BAB I PENDAHULUAN Profesi Dokter merupakan profesi yang utama dalam proses pelayanan kesehatan.

Ilmu pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku sebagai kompetensi yang didapat selama pendidikan akan merupakan landasan utama bagi dokter untuk dapat melakukan tindakan kedokteran dalam upaya pelayanan kesehatan. Pendidikan dokter adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan pelayanan kesehatan primer dan merupakan pendidikan kedokteran dasar. Pendidikan kedokteran dasar terdiri dari dua tahap, yaitu tahap sarjana kedokteran dan tahap profesi dokter. Pembelajaran klinik difokuskan pada proses belajar yang secara langsung melibatkan pasien dan segala permasalahan mereka. Dalam tahap profesi dokter, mereka melakukan kepaniteraan klinik secara nyata di rumah sakit dan wahana pendidikan lain yang bertindak sebagai dokter muda dengan pengawasan bimbingan dokter spesialis di rumah sakit. Profesi dokter dalam institusi fakultas kedokteran membutuhkan suatu lahan rumah sakit dengan segala sumber daya insani, pasien, sarana dan prasarana yang memadai untuk mengembangkan pengalaman belajar klinik secara nyata sesuai kompetensi minimal yang harus dipenuhi oleh seorang dokter. A. Tujuan kepaniteraan klinik 1. Memberikan pengalaman kemandirian kepada dokter muda untuk dapat mengindentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalahh kesehatan pasien secara menyeluruh dengan pendekatan kedokteran keluarga. 2. Mempelajari dan menjelaskan tentang penyakit (daftar penyakit) dan masalah medik (keluhan gejala) yang didapatkan di rumah sakit dan wahana pendidikan lain sesuai standar kompetensi dokter. 3. Melakukan tindakan secara mandiri atau dengan bimbingan supervisor untuk meningkatkan ketrampilan klinik sesuai standar kompetensi dokter. 4. Melakukan prosedur-prosedur bidang kedokteran dan kesehatan di rumah sakit dan sarana pelayanan kesehatan primer. 5. Memecahkan masalah berdasarkan evidence based medicine. 6. Menumbuhkan den menjelaskan kemampuan mengelola pelayanan medik 7. Berperilaku yang sesuai dengan etika profesi den moral yang berlaku secara umum maupun khusus yang berlaku di masyarakat

1

B. Kurikulum Kurikulum pendidikan dokter terdiri dari dua tahap, yaitu tahap sarjana kedokteran dan tahap profesi dokter. Tahap sarjana kedokteran dilakukan dalam 8 semester dengan beban studi minimal 144 SKS dan diakhiri dengan gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked). Tahap profesi dokter dilakukan dalam 4 semester dengan beban studi 52 SKS di RS Pendidikan dan wahana pendidikan lain, serta diakhiri dengan gelar Dokter (dr). Kurikulum pendidikan dokter pada tahap profesi dokter terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap satu berupa rotasi klinik pada 17 Bagian klinik di rumah sakit pendidikan utama dan jejaring yang dilalui selama 96 minggu (48 SKS). Alur Program Pendidikan Profesi Dokter di FK UMS :

Lulus S.Ked

Persiapan Pra Coass (PPC)

Rotasi Klinik

Ujian Kompetensi Dokter Indonesia

Sumpah dan pelantikan dokter

Yudisium

Tabel 1. Rotasi bagian klinik di RS Pendidikan Utama No Bagian/Departemen Beban Studi Waktu (Minggu) SKS 1 Ilmu Bedah 10 5 2 Obstetri & ginekologi 10 5 3 Ilmu penyakit dalam 10 5 4 Ilmu kesehatan anak 10 5 5 Ilmu Penyakit Saraf 6 3 6 Ilmu Kesehatan Jiwa 6 3 7 Ilmu Penyakit Mata 6 3 8 Ilmu Penyakit THT 6 3 9 Ilmu Penyakit Kulit & 6 3 Kelamin 10 Radiologi 4 2 11 Ilmu Kedokteran Forensik 4 2 12 Anestesiologi 4 2 13 Ilmu Penyakit Paru 4 2 14 IKM (Puskesmas) 4 2 15 Farmasi 2 1 16 Ilmu Penyakit Gigi dan 2 1 Mulut 17 Rehabiliasi Medik 2 1

2

JUMLAH

96

48

C. Rumah Sakit Pendidikan Rumah sakit yang digunakan sebagai tempat pendidikan profesi kedokteran disebut sebagai rumah sakit pendidikan (Teaching Hospital). Rumah sakit pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan dan pelatihan profesi kedokteran, dengan kinerja rumah sakit pendidikan yang baik diharapkan dapat menghasilkan dokter yang baik. Oleh karena itu untuk menjadikan rumah sakit sebagai rumah sakit pendidikan mutlak harus memenuhi persyaratan, standard dan kriteria yang telah ditetapkan. Kualitas pendidikan klinik tidak dapat dilepaskan dari lingkungan belajar selama siswa menimba pengalaman klinik di Rumah Sakit. Bagi siswa yang beruntung akan memperoleh pengalaman klinik yang banyak, namun banyak siswa yang kurang mendapatkan kesempatan belajar kompetensi klinik secara memadai. Variasi pelaksanaan pendidikan klinik yang terjadi saat ini sangat tergantung pada rumah sakit dalam melaksanakan misi pendidikan tersebut. Oleh karena itu Rumah Sakit yang terlibat dalam pendidikan harus memenuhi standard dan kriteria sesuai dengan fungsinya sebagai tempat pendidikan yang berkualitas. Saat ini Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta telah melakukan kesepakatan bersama atau piagam kerjasama tertulis dengan beberapa rumah sakit umum daerah di wilayah Surakarta dan propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu rumah sakit pendidikan utama dan rumah sakit pendidikan jejaring (satelit dan afiliasi). Rumah sakit pendidikan utama adalah tempat peserta didik menjalani rotasi 16 bagian klinik dan 1 bagian IKM di Puskesmas selama 96 minggu. Tabel 3. Rumah Sakit Pendidikan Program Pendidikan Profesi Dokter UMS No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Rumah Sakit Pendidikan RSU PKU Muhammadiyah RSUD Karanganyar RSUD Ponorogo RSUD Sukoharjo RS Khusus Paru RS Khusus Jiwa RS Orthopedi dr. Soeharso DKK Sukoharjo Kab/Kota/Propinsi Kodya Surakarta Karanganyar Ponorogo Sukoharjo Surakarta Surakarta Surakarta Surakarta Status Utama Utama Utama Satelit Satelit Satelit Satelit Satelit

3

BAB II STANDAR KOMPETENSI DOKTER A. Area Kompetensi: 1. Komunikasi efektif Mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan pasien pada semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega dan profesi lain 2. Keterampilan Klinis Melakukan prosedur klinis sesuai masalah, kebutuhan pasien dan sesuai kewenangannya 3. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran Mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut ilmu kedokteran kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum. 4. Pengelolaan Masalah Kesehatan Mengelola masalah kesehatan pada individu, keluarga, ataupun masyarakat secara komprehensif, holistik, berkesinambungan, koordinatif, dan kolaboratif dalam konteks pelayanan kesehatan tingkat primer 5. Pengelolaan Informasi Mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemamputerapan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer 6. Mawas Diri dan Pengembangan Diri Melakukan praktik kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan keterbatasannya Mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya belajar sepanjang hayat Merencanakan, menerapkan danmemantau perkembangan profesi secara berkesinambungan. 7. Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien Berperilaku profesional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan Bermoral dan beretika serta memahami isu-isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktik kedokteran Menerapkan program keselamatan pasien

4

B. Daftar Masalah (Keluhan/Gejala) Dalam melaksanakan praktik kedokteran, dokter berangkat dari keluhan atau masalah pasien atau masalah klien. Melalui penelusuran riwayal penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tambahan, serta karakteristik pasien, keluarga dan lingkungannya, dokter melakukan analisis terhadap masalah kesehatan tersebut untuk kemudian menentukan tindakan dalam rangka penyelesaian masalah tersebut. Daftar ini berisikan masalah, keluhan atau gejala yang banyak dijumpai pada tingkat pelayanan kesehatan primer berdasarkan alasan yang membawa pasien atau klien mendatangi dokter atau pelayanan kesehatan. Selama pendidikan dokter, mahasiswa perlu dipaparkan pada berbagai masalah, keluhan atau gejala tersebut, serta perlu dilatih bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Semakin banyak terpapar oleh berbagai jenis masalah, keluhan atau gejala yang akan dijumpai di pelayanan kesehatan primer, lulusan dokter diharapkan memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang lebih baik. Daftar masalah ini dibagi menjadi dua, yaitu daftar masalah individu dan daftar masalah komunitas. Daftar masalah individu perlu dikuasai oleh lulusan dokter, karena merupakan masalah dan keluhan yang paling sering dijumpai pada tingkat pelayanan kesehatan primer. Daftar masalah individu berisikan keluhan, gejala maupun hal-hal yang membuat individu sebagai pasien atau klien mendatangi dokter atau institusi pelayanan kesehatan. Daftar masalah komunitas berisikan daftar masalah yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar tempat dokter praktik dan berpotensi dapat menimbulkan masalah kesehatan di tingkat individu, keluarga dan masyarakat. C. Daftar Penyakit Daftar penyakit merupakan penyakit-penyakit yang dipilih menurut beban penyakit yang timbul berdasarkan perkiraan data kesakitan, data kematian serta case fatality rate di Indonesia pada tingkat pelayanan primer, tingkat keseriusan problem yang ditimbulkan dan efeknya terhadap individu, keluarga danmasyarakat. Lulusan Dokter yang akan bekerja di tingkat pelayanan primer harus mempunyai tingkat kemampuan yang memadai agar mampu merujuk, membuat diagnosis yang tepat, memberi penanganan awal atau memberi penanganan tuntas. Oleh karena itu, pada setiap penyakit yang dipilih, ditetapkan tingkat kemampuan yang diharapkan akan dicapai di akhir pendidikan dokter berdasarkan perkiraan kewenangan yang akan diberikan ketika bekerja di tingkat pelayanan kesehatan primer, sesuai dengan kondisi rata-rata di Indonesia.

5

Bila menghadapi pasien dengan gambaran klinik ini dan menduga penyakitnya. serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan. organ dan tahapan usia. Level ini mengindikasikan overview level. Tingkat Kemampuan 2 Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). 6 . diharapkan pihak yang berwenang dapat memberikan pembekalan sebelum penempatan dokter. serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat). Berikut ini tingkat kemampuan yang diharapkan akan dicapai di akhir pendidikan. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik danpemeriksaanpemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya: pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya Tingkat Kemampuan 3 3a. Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Tingkat kemampuan yang diharapkan dicapai pada akhir pendidikan dokter Tingkat Kemampuan 1 Dapat mengenali danmenempatkan gambaran-gambaran klinik sesuai penyakit ini ketika membaca literatur. dantahu bagaimana mendapatkan informasi lebih lanjut. 3b. ia dapat mengenal gambaran klinik ini. Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas.Apabila setelah lulus. Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan. Dokter segera merujuk. dokter akan bekerja di daerah yang terpencil dengan kondisi pelayanan kesehatan yang minimal atau di daerah khusus sehingga membutuhkan kemampuan yang lebih. Dalam korespondensi. Tingkat Kemampuan 4 Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan laboratorium sederhana atau X-ray). Daftar penyakit dikelompokkan menurut sistem.

lulusan dokter perlu menguasai keterampilan klinis yang akan digunakan dalam mendiagnosis maupun menyelesaikan suatu masalah kesehatan. prinsip maupun indikasi. cara melakukan. cara melakukan. selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan keterampilan ini. cara melakukan. dan sebagainya. Tingkat kemampuan 1: Mengetahui dan Menjelaskan Lulusan dokter memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini. Keterampilan klinis ini perlu dilatihkan sejak awal pendidikan dokter secara berkesinambungan hingga akhir pendidikan dokter. dan sebagainya). BAB III 7 .Selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan keterampilan ini. prinsip maupun indikasi. Tingkat kemampuan 4: Mampu melakukan secara mandiri Lulusan dokter memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini (baik konsep. dan sebagainya). dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali di bawah supervisi serta memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan ini dalam konteks praktik dokter secara mandiri. pasien maupun klien tentang konsep. teori. dan pernah menerapkan keterampilan ini beberapa kali di bawah supervisi. prinsip maupun indikasi. Tingkat kemampuan 2: Pernah Melihat atau pernah didemonstrasikan Lulusan dokter memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini (baik konsep. teori. sehingga dapat menjelaskan kepada teman sejawat. teori. komplikasi yang timbul. serta cara melakukan. Daftar Keterampilan Klinis Keterampilan adalah kegiatan mental dan atau fisik yang terorganisasi serta memiliki bagian-bagian kegiatan yang saling bergantung dari awal hingga akhir. Selain itu. Dalam melaksanakan praktik dokter. Daftar keterampilan klinis dikelompokkan menurut bagian atau departemen terkait. Selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan ketrampilan ini.D. prinsip maupun indikasi. komplikasi. dan sebagainya). komplikasi. Tingkat kemampuan 3: Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi Lulusan dokter memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini (baik konsep. teori. komplikasi.

INTERAKSI DOKTER – PASIEN Secara garis besar. Memulai Interaksi a. maupun pengobatan. Konfirmasi pemahaman pasien dan perjelas apabila masih ada masalah 8 . maka hal itu harus dikomunikasikan dengan dengan pasien. pemeriksaan penunjang. Pendahuluan/perkenalan Anda perlu meletakkan pasien pada situasi yang nyaman untuk mendapatkan informasi. dan (3) tahap III. I. baik dokter maupun pasien adalah ahlinya (both doctor and patient are the expert). Selanjutnya secara efektif dokter sampai pada tahap kedua yaitu dokter adalah ahlinya dengan menanyakan secara langsung beberapa pertanyaan yang bersifat medis. Pada tahap pertama ini dokter yang mampu menjadi pendengar yong baik hanya memerlukan sedikit waktu untuk memikirkan kembali data p saja yang sebenarnya telah disampaikan oleh pasien dan data mana yang harus ditanyakan lagi melalui closed questions. (2) tahap II. Bagaimana Melakukan Interaksi dengan Pasien? 1. misalnya "Apa yang bisa saya bantu Ibu/Bapak?" Mendengarkan dengan penuh perhatian terhadap yang dikatakan pasien. interaksi dokter-pasien dapat dibagi dalam 3 tahap. Pertanyaan terbuka bisa dimulai dengan apa. Perkenalkan diri anda kepada pasien dan jelaskan peran anda. pasien dapat dianggap sebagai ahlinya (patient is the expert). Tentu sebelumnya seorang dokter harus bernegosiasi terlebih dahulu dengan pasien bahwa ada beberapa data yang harus ditanyakan kembali. yaitu pasien dan dokter duduk dalam level yang sejajar. bagaimana. Negosiasi inilah yang disebut tahap ketiga. dimana. siapa. yaitu: (1) tahap I. b. dan membiarkan mereka untuk menyelesaikan apa yang mereka katakan tanpa diinterupsi. Indentifikasi alasan konsultasi Gunakan pertanyaan terbuka untuk mengidentifikasi alasan kedatangan pasien. antara lain dengan pertanyaanpertanyaan yang memerlukan jawaban panjang (open questions). Pertanyaan terbuka membantu kita untuk mendapat informasi danmengundang pasien untuk bercerita. Bila selanjutnya dokter berencana melakukan pemeriksaan fisik. Komunikasi dokter pasien seyogyanya melalui tiga tahap tersebut. dokter adalah ahlinya (doctor is the expert). Tahap yang pertama adalah pasien sebagai "ahli" dalam menceritakan keluhankeluhannya (gejala yang dirasakan pasien) dengan fasilitasi dari dokter. kapan. Sapa pasien dan tanyakan namanya.

Pertanyaan tertutup bisa digunakan ketika pasien sudah menyelesaikan ceritanya untuk memunculkan beberapa informasi yang spesifik. mengulang apa yang mereka katakan (misalnya "jadi sakit ya Bu). misalnya. 3. Kita bisa mendorong pasien untuk melanjutkan pembicaraan dengan menggunakan bahasa tubuh danrespon verbal. 2. apakah masih ada hal lain yang ingin lbu diskusikan hari ini?" Negosiasikan pemahaman anda dengan pasien. danpengetahuan serta permasalahan pasien membantu kita untuk memahami kondisi penyakit pasien lebih baik. Memahami cara pandang (perspektif) pasien Dampak penyakit dapat berbeda pada setiap orang. sedangkan pertanyaan tertutup membatasi pasien dan mungkin saja hasil komunikasi mengikuti pemahaman dokter daripada pemahaman pasien. dan menyimpulkan secara periodik apa yang sudah mereka katakan pada anda. dantanyakan tentang masalah yang dihadapi atau pendapatnya tentang penyakit yang diderita. Dorong pasien untuk bercerita tentang bagaimana perasaannya. tetapi dilanjutkan untuk meninggalkan pertanyaan terbuka sebanyak mungkin. Gunakan pertanyaan terbuka untuk membiarkan mereka memberi lebih informasi. Perlihatkan kepada pasien bahwa anda mendengarkan dengan pernyataan klarifikasi (misalnya "maksud Ibu adalah. Struktur Komunikasi 9 . misalnya pertanyaan "Ceritakan pada saya seperti apa sakit yang dirasakan" akan menghasilkan informasi yang lebih berguna daripada pertanyaan "Apakah sakitnya terasa sekali?" Pertanyaan terbuka lebih mendorong pasien untuk berbicara dan bercerita kepada anda apa yang penting bagi mereka.lain yang mereka ingin diskusikan. Mendengar dengan aktif dan penuh perhatian. b. Proses ini sangat berbeda dengan kegiatan mendengarkan dalam percakapan sehari-hari. Mengeksplorasi permasalahan pasien Doronglah pasien untuk bercerita sejak kapan keluhan dirasakan tanpa interupsi.). "Jadi Ibu datang kemari untuk mengganti tablet KB ya. Mengumpulkan Informasi a... dan juga menangkap isyarat verbal dan nonverbal yang mereka berikan kepada kita. Coba untuk menemukan apa harapan pasien dalam berobat untuk mengatasi masalahnya. Tanyakanlah kepada pasien bagaimana permasalahan tersebut berpengaruh terhadap kehidupannya..

Membuat organisasi yang jelas Pasien kadang-kadang membuat anda hanyut dalam cerita mereka. oleh karena itu kita perlu memiliki. bangsal dandalam setiap kesempatan. Menggali informasi Terimalah pandangan dan perasaan pasien tanpa harus menghakimi. Pastikan bahwa anda membagi pemikiran dengan pasien. Berlatihlah untuk menjadi sensitif terhadap topik-topik tertentu yang mungkin pasien sulit untuk mengungkapkannya. anda akan menjadi lebih efisien. Perlihatkan rasa empati terhadap situasi mereka. Jika anda merasa perlu mencatat selama komunikasi berlangsung. intonasi. 4. dantinggi rendah suara. Membangun hubungan yang baik a.a. pastikan bahwa itu tidak mengganggu. Perhatikan waktu komunikasi (lamanya). Postur anda. mungkin perlu dipertimbangkan secara serius. danmengakui perasaan mereka danberkonsentrasilah. Pada awalnya mungkin anda memerlukan waktu yang lama untuk menjalin interaksi. lni memerlukan latihan ketrampilan sesering mungkin. baik di dalam laboratorium ketrampilan. Menggunakan isyarat non verbal secara tepat Pikirkan isyarat yang anda kirimkan kepada pasien. misalnya masalahmasalah yang tabu atau mengganggu. Simpulkan informasi yang anda temukan di akhir pertanyaan. kerangka wawancara/interview sehinga komunikasi berjalan efektif. Semua faktor ini akan dibaca oleh pasien tanpa disadari. dan biarkan pasien untuk mengisi atau memperjelas beberapa kesenjangan informasi. Melibatkan pasien Komunikasi adalah proses bersama antara anda danpasien. tetapi seiring perkembangan ketrampilan anda. b. Alur interaksi Buatlah alur interaksi secara logis yang mempermudah pasien untuk mengikuti dan memberi anda kerangka kerja yang solid. danmenjelaskan secara rasional tujuan pertanyaan anda yang mungkin dianggap pasien tidak berkaitan dengan masalah 10 . b. Kontak mata danekspresi wajah juga penting seperti bicara anda misalnya volume. posisi anda dalam berinteraksi dengan pasien danbeberapa gerakan yang anda buat. dan akan memberi gambaran respon anda terhadap mereka. Hal yang sangat penting untuk disadari juga adalah mengenai perbedaan budaya yang ada di dalam interpretasi bahasa tubuh. c.

Rencana pengelolaan yang diusulkan 2. Silakan ikuti panduan dalam catatan pencapaian anda untuk. II. Buatlah kesimpulan dengan singkat. misalnya "Saya mau bertanya beberapa pertanyaan tentang penyakit yang diderita ibu anda sebelum meninggal. anda harus memberikan tanda tangan. dan memberikan status anda. Ini merupakan persyaratan legal pencatatan medis. jelaskan apa yang akan anda lakukan danminta ijin sebelum melakukannya. memberikan tanggal. Cek bahwa pasien sudah mengerti penjelasan anda. d. apakah itu pelayanan primer maupun rumah sakit. Jika anda mempunyai informasi untuk pasien. Pengelolaan oleh dokter muda 3. Laporan terapetik terstruktur 4. dengan panduan yang disepakati. 11 . Seiring makin berpengalamannya anda maka anda akan tahu bahwa beberapa area lebih diperhatikan daripada lainnya. Berilah kesempatan bagi pasien untuk bertanya dandorong mereka untuk berdiskusi. 1. Mintalah persetujuan untuk menanyakan pertanyaan yang sensitif. Interaksi pasien sekarang juga sering disimpan dalam arsip data rumah sakit danpasien mempunyai hak mengaksesnya apabila diminta. berikan secara terorganisasi menggunakan bahasa yang dapat dipahami pasien. b. Rekam medis seharusnya mencantumkan informasi berikut: Nama/Inisial : Tanggal lahir : Jenis kelamin : Nomor Rekam Medik : Alamat : Kapan datang pertama dan masalah klinis apa : Tanggal pemondokan dantanggal pemulangan : Setiap konsultasi semua area berikut harus dicakup. c. Analisis pengelolaan pasien dalam hubungannya dengan keluaran yang relevan Setelah menyelesaikan konsultasi dan pemeriksaan. Penulisan berbagai informasi tentang diri pasien usahakan jangan mempergunakan singkatan. apakah Ibu/Bapak tidak berkeberatan?" Selama pemeriksaan fisik. Cara Membuat Rekam Medis Pasien Rekam medik pasien merupakan dokumen legal yang merekam interaksiinteraksi antara seorang pasien dansistem pelayanan medis. Menutup Komunikasi a. 5.mereka.

jika masalah utama adalah nyeri dada. Mengumpulkan informasi Menggunakan teknik pertanyaan terbuka untuk menegakkan rincian gejalagejala. 1. dalam satu kalimat atau beberapa kata. kekhawatiran-kekhawatiran mereka dalam hal bagaimana masalah tersebut bisa mempengaruhi hidup mereka danperasaan mereka dan harapan-harapan mereka atas layanan kesehatan. Harap diperhatikan bahwa ada gunanya mencakup hal-hal yang digunakan dalam peninjauan sistem untuk masalah utama. Harap cantumkan ini dalam catatan anda. Yakinkan anda mendapatkan rincian keluhan pasien. 4. Pasien sering datang kepada anda dengan informasi yang mereka pikir anda Ingin mengetahui. Menegakkan pendekatan awal dan mengidentifikasi alasan konsultasi Selalu memperkenalkan diri anda kepada pasien dan nyatakanlah profesi dan tugas anda. Mengeksplorasi masalah pasien Suatu catatan mengenai deskripsi pasien sendiri tentang penyakitnya. Keterangan jelas setiap gejala harus didapatkan dengan perhatian khusus menyangkut waktu awitan danperkembangan hingga saat konsultasi. "Nyeri dada selama 30 menit' atau "Saya rasa saya hamil:" 3. Hal inilah yang harus anda temukan melalui mendengarkan secara aktif. Pergunakanlah bahasa yang dimengerti pasien dan dokumentasikan sedemikian rupa sehingga bisa dimengerti sejawat. Sebaiknya tidak ada pertanyaan langsung yang diajukan hingga semua gejala telah dijelaskan. Sebagai contoh. Memahami pandangan pasien Penting sekali anda bisa mengidentifikasi bagaimana pemikiran pasien mengenai masalahnya. Mintalah ijin kepada pasien untuk menggali riwayat dan atau melaksanakan pemeriksaan jasmani. periksalah bersama-sama tenaga pelayanan kesehatan lain pada situasi klinis dimana saja untuk mengetahui apakah situasinya baik atau tepat untuk bisa menemui pasien. Contoh. Mungkin ini tidak mempunyai hubungan dengan apa masalah yang mendasarinya. 2. cakuplah hal-hal sistem kardiovaskular dan jika perlu sistem respirasi yang ada di daftar peninjauan sistem. kekhawatiran atau permasalahan. Rangkum apa yang ingin anda capai dengan hal-hal tersebut di akhir konsultasi. Carilah petunjuk-petunjuk nonverbal dan verbal. 12 .Sebelum menemui pasien.

tingkat dan tipe reaksi. tuberkulosis. Alergi e. 13 . Hepatitis B. anestetika umum. c. ingatlah untuk bertanya mengenai injeksi dan obat-obat bebas. dan sebagainya. bronkitis. b. demam rematik. dan sebab kematian jika diketahui untuk orangtua. tekanan darah tinggi. Riwayat obat a Tanyakanlah tablet atau obat apa yang sekarang masih diminum pasien. Penting untuk mendapatkan tanggal pasti peristiwa tersebut dan nama rumah sakitnya. banyak yang bukan alergi sesungguhnya. Program penapisan bilamana diperlukan. Penting untuk mencatat alergi terhadap apa. Imunisasi: Tetanus. Polio. pernah diopname atau dioperasi. dan obat-obat lain. Banyak pasien lupa mengatakan kepada anda kalau mereka sedang menggunakan pil kontrasepsi atau tempi pengganti hormon. penyakit jantung dan penyakit apapun dalam keluarga yang memiliki relevansi dengan masalah utama. serangan jantung / angina. b. Adalah penting menanyakan tentang alergi. 7. epilepsi. g. Tanyakanlah dosis tiap obat dan frekuensi minumnya. stroke. Tanyakanlah mengenai terapi hormon (tablet. ikterus. tetapi pembedaan ini arbitrer dan artificial dilihat dari berbagai sudut. pasangan. kesehatan. Catatan informasi ini penting. Khususnya tanyakan tentang diabetes. asma. Ditanyakan juga khususnya mengenai riwayat diabetes. d. d. saudara kandung. c. f. Riwayat keluarga Tanyakanlah tentang usia. atau injeksi). Tanyakanlah dan catat apakah mereka pernah mempunyai penyakit. masalah anestetik. 6. atau anak-anak. Mungkin ada gunanya menyajikan hal ini dalam silsilah. Tanyakanlah kenapa minum obat. tempelan. khususnya selidiki mengenai antibiotik. Riwayat medis terdahulu Suatu penjelasan mengenai penyakit atau masalah yang pernah diderita pasien sebelum pasien konsultasi dengan anda.5. a. Tidak selalu mudah untuk menentukan kapan masalah yang sekarang berawal dan kapan masalah yang dahulu berakhir.

anak-anak. Bagian ini penting khususnya apabila menggali riwayat dari pasien lanjut usia anak tangga dalam dan sekitar rumah. Penting untuk menegakkan bagaimana masalah tersebut mempengaruhi gaya hidup dan hubungan mereka. Jika relevan tanyakan bagaimana penyakit tersebut mempengaruhi pasien apa yang mereka tidak bisa lakukan. 10. mual. saat istirahat.8. penjalaran. kapan ke luar negeri terakhir. status perkawinan. hewan peliharaan. faktor yang memperberat / mengurangi. Untuk semua gejala medis yang dijelaskan di bawah adalah vital bag anda untuk menemukan bahasa komunikasi yang lazim dengan pasien anda. pekerjaan pasangan. latar belakang agama atau etnik. bantuan lain apa yang ada dari temanteman. model awitan. 9. karakter. tetangga dan keluarga. hobi. Riwayat sosial dan konteks penyakit Pekerjaan. Sistem kardiovaskular − Nyeri dada: mintalah mereka menjelaskan nyeri. cobalah catat hal berikut: tempat. misalnya berkeringat. merokok dan alkohol (seberapa sering per minggu). Tanyakanlah mengenai area-area berikut dalam setiap sistem jlka responnya positif lanjutkan dengan hal-hal dalam kurung. Aspek budaya dan struktur keluarga sebaiknya didokumentasikan bilamana perlu. hal-hal terkait. anda harus menuliskannya dengan bahasa komunikasi baku dengan sejawat anda. Bilamana relevan tanyakan mengenai penggunaan obat. nokturnal . Pengamatan sistemik Jika satu atau lebih sistem telah dicakup lengkap dalam riwayat keluhan sekarang maka anda dapat menulis "lihat riwayat keluhan sekarang" di bawah judul terkait. Rekam dalam catatan menggunakan terminologi medis yang diterima a. siapa yang memasak dan berbelanja. Mencerminkan apa yang telah pasien katakan adalah teknik yang bermanfaat dalam mengecek pemahaman. rumah. teman. Tidak ada gunanya apabila anda dan pasien tidak bisa saling memahami. Akan tetapi setelah menegakkan dengan pasien suatu gejala ada atau tidak. dansebagainya − − Dispnea: sesak napas saat beraktifitas.dispnea nokturnal paroksismal Ortopnea: tanyakanlah berapa bantal yang dipakai supaya ini tidak terjadi catat misal ortopnea lima bantal 14 .

ada tidaknya darah) Mengi (konstan/intermiten. berat dan jenis kelamin bayi dan catatan atas apa saja yang khusus tentang ibu dan anak selama kehamilan atau persalinan. durasi Edema pergelangan kaki: tingkat. tak segar) b. ada darah) Disfagia (kesulitan menelan) Nyeri (sifat. tempat keguguran / melahirkan. perkiraan lama persalinan. karakter) Sputum (warna. banyak. cara kelahiran. pola siklus. hubungan dengan makan. dalam susunan yang benar. Sistem Respirasi Sistem Gastrointestinal d. pendarahan setelah hubungan seksual. menarke. durasi. penjalaran. 15 . hubungan dengan tetesan di akhir / haus) Nokturia (catat frekwensi) Inkontinensia (frekwensi. pendarahan antarperiode. tempat. iritan. lama kehamilan. berat. faktor presipitan. − − − − Palpitasi: bila terjadi. keluar darah / mukus (segar. atau bulan dantahun. termasuk keguguran. ofensif) Riwayat haid: hari pertama mens terakhir. Sistem Genitourinari − − − − − Disuria (selama / setelah miksi) dan poliuria (catat frekwensi. tanggal pasti bilamana mungkin. waktu kemunculan Klaudikasi intermiten: kapan muncul. keadan terkait) Konstipasi nyatakan jelas apa yang dimaksud pasien Diare: nyatakan apa yang dipahami pasien tentang istilah ini . lama Masalah sirkulasi tepi Batuk (frekwensi. nyeri. Riwayat obstetrik (jumlah kehamilan. jendalan. banjir. dipicu olahraga) Serak Nyeri dada Dispnea Selera Pertambahan / penurunan berat badan Nyeri ulu hati / terbakar di dada Mual Muntah (frekwensi. fator yang memperberat / meringankan. awitan. urgensi) Hematuria Hesitansi (menetes) Diskar vagina (sifat. riwayat kontrasepsi dan menopause.− − − − − − − − − c.

mode awitan. kelelahan. Riwayat Psikiatrik − Depresi (mood. misal mual. nilai. standarstandar. Sistem Muskuloskeletal − − − − − Nyeri sendi (sebagaimana sebelumnya untuk nyeri. riwayat pekerjaan. diplopia. trauma. pandangan masa depan yang pesimistik. kepercayaan diri. anak-anak. kejadian terkait. penjalaran. dan sebagainya). kelemahan terkait) Kaku sendi (waktu dalam hari. riwayat psikoseksual dan marital. keinginan menyakiti diri sendiri). juga apakah bergerak dari satu sendi ke sendi lain. lama. kehilangan minat. efek olahraga. selera. faktor-faktor yang memperberat / meringankan. keadaan sosial sekarang dan stres) − − − Riwayat medis terdahulu (fisik dan psikiatrik) Riwayat obat (alkohol. kejang. karakter. efek olahraga) h. agama) g. tidur. kabur. − − − − − − − Penglihatan (hilang. apakah sendi terkunci) Bengkak sendi (satu atau lebih sendi. disartria) Kehilangan kesadaran (awitan. diplopia.e. konsentrasi berkurang. tinitus dan vertigo (pemicu) Ucapan (disfagia. danzat terlarang) Kepribadian sebelum sakit (hubungan sosial. sekolah. tembakau. ketertarikan. temperamen. kontrol sfingter) Gerakan involunter / tremor Kelemahan dan Parestesia f. Sistem Saraf Pusat − Nyeri kepala (tempat. Kulit Perubahan rambut dan kuku Benjolan 16 . kacamata) Rasa dan penghidu Pendengaran. rasa bersalah / tidak berguna. kecemasan / panik − − Riwayat masalah sekarang Riwayat keluarga dan riwayat pribadi (masa kanak-kanak.

keringat. asma Di akhir penggalian riwayat anda harus mulai merumuskan diagnosis atau mulai menyingkirkan diagnosis lain sebelum melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan atau menyingkirkan hipotesis anda. atau terbakar rasanya Apakah ada lepuh dan apakah berisi cairan Faktor yang memperberat / meringankan Efek sinar matahari Salep atau krim apa yang sudah dipakai Apakah pasien pernah kontak dengan ruam yang serupa Apakah ada riwayat terdahulu masalah kulit. gatal Endokrin Haus. 17 .− i. ruam. pedih. dan kesukaan temperatur Kehilangan berat badan Impotensi Kelelahan Menstruasi dan benjolan payudara Riwayat Dermatologi − − − − − − − − − − − Kapan masalah tersebut muncul Tempat dan penyebaran Apakah datang dan pergi Apakah ada bintik. . Pigmentasi. − − − − − i. apakah mengumpul Apakah gatal.

Berwajah gembira. Rambut harus rapi dan tidak menutupi wajah. Bekerja cepat tetapi dengan cukup ketenangan dan tidak menunjukkan ketergesaan. ketat. pasien. 4. 13. Tidak diijinkan mengunyah permen karet selama bertugas di bangsal.BAB IV STANDAR PENAMPILAN DAN TATA TERTIB DOKTER MUDA DI PENDIDIKAN KLINIK I. Standar Penampilan 1. 14. 10. Tanda pengenal harus dikenakan setiap waktu dan dipakai pada tempat yang dapat dilihat dengan jelas oleh staf. dan pihak-pihak yang terlibat dalam lingkup layanan kesehatan. Dokter muda harus menyadari pentingnya bersikap profesional ketika berada di rumah sakit. dengan humor tidak berlebihan serta tidak bersenda gurau pada waktu melakukan tugas. 11. Disarankan memakai sepatu datar atau berhak rendah serta berwarna dasar. Tidak mempergunakan jas putih di luar rumah sakit. kelancaran kewibawaan rumah sakit serta dapat memelihara semua sarana yang ada. 15. dan sesuai ukuran. kebersihan. Jas putih dengan model sesuai dengan ketentuan. 6. Bersikap dan berlaku secara wajar dalam segala hal. 9. 12. Penggunaan penutup wajah tidak diperkenankan selama bertugas di lingkungan rumah sakit. jeans dan pakaian lain yang menyolok (seperti terlalu mini. Tidak mengenakan perhiasan yang tidak diperlukan. Cincin dan sepasang anting untuk dokter muda perempuan diperbolehkan. tipis. maka harus diusahakan untuk ditutup selama bertugas di lingkungan rumah sakit. Baju sobek (baik disengaja atau tidak). Dokter muda wajib menyesuaikan diri dengan lingkungan dan keadaan rumah sakit yang berarti ikut menjaga ketentraman. Kuku harus dipotong pendek dan tidak menggunakan pewarna kuku. Harus dapat menggunakan waktu seefisien dan seefektif mungkin. atau menyolok. 7. Dokter muda disyaratkan menggunakan baju bersih selama mengikuti pembelajaran klinik. kerja dan 18 . 5. Bila memiliki tatoo. Make-up / riasan wajah tidak tebal. 2. seksi) tidak diperkenankan. 3. harus bersih. 8.

11. sopan dan ramah dalam melakukan wewenangnya tidak diperkenankan mempermainkan pasien. Jam kerja / kegiatan pembelajaran klinik adalah sebagai berikut: Hari Senin – Kamis Hari Jumat Hari Sabtu 07. sopan harus dapat bekerjasama dengan baik dan saling menghormati. Sikap terhadap pendidik / pembimbing: tugas harus dapat bertindak tegas sesuai dengan 18. Bila meninggalkan pendidikan atau pulang sebelum waktunya. d. Apabila namanya belum terdaftar.00 WIB b.00 . − Saling bantu-membantu dan hormat-menghormati dalam menyelesaikan tugas. Sebagai tanda hadir yaitu dengan cara menandatangani buku presensi waktu datang dan waktu pulang serta menuliskan jam hadir atau pulang. c. Apabila mahasiswa ingin mengundurkan diri dari kepaniteraan klinik yang akan dijalani.00 WIB 07. Aturan umum a. e. 17.14.00 . Di luar had / jam diadakan giliran jaga yang diatur secara khusus. mahasiswa secara aktif memastikan bahwa nama dirinya sudah tercantum pada bagian klinik yang akan dijalani. dan hanya berlaku untuk situasi yang penting. segera daftarkan diri dengan menunjukkan kartu rencana kepaniteraan klinik yang syah f. 19 .00 WIB 07. maka saat itulah paling lambat dirinya harus mengurus perijinan ke FK dengan tebusan RS. untuk kelancaran dan ketertiban kerjasama ditetapkan seorang ketua dalam kelompoknya yang bertugas untuk mengkoordinasikan tugas tugas tertentu. Tata Tertib Setiap dokter muda wajib mematuhi peraturan sebagai berikut: 1.00 . Selambat-lambatnya 3 (tiga) minggu sebelum kepaniteraan klinik dimulai. penyampaian informasi dan lain-lain. Bila datang terlambat harus melapor disertai alasannya. Sikap terhadap pasien: − − − − berlaku wajar.16.13. harus melapor untuk mendapatkan ijin. Sikap terhadap dokter muda dan peserta didik lain : II.

h. 20 . 4. bila tanpa ijin mengganti 2 kali hari yang ditinggalkan dan jika dengan surat ijin mengganti sebanyak hari yang ditinggalkan. Minggu libur hanya diperkenankan untuk mengulang ujian / memperbaiki pencapaian kompetensi bukan untuk mengulang rotasi klinik. Memberikan kesan dan saran yang ditulis dalam buku khusus. Menyelesaikan administrasi yang telah ditentukan c. Meminta diri kepada koordinator pembelajaran klinik dan kepala bagian b. c. Mahasiswa yang menjalani stase luar atau ke rumah sakit jejaring harus mentaati tata cara stase luar. c. untuk dilakukan presensi dan pengarahan atau orientasi di bagian itu. maka dokter muda wajib: a. yang diatur oleh FK UMS. Keluhan atau pengaduan. b. 3. 5. Pada waktu tugas putaran pembelajaran klinik berakhir atau selesai rotasi di rumah sakit jaringan. Bila tidak masuk ≤ 20% dari total hari stase. Pada hari pertama kepaniteraan dimulai. i. Selanjutnya mahasiswa menjalani kepaniteraan klinik di bagian tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku di bagian itu. Ketentuan cuti: a. Bila tidak masuk >20% dari total hari stase. Setiap dokter muda yang mengambil cuti harus mengulang rotasi klinik sesuai peraturan dan dilaksanakan setelah semua rotasi selesai. mahasiswa harus menghadap Koordinator kepaniteraan bagian yang bersangkutan pagi hari (sebelum jam kerja). harus ada surat ijin tertulis dengan alasan yang jelas danditujukan kepada koordinator pembelajaran klinik dengan tembusan kepada kepala bagian.g. Bila tidak masuk. Absensi / Presensi a. b. 2. harus mengulang seluruh stase. Sebelum cuti harus mengajukan surat permohonan ijin cuti kepada Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan. selama tugas pembelajaran klinik disampaikan pada koordinator pembelajaran klinik di bagian yang bersangkutan.

Menyiapkan 1 stell pakaian kamar operasi (baju. c.6. f. Apabila selama mengikuti rotasi klinik dokter muda melakukan hal-hal dibawah ini: − terlibat kasus narkoba − terlibat tindak pidana atau kriminal − melakukan perusakan pada fasilitas yang tersedia di rumah sakit atau tempat rotasi klinik − memalsukan tanda tangan − terlibat dalam kasus pelecehan seksual − maka akan menclapatkan sangsi yang ditetapkan oleh Komite Disiplin Fakultas Kedokteran UMS. Ujian tidak boleh dilaksanakan saat menjalani stase di bagian lain. 8. harus mengulang rotasi yang telah ditentukan.≤ 2 tahun setelah selesai stase bagian harus mengulang selama 20% dari total hari stase sebelum ujian. Ujian dilakukan pada minggu terakhir stase di bagian yang bersangkutan dan keluar dari stase bagian tersebut sudah membawa nilai ujian. b. Sangsi administrasi akan diberikan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Aturan mengenai ujian adalah sebagai berikut: a. 21 . Bila dokter muda mendapat nilai kondite rata-rata skor 8 atau dibawahnya. e. Bila ujian dilaksanakan I . ujian tidak dilaksanakan pada akhir stase maka ujian dilaksanakan pada minggu tenang atau setelah selesaP semua pembelajaran klinik. Bila ujian yang dilaksanakan > 2 tahun setelah selesai stase bagian harus mengulang selama 50% dari total hari stase sebelum mengikuti ujian. Bila ujian dilaksanakan < 1 tahun setelah selesai stase bagian dapat langsung mengikuti ujian. d. masker dan topi) bila dipersyaratkan oleh bagian yang bersangkutan. Bila karena kelalaian dokter muda. celana. 7.

residen) 3. Mengetahui hasil penilaian. Mengetahui aspek-aspek yang akan dinilai. Jenis kewenangan yang didelegasikan tergantung pada masing-masing bagian. Hak Dokter Muda 1. Dalam hal tidak terpenuhinya hak-hak tersebut diatas maka dokter muda berhak untuk mengajukan keberatan secara tertulis yang ditujukan kepada kepala bagian yang bersangkutan untuk mendapatkan penyelesaian yang adil. Dokter spesialis 2. bidan. Mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti putaran pembelajaran klinik. Mendapatkan penilaian seadil dan seobyektif mungkin. Mengikuti ujian setelah memenuhi segala persyaratan yang ditentukan oleh masingmasing bagian dan atau fakultas.BAB V HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER MUDA Semua kegiatan dokter muda yang langsung atau tidak langsung berhubungan dengan pasien harus berdasarkan atas pendelegasian kewenangan dan di bawah bimbingan instruktur klinik dan pembimbing klinik. 2. Tugas utamanya adaiah melakukan review kegiatan pembelajaran klinik terhadap dokter muda pada periode tertentu . Mendapatkan bimbingan dari instruktur klinik dan pembimbing klinik selama menjalankan pembelajaran klinik. Dokter yang diberi kewenangan (misalnya dokter umum. 22 . 3. Mengetahui kompetensi yang akan diperoleh dalam setiap putaran di suatu bagian. perawat. 6. Yang dimaksud dengan instruktur klinik adalah: 1. 5. radiographer. 7. 4. 8. Staf lain bukan dokter yang diberi penugasan khusus dalam mendidik dokter muda (misalnya fisioterapist. Yang dimaksud dengan pembimbing klinik adalah dokter spesialis di masingmasing bagian di Rumah Sakit Pendidikan Utama. dll) yang bertanggung jawab di bagian terkait.

berlaku wajar. Melaksanakan tugas klinik yang didelegasikan oleh instruktur klinik dan pembimbing klinik sesuai dengan kewenangannya. Mentaati peraturan dan menjalankan seluruh kegiatan pembelajaran klinik yang ditetapkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2. Mengetahui jenis-jenis kewenangan yang boleh didelegasikan oleh instruktur klinik (perhatikan daftar kompetensi pada putaran klinik tersebut). Mengucapkan janji dokter muda sebelum menjalankan pembelajaran klinik. melakukan tugas dengan sepenuh hati.II. sopan dan ramah. 5. dan memberikan pelayanan terbaik sebagai ibadah. Mematuhi tata tertib dan peraturan yang ditetapkan di masing-masirtg rumah sakit pendidikan utama. 23 . rumah sakit jejaring pendidikan dan lahan pendidikan. Kewajiban Dokter Muda 1. Terhadap pasien. 6. 4. tidak diperkenankan mempermainkan pasien. 3. tegas dan sesuai dengan kewenangan.

diagnosis kerja. Bimbingan terhadap dokter muda. Penilaian terhadap dokter muda secara objektif dengan mempertimbangkan masukan pihak terkait selama kegiatan pembelajaran klinik pada akhir kegiatan stase. III. Tugas dan Wewenang Instruktur Klinik 1. Memberikan penilaian sikap profesional dokter muda termasuk memberi peringatan c. upaya promosi dan rehabilitasi. diagnosis banding. 2. diet. tindak lanjut (follow up). pemeriksaan laboratorium rutin. Melakukan verifikasi pencapaian kompetensi dokter muda dengan mengisi buku kerja harian (log book) sesuai tingkat kompetensi yang dicapai c. Melaporkan hasil penilaian kepada Koordinator Pendidikan Klinik Bagian. upaya rujukan. yaitu memberikan bekal ketrampilan anamnesis. Melakukan bimbingan terhadap case report yang dibuat oleh dokter muda 24 . Tugas dan wewenang instruktur klinik adalah: a. perneriksaan fisik. Tugas dan Wewenang Pembimbing Klinik 1. Membimbing dokter muda dalam bed side teaching d. Melakukan pembimbingan pada dokter muda sesuai rotasi berdasarkan catatan buku kerja harian dan refleksi kasus b. Melakukan pembinaan sikap kepada dokter muda selama mengikuti pendidikan dengan melakukan pertemuan berkala secara komprehensif. suportif. pengobatan medikamentosa. 3. II. Tugas dan Wewenang Umum 1. 2. 2.BAB VI WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB PEMBIMBING I. pemeriksaan penunjang yang diperlukan. Memfasilitasi dokter muda mencapai kompetensi yang ditetapkan b. Pembimbing klinik adalah staf bagian yang telah ditetapkan sebagai Dosen pembimbing Klinik. Tugas dan wewenang pembimbing klinik adalah: a. Instruktur Klinik adalah staf bagian yang ditetapkan oleh Bagian sebagai instruktur.

2. Anestesi. apabila belum mempunyai maka para dokter muda akan menjalani di RS Jiwa Surakarta. Radiologi. Bagian Ilmu Kesehatan Jiwa dapat dijalani penuh di RS Pendidikan Utama apabila pada RS tersebut telah mempunyai staf dokter ahli jiwa full timer. Program Pendidikan Profesi (Rotasi Klinik) 1. PPC dilksanakan setelah mahasiswa telah mendapatkan gelar S. B. Pembekalan Pra Coas (PPC) PPC merupakan prasyarat untuk menempuh jenjang pendidikan profesi. Rehabilitasi Medis. Ilmu Kesehatan Anak. THT. Stase di Rumah Sakit Pendidikan Stase di RS Pendidikan Utama adalah tahap satu atau rotasi bagian klinik yaitu rotasi di bagian empat besar (Ilmu Penyakit Dalam.Ked. Mahasiswa diharuskan lulus ujian PPC untuk dapat masuk ke pendidikan klinis. Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Tujuan Diharapkan setelah menjalani kepaniteraan di bagian IKM mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip-prinsip kesehatan masyarakat. Forensik dan IKM/IKK). Khusus untuk bagian IKM/IKK dan Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal akan dijelaskan pada poin tersendiri. Kulit Kelamin. Paru. PPC ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa yang sudah lulus sarjana kedokteran dan akan memasuki program profesi yang meliputi pelatihan keterampilan klinis dasar yang dilakukan di Skills Lab Fakultas Kedokteran UMS. 25 . Syaraf. Stase Puskesmas Stase Puskesmas merupakan stase bagian kecil yaitu Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) yang akan dijalani selama 4 minggu. Kesehatan Jiwa.BAB VII PROSES KEPANITERAAN KLINIS A. Ilmu Bedah dan Obstetri dan Gynekologi) dan bagian sedang kecil (Mata. diagnosis masyarakat beserta intervensinya serta manajemen pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas.

Expert session: hari I kepaniteraan (di kampus.Gambaran umum kegiatan Kegiatan stase di bagian IKM dilaksanakan selama 4 minggu di Puskesmas yang ditunjuk. Ujian akhir: di kampus dengan dosen (Sabtu Mg III) Pada stase di bagian IKM kegiatan jaga malam diganti dengan kegiatan di lapangan pada hari Sabtu sore dan Minggu. berupa pengambilan data primer dan kegiatan intervensi program. Hari I kepaniteraan (Senin Mg I) 2.3011. Posyandu Lansia. Hari Senin siang (Mg II) Secara garis besar jadwal kegiatan pembelajaran sebagai berikut : 1. Selain itu. mahasiswa dianjurkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan sore di lapangan yang tidak dapat ditemukan pada pagi hari misal Kegiatan Posyandu Balita. termasuk kegiatan analisis situasi Puskesmas 2. Setiap hari Jumat siang (setelah jam kerja Puskesmas berakhir) 3.30 WIB. Mini C-Ex (Mini Community Experience) : Penyuluhan ke masyarakat dapat dilaksanakan di Mg II atau Mg III 4. dll. Kegiatan stase : Community Health Experiences setiap hari pukul 07. pemeriksaan barang bukti dan pertanggungjawabannya dalam proses hukum. Setiap hari kegiatan dimuiai pukul 07. Stase Ilmu Kedokteran Forensik dan Modikolegal Tujuan Diharapkan setelah menjalani stase di bagian forensik. 3. Dosen IKM UMS) dan hari II dan III (Puskesmas: Ka Pusk/Pembimbing Mahasiswa). Kegiatan stase di kampus dilakukan hanya pada: 1. mahasiswa dapat rnenerapkan prinsip pelayanan kedokteran forensik mencakup dasar hukum terkait. Case Report Session : presentasi hasil analisis kasus komunitas dan penyelesaiannya dilaksanakan hari Kamis Mg III 5. 26 .30 WIB 3. termasuk pembuatan visum et repertum.

Pembacaan sumpah dokter dilakukan dihadapan Dekan Fakultas Kedokteran UMS dan pihak-pihak dari Rumah Sakit Pendidikan.Pelaksanaan 1. Moewardi) koasisten melengkapi syarat-syarat 3. koasisten mohon diri kepada Kepala Bagian IKF FK untuk kembali ke FK UMS atau RS Pendidikan Utama C. Dr. Hari Sabtu (minggu sebelum mulai kepaniteraan IKF) koasisten mengambil Surat Pengantar di Bagian Profesi FK UMS untuk mendaftarkan diri ke Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK UNS/RS. 27 . 5. Pada hari Senin (hari pertama kepaniteraan di Bagian IKF FK UNS Dr. koasisten akan mendapatkan surat keterangan selesai (surat puas). Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan dan melengkapi persyaratan. 6. Yudisium dokter dan Pelantikan dokter Yudisium dilaksanakan pada saat setelah para dokter baru telah menyelesaikan ujian komprehenship dengan persyaratan seluruh rangkaian rotasi klinik di rumah sakit pendidikan utama dan jejaring telas diverifikasi oleh sekbag klinik dannilai disetiap bagian minimal 65 atau B. Koasisten menghadap Kepala Bagian IKF FK UNS untuk mendapatkan pengarahan. Koasisten mengikuti seluruh kegiatan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku di Bagian IKF FK UNS dan Dr. Moewardi. Pada akhir stase. Pelantikan dokter dan sumpah dokter dilakukan setelah hasil pengumuman yudisium dan para peserta berhak untuk menyandang gelar dokter. Moewardi 4 minggu. 2. 4.

Sistem muskuloskeletal . d. mengapa dan bagaimana terjadinya penyakit yang diderita dan apa akibat penyakit itu terhadap aktifitas kehidupannya. c.Sistem kardiovaskular . Materi Kepaniteraan Klinik 1. Riwayat penyakit dahulu. Keluhan-keluhan yang berhubungan dengan fungsi sistem / alat tubuh. Keluhan utama. f. berupa informasi tentang penyakit yang pernah diderita dan berhubungan (dapat berpengaruh) dengan penyakit yang diderita sekarang. Anamnesis Yaitu wawancara seorang dokter untuk memperoleh informasi tentang keadaan pasien sehubungan dengan adanya keluhan pada pasien tersebut. berupa gejala utama yang menyebabkan datang ke dokter.Sistem indera .Sistem reproduksi .Sistem uropoetika . serta riwayat pengobatan yang telah dilakukan dan hasilnya. istri / anak serta penyakit-penyakit herediter yang pernah diderita keluarganya.BAB VIII KEGIATAN KEPANITERAAN KLINIK A.Sistem digesti . Riwayat penyakit keluarga. Pada anamnesis informasi yang diperoleh berupa: a. e. berupa informasi tentang penyakit orang tua. b. Identitas penderita dan keluhan utama. saudara kandung.Sistem integumentum 28 .Sistem neuromuskular . Riwayat penyakit sekarang.Sistem saraf pusat . yaitu: . berupa keluhan informasi tentang jawaban pertanyaan kapan.Sistem respirasi .

c. Urutan pemeriksaan fisik yang lege artis adalah: − Tanda-tanda vital (vital sign). respirasi. dokter muda mencari informasi atau data tentang bentuk. perabaan dan pendengaran merupakan dasar utama pemeriksaan. ukuran. test khusus dan lain-lain) d. tekanan darah. bimanual (vaginal). Diagnosis a. terutama penglihatan. struktur dan fungsi atau bagian tubuh. Bersifat umum : panas. 3. sakit seluruh badan.2. biasanya pemeriksaan fisik mengarah ke sistem kardiovaskuler. 29 . − − Kemudian dilanjutkan ke pemeriksaan sistem-sistem tubuh yang lain atau organ yang mempengaruhi kelainan tersebut. − Keterampilan khusus (pemeriksaan rektal. keadaan umum (Berat Badan / Tinggi Badan). Pemakaian indera. b. umumnya pemeriksaan langsung menuju pada organ atau bagian tubuh yang dikeluhkan atau dicurigai terdapat kelainan. lemah. dilatasi. Baru kemudian pemeriksaan sistem yang dapat dipengaruhi oleh kelainan tersebut. Pemeriksaan a. ii. suhu danstatus gizi. nadi. dan tes alergen). − Berdasar keluhan / informasi dari anamnesis: i. respirasi dan neuromuskuler. Pada pemeriksaan fisik. misalnya pemeriksaan reflek. Bersifat spesifik (lokal). Bahan informasi yang sudah diperoleh baik dari anamnesis dan pemeriksaan fisik maupun penunjang kemudian diolah dan disusun sehingga dapat dipakai untuk menentukan kesimpulan penyakit atau diagnosis kerja. Cara pemeriksaan dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu: − Inspeksi − Perkusi − Auskultasi − Palpasi − Stimulasi (untuk mengetahui kemampuan fungsi bagian tubuh tertentu.

apoteker dandokter lain.b. antara lain: . c. 6. b.Proses perjalanan akhir penyakit . c. Kegiatan ini bertujuan agar dokter muda dapat mengenal kasus-kasus kegawat daruratan dandapat melakukan tindakan pertama pada kegawatan tersebut serta melihat tindakan untuk mengatasinya.Faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap keadaan penderita. Terapi a. Tindakan kegawatdaruratan a. keluarga penderita. b.Keadaan umum dan tanda vital . 4. paramedis. Cara mengolah informasi yaitu dengan informasi.Diagnosis .Terapi yang sedang dilakukan . yaitu penderita sendiri. seorang dokter perlu kerja sama dengan orang lain. Untuk dapat melaksanakan tindakan terapi dengan baik. ahli gizi. Follow up pasien a. Pada tahap ini kecuali ketrampilan memperoleh informasi juga pengetahuan ilmu kedokteran sangat penting. 5. 30 . − Merujuk kepada dokter ahli yang lebih berkompeten. Terapi adalah semua yang berkaitan dengan upaya preventif. Rangkuman ini berisi informasi / data yang mendukung dan mengarahkan kepada diagnosis kerja. Dasar yang dipakai untuk menetapkan prognosis dan rencana lanjutan (follow-up). d. Rencana lanjutan dibuat pada waktu membuat catatan kemajuan. untuk itu diperlukan: − Memberikan penjelasan ke pasien atau keluarganya tentang terapi dan tahapan-tahapannya. kuratif dan rehabilitatif suatu penyakit. oleh karena itu pendalaman materi dasar ilmu kedokteran sangat penting sebab tahap ini merupakan tahap yang sangat menentukan bagi seorang dokter dalam menentukan diagnosis yang nantinya akan sangat menentukan terapi dan prognosis. Rencana lanjutan dapat pula sudah direncanakan pada waktu membuat rencana awal.

Bed-side teaching (BST) Bedside teaching merupakan inti dari pembelajaran di kepaniteraan klinik atau clinical teaching yang ideal untuk mendemonstrasikan teknik pemerikasaan fisik. Pelaksanaan Follow up dilakukan secara terus menerus setiap hari baik untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap dengan menggunakan lembar follow up yang sudah disediakan (menggunakan sistem SOAP : Subjective. Tahapan dalam melaksanakan Bed side teaching : 31 . interview dan pengembangan interpersonal skills. melakukan prosedur pemeriksaan. B.b. knowledge dan attitude. Selain itu bed side teaching juga menunjukkan interaksi antara pembimbing. Planning) dan mempersiapkan beberapa kasus untuk variasi jenis penyakit seperti yang tercantum dalam buku study guide. Follow up Pasien Kegiatan ini dilakukan untuk menilai bagaimana mahasiswa mempresentasikan problem pasien. rencana management. dengan follow up lengkap yang akan didiskusikan dengan dokter spesialis. mahasiswa dan pasien serta merupakan role model dari preceptor. Bentuk Kegiatan 1. Kegiatan dilakukan di Instalasi Rawat Darurat atau dimana saja dibutuhkan tindakan darurat. IGD. di mana dalam satu kelompok mahasiswa diberi tugas satu atau dua mahasiswa sebagai presenter dan yang lain sebagai audience atau peserta. Bedside teaching dapat dilaksanakan baik di bangsal. memperbaiki kemampuan problem solving skills serta performance mahasiswa secara keseluruhan dari aspek skills. isu pembelajaran serta mekanisme dasar masalah pasien dll. poli. dll dengan bimbingan dokter spesialis atau pembimbing klinik atau preceptor dengan menggunakan form yang ada. Pelaksanaan Bedside teaching dinilai merupakan kesempatan yang ideal untuk menilai examination skills mahasiswa. Objective. Pembimbing klinik atau preceptor diharapkan menilai kegiatan ini sesuai form yang ada dan kemudian pembimbing menuliskan komentar (feed back) sesuai hasil penilaian tersebut 2. Assessment.

Selektif memilih pemeriksaan penunjang diagnosis yang sesuai. peka terhadap kemampuan pasien dan bersikap sopan. bertanya dengan efektif agar memperoleh informasi yang akurat dan adekuat. memfasilitasi pasien/keluarga pasien! agar dapat bercerita. d. Kemampuan pemeriksaan fisik (physical examination skill) Mengikuti urutan logik. b. membantu agar pasien nyaman. menyeimbangkan langkah skrining. membuat diagnosis yang tepat dan memformulasikan rencana penatalaksanaan pasien yang sesuai. 32 . mencatat. dengan mempertimbangkan risiko dan manfaat. menjelaskan alasan/dasar pemeriksaan dan terapi kepada pasien/ keluarga pasien. empati. belas kasih. memperoleh persetujuan tindakan medis kalau diperlukan kepada pesien/ keluarga pasien (informed consent). Kompetensi bed side teaching yang akan dinilai a. bereaksi secara tepat terhadap sikap dan tanda-tanda non verbal lainnya. Menghargai pasien. bebas dari istilah-istilah Kedokteran. Membuat diagnosis banding. memperkenalkan diri. b. memberitahu pasien saat pemeriksaan. memberi edukasi tentang penatalaksanaan. One or two students clerk the patient on their own and present the findings to their group in absence of a preceptor. bicara jelas. Keputusan klinis (clinical judgment). c. dan diagnostik. bisa menjaga rahasia. mendengar aktif. pencegahan dan konseling lain yang terkait dengan penyakitnya. efisien. c. menunjukkan empati. Kemampuan wawancara medis (medical interviewing skill) Memberi salam. jujur. menciptakan kepercayaan. Group discuss the problem and do self /group study to find out information related to learning issues.a. Kemampuan konseling (counseling skill) dan Kualitas humanistik/ profesionalisme (humanistic qualities/professionalism) Mengorek harapan pasien. Students meet their preceptor and make formal presentation and go through learning issues Kegiatan pembelajaran ini merupakan diskusi tentang kasus pasien yang ada di buku study guide.

Yang harus dinilai: 1. Menunjukkan bagaimana mencapai keputusan klinis yang memuaskan. memanfaatkan dan mengintegrasikan ilmu dasar untuk menerangkan secara menyeluruh mengenai Kemampuan untuk memmaparkan kasus secara singkat dan 33 . Sama dengan bedside teaching diharapkan pembimbing klinik menilai sesuai form yang ada di mana dalam satu kelompok mahasiswa diberi tugas salah satu sebagai presenter dan yang lain sebagai audience atau peserta. 2. efektif. Kinerja berkomunikasi dan sikap. siswa: sistematik penyajian. Kemampuan permasalahan pasien.e. 4. 4. sintesis. ringkas. peduli (caring). Kompetensi klinis keseluruhan (overall clinical competence). 3. menyeimbangkan risiko dan manfaat. 3. kemampuan menghubungkan. Case report (Laporan Kasus) Kegiatan pembelajaran ini merupakan diskusi tentang pasien yang sudah pernah dilakukan dalam bed side teaching sebelumnya atau menggunakan kasus-kasus yang spesifik disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan merupakan kegiatan ilmiah berupa laporan kasus. Pelaksanaan Presentasi kasus dilakukan di ruang diskusi atau ruang pertemuan di mana mahasiswa secara individual atau kelompok mempresentasikan kasus-kasus yang dinilai menarik dan penting dari bedside teaching. 5. Referat Tujuan Kemampuan untuk membedakan antara kondisi penyebab dan akibat dari permasalahan pasien. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mendiskusikan halhal yang penting berkaitan dengan masalah yang diderita pasien. efisien dalam menggunakan sumber yang ada. menyadari keterbatasan kita.

00. Diharapkan mahasiswa tidak sama dalam memilih topik atau judul referat karena hal ini untuk menilai kemampuan searching informasi ilmiah yang up to date dan juga kemampuan critical appraisal-nya (analisa kritis). 5. Compare. Kegiatan rutin harian a. Pelaksanaan Referat dilakukan secara individual dan diharapkan mahasiswa memilih topik atau judul yang tidak sama satu dengan yang lain dengan lebih menekankan pada implementasi EBM serta kemampuan appraisal terhadap masalah-masalah klinik. terapi maupun prognosis dengan model PICO (Patient. diagnosa.08.00 .Kegiatan ini merupakan diskusi tentang kasus atau isu-isu ilmiah yang berkaitan dengan topik pembelajaran dan bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam menerapkan evidence based medicine atau EBM dalam memecahkan masalah-masalah klinis. 34 . C.00 .09. Kegiatan ini dilaksanakan satu minggu sebelum ujian stase dilaksanakan. Intervensi. Pembacaan jurnal dilaksanakan koas di bawah bimbingan pembimbing klinik. b. Kasus yang diambil sebagai referat terutama berasal dari pertanyaan klinik pada waktu presentasi kasus yang dianggap menarik dan kemudian ditulis kembali dalam bentuk referat dengan syarat menyertakan EBM baik tentang harm. Journal Pembacaan jurnal merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendiskusikan kasus-kasus yang menarik dan dianggap penting di dalam pembelajaran di setiap stase dengan mempertimbangkan Evidence Based Medicine (EBM). Referat disajikan koass kepada pembimbing klinik maksimal seminggu sebelum dilaksanakan ujian stase.00. Waktu Kegiatan Setiap kegiatan memiliki ketentuan waktu sendiri-sendiri. Diharapkan mahasiswa mampu meng-up date ilmu kedokteran yang sedang berkembang pesat dengan mengikuti jurnal-jurnal kedokteran alamiah yang terbaru. Outcome) . 1. Bed side learning bersama instruktur klinik dilakukan tiap hari kerja pada pukul 08. Follow up pasien dilakukan tiap hari kerja pada pukul 07.

D.00. dan 6. Proses belajar lainnya mengambil waktu pada jam kerja berdasarkan kesepakatan dengan pembimbing klinik.00 . Poliklinik. d.12.00 .12. Kegiatan kelompok a. b.00.00 .00. Bed side learning bersama instruktur klinik dilakukan tiap hari kerja pada pukul 08. Kamar operasi.00.00. 3. Kamar tindakan / Kamar bersalin / Kamar bayi 4. Pelaksana Kegiatan Semua kegiatan dokter muda yang langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan pasien di Rumah Sakit Pendidikan Utama dan Rumah Sakit 35 .00 . Instalasi Gawat Darurat. b. 5. E.08. 2. ICU / ICCU / Unit Stroke / Hemodialisa. Kegiatan pelayanan yang dibimbing langsung oleh pembimbing klinik dilakukan tiap hari kerja pada pukul 09. c. Jaga bangsal yang dimulai pukul 13. e. c. Jaga bangsal yang dimulai pukul 13.00 .c. Tempat Kegiatan Tempat kegiatan untuk proses pembelajaran / pengayaan ilmu pembelajaran klinik dapat dilakukan di: 1.00. d.00 .07.09. Bangsal. 2.07. Kegiatan pelayanan yang dibimbing langsung oleh pembimbing klinik dilakukan tiap hari kerja pada pukul 09. Tugas kewajiban akademik kelompok mengambil waktu berdasarkan kesepakatan dengan pembimbing / instruktur klinik. Kegiatan individu a. Tutorial klinik dilakukan setelah selesai kegiatan pelayanan atau waktu yang sudah disepakati dengan instruktur klinik / pembimbing. 3. Tugas kewajiban akademik mengambil waktu pada jam kerja berdasarkan kesepakatan dengan pembimbing / instruktur klinik. Follow up pasien dilakukan tiap hari kerja pada pukul 07.

Jejaring Pendidikan harus berdasarkan atas pendelegasian kewenangan dan dibawah supervisi dari pembimbing klinik. Staf lain bukan dokter yang diberi penugasan khusus dalam melatih dokter muda. Pemantauan dan Buku Kegiatan Kegiatan pemantauan. perawat. misalnya dokter umum atau peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (Residen) 3. Dokter Spesialis 2. pedoman pelaksanaan danbuku kegiatan untuk memantau kualitas dan kwantitas proses pembelajaran dokter muda adalah: 1. Buku Kegiatan Harian Pembelajaran Klinik (Log Book) 36 . Sebagai pelaksana kegiatan proses pembelajaran pembelajaran klinik adalah: 1. radiografer dan lainlain yang bertanggung jawab di bagian terkait. Panduan Kepaniteraan Klinik 3. Dokter yang diberi kewenangan. misalnya adalah fisioterapis. Study Guide Pembelajaran Klinik 2. F. bidan.

4.BAB IX ASSESSMENT PENDIDIKAN KLINIK Definisi Secara luas assessment didefinisikan sebagai suatu proses untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk memberikan feedback kepada mahasiswa ataupun membuat suatu keputusan yang berkaitan dengan mahasiswa. yaitu assessment hendaknya memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar mahasiswa. kurikulum dan kebijakan pendidikan. reliabel dan feasibel untuk dilakukan. 3. Assessment seharusnya merupakan proses yang berkesinambungan. Dengan demikian dalam mengembangkan assessment harus dipertimbangkan secara matang bagaimana efek assessment tersebut terhadap proses belajar mahasiswa. Sistem assessment seharusnya komprehensif. Assessment seharusnya mencakup baik tujuan formatif maupun sumatif. dalam arti assessment tersebut akan mempengaruhi mahasiswa untuk mempelajari atau menguasai kompetensi belajar yang ditetapkan. Selain itu ada satu lagi prinsip dasar yang sangat penting dan perlu diperhatikan dalam mendesain suatu assessment. sehingga prinsip triangulasi yaitu menggunakan beberapa metode assessment sangat dianjurkan untuk mendapatkan keputusan yang adil tentang pencapaian kompetensi oleh mahasiswa 37 . Assessment seharusnya kongruen dengan tujuan pendidikan (kompetensi yang akan diukur) 2. Setiap metode / instrument yang digunakan seharusnya memenuhi prinsip umum suatu test. misalnya: Apakah assessment akan menstimulus mahasiswa untuk belajar hanya beberapa hari sebelum ujian? Apakah assessment mampu mendorong mahasiswa untuk belajar secara mendalam? Dan seterusnya. Banyak riset telah membuktikan bahwa tidak ada metode tunggal yang ideal untuk menilai kompetensi mahasiswa secara keseluruhan. Prinsip dasar Beberapa prinsip dasar yang mesti diperhatikan dalam mengembangkan assessment adalah sebagai berikut: 1. yaitu. Bagi mahasiswa assessment adalah kurikulum mereka: Student learns what you inspect NOT what you expect. valid.

Kapan ujian dilakukan? Ujian dilakukan selama proses pembelajaran klinik berlangsung di suatu bagian dan juga di akhir rotasi suatu bagian. Assessment dalam pembelajaran klinik dilaksanakan per bagian. Ke depan akan dirancang pula ujian komprehensif yang merupakan ujian terintegrasi yang dilakukan di akhir keseluruhan rotasi. hal positif yang dilakukan dokter muda. Bagaimana ujian dilakukan? Ujian yang dilakukan adalah ujian formatif yang hasilnya untuk tujuan sumatif dan ujian sumatif. Apa yang diuji? Yang diuji adalah kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter muda setelah menyelesaikan rotasi di suatu bagian. Tujuannya adalah untuk memberikan feedback kepada dokter muda seperti kemajuan pencapaian kompetensi.Tujuan Keseluruhan assessment dalam pembelajaran klinik bertujuan untuk memastikan bahwa dokter muda telah memiliki kompetensi yang telah ditetapkan sebagai seorang dokter umum. dll. Ujian formatif yang hasilnya untuk tujuan sumatif Ujian ini dilakukan selama proses pembelajaran klinis. Siapa yang menguji dan memberikan penilaian? Yang berhak memberikan penilaian adalah pembimbing akademik. Ujian formatif didasarkan pada: Follow up Bed Side Teaching dan Tutorial klinik Laporan Kasus(Case Report) Referat Journal Reading Kontribusi ujian formatif sebesar 70 % 38 . Kompetensi ini bisa dilihat dalam study guide.

Ujian sumatif ini dilakukan dengan: Ujian Lisan Ujian lisan merupakan suatu penilaian kompetensi mahasiswa lewat jawaban verbal terhadap pertanyan atau situasi yang diberikan oleh penguji atau tim penguji. analisis.Ujian sumatif Dilakukan setelah dokter muda menyelaikan rotasi klinis di suatu bagian. misal memberikan nilai 6 untuk ujian 39 . 2. keterampilan komunikasi dan pemecahan maslah lebih mudah diuji lisan Kelemahan Ujian lisan: 1. 4. Dapat mengukur beberapa tujuan belajar yang tidak dapat dilakukan dengan tes tertulis. Kontribusi ujian sumatif terhadap nilai akhir adalah 30 %. demikian pula maasiswa yang secara kebetulan tidak menguasai suatu masalah dinggap tidak menguasai seluruh masalah 6. 5. Penguji dan mahasiswa dapat langsung mengetahui hasilnya. Berguna dalam ujian individual sehingg isi ujian dapat diperluas Memberikan informasi psikologis yang penting dari sikap dan cara menjawab Dapat menilai kepribadian dan isi pengetahuan mahasiswa karena dilakukan face to face Penguji dapat mengetahui pengetahuan mahasiswa secara terperinci. 5. Ujian lisan memberikan kebebasan yang luas kepada penguji untuk menentukan pertanyaan yang diberikan sehingga tidak ada standar antara mahasiswa dengan mahasiswa lain. dan sintesis Penilaian pembuatan keputusan. 8. memungkinkan terjadi bias dan reliabilitas yang rendah. 3. Banyak memakan waktu sehingga kurang efisien Penilaian bersifat subjektif Merugikan untuk mahasiswa yang kurang dapat berkomunikasi lisan Kepribadian dan sikap penguji dan yang diuji berpengaruh terhadap hasil Ada efek halo: mahasiswa yang menguasai satu masalah dianggap menguasai seluruh masalah. 4. 2. 3. Keunggulan ujian lisan: 1. Ada tendensi sentral: ada kecenderungan penguji memberi nilai lulus berada pada nilai tengah. etika. 6. 7. Mampu menguji tingkat kemampuan kognisi yang lebih tinggi yaitu aplikasi.

konseling clinical judgment dan lain-lain. 2. Pembimbing klinik atau preceptor diharapkan menilai kegiatan ini secara langsung di depan pasien sesuai form yang ada untuk menentukan kemampuan mahasiswa memuaskan atau tidak. ICU. mendengar aktif. Lain-lain: saat masuk rumah sakit. bereaksi secara tepat terhadap sikap dan tanda-tanda non verbal lainnya. bertanya dengan efektif agar dapat memperoleh informasi yang akurat dan adekuat. memfasilitasi pasien/orang tua pasien agar dapat bercerita. pemeriksaan fisik. saat pulang Penilai mini-CEX Pembimbing Klinik Keterangan kompetensi yang ada dalam mini-cex : 1. mini-CEX telah terbukti merupakan alat yang valid dan dapat dipercaya untuk mengukur kemampuan klinik clerkship/DM. 3. Hakekat dari mini-CEX adalah penilaian kemampuan klinik clerkship /dokter muda (DM) pada saat berhadapan dengan pasien. Pedoman penggunaan mini.Untuk Standardisasi isi ujian: 1. Setting mini-CEX: Pasien rawat inap. Pelaksanaan Dilakukan oleh dokter spesialis pada akhir stase (sumatif).cex (clinical evaluation exercise) untuk ujian kompetensi klinik. berbicara jelas. 40 . dan hanya perlu 15-20 menu untuk dapat menilik interaksi clerkship/DM dengan pasien dari berbagai pemakaian. Kemampuan Wawancara Medis (Medical Interview Skills) Memberi salam rnemperkenalkan diri. mencatat. IRD Rawat jalan. Tetapkan bahan yang akan disajikan dan harus diketahui mahasiswa Buat pertanyyan yang setara antra mhasiswa atu dengan yang lain Berikan pasien ujuan yang setara kesulitannya Ujian Mini Cex (Mini clinical evaluation exercise) Kegiatan ini dilakukan untuk menilai kemampuan atau ketrampilan klinis mahasiswa secara keseluruhan mulai dari ketrampilan interview. Mini-CEX mudah dilakukan secara rutin oleh pembimbing yang bertugas dalam berbagai situasi klinik/ ruangan. kemudian diikuti dengan pemberian feedback dan komentar.

Organisasi/Efisiensi (Organization/Efficiency) Menentukan Prioritas. Keputusan klinis (Clinical Judgment) Membuat diagnosis yang tepat dan momformulasikan rencana penatalaksanaan pasien yang sesuai. menyeimbangkan langkah skrining dan diagnostik. Efektif efisien dalam menggunakan sember yang ada menyeimbangkan resiko dan manfaat. memberitahu pasien saat pemeriksaan. dan konseling lain yang terkait dengan penyakitnya. 41 . 4. menciptakan kepercayaan . bisa menjaga rahasia. menyadari keterbatasan kita. Kemampuan pemeriksaan fisik (Physical Examination skills) Mengikuti urutan logik efisien. belas kasih. 3. menunjukkan empati. Sintesis. 6. terbuka dan juga. Kemampuan konseling (counseling skills) Mengorek harapan pasien. bebas dari istilah-istilah kedokteran. Menjelaskan alasan/ dasar pemeriksaan dan terapi kepada pasien / orang tua pasien. Memperoleh persetujuan tindakan medik kalau diperlukan ke pasien/orang tua pasien (informed consent). peduli (caring). pencegahan. memberi informasi. 5. peka terhadap kenyamanan pasien dan bersikap sopan. Kompetensi klinis keseluruhan (Overall Clinical Competence) Menunjukkan bagaimana mencapai keputusan klinis yang memuaskan. 7. empati. menyesuikan dengan waktu yang tersedia. Kualitas Humanistik/ Profesionalisme (Humanistic Qualities/ Professionalism) Menghargai pasien. Selektif memilih pemeriksaan penunjang diagnostik yang susuai dengan pertimbangan resiko dan manfaatnya. memberi edukasi tentang penatalaksanaan. membantu agar pasien nyaman.2.

00 3.50 3. Case Report . Attitude/Kondite Bobot 10% 20% 20% 10% 10% 30% 100% Nilai Hasil (Bobot x nilai) ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… Skala Penilaian Nilai Huruf A AB B BC C D E Nilai Bobot 4.50 2. Bed Side Teaching (BST) .5.00 1.1.00 0.00 2.00 Rentang Nilai ≥ 75 70 – 74 65 – 69 60 – 64 55 – 59 50 – 54 < 50 Keterangan patokan nilai Mempunyai tingkat penguasaan ≥ 75% Mempunyai tingkat penguasaan 70 – 74 % Mempunyai tingkat penguasaan 65 – 69% Mempunyai tingkat penguasaan 60 – 64 % Mempunyai tingkat penguasaan 55 – 59 % Mempunyai tingkat penguasaan 50 – 54 % Mempunyai tingkat penguasaan < 50% Kelulusan Nilai Bagian Klinik adalah ≥ 65 (B) dengan attitude/kondite : Sufficient.BAB X EVALUASI A. Referat . Nilai Bagian Evaluasi kegiatan dokter muda sehari-hari daiam bentuk buku loq sebagai kumpulan kegiatan selama proses pendidikan yang dievaluasi oleh dokter pembimbing klinik di rumah sakit pendidikan secara profesional baik dalam proses kegiatan harian/mingguan dan ujian akhir stase bagian dengan proporsi. 42 .4.3. Follow Up . Ujian Akhir Stase Jumlah (A + B) C.2. Jenis Kegiatan A. Proses . Jurnal B.

dan ..Kejujuran .Inisiatif . 43 .NILAI KONDITE PENDIDIKAN KLINIK (Diisi setiap minggu oleh dokter pembimbing klinik) Minggu I II III IV V VI VII VIII IX X Tanggal Tempat Tugas Skor Kondite Tanda tangan dan nama terang dokter *) Kondite dinilai oleh dokter pembimbing klinik berdasar sikap Dokter Muda selama rotasi di tempat tugas. Catatan Administrasi ( diisi oleh Staf Administrasi) Absen dengan ijin : Tanpa Ijin : Keterangan : Staf Lampiran ……………. Aspek yang dinilai meliputi 5 aspek yaitu : .Kerjasama. Skor masing-masing aspek antara 0-3 (sehingga skor total minimal 0 dan maksimal 15) Interpretasi nilai : < 8 Insufficient : > 9 Sufficient Dokter muda dengan nilai insufficient. harus mengulang rotasi seperti yang telah ditentukan oleh koordinator Pendidikan Klinik.Disiplin . *) Diisi oleh dokter pembimbing klinik.Tanggung jawab.

LAMPIRAN 44 .

Cuti semester dilakukan dalam satu semester atau dua semester berturut-turut. Total Waktu pengambilan cuti adalah 4 semester. 2. UMS 1. Setiap pengajuan cuti dikenakan biaya administrasi 8. Bagian Tata Usaha Program Pendidikan Profesi FK-UMS memproses surat Cuti sampai ada keputusan DISETUJUI / DITOLAK permohonan cuti tersebut. Diberlakukan sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan tinjau kembali sebagaimana mestinya apabila dipandang perlu. Selama menempuh Program Pendidikan Profesi. Peserta mengajukan Permohonan Cuti di Bagian Tata Usaha Program Pendidikan Profesi FK-UMS. 5. dengan melengkapi surat-surat keterangan sesuai dengan alasan pengajuan cuti. 45 . Pengajuan Cuti paling lambat 1 (satu ) minggu sebelum tanggal cuti yang diajukan atau paling lambat 4 (empat) minggu sebelum waktu kepaniteraan klinik dimulai.(SOP) STANDARD OPERATING PROCEDURE CUTI PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI FK. 4. Cuti bagian dilakukan pada 1(satu) bagian dan maksimal tidak lebih satu semester atau separuh siklus. 3. 6. 7.

akan dikembalikan melalui surat keputusan Badan koordinasi pendidikan rumah sakit kepada Fakultas Kedokteran UMS. minggu ke-5 untuk bagian sedang dan minggu ke-10 untuk bagian besar). 1. 3. Nilai stase bagian diserahkan kepada Fakultas Kedokteran UMS selambatlambatnya 2 minggu setelah ujian akhir bagian dilaksanakan melalui staf administrasi di Rumah Sakit Pendidikan Utama. 4.(SOP) STANDARD OPERATING PROCEDURE UJIAN AKHIR BAGIAN DI RS PENDIDIKAN Ujian akhir bagian di rumah sakit pendidikani mengikuti ketentuan sebagai berikut. Bagi mahasiswa yang tidak lulus setelah menjalani ujian ulang di RS pendidikan tersebut. 5. Ujian akhir bagian di rumah sakit pendidikan utama dilaksanakan pada minggu terakhir setiap siklusnya (minggu ke-3 untuk bagian kecil. atau selambatlambatnya pada minggu libur setelah stase bagian yang berkaitan. Bagi mahasiswa yang mendapatkan nilai C (< 60) setelah dihitung berdasarkan format penilaian nilai bagian yaitu Proses + Ujian Akhir Stase maka yang bersangkutan harus mengikuti ujian ulang di rumah sakit tersebut. 2. Ujian ulang di rumah sakit pendidikan dilaksanakan pada minggu libur setelah stase yang berkaitan berakhir atau selambat-lambatnya pada minggu libur stase berikutnya dan dilaksanakan maksimal 1 kali. 46 .

tidak benar b. 2. tidak ada 2. perlu latihan lagi 4. Bagaimana isu pembelajaran didiskusikan oleh mahasiswa ? a.FORM PENILAIAN 1 FOLLOW UP Waktu (Hari/Tanggal/Jam) : Diagnosa/Problem : Setting 1. lama c. dengan bimbingan c. Poliklinik Bangsal IGD Lain-lain : Data Pasien 1. Benar b. Usia 2. Oleh mahasiswa sendiri b. Jenis Kelamin 3. Bagaimana mekanisme dasar masalah pasien didiskusikan oleh mahasiswa ? a. Oleh mahasiswa sendiri b. 4. 3. Bagaimana rencana manajemen pasien ? a. Bagaimana penyediaan waktu untuk masalah ini ? a. Benar 3. Bagaimana prosedur pemeriksaan fisik dilakukan oleh mahasiswa ? a. Bagaimana masalah pasien dipresentasikan mahasiswa ? a. Benar b. perlu waktu lebih Komentar : 47 . tidak ada 5. dengan bimbingan c. Adekuat b. 4. 3. tidak adekuat 6. Baru/Follow up : Fokus 1. 2. Pengumpulan data Diagnosa Terapi Konseling : 1.

AB 70. C 55.59.69. Lain-lain Fokus 1. E<40) Supervisor Klinik …………………………… 48 . komunikasi 4.0 .9 .64. Poliklinik 2. Performance mahasiswa : attitude. 4. Partisipasi selama diskusi 2. B 65. 6. Kemampuan knowledge selama presentasi/diskusi 3. Bangsal 3. 2.9 . 3. 3.FORM 2 BED SIDE TEACHING Waktu (Hari/Tanggal/Jam) : Diagnosa/Problem : Setting : 1.9 .0 . Ketrampilan komunikasi/anamnesa Ketrampilan pemeriksaan fisik Profesionalisme Kemampuanclinical judgement dan pengumpulan informasi Kemampuan konseling Organisasi/efisiensi pencatatan dan presentasi data anamnesa dan pemeriksaan fisik Kompetensi klinis keseluruhan Peserta No Nama Mhs NIM 1 2 3 4 Nilai Akhir Keterangan : 1.74. IGD 4. Kemampuan mengidentifikasi dan mendiskusikan mekanisme dasar yang terlibat Penilaian : Sesuai system standar penilaian pendidikan klinik FK UMS yaitu PAP 7 tingkat (A ≥ 75.9 . Pengumpulan data Diagnosa Terapi Konseling : Presenter: No Nama Mhs NIM 1 2 3 4 5 6 7 Nilai Akhir Keterangan : 1. 5. BC 60. D 40-54. 4.9 . 2.0 .0 . 7.0 .

3. memanfaatakan danmengintegrasikan ilmu dasar untuk menerangkan secara menyeluruh mengenai permasalahan pasien. 5. 7. : ……………………………………………………………… Yang harus dinilai: 1. Nama Mahasiswa NIM 1 2 Hasil akhir Yang harus dinilai: 1. Partisipan NO 1. Kemampuan menghubungkan. 4.FORM 3 CASE REPORT (LAPORAN KASUS) Tanggal Kasus Presentan No Nama Mahasiswa NIM 1 2 3 4 5 Hasil Akhir (Rata-rata no 1-5 :……………………………… Waktu :………………. 6. 8. 2. Kemampuan untuk memaparkan secara verbal pengetahuan mereka pada saat presentasi (mengidentifikasi dan mendiskusikan permasalahan yang terkait) Skala : C 55 – 59 BC 60 – 64 B 65 – 69 AB 70 – 74 A > 75 Supervisor Klinik …………………………… 49 . Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mendiskusikan hal-hal yang penting berkaitan dengan masalah yang diderita pasien. Kemampuan untuk membedakan antara kondisi penyebab dan akibat dari permasalahan pasien. 2. 3. 4. kemampuan berkomunikasi dan sikap. 2. 5. Partisipasi (keikut aktifan) dalam diskusi dan kinerja siswa: sikap dan kemampuan berkomunikasi. 10. 9. Kemampuan untuk memmaparkan kasus secara singkat danringkas. Kinerja siswa: sistematik penyajian.

64.FORM 4 REFERAT Waktu (Hari/Tanggal/Jam) : Kasus : Presenter: No Nama Mhs NIM 1 2 3 4 5 6 Nilai Akhir Keterangan : 1.9 .9 .59.9 . 4. 4.74. 2.9 . D 40-54.0 . 3. BC 60. Partisipasi selama diskusi Kemampuan knowledge selama presentasi/diskusi Performance mahasiswa : attitude. Kemampuan menulis ilmiah secara sistematik Kemampuan mengaplikasikan EBM Kemampuan belajar mandiri Kemampuan mengidentifikasikan dan mendiskusikan mekanisme dasar yang terlibat 5. Kemampuan knowledge dalam presentasi 6. 3.0 . C 55.0 . E<40) Supervisor Klinik …………………………… 50 .0 . AB 70. Performance mahasiswa :attitude dan komunikasi Peserta No Nama Mhs NIM 1 2 3 4 Nilai Akhir Keterangan : 1. B 65. komunikasi Kemampuan mengidentifikasi dan mendiskusikan mekanisme dasar yang terlibat Penilaian : Sesuai system standar penilaian pendidikan klinik FK UMSyaitu PAP 7 tingkat (A ≥ 75.0 . 2.9 .69.

Ketrampilan pemeriksaan fisik <55 Kurang sekali 3. Organisasi/efisiensi 55-59 kurang 60-64 cukup 65-69 baik 70-74 >75 Baik sekali 55-59 kurang 60-64 cukup 65-69 baik 70-74 >75 Baik sekali 51 . 3. Konseling <55 Kurang sekali 6. Jenis Kelamin 3. Ketrampilan anamnesa <55 Kurang sekali 55-59 kurang 60-64 cukup 65-69 baik 70-74 >75 Baik sekali 2.FORM 5 MINI-CEX Waktu (Hari/Tanggal/Jam) : Diagnosa/Problem : Setting 1. Usia 2. Poliklinik Bangsal IGD Lain-lain : Data Pasien 1. Kemampuanpengumpulan informasi dan clinical judgement <55 Kurang sekali 5. 4. 3. 2. Profesionalisme <55 Kurang sekali 55-59 kurang 60-64 cukup 65-69 baik 70-74 >75 Baik sekali 55-59 kurang 60-64 cukup 65-69 baik 70-74 >75 Baik sekali 4. Pengumpulan data Diagnosa Terapi Konseling : 1. 2. Baru/Follow up : Fokus 1. 4.

52 .<55 Kurang sekali 55-59 kurang 60-64 cukup 65-69 baik 70-74 >75 Baik sekali 7. Kompetensi klinis secara keseluruhan <55 Kurang sekali 55-59 kurang 60-64 cukup 65-69 baik 70-74 >75 Baik sekali Komentar : Mahasiswa Supervisor Klinik …………………………… …………………………….

KEGIATAN LAPORAN KASUS (CASE REPORT) NILAI *) NO JUDUL TGL PRESENT AN AUD IENS DOKTER PEMBIMBING NAMA PARAF 1 2 3 4 5 53 .

KEGIATAN REFERAT/JURNAL DOKTER PEMBIMBING NILAI *) NO JUDUL REFERAT/JURNAL TGL PRESEN TAN AUD IEN S NAMA PARAF 1 2 3 4 5 54 .

Saya akan merahasiakan sesuatu yang saya ketahui / karena tugas pendidikan dan keilmuan saya sebagai sarjana kedokteran / sesuai dengan ketentuan tentang rahasia jabatan kedokteran.) 55 . 6 Januari 2009 Yang menyatakan (……………………. 5. 7. Saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban saya / sesuai dengan tata tertib dan peraturan yang berlaku / serta menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran. Saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban dalam pendidikan tersebut / sesuai dengan sopan santun / dan tata susila kedokteran yang setinggi-tingginya. politik kepartaian / atau kedudukan sosial penderita. 3. Saya akan menggunakan dengan sebaik-baiknya / kesempatan yang diberikan kepada saya / untuk melanjutkan pendidikan kedokteran tingkat profesi / di rumah sakit dan tempat lain / yang ditetapkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. 4./ kebangsaan. 2. / tenaga medis.) Dekan Fakultas Kedokteran Direktur Rumah Sakit (………………………) (…………………….JANJI DOKTER MUDA Saya dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta / di hadapan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta / dan Direktur Rumah Sakit Pendidikan / dengan ini saya berjanji : 1. Saya akan menghormati semua guru saya. kesukuan. Saya ikrarkan janji ini sungguh-sungguh / dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya / dan atas pelanggaran norma perilaku dan ketentuan./ saya sanggup menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. paramedis dan non medis yang bekerja dirumah sakit / atau tempat lain yang dipergunakan untuk pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Saya dalam menunaikan tugas merawat penderita / tidak akan terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan. 6. 8. Saya akan mempergunakan dan merawat semua fasilitas yang dipergunakan untuk pendidikan dengan sebaik-baiknya. Saya akan selalu mengutamakan kepentingan dan kesehatan penderita.. Surakarta.

Saya dihadapkan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan. 8. perbedaan kelamin. kesukuan.200……… Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (……………………. 5. Surakarta. kebangsaan. sebagai dokter dengan ini menyatakan bersedia mengucapkan sumpah sesuai dengan agama / kepercayaan yang saya anut sebagai berikut. dansaya bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad itu utusan Allah.SUMPAH DOKTER INDONESIA Bismillahirrohmanirrohim Ashadualla ilaha illallah. Saya akan merahasiakan sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sehagai dokter. 12. 11. (………………………. Saya akan menjalankan tugas saya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.…………. 3. 7. pengabdianku. Saya akan mentaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia. Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan. martabat dan tradisi jabatan kedokteran.) 56 . 9.) Yang menyatakan sumpah. Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya. 1. waashaduanna Muhammadarrosululloh Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah. kehidupanku dan kematianku karena Allah pemelihara alam semesta. 6. 2. Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terimakasih yang selayaknya. 4. politik kepartaian atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita. Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita. Saya akan memberlakukan teman sejawat saya sebagaimana saya sendiri ingin diperlakukan. 10. Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kedokteran untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan. Saya akan menjalankan tugas saya dengan sekuat tenaga.. Demi Allah saya bersumpah. Inna sholati wa nusuki wama yahya wamamati lillahirobbil `alamin Bahwa sesungguhnya sholatku. sekalipun diancam. Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.

menjadi alat dari rahmat Allah memberikan perawatan kedokteran pada yang dekat dan yang jauh. Semoga Allah menjadi saksi terhadap sumpah saya ini. 3. dan kecemasan. Melindungi jiwa manusia dalam semua tahap dan semua keadaan. menghindari dari segala yang dapat menodai saya dimata Allah. penyakit.200. Memelihara kemuliaan manusia. 8.) 57 . 6. Mengingat Allah dalam menjalankan profesi saya. 7. yang taat danyang berdosa serta teman maupun lawan. ……….. nabi-NYA dan orang yang seakidah dengan saya.SUMPAH DOKTER MUSLIM Saya bersumpah dengan nama Allah Yang Maha Besar 1.. 4. Dalam segala hal.. Memelihara kepercayaan saya dalam pribadi dan dalam masyarakat. Surakarta. Yang mengucapkan (…………………. 5. Menghormati guru saya dan mengajari sejawat saya yang masih muda dan menjadikan saudara bagi setiap anggota profesi kedokteran yang bersatu dalam kesucian dan amal. 2. Melakukan semampu mungkin untuk menyelamatkan dari kematian. menutupi pribadinya dan menyimpan rahasianya. Berjuang mengejar ilmu dan menggunakannya untuk keuntungan dan bukan aniaya bagi kemanusiaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful