PERKEMBANGAN SECARA VEGETATIF PADA TANAMAN I.

PENDAHULUAN Tanaman holtikultura dapat dibudidayakan dengan dua cara yaitu secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara kawin melalui pertemuan antara putik dan benang sari dan proses ini sering disebut dengan pembuahan. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan secara tak kawin yang menggunakan bagian-bagian tertentu pada tanaman. Perkembangbiakan vegetatif secara buatan adalah perkembangbiakan yang sengaja dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu, seperti contoh stek, cangkok, okulasi, mengenten, menempel, dan sebagainya. Meski banyak perkembangbiakan vegetatif buatan yang dapat dilakukan, namun pada umumnya perkembangbiakan vegetatif terdiri atas stek, grafting dan budding, serta mencangkok. Ketiganya akan kami jelaskan dibawah ini. II. ISI Perkembangbiakan Vegetatif buatan a. Mencangkok Teknik mencangkok ini telah umum digunakan oleh masyarakat. Tetapi dalam kegiatan pencangkokkan ini terdapat beberapa kelemahan antara lain ; praktikan atau pencangkok mencangkok harus harus memiliki lebih keahlian dalam pencangkokan Selain itu ini, kegiatan kegiatan pencangkokkan pada pohon yang telah tinggi sukar dilakukan karena untuk dahulu memanjat. karena pencangkokkan ini menggunakan cabag tanaman yang nantinya dipotong, maka terlalu boros dalam pengguanaan bahan tanam (batang yang untuk dicangkok). Untuk cangkokan umumnya digunakan cabang yang tidak telalu tua maupun terlalu muda yang umumnya berwarna hijau kecoklat-coklatan. Bahan untuk pembungkus cangkokkan biasanya digunakan sabut kelapa atau karung goni untuk membungkus tanah sebagai media perakaran. Supaya cangkokan dapat berhasil dengan baik, dengan waktu yang relatif cepat dan ekonomis maka sabut kelapa atau karung goni diganti dengan plastik. Medium perakaran tanah dapat diganti dengan gambut atau lumut. Lumut yang digunakan sebagai media tanam mempunyai sifat selain anti septik juga dapat menahan kandungan air yang cukup tinggi, sehingga

1

Mengenai kulit bagian atas yang diiris sebaiknya dioles dengan Rootone F yang berguna untuk mempercepat dan memperbanyak keluarnya akar. Keunggulan dari teknih mencangkok tanaman adalah tanaman yang dicangkok akan mempunyai sifat yang sama dengan induknya. 2) Membuat guratan pada kulit yang akan dicangkok.Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering . 7) Membalut media tanam yang dibuat tadi dengan plastik. Sementara kelemahan tanaman dengan tehnik cangkok aantara lain: .2 dalam pelaksanaan pencangkokkan tidak perlu terlalu sering disiram air.Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. 3) Mengupas kulit sepanjang 5-7 cm. gambut atau lumut). Selain itu. 4) Mengikis bagian kambium kuli yang telah dikupas. Dengan penyambungan diharapkan akan dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut : . 8) Menyiram cangkokkan secara teratur. 5) Mengolesi bagian atas batang yang telah dikikis dengan Rootone F untuk memperceot pertumbuhan (jika ada).Tanaman rentan terhadap penyakit .Akar tanaman tidak kokoh karena berakar serabut . sabut kelapa atau karung goni.Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong . masa perbanyakan cangkok singkat dan tanaman yang dicangkok akan menghasilkan buah dalam waktu yang relatif singkat. sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak dapat ditunjang dengan perbanyakan ini Langkah atau urutan kegiatan dalam perbanyakan tanaman dengan cara pencangkokkan antara lain : 1) memilih batang yang akan di cangkok. b. Mengikat pada ujung-ujung balutan. Menyambung Tanaman yang sukar di cangkok atau diokulasi maka dapat juga dilakukan perkembangbiakan secara vegetatif dengan cara dengan melakukan penyambungan. 6) Kulit kupasan dibungkus dengan media tanam (tanah.

Suatu klon yang sangat susah sekali berakar terkadang masih dapat diusahakan penanamannya denga cara menyambung.Dengan cara diokulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi. Kemudian pangkan entres diruncingkan sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm.Dengan cara penyambungan. Okulasi Perbanyakan tanaman dengan cara okulasi paling banyak dilakukan dalam perkebunan terutama pada perkebunan karet dan kakao. 6) Setelah selang 30 – 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. Daun dan cabang dikupir labih kurang 1. Bila tunas sudah kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka. . maka terdapat kemungkinan bahwa tanaman sambungan itu akan memiliki sifat-sifat baik tersebut. 4) Untuk menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong plastik. Adapun teknik-teknik dalam kegiatan sambung celah itu sebagai berikut : 1) batang bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. tanaman mempunyai batang bawah yang mempunyai akar tunggang yang lebih tegap tumbuhnya dan tidak mudah roboh karena angin. Beberapa kelebihan dari perbanyakan tanaman dengan cara okulasi yaitu : .Jika batang atas berasal dari klon yang produksinya tinggi disambung dengan batang bawah yang memiliki resistensi terhadap nematoda atau sifat lain yang baik. kemudian diikat dengan tali rafia. Salah satu teknik menyambung yang dapat disampaikan dalam laporan ini adalah sambung celah.5 cm dari sumbu entres.3 . Daunnya disisakan satu dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah ditengah-tengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung. . 5) Untuk menjaga kelengesan tanah. 2) Entres dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. 3) Entres kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah. c. sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan penyiraman. .

tanaman tidak sedang Flush (sedang tumbuh daun baru) . tidak mudah terserang penyakit terutama penyakit akar. Teknik Mengokulasi : 1) Membuat jendela okulasi Ukuran jendela disesuaikan dengan perisai dan besarnya batang bawah.Bila salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi kemungkinan gagal atau mata entres tidak tumbuh sangat besar.Penyiapan benih relatif singkat. dan memiliki pertumbuhan yang cepat. umur tanaman induk pohon batang bawah yang biji/buahnya akan dijadikan benih untuk batang bawah minimal 15 tahun.4 . . .Pada musim gugur daun pada tanaman karet daun yang gugur dari satu klon agar serentak pada waktu tertentu. Kelemahan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara okulasi yaitu : . . dan tahan terhadap penyakit. Jika diatas jendela akan terbuka kebawah atau juga sebaliknya.Pada klon yang dijadikan batang bawah memiliki perakaran yang kuat/kokoh. Untuk batang bawah yang dibawah umur 5-6 bulan dapat ukuran jendela (¾ – 1) cm x (3 – 4) cm. mimiliki biji/buah yang banyak yang nantinya disemai untuk dijadikan batang bawah.Pada klon yang akan dijadika batang atas atau entres tanaman harus memiliki produksi yang unggul.perlu menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini. Sebelum ditoreh.terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi karena tidak adanya keserasian antara batang bawah dengan batang atas (entres) . .antara batang atas dan batang bawah harus memiliki umur yang sama. memiliki pertumbuhan yang cepat.Pertumbuhan tanaman yang seragam. Torehan melintang dapat dari atas ataudari bawah. . batang dibersihkan dari kotoran atau tanah yang menempel . Torehan membujur dapat dimulai dari bawah atau dari atas. . Syarat tanaman dapat diokulasi yaitu : .Tanaman harus masih dalam satu family atau satu genus.Umur tanaman antara batang atas dan batang bawah sama. Jarak torehan terbawah lebih kurang 5 cm dari tanah. dengan demikian akan memudahkan pengendalian penyakit Oidium hevea bila terjadi. .

Akhir ikatan sebaiknya dibawah. Setelah digunakan silet dicuci bersih dan di bungkus agar tidak berkarat d. Setelah ditoreh akan keluar lateks. Pada waktu membalut jangan sampai perisai bergeser. segar dan mudah dikupas. Perisai diselipkan dibawah jendela okulasi dan dijepit dengan ibu jari untuk memudahkan pembalutan. akar. Perisai yang telah dibuat harus segera diselipkan ke jendela okulasi. Untuk melepas bagian kayu. 4) Pemeriksaan Hasil Okulasi Pemeriksaan pertama dilakukan 2-3 minggu setelah okulasi dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan pembalut. Waktu terbaik dalam melakukan okulasi pada pagi hair.00. bentuk perisai yang ukuranya sedikit lebih kecil dari ukuran jendela okulasi. seperti silet yang digunakan bersih.0011. Okulasi yang gagal diberi tanda dengan mengikat tali pada batang bawah. menariknya pelan-pelan supaya mata tetap menempel pada kulit. Pembuatan perisai harus bersih dan lapisan kambium jangan sampai terkena tangan atau kotoran. Pemeriksaan ke dua dilakukan 10 – 15 hari dari pemeriksaan pertama. Dalam keadaan perisai terlalu kecil. Mata okulasi diambil bersama sedikit bagian kayu. yaitu antara jam 07. hal ini dilakukan untuk memudahkan okulasi janda. Pembalutan dimulai dari torehan melintang digunakan plastik ukuran 2 x 0. karena pada jam tersebut tanaman sedang melakukan fotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam keadaan aktif dan optimum 2. 2) Mengambil mata okulasi Mata okulasi diambil dari kayu okulssiyang sehat. atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi . Stek Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang. Cara pemeriksaan sama seperti pemeriksaan pertama. Faktor penunjang keberhasilan okulasi: 1. 3) Menempel mata okulasi dan membalut Setelah perisai disiapkan. jendela okulasi dibuka denga cara menarik bibir jendela okulasi. lateks ini dibiarkan membeku kemudian dibersihkan dengan kain sebelum jendela dibuka. diusahakan supaya tepi tepi bagian atas dan salah satu sisi perisai berimpit dengan jendela okulasi.02 cm dengan panjang 40 cm.5 akubat percikan air hujan. Pengambilan mata okulsi yang terlalu kecil akan mengakibatkan pemulihan luka lambat. Kebersihan alat okulasi.

kinetin. Kondisi lingkungan dan status fisiologi yang penting bagi tanaman sumber diantaranya adalah: 1. 2. absisic acid (ABA) juga berperan penting dalam pengakaran stek. Menurut Hartmann et al (1997). daun dan tunas yang menstimulasi perakaran pada stek. manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber juga penting dilakukan agar tingkat keberhasilan stek tinggi. Untuk menunjang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara stek. Boulline dan Went (1933) menemukan substansi yang disebut rhizocaline pada kotiledon. stek lebih ekonomis. Cara perbanyakan dengan metode stek akan kurang menguntungkan jika bertemu dengan kondisi tanaman yang sukar berakar. Jenis tanaman yang berbeda mempunyai kemampuan regenerasi akar dan pucuk yang berbeda pula. akar yang baru terbentuk tidak tahan stress lingkungan dan adanya sifat plagiotrop tanaman yang masih bertahan. isopentenyl adenin (ZiP). Selain auksin. sedangkan zat pengatur tumbuh yang paling berperan dalam pembentukan tunas adalah sitokinin yang terdiri atas zeatin. Keberhasilan perbanyakan dengan cara stek ditandai oleh terjadinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru yang true to name dan true to type. indolebutyric acid (IBA) dan nepthaleneacetic acid (NAA). . zat pengatur tumbuh yang paling berperan pada pengakaran stek adalah Auksin. Stek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan stek dalam kondisi turgid.6 tanaman baru. tanaman sumber 2 seharusnya mempunyai sifat-sifat unggul serta tidak terserang hama dan/atau penyakit. zeatin riboside. IBA dan NAA bersifat lebih efektif dibandingkan IAA yang meruapakan auksin alami. Faktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik. Selain itu. tidak memerlukan keterampilan khusus dan cepat dibandingkan dengan cara perbanyakan vegetatif buatan lainnya. Sebagai alternarif perbanyakan vegetatif buatan. thidiazurron (TBZ). Auksin yang biasa dikenal yaitu indole-3-acetic acid (IAA). Tanaman stek lebih baik ditumbuhkan pada suhu 12°C hingga 27°C. lebih mudah. dan benzyladenine (BA atau BAP). Salah satu faktor intern yang mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh. Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor intern yaitu tanaman itu sendiri dan faktor ekstern atau lingkungan. Temperatur. Status air.

Pada beberapa species seperti Peperomia. et al. Faktor lingkungan tumbuh stek yang cocok sangat berpengaruh pada terjadinya regenerasi akar dan pucuk. Beberapa stek yang digunakan dalam perbanyakan tanaman adalah: a. Pada tanaman Bryophyllum. Sansevieria. Stek Daun Bahan awal perbanyakan yang dapat digunakan pada stek daun dapat berupa lembaran daun atau lembaran daun beserta petiol. sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat. 1997). sehingga terjadi akumulasi zat-zat tersebut pada bahan stek. Kandungan karbohidrat. tidak terkena cahaya penuh (200-100 W/m2) dan bebas dari hama atau penyakit. akar dan tunas baru berasal dari meristem primer pada kumpulan sel-sel tepi daun dewasa. Walaupun kandungan karbohidrat bahan stek tinggi. Karbohidrat digunakan dalam pengakaran untuk membangun kompleks makromolekul. elemen struktural dan sebagai sumber energi.7 3. Penggunaan bahan yang mengandung kimera periklinal dihindari agar tanaman-tanaman baru yang dihasilkan bersifat true to type (Hartmann et al. Lingkungan tumbuh atau media pengakaran seharusnya kondusif untuk regenerasi akar yaitu cukup lembab. akar dan tunas baru muncul dari jaringan kalus yang terbentuk dari aktivitas meristem sekunder karena pelukaan. akar dan tunas baru berkembang dari meristem sekunder dari hasil pelukaan. Masalah pada stek daun secara umum adalah pembentukan tunas-tunas adventif. Saint paulia (Avrican violet). drainase dan aerasi baik. 4. 1997). Crassula dan Lily. suhu tidak terlalu dingin atau panas. Pengeratan juga berfungsi menghalangi translokasi hormon dan substansi lain yang mungkin penting untuk pengakaran. Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tamnaman sumber tergantung pada jenis tanaman. Pembentukan akar adventif pada daun lebih mudah dibandingkan pembentukan tunas adventif (Hartmann. tetapi pada tanaman Begonia rex. Secara teknis stek daun . Bahan awal pada stek daun tidak akan menjadi bagian dari tanaman baru. Cahaya. 1997). Akar dan tunas baru pada stek daun berasal dari jaringan meristem primer atau meristem sekunder. tetapi jika rasio C/N rendah maka inisiasi akar juga akan terhambat karena unsur N berkorelasi negatif dengan pengakaran stek (Hartmann et al. evapotranspirasi rendah. Untuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan stek yang masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi translokasi karbohidrat. bukan akar adventif.

Caladium. perlakuan kimia yang umum dilakukan adalah penyemprotan dengan IBA 100 ppm. Untuk Begonia dan Violces. maka umbi perlu dierandap dalam bakterisida dan fungisida. dilakukan pada tanaman Dieffenbachia. Stek batang semi berkayu. III.5 – 12. contohnya terdapat pada tanaman Citrus sp.8 dilakukan dengan cara memotong daun dengan panjang 7. Helianthus tuberosus.5 – 10 cm (Sansevieria) atau memotong daun beserta petiolnya kemudian ditanam pada media (Hartmann et al. Disamping itu.5– 12. Senagai bahan perbanyakan. Bahan tanaman yang biasa diperbanyak dengan stek batang berkayu keras antara lain: apel. dan herbaceous. Chrisanthemum. umbi dapat digunakan utuh atau dipotong-potong dengan syarat setiap potongannya mengadung calon tunas. pear. Ipomoea batatas. Stek Umbi Pada stek umbi. pelukaan sebelumnya mungkin dapat membantu pengakaran. dan Ipomoea batatas. umbi sisik. dan lain-lain. yakni: berkayu keras. Stek batang yang tergolong herbaceus. umbi kakr. tetapi kadang diberikan IBA atau NAA 500 –1250 ppm dan panjang stek yang biasa digunakan adalah 7. dan lain-lain. cemara.5 cm (Hartmann et al. dengan perlakuan kimia yang sudah umum yaitu IBA dan NAA 1000 – 3000 ppm dan panjang stek 7. 1997). Untuk menghindari terjadinya busuk pada setiap potongan umbi. contohnya terdapat pada tanaman Magnolia dengan perlakuan IBA atau NAA 500 – 1250 ppm dan panjang stek 7. Contoh tanaman yang bisa diperbanyak dengan stek umbi antara lain: Solanum tuberosum. Amarilis. lunak. b.5 – 15 cm. Untuk stek batang berkayu lunak. bahan awal untuk perbanyakan berupa umbi. Stek batang dikelompokkan menjadi empat macam berdasarkan jenis batang tanaman. Panjang stek berkisar antara 10 – 76 cm atau dua buku (nodes). dan lain-lain. Pada stek batang semi berkayu ini. Pada stek batang berkayu lunak ini umumnya akar relatif cepat keluar (2 – 5 minggu). c.5 cm. Stek Batang Bahan awal perbanyakan berupa batang tanaman. yaitu: umbi batang. 1997). daun-daun seharusnya dibuang untuk mengendalikan transpirasi. Pada dasarnya perlakuan auksin tidak pdiperlukan pada stek batang herbaceous ini. semi berkayu. dengan perlakuan kimia IBA atau NAA 2500 – 5000 ppm. PENUTUP .

. tanamannya tidak sekokoh bila ditanam dari biji. 4. diperoleh sifat keturunan baru sama dengan induknya 2. waktu perbanyakan relatif singkat 1-3 bulan 4. jumlah turunan baru yang diperoleh dalam waktu tertentu terbatas 3. Pohon induk sering rusak bentuknya. hasil tanaman cangkok relatif singkat 3-4 tahun Kerugian memperbanyak secara vegetatif: 1.Temperatur dan kelembaban . lebih cepat memperoleh hasil (berbuah) 3. tidak hujan. 2. Dalam waktu singkat tak dapat menyediakan jumlah cangkok yang banyak 8. memerlukan perawatan yang intensif 6. tanaman induk akan menderita bila terlalu banyak bagian tanaman yang di-stek atau dicangkok. Perlu ketelitian kerja (skill) dan juga pemeliharaan Beberapa faktor penunjang keberhasilan dalam budidaya dengan perkembangbiakan vegetatif adalah: a) Faktor Lingkungan .Waktu penyambungan Pada umumnya penyambungan dilakukan pada waktu cuaca yang cerah. Perakaran pohon cangkok kurang baik (tidak punya akar tunggang 9. dan tidak di bawah terik matahari.9 Dari makalah yang kami buat dapat diambil kesimpulan bahwa: Keuntungan memperbanyak secara vegetatif: 1. Hasil pohon induk menurun karena cabang cabang yang baik diambil 7. biaya yang dikeluarkan untuk perawatan mahal 5.

Cahaya yang terlalu panas akan mengurangi daya tahan batang atas terhadap kekeringan. dan dapat merusak kambium pada daerah sambungan. produktif dan kuat. menghambat/menghalangi pembentuk an kalus pada sambungan karena banyak sel-sel pada sambungan mati. Adanya perbedaan antara batang atas dan batang bawah dalam pertumbuhan vegetatif pada permulaan atau akhir musim.Cahaya Cahaya matahari berpengaruh pada waktu pelaksanaan penyambungan berlangsung. Terjadi penghambatan tumbuh pada tanaman hasil sambungan (tanaman menjadi kerdil). Setelah sambungan tumbuh. - - - .20C-320C. varietas atau klon-klon yang tidak pernah membentuk sambungan. Temperatur yang diperlukan dalam penyambungan berkisar antara 7. b) Faktor tanaman Kompatibilitas dan inkompatibilitas Pada umumnya batang atas dan batang bawah dari varietas yang sama akan menghasilkan sambungan yang kompatibel. dan bila lebih dari 320C pembentukan kalus menjadi lambat dan dapat mematikan selsel pada sambungan. . Gejala-gejala inkompatibilitas antara dua tanaman yang disambung antara lain : - Gabungan antara species.20C pembentukan kalus akan lambat.10 Temperatur dan kelembaban yang optimal akan mempertinggi pembentukan jaringan kalus. oleh karena itu penyambungan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari pada saat matahari kurang kuat memancarkan sinarnya. tetapi tanaman tiba-tiba mati. dan biasanya gabungan tanaman/hasil sambungan akan hidup lama. bila dan kelembabannnya rendah kekeringan. Adanya pertumbuhan yang berlebihan di atas atau di bawah sambungan. yang sangat diperlukan untuk berhasilnya suatu sambungan. Penyambungan memerlukan akan kelembaban mengalami yang tinggi. bila temperatur kurang dari 7. Temperatur optimum pada penyambungan adalah 250C300C. Gabungan antara dua tanaman dimana jumlah dari keberhasilan sambungan sangat kecil.

karena jenis tanaman tersebut sulit membentuk kalus. Penyatuan kambium Agar persentuhan kambium batang atas dan batang bawah lebih banyak terjadi.11 Keadaan fisiologi tanaman Beberapa tanaman mengalami kesukaran untuk disambungkan ke tanaman lain. c) Faktor pelaksanaan Keahlian Kecepatan menyambung merupakan pencegahan paling baik terhadap infeksi penyakit dan kerusakan pada kambium - Kesempurnaan alat Dalam penyambungan diperlukan ketajaman dan kebersihan alat. maka diperlukan ukuran batang bawah dan batang atas dipilih yang hampir sama. - Keserasian bentuk potongan Keserasian bentuk potongan antara batang atas dan batang bawah perlu diperhatikan untuk mendapatkan kesesuaian letak penyatuan kambium batang atas dan batang bawah yang serasi. . tali pengikat yang tipis dan lentur.

Englewood Cliffs. F. http://fp. and R.J. Plant propagation principles and practices. H. Departemen Agronomi Fakultas Pertanian IPB.T. . dan S. Harjadi. 2010. K. Kester.id Tanaman Secara Vegetatif Buatan.situshijau.co. L.org Ashari. Universitas Indonesia Press. Davies. Hortikultura Aspek Budidaya. Willy. 2008. Rochiman. Perbanyakan http://willy. Geneve.T. 1973.uns. 72 hal. 6th ed.ac.. Pembiakan Vegetatif. Perkembangbiakan Vegetatif. Hartmann. N. S. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif. D. Prentice Hall. S. 1997.id Anonim. 2010. Bayuardi. Jakarta. 1995.12 DAFTAR PUSTAKA Anonim. http://organisasi.E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful