DAFTAR ISI DAFTAR ISI .......................................................................... ................................... ... BAB I PENDAHULUAN««««««««««««««................................. ... 1.1 Latar Belakang««««««««««««««««««««««.... 1.

2 Batasan Topik.««««««««««««««««««««««... . BAB II PEMBAHASAN.............«««««««««««««««««« ......... 2.1 Promosi Kesehatan«««««««««««««««««««...... ... 2.1.1 Sejarah Singkat Promosi Kesehatan ................... .......................... . 2.1.2 Defini ................................................................... ........................... ... 2.1.3 Tujuan Promosi Kesehatan ............................... ............................ .. 2.1.4 Visi dan Misi Promosi Kesehatan ....................... ......................... ... 2.1.5 Sasaran Promosi Kesehatan .............................. ............................. . 2.1.6 Strategi Promosi Kesehatan ................................ ........................... . 2.1.7 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan ............................................ .. 2.1.8 Teori Perubahan Perilaku .................................... ........................ ... 2.1.9 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Perilaku ..................... .. 2.2 Silabus .................... ..««««««««««««««««««««. .. 2.3 Alat Bantu dan Media Pendidikan Kesehatan «««««««......... ... 2.3.1 Alat Bantu Pendidikan ................................................................ .. .. 2.3.2 Media Pendidikan Kesehatan .............................. ........................... 2.4 Presentasi pada kelompok Profesional ...................... ........................... ... BAB III PENUTUP ................................................................. ........................«..... ... 3.1 Kesimpulan .....«««««««««««««««««««««..... ... DAFTAR PUSTAKA «««««««««««««««««««««««... ... 1 2 2 3 4 4 4 4 5 5 6 7 9 13 15 16 17 17 22 28 30 30 31

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kesehatan merupakan totalitas dari faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Status kesehatan akan tercapai secara optimal, jika keempat faktor secara bersama -sama memiliki kondisi yang optimal pula. 1 Melihat keempat faktor pokok yang mempengaruhi kesehatan masyarakat tersebut, maka dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat, hendaknya diperlukan intervensi yang juga diarahkan pada keempat faktor tersebut. Pendidikan atau promosi kesehatan merupakan bentuk intervensi terhadap faktor perilaku. Namun demikian, faktor lingkungan, pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan juga memerlukan intervensi promosi kesehatan. 2 Istilah dan pengertian promosi kesehatan adalah merupakan pengembangan dari istilah pengertian yang sudah dikenal selama ini, seperti : Pendidikan Kesehatan, Penyuluhan Kesehatan, KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Promosi kesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang bergerak bukan hanya dalam proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semata, akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi dalam rangka perubahan perilaku masyarakat.1 Promosi kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidik atau petugas yang melakukan promosi kesehatan memerlukan pengetahuan yang baik mengenai metode penyampaian pesan-pesan kesehatan, alat bantu pendidikan kesehatan dan juga teknik penyampaian serta media yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan tersebut dengan harapan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik dan dapat berpengaruh terhadap perilakunya. 3

2

1.2 Batasan Topik Batasan topik dalam makalah ini meliputi materi-materi sebagai berikut : A. Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut 1. Definisi 2. Tujuan dan manfaat 3. Macam-macam teori promosi kesehatan 4. Strategi promosi kesehatan menurut kelompok sasaran 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan B. Silabus Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut 1. Definisi 2. Langkah-langkah membuat silabus C. Alat Bantu Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut 1. Definisi 2. Tujuan dan manfaat 3. Macam-macam alat bantu pendidikan kesehatan 4. Cara memilih metode, aktivitas, material dan membuat alat bantu pendidikan sesuai dengan social budaya kelompok sasaran 5. Cara penyampaian hasil penelitian untuk pencegahan dini penyakit gigi dan mulut pada kelompok professional.

3

Informasi. Pada waktu itu dicanangkan ´the Ottawa Charter´.1.1 Sejarah Singkat Promosi Kesehatan Istilah Health Promotion (Promosi Kesehatan) sebenarnya sudah mulai dicetuskan setidaknya pada era tahun 1986. Mobilisasi Sosial dan lain sebagainya. Kunjungan Dr. KIE (Komunikasi. Istilah promosi kesehatan tersebut juga ternyata sesuai dengan perkembangan pembangunan kesehatan di Indonesia sendiri. Dachroni. Dengan demikian penggunaan istilah promosi kesehatan di indonesia tersebut dipicu oleh perkembangan dunia Internasional.Ilona Kickbush yang pada saat itu sebagai Direktur Health Promotion WHO Headquarter Geneva datang melakukan kunjungan ke Indonesia. Canada pada tahun 1965. Sebagai seorang direktur baru ia telah berkunjung kebeberapa negara termasuk Indonesia salah satunya. dan Edukasi). yang mengacu pada paradigma sehat. MPH. India juga sudah berubah menjadi unit Health Promotion. yaitu Dr.2 2. sampai beberapa kali. Dalam kunjungannya tersebut Dr. Nama unit Health Education di WHO baik di Hoodquarter. Dr. ketika diselenggarakannya konfrensi Internasional pertama tentang Health Promotion di Ottawa. Pada waktu itu pula Kepala Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes juga baru diangkat.2 Definisi Istilah dan pengertian promosi kesehatan adalah merupakan pengembangan dari istilah pengertian yang sudah dikenal selama ini. seperti : Pendidikan Kesehatan. istilah yang cukup terkenal hanyalah penyuluhan ke sehatan.. Promosi kesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang bergerak bukan hanya dalam proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang 4 . untuk mematangkan persiapan konfrensi jakarta. Pada masa itu. Social Marketing (Pemasaran Sosial). Indonesia banyak belajar tentang Health Promotion (Promosi Kesehatan). Informasi dan Edukasi). Dr. yang didalamnya memuat definisi serta prinsip-prinsip dasar Health Promotion.Desmonal O Byrne. Sejak itu khususnya Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes berupaya mengembangkan konsep promosi kesehatan tersebut serta aplikasinya di Indonesia. Geneva maupun di SEARO. Barangkali karena sangat terkesan dengan kunjungannya ke Indonesia kemudian ia menyampaikan suatu usulan. Dari serangkaian pertemuan yang telah dilakukan serta perbincangan selama kunjungan lapangan ke Bandung.1 Promosi Kesehatan 2.1.1 Suatu ketika pada tahun 1994.BAB II PEMBAHASAN 2. bahkan sempat pula Kickbush mengadakan kunjungan lapangan ke Bandung. dan disamping itu pula muncul dan populer istilah-istilah lain seperti KIE (Komunikasi. Nama organisasi profesi Internasional juga mengalami perubahan menjadi International Union For Health Promotion and Education (IUHPE). termasuk FKM UI. Penyuluhan Kesehatan.Ilona Kickbush mengadakan pertemuan dengan pimpinan Depkes pada waktu itu baik pertemuan internal penyuluhan kesehatan maupun eksternal dengan lintas program dan lintas sektor.IB Mantra yang telah memasuki masa purna bakti (pensiun). yang menggantikan Dr. Usulan itu diterima oleh pimpinan Depkes pada saat itu Prof. Namun istilah tersebut pada waktu itu di Indonesia belum terlalu populer seperti sekarang. Ilona Kickbush itu kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan pejabat Health Promotion WHO Geneva lainnya. yaitu Drs. Suyudi.

untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna. politik. Tujuan perilaku Tujuan perilaku merupakan pendidikan atau pembelajaran yang harus tercapai (perilaku yang diinginkan). baik fisik. mewujudkan aspirasinya. serta mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya. Selain itu. akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi dalam rangka perubahan perilaku masyarakat. Tujuan program Tujuan program merupakan pernyataan tentang apa yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu yang berhubungan dengan status kesehatan. Tujuan pendidikan Tujuan pendidikan merupakan deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada. yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan. yaitu : 1. mental. 5 . 2. Dalam konteks promosi kesehatan ³ Visi ³ merupakan sesuatu atau apa yang ingin dicapai dalam promosi kesehatan sebagai salah satu bentuk penunjang program-program kesehatan lainnya.1. kebutuhannya. maupun dalam organisasi dan lingkungannya. promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi. Menurut Green (1990). 2.4 Visi dan Misi Promosi Kesehatan Perhatian utama dalam promosi kesehatan adalah mengetahui visi serta misi yang jelas. tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap. Tentunya akan mudah dipahami bahwa visi dari promosi kesehatan tidak akan terlepas dari koridor Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 serta organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization). dan lingkungan yang sering berada diluar kontrol masyarakat. dan sosial masyarakat harus mampu mengenal. baik di dalam masyarakat sendiri. dan organisasi. tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan.1 Dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan).1. WHO merumuskan promosi kesehatan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. 2. Menurut Green.3 Tujuan Promosi Kesehatan Tujuan utama promosi kesehatan adalah : y Peningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat y Peningkatan perilaku masyarakat y Peningkatan status kesehatan masyarakat. 3. Oleh sebab itu.kesehatan semata.2 Sedangkan istilah promosi kesehatan gigi adalah usaha meningkatkan status kesehatan gigi masyarakat melalui pendekatan sosial.

3. maupun lintas sektor yang terkait. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. yaitu : 1. 2. kelompok. tokoh adat. Karenanya masalah kesehatan tidak hanya dapat diatasi oleh sektor kesehatan sendiri. pelayanan kesehatan. sanitasi lingkungan. Adapun tujuan dari pemberian keterampilan kepada masyarakat adalah dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga diharapkan dengan peningkatan ekonomi keluarga. Untuk itu perlu adanya suatu jembatan dan menjalin suatu kemitraan (partnership) dengan berbagai program dan sektor-sektor yang memiliki kaitannya dengan kesehatan. Sasaran Primer (primary target) Sasaran umumnya adalah masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi. Advokasi (Advocation) Advokasi merupakan perangkat kegiatan yang terencana yang ditujukan kepada para penentu kebijakan dalam rangka mendukung suatu isyu kebijakan yang spesifik. baik fisik. 2.1. melainkan semua pihak juga perlu peduli terhadap masalah kesehatan tersebut. serta orang-orang yang memiliki kaitan serta berpengaruh penting dalam 6 . maka kemapuan dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan keluarga akan meningkat. 2. dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Sasaran Sekunder (secondary target) Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh-tokoh masyarakat. mental. Menjembatani (Mediate) Kegiatan pelaksanaan program-program kesehatan perlu adanya suatu kerjasama dengan program lain di lingkungan kesehatan. Dalam mencapai visi dari promosi kesehatan diperlukan adanya suatu upaya yang harus dilakukan dan lebih dikenal dengan istilah ³ Misi ´. Kemampuan/Keterampilan (Enable) Masyarakat diberikan suatu keterampilan agar mereka mampu dan memelihara serta meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan. tokoh agama.Adapun visi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut : 1. gizi masyarakat. Misi promosi kesehatan merupakan upaya yang harus dilakukan dan mempunyai keterkaitan dalam pencapaian suatu visi. Oleh karena itu promosi kesehatan memiliki peran yang penting dalam mewujudkan kerjasama atau kemitraan ini. maka sasaran dibagi dalam tiga kelompok sasaran. 2. Dalam hal ini kegiatan advokasi merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi para pembuat keputusan (decission maker) agar dapat mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu mendapat dukungan melalui kebijakan atau keputusan-keputusan.5 Sasaran Promosi Kesehatan Berdasarklan pentahapan upaya promosi kesehatan. Secara umum Misi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut :2 1. maupun program kesehatan lainnya dan bermuara pada kemampuan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu. Sasaran promosi ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment). kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum. maupun masyarakat. baik pemberantasan penyakit menular. Ibu hamil dan menyusui anak untuk masalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta anak sekolah untuk kesehatan remaja dan lain sebagianya.

Misalnya kita memberikan promosi kesehatan dengan sokongan dari kebijakan public dari kepala desa sehingga maksud dan tujuan dari informasi kesehatan bias tersampaikan dengan kemudahan kepada masyarakat atau promosi kesehatan yang kita sampaikan dapat menyokong atau pembelaan terhadap kaum lemah (miskin) 2. sebagai bentuk pengawalan terhadap kesehatan. 1 2. 1984 terdapat 3 strategi dalam promosi kesehatan. Tokoh masyarakat yang telah mendapatkan promosi kesehatan diharapkan pula agar dapat menjadi model dalam perilaku hidup sehat untuk masyarakat sekitarnya. Advokasi bergerak secara topdown (dari atas ke bawah). dukungan social ini adalah orang lain yang berinteraksi dengan petugas. Advokasi adalah suatu cara yang digunakan guna mencapai suatu tujuan yang merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan public secara bertahap maju. Strategi Promosi Kesehatan Menurut WHO. 2007). utamanya promosi kesehatan. Dukungan sosial Agar kegiatan promosi kesehatan mendapat dukungan dari tokoh masyarakat. Advokasi (advocacy) Advokasi terhadap kesehatan merupakan sebuah upaya yang dilakukan orang -orang di bidang kesehatan. Melalui advokasi. Sasaran Tersier (tertiary target) Adapun yang menjadi sasaran tersier dalam promosi kesehatan adalah pembuat keputusan (decission maker) atau penentu kebijakan (policy maker). dengan harapan setelah diberikan promosi kesehatan maka masyarakat tersebut akan dapat kembali memberikan atau kembali menyampaikan promosi kesehatan pada lingkungan masyarakat sekitarnya. yaitu :2 1. promosi kesehatan masuk ke wilayah politik. 3.kegiatan promosi kesehatan. Dukungan social adalah ketersdiaan sumber daya yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis sehingga kita dapat melaksanakan kehidupan dengan baik. Advokasi dapat dilakukan dengan memengaruhi para pembuat kebijakan untuk membuat peraturan-peraturan yang bisa berpihak pada kesehatan dan peraturan tersebut dapat menciptakan lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sehat dapat terwujud di masyarakat (Kapalawi. atau dukungan emosional dari masyarakat sehingga promosi yang diberikan lebih diterima. 7 .1. Advokasi ini lebih menyentuh pada level pembuat kebijakan. Hal ini dilakukan dengan suatu harapan agar kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut akan memiliki efek/dampak serta pengaruh bagi sasaran sekunder maupun sasaran primer dan usaha ini sejalan dengan strategi advokasi (advocacy). Contoh nyata adalah dukungan sarana dan prasarana ketika kita akan melakukan promosi kesehatan atau informasi yang memudahkan kita. bagaimana orangorang yang bergerak di bidang kesehatan bisa memengaruhi para pembuat kebijakan untuk lebih tahu dan memerhatikan kesehatan. Agar pembuat kebijakan mengeluarkan peraturan yang menguntungkan kesehatan.6.

tersedianya tempat buang air besar/kecil. Jadi sifatnya bottom-up (dari bawah ke atas). Lingkungan yangg mendukung kesehatan bagi tempat-tempat umum antara lain: tersedianya tempat sampah. dan sebagainya. yang mencakup 5 butir yaitu:2 a. mengenal penyakit. Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment) Strategi ini ditujukan kepada para pengelola tempat umum. Dengan perkataan lain. b. perundanagan. Metode dan teknik pemberian pemahaman ini lebih bersifat individual dari pada massa.3. agar kebijakan-kebijakan dalam bentuk peraturan. Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services) Realisasi dari reorientasi pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan i ni adalah para penyelenggara pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta harus melibatkan. mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan profrsional. d. strategi lain dari promosi kesehatan adalah pemberdayaan masyarakat di dalam kegiatan-kegiatan kesehatan. Ketrampilan individu (Personnel Skill) Langkah awal dari peningkatan keterampilan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka ini adalah memberikan pemahaman-pemahaman kepada anggota masyarakat tentang cara-cara memelihra kesehatan. Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa Canada pada tahun 1986 menghasilkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter). agar mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang mendukung atau menguntungkan kesehatan. Di dalam Piagam Ottawa tersebut dirumuskan pula strategi baru promosi kesehatan. Partisipasi masyarakat adalah kegiatan pelibatan masyarakat dalam suatu program. termasuk pemerintahan kota. agar mereka menyediakan sarana prasarana atau fasilitas yang mendukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat . bahkan memberdayakan masyarakatagar mereka juga dapat berperan bukan hanya sebagai penerima pelayanan kesehatan. diharapkan masyarakat dapat berperan aktif atau berpartisipasi dalam setiap kegiatan. dan sebagainya selalu berwawasan atau berorientasi kepada kesehatan publik. 2007). Dengan pemberdayaan masyarakat. atau sekurang-kurangnya pengunjung tempat-tempat umum tersebut. meningkatkan kesehatan. tettapinjuga sekaligus sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat. tersedianya bagi perokok dan non perokok dan sebagainya. Diharapkan dengan tingginya partisipasi dari masyarakat maka suatu program kesehatan dapat lebih tepat sasaran dan memiliki daya ungkit yang lebih besar bagi perubahan perilaku karena dapat menimbulkan suatu nilai di dalam masyarakat bahwa kegiatan-kegiatan kesehatan tersebut itu dari kita dan untuk kita (Kapalawi. 8 . c. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan lebih kepada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan. Kebijakan berwawasan kebijakan (Healthy Public Policy) Adalah suatu strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada para penentu atau pembuat kebijakan . mencegah penyakit. surat-surat keputusan. tersedianya air bersih. Pemberdayaan Masyarakat (empowerment) Di samping advokasi kesehatan.

secara garis besar terdapat 2 jenis pelayanan kesehatan. promosi kesehatan harus mendorong dan memacu kegiatan-kegiatan di masyarakat dalam mewujudkan kesehtaan mereka. b. Gerakan Masyarakat (Community Action) Untuk mendukung perwujudan masyarakat yang mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya seperti tersebut dalam visi promosi kesehatan ini.7. Promosi kesehatan pada tingkat preventif Disamping kelompok orang yang sehat. Apabila kelompok ini tidak memperoleh promosi kesehatan bagaimana memelihara kesehata. 2. berdasarkan jenis aspek pelayanan kesehtana ini. dengan tujuan agar mereka mampu meningkatkan kesehatannya. niscahaya terwujud perilaku yang kondusif untuk kesehatan. b. Pelayanan preventif dan promotif. maka kelompok ini akan menurun jumlahnya.1. Maka. yakni ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam membentuk perilaku manusia. Ruang lingkup promosi kesehatan dapat didasarkan kepada 2 dimensi. yaitu: a. antropologi dan sosiologi. dan dimensi tempat pelaksanaan promosi atau tatanan (setting) 1. komunikasi. Tujuan utama promosi kesehatan pada tingkat ini adalah untuk mencegah kelompok-kelompok tersebut agar tidak jatuh atau menjadi terkena sakit (primary prevention) 9 . sasaran promosi kesehatan pada tingkat ini adalah kelompok yang beresiko tinggi. dan kelompok orang yang sakit akan meningkat. yaitu dimensi aspek sasaran pelayanan kesehatan. agar kelompok ini sembuh dari sakitnyadan menjadi pulih kesehatannya. promosi kesehatan mencakup 4 pelayanan. antara lain pendidikan. Oleh sebab itu. maka di dalam masyarakat itu sendiri harus ada gerakan atau kegiatan-kegiatan untuk kesehatan. Pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Ilmu perillaku. yakni: a. Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk interaksi perilaku (pembentukan dan perubahan perilaku). Ruang Lingkup Promosi Pesehatan Ilmu-ilmu yang dicakup promosi kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 2 bidang yaitu: 2 a. Promosi kesehatan pada tingkat promotif Sasaran promosi kesehatan pada tingkat pelayanan promotif adalah pada kelompok orang yang sehat.e. b. kepemimpinan dan sebagainya. manajemen. adalah pelayanan kelompok masyarakat yang sakit. agar kelompok ini tetap sehat dan bahkan meningkat status kesehatannya. terutama psikologi. atau masyarakat yang mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatan mereka. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan aspek pelayanan kesehatan . adalah pelayanan bagi kelompok masyarakat yang sehat. Tanpa adanya kegiatan masyarakat di bidang kesehatan.

Promosi kesehatan pada tempat kerja Promosi kesehatan di tempat kerja inidapat dilakukan oleh pimpinan perusahaa n atau tempat kerja dengan memfasilitasi tempat kerja yang kondusif bagi perilaku sehat bagi karyawan atau pekerjaanya. sasaran utamanya adalah orang tua terutama ibu. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga) Keluarga adalah unit terkecil masyarakat. Karena ibulah dalam keluarga itu yang sangat berperan dalam meletakkan dasar perilaku sehat pada anak-anak mereka sejak lahir. Denganperkataan lain. dan sebagainya. 2. poliklinik. puskesmas. b. Promosi kesehatan di tempat-tempat umum (TTU) Tempat-tempat umum adalah tempat dimana orng-orang berkumpul pada waktuwaktu tertentu. Pelaksanaan promosi kesehatan di institusi pelayanan kesehatan ini dapata dilakukan baik secara individual oleh para petugas kesehatan kepada para pasien atau kelurga pasien. tempat praktik dokter. termasuk perilaku kesehatan. Promosi kesehatan pada tingkat kuratif Sasaran promosi kesehatan pada tingkat ini adalah para penderita penyakit (pasien). d. d. Promosi kesehatan pada tatanan sekolah Sekolah merupakan perpanjangan tangan keluarga. maka promosi kesehatan akan sangat berperan. dan atau mengurangi kecacactan seminimal mungkin. karena guru pada umunya lebih dipatuhi oleh anak-anak daripada orang tuanya. Untuk mencapai perilaku sehat masyarakat. misalnya tersedianya air bersih. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan tatanan (tempat pelaksanaan) a. Di tempat-tempat umum juga perlu dilaksanakan promosi kesehatan dengan menyediakn fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung perilaku sehat bagi pengujungnya. dan sebagainya adalah tempat adalah tempat yang paling strategis untuk promosi kesehatan. rumah sakit. maka harus dimulai pada tatanan masing-masing keluarga. keluarga ini. Agar masing-masing keluarga menjadi tempat yang kondusif untuk tumbuhnya perilaku sehat bagi anak-anak sebagai calon anggota masyarakat. c. Tujuan utama promosi kesehatan pada tingkat ini adalah agar mereka segera pulih kembali kesehatnnya. Pendidikan kesehatan di institusi pelayanan kesehatan Tempat-tempat pelayanan kesehatan. tempat pembuangan kotoran. artinya sekolah merupakan tempat lanjutan unutk meletakkan dasar perilaku bagi anak. Dalam promosi kesehatan. bila persemaian itu jelek maka akan jelas berpengaruh pada masyarakat. Promosi kesehatan pada tingkat rehabilitatif Promosi kesehtana pada tingkat ini mempunyai sasaran pokok kelompok penderita atau pasien yang baru sembuh (recovery) dari suatu penyakit. atau dapat dilakukan pada kelompok-kelompok.c. Peran guru dalam promosi kesehatan disekolah sanagt penting. ruang tempat istirahat. balai pengobatan. e. promosi kesehatan pada tahap ini adalah pemulihan dan mencegah kecacatan akibat penyakitnya tertiary ( prevention). 10 . bahwa keluarga adlah tempat persemaian manusia sebgaai anggota masyarakat. Dari teori pendidikan dikatakan. Karena itu. tempat smapah. kantin. Tujuan promosi kesehatan pada tingkat ini agar kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut tidak menjadi lebih parah (secondary prevention).

3) Bola salju (Snow Balling) 11 . a. Merupakan modifikasi diskusi kelompok. 2. kemudian peserta memberikan jawaban/tanggapan. Akhirnya pengetahuan tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilakunya. kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. dan akhirnya terjadi diskusi. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut. pimpinan diskusi memberikan pancingan. metode yang cocok untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling). hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah ke atas. Kelompok kecil 1) Diskusi kelompok . dimulai dengan memberikan satu masalah. mengarahkan. 2) Curah pendapat (Brain Storming) . Dengan kata lain. tiap anggota mengomentari. tanggapan/jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart/papan tulis. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari satu ahli atau beberapa ahli tenta ng suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat di masyarakat. Efektifitas metodenya pun akan tergantung pada besarnya sasaran pendidikan. 3) Akhirnya klien tersebut akan dengan sukarela dan berdasarkan kesadaran. kelompok atau individu. 1. sebelum semuanya mencurahkan pendapat tidak boleh ada komentar dari siapa pun. dan mengatur sehingga diskusi berjalan hidup dan tak ada dominasi dari salah satu peserta. dengan adanay pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku sasaran. pimpinan diskusi/penyuluh duduk diantara peserta agar tidak ada kesan lebih tinggi. 2) Seminar . Metode pendidikan Individual (perorangan) Bentuk dari metode individual ada 2 (dua) bentuk : a. penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut (mengubah perilaku) b. masyarakat. Interview (wawancara) 1) Merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan 2) Menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan. 1) Kontak antara klien dengan petugas lebih intensif 2) Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya. Kelompok besar 1) Ceramah . tiap kelompok punya kebebasan mengeluarkan pendapat.Metode pendidikan kesehatan Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah siatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. Metode pendidikan Kelompok Metode pendidikan Kelompok harus memperhatikan apakah kelompok itu besar atau kecil. yaitu . karena metodenya akan lain. b. apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi. Dibuat sedemikian rupa sehingga saling berhadapan. baru setelah semuanya mengemukaan pendapat.

6) Permainan simulasi (Simulation Game) Merupakan gambaran role play dan diskusi kelompok. Metode pendidikan Massa Pada umumnya bentuk pendekatan (cara) ini adalah tidak langsung. f. Sinetron Jejak sang elang di Indosiar hari Sabtu siang (th 2006) e. misalnya Hari Kesehatan Nasional. 3. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut. dan masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut. Ceramah umum (public speaking) Dilakukan pada acara tertentu. 4) Kelompok kecil-kecil (Buzz group) Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok kecil-kecil. dialog antar pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan melalui TV atau radio adalah juga merupakan pendidikan kesehatan massa. dan mencari kesimpulannya. pada hakikatnya adalah merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa. yang dipasang di pinggir jalan. Simulasi. misalnya sebagai dokter puskesmas. Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli dengan menggunakan dadu. Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik TV maupun radio. baik dalam bentuk artikel maupun tanya jawab /konsultasi tentang kesehatan antara penyakit juga merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa. spanduk poster dan sebagainya adalah juga bentuk pendidikan kesehatan massa. Sinetron ´Dokter Sartika´ di dalam acara TV juga merupakan bentuk pendekatan kesehatan massa. Selanjutnya kesimpulan dari tiap kelompok tersebut dan dicari kesimpulannya. Bill Board. gaco (penunjuk arah). misalnya oleh menteri atau pejabat kesehatan lain. dan sebagian lagi berperan sebagai nara sumber. 12 . 5) Memainkan peranan (Role Play) Beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peranan tertentu untuk memainkan peranan tertentu. Pesan-pesan disajikan dalam bentuk permainan seperti permainan monopoli. Contoh : a. dan papan main. kemudian dilontarkan suatu permasalahan sama/tidak sama dengan kelompok lain. Kemudian tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian seterusnya akhirnya terjadi diskusi seluruh kelas. sebagai perawat atau bidan. Beberapa orang menjadi pemain. c. b. Mereka memperagakan bagaimana interaksi/komunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas. Contoh : ´Praktek Dokter Herman Susilo´ di Televisi. d. Tulisan-tulisan di majalah/koran. Contoh : Billboard ´Ayo ke Posyandu´. setelah lebih kurang 5 menit tiap 2 pasang bergabung menjadi satu.Tiap orang dibagi menjadi pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang). dll. Andalah yang dapat mencegahnya (Pemberantasan Sarang Nyamuk). sedangkan anggota lainnya sebagai pasien/anggota masyarakat. Biasanya menggunakan atau melalui media massa. Kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah.

Apabila stimulus tersebut tidak diterima atau ditolak berarti stimulus itu tidak efektif mempengaruhi perhatian individu.Perhatian . Akhirnya dengan dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan maka stimulus tersebut mempunyai efek tindakan dari individu tersebut (perubahan perilaku). et al (1953) mengatakan bahwa proses perubahan perilaku pada hakikatnya adalah sama dengan proses belajar. kepemimpinan.Pengertian . Proses perubahan perilaku berdasarkan teori S-O-R ini dapat digambarkan sebagai berikut: Stimulus . Stimulus (rangsang) yang diberikan pada organism dapat diterima atau ditolak. Setelah itu organism mengolah stimulus tersebut sehingga terjadi kesedian untuk bertindak demi stimulus yang telah diterimanya (bersikap) 4. Artinya kualitas dari sumber komunikasi (sources ). Hosland.8. misalnya: kredibilitas. Proses perubahan perilaku tersebut menggambarkan proses belajar pada individu yang terdiri dari: 1. Apabila stimulus telah mendapat perhatian dari oragnisme (diterima) maka ia mengerti stimulus ini dan dilanjutkan kepada proses berikutnya. dan berhenti disini.1. Tetapi bila stimulus diterima oleh organisme berarti ada perhatian dari individu dan stimulus tersebut efektif. 2. 3.2. Teori Stimulus-Organisme-Respon (S-O-R) Teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme. Teori Perubahan Perilaku3 a. gaya berbicara sangat menentukan keberhasilan perubahan perilaku seseorang.Penerimaan Reaksi tertutup (Perubahan sikap) Reaksi terbuka (Perubahan Praktek) 13 . kelompok atau masyarakat.

yakni rasa tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga yang baik. Contoh: seorang ibu rumah tangga yang bekerja di kantor. Menurut Katz (1960) perilaku dilatarbelakangi oleh kebutuhan individu yang bersangkutan. Kledus elemen (argumentasi) ini sama-sama pentingnya. Artinya dengan perilakunya. Dalam peranannya dengan tindakannya itu seseorang senantiasa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. jelas ia tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga.b. Misalnya. Apabila terjadi keseimbangan dalam diri individu. Dissonance (ketidakseimbangan) terjadi karena dalam diri individu terdapat dua elemen kognisi yang saling bertentangan. 3. maka berarti sudah tidak terjadi ketegangan diri lagi. yang akhirnya dapat memenuhi kebutuhan bagi keluarga dan anak-anaknya. dan keadaan ini disebut ³consonance´ (keseimbangan). Di satu pihak. Katz berasumsi bahwa: 1. pendapat atau keyakinan. c. Keberhasilan tercapainya keseimbangan kembali ini menunjukkan adanya perubahan sikap dan akhirnya akan terjadinya perubahan perilaku. Dengan penyesuaian diri ini maka terjadi keseimbangan kembali. orang mau membuat jamban apabila jamban tersebut benar-benar sudah menjadi kebutuhannya. Hal ini berarti bahwa keadaan ³cognitive dissonance´ adalah merupakan keadaan ketidak seimbangan psikologis yang diliputi oleh letegangan diri yang berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali. Hal ini berarti bahwa stimulus yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku seseorang apabila stimulus tersebut dapat dimngerti dalam konteks kebutuhan orang tersebut. Titik berat dari penyelesaian konflik ini adalah penyesuaian diri secara kognitif. apabila ia bekerja. ia khawatir terhadap perawatan terhadap anak -anaknya yang menimbulkan masalah. artinya dapat berfungsi dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan. Teori Festinger (dissonance Theory) Finger (1957) ini telah banyak pengaruhnya dalam psikologi social. dengan tindakantindakannya manusia dapat melindungi ancaman-ancaman yang datang dari luar. Di pihak yang lain. Yang dimaksud elemen kognisi adalah pengetahuan. orang dapat menghindari penyakit demam berdarah. Perilaku dapat berfungsi sebagai µdefence mecanism¶ atau sebagai pertahanan diri dalam menghadapi lingkungannya. karena penyakit tersebut merupakan ancaman bagi dirinya. Perilaku berfungsi sebagai penerima objek dan memberikan arti. Misalnya. Perilaku itu memiliki fungsi instrumental. Teori ini sebenarnya sama dengan konsep ³imbalance´ (tidak seimbang). dengan bekerja ia dapat tambahan pendapatan bagi keluarganya. Dengan tinadakan sehari-hari tersebut seseorang telah melakukan keputusan-keputusan sehubungan dengan objek atau stimulus yang dihadapi. Sebaliknya bila objek tidak dapat memnuhi kebutuhannya maka ia akan berperilaku negatif. 2. Apabila individu menghadapi suatu stimulus atau objek. Seseorang dapat bertindak (berperilaku) positif terhadap objek demi pemenuhan kebutuhannya. Apabila ia tidak bekerja. Teori Fungsi Teori ini berdasarkan anggapan bahwa perubahan perilaku individu itu tergantung kepada keutuhan. termasuk kebutuhan makanan yang bergizi. dan stimulus tersebut menimbulkan pendapat atau keyakinan yang berbeda/bertentangan di dalam individu sendiri. 14 . maka terjadilah dissonance.

2. Faktor intern mencakup: pengetahuan. Perilaku itu dapat berubah apabila terjadi ketidakseimbangan antara kedua kekuatan tersebut di dalam diri seseorang.Kb di naikkan dengan penyuluhan-penyluhan atau usaha-usaha lain.1. 2. Hal ini akan terjadi adanya stimulus-stimulus yang memperlemah kekuatan penahan tersebut. d. Misalnya contoh diatas. gusar. dan sebagainya. di dalam kehidupan manusia.4. persepsi emosi. Kekuatan ±kekuatan penahan menurun. Dengan keadaan semacam ini jelas juga akan terjadi perubahan perilaku. Hal ini terjadi adanya stimulus-stimulus yang mendorong untuk terjadinya perubahan-perubahan perilaku. dengan pemberian pengertian kepada orang tersebut bahwa anak banyak rezeki. 3. manusia. Oleh sebab itu. sosialekonomi. seseorang yang belum ikot KB (ada keseimbangan antara penting anak sedikit. Oleh sebab itu perilaku dapat merupakan layar di mana segala ungkapan diri orang dapat dilihat. motivasi dan sebagainya yang berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar. dan sekaligus menurunkan kekuatan penahan. Misalnya. dengan kepercayaan banyak anak banyak rezeki) dapat berubah perilakunya (ikut KB) kalau kekuatan pendorong yakni pentingnya ber. Teori Kurt Lewin Kurt Lewin (1970) berpendapat bahwa perilaku manusia itu adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan-kekuatan penahan (reinstraining forces). adalah kepercayaan yang salah. penyuluhan KB yang berisikan memberikan pengertian terhadap orang tesebut tentang pentingnya ber-KB dan tidak benarnya kepercayaan banyak anak banyak rezeki akan meningkat kekuatan pendorong. kekuatan pendorong menurun. Nilai ekspresif ini berasal dari konsep diri seseorang dan merupakan pencerminan dari hati sanubari. baik fisikmaupun non fisik seperti: iklim. maka kekuatan penahan tersebut melemah. Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif dari diri seseorang dalam menjawab suatu situasi. Sehingga ada tiga kemungkinan terjadinya perubahan perilaku pada diri seseorang itu. kebudayaan. senang. Seperti pada contoh diatas juga.3 15 . dan sebagainya dapat dilihat dari perilaku atau tindakannya. yaitu faktor intern dan ekstern. Stimulus ini berupa penyuluhan-penyuluhan atau informasi-informasi sehubungan dengan perilaku yang bersangkutan. Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Perilaku Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku dibedakan menjadi dua. kecerdasan. Kekuatan pendorong meningkat. perilaku itu tampak terus menerus dan berubah sevara relatif.9. Misalnya orang yang sedang marah. adan akan terjadi perubahan perilaku pada orang tersebut. Sedangkan faktor ekstern meliputi lingkungan sekitar. dan senantisas menyesuaikan diri dengan lingkungannya menurut kebutuhannya. Teori ini berkeyakinan bahwa perilaku itu mempunyai fungsi untuk menghadapi dunia luar individu. yakni: 1. Kekuatan ±kekuatan pendorong meningkat.

Yang dimaksud dengan faktor pemungkin adalah sarana dan prasarana atau fasilitas untuk terjadinya perilaku kesehatan. keyakinan. Silabus juga dapat diartikan sebagai seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis. Definisi Silabus adalah garis besar. misalnya Puskesmas. Jadi silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. namun anaknya tetap sehat. tetapi ia tidak mau memeriksa kehamilannya. tempat pembuangan sampah dan sebagainya. Faktor-faktor pemungkin (enabling factors) Faktor-faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi perilaku atau tindakan. nilai-nilai tradisi. perilaku itu sendiri ditentukan oleh oleh 3 faktor utama. Langkah Menyusun Silabus y Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar y Mengidentifikasi materi pokok atau materi pembelajaran y Mengembangkan kegiatan pembelajaran y Merumuskan indikator pencapaian kompetensi y Menentukan jenis penilaian y Menentukan alokasi waktu y Menentukan sumber belajar 16 . memuat komponenkomponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar. Hal ini berarti. 2. dekat dengan bidan. kompetensi dasar. antara lain adalah pengetahuan. yaitu: 1. bahwa untuk berperilaku sehat memerlukan contoh dari para tokoh masyrakat. dan di dekat rumahnya ada Polindes. Faktor-faktor penguat (reinforcing factors) Faktor-faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku. Seorang ibu hamil tahu manfaat periksa kehamilan. Seorang ibu mau membawa anaknya ke Posyandu. 4 2. kegiatan pembelajaran. Posyandu. karena tahu bahwa di Posyandu akan dilakukan penimbangan anak untuk mengetahui pertumbuhannya. karena ibu lurah dan ibu-ibu tokoh lainnya tidak pernah periksa kehamilan. alokasi waktu dan sumber belajar. sikap. Kadang-kadang meskipun sesorang tahu dan mampu untuk berperilaku sehat. penilaian.2 Silabus 1. tetapi tidak melakukannya. kompetensi untuk penilaian. Faktor-faktor predisposisi (disposing factors) Faktor-faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang.2 Menurut Green. 3. indikator pencapaian. materi pokok atau pembelajaran. ikhtisar atau pokok-pokok isi atau materi pembelajaran. 2. dan sebagainya. ringkasan.

Elgar Dale membagi alat peraga tersebut menjadi 11 macam dan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut. Papan tulis sementum) Menyebutka n bagian lunak gigi Bagian lunak gigi (pulpa. jaringan penyangga gigi) Perlekatan gigi pada tulang rahang oleh jaringan ikat dan gusi Evaluasi Menyebutkan dengan bahasa sendiri bagian keras gigi Menyebutkan dengan bahasa sendiri bagian lunak gigi Menerangkan dengan kata sendiri perlekatan pada rahang Menerangka n perlekatan gigi pada tulang rahang 2. Tetapi masing-masing alat mempunyai intensitas yang berbeda-beda dalam membantu persepsi seseorang. alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi.Contoh silabus untuk pendidikan kesehatan gigi masyarakat Topik: Anatomi gigi Sasaran pendidikan: murid kelas III dan IV sekolah dasar Pendidik: mahasiswa FKG UI/ kader Tujuan Tujuan Materi Metode Alat Bantu Waktu Instruksi Perilaku Pendidikan Umum Khusus Memahami Menyebutka Bagian keras Ceramah Poster 20 anatomi n bagian gigi (email.1 Alat Bantu (Peraga) Pendidikan 1. 17 . Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran.3 Alat Bantu dan Media Pendidikan Kesehatan 2. Dengan perkataan lain. Seseorang atau masyarakat didalam proses pendidikan dapat memperoleh pengalaman / pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu pendidikan.3. Definisi Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Semakin banyak indera yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian / pengetahuan yang diperoleh. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera. peragaan Model menit gigi keras gigi dentin.

Alat peraga akan membantu dalam melakukan penyuluhan. f. Menimbulkan minat sasaran pendidikan. Hal ini berarti bahwa dalam proses pendidikan. benda asli mempunyai intensitas yang paling tinggi untuk mempersepsi bahan pendidikan / pengajaran. Manfaat Alat Bantu Pendidikan Secara terperinci. Dalam rangka pendidikan kesehatan. agar pesan -pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan dengan jelas dan tetap pula. masyarakat sebagai konsumer juga dapat dilibatkan dalam pembuatan alat peraga (alat bantu pendidikan).Dari kerucut tersebut dapat dilihat bahwa lapisan yang paling dasar adalah benda asli dan yang paling atas adalah kata-kata. j. bukan hanya dalam hal kesehatan mereka sendiri tetapi juga memotivasi mereka sehingga meneruskan informasi kesehatan kepada anggota masyarakat yang lain. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh. Mendorong keinginan orang untuk mengetahui kemudian lebih mendalami dan akhirnya memberikan pengertian yang lebih baik. d. 18 . e. b. Jelas bahwa penggunaan alat peraga adalah salah satu prinsip proses pendidikan. Membantu sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan cepat. i. Mempermudah penyampaian bahan pendidikan / informasi oleh para pendidik / pelaku pendidikan. Mencapai sasaran yang lebih banyak. Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. g. h. Dengan alat peraga. Untuk ini petugas kesehatan berperan untuk membimbing dan membina. manfaat alat peraga antara lain sebagai berikut : a. Sedangkan penyampaian bahan yang hanya dengan kata-kata sangat kurang efektif atau intensitasnya paling rendah. c. Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada orang lain. Merangsang sasaran pendidikan untuk melaksanakan pesan-pesan kesehatan. orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan yang dianggap rumit sehingga mereka dapat menghargai betapa bernilainya kesehatan itu bagi kehidupan. Membantu mengatasi hambatan bahasa. 2.

spanduk. d. misalnya : . dan sebagainya. Alat-alat bantu pendidikan ini lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA). poster. kaleng bekas. Alat Bantu Lihat (Visual Aids) Alat ini berguna didalam membantu menstimulasi indera mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan. Ciri-ciri alat peraga kesehatan yang sederhana antara lain : a. leaflet. film strip. b. Alat ini ada 2 bentuk : a. dan sebagainya. boneka wayang. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat. bagan. e. film.3 dimensi misal bola dunia. film strip slide dan sebagainya yang memerlukan listrik dan proyektor b. karton. Mudah dibuat b. fanel graph. flipchart. Macam-Macam Alat bantu Pendidikan Pada garis besarnya. boneka dan sebagainya. gambar. dan sebagainya. Bahan-bahannya dapat diperoleh dari bahan-bahan local c. kertas koran. dan sebagainya. kehidupan dan kepercayaan setempat. leaflet. Alat Bantu Lihat-Dengar Seperti televisi dan video cassette. 3. peta. . radio.3. Alat peraga yang sederhana. boneka. Alat yang diproyeksikan.Di kantor-kantor dan sekolah-sekolah. Bahasa setempat dan mudah dimengerti oleh masyarakat. a. 19 . pita suara. kotak gambar gulung.2 dimensi. alat peraga juga dapat dibedakan menjadi 2 macam menurut pembuatannya dan penggunaannya. seperti film. benda-benda yang nyata seperti buah-buahan. . f. dan sebagainya. Beberapa contoh alat peraga yang sederhana yang dapat dipergunakan di berbagai tempat. Disamping pembagian tersebut. Alat-alat yang tidak diproyeksikan : . Misalnya piringan hitam. seperti papan tulis. Ditulis (digambar) dengan sederhana. sayur-sayuran. misalnya slide. dan sebagainya. Alat-Alat Bantu Dengar (Audio Aids) Ialah alat yang dapat membantu menstimulasi indera pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan / pengajaran. misalnya poster. hanya ada 2 macam alat bantu pendidikan (alat peraga) : 1. dan sebagainya. 2. . seperti bambu. Alat peraga yang complicated (rumit). model buku bergambar. buku cerita bergambar.Di rumah tangga seperti leaflet.Di masyarakat umum. Mencerminkan kebiasaan. yang mudah dibuat sendiri dengan bahan -bahan setempat yang mudah diperoleh.

c. benda-benda yang sebenarnya mempermudah masyarakat un tuk mengerti dan memahaminya. Kategori-kategori sasaran seperti kelompok umur. antara lain puskesmas. pekerjaan. y Di masyarakat. Alat-alat peraga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan oleh : a. Tujuan pendidikan. dan sebagainya. Tempat memasang (menggunakan) alat-alat peraga : y Didalam keluarga antara lain dalam kesempatan kunjungan rumah. Sasaran yang Dicapai Alat Bantu Pendidikan Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang sasaran pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut. Pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pesan yang akan diterima. dan sebagainya. misalnya seperti pada waktu perayaan hari-hari besar. karena alat peraga seperti ini merupakan benda-benda yang mereka jumpai sehari-hari. Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.Mengubah pengetahuan / pengertian. Kader kesehatan c. y Di instansi-instansi. Sebaliknya kalau tidak ada benda-benda asli maka dibuatlah alat peraga dari bendabenda pengganti. Adat-istiadat serta kebiasaan e. Tujuan ini dapat untuk : . Petugas-petugas puskesmas / kesehatan b. perlu ditelaah terlebih dahulu apakah penggunaan benda-benda asli memungkinkan atau tidak. sekolahsekolah. serta dipasang juga di tempat-tempat umum yang strategis.Mengubah sikap dan persepsi 20 . merawat bayi atau menolong orang sakit dan sebagainya. Untuk itu perlu diperhatikan antara lain hal-hal sebagai berikut:  Tujuan yang Hendak Dicapai a. arisanarisan. d. Sebelum membuat alat peraga kita harus merencanakan dan memilih alat peraga yang paling tepat untuk digunakan. Oleh karena itu sebelum mempergunakan alat peraga lain sebagai pengganti benda -benda asli. Didalam menggunakan alat peraga untuk memperjelas pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat. kantor-kantor. . waktu menolong persalinan. a. Minat dan perhatian f. rumah sakit. Bahasa yang mereka gunakan d. pengajaran. pendidikan. dan sebagainya.4. Merencanakan dan Menggunakan Alat Peraga Biasanya kita menggunakan alat peraga sebagai pengganti objek-objek yang nyata sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak langsung bagi sasaran. Pamong desa. pendapat dan konsep-konsep. Individu atau kelompok b. 5.

Menanamkan tingkah laku / kebiasaan yang baru b. Sebelum penggunaan alat peraga sebaiknya petugas mencoba terlebih dahulu alat-alat tersebut. Dengan sendirinya alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan pengetahuan akan berbeda dengan alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan. Salah satu desain yang paling mudah dipahami. Cara melakukan percobaan tersebut antara lain sebagai berikut : a. Kemudian diadakan pembahasan sesuai dengan kebutuhan pendengarnya agar terjadi komunikasi 2 arah. Tujuan penggunaan alat peraga .. prosedur. tindakan. kepada siapa poster itu nantinya ditunjukkan. yang masih dalam bentuk kasar sebelum diproduksi seluruhnya. Persiapan Penggunaan Alat Peraga Semua alat peraga yang dibuat berguna sebagai alat bantu belajar dan tetap harus diingat bahwa alat ini dapat berfungsi mengajar dengan sendirinya. Apabila kita tidak komunikasi 2 arah. terutama yang dapat dikenal pesan-pesannya dengan baik itulah yang akan diproduksi dan diperbanyak. misalnya leaflets dan pamplets lebih banyak berisi pesan sedangkan poster lebih sedikit pesan-pesan tetapi bersifat pemberitahuan dan propaganda. Gunanya tes percobaan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana alat peraga tersebut dapat dimengerti oleh sasaran pendidikan. Perancanaan dan pemilihan alat peraga ditentukan sebagian besar oleh tujuan ini.Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu masalah . 6. Kita harus mengembangkan keterampilan dalam memilih. Contoh : Sebuah poster yang akan dipergunakan menunjang program keluarga berencana dibuat desain / rancangan beberapa buah. b. c. Jika tujuannya itu rumit maka mungkin diperlukan lebih dari satu macam alat peraga.Untuk mengingatkan sesuatu pesan / informasi . d. Menentukan gambar-gambar pokok atau simbol-simbol yang disesuaikan dengan ciri-ciri sasaran.Untuk menjelaskan fakta-fakta. Kemampuan penyampaian pesan masing-masing alat peraga berbeda-beda.Sebagai alat bantu dalam latihan / penataran / pendidikan . Lalu ini dicobakan pada sekelompok kecil sasaran yang dianggap mempunyai ciri-ciri yang sama dengan sasaran pada umumnya. Merencanakan terlebih dahulu tes pendahuluan untuk suatu media yang akan diproduksi. Menentukan pokok-pokok yang akan dipesankan dalam media tersebut. Misalnya satu set flip chart tentang makanan sehat untuk bayi / anak -anak harus diperlihatkan satu-persatu secara berurutan sambil menerangkan tiap-tiap gambar beserta pesannya. Memperlihatkan alat peraga / media tersebut kepada sasaran tercoba. Menanyakan kepada sasaran tercoba : 21 . e. Apabila kita tidak mempersiapkan diri dan hanya mempertunjukkan lembaran-lembaran flip chart 1 demi 1 tanpa menerangkan atau membahasnya maka penggunaan flip chart tersebut mungkin gagal. mengadakan alat peraga secara tepat sehingga mempunyai hasil yang maksimal.

Disebut media pendidikan karena alat-alat tersebut merupakan alat saluran (channel) untuk menyampaikan kesehatan karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau klien. . Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat maupun gambar.Menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti. Menggunakan gambar sudah barang tentu lain dengan menggunakan film strip dan sebagainya. Foto yang mengungkapkan informasi-informasi kesehatan.3. .Melakukan perbaikan alat peraga (media) tersebut. 22 - . Media papan (bill board) Media cetak Media cetak sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan sangat bervariasi antara lain : a. Media cetak b. Booklet ialah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dalam bentuk buku. media ini dibagi menjadi 3. atau kombinasi. Leaflet ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui lembaran yang dilipat. g. yakni : a. Poster ialah bentuk media cetak berisi pesan-pesan / informasi kesehatan yang biasanya ditempel di tembok-tembok. Dan yang lebih penting lagi alat yang digunakan harus menarik sehingga menimbulkan minat para pesertanya. e. Untuk masyarakat yang buta huruf akan lain dengan masyarakat yang telah berpendidikan. c. kata-kata dan gambar-gambar didalam media tersebut. Mendiskusikan alat yang dibuat tersebut dengan orang lain (teman-teman) atau dengan para ahli. . Disamping itu juga dipertimbangkan faktor sasaran pendidikannya. Flyer (selebaran) ialah seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk lipatan.2 Media Pendidikan Kesehatan Yang dimaksud dengan media pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah alat bantu pendidikan (AVA). f.Apakah mereka mengalami kesukaran dalam memahami pesan-pesan. atau di kendaraan umum. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah mengenai bahasan suatu masalah kesehatan atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. d. Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan-pesan kesehatan (media).Mencatat komentar-komentar dari sasaran tercoba. 2. 7. Media elektronik c. Cara Mempergunakan Alat Peraga Cara mempergunakan alat peraga sangat tergantung pada alatnya. Biasanya dalam bentuk buku dimana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan dibaliknya berisi kalimat sebagai pesan atau infomasi berkaitan dengan gambar tersebut. di tempat-tempat umum. b. f. baik tulisan maupun gambar. Flip chart (lembar balik) ialah media penyampaian pesan atau informasiinformasi kesehatan dalam bentuk lembar balik.

radio spot. Film strip Juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Benda asli. Televisi Penyampaian pesan atau informasi-informasi kesehatan melalui media televisi dapat dalam bentuk sandiwara. Benda asli adalah benda yang sesungguhnya baik hidup maupun mati. Benda tiruan dapat dibuat dari bermacam-macam bahan seperti tanah. kayu. jenisnya berbeda-beda antara lain : a. dll. mempunyai bentuk serta ukuran yang tepat. Merupakan alat peraga yang paling baik karena mudah serta cepat dikenal. Video Penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan dapat melalui video. forum diskusi atau tanya jawab sekitar masalah kesehatan. TV spot. plastik dan lain-lain. b. 23 . misal ukuran benda asli yang terlalu besar. pidato (ceramah). Radio Penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui radio juga dapat berbentuk macam-macam antara lain obrolan (tanya jawab). semen. Tetapi alat peraga ini kelemahannya tidak selalu mudah dibawa ke manamana sebagai alat bantu mengajar. c. Benda tiruan Benda tiruan adalah benda yang ukurannya lain dari benda sesungguhnya. sandiwara radio. 1. dan sebagainya. dan sebagainya. Jenis Media Alat-alat peraga dapat dibagi dalam 4 kelompok besar : a. Hal ini dikarena menggunakan benda asli tidak memungkinkan. d.Media Elektronik Media elektronik sebagai sasaran untuk menyampaikan pesan -pesan atau informasiinformasi kesehatan. b. ceramah. Media papan disini juga mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada kendaraan-kendaraan umum (bus dan taksi). Slide Slide juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi-informasi kesehatan. Benda tiruan bisa digunakan sebagai media atau alat peraga dalam promosi kesehatan. e. terlalu berat. quiz atau cerdas cermat. sinetron. Media Papan (Billboard) Papan (billboard) yang dipasang di tempat-tempat umum dapat dipakai dan diisi dengan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan.

Poster lebih cocok kalau diperuntukan sebagai tindak lanjut dari suatu pesan yang sudah disampaikan beberapa waktu yang lalu. PHBS. misalnya pentingnya mencuci makanan mentah dan buah-buahan dengan air bersih sebelum di makan ‡ Mengingatkan kembali. ‡ Hindarkan embel-embel yang tidak perlu ‡ Gambar dapat sederhana ‡ Perhatikan jarak huruf. sehingga menarik perhatian ‡ Dapat dibaca dari jarak 6 meter ‡ Harus dapat menggugah emosi.c. buat sketsa ‡ Pesan dibuat menyolok. Kombinasi warna yang tidak bertabrakan adalah : biru tua-merah. karena keterbatasan kata-kata. bentuk dan ukuran ‡ Test/uji poster pada teman. sanitai. 24 . dan sangat bermanfaat dan effektif sebagai media penyampai pesan. Dengan demikian poster bertujuan untuk mengingat kembali dan mengarahkan pembaca kearah tindakan tertentu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator. dan dapat dilihat pada jarak 6 meter. misal dengan menggunakan factor IRI. atau mempengaruhi agar seseorang bertindak akan sesuatu hal.dll ‡ Pilih satu pesan kesehatan yang terkait. misalnya tentang peringatan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setelah BAB dan sebelum makan ‡ Memberikan informasi. dll ‡ Ukuran yang besar (50X70) cm. missal kesehatan lingkungan. biru tua-biru muda. singkat. merah-kuning. cukup besar. Poster tidak dapat member pelajaran dengan sendirinya. apa poster bisa mencapai maksudnya atau tidak. gambar warna yang . kecil (35X50) cm Kegunaan Poster ‡ Memberikan peringatan.  POSTER Poster merupakan pesan singkat dalam bentuk gambarr dengan tujuan untuk mempengaruhi sesorang agar tertarik pada sesuatu. hitam-kuning. ‡ Buat dalam warna yang kontras sehingga jelas terbaca. misalnya tentang pengolahan air di rumah tangga ‡ Memberikan anjuran. yang dibuat berdasarkan unsure dan prinsip rancangan gambar. BANGGA. misalnya cara mencuci tangan yang benar ‡ Memberikan informasi tentang dampak. Media grafis adalah penyajian visual dua dimensi.mencolok ‡ Dapat dibaca (eye cacher) orang yang lewat ‡ Kata-kata tidak lebih dari 7 kata ‡ Menggunakan kata yang provokatif. misalnya informasi tentang dampak dari BAB di jamban Cara Membuat Poster ‡ Pilih subyek yang akan dijadikan topic. misal besarnya huruf. misal keluarga yang menggunakan jamban untuk BAB ‡ Gambarkan pesan tersebut dalam gambar. Gambar grafis. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam membuat poster: ‡ Dibuat dalam tata letak yang menarik.

berisi tulisan 200 ± 400 kata. Pengertian warna bisa meliputi warna simbolik atau rasa kejiwaan. yaitu: . harus dapat dibaca jelas dari jarak 6 meter. Head line. Dalam membuat poster juga perlu adanya Illustrasi.Logo dan indentitas.Sub head line (sub judul) . mudah diingat dan mudah. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat leaflet ‡ Tentukan kelompok sasaran yang ingin dicapai ‡ Tuliskan apa tujuannya ‡ Tentukan isi singkat hal-hal yang mau ditulis dalam leaflets ‡ Kumpulkan tentang subyek yang akan disampaikan ‡ Buat garis-garis besar cara penyajian pesan. melengkapi head line dan menerangkan secara singkat. termasuk didalamnya bagaimana bentuk tulisan gambar serta tata letaknya ‡ Buatkan konsepnya ‡ Konsep dites terlebih dahulu pada kelompok sasaran yang hamper sama dengan kelompok sasaran ‡ Perbaiki konsep dan buat ilustrasi yang sesuai dengan isi Keuntungan Leaflets ‡ Dapat disimpan lama ‡ Sebagai refensi ‡ Jangkauan dapat jauh ‡ Membantu media lain ‡ Isi dapat dicetak kembali dan dapat sebagai bahan diskusi 25 .Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain poster Poster secara umum terdiri atas beberapa bagian. format dan jenis gambar. Isi harus bisa ditangkap dengan sekali baca. dan terpadu dengan penampilan secara keseluruhan. mudah dimengerti. Illustrasi ini harus atraktif berhubungan dengan warna. Misal leaflets tentang diare untuk orang-orang yang tinggal di bantaran sungai dan buang buang air besar sembarangan.Body copy/copy writing dan . bentuk. Warna dapat dibagi menjadi 3 kelompok menurut jenisnya:  LEAFLET Leaflet atau sering juga disebut pamphlet merupakan selembar kerta yang berisi tulisan cetak tentang sesuatu masalah khusus untuk suatu sasaran dan tujuan tertentu.Head line (judul) . Illustrasi harus berhubungan erat dengan head line. Ukuran leaflet biasanya 20 x 30 cm. Warna merupakan salah satu unsur grafis. Body copy harus menjelaskan head line.

d. sekolah. .Album.Dokumentasi lepasan. dll ‡ Film Film meruapakan media yang bersifat menghibur. Menggambarkan satu pokok persoalan atau titik perhatian. kegiatan dan lain-lain. karena gambar atau setiap materi dapat dilihat berkali-kali. yaitu merupakan foto-foto yang isinya berurutan. karena alat ini lebih ³trendi´ dibanding dengan gambar. Dikumpulkan dalam sebuah album. Contoh gambar optik adalah seperti photo. dll. dll ‡ Slide Slide pada umumnya digunakan untuk sasaran kelompok. Misalnya album photo yang berisi kegiatan-kegiatan suatu desa untuk merubah kebiasaan BABnya menjadi di jamban dengan CLTS sampai mendapat pengakuan resmi dari Bupati. atau tempat yang memungkinkan ‡ Tempatkan pada tempat atau lokasi yang mudah dilihat ‡ Tuliskan judul yang menarik Keuntungan papan pengumuman ‡ Dapat dikerjakan dengan mudah ‡ Merangsang perhatian orang ‡ Menghemat waktu dan membiarkan pembaca untuk belajar masalah yang ada ‡ Merangsang partisipasi ‡ Sebagai review/reminder terhadap bahan yang pernah diajarkan. Cara membuat papan pengumuman ‡ Ambil plywood ‡ Warnai bila diperlukan ‡ Beri bingkai pada sekeliling papan ‡ Tempatkan atau dipaku didinding gedung. dan kolosal. 26 . mesjid. menggambarkan suatu cerita. Gambar Optik. Slide sangat menarik terutama bagi kelompok anak sekolah. dll ‡ Photo Sebagai bahan untuk alat peraga. film. tapi dapat disisipi dengan pesanpesan yang bersifat edukatif. photo digunakan dalam bentuk : . slide. PAPAN PENGUMUMAN Papan pengumuman biasanya dibuat dari papan dengan ukuran 90cm x 120 cm. posyandu. Album ini bisa dibawa dan ditunjukan kepada masyarakat sesuai dengan topik yang sedang di diskusikan. Pada papan tersebut ditempelkan gambar-gambar atau tulisan-tulisan dari suatu topic tertentu. Sasaran media ini adalah kelompok besar. biasa dipasang di dinding atau tempat tertentu seperti Balai desa. puskesmas. leaflet. Penggunaan slide cukup effektif. leaflet. Yaitu photo-photo yang berdiri sendiri dan tidak disimpan dalam bentuk album. dibahas lebih mendalam. Photo ini digunakan biasanya untuk bahan brosur.

tetapi juga harus menyentuh nilainilai emosi dan membangkitkan kebutuhan nyata. Pesan yang effektif harus memberikan informasi yang relevan dan baru bagi khalayak sasaran. namun kadang tidak bertindak karena keraguan. lenih didasarkan pada emosi daripada hasil pemikiran rasional. Khalayak sasaran termotivasi membuat jamban misalnya. d. Jika pesan dalam media diremehkan oleh sasaran. Clarify the massage Pesan haruslah mudah. f. Create trust Pesan harus dapat dipercaya. b. Pesan Dalam Media Pesan adalah terjemahan dari tujuan komunikasi ke dalam ungkapan atau kata yang sesuai untuk khalayak sasaran. tetapi maknanya akan tetap sama. untuk itu pesan harus memenuhi hal-hal sebagai berikut: a. Call to action Pesan dalam suatu media harus dapat mendorong khlayak sasaran untuk bertindak sesuatu. dll. g. dan terjangkau. Bebara hal menunjukan bahwa pesan dengan 27 . Pesan dalam suatu media harus efektif dan kreatif. Command attention Kembangkan suatu ide atau pesan pokok yang merefleksikan strategi desain suatu pesan. buang air bedsar di jamban agar anak tetap sehat´ adalah contoh ungkapan yang memotivasi kearah suatu tindakan. artinya bahwa sampaikan satu pesan utama dimedia apapaun secara berulang-ulang. secara otomatis pesan tersebut gagal. Consistency Pesan harus konsisten. atau pesan itu untuk menghimbau khalayak sasaran agar mereka menerima dan melaksanakan gagasan kita. sederhana dan jelas. Imunisasi melindungi anak dari penyakit berbahaya´ para ibu mengerti pesan itu. Bila terlalu banyak ide. Himbauan Dalam Pesan Dalam media promosi.2. 3. dan untuk itu harus dibarengai bahwa harga sabun terjangkau dan mudah didapat didekat tempat tinggalnya. Katakanlah masyarakat percaya cuci tangan pakai sabun dapat mencegah penyakit diare. a. b. hal tersebut akan membingungkan khayalayak sasaran dan mereka akan mudah melupakan pesan tersebut. pesan dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain. Himbauan Rasional Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa m anusia pada dasarnya makhluk rasiona. tidak bohong. terutama kaum ibu. Contoh pesan ³Datanglah ke posyandu untuk imunisasi anak Anda. Komunikasi yang effektif tidak hanya sekedar member alas an teknis semata. c. karena mereka akan memperoleh keuntungan dimana anaknya tidak akan terkena penyakit diare misalnya e. stiker. Communicate a benefit Hasil pesan diharapkan akan memberikan keuntungan. Cater to the heart and head Pesan dalam suatu media harus bisa menyentuh akal dan rasa. ³Ayo. misal di poster. Himbauan Emosional Kebanyakan perilaku manusia.

1. d. kemudian tertera pesan ³Lindungi anak Anda´: c. merupakan penyebab kematian bayi. 28 . Himbauan Ganjaran Pesan dengan imbauan ganjaran dimaksudkan menjanjikan sesuatu yang diperlukan dan diinginkan oleh si penerima pesan. mintalah kritik-kritik yang membangun. e. latihan presentasi dengan teman. garis. persiapkan ringkasan. Kriteria persiapan tabel klinik a. Himbauan Motivasional Pesan ini dengan menggunakan bahasa imbauan motiv yang menyentuh kondisi internal diri si penerima pesan. latihlah kemampuan komunikasi f. Tabel Klinik Tabel klinik adalah salah satu bentuk presentasi secara praktik yang menggunakan komunikasi oral dan media visual untuk menjelaskan klarifikasi dan mengulang materi pada topik yang spesifik. Contoh: ³Diare penyakit berbahaya. dll 2. pesan semacam ini akan lebih effektif.4 Presentasi pada Kelompok Profesional A. dan hal ini disebut kursus singkat. keselamatan. dan memperluas kesempatan dalam praktik dalam bidang kesehatan mulut. Informasinya memungkinkan suatu teknik teori. tetapi juga lewat dorongan psikologis seprti kasih sayang. Ada sebagian orang yang mempunyai kepribadian kuat justru tidak takut dengan imbauan semacam ini. sesuaikan penelitian dengan topik anda dan milikilah dokumen-dokumen tentang topik tersebut d. siapkan diri untuk pertanyaan dan diskusi e. Manusia dapat digerakan lewat dorongan kebutuhan biologis seperti lapar. pelayanan bantuan. Himbauan Ketakutan Penggunaan imbauan dengan pesan yang menimbulkan ketakutan harus digunakan secara berhati-hati. karena pada kenyataanya orang akan lebih banyak mengubah perilakunya bila akan memperoleh imbalan (terutama materi) yang cukup. sertifikasi diwajibkan untuk semua kegiatan tabel klinik b. menentukan tema ( informasi atau penelitian) c. prestasi. gunakanlah media visual yang efektif untuk mendukung presentasi anda g. Sebagai seorang yang mempresentasikan maka dapat memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan dalam bidang tertentu yang menarik dan untuk membangun keingintahuan dan kesadaran masing-masing dalam profesi kedokteran. serta materi tambahan h. tetapi sebaliknya kelompok orang yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. cegahlah dengan stop BAB Sembarangan´ Kombinasikan dalam poster hubungan gagasan dengan unsure visual dan non verbal.menggunakan imbauan emosional sering lebih berhasil disbanding dengan imbauan dengan bahasa rasional. keagamaan. misal dengan gambar anak balita sakit. haus. Teknik semacam ini dirasa cukup masuk akal.

semua klinisi harus menjadi anggota untuk berpartisipasi dalam program tabel klinik. grafik dan teks naratif yang ditempatkan pada sebuah papan. dengan maksimal 4 anggota per klinik. Waktu presentasi tidak melebihi 7 menit. Harus tersedia minimal 100 brosur pada saat check in dan meliputi judul. B. Klinisi tidak perlu surat izin untuk menggunakan pasien atau model hidup untuk mendemonstrasikan perawatannya. data. d. tanggal. mempromosikan dan menjual suatu product. b.2. Presentasi Poster Presentasi poster adalah suatu bentuk presentasi dengan menggunakan suatu media poster. Diizinkan adanya 2 presenter untuk setiap klinik. f. ringkasan abstrak serta bibliography. Dalam tabel klinik dilarang mengiklankan. Prinsip dan aturan tabel klinik a. dengan menggunakan seragam dan jas praktik c. 29 . Professionalisme dalam berpakaian sangat dibutuhkan. diagram. Bentuk presentasi poster adalah suatu laporan dari suatu penelitian dengan material presentasi beruapa poster gambar. e. Praktisi dan dental student harus memenuhi syarat dalam mempresentasikan sebuah poster.

baik di dalam masyarakat sendiri. masyarakat.1 Kesimpulan 1. 30 . promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan). maupun dalam organisasi dan lingkungannya 2. pendidik atau petugas yang melakukan promosi kesehatan memerlukan pengetahuan yang baik mengenai metode penyampaian pesan-pesan kesehatan dan alat bantu pendidikan kesehatan. 4. Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah siatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. kelompok atau individu. Alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran.BAB III PENUTUP 3. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut. kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik 3.

Jakarta 2006. Heri D. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Jakarta. 31 . 2005. Rineka cipta. EGC. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA 1. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Halaman 19. 3. 1998. Promosi Kesehatan. Ilmu Kesehatan Masyarakat. 4. Soekidjo Notoatmodjo. Jakarta. 2. Rineka cipta. 2009. BSNP.J Maulana. Soekidjo Notoatmodjo.