ANALISA SOSIOLOGI HUKUM BERDASARKAN METODE PENDEKATAN DAN FUNGSI HUKUM

Posted by mujiburrahman on October 22, 2009 Timur Abimanyu Latar Belakang Analisa Sosiologi yang berdasarkan Metode Pendekatan dan Fungsi Hukum, yang pada pokoknya adalah terdapatnya unsur-unsur seperti Sosiologi Hukum Pendekatan Intrumental, Pendekatan Hukum Alam dan Karakteristik Kajian Sosiologi Hukum.Dengan memerlukan Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif, Hukum Sebagai Sosial Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat, yang merupakan sebagai tolak ukur terhadap norma-norma atau kaidah-kaidah yang hidup didalam masyarakat, apakah norma atau kaidah tersebut dipatuhi atau untuk dilanggar, apabila dilanggar bagaimana pernerapan sangsi, sebagai yang melakukan pelanggaran tersebut. Norma atau kaidah yang hidup didalam masyarakat tersebut dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal dari masyarakat itu sendiri. Terdapat beberapa permasalahan pokok yaitu : 1. bagaimanakah Pendekatan Intrumental dan Pendekatan Alam yang dipengaruhi oleh kondisdi internal maupun eksternal ?, dan 2. bagaimanakah Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif apabila dilihat dari sudut pandang internal maupun eksternal Tujuan dan maksud, dalam membahas serta menganalisa sampai tentang Sosiologi Hukum yang secara tidak sadar meresap dan hidup didalam kehidupan masyarakat baik secara internal maupun secara eksternal didalam melakukan interaksi social, yaitu dengan menggunakanMetode Pendekatan Sosiologi Hukum dan Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif adalah yang merupakan standarisasi sebagai objek pokok pembahasan Sosiologi Hukum. Penggunaan kerangka teori dan konsep adalah untuk melihat pendapat para ahli yang telah mendefinisikan, seperti : konsep dari H.L.A. HART yang difinisinya adalah : “Bahwa suatu konsep tentang hukum yang mengandung unsur-unsur kekuasaan yang berpusat kepada kewajiban tertentu didalam gejala hukum yang tampak dari kehidupan bermasyarakat”. Pengertian Sosiologi Hukum terlihat dari Difinisi para ahli Sosiologi Hukum sepert : 1. Soejono Soekanto. Sosilogi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris yang menganalisis atau mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya. 2. R. Otje Salaman. Sosiologi hukum (ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis).

Jelas terlihat berdasarkan definisi para ahli bahwa sosiologi hukum adalah segala aktifitas social manusia yang dilihat dari aspek hukumnya disebut sosiologi hukum. Dasr sosiologi hukum adalah Anzilotti pada tahun 1882, yang dipengaruhi oleh disiplin ilmu Filsafat hukum, ilmu hukum dan sosiologi yaitu : 1. Filsafat Hukum adalah dimana pokok bahasannya adalah aliran filsafat hukum, yang menyebakan lahirnya sosiologi hukum yaitu aliran Positivisme (difinisi Hans Kelsen. “Hukum berhirarkhis”). Dan aliran filsafat hukum tumbuh dan berkembang berdasarkan : a. Mazhab sejarah yang dipelopori oleh Carl Von Savigny yang mengungkapkan bahwa hukum itu dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volksgeisf). b. Aliran Utility (Jeremy Bentham) yaitu bahwa hukum harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia. c. Aliran Sociological Juriprudence (Eugen Ehrlich) yaitu hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup didalam masyarakat (living law). d. Aliran Pragmatic Legal Realism (Roscoe Pound) yaitu “ law as at tool of social engineering”. 2. Ilmu Hukum menganggap bahwa hukum sebagai gejala social, banyak mendorong pertumbuhan sosiologi hukum dan hukum harus dibersihkan dari anasir-anasir sosiologi (non yuridis). 3. Sosilogi yang berorientasi pada hukum adalah bahwa dalam setiap masyarakat selalu ada solideritas, ada yang solidaritas mekanis yaitu terdapat dalam masyarakat sederhana, hukumnya bersifat reprensip. Ruang Lingkup Sosilogi Hukum, dimana sosiologi hukum didalam ilmu pengetahuan, bertolak kepada apa yang disebut disiplin ilmu, yaitu sistem ajaran tentang kenyataan, yang meliputi disiplin analitis dan disiplin hukum (perskriptif). Disiplin analitis, contohnya adalah sosilogis, psikologis, antropologis, sejarah, sedangkan disiplin hukum meliputi : ilmu-ilmu hukum yang terpecah menjadi ilmu tentang kaidah atau patokan tentang prilaku yang sepantasnya, seharusnya, ilmu tentang pengertian-pengertian dasar dan system dari pada hukum dan lain-lain. Terdapatnya pendekatan-pendekatan yang terdiri dari : 1. Pendekatan Instrumental. Adalah menurut pendapat Adam Podgorecki yang dikutip oleh Soerjono Soekanto yaitu bahwa sosiologi hukum merupakan suatu disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum, dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat 2. Pendekatan Hukum Alam. Adalah menurut Philip Seznik yaitu bahwa pendekatan instrumental merupakan tahap menengah dari perkembangan atau pertumbuhan sosiologi hukum dan tahapan selanjutnya akan tercapai, bila ada otonomi dan kemandirian intelektual. Tahap tersebut akan tercapai apabila para sosiolog tidak lagi berperan sebagai teknisi, akan tetapi lebih banyak menaruh perhatian pada ruang lingkup yang lebih luas. Pada tahan ini seorang sosilog harus siap untuk menelaah pengertian legalitas agar dapat menentukan wibawa moral dan untuk menjelaskan peran ilmu social dalam menciptakan masyarakat yang

didasrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.( Rule of Law menurut Philip Seznick). Karakteristik Kajian Sosilogi Hukum, adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. deskripsi, 2. penjelasan, 3. Pengungkapan (revealing), dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut : 1. Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang, penerapan dalam pengadilan, maka mempelajari pula bagaimana parktek yang terjadi pada masing-masing bidang kegiatan hukum tersebut. 2. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehiduipan social masyarakat itu terjadi, sebab-sebabnya, factor-faktor apa yang mempengaruhi. Latar belakang dan sebagainya.Pendapat Max Weber yaitu “ Interpretative Understanding” yaitu cara menjelaskan sebab, perkembangan serta efek dari tingkah laku social, dimana tingkah laku dimaksud mempunyai dua segi yaitu luar dan dalam atau internal dan ekternal. 3. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahian empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum, sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. 4. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera padsa peraturan itu ? dan harus menguji dengan data empiris. 5. Sosiologi Hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum, tingkah laku yang mentaati hukum, sama-sama merupakan obyek pengamatan yang setaraf, tidak ada segi obyektifitas dan bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap fenomena hukum yang nyata. Penguraian Metode Pendekatan Sosilogi Hukum, Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Hukum sebagai social Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Dalam pengkajian hukum positif masih mendominasi studi hukum pada Fakultas Hukum, yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum, yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapkan peraturan-peraturan hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. Dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan social kemasyarakatan, bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan, melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. social structure, 2.behavior,3. variable, 4 observer, 5.scientific dan 6.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Untuk membanding hal tersebut diatas, maka pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative, maka perlu menguraikan lebih dahulu

Dalam situasi yang demikian itu.dimaksud pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya sebagai berikut : 1. . Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada masyarakat modern. sehingga hukum mempunyai suatu fungsi untuk mempertahankan eksistensi kelompok masyarakat tersebut. Pendekatan yuridis empiris atau pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat yang dilengkapi dengan contoh diatas. membunuh dan lain-lain. Contoh : Monumen ordinantie ( HIR/Rbg). Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara. Hukum yang berfungsi demikian adalah merupakan instrument pengendalian social. juga hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. Alat pengubah masyarakat adalah analogikan sebagai suatu proses mekanik. antara yang standard dan yang parktis. Contoh : apakah seorang bermaksud lebih dari seorang isteri terdapat dalam PP No. Dimana setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. 4. Contoh Hukum adat Batak dengan hukum adat jawa atau hukum singapura dengan hukum Negara Indonesia. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. Studi tentang aspek social actual dari lembaga hukum. Peran perubahan/pengubahan tersebut dipegang oleh hakim melalui interprestasi dalam mengadili kasus yang dihadapinya secara seimbang (balance) dan harus memperhatikan beberapa hal yaitu : 1. Hukum sebagai sosial control. Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. Semua contoh ini adalah bentuk prilaku yang menyimpang yang menimbulkan persoalan didalam masyarakat. Studi tentang sosiologi dalam mempersiapkan hukum. Sejarah Hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau/Hindia Belanda sampai dengan sekarang. 2. 9 Tahun 1975 Pasal 40. baik pada masyarakat yang sederhana maupun pada masyarakat yang modern. 3. Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. Contoh: diatatinya atau dilanggarnya hukum yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat dapat dicontohkan : pencurian. 5. 2. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. dapat dipahami bahwa berbeda dengan pendekatan yuridis normative/pendekatan doktrin hukum. mempertahankan eksistensinya. Contoh : pada masyarakat sederhana ada dewam masyarakat adat sedangkan pada masyarakat modern adalah Putusan Hakim. 3. Tujuan dari pembuatan peraturan hukum yang efektif. Terlkihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. kelompok itu berhadapan dengan problem untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. perzinahan hutang. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat.

keputusan Hakim adalah merupakan kebijakan dasar sedangkan kebijakan pemberlakukan adalah apabila tidak melaksanakan putusan tersebut akan mendapat sanksi yang ditentukan oleh undang-undang yang berlaku. Menganalisa Faktor Internal.4. Menganilsa Faktor Eksternal Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang hidup diluar masyarakat. yang semula hanya merupakan unsur-unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. Studi tentang metodologi hukum. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi oleh factor internal yang hidup didalam masyarakat.behavior. akibat pengaruh kebijakan dasar tersebut dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar dan apabila tidak melaksanakan maka akan terkena sanksi kebijakan pemberlakuan.Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat . pada masyarakat sederhana keputusan dewan kepala adat harus dilaksanakan dengan ketentuan musyarakat dewan adat. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Secara analisa factor internal bahwa metode pendekatan tersebut dipengaruhi kebijakan dasar yaitu Dewan Hukum Adat pada masyarakat sederhana. 2. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. (natural law). sedangkan pada masyarakat modern. sedangkan pada masyarakat modern adalah putusan hakim. bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. 5. 4 observer. Dari keenam langkah yang perlu diperhatikan oleh hakim atau praktisi hukum dalam melakukan “interprestasi”.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Juga dipengaruhi kebijakan pemberlakuan. 5. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. 6. maka perlu ditegaskan bahwa memperhatikan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. variable. Arti penting tentang alasan-alasan dan solusi adari kasus-kasus individual yang pada angkatan terdahulu berisi tentang keadilan yang abstrak dari suatu hukum yang abstrak.3. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1.specientific dan 6. buka kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. social structure. Sejarah hukum.

4 observer.sociological model yang terdiri dari 1. sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. sedangkan pada masyarakat modern adalah peraturan perundangan-undangan pertanahan (Hukum Agraria) yang melindungi masyarakat modern didalam hal penguasaan tanah. Sangat jelas terlihat bahwa kebijakan pemberlakuan.behavior. sebab-sebabnya. 5. penjelasan. seperti pemberlakuan hak penguasan tanah adat (Hak Ulayat). menciptakan masyarakat yang didas untukrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari polapola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada . penerapan dalam pengadilan. Pengungkapan (revealing). 2. 3. Pada karakteristik kajian sosiologi hukum adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. Latar belakang. adalah pengkajian hukum positif. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera pada peraturan dan harus menguji dengan data empiris. Dengan dilakukan metode Pendekatan Sosiologi Hukum. 2. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahihan empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum.specientific dan 6. sebagai akibat dipengaruh kebijakan dasar tersebut. variable.( Rule of Law). Sedangkan Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif. dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut yaitu Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang. social structure. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum (pendekatan yuridis normative dan pendekatan pengkajian hukum pada kenyataa didalam kehidupan social kemasyarakatan). yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum.3. dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat dan tidak terlepas dari pendekatan Hukum Alam. maka akan hilang hak penguasaan tanah tersebut yaitu kebijakan pemberlakuan pada masyarakat modern. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehidupan social masyarakat itu terjadi. Kesimpulan Pada pendekatan intrumental adalah merupakan disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum. dengan menguraikan lebih dahulu pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya yaitu : Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. factor-faktor apa yang mempengaruhi. terhadap kebijakan dasar eksternal yaitu peraturan nasional yang menaungi keamaan dan ketentraman masyarakat sederhana tersebut. dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar yang berupa peraturan perundang-undang dan apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut. deskripsi. adalah pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative. Secara analisa faktor eksternal mempengaruhi metode pendekatan tersebut.

Alumni. —————-Donald Black. 1961). Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Sejarah Hukum sebagai iilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau sampai dengan sekarang. .L.13. adalah hukum sebagai sosial control. Sorjono Soekanto. 1992)hal. Penerbit : Yayasan Mayarakat Indonesia Baru. Sosiologi Hukum. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi. antara yang standar dan yang parktis yaitu penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat. (Bandung : Remadja Karya. by : Timur Abimanyu .310 dan R. ditegaskan dengan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. 1989). Beberapa Masalah Dalam Studi Hukum dan Masyarakat. 1982).adalah untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan.MA. dengan melakukan “interprestasi”. 1989).Citra Aditya Bakti. Prof. psikologi hukum.Zainuddi Ali. Satjipto. Terlihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. 1985). DAFTAR PUSTAKA ———-Uraian.. Hukum Sebagai Sosial Kontrol.R. Sosiologi Hukum Suatu Pengantar. Mengenal Sosiologi Hukum. hal 32.hal.Othe Salman. Palu. mempertahankan eksistensinya. dan H. The Consept of Law. (Bandung: PT. Ronny Hanitijo Soemitro. ASrmico. dan Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara.A. sebagai alat pengubah masyarakat adalah dianalogikan sebagai suatu proses mekanik.DR. (Bandung : Penerbit CV.H. (London Oxford University Pres. antropologi hukum. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. adalah setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. Ilmu Kenyataan hukum dalam masyarakat. dan sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. (New York : Academic Pres. dan unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. Ilmu Hukum. (Bandung. yaitu sosilogi hukum. (natural law).masyarakat modern.Begitu juga mengenai Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. sejarah hukum dan perbandingan hukum. Sociological Justice.

UU No.60.Academic Press. 12 UU Darurat No. Woters Groningen. Ter Haar. 59 K/Sip/ 1958 “ Menurut Hukum Adat Karo sebidang tanah “ Lesain” yaitu sebidang tanah kosong.The Behavior of Law..19521 jo LN. “ Capita Selecta Perbandingan Hukum”.1954-78. 1976. 24 Tahun 1997. 5 tahun 1999 tentang Pedoman penyelesaian masalah hak ulayat masyarakat Hukum Adat (87).626). Yogyakarta 1975”. Undang-Undang No. “Seminar Hukum Adat dan Pembangunan Hukum Nasional. J. Soewardu. Interpretation Of Legal History. Alumni (Stensil) Bandung. hal. Landsdrukkerij 1930. TLN. 1970. adalah terdapat dalam verslag dari panitya untuk mempelajari Advoes Der Agrarische Commisale 1932. Jakarta. setelah tanah itu diusahakan secara intensif oleh seseorang penduduk kampung itu “ Peraturan Pemerintah No. panitya mana dibentuk oleh perkumpulan “ Indie-Nederland”. Jakaarta. “ Asa-asas dan susunan Hukum Adat”.B. Dalam “Advies der Agrarische Commisale” yang tercetak. 4 tahun 1996. 1 tahun 1952 ko UU No. “Hak Ulayat secara sadar tidak dimasukkan dalam golongan obyek pendaftaran tanah teknis tidak mungkin. 1986). Kartohadiprodjo. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. Soebakti. bias menjadi hak milik perorangan. hal. “ Beginselen En Stelsel Van Het Adar Recht”. 21-23. Soedirman. ( Undang Undang Hak Tanggungan). Putusan Mahkamah Agung. 1976) —————-Roscoe Pound. yang letaknya dalam kampung. Hartono.B. 1968. Ceramah Koesano tentang “ Pembangunan Hukum Adat”. Bzn. 1950. Keberatan-keberatan yang menentang advies tadi. Poesponoto. “ Sekitar Kodifikasi Hukum Nasional di Indonesia “Jakarta. 1950. “ Hukum Nasional” beberapa catatan. 24 tahun 1954 tentang pemindahan hak tanah-tanah dan barang-barang tetap lainnya yang bertakluk pada hukum barat (LN.—————-Donald Black. ( New York. (USA : Hlmes Heaxh. Florida. 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus Provinsi Papua (87). karena batas-bayas tanahnya tidak mungkin dipastikan tanpa menimbulkan sengketa antara masyarakat hukum yang berbatasan”. Sunarjati. Penerbit : Pradnya Paramita. . terdapat segala sesuatu yang menurut pendapat saya merupakan kecaman sehat terhadap masalah ini. Bina tjipta. No.

