P. 1
Uji Marshall Hasil Core Drill Lapangan1

Uji Marshall Hasil Core Drill Lapangan1

|Views: 145|Likes:
Published by bram aulia

More info:

Published by: bram aulia on Dec 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2012

pdf

text

original

Uji Marshall Hasil Core Drill Lapangan 23 Ruas Jalan Prov.

NAD,
Abstrak
Judul: Uji Marshall Hasil Core Drill Lapangan 23 Ruas Jalan Prov. NAD, (i) Gompul Dairi (HPJI-B1659), Road Pavement Material Technical Asistance UNDP to BRR NAD-Nias, gompul@indo.net.id, (ii) Khalidin (HPJI-B06083), Staff Dinas Prasarana Wilayah Provinsi NAD, Jalan Jenderal Sudirman No.1 Banda Aceh 23239. Perencana jalan di Indonesia selalu membuat umur rencana perkerasan jalan 10 tahun atau kalau dana yang tersedia tidak mencukupi, maka dibuat umur rencana perkerasan jalan 5 tahun. Menurut beberapa literatur bahwa jika dilakukan pemeliharaan dengan baik dan benar terhadap perkerasan jalan tersebut, maka akan diperoleh kinerja jalan yang baik sampai dengan kira-kira 75 % dari umur rencana tersebut, yaitu 7.5 tahun untuk umur rencana 10 tahun, serta 3.75 tahun untuk umur rencana 5 tahun, dan selanjutnya dilakukan peningkatan ulang kembali. Kenyataan yang terjadi pada hampir seluruh jalan yang dibangun di Indonesia tidak pernah mencapai umur rencana tersebut. Perencana menentukan koefisien kekuatan relative (a 1) untuk menentukan tebal lapis permukaan selalu mengambil nilai sesuai spesifikasi yaitu Marshall Stability (MS) = minimum 800 kg atau a1 = 0.42, dengan pemikiran bahwa nilai-nilai uji lainnya memenuhi persyaratan spesifikasi. Hasil suatu pengamatan dan riset yang dilakukan pada ruas jalan di Prov. NAD dan Prov. Sumut (Pulau Nias, Pulau Simeulue, Aceh Barat, Kota Banda Aceh, Aceh Selatan) menunjukkan bahwa dari 25 lokasi ruas jalan, dengan jumlah 119 data hasil core drill lapangan diuji dengan alat Marshall, dianalysis secara sederhana, diperoleh nilai-nilai sebagai berikut: (i) Marshall Stability, minimum = 183.74 kg, maksimum= 1204.00 kg, rata-rata = 539.67 kg, standar deviasi = 237.95 kg, dimana spesifikasi Stability minimum = 800 kg; (ii) Flow, minimum = 1.32 mm, maksimum= 5.75 mm, rata-rata = 3.39 mm, standar deviasi = 1.12 mm, dimana spesifikasi minimum = 2.00 mm; (iii) Marshall Quotient, minimum = 21.00 kg/mm, maksimum = 488.59 kg/mm, rata-rata = 140.75 kg/mm, standar deviasi =113.39 kg/mm, dimana spesifikasi minimum 400 kg/mm. (iv) Density, minimum = 2.269 gr/cc, maksimum = 2.323 gr/cc, rata-rata = 2.310 gr/cc, standar deviasi = 0.010 gr/cc, dimana density hasil laboratorium minimum = 2.310 gr/cc, maksimum = 2.332 gr/cc, rata-rata = 2.317 gr/cc, standar deviasi = 0.004 gr/cc, Hal tersebut menunjukkan bahwa pengujian Marshall atas hasil core drill lapangan yang dilakukan di laboratorium dan dianalysis dengan cara statistik sederhana, memberikan indikasi bahwa tidak ada pelaksanaan lapangan yang memenuhi Spesifikasi Marshall, sehingga koefisien kekuatan relative (a1) tidak pernah mencapai 0.42 yang mengakibatkan kenyataan bahwa Structure Number (SN) perencanaan tidak pernah dicapai pada pelaksanaan. Hal tersebut mungkin tidak salah karena spesifikasi tidak pernah menyebut melakukan uji Marshall terhadap sampel core drill lapangan, akan tetapi yang diukur adalah berat dan volume sampel core drill dan Kepadatan dihitung. Jika Kepadatan hasil core drill memenuhi 98 % JSD (Job Standard Density) maka pekerjaan tersebut dianggap dapat diterima oleh konsultan supervisi dan pemilik (spesifikasi klausul 6.3.7.2).c). Akan tetapi suatu kenyataan lapangan menunjukkan lain, bahwa hasil kepadatan memenuhi persyaratan spesifikasi dan hasil Marshall hamparan lapangan tidak memenuhi spesifikasi, sehingga nilai koefisien kekuatan relative (a1) menjadi kecil serta structure number (sn) perkerasan menjadi kecil dan berakibat pada kinerja perkerasan jalan tidak bisa dipenuhi sesuai dengan 75 % umur rencana, dan diyakini hal tersebut bukan hanya terjadi di provinsi NAD dan Sumut dan kemungkinan diseluruh Indonesia. Kemungkinan penyebab hal tersebut sangat kompleks, mulai dari bahan, alat, orang dan lingkungan (environment). Disarankan untuk melakukan kajian ulang terhadap spesifikasi seksi 6.3 terutama klausul 6.3.7.2).c, dengan menggantinya dengan pengujian Marshall atau pengujian Modulus hasil core drll lapangan, dan hal tersebut memungkinkan dengan perkembangan teknologi elektronik dewasa ini dan agar mensyaratkan pengujian tersebut dilakukan dengan alat yang tidak dapat di-invasi oleh tangan-tangan manusia. Demikian pula halnya dengan pelatihan-pelatihan khusus dan sertifikasi untuk personil konsultan supervisi dan personil kontraktor yang kompeten dengan mutu (qualitas), perlu dilakukan secara periodik.

Uji Marshall Hasil Core Drill Lapangan 23 Ruas Jalan Prov. NAD Oleh :
Gompul Dairi Manullang, BRE, Ir, M.Sc

1.

Latar Belakang

Peralatan Marshall adalah merupakan alat penguji campuran beraspal panas (hot-mix) yang umum dilakukan untuk mengetahui kekuatan campuran beraspal panas (hot-mix) yang digunakan dalam perkerasan lentur jalan raya. Parameter kekuatan campuran beraspal panas (hot-mix) yang diuji dengan alat Marshall harus memenuhi spesifikasi seperti; (i) penyerapan aspal, (ii) rongga dalam campuran (vim); (iii) rongga dalam agregat (vma); (iv) rongga terisi aspal (vfb); (v) stabilitas marshall (ms); (vi) pelelehan (flow); (vii) marshall quotient; (viii) stabilitas marshall sisa setelah perendaman selama 24 jam; (ix) rongga dalam campuran pada kepadatan membal (refusal). Perencana perkerasan lebih mengenal parameter Stabilitas Marshall (MS) dan parameter lain harus memenuhi spesifikasi, karena parameter MS tersebut yang berkaitan langsung dengan koefisien kekuatan relative (layer coeficient) yang digunakan untuk menghitung tebal perkerasan. 2. Maksud dan Tujuan

Tulisan ini dimaksudkan untuk mencoba mengkaji hasil pengujian marshall stability core drill hamparan lapangan dari 4 proyek di pulau Nias provinsi Sumatera Utara dan 19 proyek di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), serta bertujuan untuk memberikan suatu informasi hasil analysis tentang hasil kajian tersebut 3. Sajian Data

Bagan alir pelaksanaan campuran beraspal panas (hot-mix) secara umum adalah seperti ditunjukkan dalam gambar berikut:

.

Hasil pengujian marshall dan perhitungan kepadatan (density) atas core drill hamparan capuran beraspal lapangan yang dilakukan pada 19 (sembilan belas) proyek di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan 4 (empat) proyek di provinsi Sumatera Utara adalah seperti ditunjukkan dalam tabel berikut: .

.

.

Analysis Metode analysis untuk pengujian sampel core drill dari ruas jalan tersebut adalah dengan statistik untuk data yang jumlahnya sedikit dengan menggunakan tabel sebagai berikut: .4.

Marshall Quotient.Japan Road Association Analysis untuk masing-masing parameter: Stabilitas Marshall.Sumber: Manual for Asphalt Pavement 1989 . Flow. dan Density untuk setiap ruas jalan yang diuji. adalah seperti ditunjukkan dalam contoh berikut: .

.

.

.Untuk ruas jalan yang lainnya dilakukan analysis dengan metode yang sama.

Hasil uji Marshall sampel core drill lapangan untuk setiap ruas jalan adalah seperti ditunjukkan dalam tabel berikut: .

.Dari hasil uji tersebut terlihat bahwa persentase hasil uji terhadap spesifikasi adalah seperti ditunjukkan dalam Tabel berikut.

Untuk melakukan analysis Index Tebal Perkerasan (Structure Number) pada jalan tersebut. digunakan suatu hasil survey lalu lintas tahun 2007 seperti ditunjukkan dalam Tabel berikut: .

Penentuan LER untuk ruas jalan tersebut adalah seperti ditunjukkan dalam Gambar berikut: .

seperti ditunjukkann dalam Tabel dan Gambar berikut: .Dari gambar tersebut diperoleh hubungan antara ITP (SN) dengan LER.

berikut. . disubstitusikan ke Tabel hubungan SN dan N.Persamaan yang diperoleh dari hubungan antara LER dan SN.

Dari tabel tersebut dibuat grafik persamaan hubungan antara SN dan N seperti ditunjukkan dalam Gambar berikut: .

(iii) AC-BC tebal 5 cm. (i) Agregat kelas B tebal 30 cm. disubstitusikan kedalam kolom N (Thn) seperti ditunjukkan dalam Tabel berikut. koefisien kekuatan relatif dihitung dengan persamaan a1 = 0.14281*Ln(MS*2. Marshall Stability bervariasi sesuai hasil uji core drill lapangan. (ii) Agregat kelas A tebal 20 cm.14281*Ln MS*2. koefisien kekuatan relatif (a3) = 0.205882)-0. koefisien kekuatan relative dihitung dengan persamaan a1 = 0. (iv) AC-WC tebal 4 cm. Marshall Stability bervariasi sesuai hasil uji core drill lapangan.6472.133.205882)0. CBR 60%.6472.Gambar disain yang ada di dalam kontrak menunjukkan bahwa perkerasan jalan terdiri dari. koefisien kekuatan relatif (a2) = 0. CBR 90%.148. . Persamaan pada gambar hubungan antara SN dan N.

.

7 (pengendalian mutu dan pemeriksaan di lapangan) ayat 2 c) tertulis sebagai berikut: . pasal 6.3. sangat jauh dibawah umur rencana yakni 10 tahun. Namun demikian dalam spesifikasi divisi 6 pekerjaan aspal. hal tersebut diakibatkan nilai Stabilitas Marshall yang tidak mencapai minimum 800 kg.Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa prediksi umur (N tahun) masing-masing perkerasan ruas jalan.

akan tetapi nilai Stability Marshall tidak memenuhi.1 Kesimpulan Dari hasil pengamatan lapangan. Banyak diantara pekerjaan tersebut telah mengalami kerusakan dini sebelum dicapai umur rencana. Supervisi dan Pemilik Pekerjaan tidak salah. dapat disampaikan kesimpulan sebagai berikut: . diuji parameter Marshall. Namun demikian Kontraktor. karena pengujian Marshall untuk sampel Core Drill tidak pernah disebutkan dalam Spesifikasi. ditumbuk 2 x 75. Hasil perhitungan density atas sampel core drill dari lapangan memenuhi persjaratan spesifikasi. dan yang dibayar mestinya yang terpasang riel baik mutu dan kuantitas.Hasil uji Marshall Stability dari sampel yang diambil dari atas dump truck dibuat sampel di Laboratorium. 5. Kesimpulan dan Saran 5. pengujian dan analysis. keseluruhan memenuhi spesifikasi.

2 Saran Dari hasil pengamatan lapangan. ditumbuk 2 x 75. Marshall Quotient atas core drill lapangan pada umumnya tidak memenuhi spesifikasi. dapat disampaikan saran sebagai berikut: (i) Kalau dalam pengendalian mutu beton diberlakukan dengan core drill dan dianalysis dengan rumus σbk = σb rata-rata – 1. alangkah banyaknya uang yang terbuang karena pembuatan spesifikasi yang kurang periksa. kemungkinan dalam pengendalian beton aspal dapat dilakukan hal yang sama. diuji Marshall dan dihitung parameter-parameter lainnya. 5. (v) Bahwa hampir seluruh ruas jalan yang ada dalam kasus tersebut tidak pernah mencapai 75 % umur rencana. pengujian dan analysis. (iii) Kasus seperti ini harus dilanjutkan penelitiannya di masing-masing propinsi untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.64 Stdev. (iii) Sampel core drill yang dari lapangan ditimbang diudara. (iv) Hasil pengujian Marshall Stability. (vi) Apakah kondisi seperti kasus ini juga yang terjadi di provinsiprovinsi lain di Indonesia. ditimbang didalam air.(i) Dalam kasus yang disajikan terjadi ketidak konsistenan antara hasil laboratorium dengan hasil lapangan: (ii) Sampel yang diambil dari dump truck dibuat sampel marshall. semua memenuhi persyaratan. dan ditimbang SSD serta dihitung densitynya di laboratorium semua memenuhi persyaratan spesifikasi. . jika demikian halnya. (ii) Perlu dilakukan tambahan dalam spesifikasi tentang pengujian marshall hasil core drill lapangan harus memenuhi spesifikasi.

20001. Japan Road Asosiasion. Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analysa Komponen. D. McGraw-Hill Book Company.W. N. 444 N Capitol Street. AASHTO (1972). N. (2006) Dokumen Spesifikasi Kontrak dan Drawing yang diberlakukan untuk pelaksanaan ruas-ruas jalan dimaksud. Walker (1971) Highway Materials. AASHTO (1993). 01/MN/BM/1976. Published by the American Association of State Highway and Transportation Officials. AASHTO Interim Guide For Design of Pavement Structures 1972 Chapter III Revised 1981.. Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik. Washington. New York . Direktorat Jenderal Bina Marga. 20001.Tokyo Japan. Published by the American Association of State Highway and Transportation Officials..C. Washington.W. Japan Road Association 3-3-3 Kasumigaseki Chiyoda-ku.Daftar Pustaka BRR NAD-Nias. D. 444 N Capitol Street.1980. Manual For Desingn and Construction Of Asphalt Pavement. Suite 225. Dewan Standard Nasional Indonesia – DSN (1987). Manual Pemeriksaan Bahan Jalan No. Robert D Kerbs / Richard D. Yayasan Badan Penerbit PU Jakarta. AASHTO Guide for Design of Pavement Structure 1993. Suite 249.C. SNI 1732 – 1989 F.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->