ANALISA SOSIOLOGI HUKUM BERDASARKAN METODE PENDEKATAN DAN FUNGSI HUKUM

Posted by mujiburrahman on October 22, 2009 Timur Abimanyu Latar Belakang Analisa Sosiologi yang berdasarkan Metode Pendekatan dan Fungsi Hukum, yang pada pokoknya adalah terdapatnya unsur-unsur seperti Sosiologi Hukum Pendekatan Intrumental, Pendekatan Hukum Alam dan Karakteristik Kajian Sosiologi Hukum.Dengan memerlukan Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif, Hukum Sebagai Sosial Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat, yang merupakan sebagai tolak ukur terhadap norma-norma atau kaidah-kaidah yang hidup didalam masyarakat, apakah norma atau kaidah tersebut dipatuhi atau untuk dilanggar, apabila dilanggar bagaimana pernerapan sangsi, sebagai yang melakukan pelanggaran tersebut. Norma atau kaidah yang hidup didalam masyarakat tersebut dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal dari masyarakat itu sendiri. Terdapat beberapa permasalahan pokok yaitu : 1. bagaimanakah Pendekatan Intrumental dan Pendekatan Alam yang dipengaruhi oleh kondisdi internal maupun eksternal ?, dan 2. bagaimanakah Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif apabila dilihat dari sudut pandang internal maupun eksternal Tujuan dan maksud, dalam membahas serta menganalisa sampai tentang Sosiologi Hukum yang secara tidak sadar meresap dan hidup didalam kehidupan masyarakat baik secara internal maupun secara eksternal didalam melakukan interaksi social, yaitu dengan menggunakanMetode Pendekatan Sosiologi Hukum dan Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif adalah yang merupakan standarisasi sebagai objek pokok pembahasan Sosiologi Hukum. Penggunaan kerangka teori dan konsep adalah untuk melihat pendapat para ahli yang telah mendefinisikan, seperti : konsep dari H.L.A. HART yang difinisinya adalah : “Bahwa suatu konsep tentang hukum yang mengandung unsur-unsur kekuasaan yang berpusat kepada kewajiban tertentu didalam gejala hukum yang tampak dari kehidupan bermasyarakat”. Pengertian Sosiologi Hukum terlihat dari Difinisi para ahli Sosiologi Hukum sepert : 1. Soejono Soekanto. Sosilogi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris yang menganalisis atau mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya. 2. R. Otje Salaman. Sosiologi hukum (ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis).

Jelas terlihat berdasarkan definisi para ahli bahwa sosiologi hukum adalah segala aktifitas social manusia yang dilihat dari aspek hukumnya disebut sosiologi hukum. Dasr sosiologi hukum adalah Anzilotti pada tahun 1882, yang dipengaruhi oleh disiplin ilmu Filsafat hukum, ilmu hukum dan sosiologi yaitu : 1. Filsafat Hukum adalah dimana pokok bahasannya adalah aliran filsafat hukum, yang menyebakan lahirnya sosiologi hukum yaitu aliran Positivisme (difinisi Hans Kelsen. “Hukum berhirarkhis”). Dan aliran filsafat hukum tumbuh dan berkembang berdasarkan : a. Mazhab sejarah yang dipelopori oleh Carl Von Savigny yang mengungkapkan bahwa hukum itu dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volksgeisf). b. Aliran Utility (Jeremy Bentham) yaitu bahwa hukum harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia. c. Aliran Sociological Juriprudence (Eugen Ehrlich) yaitu hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup didalam masyarakat (living law). d. Aliran Pragmatic Legal Realism (Roscoe Pound) yaitu “ law as at tool of social engineering”. 2. Ilmu Hukum menganggap bahwa hukum sebagai gejala social, banyak mendorong pertumbuhan sosiologi hukum dan hukum harus dibersihkan dari anasir-anasir sosiologi (non yuridis). 3. Sosilogi yang berorientasi pada hukum adalah bahwa dalam setiap masyarakat selalu ada solideritas, ada yang solidaritas mekanis yaitu terdapat dalam masyarakat sederhana, hukumnya bersifat reprensip. Ruang Lingkup Sosilogi Hukum, dimana sosiologi hukum didalam ilmu pengetahuan, bertolak kepada apa yang disebut disiplin ilmu, yaitu sistem ajaran tentang kenyataan, yang meliputi disiplin analitis dan disiplin hukum (perskriptif). Disiplin analitis, contohnya adalah sosilogis, psikologis, antropologis, sejarah, sedangkan disiplin hukum meliputi : ilmu-ilmu hukum yang terpecah menjadi ilmu tentang kaidah atau patokan tentang prilaku yang sepantasnya, seharusnya, ilmu tentang pengertian-pengertian dasar dan system dari pada hukum dan lain-lain. Terdapatnya pendekatan-pendekatan yang terdiri dari : 1. Pendekatan Instrumental. Adalah menurut pendapat Adam Podgorecki yang dikutip oleh Soerjono Soekanto yaitu bahwa sosiologi hukum merupakan suatu disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum, dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat 2. Pendekatan Hukum Alam. Adalah menurut Philip Seznik yaitu bahwa pendekatan instrumental merupakan tahap menengah dari perkembangan atau pertumbuhan sosiologi hukum dan tahapan selanjutnya akan tercapai, bila ada otonomi dan kemandirian intelektual. Tahap tersebut akan tercapai apabila para sosiolog tidak lagi berperan sebagai teknisi, akan tetapi lebih banyak menaruh perhatian pada ruang lingkup yang lebih luas. Pada tahan ini seorang sosilog harus siap untuk menelaah pengertian legalitas agar dapat menentukan wibawa moral dan untuk menjelaskan peran ilmu social dalam menciptakan masyarakat yang

didasrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.( Rule of Law menurut Philip Seznick). Karakteristik Kajian Sosilogi Hukum, adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. deskripsi, 2. penjelasan, 3. Pengungkapan (revealing), dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut : 1. Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang, penerapan dalam pengadilan, maka mempelajari pula bagaimana parktek yang terjadi pada masing-masing bidang kegiatan hukum tersebut. 2. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehiduipan social masyarakat itu terjadi, sebab-sebabnya, factor-faktor apa yang mempengaruhi. Latar belakang dan sebagainya.Pendapat Max Weber yaitu “ Interpretative Understanding” yaitu cara menjelaskan sebab, perkembangan serta efek dari tingkah laku social, dimana tingkah laku dimaksud mempunyai dua segi yaitu luar dan dalam atau internal dan ekternal. 3. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahian empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum, sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. 4. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera padsa peraturan itu ? dan harus menguji dengan data empiris. 5. Sosiologi Hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum, tingkah laku yang mentaati hukum, sama-sama merupakan obyek pengamatan yang setaraf, tidak ada segi obyektifitas dan bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap fenomena hukum yang nyata. Penguraian Metode Pendekatan Sosilogi Hukum, Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Hukum sebagai social Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Dalam pengkajian hukum positif masih mendominasi studi hukum pada Fakultas Hukum, yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum, yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapkan peraturan-peraturan hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. Dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan social kemasyarakatan, bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan, melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. social structure, 2.behavior,3. variable, 4 observer, 5.scientific dan 6.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Untuk membanding hal tersebut diatas, maka pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative, maka perlu menguraikan lebih dahulu

Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. 3. Semua contoh ini adalah bentuk prilaku yang menyimpang yang menimbulkan persoalan didalam masyarakat. 4. 2. 5. Contoh : pada masyarakat sederhana ada dewam masyarakat adat sedangkan pada masyarakat modern adalah Putusan Hakim. Studi tentang sosiologi dalam mempersiapkan hukum. Hukum yang berfungsi demikian adalah merupakan instrument pengendalian social. Hukum sebagai sosial control. juga hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. membunuh dan lain-lain. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. Contoh Hukum adat Batak dengan hukum adat jawa atau hukum singapura dengan hukum Negara Indonesia. Sejarah Hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau/Hindia Belanda sampai dengan sekarang. 2. Contoh: diatatinya atau dilanggarnya hukum yang berlaku dalam masyarakat. Studi tentang aspek social actual dari lembaga hukum. Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. kelompok itu berhadapan dengan problem untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. antara yang standard dan yang parktis. 3. Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. Contoh : Monumen ordinantie ( HIR/Rbg). Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Terlkihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. 9 Tahun 1975 Pasal 40. baik pada masyarakat yang sederhana maupun pada masyarakat yang modern. Contoh : apakah seorang bermaksud lebih dari seorang isteri terdapat dalam PP No. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. Alat pengubah masyarakat adalah analogikan sebagai suatu proses mekanik. . Dalam situasi yang demikian itu. sehingga hukum mempunyai suatu fungsi untuk mempertahankan eksistensi kelompok masyarakat tersebut. mempertahankan eksistensinya. perzinahan hutang.dimaksud pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya sebagai berikut : 1. Peran perubahan/pengubahan tersebut dipegang oleh hakim melalui interprestasi dalam mengadili kasus yang dihadapinya secara seimbang (balance) dan harus memperhatikan beberapa hal yaitu : 1. Pendekatan yuridis empiris atau pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat yang dilengkapi dengan contoh diatas. Dimana setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. Tujuan dari pembuatan peraturan hukum yang efektif. Penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat dapat dicontohkan : pencurian. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada masyarakat modern. dapat dipahami bahwa berbeda dengan pendekatan yuridis normative/pendekatan doktrin hukum.

keputusan Hakim adalah merupakan kebijakan dasar sedangkan kebijakan pemberlakukan adalah apabila tidak melaksanakan putusan tersebut akan mendapat sanksi yang ditentukan oleh undang-undang yang berlaku.specientific dan 6. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. Menganilsa Faktor Eksternal Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang hidup diluar masyarakat. maka perlu ditegaskan bahwa memperhatikan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. Secara analisa factor internal bahwa metode pendekatan tersebut dipengaruhi kebijakan dasar yaitu Dewan Hukum Adat pada masyarakat sederhana. (natural law). dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan.3. sedangkan pada masyarakat modern. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. buka kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. 2. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi oleh factor internal yang hidup didalam masyarakat. pada masyarakat sederhana keputusan dewan kepala adat harus dilaksanakan dengan ketentuan musyarakat dewan adat.4. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. Arti penting tentang alasan-alasan dan solusi adari kasus-kasus individual yang pada angkatan terdahulu berisi tentang keadilan yang abstrak dari suatu hukum yang abstrak. 4 observer. Juga dipengaruhi kebijakan pemberlakuan. akibat pengaruh kebijakan dasar tersebut dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar dan apabila tidak melaksanakan maka akan terkena sanksi kebijakan pemberlakuan. 5. 6. Studi tentang metodologi hukum.Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat . seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. 5. Menganalisa Faktor Internal. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. variable.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Sejarah hukum.behavior. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. Dari keenam langkah yang perlu diperhatikan oleh hakim atau praktisi hukum dalam melakukan “interprestasi”. yang semula hanya merupakan unsur-unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. sedangkan pada masyarakat modern adalah putusan hakim. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. social structure.

Dengan dilakukan metode Pendekatan Sosiologi Hukum. terhadap kebijakan dasar eksternal yaitu peraturan nasional yang menaungi keamaan dan ketentraman masyarakat sederhana tersebut. menciptakan masyarakat yang didas untukrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera pada peraturan dan harus menguji dengan data empiris. sedangkan pada masyarakat modern adalah peraturan perundangan-undangan pertanahan (Hukum Agraria) yang melindungi masyarakat modern didalam hal penguasaan tanah. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum (pendekatan yuridis normative dan pendekatan pengkajian hukum pada kenyataa didalam kehidupan social kemasyarakatan). dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar yang berupa peraturan perundang-undang dan apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut. dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut yaitu Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang. sebab-sebabnya. 2. 2. dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat dan tidak terlepas dari pendekatan Hukum Alam. seperti pemberlakuan hak penguasan tanah adat (Hak Ulayat). social structure. penjelasan. sebagai akibat dipengaruh kebijakan dasar tersebut. factor-faktor apa yang mempengaruhi.( Rule of Law). Kesimpulan Pada pendekatan intrumental adalah merupakan disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum. maka akan hilang hak penguasaan tanah tersebut yaitu kebijakan pemberlakuan pada masyarakat modern. Pada karakteristik kajian sosiologi hukum adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. Sedangkan Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari polapola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada . Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehidupan social masyarakat itu terjadi. variable. sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. adalah pengkajian hukum positif. Sangat jelas terlihat bahwa kebijakan pemberlakuan.behavior. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahihan empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum. penerapan dalam pengadilan. 4 observer. Pengungkapan (revealing).specientific dan 6. adalah pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Secara analisa faktor eksternal mempengaruhi metode pendekatan tersebut. dengan menguraikan lebih dahulu pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya yaitu : Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis.sociological model yang terdiri dari 1. 5. 3. deskripsi.3. Latar belakang. yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum.

maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi.R. dan Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara.adalah untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. (Bandung : Remadja Karya. Beberapa Masalah Dalam Studi Hukum dan Masyarakat. 1985).Zainuddi Ali. Penerbit : Yayasan Mayarakat Indonesia Baru. sejarah hukum dan perbandingan hukum.MA. The Consept of Law. ditegaskan dengan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. dengan melakukan “interprestasi”. Hukum Sebagai Sosial Kontrol.. Satjipto. Alumni. Ronny Hanitijo Soemitro.H. Prof. Ilmu Hukum. (Bandung. dan sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering.13. . (Bandung : Penerbit CV. psikologi hukum. —————-Donald Black. hal 32. Terlihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. adalah setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. Sorjono Soekanto.masyarakat modern. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. 1989). Sosiologi Hukum. Sosiologi Hukum Suatu Pengantar. Ilmu Kenyataan hukum dalam masyarakat. by : Timur Abimanyu . (New York : Academic Pres. (Bandung: PT.hal. Sejarah Hukum sebagai iilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau sampai dengan sekarang. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. sebagai alat pengubah masyarakat adalah dianalogikan sebagai suatu proses mekanik. (natural law). mempertahankan eksistensinya.310 dan R.A. 1961). Palu. Mengenal Sosiologi Hukum. dan H. ASrmico. 1982). Sociological Justice.Begitu juga mengenai Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki.DR. antropologi hukum.Citra Aditya Bakti. (London Oxford University Pres. DAFTAR PUSTAKA ———-Uraian. 1989). yaitu sosilogi hukum.Othe Salman. adalah hukum sebagai sosial control. antara yang standar dan yang parktis yaitu penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat.L. 1992)hal. dan unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam.

No. 24 Tahun 1997. Interpretation Of Legal History. Bina tjipta.B. 1970. J. 1950. terdapat segala sesuatu yang menurut pendapat saya merupakan kecaman sehat terhadap masalah ini. 1 tahun 1952 ko UU No. panitya mana dibentuk oleh perkumpulan “ Indie-Nederland”. “Seminar Hukum Adat dan Pembangunan Hukum Nasional. “ Sekitar Kodifikasi Hukum Nasional di Indonesia “Jakarta. “ Hukum Nasional” beberapa catatan. 1976) —————-Roscoe Pound. hal.. Soewardu. Soedirman.B. Jakarta. “ Capita Selecta Perbandingan Hukum”. karena batas-bayas tanahnya tidak mungkin dipastikan tanpa menimbulkan sengketa antara masyarakat hukum yang berbatasan”. Ceramah Koesano tentang “ Pembangunan Hukum Adat”. 21-23. Hartono. Landsdrukkerij 1930. ( Undang Undang Hak Tanggungan). TLN. Ter Haar.626). Soebakti. Jakaarta.The Behavior of Law. Kartohadiprodjo. 1968. Undang-Undang No. Keberatan-keberatan yang menentang advies tadi. 1986). setelah tanah itu diusahakan secara intensif oleh seseorang penduduk kampung itu “ Peraturan Pemerintah No. (USA : Hlmes Heaxh. 1976. Dalam “Advies der Agrarische Commisale” yang tercetak. Putusan Mahkamah Agung. Sunarjati. yang letaknya dalam kampung. adalah terdapat dalam verslag dari panitya untuk mempelajari Advoes Der Agrarische Commisale 1932. Yogyakarta 1975”. Poesponoto. Alumni (Stensil) Bandung. Penerbit : Pradnya Paramita.19521 jo LN. 12 UU Darurat No. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. “Hak Ulayat secara sadar tidak dimasukkan dalam golongan obyek pendaftaran tanah teknis tidak mungkin. 4 tahun 1996. . 5 tahun 1999 tentang Pedoman penyelesaian masalah hak ulayat masyarakat Hukum Adat (87). Florida. 1950. 24 tahun 1954 tentang pemindahan hak tanah-tanah dan barang-barang tetap lainnya yang bertakluk pada hukum barat (LN.1954-78. UU No. Woters Groningen. bias menjadi hak milik perorangan.—————-Donald Black.Academic Press.60. hal. “ Beginselen En Stelsel Van Het Adar Recht”. 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus Provinsi Papua (87). “ Asa-asas dan susunan Hukum Adat”. ( New York. Bzn. 59 K/Sip/ 1958 “ Menurut Hukum Adat Karo sebidang tanah “ Lesain” yaitu sebidang tanah kosong.