yang dengan tegas membuang jauh-jauh hukum tanah Belanda yang tercerai-berai. dan sekarang ini kita mempunyai Hukum Tanah yang seragam. Prent K.Drukkerij J. . Untuk luar jawa dan madura.. “Sejarah Hukum Adat Indonesia”. 1888-58 (Zuider-en Oosterafdeking Borneo) (S. 1984. S.1910-61 Wefpacht Ordonnantie Zelfberturende Landschappen Buitengewestenm S. dalam pembaharuan Hukum Nasional sebanyak-bantknya kita harus berpedoman kepada falsafah bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945. Penerbit Alumni. J. 1974.de Boer.1914-367). 1934. Sudargo. “Adanya kesepakatan Universal. S. Lembaga Ekologi Universitas Pajajaran dan Yayasan Obor. Jakarta :Gramedia. Semarang 1960.. ” Proe Advies Derde Juristen Conggres”.1912422). Di Jakarta disertai Verwer J 1934. C. Ditegaskan bahwa para ahli Hukum kita tidak kalah dari para ahli Hukum dari negara-negara ASEAN yang lain.1872-237a jo S. Keistimewaan yang diberikan kepada orang-orang asing untuk berparttisipasi dalam kehidupan ekonomi negara dimana ia bertempat tinggal.1870-118) dan Ordonnantie. j. Hilman. Star Nauta Carsten. Harian Sinar Harapan tgl 25. Barbara dan Rene. Dan sebagai bukti Prof. Bandung tahun 1978. Adisubrata. Tegal. Subekti menunjuk kepada prodak Undang-Undang Pokok Agraria.1877-55 (keresidenan Menado) Ordonnantie Buitengewesten.Untuk jawa dan madura. “ ASEAN LAW ASSOCIATION”. Een Europeesch Gewoonterechtelijke Opstalfiguur. Prof.1874-94f (Sumatra) diganti dengan Erfpachts. kecuali daerah swapraja : S. “ Kamus Latin Indonesia” Yayasan : Kanisius. Budi Harsono).R.S. yang dinilainya sebagai produk hukum yang hebat. Subekti. kecuali daerah swapraja : Agrarisch Besluit (S..NV. Ward. Undang-Undang itu merupakan system hukum kita sendiri.1913-699). bahwa dalam pembaharuan dan pembinaan Hukum Nasional. Sebagai yang dikutip oleh Gautama.9 ( Buku . Hadilusuma. Roth. tidak sampai meliputi pemilikan semua atau benda-benda tertentu. 1915-474 Pemberian kewenangan kepada penguasa swapraja untuk memberikan hak-hak barat atas tanah (21). Dimana Roth merumuskan “ Rule Number 6” yaitu yang berdasarkan Hukum Internasional. di Singapura. kita perlu belajar dari perkembangan Hukum Negara tetangga lain. Porwadarminta. Hal. Jakarta. namun diingatkan. “Satu Bumi : Perawatan dan Pemeliharaan Sebuah Planet Kecil”. Dubos. De Bataviasche Gronthuur. Reglement omtrent de Partikuliere Landerijen bewesten de Cimanuk op java (S.Verwer. S. Andteas H. baik benda bergerak maupun benda tetap. bahwa suatu negara diperbolehkan tidak mengijinkan orang-oreang lain selain warganegaranya sendiri untuk memperoleh benda-benda tetap diwilayh kekuasaannya”.

Bagian A: Hukum dan Pembangunan Hukum dan gerakan pembangunan pada tahun 1960-an sampai dengan 1970-an berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunan. Tujuannya adalah untuk menggarisbawahi pentingnya budaya hukum dalam masyarakat yang mengingikan terjadinya reformasi hukum. Meskipun makalah ini baru sebatas sebuah konsep.” Terbitan tak berkala. . 1969. Ada beberapa pendekatan terhadap permasalahan ini. terutama di negara berkembang. dengan menggunakan pendekatan dari kedua sarjana tersebut. Pada bagian B. Gerakan ini dimaksudkan untuk mengkaji peran hukum dalam konteks pembangunan sosial. Saya juga mengajukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan implikasi yang ditimbulkan oleh model ini. Salah satu kunci dari gerakan ini terletak pada dapat tidaknya hukum modern negara maju diimpor dan digunakan negara berkembang untuk mempercepat pembangunan.com/group/blog-promotion-1/discuss/entry/analisa-sosiologihukum-berdasarkan-metode-pendekatan-dan-fungsi-hukum Posted in S2. ekonomi dan politik.blogcatalog. Sosiologi Hukum | 2 Comments » PERKEMBANGAN HUKUM DI NEGARA BERKEMBANG PERAN BUDAYA HUKUM Posted by mujiburrahman on October 22. Jakarta. Saya memperkenalkan konsep ‘kebiasaan hukum’ dan ‘kesadaran hukum’. 12. Saya membahas konsep Budaya Hukum-nya Lawrence M. Saya memberikan uraian yang disertai dengan beberapa contoh reformasi hukum di Indonesia sekitar tahun 1990an. http://www. Saya mengawali Bagian A dengan membahas hukum dan gerakan pembangunan semenjak tahun 1960-an sampai dengan 1970-an dengan fokus kajian pada cangkok hukum. Saya selanjutnya membuat sebuah model ysng sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa budaya hukum dan pembangunan hukum dalam konteks dinamis. 19. “ Rintangan-Rintangan mental dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.Koentjaraningrat. hal. Lembaga Reasearch Kebudayaan Nasional. Saya menggunakan pendekatan holistik untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sebab-sebab terjadinya perubahan hukum. Pada bagian C. 2009 Benny S Tabalujan Makalah ini merupakan pemaparan peran budaya hukum dalam proses pembangunan hukum. seri no. terutama negara-negara berkembang. Friedman dan taksonomi sistem hukum karya Ugo Mattei.

1997. negara menerapkan hukum yang sama kepada semua orang secara bebas dan rasional. Inti dari pendekatan ini adalah masyarakat terdiri atas individu. gerakan tersebut kehilangan momen karena penekanan dari gerakan tersebut terletak pada bidang hukum struktural dan substantif dan gagal menentukan sifat hubungan sebab akibat antara hukum dan pembangunan secara lebih umum. Dalam pandangannya. menulis bahwa hukum dan gerakan pembangunan tahun 1960-an sangat percaya jika hukum mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan. Sagviny percaya bahwa negara mempunyai kesatuan oganik dari individu dan bahwa hukum negara berkembang melalui pembentukan norma-norma sosial dalam suatu masyarakat secara periodik. seperti Soepomo. Namun demikian. Proses ini dijuluki ‘difusi hukum’ (legal difusionism). momen keraguan terhadap kemanjuran program modernisasi hukum ini mulai muncul. kajian Watson terhadap cangkok hukum menunjukkan bahwa peminjaman telah menjadi fenomena umum dalam sejarah dan merupakan sumber paling subur dalam pembangunan hukum. dan perilaku sosial cenderung mengikuti hukum tersebut. Sebenarnya. memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi dan politik. Patrick Mc Auslan. Robert Seidman yang dikenal melalui ‘ Hukum dari Hukum yang tidak dapat dipindahkan’ (The Law of Non-Transferability of Law) mengatakan bahwa perpindahan hukum dari satu budaya ke budaya lain tidak mungkin dilakukan karena hukum tidak dapat berlaku sama sebagaimana hukum itu digunakan di tempat asal. negara memegang kontrol hukum untuk mencapai tujuan masyarakat. Friedrich Carl von Savigny. Mengikuti garis pemikiran ini. Pandangan ini berasal dari Montesquieu dan sarjana asal Jerman. kelompok dan negara. terutama pengenalan ide dan lembaga hukum modern negara barat kepada negara berkembang..Kaum ortodoks dan mayoritas melihat bahwa reformasi di bidang hukum . Kaum minoritas melihat hukum terikat dengan budaya dan tidak dapat dipindahkan atau dipinjam dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya seperti halnya meminjam kunci Inggris untuk menutup lekuk yang bocor. Pandangan yang menyatakan bahwa cangkok hukum mempunyai peran positif dalam pembangunan ekonomi dipertegas oleh gencarnya program modernisasi bidang hukum di beberapa negara Amerika Latin dan Afrika juga sebagian kecil negara berkembang di Asia pada tahun 1960-an dan 1970-an. Di sini tidak akan dibicarakan pengraruh aliran yurisprudensi Savigny pada para sarjana Belanda pada awal abad 20 (seperti Cornelius dan Vollenhoven) dan pemimpin nasional Indonesia . Dukungan ini dilakukan melalui . hukum dan pembangunan kembali menjadi tpoik yang hangat. Hal ini tidak mengejutkan sebab pada tahun ini ada dukungan pembaharuan dari negara maju terhadap ferormasi hukum pada negara berkembang. Dua sarjana bidang hukum dan pembangunan menyebut pendekatan ini sebagai ‘hukum liberal’. Pada tahun 1990-an. Pendekatan ini percaya bahwa pembangunan hukum merupakan prasyarat pembangunan ekonomi dan hukum modern negara maju dapat diterapkan di negara berkembang sebagai cangkok hukum untuk memenuhi persyaratan tersebut.

ada kesadaran yang semakin bertambah jika keyakinan dan norma sosial untuk menerima masyarakat dan keinginan dan kapasitas mereka untuk menjelajah. Justru. Saya melihat sisi positif lain. . masyarakat sipil yang teratur. dan perilaku komersial. memahami dan mematuhi hukum baru merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan cangkok hukum tersebut. politik. meskipun sebagian. psikologis dan faktor lain yang jauh dari sistem hukum normatif membatasi kemampuan hukum untuk mengubah perilaku. Jadi. dan membatasi kekuasaan negara. Dengan kata lain.agen-agen multilateral seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) dan juga lembaga bantuan individu seperti USAID. sosial dan politik secara luas.misalnya. Kita dapat terus menyakini kemanjuran bidang reformasi hukum dalam proses pembangunan dengan sedikit mengabaikan dampak daya ekonomi. Perannya terletak di tengah-tengah dengan memainkan peran pemberdayaan yang sederhana tetapi penting dalam proses perubahan sosial. Menciptakan kemakmuran melalui komitmen kumulatif manusia. khususnya. jika benar. Lebih dari itu. politik dan sosial. Tujuan di atas disampaikan karena akan memperjelas pengaruh faktor eksternal terhadap sistem hukum dan membatasi kemanjuran hukum jika hukum tersebut dapat mengubah perilaku. mengetahui secara eksplisit pentingnya reformasi hukum dalam konteks ini: Kerangka hukum dalam sebuah negara merupakan unsur penting dalam pembangunan ekonomi. tugas mendesak saat ini sama seperti yang dikatakan empat dekade lalu: Yang dibutuhkan adalah suatu kajian terhadap metode di mana hukum yang didukung oleh otoritas negara dapat mempengaruhi perilaku dan faktor sosial. Tak di sangkal bahwa minat pembaharuan bidang hukum merupakan atribut. bukanlah inti dalam pembangunan ekonomi bahkan tidak relevan. Pendekatan lain juga menyebutkan bahwa reformasi hukum. ketika masalah hukum dan pembangunan kembali mendapatkan perhatian.tetap ada meskipun bukan merupakn yang dikritisi. kita dapat mengembangkan model yang lebih menyeluruh dan memahami potensi dan keterbatasan hukum dalam pembangunan ekonomi secara lebih realistis. Menurut pendapat Saya mereka yang terlibat dalam perdebatan ini lebih menyadari keterbatasan reformasi hukum struktural dan substantif. reformasi hukum dapat dianggap sebagai sebab dan dampak dari perubahan sosial yang luas. terutama dalam cangkok hukum. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa sebagian dari pikiran dasar liberalisme liberal ortodoks. terhadap realisasi bahwa pemerintahan yang baikyang pada gilirannya nanti mensyaratkan kerangka kerja hukum yang memuaskanmerupakan inti dari pembangunan ekonomi yang kokoh. sumber daya teknologi dan modal sangat bergantung pada hukum yang dapat mengamankan hak milik. Dengan demikian. Saya berpendapat tugas mendesak untuk memunculkan kembali perdebatan antara hukum dan pembangunan adalah dengan menemukan hubungan antara pembangunan hukum dan masalah ekonomi. Bank Dunia. melalui penggunaan cangkok hukum. hukum merupakan alat yang efektif untuk mengubah masyarakat. sosial dan politik terhadap sistem hukum.

Keduanya dapat digunakan jika model teorinya dibuat dengan tujuan menganalisa sistem hukum karena model ini akan senantiasa berkembang. menyatakan bahwa sistem hukum terdiri atas tiga komponen. Dengan memahami faktor eksternal. Konsep pertama adalah konsep ‘budaya hukum’ karya Lawrence M. sifat dan keluasan faktor eksternal yang mempengaruhinya. nilai. Sistem ini meliputi sistem pengadilan. Dari ketiga komponen di atas.Bagian B: Pendekatan Holistik pada Sistem Hukum Dari pembahasan awal. dan sistem yang tahan lama. Budaya hukum merupakan bagian dari budaya umum. Hokum substansi mengacu pada hukum – peratutan prosedur dan substansi. unsur yang hilang yang memberikan kehidupan dalam sistem hukum adalah ‘budaya hukum’. Memahami unsur sebuah sistem hukum merupakan analisis statis sedangkan memahami faktor eksternal merupakan analisis dinamis. Saya membahas dua konsep analitik yang dapat menjelaskan perilaku sistem hukum statis dan dinamis. Struktur dan substansi menjadi masalah karena keduanya statis. sakit berkepanjangan. budaya hukum merupakan komponen yang paling penting: . seorang sosiolog hukum dari Universitas Stanfords.dan norma yang digunakan dalam sebuah lembaga dan mengikat hokum struktur secara bersama. Budaya Hukum Freidman. Friedman dan konsep Ugo Mattei ‘taksonomi sistem hukum’ yang disebutnya ‘ pola hukum’ (Patterns of Law) 1. keduanya ibaratnya gambar dari sistem hukum. Potret tersebut tidak memiliki gerak dan kebenaran… dan seperti ruang pengadilan yang dipercantik . para pengacara dan sarjana hukum cenderung membatasi analisis mereka terhadap struktur dan substansi sistem hukum yang sedang mereka pelajari. hukum substantif.yang mengikat masyarakat untuk mendekat atau menjauh dari hukum dengan cara khusus. cara bekerja dan berpikir. kita mengetahui bahwa pendekatan holistik terhadap pembangunan dan hukum sangat penting. kita mengetahui bagaimana sebuah sistem bekerja pada satu titik waktu. dan opini dalam masyarakat dengan penekanan pada hukum. sistem hukum serta beberapa bagian hukum. Struktur mengacu pada lembaga dan proses dalam sistem hukum. Budaya hukum mengacu pada sikap. Friedman membrikan tanggapan terhadap kecenderungan ini: Struktur dan substansi merupakan komponen inti dari sebuah sistem hukum. membeku. kita dapat mengetahui petunjuk-petunjuk bagaimana faktor-faktor tersebut dapat membuat sistem mengalami perubahan. Dengan memahami unsur sebuah sistem hukum. Sampai di sini. struktur hukum. tetapi baru sebatas desain atau cetakbiru dan bukan mesin kerja.kebiasaan. dan budaya hukum. Menurut Friedman. opini. dan sistem koporat. struktur hukum merupakan badan. legislatif. perbankan. kerangka kerja. Kunci dari pendekatan ini adalah apresiasi yang sepenuhnya terhadap unsur sistem hukum lain. kaku.

Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai masyarakat umum. Friedman juga menyampaikan bahwa budaya hukum situasi tidaklah homogen. konsep ini juga mempunyai kesamaan dalam hal kekurangan presisi sama halnya dengan ‘hukum struktur’. Dikaitkan dengan kasus yang terjadi di Indonesia. Menambahkan budya hukum ke dalam gambar ibarat memutar jam atau menyalakan mesin. Namun demikian. Mochtar Kusumaatmaja juga menyampaikan hal yang sama. Dia salah dalam menarik kesimpulan bahwa konsep tidak padu karena tidak adanya hal yang khusus. hakim. konsep ini telah dilupakan para reformis hukum dan baru sekarang diingat kembali oleh reformasi hukum di Indonesia. Menurut Friedman. Budaya hukum membuat segalanya bergerak. Konsep kedua adalah ‘budaya hukum internal’. Bagian masyarkat yang berbeda memiliki nilai dan sikap berbeda terhadap hukum. Sikap menurut Friedman merupakan ‘budaya hukum situasi’. Jika budaya hukum lokal tidak diakomodasi dalam hukum struktur dan substantif asing. Hal ini membuktikan kemampuan konsep budaya hokum menembus masyarakat dan bukan tanda-tanda kelemehan. konsep Friedman bukannya tanpa kritik. Pada tahun 1982 mantan menteri hukum dan peradilan. konsep budaya hukum menempati posisi penting karena negara berkembang sering mendatangkan peraturan. Namun setelah beberapa tahun. seperti pengacara. penegak hukum dan lain-lain. Masalah muncul jika cangkok hukum mengabaikan budaya hukum setempat. mengatakan bahwa konsep Friedman ‘tidak mempunyai kekerasan’ dan ‘secara teoritis tidak padu’. Roger Cotterrell. konsep ini tidak akan dapat diterapkan dengan baik. ‘sistem hukum’. mengapa dan di mana orang menggunakan hukum. Di negara berkembang. Friedman menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa tidak adanya presisi dalam istilah ‘budaya hukum’ tidak membuat konsep itu tidak padu. Cotterrell sendiri mengakui bahwa konsep Friedman ‘merupakan usaha yang paling dapat menjelaskan konsep budaya hukum dalam sosiologi hukum komparatif dan mempertahankan dan mengembangkan secara teoritis penggunaan konsep tersebut’. Tim Lindsey menulis: . seorang sarjana Inggris. dan ‘opini publik’. lembaga hukum atau proses hukum atau kapan mereka menggunakan lembaga lain atau tanpa melakukan upaya hukum. Di sisi lain. Friedman selanjutnya menjelaskan sikap dan nilai dalam budaya hukum. faktor budaya merupakan ramuan penting untuk mengubah struktur statis dan koleksi norma ststis menjadi badan hukum yang hidup. Sebenarnya. Dalam pemahaman Saya. Dengan kata lain. Cotterrell menggarisbawahi kesulitan dalam menggunakan konsep budaya hukum. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai profesional yang bekerja dalam sistem hukum. arti pentinya ‘budaya hukum’ adalah bahwa konsep ini merupakan variabel penting dalam proses menghasilkan hukum statis dan perubahan hukum.Budaya hukum menentukan kapan. hukum bahkan keseluruhan sistem hukum dari negara barat dalam usahanya untuk melakukan modernisasi kerangka kerja hukum mereka. konsep ini telah disampaikankan oleh komentator luar negeri pada awal tahun 1972. Alasannya adalah bahwa konsep sekompleks ‘budaya hukum’ cenderung sulit dipahami.

Menurut Friedman. yaitu: a) pendekatan ilmu politik dan sosiologi yang menekankan peran elit penguasa. tetapi belum memuaskan. c) interpretasi disfungsi organisasi yang menekankan dampak problem mendasar dalam organisasi pemerintah Indonesia. Ketika melihat hukum di Indonesia. Linnan menyatakan bahwa interpretasi disfungsi organisasi dapat memberikan penjelasan kegagalan reformasi hukum selama Orde Baru. kegagalan ini disebabkan karena keberhasilan reformasi hukum Indonesia bergantung bukan hanya lembaga pengambil suara. mengawasi dan menggunakan lembaga ini. terutama di bawah UUD 1945. terutama catatan buruk terhadap sistem hukum Indonesia yang korup. multilateral dan legislatif untuk memulai atau menghentikan atau memperbaki kegiatan sosial dan ekonomi…. Pendekatan ini sering mengabaikan bagaimana hukum perusahaan benar-benar bekerja dalam kehidupan. Sebagaimana yang terlihat. meskipun interpretasi disfungsi organisasi terdiri atas beberapa nilai. Linan menyatakan tiga artikulasi yang saling melengkapi yang dapat menjelaskan kegagalan reformasi hukum di Indonesia sejak tahun 1950-an. analisis pada struktur hukum dan hukum substantif dan terjemahan terhadap budaya hukum dapat memperlebar jarak. Hukum juga bukan sekedar keputusan hukum dan statuta. Hukum. tidak dapat dibedakan dari politik dan ekonomi. b) pendekatan budaya dan psikologi yang menekankan peran sikap feudal orang Jawa atau Indonesia. dalam pengertian ini. reformasi pada lembaga hukum tanpa lembaga budaya tidak akan efektif. Hukum yang baru ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam proses dan penyelesaian kasus. Dengan demikian. pengadilan baru tidak dapat memenuhi harapan.Pandangan instrumentalis yang menyerap banyak literatur dan praktek belumlah cukup. atau mengapa pegawai di Amsterdam bertindak dengan cara berbeda ketika mereka bekerja di Jakarta meskipun ketetapan hukum perusahaan sama. Dalam pandangan saya. Hukum perniagaan di Indonesia dibuat terpisah dan berbeda pada tahun 1998 dengan mengikuti revisi undang-undang kebangkrutan. tetapi juga sikap mental yang tepat dan perilaku mereka yang bekerja. Intinya adalah penjelasan institusional tidak dapat sepenuhnya menjelaskan keluaran reformasi hukum di Indonesia yang belum memuaskan pada tahun 1990-an. Seperti yang terjadi di Indonesia. perhatian dititikberatkan pada masalah structural. pendekatan tersebut gagal membedakan sistem hukum yang tertulis dengan system hukum yang berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian. – permasalahan-permasalahan seperti mengapa pemegang saham menolak untuk mengajukan direktor dan komisaris ke pengadilan ketika mereka mempunyai hak untuk menuntut mereka. Hasil survei terhadap reformasi hukum di Indonesia pada tahun 1950-an sampai dengan 1990-an oleh David Linnan merupakan informasi penting yang dapat didiskusikan. Sebagian besar pengacara sekarang mengetahui bahwa hukum dan norma yang berada di balik peraturan dan orang yang membuat dan menerjemahkannya. . hukum bukan sekedar tugas yang dapat ditarik oleh pemerintah. Hukum Perniagaan di Indonesia adalah contohnya. Meskipun terdengar sebatas konsep. seperti sistem dewan dua pintu dan ketetapan hukum perusahaan yang dikeluarkan pada tahun 1995 dan membandingkannya dengan produk hukum lainnya.

74 Taksonomi Mattei dapat dibandingkan dengan pendekatan terhadap pembangunan hukum yang dikenalkan oleh Eugene Kamenka Alice Tay. Dengan ini. Menurut Mattei. Mattei menyampaikan pandangannya ‘pola sistem hukum’ pada tahun 1997. pandangan yang begitu menomorsatukan rasa penyesalan. yaitu politik. dengan membuat taksonomi sistem hukum komparatif. Dia beranggapan bahwa taksonomi sistem hukum standar pada hukum sipil. akan tetapi.1. sehingga membatasi kinerja lembaga-lembaga hukum hanya pada bidang-bidang hukum tertentu saja atau masyarakat tertentu saja. agama dan tradisi hukum masyarakat atau keluarga tertinggal zaman. umum. dan mereka yang memiliki wewenang keagamaan. dan hukum tradisional. the Gesellschaft atau perjanjian individu-komersial. hukum dan administrasi… [disebut dengan] the Gemeinschaft atau keluarga komunal organik. bagaimana sistem hukum berbeda satu dengan yang lain dan bagaimana perkembangan perbedaan tersebut. mediator.73 Dalam sebuah sistem. bagaimana lembaga hukum tersebut bekerja tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan suatu sistem yang dijalankan dengan hukum profesional. Sistem hukum yang termasuk dalam kategori ketiga. serta keberadaan kode-kode bergaya Barat yang tidak memiliki landasan sosial yang penting. Sistem hukum selalu didefinisikan dalam skema tripartit sesuai dengan sumber perilaku sosial yang memainkan peran utama di atara mereka. utamanya di belahan Eropa-Amerika yang mengabaikan peta dunia hukum berdasar geografis dan tidak memasukkan budaya. Pendekatan tersebut diambil dari karya-karya Weber serta ahli sosiologi lainnya. Dengan menggunakan pendekatan Weber. Konsep taksonomi sistem hukum yang diajukan Mattei. yang disebut ‘pola sistem hukum’. hukum dan filsafat dan tradisi agama. beberapa ciri dari suatu sistem hukum tradisional adalah: terbatasnya peranan pengacara dikarenakan besarnya peran sesepuh atau orang yang dianggap mengerti agama. organisasi sosial. Mattei mempostulatkan bahwa ada tiga sumber utama norma sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi perilaku individu. Ferdinand Tonnies. yaitu: peraturan hukum profesional. dapat dilihat dari pola hukum dimana agama ataupun filosofi transcendental yang melekat dalam dimensi internal individu dan dimensi kemasyarakatan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. pandangan yang begitu menjunjung tinggi keselarasan. mempunyai nilai karena taksonomi tersebut menghasilkan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menganalisa perubahan dan pembangunan dalam sistem hukum yang berbeda-beda. aturan hukum tradisional. lembaga hukum bisa saja terbentuk. Pola Hukum Mattei Jika konsep Friedman ‘budaya hukum’ mencoba menjelaskan unsur dalam setiap sistem hukum. Mattei melihat sistem hukum dunia menganut pada salah satu dari tiga kategori sistem hukum tersebut. hukum politik. serta pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa sistem hukum modern dan pembangunan hukum biasanya terdiri dari: Benturan yang agak sulit dimengerti antara tiga paradigma besar mengenai ideologi sosial. Mattei dengan konsep ‘pola hukum’ mencoba menjelaskan. serta paradigma birokrasi administratif 75 .

fakta bahwa ia menyebut kategori hukum politis sebagai “hukum tentang pengembangan dalam transisi” menjelaskan bahwa Mattei mengerti akan hal itu. taksonomi ini mencoba untuk menggabungkan dan merefleksikan peran budaya hukum dalam suatu sistem hukum yang berlaku. politik. Bentuk birokrasi administratif suatu aturan sosial memaknai aturan sebagai suatu cara untuk mendapatkan intisari dari tujuan kebijakan yang ditetapkan oleh negara. masih terdapat hal-hal yang belum sempurna. Perbedaan yang tidak jelas ini mengakibatkan tidak diperhitungkannya kekuatan politik dalam suatu sistem hukum. meskipun terdapat kesamaan.76 Aturan Mattei terhadap hukum tradisional secara umum dapat disamakan dengan paradigma gemeinschaft: aturan mengenai hukum politis dengan paradigma birokrasi-administratif. Akan tetapi. Dalam hal ini. khususnya pemikiran tentang pemisahan antara negara dan individu. Saya lihat pendekatan Mattei biasanya lebih disenangi daripada pendekatan Kamenka-Tay. Mattei mengembangkan sebuah taksonomi yang secara eksplisit menjelaskan bahwa norma-norma budaya suatu masyarakat memiliki muatan kritis terhadap sifat dari sistem hukum ini. dimana hukum adalah suatu alat organisasi sosial. dan ekonomi yang kemudian akan menentukan tipe aturan hukum yang mendominasi suatu sistem hukum tertentu. Terlebih lagi. Sebaliknya. Pandangan Kamenka-Tay mengenai pembangunan hukum sangatlah berguna dimana pandangan tersebut menjelaskan tiga tipe dasar organisasi sosial dan bagaimana setiap tipe tersebut dapat menentukan jenis sistem hukum yang terjadi dalam masyarakat. taksonomi Mattei secara terbuka mengakui adanya dampak politik terhadap sistem hukum serta menciptakan sebuah kategori baru mengenai hal ini. Mattei menawarkan sebuah perspektif yang dinamik terhadap studi tentang komparasi sistem hukum. taksonomi Mattei membuat kekuatan politik dan aturan hukum politik menjadi kekuatan yang berseberangan dengan rasionalitas formal yang membentuk landasan bagi aturan hukum profesional. gemeinschaft lebih terarah pada internalisasi norma sosial. Sedangkan aturan sosial model gesellschaft berasal dari ideologi liberal Barat. dan konsep birokrasi administratif lebih pada kebijakan negara. Kedua. hukum. dengan menambahkan bahwa klasifikasi dari suatu sistem hukum merupakan hasil dari perubahan kompetiti atas tiga kekuatan politik. Berdasarkan alasan ini. dan aturan hukum profesional dengan paradigma gesellschaft. atau tidak keduanya. dan tradisi. Sampai disini. penting untuk membahas dua implikasi penting yang diperoleh dari taksonomi Mattei. pandangan-pandangan tersebut memiliki kesamaan dengan pola hukum menurut Mattei. dalam pendekatan Kamenka-Tay tidak jelas apakah rasionalitas formal Weber merupakan suatu fungsi bagi gesellschaft dan paradigma birokrasi administratif.78 Lebih dari itu. atau salah satunya. Norma-norma budaya ini bermanifestasi dalam berbagai kekuatan sosial.77 Dengan mengunakan pandangan fundamental Weber.Aturan sosial model gemeinschaft berdasar pada norma-norma intrinsik dan nilai-nilai masyarakat yang dijunjung tinggi. . gesellschaft lebih terarah pada hak asasi manusia. Senada dengan Weber. Dengan demikian. Pertama.

meneruskan. memberikan sebelas definisi budaya. juga mengubah budaya hukum. dan kerangka ekonomi serta politik? Untuk menjawab pertanyan tersebut. sebuah sistem konsepsi yang diwariskan dan tertuang dalam bentukbentuk simbolik yang merupakan cara bagi manusia untuk berkomunikasi.sehingga dalam situasi tertentu. dan mengembangkan pengetahuan mereka dan sikap mereka dalam menghadapi hidup. jika ada. hukum substantive atau budaya hukum? Dapatkah sebuah perubahan dalam hukum substantive. politik atau sosial di sisi lainnya? Ketika kekuatan eksternal ini bersinggungan dengan sistem hukum. masih tetap sulit untuk menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah hubungan kausal.79 Bagian C: Perubahan Model Apakah yang bisa kita pelajari dari kontribusi Mattei dan Friedman? Menurut saya. yang tentunya Saya percaya lebih akurat merefleksikan proses pengembanagan hukum baik sebagai sesuatu yang statis maupun dinamis 1. Saya menarik berbagai macam materi diskusi serta menampilkan suatu sistem hukum yang sederhana dan dapat dilakukan. gagasan Friedman tentang budaya hukum sangatlah berguna untuk menganalisis kenapa dan bagaimana sebuah sistem hukum bekerja pada waktu tertentu. serta kekuatan ekonomi eksternal. Namun. konsep dia sepertinya tidak banyak membantu ketika digunakan dalam analisis tentang bagaimana sebuah sistem hukum dipengaruhi oleh kekuatan eksternal dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Sesudah itu. hukum substantive dan budaya hukum di satu sisi. yang terjadi antara tiga elemen struktur. bahkan dengan kontribusi yang diberikan oleh Friedman dan Mattei. misalnya import. Clifford Geertz. sebagian besar merupakan karya Friedman dan Mattei. ternyata terdapat mata rantai yang hilang antara pandangan Mattei terhadap perubahan dinamik dalam suatu sistem hukum dan gagasan Friedman tentang apa yang menjadikan sebuah sistem hukum. saya berharap untuk dapat membahas konsep budaya dan kemudian mencoba menyaring konsep Friedman tentang budaya hukum dengan melakukan identifikasi terhadap apa yang Saya lihat.81 Geertz sendiri mendefinisikan budaya sebagai: sebuah pola yang diwariskan turun-temurun tentang makna yang terkandung dalam simbol-simbol. model hukum politis.82 . Ini tentu saja bukanlah sebuah tugas yang mudah mengingat ‘budaya’ adalah sebuah kata yang terkenal sangat kompleks. apakah hal ini menimbulkan suatu perubahan dalam struktur. Namun demikian. sistem hukum mampu dan mau untuk pindah dari model hukum tradisional. Budaya. menjadi model hukum profesional. Kesadaran & Kebiasaan Tugas pertama saya adalah memperbaiki konsep budaya hukum Friedman. Oleh karena itu. Sebuah buku antropologi karangan antropolog Amerika terkenal.80 Taksonomi Mattei yang baru sangat berguna untuk tujuan pemahaman terhadap bagaimana sebuah sistem hukum bisa berubah dari pola hukum tradisional menjadi pola hukum politis dan akhirnya pola hukum profesional.

Pertama. sementara kesadaran hukum menentukan bagaimana sikap tersebut selalu berubah sepanjang waktu. 82 Definisi Fukuyama yang kurang jelas ini sebenarnya menekankan pada dua aspek penting budaya. bukan melalui proses penilaian efisiensi atau tingkat kenikmatan yang diperoleh dengan makan mie menggunakan pisau dan garpu ala Barat dibandingkan dengan memakai sumpit. Aspek penting kedua yang harus diperhatikan dalam definisi Fukuyama adalah budaya tidak harus rasional. budaya bukanlah sesuatu yang rasional atau irasiomal tetapi sesuatu yang arational. Mungkin contoh berikut ini akan membantu memberikan gambaran perbedaan antara kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness). atau apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam suatu masyarakat tertentu. dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hukum (legal habit) berhubungan dengan masalah sikap. Saya mencoba untuk mengidentifikasi dua elemen terpisah dari konsep Friedman tentang budaya hukum. Fukuyama mengutip contoh seorang lelaki China yang menggunakan sumpit untuk makan mie.87 Dalam hal ini Saya menekankan pada kemampuan yang mencerminkan dan menilai sikap serta nilai-nilai yang membentuk kebiasaan hukum (legal habit). Sebaliknya. budaya diwariskan dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pengulangan.Definisi budaya yang lebih sederhana dan yang Saya anjurkan untuk digunakan dalam diskusi Saya adalah definisi yang dikemukakan oleh rancis Fukuyama: budaya adalah ‘kebiasaan baik yang diwariskan turun temurun’.88 Menurut definisi-definisi tersebut. kebiasaan hukum (opini aktual atau sikap) dan kesadaran hukum (segala hal mengevaluasi kebiasaan hukum) keduanya merupakan fungsi dari pikiran. Kunci dari perbedaan ini adalah kebiasaan (habit). Perhatikan . Saya menyebut elemen yang pertama dengan ‘legal habit (kebiasaan hukum. Budaya mengatur segala tingkah laku dengan menyatakan nilai-nilai dan norma tertentu yang baik atau dapat diterima dan yang tidak baik atau tidak dapat diterima. dan opini. nilai-nilai dan pendapat berkaitan dengan lembaga hukum dan hukum yang diwariskan dan diteruskan oleh seorang individu atau masyarakat melalui proses pembiasaan. Dengan demikian. pendapat atau keykinan tentang hukum —dapat diterima atau tidak diterima dalam komunitas tersebut. kebiasaan hukum lebih banyak menggambarkan sikap masyarakat terhadap hukum pada suatu masa. dalam bentuk sikap. Sebaliknya. nilai-nilai. kesadaran menjelaskan kapasitas dari pikiran yang sama untuk menilai sikap dan pendapat yang dipercayainya. 86 Saya menyebut elemen kedua ini ‘legal consciousness (kesadaran hukum)’. sikap. budaya bersifat baik dalam pengertian bahwa budaya mengandung nilai-nilai yang membedakan antara yang baik dan yang benar.’ Dalam hal ini. nilai. Orang itu melakukan hal tersebut karena suatu kebiasaan. menjelaskan isi dari pikiran kita pada suatu saat tertentu. Saya merujuk pada tindakan.89 Dengan kata lain. dan kesadaran hukum (legal consciousness) berhubungan dengan kapasitas penilaian.84 Dalam hal ini. 85 Berdasarkan pendapat bahwa budaya adalah kebiasaan baik yang diwariskan. Oleh karenanya kesadaran hukum sebuah komunitas mengacu pada kapasitas komunitas tersebut untuk mempertimbangkan apakah beberapa kebiasaan hukum—sikap tertentu.

ketika anak-anak ini tumbuh dewasa dan mengembangkan kemampuan berpikirnya sendiri serta mulai merefleksikan isu-isu hukum. Maka.90 Sikap seperti itu terjadi akibat sistem nilai yang lebih menghargai keselarasan sosial dan menjaga hubungan baik dibandingkan dengan penghargaan banyak masyarakat Barat terhadap nilai-nilai tersebut. pada akhirnya. kesadaran hukumnya telah melakukan evaluasi terhadap kebiasaan hukumnya dan dengan demikian melemahkan keengganannya terhadap proses pengadilan. Dengan identifikasi kebiasaan hukum dan kesadaran hukum sebagai dua elemen penting konsep Friedman mengenai budaya hukum. budaya hukum seluruh masyarakat akan berubah. Maka. pada saat kebiasaan hukum mendominasi budaya hukum pada suatu masa tertentu. salah satu dari anak-anak ini ada yang menjadi eksekutif senior perusahaan yang harus memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap partner bisnis yang curang. Dengan kata lain. konsep tersebut menjadi lebih tepat digunakan dalam membuat analisis yang dinamis dan prediktif. 91 Lebih jauh lagi. Dalam hal ini. Dengan kata lain. maka hal ini akan menjadi kebiasaan hukum (legal habit) dari masyarakat tersebut. dalam masyarakat Asia. Jika penolakan terhadap proses pengadilan ini dianut oleh komunitas orang Asia tertentu. Mereka mulai mengevaluasi kebiasaan hukum mereka (legal habit). misalnya mediasi. kesadaran hukum individual dan kolektif mulai terbentuk. Namun demikian. jika Fukuyama benar dalam melakukan penilaian bahwa budaya adalah warisan atas kebiasaan baik. Karena budaya hukum internal mengacu pada sikap dan pendapat dari profesional yang paham tentang hukum. maka Saya melakukan perbaikan terhadap konsep Friedman. lebih luas lagi. yang ditandai dengan berkurangnya penolakan terhadap proses pengadilan. anak-anak tumbuh berkembang dalam suatu kebiasaan hukum (legal habit) yang menolak suatu proses pengadilan tanpa harus memikirkan lebih dalam hal tersebut. Dengan kata lain. Jika pengalaman-pengalaman individu ini banyak terjadi dalam masyarakat. Gagasan Friedman mengenai budaya hukum pada tingkat permukaan dan budaya hukum internal dapat juga dipahami sebagai tambhan terhadap konsep kesadaran hukum (legal consciuosness). Seandainya. konsep kesadaran hukum memberikan suatu alat bagi kita untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam budaya hukum dalam suatu konteks yang dinamis. budaya hukum berubah sepanjang waktu melalui interaksi antara kesadaran hukum dan kebiasaan hukum. maka dapat dimengerti bahwa budaya hukum . Banyak komentator yang melihat bahwa orang-orang Asia cenderung menolak proses pengadilan dan lebih menyukai metode penyelesaian masalah tanpa menggunakan jalur pengadilan. hal ini berarti bahwa penolakan ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pembiasaan dan bukan suatu pilihan yang rasional. maka setelah beberapa waktu. maka kesadaran hukum-lah yang akan mempengaruhi budaya hukum dalam periode yang lebih lama. budaya hukum masyarakat tersebut.sikap orang Asia terhadap proses pengadilan gaya Barat yang berlawanan. Dia mungkin akan memutuskan untuk tetap menggunakan proses hukum daripada melakukan penolakan seperti para pendahulunya.

Kadang-kadang. para profesional bidang hukum—dengan budaya hukum internal yang lebih tinggi tingkat kesadaran hukum-nya—diharapkan dapat menjadi pemimpinpemimpin perubahan hukum dalam suatu masyarakat. Sebaliknya. Dengan kata lain. metodologi hukum. Kebersamaan pemahaman (shared understandings) ini meliputi konsep masyarakat tentang hukum. teori argumentasi. lapisan eksplisit terdiri dari kenyataan yang dapat diamati seperti mode pakaian atau bahasa dari suatu masyarakat. Konsep kembar saya tentang kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness) dapat dibandingkan dengan usaha-usaha lainnya dalam mengidentifikasi elemen-elemen budaya hukum.94 Kedua. teori legitimasi hukum.92 Berdasarkan pendekatan ini. Sebaliknya. dalam masyarakat Asia. cenderung terlambat. maka sangatlah masuk akal untuk menempatkan mereka di baris terdepan dalam pemikiran hukum serta hal-hal lain yang dapat membuat mereka memiliki kemampuan yang sama. serta pandangan mendasar tentang dunia. teori penalaran hukum. Ketika pengacara. masyarakat umum— dengan budaya hukum pada tingkat permukaan yang lebih rendah kesadaran hukum-nya —diharapkan dapat mengikutinya. secara keseluruhan ada dua hal dalam pengamatan Saya yang membuat penggunaan nilai budaya keluarga kurang begitu membantu dalam usaha ini.95 Pendekatan lainnya terhadap analisa elemen-elemen pokok budaya hukum adalah dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan eksplisit dan implisit. baik dalam hal pemikiran hukum maupun reformasi hukum.internal lebih mudah dimengerti sehingga memiliki kesadaran hukum yang lebih baik. apa yang membuat sebuah keluarga memiliki nilai budaya yang unik dibandingkan keluarga lain adalah faktor rasional-irasional dan faktor individualisme-kolektivisme. terdapat begitu banyak budaya hukum yang berbeda.93 Namun demikian. apa yang membuat sistem hukumnya berbeda dengan yang lain adalah ‘kebersaman pemahaman (shared understandings)’ yang terjadi dalam masyarakat tersebut. nilai-nilai. cakupan nilai budaya keluarga terlihat terlalu luas. Lapisan implisit terdiri dari norma-norma. Satu pendekatan alternatif adalah analisa budaya hukum melalui ‘budaya keluarga’ (misal budaya hukum orang-orang Barat. meski kadang yang terjadi adalah penolakan terhadap suatu perubahan karena mereka memang enggan untuk berubah. dalam satu negara Asia—seperti Indonesia—bisa saja terdapat sejumlah budaya hukum. dan . masyarakat umum dengan budaya hukum tingkat permukaan yang lebih rendah tingkat kesadaran hukumnya. Dalam nilai budaya suatu keluarga. Pertama. hakim dan pembuat undang-undang cenderung lebih terbuka terhadap pembangunan di luar negeri. Misalnya. 96 Menurut pandangan ini. Islam. Asia. seseorang mungkin ragu apakah budaya hukum masyarakat Jawa memiliki teori argumentasi atau memiliki kebersamaan pemahaman (shared understandings) terhadap suatu permasalahan. reformasi hukum. Untuk mengumpulkan berbagai macam budaya hukum yang berbeda dalam satu payung ‘budaya hukum Asia’ jelas akan mematahkan tujuan analisis hukum lintas budaya. usaha ini kurang begitu memuaskan karena terkesan sangat ke-Barat-barat-an dimana faktor-faktor yang memuat kebersamaan pemahaman (shared understandings) dalam suatu masyarakat mungkin menjadi tidak relevan bagi masyarakat lain. Misalnya. dan Africa).

Model Kerja Apa yang terjadi jika model sistem hukum Friedman. Lebih penting lagi. pemahaman terhadap lapisan implisit atau budaya sangatlah penting karena disini-lah terdapat ‘serangkaian aturan dan metode yang telah dikembangkan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. model seperti ini mencermati empat implikasi penting berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunannya.” 100 Implikasi kedua adalah bahwa budaya hukum dapat berubah setiap saat sebagai akibat dari semakin berkembangnya kesadaran hukum.98 Usaha-usaha untuk mengubah tingkah laku dengan mengubah lembaga hukum atau hukum itu sendiri. Hal ini dipelopori oleh kelas kecil elit hukum yang menerapkan budaya hukum internal. budaya hukum adalah ‘sumber hukum—norma-norma yang dimilikinya menciptakan norma hukum’. politik dan kerangka sosial yang melekat dalam sistem hukum tersebut. kemudian disejajarkan dengan taksonomi Mattei serta pendekatan evolusioner terhadap hukum dan pembangunannya seperti yang telah dibahas pada awal bab ini? Menurut Saya. hal ini akan menciptakan sebuah model yang sederhana namun tepat guna tentang bagaimana suatu sistem hukum berubah dalam suatu cakupan yang lebih luas dalam bidang ekonomi. 2.asumsi dasar berkaitan dengan pandangan mereka tentang dunia. dengan demikian. hal ini benar karena budaya hukumlah yang melemahkan perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum yang sebenarnya. 102 Sebaliknya.’ 97 Pendekatan terhadap budaya hukum dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan ternyata sesuai dengan pendekatan saya yang menggunakan konsep gagasan kembar. 98 Yang menarik perhatian. ketika dihadapkan dengan isu-isu moral atau dilema lain yang melibatkan pengambilan suatu keputusan. Lebih jelasnya. jika tidak didukung perubahan dalam budaya hukum hanya akan bertahan sebentar dan tentu saja sia-sia. masyarakat akan . Jadi. ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi budaya eksplisit (atau kebiasaan hukum) dan pada akhirnya membuat suatu perubahan yang penting. kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. ketika budaya hukum berubah. budaya lah yang membuat semua berbeda. Landes berjalan dalam suatu jalur paralel ketika dengan tepat ia menyimpulkan:”Jika kita belajar dari sejarah pembangunan ekonomi. kedua pendekatan tersebut menyatakan bahwa budaya implisit (atau kesadaran hukum). Implikasi pertama adalah bahwa budaya hukum merupakan elemen sentral dari suatu reformasi hukum yang berhasil. setelah melakukan survey tentang pembangunan ekonomi manusia. Budaya eksplisit mengacu pada kebiasaan hukum sedangkan budaya implisit mengacu pada kesadaran hukum. dimodifikasi dengan memasukkan elemen-elemen kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. Hal ini terjadi ketika suatu masyarakat berkembang kesadarannya berkaitan dengan hak indvidu dan demokrasi dan meninggalkann gagasan lama seperti status dan sistem patriarchal. Menurut Friedman. Perubahan ini tertanam dalam kenyataan bahwa nilai-nilai atau sikap tertentu terhadap hukum menjadi tidak sesuai lagi bagi masyarakat. maka.

lebih terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, hukum asing dapat dengan mudah diadaptasi dan diimplementasikan. Implikasi ketiga adalah perubahan-perubahan dalam kesadaran hukum yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti peristiwa-peristiwa ekonomi, politik dan sosial. Friedman mengerti akan hal ini ketika ia menyatakan bahwa budaya hukum ‘adalah suatu variabel yang aling terkait. Kekuatan sosial membuat hukum, tetapi mereka tidak membuat nya langsung…’ 103 Maka, di satu sisi kesadaran hukum merubah budaya hukum, budaya hukum merubah sistem hukum, dan sistem hukum mempengaruhi sistem sosio-ekonomi dan politik dalam cakupan yang lebih luas. Dan di sisi lainnya, tekanan sosio-ekonomi dan politik sangat mempengaruhi kesadaran hukum. Pandangan ini sesuai dengan pendekatan Weberian terhadap hukum dan masyarakat yang mencermati keterkaitan berbagai hubungan sosial. 104 Secara khusus, dampak tekanan terhadap kesadaran hukum dari para elit profesional hukum sangatlah penting karena para elit-lah yang biasanya menjadi pemimpin dalam membentuk budaya hukum masyarakat. Harus pula dicatat bahwa agenda politik dari mereka yang memegang kekuasaan—yang mungkin tidak sama dengan para elit hukum—akan menentukan pengaruh eksternal mana yang akan dijabarkan kedalam perubahan-perubahan nyata dalam kesadaran hukum. Implikasi keempat adalah bahwa pendekatan Weberian menyatakan, selama ini pembangunan eksternal dalam bidang ekonomi, politik dan sosial dapat mempengaruhi kesadaran hukum suatu masyarakat terhadap penerimaan yang lebih besar akan sistem hukum yang lebih rasional. Hal ini memberi jalan bagi pandangan Weber atas masyarakat yang berpandangan rasional terhadap hukum yang selama ini didomonasi oleh birokrasi yang kuat. Perubahan yang serupa juga dijelaskan oleh Kamenka-Tay sebagai suatu konfrontasi antara gemeinschaft, gessellschaft dan paradigma birokrasi administratif. Intinya adalah bahwa pendekatan Kamenka-Tay tidak menjelaskan bagaimana konfrontasi antara ketiga kekuatan itu akan dimainkan. Tetapi model saya menjelaskan hal ini. Model pendekatan milik saya menjelaskan bahwa faktor penentunya adalah kesadaran hukum dalam suatu masyarakat. Jika jumlah kesadaran hukum bersimpati terhadap intrinsik, memegang teguh norma tradisional, maka paradigma gemeinschaft akan mendominasi; jika berganti dan menjadi lebih bersimpati terhadap liberalisme klasik Barat atau pemikiran tentang birokrasi negara yang kuat, maka gessellschaft atau paradigma birokrasi administratif yang sebaliknya akan mendominasi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, saat ini sangat mungkin untuk menggambarkan hubungan antara struktur hukum, hukum itu sendiri dan budaya hukum—termasuk juga kebiasaan hukum dan kesadaran hukum—dalam suatu sistem hukum tertentu, begitu pula dengan dampak dari faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, politik dan sosial terhadap sebuah sistem. Hal ini dapat dilihat pada Diagram 1 di bawah ini.

Diagram 1. Jika elemen-elemen penting dari model ini benar, maka elemen itu mendukung pandangan Friedman bahwa budaya hukum adalah elemen sistem hukum yang paling penting. Model tersebut menjelaskan bahwa dalam budaya hukum, kebiasan hukum mendominasi sikap-sikap yang saat ini ada terhadap hukum. Namun demikian, kesadaran hukum-lah yang menentukan arah dan kecepatan pergerakan budaya hukum terhadap waktu. Kesimpulan ini memiliki satu pelajaran kritis bagi mereka yang tertarik terhadap fenomena hukum dan pembangunannya. Jelasnya, formulasi hukum yang baru dan reformasi pada lembaga hukum akan tidak efektif tanpa adanya perbaikan yang sesuai dengan budaya hukum. Dengan kata lain, selain sumber-sumber yang digunakan untuk membuat formulasi kebijakan, harus lebih banyak lagi sumber yang diarahkan bagi tujuan yang lebih luas bagi perbaikan budaya hukum masyarakat. Setiap proposal reformasi hukum untuk merubah hukum itu sendiri atau lembaga hukum haruslah menyertakan analisis dari aspek-aspek budaya hukum lokal yang akan mendukung perubahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan dan budaya hukum masih terus diangap sebagai aspek hukum yang tidak penting, maka resiko kegagalan akan sangat tinggi. Seperti kata Mary Hiscock, mantan guru hukum saya yang memiliki pengalaman tentang reformasi hukum di Asia: Hukum adalah tanaman yang tumbuh dengan akar manusia, dan sangatlah penting untuk memberikan pendidikan bagi orang-orang agar mereka berubah. Jika yang dicari adalah hukum yang siap dibuat, ini dapat saja dibeli dari berbagi konsultan yang ada. Namun yang ada hanyalah hukum. Masyarakat masih saja melakukan hal yang sama dengan apa yang dulu sering mereka lakukan. Tidak ada perubahan. Ini adalah pelajaran bagi sejarah bangsa Asia. Dan menurut Saya, perkataan Mary memang benar adanya Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

ini ada catatan kuliah sosiologi hukum Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Huku | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Hukum Kebijakan Publik Posted by mujiburrahman on September 4.Ini kuliah catatan kuliah Hukum sosiologi Posted in S2. 2009 .

CV. Whelan. Alvin S. Soerjono Soekanto. 1986. 2008 Dr. 2001. New Jersey.G. Johnson. Sosiologi. B. Yayasan Obor Indonesia. Rijkschroeff. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. L. 1994. II. III. Pustaka Sinar Hrapan. Jakarta. PT. Sosiologi Moralitas. Bina Aksara. Jakarta. Rineka Cipta.Jakarta . Pendekatan Sosiologi Terhadap Hukum. Law & Society. 1987. Taufiq Abdullah. 1977. Mandar Maju. 1988. Hans Kelsen. Media.ini catatan yang terakhir dari kuliah matrikulasi hukum kebijakan publik Posted in Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Sosiologi Hukum Posted by mujiburrahman on October 9. Hukum dan Sosiologi Hukum. Peters & Koesriani.M. Raya Grafindo Persada . Sosiologi Hukum.I. Jakarta. Englewood Cliffs.Jakarta.R. Prentice-Hall. Teori Umum Hukum dan Negara. Hukum & Perkembangan Sosisl. Bambang Widodo Umar Buku Acuan : • • • • • • • • A. Bandung. Adam Podgorecki & Christopher J. Jakarta. Friedman. 2004.A.

kmdn dikembangkan dalam suatu norma sosial REALITA HUKUM FENOMENA Unsur-2 – Ciri-2 – Sifat-2 Definisi kategori klasifikasi NORMATIF SOSIOLOGIS . KULIAH 1 Konsep Dasar Sosiologi Hukum SOSIOLOGI : mempelajari masyarakat dlm konteks hubungan atau interaksinya antar warga. HUKUM * Perwujudan nilai-2 normatif (abstrak) * Instrumen utk pengendalian sosial SOSIOLOGI Memenuhi kebutuhan konkrit (aturan main) dalam kehidupan msyarakat (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) Universalitas hukum itu diperoleh dg cara mengabstraksikan realita dg pola perilaku manusia. Jayabaya University Press. 2002. Jakarta. Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah. 2001. Sosiologi hukum sbg pengetahuan yg bersifat multi disipliner approach. 2001. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Jakarta. SOSIOLOGI HUKUM : Ilmu pengetahuan ttg interaksi manusia yg berkaitan dg hukum dlm kehidupan bermasyarakat. Peradaban. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Catatan Kriminalitas. Ketika Kejahatan Berdaulat.• • • Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Peradaban. Jakarta. ILMU HUKUM : mempelajari sekumpulan aturan-aturan untuk membimbing perilaku manusia yang diterapkan & ditegakkan diantara anggota masyarakat (Negara).

(Aspek Kualitas) (Aspek Kuantitas) SOCIAL RELATIONSHIP (Causality) ABSTRAKSI HUKUM (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) PERILAKU SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) PERILAKU MASA LALU PERILAKU MASA DATANG PERILAKU TERAPAN • • • • • • • • • • Apa yg jadi motif Bgm pola perilakunya Apa ciri individu Mengarahkan Mengubah Mengendalikan Dari hasil belajar sosial Mencoba-coba Mempraktekkan POTENSI MANUSIA Kepaduan (cohesiveness) Komitmen (commitment) (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) MASYARAKAT NORMA UKURAN TTG SEJUMLAH PERI- .

B. CUSTOMS. BENTUK-BENTUK SOCIAL RELATIONSHIP : KERJASAMA (COOPERATION). MORES.R. PENGUASAAN (DOMINATION). NILAI MENTALITA (AKTIVITAS JIWA. Rijkschroeff) TERPOLA KRITIS OBYEKTIF SUBYEKTIF REALITA HUKUM MENEKANKAN PD TUJUAN MENEKANKAN PD PROSES AKAL BUDI PERILAKU HUKUM . PERSAINGAN (COMPETATION). Hukum dan Sosiologi Hukum.LAKU YG DITERIMA & DISEPA-KATI SECARA UMUM OLEH MASYARAKAT (VOLKWAYS. CARA BERFIKIR. PERTENTANGAN (CONFLICT). LAWS). BERPERASAAN) YG TERBENTUK DR PERILAKU MANUSIA MENJADI SEJUMLAH ANGGAPAN (Baca Sosiologi. PENYESUAIAN (ACCOMODATION).

Taufik Abdullah) HUKUM DAN MORALITAS (Emile Durkheim) Mayarakat KETERATURAN TINDAKAN OTORITAS Masyarakat KEPENTINGAN . Dukun dll). Taufik Abdullah) KONSEP KEBENARAN KEBENARAN : Absolut (kitab suci). KEBENARAN HUKUM → Normatif KEBENARAN SOSIOLOGIS → Bebas Nilai (values free) FAKTA SOSIAL KEBENARAN SOSIOLOGI HUKUM NORMA-NORMA Tidak sama dg kebenaran hukum (Baca Sosiologi Moralitas.(Baca Sosiologi Moralitas. Paranormal. Logika rasional (Pemikiran manusia = Wisdom). Otoriter (kekuasaan) Mistik (Dewa. ilmuwan). Ilmiah (pakar.

KOLEKTIF KETERIKATAN KELOMPOK Disiplin Ilmu Pengetahuan Otonomi Moralitas MILIEU SUI GENERIS (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) PENERAPAN HUKUM SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) ATMOSPHERE Suasana STRUKTUR FUNGSI/TUGAS PRESSURE Desakan Pengembangan & Pemeliharaan UNITY Kekompakan LEMBAGA .

Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada. Masa itu hk dianggap satu-satunya perekat sosial. SBG SARANA REKAYASA SOSIAL. perbuatan jahat dg menggunakan hukum sbg alatnya sulit dilacak karena diselubungi olh hk dan berada dlm hukum. dipaksakan olh pemegang kekuasaan. SBG ALAT KEJAHATAN. dipengaruhi olh kepentingan material. Law as a tool of crime. (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) ASPEK BEKERJANYA HK DLM MASYARAKAT SBG SARANA KONTROL SOSIAL. Perubahan Sosial : keberadaan hukum hrs mengabdi pd kepentingan rakyat. dan kelompok-2 kepentingan dlm masyarakat (Weber). Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku masyarakat. cara berfikir kelas-2 sosial. . Taufik Abdullah) PERKEMBANGAN HUKUM DLM MASYARAKAT Fungsi Sosial : sbg himpunan moralitas & wahana utk mencapai cita2 sosial (Durkheim). Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama.PENEGAK HUKUM KEPATUHAN HUKUM KEWIBAWAAN HUKUM HUKUM NGR HUKUM ADAT (Baca Sosiologi Moralitas. bukan utk memecahkan masalah sosial. dan utk menekan kaum borjuis (Karl Marx). ideal. Struktur Sosial : hukum lahir scr bertahap.

sesuatu (thing). maupun jiwa yg melatar belakangi penerapan hukum. Hukum yg dimaksud bukan saja hukum dlm arti tertulis tetapi juga yg tidak tertulis.R. Hukum dan Sosiologi Hukum. Rijkschroeff) PEMAKNAANNYA : Interaksi Manusia mengandung tiga unsur. Hukum memiliki daya mengatur jika scr relatif sdh dipersatukan dlm kelompok-2 sosial. apalagi dlm sistem sosial. yaitu : Tindakan (act). intelektualitas. . baik menyangkut falsafah. B. Tbg Ronny Nitibaskara) PARADIGMA HUKUM PARADIGMA I (Pra Normatif) PARADIGMA II (Normatif) NORMAL LAW ANOMALI LAW REVOLUTION KRISIS ANOMALI BARU PARADIGMA : PANDANGAN FUNDAMENTAL TTG APA YG MENJADI POKOK PERSOALAN (SUBJECT MATTER) DALAM HUKUM NORMAL LAW dst (Baca Sosiologi.(Baca Ketika Kejahatan Berdaulat. dan makna (meaning).

MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI HUKUM Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dalam masyarakat. Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif di dalam masyarakat. Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat. Rijkschroeff) NEGARA HUKUM Eropa Kontinental – Ngr Hk adl ngr yg berdiri di atas hk yg menjamin “keadilan” kpd wrg ngr nya (Aristoteles) Keadilan merupakan syarat bagi terciptanya kebahagiaan hidup utk wrg ngr dan sbg dasar ap keadilan itu perlu diajarkan rasa susiak kdp setiap manusia. dan dinamika sosial. Adanya “pemisahan kekuasaan” Tipe Ngr Hk : Ngr Kesejahteraan (welfare State) (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) . kelembagaan sosial.Hukum bersifat memaksa ttp paksaan itu bukanlah merupakan syarat utama. B. Pemaksaan itu lebih utk melindungi sistem sosial daripada hukum. 2. Obyek Sosiologi hukum : karakteristik hukum masyarakat. Perlindungan thd HAM. kemanfaatanlah yang menjadi ukuran utama. Hukum dan Sosiologi Hukum. organisasi formal dan sosial. Paham laissez faire laissez aller – biarlah setiap angt masyarakat menyelenggarakan sendiri kemakmurannya Dua unsur pokok ngr hukum (Imanuel Kant) : 1.R. (Baca Sosiologi. Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat. Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat. ideologi.

(Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) KOMPONEN YURISPRUDESIAL SOSIOLOGICAL Fokus Peraturan-Peraturan Struktur Sosial Proses Logika Perilaku Cakupan Universal Bervariasi Perspektif Partisipan Pengamat Kegunaan Praktis Alamiah Tujuan Pengendalian Keseimbangan MODEL HUKUM (Donald Black) PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS. tanpa diterima olh rakyatpun hk tetap berlaku (Kelsen) Hukum berdaulat kr bersumber pada kesadaran hk rakyat.Anglo Saxon– tdk mengenal ngr hk ttp mengenal “the rule of law” – pemerintahan olh hukum (Dicey – kelanjutan dr ajaran John Locke). 2. Tiga unsur rule of law : 1. DAN SALING MEMBERIKAN SUMBANGAN DLM APLIKASI . Hak asasi tdk bersumber pd konstitusi/UUD (penegasan)ttp sdh ada sejak manusia dilahirkan KEDAULATAN HUKUM Sbg kelanjutan dp keadaulatan rakyat. Hukum berdaulat kr sifatnya imperatif. Equality befor the law (kdkn sama di dpn hk) 3. SALING MELENGKAPI. Hukum yg baik adl hukum yg dierima olh rakyat karena mencerminkan harapan rakyat. DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT. Supremacy of the law.

Italia. hukum selalu diidentikkan dengan undang-undang.L KIMBAL) (Baca Sosiologi. dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis. karena hakim hanya menerapkan dan menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Apakah tujuan yg dikehendaki hukum sama dg efek peraturan itu dlm kehidupan masyarakat. Putusan hakim tidak dapat mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. Indonesia Bahwa hukum itu memperoleh kekuatan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. B.(Baca Sosiologi. Dengan kata lain. . Belanda. Apakah keputusan pengadilan sama dg apa yg diharuskan dlm peraturan. Adagium: “tidak ada hukum selain undang-undang”.R. Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakanhukum baru. Perancis. Rijkschroeff) KULIAH KE 2 SISTEM HUKUM 1. * SIKAP AMBIVALEN MERUPAKAN PENGHALANG BAGI TEGAKNYA HUKUM * KEKUASAAN YG TDK BERPARADIGMA HK MERUPAKAN PELUANG TERJADINYA PELANGGARAN HAM (D. B. Rijkschroeff) REALITAS HUKUM (Law on books & Law in action) Terjadinya perbedaan karena : Apakah “pola tingkah laku sosial” tlh mengungkapkan materi hk yg diumuskan dlm peraturan. Sistem Hukum Eropa Kontinental (Civil Law) Dari Romawi berkembang ke Jerman. Hukum dan Sosiologi Hukum. Hukum dan Sosiologi Hukum.R.

Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu hukum publik dan hukum privat. Asas doctrine of precedent. Bersumber pada putusan hakim/putusan pengadilan/yurisprudensi. Hukum Administrasi Negara. AS. Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan2 hukum dan menciptakan prinsip2 hukum yang baru yang berguna bagi pegangan hakim2 yang lain dalam memutuskan perkara sejenis. Hukum Dagang 2. Subyek Hukum Adalah pengemban hak dan kewajiban. Teori Umum Hukum dan Negara. Hukum Pidana Hukum Privat: Hukum Perdata. 3. maka melalui putusan2 hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum. Sifat: tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyang. Sistem Hukum Islam Bersumber pada Al Qur’an.Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu: Hukum Publik: Hukum Tata Negara. 4. Siapa saja? Orang pribadi dan badan hukum (Criminal Justice System) 2. Ijma dan Qiyas. Sistem Hukum Adat Bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya. Hakim berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat. Sistem Hukum Anglo Saxon (Common Law) Dianut negara-negara anggota persemakmuran Inggris. Baca buku Hans Kelsen. Sunnah Nabi. hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis. Masyarakat Hukum . Kanada. Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. Amerika Utara.

Peranan Hukum Terdiri dari hak (fakultatif) dan kewajiban (imperatif). 4. Hubungan Hukum Bisa sederajat. 3. Hukum dan Sosiologi Hukum. Obyek Hukum Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum.Kumpulan dari subyek hukum di dalam suatu masyarakat sebagai suatu sistem yang teratur dan hukum yang tercipta dalam hubungan dengan masyarakat itu sendiri. bersifat abstrak dan memerlukan adanya relation and communication.R. B. Rijkschroeff) MEMAHAMI MASYARAKAT . meliputi: materiil dan immateriil PRANATA HUKUM HUKUM DLM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL SOLIDARITASSOSIAL KESADARAN KOLEKTIF (Collective Conscience) MEKANIS ORGANIS HUKUM REPRESIF HUKUM RESTITUTIF Masyarakat segmental Masyarakat modern (Baca Sosiologi. Peristiwa Hukum Merupakan perbuatan hukum yaitu segala perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan hak dan kewajiban 5. dan timpang 6. timbal baik.

utk menggambarkan pertumbuhan organik dr embrio ke arah kedewasaan.Auguste Comte menggambarkan masyarakat : Statika Sosial : Menganalogikan masy spt “onatomi” tubuh manusia yg terdiri dr organ. Proses penggantian nilai-nilai budaya & institusi-institusi sosial dalam konteks struktur dan organisasi masyarakat. Kesimpulan : Perubahan sosial mengacu pd variasi hubungan antar individu. & gaya hidup manusia yang berlangsung dlm kehidupan bersama sbg masyarakat. Dinamika Sosial : Menganalogikan masy spt berfungsinya tubuh manusia. . PEMBANGUNAN Kata “Pembangunan” secara umum diartikan sbg ush utk memajukan masy & warganya. hub sosial. Perubahan sosial adl perubahan pola perilaku. pernafasan. dalam pola berfikir dan dalam pola perilaku pd wakt tertentu (Macionis). shg pembangunan sering diartikan sbg kemajuan yg dicapai masy hanya di bidang “ekonomi” dengan tdk melihat segi moralitas manusia. menyangkut pula orientasi berfikir. Hal Ini = mempelajari masy dlm keadaan statis sbg pendekatan yg bersifat sinkronik. sirkulasi darah dll. proses berlangsungnya kehidupan masy (perubahan sosial) yg bersifat diakronik. lembaga dan struktur sosial pd wkt tertentu (Farley). Di Ngr berkembang persoalan pembangunan adl bgm mempertahankan kehidupan sos. kerangka & jaringan. kelompok. metabolisme. Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial PERUBAHAN SOSIAL DLM KONTEKS PEMBANGUNAN Perubahan sosial adl transformasi dalam organisasi masyarakat. kultur dan masyarakat pd wakt tertentu. Perubahan sosial adl modifikasi dlm pengorganisasian masyarakat (Persell). organisasi. Hal ini = mempelajari masy dlm keadaan dinamis. Ada perbedaan prinsipiil antara konsep pembangunan yg dianut olh “ngr berkembang” dg pembangunan “ngr maju” (Adikuasa). & bgm meletakkan dasar-dasar ekonomi kehidupan masy yg mampu bersaing di pasar internasional (Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan pembangunan manusia (human development) . Kemajuan dimaksud terutama menyangkut segi material.

1. penelitian tdk dihargai. Dialektika : penalaran dg dialog sbg cara utk menyelidiki suatu masalah. kadang di atas kadangkala turun ke bawah. kebijakan masih dilandasi pd imajinasi ttp mulai bergeser kearah landasan penelitian. 3. . Perubahan struktur sosial sll diikuti dg perubahan fungsi sosial. dan kepastian terjelma menjadi bangsa yg beradab atau sebaliknya menjadi bangsa yg primitif. Auguste Comte – Tiga tahap dlm peradaban: 1. Pola Linear : Perkembangan masyarakat mengikuti pola yg pasti. saling tergantung. Segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dari hasil pertentangan dua hal & yg kemudian bertentangan dg yg lain shg menimbulkan hal yg lain lagi. 2. 2. masy/pok bertujaun menundukkan masy/pok lain. imajinasi tergeser olh hasil penelitian & konsepsi-2 teoritik. POLA PERUBAHAN SOSIAL Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial Unlinear : perkembangan masyarakat tidak selalu menuju kearah kemajuan tetapi bisa juga ke arah kemunduran (primitivisme). Teologis & Militer : semua hub sos bersifat militer. majemuk.Di Ngr maju (adikuasa) persoalan pembangunan adl bgm melakukan ekspansi lebih lanjut bagi kehidupan ekonominya yg sdh mapan. juga saling mengisi atau saling mengurangi. Metafisik & Yuridis: jembatan perubahan dr bentuk masyarakat militer dg masyarakat industri. dan kebijakan dilandasi imajinasi. Spenser : struktur sosial berkembang secara “evolusioner” dari struktur yg homogen ke arah heterogen. saling bermanfaat. semua konsepsi teoritik didasarkan pd pemikiran mengenai adikodrati. Antara “Perubahan Sosial” dg “Pembangunan” terdapat hubungan yang bersifat : Resiprokal : saling berbalasan. Ilpengtek & Industri: industri mendominasi hub sosial & produksi jadi tujuan utama masy. Masy sederhana bergerak maju scr evolusioner ke arah ukuran lebih besar. terpadu. Pola Siklus : perkembangan masyarakat laksana st roda.

BIDANG-2 YG TERKAIT DLM PERUBAHAN SOSIAL PELEMBAGAAN PERUBAHAN KEYAKINAN SENTIMEN/PERASAAN TEKANAN/STRESS KETEGANGAN/STRAIN GOAL (Pencapaian tujuan) ADAPTATION . Revolusi dll). Aborigin dll). Perburuhan. atau laksana tahap perkembangan seorang manusia melewati masa muda. (Inovasi. Invensi. Difusi dll). (Tradisional. berkembang kemudian lenyap. Involusi.Oswald Spengler : kebudayaan tumbuh. (Kependudukan. FAKTOR APA YG TERKANDUNG DLM PERUBAHAN. KEMANA ARAH PERUBAHAN. (Evolusi. Polarisasi. dewasa. MASALAH YG MENJADI PERHATIAN DLM PERUBAHAN SOSIAL APA YANG BERUBAH. Indian. Disorganisasi. BAGAIMANA KECEPATAN DARI PERUBAHAN. Erosi Kepemimpinan dll). Romawi. MENGAPA TERJADI PERUBAHAN. Reformasi. berkembang & pudar laksana gelombang yg muncul mendadak. Peranan Keluarga dll). (Kesenjangan budaya. Pembagian Kerja. Modernisasi). dan akhirnya punah ( contoh : bangsa Yunanai. tua. Demoralisasi.

(Penyesuaian) PERSONAL INDIVIDU INDIVIDU KOMUNIKASI SOSIALISASI KONTROL SOSIAL PERINGKAT SOSIAL STATUS/PERANAN KEKUASAAN FASILITAS INTEGRATION (MempersatuKan) FORMAL SOSIAL ORGANISASI BOUNDARY MAINTENANCE/ TAPAL BATAS/ ARAH SYSTEMIC LINKAGE/ .

PEREKATAN TUJUAN SISTEM SOSIAL NORMA SANKSI LATENCY (Membentuk pola perilaku) BUDAYA MASYARAKAT PROSES UNSUR-UNSUR FUNGSI STRUKTUR DIMENSI Baca: buku Sosiologi Sistematik EKONOMI TRADISIONAL FOKUSNYA ADL : Proses sosial yg memungkinkan elit ekonomi & politik mengelola alokasi sumberdaya produksi PERAN KEKUASAAN DALAM KEPUTUSAN EKONOMI MRPKN PIJAKAN UTAMA. EKONOMI MODERN FOKUSNYA ADL : .

Alokasi efisien atas sumberdaya produksi scr berkesinabungan dg memperhatikan mekanisme sosial politik. POLITIK (ORIENTASI KEKUASAAN) EKONOMI (ORIENTASI PROVIT) SOSIAL (ORIENTASI MORAL) PEMBANGUNAN (ORIENTASI MATERIAL) INTERFACE DALAM PERUBAHAN SOSIAL PERUBAHAN SOSIAL PERKEMBANGAN TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOSIALIS LIBERALISME MASHAB KLASIK Free fight compatation Invisible hand devision of labour spealization KEHANCURAN . baik oleh lembaga swasta maupun pemerintah utk mempertahankan/memperbaiki “standar kualitas hidup manusia”.

EROPA (Trickle Down Efect) ROSTOW SUKSES NEGARA-2 ASIA AFRIKA AMERIKA LATIN GAGAL FAK INTERNAL .EKONOMI LEPASNYA PAHAM MANUSIA DALAM IKATAN-2 KOLEKTIF MENUJU INDIVIDUALISM WELFARE STATE DEMOKRATISASI POLITIK CHECKS & BALANCES PERKUATAN KEKUASAAN YUDICEEL AMERIKA SERIKAT BANTU → NEGARA.

FAK EKSTERNAL MUNCUL NEGARA PHERY-PHERY (NGR PINGGIR) METROPOLITAN (NGR PUSAT) KETDK SEIMBANGAN EKONOMI NGR BERKEMBANG DG NGR MAJU EKSPLOITASI NGR MAJU THD NGR BERKEMBANG COMPARATIVE ADVANTAGE PSIKOLOGI – VIRUS N’ACH KEBUD SPIRIT KREATIFITAS RASIONAL KETERGANTUNGAN SUATU NGR KPD NGR LAIN AWAL PERKEMBANGAN → EKONOMI POLITIK EKONOMI PEMBANGUNAN KESEIMBANGAN DLM .

legislatif & yudikatif Krisis kekuasaan yudiceel yg disebabkan oleh jumlah gol semakin membesar. masing-2 berusaha merebut kekuasaan.PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PEMBANGUNAN POLITIK DALAM HAL : NEGARA BANGSA NEGARA KESEJAHTERAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (UNDP) KEAMANAN MANUSIA (HUMAN SECURITY) FAKTOR PENYEBAB SELESAI PD I & II AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL (Abad ke-20) Jumlah penduduk dunia meningkat sangat tinggi Tuntutan bangsa untuk merdeka meningkat Polarisasi kekuasaan berkembang meluas Berkembangnya organisasi & oligarkhi menuntut perluasan spesialisasi Bertambah lebar jurang pemisah antara yang memerintah dg yang diperintah Hilangnya keseimbangan antara kekuasaan eksekutif. .

memenuhi kehendak masyarakat yg dkontestasikan scr demokratis Limitatif karena memuat kttn prin. kecuali hal-2 teknis Sentralistik karena pembuatannya lbh banyak ditentukan olh lbg-2 ngr trtm pemerintah .Perundang-undangan yg lambat mengantisipasi. shg kekuasaan yudiceel dipengaruhi oleh kekuatan-2 dominan dlm masyarakat (politik. PERGESERAN SISTEM HUKUM CIVIL LAW (Eropa Kontinental) Peranan ngr dlm pembuatan UU dominan Hk tertulis sbg andalan bagi kepastian hk CAMMON LAW (Anglo Saxon) Hk tertulis & konvensi Mendapat tempat yg penting Hakim dpt membuat hk mll Vonis-2 tanpa hrs terikat pd hk tertulis Keadilan diutamakan ORIENTASI CAMMON LAW CIVIL LAW KOMPONEN PEMBUATAN FUNGSI PELUANG Partisipatif dg mengundangkan seluas-luasnya parmas baik scr individu maupun kelompok Aspiratif.sip scr rinci & ketat shg tdk dpt diinterpretasikan scr sepihak olh pmrth. ekonomi).

Rijkschroeff) FEED BACK PERUBAHAN SOSIAL vs NETRALITAS HUKUM TUJUAN HUKUM KEADILAN SOSIAL KEBENARAN .R. B. dmn interpretasi sekedar menyangkut hal-2 teknis MASYARAKAT ALIH-ALIH PELEMBAGAAN HUKUM GOVERNMENT POLITIC (Subyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION NORM (Obyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION SANCTION (Internalisasi) ALL OTHER SOCIETAL ALL PERSONAL FORCE STATE Rule Occupation (Baca Sosiologi.Positivis instrumentalis dlm arti isinya lbh mencerminkan kehendak atau alt justifikasi atas program yg akan dilakukan pmrth Interpretatif krn hanya memuat mslh-2 pokok utk ditafsirkan dg prtn rendah yg dibuat olh pemrth. Hukum dan Sosiologi Hukum.

Folkways. Mores. Peranan lembaga. Manajemen lembaga. Fungsi lembaga. . PERMASALAHAN SOSIAL MENYANGKUT : Sistem kelembagaan. Sarana dan prasarana.KEMANFAATAN SOSIAL ARUS POLITIK GLOBAL PEMBANGUNAN NAS PERUBAHAN SOSIAL MASALAH SOSIAL NETRALITAS HUKUM KEBERFIHAKAN HUKUM MASALAH SOSIAL Masalah sosial adalah penyimpangan perilaku individu maupun lembaga di dalam masyarakat sebagai akibat dari kebijakan atau penerapan kebijakan tidak tepat dalam mengelola masyarakat sehingga menimbulkan patologi sosial. Pengorganisasian lembaga.

Smelser. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Light. Menarik ketika terjadi ketegangan sosial. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Tersebar karena orang perlu & suka. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. Keller) Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. Dpt merusak nama baik (reputasi). Light. . Smelser. Keller) Berita yg menyebar secara cepat. kaburkan tujuan. dr persoalan moral hingga mslh kenegaraan. Kornblum.Customs & Law Bentuk-2 Permasalahan Manipulasi sentimen etnis dan agama untuk kepentingan elit politik Lingkungan hidup rusak akibat diskriminasi dlm peruntukan tanah. PANIK (Horton & Hunt. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. dan kebuasan eksploatasi sumber daya alam Marginalisasi hak hidup warga asli/suku terasing Rakyat kecil dipakai untuk mendukung politik massa Rakyat kecil di pelosok terperangkap dalam tarik-ulur politik lokal Kehidupan ekonomi kian mahal dan sulit DESAS-DESUS (Horton & Hunt. Kornblum.

gerakan utopia. Pembangkangan sipil disebabkan kr muncul-nya kasus-2 yang berkaitan dengan adanya perasaan kurang puas atas sistem hukum yang tidak adil. Contoh: Gerakan demo. konsumerisme. Light. (KAMI 1966. Smelser. gerakan reformasi. Aksi ini merupakan tindakan politik yang bukan merupakan tindakan kekerasan dengan tujuan untuk mengubah hukum atau kebijakan pemerintah. Smelser. hedonisme dll CIVIL DISOBEDIENCE (Horton & Hunt. disertai dengan kesediaan menerima sanksi hukum. Awal mula gerakan dilakukan olh suatu kelompok yg merasa tdk puas thd suatu keadaan. individualisme. Reformasi 1998). hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. gila materi & jabatan. Faktor pendorong: kemiskinan.Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. penyaluran kegagalan. ketidakadilan. terarah dan terencana selanjutnya terorganisasi. pribadi kecewa. kekejaman. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. GERAKAN SOSIAL (Horton & Hunt. . korupsi yg parah. Kornblum. Aksi tsb merupakan teknik paksaan tanpa paksaan yang menggunakan tuntutan dr sejumlah orang yang rela menderita demi menegakkan suatu pandangan moral. atau mereka yg merasa hidup kurang berarti. Keller) Pembangkangan sipil adl penyimpangan hk secara umum dan terbuka karena terdorong oleh kata hati serta pandangan moral. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. Semula bentuk gerakan tidak terorganisasi. Keller) Perilaku masa yang melakukan kegiatan secara berkesinabungan untuk menunjang atau menolak kebijakan yg dianggap merugikan masyarakat atau kelompok. Light. Kornblum. gerakan revolusioner. gerakan ekspresif.

hidup rukun bertetangga. Alkoholisme. prasangka) tentang ciri-ciri tertentu (khusus) kelompok luar yang telah diterima secara luas oleh masyarakat. kelambatan kultural (cultur lag). pola kesedarhanaan. dan tdk mengarah ke tindakan kekerasan. tetapi tidak seluruhnya benar. Pelacuran.Pembangkan sipil diilhami oleh pemikiran bhw keadilan yg berlaku di masyarakat hanya untuk golongan tertentu saja dan kurang memperhatikan golongan yang lain. . hingga disintegrasi sosial. Pelacuran STEREOTIPE Kesan (pandangan salah. Stereotype mungkin ada benarnya. solidaritas kekeluargaan. Kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang besifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif. Cara ini umumnya berlaku di negara-negara demokrasi di mana para pelaku telah memiliki kesadaran cukup tinggi dlm hidup bernegara. disorganisasi sosial. disiplin. shg melahirkan kesenjangan sosial. PATOLOGI SOSIAL Semua tingkah laku yg bertentangan dg norma kebaikan. kesenjangan (deprivasi). stabilitas lokal. Teori dasar: ketidakpuasan (discontent theory). Citra kaku tentang suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. Inter-dependensi antara disorganisasi sosial dan lingkungan budaya yg buruk merupakan rangsangan bagi orang normal menjadi sakit sosial (sosiopatik). Perkembangan tdk seimbang dr macam-2 bag kebudayaan. Kejahatan. Dengan kata lain tuntutannya benar-benar utk kepentingan bangsa dan negara. Perjugian. kebaikan dan hukum formal (Penyakit Masyarakat). ketidakmampuan menyesuaikan diri (malajusment theory). Narkotika. hak milik. moralitas. Pembangkangan sipil bisa mencapai tuntutan yang dikehendaki apabila memiliki disiplin diri yg kuat dari para pelaku. Social disobidience = Paksaan tanpa kekerasan (nonviolent coercion) sbg teknik perlawanan (non resistance) atau perlawanan pasif (pasif resistance). Sasarannya ialah membangkitkan perasaan simpati masyarakat dan mempermalukan partai dominan agar partai dominan mau membuat kelonggaran. Bentuknya : Kemiskinan.

dan digunakan sebagai pedoman sikap & perilaku oleh warga masyarakatnya. Bentuk a. & tidak melakukan perubahan scr substansial cara utk mengatasi masalah. sedangkan cara baru belum ada. berlaku scr konsisten. ANOMI Kondisi sosial yg tidak memiliki seperangkat nilai & sistem penerapannya yang diyakini benar. merasa rendah diri.l kesenjangan dlm kesejahteraan. ANOMALI Anomali adalah proses penyimpangan fungsi-fungsi lembaga dalam masyarakat yg tdk segera diperbaiki peranannya sehingga menimbulkan kegalauan atau keadaan anomi. disertai perasaan tanpa norma.ALIENASI Keterasingan. keterpencilan. tanpa kemampuan. Bentuknya berupa pelanggaran thd norma-norma sosial yg tlh melembaga atau mapan. tanpa arti. tanpa perhatian. dan tersingkir dlm kehidupan. ketidakseimbangan diri Keterasingan diri atas karyanya di dlm masyarakat atau kelompok. sehingga menimbulkan kesenjangan dlm kesejahteraan dan kemampuan kedua lapisan tersebut. ketidakberartian. Nilai-nilai lama telah ditinggalkan sedangkan nilai baru belum terbentuk. POLARISASI Proses terjadinya dua lapisan dlm masyarakat (lapisan atas dan lapisan bawah) yang menunjukkan perbedaan sikap dan kemampuan dalam merespon (menyerap) ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil-hasil pembangunan sedemikian rupa. akses dlm berpolitik dll. terisolasi. tanpa daya. ketidakberdayaan. pendidikan. INVOLUSI . tidak ada sanksi yg efektif. Cara menerapkan nilai lama tidak sesuai dg perkembangan.

Bentuknya berupa peningkatan teknik melangsungkan kehidupan atas dasar ketertutupan (exclucivisme). kemerosotan kebudayaan kr ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kehidupan sosial sudah mencapai bentuk yang pasti. Konsep kejahatan sering dilihat dr aspek kegarangan tindakan (Feloni = kejahatan serius. di sisi laian melemahnya nilai ketauladanan dan rasa tanggungjawab) Patron sbg pengaruh dr orientasi materi yg menonjol. Pemimpin) disebabkan oleh menguatnya nilai kesadaran rasional di satu sisi. fungsi-fungsi. dilindungi. Pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran (Garofalo). materi dan panik EROSION PATRON-CLIENT Pengikisan hubungan ketergantungan antara Klien (yang dipimpin. peranan-peranan. tata-cara hidup dalam masyarakat Bentuknya berupa kontradiksi-kontradiksi sikap dan tindakan dlm bentuk arogan. status-status. mabuk kekuasaan. kepekaan sosial menghilang. anggota) terhadap Patron (Pelindung. Misdemeanor = kejahatan yg kurang serius) Organized Crime : Suatu tindak kejahatan yg dilakukan oleh sekelompok orang scr sistematis (modus operandi). lembaga-lembaga. brutal. serta berfikir dan bertindak scr ekonomis. namun tidak berhasil diseimbangkan atau diubah menjadi suatu pola baru.Involusi adalah kemunduran. anarkhi di masyarakat dalam menghadapi setiap kebijakan yg dianggap tidak selaras dengan pendapat umum CRIME Crime is societal problem not criminal justice problem (Radcliff Brown). Criminal Organization : Suatu organisasi yg didirikan oleh . dlm konteks mekanisme daya tahan masyarakat (defence-mechanisme). hingga sikap sosial mengalami dehumanisasi. kebanggan hanya pada lambang-lambang kesuksesan. mekanisme. Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok (Thomas). agresif. persepsi sosial menjadi kabur. KRISIS Krisis adl proses melemahnya daya pengikat sosial berupa nilai-nilai. justru terus berkembang hingga menjadi semakin rumit.

menggunakan peralatan teknologi. drug mll pengemasan & peredaran yg tdk konvensional (pembuangan limbah 3B. baik berasal dr ngr pengeksport yg kondisi alat angkutnya buruk. transpotasi (kapal curah. 3) perbudaan dll. Penyalahgunaan credit card. debt collector). 2) pembersihan etnik (genocide.para penjahat utk mengoptimalkan pencapaian tujuan (punya struktur organisasi yg jelas. cargo air transportation. money laundry. Kejahatan asuransi. pecurian pulsa telp. TERORISME . minuman. memiliki keanggotaan tetap. diplomatic bag dll). Pemalsuan merk dagang terkenal & pembajakan hak paten. Penggelapan pajak. menggunakan akumulasi kekuasaan State Organized Crime : tindakan yg menurut hk ditentukan sbg kejahatan & dilakukan olh pejabat pmrth dlm menunaikan tugas dr negara Crime againts humanity : 1) kejahatan perang. memanfaatkan teknologi komunikasi. Penyebaran hama & penyakit mll bahan makanan import kadaluarsa. memiliki aksi kejahatan yang berkelanjutan. maupun yg tertahan di pelabuhan tujuan. kejahatan yg bersumber dr tekanan psikologis akibat kerja berat & diburu wakt. KEJAHATAN PD MASYARAKAT INDUSTRI Penyelundupan (smuggling) sbg bentuk kejahatan konvesional yg berdimensi baru. pemalsuan restitusi pajak. Pelecehan sex dan child abused. Pasar gelap (black market) barang-2 terlarang spt makanan. Cyber crime (kejahatan maya. container.

penguasa & rakyat dengan menimbulkan rasa takut. mengacaukan stabilitas pemerintahan. Kegiatan tdk sah tanpa menggunakan kekerasan scr langsung teruama menyangkut penipuan. Label yg mengandung pesan moral & politik utk kejahatan yg dilakukan olh orang-2 yg memiliki kedudukan sosial tinggi & terhormat dlm pekerjaannya (para pengusaha & eksekutif). JUDICIAL CRIME Kejahatan yang dilakukan olh aparat penegak hukum dlm konteks jabatan & kekuasaan untuk menetapkan seseorang atau sekelompok orang salah atau tdk bersalah dg cara menyimpangkan perkara dari tujuan hk shg menguntungkan diri sendiri & merugikan fihak lain yg berperkara serta merusak tatanan hukum. penggelapan dan manipulasi. Dilakukan dlm konteks sindikat. Digunakan olh kelompok yg hanya memperoleh dukungan kecil. Menguntungkan diri sendiri maupun kelompok. dan balas dendam. 5. Kecenderungan para penegak hukum untuk mengarah ke upaya memperluas atau mempersempit pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak pembuat peraturan hukum dan ketetapan tersebut. JUDICIAL ACTIVISM Hakim yg mengembangkan atau memperluas pengertian hukum dan peraturan konstitusi yang berlaku dengan menggunakan interpretasi hukum menurut pendapatnya sendiri. 3. Berbagai tujuan terorisme : menarik perhatian dunia. mendukung revolusi. 4. CRIMINAL LAWYER . Dilakukan dlm konteks kewenangan. WHITE COLLOR CRIME Ciri-2 WCC menurut Laura Snider : 1. tetapi memiliki keyakinan yang teguh atas kebenaran tujutannya. penyesatan. WCC menggugurkan teori yg menyatakan pelaku kriminal adl orang-2 yg berasal dr kelas sosial & ekonomi rendah. 2. Berlindung di balik jabatan.Strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kekerasan atau ancaman kekerasan utk memaksa pemerintah. penyembunyian informasi. Akibat yg ditimbulkan meluas.

Masyarakat mengganggap tindakannya mrpkn tindakan suci (mahatma) & mrpkn hk positif. Masyarakat tdk mempercayai integritas moral para penegak hukum kr aparat tlah melakukan penyalahgunaan wewenang & memberi perlindungan thd praktek-2 kejahatan. Keamanan kerja. mengaburkan peristiwa/perkara mll mass media. Pekerjaannya : merekayasa alibi. Keamanan perempuan. jaksa maupun hakin dlm membuat berita acara. Keamanan hak cipta. mengatur pertemuan yg bersifat tersembunyi. Keamanan informasi. Keamanan pendidikan. Keamanan keluarga & Kediaman. mempengaruhi polisi. Masyarakat melakukan upaya penegakan hukum menurut pandangan & cara-cara mereka sendiri. EXTRA JUDICIAL CRIME Lembaga yg terbentuk kr ketidakpuasan masyarakat atas kinerja para penegak hukum. dg cara menyuap aparat gakkum. Juga menakuti saksi. hingga mengancam keselamatan hakim. menuntut hingga menyidangkan perkara. Jiwa & bencana. Keamanan harta milik. Pengusangan kekerasan. Keamanan makanan. Keamanan perjalanan. . Keamanan kesehatan. Keamanan hak-hak manusia. Anak dan lansia. HUMAN SECURITY (Keamanan Manusia) MULTI FASET KEAMANAN MANUSIA : • • • • • • • • • • • • • Keamanan kultural & agama. Human security sbg Sistem keamanan yg Berlawanan dengan Sistem State sesurity PENDEKATAN DLM KEAMANAN MANUSIA : • • Pengusangan perang.Aktivitas lawyer yang menjadi langganan pelanggar hukum baik perorangan maupun terorganisir.

air. Radikalisasi agama. Kesehatan. kecelakaan. rumah. tanah. inflasi. perjalanan). pekerjaan. Hak intelektual. tawar-menawar secara kolektif (collective bargaining) Biaya pemerintahan (government budgeting). mata elektronik. ekonomi & hukum (peradilan) Keadilan hukum. senjata api. Pelestarian lingkungan. INDUSTRI KEAMANAN : • • • • • • Asuransi (pendidikan. Pengamanan fisik (pagar. foto kamera). jaga malam. Perpecahan keluarga. Informasi. PROBLEM SOSIAL MASA KINI (Makro) Upaya mempersenjatai diri dan upaya mengurangi persenjataan (armament and disarment) Masalah Hak Asasi Manusia Alih teknologi. patroli. Ekologi. . Bencana alam. Akutansi.• • • • • • • • Demokratisasi politik. usia lanjut. Keseimbangan biomassa. udara. Kemiskinan mayoritas. Terorisme. TANTANGAN KEAMANAN MANUSIA MASA DEPAN : • • • • • • • • • • • • Pangan. Ekoteknologi. Perubahan umur kerja. Penyelesaian konflik scr damai. Praktek dokter. Detektif swasta. harta. Hak manusia dg relativism kultural. Trans-nasitional crime. Pengawalan. Multikulturalisme & multirelijionisme. kendaraan. kunci. alarm.

dll KONFIGURASI PROBLEM SOSIAL PROBLEM MAKRO STRATEGIS PROBLEM MESSO TAKTIS PROBLEM MIKRO TEKNIS GRAND THEORY MIDDLE RANCE THEORY LOWER THEORY . Restrukturisasi sosial (social restructuring) Keikutsertaan buruh dalam mengelola perusahaan. Perubahan tata-nilai dlm kesenian (musik).Inovasi kelembagaan (institutional innovation). kebangsaaan dst) Perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan dalam bidang khusus. Hak sipil dan politik lainnya (berkumpul. sistem peradilan dll Kebebasan vs kekerasan. juga dalam hal penentuan kebijaksanan (codetermination) serta keterlibatan buruh dlm manajemen (worker’s self management) Hak atas non-diskriminasi (atas dasar jenis kelamin. dan /atau kemampuan melahirkan anak. mengelaurkan pendapat dll) Pembagian waris bagi wanita. Perkawinan sesasama jenis. ras. Alokasi & peruntukan tanah. seperti lapangan kerja. gender.

2.MASALAH KELEMBAGAAN MASALAH ORGANISASI MASALAH INDIVIDU Masalah Makro : • • • Masalah Keadilan. Sistem Kepolisian Nasional. Masalah Keamanan. KULIAH KE 3 ANALISIS MASALAH Analisis merupakan kegiatan akal budi dlm rangka memecahkan masalah dan berupaya utk memperoleh jawabannya. Dalam hal ini menempatkan proses dan problem dalam konteks sebagai suatu sistem. . Fungsi Lembaga Arbritase. Analisis teoretis – suatu kajian untuk mengubah/menambah/ mengembangkan pengetahuan. Jenis analisis : 1. Masalah Messo : • • • Sistem Penegakan Hukum. Analisis problematik – kombinasi dari analisis teoretis dan analisis praktis untuk mencari jalan keluar secara sistematis dlm konteks pemecahan mslh empiris. Perbankan. Masalah Mikro : • • • • • • Persaingan Usaha. 3. Masalah Kemakmuran. Kepailitan Perusahaan. Peranan lembaga. Perlindungan wanita. Perlidungan konsumen. Analisis praktis – suatu kajian untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan suatu masalah.

Argumen deduksi = mengeksplisitkan kesimpulan yg sdh ada dlm premis-2 scr tersirat. .4. disugestikan ke sbh aturan umum utk menyelesaikan kejadian khusus ttt. Mengidentifikasi sumber hukum yang aplikabel. Penalaran yuridis adalah proses suatu berfikir dalam rangka mengidentifikasi hak-2 dan kewajiban-2 spesifik dari orang-2 tertentu. Argumen abduksi = berdasarkan sebuah kenyataan konkret yg dipandang sbg problematika. Deduksi. Induksi. serta utk menyelesaikan kasus scr imparsial. Prosesnya membanding-bandingkan sejumlah kejadian atau fakta. adil dan manusiawi. Tujuannya utk memelihara stabilitas dan prediktabilitas (menjamin ketertiban dan kepastian hukum). 2. obyektif. Abduksi. Secara teknik dijabarkan ke dalam enam langkah : Memaparkan selengkap mungkin fakta dari suatu peristiwa yang menimbulkan masalah. 3. Bentuk dasarnya adl silogisme. selanjutnya berdasarkan kesamaan-2 dan perbedaan-2 menarik kesimpulan umum. Hakekatnya merupakan penerapan premis umum pada premis khusus atau premis mayor pada premis minor. Jenis-2 Argumentasi : 1. Hasilnya disebut argumentasi. Argumen induksi = berdasarkan premis-2 khusus utk menarik kesimpulan umum. Analisis yuridis – cara berfikir yg terpola & terarah pd sistem kaidah hukum positif dan kenyataan di masyarakat. Penalaran adalah proses berfikir dari premis ke premis utk mencapai kesimpulan.

tujuan kemasyarakatan) yang melandasi aturan-2 tersebut. Fenomena itu kemudian diabstraksikan dengan konsep-konsep yaitu istilah atau simbolsimbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. mengandung. Menelaah fakta yang diperoleh utk memilah. Data dapat berupa data kualitatif yaitu yang tidak berbentuk angka yang diperoleh dari wawancara. digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. Mensintesiskan aturan-2 hukum yang aplikabel ke dlm suatu struktur koheren yang di dlm nya aturan yang lebih spesifik dikelompokkan ke bawah aturan yang lebih umum. Hasil dari suatu penelitian berupa fakta-fakta yang diungkapkan dalam bentuk proposisi-proposisi. maka buah atau hasil dr tangkapan tersebut disebut konsep.Menganalisis sumber-2 hukum utk menetapkan aturan-2 yang aplikabel & kebijakan (policy. Konsep dinyatakan dalam sebuah kata atau kalimat. . dan lain-lainnya. Dalam bahasa Indonesia. Dengan kata lain konsep itu penyederhanaan dari fenomena KONSEP Data merupakan bentuk jamak dari datum. mengambil. Jadi konsep adalah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari suatu fenomena. maupun kuantitatif berbentuk angka yang diperoleh dari penjumlahan atau pengukuran. Kata bendanya adalah conceptus yang berarti tangkapan. Dalam kegiatan kajian terhadap suatu masalah. FENOMENA Kata konsep berasal dari kata latin concipere yang berarti mencakup. sehingga arti konsep sebenarnya adalah tangkapan. data diartikan sebagai keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis). hukum. dalil. pengamatan. Fenomena ini merupakan gejala atau kejadian yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Menerapkan struktur aturan-2 pada fakta yang relevan utk menetapkan hak-2 dan kewajiban-2 yang diciptakan olh fakta tersebut dg mengacu pada kebijakan yang melandasi aturan-2 tersebut. Proses berfikir yuridis – Penalaran hukum = legal reasoning = argumen yuridis Fenomena adalah hal-hal yang dapat dilihat dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah. misalnya gejala-gejala atau kejadian alam. atau menangkap. fenomena merupakan “titik awal” dalam upaya mendapatkan informasi-informasi dan dijadikan suatu hal yang ingin diketahui. Dengan demikian fenomena-fenomena yang ingin diketahui akan terjawab setelah diperoleh fakta-fakta. menstrukturkan dan mengkualifikasi fakta yang relevan shg tampil peristiwa hukumnya. Jika intelek (akal budi) manusia mengangkap atau melihat sesuatu. baik berupa teori.

data digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau paradigma. Seperangkat konsep yg berhubungan satu sama lain yg menggambarkan st fenomena dlm hubungan scr kausalitas dg tujuan utk menerangkan. teori tentang pembentukan negara. teori ttg hukum dagang. maka mereka cenderung belajar secara aktif sehingga prestasinya cenderung lebih tinggi. PREMIS Rangkaian pernyataan mengenai hubungan antara dua atau lebih konsep. Fakta merupakan bentuk jamak dari factum. TEORI FUNGSIONAL . artinya hubungan-hubungan tersebut benar-benar terjadi dan suatu peristiwa terbukti kebenaranya berdasarkan fakta. atau sesuatu yg benar-benar terjadi. Misalnya teori ttg mengendarai mobil. teori tentang kejadian bumi. Keabsahan hasil pengujian itu tergantung pada kebenaran dan ketepatan data serta kecermatan analisis data. Contoh Jika mahasiswa Universitas Jayabaya pernah mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain. yg tidak perlu dibuktikan kebenarannya namun dpt diterima scr ilmiah (logis). bukti atau berita yg merupakan kenyataan. l : Pendapat yg dikemukakan sbg keterangan mengenai suatu peristiwa. Seperangkat premis yg berhubungan scr logis baik linear maupun tdk linear dan dinyatakan scr sistematis utk menjelaskan gejala-gejala empiris. DATA Fakta berasal dari bahasa latin factum. Asas atau hukum scr umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Misalnya. maka hubungan-hubungan informasi yang diprediksikan menjadi penyebab masalah benar. berarti peristiwa. dan meramalkan fenomena.Jadi data adalah keterangan atau hasil dari pengamatan/ pengukuran baik berupa nilainilai maupun angka yang biasa dijadikan sebagai bahan dasar kajian atau analisis. FAKTA TEORI Teori memiliki beberapa pengertian a. Dengan demikian jika hipotesis atau paradigma dinyatakan benar setelah diuji secara empirik. Dalam suatu kajian.

Teori ini lebih menekankan kepada masalah mengapa orang bereaksi terhadap kejahatan. M. Dahrendorf. T. Teori ini secara umum membahas mengapa ada orang melanggar hukum meskipun kebanyakan orang tidak demikian. Teori Over Control yang terdiri dari teori Labeling. Parsons. Konflik dpt menimbulkan keadaan tidak enak. menakutkan namun syarat bagi suatu perubahan. Weber. Konflik sosial merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang menyangkut masalah ekonomi. sehingga di dalamnya ada semacam struktur tertentu. ras. Comte. meresahkan. teori Kultur Kelas dan teori Opportunity yang menekankan mengapa adanya sebagian kecil orang menentang aturan yang telah ditetapkan masyarakat di mana mereka tinggal. keyakinan agama. teori Netralisasi dan teori Kontrol Sosial. sehingga mereka mengindahkan nilai-nilai dan norma pergaulan hidup tersebut. Simmel. A. Karl Maarx. Grand Theory Teori-teori Under Control atau teori-teori untuk mengkaji perilaku jahat seperti teori Disorganisasi Sosial. Jika dalam pengelompokan membagi nilai dengan norma-norma yang sama. kekuasaan. menegangkan.(Durkheim. Teori-teori Kultur. Status dan Opportunity seperti teori Status Frustasi. teori Konflik Kelompok dan teori Marxis. Slotkin) Konflik merupakan fenomena yg normal dan natural. H. Galtung. Dalam masyarakat seperti itu terdapat pengelompokan intermedier atas lembaga-lembaga kemasyarakatan. di mana orang-orang mempunyai ikatan erat dalam pengelompokan intermedier. Grand Theory TEORI KONFLIK (Hobbes. maka masyarakat memiliki aturan dalam pergaulan hidup. Coser. Lower Theory ANOMI . Spenser) Kohesi sosial dalam masyarakat : Di setiap masyarakat senantiasa dijumpai suatu keterkaitan (kohesi).

sehingga keadaan menjadi galau atau membingungkan. kehidupan menjadi seolah-olah tanpa pedoman.(Emile Durkheim) Anomi adalah keadaan deregulation dalam masyarakat. Rebellion (pemberontakan) yaitu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak. karena tidak ditaatinya aturan-aturan yang telah mapan (aturan lama ditinggalkan sedangkan aturan baru belum ada). Retreatism (penarikan diri) yaitu keadaan di mana warga masyarakat melepaskan tujuan budaya sukses dan sarana-sarana sah. berusaha untuk mengganti atau mengubah seluruhnya. (R. orang sulit manangkap apa yang diharapkan dari orang lain baik untuk bersikap maupun bertindak. Warga masyarakat mulai menyesuaikan diri dari menurut cara-cara sendiri. Masyarakat meredakan ketegangan dengan menurunkan skala aspirasi sampai pada batas yang bisa mereka capai daripada mengejar tujuan budaya kesuksesan yg hanya ilusi. . Di sisi lain meskipun masyarakat memiliki sarana yang terbatas tetapi tidak melakukan penyimpangan. pecandu narkoba hingga puncaknya bunuh diri. EXCHANGE THEORY (Peter Blau) Premis-premisnya : Pertukaran sosial tidak simetris.MERTON) Innovation (pembaharuan) adalah keadaan di mana tujuan dalam masyrakat diakui dan dipelihara. Meraka juga menginginkan utk mengubah sistem melalui social disobidien (pembangkangan sosial).K. namun beralih menggunakan sarana baru jika menemui halangan terhadap cara yang digunakan untuk mencapai kesusksesan. akan tetapi tdk terjadi perubahan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Masyarakat masih ada yang percaya dengan cara-cara lama untuk mencapai tujuan. ttp dilandasi olh sistem stratifikasi berdasarkan kekuasaan dan wewenang. namun saranasarana baru tidak kunjung diadakan. mereka melanjutkan pencapaian tujuan hidup dan percaya atas legitimasi sarana-sarana konvensional dengan mana kesusksesan akan dicapai. Ritualism (tatacara keagamaan) yaitu keadaan di mana warga masyarakat yang telah menerima tujuan dan sarana-sarana baru. misalnya dengan mabok-mabokan. Conformity (menyetujui) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menerima tujuan dan sarana-sarana baru (legitimate mean) yang berkembang di masyarakat karena ada tekanan sosial.

kontrol intemal dan ekstemal harus kuat utk membangun ketaatan terhadap hukum (law-abiding). Pendidikan terhadap seseorang untuk melakukan pengekangan keinginan (impulse). khususnya terhadap tingkah laku remaja. Kekuasaan dan otoritas dalam masyarakat sangat tergantung pd hasil perbandingan cost dan reward yg menguntungkan semua pihak. Proses sosialisasi yang ade quat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuen. dan (3) Teori Kontrol Sosial dikaitkan dg teknik penelitian. karena setiap pertukaran salalu diikuti oleh pamrih atau balasan. Dalam organisasi hubungan yg asimetris dilestarikan melalui kekuasaan yg memaksa. status yg rendah ditentukan olh status yg tinggi. Harus ada kontrol intemal maupun ekstemal. Sebagaimana acuan.Perbedaan status dlm masyarakat berakibat adanya perbedaan transaksi dalam pertukaran antar warga. 3. 2. TEORI KONTROL SOSIAL (Nye) Menurut Nye. teori ini kurang menganalisis masalah kriminal dan hanya mengarah pada subyek perilaku menyimpang. proses sosialisasi yang adequat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuensi. selain itu. Ketaatan thd hukum (law abiding). Legitimasi pemimpin dlm masyarakat tdk menjamin para anggota merasa puas thd kepemimpinannya. manusia diberi kendali supaya tidak melakukan pelanggaran. TEORI KONTROL SOSIAL (Reiss) Lahirnya teori Kontrol Sosial dilatarbelakangi oleh tiga aspek perkembangan dalam masyarakat : (1) Adanya reaksi dari teori labeling dan konflik yang dilandasi tingkah laku kriminal. 4. (2) Munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu telah mempengaruhi hukum menjadi lebih pragmatis serta berorientasi pada sistem. Manusia diberikan kaidah-kaidah supaya tidak melakukan pelanggaran. Premis teori Kontrol Sosial : 1. TEORI LABELING (Micholowsky) . atau memahami apa yang diharuskan olh pimpinan. yakni self report survey.

5. Becker menekankan dua aspek: (1) Penjelasan tentang mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu sampai diberi cap atau label sebagai penjahat. di mana interaksi tersebut diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu. di mana timbulnya penyimpangan diakibatkan oleh karena tekanan psikis dari dalam. Terdapat kecenderungan di mana seseorang atau kelompok yang dicap sebagai penjahat akan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya. dan (5) Pada dasarnya semua orang pernah melakukan kejahatan. (2) Predikat kejahatan dilakukan oleh kelompok yang dominan atau kelompok penguasa. (3) Penerapan aturan tentang kejahatan dilakukan untuk kepentingan pihak yang berkuasa. sebagai hasil stres atau tekanan dari keadaan. Umumnya tingkah laku seseorang yang dicap jahat menyebabkan orangnya juga diperlakukan sebagai penjahat. 4. Premis tersebut menggambarkan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang bisa dikatakan jahat apabila tidak terdapat aturan yang dibat oleh penguasa untuk menyatakan bahwa sesuatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang diklasifikasikan sebagai kejahatan. 3. sebagai pola-pola perilaku kejahatan terorganisir dalarn sub-sub kultur atau sistem tingkah laku. bukan warisan. Kejahatan merupakan kualitas dari reaksi masyarakat atas tingkah laku seseorang. sehingga tidak patut jika dibuat kategori orang jahat dan orang tidak jahat. Teori Labeling Howard S. antar kelompok dan antar individu dan kelompok. DIFFERENTIAL ASSOCIATION THEORY (Edwin H. tetapi karena ditetapkan demikian oleh penguasa. Sutherland) Sembilan premis perilaku jahat : 1. 2.Premis-premis teori Labeling sebagai berikut : 1. perilaku seseorang bisa sungguh2 menjadi jahat jika orang itu di cap jahat. (2)Situational deviation. Perilaku kejahatan adalah perilaku yang dipelajari. (4) Orang tidak menjadi penjahat karena melanggar hukum. Edwin Lemert membedakan tiga penyimpangan. Pada dasarnya teori labeling menggambarkan: (1) Tidak ada satupun perbuatan yang pada dasarnya bersifat kriminal. dan (2) Pengaruh daripada label itu sebagai konsekuensi penyimpangan tingkah laku. yaitu: (1) Individual deviation. . dan (3) Systematic deviation. Seseorang yang dicap dan diperlakukan sebagai penjahat terjadi dalam proses interaksi. Reaksi itu menyebabkan tindakan seseorang dicap sebagai penjahat.

namun tidak dijelaskan bahwa perilaku yang bukan jahatpun merupakan ekspresi dari kebutuhan dan nilai-nilai umum yang sama. Asosiasi Diferensial bervariasi dalam frekuensi. Premis 2: Kejahatan adalah gambaran perilaku yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk kebijakan publik. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga-warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. secara relatif tidak berperanan penting dalam terjadinya kejahatan). 8. Premis 3: Definisi tindak kejahatan diterapkan di dalam masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk pelaksanaan dan administrasi hukum pidana. Kepentingan penguasa ikut mencampuri di semua tahap dimana kejahatan itu diciptakan. Komunikasi tersebut dapat bersifat lisan atau dengan bahasa tubuh). SOCIAL REALITY OF CRIME THEORY (Richard Quinney) Premis 1: Definisi ttg tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik.2. 3. Ketika perilaku kejahatan dipelajari. Secara negatif ini berarti bahwa komunikasi interpersonal seperti melalui bioskop. 9. Arah dan motif dorongan itu dipelajari melalui definisi-definisi dari peraturan hukum. prioritas serta intensitasnya. atau perumusan pelanggaran hukum merupakan perumusan tentang perilaku yang bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang membuat perumusan. Proses mempelajari perilaku jahat diperoleh lewat hubungan dengan pola-pola kejahatan dan mekanisme yang lazim terjadi dalam setiap proses belajar secara urnum. 4. maka yang dipelajari termasuk: (a) teknik melakukan kejahatan. Dalam suatu masyarakat. 5. dorongan-dorongan. . alasan-alasan pembenar dan sikap-sikap tertentu). Perilaku kejahatan dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi. namun kadang ia dikelilingi orang-orang yang melihat aturan hukurn sebagai sesuatu yang memberikan peluang dilakukannya kejahatan. Sementara itu perilaku jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan nilai umum. surat kabar. durasi. Seseorang menjadi delinkuen karena ekses pola-pola pikir yang lebih melihat aturan hukurn sebagai pernberi peluang melakukan kejahatan daripada melihat hukurn sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi 7. kadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan melihat apa yang diatur dalam peraturan hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi. (b) motif-motif. Bagian terpenting dalam proses mempelajari perilaku kejahatan terjadi dalam hubungan personal yang intim. 6.

Premis 5: Pemahaman ttg tindak kejahatan dibentuk dan diserap ke dalam kelompok-kelompok masyarakat lewat sarana komunikasi. Premis 2: Budaya besar menguasai budaya kecil. Merton dan Solomon Kobrin yang melakukan penelitian terhadap hubungan antara gang jalanan dengan orang laki-laki yang berasal dari komunitas kelas bawah (lower class). judi dan lain-lain yang dapat mernperlemah budaya kedua belah fihak. orientasi kerja. Ada dua teori sub-culture Teori Delinquent Sub-Culture Albert K. Konflik budaya dapat terjadi apabila ada benturan aturan pada batas daerah budaya yang berdampingan. (2) pengalaman belajar. SUB-CULTURE THEORY Teori sub-culture membahas kenakalan remaja serta perkembangan dari berbagai tipe gang anak-anak di AS. Pertemuan tersebut mengakibatkan terjadinya kontak budaya diantara mereka baik dalam kaitan agama. Teori sub-culture dipengaruhi oleh kondisi intelektual (intelectual heritage) aliran Chicago. cara berdagang dan budaya minumminuman keras. Hasil penelitiannya menunjukkan ada kaitan antara hierarki politis dengan kejahatan teroganisir. konsep anomie Robert K. Cohen dalarn bukunya Delinquent Boys (1955) berusaha memecahkan masalah kenakalan remaja dengan meggabungkan teori Disorganivasi Sosial dari Shaw dan . Premis 3: Anggota dari suatu budaya pindah kebudaya lain. (3) identifikasi pada pihak-pihak lain.Premis 4: Pola aksi tindakan melanggar hukum atau tidak tergantung pada faktor : (1) kesempatan dalam masyarakat. Konflik budaya dapat juga terjadi bila satu budaya memperluas daerah berlakunya ke budaya lain. (4) konsep diri. Hal ini terjadi biasanya dengan menggunakan undangundang dimana suatu kelompok budaya diperlakukan untuk daerah lain. Konflik budaya timbul karena orang-orang yang hidup dalam budaya tertentu pindah ke lain budaya yang berbeda. CULTURE CONFLICT THEORY (Thorsten Sellin) Premis 1: Bertemunya dua budaya besar.

K. dan lain sebagainya).Cloward dan Leyod E. deviasi perilkau remaja itu terjadi karena ada perbedaan kesernpatan yang dimiliki anak-anak untuk mencapai tujuan hidupnya. Kekerasan Kolektif Reaksioner – merupakan reaksi thd penguasa. bilamana masyarakat terintegrasi dg baik. ttp juga persekutuan & kerjasama yg justru memungkinkan terjadinya evolusi.McKay. penyalahgunaan narkoba. melainkan siapa saja yg merasa sesuai dg tujuan kolektif atau tdk setuju dg sistem yg tdk adil (contoh : demonstrasi buruh) Kekerasan Kolektif Modern – merupakan sarana utk mencapai tujuan politis atau ekonomis dlm masyarakat (contohnya: kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta). terdapat dalam masyarakat yang tidak terintegrasi sehingga para remaja menunjukkan perilaku bebas. . teori Differential Association Edwin H. dan perilaku menyimpang lainnya. Sutherland dengan teori Anomie R. Merton. TEORI KEKERASAN KOLEKTIF (Tilly) Kekerasan Kolektif Primitif – pada dasarnya non politis. mk gang akan berlaku sebagai kelompok yang belajar dari orang dewasa. Menurut Cloward. remaja tidak memiliki struktur kesempatan shg banyak melakukan perilaku menyimpang (mabuk-mabukan. Ohlin yang membahas perilaku delinkuen remaja (gang) di Amerika. Aspek itu berkorelasi dengan organisasi kriminal. Konklusinya menyebutkan bahwa perilaku delinkuen di kalangan remaja kelas bawah merupakan cermin ketidak puasan warga terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang mendominasi kultur Amerika. Tiga tipe gang kenakalan remaja: (1) Criminal Sub. ruang lingkupnya terbatas pada st komunitas lokal (contoh : pengeroyokan thd pencopet yg tertangkap tangan). (3) Conflict Sub-culture. TEORI KONSPIRASI (Mathias Brockers) Mutasi dlm kehidupan tdk saja terjadi atas dsr pertarungan atau persaingan soal keberadaan.Sulture. Cohen menyimpulkan bahwa kondisi tsb menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku delinkuen kalangan remaja di daerah kumuh (slum). Ciri khas gang ini adl kekerasan. pelaku dan pendukungnya tdk semata-mata berasal dr st komunitas lokal. (2) Retreatist Sub-culture. Teori Differential Opportunity (Perbedaan kesempatan) Teori ini dikemukakan oleh Richard A. perampasan harta benda.

PENCEGAHAN KEJAHATAN Pencegahan = antisipansi sebelum masalah terjadi. . Misteri yg tdk mampu dijelaskan scr logika akan dilarikan kpd “sdh kehendak Tuhan” sbg Sang Pencipta. kebenaran harus diuji scr berulang-ulang. Mencegah orang menjadi penjahat & menjadi korban kejahatan. kritik dpt dijadikan bukti bagi realitas utk kemajuan. Syak wasangka adl suatu keraguan. dr persoalan moral hingga kenegaraan. shg perasaan aman masyarakat terganggu. Perasaan takut thd pelaku kejahatan (karena niat & peluang berbuat jahat longgar). Jika tidak ada bukti yg difinitif. Pengenalan metode penanganan kejahatan. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Disebarkan kr pd dasarnya orang perlu & suka. Pencegahan kejahatan adalah upaya bersama yang dilakukan oleh aparat dan masyarakat umum dalam menjaga kelembagaan sosial. Konspirasi mengandung bujukan atau rayuan. Kecenderungan melempar tggjwb masalah yg rumit & menyengsarakan merupakan ciri perilaku manusia. penanganan kejahatan pada hulu permasalahan. Mengendalikan keadaan agar tidak dimanfaatkan utk berbuat jahat. Konspirasi membuat masalah yg rumit menjadi sederhana. sistem sosial. serta peluang terjadinya kejahatan sejak dini (sejak anak-anak melalui pembinan terhadap kenakalan remaja. bukan sekedar bernada sama. Kata-kata yg saling terkait membuat hal-hal yg rumit menjadi sederhana.Dlm kehidupan A bersepakat dg B tanpa diketahui C utk memperoleh keuntungan adl wajar. DESAS-DESUS Berita yg menyebar secara cepat. dan peran-peran masyarakat melalui mekanisme yg telah melembaga untuk mewujudkan perasaan aman. dan menjadi alat ideal utk propaganda. Akar masalah kejahatan menyangkut Faktor Korelatif Kriminogen.

Tercipta manakala terjadi ketegangan sosial. Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. Light. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Smelser. kaburkan tujuan. Perlu disiapkan teknik pengendalian kerumunan. Penjarahan di New York – 1977. Contoh : Kerumunan berubah menjadi penjarahan. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri.7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta) Badan Arbritase Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Konspirasi Tender Dalam Hukum Persaingan Usaha . lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. Dpt merusak nama baik (reputasi). Sebagai tanggapan atas rangsangan tertentu atau dipicu olh suatu rangsangan yg sama (peristiwa. PANIK Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. Kornblum. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Keller) Tindakan yg dilakukan scr bersama olh sejumlah orang. 10 Mei 1963 di Bandung. Los Angeles – 1992. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. tdk terorganisasi. PERILAKU KOLEKTIF (Horton & Hunt. sangat dimungkinkan merusak dan berlaku kriminal. Cenderung tdk terkendali. bersifat temporer (tdk bersifat rutin). benda. ide). MASALAH-2 SOSIAL YURIDIS • • • Hak Atas Kekayaan Intelektual (UU No. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. 13-15 Mei 1998 di Jakarta.

Pegawai Tengah Karier Sebagai Change Leader The Telkom Way 135 Menuju Transformasi Customer Centric Company (Tinjauan dari teori pertukaran). Sikap Para Gelandangan Terhadap perilaku Seks (Tinjauan dari teori differential assosiation).K.22 Tahun 1991 Tinjauan dari teori kontrol sosial). Koordinasi Kerja Antara Polri dan BC Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Penyelundupan di…(Tinjauan dari teori fungsional). KKN H.K Merton) Kiprah Ustad Abu Ba’asir (Tinjauan dari teori labeling) Tawuran Antar Warga Masyarakat Desa Gabus Dan Dese Jatimulyo (Tinjauan dari teori anomi R. Fenomena Inul Daratista Dalam Konteks Pornoaksi (Tinjauan dari teori Anomi) Analisis Terorisme Di Indonesia (Tinjauan dari teori konflik…). Pemberian Release & Discharge (Tinjauan dari Teori Social Reality of Crime) Kejahatan Carding (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Akbar Tanjung (Tinjauan Dari Teori Labeling) Rudy Ramli Dalam Kasus Bank Bali (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Analisis Kasus Teluk Buyat Ditinjau Dari Teori Konflik. Merton). Transfer Dana Secara Elektronik Melalui Kartu Kredit (tinjauan dari teori pertukaran) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Produk ……(Tinjauan dari teori konflik…) Perlidungan Hukum Terhadap Wanita Korban Kejahatan Perkosaan (Tinjauan dari teori social reality of crime) PHK Terhadap Karyawan Yang Melanggar Perjanjian Kerja (tinjauan dari teori konflik…). Kelompok Kapak Merah Ditinjau Dari Teori Differential Association. Ada Tommy Di Tenabang (Tinjauan dari teori funsionalisme R.M Soeharto Ditinjau Dari Teori Social Reality Of Crime. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Tinjauan dari teori kontrol sosial). Penanggulangan Narkotika Di Lingkungan Remaja Berdasarkan UU No. . Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari UU No.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Kontrak Investasi Antara Perusahaan Nasional dengan Investor……(Tinjauan dari teori funsional) Peranan KPK Dalam Mendinamisir CJS Guna Mengoptimalkan Pemberantasan Korusi di Indonesia (Tinjauan dari teori fungsional). Keputusan Hakim Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak-anak (Tinjauan dari teori social reality of crime).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful