P. 1
Analisa Sosiologi Hukum Berdasarkan Metode Pendekatan Dan Fungsi

Analisa Sosiologi Hukum Berdasarkan Metode Pendekatan Dan Fungsi

|Views: 3,978|Likes:
Published by Awen Bagus

More info:

Published by: Awen Bagus on Dec 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

ANALISA SOSIOLOGI HUKUM BERDASARKAN METODE PENDEKATAN DAN FUNGSI HUKUM

Posted by mujiburrahman on October 22, 2009 Timur Abimanyu Latar Belakang Analisa Sosiologi yang berdasarkan Metode Pendekatan dan Fungsi Hukum, yang pada pokoknya adalah terdapatnya unsur-unsur seperti Sosiologi Hukum Pendekatan Intrumental, Pendekatan Hukum Alam dan Karakteristik Kajian Sosiologi Hukum.Dengan memerlukan Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif, Hukum Sebagai Sosial Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat, yang merupakan sebagai tolak ukur terhadap norma-norma atau kaidah-kaidah yang hidup didalam masyarakat, apakah norma atau kaidah tersebut dipatuhi atau untuk dilanggar, apabila dilanggar bagaimana pernerapan sangsi, sebagai yang melakukan pelanggaran tersebut. Norma atau kaidah yang hidup didalam masyarakat tersebut dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal dari masyarakat itu sendiri. Terdapat beberapa permasalahan pokok yaitu : 1. bagaimanakah Pendekatan Intrumental dan Pendekatan Alam yang dipengaruhi oleh kondisdi internal maupun eksternal ?, dan 2. bagaimanakah Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif apabila dilihat dari sudut pandang internal maupun eksternal Tujuan dan maksud, dalam membahas serta menganalisa sampai tentang Sosiologi Hukum yang secara tidak sadar meresap dan hidup didalam kehidupan masyarakat baik secara internal maupun secara eksternal didalam melakukan interaksi social, yaitu dengan menggunakanMetode Pendekatan Sosiologi Hukum dan Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif adalah yang merupakan standarisasi sebagai objek pokok pembahasan Sosiologi Hukum. Penggunaan kerangka teori dan konsep adalah untuk melihat pendapat para ahli yang telah mendefinisikan, seperti : konsep dari H.L.A. HART yang difinisinya adalah : “Bahwa suatu konsep tentang hukum yang mengandung unsur-unsur kekuasaan yang berpusat kepada kewajiban tertentu didalam gejala hukum yang tampak dari kehidupan bermasyarakat”. Pengertian Sosiologi Hukum terlihat dari Difinisi para ahli Sosiologi Hukum sepert : 1. Soejono Soekanto. Sosilogi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris yang menganalisis atau mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya. 2. R. Otje Salaman. Sosiologi hukum (ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis).

Jelas terlihat berdasarkan definisi para ahli bahwa sosiologi hukum adalah segala aktifitas social manusia yang dilihat dari aspek hukumnya disebut sosiologi hukum. Dasr sosiologi hukum adalah Anzilotti pada tahun 1882, yang dipengaruhi oleh disiplin ilmu Filsafat hukum, ilmu hukum dan sosiologi yaitu : 1. Filsafat Hukum adalah dimana pokok bahasannya adalah aliran filsafat hukum, yang menyebakan lahirnya sosiologi hukum yaitu aliran Positivisme (difinisi Hans Kelsen. “Hukum berhirarkhis”). Dan aliran filsafat hukum tumbuh dan berkembang berdasarkan : a. Mazhab sejarah yang dipelopori oleh Carl Von Savigny yang mengungkapkan bahwa hukum itu dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volksgeisf). b. Aliran Utility (Jeremy Bentham) yaitu bahwa hukum harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia. c. Aliran Sociological Juriprudence (Eugen Ehrlich) yaitu hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup didalam masyarakat (living law). d. Aliran Pragmatic Legal Realism (Roscoe Pound) yaitu “ law as at tool of social engineering”. 2. Ilmu Hukum menganggap bahwa hukum sebagai gejala social, banyak mendorong pertumbuhan sosiologi hukum dan hukum harus dibersihkan dari anasir-anasir sosiologi (non yuridis). 3. Sosilogi yang berorientasi pada hukum adalah bahwa dalam setiap masyarakat selalu ada solideritas, ada yang solidaritas mekanis yaitu terdapat dalam masyarakat sederhana, hukumnya bersifat reprensip. Ruang Lingkup Sosilogi Hukum, dimana sosiologi hukum didalam ilmu pengetahuan, bertolak kepada apa yang disebut disiplin ilmu, yaitu sistem ajaran tentang kenyataan, yang meliputi disiplin analitis dan disiplin hukum (perskriptif). Disiplin analitis, contohnya adalah sosilogis, psikologis, antropologis, sejarah, sedangkan disiplin hukum meliputi : ilmu-ilmu hukum yang terpecah menjadi ilmu tentang kaidah atau patokan tentang prilaku yang sepantasnya, seharusnya, ilmu tentang pengertian-pengertian dasar dan system dari pada hukum dan lain-lain. Terdapatnya pendekatan-pendekatan yang terdiri dari : 1. Pendekatan Instrumental. Adalah menurut pendapat Adam Podgorecki yang dikutip oleh Soerjono Soekanto yaitu bahwa sosiologi hukum merupakan suatu disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum, dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat 2. Pendekatan Hukum Alam. Adalah menurut Philip Seznik yaitu bahwa pendekatan instrumental merupakan tahap menengah dari perkembangan atau pertumbuhan sosiologi hukum dan tahapan selanjutnya akan tercapai, bila ada otonomi dan kemandirian intelektual. Tahap tersebut akan tercapai apabila para sosiolog tidak lagi berperan sebagai teknisi, akan tetapi lebih banyak menaruh perhatian pada ruang lingkup yang lebih luas. Pada tahan ini seorang sosilog harus siap untuk menelaah pengertian legalitas agar dapat menentukan wibawa moral dan untuk menjelaskan peran ilmu social dalam menciptakan masyarakat yang

didasrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.( Rule of Law menurut Philip Seznick). Karakteristik Kajian Sosilogi Hukum, adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. deskripsi, 2. penjelasan, 3. Pengungkapan (revealing), dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut : 1. Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang, penerapan dalam pengadilan, maka mempelajari pula bagaimana parktek yang terjadi pada masing-masing bidang kegiatan hukum tersebut. 2. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehiduipan social masyarakat itu terjadi, sebab-sebabnya, factor-faktor apa yang mempengaruhi. Latar belakang dan sebagainya.Pendapat Max Weber yaitu “ Interpretative Understanding” yaitu cara menjelaskan sebab, perkembangan serta efek dari tingkah laku social, dimana tingkah laku dimaksud mempunyai dua segi yaitu luar dan dalam atau internal dan ekternal. 3. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahian empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum, sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. 4. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera padsa peraturan itu ? dan harus menguji dengan data empiris. 5. Sosiologi Hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum, tingkah laku yang mentaati hukum, sama-sama merupakan obyek pengamatan yang setaraf, tidak ada segi obyektifitas dan bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap fenomena hukum yang nyata. Penguraian Metode Pendekatan Sosilogi Hukum, Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Hukum sebagai social Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Dalam pengkajian hukum positif masih mendominasi studi hukum pada Fakultas Hukum, yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum, yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapkan peraturan-peraturan hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. Dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan social kemasyarakatan, bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan, melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. social structure, 2.behavior,3. variable, 4 observer, 5.scientific dan 6.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Untuk membanding hal tersebut diatas, maka pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative, maka perlu menguraikan lebih dahulu

dapat dipahami bahwa berbeda dengan pendekatan yuridis normative/pendekatan doktrin hukum. membunuh dan lain-lain. 4. Contoh : pada masyarakat sederhana ada dewam masyarakat adat sedangkan pada masyarakat modern adalah Putusan Hakim. Sejarah Hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau/Hindia Belanda sampai dengan sekarang. perzinahan hutang. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. Peran perubahan/pengubahan tersebut dipegang oleh hakim melalui interprestasi dalam mengadili kasus yang dihadapinya secara seimbang (balance) dan harus memperhatikan beberapa hal yaitu : 1. sehingga hukum mempunyai suatu fungsi untuk mempertahankan eksistensi kelompok masyarakat tersebut.dimaksud pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya sebagai berikut : 1. Dimana setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. Hukum sebagai sosial control. 2. 2. Terlkihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. Contoh: diatatinya atau dilanggarnya hukum yang berlaku dalam masyarakat. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. Hukum yang berfungsi demikian adalah merupakan instrument pengendalian social. Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. kelompok itu berhadapan dengan problem untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. Studi tentang sosiologi dalam mempersiapkan hukum. baik pada masyarakat yang sederhana maupun pada masyarakat yang modern. Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. 3. . Tujuan dari pembuatan peraturan hukum yang efektif. Contoh : Monumen ordinantie ( HIR/Rbg). Dalam situasi yang demikian itu. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat dapat dicontohkan : pencurian. antara yang standard dan yang parktis. Semua contoh ini adalah bentuk prilaku yang menyimpang yang menimbulkan persoalan didalam masyarakat. 3. 9 Tahun 1975 Pasal 40. Alat pengubah masyarakat adalah analogikan sebagai suatu proses mekanik. 5. juga hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. Contoh Hukum adat Batak dengan hukum adat jawa atau hukum singapura dengan hukum Negara Indonesia. Pendekatan yuridis empiris atau pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat yang dilengkapi dengan contoh diatas. mempertahankan eksistensinya. Contoh : apakah seorang bermaksud lebih dari seorang isteri terdapat dalam PP No. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada masyarakat modern. Studi tentang aspek social actual dari lembaga hukum.

sedangkan pada masyarakat modern.4. Secara analisa factor internal bahwa metode pendekatan tersebut dipengaruhi kebijakan dasar yaitu Dewan Hukum Adat pada masyarakat sederhana. Juga dipengaruhi kebijakan pemberlakuan. maka perlu ditegaskan bahwa memperhatikan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi.3. Dari keenam langkah yang perlu diperhatikan oleh hakim atau praktisi hukum dalam melakukan “interprestasi”. Menganilsa Faktor Eksternal Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang hidup diluar masyarakat. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Menganalisa Faktor Internal.Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat . Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. yang semula hanya merupakan unsur-unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. 5. bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. Studi tentang metodologi hukum. 2. 4 observer. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. keputusan Hakim adalah merupakan kebijakan dasar sedangkan kebijakan pemberlakukan adalah apabila tidak melaksanakan putusan tersebut akan mendapat sanksi yang ditentukan oleh undang-undang yang berlaku.specientific dan 6. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. 6. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Arti penting tentang alasan-alasan dan solusi adari kasus-kasus individual yang pada angkatan terdahulu berisi tentang keadilan yang abstrak dari suatu hukum yang abstrak. Sejarah hukum. akibat pengaruh kebijakan dasar tersebut dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar dan apabila tidak melaksanakan maka akan terkena sanksi kebijakan pemberlakuan. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. buka kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. (natural law). variable. social structure. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi oleh factor internal yang hidup didalam masyarakat. sedangkan pada masyarakat modern adalah putusan hakim. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. pada masyarakat sederhana keputusan dewan kepala adat harus dilaksanakan dengan ketentuan musyarakat dewan adat. 5.behavior.

3. 4 observer. penjelasan. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahihan empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum. dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar yang berupa peraturan perundang-undang dan apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut. maka akan hilang hak penguasaan tanah tersebut yaitu kebijakan pemberlakuan pada masyarakat modern. seperti pemberlakuan hak penguasan tanah adat (Hak Ulayat). 2. 2. Kesimpulan Pada pendekatan intrumental adalah merupakan disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum.( Rule of Law). menciptakan masyarakat yang didas untukrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan. dengan menguraikan lebih dahulu pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya yaitu : Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. factor-faktor apa yang mempengaruhi. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari polapola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada . Dengan dilakukan metode Pendekatan Sosiologi Hukum. Pada karakteristik kajian sosiologi hukum adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. 5. dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat dan tidak terlepas dari pendekatan Hukum Alam. Sangat jelas terlihat bahwa kebijakan pemberlakuan. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera pada peraturan dan harus menguji dengan data empiris. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehidupan social masyarakat itu terjadi. sebagai akibat dipengaruh kebijakan dasar tersebut. Latar belakang. 3. terhadap kebijakan dasar eksternal yaitu peraturan nasional yang menaungi keamaan dan ketentraman masyarakat sederhana tersebut. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum (pendekatan yuridis normative dan pendekatan pengkajian hukum pada kenyataa didalam kehidupan social kemasyarakatan).explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. variable. adalah pengkajian hukum positif. dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut yaitu Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang. deskripsi. yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. social structure. sebab-sebabnya. Secara analisa faktor eksternal mempengaruhi metode pendekatan tersebut. sedangkan pada masyarakat modern adalah peraturan perundangan-undangan pertanahan (Hukum Agraria) yang melindungi masyarakat modern didalam hal penguasaan tanah. Sedangkan Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif.specientific dan 6. penerapan dalam pengadilan. adalah pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative.sociological model yang terdiri dari 1.behavior. sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. Pengungkapan (revealing).

Sejarah Hukum sebagai iilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau sampai dengan sekarang. 1989).13.L. dan H. sebagai alat pengubah masyarakat adalah dianalogikan sebagai suatu proses mekanik. Penerbit : Yayasan Mayarakat Indonesia Baru. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. —————-Donald Black.hal. 1961).R. 1989). Hukum Sebagai Sosial Kontrol. adalah hukum sebagai sosial control. .MA. Ronny Hanitijo Soemitro. ASrmico.masyarakat modern. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Sosiologi Hukum.adalah untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. Sosiologi Hukum Suatu Pengantar. Prof. mempertahankan eksistensinya. Ilmu Kenyataan hukum dalam masyarakat. Sociological Justice. antara yang standar dan yang parktis yaitu penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat. (Bandung : Remadja Karya. Satjipto. (natural law). dengan melakukan “interprestasi”.Begitu juga mengenai Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. DAFTAR PUSTAKA ———-Uraian. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. sejarah hukum dan perbandingan hukum.Othe Salman. Palu.H. ditegaskan dengan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. dan Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. hal 32.A. dan unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. yaitu sosilogi hukum. Terlihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru.Citra Aditya Bakti. 1985).Zainuddi Ali. Sorjono Soekanto.. antropologi hukum. (London Oxford University Pres. (Bandung. Ilmu Hukum. psikologi hukum. by : Timur Abimanyu . (Bandung : Penerbit CV.310 dan R. (New York : Academic Pres.DR. adalah setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. The Consept of Law. 1982). Mengenal Sosiologi Hukum. Beberapa Masalah Dalam Studi Hukum dan Masyarakat. (Bandung: PT. Alumni. dan sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. 1992)hal.

Landsdrukkerij 1930. Bina tjipta.The Behavior of Law. “ Capita Selecta Perbandingan Hukum”. 1 tahun 1952 ko UU No. Florida. “ Hukum Nasional” beberapa catatan. “Seminar Hukum Adat dan Pembangunan Hukum Nasional. Ceramah Koesano tentang “ Pembangunan Hukum Adat”. Jakaarta. Yogyakarta 1975”. Keberatan-keberatan yang menentang advies tadi. 24 tahun 1954 tentang pemindahan hak tanah-tanah dan barang-barang tetap lainnya yang bertakluk pada hukum barat (LN. hal. setelah tanah itu diusahakan secara intensif oleh seseorang penduduk kampung itu “ Peraturan Pemerintah No. Undang-Undang No. 59 K/Sip/ 1958 “ Menurut Hukum Adat Karo sebidang tanah “ Lesain” yaitu sebidang tanah kosong. 1950. “Hak Ulayat secara sadar tidak dimasukkan dalam golongan obyek pendaftaran tanah teknis tidak mungkin. hal. yang letaknya dalam kampung. J. Ter Haar. UU No. Poesponoto. Bzn. . panitya mana dibentuk oleh perkumpulan “ Indie-Nederland”.B. No. Soebakti. Kartohadiprodjo. (USA : Hlmes Heaxh.—————-Donald Black. Putusan Mahkamah Agung.. TLN.19521 jo LN. 12 UU Darurat No. Jakarta. 1968. ( Undang Undang Hak Tanggungan). 1970.626). Dalam “Advies der Agrarische Commisale” yang tercetak. 1986).B. bias menjadi hak milik perorangan. Alumni (Stensil) Bandung. 21-23. 1976. 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus Provinsi Papua (87). 1950. Hartono. terdapat segala sesuatu yang menurut pendapat saya merupakan kecaman sehat terhadap masalah ini. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. 1976) —————-Roscoe Pound. “ Beginselen En Stelsel Van Het Adar Recht”. Soedirman.60.Academic Press. karena batas-bayas tanahnya tidak mungkin dipastikan tanpa menimbulkan sengketa antara masyarakat hukum yang berbatasan”. ( New York. 24 Tahun 1997. Interpretation Of Legal History. Soewardu.1954-78. “ Asa-asas dan susunan Hukum Adat”. “ Sekitar Kodifikasi Hukum Nasional di Indonesia “Jakarta. 5 tahun 1999 tentang Pedoman penyelesaian masalah hak ulayat masyarakat Hukum Adat (87). Penerbit : Pradnya Paramita. Sunarjati. Woters Groningen. 4 tahun 1996. adalah terdapat dalam verslag dari panitya untuk mempelajari Advoes Der Agrarische Commisale 1932.

Subekti.. Dan sebagai bukti Prof. 1984.de Boer. Bandung tahun 1978. baik benda bergerak maupun benda tetap.1874-94f (Sumatra) diganti dengan Erfpachts.Drukkerij J. Ditegaskan bahwa para ahli Hukum kita tidak kalah dari para ahli Hukum dari negara-negara ASEAN yang lain.1870-118) dan Ordonnantie. “ Kamus Latin Indonesia” Yayasan : Kanisius. . “Adanya kesepakatan Universal. Jakarta. Subekti menunjuk kepada prodak Undang-Undang Pokok Agraria.1914-367).R..Untuk jawa dan madura. Tegal. S. Untuk luar jawa dan madura. S. Semarang 1960. Reglement omtrent de Partikuliere Landerijen bewesten de Cimanuk op java (S. Dimana Roth merumuskan “ Rule Number 6” yaitu yang berdasarkan Hukum Internasional. 1934. C. j.Verwer.1910-61 Wefpacht Ordonnantie Zelfberturende Landschappen Buitengewestenm S. Een Europeesch Gewoonterechtelijke Opstalfiguur. “Satu Bumi : Perawatan dan Pemeliharaan Sebuah Planet Kecil”. Keistimewaan yang diberikan kepada orang-orang asing untuk berparttisipasi dalam kehidupan ekonomi negara dimana ia bertempat tinggal. Hilman. Jakarta :Gramedia. kecuali daerah swapraja : S. Budi Harsono).1872-237a jo S.1913-699). 1888-58 (Zuider-en Oosterafdeking Borneo) (S.. “ ASEAN LAW ASSOCIATION”. namun diingatkan. yang dengan tegas membuang jauh-jauh hukum tanah Belanda yang tercerai-berai. di Singapura.NV. Undang-Undang itu merupakan system hukum kita sendiri. 1974.S. Prent K. Dubos. bahwa dalam pembaharuan dan pembinaan Hukum Nasional. kecuali daerah swapraja : Agrarisch Besluit (S. dalam pembaharuan Hukum Nasional sebanyak-bantknya kita harus berpedoman kepada falsafah bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945. 1915-474 Pemberian kewenangan kepada penguasa swapraja untuk memberikan hak-hak barat atas tanah (21). S. Sudargo. dan sekarang ini kita mempunyai Hukum Tanah yang seragam. Sebagai yang dikutip oleh Gautama. Prof. J.1912422). Adisubrata. Andteas H. “Sejarah Hukum Adat Indonesia”. tidak sampai meliputi pemilikan semua atau benda-benda tertentu. Star Nauta Carsten. Lembaga Ekologi Universitas Pajajaran dan Yayasan Obor. bahwa suatu negara diperbolehkan tidak mengijinkan orang-oreang lain selain warganegaranya sendiri untuk memperoleh benda-benda tetap diwilayh kekuasaannya”. Hadilusuma. Porwadarminta. Hal. Di Jakarta disertai Verwer J 1934. yang dinilainya sebagai produk hukum yang hebat. Penerbit Alumni. Harian Sinar Harapan tgl 25.1877-55 (keresidenan Menado) Ordonnantie Buitengewesten. Barbara dan Rene. De Bataviasche Gronthuur. Roth.9 ( Buku . ” Proe Advies Derde Juristen Conggres”. kita perlu belajar dari perkembangan Hukum Negara tetangga lain. Ward.

Ada beberapa pendekatan terhadap permasalahan ini. 12. 1969. terutama di negara berkembang. terutama negara-negara berkembang. . Lembaga Reasearch Kebudayaan Nasional. Meskipun makalah ini baru sebatas sebuah konsep. hal. seri no. Tujuannya adalah untuk menggarisbawahi pentingnya budaya hukum dalam masyarakat yang mengingikan terjadinya reformasi hukum.Koentjaraningrat. Saya memperkenalkan konsep ‘kebiasaan hukum’ dan ‘kesadaran hukum’. Saya mengawali Bagian A dengan membahas hukum dan gerakan pembangunan semenjak tahun 1960-an sampai dengan 1970-an dengan fokus kajian pada cangkok hukum. dengan menggunakan pendekatan dari kedua sarjana tersebut. Jakarta. Saya membahas konsep Budaya Hukum-nya Lawrence M. Saya selanjutnya membuat sebuah model ysng sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa budaya hukum dan pembangunan hukum dalam konteks dinamis. http://www. “ Rintangan-Rintangan mental dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. 19. Sosiologi Hukum | 2 Comments » PERKEMBANGAN HUKUM DI NEGARA BERKEMBANG PERAN BUDAYA HUKUM Posted by mujiburrahman on October 22. 2009 Benny S Tabalujan Makalah ini merupakan pemaparan peran budaya hukum dalam proses pembangunan hukum.com/group/blog-promotion-1/discuss/entry/analisa-sosiologihukum-berdasarkan-metode-pendekatan-dan-fungsi-hukum Posted in S2. ekonomi dan politik.blogcatalog. Pada bagian C. Pada bagian B. Saya menggunakan pendekatan holistik untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sebab-sebab terjadinya perubahan hukum. Friedman dan taksonomi sistem hukum karya Ugo Mattei. Saya juga mengajukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan implikasi yang ditimbulkan oleh model ini.” Terbitan tak berkala. Gerakan ini dimaksudkan untuk mengkaji peran hukum dalam konteks pembangunan sosial. Bagian A: Hukum dan Pembangunan Hukum dan gerakan pembangunan pada tahun 1960-an sampai dengan 1970-an berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunan. Salah satu kunci dari gerakan ini terletak pada dapat tidaknya hukum modern negara maju diimpor dan digunakan negara berkembang untuk mempercepat pembangunan. Saya memberikan uraian yang disertai dengan beberapa contoh reformasi hukum di Indonesia sekitar tahun 1990an.

terutama pengenalan ide dan lembaga hukum modern negara barat kepada negara berkembang. Pandangan yang menyatakan bahwa cangkok hukum mempunyai peran positif dalam pembangunan ekonomi dipertegas oleh gencarnya program modernisasi bidang hukum di beberapa negara Amerika Latin dan Afrika juga sebagian kecil negara berkembang di Asia pada tahun 1960-an dan 1970-an. Hal ini tidak mengejutkan sebab pada tahun ini ada dukungan pembaharuan dari negara maju terhadap ferormasi hukum pada negara berkembang. Pada tahun 1990-an. Inti dari pendekatan ini adalah masyarakat terdiri atas individu. Friedrich Carl von Savigny. Patrick Mc Auslan. negara menerapkan hukum yang sama kepada semua orang secara bebas dan rasional. Robert Seidman yang dikenal melalui ‘ Hukum dari Hukum yang tidak dapat dipindahkan’ (The Law of Non-Transferability of Law) mengatakan bahwa perpindahan hukum dari satu budaya ke budaya lain tidak mungkin dilakukan karena hukum tidak dapat berlaku sama sebagaimana hukum itu digunakan di tempat asal. Sebenarnya.Kaum ortodoks dan mayoritas melihat bahwa reformasi di bidang hukum . 1997. Dukungan ini dilakukan melalui . seperti Soepomo. dan perilaku sosial cenderung mengikuti hukum tersebut. memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi dan politik. momen keraguan terhadap kemanjuran program modernisasi hukum ini mulai muncul. Pendekatan ini percaya bahwa pembangunan hukum merupakan prasyarat pembangunan ekonomi dan hukum modern negara maju dapat diterapkan di negara berkembang sebagai cangkok hukum untuk memenuhi persyaratan tersebut. Dalam pandangannya. kajian Watson terhadap cangkok hukum menunjukkan bahwa peminjaman telah menjadi fenomena umum dalam sejarah dan merupakan sumber paling subur dalam pembangunan hukum. Sagviny percaya bahwa negara mempunyai kesatuan oganik dari individu dan bahwa hukum negara berkembang melalui pembentukan norma-norma sosial dalam suatu masyarakat secara periodik. Dua sarjana bidang hukum dan pembangunan menyebut pendekatan ini sebagai ‘hukum liberal’. Proses ini dijuluki ‘difusi hukum’ (legal difusionism). Di sini tidak akan dibicarakan pengraruh aliran yurisprudensi Savigny pada para sarjana Belanda pada awal abad 20 (seperti Cornelius dan Vollenhoven) dan pemimpin nasional Indonesia . Namun demikian. gerakan tersebut kehilangan momen karena penekanan dari gerakan tersebut terletak pada bidang hukum struktural dan substantif dan gagal menentukan sifat hubungan sebab akibat antara hukum dan pembangunan secara lebih umum.. kelompok dan negara. Mengikuti garis pemikiran ini. Pandangan ini berasal dari Montesquieu dan sarjana asal Jerman. menulis bahwa hukum dan gerakan pembangunan tahun 1960-an sangat percaya jika hukum mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan. hukum dan pembangunan kembali menjadi tpoik yang hangat. Kaum minoritas melihat hukum terikat dengan budaya dan tidak dapat dipindahkan atau dipinjam dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya seperti halnya meminjam kunci Inggris untuk menutup lekuk yang bocor. negara memegang kontrol hukum untuk mencapai tujuan masyarakat.

Dengan demikian. melalui penggunaan cangkok hukum. psikologis dan faktor lain yang jauh dari sistem hukum normatif membatasi kemampuan hukum untuk mengubah perilaku. tugas mendesak saat ini sama seperti yang dikatakan empat dekade lalu: Yang dibutuhkan adalah suatu kajian terhadap metode di mana hukum yang didukung oleh otoritas negara dapat mempengaruhi perilaku dan faktor sosial. Bank Dunia. Justru. Saya melihat sisi positif lain. politik. Pendekatan lain juga menyebutkan bahwa reformasi hukum. Kita dapat terus menyakini kemanjuran bidang reformasi hukum dalam proses pembangunan dengan sedikit mengabaikan dampak daya ekonomi. meskipun sebagian. Lebih dari itu. politik dan sosial. Saya berpendapat tugas mendesak untuk memunculkan kembali perdebatan antara hukum dan pembangunan adalah dengan menemukan hubungan antara pembangunan hukum dan masalah ekonomi. sosial dan politik secara luas. Dengan kata lain. dan perilaku komersial. masyarakat sipil yang teratur. Jadi. memahami dan mematuhi hukum baru merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan cangkok hukum tersebut. sumber daya teknologi dan modal sangat bergantung pada hukum yang dapat mengamankan hak milik. Perannya terletak di tengah-tengah dengan memainkan peran pemberdayaan yang sederhana tetapi penting dalam proses perubahan sosial. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa sebagian dari pikiran dasar liberalisme liberal ortodoks. Tujuan di atas disampaikan karena akan memperjelas pengaruh faktor eksternal terhadap sistem hukum dan membatasi kemanjuran hukum jika hukum tersebut dapat mengubah perilaku. Menciptakan kemakmuran melalui komitmen kumulatif manusia. dan membatasi kekuasaan negara. bukanlah inti dalam pembangunan ekonomi bahkan tidak relevan. khususnya. jika benar. mengetahui secara eksplisit pentingnya reformasi hukum dalam konteks ini: Kerangka hukum dalam sebuah negara merupakan unsur penting dalam pembangunan ekonomi. terhadap realisasi bahwa pemerintahan yang baikyang pada gilirannya nanti mensyaratkan kerangka kerja hukum yang memuaskanmerupakan inti dari pembangunan ekonomi yang kokoh. Menurut pendapat Saya mereka yang terlibat dalam perdebatan ini lebih menyadari keterbatasan reformasi hukum struktural dan substantif. ketika masalah hukum dan pembangunan kembali mendapatkan perhatian.tetap ada meskipun bukan merupakn yang dikritisi. reformasi hukum dapat dianggap sebagai sebab dan dampak dari perubahan sosial yang luas. sosial dan politik terhadap sistem hukum. kita dapat mengembangkan model yang lebih menyeluruh dan memahami potensi dan keterbatasan hukum dalam pembangunan ekonomi secara lebih realistis. Tak di sangkal bahwa minat pembaharuan bidang hukum merupakan atribut. terutama dalam cangkok hukum.agen-agen multilateral seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) dan juga lembaga bantuan individu seperti USAID. hukum merupakan alat yang efektif untuk mengubah masyarakat.misalnya. . ada kesadaran yang semakin bertambah jika keyakinan dan norma sosial untuk menerima masyarakat dan keinginan dan kapasitas mereka untuk menjelajah.

kebiasaan. kerangka kerja. legislatif. Sistem ini meliputi sistem pengadilan. para pengacara dan sarjana hukum cenderung membatasi analisis mereka terhadap struktur dan substansi sistem hukum yang sedang mereka pelajari. unsur yang hilang yang memberikan kehidupan dalam sistem hukum adalah ‘budaya hukum’. dan sistem koporat. Menurut Friedman. Hokum substansi mengacu pada hukum – peratutan prosedur dan substansi. sifat dan keluasan faktor eksternal yang mempengaruhinya. struktur hukum. Dari ketiga komponen di atas. Budaya hukum merupakan bagian dari budaya umum. membeku. dan budaya hukum. sakit berkepanjangan. perbankan. Memahami unsur sebuah sistem hukum merupakan analisis statis sedangkan memahami faktor eksternal merupakan analisis dinamis. Budaya Hukum Freidman. tetapi baru sebatas desain atau cetakbiru dan bukan mesin kerja.dan norma yang digunakan dalam sebuah lembaga dan mengikat hokum struktur secara bersama. nilai. Struktur dan substansi menjadi masalah karena keduanya statis. menyatakan bahwa sistem hukum terdiri atas tiga komponen. Budaya hukum mengacu pada sikap. sistem hukum serta beberapa bagian hukum. Saya membahas dua konsep analitik yang dapat menjelaskan perilaku sistem hukum statis dan dinamis. Struktur mengacu pada lembaga dan proses dalam sistem hukum. kaku. Friedman membrikan tanggapan terhadap kecenderungan ini: Struktur dan substansi merupakan komponen inti dari sebuah sistem hukum. keduanya ibaratnya gambar dari sistem hukum. Potret tersebut tidak memiliki gerak dan kebenaran… dan seperti ruang pengadilan yang dipercantik . opini. Sampai di sini. Konsep pertama adalah konsep ‘budaya hukum’ karya Lawrence M. kita mengetahui bahwa pendekatan holistik terhadap pembangunan dan hukum sangat penting. dan sistem yang tahan lama. seorang sosiolog hukum dari Universitas Stanfords. kita dapat mengetahui petunjuk-petunjuk bagaimana faktor-faktor tersebut dapat membuat sistem mengalami perubahan. Keduanya dapat digunakan jika model teorinya dibuat dengan tujuan menganalisa sistem hukum karena model ini akan senantiasa berkembang.yang mengikat masyarakat untuk mendekat atau menjauh dari hukum dengan cara khusus. Dengan memahami faktor eksternal. Kunci dari pendekatan ini adalah apresiasi yang sepenuhnya terhadap unsur sistem hukum lain. struktur hukum merupakan badan. Dengan memahami unsur sebuah sistem hukum. Friedman dan konsep Ugo Mattei ‘taksonomi sistem hukum’ yang disebutnya ‘ pola hukum’ (Patterns of Law) 1. dan opini dalam masyarakat dengan penekanan pada hukum. kita mengetahui bagaimana sebuah sistem bekerja pada satu titik waktu. cara bekerja dan berpikir.Bagian B: Pendekatan Holistik pada Sistem Hukum Dari pembahasan awal. hukum substantif. budaya hukum merupakan komponen yang paling penting: .

Budaya hukum membuat segalanya bergerak. Di negara berkembang. konsep ini telah disampaikankan oleh komentator luar negeri pada awal tahun 1972. Dikaitkan dengan kasus yang terjadi di Indonesia. Dengan kata lain. lembaga hukum atau proses hukum atau kapan mereka menggunakan lembaga lain atau tanpa melakukan upaya hukum. konsep ini tidak akan dapat diterapkan dengan baik. dan ‘opini publik’. faktor budaya merupakan ramuan penting untuk mengubah struktur statis dan koleksi norma ststis menjadi badan hukum yang hidup. arti pentinya ‘budaya hukum’ adalah bahwa konsep ini merupakan variabel penting dalam proses menghasilkan hukum statis dan perubahan hukum. Alasannya adalah bahwa konsep sekompleks ‘budaya hukum’ cenderung sulit dipahami. mengapa dan di mana orang menggunakan hukum. seperti pengacara. Dalam pemahaman Saya. Cotterrell sendiri mengakui bahwa konsep Friedman ‘merupakan usaha yang paling dapat menjelaskan konsep budaya hukum dalam sosiologi hukum komparatif dan mempertahankan dan mengembangkan secara teoritis penggunaan konsep tersebut’. Namun demikian. hukum bahkan keseluruhan sistem hukum dari negara barat dalam usahanya untuk melakukan modernisasi kerangka kerja hukum mereka. Friedman menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa tidak adanya presisi dalam istilah ‘budaya hukum’ tidak membuat konsep itu tidak padu. konsep Friedman bukannya tanpa kritik. Friedman juga menyampaikan bahwa budaya hukum situasi tidaklah homogen. penegak hukum dan lain-lain. Hal ini membuktikan kemampuan konsep budaya hokum menembus masyarakat dan bukan tanda-tanda kelemehan. Roger Cotterrell. Di sisi lain. Menambahkan budya hukum ke dalam gambar ibarat memutar jam atau menyalakan mesin. Namun setelah beberapa tahun. seorang sarjana Inggris. Pada tahun 1982 mantan menteri hukum dan peradilan. Sebenarnya. Konsep kedua adalah ‘budaya hukum internal’. Sikap menurut Friedman merupakan ‘budaya hukum situasi’. konsep ini telah dilupakan para reformis hukum dan baru sekarang diingat kembali oleh reformasi hukum di Indonesia. Tim Lindsey menulis: . Jika budaya hukum lokal tidak diakomodasi dalam hukum struktur dan substantif asing.Budaya hukum menentukan kapan. Masalah muncul jika cangkok hukum mengabaikan budaya hukum setempat. Bagian masyarkat yang berbeda memiliki nilai dan sikap berbeda terhadap hukum. Mochtar Kusumaatmaja juga menyampaikan hal yang sama. Cotterrell menggarisbawahi kesulitan dalam menggunakan konsep budaya hukum. hakim. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai profesional yang bekerja dalam sistem hukum. konsep budaya hukum menempati posisi penting karena negara berkembang sering mendatangkan peraturan. Dia salah dalam menarik kesimpulan bahwa konsep tidak padu karena tidak adanya hal yang khusus. konsep ini juga mempunyai kesamaan dalam hal kekurangan presisi sama halnya dengan ‘hukum struktur’. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai masyarakat umum. ‘sistem hukum’. Menurut Friedman. mengatakan bahwa konsep Friedman ‘tidak mempunyai kekerasan’ dan ‘secara teoritis tidak padu’. Friedman selanjutnya menjelaskan sikap dan nilai dalam budaya hukum.

Dengan demikian. – permasalahan-permasalahan seperti mengapa pemegang saham menolak untuk mengajukan direktor dan komisaris ke pengadilan ketika mereka mempunyai hak untuk menuntut mereka. Seperti yang terjadi di Indonesia. Dengan demikian. tidak dapat dibedakan dari politik dan ekonomi. atau mengapa pegawai di Amsterdam bertindak dengan cara berbeda ketika mereka bekerja di Jakarta meskipun ketetapan hukum perusahaan sama. Hukum juga bukan sekedar keputusan hukum dan statuta. pengadilan baru tidak dapat memenuhi harapan. seperti sistem dewan dua pintu dan ketetapan hukum perusahaan yang dikeluarkan pada tahun 1995 dan membandingkannya dengan produk hukum lainnya. Hukum perniagaan di Indonesia dibuat terpisah dan berbeda pada tahun 1998 dengan mengikuti revisi undang-undang kebangkrutan. b) pendekatan budaya dan psikologi yang menekankan peran sikap feudal orang Jawa atau Indonesia. reformasi pada lembaga hukum tanpa lembaga budaya tidak akan efektif. Hasil survei terhadap reformasi hukum di Indonesia pada tahun 1950-an sampai dengan 1990-an oleh David Linnan merupakan informasi penting yang dapat didiskusikan. kegagalan ini disebabkan karena keberhasilan reformasi hukum Indonesia bergantung bukan hanya lembaga pengambil suara. Dalam pandangan saya. Hukum. Sebagian besar pengacara sekarang mengetahui bahwa hukum dan norma yang berada di balik peraturan dan orang yang membuat dan menerjemahkannya. multilateral dan legislatif untuk memulai atau menghentikan atau memperbaki kegiatan sosial dan ekonomi…. terutama di bawah UUD 1945. yaitu: a) pendekatan ilmu politik dan sosiologi yang menekankan peran elit penguasa.Pandangan instrumentalis yang menyerap banyak literatur dan praktek belumlah cukup. c) interpretasi disfungsi organisasi yang menekankan dampak problem mendasar dalam organisasi pemerintah Indonesia. Intinya adalah penjelasan institusional tidak dapat sepenuhnya menjelaskan keluaran reformasi hukum di Indonesia yang belum memuaskan pada tahun 1990-an. perhatian dititikberatkan pada masalah structural. Hukum Perniagaan di Indonesia adalah contohnya. terutama catatan buruk terhadap sistem hukum Indonesia yang korup. Menurut Friedman. Meskipun terdengar sebatas konsep. . Sebagaimana yang terlihat. Ketika melihat hukum di Indonesia. Linan menyatakan tiga artikulasi yang saling melengkapi yang dapat menjelaskan kegagalan reformasi hukum di Indonesia sejak tahun 1950-an. hukum bukan sekedar tugas yang dapat ditarik oleh pemerintah. tetapi juga sikap mental yang tepat dan perilaku mereka yang bekerja. dalam pengertian ini. pendekatan tersebut gagal membedakan sistem hukum yang tertulis dengan system hukum yang berlaku dalam masyarakat. tetapi belum memuaskan. analisis pada struktur hukum dan hukum substantif dan terjemahan terhadap budaya hukum dapat memperlebar jarak. Linnan menyatakan bahwa interpretasi disfungsi organisasi dapat memberikan penjelasan kegagalan reformasi hukum selama Orde Baru. mengawasi dan menggunakan lembaga ini. Pendekatan ini sering mengabaikan bagaimana hukum perusahaan benar-benar bekerja dalam kehidupan. meskipun interpretasi disfungsi organisasi terdiri atas beberapa nilai. Hukum yang baru ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam proses dan penyelesaian kasus.

serta pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa sistem hukum modern dan pembangunan hukum biasanya terdiri dari: Benturan yang agak sulit dimengerti antara tiga paradigma besar mengenai ideologi sosial. dan mereka yang memiliki wewenang keagamaan. mediator. hukum politik. Mattei melihat sistem hukum dunia menganut pada salah satu dari tiga kategori sistem hukum tersebut. the Gesellschaft atau perjanjian individu-komersial. mempunyai nilai karena taksonomi tersebut menghasilkan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menganalisa perubahan dan pembangunan dalam sistem hukum yang berbeda-beda.73 Dalam sebuah sistem. bagaimana sistem hukum berbeda satu dengan yang lain dan bagaimana perkembangan perbedaan tersebut. pandangan yang begitu menjunjung tinggi keselarasan. Mattei menyampaikan pandangannya ‘pola sistem hukum’ pada tahun 1997. hukum dan administrasi… [disebut dengan] the Gemeinschaft atau keluarga komunal organik. utamanya di belahan Eropa-Amerika yang mengabaikan peta dunia hukum berdasar geografis dan tidak memasukkan budaya. dan hukum tradisional. sehingga membatasi kinerja lembaga-lembaga hukum hanya pada bidang-bidang hukum tertentu saja atau masyarakat tertentu saja. serta paradigma birokrasi administratif 75 . aturan hukum tradisional. Sistem hukum yang termasuk dalam kategori ketiga. yaitu politik. bagaimana lembaga hukum tersebut bekerja tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan suatu sistem yang dijalankan dengan hukum profesional. pandangan yang begitu menomorsatukan rasa penyesalan. organisasi sosial. dengan membuat taksonomi sistem hukum komparatif. Dengan ini. Ferdinand Tonnies. Pendekatan tersebut diambil dari karya-karya Weber serta ahli sosiologi lainnya. Dia beranggapan bahwa taksonomi sistem hukum standar pada hukum sipil. Mattei mempostulatkan bahwa ada tiga sumber utama norma sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi perilaku individu. Mattei dengan konsep ‘pola hukum’ mencoba menjelaskan. dapat dilihat dari pola hukum dimana agama ataupun filosofi transcendental yang melekat dalam dimensi internal individu dan dimensi kemasyarakatan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. agama dan tradisi hukum masyarakat atau keluarga tertinggal zaman. hukum dan filsafat dan tradisi agama. akan tetapi. Menurut Mattei.1. Konsep taksonomi sistem hukum yang diajukan Mattei. yang disebut ‘pola sistem hukum’. Pola Hukum Mattei Jika konsep Friedman ‘budaya hukum’ mencoba menjelaskan unsur dalam setiap sistem hukum. umum. Sistem hukum selalu didefinisikan dalam skema tripartit sesuai dengan sumber perilaku sosial yang memainkan peran utama di atara mereka. yaitu: peraturan hukum profesional. lembaga hukum bisa saja terbentuk. serta keberadaan kode-kode bergaya Barat yang tidak memiliki landasan sosial yang penting. Dengan menggunakan pendekatan Weber. beberapa ciri dari suatu sistem hukum tradisional adalah: terbatasnya peranan pengacara dikarenakan besarnya peran sesepuh atau orang yang dianggap mengerti agama.74 Taksonomi Mattei dapat dibandingkan dengan pendekatan terhadap pembangunan hukum yang dikenalkan oleh Eugene Kamenka Alice Tay.

taksonomi Mattei secara terbuka mengakui adanya dampak politik terhadap sistem hukum serta menciptakan sebuah kategori baru mengenai hal ini. Sampai disini. Senada dengan Weber. meskipun terdapat kesamaan. Sedangkan aturan sosial model gesellschaft berasal dari ideologi liberal Barat. taksonomi ini mencoba untuk menggabungkan dan merefleksikan peran budaya hukum dalam suatu sistem hukum yang berlaku.76 Aturan Mattei terhadap hukum tradisional secara umum dapat disamakan dengan paradigma gemeinschaft: aturan mengenai hukum politis dengan paradigma birokrasi-administratif. pandangan-pandangan tersebut memiliki kesamaan dengan pola hukum menurut Mattei. khususnya pemikiran tentang pemisahan antara negara dan individu. penting untuk membahas dua implikasi penting yang diperoleh dari taksonomi Mattei. Mattei mengembangkan sebuah taksonomi yang secara eksplisit menjelaskan bahwa norma-norma budaya suatu masyarakat memiliki muatan kritis terhadap sifat dari sistem hukum ini. Mattei menawarkan sebuah perspektif yang dinamik terhadap studi tentang komparasi sistem hukum. Pertama. dan ekonomi yang kemudian akan menentukan tipe aturan hukum yang mendominasi suatu sistem hukum tertentu. dimana hukum adalah suatu alat organisasi sosial. hukum. dengan menambahkan bahwa klasifikasi dari suatu sistem hukum merupakan hasil dari perubahan kompetiti atas tiga kekuatan politik. Berdasarkan alasan ini. Saya lihat pendekatan Mattei biasanya lebih disenangi daripada pendekatan Kamenka-Tay. taksonomi Mattei membuat kekuatan politik dan aturan hukum politik menjadi kekuatan yang berseberangan dengan rasionalitas formal yang membentuk landasan bagi aturan hukum profesional. Sebaliknya.Aturan sosial model gemeinschaft berdasar pada norma-norma intrinsik dan nilai-nilai masyarakat yang dijunjung tinggi. Terlebih lagi. gesellschaft lebih terarah pada hak asasi manusia. Pandangan Kamenka-Tay mengenai pembangunan hukum sangatlah berguna dimana pandangan tersebut menjelaskan tiga tipe dasar organisasi sosial dan bagaimana setiap tipe tersebut dapat menentukan jenis sistem hukum yang terjadi dalam masyarakat. atau tidak keduanya. Kedua. dalam pendekatan Kamenka-Tay tidak jelas apakah rasionalitas formal Weber merupakan suatu fungsi bagi gesellschaft dan paradigma birokrasi administratif. gemeinschaft lebih terarah pada internalisasi norma sosial. Bentuk birokrasi administratif suatu aturan sosial memaknai aturan sebagai suatu cara untuk mendapatkan intisari dari tujuan kebijakan yang ditetapkan oleh negara. dan tradisi.78 Lebih dari itu. Dengan demikian.77 Dengan mengunakan pandangan fundamental Weber. atau salah satunya. Akan tetapi. Dalam hal ini. politik. Perbedaan yang tidak jelas ini mengakibatkan tidak diperhitungkannya kekuatan politik dalam suatu sistem hukum. Norma-norma budaya ini bermanifestasi dalam berbagai kekuatan sosial. fakta bahwa ia menyebut kategori hukum politis sebagai “hukum tentang pengembangan dalam transisi” menjelaskan bahwa Mattei mengerti akan hal itu. . dan konsep birokrasi administratif lebih pada kebijakan negara. masih terdapat hal-hal yang belum sempurna. dan aturan hukum profesional dengan paradigma gesellschaft.

sebagian besar merupakan karya Friedman dan Mattei. Oleh karena itu. yang tentunya Saya percaya lebih akurat merefleksikan proses pengembanagan hukum baik sebagai sesuatu yang statis maupun dinamis 1. bahkan dengan kontribusi yang diberikan oleh Friedman dan Mattei. sistem hukum mampu dan mau untuk pindah dari model hukum tradisional.82 . masih tetap sulit untuk menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah hubungan kausal. Sesudah itu. saya berharap untuk dapat membahas konsep budaya dan kemudian mencoba menyaring konsep Friedman tentang budaya hukum dengan melakukan identifikasi terhadap apa yang Saya lihat. misalnya import. juga mengubah budaya hukum. Ini tentu saja bukanlah sebuah tugas yang mudah mengingat ‘budaya’ adalah sebuah kata yang terkenal sangat kompleks.81 Geertz sendiri mendefinisikan budaya sebagai: sebuah pola yang diwariskan turun-temurun tentang makna yang terkandung dalam simbol-simbol. menjadi model hukum profesional. meneruskan. Budaya. konsep dia sepertinya tidak banyak membantu ketika digunakan dalam analisis tentang bagaimana sebuah sistem hukum dipengaruhi oleh kekuatan eksternal dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. ternyata terdapat mata rantai yang hilang antara pandangan Mattei terhadap perubahan dinamik dalam suatu sistem hukum dan gagasan Friedman tentang apa yang menjadikan sebuah sistem hukum. memberikan sebelas definisi budaya. politik atau sosial di sisi lainnya? Ketika kekuatan eksternal ini bersinggungan dengan sistem hukum. yang terjadi antara tiga elemen struktur. gagasan Friedman tentang budaya hukum sangatlah berguna untuk menganalisis kenapa dan bagaimana sebuah sistem hukum bekerja pada waktu tertentu. jika ada. serta kekuatan ekonomi eksternal. Namun.80 Taksonomi Mattei yang baru sangat berguna untuk tujuan pemahaman terhadap bagaimana sebuah sistem hukum bisa berubah dari pola hukum tradisional menjadi pola hukum politis dan akhirnya pola hukum profesional. Kesadaran & Kebiasaan Tugas pertama saya adalah memperbaiki konsep budaya hukum Friedman. hukum substantive dan budaya hukum di satu sisi.sehingga dalam situasi tertentu.79 Bagian C: Perubahan Model Apakah yang bisa kita pelajari dari kontribusi Mattei dan Friedman? Menurut saya. sebuah sistem konsepsi yang diwariskan dan tertuang dalam bentukbentuk simbolik yang merupakan cara bagi manusia untuk berkomunikasi. apakah hal ini menimbulkan suatu perubahan dalam struktur. hukum substantive atau budaya hukum? Dapatkah sebuah perubahan dalam hukum substantive. Namun demikian. model hukum politis. Saya menarik berbagai macam materi diskusi serta menampilkan suatu sistem hukum yang sederhana dan dapat dilakukan. Clifford Geertz. Sebuah buku antropologi karangan antropolog Amerika terkenal. dan mengembangkan pengetahuan mereka dan sikap mereka dalam menghadapi hidup. dan kerangka ekonomi serta politik? Untuk menjawab pertanyan tersebut.

atau apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam suatu masyarakat tertentu. Oleh karenanya kesadaran hukum sebuah komunitas mengacu pada kapasitas komunitas tersebut untuk mempertimbangkan apakah beberapa kebiasaan hukum—sikap tertentu. Pertama. dan kesadaran hukum (legal consciousness) berhubungan dengan kapasitas penilaian.84 Dalam hal ini. sementara kesadaran hukum menentukan bagaimana sikap tersebut selalu berubah sepanjang waktu. dan opini. kebiasaan hukum lebih banyak menggambarkan sikap masyarakat terhadap hukum pada suatu masa. kebiasaan hukum (opini aktual atau sikap) dan kesadaran hukum (segala hal mengevaluasi kebiasaan hukum) keduanya merupakan fungsi dari pikiran.88 Menurut definisi-definisi tersebut. 86 Saya menyebut elemen kedua ini ‘legal consciousness (kesadaran hukum)’. Kunci dari perbedaan ini adalah kebiasaan (habit).’ Dalam hal ini. Sebaliknya. dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hukum (legal habit) berhubungan dengan masalah sikap. Dengan demikian.89 Dengan kata lain. Orang itu melakukan hal tersebut karena suatu kebiasaan. dalam bentuk sikap. Budaya mengatur segala tingkah laku dengan menyatakan nilai-nilai dan norma tertentu yang baik atau dapat diterima dan yang tidak baik atau tidak dapat diterima. sikap. bukan melalui proses penilaian efisiensi atau tingkat kenikmatan yang diperoleh dengan makan mie menggunakan pisau dan garpu ala Barat dibandingkan dengan memakai sumpit. Sebaliknya. Mungkin contoh berikut ini akan membantu memberikan gambaran perbedaan antara kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness). Perhatikan . Saya merujuk pada tindakan. Aspek penting kedua yang harus diperhatikan dalam definisi Fukuyama adalah budaya tidak harus rasional. nilai. Saya menyebut elemen yang pertama dengan ‘legal habit (kebiasaan hukum. Fukuyama mengutip contoh seorang lelaki China yang menggunakan sumpit untuk makan mie.87 Dalam hal ini Saya menekankan pada kemampuan yang mencerminkan dan menilai sikap serta nilai-nilai yang membentuk kebiasaan hukum (legal habit). budaya bukanlah sesuatu yang rasional atau irasiomal tetapi sesuatu yang arational. budaya diwariskan dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pengulangan. kesadaran menjelaskan kapasitas dari pikiran yang sama untuk menilai sikap dan pendapat yang dipercayainya. budaya bersifat baik dalam pengertian bahwa budaya mengandung nilai-nilai yang membedakan antara yang baik dan yang benar. menjelaskan isi dari pikiran kita pada suatu saat tertentu.Definisi budaya yang lebih sederhana dan yang Saya anjurkan untuk digunakan dalam diskusi Saya adalah definisi yang dikemukakan oleh rancis Fukuyama: budaya adalah ‘kebiasaan baik yang diwariskan turun temurun’. pendapat atau keykinan tentang hukum —dapat diterima atau tidak diterima dalam komunitas tersebut. nilai-nilai dan pendapat berkaitan dengan lembaga hukum dan hukum yang diwariskan dan diteruskan oleh seorang individu atau masyarakat melalui proses pembiasaan. Saya mencoba untuk mengidentifikasi dua elemen terpisah dari konsep Friedman tentang budaya hukum. 82 Definisi Fukuyama yang kurang jelas ini sebenarnya menekankan pada dua aspek penting budaya. 85 Berdasarkan pendapat bahwa budaya adalah kebiasaan baik yang diwariskan. nilai-nilai.

Dengan kata lain. Dalam hal ini. Namun demikian. lebih luas lagi. 91 Lebih jauh lagi. Maka. budaya hukum seluruh masyarakat akan berubah. Maka. kesadaran hukum individual dan kolektif mulai terbentuk. Jika pengalaman-pengalaman individu ini banyak terjadi dalam masyarakat. budaya hukum berubah sepanjang waktu melalui interaksi antara kesadaran hukum dan kebiasaan hukum. Dia mungkin akan memutuskan untuk tetap menggunakan proses hukum daripada melakukan penolakan seperti para pendahulunya. maka kesadaran hukum-lah yang akan mempengaruhi budaya hukum dalam periode yang lebih lama. Dengan identifikasi kebiasaan hukum dan kesadaran hukum sebagai dua elemen penting konsep Friedman mengenai budaya hukum. maka setelah beberapa waktu. konsep kesadaran hukum memberikan suatu alat bagi kita untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam budaya hukum dalam suatu konteks yang dinamis. pada akhirnya. hal ini berarti bahwa penolakan ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pembiasaan dan bukan suatu pilihan yang rasional.90 Sikap seperti itu terjadi akibat sistem nilai yang lebih menghargai keselarasan sosial dan menjaga hubungan baik dibandingkan dengan penghargaan banyak masyarakat Barat terhadap nilai-nilai tersebut. maka dapat dimengerti bahwa budaya hukum .sikap orang Asia terhadap proses pengadilan gaya Barat yang berlawanan. ketika anak-anak ini tumbuh dewasa dan mengembangkan kemampuan berpikirnya sendiri serta mulai merefleksikan isu-isu hukum. Dengan kata lain. Gagasan Friedman mengenai budaya hukum pada tingkat permukaan dan budaya hukum internal dapat juga dipahami sebagai tambhan terhadap konsep kesadaran hukum (legal consciuosness). pada saat kebiasaan hukum mendominasi budaya hukum pada suatu masa tertentu. Jika penolakan terhadap proses pengadilan ini dianut oleh komunitas orang Asia tertentu. salah satu dari anak-anak ini ada yang menjadi eksekutif senior perusahaan yang harus memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap partner bisnis yang curang. dalam masyarakat Asia. konsep tersebut menjadi lebih tepat digunakan dalam membuat analisis yang dinamis dan prediktif. maka Saya melakukan perbaikan terhadap konsep Friedman. budaya hukum masyarakat tersebut. misalnya mediasi. yang ditandai dengan berkurangnya penolakan terhadap proses pengadilan. maka hal ini akan menjadi kebiasaan hukum (legal habit) dari masyarakat tersebut. anak-anak tumbuh berkembang dalam suatu kebiasaan hukum (legal habit) yang menolak suatu proses pengadilan tanpa harus memikirkan lebih dalam hal tersebut. kesadaran hukumnya telah melakukan evaluasi terhadap kebiasaan hukumnya dan dengan demikian melemahkan keengganannya terhadap proses pengadilan. Mereka mulai mengevaluasi kebiasaan hukum mereka (legal habit). Dengan kata lain. Karena budaya hukum internal mengacu pada sikap dan pendapat dari profesional yang paham tentang hukum. Banyak komentator yang melihat bahwa orang-orang Asia cenderung menolak proses pengadilan dan lebih menyukai metode penyelesaian masalah tanpa menggunakan jalur pengadilan. jika Fukuyama benar dalam melakukan penilaian bahwa budaya adalah warisan atas kebiasaan baik. Seandainya.

Ketika pengacara. dan . apa yang membuat sebuah keluarga memiliki nilai budaya yang unik dibandingkan keluarga lain adalah faktor rasional-irasional dan faktor individualisme-kolektivisme. usaha ini kurang begitu memuaskan karena terkesan sangat ke-Barat-barat-an dimana faktor-faktor yang memuat kebersamaan pemahaman (shared understandings) dalam suatu masyarakat mungkin menjadi tidak relevan bagi masyarakat lain. maka sangatlah masuk akal untuk menempatkan mereka di baris terdepan dalam pemikiran hukum serta hal-hal lain yang dapat membuat mereka memiliki kemampuan yang sama. para profesional bidang hukum—dengan budaya hukum internal yang lebih tinggi tingkat kesadaran hukum-nya—diharapkan dapat menjadi pemimpinpemimpin perubahan hukum dalam suatu masyarakat. terdapat begitu banyak budaya hukum yang berbeda. Misalnya. Pertama. Dalam nilai budaya suatu keluarga. Satu pendekatan alternatif adalah analisa budaya hukum melalui ‘budaya keluarga’ (misal budaya hukum orang-orang Barat. lapisan eksplisit terdiri dari kenyataan yang dapat diamati seperti mode pakaian atau bahasa dari suatu masyarakat. Konsep kembar saya tentang kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness) dapat dibandingkan dengan usaha-usaha lainnya dalam mengidentifikasi elemen-elemen budaya hukum. Dengan kata lain. Kadang-kadang. Lapisan implisit terdiri dari norma-norma. Asia. apa yang membuat sistem hukumnya berbeda dengan yang lain adalah ‘kebersaman pemahaman (shared understandings)’ yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Sebaliknya. reformasi hukum. teori penalaran hukum. secara keseluruhan ada dua hal dalam pengamatan Saya yang membuat penggunaan nilai budaya keluarga kurang begitu membantu dalam usaha ini. baik dalam hal pemikiran hukum maupun reformasi hukum. meski kadang yang terjadi adalah penolakan terhadap suatu perubahan karena mereka memang enggan untuk berubah. Misalnya.92 Berdasarkan pendekatan ini. Kebersamaan pemahaman (shared understandings) ini meliputi konsep masyarakat tentang hukum. dan Africa). dalam masyarakat Asia. hakim dan pembuat undang-undang cenderung lebih terbuka terhadap pembangunan di luar negeri. teori legitimasi hukum. Untuk mengumpulkan berbagai macam budaya hukum yang berbeda dalam satu payung ‘budaya hukum Asia’ jelas akan mematahkan tujuan analisis hukum lintas budaya. masyarakat umum— dengan budaya hukum pada tingkat permukaan yang lebih rendah kesadaran hukum-nya —diharapkan dapat mengikutinya.94 Kedua. serta pandangan mendasar tentang dunia. Islam. Sebaliknya. metodologi hukum. dalam satu negara Asia—seperti Indonesia—bisa saja terdapat sejumlah budaya hukum. cenderung terlambat. teori argumentasi. cakupan nilai budaya keluarga terlihat terlalu luas.95 Pendekatan lainnya terhadap analisa elemen-elemen pokok budaya hukum adalah dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan eksplisit dan implisit.93 Namun demikian.internal lebih mudah dimengerti sehingga memiliki kesadaran hukum yang lebih baik. 96 Menurut pandangan ini. masyarakat umum dengan budaya hukum tingkat permukaan yang lebih rendah tingkat kesadaran hukumnya. nilai-nilai. seseorang mungkin ragu apakah budaya hukum masyarakat Jawa memiliki teori argumentasi atau memiliki kebersamaan pemahaman (shared understandings) terhadap suatu permasalahan.

kemudian disejajarkan dengan taksonomi Mattei serta pendekatan evolusioner terhadap hukum dan pembangunannya seperti yang telah dibahas pada awal bab ini? Menurut Saya. politik dan kerangka sosial yang melekat dalam sistem hukum tersebut. ketika budaya hukum berubah. 98 Yang menarik perhatian. dengan demikian. masyarakat akan .98 Usaha-usaha untuk mengubah tingkah laku dengan mengubah lembaga hukum atau hukum itu sendiri. Hal ini terjadi ketika suatu masyarakat berkembang kesadarannya berkaitan dengan hak indvidu dan demokrasi dan meninggalkann gagasan lama seperti status dan sistem patriarchal. jika tidak didukung perubahan dalam budaya hukum hanya akan bertahan sebentar dan tentu saja sia-sia. pemahaman terhadap lapisan implisit atau budaya sangatlah penting karena disini-lah terdapat ‘serangkaian aturan dan metode yang telah dikembangkan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Friedman. Lebih jelasnya. kedua pendekatan tersebut menyatakan bahwa budaya implisit (atau kesadaran hukum). Hal ini dipelopori oleh kelas kecil elit hukum yang menerapkan budaya hukum internal. hal ini akan menciptakan sebuah model yang sederhana namun tepat guna tentang bagaimana suatu sistem hukum berubah dalam suatu cakupan yang lebih luas dalam bidang ekonomi. 102 Sebaliknya. Implikasi pertama adalah bahwa budaya hukum merupakan elemen sentral dari suatu reformasi hukum yang berhasil.asumsi dasar berkaitan dengan pandangan mereka tentang dunia. budaya lah yang membuat semua berbeda. Perubahan ini tertanam dalam kenyataan bahwa nilai-nilai atau sikap tertentu terhadap hukum menjadi tidak sesuai lagi bagi masyarakat. Model Kerja Apa yang terjadi jika model sistem hukum Friedman. ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi budaya eksplisit (atau kebiasaan hukum) dan pada akhirnya membuat suatu perubahan yang penting. ketika dihadapkan dengan isu-isu moral atau dilema lain yang melibatkan pengambilan suatu keputusan. maka. setelah melakukan survey tentang pembangunan ekonomi manusia. dimodifikasi dengan memasukkan elemen-elemen kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. hal ini benar karena budaya hukumlah yang melemahkan perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum yang sebenarnya.” 100 Implikasi kedua adalah bahwa budaya hukum dapat berubah setiap saat sebagai akibat dari semakin berkembangnya kesadaran hukum. model seperti ini mencermati empat implikasi penting berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunannya. Landes berjalan dalam suatu jalur paralel ketika dengan tepat ia menyimpulkan:”Jika kita belajar dari sejarah pembangunan ekonomi. Lebih penting lagi.’ 97 Pendekatan terhadap budaya hukum dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan ternyata sesuai dengan pendekatan saya yang menggunakan konsep gagasan kembar. Jadi. 2. budaya hukum adalah ‘sumber hukum—norma-norma yang dimilikinya menciptakan norma hukum’. Budaya eksplisit mengacu pada kebiasaan hukum sedangkan budaya implisit mengacu pada kesadaran hukum.

lebih terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, hukum asing dapat dengan mudah diadaptasi dan diimplementasikan. Implikasi ketiga adalah perubahan-perubahan dalam kesadaran hukum yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti peristiwa-peristiwa ekonomi, politik dan sosial. Friedman mengerti akan hal ini ketika ia menyatakan bahwa budaya hukum ‘adalah suatu variabel yang aling terkait. Kekuatan sosial membuat hukum, tetapi mereka tidak membuat nya langsung…’ 103 Maka, di satu sisi kesadaran hukum merubah budaya hukum, budaya hukum merubah sistem hukum, dan sistem hukum mempengaruhi sistem sosio-ekonomi dan politik dalam cakupan yang lebih luas. Dan di sisi lainnya, tekanan sosio-ekonomi dan politik sangat mempengaruhi kesadaran hukum. Pandangan ini sesuai dengan pendekatan Weberian terhadap hukum dan masyarakat yang mencermati keterkaitan berbagai hubungan sosial. 104 Secara khusus, dampak tekanan terhadap kesadaran hukum dari para elit profesional hukum sangatlah penting karena para elit-lah yang biasanya menjadi pemimpin dalam membentuk budaya hukum masyarakat. Harus pula dicatat bahwa agenda politik dari mereka yang memegang kekuasaan—yang mungkin tidak sama dengan para elit hukum—akan menentukan pengaruh eksternal mana yang akan dijabarkan kedalam perubahan-perubahan nyata dalam kesadaran hukum. Implikasi keempat adalah bahwa pendekatan Weberian menyatakan, selama ini pembangunan eksternal dalam bidang ekonomi, politik dan sosial dapat mempengaruhi kesadaran hukum suatu masyarakat terhadap penerimaan yang lebih besar akan sistem hukum yang lebih rasional. Hal ini memberi jalan bagi pandangan Weber atas masyarakat yang berpandangan rasional terhadap hukum yang selama ini didomonasi oleh birokrasi yang kuat. Perubahan yang serupa juga dijelaskan oleh Kamenka-Tay sebagai suatu konfrontasi antara gemeinschaft, gessellschaft dan paradigma birokrasi administratif. Intinya adalah bahwa pendekatan Kamenka-Tay tidak menjelaskan bagaimana konfrontasi antara ketiga kekuatan itu akan dimainkan. Tetapi model saya menjelaskan hal ini. Model pendekatan milik saya menjelaskan bahwa faktor penentunya adalah kesadaran hukum dalam suatu masyarakat. Jika jumlah kesadaran hukum bersimpati terhadap intrinsik, memegang teguh norma tradisional, maka paradigma gemeinschaft akan mendominasi; jika berganti dan menjadi lebih bersimpati terhadap liberalisme klasik Barat atau pemikiran tentang birokrasi negara yang kuat, maka gessellschaft atau paradigma birokrasi administratif yang sebaliknya akan mendominasi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, saat ini sangat mungkin untuk menggambarkan hubungan antara struktur hukum, hukum itu sendiri dan budaya hukum—termasuk juga kebiasaan hukum dan kesadaran hukum—dalam suatu sistem hukum tertentu, begitu pula dengan dampak dari faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, politik dan sosial terhadap sebuah sistem. Hal ini dapat dilihat pada Diagram 1 di bawah ini.

Diagram 1. Jika elemen-elemen penting dari model ini benar, maka elemen itu mendukung pandangan Friedman bahwa budaya hukum adalah elemen sistem hukum yang paling penting. Model tersebut menjelaskan bahwa dalam budaya hukum, kebiasan hukum mendominasi sikap-sikap yang saat ini ada terhadap hukum. Namun demikian, kesadaran hukum-lah yang menentukan arah dan kecepatan pergerakan budaya hukum terhadap waktu. Kesimpulan ini memiliki satu pelajaran kritis bagi mereka yang tertarik terhadap fenomena hukum dan pembangunannya. Jelasnya, formulasi hukum yang baru dan reformasi pada lembaga hukum akan tidak efektif tanpa adanya perbaikan yang sesuai dengan budaya hukum. Dengan kata lain, selain sumber-sumber yang digunakan untuk membuat formulasi kebijakan, harus lebih banyak lagi sumber yang diarahkan bagi tujuan yang lebih luas bagi perbaikan budaya hukum masyarakat. Setiap proposal reformasi hukum untuk merubah hukum itu sendiri atau lembaga hukum haruslah menyertakan analisis dari aspek-aspek budaya hukum lokal yang akan mendukung perubahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan dan budaya hukum masih terus diangap sebagai aspek hukum yang tidak penting, maka resiko kegagalan akan sangat tinggi. Seperti kata Mary Hiscock, mantan guru hukum saya yang memiliki pengalaman tentang reformasi hukum di Asia: Hukum adalah tanaman yang tumbuh dengan akar manusia, dan sangatlah penting untuk memberikan pendidikan bagi orang-orang agar mereka berubah. Jika yang dicari adalah hukum yang siap dibuat, ini dapat saja dibeli dari berbagi konsultan yang ada. Namun yang ada hanyalah hukum. Masyarakat masih saja melakukan hal yang sama dengan apa yang dulu sering mereka lakukan. Tidak ada perubahan. Ini adalah pelajaran bagi sejarah bangsa Asia. Dan menurut Saya, perkataan Mary memang benar adanya Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

ini ada catatan kuliah sosiologi hukum Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Huku | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Hukum Kebijakan Publik Posted by mujiburrahman on September 4.Ini kuliah catatan kuliah Hukum sosiologi Posted in S2. 2009 .

1987. II. 2008 Dr. Prentice-Hall. Bambang Widodo Umar Buku Acuan : • • • • • • • • A. Jakarta. Jakarta.R. New Jersey. Sosiologi Hukum. Englewood Cliffs. Raya Grafindo Persada . Hans Kelsen. Teori Umum Hukum dan Negara. 2004.Jakarta . L. Sosiologi. Peters & Koesriani. Hukum & Perkembangan Sosisl.G. Johnson. Adam Podgorecki & Christopher J. Mandar Maju.M. Hukum dan Sosiologi Hukum. Jakarta. Friedman. Alvin S. Pustaka Sinar Hrapan. 1988. 1977. Pendekatan Sosiologi Terhadap Hukum. Taufiq Abdullah. Soerjono Soekanto. PT. 1994.A. III. 1986. Bina Aksara. Sosiologi Moralitas. Bandung. Jakarta. CV. Whelan. Media. Yayasan Obor Indonesia.ini catatan yang terakhir dari kuliah matrikulasi hukum kebijakan publik Posted in Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Sosiologi Hukum Posted by mujiburrahman on October 9.I. 2001.Jakarta. Rineka Cipta. Rijkschroeff. B. Law & Society. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum.

Jakarta. 2001. SOSIOLOGI HUKUM : Ilmu pengetahuan ttg interaksi manusia yg berkaitan dg hukum dlm kehidupan bermasyarakat. 2002. kmdn dikembangkan dalam suatu norma sosial REALITA HUKUM FENOMENA Unsur-2 – Ciri-2 – Sifat-2 Definisi kategori klasifikasi NORMATIF SOSIOLOGIS . Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah. 2001. KULIAH 1 Konsep Dasar Sosiologi Hukum SOSIOLOGI : mempelajari masyarakat dlm konteks hubungan atau interaksinya antar warga. Jakarta. ILMU HUKUM : mempelajari sekumpulan aturan-aturan untuk membimbing perilaku manusia yang diterapkan & ditegakkan diantara anggota masyarakat (Negara). Jayabaya University Press. HUKUM * Perwujudan nilai-2 normatif (abstrak) * Instrumen utk pengendalian sosial SOSIOLOGI Memenuhi kebutuhan konkrit (aturan main) dalam kehidupan msyarakat (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) Universalitas hukum itu diperoleh dg cara mengabstraksikan realita dg pola perilaku manusia. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara.• • • Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Peradaban. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Jakarta. Catatan Kriminalitas. Sosiologi hukum sbg pengetahuan yg bersifat multi disipliner approach. Ketika Kejahatan Berdaulat. Peradaban.

Taufik Abdullah) PERILAKU SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) PERILAKU MASA LALU PERILAKU MASA DATANG PERILAKU TERAPAN • • • • • • • • • • Apa yg jadi motif Bgm pola perilakunya Apa ciri individu Mengarahkan Mengubah Mengendalikan Dari hasil belajar sosial Mencoba-coba Mempraktekkan POTENSI MANUSIA Kepaduan (cohesiveness) Komitmen (commitment) (Baca Sosiologi Moralitas.(Aspek Kualitas) (Aspek Kuantitas) SOCIAL RELATIONSHIP (Causality) ABSTRAKSI HUKUM (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) MASYARAKAT NORMA UKURAN TTG SEJUMLAH PERI- .

PERTENTANGAN (CONFLICT). CARA BERFIKIR. B. NILAI MENTALITA (AKTIVITAS JIWA.LAKU YG DITERIMA & DISEPA-KATI SECARA UMUM OLEH MASYARAKAT (VOLKWAYS. PERSAINGAN (COMPETATION). MORES. CUSTOMS. Rijkschroeff) TERPOLA KRITIS OBYEKTIF SUBYEKTIF REALITA HUKUM MENEKANKAN PD TUJUAN MENEKANKAN PD PROSES AKAL BUDI PERILAKU HUKUM . LAWS).R. PENGUASAAN (DOMINATION). BERPERASAAN) YG TERBENTUK DR PERILAKU MANUSIA MENJADI SEJUMLAH ANGGAPAN (Baca Sosiologi. Hukum dan Sosiologi Hukum. BENTUK-BENTUK SOCIAL RELATIONSHIP : KERJASAMA (COOPERATION). PENYESUAIAN (ACCOMODATION).

KEBENARAN HUKUM → Normatif KEBENARAN SOSIOLOGIS → Bebas Nilai (values free) FAKTA SOSIAL KEBENARAN SOSIOLOGI HUKUM NORMA-NORMA Tidak sama dg kebenaran hukum (Baca Sosiologi Moralitas. Logika rasional (Pemikiran manusia = Wisdom). Paranormal. ilmuwan). Taufik Abdullah) KONSEP KEBENARAN KEBENARAN : Absolut (kitab suci). Otoriter (kekuasaan) Mistik (Dewa. Dukun dll). Ilmiah (pakar. Taufik Abdullah) HUKUM DAN MORALITAS (Emile Durkheim) Mayarakat KETERATURAN TINDAKAN OTORITAS Masyarakat KEPENTINGAN .(Baca Sosiologi Moralitas.

Taufik Abdullah) PENERAPAN HUKUM SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) ATMOSPHERE Suasana STRUKTUR FUNGSI/TUGAS PRESSURE Desakan Pengembangan & Pemeliharaan UNITY Kekompakan LEMBAGA .KOLEKTIF KETERIKATAN KELOMPOK Disiplin Ilmu Pengetahuan Otonomi Moralitas MILIEU SUI GENERIS (Baca Sosiologi Moralitas.

Masa itu hk dianggap satu-satunya perekat sosial. cara berfikir kelas-2 sosial. dipaksakan olh pemegang kekuasaan. dipengaruhi olh kepentingan material. Struktur Sosial : hukum lahir scr bertahap. . ideal. Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada. Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku masyarakat. dan utk menekan kaum borjuis (Karl Marx).PENEGAK HUKUM KEPATUHAN HUKUM KEWIBAWAAN HUKUM HUKUM NGR HUKUM ADAT (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) PERKEMBANGAN HUKUM DLM MASYARAKAT Fungsi Sosial : sbg himpunan moralitas & wahana utk mencapai cita2 sosial (Durkheim). perbuatan jahat dg menggunakan hukum sbg alatnya sulit dilacak karena diselubungi olh hk dan berada dlm hukum. Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama. SBG SARANA REKAYASA SOSIAL. SBG ALAT KEJAHATAN. (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) ASPEK BEKERJANYA HK DLM MASYARAKAT SBG SARANA KONTROL SOSIAL. Perubahan Sosial : keberadaan hukum hrs mengabdi pd kepentingan rakyat. dan kelompok-2 kepentingan dlm masyarakat (Weber). Law as a tool of crime. bukan utk memecahkan masalah sosial.

yaitu : Tindakan (act). . dan makna (meaning). Rijkschroeff) PEMAKNAANNYA : Interaksi Manusia mengandung tiga unsur. Tbg Ronny Nitibaskara) PARADIGMA HUKUM PARADIGMA I (Pra Normatif) PARADIGMA II (Normatif) NORMAL LAW ANOMALI LAW REVOLUTION KRISIS ANOMALI BARU PARADIGMA : PANDANGAN FUNDAMENTAL TTG APA YG MENJADI POKOK PERSOALAN (SUBJECT MATTER) DALAM HUKUM NORMAL LAW dst (Baca Sosiologi. B.(Baca Ketika Kejahatan Berdaulat.R. sesuatu (thing). Hukum memiliki daya mengatur jika scr relatif sdh dipersatukan dlm kelompok-2 sosial. Hukum yg dimaksud bukan saja hukum dlm arti tertulis tetapi juga yg tidak tertulis. maupun jiwa yg melatar belakangi penerapan hukum. Hukum dan Sosiologi Hukum. apalagi dlm sistem sosial. baik menyangkut falsafah. intelektualitas.

organisasi formal dan sosial. ideologi. kemanfaatanlah yang menjadi ukuran utama.R. Pemaksaan itu lebih utk melindungi sistem sosial daripada hukum. Obyek Sosiologi hukum : karakteristik hukum masyarakat. kelembagaan sosial. Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat.Hukum bersifat memaksa ttp paksaan itu bukanlah merupakan syarat utama. MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI HUKUM Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dalam masyarakat. Adanya “pemisahan kekuasaan” Tipe Ngr Hk : Ngr Kesejahteraan (welfare State) (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) . Rijkschroeff) NEGARA HUKUM Eropa Kontinental – Ngr Hk adl ngr yg berdiri di atas hk yg menjamin “keadilan” kpd wrg ngr nya (Aristoteles) Keadilan merupakan syarat bagi terciptanya kebahagiaan hidup utk wrg ngr dan sbg dasar ap keadilan itu perlu diajarkan rasa susiak kdp setiap manusia. Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat. Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif di dalam masyarakat. Paham laissez faire laissez aller – biarlah setiap angt masyarakat menyelenggarakan sendiri kemakmurannya Dua unsur pokok ngr hukum (Imanuel Kant) : 1. 2. Hukum dan Sosiologi Hukum. Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat. (Baca Sosiologi. dan dinamika sosial. B. Perlindungan thd HAM.

Hukum berdaulat kr sifatnya imperatif. Tiga unsur rule of law : 1. 2. DAN SALING MEMBERIKAN SUMBANGAN DLM APLIKASI .Anglo Saxon– tdk mengenal ngr hk ttp mengenal “the rule of law” – pemerintahan olh hukum (Dicey – kelanjutan dr ajaran John Locke). tanpa diterima olh rakyatpun hk tetap berlaku (Kelsen) Hukum berdaulat kr bersumber pada kesadaran hk rakyat. (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) KOMPONEN YURISPRUDESIAL SOSIOLOGICAL Fokus Peraturan-Peraturan Struktur Sosial Proses Logika Perilaku Cakupan Universal Bervariasi Perspektif Partisipan Pengamat Kegunaan Praktis Alamiah Tujuan Pengendalian Keseimbangan MODEL HUKUM (Donald Black) PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS. Hak asasi tdk bersumber pd konstitusi/UUD (penegasan)ttp sdh ada sejak manusia dilahirkan KEDAULATAN HUKUM Sbg kelanjutan dp keadaulatan rakyat. DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT. Equality befor the law (kdkn sama di dpn hk) 3. SALING MELENGKAPI. Hukum yg baik adl hukum yg dierima olh rakyat karena mencerminkan harapan rakyat. Supremacy of the law.

B. Hukum dan Sosiologi Hukum. Putusan hakim tidak dapat mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. * SIKAP AMBIVALEN MERUPAKAN PENGHALANG BAGI TEGAKNYA HUKUM * KEKUASAAN YG TDK BERPARADIGMA HK MERUPAKAN PELUANG TERJADINYA PELANGGARAN HAM (D. hukum selalu diidentikkan dengan undang-undang. dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis.L KIMBAL) (Baca Sosiologi. Apakah tujuan yg dikehendaki hukum sama dg efek peraturan itu dlm kehidupan masyarakat. Italia. Hukum dan Sosiologi Hukum. . Rijkschroeff) REALITAS HUKUM (Law on books & Law in action) Terjadinya perbedaan karena : Apakah “pola tingkah laku sosial” tlh mengungkapkan materi hk yg diumuskan dlm peraturan. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Adagium: “tidak ada hukum selain undang-undang”. Apakah keputusan pengadilan sama dg apa yg diharuskan dlm peraturan. Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakanhukum baru.R. Sistem Hukum Eropa Kontinental (Civil Law) Dari Romawi berkembang ke Jerman. Rijkschroeff) KULIAH KE 2 SISTEM HUKUM 1.(Baca Sosiologi. Dengan kata lain. Perancis. B. karena hakim hanya menerapkan dan menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya. Indonesia Bahwa hukum itu memperoleh kekuatan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi.R. Belanda.

Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. 4. Sistem Hukum Adat Bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya. maka melalui putusan2 hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum. Subyek Hukum Adalah pengemban hak dan kewajiban. Sifat: tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyang. Siapa saja? Orang pribadi dan badan hukum (Criminal Justice System) 2. Sistem Hukum Anglo Saxon (Common Law) Dianut negara-negara anggota persemakmuran Inggris. Teori Umum Hukum dan Negara. Asas doctrine of precedent. Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan2 hukum dan menciptakan prinsip2 hukum yang baru yang berguna bagi pegangan hakim2 yang lain dalam memutuskan perkara sejenis. Hukum Pidana Hukum Privat: Hukum Perdata. Masyarakat Hukum . Sunnah Nabi. AS. 3. Baca buku Hans Kelsen. hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis. Hukum Dagang 2. Hukum Administrasi Negara. Sistem Hukum Islam Bersumber pada Al Qur’an. Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu hukum publik dan hukum privat. Amerika Utara.Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu: Hukum Publik: Hukum Tata Negara. Bersumber pada putusan hakim/putusan pengadilan/yurisprudensi. Kanada. Ijma dan Qiyas. Hakim berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat.

Hubungan Hukum Bisa sederajat. Rijkschroeff) MEMAHAMI MASYARAKAT . 4. B. Peranan Hukum Terdiri dari hak (fakultatif) dan kewajiban (imperatif). dan timpang 6. Obyek Hukum Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum.R. meliputi: materiil dan immateriil PRANATA HUKUM HUKUM DLM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL SOLIDARITASSOSIAL KESADARAN KOLEKTIF (Collective Conscience) MEKANIS ORGANIS HUKUM REPRESIF HUKUM RESTITUTIF Masyarakat segmental Masyarakat modern (Baca Sosiologi. Peristiwa Hukum Merupakan perbuatan hukum yaitu segala perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan hak dan kewajiban 5. bersifat abstrak dan memerlukan adanya relation and communication.Kumpulan dari subyek hukum di dalam suatu masyarakat sebagai suatu sistem yang teratur dan hukum yang tercipta dalam hubungan dengan masyarakat itu sendiri. 3. Hukum dan Sosiologi Hukum. timbal baik.

Perubahan sosial adl modifikasi dlm pengorganisasian masyarakat (Persell). Di Ngr berkembang persoalan pembangunan adl bgm mempertahankan kehidupan sos. metabolisme. pernafasan. utk menggambarkan pertumbuhan organik dr embrio ke arah kedewasaan. kelompok. proses berlangsungnya kehidupan masy (perubahan sosial) yg bersifat diakronik. Hal ini = mempelajari masy dlm keadaan dinamis. Perubahan sosial adl perubahan pola perilaku. Kesimpulan : Perubahan sosial mengacu pd variasi hubungan antar individu. sirkulasi darah dll. lembaga dan struktur sosial pd wkt tertentu (Farley). shg pembangunan sering diartikan sbg kemajuan yg dicapai masy hanya di bidang “ekonomi” dengan tdk melihat segi moralitas manusia. & bgm meletakkan dasar-dasar ekonomi kehidupan masy yg mampu bersaing di pasar internasional (Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan pembangunan manusia (human development) .Auguste Comte menggambarkan masyarakat : Statika Sosial : Menganalogikan masy spt “onatomi” tubuh manusia yg terdiri dr organ. hub sosial. & gaya hidup manusia yang berlangsung dlm kehidupan bersama sbg masyarakat. Ada perbedaan prinsipiil antara konsep pembangunan yg dianut olh “ngr berkembang” dg pembangunan “ngr maju” (Adikuasa). kultur dan masyarakat pd wakt tertentu. organisasi. Hal Ini = mempelajari masy dlm keadaan statis sbg pendekatan yg bersifat sinkronik. Dinamika Sosial : Menganalogikan masy spt berfungsinya tubuh manusia. PEMBANGUNAN Kata “Pembangunan” secara umum diartikan sbg ush utk memajukan masy & warganya. dalam pola berfikir dan dalam pola perilaku pd wakt tertentu (Macionis). kerangka & jaringan. Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial PERUBAHAN SOSIAL DLM KONTEKS PEMBANGUNAN Perubahan sosial adl transformasi dalam organisasi masyarakat. menyangkut pula orientasi berfikir. Proses penggantian nilai-nilai budaya & institusi-institusi sosial dalam konteks struktur dan organisasi masyarakat. . Kemajuan dimaksud terutama menyangkut segi material.

penelitian tdk dihargai. Spenser : struktur sosial berkembang secara “evolusioner” dari struktur yg homogen ke arah heterogen. dan kepastian terjelma menjadi bangsa yg beradab atau sebaliknya menjadi bangsa yg primitif. imajinasi tergeser olh hasil penelitian & konsepsi-2 teoritik. saling tergantung. terpadu. kadang di atas kadangkala turun ke bawah. Auguste Comte – Tiga tahap dlm peradaban: 1. kebijakan masih dilandasi pd imajinasi ttp mulai bergeser kearah landasan penelitian.Di Ngr maju (adikuasa) persoalan pembangunan adl bgm melakukan ekspansi lebih lanjut bagi kehidupan ekonominya yg sdh mapan. Dialektika : penalaran dg dialog sbg cara utk menyelidiki suatu masalah. Masy sederhana bergerak maju scr evolusioner ke arah ukuran lebih besar. Antara “Perubahan Sosial” dg “Pembangunan” terdapat hubungan yang bersifat : Resiprokal : saling berbalasan. 3. Teologis & Militer : semua hub sos bersifat militer. 2. Perubahan struktur sosial sll diikuti dg perubahan fungsi sosial. POLA PERUBAHAN SOSIAL Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial Unlinear : perkembangan masyarakat tidak selalu menuju kearah kemajuan tetapi bisa juga ke arah kemunduran (primitivisme). majemuk. dan kebijakan dilandasi imajinasi. 2. saling bermanfaat. 1. Pola Siklus : perkembangan masyarakat laksana st roda. semua konsepsi teoritik didasarkan pd pemikiran mengenai adikodrati. . masy/pok bertujaun menundukkan masy/pok lain. Metafisik & Yuridis: jembatan perubahan dr bentuk masyarakat militer dg masyarakat industri. Pola Linear : Perkembangan masyarakat mengikuti pola yg pasti. juga saling mengisi atau saling mengurangi. Ilpengtek & Industri: industri mendominasi hub sosial & produksi jadi tujuan utama masy. Segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dari hasil pertentangan dua hal & yg kemudian bertentangan dg yg lain shg menimbulkan hal yg lain lagi.

(Kesenjangan budaya. Peranan Keluarga dll). Reformasi. Polarisasi. berkembang kemudian lenyap. (Kependudukan. Indian. (Inovasi. atau laksana tahap perkembangan seorang manusia melewati masa muda. Modernisasi).Oswald Spengler : kebudayaan tumbuh. Disorganisasi. Erosi Kepemimpinan dll). Demoralisasi. Difusi dll). BIDANG-2 YG TERKAIT DLM PERUBAHAN SOSIAL PELEMBAGAAN PERUBAHAN KEYAKINAN SENTIMEN/PERASAAN TEKANAN/STRESS KETEGANGAN/STRAIN GOAL (Pencapaian tujuan) ADAPTATION . FAKTOR APA YG TERKANDUNG DLM PERUBAHAN. tua. Pembagian Kerja. Involusi. (Tradisional. Aborigin dll). Romawi. Perburuhan. (Evolusi. Invensi. dewasa. BAGAIMANA KECEPATAN DARI PERUBAHAN. dan akhirnya punah ( contoh : bangsa Yunanai. MENGAPA TERJADI PERUBAHAN. KEMANA ARAH PERUBAHAN. Revolusi dll). MASALAH YG MENJADI PERHATIAN DLM PERUBAHAN SOSIAL APA YANG BERUBAH. berkembang & pudar laksana gelombang yg muncul mendadak.

(Penyesuaian) PERSONAL INDIVIDU INDIVIDU KOMUNIKASI SOSIALISASI KONTROL SOSIAL PERINGKAT SOSIAL STATUS/PERANAN KEKUASAAN FASILITAS INTEGRATION (MempersatuKan) FORMAL SOSIAL ORGANISASI BOUNDARY MAINTENANCE/ TAPAL BATAS/ ARAH SYSTEMIC LINKAGE/ .

PEREKATAN TUJUAN SISTEM SOSIAL NORMA SANKSI LATENCY (Membentuk pola perilaku) BUDAYA MASYARAKAT PROSES UNSUR-UNSUR FUNGSI STRUKTUR DIMENSI Baca: buku Sosiologi Sistematik EKONOMI TRADISIONAL FOKUSNYA ADL : Proses sosial yg memungkinkan elit ekonomi & politik mengelola alokasi sumberdaya produksi PERAN KEKUASAAN DALAM KEPUTUSAN EKONOMI MRPKN PIJAKAN UTAMA. EKONOMI MODERN FOKUSNYA ADL : .

baik oleh lembaga swasta maupun pemerintah utk mempertahankan/memperbaiki “standar kualitas hidup manusia”. POLITIK (ORIENTASI KEKUASAAN) EKONOMI (ORIENTASI PROVIT) SOSIAL (ORIENTASI MORAL) PEMBANGUNAN (ORIENTASI MATERIAL) INTERFACE DALAM PERUBAHAN SOSIAL PERUBAHAN SOSIAL PERKEMBANGAN TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOSIALIS LIBERALISME MASHAB KLASIK Free fight compatation Invisible hand devision of labour spealization KEHANCURAN .Alokasi efisien atas sumberdaya produksi scr berkesinabungan dg memperhatikan mekanisme sosial politik.

EROPA (Trickle Down Efect) ROSTOW SUKSES NEGARA-2 ASIA AFRIKA AMERIKA LATIN GAGAL FAK INTERNAL .EKONOMI LEPASNYA PAHAM MANUSIA DALAM IKATAN-2 KOLEKTIF MENUJU INDIVIDUALISM WELFARE STATE DEMOKRATISASI POLITIK CHECKS & BALANCES PERKUATAN KEKUASAAN YUDICEEL AMERIKA SERIKAT BANTU → NEGARA.

FAK EKSTERNAL MUNCUL NEGARA PHERY-PHERY (NGR PINGGIR) METROPOLITAN (NGR PUSAT) KETDK SEIMBANGAN EKONOMI NGR BERKEMBANG DG NGR MAJU EKSPLOITASI NGR MAJU THD NGR BERKEMBANG COMPARATIVE ADVANTAGE PSIKOLOGI – VIRUS N’ACH KEBUD SPIRIT KREATIFITAS RASIONAL KETERGANTUNGAN SUATU NGR KPD NGR LAIN AWAL PERKEMBANGAN → EKONOMI POLITIK EKONOMI PEMBANGUNAN KESEIMBANGAN DLM .

.PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PEMBANGUNAN POLITIK DALAM HAL : NEGARA BANGSA NEGARA KESEJAHTERAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (UNDP) KEAMANAN MANUSIA (HUMAN SECURITY) FAKTOR PENYEBAB SELESAI PD I & II AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL (Abad ke-20) Jumlah penduduk dunia meningkat sangat tinggi Tuntutan bangsa untuk merdeka meningkat Polarisasi kekuasaan berkembang meluas Berkembangnya organisasi & oligarkhi menuntut perluasan spesialisasi Bertambah lebar jurang pemisah antara yang memerintah dg yang diperintah Hilangnya keseimbangan antara kekuasaan eksekutif. masing-2 berusaha merebut kekuasaan. legislatif & yudikatif Krisis kekuasaan yudiceel yg disebabkan oleh jumlah gol semakin membesar.

ekonomi). kecuali hal-2 teknis Sentralistik karena pembuatannya lbh banyak ditentukan olh lbg-2 ngr trtm pemerintah . PERGESERAN SISTEM HUKUM CIVIL LAW (Eropa Kontinental) Peranan ngr dlm pembuatan UU dominan Hk tertulis sbg andalan bagi kepastian hk CAMMON LAW (Anglo Saxon) Hk tertulis & konvensi Mendapat tempat yg penting Hakim dpt membuat hk mll Vonis-2 tanpa hrs terikat pd hk tertulis Keadilan diutamakan ORIENTASI CAMMON LAW CIVIL LAW KOMPONEN PEMBUATAN FUNGSI PELUANG Partisipatif dg mengundangkan seluas-luasnya parmas baik scr individu maupun kelompok Aspiratif.sip scr rinci & ketat shg tdk dpt diinterpretasikan scr sepihak olh pmrth.Perundang-undangan yg lambat mengantisipasi. shg kekuasaan yudiceel dipengaruhi oleh kekuatan-2 dominan dlm masyarakat (politik. memenuhi kehendak masyarakat yg dkontestasikan scr demokratis Limitatif karena memuat kttn prin.

Positivis instrumentalis dlm arti isinya lbh mencerminkan kehendak atau alt justifikasi atas program yg akan dilakukan pmrth Interpretatif krn hanya memuat mslh-2 pokok utk ditafsirkan dg prtn rendah yg dibuat olh pemrth.R. Hukum dan Sosiologi Hukum. Rijkschroeff) FEED BACK PERUBAHAN SOSIAL vs NETRALITAS HUKUM TUJUAN HUKUM KEADILAN SOSIAL KEBENARAN . B. dmn interpretasi sekedar menyangkut hal-2 teknis MASYARAKAT ALIH-ALIH PELEMBAGAAN HUKUM GOVERNMENT POLITIC (Subyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION NORM (Obyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION SANCTION (Internalisasi) ALL OTHER SOCIETAL ALL PERSONAL FORCE STATE Rule Occupation (Baca Sosiologi.

Peranan lembaga.KEMANFAATAN SOSIAL ARUS POLITIK GLOBAL PEMBANGUNAN NAS PERUBAHAN SOSIAL MASALAH SOSIAL NETRALITAS HUKUM KEBERFIHAKAN HUKUM MASALAH SOSIAL Masalah sosial adalah penyimpangan perilaku individu maupun lembaga di dalam masyarakat sebagai akibat dari kebijakan atau penerapan kebijakan tidak tepat dalam mengelola masyarakat sehingga menimbulkan patologi sosial. Pengorganisasian lembaga. Folkways. . PERMASALAHAN SOSIAL MENYANGKUT : Sistem kelembagaan. Manajemen lembaga. Fungsi lembaga. Sarana dan prasarana. Mores.

Light. dr persoalan moral hingga mslh kenegaraan. Kornblum.Customs & Law Bentuk-2 Permasalahan Manipulasi sentimen etnis dan agama untuk kepentingan elit politik Lingkungan hidup rusak akibat diskriminasi dlm peruntukan tanah. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. Tersebar karena orang perlu & suka. kaburkan tujuan. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Kornblum. Smelser. Dpt merusak nama baik (reputasi). Keller) Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. PANIK (Horton & Hunt. . Keller) Berita yg menyebar secara cepat. Smelser. Menarik ketika terjadi ketegangan sosial. Light. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. dan kebuasan eksploatasi sumber daya alam Marginalisasi hak hidup warga asli/suku terasing Rakyat kecil dipakai untuk mendukung politik massa Rakyat kecil di pelosok terperangkap dalam tarik-ulur politik lokal Kehidupan ekonomi kian mahal dan sulit DESAS-DESUS (Horton & Hunt.

hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Light. kekejaman. gila materi & jabatan. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. Aksi tsb merupakan teknik paksaan tanpa paksaan yang menggunakan tuntutan dr sejumlah orang yang rela menderita demi menegakkan suatu pandangan moral. Smelser. Smelser. konsumerisme.Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. Pembangkangan sipil disebabkan kr muncul-nya kasus-2 yang berkaitan dengan adanya perasaan kurang puas atas sistem hukum yang tidak adil. ketidakadilan. hedonisme dll CIVIL DISOBEDIENCE (Horton & Hunt. Faktor pendorong: kemiskinan. gerakan revolusioner. Contoh: Gerakan demo. (KAMI 1966. Semula bentuk gerakan tidak terorganisasi. . GERAKAN SOSIAL (Horton & Hunt. Kornblum. gerakan ekspresif. Kornblum. pribadi kecewa. Awal mula gerakan dilakukan olh suatu kelompok yg merasa tdk puas thd suatu keadaan. gerakan reformasi. penyaluran kegagalan. disertai dengan kesediaan menerima sanksi hukum. atau mereka yg merasa hidup kurang berarti. Keller) Perilaku masa yang melakukan kegiatan secara berkesinabungan untuk menunjang atau menolak kebijakan yg dianggap merugikan masyarakat atau kelompok. korupsi yg parah. Reformasi 1998). “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. individualisme. gerakan utopia. terarah dan terencana selanjutnya terorganisasi. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. Aksi ini merupakan tindakan politik yang bukan merupakan tindakan kekerasan dengan tujuan untuk mengubah hukum atau kebijakan pemerintah. Light. Keller) Pembangkangan sipil adl penyimpangan hk secara umum dan terbuka karena terdorong oleh kata hati serta pandangan moral.

pola kesedarhanaan. Perjugian. moralitas. disorganisasi sosial. PATOLOGI SOSIAL Semua tingkah laku yg bertentangan dg norma kebaikan. hak milik. hidup rukun bertetangga. kesenjangan (deprivasi). shg melahirkan kesenjangan sosial. Narkotika. kelambatan kultural (cultur lag). Teori dasar: ketidakpuasan (discontent theory). . prasangka) tentang ciri-ciri tertentu (khusus) kelompok luar yang telah diterima secara luas oleh masyarakat. Inter-dependensi antara disorganisasi sosial dan lingkungan budaya yg buruk merupakan rangsangan bagi orang normal menjadi sakit sosial (sosiopatik). Kejahatan. Bentuknya : Kemiskinan. solidaritas kekeluargaan. hingga disintegrasi sosial. Kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang besifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif. Stereotype mungkin ada benarnya. Citra kaku tentang suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. Pelacuran. Pembangkangan sipil bisa mencapai tuntutan yang dikehendaki apabila memiliki disiplin diri yg kuat dari para pelaku. Pelacuran STEREOTIPE Kesan (pandangan salah. Perkembangan tdk seimbang dr macam-2 bag kebudayaan. ketidakmampuan menyesuaikan diri (malajusment theory). dan tdk mengarah ke tindakan kekerasan. Sasarannya ialah membangkitkan perasaan simpati masyarakat dan mempermalukan partai dominan agar partai dominan mau membuat kelonggaran. kebaikan dan hukum formal (Penyakit Masyarakat).Pembangkan sipil diilhami oleh pemikiran bhw keadilan yg berlaku di masyarakat hanya untuk golongan tertentu saja dan kurang memperhatikan golongan yang lain. Dengan kata lain tuntutannya benar-benar utk kepentingan bangsa dan negara. stabilitas lokal. tetapi tidak seluruhnya benar. Cara ini umumnya berlaku di negara-negara demokrasi di mana para pelaku telah memiliki kesadaran cukup tinggi dlm hidup bernegara. Social disobidience = Paksaan tanpa kekerasan (nonviolent coercion) sbg teknik perlawanan (non resistance) atau perlawanan pasif (pasif resistance). disiplin. Alkoholisme.

sehingga menimbulkan kesenjangan dlm kesejahteraan dan kemampuan kedua lapisan tersebut. akses dlm berpolitik dll. disertai perasaan tanpa norma. ketidakseimbangan diri Keterasingan diri atas karyanya di dlm masyarakat atau kelompok. pendidikan. POLARISASI Proses terjadinya dua lapisan dlm masyarakat (lapisan atas dan lapisan bawah) yang menunjukkan perbedaan sikap dan kemampuan dalam merespon (menyerap) ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil-hasil pembangunan sedemikian rupa. tanpa kemampuan. ketidakberartian. Nilai-nilai lama telah ditinggalkan sedangkan nilai baru belum terbentuk.l kesenjangan dlm kesejahteraan. ANOMALI Anomali adalah proses penyimpangan fungsi-fungsi lembaga dalam masyarakat yg tdk segera diperbaiki peranannya sehingga menimbulkan kegalauan atau keadaan anomi. dan tersingkir dlm kehidupan.ALIENASI Keterasingan. INVOLUSI . dan digunakan sebagai pedoman sikap & perilaku oleh warga masyarakatnya. tanpa arti. ketidakberdayaan. tanpa perhatian. & tidak melakukan perubahan scr substansial cara utk mengatasi masalah. Bentuknya berupa pelanggaran thd norma-norma sosial yg tlh melembaga atau mapan. Cara menerapkan nilai lama tidak sesuai dg perkembangan. tidak ada sanksi yg efektif. Bentuk a. ANOMI Kondisi sosial yg tidak memiliki seperangkat nilai & sistem penerapannya yang diyakini benar. berlaku scr konsisten. merasa rendah diri. terisolasi. sedangkan cara baru belum ada. tanpa daya. keterpencilan.

anarkhi di masyarakat dalam menghadapi setiap kebijakan yg dianggap tidak selaras dengan pendapat umum CRIME Crime is societal problem not criminal justice problem (Radcliff Brown). dlm konteks mekanisme daya tahan masyarakat (defence-mechanisme). kemerosotan kebudayaan kr ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kehidupan sosial sudah mencapai bentuk yang pasti. serta berfikir dan bertindak scr ekonomis. Bentuknya berupa peningkatan teknik melangsungkan kehidupan atas dasar ketertutupan (exclucivisme). Misdemeanor = kejahatan yg kurang serius) Organized Crime : Suatu tindak kejahatan yg dilakukan oleh sekelompok orang scr sistematis (modus operandi). lembaga-lembaga. kepekaan sosial menghilang.Involusi adalah kemunduran. materi dan panik EROSION PATRON-CLIENT Pengikisan hubungan ketergantungan antara Klien (yang dipimpin. justru terus berkembang hingga menjadi semakin rumit. tata-cara hidup dalam masyarakat Bentuknya berupa kontradiksi-kontradiksi sikap dan tindakan dlm bentuk arogan. Pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran (Garofalo). di sisi laian melemahnya nilai ketauladanan dan rasa tanggungjawab) Patron sbg pengaruh dr orientasi materi yg menonjol. namun tidak berhasil diseimbangkan atau diubah menjadi suatu pola baru. agresif. anggota) terhadap Patron (Pelindung. kebanggan hanya pada lambang-lambang kesuksesan. Pemimpin) disebabkan oleh menguatnya nilai kesadaran rasional di satu sisi. fungsi-fungsi. KRISIS Krisis adl proses melemahnya daya pengikat sosial berupa nilai-nilai. Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok (Thomas). brutal. peranan-peranan. mekanisme. dilindungi. Konsep kejahatan sering dilihat dr aspek kegarangan tindakan (Feloni = kejahatan serius. mabuk kekuasaan. status-status. persepsi sosial menjadi kabur. Criminal Organization : Suatu organisasi yg didirikan oleh . hingga sikap sosial mengalami dehumanisasi.

Cyber crime (kejahatan maya. cargo air transportation. Penyalahgunaan credit card. minuman. drug mll pengemasan & peredaran yg tdk konvensional (pembuangan limbah 3B. 2) pembersihan etnik (genocide. Kejahatan asuransi. Penyebaran hama & penyakit mll bahan makanan import kadaluarsa. debt collector). KEJAHATAN PD MASYARAKAT INDUSTRI Penyelundupan (smuggling) sbg bentuk kejahatan konvesional yg berdimensi baru. Pemalsuan merk dagang terkenal & pembajakan hak paten. pecurian pulsa telp. memiliki aksi kejahatan yang berkelanjutan. pemalsuan restitusi pajak. kejahatan yg bersumber dr tekanan psikologis akibat kerja berat & diburu wakt. Penggelapan pajak. Pelecehan sex dan child abused. maupun yg tertahan di pelabuhan tujuan. diplomatic bag dll). container. menggunakan peralatan teknologi. Pasar gelap (black market) barang-2 terlarang spt makanan. TERORISME . baik berasal dr ngr pengeksport yg kondisi alat angkutnya buruk. money laundry.para penjahat utk mengoptimalkan pencapaian tujuan (punya struktur organisasi yg jelas. transpotasi (kapal curah. memanfaatkan teknologi komunikasi. memiliki keanggotaan tetap. 3) perbudaan dll. menggunakan akumulasi kekuasaan State Organized Crime : tindakan yg menurut hk ditentukan sbg kejahatan & dilakukan olh pejabat pmrth dlm menunaikan tugas dr negara Crime againts humanity : 1) kejahatan perang.

penyembunyian informasi. Kecenderungan para penegak hukum untuk mengarah ke upaya memperluas atau mempersempit pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak pembuat peraturan hukum dan ketetapan tersebut. 2. mengacaukan stabilitas pemerintahan. WCC menggugurkan teori yg menyatakan pelaku kriminal adl orang-2 yg berasal dr kelas sosial & ekonomi rendah.Strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kekerasan atau ancaman kekerasan utk memaksa pemerintah. JUDICIAL CRIME Kejahatan yang dilakukan olh aparat penegak hukum dlm konteks jabatan & kekuasaan untuk menetapkan seseorang atau sekelompok orang salah atau tdk bersalah dg cara menyimpangkan perkara dari tujuan hk shg menguntungkan diri sendiri & merugikan fihak lain yg berperkara serta merusak tatanan hukum. penguasa & rakyat dengan menimbulkan rasa takut. tetapi memiliki keyakinan yang teguh atas kebenaran tujutannya. Berlindung di balik jabatan. Dilakukan dlm konteks sindikat. 4. 5. Menguntungkan diri sendiri maupun kelompok. penggelapan dan manipulasi. WHITE COLLOR CRIME Ciri-2 WCC menurut Laura Snider : 1. Akibat yg ditimbulkan meluas. penyesatan. JUDICIAL ACTIVISM Hakim yg mengembangkan atau memperluas pengertian hukum dan peraturan konstitusi yang berlaku dengan menggunakan interpretasi hukum menurut pendapatnya sendiri. 3. Dilakukan dlm konteks kewenangan. dan balas dendam. Kegiatan tdk sah tanpa menggunakan kekerasan scr langsung teruama menyangkut penipuan. Digunakan olh kelompok yg hanya memperoleh dukungan kecil. CRIMINAL LAWYER . Berbagai tujuan terorisme : menarik perhatian dunia. Label yg mengandung pesan moral & politik utk kejahatan yg dilakukan olh orang-2 yg memiliki kedudukan sosial tinggi & terhormat dlm pekerjaannya (para pengusaha & eksekutif). mendukung revolusi.

hingga mengancam keselamatan hakim. mengaburkan peristiwa/perkara mll mass media. Keamanan perempuan. Masyarakat melakukan upaya penegakan hukum menurut pandangan & cara-cara mereka sendiri. jaksa maupun hakin dlm membuat berita acara. Pengusangan kekerasan. EXTRA JUDICIAL CRIME Lembaga yg terbentuk kr ketidakpuasan masyarakat atas kinerja para penegak hukum.Aktivitas lawyer yang menjadi langganan pelanggar hukum baik perorangan maupun terorganisir. Keamanan kesehatan. Human security sbg Sistem keamanan yg Berlawanan dengan Sistem State sesurity PENDEKATAN DLM KEAMANAN MANUSIA : • • Pengusangan perang. Keamanan pendidikan. dg cara menyuap aparat gakkum. Jiwa & bencana. Keamanan keluarga & Kediaman. Keamanan harta milik. Keamanan hak cipta. Keamanan makanan. Keamanan kerja. Pekerjaannya : merekayasa alibi. HUMAN SECURITY (Keamanan Manusia) MULTI FASET KEAMANAN MANUSIA : • • • • • • • • • • • • • Keamanan kultural & agama. . mempengaruhi polisi. Anak dan lansia. Masyarakat mengganggap tindakannya mrpkn tindakan suci (mahatma) & mrpkn hk positif. Keamanan perjalanan. Keamanan informasi. Masyarakat tdk mempercayai integritas moral para penegak hukum kr aparat tlah melakukan penyalahgunaan wewenang & memberi perlindungan thd praktek-2 kejahatan. mengatur pertemuan yg bersifat tersembunyi. menuntut hingga menyidangkan perkara. Juga menakuti saksi. Keamanan hak-hak manusia.

Radikalisasi agama. perjalanan). kendaraan. ekonomi & hukum (peradilan) Keadilan hukum. Perpecahan keluarga. Hak intelektual. senjata api. harta. air. Kemiskinan mayoritas. Bencana alam. alarm. jaga malam. Pelestarian lingkungan. Pengamanan fisik (pagar. Terorisme. kecelakaan. Akutansi. Praktek dokter. Informasi. TANTANGAN KEAMANAN MANUSIA MASA DEPAN : • • • • • • • • • • • • Pangan. INDUSTRI KEAMANAN : • • • • • • Asuransi (pendidikan. mata elektronik. PROBLEM SOSIAL MASA KINI (Makro) Upaya mempersenjatai diri dan upaya mengurangi persenjataan (armament and disarment) Masalah Hak Asasi Manusia Alih teknologi. Perubahan umur kerja. . Trans-nasitional crime. pekerjaan. Pengawalan. usia lanjut. kunci. Kesehatan. Ekologi. udara. patroli.• • • • • • • • Demokratisasi politik. inflasi. rumah. tanah. tawar-menawar secara kolektif (collective bargaining) Biaya pemerintahan (government budgeting). Keseimbangan biomassa. Ekoteknologi. Penyelesaian konflik scr damai. Multikulturalisme & multirelijionisme. foto kamera). Detektif swasta. Hak manusia dg relativism kultural.

Restrukturisasi sosial (social restructuring) Keikutsertaan buruh dalam mengelola perusahaan. gender. ras.Inovasi kelembagaan (institutional innovation). kebangsaaan dst) Perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan dalam bidang khusus. mengelaurkan pendapat dll) Pembagian waris bagi wanita. dll KONFIGURASI PROBLEM SOSIAL PROBLEM MAKRO STRATEGIS PROBLEM MESSO TAKTIS PROBLEM MIKRO TEKNIS GRAND THEORY MIDDLE RANCE THEORY LOWER THEORY . seperti lapangan kerja. juga dalam hal penentuan kebijaksanan (codetermination) serta keterlibatan buruh dlm manajemen (worker’s self management) Hak atas non-diskriminasi (atas dasar jenis kelamin. sistem peradilan dll Kebebasan vs kekerasan. Perubahan tata-nilai dlm kesenian (musik). dan /atau kemampuan melahirkan anak. Hak sipil dan politik lainnya (berkumpul. Alokasi & peruntukan tanah. Perkawinan sesasama jenis.

Masalah Keamanan. Perlindungan wanita. 3. Masalah Kemakmuran. Sistem Kepolisian Nasional. Perlidungan konsumen. Fungsi Lembaga Arbritase. Masalah Messo : • • • Sistem Penegakan Hukum. Perbankan. KULIAH KE 3 ANALISIS MASALAH Analisis merupakan kegiatan akal budi dlm rangka memecahkan masalah dan berupaya utk memperoleh jawabannya. Jenis analisis : 1. Dalam hal ini menempatkan proses dan problem dalam konteks sebagai suatu sistem. Analisis praktis – suatu kajian untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan suatu masalah. . 2. Kepailitan Perusahaan. Masalah Mikro : • • • • • • Persaingan Usaha. Peranan lembaga.MASALAH KELEMBAGAAN MASALAH ORGANISASI MASALAH INDIVIDU Masalah Makro : • • • Masalah Keadilan. Analisis teoretis – suatu kajian untuk mengubah/menambah/ mengembangkan pengetahuan. Analisis problematik – kombinasi dari analisis teoretis dan analisis praktis untuk mencari jalan keluar secara sistematis dlm konteks pemecahan mslh empiris.

4. disugestikan ke sbh aturan umum utk menyelesaikan kejadian khusus ttt. Penalaran adalah proses berfikir dari premis ke premis utk mencapai kesimpulan. Induksi. Penalaran yuridis adalah proses suatu berfikir dalam rangka mengidentifikasi hak-2 dan kewajiban-2 spesifik dari orang-2 tertentu. Argumen induksi = berdasarkan premis-2 khusus utk menarik kesimpulan umum. Abduksi. Analisis yuridis – cara berfikir yg terpola & terarah pd sistem kaidah hukum positif dan kenyataan di masyarakat. adil dan manusiawi. Hakekatnya merupakan penerapan premis umum pada premis khusus atau premis mayor pada premis minor. Argumen deduksi = mengeksplisitkan kesimpulan yg sdh ada dlm premis-2 scr tersirat. 3. Hasilnya disebut argumentasi. selanjutnya berdasarkan kesamaan-2 dan perbedaan-2 menarik kesimpulan umum. Prosesnya membanding-bandingkan sejumlah kejadian atau fakta. Tujuannya utk memelihara stabilitas dan prediktabilitas (menjamin ketertiban dan kepastian hukum). serta utk menyelesaikan kasus scr imparsial. Jenis-2 Argumentasi : 1. Argumen abduksi = berdasarkan sebuah kenyataan konkret yg dipandang sbg problematika. Mengidentifikasi sumber hukum yang aplikabel. Secara teknik dijabarkan ke dalam enam langkah : Memaparkan selengkap mungkin fakta dari suatu peristiwa yang menimbulkan masalah. Deduksi. 2. . obyektif. Bentuk dasarnya adl silogisme.

atau menangkap. data diartikan sebagai keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis). FENOMENA Kata konsep berasal dari kata latin concipere yang berarti mencakup. Proses berfikir yuridis – Penalaran hukum = legal reasoning = argumen yuridis Fenomena adalah hal-hal yang dapat dilihat dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah. Fenomena ini merupakan gejala atau kejadian yang dapat ditangkap oleh indera manusia. menstrukturkan dan mengkualifikasi fakta yang relevan shg tampil peristiwa hukumnya. Dengan kata lain konsep itu penyederhanaan dari fenomena KONSEP Data merupakan bentuk jamak dari datum. pengamatan. misalnya gejala-gejala atau kejadian alam. Dengan demikian fenomena-fenomena yang ingin diketahui akan terjawab setelah diperoleh fakta-fakta. sehingga arti konsep sebenarnya adalah tangkapan. Menerapkan struktur aturan-2 pada fakta yang relevan utk menetapkan hak-2 dan kewajiban-2 yang diciptakan olh fakta tersebut dg mengacu pada kebijakan yang melandasi aturan-2 tersebut. baik berupa teori.Menganalisis sumber-2 hukum utk menetapkan aturan-2 yang aplikabel & kebijakan (policy. mengandung. maupun kuantitatif berbentuk angka yang diperoleh dari penjumlahan atau pengukuran. Hasil dari suatu penelitian berupa fakta-fakta yang diungkapkan dalam bentuk proposisi-proposisi. Jika intelek (akal budi) manusia mengangkap atau melihat sesuatu. Dalam bahasa Indonesia. dan lain-lainnya. maka buah atau hasil dr tangkapan tersebut disebut konsep. Mensintesiskan aturan-2 hukum yang aplikabel ke dlm suatu struktur koheren yang di dlm nya aturan yang lebih spesifik dikelompokkan ke bawah aturan yang lebih umum. digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. Menelaah fakta yang diperoleh utk memilah. . dalil. Konsep dinyatakan dalam sebuah kata atau kalimat. Kata bendanya adalah conceptus yang berarti tangkapan. fenomena merupakan “titik awal” dalam upaya mendapatkan informasi-informasi dan dijadikan suatu hal yang ingin diketahui. mengambil. tujuan kemasyarakatan) yang melandasi aturan-2 tersebut. Fenomena itu kemudian diabstraksikan dengan konsep-konsep yaitu istilah atau simbolsimbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. Jadi konsep adalah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari suatu fenomena. Data dapat berupa data kualitatif yaitu yang tidak berbentuk angka yang diperoleh dari wawancara. hukum. Dalam kegiatan kajian terhadap suatu masalah.

Keabsahan hasil pengujian itu tergantung pada kebenaran dan ketepatan data serta kecermatan analisis data. artinya hubungan-hubungan tersebut benar-benar terjadi dan suatu peristiwa terbukti kebenaranya berdasarkan fakta. yg tidak perlu dibuktikan kebenarannya namun dpt diterima scr ilmiah (logis). Contoh Jika mahasiswa Universitas Jayabaya pernah mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain. Dengan demikian jika hipotesis atau paradigma dinyatakan benar setelah diuji secara empirik. Misalnya. atau sesuatu yg benar-benar terjadi. TEORI FUNGSIONAL . berarti peristiwa. DATA Fakta berasal dari bahasa latin factum. l : Pendapat yg dikemukakan sbg keterangan mengenai suatu peristiwa. teori ttg hukum dagang. maka hubungan-hubungan informasi yang diprediksikan menjadi penyebab masalah benar. data digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau paradigma. PREMIS Rangkaian pernyataan mengenai hubungan antara dua atau lebih konsep. Misalnya teori ttg mengendarai mobil. Fakta merupakan bentuk jamak dari factum. Seperangkat konsep yg berhubungan satu sama lain yg menggambarkan st fenomena dlm hubungan scr kausalitas dg tujuan utk menerangkan. FAKTA TEORI Teori memiliki beberapa pengertian a. teori tentang kejadian bumi. bukti atau berita yg merupakan kenyataan. Asas atau hukum scr umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. maka mereka cenderung belajar secara aktif sehingga prestasinya cenderung lebih tinggi. teori tentang pembentukan negara.Jadi data adalah keterangan atau hasil dari pengamatan/ pengukuran baik berupa nilainilai maupun angka yang biasa dijadikan sebagai bahan dasar kajian atau analisis. Seperangkat premis yg berhubungan scr logis baik linear maupun tdk linear dan dinyatakan scr sistematis utk menjelaskan gejala-gejala empiris. dan meramalkan fenomena. Dalam suatu kajian.

sehingga mereka mengindahkan nilai-nilai dan norma pergaulan hidup tersebut. Konflik dpt menimbulkan keadaan tidak enak. di mana orang-orang mempunyai ikatan erat dalam pengelompokan intermedier. menegangkan. Simmel. Galtung. menakutkan namun syarat bagi suatu perubahan. Teori Over Control yang terdiri dari teori Labeling. keyakinan agama. Grand Theory Teori-teori Under Control atau teori-teori untuk mengkaji perilaku jahat seperti teori Disorganisasi Sosial. Teori-teori Kultur. Jika dalam pengelompokan membagi nilai dengan norma-norma yang sama. M. Comte. H. Spenser) Kohesi sosial dalam masyarakat : Di setiap masyarakat senantiasa dijumpai suatu keterkaitan (kohesi). Teori ini secara umum membahas mengapa ada orang melanggar hukum meskipun kebanyakan orang tidak demikian. maka masyarakat memiliki aturan dalam pergaulan hidup. T. Dalam masyarakat seperti itu terdapat pengelompokan intermedier atas lembaga-lembaga kemasyarakatan. Konflik sosial merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang menyangkut masalah ekonomi. Grand Theory TEORI KONFLIK (Hobbes. meresahkan. Status dan Opportunity seperti teori Status Frustasi. teori Kultur Kelas dan teori Opportunity yang menekankan mengapa adanya sebagian kecil orang menentang aturan yang telah ditetapkan masyarakat di mana mereka tinggal. Parsons. kekuasaan.(Durkheim. Teori ini lebih menekankan kepada masalah mengapa orang bereaksi terhadap kejahatan. ras. Dahrendorf. sehingga di dalamnya ada semacam struktur tertentu. A. Karl Maarx. Weber. Slotkin) Konflik merupakan fenomena yg normal dan natural. teori Konflik Kelompok dan teori Marxis. teori Netralisasi dan teori Kontrol Sosial. Coser. Lower Theory ANOMI .

misalnya dengan mabok-mabokan. Conformity (menyetujui) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menerima tujuan dan sarana-sarana baru (legitimate mean) yang berkembang di masyarakat karena ada tekanan sosial. akan tetapi tdk terjadi perubahan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. . namun beralih menggunakan sarana baru jika menemui halangan terhadap cara yang digunakan untuk mencapai kesusksesan. Masyarakat masih ada yang percaya dengan cara-cara lama untuk mencapai tujuan. ttp dilandasi olh sistem stratifikasi berdasarkan kekuasaan dan wewenang. sehingga keadaan menjadi galau atau membingungkan. Di sisi lain meskipun masyarakat memiliki sarana yang terbatas tetapi tidak melakukan penyimpangan. orang sulit manangkap apa yang diharapkan dari orang lain baik untuk bersikap maupun bertindak. Meraka juga menginginkan utk mengubah sistem melalui social disobidien (pembangkangan sosial). Masyarakat meredakan ketegangan dengan menurunkan skala aspirasi sampai pada batas yang bisa mereka capai daripada mengejar tujuan budaya kesuksesan yg hanya ilusi. kehidupan menjadi seolah-olah tanpa pedoman. Ritualism (tatacara keagamaan) yaitu keadaan di mana warga masyarakat yang telah menerima tujuan dan sarana-sarana baru. namun saranasarana baru tidak kunjung diadakan.K. Rebellion (pemberontakan) yaitu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak. karena tidak ditaatinya aturan-aturan yang telah mapan (aturan lama ditinggalkan sedangkan aturan baru belum ada). Retreatism (penarikan diri) yaitu keadaan di mana warga masyarakat melepaskan tujuan budaya sukses dan sarana-sarana sah.(Emile Durkheim) Anomi adalah keadaan deregulation dalam masyarakat. mereka melanjutkan pencapaian tujuan hidup dan percaya atas legitimasi sarana-sarana konvensional dengan mana kesusksesan akan dicapai. Warga masyarakat mulai menyesuaikan diri dari menurut cara-cara sendiri. EXCHANGE THEORY (Peter Blau) Premis-premisnya : Pertukaran sosial tidak simetris.MERTON) Innovation (pembaharuan) adalah keadaan di mana tujuan dalam masyrakat diakui dan dipelihara. (R. berusaha untuk mengganti atau mengubah seluruhnya. pecandu narkoba hingga puncaknya bunuh diri.

Manusia diberikan kaidah-kaidah supaya tidak melakukan pelanggaran. (2) Munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu telah mempengaruhi hukum menjadi lebih pragmatis serta berorientasi pada sistem. yakni self report survey. TEORI LABELING (Micholowsky) .Perbedaan status dlm masyarakat berakibat adanya perbedaan transaksi dalam pertukaran antar warga. proses sosialisasi yang adequat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuensi. 4. Sebagaimana acuan. Proses sosialisasi yang ade quat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuen. 2. khususnya terhadap tingkah laku remaja. karena setiap pertukaran salalu diikuti oleh pamrih atau balasan. Harus ada kontrol intemal maupun ekstemal. dan (3) Teori Kontrol Sosial dikaitkan dg teknik penelitian. selain itu. Dalam organisasi hubungan yg asimetris dilestarikan melalui kekuasaan yg memaksa. Premis teori Kontrol Sosial : 1. Ketaatan thd hukum (law abiding). Kekuasaan dan otoritas dalam masyarakat sangat tergantung pd hasil perbandingan cost dan reward yg menguntungkan semua pihak. manusia diberi kendali supaya tidak melakukan pelanggaran. teori ini kurang menganalisis masalah kriminal dan hanya mengarah pada subyek perilaku menyimpang. kontrol intemal dan ekstemal harus kuat utk membangun ketaatan terhadap hukum (law-abiding). Pendidikan terhadap seseorang untuk melakukan pengekangan keinginan (impulse). 3. Legitimasi pemimpin dlm masyarakat tdk menjamin para anggota merasa puas thd kepemimpinannya. TEORI KONTROL SOSIAL (Nye) Menurut Nye. status yg rendah ditentukan olh status yg tinggi. atau memahami apa yang diharuskan olh pimpinan. TEORI KONTROL SOSIAL (Reiss) Lahirnya teori Kontrol Sosial dilatarbelakangi oleh tiga aspek perkembangan dalam masyarakat : (1) Adanya reaksi dari teori labeling dan konflik yang dilandasi tingkah laku kriminal.

Umumnya tingkah laku seseorang yang dicap jahat menyebabkan orangnya juga diperlakukan sebagai penjahat. Premis tersebut menggambarkan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang bisa dikatakan jahat apabila tidak terdapat aturan yang dibat oleh penguasa untuk menyatakan bahwa sesuatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang diklasifikasikan sebagai kejahatan. yaitu: (1) Individual deviation.Premis-premis teori Labeling sebagai berikut : 1. Becker menekankan dua aspek: (1) Penjelasan tentang mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu sampai diberi cap atau label sebagai penjahat. dan (3) Systematic deviation. tetapi karena ditetapkan demikian oleh penguasa. Reaksi itu menyebabkan tindakan seseorang dicap sebagai penjahat. (3) Penerapan aturan tentang kejahatan dilakukan untuk kepentingan pihak yang berkuasa. (4) Orang tidak menjadi penjahat karena melanggar hukum. di mana interaksi tersebut diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu. Edwin Lemert membedakan tiga penyimpangan. bukan warisan. (2)Situational deviation. 3. DIFFERENTIAL ASSOCIATION THEORY (Edwin H. sehingga tidak patut jika dibuat kategori orang jahat dan orang tidak jahat. (2) Predikat kejahatan dilakukan oleh kelompok yang dominan atau kelompok penguasa. 4. 5. Kejahatan merupakan kualitas dari reaksi masyarakat atas tingkah laku seseorang. Sutherland) Sembilan premis perilaku jahat : 1. perilaku seseorang bisa sungguh2 menjadi jahat jika orang itu di cap jahat. dan (2) Pengaruh daripada label itu sebagai konsekuensi penyimpangan tingkah laku. Pada dasarnya teori labeling menggambarkan: (1) Tidak ada satupun perbuatan yang pada dasarnya bersifat kriminal. sebagai pola-pola perilaku kejahatan terorganisir dalarn sub-sub kultur atau sistem tingkah laku. Teori Labeling Howard S. di mana timbulnya penyimpangan diakibatkan oleh karena tekanan psikis dari dalam. Terdapat kecenderungan di mana seseorang atau kelompok yang dicap sebagai penjahat akan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya. 2. dan (5) Pada dasarnya semua orang pernah melakukan kejahatan. Perilaku kejahatan adalah perilaku yang dipelajari. sebagai hasil stres atau tekanan dari keadaan. . Seseorang yang dicap dan diperlakukan sebagai penjahat terjadi dalam proses interaksi. antar kelompok dan antar individu dan kelompok.

Asosiasi Diferensial bervariasi dalam frekuensi. surat kabar. maka yang dipelajari termasuk: (a) teknik melakukan kejahatan. Premis 3: Definisi tindak kejahatan diterapkan di dalam masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk pelaksanaan dan administrasi hukum pidana. Seseorang menjadi delinkuen karena ekses pola-pola pikir yang lebih melihat aturan hukurn sebagai pernberi peluang melakukan kejahatan daripada melihat hukurn sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi 7.2. 3. Secara negatif ini berarti bahwa komunikasi interpersonal seperti melalui bioskop. 4. Ketika perilaku kejahatan dipelajari. namun kadang ia dikelilingi orang-orang yang melihat aturan hukurn sebagai sesuatu yang memberikan peluang dilakukannya kejahatan. Proses mempelajari perilaku jahat diperoleh lewat hubungan dengan pola-pola kejahatan dan mekanisme yang lazim terjadi dalam setiap proses belajar secara urnum. Perilaku kejahatan dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi. (b) motif-motif. . alasan-alasan pembenar dan sikap-sikap tertentu). durasi. Kepentingan penguasa ikut mencampuri di semua tahap dimana kejahatan itu diciptakan. 5. namun tidak dijelaskan bahwa perilaku yang bukan jahatpun merupakan ekspresi dari kebutuhan dan nilai-nilai umum yang sama. Bagian terpenting dalam proses mempelajari perilaku kejahatan terjadi dalam hubungan personal yang intim. Komunikasi tersebut dapat bersifat lisan atau dengan bahasa tubuh). Arah dan motif dorongan itu dipelajari melalui definisi-definisi dari peraturan hukum. Sementara itu perilaku jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan nilai umum. secara relatif tidak berperanan penting dalam terjadinya kejahatan). Dalam suatu masyarakat. dorongan-dorongan. 8. 6. prioritas serta intensitasnya. Premis 2: Kejahatan adalah gambaran perilaku yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk kebijakan publik. SOCIAL REALITY OF CRIME THEORY (Richard Quinney) Premis 1: Definisi ttg tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik. atau perumusan pelanggaran hukum merupakan perumusan tentang perilaku yang bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang membuat perumusan. 9. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga-warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. kadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan melihat apa yang diatur dalam peraturan hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi.

judi dan lain-lain yang dapat mernperlemah budaya kedua belah fihak. Konflik budaya dapat terjadi apabila ada benturan aturan pada batas daerah budaya yang berdampingan. Premis 5: Pemahaman ttg tindak kejahatan dibentuk dan diserap ke dalam kelompok-kelompok masyarakat lewat sarana komunikasi. Pertemuan tersebut mengakibatkan terjadinya kontak budaya diantara mereka baik dalam kaitan agama. (2) pengalaman belajar. SUB-CULTURE THEORY Teori sub-culture membahas kenakalan remaja serta perkembangan dari berbagai tipe gang anak-anak di AS. Konflik budaya timbul karena orang-orang yang hidup dalam budaya tertentu pindah ke lain budaya yang berbeda. cara berdagang dan budaya minumminuman keras. orientasi kerja. Konflik budaya dapat juga terjadi bila satu budaya memperluas daerah berlakunya ke budaya lain. CULTURE CONFLICT THEORY (Thorsten Sellin) Premis 1: Bertemunya dua budaya besar. Hal ini terjadi biasanya dengan menggunakan undangundang dimana suatu kelompok budaya diperlakukan untuk daerah lain. (3) identifikasi pada pihak-pihak lain. Teori sub-culture dipengaruhi oleh kondisi intelektual (intelectual heritage) aliran Chicago. Ada dua teori sub-culture Teori Delinquent Sub-Culture Albert K. Premis 2: Budaya besar menguasai budaya kecil. Cohen dalarn bukunya Delinquent Boys (1955) berusaha memecahkan masalah kenakalan remaja dengan meggabungkan teori Disorganivasi Sosial dari Shaw dan . Merton dan Solomon Kobrin yang melakukan penelitian terhadap hubungan antara gang jalanan dengan orang laki-laki yang berasal dari komunitas kelas bawah (lower class). konsep anomie Robert K.Premis 4: Pola aksi tindakan melanggar hukum atau tidak tergantung pada faktor : (1) kesempatan dalam masyarakat. Premis 3: Anggota dari suatu budaya pindah kebudaya lain. Hasil penelitiannya menunjukkan ada kaitan antara hierarki politis dengan kejahatan teroganisir. (4) konsep diri.

TEORI KONSPIRASI (Mathias Brockers) Mutasi dlm kehidupan tdk saja terjadi atas dsr pertarungan atau persaingan soal keberadaan.K. bilamana masyarakat terintegrasi dg baik. Sutherland dengan teori Anomie R. Kekerasan Kolektif Reaksioner – merupakan reaksi thd penguasa. Menurut Cloward. teori Differential Association Edwin H. Cohen menyimpulkan bahwa kondisi tsb menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku delinkuen kalangan remaja di daerah kumuh (slum).Cloward dan Leyod E. (2) Retreatist Sub-culture. deviasi perilkau remaja itu terjadi karena ada perbedaan kesernpatan yang dimiliki anak-anak untuk mencapai tujuan hidupnya. ttp juga persekutuan & kerjasama yg justru memungkinkan terjadinya evolusi. ruang lingkupnya terbatas pada st komunitas lokal (contoh : pengeroyokan thd pencopet yg tertangkap tangan). Teori Differential Opportunity (Perbedaan kesempatan) Teori ini dikemukakan oleh Richard A. Tiga tipe gang kenakalan remaja: (1) Criminal Sub. pelaku dan pendukungnya tdk semata-mata berasal dr st komunitas lokal.Sulture. mk gang akan berlaku sebagai kelompok yang belajar dari orang dewasa. perampasan harta benda. penyalahgunaan narkoba. Konklusinya menyebutkan bahwa perilaku delinkuen di kalangan remaja kelas bawah merupakan cermin ketidak puasan warga terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang mendominasi kultur Amerika. dan perilaku menyimpang lainnya.McKay. . Merton. terdapat dalam masyarakat yang tidak terintegrasi sehingga para remaja menunjukkan perilaku bebas. dan lain sebagainya). Ohlin yang membahas perilaku delinkuen remaja (gang) di Amerika. Aspek itu berkorelasi dengan organisasi kriminal. Ciri khas gang ini adl kekerasan. (3) Conflict Sub-culture. TEORI KEKERASAN KOLEKTIF (Tilly) Kekerasan Kolektif Primitif – pada dasarnya non politis. melainkan siapa saja yg merasa sesuai dg tujuan kolektif atau tdk setuju dg sistem yg tdk adil (contoh : demonstrasi buruh) Kekerasan Kolektif Modern – merupakan sarana utk mencapai tujuan politis atau ekonomis dlm masyarakat (contohnya: kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta). remaja tidak memiliki struktur kesempatan shg banyak melakukan perilaku menyimpang (mabuk-mabukan.

Perasaan takut thd pelaku kejahatan (karena niat & peluang berbuat jahat longgar). bukan sekedar bernada sama. dr persoalan moral hingga kenegaraan. Konspirasi mengandung bujukan atau rayuan. dan menjadi alat ideal utk propaganda. DESAS-DESUS Berita yg menyebar secara cepat. Jika tidak ada bukti yg difinitif. serta peluang terjadinya kejahatan sejak dini (sejak anak-anak melalui pembinan terhadap kenakalan remaja. shg perasaan aman masyarakat terganggu. Konspirasi membuat masalah yg rumit menjadi sederhana. kritik dpt dijadikan bukti bagi realitas utk kemajuan. Misteri yg tdk mampu dijelaskan scr logika akan dilarikan kpd “sdh kehendak Tuhan” sbg Sang Pencipta. Mengendalikan keadaan agar tidak dimanfaatkan utk berbuat jahat. Mencegah orang menjadi penjahat & menjadi korban kejahatan. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Syak wasangka adl suatu keraguan. PENCEGAHAN KEJAHATAN Pencegahan = antisipansi sebelum masalah terjadi. . Pengenalan metode penanganan kejahatan. sistem sosial. Pencegahan kejahatan adalah upaya bersama yang dilakukan oleh aparat dan masyarakat umum dalam menjaga kelembagaan sosial. Kata-kata yg saling terkait membuat hal-hal yg rumit menjadi sederhana. Akar masalah kejahatan menyangkut Faktor Korelatif Kriminogen. kebenaran harus diuji scr berulang-ulang.Dlm kehidupan A bersepakat dg B tanpa diketahui C utk memperoleh keuntungan adl wajar. dan peran-peran masyarakat melalui mekanisme yg telah melembaga untuk mewujudkan perasaan aman. Disebarkan kr pd dasarnya orang perlu & suka. Kecenderungan melempar tggjwb masalah yg rumit & menyengsarakan merupakan ciri perilaku manusia. penanganan kejahatan pada hulu permasalahan.

Contoh : Kerumunan berubah menjadi penjarahan. sangat dimungkinkan merusak dan berlaku kriminal. Light. MASALAH-2 SOSIAL YURIDIS • • • Hak Atas Kekayaan Intelektual (UU No. Sebagai tanggapan atas rangsangan tertentu atau dipicu olh suatu rangsangan yg sama (peristiwa. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. ide). Kornblum. Smelser. Penjarahan di New York – 1977. Keller) Tindakan yg dilakukan scr bersama olh sejumlah orang. tdk terorganisasi. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Perlu disiapkan teknik pengendalian kerumunan. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. 10 Mei 1963 di Bandung. Cenderung tdk terkendali. Dpt merusak nama baik (reputasi). 13-15 Mei 1998 di Jakarta.Tercipta manakala terjadi ketegangan sosial. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. Los Angeles – 1992.7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta) Badan Arbritase Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Konspirasi Tender Dalam Hukum Persaingan Usaha . kaburkan tujuan. PANIK Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. benda. PERILAKU KOLEKTIF (Horton & Hunt. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. bersifat temporer (tdk bersifat rutin).

K Merton) Kiprah Ustad Abu Ba’asir (Tinjauan dari teori labeling) Tawuran Antar Warga Masyarakat Desa Gabus Dan Dese Jatimulyo (Tinjauan dari teori anomi R. Penanggulangan Narkotika Di Lingkungan Remaja Berdasarkan UU No. Ada Tommy Di Tenabang (Tinjauan dari teori funsionalisme R.K. KKN H. Sikap Para Gelandangan Terhadap perilaku Seks (Tinjauan dari teori differential assosiation). Transfer Dana Secara Elektronik Melalui Kartu Kredit (tinjauan dari teori pertukaran) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Produk ……(Tinjauan dari teori konflik…) Perlidungan Hukum Terhadap Wanita Korban Kejahatan Perkosaan (Tinjauan dari teori social reality of crime) PHK Terhadap Karyawan Yang Melanggar Perjanjian Kerja (tinjauan dari teori konflik…).22 Tahun 1991 Tinjauan dari teori kontrol sosial). 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Tinjauan dari teori kontrol sosial). Merton).M Soeharto Ditinjau Dari Teori Social Reality Of Crime. . Pegawai Tengah Karier Sebagai Change Leader The Telkom Way 135 Menuju Transformasi Customer Centric Company (Tinjauan dari teori pertukaran). Koordinasi Kerja Antara Polri dan BC Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Penyelundupan di…(Tinjauan dari teori fungsional). Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari UU No. Kelompok Kapak Merah Ditinjau Dari Teori Differential Association.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Kontrak Investasi Antara Perusahaan Nasional dengan Investor……(Tinjauan dari teori funsional) Peranan KPK Dalam Mendinamisir CJS Guna Mengoptimalkan Pemberantasan Korusi di Indonesia (Tinjauan dari teori fungsional). Pemberian Release & Discharge (Tinjauan dari Teori Social Reality of Crime) Kejahatan Carding (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Akbar Tanjung (Tinjauan Dari Teori Labeling) Rudy Ramli Dalam Kasus Bank Bali (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Analisis Kasus Teluk Buyat Ditinjau Dari Teori Konflik. Keputusan Hakim Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak-anak (Tinjauan dari teori social reality of crime). Fenomena Inul Daratista Dalam Konteks Pornoaksi (Tinjauan dari teori Anomi) Analisis Terorisme Di Indonesia (Tinjauan dari teori konflik…).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->