ANALISA SOSIOLOGI HUKUM BERDASARKAN METODE PENDEKATAN DAN FUNGSI HUKUM

Posted by mujiburrahman on October 22, 2009 Timur Abimanyu Latar Belakang Analisa Sosiologi yang berdasarkan Metode Pendekatan dan Fungsi Hukum, yang pada pokoknya adalah terdapatnya unsur-unsur seperti Sosiologi Hukum Pendekatan Intrumental, Pendekatan Hukum Alam dan Karakteristik Kajian Sosiologi Hukum.Dengan memerlukan Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif, Hukum Sebagai Sosial Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat, yang merupakan sebagai tolak ukur terhadap norma-norma atau kaidah-kaidah yang hidup didalam masyarakat, apakah norma atau kaidah tersebut dipatuhi atau untuk dilanggar, apabila dilanggar bagaimana pernerapan sangsi, sebagai yang melakukan pelanggaran tersebut. Norma atau kaidah yang hidup didalam masyarakat tersebut dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal dari masyarakat itu sendiri. Terdapat beberapa permasalahan pokok yaitu : 1. bagaimanakah Pendekatan Intrumental dan Pendekatan Alam yang dipengaruhi oleh kondisdi internal maupun eksternal ?, dan 2. bagaimanakah Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif apabila dilihat dari sudut pandang internal maupun eksternal Tujuan dan maksud, dalam membahas serta menganalisa sampai tentang Sosiologi Hukum yang secara tidak sadar meresap dan hidup didalam kehidupan masyarakat baik secara internal maupun secara eksternal didalam melakukan interaksi social, yaitu dengan menggunakanMetode Pendekatan Sosiologi Hukum dan Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif adalah yang merupakan standarisasi sebagai objek pokok pembahasan Sosiologi Hukum. Penggunaan kerangka teori dan konsep adalah untuk melihat pendapat para ahli yang telah mendefinisikan, seperti : konsep dari H.L.A. HART yang difinisinya adalah : “Bahwa suatu konsep tentang hukum yang mengandung unsur-unsur kekuasaan yang berpusat kepada kewajiban tertentu didalam gejala hukum yang tampak dari kehidupan bermasyarakat”. Pengertian Sosiologi Hukum terlihat dari Difinisi para ahli Sosiologi Hukum sepert : 1. Soejono Soekanto. Sosilogi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris yang menganalisis atau mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya. 2. R. Otje Salaman. Sosiologi hukum (ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis).

Jelas terlihat berdasarkan definisi para ahli bahwa sosiologi hukum adalah segala aktifitas social manusia yang dilihat dari aspek hukumnya disebut sosiologi hukum. Dasr sosiologi hukum adalah Anzilotti pada tahun 1882, yang dipengaruhi oleh disiplin ilmu Filsafat hukum, ilmu hukum dan sosiologi yaitu : 1. Filsafat Hukum adalah dimana pokok bahasannya adalah aliran filsafat hukum, yang menyebakan lahirnya sosiologi hukum yaitu aliran Positivisme (difinisi Hans Kelsen. “Hukum berhirarkhis”). Dan aliran filsafat hukum tumbuh dan berkembang berdasarkan : a. Mazhab sejarah yang dipelopori oleh Carl Von Savigny yang mengungkapkan bahwa hukum itu dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volksgeisf). b. Aliran Utility (Jeremy Bentham) yaitu bahwa hukum harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia. c. Aliran Sociological Juriprudence (Eugen Ehrlich) yaitu hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup didalam masyarakat (living law). d. Aliran Pragmatic Legal Realism (Roscoe Pound) yaitu “ law as at tool of social engineering”. 2. Ilmu Hukum menganggap bahwa hukum sebagai gejala social, banyak mendorong pertumbuhan sosiologi hukum dan hukum harus dibersihkan dari anasir-anasir sosiologi (non yuridis). 3. Sosilogi yang berorientasi pada hukum adalah bahwa dalam setiap masyarakat selalu ada solideritas, ada yang solidaritas mekanis yaitu terdapat dalam masyarakat sederhana, hukumnya bersifat reprensip. Ruang Lingkup Sosilogi Hukum, dimana sosiologi hukum didalam ilmu pengetahuan, bertolak kepada apa yang disebut disiplin ilmu, yaitu sistem ajaran tentang kenyataan, yang meliputi disiplin analitis dan disiplin hukum (perskriptif). Disiplin analitis, contohnya adalah sosilogis, psikologis, antropologis, sejarah, sedangkan disiplin hukum meliputi : ilmu-ilmu hukum yang terpecah menjadi ilmu tentang kaidah atau patokan tentang prilaku yang sepantasnya, seharusnya, ilmu tentang pengertian-pengertian dasar dan system dari pada hukum dan lain-lain. Terdapatnya pendekatan-pendekatan yang terdiri dari : 1. Pendekatan Instrumental. Adalah menurut pendapat Adam Podgorecki yang dikutip oleh Soerjono Soekanto yaitu bahwa sosiologi hukum merupakan suatu disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum, dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat 2. Pendekatan Hukum Alam. Adalah menurut Philip Seznik yaitu bahwa pendekatan instrumental merupakan tahap menengah dari perkembangan atau pertumbuhan sosiologi hukum dan tahapan selanjutnya akan tercapai, bila ada otonomi dan kemandirian intelektual. Tahap tersebut akan tercapai apabila para sosiolog tidak lagi berperan sebagai teknisi, akan tetapi lebih banyak menaruh perhatian pada ruang lingkup yang lebih luas. Pada tahan ini seorang sosilog harus siap untuk menelaah pengertian legalitas agar dapat menentukan wibawa moral dan untuk menjelaskan peran ilmu social dalam menciptakan masyarakat yang

didasrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.( Rule of Law menurut Philip Seznick). Karakteristik Kajian Sosilogi Hukum, adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. deskripsi, 2. penjelasan, 3. Pengungkapan (revealing), dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut : 1. Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang, penerapan dalam pengadilan, maka mempelajari pula bagaimana parktek yang terjadi pada masing-masing bidang kegiatan hukum tersebut. 2. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehiduipan social masyarakat itu terjadi, sebab-sebabnya, factor-faktor apa yang mempengaruhi. Latar belakang dan sebagainya.Pendapat Max Weber yaitu “ Interpretative Understanding” yaitu cara menjelaskan sebab, perkembangan serta efek dari tingkah laku social, dimana tingkah laku dimaksud mempunyai dua segi yaitu luar dan dalam atau internal dan ekternal. 3. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahian empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum, sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. 4. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera padsa peraturan itu ? dan harus menguji dengan data empiris. 5. Sosiologi Hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum, tingkah laku yang mentaati hukum, sama-sama merupakan obyek pengamatan yang setaraf, tidak ada segi obyektifitas dan bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap fenomena hukum yang nyata. Penguraian Metode Pendekatan Sosilogi Hukum, Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Hukum sebagai social Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Dalam pengkajian hukum positif masih mendominasi studi hukum pada Fakultas Hukum, yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum, yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapkan peraturan-peraturan hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. Dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan social kemasyarakatan, bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan, melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. social structure, 2.behavior,3. variable, 4 observer, 5.scientific dan 6.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Untuk membanding hal tersebut diatas, maka pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative, maka perlu menguraikan lebih dahulu

4. Contoh: diatatinya atau dilanggarnya hukum yang berlaku dalam masyarakat. Contoh Hukum adat Batak dengan hukum adat jawa atau hukum singapura dengan hukum Negara Indonesia. 3. Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. Terlkihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. 9 Tahun 1975 Pasal 40. perzinahan hutang. Dimana setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. antara yang standard dan yang parktis. Penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat dapat dicontohkan : pencurian. dapat dipahami bahwa berbeda dengan pendekatan yuridis normative/pendekatan doktrin hukum. Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. sehingga hukum mempunyai suatu fungsi untuk mempertahankan eksistensi kelompok masyarakat tersebut. Hukum sebagai sosial control. membunuh dan lain-lain. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. Contoh : apakah seorang bermaksud lebih dari seorang isteri terdapat dalam PP No. Hukum yang berfungsi demikian adalah merupakan instrument pengendalian social. 5. Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. . Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada masyarakat modern. Studi tentang aspek social actual dari lembaga hukum.dimaksud pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya sebagai berikut : 1. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. baik pada masyarakat yang sederhana maupun pada masyarakat yang modern. Dalam situasi yang demikian itu. 3. Sejarah Hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau/Hindia Belanda sampai dengan sekarang. 2. Peran perubahan/pengubahan tersebut dipegang oleh hakim melalui interprestasi dalam mengadili kasus yang dihadapinya secara seimbang (balance) dan harus memperhatikan beberapa hal yaitu : 1. Studi tentang sosiologi dalam mempersiapkan hukum. 2. Semua contoh ini adalah bentuk prilaku yang menyimpang yang menimbulkan persoalan didalam masyarakat. Alat pengubah masyarakat adalah analogikan sebagai suatu proses mekanik. Pendekatan yuridis empiris atau pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat yang dilengkapi dengan contoh diatas. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. juga hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. mempertahankan eksistensinya. Contoh : pada masyarakat sederhana ada dewam masyarakat adat sedangkan pada masyarakat modern adalah Putusan Hakim. Tujuan dari pembuatan peraturan hukum yang efektif. Contoh : Monumen ordinantie ( HIR/Rbg). kelompok itu berhadapan dengan problem untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan.

4 observer.4. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi oleh factor internal yang hidup didalam masyarakat. buka kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan.specientific dan 6. yang semula hanya merupakan unsur-unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. pada masyarakat sederhana keputusan dewan kepala adat harus dilaksanakan dengan ketentuan musyarakat dewan adat. sedangkan pada masyarakat modern. maka perlu ditegaskan bahwa memperhatikan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. 2. Dari keenam langkah yang perlu diperhatikan oleh hakim atau praktisi hukum dalam melakukan “interprestasi”. social structure. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. variable. Menganalisa Faktor Internal.Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat . yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Secara analisa factor internal bahwa metode pendekatan tersebut dipengaruhi kebijakan dasar yaitu Dewan Hukum Adat pada masyarakat sederhana.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. 5. akibat pengaruh kebijakan dasar tersebut dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar dan apabila tidak melaksanakan maka akan terkena sanksi kebijakan pemberlakuan. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. 6.behavior. (natural law). dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan.3. keputusan Hakim adalah merupakan kebijakan dasar sedangkan kebijakan pemberlakukan adalah apabila tidak melaksanakan putusan tersebut akan mendapat sanksi yang ditentukan oleh undang-undang yang berlaku. 5. Juga dipengaruhi kebijakan pemberlakuan. bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. sedangkan pada masyarakat modern adalah putusan hakim. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Studi tentang metodologi hukum. Sejarah hukum. Arti penting tentang alasan-alasan dan solusi adari kasus-kasus individual yang pada angkatan terdahulu berisi tentang keadilan yang abstrak dari suatu hukum yang abstrak. Menganilsa Faktor Eksternal Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang hidup diluar masyarakat.

Secara analisa faktor eksternal mempengaruhi metode pendekatan tersebut. menciptakan masyarakat yang didas untukrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.( Rule of Law). yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. deskripsi. sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut yaitu Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang.behavior. terhadap kebijakan dasar eksternal yaitu peraturan nasional yang menaungi keamaan dan ketentraman masyarakat sederhana tersebut. adalah pengkajian hukum positif. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehidupan social masyarakat itu terjadi. Latar belakang. sedangkan pada masyarakat modern adalah peraturan perundangan-undangan pertanahan (Hukum Agraria) yang melindungi masyarakat modern didalam hal penguasaan tanah. Sangat jelas terlihat bahwa kebijakan pemberlakuan. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahihan empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum.specientific dan 6. dengan menguraikan lebih dahulu pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya yaitu : Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat dan tidak terlepas dari pendekatan Hukum Alam. sebagai akibat dipengaruh kebijakan dasar tersebut. 5. Kesimpulan Pada pendekatan intrumental adalah merupakan disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera pada peraturan dan harus menguji dengan data empiris. 4 observer. 3. sebab-sebabnya. maka akan hilang hak penguasaan tanah tersebut yaitu kebijakan pemberlakuan pada masyarakat modern. seperti pemberlakuan hak penguasan tanah adat (Hak Ulayat).sociological model yang terdiri dari 1. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum (pendekatan yuridis normative dan pendekatan pengkajian hukum pada kenyataa didalam kehidupan social kemasyarakatan). Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari polapola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada . penjelasan. Pada karakteristik kajian sosiologi hukum adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. penerapan dalam pengadilan. Sedangkan Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat.3. Pengungkapan (revealing). factor-faktor apa yang mempengaruhi. variable. social structure. 2. Dengan dilakukan metode Pendekatan Sosiologi Hukum. dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar yang berupa peraturan perundang-undang dan apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut. 2. adalah pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative.

Hukum Sebagai Sosial Kontrol. Sejarah Hukum sebagai iilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau sampai dengan sekarang. Beberapa Masalah Dalam Studi Hukum dan Masyarakat.Othe Salman.Citra Aditya Bakti. (Bandung : Penerbit CV. psikologi hukum. Mengenal Sosiologi Hukum. —————-Donald Black. Alumni.R.A.DR.adalah untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. dan sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. (London Oxford University Pres.MA. dan H. (natural law). (Bandung : Remadja Karya.. Sosiologi Hukum. 1992)hal. ditegaskan dengan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi.L.310 dan R. adalah setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. (Bandung. Satjipto. . dan Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. Sorjono Soekanto. sebagai alat pengubah masyarakat adalah dianalogikan sebagai suatu proses mekanik. (Bandung: PT. antropologi hukum. (New York : Academic Pres. ASrmico. Penerbit : Yayasan Mayarakat Indonesia Baru. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. DAFTAR PUSTAKA ———-Uraian. Terlihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. hal 32. mempertahankan eksistensinya.masyarakat modern. 1985). 1982). Prof. 1989). dan unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. The Consept of Law.Zainuddi Ali. Sociological Justice. Ronny Hanitijo Soemitro. yaitu sosilogi hukum. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Sosiologi Hukum Suatu Pengantar.13.Begitu juga mengenai Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. by : Timur Abimanyu . 1961). adalah hukum sebagai sosial control.H. Ilmu Kenyataan hukum dalam masyarakat.hal. dengan melakukan “interprestasi”. Ilmu Hukum. Palu. antara yang standar dan yang parktis yaitu penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat. 1989). Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. sejarah hukum dan perbandingan hukum.

12 UU Darurat No. Kartohadiprodjo. UU No. panitya mana dibentuk oleh perkumpulan “ Indie-Nederland”. “Seminar Hukum Adat dan Pembangunan Hukum Nasional. Florida. Dalam “Advies der Agrarische Commisale” yang tercetak. Putusan Mahkamah Agung. “ Beginselen En Stelsel Van Het Adar Recht”. setelah tanah itu diusahakan secara intensif oleh seseorang penduduk kampung itu “ Peraturan Pemerintah No. “ Hukum Nasional” beberapa catatan. Soewardu.1954-78. ( New York.B. Jakaarta.—————-Donald Black. Jakarta. 24 tahun 1954 tentang pemindahan hak tanah-tanah dan barang-barang tetap lainnya yang bertakluk pada hukum barat (LN. 1976) —————-Roscoe Pound. Alumni (Stensil) Bandung. Ter Haar. karena batas-bayas tanahnya tidak mungkin dipastikan tanpa menimbulkan sengketa antara masyarakat hukum yang berbatasan”. 1986). bias menjadi hak milik perorangan. 1950. yang letaknya dalam kampung. Poesponoto. hal. Bzn. .B. 21-23. No. Hartono.. Ceramah Koesano tentang “ Pembangunan Hukum Adat”.626). (USA : Hlmes Heaxh. Woters Groningen. 1 tahun 1952 ko UU No. Keberatan-keberatan yang menentang advies tadi. 1950. Sunarjati. ( Undang Undang Hak Tanggungan). 4 tahun 1996.19521 jo LN. Soedirman. Interpretation Of Legal History. Landsdrukkerij 1930. Soebakti. terdapat segala sesuatu yang menurut pendapat saya merupakan kecaman sehat terhadap masalah ini. 5 tahun 1999 tentang Pedoman penyelesaian masalah hak ulayat masyarakat Hukum Adat (87). “Hak Ulayat secara sadar tidak dimasukkan dalam golongan obyek pendaftaran tanah teknis tidak mungkin. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. Yogyakarta 1975”. “ Capita Selecta Perbandingan Hukum”. Undang-Undang No. hal. J. 1968. 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus Provinsi Papua (87). 1970. TLN. Bina tjipta. “ Asa-asas dan susunan Hukum Adat”.Academic Press.The Behavior of Law.60. 59 K/Sip/ 1958 “ Menurut Hukum Adat Karo sebidang tanah “ Lesain” yaitu sebidang tanah kosong. 24 Tahun 1997. 1976. adalah terdapat dalam verslag dari panitya untuk mempelajari Advoes Der Agrarische Commisale 1932. Penerbit : Pradnya Paramita. “ Sekitar Kodifikasi Hukum Nasional di Indonesia “Jakarta.

Een Europeesch Gewoonterechtelijke Opstalfiguur. Hadilusuma.R.NV. kita perlu belajar dari perkembangan Hukum Negara tetangga lain. Dan sebagai bukti Prof.1870-118) dan Ordonnantie.1910-61 Wefpacht Ordonnantie Zelfberturende Landschappen Buitengewestenm S. Ditegaskan bahwa para ahli Hukum kita tidak kalah dari para ahli Hukum dari negara-negara ASEAN yang lain.1872-237a jo S. Jakarta :Gramedia. Adisubrata. De Bataviasche Gronthuur. Keistimewaan yang diberikan kepada orang-orang asing untuk berparttisipasi dalam kehidupan ekonomi negara dimana ia bertempat tinggal. 1915-474 Pemberian kewenangan kepada penguasa swapraja untuk memberikan hak-hak barat atas tanah (21).1874-94f (Sumatra) diganti dengan Erfpachts. bahwa suatu negara diperbolehkan tidak mengijinkan orang-oreang lain selain warganegaranya sendiri untuk memperoleh benda-benda tetap diwilayh kekuasaannya”.1877-55 (keresidenan Menado) Ordonnantie Buitengewesten. Jakarta. yang dengan tegas membuang jauh-jauh hukum tanah Belanda yang tercerai-berai. Sudargo. tidak sampai meliputi pemilikan semua atau benda-benda tertentu.1912422). Prof.. Lembaga Ekologi Universitas Pajajaran dan Yayasan Obor.S. Hilman. Porwadarminta. di Singapura.Verwer. Prent K. Roth. Dimana Roth merumuskan “ Rule Number 6” yaitu yang berdasarkan Hukum Internasional. Subekti menunjuk kepada prodak Undang-Undang Pokok Agraria. Semarang 1960.Drukkerij J. 1934. Star Nauta Carsten. J. S. Penerbit Alumni.1913-699). 1888-58 (Zuider-en Oosterafdeking Borneo) (S.. C. dalam pembaharuan Hukum Nasional sebanyak-bantknya kita harus berpedoman kepada falsafah bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945. “Satu Bumi : Perawatan dan Pemeliharaan Sebuah Planet Kecil”. Dubos. . Budi Harsono).de Boer. Di Jakarta disertai Verwer J 1934. baik benda bergerak maupun benda tetap. Tegal. Subekti. S. kecuali daerah swapraja : S. Bandung tahun 1978. Barbara dan Rene. ” Proe Advies Derde Juristen Conggres”. kecuali daerah swapraja : Agrarisch Besluit (S. Sebagai yang dikutip oleh Gautama. Harian Sinar Harapan tgl 25. 1974. S. Ward.Untuk jawa dan madura. 1984.. dan sekarang ini kita mempunyai Hukum Tanah yang seragam. Hal. “Sejarah Hukum Adat Indonesia”. “Adanya kesepakatan Universal. “ Kamus Latin Indonesia” Yayasan : Kanisius. Untuk luar jawa dan madura. j. yang dinilainya sebagai produk hukum yang hebat. bahwa dalam pembaharuan dan pembinaan Hukum Nasional.1914-367). Andteas H. Undang-Undang itu merupakan system hukum kita sendiri. “ ASEAN LAW ASSOCIATION”. namun diingatkan.9 ( Buku . Reglement omtrent de Partikuliere Landerijen bewesten de Cimanuk op java (S.

Saya memperkenalkan konsep ‘kebiasaan hukum’ dan ‘kesadaran hukum’. . Saya membahas konsep Budaya Hukum-nya Lawrence M.blogcatalog. “ Rintangan-Rintangan mental dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Gerakan ini dimaksudkan untuk mengkaji peran hukum dalam konteks pembangunan sosial. Saya juga mengajukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan implikasi yang ditimbulkan oleh model ini. ekonomi dan politik. Pada bagian B. Friedman dan taksonomi sistem hukum karya Ugo Mattei. terutama di negara berkembang. Saya memberikan uraian yang disertai dengan beberapa contoh reformasi hukum di Indonesia sekitar tahun 1990an. terutama negara-negara berkembang. Ada beberapa pendekatan terhadap permasalahan ini. 1969. Jakarta. Sosiologi Hukum | 2 Comments » PERKEMBANGAN HUKUM DI NEGARA BERKEMBANG PERAN BUDAYA HUKUM Posted by mujiburrahman on October 22. http://www. 19. dengan menggunakan pendekatan dari kedua sarjana tersebut. Saya menggunakan pendekatan holistik untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sebab-sebab terjadinya perubahan hukum. Saya selanjutnya membuat sebuah model ysng sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa budaya hukum dan pembangunan hukum dalam konteks dinamis. Meskipun makalah ini baru sebatas sebuah konsep.com/group/blog-promotion-1/discuss/entry/analisa-sosiologihukum-berdasarkan-metode-pendekatan-dan-fungsi-hukum Posted in S2. 2009 Benny S Tabalujan Makalah ini merupakan pemaparan peran budaya hukum dalam proses pembangunan hukum. 12. seri no. Pada bagian C. Tujuannya adalah untuk menggarisbawahi pentingnya budaya hukum dalam masyarakat yang mengingikan terjadinya reformasi hukum.” Terbitan tak berkala.Koentjaraningrat. Saya mengawali Bagian A dengan membahas hukum dan gerakan pembangunan semenjak tahun 1960-an sampai dengan 1970-an dengan fokus kajian pada cangkok hukum. Salah satu kunci dari gerakan ini terletak pada dapat tidaknya hukum modern negara maju diimpor dan digunakan negara berkembang untuk mempercepat pembangunan. Bagian A: Hukum dan Pembangunan Hukum dan gerakan pembangunan pada tahun 1960-an sampai dengan 1970-an berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunan. hal. Lembaga Reasearch Kebudayaan Nasional.

kajian Watson terhadap cangkok hukum menunjukkan bahwa peminjaman telah menjadi fenomena umum dalam sejarah dan merupakan sumber paling subur dalam pembangunan hukum. Namun demikian. memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi dan politik. negara menerapkan hukum yang sama kepada semua orang secara bebas dan rasional. Pada tahun 1990-an. Robert Seidman yang dikenal melalui ‘ Hukum dari Hukum yang tidak dapat dipindahkan’ (The Law of Non-Transferability of Law) mengatakan bahwa perpindahan hukum dari satu budaya ke budaya lain tidak mungkin dilakukan karena hukum tidak dapat berlaku sama sebagaimana hukum itu digunakan di tempat asal. momen keraguan terhadap kemanjuran program modernisasi hukum ini mulai muncul. 1997.. menulis bahwa hukum dan gerakan pembangunan tahun 1960-an sangat percaya jika hukum mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan. Proses ini dijuluki ‘difusi hukum’ (legal difusionism). Mengikuti garis pemikiran ini. Sebenarnya. hukum dan pembangunan kembali menjadi tpoik yang hangat. Inti dari pendekatan ini adalah masyarakat terdiri atas individu. Sagviny percaya bahwa negara mempunyai kesatuan oganik dari individu dan bahwa hukum negara berkembang melalui pembentukan norma-norma sosial dalam suatu masyarakat secara periodik. kelompok dan negara. Patrick Mc Auslan.Kaum ortodoks dan mayoritas melihat bahwa reformasi di bidang hukum . negara memegang kontrol hukum untuk mencapai tujuan masyarakat. Dukungan ini dilakukan melalui . terutama pengenalan ide dan lembaga hukum modern negara barat kepada negara berkembang. Dalam pandangannya. Pendekatan ini percaya bahwa pembangunan hukum merupakan prasyarat pembangunan ekonomi dan hukum modern negara maju dapat diterapkan di negara berkembang sebagai cangkok hukum untuk memenuhi persyaratan tersebut. Pandangan ini berasal dari Montesquieu dan sarjana asal Jerman. Di sini tidak akan dibicarakan pengraruh aliran yurisprudensi Savigny pada para sarjana Belanda pada awal abad 20 (seperti Cornelius dan Vollenhoven) dan pemimpin nasional Indonesia . dan perilaku sosial cenderung mengikuti hukum tersebut. gerakan tersebut kehilangan momen karena penekanan dari gerakan tersebut terletak pada bidang hukum struktural dan substantif dan gagal menentukan sifat hubungan sebab akibat antara hukum dan pembangunan secara lebih umum. Kaum minoritas melihat hukum terikat dengan budaya dan tidak dapat dipindahkan atau dipinjam dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya seperti halnya meminjam kunci Inggris untuk menutup lekuk yang bocor. seperti Soepomo. Hal ini tidak mengejutkan sebab pada tahun ini ada dukungan pembaharuan dari negara maju terhadap ferormasi hukum pada negara berkembang. Pandangan yang menyatakan bahwa cangkok hukum mempunyai peran positif dalam pembangunan ekonomi dipertegas oleh gencarnya program modernisasi bidang hukum di beberapa negara Amerika Latin dan Afrika juga sebagian kecil negara berkembang di Asia pada tahun 1960-an dan 1970-an. Dua sarjana bidang hukum dan pembangunan menyebut pendekatan ini sebagai ‘hukum liberal’. Friedrich Carl von Savigny.

terutama dalam cangkok hukum. Justru. dan perilaku komersial. sosial dan politik secara luas. Saya berpendapat tugas mendesak untuk memunculkan kembali perdebatan antara hukum dan pembangunan adalah dengan menemukan hubungan antara pembangunan hukum dan masalah ekonomi. . masyarakat sipil yang teratur. Pendekatan lain juga menyebutkan bahwa reformasi hukum.agen-agen multilateral seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) dan juga lembaga bantuan individu seperti USAID. melalui penggunaan cangkok hukum. ketika masalah hukum dan pembangunan kembali mendapatkan perhatian. dan membatasi kekuasaan negara. Tak di sangkal bahwa minat pembaharuan bidang hukum merupakan atribut. Menciptakan kemakmuran melalui komitmen kumulatif manusia. Dengan demikian. ada kesadaran yang semakin bertambah jika keyakinan dan norma sosial untuk menerima masyarakat dan keinginan dan kapasitas mereka untuk menjelajah. Kita dapat terus menyakini kemanjuran bidang reformasi hukum dalam proses pembangunan dengan sedikit mengabaikan dampak daya ekonomi. politik. mengetahui secara eksplisit pentingnya reformasi hukum dalam konteks ini: Kerangka hukum dalam sebuah negara merupakan unsur penting dalam pembangunan ekonomi. hukum merupakan alat yang efektif untuk mengubah masyarakat. memahami dan mematuhi hukum baru merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan cangkok hukum tersebut. Bank Dunia. khususnya. politik dan sosial. tugas mendesak saat ini sama seperti yang dikatakan empat dekade lalu: Yang dibutuhkan adalah suatu kajian terhadap metode di mana hukum yang didukung oleh otoritas negara dapat mempengaruhi perilaku dan faktor sosial. reformasi hukum dapat dianggap sebagai sebab dan dampak dari perubahan sosial yang luas.tetap ada meskipun bukan merupakn yang dikritisi. Saya melihat sisi positif lain. Perannya terletak di tengah-tengah dengan memainkan peran pemberdayaan yang sederhana tetapi penting dalam proses perubahan sosial. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa sebagian dari pikiran dasar liberalisme liberal ortodoks. sosial dan politik terhadap sistem hukum. kita dapat mengembangkan model yang lebih menyeluruh dan memahami potensi dan keterbatasan hukum dalam pembangunan ekonomi secara lebih realistis. Dengan kata lain. jika benar. psikologis dan faktor lain yang jauh dari sistem hukum normatif membatasi kemampuan hukum untuk mengubah perilaku.misalnya. bukanlah inti dalam pembangunan ekonomi bahkan tidak relevan. Lebih dari itu. Tujuan di atas disampaikan karena akan memperjelas pengaruh faktor eksternal terhadap sistem hukum dan membatasi kemanjuran hukum jika hukum tersebut dapat mengubah perilaku. Menurut pendapat Saya mereka yang terlibat dalam perdebatan ini lebih menyadari keterbatasan reformasi hukum struktural dan substantif. meskipun sebagian. Jadi. sumber daya teknologi dan modal sangat bergantung pada hukum yang dapat mengamankan hak milik. terhadap realisasi bahwa pemerintahan yang baikyang pada gilirannya nanti mensyaratkan kerangka kerja hukum yang memuaskanmerupakan inti dari pembangunan ekonomi yang kokoh.

Struktur dan substansi menjadi masalah karena keduanya statis. Dengan memahami unsur sebuah sistem hukum.dan norma yang digunakan dalam sebuah lembaga dan mengikat hokum struktur secara bersama. Saya membahas dua konsep analitik yang dapat menjelaskan perilaku sistem hukum statis dan dinamis. membeku. Sampai di sini. keduanya ibaratnya gambar dari sistem hukum. dan sistem koporat. dan sistem yang tahan lama. kerangka kerja. struktur hukum merupakan badan. Budaya hukum merupakan bagian dari budaya umum.kebiasaan. kita mengetahui bagaimana sebuah sistem bekerja pada satu titik waktu. Sistem ini meliputi sistem pengadilan. dan opini dalam masyarakat dengan penekanan pada hukum. Hokum substansi mengacu pada hukum – peratutan prosedur dan substansi. Budaya hukum mengacu pada sikap. nilai. seorang sosiolog hukum dari Universitas Stanfords. menyatakan bahwa sistem hukum terdiri atas tiga komponen. Struktur mengacu pada lembaga dan proses dalam sistem hukum. unsur yang hilang yang memberikan kehidupan dalam sistem hukum adalah ‘budaya hukum’. sifat dan keluasan faktor eksternal yang mempengaruhinya. Keduanya dapat digunakan jika model teorinya dibuat dengan tujuan menganalisa sistem hukum karena model ini akan senantiasa berkembang. budaya hukum merupakan komponen yang paling penting: . struktur hukum. sakit berkepanjangan. dan budaya hukum. Dengan memahami faktor eksternal.Bagian B: Pendekatan Holistik pada Sistem Hukum Dari pembahasan awal. legislatif. Friedman membrikan tanggapan terhadap kecenderungan ini: Struktur dan substansi merupakan komponen inti dari sebuah sistem hukum. Friedman dan konsep Ugo Mattei ‘taksonomi sistem hukum’ yang disebutnya ‘ pola hukum’ (Patterns of Law) 1. opini. hukum substantif. cara bekerja dan berpikir. sistem hukum serta beberapa bagian hukum. Memahami unsur sebuah sistem hukum merupakan analisis statis sedangkan memahami faktor eksternal merupakan analisis dinamis. Potret tersebut tidak memiliki gerak dan kebenaran… dan seperti ruang pengadilan yang dipercantik .yang mengikat masyarakat untuk mendekat atau menjauh dari hukum dengan cara khusus. kita mengetahui bahwa pendekatan holistik terhadap pembangunan dan hukum sangat penting. Budaya Hukum Freidman. Konsep pertama adalah konsep ‘budaya hukum’ karya Lawrence M. Kunci dari pendekatan ini adalah apresiasi yang sepenuhnya terhadap unsur sistem hukum lain. perbankan. para pengacara dan sarjana hukum cenderung membatasi analisis mereka terhadap struktur dan substansi sistem hukum yang sedang mereka pelajari. tetapi baru sebatas desain atau cetakbiru dan bukan mesin kerja. Dari ketiga komponen di atas. Menurut Friedman. kaku. kita dapat mengetahui petunjuk-petunjuk bagaimana faktor-faktor tersebut dapat membuat sistem mengalami perubahan.

Jika budaya hukum lokal tidak diakomodasi dalam hukum struktur dan substantif asing. Di negara berkembang. penegak hukum dan lain-lain. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai masyarakat umum. konsep ini juga mempunyai kesamaan dalam hal kekurangan presisi sama halnya dengan ‘hukum struktur’. Pada tahun 1982 mantan menteri hukum dan peradilan. konsep budaya hukum menempati posisi penting karena negara berkembang sering mendatangkan peraturan. hukum bahkan keseluruhan sistem hukum dari negara barat dalam usahanya untuk melakukan modernisasi kerangka kerja hukum mereka. Hal ini membuktikan kemampuan konsep budaya hokum menembus masyarakat dan bukan tanda-tanda kelemehan. dan ‘opini publik’. Budaya hukum membuat segalanya bergerak. hakim. Menurut Friedman. seorang sarjana Inggris. Di sisi lain. Sebenarnya. Alasannya adalah bahwa konsep sekompleks ‘budaya hukum’ cenderung sulit dipahami. Friedman juga menyampaikan bahwa budaya hukum situasi tidaklah homogen. Cotterrell menggarisbawahi kesulitan dalam menggunakan konsep budaya hukum. Dengan kata lain. Sikap menurut Friedman merupakan ‘budaya hukum situasi’. Masalah muncul jika cangkok hukum mengabaikan budaya hukum setempat. ‘sistem hukum’. Konsep kedua adalah ‘budaya hukum internal’. mengapa dan di mana orang menggunakan hukum. konsep Friedman bukannya tanpa kritik. Mochtar Kusumaatmaja juga menyampaikan hal yang sama. Dalam pemahaman Saya. mengatakan bahwa konsep Friedman ‘tidak mempunyai kekerasan’ dan ‘secara teoritis tidak padu’. Namun setelah beberapa tahun. faktor budaya merupakan ramuan penting untuk mengubah struktur statis dan koleksi norma ststis menjadi badan hukum yang hidup. Namun demikian. Tim Lindsey menulis: . Friedman menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa tidak adanya presisi dalam istilah ‘budaya hukum’ tidak membuat konsep itu tidak padu. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai profesional yang bekerja dalam sistem hukum. seperti pengacara. Cotterrell sendiri mengakui bahwa konsep Friedman ‘merupakan usaha yang paling dapat menjelaskan konsep budaya hukum dalam sosiologi hukum komparatif dan mempertahankan dan mengembangkan secara teoritis penggunaan konsep tersebut’. Menambahkan budya hukum ke dalam gambar ibarat memutar jam atau menyalakan mesin. konsep ini tidak akan dapat diterapkan dengan baik. Friedman selanjutnya menjelaskan sikap dan nilai dalam budaya hukum. arti pentinya ‘budaya hukum’ adalah bahwa konsep ini merupakan variabel penting dalam proses menghasilkan hukum statis dan perubahan hukum. lembaga hukum atau proses hukum atau kapan mereka menggunakan lembaga lain atau tanpa melakukan upaya hukum. Roger Cotterrell. Dia salah dalam menarik kesimpulan bahwa konsep tidak padu karena tidak adanya hal yang khusus. Bagian masyarkat yang berbeda memiliki nilai dan sikap berbeda terhadap hukum. konsep ini telah dilupakan para reformis hukum dan baru sekarang diingat kembali oleh reformasi hukum di Indonesia.Budaya hukum menentukan kapan. Dikaitkan dengan kasus yang terjadi di Indonesia. konsep ini telah disampaikankan oleh komentator luar negeri pada awal tahun 1972.

c) interpretasi disfungsi organisasi yang menekankan dampak problem mendasar dalam organisasi pemerintah Indonesia. Hukum juga bukan sekedar keputusan hukum dan statuta. Dengan demikian. tetapi belum memuaskan. Linan menyatakan tiga artikulasi yang saling melengkapi yang dapat menjelaskan kegagalan reformasi hukum di Indonesia sejak tahun 1950-an. b) pendekatan budaya dan psikologi yang menekankan peran sikap feudal orang Jawa atau Indonesia. Sebagian besar pengacara sekarang mengetahui bahwa hukum dan norma yang berada di balik peraturan dan orang yang membuat dan menerjemahkannya. Hasil survei terhadap reformasi hukum di Indonesia pada tahun 1950-an sampai dengan 1990-an oleh David Linnan merupakan informasi penting yang dapat didiskusikan. . multilateral dan legislatif untuk memulai atau menghentikan atau memperbaki kegiatan sosial dan ekonomi…. Dalam pandangan saya. Dengan demikian. pendekatan tersebut gagal membedakan sistem hukum yang tertulis dengan system hukum yang berlaku dalam masyarakat. Hukum.Pandangan instrumentalis yang menyerap banyak literatur dan praktek belumlah cukup. reformasi pada lembaga hukum tanpa lembaga budaya tidak akan efektif. meskipun interpretasi disfungsi organisasi terdiri atas beberapa nilai. seperti sistem dewan dua pintu dan ketetapan hukum perusahaan yang dikeluarkan pada tahun 1995 dan membandingkannya dengan produk hukum lainnya. Hukum yang baru ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam proses dan penyelesaian kasus. Pendekatan ini sering mengabaikan bagaimana hukum perusahaan benar-benar bekerja dalam kehidupan. Linnan menyatakan bahwa interpretasi disfungsi organisasi dapat memberikan penjelasan kegagalan reformasi hukum selama Orde Baru. pengadilan baru tidak dapat memenuhi harapan. Intinya adalah penjelasan institusional tidak dapat sepenuhnya menjelaskan keluaran reformasi hukum di Indonesia yang belum memuaskan pada tahun 1990-an. perhatian dititikberatkan pada masalah structural. tidak dapat dibedakan dari politik dan ekonomi. Menurut Friedman. yaitu: a) pendekatan ilmu politik dan sosiologi yang menekankan peran elit penguasa. tetapi juga sikap mental yang tepat dan perilaku mereka yang bekerja. Hukum perniagaan di Indonesia dibuat terpisah dan berbeda pada tahun 1998 dengan mengikuti revisi undang-undang kebangkrutan. analisis pada struktur hukum dan hukum substantif dan terjemahan terhadap budaya hukum dapat memperlebar jarak. Meskipun terdengar sebatas konsep. terutama catatan buruk terhadap sistem hukum Indonesia yang korup. Sebagaimana yang terlihat. mengawasi dan menggunakan lembaga ini. dalam pengertian ini. Seperti yang terjadi di Indonesia. Ketika melihat hukum di Indonesia. kegagalan ini disebabkan karena keberhasilan reformasi hukum Indonesia bergantung bukan hanya lembaga pengambil suara. terutama di bawah UUD 1945. atau mengapa pegawai di Amsterdam bertindak dengan cara berbeda ketika mereka bekerja di Jakarta meskipun ketetapan hukum perusahaan sama. – permasalahan-permasalahan seperti mengapa pemegang saham menolak untuk mengajukan direktor dan komisaris ke pengadilan ketika mereka mempunyai hak untuk menuntut mereka. Hukum Perniagaan di Indonesia adalah contohnya. hukum bukan sekedar tugas yang dapat ditarik oleh pemerintah.

hukum dan administrasi… [disebut dengan] the Gemeinschaft atau keluarga komunal organik. sehingga membatasi kinerja lembaga-lembaga hukum hanya pada bidang-bidang hukum tertentu saja atau masyarakat tertentu saja. bagaimana sistem hukum berbeda satu dengan yang lain dan bagaimana perkembangan perbedaan tersebut. Menurut Mattei. Dengan ini. Pendekatan tersebut diambil dari karya-karya Weber serta ahli sosiologi lainnya. pandangan yang begitu menomorsatukan rasa penyesalan. bagaimana lembaga hukum tersebut bekerja tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan suatu sistem yang dijalankan dengan hukum profesional. Dia beranggapan bahwa taksonomi sistem hukum standar pada hukum sipil. hukum politik. dan hukum tradisional. Konsep taksonomi sistem hukum yang diajukan Mattei.1. lembaga hukum bisa saja terbentuk. dan mereka yang memiliki wewenang keagamaan. agama dan tradisi hukum masyarakat atau keluarga tertinggal zaman. yaitu politik. mempunyai nilai karena taksonomi tersebut menghasilkan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menganalisa perubahan dan pembangunan dalam sistem hukum yang berbeda-beda. akan tetapi. the Gesellschaft atau perjanjian individu-komersial. dapat dilihat dari pola hukum dimana agama ataupun filosofi transcendental yang melekat dalam dimensi internal individu dan dimensi kemasyarakatan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan menggunakan pendekatan Weber. Mattei mempostulatkan bahwa ada tiga sumber utama norma sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi perilaku individu. Pola Hukum Mattei Jika konsep Friedman ‘budaya hukum’ mencoba menjelaskan unsur dalam setiap sistem hukum. aturan hukum tradisional. pandangan yang begitu menjunjung tinggi keselarasan. Sistem hukum selalu didefinisikan dalam skema tripartit sesuai dengan sumber perilaku sosial yang memainkan peran utama di atara mereka. beberapa ciri dari suatu sistem hukum tradisional adalah: terbatasnya peranan pengacara dikarenakan besarnya peran sesepuh atau orang yang dianggap mengerti agama.73 Dalam sebuah sistem. Mattei dengan konsep ‘pola hukum’ mencoba menjelaskan.74 Taksonomi Mattei dapat dibandingkan dengan pendekatan terhadap pembangunan hukum yang dikenalkan oleh Eugene Kamenka Alice Tay. utamanya di belahan Eropa-Amerika yang mengabaikan peta dunia hukum berdasar geografis dan tidak memasukkan budaya. serta paradigma birokrasi administratif 75 . Ferdinand Tonnies. serta keberadaan kode-kode bergaya Barat yang tidak memiliki landasan sosial yang penting. umum. Sistem hukum yang termasuk dalam kategori ketiga. organisasi sosial. mediator. hukum dan filsafat dan tradisi agama. Mattei melihat sistem hukum dunia menganut pada salah satu dari tiga kategori sistem hukum tersebut. yaitu: peraturan hukum profesional. dengan membuat taksonomi sistem hukum komparatif. Mattei menyampaikan pandangannya ‘pola sistem hukum’ pada tahun 1997. yang disebut ‘pola sistem hukum’. serta pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa sistem hukum modern dan pembangunan hukum biasanya terdiri dari: Benturan yang agak sulit dimengerti antara tiga paradigma besar mengenai ideologi sosial.

Akan tetapi. Sampai disini. Dengan demikian. Dalam hal ini. gesellschaft lebih terarah pada hak asasi manusia. dengan menambahkan bahwa klasifikasi dari suatu sistem hukum merupakan hasil dari perubahan kompetiti atas tiga kekuatan politik. Saya lihat pendekatan Mattei biasanya lebih disenangi daripada pendekatan Kamenka-Tay. fakta bahwa ia menyebut kategori hukum politis sebagai “hukum tentang pengembangan dalam transisi” menjelaskan bahwa Mattei mengerti akan hal itu. Berdasarkan alasan ini. Mattei menawarkan sebuah perspektif yang dinamik terhadap studi tentang komparasi sistem hukum.76 Aturan Mattei terhadap hukum tradisional secara umum dapat disamakan dengan paradigma gemeinschaft: aturan mengenai hukum politis dengan paradigma birokrasi-administratif. dan tradisi. taksonomi ini mencoba untuk menggabungkan dan merefleksikan peran budaya hukum dalam suatu sistem hukum yang berlaku. taksonomi Mattei secara terbuka mengakui adanya dampak politik terhadap sistem hukum serta menciptakan sebuah kategori baru mengenai hal ini. Mattei mengembangkan sebuah taksonomi yang secara eksplisit menjelaskan bahwa norma-norma budaya suatu masyarakat memiliki muatan kritis terhadap sifat dari sistem hukum ini. dan aturan hukum profesional dengan paradigma gesellschaft. pandangan-pandangan tersebut memiliki kesamaan dengan pola hukum menurut Mattei. Sebaliknya. Pertama. Perbedaan yang tidak jelas ini mengakibatkan tidak diperhitungkannya kekuatan politik dalam suatu sistem hukum. atau tidak keduanya. Pandangan Kamenka-Tay mengenai pembangunan hukum sangatlah berguna dimana pandangan tersebut menjelaskan tiga tipe dasar organisasi sosial dan bagaimana setiap tipe tersebut dapat menentukan jenis sistem hukum yang terjadi dalam masyarakat. dalam pendekatan Kamenka-Tay tidak jelas apakah rasionalitas formal Weber merupakan suatu fungsi bagi gesellschaft dan paradigma birokrasi administratif. gemeinschaft lebih terarah pada internalisasi norma sosial. politik. masih terdapat hal-hal yang belum sempurna. hukum. meskipun terdapat kesamaan. Terlebih lagi. dan konsep birokrasi administratif lebih pada kebijakan negara. dan ekonomi yang kemudian akan menentukan tipe aturan hukum yang mendominasi suatu sistem hukum tertentu. atau salah satunya. Senada dengan Weber.77 Dengan mengunakan pandangan fundamental Weber. Sedangkan aturan sosial model gesellschaft berasal dari ideologi liberal Barat. dimana hukum adalah suatu alat organisasi sosial. penting untuk membahas dua implikasi penting yang diperoleh dari taksonomi Mattei. Norma-norma budaya ini bermanifestasi dalam berbagai kekuatan sosial. khususnya pemikiran tentang pemisahan antara negara dan individu. . Bentuk birokrasi administratif suatu aturan sosial memaknai aturan sebagai suatu cara untuk mendapatkan intisari dari tujuan kebijakan yang ditetapkan oleh negara. Kedua. taksonomi Mattei membuat kekuatan politik dan aturan hukum politik menjadi kekuatan yang berseberangan dengan rasionalitas formal yang membentuk landasan bagi aturan hukum profesional.Aturan sosial model gemeinschaft berdasar pada norma-norma intrinsik dan nilai-nilai masyarakat yang dijunjung tinggi.78 Lebih dari itu.

80 Taksonomi Mattei yang baru sangat berguna untuk tujuan pemahaman terhadap bagaimana sebuah sistem hukum bisa berubah dari pola hukum tradisional menjadi pola hukum politis dan akhirnya pola hukum profesional. Clifford Geertz. meneruskan.82 . model hukum politis. Kesadaran & Kebiasaan Tugas pertama saya adalah memperbaiki konsep budaya hukum Friedman. Namun. Oleh karena itu. juga mengubah budaya hukum. Sebuah buku antropologi karangan antropolog Amerika terkenal. saya berharap untuk dapat membahas konsep budaya dan kemudian mencoba menyaring konsep Friedman tentang budaya hukum dengan melakukan identifikasi terhadap apa yang Saya lihat. Sesudah itu. konsep dia sepertinya tidak banyak membantu ketika digunakan dalam analisis tentang bagaimana sebuah sistem hukum dipengaruhi oleh kekuatan eksternal dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Ini tentu saja bukanlah sebuah tugas yang mudah mengingat ‘budaya’ adalah sebuah kata yang terkenal sangat kompleks. dan mengembangkan pengetahuan mereka dan sikap mereka dalam menghadapi hidup. jika ada. yang terjadi antara tiga elemen struktur. politik atau sosial di sisi lainnya? Ketika kekuatan eksternal ini bersinggungan dengan sistem hukum.sehingga dalam situasi tertentu. apakah hal ini menimbulkan suatu perubahan dalam struktur. masih tetap sulit untuk menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah hubungan kausal. ternyata terdapat mata rantai yang hilang antara pandangan Mattei terhadap perubahan dinamik dalam suatu sistem hukum dan gagasan Friedman tentang apa yang menjadikan sebuah sistem hukum. menjadi model hukum profesional. hukum substantive atau budaya hukum? Dapatkah sebuah perubahan dalam hukum substantive. dan kerangka ekonomi serta politik? Untuk menjawab pertanyan tersebut. gagasan Friedman tentang budaya hukum sangatlah berguna untuk menganalisis kenapa dan bagaimana sebuah sistem hukum bekerja pada waktu tertentu. sebagian besar merupakan karya Friedman dan Mattei.79 Bagian C: Perubahan Model Apakah yang bisa kita pelajari dari kontribusi Mattei dan Friedman? Menurut saya. memberikan sebelas definisi budaya. sebuah sistem konsepsi yang diwariskan dan tertuang dalam bentukbentuk simbolik yang merupakan cara bagi manusia untuk berkomunikasi. misalnya import. hukum substantive dan budaya hukum di satu sisi.81 Geertz sendiri mendefinisikan budaya sebagai: sebuah pola yang diwariskan turun-temurun tentang makna yang terkandung dalam simbol-simbol. sistem hukum mampu dan mau untuk pindah dari model hukum tradisional. bahkan dengan kontribusi yang diberikan oleh Friedman dan Mattei. Namun demikian. Saya menarik berbagai macam materi diskusi serta menampilkan suatu sistem hukum yang sederhana dan dapat dilakukan. yang tentunya Saya percaya lebih akurat merefleksikan proses pengembanagan hukum baik sebagai sesuatu yang statis maupun dinamis 1. serta kekuatan ekonomi eksternal. Budaya.

Sebaliknya. dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hukum (legal habit) berhubungan dengan masalah sikap.Definisi budaya yang lebih sederhana dan yang Saya anjurkan untuk digunakan dalam diskusi Saya adalah definisi yang dikemukakan oleh rancis Fukuyama: budaya adalah ‘kebiasaan baik yang diwariskan turun temurun’. menjelaskan isi dari pikiran kita pada suatu saat tertentu.84 Dalam hal ini. dan kesadaran hukum (legal consciousness) berhubungan dengan kapasitas penilaian. Aspek penting kedua yang harus diperhatikan dalam definisi Fukuyama adalah budaya tidak harus rasional. nilai-nilai dan pendapat berkaitan dengan lembaga hukum dan hukum yang diwariskan dan diteruskan oleh seorang individu atau masyarakat melalui proses pembiasaan. dan opini. Sebaliknya. Budaya mengatur segala tingkah laku dengan menyatakan nilai-nilai dan norma tertentu yang baik atau dapat diterima dan yang tidak baik atau tidak dapat diterima.87 Dalam hal ini Saya menekankan pada kemampuan yang mencerminkan dan menilai sikap serta nilai-nilai yang membentuk kebiasaan hukum (legal habit). Saya merujuk pada tindakan. Dengan demikian. nilai. Saya menyebut elemen yang pertama dengan ‘legal habit (kebiasaan hukum. kesadaran menjelaskan kapasitas dari pikiran yang sama untuk menilai sikap dan pendapat yang dipercayainya. Mungkin contoh berikut ini akan membantu memberikan gambaran perbedaan antara kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness). budaya diwariskan dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pengulangan. 85 Berdasarkan pendapat bahwa budaya adalah kebiasaan baik yang diwariskan. Pertama. Perhatikan . 82 Definisi Fukuyama yang kurang jelas ini sebenarnya menekankan pada dua aspek penting budaya. kebiasaan hukum lebih banyak menggambarkan sikap masyarakat terhadap hukum pada suatu masa.’ Dalam hal ini. 86 Saya menyebut elemen kedua ini ‘legal consciousness (kesadaran hukum)’. kebiasaan hukum (opini aktual atau sikap) dan kesadaran hukum (segala hal mengevaluasi kebiasaan hukum) keduanya merupakan fungsi dari pikiran. pendapat atau keykinan tentang hukum —dapat diterima atau tidak diterima dalam komunitas tersebut. Oleh karenanya kesadaran hukum sebuah komunitas mengacu pada kapasitas komunitas tersebut untuk mempertimbangkan apakah beberapa kebiasaan hukum—sikap tertentu. budaya bukanlah sesuatu yang rasional atau irasiomal tetapi sesuatu yang arational. Orang itu melakukan hal tersebut karena suatu kebiasaan. Saya mencoba untuk mengidentifikasi dua elemen terpisah dari konsep Friedman tentang budaya hukum. atau apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam suatu masyarakat tertentu.89 Dengan kata lain. dalam bentuk sikap.88 Menurut definisi-definisi tersebut. sikap. bukan melalui proses penilaian efisiensi atau tingkat kenikmatan yang diperoleh dengan makan mie menggunakan pisau dan garpu ala Barat dibandingkan dengan memakai sumpit. budaya bersifat baik dalam pengertian bahwa budaya mengandung nilai-nilai yang membedakan antara yang baik dan yang benar. Kunci dari perbedaan ini adalah kebiasaan (habit). sementara kesadaran hukum menentukan bagaimana sikap tersebut selalu berubah sepanjang waktu. Fukuyama mengutip contoh seorang lelaki China yang menggunakan sumpit untuk makan mie. nilai-nilai.

ketika anak-anak ini tumbuh dewasa dan mengembangkan kemampuan berpikirnya sendiri serta mulai merefleksikan isu-isu hukum.90 Sikap seperti itu terjadi akibat sistem nilai yang lebih menghargai keselarasan sosial dan menjaga hubungan baik dibandingkan dengan penghargaan banyak masyarakat Barat terhadap nilai-nilai tersebut. lebih luas lagi. Seandainya. Dengan identifikasi kebiasaan hukum dan kesadaran hukum sebagai dua elemen penting konsep Friedman mengenai budaya hukum. maka kesadaran hukum-lah yang akan mempengaruhi budaya hukum dalam periode yang lebih lama. pada saat kebiasaan hukum mendominasi budaya hukum pada suatu masa tertentu. Dengan kata lain. Dia mungkin akan memutuskan untuk tetap menggunakan proses hukum daripada melakukan penolakan seperti para pendahulunya. maka hal ini akan menjadi kebiasaan hukum (legal habit) dari masyarakat tersebut. yang ditandai dengan berkurangnya penolakan terhadap proses pengadilan. Maka. Dengan kata lain. Karena budaya hukum internal mengacu pada sikap dan pendapat dari profesional yang paham tentang hukum. maka setelah beberapa waktu. Jika penolakan terhadap proses pengadilan ini dianut oleh komunitas orang Asia tertentu. Jika pengalaman-pengalaman individu ini banyak terjadi dalam masyarakat. konsep tersebut menjadi lebih tepat digunakan dalam membuat analisis yang dinamis dan prediktif. hal ini berarti bahwa penolakan ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pembiasaan dan bukan suatu pilihan yang rasional. Dalam hal ini. jika Fukuyama benar dalam melakukan penilaian bahwa budaya adalah warisan atas kebiasaan baik. dalam masyarakat Asia. salah satu dari anak-anak ini ada yang menjadi eksekutif senior perusahaan yang harus memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap partner bisnis yang curang. anak-anak tumbuh berkembang dalam suatu kebiasaan hukum (legal habit) yang menolak suatu proses pengadilan tanpa harus memikirkan lebih dalam hal tersebut. Maka. misalnya mediasi. konsep kesadaran hukum memberikan suatu alat bagi kita untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam budaya hukum dalam suatu konteks yang dinamis. maka Saya melakukan perbaikan terhadap konsep Friedman.sikap orang Asia terhadap proses pengadilan gaya Barat yang berlawanan. kesadaran hukumnya telah melakukan evaluasi terhadap kebiasaan hukumnya dan dengan demikian melemahkan keengganannya terhadap proses pengadilan. Dengan kata lain. kesadaran hukum individual dan kolektif mulai terbentuk. pada akhirnya. Banyak komentator yang melihat bahwa orang-orang Asia cenderung menolak proses pengadilan dan lebih menyukai metode penyelesaian masalah tanpa menggunakan jalur pengadilan. budaya hukum berubah sepanjang waktu melalui interaksi antara kesadaran hukum dan kebiasaan hukum. maka dapat dimengerti bahwa budaya hukum . budaya hukum seluruh masyarakat akan berubah. Mereka mulai mengevaluasi kebiasaan hukum mereka (legal habit). budaya hukum masyarakat tersebut. Gagasan Friedman mengenai budaya hukum pada tingkat permukaan dan budaya hukum internal dapat juga dipahami sebagai tambhan terhadap konsep kesadaran hukum (legal consciuosness). Namun demikian. 91 Lebih jauh lagi.

dalam masyarakat Asia. metodologi hukum.93 Namun demikian. Islam. Dengan kata lain. Satu pendekatan alternatif adalah analisa budaya hukum melalui ‘budaya keluarga’ (misal budaya hukum orang-orang Barat. terdapat begitu banyak budaya hukum yang berbeda. serta pandangan mendasar tentang dunia. 96 Menurut pandangan ini. Ketika pengacara. Kebersamaan pemahaman (shared understandings) ini meliputi konsep masyarakat tentang hukum. para profesional bidang hukum—dengan budaya hukum internal yang lebih tinggi tingkat kesadaran hukum-nya—diharapkan dapat menjadi pemimpinpemimpin perubahan hukum dalam suatu masyarakat.95 Pendekatan lainnya terhadap analisa elemen-elemen pokok budaya hukum adalah dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan eksplisit dan implisit.internal lebih mudah dimengerti sehingga memiliki kesadaran hukum yang lebih baik. masyarakat umum— dengan budaya hukum pada tingkat permukaan yang lebih rendah kesadaran hukum-nya —diharapkan dapat mengikutinya. Misalnya. hakim dan pembuat undang-undang cenderung lebih terbuka terhadap pembangunan di luar negeri. cakupan nilai budaya keluarga terlihat terlalu luas. Untuk mengumpulkan berbagai macam budaya hukum yang berbeda dalam satu payung ‘budaya hukum Asia’ jelas akan mematahkan tujuan analisis hukum lintas budaya. Pertama. dalam satu negara Asia—seperti Indonesia—bisa saja terdapat sejumlah budaya hukum. Misalnya. Asia. Dalam nilai budaya suatu keluarga. reformasi hukum. lapisan eksplisit terdiri dari kenyataan yang dapat diamati seperti mode pakaian atau bahasa dari suatu masyarakat. dan Africa). usaha ini kurang begitu memuaskan karena terkesan sangat ke-Barat-barat-an dimana faktor-faktor yang memuat kebersamaan pemahaman (shared understandings) dalam suatu masyarakat mungkin menjadi tidak relevan bagi masyarakat lain. apa yang membuat sebuah keluarga memiliki nilai budaya yang unik dibandingkan keluarga lain adalah faktor rasional-irasional dan faktor individualisme-kolektivisme. seseorang mungkin ragu apakah budaya hukum masyarakat Jawa memiliki teori argumentasi atau memiliki kebersamaan pemahaman (shared understandings) terhadap suatu permasalahan.92 Berdasarkan pendekatan ini. maka sangatlah masuk akal untuk menempatkan mereka di baris terdepan dalam pemikiran hukum serta hal-hal lain yang dapat membuat mereka memiliki kemampuan yang sama.94 Kedua. teori penalaran hukum. teori legitimasi hukum. baik dalam hal pemikiran hukum maupun reformasi hukum. meski kadang yang terjadi adalah penolakan terhadap suatu perubahan karena mereka memang enggan untuk berubah. apa yang membuat sistem hukumnya berbeda dengan yang lain adalah ‘kebersaman pemahaman (shared understandings)’ yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Sebaliknya. Kadang-kadang. Konsep kembar saya tentang kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness) dapat dibandingkan dengan usaha-usaha lainnya dalam mengidentifikasi elemen-elemen budaya hukum. cenderung terlambat. Sebaliknya. masyarakat umum dengan budaya hukum tingkat permukaan yang lebih rendah tingkat kesadaran hukumnya. Lapisan implisit terdiri dari norma-norma. teori argumentasi. nilai-nilai. secara keseluruhan ada dua hal dalam pengamatan Saya yang membuat penggunaan nilai budaya keluarga kurang begitu membantu dalam usaha ini. dan .

setelah melakukan survey tentang pembangunan ekonomi manusia. 98 Yang menarik perhatian. Hal ini terjadi ketika suatu masyarakat berkembang kesadarannya berkaitan dengan hak indvidu dan demokrasi dan meninggalkann gagasan lama seperti status dan sistem patriarchal. Implikasi pertama adalah bahwa budaya hukum merupakan elemen sentral dari suatu reformasi hukum yang berhasil. budaya hukum adalah ‘sumber hukum—norma-norma yang dimilikinya menciptakan norma hukum’. budaya lah yang membuat semua berbeda. Menurut Friedman.98 Usaha-usaha untuk mengubah tingkah laku dengan mengubah lembaga hukum atau hukum itu sendiri. Model Kerja Apa yang terjadi jika model sistem hukum Friedman. dimodifikasi dengan memasukkan elemen-elemen kebiasaan hukum dan kesadaran hukum.asumsi dasar berkaitan dengan pandangan mereka tentang dunia. kemudian disejajarkan dengan taksonomi Mattei serta pendekatan evolusioner terhadap hukum dan pembangunannya seperti yang telah dibahas pada awal bab ini? Menurut Saya. pemahaman terhadap lapisan implisit atau budaya sangatlah penting karena disini-lah terdapat ‘serangkaian aturan dan metode yang telah dikembangkan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. hal ini benar karena budaya hukumlah yang melemahkan perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum yang sebenarnya. ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi budaya eksplisit (atau kebiasaan hukum) dan pada akhirnya membuat suatu perubahan yang penting. maka. Lebih jelasnya. 102 Sebaliknya. 2. Hal ini dipelopori oleh kelas kecil elit hukum yang menerapkan budaya hukum internal.’ 97 Pendekatan terhadap budaya hukum dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan ternyata sesuai dengan pendekatan saya yang menggunakan konsep gagasan kembar. model seperti ini mencermati empat implikasi penting berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunannya. politik dan kerangka sosial yang melekat dalam sistem hukum tersebut. Landes berjalan dalam suatu jalur paralel ketika dengan tepat ia menyimpulkan:”Jika kita belajar dari sejarah pembangunan ekonomi. Jadi. kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. Perubahan ini tertanam dalam kenyataan bahwa nilai-nilai atau sikap tertentu terhadap hukum menjadi tidak sesuai lagi bagi masyarakat. ketika dihadapkan dengan isu-isu moral atau dilema lain yang melibatkan pengambilan suatu keputusan. dengan demikian. kedua pendekatan tersebut menyatakan bahwa budaya implisit (atau kesadaran hukum). hal ini akan menciptakan sebuah model yang sederhana namun tepat guna tentang bagaimana suatu sistem hukum berubah dalam suatu cakupan yang lebih luas dalam bidang ekonomi.” 100 Implikasi kedua adalah bahwa budaya hukum dapat berubah setiap saat sebagai akibat dari semakin berkembangnya kesadaran hukum. Lebih penting lagi. Budaya eksplisit mengacu pada kebiasaan hukum sedangkan budaya implisit mengacu pada kesadaran hukum. masyarakat akan . ketika budaya hukum berubah. jika tidak didukung perubahan dalam budaya hukum hanya akan bertahan sebentar dan tentu saja sia-sia.

lebih terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, hukum asing dapat dengan mudah diadaptasi dan diimplementasikan. Implikasi ketiga adalah perubahan-perubahan dalam kesadaran hukum yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti peristiwa-peristiwa ekonomi, politik dan sosial. Friedman mengerti akan hal ini ketika ia menyatakan bahwa budaya hukum ‘adalah suatu variabel yang aling terkait. Kekuatan sosial membuat hukum, tetapi mereka tidak membuat nya langsung…’ 103 Maka, di satu sisi kesadaran hukum merubah budaya hukum, budaya hukum merubah sistem hukum, dan sistem hukum mempengaruhi sistem sosio-ekonomi dan politik dalam cakupan yang lebih luas. Dan di sisi lainnya, tekanan sosio-ekonomi dan politik sangat mempengaruhi kesadaran hukum. Pandangan ini sesuai dengan pendekatan Weberian terhadap hukum dan masyarakat yang mencermati keterkaitan berbagai hubungan sosial. 104 Secara khusus, dampak tekanan terhadap kesadaran hukum dari para elit profesional hukum sangatlah penting karena para elit-lah yang biasanya menjadi pemimpin dalam membentuk budaya hukum masyarakat. Harus pula dicatat bahwa agenda politik dari mereka yang memegang kekuasaan—yang mungkin tidak sama dengan para elit hukum—akan menentukan pengaruh eksternal mana yang akan dijabarkan kedalam perubahan-perubahan nyata dalam kesadaran hukum. Implikasi keempat adalah bahwa pendekatan Weberian menyatakan, selama ini pembangunan eksternal dalam bidang ekonomi, politik dan sosial dapat mempengaruhi kesadaran hukum suatu masyarakat terhadap penerimaan yang lebih besar akan sistem hukum yang lebih rasional. Hal ini memberi jalan bagi pandangan Weber atas masyarakat yang berpandangan rasional terhadap hukum yang selama ini didomonasi oleh birokrasi yang kuat. Perubahan yang serupa juga dijelaskan oleh Kamenka-Tay sebagai suatu konfrontasi antara gemeinschaft, gessellschaft dan paradigma birokrasi administratif. Intinya adalah bahwa pendekatan Kamenka-Tay tidak menjelaskan bagaimana konfrontasi antara ketiga kekuatan itu akan dimainkan. Tetapi model saya menjelaskan hal ini. Model pendekatan milik saya menjelaskan bahwa faktor penentunya adalah kesadaran hukum dalam suatu masyarakat. Jika jumlah kesadaran hukum bersimpati terhadap intrinsik, memegang teguh norma tradisional, maka paradigma gemeinschaft akan mendominasi; jika berganti dan menjadi lebih bersimpati terhadap liberalisme klasik Barat atau pemikiran tentang birokrasi negara yang kuat, maka gessellschaft atau paradigma birokrasi administratif yang sebaliknya akan mendominasi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, saat ini sangat mungkin untuk menggambarkan hubungan antara struktur hukum, hukum itu sendiri dan budaya hukum—termasuk juga kebiasaan hukum dan kesadaran hukum—dalam suatu sistem hukum tertentu, begitu pula dengan dampak dari faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, politik dan sosial terhadap sebuah sistem. Hal ini dapat dilihat pada Diagram 1 di bawah ini.

Diagram 1. Jika elemen-elemen penting dari model ini benar, maka elemen itu mendukung pandangan Friedman bahwa budaya hukum adalah elemen sistem hukum yang paling penting. Model tersebut menjelaskan bahwa dalam budaya hukum, kebiasan hukum mendominasi sikap-sikap yang saat ini ada terhadap hukum. Namun demikian, kesadaran hukum-lah yang menentukan arah dan kecepatan pergerakan budaya hukum terhadap waktu. Kesimpulan ini memiliki satu pelajaran kritis bagi mereka yang tertarik terhadap fenomena hukum dan pembangunannya. Jelasnya, formulasi hukum yang baru dan reformasi pada lembaga hukum akan tidak efektif tanpa adanya perbaikan yang sesuai dengan budaya hukum. Dengan kata lain, selain sumber-sumber yang digunakan untuk membuat formulasi kebijakan, harus lebih banyak lagi sumber yang diarahkan bagi tujuan yang lebih luas bagi perbaikan budaya hukum masyarakat. Setiap proposal reformasi hukum untuk merubah hukum itu sendiri atau lembaga hukum haruslah menyertakan analisis dari aspek-aspek budaya hukum lokal yang akan mendukung perubahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan dan budaya hukum masih terus diangap sebagai aspek hukum yang tidak penting, maka resiko kegagalan akan sangat tinggi. Seperti kata Mary Hiscock, mantan guru hukum saya yang memiliki pengalaman tentang reformasi hukum di Asia: Hukum adalah tanaman yang tumbuh dengan akar manusia, dan sangatlah penting untuk memberikan pendidikan bagi orang-orang agar mereka berubah. Jika yang dicari adalah hukum yang siap dibuat, ini dapat saja dibeli dari berbagi konsultan yang ada. Namun yang ada hanyalah hukum. Masyarakat masih saja melakukan hal yang sama dengan apa yang dulu sering mereka lakukan. Tidak ada perubahan. Ini adalah pelajaran bagi sejarah bangsa Asia. Dan menurut Saya, perkataan Mary memang benar adanya Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

ini ada catatan kuliah sosiologi hukum Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Huku | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Hukum Kebijakan Publik Posted by mujiburrahman on September 4. 2009 .Ini kuliah catatan kuliah Hukum sosiologi Posted in S2.

Bandung. 1994.A. B. Raya Grafindo Persada . Hans Kelsen.G. Friedman. Bina Aksara. Mandar Maju. Hukum dan Sosiologi Hukum. Media. Adam Podgorecki & Christopher J. Peters & Koesriani. Johnson. 1988. Hukum & Perkembangan Sosisl.Jakarta. Englewood Cliffs. 2004. Prentice-Hall. Alvin S. Jakarta. Jakarta.I. Sosiologi. L. Whelan. Law & Society. PT. 1986. Bambang Widodo Umar Buku Acuan : • • • • • • • • A. Taufiq Abdullah.R. Sosiologi Moralitas. 1977. CV. III. Rineka Cipta. 2008 Dr.ini catatan yang terakhir dari kuliah matrikulasi hukum kebijakan publik Posted in Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Sosiologi Hukum Posted by mujiburrahman on October 9. Sosiologi Hukum. Jakarta. Soerjono Soekanto. Rijkschroeff. 2001.Jakarta . 1987. Yayasan Obor Indonesia. New Jersey. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum.M. Pendekatan Sosiologi Terhadap Hukum. Jakarta. Teori Umum Hukum dan Negara. II. Pustaka Sinar Hrapan.

2002. Jayabaya University Press.• • • Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. 2001. 2001. Peradaban. Peradaban. KULIAH 1 Konsep Dasar Sosiologi Hukum SOSIOLOGI : mempelajari masyarakat dlm konteks hubungan atau interaksinya antar warga. Jakarta. Jakarta. Sosiologi hukum sbg pengetahuan yg bersifat multi disipliner approach. ILMU HUKUM : mempelajari sekumpulan aturan-aturan untuk membimbing perilaku manusia yang diterapkan & ditegakkan diantara anggota masyarakat (Negara). SOSIOLOGI HUKUM : Ilmu pengetahuan ttg interaksi manusia yg berkaitan dg hukum dlm kehidupan bermasyarakat. Catatan Kriminalitas. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Jakarta. Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah. kmdn dikembangkan dalam suatu norma sosial REALITA HUKUM FENOMENA Unsur-2 – Ciri-2 – Sifat-2 Definisi kategori klasifikasi NORMATIF SOSIOLOGIS . Ketika Kejahatan Berdaulat. HUKUM * Perwujudan nilai-2 normatif (abstrak) * Instrumen utk pengendalian sosial SOSIOLOGI Memenuhi kebutuhan konkrit (aturan main) dalam kehidupan msyarakat (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) Universalitas hukum itu diperoleh dg cara mengabstraksikan realita dg pola perilaku manusia.

Taufik Abdullah) MASYARAKAT NORMA UKURAN TTG SEJUMLAH PERI- . Taufik Abdullah) PERILAKU SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) PERILAKU MASA LALU PERILAKU MASA DATANG PERILAKU TERAPAN • • • • • • • • • • Apa yg jadi motif Bgm pola perilakunya Apa ciri individu Mengarahkan Mengubah Mengendalikan Dari hasil belajar sosial Mencoba-coba Mempraktekkan POTENSI MANUSIA Kepaduan (cohesiveness) Komitmen (commitment) (Baca Sosiologi Moralitas.(Aspek Kualitas) (Aspek Kuantitas) SOCIAL RELATIONSHIP (Causality) ABSTRAKSI HUKUM (Baca Sosiologi Moralitas.

BERPERASAAN) YG TERBENTUK DR PERILAKU MANUSIA MENJADI SEJUMLAH ANGGAPAN (Baca Sosiologi. PENGUASAAN (DOMINATION). NILAI MENTALITA (AKTIVITAS JIWA.R. PERSAINGAN (COMPETATION). Rijkschroeff) TERPOLA KRITIS OBYEKTIF SUBYEKTIF REALITA HUKUM MENEKANKAN PD TUJUAN MENEKANKAN PD PROSES AKAL BUDI PERILAKU HUKUM . CARA BERFIKIR. PENYESUAIAN (ACCOMODATION). B. PERTENTANGAN (CONFLICT). CUSTOMS. LAWS). BENTUK-BENTUK SOCIAL RELATIONSHIP : KERJASAMA (COOPERATION).LAKU YG DITERIMA & DISEPA-KATI SECARA UMUM OLEH MASYARAKAT (VOLKWAYS. MORES. Hukum dan Sosiologi Hukum.

(Baca Sosiologi Moralitas. ilmuwan). Paranormal. KEBENARAN HUKUM → Normatif KEBENARAN SOSIOLOGIS → Bebas Nilai (values free) FAKTA SOSIAL KEBENARAN SOSIOLOGI HUKUM NORMA-NORMA Tidak sama dg kebenaran hukum (Baca Sosiologi Moralitas. Dukun dll). Ilmiah (pakar. Taufik Abdullah) HUKUM DAN MORALITAS (Emile Durkheim) Mayarakat KETERATURAN TINDAKAN OTORITAS Masyarakat KEPENTINGAN . Otoriter (kekuasaan) Mistik (Dewa. Taufik Abdullah) KONSEP KEBENARAN KEBENARAN : Absolut (kitab suci). Logika rasional (Pemikiran manusia = Wisdom).

KOLEKTIF KETERIKATAN KELOMPOK Disiplin Ilmu Pengetahuan Otonomi Moralitas MILIEU SUI GENERIS (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) PENERAPAN HUKUM SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) ATMOSPHERE Suasana STRUKTUR FUNGSI/TUGAS PRESSURE Desakan Pengembangan & Pemeliharaan UNITY Kekompakan LEMBAGA .

Struktur Sosial : hukum lahir scr bertahap. Law as a tool of crime. Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku masyarakat. Masa itu hk dianggap satu-satunya perekat sosial. cara berfikir kelas-2 sosial. dipaksakan olh pemegang kekuasaan. Taufik Abdullah) PERKEMBANGAN HUKUM DLM MASYARAKAT Fungsi Sosial : sbg himpunan moralitas & wahana utk mencapai cita2 sosial (Durkheim). perbuatan jahat dg menggunakan hukum sbg alatnya sulit dilacak karena diselubungi olh hk dan berada dlm hukum. dan kelompok-2 kepentingan dlm masyarakat (Weber). Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama. dipengaruhi olh kepentingan material. . Perubahan Sosial : keberadaan hukum hrs mengabdi pd kepentingan rakyat. bukan utk memecahkan masalah sosial.PENEGAK HUKUM KEPATUHAN HUKUM KEWIBAWAAN HUKUM HUKUM NGR HUKUM ADAT (Baca Sosiologi Moralitas. ideal. (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) ASPEK BEKERJANYA HK DLM MASYARAKAT SBG SARANA KONTROL SOSIAL. dan utk menekan kaum borjuis (Karl Marx). SBG ALAT KEJAHATAN. Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada. SBG SARANA REKAYASA SOSIAL.

Rijkschroeff) PEMAKNAANNYA : Interaksi Manusia mengandung tiga unsur.(Baca Ketika Kejahatan Berdaulat. Hukum memiliki daya mengatur jika scr relatif sdh dipersatukan dlm kelompok-2 sosial. baik menyangkut falsafah. dan makna (meaning). maupun jiwa yg melatar belakangi penerapan hukum. B. Hukum yg dimaksud bukan saja hukum dlm arti tertulis tetapi juga yg tidak tertulis. .R. yaitu : Tindakan (act). Hukum dan Sosiologi Hukum. apalagi dlm sistem sosial. intelektualitas. sesuatu (thing). Tbg Ronny Nitibaskara) PARADIGMA HUKUM PARADIGMA I (Pra Normatif) PARADIGMA II (Normatif) NORMAL LAW ANOMALI LAW REVOLUTION KRISIS ANOMALI BARU PARADIGMA : PANDANGAN FUNDAMENTAL TTG APA YG MENJADI POKOK PERSOALAN (SUBJECT MATTER) DALAM HUKUM NORMAL LAW dst (Baca Sosiologi.

dan dinamika sosial. Perlindungan thd HAM. organisasi formal dan sosial. 2. Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat. ideologi. B. Obyek Sosiologi hukum : karakteristik hukum masyarakat. MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI HUKUM Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dalam masyarakat. Pemaksaan itu lebih utk melindungi sistem sosial daripada hukum. Hukum dan Sosiologi Hukum.R.Hukum bersifat memaksa ttp paksaan itu bukanlah merupakan syarat utama. Rijkschroeff) NEGARA HUKUM Eropa Kontinental – Ngr Hk adl ngr yg berdiri di atas hk yg menjamin “keadilan” kpd wrg ngr nya (Aristoteles) Keadilan merupakan syarat bagi terciptanya kebahagiaan hidup utk wrg ngr dan sbg dasar ap keadilan itu perlu diajarkan rasa susiak kdp setiap manusia. Paham laissez faire laissez aller – biarlah setiap angt masyarakat menyelenggarakan sendiri kemakmurannya Dua unsur pokok ngr hukum (Imanuel Kant) : 1. kelembagaan sosial. kemanfaatanlah yang menjadi ukuran utama. (Baca Sosiologi. Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat. Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat. Adanya “pemisahan kekuasaan” Tipe Ngr Hk : Ngr Kesejahteraan (welfare State) (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) . Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif di dalam masyarakat.

Supremacy of the law. Hukum yg baik adl hukum yg dierima olh rakyat karena mencerminkan harapan rakyat. DAN SALING MEMBERIKAN SUMBANGAN DLM APLIKASI . (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) KOMPONEN YURISPRUDESIAL SOSIOLOGICAL Fokus Peraturan-Peraturan Struktur Sosial Proses Logika Perilaku Cakupan Universal Bervariasi Perspektif Partisipan Pengamat Kegunaan Praktis Alamiah Tujuan Pengendalian Keseimbangan MODEL HUKUM (Donald Black) PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS. Tiga unsur rule of law : 1. DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT. Equality befor the law (kdkn sama di dpn hk) 3. tanpa diterima olh rakyatpun hk tetap berlaku (Kelsen) Hukum berdaulat kr bersumber pada kesadaran hk rakyat.Anglo Saxon– tdk mengenal ngr hk ttp mengenal “the rule of law” – pemerintahan olh hukum (Dicey – kelanjutan dr ajaran John Locke). Hak asasi tdk bersumber pd konstitusi/UUD (penegasan)ttp sdh ada sejak manusia dilahirkan KEDAULATAN HUKUM Sbg kelanjutan dp keadaulatan rakyat. 2. SALING MELENGKAPI. Hukum berdaulat kr sifatnya imperatif.

hukum selalu diidentikkan dengan undang-undang. * SIKAP AMBIVALEN MERUPAKAN PENGHALANG BAGI TEGAKNYA HUKUM * KEKUASAAN YG TDK BERPARADIGMA HK MERUPAKAN PELUANG TERJADINYA PELANGGARAN HAM (D. Perancis. dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis. B. Belanda.L KIMBAL) (Baca Sosiologi. Hukum dan Sosiologi Hukum. . Italia. Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakanhukum baru. Hukum dan Sosiologi Hukum. B. Indonesia Bahwa hukum itu memperoleh kekuatan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Rijkschroeff) REALITAS HUKUM (Law on books & Law in action) Terjadinya perbedaan karena : Apakah “pola tingkah laku sosial” tlh mengungkapkan materi hk yg diumuskan dlm peraturan.R. Dengan kata lain. karena hakim hanya menerapkan dan menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya.R. Apakah tujuan yg dikehendaki hukum sama dg efek peraturan itu dlm kehidupan masyarakat. Adagium: “tidak ada hukum selain undang-undang”. Sistem Hukum Eropa Kontinental (Civil Law) Dari Romawi berkembang ke Jerman. Rijkschroeff) KULIAH KE 2 SISTEM HUKUM 1.(Baca Sosiologi. Putusan hakim tidak dapat mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. Apakah keputusan pengadilan sama dg apa yg diharuskan dlm peraturan.

Bersumber pada putusan hakim/putusan pengadilan/yurisprudensi. AS. Sistem Hukum Adat Bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya. Sifat: tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyang. 4. Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu hukum publik dan hukum privat. maka melalui putusan2 hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum. Subyek Hukum Adalah pengemban hak dan kewajiban. Sistem Hukum Islam Bersumber pada Al Qur’an. Sistem Hukum Anglo Saxon (Common Law) Dianut negara-negara anggota persemakmuran Inggris. Masyarakat Hukum . hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis. Sunnah Nabi. Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. Asas doctrine of precedent.Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu: Hukum Publik: Hukum Tata Negara. Hukum Administrasi Negara. Siapa saja? Orang pribadi dan badan hukum (Criminal Justice System) 2. Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan2 hukum dan menciptakan prinsip2 hukum yang baru yang berguna bagi pegangan hakim2 yang lain dalam memutuskan perkara sejenis. 3. Hukum Pidana Hukum Privat: Hukum Perdata. Hukum Dagang 2. Ijma dan Qiyas. Baca buku Hans Kelsen. Teori Umum Hukum dan Negara. Amerika Utara. Hakim berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat. Kanada.

bersifat abstrak dan memerlukan adanya relation and communication. timbal baik. meliputi: materiil dan immateriil PRANATA HUKUM HUKUM DLM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL SOLIDARITASSOSIAL KESADARAN KOLEKTIF (Collective Conscience) MEKANIS ORGANIS HUKUM REPRESIF HUKUM RESTITUTIF Masyarakat segmental Masyarakat modern (Baca Sosiologi.Kumpulan dari subyek hukum di dalam suatu masyarakat sebagai suatu sistem yang teratur dan hukum yang tercipta dalam hubungan dengan masyarakat itu sendiri. Hubungan Hukum Bisa sederajat. dan timpang 6. Peranan Hukum Terdiri dari hak (fakultatif) dan kewajiban (imperatif). Rijkschroeff) MEMAHAMI MASYARAKAT . 4. Hukum dan Sosiologi Hukum. B. Obyek Hukum Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum.R. Peristiwa Hukum Merupakan perbuatan hukum yaitu segala perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan hak dan kewajiban 5. 3.

Ada perbedaan prinsipiil antara konsep pembangunan yg dianut olh “ngr berkembang” dg pembangunan “ngr maju” (Adikuasa). Perubahan sosial adl modifikasi dlm pengorganisasian masyarakat (Persell). kerangka & jaringan. Di Ngr berkembang persoalan pembangunan adl bgm mempertahankan kehidupan sos. organisasi. metabolisme. & gaya hidup manusia yang berlangsung dlm kehidupan bersama sbg masyarakat. hub sosial. Proses penggantian nilai-nilai budaya & institusi-institusi sosial dalam konteks struktur dan organisasi masyarakat.Auguste Comte menggambarkan masyarakat : Statika Sosial : Menganalogikan masy spt “onatomi” tubuh manusia yg terdiri dr organ. Kesimpulan : Perubahan sosial mengacu pd variasi hubungan antar individu. Dinamika Sosial : Menganalogikan masy spt berfungsinya tubuh manusia. . dalam pola berfikir dan dalam pola perilaku pd wakt tertentu (Macionis). kultur dan masyarakat pd wakt tertentu. kelompok. shg pembangunan sering diartikan sbg kemajuan yg dicapai masy hanya di bidang “ekonomi” dengan tdk melihat segi moralitas manusia. proses berlangsungnya kehidupan masy (perubahan sosial) yg bersifat diakronik. Perubahan sosial adl perubahan pola perilaku. Kemajuan dimaksud terutama menyangkut segi material. utk menggambarkan pertumbuhan organik dr embrio ke arah kedewasaan. & bgm meletakkan dasar-dasar ekonomi kehidupan masy yg mampu bersaing di pasar internasional (Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan pembangunan manusia (human development) . Hal Ini = mempelajari masy dlm keadaan statis sbg pendekatan yg bersifat sinkronik. Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial PERUBAHAN SOSIAL DLM KONTEKS PEMBANGUNAN Perubahan sosial adl transformasi dalam organisasi masyarakat. lembaga dan struktur sosial pd wkt tertentu (Farley). Hal ini = mempelajari masy dlm keadaan dinamis. pernafasan. PEMBANGUNAN Kata “Pembangunan” secara umum diartikan sbg ush utk memajukan masy & warganya. menyangkut pula orientasi berfikir. sirkulasi darah dll.

Auguste Comte – Tiga tahap dlm peradaban: 1. Antara “Perubahan Sosial” dg “Pembangunan” terdapat hubungan yang bersifat : Resiprokal : saling berbalasan. Teologis & Militer : semua hub sos bersifat militer. Metafisik & Yuridis: jembatan perubahan dr bentuk masyarakat militer dg masyarakat industri. imajinasi tergeser olh hasil penelitian & konsepsi-2 teoritik. terpadu. saling bermanfaat. saling tergantung. masy/pok bertujaun menundukkan masy/pok lain. Pola Linear : Perkembangan masyarakat mengikuti pola yg pasti. majemuk. 2. 1. 2. kebijakan masih dilandasi pd imajinasi ttp mulai bergeser kearah landasan penelitian. Segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dari hasil pertentangan dua hal & yg kemudian bertentangan dg yg lain shg menimbulkan hal yg lain lagi. dan kepastian terjelma menjadi bangsa yg beradab atau sebaliknya menjadi bangsa yg primitif. Spenser : struktur sosial berkembang secara “evolusioner” dari struktur yg homogen ke arah heterogen. . 3. dan kebijakan dilandasi imajinasi. Perubahan struktur sosial sll diikuti dg perubahan fungsi sosial. semua konsepsi teoritik didasarkan pd pemikiran mengenai adikodrati. Pola Siklus : perkembangan masyarakat laksana st roda. Ilpengtek & Industri: industri mendominasi hub sosial & produksi jadi tujuan utama masy. Masy sederhana bergerak maju scr evolusioner ke arah ukuran lebih besar. Dialektika : penalaran dg dialog sbg cara utk menyelidiki suatu masalah. juga saling mengisi atau saling mengurangi.Di Ngr maju (adikuasa) persoalan pembangunan adl bgm melakukan ekspansi lebih lanjut bagi kehidupan ekonominya yg sdh mapan. penelitian tdk dihargai. kadang di atas kadangkala turun ke bawah. POLA PERUBAHAN SOSIAL Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial Unlinear : perkembangan masyarakat tidak selalu menuju kearah kemajuan tetapi bisa juga ke arah kemunduran (primitivisme).

Difusi dll). dewasa. Involusi. MENGAPA TERJADI PERUBAHAN. (Kesenjangan budaya. Perburuhan. tua. Modernisasi). Reformasi. Aborigin dll). (Evolusi. Revolusi dll). Polarisasi. berkembang kemudian lenyap. Erosi Kepemimpinan dll). Romawi. KEMANA ARAH PERUBAHAN. dan akhirnya punah ( contoh : bangsa Yunanai. berkembang & pudar laksana gelombang yg muncul mendadak. FAKTOR APA YG TERKANDUNG DLM PERUBAHAN.Oswald Spengler : kebudayaan tumbuh. Demoralisasi. (Inovasi. Invensi. Peranan Keluarga dll). Indian. MASALAH YG MENJADI PERHATIAN DLM PERUBAHAN SOSIAL APA YANG BERUBAH. Pembagian Kerja. (Tradisional. Disorganisasi. BIDANG-2 YG TERKAIT DLM PERUBAHAN SOSIAL PELEMBAGAAN PERUBAHAN KEYAKINAN SENTIMEN/PERASAAN TEKANAN/STRESS KETEGANGAN/STRAIN GOAL (Pencapaian tujuan) ADAPTATION . (Kependudukan. atau laksana tahap perkembangan seorang manusia melewati masa muda. BAGAIMANA KECEPATAN DARI PERUBAHAN.

(Penyesuaian) PERSONAL INDIVIDU INDIVIDU KOMUNIKASI SOSIALISASI KONTROL SOSIAL PERINGKAT SOSIAL STATUS/PERANAN KEKUASAAN FASILITAS INTEGRATION (MempersatuKan) FORMAL SOSIAL ORGANISASI BOUNDARY MAINTENANCE/ TAPAL BATAS/ ARAH SYSTEMIC LINKAGE/ .

PEREKATAN TUJUAN SISTEM SOSIAL NORMA SANKSI LATENCY (Membentuk pola perilaku) BUDAYA MASYARAKAT PROSES UNSUR-UNSUR FUNGSI STRUKTUR DIMENSI Baca: buku Sosiologi Sistematik EKONOMI TRADISIONAL FOKUSNYA ADL : Proses sosial yg memungkinkan elit ekonomi & politik mengelola alokasi sumberdaya produksi PERAN KEKUASAAN DALAM KEPUTUSAN EKONOMI MRPKN PIJAKAN UTAMA. EKONOMI MODERN FOKUSNYA ADL : .

POLITIK (ORIENTASI KEKUASAAN) EKONOMI (ORIENTASI PROVIT) SOSIAL (ORIENTASI MORAL) PEMBANGUNAN (ORIENTASI MATERIAL) INTERFACE DALAM PERUBAHAN SOSIAL PERUBAHAN SOSIAL PERKEMBANGAN TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOSIALIS LIBERALISME MASHAB KLASIK Free fight compatation Invisible hand devision of labour spealization KEHANCURAN . baik oleh lembaga swasta maupun pemerintah utk mempertahankan/memperbaiki “standar kualitas hidup manusia”.Alokasi efisien atas sumberdaya produksi scr berkesinabungan dg memperhatikan mekanisme sosial politik.

EROPA (Trickle Down Efect) ROSTOW SUKSES NEGARA-2 ASIA AFRIKA AMERIKA LATIN GAGAL FAK INTERNAL .EKONOMI LEPASNYA PAHAM MANUSIA DALAM IKATAN-2 KOLEKTIF MENUJU INDIVIDUALISM WELFARE STATE DEMOKRATISASI POLITIK CHECKS & BALANCES PERKUATAN KEKUASAAN YUDICEEL AMERIKA SERIKAT BANTU → NEGARA.

FAK EKSTERNAL MUNCUL NEGARA PHERY-PHERY (NGR PINGGIR) METROPOLITAN (NGR PUSAT) KETDK SEIMBANGAN EKONOMI NGR BERKEMBANG DG NGR MAJU EKSPLOITASI NGR MAJU THD NGR BERKEMBANG COMPARATIVE ADVANTAGE PSIKOLOGI – VIRUS N’ACH KEBUD SPIRIT KREATIFITAS RASIONAL KETERGANTUNGAN SUATU NGR KPD NGR LAIN AWAL PERKEMBANGAN → EKONOMI POLITIK EKONOMI PEMBANGUNAN KESEIMBANGAN DLM .

masing-2 berusaha merebut kekuasaan. legislatif & yudikatif Krisis kekuasaan yudiceel yg disebabkan oleh jumlah gol semakin membesar. .PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PEMBANGUNAN POLITIK DALAM HAL : NEGARA BANGSA NEGARA KESEJAHTERAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (UNDP) KEAMANAN MANUSIA (HUMAN SECURITY) FAKTOR PENYEBAB SELESAI PD I & II AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL (Abad ke-20) Jumlah penduduk dunia meningkat sangat tinggi Tuntutan bangsa untuk merdeka meningkat Polarisasi kekuasaan berkembang meluas Berkembangnya organisasi & oligarkhi menuntut perluasan spesialisasi Bertambah lebar jurang pemisah antara yang memerintah dg yang diperintah Hilangnya keseimbangan antara kekuasaan eksekutif.

PERGESERAN SISTEM HUKUM CIVIL LAW (Eropa Kontinental) Peranan ngr dlm pembuatan UU dominan Hk tertulis sbg andalan bagi kepastian hk CAMMON LAW (Anglo Saxon) Hk tertulis & konvensi Mendapat tempat yg penting Hakim dpt membuat hk mll Vonis-2 tanpa hrs terikat pd hk tertulis Keadilan diutamakan ORIENTASI CAMMON LAW CIVIL LAW KOMPONEN PEMBUATAN FUNGSI PELUANG Partisipatif dg mengundangkan seluas-luasnya parmas baik scr individu maupun kelompok Aspiratif. shg kekuasaan yudiceel dipengaruhi oleh kekuatan-2 dominan dlm masyarakat (politik.Perundang-undangan yg lambat mengantisipasi. kecuali hal-2 teknis Sentralistik karena pembuatannya lbh banyak ditentukan olh lbg-2 ngr trtm pemerintah .sip scr rinci & ketat shg tdk dpt diinterpretasikan scr sepihak olh pmrth. memenuhi kehendak masyarakat yg dkontestasikan scr demokratis Limitatif karena memuat kttn prin. ekonomi).

dmn interpretasi sekedar menyangkut hal-2 teknis MASYARAKAT ALIH-ALIH PELEMBAGAAN HUKUM GOVERNMENT POLITIC (Subyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION NORM (Obyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION SANCTION (Internalisasi) ALL OTHER SOCIETAL ALL PERSONAL FORCE STATE Rule Occupation (Baca Sosiologi. Hukum dan Sosiologi Hukum.R. B. Rijkschroeff) FEED BACK PERUBAHAN SOSIAL vs NETRALITAS HUKUM TUJUAN HUKUM KEADILAN SOSIAL KEBENARAN .Positivis instrumentalis dlm arti isinya lbh mencerminkan kehendak atau alt justifikasi atas program yg akan dilakukan pmrth Interpretatif krn hanya memuat mslh-2 pokok utk ditafsirkan dg prtn rendah yg dibuat olh pemrth.

. Folkways. Manajemen lembaga. Pengorganisasian lembaga. Peranan lembaga. Fungsi lembaga. PERMASALAHAN SOSIAL MENYANGKUT : Sistem kelembagaan.KEMANFAATAN SOSIAL ARUS POLITIK GLOBAL PEMBANGUNAN NAS PERUBAHAN SOSIAL MASALAH SOSIAL NETRALITAS HUKUM KEBERFIHAKAN HUKUM MASALAH SOSIAL Masalah sosial adalah penyimpangan perilaku individu maupun lembaga di dalam masyarakat sebagai akibat dari kebijakan atau penerapan kebijakan tidak tepat dalam mengelola masyarakat sehingga menimbulkan patologi sosial. Sarana dan prasarana. Mores.

lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Keller) Berita yg menyebar secara cepat. dan kebuasan eksploatasi sumber daya alam Marginalisasi hak hidup warga asli/suku terasing Rakyat kecil dipakai untuk mendukung politik massa Rakyat kecil di pelosok terperangkap dalam tarik-ulur politik lokal Kehidupan ekonomi kian mahal dan sulit DESAS-DESUS (Horton & Hunt. kaburkan tujuan. Kornblum. Keller) Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. Menarik ketika terjadi ketegangan sosial. Kornblum. dr persoalan moral hingga mslh kenegaraan. Tersebar karena orang perlu & suka. Smelser. PANIK (Horton & Hunt. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Dpt merusak nama baik (reputasi). Light. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda.Customs & Law Bentuk-2 Permasalahan Manipulasi sentimen etnis dan agama untuk kepentingan elit politik Lingkungan hidup rusak akibat diskriminasi dlm peruntukan tanah. Smelser. . Light.

Contoh: Gerakan demo. Aksi ini merupakan tindakan politik yang bukan merupakan tindakan kekerasan dengan tujuan untuk mengubah hukum atau kebijakan pemerintah. hedonisme dll CIVIL DISOBEDIENCE (Horton & Hunt. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. konsumerisme. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Awal mula gerakan dilakukan olh suatu kelompok yg merasa tdk puas thd suatu keadaan. penyaluran kegagalan. Kornblum. korupsi yg parah. Kornblum. Reformasi 1998). “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. (KAMI 1966. gerakan revolusioner. ketidakadilan. gerakan reformasi. disertai dengan kesediaan menerima sanksi hukum. Keller) Perilaku masa yang melakukan kegiatan secara berkesinabungan untuk menunjang atau menolak kebijakan yg dianggap merugikan masyarakat atau kelompok. Smelser. Light. Faktor pendorong: kemiskinan. gila materi & jabatan. gerakan utopia. Keller) Pembangkangan sipil adl penyimpangan hk secara umum dan terbuka karena terdorong oleh kata hati serta pandangan moral. Pembangkangan sipil disebabkan kr muncul-nya kasus-2 yang berkaitan dengan adanya perasaan kurang puas atas sistem hukum yang tidak adil. individualisme. gerakan ekspresif.Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. pribadi kecewa. GERAKAN SOSIAL (Horton & Hunt. kekejaman. Light. terarah dan terencana selanjutnya terorganisasi. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. Smelser. Semula bentuk gerakan tidak terorganisasi. Aksi tsb merupakan teknik paksaan tanpa paksaan yang menggunakan tuntutan dr sejumlah orang yang rela menderita demi menegakkan suatu pandangan moral. atau mereka yg merasa hidup kurang berarti. .

Citra kaku tentang suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. Social disobidience = Paksaan tanpa kekerasan (nonviolent coercion) sbg teknik perlawanan (non resistance) atau perlawanan pasif (pasif resistance). disiplin. Dengan kata lain tuntutannya benar-benar utk kepentingan bangsa dan negara. kesenjangan (deprivasi). ketidakmampuan menyesuaikan diri (malajusment theory). Pelacuran STEREOTIPE Kesan (pandangan salah. Kejahatan. Teori dasar: ketidakpuasan (discontent theory). Kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang besifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif. Inter-dependensi antara disorganisasi sosial dan lingkungan budaya yg buruk merupakan rangsangan bagi orang normal menjadi sakit sosial (sosiopatik). solidaritas kekeluargaan. hidup rukun bertetangga. Narkotika. PATOLOGI SOSIAL Semua tingkah laku yg bertentangan dg norma kebaikan. stabilitas lokal. Stereotype mungkin ada benarnya. Cara ini umumnya berlaku di negara-negara demokrasi di mana para pelaku telah memiliki kesadaran cukup tinggi dlm hidup bernegara. pola kesedarhanaan. disorganisasi sosial. tetapi tidak seluruhnya benar. prasangka) tentang ciri-ciri tertentu (khusus) kelompok luar yang telah diterima secara luas oleh masyarakat. Perkembangan tdk seimbang dr macam-2 bag kebudayaan. kebaikan dan hukum formal (Penyakit Masyarakat). hingga disintegrasi sosial. shg melahirkan kesenjangan sosial. Pembangkangan sipil bisa mencapai tuntutan yang dikehendaki apabila memiliki disiplin diri yg kuat dari para pelaku. Alkoholisme. Bentuknya : Kemiskinan. Pelacuran. Sasarannya ialah membangkitkan perasaan simpati masyarakat dan mempermalukan partai dominan agar partai dominan mau membuat kelonggaran. kelambatan kultural (cultur lag). moralitas. .Pembangkan sipil diilhami oleh pemikiran bhw keadilan yg berlaku di masyarakat hanya untuk golongan tertentu saja dan kurang memperhatikan golongan yang lain. Perjugian. dan tdk mengarah ke tindakan kekerasan. hak milik.

berlaku scr konsisten. dan tersingkir dlm kehidupan. sedangkan cara baru belum ada. tanpa perhatian. ketidakberdayaan. keterpencilan.ALIENASI Keterasingan. ketidakberartian.l kesenjangan dlm kesejahteraan. tidak ada sanksi yg efektif. Cara menerapkan nilai lama tidak sesuai dg perkembangan. pendidikan. Bentuk a. tanpa arti. ketidakseimbangan diri Keterasingan diri atas karyanya di dlm masyarakat atau kelompok. tanpa daya. terisolasi. POLARISASI Proses terjadinya dua lapisan dlm masyarakat (lapisan atas dan lapisan bawah) yang menunjukkan perbedaan sikap dan kemampuan dalam merespon (menyerap) ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil-hasil pembangunan sedemikian rupa. ANOMALI Anomali adalah proses penyimpangan fungsi-fungsi lembaga dalam masyarakat yg tdk segera diperbaiki peranannya sehingga menimbulkan kegalauan atau keadaan anomi. INVOLUSI . dan digunakan sebagai pedoman sikap & perilaku oleh warga masyarakatnya. Nilai-nilai lama telah ditinggalkan sedangkan nilai baru belum terbentuk. Bentuknya berupa pelanggaran thd norma-norma sosial yg tlh melembaga atau mapan. merasa rendah diri. ANOMI Kondisi sosial yg tidak memiliki seperangkat nilai & sistem penerapannya yang diyakini benar. disertai perasaan tanpa norma. akses dlm berpolitik dll. sehingga menimbulkan kesenjangan dlm kesejahteraan dan kemampuan kedua lapisan tersebut. tanpa kemampuan. & tidak melakukan perubahan scr substansial cara utk mengatasi masalah.

dlm konteks mekanisme daya tahan masyarakat (defence-mechanisme). di sisi laian melemahnya nilai ketauladanan dan rasa tanggungjawab) Patron sbg pengaruh dr orientasi materi yg menonjol. anarkhi di masyarakat dalam menghadapi setiap kebijakan yg dianggap tidak selaras dengan pendapat umum CRIME Crime is societal problem not criminal justice problem (Radcliff Brown). materi dan panik EROSION PATRON-CLIENT Pengikisan hubungan ketergantungan antara Klien (yang dipimpin. agresif. lembaga-lembaga. Criminal Organization : Suatu organisasi yg didirikan oleh . peranan-peranan. fungsi-fungsi. kepekaan sosial menghilang. kebanggan hanya pada lambang-lambang kesuksesan. Bentuknya berupa peningkatan teknik melangsungkan kehidupan atas dasar ketertutupan (exclucivisme). Konsep kejahatan sering dilihat dr aspek kegarangan tindakan (Feloni = kejahatan serius. Misdemeanor = kejahatan yg kurang serius) Organized Crime : Suatu tindak kejahatan yg dilakukan oleh sekelompok orang scr sistematis (modus operandi). KRISIS Krisis adl proses melemahnya daya pengikat sosial berupa nilai-nilai. Pemimpin) disebabkan oleh menguatnya nilai kesadaran rasional di satu sisi. persepsi sosial menjadi kabur. hingga sikap sosial mengalami dehumanisasi. mekanisme. dilindungi. Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok (Thomas). kemerosotan kebudayaan kr ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kehidupan sosial sudah mencapai bentuk yang pasti. tata-cara hidup dalam masyarakat Bentuknya berupa kontradiksi-kontradiksi sikap dan tindakan dlm bentuk arogan. anggota) terhadap Patron (Pelindung. mabuk kekuasaan. justru terus berkembang hingga menjadi semakin rumit. Pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran (Garofalo). serta berfikir dan bertindak scr ekonomis. namun tidak berhasil diseimbangkan atau diubah menjadi suatu pola baru. brutal. status-status.Involusi adalah kemunduran.

kejahatan yg bersumber dr tekanan psikologis akibat kerja berat & diburu wakt. minuman. 3) perbudaan dll. diplomatic bag dll). debt collector). Penyalahgunaan credit card. menggunakan akumulasi kekuasaan State Organized Crime : tindakan yg menurut hk ditentukan sbg kejahatan & dilakukan olh pejabat pmrth dlm menunaikan tugas dr negara Crime againts humanity : 1) kejahatan perang. Cyber crime (kejahatan maya. memiliki keanggotaan tetap. Pasar gelap (black market) barang-2 terlarang spt makanan. memiliki aksi kejahatan yang berkelanjutan. transpotasi (kapal curah. cargo air transportation. memanfaatkan teknologi komunikasi. pemalsuan restitusi pajak. TERORISME . pecurian pulsa telp. maupun yg tertahan di pelabuhan tujuan. 2) pembersihan etnik (genocide. Pemalsuan merk dagang terkenal & pembajakan hak paten. KEJAHATAN PD MASYARAKAT INDUSTRI Penyelundupan (smuggling) sbg bentuk kejahatan konvesional yg berdimensi baru. Penyebaran hama & penyakit mll bahan makanan import kadaluarsa. Kejahatan asuransi.para penjahat utk mengoptimalkan pencapaian tujuan (punya struktur organisasi yg jelas. menggunakan peralatan teknologi. drug mll pengemasan & peredaran yg tdk konvensional (pembuangan limbah 3B. money laundry. baik berasal dr ngr pengeksport yg kondisi alat angkutnya buruk. Pelecehan sex dan child abused. Penggelapan pajak. container.

Berlindung di balik jabatan.Strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kekerasan atau ancaman kekerasan utk memaksa pemerintah. CRIMINAL LAWYER . mendukung revolusi. 2. Digunakan olh kelompok yg hanya memperoleh dukungan kecil. Kecenderungan para penegak hukum untuk mengarah ke upaya memperluas atau mempersempit pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak pembuat peraturan hukum dan ketetapan tersebut. Akibat yg ditimbulkan meluas. mengacaukan stabilitas pemerintahan. 5. Kegiatan tdk sah tanpa menggunakan kekerasan scr langsung teruama menyangkut penipuan. JUDICIAL CRIME Kejahatan yang dilakukan olh aparat penegak hukum dlm konteks jabatan & kekuasaan untuk menetapkan seseorang atau sekelompok orang salah atau tdk bersalah dg cara menyimpangkan perkara dari tujuan hk shg menguntungkan diri sendiri & merugikan fihak lain yg berperkara serta merusak tatanan hukum. JUDICIAL ACTIVISM Hakim yg mengembangkan atau memperluas pengertian hukum dan peraturan konstitusi yang berlaku dengan menggunakan interpretasi hukum menurut pendapatnya sendiri. penyesatan. WCC menggugurkan teori yg menyatakan pelaku kriminal adl orang-2 yg berasal dr kelas sosial & ekonomi rendah. tetapi memiliki keyakinan yang teguh atas kebenaran tujutannya. 3. WHITE COLLOR CRIME Ciri-2 WCC menurut Laura Snider : 1. Menguntungkan diri sendiri maupun kelompok. 4. penyembunyian informasi. dan balas dendam. penguasa & rakyat dengan menimbulkan rasa takut. penggelapan dan manipulasi. Label yg mengandung pesan moral & politik utk kejahatan yg dilakukan olh orang-2 yg memiliki kedudukan sosial tinggi & terhormat dlm pekerjaannya (para pengusaha & eksekutif). Berbagai tujuan terorisme : menarik perhatian dunia. Dilakukan dlm konteks sindikat. Dilakukan dlm konteks kewenangan.

mengatur pertemuan yg bersifat tersembunyi. mempengaruhi polisi. Juga menakuti saksi. Keamanan kesehatan. Keamanan perempuan. Human security sbg Sistem keamanan yg Berlawanan dengan Sistem State sesurity PENDEKATAN DLM KEAMANAN MANUSIA : • • Pengusangan perang.Aktivitas lawyer yang menjadi langganan pelanggar hukum baik perorangan maupun terorganisir. dg cara menyuap aparat gakkum. Keamanan hak cipta. jaksa maupun hakin dlm membuat berita acara. Keamanan keluarga & Kediaman. Masyarakat melakukan upaya penegakan hukum menurut pandangan & cara-cara mereka sendiri. Keamanan harta milik. mengaburkan peristiwa/perkara mll mass media. EXTRA JUDICIAL CRIME Lembaga yg terbentuk kr ketidakpuasan masyarakat atas kinerja para penegak hukum. Masyarakat mengganggap tindakannya mrpkn tindakan suci (mahatma) & mrpkn hk positif. hingga mengancam keselamatan hakim. Keamanan pendidikan. Keamanan perjalanan. Keamanan informasi. Anak dan lansia. Masyarakat tdk mempercayai integritas moral para penegak hukum kr aparat tlah melakukan penyalahgunaan wewenang & memberi perlindungan thd praktek-2 kejahatan. Keamanan hak-hak manusia. Pekerjaannya : merekayasa alibi. menuntut hingga menyidangkan perkara. Pengusangan kekerasan. . HUMAN SECURITY (Keamanan Manusia) MULTI FASET KEAMANAN MANUSIA : • • • • • • • • • • • • • Keamanan kultural & agama. Keamanan kerja. Keamanan makanan. Jiwa & bencana.

kendaraan. . pekerjaan. tawar-menawar secara kolektif (collective bargaining) Biaya pemerintahan (government budgeting). ekonomi & hukum (peradilan) Keadilan hukum.• • • • • • • • Demokratisasi politik. inflasi. Penyelesaian konflik scr damai. air. kunci. Hak manusia dg relativism kultural. TANTANGAN KEAMANAN MANUSIA MASA DEPAN : • • • • • • • • • • • • Pangan. usia lanjut. senjata api. Hak intelektual. Terorisme. Akutansi. Informasi. harta. foto kamera). INDUSTRI KEAMANAN : • • • • • • Asuransi (pendidikan. Trans-nasitional crime. Perpecahan keluarga. jaga malam. Keseimbangan biomassa. tanah. mata elektronik. Pengawalan. Detektif swasta. Kesehatan. Praktek dokter. Kemiskinan mayoritas. rumah. Perubahan umur kerja. Ekologi. patroli. alarm. udara. Radikalisasi agama. PROBLEM SOSIAL MASA KINI (Makro) Upaya mempersenjatai diri dan upaya mengurangi persenjataan (armament and disarment) Masalah Hak Asasi Manusia Alih teknologi. Ekoteknologi. Pengamanan fisik (pagar. Multikulturalisme & multirelijionisme. kecelakaan. Pelestarian lingkungan. perjalanan). Bencana alam.

ras. gender. Restrukturisasi sosial (social restructuring) Keikutsertaan buruh dalam mengelola perusahaan. mengelaurkan pendapat dll) Pembagian waris bagi wanita. juga dalam hal penentuan kebijaksanan (codetermination) serta keterlibatan buruh dlm manajemen (worker’s self management) Hak atas non-diskriminasi (atas dasar jenis kelamin.Inovasi kelembagaan (institutional innovation). seperti lapangan kerja. Perubahan tata-nilai dlm kesenian (musik). kebangsaaan dst) Perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan dalam bidang khusus. Hak sipil dan politik lainnya (berkumpul. Alokasi & peruntukan tanah. sistem peradilan dll Kebebasan vs kekerasan. dll KONFIGURASI PROBLEM SOSIAL PROBLEM MAKRO STRATEGIS PROBLEM MESSO TAKTIS PROBLEM MIKRO TEKNIS GRAND THEORY MIDDLE RANCE THEORY LOWER THEORY . Perkawinan sesasama jenis. dan /atau kemampuan melahirkan anak.

KULIAH KE 3 ANALISIS MASALAH Analisis merupakan kegiatan akal budi dlm rangka memecahkan masalah dan berupaya utk memperoleh jawabannya. Fungsi Lembaga Arbritase. Perbankan. Masalah Messo : • • • Sistem Penegakan Hukum. Kepailitan Perusahaan. Masalah Kemakmuran. 2. Analisis problematik – kombinasi dari analisis teoretis dan analisis praktis untuk mencari jalan keluar secara sistematis dlm konteks pemecahan mslh empiris. 3. . Jenis analisis : 1. Masalah Mikro : • • • • • • Persaingan Usaha. Analisis teoretis – suatu kajian untuk mengubah/menambah/ mengembangkan pengetahuan. Analisis praktis – suatu kajian untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan suatu masalah.MASALAH KELEMBAGAAN MASALAH ORGANISASI MASALAH INDIVIDU Masalah Makro : • • • Masalah Keadilan. Perlidungan konsumen. Peranan lembaga. Dalam hal ini menempatkan proses dan problem dalam konteks sebagai suatu sistem. Masalah Keamanan. Sistem Kepolisian Nasional. Perlindungan wanita.

Hasilnya disebut argumentasi. Induksi. Analisis yuridis – cara berfikir yg terpola & terarah pd sistem kaidah hukum positif dan kenyataan di masyarakat. Abduksi. . Argumen abduksi = berdasarkan sebuah kenyataan konkret yg dipandang sbg problematika. 3. Secara teknik dijabarkan ke dalam enam langkah : Memaparkan selengkap mungkin fakta dari suatu peristiwa yang menimbulkan masalah. Deduksi. Tujuannya utk memelihara stabilitas dan prediktabilitas (menjamin ketertiban dan kepastian hukum). serta utk menyelesaikan kasus scr imparsial.4. Penalaran adalah proses berfikir dari premis ke premis utk mencapai kesimpulan. 2. disugestikan ke sbh aturan umum utk menyelesaikan kejadian khusus ttt. Mengidentifikasi sumber hukum yang aplikabel. Prosesnya membanding-bandingkan sejumlah kejadian atau fakta. adil dan manusiawi. Bentuk dasarnya adl silogisme. Hakekatnya merupakan penerapan premis umum pada premis khusus atau premis mayor pada premis minor. Jenis-2 Argumentasi : 1. Argumen deduksi = mengeksplisitkan kesimpulan yg sdh ada dlm premis-2 scr tersirat. Penalaran yuridis adalah proses suatu berfikir dalam rangka mengidentifikasi hak-2 dan kewajiban-2 spesifik dari orang-2 tertentu. obyektif. selanjutnya berdasarkan kesamaan-2 dan perbedaan-2 menarik kesimpulan umum. Argumen induksi = berdasarkan premis-2 khusus utk menarik kesimpulan umum.

fenomena merupakan “titik awal” dalam upaya mendapatkan informasi-informasi dan dijadikan suatu hal yang ingin diketahui. Menerapkan struktur aturan-2 pada fakta yang relevan utk menetapkan hak-2 dan kewajiban-2 yang diciptakan olh fakta tersebut dg mengacu pada kebijakan yang melandasi aturan-2 tersebut. Fenomena ini merupakan gejala atau kejadian yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Menelaah fakta yang diperoleh utk memilah. dan lain-lainnya. pengamatan. Hasil dari suatu penelitian berupa fakta-fakta yang diungkapkan dalam bentuk proposisi-proposisi. baik berupa teori. . Dalam kegiatan kajian terhadap suatu masalah. Dengan kata lain konsep itu penyederhanaan dari fenomena KONSEP Data merupakan bentuk jamak dari datum. Jadi konsep adalah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari suatu fenomena. Data dapat berupa data kualitatif yaitu yang tidak berbentuk angka yang diperoleh dari wawancara. mengandung. data diartikan sebagai keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis). Jika intelek (akal budi) manusia mengangkap atau melihat sesuatu. Dengan demikian fenomena-fenomena yang ingin diketahui akan terjawab setelah diperoleh fakta-fakta. FENOMENA Kata konsep berasal dari kata latin concipere yang berarti mencakup. mengambil. maka buah atau hasil dr tangkapan tersebut disebut konsep. Mensintesiskan aturan-2 hukum yang aplikabel ke dlm suatu struktur koheren yang di dlm nya aturan yang lebih spesifik dikelompokkan ke bawah aturan yang lebih umum. maupun kuantitatif berbentuk angka yang diperoleh dari penjumlahan atau pengukuran. hukum. atau menangkap.Menganalisis sumber-2 hukum utk menetapkan aturan-2 yang aplikabel & kebijakan (policy. menstrukturkan dan mengkualifikasi fakta yang relevan shg tampil peristiwa hukumnya. Konsep dinyatakan dalam sebuah kata atau kalimat. misalnya gejala-gejala atau kejadian alam. Dalam bahasa Indonesia. tujuan kemasyarakatan) yang melandasi aturan-2 tersebut. sehingga arti konsep sebenarnya adalah tangkapan. Proses berfikir yuridis – Penalaran hukum = legal reasoning = argumen yuridis Fenomena adalah hal-hal yang dapat dilihat dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah. digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. dalil. Fenomena itu kemudian diabstraksikan dengan konsep-konsep yaitu istilah atau simbolsimbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. Kata bendanya adalah conceptus yang berarti tangkapan.

l : Pendapat yg dikemukakan sbg keterangan mengenai suatu peristiwa. Keabsahan hasil pengujian itu tergantung pada kebenaran dan ketepatan data serta kecermatan analisis data. Asas atau hukum scr umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Seperangkat premis yg berhubungan scr logis baik linear maupun tdk linear dan dinyatakan scr sistematis utk menjelaskan gejala-gejala empiris. teori ttg hukum dagang. data digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau paradigma. Dalam suatu kajian. teori tentang pembentukan negara. PREMIS Rangkaian pernyataan mengenai hubungan antara dua atau lebih konsep. Dengan demikian jika hipotesis atau paradigma dinyatakan benar setelah diuji secara empirik. FAKTA TEORI Teori memiliki beberapa pengertian a.Jadi data adalah keterangan atau hasil dari pengamatan/ pengukuran baik berupa nilainilai maupun angka yang biasa dijadikan sebagai bahan dasar kajian atau analisis. atau sesuatu yg benar-benar terjadi. dan meramalkan fenomena. Misalnya. Misalnya teori ttg mengendarai mobil. Fakta merupakan bentuk jamak dari factum. berarti peristiwa. teori tentang kejadian bumi. yg tidak perlu dibuktikan kebenarannya namun dpt diterima scr ilmiah (logis). bukti atau berita yg merupakan kenyataan. Seperangkat konsep yg berhubungan satu sama lain yg menggambarkan st fenomena dlm hubungan scr kausalitas dg tujuan utk menerangkan. Contoh Jika mahasiswa Universitas Jayabaya pernah mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain. maka hubungan-hubungan informasi yang diprediksikan menjadi penyebab masalah benar. TEORI FUNGSIONAL . DATA Fakta berasal dari bahasa latin factum. artinya hubungan-hubungan tersebut benar-benar terjadi dan suatu peristiwa terbukti kebenaranya berdasarkan fakta. maka mereka cenderung belajar secara aktif sehingga prestasinya cenderung lebih tinggi.

Lower Theory ANOMI . Konflik sosial merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang menyangkut masalah ekonomi. Dahrendorf. menakutkan namun syarat bagi suatu perubahan. kekuasaan. Grand Theory Teori-teori Under Control atau teori-teori untuk mengkaji perilaku jahat seperti teori Disorganisasi Sosial. Teori-teori Kultur. Galtung. Jika dalam pengelompokan membagi nilai dengan norma-norma yang sama. teori Konflik Kelompok dan teori Marxis. Parsons. meresahkan. Teori ini secara umum membahas mengapa ada orang melanggar hukum meskipun kebanyakan orang tidak demikian. Coser. H. T. teori Netralisasi dan teori Kontrol Sosial. Weber. Status dan Opportunity seperti teori Status Frustasi.(Durkheim. Dalam masyarakat seperti itu terdapat pengelompokan intermedier atas lembaga-lembaga kemasyarakatan. teori Kultur Kelas dan teori Opportunity yang menekankan mengapa adanya sebagian kecil orang menentang aturan yang telah ditetapkan masyarakat di mana mereka tinggal. Konflik dpt menimbulkan keadaan tidak enak. Spenser) Kohesi sosial dalam masyarakat : Di setiap masyarakat senantiasa dijumpai suatu keterkaitan (kohesi). Comte. Karl Maarx. Simmel. maka masyarakat memiliki aturan dalam pergaulan hidup. Slotkin) Konflik merupakan fenomena yg normal dan natural. Teori Over Control yang terdiri dari teori Labeling. Teori ini lebih menekankan kepada masalah mengapa orang bereaksi terhadap kejahatan. ras. keyakinan agama. menegangkan. Grand Theory TEORI KONFLIK (Hobbes. M. sehingga mereka mengindahkan nilai-nilai dan norma pergaulan hidup tersebut. sehingga di dalamnya ada semacam struktur tertentu. di mana orang-orang mempunyai ikatan erat dalam pengelompokan intermedier. A.

ttp dilandasi olh sistem stratifikasi berdasarkan kekuasaan dan wewenang. Meraka juga menginginkan utk mengubah sistem melalui social disobidien (pembangkangan sosial). pecandu narkoba hingga puncaknya bunuh diri. karena tidak ditaatinya aturan-aturan yang telah mapan (aturan lama ditinggalkan sedangkan aturan baru belum ada). Retreatism (penarikan diri) yaitu keadaan di mana warga masyarakat melepaskan tujuan budaya sukses dan sarana-sarana sah. (R. sehingga keadaan menjadi galau atau membingungkan. namun beralih menggunakan sarana baru jika menemui halangan terhadap cara yang digunakan untuk mencapai kesusksesan. Ritualism (tatacara keagamaan) yaitu keadaan di mana warga masyarakat yang telah menerima tujuan dan sarana-sarana baru. . mereka melanjutkan pencapaian tujuan hidup dan percaya atas legitimasi sarana-sarana konvensional dengan mana kesusksesan akan dicapai. Rebellion (pemberontakan) yaitu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak. Masyarakat meredakan ketegangan dengan menurunkan skala aspirasi sampai pada batas yang bisa mereka capai daripada mengejar tujuan budaya kesuksesan yg hanya ilusi. Di sisi lain meskipun masyarakat memiliki sarana yang terbatas tetapi tidak melakukan penyimpangan. akan tetapi tdk terjadi perubahan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. orang sulit manangkap apa yang diharapkan dari orang lain baik untuk bersikap maupun bertindak.K. Conformity (menyetujui) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menerima tujuan dan sarana-sarana baru (legitimate mean) yang berkembang di masyarakat karena ada tekanan sosial. kehidupan menjadi seolah-olah tanpa pedoman.(Emile Durkheim) Anomi adalah keadaan deregulation dalam masyarakat. namun saranasarana baru tidak kunjung diadakan. Warga masyarakat mulai menyesuaikan diri dari menurut cara-cara sendiri.MERTON) Innovation (pembaharuan) adalah keadaan di mana tujuan dalam masyrakat diakui dan dipelihara. berusaha untuk mengganti atau mengubah seluruhnya. Masyarakat masih ada yang percaya dengan cara-cara lama untuk mencapai tujuan. EXCHANGE THEORY (Peter Blau) Premis-premisnya : Pertukaran sosial tidak simetris. misalnya dengan mabok-mabokan.

4. 3. Sebagaimana acuan. karena setiap pertukaran salalu diikuti oleh pamrih atau balasan. status yg rendah ditentukan olh status yg tinggi. Pendidikan terhadap seseorang untuk melakukan pengekangan keinginan (impulse). TEORI KONTROL SOSIAL (Nye) Menurut Nye. proses sosialisasi yang adequat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuensi. Harus ada kontrol intemal maupun ekstemal. TEORI KONTROL SOSIAL (Reiss) Lahirnya teori Kontrol Sosial dilatarbelakangi oleh tiga aspek perkembangan dalam masyarakat : (1) Adanya reaksi dari teori labeling dan konflik yang dilandasi tingkah laku kriminal. TEORI LABELING (Micholowsky) . Ketaatan thd hukum (law abiding). teori ini kurang menganalisis masalah kriminal dan hanya mengarah pada subyek perilaku menyimpang. (2) Munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu telah mempengaruhi hukum menjadi lebih pragmatis serta berorientasi pada sistem. khususnya terhadap tingkah laku remaja. yakni self report survey. manusia diberi kendali supaya tidak melakukan pelanggaran. Manusia diberikan kaidah-kaidah supaya tidak melakukan pelanggaran.Perbedaan status dlm masyarakat berakibat adanya perbedaan transaksi dalam pertukaran antar warga. kontrol intemal dan ekstemal harus kuat utk membangun ketaatan terhadap hukum (law-abiding). 2. Legitimasi pemimpin dlm masyarakat tdk menjamin para anggota merasa puas thd kepemimpinannya. dan (3) Teori Kontrol Sosial dikaitkan dg teknik penelitian. Dalam organisasi hubungan yg asimetris dilestarikan melalui kekuasaan yg memaksa. Kekuasaan dan otoritas dalam masyarakat sangat tergantung pd hasil perbandingan cost dan reward yg menguntungkan semua pihak. Proses sosialisasi yang ade quat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuen. Premis teori Kontrol Sosial : 1. selain itu. atau memahami apa yang diharuskan olh pimpinan.

5. DIFFERENTIAL ASSOCIATION THEORY (Edwin H. . (2) Predikat kejahatan dilakukan oleh kelompok yang dominan atau kelompok penguasa. 4. Edwin Lemert membedakan tiga penyimpangan. (2)Situational deviation. Kejahatan merupakan kualitas dari reaksi masyarakat atas tingkah laku seseorang. Umumnya tingkah laku seseorang yang dicap jahat menyebabkan orangnya juga diperlakukan sebagai penjahat. dan (2) Pengaruh daripada label itu sebagai konsekuensi penyimpangan tingkah laku. Teori Labeling Howard S. 3. di mana interaksi tersebut diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu. yaitu: (1) Individual deviation. Reaksi itu menyebabkan tindakan seseorang dicap sebagai penjahat. Pada dasarnya teori labeling menggambarkan: (1) Tidak ada satupun perbuatan yang pada dasarnya bersifat kriminal. Becker menekankan dua aspek: (1) Penjelasan tentang mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu sampai diberi cap atau label sebagai penjahat. (4) Orang tidak menjadi penjahat karena melanggar hukum. sebagai pola-pola perilaku kejahatan terorganisir dalarn sub-sub kultur atau sistem tingkah laku. Perilaku kejahatan adalah perilaku yang dipelajari. sehingga tidak patut jika dibuat kategori orang jahat dan orang tidak jahat. (3) Penerapan aturan tentang kejahatan dilakukan untuk kepentingan pihak yang berkuasa. sebagai hasil stres atau tekanan dari keadaan. dan (3) Systematic deviation. bukan warisan. di mana timbulnya penyimpangan diakibatkan oleh karena tekanan psikis dari dalam. tetapi karena ditetapkan demikian oleh penguasa. perilaku seseorang bisa sungguh2 menjadi jahat jika orang itu di cap jahat. Sutherland) Sembilan premis perilaku jahat : 1. 2.Premis-premis teori Labeling sebagai berikut : 1. dan (5) Pada dasarnya semua orang pernah melakukan kejahatan. antar kelompok dan antar individu dan kelompok. Seseorang yang dicap dan diperlakukan sebagai penjahat terjadi dalam proses interaksi. Terdapat kecenderungan di mana seseorang atau kelompok yang dicap sebagai penjahat akan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya. Premis tersebut menggambarkan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang bisa dikatakan jahat apabila tidak terdapat aturan yang dibat oleh penguasa untuk menyatakan bahwa sesuatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang diklasifikasikan sebagai kejahatan.

Bagian terpenting dalam proses mempelajari perilaku kejahatan terjadi dalam hubungan personal yang intim. Ketika perilaku kejahatan dipelajari. prioritas serta intensitasnya. Sementara itu perilaku jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan nilai umum. durasi. namun tidak dijelaskan bahwa perilaku yang bukan jahatpun merupakan ekspresi dari kebutuhan dan nilai-nilai umum yang sama. kadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan melihat apa yang diatur dalam peraturan hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi. atau perumusan pelanggaran hukum merupakan perumusan tentang perilaku yang bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang membuat perumusan. Perilaku kejahatan dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi.2. Seseorang menjadi delinkuen karena ekses pola-pola pikir yang lebih melihat aturan hukurn sebagai pernberi peluang melakukan kejahatan daripada melihat hukurn sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi 7. Komunikasi tersebut dapat bersifat lisan atau dengan bahasa tubuh). dorongan-dorongan. maka yang dipelajari termasuk: (a) teknik melakukan kejahatan. namun kadang ia dikelilingi orang-orang yang melihat aturan hukurn sebagai sesuatu yang memberikan peluang dilakukannya kejahatan. alasan-alasan pembenar dan sikap-sikap tertentu). 6. Premis 2: Kejahatan adalah gambaran perilaku yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk kebijakan publik. Secara negatif ini berarti bahwa komunikasi interpersonal seperti melalui bioskop. secara relatif tidak berperanan penting dalam terjadinya kejahatan). 5. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga-warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. Premis 3: Definisi tindak kejahatan diterapkan di dalam masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk pelaksanaan dan administrasi hukum pidana. 9. Kepentingan penguasa ikut mencampuri di semua tahap dimana kejahatan itu diciptakan. surat kabar. . 4. (b) motif-motif. Proses mempelajari perilaku jahat diperoleh lewat hubungan dengan pola-pola kejahatan dan mekanisme yang lazim terjadi dalam setiap proses belajar secara urnum. Asosiasi Diferensial bervariasi dalam frekuensi. 8. Dalam suatu masyarakat. Arah dan motif dorongan itu dipelajari melalui definisi-definisi dari peraturan hukum. 3. SOCIAL REALITY OF CRIME THEORY (Richard Quinney) Premis 1: Definisi ttg tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik.

(2) pengalaman belajar. Konflik budaya dapat terjadi apabila ada benturan aturan pada batas daerah budaya yang berdampingan. Ada dua teori sub-culture Teori Delinquent Sub-Culture Albert K. judi dan lain-lain yang dapat mernperlemah budaya kedua belah fihak. Premis 2: Budaya besar menguasai budaya kecil. Premis 3: Anggota dari suatu budaya pindah kebudaya lain. cara berdagang dan budaya minumminuman keras. Merton dan Solomon Kobrin yang melakukan penelitian terhadap hubungan antara gang jalanan dengan orang laki-laki yang berasal dari komunitas kelas bawah (lower class). Cohen dalarn bukunya Delinquent Boys (1955) berusaha memecahkan masalah kenakalan remaja dengan meggabungkan teori Disorganivasi Sosial dari Shaw dan . Pertemuan tersebut mengakibatkan terjadinya kontak budaya diantara mereka baik dalam kaitan agama. SUB-CULTURE THEORY Teori sub-culture membahas kenakalan remaja serta perkembangan dari berbagai tipe gang anak-anak di AS. Hasil penelitiannya menunjukkan ada kaitan antara hierarki politis dengan kejahatan teroganisir. Teori sub-culture dipengaruhi oleh kondisi intelektual (intelectual heritage) aliran Chicago. (3) identifikasi pada pihak-pihak lain. Konflik budaya dapat juga terjadi bila satu budaya memperluas daerah berlakunya ke budaya lain.Premis 4: Pola aksi tindakan melanggar hukum atau tidak tergantung pada faktor : (1) kesempatan dalam masyarakat. Konflik budaya timbul karena orang-orang yang hidup dalam budaya tertentu pindah ke lain budaya yang berbeda. Premis 5: Pemahaman ttg tindak kejahatan dibentuk dan diserap ke dalam kelompok-kelompok masyarakat lewat sarana komunikasi. konsep anomie Robert K. (4) konsep diri. orientasi kerja. CULTURE CONFLICT THEORY (Thorsten Sellin) Premis 1: Bertemunya dua budaya besar. Hal ini terjadi biasanya dengan menggunakan undangundang dimana suatu kelompok budaya diperlakukan untuk daerah lain.

ttp juga persekutuan & kerjasama yg justru memungkinkan terjadinya evolusi. dan perilaku menyimpang lainnya. deviasi perilkau remaja itu terjadi karena ada perbedaan kesernpatan yang dimiliki anak-anak untuk mencapai tujuan hidupnya. remaja tidak memiliki struktur kesempatan shg banyak melakukan perilaku menyimpang (mabuk-mabukan. Teori Differential Opportunity (Perbedaan kesempatan) Teori ini dikemukakan oleh Richard A. Aspek itu berkorelasi dengan organisasi kriminal. Kekerasan Kolektif Reaksioner – merupakan reaksi thd penguasa. perampasan harta benda. Cohen menyimpulkan bahwa kondisi tsb menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku delinkuen kalangan remaja di daerah kumuh (slum).McKay. . (3) Conflict Sub-culture. melainkan siapa saja yg merasa sesuai dg tujuan kolektif atau tdk setuju dg sistem yg tdk adil (contoh : demonstrasi buruh) Kekerasan Kolektif Modern – merupakan sarana utk mencapai tujuan politis atau ekonomis dlm masyarakat (contohnya: kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta). Menurut Cloward. Konklusinya menyebutkan bahwa perilaku delinkuen di kalangan remaja kelas bawah merupakan cermin ketidak puasan warga terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang mendominasi kultur Amerika. bilamana masyarakat terintegrasi dg baik. penyalahgunaan narkoba.K. TEORI KONSPIRASI (Mathias Brockers) Mutasi dlm kehidupan tdk saja terjadi atas dsr pertarungan atau persaingan soal keberadaan. pelaku dan pendukungnya tdk semata-mata berasal dr st komunitas lokal. teori Differential Association Edwin H. Tiga tipe gang kenakalan remaja: (1) Criminal Sub. Ciri khas gang ini adl kekerasan. dan lain sebagainya).Cloward dan Leyod E. Ohlin yang membahas perilaku delinkuen remaja (gang) di Amerika. Merton. ruang lingkupnya terbatas pada st komunitas lokal (contoh : pengeroyokan thd pencopet yg tertangkap tangan). Sutherland dengan teori Anomie R. terdapat dalam masyarakat yang tidak terintegrasi sehingga para remaja menunjukkan perilaku bebas. (2) Retreatist Sub-culture.Sulture. mk gang akan berlaku sebagai kelompok yang belajar dari orang dewasa. TEORI KEKERASAN KOLEKTIF (Tilly) Kekerasan Kolektif Primitif – pada dasarnya non politis.

serta peluang terjadinya kejahatan sejak dini (sejak anak-anak melalui pembinan terhadap kenakalan remaja. Pengenalan metode penanganan kejahatan. Jika tidak ada bukti yg difinitif. Konspirasi mengandung bujukan atau rayuan. penanganan kejahatan pada hulu permasalahan. Syak wasangka adl suatu keraguan. Pencegahan kejahatan adalah upaya bersama yang dilakukan oleh aparat dan masyarakat umum dalam menjaga kelembagaan sosial. dan menjadi alat ideal utk propaganda. dr persoalan moral hingga kenegaraan. Misteri yg tdk mampu dijelaskan scr logika akan dilarikan kpd “sdh kehendak Tuhan” sbg Sang Pencipta. Perasaan takut thd pelaku kejahatan (karena niat & peluang berbuat jahat longgar). . sistem sosial. kritik dpt dijadikan bukti bagi realitas utk kemajuan. Mencegah orang menjadi penjahat & menjadi korban kejahatan. dan peran-peran masyarakat melalui mekanisme yg telah melembaga untuk mewujudkan perasaan aman. Akar masalah kejahatan menyangkut Faktor Korelatif Kriminogen. Konspirasi membuat masalah yg rumit menjadi sederhana.Dlm kehidupan A bersepakat dg B tanpa diketahui C utk memperoleh keuntungan adl wajar. Disebarkan kr pd dasarnya orang perlu & suka. Mengendalikan keadaan agar tidak dimanfaatkan utk berbuat jahat. Kecenderungan melempar tggjwb masalah yg rumit & menyengsarakan merupakan ciri perilaku manusia. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). DESAS-DESUS Berita yg menyebar secara cepat. Kata-kata yg saling terkait membuat hal-hal yg rumit menjadi sederhana. kebenaran harus diuji scr berulang-ulang. PENCEGAHAN KEJAHATAN Pencegahan = antisipansi sebelum masalah terjadi. shg perasaan aman masyarakat terganggu. bukan sekedar bernada sama.

kaburkan tujuan. Penjarahan di New York – 1977. Keller) Tindakan yg dilakukan scr bersama olh sejumlah orang. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Kornblum. Sebagai tanggapan atas rangsangan tertentu atau dipicu olh suatu rangsangan yg sama (peristiwa. Cenderung tdk terkendali. Smelser. MASALAH-2 SOSIAL YURIDIS • • • Hak Atas Kekayaan Intelektual (UU No. 13-15 Mei 1998 di Jakarta. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. Dpt merusak nama baik (reputasi). Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan.Tercipta manakala terjadi ketegangan sosial. PERILAKU KOLEKTIF (Horton & Hunt. Light. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. Los Angeles – 1992. ide). Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. benda. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. bersifat temporer (tdk bersifat rutin).7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta) Badan Arbritase Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Konspirasi Tender Dalam Hukum Persaingan Usaha . “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. sangat dimungkinkan merusak dan berlaku kriminal. 10 Mei 1963 di Bandung. Contoh : Kerumunan berubah menjadi penjarahan. Perlu disiapkan teknik pengendalian kerumunan. tdk terorganisasi. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. PANIK Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali.

Ada Tommy Di Tenabang (Tinjauan dari teori funsionalisme R.K. . 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Tinjauan dari teori kontrol sosial). Merton).• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Kontrak Investasi Antara Perusahaan Nasional dengan Investor……(Tinjauan dari teori funsional) Peranan KPK Dalam Mendinamisir CJS Guna Mengoptimalkan Pemberantasan Korusi di Indonesia (Tinjauan dari teori fungsional). Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari UU No.M Soeharto Ditinjau Dari Teori Social Reality Of Crime. KKN H. Pemberian Release & Discharge (Tinjauan dari Teori Social Reality of Crime) Kejahatan Carding (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Akbar Tanjung (Tinjauan Dari Teori Labeling) Rudy Ramli Dalam Kasus Bank Bali (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Analisis Kasus Teluk Buyat Ditinjau Dari Teori Konflik. Penanggulangan Narkotika Di Lingkungan Remaja Berdasarkan UU No.K Merton) Kiprah Ustad Abu Ba’asir (Tinjauan dari teori labeling) Tawuran Antar Warga Masyarakat Desa Gabus Dan Dese Jatimulyo (Tinjauan dari teori anomi R. Koordinasi Kerja Antara Polri dan BC Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Penyelundupan di…(Tinjauan dari teori fungsional). Sikap Para Gelandangan Terhadap perilaku Seks (Tinjauan dari teori differential assosiation).22 Tahun 1991 Tinjauan dari teori kontrol sosial). Keputusan Hakim Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak-anak (Tinjauan dari teori social reality of crime). Transfer Dana Secara Elektronik Melalui Kartu Kredit (tinjauan dari teori pertukaran) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Produk ……(Tinjauan dari teori konflik…) Perlidungan Hukum Terhadap Wanita Korban Kejahatan Perkosaan (Tinjauan dari teori social reality of crime) PHK Terhadap Karyawan Yang Melanggar Perjanjian Kerja (tinjauan dari teori konflik…). Fenomena Inul Daratista Dalam Konteks Pornoaksi (Tinjauan dari teori Anomi) Analisis Terorisme Di Indonesia (Tinjauan dari teori konflik…). Pegawai Tengah Karier Sebagai Change Leader The Telkom Way 135 Menuju Transformasi Customer Centric Company (Tinjauan dari teori pertukaran). Kelompok Kapak Merah Ditinjau Dari Teori Differential Association.