kalau dari kontrol keluarganya kurang abahkan tidak ada…??? Sangat jauh dari apa yang kita harapkan. mereka diawasi terus menerus oleh orang tuanya.!!! Komentar oleh m. atau dampak kekecewaan dalam keluarga. atau juga kurangnya pendidikan moral dari keluarga maupun sekolah formal.macam.khairudin | 23 Juni 2008 7. dapat dibayangkan apabila di dalam pengawasan orang tuanya saja mereka masih bisa melakukan hal-hal yang negatif apalagi kalau mereka sudah merangkak kejenjang perkuliahan yang notabene pengawasan dari orang tua lebih sedikit dan mereka harus mengurus diri mereka sendiri??? jujur. saya setuju dengan pendapat anda bahwa remaja sekarang sudah mulai meninggalkan norma-norma yang seharusnya dia ikuti dan laksanakan. kenakalan remaja bukan hanya akibat dari kurangnya pengawasan dari orantg tua saja tetapi akibat dari masuknya budaya-budaya yang tidak sesuai dengan budaya. Banyak sebab kenakalan remaja terjadi.khairudin | 23 Juni 2008 6. Budaya tabu dari orang tua menyebabkan anak dan remaja berperilaku nakal di lingkungan sosialnya Komentar oleh Gu | 27 April 2008 4.. anak remaja zaman sekarang ………hanyalah memikirkan kesenangan dunia saja yang sifatnya hanya sementara…. adat dan norma kita sebagai orang timur. saya merasa sangat sedih melihat pergaulan remaja dan mahasiswa sekarang. sekolah . sehingga untuk menaggulanginya membutuhkan kerja keras dan berkesinambungan antara pihak keluarga. remaja jaman sekarang hanya memikirkan kesenangan dunia yg sifatnya hanya sementara Komentar oleh m. pada saat remaja (identik dengan pelajar) mereka masih berada dalam pengawasan orang tua mereka.

yaitu meraih ridha dari Allah SWT. seharusnya para orang tua tidak membiarkan anaknya bergaul bebas Komentar oleh zet0 | 20 November 2008 11. dengan berpangku tangan dan tenggelam dalam kenikmatan duniawi yang sesaat? Ataukah merubahnya menjadi lebih baik. Itulah akibatnya apabila para pemuda tidak memiliki ilmu agama yang cukup sebagai bekal kehidupan mereka. saya setuju dengan pendapat anda tentang .dan lingkungn sekitar. yang akan menggantikan generasi sebelumnya yang akan tiada. Seharusnya kita semua melihat situasi dan kondisi dunia sekarang ini. di saat banyak yang menderita akibat keserakahan manusia dan diterapkannya sistem yang rusak. Assalamualaikum. dengan bertakwa dan menegakkan syariah hanya untuk meraih ridha dari Allah SWT? Ingatlah wahai pemuda… maut tidak akan memilih… saat ia akan datang padamu… perbuatanmu akan menentukan… kemanakah engkau akan melangkah… persiapkan bekal sebelum dia datang… atau rasakanlah tajamnya tebasan sang waktu… renungkanlah untuk apa cinta yang telah diberikan… semoga cahaya senantiasa membimbingmu kembali kepada-Nya… Komentar oleh dir88gun | 27 Oktober 2008 10. bahwa kita adalah para penerus bangsa. Apakah yang akan kita lakukan untuk menyikapi hal ini? Membiarkannya seperti sekarang ini.. Wahai para pemuda! Renungkanlah dan ketahuilah. sehingga mereka lebih mementingkan hawa nafsu mereka sendiri daripada mencapai tujuan hidup mereka yang sebenarnya.itulah yang harus kita perjuangkan dan selalu kita pikirkan ??? Salam Kenal Tatsuo Komentar oleh Kenakalan Remaja | 17 Oktober 2008 9.

Komentar oleh dwi k | 31 Maret 2009 Komunikasi Harmonis Shofia Tidjani Kesibukan kerja dan perubahan etika pergaulan. Akibatnya. . karena harus menghadiri arisan keluarga. minum-minuman keras. Sementara Sukma. raut kecewa Farhah tak mampu ia sembunyikan. akan kian jauh tercipta keluarga sakinah. Dan untuk orang tua harus lebih ketat untuk menjaga anaknya jangan sampai memberi celah untuk melakukan yang seperti itu. Walau berhasil menjadi juara ketiga di kelas. Sang ayah. pemahaman terhadap perasaan.Komentar oleh fadli | 18 Februari 2009 12. jangan pernah menjadi orang yang nakal dalam berbuat apapun dikarenakan banyak orang yang tidak menyukai kenakaln tersebut] dengan sekian banyaknya orang/kalangan muda pada umumnya banyak yang melakukan perbuatan yang tidak senonoh tindakan tersebut harus kita atasi dan dihindari u/ kesenangan boleh2 saja… tapi kesenangan itu ada pula batasnya… emamngnya dunia ini milik kita??? g kan….. kini nyaris membuat komunikasi dalam keluarga menjadi barang mahal dan langka. dan padatnya jadwal kehidupan orangtua. kebutuhan dan apa yang dirindukan sesama anggota keluarga pun sulit terpenuhi. Mukhlis (37 tahun). seolah membangun dunia sendiri. kini sudah lumrah membuat hubungan orangtua-anak kian berjarak dan semu.. maka kita harus pula menyadari batas2 nya… Komentar oleh fadli | 18 Februari 2009 13. Sempitnya waktu bersama keluarga. Bagaimana mengatasinya agar keluarga tetap sakinah? Rahma (12 tahun) terlihat murung siang itu. Bapak dan ibunya tak akan datang siang itu menemaninya tersenyum mengongsong piala juara kelas. Setiap orang dalam keluarga. tak mungkin datang karena sulit meninggalkan pekerjaannya di kantor.contohnya:pergaulan bebas. Sementara teman-teman sekelasnya terlihat ceria menenteng raport hasil ujian tengah semester masing-masing. anak remaja sekarang harus menjaga dirinya jangan sampai melakukan hal yang tidak-tidak. pikiran.. merokok. Hasilnya. ibunya pagi tadi mendadak tak bisa menemani Rahma ke sekolah mengambil raport.

hingga anak dapat benar-benar merasa disayangi. belaian fisik. Ia menilai.Membentuk atau membina keluarga sakinah bukan hal mudah. Jika tercapai. Jalinan komunikasi antara orangtua dan anak. Dr Matti Gershenfeld. “Contohnya. anak-anak sangat peka untuk merasakan betapa pentingnya memiliki orangtua yang utuh dan saling berhubungan baik. jika orangtua dapat terbiasa mengejawantahkan keempat faktor tersebut dalam keseharian. Hal senada juga diungkap KH Drs Sofyan Rosada. komunikasi lisan juga kian butuh ditingkatkan. Karena anak adalah duplikat orangtua. memberi rumusan empat faktor yang perlu diperhatikan orangtua untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak. Dari sini. Agar anak saya tidak merasa disisihkan dari keluarga. maka anak akan lebih mudah menangkap dan merasakan kasih sayang orangtuanya. dan komunikasi lisan. walau anak saya di pesantren. jika ingin membentuk keluarga sakinah. dan melakukan tukar pikiran. adanya kontak mata. diungkapkan terbuka. Karena dasar untuk mewujudkannya butuh tanggungjawab masing-masing individu keluarga. “Person orangtua harus sakinah. lancar dan saling terbuka dalam keluarga sangat penting untuk dibangun dan dijaga. Dengan bertambahnya usia anak.” tutur Ustadzah Hj Lutfiah Sungkar. Yaitu: secara fisik berdekatan dengan anak. Kualitas Komunikasi Berkomunikasi bukan hanya berbicara. Orangtua harus peka mendengar pendapat dan keluhan anak. Menurut Gershenfeld. kontak batin orangtua-anak pun mudah terjalin. “Hidup ini terjadi karena komunikasi. tanpa kekerasan. Terlebih. anak yang sedang dalam masa berkembang pun akan merasakan diperhatikan. saya kerap berkomunikasi dengannya via telepon. Karena.” tegasnya. dan diikuti pendekatan-pendekatan fisik maupun psikologis yang positif. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Husaini al-Bautani. psikolog dari Philadelhia Temple University. Atau saya bertanya kepada para ustadz mengenai perkembangan anak saya. . dan dunia adalah komunikasi. memahami perasaan mereka. Tapi butuh pula keberadaan fisik dan kemampuan membuat komunikasi yang dilakukan berkuatias.” aku Sofyan. komunikasi yang baik. Andai suami-istri sakinah. juga harus didasari rasa cinta. tapi kami berusaha menjalin komunikasi yang baik. anak akan ikut. kasih sayang sangat perlu sengaja ditunjukkan kepada anak. menurut Luthfiah. komunikasi akan lahir dari seseorang yang sadar bahwa komunikasi merupakan sesuatu yang rûhiyyah. Agar sakinah.

faktor psikologi dan posisi lawan bicara. Seperti beda tata wicara kita kepada anak kecil dan orang dewasa. Begitu sabdanya. Beliau juga mengingatkan agar pembicara menghormati orang yang lebih tua. menjemput atau datang mengambilkan raport di sekolah. Agar bisa menjalin komunikasi yang baik. . beliau selalu memperhatikan siapa dan bagaimana lawan bicaranya. dan menyayangi yang lebih muda. karena beda kemampuan dan daya serap otak masing-masing. Sabda beliau. juga akan menjadi pemberian yang sangat berarti dari orangtua kepada anaknya.Psi menambahkan. Selain itu. Rasulullah SAW telah mengajarkan nilai dasar akhlak islami dalam membangun hubungan harmonis dalam keluarga. dan bukan memberi mereka sisa waktu saja.Orangtua juga harus dapat menyediakan waktu khusus untuk anak. Ini untuk menunjukkan kepada anak bahwa orangtuanya memang menyediakan waktu khusus bagi mereka. “Anzilun-nâsa manâzilahum” (Tempatkanlah manusia sesuai dengan tempat semestinya/proporsional). Boks Komunikasi ala Rasulullah Keluarga yang sakinah adalah keluarga yang mempunyai nilai dan aturan. Beliau mudah menyatakan simpati. Modal utama sukses Rasulullah membina hubungan dengan manusia dan lingkungannya adalah hati beliau yang selalu diliputi belas dan kasih sayang. Sebagai pembicara (komunikator). Yaitu menjaga jalinan komunikasi yang baik antarsesama anggota keluarga. Selain itu.” tandas Elia. beliau sangat berempati. Walau hanya untuk sekedar berdiskusi. atau aspek intelektualistas dan adat istiadatnya harus diperhatikan. Psikolog Heman Elia M. Beliau juga melengkapinya dengan ketrampilan berkomunikasi. “Khâtibun-nâsa ‘ala qadri ‘uqûlihim” (Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar intelektualitasnya). Komunikasi dapat dilakukan tidak hanya dengan ucapan. Begitu pula terhadap orang berpendidikan dan tidak. “Orangtua adalah panutan bagi anak-anak mereka. Disamping menunjukkan kehadiran orangtua dalam kehidupan si anak. tetapi juga dengan sikap. dan selalu mengharap kebaikan bagi orang lain. menyediakan waktu khusus untuk anak. mampu menyelami perasaan dan turut merasakan kesedihan maupun kesusahan orang lain. Rasulullah selalu berupaya memahami dan menyesuaikan diri dengan kondisi psikologis lawan bicaranya (komunikan). Terutama kepada sesama mukmin. berpengaruh cukup signifikan bagi anak. maka orangtua harus memberi contoh yang baik dengan menjadi sahabat sekaligus teman diskusi mereka.

kesulitan dalam menyesuaikan diri. Pada hakikatnya keluarga merupakan wadah pembentuk karakter masing-masing anggotanya. kepribadian yang terganggu bahkan sama sekali gagal dalam tugas sebagai makhluk social untuk mengandakan interaksi social yang memuaskan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang di lingkungannya. Artinya kita perlu menyesuaikan cara berbicara dan berinteraksi dengan kultur. terutama pada tahap awal maupun tahap-tahap kritisnya. Rasulullah berpesan. budaya dan adapt istiadat. Rasulullah juga meneladankan kemampuan paripurnanya dalam melakukan komunikasi efektif. rasa tidak aman dan sebuah tindak kekerasan kepada anak-anaknya. Sebuah keluarga dalam kehidupan manusia memiliki kedudukan dan fungsi yang sifatnya primer dan fundamental. Ciri-ciri komunikasi efektif adalah bila terjalin pemahaman dan saling pengertian antara komunikator dan komunikan. Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang memberikan pengaruh sangat besar bagi tumbuh kembangnya anak remaja. Secara umum perkembangan anak meliputi keadaan fisik. maka yang terjadi adalah anak-anak akan terperosok/tersesat jalannya. Keluarga merupakan kesatuan yang terkecil di dalam masyarakat tetapi memiliki peran yang primer dan fundamental. Sebuh keluarga yang gagal memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak akan memupuk kebencian. “Khâtibun-nâsa bilughati qaumihim” (Berbicaralah kepada manusia dengan bahasa kaumnya). Demikianlah jika sebuah keluarga tidak dapat menciptakan suasana pendidikan. Yang berbicara maupun yang diajak bicara sama-sama senang. Bila kesemuanya berjalan secara sinergi maka dapat dikatakan bahwa seorang anak tersebut dalam keadaan sehat jiwanya. Hasilnya. hubungan akan semakin baik dan harmonis. dimana berbagai kebutuhan yang diperlukan . keterlambatan. emosional. maka dari itu peranan keluarga mempunyai andil yang sangat besar dan vital dalam mempengaruhi kehidupan seoranmg anak. terutama anak-anak yang masih sangat membutuhkan bimbingan orang tuanya. adat istiadat yang dimiliki seseorang atau suatu kaum. Tentunya sepanjang tidak melanggar syari’at. Dalam perkembangan jiwa terdapat periode-periode kritik yang berarti bahwa bila periodeperiode ini tidak dapat di lalui dengan sinergi maka akan timbul gejala-gejala yang menunjukkan semisal: ketegangan. social dan intelektual. Kemudian tercipta suasana menyenangkan di antara kedua belah pihak.Untuk menyesuaikan dengan kultur.

kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip . Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja. cenderung longgar dan rapuh. jadi idealnya perkembangan anak remaja akan optimal jika ia dibesarkan dalam keluarga yang harmonis. kondisi fisik. Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut yaitu Masalah pribadi. dalam setiap fase perkembangan. Orang tua yang sibuk dengan pekerjaan di kantor sampai larut malam tanpa memikirkan anak akan mempengaruhi psikis seorang anak. Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Sebagaimana diketahui. Namun dalam kenyataan kehidupan sehari-hari tidak semua keluarga dapat memenuhi gambaran keluarga yang ideal tersebut. Kondisi yang demikian ini akan menyebabkan komunikasi dan interaksi antara sesama anggota keluarga menjadi kurang intens. maka akan tercapai kepuasan. yang mencakup masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah. sosial dan budaya dalam masyarakat dewasa ini akan sangat mempengaruhi kehidupan sebuah keluarga. Pada kenyataannya tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. penyesuaian sosial. mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak.remaja dapat terpenuhi dengan baik. gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. emosi. telah mengganggu hubungan interpersonal dalam keluarga. tugas dan nilai-nilai dan Masalah khas remaja. seperti masalah pencapaian kemandirian. Hubungan kekeluargaan yang semula kuat dan erat. Perubahan ekonomi. individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. penampilan. sekolah. termasuk pada masa remaja. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan. yang mencakup masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja. Ambisi karier dan materi yang tidak terkendali. kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik.

Anak yang baru dilahirkan bisa diibaratkan sebagai sehelai kertas putih yang masih polos. Adakalanya pula. Adakalanya. Selain itu suasana keluarga yang meninbulkan rasa tidak aman dan tidak menyenangkan serta hubungan keluarga yang kurang baik dapat menimbulkan bahaya psikologis bagi setiap usia terutama usia remaja. sebagai contoh atau model agar ditiru. kesemuanya adalah sumber-sumber rangsangan untuk membentuk sesuatu pada kepribadiannya. Anak yang baru dilahirkan berada dalam keadaan lemah. Lingkungan keluarga berperan besar karena merekalah yang langsung atau tidak langsung terus-menerus berhubungan dengan anak. ia tergantung sepenuhnya dari lingkungan hidupnya. Bagaimana jadinya kertas putih tersebut pada kemudian hari tergantung dari orang yang akan menulisinya. memberikan perangsangan (stimulasi) melalui berbagai corak komunikasi antara orang tua dengan anak. Seiring dengan tumbuh kembang anak. terutama oleh lingkungan keluarganya. tidak bisa mengurus diri sendiri. dan lebih luas lagi lingkungan sosialnya. gambaran kepribadian yang terlihat dan diperlihatkan . yakni lingkungan keluarga. atau bagian dari kepribadiannya. Faktor Keluarga Keluarga adalah unit sosial yang paling kecil dalam masyarakat. Tatapan mata. Diposkan oleh ilmu kejiwaan di 06:27 II. Dalam perkembangannya. tidak bisa melakukan apa-apa.yang keliru. Jadi. apa yang ditiru akan meresap dalam diri anak dan menjadi bagian dari kebiasaan bersikap dan bertingkah laku. salah satu faktor penyebab timbulnya kenakalan remaja adalah tidak berfungsinya orangtua sebagai figur tauladan bagi anak. Lingkungan keluarga acap kali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. Orang tua menjadi faktor penting dalam menanamkan dasar kepribadian yang ikut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa. sentuhan-sentuhan halus. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. akan lebih banyak lagi sumber-sumber rangsangan untuk mengembangkan kepribadian anak. orang tua jelas berperan besar dalam perkembangan kepribadian anak. ucapan-ucapan mesra. Kemudian. dan tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya sendiri. orang tua bersikap atau bertindak sebagai patokan. hal ini berlangsung melalui ucapan-ucapan atau perintah-perintah yang diberikan secara langsung untuk menunjukkan apa yang seharusnya diperlihatkan atau dilakukan oleh anak. peranannya besar sekali terhadap perkembangan sosial. terlebih pada awal-awal perkembangan yang menjadi landasan bagi perkembangan kepribadian selanjutnya. adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. anak membutuhkan uluran tangan dari orang lain agar bisa melangsungkan hidupnya secara layak dan wajar. bagaimana kepribadian anak pada kemudian hari tergantung dari bagaimana ia berkembang dan dikembangkan oleh lingkungan hidupnya. Jadi. tidak berdaya. Meskipun demikian. Jadi.

Namun. bagaimana kelakuan remaja kesehariannya? 2.apa saja hal-hal yang mempengaruhi remaja untuk melakukan kenakalannya? 8. banyak ditentukan oleh keadaan serta proses-proses yang ada dan yang terjadi sebelumnya.beri alasannya? 9. Agar terjamin hubungan yang baik dalam keluarga. masa yang rawan akan kenakalan? 5. apa faktor pendorong bagi kaum remaja untuk melakukan kenakalannya? 4. yang tentunya terlebih dahulu harus diperlihatkan adalah hubungan yang baik di antara suami dan istri.bagaimana cara penanggulangan untuk kenakalan remaja? 5. Perilaku negatif dengan berbagai coraknya adalah akibat dari suasana dan perlakuan negatif yang dialami dalam keluarga. menjadi teramat penting sebagai tempat persemaian dari benih-benih yang akan tumbuh dan berkembang lebih lanjut. kenakalan bentuk apakah yang sering terdapat pada remaja sekarang? 4. mengapa bisa sampai terjadi kenakalan remaja? 3. siapa yang bertanggung jawab dalam permasalahan kenakalan remaja? 6.bagaimana tanggapan anda? apa yang menyebabkan kenakalan remaja? 2. yang meliputi pula hubungan antarsaudara.coba beri contoh? 3. mengapa masa-masa remaja . Hubungan antarpribadi dalam keluarga. dibutuhkan peran aktif orang tua untuk membina hubungan-hubungan yang serasi dan harmonis di antara semua pihak dalam keluarga. apa saja faktor negatif dari kenakalan remaja. Lingkungan rumah. seberapa buruk dampak kenakalan remaja pada saat ini? 8. sampai pada usia berapa remaja akan sadar dan berubah kelakuan? 7.seorang remaja. bagaimana cara mengantisipasi anak agar terhindar dari kenakalan remaja? 9. hal apa yang membuat kenakalan remaja dapat dikurangi? .coba berialasannya? 6.apa benar kenakalan remaja bisa di sebut dengan kreatifitas remaja? 10. di lihat dari persentase tawuran tahun ini semakin meningkat terus yang jadi pertanyaannya mengapa kenakalan remaja tahun ke tahun semakin meningkat.menurut anda apakah pergaulan remaja ada hubungannya dengan pretasi belajar remaja tersebut. Pengalaman buruk dalam keluarga akan buruk pula diperlihatkan terhadap lingkungannya.apa betul kenakalan remaja salah satunya di sebabkab oleh kurangnya perhatian dari orang tua? 7. menjadi faktor penting yang mendorong munculnya perilaku yang tergolong nakal. mengapa harus remaja yang mengalami masa-masa rawan? 10. enakaln remaja : 1. khususnya orang tua.kenakalan remaja sering sekali meresahkan di lingkungan masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->