Prof. Dimana Roth merumuskan “ Rule Number 6” yaitu yang berdasarkan Hukum Internasional.1870-118) dan Ordonnantie. Roth. De Bataviasche Gronthuur. kita perlu belajar dari perkembangan Hukum Negara tetangga lain. 1974.R. Tegal. tidak sampai meliputi pemilikan semua atau benda-benda tertentu. Keistimewaan yang diberikan kepada orang-orang asing untuk berparttisipasi dalam kehidupan ekonomi negara dimana ia bertempat tinggal. Barbara dan Rene.NV. Jakarta. Lembaga Ekologi Universitas Pajajaran dan Yayasan Obor. J. j.1874-94f (Sumatra) diganti dengan Erfpachts. Reglement omtrent de Partikuliere Landerijen bewesten de Cimanuk op java (S.1913-699). Ward. baik benda bergerak maupun benda tetap. di Singapura. “Satu Bumi : Perawatan dan Pemeliharaan Sebuah Planet Kecil”. 1915-474 Pemberian kewenangan kepada penguasa swapraja untuk memberikan hak-hak barat atas tanah (21). dalam pembaharuan Hukum Nasional sebanyak-bantknya kita harus berpedoman kepada falsafah bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945. Dubos. Subekti menunjuk kepada prodak Undang-Undang Pokok Agraria. Star Nauta Carsten. Penerbit Alumni. dan sekarang ini kita mempunyai Hukum Tanah yang seragam. Een Europeesch Gewoonterechtelijke Opstalfiguur. bahwa dalam pembaharuan dan pembinaan Hukum Nasional.S. Budi Harsono).1914-367).Verwer. Untuk luar jawa dan madura. S. Prent K.9 ( Buku . namun diingatkan. Hal.Untuk jawa dan madura. S. Andteas H. Jakarta :Gramedia. Bandung tahun 1978. Sudargo. Hilman. kecuali daerah swapraja : Agrarisch Besluit (S. Subekti. kecuali daerah swapraja : S. “ ASEAN LAW ASSOCIATION”.. “ Kamus Latin Indonesia” Yayasan : Kanisius. Undang-Undang itu merupakan system hukum kita sendiri. S. Porwadarminta. Di Jakarta disertai Verwer J 1934. 1984. C. bahwa suatu negara diperbolehkan tidak mengijinkan orang-oreang lain selain warganegaranya sendiri untuk memperoleh benda-benda tetap diwilayh kekuasaannya”. “Sejarah Hukum Adat Indonesia”..Drukkerij J. Dan sebagai bukti Prof. ” Proe Advies Derde Juristen Conggres”.1872-237a jo S.1912422).1877-55 (keresidenan Menado) Ordonnantie Buitengewesten.de Boer. Semarang 1960. “Adanya kesepakatan Universal. Harian Sinar Harapan tgl 25. Ditegaskan bahwa para ahli Hukum kita tidak kalah dari para ahli Hukum dari negara-negara ASEAN yang lain. Adisubrata. 1888-58 (Zuider-en Oosterafdeking Borneo) (S.1910-61 Wefpacht Ordonnantie Zelfberturende Landschappen Buitengewestenm S. yang dengan tegas membuang jauh-jauh hukum tanah Belanda yang tercerai-berai. .. yang dinilainya sebagai produk hukum yang hebat. Hadilusuma. Sebagai yang dikutip oleh Gautama. 1934.

Bagian A: Hukum dan Pembangunan Hukum dan gerakan pembangunan pada tahun 1960-an sampai dengan 1970-an berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunan. 19. . Saya membahas konsep Budaya Hukum-nya Lawrence M. ekonomi dan politik. Salah satu kunci dari gerakan ini terletak pada dapat tidaknya hukum modern negara maju diimpor dan digunakan negara berkembang untuk mempercepat pembangunan. Pada bagian C. 1969. seri no. Tujuannya adalah untuk menggarisbawahi pentingnya budaya hukum dalam masyarakat yang mengingikan terjadinya reformasi hukum. Ada beberapa pendekatan terhadap permasalahan ini. Saya juga mengajukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan implikasi yang ditimbulkan oleh model ini. Pada bagian B. Sosiologi Hukum | 2 Comments » PERKEMBANGAN HUKUM DI NEGARA BERKEMBANG PERAN BUDAYA HUKUM Posted by mujiburrahman on October 22. Saya menggunakan pendekatan holistik untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sebab-sebab terjadinya perubahan hukum.Koentjaraningrat. Gerakan ini dimaksudkan untuk mengkaji peran hukum dalam konteks pembangunan sosial. dengan menggunakan pendekatan dari kedua sarjana tersebut. Lembaga Reasearch Kebudayaan Nasional. http://www. 12. Jakarta. terutama di negara berkembang. “ Rintangan-Rintangan mental dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Friedman dan taksonomi sistem hukum karya Ugo Mattei. Saya mengawali Bagian A dengan membahas hukum dan gerakan pembangunan semenjak tahun 1960-an sampai dengan 1970-an dengan fokus kajian pada cangkok hukum. Meskipun makalah ini baru sebatas sebuah konsep.com/group/blog-promotion-1/discuss/entry/analisa-sosiologihukum-berdasarkan-metode-pendekatan-dan-fungsi-hukum Posted in S2.blogcatalog. 2009 Benny S Tabalujan Makalah ini merupakan pemaparan peran budaya hukum dalam proses pembangunan hukum. Saya selanjutnya membuat sebuah model ysng sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa budaya hukum dan pembangunan hukum dalam konteks dinamis. terutama negara-negara berkembang. Saya memberikan uraian yang disertai dengan beberapa contoh reformasi hukum di Indonesia sekitar tahun 1990an.” Terbitan tak berkala. hal. Saya memperkenalkan konsep ‘kebiasaan hukum’ dan ‘kesadaran hukum’.

Sebenarnya. memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi dan politik. Robert Seidman yang dikenal melalui ‘ Hukum dari Hukum yang tidak dapat dipindahkan’ (The Law of Non-Transferability of Law) mengatakan bahwa perpindahan hukum dari satu budaya ke budaya lain tidak mungkin dilakukan karena hukum tidak dapat berlaku sama sebagaimana hukum itu digunakan di tempat asal. Pandangan yang menyatakan bahwa cangkok hukum mempunyai peran positif dalam pembangunan ekonomi dipertegas oleh gencarnya program modernisasi bidang hukum di beberapa negara Amerika Latin dan Afrika juga sebagian kecil negara berkembang di Asia pada tahun 1960-an dan 1970-an. kelompok dan negara. Kaum minoritas melihat hukum terikat dengan budaya dan tidak dapat dipindahkan atau dipinjam dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya seperti halnya meminjam kunci Inggris untuk menutup lekuk yang bocor. menulis bahwa hukum dan gerakan pembangunan tahun 1960-an sangat percaya jika hukum mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan. Hal ini tidak mengejutkan sebab pada tahun ini ada dukungan pembaharuan dari negara maju terhadap ferormasi hukum pada negara berkembang. Dua sarjana bidang hukum dan pembangunan menyebut pendekatan ini sebagai ‘hukum liberal’. kajian Watson terhadap cangkok hukum menunjukkan bahwa peminjaman telah menjadi fenomena umum dalam sejarah dan merupakan sumber paling subur dalam pembangunan hukum. Dalam pandangannya. Pandangan ini berasal dari Montesquieu dan sarjana asal Jerman. Di sini tidak akan dibicarakan pengraruh aliran yurisprudensi Savigny pada para sarjana Belanda pada awal abad 20 (seperti Cornelius dan Vollenhoven) dan pemimpin nasional Indonesia . Pendekatan ini percaya bahwa pembangunan hukum merupakan prasyarat pembangunan ekonomi dan hukum modern negara maju dapat diterapkan di negara berkembang sebagai cangkok hukum untuk memenuhi persyaratan tersebut. dan perilaku sosial cenderung mengikuti hukum tersebut. hukum dan pembangunan kembali menjadi tpoik yang hangat. Proses ini dijuluki ‘difusi hukum’ (legal difusionism). Sagviny percaya bahwa negara mempunyai kesatuan oganik dari individu dan bahwa hukum negara berkembang melalui pembentukan norma-norma sosial dalam suatu masyarakat secara periodik..Kaum ortodoks dan mayoritas melihat bahwa reformasi di bidang hukum . 1997. Namun demikian. Pada tahun 1990-an. Patrick Mc Auslan. Dukungan ini dilakukan melalui . gerakan tersebut kehilangan momen karena penekanan dari gerakan tersebut terletak pada bidang hukum struktural dan substantif dan gagal menentukan sifat hubungan sebab akibat antara hukum dan pembangunan secara lebih umum. terutama pengenalan ide dan lembaga hukum modern negara barat kepada negara berkembang. negara memegang kontrol hukum untuk mencapai tujuan masyarakat. momen keraguan terhadap kemanjuran program modernisasi hukum ini mulai muncul. Friedrich Carl von Savigny. Inti dari pendekatan ini adalah masyarakat terdiri atas individu. seperti Soepomo. negara menerapkan hukum yang sama kepada semua orang secara bebas dan rasional. Mengikuti garis pemikiran ini.

tetap ada meskipun bukan merupakn yang dikritisi. dan perilaku komersial. sumber daya teknologi dan modal sangat bergantung pada hukum yang dapat mengamankan hak milik. meskipun sebagian. Pendekatan lain juga menyebutkan bahwa reformasi hukum. melalui penggunaan cangkok hukum. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa sebagian dari pikiran dasar liberalisme liberal ortodoks. masyarakat sipil yang teratur. Kita dapat terus menyakini kemanjuran bidang reformasi hukum dalam proses pembangunan dengan sedikit mengabaikan dampak daya ekonomi. ketika masalah hukum dan pembangunan kembali mendapatkan perhatian. jika benar. hukum merupakan alat yang efektif untuk mengubah masyarakat. bukanlah inti dalam pembangunan ekonomi bahkan tidak relevan. mengetahui secara eksplisit pentingnya reformasi hukum dalam konteks ini: Kerangka hukum dalam sebuah negara merupakan unsur penting dalam pembangunan ekonomi. tugas mendesak saat ini sama seperti yang dikatakan empat dekade lalu: Yang dibutuhkan adalah suatu kajian terhadap metode di mana hukum yang didukung oleh otoritas negara dapat mempengaruhi perilaku dan faktor sosial. khususnya. ada kesadaran yang semakin bertambah jika keyakinan dan norma sosial untuk menerima masyarakat dan keinginan dan kapasitas mereka untuk menjelajah. politik. Lebih dari itu. sosial dan politik secara luas. Jadi. Menciptakan kemakmuran melalui komitmen kumulatif manusia. Bank Dunia. memahami dan mematuhi hukum baru merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan cangkok hukum tersebut. terutama dalam cangkok hukum. dan membatasi kekuasaan negara. Saya berpendapat tugas mendesak untuk memunculkan kembali perdebatan antara hukum dan pembangunan adalah dengan menemukan hubungan antara pembangunan hukum dan masalah ekonomi. . Tujuan di atas disampaikan karena akan memperjelas pengaruh faktor eksternal terhadap sistem hukum dan membatasi kemanjuran hukum jika hukum tersebut dapat mengubah perilaku. sosial dan politik terhadap sistem hukum. kita dapat mengembangkan model yang lebih menyeluruh dan memahami potensi dan keterbatasan hukum dalam pembangunan ekonomi secara lebih realistis. terhadap realisasi bahwa pemerintahan yang baikyang pada gilirannya nanti mensyaratkan kerangka kerja hukum yang memuaskanmerupakan inti dari pembangunan ekonomi yang kokoh. Dengan kata lain. Menurut pendapat Saya mereka yang terlibat dalam perdebatan ini lebih menyadari keterbatasan reformasi hukum struktural dan substantif. politik dan sosial.agen-agen multilateral seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) dan juga lembaga bantuan individu seperti USAID. Justru. Dengan demikian. Perannya terletak di tengah-tengah dengan memainkan peran pemberdayaan yang sederhana tetapi penting dalam proses perubahan sosial. Tak di sangkal bahwa minat pembaharuan bidang hukum merupakan atribut.misalnya. reformasi hukum dapat dianggap sebagai sebab dan dampak dari perubahan sosial yang luas. Saya melihat sisi positif lain. psikologis dan faktor lain yang jauh dari sistem hukum normatif membatasi kemampuan hukum untuk mengubah perilaku.

struktur hukum. Kunci dari pendekatan ini adalah apresiasi yang sepenuhnya terhadap unsur sistem hukum lain. menyatakan bahwa sistem hukum terdiri atas tiga komponen. legislatif. Friedman dan konsep Ugo Mattei ‘taksonomi sistem hukum’ yang disebutnya ‘ pola hukum’ (Patterns of Law) 1. kerangka kerja. hukum substantif. opini. perbankan. para pengacara dan sarjana hukum cenderung membatasi analisis mereka terhadap struktur dan substansi sistem hukum yang sedang mereka pelajari. Budaya Hukum Freidman. dan sistem yang tahan lama. Friedman membrikan tanggapan terhadap kecenderungan ini: Struktur dan substansi merupakan komponen inti dari sebuah sistem hukum. budaya hukum merupakan komponen yang paling penting: . membeku.Bagian B: Pendekatan Holistik pada Sistem Hukum Dari pembahasan awal.yang mengikat masyarakat untuk mendekat atau menjauh dari hukum dengan cara khusus. Struktur dan substansi menjadi masalah karena keduanya statis. kaku. Hokum substansi mengacu pada hukum – peratutan prosedur dan substansi. cara bekerja dan berpikir. sakit berkepanjangan.kebiasaan. Keduanya dapat digunakan jika model teorinya dibuat dengan tujuan menganalisa sistem hukum karena model ini akan senantiasa berkembang.dan norma yang digunakan dalam sebuah lembaga dan mengikat hokum struktur secara bersama. Dengan memahami unsur sebuah sistem hukum. Dengan memahami faktor eksternal. dan sistem koporat. nilai. seorang sosiolog hukum dari Universitas Stanfords. Memahami unsur sebuah sistem hukum merupakan analisis statis sedangkan memahami faktor eksternal merupakan analisis dinamis. sistem hukum serta beberapa bagian hukum. kita mengetahui bagaimana sebuah sistem bekerja pada satu titik waktu. Struktur mengacu pada lembaga dan proses dalam sistem hukum. tetapi baru sebatas desain atau cetakbiru dan bukan mesin kerja. Dari ketiga komponen di atas. Sistem ini meliputi sistem pengadilan. Potret tersebut tidak memiliki gerak dan kebenaran… dan seperti ruang pengadilan yang dipercantik . dan opini dalam masyarakat dengan penekanan pada hukum. kita dapat mengetahui petunjuk-petunjuk bagaimana faktor-faktor tersebut dapat membuat sistem mengalami perubahan. sifat dan keluasan faktor eksternal yang mempengaruhinya. dan budaya hukum. Menurut Friedman. Budaya hukum merupakan bagian dari budaya umum. Sampai di sini. struktur hukum merupakan badan. keduanya ibaratnya gambar dari sistem hukum. unsur yang hilang yang memberikan kehidupan dalam sistem hukum adalah ‘budaya hukum’. Saya membahas dua konsep analitik yang dapat menjelaskan perilaku sistem hukum statis dan dinamis. Budaya hukum mengacu pada sikap. kita mengetahui bahwa pendekatan holistik terhadap pembangunan dan hukum sangat penting. Konsep pertama adalah konsep ‘budaya hukum’ karya Lawrence M.

Jika budaya hukum lokal tidak diakomodasi dalam hukum struktur dan substantif asing. Alasannya adalah bahwa konsep sekompleks ‘budaya hukum’ cenderung sulit dipahami. konsep ini telah disampaikankan oleh komentator luar negeri pada awal tahun 1972. Hal ini membuktikan kemampuan konsep budaya hokum menembus masyarakat dan bukan tanda-tanda kelemehan. Tim Lindsey menulis: .Budaya hukum menentukan kapan. Cotterrell menggarisbawahi kesulitan dalam menggunakan konsep budaya hukum. penegak hukum dan lain-lain. konsep Friedman bukannya tanpa kritik. seperti pengacara. konsep budaya hukum menempati posisi penting karena negara berkembang sering mendatangkan peraturan. Menurut Friedman. Dikaitkan dengan kasus yang terjadi di Indonesia. Friedman menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa tidak adanya presisi dalam istilah ‘budaya hukum’ tidak membuat konsep itu tidak padu. hakim. Menambahkan budya hukum ke dalam gambar ibarat memutar jam atau menyalakan mesin. konsep ini tidak akan dapat diterapkan dengan baik. mengapa dan di mana orang menggunakan hukum. Cotterrell sendiri mengakui bahwa konsep Friedman ‘merupakan usaha yang paling dapat menjelaskan konsep budaya hukum dalam sosiologi hukum komparatif dan mempertahankan dan mengembangkan secara teoritis penggunaan konsep tersebut’. Namun setelah beberapa tahun. Di negara berkembang. dan ‘opini publik’. arti pentinya ‘budaya hukum’ adalah bahwa konsep ini merupakan variabel penting dalam proses menghasilkan hukum statis dan perubahan hukum. Friedman juga menyampaikan bahwa budaya hukum situasi tidaklah homogen. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai masyarakat umum. hukum bahkan keseluruhan sistem hukum dari negara barat dalam usahanya untuk melakukan modernisasi kerangka kerja hukum mereka. Dalam pemahaman Saya. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai profesional yang bekerja dalam sistem hukum. Bagian masyarkat yang berbeda memiliki nilai dan sikap berbeda terhadap hukum. Friedman selanjutnya menjelaskan sikap dan nilai dalam budaya hukum. Konsep kedua adalah ‘budaya hukum internal’. Pada tahun 1982 mantan menteri hukum dan peradilan. Budaya hukum membuat segalanya bergerak. Namun demikian. Sikap menurut Friedman merupakan ‘budaya hukum situasi’. Mochtar Kusumaatmaja juga menyampaikan hal yang sama. faktor budaya merupakan ramuan penting untuk mengubah struktur statis dan koleksi norma ststis menjadi badan hukum yang hidup. konsep ini juga mempunyai kesamaan dalam hal kekurangan presisi sama halnya dengan ‘hukum struktur’. Dia salah dalam menarik kesimpulan bahwa konsep tidak padu karena tidak adanya hal yang khusus. Di sisi lain. Masalah muncul jika cangkok hukum mengabaikan budaya hukum setempat. mengatakan bahwa konsep Friedman ‘tidak mempunyai kekerasan’ dan ‘secara teoritis tidak padu’. Sebenarnya. lembaga hukum atau proses hukum atau kapan mereka menggunakan lembaga lain atau tanpa melakukan upaya hukum. Roger Cotterrell. konsep ini telah dilupakan para reformis hukum dan baru sekarang diingat kembali oleh reformasi hukum di Indonesia. Dengan kata lain. ‘sistem hukum’. seorang sarjana Inggris.

Hasil survei terhadap reformasi hukum di Indonesia pada tahun 1950-an sampai dengan 1990-an oleh David Linnan merupakan informasi penting yang dapat didiskusikan. terutama di bawah UUD 1945. tetapi juga sikap mental yang tepat dan perilaku mereka yang bekerja. Hukum juga bukan sekedar keputusan hukum dan statuta. seperti sistem dewan dua pintu dan ketetapan hukum perusahaan yang dikeluarkan pada tahun 1995 dan membandingkannya dengan produk hukum lainnya. Linan menyatakan tiga artikulasi yang saling melengkapi yang dapat menjelaskan kegagalan reformasi hukum di Indonesia sejak tahun 1950-an. – permasalahan-permasalahan seperti mengapa pemegang saham menolak untuk mengajukan direktor dan komisaris ke pengadilan ketika mereka mempunyai hak untuk menuntut mereka. hukum bukan sekedar tugas yang dapat ditarik oleh pemerintah. analisis pada struktur hukum dan hukum substantif dan terjemahan terhadap budaya hukum dapat memperlebar jarak. tidak dapat dibedakan dari politik dan ekonomi. tetapi belum memuaskan. Hukum yang baru ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam proses dan penyelesaian kasus. Sebagaimana yang terlihat. perhatian dititikberatkan pada masalah structural. Sebagian besar pengacara sekarang mengetahui bahwa hukum dan norma yang berada di balik peraturan dan orang yang membuat dan menerjemahkannya. Hukum. terutama catatan buruk terhadap sistem hukum Indonesia yang korup. mengawasi dan menggunakan lembaga ini. c) interpretasi disfungsi organisasi yang menekankan dampak problem mendasar dalam organisasi pemerintah Indonesia. Ketika melihat hukum di Indonesia. b) pendekatan budaya dan psikologi yang menekankan peran sikap feudal orang Jawa atau Indonesia. Hukum perniagaan di Indonesia dibuat terpisah dan berbeda pada tahun 1998 dengan mengikuti revisi undang-undang kebangkrutan. Intinya adalah penjelasan institusional tidak dapat sepenuhnya menjelaskan keluaran reformasi hukum di Indonesia yang belum memuaskan pada tahun 1990-an. dalam pengertian ini. Dalam pandangan saya. . pendekatan tersebut gagal membedakan sistem hukum yang tertulis dengan system hukum yang berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian. Menurut Friedman. pengadilan baru tidak dapat memenuhi harapan. atau mengapa pegawai di Amsterdam bertindak dengan cara berbeda ketika mereka bekerja di Jakarta meskipun ketetapan hukum perusahaan sama. Linnan menyatakan bahwa interpretasi disfungsi organisasi dapat memberikan penjelasan kegagalan reformasi hukum selama Orde Baru. kegagalan ini disebabkan karena keberhasilan reformasi hukum Indonesia bergantung bukan hanya lembaga pengambil suara. multilateral dan legislatif untuk memulai atau menghentikan atau memperbaki kegiatan sosial dan ekonomi….Pandangan instrumentalis yang menyerap banyak literatur dan praktek belumlah cukup. Pendekatan ini sering mengabaikan bagaimana hukum perusahaan benar-benar bekerja dalam kehidupan. Dengan demikian. meskipun interpretasi disfungsi organisasi terdiri atas beberapa nilai. Meskipun terdengar sebatas konsep. yaitu: a) pendekatan ilmu politik dan sosiologi yang menekankan peran elit penguasa. reformasi pada lembaga hukum tanpa lembaga budaya tidak akan efektif. Seperti yang terjadi di Indonesia. Hukum Perniagaan di Indonesia adalah contohnya.

Konsep taksonomi sistem hukum yang diajukan Mattei. Mattei melihat sistem hukum dunia menganut pada salah satu dari tiga kategori sistem hukum tersebut. Pola Hukum Mattei Jika konsep Friedman ‘budaya hukum’ mencoba menjelaskan unsur dalam setiap sistem hukum. hukum dan administrasi… [disebut dengan] the Gemeinschaft atau keluarga komunal organik. dengan membuat taksonomi sistem hukum komparatif. akan tetapi. pandangan yang begitu menomorsatukan rasa penyesalan. Dia beranggapan bahwa taksonomi sistem hukum standar pada hukum sipil. beberapa ciri dari suatu sistem hukum tradisional adalah: terbatasnya peranan pengacara dikarenakan besarnya peran sesepuh atau orang yang dianggap mengerti agama. yaitu politik. Dengan menggunakan pendekatan Weber. dan mereka yang memiliki wewenang keagamaan. mempunyai nilai karena taksonomi tersebut menghasilkan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menganalisa perubahan dan pembangunan dalam sistem hukum yang berbeda-beda. yaitu: peraturan hukum profesional. Mattei dengan konsep ‘pola hukum’ mencoba menjelaskan. Mattei mempostulatkan bahwa ada tiga sumber utama norma sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi perilaku individu. the Gesellschaft atau perjanjian individu-komersial. hukum dan filsafat dan tradisi agama. sehingga membatasi kinerja lembaga-lembaga hukum hanya pada bidang-bidang hukum tertentu saja atau masyarakat tertentu saja. Menurut Mattei. Dengan ini. mediator. serta keberadaan kode-kode bergaya Barat yang tidak memiliki landasan sosial yang penting. dapat dilihat dari pola hukum dimana agama ataupun filosofi transcendental yang melekat dalam dimensi internal individu dan dimensi kemasyarakatan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. hukum politik. pandangan yang begitu menjunjung tinggi keselarasan. yang disebut ‘pola sistem hukum’. Mattei menyampaikan pandangannya ‘pola sistem hukum’ pada tahun 1997. Pendekatan tersebut diambil dari karya-karya Weber serta ahli sosiologi lainnya. aturan hukum tradisional. organisasi sosial. bagaimana lembaga hukum tersebut bekerja tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan suatu sistem yang dijalankan dengan hukum profesional.73 Dalam sebuah sistem. serta pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa sistem hukum modern dan pembangunan hukum biasanya terdiri dari: Benturan yang agak sulit dimengerti antara tiga paradigma besar mengenai ideologi sosial. Ferdinand Tonnies. umum.1.74 Taksonomi Mattei dapat dibandingkan dengan pendekatan terhadap pembangunan hukum yang dikenalkan oleh Eugene Kamenka Alice Tay. serta paradigma birokrasi administratif 75 . dan hukum tradisional. Sistem hukum yang termasuk dalam kategori ketiga. bagaimana sistem hukum berbeda satu dengan yang lain dan bagaimana perkembangan perbedaan tersebut. Sistem hukum selalu didefinisikan dalam skema tripartit sesuai dengan sumber perilaku sosial yang memainkan peran utama di atara mereka. utamanya di belahan Eropa-Amerika yang mengabaikan peta dunia hukum berdasar geografis dan tidak memasukkan budaya. lembaga hukum bisa saja terbentuk. agama dan tradisi hukum masyarakat atau keluarga tertinggal zaman.

Bentuk birokrasi administratif suatu aturan sosial memaknai aturan sebagai suatu cara untuk mendapatkan intisari dari tujuan kebijakan yang ditetapkan oleh negara. Sebaliknya. Senada dengan Weber. Mattei mengembangkan sebuah taksonomi yang secara eksplisit menjelaskan bahwa norma-norma budaya suatu masyarakat memiliki muatan kritis terhadap sifat dari sistem hukum ini. dalam pendekatan Kamenka-Tay tidak jelas apakah rasionalitas formal Weber merupakan suatu fungsi bagi gesellschaft dan paradigma birokrasi administratif. Mattei menawarkan sebuah perspektif yang dinamik terhadap studi tentang komparasi sistem hukum. dan ekonomi yang kemudian akan menentukan tipe aturan hukum yang mendominasi suatu sistem hukum tertentu. taksonomi ini mencoba untuk menggabungkan dan merefleksikan peran budaya hukum dalam suatu sistem hukum yang berlaku. . Kedua. Terlebih lagi. gemeinschaft lebih terarah pada internalisasi norma sosial. dan aturan hukum profesional dengan paradigma gesellschaft. dan tradisi. Pertama. Sedangkan aturan sosial model gesellschaft berasal dari ideologi liberal Barat. atau tidak keduanya. Pandangan Kamenka-Tay mengenai pembangunan hukum sangatlah berguna dimana pandangan tersebut menjelaskan tiga tipe dasar organisasi sosial dan bagaimana setiap tipe tersebut dapat menentukan jenis sistem hukum yang terjadi dalam masyarakat. Perbedaan yang tidak jelas ini mengakibatkan tidak diperhitungkannya kekuatan politik dalam suatu sistem hukum.Aturan sosial model gemeinschaft berdasar pada norma-norma intrinsik dan nilai-nilai masyarakat yang dijunjung tinggi. meskipun terdapat kesamaan. taksonomi Mattei secara terbuka mengakui adanya dampak politik terhadap sistem hukum serta menciptakan sebuah kategori baru mengenai hal ini.77 Dengan mengunakan pandangan fundamental Weber. hukum. atau salah satunya. dengan menambahkan bahwa klasifikasi dari suatu sistem hukum merupakan hasil dari perubahan kompetiti atas tiga kekuatan politik. gesellschaft lebih terarah pada hak asasi manusia. dimana hukum adalah suatu alat organisasi sosial. Saya lihat pendekatan Mattei biasanya lebih disenangi daripada pendekatan Kamenka-Tay. Dengan demikian. Norma-norma budaya ini bermanifestasi dalam berbagai kekuatan sosial. politik. taksonomi Mattei membuat kekuatan politik dan aturan hukum politik menjadi kekuatan yang berseberangan dengan rasionalitas formal yang membentuk landasan bagi aturan hukum profesional. pandangan-pandangan tersebut memiliki kesamaan dengan pola hukum menurut Mattei. Akan tetapi. Dalam hal ini. dan konsep birokrasi administratif lebih pada kebijakan negara.76 Aturan Mattei terhadap hukum tradisional secara umum dapat disamakan dengan paradigma gemeinschaft: aturan mengenai hukum politis dengan paradigma birokrasi-administratif.78 Lebih dari itu. khususnya pemikiran tentang pemisahan antara negara dan individu. penting untuk membahas dua implikasi penting yang diperoleh dari taksonomi Mattei. Sampai disini. Berdasarkan alasan ini. masih terdapat hal-hal yang belum sempurna. fakta bahwa ia menyebut kategori hukum politis sebagai “hukum tentang pengembangan dalam transisi” menjelaskan bahwa Mattei mengerti akan hal itu.

sebagian besar merupakan karya Friedman dan Mattei. Budaya. apakah hal ini menimbulkan suatu perubahan dalam struktur. Namun demikian. jika ada. menjadi model hukum profesional. Kesadaran & Kebiasaan Tugas pertama saya adalah memperbaiki konsep budaya hukum Friedman. Oleh karena itu. bahkan dengan kontribusi yang diberikan oleh Friedman dan Mattei. ternyata terdapat mata rantai yang hilang antara pandangan Mattei terhadap perubahan dinamik dalam suatu sistem hukum dan gagasan Friedman tentang apa yang menjadikan sebuah sistem hukum. Clifford Geertz. dan mengembangkan pengetahuan mereka dan sikap mereka dalam menghadapi hidup.82 .79 Bagian C: Perubahan Model Apakah yang bisa kita pelajari dari kontribusi Mattei dan Friedman? Menurut saya. dan kerangka ekonomi serta politik? Untuk menjawab pertanyan tersebut. gagasan Friedman tentang budaya hukum sangatlah berguna untuk menganalisis kenapa dan bagaimana sebuah sistem hukum bekerja pada waktu tertentu. yang tentunya Saya percaya lebih akurat merefleksikan proses pengembanagan hukum baik sebagai sesuatu yang statis maupun dinamis 1. sistem hukum mampu dan mau untuk pindah dari model hukum tradisional. hukum substantive atau budaya hukum? Dapatkah sebuah perubahan dalam hukum substantive. Ini tentu saja bukanlah sebuah tugas yang mudah mengingat ‘budaya’ adalah sebuah kata yang terkenal sangat kompleks. Sebuah buku antropologi karangan antropolog Amerika terkenal. yang terjadi antara tiga elemen struktur. Namun. misalnya import.80 Taksonomi Mattei yang baru sangat berguna untuk tujuan pemahaman terhadap bagaimana sebuah sistem hukum bisa berubah dari pola hukum tradisional menjadi pola hukum politis dan akhirnya pola hukum profesional. Saya menarik berbagai macam materi diskusi serta menampilkan suatu sistem hukum yang sederhana dan dapat dilakukan. konsep dia sepertinya tidak banyak membantu ketika digunakan dalam analisis tentang bagaimana sebuah sistem hukum dipengaruhi oleh kekuatan eksternal dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. meneruskan. hukum substantive dan budaya hukum di satu sisi.sehingga dalam situasi tertentu. politik atau sosial di sisi lainnya? Ketika kekuatan eksternal ini bersinggungan dengan sistem hukum. juga mengubah budaya hukum. masih tetap sulit untuk menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah hubungan kausal.81 Geertz sendiri mendefinisikan budaya sebagai: sebuah pola yang diwariskan turun-temurun tentang makna yang terkandung dalam simbol-simbol. model hukum politis. serta kekuatan ekonomi eksternal. memberikan sebelas definisi budaya. saya berharap untuk dapat membahas konsep budaya dan kemudian mencoba menyaring konsep Friedman tentang budaya hukum dengan melakukan identifikasi terhadap apa yang Saya lihat. Sesudah itu. sebuah sistem konsepsi yang diwariskan dan tertuang dalam bentukbentuk simbolik yang merupakan cara bagi manusia untuk berkomunikasi.

’ Dalam hal ini. bukan melalui proses penilaian efisiensi atau tingkat kenikmatan yang diperoleh dengan makan mie menggunakan pisau dan garpu ala Barat dibandingkan dengan memakai sumpit.84 Dalam hal ini. Sebaliknya. Mungkin contoh berikut ini akan membantu memberikan gambaran perbedaan antara kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness). sikap. kebiasaan hukum (opini aktual atau sikap) dan kesadaran hukum (segala hal mengevaluasi kebiasaan hukum) keduanya merupakan fungsi dari pikiran. atau apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam suatu masyarakat tertentu. nilai-nilai dan pendapat berkaitan dengan lembaga hukum dan hukum yang diwariskan dan diteruskan oleh seorang individu atau masyarakat melalui proses pembiasaan. dalam bentuk sikap. nilai. dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hukum (legal habit) berhubungan dengan masalah sikap. 82 Definisi Fukuyama yang kurang jelas ini sebenarnya menekankan pada dua aspek penting budaya. kesadaran menjelaskan kapasitas dari pikiran yang sama untuk menilai sikap dan pendapat yang dipercayainya. budaya bersifat baik dalam pengertian bahwa budaya mengandung nilai-nilai yang membedakan antara yang baik dan yang benar. Perhatikan . sementara kesadaran hukum menentukan bagaimana sikap tersebut selalu berubah sepanjang waktu. kebiasaan hukum lebih banyak menggambarkan sikap masyarakat terhadap hukum pada suatu masa. dan opini.88 Menurut definisi-definisi tersebut. budaya diwariskan dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pengulangan. 86 Saya menyebut elemen kedua ini ‘legal consciousness (kesadaran hukum)’. Fukuyama mengutip contoh seorang lelaki China yang menggunakan sumpit untuk makan mie. Oleh karenanya kesadaran hukum sebuah komunitas mengacu pada kapasitas komunitas tersebut untuk mempertimbangkan apakah beberapa kebiasaan hukum—sikap tertentu. Saya menyebut elemen yang pertama dengan ‘legal habit (kebiasaan hukum. Saya mencoba untuk mengidentifikasi dua elemen terpisah dari konsep Friedman tentang budaya hukum. dan kesadaran hukum (legal consciousness) berhubungan dengan kapasitas penilaian. Budaya mengatur segala tingkah laku dengan menyatakan nilai-nilai dan norma tertentu yang baik atau dapat diterima dan yang tidak baik atau tidak dapat diterima. nilai-nilai. 85 Berdasarkan pendapat bahwa budaya adalah kebiasaan baik yang diwariskan. Pertama. Orang itu melakukan hal tersebut karena suatu kebiasaan. pendapat atau keykinan tentang hukum —dapat diterima atau tidak diterima dalam komunitas tersebut. Aspek penting kedua yang harus diperhatikan dalam definisi Fukuyama adalah budaya tidak harus rasional. Dengan demikian. Sebaliknya.89 Dengan kata lain. budaya bukanlah sesuatu yang rasional atau irasiomal tetapi sesuatu yang arational. menjelaskan isi dari pikiran kita pada suatu saat tertentu.87 Dalam hal ini Saya menekankan pada kemampuan yang mencerminkan dan menilai sikap serta nilai-nilai yang membentuk kebiasaan hukum (legal habit). Saya merujuk pada tindakan. Kunci dari perbedaan ini adalah kebiasaan (habit).Definisi budaya yang lebih sederhana dan yang Saya anjurkan untuk digunakan dalam diskusi Saya adalah definisi yang dikemukakan oleh rancis Fukuyama: budaya adalah ‘kebiasaan baik yang diwariskan turun temurun’.

Seandainya. kesadaran hukum individual dan kolektif mulai terbentuk. Dengan kata lain. budaya hukum berubah sepanjang waktu melalui interaksi antara kesadaran hukum dan kebiasaan hukum. maka setelah beberapa waktu. hal ini berarti bahwa penolakan ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pembiasaan dan bukan suatu pilihan yang rasional. Dengan identifikasi kebiasaan hukum dan kesadaran hukum sebagai dua elemen penting konsep Friedman mengenai budaya hukum. yang ditandai dengan berkurangnya penolakan terhadap proses pengadilan. 91 Lebih jauh lagi. misalnya mediasi. Banyak komentator yang melihat bahwa orang-orang Asia cenderung menolak proses pengadilan dan lebih menyukai metode penyelesaian masalah tanpa menggunakan jalur pengadilan. maka Saya melakukan perbaikan terhadap konsep Friedman. budaya hukum seluruh masyarakat akan berubah. ketika anak-anak ini tumbuh dewasa dan mengembangkan kemampuan berpikirnya sendiri serta mulai merefleksikan isu-isu hukum. maka dapat dimengerti bahwa budaya hukum . Dengan kata lain. anak-anak tumbuh berkembang dalam suatu kebiasaan hukum (legal habit) yang menolak suatu proses pengadilan tanpa harus memikirkan lebih dalam hal tersebut. budaya hukum masyarakat tersebut. pada saat kebiasaan hukum mendominasi budaya hukum pada suatu masa tertentu. maka kesadaran hukum-lah yang akan mempengaruhi budaya hukum dalam periode yang lebih lama. Dia mungkin akan memutuskan untuk tetap menggunakan proses hukum daripada melakukan penolakan seperti para pendahulunya. dalam masyarakat Asia.90 Sikap seperti itu terjadi akibat sistem nilai yang lebih menghargai keselarasan sosial dan menjaga hubungan baik dibandingkan dengan penghargaan banyak masyarakat Barat terhadap nilai-nilai tersebut. kesadaran hukumnya telah melakukan evaluasi terhadap kebiasaan hukumnya dan dengan demikian melemahkan keengganannya terhadap proses pengadilan. Dalam hal ini. Dengan kata lain. salah satu dari anak-anak ini ada yang menjadi eksekutif senior perusahaan yang harus memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap partner bisnis yang curang. Jika penolakan terhadap proses pengadilan ini dianut oleh komunitas orang Asia tertentu. maka hal ini akan menjadi kebiasaan hukum (legal habit) dari masyarakat tersebut. Gagasan Friedman mengenai budaya hukum pada tingkat permukaan dan budaya hukum internal dapat juga dipahami sebagai tambhan terhadap konsep kesadaran hukum (legal consciuosness). Mereka mulai mengevaluasi kebiasaan hukum mereka (legal habit). Maka. Jika pengalaman-pengalaman individu ini banyak terjadi dalam masyarakat. Maka. jika Fukuyama benar dalam melakukan penilaian bahwa budaya adalah warisan atas kebiasaan baik. Namun demikian. Karena budaya hukum internal mengacu pada sikap dan pendapat dari profesional yang paham tentang hukum. lebih luas lagi. pada akhirnya. konsep kesadaran hukum memberikan suatu alat bagi kita untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam budaya hukum dalam suatu konteks yang dinamis.sikap orang Asia terhadap proses pengadilan gaya Barat yang berlawanan. konsep tersebut menjadi lebih tepat digunakan dalam membuat analisis yang dinamis dan prediktif.

masyarakat umum dengan budaya hukum tingkat permukaan yang lebih rendah tingkat kesadaran hukumnya. Misalnya. Konsep kembar saya tentang kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness) dapat dibandingkan dengan usaha-usaha lainnya dalam mengidentifikasi elemen-elemen budaya hukum. cenderung terlambat.93 Namun demikian. dan . terdapat begitu banyak budaya hukum yang berbeda. lapisan eksplisit terdiri dari kenyataan yang dapat diamati seperti mode pakaian atau bahasa dari suatu masyarakat. para profesional bidang hukum—dengan budaya hukum internal yang lebih tinggi tingkat kesadaran hukum-nya—diharapkan dapat menjadi pemimpinpemimpin perubahan hukum dalam suatu masyarakat. metodologi hukum. masyarakat umum— dengan budaya hukum pada tingkat permukaan yang lebih rendah kesadaran hukum-nya —diharapkan dapat mengikutinya. Sebaliknya. Kadang-kadang. maka sangatlah masuk akal untuk menempatkan mereka di baris terdepan dalam pemikiran hukum serta hal-hal lain yang dapat membuat mereka memiliki kemampuan yang sama. dalam masyarakat Asia. nilai-nilai. dan Africa). cakupan nilai budaya keluarga terlihat terlalu luas. teori argumentasi. seseorang mungkin ragu apakah budaya hukum masyarakat Jawa memiliki teori argumentasi atau memiliki kebersamaan pemahaman (shared understandings) terhadap suatu permasalahan.95 Pendekatan lainnya terhadap analisa elemen-elemen pokok budaya hukum adalah dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan eksplisit dan implisit. Lapisan implisit terdiri dari norma-norma. Satu pendekatan alternatif adalah analisa budaya hukum melalui ‘budaya keluarga’ (misal budaya hukum orang-orang Barat. teori legitimasi hukum. apa yang membuat sebuah keluarga memiliki nilai budaya yang unik dibandingkan keluarga lain adalah faktor rasional-irasional dan faktor individualisme-kolektivisme. Islam. Misalnya. Dalam nilai budaya suatu keluarga.internal lebih mudah dimengerti sehingga memiliki kesadaran hukum yang lebih baik. dalam satu negara Asia—seperti Indonesia—bisa saja terdapat sejumlah budaya hukum. Sebaliknya. serta pandangan mendasar tentang dunia. reformasi hukum. Asia. hakim dan pembuat undang-undang cenderung lebih terbuka terhadap pembangunan di luar negeri. teori penalaran hukum. secara keseluruhan ada dua hal dalam pengamatan Saya yang membuat penggunaan nilai budaya keluarga kurang begitu membantu dalam usaha ini. usaha ini kurang begitu memuaskan karena terkesan sangat ke-Barat-barat-an dimana faktor-faktor yang memuat kebersamaan pemahaman (shared understandings) dalam suatu masyarakat mungkin menjadi tidak relevan bagi masyarakat lain. Kebersamaan pemahaman (shared understandings) ini meliputi konsep masyarakat tentang hukum.94 Kedua. apa yang membuat sistem hukumnya berbeda dengan yang lain adalah ‘kebersaman pemahaman (shared understandings)’ yang terjadi dalam masyarakat tersebut.92 Berdasarkan pendekatan ini. Pertama. Dengan kata lain. 96 Menurut pandangan ini. Untuk mengumpulkan berbagai macam budaya hukum yang berbeda dalam satu payung ‘budaya hukum Asia’ jelas akan mematahkan tujuan analisis hukum lintas budaya. Ketika pengacara. baik dalam hal pemikiran hukum maupun reformasi hukum. meski kadang yang terjadi adalah penolakan terhadap suatu perubahan karena mereka memang enggan untuk berubah.

Hal ini dipelopori oleh kelas kecil elit hukum yang menerapkan budaya hukum internal. jika tidak didukung perubahan dalam budaya hukum hanya akan bertahan sebentar dan tentu saja sia-sia. ketika dihadapkan dengan isu-isu moral atau dilema lain yang melibatkan pengambilan suatu keputusan. kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. hal ini benar karena budaya hukumlah yang melemahkan perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum yang sebenarnya. Lebih penting lagi. masyarakat akan . dengan demikian. budaya hukum adalah ‘sumber hukum—norma-norma yang dimilikinya menciptakan norma hukum’.” 100 Implikasi kedua adalah bahwa budaya hukum dapat berubah setiap saat sebagai akibat dari semakin berkembangnya kesadaran hukum. Perubahan ini tertanam dalam kenyataan bahwa nilai-nilai atau sikap tertentu terhadap hukum menjadi tidak sesuai lagi bagi masyarakat. 98 Yang menarik perhatian. Hal ini terjadi ketika suatu masyarakat berkembang kesadarannya berkaitan dengan hak indvidu dan demokrasi dan meninggalkann gagasan lama seperti status dan sistem patriarchal. kedua pendekatan tersebut menyatakan bahwa budaya implisit (atau kesadaran hukum). hal ini akan menciptakan sebuah model yang sederhana namun tepat guna tentang bagaimana suatu sistem hukum berubah dalam suatu cakupan yang lebih luas dalam bidang ekonomi. kemudian disejajarkan dengan taksonomi Mattei serta pendekatan evolusioner terhadap hukum dan pembangunannya seperti yang telah dibahas pada awal bab ini? Menurut Saya. ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi budaya eksplisit (atau kebiasaan hukum) dan pada akhirnya membuat suatu perubahan yang penting. Implikasi pertama adalah bahwa budaya hukum merupakan elemen sentral dari suatu reformasi hukum yang berhasil.’ 97 Pendekatan terhadap budaya hukum dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan ternyata sesuai dengan pendekatan saya yang menggunakan konsep gagasan kembar. Jadi. Budaya eksplisit mengacu pada kebiasaan hukum sedangkan budaya implisit mengacu pada kesadaran hukum. Model Kerja Apa yang terjadi jika model sistem hukum Friedman.asumsi dasar berkaitan dengan pandangan mereka tentang dunia. dimodifikasi dengan memasukkan elemen-elemen kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. setelah melakukan survey tentang pembangunan ekonomi manusia. 102 Sebaliknya. maka. Menurut Friedman. 2.98 Usaha-usaha untuk mengubah tingkah laku dengan mengubah lembaga hukum atau hukum itu sendiri. Lebih jelasnya. ketika budaya hukum berubah. politik dan kerangka sosial yang melekat dalam sistem hukum tersebut. model seperti ini mencermati empat implikasi penting berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunannya. Landes berjalan dalam suatu jalur paralel ketika dengan tepat ia menyimpulkan:”Jika kita belajar dari sejarah pembangunan ekonomi. pemahaman terhadap lapisan implisit atau budaya sangatlah penting karena disini-lah terdapat ‘serangkaian aturan dan metode yang telah dikembangkan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. budaya lah yang membuat semua berbeda.

lebih terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, hukum asing dapat dengan mudah diadaptasi dan diimplementasikan. Implikasi ketiga adalah perubahan-perubahan dalam kesadaran hukum yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti peristiwa-peristiwa ekonomi, politik dan sosial. Friedman mengerti akan hal ini ketika ia menyatakan bahwa budaya hukum ‘adalah suatu variabel yang aling terkait. Kekuatan sosial membuat hukum, tetapi mereka tidak membuat nya langsung…’ 103 Maka, di satu sisi kesadaran hukum merubah budaya hukum, budaya hukum merubah sistem hukum, dan sistem hukum mempengaruhi sistem sosio-ekonomi dan politik dalam cakupan yang lebih luas. Dan di sisi lainnya, tekanan sosio-ekonomi dan politik sangat mempengaruhi kesadaran hukum. Pandangan ini sesuai dengan pendekatan Weberian terhadap hukum dan masyarakat yang mencermati keterkaitan berbagai hubungan sosial. 104 Secara khusus, dampak tekanan terhadap kesadaran hukum dari para elit profesional hukum sangatlah penting karena para elit-lah yang biasanya menjadi pemimpin dalam membentuk budaya hukum masyarakat. Harus pula dicatat bahwa agenda politik dari mereka yang memegang kekuasaan—yang mungkin tidak sama dengan para elit hukum—akan menentukan pengaruh eksternal mana yang akan dijabarkan kedalam perubahan-perubahan nyata dalam kesadaran hukum. Implikasi keempat adalah bahwa pendekatan Weberian menyatakan, selama ini pembangunan eksternal dalam bidang ekonomi, politik dan sosial dapat mempengaruhi kesadaran hukum suatu masyarakat terhadap penerimaan yang lebih besar akan sistem hukum yang lebih rasional. Hal ini memberi jalan bagi pandangan Weber atas masyarakat yang berpandangan rasional terhadap hukum yang selama ini didomonasi oleh birokrasi yang kuat. Perubahan yang serupa juga dijelaskan oleh Kamenka-Tay sebagai suatu konfrontasi antara gemeinschaft, gessellschaft dan paradigma birokrasi administratif. Intinya adalah bahwa pendekatan Kamenka-Tay tidak menjelaskan bagaimana konfrontasi antara ketiga kekuatan itu akan dimainkan. Tetapi model saya menjelaskan hal ini. Model pendekatan milik saya menjelaskan bahwa faktor penentunya adalah kesadaran hukum dalam suatu masyarakat. Jika jumlah kesadaran hukum bersimpati terhadap intrinsik, memegang teguh norma tradisional, maka paradigma gemeinschaft akan mendominasi; jika berganti dan menjadi lebih bersimpati terhadap liberalisme klasik Barat atau pemikiran tentang birokrasi negara yang kuat, maka gessellschaft atau paradigma birokrasi administratif yang sebaliknya akan mendominasi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, saat ini sangat mungkin untuk menggambarkan hubungan antara struktur hukum, hukum itu sendiri dan budaya hukum—termasuk juga kebiasaan hukum dan kesadaran hukum—dalam suatu sistem hukum tertentu, begitu pula dengan dampak dari faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, politik dan sosial terhadap sebuah sistem. Hal ini dapat dilihat pada Diagram 1 di bawah ini.

Diagram 1. Jika elemen-elemen penting dari model ini benar, maka elemen itu mendukung pandangan Friedman bahwa budaya hukum adalah elemen sistem hukum yang paling penting. Model tersebut menjelaskan bahwa dalam budaya hukum, kebiasan hukum mendominasi sikap-sikap yang saat ini ada terhadap hukum. Namun demikian, kesadaran hukum-lah yang menentukan arah dan kecepatan pergerakan budaya hukum terhadap waktu. Kesimpulan ini memiliki satu pelajaran kritis bagi mereka yang tertarik terhadap fenomena hukum dan pembangunannya. Jelasnya, formulasi hukum yang baru dan reformasi pada lembaga hukum akan tidak efektif tanpa adanya perbaikan yang sesuai dengan budaya hukum. Dengan kata lain, selain sumber-sumber yang digunakan untuk membuat formulasi kebijakan, harus lebih banyak lagi sumber yang diarahkan bagi tujuan yang lebih luas bagi perbaikan budaya hukum masyarakat. Setiap proposal reformasi hukum untuk merubah hukum itu sendiri atau lembaga hukum haruslah menyertakan analisis dari aspek-aspek budaya hukum lokal yang akan mendukung perubahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan dan budaya hukum masih terus diangap sebagai aspek hukum yang tidak penting, maka resiko kegagalan akan sangat tinggi. Seperti kata Mary Hiscock, mantan guru hukum saya yang memiliki pengalaman tentang reformasi hukum di Asia: Hukum adalah tanaman yang tumbuh dengan akar manusia, dan sangatlah penting untuk memberikan pendidikan bagi orang-orang agar mereka berubah. Jika yang dicari adalah hukum yang siap dibuat, ini dapat saja dibeli dari berbagi konsultan yang ada. Namun yang ada hanyalah hukum. Masyarakat masih saja melakukan hal yang sama dengan apa yang dulu sering mereka lakukan. Tidak ada perubahan. Ini adalah pelajaran bagi sejarah bangsa Asia. Dan menurut Saya, perkataan Mary memang benar adanya Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

ini ada catatan kuliah sosiologi hukum Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Huku | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

Ini kuliah catatan kuliah Hukum sosiologi Posted in S2. 2009 . Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Hukum Kebijakan Publik Posted by mujiburrahman on September 4.

Johnson. Hukum & Perkembangan Sosisl.I. Adam Podgorecki & Christopher J. L. 1988. Law & Society. Rijkschroeff. New Jersey. Pendekatan Sosiologi Terhadap Hukum. B. Whelan. 2004. Pustaka Sinar Hrapan. Rineka Cipta. Teori Umum Hukum dan Negara. Friedman. Yayasan Obor Indonesia. Hukum dan Sosiologi Hukum. Jakarta. Bina Aksara.A.Jakarta . Alvin S. Hans Kelsen. Jakarta. II. Bandung.Jakarta. 2008 Dr. III. 1994.ini catatan yang terakhir dari kuliah matrikulasi hukum kebijakan publik Posted in Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Sosiologi Hukum Posted by mujiburrahman on October 9. Bambang Widodo Umar Buku Acuan : • • • • • • • • A. 1986. Prentice-Hall. Sosiologi Hukum. Sosiologi. Englewood Cliffs.M. Taufiq Abdullah. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Sosiologi Moralitas.R. Raya Grafindo Persada . Peters & Koesriani. PT. Jakarta. Jakarta. Mandar Maju. 2001.G. 1987. 1977. CV. Media. Soerjono Soekanto.

2002. Jakarta. Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah. Catatan Kriminalitas. ILMU HUKUM : mempelajari sekumpulan aturan-aturan untuk membimbing perilaku manusia yang diterapkan & ditegakkan diantara anggota masyarakat (Negara). SOSIOLOGI HUKUM : Ilmu pengetahuan ttg interaksi manusia yg berkaitan dg hukum dlm kehidupan bermasyarakat. 2001. Jayabaya University Press. Peradaban. KULIAH 1 Konsep Dasar Sosiologi Hukum SOSIOLOGI : mempelajari masyarakat dlm konteks hubungan atau interaksinya antar warga. 2001. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. kmdn dikembangkan dalam suatu norma sosial REALITA HUKUM FENOMENA Unsur-2 – Ciri-2 – Sifat-2 Definisi kategori klasifikasi NORMATIF SOSIOLOGIS . Sosiologi hukum sbg pengetahuan yg bersifat multi disipliner approach.• • • Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. HUKUM * Perwujudan nilai-2 normatif (abstrak) * Instrumen utk pengendalian sosial SOSIOLOGI Memenuhi kebutuhan konkrit (aturan main) dalam kehidupan msyarakat (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) Universalitas hukum itu diperoleh dg cara mengabstraksikan realita dg pola perilaku manusia. Jakarta. Ketika Kejahatan Berdaulat. Peradaban. Jakarta. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara.

Taufik Abdullah) PERILAKU SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) PERILAKU MASA LALU PERILAKU MASA DATANG PERILAKU TERAPAN • • • • • • • • • • Apa yg jadi motif Bgm pola perilakunya Apa ciri individu Mengarahkan Mengubah Mengendalikan Dari hasil belajar sosial Mencoba-coba Mempraktekkan POTENSI MANUSIA Kepaduan (cohesiveness) Komitmen (commitment) (Baca Sosiologi Moralitas.(Aspek Kualitas) (Aspek Kuantitas) SOCIAL RELATIONSHIP (Causality) ABSTRAKSI HUKUM (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) MASYARAKAT NORMA UKURAN TTG SEJUMLAH PERI- .

B. LAWS). PENYESUAIAN (ACCOMODATION).R. BENTUK-BENTUK SOCIAL RELATIONSHIP : KERJASAMA (COOPERATION). CUSTOMS. Rijkschroeff) TERPOLA KRITIS OBYEKTIF SUBYEKTIF REALITA HUKUM MENEKANKAN PD TUJUAN MENEKANKAN PD PROSES AKAL BUDI PERILAKU HUKUM . Hukum dan Sosiologi Hukum. NILAI MENTALITA (AKTIVITAS JIWA. CARA BERFIKIR. PERTENTANGAN (CONFLICT).LAKU YG DITERIMA & DISEPA-KATI SECARA UMUM OLEH MASYARAKAT (VOLKWAYS. BERPERASAAN) YG TERBENTUK DR PERILAKU MANUSIA MENJADI SEJUMLAH ANGGAPAN (Baca Sosiologi. PERSAINGAN (COMPETATION). PENGUASAAN (DOMINATION). MORES.

KEBENARAN HUKUM → Normatif KEBENARAN SOSIOLOGIS → Bebas Nilai (values free) FAKTA SOSIAL KEBENARAN SOSIOLOGI HUKUM NORMA-NORMA Tidak sama dg kebenaran hukum (Baca Sosiologi Moralitas. Logika rasional (Pemikiran manusia = Wisdom). ilmuwan). Paranormal. Taufik Abdullah) HUKUM DAN MORALITAS (Emile Durkheim) Mayarakat KETERATURAN TINDAKAN OTORITAS Masyarakat KEPENTINGAN . Ilmiah (pakar. Otoriter (kekuasaan) Mistik (Dewa.(Baca Sosiologi Moralitas. Dukun dll). Taufik Abdullah) KONSEP KEBENARAN KEBENARAN : Absolut (kitab suci).

KOLEKTIF KETERIKATAN KELOMPOK Disiplin Ilmu Pengetahuan Otonomi Moralitas MILIEU SUI GENERIS (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) PENERAPAN HUKUM SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) ATMOSPHERE Suasana STRUKTUR FUNGSI/TUGAS PRESSURE Desakan Pengembangan & Pemeliharaan UNITY Kekompakan LEMBAGA .

Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku masyarakat. perbuatan jahat dg menggunakan hukum sbg alatnya sulit dilacak karena diselubungi olh hk dan berada dlm hukum. dan kelompok-2 kepentingan dlm masyarakat (Weber). Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama. . ideal. SBG ALAT KEJAHATAN. Struktur Sosial : hukum lahir scr bertahap. cara berfikir kelas-2 sosial.PENEGAK HUKUM KEPATUHAN HUKUM KEWIBAWAAN HUKUM HUKUM NGR HUKUM ADAT (Baca Sosiologi Moralitas. Perubahan Sosial : keberadaan hukum hrs mengabdi pd kepentingan rakyat. dan utk menekan kaum borjuis (Karl Marx). dipengaruhi olh kepentingan material. Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada. Taufik Abdullah) PERKEMBANGAN HUKUM DLM MASYARAKAT Fungsi Sosial : sbg himpunan moralitas & wahana utk mencapai cita2 sosial (Durkheim). bukan utk memecahkan masalah sosial. dipaksakan olh pemegang kekuasaan. (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) ASPEK BEKERJANYA HK DLM MASYARAKAT SBG SARANA KONTROL SOSIAL. Law as a tool of crime. SBG SARANA REKAYASA SOSIAL. Masa itu hk dianggap satu-satunya perekat sosial.

(Baca Ketika Kejahatan Berdaulat. sesuatu (thing).R. B. yaitu : Tindakan (act). Rijkschroeff) PEMAKNAANNYA : Interaksi Manusia mengandung tiga unsur. Tbg Ronny Nitibaskara) PARADIGMA HUKUM PARADIGMA I (Pra Normatif) PARADIGMA II (Normatif) NORMAL LAW ANOMALI LAW REVOLUTION KRISIS ANOMALI BARU PARADIGMA : PANDANGAN FUNDAMENTAL TTG APA YG MENJADI POKOK PERSOALAN (SUBJECT MATTER) DALAM HUKUM NORMAL LAW dst (Baca Sosiologi. Hukum dan Sosiologi Hukum. baik menyangkut falsafah. Hukum yg dimaksud bukan saja hukum dlm arti tertulis tetapi juga yg tidak tertulis. . Hukum memiliki daya mengatur jika scr relatif sdh dipersatukan dlm kelompok-2 sosial. intelektualitas. apalagi dlm sistem sosial. maupun jiwa yg melatar belakangi penerapan hukum. dan makna (meaning).

R. ideologi. organisasi formal dan sosial. Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat. kelembagaan sosial. Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif di dalam masyarakat. Perlindungan thd HAM. B. Hukum dan Sosiologi Hukum. 2. dan dinamika sosial. kemanfaatanlah yang menjadi ukuran utama.Hukum bersifat memaksa ttp paksaan itu bukanlah merupakan syarat utama. Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat. Rijkschroeff) NEGARA HUKUM Eropa Kontinental – Ngr Hk adl ngr yg berdiri di atas hk yg menjamin “keadilan” kpd wrg ngr nya (Aristoteles) Keadilan merupakan syarat bagi terciptanya kebahagiaan hidup utk wrg ngr dan sbg dasar ap keadilan itu perlu diajarkan rasa susiak kdp setiap manusia. (Baca Sosiologi. Obyek Sosiologi hukum : karakteristik hukum masyarakat. MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI HUKUM Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dalam masyarakat. Pemaksaan itu lebih utk melindungi sistem sosial daripada hukum. Adanya “pemisahan kekuasaan” Tipe Ngr Hk : Ngr Kesejahteraan (welfare State) (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) . Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat. Paham laissez faire laissez aller – biarlah setiap angt masyarakat menyelenggarakan sendiri kemakmurannya Dua unsur pokok ngr hukum (Imanuel Kant) : 1.

2. tanpa diterima olh rakyatpun hk tetap berlaku (Kelsen) Hukum berdaulat kr bersumber pada kesadaran hk rakyat. Hukum yg baik adl hukum yg dierima olh rakyat karena mencerminkan harapan rakyat. SALING MELENGKAPI. DAN SALING MEMBERIKAN SUMBANGAN DLM APLIKASI . Hukum berdaulat kr sifatnya imperatif. Supremacy of the law. DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT.Anglo Saxon– tdk mengenal ngr hk ttp mengenal “the rule of law” – pemerintahan olh hukum (Dicey – kelanjutan dr ajaran John Locke). Tiga unsur rule of law : 1. (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) KOMPONEN YURISPRUDESIAL SOSIOLOGICAL Fokus Peraturan-Peraturan Struktur Sosial Proses Logika Perilaku Cakupan Universal Bervariasi Perspektif Partisipan Pengamat Kegunaan Praktis Alamiah Tujuan Pengendalian Keseimbangan MODEL HUKUM (Donald Black) PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS. Equality befor the law (kdkn sama di dpn hk) 3. Hak asasi tdk bersumber pd konstitusi/UUD (penegasan)ttp sdh ada sejak manusia dilahirkan KEDAULATAN HUKUM Sbg kelanjutan dp keadaulatan rakyat.

Hukum dan Sosiologi Hukum. Sistem Hukum Eropa Kontinental (Civil Law) Dari Romawi berkembang ke Jerman. Perancis. Dengan kata lain.R. Rijkschroeff) KULIAH KE 2 SISTEM HUKUM 1. Belanda. Indonesia Bahwa hukum itu memperoleh kekuatan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. Hukum dan Sosiologi Hukum. Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakanhukum baru.R. Rijkschroeff) REALITAS HUKUM (Law on books & Law in action) Terjadinya perbedaan karena : Apakah “pola tingkah laku sosial” tlh mengungkapkan materi hk yg diumuskan dlm peraturan.(Baca Sosiologi. Apakah tujuan yg dikehendaki hukum sama dg efek peraturan itu dlm kehidupan masyarakat.L KIMBAL) (Baca Sosiologi. hukum selalu diidentikkan dengan undang-undang. dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis. * SIKAP AMBIVALEN MERUPAKAN PENGHALANG BAGI TEGAKNYA HUKUM * KEKUASAAN YG TDK BERPARADIGMA HK MERUPAKAN PELUANG TERJADINYA PELANGGARAN HAM (D. Putusan hakim tidak dapat mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Apakah keputusan pengadilan sama dg apa yg diharuskan dlm peraturan. Adagium: “tidak ada hukum selain undang-undang”. karena hakim hanya menerapkan dan menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya. Italia. B. B. .

AS. Sistem Hukum Anglo Saxon (Common Law) Dianut negara-negara anggota persemakmuran Inggris. Sunnah Nabi. Hakim berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat. Hukum Pidana Hukum Privat: Hukum Perdata. Hukum Dagang 2. Siapa saja? Orang pribadi dan badan hukum (Criminal Justice System) 2. Asas doctrine of precedent. Teori Umum Hukum dan Negara. Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan2 hukum dan menciptakan prinsip2 hukum yang baru yang berguna bagi pegangan hakim2 yang lain dalam memutuskan perkara sejenis. hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis. Sifat: tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyang. Hukum Administrasi Negara. Sistem Hukum Islam Bersumber pada Al Qur’an. Amerika Utara. Ijma dan Qiyas. Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu hukum publik dan hukum privat.Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu: Hukum Publik: Hukum Tata Negara. maka melalui putusan2 hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum. Masyarakat Hukum . Bersumber pada putusan hakim/putusan pengadilan/yurisprudensi. 3. Baca buku Hans Kelsen. Subyek Hukum Adalah pengemban hak dan kewajiban. Kanada. 4. Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. Sistem Hukum Adat Bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya.

Kumpulan dari subyek hukum di dalam suatu masyarakat sebagai suatu sistem yang teratur dan hukum yang tercipta dalam hubungan dengan masyarakat itu sendiri. Obyek Hukum Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum. 3. 4. Hukum dan Sosiologi Hukum. dan timpang 6. bersifat abstrak dan memerlukan adanya relation and communication. Hubungan Hukum Bisa sederajat.R. Rijkschroeff) MEMAHAMI MASYARAKAT . Peranan Hukum Terdiri dari hak (fakultatif) dan kewajiban (imperatif). timbal baik. Peristiwa Hukum Merupakan perbuatan hukum yaitu segala perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan hak dan kewajiban 5. meliputi: materiil dan immateriil PRANATA HUKUM HUKUM DLM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL SOLIDARITASSOSIAL KESADARAN KOLEKTIF (Collective Conscience) MEKANIS ORGANIS HUKUM REPRESIF HUKUM RESTITUTIF Masyarakat segmental Masyarakat modern (Baca Sosiologi. B.

Dinamika Sosial : Menganalogikan masy spt berfungsinya tubuh manusia. Hal ini = mempelajari masy dlm keadaan dinamis. Kesimpulan : Perubahan sosial mengacu pd variasi hubungan antar individu. utk menggambarkan pertumbuhan organik dr embrio ke arah kedewasaan. pernafasan. Ada perbedaan prinsipiil antara konsep pembangunan yg dianut olh “ngr berkembang” dg pembangunan “ngr maju” (Adikuasa). sirkulasi darah dll. proses berlangsungnya kehidupan masy (perubahan sosial) yg bersifat diakronik. kelompok. Di Ngr berkembang persoalan pembangunan adl bgm mempertahankan kehidupan sos. shg pembangunan sering diartikan sbg kemajuan yg dicapai masy hanya di bidang “ekonomi” dengan tdk melihat segi moralitas manusia.Auguste Comte menggambarkan masyarakat : Statika Sosial : Menganalogikan masy spt “onatomi” tubuh manusia yg terdiri dr organ. dalam pola berfikir dan dalam pola perilaku pd wakt tertentu (Macionis). Proses penggantian nilai-nilai budaya & institusi-institusi sosial dalam konteks struktur dan organisasi masyarakat. Perubahan sosial adl perubahan pola perilaku. lembaga dan struktur sosial pd wkt tertentu (Farley). Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial PERUBAHAN SOSIAL DLM KONTEKS PEMBANGUNAN Perubahan sosial adl transformasi dalam organisasi masyarakat. Hal Ini = mempelajari masy dlm keadaan statis sbg pendekatan yg bersifat sinkronik. & gaya hidup manusia yang berlangsung dlm kehidupan bersama sbg masyarakat. hub sosial. kultur dan masyarakat pd wakt tertentu. PEMBANGUNAN Kata “Pembangunan” secara umum diartikan sbg ush utk memajukan masy & warganya. kerangka & jaringan. . & bgm meletakkan dasar-dasar ekonomi kehidupan masy yg mampu bersaing di pasar internasional (Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan pembangunan manusia (human development) . Kemajuan dimaksud terutama menyangkut segi material. organisasi. metabolisme. menyangkut pula orientasi berfikir. Perubahan sosial adl modifikasi dlm pengorganisasian masyarakat (Persell).

masy/pok bertujaun menundukkan masy/pok lain. semua konsepsi teoritik didasarkan pd pemikiran mengenai adikodrati. saling tergantung. . Antara “Perubahan Sosial” dg “Pembangunan” terdapat hubungan yang bersifat : Resiprokal : saling berbalasan. dan kebijakan dilandasi imajinasi. Segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dari hasil pertentangan dua hal & yg kemudian bertentangan dg yg lain shg menimbulkan hal yg lain lagi. penelitian tdk dihargai. kadang di atas kadangkala turun ke bawah. Pola Linear : Perkembangan masyarakat mengikuti pola yg pasti. majemuk. Teologis & Militer : semua hub sos bersifat militer. terpadu. dan kepastian terjelma menjadi bangsa yg beradab atau sebaliknya menjadi bangsa yg primitif. Ilpengtek & Industri: industri mendominasi hub sosial & produksi jadi tujuan utama masy. Metafisik & Yuridis: jembatan perubahan dr bentuk masyarakat militer dg masyarakat industri. Perubahan struktur sosial sll diikuti dg perubahan fungsi sosial. kebijakan masih dilandasi pd imajinasi ttp mulai bergeser kearah landasan penelitian. 2. Spenser : struktur sosial berkembang secara “evolusioner” dari struktur yg homogen ke arah heterogen. imajinasi tergeser olh hasil penelitian & konsepsi-2 teoritik. POLA PERUBAHAN SOSIAL Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial Unlinear : perkembangan masyarakat tidak selalu menuju kearah kemajuan tetapi bisa juga ke arah kemunduran (primitivisme). Dialektika : penalaran dg dialog sbg cara utk menyelidiki suatu masalah. 3. juga saling mengisi atau saling mengurangi. Auguste Comte – Tiga tahap dlm peradaban: 1. saling bermanfaat. 2. Pola Siklus : perkembangan masyarakat laksana st roda. 1. Masy sederhana bergerak maju scr evolusioner ke arah ukuran lebih besar.Di Ngr maju (adikuasa) persoalan pembangunan adl bgm melakukan ekspansi lebih lanjut bagi kehidupan ekonominya yg sdh mapan.

Involusi. (Kesenjangan budaya. Romawi. Difusi dll). (Evolusi. atau laksana tahap perkembangan seorang manusia melewati masa muda. Invensi. Polarisasi.Oswald Spengler : kebudayaan tumbuh. Reformasi. dan akhirnya punah ( contoh : bangsa Yunanai. berkembang & pudar laksana gelombang yg muncul mendadak. BIDANG-2 YG TERKAIT DLM PERUBAHAN SOSIAL PELEMBAGAAN PERUBAHAN KEYAKINAN SENTIMEN/PERASAAN TEKANAN/STRESS KETEGANGAN/STRAIN GOAL (Pencapaian tujuan) ADAPTATION . tua. MASALAH YG MENJADI PERHATIAN DLM PERUBAHAN SOSIAL APA YANG BERUBAH. Perburuhan. Erosi Kepemimpinan dll). (Kependudukan. Aborigin dll). (Inovasi. Disorganisasi. berkembang kemudian lenyap. Demoralisasi. dewasa. BAGAIMANA KECEPATAN DARI PERUBAHAN. KEMANA ARAH PERUBAHAN. Indian. Peranan Keluarga dll). Modernisasi). (Tradisional. MENGAPA TERJADI PERUBAHAN. Revolusi dll). FAKTOR APA YG TERKANDUNG DLM PERUBAHAN. Pembagian Kerja.

(Penyesuaian) PERSONAL INDIVIDU INDIVIDU KOMUNIKASI SOSIALISASI KONTROL SOSIAL PERINGKAT SOSIAL STATUS/PERANAN KEKUASAAN FASILITAS INTEGRATION (MempersatuKan) FORMAL SOSIAL ORGANISASI BOUNDARY MAINTENANCE/ TAPAL BATAS/ ARAH SYSTEMIC LINKAGE/ .

EKONOMI MODERN FOKUSNYA ADL : .PEREKATAN TUJUAN SISTEM SOSIAL NORMA SANKSI LATENCY (Membentuk pola perilaku) BUDAYA MASYARAKAT PROSES UNSUR-UNSUR FUNGSI STRUKTUR DIMENSI Baca: buku Sosiologi Sistematik EKONOMI TRADISIONAL FOKUSNYA ADL : Proses sosial yg memungkinkan elit ekonomi & politik mengelola alokasi sumberdaya produksi PERAN KEKUASAAN DALAM KEPUTUSAN EKONOMI MRPKN PIJAKAN UTAMA.

Alokasi efisien atas sumberdaya produksi scr berkesinabungan dg memperhatikan mekanisme sosial politik. baik oleh lembaga swasta maupun pemerintah utk mempertahankan/memperbaiki “standar kualitas hidup manusia”. POLITIK (ORIENTASI KEKUASAAN) EKONOMI (ORIENTASI PROVIT) SOSIAL (ORIENTASI MORAL) PEMBANGUNAN (ORIENTASI MATERIAL) INTERFACE DALAM PERUBAHAN SOSIAL PERUBAHAN SOSIAL PERKEMBANGAN TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOSIALIS LIBERALISME MASHAB KLASIK Free fight compatation Invisible hand devision of labour spealization KEHANCURAN .

EROPA (Trickle Down Efect) ROSTOW SUKSES NEGARA-2 ASIA AFRIKA AMERIKA LATIN GAGAL FAK INTERNAL .EKONOMI LEPASNYA PAHAM MANUSIA DALAM IKATAN-2 KOLEKTIF MENUJU INDIVIDUALISM WELFARE STATE DEMOKRATISASI POLITIK CHECKS & BALANCES PERKUATAN KEKUASAAN YUDICEEL AMERIKA SERIKAT BANTU → NEGARA.

FAK EKSTERNAL MUNCUL NEGARA PHERY-PHERY (NGR PINGGIR) METROPOLITAN (NGR PUSAT) KETDK SEIMBANGAN EKONOMI NGR BERKEMBANG DG NGR MAJU EKSPLOITASI NGR MAJU THD NGR BERKEMBANG COMPARATIVE ADVANTAGE PSIKOLOGI – VIRUS N’ACH KEBUD SPIRIT KREATIFITAS RASIONAL KETERGANTUNGAN SUATU NGR KPD NGR LAIN AWAL PERKEMBANGAN → EKONOMI POLITIK EKONOMI PEMBANGUNAN KESEIMBANGAN DLM .

PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PEMBANGUNAN POLITIK DALAM HAL : NEGARA BANGSA NEGARA KESEJAHTERAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (UNDP) KEAMANAN MANUSIA (HUMAN SECURITY) FAKTOR PENYEBAB SELESAI PD I & II AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL (Abad ke-20) Jumlah penduduk dunia meningkat sangat tinggi Tuntutan bangsa untuk merdeka meningkat Polarisasi kekuasaan berkembang meluas Berkembangnya organisasi & oligarkhi menuntut perluasan spesialisasi Bertambah lebar jurang pemisah antara yang memerintah dg yang diperintah Hilangnya keseimbangan antara kekuasaan eksekutif. legislatif & yudikatif Krisis kekuasaan yudiceel yg disebabkan oleh jumlah gol semakin membesar. . masing-2 berusaha merebut kekuasaan.

PERGESERAN SISTEM HUKUM CIVIL LAW (Eropa Kontinental) Peranan ngr dlm pembuatan UU dominan Hk tertulis sbg andalan bagi kepastian hk CAMMON LAW (Anglo Saxon) Hk tertulis & konvensi Mendapat tempat yg penting Hakim dpt membuat hk mll Vonis-2 tanpa hrs terikat pd hk tertulis Keadilan diutamakan ORIENTASI CAMMON LAW CIVIL LAW KOMPONEN PEMBUATAN FUNGSI PELUANG Partisipatif dg mengundangkan seluas-luasnya parmas baik scr individu maupun kelompok Aspiratif.Perundang-undangan yg lambat mengantisipasi.sip scr rinci & ketat shg tdk dpt diinterpretasikan scr sepihak olh pmrth. kecuali hal-2 teknis Sentralistik karena pembuatannya lbh banyak ditentukan olh lbg-2 ngr trtm pemerintah . ekonomi). shg kekuasaan yudiceel dipengaruhi oleh kekuatan-2 dominan dlm masyarakat (politik. memenuhi kehendak masyarakat yg dkontestasikan scr demokratis Limitatif karena memuat kttn prin.

dmn interpretasi sekedar menyangkut hal-2 teknis MASYARAKAT ALIH-ALIH PELEMBAGAAN HUKUM GOVERNMENT POLITIC (Subyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION NORM (Obyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION SANCTION (Internalisasi) ALL OTHER SOCIETAL ALL PERSONAL FORCE STATE Rule Occupation (Baca Sosiologi. Hukum dan Sosiologi Hukum. B.R.Positivis instrumentalis dlm arti isinya lbh mencerminkan kehendak atau alt justifikasi atas program yg akan dilakukan pmrth Interpretatif krn hanya memuat mslh-2 pokok utk ditafsirkan dg prtn rendah yg dibuat olh pemrth. Rijkschroeff) FEED BACK PERUBAHAN SOSIAL vs NETRALITAS HUKUM TUJUAN HUKUM KEADILAN SOSIAL KEBENARAN .

. PERMASALAHAN SOSIAL MENYANGKUT : Sistem kelembagaan. Manajemen lembaga. Fungsi lembaga. Peranan lembaga. Sarana dan prasarana. Folkways.KEMANFAATAN SOSIAL ARUS POLITIK GLOBAL PEMBANGUNAN NAS PERUBAHAN SOSIAL MASALAH SOSIAL NETRALITAS HUKUM KEBERFIHAKAN HUKUM MASALAH SOSIAL Masalah sosial adalah penyimpangan perilaku individu maupun lembaga di dalam masyarakat sebagai akibat dari kebijakan atau penerapan kebijakan tidak tepat dalam mengelola masyarakat sehingga menimbulkan patologi sosial. Mores. Pengorganisasian lembaga.

Kornblum. kaburkan tujuan. Keller) Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Dpt merusak nama baik (reputasi). lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. Smelser. Menarik ketika terjadi ketegangan sosial. . PANIK (Horton & Hunt. Tersebar karena orang perlu & suka. Light. dan kebuasan eksploatasi sumber daya alam Marginalisasi hak hidup warga asli/suku terasing Rakyat kecil dipakai untuk mendukung politik massa Rakyat kecil di pelosok terperangkap dalam tarik-ulur politik lokal Kehidupan ekonomi kian mahal dan sulit DESAS-DESUS (Horton & Hunt. Light.Customs & Law Bentuk-2 Permasalahan Manipulasi sentimen etnis dan agama untuk kepentingan elit politik Lingkungan hidup rusak akibat diskriminasi dlm peruntukan tanah. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. Kornblum. Keller) Berita yg menyebar secara cepat. dr persoalan moral hingga mslh kenegaraan. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Smelser.

Kornblum. Smelser. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. ketidakadilan. Awal mula gerakan dilakukan olh suatu kelompok yg merasa tdk puas thd suatu keadaan. individualisme. terarah dan terencana selanjutnya terorganisasi. gerakan revolusioner. gerakan ekspresif. gerakan utopia. Aksi tsb merupakan teknik paksaan tanpa paksaan yang menggunakan tuntutan dr sejumlah orang yang rela menderita demi menegakkan suatu pandangan moral. Semula bentuk gerakan tidak terorganisasi. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. Keller) Perilaku masa yang melakukan kegiatan secara berkesinabungan untuk menunjang atau menolak kebijakan yg dianggap merugikan masyarakat atau kelompok. Keller) Pembangkangan sipil adl penyimpangan hk secara umum dan terbuka karena terdorong oleh kata hati serta pandangan moral. . Kornblum. konsumerisme. Smelser. disertai dengan kesediaan menerima sanksi hukum. penyaluran kegagalan. atau mereka yg merasa hidup kurang berarti. korupsi yg parah.Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. Light. gila materi & jabatan. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. pribadi kecewa. Light. Contoh: Gerakan demo. Aksi ini merupakan tindakan politik yang bukan merupakan tindakan kekerasan dengan tujuan untuk mengubah hukum atau kebijakan pemerintah. Faktor pendorong: kemiskinan. gerakan reformasi. kekejaman. hedonisme dll CIVIL DISOBEDIENCE (Horton & Hunt. GERAKAN SOSIAL (Horton & Hunt. (KAMI 1966. Pembangkangan sipil disebabkan kr muncul-nya kasus-2 yang berkaitan dengan adanya perasaan kurang puas atas sistem hukum yang tidak adil. Reformasi 1998).

kelambatan kultural (cultur lag). moralitas. Pelacuran STEREOTIPE Kesan (pandangan salah. disorganisasi sosial. Narkotika. stabilitas lokal. solidaritas kekeluargaan. kesenjangan (deprivasi). Stereotype mungkin ada benarnya. Kejahatan. Cara ini umumnya berlaku di negara-negara demokrasi di mana para pelaku telah memiliki kesadaran cukup tinggi dlm hidup bernegara. Sasarannya ialah membangkitkan perasaan simpati masyarakat dan mempermalukan partai dominan agar partai dominan mau membuat kelonggaran. Perjugian. Dengan kata lain tuntutannya benar-benar utk kepentingan bangsa dan negara. PATOLOGI SOSIAL Semua tingkah laku yg bertentangan dg norma kebaikan. Kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang besifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif. Inter-dependensi antara disorganisasi sosial dan lingkungan budaya yg buruk merupakan rangsangan bagi orang normal menjadi sakit sosial (sosiopatik). kebaikan dan hukum formal (Penyakit Masyarakat). Social disobidience = Paksaan tanpa kekerasan (nonviolent coercion) sbg teknik perlawanan (non resistance) atau perlawanan pasif (pasif resistance). Bentuknya : Kemiskinan. Pelacuran. Pembangkangan sipil bisa mencapai tuntutan yang dikehendaki apabila memiliki disiplin diri yg kuat dari para pelaku. disiplin. hak milik. shg melahirkan kesenjangan sosial. Alkoholisme. hingga disintegrasi sosial. Citra kaku tentang suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. tetapi tidak seluruhnya benar.Pembangkan sipil diilhami oleh pemikiran bhw keadilan yg berlaku di masyarakat hanya untuk golongan tertentu saja dan kurang memperhatikan golongan yang lain. Perkembangan tdk seimbang dr macam-2 bag kebudayaan. Teori dasar: ketidakpuasan (discontent theory). . dan tdk mengarah ke tindakan kekerasan. hidup rukun bertetangga. prasangka) tentang ciri-ciri tertentu (khusus) kelompok luar yang telah diterima secara luas oleh masyarakat. ketidakmampuan menyesuaikan diri (malajusment theory). pola kesedarhanaan.

l kesenjangan dlm kesejahteraan. ketidakseimbangan diri Keterasingan diri atas karyanya di dlm masyarakat atau kelompok.ALIENASI Keterasingan. ANOMALI Anomali adalah proses penyimpangan fungsi-fungsi lembaga dalam masyarakat yg tdk segera diperbaiki peranannya sehingga menimbulkan kegalauan atau keadaan anomi. merasa rendah diri. ketidakberdayaan. Nilai-nilai lama telah ditinggalkan sedangkan nilai baru belum terbentuk. tanpa kemampuan. tanpa perhatian. dan digunakan sebagai pedoman sikap & perilaku oleh warga masyarakatnya. Bentuknya berupa pelanggaran thd norma-norma sosial yg tlh melembaga atau mapan. Bentuk a. terisolasi. INVOLUSI . POLARISASI Proses terjadinya dua lapisan dlm masyarakat (lapisan atas dan lapisan bawah) yang menunjukkan perbedaan sikap dan kemampuan dalam merespon (menyerap) ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil-hasil pembangunan sedemikian rupa. sedangkan cara baru belum ada. tidak ada sanksi yg efektif. keterpencilan. disertai perasaan tanpa norma. berlaku scr konsisten. pendidikan. dan tersingkir dlm kehidupan. Cara menerapkan nilai lama tidak sesuai dg perkembangan. akses dlm berpolitik dll. tanpa arti. tanpa daya. ketidakberartian. sehingga menimbulkan kesenjangan dlm kesejahteraan dan kemampuan kedua lapisan tersebut. ANOMI Kondisi sosial yg tidak memiliki seperangkat nilai & sistem penerapannya yang diyakini benar. & tidak melakukan perubahan scr substansial cara utk mengatasi masalah.

anarkhi di masyarakat dalam menghadapi setiap kebijakan yg dianggap tidak selaras dengan pendapat umum CRIME Crime is societal problem not criminal justice problem (Radcliff Brown). hingga sikap sosial mengalami dehumanisasi. fungsi-fungsi.Involusi adalah kemunduran. kebanggan hanya pada lambang-lambang kesuksesan. namun tidak berhasil diseimbangkan atau diubah menjadi suatu pola baru. Misdemeanor = kejahatan yg kurang serius) Organized Crime : Suatu tindak kejahatan yg dilakukan oleh sekelompok orang scr sistematis (modus operandi). Pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran (Garofalo). dilindungi. anggota) terhadap Patron (Pelindung. KRISIS Krisis adl proses melemahnya daya pengikat sosial berupa nilai-nilai. brutal. mekanisme. Pemimpin) disebabkan oleh menguatnya nilai kesadaran rasional di satu sisi. kepekaan sosial menghilang. mabuk kekuasaan. serta berfikir dan bertindak scr ekonomis. Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok (Thomas). tata-cara hidup dalam masyarakat Bentuknya berupa kontradiksi-kontradiksi sikap dan tindakan dlm bentuk arogan. agresif. status-status. di sisi laian melemahnya nilai ketauladanan dan rasa tanggungjawab) Patron sbg pengaruh dr orientasi materi yg menonjol. peranan-peranan. lembaga-lembaga. justru terus berkembang hingga menjadi semakin rumit. materi dan panik EROSION PATRON-CLIENT Pengikisan hubungan ketergantungan antara Klien (yang dipimpin. kemerosotan kebudayaan kr ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kehidupan sosial sudah mencapai bentuk yang pasti. persepsi sosial menjadi kabur. Bentuknya berupa peningkatan teknik melangsungkan kehidupan atas dasar ketertutupan (exclucivisme). dlm konteks mekanisme daya tahan masyarakat (defence-mechanisme). Criminal Organization : Suatu organisasi yg didirikan oleh . Konsep kejahatan sering dilihat dr aspek kegarangan tindakan (Feloni = kejahatan serius.

Cyber crime (kejahatan maya. Penggelapan pajak. KEJAHATAN PD MASYARAKAT INDUSTRI Penyelundupan (smuggling) sbg bentuk kejahatan konvesional yg berdimensi baru. container. Penyebaran hama & penyakit mll bahan makanan import kadaluarsa. cargo air transportation. Kejahatan asuransi. pecurian pulsa telp. TERORISME . debt collector). menggunakan peralatan teknologi. 2) pembersihan etnik (genocide. money laundry. memiliki aksi kejahatan yang berkelanjutan. kejahatan yg bersumber dr tekanan psikologis akibat kerja berat & diburu wakt. memanfaatkan teknologi komunikasi. drug mll pengemasan & peredaran yg tdk konvensional (pembuangan limbah 3B. Pelecehan sex dan child abused. 3) perbudaan dll. Pemalsuan merk dagang terkenal & pembajakan hak paten. pemalsuan restitusi pajak. minuman. maupun yg tertahan di pelabuhan tujuan. transpotasi (kapal curah.para penjahat utk mengoptimalkan pencapaian tujuan (punya struktur organisasi yg jelas. baik berasal dr ngr pengeksport yg kondisi alat angkutnya buruk. menggunakan akumulasi kekuasaan State Organized Crime : tindakan yg menurut hk ditentukan sbg kejahatan & dilakukan olh pejabat pmrth dlm menunaikan tugas dr negara Crime againts humanity : 1) kejahatan perang. diplomatic bag dll). Penyalahgunaan credit card. memiliki keanggotaan tetap. Pasar gelap (black market) barang-2 terlarang spt makanan.

Dilakukan dlm konteks kewenangan. 5. Label yg mengandung pesan moral & politik utk kejahatan yg dilakukan olh orang-2 yg memiliki kedudukan sosial tinggi & terhormat dlm pekerjaannya (para pengusaha & eksekutif). 3.Strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kekerasan atau ancaman kekerasan utk memaksa pemerintah. Menguntungkan diri sendiri maupun kelompok. Berlindung di balik jabatan. Kegiatan tdk sah tanpa menggunakan kekerasan scr langsung teruama menyangkut penipuan. tetapi memiliki keyakinan yang teguh atas kebenaran tujutannya. WHITE COLLOR CRIME Ciri-2 WCC menurut Laura Snider : 1. Akibat yg ditimbulkan meluas. WCC menggugurkan teori yg menyatakan pelaku kriminal adl orang-2 yg berasal dr kelas sosial & ekonomi rendah. Digunakan olh kelompok yg hanya memperoleh dukungan kecil. CRIMINAL LAWYER . penggelapan dan manipulasi. dan balas dendam. penyembunyian informasi. Kecenderungan para penegak hukum untuk mengarah ke upaya memperluas atau mempersempit pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak pembuat peraturan hukum dan ketetapan tersebut. penguasa & rakyat dengan menimbulkan rasa takut. JUDICIAL CRIME Kejahatan yang dilakukan olh aparat penegak hukum dlm konteks jabatan & kekuasaan untuk menetapkan seseorang atau sekelompok orang salah atau tdk bersalah dg cara menyimpangkan perkara dari tujuan hk shg menguntungkan diri sendiri & merugikan fihak lain yg berperkara serta merusak tatanan hukum. Berbagai tujuan terorisme : menarik perhatian dunia. JUDICIAL ACTIVISM Hakim yg mengembangkan atau memperluas pengertian hukum dan peraturan konstitusi yang berlaku dengan menggunakan interpretasi hukum menurut pendapatnya sendiri. penyesatan. mendukung revolusi. Dilakukan dlm konteks sindikat. 4. mengacaukan stabilitas pemerintahan. 2.

Masyarakat tdk mempercayai integritas moral para penegak hukum kr aparat tlah melakukan penyalahgunaan wewenang & memberi perlindungan thd praktek-2 kejahatan. Keamanan kerja. Juga menakuti saksi. Anak dan lansia. Keamanan makanan. mengatur pertemuan yg bersifat tersembunyi. mempengaruhi polisi. Masyarakat melakukan upaya penegakan hukum menurut pandangan & cara-cara mereka sendiri. dg cara menyuap aparat gakkum. Keamanan harta milik. Keamanan pendidikan. mengaburkan peristiwa/perkara mll mass media. jaksa maupun hakin dlm membuat berita acara. Jiwa & bencana. EXTRA JUDICIAL CRIME Lembaga yg terbentuk kr ketidakpuasan masyarakat atas kinerja para penegak hukum. Keamanan hak-hak manusia. . Pengusangan kekerasan. menuntut hingga menyidangkan perkara. Keamanan hak cipta. hingga mengancam keselamatan hakim. Keamanan informasi. Masyarakat mengganggap tindakannya mrpkn tindakan suci (mahatma) & mrpkn hk positif.Aktivitas lawyer yang menjadi langganan pelanggar hukum baik perorangan maupun terorganisir. Human security sbg Sistem keamanan yg Berlawanan dengan Sistem State sesurity PENDEKATAN DLM KEAMANAN MANUSIA : • • Pengusangan perang. Keamanan keluarga & Kediaman. HUMAN SECURITY (Keamanan Manusia) MULTI FASET KEAMANAN MANUSIA : • • • • • • • • • • • • • Keamanan kultural & agama. Keamanan perjalanan. Pekerjaannya : merekayasa alibi. Keamanan kesehatan. Keamanan perempuan.

patroli. Praktek dokter. Keseimbangan biomassa. Multikulturalisme & multirelijionisme. perjalanan).• • • • • • • • Demokratisasi politik. Hak intelektual. Kemiskinan mayoritas. senjata api. Radikalisasi agama. Kesehatan. PROBLEM SOSIAL MASA KINI (Makro) Upaya mempersenjatai diri dan upaya mengurangi persenjataan (armament and disarment) Masalah Hak Asasi Manusia Alih teknologi. kendaraan. mata elektronik. Ekologi. Akutansi. Ekoteknologi. udara. alarm. Pelestarian lingkungan. harta. air. tanah. . Bencana alam. kecelakaan. kunci. rumah. Detektif swasta. Pengamanan fisik (pagar. Penyelesaian konflik scr damai. Perubahan umur kerja. usia lanjut. Trans-nasitional crime. Terorisme. Perpecahan keluarga. tawar-menawar secara kolektif (collective bargaining) Biaya pemerintahan (government budgeting). jaga malam. ekonomi & hukum (peradilan) Keadilan hukum. Hak manusia dg relativism kultural. Pengawalan. pekerjaan. inflasi. TANTANGAN KEAMANAN MANUSIA MASA DEPAN : • • • • • • • • • • • • Pangan. foto kamera). INDUSTRI KEAMANAN : • • • • • • Asuransi (pendidikan. Informasi.

sistem peradilan dll Kebebasan vs kekerasan. ras. Perubahan tata-nilai dlm kesenian (musik). gender. seperti lapangan kerja. juga dalam hal penentuan kebijaksanan (codetermination) serta keterlibatan buruh dlm manajemen (worker’s self management) Hak atas non-diskriminasi (atas dasar jenis kelamin. mengelaurkan pendapat dll) Pembagian waris bagi wanita. Restrukturisasi sosial (social restructuring) Keikutsertaan buruh dalam mengelola perusahaan. Hak sipil dan politik lainnya (berkumpul. Perkawinan sesasama jenis. kebangsaaan dst) Perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan dalam bidang khusus. dan /atau kemampuan melahirkan anak.Inovasi kelembagaan (institutional innovation). dll KONFIGURASI PROBLEM SOSIAL PROBLEM MAKRO STRATEGIS PROBLEM MESSO TAKTIS PROBLEM MIKRO TEKNIS GRAND THEORY MIDDLE RANCE THEORY LOWER THEORY . Alokasi & peruntukan tanah.

Masalah Mikro : • • • • • • Persaingan Usaha. Analisis problematik – kombinasi dari analisis teoretis dan analisis praktis untuk mencari jalan keluar secara sistematis dlm konteks pemecahan mslh empiris.MASALAH KELEMBAGAAN MASALAH ORGANISASI MASALAH INDIVIDU Masalah Makro : • • • Masalah Keadilan. Perlindungan wanita. Kepailitan Perusahaan. KULIAH KE 3 ANALISIS MASALAH Analisis merupakan kegiatan akal budi dlm rangka memecahkan masalah dan berupaya utk memperoleh jawabannya. Masalah Kemakmuran. 3. . 2. Masalah Keamanan. Fungsi Lembaga Arbritase. Sistem Kepolisian Nasional. Perbankan. Analisis praktis – suatu kajian untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan suatu masalah. Analisis teoretis – suatu kajian untuk mengubah/menambah/ mengembangkan pengetahuan. Peranan lembaga. Jenis analisis : 1. Dalam hal ini menempatkan proses dan problem dalam konteks sebagai suatu sistem. Masalah Messo : • • • Sistem Penegakan Hukum. Perlidungan konsumen.

Deduksi. Induksi. Bentuk dasarnya adl silogisme. Penalaran adalah proses berfikir dari premis ke premis utk mencapai kesimpulan. Argumen abduksi = berdasarkan sebuah kenyataan konkret yg dipandang sbg problematika. Analisis yuridis – cara berfikir yg terpola & terarah pd sistem kaidah hukum positif dan kenyataan di masyarakat.4. . selanjutnya berdasarkan kesamaan-2 dan perbedaan-2 menarik kesimpulan umum. Tujuannya utk memelihara stabilitas dan prediktabilitas (menjamin ketertiban dan kepastian hukum). 2. Mengidentifikasi sumber hukum yang aplikabel. disugestikan ke sbh aturan umum utk menyelesaikan kejadian khusus ttt. Hasilnya disebut argumentasi. obyektif. Prosesnya membanding-bandingkan sejumlah kejadian atau fakta. Argumen deduksi = mengeksplisitkan kesimpulan yg sdh ada dlm premis-2 scr tersirat. Abduksi. Jenis-2 Argumentasi : 1. Hakekatnya merupakan penerapan premis umum pada premis khusus atau premis mayor pada premis minor. Argumen induksi = berdasarkan premis-2 khusus utk menarik kesimpulan umum. adil dan manusiawi. 3. serta utk menyelesaikan kasus scr imparsial. Secara teknik dijabarkan ke dalam enam langkah : Memaparkan selengkap mungkin fakta dari suatu peristiwa yang menimbulkan masalah. Penalaran yuridis adalah proses suatu berfikir dalam rangka mengidentifikasi hak-2 dan kewajiban-2 spesifik dari orang-2 tertentu.

atau menangkap. hukum. sehingga arti konsep sebenarnya adalah tangkapan. Dengan demikian fenomena-fenomena yang ingin diketahui akan terjawab setelah diperoleh fakta-fakta. data diartikan sebagai keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis). baik berupa teori. Hasil dari suatu penelitian berupa fakta-fakta yang diungkapkan dalam bentuk proposisi-proposisi. Fenomena itu kemudian diabstraksikan dengan konsep-konsep yaitu istilah atau simbolsimbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. dalil. Jadi konsep adalah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari suatu fenomena. maupun kuantitatif berbentuk angka yang diperoleh dari penjumlahan atau pengukuran. . Kata bendanya adalah conceptus yang berarti tangkapan. menstrukturkan dan mengkualifikasi fakta yang relevan shg tampil peristiwa hukumnya. maka buah atau hasil dr tangkapan tersebut disebut konsep. FENOMENA Kata konsep berasal dari kata latin concipere yang berarti mencakup. fenomena merupakan “titik awal” dalam upaya mendapatkan informasi-informasi dan dijadikan suatu hal yang ingin diketahui. Fenomena ini merupakan gejala atau kejadian yang dapat ditangkap oleh indera manusia. tujuan kemasyarakatan) yang melandasi aturan-2 tersebut. Data dapat berupa data kualitatif yaitu yang tidak berbentuk angka yang diperoleh dari wawancara. mengandung. pengamatan. Dengan kata lain konsep itu penyederhanaan dari fenomena KONSEP Data merupakan bentuk jamak dari datum. mengambil. Dalam bahasa Indonesia. misalnya gejala-gejala atau kejadian alam.Menganalisis sumber-2 hukum utk menetapkan aturan-2 yang aplikabel & kebijakan (policy. Mensintesiskan aturan-2 hukum yang aplikabel ke dlm suatu struktur koheren yang di dlm nya aturan yang lebih spesifik dikelompokkan ke bawah aturan yang lebih umum. digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. Jika intelek (akal budi) manusia mengangkap atau melihat sesuatu. Menerapkan struktur aturan-2 pada fakta yang relevan utk menetapkan hak-2 dan kewajiban-2 yang diciptakan olh fakta tersebut dg mengacu pada kebijakan yang melandasi aturan-2 tersebut. Menelaah fakta yang diperoleh utk memilah. dan lain-lainnya. Konsep dinyatakan dalam sebuah kata atau kalimat. Dalam kegiatan kajian terhadap suatu masalah. Proses berfikir yuridis – Penalaran hukum = legal reasoning = argumen yuridis Fenomena adalah hal-hal yang dapat dilihat dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah.

Jadi data adalah keterangan atau hasil dari pengamatan/ pengukuran baik berupa nilainilai maupun angka yang biasa dijadikan sebagai bahan dasar kajian atau analisis. TEORI FUNGSIONAL . PREMIS Rangkaian pernyataan mengenai hubungan antara dua atau lebih konsep. Misalnya. teori tentang pembentukan negara. FAKTA TEORI Teori memiliki beberapa pengertian a. berarti peristiwa. maka hubungan-hubungan informasi yang diprediksikan menjadi penyebab masalah benar. teori ttg hukum dagang. Contoh Jika mahasiswa Universitas Jayabaya pernah mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain. dan meramalkan fenomena. data digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau paradigma. teori tentang kejadian bumi. Seperangkat konsep yg berhubungan satu sama lain yg menggambarkan st fenomena dlm hubungan scr kausalitas dg tujuan utk menerangkan. Keabsahan hasil pengujian itu tergantung pada kebenaran dan ketepatan data serta kecermatan analisis data. l : Pendapat yg dikemukakan sbg keterangan mengenai suatu peristiwa. Seperangkat premis yg berhubungan scr logis baik linear maupun tdk linear dan dinyatakan scr sistematis utk menjelaskan gejala-gejala empiris. Dengan demikian jika hipotesis atau paradigma dinyatakan benar setelah diuji secara empirik. yg tidak perlu dibuktikan kebenarannya namun dpt diterima scr ilmiah (logis). Misalnya teori ttg mengendarai mobil. bukti atau berita yg merupakan kenyataan. Fakta merupakan bentuk jamak dari factum. atau sesuatu yg benar-benar terjadi. DATA Fakta berasal dari bahasa latin factum. artinya hubungan-hubungan tersebut benar-benar terjadi dan suatu peristiwa terbukti kebenaranya berdasarkan fakta. maka mereka cenderung belajar secara aktif sehingga prestasinya cenderung lebih tinggi. Dalam suatu kajian. Asas atau hukum scr umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan.

Parsons. T. Karl Maarx. sehingga mereka mengindahkan nilai-nilai dan norma pergaulan hidup tersebut. Coser. Teori ini secara umum membahas mengapa ada orang melanggar hukum meskipun kebanyakan orang tidak demikian. kekuasaan. Simmel. teori Konflik Kelompok dan teori Marxis. Grand Theory TEORI KONFLIK (Hobbes. Weber.(Durkheim. Slotkin) Konflik merupakan fenomena yg normal dan natural. Dalam masyarakat seperti itu terdapat pengelompokan intermedier atas lembaga-lembaga kemasyarakatan. Konflik sosial merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang menyangkut masalah ekonomi. sehingga di dalamnya ada semacam struktur tertentu. Konflik dpt menimbulkan keadaan tidak enak. di mana orang-orang mempunyai ikatan erat dalam pengelompokan intermedier. teori Netralisasi dan teori Kontrol Sosial. Galtung. Teori-teori Kultur. ras. Grand Theory Teori-teori Under Control atau teori-teori untuk mengkaji perilaku jahat seperti teori Disorganisasi Sosial. A. menakutkan namun syarat bagi suatu perubahan. Teori ini lebih menekankan kepada masalah mengapa orang bereaksi terhadap kejahatan. teori Kultur Kelas dan teori Opportunity yang menekankan mengapa adanya sebagian kecil orang menentang aturan yang telah ditetapkan masyarakat di mana mereka tinggal. Comte. meresahkan. menegangkan. H. keyakinan agama. Teori Over Control yang terdiri dari teori Labeling. Spenser) Kohesi sosial dalam masyarakat : Di setiap masyarakat senantiasa dijumpai suatu keterkaitan (kohesi). Dahrendorf. maka masyarakat memiliki aturan dalam pergaulan hidup. Lower Theory ANOMI . M. Jika dalam pengelompokan membagi nilai dengan norma-norma yang sama. Status dan Opportunity seperti teori Status Frustasi.

misalnya dengan mabok-mabokan. namun beralih menggunakan sarana baru jika menemui halangan terhadap cara yang digunakan untuk mencapai kesusksesan. akan tetapi tdk terjadi perubahan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan.(Emile Durkheim) Anomi adalah keadaan deregulation dalam masyarakat. Di sisi lain meskipun masyarakat memiliki sarana yang terbatas tetapi tidak melakukan penyimpangan. Masyarakat meredakan ketegangan dengan menurunkan skala aspirasi sampai pada batas yang bisa mereka capai daripada mengejar tujuan budaya kesuksesan yg hanya ilusi. Conformity (menyetujui) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menerima tujuan dan sarana-sarana baru (legitimate mean) yang berkembang di masyarakat karena ada tekanan sosial.K. kehidupan menjadi seolah-olah tanpa pedoman. Warga masyarakat mulai menyesuaikan diri dari menurut cara-cara sendiri. sehingga keadaan menjadi galau atau membingungkan. Meraka juga menginginkan utk mengubah sistem melalui social disobidien (pembangkangan sosial). Retreatism (penarikan diri) yaitu keadaan di mana warga masyarakat melepaskan tujuan budaya sukses dan sarana-sarana sah. Rebellion (pemberontakan) yaitu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak. EXCHANGE THEORY (Peter Blau) Premis-premisnya : Pertukaran sosial tidak simetris. karena tidak ditaatinya aturan-aturan yang telah mapan (aturan lama ditinggalkan sedangkan aturan baru belum ada). . mereka melanjutkan pencapaian tujuan hidup dan percaya atas legitimasi sarana-sarana konvensional dengan mana kesusksesan akan dicapai. (R. namun saranasarana baru tidak kunjung diadakan. Masyarakat masih ada yang percaya dengan cara-cara lama untuk mencapai tujuan.MERTON) Innovation (pembaharuan) adalah keadaan di mana tujuan dalam masyrakat diakui dan dipelihara. ttp dilandasi olh sistem stratifikasi berdasarkan kekuasaan dan wewenang. orang sulit manangkap apa yang diharapkan dari orang lain baik untuk bersikap maupun bertindak. berusaha untuk mengganti atau mengubah seluruhnya. Ritualism (tatacara keagamaan) yaitu keadaan di mana warga masyarakat yang telah menerima tujuan dan sarana-sarana baru. pecandu narkoba hingga puncaknya bunuh diri.

Harus ada kontrol intemal maupun ekstemal. kontrol intemal dan ekstemal harus kuat utk membangun ketaatan terhadap hukum (law-abiding). TEORI KONTROL SOSIAL (Reiss) Lahirnya teori Kontrol Sosial dilatarbelakangi oleh tiga aspek perkembangan dalam masyarakat : (1) Adanya reaksi dari teori labeling dan konflik yang dilandasi tingkah laku kriminal. dan (3) Teori Kontrol Sosial dikaitkan dg teknik penelitian. Sebagaimana acuan. khususnya terhadap tingkah laku remaja. Proses sosialisasi yang ade quat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuen. status yg rendah ditentukan olh status yg tinggi. Ketaatan thd hukum (law abiding). 4. Dalam organisasi hubungan yg asimetris dilestarikan melalui kekuasaan yg memaksa. TEORI KONTROL SOSIAL (Nye) Menurut Nye. Manusia diberikan kaidah-kaidah supaya tidak melakukan pelanggaran. Kekuasaan dan otoritas dalam masyarakat sangat tergantung pd hasil perbandingan cost dan reward yg menguntungkan semua pihak. Pendidikan terhadap seseorang untuk melakukan pengekangan keinginan (impulse). TEORI LABELING (Micholowsky) . atau memahami apa yang diharuskan olh pimpinan. teori ini kurang menganalisis masalah kriminal dan hanya mengarah pada subyek perilaku menyimpang. yakni self report survey. (2) Munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu telah mempengaruhi hukum menjadi lebih pragmatis serta berorientasi pada sistem. proses sosialisasi yang adequat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuensi. 2. Legitimasi pemimpin dlm masyarakat tdk menjamin para anggota merasa puas thd kepemimpinannya. selain itu. Premis teori Kontrol Sosial : 1. karena setiap pertukaran salalu diikuti oleh pamrih atau balasan. 3. manusia diberi kendali supaya tidak melakukan pelanggaran.Perbedaan status dlm masyarakat berakibat adanya perbedaan transaksi dalam pertukaran antar warga.

3. DIFFERENTIAL ASSOCIATION THEORY (Edwin H. Kejahatan merupakan kualitas dari reaksi masyarakat atas tingkah laku seseorang. sebagai hasil stres atau tekanan dari keadaan. Teori Labeling Howard S. (2) Predikat kejahatan dilakukan oleh kelompok yang dominan atau kelompok penguasa.Premis-premis teori Labeling sebagai berikut : 1. Terdapat kecenderungan di mana seseorang atau kelompok yang dicap sebagai penjahat akan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya. 4. 5. Perilaku kejahatan adalah perilaku yang dipelajari. dan (2) Pengaruh daripada label itu sebagai konsekuensi penyimpangan tingkah laku. tetapi karena ditetapkan demikian oleh penguasa. sebagai pola-pola perilaku kejahatan terorganisir dalarn sub-sub kultur atau sistem tingkah laku. Premis tersebut menggambarkan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang bisa dikatakan jahat apabila tidak terdapat aturan yang dibat oleh penguasa untuk menyatakan bahwa sesuatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang diklasifikasikan sebagai kejahatan. di mana timbulnya penyimpangan diakibatkan oleh karena tekanan psikis dari dalam. bukan warisan. (3) Penerapan aturan tentang kejahatan dilakukan untuk kepentingan pihak yang berkuasa. 2. sehingga tidak patut jika dibuat kategori orang jahat dan orang tidak jahat. Seseorang yang dicap dan diperlakukan sebagai penjahat terjadi dalam proses interaksi. perilaku seseorang bisa sungguh2 menjadi jahat jika orang itu di cap jahat. Becker menekankan dua aspek: (1) Penjelasan tentang mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu sampai diberi cap atau label sebagai penjahat. Sutherland) Sembilan premis perilaku jahat : 1. (4) Orang tidak menjadi penjahat karena melanggar hukum. antar kelompok dan antar individu dan kelompok. Reaksi itu menyebabkan tindakan seseorang dicap sebagai penjahat. dan (5) Pada dasarnya semua orang pernah melakukan kejahatan. Umumnya tingkah laku seseorang yang dicap jahat menyebabkan orangnya juga diperlakukan sebagai penjahat. dan (3) Systematic deviation. yaitu: (1) Individual deviation. Pada dasarnya teori labeling menggambarkan: (1) Tidak ada satupun perbuatan yang pada dasarnya bersifat kriminal. Edwin Lemert membedakan tiga penyimpangan. di mana interaksi tersebut diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu. . (2)Situational deviation.

4. Kepentingan penguasa ikut mencampuri di semua tahap dimana kejahatan itu diciptakan. dorongan-dorongan. durasi.2. secara relatif tidak berperanan penting dalam terjadinya kejahatan). atau perumusan pelanggaran hukum merupakan perumusan tentang perilaku yang bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang membuat perumusan. Bagian terpenting dalam proses mempelajari perilaku kejahatan terjadi dalam hubungan personal yang intim. alasan-alasan pembenar dan sikap-sikap tertentu). prioritas serta intensitasnya. Perilaku kejahatan dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi. SOCIAL REALITY OF CRIME THEORY (Richard Quinney) Premis 1: Definisi ttg tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik. kadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan melihat apa yang diatur dalam peraturan hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi. namun tidak dijelaskan bahwa perilaku yang bukan jahatpun merupakan ekspresi dari kebutuhan dan nilai-nilai umum yang sama. 6. Sementara itu perilaku jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan nilai umum. 5. Arah dan motif dorongan itu dipelajari melalui definisi-definisi dari peraturan hukum. (b) motif-motif. Seseorang menjadi delinkuen karena ekses pola-pola pikir yang lebih melihat aturan hukurn sebagai pernberi peluang melakukan kejahatan daripada melihat hukurn sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi 7. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga-warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. surat kabar. Asosiasi Diferensial bervariasi dalam frekuensi. . Dalam suatu masyarakat. 3. 8. Komunikasi tersebut dapat bersifat lisan atau dengan bahasa tubuh). Premis 2: Kejahatan adalah gambaran perilaku yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk kebijakan publik. 9. Secara negatif ini berarti bahwa komunikasi interpersonal seperti melalui bioskop. Ketika perilaku kejahatan dipelajari. Proses mempelajari perilaku jahat diperoleh lewat hubungan dengan pola-pola kejahatan dan mekanisme yang lazim terjadi dalam setiap proses belajar secara urnum. Premis 3: Definisi tindak kejahatan diterapkan di dalam masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk pelaksanaan dan administrasi hukum pidana. maka yang dipelajari termasuk: (a) teknik melakukan kejahatan. namun kadang ia dikelilingi orang-orang yang melihat aturan hukurn sebagai sesuatu yang memberikan peluang dilakukannya kejahatan.

judi dan lain-lain yang dapat mernperlemah budaya kedua belah fihak. Teori sub-culture dipengaruhi oleh kondisi intelektual (intelectual heritage) aliran Chicago. orientasi kerja. (3) identifikasi pada pihak-pihak lain. CULTURE CONFLICT THEORY (Thorsten Sellin) Premis 1: Bertemunya dua budaya besar. Merton dan Solomon Kobrin yang melakukan penelitian terhadap hubungan antara gang jalanan dengan orang laki-laki yang berasal dari komunitas kelas bawah (lower class). Hal ini terjadi biasanya dengan menggunakan undangundang dimana suatu kelompok budaya diperlakukan untuk daerah lain. Konflik budaya dapat juga terjadi bila satu budaya memperluas daerah berlakunya ke budaya lain. Premis 3: Anggota dari suatu budaya pindah kebudaya lain. Premis 2: Budaya besar menguasai budaya kecil. konsep anomie Robert K. Konflik budaya timbul karena orang-orang yang hidup dalam budaya tertentu pindah ke lain budaya yang berbeda.Premis 4: Pola aksi tindakan melanggar hukum atau tidak tergantung pada faktor : (1) kesempatan dalam masyarakat. Ada dua teori sub-culture Teori Delinquent Sub-Culture Albert K. Cohen dalarn bukunya Delinquent Boys (1955) berusaha memecahkan masalah kenakalan remaja dengan meggabungkan teori Disorganivasi Sosial dari Shaw dan . Pertemuan tersebut mengakibatkan terjadinya kontak budaya diantara mereka baik dalam kaitan agama. cara berdagang dan budaya minumminuman keras. Hasil penelitiannya menunjukkan ada kaitan antara hierarki politis dengan kejahatan teroganisir. (2) pengalaman belajar. Premis 5: Pemahaman ttg tindak kejahatan dibentuk dan diserap ke dalam kelompok-kelompok masyarakat lewat sarana komunikasi. (4) konsep diri. Konflik budaya dapat terjadi apabila ada benturan aturan pada batas daerah budaya yang berdampingan. SUB-CULTURE THEORY Teori sub-culture membahas kenakalan remaja serta perkembangan dari berbagai tipe gang anak-anak di AS.

Aspek itu berkorelasi dengan organisasi kriminal.Cloward dan Leyod E. . Kekerasan Kolektif Reaksioner – merupakan reaksi thd penguasa. Sutherland dengan teori Anomie R. melainkan siapa saja yg merasa sesuai dg tujuan kolektif atau tdk setuju dg sistem yg tdk adil (contoh : demonstrasi buruh) Kekerasan Kolektif Modern – merupakan sarana utk mencapai tujuan politis atau ekonomis dlm masyarakat (contohnya: kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta). terdapat dalam masyarakat yang tidak terintegrasi sehingga para remaja menunjukkan perilaku bebas. dan lain sebagainya). perampasan harta benda.K. mk gang akan berlaku sebagai kelompok yang belajar dari orang dewasa.McKay. TEORI KONSPIRASI (Mathias Brockers) Mutasi dlm kehidupan tdk saja terjadi atas dsr pertarungan atau persaingan soal keberadaan. Teori Differential Opportunity (Perbedaan kesempatan) Teori ini dikemukakan oleh Richard A. deviasi perilkau remaja itu terjadi karena ada perbedaan kesernpatan yang dimiliki anak-anak untuk mencapai tujuan hidupnya. pelaku dan pendukungnya tdk semata-mata berasal dr st komunitas lokal. penyalahgunaan narkoba. Konklusinya menyebutkan bahwa perilaku delinkuen di kalangan remaja kelas bawah merupakan cermin ketidak puasan warga terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang mendominasi kultur Amerika. Ohlin yang membahas perilaku delinkuen remaja (gang) di Amerika. dan perilaku menyimpang lainnya. Merton. TEORI KEKERASAN KOLEKTIF (Tilly) Kekerasan Kolektif Primitif – pada dasarnya non politis. Ciri khas gang ini adl kekerasan. (3) Conflict Sub-culture. ruang lingkupnya terbatas pada st komunitas lokal (contoh : pengeroyokan thd pencopet yg tertangkap tangan). teori Differential Association Edwin H. ttp juga persekutuan & kerjasama yg justru memungkinkan terjadinya evolusi. bilamana masyarakat terintegrasi dg baik. Menurut Cloward. Tiga tipe gang kenakalan remaja: (1) Criminal Sub. Cohen menyimpulkan bahwa kondisi tsb menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku delinkuen kalangan remaja di daerah kumuh (slum). remaja tidak memiliki struktur kesempatan shg banyak melakukan perilaku menyimpang (mabuk-mabukan. (2) Retreatist Sub-culture.Sulture.

Jika tidak ada bukti yg difinitif. Kata-kata yg saling terkait membuat hal-hal yg rumit menjadi sederhana. bukan sekedar bernada sama. dan menjadi alat ideal utk propaganda. PENCEGAHAN KEJAHATAN Pencegahan = antisipansi sebelum masalah terjadi. dr persoalan moral hingga kenegaraan. serta peluang terjadinya kejahatan sejak dini (sejak anak-anak melalui pembinan terhadap kenakalan remaja.Dlm kehidupan A bersepakat dg B tanpa diketahui C utk memperoleh keuntungan adl wajar. Kecenderungan melempar tggjwb masalah yg rumit & menyengsarakan merupakan ciri perilaku manusia. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). sistem sosial. Mengendalikan keadaan agar tidak dimanfaatkan utk berbuat jahat. Konspirasi mengandung bujukan atau rayuan. dan peran-peran masyarakat melalui mekanisme yg telah melembaga untuk mewujudkan perasaan aman. kebenaran harus diuji scr berulang-ulang. Pencegahan kejahatan adalah upaya bersama yang dilakukan oleh aparat dan masyarakat umum dalam menjaga kelembagaan sosial. Misteri yg tdk mampu dijelaskan scr logika akan dilarikan kpd “sdh kehendak Tuhan” sbg Sang Pencipta. Akar masalah kejahatan menyangkut Faktor Korelatif Kriminogen. shg perasaan aman masyarakat terganggu. Perasaan takut thd pelaku kejahatan (karena niat & peluang berbuat jahat longgar). penanganan kejahatan pada hulu permasalahan. DESAS-DESUS Berita yg menyebar secara cepat. kritik dpt dijadikan bukti bagi realitas utk kemajuan. Syak wasangka adl suatu keraguan. Pengenalan metode penanganan kejahatan. Mencegah orang menjadi penjahat & menjadi korban kejahatan. . Konspirasi membuat masalah yg rumit menjadi sederhana. Disebarkan kr pd dasarnya orang perlu & suka.

ide).Tercipta manakala terjadi ketegangan sosial. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. Cenderung tdk terkendali. kaburkan tujuan. Kornblum. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. Smelser. Perlu disiapkan teknik pengendalian kerumunan. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. 13-15 Mei 1998 di Jakarta.7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta) Badan Arbritase Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Konspirasi Tender Dalam Hukum Persaingan Usaha . Sebagai tanggapan atas rangsangan tertentu atau dipicu olh suatu rangsangan yg sama (peristiwa. 10 Mei 1963 di Bandung. Dpt merusak nama baik (reputasi). Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Keller) Tindakan yg dilakukan scr bersama olh sejumlah orang. Light. Penjarahan di New York – 1977. sangat dimungkinkan merusak dan berlaku kriminal. PANIK Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. MASALAH-2 SOSIAL YURIDIS • • • Hak Atas Kekayaan Intelektual (UU No. bersifat temporer (tdk bersifat rutin). benda. Los Angeles – 1992. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. Contoh : Kerumunan berubah menjadi penjarahan. PERILAKU KOLEKTIF (Horton & Hunt. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. tdk terorganisasi.

M Soeharto Ditinjau Dari Teori Social Reality Of Crime. Ada Tommy Di Tenabang (Tinjauan dari teori funsionalisme R. Sikap Para Gelandangan Terhadap perilaku Seks (Tinjauan dari teori differential assosiation). Pegawai Tengah Karier Sebagai Change Leader The Telkom Way 135 Menuju Transformasi Customer Centric Company (Tinjauan dari teori pertukaran). Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari UU No. KKN H.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Kontrak Investasi Antara Perusahaan Nasional dengan Investor……(Tinjauan dari teori funsional) Peranan KPK Dalam Mendinamisir CJS Guna Mengoptimalkan Pemberantasan Korusi di Indonesia (Tinjauan dari teori fungsional).22 Tahun 1991 Tinjauan dari teori kontrol sosial). Keputusan Hakim Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak-anak (Tinjauan dari teori social reality of crime). 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Tinjauan dari teori kontrol sosial). Pemberian Release & Discharge (Tinjauan dari Teori Social Reality of Crime) Kejahatan Carding (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Akbar Tanjung (Tinjauan Dari Teori Labeling) Rudy Ramli Dalam Kasus Bank Bali (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Analisis Kasus Teluk Buyat Ditinjau Dari Teori Konflik. Penanggulangan Narkotika Di Lingkungan Remaja Berdasarkan UU No. Merton). Transfer Dana Secara Elektronik Melalui Kartu Kredit (tinjauan dari teori pertukaran) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Produk ……(Tinjauan dari teori konflik…) Perlidungan Hukum Terhadap Wanita Korban Kejahatan Perkosaan (Tinjauan dari teori social reality of crime) PHK Terhadap Karyawan Yang Melanggar Perjanjian Kerja (tinjauan dari teori konflik…).K. . Fenomena Inul Daratista Dalam Konteks Pornoaksi (Tinjauan dari teori Anomi) Analisis Terorisme Di Indonesia (Tinjauan dari teori konflik…). Koordinasi Kerja Antara Polri dan BC Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Penyelundupan di…(Tinjauan dari teori fungsional). Kelompok Kapak Merah Ditinjau Dari Teori Differential Association.K Merton) Kiprah Ustad Abu Ba’asir (Tinjauan dari teori labeling) Tawuran Antar Warga Masyarakat Desa Gabus Dan Dese Jatimulyo (Tinjauan dari teori anomi R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful