Tugas perkembangbiakan 2

PERKEMBANGAN SECARA VEGETATIF PADA TANAMAN I.

PENDAHULUAN Tanaman holtikultura dapat dibudidayakan dengan dua cara yaitu secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara kawin melalui pertemuan antara putik dan benang sari dan proses ini sering disebut dengan pembuahan. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan secara tak kawin yang menggunakan bagian-bagian tertentu pada tanaman. Perkembangbiakan vegetatif secara buatan adalah perkembangbiakan yang sengaja dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu, seperti contoh stek, cangkok, okulasi, mengenten, menempel, dan sebagainya. Meski banyak perkembangbiakan vegetatif buatan yang dapat dilakukan, namun pada umumnya perkembangbiakan vegetatif terdiri atas stek, grafting dan budding, serta mencangkok. Ketiganya akan kami jelaskan dibawah ini. II. ISI Perkembangbiakan Vegetatif buatan a. Mencangkok Teknik mencangkok ini telah umum digunakan oleh masyarakat. Tetapi dalam kegiatan pencangkokkan ini terdapat beberapa kelemahan antara lain ; praktikan atau pencangkok mencangkok harus harus memiliki lebih keahlian dalam pencangkokan Selain itu ini, kegiatan kegiatan pencangkokkan pada pohon yang telah tinggi sukar dilakukan karena untuk dahulu memanjat. karena pencangkokkan ini menggunakan cabag tanaman yang nantinya dipotong, maka terlalu boros dalam pengguanaan bahan tanam (batang yang untuk dicangkok). Untuk cangkokan umumnya digunakan cabang yang tidak telalu tua maupun terlalu muda yang umumnya berwarna hijau kecoklat-coklatan. Bahan untuk pembungkus cangkokkan biasanya digunakan sabut kelapa atau karung goni untuk membungkus tanah sebagai media perakaran. Supaya cangkokan dapat berhasil dengan baik, dengan waktu yang relatif cepat dan ekonomis maka sabut kelapa atau karung goni diganti dengan plastik. Medium perakaran tanah dapat diganti dengan gambut atau lumut. Lumut yang digunakan sebagai media tanam mempunyai sifat selain anti septik juga dapat menahan kandungan air yang cukup tinggi, sehingga

1

sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak dapat ditunjang dengan perbanyakan ini Langkah atau urutan kegiatan dalam perbanyakan tanaman dengan cara pencangkokkan antara lain : 1) memilih batang yang akan di cangkok. 2) Membuat guratan pada kulit yang akan dicangkok.Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong . Dengan penyambungan diharapkan akan dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut : . 3) Mengupas kulit sepanjang 5-7 cm. sabut kelapa atau karung goni. Menyambung Tanaman yang sukar di cangkok atau diokulasi maka dapat juga dilakukan perkembangbiakan secara vegetatif dengan cara dengan melakukan penyambungan. Sementara kelemahan tanaman dengan tehnik cangkok aantara lain: . masa perbanyakan cangkok singkat dan tanaman yang dicangkok akan menghasilkan buah dalam waktu yang relatif singkat. Mengenai kulit bagian atas yang diiris sebaiknya dioles dengan Rootone F yang berguna untuk mempercepat dan memperbanyak keluarnya akar. 5) Mengolesi bagian atas batang yang telah dikikis dengan Rootone F untuk memperceot pertumbuhan (jika ada). 7) Membalut media tanam yang dibuat tadi dengan plastik. Keunggulan dari teknih mencangkok tanaman adalah tanaman yang dicangkok akan mempunyai sifat yang sama dengan induknya.Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering . 4) Mengikis bagian kambium kuli yang telah dikupas. gambut atau lumut).Akar tanaman tidak kokoh karena berakar serabut . Selain itu.Tanaman rentan terhadap penyakit .2 dalam pelaksanaan pencangkokkan tidak perlu terlalu sering disiram air. 6) Kulit kupasan dibungkus dengan media tanam (tanah.Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. b. 8) Menyiram cangkokkan secara teratur. Mengikat pada ujung-ujung balutan.

Suatu klon yang sangat susah sekali berakar terkadang masih dapat diusahakan penanamannya denga cara menyambung. .Dengan cara diokulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi. 6) Setelah selang 30 – 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. . .Jika batang atas berasal dari klon yang produksinya tinggi disambung dengan batang bawah yang memiliki resistensi terhadap nematoda atau sifat lain yang baik. tanaman mempunyai batang bawah yang mempunyai akar tunggang yang lebih tegap tumbuhnya dan tidak mudah roboh karena angin.Dengan cara penyambungan.5 cm dari sumbu entres. Beberapa kelebihan dari perbanyakan tanaman dengan cara okulasi yaitu : . kemudian diikat dengan tali rafia. 3) Entres kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah. maka terdapat kemungkinan bahwa tanaman sambungan itu akan memiliki sifat-sifat baik tersebut. Adapun teknik-teknik dalam kegiatan sambung celah itu sebagai berikut : 1) batang bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. Daunnya disisakan satu dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah ditengah-tengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung. Bila tunas sudah kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka. 5) Untuk menjaga kelengesan tanah. 4) Untuk menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong plastik. 2) Entres dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. Daun dan cabang dikupir labih kurang 1. Kemudian pangkan entres diruncingkan sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm.3 . c. Okulasi Perbanyakan tanaman dengan cara okulasi paling banyak dilakukan dalam perkebunan terutama pada perkebunan karet dan kakao. sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan penyiraman. Salah satu teknik menyambung yang dapat disampaikan dalam laporan ini adalah sambung celah.

perlu menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini. Teknik Mengokulasi : 1) Membuat jendela okulasi Ukuran jendela disesuaikan dengan perisai dan besarnya batang bawah. . . dan tahan terhadap penyakit. . tidak mudah terserang penyakit terutama penyakit akar. mimiliki biji/buah yang banyak yang nantinya disemai untuk dijadikan batang bawah.Pada klon yang akan dijadika batang atas atau entres tanaman harus memiliki produksi yang unggul. Torehan melintang dapat dari atas ataudari bawah. .antara batang atas dan batang bawah harus memiliki umur yang sama. Jarak torehan terbawah lebih kurang 5 cm dari tanah.tanaman tidak sedang Flush (sedang tumbuh daun baru) .Penyiapan benih relatif singkat. . Untuk batang bawah yang dibawah umur 5-6 bulan dapat ukuran jendela (¾ – 1) cm x (3 – 4) cm. .Pada klon yang dijadikan batang bawah memiliki perakaran yang kuat/kokoh. batang dibersihkan dari kotoran atau tanah yang menempel . Jika diatas jendela akan terbuka kebawah atau juga sebaliknya. dan memiliki pertumbuhan yang cepat.Tanaman harus masih dalam satu family atau satu genus. dengan demikian akan memudahkan pengendalian penyakit Oidium hevea bila terjadi.Bila salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi kemungkinan gagal atau mata entres tidak tumbuh sangat besar. . Kelemahan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara okulasi yaitu : . Syarat tanaman dapat diokulasi yaitu : .4 . umur tanaman induk pohon batang bawah yang biji/buahnya akan dijadikan benih untuk batang bawah minimal 15 tahun.terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi karena tidak adanya keserasian antara batang bawah dengan batang atas (entres) . memiliki pertumbuhan yang cepat. Torehan membujur dapat dimulai dari bawah atau dari atas.Pertumbuhan tanaman yang seragam. Sebelum ditoreh.Pada musim gugur daun pada tanaman karet daun yang gugur dari satu klon agar serentak pada waktu tertentu.Umur tanaman antara batang atas dan batang bawah sama.

Stek Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang. lateks ini dibiarkan membeku kemudian dibersihkan dengan kain sebelum jendela dibuka. Cara pemeriksaan sama seperti pemeriksaan pertama. yaitu antara jam 07. Waktu terbaik dalam melakukan okulasi pada pagi hair. Okulasi yang gagal diberi tanda dengan mengikat tali pada batang bawah. seperti silet yang digunakan bersih. Dalam keadaan perisai terlalu kecil. Kebersihan alat okulasi. Perisai diselipkan dibawah jendela okulasi dan dijepit dengan ibu jari untuk memudahkan pembalutan. Untuk melepas bagian kayu. Pada waktu membalut jangan sampai perisai bergeser. Setelah digunakan silet dicuci bersih dan di bungkus agar tidak berkarat d.02 cm dengan panjang 40 cm. karena pada jam tersebut tanaman sedang melakukan fotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam keadaan aktif dan optimum 2. diusahakan supaya tepi tepi bagian atas dan salah satu sisi perisai berimpit dengan jendela okulasi. bentuk perisai yang ukuranya sedikit lebih kecil dari ukuran jendela okulasi. Pembalutan dimulai dari torehan melintang digunakan plastik ukuran 2 x 0. Setelah ditoreh akan keluar lateks. 2) Mengambil mata okulasi Mata okulasi diambil dari kayu okulssiyang sehat. atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi . Pemeriksaan ke dua dilakukan 10 – 15 hari dari pemeriksaan pertama.00. menariknya pelan-pelan supaya mata tetap menempel pada kulit. Perisai yang telah dibuat harus segera diselipkan ke jendela okulasi. Pengambilan mata okulsi yang terlalu kecil akan mengakibatkan pemulihan luka lambat. segar dan mudah dikupas. 3) Menempel mata okulasi dan membalut Setelah perisai disiapkan. jendela okulasi dibuka denga cara menarik bibir jendela okulasi. Faktor penunjang keberhasilan okulasi: 1. hal ini dilakukan untuk memudahkan okulasi janda.5 akubat percikan air hujan.0011. 4) Pemeriksaan Hasil Okulasi Pemeriksaan pertama dilakukan 2-3 minggu setelah okulasi dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan pembalut. Akhir ikatan sebaiknya dibawah. Mata okulasi diambil bersama sedikit bagian kayu. akar. Pembuatan perisai harus bersih dan lapisan kambium jangan sampai terkena tangan atau kotoran.

zat pengatur tumbuh yang paling berperan pada pengakaran stek adalah Auksin. daun dan tunas yang menstimulasi perakaran pada stek. Boulline dan Went (1933) menemukan substansi yang disebut rhizocaline pada kotiledon. absisic acid (ABA) juga berperan penting dalam pengakaran stek. Auksin yang biasa dikenal yaitu indole-3-acetic acid (IAA). Cara perbanyakan dengan metode stek akan kurang menguntungkan jika bertemu dengan kondisi tanaman yang sukar berakar. Keberhasilan perbanyakan dengan cara stek ditandai oleh terjadinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru yang true to name dan true to type. dan benzyladenine (BA atau BAP). Stek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan stek dalam kondisi turgid. zeatin riboside. Faktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik. tanaman sumber 2 seharusnya mempunyai sifat-sifat unggul serta tidak terserang hama dan/atau penyakit. stek lebih ekonomis. Selain itu. . Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor intern yaitu tanaman itu sendiri dan faktor ekstern atau lingkungan. Status air. Jenis tanaman yang berbeda mempunyai kemampuan regenerasi akar dan pucuk yang berbeda pula. Selain auksin. sedangkan zat pengatur tumbuh yang paling berperan dalam pembentukan tunas adalah sitokinin yang terdiri atas zeatin. Tanaman stek lebih baik ditumbuhkan pada suhu 12°C hingga 27°C. akar yang baru terbentuk tidak tahan stress lingkungan dan adanya sifat plagiotrop tanaman yang masih bertahan. 2. Salah satu faktor intern yang mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh. Sebagai alternarif perbanyakan vegetatif buatan. Kondisi lingkungan dan status fisiologi yang penting bagi tanaman sumber diantaranya adalah: 1. tidak memerlukan keterampilan khusus dan cepat dibandingkan dengan cara perbanyakan vegetatif buatan lainnya. IBA dan NAA bersifat lebih efektif dibandingkan IAA yang meruapakan auksin alami. indolebutyric acid (IBA) dan nepthaleneacetic acid (NAA).6 tanaman baru. isopentenyl adenin (ZiP). thidiazurron (TBZ). manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber juga penting dilakukan agar tingkat keberhasilan stek tinggi. Temperatur. Untuk menunjang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara stek. kinetin. Menurut Hartmann et al (1997). lebih mudah.

sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat. tetapi pada tanaman Begonia rex. Cahaya. Sansevieria. 1997). 1997). elemen struktural dan sebagai sumber energi.7 3. Penggunaan bahan yang mengandung kimera periklinal dihindari agar tanaman-tanaman baru yang dihasilkan bersifat true to type (Hartmann et al. Faktor lingkungan tumbuh stek yang cocok sangat berpengaruh pada terjadinya regenerasi akar dan pucuk. Untuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan stek yang masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi translokasi karbohidrat. 1997). akar dan tunas baru muncul dari jaringan kalus yang terbentuk dari aktivitas meristem sekunder karena pelukaan. suhu tidak terlalu dingin atau panas. Pada tanaman Bryophyllum. bukan akar adventif. Beberapa stek yang digunakan dalam perbanyakan tanaman adalah: a. Karbohidrat digunakan dalam pengakaran untuk membangun kompleks makromolekul. sehingga terjadi akumulasi zat-zat tersebut pada bahan stek. Saint paulia (Avrican violet). tidak terkena cahaya penuh (200-100 W/m2) dan bebas dari hama atau penyakit. Pada beberapa species seperti Peperomia. Bahan awal pada stek daun tidak akan menjadi bagian dari tanaman baru. Walaupun kandungan karbohidrat bahan stek tinggi. akar dan tunas baru berkembang dari meristem sekunder dari hasil pelukaan. Pengeratan juga berfungsi menghalangi translokasi hormon dan substansi lain yang mungkin penting untuk pengakaran. evapotranspirasi rendah. Pembentukan akar adventif pada daun lebih mudah dibandingkan pembentukan tunas adventif (Hartmann. Secara teknis stek daun . Stek Daun Bahan awal perbanyakan yang dapat digunakan pada stek daun dapat berupa lembaran daun atau lembaran daun beserta petiol. 4. Crassula dan Lily. Lingkungan tumbuh atau media pengakaran seharusnya kondusif untuk regenerasi akar yaitu cukup lembab. et al. Akar dan tunas baru pada stek daun berasal dari jaringan meristem primer atau meristem sekunder. Masalah pada stek daun secara umum adalah pembentukan tunas-tunas adventif. drainase dan aerasi baik. akar dan tunas baru berasal dari meristem primer pada kumpulan sel-sel tepi daun dewasa. Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tamnaman sumber tergantung pada jenis tanaman. Kandungan karbohidrat. tetapi jika rasio C/N rendah maka inisiasi akar juga akan terhambat karena unsur N berkorelasi negatif dengan pengakaran stek (Hartmann et al.

dan Ipomoea batatas. umbi sisik.5 – 15 cm. Stek batang semi berkayu. Helianthus tuberosus.5 – 12. yaitu: umbi batang. dengan perlakuan kimia IBA atau NAA 2500 – 5000 ppm. 1997). pear. Disamping itu. Chrisanthemum. contohnya terdapat pada tanaman Citrus sp. b. pelukaan sebelumnya mungkin dapat membantu pengakaran. dan lain-lain. Bahan tanaman yang biasa diperbanyak dengan stek batang berkayu keras antara lain: apel. Pada dasarnya perlakuan auksin tidak pdiperlukan pada stek batang herbaceous ini. c. contohnya terdapat pada tanaman Magnolia dengan perlakuan IBA atau NAA 500 – 1250 ppm dan panjang stek 7. perlakuan kimia yang umum dilakukan adalah penyemprotan dengan IBA 100 ppm. yakni: berkayu keras. Stek batang yang tergolong herbaceus. lunak. semi berkayu. dan lain-lain. Stek Umbi Pada stek umbi. PENUTUP . III. Untuk Begonia dan Violces. Caladium. Stek batang dikelompokkan menjadi empat macam berdasarkan jenis batang tanaman. Amarilis. 1997). dan lain-lain. daun-daun seharusnya dibuang untuk mengendalikan transpirasi. Stek Batang Bahan awal perbanyakan berupa batang tanaman. Pada stek batang berkayu lunak ini umumnya akar relatif cepat keluar (2 – 5 minggu).5 cm. dilakukan pada tanaman Dieffenbachia.8 dilakukan dengan cara memotong daun dengan panjang 7. umbi dapat digunakan utuh atau dipotong-potong dengan syarat setiap potongannya mengadung calon tunas. Pada stek batang semi berkayu ini. Contoh tanaman yang bisa diperbanyak dengan stek umbi antara lain: Solanum tuberosum. dengan perlakuan kimia yang sudah umum yaitu IBA dan NAA 1000 – 3000 ppm dan panjang stek 7. dan herbaceous. Panjang stek berkisar antara 10 – 76 cm atau dua buku (nodes).5 – 10 cm (Sansevieria) atau memotong daun beserta petiolnya kemudian ditanam pada media (Hartmann et al. umbi kakr. Untuk menghindari terjadinya busuk pada setiap potongan umbi.5 cm (Hartmann et al. tetapi kadang diberikan IBA atau NAA 500 –1250 ppm dan panjang stek yang biasa digunakan adalah 7.5– 12. Ipomoea batatas. cemara. Untuk stek batang berkayu lunak. Senagai bahan perbanyakan. maka umbi perlu dierandap dalam bakterisida dan fungisida. bahan awal untuk perbanyakan berupa umbi.

Pohon induk sering rusak bentuknya. memerlukan perawatan yang intensif 6. tidak hujan. Dalam waktu singkat tak dapat menyediakan jumlah cangkok yang banyak 8. Perakaran pohon cangkok kurang baik (tidak punya akar tunggang 9. tanaman induk akan menderita bila terlalu banyak bagian tanaman yang di-stek atau dicangkok. lebih cepat memperoleh hasil (berbuah) 3. tanamannya tidak sekokoh bila ditanam dari biji. .Waktu penyambungan Pada umumnya penyambungan dilakukan pada waktu cuaca yang cerah. hasil tanaman cangkok relatif singkat 3-4 tahun Kerugian memperbanyak secara vegetatif: 1. Hasil pohon induk menurun karena cabang cabang yang baik diambil 7.Temperatur dan kelembaban . waktu perbanyakan relatif singkat 1-3 bulan 4. jumlah turunan baru yang diperoleh dalam waktu tertentu terbatas 3. diperoleh sifat keturunan baru sama dengan induknya 2. 4. 2. Perlu ketelitian kerja (skill) dan juga pemeliharaan Beberapa faktor penunjang keberhasilan dalam budidaya dengan perkembangbiakan vegetatif adalah: a) Faktor Lingkungan . biaya yang dikeluarkan untuk perawatan mahal 5.9 Dari makalah yang kami buat dapat diambil kesimpulan bahwa: Keuntungan memperbanyak secara vegetatif: 1. dan tidak di bawah terik matahari.

b) Faktor tanaman Kompatibilitas dan inkompatibilitas Pada umumnya batang atas dan batang bawah dari varietas yang sama akan menghasilkan sambungan yang kompatibel. varietas atau klon-klon yang tidak pernah membentuk sambungan. yang sangat diperlukan untuk berhasilnya suatu sambungan. dan biasanya gabungan tanaman/hasil sambungan akan hidup lama. Gabungan antara dua tanaman dimana jumlah dari keberhasilan sambungan sangat kecil. Setelah sambungan tumbuh. bila dan kelembabannnya rendah kekeringan. bila temperatur kurang dari 7. .20C pembentukan kalus akan lambat. Temperatur optimum pada penyambungan adalah 250C300C. Penyambungan memerlukan akan kelembaban mengalami yang tinggi. dan bila lebih dari 320C pembentukan kalus menjadi lambat dan dapat mematikan selsel pada sambungan. - - - .10 Temperatur dan kelembaban yang optimal akan mempertinggi pembentukan jaringan kalus. dan dapat merusak kambium pada daerah sambungan. menghambat/menghalangi pembentuk an kalus pada sambungan karena banyak sel-sel pada sambungan mati. Adanya perbedaan antara batang atas dan batang bawah dalam pertumbuhan vegetatif pada permulaan atau akhir musim. Terjadi penghambatan tumbuh pada tanaman hasil sambungan (tanaman menjadi kerdil). produktif dan kuat.Cahaya Cahaya matahari berpengaruh pada waktu pelaksanaan penyambungan berlangsung. Temperatur yang diperlukan dalam penyambungan berkisar antara 7. oleh karena itu penyambungan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari pada saat matahari kurang kuat memancarkan sinarnya. Adanya pertumbuhan yang berlebihan di atas atau di bawah sambungan. Cahaya yang terlalu panas akan mengurangi daya tahan batang atas terhadap kekeringan. Gejala-gejala inkompatibilitas antara dua tanaman yang disambung antara lain : - Gabungan antara species.20C-320C. tetapi tanaman tiba-tiba mati.

karena jenis tanaman tersebut sulit membentuk kalus. Penyatuan kambium Agar persentuhan kambium batang atas dan batang bawah lebih banyak terjadi. c) Faktor pelaksanaan Keahlian Kecepatan menyambung merupakan pencegahan paling baik terhadap infeksi penyakit dan kerusakan pada kambium - Kesempurnaan alat Dalam penyambungan diperlukan ketajaman dan kebersihan alat. tali pengikat yang tipis dan lentur. .11 Keadaan fisiologi tanaman Beberapa tanaman mengalami kesukaran untuk disambungkan ke tanaman lain. - Keserasian bentuk potongan Keserasian bentuk potongan antara batang atas dan batang bawah perlu diperhatikan untuk mendapatkan kesesuaian letak penyatuan kambium batang atas dan batang bawah yang serasi. maka diperlukan ukuran batang bawah dan batang atas dipilih yang hampir sama.

1995. Willy. Geneve. Kester. N. F. Hartmann.situshijau. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif. Universitas Indonesia Press. Rochiman. K. Perbanyakan http://willy. Hortikultura Aspek Budidaya. Englewood Cliffs.id Tanaman Secara Vegetatif Buatan. Prentice Hall.12 DAFTAR PUSTAKA Anonim. Harjadi. Davies.org Ashari. S. Perkembangbiakan Vegetatif.id Anonim. Departemen Agronomi Fakultas Pertanian IPB.T. Bayuardi.co. 1973. 2008. . http://organisasi.uns. dan S. 2010. http://fp. L. S. H. and R. Plant propagation principles and practices. 2010. 72 hal. Jakarta. Pembiakan Vegetatif. D. 6th ed.J. 1997.ac.T.E..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful