P. 1
Tugas perkembangbiakan 2

Tugas perkembangbiakan 2

|Views: 344|Likes:
Published by annazt

More info:

Published by: annazt on Dec 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

pdf

text

original

PERKEMBANGAN SECARA VEGETATIF PADA TANAMAN I.

PENDAHULUAN Tanaman holtikultura dapat dibudidayakan dengan dua cara yaitu secara generatif dan vegetatif. Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan secara kawin melalui pertemuan antara putik dan benang sari dan proses ini sering disebut dengan pembuahan. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan secara tak kawin yang menggunakan bagian-bagian tertentu pada tanaman. Perkembangbiakan vegetatif secara buatan adalah perkembangbiakan yang sengaja dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu, seperti contoh stek, cangkok, okulasi, mengenten, menempel, dan sebagainya. Meski banyak perkembangbiakan vegetatif buatan yang dapat dilakukan, namun pada umumnya perkembangbiakan vegetatif terdiri atas stek, grafting dan budding, serta mencangkok. Ketiganya akan kami jelaskan dibawah ini. II. ISI Perkembangbiakan Vegetatif buatan a. Mencangkok Teknik mencangkok ini telah umum digunakan oleh masyarakat. Tetapi dalam kegiatan pencangkokkan ini terdapat beberapa kelemahan antara lain ; praktikan atau pencangkok mencangkok harus harus memiliki lebih keahlian dalam pencangkokan Selain itu ini, kegiatan kegiatan pencangkokkan pada pohon yang telah tinggi sukar dilakukan karena untuk dahulu memanjat. karena pencangkokkan ini menggunakan cabag tanaman yang nantinya dipotong, maka terlalu boros dalam pengguanaan bahan tanam (batang yang untuk dicangkok). Untuk cangkokan umumnya digunakan cabang yang tidak telalu tua maupun terlalu muda yang umumnya berwarna hijau kecoklat-coklatan. Bahan untuk pembungkus cangkokkan biasanya digunakan sabut kelapa atau karung goni untuk membungkus tanah sebagai media perakaran. Supaya cangkokan dapat berhasil dengan baik, dengan waktu yang relatif cepat dan ekonomis maka sabut kelapa atau karung goni diganti dengan plastik. Medium perakaran tanah dapat diganti dengan gambut atau lumut. Lumut yang digunakan sebagai media tanam mempunyai sifat selain anti septik juga dapat menahan kandungan air yang cukup tinggi, sehingga

1

b. 7) Membalut media tanam yang dibuat tadi dengan plastik.2 dalam pelaksanaan pencangkokkan tidak perlu terlalu sering disiram air. 5) Mengolesi bagian atas batang yang telah dikikis dengan Rootone F untuk memperceot pertumbuhan (jika ada).Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja. 2) Membuat guratan pada kulit yang akan dicangkok. Menyambung Tanaman yang sukar di cangkok atau diokulasi maka dapat juga dilakukan perkembangbiakan secara vegetatif dengan cara dengan melakukan penyambungan. 3) Mengupas kulit sepanjang 5-7 cm. Sementara kelemahan tanaman dengan tehnik cangkok aantara lain: . Dengan penyambungan diharapkan akan dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut : .Tanaman rentan terhadap penyakit . masa perbanyakan cangkok singkat dan tanaman yang dicangkok akan menghasilkan buah dalam waktu yang relatif singkat. 4) Mengikis bagian kambium kuli yang telah dikupas. 6) Kulit kupasan dibungkus dengan media tanam (tanah. Mengenai kulit bagian atas yang diiris sebaiknya dioles dengan Rootone F yang berguna untuk mempercepat dan memperbanyak keluarnya akar. gambut atau lumut).Akar tanaman tidak kokoh karena berakar serabut . Mengikat pada ujung-ujung balutan.Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong . sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak dapat ditunjang dengan perbanyakan ini Langkah atau urutan kegiatan dalam perbanyakan tanaman dengan cara pencangkokkan antara lain : 1) memilih batang yang akan di cangkok. Keunggulan dari teknih mencangkok tanaman adalah tanaman yang dicangkok akan mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Selain itu. 8) Menyiram cangkokkan secara teratur.Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering . sabut kelapa atau karung goni.

. Daunnya disisakan satu dua pasang kemudian pada luka potongan batang dibuat celah ditengah-tengah sepanjang 3-4 cm dengan pisau sambung. .Dengan cara diokulasi dapat diperoleh tanaman yang dengan produktifitas yang tinggi. 5) Untuk menjaga kelengesan tanah.Dengan cara penyambungan.5 cm dari sumbu entres.Suatu klon yang sangat susah sekali berakar terkadang masih dapat diusahakan penanamannya denga cara menyambung. Kemudian pangkan entres diruncingkan sebelah kanan dan kirinya sepanjang 3-4 cm. kemudian diikat dengan tali rafia. Salah satu teknik menyambung yang dapat disampaikan dalam laporan ini adalah sambung celah. . Adapun teknik-teknik dalam kegiatan sambung celah itu sebagai berikut : 1) batang bawah dipotong mendatar dengan gunting atau pisau yang tajam. Okulasi Perbanyakan tanaman dengan cara okulasi paling banyak dilakukan dalam perkebunan terutama pada perkebunan karet dan kakao. maka terdapat kemungkinan bahwa tanaman sambungan itu akan memiliki sifat-sifat baik tersebut.Jika batang atas berasal dari klon yang produksinya tinggi disambung dengan batang bawah yang memiliki resistensi terhadap nematoda atau sifat lain yang baik. sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan penyiraman. tanaman mempunyai batang bawah yang mempunyai akar tunggang yang lebih tegap tumbuhnya dan tidak mudah roboh karena angin. Daun dan cabang dikupir labih kurang 1. 6) Setelah selang 30 – 35 hari dapat diketahui berhasil atau tidaknya penyambungan tersebut yaitu melihat ada tidaknya tunas yang tumbuh pada batang atas. 4) Untuk menjaga kelengesan pada sambungan sambungan sungkup sengan kantong plastik.3 . 2) Entres dipilih dari ruas ke dua dan dipotong per ruas + 7 cm. Bila tunas sudah kelihatan tumbuh maka sungkup plastik harus dibuka. c. Beberapa kelebihan dari perbanyakan tanaman dengan cara okulasi yaitu : . 3) Entres kemudian dimasukkan sedalam celah pada batang bawah.

Pertumbuhan tanaman yang seragam. dan tahan terhadap penyakit. tidak mudah terserang penyakit terutama penyakit akar.antara batang atas dan batang bawah harus memiliki umur yang sama.Umur tanaman antara batang atas dan batang bawah sama.Pada musim gugur daun pada tanaman karet daun yang gugur dari satu klon agar serentak pada waktu tertentu. umur tanaman induk pohon batang bawah yang biji/buahnya akan dijadikan benih untuk batang bawah minimal 15 tahun. Sebelum ditoreh.Bila salah satu syarat dalam kegiatan pengokulasian tidak terpenuhi kemungkinan gagal atau mata entres tidak tumbuh sangat besar. . Teknik Mengokulasi : 1) Membuat jendela okulasi Ukuran jendela disesuaikan dengan perisai dan besarnya batang bawah. Jarak torehan terbawah lebih kurang 5 cm dari tanah. .Pada klon yang dijadikan batang bawah memiliki perakaran yang kuat/kokoh.Penyiapan benih relatif singkat.tanaman tidak sedang Flush (sedang tumbuh daun baru) .Tanaman harus masih dalam satu family atau satu genus. .terkadang suatu tanaman hasil okulasi ada yang kurang normal terjadi karena tidak adanya keserasian antara batang bawah dengan batang atas (entres) . Untuk batang bawah yang dibawah umur 5-6 bulan dapat ukuran jendela (¾ – 1) cm x (3 – 4) cm. . mimiliki biji/buah yang banyak yang nantinya disemai untuk dijadikan batang bawah. dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Torehan melintang dapat dari atas ataudari bawah. Kelemahan dari perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara okulasi yaitu : . . Torehan membujur dapat dimulai dari bawah atau dari atas.4 .perlu menggunakan tenaga ahli untuk pengokulasian ini. memiliki pertumbuhan yang cepat. .Pada klon yang akan dijadika batang atas atau entres tanaman harus memiliki produksi yang unggul. Syarat tanaman dapat diokulasi yaitu : . Jika diatas jendela akan terbuka kebawah atau juga sebaliknya. . dengan demikian akan memudahkan pengendalian penyakit Oidium hevea bila terjadi. batang dibersihkan dari kotoran atau tanah yang menempel .

lateks ini dibiarkan membeku kemudian dibersihkan dengan kain sebelum jendela dibuka. Pemeriksaan ke dua dilakukan 10 – 15 hari dari pemeriksaan pertama. 2) Mengambil mata okulasi Mata okulasi diambil dari kayu okulssiyang sehat. Dalam keadaan perisai terlalu kecil. hal ini dilakukan untuk memudahkan okulasi janda. seperti silet yang digunakan bersih. Faktor penunjang keberhasilan okulasi: 1. akar. Mata okulasi diambil bersama sedikit bagian kayu. karena pada jam tersebut tanaman sedang melakukan fotosintesis sehingga kambium tanaman juga dalam keadaan aktif dan optimum 2. diusahakan supaya tepi tepi bagian atas dan salah satu sisi perisai berimpit dengan jendela okulasi. Setelah digunakan silet dicuci bersih dan di bungkus agar tidak berkarat d. Cara pemeriksaan sama seperti pemeriksaan pertama.5 akubat percikan air hujan.0011. Pada waktu membalut jangan sampai perisai bergeser. Okulasi yang gagal diberi tanda dengan mengikat tali pada batang bawah. 3) Menempel mata okulasi dan membalut Setelah perisai disiapkan. yaitu antara jam 07. Stek Stek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang. atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi . segar dan mudah dikupas. Untuk melepas bagian kayu. Akhir ikatan sebaiknya dibawah. 4) Pemeriksaan Hasil Okulasi Pemeriksaan pertama dilakukan 2-3 minggu setelah okulasi dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan pembalut. Kebersihan alat okulasi. jendela okulasi dibuka denga cara menarik bibir jendela okulasi. Pembalutan dimulai dari torehan melintang digunakan plastik ukuran 2 x 0. Setelah ditoreh akan keluar lateks.02 cm dengan panjang 40 cm. menariknya pelan-pelan supaya mata tetap menempel pada kulit. bentuk perisai yang ukuranya sedikit lebih kecil dari ukuran jendela okulasi. Perisai yang telah dibuat harus segera diselipkan ke jendela okulasi. Pengambilan mata okulsi yang terlalu kecil akan mengakibatkan pemulihan luka lambat. Waktu terbaik dalam melakukan okulasi pada pagi hair.00. Perisai diselipkan dibawah jendela okulasi dan dijepit dengan ibu jari untuk memudahkan pembalutan. Pembuatan perisai harus bersih dan lapisan kambium jangan sampai terkena tangan atau kotoran.

Boulline dan Went (1933) menemukan substansi yang disebut rhizocaline pada kotiledon. indolebutyric acid (IBA) dan nepthaleneacetic acid (NAA). zeatin riboside.6 tanaman baru. Selain itu. Status air. sedangkan zat pengatur tumbuh yang paling berperan dalam pembentukan tunas adalah sitokinin yang terdiri atas zeatin. Sebagai alternarif perbanyakan vegetatif buatan. Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor intern yaitu tanaman itu sendiri dan faktor ekstern atau lingkungan. Faktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik. 2. manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber juga penting dilakukan agar tingkat keberhasilan stek tinggi. Untuk menunjang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara stek. Selain auksin. akar yang baru terbentuk tidak tahan stress lingkungan dan adanya sifat plagiotrop tanaman yang masih bertahan. Salah satu faktor intern yang mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh. Menurut Hartmann et al (1997). tidak memerlukan keterampilan khusus dan cepat dibandingkan dengan cara perbanyakan vegetatif buatan lainnya. Stek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan stek dalam kondisi turgid. absisic acid (ABA) juga berperan penting dalam pengakaran stek. dan benzyladenine (BA atau BAP). kinetin. zat pengatur tumbuh yang paling berperan pada pengakaran stek adalah Auksin. Tanaman stek lebih baik ditumbuhkan pada suhu 12°C hingga 27°C. IBA dan NAA bersifat lebih efektif dibandingkan IAA yang meruapakan auksin alami. Jenis tanaman yang berbeda mempunyai kemampuan regenerasi akar dan pucuk yang berbeda pula. Auksin yang biasa dikenal yaitu indole-3-acetic acid (IAA). Kondisi lingkungan dan status fisiologi yang penting bagi tanaman sumber diantaranya adalah: 1. stek lebih ekonomis. Temperatur. isopentenyl adenin (ZiP). Keberhasilan perbanyakan dengan cara stek ditandai oleh terjadinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru yang true to name dan true to type. lebih mudah. Cara perbanyakan dengan metode stek akan kurang menguntungkan jika bertemu dengan kondisi tanaman yang sukar berakar. . thidiazurron (TBZ). tanaman sumber 2 seharusnya mempunyai sifat-sifat unggul serta tidak terserang hama dan/atau penyakit. daun dan tunas yang menstimulasi perakaran pada stek.

Cahaya. sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat. elemen struktural dan sebagai sumber energi. Saint paulia (Avrican violet). Faktor lingkungan tumbuh stek yang cocok sangat berpengaruh pada terjadinya regenerasi akar dan pucuk. Stek Daun Bahan awal perbanyakan yang dapat digunakan pada stek daun dapat berupa lembaran daun atau lembaran daun beserta petiol. Penggunaan bahan yang mengandung kimera periklinal dihindari agar tanaman-tanaman baru yang dihasilkan bersifat true to type (Hartmann et al. drainase dan aerasi baik. Pada beberapa species seperti Peperomia. evapotranspirasi rendah. Akar dan tunas baru pada stek daun berasal dari jaringan meristem primer atau meristem sekunder. Kandungan karbohidrat.7 3. bukan akar adventif. Untuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan stek yang masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi translokasi karbohidrat. Sansevieria. tidak terkena cahaya penuh (200-100 W/m2) dan bebas dari hama atau penyakit. 4. Bahan awal pada stek daun tidak akan menjadi bagian dari tanaman baru. Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tamnaman sumber tergantung pada jenis tanaman. Beberapa stek yang digunakan dalam perbanyakan tanaman adalah: a. tetapi pada tanaman Begonia rex. akar dan tunas baru berasal dari meristem primer pada kumpulan sel-sel tepi daun dewasa. sehingga terjadi akumulasi zat-zat tersebut pada bahan stek. Secara teknis stek daun . et al. Pada tanaman Bryophyllum. Lingkungan tumbuh atau media pengakaran seharusnya kondusif untuk regenerasi akar yaitu cukup lembab. 1997). Pengeratan juga berfungsi menghalangi translokasi hormon dan substansi lain yang mungkin penting untuk pengakaran. Masalah pada stek daun secara umum adalah pembentukan tunas-tunas adventif. 1997). Walaupun kandungan karbohidrat bahan stek tinggi. suhu tidak terlalu dingin atau panas. Crassula dan Lily. Karbohidrat digunakan dalam pengakaran untuk membangun kompleks makromolekul. Pembentukan akar adventif pada daun lebih mudah dibandingkan pembentukan tunas adventif (Hartmann. akar dan tunas baru muncul dari jaringan kalus yang terbentuk dari aktivitas meristem sekunder karena pelukaan. akar dan tunas baru berkembang dari meristem sekunder dari hasil pelukaan. tetapi jika rasio C/N rendah maka inisiasi akar juga akan terhambat karena unsur N berkorelasi negatif dengan pengakaran stek (Hartmann et al. 1997).

umbi sisik. pear. lunak. yakni: berkayu keras. 1997). dan lain-lain.5 cm (Hartmann et al. dan herbaceous. yaitu: umbi batang. Stek Umbi Pada stek umbi. Panjang stek berkisar antara 10 – 76 cm atau dua buku (nodes). Stek batang dikelompokkan menjadi empat macam berdasarkan jenis batang tanaman. 1997). Stek Batang Bahan awal perbanyakan berupa batang tanaman. maka umbi perlu dierandap dalam bakterisida dan fungisida. umbi dapat digunakan utuh atau dipotong-potong dengan syarat setiap potongannya mengadung calon tunas. Untuk menghindari terjadinya busuk pada setiap potongan umbi. dilakukan pada tanaman Dieffenbachia. Caladium. Untuk stek batang berkayu lunak. dan lain-lain. Pada dasarnya perlakuan auksin tidak pdiperlukan pada stek batang herbaceous ini. cemara. b. tetapi kadang diberikan IBA atau NAA 500 –1250 ppm dan panjang stek yang biasa digunakan adalah 7. PENUTUP . III. c.5 – 10 cm (Sansevieria) atau memotong daun beserta petiolnya kemudian ditanam pada media (Hartmann et al. Bahan tanaman yang biasa diperbanyak dengan stek batang berkayu keras antara lain: apel.8 dilakukan dengan cara memotong daun dengan panjang 7.5 – 15 cm. bahan awal untuk perbanyakan berupa umbi. daun-daun seharusnya dibuang untuk mengendalikan transpirasi. dengan perlakuan kimia yang sudah umum yaitu IBA dan NAA 1000 – 3000 ppm dan panjang stek 7.5 – 12. dengan perlakuan kimia IBA atau NAA 2500 – 5000 ppm. Senagai bahan perbanyakan. contohnya terdapat pada tanaman Citrus sp. umbi kakr. contohnya terdapat pada tanaman Magnolia dengan perlakuan IBA atau NAA 500 – 1250 ppm dan panjang stek 7. Disamping itu. dan lain-lain. Stek batang semi berkayu. Contoh tanaman yang bisa diperbanyak dengan stek umbi antara lain: Solanum tuberosum. dan Ipomoea batatas. Chrisanthemum. Pada stek batang semi berkayu ini. pelukaan sebelumnya mungkin dapat membantu pengakaran. Amarilis. Pada stek batang berkayu lunak ini umumnya akar relatif cepat keluar (2 – 5 minggu). Stek batang yang tergolong herbaceus. Helianthus tuberosus. semi berkayu. perlakuan kimia yang umum dilakukan adalah penyemprotan dengan IBA 100 ppm. Untuk Begonia dan Violces.5 cm.5– 12. Ipomoea batatas.

tanamannya tidak sekokoh bila ditanam dari biji. waktu perbanyakan relatif singkat 1-3 bulan 4.9 Dari makalah yang kami buat dapat diambil kesimpulan bahwa: Keuntungan memperbanyak secara vegetatif: 1. jumlah turunan baru yang diperoleh dalam waktu tertentu terbatas 3. . tidak hujan. memerlukan perawatan yang intensif 6. lebih cepat memperoleh hasil (berbuah) 3.Waktu penyambungan Pada umumnya penyambungan dilakukan pada waktu cuaca yang cerah. Dalam waktu singkat tak dapat menyediakan jumlah cangkok yang banyak 8. diperoleh sifat keturunan baru sama dengan induknya 2. Pohon induk sering rusak bentuknya. 2. Hasil pohon induk menurun karena cabang cabang yang baik diambil 7. 4. dan tidak di bawah terik matahari. hasil tanaman cangkok relatif singkat 3-4 tahun Kerugian memperbanyak secara vegetatif: 1. Perakaran pohon cangkok kurang baik (tidak punya akar tunggang 9. biaya yang dikeluarkan untuk perawatan mahal 5. tanaman induk akan menderita bila terlalu banyak bagian tanaman yang di-stek atau dicangkok. Perlu ketelitian kerja (skill) dan juga pemeliharaan Beberapa faktor penunjang keberhasilan dalam budidaya dengan perkembangbiakan vegetatif adalah: a) Faktor Lingkungan .Temperatur dan kelembaban .

oleh karena itu penyambungan sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari pada saat matahari kurang kuat memancarkan sinarnya. Cahaya yang terlalu panas akan mengurangi daya tahan batang atas terhadap kekeringan.20C-320C. Penyambungan memerlukan akan kelembaban mengalami yang tinggi. Adanya pertumbuhan yang berlebihan di atas atau di bawah sambungan. Temperatur yang diperlukan dalam penyambungan berkisar antara 7. dan biasanya gabungan tanaman/hasil sambungan akan hidup lama.10 Temperatur dan kelembaban yang optimal akan mempertinggi pembentukan jaringan kalus. Gejala-gejala inkompatibilitas antara dua tanaman yang disambung antara lain : - Gabungan antara species. varietas atau klon-klon yang tidak pernah membentuk sambungan. produktif dan kuat. . Gabungan antara dua tanaman dimana jumlah dari keberhasilan sambungan sangat kecil.20C pembentukan kalus akan lambat. dan bila lebih dari 320C pembentukan kalus menjadi lambat dan dapat mematikan selsel pada sambungan. menghambat/menghalangi pembentuk an kalus pada sambungan karena banyak sel-sel pada sambungan mati. Temperatur optimum pada penyambungan adalah 250C300C. tetapi tanaman tiba-tiba mati. bila temperatur kurang dari 7.Cahaya Cahaya matahari berpengaruh pada waktu pelaksanaan penyambungan berlangsung. yang sangat diperlukan untuk berhasilnya suatu sambungan. dan dapat merusak kambium pada daerah sambungan. Adanya perbedaan antara batang atas dan batang bawah dalam pertumbuhan vegetatif pada permulaan atau akhir musim. - - - . bila dan kelembabannnya rendah kekeringan. Terjadi penghambatan tumbuh pada tanaman hasil sambungan (tanaman menjadi kerdil). Setelah sambungan tumbuh. b) Faktor tanaman Kompatibilitas dan inkompatibilitas Pada umumnya batang atas dan batang bawah dari varietas yang sama akan menghasilkan sambungan yang kompatibel.

Penyatuan kambium Agar persentuhan kambium batang atas dan batang bawah lebih banyak terjadi. tali pengikat yang tipis dan lentur.11 Keadaan fisiologi tanaman Beberapa tanaman mengalami kesukaran untuk disambungkan ke tanaman lain. c) Faktor pelaksanaan Keahlian Kecepatan menyambung merupakan pencegahan paling baik terhadap infeksi penyakit dan kerusakan pada kambium - Kesempurnaan alat Dalam penyambungan diperlukan ketajaman dan kebersihan alat. - Keserasian bentuk potongan Keserasian bentuk potongan antara batang atas dan batang bawah perlu diperhatikan untuk mendapatkan kesesuaian letak penyatuan kambium batang atas dan batang bawah yang serasi. maka diperlukan ukuran batang bawah dan batang atas dipilih yang hampir sama. . karena jenis tanaman tersebut sulit membentuk kalus.

situshijau.. Prentice Hall. 72 hal. Kester. Harjadi.co. http://organisasi. Willy. Jakarta. Plant propagation principles and practices. K.org Ashari. 6th ed.T. 2010. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. 1973. Hartmann. Departemen Agronomi Fakultas Pertanian IPB. Pemilihan Teknik Perbanyakan Vegetatif. L. Perkembangbiakan Vegetatif. . Geneve.uns. Davies. Pembiakan Vegetatif. F.T. D.id Anonim.ac. H. Rochiman. http://fp. dan S. 2008. Perbanyakan http://willy. 2010.J. Englewood Cliffs. N.12 DAFTAR PUSTAKA Anonim.id Tanaman Secara Vegetatif Buatan. Bayuardi. Universitas Indonesia Press. S. and R. 1997.E. S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->