Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok Laporan Awal Praktikum Metalurgi Ekstraksi Modul 2 Electrowinning

Zinc (Zn)

1. Tujuan Praktikum: Setelah mengikuti Praktikum Metalurgi Ekstraksi untuk Modul 2 mengenai Electrowinning Zinc (Zn) ini, praktikan diharapkan mampu untuk memahami dan menganalisa mengenai proses electrowinning zinc (Zn) sebagai salah satu proses perolehan (recovery) logam zinc yang berasal dari larutan elektrolit zinc sulfat dengan memanfaatkan prinsip elektrolisis melalui pemberian arus listrik ke dalam sel electrowinning tersebut sehingga menyebabkan dekomposisi (pengendapan) logam zinc pada elektroda negatif (katoda).

2. Alat dan Bahan Alat: 

2 unit Magnetic stirrer  4
unit kabel 

2 unit plat tembaga
(Cu)

penghantar 

1
bak zinc

unit

katoda 

1

unit

aluminium (Al)

electrowinning (Zn) 

1 unit anoda timbal
hitam (Pb) 

Coulometer Cu  1 unit rectifier  2 unit termometer  1 unit multimeter  1 unit neraca massa
digital 

1

unit

beaker

glass

ukuran 500 ml 

1

unit

beaker

glass

ukuran 1000 ml 

1

unit

gelas

ukur

ukuran 50 ml 

1 unit batang pengaduk

Skema Kerja Berikut gambar yang merepresentasikan skema kerja dari proses Electrowinning Zn: Gambar 4 Proses Electrowinning Zn .Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok  1 unit spatula  1 unit pipet tetes  1 unit cawan petri Bahan: y y y Aquadest Serbuk CuSO 4 Alkohol y y y Larutan asam sulfat (H2SO 4) 400 gpl (gram per liter) Serbuk ZnO Es batu 3.

Tahapan Kerja Prosedur kerja dalam praktikum ini yaitu: 1. Ambil aquadest sebanyak 500 ml. 7.Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok 4. Masukan aquadest yang telah diukur volumenya tersebut ke dalam bak coulometer. Pembuatan larutan coulometer yang digunakan untuk menentukan arus yang digunakan dalam proses electrowinning zinc (Zn). Timbang serbuk tembaga (II) sulfat atau CuSO 4 sebanyak 100 gram dengan menggunakan neraca massa digital. 3. Pengukuran volume aquadest sebanyak 500 ml dapat dilakukan dengan menggunakan beaker glass ukuran 500 ml. . 8. Siapkan semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam praktikum ini. Masukan serbuk tembaga (II) sulfat atau CuSO 4 yang telah ditimbang tersebut ke dalam bak coulometer. Lakukan pengadukan dengan batang pengaduk sehingga serbuk tembaga (II) sulfat atau CuSO 4 tersebut larut secara homogen di dalam bak coulometer. Siapkan 1 unit beaker glass ukuran 1000 ml yang akan digunakan sebagai bak coulometer. 5. 4. 6. 2.

Untuk memastikan agar alkohol tersebut telah berpindah seluruhya dari gelas ukur ke bak coulometer maka dapat dilakukan pembilasan gelas ukur dengan aquadest. Proses pengambilan larutan asam sulfat (H 2SO4) ini dilakukan dengan hati -hati karena larutan ini cukup berbahaya. 12. Dengan menggunakan bantuan pipet tetes dan gelas ukur ukuran 50 ml. 13. Masukan termometer ke dalam bak coulometer. Masukan larutan asam sulfat (H 2SO 4) yang telah diukur volumenya tersebut ke dalam bak coulometer. 14.1 ml. ambil alkohol sebanyak 31 ml.Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok 9. 10. Kemudian larutan hasil bilasan tersebut dapat dimasukan ke dalam bak coulometer. Masukan alkohol yang telah diukur volumenya tersebut ke dalam bak coulometer. Lakukan pengadukan dengan batang pengaduk sehingga alkohol dan larutan asam sulfat (H2SO4) tersebut larut secara homogen di dalam bak coulometer. Pembilasan dapat dilakukan berulang-ulang untuk memastikan agar tidak ada larutan asam sulfat (H2SO 4) yang tertinggal di dalam gelas ukur. Dengan menggunakan bantuan pipet tetes dan gelas ukur ukur an 50 ml. Untuk memastikan agar larutan asam sulfat (H2SO4) tersebut telah berpindah seluruhya dari gelas ukur ke bak coulometer maka dapat dilakukan pembilasan gelas ukur dengan aquadest. ambil larutan asam sulfat (H 2SO 4) sebanyak 13. Pembilasan dapat dilakukan berulang -ulang untuk memastikan agar tidak ada alkohol yang tertinggal di dalam gelas ukur. 15. Ke mudian larutan hasil bilasan tersebut dapat dimasukan ke dalam bak coulometer. 11. Bak coulometer tersebut diletakan di atas magnetic stearer sehingga larutan di dalam bak coulometer tersebut dapat teraduk secara otomatis (ion-ion yang terdapat di dalam larutan coulometer dapat bergerak secara dinamis dan kontinu). .

Lempeng plat tembaga tersebut dapat dijepit dengan penyanggah sehingga tidak menyentuh dasar bak coulometer namun tetap tercelup ke dalam larutan coulom eter. Pada saat larutan ini dimasukan ke dalam bak electrowinning zinc maka larutan asam sulfat (H2SO 4) akan langsung bereaksi dengan bijih mineral zinc oxide (ZnO) sesuai dengan persamaan reaksi berikut: H2SO4(aq) + ZnO(s) Zn2+(aq) + SO42-(aq) + H2O(l) Reaksi tersebut di atas berlangsung cukup eksotermis sehingga perlu dilakukan dengan hati -hati. Larutan coulometer beserta kelengkapannya siap untuk digunakan. 23. Proses pengambilan larutan asam sulfat (H 2SO4) ini dilakukan dengan hati -hati karena larutan ini cukup berbahaya. 18. 21. Masukan larutan asam sulfat (H 2SO 4) yang telah diukur volumenya tersebut ke dalam bak electrowinning zinc. 17.Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok 16. Lakukan pengaturan temperatur pada bak coulometer sehingga temperatur larutan pada bak coulometer sekitar 50ºC sampai dengan 80ºC. 20. Bak electrowinning zinc (Zn) tersebut diletakan di atas magnetic stearer sehingga larutan di dalam bak electrowinning zinc (Zn) tersebut . ambil larutan asam sulfat (H2SO4) 400 gpl sebanyak 500 ml. 24. Lempeng plat tembaga yang dimasukan tersebut jangan sampai menyentuh dasar bak coulometer. Dengan menggunakan bantuan beaker glass ukuran 500 ml. Timbang bijih mineral zinc oxide (ZnO) sebanyak 100 gram dengan menggunakan neraca massa digital. Siapkan bak yang digunakan untuk proses electrowinning zinc (Zn). Lakukan proses leaching (pelindian) bijih mineral ZnO dengan larutan asam sulfat (H2SO 4) 400 gpl. Masukan bijih mineral zinc oxide (ZnO) yang telah ditimbang tersebut ke dalam bak electrowinning zinc (Zn). 22. 19. 25. Masukan 2 lempeng plat tembaga (Cu) ke dalam bak coulometer.

Lakukan penimbangan anoda timah hitam (Pb) dengan menggunakan neraca massa digital sehingga dapat diketahui massa awal dari anoda timah hitam (Pb) tersebut. hubungkan kutub negatif ( -) dari amperemeter dengan salah satu lempengan plat temba ga (Cu) dari larutan coulometer. 34. Dengan menggunakan kabel penghantar.Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok dapat teraduk secara otomatis (ion-ion yang terdapat di dalam bak electrowinning zinc (Zn) dapat bergerak secara dinamis dan kontinu). Lakukan pemeriksaan kembali sistem rangkaian tersebut sehingga sudah sesuai dengan skema kerja proses electrowinning zinc (Zn). Dengan menggunakan kabel penghantar. Dengan menggunakan kabel penghantar. 30. Anoda dan katoda yang dimasukan tersebut jangan sampai menyentuh dasar bak electrowinning zinc. 31. 29. Masukan termometer ke dalam bak electrowinning zinc (Zn). 27. Lakukan proses electrowinning zinc (Zn) ini selama 1 jam. Masukan anoda timah hitam (Pb) dan katoda aluminium (Al) ke dalam bak electrowinning zinc (Zn). hubungkan katoda aluminium (Al) dengan kutub negat if (-) dari rectifier. 26. 35. Dengan menggunakan kabel penghantar. 32. 36. hubungkan anoda timah hitam (Pb) dengan kutub positif (+) dari amperemeter. . Hidupkan rectifier sebagai sumber arus listrik searah. Lakukan penimbangan katoda aluminium (Al) dengan menggunakan neraca massa digital sehingga dapat diketahui massa awal dari katoda aluminium (Al) tersebut. hubungkan lempengan plat tembaga (Cu) lainnya dari larutan coulometer dengan kutub positif dari rectifier. Lakukan pengaturan temperatur bak electrowinning zinc (Zn) sehingga temperatur pada bak electrowinning zinc (Zn) sekitar 60ºC. 28. 37. Anoda dan katoda tersebut dapat dijepit dengan penyanggah sehingga tidak menyentuh dasar bak electrowinning zinc namun tetap tercelup ke dalam bak electrowinning zinc. 33.

Dasar Teori Elektrowinning seng (Zn) merupakan perolehan ( recovery ) Zn dengan proses elektrolisis. biasanya timbal antimony. 43. Pengurangan pembentukan hidrogen dapat diperoleh dengan menggunakan katoda awal yang mempunyai hidrogen overpotensial yang tinggi. Proses electrowinning ini menggunakan dua buah elektroda (anoda dan katoda) denga n menggunakan anoda inert. Proses pengendapan logam seng dapat terhalang oleh pembentukan hidrogen pada daerah antar -muka katoda dan elektrolit. Lakukan penimbangan katoda dengan menggunakan neraca massa digital sehingga dapat diketahui massa akhir dari katoda tersebut. Lakukan pengeringan terhadap anoda dan katoda sehin gga tidak ada lagi larutan elektrolit yang terdapat pada permukaan anoda dan katoda tersebut. dan katoda Zn. Umpan dari electrowinning merupakan hasil dari proses Leaching atau Leaching dengan solvent extraction. pemberian arus listrik ini menyebabkan dekomposisi elektrolit seng sulfat. Proses electrolisis menggunakan arus listrik. Setelah proses electrowinning zinc (Zn) telah dilakukan selama 1 jam.Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok 38. 42.Pengendapan logam seng pada katoda dan pembentukan oksigen pada anoda inert. 40. Selama proses electrowinning zinc (Zn) berlangsung amati fenomena yang terjadi pada anoda dan katoda. 41. Lakukan penimbangan anoda dengan men ggunakan neraca massa digital sehingga dapat diketahui massa akhir dari anoda tersebut. 39. matikan rectifier dan angkat anoda dan katoda dari bak electrowinning zinc (Zn) tersebut. 5. . Berdasarkan data massa awal dan massa akhir dari katoda dan anoda tersebut maka lakukan analisa terhadap proses electrowinning zinc (Zn) yang telah dilakukan.

Tetapi efek samping yang dit imbulkannya adalah mengurangi laju produksi dari katoda Zn.Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok Berikut ini adalah beberapa fak tor yang mempengaruhi proses electrowinning: 1. Jika efisiensinya semakin rendah maka arus yang terbuang akan semakin banyak. Kemurnian dari katoda. potensial reaksi elektroda dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nernst. Jumlah energi yang digunakan. yaitu:  Pada proses electrowinning zinc (Zn) maka pada katoda aluminium (Al) akan terjadi dekomposisi atau pembentukan endapan logam zinc (Zn) yang menempel pada katoda aluminium (Al) sesuai dengan persamaan reaksi reduksi berikut ini: Zn2+(aq) + 2e. 3. Energi yang digunakan dapat direndahkan dengan cara mengurangi rapat arus. Secara termodinamika. yaitu : E = Eo + RT /nF (ln aoksidasi/areduksi) Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses electrowinning Zn. sehingga laju pembentukan Zn pada katoda akan menurun.Zn(s)  Pada proses electrowinning zinc (Zn) digunakan katoda awal (starting cathode) aluminium (Al) karena katoda aluminium ini memiliki hydrogen overpotensial yang cukup besar sehingga dapat menghindari terjadinya pembentukan hydrogen pada ka toda akibat reaksi reduksi air. Efisiensi arus katoda.  Pada proses electrowinning zinc (Zn) maka pada anoda timah hitam (Pb) akan terbetuk banyak gelembung gas oksigen (O 2) sesuai dengan persamaan reaksi oksidasi berikut ini: 2H2 O(l) O 2(g) + 4H+(aq) + 4e- . 2.

Volume 2. Laboratorium Metalurgi Ekstraksi Departemen Teknik Metalurgi dan Material Faku ltas Teknik Universitas Indonesia. J. and Cigan. C. 1970.  Diktat Praktikum Metalurgi Ekstraksi Tahun 2009. M. / AIME WORLD SYMPOSIUM ON MINING AND METALLURGY OF LEAD AND ZINC. New York.Nofri Hasanudin (0806455843) Tanggal Praktikum: 6 Desember 2010 Kelompok  Pada proses electrowinning zinc (Zn) dengan menggunakan katoda aluminium (Al). anoda timah hitam (Pb) dan larutan leaching antara ZnO dan H2SO 4 dapat berlangsung efektif pada temperatur 60ºC. H. Referensi: Sumber Buku  Cotterhill. . (Softcopy). Extractive Metallurgy of Lead & Zinc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful