ANALISA SOSIOLOGI HUKUM BERDASARKAN METODE PENDEKATAN DAN FUNGSI HUKUM

Posted by mujiburrahman on October 22, 2009 Timur Abimanyu Latar Belakang Analisa Sosiologi yang berdasarkan Metode Pendekatan dan Fungsi Hukum, yang pada pokoknya adalah terdapatnya unsur-unsur seperti Sosiologi Hukum Pendekatan Intrumental, Pendekatan Hukum Alam dan Karakteristik Kajian Sosiologi Hukum.Dengan memerlukan Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif, Hukum Sebagai Sosial Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat, yang merupakan sebagai tolak ukur terhadap norma-norma atau kaidah-kaidah yang hidup didalam masyarakat, apakah norma atau kaidah tersebut dipatuhi atau untuk dilanggar, apabila dilanggar bagaimana pernerapan sangsi, sebagai yang melakukan pelanggaran tersebut. Norma atau kaidah yang hidup didalam masyarakat tersebut dipengaruhi oleh kondisi internal maupun eksternal dari masyarakat itu sendiri. Terdapat beberapa permasalahan pokok yaitu : 1. bagaimanakah Pendekatan Intrumental dan Pendekatan Alam yang dipengaruhi oleh kondisdi internal maupun eksternal ?, dan 2. bagaimanakah Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif apabila dilihat dari sudut pandang internal maupun eksternal Tujuan dan maksud, dalam membahas serta menganalisa sampai tentang Sosiologi Hukum yang secara tidak sadar meresap dan hidup didalam kehidupan masyarakat baik secara internal maupun secara eksternal didalam melakukan interaksi social, yaitu dengan menggunakanMetode Pendekatan Sosiologi Hukum dan Perbandingan Yuridis Empris dengan Yuridis Normatif adalah yang merupakan standarisasi sebagai objek pokok pembahasan Sosiologi Hukum. Penggunaan kerangka teori dan konsep adalah untuk melihat pendapat para ahli yang telah mendefinisikan, seperti : konsep dari H.L.A. HART yang difinisinya adalah : “Bahwa suatu konsep tentang hukum yang mengandung unsur-unsur kekuasaan yang berpusat kepada kewajiban tertentu didalam gejala hukum yang tampak dari kehidupan bermasyarakat”. Pengertian Sosiologi Hukum terlihat dari Difinisi para ahli Sosiologi Hukum sepert : 1. Soejono Soekanto. Sosilogi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara analitis dan empiris yang menganalisis atau mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya. 2. R. Otje Salaman. Sosiologi hukum (ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis).

Jelas terlihat berdasarkan definisi para ahli bahwa sosiologi hukum adalah segala aktifitas social manusia yang dilihat dari aspek hukumnya disebut sosiologi hukum. Dasr sosiologi hukum adalah Anzilotti pada tahun 1882, yang dipengaruhi oleh disiplin ilmu Filsafat hukum, ilmu hukum dan sosiologi yaitu : 1. Filsafat Hukum adalah dimana pokok bahasannya adalah aliran filsafat hukum, yang menyebakan lahirnya sosiologi hukum yaitu aliran Positivisme (difinisi Hans Kelsen. “Hukum berhirarkhis”). Dan aliran filsafat hukum tumbuh dan berkembang berdasarkan : a. Mazhab sejarah yang dipelopori oleh Carl Von Savigny yang mengungkapkan bahwa hukum itu dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volksgeisf). b. Aliran Utility (Jeremy Bentham) yaitu bahwa hukum harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia. c. Aliran Sociological Juriprudence (Eugen Ehrlich) yaitu hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup didalam masyarakat (living law). d. Aliran Pragmatic Legal Realism (Roscoe Pound) yaitu “ law as at tool of social engineering”. 2. Ilmu Hukum menganggap bahwa hukum sebagai gejala social, banyak mendorong pertumbuhan sosiologi hukum dan hukum harus dibersihkan dari anasir-anasir sosiologi (non yuridis). 3. Sosilogi yang berorientasi pada hukum adalah bahwa dalam setiap masyarakat selalu ada solideritas, ada yang solidaritas mekanis yaitu terdapat dalam masyarakat sederhana, hukumnya bersifat reprensip. Ruang Lingkup Sosilogi Hukum, dimana sosiologi hukum didalam ilmu pengetahuan, bertolak kepada apa yang disebut disiplin ilmu, yaitu sistem ajaran tentang kenyataan, yang meliputi disiplin analitis dan disiplin hukum (perskriptif). Disiplin analitis, contohnya adalah sosilogis, psikologis, antropologis, sejarah, sedangkan disiplin hukum meliputi : ilmu-ilmu hukum yang terpecah menjadi ilmu tentang kaidah atau patokan tentang prilaku yang sepantasnya, seharusnya, ilmu tentang pengertian-pengertian dasar dan system dari pada hukum dan lain-lain. Terdapatnya pendekatan-pendekatan yang terdiri dari : 1. Pendekatan Instrumental. Adalah menurut pendapat Adam Podgorecki yang dikutip oleh Soerjono Soekanto yaitu bahwa sosiologi hukum merupakan suatu disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum, dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat 2. Pendekatan Hukum Alam. Adalah menurut Philip Seznik yaitu bahwa pendekatan instrumental merupakan tahap menengah dari perkembangan atau pertumbuhan sosiologi hukum dan tahapan selanjutnya akan tercapai, bila ada otonomi dan kemandirian intelektual. Tahap tersebut akan tercapai apabila para sosiolog tidak lagi berperan sebagai teknisi, akan tetapi lebih banyak menaruh perhatian pada ruang lingkup yang lebih luas. Pada tahan ini seorang sosilog harus siap untuk menelaah pengertian legalitas agar dapat menentukan wibawa moral dan untuk menjelaskan peran ilmu social dalam menciptakan masyarakat yang

didasrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.( Rule of Law menurut Philip Seznick). Karakteristik Kajian Sosilogi Hukum, adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. deskripsi, 2. penjelasan, 3. Pengungkapan (revealing), dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut : 1. Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang, penerapan dalam pengadilan, maka mempelajari pula bagaimana parktek yang terjadi pada masing-masing bidang kegiatan hukum tersebut. 2. Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehiduipan social masyarakat itu terjadi, sebab-sebabnya, factor-faktor apa yang mempengaruhi. Latar belakang dan sebagainya.Pendapat Max Weber yaitu “ Interpretative Understanding” yaitu cara menjelaskan sebab, perkembangan serta efek dari tingkah laku social, dimana tingkah laku dimaksud mempunyai dua segi yaitu luar dan dalam atau internal dan ekternal. 3. Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahian empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum, sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. 4. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera padsa peraturan itu ? dan harus menguji dengan data empiris. 5. Sosiologi Hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum, tingkah laku yang mentaati hukum, sama-sama merupakan obyek pengamatan yang setaraf, tidak ada segi obyektifitas dan bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap fenomena hukum yang nyata. Penguraian Metode Pendekatan Sosilogi Hukum, Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Hukum sebagai social Kontrol dan Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum, Dalam pengkajian hukum positif masih mendominasi studi hukum pada Fakultas Hukum, yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum, yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapkan peraturan-peraturan hukum. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. Dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan social kemasyarakatan, bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan, melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1. social structure, 2.behavior,3. variable, 4 observer, 5.scientific dan 6.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif, Untuk membanding hal tersebut diatas, maka pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative, maka perlu menguraikan lebih dahulu

Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. Dimana setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. Sejarah Hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau/Hindia Belanda sampai dengan sekarang. Penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat dapat dicontohkan : pencurian. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada masyarakat modern. Dalam situasi yang demikian itu. Semua contoh ini adalah bentuk prilaku yang menyimpang yang menimbulkan persoalan didalam masyarakat. sehingga hukum mempunyai suatu fungsi untuk mempertahankan eksistensi kelompok masyarakat tersebut. Hukum yang berfungsi demikian adalah merupakan instrument pengendalian social. Contoh Hukum adat Batak dengan hukum adat jawa atau hukum singapura dengan hukum Negara Indonesia. 5. mempertahankan eksistensinya. Pendekatan yuridis empiris atau pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat yang dilengkapi dengan contoh diatas. antara yang standard dan yang parktis. dapat dipahami bahwa berbeda dengan pendekatan yuridis normative/pendekatan doktrin hukum. 9 Tahun 1975 Pasal 40. 2. perzinahan hutang. Contoh : apakah seorang bermaksud lebih dari seorang isteri terdapat dalam PP No. 3. Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. . Tujuan dari pembuatan peraturan hukum yang efektif. Contoh: diatatinya atau dilanggarnya hukum yang berlaku dalam masyarakat. Contoh : Monumen ordinantie ( HIR/Rbg). 4. Studi tentang sosiologi dalam mempersiapkan hukum. Hukum sebagai sosial control. membunuh dan lain-lain. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. Terlkihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru. 2. 3. baik pada masyarakat yang sederhana maupun pada masyarakat yang modern. Contoh : pada masyarakat sederhana ada dewam masyarakat adat sedangkan pada masyarakat modern adalah Putusan Hakim.dimaksud pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya sebagai berikut : 1. juga hukum sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. kelompok itu berhadapan dengan problem untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. Alat pengubah masyarakat adalah analogikan sebagai suatu proses mekanik. Peran perubahan/pengubahan tersebut dipegang oleh hakim melalui interprestasi dalam mengadili kasus yang dihadapinya secara seimbang (balance) dan harus memperhatikan beberapa hal yaitu : 1. Studi tentang aspek social actual dari lembaga hukum. Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara.

yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. Arti penting tentang alasan-alasan dan solusi adari kasus-kasus individual yang pada angkatan terdahulu berisi tentang keadilan yang abstrak dari suatu hukum yang abstrak. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. social structure. Menganalisa Faktor Internal. Juga dipengaruhi kebijakan pemberlakuan. Dari keenam langkah yang perlu diperhatikan oleh hakim atau praktisi hukum dalam melakukan “interprestasi”. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.4.specientific dan 6. 6. 5. seperti dalam pengkajian hukum positif terhadap studi hukum yang cenderung untuk melembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. 2. yang semula hanya merupakan unsur-unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat sociological model yang terdiri dari 1.behavior.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. 5. pada masyarakat sederhana keputusan dewan kepala adat harus dilaksanakan dengan ketentuan musyarakat dewan adat. melainkan sebagaimana hukum dioperasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi oleh factor internal yang hidup didalam masyarakat. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. buka kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. Sejarah hukum. Menganilsa Faktor Eksternal Metode Pendekatan Sosiologi Hukum sangat dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang hidup diluar masyarakat. Secara analisa factor internal bahwa metode pendekatan tersebut dipengaruhi kebijakan dasar yaitu Dewan Hukum Adat pada masyarakat sederhana. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi.3. dan selain pendekatan tersebut dalam pengkajian hukum ada sisi lain yaitu hukum dalam kenyataannya didalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal ini dapat disebut pengkajian hukum melalaui pendekatan yuridis normative. akibat pengaruh kebijakan dasar tersebut dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar dan apabila tidak melaksanakan maka akan terkena sanksi kebijakan pemberlakuan.Dengan demikian pendidikan hukum yang bersifat . bukan kenyataan dalam bentuk pasal-pasal dalam perundang-undangan. sedangkan pada masyarakat modern adalah putusan hakim. Studi tentang metodologi hukum. maka perlu ditegaskan bahwa memperhatikan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. keputusan Hakim adalah merupakan kebijakan dasar sedangkan kebijakan pemberlakukan adalah apabila tidak melaksanakan putusan tersebut akan mendapat sanksi yang ditentukan oleh undang-undang yang berlaku. sedangkan pada masyarakat modern. 4 observer. variable. (natural law).

Sosilogi hukum senantiasa menguji kesahihan empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum. Latar belakang. menciptakan masyarakat yang didas untukrkan pada keseimbangan hak dan kewajiban yang berorientasi pada keadilan.explanation akan menjadikan ilmu hukum itu reponsif terhadap perkembangan dan perubahan dalam masyarakat. yang cenderung untuk menjadi suatu lembaga yang mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi hukum. deskripsi. sebagai akibat dipengaruh kebijakan dasar tersebut. dengan tujuan disiplin ilmu adalah untuk mendapatkan prinsip-prinsip hukum dan ketertiban yang didasari secara rasional dan didasarkan pada dogmatis yang mempunyai dasar yang akurat dan tidak terlepas dari pendekatan Hukum Alam. 2. sedangkan pada masyarakat modern adalah peraturan perundangan-undangan pertanahan (Hukum Agraria) yang melindungi masyarakat modern didalam hal penguasaan tanah. Sangat jelas terlihat bahwa kebijakan pemberlakuan. Dengan dilakukan metode Pendekatan Sosiologi Hukum. dengan menguraikan lebih dahulu pendekatan yuridis empiris atau ilmu kenyataan hukum dan penjelasannya yaitu : Sosilogi Hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala social lainnya secara empiris analistis. penjelasan. 2. factor-faktor apa yang mempengaruhi. Pada karakteristik kajian sosiologi hukum adalah fenomena hukum didalam masyarakat dalam mewujudkan : 1. Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari polapola sengketa dan bagaimana penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada . Sosiologi hukum bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu praktek-praktek hukum didalam kehidupan social masyarakat itu terjadi. maka akan hilang hak penguasaan tanah tersebut yaitu kebijakan pemberlakuan pada masyarakat modern. yaitu menguasai hukumnya bagi sesuatu persoalan tertentu yang terjadi serta bagaimana melaksanakan atau menerapakan peraturan-peraturan hukum (pendekatan yuridis normative dan pendekatan pengkajian hukum pada kenyataa didalam kehidupan social kemasyarakatan). penerapan dalam pengadilan. 4 observer. Sedangkan Perbandingan Yuridis Empiris dengan Yuridis Normatif. variable.behavior. social structure. Secara analisa faktor eksternal mempengaruhi metode pendekatan tersebut. adalah pendekatan kenyataan hukum dalam masyarakat dengan pendekatan yuridis normative. 3. terhadap kebijakan dasar eksternal yaitu peraturan nasional yang menaungi keamaan dan ketentraman masyarakat sederhana tersebut.( Rule of Law). adalah pengkajian hukum positif.specientific dan 6.3. 5.sociological model yang terdiri dari 1. sebab-sebabnya. Sosilogi hukum bersifat khas ini adalah apakah kenyataan seperti yang tertera pada peraturan dan harus menguji dengan data empiris. Kesimpulan Pada pendekatan intrumental adalah merupakan disiplin Ilmu teoritis yang umumnya mempelajari ketentraman dari berfungsinya hukum. seperti pemberlakuan hak penguasan tanah adat (Hak Ulayat). Pengungkapan (revealing). sehingga mampu memprediksi suatu hukum yang sesuai dan/atau tidak sesuai dengan masyarakat tertentu. dengan upaya untuk mematuhi keputusan kebijakan dasar yang berupa peraturan perundang-undang dan apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut. dan 4 prediksi yaitu bahwa karekteristik kajian sosiologi hukum adalah sebagai berikut yaitu Sosilogi Hukum berusaha untuk memberikan deskripsi terhadap praktek hukum dan dapat dibedakan dalam pembuatan Undang-Undang.

Terlihat akibat perkembangan Industri dan transaksi-transaksi bisnis yang memperkenalkan nilai-nilai baru..R.Othe Salman. Sorjono Soekanto. dan unsur tersebut kemudian dipegang oleh masyarakat dalam mempertahankan kepada apa yang disebut dengan hukum alam. Sosiologi Hukum. 1985). sejarah hukum dan perbandingan hukum. Palu. Alumni.Zainuddi Ali. Mengenal Sosiologi Hukum. Ilmu Hukum. —————-Donald Black. psikologi hukum. maka akan terlihat adanya nilai-nilai atau norma-norma tentang hak individu yang harus dilindungi.hal.DR. adalah hukum sebagai sosial control. (natural law).13. . ASrmico. Sosiologi Hukum Suatu Pengantar. by : Timur Abimanyu . adalah setiap kelompok masyarakat selalu ada problem sebagai akibat adanya perbedaan antara yang ideal dan yang aktual. Ronny Hanitijo Soemitro. Sociological Justice. mempertahankan eksistensinya. 1992)hal. Satjipto. ditegaskan dengan temuan-temuan tentang keadaan social masyarakat melalui bantuan ilmu sosilogi. dan sebagai alat untuk mengubah masyarakat atau biasa disebut social enginnering. yaitu sosilogi hukum. (Bandung : Penerbit CV.Citra Aditya Bakti. 1989). The Consept of Law. antara yang standar dan yang parktis yaitu penyimpangan nilai-nilai yang ideal dalam masyarakat. dan Perbandingan Hukum adalah ilmu yang membandingkan sistem-sistem hukum yang ada didalam suatu Negara atau antar Negara.MA.adalah untuk menjamin ketertiban bila kelompok itu menginginkan. Psikologi Hukum adalah ilmu yang mempelajari perwujudan dari jiwa manusia. Ilmu Kenyataan hukum dalam masyarakat. sebagai alat pengubah masyarakat adalah dianalogikan sebagai suatu proses mekanik. (Bandung: PT.A. Hukum Sebagai Alat Untuk Mengubah Masyarakat. antropologi hukum. hal 32. Sejarah Hukum sebagai iilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau sampai dengan sekarang. Hukum Sebagai Sosial Kontrol. (Bandung.L.Begitu juga mengenai Fungsi Hukum dalam kelompok masyarakat adalah menerapkan mekanisme control sosial yang akan membersihkan masyarakat dari sampah-sampah masyarakat yang tidak dikehendaki. Prof. 1982).310 dan R. (Bandung : Remadja Karya. DAFTAR PUSTAKA ———-Uraian. (London Oxford University Pres. dan H. 1961). Beberapa Masalah Dalam Studi Hukum dan Masyarakat. 1989). Penerbit : Yayasan Mayarakat Indonesia Baru.masyarakat modern. (New York : Academic Pres. dengan melakukan “interprestasi”.H.

Soedirman. Bzn. 59 K/Sip/ 1958 “ Menurut Hukum Adat Karo sebidang tanah “ Lesain” yaitu sebidang tanah kosong. Penerbit : Pradnya Paramita.. “ Sekitar Kodifikasi Hukum Nasional di Indonesia “Jakarta. setelah tanah itu diusahakan secara intensif oleh seseorang penduduk kampung itu “ Peraturan Pemerintah No. J. “ Capita Selecta Perbandingan Hukum”. 1970. 5 tahun 1999 tentang Pedoman penyelesaian masalah hak ulayat masyarakat Hukum Adat (87). Dalam “Advies der Agrarische Commisale” yang tercetak. . (USA : Hlmes Heaxh. 1986). Sunarjati. 21-23. “ Asa-asas dan susunan Hukum Adat”. “ Hukum Nasional” beberapa catatan.60. terdapat segala sesuatu yang menurut pendapat saya merupakan kecaman sehat terhadap masalah ini. Soebakti.—————-Donald Black. yang letaknya dalam kampung. ( Undang Undang Hak Tanggungan). Landsdrukkerij 1930.B. Ceramah Koesano tentang “ Pembangunan Hukum Adat”. 1976) —————-Roscoe Pound.626). panitya mana dibentuk oleh perkumpulan “ Indie-Nederland”. No. 1950. UU No. Bina tjipta. karena batas-bayas tanahnya tidak mungkin dipastikan tanpa menimbulkan sengketa antara masyarakat hukum yang berbatasan”. 21 tahun 2001 tentang Otonomi khusus Provinsi Papua (87). Interpretation Of Legal History. “Hak Ulayat secara sadar tidak dimasukkan dalam golongan obyek pendaftaran tanah teknis tidak mungkin. Ter Haar. 24 tahun 1954 tentang pemindahan hak tanah-tanah dan barang-barang tetap lainnya yang bertakluk pada hukum barat (LN.Academic Press.The Behavior of Law. adalah terdapat dalam verslag dari panitya untuk mempelajari Advoes Der Agrarische Commisale 1932. ( New York. hal. Jakaarta. Putusan Mahkamah Agung.B. Yogyakarta 1975”. Woters Groningen. Undang-Undang No. Jakarta. “ Beginselen En Stelsel Van Het Adar Recht”. Florida. 12 UU Darurat No. bias menjadi hak milik perorangan. Poesponoto. Hartono. Alumni (Stensil) Bandung.1954-78. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN No. 4 tahun 1996. 24 Tahun 1997. hal. 1968. TLN. Kartohadiprodjo. 1 tahun 1952 ko UU No. Soewardu. 1950. 1976. Keberatan-keberatan yang menentang advies tadi. “Seminar Hukum Adat dan Pembangunan Hukum Nasional.19521 jo LN.

Lembaga Ekologi Universitas Pajajaran dan Yayasan Obor. Budi Harsono).1910-61 Wefpacht Ordonnantie Zelfberturende Landschappen Buitengewestenm S. “Satu Bumi : Perawatan dan Pemeliharaan Sebuah Planet Kecil”. Sebagai yang dikutip oleh Gautama. “Adanya kesepakatan Universal. S. baik benda bergerak maupun benda tetap. Ward.1872-237a jo S.R. Prof. Adisubrata. di Singapura. yang dinilainya sebagai produk hukum yang hebat. dalam pembaharuan Hukum Nasional sebanyak-bantknya kita harus berpedoman kepada falsafah bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945. Barbara dan Rene. Dimana Roth merumuskan “ Rule Number 6” yaitu yang berdasarkan Hukum Internasional. Subekti. Porwadarminta.1912422). Hilman.1874-94f (Sumatra) diganti dengan Erfpachts. Jakarta.1870-118) dan Ordonnantie.S. Tegal.Drukkerij J.Untuk jawa dan madura.. dan sekarang ini kita mempunyai Hukum Tanah yang seragam. 1984.1914-367). Semarang 1960. Harian Sinar Harapan tgl 25.Verwer. Jakarta :Gramedia. Dan sebagai bukti Prof. kecuali daerah swapraja : Agrarisch Besluit (S.de Boer. S. Bandung tahun 1978.1913-699). 1974. Hadilusuma. kecuali daerah swapraja : S. “Sejarah Hukum Adat Indonesia”. Een Europeesch Gewoonterechtelijke Opstalfiguur. Undang-Undang itu merupakan system hukum kita sendiri. J. Di Jakarta disertai Verwer J 1934. Sudargo. Prent K. “ Kamus Latin Indonesia” Yayasan : Kanisius. Penerbit Alumni. Keistimewaan yang diberikan kepada orang-orang asing untuk berparttisipasi dalam kehidupan ekonomi negara dimana ia bertempat tinggal. Roth..1877-55 (keresidenan Menado) Ordonnantie Buitengewesten. bahwa dalam pembaharuan dan pembinaan Hukum Nasional. Andteas H. “ ASEAN LAW ASSOCIATION”. Dubos. j. namun diingatkan. bahwa suatu negara diperbolehkan tidak mengijinkan orang-oreang lain selain warganegaranya sendiri untuk memperoleh benda-benda tetap diwilayh kekuasaannya”. kita perlu belajar dari perkembangan Hukum Negara tetangga lain. De Bataviasche Gronthuur. ” Proe Advies Derde Juristen Conggres”. Ditegaskan bahwa para ahli Hukum kita tidak kalah dari para ahli Hukum dari negara-negara ASEAN yang lain.. 1915-474 Pemberian kewenangan kepada penguasa swapraja untuk memberikan hak-hak barat atas tanah (21). tidak sampai meliputi pemilikan semua atau benda-benda tertentu. Reglement omtrent de Partikuliere Landerijen bewesten de Cimanuk op java (S. yang dengan tegas membuang jauh-jauh hukum tanah Belanda yang tercerai-berai. Subekti menunjuk kepada prodak Undang-Undang Pokok Agraria. 1888-58 (Zuider-en Oosterafdeking Borneo) (S. S. 1934. Star Nauta Carsten. . C.9 ( Buku .NV. Hal. Untuk luar jawa dan madura.

Friedman dan taksonomi sistem hukum karya Ugo Mattei. Saya menggunakan pendekatan holistik untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sebab-sebab terjadinya perubahan hukum.Koentjaraningrat. Pada bagian B. Saya mengawali Bagian A dengan membahas hukum dan gerakan pembangunan semenjak tahun 1960-an sampai dengan 1970-an dengan fokus kajian pada cangkok hukum. Salah satu kunci dari gerakan ini terletak pada dapat tidaknya hukum modern negara maju diimpor dan digunakan negara berkembang untuk mempercepat pembangunan. Lembaga Reasearch Kebudayaan Nasional. Bagian A: Hukum dan Pembangunan Hukum dan gerakan pembangunan pada tahun 1960-an sampai dengan 1970-an berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunan. Ada beberapa pendekatan terhadap permasalahan ini.blogcatalog. Gerakan ini dimaksudkan untuk mengkaji peran hukum dalam konteks pembangunan sosial. terutama negara-negara berkembang. . terutama di negara berkembang. 1969. 19. Saya juga mengajukan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan implikasi yang ditimbulkan oleh model ini. Saya memperkenalkan konsep ‘kebiasaan hukum’ dan ‘kesadaran hukum’. “ Rintangan-Rintangan mental dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Sosiologi Hukum | 2 Comments » PERKEMBANGAN HUKUM DI NEGARA BERKEMBANG PERAN BUDAYA HUKUM Posted by mujiburrahman on October 22. Meskipun makalah ini baru sebatas sebuah konsep. ekonomi dan politik.” Terbitan tak berkala. hal. http://www. Saya memberikan uraian yang disertai dengan beberapa contoh reformasi hukum di Indonesia sekitar tahun 1990an. 2009 Benny S Tabalujan Makalah ini merupakan pemaparan peran budaya hukum dalam proses pembangunan hukum. dengan menggunakan pendekatan dari kedua sarjana tersebut. seri no. Jakarta. Tujuannya adalah untuk menggarisbawahi pentingnya budaya hukum dalam masyarakat yang mengingikan terjadinya reformasi hukum. Saya selanjutnya membuat sebuah model ysng sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa budaya hukum dan pembangunan hukum dalam konteks dinamis. Saya membahas konsep Budaya Hukum-nya Lawrence M. 12.com/group/blog-promotion-1/discuss/entry/analisa-sosiologihukum-berdasarkan-metode-pendekatan-dan-fungsi-hukum Posted in S2. Pada bagian C.

momen keraguan terhadap kemanjuran program modernisasi hukum ini mulai muncul. dan perilaku sosial cenderung mengikuti hukum tersebut. Robert Seidman yang dikenal melalui ‘ Hukum dari Hukum yang tidak dapat dipindahkan’ (The Law of Non-Transferability of Law) mengatakan bahwa perpindahan hukum dari satu budaya ke budaya lain tidak mungkin dilakukan karena hukum tidak dapat berlaku sama sebagaimana hukum itu digunakan di tempat asal. Pandangan ini berasal dari Montesquieu dan sarjana asal Jerman. Patrick Mc Auslan. negara memegang kontrol hukum untuk mencapai tujuan masyarakat. Sagviny percaya bahwa negara mempunyai kesatuan oganik dari individu dan bahwa hukum negara berkembang melalui pembentukan norma-norma sosial dalam suatu masyarakat secara periodik..Kaum ortodoks dan mayoritas melihat bahwa reformasi di bidang hukum . terutama pengenalan ide dan lembaga hukum modern negara barat kepada negara berkembang. Namun demikian. hukum dan pembangunan kembali menjadi tpoik yang hangat. Pendekatan ini percaya bahwa pembangunan hukum merupakan prasyarat pembangunan ekonomi dan hukum modern negara maju dapat diterapkan di negara berkembang sebagai cangkok hukum untuk memenuhi persyaratan tersebut. seperti Soepomo. Mengikuti garis pemikiran ini. Dua sarjana bidang hukum dan pembangunan menyebut pendekatan ini sebagai ‘hukum liberal’. kelompok dan negara. Pandangan yang menyatakan bahwa cangkok hukum mempunyai peran positif dalam pembangunan ekonomi dipertegas oleh gencarnya program modernisasi bidang hukum di beberapa negara Amerika Latin dan Afrika juga sebagian kecil negara berkembang di Asia pada tahun 1960-an dan 1970-an. Hal ini tidak mengejutkan sebab pada tahun ini ada dukungan pembaharuan dari negara maju terhadap ferormasi hukum pada negara berkembang. menulis bahwa hukum dan gerakan pembangunan tahun 1960-an sangat percaya jika hukum mempunyai peran yang sangat vital dalam pembangunan. Dalam pandangannya. kajian Watson terhadap cangkok hukum menunjukkan bahwa peminjaman telah menjadi fenomena umum dalam sejarah dan merupakan sumber paling subur dalam pembangunan hukum. Pada tahun 1990-an. Sebenarnya. Kaum minoritas melihat hukum terikat dengan budaya dan tidak dapat dipindahkan atau dipinjam dari satu masyarakat ke masyarakat lainnya seperti halnya meminjam kunci Inggris untuk menutup lekuk yang bocor. gerakan tersebut kehilangan momen karena penekanan dari gerakan tersebut terletak pada bidang hukum struktural dan substantif dan gagal menentukan sifat hubungan sebab akibat antara hukum dan pembangunan secara lebih umum. Proses ini dijuluki ‘difusi hukum’ (legal difusionism). memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi dan politik. 1997. Inti dari pendekatan ini adalah masyarakat terdiri atas individu. Friedrich Carl von Savigny. negara menerapkan hukum yang sama kepada semua orang secara bebas dan rasional. Di sini tidak akan dibicarakan pengraruh aliran yurisprudensi Savigny pada para sarjana Belanda pada awal abad 20 (seperti Cornelius dan Vollenhoven) dan pemimpin nasional Indonesia . Dukungan ini dilakukan melalui .

psikologis dan faktor lain yang jauh dari sistem hukum normatif membatasi kemampuan hukum untuk mengubah perilaku. dan membatasi kekuasaan negara. terutama dalam cangkok hukum. Perannya terletak di tengah-tengah dengan memainkan peran pemberdayaan yang sederhana tetapi penting dalam proses perubahan sosial. Dengan demikian. ada kesadaran yang semakin bertambah jika keyakinan dan norma sosial untuk menerima masyarakat dan keinginan dan kapasitas mereka untuk menjelajah. Menciptakan kemakmuran melalui komitmen kumulatif manusia. hukum merupakan alat yang efektif untuk mengubah masyarakat. . Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa sebagian dari pikiran dasar liberalisme liberal ortodoks. ketika masalah hukum dan pembangunan kembali mendapatkan perhatian. sumber daya teknologi dan modal sangat bergantung pada hukum yang dapat mengamankan hak milik. Pendekatan lain juga menyebutkan bahwa reformasi hukum. reformasi hukum dapat dianggap sebagai sebab dan dampak dari perubahan sosial yang luas. Kita dapat terus menyakini kemanjuran bidang reformasi hukum dalam proses pembangunan dengan sedikit mengabaikan dampak daya ekonomi. dan perilaku komersial. tugas mendesak saat ini sama seperti yang dikatakan empat dekade lalu: Yang dibutuhkan adalah suatu kajian terhadap metode di mana hukum yang didukung oleh otoritas negara dapat mempengaruhi perilaku dan faktor sosial. meskipun sebagian. sosial dan politik secara luas. mengetahui secara eksplisit pentingnya reformasi hukum dalam konteks ini: Kerangka hukum dalam sebuah negara merupakan unsur penting dalam pembangunan ekonomi. politik dan sosial.tetap ada meskipun bukan merupakn yang dikritisi. Tak di sangkal bahwa minat pembaharuan bidang hukum merupakan atribut. Jadi. Saya berpendapat tugas mendesak untuk memunculkan kembali perdebatan antara hukum dan pembangunan adalah dengan menemukan hubungan antara pembangunan hukum dan masalah ekonomi. khususnya. memahami dan mematuhi hukum baru merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan cangkok hukum tersebut. Tujuan di atas disampaikan karena akan memperjelas pengaruh faktor eksternal terhadap sistem hukum dan membatasi kemanjuran hukum jika hukum tersebut dapat mengubah perilaku.agen-agen multilateral seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) dan juga lembaga bantuan individu seperti USAID. bukanlah inti dalam pembangunan ekonomi bahkan tidak relevan.misalnya. Saya melihat sisi positif lain. Lebih dari itu. Justru. Dengan kata lain. Bank Dunia. sosial dan politik terhadap sistem hukum. melalui penggunaan cangkok hukum. politik. terhadap realisasi bahwa pemerintahan yang baikyang pada gilirannya nanti mensyaratkan kerangka kerja hukum yang memuaskanmerupakan inti dari pembangunan ekonomi yang kokoh. kita dapat mengembangkan model yang lebih menyeluruh dan memahami potensi dan keterbatasan hukum dalam pembangunan ekonomi secara lebih realistis. jika benar. Menurut pendapat Saya mereka yang terlibat dalam perdebatan ini lebih menyadari keterbatasan reformasi hukum struktural dan substantif. masyarakat sipil yang teratur.

Bagian B: Pendekatan Holistik pada Sistem Hukum Dari pembahasan awal. sifat dan keluasan faktor eksternal yang mempengaruhinya. tetapi baru sebatas desain atau cetakbiru dan bukan mesin kerja. Potret tersebut tidak memiliki gerak dan kebenaran… dan seperti ruang pengadilan yang dipercantik . Hokum substansi mengacu pada hukum – peratutan prosedur dan substansi. para pengacara dan sarjana hukum cenderung membatasi analisis mereka terhadap struktur dan substansi sistem hukum yang sedang mereka pelajari. kerangka kerja. dan opini dalam masyarakat dengan penekanan pada hukum. cara bekerja dan berpikir. Struktur mengacu pada lembaga dan proses dalam sistem hukum.kebiasaan. Budaya hukum mengacu pada sikap. Friedman dan konsep Ugo Mattei ‘taksonomi sistem hukum’ yang disebutnya ‘ pola hukum’ (Patterns of Law) 1. dan sistem koporat. dan budaya hukum. legislatif. Kunci dari pendekatan ini adalah apresiasi yang sepenuhnya terhadap unsur sistem hukum lain. kita mengetahui bagaimana sebuah sistem bekerja pada satu titik waktu. seorang sosiolog hukum dari Universitas Stanfords. Dengan memahami unsur sebuah sistem hukum. kita mengetahui bahwa pendekatan holistik terhadap pembangunan dan hukum sangat penting. opini. budaya hukum merupakan komponen yang paling penting: . Sampai di sini. Saya membahas dua konsep analitik yang dapat menjelaskan perilaku sistem hukum statis dan dinamis. Konsep pertama adalah konsep ‘budaya hukum’ karya Lawrence M. kita dapat mengetahui petunjuk-petunjuk bagaimana faktor-faktor tersebut dapat membuat sistem mengalami perubahan. Struktur dan substansi menjadi masalah karena keduanya statis. dan sistem yang tahan lama. membeku. hukum substantif. menyatakan bahwa sistem hukum terdiri atas tiga komponen. Friedman membrikan tanggapan terhadap kecenderungan ini: Struktur dan substansi merupakan komponen inti dari sebuah sistem hukum.yang mengikat masyarakat untuk mendekat atau menjauh dari hukum dengan cara khusus. Menurut Friedman. nilai. Sistem ini meliputi sistem pengadilan. perbankan. Dengan memahami faktor eksternal. Budaya hukum merupakan bagian dari budaya umum. kaku. keduanya ibaratnya gambar dari sistem hukum. Memahami unsur sebuah sistem hukum merupakan analisis statis sedangkan memahami faktor eksternal merupakan analisis dinamis. sistem hukum serta beberapa bagian hukum. struktur hukum. Budaya Hukum Freidman.dan norma yang digunakan dalam sebuah lembaga dan mengikat hokum struktur secara bersama. Keduanya dapat digunakan jika model teorinya dibuat dengan tujuan menganalisa sistem hukum karena model ini akan senantiasa berkembang. struktur hukum merupakan badan. sakit berkepanjangan. Dari ketiga komponen di atas. unsur yang hilang yang memberikan kehidupan dalam sistem hukum adalah ‘budaya hukum’.

Di sisi lain. konsep ini telah disampaikankan oleh komentator luar negeri pada awal tahun 1972. Konsep kedua adalah ‘budaya hukum internal’. Namun demikian. Alasannya adalah bahwa konsep sekompleks ‘budaya hukum’ cenderung sulit dipahami. hakim. Friedman selanjutnya menjelaskan sikap dan nilai dalam budaya hukum. Menambahkan budya hukum ke dalam gambar ibarat memutar jam atau menyalakan mesin. Pada tahun 1982 mantan menteri hukum dan peradilan. Tim Lindsey menulis: . Cotterrell sendiri mengakui bahwa konsep Friedman ‘merupakan usaha yang paling dapat menjelaskan konsep budaya hukum dalam sosiologi hukum komparatif dan mempertahankan dan mengembangkan secara teoritis penggunaan konsep tersebut’. Menurut Friedman. Di negara berkembang. konsep ini tidak akan dapat diterapkan dengan baik. Sebenarnya. Dia salah dalam menarik kesimpulan bahwa konsep tidak padu karena tidak adanya hal yang khusus. lembaga hukum atau proses hukum atau kapan mereka menggunakan lembaga lain atau tanpa melakukan upaya hukum. seorang sarjana Inggris. Dalam pemahaman Saya. Masalah muncul jika cangkok hukum mengabaikan budaya hukum setempat. konsep ini juga mempunyai kesamaan dalam hal kekurangan presisi sama halnya dengan ‘hukum struktur’. hukum bahkan keseluruhan sistem hukum dari negara barat dalam usahanya untuk melakukan modernisasi kerangka kerja hukum mereka.Budaya hukum menentukan kapan. Dikaitkan dengan kasus yang terjadi di Indonesia. Mochtar Kusumaatmaja juga menyampaikan hal yang sama. Cotterrell menggarisbawahi kesulitan dalam menggunakan konsep budaya hukum. Friedman juga menyampaikan bahwa budaya hukum situasi tidaklah homogen. arti pentinya ‘budaya hukum’ adalah bahwa konsep ini merupakan variabel penting dalam proses menghasilkan hukum statis dan perubahan hukum. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai masyarakat umum. dan ‘opini publik’. seperti pengacara. Budaya hukum membuat segalanya bergerak. Hal ini membuktikan kemampuan konsep budaya hokum menembus masyarakat dan bukan tanda-tanda kelemehan. konsep Friedman bukannya tanpa kritik. konsep ini telah dilupakan para reformis hukum dan baru sekarang diingat kembali oleh reformasi hukum di Indonesia. konsep budaya hukum menempati posisi penting karena negara berkembang sering mendatangkan peraturan. penegak hukum dan lain-lain. Roger Cotterrell. Namun setelah beberapa tahun. ‘sistem hukum’. faktor budaya merupakan ramuan penting untuk mengubah struktur statis dan koleksi norma ststis menjadi badan hukum yang hidup. mengatakan bahwa konsep Friedman ‘tidak mempunyai kekerasan’ dan ‘secara teoritis tidak padu’. Jika budaya hukum lokal tidak diakomodasi dalam hukum struktur dan substantif asing. Konsep ini mengacu pada sikap dan nilai profesional yang bekerja dalam sistem hukum. Bagian masyarkat yang berbeda memiliki nilai dan sikap berbeda terhadap hukum. Friedman menanggapi kritik tersebut dengan menjelaskan bahwa tidak adanya presisi dalam istilah ‘budaya hukum’ tidak membuat konsep itu tidak padu. Sikap menurut Friedman merupakan ‘budaya hukum situasi’. Dengan kata lain. mengapa dan di mana orang menggunakan hukum.

terutama di bawah UUD 1945.Pandangan instrumentalis yang menyerap banyak literatur dan praktek belumlah cukup. Hukum perniagaan di Indonesia dibuat terpisah dan berbeda pada tahun 1998 dengan mengikuti revisi undang-undang kebangkrutan. Hasil survei terhadap reformasi hukum di Indonesia pada tahun 1950-an sampai dengan 1990-an oleh David Linnan merupakan informasi penting yang dapat didiskusikan. Dengan demikian. meskipun interpretasi disfungsi organisasi terdiri atas beberapa nilai. Menurut Friedman. multilateral dan legislatif untuk memulai atau menghentikan atau memperbaki kegiatan sosial dan ekonomi…. perhatian dititikberatkan pada masalah structural. Dalam pandangan saya. Hukum juga bukan sekedar keputusan hukum dan statuta. Linan menyatakan tiga artikulasi yang saling melengkapi yang dapat menjelaskan kegagalan reformasi hukum di Indonesia sejak tahun 1950-an. b) pendekatan budaya dan psikologi yang menekankan peran sikap feudal orang Jawa atau Indonesia. pengadilan baru tidak dapat memenuhi harapan. Intinya adalah penjelasan institusional tidak dapat sepenuhnya menjelaskan keluaran reformasi hukum di Indonesia yang belum memuaskan pada tahun 1990-an. Sebagian besar pengacara sekarang mengetahui bahwa hukum dan norma yang berada di balik peraturan dan orang yang membuat dan menerjemahkannya. terutama catatan buruk terhadap sistem hukum Indonesia yang korup. kegagalan ini disebabkan karena keberhasilan reformasi hukum Indonesia bergantung bukan hanya lembaga pengambil suara. hukum bukan sekedar tugas yang dapat ditarik oleh pemerintah. reformasi pada lembaga hukum tanpa lembaga budaya tidak akan efektif. Seperti yang terjadi di Indonesia. Meskipun terdengar sebatas konsep. tidak dapat dibedakan dari politik dan ekonomi. Sebagaimana yang terlihat. tetapi juga sikap mental yang tepat dan perilaku mereka yang bekerja. Linnan menyatakan bahwa interpretasi disfungsi organisasi dapat memberikan penjelasan kegagalan reformasi hukum selama Orde Baru. pendekatan tersebut gagal membedakan sistem hukum yang tertulis dengan system hukum yang berlaku dalam masyarakat. Ketika melihat hukum di Indonesia. atau mengapa pegawai di Amsterdam bertindak dengan cara berbeda ketika mereka bekerja di Jakarta meskipun ketetapan hukum perusahaan sama. dalam pengertian ini. yaitu: a) pendekatan ilmu politik dan sosiologi yang menekankan peran elit penguasa. mengawasi dan menggunakan lembaga ini. Hukum Perniagaan di Indonesia adalah contohnya. Dengan demikian. Hukum. seperti sistem dewan dua pintu dan ketetapan hukum perusahaan yang dikeluarkan pada tahun 1995 dan membandingkannya dengan produk hukum lainnya. tetapi belum memuaskan. . c) interpretasi disfungsi organisasi yang menekankan dampak problem mendasar dalam organisasi pemerintah Indonesia. analisis pada struktur hukum dan hukum substantif dan terjemahan terhadap budaya hukum dapat memperlebar jarak. Hukum yang baru ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam proses dan penyelesaian kasus. – permasalahan-permasalahan seperti mengapa pemegang saham menolak untuk mengajukan direktor dan komisaris ke pengadilan ketika mereka mempunyai hak untuk menuntut mereka. Pendekatan ini sering mengabaikan bagaimana hukum perusahaan benar-benar bekerja dalam kehidupan.

dan hukum tradisional. Pola Hukum Mattei Jika konsep Friedman ‘budaya hukum’ mencoba menjelaskan unsur dalam setiap sistem hukum.74 Taksonomi Mattei dapat dibandingkan dengan pendekatan terhadap pembangunan hukum yang dikenalkan oleh Eugene Kamenka Alice Tay. umum. serta paradigma birokrasi administratif 75 . Konsep taksonomi sistem hukum yang diajukan Mattei. lembaga hukum bisa saja terbentuk. Dengan ini.1. pandangan yang begitu menjunjung tinggi keselarasan. mediator. serta pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa sistem hukum modern dan pembangunan hukum biasanya terdiri dari: Benturan yang agak sulit dimengerti antara tiga paradigma besar mengenai ideologi sosial. yaitu: peraturan hukum profesional. Mattei melihat sistem hukum dunia menganut pada salah satu dari tiga kategori sistem hukum tersebut. hukum dan administrasi… [disebut dengan] the Gemeinschaft atau keluarga komunal organik. yaitu politik. Menurut Mattei. serta keberadaan kode-kode bergaya Barat yang tidak memiliki landasan sosial yang penting.73 Dalam sebuah sistem. Sistem hukum yang termasuk dalam kategori ketiga. bagaimana sistem hukum berbeda satu dengan yang lain dan bagaimana perkembangan perbedaan tersebut. dapat dilihat dari pola hukum dimana agama ataupun filosofi transcendental yang melekat dalam dimensi internal individu dan dimensi kemasyarakatan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ferdinand Tonnies. Dengan menggunakan pendekatan Weber. utamanya di belahan Eropa-Amerika yang mengabaikan peta dunia hukum berdasar geografis dan tidak memasukkan budaya. akan tetapi. aturan hukum tradisional. dan mereka yang memiliki wewenang keagamaan. beberapa ciri dari suatu sistem hukum tradisional adalah: terbatasnya peranan pengacara dikarenakan besarnya peran sesepuh atau orang yang dianggap mengerti agama. organisasi sosial. hukum dan filsafat dan tradisi agama. Sistem hukum selalu didefinisikan dalam skema tripartit sesuai dengan sumber perilaku sosial yang memainkan peran utama di atara mereka. the Gesellschaft atau perjanjian individu-komersial. yang disebut ‘pola sistem hukum’. Dia beranggapan bahwa taksonomi sistem hukum standar pada hukum sipil. agama dan tradisi hukum masyarakat atau keluarga tertinggal zaman. Pendekatan tersebut diambil dari karya-karya Weber serta ahli sosiologi lainnya. dengan membuat taksonomi sistem hukum komparatif. Mattei menyampaikan pandangannya ‘pola sistem hukum’ pada tahun 1997. sehingga membatasi kinerja lembaga-lembaga hukum hanya pada bidang-bidang hukum tertentu saja atau masyarakat tertentu saja. hukum politik. bagaimana lembaga hukum tersebut bekerja tentunya akan berbeda jika dibandingkan dengan suatu sistem yang dijalankan dengan hukum profesional. pandangan yang begitu menomorsatukan rasa penyesalan. Mattei dengan konsep ‘pola hukum’ mencoba menjelaskan. Mattei mempostulatkan bahwa ada tiga sumber utama norma sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi perilaku individu. mempunyai nilai karena taksonomi tersebut menghasilkan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk menganalisa perubahan dan pembangunan dalam sistem hukum yang berbeda-beda.

gemeinschaft lebih terarah pada internalisasi norma sosial. atau salah satunya. . Sedangkan aturan sosial model gesellschaft berasal dari ideologi liberal Barat. Bentuk birokrasi administratif suatu aturan sosial memaknai aturan sebagai suatu cara untuk mendapatkan intisari dari tujuan kebijakan yang ditetapkan oleh negara. khususnya pemikiran tentang pemisahan antara negara dan individu. taksonomi Mattei membuat kekuatan politik dan aturan hukum politik menjadi kekuatan yang berseberangan dengan rasionalitas formal yang membentuk landasan bagi aturan hukum profesional. Pertama. dan ekonomi yang kemudian akan menentukan tipe aturan hukum yang mendominasi suatu sistem hukum tertentu. meskipun terdapat kesamaan. pandangan-pandangan tersebut memiliki kesamaan dengan pola hukum menurut Mattei. Dalam hal ini. dalam pendekatan Kamenka-Tay tidak jelas apakah rasionalitas formal Weber merupakan suatu fungsi bagi gesellschaft dan paradigma birokrasi administratif.Aturan sosial model gemeinschaft berdasar pada norma-norma intrinsik dan nilai-nilai masyarakat yang dijunjung tinggi. Saya lihat pendekatan Mattei biasanya lebih disenangi daripada pendekatan Kamenka-Tay. dan aturan hukum profesional dengan paradigma gesellschaft. penting untuk membahas dua implikasi penting yang diperoleh dari taksonomi Mattei. Perbedaan yang tidak jelas ini mengakibatkan tidak diperhitungkannya kekuatan politik dalam suatu sistem hukum. fakta bahwa ia menyebut kategori hukum politis sebagai “hukum tentang pengembangan dalam transisi” menjelaskan bahwa Mattei mengerti akan hal itu. Senada dengan Weber. Akan tetapi. dengan menambahkan bahwa klasifikasi dari suatu sistem hukum merupakan hasil dari perubahan kompetiti atas tiga kekuatan politik. Mattei mengembangkan sebuah taksonomi yang secara eksplisit menjelaskan bahwa norma-norma budaya suatu masyarakat memiliki muatan kritis terhadap sifat dari sistem hukum ini. Kedua. hukum. masih terdapat hal-hal yang belum sempurna.76 Aturan Mattei terhadap hukum tradisional secara umum dapat disamakan dengan paradigma gemeinschaft: aturan mengenai hukum politis dengan paradigma birokrasi-administratif. Pandangan Kamenka-Tay mengenai pembangunan hukum sangatlah berguna dimana pandangan tersebut menjelaskan tiga tipe dasar organisasi sosial dan bagaimana setiap tipe tersebut dapat menentukan jenis sistem hukum yang terjadi dalam masyarakat. dan tradisi. politik. Mattei menawarkan sebuah perspektif yang dinamik terhadap studi tentang komparasi sistem hukum. taksonomi Mattei secara terbuka mengakui adanya dampak politik terhadap sistem hukum serta menciptakan sebuah kategori baru mengenai hal ini. Norma-norma budaya ini bermanifestasi dalam berbagai kekuatan sosial. gesellschaft lebih terarah pada hak asasi manusia. Terlebih lagi. Sampai disini.78 Lebih dari itu. atau tidak keduanya. dan konsep birokrasi administratif lebih pada kebijakan negara. Sebaliknya. taksonomi ini mencoba untuk menggabungkan dan merefleksikan peran budaya hukum dalam suatu sistem hukum yang berlaku.77 Dengan mengunakan pandangan fundamental Weber. Berdasarkan alasan ini. Dengan demikian. dimana hukum adalah suatu alat organisasi sosial.

juga mengubah budaya hukum.81 Geertz sendiri mendefinisikan budaya sebagai: sebuah pola yang diwariskan turun-temurun tentang makna yang terkandung dalam simbol-simbol. jika ada. dan mengembangkan pengetahuan mereka dan sikap mereka dalam menghadapi hidup. Namun demikian.80 Taksonomi Mattei yang baru sangat berguna untuk tujuan pemahaman terhadap bagaimana sebuah sistem hukum bisa berubah dari pola hukum tradisional menjadi pola hukum politis dan akhirnya pola hukum profesional.sehingga dalam situasi tertentu. yang terjadi antara tiga elemen struktur. sebuah sistem konsepsi yang diwariskan dan tertuang dalam bentukbentuk simbolik yang merupakan cara bagi manusia untuk berkomunikasi. Clifford Geertz. politik atau sosial di sisi lainnya? Ketika kekuatan eksternal ini bersinggungan dengan sistem hukum. Kesadaran & Kebiasaan Tugas pertama saya adalah memperbaiki konsep budaya hukum Friedman. model hukum politis. hukum substantive atau budaya hukum? Dapatkah sebuah perubahan dalam hukum substantive. Ini tentu saja bukanlah sebuah tugas yang mudah mengingat ‘budaya’ adalah sebuah kata yang terkenal sangat kompleks. meneruskan. Namun. masih tetap sulit untuk menjawab pertanyaan berikut ini: Apakah hubungan kausal. sistem hukum mampu dan mau untuk pindah dari model hukum tradisional. yang tentunya Saya percaya lebih akurat merefleksikan proses pengembanagan hukum baik sebagai sesuatu yang statis maupun dinamis 1. Sebuah buku antropologi karangan antropolog Amerika terkenal. ternyata terdapat mata rantai yang hilang antara pandangan Mattei terhadap perubahan dinamik dalam suatu sistem hukum dan gagasan Friedman tentang apa yang menjadikan sebuah sistem hukum. memberikan sebelas definisi budaya. gagasan Friedman tentang budaya hukum sangatlah berguna untuk menganalisis kenapa dan bagaimana sebuah sistem hukum bekerja pada waktu tertentu. sebagian besar merupakan karya Friedman dan Mattei. misalnya import. serta kekuatan ekonomi eksternal. konsep dia sepertinya tidak banyak membantu ketika digunakan dalam analisis tentang bagaimana sebuah sistem hukum dipengaruhi oleh kekuatan eksternal dan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. apakah hal ini menimbulkan suatu perubahan dalam struktur. Budaya. dan kerangka ekonomi serta politik? Untuk menjawab pertanyan tersebut. menjadi model hukum profesional. saya berharap untuk dapat membahas konsep budaya dan kemudian mencoba menyaring konsep Friedman tentang budaya hukum dengan melakukan identifikasi terhadap apa yang Saya lihat. Sesudah itu. Oleh karena itu. bahkan dengan kontribusi yang diberikan oleh Friedman dan Mattei. hukum substantive dan budaya hukum di satu sisi.79 Bagian C: Perubahan Model Apakah yang bisa kita pelajari dari kontribusi Mattei dan Friedman? Menurut saya. Saya menarik berbagai macam materi diskusi serta menampilkan suatu sistem hukum yang sederhana dan dapat dilakukan.82 .

Definisi budaya yang lebih sederhana dan yang Saya anjurkan untuk digunakan dalam diskusi Saya adalah definisi yang dikemukakan oleh rancis Fukuyama: budaya adalah ‘kebiasaan baik yang diwariskan turun temurun’. Kunci dari perbedaan ini adalah kebiasaan (habit).87 Dalam hal ini Saya menekankan pada kemampuan yang mencerminkan dan menilai sikap serta nilai-nilai yang membentuk kebiasaan hukum (legal habit). menjelaskan isi dari pikiran kita pada suatu saat tertentu. dapat disimpulkan bahwa kebiasaan hukum (legal habit) berhubungan dengan masalah sikap. Sebaliknya. dan kesadaran hukum (legal consciousness) berhubungan dengan kapasitas penilaian.84 Dalam hal ini. 82 Definisi Fukuyama yang kurang jelas ini sebenarnya menekankan pada dua aspek penting budaya. Oleh karenanya kesadaran hukum sebuah komunitas mengacu pada kapasitas komunitas tersebut untuk mempertimbangkan apakah beberapa kebiasaan hukum—sikap tertentu. sementara kesadaran hukum menentukan bagaimana sikap tersebut selalu berubah sepanjang waktu. Mungkin contoh berikut ini akan membantu memberikan gambaran perbedaan antara kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness). pendapat atau keykinan tentang hukum —dapat diterima atau tidak diterima dalam komunitas tersebut. Orang itu melakukan hal tersebut karena suatu kebiasaan. nilai-nilai. Fukuyama mengutip contoh seorang lelaki China yang menggunakan sumpit untuk makan mie. budaya diwariskan dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pengulangan. bukan melalui proses penilaian efisiensi atau tingkat kenikmatan yang diperoleh dengan makan mie menggunakan pisau dan garpu ala Barat dibandingkan dengan memakai sumpit. dalam bentuk sikap. budaya bersifat baik dalam pengertian bahwa budaya mengandung nilai-nilai yang membedakan antara yang baik dan yang benar. kebiasaan hukum (opini aktual atau sikap) dan kesadaran hukum (segala hal mengevaluasi kebiasaan hukum) keduanya merupakan fungsi dari pikiran. Perhatikan . budaya bukanlah sesuatu yang rasional atau irasiomal tetapi sesuatu yang arational. Pertama. 85 Berdasarkan pendapat bahwa budaya adalah kebiasaan baik yang diwariskan. dan opini. kebiasaan hukum lebih banyak menggambarkan sikap masyarakat terhadap hukum pada suatu masa. Aspek penting kedua yang harus diperhatikan dalam definisi Fukuyama adalah budaya tidak harus rasional. nilai. Budaya mengatur segala tingkah laku dengan menyatakan nilai-nilai dan norma tertentu yang baik atau dapat diterima dan yang tidak baik atau tidak dapat diterima.89 Dengan kata lain. nilai-nilai dan pendapat berkaitan dengan lembaga hukum dan hukum yang diwariskan dan diteruskan oleh seorang individu atau masyarakat melalui proses pembiasaan. Sebaliknya.’ Dalam hal ini. Saya mencoba untuk mengidentifikasi dua elemen terpisah dari konsep Friedman tentang budaya hukum. Dengan demikian. kesadaran menjelaskan kapasitas dari pikiran yang sama untuk menilai sikap dan pendapat yang dipercayainya. Saya menyebut elemen yang pertama dengan ‘legal habit (kebiasaan hukum.88 Menurut definisi-definisi tersebut. atau apa yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam suatu masyarakat tertentu. Saya merujuk pada tindakan. 86 Saya menyebut elemen kedua ini ‘legal consciousness (kesadaran hukum)’. sikap.

sikap orang Asia terhadap proses pengadilan gaya Barat yang berlawanan. kesadaran hukum individual dan kolektif mulai terbentuk. 91 Lebih jauh lagi. Banyak komentator yang melihat bahwa orang-orang Asia cenderung menolak proses pengadilan dan lebih menyukai metode penyelesaian masalah tanpa menggunakan jalur pengadilan. budaya hukum berubah sepanjang waktu melalui interaksi antara kesadaran hukum dan kebiasaan hukum. konsep kesadaran hukum memberikan suatu alat bagi kita untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam budaya hukum dalam suatu konteks yang dinamis. Namun demikian. Maka. Gagasan Friedman mengenai budaya hukum pada tingkat permukaan dan budaya hukum internal dapat juga dipahami sebagai tambhan terhadap konsep kesadaran hukum (legal consciuosness). maka Saya melakukan perbaikan terhadap konsep Friedman. konsep tersebut menjadi lebih tepat digunakan dalam membuat analisis yang dinamis dan prediktif. misalnya mediasi. Dalam hal ini. Dia mungkin akan memutuskan untuk tetap menggunakan proses hukum daripada melakukan penolakan seperti para pendahulunya. budaya hukum seluruh masyarakat akan berubah. ketika anak-anak ini tumbuh dewasa dan mengembangkan kemampuan berpikirnya sendiri serta mulai merefleksikan isu-isu hukum. dalam masyarakat Asia. maka hal ini akan menjadi kebiasaan hukum (legal habit) dari masyarakat tersebut. kesadaran hukumnya telah melakukan evaluasi terhadap kebiasaan hukumnya dan dengan demikian melemahkan keengganannya terhadap proses pengadilan. Karena budaya hukum internal mengacu pada sikap dan pendapat dari profesional yang paham tentang hukum. maka setelah beberapa waktu. Mereka mulai mengevaluasi kebiasaan hukum mereka (legal habit). maka dapat dimengerti bahwa budaya hukum . yang ditandai dengan berkurangnya penolakan terhadap proses pengadilan. pada akhirnya. Dengan kata lain.90 Sikap seperti itu terjadi akibat sistem nilai yang lebih menghargai keselarasan sosial dan menjaga hubungan baik dibandingkan dengan penghargaan banyak masyarakat Barat terhadap nilai-nilai tersebut. Dengan kata lain. Dengan kata lain. pada saat kebiasaan hukum mendominasi budaya hukum pada suatu masa tertentu. lebih luas lagi. Jika penolakan terhadap proses pengadilan ini dianut oleh komunitas orang Asia tertentu. budaya hukum masyarakat tersebut. Maka. Jika pengalaman-pengalaman individu ini banyak terjadi dalam masyarakat. maka kesadaran hukum-lah yang akan mempengaruhi budaya hukum dalam periode yang lebih lama. anak-anak tumbuh berkembang dalam suatu kebiasaan hukum (legal habit) yang menolak suatu proses pengadilan tanpa harus memikirkan lebih dalam hal tersebut. Dengan identifikasi kebiasaan hukum dan kesadaran hukum sebagai dua elemen penting konsep Friedman mengenai budaya hukum. hal ini berarti bahwa penolakan ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui suatu proses pembiasaan dan bukan suatu pilihan yang rasional. jika Fukuyama benar dalam melakukan penilaian bahwa budaya adalah warisan atas kebiasaan baik. salah satu dari anak-anak ini ada yang menjadi eksekutif senior perusahaan yang harus memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap partner bisnis yang curang. Seandainya.

dan Africa). reformasi hukum. Islam. Misalnya. teori legitimasi hukum. Dengan kata lain.93 Namun demikian. Misalnya. Ketika pengacara.internal lebih mudah dimengerti sehingga memiliki kesadaran hukum yang lebih baik. teori penalaran hukum. usaha ini kurang begitu memuaskan karena terkesan sangat ke-Barat-barat-an dimana faktor-faktor yang memuat kebersamaan pemahaman (shared understandings) dalam suatu masyarakat mungkin menjadi tidak relevan bagi masyarakat lain. teori argumentasi.95 Pendekatan lainnya terhadap analisa elemen-elemen pokok budaya hukum adalah dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan eksplisit dan implisit. serta pandangan mendasar tentang dunia. 96 Menurut pandangan ini. cenderung terlambat. seseorang mungkin ragu apakah budaya hukum masyarakat Jawa memiliki teori argumentasi atau memiliki kebersamaan pemahaman (shared understandings) terhadap suatu permasalahan. maka sangatlah masuk akal untuk menempatkan mereka di baris terdepan dalam pemikiran hukum serta hal-hal lain yang dapat membuat mereka memiliki kemampuan yang sama. apa yang membuat sistem hukumnya berbeda dengan yang lain adalah ‘kebersaman pemahaman (shared understandings)’ yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Konsep kembar saya tentang kebiasaan hukum (legal habit) dan kesadaran hukum (legal consciousness) dapat dibandingkan dengan usaha-usaha lainnya dalam mengidentifikasi elemen-elemen budaya hukum. dan . masyarakat umum— dengan budaya hukum pada tingkat permukaan yang lebih rendah kesadaran hukum-nya —diharapkan dapat mengikutinya. terdapat begitu banyak budaya hukum yang berbeda. apa yang membuat sebuah keluarga memiliki nilai budaya yang unik dibandingkan keluarga lain adalah faktor rasional-irasional dan faktor individualisme-kolektivisme.92 Berdasarkan pendekatan ini. Lapisan implisit terdiri dari norma-norma. Untuk mengumpulkan berbagai macam budaya hukum yang berbeda dalam satu payung ‘budaya hukum Asia’ jelas akan mematahkan tujuan analisis hukum lintas budaya. Asia. para profesional bidang hukum—dengan budaya hukum internal yang lebih tinggi tingkat kesadaran hukum-nya—diharapkan dapat menjadi pemimpinpemimpin perubahan hukum dalam suatu masyarakat. secara keseluruhan ada dua hal dalam pengamatan Saya yang membuat penggunaan nilai budaya keluarga kurang begitu membantu dalam usaha ini. meski kadang yang terjadi adalah penolakan terhadap suatu perubahan karena mereka memang enggan untuk berubah. dalam masyarakat Asia. Sebaliknya. Pertama. cakupan nilai budaya keluarga terlihat terlalu luas. dalam satu negara Asia—seperti Indonesia—bisa saja terdapat sejumlah budaya hukum. masyarakat umum dengan budaya hukum tingkat permukaan yang lebih rendah tingkat kesadaran hukumnya.94 Kedua. Sebaliknya. metodologi hukum. Kadang-kadang. lapisan eksplisit terdiri dari kenyataan yang dapat diamati seperti mode pakaian atau bahasa dari suatu masyarakat. Kebersamaan pemahaman (shared understandings) ini meliputi konsep masyarakat tentang hukum. hakim dan pembuat undang-undang cenderung lebih terbuka terhadap pembangunan di luar negeri. baik dalam hal pemikiran hukum maupun reformasi hukum. nilai-nilai. Dalam nilai budaya suatu keluarga. Satu pendekatan alternatif adalah analisa budaya hukum melalui ‘budaya keluarga’ (misal budaya hukum orang-orang Barat.

Implikasi pertama adalah bahwa budaya hukum merupakan elemen sentral dari suatu reformasi hukum yang berhasil.” 100 Implikasi kedua adalah bahwa budaya hukum dapat berubah setiap saat sebagai akibat dari semakin berkembangnya kesadaran hukum. ketika dihadapkan dengan isu-isu moral atau dilema lain yang melibatkan pengambilan suatu keputusan. kemudian disejajarkan dengan taksonomi Mattei serta pendekatan evolusioner terhadap hukum dan pembangunannya seperti yang telah dibahas pada awal bab ini? Menurut Saya. budaya lah yang membuat semua berbeda. hal ini akan menciptakan sebuah model yang sederhana namun tepat guna tentang bagaimana suatu sistem hukum berubah dalam suatu cakupan yang lebih luas dalam bidang ekonomi.’ 97 Pendekatan terhadap budaya hukum dengan melihat budaya sebagai suatu lapisan ternyata sesuai dengan pendekatan saya yang menggunakan konsep gagasan kembar. 102 Sebaliknya. model seperti ini mencermati empat implikasi penting berkaitan dengan hubungan antara hukum dan pembangunannya. jika tidak didukung perubahan dalam budaya hukum hanya akan bertahan sebentar dan tentu saja sia-sia. ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi budaya eksplisit (atau kebiasaan hukum) dan pada akhirnya membuat suatu perubahan yang penting. Menurut Friedman. Jadi. kedua pendekatan tersebut menyatakan bahwa budaya implisit (atau kesadaran hukum). pemahaman terhadap lapisan implisit atau budaya sangatlah penting karena disini-lah terdapat ‘serangkaian aturan dan metode yang telah dikembangkan masyarakat untuk menghadapi masalah-masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. dimodifikasi dengan memasukkan elemen-elemen kebiasaan hukum dan kesadaran hukum. budaya hukum adalah ‘sumber hukum—norma-norma yang dimilikinya menciptakan norma hukum’. 98 Yang menarik perhatian. 2. maka. Perubahan ini tertanam dalam kenyataan bahwa nilai-nilai atau sikap tertentu terhadap hukum menjadi tidak sesuai lagi bagi masyarakat. Hal ini dipelopori oleh kelas kecil elit hukum yang menerapkan budaya hukum internal. ketika budaya hukum berubah. hal ini benar karena budaya hukumlah yang melemahkan perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum yang sebenarnya. politik dan kerangka sosial yang melekat dalam sistem hukum tersebut. Hal ini terjadi ketika suatu masyarakat berkembang kesadarannya berkaitan dengan hak indvidu dan demokrasi dan meninggalkann gagasan lama seperti status dan sistem patriarchal.98 Usaha-usaha untuk mengubah tingkah laku dengan mengubah lembaga hukum atau hukum itu sendiri. dengan demikian. Lebih penting lagi. Budaya eksplisit mengacu pada kebiasaan hukum sedangkan budaya implisit mengacu pada kesadaran hukum. Landes berjalan dalam suatu jalur paralel ketika dengan tepat ia menyimpulkan:”Jika kita belajar dari sejarah pembangunan ekonomi. setelah melakukan survey tentang pembangunan ekonomi manusia. Model Kerja Apa yang terjadi jika model sistem hukum Friedman. masyarakat akan . Lebih jelasnya.asumsi dasar berkaitan dengan pandangan mereka tentang dunia.

lebih terbuka terhadap perubahan-perubahan dalam lembaga hukum dan hukum itu sendiri. Dalam situasi seperti ini, hukum asing dapat dengan mudah diadaptasi dan diimplementasikan. Implikasi ketiga adalah perubahan-perubahan dalam kesadaran hukum yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti peristiwa-peristiwa ekonomi, politik dan sosial. Friedman mengerti akan hal ini ketika ia menyatakan bahwa budaya hukum ‘adalah suatu variabel yang aling terkait. Kekuatan sosial membuat hukum, tetapi mereka tidak membuat nya langsung…’ 103 Maka, di satu sisi kesadaran hukum merubah budaya hukum, budaya hukum merubah sistem hukum, dan sistem hukum mempengaruhi sistem sosio-ekonomi dan politik dalam cakupan yang lebih luas. Dan di sisi lainnya, tekanan sosio-ekonomi dan politik sangat mempengaruhi kesadaran hukum. Pandangan ini sesuai dengan pendekatan Weberian terhadap hukum dan masyarakat yang mencermati keterkaitan berbagai hubungan sosial. 104 Secara khusus, dampak tekanan terhadap kesadaran hukum dari para elit profesional hukum sangatlah penting karena para elit-lah yang biasanya menjadi pemimpin dalam membentuk budaya hukum masyarakat. Harus pula dicatat bahwa agenda politik dari mereka yang memegang kekuasaan—yang mungkin tidak sama dengan para elit hukum—akan menentukan pengaruh eksternal mana yang akan dijabarkan kedalam perubahan-perubahan nyata dalam kesadaran hukum. Implikasi keempat adalah bahwa pendekatan Weberian menyatakan, selama ini pembangunan eksternal dalam bidang ekonomi, politik dan sosial dapat mempengaruhi kesadaran hukum suatu masyarakat terhadap penerimaan yang lebih besar akan sistem hukum yang lebih rasional. Hal ini memberi jalan bagi pandangan Weber atas masyarakat yang berpandangan rasional terhadap hukum yang selama ini didomonasi oleh birokrasi yang kuat. Perubahan yang serupa juga dijelaskan oleh Kamenka-Tay sebagai suatu konfrontasi antara gemeinschaft, gessellschaft dan paradigma birokrasi administratif. Intinya adalah bahwa pendekatan Kamenka-Tay tidak menjelaskan bagaimana konfrontasi antara ketiga kekuatan itu akan dimainkan. Tetapi model saya menjelaskan hal ini. Model pendekatan milik saya menjelaskan bahwa faktor penentunya adalah kesadaran hukum dalam suatu masyarakat. Jika jumlah kesadaran hukum bersimpati terhadap intrinsik, memegang teguh norma tradisional, maka paradigma gemeinschaft akan mendominasi; jika berganti dan menjadi lebih bersimpati terhadap liberalisme klasik Barat atau pemikiran tentang birokrasi negara yang kuat, maka gessellschaft atau paradigma birokrasi administratif yang sebaliknya akan mendominasi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, saat ini sangat mungkin untuk menggambarkan hubungan antara struktur hukum, hukum itu sendiri dan budaya hukum—termasuk juga kebiasaan hukum dan kesadaran hukum—dalam suatu sistem hukum tertentu, begitu pula dengan dampak dari faktor-faktor eksternal seperti ekonomi, politik dan sosial terhadap sebuah sistem. Hal ini dapat dilihat pada Diagram 1 di bawah ini.

Diagram 1. Jika elemen-elemen penting dari model ini benar, maka elemen itu mendukung pandangan Friedman bahwa budaya hukum adalah elemen sistem hukum yang paling penting. Model tersebut menjelaskan bahwa dalam budaya hukum, kebiasan hukum mendominasi sikap-sikap yang saat ini ada terhadap hukum. Namun demikian, kesadaran hukum-lah yang menentukan arah dan kecepatan pergerakan budaya hukum terhadap waktu. Kesimpulan ini memiliki satu pelajaran kritis bagi mereka yang tertarik terhadap fenomena hukum dan pembangunannya. Jelasnya, formulasi hukum yang baru dan reformasi pada lembaga hukum akan tidak efektif tanpa adanya perbaikan yang sesuai dengan budaya hukum. Dengan kata lain, selain sumber-sumber yang digunakan untuk membuat formulasi kebijakan, harus lebih banyak lagi sumber yang diarahkan bagi tujuan yang lebih luas bagi perbaikan budaya hukum masyarakat. Setiap proposal reformasi hukum untuk merubah hukum itu sendiri atau lembaga hukum haruslah menyertakan analisis dari aspek-aspek budaya hukum lokal yang akan mendukung perubahan tersebut. Jika hal ini tidak dilakukan dan budaya hukum masih terus diangap sebagai aspek hukum yang tidak penting, maka resiko kegagalan akan sangat tinggi. Seperti kata Mary Hiscock, mantan guru hukum saya yang memiliki pengalaman tentang reformasi hukum di Asia: Hukum adalah tanaman yang tumbuh dengan akar manusia, dan sangatlah penting untuk memberikan pendidikan bagi orang-orang agar mereka berubah. Jika yang dicari adalah hukum yang siap dibuat, ini dapat saja dibeli dari berbagi konsultan yang ada. Namun yang ada hanyalah hukum. Masyarakat masih saja melakukan hal yang sama dengan apa yang dulu sering mereka lakukan. Tidak ada perubahan. Ini adalah pelajaran bagi sejarah bangsa Asia. Dan menurut Saya, perkataan Mary memang benar adanya Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

ini ada catatan kuliah sosiologi hukum Posted in S2, Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Huku | Leave a Comment »

Sosiologi Hukum
Posted by mujiburrahman on October 12, 2009

Sosiologi Hukum | Tagged: Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Hukum Kebijakan Publik Posted by mujiburrahman on September 4.Ini kuliah catatan kuliah Hukum sosiologi Posted in S2. 2009 .

2008 Dr. Jakarta. Jakarta.G. B. Hans Kelsen. CV. Pustaka Sinar Hrapan. 1994. Whelan.M. Friedman. Prentice-Hall. Soerjono Soekanto. Bambang Widodo Umar Buku Acuan : • • • • • • • • A. Yayasan Obor Indonesia. 1986. II. Media. 1977. Rijkschroeff. Englewood Cliffs. PT. Pendekatan Sosiologi Terhadap Hukum. 2004. New Jersey. 2001. Sosiologi. Johnson. Sosiologi Moralitas. Law & Society.Jakarta. Jakarta. Taufiq Abdullah. Teori Umum Hukum dan Negara. Mandar Maju. Peters & Koesriani. Hukum dan Sosiologi Hukum.ini catatan yang terakhir dari kuliah matrikulasi hukum kebijakan publik Posted in Sosiologi Hukum | Leave a Comment » Sosiologi Hukum Posted by mujiburrahman on October 9. 1987. Alvin S. Bina Aksara. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Hukum & Perkembangan Sosisl. Rineka Cipta.I. Adam Podgorecki & Christopher J. Sosiologi Hukum. L. Bandung. 1988.Jakarta . Jakarta. III.A. Raya Grafindo Persada .R.

Paradoksal Konflik dan Otonomi Daerah. Jakarta.• • • Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Jakarta. kmdn dikembangkan dalam suatu norma sosial REALITA HUKUM FENOMENA Unsur-2 – Ciri-2 – Sifat-2 Definisi kategori klasifikasi NORMATIF SOSIOLOGIS . Catatan Kriminalitas. Ketika Kejahatan Berdaulat. KULIAH 1 Konsep Dasar Sosiologi Hukum SOSIOLOGI : mempelajari masyarakat dlm konteks hubungan atau interaksinya antar warga. ILMU HUKUM : mempelajari sekumpulan aturan-aturan untuk membimbing perilaku manusia yang diterapkan & ditegakkan diantara anggota masyarakat (Negara). Peradaban. 2002. SOSIOLOGI HUKUM : Ilmu pengetahuan ttg interaksi manusia yg berkaitan dg hukum dlm kehidupan bermasyarakat. HUKUM * Perwujudan nilai-2 normatif (abstrak) * Instrumen utk pengendalian sosial SOSIOLOGI Memenuhi kebutuhan konkrit (aturan main) dalam kehidupan msyarakat (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) Universalitas hukum itu diperoleh dg cara mengabstraksikan realita dg pola perilaku manusia. Jayabaya University Press. Sosiologi hukum sbg pengetahuan yg bersifat multi disipliner approach. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. 2001. 2001. Jakarta. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara. Peradaban.

Taufik Abdullah) MASYARAKAT NORMA UKURAN TTG SEJUMLAH PERI- . Taufik Abdullah) PERILAKU SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) PERILAKU MASA LALU PERILAKU MASA DATANG PERILAKU TERAPAN • • • • • • • • • • Apa yg jadi motif Bgm pola perilakunya Apa ciri individu Mengarahkan Mengubah Mengendalikan Dari hasil belajar sosial Mencoba-coba Mempraktekkan POTENSI MANUSIA Kepaduan (cohesiveness) Komitmen (commitment) (Baca Sosiologi Moralitas.(Aspek Kualitas) (Aspek Kuantitas) SOCIAL RELATIONSHIP (Causality) ABSTRAKSI HUKUM (Baca Sosiologi Moralitas.

BENTUK-BENTUK SOCIAL RELATIONSHIP : KERJASAMA (COOPERATION). NILAI MENTALITA (AKTIVITAS JIWA. PERSAINGAN (COMPETATION).R. PENYESUAIAN (ACCOMODATION). LAWS). CUSTOMS.LAKU YG DITERIMA & DISEPA-KATI SECARA UMUM OLEH MASYARAKAT (VOLKWAYS. MORES. B. Rijkschroeff) TERPOLA KRITIS OBYEKTIF SUBYEKTIF REALITA HUKUM MENEKANKAN PD TUJUAN MENEKANKAN PD PROSES AKAL BUDI PERILAKU HUKUM . CARA BERFIKIR. BERPERASAAN) YG TERBENTUK DR PERILAKU MANUSIA MENJADI SEJUMLAH ANGGAPAN (Baca Sosiologi. Hukum dan Sosiologi Hukum. PENGUASAAN (DOMINATION). PERTENTANGAN (CONFLICT).

KEBENARAN HUKUM → Normatif KEBENARAN SOSIOLOGIS → Bebas Nilai (values free) FAKTA SOSIAL KEBENARAN SOSIOLOGI HUKUM NORMA-NORMA Tidak sama dg kebenaran hukum (Baca Sosiologi Moralitas. Ilmiah (pakar. Paranormal.(Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) HUKUM DAN MORALITAS (Emile Durkheim) Mayarakat KETERATURAN TINDAKAN OTORITAS Masyarakat KEPENTINGAN . ilmuwan). Otoriter (kekuasaan) Mistik (Dewa. Taufik Abdullah) KONSEP KEBENARAN KEBENARAN : Absolut (kitab suci). Dukun dll). Logika rasional (Pemikiran manusia = Wisdom).

Taufik Abdullah) PENERAPAN HUKUM SOSIOLOGIS (Emile Durkheim) ATMOSPHERE Suasana STRUKTUR FUNGSI/TUGAS PRESSURE Desakan Pengembangan & Pemeliharaan UNITY Kekompakan LEMBAGA .KOLEKTIF KETERIKATAN KELOMPOK Disiplin Ilmu Pengetahuan Otonomi Moralitas MILIEU SUI GENERIS (Baca Sosiologi Moralitas.

dan kelompok-2 kepentingan dlm masyarakat (Weber).PENEGAK HUKUM KEPATUHAN HUKUM KEWIBAWAAN HUKUM HUKUM NGR HUKUM ADAT (Baca Sosiologi Moralitas. Taufik Abdullah) PERKEMBANGAN HUKUM DLM MASYARAKAT Fungsi Sosial : sbg himpunan moralitas & wahana utk mencapai cita2 sosial (Durkheim). ideal. Law as a tool of crime. SBG SARANA REKAYASA SOSIAL. cara berfikir kelas-2 sosial. dan utk menekan kaum borjuis (Karl Marx). Perubahan Sosial : keberadaan hukum hrs mengabdi pd kepentingan rakyat. perbuatan jahat dg menggunakan hukum sbg alatnya sulit dilacak karena diselubungi olh hk dan berada dlm hukum. dipengaruhi olh kepentingan material. dipaksakan olh pemegang kekuasaan. Struktur Sosial : hukum lahir scr bertahap. SBG ALAT KEJAHATAN. Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku masyarakat. Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada. Masa itu hk dianggap satu-satunya perekat sosial. bukan utk memecahkan masalah sosial. Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama. . (Baca Pokok-2 Sosiologi Hukum Soerjono Soekanto) ASPEK BEKERJANYA HK DLM MASYARAKAT SBG SARANA KONTROL SOSIAL.

. Hukum dan Sosiologi Hukum. maupun jiwa yg melatar belakangi penerapan hukum. B.(Baca Ketika Kejahatan Berdaulat. Hukum memiliki daya mengatur jika scr relatif sdh dipersatukan dlm kelompok-2 sosial. dan makna (meaning). yaitu : Tindakan (act). intelektualitas. sesuatu (thing). apalagi dlm sistem sosial. Tbg Ronny Nitibaskara) PARADIGMA HUKUM PARADIGMA I (Pra Normatif) PARADIGMA II (Normatif) NORMAL LAW ANOMALI LAW REVOLUTION KRISIS ANOMALI BARU PARADIGMA : PANDANGAN FUNDAMENTAL TTG APA YG MENJADI POKOK PERSOALAN (SUBJECT MATTER) DALAM HUKUM NORMAL LAW dst (Baca Sosiologi.R. baik menyangkut falsafah. Hukum yg dimaksud bukan saja hukum dlm arti tertulis tetapi juga yg tidak tertulis. Rijkschroeff) PEMAKNAANNYA : Interaksi Manusia mengandung tiga unsur.

Mengetahui efektifitas berlakunya hukum positif di dalam masyarakat. Rijkschroeff) NEGARA HUKUM Eropa Kontinental – Ngr Hk adl ngr yg berdiri di atas hk yg menjamin “keadilan” kpd wrg ngr nya (Aristoteles) Keadilan merupakan syarat bagi terciptanya kebahagiaan hidup utk wrg ngr dan sbg dasar ap keadilan itu perlu diajarkan rasa susiak kdp setiap manusia. Obyek Sosiologi hukum : karakteristik hukum masyarakat. Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat. ideologi. Hukum dan Sosiologi Hukum. MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI HUKUM Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dalam masyarakat. Paham laissez faire laissez aller – biarlah setiap angt masyarakat menyelenggarakan sendiri kemakmurannya Dua unsur pokok ngr hukum (Imanuel Kant) : 1. Adanya “pemisahan kekuasaan” Tipe Ngr Hk : Ngr Kesejahteraan (welfare State) (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) . Pemaksaan itu lebih utk melindungi sistem sosial daripada hukum. kelembagaan sosial. Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat. dan dinamika sosial. B. kemanfaatanlah yang menjadi ukuran utama. Perlindungan thd HAM. 2. Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat. (Baca Sosiologi. organisasi formal dan sosial.R.Hukum bersifat memaksa ttp paksaan itu bukanlah merupakan syarat utama.

Equality befor the law (kdkn sama di dpn hk) 3. SALING MELENGKAPI. Hak asasi tdk bersumber pd konstitusi/UUD (penegasan)ttp sdh ada sejak manusia dilahirkan KEDAULATAN HUKUM Sbg kelanjutan dp keadaulatan rakyat. Hukum berdaulat kr sifatnya imperatif. Supremacy of the law. tanpa diterima olh rakyatpun hk tetap berlaku (Kelsen) Hukum berdaulat kr bersumber pada kesadaran hk rakyat. 2. (Baca Hans Kelsen Teori Umum Hukum dan Negara) KOMPONEN YURISPRUDESIAL SOSIOLOGICAL Fokus Peraturan-Peraturan Struktur Sosial Proses Logika Perilaku Cakupan Universal Bervariasi Perspektif Partisipan Pengamat Kegunaan Praktis Alamiah Tujuan Pengendalian Keseimbangan MODEL HUKUM (Donald Black) PENGEMBANGAN HK TDK TERLEPAS DR ASPEK NORMATIF DAN SOSIOLOGIS. DALAM KENYATAAN KEDUA MODEL TSB SALING TERKAIT. DAN SALING MEMBERIKAN SUMBANGAN DLM APLIKASI . Hukum yg baik adl hukum yg dierima olh rakyat karena mencerminkan harapan rakyat.Anglo Saxon– tdk mengenal ngr hk ttp mengenal “the rule of law” – pemerintahan olh hukum (Dicey – kelanjutan dr ajaran John Locke). Tiga unsur rule of law : 1.

dapat terwujud apabila segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup diatur dengan peraturan tertulis. Indonesia Bahwa hukum itu memperoleh kekuatan mengikat karena berupa peraturan yang berbentuk undang-undang yang tersusun secara sistematis dalam kodifikasi. . B.L KIMBAL) (Baca Sosiologi. Apakah tujuan yg dikehendaki hukum sama dg efek peraturan itu dlm kehidupan masyarakat. Dengan kata lain. Adagium: “tidak ada hukum selain undang-undang”. Rijkschroeff) KULIAH KE 2 SISTEM HUKUM 1.(Baca Sosiologi. Kepastian hukumlah yang menjadi tujuan hukum. Rijkschroeff) REALITAS HUKUM (Law on books & Law in action) Terjadinya perbedaan karena : Apakah “pola tingkah laku sosial” tlh mengungkapkan materi hk yg diumuskan dlm peraturan.R. Hakim dalam hal ini tidak bebas dalam menciptakanhukum baru. Putusan hakim tidak dapat mengikat umum tetapi hanya mengikat para pihak yang berperkara saja. hukum selalu diidentikkan dengan undang-undang. karena hakim hanya menerapkan dan menafsirkan peraturan yang ada berdasarkan wewenang yang ada padanya. * SIKAP AMBIVALEN MERUPAKAN PENGHALANG BAGI TEGAKNYA HUKUM * KEKUASAAN YG TDK BERPARADIGMA HK MERUPAKAN PELUANG TERJADINYA PELANGGARAN HAM (D. B. Apakah keputusan pengadilan sama dg apa yg diharuskan dlm peraturan. Hukum dan Sosiologi Hukum. Belanda. Italia. Sistem Hukum Eropa Kontinental (Civil Law) Dari Romawi berkembang ke Jerman.R. Perancis. Hukum dan Sosiologi Hukum.

Asas doctrine of precedent. Hakim berperan besar dalam menciptakan kaidah-kaidah hukum yang mengatur tata kehidupan masyarakat. Sistem Hukum Anglo Saxon (Common Law) Dianut negara-negara anggota persemakmuran Inggris. Ijma dan Qiyas. Sunnah Nabi. Sistem Hukum Islam Bersumber pada Al Qur’an. 3.Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu: Hukum Publik: Hukum Tata Negara. Hukum Dagang 2. Masyarakat Hukum . maka melalui putusan2 hakim itu prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah hukum dibentuk dan mengikat umum. 4. Baca buku Hans Kelsen. AS. Sifat: tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyang. Hukum digolongkan menjadi dua bagian utama yaitu hukum publik dan hukum privat. Sistem Hukum Adat Bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya. Amerika Utara. Kanada. Putusan-putusan hakim mewujudkan kepastian hukum. hakim terikat pada prinsip hukum dalam putusan pengadilan yang sudah ada dari perkara-perkara sejenis. Hakim mempunyai wewenang yang luas untuk menafsirkan peraturan2 hukum dan menciptakan prinsip2 hukum yang baru yang berguna bagi pegangan hakim2 yang lain dalam memutuskan perkara sejenis. Subyek Hukum Adalah pengemban hak dan kewajiban. Teori Umum Hukum dan Negara. Hukum Administrasi Negara. Bersumber pada putusan hakim/putusan pengadilan/yurisprudensi. Siapa saja? Orang pribadi dan badan hukum (Criminal Justice System) 2. Hukum Pidana Hukum Privat: Hukum Perdata.

Obyek Hukum Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum.Kumpulan dari subyek hukum di dalam suatu masyarakat sebagai suatu sistem yang teratur dan hukum yang tercipta dalam hubungan dengan masyarakat itu sendiri. bersifat abstrak dan memerlukan adanya relation and communication. 3. Peristiwa Hukum Merupakan perbuatan hukum yaitu segala perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menimbulkan hak dan kewajiban 5. Rijkschroeff) MEMAHAMI MASYARAKAT . dan timpang 6. 4. Hubungan Hukum Bisa sederajat. meliputi: materiil dan immateriil PRANATA HUKUM HUKUM DLM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL SOLIDARITASSOSIAL KESADARAN KOLEKTIF (Collective Conscience) MEKANIS ORGANIS HUKUM REPRESIF HUKUM RESTITUTIF Masyarakat segmental Masyarakat modern (Baca Sosiologi. timbal baik. Peranan Hukum Terdiri dari hak (fakultatif) dan kewajiban (imperatif). Hukum dan Sosiologi Hukum. B.R.

Hal ini = mempelajari masy dlm keadaan dinamis. shg pembangunan sering diartikan sbg kemajuan yg dicapai masy hanya di bidang “ekonomi” dengan tdk melihat segi moralitas manusia. Di Ngr berkembang persoalan pembangunan adl bgm mempertahankan kehidupan sos. Proses penggantian nilai-nilai budaya & institusi-institusi sosial dalam konteks struktur dan organisasi masyarakat. kelompok. & gaya hidup manusia yang berlangsung dlm kehidupan bersama sbg masyarakat. proses berlangsungnya kehidupan masy (perubahan sosial) yg bersifat diakronik. & bgm meletakkan dasar-dasar ekonomi kehidupan masy yg mampu bersaing di pasar internasional (Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan pembangunan manusia (human development) . menyangkut pula orientasi berfikir. PEMBANGUNAN Kata “Pembangunan” secara umum diartikan sbg ush utk memajukan masy & warganya. Kemajuan dimaksud terutama menyangkut segi material. metabolisme. Kesimpulan : Perubahan sosial mengacu pd variasi hubungan antar individu. Hal Ini = mempelajari masy dlm keadaan statis sbg pendekatan yg bersifat sinkronik. utk menggambarkan pertumbuhan organik dr embrio ke arah kedewasaan. dalam pola berfikir dan dalam pola perilaku pd wakt tertentu (Macionis). Perubahan sosial adl modifikasi dlm pengorganisasian masyarakat (Persell). pernafasan. Ada perbedaan prinsipiil antara konsep pembangunan yg dianut olh “ngr berkembang” dg pembangunan “ngr maju” (Adikuasa). sirkulasi darah dll. kultur dan masyarakat pd wakt tertentu. organisasi. hub sosial.Auguste Comte menggambarkan masyarakat : Statika Sosial : Menganalogikan masy spt “onatomi” tubuh manusia yg terdiri dr organ. Dinamika Sosial : Menganalogikan masy spt berfungsinya tubuh manusia. . lembaga dan struktur sosial pd wkt tertentu (Farley). kerangka & jaringan. Perubahan sosial adl perubahan pola perilaku. Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial PERUBAHAN SOSIAL DLM KONTEKS PEMBANGUNAN Perubahan sosial adl transformasi dalam organisasi masyarakat.

saling bermanfaat. Pola Linear : Perkembangan masyarakat mengikuti pola yg pasti. Teologis & Militer : semua hub sos bersifat militer. terpadu. POLA PERUBAHAN SOSIAL Baca: buku Sosiologi Perubahan Sosial Unlinear : perkembangan masyarakat tidak selalu menuju kearah kemajuan tetapi bisa juga ke arah kemunduran (primitivisme). penelitian tdk dihargai. kadang di atas kadangkala turun ke bawah. 2. Masy sederhana bergerak maju scr evolusioner ke arah ukuran lebih besar. semua konsepsi teoritik didasarkan pd pemikiran mengenai adikodrati. 2. Perubahan struktur sosial sll diikuti dg perubahan fungsi sosial. juga saling mengisi atau saling mengurangi. . masy/pok bertujaun menundukkan masy/pok lain. majemuk. Ilpengtek & Industri: industri mendominasi hub sosial & produksi jadi tujuan utama masy. Metafisik & Yuridis: jembatan perubahan dr bentuk masyarakat militer dg masyarakat industri. dan kepastian terjelma menjadi bangsa yg beradab atau sebaliknya menjadi bangsa yg primitif. Antara “Perubahan Sosial” dg “Pembangunan” terdapat hubungan yang bersifat : Resiprokal : saling berbalasan. imajinasi tergeser olh hasil penelitian & konsepsi-2 teoritik. Pola Siklus : perkembangan masyarakat laksana st roda. Dialektika : penalaran dg dialog sbg cara utk menyelidiki suatu masalah.Di Ngr maju (adikuasa) persoalan pembangunan adl bgm melakukan ekspansi lebih lanjut bagi kehidupan ekonominya yg sdh mapan. Segala sesuatu yg terdapat di alam semesta itu terjadi dari hasil pertentangan dua hal & yg kemudian bertentangan dg yg lain shg menimbulkan hal yg lain lagi. Spenser : struktur sosial berkembang secara “evolusioner” dari struktur yg homogen ke arah heterogen. 1. kebijakan masih dilandasi pd imajinasi ttp mulai bergeser kearah landasan penelitian. dan kebijakan dilandasi imajinasi. saling tergantung. 3. Auguste Comte – Tiga tahap dlm peradaban: 1.

BAGAIMANA KECEPATAN DARI PERUBAHAN. (Evolusi. Aborigin dll). Perburuhan.Oswald Spengler : kebudayaan tumbuh. (Kesenjangan budaya. Polarisasi. Reformasi. Involusi. dan akhirnya punah ( contoh : bangsa Yunanai. dewasa. FAKTOR APA YG TERKANDUNG DLM PERUBAHAN. Erosi Kepemimpinan dll). Revolusi dll). Demoralisasi. MASALAH YG MENJADI PERHATIAN DLM PERUBAHAN SOSIAL APA YANG BERUBAH. (Kependudukan. (Tradisional. Indian. Peranan Keluarga dll). BIDANG-2 YG TERKAIT DLM PERUBAHAN SOSIAL PELEMBAGAAN PERUBAHAN KEYAKINAN SENTIMEN/PERASAAN TEKANAN/STRESS KETEGANGAN/STRAIN GOAL (Pencapaian tujuan) ADAPTATION . Modernisasi). MENGAPA TERJADI PERUBAHAN. (Inovasi. berkembang & pudar laksana gelombang yg muncul mendadak. tua. Difusi dll). Romawi. atau laksana tahap perkembangan seorang manusia melewati masa muda. berkembang kemudian lenyap. Disorganisasi. Pembagian Kerja. KEMANA ARAH PERUBAHAN. Invensi.

(Penyesuaian) PERSONAL INDIVIDU INDIVIDU KOMUNIKASI SOSIALISASI KONTROL SOSIAL PERINGKAT SOSIAL STATUS/PERANAN KEKUASAAN FASILITAS INTEGRATION (MempersatuKan) FORMAL SOSIAL ORGANISASI BOUNDARY MAINTENANCE/ TAPAL BATAS/ ARAH SYSTEMIC LINKAGE/ .

PEREKATAN TUJUAN SISTEM SOSIAL NORMA SANKSI LATENCY (Membentuk pola perilaku) BUDAYA MASYARAKAT PROSES UNSUR-UNSUR FUNGSI STRUKTUR DIMENSI Baca: buku Sosiologi Sistematik EKONOMI TRADISIONAL FOKUSNYA ADL : Proses sosial yg memungkinkan elit ekonomi & politik mengelola alokasi sumberdaya produksi PERAN KEKUASAAN DALAM KEPUTUSAN EKONOMI MRPKN PIJAKAN UTAMA. EKONOMI MODERN FOKUSNYA ADL : .

baik oleh lembaga swasta maupun pemerintah utk mempertahankan/memperbaiki “standar kualitas hidup manusia”.Alokasi efisien atas sumberdaya produksi scr berkesinabungan dg memperhatikan mekanisme sosial politik. POLITIK (ORIENTASI KEKUASAAN) EKONOMI (ORIENTASI PROVIT) SOSIAL (ORIENTASI MORAL) PEMBANGUNAN (ORIENTASI MATERIAL) INTERFACE DALAM PERUBAHAN SOSIAL PERUBAHAN SOSIAL PERKEMBANGAN TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOSIALIS LIBERALISME MASHAB KLASIK Free fight compatation Invisible hand devision of labour spealization KEHANCURAN .

EKONOMI LEPASNYA PAHAM MANUSIA DALAM IKATAN-2 KOLEKTIF MENUJU INDIVIDUALISM WELFARE STATE DEMOKRATISASI POLITIK CHECKS & BALANCES PERKUATAN KEKUASAAN YUDICEEL AMERIKA SERIKAT BANTU → NEGARA.EROPA (Trickle Down Efect) ROSTOW SUKSES NEGARA-2 ASIA AFRIKA AMERIKA LATIN GAGAL FAK INTERNAL .

FAK EKSTERNAL MUNCUL NEGARA PHERY-PHERY (NGR PINGGIR) METROPOLITAN (NGR PUSAT) KETDK SEIMBANGAN EKONOMI NGR BERKEMBANG DG NGR MAJU EKSPLOITASI NGR MAJU THD NGR BERKEMBANG COMPARATIVE ADVANTAGE PSIKOLOGI – VIRUS N’ACH KEBUD SPIRIT KREATIFITAS RASIONAL KETERGANTUNGAN SUATU NGR KPD NGR LAIN AWAL PERKEMBANGAN → EKONOMI POLITIK EKONOMI PEMBANGUNAN KESEIMBANGAN DLM .

PEMBANGUNAN EKONOMI DENGAN PEMBANGUNAN POLITIK DALAM HAL : NEGARA BANGSA NEGARA KESEJAHTERAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (UNDP) KEAMANAN MANUSIA (HUMAN SECURITY) FAKTOR PENYEBAB SELESAI PD I & II AKIBAT PERUBAHAN SOSIAL (Abad ke-20) Jumlah penduduk dunia meningkat sangat tinggi Tuntutan bangsa untuk merdeka meningkat Polarisasi kekuasaan berkembang meluas Berkembangnya organisasi & oligarkhi menuntut perluasan spesialisasi Bertambah lebar jurang pemisah antara yang memerintah dg yang diperintah Hilangnya keseimbangan antara kekuasaan eksekutif. legislatif & yudikatif Krisis kekuasaan yudiceel yg disebabkan oleh jumlah gol semakin membesar. . masing-2 berusaha merebut kekuasaan.

kecuali hal-2 teknis Sentralistik karena pembuatannya lbh banyak ditentukan olh lbg-2 ngr trtm pemerintah .Perundang-undangan yg lambat mengantisipasi. shg kekuasaan yudiceel dipengaruhi oleh kekuatan-2 dominan dlm masyarakat (politik. PERGESERAN SISTEM HUKUM CIVIL LAW (Eropa Kontinental) Peranan ngr dlm pembuatan UU dominan Hk tertulis sbg andalan bagi kepastian hk CAMMON LAW (Anglo Saxon) Hk tertulis & konvensi Mendapat tempat yg penting Hakim dpt membuat hk mll Vonis-2 tanpa hrs terikat pd hk tertulis Keadilan diutamakan ORIENTASI CAMMON LAW CIVIL LAW KOMPONEN PEMBUATAN FUNGSI PELUANG Partisipatif dg mengundangkan seluas-luasnya parmas baik scr individu maupun kelompok Aspiratif. memenuhi kehendak masyarakat yg dkontestasikan scr demokratis Limitatif karena memuat kttn prin. ekonomi).sip scr rinci & ketat shg tdk dpt diinterpretasikan scr sepihak olh pmrth.

Positivis instrumentalis dlm arti isinya lbh mencerminkan kehendak atau alt justifikasi atas program yg akan dilakukan pmrth Interpretatif krn hanya memuat mslh-2 pokok utk ditafsirkan dg prtn rendah yg dibuat olh pemrth. Rijkschroeff) FEED BACK PERUBAHAN SOSIAL vs NETRALITAS HUKUM TUJUAN HUKUM KEADILAN SOSIAL KEBENARAN . Hukum dan Sosiologi Hukum.R. dmn interpretasi sekedar menyangkut hal-2 teknis MASYARAKAT ALIH-ALIH PELEMBAGAAN HUKUM GOVERNMENT POLITIC (Subyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION NORM (Obyektivasi) RULE MAKING INSTITUTION SANCTION (Internalisasi) ALL OTHER SOCIETAL ALL PERSONAL FORCE STATE Rule Occupation (Baca Sosiologi. B.

Sarana dan prasarana. Fungsi lembaga. . Mores. Manajemen lembaga. Pengorganisasian lembaga.KEMANFAATAN SOSIAL ARUS POLITIK GLOBAL PEMBANGUNAN NAS PERUBAHAN SOSIAL MASALAH SOSIAL NETRALITAS HUKUM KEBERFIHAKAN HUKUM MASALAH SOSIAL Masalah sosial adalah penyimpangan perilaku individu maupun lembaga di dalam masyarakat sebagai akibat dari kebijakan atau penerapan kebijakan tidak tepat dalam mengelola masyarakat sehingga menimbulkan patologi sosial. Peranan lembaga. PERMASALAHAN SOSIAL MENYANGKUT : Sistem kelembagaan. Folkways.

Light. Light. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. Smelser. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. dan kebuasan eksploatasi sumber daya alam Marginalisasi hak hidup warga asli/suku terasing Rakyat kecil dipakai untuk mendukung politik massa Rakyat kecil di pelosok terperangkap dalam tarik-ulur politik lokal Kehidupan ekonomi kian mahal dan sulit DESAS-DESUS (Horton & Hunt. kaburkan tujuan. dr persoalan moral hingga mslh kenegaraan. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. . Tersebar karena orang perlu & suka. Kornblum. Keller) Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. PANIK (Horton & Hunt. Keller) Berita yg menyebar secara cepat. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Dpt merusak nama baik (reputasi).Customs & Law Bentuk-2 Permasalahan Manipulasi sentimen etnis dan agama untuk kepentingan elit politik Lingkungan hidup rusak akibat diskriminasi dlm peruntukan tanah. Kornblum. Smelser. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Menarik ketika terjadi ketegangan sosial.

berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. atau mereka yg merasa hidup kurang berarti. individualisme. Reformasi 1998). terarah dan terencana selanjutnya terorganisasi.Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. korupsi yg parah. Kornblum. konsumerisme. disertai dengan kesediaan menerima sanksi hukum. gerakan ekspresif. (KAMI 1966. Pembangkangan sipil disebabkan kr muncul-nya kasus-2 yang berkaitan dengan adanya perasaan kurang puas atas sistem hukum yang tidak adil. ketidakadilan. Awal mula gerakan dilakukan olh suatu kelompok yg merasa tdk puas thd suatu keadaan. kekejaman. gerakan reformasi. Aksi ini merupakan tindakan politik yang bukan merupakan tindakan kekerasan dengan tujuan untuk mengubah hukum atau kebijakan pemerintah. Keller) Pembangkangan sipil adl penyimpangan hk secara umum dan terbuka karena terdorong oleh kata hati serta pandangan moral. Smelser. . Keller) Perilaku masa yang melakukan kegiatan secara berkesinabungan untuk menunjang atau menolak kebijakan yg dianggap merugikan masyarakat atau kelompok. Light. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. Faktor pendorong: kemiskinan. penyaluran kegagalan. Contoh: Gerakan demo. GERAKAN SOSIAL (Horton & Hunt. “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. pribadi kecewa. gerakan revolusioner. hedonisme dll CIVIL DISOBEDIENCE (Horton & Hunt. gila materi & jabatan. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. gerakan utopia. Kornblum. Light. Aksi tsb merupakan teknik paksaan tanpa paksaan yang menggunakan tuntutan dr sejumlah orang yang rela menderita demi menegakkan suatu pandangan moral. Semula bentuk gerakan tidak terorganisasi. Smelser.

Cara ini umumnya berlaku di negara-negara demokrasi di mana para pelaku telah memiliki kesadaran cukup tinggi dlm hidup bernegara. tetapi tidak seluruhnya benar. Bentuknya : Kemiskinan. ketidakmampuan menyesuaikan diri (malajusment theory). kebaikan dan hukum formal (Penyakit Masyarakat). disiplin. Social disobidience = Paksaan tanpa kekerasan (nonviolent coercion) sbg teknik perlawanan (non resistance) atau perlawanan pasif (pasif resistance). . hak milik. Sasarannya ialah membangkitkan perasaan simpati masyarakat dan mempermalukan partai dominan agar partai dominan mau membuat kelonggaran. Alkoholisme. Citra kaku tentang suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran citra tersebut. kelambatan kultural (cultur lag). shg melahirkan kesenjangan sosial. hingga disintegrasi sosial. Teori dasar: ketidakpuasan (discontent theory). Pembangkangan sipil bisa mencapai tuntutan yang dikehendaki apabila memiliki disiplin diri yg kuat dari para pelaku. stabilitas lokal. solidaritas kekeluargaan. PATOLOGI SOSIAL Semua tingkah laku yg bertentangan dg norma kebaikan.Pembangkan sipil diilhami oleh pemikiran bhw keadilan yg berlaku di masyarakat hanya untuk golongan tertentu saja dan kurang memperhatikan golongan yang lain. kesenjangan (deprivasi). Stereotype mungkin ada benarnya. Perjugian. dan tdk mengarah ke tindakan kekerasan. moralitas. Kecenderungan bahwa sesuatu yang dipercayai orang besifat terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta obyektif. Narkotika. Inter-dependensi antara disorganisasi sosial dan lingkungan budaya yg buruk merupakan rangsangan bagi orang normal menjadi sakit sosial (sosiopatik). Dengan kata lain tuntutannya benar-benar utk kepentingan bangsa dan negara. prasangka) tentang ciri-ciri tertentu (khusus) kelompok luar yang telah diterima secara luas oleh masyarakat. Kejahatan. Pelacuran. Perkembangan tdk seimbang dr macam-2 bag kebudayaan. pola kesedarhanaan. disorganisasi sosial. hidup rukun bertetangga. Pelacuran STEREOTIPE Kesan (pandangan salah.

dan tersingkir dlm kehidupan. tanpa kemampuan. tanpa daya. INVOLUSI . akses dlm berpolitik dll. tanpa perhatian. berlaku scr konsisten. ketidakseimbangan diri Keterasingan diri atas karyanya di dlm masyarakat atau kelompok. keterpencilan. Bentuk a. disertai perasaan tanpa norma. Cara menerapkan nilai lama tidak sesuai dg perkembangan. pendidikan. dan digunakan sebagai pedoman sikap & perilaku oleh warga masyarakatnya. merasa rendah diri. Bentuknya berupa pelanggaran thd norma-norma sosial yg tlh melembaga atau mapan. terisolasi. ANOMI Kondisi sosial yg tidak memiliki seperangkat nilai & sistem penerapannya yang diyakini benar. sehingga menimbulkan kesenjangan dlm kesejahteraan dan kemampuan kedua lapisan tersebut. ANOMALI Anomali adalah proses penyimpangan fungsi-fungsi lembaga dalam masyarakat yg tdk segera diperbaiki peranannya sehingga menimbulkan kegalauan atau keadaan anomi. & tidak melakukan perubahan scr substansial cara utk mengatasi masalah.ALIENASI Keterasingan. tidak ada sanksi yg efektif. Nilai-nilai lama telah ditinggalkan sedangkan nilai baru belum terbentuk. POLARISASI Proses terjadinya dua lapisan dlm masyarakat (lapisan atas dan lapisan bawah) yang menunjukkan perbedaan sikap dan kemampuan dalam merespon (menyerap) ilmu pengetahuan dan teknologi serta hasil-hasil pembangunan sedemikian rupa. tanpa arti. ketidakberdayaan.l kesenjangan dlm kesejahteraan. sedangkan cara baru belum ada. ketidakberartian.

lembaga-lembaga. hingga sikap sosial mengalami dehumanisasi. kepekaan sosial menghilang. fungsi-fungsi. Criminal Organization : Suatu organisasi yg didirikan oleh . brutal. Tindakan yang bertentangan dg rasa solidaritas kelompok (Thomas).Involusi adalah kemunduran. namun tidak berhasil diseimbangkan atau diubah menjadi suatu pola baru. serta berfikir dan bertindak scr ekonomis. Pelanggaran thd perasaan ttg kasihan dan kejujuran (Garofalo). agresif. kemerosotan kebudayaan kr ketidakseimbangan yang terjadi di dalam kehidupan sosial sudah mencapai bentuk yang pasti. KRISIS Krisis adl proses melemahnya daya pengikat sosial berupa nilai-nilai. dilindungi. peranan-peranan. dlm konteks mekanisme daya tahan masyarakat (defence-mechanisme). kebanggan hanya pada lambang-lambang kesuksesan. Bentuknya berupa peningkatan teknik melangsungkan kehidupan atas dasar ketertutupan (exclucivisme). persepsi sosial menjadi kabur. Konsep kejahatan sering dilihat dr aspek kegarangan tindakan (Feloni = kejahatan serius. tata-cara hidup dalam masyarakat Bentuknya berupa kontradiksi-kontradiksi sikap dan tindakan dlm bentuk arogan. di sisi laian melemahnya nilai ketauladanan dan rasa tanggungjawab) Patron sbg pengaruh dr orientasi materi yg menonjol. Pemimpin) disebabkan oleh menguatnya nilai kesadaran rasional di satu sisi. anarkhi di masyarakat dalam menghadapi setiap kebijakan yg dianggap tidak selaras dengan pendapat umum CRIME Crime is societal problem not criminal justice problem (Radcliff Brown). anggota) terhadap Patron (Pelindung. materi dan panik EROSION PATRON-CLIENT Pengikisan hubungan ketergantungan antara Klien (yang dipimpin. justru terus berkembang hingga menjadi semakin rumit. Misdemeanor = kejahatan yg kurang serius) Organized Crime : Suatu tindak kejahatan yg dilakukan oleh sekelompok orang scr sistematis (modus operandi). status-status. mekanisme. mabuk kekuasaan.

KEJAHATAN PD MASYARAKAT INDUSTRI Penyelundupan (smuggling) sbg bentuk kejahatan konvesional yg berdimensi baru. maupun yg tertahan di pelabuhan tujuan. baik berasal dr ngr pengeksport yg kondisi alat angkutnya buruk. Penggelapan pajak. TERORISME . diplomatic bag dll). money laundry. drug mll pengemasan & peredaran yg tdk konvensional (pembuangan limbah 3B. Pelecehan sex dan child abused. memiliki aksi kejahatan yang berkelanjutan. Cyber crime (kejahatan maya.para penjahat utk mengoptimalkan pencapaian tujuan (punya struktur organisasi yg jelas. kejahatan yg bersumber dr tekanan psikologis akibat kerja berat & diburu wakt. debt collector). container. pecurian pulsa telp. memiliki keanggotaan tetap. 2) pembersihan etnik (genocide. 3) perbudaan dll. Pemalsuan merk dagang terkenal & pembajakan hak paten. menggunakan peralatan teknologi. transpotasi (kapal curah. minuman. memanfaatkan teknologi komunikasi. pemalsuan restitusi pajak. Pasar gelap (black market) barang-2 terlarang spt makanan. cargo air transportation. Kejahatan asuransi. Penyebaran hama & penyakit mll bahan makanan import kadaluarsa. menggunakan akumulasi kekuasaan State Organized Crime : tindakan yg menurut hk ditentukan sbg kejahatan & dilakukan olh pejabat pmrth dlm menunaikan tugas dr negara Crime againts humanity : 1) kejahatan perang. Penyalahgunaan credit card.

Menguntungkan diri sendiri maupun kelompok. Digunakan olh kelompok yg hanya memperoleh dukungan kecil. Kecenderungan para penegak hukum untuk mengarah ke upaya memperluas atau mempersempit pengertian peraturan hukum dan ketetapan konstitusi di luar kehendak pembuat peraturan hukum dan ketetapan tersebut. Dilakukan dlm konteks sindikat. mengacaukan stabilitas pemerintahan. Label yg mengandung pesan moral & politik utk kejahatan yg dilakukan olh orang-2 yg memiliki kedudukan sosial tinggi & terhormat dlm pekerjaannya (para pengusaha & eksekutif). CRIMINAL LAWYER . JUDICIAL CRIME Kejahatan yang dilakukan olh aparat penegak hukum dlm konteks jabatan & kekuasaan untuk menetapkan seseorang atau sekelompok orang salah atau tdk bersalah dg cara menyimpangkan perkara dari tujuan hk shg menguntungkan diri sendiri & merugikan fihak lain yg berperkara serta merusak tatanan hukum. 3. penyembunyian informasi. penguasa & rakyat dengan menimbulkan rasa takut. Kegiatan tdk sah tanpa menggunakan kekerasan scr langsung teruama menyangkut penipuan. WHITE COLLOR CRIME Ciri-2 WCC menurut Laura Snider : 1. Berlindung di balik jabatan. 4. Akibat yg ditimbulkan meluas. dan balas dendam. Dilakukan dlm konteks kewenangan. tetapi memiliki keyakinan yang teguh atas kebenaran tujutannya. WCC menggugurkan teori yg menyatakan pelaku kriminal adl orang-2 yg berasal dr kelas sosial & ekonomi rendah. penyesatan. 5. Berbagai tujuan terorisme : menarik perhatian dunia. mendukung revolusi. JUDICIAL ACTIVISM Hakim yg mengembangkan atau memperluas pengertian hukum dan peraturan konstitusi yang berlaku dengan menggunakan interpretasi hukum menurut pendapatnya sendiri. penggelapan dan manipulasi. 2.Strategi untuk mencapai suatu tujuan dengan menggunakan cara kekerasan atau ancaman kekerasan utk memaksa pemerintah.

Keamanan pendidikan. Keamanan keluarga & Kediaman. mengatur pertemuan yg bersifat tersembunyi. Keamanan informasi. Keamanan makanan. hingga mengancam keselamatan hakim. HUMAN SECURITY (Keamanan Manusia) MULTI FASET KEAMANAN MANUSIA : • • • • • • • • • • • • • Keamanan kultural & agama. mengaburkan peristiwa/perkara mll mass media. Human security sbg Sistem keamanan yg Berlawanan dengan Sistem State sesurity PENDEKATAN DLM KEAMANAN MANUSIA : • • Pengusangan perang. Masyarakat mengganggap tindakannya mrpkn tindakan suci (mahatma) & mrpkn hk positif. Anak dan lansia. jaksa maupun hakin dlm membuat berita acara. . Keamanan perjalanan. Pekerjaannya : merekayasa alibi. menuntut hingga menyidangkan perkara. Keamanan perempuan. Keamanan kesehatan. Jiwa & bencana. Keamanan kerja. Keamanan harta milik. Pengusangan kekerasan. Masyarakat tdk mempercayai integritas moral para penegak hukum kr aparat tlah melakukan penyalahgunaan wewenang & memberi perlindungan thd praktek-2 kejahatan. Masyarakat melakukan upaya penegakan hukum menurut pandangan & cara-cara mereka sendiri.Aktivitas lawyer yang menjadi langganan pelanggar hukum baik perorangan maupun terorganisir. EXTRA JUDICIAL CRIME Lembaga yg terbentuk kr ketidakpuasan masyarakat atas kinerja para penegak hukum. dg cara menyuap aparat gakkum. Juga menakuti saksi. Keamanan hak-hak manusia. Keamanan hak cipta. mempengaruhi polisi.

kunci. . harta. tawar-menawar secara kolektif (collective bargaining) Biaya pemerintahan (government budgeting). ekonomi & hukum (peradilan) Keadilan hukum. Terorisme. INDUSTRI KEAMANAN : • • • • • • Asuransi (pendidikan. foto kamera). air. Praktek dokter. Perubahan umur kerja. pekerjaan. Radikalisasi agama. alarm. kendaraan. Kemiskinan mayoritas. Detektif swasta. mata elektronik. Multikulturalisme & multirelijionisme. Ekoteknologi. Bencana alam. Trans-nasitional crime. Hak manusia dg relativism kultural.• • • • • • • • Demokratisasi politik. usia lanjut. Akutansi. tanah. Hak intelektual. Kesehatan. Pengawalan. Perpecahan keluarga. senjata api. Pengamanan fisik (pagar. jaga malam. Informasi. Penyelesaian konflik scr damai. TANTANGAN KEAMANAN MANUSIA MASA DEPAN : • • • • • • • • • • • • Pangan. Keseimbangan biomassa. inflasi. PROBLEM SOSIAL MASA KINI (Makro) Upaya mempersenjatai diri dan upaya mengurangi persenjataan (armament and disarment) Masalah Hak Asasi Manusia Alih teknologi. udara. Pelestarian lingkungan. perjalanan). rumah. Ekologi. patroli. kecelakaan.

gender. Alokasi & peruntukan tanah. Perkawinan sesasama jenis.Inovasi kelembagaan (institutional innovation). dll KONFIGURASI PROBLEM SOSIAL PROBLEM MAKRO STRATEGIS PROBLEM MESSO TAKTIS PROBLEM MIKRO TEKNIS GRAND THEORY MIDDLE RANCE THEORY LOWER THEORY . dan /atau kemampuan melahirkan anak. kebangsaaan dst) Perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan dalam bidang khusus. sistem peradilan dll Kebebasan vs kekerasan. ras. mengelaurkan pendapat dll) Pembagian waris bagi wanita. Hak sipil dan politik lainnya (berkumpul. Restrukturisasi sosial (social restructuring) Keikutsertaan buruh dalam mengelola perusahaan. seperti lapangan kerja. juga dalam hal penentuan kebijaksanan (codetermination) serta keterlibatan buruh dlm manajemen (worker’s self management) Hak atas non-diskriminasi (atas dasar jenis kelamin. Perubahan tata-nilai dlm kesenian (musik).

Sistem Kepolisian Nasional. Jenis analisis : 1. 2. Analisis praktis – suatu kajian untuk mengubah keadaan atau menyelesaikan suatu masalah. Analisis problematik – kombinasi dari analisis teoretis dan analisis praktis untuk mencari jalan keluar secara sistematis dlm konteks pemecahan mslh empiris. Masalah Keamanan. Perbankan. Fungsi Lembaga Arbritase. . Dalam hal ini menempatkan proses dan problem dalam konteks sebagai suatu sistem.MASALAH KELEMBAGAAN MASALAH ORGANISASI MASALAH INDIVIDU Masalah Makro : • • • Masalah Keadilan. Masalah Messo : • • • Sistem Penegakan Hukum. Masalah Kemakmuran. Perlidungan konsumen. Kepailitan Perusahaan. Peranan lembaga. Masalah Mikro : • • • • • • Persaingan Usaha. Perlindungan wanita. 3. Analisis teoretis – suatu kajian untuk mengubah/menambah/ mengembangkan pengetahuan. KULIAH KE 3 ANALISIS MASALAH Analisis merupakan kegiatan akal budi dlm rangka memecahkan masalah dan berupaya utk memperoleh jawabannya.

adil dan manusiawi. Secara teknik dijabarkan ke dalam enam langkah : Memaparkan selengkap mungkin fakta dari suatu peristiwa yang menimbulkan masalah. Mengidentifikasi sumber hukum yang aplikabel. 2. Prosesnya membanding-bandingkan sejumlah kejadian atau fakta. disugestikan ke sbh aturan umum utk menyelesaikan kejadian khusus ttt. Bentuk dasarnya adl silogisme. Argumen induksi = berdasarkan premis-2 khusus utk menarik kesimpulan umum.4. Tujuannya utk memelihara stabilitas dan prediktabilitas (menjamin ketertiban dan kepastian hukum). Analisis yuridis – cara berfikir yg terpola & terarah pd sistem kaidah hukum positif dan kenyataan di masyarakat. serta utk menyelesaikan kasus scr imparsial. Argumen abduksi = berdasarkan sebuah kenyataan konkret yg dipandang sbg problematika. selanjutnya berdasarkan kesamaan-2 dan perbedaan-2 menarik kesimpulan umum. Penalaran adalah proses berfikir dari premis ke premis utk mencapai kesimpulan. Penalaran yuridis adalah proses suatu berfikir dalam rangka mengidentifikasi hak-2 dan kewajiban-2 spesifik dari orang-2 tertentu. Hasilnya disebut argumentasi. Argumen deduksi = mengeksplisitkan kesimpulan yg sdh ada dlm premis-2 scr tersirat. Abduksi. Induksi. obyektif. . Hakekatnya merupakan penerapan premis umum pada premis khusus atau premis mayor pada premis minor. Jenis-2 Argumentasi : 1. 3. Deduksi.

Jika intelek (akal budi) manusia mengangkap atau melihat sesuatu. hukum. dan lain-lainnya. FENOMENA Kata konsep berasal dari kata latin concipere yang berarti mencakup. Kata bendanya adalah conceptus yang berarti tangkapan. Dengan kata lain konsep itu penyederhanaan dari fenomena KONSEP Data merupakan bentuk jamak dari datum.Menganalisis sumber-2 hukum utk menetapkan aturan-2 yang aplikabel & kebijakan (policy. Jadi konsep adalah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari suatu fenomena. Mensintesiskan aturan-2 hukum yang aplikabel ke dlm suatu struktur koheren yang di dlm nya aturan yang lebih spesifik dikelompokkan ke bawah aturan yang lebih umum. Menerapkan struktur aturan-2 pada fakta yang relevan utk menetapkan hak-2 dan kewajiban-2 yang diciptakan olh fakta tersebut dg mengacu pada kebijakan yang melandasi aturan-2 tersebut. Dengan demikian fenomena-fenomena yang ingin diketahui akan terjawab setelah diperoleh fakta-fakta. sehingga arti konsep sebenarnya adalah tangkapan. Data dapat berupa data kualitatif yaitu yang tidak berbentuk angka yang diperoleh dari wawancara. misalnya gejala-gejala atau kejadian alam. Dalam bahasa Indonesia. Dalam kegiatan kajian terhadap suatu masalah. Proses berfikir yuridis – Penalaran hukum = legal reasoning = argumen yuridis Fenomena adalah hal-hal yang dapat dilihat dengan panca indera dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah. maupun kuantitatif berbentuk angka yang diperoleh dari penjumlahan atau pengukuran. Fenomena itu kemudian diabstraksikan dengan konsep-konsep yaitu istilah atau simbolsimbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. maka buah atau hasil dr tangkapan tersebut disebut konsep. data diartikan sebagai keterangan yang benar dan nyata atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis). Menelaah fakta yang diperoleh utk memilah. mengandung. Hasil dari suatu penelitian berupa fakta-fakta yang diungkapkan dalam bentuk proposisi-proposisi. Fenomena ini merupakan gejala atau kejadian yang dapat ditangkap oleh indera manusia. fenomena merupakan “titik awal” dalam upaya mendapatkan informasi-informasi dan dijadikan suatu hal yang ingin diketahui. digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. Konsep dinyatakan dalam sebuah kata atau kalimat. baik berupa teori. dalil. pengamatan. menstrukturkan dan mengkualifikasi fakta yang relevan shg tampil peristiwa hukumnya. tujuan kemasyarakatan) yang melandasi aturan-2 tersebut. atau menangkap. mengambil. .

artinya hubungan-hubungan tersebut benar-benar terjadi dan suatu peristiwa terbukti kebenaranya berdasarkan fakta. Asas atau hukum scr umum yg menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Misalnya. atau sesuatu yg benar-benar terjadi. TEORI FUNGSIONAL . DATA Fakta berasal dari bahasa latin factum. berarti peristiwa. Keabsahan hasil pengujian itu tergantung pada kebenaran dan ketepatan data serta kecermatan analisis data. PREMIS Rangkaian pernyataan mengenai hubungan antara dua atau lebih konsep. FAKTA TEORI Teori memiliki beberapa pengertian a. maka hubungan-hubungan informasi yang diprediksikan menjadi penyebab masalah benar. bukti atau berita yg merupakan kenyataan. data digunakan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau paradigma. teori tentang pembentukan negara. Fakta merupakan bentuk jamak dari factum. Seperangkat premis yg berhubungan scr logis baik linear maupun tdk linear dan dinyatakan scr sistematis utk menjelaskan gejala-gejala empiris. Dalam suatu kajian. maka mereka cenderung belajar secara aktif sehingga prestasinya cenderung lebih tinggi. Dengan demikian jika hipotesis atau paradigma dinyatakan benar setelah diuji secara empirik. Misalnya teori ttg mengendarai mobil. teori tentang kejadian bumi. dan meramalkan fenomena. Seperangkat konsep yg berhubungan satu sama lain yg menggambarkan st fenomena dlm hubungan scr kausalitas dg tujuan utk menerangkan. yg tidak perlu dibuktikan kebenarannya namun dpt diterima scr ilmiah (logis).Jadi data adalah keterangan atau hasil dari pengamatan/ pengukuran baik berupa nilainilai maupun angka yang biasa dijadikan sebagai bahan dasar kajian atau analisis. teori ttg hukum dagang. Contoh Jika mahasiswa Universitas Jayabaya pernah mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain. l : Pendapat yg dikemukakan sbg keterangan mengenai suatu peristiwa.

Konflik dpt menimbulkan keadaan tidak enak. H. Jika dalam pengelompokan membagi nilai dengan norma-norma yang sama. A. Galtung. Dahrendorf. sehingga mereka mengindahkan nilai-nilai dan norma pergaulan hidup tersebut. Teori Over Control yang terdiri dari teori Labeling. keyakinan agama. Grand Theory Teori-teori Under Control atau teori-teori untuk mengkaji perilaku jahat seperti teori Disorganisasi Sosial. Comte. meresahkan. maka masyarakat memiliki aturan dalam pergaulan hidup. Weber. Slotkin) Konflik merupakan fenomena yg normal dan natural. T. Lower Theory ANOMI . Karl Maarx. Coser. kekuasaan. Simmel. M. Parsons. Teori ini secara umum membahas mengapa ada orang melanggar hukum meskipun kebanyakan orang tidak demikian. teori Netralisasi dan teori Kontrol Sosial. Dalam masyarakat seperti itu terdapat pengelompokan intermedier atas lembaga-lembaga kemasyarakatan.(Durkheim. Konflik sosial merupakan pertentangan antara dua pihak atau lebih yang menyangkut masalah ekonomi. ras. teori Konflik Kelompok dan teori Marxis. menakutkan namun syarat bagi suatu perubahan. Grand Theory TEORI KONFLIK (Hobbes. sehingga di dalamnya ada semacam struktur tertentu. menegangkan. Teori-teori Kultur. Teori ini lebih menekankan kepada masalah mengapa orang bereaksi terhadap kejahatan. Spenser) Kohesi sosial dalam masyarakat : Di setiap masyarakat senantiasa dijumpai suatu keterkaitan (kohesi). di mana orang-orang mempunyai ikatan erat dalam pengelompokan intermedier. Status dan Opportunity seperti teori Status Frustasi. teori Kultur Kelas dan teori Opportunity yang menekankan mengapa adanya sebagian kecil orang menentang aturan yang telah ditetapkan masyarakat di mana mereka tinggal.

Retreatism (penarikan diri) yaitu keadaan di mana warga masyarakat melepaskan tujuan budaya sukses dan sarana-sarana sah. sehingga keadaan menjadi galau atau membingungkan.(Emile Durkheim) Anomi adalah keadaan deregulation dalam masyarakat. pecandu narkoba hingga puncaknya bunuh diri.K.MERTON) Innovation (pembaharuan) adalah keadaan di mana tujuan dalam masyrakat diakui dan dipelihara. namun beralih menggunakan sarana baru jika menemui halangan terhadap cara yang digunakan untuk mencapai kesusksesan. Ritualism (tatacara keagamaan) yaitu keadaan di mana warga masyarakat yang telah menerima tujuan dan sarana-sarana baru. . kehidupan menjadi seolah-olah tanpa pedoman. akan tetapi tdk terjadi perubahan sarana yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Meraka juga menginginkan utk mengubah sistem melalui social disobidien (pembangkangan sosial). berusaha untuk mengganti atau mengubah seluruhnya. EXCHANGE THEORY (Peter Blau) Premis-premisnya : Pertukaran sosial tidak simetris. karena tidak ditaatinya aturan-aturan yang telah mapan (aturan lama ditinggalkan sedangkan aturan baru belum ada). orang sulit manangkap apa yang diharapkan dari orang lain baik untuk bersikap maupun bertindak. (R. Masyarakat masih ada yang percaya dengan cara-cara lama untuk mencapai tujuan. namun saranasarana baru tidak kunjung diadakan. Rebellion (pemberontakan) yaitu keadaan di mana tujuan dan sarana yang terdapat dalam masyarakat ditolak. ttp dilandasi olh sistem stratifikasi berdasarkan kekuasaan dan wewenang. mereka melanjutkan pencapaian tujuan hidup dan percaya atas legitimasi sarana-sarana konvensional dengan mana kesusksesan akan dicapai. Conformity (menyetujui) adalah suatu keadaan di mana warga masyarakat menerima tujuan dan sarana-sarana baru (legitimate mean) yang berkembang di masyarakat karena ada tekanan sosial. Di sisi lain meskipun masyarakat memiliki sarana yang terbatas tetapi tidak melakukan penyimpangan. misalnya dengan mabok-mabokan. Masyarakat meredakan ketegangan dengan menurunkan skala aspirasi sampai pada batas yang bisa mereka capai daripada mengejar tujuan budaya kesuksesan yg hanya ilusi. Warga masyarakat mulai menyesuaikan diri dari menurut cara-cara sendiri.

2. atau memahami apa yang diharuskan olh pimpinan. yakni self report survey.Perbedaan status dlm masyarakat berakibat adanya perbedaan transaksi dalam pertukaran antar warga. manusia diberi kendali supaya tidak melakukan pelanggaran. Proses sosialisasi yang ade quat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuen. (2) Munculnya studi tentang criminal justice sebagai suatu ilmu telah mempengaruhi hukum menjadi lebih pragmatis serta berorientasi pada sistem. 4. Legitimasi pemimpin dlm masyarakat tdk menjamin para anggota merasa puas thd kepemimpinannya. Pendidikan terhadap seseorang untuk melakukan pengekangan keinginan (impulse). karena setiap pertukaran salalu diikuti oleh pamrih atau balasan. status yg rendah ditentukan olh status yg tinggi. proses sosialisasi yang adequat (memadai) akan mengurangi terjadinya delinkuensi. selain itu. Ketaatan thd hukum (law abiding). dan (3) Teori Kontrol Sosial dikaitkan dg teknik penelitian. 3. kontrol intemal dan ekstemal harus kuat utk membangun ketaatan terhadap hukum (law-abiding). TEORI KONTROL SOSIAL (Reiss) Lahirnya teori Kontrol Sosial dilatarbelakangi oleh tiga aspek perkembangan dalam masyarakat : (1) Adanya reaksi dari teori labeling dan konflik yang dilandasi tingkah laku kriminal. Manusia diberikan kaidah-kaidah supaya tidak melakukan pelanggaran. Dalam organisasi hubungan yg asimetris dilestarikan melalui kekuasaan yg memaksa. Sebagaimana acuan. Premis teori Kontrol Sosial : 1. Harus ada kontrol intemal maupun ekstemal. teori ini kurang menganalisis masalah kriminal dan hanya mengarah pada subyek perilaku menyimpang. Kekuasaan dan otoritas dalam masyarakat sangat tergantung pd hasil perbandingan cost dan reward yg menguntungkan semua pihak. TEORI KONTROL SOSIAL (Nye) Menurut Nye. khususnya terhadap tingkah laku remaja. TEORI LABELING (Micholowsky) .

DIFFERENTIAL ASSOCIATION THEORY (Edwin H. Teori Labeling Howard S. (3) Penerapan aturan tentang kejahatan dilakukan untuk kepentingan pihak yang berkuasa. Seseorang yang dicap dan diperlakukan sebagai penjahat terjadi dalam proses interaksi. dan (2) Pengaruh daripada label itu sebagai konsekuensi penyimpangan tingkah laku. di mana interaksi tersebut diartikan sebagai hubungan timbal balik antara individu. Sutherland) Sembilan premis perilaku jahat : 1. perilaku seseorang bisa sungguh2 menjadi jahat jika orang itu di cap jahat. yaitu: (1) Individual deviation. tetapi karena ditetapkan demikian oleh penguasa. Terdapat kecenderungan di mana seseorang atau kelompok yang dicap sebagai penjahat akan menyesuaikan diri dengan cap yang disandangnya. 4.Premis-premis teori Labeling sebagai berikut : 1. bukan warisan. (2)Situational deviation. Kejahatan merupakan kualitas dari reaksi masyarakat atas tingkah laku seseorang. Becker menekankan dua aspek: (1) Penjelasan tentang mengapa dan bagaimana orang-orang tertentu sampai diberi cap atau label sebagai penjahat. Edwin Lemert membedakan tiga penyimpangan. Perilaku kejahatan adalah perilaku yang dipelajari. di mana timbulnya penyimpangan diakibatkan oleh karena tekanan psikis dari dalam. dan (5) Pada dasarnya semua orang pernah melakukan kejahatan. . sebagai hasil stres atau tekanan dari keadaan. antar kelompok dan antar individu dan kelompok. 2. 5. 3. Pada dasarnya teori labeling menggambarkan: (1) Tidak ada satupun perbuatan yang pada dasarnya bersifat kriminal. sehingga tidak patut jika dibuat kategori orang jahat dan orang tidak jahat. (2) Predikat kejahatan dilakukan oleh kelompok yang dominan atau kelompok penguasa. sebagai pola-pola perilaku kejahatan terorganisir dalarn sub-sub kultur atau sistem tingkah laku. Premis tersebut menggambarkan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang bisa dikatakan jahat apabila tidak terdapat aturan yang dibat oleh penguasa untuk menyatakan bahwa sesuatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang diklasifikasikan sebagai kejahatan. Reaksi itu menyebabkan tindakan seseorang dicap sebagai penjahat. (4) Orang tidak menjadi penjahat karena melanggar hukum. dan (3) Systematic deviation. Umumnya tingkah laku seseorang yang dicap jahat menyebabkan orangnya juga diperlakukan sebagai penjahat.

6. namun tidak dijelaskan bahwa perilaku yang bukan jahatpun merupakan ekspresi dari kebutuhan dan nilai-nilai umum yang sama. Komunikasi tersebut dapat bersifat lisan atau dengan bahasa tubuh). atau perumusan pelanggaran hukum merupakan perumusan tentang perilaku yang bertentangan dengan kepentingan pihak-pihak yang membuat perumusan. 5. alasan-alasan pembenar dan sikap-sikap tertentu). Premis 3: Definisi tindak kejahatan diterapkan di dalam masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk pelaksanaan dan administrasi hukum pidana. . Proses mempelajari perilaku jahat diperoleh lewat hubungan dengan pola-pola kejahatan dan mekanisme yang lazim terjadi dalam setiap proses belajar secara urnum. maka yang dipelajari termasuk: (a) teknik melakukan kejahatan. 3. Bagian terpenting dalam proses mempelajari perilaku kejahatan terjadi dalam hubungan personal yang intim. Asosiasi Diferensial bervariasi dalam frekuensi. SOCIAL REALITY OF CRIME THEORY (Richard Quinney) Premis 1: Definisi ttg tindak kejahatan (perilaku yg melanggar hukum) adalah perilaku manusia yang diciptakan oleh para pelaku yang berwenang dalam masyarakat yang terorganisasi secara politik. Dalam suatu masyarakat. Sementara itu perilaku jahat merupakan ekspresi dari kebutuhan nilai umum. Kepentingan penguasa ikut mencampuri di semua tahap dimana kejahatan itu diciptakan.2. secara relatif tidak berperanan penting dalam terjadinya kejahatan). durasi. 9. Secara negatif ini berarti bahwa komunikasi interpersonal seperti melalui bioskop. kadang seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang secara bersamaan melihat apa yang diatur dalam peraturan hukum sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan dan dipatuhi. Perilaku kejahatan dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dalam suatu proses komunikasi. Seseorang menjadi delinkuen karena ekses pola-pola pikir yang lebih melihat aturan hukurn sebagai pernberi peluang melakukan kejahatan daripada melihat hukurn sebagai sesuatu yang harus diperhatikan dan dipatuhi 7. Ketika perilaku kejahatan dipelajari. atau kualifikasi atas perilaku yang melanggar hukum dirumuskan oleh warga-warga masyarakat yang mempunyai kekuasaan. 8. surat kabar. namun kadang ia dikelilingi orang-orang yang melihat aturan hukurn sebagai sesuatu yang memberikan peluang dilakukannya kejahatan. (b) motif-motif. dorongan-dorongan. Premis 2: Kejahatan adalah gambaran perilaku yang bertentangan dengan kepentingan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk membentuk kebijakan publik. 4. Arah dan motif dorongan itu dipelajari melalui definisi-definisi dari peraturan hukum. prioritas serta intensitasnya.

Konflik budaya dapat terjadi apabila ada benturan aturan pada batas daerah budaya yang berdampingan. cara berdagang dan budaya minumminuman keras. SUB-CULTURE THEORY Teori sub-culture membahas kenakalan remaja serta perkembangan dari berbagai tipe gang anak-anak di AS. orientasi kerja. CULTURE CONFLICT THEORY (Thorsten Sellin) Premis 1: Bertemunya dua budaya besar. (2) pengalaman belajar. (4) konsep diri. Merton dan Solomon Kobrin yang melakukan penelitian terhadap hubungan antara gang jalanan dengan orang laki-laki yang berasal dari komunitas kelas bawah (lower class). Hasil penelitiannya menunjukkan ada kaitan antara hierarki politis dengan kejahatan teroganisir. Ada dua teori sub-culture Teori Delinquent Sub-Culture Albert K. (3) identifikasi pada pihak-pihak lain. Hal ini terjadi biasanya dengan menggunakan undangundang dimana suatu kelompok budaya diperlakukan untuk daerah lain. Teori sub-culture dipengaruhi oleh kondisi intelektual (intelectual heritage) aliran Chicago. Cohen dalarn bukunya Delinquent Boys (1955) berusaha memecahkan masalah kenakalan remaja dengan meggabungkan teori Disorganivasi Sosial dari Shaw dan . Premis 2: Budaya besar menguasai budaya kecil. Konflik budaya timbul karena orang-orang yang hidup dalam budaya tertentu pindah ke lain budaya yang berbeda. judi dan lain-lain yang dapat mernperlemah budaya kedua belah fihak.Premis 4: Pola aksi tindakan melanggar hukum atau tidak tergantung pada faktor : (1) kesempatan dalam masyarakat. Pertemuan tersebut mengakibatkan terjadinya kontak budaya diantara mereka baik dalam kaitan agama. Premis 5: Pemahaman ttg tindak kejahatan dibentuk dan diserap ke dalam kelompok-kelompok masyarakat lewat sarana komunikasi. Konflik budaya dapat juga terjadi bila satu budaya memperluas daerah berlakunya ke budaya lain. Premis 3: Anggota dari suatu budaya pindah kebudaya lain. konsep anomie Robert K.

dan lain sebagainya). terdapat dalam masyarakat yang tidak terintegrasi sehingga para remaja menunjukkan perilaku bebas. dan perilaku menyimpang lainnya. pelaku dan pendukungnya tdk semata-mata berasal dr st komunitas lokal. Konklusinya menyebutkan bahwa perilaku delinkuen di kalangan remaja kelas bawah merupakan cermin ketidak puasan warga terhadap norma dan nilai kelompok kelas menengah yang mendominasi kultur Amerika. TEORI KEKERASAN KOLEKTIF (Tilly) Kekerasan Kolektif Primitif – pada dasarnya non politis. Sutherland dengan teori Anomie R. ttp juga persekutuan & kerjasama yg justru memungkinkan terjadinya evolusi.Sulture. Cohen menyimpulkan bahwa kondisi tsb menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku delinkuen kalangan remaja di daerah kumuh (slum). teori Differential Association Edwin H. Merton.K. perampasan harta benda. melainkan siapa saja yg merasa sesuai dg tujuan kolektif atau tdk setuju dg sistem yg tdk adil (contoh : demonstrasi buruh) Kekerasan Kolektif Modern – merupakan sarana utk mencapai tujuan politis atau ekonomis dlm masyarakat (contohnya: kerusuhan 14 Mei 1998 di Jakarta). TEORI KONSPIRASI (Mathias Brockers) Mutasi dlm kehidupan tdk saja terjadi atas dsr pertarungan atau persaingan soal keberadaan. Teori Differential Opportunity (Perbedaan kesempatan) Teori ini dikemukakan oleh Richard A.McKay. Kekerasan Kolektif Reaksioner – merupakan reaksi thd penguasa. bilamana masyarakat terintegrasi dg baik. Ciri khas gang ini adl kekerasan. remaja tidak memiliki struktur kesempatan shg banyak melakukan perilaku menyimpang (mabuk-mabukan. penyalahgunaan narkoba. Tiga tipe gang kenakalan remaja: (1) Criminal Sub. . (2) Retreatist Sub-culture.Cloward dan Leyod E. deviasi perilkau remaja itu terjadi karena ada perbedaan kesernpatan yang dimiliki anak-anak untuk mencapai tujuan hidupnya. Ohlin yang membahas perilaku delinkuen remaja (gang) di Amerika. Aspek itu berkorelasi dengan organisasi kriminal. (3) Conflict Sub-culture. mk gang akan berlaku sebagai kelompok yang belajar dari orang dewasa. Menurut Cloward. ruang lingkupnya terbatas pada st komunitas lokal (contoh : pengeroyokan thd pencopet yg tertangkap tangan).

Perasaan takut thd pelaku kejahatan (karena niat & peluang berbuat jahat longgar). Akar masalah kejahatan menyangkut Faktor Korelatif Kriminogen. Disebarkan kr pd dasarnya orang perlu & suka. dan menjadi alat ideal utk propaganda. Syak wasangka adl suatu keraguan.Dlm kehidupan A bersepakat dg B tanpa diketahui C utk memperoleh keuntungan adl wajar. Mengendalikan keadaan agar tidak dimanfaatkan utk berbuat jahat. . DESAS-DESUS Berita yg menyebar secara cepat. PENCEGAHAN KEJAHATAN Pencegahan = antisipansi sebelum masalah terjadi. dr persoalan moral hingga kenegaraan. Misteri yg tdk mampu dijelaskan scr logika akan dilarikan kpd “sdh kehendak Tuhan” sbg Sang Pencipta. serta peluang terjadinya kejahatan sejak dini (sejak anak-anak melalui pembinan terhadap kenakalan remaja. Konspirasi mengandung bujukan atau rayuan. Jika tidak ada bukti yg difinitif. Pencegahan kejahatan adalah upaya bersama yang dilakukan oleh aparat dan masyarakat umum dalam menjaga kelembagaan sosial. tidak berdasarkan fakta (kenyataan). Konspirasi membuat masalah yg rumit menjadi sederhana. kritik dpt dijadikan bukti bagi realitas utk kemajuan. bukan sekedar bernada sama. Kata-kata yg saling terkait membuat hal-hal yg rumit menjadi sederhana. Mencegah orang menjadi penjahat & menjadi korban kejahatan. penanganan kejahatan pada hulu permasalahan. Pengenalan metode penanganan kejahatan. dan peran-peran masyarakat melalui mekanisme yg telah melembaga untuk mewujudkan perasaan aman. Kecenderungan melempar tggjwb masalah yg rumit & menyengsarakan merupakan ciri perilaku manusia. shg perasaan aman masyarakat terganggu. sistem sosial. kebenaran harus diuji scr berulang-ulang.

sangat dimungkinkan merusak dan berlaku kriminal. kaburkan tujuan. Los Angeles – 1992. bersifat temporer (tdk bersifat rutin). PANIK Kondisi emosional yg diwarnai olh keputusasaan & ketakutan yg tdk terkendali. Setiap orang menempuh cara utk melindungi dirinya sendiri. hilangkan ketidakpastian dg cara memberi arahan & membangun kepercayaan diri. Terjadi pd pok yg mengalami keletihan kr tekanan jiwa (stress) sesaat atau berkepanjangan. MASALAH-2 SOSIAL YURIDIS • • • Hak Atas Kekayaan Intelektual (UU No. ide). 13-15 Mei 1998 di Jakarta. Tdk dpt dibantah scr efektif hanya dg menggunakan penjelasan yg rasional. benda. Perlu disiapkan teknik pengendalian kerumunan. Cenderung tdk terkendali. Dpt merusak nama baik (reputasi). “Kepemimpinan” sangat diperlukan dlm suasana panik guna mengorganisasi agr kerjasama. Sebagai tanggapan atas rangsangan tertentu atau dipicu olh suatu rangsangan yg sama (peristiwa.Tercipta manakala terjadi ketegangan sosial. disertai penyelematan diri scr kolektif yg didasari olh sikap histeris. Desas-desus yg berlangsung lama & diterima sbg kebenaran bisa menjadi legenda. Contoh : Kerumunan berubah menjadi penjarahan. tdk terorganisasi. Smelser. berada dalam keadaan sangat berbahaya & hanya memiliki kemungkinan membebaskan diri scr terbatas. Kornblum. Keller) Tindakan yg dilakukan scr bersama olh sejumlah orang.7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta) Badan Arbritase Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Konspirasi Tender Dalam Hukum Persaingan Usaha . 10 Mei 1963 di Bandung. PERILAKU KOLEKTIF (Horton & Hunt. lemahkan semangat – digunakan utk propaganda. Light. Penjarahan di New York – 1977.

KKN H. .• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Kontrak Investasi Antara Perusahaan Nasional dengan Investor……(Tinjauan dari teori funsional) Peranan KPK Dalam Mendinamisir CJS Guna Mengoptimalkan Pemberantasan Korusi di Indonesia (Tinjauan dari teori fungsional). Koordinasi Kerja Antara Polri dan BC Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Penyelundupan di…(Tinjauan dari teori fungsional).K.K Merton) Kiprah Ustad Abu Ba’asir (Tinjauan dari teori labeling) Tawuran Antar Warga Masyarakat Desa Gabus Dan Dese Jatimulyo (Tinjauan dari teori anomi R. Sikap Para Gelandangan Terhadap perilaku Seks (Tinjauan dari teori differential assosiation). Keputusan Hakim Atas Tindak Pidana Yang Dilakukan Oleh Anak-anak (Tinjauan dari teori social reality of crime). Penanggulangan Narkotika Di Lingkungan Remaja Berdasarkan UU No. Pegawai Tengah Karier Sebagai Change Leader The Telkom Way 135 Menuju Transformasi Customer Centric Company (Tinjauan dari teori pertukaran). Transfer Dana Secara Elektronik Melalui Kartu Kredit (tinjauan dari teori pertukaran) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Produk ……(Tinjauan dari teori konflik…) Perlidungan Hukum Terhadap Wanita Korban Kejahatan Perkosaan (Tinjauan dari teori social reality of crime) PHK Terhadap Karyawan Yang Melanggar Perjanjian Kerja (tinjauan dari teori konflik…).22 Tahun 1991 Tinjauan dari teori kontrol sosial). Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari UU No. Kelompok Kapak Merah Ditinjau Dari Teori Differential Association. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan (Tinjauan dari teori kontrol sosial).M Soeharto Ditinjau Dari Teori Social Reality Of Crime. Ada Tommy Di Tenabang (Tinjauan dari teori funsionalisme R. Pemberian Release & Discharge (Tinjauan dari Teori Social Reality of Crime) Kejahatan Carding (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Tindak Pidana Korupsi Yang Melibatkan Akbar Tanjung (Tinjauan Dari Teori Labeling) Rudy Ramli Dalam Kasus Bank Bali (Tinjauan Dari Teori Differential Association) Analisis Kasus Teluk Buyat Ditinjau Dari Teori Konflik. Merton). Fenomena Inul Daratista Dalam Konteks Pornoaksi (Tinjauan dari teori Anomi) Analisis Terorisme Di Indonesia (Tinjauan dari teori konflik…).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful