ANALISA SOSIOLOGI HUKUM BERDASARKAN METODE PENDEKATAN DAN FUNGSI HUKUM

Posted by mujiburrahman on October 22, 2009 Timur Abimanyu Latar Belakang Analisa Sosiologi yang berdasarkan Metode Pendekatan dan Fungsi Hukum, yang pada pokoknya adalah terdapatnya unsur-unsur seperti Sosiologi Hukum Pendekatan Intrumental, Pendekatan Hukum Alam dan Karakteristik Kajian Sosiologi Hukum.Dengan memerlukan Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif, Hukum Sebagai Sosial Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat, yang merupakan sebagai tolak ukur terhadap norma-norma atau kaidah-kaidah yang hidup didalam masyarakat, apakah norma atau kaidah tersebut dipatuhi atau untuk dilanggar, apabila dilanggar bagaimana pernerapan sangsi, sebagai yang melakukan pelanggaran tersebut. Norma atau kaidah yang hidup didalam masyarakat tersebut dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal dari masyarakat itu sendiri. Terdapat beberapa permasalahan pokok yaitu : 1. bagaimanakah Pendekatan Intrumental dan Pendekatan Alam yang dipengaruhi oleh kondisdi internal maupun eksternal ?, dan 2. bagaimanakah Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif apabila dilihat dari sudut pandang internal maupun eksternal Tujuan dan maksud, dalam membahas serta menganalisa sampai tentang Sosiologi Hukum yang secara tidak sadar meresap dan hidup didalam kehidupan masyarakat baik secara internal maupun secara eksternal didalam melakukan interaksi social, yaitu dengan menggunakanMetode Pendekatan Sosiologi Hukum dan Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif adalah yang merupakan standarisasi sebagai objek pokok pembahasan Sosiologi Hukum. Penggunaan kerangka teori dan konsep adalah untuk melihat pendapat para ahli yang telah mendefinisikan, seperti : konsep dari H.L.A. HART yang difinisinya adalah : “Bahwa suatu konsep tentang hukum yang mengandung unsur-unsur kekuasaan yang berpusat kepada kewajiban tertentu didalam gejala hukum yang tampak dari kehidupan bermasyarakat”. Pengertian Sosiologi Hukum terlihat dari Difinisi para ahli Sosiologi Hukum sepert : 1. Soejono Soekanto. Sosilogi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris yang menganalisis atau mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya. 2. R. Otje Salaman. Sosiologi hukum (ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis).

Jelas terlihat berdasarkan definisi para ahli bahwa sosiologi hukum adalah segala aktifitas social manusia yang dilihat dari aspek hukumnya disebut sosiologi hukum. Dasr sosiologi hukum adalah Anzilotti pada tahun 1882, yang dipengaruhi oleh disiplin ilmu Filsafat hukum, ilmu hukum dan sosiologi yaitu : 1. Filsafat Hukum adalah dimana pokok bahasannya adalah aliran filsafat hukum, yang menyebakan lahirnya sosiologi hukum yaitu aliran Positivisme (difinisi Hans Kelsen. “Hukum berhirarkhis”). Dan aliran filsafat hukum tumbuh dan berkembang berdasarkan : a. Mazhab sejarah yang dipelopori oleh Carl Von Savigny yang mengungkapkan bahwa hukum itu dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volksgeisf). b. Aliran Utility (Jeremy Bentham) yaitu bahwa hukum harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia. c. Aliran Sociological Juriprudence (Eugen Ehrlich) yaitu hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup didalam masyarakat (living law). d. Aliran Pragmatic Legal Realism (Roscoe Pound) yaitu “ law as at tool of social engineering”. 2. Ilmu Hukum menganggap bahwa hukum sebagai gejala social, banyak mendorong pertumbuhan sosiologi hukum dan hukum harus dibersihkan dari anasir-anasir sosiologi (non yuridis). 3. Sosilogi yang berorientasi pada hukum adalah bahwa dalam setiap masyarakat selalu ada solideritas, ada yang solidaritas mekanis yaitu terdapat dalam masyarakat sederhana, hukumnya bersifat reprensip. Ruang Lingkup Sosilogi Hukum, dimana sosiologi hukum didalam ilmu pengetahuan, bertolak kepada apa yang disebut disiplin ilmu, yaitu sistem ajaran tentang kenyataan, yang meliputi disiplin analitis dan disiplin hukum (perskriptif). Disiplin analitis, contohnya adalah sosilogis, psikologis, antropologis, sejarah, sedangkan disiplin hukum meliputi : ilmu-ilmu hukum yang terpecah menjadi ilmu tentang kaidah atau patokan tentang prilaku yang sepantasnya, seharusnya, ilmu tentang pengertian-pengertian dasar dan system dari pada hukum dan lain-lain. Terdapatnya pendekatan-pendekatan yang terdiri dari : 1. Pendekatan Instrumental. Adalah menurut pendapat Adam Podgorecki yang dikutip oleh Soerjono Soekanto yaitu bahwa sosiologi hukum merupakan suatu disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum, dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat 2. Pendekatan Hukum Alam. Adalah menurut Philip Seznik yaitu bahwa pendekatan instrumental merupakan tahap menengah dari perkembangan atau pertumbuhan sosiologi hukum dan tahapan selanjutnya akan tercapai, bila ada otonomi dan kemandirian intelektual. Tahap tersebut akan tercapai apabila para sosiolog tidak lagi berperan sebagai teknisi, akan tetapi lebih banyak menaruh perhatian pada ruang lingkup yang lebih luas. Pada tahan ini seorang sosilog harus siap untuk menelaah pengertian legalitas agar dapat menentukan wibawa moral dan untuk menjelaskan peran ilmu social dalam menciptakan masyarakat yang

didasrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.( Rule of Law menurut Philip Seznick). Karakteristik Kajian Sosilogi Hukum, adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. deskripsi, 2. penjelasan, 3. Pengungkapan (revealing), dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut : 1. Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang, penerapan dalam pengadilan, maka mempelajari pula bagaimana parktek yang terjadi pada masing-masing bidang kegiatan hukum tersebut. 2. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehiduipan social masyarakat itu terjadi, sebab-sebabnya, factor-faktor apa yang mempengaruhi. Latar belakang dan sebagainya.Pendapat Max Weber yaitu “ Interpretative Understanding” yaitu cara menjelaskan sebab, perkembangan serta efek dari tingkah laku social, dimana tingkah laku dimaksud mempunyai dua segi yaitu luar dan dalam atau internal dan ekternal. 3. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahian empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum, sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. 4. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera padsa peraturan itu ? dan harus menguji dengan data empiris. 5. Sosiologi Hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum, tingkah laku yang mentaati hukum, sama-sama merupakan obyek pengamatan yang setaraf, tidak ada segi obyektifitas dan bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap fenomena hukum yang nyata. Penguraian Metode Pendekatan Sosilogi Hukum, Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Hukum sebagai social Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Dalam pengkajian hukum positif masih mendominasi studi hukum pada Fakultas Hukum, yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum, yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapkan peraturan-peraturan hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. Dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan social kemasyarakatan, bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan, melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. social structure, 2.behavior,3. variable, 4 observer, 5.scientific dan 6.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Untuk membanding hal tersebut diatas, maka pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative, maka perlu menguraikan lebih dahulu

Hukum yang berfungsi demikian adalah merupakan instrument pengendalian social. Semua contoh ini adalah bentuk prilaku yang menyimpang yang menimbulkan persoalan didalam masyarakat. 4. Contoh : apakah seorang bermaksud lebih dari seorang isteri terdapat dalam PP No. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. 3. . juga hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. Dimana setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. 9 Tahun 1975 Pasal 40. antara yang standard dan yang parktis. Sejarah Hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau/Hindia Belanda sampai dengan sekarang. 2. 2. Alat pengubah masyarakat adalah analogikan sebagai suatu proses mekanik. Studi tentang sosiologi dalam mempersiapkan hukum. Terlkihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. Studi tentang aspek social actual dari lembaga hukum. baik pada masyarakat yang sederhana maupun pada masyarakat yang modern. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Pendekatan yuridis empiris atau pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat yang dilengkapi dengan contoh diatas.dimaksud pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya sebagai berikut : 1. perzinahan hutang. Contoh : pada masyarakat sederhana ada dewam masyarakat adat sedangkan pada masyarakat modern adalah Putusan Hakim. 5. Contoh Hukum adat Batak dengan hukum adat jawa atau hukum singapura dengan hukum Negara Indonesia. dapat dipahami bahwa berbeda dengan pendekatan yuridis normative/pendekatan doktrin hukum. Hukum sebagai sosial control. Contoh : Monumen ordinantie ( HIR/Rbg). Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada masyarakat modern. Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. sehingga hukum mempunyai suatu fungsi untuk mempertahankan eksistensi kelompok masyarakat tersebut. mempertahankan eksistensinya. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. Tujuan dari pembuatan peraturan hukum yang efektif. Peran perubahan/pengubahan tersebut dipegang oleh hakim melalui interprestasi dalam mengadili kasus yang dihadapinya secara seimbang (balance) dan harus memperhatikan beberapa hal yaitu : 1. Penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat dapat dicontohkan : pencurian. membunuh dan lain-lain. 3. Contoh: diatatinya atau dilanggarnya hukum yang berlaku dalam masyarakat. Dalam situasi yang demikian itu. Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. kelompok itu berhadapan dengan problem untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan.

Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi oleh factor internal yang hidup didalam masyarakat. Dari keenam langkah yang perlu diperhatikan oleh hakim atau praktisi hukum dalam melakukan “interprestasi”. variable. 4 observer. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. 5. 2. Sejarah hukum. sedangkan pada masyarakat modern. yang semula hanya merupakan unsur-unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. social structure. Menganalisa Faktor Internal. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1.3. Secara analisa factor internal bahwa metode pendekatan tersebut dipengaruhi kebijakan dasar yaitu Dewan Hukum Adat pada masyarakat sederhana. 5.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat.4.Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat . Menganilsa Faktor Eksternal Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang hidup diluar masyarakat. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. sedangkan pada masyarakat modern adalah putusan hakim. 6. maka perlu ditegaskan bahwa memperhatikan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. Studi tentang metodologi hukum. (natural law). akibat pengaruh kebijakan dasar tersebut dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar dan apabila tidak melaksanakan maka akan terkena sanksi kebijakan pemberlakuan. Arti penting tentang alasan-alasan dan solusi adari kasus-kasus individual yang pada angkatan terdahulu berisi tentang keadilan yang abstrak dari suatu hukum yang abstrak. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative.specientific dan 6.behavior. pada masyarakat sederhana keputusan dewan kepala adat harus dilaksanakan dengan ketentuan musyarakat dewan adat. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. keputusan Hakim adalah merupakan kebijakan dasar sedangkan kebijakan pemberlakukan adalah apabila tidak melaksanakan putusan tersebut akan mendapat sanksi yang ditentukan oleh undang-undang yang berlaku. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. buka kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. Juga dipengaruhi kebijakan pemberlakuan. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum (pendekatan yuridis normative dan pendekatan pengkajian hukum pada kenyataa didalam kehidupan social kemasyarakatan). 2. factor-faktor apa yang mempengaruhi. dengan menguraikan lebih dahulu pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya yaitu : Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. adalah pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative. deskripsi. Latar belakang. sedangkan pada masyarakat modern adalah peraturan perundangan-undangan pertanahan (Hukum Agraria) yang melindungi masyarakat modern didalam hal penguasaan tanah. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehidupan social masyarakat itu terjadi. terhadap kebijakan dasar eksternal yaitu peraturan nasional yang menaungi keamaan dan ketentraman masyarakat sederhana tersebut. penjelasan. social structure. dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat dan tidak terlepas dari pendekatan Hukum Alam. Dengan dilakukan metode Pendekatan Sosiologi Hukum. dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar yang berupa peraturan perundang-undang dan apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari polapola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada . 2.( Rule of Law). Sedangkan Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahihan empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum.behavior. maka akan hilang hak penguasaan tanah tersebut yaitu kebijakan pemberlakuan pada masyarakat modern. seperti pemberlakuan hak penguasan tanah adat (Hak Ulayat).sociological model yang terdiri dari 1.3.specientific dan 6. Pengungkapan (revealing).explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. variable. Secara analisa faktor eksternal mempengaruhi metode pendekatan tersebut. penerapan dalam pengadilan. 5. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera pada peraturan dan harus menguji dengan data empiris. 3. adalah pengkajian hukum positif. Kesimpulan Pada pendekatan intrumental adalah merupakan disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum. 4 observer. Pada karakteristik kajian sosiologi hukum adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut yaitu Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang. sebagai akibat dipengaruh kebijakan dasar tersebut. sebab-sebabnya. menciptakan masyarakat yang didas untukrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan. yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. Sangat jelas terlihat bahwa kebijakan pemberlakuan. sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu.

dan unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. sejarah hukum dan perbandingan hukum. Prof. dan Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. Alumni. Terlihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. The Consept of Law. . ditegaskan dengan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi.MA. Ilmu Hukum. Sosiologi Hukum. Mengenal Sosiologi Hukum.DR. (natural law). (New York : Academic Pres. hal 32. Sociological Justice. 1982). (Bandung: PT. yaitu sosilogi hukum.Zainuddi Ali. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. by : Timur Abimanyu . (Bandung : Penerbit CV. dan H. —————-Donald Black. dengan melakukan “interprestasi”. DAFTAR PUSTAKA ———-Uraian.Othe Salman. Satjipto. dan sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat.Begitu juga mengenai Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. mempertahankan eksistensinya. adalah hukum sebagai sosial control.A. 1961). Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. Ilmu Kenyataan hukum dalam masyarakat. (Bandung : Remadja Karya. Sejarah Hukum sebagai iilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau sampai dengan sekarang.. (London Oxford University Pres. 1992)hal.hal.H.masyarakat modern. 1985). Palu. ASrmico. sebagai alat pengubah masyarakat adalah dianalogikan sebagai suatu proses mekanik. adalah setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. 1989). Sorjono Soekanto.R.13. antara yang standar dan yang parktis yaitu penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat.310 dan R.L. Ronny Hanitijo Soemitro. Sosiologi Hukum Suatu Pengantar.adalah untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. 1989). psikologi hukum.Citra Aditya Bakti. Penerbit : Yayasan Mayarakat Indonesia Baru. antropologi hukum. Beberapa Masalah Dalam Studi Hukum dan Masyarakat. (Bandung. Hukum Sebagai Sosial Kontrol.

Poesponoto. 59 K/Sip/ 1958 “ Menurut Hukum Adat Karo sebidang tanah “ Lesain” yaitu sebidang tanah kosong. . 1950. No. terdapat segala sesuatu yang menurut pendapat saya merupakan kecaman sehat terhadap masalah ini. Soedirman. 1986). “ Capita Selecta Perbandingan Hukum”. adalah terdapat dalam verslag dari panitya untuk mempelajari Advoes Der Agrarische Commisale 1932. yang letaknya dalam kampung.60. 4 tahun 1996. “ Asa-asas dan susunan Hukum Adat”. ( New York. TLN. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. Undang-Undang No. 1970.1954-78. setelah tanah itu diusahakan secara intensif oleh seseorang penduduk kampung itu “ Peraturan Pemerintah No. Ceramah Koesano tentang “ Pembangunan Hukum Adat”. 1 tahun 1952 ko UU No. Bzn. Bina tjipta. 24 Tahun 1997. Jakaarta. Florida. Yogyakarta 1975”. Kartohadiprodjo.The Behavior of Law. karena batas-bayas tanahnya tidak mungkin dipastikan tanpa menimbulkan sengketa antara masyarakat hukum yang berbatasan”. 1968. 21-23. Soebakti. Putusan Mahkamah Agung. J. “Seminar Hukum Adat dan Pembangunan Hukum Nasional. Landsdrukkerij 1930. Alumni (Stensil) Bandung.B. Dalam “Advies der Agrarische Commisale” yang tercetak. hal. Soewardu. 24 tahun 1954 tentang pemindahan hak tanah-tanah dan barang-barang tetap lainnya yang bertakluk pada hukum barat (LN. 5 tahun 1999 tentang Pedoman penyelesaian masalah hak ulayat masyarakat Hukum Adat (87). 12 UU Darurat No.B. “ Beginselen En Stelsel Van Het Adar Recht”. 1976. “ Hukum Nasional” beberapa catatan. hal.—————-Donald Black. Interpretation Of Legal History. UU No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus Provinsi Papua (87).19521 jo LN. Hartono. (USA : Hlmes Heaxh. 1950. Woters Groningen. Penerbit : Pradnya Paramita. Sunarjati. 1976) —————-Roscoe Pound. “ Sekitar Kodifikasi Hukum Nasional di Indonesia “Jakarta.626). Keberatan-keberatan yang menentang advies tadi.Academic Press. bias menjadi hak milik perorangan. “Hak Ulayat secara sadar tidak dimasukkan dalam golongan obyek pendaftaran tanah teknis tidak mungkin. Ter Haar. Jakarta. ( Undang Undang Hak Tanggungan). panitya mana dibentuk oleh perkumpulan “ Indie-Nederland”..

yang dengan tegas membuang jauh-jauh hukum tanah Belanda yang tercerai-berai. Roth. S. Reglement omtrent de Partikuliere Landerijen bewesten de Cimanuk op java (S. “Adanya kesepakatan Universal.. “Sejarah Hukum Adat Indonesia”. Di Jakarta disertai Verwer J 1934. Prent K. Andteas H. Lembaga Ekologi Universitas Pajajaran dan Yayasan Obor.Verwer. Ward. “ Kamus Latin Indonesia” Yayasan : Kanisius. Hal.1910-61 Wefpacht Ordonnantie Zelfberturende Landschappen Buitengewestenm S. 1974. Dubos. De Bataviasche Gronthuur. Prof. yang dinilainya sebagai produk hukum yang hebat.9 ( Buku . Adisubrata. Sebagai yang dikutip oleh Gautama. C. j. Undang-Undang itu merupakan system hukum kita sendiri. 1984.1870-118) dan Ordonnantie. Budi Harsono). bahwa dalam pembaharuan dan pembinaan Hukum Nasional. dalam pembaharuan Hukum Nasional sebanyak-bantknya kita harus berpedoman kepada falsafah bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945.1872-237a jo S. Dan sebagai bukti Prof. Een Europeesch Gewoonterechtelijke Opstalfiguur. 1888-58 (Zuider-en Oosterafdeking Borneo) (S.Drukkerij J. Jakarta :Gramedia. Sudargo. Porwadarminta. Untuk luar jawa dan madura. “ ASEAN LAW ASSOCIATION”. ” Proe Advies Derde Juristen Conggres”.. Hilman. Tegal. S.1877-55 (keresidenan Menado) Ordonnantie Buitengewesten.S. Bandung tahun 1978. Semarang 1960. Subekti menunjuk kepada prodak Undang-Undang Pokok Agraria. baik benda bergerak maupun benda tetap. Keistimewaan yang diberikan kepada orang-orang asing untuk berparttisipasi dalam kehidupan ekonomi negara dimana ia bertempat tinggal. tidak sampai meliputi pemilikan semua atau benda-benda tertentu. Star Nauta Carsten.de Boer. “Satu Bumi : Perawatan dan Pemeliharaan Sebuah Planet Kecil”. namun diingatkan. Barbara dan Rene. Jakarta. S. Penerbit Alumni. . Subekti.1912422). Hadilusuma. kecuali daerah swapraja : Agrarisch Besluit (S. dan sekarang ini kita mempunyai Hukum Tanah yang seragam.1913-699). di Singapura.R. kita perlu belajar dari perkembangan Hukum Negara tetangga lain.Untuk jawa dan madura.. Harian Sinar Harapan tgl 25.1914-367).1874-94f (Sumatra) diganti dengan Erfpachts. bahwa suatu negara diperbolehkan tidak mengijinkan orang-oreang lain selain warganegaranya sendiri untuk memperoleh benda-benda tetap diwilayh kekuasaannya”. kecuali daerah swapraja : S. 1915-474 Pemberian kewenangan kepada penguasa swapraja untuk memberikan hak-hak barat atas tanah (21).NV. Ditegaskan bahwa para ahli Hukum kita tidak kalah dari para ahli Hukum dari negara-negara ASEAN yang lain. 1934. J. Dimana Roth merumuskan “ Rule Number 6” yaitu yang berdasarkan Hukum Internasional.

Bagian A: Hukum dan Pembangunan Hukum dan gerakan pembangunan pada tahun 1960-an sampai dengan 1970-an berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunan. Pada bagian B. seri no. Saya memperkenalkan konsep ‘kebiasaan hukum’ dan ‘kesadaran hukum’. Saya selanjutnya membuat sebuah model ysng sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa budaya hukum dan pembangunan hukum dalam konteks dinamis. Saya membahas konsep Budaya Hukum-nya Lawrence M. ekonomi dan politik. Saya mengawali Bagian A dengan membahas hukum dan gerakan pembangunan semenjak tahun 1960-an sampai dengan 1970-an dengan fokus kajian pada cangkok hukum.blogcatalog. Ada beberapa pendekatan terhadap permasalahan ini. Saya juga mengajukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan implikasi yang ditimbulkan oleh model ini. 19.Koentjaraningrat. Pada bagian C. dengan menggunakan pendekatan dari kedua sarjana tersebut. 2009 Benny S Tabalujan Makalah ini merupakan pemaparan peran budaya hukum dalam proses pembangunan hukum. Jakarta. Tujuannya adalah untuk menggarisbawahi pentingnya budaya hukum dalam masyarakat yang mengingikan terjadinya reformasi hukum. 1969. Sosiologi Hukum | 2 Comments » PERKEMBANGAN HUKUM DI NEGARA BERKEMBANG PERAN BUDAYA HUKUM Posted by mujiburrahman on October 22. Lembaga Reasearch Kebudayaan Nasional. Saya menggunakan pendekatan holistik untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sebab-sebab terjadinya perubahan hukum.com/group/blog-promotion-1/discuss/entry/analisa-sosiologihukum-berdasarkan-metode-pendekatan-dan-fungsi-hukum Posted in S2. Salah satu kunci dari gerakan ini terletak pada dapat tidaknya hukum modern negara maju diimpor dan digunakan negara berkembang untuk mempercepat pembangunan. 12. terutama di negara berkembang. Meskipun makalah ini baru sebatas sebuah konsep. terutama negara-negara berkembang. Friedman dan taksonomi sistem hukum karya Ugo Mattei. hal. http://www. .” Terbitan tak berkala. “ Rintangan-Rintangan mental dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Gerakan ini dimaksudkan untuk mengkaji peran hukum dalam konteks pembangunan sosial. Saya memberikan uraian yang disertai dengan beberapa contoh reformasi hukum di Indonesia sekitar tahun 1990an.

Mengikuti garis pemikiran ini. Kaum minoritas melihat hukum terikat dengan budaya dan tidak dapat dipindahkan atau dipinjam dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya seperti halnya meminjam kunci Inggris untuk menutup lekuk yang bocor. Friedrich Carl von Savigny. menulis bahwa hukum dan gerakan pembangunan tahun 1960-an sangat percaya jika hukum mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan. seperti Soepomo. Sebenarnya. terutama pengenalan ide dan lembaga hukum modern negara barat kepada negara berkembang. kajian Watson terhadap cangkok hukum menunjukkan bahwa peminjaman telah menjadi fenomena umum dalam sejarah dan merupakan sumber paling subur dalam pembangunan hukum. dan perilaku sosial cenderung mengikuti hukum tersebut. Dalam pandangannya. Di sini tidak akan dibicarakan pengraruh aliran yurisprudensi Savigny pada para sarjana Belanda pada awal abad 20 (seperti Cornelius dan Vollenhoven) dan pemimpin nasional Indonesia . Pandangan ini berasal dari Montesquieu dan sarjana asal Jerman. Hal ini tidak mengejutkan sebab pada tahun ini ada dukungan pembaharuan dari negara maju terhadap ferormasi hukum pada negara berkembang. 1997. Pandangan yang menyatakan bahwa cangkok hukum mempunyai peran positif dalam pembangunan ekonomi dipertegas oleh gencarnya program modernisasi bidang hukum di beberapa negara Amerika Latin dan Afrika juga sebagian kecil negara berkembang di Asia pada tahun 1960-an dan 1970-an. negara menerapkan hukum yang sama kepada semua orang secara bebas dan rasional. momen keraguan terhadap kemanjuran program modernisasi hukum ini mulai muncul. Pada tahun 1990-an. negara memegang kontrol hukum untuk mencapai tujuan masyarakat. Proses ini dijuluki ‘difusi hukum’ (legal difusionism). Dua sarjana bidang hukum dan pembangunan menyebut pendekatan ini sebagai ‘hukum liberal’. hukum dan pembangunan kembali menjadi tpoik yang hangat.Kaum ortodoks dan mayoritas melihat bahwa reformasi di bidang hukum . Dukungan ini dilakukan melalui . memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi dan politik. Sagviny percaya bahwa negara mempunyai kesatuan oganik dari individu dan bahwa hukum negara berkembang melalui pembentukan norma-norma sosial dalam suatu masyarakat secara periodik. Pendekatan ini percaya bahwa pembangunan hukum merupakan prasyarat pembangunan ekonomi dan hukum modern negara maju dapat diterapkan di negara berkembang sebagai cangkok hukum untuk memenuhi persyaratan tersebut. kelompok dan negara.. Namun demikian. gerakan tersebut kehilangan momen karena penekanan dari gerakan tersebut terletak pada bidang hukum struktural dan substantif dan gagal menentukan sifat hubungan sebab akibat antara hukum dan pembangunan secara lebih umum. Robert Seidman yang dikenal melalui ‘ Hukum dari Hukum yang tidak dapat dipindahkan’ (The Law of Non-Transferability of Law) mengatakan bahwa perpindahan hukum dari satu budaya ke budaya lain tidak mungkin dilakukan karena hukum tidak dapat berlaku sama sebagaimana hukum itu digunakan di tempat asal. Patrick Mc Auslan. Inti dari pendekatan ini adalah masyarakat terdiri atas individu.

hukum merupakan alat yang efektif untuk mengubah masyarakat. terhadap realisasi bahwa pemerintahan yang baikyang pada gilirannya nanti mensyaratkan kerangka kerja hukum yang memuaskanmerupakan inti dari pembangunan ekonomi yang kokoh. Jadi. Saya melihat sisi positif lain. sosial dan politik secara luas. jika benar. Saya berpendapat tugas mendesak untuk memunculkan kembali perdebatan antara hukum dan pembangunan adalah dengan menemukan hubungan antara pembangunan hukum dan masalah ekonomi. terutama dalam cangkok hukum. politik. Menciptakan kemakmuran melalui komitmen kumulatif manusia. khususnya.misalnya. melalui penggunaan cangkok hukum. Lebih dari itu. sosial dan politik terhadap sistem hukum. Pendekatan lain juga menyebutkan bahwa reformasi hukum. politik dan sosial. Justru. memahami dan mematuhi hukum baru merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan cangkok hukum tersebut. Dengan kata lain. kita dapat mengembangkan model yang lebih menyeluruh dan memahami potensi dan keterbatasan hukum dalam pembangunan ekonomi secara lebih realistis. Menurut pendapat Saya mereka yang terlibat dalam perdebatan ini lebih menyadari keterbatasan reformasi hukum struktural dan substantif. psikologis dan faktor lain yang jauh dari sistem hukum normatif membatasi kemampuan hukum untuk mengubah perilaku. Kita dapat terus menyakini kemanjuran bidang reformasi hukum dalam proses pembangunan dengan sedikit mengabaikan dampak daya ekonomi. . ketika masalah hukum dan pembangunan kembali mendapatkan perhatian. dan membatasi kekuasaan negara. bukanlah inti dalam pembangunan ekonomi bahkan tidak relevan. ada kesadaran yang semakin bertambah jika keyakinan dan norma sosial untuk menerima masyarakat dan keinginan dan kapasitas mereka untuk menjelajah. Bank Dunia. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa sebagian dari pikiran dasar liberalisme liberal ortodoks. Dengan demikian. dan perilaku komersial. meskipun sebagian. Tujuan di atas disampaikan karena akan memperjelas pengaruh faktor eksternal terhadap sistem hukum dan membatasi kemanjuran hukum jika hukum tersebut dapat mengubah perilaku. Tak di sangkal bahwa minat pembaharuan bidang hukum merupakan atribut. mengetahui secara eksplisit pentingnya reformasi hukum dalam konteks ini: Kerangka hukum dalam sebuah negara merupakan unsur penting dalam pembangunan ekonomi.agen-agen multilateral seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) dan juga lembaga bantuan individu seperti USAID. masyarakat sipil yang teratur. reformasi hukum dapat dianggap sebagai sebab dan dampak dari perubahan sosial yang luas. tugas mendesak saat ini sama seperti yang dikatakan empat dekade lalu: Yang dibutuhkan adalah suatu kajian terhadap metode di mana hukum yang didukung oleh otoritas negara dapat mempengaruhi perilaku dan faktor sosial.tetap ada meskipun bukan merupakn yang dikritisi. Perannya terletak di tengah-tengah dengan memainkan peran pemberdayaan yang sederhana tetapi penting dalam proses perubahan sosial. sumber daya teknologi dan modal sangat bergantung pada hukum yang dapat mengamankan hak milik.

dan sistem yang tahan lama. Dengan memahami faktor eksternal. tetapi baru sebatas desain atau cetakbiru dan bukan mesin kerja. Konsep pertama adalah konsep ‘budaya hukum’ karya Lawrence M. sifat dan keluasan faktor eksternal yang mempengaruhinya.kebiasaan. membeku. Memahami unsur sebuah sistem hukum merupakan analisis statis sedangkan memahami faktor eksternal merupakan analisis dinamis. Budaya hukum mengacu pada sikap. cara bekerja dan berpikir. kaku.dan norma yang digunakan dalam sebuah lembaga dan mengikat hokum struktur secara bersama. keduanya ibaratnya gambar dari sistem hukum. legislatif. struktur hukum merupakan badan. hukum substantif. Struktur dan substansi menjadi masalah karena keduanya statis. Potret tersebut tidak memiliki gerak dan kebenaran… dan seperti ruang pengadilan yang dipercantik . Friedman membrikan tanggapan terhadap kecenderungan ini: Struktur dan substansi merupakan komponen inti dari sebuah sistem hukum. dan opini dalam masyarakat dengan penekanan pada hukum. Budaya hukum merupakan bagian dari budaya umum. seorang sosiolog hukum dari Universitas Stanfords. sakit berkepanjangan. Keduanya dapat digunakan jika model teorinya dibuat dengan tujuan menganalisa sistem hukum karena model ini akan senantiasa berkembang.Bagian B: Pendekatan Holistik pada Sistem Hukum Dari pembahasan awal. Menurut Friedman. Budaya Hukum Freidman. para pengacara dan sarjana hukum cenderung membatasi analisis mereka terhadap struktur dan substansi sistem hukum yang sedang mereka pelajari. nilai.yang mengikat masyarakat untuk mendekat atau menjauh dari hukum dengan cara khusus. opini. sistem hukum serta beberapa bagian hukum. Sistem ini meliputi sistem pengadilan. kita mengetahui bahwa pendekatan holistik terhadap pembangunan dan hukum sangat penting. Friedman dan konsep Ugo Mattei ‘taksonomi sistem hukum’ yang disebutnya ‘ pola hukum’ (Patterns of Law) 1. Saya membahas dua konsep analitik yang dapat menjelaskan perilaku sistem hukum statis dan dinamis. dan budaya hukum. kerangka kerja. kita mengetahui bagaimana sebuah sistem bekerja pada satu titik waktu. kita dapat mengetahui petunjuk-petunjuk bagaimana faktor-faktor tersebut dapat membuat sistem mengalami perubahan. Dari ketiga komponen di atas. Struktur mengacu pada lembaga dan proses dalam sistem hukum. Hokum substansi mengacu pada hukum – peratutan prosedur dan substansi. budaya hukum merupakan komponen yang paling penting: . Kunci dari pendekatan ini adalah apresiasi yang sepenuhnya terhadap unsur sistem hukum lain. struktur hukum. Sampai di sini. dan sistem koporat. menyatakan bahwa sistem hukum terdiri atas tiga komponen. unsur yang hilang yang memberikan kehidupan dalam sistem hukum adalah ‘budaya hukum’. Dengan memahami unsur sebuah sistem hukum. perbankan.

Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai profesional yang bekerja dalam sistem hukum. ‘sistem hukum’. Masalah muncul jika cangkok hukum mengabaikan budaya hukum setempat. dan ‘opini publik’. seperti pengacara. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai masyarakat umum. Di sisi lain. konsep budaya hukum menempati posisi penting karena negara berkembang sering mendatangkan peraturan. hakim. Sebenarnya. Dalam pemahaman Saya. mengapa dan di mana orang menggunakan hukum. seorang sarjana Inggris. Dengan kata lain. faktor budaya merupakan ramuan penting untuk mengubah struktur statis dan koleksi norma ststis menjadi badan hukum yang hidup. Friedman selanjutnya menjelaskan sikap dan nilai dalam budaya hukum. Bagian masyarkat yang berbeda memiliki nilai dan sikap berbeda terhadap hukum. Hal ini membuktikan kemampuan konsep budaya hokum menembus masyarakat dan bukan tanda-tanda kelemehan. lembaga hukum atau proses hukum atau kapan mereka menggunakan lembaga lain atau tanpa melakukan upaya hukum. Roger Cotterrell. arti pentinya ‘budaya hukum’ adalah bahwa konsep ini merupakan variabel penting dalam proses menghasilkan hukum statis dan perubahan hukum. Di negara berkembang. penegak hukum dan lain-lain. Namun setelah beberapa tahun. Menurut Friedman. Friedman menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa tidak adanya presisi dalam istilah ‘budaya hukum’ tidak membuat konsep itu tidak padu.Budaya hukum menentukan kapan. konsep ini juga mempunyai kesamaan dalam hal kekurangan presisi sama halnya dengan ‘hukum struktur’. Alasannya adalah bahwa konsep sekompleks ‘budaya hukum’ cenderung sulit dipahami. konsep ini telah dilupakan para reformis hukum dan baru sekarang diingat kembali oleh reformasi hukum di Indonesia. konsep ini telah disampaikankan oleh komentator luar negeri pada awal tahun 1972. Pada tahun 1982 mantan menteri hukum dan peradilan. Budaya hukum membuat segalanya bergerak. Mochtar Kusumaatmaja juga menyampaikan hal yang sama. Dikaitkan dengan kasus yang terjadi di Indonesia. Friedman juga menyampaikan bahwa budaya hukum situasi tidaklah homogen. Menambahkan budya hukum ke dalam gambar ibarat memutar jam atau menyalakan mesin. Sikap menurut Friedman merupakan ‘budaya hukum situasi’. Dia salah dalam menarik kesimpulan bahwa konsep tidak padu karena tidak adanya hal yang khusus. mengatakan bahwa konsep Friedman ‘tidak mempunyai kekerasan’ dan ‘secara teoritis tidak padu’. hukum bahkan keseluruhan sistem hukum dari negara barat dalam usahanya untuk melakukan modernisasi kerangka kerja hukum mereka. Cotterrell sendiri mengakui bahwa konsep Friedman ‘merupakan usaha yang paling dapat menjelaskan konsep budaya hukum dalam sosiologi hukum komparatif dan mempertahankan dan mengembangkan secara teoritis penggunaan konsep tersebut’. Cotterrell menggarisbawahi kesulitan dalam menggunakan konsep budaya hukum. Tim Lindsey menulis: . konsep ini tidak akan dapat diterapkan dengan baik. Konsep kedua adalah ‘budaya hukum internal’. Jika budaya hukum lokal tidak diakomodasi dalam hukum struktur dan substantif asing. Namun demikian. konsep Friedman bukannya tanpa kritik.

– permasalahan-permasalahan seperti mengapa pemegang saham menolak untuk mengajukan direktor dan komisaris ke pengadilan ketika mereka mempunyai hak untuk menuntut mereka. Menurut Friedman. dalam pengertian ini. Hukum Perniagaan di Indonesia adalah contohnya. terutama catatan buruk terhadap sistem hukum Indonesia yang korup. terutama di bawah UUD 1945. tetapi belum memuaskan. Hukum. meskipun interpretasi disfungsi organisasi terdiri atas beberapa nilai. Hukum juga bukan sekedar keputusan hukum dan statuta. b) pendekatan budaya dan psikologi yang menekankan peran sikap feudal orang Jawa atau Indonesia. analisis pada struktur hukum dan hukum substantif dan terjemahan terhadap budaya hukum dapat memperlebar jarak. kegagalan ini disebabkan karena keberhasilan reformasi hukum Indonesia bergantung bukan hanya lembaga pengambil suara. Hasil survei terhadap reformasi hukum di Indonesia pada tahun 1950-an sampai dengan 1990-an oleh David Linnan merupakan informasi penting yang dapat didiskusikan. multilateral dan legislatif untuk memulai atau menghentikan atau memperbaki kegiatan sosial dan ekonomi…. Dalam pandangan saya.Pandangan instrumentalis yang menyerap banyak literatur dan praktek belumlah cukup. Hukum perniagaan di Indonesia dibuat terpisah dan berbeda pada tahun 1998 dengan mengikuti revisi undang-undang kebangkrutan. Intinya adalah penjelasan institusional tidak dapat sepenuhnya menjelaskan keluaran reformasi hukum di Indonesia yang belum memuaskan pada tahun 1990-an. c) interpretasi disfungsi organisasi yang menekankan dampak problem mendasar dalam organisasi pemerintah Indonesia. tetapi juga sikap mental yang tepat dan perilaku mereka yang bekerja. perhatian dititikberatkan pada masalah structural. yaitu: a) pendekatan ilmu politik dan sosiologi yang menekankan peran elit penguasa. Ketika melihat hukum di Indonesia. Pendekatan ini sering mengabaikan bagaimana hukum perusahaan benar-benar bekerja dalam kehidupan. Hukum yang baru ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam proses dan penyelesaian kasus. . seperti sistem dewan dua pintu dan ketetapan hukum perusahaan yang dikeluarkan pada tahun 1995 dan membandingkannya dengan produk hukum lainnya. Sebagian besar pengacara sekarang mengetahui bahwa hukum dan norma yang berada di balik peraturan dan orang yang membuat dan menerjemahkannya. Sebagaimana yang terlihat. hukum bukan sekedar tugas yang dapat ditarik oleh pemerintah. atau mengapa pegawai di Amsterdam bertindak dengan cara berbeda ketika mereka bekerja di Jakarta meskipun ketetapan hukum perusahaan sama. Linan menyatakan tiga artikulasi yang saling melengkapi yang dapat menjelaskan kegagalan reformasi hukum di Indonesia sejak tahun 1950-an. tidak dapat dibedakan dari politik dan ekonomi. pendekatan tersebut gagal membedakan sistem hukum yang tertulis dengan system hukum yang berlaku dalam masyarakat. Linnan menyatakan bahwa interpretasi disfungsi organisasi dapat memberikan penjelasan kegagalan reformasi hukum selama Orde Baru. mengawasi dan menggunakan lembaga ini. Seperti yang terjadi di Indonesia. Dengan demikian. Dengan demikian. pengadilan baru tidak dapat memenuhi harapan. reformasi pada lembaga hukum tanpa lembaga budaya tidak akan efektif. Meskipun terdengar sebatas konsep.

utamanya di belahan Eropa-Amerika yang mengabaikan peta dunia hukum berdasar geografis dan tidak memasukkan budaya. Sistem hukum selalu didefinisikan dalam skema tripartit sesuai dengan sumber perilaku sosial yang memainkan peran utama di atara mereka. Mattei melihat sistem hukum dunia menganut pada salah satu dari tiga kategori sistem hukum tersebut. yaitu politik. organisasi sosial. Pendekatan tersebut diambil dari karya-karya Weber serta ahli sosiologi lainnya. serta paradigma birokrasi administratif 75 . akan tetapi. yaitu: peraturan hukum profesional. yang disebut ‘pola sistem hukum’. Dengan ini. pandangan yang begitu menomorsatukan rasa penyesalan. Mattei dengan konsep ‘pola hukum’ mencoba menjelaskan. bagaimana lembaga hukum tersebut bekerja tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan suatu sistem yang dijalankan dengan hukum profesional. pandangan yang begitu menjunjung tinggi keselarasan. hukum dan filsafat dan tradisi agama. mediator. umum. agama dan tradisi hukum masyarakat atau keluarga tertinggal zaman.73 Dalam sebuah sistem. Mattei menyampaikan pandangannya ‘pola sistem hukum’ pada tahun 1997. Konsep taksonomi sistem hukum yang diajukan Mattei. mempunyai nilai karena taksonomi tersebut menghasilkan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menganalisa perubahan dan pembangunan dalam sistem hukum yang berbeda-beda.74 Taksonomi Mattei dapat dibandingkan dengan pendekatan terhadap pembangunan hukum yang dikenalkan oleh Eugene Kamenka Alice Tay. dengan membuat taksonomi sistem hukum komparatif. sehingga membatasi kinerja lembaga-lembaga hukum hanya pada bidang-bidang hukum tertentu saja atau masyarakat tertentu saja. aturan hukum tradisional. dan mereka yang memiliki wewenang keagamaan. Sistem hukum yang termasuk dalam kategori ketiga. beberapa ciri dari suatu sistem hukum tradisional adalah: terbatasnya peranan pengacara dikarenakan besarnya peran sesepuh atau orang yang dianggap mengerti agama. the Gesellschaft atau perjanjian individu-komersial. dan hukum tradisional. Pola Hukum Mattei Jika konsep Friedman ‘budaya hukum’ mencoba menjelaskan unsur dalam setiap sistem hukum. Dengan menggunakan pendekatan Weber. lembaga hukum bisa saja terbentuk. bagaimana sistem hukum berbeda satu dengan yang lain dan bagaimana perkembangan perbedaan tersebut. hukum dan administrasi… [disebut dengan] the Gemeinschaft atau keluarga komunal organik. Menurut Mattei. dapat dilihat dari pola hukum dimana agama ataupun filosofi transcendental yang melekat dalam dimensi internal individu dan dimensi kemasyarakatan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. hukum politik. Ferdinand Tonnies.1. serta keberadaan kode-kode bergaya Barat yang tidak memiliki landasan sosial yang penting. serta pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa sistem hukum modern dan pembangunan hukum biasanya terdiri dari: Benturan yang agak sulit dimengerti antara tiga paradigma besar mengenai ideologi sosial. Mattei mempostulatkan bahwa ada tiga sumber utama norma sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi perilaku individu. Dia beranggapan bahwa taksonomi sistem hukum standar pada hukum sipil.

politik. Pandangan Kamenka-Tay mengenai pembangunan hukum sangatlah berguna dimana pandangan tersebut menjelaskan tiga tipe dasar organisasi sosial dan bagaimana setiap tipe tersebut dapat menentukan jenis sistem hukum yang terjadi dalam masyarakat. taksonomi Mattei secara terbuka mengakui adanya dampak politik terhadap sistem hukum serta menciptakan sebuah kategori baru mengenai hal ini. Sampai disini. Kedua. Sebaliknya. Norma-norma budaya ini bermanifestasi dalam berbagai kekuatan sosial. Mattei mengembangkan sebuah taksonomi yang secara eksplisit menjelaskan bahwa norma-norma budaya suatu masyarakat memiliki muatan kritis terhadap sifat dari sistem hukum ini. .76 Aturan Mattei terhadap hukum tradisional secara umum dapat disamakan dengan paradigma gemeinschaft: aturan mengenai hukum politis dengan paradigma birokrasi-administratif. penting untuk membahas dua implikasi penting yang diperoleh dari taksonomi Mattei. dengan menambahkan bahwa klasifikasi dari suatu sistem hukum merupakan hasil dari perubahan kompetiti atas tiga kekuatan politik. Pertama. Terlebih lagi. pandangan-pandangan tersebut memiliki kesamaan dengan pola hukum menurut Mattei. hukum. dimana hukum adalah suatu alat organisasi sosial. Sedangkan aturan sosial model gesellschaft berasal dari ideologi liberal Barat. atau salah satunya. Dalam hal ini. Berdasarkan alasan ini. dalam pendekatan Kamenka-Tay tidak jelas apakah rasionalitas formal Weber merupakan suatu fungsi bagi gesellschaft dan paradigma birokrasi administratif. dan ekonomi yang kemudian akan menentukan tipe aturan hukum yang mendominasi suatu sistem hukum tertentu. meskipun terdapat kesamaan. Saya lihat pendekatan Mattei biasanya lebih disenangi daripada pendekatan Kamenka-Tay. atau tidak keduanya. Dengan demikian. gemeinschaft lebih terarah pada internalisasi norma sosial. khususnya pemikiran tentang pemisahan antara negara dan individu.Aturan sosial model gemeinschaft berdasar pada norma-norma intrinsik dan nilai-nilai masyarakat yang dijunjung tinggi. masih terdapat hal-hal yang belum sempurna. Mattei menawarkan sebuah perspektif yang dinamik terhadap studi tentang komparasi sistem hukum. dan konsep birokrasi administratif lebih pada kebijakan negara. taksonomi Mattei membuat kekuatan politik dan aturan hukum politik menjadi kekuatan yang berseberangan dengan rasionalitas formal yang membentuk landasan bagi aturan hukum profesional. dan tradisi. taksonomi ini mencoba untuk menggabungkan dan merefleksikan peran budaya hukum dalam suatu sistem hukum yang berlaku. gesellschaft lebih terarah pada hak asasi manusia.77 Dengan mengunakan pandangan fundamental Weber. dan aturan hukum profesional dengan paradigma gesellschaft. Bentuk birokrasi administratif suatu aturan sosial memaknai aturan sebagai suatu cara untuk mendapatkan intisari dari tujuan kebijakan yang ditetapkan oleh negara. Akan tetapi. fakta bahwa ia menyebut kategori hukum politis sebagai “hukum tentang pengembangan dalam transisi” menjelaskan bahwa Mattei mengerti akan hal itu. Perbedaan yang tidak jelas ini mengakibatkan tidak diperhitungkannya kekuatan politik dalam suatu sistem hukum. Senada dengan Weber.78 Lebih dari itu.

hukum substantive dan budaya hukum di satu sisi. jika ada. menjadi model hukum profesional. bahkan dengan kontribusi yang diberikan oleh Friedman dan Mattei.sehingga dalam situasi tertentu. sistem hukum mampu dan mau untuk pindah dari model hukum tradisional. Clifford Geertz. Sesudah itu. apakah hal ini menimbulkan suatu perubahan dalam struktur. Saya menarik berbagai macam materi diskusi serta menampilkan suatu sistem hukum yang sederhana dan dapat dilakukan. gagasan Friedman tentang budaya hukum sangatlah berguna untuk menganalisis kenapa dan bagaimana sebuah sistem hukum bekerja pada waktu tertentu. saya berharap untuk dapat membahas konsep budaya dan kemudian mencoba menyaring konsep Friedman tentang budaya hukum dengan melakukan identifikasi terhadap apa yang Saya lihat. sebuah sistem konsepsi yang diwariskan dan tertuang dalam bentukbentuk simbolik yang merupakan cara bagi manusia untuk berkomunikasi. juga mengubah budaya hukum. yang tentunya Saya percaya lebih akurat merefleksikan proses pengembanagan hukum baik sebagai sesuatu yang statis maupun dinamis 1. dan kerangka ekonomi serta politik? Untuk menjawab pertanyan tersebut. sebagian besar merupakan karya Friedman dan Mattei. politik atau sosial di sisi lainnya? Ketika kekuatan eksternal ini bersinggungan dengan sistem hukum. ternyata terdapat mata rantai yang hilang antara pandangan Mattei terhadap perubahan dinamik dalam suatu sistem hukum dan gagasan Friedman tentang apa yang menjadikan sebuah sistem hukum. konsep dia sepertinya tidak banyak membantu ketika digunakan dalam analisis tentang bagaimana sebuah sistem hukum dipengaruhi oleh kekuatan eksternal dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. meneruskan.81 Geertz sendiri mendefinisikan budaya sebagai: sebuah pola yang diwariskan turun-temurun tentang makna yang terkandung dalam simbol-simbol.79 Bagian C: Perubahan Model Apakah yang bisa kita pelajari dari kontribusi Mattei dan Friedman? Menurut saya. misalnya import. Oleh karena itu. model hukum politis. Sebuah buku antropologi karangan antropolog Amerika terkenal. masih tetap sulit untuk menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah hubungan kausal. yang terjadi antara tiga elemen struktur. Kesadaran & Kebiasaan Tugas pertama saya adalah memperbaiki konsep budaya hukum Friedman.82 . Budaya. Namun demikian. dan mengembangkan pengetahuan mereka dan sikap mereka dalam menghadapi hidup. memberikan sebelas definisi budaya.80 Taksonomi Mattei yang baru sangat berguna untuk tujuan pemahaman terhadap bagaimana sebuah sistem hukum bisa berubah dari pola hukum tradisional menjadi pola hukum politis dan akhirnya pola hukum profesional. Ini tentu saja bukanlah sebuah tugas yang mudah mengingat ‘budaya’ adalah sebuah kata yang terkenal sangat kompleks. serta kekuatan ekonomi eksternal. hukum substantive atau budaya hukum? Dapatkah sebuah perubahan dalam hukum substantive. Namun.

Kunci dari perbedaan ini adalah kebiasaan (habit). budaya diwariskan dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pengulangan. Mungkin contoh berikut ini akan membantu memberikan gambaran perbedaan antara kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness). budaya bukanlah sesuatu yang rasional atau irasiomal tetapi sesuatu yang arational. Perhatikan . dan kesadaran hukum (legal consciousness) berhubungan dengan kapasitas penilaian. kebiasaan hukum (opini aktual atau sikap) dan kesadaran hukum (segala hal mengevaluasi kebiasaan hukum) keduanya merupakan fungsi dari pikiran. Oleh karenanya kesadaran hukum sebuah komunitas mengacu pada kapasitas komunitas tersebut untuk mempertimbangkan apakah beberapa kebiasaan hukum—sikap tertentu. Pertama. sementara kesadaran hukum menentukan bagaimana sikap tersebut selalu berubah sepanjang waktu. Sebaliknya. sikap. Aspek penting kedua yang harus diperhatikan dalam definisi Fukuyama adalah budaya tidak harus rasional. kebiasaan hukum lebih banyak menggambarkan sikap masyarakat terhadap hukum pada suatu masa. budaya bersifat baik dalam pengertian bahwa budaya mengandung nilai-nilai yang membedakan antara yang baik dan yang benar. Budaya mengatur segala tingkah laku dengan menyatakan nilai-nilai dan norma tertentu yang baik atau dapat diterima dan yang tidak baik atau tidak dapat diterima. Saya mencoba untuk mengidentifikasi dua elemen terpisah dari konsep Friedman tentang budaya hukum. 85 Berdasarkan pendapat bahwa budaya adalah kebiasaan baik yang diwariskan.’ Dalam hal ini. Saya merujuk pada tindakan.87 Dalam hal ini Saya menekankan pada kemampuan yang mencerminkan dan menilai sikap serta nilai-nilai yang membentuk kebiasaan hukum (legal habit). 82 Definisi Fukuyama yang kurang jelas ini sebenarnya menekankan pada dua aspek penting budaya. kesadaran menjelaskan kapasitas dari pikiran yang sama untuk menilai sikap dan pendapat yang dipercayainya. Fukuyama mengutip contoh seorang lelaki China yang menggunakan sumpit untuk makan mie. atau apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam suatu masyarakat tertentu. Orang itu melakukan hal tersebut karena suatu kebiasaan. nilai-nilai. 86 Saya menyebut elemen kedua ini ‘legal consciousness (kesadaran hukum)’.Definisi budaya yang lebih sederhana dan yang Saya anjurkan untuk digunakan dalam diskusi Saya adalah definisi yang dikemukakan oleh rancis Fukuyama: budaya adalah ‘kebiasaan baik yang diwariskan turun temurun’. Sebaliknya. nilai-nilai dan pendapat berkaitan dengan lembaga hukum dan hukum yang diwariskan dan diteruskan oleh seorang individu atau masyarakat melalui proses pembiasaan. pendapat atau keykinan tentang hukum —dapat diterima atau tidak diterima dalam komunitas tersebut. dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hukum (legal habit) berhubungan dengan masalah sikap.88 Menurut definisi-definisi tersebut. dalam bentuk sikap. bukan melalui proses penilaian efisiensi atau tingkat kenikmatan yang diperoleh dengan makan mie menggunakan pisau dan garpu ala Barat dibandingkan dengan memakai sumpit.84 Dalam hal ini. Saya menyebut elemen yang pertama dengan ‘legal habit (kebiasaan hukum. dan opini. menjelaskan isi dari pikiran kita pada suatu saat tertentu.89 Dengan kata lain. nilai. Dengan demikian.

sikap orang Asia terhadap proses pengadilan gaya Barat yang berlawanan. Gagasan Friedman mengenai budaya hukum pada tingkat permukaan dan budaya hukum internal dapat juga dipahami sebagai tambhan terhadap konsep kesadaran hukum (legal consciuosness). misalnya mediasi. maka setelah beberapa waktu. yang ditandai dengan berkurangnya penolakan terhadap proses pengadilan.90 Sikap seperti itu terjadi akibat sistem nilai yang lebih menghargai keselarasan sosial dan menjaga hubungan baik dibandingkan dengan penghargaan banyak masyarakat Barat terhadap nilai-nilai tersebut. Karena budaya hukum internal mengacu pada sikap dan pendapat dari profesional yang paham tentang hukum. Namun demikian. Dengan kata lain. Dalam hal ini. ketika anak-anak ini tumbuh dewasa dan mengembangkan kemampuan berpikirnya sendiri serta mulai merefleksikan isu-isu hukum. pada saat kebiasaan hukum mendominasi budaya hukum pada suatu masa tertentu. Jika penolakan terhadap proses pengadilan ini dianut oleh komunitas orang Asia tertentu. 91 Lebih jauh lagi. pada akhirnya. budaya hukum masyarakat tersebut. Dia mungkin akan memutuskan untuk tetap menggunakan proses hukum daripada melakukan penolakan seperti para pendahulunya. Seandainya. konsep kesadaran hukum memberikan suatu alat bagi kita untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam budaya hukum dalam suatu konteks yang dinamis. Dengan identifikasi kebiasaan hukum dan kesadaran hukum sebagai dua elemen penting konsep Friedman mengenai budaya hukum. hal ini berarti bahwa penolakan ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pembiasaan dan bukan suatu pilihan yang rasional. Jika pengalaman-pengalaman individu ini banyak terjadi dalam masyarakat. konsep tersebut menjadi lebih tepat digunakan dalam membuat analisis yang dinamis dan prediktif. salah satu dari anak-anak ini ada yang menjadi eksekutif senior perusahaan yang harus memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap partner bisnis yang curang. jika Fukuyama benar dalam melakukan penilaian bahwa budaya adalah warisan atas kebiasaan baik. Maka. Dengan kata lain. Dengan kata lain. maka dapat dimengerti bahwa budaya hukum . maka Saya melakukan perbaikan terhadap konsep Friedman. lebih luas lagi. Banyak komentator yang melihat bahwa orang-orang Asia cenderung menolak proses pengadilan dan lebih menyukai metode penyelesaian masalah tanpa menggunakan jalur pengadilan. budaya hukum seluruh masyarakat akan berubah. dalam masyarakat Asia. kesadaran hukumnya telah melakukan evaluasi terhadap kebiasaan hukumnya dan dengan demikian melemahkan keengganannya terhadap proses pengadilan. maka kesadaran hukum-lah yang akan mempengaruhi budaya hukum dalam periode yang lebih lama. Maka. Mereka mulai mengevaluasi kebiasaan hukum mereka (legal habit). kesadaran hukum individual dan kolektif mulai terbentuk. maka hal ini akan menjadi kebiasaan hukum (legal habit) dari masyarakat tersebut. anak-anak tumbuh berkembang dalam suatu kebiasaan hukum (legal habit) yang menolak suatu proses pengadilan tanpa harus memikirkan lebih dalam hal tersebut. budaya hukum berubah sepanjang waktu melalui interaksi antara kesadaran hukum dan kebiasaan hukum.

nilai-nilai. Asia. serta pandangan mendasar tentang dunia. Kadang-kadang.95 Pendekatan lainnya terhadap analisa elemen-elemen pokok budaya hukum adalah dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan eksplisit dan implisit.internal lebih mudah dimengerti sehingga memiliki kesadaran hukum yang lebih baik. teori penalaran hukum. cakupan nilai budaya keluarga terlihat terlalu luas.93 Namun demikian. Konsep kembar saya tentang kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness) dapat dibandingkan dengan usaha-usaha lainnya dalam mengidentifikasi elemen-elemen budaya hukum. terdapat begitu banyak budaya hukum yang berbeda. Misalnya. dan . Lapisan implisit terdiri dari norma-norma. hakim dan pembuat undang-undang cenderung lebih terbuka terhadap pembangunan di luar negeri. masyarakat umum dengan budaya hukum tingkat permukaan yang lebih rendah tingkat kesadaran hukumnya. maka sangatlah masuk akal untuk menempatkan mereka di baris terdepan dalam pemikiran hukum serta hal-hal lain yang dapat membuat mereka memiliki kemampuan yang sama. dalam masyarakat Asia. apa yang membuat sistem hukumnya berbeda dengan yang lain adalah ‘kebersaman pemahaman (shared understandings)’ yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Dalam nilai budaya suatu keluarga. meski kadang yang terjadi adalah penolakan terhadap suatu perubahan karena mereka memang enggan untuk berubah. secara keseluruhan ada dua hal dalam pengamatan Saya yang membuat penggunaan nilai budaya keluarga kurang begitu membantu dalam usaha ini. Kebersamaan pemahaman (shared understandings) ini meliputi konsep masyarakat tentang hukum. para profesional bidang hukum—dengan budaya hukum internal yang lebih tinggi tingkat kesadaran hukum-nya—diharapkan dapat menjadi pemimpinpemimpin perubahan hukum dalam suatu masyarakat. seseorang mungkin ragu apakah budaya hukum masyarakat Jawa memiliki teori argumentasi atau memiliki kebersamaan pemahaman (shared understandings) terhadap suatu permasalahan. Pertama. Sebaliknya. dalam satu negara Asia—seperti Indonesia—bisa saja terdapat sejumlah budaya hukum. masyarakat umum— dengan budaya hukum pada tingkat permukaan yang lebih rendah kesadaran hukum-nya —diharapkan dapat mengikutinya. Dengan kata lain. Satu pendekatan alternatif adalah analisa budaya hukum melalui ‘budaya keluarga’ (misal budaya hukum orang-orang Barat.92 Berdasarkan pendekatan ini. usaha ini kurang begitu memuaskan karena terkesan sangat ke-Barat-barat-an dimana faktor-faktor yang memuat kebersamaan pemahaman (shared understandings) dalam suatu masyarakat mungkin menjadi tidak relevan bagi masyarakat lain. teori legitimasi hukum. dan Africa). reformasi hukum. teori argumentasi. cenderung terlambat. metodologi hukum. Sebaliknya. baik dalam hal pemikiran hukum maupun reformasi hukum. lapisan eksplisit terdiri dari kenyataan yang dapat diamati seperti mode pakaian atau bahasa dari suatu masyarakat. Islam. apa yang membuat sebuah keluarga memiliki nilai budaya yang unik dibandingkan keluarga lain adalah faktor rasional-irasional dan faktor individualisme-kolektivisme. Untuk mengumpulkan berbagai macam budaya hukum yang berbeda dalam satu payung ‘budaya hukum Asia’ jelas akan mematahkan tujuan analisis hukum lintas budaya.94 Kedua. Misalnya. 96 Menurut pandangan ini. Ketika pengacara.

politik dan kerangka sosial yang melekat dalam sistem hukum tersebut. Perubahan ini tertanam dalam kenyataan bahwa nilai-nilai atau sikap tertentu terhadap hukum menjadi tidak sesuai lagi bagi masyarakat. kemudian disejajarkan dengan taksonomi Mattei serta pendekatan evolusioner terhadap hukum dan pembangunannya seperti yang telah dibahas pada awal bab ini? Menurut Saya. maka. hal ini benar karena budaya hukumlah yang melemahkan perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum yang sebenarnya. Lebih jelasnya. ketika budaya hukum berubah. kedua pendekatan tersebut menyatakan bahwa budaya implisit (atau kesadaran hukum). Jadi. dengan demikian. Hal ini terjadi ketika suatu masyarakat berkembang kesadarannya berkaitan dengan hak indvidu dan demokrasi dan meninggalkann gagasan lama seperti status dan sistem patriarchal. 102 Sebaliknya. Budaya eksplisit mengacu pada kebiasaan hukum sedangkan budaya implisit mengacu pada kesadaran hukum. Landes berjalan dalam suatu jalur paralel ketika dengan tepat ia menyimpulkan:”Jika kita belajar dari sejarah pembangunan ekonomi. masyarakat akan . 98 Yang menarik perhatian. model seperti ini mencermati empat implikasi penting berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunannya. dimodifikasi dengan memasukkan elemen-elemen kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. Menurut Friedman. Lebih penting lagi. ketika dihadapkan dengan isu-isu moral atau dilema lain yang melibatkan pengambilan suatu keputusan. pemahaman terhadap lapisan implisit atau budaya sangatlah penting karena disini-lah terdapat ‘serangkaian aturan dan metode yang telah dikembangkan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.’ 97 Pendekatan terhadap budaya hukum dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan ternyata sesuai dengan pendekatan saya yang menggunakan konsep gagasan kembar. 2.” 100 Implikasi kedua adalah bahwa budaya hukum dapat berubah setiap saat sebagai akibat dari semakin berkembangnya kesadaran hukum. jika tidak didukung perubahan dalam budaya hukum hanya akan bertahan sebentar dan tentu saja sia-sia. kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. budaya hukum adalah ‘sumber hukum—norma-norma yang dimilikinya menciptakan norma hukum’. Implikasi pertama adalah bahwa budaya hukum merupakan elemen sentral dari suatu reformasi hukum yang berhasil. setelah melakukan survey tentang pembangunan ekonomi manusia. budaya lah yang membuat semua berbeda. Hal ini dipelopori oleh kelas kecil elit hukum yang menerapkan budaya hukum internal. hal ini akan menciptakan sebuah model yang sederhana namun tepat guna tentang bagaimana suatu sistem hukum berubah dalam suatu cakupan yang lebih luas dalam bidang ekonomi. ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi budaya eksplisit (atau kebiasaan hukum) dan pada akhirnya membuat suatu perubahan yang penting.98 Usaha-usaha untuk mengubah tingkah laku dengan mengubah lembaga hukum atau hukum itu sendiri. Model Kerja Apa yang terjadi jika model sistem hukum Friedman.asumsi dasar berkaitan dengan pandangan mereka tentang dunia.

lebih terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, hukum asing dapat dengan mudah diadaptasi dan diimplementasikan. Implikasi ketiga adalah perubahan-perubahan dalam kesadaran hukum yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti peristiwa-peristiwa ekonomi, politik dan sosial. Friedman mengerti akan hal ini ketika ia menyatakan bahwa budaya hukum ‘adalah suatu variabel yang aling terkait. Kekuatan sosial membuat hukum, tetapi mereka tidak membuat nya langsung…’ 103 Maka, di satu sisi kesadaran hukum merubah budaya hukum, budaya hukum merubah sistem hukum, dan sistem hukum mempengaruhi sistem sosio-ekonomi dan politik dalam cakupan yang lebih luas. Dan di sisi lainnya, tekanan sosio-ekonomi dan politik sangat mempengaruhi kesadaran hukum. Pandangan ini sesuai dengan pendekatan Weberian terhadap hukum dan masyarakat yang mencermati keterkaitan berbagai hubungan sosial. 104 Secara khusus, dampak tekanan terhadap kesadaran hukum dari para elit profesional hukum sangatlah penting karena para elit-lah yang biasanya menjadi pemimpin dalam membentuk budaya hukum masyarakat. Harus pula dicatat bahwa agenda politik dari mereka yang memegang kekuasaan—yang mungkin tidak sama dengan para elit hukum—akan menentukan pengaruh eksternal mana yang akan dijabarkan kedalam perubahan-perubahan nyata dalam kesadaran hukum. Implikasi keempat adalah bahwa pendekatan Weberian menyatakan, selama ini pembangunan eksternal dalam bidang ekonomi, politik dan sosial dapat mempengaruhi kesadaran hukum suatu masyarakat terhadap penerimaan yang lebih besar akan sistem hukum yang lebih rasional. Hal ini memberi jalan bagi pandangan Weber atas masyarakat yang berpandangan rasional terhadap hukum yang selama ini didomonasi oleh birokrasi yang kuat. Perubahan yang serupa juga dijelaskan oleh Kamenka-Tay sebagai suatu konfrontasi antara gemeinschaft, gessellschaft dan paradigma birokrasi administratif. Intinya adalah bahwa pendekatan Kamenka-Tay tidak menjelaskan bagaimana konfrontasi antara ketiga kekuatan itu akan dimainkan. Tetapi model saya menjelaskan hal ini. Model pendekatan milik saya menjelaskan bahwa faktor penentunya adalah kesadaran hukum dalam suatu masyarakat. Jika jumlah kesadaran hukum bersimpati terhadap intrinsik, memegang teguh norma tradisional, maka paradigma gemeinschaft akan mendominasi; jika berganti dan menjadi lebih bersimpati terhadap liberalisme klasik Barat atau pemikiran tentang birokrasi negara yang kuat, maka gessellschaft atau paradigma birokrasi administratif yang sebaliknya akan mendominasi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, saat ini sangat mungkin untuk menggambarkan hubungan antara struktur hukum, hukum itu sendiri dan budaya hukum—termasuk juga kebiasaan hukum dan kesadaran hukum—dalam suatu sistem hukum tertentu, begitu pula dengan dampak dari faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, politik dan sosial terhadap sebuah sistem. Hal ini dapat dilihat pada Diagram 1 di bawah ini.

Diagram 1. Jika elemen-elemen penting dari model ini benar, maka elemen itu mendukung pandangan Friedman bahwa budaya hukum adalah elemen sistem hukum yang paling penting. Model tersebut menjelaskan bahwa dalam budaya hukum, kebiasan hukum mendominasi sikap-sikap yang saat ini ada terhadap hukum. Namun demikian, kesadaran hukum-lah yang menentukan arah dan kecepatan pergerakan budaya hukum terhadap waktu. Kesimpulan ini memiliki satu pelajaran kritis bagi mereka yang tertarik terhadap fenomena hukum dan pembangunannya. Jelasnya, formulasi hukum yang baru dan reformasi pada lembaga hukum akan tidak efektif tanpa adanya perbaikan yang sesuai dengan budaya hukum. Dengan kata lain, selain sumber-sumber yang digunakan untuk membuat formulasi kebijakan, harus lebih banyak lagi sumber yang diarahkan bagi tujuan yang lebih luas bagi perbaikan budaya hukum masyarakat. Setiap proposal reformasi hukum untuk merubah hukum itu sendiri atau lembaga hukum haruslah menyertakan analisis dari aspek-aspek budaya hukum lokal yang akan mendukung perubahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan dan budaya hukum masih terus diangap sebagai aspek hukum yang tidak penting, maka resiko kegagalan akan sangat tinggi. Seperti kata Mary Hiscock, mantan guru hukum saya yang memiliki pengalaman tentang reformasi hukum di Asia: Hukum adalah tanaman yang tumbuh dengan akar manusia, dan sangatlah penting untuk memberikan pendidikan bagi orang-orang agar mereka berubah. Jika yang dicari adalah hukum yang siap dibuat, ini dapat saja dibeli dari berbagi konsultan yang ada. Namun yang ada hanyalah hukum. Masyarakat masih saja melakukan hal yang sama dengan apa yang dulu sering mereka lakukan. Tidak ada perubahan. Ini adalah pelajaran bagi sejarah bangsa Asia. Dan menurut Saya, perkataan Mary memang benar adanya Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

ini ada catatan kuliah sosiologi hukum Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Huku | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

Ini kuliah catatan kuliah Hukum sosiologi Posted in S2. 2009 . Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Hukum Kebijakan Publik Posted by mujiburrahman on September 4.

R. Media. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Alvin S.I. 1977. Sosiologi Moralitas. CV. Adam Podgorecki & Christopher J. New Jersey.Jakarta. 2001. Bandung. 1988. Jakarta. Hans Kelsen. Johnson. Pendekatan Sosiologi Terhadap Hukum. Sosiologi. L. 1986.M. Rijkschroeff. Law & Society. Peters & Koesriani. Jakarta. Whelan. Jakarta. B. 1987.ini catatan yang terakhir dari kuliah matrikulasi hukum kebijakan publik Posted in Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Sosiologi Hukum Posted by mujiburrahman on October 9. 1994. Yayasan Obor Indonesia. Prentice-Hall.A.Jakarta . Raya Grafindo Persada . Jakarta. Friedman. III. PT. 2008 Dr. Soerjono Soekanto. Bambang Widodo Umar Buku Acuan : • • • • • • • • A. Hukum & Perkembangan Sosisl. Mandar Maju.G. Sosiologi Hukum. Pustaka Sinar Hrapan. Taufiq Abdullah. Hukum dan Sosiologi Hukum. Rineka Cipta. Bina Aksara. II. Teori Umum Hukum dan Negara. Englewood Cliffs. 2004.

SOSIOLOGI HUKUM : Ilmu pengetahuan ttg interaksi manusia yg berkaitan dg hukum dlm kehidupan bermasyarakat. 2001. Jakarta. ILMU HUKUM : mempelajari sekumpulan aturan-aturan untuk membimbing perilaku manusia yang diterapkan & ditegakkan diantara anggota masyarakat (Negara). Peradaban. KULIAH 1 Konsep Dasar Sosiologi Hukum SOSIOLOGI : mempelajari masyarakat dlm konteks hubungan atau interaksinya antar warga. 2002. Peradaban. Catatan Kriminalitas. Jakarta. 2001. Sosiologi hukum sbg pengetahuan yg bersifat multi disipliner approach. Jayabaya University Press. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. kmdn dikembangkan dalam suatu norma sosial REALITA HUKUM FENOMENA Unsur-2 – Ciri-2 – Sifat-2 Definisi kategori klasifikasi NORMATIF SOSIOLOGIS . Jakarta.• • • Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. HUKUM * Perwujudan nilai-2 normatif (abstrak) * Instrumen utk pengendalian sosial SOSIOLOGI Memenuhi kebutuhan konkrit (aturan main) dalam kehidupan msyarakat (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) Universalitas hukum itu diperoleh dg cara mengabstraksikan realita dg pola perilaku manusia. Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah. Ketika Kejahatan Berdaulat. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara.

Taufik Abdullah) MASYARAKAT NORMA UKURAN TTG SEJUMLAH PERI- . Taufik Abdullah) PERILAKU SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) PERILAKU MASA LALU PERILAKU MASA DATANG PERILAKU TERAPAN • • • • • • • • • • Apa yg jadi motif Bgm pola perilakunya Apa ciri individu Mengarahkan Mengubah Mengendalikan Dari hasil belajar sosial Mencoba-coba Mempraktekkan POTENSI MANUSIA Kepaduan (cohesiveness) Komitmen (commitment) (Baca Sosiologi Moralitas.(Aspek Kualitas) (Aspek Kuantitas) SOCIAL RELATIONSHIP (Causality) ABSTRAKSI HUKUM (Baca Sosiologi Moralitas.

CARA BERFIKIR. NILAI MENTALITA (AKTIVITAS JIWA. PERTENTANGAN (CONFLICT). PERSAINGAN (COMPETATION). BERPERASAAN) YG TERBENTUK DR PERILAKU MANUSIA MENJADI SEJUMLAH ANGGAPAN (Baca Sosiologi. B. BENTUK-BENTUK SOCIAL RELATIONSHIP : KERJASAMA (COOPERATION). CUSTOMS.LAKU YG DITERIMA & DISEPA-KATI SECARA UMUM OLEH MASYARAKAT (VOLKWAYS. MORES.R. PENYESUAIAN (ACCOMODATION). PENGUASAAN (DOMINATION). LAWS). Rijkschroeff) TERPOLA KRITIS OBYEKTIF SUBYEKTIF REALITA HUKUM MENEKANKAN PD TUJUAN MENEKANKAN PD PROSES AKAL BUDI PERILAKU HUKUM . Hukum dan Sosiologi Hukum.

KEBENARAN HUKUM → Normatif KEBENARAN SOSIOLOGIS → Bebas Nilai (values free) FAKTA SOSIAL KEBENARAN SOSIOLOGI HUKUM NORMA-NORMA Tidak sama dg kebenaran hukum (Baca Sosiologi Moralitas. ilmuwan). Dukun dll). Ilmiah (pakar.(Baca Sosiologi Moralitas. Paranormal. Logika rasional (Pemikiran manusia = Wisdom). Otoriter (kekuasaan) Mistik (Dewa. Taufik Abdullah) HUKUM DAN MORALITAS (Emile Durkheim) Mayarakat KETERATURAN TINDAKAN OTORITAS Masyarakat KEPENTINGAN . Taufik Abdullah) KONSEP KEBENARAN KEBENARAN : Absolut (kitab suci).

Taufik Abdullah) PENERAPAN HUKUM SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) ATMOSPHERE Suasana STRUKTUR FUNGSI/TUGAS PRESSURE Desakan Pengembangan & Pemeliharaan UNITY Kekompakan LEMBAGA .KOLEKTIF KETERIKATAN KELOMPOK Disiplin Ilmu Pengetahuan Otonomi Moralitas MILIEU SUI GENERIS (Baca Sosiologi Moralitas.

Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama. dipaksakan olh pemegang kekuasaan. SBG SARANA REKAYASA SOSIAL. Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku masyarakat. Struktur Sosial : hukum lahir scr bertahap. Law as a tool of crime. dan utk menekan kaum borjuis (Karl Marx). ideal. Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada. Perubahan Sosial : keberadaan hukum hrs mengabdi pd kepentingan rakyat. (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) ASPEK BEKERJANYA HK DLM MASYARAKAT SBG SARANA KONTROL SOSIAL.PENEGAK HUKUM KEPATUHAN HUKUM KEWIBAWAAN HUKUM HUKUM NGR HUKUM ADAT (Baca Sosiologi Moralitas. bukan utk memecahkan masalah sosial. . Masa itu hk dianggap satu-satunya perekat sosial. perbuatan jahat dg menggunakan hukum sbg alatnya sulit dilacak karena diselubungi olh hk dan berada dlm hukum. dan kelompok-2 kepentingan dlm masyarakat (Weber). dipengaruhi olh kepentingan material. cara berfikir kelas-2 sosial. Taufik Abdullah) PERKEMBANGAN HUKUM DLM MASYARAKAT Fungsi Sosial : sbg himpunan moralitas & wahana utk mencapai cita2 sosial (Durkheim). SBG ALAT KEJAHATAN.

intelektualitas. Tbg Ronny Nitibaskara) PARADIGMA HUKUM PARADIGMA I (Pra Normatif) PARADIGMA II (Normatif) NORMAL LAW ANOMALI LAW REVOLUTION KRISIS ANOMALI BARU PARADIGMA : PANDANGAN FUNDAMENTAL TTG APA YG MENJADI POKOK PERSOALAN (SUBJECT MATTER) DALAM HUKUM NORMAL LAW dst (Baca Sosiologi. Rijkschroeff) PEMAKNAANNYA : Interaksi Manusia mengandung tiga unsur. sesuatu (thing). yaitu : Tindakan (act). Hukum dan Sosiologi Hukum.R. baik menyangkut falsafah. Hukum yg dimaksud bukan saja hukum dlm arti tertulis tetapi juga yg tidak tertulis. maupun jiwa yg melatar belakangi penerapan hukum. . Hukum memiliki daya mengatur jika scr relatif sdh dipersatukan dlm kelompok-2 sosial. apalagi dlm sistem sosial.(Baca Ketika Kejahatan Berdaulat. dan makna (meaning). B.

(Baca Sosiologi.Hukum bersifat memaksa ttp paksaan itu bukanlah merupakan syarat utama. MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI HUKUM Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dalam masyarakat. ideologi. Perlindungan thd HAM. Rijkschroeff) NEGARA HUKUM Eropa Kontinental – Ngr Hk adl ngr yg berdiri di atas hk yg menjamin “keadilan” kpd wrg ngr nya (Aristoteles) Keadilan merupakan syarat bagi terciptanya kebahagiaan hidup utk wrg ngr dan sbg dasar ap keadilan itu perlu diajarkan rasa susiak kdp setiap manusia. kelembagaan sosial. B. kemanfaatanlah yang menjadi ukuran utama. dan dinamika sosial. Hukum dan Sosiologi Hukum. Paham laissez faire laissez aller – biarlah setiap angt masyarakat menyelenggarakan sendiri kemakmurannya Dua unsur pokok ngr hukum (Imanuel Kant) : 1. 2. Pemaksaan itu lebih utk melindungi sistem sosial daripada hukum. Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat. Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat. Obyek Sosiologi hukum : karakteristik hukum masyarakat. Adanya “pemisahan kekuasaan” Tipe Ngr Hk : Ngr Kesejahteraan (welfare State) (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) . Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat.R. organisasi formal dan sosial. Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif di dalam masyarakat.

Hukum yg baik adl hukum yg dierima olh rakyat karena mencerminkan harapan rakyat.Anglo Saxon– tdk mengenal ngr hk ttp mengenal “the rule of law” – pemerintahan olh hukum (Dicey – kelanjutan dr ajaran John Locke). Tiga unsur rule of law : 1. Hak asasi tdk bersumber pd konstitusi/UUD (penegasan)ttp sdh ada sejak manusia dilahirkan KEDAULATAN HUKUM Sbg kelanjutan dp keadaulatan rakyat. 2. DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT. Hukum berdaulat kr sifatnya imperatif. DAN SALING MEMBERIKAN SUMBANGAN DLM APLIKASI . (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) KOMPONEN YURISPRUDESIAL SOSIOLOGICAL Fokus Peraturan-Peraturan Struktur Sosial Proses Logika Perilaku Cakupan Universal Bervariasi Perspektif Partisipan Pengamat Kegunaan Praktis Alamiah Tujuan Pengendalian Keseimbangan MODEL HUKUM (Donald Black) PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS. Supremacy of the law. Equality befor the law (kdkn sama di dpn hk) 3. SALING MELENGKAPI. tanpa diterima olh rakyatpun hk tetap berlaku (Kelsen) Hukum berdaulat kr bersumber pada kesadaran hk rakyat.

Putusan hakim tidak dapat mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. Sistem Hukum Eropa Kontinental (Civil Law) Dari Romawi berkembang ke Jerman. * SIKAP AMBIVALEN MERUPAKAN PENGHALANG BAGI TEGAKNYA HUKUM * KEKUASAAN YG TDK BERPARADIGMA HK MERUPAKAN PELUANG TERJADINYA PELANGGARAN HAM (D. Indonesia Bahwa hukum itu memperoleh kekuatan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi.R. Apakah keputusan pengadilan sama dg apa yg diharuskan dlm peraturan. Rijkschroeff) REALITAS HUKUM (Law on books & Law in action) Terjadinya perbedaan karena : Apakah “pola tingkah laku sosial” tlh mengungkapkan materi hk yg diumuskan dlm peraturan. Hukum dan Sosiologi Hukum. karena hakim hanya menerapkan dan menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya. Perancis. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Italia. Hukum dan Sosiologi Hukum. . Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakanhukum baru.R. Belanda. Dengan kata lain. B.L KIMBAL) (Baca Sosiologi. Adagium: “tidak ada hukum selain undang-undang”. dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis. B.(Baca Sosiologi. hukum selalu diidentikkan dengan undang-undang. Apakah tujuan yg dikehendaki hukum sama dg efek peraturan itu dlm kehidupan masyarakat. Rijkschroeff) KULIAH KE 2 SISTEM HUKUM 1.

Sistem Hukum Adat Bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya. Siapa saja? Orang pribadi dan badan hukum (Criminal Justice System) 2. Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan2 hukum dan menciptakan prinsip2 hukum yang baru yang berguna bagi pegangan hakim2 yang lain dalam memutuskan perkara sejenis. Sunnah Nabi. Subyek Hukum Adalah pengemban hak dan kewajiban. maka melalui putusan2 hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum. 4. Teori Umum Hukum dan Negara. Asas doctrine of precedent. Sifat: tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyang. Sistem Hukum Anglo Saxon (Common Law) Dianut negara-negara anggota persemakmuran Inggris. Kanada. AS. Hakim berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat.Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu: Hukum Publik: Hukum Tata Negara. Sistem Hukum Islam Bersumber pada Al Qur’an. Hukum Dagang 2. Hukum Administrasi Negara. Masyarakat Hukum . Baca buku Hans Kelsen. Hukum Pidana Hukum Privat: Hukum Perdata. Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. Bersumber pada putusan hakim/putusan pengadilan/yurisprudensi. 3. hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis. Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu hukum publik dan hukum privat. Ijma dan Qiyas. Amerika Utara.

Peristiwa Hukum Merupakan perbuatan hukum yaitu segala perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan hak dan kewajiban 5. Rijkschroeff) MEMAHAMI MASYARAKAT . Hukum dan Sosiologi Hukum. meliputi: materiil dan immateriil PRANATA HUKUM HUKUM DLM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL SOLIDARITASSOSIAL KESADARAN KOLEKTIF (Collective Conscience) MEKANIS ORGANIS HUKUM REPRESIF HUKUM RESTITUTIF Masyarakat segmental Masyarakat modern (Baca Sosiologi.Kumpulan dari subyek hukum di dalam suatu masyarakat sebagai suatu sistem yang teratur dan hukum yang tercipta dalam hubungan dengan masyarakat itu sendiri. 4. 3. Hubungan Hukum Bisa sederajat.R. dan timpang 6. timbal baik. Peranan Hukum Terdiri dari hak (fakultatif) dan kewajiban (imperatif). B. Obyek Hukum Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum. bersifat abstrak dan memerlukan adanya relation and communication.

kultur dan masyarakat pd wakt tertentu. kerangka & jaringan. metabolisme. PEMBANGUNAN Kata “Pembangunan” secara umum diartikan sbg ush utk memajukan masy & warganya. Di Ngr berkembang persoalan pembangunan adl bgm mempertahankan kehidupan sos. pernafasan. Perubahan sosial adl perubahan pola perilaku. kelompok. . Kemajuan dimaksud terutama menyangkut segi material. & bgm meletakkan dasar-dasar ekonomi kehidupan masy yg mampu bersaing di pasar internasional (Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan pembangunan manusia (human development) . Kesimpulan : Perubahan sosial mengacu pd variasi hubungan antar individu. Hal ini = mempelajari masy dlm keadaan dinamis. utk menggambarkan pertumbuhan organik dr embrio ke arah kedewasaan. Hal Ini = mempelajari masy dlm keadaan statis sbg pendekatan yg bersifat sinkronik. lembaga dan struktur sosial pd wkt tertentu (Farley). menyangkut pula orientasi berfikir. hub sosial. sirkulasi darah dll. shg pembangunan sering diartikan sbg kemajuan yg dicapai masy hanya di bidang “ekonomi” dengan tdk melihat segi moralitas manusia.Auguste Comte menggambarkan masyarakat : Statika Sosial : Menganalogikan masy spt “onatomi” tubuh manusia yg terdiri dr organ. Proses penggantian nilai-nilai budaya & institusi-institusi sosial dalam konteks struktur dan organisasi masyarakat. Dinamika Sosial : Menganalogikan masy spt berfungsinya tubuh manusia. dalam pola berfikir dan dalam pola perilaku pd wakt tertentu (Macionis). Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial PERUBAHAN SOSIAL DLM KONTEKS PEMBANGUNAN Perubahan sosial adl transformasi dalam organisasi masyarakat. organisasi. & gaya hidup manusia yang berlangsung dlm kehidupan bersama sbg masyarakat. proses berlangsungnya kehidupan masy (perubahan sosial) yg bersifat diakronik. Ada perbedaan prinsipiil antara konsep pembangunan yg dianut olh “ngr berkembang” dg pembangunan “ngr maju” (Adikuasa). Perubahan sosial adl modifikasi dlm pengorganisasian masyarakat (Persell).

penelitian tdk dihargai. Antara “Perubahan Sosial” dg “Pembangunan” terdapat hubungan yang bersifat : Resiprokal : saling berbalasan. Masy sederhana bergerak maju scr evolusioner ke arah ukuran lebih besar. Spenser : struktur sosial berkembang secara “evolusioner” dari struktur yg homogen ke arah heterogen. 2. 1. POLA PERUBAHAN SOSIAL Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial Unlinear : perkembangan masyarakat tidak selalu menuju kearah kemajuan tetapi bisa juga ke arah kemunduran (primitivisme). kebijakan masih dilandasi pd imajinasi ttp mulai bergeser kearah landasan penelitian. saling bermanfaat. masy/pok bertujaun menundukkan masy/pok lain. dan kebijakan dilandasi imajinasi. Ilpengtek & Industri: industri mendominasi hub sosial & produksi jadi tujuan utama masy. . majemuk. Teologis & Militer : semua hub sos bersifat militer. dan kepastian terjelma menjadi bangsa yg beradab atau sebaliknya menjadi bangsa yg primitif. imajinasi tergeser olh hasil penelitian & konsepsi-2 teoritik.Di Ngr maju (adikuasa) persoalan pembangunan adl bgm melakukan ekspansi lebih lanjut bagi kehidupan ekonominya yg sdh mapan. semua konsepsi teoritik didasarkan pd pemikiran mengenai adikodrati. Dialektika : penalaran dg dialog sbg cara utk menyelidiki suatu masalah. 3. juga saling mengisi atau saling mengurangi. Perubahan struktur sosial sll diikuti dg perubahan fungsi sosial. Auguste Comte – Tiga tahap dlm peradaban: 1. saling tergantung. Pola Linear : Perkembangan masyarakat mengikuti pola yg pasti. Pola Siklus : perkembangan masyarakat laksana st roda. kadang di atas kadangkala turun ke bawah. Segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dari hasil pertentangan dua hal & yg kemudian bertentangan dg yg lain shg menimbulkan hal yg lain lagi. terpadu. Metafisik & Yuridis: jembatan perubahan dr bentuk masyarakat militer dg masyarakat industri. 2.

Revolusi dll). atau laksana tahap perkembangan seorang manusia melewati masa muda. Reformasi. (Inovasi. Demoralisasi. BAGAIMANA KECEPATAN DARI PERUBAHAN. KEMANA ARAH PERUBAHAN. Aborigin dll). MASALAH YG MENJADI PERHATIAN DLM PERUBAHAN SOSIAL APA YANG BERUBAH. tua. MENGAPA TERJADI PERUBAHAN.Oswald Spengler : kebudayaan tumbuh. Romawi. Invensi. dewasa. berkembang & pudar laksana gelombang yg muncul mendadak. (Tradisional. FAKTOR APA YG TERKANDUNG DLM PERUBAHAN. Pembagian Kerja. Peranan Keluarga dll). Erosi Kepemimpinan dll). dan akhirnya punah ( contoh : bangsa Yunanai. Disorganisasi. BIDANG-2 YG TERKAIT DLM PERUBAHAN SOSIAL PELEMBAGAAN PERUBAHAN KEYAKINAN SENTIMEN/PERASAAN TEKANAN/STRESS KETEGANGAN/STRAIN GOAL (Pencapaian tujuan) ADAPTATION . Perburuhan. (Kependudukan. Indian. (Kesenjangan budaya. (Evolusi. Involusi. Modernisasi). Difusi dll). Polarisasi. berkembang kemudian lenyap.

(Penyesuaian) PERSONAL INDIVIDU INDIVIDU KOMUNIKASI SOSIALISASI KONTROL SOSIAL PERINGKAT SOSIAL STATUS/PERANAN KEKUASAAN FASILITAS INTEGRATION (MempersatuKan) FORMAL SOSIAL ORGANISASI BOUNDARY MAINTENANCE/ TAPAL BATAS/ ARAH SYSTEMIC LINKAGE/ .

PEREKATAN TUJUAN SISTEM SOSIAL NORMA SANKSI LATENCY (Membentuk pola perilaku) BUDAYA MASYARAKAT PROSES UNSUR-UNSUR FUNGSI STRUKTUR DIMENSI Baca: buku Sosiologi Sistematik EKONOMI TRADISIONAL FOKUSNYA ADL : Proses sosial yg memungkinkan elit ekonomi & politik mengelola alokasi sumberdaya produksi PERAN KEKUASAAN DALAM KEPUTUSAN EKONOMI MRPKN PIJAKAN UTAMA. EKONOMI MODERN FOKUSNYA ADL : .

Alokasi efisien atas sumberdaya produksi scr berkesinabungan dg memperhatikan mekanisme sosial politik. POLITIK (ORIENTASI KEKUASAAN) EKONOMI (ORIENTASI PROVIT) SOSIAL (ORIENTASI MORAL) PEMBANGUNAN (ORIENTASI MATERIAL) INTERFACE DALAM PERUBAHAN SOSIAL PERUBAHAN SOSIAL PERKEMBANGAN TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOSIALIS LIBERALISME MASHAB KLASIK Free fight compatation Invisible hand devision of labour spealization KEHANCURAN . baik oleh lembaga swasta maupun pemerintah utk mempertahankan/memperbaiki “standar kualitas hidup manusia”.

EKONOMI LEPASNYA PAHAM MANUSIA DALAM IKATAN-2 KOLEKTIF MENUJU INDIVIDUALISM WELFARE STATE DEMOKRATISASI POLITIK CHECKS & BALANCES PERKUATAN KEKUASAAN YUDICEEL AMERIKA SERIKAT BANTU → NEGARA.EROPA (Trickle Down Efect) ROSTOW SUKSES NEGARA-2 ASIA AFRIKA AMERIKA LATIN GAGAL FAK INTERNAL .

FAK EKSTERNAL MUNCUL NEGARA PHERY-PHERY (NGR PINGGIR) METROPOLITAN (NGR PUSAT) KETDK SEIMBANGAN EKONOMI NGR BERKEMBANG DG NGR MAJU EKSPLOITASI NGR MAJU THD NGR BERKEMBANG COMPARATIVE ADVANTAGE PSIKOLOGI – VIRUS N’ACH KEBUD SPIRIT KREATIFITAS RASIONAL KETERGANTUNGAN SUATU NGR KPD NGR LAIN AWAL PERKEMBANGAN → EKONOMI POLITIK EKONOMI PEMBANGUNAN KESEIMBANGAN DLM .

. legislatif & yudikatif Krisis kekuasaan yudiceel yg disebabkan oleh jumlah gol semakin membesar.PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PEMBANGUNAN POLITIK DALAM HAL : NEGARA BANGSA NEGARA KESEJAHTERAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (UNDP) KEAMANAN MANUSIA (HUMAN SECURITY) FAKTOR PENYEBAB SELESAI PD I & II AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL (Abad ke-20) Jumlah penduduk dunia meningkat sangat tinggi Tuntutan bangsa untuk merdeka meningkat Polarisasi kekuasaan berkembang meluas Berkembangnya organisasi & oligarkhi menuntut perluasan spesialisasi Bertambah lebar jurang pemisah antara yang memerintah dg yang diperintah Hilangnya keseimbangan antara kekuasaan eksekutif. masing-2 berusaha merebut kekuasaan.

memenuhi kehendak masyarakat yg dkontestasikan scr demokratis Limitatif karena memuat kttn prin. kecuali hal-2 teknis Sentralistik karena pembuatannya lbh banyak ditentukan olh lbg-2 ngr trtm pemerintah .sip scr rinci & ketat shg tdk dpt diinterpretasikan scr sepihak olh pmrth. PERGESERAN SISTEM HUKUM CIVIL LAW (Eropa Kontinental) Peranan ngr dlm pembuatan UU dominan Hk tertulis sbg andalan bagi kepastian hk CAMMON LAW (Anglo Saxon) Hk tertulis & konvensi Mendapat tempat yg penting Hakim dpt membuat hk mll Vonis-2 tanpa hrs terikat pd hk tertulis Keadilan diutamakan ORIENTASI CAMMON LAW CIVIL LAW KOMPONEN PEMBUATAN FUNGSI PELUANG Partisipatif dg mengundangkan seluas-luasnya parmas baik scr individu maupun kelompok Aspiratif.Perundang-undangan yg lambat mengantisipasi. shg kekuasaan yudiceel dipengaruhi oleh kekuatan-2 dominan dlm masyarakat (politik. ekonomi).

dmn interpretasi sekedar menyangkut hal-2 teknis MASYARAKAT ALIH-ALIH PELEMBAGAAN HUKUM GOVERNMENT POLITIC (Subyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION NORM (Obyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION SANCTION (Internalisasi) ALL OTHER SOCIETAL ALL PERSONAL FORCE STATE Rule Occupation (Baca Sosiologi. Hukum dan Sosiologi Hukum.R. B. Rijkschroeff) FEED BACK PERUBAHAN SOSIAL vs NETRALITAS HUKUM TUJUAN HUKUM KEADILAN SOSIAL KEBENARAN .Positivis instrumentalis dlm arti isinya lbh mencerminkan kehendak atau alt justifikasi atas program yg akan dilakukan pmrth Interpretatif krn hanya memuat mslh-2 pokok utk ditafsirkan dg prtn rendah yg dibuat olh pemrth.

Pengorganisasian lembaga. Sarana dan prasarana. Mores. Folkways. PERMASALAHAN SOSIAL MENYANGKUT : Sistem kelembagaan. Fungsi lembaga.KEMANFAATAN SOSIAL ARUS POLITIK GLOBAL PEMBANGUNAN NAS PERUBAHAN SOSIAL MASALAH SOSIAL NETRALITAS HUKUM KEBERFIHAKAN HUKUM MASALAH SOSIAL Masalah sosial adalah penyimpangan perilaku individu maupun lembaga di dalam masyarakat sebagai akibat dari kebijakan atau penerapan kebijakan tidak tepat dalam mengelola masyarakat sehingga menimbulkan patologi sosial. Manajemen lembaga. Peranan lembaga. .

Customs & Law Bentuk-2 Permasalahan Manipulasi sentimen etnis dan agama untuk kepentingan elit politik Lingkungan hidup rusak akibat diskriminasi dlm peruntukan tanah. Menarik ketika terjadi ketegangan sosial. dr persoalan moral hingga mslh kenegaraan. Smelser. Keller) Berita yg menyebar secara cepat. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. PANIK (Horton & Hunt. Kornblum. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Light. Kornblum. Keller) Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. kaburkan tujuan. Light. Dpt merusak nama baik (reputasi). Smelser. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. . dan kebuasan eksploatasi sumber daya alam Marginalisasi hak hidup warga asli/suku terasing Rakyat kecil dipakai untuk mendukung politik massa Rakyat kecil di pelosok terperangkap dalam tarik-ulur politik lokal Kehidupan ekonomi kian mahal dan sulit DESAS-DESUS (Horton & Hunt. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Tersebar karena orang perlu & suka.

atau mereka yg merasa hidup kurang berarti. terarah dan terencana selanjutnya terorganisasi. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. Semula bentuk gerakan tidak terorganisasi. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Pembangkangan sipil disebabkan kr muncul-nya kasus-2 yang berkaitan dengan adanya perasaan kurang puas atas sistem hukum yang tidak adil. gerakan revolusioner. Aksi tsb merupakan teknik paksaan tanpa paksaan yang menggunakan tuntutan dr sejumlah orang yang rela menderita demi menegakkan suatu pandangan moral. korupsi yg parah. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri.Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. pribadi kecewa. kekejaman. GERAKAN SOSIAL (Horton & Hunt. Contoh: Gerakan demo. konsumerisme. (KAMI 1966. Faktor pendorong: kemiskinan. . Kornblum. Aksi ini merupakan tindakan politik yang bukan merupakan tindakan kekerasan dengan tujuan untuk mengubah hukum atau kebijakan pemerintah. gila materi & jabatan. gerakan utopia. disertai dengan kesediaan menerima sanksi hukum. Awal mula gerakan dilakukan olh suatu kelompok yg merasa tdk puas thd suatu keadaan. ketidakadilan. Light. penyaluran kegagalan. Smelser. gerakan ekspresif. Keller) Perilaku masa yang melakukan kegiatan secara berkesinabungan untuk menunjang atau menolak kebijakan yg dianggap merugikan masyarakat atau kelompok. Smelser. Reformasi 1998). gerakan reformasi. Kornblum. Keller) Pembangkangan sipil adl penyimpangan hk secara umum dan terbuka karena terdorong oleh kata hati serta pandangan moral. individualisme. Light. hedonisme dll CIVIL DISOBEDIENCE (Horton & Hunt.

hidup rukun bertetangga. hak milik. hingga disintegrasi sosial. stabilitas lokal. Social disobidience = Paksaan tanpa kekerasan (nonviolent coercion) sbg teknik perlawanan (non resistance) atau perlawanan pasif (pasif resistance). ketidakmampuan menyesuaikan diri (malajusment theory). Perkembangan tdk seimbang dr macam-2 bag kebudayaan. shg melahirkan kesenjangan sosial. Alkoholisme. Pembangkangan sipil bisa mencapai tuntutan yang dikehendaki apabila memiliki disiplin diri yg kuat dari para pelaku. moralitas. Inter-dependensi antara disorganisasi sosial dan lingkungan budaya yg buruk merupakan rangsangan bagi orang normal menjadi sakit sosial (sosiopatik). solidaritas kekeluargaan. tetapi tidak seluruhnya benar. dan tdk mengarah ke tindakan kekerasan. Citra kaku tentang suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. Teori dasar: ketidakpuasan (discontent theory). prasangka) tentang ciri-ciri tertentu (khusus) kelompok luar yang telah diterima secara luas oleh masyarakat. kelambatan kultural (cultur lag). Bentuknya : Kemiskinan. Cara ini umumnya berlaku di negara-negara demokrasi di mana para pelaku telah memiliki kesadaran cukup tinggi dlm hidup bernegara. kebaikan dan hukum formal (Penyakit Masyarakat). pola kesedarhanaan. PATOLOGI SOSIAL Semua tingkah laku yg bertentangan dg norma kebaikan. Narkotika. Stereotype mungkin ada benarnya. Kejahatan. Sasarannya ialah membangkitkan perasaan simpati masyarakat dan mempermalukan partai dominan agar partai dominan mau membuat kelonggaran. .Pembangkan sipil diilhami oleh pemikiran bhw keadilan yg berlaku di masyarakat hanya untuk golongan tertentu saja dan kurang memperhatikan golongan yang lain. Dengan kata lain tuntutannya benar-benar utk kepentingan bangsa dan negara. Perjugian. Pelacuran. Pelacuran STEREOTIPE Kesan (pandangan salah. disorganisasi sosial. Kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang besifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif. disiplin. kesenjangan (deprivasi).

dan digunakan sebagai pedoman sikap & perilaku oleh warga masyarakatnya. ANOMALI Anomali adalah proses penyimpangan fungsi-fungsi lembaga dalam masyarakat yg tdk segera diperbaiki peranannya sehingga menimbulkan kegalauan atau keadaan anomi. tanpa daya. ketidakberartian. sedangkan cara baru belum ada. ANOMI Kondisi sosial yg tidak memiliki seperangkat nilai & sistem penerapannya yang diyakini benar. merasa rendah diri. tanpa perhatian.ALIENASI Keterasingan. akses dlm berpolitik dll. Bentuk a. tidak ada sanksi yg efektif. INVOLUSI . ketidakberdayaan. disertai perasaan tanpa norma. & tidak melakukan perubahan scr substansial cara utk mengatasi masalah. pendidikan. Nilai-nilai lama telah ditinggalkan sedangkan nilai baru belum terbentuk. POLARISASI Proses terjadinya dua lapisan dlm masyarakat (lapisan atas dan lapisan bawah) yang menunjukkan perbedaan sikap dan kemampuan dalam merespon (menyerap) ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil-hasil pembangunan sedemikian rupa. ketidakseimbangan diri Keterasingan diri atas karyanya di dlm masyarakat atau kelompok. tanpa kemampuan.l kesenjangan dlm kesejahteraan. sehingga menimbulkan kesenjangan dlm kesejahteraan dan kemampuan kedua lapisan tersebut. tanpa arti. dan tersingkir dlm kehidupan. terisolasi. berlaku scr konsisten. keterpencilan. Cara menerapkan nilai lama tidak sesuai dg perkembangan. Bentuknya berupa pelanggaran thd norma-norma sosial yg tlh melembaga atau mapan.

agresif. anarkhi di masyarakat dalam menghadapi setiap kebijakan yg dianggap tidak selaras dengan pendapat umum CRIME Crime is societal problem not criminal justice problem (Radcliff Brown). serta berfikir dan bertindak scr ekonomis. namun tidak berhasil diseimbangkan atau diubah menjadi suatu pola baru. dlm konteks mekanisme daya tahan masyarakat (defence-mechanisme). KRISIS Krisis adl proses melemahnya daya pengikat sosial berupa nilai-nilai. Criminal Organization : Suatu organisasi yg didirikan oleh . Konsep kejahatan sering dilihat dr aspek kegarangan tindakan (Feloni = kejahatan serius. kebanggan hanya pada lambang-lambang kesuksesan. materi dan panik EROSION PATRON-CLIENT Pengikisan hubungan ketergantungan antara Klien (yang dipimpin. dilindungi. di sisi laian melemahnya nilai ketauladanan dan rasa tanggungjawab) Patron sbg pengaruh dr orientasi materi yg menonjol. Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok (Thomas). hingga sikap sosial mengalami dehumanisasi. justru terus berkembang hingga menjadi semakin rumit. persepsi sosial menjadi kabur. lembaga-lembaga. kemerosotan kebudayaan kr ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kehidupan sosial sudah mencapai bentuk yang pasti. Pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran (Garofalo). Pemimpin) disebabkan oleh menguatnya nilai kesadaran rasional di satu sisi. brutal. Misdemeanor = kejahatan yg kurang serius) Organized Crime : Suatu tindak kejahatan yg dilakukan oleh sekelompok orang scr sistematis (modus operandi). Bentuknya berupa peningkatan teknik melangsungkan kehidupan atas dasar ketertutupan (exclucivisme). anggota) terhadap Patron (Pelindung. fungsi-fungsi. mabuk kekuasaan. tata-cara hidup dalam masyarakat Bentuknya berupa kontradiksi-kontradiksi sikap dan tindakan dlm bentuk arogan. peranan-peranan. mekanisme. status-status. kepekaan sosial menghilang.Involusi adalah kemunduran.

TERORISME . Pemalsuan merk dagang terkenal & pembajakan hak paten. menggunakan akumulasi kekuasaan State Organized Crime : tindakan yg menurut hk ditentukan sbg kejahatan & dilakukan olh pejabat pmrth dlm menunaikan tugas dr negara Crime againts humanity : 1) kejahatan perang. Pelecehan sex dan child abused. drug mll pengemasan & peredaran yg tdk konvensional (pembuangan limbah 3B. Penggelapan pajak. diplomatic bag dll). minuman. pecurian pulsa telp. KEJAHATAN PD MASYARAKAT INDUSTRI Penyelundupan (smuggling) sbg bentuk kejahatan konvesional yg berdimensi baru. debt collector). Penyalahgunaan credit card. money laundry. 2) pembersihan etnik (genocide. maupun yg tertahan di pelabuhan tujuan. transpotasi (kapal curah.para penjahat utk mengoptimalkan pencapaian tujuan (punya struktur organisasi yg jelas. container. Cyber crime (kejahatan maya. pemalsuan restitusi pajak. Kejahatan asuransi. memanfaatkan teknologi komunikasi. memiliki keanggotaan tetap. cargo air transportation. kejahatan yg bersumber dr tekanan psikologis akibat kerja berat & diburu wakt. Pasar gelap (black market) barang-2 terlarang spt makanan. baik berasal dr ngr pengeksport yg kondisi alat angkutnya buruk. 3) perbudaan dll. Penyebaran hama & penyakit mll bahan makanan import kadaluarsa. menggunakan peralatan teknologi. memiliki aksi kejahatan yang berkelanjutan.

mengacaukan stabilitas pemerintahan. JUDICIAL CRIME Kejahatan yang dilakukan olh aparat penegak hukum dlm konteks jabatan & kekuasaan untuk menetapkan seseorang atau sekelompok orang salah atau tdk bersalah dg cara menyimpangkan perkara dari tujuan hk shg menguntungkan diri sendiri & merugikan fihak lain yg berperkara serta merusak tatanan hukum. WCC menggugurkan teori yg menyatakan pelaku kriminal adl orang-2 yg berasal dr kelas sosial & ekonomi rendah. Kecenderungan para penegak hukum untuk mengarah ke upaya memperluas atau mempersempit pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak pembuat peraturan hukum dan ketetapan tersebut. penggelapan dan manipulasi. Berlindung di balik jabatan. 4. penyesatan. Kegiatan tdk sah tanpa menggunakan kekerasan scr langsung teruama menyangkut penipuan. Dilakukan dlm konteks sindikat.Strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kekerasan atau ancaman kekerasan utk memaksa pemerintah. Label yg mengandung pesan moral & politik utk kejahatan yg dilakukan olh orang-2 yg memiliki kedudukan sosial tinggi & terhormat dlm pekerjaannya (para pengusaha & eksekutif). 5. penguasa & rakyat dengan menimbulkan rasa takut. WHITE COLLOR CRIME Ciri-2 WCC menurut Laura Snider : 1. Menguntungkan diri sendiri maupun kelompok. Digunakan olh kelompok yg hanya memperoleh dukungan kecil. JUDICIAL ACTIVISM Hakim yg mengembangkan atau memperluas pengertian hukum dan peraturan konstitusi yang berlaku dengan menggunakan interpretasi hukum menurut pendapatnya sendiri. Akibat yg ditimbulkan meluas. CRIMINAL LAWYER . dan balas dendam. Dilakukan dlm konteks kewenangan. tetapi memiliki keyakinan yang teguh atas kebenaran tujutannya. penyembunyian informasi. mendukung revolusi. 3. 2. Berbagai tujuan terorisme : menarik perhatian dunia.

mengaburkan peristiwa/perkara mll mass media. Jiwa & bencana. Keamanan perjalanan. Keamanan kerja. Human security sbg Sistem keamanan yg Berlawanan dengan Sistem State sesurity PENDEKATAN DLM KEAMANAN MANUSIA : • • Pengusangan perang. hingga mengancam keselamatan hakim. EXTRA JUDICIAL CRIME Lembaga yg terbentuk kr ketidakpuasan masyarakat atas kinerja para penegak hukum. menuntut hingga menyidangkan perkara. Keamanan kesehatan. Pengusangan kekerasan. Masyarakat melakukan upaya penegakan hukum menurut pandangan & cara-cara mereka sendiri. Keamanan harta milik. Masyarakat tdk mempercayai integritas moral para penegak hukum kr aparat tlah melakukan penyalahgunaan wewenang & memberi perlindungan thd praktek-2 kejahatan. Keamanan pendidikan. Keamanan hak-hak manusia. Masyarakat mengganggap tindakannya mrpkn tindakan suci (mahatma) & mrpkn hk positif. Keamanan hak cipta. Keamanan keluarga & Kediaman. HUMAN SECURITY (Keamanan Manusia) MULTI FASET KEAMANAN MANUSIA : • • • • • • • • • • • • • Keamanan kultural & agama. Keamanan makanan. Anak dan lansia. Pekerjaannya : merekayasa alibi. Keamanan informasi. .Aktivitas lawyer yang menjadi langganan pelanggar hukum baik perorangan maupun terorganisir. Keamanan perempuan. jaksa maupun hakin dlm membuat berita acara. mengatur pertemuan yg bersifat tersembunyi. Juga menakuti saksi. dg cara menyuap aparat gakkum. mempengaruhi polisi.

Ekologi. tanah. Akutansi. . inflasi. Perpecahan keluarga. Perubahan umur kerja. Radikalisasi agama. TANTANGAN KEAMANAN MANUSIA MASA DEPAN : • • • • • • • • • • • • Pangan. Bencana alam. kecelakaan. Pengawalan. alarm. Pelestarian lingkungan. PROBLEM SOSIAL MASA KINI (Makro) Upaya mempersenjatai diri dan upaya mengurangi persenjataan (armament and disarment) Masalah Hak Asasi Manusia Alih teknologi. usia lanjut. foto kamera). Informasi. mata elektronik. tawar-menawar secara kolektif (collective bargaining) Biaya pemerintahan (government budgeting). Pengamanan fisik (pagar. Hak manusia dg relativism kultural. harta. udara. patroli. Penyelesaian konflik scr damai. air. Detektif swasta. Ekoteknologi. kendaraan. senjata api. kunci. ekonomi & hukum (peradilan) Keadilan hukum. Terorisme.• • • • • • • • Demokratisasi politik. Praktek dokter. pekerjaan. Trans-nasitional crime. INDUSTRI KEAMANAN : • • • • • • Asuransi (pendidikan. rumah. Kemiskinan mayoritas. Kesehatan. Hak intelektual. perjalanan). jaga malam. Multikulturalisme & multirelijionisme. Keseimbangan biomassa.

Alokasi & peruntukan tanah. dan /atau kemampuan melahirkan anak. dll KONFIGURASI PROBLEM SOSIAL PROBLEM MAKRO STRATEGIS PROBLEM MESSO TAKTIS PROBLEM MIKRO TEKNIS GRAND THEORY MIDDLE RANCE THEORY LOWER THEORY . Restrukturisasi sosial (social restructuring) Keikutsertaan buruh dalam mengelola perusahaan. Hak sipil dan politik lainnya (berkumpul. Perubahan tata-nilai dlm kesenian (musik). kebangsaaan dst) Perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan dalam bidang khusus. sistem peradilan dll Kebebasan vs kekerasan. juga dalam hal penentuan kebijaksanan (codetermination) serta keterlibatan buruh dlm manajemen (worker’s self management) Hak atas non-diskriminasi (atas dasar jenis kelamin. seperti lapangan kerja. ras. Perkawinan sesasama jenis. gender.Inovasi kelembagaan (institutional innovation). mengelaurkan pendapat dll) Pembagian waris bagi wanita.

Masalah Keamanan. Analisis praktis – suatu kajian untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan suatu masalah. Analisis teoretis – suatu kajian untuk mengubah/menambah/ mengembangkan pengetahuan. Perbankan. Masalah Kemakmuran. Perlidungan konsumen. 2. Kepailitan Perusahaan. Analisis problematik – kombinasi dari analisis teoretis dan analisis praktis untuk mencari jalan keluar secara sistematis dlm konteks pemecahan mslh empiris. Dalam hal ini menempatkan proses dan problem dalam konteks sebagai suatu sistem. 3. Sistem Kepolisian Nasional. . Jenis analisis : 1. Masalah Messo : • • • Sistem Penegakan Hukum. Masalah Mikro : • • • • • • Persaingan Usaha.MASALAH KELEMBAGAAN MASALAH ORGANISASI MASALAH INDIVIDU Masalah Makro : • • • Masalah Keadilan. Peranan lembaga. KULIAH KE 3 ANALISIS MASALAH Analisis merupakan kegiatan akal budi dlm rangka memecahkan masalah dan berupaya utk memperoleh jawabannya. Perlindungan wanita. Fungsi Lembaga Arbritase.

Analisis yuridis – cara berfikir yg terpola & terarah pd sistem kaidah hukum positif dan kenyataan di masyarakat. selanjutnya berdasarkan kesamaan-2 dan perbedaan-2 menarik kesimpulan umum. 3. . Argumen induksi = berdasarkan premis-2 khusus utk menarik kesimpulan umum. 2. Deduksi.4. Hakekatnya merupakan penerapan premis umum pada premis khusus atau premis mayor pada premis minor. Penalaran adalah proses berfikir dari premis ke premis utk mencapai kesimpulan. Mengidentifikasi sumber hukum yang aplikabel. obyektif. Argumen abduksi = berdasarkan sebuah kenyataan konkret yg dipandang sbg problematika. Prosesnya membanding-bandingkan sejumlah kejadian atau fakta. disugestikan ke sbh aturan umum utk menyelesaikan kejadian khusus ttt. Jenis-2 Argumentasi : 1. serta utk menyelesaikan kasus scr imparsial. Hasilnya disebut argumentasi. Bentuk dasarnya adl silogisme. Argumen deduksi = mengeksplisitkan kesimpulan yg sdh ada dlm premis-2 scr tersirat. Penalaran yuridis adalah proses suatu berfikir dalam rangka mengidentifikasi hak-2 dan kewajiban-2 spesifik dari orang-2 tertentu. Abduksi. Tujuannya utk memelihara stabilitas dan prediktabilitas (menjamin ketertiban dan kepastian hukum). Induksi. Secara teknik dijabarkan ke dalam enam langkah : Memaparkan selengkap mungkin fakta dari suatu peristiwa yang menimbulkan masalah. adil dan manusiawi.

Dalam bahasa Indonesia. Menelaah fakta yang diperoleh utk memilah. . digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. maupun kuantitatif berbentuk angka yang diperoleh dari penjumlahan atau pengukuran. baik berupa teori. tujuan kemasyarakatan) yang melandasi aturan-2 tersebut.Menganalisis sumber-2 hukum utk menetapkan aturan-2 yang aplikabel & kebijakan (policy. atau menangkap. hukum. dan lain-lainnya. Dengan kata lain konsep itu penyederhanaan dari fenomena KONSEP Data merupakan bentuk jamak dari datum. mengambil. Fenomena itu kemudian diabstraksikan dengan konsep-konsep yaitu istilah atau simbolsimbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. Fenomena ini merupakan gejala atau kejadian yang dapat ditangkap oleh indera manusia. misalnya gejala-gejala atau kejadian alam. Menerapkan struktur aturan-2 pada fakta yang relevan utk menetapkan hak-2 dan kewajiban-2 yang diciptakan olh fakta tersebut dg mengacu pada kebijakan yang melandasi aturan-2 tersebut. mengandung. dalil. Proses berfikir yuridis – Penalaran hukum = legal reasoning = argumen yuridis Fenomena adalah hal-hal yang dapat dilihat dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah. menstrukturkan dan mengkualifikasi fakta yang relevan shg tampil peristiwa hukumnya. Mensintesiskan aturan-2 hukum yang aplikabel ke dlm suatu struktur koheren yang di dlm nya aturan yang lebih spesifik dikelompokkan ke bawah aturan yang lebih umum. maka buah atau hasil dr tangkapan tersebut disebut konsep. sehingga arti konsep sebenarnya adalah tangkapan. Dengan demikian fenomena-fenomena yang ingin diketahui akan terjawab setelah diperoleh fakta-fakta. data diartikan sebagai keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis). Data dapat berupa data kualitatif yaitu yang tidak berbentuk angka yang diperoleh dari wawancara. Konsep dinyatakan dalam sebuah kata atau kalimat. Jadi konsep adalah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari suatu fenomena. fenomena merupakan “titik awal” dalam upaya mendapatkan informasi-informasi dan dijadikan suatu hal yang ingin diketahui. Dalam kegiatan kajian terhadap suatu masalah. Hasil dari suatu penelitian berupa fakta-fakta yang diungkapkan dalam bentuk proposisi-proposisi. pengamatan. FENOMENA Kata konsep berasal dari kata latin concipere yang berarti mencakup. Kata bendanya adalah conceptus yang berarti tangkapan. Jika intelek (akal budi) manusia mengangkap atau melihat sesuatu.

Fakta merupakan bentuk jamak dari factum. Misalnya. yg tidak perlu dibuktikan kebenarannya namun dpt diterima scr ilmiah (logis). Asas atau hukum scr umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. teori tentang kejadian bumi. dan meramalkan fenomena. l : Pendapat yg dikemukakan sbg keterangan mengenai suatu peristiwa. DATA Fakta berasal dari bahasa latin factum. bukti atau berita yg merupakan kenyataan. Keabsahan hasil pengujian itu tergantung pada kebenaran dan ketepatan data serta kecermatan analisis data. artinya hubungan-hubungan tersebut benar-benar terjadi dan suatu peristiwa terbukti kebenaranya berdasarkan fakta. Seperangkat premis yg berhubungan scr logis baik linear maupun tdk linear dan dinyatakan scr sistematis utk menjelaskan gejala-gejala empiris. maka hubungan-hubungan informasi yang diprediksikan menjadi penyebab masalah benar.Jadi data adalah keterangan atau hasil dari pengamatan/ pengukuran baik berupa nilainilai maupun angka yang biasa dijadikan sebagai bahan dasar kajian atau analisis. Dengan demikian jika hipotesis atau paradigma dinyatakan benar setelah diuji secara empirik. Contoh Jika mahasiswa Universitas Jayabaya pernah mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain. PREMIS Rangkaian pernyataan mengenai hubungan antara dua atau lebih konsep. berarti peristiwa. teori ttg hukum dagang. maka mereka cenderung belajar secara aktif sehingga prestasinya cenderung lebih tinggi. Dalam suatu kajian. TEORI FUNGSIONAL . atau sesuatu yg benar-benar terjadi. Misalnya teori ttg mengendarai mobil. Seperangkat konsep yg berhubungan satu sama lain yg menggambarkan st fenomena dlm hubungan scr kausalitas dg tujuan utk menerangkan. teori tentang pembentukan negara. FAKTA TEORI Teori memiliki beberapa pengertian a. data digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau paradigma.

Karl Maarx. H. T. Grand Theory Teori-teori Under Control atau teori-teori untuk mengkaji perilaku jahat seperti teori Disorganisasi Sosial. sehingga di dalamnya ada semacam struktur tertentu. M. Status dan Opportunity seperti teori Status Frustasi. Coser. di mana orang-orang mempunyai ikatan erat dalam pengelompokan intermedier. Grand Theory TEORI KONFLIK (Hobbes. sehingga mereka mengindahkan nilai-nilai dan norma pergaulan hidup tersebut. Lower Theory ANOMI . A. keyakinan agama. teori Netralisasi dan teori Kontrol Sosial. teori Konflik Kelompok dan teori Marxis. maka masyarakat memiliki aturan dalam pergaulan hidup. Teori ini lebih menekankan kepada masalah mengapa orang bereaksi terhadap kejahatan. Konflik dpt menimbulkan keadaan tidak enak. ras. Galtung. Teori ini secara umum membahas mengapa ada orang melanggar hukum meskipun kebanyakan orang tidak demikian. Parsons. Slotkin) Konflik merupakan fenomena yg normal dan natural. kekuasaan. teori Kultur Kelas dan teori Opportunity yang menekankan mengapa adanya sebagian kecil orang menentang aturan yang telah ditetapkan masyarakat di mana mereka tinggal. Konflik sosial merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang menyangkut masalah ekonomi. Dahrendorf. Teori-teori Kultur. Comte. Weber. menegangkan. menakutkan namun syarat bagi suatu perubahan. Jika dalam pengelompokan membagi nilai dengan norma-norma yang sama. Teori Over Control yang terdiri dari teori Labeling. Dalam masyarakat seperti itu terdapat pengelompokan intermedier atas lembaga-lembaga kemasyarakatan. meresahkan. Simmel. Spenser) Kohesi sosial dalam masyarakat : Di setiap masyarakat senantiasa dijumpai suatu keterkaitan (kohesi).(Durkheim.

.MERTON) Innovation (pembaharuan) adalah keadaan di mana tujuan dalam masyrakat diakui dan dipelihara. Masyarakat masih ada yang percaya dengan cara-cara lama untuk mencapai tujuan. berusaha untuk mengganti atau mengubah seluruhnya. kehidupan menjadi seolah-olah tanpa pedoman. misalnya dengan mabok-mabokan. pecandu narkoba hingga puncaknya bunuh diri. namun saranasarana baru tidak kunjung diadakan. Ritualism (tatacara keagamaan) yaitu keadaan di mana warga masyarakat yang telah menerima tujuan dan sarana-sarana baru. sehingga keadaan menjadi galau atau membingungkan. akan tetapi tdk terjadi perubahan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Warga masyarakat mulai menyesuaikan diri dari menurut cara-cara sendiri. Meraka juga menginginkan utk mengubah sistem melalui social disobidien (pembangkangan sosial). Retreatism (penarikan diri) yaitu keadaan di mana warga masyarakat melepaskan tujuan budaya sukses dan sarana-sarana sah. Rebellion (pemberontakan) yaitu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak.(Emile Durkheim) Anomi adalah keadaan deregulation dalam masyarakat. Conformity (menyetujui) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menerima tujuan dan sarana-sarana baru (legitimate mean) yang berkembang di masyarakat karena ada tekanan sosial. Di sisi lain meskipun masyarakat memiliki sarana yang terbatas tetapi tidak melakukan penyimpangan. karena tidak ditaatinya aturan-aturan yang telah mapan (aturan lama ditinggalkan sedangkan aturan baru belum ada). orang sulit manangkap apa yang diharapkan dari orang lain baik untuk bersikap maupun bertindak. Masyarakat meredakan ketegangan dengan menurunkan skala aspirasi sampai pada batas yang bisa mereka capai daripada mengejar tujuan budaya kesuksesan yg hanya ilusi. mereka melanjutkan pencapaian tujuan hidup dan percaya atas legitimasi sarana-sarana konvensional dengan mana kesusksesan akan dicapai. EXCHANGE THEORY (Peter Blau) Premis-premisnya : Pertukaran sosial tidak simetris. namun beralih menggunakan sarana baru jika menemui halangan terhadap cara yang digunakan untuk mencapai kesusksesan. (R. ttp dilandasi olh sistem stratifikasi berdasarkan kekuasaan dan wewenang.K.

Premis teori Kontrol Sosial : 1. status yg rendah ditentukan olh status yg tinggi. karena setiap pertukaran salalu diikuti oleh pamrih atau balasan. atau memahami apa yang diharuskan olh pimpinan. khususnya terhadap tingkah laku remaja. dan (3) Teori Kontrol Sosial dikaitkan dg teknik penelitian. kontrol intemal dan ekstemal harus kuat utk membangun ketaatan terhadap hukum (law-abiding). Dalam organisasi hubungan yg asimetris dilestarikan melalui kekuasaan yg memaksa. 3. Pendidikan terhadap seseorang untuk melakukan pengekangan keinginan (impulse). TEORI LABELING (Micholowsky) . manusia diberi kendali supaya tidak melakukan pelanggaran. Manusia diberikan kaidah-kaidah supaya tidak melakukan pelanggaran. Harus ada kontrol intemal maupun ekstemal. (2) Munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu telah mempengaruhi hukum menjadi lebih pragmatis serta berorientasi pada sistem. proses sosialisasi yang adequat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuensi.Perbedaan status dlm masyarakat berakibat adanya perbedaan transaksi dalam pertukaran antar warga. yakni self report survey. selain itu. Proses sosialisasi yang ade quat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuen. TEORI KONTROL SOSIAL (Reiss) Lahirnya teori Kontrol Sosial dilatarbelakangi oleh tiga aspek perkembangan dalam masyarakat : (1) Adanya reaksi dari teori labeling dan konflik yang dilandasi tingkah laku kriminal. 4. Ketaatan thd hukum (law abiding). teori ini kurang menganalisis masalah kriminal dan hanya mengarah pada subyek perilaku menyimpang. Kekuasaan dan otoritas dalam masyarakat sangat tergantung pd hasil perbandingan cost dan reward yg menguntungkan semua pihak. TEORI KONTROL SOSIAL (Nye) Menurut Nye. Sebagaimana acuan. Legitimasi pemimpin dlm masyarakat tdk menjamin para anggota merasa puas thd kepemimpinannya. 2.

2. antar kelompok dan antar individu dan kelompok. (3) Penerapan aturan tentang kejahatan dilakukan untuk kepentingan pihak yang berkuasa. Reaksi itu menyebabkan tindakan seseorang dicap sebagai penjahat. tetapi karena ditetapkan demikian oleh penguasa. Premis tersebut menggambarkan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang bisa dikatakan jahat apabila tidak terdapat aturan yang dibat oleh penguasa untuk menyatakan bahwa sesuatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang diklasifikasikan sebagai kejahatan. Pada dasarnya teori labeling menggambarkan: (1) Tidak ada satupun perbuatan yang pada dasarnya bersifat kriminal. Umumnya tingkah laku seseorang yang dicap jahat menyebabkan orangnya juga diperlakukan sebagai penjahat. (2) Predikat kejahatan dilakukan oleh kelompok yang dominan atau kelompok penguasa. Teori Labeling Howard S. dan (3) Systematic deviation. Becker menekankan dua aspek: (1) Penjelasan tentang mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu sampai diberi cap atau label sebagai penjahat. Perilaku kejahatan adalah perilaku yang dipelajari. 5. 4.Premis-premis teori Labeling sebagai berikut : 1. dan (5) Pada dasarnya semua orang pernah melakukan kejahatan. Seseorang yang dicap dan diperlakukan sebagai penjahat terjadi dalam proses interaksi. sebagai pola-pola perilaku kejahatan terorganisir dalarn sub-sub kultur atau sistem tingkah laku. (2)Situational deviation. . di mana interaksi tersebut diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu. Edwin Lemert membedakan tiga penyimpangan. bukan warisan. dan (2) Pengaruh daripada label itu sebagai konsekuensi penyimpangan tingkah laku. yaitu: (1) Individual deviation. Kejahatan merupakan kualitas dari reaksi masyarakat atas tingkah laku seseorang. di mana timbulnya penyimpangan diakibatkan oleh karena tekanan psikis dari dalam. sebagai hasil stres atau tekanan dari keadaan. Sutherland) Sembilan premis perilaku jahat : 1. (4) Orang tidak menjadi penjahat karena melanggar hukum. perilaku seseorang bisa sungguh2 menjadi jahat jika orang itu di cap jahat. sehingga tidak patut jika dibuat kategori orang jahat dan orang tidak jahat. DIFFERENTIAL ASSOCIATION THEORY (Edwin H. Terdapat kecenderungan di mana seseorang atau kelompok yang dicap sebagai penjahat akan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya. 3.

Bagian terpenting dalam proses mempelajari perilaku kejahatan terjadi dalam hubungan personal yang intim. namun kadang ia dikelilingi orang-orang yang melihat aturan hukurn sebagai sesuatu yang memberikan peluang dilakukannya kejahatan. Sementara itu perilaku jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan nilai umum. atau perumusan pelanggaran hukum merupakan perumusan tentang perilaku yang bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang membuat perumusan.2. (b) motif-motif. Ketika perilaku kejahatan dipelajari. alasan-alasan pembenar dan sikap-sikap tertentu). kadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan melihat apa yang diatur dalam peraturan hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi. maka yang dipelajari termasuk: (a) teknik melakukan kejahatan. namun tidak dijelaskan bahwa perilaku yang bukan jahatpun merupakan ekspresi dari kebutuhan dan nilai-nilai umum yang sama. Seseorang menjadi delinkuen karena ekses pola-pola pikir yang lebih melihat aturan hukurn sebagai pernberi peluang melakukan kejahatan daripada melihat hukurn sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi 7. Perilaku kejahatan dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi. surat kabar. Proses mempelajari perilaku jahat diperoleh lewat hubungan dengan pola-pola kejahatan dan mekanisme yang lazim terjadi dalam setiap proses belajar secara urnum. Premis 2: Kejahatan adalah gambaran perilaku yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk kebijakan publik. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga-warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. 9. 5. . Asosiasi Diferensial bervariasi dalam frekuensi. Komunikasi tersebut dapat bersifat lisan atau dengan bahasa tubuh). 8. Premis 3: Definisi tindak kejahatan diterapkan di dalam masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk pelaksanaan dan administrasi hukum pidana. 6. SOCIAL REALITY OF CRIME THEORY (Richard Quinney) Premis 1: Definisi ttg tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik. prioritas serta intensitasnya. Secara negatif ini berarti bahwa komunikasi interpersonal seperti melalui bioskop. durasi. Kepentingan penguasa ikut mencampuri di semua tahap dimana kejahatan itu diciptakan. Dalam suatu masyarakat. 3. Arah dan motif dorongan itu dipelajari melalui definisi-definisi dari peraturan hukum. secara relatif tidak berperanan penting dalam terjadinya kejahatan). 4. dorongan-dorongan.

Hasil penelitiannya menunjukkan ada kaitan antara hierarki politis dengan kejahatan teroganisir. (4) konsep diri. Premis 2: Budaya besar menguasai budaya kecil. Premis 3: Anggota dari suatu budaya pindah kebudaya lain. SUB-CULTURE THEORY Teori sub-culture membahas kenakalan remaja serta perkembangan dari berbagai tipe gang anak-anak di AS. CULTURE CONFLICT THEORY (Thorsten Sellin) Premis 1: Bertemunya dua budaya besar. Konflik budaya dapat terjadi apabila ada benturan aturan pada batas daerah budaya yang berdampingan. Konflik budaya timbul karena orang-orang yang hidup dalam budaya tertentu pindah ke lain budaya yang berbeda. Cohen dalarn bukunya Delinquent Boys (1955) berusaha memecahkan masalah kenakalan remaja dengan meggabungkan teori Disorganivasi Sosial dari Shaw dan . Teori sub-culture dipengaruhi oleh kondisi intelektual (intelectual heritage) aliran Chicago.Premis 4: Pola aksi tindakan melanggar hukum atau tidak tergantung pada faktor : (1) kesempatan dalam masyarakat. Merton dan Solomon Kobrin yang melakukan penelitian terhadap hubungan antara gang jalanan dengan orang laki-laki yang berasal dari komunitas kelas bawah (lower class). Ada dua teori sub-culture Teori Delinquent Sub-Culture Albert K. (3) identifikasi pada pihak-pihak lain. Konflik budaya dapat juga terjadi bila satu budaya memperluas daerah berlakunya ke budaya lain. Premis 5: Pemahaman ttg tindak kejahatan dibentuk dan diserap ke dalam kelompok-kelompok masyarakat lewat sarana komunikasi. konsep anomie Robert K. cara berdagang dan budaya minumminuman keras. (2) pengalaman belajar. Pertemuan tersebut mengakibatkan terjadinya kontak budaya diantara mereka baik dalam kaitan agama. judi dan lain-lain yang dapat mernperlemah budaya kedua belah fihak. orientasi kerja. Hal ini terjadi biasanya dengan menggunakan undangundang dimana suatu kelompok budaya diperlakukan untuk daerah lain.

bilamana masyarakat terintegrasi dg baik. Ohlin yang membahas perilaku delinkuen remaja (gang) di Amerika. remaja tidak memiliki struktur kesempatan shg banyak melakukan perilaku menyimpang (mabuk-mabukan. ttp juga persekutuan & kerjasama yg justru memungkinkan terjadinya evolusi. ruang lingkupnya terbatas pada st komunitas lokal (contoh : pengeroyokan thd pencopet yg tertangkap tangan). mk gang akan berlaku sebagai kelompok yang belajar dari orang dewasa. Cohen menyimpulkan bahwa kondisi tsb menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku delinkuen kalangan remaja di daerah kumuh (slum). terdapat dalam masyarakat yang tidak terintegrasi sehingga para remaja menunjukkan perilaku bebas. perampasan harta benda. melainkan siapa saja yg merasa sesuai dg tujuan kolektif atau tdk setuju dg sistem yg tdk adil (contoh : demonstrasi buruh) Kekerasan Kolektif Modern – merupakan sarana utk mencapai tujuan politis atau ekonomis dlm masyarakat (contohnya: kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta). Sutherland dengan teori Anomie R. Konklusinya menyebutkan bahwa perilaku delinkuen di kalangan remaja kelas bawah merupakan cermin ketidak puasan warga terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang mendominasi kultur Amerika. deviasi perilkau remaja itu terjadi karena ada perbedaan kesernpatan yang dimiliki anak-anak untuk mencapai tujuan hidupnya. dan lain sebagainya).Sulture. (2) Retreatist Sub-culture.K. (3) Conflict Sub-culture. Aspek itu berkorelasi dengan organisasi kriminal. dan perilaku menyimpang lainnya.Cloward dan Leyod E. Ciri khas gang ini adl kekerasan. Tiga tipe gang kenakalan remaja: (1) Criminal Sub. Teori Differential Opportunity (Perbedaan kesempatan) Teori ini dikemukakan oleh Richard A. . TEORI KONSPIRASI (Mathias Brockers) Mutasi dlm kehidupan tdk saja terjadi atas dsr pertarungan atau persaingan soal keberadaan. teori Differential Association Edwin H.McKay. Menurut Cloward. pelaku dan pendukungnya tdk semata-mata berasal dr st komunitas lokal. Kekerasan Kolektif Reaksioner – merupakan reaksi thd penguasa. Merton. penyalahgunaan narkoba. TEORI KEKERASAN KOLEKTIF (Tilly) Kekerasan Kolektif Primitif – pada dasarnya non politis.

shg perasaan aman masyarakat terganggu. sistem sosial. serta peluang terjadinya kejahatan sejak dini (sejak anak-anak melalui pembinan terhadap kenakalan remaja. Pencegahan kejahatan adalah upaya bersama yang dilakukan oleh aparat dan masyarakat umum dalam menjaga kelembagaan sosial. PENCEGAHAN KEJAHATAN Pencegahan = antisipansi sebelum masalah terjadi. dr persoalan moral hingga kenegaraan. kritik dpt dijadikan bukti bagi realitas utk kemajuan. Akar masalah kejahatan menyangkut Faktor Korelatif Kriminogen. dan menjadi alat ideal utk propaganda. Kecenderungan melempar tggjwb masalah yg rumit & menyengsarakan merupakan ciri perilaku manusia. Konspirasi mengandung bujukan atau rayuan. kebenaran harus diuji scr berulang-ulang. Pengenalan metode penanganan kejahatan.Dlm kehidupan A bersepakat dg B tanpa diketahui C utk memperoleh keuntungan adl wajar. Mengendalikan keadaan agar tidak dimanfaatkan utk berbuat jahat. Syak wasangka adl suatu keraguan. . tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Kata-kata yg saling terkait membuat hal-hal yg rumit menjadi sederhana. Perasaan takut thd pelaku kejahatan (karena niat & peluang berbuat jahat longgar). dan peran-peran masyarakat melalui mekanisme yg telah melembaga untuk mewujudkan perasaan aman. Konspirasi membuat masalah yg rumit menjadi sederhana. DESAS-DESUS Berita yg menyebar secara cepat. Disebarkan kr pd dasarnya orang perlu & suka. Mencegah orang menjadi penjahat & menjadi korban kejahatan. Jika tidak ada bukti yg difinitif. bukan sekedar bernada sama. Misteri yg tdk mampu dijelaskan scr logika akan dilarikan kpd “sdh kehendak Tuhan” sbg Sang Pencipta. penanganan kejahatan pada hulu permasalahan.

hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Penjarahan di New York – 1977. Smelser. Kornblum. Dpt merusak nama baik (reputasi). berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. Sebagai tanggapan atas rangsangan tertentu atau dipicu olh suatu rangsangan yg sama (peristiwa. 10 Mei 1963 di Bandung. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. sangat dimungkinkan merusak dan berlaku kriminal. Contoh : Kerumunan berubah menjadi penjarahan. MASALAH-2 SOSIAL YURIDIS • • • Hak Atas Kekayaan Intelektual (UU No. tdk terorganisasi. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. PANIK Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. Perlu disiapkan teknik pengendalian kerumunan. Cenderung tdk terkendali. 13-15 Mei 1998 di Jakarta. bersifat temporer (tdk bersifat rutin). Light.Tercipta manakala terjadi ketegangan sosial. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Los Angeles – 1992. Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. kaburkan tujuan. Keller) Tindakan yg dilakukan scr bersama olh sejumlah orang. PERILAKU KOLEKTIF (Horton & Hunt. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. benda. ide).7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta) Badan Arbritase Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Konspirasi Tender Dalam Hukum Persaingan Usaha .

Fenomena Inul Daratista Dalam Konteks Pornoaksi (Tinjauan dari teori Anomi) Analisis Terorisme Di Indonesia (Tinjauan dari teori konflik…). 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Tinjauan dari teori kontrol sosial). Ada Tommy Di Tenabang (Tinjauan dari teori funsionalisme R. Transfer Dana Secara Elektronik Melalui Kartu Kredit (tinjauan dari teori pertukaran) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Produk ……(Tinjauan dari teori konflik…) Perlidungan Hukum Terhadap Wanita Korban Kejahatan Perkosaan (Tinjauan dari teori social reality of crime) PHK Terhadap Karyawan Yang Melanggar Perjanjian Kerja (tinjauan dari teori konflik…). Merton).K Merton) Kiprah Ustad Abu Ba’asir (Tinjauan dari teori labeling) Tawuran Antar Warga Masyarakat Desa Gabus Dan Dese Jatimulyo (Tinjauan dari teori anomi R.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Kontrak Investasi Antara Perusahaan Nasional dengan Investor……(Tinjauan dari teori funsional) Peranan KPK Dalam Mendinamisir CJS Guna Mengoptimalkan Pemberantasan Korusi di Indonesia (Tinjauan dari teori fungsional). Keputusan Hakim Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak-anak (Tinjauan dari teori social reality of crime). Sikap Para Gelandangan Terhadap perilaku Seks (Tinjauan dari teori differential assosiation). Pegawai Tengah Karier Sebagai Change Leader The Telkom Way 135 Menuju Transformasi Customer Centric Company (Tinjauan dari teori pertukaran). KKN H.K. Pemberian Release & Discharge (Tinjauan dari Teori Social Reality of Crime) Kejahatan Carding (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Akbar Tanjung (Tinjauan Dari Teori Labeling) Rudy Ramli Dalam Kasus Bank Bali (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Analisis Kasus Teluk Buyat Ditinjau Dari Teori Konflik. Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari UU No. . Penanggulangan Narkotika Di Lingkungan Remaja Berdasarkan UU No.M Soeharto Ditinjau Dari Teori Social Reality Of Crime.22 Tahun 1991 Tinjauan dari teori kontrol sosial). Koordinasi Kerja Antara Polri dan BC Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Penyelundupan di…(Tinjauan dari teori fungsional). Kelompok Kapak Merah Ditinjau Dari Teori Differential Association.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful