PERKEMBANGAN SECARA VEGETATIF PADA TANAMAN I.

PENDAHULUAN Tanaman holtikultura dapat dibudidayakan dengan dua cara yaitu secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara kawin melalui pertemuan antara putik dan benang sari dan proses ini sering disebut dengan pembuahan. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan secara tak kawin yang menggunakan bagian-bagian tertentu pada tanaman. Perkembangbiakan vegetatif secara buatan adalah perkembangbiakan yang sengaja dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu, seperti contoh stek, cangkok, okulasi, mengenten, menempel, dan sebagainya. Meski banyak perkembangbiakan vegetatif buatan yang dapat dilakukan, namun pada umumnya perkembangbiakan vegetatif terdiri atas stek, grafting dan budding, serta mencangkok. Ketiganya akan kami jelaskan dibawah ini. II. ISI Perkembangbiakan Vegetatif buatan a. Mencangkok Teknik mencangkok ini telah umum digunakan oleh masyarakat. Tetapi dalam kegiatan pencangkokkan ini terdapat beberapa kelemahan antara lain ; praktikan atau pencangkok mencangkok harus harus memiliki lebih keahlian dalam pencangkokan Selain itu ini, kegiatan kegiatan pencangkokkan pada pohon yang telah tinggi sukar dilakukan karena untuk dahulu memanjat. karena pencangkokkan ini menggunakan cabag tanaman yang nantinya dipotong, maka terlalu boros dalam pengguanaan bahan tanam (batang yang untuk dicangkok). Untuk cangkokan umumnya digunakan cabang yang tidak telalu tua maupun terlalu muda yang umumnya berwarna hijau kecoklat-coklatan. Bahan untuk pembungkus cangkokkan biasanya digunakan sabut kelapa atau karung goni untuk membungkus tanah sebagai media perakaran. Supaya cangkokan dapat berhasil dengan baik, dengan waktu yang relatif cepat dan ekonomis maka sabut kelapa atau karung goni diganti dengan plastik. Medium perakaran tanah dapat diganti dengan gambut atau lumut. Lumut yang digunakan sebagai media tanam mempunyai sifat selain anti septik juga dapat menahan kandungan air yang cukup tinggi, sehingga

1

Dengan penyambungan diharapkan akan dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut : .Tanaman rentan terhadap penyakit . Mengenai kulit bagian atas yang diiris sebaiknya dioles dengan Rootone F yang berguna untuk mempercepat dan memperbanyak keluarnya akar.Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering . 4) Mengikis bagian kambium kuli yang telah dikupas. 7) Membalut media tanam yang dibuat tadi dengan plastik. gambut atau lumut). 6) Kulit kupasan dibungkus dengan media tanam (tanah. Sementara kelemahan tanaman dengan tehnik cangkok aantara lain: .Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong .Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. 8) Menyiram cangkokkan secara teratur. 5) Mengolesi bagian atas batang yang telah dikikis dengan Rootone F untuk memperceot pertumbuhan (jika ada). sabut kelapa atau karung goni. Selain itu. Mengikat pada ujung-ujung balutan. sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak dapat ditunjang dengan perbanyakan ini Langkah atau urutan kegiatan dalam perbanyakan tanaman dengan cara pencangkokkan antara lain : 1) memilih batang yang akan di cangkok. 3) Mengupas kulit sepanjang 5-7 cm. masa perbanyakan cangkok singkat dan tanaman yang dicangkok akan menghasilkan buah dalam waktu yang relatif singkat.2 dalam pelaksanaan pencangkokkan tidak perlu terlalu sering disiram air.Akar tanaman tidak kokoh karena berakar serabut . b. Keunggulan dari teknih mencangkok tanaman adalah tanaman yang dicangkok akan mempunyai sifat yang sama dengan induknya. 2) Membuat guratan pada kulit yang akan dicangkok. Menyambung Tanaman yang sukar di cangkok atau diokulasi maka dapat juga dilakukan perkembangbiakan secara vegetatif dengan cara dengan melakukan penyambungan.

Beberapa kelebihan dari perbanyakan tanaman dengan cara okulasi yaitu : . 5) Untuk menjaga kelengesan tanah. maka terdapat kemungkinan bahwa tanaman sambungan itu akan memiliki sifat-sifat baik tersebut. . Kemudian pangkan entres diruncingkan sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm. 4) Untuk menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong plastik.5 cm dari sumbu entres. Okulasi Perbanyakan tanaman dengan cara okulasi paling banyak dilakukan dalam perkebunan terutama pada perkebunan karet dan kakao. Daunnya disisakan satu dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah ditengah-tengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung. Bila tunas sudah kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka. sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan penyiraman. 2) Entres dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. tanaman mempunyai batang bawah yang mempunyai akar tunggang yang lebih tegap tumbuhnya dan tidak mudah roboh karena angin. kemudian diikat dengan tali rafia. Daun dan cabang dikupir labih kurang 1.Dengan cara penyambungan.Dengan cara diokulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi. .Suatu klon yang sangat susah sekali berakar terkadang masih dapat diusahakan penanamannya denga cara menyambung.Jika batang atas berasal dari klon yang produksinya tinggi disambung dengan batang bawah yang memiliki resistensi terhadap nematoda atau sifat lain yang baik.3 . Adapun teknik-teknik dalam kegiatan sambung celah itu sebagai berikut : 1) batang bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. Salah satu teknik menyambung yang dapat disampaikan dalam laporan ini adalah sambung celah. . 3) Entres kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah. 6) Setelah selang 30 – 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. c.

Umur tanaman antara batang atas dan batang bawah sama.Pada klon yang akan dijadika batang atas atau entres tanaman harus memiliki produksi yang unggul. batang dibersihkan dari kotoran atau tanah yang menempel .Bila salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi kemungkinan gagal atau mata entres tidak tumbuh sangat besar.Pada klon yang dijadikan batang bawah memiliki perakaran yang kuat/kokoh. dengan demikian akan memudahkan pengendalian penyakit Oidium hevea bila terjadi. memiliki pertumbuhan yang cepat. Jarak torehan terbawah lebih kurang 5 cm dari tanah. Jika diatas jendela akan terbuka kebawah atau juga sebaliknya. .Pertumbuhan tanaman yang seragam.antara batang atas dan batang bawah harus memiliki umur yang sama. Syarat tanaman dapat diokulasi yaitu : . dan memiliki pertumbuhan yang cepat.perlu menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini. Untuk batang bawah yang dibawah umur 5-6 bulan dapat ukuran jendela (¾ – 1) cm x (3 – 4) cm. . . Teknik Mengokulasi : 1) Membuat jendela okulasi Ukuran jendela disesuaikan dengan perisai dan besarnya batang bawah. Sebelum ditoreh. mimiliki biji/buah yang banyak yang nantinya disemai untuk dijadikan batang bawah.tanaman tidak sedang Flush (sedang tumbuh daun baru) .Tanaman harus masih dalam satu family atau satu genus. Torehan membujur dapat dimulai dari bawah atau dari atas. dan tahan terhadap penyakit. tidak mudah terserang penyakit terutama penyakit akar. Torehan melintang dapat dari atas ataudari bawah. .Pada musim gugur daun pada tanaman karet daun yang gugur dari satu klon agar serentak pada waktu tertentu.Penyiapan benih relatif singkat.4 . . .terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi karena tidak adanya keserasian antara batang bawah dengan batang atas (entres) . umur tanaman induk pohon batang bawah yang biji/buahnya akan dijadikan benih untuk batang bawah minimal 15 tahun. . Kelemahan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara okulasi yaitu : .

Perisai diselipkan dibawah jendela okulasi dan dijepit dengan ibu jari untuk memudahkan pembalutan. atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi . Mata okulasi diambil bersama sedikit bagian kayu. Setelah ditoreh akan keluar lateks.5 akubat percikan air hujan. Perisai yang telah dibuat harus segera diselipkan ke jendela okulasi. Pembuatan perisai harus bersih dan lapisan kambium jangan sampai terkena tangan atau kotoran. yaitu antara jam 07. Setelah digunakan silet dicuci bersih dan di bungkus agar tidak berkarat d. Kebersihan alat okulasi. 3) Menempel mata okulasi dan membalut Setelah perisai disiapkan. segar dan mudah dikupas. jendela okulasi dibuka denga cara menarik bibir jendela okulasi.00. Faktor penunjang keberhasilan okulasi: 1. 4) Pemeriksaan Hasil Okulasi Pemeriksaan pertama dilakukan 2-3 minggu setelah okulasi dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan pembalut.02 cm dengan panjang 40 cm. Untuk melepas bagian kayu. Waktu terbaik dalam melakukan okulasi pada pagi hair. Akhir ikatan sebaiknya dibawah. lateks ini dibiarkan membeku kemudian dibersihkan dengan kain sebelum jendela dibuka. menariknya pelan-pelan supaya mata tetap menempel pada kulit. Pengambilan mata okulsi yang terlalu kecil akan mengakibatkan pemulihan luka lambat. Dalam keadaan perisai terlalu kecil. akar. karena pada jam tersebut tanaman sedang melakukan fotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam keadaan aktif dan optimum 2. 2) Mengambil mata okulasi Mata okulasi diambil dari kayu okulssiyang sehat. Okulasi yang gagal diberi tanda dengan mengikat tali pada batang bawah. Stek Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang.0011. diusahakan supaya tepi tepi bagian atas dan salah satu sisi perisai berimpit dengan jendela okulasi. hal ini dilakukan untuk memudahkan okulasi janda. seperti silet yang digunakan bersih. Pemeriksaan ke dua dilakukan 10 – 15 hari dari pemeriksaan pertama. bentuk perisai yang ukuranya sedikit lebih kecil dari ukuran jendela okulasi. Pada waktu membalut jangan sampai perisai bergeser. Cara pemeriksaan sama seperti pemeriksaan pertama. Pembalutan dimulai dari torehan melintang digunakan plastik ukuran 2 x 0.

Status air. Temperatur. sedangkan zat pengatur tumbuh yang paling berperan dalam pembentukan tunas adalah sitokinin yang terdiri atas zeatin. zat pengatur tumbuh yang paling berperan pada pengakaran stek adalah Auksin. Faktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik. Stek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan stek dalam kondisi turgid. akar yang baru terbentuk tidak tahan stress lingkungan dan adanya sifat plagiotrop tanaman yang masih bertahan. Kondisi lingkungan dan status fisiologi yang penting bagi tanaman sumber diantaranya adalah: 1. Auksin yang biasa dikenal yaitu indole-3-acetic acid (IAA). 2. Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor intern yaitu tanaman itu sendiri dan faktor ekstern atau lingkungan. thidiazurron (TBZ). kinetin. absisic acid (ABA) juga berperan penting dalam pengakaran stek. Jenis tanaman yang berbeda mempunyai kemampuan regenerasi akar dan pucuk yang berbeda pula. Cara perbanyakan dengan metode stek akan kurang menguntungkan jika bertemu dengan kondisi tanaman yang sukar berakar. manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber juga penting dilakukan agar tingkat keberhasilan stek tinggi. lebih mudah. Salah satu faktor intern yang mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh. Sebagai alternarif perbanyakan vegetatif buatan. IBA dan NAA bersifat lebih efektif dibandingkan IAA yang meruapakan auksin alami. daun dan tunas yang menstimulasi perakaran pada stek. indolebutyric acid (IBA) dan nepthaleneacetic acid (NAA). tidak memerlukan keterampilan khusus dan cepat dibandingkan dengan cara perbanyakan vegetatif buatan lainnya. Tanaman stek lebih baik ditumbuhkan pada suhu 12°C hingga 27°C. . Boulline dan Went (1933) menemukan substansi yang disebut rhizocaline pada kotiledon. stek lebih ekonomis. Selain itu. dan benzyladenine (BA atau BAP). Untuk menunjang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara stek.6 tanaman baru. Selain auksin. Menurut Hartmann et al (1997). Keberhasilan perbanyakan dengan cara stek ditandai oleh terjadinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru yang true to name dan true to type. isopentenyl adenin (ZiP). zeatin riboside. tanaman sumber 2 seharusnya mempunyai sifat-sifat unggul serta tidak terserang hama dan/atau penyakit.

Karbohidrat digunakan dalam pengakaran untuk membangun kompleks makromolekul. Saint paulia (Avrican violet). Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tamnaman sumber tergantung pada jenis tanaman. tidak terkena cahaya penuh (200-100 W/m2) dan bebas dari hama atau penyakit. Pada beberapa species seperti Peperomia. 1997). 1997). Walaupun kandungan karbohidrat bahan stek tinggi. Masalah pada stek daun secara umum adalah pembentukan tunas-tunas adventif. Secara teknis stek daun . sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat. Beberapa stek yang digunakan dalam perbanyakan tanaman adalah: a. tetapi jika rasio C/N rendah maka inisiasi akar juga akan terhambat karena unsur N berkorelasi negatif dengan pengakaran stek (Hartmann et al.7 3. Bahan awal pada stek daun tidak akan menjadi bagian dari tanaman baru. drainase dan aerasi baik. elemen struktural dan sebagai sumber energi. Pada tanaman Bryophyllum. bukan akar adventif. evapotranspirasi rendah. Pengeratan juga berfungsi menghalangi translokasi hormon dan substansi lain yang mungkin penting untuk pengakaran. 1997). et al. Crassula dan Lily. Kandungan karbohidrat. Sansevieria. Untuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan stek yang masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi translokasi karbohidrat. akar dan tunas baru berasal dari meristem primer pada kumpulan sel-sel tepi daun dewasa. Faktor lingkungan tumbuh stek yang cocok sangat berpengaruh pada terjadinya regenerasi akar dan pucuk. Akar dan tunas baru pada stek daun berasal dari jaringan meristem primer atau meristem sekunder. tetapi pada tanaman Begonia rex. Cahaya. sehingga terjadi akumulasi zat-zat tersebut pada bahan stek. Lingkungan tumbuh atau media pengakaran seharusnya kondusif untuk regenerasi akar yaitu cukup lembab. akar dan tunas baru berkembang dari meristem sekunder dari hasil pelukaan. suhu tidak terlalu dingin atau panas. akar dan tunas baru muncul dari jaringan kalus yang terbentuk dari aktivitas meristem sekunder karena pelukaan. 4. Stek Daun Bahan awal perbanyakan yang dapat digunakan pada stek daun dapat berupa lembaran daun atau lembaran daun beserta petiol. Pembentukan akar adventif pada daun lebih mudah dibandingkan pembentukan tunas adventif (Hartmann. Penggunaan bahan yang mengandung kimera periklinal dihindari agar tanaman-tanaman baru yang dihasilkan bersifat true to type (Hartmann et al.

dengan perlakuan kimia IBA atau NAA 2500 – 5000 ppm. Stek batang semi berkayu. dan lain-lain. dan herbaceous. dilakukan pada tanaman Dieffenbachia. dengan perlakuan kimia yang sudah umum yaitu IBA dan NAA 1000 – 3000 ppm dan panjang stek 7. Stek batang yang tergolong herbaceus. Chrisanthemum. perlakuan kimia yang umum dilakukan adalah penyemprotan dengan IBA 100 ppm. III. Panjang stek berkisar antara 10 – 76 cm atau dua buku (nodes). Untuk menghindari terjadinya busuk pada setiap potongan umbi. 1997). Senagai bahan perbanyakan. PENUTUP . dan lain-lain. tetapi kadang diberikan IBA atau NAA 500 –1250 ppm dan panjang stek yang biasa digunakan adalah 7. Pada stek batang semi berkayu ini. umbi sisik.5 – 15 cm. daun-daun seharusnya dibuang untuk mengendalikan transpirasi. Helianthus tuberosus. Pada dasarnya perlakuan auksin tidak pdiperlukan pada stek batang herbaceous ini. dan Ipomoea batatas. semi berkayu. pear. umbi kakr. Pada stek batang berkayu lunak ini umumnya akar relatif cepat keluar (2 – 5 minggu). contohnya terdapat pada tanaman Magnolia dengan perlakuan IBA atau NAA 500 – 1250 ppm dan panjang stek 7. Untuk Begonia dan Violces. yakni: berkayu keras. pelukaan sebelumnya mungkin dapat membantu pengakaran. dan lain-lain. b.5 – 10 cm (Sansevieria) atau memotong daun beserta petiolnya kemudian ditanam pada media (Hartmann et al. Caladium. Disamping itu. Stek batang dikelompokkan menjadi empat macam berdasarkan jenis batang tanaman. maka umbi perlu dierandap dalam bakterisida dan fungisida. Untuk stek batang berkayu lunak.5 – 12. cemara. umbi dapat digunakan utuh atau dipotong-potong dengan syarat setiap potongannya mengadung calon tunas.5– 12. bahan awal untuk perbanyakan berupa umbi.5 cm (Hartmann et al. yaitu: umbi batang.8 dilakukan dengan cara memotong daun dengan panjang 7. Stek Umbi Pada stek umbi. Contoh tanaman yang bisa diperbanyak dengan stek umbi antara lain: Solanum tuberosum. Amarilis. lunak.5 cm. 1997). Bahan tanaman yang biasa diperbanyak dengan stek batang berkayu keras antara lain: apel. Stek Batang Bahan awal perbanyakan berupa batang tanaman. contohnya terdapat pada tanaman Citrus sp. c. Ipomoea batatas.

Waktu penyambungan Pada umumnya penyambungan dilakukan pada waktu cuaca yang cerah.Temperatur dan kelembaban . Dalam waktu singkat tak dapat menyediakan jumlah cangkok yang banyak 8. dan tidak di bawah terik matahari. waktu perbanyakan relatif singkat 1-3 bulan 4. 4. biaya yang dikeluarkan untuk perawatan mahal 5. 2.9 Dari makalah yang kami buat dapat diambil kesimpulan bahwa: Keuntungan memperbanyak secara vegetatif: 1. Hasil pohon induk menurun karena cabang cabang yang baik diambil 7. hasil tanaman cangkok relatif singkat 3-4 tahun Kerugian memperbanyak secara vegetatif: 1. Perlu ketelitian kerja (skill) dan juga pemeliharaan Beberapa faktor penunjang keberhasilan dalam budidaya dengan perkembangbiakan vegetatif adalah: a) Faktor Lingkungan . Pohon induk sering rusak bentuknya. tidak hujan. . tanamannya tidak sekokoh bila ditanam dari biji. diperoleh sifat keturunan baru sama dengan induknya 2. lebih cepat memperoleh hasil (berbuah) 3. tanaman induk akan menderita bila terlalu banyak bagian tanaman yang di-stek atau dicangkok. memerlukan perawatan yang intensif 6. Perakaran pohon cangkok kurang baik (tidak punya akar tunggang 9. jumlah turunan baru yang diperoleh dalam waktu tertentu terbatas 3.

Cahaya yang terlalu panas akan mengurangi daya tahan batang atas terhadap kekeringan. . bila temperatur kurang dari 7.10 Temperatur dan kelembaban yang optimal akan mempertinggi pembentukan jaringan kalus. Penyambungan memerlukan akan kelembaban mengalami yang tinggi. tetapi tanaman tiba-tiba mati. varietas atau klon-klon yang tidak pernah membentuk sambungan. Temperatur optimum pada penyambungan adalah 250C300C.20C pembentukan kalus akan lambat. dan dapat merusak kambium pada daerah sambungan. b) Faktor tanaman Kompatibilitas dan inkompatibilitas Pada umumnya batang atas dan batang bawah dari varietas yang sama akan menghasilkan sambungan yang kompatibel. Adanya pertumbuhan yang berlebihan di atas atau di bawah sambungan. menghambat/menghalangi pembentuk an kalus pada sambungan karena banyak sel-sel pada sambungan mati.Cahaya Cahaya matahari berpengaruh pada waktu pelaksanaan penyambungan berlangsung. dan biasanya gabungan tanaman/hasil sambungan akan hidup lama. - - - . produktif dan kuat. Setelah sambungan tumbuh. Gejala-gejala inkompatibilitas antara dua tanaman yang disambung antara lain : - Gabungan antara species. Terjadi penghambatan tumbuh pada tanaman hasil sambungan (tanaman menjadi kerdil). Gabungan antara dua tanaman dimana jumlah dari keberhasilan sambungan sangat kecil. Temperatur yang diperlukan dalam penyambungan berkisar antara 7.20C-320C. Adanya perbedaan antara batang atas dan batang bawah dalam pertumbuhan vegetatif pada permulaan atau akhir musim. bila dan kelembabannnya rendah kekeringan. yang sangat diperlukan untuk berhasilnya suatu sambungan. oleh karena itu penyambungan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari pada saat matahari kurang kuat memancarkan sinarnya. dan bila lebih dari 320C pembentukan kalus menjadi lambat dan dapat mematikan selsel pada sambungan.

tali pengikat yang tipis dan lentur. c) Faktor pelaksanaan Keahlian Kecepatan menyambung merupakan pencegahan paling baik terhadap infeksi penyakit dan kerusakan pada kambium - Kesempurnaan alat Dalam penyambungan diperlukan ketajaman dan kebersihan alat. . karena jenis tanaman tersebut sulit membentuk kalus. - Keserasian bentuk potongan Keserasian bentuk potongan antara batang atas dan batang bawah perlu diperhatikan untuk mendapatkan kesesuaian letak penyatuan kambium batang atas dan batang bawah yang serasi.11 Keadaan fisiologi tanaman Beberapa tanaman mengalami kesukaran untuk disambungkan ke tanaman lain. Penyatuan kambium Agar persentuhan kambium batang atas dan batang bawah lebih banyak terjadi. maka diperlukan ukuran batang bawah dan batang atas dipilih yang hampir sama.

J. Davies. 1997. S. 1973.id Tanaman Secara Vegetatif Buatan. Hortikultura Aspek Budidaya.T.12 DAFTAR PUSTAKA Anonim. F. and R. Pembiakan Vegetatif.org Ashari. Departemen Agronomi Fakultas Pertanian IPB. Kester.E. Geneve. Universitas Indonesia Press.id Anonim. 2008. Hartmann. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif. N. Perkembangbiakan Vegetatif. Englewood Cliffs. K.situshijau. Jakarta. 1995. . http://organisasi. 2010. Willy.uns. 6th ed. H. 2010.co. 72 hal. http://fp. Bayuardi. Harjadi. Plant propagation principles and practices.. Perbanyakan http://willy. D. dan S.T. S. Prentice Hall. Rochiman. L.ac.