P. 1
Pengertian Kloning Gen

Pengertian Kloning Gen

|Views: 3,077|Likes:
Published by Roni Vido

More info:

Published by: Roni Vido on Dec 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

Pengertian Kloning Gen, Manusia Dan Menurut Agama Islam October 24, 2009 · Posted in Kesehatan

• • •

lowongan kerja

fotos response

social networking site

Info Terbaru Pengertian Kloning Gen, Manusia Dan Dalam Pandangan Agama Kloning; pengertian sederhanya adalah cangkok; yaitu penggabungan unsur-unsur hayati dua atau lebih untuk memperoleh manfaat tertentu. Di bidang biologi molekuler, pengertian kloning ini sering dikonotasikan dengan teknologi penggabungan fragment (potongan) DNA, sehingga pengertiannya identik dengan teknologi rekombinan DNA atau rekayasa genetik. Namun pengertian di luar itu juga masih tetap digunakan, misalnya kloning domba dsb, yang merupakan “penggabungan” unsur inti sel dengan sel telur tanpa inti. Dengan demikian teknologi kloning ini juga termasuk dalam wacana bioteknologi; malah bisa dikatakan sebagai hal yang mendasar untuk bioteknologi. Teknologi kloning memang memungkinkan untuk dikembangakan ke arah rekayasa pembuatan jaringan atau organ tertentu. Namun mesti memperhatikan masalah etik (mungkin ada yang punya pandangan tertentu mengenai etika ini? Ditinjau dari segi ajaran agama, misalnya?). Mengenai rekayasa darah untuk keperluan transfusi, meskipun sel darahnya sendiri bisa diusahakan melalui teknologi kloning (melalui stimulasi hematopoietic progenitors, atau dari stem cells-nya), namun mesti juga harus memperhatikan komponen-komponen lainnya selain komponen sel-sel darah. Pengertian kloning:Kloning adalah teknik membuat keturunan derngan kode genetik yang sama dengan induknya, pada manusia kloning dilakukan dengan mempersiapkan sel telur yang sudah di ambil intinya lalu disatukan dengan sel somatic dari suatu organ tubu, kemudian hasilnya ditanamkan dalam rahim seperti halnya pada bayi tabung. Macam-macam teknik pengkloningan: kloning dapat dilakukan terhadap semua makhluk hidup tumbuhan,hewandan manusia.Pada tumbuhan kloning dapat dilakukan dengan tekhink okulasi,sedangkan pada hewan dan manusia,ada beberapa tekhnik-tekhnik yan dapat dilakukan, kloning ini dapat berupa kloning embrio dan kloning hewan atau manusia itu sendiri. kloning terhadap hewan atau tumbuhan jika memiliki daya guna bagi kehidupan manusi maka hukumnya mubah/boleh dalilnya : Q.S. Al-Baqoroh:29,Q.S. Al-Jatsiyah berdasarkan pengalaman yang telah dilakukan beberapa ulama’ dapat di ketahui mafsadat dari kloning lebih banyak daripada maslahatnya. oleh karna itu,praktek kloning manusia bertentangan dengan hukum islam dengan demikian kloning manusia dalam islam hukumnya haram.Dalil-dalil keharaman.:Q.S. An-Najm:45-46, Q.S. Al-Qiyamah:37-38,Q.S.Al-Hujurat:13,Q.S.AlAhzab:5,Q.S.Al-Israa’:70,Q.S.At-tiin:4 Hukum Kloning, Tranplantasi Organ, Abortus, dan Bayi Tabung Menurut Islam 2 November 2009 — Abied Kloning Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induknya pada mahkluk hidup tertentu baik berupa hewan, tumbuhan, dan manusia, hal ini dapat dilakukan dengan cara mengambil sel tubuh induknya (sel somatik) dan selanjutnya ditanamkan pada sel induk (ovum) wanita yang telah dihilangkan inti selnya dengan suatu metode yang mirip dengan proses pembuahan atau inseminasi buatan. Dengan metode senacam itu, kloning manusia dilaksanakan dengan cara mengambil inti sel dari seorang perempuan, lalu dengan cairan kimiawi khusus dan kejutan listrik inti sel digabungkan dengan sel telur, setelah penggabungan ini terjadi maka akan ditransfer ke dalam rahim seorang perempuan, agar dapat memperbanyak diri, berkembang,berdiferensiasi dan berubah menjadi janin yang sempurna. Setelah itu keturunan yang dihasilkan dapat dilahirkan secara alamiah yang berkode genetik sama dengan induknya. Kloning embrio terjadi pada sel embrio yang berasal dari rahim istri yang terbentuk dari pertemuan antara sperma suaminya dengan sel telur istrinya yang telah dihilangkan intinya. Selanjutnya sel-sel embrio itu dapat ditanamkan pada rahim perempuan asing. Bentuk kloning ini hukumnya haram sebab dalam hal ini terjadi pencampuradukan dan penghilangan nasab (garis katurunan). Tetapi apabila sel-sel embrio itu ditanamkan pada rahim perempuan pemiliknya maka kloning seperti ini hukumnya mubah. Kloning manusia dapat berlangsung dengan adanya laki- laki dan perempuan dan prosesnya dengan mengambil sel dari tubuh lakilaki lalu inti selnya diambil dan kemudian digabungkan dengan sel telur perempuan yang telah dibuang intinya agar dapat memperbanyak diri, berkembang, berduferensiasi kemudian berkembang menjadi janin dan akhirnya dilahirkan. Klonin yang

Kloning manusia akan menghilangkan garis keturunan. pemindahan tangan dari seseorang pada saat dia hidup atau setelah mati. Padahal seseorang tidak dibolehkan membunuh dirinya sendiri atau meminta dengan suka rela kepada orang lain untuk membunuh dirinya. lebih sehat. dan rupawan maupun untuk meningkatkan jumlah pemduduk maka sungguh akan menjadi bencana dan biang kerusakan bagi dunia. seperti jantung. “ ( HR. Dalam hal ini Allah SWT telah membolehkan memberi maaf dalam masalah qishash dan berbagai diyat. (QS. yang berarti telah membunuh dirinya sendiri. dan kedua paru-paru. atau tercongkel matanya akibat perbuatan orang lain untuk mengambil diyat (tebusan). Hukum transplantasi organ adalah sebagai berikut : Transplantasi organ dari donor yang masih hidup Syara’ membolehkan seseorang pada saat hidupnya dengan suka rela tanpaadanya paksaan siapapun untuk menyumbangkan sebuah organ tubuhnya atau lebih kepada orang lain yang membutuhkan organ yang disumbangkan itu. hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula. Al Baqarah : 178) Syarat bagi kemubahan organ tubuh pada saat seseorang masih hidup. Ibnu Majah ) Tranplantasi Organ Yang dimaksud dengan transplantasi organ adalah pemindahan organ tubuh dari satu manusia ke manusia lainnya. Al An aam : 151) Demikian pula laki-laki tidak dibolehkan menyumbangkan kedua testis (zakar) meskipun hal ini tidak menyebabkan kematian sebab Rasulullah telah melarang pengebirian/ pemotongan testis ( al khisha’ ) yang akan menyebabkan kemandulan. ginjal. Allah SWT berfirman : ْ ُ َ ُْ َ ُ ُ ْ َ َ َ ‫ول تــقــتلوا انـــفســكم‬ “ Dan janganlah kalian membunuh diri kalian “. lebih kuat. dan seluruh manusia. para malaikat.” (QS.” Hukum transplantasi dari orang yang telah meninggal Seseorang yang sudah mati tidak dibolehkan menyumbangkan organ tubuhnya atau mewasiatkan untuk menyumbangkannya. diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. maka akan mendapat laknat dari Allah. seperti jantung. Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kalian dan suatu rahmat. Kami berkat :”Wahai Rasulullah bolehkah kami melakukan pengebirian ?” Maka beliau melarang kami untuk melakukannya. yang mengatakan bahwa Rasulullah telah bersabda : َ َِ ْ ‫ِ َ س‬ ‫من انْـتسب الى غــيـر ابــيه ، او تَـولى غير مـوالــيه ، فـعـليه لعـنة ال والمــلئكَــة والنّــا ِ أجـمعـين‬ َْ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ ِ ْ ِ َ ُ َ ْ َ َّ ْ َ ِ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ِ َ “ Siapa saja yang menghubungkan nkepada orang yang bukan ayahnya. padahal Islam mewajibkan memelihara nasab. sepert tangan atau ginjal. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Ra. atau seorang budak bertuan kepada selain tuannya. dia berkata: ‫. Ketentuan ini dikarenakan adanya hak bagi seseorang yang tangannya terpotong. ialah bahwa organ yang disumbangkan bukan merupakan organ vital yang menentukan kelangsungan hidup pihak penyumbang. Hal ini dikarrenakan penyumbang organ tersebut akan mengakibatkan kematian pihak penyumbang. Kloning ini hukumnya haram menurut hukum Islam dan tidak boleh dilakukan. Allah berfirman : ٌ َ ْ َ َ ْ ُ ّ َ ْ ِ ٌ ِ ْ َ َ ِ ٍ َ ْ ِ ِ ْ َ ِ ٌ َ ََ ِ ْ ُ ْ َ ِ ٌ َ ّ َ ٌ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ُ َ َ ِ ُ ْ َ َ ‫فمن عـفي له من اخـيه شيئ فـاتـبـاع بالمـعروف واداء الـيــه بــإحــسـان ذلك تـخـفيف من ربــكم ورحمة‬ ْ “Maka barang siapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya.dilakukan pada laki-laki maupun perempuan baik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas keturunan dengan menghasilkan keturunan yang lebih cerdas. Karena seorang dokter tidak berhak memanfaatkan salah satu organ tubuh seseorang yang telah meninggal dunia untuk ditransplantasikan . “ (QS. atau memaafkan orang lain yang telah memotong tangannya atau mencongkel matanya.كـنـا نـغــزوا مع النــبي لـيــس لــنـا نســاء ، فـقــلـنـا : يـارسـول ال أل نسـتخصي ؟ فــنـهـانــا عن ذلك‬ َِ ْ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ْ ُ َ ٌ َ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِّ َ َ ْ ُ ْ َ ُ “ Kami dulu pernah berperang bersama Rasulullah sementara pada kami tidak ada isteri–isteri. hati. An Nisa : 29) ّ َ ْ ِ ّ ِ َ ّ َ ِّ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ‫ول تــقــتلوا النـفس الـتى حــرم ال ال بــالحـــق‬ “ … dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya)melainkan dengan suatu sebab yang benar .

Dalam Shahihain terdapat keterangan bahwa Umar bin Khatab RA pernah meminta pendapat kepada para sahabat mengenai kasus seorang wanita yang gugur kandungannya karena dipukul. dia berkata : ِ َُّ َ ِّْ ِ َ ‫نـهى رســول ال عن الـنهـبي والمـثـلــة‬ ُ ْ ُ َ ََ “ Rasulullah SAW telah melarang ( mengambil ) harta hasil rampasan dan mencincang (mayat musuh ). maka abortus dapat dikatakan masih sedikit terjadi. banyaknya kelahiran ilegal karena perbuatan zina yang tak terhitung lagi serta membudayanya pergaulan bebas dilluar nikah. ataupun setelah peniupan ruh padanya. Ini karena di Dunia Barat pihak ibulah yang memikul tanggung jawab pendidikan anak-anak yang dilahirkan karena zina dan pergaulan bebas di luar nikah. Pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari maka hukumnya jaiz dan tidak apa-apa ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena masih berada dalam tahapan nutfah (gumpalan darah). Kemudian Mughirah RA pernah memutuskan masalah seperti ini dengan mewajibkan diyat satu ghurrah. Imlash Imlash adalah pengguguran kandungan dengan melakukan penganiayaan terhadap perempuan. Adapun realitas di Dunia Muslim. ada juga abortus yang terjadi tanpa disengaja (spontaneus abortus). Dalam hal ini pelakunya wajib membayar diyat berupa seorang budak laki-laki atau perempuan dan nilainya sebesar sepersepuluh diyat manusia sempurna. Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Al-Anshasi RA. Al-ijhad (abortus) dalam bahasa Arab artinya pengguguran janin dari rahim. dikarenakan sedikitnya zina dan pergaulan bebas di luar nikah. Selain disengaja.”(H. atau dengan memikul suatu beban yang berat atau dengan membuat gerakan-gerakan tertentu yang kasar. “Muhammad bin Maslamah memeberikan kesaksian terhadap pemberitaan Mughirah tersebut” (Muttafaq ‘alaih). Abu dawud. Bukhari) Abortus Abortus/ Aborsi (al-ijhad) merupakan salah satu problema masyarakat Dunia Barat yang muncul akibat kebejatan moral masyarakatnya. . Demikianlah realitas kontemporer masyarakat Dunia Barat. Abortus dapat terjadi dengan sengaja (abortus provocatus) akibat upaya tertentu dari pihak perempuan dengan meminum obat-obatan tertentu.R. Jika dokter terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan membahayakan keselamatan ibu dan bahkan menyebabkan kematian sang ibu dan janinnya sekaligus maka dalam kondisi ini dibolehkan untuk melakukan abortus dan mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu. sel telur yang telah dibuahi ini kemudian akan diletakkan pada rahim isteri dengan metode tertentu sehinnga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya. Sel sperma tersebut akn membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami.kepada orang yang membutuhkan. Dan Allah telah mengharamkan pelanggaran terhadap pelanggaran kehormatan mayat sebagaimana pelanggaran kehormatan orang hidup. maka itu pada umumnya dilakukan sebagai terapi untuk menyelamatkan jiwa sang ibu. dan Ibnu Hibban) Tindakan mencongkel mata mayat atau membedah perutnya untuk diambil jantungnya atau ginjalnya atau hatinya untuk ditransplantasikan kepada orang lain yang membutuhkan dapat dianggap sebagai mencincang mayat. tindakan ini merupakan suatu dosa dan merupakan tindakan kriminal. Padahal Islam telah melarang perbuatan ini. sesungguhnya merupakan suatu upaya medis untuk memungkinkan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri.Diriwayatkan dari A’isyah Ummul Mu’minin RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‫كـســر عظــم المـيــت ككــسره حــيـا‬ ّ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ّ َْ ُ ْ َ َ َ َ “Memecahkan tulang mayat itu sama saja dengan memecahkan tulang orang hidup” (HR. Adapun hukum kehormatan mayat dan penganiayaan terhadapnya. maka Allah SWT telah menetapkan bahwa mayat mempunyai kehormatan yang wajib dipelihara sebagaimana orang hidup. Ahmad.Banyaknya kelahiran ilegal membuat hampir setengah anak-anak di Barat menjadi anak zina telah mendorong banyak negara barat untuk menetapkan undang-undang yang membolehkan seorang wanita yang ingin ingin menghentikan kehamilannya terutama jika terjai karena zina atau pergaulan bebas di luar nikah untuk menggugurkan kandungannya. Termasuk pula di sini abortus akibat permintaan seorang perempuan kepada seorang dokter untuk Menggugurkan kandungannya. Kapan dibolehkan melakukan abortus ? Abortus dapat dilakukan baik pada tahap penciptaan janin. Bayi Tabung Proses pembuahan dengan metode bayi tabung antara sel sperma sel suami dengan sel telur isteri. yaitu sorang budak laki-laki atau perempuan. Jika terjadi abortus.

Hukumnya haram bila sel telur isteri yang telah terbuahi diletakkan dalam rahim perempuan yang bukan isteri atau apa yang biasa disebut sebagai ibu pengganti (surrogate mother). Begitu juga haram hukumnya bila proses dalam pembuahan buatan tersebut terjadi antara sel sperma suami dengan sel telur bukan isteri. kemudian bercampur secara bergantian . sebab upaya tersebut adalah upaya untuk mewujudkan apa yang disunnahkan oleh Islam. serta tidak dapat diatasi dengan cara membuka atau mengobatinya. poligini dan group marriage (group family). meskipun sel telur yang telah dibuahi nantinya akan diletakkan dalam rahim isteri.Pada dasarnya pembuahan yang alami terjadi dalam rahim melalui cara yang alami pula (hubungan seksual). Ibnu Majah) Tinjauan Umum tentang Poligami 30 Oktober 2009 — Abied A.poligami diartikan seorang laki-laki kawin dengan banyak wanita. Atau karena sel sperma suami lemah atau tidak mampu menjangkau rahim isteri untuk bertemu dengan sel telur. serta tidak dapat diatasi dengan cara memperkuat sel sperma tersebut. diisyaratkan sel sperma harus milik suami dan sel telur harus milik isteri. Setelah sel sperma suami dapat sampai dan membuahi sel telur isteri dalam suatu wadah yang mampunyai kondisi alami rahim. yaitu kelahiran dan berbanyak anak. Jadi poligini adalah seorang laki-laki yang mengambil lebih dari seorang perempuan. sesuai dengan fitrah yang telah di tetapkan oleh Allah untuk manusia. yang telah diharamkan dalam ajaran Islam. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa dia telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ketika turun ayat li’an : ُ َ َ ََ ُ ِْ ‫أيـمـاامـرأة أدخـلت على قـوم نســبا ليــس منـهم فـليـست من ال في شـيئ، ولن يدخـلهـا ال الجــنة، وأيـمـارجــل حجــد ولــده وهـو يـنـظــــر اليــ ـه احــ ـتجب ال ـ من ـه وفضـ ـحه‬ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َِ ُ ُ ْ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ٍ ُ َ َ ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ ْ ََ ٍ ْ َ ِ َ ِ ْ َ ْ ََ ْ ُ ْ ِ َ ْ َ ً َ َ ٍ ْ َ َ َ ْ َ َ ْ َ ٍ َ ْ َ ّ ‫. menurut . tiga atau empat orang istri. mungkin dua. Pengertian Poligami Kata poligami berasal dari bahasa Yunani dari kata poly atau polus yang berarti banyak. aatu mengupayakan sampainya sel sperma ke rahim isteri agar bertemu dengan sel telur di sana. Dengan demikian kehamilan alami diharapkan dapat terjadi dan selanjutnya akan dapat dilahirkan bayi secara normal. kecuali dikalangan antropologi saja. dalam hal poligami seorang laki-laki memiliki beberapa istri.[3] Jadi. maka untuk sekarang ini poligami bisa sebagai lawan kata polyandri dan juga sebagai lawan kata monogami. Dari ketiga bentuk proses di atas tidak dibenarkan dalam hukum Islam. bahkan ada pula yang memiliki dari itu sampai puluhan orang. Diriwayatkan dari Anas RA bahwa Nabi SAW telah bersabda : ِ َ َ ِ َ َ َ َ ِ ‫تـزوجـوا الـــودود الولــود ، فــانــي مــكاثـر بكــم النــبـيــاء يــوم القـــيــامــة‬ ُ ُ ِ ٌ َ ُ ّ ِ َ َ ْ َُ َ ْ ُ َ ْ ْ ُ ّ َ َ “ Menikahlah kalian dengan perempuan yang penyayang dan subur.[1] Dalam pengertian umum yang berlaku di masyarakat kita sekarang ini. antara sel sperma suami dengan sel telur isterinnya. upaya untuk mengusahakan terjadinya pembuahan yang tidak alami hendaknya tidak ditempuh. Dan siapa saja laki-laki yang mengingkari anaknya sendiri padahal dia melihat (kemiripan)nya. maka Allah akan tertutup darinya dan Allah akan membeberkan perbuatannya itu di ahadapan orang-orang yang terdahulu dan kemudian (pada Hari Kiamat nanti) (HR. sehingga istilah poligami secara langsung menggantikan istilah poligini dengan pengertian perkawinan antara seorang laki-laki dengan beberapa perempuan disebut dengan poligami dan kata ini digunakan sebagai lawan dari kata polyandry. Sedangkan group marriage atau group family merupakan gabungan dari poligini dengan poliandri. sebab akan menimbulkan pencampuradukan dan penghilangan nasab.على رؤوس الولــين والخــرين‬ ِ ِ َ َ ْ ِّ ِ ُُْ َ َ “Siapa saja perempuan yang telah memasukkan kepada suatu kaum nasab yang bukan dari kalangan kaum itu. yang merupakan salah satu tujuan dasar dari suatu pernikahan. dan andros=laki-laki. Jadi secara bahasa poligami berarti ”suatu perkawinan yang banyak” atau “suatu perkawinan lebih dari seorang”. maka dia tidak akan mendapat apapun dari Allah dan Allah tidak akan pernah memasukkannya ke dalam surga. Akan tetapi pembuahan yang alami ini terkadang sulit terwujud.Kesulitan tersebut dapat di atasi dengan suatu upaya medis agar pembuahan antara sel sperma dengan sel telur dapat terjadi di luar tempatnya yang alami. sebab sesunguhnya aku aku akan berbangga dihadapan nabi dengan banyaknya jumlah kalian pada Hari Kiamat nanti. Dalam proses pembuahan buatan dalam cawan untuk menghasilkan kelahiran tersebut. sedangkan poligini berasal dari kata polus=banyak dan gune=perempuan.[2] Poliandri berasal dari bahasa Yunani Polus=banyak. demikian juga haram hukumnya apabila pembuahan yang terjadi antara sel sperma bukan suami dengan sel telur isteri meskipun nantinya diletakkan dalam rahim isteri. Dan sel telur isteri yang telah terbuahi oleh sel sperma suami dalam cawan.[5] Pembagian poligami tersebut diatas adalah ditinjau dari segi antropologi sosial yang ada dalam perkembangannya istilah jarang sekali digunakan bahkan bisa dikatakan istilah tersebut tidak dipakai lagi dikalangan masyarakat. rahim isteri. dan gamein atau gamos yang berarti kawin atau perkawinan. dan hukumnya boleh (ja’iz) menurut syara’. aner=negative. poliandri adalah perkawinan seorang perempuan dengan lebih dari satu orang laki-laki.[4] Polandri tidak lazim dibicarakan oleh para pakar perkawinan yang lebih banyak diperbincangkan adalah poligini.” (HR. Semua ini akan meniadakan kelahiran dan menghambat suami isteri memperbanyak anak. misalnya karena rusaknya atau tertutupnya saluran indung telur (tuba fallopii) yang membawa sel telur ke rahim. harus diletakkan pada rahim isteri. Proses seperti ini merupakan uapaya medis untuk mengatasi kesulitan yang ada. kecuali setelah tidak mungkin lagi mengusahakan terjadinya pembuahan alami dalam rahim isteri.[6] Pada masa ini sudah jarang terjadi pelaksanaan polyandri secara terang-terangan sepengetahuan suami. misalnya dalam satu rumah ada lima laki-laki dan lima wanita. Padahal Islam telah menganjurkan dan mendorong hal tersebut dan kaum muslim pun telah disunnahkan melakukannya. Poligami biasa dibagi atas tiga yakni poliandri. Ahmad) Pada dasarnya.

Olehnya itu poligami hanya dibolehkan dalam keadaan darurat. Kehidupan rumah tangga dan masyarakat yang sulit diatasi . misalnya Turki dan Amerika Serikat juga beberapa Negara Eropa dan Asia.Al-Baqarah (2) :185 …‫…يريد ال بكم اليسر ول يريد بكم العسر‬ َ ْ ُ ْ ُ ُ ِ ُ ِ ُ َ َ ْ ُْ ُ ُ ِ ّ ُ ِ ُ ُ Terjemahnya …Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…[9] Dari ayat di atas diketahui bahwa allah tidak akan melarang sesuatu yang diperlukan dalam keadaan terpaksa atau sesuatu yang menarik kemaslahatan khusus. Seperti kita ketahui bahwa Islam bukanlah agama yang mula-mula mengajarkan poligami. atau mandul sehingga menghilangkan sifat keibuannya atau lemah nafsu seks.[8] Karena itu.[7] Bahkan saat sekarang ini beberapa Negara.Syari’at islam seorang laki-laki merdeka dapat melakukan poligami terbatas maksimal empat orang istri tidak boleh dari itu. Penyebab dan Alasan Poligami. Islam tidak membiarkan poligami dalam bentuk yang mutlak. Namun. jika hidup dalam kehidupan keluarga yang poligami. Sungguh pun demikian Islam membatasi dan tidak melarang poligami disebabkan karena larangan poligami akan menimbulkan dampak yang cukup batal terhadap kaum wanita.yaitu suatu pandangan yang tidak berlebih-lebihan dan tidak pula melampaui batas. Beberapa sebab yang ada pada kaum wanita itu sendiri. irihati dan suka mengeluh. b. Kemudian islam mencari sintesa atau jalan tengah. Berkaitan dengan faktor seksual dan diperkenankannya poligami imam Ghazali berpendapat: “Dari sifat laki-laki ada yang terlalu kuat syahwatnya. sehingga poligami bagi dirinya tidak bisa diefekkan lagi. Sebab-sebab yang ada pada laki-laki itu sendiri. Sewaktu Islam datang. dengan berbagai pertimbangan melarang poligami atau beristri lebih dari satu istri. Namun terkadang memang ada beberapa kondisi/sebab yang dialami seseorang yang terkait dengan kemaslahatan rumah tangganya. bahkan poligami kala itu merupakan poligami dalam bentuknya yang mutlak tanpa batas. misalnya sakit keras yang menyebabkan dirinya tidak mampu memenuhi kewajibannya atau ia mengidap penyakit kronis. anak-anak dari istrinya maupun antara istri dengan anaknya masingmasing. misalnya seorang yang mempunyai kemauan seksual yang sangat tinggi sehingga tidak cukup hanya seorang saja. Memang tidak diragukan bahwa tidak ada seorang wanitapun rela mengerahkan suaminya untuk dimiliki oleh wanita lain dan berpendapat bahwa perkawinan dengan banyak istri merupakan penyebab timbulnya kecemburuan. irihati dan suka mengeluh. suami rela menerima segalanya dan merasa keberatan bila menceraikannya. sehingga bisa mengganggu ketenangan keluarga dan juga dapat pula membahayakan keutuhan keluarga. bahkan sampai empat. hal demikian dimaksudkan untuk menjaga istrinya dari kehinaan dan ketersia-siaan. poligami sudah umum dilakukan orang. B. Tetapi itu kalau kiranya Allah mencukupkan rasa cinta dan kasih sayang dalam hatinya serta tentram jiwa terhadap mereka. atau ia seorang yang mempunyai keinginan yang sangat besar untuk memperbanyak keturunan dan ia sanggup dan mampu memenuhi kebutuhan dan pendidikan mereka. dalam kehidupan poligami orang akan mudah terangsang timbulnya perasaan cemburu dan suka mengeluh dalam kadar tinggi. tidak cukup baginya seorang isteri. Adapun sebab-sebab poligami adalah sebagai berikut: a. panjang masa haid dan nifasnya. atau ia nusyuz terhadap suaminya atau hal lain yang serupa yang membuat seorang suami tidak dapat bercumbu rayu lebih banyak atau hal lain yang mengurangi keintiman keluarga. satu-satunya cara yang dapat dilakukan a dalah memperkecil dampak negatif. hukum asal dalam perkawinan menurut islam adalah monogami. juga tidak membuangnya sama sekali akan tetapi membatasinya baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif sehingga poligami dengan segala ketentuannya dapat menjadi rahmat kepada setiap manusia. Dengan demikian poligami itu bisa menjadi sumber konflik dalam kehidupan keluarga baik antara suami dengan istri-istrinya .dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam Qs. dengan memberikan berbagai ketentuan. Akan tetapi islam tetap memandang poligami lebih banyak membawa resiko atau mudharat dari pada manfaatnya karena manusia menurut fitrahnya (Humas Nature) mempunyai watak cemburu. Watak tersebut akan mudah timbul dengan kadar tinggi. Dikala itu baik sekali bagi laki-laki tadi beristeri lebih dari satu. Allah tidak akan melarang sesuartu yang merupakn kebutuhan alamiah manusia dan sesuatu memberikan kesempurnaan akhlak. sebab dengan monogamy akan mudah menetralisasi sifat cemburu. Dan etika dalam islam yang berkaitan dengan poligami .”[10] .

kenapa harus zina. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil. sehingga dengan demikian akan dapat dibedakan nafsu jahiliyah yang tidak terikat dengan faedah dan manfaat yang bisa diambil darinya. Yang perlu digali bagaimana ilmu mengatasi persoalan keluarga dan persoalan seks tersebut. Ditambah lagi menghadang kesulitan perjuangan hidup yang meminta korban nyawa. Apalagi dengan gencarnya gerakan feminisme yang mengopinikan bahwa masalah tersebut sebagai bentuk deskriminasi terhadap kaum perempuan. antara lain: karena kekayaan laki-laki itu. Pandangan seperti ini seakan-akan memperoleh legitimasi dengan adanya praktek-praktek poligami ditengah masyarakt kita yang tidak sesuai dengan tuntunan islam.misalnya ada seorang wanita yang ditinggal mati suaminya dengan meninggalnya banyak anak. kecuali faktor-faktor kejiwaan yang tumbuh dari sifat-sifat kewanitaan itu. adat dan peraturan perundang-undangan. Gymnstiar”. Poligami saat ini masih menjadi pembicaraan hangat disemua kalangan masyarakat dan sempat pul menghebohkan saat yang menjadi subyek dalam kasus poligami tersebut adalah seorang dai kondang “K. Berbeda dengan pendapat sebelumnya.tapi kebolehan poligami sebenarnya merupakan rukshah atau keringanan untuk keadaan-keadaan tertentu saja.seperti keadaan yang menyebabkan bertambahnya kaum wanita dibanding kaum pria.[12] e. Mereka memudah agama islam yang membolehkan poligami telah bertindak bias gender. maka islam pun mengatur langkah-langkah dalam pelaksanaannya. maka kawinilah seorang saja…[13] Kaum femenis radikal memandang bahwa kebolehan poligami merupakan deklarasi pemindasan laki-laki atas perempuan yang tiada akhir. maka maka kawinilah wanita-wanita lain yang kamu senangi dua. Apakah tidak lebih mulia bagi seorang isteri dan lebih utama bagi suami untuk menikah lagi dengan orang yang disenangi untuk memperoleh keinginan tersebut dengan tetap memelihara isteri yang pertama dan memenuhi hakhaknya”.[14] Dan menurut cermat penulis sendiri. Meskipun perkawinan pada dasarnya adalah monogamy tapi dengan suatu pengecualian yang ditujukan kepada orang yang menurut hukum-hukum dan agamanya mengizinjkan seorang suami beristeri lebih dari seorang. misalnya adanya pertempuran/perang yang membinasakan banyak pria dan terdapat suatu interfensi terhadap suatu daerah yang penghuninya lebih banyak lelaki dibanding kaum wanitanya.H Abd.[15] . kenapa harus menikah lagi? Kedua persoalan tersebut tidak tepat jika poligami dan zina yang menjadi solisinya. sebagaiamana yang dipaparkan oleh Yusut Qardhawi bahwa salah satu contoh keadaan dimana poligami diperbolehkan.c. Poligami telah dilakukan orang sebagai suatu turun temurun. Padahal Islam telah mengatur masalah poligami ini dengan rinci dan tegas. serta pertambahan yang tidak berimbang antara keduanya. Berdasarkan hal tersebut sehingga dapat disimpulkan bahwa poligami pada dasarnya merupakan kodrati yang dimiliki oleh lelaki yang keberadaannya sudah ada sejak peradaban manusia sendiri. sebagaimana yang termaktub dalam firman allah QS. atau empat. kemudian dengan pertimbangan sosial dan melihat kondisi dalam mendidik anak yang perlu tegur seoarng anyah atau kondisi keuangan yang tidak cukup hanya dengan cara dibantu secara cuma-cuma.[11] d. didasar lautan. Sebab-sebab yang bersifat sosial. Adanya peristiwa yang bersifat umum berkaitan dengan masalah Ukhuwah Islamiyah yang mempunyai nilai universal. Begitu pula di Indonesia langkah-langkah untuk melakukan poligami telah diatur dalam KHI dan beberapa peraturan perundang-undangan.. agar seorang sulami tidak seenaknya melakukan poligami. tiga. teruatam di lapisan yang melakukan pekerjaan diantara besi dan api. isteri muda. dong!“. ditengah-tengah ombak dan gelombang serta pekerjaan lain yang banyak menimbulkan resiko korban jiwa bagi laki-laki. pertimbangan kegagalan dan perkembangan agama. An-Nisa (4):3 ً َ ِ َ َ ُِ ْ َ َ ْ ُ ْ ِ ْ َِ َ َ ُ َ َ َُ َ ْ َ ِ َ ّ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ُ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ ُ ِ ْ ُ َ ْ ُْ ِ ْ َِ ‫…وإن خفتم أل تقسطوا في اليتامى فانكحوا ما طاب لكم من النساء مثنى وثلث ورباع فإن خفتم أل تعدلوا فواحدة‬ Terjemahnya Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya. Ditambah lagi dengan citra negative ibu tiri. lebih baik menikah lagi. Seorang wanita dengan sifat-sifat kewanitaannya banyak dipengaruhi oleh perassan daripda pertimbangan rasio sehingga bela ditanyakan mengapa seorang wanita begitu tertarik pada seorang laki-laki sulit sekali dicari sebab-sebab dan motivasinya. pertimbangan keturunan atau status sosial. akan tetapi ia dikaruniai rezeki isteri yang tidak beranak (mandul) karena sakit atau sebab lainnya. maka tidak ada jalan bagi suami untuk tidak melakukan poligami agar terhindar dari hal-hal yang bisa menjerumuskan atau menyalahi segala ketentuan-ketentuan agama. Adanya sebab seperti keadaan yang membuat seorang hidup merantau karena pekerjaannya.Al-Qu’an membolehkannya. Dengan melihat keadaan dan kondisi-kondisi tersebut. Dan seringkali dai harus tinggal beberapa lama didaerah lain.yaitu: “ Ada manusia yang kuat keinginannya untuk mempunyai keturunan. baik melalui film-film maupun cerita –cerita rakyat. sedangkan ia tidak mampu untuk membawa anak isterinya ketika bertugas atau pergi dan ia khawatir sesuatu yang dilarang agama. ada pula yang berpendapat bahwa dilarangnya poligami justru menjadi pemilu dan cenderung melegitimisikan prostitusi seorang jamah berkomentar: “ Dari pada zina.

At-Tahrim (66): 6 yang berbunyi: ‫…ياأيها الذين ءامنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا‬ ً َ ْ ُ ِْ ََ ْ ُ َ ُ ْ َ ُ َُ َ َ ِ ّ َ َّ َ Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman.. An-Nisa (4): 3 yang berbunyi …‫…فإن خفتم أل تعْدلوا فواحدة‬ ً َ ِ َ َ ُِ َ َ ْ ُ ْ ِ ْ ِ َ Terjemahnya: … jika kamu takut untuk tidak dapat berlaku adil maka satu saja…[19] Berdasarkan ayat tersebut. Syarat-Syarat poligami Seperti kita ketahui.[18] Oleh karena itu ada beberapa syarat yang harus ditunaikan bagi orang yang berpoligami yaitu: 1. b. dalam firmanNya QS. Adanya persetujuan isteri . Isteri tidak dapat melahirkan keturunan. maka boleh baginya untuk melakukan poligami. Islam bukanlah agama yang mula-mula membolehkan perkawinan poligami. sewaktu Islam datang poligami sudah umum dilakukan orang bahkan poligami kala itu merupakan poligami dalam bentuk yang mutlak tanpa terbatas.[17] dengan tujuan membentuk keluarga sakinah.[16] Maka boleh dikatakan bahwa masalah poligami inilah salah satu sebab yang mendorong untuk diciptakannya undang-undang perkawinan diantara sebab-sebab yang lain. berfirman dalam QS. Dapat berlaku adil Ketentuan berlaku adil oleh Allah SWT. Dan barang siapa yang percaya bahwa dirinya akan mampu mewujudkan keadilan. C. 3. Tentang pengecualian tersebut. c. Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri. Mampu memelihara isteri-isteri dan anak-anaknya dengan baik.Perkawinan pada asasnya adalah monogami tapi dengan suatu pengecualian yang ditujukan kepada orang yang menurut hukum dan agamanya mengizinkan seorang suami boleh beristeri lebih dari seorang. dalan undang-undang perkawinan memberi pembatas yang cukup berat. dijelaskan bahwa barang siapa yang takut tidak akan dapat berlaku adil maka hendaklah ia kawin dengan seorang wanita saja. Islam tidak membiarkan poligami dalam bentuknya yang mutlak juga tidak menutup jalannya sama sekali. kemudian Islam mencari sintesa atau jalan tengah yaitu suatu pandangan yang tidak berlebihan dan tidak melampaui batas. mawaddah. Mampu memberikan nafkah kepada isteri-isteri dan anak-anaknya serta orang yang menjadi tanggungannya sesuai dengan kebiasaaan masyarakat. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Dalam undang-undang perkawinan dicantumkan suatu asas yaitu asas monogamy yang hanya membolehkan suami mempunyai satu isteri pada jangka waktu tertentu. Sebagaimana Allah SWT. yakni berupa suatu pemenuhan syarat dengan suatu alasan tertentu dan izin pengadilan seperti dinyatakan dalam pasal 3 dan 5 undang-undang perkawinan. sebagaimana ditetapkan bahwa syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi seorang suami yang ingin melakukan poligami adalah: 1. 2.. akan tetapi islam membatasinya baik secara kuantitatif sehingga poligami dengan segala ketentuannya dapat menjadi rahmat bagi setiap orang dan dapat menjamin keutuhan rumah tangga dan masyarakat. warahmah sesuai yang termaktub dalam perundang-undangan dan kompilasi hukum Islam. dalam undang-undang perkawinan disebutkan sebagai berikut: a. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …[20] Dalam konteks perundang-undangan di Indonesia. Adapun alasan yang dapat memungkinkan seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang .

Prosedur Pelaksanaan Poligami Mengenai persyaratan untuk berpoligami bagi seorang pria menurut pasal 3 ayat 2 undang-undang perkawinan adalah harus ada izin dari pengadilan bila dikehendaki oleh yang bersangkutan. 9 tahun 1975 sebagai berikut: Pengadilan kemudian memeriksa mengenai: a. Ada atau tidak adanya kemampuan suami untuk menjamin keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anaknya. apabila persetujuan itu merupakan persetujuan lisan.[21] Dengan melihat beberapa syarat poligami tersebut. mawaddah dan rahmah. maka tidak mempunyai kekuatan hukum.masing pihak yang sifat dominannya diperuntukkan kepada kaum laki-laki sebagai pihak yang mengajukan permohonan dan tidak kalah pentingnya karena posisinya sebagai suami merupakan pengendali utama dalam rumah tangga. Sedangkan mengenai tugas pengadilan diatur di dalam pasal 41 PP No. 9 tahun 1975 pada pasal 40 dinyatakan bahwa: Apabila seorang suami bermaksud untuk beristeri lebih dari seorang maka ia wajib mengajukan permohonan secara tertulis kepada pengadilan .2. tetapi memerlukan keseriusan dari masing. sehingga di dalam perundang-undangan dan kompilasi hukum Islam dijelaskan bahwa pegawai pencatat nikah dilarang untuk melakukan pencatatan perkawinan seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang sebelum adanya izin dari pengadilan. baik itu syarat dalam konteks Islam maupun dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia. Selanjutnya eksistensi dari syarat-syarat poligami tersebut memberikan suatu indikasi bahwa sesungguhnya poligami bukanlah hal yang sangat mudah untuk dilakukan. Ada atau tidaknya alasan yang memungkinkan seorang suami kawin lagi. hukum dalam hal ini penjelasan yang diterangkan Al-Qur’an dan perundang-undangan yang berlaku ada titik persamaan baik penjelasan maupun tujuannya. Ada atau tidak adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anak mereka dengan pernyataan atau janji dari suami yang dibuat dalam bentuk yang ditetapkan untuk itu. Apabila diperhatikan Aturan-aturan tersebut. atau II. baik persetujuan lisan maupun secara tertulis. dengan memperhatikan: I. Di dalam pasal ini juga dijelaskan bahwa pengadilan diberi waktu selama 30 hari untuk memeriksa permohonan poligami setelah diajukan oleh suami lengkap dengan persyaratannya. tiga atau empat tanpa izin dari pengadilan agama. Surat keterangan lain yang dapat diterima oleh pengadilan. Surat keterangan mengenai penghasilan suami yang ditanda-tangani oleh bendahara setempat. . b.[23] Sehingga izin pengadilan agama tampaknya menjadi sangat menentukan. -. Ada atau tidaknya persetujuan dari isteri . Adapun perkawinan yang dilakukan dengan isteri kedua. d. D. Bahwa isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan. -. Adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anaknya 3. Menyangkut prosedur pelaksanakan poligami aturannya dapat dilihat di dalam PP No.[22] Berikutnya pada pasal 42 juga dijelaskan keharusan pengadilan memanggil para isteri untuk memberikan penjelasan atau kesaksian. maka persetujuan itu harus diucapkan di depan siding pengadilan. atau III. Bab II pasal 3 bahwa perkawinan bertujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah. ialah: -. c. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap isteri dan anak-anak mereka. pada prinsipnya mengacu kepada esensi perkawinan yaitu untuk membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan keTuhanan yang Maha Esa atau dalam rumusan kompilasi hukum Islam. Sehingga bagi suami yang ingin beristeri lebih dari satu perlu memperhatikan hal-hal yang prinsipil dalam mewujudkan suatu perkawinan yang langgeng. Surat keterangan pajak penghasilan. ada semacam usaha agar aktivitas poligami ini diperketat atau dipersempit pada ruang geraknya. Bahwa isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri. Bahwa isteri tidak dapat melahirkan keturunan.

2006). izin Pengadilan tidak diperoleh. 1994). pengaturan ketentuan hukum mengenai poligami yang boleh dilakukan atas kehendak yang bersangkutan melalui izin Pengadilan Agama. cit. Ichtiar Baru Van Hoeve. [12] Anshorie Fahmie. Dalam kompilasi hukum Islam pada pasal 56 dijelaskan sebagai berikut: 1) Suami yang hendak beristeri lebih dari satu orang harus mendapat izin dari pengadilan agama. Jakarta: Prestasi Pustaka. Jakarta: PT. 21 mei 2007. 1984). Apabila mereka melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pasal-pasal di atas dikenakan sanksi pidananya. h.net. [7] Peunoh Daly.. op. dan didasarkan pada cinta dan kasih sayang (mawaddah warahmah). Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve. 2007). Tanjung Mas Inti. 9 tahun 1975. Ensiklopedi Nasional (Jakarta : PT.h. 1992). Poligami Perspektif Perikatan Nikah ( Cet. Dalam hal perkawinan yang tidak disetujui oleh isteri pertama adalah sah apabila Karena suatu lain hal si isteri atau isteri-isteri tidak mungkin dimintai persetujuannya atau tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian sebagaimana ditegaskan dalam hukum Islam Bab IX pasal 58 ayat (3) berbunyi: persetujuan dimaksud pada ayat (1) huruf a tidak diperlukan bagi seorang suami apabila isteri atau isteri-isterinya tidak mungkin diminta persetujuannya dan tidak dapat menjadi pihak dalam perjanjian atau apabila tidak ada kabar dari isteri-isterinya sekurang-kurangnya dua tahun atau karena sebab lain yang perlu mendapat penilaian hakim. h. h. Apabila keputusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap.net. Suatu Pebandingan dalam Kalangan Ahlus-Sunnah dan Negara-negara Muslim (Cet. Bandung: Pustaka IIman.. h. 2) Pengajuan permohonan izin dimaksud pada ayat (1) dilakukan menurut tatacara sebagaimana diatur dalam Bab VIII Peraturan Pemerintah No. Fiqh Munakahat. [10] Titik Triwulan dan Trianto. pegawai pencatat nikah dilarang untuk melakukan pencatatan perkawinan seorang suami yang akan beristeri lebih dari seorang sebelum adanya izin pengadilan seperti yang dimaksud dalam pasal 43 PP N0. Surabaya: Usaha Nasional.I.13.I .. dan permohonan izin untuk beristeri lebih dari seorang berdasarkan atas salah satu alasan yang diatur dalam kompilasi hukum Islam pasal 55 dan 57. 131 [9] Departemen Agama RI. setelah dibuktikan izin isteri atau isteri-isteri.. [3] Hasan Shadily. 80. Ensiklopedi Islam I (Cet. Pengadilan Agama menerapkan pemberian izin setelah memeriksa dan mendengar isteri yang bersangkutan di persidangan Pengadilan Agama dan terhadap penetapan ini isteri atau suami dapat mengajukan banding atau kasasi. 62. h. Ketentuan hukum yang mengatur tentang pelaksanaan poligami seperti telah diuraikan di atas mengikat semua pihak. 9 tahun 1975. maka menurut keputusan pasal 44 PP No. Hakekat Poligami dalam Islam ( Cet. 66. [8] Abd.th.). 45. h. [1] Tim Redaksi Ensiklopedi Islam. 2376 [4] Ibid [5] Suaramuslim. h. h. [11] Ibid. h. menerangkan bahwa pelaksanaan poligami adalah merupakan tindakan yang hanya diperbolehkan bagi seorang pria yang betul-betul memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi. I. Hukum Perkawinan Islam. Bulan Bintang. pihak yang melangsungkan poligami dan pegawai pencatat perkawinan. 9 tahun 1975. 2007).III . Dalam operasionalnya. 60. Pada akhirnya baik menurut hukum Islam maupun menurut Undang-undang perkawinan.II. I ( Cet II. cit. Al-Qur’an dan Terjemahnya (Semarang: PT Tanjung Mas Inti. 115 [14] Anshorie Fahmie. Jakarta : Kencana. tiga atau empat adalah tidak mempunyai kekuatan hukum jika tidak mendapat izin dari pengadilan. [6] Lihat Humaidi Tatapangarsa. Al-Qur’an dan Terjemahnya ( Semarang: PT. h. 107 [2] Suaramuslim. 2005). Siapa Bilang Poligami itu Sunnah? ( Cet. op. 1992). dimaksudkan untuk dapat merealisasikan kemaslahatan yaitu terwujudnya cita-cita dan tujuan perkawinan yang diridhai Allah SWT.51. . Ed. [13] Departemen Agama RI. Rahman Ghazaly.Sehubungan dengan hal tersebut di atas bahwa seorang suami yang melakukan perkawinandengan isteri kedua.[24] Dalam hal isteri tidak mau memberikan persetujuannya. t.

dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan. 56 [19] Departemen Agama RI. cit. h. [24] Departemen Agama. h. maka semua ulama ahli fiqih (fuqoha) sepakat akan keharamannya. 177 [16] Undang-Undang Perkawinan ( Cet. h. Hukum Islam diIndonesia ( Cet. VI. Dan bila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh. Muslim. ibid. Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. 2004). Pandangan Islam tentang Poligami. Bandung: Fokus Media. 1993. Abu Dawud.I. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. halaman 91-93. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar’i berikut. 1995. 1994. h. sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya.[15] Lihat Yusuf Qardhawi” Poligami dalam Islam” dalam Anshorie Fahmie. halaman 57. op. Abdullah bin Masud berkata bahwa Rasulullah bersabda:Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ?nuthfah?. karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa. aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram. Ali Hasan. 115 [20] Ibid.? (Qs. Jakarta: Raja Grafindo.? (Qs. Pendapat yang disepakati fuqoha. h. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. h. Yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh.I. solidaritas Perempuan ( Cet. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. yaitu bahwa haram hukumnya melakukan aborsi setelah ditiupkannya ruh (empat bulan). antara lain Muhammad Ramli (w.. mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka aborsi adalah haram. cit. at-Takwiir [81]: 8-9) . Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu.? [HR. M. jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa.. 46-47. kemudian ditiupkan ruh kepadanya. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya. [22] Undang-Undang Perkawinan. yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern.. Ahmad. h. Firman Allah:Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan.951 [21] AmiurNuruddin dan Azhari Akmal Tarigan.II.Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya. Akan makin jahat dan besar dosanya. 173. Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. 1999). 1993). Mahjuddin. al-Isra` [17]: 31). Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. al-Anaam [6]: 151).I.? (Qs. Aborsi Menurut Hukum Islam November 3. kemudian dalam bentuk ?mudghah? selama itu pula. al-Isra` [17]: 33). h. 2009 indragp2009 Leave a comment Go to comments Dr. Jakarta: He Asia Foundation.. Bahkan Mahmud Syaltut.2 [18] Abdul Tawab Haikal. [23] Ahmad Rofiq. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. Cholil Uman.? (Qs. halaman 81. Lembaga Kajian Agama dan Gender. 164. didasarkan pada kenyataan bahwa peniupan ruh terjadi setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara?). Jakarta: Prenada Media. 2 [17] Musda Mulia. h. op. 2005). Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. dan Tirmidzi]. Jika dilakukan setelah setelah ditiupkannya ruh. Poligami dalam Islam dan Monogami Barat (Cet. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan karena belum ada makhluk yang bernyawa. 2003). Bukhari. Hukum Perdata Islam di Indonesia (Cet. Maka dari itu. Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. kemudian dalam bentuk ?alaqah? selama itu pula. hal 77-79). Ada pula yang memandangnya makruh. 1990. dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh (Masjfuk Zuhdi.

dari segi hukum dapat disamakan dengan ?azl (coitus interruptus) yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kehamilan. penganiayaan terhadapnya adalah suatu penganiayaan terhadap janin yang sudah mempunyai tanda-tanda sebagai manusia yang terpelihara darahnya (ma’shumud dam). Ini disebabkan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah). Rasulullah Saw telah membolehkan azl kepada seorang laki-laki yang bertanya kepada beliau mengenai tindakannya menggauli budak perempuannya. Namun demikian. para fuqoha berbeda pendapat dalam masalah ini. ataupun setelah peniupan ruh padanya. Muslim dari Ibnu Masud r. Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam: Kloning. Dalil syari yang menunjukkan bahwa aborsi haram bila usia janin 40 hari atau 40 malam adalah hadits Nabi Saw berikut: Jika nutfah (gumpalan darah) telah lewat empat puluh dua malam. Lalu malaikat itu bertanya (kepada Allah). sebagaimana telah diterangkan dalam hadits shahih dalam masalah tersebut. belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia. sementara dia tidak mengingin¬kan budak perempuannya hamil. dan tulang belulangnya. Dr. Maka berobatlah kalian!? [HR. Dalam riwayat lain.]. Sedangkan Rasulullah telah memerintahkan umatnya untuk berobat. maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang diserukan oleh ajaran Islam. Rasulullah memberi keputusan dalam masalah janin dari seorang perempuan Bani Lihyan yang gugur dalam keadaan mati. 1998. dagingnya. maka hukumnya haram.a. Definisi Hidup dan Mati. ?Azl dilakukan oleh seorang laki-laki yang tidak menghendaki kehamilan perempuan yang digaulinya. Di samping itu. Dalam kondisi seperti ini. Di samping itu aborsi dalam kondisi seperti ini termasuk pula upaya pengobatan. pengguguran nutfah sebelum menjadi janin. dia membuat pendengarannya. Abortus. Bayi Tabung. yaitu seorang budak laki-laki atau perempuan…? [HR. lalu dia membentuk nutfah tersebut. ?Ya Tuhanku. Rasulullah Saw bersabda kepa¬danya: Lakukanlah azl padanya jika kamu suka! [HR. 1998). Ahmad. maka hukumnya boleh (jaiz) dan tidak apa-apa. Ahmad]. maka hukumnya boleh (ja? iz) dan tidak apa-apa. Tindakan ini akan mengakibatkan kematian sel sperma. (Abdul Qadim Zallum. apakah dia (akan Engkau tetapkan) menjadi laki-laki atau perempuan? Maka Allah kemudian memberi keputusan…? [HR. dan Abu Dawud]. Bukhari dan Muslim.Siapa saja dari mereka yang melakukan pengguguran kandungan.Berdasarkan uraian di atas. dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin. Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari. ataupun dokter. halaman 45-56. Rasulullah bersabda:Sesungguhnya Allah setiap kali menciptakan penyakit. maka pihak ibu si janin. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. seperti telah diuraikan di atas. Sedangkan aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari. Akan tetapi menurut pendapat Syaikh Abdul Qadim Zallum (1998) dan Dr. sebab ?azl merupakan tindakan mengeluarkan sperma di luar vagina perem¬puan. diharamkan menggugurkan kandungan ibu tersebut bila kandungannya telah berumur 40 hari. sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. dari Abu Hurairah ] (Abdul Qadim Zallum.? (Maidah : 32) . atau sepersepuluh diyat manusia sempurna (10 ekor onta). berarti telah berbuat dosa dan telah melakukan tindak kriminal yang mewajibkan pembayaran diyat bagi janin yang gugur. dibolehkan melakukan aborsi dan mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu. Abdurrahman Al Baghdadi. Tindakan penganiayaan tersebut merupakan pembunuhan terhadapnya. 1998. Dia ciptakan pula obatnya. Muslim. penglihatannya. Transplantasi Organ. halaman 129 ). Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. hukum syara? yang lebih rajih (kuat) adalah sebagai berikut. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin. . jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus. adalah sete¬lah melewati 40 atau 42 malam.Berdasarkan dalil-dalil ini maka aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan. sehingga akan mengakibatkan tiadanya pertemuan sel sperma dengan sel telur yang tentu tidak akan menimbulkan kehamilan. bapaknya. Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniu¬pan ruh ke dalam janin. dengan satu ghurrah. sesuai firman Allah SWT: Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. sebagaimana akan mengakibatkan matinya sel telur. Emansipasi Adakah Dalam Islam. Abdurrahman Al Baghdadi (1998). Dengan demikian. Rasul bersabda: (jika nutfah telah lewat) empat puluh malam…? Hadits di atas menunjukkan bahwa permulaan penciptaan janin dan penampakan anggota-anggota tubuhnya. yaitu seorang budak laki-laki atau perempuan. kulitnya. maka Allah mengutus seorang malaikat padanya. Adapun aborsi sebelum kandungan berumur 4 bulan.

Gema Insani Press. Al Baghdadi.Kaidah fiqih dalam masalah ini menyebutkan: Idza taaradha mafsadatani ruiya azhamuha dhararan birtikabi akhaffihima?Jika berkumpul dua madharat (bahaya) dalam satu hukum. iritabilita. termasuk azl. Ciri-ciri adanya kehidupan adalah adanya pertumbuhan. Abdurrahman Al Baghdadi. Padahal faktanya tidak demikian.. Shiddiq al-Jawi] Referensi 1. maka dalam sel telur dan sel sperma (yang masih baik. yaitu maksudnya kehidupan pada sel sperma dan sel telur (sebelum bertemu). Sebab dalam aktivitas azl terdapat upaya untuk mencegah terjadinya kehidupan. Padahal azl telah dibolehkan oleh Rasulullah Saw. RajaGrafindo Persada. Jakarta 4. pendapat yang rajih (kuat) adalah jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari. Kehidupan (al hayah) menurut Ghanim Abduh dalam kitabnya Naqdh Al Isytirakiyah Al Marksiyah (1963) halaman 85 adalah ?sesuatu yang ada pada organisme hidup. adalah pendapat yang tidak kuat. bukan hanya ada setelah pembuahan. Hakim.p. berarti tidak ada kehidupan pada sel telur dan sel sperma. niscaya tidak akan dapat terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma. maka dipilih yang lebih ringan madharatnya. pendapat yang menyatakan haramnya aborsi setelah pertemuan sel telur dan sel sperma dengan alasan sudah adanya kehidupan.? (Abdul Hamid Hakim. gerak. Hasan.? (asy syai` al qa`im fi al ka`in al hayyi). Mabadi`Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawaid Al Fiqhiyah. yang intinya adalah dengan mencabut sikap taqlid kepada peradaban Barat dengan menghancurkan segala nilai dan institusi peradaban Barat yang bertentangan dengan Islam. maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. kehidupan (al hayah) sebenarnya terdapat dalam sel telur dan sel sperma sebelum terjadinya pembuahan. begitu pula dalam sel telur. sebab jika dalam sel sperma dan sel telur tidak ada kehidupan. belum rusak) sebenarnya sudah terdapat kehidupan. Pendapat yang menyatakan bahwa aborsi diharamkan sejak pertemuan sel telur dengan sel sperma dengan alasan karena sudah ada kehidupan pada kandungan. Abdul Hamid. niscaya segala sesuatu aktivitas yang menghilangkan kehidupan adalah haram. 1995. maka hukumnya haram. Untuk janin yang berumur di bawah 4 bulan. Begitu pula hilangnya nyawa sang ibu jika tetap mempertahankan kandungannya juga suatu mafsadat. Abdurrahman. akan bertentangan dengan hadits-hadits yang membolehkan azl. meskipun ini berarti membunuh janinnya. Dengan kata lain. Sebab kehidupan sebenarnya tidak hanya wujud setelah pertemuan sel telur dengan sel sperma.1927. Andaikata katakanlah pendapat itu diterima. Namun menurut pemahaman kami. Jakarta 3. Jadi. 1998). Naqdh Al Isytirakiyah Al Marksiyah. Sa?adiyah Putera. perkembangbiakan. t. 1927. atau membiarkan kehidupan ibunya terancam dengan keberadaan janin tersebut (Dr. Hukum aborsi dalam pandangan Islam menegaskan keharaman aborsi jika umur kehamilannya sudah 4 (empat) bulan. membutuhkan nutrisi. 1963. Jakarta . adalah pendapat yang lemah. para ulama telah berbeda pendapat. tetapi bahkan dalam sel sperma itu sendiri sudah ada kehidupan. Namun menggugurkan kandungan janin itu lebih ringan madharatnya daripada menghilangkan nyawa ibunya. Mabadi`Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawa?id Al Fiqhiyah. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari.tp 2. 1998. Ghanim. M. hal 35). Wallahu alam [M. Dengan pengertian kehidupan ini. dan sebagainya. sebab tidak didasarkan pada pemahaman fakta yang tepat akan pengertian kehidupan (al hayah). t. Maka pemecahannya haruslah dilakukan secara komprehensif-fundamental-radikal. namun juga problem sosial yang muncul karena manusia mengekor pada peradaban Barat. Abduh. Memang mengggugurkan kandungan adalah suatu mafsadat. seorang wanita dibolehkan menggugurkan kandungannya jika keberadaan kandungan itu akan mengancam hidupnya. Ali. Emansipasi Adakah Dalam Islam. Kesimpulan Aborsi bukan sekedar masalah medis atau kesehatan masyarakat. maka pendapat yang mengharamkan aborsi setelah pertemuan sel telur dan sel sperma dengan alasan sudah adanya kehidupan. Jadi ini memang masalah khilafiyah. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin. Berdasarkan kaidah ini. Berdasarkan penjelasan ini. meski kedua sel itu belum bertemu. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada Masalah-Masalah Kontemporer Hukum Islam. untuk kemudian digantikan dengan peradaban Islam yang manusiawi dan adil. yakni sudah ditiupkan ruh pada janin. Pendapat tersebut secara implisit menyatakan bahwa sebelum terjadinya pertemuan sel telur dan sel sperma.

1998. Haji Masagung. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Bayi Tabung. Zallum. Surabaya 7. Definisi Hidup dan Mati.net .5. Abdul Qadim. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. Abortus. Zuhdi. Al-Izzah. Jakarta 6. Jakarta http://www. Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam: Kloning. Cholil. Ampel Suci. Bangil 8. Uman. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern. 1994. Mahjuddin. Masjfuk. Kalam Mulia. 1993.hayatulislam. 1990. Transplantasi Organ.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->