ANALISA SOSIOLOGI HUKUM BERDASARKAN METODE PENDEKATAN DAN FUNGSI HUKUM

Posted by mujiburrahman on October 22, 2009 Timur Abimanyu Latar Belakang Analisa Sosiologi yang berdasarkan Metode Pendekatan dan Fungsi Hukum, yang pada pokoknya adalah terdapatnya unsur-unsur seperti Sosiologi Hukum Pendekatan Intrumental, Pendekatan Hukum Alam dan Karakteristik Kajian Sosiologi Hukum.Dengan memerlukan Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif, Hukum Sebagai Sosial Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat, yang merupakan sebagai tolak ukur terhadap norma-norma atau kaidah-kaidah yang hidup didalam masyarakat, apakah norma atau kaidah tersebut dipatuhi atau untuk dilanggar, apabila dilanggar bagaimana pernerapan sangsi, sebagai yang melakukan pelanggaran tersebut. Norma atau kaidah yang hidup didalam masyarakat tersebut dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal dari masyarakat itu sendiri. Terdapat beberapa permasalahan pokok yaitu : 1. bagaimanakah Pendekatan Intrumental dan Pendekatan Alam yang dipengaruhi oleh kondisdi internal maupun eksternal ?, dan 2. bagaimanakah Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif apabila dilihat dari sudut pandang internal maupun eksternal Tujuan dan maksud, dalam membahas serta menganalisa sampai tentang Sosiologi Hukum yang secara tidak sadar meresap dan hidup didalam kehidupan masyarakat baik secara internal maupun secara eksternal didalam melakukan interaksi social, yaitu dengan menggunakanMetode Pendekatan Sosiologi Hukum dan Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif adalah yang merupakan standarisasi sebagai objek pokok pembahasan Sosiologi Hukum. Penggunaan kerangka teori dan konsep adalah untuk melihat pendapat para ahli yang telah mendefinisikan, seperti : konsep dari H.L.A. HART yang difinisinya adalah : “Bahwa suatu konsep tentang hukum yang mengandung unsur-unsur kekuasaan yang berpusat kepada kewajiban tertentu didalam gejala hukum yang tampak dari kehidupan bermasyarakat”. Pengertian Sosiologi Hukum terlihat dari Difinisi para ahli Sosiologi Hukum sepert : 1. Soejono Soekanto. Sosilogi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris yang menganalisis atau mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya. 2. R. Otje Salaman. Sosiologi hukum (ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis).

Jelas terlihat berdasarkan definisi para ahli bahwa sosiologi hukum adalah segala aktifitas social manusia yang dilihat dari aspek hukumnya disebut sosiologi hukum. Dasr sosiologi hukum adalah Anzilotti pada tahun 1882, yang dipengaruhi oleh disiplin ilmu Filsafat hukum, ilmu hukum dan sosiologi yaitu : 1. Filsafat Hukum adalah dimana pokok bahasannya adalah aliran filsafat hukum, yang menyebakan lahirnya sosiologi hukum yaitu aliran Positivisme (difinisi Hans Kelsen. “Hukum berhirarkhis”). Dan aliran filsafat hukum tumbuh dan berkembang berdasarkan : a. Mazhab sejarah yang dipelopori oleh Carl Von Savigny yang mengungkapkan bahwa hukum itu dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volksgeisf). b. Aliran Utility (Jeremy Bentham) yaitu bahwa hukum harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia. c. Aliran Sociological Juriprudence (Eugen Ehrlich) yaitu hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup didalam masyarakat (living law). d. Aliran Pragmatic Legal Realism (Roscoe Pound) yaitu “ law as at tool of social engineering”. 2. Ilmu Hukum menganggap bahwa hukum sebagai gejala social, banyak mendorong pertumbuhan sosiologi hukum dan hukum harus dibersihkan dari anasir-anasir sosiologi (non yuridis). 3. Sosilogi yang berorientasi pada hukum adalah bahwa dalam setiap masyarakat selalu ada solideritas, ada yang solidaritas mekanis yaitu terdapat dalam masyarakat sederhana, hukumnya bersifat reprensip. Ruang Lingkup Sosilogi Hukum, dimana sosiologi hukum didalam ilmu pengetahuan, bertolak kepada apa yang disebut disiplin ilmu, yaitu sistem ajaran tentang kenyataan, yang meliputi disiplin analitis dan disiplin hukum (perskriptif). Disiplin analitis, contohnya adalah sosilogis, psikologis, antropologis, sejarah, sedangkan disiplin hukum meliputi : ilmu-ilmu hukum yang terpecah menjadi ilmu tentang kaidah atau patokan tentang prilaku yang sepantasnya, seharusnya, ilmu tentang pengertian-pengertian dasar dan system dari pada hukum dan lain-lain. Terdapatnya pendekatan-pendekatan yang terdiri dari : 1. Pendekatan Instrumental. Adalah menurut pendapat Adam Podgorecki yang dikutip oleh Soerjono Soekanto yaitu bahwa sosiologi hukum merupakan suatu disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum, dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat 2. Pendekatan Hukum Alam. Adalah menurut Philip Seznik yaitu bahwa pendekatan instrumental merupakan tahap menengah dari perkembangan atau pertumbuhan sosiologi hukum dan tahapan selanjutnya akan tercapai, bila ada otonomi dan kemandirian intelektual. Tahap tersebut akan tercapai apabila para sosiolog tidak lagi berperan sebagai teknisi, akan tetapi lebih banyak menaruh perhatian pada ruang lingkup yang lebih luas. Pada tahan ini seorang sosilog harus siap untuk menelaah pengertian legalitas agar dapat menentukan wibawa moral dan untuk menjelaskan peran ilmu social dalam menciptakan masyarakat yang

didasrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.( Rule of Law menurut Philip Seznick). Karakteristik Kajian Sosilogi Hukum, adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. deskripsi, 2. penjelasan, 3. Pengungkapan (revealing), dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut : 1. Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang, penerapan dalam pengadilan, maka mempelajari pula bagaimana parktek yang terjadi pada masing-masing bidang kegiatan hukum tersebut. 2. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehiduipan social masyarakat itu terjadi, sebab-sebabnya, factor-faktor apa yang mempengaruhi. Latar belakang dan sebagainya.Pendapat Max Weber yaitu “ Interpretative Understanding” yaitu cara menjelaskan sebab, perkembangan serta efek dari tingkah laku social, dimana tingkah laku dimaksud mempunyai dua segi yaitu luar dan dalam atau internal dan ekternal. 3. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahian empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum, sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. 4. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera padsa peraturan itu ? dan harus menguji dengan data empiris. 5. Sosiologi Hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum, tingkah laku yang mentaati hukum, sama-sama merupakan obyek pengamatan yang setaraf, tidak ada segi obyektifitas dan bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap fenomena hukum yang nyata. Penguraian Metode Pendekatan Sosilogi Hukum, Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Hukum sebagai social Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Dalam pengkajian hukum positif masih mendominasi studi hukum pada Fakultas Hukum, yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum, yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapkan peraturan-peraturan hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. Dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan social kemasyarakatan, bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan, melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. social structure, 2.behavior,3. variable, 4 observer, 5.scientific dan 6.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Untuk membanding hal tersebut diatas, maka pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative, maka perlu menguraikan lebih dahulu

baik pada masyarakat yang sederhana maupun pada masyarakat yang modern. Terlkihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. Sejarah Hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau/Hindia Belanda sampai dengan sekarang. 4. sehingga hukum mempunyai suatu fungsi untuk mempertahankan eksistensi kelompok masyarakat tersebut. 2. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada masyarakat modern. 3. Tujuan dari pembuatan peraturan hukum yang efektif.dimaksud pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya sebagai berikut : 1. Alat pengubah masyarakat adalah analogikan sebagai suatu proses mekanik. Studi tentang sosiologi dalam mempersiapkan hukum. Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. 9 Tahun 1975 Pasal 40. kelompok itu berhadapan dengan problem untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. Dalam situasi yang demikian itu. Dimana setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. perzinahan hutang. Contoh: diatatinya atau dilanggarnya hukum yang berlaku dalam masyarakat. Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. Hukum yang berfungsi demikian adalah merupakan instrument pengendalian social. Hukum sebagai sosial control. 3. 2. Contoh : Monumen ordinantie ( HIR/Rbg). dapat dipahami bahwa berbeda dengan pendekatan yuridis normative/pendekatan doktrin hukum. Contoh : pada masyarakat sederhana ada dewam masyarakat adat sedangkan pada masyarakat modern adalah Putusan Hakim. mempertahankan eksistensinya. Penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat dapat dicontohkan : pencurian. membunuh dan lain-lain. juga hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. Contoh : apakah seorang bermaksud lebih dari seorang isteri terdapat dalam PP No. Contoh Hukum adat Batak dengan hukum adat jawa atau hukum singapura dengan hukum Negara Indonesia. Semua contoh ini adalah bentuk prilaku yang menyimpang yang menimbulkan persoalan didalam masyarakat. Studi tentang aspek social actual dari lembaga hukum. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. 5. Pendekatan yuridis empiris atau pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat yang dilengkapi dengan contoh diatas. antara yang standard dan yang parktis. Peran perubahan/pengubahan tersebut dipegang oleh hakim melalui interprestasi dalam mengadili kasus yang dihadapinya secara seimbang (balance) dan harus memperhatikan beberapa hal yaitu : 1. . Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara.

5. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. variable. maka perlu ditegaskan bahwa memperhatikan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. Menganalisa Faktor Internal. Arti penting tentang alasan-alasan dan solusi adari kasus-kasus individual yang pada angkatan terdahulu berisi tentang keadilan yang abstrak dari suatu hukum yang abstrak. pada masyarakat sederhana keputusan dewan kepala adat harus dilaksanakan dengan ketentuan musyarakat dewan adat. yang semula hanya merupakan unsur-unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. 2. 5. Menganilsa Faktor Eksternal Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang hidup diluar masyarakat. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.behavior. keputusan Hakim adalah merupakan kebijakan dasar sedangkan kebijakan pemberlakukan adalah apabila tidak melaksanakan putusan tersebut akan mendapat sanksi yang ditentukan oleh undang-undang yang berlaku.specientific dan 6. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. sedangkan pada masyarakat modern. Dari keenam langkah yang perlu diperhatikan oleh hakim atau praktisi hukum dalam melakukan “interprestasi”. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Secara analisa factor internal bahwa metode pendekatan tersebut dipengaruhi kebijakan dasar yaitu Dewan Hukum Adat pada masyarakat sederhana. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi oleh factor internal yang hidup didalam masyarakat. buka kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. sedangkan pada masyarakat modern adalah putusan hakim. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. social structure.3. (natural law).4. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. akibat pengaruh kebijakan dasar tersebut dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar dan apabila tidak melaksanakan maka akan terkena sanksi kebijakan pemberlakuan.Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat .explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Juga dipengaruhi kebijakan pemberlakuan. 4 observer. Sejarah hukum. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Studi tentang metodologi hukum. 6.

deskripsi. sedangkan pada masyarakat modern adalah peraturan perundangan-undangan pertanahan (Hukum Agraria) yang melindungi masyarakat modern didalam hal penguasaan tanah. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehidupan social masyarakat itu terjadi. yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. 3. dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar yang berupa peraturan perundang-undang dan apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut. dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat dan tidak terlepas dari pendekatan Hukum Alam. Latar belakang. factor-faktor apa yang mempengaruhi. dengan menguraikan lebih dahulu pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya yaitu : Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum (pendekatan yuridis normative dan pendekatan pengkajian hukum pada kenyataa didalam kehidupan social kemasyarakatan).specientific dan 6. 2. penjelasan.sociological model yang terdiri dari 1.3. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari polapola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada . penerapan dalam pengadilan. Sedangkan Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif. adalah pengkajian hukum positif. Pada karakteristik kajian sosiologi hukum adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. maka akan hilang hak penguasaan tanah tersebut yaitu kebijakan pemberlakuan pada masyarakat modern. Pengungkapan (revealing). 5. Secara analisa faktor eksternal mempengaruhi metode pendekatan tersebut. Kesimpulan Pada pendekatan intrumental adalah merupakan disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum. Dengan dilakukan metode Pendekatan Sosiologi Hukum. adalah pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative.behavior. sebagai akibat dipengaruh kebijakan dasar tersebut. 2. sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. variable. Sangat jelas terlihat bahwa kebijakan pemberlakuan.( Rule of Law). social structure. menciptakan masyarakat yang didas untukrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera pada peraturan dan harus menguji dengan data empiris. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahihan empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum. sebab-sebabnya. dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut yaitu Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang. terhadap kebijakan dasar eksternal yaitu peraturan nasional yang menaungi keamaan dan ketentraman masyarakat sederhana tersebut. seperti pemberlakuan hak penguasan tanah adat (Hak Ulayat). 4 observer.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat.

H.L.Othe Salman. 1992)hal. DAFTAR PUSTAKA ———-Uraian. Sorjono Soekanto. mempertahankan eksistensinya.310 dan R. ..Citra Aditya Bakti. ASrmico. psikologi hukum. adalah hukum sebagai sosial control. Mengenal Sosiologi Hukum. dengan melakukan “interprestasi”. yaitu sosilogi hukum. 1989).masyarakat modern. dan sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. Terlihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. (New York : Academic Pres. (Bandung : Penerbit CV. Ronny Hanitijo Soemitro. Alumni. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat.MA. Sosiologi Hukum. Sociological Justice. dan H.A. 1961). hal 32. Satjipto. (Bandung : Remadja Karya.DR. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. —————-Donald Black. ditegaskan dengan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. Sosiologi Hukum Suatu Pengantar.Zainuddi Ali. Palu. sejarah hukum dan perbandingan hukum. 1985). 1982). (natural law).13.hal. (London Oxford University Pres. (Bandung. Sejarah Hukum sebagai iilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau sampai dengan sekarang. Ilmu Hukum. adalah setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. sebagai alat pengubah masyarakat adalah dianalogikan sebagai suatu proses mekanik. dan unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam.Begitu juga mengenai Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. by : Timur Abimanyu .R. 1989). The Consept of Law. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. antropologi hukum. antara yang standar dan yang parktis yaitu penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat. (Bandung: PT.adalah untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. Beberapa Masalah Dalam Studi Hukum dan Masyarakat. Ilmu Kenyataan hukum dalam masyarakat. dan Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. Penerbit : Yayasan Mayarakat Indonesia Baru. Prof.

“ Hukum Nasional” beberapa catatan. Soebakti. 1968. ( New York. 24 tahun 1954 tentang pemindahan hak tanah-tanah dan barang-barang tetap lainnya yang bertakluk pada hukum barat (LN.626). Keberatan-keberatan yang menentang advies tadi. Jakarta. ( Undang Undang Hak Tanggungan). Landsdrukkerij 1930. Penerbit : Pradnya Paramita. Bina tjipta.1954-78. Ter Haar. TLN. 1950. 4 tahun 1996. “Hak Ulayat secara sadar tidak dimasukkan dalam golongan obyek pendaftaran tanah teknis tidak mungkin. UU No. Bzn. Undang-Undang No. 1 tahun 1952 ko UU No. . “ Beginselen En Stelsel Van Het Adar Recht”. Woters Groningen. 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus Provinsi Papua (87). hal. 1970.60. Soewardu. “Seminar Hukum Adat dan Pembangunan Hukum Nasional. 12 UU Darurat No. Soedirman. Alumni (Stensil) Bandung. 5 tahun 1999 tentang Pedoman penyelesaian masalah hak ulayat masyarakat Hukum Adat (87). bias menjadi hak milik perorangan. No. J. Poesponoto. 1950. terdapat segala sesuatu yang menurut pendapat saya merupakan kecaman sehat terhadap masalah ini. 1986).19521 jo LN. panitya mana dibentuk oleh perkumpulan “ Indie-Nederland”. Interpretation Of Legal History. (USA : Hlmes Heaxh.The Behavior of Law. “ Sekitar Kodifikasi Hukum Nasional di Indonesia “Jakarta. Hartono. Kartohadiprodjo. 24 Tahun 1997. Putusan Mahkamah Agung. Dalam “Advies der Agrarische Commisale” yang tercetak. adalah terdapat dalam verslag dari panitya untuk mempelajari Advoes Der Agrarische Commisale 1932. 21-23. Ceramah Koesano tentang “ Pembangunan Hukum Adat”.Academic Press. Yogyakarta 1975”. yang letaknya dalam kampung.. 1976) —————-Roscoe Pound.—————-Donald Black. Florida. 59 K/Sip/ 1958 “ Menurut Hukum Adat Karo sebidang tanah “ Lesain” yaitu sebidang tanah kosong.B. setelah tanah itu diusahakan secara intensif oleh seseorang penduduk kampung itu “ Peraturan Pemerintah No. hal.B. “ Capita Selecta Perbandingan Hukum”. 1976. “ Asa-asas dan susunan Hukum Adat”. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. Jakaarta. karena batas-bayas tanahnya tidak mungkin dipastikan tanpa menimbulkan sengketa antara masyarakat hukum yang berbatasan”. Sunarjati.

De Bataviasche Gronthuur. dan sekarang ini kita mempunyai Hukum Tanah yang seragam. yang dengan tegas membuang jauh-jauh hukum tanah Belanda yang tercerai-berai. bahwa dalam pembaharuan dan pembinaan Hukum Nasional. Barbara dan Rene. di Singapura. Prent K. Ditegaskan bahwa para ahli Hukum kita tidak kalah dari para ahli Hukum dari negara-negara ASEAN yang lain. 1974.. Tegal. kecuali daerah swapraja : S. dalam pembaharuan Hukum Nasional sebanyak-bantknya kita harus berpedoman kepada falsafah bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945. Dan sebagai bukti Prof.Drukkerij J. Bandung tahun 1978. Keistimewaan yang diberikan kepada orang-orang asing untuk berparttisipasi dalam kehidupan ekonomi negara dimana ia bertempat tinggal. Prof. Hilman. S.NV. namun diingatkan.de Boer. “ Kamus Latin Indonesia” Yayasan : Kanisius. Undang-Undang itu merupakan system hukum kita sendiri.1874-94f (Sumatra) diganti dengan Erfpachts. . C. Semarang 1960. ” Proe Advies Derde Juristen Conggres”. Hal. Porwadarminta.Untuk jawa dan madura. yang dinilainya sebagai produk hukum yang hebat. 1984.R. Untuk luar jawa dan madura. Andteas H. Budi Harsono). 1934.1910-61 Wefpacht Ordonnantie Zelfberturende Landschappen Buitengewestenm S. Een Europeesch Gewoonterechtelijke Opstalfiguur. Subekti.1914-367).Verwer. Jakarta. bahwa suatu negara diperbolehkan tidak mengijinkan orang-oreang lain selain warganegaranya sendiri untuk memperoleh benda-benda tetap diwilayh kekuasaannya”. Penerbit Alumni.1912422). Dimana Roth merumuskan “ Rule Number 6” yaitu yang berdasarkan Hukum Internasional.S. kita perlu belajar dari perkembangan Hukum Negara tetangga lain. kecuali daerah swapraja : Agrarisch Besluit (S. baik benda bergerak maupun benda tetap. “Sejarah Hukum Adat Indonesia”.1913-699).1870-118) dan Ordonnantie. J. Adisubrata.. “ ASEAN LAW ASSOCIATION”.1877-55 (keresidenan Menado) Ordonnantie Buitengewesten. Reglement omtrent de Partikuliere Landerijen bewesten de Cimanuk op java (S. 1888-58 (Zuider-en Oosterafdeking Borneo) (S. Sebagai yang dikutip oleh Gautama. Lembaga Ekologi Universitas Pajajaran dan Yayasan Obor.1872-237a jo S. “Adanya kesepakatan Universal. Dubos. Jakarta :Gramedia. Subekti menunjuk kepada prodak Undang-Undang Pokok Agraria. Ward. S. S.9 ( Buku . Harian Sinar Harapan tgl 25. Roth. j.. Star Nauta Carsten. Sudargo. “Satu Bumi : Perawatan dan Pemeliharaan Sebuah Planet Kecil”. tidak sampai meliputi pemilikan semua atau benda-benda tertentu. 1915-474 Pemberian kewenangan kepada penguasa swapraja untuk memberikan hak-hak barat atas tanah (21). Hadilusuma. Di Jakarta disertai Verwer J 1934.

Lembaga Reasearch Kebudayaan Nasional. dengan menggunakan pendekatan dari kedua sarjana tersebut. Saya memperkenalkan konsep ‘kebiasaan hukum’ dan ‘kesadaran hukum’.blogcatalog. http://www. hal. seri no. Saya mengawali Bagian A dengan membahas hukum dan gerakan pembangunan semenjak tahun 1960-an sampai dengan 1970-an dengan fokus kajian pada cangkok hukum. Friedman dan taksonomi sistem hukum karya Ugo Mattei. “ Rintangan-Rintangan mental dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menggarisbawahi pentingnya budaya hukum dalam masyarakat yang mengingikan terjadinya reformasi hukum. Sosiologi Hukum | 2 Comments » PERKEMBANGAN HUKUM DI NEGARA BERKEMBANG PERAN BUDAYA HUKUM Posted by mujiburrahman on October 22. Pada bagian B. 1969. 12.Koentjaraningrat. . Jakarta.com/group/blog-promotion-1/discuss/entry/analisa-sosiologihukum-berdasarkan-metode-pendekatan-dan-fungsi-hukum Posted in S2. Saya juga mengajukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan implikasi yang ditimbulkan oleh model ini. Bagian A: Hukum dan Pembangunan Hukum dan gerakan pembangunan pada tahun 1960-an sampai dengan 1970-an berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunan. Gerakan ini dimaksudkan untuk mengkaji peran hukum dalam konteks pembangunan sosial. Saya selanjutnya membuat sebuah model ysng sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa budaya hukum dan pembangunan hukum dalam konteks dinamis. Salah satu kunci dari gerakan ini terletak pada dapat tidaknya hukum modern negara maju diimpor dan digunakan negara berkembang untuk mempercepat pembangunan. Saya membahas konsep Budaya Hukum-nya Lawrence M. 19. Ada beberapa pendekatan terhadap permasalahan ini. Saya menggunakan pendekatan holistik untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sebab-sebab terjadinya perubahan hukum.” Terbitan tak berkala. Pada bagian C. Saya memberikan uraian yang disertai dengan beberapa contoh reformasi hukum di Indonesia sekitar tahun 1990an. 2009 Benny S Tabalujan Makalah ini merupakan pemaparan peran budaya hukum dalam proses pembangunan hukum. terutama di negara berkembang. Meskipun makalah ini baru sebatas sebuah konsep. terutama negara-negara berkembang. ekonomi dan politik.

Kaum ortodoks dan mayoritas melihat bahwa reformasi di bidang hukum . dan perilaku sosial cenderung mengikuti hukum tersebut. kajian Watson terhadap cangkok hukum menunjukkan bahwa peminjaman telah menjadi fenomena umum dalam sejarah dan merupakan sumber paling subur dalam pembangunan hukum. Sebenarnya. Robert Seidman yang dikenal melalui ‘ Hukum dari Hukum yang tidak dapat dipindahkan’ (The Law of Non-Transferability of Law) mengatakan bahwa perpindahan hukum dari satu budaya ke budaya lain tidak mungkin dilakukan karena hukum tidak dapat berlaku sama sebagaimana hukum itu digunakan di tempat asal. Pendekatan ini percaya bahwa pembangunan hukum merupakan prasyarat pembangunan ekonomi dan hukum modern negara maju dapat diterapkan di negara berkembang sebagai cangkok hukum untuk memenuhi persyaratan tersebut. Hal ini tidak mengejutkan sebab pada tahun ini ada dukungan pembaharuan dari negara maju terhadap ferormasi hukum pada negara berkembang. gerakan tersebut kehilangan momen karena penekanan dari gerakan tersebut terletak pada bidang hukum struktural dan substantif dan gagal menentukan sifat hubungan sebab akibat antara hukum dan pembangunan secara lebih umum. negara memegang kontrol hukum untuk mencapai tujuan masyarakat. Pandangan ini berasal dari Montesquieu dan sarjana asal Jerman. seperti Soepomo. Dukungan ini dilakukan melalui . Kaum minoritas melihat hukum terikat dengan budaya dan tidak dapat dipindahkan atau dipinjam dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya seperti halnya meminjam kunci Inggris untuk menutup lekuk yang bocor. Proses ini dijuluki ‘difusi hukum’ (legal difusionism). Dalam pandangannya. Sagviny percaya bahwa negara mempunyai kesatuan oganik dari individu dan bahwa hukum negara berkembang melalui pembentukan norma-norma sosial dalam suatu masyarakat secara periodik. Dua sarjana bidang hukum dan pembangunan menyebut pendekatan ini sebagai ‘hukum liberal’. Mengikuti garis pemikiran ini. memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi dan politik. 1997.. Di sini tidak akan dibicarakan pengraruh aliran yurisprudensi Savigny pada para sarjana Belanda pada awal abad 20 (seperti Cornelius dan Vollenhoven) dan pemimpin nasional Indonesia . menulis bahwa hukum dan gerakan pembangunan tahun 1960-an sangat percaya jika hukum mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan. Patrick Mc Auslan. terutama pengenalan ide dan lembaga hukum modern negara barat kepada negara berkembang. Inti dari pendekatan ini adalah masyarakat terdiri atas individu. Pada tahun 1990-an. kelompok dan negara. hukum dan pembangunan kembali menjadi tpoik yang hangat. Friedrich Carl von Savigny. momen keraguan terhadap kemanjuran program modernisasi hukum ini mulai muncul. Namun demikian. Pandangan yang menyatakan bahwa cangkok hukum mempunyai peran positif dalam pembangunan ekonomi dipertegas oleh gencarnya program modernisasi bidang hukum di beberapa negara Amerika Latin dan Afrika juga sebagian kecil negara berkembang di Asia pada tahun 1960-an dan 1970-an. negara menerapkan hukum yang sama kepada semua orang secara bebas dan rasional.

ada kesadaran yang semakin bertambah jika keyakinan dan norma sosial untuk menerima masyarakat dan keinginan dan kapasitas mereka untuk menjelajah. Menurut pendapat Saya mereka yang terlibat dalam perdebatan ini lebih menyadari keterbatasan reformasi hukum struktural dan substantif. bukanlah inti dalam pembangunan ekonomi bahkan tidak relevan. Perannya terletak di tengah-tengah dengan memainkan peran pemberdayaan yang sederhana tetapi penting dalam proses perubahan sosial. melalui penggunaan cangkok hukum.tetap ada meskipun bukan merupakn yang dikritisi. sosial dan politik secara luas. kita dapat mengembangkan model yang lebih menyeluruh dan memahami potensi dan keterbatasan hukum dalam pembangunan ekonomi secara lebih realistis. meskipun sebagian. Dengan demikian. terhadap realisasi bahwa pemerintahan yang baikyang pada gilirannya nanti mensyaratkan kerangka kerja hukum yang memuaskanmerupakan inti dari pembangunan ekonomi yang kokoh. politik. hukum merupakan alat yang efektif untuk mengubah masyarakat. . psikologis dan faktor lain yang jauh dari sistem hukum normatif membatasi kemampuan hukum untuk mengubah perilaku. mengetahui secara eksplisit pentingnya reformasi hukum dalam konteks ini: Kerangka hukum dalam sebuah negara merupakan unsur penting dalam pembangunan ekonomi. Bank Dunia. jika benar. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa sebagian dari pikiran dasar liberalisme liberal ortodoks.misalnya. Kita dapat terus menyakini kemanjuran bidang reformasi hukum dalam proses pembangunan dengan sedikit mengabaikan dampak daya ekonomi. Justru. memahami dan mematuhi hukum baru merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan cangkok hukum tersebut. politik dan sosial.agen-agen multilateral seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) dan juga lembaga bantuan individu seperti USAID. Tak di sangkal bahwa minat pembaharuan bidang hukum merupakan atribut. Saya berpendapat tugas mendesak untuk memunculkan kembali perdebatan antara hukum dan pembangunan adalah dengan menemukan hubungan antara pembangunan hukum dan masalah ekonomi. ketika masalah hukum dan pembangunan kembali mendapatkan perhatian. khususnya. sosial dan politik terhadap sistem hukum. masyarakat sipil yang teratur. Lebih dari itu. Menciptakan kemakmuran melalui komitmen kumulatif manusia. Saya melihat sisi positif lain. tugas mendesak saat ini sama seperti yang dikatakan empat dekade lalu: Yang dibutuhkan adalah suatu kajian terhadap metode di mana hukum yang didukung oleh otoritas negara dapat mempengaruhi perilaku dan faktor sosial. Pendekatan lain juga menyebutkan bahwa reformasi hukum. reformasi hukum dapat dianggap sebagai sebab dan dampak dari perubahan sosial yang luas. dan perilaku komersial. Jadi. sumber daya teknologi dan modal sangat bergantung pada hukum yang dapat mengamankan hak milik. terutama dalam cangkok hukum. dan membatasi kekuasaan negara. Tujuan di atas disampaikan karena akan memperjelas pengaruh faktor eksternal terhadap sistem hukum dan membatasi kemanjuran hukum jika hukum tersebut dapat mengubah perilaku. Dengan kata lain.

Friedman membrikan tanggapan terhadap kecenderungan ini: Struktur dan substansi merupakan komponen inti dari sebuah sistem hukum. Dengan memahami faktor eksternal. dan sistem yang tahan lama. Menurut Friedman. dan sistem koporat. menyatakan bahwa sistem hukum terdiri atas tiga komponen. Dengan memahami unsur sebuah sistem hukum. Dari ketiga komponen di atas. dan opini dalam masyarakat dengan penekanan pada hukum. opini. Budaya hukum mengacu pada sikap. keduanya ibaratnya gambar dari sistem hukum. Konsep pertama adalah konsep ‘budaya hukum’ karya Lawrence M.dan norma yang digunakan dalam sebuah lembaga dan mengikat hokum struktur secara bersama. sakit berkepanjangan. Keduanya dapat digunakan jika model teorinya dibuat dengan tujuan menganalisa sistem hukum karena model ini akan senantiasa berkembang. legislatif. Budaya hukum merupakan bagian dari budaya umum. Hokum substansi mengacu pada hukum – peratutan prosedur dan substansi. Sistem ini meliputi sistem pengadilan. Potret tersebut tidak memiliki gerak dan kebenaran… dan seperti ruang pengadilan yang dipercantik . struktur hukum. nilai. cara bekerja dan berpikir. Friedman dan konsep Ugo Mattei ‘taksonomi sistem hukum’ yang disebutnya ‘ pola hukum’ (Patterns of Law) 1. Budaya Hukum Freidman. budaya hukum merupakan komponen yang paling penting: . Saya membahas dua konsep analitik yang dapat menjelaskan perilaku sistem hukum statis dan dinamis. tetapi baru sebatas desain atau cetakbiru dan bukan mesin kerja. Memahami unsur sebuah sistem hukum merupakan analisis statis sedangkan memahami faktor eksternal merupakan analisis dinamis. seorang sosiolog hukum dari Universitas Stanfords. Struktur mengacu pada lembaga dan proses dalam sistem hukum. membeku. sifat dan keluasan faktor eksternal yang mempengaruhinya. Kunci dari pendekatan ini adalah apresiasi yang sepenuhnya terhadap unsur sistem hukum lain. kita dapat mengetahui petunjuk-petunjuk bagaimana faktor-faktor tersebut dapat membuat sistem mengalami perubahan. struktur hukum merupakan badan. kerangka kerja.Bagian B: Pendekatan Holistik pada Sistem Hukum Dari pembahasan awal. unsur yang hilang yang memberikan kehidupan dalam sistem hukum adalah ‘budaya hukum’. Sampai di sini. Struktur dan substansi menjadi masalah karena keduanya statis. sistem hukum serta beberapa bagian hukum. para pengacara dan sarjana hukum cenderung membatasi analisis mereka terhadap struktur dan substansi sistem hukum yang sedang mereka pelajari.yang mengikat masyarakat untuk mendekat atau menjauh dari hukum dengan cara khusus. kita mengetahui bagaimana sebuah sistem bekerja pada satu titik waktu. kaku. dan budaya hukum. hukum substantif. kita mengetahui bahwa pendekatan holistik terhadap pembangunan dan hukum sangat penting. perbankan.kebiasaan.

mengapa dan di mana orang menggunakan hukum. konsep ini juga mempunyai kesamaan dalam hal kekurangan presisi sama halnya dengan ‘hukum struktur’. Jika budaya hukum lokal tidak diakomodasi dalam hukum struktur dan substantif asing. Di sisi lain. Menambahkan budya hukum ke dalam gambar ibarat memutar jam atau menyalakan mesin. dan ‘opini publik’. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai masyarakat umum. Budaya hukum membuat segalanya bergerak. ‘sistem hukum’. Friedman menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa tidak adanya presisi dalam istilah ‘budaya hukum’ tidak membuat konsep itu tidak padu. Di negara berkembang. seperti pengacara. Friedman juga menyampaikan bahwa budaya hukum situasi tidaklah homogen. Cotterrell sendiri mengakui bahwa konsep Friedman ‘merupakan usaha yang paling dapat menjelaskan konsep budaya hukum dalam sosiologi hukum komparatif dan mempertahankan dan mengembangkan secara teoritis penggunaan konsep tersebut’. Cotterrell menggarisbawahi kesulitan dalam menggunakan konsep budaya hukum. Friedman selanjutnya menjelaskan sikap dan nilai dalam budaya hukum. konsep Friedman bukannya tanpa kritik. Namun demikian. faktor budaya merupakan ramuan penting untuk mengubah struktur statis dan koleksi norma ststis menjadi badan hukum yang hidup. konsep ini telah disampaikankan oleh komentator luar negeri pada awal tahun 1972. Hal ini membuktikan kemampuan konsep budaya hokum menembus masyarakat dan bukan tanda-tanda kelemehan. Tim Lindsey menulis: . konsep budaya hukum menempati posisi penting karena negara berkembang sering mendatangkan peraturan. Dengan kata lain. Namun setelah beberapa tahun. Dalam pemahaman Saya. konsep ini telah dilupakan para reformis hukum dan baru sekarang diingat kembali oleh reformasi hukum di Indonesia. hukum bahkan keseluruhan sistem hukum dari negara barat dalam usahanya untuk melakukan modernisasi kerangka kerja hukum mereka. Roger Cotterrell. Konsep kedua adalah ‘budaya hukum internal’. Masalah muncul jika cangkok hukum mengabaikan budaya hukum setempat. mengatakan bahwa konsep Friedman ‘tidak mempunyai kekerasan’ dan ‘secara teoritis tidak padu’. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai profesional yang bekerja dalam sistem hukum. lembaga hukum atau proses hukum atau kapan mereka menggunakan lembaga lain atau tanpa melakukan upaya hukum. Dia salah dalam menarik kesimpulan bahwa konsep tidak padu karena tidak adanya hal yang khusus. arti pentinya ‘budaya hukum’ adalah bahwa konsep ini merupakan variabel penting dalam proses menghasilkan hukum statis dan perubahan hukum. Sikap menurut Friedman merupakan ‘budaya hukum situasi’. Dikaitkan dengan kasus yang terjadi di Indonesia. Mochtar Kusumaatmaja juga menyampaikan hal yang sama.Budaya hukum menentukan kapan. penegak hukum dan lain-lain. konsep ini tidak akan dapat diterapkan dengan baik. Menurut Friedman. Pada tahun 1982 mantan menteri hukum dan peradilan. seorang sarjana Inggris. hakim. Bagian masyarkat yang berbeda memiliki nilai dan sikap berbeda terhadap hukum. Alasannya adalah bahwa konsep sekompleks ‘budaya hukum’ cenderung sulit dipahami. Sebenarnya.

Hukum. perhatian dititikberatkan pada masalah structural. tidak dapat dibedakan dari politik dan ekonomi. Pendekatan ini sering mengabaikan bagaimana hukum perusahaan benar-benar bekerja dalam kehidupan. b) pendekatan budaya dan psikologi yang menekankan peran sikap feudal orang Jawa atau Indonesia. Seperti yang terjadi di Indonesia. analisis pada struktur hukum dan hukum substantif dan terjemahan terhadap budaya hukum dapat memperlebar jarak. pendekatan tersebut gagal membedakan sistem hukum yang tertulis dengan system hukum yang berlaku dalam masyarakat. tetapi belum memuaskan. kegagalan ini disebabkan karena keberhasilan reformasi hukum Indonesia bergantung bukan hanya lembaga pengambil suara. Dengan demikian. c) interpretasi disfungsi organisasi yang menekankan dampak problem mendasar dalam organisasi pemerintah Indonesia. Hukum Perniagaan di Indonesia adalah contohnya. Dengan demikian. – permasalahan-permasalahan seperti mengapa pemegang saham menolak untuk mengajukan direktor dan komisaris ke pengadilan ketika mereka mempunyai hak untuk menuntut mereka. Linnan menyatakan bahwa interpretasi disfungsi organisasi dapat memberikan penjelasan kegagalan reformasi hukum selama Orde Baru. tetapi juga sikap mental yang tepat dan perilaku mereka yang bekerja. Hukum juga bukan sekedar keputusan hukum dan statuta. terutama catatan buruk terhadap sistem hukum Indonesia yang korup. Hukum perniagaan di Indonesia dibuat terpisah dan berbeda pada tahun 1998 dengan mengikuti revisi undang-undang kebangkrutan. pengadilan baru tidak dapat memenuhi harapan. Hasil survei terhadap reformasi hukum di Indonesia pada tahun 1950-an sampai dengan 1990-an oleh David Linnan merupakan informasi penting yang dapat didiskusikan. Ketika melihat hukum di Indonesia. . Meskipun terdengar sebatas konsep. dalam pengertian ini. Sebagian besar pengacara sekarang mengetahui bahwa hukum dan norma yang berada di balik peraturan dan orang yang membuat dan menerjemahkannya. yaitu: a) pendekatan ilmu politik dan sosiologi yang menekankan peran elit penguasa. Dalam pandangan saya. Intinya adalah penjelasan institusional tidak dapat sepenuhnya menjelaskan keluaran reformasi hukum di Indonesia yang belum memuaskan pada tahun 1990-an. meskipun interpretasi disfungsi organisasi terdiri atas beberapa nilai. seperti sistem dewan dua pintu dan ketetapan hukum perusahaan yang dikeluarkan pada tahun 1995 dan membandingkannya dengan produk hukum lainnya. terutama di bawah UUD 1945. multilateral dan legislatif untuk memulai atau menghentikan atau memperbaki kegiatan sosial dan ekonomi…. Menurut Friedman. hukum bukan sekedar tugas yang dapat ditarik oleh pemerintah. Linan menyatakan tiga artikulasi yang saling melengkapi yang dapat menjelaskan kegagalan reformasi hukum di Indonesia sejak tahun 1950-an. Hukum yang baru ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam proses dan penyelesaian kasus.Pandangan instrumentalis yang menyerap banyak literatur dan praktek belumlah cukup. reformasi pada lembaga hukum tanpa lembaga budaya tidak akan efektif. Sebagaimana yang terlihat. atau mengapa pegawai di Amsterdam bertindak dengan cara berbeda ketika mereka bekerja di Jakarta meskipun ketetapan hukum perusahaan sama. mengawasi dan menggunakan lembaga ini.

pandangan yang begitu menomorsatukan rasa penyesalan. yang disebut ‘pola sistem hukum’. Mattei menyampaikan pandangannya ‘pola sistem hukum’ pada tahun 1997. dan hukum tradisional. serta pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa sistem hukum modern dan pembangunan hukum biasanya terdiri dari: Benturan yang agak sulit dimengerti antara tiga paradigma besar mengenai ideologi sosial. the Gesellschaft atau perjanjian individu-komersial. yaitu: peraturan hukum profesional. hukum dan filsafat dan tradisi agama. hukum politik. mempunyai nilai karena taksonomi tersebut menghasilkan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menganalisa perubahan dan pembangunan dalam sistem hukum yang berbeda-beda. Pendekatan tersebut diambil dari karya-karya Weber serta ahli sosiologi lainnya.74 Taksonomi Mattei dapat dibandingkan dengan pendekatan terhadap pembangunan hukum yang dikenalkan oleh Eugene Kamenka Alice Tay. Dengan ini. agama dan tradisi hukum masyarakat atau keluarga tertinggal zaman. serta paradigma birokrasi administratif 75 .1. lembaga hukum bisa saja terbentuk. aturan hukum tradisional. Menurut Mattei. Mattei mempostulatkan bahwa ada tiga sumber utama norma sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi perilaku individu. dengan membuat taksonomi sistem hukum komparatif. Sistem hukum yang termasuk dalam kategori ketiga. Ferdinand Tonnies. mediator. akan tetapi. hukum dan administrasi… [disebut dengan] the Gemeinschaft atau keluarga komunal organik. Sistem hukum selalu didefinisikan dalam skema tripartit sesuai dengan sumber perilaku sosial yang memainkan peran utama di atara mereka. yaitu politik. sehingga membatasi kinerja lembaga-lembaga hukum hanya pada bidang-bidang hukum tertentu saja atau masyarakat tertentu saja. Dengan menggunakan pendekatan Weber. dapat dilihat dari pola hukum dimana agama ataupun filosofi transcendental yang melekat dalam dimensi internal individu dan dimensi kemasyarakatan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. umum. beberapa ciri dari suatu sistem hukum tradisional adalah: terbatasnya peranan pengacara dikarenakan besarnya peran sesepuh atau orang yang dianggap mengerti agama. utamanya di belahan Eropa-Amerika yang mengabaikan peta dunia hukum berdasar geografis dan tidak memasukkan budaya. serta keberadaan kode-kode bergaya Barat yang tidak memiliki landasan sosial yang penting. Mattei melihat sistem hukum dunia menganut pada salah satu dari tiga kategori sistem hukum tersebut. bagaimana sistem hukum berbeda satu dengan yang lain dan bagaimana perkembangan perbedaan tersebut. Dia beranggapan bahwa taksonomi sistem hukum standar pada hukum sipil. pandangan yang begitu menjunjung tinggi keselarasan. bagaimana lembaga hukum tersebut bekerja tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan suatu sistem yang dijalankan dengan hukum profesional.73 Dalam sebuah sistem. Pola Hukum Mattei Jika konsep Friedman ‘budaya hukum’ mencoba menjelaskan unsur dalam setiap sistem hukum. Mattei dengan konsep ‘pola hukum’ mencoba menjelaskan. dan mereka yang memiliki wewenang keagamaan. Konsep taksonomi sistem hukum yang diajukan Mattei. organisasi sosial.

Aturan sosial model gemeinschaft berdasar pada norma-norma intrinsik dan nilai-nilai masyarakat yang dijunjung tinggi. dalam pendekatan Kamenka-Tay tidak jelas apakah rasionalitas formal Weber merupakan suatu fungsi bagi gesellschaft dan paradigma birokrasi administratif. taksonomi Mattei membuat kekuatan politik dan aturan hukum politik menjadi kekuatan yang berseberangan dengan rasionalitas formal yang membentuk landasan bagi aturan hukum profesional. pandangan-pandangan tersebut memiliki kesamaan dengan pola hukum menurut Mattei. taksonomi ini mencoba untuk menggabungkan dan merefleksikan peran budaya hukum dalam suatu sistem hukum yang berlaku. Dengan demikian. Norma-norma budaya ini bermanifestasi dalam berbagai kekuatan sosial. Berdasarkan alasan ini. Bentuk birokrasi administratif suatu aturan sosial memaknai aturan sebagai suatu cara untuk mendapatkan intisari dari tujuan kebijakan yang ditetapkan oleh negara. penting untuk membahas dua implikasi penting yang diperoleh dari taksonomi Mattei. masih terdapat hal-hal yang belum sempurna. Pertama. dan tradisi. hukum.77 Dengan mengunakan pandangan fundamental Weber. politik.76 Aturan Mattei terhadap hukum tradisional secara umum dapat disamakan dengan paradigma gemeinschaft: aturan mengenai hukum politis dengan paradigma birokrasi-administratif. khususnya pemikiran tentang pemisahan antara negara dan individu. atau tidak keduanya.78 Lebih dari itu. Dalam hal ini. Pandangan Kamenka-Tay mengenai pembangunan hukum sangatlah berguna dimana pandangan tersebut menjelaskan tiga tipe dasar organisasi sosial dan bagaimana setiap tipe tersebut dapat menentukan jenis sistem hukum yang terjadi dalam masyarakat. dan aturan hukum profesional dengan paradigma gesellschaft. . Mattei mengembangkan sebuah taksonomi yang secara eksplisit menjelaskan bahwa norma-norma budaya suatu masyarakat memiliki muatan kritis terhadap sifat dari sistem hukum ini. fakta bahwa ia menyebut kategori hukum politis sebagai “hukum tentang pengembangan dalam transisi” menjelaskan bahwa Mattei mengerti akan hal itu. meskipun terdapat kesamaan. Sampai disini. dan konsep birokrasi administratif lebih pada kebijakan negara. gemeinschaft lebih terarah pada internalisasi norma sosial. Sebaliknya. Mattei menawarkan sebuah perspektif yang dinamik terhadap studi tentang komparasi sistem hukum. Akan tetapi. Saya lihat pendekatan Mattei biasanya lebih disenangi daripada pendekatan Kamenka-Tay. dimana hukum adalah suatu alat organisasi sosial. dan ekonomi yang kemudian akan menentukan tipe aturan hukum yang mendominasi suatu sistem hukum tertentu. Senada dengan Weber. Sedangkan aturan sosial model gesellschaft berasal dari ideologi liberal Barat. Terlebih lagi. dengan menambahkan bahwa klasifikasi dari suatu sistem hukum merupakan hasil dari perubahan kompetiti atas tiga kekuatan politik. atau salah satunya. Perbedaan yang tidak jelas ini mengakibatkan tidak diperhitungkannya kekuatan politik dalam suatu sistem hukum. taksonomi Mattei secara terbuka mengakui adanya dampak politik terhadap sistem hukum serta menciptakan sebuah kategori baru mengenai hal ini. Kedua. gesellschaft lebih terarah pada hak asasi manusia.

hukum substantive atau budaya hukum? Dapatkah sebuah perubahan dalam hukum substantive. bahkan dengan kontribusi yang diberikan oleh Friedman dan Mattei. politik atau sosial di sisi lainnya? Ketika kekuatan eksternal ini bersinggungan dengan sistem hukum. Budaya. apakah hal ini menimbulkan suatu perubahan dalam struktur. Oleh karena itu. gagasan Friedman tentang budaya hukum sangatlah berguna untuk menganalisis kenapa dan bagaimana sebuah sistem hukum bekerja pada waktu tertentu. ternyata terdapat mata rantai yang hilang antara pandangan Mattei terhadap perubahan dinamik dalam suatu sistem hukum dan gagasan Friedman tentang apa yang menjadikan sebuah sistem hukum. serta kekuatan ekonomi eksternal. Kesadaran & Kebiasaan Tugas pertama saya adalah memperbaiki konsep budaya hukum Friedman. sebagian besar merupakan karya Friedman dan Mattei. model hukum politis. Saya menarik berbagai macam materi diskusi serta menampilkan suatu sistem hukum yang sederhana dan dapat dilakukan. sebuah sistem konsepsi yang diwariskan dan tertuang dalam bentukbentuk simbolik yang merupakan cara bagi manusia untuk berkomunikasi. Clifford Geertz. juga mengubah budaya hukum. misalnya import. Namun demikian.82 .80 Taksonomi Mattei yang baru sangat berguna untuk tujuan pemahaman terhadap bagaimana sebuah sistem hukum bisa berubah dari pola hukum tradisional menjadi pola hukum politis dan akhirnya pola hukum profesional. masih tetap sulit untuk menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah hubungan kausal. konsep dia sepertinya tidak banyak membantu ketika digunakan dalam analisis tentang bagaimana sebuah sistem hukum dipengaruhi oleh kekuatan eksternal dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. dan mengembangkan pengetahuan mereka dan sikap mereka dalam menghadapi hidup. jika ada. Sesudah itu. meneruskan. saya berharap untuk dapat membahas konsep budaya dan kemudian mencoba menyaring konsep Friedman tentang budaya hukum dengan melakukan identifikasi terhadap apa yang Saya lihat. memberikan sebelas definisi budaya. Sebuah buku antropologi karangan antropolog Amerika terkenal. Ini tentu saja bukanlah sebuah tugas yang mudah mengingat ‘budaya’ adalah sebuah kata yang terkenal sangat kompleks. yang terjadi antara tiga elemen struktur. hukum substantive dan budaya hukum di satu sisi.sehingga dalam situasi tertentu. sistem hukum mampu dan mau untuk pindah dari model hukum tradisional. dan kerangka ekonomi serta politik? Untuk menjawab pertanyan tersebut. Namun. menjadi model hukum profesional. yang tentunya Saya percaya lebih akurat merefleksikan proses pengembanagan hukum baik sebagai sesuatu yang statis maupun dinamis 1.79 Bagian C: Perubahan Model Apakah yang bisa kita pelajari dari kontribusi Mattei dan Friedman? Menurut saya.81 Geertz sendiri mendefinisikan budaya sebagai: sebuah pola yang diwariskan turun-temurun tentang makna yang terkandung dalam simbol-simbol.

kebiasaan hukum lebih banyak menggambarkan sikap masyarakat terhadap hukum pada suatu masa. budaya bersifat baik dalam pengertian bahwa budaya mengandung nilai-nilai yang membedakan antara yang baik dan yang benar. pendapat atau keykinan tentang hukum —dapat diterima atau tidak diterima dalam komunitas tersebut. budaya bukanlah sesuatu yang rasional atau irasiomal tetapi sesuatu yang arational. Mungkin contoh berikut ini akan membantu memberikan gambaran perbedaan antara kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness). Aspek penting kedua yang harus diperhatikan dalam definisi Fukuyama adalah budaya tidak harus rasional. Perhatikan .87 Dalam hal ini Saya menekankan pada kemampuan yang mencerminkan dan menilai sikap serta nilai-nilai yang membentuk kebiasaan hukum (legal habit). Saya merujuk pada tindakan. Pertama.88 Menurut definisi-definisi tersebut. menjelaskan isi dari pikiran kita pada suatu saat tertentu. Sebaliknya. nilai-nilai.84 Dalam hal ini. Dengan demikian. atau apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam suatu masyarakat tertentu. Saya mencoba untuk mengidentifikasi dua elemen terpisah dari konsep Friedman tentang budaya hukum. dalam bentuk sikap.89 Dengan kata lain. Budaya mengatur segala tingkah laku dengan menyatakan nilai-nilai dan norma tertentu yang baik atau dapat diterima dan yang tidak baik atau tidak dapat diterima. sementara kesadaran hukum menentukan bagaimana sikap tersebut selalu berubah sepanjang waktu. Oleh karenanya kesadaran hukum sebuah komunitas mengacu pada kapasitas komunitas tersebut untuk mempertimbangkan apakah beberapa kebiasaan hukum—sikap tertentu. 82 Definisi Fukuyama yang kurang jelas ini sebenarnya menekankan pada dua aspek penting budaya. budaya diwariskan dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pengulangan. nilai-nilai dan pendapat berkaitan dengan lembaga hukum dan hukum yang diwariskan dan diteruskan oleh seorang individu atau masyarakat melalui proses pembiasaan. kesadaran menjelaskan kapasitas dari pikiran yang sama untuk menilai sikap dan pendapat yang dipercayainya. 86 Saya menyebut elemen kedua ini ‘legal consciousness (kesadaran hukum)’. Sebaliknya. Kunci dari perbedaan ini adalah kebiasaan (habit). 85 Berdasarkan pendapat bahwa budaya adalah kebiasaan baik yang diwariskan. dan opini.Definisi budaya yang lebih sederhana dan yang Saya anjurkan untuk digunakan dalam diskusi Saya adalah definisi yang dikemukakan oleh rancis Fukuyama: budaya adalah ‘kebiasaan baik yang diwariskan turun temurun’. Saya menyebut elemen yang pertama dengan ‘legal habit (kebiasaan hukum. Orang itu melakukan hal tersebut karena suatu kebiasaan. nilai. Fukuyama mengutip contoh seorang lelaki China yang menggunakan sumpit untuk makan mie. sikap. bukan melalui proses penilaian efisiensi atau tingkat kenikmatan yang diperoleh dengan makan mie menggunakan pisau dan garpu ala Barat dibandingkan dengan memakai sumpit.’ Dalam hal ini. kebiasaan hukum (opini aktual atau sikap) dan kesadaran hukum (segala hal mengevaluasi kebiasaan hukum) keduanya merupakan fungsi dari pikiran. dan kesadaran hukum (legal consciousness) berhubungan dengan kapasitas penilaian. dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hukum (legal habit) berhubungan dengan masalah sikap.

kesadaran hukumnya telah melakukan evaluasi terhadap kebiasaan hukumnya dan dengan demikian melemahkan keengganannya terhadap proses pengadilan. maka setelah beberapa waktu. kesadaran hukum individual dan kolektif mulai terbentuk. Maka. pada akhirnya. Seandainya. 91 Lebih jauh lagi. Dengan identifikasi kebiasaan hukum dan kesadaran hukum sebagai dua elemen penting konsep Friedman mengenai budaya hukum. lebih luas lagi. budaya hukum berubah sepanjang waktu melalui interaksi antara kesadaran hukum dan kebiasaan hukum. maka dapat dimengerti bahwa budaya hukum .90 Sikap seperti itu terjadi akibat sistem nilai yang lebih menghargai keselarasan sosial dan menjaga hubungan baik dibandingkan dengan penghargaan banyak masyarakat Barat terhadap nilai-nilai tersebut. budaya hukum seluruh masyarakat akan berubah. yang ditandai dengan berkurangnya penolakan terhadap proses pengadilan. Dengan kata lain. Gagasan Friedman mengenai budaya hukum pada tingkat permukaan dan budaya hukum internal dapat juga dipahami sebagai tambhan terhadap konsep kesadaran hukum (legal consciuosness). jika Fukuyama benar dalam melakukan penilaian bahwa budaya adalah warisan atas kebiasaan baik. Maka. konsep tersebut menjadi lebih tepat digunakan dalam membuat analisis yang dinamis dan prediktif.sikap orang Asia terhadap proses pengadilan gaya Barat yang berlawanan. Namun demikian. Banyak komentator yang melihat bahwa orang-orang Asia cenderung menolak proses pengadilan dan lebih menyukai metode penyelesaian masalah tanpa menggunakan jalur pengadilan. Dengan kata lain. misalnya mediasi. ketika anak-anak ini tumbuh dewasa dan mengembangkan kemampuan berpikirnya sendiri serta mulai merefleksikan isu-isu hukum. Jika penolakan terhadap proses pengadilan ini dianut oleh komunitas orang Asia tertentu. maka kesadaran hukum-lah yang akan mempengaruhi budaya hukum dalam periode yang lebih lama. Dengan kata lain. dalam masyarakat Asia. Jika pengalaman-pengalaman individu ini banyak terjadi dalam masyarakat. salah satu dari anak-anak ini ada yang menjadi eksekutif senior perusahaan yang harus memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap partner bisnis yang curang. Dalam hal ini. Karena budaya hukum internal mengacu pada sikap dan pendapat dari profesional yang paham tentang hukum. konsep kesadaran hukum memberikan suatu alat bagi kita untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam budaya hukum dalam suatu konteks yang dinamis. pada saat kebiasaan hukum mendominasi budaya hukum pada suatu masa tertentu. Dia mungkin akan memutuskan untuk tetap menggunakan proses hukum daripada melakukan penolakan seperti para pendahulunya. anak-anak tumbuh berkembang dalam suatu kebiasaan hukum (legal habit) yang menolak suatu proses pengadilan tanpa harus memikirkan lebih dalam hal tersebut. maka Saya melakukan perbaikan terhadap konsep Friedman. Mereka mulai mengevaluasi kebiasaan hukum mereka (legal habit). hal ini berarti bahwa penolakan ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pembiasaan dan bukan suatu pilihan yang rasional. maka hal ini akan menjadi kebiasaan hukum (legal habit) dari masyarakat tersebut. budaya hukum masyarakat tersebut.

Untuk mengumpulkan berbagai macam budaya hukum yang berbeda dalam satu payung ‘budaya hukum Asia’ jelas akan mematahkan tujuan analisis hukum lintas budaya. dalam masyarakat Asia. masyarakat umum dengan budaya hukum tingkat permukaan yang lebih rendah tingkat kesadaran hukumnya. para profesional bidang hukum—dengan budaya hukum internal yang lebih tinggi tingkat kesadaran hukum-nya—diharapkan dapat menjadi pemimpinpemimpin perubahan hukum dalam suatu masyarakat.93 Namun demikian. nilai-nilai. teori argumentasi. 96 Menurut pandangan ini. hakim dan pembuat undang-undang cenderung lebih terbuka terhadap pembangunan di luar negeri. Ketika pengacara.94 Kedua. meski kadang yang terjadi adalah penolakan terhadap suatu perubahan karena mereka memang enggan untuk berubah. Kadang-kadang. Konsep kembar saya tentang kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness) dapat dibandingkan dengan usaha-usaha lainnya dalam mengidentifikasi elemen-elemen budaya hukum. Dalam nilai budaya suatu keluarga. metodologi hukum. seseorang mungkin ragu apakah budaya hukum masyarakat Jawa memiliki teori argumentasi atau memiliki kebersamaan pemahaman (shared understandings) terhadap suatu permasalahan. Sebaliknya. Asia. dalam satu negara Asia—seperti Indonesia—bisa saja terdapat sejumlah budaya hukum. lapisan eksplisit terdiri dari kenyataan yang dapat diamati seperti mode pakaian atau bahasa dari suatu masyarakat. secara keseluruhan ada dua hal dalam pengamatan Saya yang membuat penggunaan nilai budaya keluarga kurang begitu membantu dalam usaha ini. dan Africa). baik dalam hal pemikiran hukum maupun reformasi hukum. Dengan kata lain. Pertama. teori legitimasi hukum. apa yang membuat sebuah keluarga memiliki nilai budaya yang unik dibandingkan keluarga lain adalah faktor rasional-irasional dan faktor individualisme-kolektivisme. Islam.95 Pendekatan lainnya terhadap analisa elemen-elemen pokok budaya hukum adalah dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan eksplisit dan implisit. usaha ini kurang begitu memuaskan karena terkesan sangat ke-Barat-barat-an dimana faktor-faktor yang memuat kebersamaan pemahaman (shared understandings) dalam suatu masyarakat mungkin menjadi tidak relevan bagi masyarakat lain. cenderung terlambat. Misalnya. Lapisan implisit terdiri dari norma-norma. terdapat begitu banyak budaya hukum yang berbeda. Sebaliknya. serta pandangan mendasar tentang dunia. apa yang membuat sistem hukumnya berbeda dengan yang lain adalah ‘kebersaman pemahaman (shared understandings)’ yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Misalnya. Satu pendekatan alternatif adalah analisa budaya hukum melalui ‘budaya keluarga’ (misal budaya hukum orang-orang Barat. maka sangatlah masuk akal untuk menempatkan mereka di baris terdepan dalam pemikiran hukum serta hal-hal lain yang dapat membuat mereka memiliki kemampuan yang sama.internal lebih mudah dimengerti sehingga memiliki kesadaran hukum yang lebih baik. teori penalaran hukum. reformasi hukum. dan . masyarakat umum— dengan budaya hukum pada tingkat permukaan yang lebih rendah kesadaran hukum-nya —diharapkan dapat mengikutinya. Kebersamaan pemahaman (shared understandings) ini meliputi konsep masyarakat tentang hukum.92 Berdasarkan pendekatan ini. cakupan nilai budaya keluarga terlihat terlalu luas.

Landes berjalan dalam suatu jalur paralel ketika dengan tepat ia menyimpulkan:”Jika kita belajar dari sejarah pembangunan ekonomi. maka. kemudian disejajarkan dengan taksonomi Mattei serta pendekatan evolusioner terhadap hukum dan pembangunannya seperti yang telah dibahas pada awal bab ini? Menurut Saya. ketika dihadapkan dengan isu-isu moral atau dilema lain yang melibatkan pengambilan suatu keputusan. hal ini benar karena budaya hukumlah yang melemahkan perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum yang sebenarnya. 102 Sebaliknya.98 Usaha-usaha untuk mengubah tingkah laku dengan mengubah lembaga hukum atau hukum itu sendiri. Budaya eksplisit mengacu pada kebiasaan hukum sedangkan budaya implisit mengacu pada kesadaran hukum.’ 97 Pendekatan terhadap budaya hukum dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan ternyata sesuai dengan pendekatan saya yang menggunakan konsep gagasan kembar. Lebih penting lagi. Menurut Friedman.asumsi dasar berkaitan dengan pandangan mereka tentang dunia. setelah melakukan survey tentang pembangunan ekonomi manusia. kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. Perubahan ini tertanam dalam kenyataan bahwa nilai-nilai atau sikap tertentu terhadap hukum menjadi tidak sesuai lagi bagi masyarakat. Lebih jelasnya. model seperti ini mencermati empat implikasi penting berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunannya. Jadi. budaya lah yang membuat semua berbeda. Hal ini terjadi ketika suatu masyarakat berkembang kesadarannya berkaitan dengan hak indvidu dan demokrasi dan meninggalkann gagasan lama seperti status dan sistem patriarchal.” 100 Implikasi kedua adalah bahwa budaya hukum dapat berubah setiap saat sebagai akibat dari semakin berkembangnya kesadaran hukum. dimodifikasi dengan memasukkan elemen-elemen kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. pemahaman terhadap lapisan implisit atau budaya sangatlah penting karena disini-lah terdapat ‘serangkaian aturan dan metode yang telah dikembangkan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi pertama adalah bahwa budaya hukum merupakan elemen sentral dari suatu reformasi hukum yang berhasil. 98 Yang menarik perhatian. hal ini akan menciptakan sebuah model yang sederhana namun tepat guna tentang bagaimana suatu sistem hukum berubah dalam suatu cakupan yang lebih luas dalam bidang ekonomi. Model Kerja Apa yang terjadi jika model sistem hukum Friedman. ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi budaya eksplisit (atau kebiasaan hukum) dan pada akhirnya membuat suatu perubahan yang penting. kedua pendekatan tersebut menyatakan bahwa budaya implisit (atau kesadaran hukum). budaya hukum adalah ‘sumber hukum—norma-norma yang dimilikinya menciptakan norma hukum’. politik dan kerangka sosial yang melekat dalam sistem hukum tersebut. dengan demikian. jika tidak didukung perubahan dalam budaya hukum hanya akan bertahan sebentar dan tentu saja sia-sia. Hal ini dipelopori oleh kelas kecil elit hukum yang menerapkan budaya hukum internal. ketika budaya hukum berubah. 2. masyarakat akan .

lebih terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, hukum asing dapat dengan mudah diadaptasi dan diimplementasikan. Implikasi ketiga adalah perubahan-perubahan dalam kesadaran hukum yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti peristiwa-peristiwa ekonomi, politik dan sosial. Friedman mengerti akan hal ini ketika ia menyatakan bahwa budaya hukum ‘adalah suatu variabel yang aling terkait. Kekuatan sosial membuat hukum, tetapi mereka tidak membuat nya langsung…’ 103 Maka, di satu sisi kesadaran hukum merubah budaya hukum, budaya hukum merubah sistem hukum, dan sistem hukum mempengaruhi sistem sosio-ekonomi dan politik dalam cakupan yang lebih luas. Dan di sisi lainnya, tekanan sosio-ekonomi dan politik sangat mempengaruhi kesadaran hukum. Pandangan ini sesuai dengan pendekatan Weberian terhadap hukum dan masyarakat yang mencermati keterkaitan berbagai hubungan sosial. 104 Secara khusus, dampak tekanan terhadap kesadaran hukum dari para elit profesional hukum sangatlah penting karena para elit-lah yang biasanya menjadi pemimpin dalam membentuk budaya hukum masyarakat. Harus pula dicatat bahwa agenda politik dari mereka yang memegang kekuasaan—yang mungkin tidak sama dengan para elit hukum—akan menentukan pengaruh eksternal mana yang akan dijabarkan kedalam perubahan-perubahan nyata dalam kesadaran hukum. Implikasi keempat adalah bahwa pendekatan Weberian menyatakan, selama ini pembangunan eksternal dalam bidang ekonomi, politik dan sosial dapat mempengaruhi kesadaran hukum suatu masyarakat terhadap penerimaan yang lebih besar akan sistem hukum yang lebih rasional. Hal ini memberi jalan bagi pandangan Weber atas masyarakat yang berpandangan rasional terhadap hukum yang selama ini didomonasi oleh birokrasi yang kuat. Perubahan yang serupa juga dijelaskan oleh Kamenka-Tay sebagai suatu konfrontasi antara gemeinschaft, gessellschaft dan paradigma birokrasi administratif. Intinya adalah bahwa pendekatan Kamenka-Tay tidak menjelaskan bagaimana konfrontasi antara ketiga kekuatan itu akan dimainkan. Tetapi model saya menjelaskan hal ini. Model pendekatan milik saya menjelaskan bahwa faktor penentunya adalah kesadaran hukum dalam suatu masyarakat. Jika jumlah kesadaran hukum bersimpati terhadap intrinsik, memegang teguh norma tradisional, maka paradigma gemeinschaft akan mendominasi; jika berganti dan menjadi lebih bersimpati terhadap liberalisme klasik Barat atau pemikiran tentang birokrasi negara yang kuat, maka gessellschaft atau paradigma birokrasi administratif yang sebaliknya akan mendominasi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, saat ini sangat mungkin untuk menggambarkan hubungan antara struktur hukum, hukum itu sendiri dan budaya hukum—termasuk juga kebiasaan hukum dan kesadaran hukum—dalam suatu sistem hukum tertentu, begitu pula dengan dampak dari faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, politik dan sosial terhadap sebuah sistem. Hal ini dapat dilihat pada Diagram 1 di bawah ini.

Diagram 1. Jika elemen-elemen penting dari model ini benar, maka elemen itu mendukung pandangan Friedman bahwa budaya hukum adalah elemen sistem hukum yang paling penting. Model tersebut menjelaskan bahwa dalam budaya hukum, kebiasan hukum mendominasi sikap-sikap yang saat ini ada terhadap hukum. Namun demikian, kesadaran hukum-lah yang menentukan arah dan kecepatan pergerakan budaya hukum terhadap waktu. Kesimpulan ini memiliki satu pelajaran kritis bagi mereka yang tertarik terhadap fenomena hukum dan pembangunannya. Jelasnya, formulasi hukum yang baru dan reformasi pada lembaga hukum akan tidak efektif tanpa adanya perbaikan yang sesuai dengan budaya hukum. Dengan kata lain, selain sumber-sumber yang digunakan untuk membuat formulasi kebijakan, harus lebih banyak lagi sumber yang diarahkan bagi tujuan yang lebih luas bagi perbaikan budaya hukum masyarakat. Setiap proposal reformasi hukum untuk merubah hukum itu sendiri atau lembaga hukum haruslah menyertakan analisis dari aspek-aspek budaya hukum lokal yang akan mendukung perubahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan dan budaya hukum masih terus diangap sebagai aspek hukum yang tidak penting, maka resiko kegagalan akan sangat tinggi. Seperti kata Mary Hiscock, mantan guru hukum saya yang memiliki pengalaman tentang reformasi hukum di Asia: Hukum adalah tanaman yang tumbuh dengan akar manusia, dan sangatlah penting untuk memberikan pendidikan bagi orang-orang agar mereka berubah. Jika yang dicari adalah hukum yang siap dibuat, ini dapat saja dibeli dari berbagi konsultan yang ada. Namun yang ada hanyalah hukum. Masyarakat masih saja melakukan hal yang sama dengan apa yang dulu sering mereka lakukan. Tidak ada perubahan. Ini adalah pelajaran bagi sejarah bangsa Asia. Dan menurut Saya, perkataan Mary memang benar adanya Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

ini ada catatan kuliah sosiologi hukum Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Huku | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

Ini kuliah catatan kuliah Hukum sosiologi Posted in S2. Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Hukum Kebijakan Publik Posted by mujiburrahman on September 4. 2009 .

Pustaka Sinar Hrapan. New Jersey. Prentice-Hall. 1977.I. Bina Aksara. Bandung.ini catatan yang terakhir dari kuliah matrikulasi hukum kebijakan publik Posted in Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Sosiologi Hukum Posted by mujiburrahman on October 9.M. Rineka Cipta. Media. III. 1987. 1988. Sosiologi Hukum. Rijkschroeff. B. Whelan. Jakarta. Jakarta.G.R.Jakarta .A. Jakarta. Teori Umum Hukum dan Negara. Alvin S. Englewood Cliffs. Friedman. 1994. Sosiologi Moralitas. Hukum dan Sosiologi Hukum. Jakarta. II. Adam Podgorecki & Christopher J. 2004. Hans Kelsen. CV. Pendekatan Sosiologi Terhadap Hukum. Bambang Widodo Umar Buku Acuan : • • • • • • • • A. Raya Grafindo Persada . PT. Law & Society. Johnson. Hukum & Perkembangan Sosisl. Sosiologi. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Mandar Maju. 1986.Jakarta. Taufiq Abdullah. Yayasan Obor Indonesia. 2008 Dr. L. Peters & Koesriani. 2001. Soerjono Soekanto.

2001. Jakarta. Sosiologi hukum sbg pengetahuan yg bersifat multi disipliner approach. Jakarta. 2001. KULIAH 1 Konsep Dasar Sosiologi Hukum SOSIOLOGI : mempelajari masyarakat dlm konteks hubungan atau interaksinya antar warga. 2002. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara.• • • Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. HUKUM * Perwujudan nilai-2 normatif (abstrak) * Instrumen utk pengendalian sosial SOSIOLOGI Memenuhi kebutuhan konkrit (aturan main) dalam kehidupan msyarakat (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) Universalitas hukum itu diperoleh dg cara mengabstraksikan realita dg pola perilaku manusia. Jakarta. Peradaban. SOSIOLOGI HUKUM : Ilmu pengetahuan ttg interaksi manusia yg berkaitan dg hukum dlm kehidupan bermasyarakat. Peradaban. Catatan Kriminalitas. ILMU HUKUM : mempelajari sekumpulan aturan-aturan untuk membimbing perilaku manusia yang diterapkan & ditegakkan diantara anggota masyarakat (Negara). kmdn dikembangkan dalam suatu norma sosial REALITA HUKUM FENOMENA Unsur-2 – Ciri-2 – Sifat-2 Definisi kategori klasifikasi NORMATIF SOSIOLOGIS . Jayabaya University Press. Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah. Ketika Kejahatan Berdaulat. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara.

(Aspek Kualitas) (Aspek Kuantitas) SOCIAL RELATIONSHIP (Causality) ABSTRAKSI HUKUM (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) PERILAKU SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) PERILAKU MASA LALU PERILAKU MASA DATANG PERILAKU TERAPAN • • • • • • • • • • Apa yg jadi motif Bgm pola perilakunya Apa ciri individu Mengarahkan Mengubah Mengendalikan Dari hasil belajar sosial Mencoba-coba Mempraktekkan POTENSI MANUSIA Kepaduan (cohesiveness) Komitmen (commitment) (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) MASYARAKAT NORMA UKURAN TTG SEJUMLAH PERI- .

PERSAINGAN (COMPETATION).LAKU YG DITERIMA & DISEPA-KATI SECARA UMUM OLEH MASYARAKAT (VOLKWAYS. BERPERASAAN) YG TERBENTUK DR PERILAKU MANUSIA MENJADI SEJUMLAH ANGGAPAN (Baca Sosiologi. CARA BERFIKIR. BENTUK-BENTUK SOCIAL RELATIONSHIP : KERJASAMA (COOPERATION).R. Hukum dan Sosiologi Hukum. CUSTOMS. B. LAWS). Rijkschroeff) TERPOLA KRITIS OBYEKTIF SUBYEKTIF REALITA HUKUM MENEKANKAN PD TUJUAN MENEKANKAN PD PROSES AKAL BUDI PERILAKU HUKUM . PERTENTANGAN (CONFLICT). PENYESUAIAN (ACCOMODATION). MORES. PENGUASAAN (DOMINATION). NILAI MENTALITA (AKTIVITAS JIWA.

(Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) HUKUM DAN MORALITAS (Emile Durkheim) Mayarakat KETERATURAN TINDAKAN OTORITAS Masyarakat KEPENTINGAN . Logika rasional (Pemikiran manusia = Wisdom). Paranormal. Otoriter (kekuasaan) Mistik (Dewa. Dukun dll). Ilmiah (pakar. Taufik Abdullah) KONSEP KEBENARAN KEBENARAN : Absolut (kitab suci). ilmuwan). KEBENARAN HUKUM → Normatif KEBENARAN SOSIOLOGIS → Bebas Nilai (values free) FAKTA SOSIAL KEBENARAN SOSIOLOGI HUKUM NORMA-NORMA Tidak sama dg kebenaran hukum (Baca Sosiologi Moralitas.

Taufik Abdullah) PENERAPAN HUKUM SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) ATMOSPHERE Suasana STRUKTUR FUNGSI/TUGAS PRESSURE Desakan Pengembangan & Pemeliharaan UNITY Kekompakan LEMBAGA .KOLEKTIF KETERIKATAN KELOMPOK Disiplin Ilmu Pengetahuan Otonomi Moralitas MILIEU SUI GENERIS (Baca Sosiologi Moralitas.

ideal. . perbuatan jahat dg menggunakan hukum sbg alatnya sulit dilacak karena diselubungi olh hk dan berada dlm hukum. Perubahan Sosial : keberadaan hukum hrs mengabdi pd kepentingan rakyat. Taufik Abdullah) PERKEMBANGAN HUKUM DLM MASYARAKAT Fungsi Sosial : sbg himpunan moralitas & wahana utk mencapai cita2 sosial (Durkheim). Masa itu hk dianggap satu-satunya perekat sosial. dipaksakan olh pemegang kekuasaan. Struktur Sosial : hukum lahir scr bertahap. SBG SARANA REKAYASA SOSIAL. Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama.PENEGAK HUKUM KEPATUHAN HUKUM KEWIBAWAAN HUKUM HUKUM NGR HUKUM ADAT (Baca Sosiologi Moralitas. dan utk menekan kaum borjuis (Karl Marx). cara berfikir kelas-2 sosial. bukan utk memecahkan masalah sosial. SBG ALAT KEJAHATAN. dan kelompok-2 kepentingan dlm masyarakat (Weber). Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada. (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) ASPEK BEKERJANYA HK DLM MASYARAKAT SBG SARANA KONTROL SOSIAL. Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku masyarakat. dipengaruhi olh kepentingan material. Law as a tool of crime.

apalagi dlm sistem sosial. Rijkschroeff) PEMAKNAANNYA : Interaksi Manusia mengandung tiga unsur. Tbg Ronny Nitibaskara) PARADIGMA HUKUM PARADIGMA I (Pra Normatif) PARADIGMA II (Normatif) NORMAL LAW ANOMALI LAW REVOLUTION KRISIS ANOMALI BARU PARADIGMA : PANDANGAN FUNDAMENTAL TTG APA YG MENJADI POKOK PERSOALAN (SUBJECT MATTER) DALAM HUKUM NORMAL LAW dst (Baca Sosiologi. yaitu : Tindakan (act).R.(Baca Ketika Kejahatan Berdaulat. sesuatu (thing). maupun jiwa yg melatar belakangi penerapan hukum. baik menyangkut falsafah. Hukum dan Sosiologi Hukum. intelektualitas. Hukum yg dimaksud bukan saja hukum dlm arti tertulis tetapi juga yg tidak tertulis. Hukum memiliki daya mengatur jika scr relatif sdh dipersatukan dlm kelompok-2 sosial. dan makna (meaning). . B.

Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif di dalam masyarakat. Hukum dan Sosiologi Hukum.Hukum bersifat memaksa ttp paksaan itu bukanlah merupakan syarat utama. kemanfaatanlah yang menjadi ukuran utama. (Baca Sosiologi. Obyek Sosiologi hukum : karakteristik hukum masyarakat. organisasi formal dan sosial. kelembagaan sosial. Paham laissez faire laissez aller – biarlah setiap angt masyarakat menyelenggarakan sendiri kemakmurannya Dua unsur pokok ngr hukum (Imanuel Kant) : 1. Perlindungan thd HAM. ideologi. Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat. Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat. 2. B. Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat. MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI HUKUM Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dalam masyarakat. Rijkschroeff) NEGARA HUKUM Eropa Kontinental – Ngr Hk adl ngr yg berdiri di atas hk yg menjamin “keadilan” kpd wrg ngr nya (Aristoteles) Keadilan merupakan syarat bagi terciptanya kebahagiaan hidup utk wrg ngr dan sbg dasar ap keadilan itu perlu diajarkan rasa susiak kdp setiap manusia. Pemaksaan itu lebih utk melindungi sistem sosial daripada hukum.R. dan dinamika sosial. Adanya “pemisahan kekuasaan” Tipe Ngr Hk : Ngr Kesejahteraan (welfare State) (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) .

Supremacy of the law. SALING MELENGKAPI. Tiga unsur rule of law : 1. tanpa diterima olh rakyatpun hk tetap berlaku (Kelsen) Hukum berdaulat kr bersumber pada kesadaran hk rakyat. (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) KOMPONEN YURISPRUDESIAL SOSIOLOGICAL Fokus Peraturan-Peraturan Struktur Sosial Proses Logika Perilaku Cakupan Universal Bervariasi Perspektif Partisipan Pengamat Kegunaan Praktis Alamiah Tujuan Pengendalian Keseimbangan MODEL HUKUM (Donald Black) PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS. DAN SALING MEMBERIKAN SUMBANGAN DLM APLIKASI . Hak asasi tdk bersumber pd konstitusi/UUD (penegasan)ttp sdh ada sejak manusia dilahirkan KEDAULATAN HUKUM Sbg kelanjutan dp keadaulatan rakyat.Anglo Saxon– tdk mengenal ngr hk ttp mengenal “the rule of law” – pemerintahan olh hukum (Dicey – kelanjutan dr ajaran John Locke). 2. Hukum yg baik adl hukum yg dierima olh rakyat karena mencerminkan harapan rakyat. DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT. Equality befor the law (kdkn sama di dpn hk) 3. Hukum berdaulat kr sifatnya imperatif.

dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis. Hukum dan Sosiologi Hukum.R. Apakah tujuan yg dikehendaki hukum sama dg efek peraturan itu dlm kehidupan masyarakat. Sistem Hukum Eropa Kontinental (Civil Law) Dari Romawi berkembang ke Jerman. B. Rijkschroeff) REALITAS HUKUM (Law on books & Law in action) Terjadinya perbedaan karena : Apakah “pola tingkah laku sosial” tlh mengungkapkan materi hk yg diumuskan dlm peraturan. karena hakim hanya menerapkan dan menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya.(Baca Sosiologi. . Dengan kata lain. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Apakah keputusan pengadilan sama dg apa yg diharuskan dlm peraturan. Indonesia Bahwa hukum itu memperoleh kekuatan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi.L KIMBAL) (Baca Sosiologi. Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakanhukum baru.R. Adagium: “tidak ada hukum selain undang-undang”. Hukum dan Sosiologi Hukum. * SIKAP AMBIVALEN MERUPAKAN PENGHALANG BAGI TEGAKNYA HUKUM * KEKUASAAN YG TDK BERPARADIGMA HK MERUPAKAN PELUANG TERJADINYA PELANGGARAN HAM (D. Perancis. Rijkschroeff) KULIAH KE 2 SISTEM HUKUM 1. hukum selalu diidentikkan dengan undang-undang. B. Putusan hakim tidak dapat mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. Belanda. Italia.

Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu: Hukum Publik: Hukum Tata Negara. hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis. Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan2 hukum dan menciptakan prinsip2 hukum yang baru yang berguna bagi pegangan hakim2 yang lain dalam memutuskan perkara sejenis. Hukum Administrasi Negara. Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu hukum publik dan hukum privat. Sistem Hukum Adat Bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya. Bersumber pada putusan hakim/putusan pengadilan/yurisprudensi. Subyek Hukum Adalah pengemban hak dan kewajiban. AS. Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. 3. Hakim berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat. Sistem Hukum Islam Bersumber pada Al Qur’an. 4. Baca buku Hans Kelsen. Hukum Pidana Hukum Privat: Hukum Perdata. Siapa saja? Orang pribadi dan badan hukum (Criminal Justice System) 2. Teori Umum Hukum dan Negara. Sistem Hukum Anglo Saxon (Common Law) Dianut negara-negara anggota persemakmuran Inggris. Sunnah Nabi. maka melalui putusan2 hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum. Hukum Dagang 2. Masyarakat Hukum . Asas doctrine of precedent. Ijma dan Qiyas. Amerika Utara. Kanada. Sifat: tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyang.

Obyek Hukum Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum. 4. Rijkschroeff) MEMAHAMI MASYARAKAT . B. timbal baik. Peristiwa Hukum Merupakan perbuatan hukum yaitu segala perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan hak dan kewajiban 5. meliputi: materiil dan immateriil PRANATA HUKUM HUKUM DLM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL SOLIDARITASSOSIAL KESADARAN KOLEKTIF (Collective Conscience) MEKANIS ORGANIS HUKUM REPRESIF HUKUM RESTITUTIF Masyarakat segmental Masyarakat modern (Baca Sosiologi. bersifat abstrak dan memerlukan adanya relation and communication. Peranan Hukum Terdiri dari hak (fakultatif) dan kewajiban (imperatif).Kumpulan dari subyek hukum di dalam suatu masyarakat sebagai suatu sistem yang teratur dan hukum yang tercipta dalam hubungan dengan masyarakat itu sendiri. dan timpang 6. Hubungan Hukum Bisa sederajat.R. 3. Hukum dan Sosiologi Hukum.

pernafasan.Auguste Comte menggambarkan masyarakat : Statika Sosial : Menganalogikan masy spt “onatomi” tubuh manusia yg terdiri dr organ. Kemajuan dimaksud terutama menyangkut segi material. Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial PERUBAHAN SOSIAL DLM KONTEKS PEMBANGUNAN Perubahan sosial adl transformasi dalam organisasi masyarakat. sirkulasi darah dll. proses berlangsungnya kehidupan masy (perubahan sosial) yg bersifat diakronik. utk menggambarkan pertumbuhan organik dr embrio ke arah kedewasaan. kelompok. PEMBANGUNAN Kata “Pembangunan” secara umum diartikan sbg ush utk memajukan masy & warganya. & gaya hidup manusia yang berlangsung dlm kehidupan bersama sbg masyarakat. Hal ini = mempelajari masy dlm keadaan dinamis. Ada perbedaan prinsipiil antara konsep pembangunan yg dianut olh “ngr berkembang” dg pembangunan “ngr maju” (Adikuasa). shg pembangunan sering diartikan sbg kemajuan yg dicapai masy hanya di bidang “ekonomi” dengan tdk melihat segi moralitas manusia. dalam pola berfikir dan dalam pola perilaku pd wakt tertentu (Macionis). Proses penggantian nilai-nilai budaya & institusi-institusi sosial dalam konteks struktur dan organisasi masyarakat. Kesimpulan : Perubahan sosial mengacu pd variasi hubungan antar individu. menyangkut pula orientasi berfikir. . Di Ngr berkembang persoalan pembangunan adl bgm mempertahankan kehidupan sos. organisasi. kultur dan masyarakat pd wakt tertentu. & bgm meletakkan dasar-dasar ekonomi kehidupan masy yg mampu bersaing di pasar internasional (Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan pembangunan manusia (human development) . Perubahan sosial adl perubahan pola perilaku. hub sosial. Perubahan sosial adl modifikasi dlm pengorganisasian masyarakat (Persell). lembaga dan struktur sosial pd wkt tertentu (Farley). kerangka & jaringan. Dinamika Sosial : Menganalogikan masy spt berfungsinya tubuh manusia. Hal Ini = mempelajari masy dlm keadaan statis sbg pendekatan yg bersifat sinkronik. metabolisme.

dan kepastian terjelma menjadi bangsa yg beradab atau sebaliknya menjadi bangsa yg primitif. Antara “Perubahan Sosial” dg “Pembangunan” terdapat hubungan yang bersifat : Resiprokal : saling berbalasan. Segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dari hasil pertentangan dua hal & yg kemudian bertentangan dg yg lain shg menimbulkan hal yg lain lagi. dan kebijakan dilandasi imajinasi. juga saling mengisi atau saling mengurangi. Pola Siklus : perkembangan masyarakat laksana st roda.Di Ngr maju (adikuasa) persoalan pembangunan adl bgm melakukan ekspansi lebih lanjut bagi kehidupan ekonominya yg sdh mapan. Metafisik & Yuridis: jembatan perubahan dr bentuk masyarakat militer dg masyarakat industri. penelitian tdk dihargai. kebijakan masih dilandasi pd imajinasi ttp mulai bergeser kearah landasan penelitian. . Spenser : struktur sosial berkembang secara “evolusioner” dari struktur yg homogen ke arah heterogen. POLA PERUBAHAN SOSIAL Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial Unlinear : perkembangan masyarakat tidak selalu menuju kearah kemajuan tetapi bisa juga ke arah kemunduran (primitivisme). 3. 2. 1. semua konsepsi teoritik didasarkan pd pemikiran mengenai adikodrati. majemuk. Ilpengtek & Industri: industri mendominasi hub sosial & produksi jadi tujuan utama masy. Dialektika : penalaran dg dialog sbg cara utk menyelidiki suatu masalah. Teologis & Militer : semua hub sos bersifat militer. kadang di atas kadangkala turun ke bawah. imajinasi tergeser olh hasil penelitian & konsepsi-2 teoritik. Perubahan struktur sosial sll diikuti dg perubahan fungsi sosial. Masy sederhana bergerak maju scr evolusioner ke arah ukuran lebih besar. masy/pok bertujaun menundukkan masy/pok lain. saling bermanfaat. terpadu. Pola Linear : Perkembangan masyarakat mengikuti pola yg pasti. 2. saling tergantung. Auguste Comte – Tiga tahap dlm peradaban: 1.

atau laksana tahap perkembangan seorang manusia melewati masa muda. Modernisasi). Perburuhan. Demoralisasi. Disorganisasi. Indian. Peranan Keluarga dll).Oswald Spengler : kebudayaan tumbuh. (Evolusi. Polarisasi. FAKTOR APA YG TERKANDUNG DLM PERUBAHAN. dan akhirnya punah ( contoh : bangsa Yunanai. (Tradisional. Revolusi dll). Erosi Kepemimpinan dll). MENGAPA TERJADI PERUBAHAN. Invensi. BAGAIMANA KECEPATAN DARI PERUBAHAN. Pembagian Kerja. Reformasi. (Kesenjangan budaya. Involusi. MASALAH YG MENJADI PERHATIAN DLM PERUBAHAN SOSIAL APA YANG BERUBAH. dewasa. KEMANA ARAH PERUBAHAN. Aborigin dll). BIDANG-2 YG TERKAIT DLM PERUBAHAN SOSIAL PELEMBAGAAN PERUBAHAN KEYAKINAN SENTIMEN/PERASAAN TEKANAN/STRESS KETEGANGAN/STRAIN GOAL (Pencapaian tujuan) ADAPTATION . Romawi. berkembang kemudian lenyap. (Inovasi. tua. Difusi dll). berkembang & pudar laksana gelombang yg muncul mendadak. (Kependudukan.

(Penyesuaian) PERSONAL INDIVIDU INDIVIDU KOMUNIKASI SOSIALISASI KONTROL SOSIAL PERINGKAT SOSIAL STATUS/PERANAN KEKUASAAN FASILITAS INTEGRATION (MempersatuKan) FORMAL SOSIAL ORGANISASI BOUNDARY MAINTENANCE/ TAPAL BATAS/ ARAH SYSTEMIC LINKAGE/ .

PEREKATAN TUJUAN SISTEM SOSIAL NORMA SANKSI LATENCY (Membentuk pola perilaku) BUDAYA MASYARAKAT PROSES UNSUR-UNSUR FUNGSI STRUKTUR DIMENSI Baca: buku Sosiologi Sistematik EKONOMI TRADISIONAL FOKUSNYA ADL : Proses sosial yg memungkinkan elit ekonomi & politik mengelola alokasi sumberdaya produksi PERAN KEKUASAAN DALAM KEPUTUSAN EKONOMI MRPKN PIJAKAN UTAMA. EKONOMI MODERN FOKUSNYA ADL : .

POLITIK (ORIENTASI KEKUASAAN) EKONOMI (ORIENTASI PROVIT) SOSIAL (ORIENTASI MORAL) PEMBANGUNAN (ORIENTASI MATERIAL) INTERFACE DALAM PERUBAHAN SOSIAL PERUBAHAN SOSIAL PERKEMBANGAN TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOSIALIS LIBERALISME MASHAB KLASIK Free fight compatation Invisible hand devision of labour spealization KEHANCURAN . baik oleh lembaga swasta maupun pemerintah utk mempertahankan/memperbaiki “standar kualitas hidup manusia”.Alokasi efisien atas sumberdaya produksi scr berkesinabungan dg memperhatikan mekanisme sosial politik.

EKONOMI LEPASNYA PAHAM MANUSIA DALAM IKATAN-2 KOLEKTIF MENUJU INDIVIDUALISM WELFARE STATE DEMOKRATISASI POLITIK CHECKS & BALANCES PERKUATAN KEKUASAAN YUDICEEL AMERIKA SERIKAT BANTU → NEGARA.EROPA (Trickle Down Efect) ROSTOW SUKSES NEGARA-2 ASIA AFRIKA AMERIKA LATIN GAGAL FAK INTERNAL .

FAK EKSTERNAL MUNCUL NEGARA PHERY-PHERY (NGR PINGGIR) METROPOLITAN (NGR PUSAT) KETDK SEIMBANGAN EKONOMI NGR BERKEMBANG DG NGR MAJU EKSPLOITASI NGR MAJU THD NGR BERKEMBANG COMPARATIVE ADVANTAGE PSIKOLOGI – VIRUS N’ACH KEBUD SPIRIT KREATIFITAS RASIONAL KETERGANTUNGAN SUATU NGR KPD NGR LAIN AWAL PERKEMBANGAN → EKONOMI POLITIK EKONOMI PEMBANGUNAN KESEIMBANGAN DLM .

masing-2 berusaha merebut kekuasaan. . legislatif & yudikatif Krisis kekuasaan yudiceel yg disebabkan oleh jumlah gol semakin membesar.PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PEMBANGUNAN POLITIK DALAM HAL : NEGARA BANGSA NEGARA KESEJAHTERAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (UNDP) KEAMANAN MANUSIA (HUMAN SECURITY) FAKTOR PENYEBAB SELESAI PD I & II AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL (Abad ke-20) Jumlah penduduk dunia meningkat sangat tinggi Tuntutan bangsa untuk merdeka meningkat Polarisasi kekuasaan berkembang meluas Berkembangnya organisasi & oligarkhi menuntut perluasan spesialisasi Bertambah lebar jurang pemisah antara yang memerintah dg yang diperintah Hilangnya keseimbangan antara kekuasaan eksekutif.

PERGESERAN SISTEM HUKUM CIVIL LAW (Eropa Kontinental) Peranan ngr dlm pembuatan UU dominan Hk tertulis sbg andalan bagi kepastian hk CAMMON LAW (Anglo Saxon) Hk tertulis & konvensi Mendapat tempat yg penting Hakim dpt membuat hk mll Vonis-2 tanpa hrs terikat pd hk tertulis Keadilan diutamakan ORIENTASI CAMMON LAW CIVIL LAW KOMPONEN PEMBUATAN FUNGSI PELUANG Partisipatif dg mengundangkan seluas-luasnya parmas baik scr individu maupun kelompok Aspiratif.Perundang-undangan yg lambat mengantisipasi. ekonomi).sip scr rinci & ketat shg tdk dpt diinterpretasikan scr sepihak olh pmrth. shg kekuasaan yudiceel dipengaruhi oleh kekuatan-2 dominan dlm masyarakat (politik. kecuali hal-2 teknis Sentralistik karena pembuatannya lbh banyak ditentukan olh lbg-2 ngr trtm pemerintah . memenuhi kehendak masyarakat yg dkontestasikan scr demokratis Limitatif karena memuat kttn prin.

dmn interpretasi sekedar menyangkut hal-2 teknis MASYARAKAT ALIH-ALIH PELEMBAGAAN HUKUM GOVERNMENT POLITIC (Subyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION NORM (Obyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION SANCTION (Internalisasi) ALL OTHER SOCIETAL ALL PERSONAL FORCE STATE Rule Occupation (Baca Sosiologi.Positivis instrumentalis dlm arti isinya lbh mencerminkan kehendak atau alt justifikasi atas program yg akan dilakukan pmrth Interpretatif krn hanya memuat mslh-2 pokok utk ditafsirkan dg prtn rendah yg dibuat olh pemrth. Hukum dan Sosiologi Hukum. B.R. Rijkschroeff) FEED BACK PERUBAHAN SOSIAL vs NETRALITAS HUKUM TUJUAN HUKUM KEADILAN SOSIAL KEBENARAN .

PERMASALAHAN SOSIAL MENYANGKUT : Sistem kelembagaan. Folkways. Mores. Peranan lembaga. Pengorganisasian lembaga. Manajemen lembaga. . Sarana dan prasarana. Fungsi lembaga.KEMANFAATAN SOSIAL ARUS POLITIK GLOBAL PEMBANGUNAN NAS PERUBAHAN SOSIAL MASALAH SOSIAL NETRALITAS HUKUM KEBERFIHAKAN HUKUM MASALAH SOSIAL Masalah sosial adalah penyimpangan perilaku individu maupun lembaga di dalam masyarakat sebagai akibat dari kebijakan atau penerapan kebijakan tidak tepat dalam mengelola masyarakat sehingga menimbulkan patologi sosial.

dr persoalan moral hingga mslh kenegaraan. Light.Customs & Law Bentuk-2 Permasalahan Manipulasi sentimen etnis dan agama untuk kepentingan elit politik Lingkungan hidup rusak akibat diskriminasi dlm peruntukan tanah. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Kornblum. Keller) Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. dan kebuasan eksploatasi sumber daya alam Marginalisasi hak hidup warga asli/suku terasing Rakyat kecil dipakai untuk mendukung politik massa Rakyat kecil di pelosok terperangkap dalam tarik-ulur politik lokal Kehidupan ekonomi kian mahal dan sulit DESAS-DESUS (Horton & Hunt. Kornblum. Smelser. PANIK (Horton & Hunt. Smelser. Light. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Menarik ketika terjadi ketegangan sosial. . lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. kaburkan tujuan. Dpt merusak nama baik (reputasi). Keller) Berita yg menyebar secara cepat. Tersebar karena orang perlu & suka.

terarah dan terencana selanjutnya terorganisasi. Awal mula gerakan dilakukan olh suatu kelompok yg merasa tdk puas thd suatu keadaan. gerakan reformasi. atau mereka yg merasa hidup kurang berarti.Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. individualisme. gerakan revolusioner. kekejaman. pribadi kecewa. GERAKAN SOSIAL (Horton & Hunt. Keller) Pembangkangan sipil adl penyimpangan hk secara umum dan terbuka karena terdorong oleh kata hati serta pandangan moral. disertai dengan kesediaan menerima sanksi hukum. gila materi & jabatan. penyaluran kegagalan. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. gerakan ekspresif. Contoh: Gerakan demo. Smelser. Light. Faktor pendorong: kemiskinan. Aksi ini merupakan tindakan politik yang bukan merupakan tindakan kekerasan dengan tujuan untuk mengubah hukum atau kebijakan pemerintah. gerakan utopia. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. Semula bentuk gerakan tidak terorganisasi. Kornblum. Light. korupsi yg parah. Reformasi 1998). ketidakadilan. konsumerisme. Keller) Perilaku masa yang melakukan kegiatan secara berkesinabungan untuk menunjang atau menolak kebijakan yg dianggap merugikan masyarakat atau kelompok. Aksi tsb merupakan teknik paksaan tanpa paksaan yang menggunakan tuntutan dr sejumlah orang yang rela menderita demi menegakkan suatu pandangan moral. (KAMI 1966. hedonisme dll CIVIL DISOBEDIENCE (Horton & Hunt. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Pembangkangan sipil disebabkan kr muncul-nya kasus-2 yang berkaitan dengan adanya perasaan kurang puas atas sistem hukum yang tidak adil. . Smelser. Kornblum.

Pelacuran STEREOTIPE Kesan (pandangan salah. disorganisasi sosial. Inter-dependensi antara disorganisasi sosial dan lingkungan budaya yg buruk merupakan rangsangan bagi orang normal menjadi sakit sosial (sosiopatik). Dengan kata lain tuntutannya benar-benar utk kepentingan bangsa dan negara. Perjugian. disiplin. . Alkoholisme. Pembangkangan sipil bisa mencapai tuntutan yang dikehendaki apabila memiliki disiplin diri yg kuat dari para pelaku. Citra kaku tentang suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. Bentuknya : Kemiskinan. hingga disintegrasi sosial. Cara ini umumnya berlaku di negara-negara demokrasi di mana para pelaku telah memiliki kesadaran cukup tinggi dlm hidup bernegara. dan tdk mengarah ke tindakan kekerasan. hidup rukun bertetangga. ketidakmampuan menyesuaikan diri (malajusment theory). pola kesedarhanaan. moralitas. shg melahirkan kesenjangan sosial. Kejahatan.Pembangkan sipil diilhami oleh pemikiran bhw keadilan yg berlaku di masyarakat hanya untuk golongan tertentu saja dan kurang memperhatikan golongan yang lain. prasangka) tentang ciri-ciri tertentu (khusus) kelompok luar yang telah diterima secara luas oleh masyarakat. Sasarannya ialah membangkitkan perasaan simpati masyarakat dan mempermalukan partai dominan agar partai dominan mau membuat kelonggaran. solidaritas kekeluargaan. Narkotika. kebaikan dan hukum formal (Penyakit Masyarakat). hak milik. Social disobidience = Paksaan tanpa kekerasan (nonviolent coercion) sbg teknik perlawanan (non resistance) atau perlawanan pasif (pasif resistance). kesenjangan (deprivasi). Stereotype mungkin ada benarnya. Pelacuran. PATOLOGI SOSIAL Semua tingkah laku yg bertentangan dg norma kebaikan. Teori dasar: ketidakpuasan (discontent theory). stabilitas lokal. tetapi tidak seluruhnya benar. Perkembangan tdk seimbang dr macam-2 bag kebudayaan. Kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang besifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif. kelambatan kultural (cultur lag).

tanpa perhatian. ketidakseimbangan diri Keterasingan diri atas karyanya di dlm masyarakat atau kelompok. sehingga menimbulkan kesenjangan dlm kesejahteraan dan kemampuan kedua lapisan tersebut.l kesenjangan dlm kesejahteraan. ANOMALI Anomali adalah proses penyimpangan fungsi-fungsi lembaga dalam masyarakat yg tdk segera diperbaiki peranannya sehingga menimbulkan kegalauan atau keadaan anomi. berlaku scr konsisten. dan digunakan sebagai pedoman sikap & perilaku oleh warga masyarakatnya. dan tersingkir dlm kehidupan. disertai perasaan tanpa norma. Cara menerapkan nilai lama tidak sesuai dg perkembangan. tanpa arti. ketidakberartian. Bentuknya berupa pelanggaran thd norma-norma sosial yg tlh melembaga atau mapan. sedangkan cara baru belum ada. ANOMI Kondisi sosial yg tidak memiliki seperangkat nilai & sistem penerapannya yang diyakini benar. tidak ada sanksi yg efektif. POLARISASI Proses terjadinya dua lapisan dlm masyarakat (lapisan atas dan lapisan bawah) yang menunjukkan perbedaan sikap dan kemampuan dalam merespon (menyerap) ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil-hasil pembangunan sedemikian rupa.ALIENASI Keterasingan. tanpa daya. tanpa kemampuan. akses dlm berpolitik dll. INVOLUSI . keterpencilan. & tidak melakukan perubahan scr substansial cara utk mengatasi masalah. terisolasi. ketidakberdayaan. Bentuk a. Nilai-nilai lama telah ditinggalkan sedangkan nilai baru belum terbentuk. merasa rendah diri. pendidikan.

kebanggan hanya pada lambang-lambang kesuksesan. agresif. materi dan panik EROSION PATRON-CLIENT Pengikisan hubungan ketergantungan antara Klien (yang dipimpin. mekanisme. Pemimpin) disebabkan oleh menguatnya nilai kesadaran rasional di satu sisi. serta berfikir dan bertindak scr ekonomis. mabuk kekuasaan. dilindungi. fungsi-fungsi. Criminal Organization : Suatu organisasi yg didirikan oleh . Konsep kejahatan sering dilihat dr aspek kegarangan tindakan (Feloni = kejahatan serius. dlm konteks mekanisme daya tahan masyarakat (defence-mechanisme). lembaga-lembaga. anggota) terhadap Patron (Pelindung. kemerosotan kebudayaan kr ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kehidupan sosial sudah mencapai bentuk yang pasti. kepekaan sosial menghilang. brutal. status-status. di sisi laian melemahnya nilai ketauladanan dan rasa tanggungjawab) Patron sbg pengaruh dr orientasi materi yg menonjol. hingga sikap sosial mengalami dehumanisasi. KRISIS Krisis adl proses melemahnya daya pengikat sosial berupa nilai-nilai. Pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran (Garofalo). Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok (Thomas). justru terus berkembang hingga menjadi semakin rumit. peranan-peranan. Misdemeanor = kejahatan yg kurang serius) Organized Crime : Suatu tindak kejahatan yg dilakukan oleh sekelompok orang scr sistematis (modus operandi). namun tidak berhasil diseimbangkan atau diubah menjadi suatu pola baru. persepsi sosial menjadi kabur. tata-cara hidup dalam masyarakat Bentuknya berupa kontradiksi-kontradiksi sikap dan tindakan dlm bentuk arogan. Bentuknya berupa peningkatan teknik melangsungkan kehidupan atas dasar ketertutupan (exclucivisme). anarkhi di masyarakat dalam menghadapi setiap kebijakan yg dianggap tidak selaras dengan pendapat umum CRIME Crime is societal problem not criminal justice problem (Radcliff Brown).Involusi adalah kemunduran.

Cyber crime (kejahatan maya.para penjahat utk mengoptimalkan pencapaian tujuan (punya struktur organisasi yg jelas. baik berasal dr ngr pengeksport yg kondisi alat angkutnya buruk. Pasar gelap (black market) barang-2 terlarang spt makanan. container. cargo air transportation. Penyebaran hama & penyakit mll bahan makanan import kadaluarsa. debt collector). memanfaatkan teknologi komunikasi. minuman. diplomatic bag dll). menggunakan akumulasi kekuasaan State Organized Crime : tindakan yg menurut hk ditentukan sbg kejahatan & dilakukan olh pejabat pmrth dlm menunaikan tugas dr negara Crime againts humanity : 1) kejahatan perang. pemalsuan restitusi pajak. Pelecehan sex dan child abused. 2) pembersihan etnik (genocide. Kejahatan asuransi. memiliki keanggotaan tetap. Penggelapan pajak. transpotasi (kapal curah. 3) perbudaan dll. pecurian pulsa telp. memiliki aksi kejahatan yang berkelanjutan. Pemalsuan merk dagang terkenal & pembajakan hak paten. Penyalahgunaan credit card. drug mll pengemasan & peredaran yg tdk konvensional (pembuangan limbah 3B. maupun yg tertahan di pelabuhan tujuan. menggunakan peralatan teknologi. TERORISME . kejahatan yg bersumber dr tekanan psikologis akibat kerja berat & diburu wakt. KEJAHATAN PD MASYARAKAT INDUSTRI Penyelundupan (smuggling) sbg bentuk kejahatan konvesional yg berdimensi baru. money laundry.

penguasa & rakyat dengan menimbulkan rasa takut. Label yg mengandung pesan moral & politik utk kejahatan yg dilakukan olh orang-2 yg memiliki kedudukan sosial tinggi & terhormat dlm pekerjaannya (para pengusaha & eksekutif). Kecenderungan para penegak hukum untuk mengarah ke upaya memperluas atau mempersempit pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak pembuat peraturan hukum dan ketetapan tersebut. Berlindung di balik jabatan. JUDICIAL CRIME Kejahatan yang dilakukan olh aparat penegak hukum dlm konteks jabatan & kekuasaan untuk menetapkan seseorang atau sekelompok orang salah atau tdk bersalah dg cara menyimpangkan perkara dari tujuan hk shg menguntungkan diri sendiri & merugikan fihak lain yg berperkara serta merusak tatanan hukum. 4. 2. WCC menggugurkan teori yg menyatakan pelaku kriminal adl orang-2 yg berasal dr kelas sosial & ekonomi rendah. Digunakan olh kelompok yg hanya memperoleh dukungan kecil. Kegiatan tdk sah tanpa menggunakan kekerasan scr langsung teruama menyangkut penipuan. Berbagai tujuan terorisme : menarik perhatian dunia. tetapi memiliki keyakinan yang teguh atas kebenaran tujutannya. Dilakukan dlm konteks kewenangan. Menguntungkan diri sendiri maupun kelompok.Strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kekerasan atau ancaman kekerasan utk memaksa pemerintah. JUDICIAL ACTIVISM Hakim yg mengembangkan atau memperluas pengertian hukum dan peraturan konstitusi yang berlaku dengan menggunakan interpretasi hukum menurut pendapatnya sendiri. dan balas dendam. penggelapan dan manipulasi. 5. mendukung revolusi. 3. penyesatan. Dilakukan dlm konteks sindikat. penyembunyian informasi. mengacaukan stabilitas pemerintahan. WHITE COLLOR CRIME Ciri-2 WCC menurut Laura Snider : 1. Akibat yg ditimbulkan meluas. CRIMINAL LAWYER .

jaksa maupun hakin dlm membuat berita acara.Aktivitas lawyer yang menjadi langganan pelanggar hukum baik perorangan maupun terorganisir. Keamanan pendidikan. mempengaruhi polisi. Keamanan hak-hak manusia. Anak dan lansia. Jiwa & bencana. EXTRA JUDICIAL CRIME Lembaga yg terbentuk kr ketidakpuasan masyarakat atas kinerja para penegak hukum. dg cara menyuap aparat gakkum. Human security sbg Sistem keamanan yg Berlawanan dengan Sistem State sesurity PENDEKATAN DLM KEAMANAN MANUSIA : • • Pengusangan perang. hingga mengancam keselamatan hakim. Masyarakat melakukan upaya penegakan hukum menurut pandangan & cara-cara mereka sendiri. . Keamanan informasi. Keamanan hak cipta. menuntut hingga menyidangkan perkara. Keamanan kerja. mengatur pertemuan yg bersifat tersembunyi. Keamanan perempuan. Pekerjaannya : merekayasa alibi. Keamanan makanan. Keamanan perjalanan. Keamanan kesehatan. Pengusangan kekerasan. HUMAN SECURITY (Keamanan Manusia) MULTI FASET KEAMANAN MANUSIA : • • • • • • • • • • • • • Keamanan kultural & agama. mengaburkan peristiwa/perkara mll mass media. Keamanan harta milik. Masyarakat tdk mempercayai integritas moral para penegak hukum kr aparat tlah melakukan penyalahgunaan wewenang & memberi perlindungan thd praktek-2 kejahatan. Masyarakat mengganggap tindakannya mrpkn tindakan suci (mahatma) & mrpkn hk positif. Juga menakuti saksi. Keamanan keluarga & Kediaman.

perjalanan). Kesehatan. Keseimbangan biomassa. tanah. Multikulturalisme & multirelijionisme.• • • • • • • • Demokratisasi politik. Ekoteknologi. kunci. alarm. jaga malam. harta. Perubahan umur kerja. Ekologi. Praktek dokter. patroli. tawar-menawar secara kolektif (collective bargaining) Biaya pemerintahan (government budgeting). kendaraan. Perpecahan keluarga. Akutansi. Pelestarian lingkungan. usia lanjut. Pengawalan. senjata api. Hak intelektual. ekonomi & hukum (peradilan) Keadilan hukum. rumah. INDUSTRI KEAMANAN : • • • • • • Asuransi (pendidikan. Kemiskinan mayoritas. Detektif swasta. Hak manusia dg relativism kultural. foto kamera). . inflasi. Trans-nasitional crime. Pengamanan fisik (pagar. Informasi. Bencana alam. PROBLEM SOSIAL MASA KINI (Makro) Upaya mempersenjatai diri dan upaya mengurangi persenjataan (armament and disarment) Masalah Hak Asasi Manusia Alih teknologi. TANTANGAN KEAMANAN MANUSIA MASA DEPAN : • • • • • • • • • • • • Pangan. kecelakaan. air. udara. pekerjaan. Terorisme. mata elektronik. Penyelesaian konflik scr damai. Radikalisasi agama.

Perubahan tata-nilai dlm kesenian (musik). Hak sipil dan politik lainnya (berkumpul. Restrukturisasi sosial (social restructuring) Keikutsertaan buruh dalam mengelola perusahaan. Perkawinan sesasama jenis. ras. mengelaurkan pendapat dll) Pembagian waris bagi wanita. gender. sistem peradilan dll Kebebasan vs kekerasan. kebangsaaan dst) Perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan dalam bidang khusus. dan /atau kemampuan melahirkan anak.Inovasi kelembagaan (institutional innovation). juga dalam hal penentuan kebijaksanan (codetermination) serta keterlibatan buruh dlm manajemen (worker’s self management) Hak atas non-diskriminasi (atas dasar jenis kelamin. Alokasi & peruntukan tanah. dll KONFIGURASI PROBLEM SOSIAL PROBLEM MAKRO STRATEGIS PROBLEM MESSO TAKTIS PROBLEM MIKRO TEKNIS GRAND THEORY MIDDLE RANCE THEORY LOWER THEORY . seperti lapangan kerja.

Perlindungan wanita. Analisis teoretis – suatu kajian untuk mengubah/menambah/ mengembangkan pengetahuan. Masalah Kemakmuran. Kepailitan Perusahaan. 3. 2. Masalah Mikro : • • • • • • Persaingan Usaha. Perbankan. Peranan lembaga. Analisis problematik – kombinasi dari analisis teoretis dan analisis praktis untuk mencari jalan keluar secara sistematis dlm konteks pemecahan mslh empiris.MASALAH KELEMBAGAAN MASALAH ORGANISASI MASALAH INDIVIDU Masalah Makro : • • • Masalah Keadilan. . Analisis praktis – suatu kajian untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan suatu masalah. Masalah Messo : • • • Sistem Penegakan Hukum. Fungsi Lembaga Arbritase. Dalam hal ini menempatkan proses dan problem dalam konteks sebagai suatu sistem. KULIAH KE 3 ANALISIS MASALAH Analisis merupakan kegiatan akal budi dlm rangka memecahkan masalah dan berupaya utk memperoleh jawabannya. Masalah Keamanan. Perlidungan konsumen. Jenis analisis : 1. Sistem Kepolisian Nasional.

3. Penalaran yuridis adalah proses suatu berfikir dalam rangka mengidentifikasi hak-2 dan kewajiban-2 spesifik dari orang-2 tertentu. Induksi. adil dan manusiawi.4. Jenis-2 Argumentasi : 1. Penalaran adalah proses berfikir dari premis ke premis utk mencapai kesimpulan. Secara teknik dijabarkan ke dalam enam langkah : Memaparkan selengkap mungkin fakta dari suatu peristiwa yang menimbulkan masalah. Bentuk dasarnya adl silogisme. Prosesnya membanding-bandingkan sejumlah kejadian atau fakta. . Deduksi. Analisis yuridis – cara berfikir yg terpola & terarah pd sistem kaidah hukum positif dan kenyataan di masyarakat. Hasilnya disebut argumentasi. obyektif. serta utk menyelesaikan kasus scr imparsial. 2. Tujuannya utk memelihara stabilitas dan prediktabilitas (menjamin ketertiban dan kepastian hukum). Argumen deduksi = mengeksplisitkan kesimpulan yg sdh ada dlm premis-2 scr tersirat. Mengidentifikasi sumber hukum yang aplikabel. Argumen abduksi = berdasarkan sebuah kenyataan konkret yg dipandang sbg problematika. selanjutnya berdasarkan kesamaan-2 dan perbedaan-2 menarik kesimpulan umum. Abduksi. Hakekatnya merupakan penerapan premis umum pada premis khusus atau premis mayor pada premis minor. disugestikan ke sbh aturan umum utk menyelesaikan kejadian khusus ttt. Argumen induksi = berdasarkan premis-2 khusus utk menarik kesimpulan umum.

Data dapat berupa data kualitatif yaitu yang tidak berbentuk angka yang diperoleh dari wawancara. dalil. atau menangkap. sehingga arti konsep sebenarnya adalah tangkapan. Jadi konsep adalah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari suatu fenomena. misalnya gejala-gejala atau kejadian alam. Hasil dari suatu penelitian berupa fakta-fakta yang diungkapkan dalam bentuk proposisi-proposisi. mengandung. Dalam bahasa Indonesia. Konsep dinyatakan dalam sebuah kata atau kalimat. tujuan kemasyarakatan) yang melandasi aturan-2 tersebut. Mensintesiskan aturan-2 hukum yang aplikabel ke dlm suatu struktur koheren yang di dlm nya aturan yang lebih spesifik dikelompokkan ke bawah aturan yang lebih umum. menstrukturkan dan mengkualifikasi fakta yang relevan shg tampil peristiwa hukumnya. Jika intelek (akal budi) manusia mengangkap atau melihat sesuatu. . data diartikan sebagai keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis). maupun kuantitatif berbentuk angka yang diperoleh dari penjumlahan atau pengukuran. Menerapkan struktur aturan-2 pada fakta yang relevan utk menetapkan hak-2 dan kewajiban-2 yang diciptakan olh fakta tersebut dg mengacu pada kebijakan yang melandasi aturan-2 tersebut. Proses berfikir yuridis – Penalaran hukum = legal reasoning = argumen yuridis Fenomena adalah hal-hal yang dapat dilihat dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah. Dalam kegiatan kajian terhadap suatu masalah. Dengan kata lain konsep itu penyederhanaan dari fenomena KONSEP Data merupakan bentuk jamak dari datum. pengamatan. Dengan demikian fenomena-fenomena yang ingin diketahui akan terjawab setelah diperoleh fakta-fakta. Menelaah fakta yang diperoleh utk memilah. dan lain-lainnya. hukum. Fenomena itu kemudian diabstraksikan dengan konsep-konsep yaitu istilah atau simbolsimbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. baik berupa teori. Fenomena ini merupakan gejala atau kejadian yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Kata bendanya adalah conceptus yang berarti tangkapan.Menganalisis sumber-2 hukum utk menetapkan aturan-2 yang aplikabel & kebijakan (policy. fenomena merupakan “titik awal” dalam upaya mendapatkan informasi-informasi dan dijadikan suatu hal yang ingin diketahui. maka buah atau hasil dr tangkapan tersebut disebut konsep. digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. FENOMENA Kata konsep berasal dari kata latin concipere yang berarti mencakup. mengambil.

FAKTA TEORI Teori memiliki beberapa pengertian a. Seperangkat premis yg berhubungan scr logis baik linear maupun tdk linear dan dinyatakan scr sistematis utk menjelaskan gejala-gejala empiris. Asas atau hukum scr umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. data digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau paradigma. Seperangkat konsep yg berhubungan satu sama lain yg menggambarkan st fenomena dlm hubungan scr kausalitas dg tujuan utk menerangkan. bukti atau berita yg merupakan kenyataan. yg tidak perlu dibuktikan kebenarannya namun dpt diterima scr ilmiah (logis). teori tentang kejadian bumi. teori tentang pembentukan negara. Contoh Jika mahasiswa Universitas Jayabaya pernah mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain. maka mereka cenderung belajar secara aktif sehingga prestasinya cenderung lebih tinggi. teori ttg hukum dagang. Dalam suatu kajian. atau sesuatu yg benar-benar terjadi. Misalnya teori ttg mengendarai mobil.Jadi data adalah keterangan atau hasil dari pengamatan/ pengukuran baik berupa nilainilai maupun angka yang biasa dijadikan sebagai bahan dasar kajian atau analisis. artinya hubungan-hubungan tersebut benar-benar terjadi dan suatu peristiwa terbukti kebenaranya berdasarkan fakta. Dengan demikian jika hipotesis atau paradigma dinyatakan benar setelah diuji secara empirik. maka hubungan-hubungan informasi yang diprediksikan menjadi penyebab masalah benar. Fakta merupakan bentuk jamak dari factum. DATA Fakta berasal dari bahasa latin factum. TEORI FUNGSIONAL . l : Pendapat yg dikemukakan sbg keterangan mengenai suatu peristiwa. dan meramalkan fenomena. Misalnya. Keabsahan hasil pengujian itu tergantung pada kebenaran dan ketepatan data serta kecermatan analisis data. berarti peristiwa. PREMIS Rangkaian pernyataan mengenai hubungan antara dua atau lebih konsep.

meresahkan. Konflik dpt menimbulkan keadaan tidak enak. Status dan Opportunity seperti teori Status Frustasi. kekuasaan. Teori-teori Kultur. sehingga mereka mengindahkan nilai-nilai dan norma pergaulan hidup tersebut. ras. A. Comte. T. di mana orang-orang mempunyai ikatan erat dalam pengelompokan intermedier. Jika dalam pengelompokan membagi nilai dengan norma-norma yang sama. Dahrendorf. Teori ini lebih menekankan kepada masalah mengapa orang bereaksi terhadap kejahatan. Spenser) Kohesi sosial dalam masyarakat : Di setiap masyarakat senantiasa dijumpai suatu keterkaitan (kohesi). keyakinan agama. Grand Theory TEORI KONFLIK (Hobbes. Grand Theory Teori-teori Under Control atau teori-teori untuk mengkaji perilaku jahat seperti teori Disorganisasi Sosial. sehingga di dalamnya ada semacam struktur tertentu. Simmel. Slotkin) Konflik merupakan fenomena yg normal dan natural. maka masyarakat memiliki aturan dalam pergaulan hidup. Galtung. M. teori Netralisasi dan teori Kontrol Sosial. Dalam masyarakat seperti itu terdapat pengelompokan intermedier atas lembaga-lembaga kemasyarakatan. Teori Over Control yang terdiri dari teori Labeling. Weber. menegangkan. teori Kultur Kelas dan teori Opportunity yang menekankan mengapa adanya sebagian kecil orang menentang aturan yang telah ditetapkan masyarakat di mana mereka tinggal. Lower Theory ANOMI . Karl Maarx. Konflik sosial merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang menyangkut masalah ekonomi. menakutkan namun syarat bagi suatu perubahan. teori Konflik Kelompok dan teori Marxis. Teori ini secara umum membahas mengapa ada orang melanggar hukum meskipun kebanyakan orang tidak demikian. Coser.(Durkheim. Parsons. H.

Rebellion (pemberontakan) yaitu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak. EXCHANGE THEORY (Peter Blau) Premis-premisnya : Pertukaran sosial tidak simetris. Warga masyarakat mulai menyesuaikan diri dari menurut cara-cara sendiri. Retreatism (penarikan diri) yaitu keadaan di mana warga masyarakat melepaskan tujuan budaya sukses dan sarana-sarana sah. ttp dilandasi olh sistem stratifikasi berdasarkan kekuasaan dan wewenang. kehidupan menjadi seolah-olah tanpa pedoman. berusaha untuk mengganti atau mengubah seluruhnya. Ritualism (tatacara keagamaan) yaitu keadaan di mana warga masyarakat yang telah menerima tujuan dan sarana-sarana baru. karena tidak ditaatinya aturan-aturan yang telah mapan (aturan lama ditinggalkan sedangkan aturan baru belum ada).(Emile Durkheim) Anomi adalah keadaan deregulation dalam masyarakat. akan tetapi tdk terjadi perubahan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. orang sulit manangkap apa yang diharapkan dari orang lain baik untuk bersikap maupun bertindak. Conformity (menyetujui) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menerima tujuan dan sarana-sarana baru (legitimate mean) yang berkembang di masyarakat karena ada tekanan sosial. (R. Di sisi lain meskipun masyarakat memiliki sarana yang terbatas tetapi tidak melakukan penyimpangan. Meraka juga menginginkan utk mengubah sistem melalui social disobidien (pembangkangan sosial). namun saranasarana baru tidak kunjung diadakan. mereka melanjutkan pencapaian tujuan hidup dan percaya atas legitimasi sarana-sarana konvensional dengan mana kesusksesan akan dicapai. pecandu narkoba hingga puncaknya bunuh diri. sehingga keadaan menjadi galau atau membingungkan. . Masyarakat meredakan ketegangan dengan menurunkan skala aspirasi sampai pada batas yang bisa mereka capai daripada mengejar tujuan budaya kesuksesan yg hanya ilusi.K. Masyarakat masih ada yang percaya dengan cara-cara lama untuk mencapai tujuan. namun beralih menggunakan sarana baru jika menemui halangan terhadap cara yang digunakan untuk mencapai kesusksesan.MERTON) Innovation (pembaharuan) adalah keadaan di mana tujuan dalam masyrakat diakui dan dipelihara. misalnya dengan mabok-mabokan.

status yg rendah ditentukan olh status yg tinggi. Harus ada kontrol intemal maupun ekstemal. Premis teori Kontrol Sosial : 1. khususnya terhadap tingkah laku remaja. Dalam organisasi hubungan yg asimetris dilestarikan melalui kekuasaan yg memaksa. 2. Ketaatan thd hukum (law abiding). Proses sosialisasi yang ade quat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuen. yakni self report survey. dan (3) Teori Kontrol Sosial dikaitkan dg teknik penelitian. teori ini kurang menganalisis masalah kriminal dan hanya mengarah pada subyek perilaku menyimpang. Kekuasaan dan otoritas dalam masyarakat sangat tergantung pd hasil perbandingan cost dan reward yg menguntungkan semua pihak. TEORI LABELING (Micholowsky) . kontrol intemal dan ekstemal harus kuat utk membangun ketaatan terhadap hukum (law-abiding). (2) Munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu telah mempengaruhi hukum menjadi lebih pragmatis serta berorientasi pada sistem. 4. Sebagaimana acuan. 3. TEORI KONTROL SOSIAL (Reiss) Lahirnya teori Kontrol Sosial dilatarbelakangi oleh tiga aspek perkembangan dalam masyarakat : (1) Adanya reaksi dari teori labeling dan konflik yang dilandasi tingkah laku kriminal. Legitimasi pemimpin dlm masyarakat tdk menjamin para anggota merasa puas thd kepemimpinannya. selain itu. manusia diberi kendali supaya tidak melakukan pelanggaran. atau memahami apa yang diharuskan olh pimpinan.Perbedaan status dlm masyarakat berakibat adanya perbedaan transaksi dalam pertukaran antar warga. Manusia diberikan kaidah-kaidah supaya tidak melakukan pelanggaran. TEORI KONTROL SOSIAL (Nye) Menurut Nye. proses sosialisasi yang adequat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuensi. karena setiap pertukaran salalu diikuti oleh pamrih atau balasan. Pendidikan terhadap seseorang untuk melakukan pengekangan keinginan (impulse).

(2)Situational deviation. 5. sebagai hasil stres atau tekanan dari keadaan. sehingga tidak patut jika dibuat kategori orang jahat dan orang tidak jahat. dan (3) Systematic deviation. Perilaku kejahatan adalah perilaku yang dipelajari. tetapi karena ditetapkan demikian oleh penguasa. Pada dasarnya teori labeling menggambarkan: (1) Tidak ada satupun perbuatan yang pada dasarnya bersifat kriminal. Premis tersebut menggambarkan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang bisa dikatakan jahat apabila tidak terdapat aturan yang dibat oleh penguasa untuk menyatakan bahwa sesuatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang diklasifikasikan sebagai kejahatan. 3. perilaku seseorang bisa sungguh2 menjadi jahat jika orang itu di cap jahat. di mana interaksi tersebut diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu. Becker menekankan dua aspek: (1) Penjelasan tentang mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu sampai diberi cap atau label sebagai penjahat. Kejahatan merupakan kualitas dari reaksi masyarakat atas tingkah laku seseorang. Sutherland) Sembilan premis perilaku jahat : 1. Terdapat kecenderungan di mana seseorang atau kelompok yang dicap sebagai penjahat akan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya. 2. Seseorang yang dicap dan diperlakukan sebagai penjahat terjadi dalam proses interaksi. (4) Orang tidak menjadi penjahat karena melanggar hukum.Premis-premis teori Labeling sebagai berikut : 1. antar kelompok dan antar individu dan kelompok. (3) Penerapan aturan tentang kejahatan dilakukan untuk kepentingan pihak yang berkuasa. . Edwin Lemert membedakan tiga penyimpangan. dan (5) Pada dasarnya semua orang pernah melakukan kejahatan. Reaksi itu menyebabkan tindakan seseorang dicap sebagai penjahat. yaitu: (1) Individual deviation. (2) Predikat kejahatan dilakukan oleh kelompok yang dominan atau kelompok penguasa. dan (2) Pengaruh daripada label itu sebagai konsekuensi penyimpangan tingkah laku. di mana timbulnya penyimpangan diakibatkan oleh karena tekanan psikis dari dalam. bukan warisan. Teori Labeling Howard S. DIFFERENTIAL ASSOCIATION THEORY (Edwin H. Umumnya tingkah laku seseorang yang dicap jahat menyebabkan orangnya juga diperlakukan sebagai penjahat. 4. sebagai pola-pola perilaku kejahatan terorganisir dalarn sub-sub kultur atau sistem tingkah laku.

. (b) motif-motif. Komunikasi tersebut dapat bersifat lisan atau dengan bahasa tubuh). maka yang dipelajari termasuk: (a) teknik melakukan kejahatan. 4. alasan-alasan pembenar dan sikap-sikap tertentu). namun kadang ia dikelilingi orang-orang yang melihat aturan hukurn sebagai sesuatu yang memberikan peluang dilakukannya kejahatan.2. Bagian terpenting dalam proses mempelajari perilaku kejahatan terjadi dalam hubungan personal yang intim. Premis 2: Kejahatan adalah gambaran perilaku yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk kebijakan publik. 9. 8. dorongan-dorongan. Kepentingan penguasa ikut mencampuri di semua tahap dimana kejahatan itu diciptakan. prioritas serta intensitasnya. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga-warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. Ketika perilaku kejahatan dipelajari. atau perumusan pelanggaran hukum merupakan perumusan tentang perilaku yang bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang membuat perumusan. 3. surat kabar. Perilaku kejahatan dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi. Premis 3: Definisi tindak kejahatan diterapkan di dalam masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk pelaksanaan dan administrasi hukum pidana. Dalam suatu masyarakat. Secara negatif ini berarti bahwa komunikasi interpersonal seperti melalui bioskop. Proses mempelajari perilaku jahat diperoleh lewat hubungan dengan pola-pola kejahatan dan mekanisme yang lazim terjadi dalam setiap proses belajar secara urnum. durasi. secara relatif tidak berperanan penting dalam terjadinya kejahatan). 5. namun tidak dijelaskan bahwa perilaku yang bukan jahatpun merupakan ekspresi dari kebutuhan dan nilai-nilai umum yang sama. SOCIAL REALITY OF CRIME THEORY (Richard Quinney) Premis 1: Definisi ttg tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik. kadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan melihat apa yang diatur dalam peraturan hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi. Arah dan motif dorongan itu dipelajari melalui definisi-definisi dari peraturan hukum. Sementara itu perilaku jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan nilai umum. 6. Seseorang menjadi delinkuen karena ekses pola-pola pikir yang lebih melihat aturan hukurn sebagai pernberi peluang melakukan kejahatan daripada melihat hukurn sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi 7. Asosiasi Diferensial bervariasi dalam frekuensi.

Merton dan Solomon Kobrin yang melakukan penelitian terhadap hubungan antara gang jalanan dengan orang laki-laki yang berasal dari komunitas kelas bawah (lower class). (4) konsep diri. (3) identifikasi pada pihak-pihak lain. Cohen dalarn bukunya Delinquent Boys (1955) berusaha memecahkan masalah kenakalan remaja dengan meggabungkan teori Disorganivasi Sosial dari Shaw dan . Premis 3: Anggota dari suatu budaya pindah kebudaya lain. Premis 5: Pemahaman ttg tindak kejahatan dibentuk dan diserap ke dalam kelompok-kelompok masyarakat lewat sarana komunikasi. Konflik budaya timbul karena orang-orang yang hidup dalam budaya tertentu pindah ke lain budaya yang berbeda. Hal ini terjadi biasanya dengan menggunakan undangundang dimana suatu kelompok budaya diperlakukan untuk daerah lain. orientasi kerja. Ada dua teori sub-culture Teori Delinquent Sub-Culture Albert K. cara berdagang dan budaya minumminuman keras. (2) pengalaman belajar. CULTURE CONFLICT THEORY (Thorsten Sellin) Premis 1: Bertemunya dua budaya besar. Premis 2: Budaya besar menguasai budaya kecil. Teori sub-culture dipengaruhi oleh kondisi intelektual (intelectual heritage) aliran Chicago. Konflik budaya dapat juga terjadi bila satu budaya memperluas daerah berlakunya ke budaya lain.Premis 4: Pola aksi tindakan melanggar hukum atau tidak tergantung pada faktor : (1) kesempatan dalam masyarakat. konsep anomie Robert K. Pertemuan tersebut mengakibatkan terjadinya kontak budaya diantara mereka baik dalam kaitan agama. Hasil penelitiannya menunjukkan ada kaitan antara hierarki politis dengan kejahatan teroganisir. SUB-CULTURE THEORY Teori sub-culture membahas kenakalan remaja serta perkembangan dari berbagai tipe gang anak-anak di AS. judi dan lain-lain yang dapat mernperlemah budaya kedua belah fihak. Konflik budaya dapat terjadi apabila ada benturan aturan pada batas daerah budaya yang berdampingan.

ttp juga persekutuan & kerjasama yg justru memungkinkan terjadinya evolusi. Ohlin yang membahas perilaku delinkuen remaja (gang) di Amerika. dan perilaku menyimpang lainnya. Kekerasan Kolektif Reaksioner – merupakan reaksi thd penguasa. bilamana masyarakat terintegrasi dg baik. Konklusinya menyebutkan bahwa perilaku delinkuen di kalangan remaja kelas bawah merupakan cermin ketidak puasan warga terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang mendominasi kultur Amerika. terdapat dalam masyarakat yang tidak terintegrasi sehingga para remaja menunjukkan perilaku bebas. ruang lingkupnya terbatas pada st komunitas lokal (contoh : pengeroyokan thd pencopet yg tertangkap tangan).Sulture. perampasan harta benda. Aspek itu berkorelasi dengan organisasi kriminal. TEORI KEKERASAN KOLEKTIF (Tilly) Kekerasan Kolektif Primitif – pada dasarnya non politis. (3) Conflict Sub-culture. Cohen menyimpulkan bahwa kondisi tsb menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku delinkuen kalangan remaja di daerah kumuh (slum). (2) Retreatist Sub-culture. Sutherland dengan teori Anomie R. .K. deviasi perilkau remaja itu terjadi karena ada perbedaan kesernpatan yang dimiliki anak-anak untuk mencapai tujuan hidupnya. TEORI KONSPIRASI (Mathias Brockers) Mutasi dlm kehidupan tdk saja terjadi atas dsr pertarungan atau persaingan soal keberadaan. Ciri khas gang ini adl kekerasan. Tiga tipe gang kenakalan remaja: (1) Criminal Sub. pelaku dan pendukungnya tdk semata-mata berasal dr st komunitas lokal. Menurut Cloward. melainkan siapa saja yg merasa sesuai dg tujuan kolektif atau tdk setuju dg sistem yg tdk adil (contoh : demonstrasi buruh) Kekerasan Kolektif Modern – merupakan sarana utk mencapai tujuan politis atau ekonomis dlm masyarakat (contohnya: kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta).Cloward dan Leyod E. remaja tidak memiliki struktur kesempatan shg banyak melakukan perilaku menyimpang (mabuk-mabukan. mk gang akan berlaku sebagai kelompok yang belajar dari orang dewasa.McKay. penyalahgunaan narkoba. dan lain sebagainya). Teori Differential Opportunity (Perbedaan kesempatan) Teori ini dikemukakan oleh Richard A. teori Differential Association Edwin H. Merton.

Jika tidak ada bukti yg difinitif. kebenaran harus diuji scr berulang-ulang. dan peran-peran masyarakat melalui mekanisme yg telah melembaga untuk mewujudkan perasaan aman. Mengendalikan keadaan agar tidak dimanfaatkan utk berbuat jahat. Akar masalah kejahatan menyangkut Faktor Korelatif Kriminogen. penanganan kejahatan pada hulu permasalahan. bukan sekedar bernada sama. Konspirasi membuat masalah yg rumit menjadi sederhana. shg perasaan aman masyarakat terganggu. PENCEGAHAN KEJAHATAN Pencegahan = antisipansi sebelum masalah terjadi. Mencegah orang menjadi penjahat & menjadi korban kejahatan. Pencegahan kejahatan adalah upaya bersama yang dilakukan oleh aparat dan masyarakat umum dalam menjaga kelembagaan sosial. DESAS-DESUS Berita yg menyebar secara cepat. serta peluang terjadinya kejahatan sejak dini (sejak anak-anak melalui pembinan terhadap kenakalan remaja. Kata-kata yg saling terkait membuat hal-hal yg rumit menjadi sederhana. Misteri yg tdk mampu dijelaskan scr logika akan dilarikan kpd “sdh kehendak Tuhan” sbg Sang Pencipta. Pengenalan metode penanganan kejahatan. . Kecenderungan melempar tggjwb masalah yg rumit & menyengsarakan merupakan ciri perilaku manusia. Perasaan takut thd pelaku kejahatan (karena niat & peluang berbuat jahat longgar). dan menjadi alat ideal utk propaganda.Dlm kehidupan A bersepakat dg B tanpa diketahui C utk memperoleh keuntungan adl wajar. sistem sosial. Disebarkan kr pd dasarnya orang perlu & suka. Konspirasi mengandung bujukan atau rayuan. Syak wasangka adl suatu keraguan. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). kritik dpt dijadikan bukti bagi realitas utk kemajuan. dr persoalan moral hingga kenegaraan.

tdk terorganisasi. Los Angeles – 1992. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. Sebagai tanggapan atas rangsangan tertentu atau dipicu olh suatu rangsangan yg sama (peristiwa. 13-15 Mei 1998 di Jakarta. Keller) Tindakan yg dilakukan scr bersama olh sejumlah orang. 10 Mei 1963 di Bandung. PANIK Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. Dpt merusak nama baik (reputasi).7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta) Badan Arbritase Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Konspirasi Tender Dalam Hukum Persaingan Usaha . Light. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. bersifat temporer (tdk bersifat rutin).Tercipta manakala terjadi ketegangan sosial. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Perlu disiapkan teknik pengendalian kerumunan. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. benda. kaburkan tujuan. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Kornblum. ide). MASALAH-2 SOSIAL YURIDIS • • • Hak Atas Kekayaan Intelektual (UU No. sangat dimungkinkan merusak dan berlaku kriminal. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. Cenderung tdk terkendali. PERILAKU KOLEKTIF (Horton & Hunt. Smelser. Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. Contoh : Kerumunan berubah menjadi penjarahan. Penjarahan di New York – 1977.

K Merton) Kiprah Ustad Abu Ba’asir (Tinjauan dari teori labeling) Tawuran Antar Warga Masyarakat Desa Gabus Dan Dese Jatimulyo (Tinjauan dari teori anomi R.M Soeharto Ditinjau Dari Teori Social Reality Of Crime. Pegawai Tengah Karier Sebagai Change Leader The Telkom Way 135 Menuju Transformasi Customer Centric Company (Tinjauan dari teori pertukaran). Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari UU No. Ada Tommy Di Tenabang (Tinjauan dari teori funsionalisme R. KKN H. . Kelompok Kapak Merah Ditinjau Dari Teori Differential Association.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Kontrak Investasi Antara Perusahaan Nasional dengan Investor……(Tinjauan dari teori funsional) Peranan KPK Dalam Mendinamisir CJS Guna Mengoptimalkan Pemberantasan Korusi di Indonesia (Tinjauan dari teori fungsional). Penanggulangan Narkotika Di Lingkungan Remaja Berdasarkan UU No. Koordinasi Kerja Antara Polri dan BC Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Penyelundupan di…(Tinjauan dari teori fungsional).22 Tahun 1991 Tinjauan dari teori kontrol sosial). Merton). 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Tinjauan dari teori kontrol sosial). Transfer Dana Secara Elektronik Melalui Kartu Kredit (tinjauan dari teori pertukaran) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Produk ……(Tinjauan dari teori konflik…) Perlidungan Hukum Terhadap Wanita Korban Kejahatan Perkosaan (Tinjauan dari teori social reality of crime) PHK Terhadap Karyawan Yang Melanggar Perjanjian Kerja (tinjauan dari teori konflik…).K. Fenomena Inul Daratista Dalam Konteks Pornoaksi (Tinjauan dari teori Anomi) Analisis Terorisme Di Indonesia (Tinjauan dari teori konflik…). Sikap Para Gelandangan Terhadap perilaku Seks (Tinjauan dari teori differential assosiation). Pemberian Release & Discharge (Tinjauan dari Teori Social Reality of Crime) Kejahatan Carding (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Akbar Tanjung (Tinjauan Dari Teori Labeling) Rudy Ramli Dalam Kasus Bank Bali (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Analisis Kasus Teluk Buyat Ditinjau Dari Teori Konflik. Keputusan Hakim Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak-anak (Tinjauan dari teori social reality of crime).