P. 1
Materi Kuliah Peserta Didik

Materi Kuliah Peserta Didik

|Views: 1,778|Likes:
Published by VIREKA PM, SE
Materi Perkembangan Peserta Didik Merupakan Materi Kuliah Bagi Seseorang Yang Ingin mengambil Sarjana Pendidikan di STKIP Kusuma Negara, Jakarta.
Materi Perkembangan Peserta Didik Merupakan Materi Kuliah Bagi Seseorang Yang Ingin mengambil Sarjana Pendidikan di STKIP Kusuma Negara, Jakarta.

More info:

Published by: VIREKA PM, SE on Dec 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2013

pdf

text

original

MATERI KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Sebagai pendidik guru mempunyai tugas : - pemelihara system nilai yang merupakan

sumber norma kedewasaan, dan pengembang system nilai ilmu pengetahuan. - Penerus system nilai kepada siswa - Penterjemah system nilai dengan melalui pribadi dan prilakunya dengan proses interaksi dengan para siswa - Penyelenggara terciptanya proses pendidikan Sebagai pengajar guru mempunyai tugas : - Perencana - Pelaksana - Penilai Sebagai pembimbing guru mempunyai tugas : - mengidentifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar - melakukan diagnosa berdasarkan data, untuk memperkirakan inti kesulitannya - melaksanakan prognosa, yaitu melaksanakan bantuan-bantuan yang mungkin dapat diberikan atas dasar diagnosa tadi - memberikan bantuan penyembuhannya - memberikan remedial teaching Hakekat Peserta Didik : - pribadi yang sedang tumbuh dan berkembang - pribadi yang memiliki potensi - pribadi yang memerlukan pembinaan individual dan perlakuan manusiawi - pribadi yang pada dasarnya merupakan insane yang aktif menghadapi lingkungannya - pribadi yang bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri dengan wawasan pendidikan seumur hidup. Karakteristik Peserta didik ada 6 faktor : 1. Faktor Fisik a. Keadaan jasmani b. Cacat fisik c. Kesehatan

Disarikan Oleh : Vireka PM, SE.

1

2. Faktor Intelegensi Intelegensi merupakan potensi yang berpengaruh pada kemampuan berpikir sebagai salah satu aktivitas mental yang menjadi latar belakang seseorang untuk berperilaku dan dapat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Intelegensi menurus Binet Simon :  Kemampuan dalam bentuk kecenderungan untuk menetapkan dan mempertahankan tujuan tertentu  Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dengan maksud untuk mencapai tujuan  Kemampuan melakukan kritik pada diri sendiri. 3. Faktor Emosional Emosi atau perasaan akan sangat mempengaruhi aktivitas yang dilakukannya, termasuk aktivitas belajar. Secara umum kita dapat mengenal berbagai perasaan seperi sedih, gembira, aman, marah, cemas, takut dan sebagainya. Seseorang yang merasa senang, betah dan aman berada dalam satu tempat akan melakukan aktivitasnya dengan semangat sehingga ia mungkin menjadi jauh lebih produktif dibandingkan dengan semangat sehingga ia mungkin menjadi jauh lebih produktif dibandingkan dengan orang yang merasa taktu dan tidak aman. Menurut Reeeve, emosi memiliki 4 aspek - aspek kognitif subyektif, yang menimbulkan kondisi perasaan berdasarkan pengalaman subyektif, seperti suka atau tidak suka - aspke fisiologis/biologis berupa aktivitas urat syarat dan system hormonal, spt mual ingin muntah - aspek fungsional - aspek ekspresif. Menurut Rita L Atkinson, dasar dari emosi adalah motif (keinginan dan perasaan (feeling) yang saling berhubungan dan tak terpisahkan. Menurut Gulford, bakat adalah sebagai sesuatu yang berhubungan dengan kemampuan untuk melaksanakan (aptitude pertains to abilities to perform). 4. Faktor yang mempengaruhi bakat khusus  Anak itu sendiri, misalnya karena anak itu kurang atau tidak berminat untuk mengembangkan bakat-bakat yang ia miliki
Disarikan Oleh : Vireka PM, SE. 2

 Lingkungan anak, misalnya orang tuanya kurang mampu untuk menyediakan kesempatan dan sarana pendidikan yang ia butuhkan. 5. Faktor Sosial Kultural Latar belakang social budaya seorang siswa akan membawa pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan kepribadian siswa tersebut. 6. Faktor Komunikasi Kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi akan sangat menentukan keberhasilan dalam belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi terjadi antara duru dan siswa serta antara siswa dan siswa. Teori dasar komunikasi menyatakan bahwa keberhasilan komunikasi tergantung dari berbagai unsure antara lain pemberi pesan (komunikator), pesan yang disampaikan, serta cara meyampaikan pesan. Pertumbuhan Fisik Remaja Pertumbuhan ialah perubahan yang terjadi pada jasmanai seperti bertambah besar dan bertambah tinggi. Pertumbuhan jasmani berakar pada organisme yang selalu berproses, organisme merupakan system yang berkembang secara continue selalu beroperasi dan berfungsi secara dinamis. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan organisme tubuh seseorang adalah : * Faktor yang terjadi sebelum lahir, ketika lahir, sesudah lahir, dan factor psikologis. Kematangan Peserta Didik Kematangan adalah keadaan atau kondisi bentuk, struktur dan fungsi yang lengkap atau dewasa pada suatu organisme, baik terhadap satu sifat bahkan seringkali pada semua sifat. Jenis-jenis Kematangan : a. Kematangan mental/inteletual, yaitu kematangan berpikir sesorang yang ditandai dengan kemampuan pertimbangan rasional, dapat menghubungkan sesuatu dengan baik, kritis dalam berpikir dan bersifat terbuka. b. Kematangan emosional dan social, yaitu kematangan jiwa seorang dalam menghadapi rintangan dan lilku-liku hidup.
Disarikan Oleh : Vireka PM, SE. 3

Masa Peka Montessori tentang masa peka didasarkan atas pengetahuan ilmu hewan yang mengajarkan bahwa sesuatu insting berkembang sebaik-baiknya pada masa tersebut. Implikasi factor emosional terhadap penyelenggaraan pendidikan Dalam menghadapi luapan emosi remaja, sebaiknya ditangani dengan santai, suasana hati baik dan penuh pengertian. Implikasi factor social cultural terhadap penyelenggaraan pendidikan. a. sekolah harus merupakan dasar pengembangan kepribadian siswa b. saling menghargai merupakan kunci yang dapat digunakan untuk menanggulangi masalah-masalah yang timbul dalam berhubungan dengan siswa yang bertabiat apapun. c. Pola pengajaran yang demokratis. Jenjang kebutuhan oleh Abraham Maslow 1. kebutuhan fisiologis = kebutuhan manusia yang pokok untuk kelangsungan hidupnya, seperti makanan, pakaian dan tempat tinggal. 2. kebutuhan akan keamanan = kebutuhan akan bebas dari rasa takut terhadap bahaya fisik dan memperoleh keamanan terhadap harta dan dirinya. 3. kebutuhan bersosialisasi = hubungan interaksi antara makhluk social 4. kebutuhan akan dihargai = perwujudan berupa diterima dengan orang lain 5. kebutuhan untuk mengembangkan diri = aktualisasi diri yaitu kebutuhan untuk memperbesar potensi pengembangan diri kearah yang lebih maksimal. Woodworth & Marquis mengemukakan bahwa pada dasarnya terdapat jenis hubungan antara individu dengan lingkungannya, yaitu; individu dapat bertentangan dengan lingkungan, individu dapat menggunakan lingkungan, individu dapat berpartisipasi dengan lingkungan dan individu tidak dapat menggunakan lingkungan. Karakteristik penyesuaian positif : - kemampuan menerima dan memahami diri sebagaimana mestimnya - tidak menunjukkan adanya ketegangan psikologis, ketegangan emosional dan frustasi pribadi - kemampuan bertindak sesuai dengan potensi yang dimilikinya
Disarikan Oleh : Vireka PM, SE. 4

- mempunyai kemampuan dalam belajar, menghargai pengalaman, bersikap realistic dan objektif - mempunyai rasa hormat terhadap sesame dan mempunyai sikap tenggang rasa - bersikap terbuka dan mampu menerima kritik dari orang lain sebagai umpan balik/feed back - bertindak sesuai dengan norma yang berlaku, selaras dengan hak dan kewajiban. Masalah Penyesuain diri disekolah a. Masalah pemilihan program studi ; sering tergantung pada kehendak orang tua pada satu pihak dan keputusan sekolah pada pihak lain tanpa mempertimbangkan kemampuan, bakat dan minat siswa. b. Masalah menemukan cara kebiasaan belajar yang baik ; c. Maslaah penyesuain diri terhadap pergaulan sesame teman, d. Masalah penyesuaian terhadap hubungan dengan guru Untuk menanggulangi masalah yang timbul dalam perilaku salah suai; a. Tindakan preventif = - upaya mengenal cirri umum dan cirri khas pengembangan remaja - mengetahui dan memahami jenis kesulitan yang dialami remaja - upaya pembinaan mental melalui pendidikan agama, budi pekerti dan etika - menyediakan sarana tempat remaja sesuai bakat dan potensinya - upaya memperbaiki lingkungan sekitar, keadaan social keluarga dan masyarakat. b. Tindakan refresif ; tindakan yang berupa pemberian sanksi dan hukuman apabila perilaku salah suai telah melampaui batas toleransi norma dan moral c. Tindakan kuratif dan rehabilitasi ; tindakan yang dilakukan sebagai upaya pengatasan melalui cara re-edukasi terhadap perilaku salah suai dalam taraf yang berat dengan berkerja sama dan melibatkan lembaga ahli dibidang psikologi dan pikiatri.

Disarikan Oleh : Vireka PM, SE.

5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->