Risalah Ramadhan

Judul: RISALAH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penyusun: TIM ULIN NUHA MA’HAD ‘ALY AN-NUUR Muraja’ah: Ust. Abdullah Manaf Amin

1

Risalah Ramadhan

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berlomba dalam kebaikan dan beramal sholeh serta bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan diampuninya dosa-dosa. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada beliau, keluarga dan segenap sahabat beliau. Marhaban ya Ramadhan. Demikian ucapan yang terlontar dari mulut kita ketika tamu agung tersebut datang. Kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Tempat-tempat perbelanjaan penuh sesak dengan pengunjung yang ingin memborong sembako dan kebutuhan lainnya untuk bekal selama satu bulan. Tubuh dibersihkan, tempat ibadah pun diperindah. Begitulah mungkin sedikit gambaran masyarakat disekitar kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Ada yang terlupa dan ada pula yang perlu dijelaskan. Kehadiran Ramadhan mestinya menyentak kesadaran kita untuk menggali nilai-nilai keagamaan kita dari Al Qur'an dan Sunnah. Karena dengan berpegang teguh dengan keduanya kita tidak akan tersesat. Karena ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, termasuk shaum di bulan Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita, berapa banyak orang yang shoum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. Buku RISALAH RAMADHAN, Mendulang Ilmu Menuai Pahala yang ada di hadapan pembaca ini, insya Allah akan menjadi pemandu bagi kita dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan. Tentang keutamaan bulan Ramadhan dan hukum-hukum shoum serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku ini adalah hasil karya dari Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur, dalam penerbitannya kami bekerja sama dengan Muhammadiyah Universiti Press (MUP). Mudah-mudahan Allah Yang Maha Rahman memberikan taufiq-Nya kepada kita, sehingga kita bisa memahami syareat secara benar, khususnya yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Dan semoga kita diberi kemudahan dalam melipatgandakan amal kebajikan di bulan yang penuh maghfirah ini. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabat beliau. Amin. .Sukoharjo 13 Rajab 1429 H .Agustus 2008 16 Penyusun Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur

2

Risalah Ramadhan

MUQADIMAH
Segala puji hanyalah milik Allah, pujian yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasul dan hamba-Nya, keluarga dan para shahabat sepeninggal beliau. Amma ba'du: Sungguh, shaum merupakan salah satu rukun Islam yang agung yang pahalanya tidak ada bandingannya. Sebagaimana sabda Rasulullah kepada Abu Umamah, “Hendaknya kamu shaum karena shaum itu tidak ada bandingan pahalanya.” (HR. An-Nasa’i) Dalam kesempatan ini, kami ingin memberikan gambaran singkat mengenai materi buku ini. Kami sengaja memulai penulisan isi buku ini dengan pembahasan Risalah Ramadhan, yang pada bab ini kami tulis penjelasan ibadah shaum Ramadhan secara khusus mulai dari definisi, syarat wajib shaum, sunah-sunah shaum, hal-hal yang membatalkan shaum dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan ibadah shaum ramadhan itu sendiri. Harapan kami, dengan penjelasan ini para pembaca akan mendapatkan gambran secara global tentang ibadah shaum Ramadhan beserta hukum-hukunya. Kemudian pada bab-bab berikutnya, kami bahas secara rinci dan berurutan beberapa ibadah yang menyertai pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan, seperti penentuan awal Ramadhan, niat shaum, sahur, shalat tarawih, i’tikaf, zakat fithri dan shalat idain. Kami sengaja memisahkan pembahasan-pembahasan ini dari bab pertama, mengingat dibutuhkan penjelasan yang lebih luas untuk mendapatkan kejelasan hukum-hukumnya. Harapan kami, semoga buku ini dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ibadah-ibadah lain yang menyertainya, sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Saran dan masukan yang membangun dari pembaca kami sambut dengan baik demi mencari kebenaran dan keridhan dari Allah.

3

Risalah Ramadhan

BAB I RISALAH RAMADHAN
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dibelenggunya syetan, dibukanya pintu-pintu jannah, dan ditutupnya pintu neraka, adalah keistimewaan yang Allah berikan dalam bulan Ramadhan, yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lain. Dan yang jelas pada bulan tersebut kaum muslimin diwajibkan untuk menerjakan shaum selama satu bulan penuh. A. Definisi Shaum a. b. Secara bahasa, shaum artinya menahan diri dari sesuatu. Secara syar’i, shaum adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, seperti

makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri, dengan disertai niat, mulai terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.1 B. Keutamaan-Keutamaan Shaum Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sunnhanya bahwa shaum merupakan benteng dari nafsu syahwat, penangkal dari api neraka, dan Allah SWT telah mengkhususkannya sebagai nama salah satu dari pintu-pintu jannah-Nya. Selain itu shaum juga dapat mengendalikan diri dari gejolak nafsu dan menahan dari perangai buruknya, sehingga dia bisa mendapat ketenangan hidup. Pahala yang besar ini, serta keutamaan yang agung akan dijelaskan secara rinci dan gamblang oleh hadits-hadits shahih sebagai berikut; a. Shaum sebagai perisai. Rasulullah SAW memerintahkan kepada remaja yang telah mampu untuk mandiri agar menikah, jika dia tidak mampu untuk melaksanakannya beliau memerinthkannya agar shaum, dan menjadikan shaumnya sebagai pengekang nafsu syahwatnya. Sebab shaum bisa menahan gejolak anggota tubuh dan mengekangnya dari tindakan yang menyimpang. Telah ditegaskan dalam sebuah penelitian bahwa shaum memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan untuk menjaga fisik dan kekuatan batin. Rasulullah SAW bersabda:

َ ْ ْ َ ِ َ ّ ‫يا معْشر الشباب من است َطاع َ من ْك ُم ال ْباءة َ فَل ْي َت َزوّج وَمن ل َم ي َست َط ِعْ فَعَل َي ْه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ٌ َ ُ ُ ‫بالصوْم ِ فَإ ِن ّه ل َه وِجاء‬ ّ ِ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu2 maka hendaknya dia menikah, karena menikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya dia shaum, karena shaum itu bisa menjadi perisai baginya."3

1

2 3

Al Mughni, 3/85; Ad-Dienul Khalish, 8/317, Minhajul Muslim, hal 300, Fiqhul Ibadat, hal 201, Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, 1/492. Mampu (ba'ah) adalah kemampuan menikah dengan segala konsekwensi dan tanggung jawabnya. HR. Al-Bukhari, 4/106, Muslim, 1400 dari Ibnu Mas'ud RA.

4

Orang yang shaum akan menapatkan pahala yang tak terhitung ّ ُ َ ّ َ ‫ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إ ِل الصيام فَإ ِن ّه لي وَأ َننَنا أ َجنزي ب ِنهِ والصنيام جن ّنة وَإ ِذا‬ ٌ ُ ُ َ ّ َ ِ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ‫كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فَل ي َرفُث وَل ي َصخب فَإ ِن ساب ّه أ َحد ٌ أ َوْ قَنات َل َه فَل ْي َقنل‬ َ ُ َ ْ ْ َ ْ َ َ َ ُ ‫ن‬ َ ُ 4 5 6 7 Dari Abu Hurairah RA berkata. 1624. Telah disebutkan bahwa shaum dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. e. 6/35 dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri. 'Hendaknya kamu shaum.Risalah Ramadhan Rasulullah SAW juga telah menjelaskan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai. oleh karena itu jelaslah bahwa shaum dapat mematahkan syahwat dan menumpulkan ketajamannya yang bisa mendekatkan seseorang kepada api neraka dan shaum dapat menjadi penyekat antara orang yang mengerjakannya dengan api neraka. 4/22 dari 'Utsman bin Abi Ash RA. 1153. 3/296 dari Jabir. SWT dari bau misik (Kasturi). HR. sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. d. Rasulullah SAW bersabda: HR. 70 musim yaitu perjalanan 70 tahun. melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka. maka Allah akan menjadikan antara dirinya dan api neraka sebuah parit selebar jarak antara langit dan bumi. Orang yang shaum akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu. At-Turmudzi."6 b. Shaum dapat memasukan seseorang ke dalam jannah. 'Wahai Rasulullah tunjukan kepadaku suatu amal yang dapat memasukanku ke dalam jannah!' Rasulullah menjawab. 4/165 5 . no. sejauh perjalanan tujuh puluh musim"4 Diriwayatkan dari Jabir RA Rasulullah SAW bersabda: ّ ْ ِ َ ّ ِ ْ ٌ ُ ُ َ ّ ِ‫الصيام جن ّة ي َست َجن ب ِها ال ْعَب ْد ُ من النار‬ "Shaum adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka"5 Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili RA Rasulullah SAW bersabda: ً َ َ َ ‫من صام ي َوْما في سبيل الل ّهِ جعَل الل ّه ب َي ْن َه وَب َي ْن النارِ خن ْد َقا ك َما ب َي ْن‬ ّ َ ِ ً َ َ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ِ َ ْ ‫السماء وال َرض‬ ِ ْ َ ِ َ ّ "Barangsiapa shaum satu hari di jalan Allah. karena shaum itu tidak ada tandingan pahalanya. Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ‫ما من ع َب ْد ٍ ي َصوم ي َوْما في سبيل الل ّهِ إ ِل ّ باع َد َ الل ّه ب ِذ َل ِك ال ْي َوْم ِ وَجهَه ع َن‬ ِ ً َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ‫النارِ سب ْعين خرِي ْفا‬ ً َ َ ِ َ ّ "Tidaklah seorang hamba shaum satu hari dalam berjihad di jalan Allah. no. 6/48. Bau mulut orang yang shaum lebih harum di hadapan Allah kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. nilainya. 3/241. An-Nasai. "Aku bertanya kepada Rasulullah. Dari Abu Umamah berkata. HR."7 c. Al-Bukhari. hadits ini shahih. Ahmad. dan Ahmad. lihat Fathul Bari. maka sebaliknya shaum dapat mendekatkan pelakunya kepada jannah dan menghantarkan untuk memasukinya.

1151. dan Al-Qur'an berkata. Shaum merupakan kaffarat (penghapus dosa). gembira dengan shaumnya. membunuh binatang buruan pada saat ihram dan menzhihar11. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. dengan maksud dia hendak mengharamkan istrinya bagi dirinya. no. Allah berfirman. Shaum akan berkata: "Wahai Rabbku saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. Di antara keutamaan yang hanya dimiliki oleh ibadah shaum adalah bahwa Allah SWT telah menjadikan shaum sebagai penebus dosa bagi orang yang tiak melakukakan tahallul pada malam ihram. Dan shaum juga dapat dijadikan kaffarat karena yang bersangkutan tidak mau memotong."10 g. Al-Bukhari. karenanya berikanlah dia syafaat karenaku. dan membunuh seseorang dalam suatu perjanjian karena kesalahan dan tidak sengaja melanggar sumpah. Shaum itu adalah perisai. Jika ada oang yang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. maka pada saat shaum hendaknya seseorang di antara kalian tidak melakukan rafats (bersenggama atau berbicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. sesunggunhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. "Saya telah menghalanginya dari tidur pada malam hari. “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”. 6 ." f. 'Kecuali shaum. HR. sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. sesungguhnya bau mulut orang yang shaum lebih harum di sisi Allah dari pada minyak kasturi."9 Dalam riwayat Muslim disebutkan.Risalah Ramadhan َ ‫ّن‬ ‫ُن‬ ِ ُ ُ ِ َ ٌ َ ّ َ ‫إ ِني امرؤ ٌ صائ ِم وال ّذي ن َفس محمد ٍ ب ِي َد ِهِ ل َخل ُنوف فَ نم ِ الص نائ ِم ِ أط ْي َنب عن ْند‬ ّ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ‫الل ّهِ من ريح ال ْمسك للصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما إ ِذا أ َفْط َر فَرِح وَإ ِذا ل َقي رب ّه‬ َ ُ َ َ ِ َ ّ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ‫فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ "Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali shaum8. "Setiap amal anak Adam akan dibalas dengan berlipat ganda. Ahmad." Belau bersabda. bagi orang yang shaum itu ada dua kegembiraan. Allah berfirman: 8 Shaum dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi orang 9 10 11 Maksudnya adalah bahwa seorang hamba itu akan menadapatkan pahala yang terbatas kecuali shaum. no. "Shaum dan Al-Qur'an itu akan memberikan syafaat kepada setiap hamba (yang melakukan dan membacnya) pada hari kiamat nanti. 'Sesungguhnya aku sedang shaum' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Rasulullah bersabda. yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. dan bau mulut orang yang shaum itu lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak misik (kasturi). karena adanya halangan baginya. karenanya berikanlah dia syafaat karena aku. dan orang yang shaum memiliki dua kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. karena pahala shaum tanpa hitungan. yang menjalankannya. baik kerena sakit atau karena gangguan yang terdapat pada kepala. "Maka syafaat keduanya diperkenankan. kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. 4/88 dan Muslim. 6626 Zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya.

Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji). maka wajiblah atasnya berfid-yah. tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. AnNisa [4]: 92). Barangsiapa yang tidak memperolehnya. dan jangan kamu mencukur kepalamu. َ ٌ َ َ ُ ٌ َ ِ ْ ‫وَإ ِن كان من قَوْم ٍ ب َي ْن َك ُم وَب َي ْن َهُم ميثاقٌ فَد ِي َة مسل ّمة إ ِلى أ َهْل ِهِ وَت َحرير رقَبننة‬ ٍ َ َ ُ ِ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ‫مؤ ْمن َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام شهْري ْن مت َتاب ِعَي ْن ت َوْب َة من الل ّهِ وَكان الل ّه ع َليما‬ َ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ُ َ َ ً ِ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ً ِ ‫حكيما‬ ً ِ َ "Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. yaitu: shaum atau bersedekah atau berkorban. maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat." (QS. Al-Baqarah [2]: 196). sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. maka wajib shaum tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali.Risalah Ramadhan ‫وَأ َت ِموا ال ْحج وال ْعُمرة َ ل ِل ّهِ فَإ ِن أ ُحصرت ُم فَما است َي ْسر من ال ْهَ ند ْي وَل َ ت َحل ِق نوا‬ ‫ْ ُن‬ َ ْ ْ ِ ْ ْ ّ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ً ‫رءوسك ُم حتى ي َب ْل ُغَ ال ْهَد ْيُ محل ّنه فَمنن كنَنان من ْك ُنم مريضنا أ َوْ ب ِنهِ أ َذى منن‬ ‫ْ َ ِ ًن‬ ِ َ ّ َ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ُ ِ َ ‫رأ ْسهِ فَفد ْي َة من صيام ٍ أ َوْ صد َقَةٍ أ َوْ ن ُسك فَ نإ ِذا أ َمن ْت ُنم فَم نن ت َمت ّنعَ بنِنال ْعُمرة‬ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ٍ ُ َ ِ ْ ِ ٌ ِ َ ْ َ ْ َ َ ‫إ ِلى ال ْحج فَما است َي ْسر من ال ْهَد ْي فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ فِني ال ْحنج‬ ‫ن‬ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ َ ْ َ ‫وَسب ْعَةٍ إ ِذا رجعْت ُم ت ِل ْنك ع َش نرة ٌ كامل َنة ذ َل ِنك ل ِم نن ل َنم ي َك ُنن أ َهْل ُنه حاض نري‬ ٌ ِ َ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِ ِ َ ُ ‫ال ْمسجد ِ ال ْحرام وات ّقوا الل ّه واع ْل َموا أ َن الل ّه شديد ُ ال ْعِقاب‬ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ِ ْ َ ِ َ َ َ َ َ "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Apabila kamu telah (merasa) aman." (QS. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). maka hendaklah ia (si pembunuh) shaum dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. ialah memberi makan sepuluh orang miskin. ‫ل َ ي ُؤاخذ ُك ُم الل ّه بنالل ّغْوِ فِني أ َي ْمنان ِك ُم وَل َك ِنن ي ُؤاخنذ ُك ُم ب ِمنا ع َقند ْت ُم ال َي ْمنان‬ ّ ‫ْ َن‬ ‫َن‬ ‫ن‬ ِ َ ْ ِ َ َ ‫ُ ْ َن‬ ْ ِ ُ ُ ‫فَك َفننارت ُه إ ِط ْعننام ع َشننرةِ مسنناكين م نن أ َوْسننط مننا ت ُط ْعِمننون أ َهْليكننم أ َو‬ َ ُ َ ُ َ ِ َ ُ َ ّ ْ ْ ُ ِ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫ك ِسوَت ُهُم أ َوْ ت َحرير رقَب َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ ذ َل ِك ك َفنارة ُ أ َي ْمنان ِك ُم‬ ‫َن‬ ّ ُ َ ِ ْ ْ ِ ْ ْ َ ْ َ ‫َ ّن‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِذا حل َفت ُم واحفظوا أ َي ْمان َك ُم ك َذ َل ِك ي ُب َي ّن الل ّه ل َك ُم ءايات ِهِ ل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ُ "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. 7 . Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). maka kaffarat (melanggar) sumpah itu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat.

dan bagi orangorang kafir ada siksaan yang sangat pedih. Al-Maidah [5] : 95). atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak." (QS. maka kaffaratnya shaum selama tiga hari." (QS.Risalah Ramadhan yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu. ُ َ َ َ ُ ُ ّ ْ ‫وال ّذين ي ُظاه ِرون من ن ِسائ ِهِم ث ُم ي َعودون ل ِما قالوا فَت َحرير رقَب َنةٍ م نن قَب ْنل‬ َ ْ ِ َ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫أ َن ي َت َماسا ذ َل ِك ُم توع َظون ب ِهِ والل ّه ب ِما ت َعْملون خبير فَمن ل َنم ي َج ند ْ فَص نيام‬ ُ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ٌ ِ َ َ ُ َ ‫شهْري ْن مت َتنَناب ِعَي ْن منن قَب ْنل أ َن ي َت َماسنا فَمنن ل َنم ي َسنت َط ِعْ فَإ ِط ْعَنام سنتين‬ ‫َ ّن‬ ْ ِ ْ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ِ ُ ‫ن‬ ْ َ ْ ِ ِ َ ‫مسكينا ذ َل ِك ل ِت ُؤ ْمنوا بالل ّهِ وَرسول ِهِ وَت ِل ْك حدود ُ الل ّهِ وَل ِل ْكافِرين ع َذاب أ َليم‬ ً ِ ْ ِ ُ ُ َ ُ َ ٌ ِ ٌ َ ِ ُ ِ َ ِ َ "Orang-orang yang menzhihar isteri mereka. niscaya Allah akan menyiksanya. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpahsumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu. sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka`bah. Allah telah mema`afkan apa yang telah lalu. Al-Mujadilah [58] 3-4). maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Dan itulah hukum-hukum Allah. maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya. atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin. supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian. Dari Hudzaifah bin Yaman RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ّ ‫فِت ْن َة الرجل في أ َهْل ِهِ وَمال ِهِ وَوَل َد ِهِ وَجارِهِ ت ُك َفرها الصلة ُ والصوْم والصد َقَة‬ ُ َ ُ ّ ِ ِ ُ ّ ُ َ َ ّ َ ُ ّ َ 8 . Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. maka (wajib atasnya) shaum dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja."(QS. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak). menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu. AlMaidah [5]: 89). janganlah kamu membunuh binatang buruan. ketika kamu sedang ihram. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ل َ ت َقت ُل ُنوا الصني ْد َ وَأ َن ْت ُنم حنرم وَمنن قَت َل َنه من ْك ُنم مت َعَمندا‬ ‫ْ ن‬ ِ ُ ُ َ َ َ ِ ً ّ ُ ْ ّ َ َ ْ َ ٌ ُ ُ ْ َ َ َ ً َ ْ ِ ٍ ُ ْ َ ُ ِ ٌ َ َ ْ‫فَجزاء مث ْل ما قَت َل من الن ّعَم ِ ي َحك ُم ب ِهِ ذ َوا ع َد ْل من ْك ُم هند ْيا بنال ِغَ ال ْك َعْبنةِ أو‬ َ َ ِ َ ُ ُ ‫ك َفارة ٌ ط َعام مساكين أ َوْ ع َد ْل ذ َل ِك صياما ل ِي َذوقَ وَبال أ َمرِهِ ع َفنا الل ّنه ع َمنا‬ ‫ُ ّن‬ ‫َن‬ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ِ َ َ ُ َ َ ّ ُ ٌ ِ ُ ّ َ ُ ِ ُ ّ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ َ ٍ ‫سلف وَمن عاد َ فَي َن ْت َقم الله من ْه والله ع َزيز ذو ان ْت ِقام‬ "Hai orang-orang yang beriman. atau shaum seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya.

. no. Puasa Bersama Nabi. Al-Baqarah [2] : 185) 2. 9 . Allah SWT melimpahkan di dalam bulan tersebut beberapa keutamaan. maka pintu tersebtu ditutup sehingga tidak ada seorng pun yang masuk melelaui pintu tersebut.Risalah Ramadhan "Fitnah (ujian) seseorang dalam keluarga.. petunjuk kepada jalan yang lurus. ُ ُ ‫إ ِن في ال ْجن ّةِ بابا ي ُقال ل َه الريان ي َد ْخل من ْه الصائ ِمون ي َوْم ال ْقيامةِ ل َ ي َد ْخل‬ ِ ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ ُ ُ َ ً َ َ َ َ ِ َ ُ ِ ُ ُ ُ َ َ َ ‫من ْه أ َحد ٌ فَإ ِذا د َخلوا أ ُغ ْل ِقَ فَل َم ي َد ْخل من ْه أ َحد ٌ ) فَإ ِذا د َخل آخرهُم أ ُغ ْل ِق‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ُ ِ َ ْ ُ ِ َ َ ْ (‫وَمن د َخل شرِب وَمن شرِب ل َم ي َظ ْمأ ْ أ َب َدا‬ ً َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ َ "Sesungguhnya di dalam jannah itu terdapat satu pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu.13 C. shaum serta sedekah. maka pintu itu akan ditutup. Al-Bukhari. karena jin-jin jahat dibelenggu dengan rantai. pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu jannah dibuka. Antara lain14: 1. 35-40. maka hendaklah ia shaum pada bulan itu. HR. Setan-setan dibelenggu. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Ar-Rayyan adalah salah satu nama pintu Jannah yang disediakan bagi orang-orang yang megerjakan shaum. Bulan Al-Qur’an Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia sekaligus sebagai obat penyembuh bagi orang-orang yang beriman. 144. Ini 12 13 14 Shahih Bukhari. dia akan minum." (QS. Dan apabila mereka masuk. dan barangsiapa yang sudah minum. 4/95 Muslim. no. maka dia tidak akan pernah haus selamanya). 1152. harta dan tetangganya dapat di hapus dengan shalat. Allah berfirman: ‫شهْر رمضان ال ّنذي أ ُن ْنزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ ً ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ من ْك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ّ "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. (Apabila orang yang paling terakhir di antara mereka sudah masuk. Dari pintu tersebut orang-orang yang shaum akan masuk di hari kiamat nanti dan tidak seorang pun yang masuk ke pintu tersebut kecuali orang-orang yang shaum. Pada malam Lailatul Qadar yang penuh dengan kabaikan Al-Qur'an diturunkan."12 h. Karena itu. sehingga mereka tidak bisa melakukan pengerusakan terhadap umat manusia sebagaiman mereka biasa melekukannya pada bulan-bulan selain Ramadhan. Dan barangsiapa sudah masuk. penunjuk kepada jalan kebaikan. Pada bulan Ramadhan kejahatan di muka bumi menjadi semakin sedikit. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan. 2/7 dan Muslim.

dan dibukalah pintu-pintu jannah. 1079 At-Tirmidzi. no. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah: ُ َ ْ ِ ‫إ ِذا كان أ َوّل ل َي ْل َةٍ من شهْرِ رمضان صفد َت الشياطين وَمرد َة ُ ال ْجن وَغ ُل ّقت‬ َ َ َ ْ َ ْ ّ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ُ ِ َ ّ ‫أ َب ْواب النارِ فَل َم ي ُفت َح من ْها باب وَفُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّنةِ فَل َنم ي ُغْل َنقْ من ْهَنا بناب‬ ّ ُ َ ٌ َ ‫ِ ن‬ َ ُ َ ٌ َ َ ِ ْ ْ ْ ْ ْ َ ‫وَي ُنادي مناد ٍ يا باغي ال ْخي ْرِ أ َقْب ِل وَيا باغي الشر أ َقْصر وَل ِل ّهِ ع ُت َقاء منن الننّنار‬ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ ّ ٍ‫وَذلك ك ُل ل َي ْل َة‬ “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba. no. tahmid dan tahlil yang mereka ucapan. dan setan pun dibelenggu.”16 3. Allah SWT berfirman: ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ ْ "Hai orang-orang yang beriman. pintu-pintu nereka ditutup sehingga tidak ada satu pun darinya terbuka. no. 1642 10 .Risalah Ramadhan akan terjadi apabila kaum muslimin telah berkonsentrasi menjalankan shaum yang merupakan pengekang hawa nafsu. dan pintupintu jannh dibuka sehingga tidak satu pun pintu yang tertutup. serta banyaknya dzikir. 682 Ibnu Majjah. Lailatul Qadar D. ‘Wahai pencari kebaikan sambutlah dan pencari kejelekan kurangilah. Rasulullah SAW bersabda: ‫إ ِذا جاء رمضان فُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّةِ وَغ ُل ّقت أ َب ْواب النارِ وَصفد َت الشياطين‬ ّ ُ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ّ “Jika bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu jannh dibuka sedangkan pintu neraka ditutup. Al-Bukhari. diwajibkan atas kamu Shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. maka setan-setan dan jin Ifrit dibelenggu. dan Allah membebaskan orang-orang bertakwa dari api neraka pada setiap malam. أ َياما معْدودات‬ َ ُ ّ ً ّ َ ُ ْ 15 16 HR. 4/97 dan Muslim." (QS.”15 Semua itu berlangsung dari permulaan malam bulan Ramadhan yang penuh barakah. karena banyaknya amal shalih yang diperbuat manusia. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan Firman Allah : ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫ِ َ ِن‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون. Al-Baqarah [2] : 185) Oleh karena itu ditutuplah pintu-pintu jahannam. Dan juga mereka sibuk membaca Al-Qur’an dan berbagai macam ibadah lainnya yang mampu mendidik sekaligus mensucikan jiwa.

Maka Nabi SAW menjawab. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. “Tidak. “Apakah ada yang lain ?” Nabi SAW menjawab. “Bahwasannya ada seorang laki-laki dari negeri Najd yang datang kepada Nabi seraya bertanya tentang islam.” Kemudian Nabi SAW bersabda. “Apakah ada yang lainnya ?“ Nabi SAW menjawab. ( yaitu ) dalam beberapa hari yang tertentu. 8. Sabda Rasulullah : َ ُ ْ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ب ُن ِي ال ِسل َم ع َلى خمس: شهاد َةِ أ َن ل ّ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَ أ َن محمدا رسوْل اللننه‬ ِ ْ ُ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ّ َ َ َ . no 11 Lihat Zaadul-Ma’ad.” Orang itu bertanya lagi. diwajibkan atas kamu shiyam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. dan shaum Ramadhan.” Orang itu bertanya lagi. no. aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi. “Lima kali shalat sehari semalam. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menggenapkan bilangan bulan Sya’ban 17 18 19 Shahih Al-Bukhari. “Tidak kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. “( Lalu ) shiyam di bulan ramadhan. Shahih Al-Bukhari. menunaikan zakat. Muslim.penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan. Muslim. “Tidak. berhaji ke baitullah. “Demi Allah. Al baqarah [2]: 185).19 2.” Lalu orang itu membalikkan tubuhnya seraya berkata.Risalah Ramadhan “Hai orang-orang yang beriman. Apabila cuaca mendung dan hilal bulan Ramadhan tidak dapat dilihat pada malam 30 Sya’ban.”18 E. 46. maka hendaklah ia melaksanakan shaum pada bulan itu… “ (QS. “Apakah ada yang lainnya ?”Beliau menjawab. lalu orang itu bertanya lagi.” Nabi SAW bersabda.“Orang itu akan beruntung jika dia benar. dan dua orang muslim untuk awal Syawal.”17 Dari Thalhah bin Ubaidillah RA. Al Baqarah [2]: 183-184). no. ُ ّ ً ‫شهْر رمضان ال ّنذي أننزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ منك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ّ “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. no 16. yaitu minimal dengan kesaksian paling sedikit satu orang muslim yang adil untuk awal Ramadhan. 2/36-37 11 . menegakkan shalat. ia berkata.” Kemudian Rasulullah SAW menyebut zakat. Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu.‫وَإ ِقام ِ الصل َةِ وَإ ِي ْتاء الزكاةِ وال ْحج وَصوْم ِ رمضان‬ َ َ َ َ ّ َ َ َ ّ “Islam dibangun di atas lima perkara: “Bersaksi bahwasannya tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah.” (QS. Awal dan akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru’yah hilal (melihat bulan sabit). Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan 1.

maka pendapat ini banyak dibantah oleh para ulama’. Lihat Zaadul-Ma’ad.‫فاقْد ُروْل َه‬ ُ ُ “Janganlah klian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. no. “Dan tidak betul jika yang dimaksud adalah hisab ahli perbintangan.”22 4. Al-Fatawa Al-Kubro. Wallahu a’lam.‫وَعشرِي ْن وَمرة ً ث َل َث ِي ْن‬ َ ّ َ َ 20 21 22 23 24 25 Dua cara inilah yang menjadi petunjuk Nabi dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Para fuqaha’ telah menegaskan tentang dilarangnya bersandar pada perhitungan-perhitungan ilmu falak dalam menetapkan hilal. Begitu pula ketika hilal bulan Syawal tidak terlihat. sebab masalah hisab perbintangan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang saja. karena sesungguhnya syari’at Islam ini mengaitkan shaum dengan ru’yah bukan dengan hisab. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menyempurnakan bilangan Ramadhan menjadi 30 hari. no. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian. 6. 2/158-160 Shahih Al-Bukhari. sempurnakanlah bilangannya (menjadi 30 hari)”. sebab jika orang banyak dibebani dengan hal tersebut. sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari.21 ‫الشهْر ت ِسعَ وَ عشروْن ل َي ْل َة فَل َ ت َصوْموا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ َم ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْمل ُوا‬ ً ّ َ ْ َ ُ ْ ِ ْ ْ ّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ّ . Shahih Muslim.20 Rasulullah SAW bersabda : َ ‫ل َ ت َصننوْموا حتننى تننروا الهل َل وَل َ ت ُفطننروا حتننى تننروْه ُ فننإ ِن غننم ع َل َي ْكننم‬ ِ ْ َ َ ّ َ ّ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ِ ْ َ . Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. yaitu awal bulan Ramadhan. no. yaitu sebagai awal bulan Syawal. 1907. 1906. “Berdasarkan As-Sunnah Ash-Shahihah serta kesepakatan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum. no. tentulah akan memberatkan mereka. Shahih Al-Bukhari. Dan begitulah pendapat jumhur fuqaha’. maka janganlah kamu melakukan shaum sampai kalian melihatnya (hilal). 12 . Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga.‫العِد ّة َ ث َل َث ِي ْن‬ َ “Satu bulan itu jumlahnya 29 malam.Adapun menetapkan awal Ramadhan dengan ilmu hisab di saat langit mendung. 7/190. kemudian hari berikutnya dipastikan sebagai hari raya. Kitab ash-Shiyam. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian. kemudian dipastikan untuk shaum pada hari berikutnya. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. 2/180 Syarh Shahih Muslim.”24 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. 3.25 Rasulullah bersabda : َ َ ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل َ ن َحسب، الشهْر هَك َنذا وَهَك َنذا : ي َعْننِني منرة ً ت ِسنعَة‬ ً ْ ٌ ِ ٌ ّ ّ ُ َ ْ ُ ّ َ ُ ّ ْ ِ . sedang syari’at dapat dipahami orang apabila kebanyakan mereka mengetahuinya. 3. Kitab Ash-Shiyam. tidak diragukan bahwasannya tidak boleh bersandar kepada hisab perbintangan”.Risalah Ramadhan menjadi 30 hari. Shahih Muslim.23 Jumhur fuqaha’ mengatakan. 2/464. 2/47.

Tetapi kalau negeri tersebut berjauhan. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. atau sampai kami melihat hilal Syawal”.”27 Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan. 6/274-275.” Abdullah bin ‘Abbas RA berkata. maka dia juga keliru terhadap akal dan ilmu hisab. 2326. no.”28 Bagaimana halnya dengan kelompok yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal dengan hisab sementara langit cerah tanpa sepotong awanpun. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. maka hukumnya sama dengan satu negeri. dan semua orang melihatnya. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. dan terjadilah hilal Ramadhan. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl RA. no. dan penduduk negeri tersebut diwajibkan untuk melakukan shaum. yang terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari. tabi’in dan tabi’ut tabi’in.29 Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas RA) meriwayatkan. para shahabat. Kitab Ash-Shiyam. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. berlaku bid’ah di dalam dien. Kemudian laksanakanlah shaum sampai kalian lihat hilal. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. no. Sunan An-Nasai. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan 26 27 28 29 Shahih Bukhari. maka yang diputuskan adalah perkara berikut ini. Bulan itu begini dan begini.‫ال ْهِل َل أ َوْت ُك ْملوا ال ْعِد ّة ُ قَب ْل َه‬ ٌ “Janganlah kalian mendahului bulan sebelum kalian melihat hilal. atau menyempurnakan bilangan bulan sebelumnya. 7394. Al-Fatawa Al-Kubro. “Orang yang bersandar kepada hisab dalam masalah hilal. Kalau kedua negeri itu berdekatan. begitu juga Mu’awiyah RA. no. F.”26 ُ ِ َ ‫ل َت َقد ّموا الشهْر حتى ت َروُ ال ْهِل َل قَب ْل َه أ َوْ ت ُك ْملوا ال ْعِد ّة، ث ُم صوْموا حتى ت َرو‬ ّ َ ّ َ َ ّ ُ ُ ّ َ ُ ُ َ ُ َ َ ُ ِ َ . 15. maka ada dua pendapat. tidak menulis dan tidak melakukan hisab.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. atau sampai menyempurnakan bilangannya. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal Madzhab Syafi’i mengatakan. Aku bertanya. 1913. sebagaimana bahwasa ia telah sesat di dalam syari’at. 2/464. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris (ibunya Ibnu ‘Abbas RA) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah RA di Syam. cara yang tidak pernah dipergunakan oleh Rasulullah SAW. “Apabila hilal terlihat di suatu negeri sedangkan orangorang di negeri lain tidak melihatnya. maka kami akan tetap shaum hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. 2128. 13 . no. Shahih Muslim. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. yang paling shahih menyatakan bahwa shaum tidak diwajibkan atas penduduk negeri yang lain. kemudian ia bertanya. Bahkan beberapa bulan sebelumnya mereka telah berani menetapkan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu hisab. maka Abdullah bin ‘Abbas RA menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Maka Kuraib berkata. Sunan Abu Daud. mereka melaksanakan shaum.

Sanggup untuk melaksanakannya. Mukim (tidak dalam keadaan safar). 5. Fiqhul Ibadat. baik haidh atau nifasnya itu terjadi di awal atau akhir siang. Tafsir Al-Qurthubi. hal.36 4. 3/156.33 2.”31 G.34 3. Baligh. Berakal. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Dan jika telah sembuh. maka setiap penduduk dari masing-masing negeri tersebut wajib melaksanakan hasil ru’yah negerinya bukan ru’yah negeri orang lain. maka dia tidak wajib mengqadha’ shaum yang telah berlalu. Menurut ijma’ (kesepakatan) ulama. Minhajul Muslim. Jika haidh dan nifasnya terjadi pada sebagian siang. Hanafi. Islam. Al Mughni. maka dia wajib mengqadha’ shaum yang telah dia tinggalkan. karena pingsan termasuk salah satu penyakit. dan memukulnya apabila meninggalkan shaum ketika telah berusia 10 tahun. 6. 2/295-296. Sunan At-Tirmidzi. 6/250. beginilah Rasulullah menyuruh kami. “Tidak. hal. wanita yang sedang haidh dan nifas tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shaum. hadits no. Jika anak kecil (laki-laki atau perempuan) telah mampu melaksanakan shaum. maka shaum pada hari itu batal. 2332. As-Syafi’i. Apabila ada orang kafir yang masuk Islam di pertengahan Ramadhan.35 Berbeda dengan orang yang kehilangan akalnya karena pingsan kemudian dia siuman. di antaranya. sehat jasmani. 212.”30 Menurut madzhab Maliki. no. bukan gila. 1087. Maliki. karena shaum pada hari-hari yang lalu belum menjadi kewajibannya.Risalah Ramadhan shaum Khalifah Mu’awiyah RA?” Beliau menjawab. 8/347-350. walaupun ru'yah telah menjadi keputusan Khalifah. selama Khalifah tidak mewajibkan kepada rakyatnya. 307-308. Al Mughni. Suci dari haidh dan nifas. Demikian pendapat Abu Tsaur. Al-Auza’i. dan tidak wajib mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya di saat dia gila. Demikian menurut madzhab Hambali. Dia cukup melaksanakan shaum pada hari-hari selanjutnya setelah ia memeluk Islam. Shaum Ramadhan tidak diwajibkan atas orang gila. 6/251. Jika wanita yang sedang haidh atau nifas 30 31 32 33 34 35 36 Shahih Muslim. dia cukup shaum pada hari-hari yang masih tersisa di bulan Ramadhan. no. 3/155. hadits di atas merupakan hujjah bahwasannya apabila suatu negeri saling berjauhan sebagaimana Syam dan Hijaz. Mereka wajib berbuka dan mengqadha’ shaum yang telah ditinggalkannya. 14 . sehingga tidak wajib mengqadha’nya. Syafi’i. Ad-Dien Khalish. maka seorang wali berkewajiban untuk menyuruh mereka melaksanakan shaum yaitu bila mereka telah mencapai usia 7 tahun. Syarat Wajib / Sah Shaum32 1. Abu Tsaur dan Qatadah. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Apabila dia mewajibkannya. maka siapapun tidak boleh menyelisihi perintahnya. 693. Sunan Abu Daud. dan Imam Ahmad. jika telah suci dari haidh atau nifasnya.

maka shaumnya batal. kitab Al-Haidh. kemudian dia ingin melaksanakan shaum di bulan itu.25/215. Syafi’i dan Ibnul Mundzir.37 Ummul Mukminin ‘Aisyah RA berkata: . 2335. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. maka hukumnya sama dengan hukum orang yang junub. Rukun-Rukun Shaum40 1.”38 Kalau haidh seorang wanita terhenti pada malam hari kemudian dia mandi pada subuh di pagi harinya. Sunan Abu Daud. 69. disyaratkan juga agar dia berniat untuk shaum di malam hari setelah haidhnya terhenti. hadits no. hadits no. hadits no. atau tidak melakukan semua itu sebelum terbit fajar shadiq. Majmu’ Fatawa.41 Waktunya adalah pada bagian malam manapun di bulan tersebut hingga terbit fajar shadiq. hal 308. Demikian menurut madzhab Hambali. Namun dengan syarat haidh tersebut telah berhenti sebelum fajar. 2454. Al Mughni. baik dilafalkan atau tidak. Sunan At-Tirmidzi. hadits no. maka tidak mengapa. maka dia berdosa dan shaumnya tersebut tidak sah. Dan hal ini merupakan amaliyah yang umumnya dilakukan kaum muslimin. maka dia telah berniat shaum.42 Rasulullah SAW bersabda : ‫من ل َم ي ُجمع الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak meniatkan shaum sebelum fajar. S ٍ unan An-Nasai. Al Mughni. Al-Mughni. Shahih Muslim. Ad-Dien Khalish. 3/93.”43 Adapun setelah berniat lalu ia melakukan sesuatu yang dapat membatalkan shaum.45 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Al Mughni. 3/91. karena shaum seseorang tidak dianggap sah kecuali jika dia berniat pada malam harinya. Berbeda dengan pendapat Imam Ahmad yang mengatakan. Dan demikian juga menurut madzhab Maliki dan Ishaq. niat wajib dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan. hadits no. sebagaimana dikatakan oleh umumnya para ulama’. 2/200. karena apabila dia haidh pada sebagian siang hari. Selain itu. 8/344. Maliki dan lainnya. 15 . atau mencampuri isterinya. Minhajul Muslim. “Setiap orang yang tahu bahwa besok hari telah masuk bulan Ramadhan. Orang yang junub diperbolehkan untuk mengakhirkan mandinya hingga subuh kemudian dia mandi dan menyempurnakan shaumnya. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. 8/440-451. Niat. 6538. 3/142. Ad-Dien Khalish.44 Menurut madzhab Hambali. Fiqhul Ibadat. Sunan Abu Daud. hadits no 730.Risalah Ramadhan berniat shaum dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum. 263.‫ك ُنا ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصوْم ِ وَل َ ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصل َة‬ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ُ َ ِ ّ ّ ّ "Kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat. maka tidak ada shaum baginya. apabila diniatkan untuk shaum selama satu bulan.138.39 H. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. hal 232-235. seperti makan. minum. 3/137. padahal dia mengetahui bahwa shaum diharamkan untuknya. bahwa satu kali niat sudah dianggap sah untuk menjalankan shaum selama sebulan. mereka semua meniatkan shaumnya. Syafi’i. Hanafi.

yaitu fajar. dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ AshShaghir. hadits no. Adapun do’a yang dibaca Rasulullah SAW ketika akan berbuka adalah : ‫ذ َهَب الظ ّمأ ُ واب ْت َل ّت ال ْعُروْقُ وَث َب َت ال َجر إ ِن شاء الله‬ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ُ َ َ “Telah hilang dahaga.”47 2. Abu Daud. 1098. Kemudian sempurnakanlah shaum sampai malam hari. Shahih Al-Bukhari. hal. 4995. HR. Al-Baqarah [2]: 187 ) I. Rasulullah SAW bersabda : ُ ِ ‫ل َي َزال الناس ب ِخي ْرٍ ما ع َجلوا ال ْفط ْر‬ َ ُ ّ ُ َ َ َ ِ “Manusia tetap akan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. Shahih Muslim. 2357. hadits no. maka beliau minum beberapa teguk air. Ahmad. dan At-Tirmidzi. dan telah tetap pahalanya. Sunan Abu Daud. Bersegera berbuka. Dan yang lebih utama adalah dengan kurma. telah basah kerongkongan. maka dengan beberapa tamr (biji kurma kering). 3. Berdo’a ketika akan berbuka. Jika tidak ada.Risalah Ramadhan 2. 16 . hadits no. hadits no. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُفط ِر ع َلى رط َبنَنات قَب ْنل أ َن ي ُصنل ّي‬ ٍ ْ َ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ٍ َ ْ ِ ٍ َ َ َ َ َ ْ ‫فَإ ِن ل َم ت َك ُن رط َبات فَعَلى ت َمرات فَإ ِن ل َم ت َك ُن حسا حسوات من ماء‬ ٍ َ َ ْ ْ ٌ َ ُ ْ ْ ْ “Rasulullah berbuka dengan beberapa ruthab (biji kurma basah) sebelum menunaikan shalat.”48 3. hadits no. Allah SWT berfirman : ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ا ْل َب ْي َض من ال ْخي ْط ا ْل َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ّ ‫ث ُم أ َت ِموا الصيام إ ِلى ال ّي ْل‬ ّ ّ ِ “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Berbuka dengan kurma atau air. Sunnah-Sunnah Shaum46 1. yaitu makan dan minum diakhir malam dengan niat shaum. Insya Allah. Dilakukan pada siang hari. 4678. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA. Sahur.”49 4. Imsak (menahan diri) dari hal-hal yang membatalkan shaum. 310-311. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih AlJami’ Ash-Shaghir.” ( QS. 1987. Dan jika tidak ada. Rasulullah SAW bersabda : ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحوْرِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ 46 47 48 49 Minhajul Muslim.

dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir. Fiqhul Ibadat. (jima’). 3. berkumur dan menghirup air ke hidung saat bewudhu’. 50 51 52 53 Shahih Al-Bukhari. sebab terkadang dapat membangkitkan syahwat sehingga shaumnya rusak. Minhajul Muslim. hadits no. Bercumbu dengan isteri. seperti memasukkan obat lewat hidung. ia berbuka. atau bercumbu.”51 J. 7. atau kepentingan lainnya Berlebih-lebihan ketika berkumur dan menghirup air ke hidung saat K. hal 246-249. Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum52 Adapun beberapa perkara yang dimakruhkan atas orang yang shaum. 9. atau sebab lainnya. berwudhu’. 5. Memasukan cairan ke dalam kerongkongan. dapat merusak shaum. Ad-Dien Khalish. maka tidak membatalkan shaum. Shahih Muslim. 2. atau kemudian ia meneruskannya dengan berjima’ (menggauli isterinya). 3989. 17 . sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barokah. 4. Dan menurut madzhab Maliki bahwa cairan yang masuk ke dalam Air yang masuk ke dalam kerongkongan karena terlalu dalam ketika Keluar air mani karena terus menerus memandang atau berpikir kerongkongan melalui mata. atau mencium. hadits no. hal 312-313. atau dubur dan qubul (kemaluan) wanita. Minhajul Muslim. Mengakhirkan sahur hingga bagian akhir malam. 1923. baik sengaja maupun lupa. 4. Rasulullah SAW bersabda : ُ ّ ‫ع َجلوا ا ْل ِفْطار وَأ َخروا السحوْر‬ َ ُ ّ ُ ّ َ َ “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur. yang dikhawatirkan akan merusak shaumnya. 6. 2. yaitu sebelum terbitnya fajar shadiq (shubuh). 1. baik lewat hidung atau telinga.Risalah Ramadhan “Bersahurlah. hadits no. hal 311-312. yang dianggap perlu. Mencium (istri/suami). Bercelak di awal siang. atau meneteskan ke dalam telinga. Berfikir urusan jima’. 1095. 8. Adapun keluar mani karena bermimpi. Riwayat Imam Thabrani.”50 5. apabila khawatir menjadikan dirinya lemah dan membuat Terus menerus memandang istri dengan syahwat. Berkumur-kumur bukan karena wudhu’. baik karena keluar mani. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’53 1. walaupun sebenarnya tidak merusak shaum. 3. Mencicipi masakan atau makanan. 8/477-483. Berbekam.

Tanya beliau. atau besi. berbuka. “Sanggupkah kamu memberi makan kepada 60 orang miskin ?”. “Celaka saya ya Rasulullah”. Dan Nabi SAW pun tersenyum sampai kelihatan gigi gerahamnya. 14. Berbuka dalam keadaan ragu. 13. dan ternyata fajar telah terbit. Shahih Muslim. maka datanglah Nabi SAW dengan membawa sebakul kurma seraya berkata : “Sedekahkanlah kurma ini”. Berjima’ ( bersenggama ) dengan sengaja tanpa dipaksa. 1936.”55 2. seperti menelan batu. minum. Muntah dengan sengaja. apabila masuk seluruhnya. belum. lalu beliau katakan : “Pulanglah. karena ia menyangka kalau malam telah masuk Makan atau minum karena lupa. sedangkan ia mengira kalau keadaan Makan atau minum. "Tdak”. Kemudian ia duduk. dan belum jelas baginya. maka tidak merusak shaum. Makan dan minum dengan sengaja tanpa adanya udzur yang membolehkan dia 54 55 Minhajul Muslim. Tanya Rasulullah SAW pula. mutiara. 18 . maka Makan. 7. masih malam (belum terbit fajar). Laki-laki itu menjawab.jawab laki-laki itu. dalam dubur maupun qubul wanita.Risalah Ramadhan 5. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh54 1. 11. 1111. Murtad (keluar dari Islam). padahal tidak ada satu warga pun di kampung kami yang lebih miskin daripada kami”. kata laki-laki itu menerangkan. 10. 15. hadits no. benang. atau berjima’. hal 313. atau kayu. kemudian membatalkan shaumnya. kata Nabi SAW. “Kenapa kamu celaka ?”. Shahih Al-Bukhari. jawabnya. apakah matahari telah terbenam atau Betul-betul berniat untuk berbuka (mbongkah : jawa) sebelum datang tidak membatalkan shaum. Makan. Adapun muntah dengan tidak sengaja. Sengaja memasukkan sesuatu yang tidak memberikan faedah bagi Sengaja memasukkan air ke dalam dubur ketika istinja’. “Sanggupkah kamu memerdekakan seorang budak ?”. dan berjima’. 8. L. Dan laki–laki itu pun tetap menjawab. “Saya telah bersetubuh dengan isteri saya pada siang hari Ramadhan. “Apakah kepada orang yang lebih fakir dari kami ya Rasulullah. waktu maghrib. “Tidak”. Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang laki-laki kepada Nabi SAW seraya berkata. atau jari yang basah ke badan ke dalam kerongkongan lewat mulut. karena menyangka bahwasannya tidak wajib untuk kembali meneruskan shaumnya. minum. hadits no. 12. berikan kurma ini kepada keluargamu. 6. Memasukkan potongan kain. dan kalau masuk sebagiannya saja. “Tidak “.” Rasulullah SAW bertanya. Tanya beliau. (datang waktu maghrib) dan ternyata masih siang. 9. “Kuatkah kamu shaum dua bulan berturut-turut ?”.

2. agar membebaskan budak. atau harum-haruman yang sifatnya dibakar Mengunyah makanan untuk anak kecil karena tidak ada orang lain yang mengunyahkannya. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum57 1. 4. 314-315. berbuka. Berobat dengan obat apapun selama halal. 2. 84. atau shaum selama dua M.56 menyuruh seorang laki-laki yang sengaja berbuka pada bulan Ramadhan. 3. Kitab Ash-Shiyam. di antara (yang dibolehkan) adalah dengan jarum suntik selama itu bukan infus. Menelan ludah sendiri. meskipun dia tahu kalau safarnya itu dapat mengakibatkan dirinya Bersiwak (menggosok gigi) di sepanjang waktu siang. ataupun Menggunakan parfum. Minhajul Muslim. 6. Asap jalanan dan pabrik. kecuali Mendinginkan tubuh dengan air karena cuaca sangat panas. 8. 19 . Berbekam. dengan syarat tidak sedikit pun yang masuk ke dalam Melakukan safar (perjalanan) karena keperluan yang diperbolehkan (bukan maksiyat). minum dan melakukan hubungan suami isteri di malam hari menurut Imam Ahmad. 9. dengan diguyur air atau berendam di dalamnya. baik Makan. sebelum terbit fajar. hal 314. apabila tidak khawatir menjadikan badannya lemah. Memakai minyak wangi. 8/454-459. kerongkongan. Dalam keadaan junub di waktu subuh (setelah melakukan jima’ Mimpi junub di siang hari. 5. Minhajul Muslim. hadits no. Lalat yang tertelan tanpa ia kehendaki. N. yang tidak menyebabkannya masuk ke dalam kerongkongan walau pun sedikit.Risalah Ramadhan ‫ع َن أ َبي هُري ْرة َ أ َن الن ّب ِي أ َمر رجل ً أ َفْط َر في رمض نان أ َن ي ّعْت ِنقَ رقَب َنة‬ ً ِ َ ْ َ ‫َ َ َن‬ ُ َ َ َ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ‫أ َوْ ي َصوْم شهْري ْن أ َوْ ي ُط ْعِم ست ّي ْن مسك ِي ْنا‬ ً ْ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ُ Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Nabi SAW bulan. asap kayu dan seluruh asap yang tidak 56 57 58 Shahih Muslim. baik yang dioleskan ke badan. Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum58 1. sebelum terbit fajar namun belum mandi setelah datang waktu subuh). dahulu. walaupun banyak. 7. 4. hal. Ad-Dien Al-Khalish. mungkin dihindari. atau memberi makan 60 orang miskin. bahwasannya makruh bersiwak setelah matahari tergelincir. 3. minyak rambut. 5.

59 َ َ َ‫من أ َفْط َر في رمضان ناسيا فَل َ قَضاء ع َل َي ْهِ وَل َك َفارة‬ ِ َ ً ِ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang berbuka (makan atau minum) pada bulan Ramadhan karena lupa maka tidak ada qadha’ dan kafarah atas dirinya”.62 2. tidak lain karena Allah memberinya makan”. 710. HR. 305-306. baginya pahala orang yang shaum tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari pahalanya”. Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan61 1. Al-Baihaqi. 20 . Ahmad. HR. 435.63 3. Minhajul Muslim. hadits no. 6070. no. Tilawah (membaca) Al-Qur’an Rasulullah SAW bersabda : ْ ِ َ َ ّ ُ ْ ُ ْ ُ ‫الصيام وَ القرآن ي َشفعان ل ِلعب ْد ِ ي َوْم ال ْقيام نة، ي َقُ نوْل الص نيام: أ َيْ رب‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ُ َ ّ ُ َ ّ :‫إ ِني من َعْته الط ّعام وَ الشهَوات بالن ّهارِ فَشفعْن ِي فِي ْه، ي َقوْل القرآن‬ ِ َ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ ِ َ َ َ ِ َ َ ّ ْ ‫رب من َعْت ُه الن ّوْم بالل ّي ْل فَشفعْن ِي فِي ْه، فَي َشفعان‬ ِ ِ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ْ ْ ِ “Shiyam dan bacaan Qur’an dapat memberi syafa’at kepada seseorang (yang melakukan dan membacanya) pada hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: َ َ َ ‫ّن‬ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ً َ َّ ْ ْ ِ ُ ُ ُ َ ْ َ ِ ‫من فَطر صائ ِما كان له مث ْل أجرِه، غ َي ْر أن ّه ل َي َن ْقص من أج نرِ الص نائ ِم‬ ً ‫شيئا‬ ْ َ “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang shaum. HR. diampuni baginya dosa-dosanya yang lalu”. hadits ini shahih menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-jami’ ash-Shaghir. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalm Shahih Al-Jami’ ash-Shaghir. Rasulullah SAW bersabda : ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ِ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh mengharap ridha Allah. dan At-Tirmidzi. hendaklah ia sempurnakan shaumnya. dan Muslim. hadits no.Risalah Ramadhan 6. Al-Bukhari dan Muslim. shaumnya. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan.60 O. Qiyamul lail. hal. aku telah mencegahnya dari makan dan minum di siang hari. Shadaqah. Al-Bukhari.” Sedangkan bacaan Qur’annya berkata: 59 60 61 62 63 HR. 6415. Shiyam mengatakan: “Ya Rabb. Rasulullah bersabda: Makan dan minum karena lupa atau tidak sengaja. lalu melanjutkan َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ُ‫إ ِذا ن َسي فَأك َل وَشرِب فَل ْي ُت ِم صوْمه، فَإ ِن ّما أط ْعَمه الله وَسقاه‬ ُ ُ َ َ ُ َ َ ّ “Apabila seseorang lupa lalu makan dan minum. hadits no.

1863. 3/141. At-Thabrani. Al-Mughni. Orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. yaitu memberi makan seorang miskin…” ( QS. diperbolehkan untuk berbuka dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari sebagai fidyah shaum yang telah dia tinggalkan. Lihat shahih Bukhari. atau kalau shaum dia akan bertambah sakit. atau tidak dapat meminum obat yang dapat membantu penyembuhannya. apabila telah sembuh.66 P. 3882. Shahih Muslim. Allah SWT berfirman: َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (tidak shaum) untuk membayar fidyah.67 2. 21 . ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: ُ ُ َ َ َ ‫كان رسوْل الله ي َعْت َك ِف ال ْعَشر ال َواخر من رمضان‬ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ "Adalah Rasulullah melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Tafsir Ath-Thabari. I’tikaf. dan dia wajib mengqadha’ shaum yang dia tinggalkan.Risalah Ramadhan “Aku telah melarangnya dari tidur di malam hari.”65 5. 64 4.Al-Bukhari dan Muslim. diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka dan setiap harinya memberi makan seorang miskin sebagai ganti satu hari shaumnya”. no. maka untuk kasus-kasus semacam ini dia diperbolehkan untuk berbuka. “Ayat ini merupakan rukhshah (keringanan) bagi laki-laki atau wanita tua renta yang apabila tidak sanggup menjalankan shaum. Al Hakim. no.69 Allah SAW berfirman: َ ‫وَمن كان مريضا أ َوْ ع َلى سفرٍ فَعِد ّة ٌ من أ َيام ٍ أ ُخر‬ َ َ ّ ْ ّ ً ِ َ َ َ َ َ َ 64 65 66 67 68 69 HR.lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. Rasulullah SAW bersabda: ‫فَإ ِن ع ُمرة َ في رمضان ت َقضي حجة أ َوْحجة معِي‬ ً ّ َ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ْ ّ ْ َ ً ّ َ “Sesungguhnya ‘umrah pada bulan Ramadhan. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.68 Namun jika masih bisa diharapankan kesembuhannya tapi jika dia shaum akan menyulitkannya atau sakitnya bertambah parah dan lebih lama sembuhnya. 727. 4505. 6/255-256. Shahih Al-Bukhari. Al Baqarah [2]: 184 ) Ibnu ‘Abbas RA berkata. shahih menurut Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir.Imam Ajmad. Al Baihaqi. no. Melakukan ‘umrah. yaitu menziarahi Baitullah Al-Haram untuk melakukan thawaf sa’i. dapat mencapai (pahala) haji. 2/79. no. Orang sakit. Laki-laki dan wanita yang tua renta. 222. Maka dari itu berikanlah dia syafa’at karena kami”. Kitab Al-Hajj. HR. atau melaksanakan haji bersamaku”. yaitu berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum 1. no.

seperti halnya orang sakit yang diperbolehkan berbuka. maka dia diperbolehkan berbuka dan mengqadha’ shaumnya. Para ulama’ salaf dan khalaf lainnya mengatakan. yaitu sekitar 48 mil ( 88.25/218. Majmu’ Fatawa. maka diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka. bukan keselamatan jiwa mereka sendiri. Namun wajib untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya dan tidak diwajibkan membayar fidyah." Dan Ad-Daroquthni 70 71 72 73 74 Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’.Pekerja berat. maka ( wajiblah baginya shaum ) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain… ( QS.161. dan diwajibkan untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya. 22 . Al-Mughni. sesuai kesepakatan para ‘ulama. 10/233. Al Baqarah [2]: 185 ) 3. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’.7 Km). maka diperbolehkan untuk berbuka pada bulan Ramadhan. menurut madzhab Maliki.70 4. apabila dengan meninggalkan pekerjaan beratnya itu dapat membahayakan dirinya.72 5. Dia menjawab. "Dia berbuka dan memberi makan kepada satu orang miskin setiap hari sebanyak satu mud gandum. Wanita hamil dan menyusui.Risalah Ramadhan “…dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu dia berbuka ). maka diperbolehkan berbuka. tidak perlu untuk mengqadha shaum yang ditinggalkannya. ditambah dengan membayar fidyah shaum yang ditinggalkannya. dan baik shaumnya itu memberatkan dirinya maupun tidak. 236. atau perjalanan yang berjarak 16 farsakh. Syafi’i dan Ahmad adalah perjalanan yang ditempuh dengan unta atau berjalan kaki selama dua hari. karena sebenarnya mereka mampu untuk melaksanakan shaum. selama safarnya itu bukan untuk maksiyat. dari Nafi'. “Bahkan dia diperbolehkan untuk mengqashar dan berbuka dalam perjalanan yang ditempuh kurang dari dua hari. Adapun jarak yang memperbolehkan seseorang untuk mengqashar shalatnya dan berbuka. Seorang pekerja jika dihadapkan pada pekerjaan berat yang ia khawatir bila melakukan shaum akan membahayakan dirinya. atau beserta anak-anak mereka sendiri. Namun jika tidak membahayakan dirinya. 1 : 75 Lihat Majmu’ Fatawa. 25/209-214. Al-Mughni.73 Dan jika mereka hanya mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya saja. bahwa Ibnu 'Umar RA ditanya tentang wanita hamil bila khawatir terhadap (kesehatan) anaknya. 3/139.74 Namun Ibnu Abbas RA dan Ibnu Umar RA berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui jika meninggalkan shaum cukup baginya untuk membayar fidyah. misalnya perjalanan antara Makkah dan Jeddah.71 Dan menurut Imam Abu Hanifah adalah perjalanan yang ditempuh selama tiga hari.10/220. Lihat ukuran farsakh dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. Apabila wanita hamil dan menyusui khawatir akan keselamatan jiwa mereka. Musafir Orang yang sedang safar dan menempuh jarak yang memperbolehkannya shalat qashar. baik dia mampu untuk melakukan shaum ataupun tidak. maka dia berdosa apabila berbuka.” Inilah pendapat yang kuat menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Dari Imam Malik. 3/139.

" Dan isnadnya jayyid (baik). Al-Baqarah [2]: 184) ّ َ ّ َ ‫إ ِن الله ع َز وَجل وَضعَ ع َن ال ْمسافِرِ شط ْر الصل َة، وَع َن ال ْمسافِرِ وال ْحامل‬ ِ ّ َ ّ َ ُ َ ُ ِ ِ َ َ َ َ ِ ِ ‫وال ْمرضع الصوْم أ َوالصيام‬ َ َ ّ ِ َ ّ ِ ِ ْ ُ َ “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla telah membebaskan separuh shalat bagi musafir. "Sesungguhnya anak perempuannya dinikahi oleh seseorang dari kaum Quraisy. ia berkata. ia berkata. 1/75 Shahih Sunan Ibnu Majah. dan dia sedang mengandung. 23 . hal 163 Lihat ukuran mud dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. "Berbukalah dan berilah makan kepada seorang miskin setiap hari dan dia tidak wajib mengqhada. "Bahwasanya istrinya bertanya kepadanya disaat dia sedang hamil.76 Allah berfirman: menyuruhnya َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya ( tidak shaum ) untuk membayar fidyah. dan juga membebaskan shaum dari seorang musafir. yang sepadan dengan ¼ sha’ atau 675 gram bahan makanan lain. dan memberi makan satu orang miskin setiap hari. yaitu memberi makan seorang miskin…” (QS.”77 75 76 77 Puasa Bersama Nabi. Lalu dia merasa kehausan di bulan Ramadhan. Dan dari jalur ketiga. Maka dia berbuka. "Wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak wajib mengqhada.Risalah Ramadhan meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar RA dan dia menshahihkannya. darinya. 2/64-65."75 Sedangkan ukuran fidyah adalah satu mud gandum. wanita yang hamil dan wanita yang menyusui.' Dan dia meriwayatkan dari jalur yang lain.

c. d. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas perihal penentuan awal Ramadhan. Matlha' Mathla' adalah tempat munculnya hilal. Hisab Hisab adalah menghitung garis edar benda-benda langit dengan rumus-rumus tertentu.Risalah Ramadhan BAB II PENENTUAN AWAL RAMADHAN Perihal ru'yah untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal merupakan masalah yang sangat asasi. tetapi kurang mendapatkan perhatian. A. 78 Lisanul Arab. Ru'yah Ru'yah adalah melihat hilal dengan mata telanjang yang ditopang dengan bantuan alat pembesar dan yang sejenisnya.78 b. Semoga pembahasan ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi kaum muslimin yang mendambakan agar setiap amal ibadahnya sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW. hal. Hal ini mungkin banyak dipengaruhi oleh fenomena penentuan awal Ramadhan atau Syawal dengan hisab hitungan ilmu falaq. 4690 24 . Hilal Hilal adalah permulaan rembulan ketika ia tampak di mata orang banyak di awal bulan. Definisi-Definisi a.

"82 b. bahwasannya Nabi menyebut-nyebut Ramadhan kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصنوموا حتنّنى ت َنروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِنروا حتنّنى ت َنروْه ُ فَنإ ِن أ ُغ ْمني ع َل َي ْك ُنم‬ ْ ْ َ َ ْ ُ ‫ُن‬ َ ِ َ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا ل َه‬ ُ ُ “Janganlah kalian shaum sampai kalian melihat hilal. no. dia berkata. sempurnakanlah bilangan bulan menjadi 30 hari. "Rasulullah bersabda: ‫ل َ ت َصوموا قَب ْل رمضان صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت دون َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ِ ‫غ َياي َة فَأ َك ْملوا ث َل َثين ي َوْما‬ ٌ َ ً َ ِ "Janganlah kalian shaum sebelum Ramadhan. Kitab Ash-Shiyam.Risalah Ramadhan B. no."81 Diriwayatkan dari Abdullah bin Qois RA. 108 dan Malik. Shahih Muslim. Pendapat para ulama dalam hal ini.80 Hadits dari Ibnu Umar. no. no. Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Ad-Darquthni. Penentuan Awal Ramadhan a. shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. 688. Ahmad. Al-Bukhari. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya.”79 Sabda Nabi dalam hadits yang lain. Abu Dawud. 102. Lihat Zadul Ma'ad 2/45. no. 1906. Abu Dawud. Dalil-dalil penetapan masa awal Ramadhan. Muslim. 788 dan Abu Dawud no. 268. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari". 23237. Kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصوموا حتى ت َروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِروا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فاقنند ُروا‬ ّ َ ّ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ ْ َ ‫ل َه‬ ُ “Janganlah kalian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. no. 79 80 81 82 Shahih Al-Bukhari. 25 . 2326. hadits Ibnu Abbas RA. Lihat At-Tirmidzi. 2327 HR. Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah menyebut-nyebut Ramadhan. 3. Dan jika penglihatan terhalang (oleh awan) maka. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Dan jika pandangan kalian terhalangi oleh awan maka sempurnakanlah bilangannya. Kemudian beliau shaum karena melihat hilal dan ketika terhalang maka beliau menghitung bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari kemudian beliau melaksanakan shaum. bahwa 'Aisyah RA berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َت َحفظ من شعْبان ما ل َ ي َت َحفظ من‬ َ َ َ َ ْ ِ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ّ َ ‫غ َي ْرِهِ ث ُم ي َصوم ل ِرؤ ْي َةِ رمضان فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْهِ ع َد ّ ث َل َثين ي َوْما ث ُم صام‬ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ً ّ ّ َ ِ ُ ُ ُ "Adalah Rasulullah sangat menjaga terhadap hilal Sya'ban tidak sebagaimana beliau menjaga bulan-bulan lainnya. no. 6/149. no. Tirmidzi no.

Apabila hilal terlihat. Al-Isra [17] : 30) Ini adalah pendapat Umar bin Khatab RA. 4/122. Lihat Fathul Bari. َ 2. para ulama bersepakat tentang wajibnya mengadakan ru'yatul hilal pada sore hari tanggal 29 Sya'ban. hari Syak adalah hari dilaksanakannya ru'yatul hilal. maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan. Namun jika hilal tidak kelihatan karena terhalangi oleh mendung. Atau ada orang yang menyaksinakannya tetapi ia bukanlah orang yang kesaksiannya bisa diterima. Berkata. Jika utusannya melihat hilal maka itulah yang dijadikannya pedoman untuk shaum. ia melaksanakan shaum.فاقدروا ل َه‬Adapun lebih jelasnya sebagai ُ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ‫ضي ّقوا ل َه‬ ُ ْ ُ َ ُ ‫(ال ْعَد َد‬persempitlah bilangannya). Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT : ‫وَمن قُد ِر ع َل َي ْهِ رِزقُه‬ ُ ْ َ ْ َ "Dan orang yang disempitkan rizkinya" (QS. 26 . Rasulullah saw bersabda: ُ ِ ‫صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُب ّي ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْملوا عد ّة َ شعْبان ث َلثين‬ ِ ْ ْ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ 83 Menurut Imam Ahmad. Abu Hurairah ra. َ َ ّ ‫إ ِن رب ّك ي َب ْسط الرزقَ ل ِمن ي َشاء وَي َقد ِر‬ ُ َ ْ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ "Sesungguhnya Rabmu melapangkan rizki kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam memahai maksud kalimat berikut: 1. genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Sampai di sini para ulama sepakat.Risalah Ramadhan Berdasarkan hadits-hadits di atas. jika dia tidak melihatnya dan hari itu tidak ada mendung maka keesokan harinya dia tidak shaum. padahal hari itu adalah tanggal 29 Sya'ban." (QS. Mereka berbeda penadapat jika tidak tampaknya hilal dikarenakan langit mendung atau tertutup debu. memahami kalimat ‫له‬ ‫ث َل َث ِي ْن ي َوْما‬ ً َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ِ‫قَد ّروا ْ ل َه ت َمام ال ْعَد َد‬ َ َ ُ ُ (tetapkanlah ia dengan menyempurnaka bilangan Sya'ban menjadi 30 hari). Ath-Thalaq : 7). Abdullah bin Umar RA mengutus seseorang untuk meliht hilal. Pendapat kedua." (HR. Adapun jika tidak tampak padahal cuaca terang. Abdullah bin Umar RA dan Imam Ahmad bin Hambal. Pendapat pertama memahami kaliamat ‫ل َه‬ ُ ‫ . Abu Ahmad).83 Nafi' berkata: ‫فَكان ع َب ْد ُ الل ّهِ إ ِذا مضى من شعْبان ت ِسعٌ وَعشرون ي َب ْعَث من ي َن ْظ ُر‬ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ُ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ْ ‫فَإ ِن رئ ِي فَذاك وَإ ِن ل َم ي ُر وَل َم ي َحل دون من ْظ َرِهِ سحاب وَل قَت َر أ َصب َح‬ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ْ ٌ َ ْ ْ ‫مفط ِرا وَإ ِن حال دون من ْظ َرِهِ سحاب أ َوْ قَت َر أ َصب َح صائ ِما‬ ٌ َ َ ً َ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ ً ْ ُ "Apabila bulan Sya'ban telah lewat 29 hari.

mereka akan keberatan. di antaranya adalah Imam AnNawawi. maka keesokan harinya adalah hari pertama bulan Ramadhan. Ahmad. sedangkan ُ ِ َ َ‫فَأك ْملوا عد ّة‬ ِ adalah khitab bagi masyarakat umum. Pendapat ketiga memahaminya dengan َ ‫(فاقْد ُروا ب ِحساب ال ْمنازِل‬tentukanlah ِ َ ِ ِ َ َ ُ dengan menghitung orbit benda-benda langit). Al-Bukhari. Sebab syari'at telah menetapkan shiam dengan alamat yang pasti. 1081 Ibnu Abdul Barr berkata. Fatawa Al-Kubra. 106 dan Muslim. Abdurrahman Al-Jazairy. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari"84 3. 1/500 27 . Ad-Darimi. dia bukanlah orang yang bisa dijadikan rujukan dalam maslah ini. Cara menetapkan hilal. serta Jama'ah kecuali Abu Dawud.85 Ibnu Al-'Arabi meriwayatkan dari ibnu Suraij. dengan bukti adanya perbedaan pendapat di antara mereka dalam banyak persoalan."90 c. Mereka dan orang-orang yang percaya kepada mereka tidak diwajibkan melaksanakan shaum dengan hisab mereka. no. "Tidak benar jika yang dimaksud adalah hiasab para ahli perbintangan. "Tidak diragukan. puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal."87 Ibnu Taimiyah berkata. adapun Ibnu Qudamah. karena hal itu tidak dimengerti kecuali oleh beberapa orang saja. Wallahu A'lam.Risalah Ramadhan "Shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. tidak bisa menulis dan menghitung. 4/122 Fathul Bari." Lihat Fathul Bari. bahwa kalmat faqduru lah adalah khitab (ungkapan yang ditujukan) kepada orang yang dikhususkan oleh Allah SWT dengan ilmu ini (hisab). no. 84 85 86 87 88 89 90 HR. Padahal syari'at itu dikatakan dimengerti oleh umat apabila kebanyakan dari mereka memahaminya. walaupun berdasarkan kaidah-kaidah yang detail. berdasarkan sunnah shahihah dan kesepakan para shahabat bahwa tidak boleh bersandar kepada hisab (perhitungan) berbintangan.86 Pendapat ini dibantah oleh mayoritas (jumhur) ulama. ia juga keliru dalam menetapkan dan dalam ilmu hitung (hisab). "Seorang yang bersandar pada hisab. tetapi menurut kami hal itu tidaklah tepat. dia berkata. 4/122. Mutharrif bin Abdullah dan Ibnu Qudamah. 7/190 HR. Para fuqaha sepakat bahwa jika hilal telah terlihat oleh khalayak ramai atau oleh dua orang saksi yang adil (memenuhi keriteria seorang saksi menurut syar'i). 3/461 Kitab Fiqih 'ala Madzahibul 'Arba'ah. "Tidak boleh dipakai perkataan ahli hisab. Syarh Shahih Muslim. Pendapat ini hanyalah bersumber dari pendapat Ibnu Suraij. Yaitu disaksikannya hilal atau menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. selain telah sesat dalam syari'ah dan mengadakan suatu hal yang baru (Bid'ah) dalam agama. "Tidak shahih riwayat dari Mutarrif. Sebagaimana tersebut dalam dua kitab shahih (Al-Bukharai Muslim) bahwa Nabi bersabda: ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل ن َحسب صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِه‬ ٌ ّ ٌ ّ ّ ِ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ ُ ُ ْ َ ُ "Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. Sebab jika umat dibebani dengan hal itu.”88 Ibnu Taimiyah juga berkata. dalam masalah hilal. Perkataan ahli perbintangan. tidak akan berubah selamanya."89 Abdurrahman Al-Jaziri berkata dalam bukunya.

Jumhur ulama berpendapat bahwa tetap wajib shaum dengan seorang saksi.95 Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah atsar Abdurrahman bin Zaid bin Khattab. Abu Dawud dan An-Nasai 28 . dan Imam Asy-Syafi’i (dalam riwayat lain) berpendapat bahwa penetapan hilal Ramadhan tidak bisa diterima kecuali dari dua orang saksi yang adil. Ishak. Rasul bertanya. dan Al-Hakim. Lihat Bidayatul Mujtahid. maka shaumlah dan berbukalah. umumkan kepada orang banyak untuk melaksanakan shaum esok hari!”93 Ibnu Ummar ra. 6/344 HR. Kecuali jika telah bersaksi dua orang saksi. maka aku sampaikan kepada Rasulullah saw. “Sungguh saya telah bermajlis dengan beberapa sahahat Rasulullah saw. “Ya” Maka Rasulullah bersabda. “Wahai Bilal. berkata: ّ َ َ ُ َ ُ ْ ْ َ ‫ت َراءى الناس ال ْهِل َل فَأ َخب َرت رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َني رأ َي ْت ُه‬ َ َ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ّ َ َ ّ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ‫فَصام وَأمر الناس بالصيام‬ "Orang banyak berusaha untuk melihat hilal. Maka Rasulullah pun melaksanakan shaum dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakannya.Risalah Ramadhan Mereka berbeda pnedapat apabila yang menyaksikan adalah seorang saja. Imam Asy-Syafi'i91 (dalam satu riwayat) dan Abu Hanifah (jika langit mendung)92 mereka berhujjah dengan hadits Ibnu Abbas. Ad-Darquthni. beliau berkata: ّ َ ّ َ ّ َ َ َ َ ‫جاء أ َع ْراب ِي إ ِلى الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَقال إ ِني رأ َي ْت ال ْهِل َل قال‬ َ َ ُ َ ّ َ َ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ ‫أ َت َشهَد ُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الل ّه أ َت َشهَد ُ أ َن محمدا رسول الل ّهِ قال ن َعَم قال يا ب ِل َل‬ َ َ َ ْ ْ ُ َ ‫أ َذ ّن في الناس أ َن ي َصوموا غ َدا‬ ِ ْ ً ْ ِ ّ ُ ُ "Seorang baduwi mendatangi Rasulullah dan berkata. Imam Syafi'I mensyaratkan dua saksi. Lihat Syarhus Sunnah. Saya telah bertanya kepada mereka dan semua menjawab bahwa Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ْ َ ‫صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فَأت ِموا ث َل َث ِي ْن فَإ ِن شهِد‬ ْ ْ ّ َ ْ ّ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ ‫شاه ِدان فَصوْموا وَأ َفْط ِروا‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ َ “Shaumlah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karenanya. bahwa aku telah melihatnya. At-Tirmidzi HR. Mereka adalah: Ibnu Mubarak. maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi tigapuluh hari. 3/154 Lihat Syarhus Sunnah. Dari Abdurrahman bin Zaid bin Khattab bahwa ia berkhutbah di hadapan orang banyak pada hari yang syak (diragukan)."94 Sedangkan Imam Malik dan Al-Auza’i. Aku telah melihat hilal malam ini. Adapaun jika kalian terhalangi oleh awan.”96 91 92 93 94 95 96 Untuk penentuan awal Syawal. 6/344 HR. Abu Dawud. Ia berkata. Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada illah kecuali Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya? Dia menjawab. Yang demikian ini karena adanya banyak atsar dalam malsalah ini dengan lafadz yang berbeda-beda. Imam Ahmad.

Al-Qasim bin Muhammad. maka Abdullah bin ‘Abbas ra menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Ishaq bin Rahawaih. Sunan Abu Daud. 693. maka kami akan tetap puasa hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris ra (ibunya Ibnu ‘Abbas) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah ra di Syam.”99 97 98 99 Khusus bagi yang melihat hilal Ramadhan seorang diri.Risalah Ramadhan C. hendaknya ia tidak berbuka. Ikhtilaful Mathali’. Kelima. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl ra. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan shaumnya Khalifah Mu’awiyah ra?” Beliau menjawab. 1087. Lihat Bidayatul Mujtahid 4/123 Tentang batasan jauh Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat. pertama perbedaan mathla’ (terbitnya hilal). kemudian ia bertanya. Keempat. “Tidak. begitu juga Mu’awiyah ra. Maka Kuraib berkata.” Abdullah bin ‘Abbas ra berkata. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. Ikrimah. Tapi tidak demikian halnya dengan melihat hilal bulan Syawal seorang diri. dan semua orang melihatnya. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan Dalam masalah ini ada dua pendapat: Pertama. no 2332. yaitu ummat Islam di suatu negeri/tempat harus memulai shaum dengan melihat hilal di negeri/tempat tinggal masing-masing. dan terbitlah hilal Ramadhan. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. merekan pun melaksanakan shaum. no. ditentukan oleh Imam A’zham. Sunan At-Tirmidzi. hendaknya ia menahan diri dari makan dan minum tetapi dua tetap meyakini hal berbuka. negeri yang tidak mungkin hilal tidak tampak bagi mereka. Menurut Imam Malik. Al-Mawardi. Kedua. walaupun hilal sudah terlihat di negeri/tampat tinggal orang lain yang jauh. Salim bin Abdullah bin Umar. Sedangkan menurut Imam Asy-Syafi’i dia wajib berbuka. Hanya saja jika dikhawatirkan timbulnya fitnah. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. Aku bertanya. para Fuqaha bersepakat tentang wajibnya shaum baginya. 29 . jarak diperbolehkannya mengqhashar shalat.98 Hadits dari Kuraib: َ ُ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ُ ‫ع َن ك ُرينب أ َن أ ُم ال ْفضنل ب ِننت ال ْحنارِث ب َعَث َتنه إ ِلنى معاوِينة بالشنام ِ قنال‬ ِ َ َ ْ ِ ْ َ ّ ّ ٍ ْ َ ْ ّ ‫فَقد ِمت الشام فَقضي ْت حاجت َها واست ُهِل ع َل َي رمضان وَأ َننَنا بالشنام ِ فَرأ َي ْنت‬ ‫ِ ّن‬ ُ َ َ َ ّ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ‫ال ْهِل َل ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ ث ُم قَد ِمت ال ْمدين َة في آخرِ الشهْرِ فَسأ َل َني ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْنن‬ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ُ ْ ّ ُ ُ ُ ‫ع َباس رضي الل ّنه ع َن ْهُمنا ث ُنم ذ َك َنر ال ْهِل َل فَقنال متنَنى رأ َي ْت ُنم ال ْهِل َل فَقل ْنت‬ ‫َن‬ ُ ُ َ ْ َ َ ‫َ َن‬ ّ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ َ ‫رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ فَقال أ َن ْت رأ َي ْت َه فَقل ْت ن َعَم وَرآه ُ النناس وَصناموا وَصنام‬ َ ّ َ َ َ َ ُ َ ُ ُ ُ َ َ ُ ُ ُ َ ْ ُ َ َ َ ُ ‫معاوِي َة فَقال ل َك ِنا رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة السب ْت فَل َ ن َزال ن َصوم حتنّنى ن ُك ْم نل ث َلثي نن أ َو‬ َ ِ ّ َ َ ّ َ ُ ُ َ ُ ْ َ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ُن‬ َ َ ‫ن َراه ُ فَقل ْت أ َوَ ل َ ت َك ْت َفي ب ِرؤ ْي َةِ معاوِي َة وَصيامهِ فَقال ل َ هَك َنذا أ َمرننَنا رس نول‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas ra) meriwayatkan. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. Shahih Muslim. no. Abu Hanifah dan Imam Ahmad. Beginilah Rasulullah saw menyuruh kami.97 Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah. perbedaan iklim. Ketiga. Ibnu Abbas ra dan juga Imam Al-Bukhari. dan sebagian besar pengikut madzhab Syafi’i.

"102 Hadits ini menunjukan dimulainya Ramadhan dengan ru’yah secara mutlak. Dan tidak sepantasnya menyelisihinya. Dalil yang dijadikan sebagai pijakan di antaranya adalah: ‫ل َ ت َصوْموا ْ قَب ْل رمضان صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِنروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت د ُوْن َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫غ َمامة فاك ْمل ُوا ث َل َث ِي ْن‬ َ ْ ِ َ ٌ َ َ "Jangan melakukan shaum sebelum Ramadhan. Adapun pemerintah (ulul amri) dan seluruh umat Islam berkewajiban untuk mengikuti mereka. maka genapkanlah bilangan Sya'aban menjadi 30 hari. karena hal ini dapat menyebabkan terpecah-belahnya umat dan banyak perkataan yang tidak berdasar. sebagian pengikut madzhab Imam Asy-Syafi’i101 dan juga Ibnu Taimiyah. maka yang wajib bagi alhlul ilmi di setiap negeri. Saya katakan bahwa ini adalah pendapat yang washath (pertengahan).100 Kedua. terang) dalam menyandarkan perkataan itu kepada Nabi saw dan bahwa itu adalah perintahnya. 30 . Maka ia menjadi hujjah. selama ia tidak memerintahkan umat untuk mengikutinya. 6/215. Mereka (anggota hai'ah) sepakat bahwa pendapat yang kuat adalah memberi keleluasan untuk hal ini. 101 Syarhus Sunnah.103 Syaikh Abdullah bin Bazz mengkompromikan kedua pendapat di atas. bahwa jika negeri-negeri saling berjauhan sebagaimana jauhnya Syam dan Hijaz. 2/295296. Di dalamnya terdapat kompromisasi seluruh dalil dan pendapat para ahli ilmu. Adapun di negara Islam. maka yang wajib bagi pemerintah adalah berpegang kepada apa yang dikatakan oleh ahlul ilmi dan mengharuskan umat untuk melaksanakan shaum dan berbuka (ied) dalam rangka mengamalkan hadits-hadits yang telah disebut dan melaksanakan kewajiban serta menjaga umat dari apa-apa yang diharamkan oleh 100 Imam Al-Qurthubi menulis. maka setiap negeri wajib melaksanakan shaum berdasar ru’yahnya sendiri. Al-Laits bin Sa’ad.Risalah Ramadhan Hadits di atas menunjukan bahwa Ibnu Abbas ra tidak mengambil ru’yah Ahli Syam. shumlah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. “Telah berkata ulama kita “Madzhab Maliki” tentang ungkapan Ibnu Abbas ra: ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫هَك َذا أ َمرنا رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Adalah kalimat tashrih (jelas. Jika penglihatanmu terhalang oleh awan. diperbolehkan mengambil salah satu dari dari kedua pendapat yang dianggap rajih (kuat) untuk ulama setempat (dalam suatu negeri). “Pernyataan ini pernah ditanyakan kepada Hai’ah Kibaaril ‘Ulama di Saudi Arabiya ketika diadakan daurah yang kedua pada Sya’ban 1392 H. Yaitu apabila hilal sudah terlihat di suatu negeri/tempat. Ibnu Mundzir. Dan hendaknya mereka bersepakat kepada yang lebih dekat kepada kebenaran menurut ijtihadnya. tanpa dibatasi oleh jarak. Di antara yang berpendapat demikian adalah: Imam Abu Hanifah. hendaknya selalu memperhatikan permasalahan ini ketika memasuki dan ketika keluar dari bulan Ramadhan. Namun jika ia memerintahkan. Walaupun hal itu dianggap benar oleh imam a’zham.” Lihat Al-Jami’ Liahkamil Qur’an. Imam Malik. Imam Ahmad bin Hambal. Kemudian mengamalkannya dan menyampaikan kepada orang banyak. maka seluru ummat Islam berkewajiban menuanaikan shaum Ramadhan keesokan harinya. Jika hal itu telah diketahui. Wihdatul Matla’. maka seseorang tidak boleh menyelisihinya. jika negaranya bukan negara Islam. Yaitu. At-Tirmidzi dan Abu Dawud 103 Lihat Al-Fiqih Al-Islami Wa Adilatuhu. Dia berkta. 2/608-609. bukan ru’yah lain. 102 HR.

Definisi Niat 1. ‫ نوى – ينوي – نواة – ونية‬yang berarti niat atau maksud. 4/459 Al-Mughni 4/333 31 . ketika akan melaksanakan suatu pekarjaan (amal). karena hal ini telah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para shahabatnya radliyallahu ‘anhum. Disyari’atkannya Niat Niat disyari’atkan kepada ummat Islam. Dalil tentang niat dari Al-Qur’an ‫وَما أ ُمروا إ ِل ّ ل ِي َعْب ُدوا الل ّه مخل ِصين ل َه الدين‬ ُ ُ َ ِ ْ ُ َ َ ّ ُ ِ َ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.Risalah Ramadhan Allah SWT. Mengingat niat adalah penentu sah tidaknya suatu amal. Secara bahasa niat berasal dari kata. tanpa ragu-ragu. Al-Bayyinah [95]: 5) َ َ ْ ‫ل َن ي َنال الل ّه ل ُحومها وَل َ د ِماؤ ُها وَل َك ِن ي َنال ُه الت ّقوى‬ َ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ َ ْ 104 105 106 Lihat Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah. 22/335 Al-Qomus Al-Muhith.106 B. dengan kekuasaan. Dan hal yang telah diketahui bersama bahwa Allah SWT menundukan beberapa perkara yang tidak dapat ditundukan dengan Al-Qur’an.”104 BAB III NIAT SHAUM PADA BULAN RAMADHAN Masalah niat merupakan permasalahan yang asasi." (QS. ً ََِ ً َ َ ْ ِ ْ َ ََ 105 2. A. 2. Sedangkan definisi niat secara istilah adalah: Keyakinan hati untuk melakukan sesuatu dan beriltizam atasnya.

Karena shaum merupakan ibadah mahdhah yang memerlukan niat. Al-Hajj [22]: 37) 3. baik melalui kesaksian mata maupun penyempurnaan bilangan bulan. An-Nasai dan Ibnu Majjah)."108 Dan pendapat Zuffar ini dikatakan lemah oleh para salaf." (HR. An-Nasai dan Ibnu Majjah). Abu Dawud. Dari As-Sunnah ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ "Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum terbit fajar maka tidak ada shaum baginya. Al-Bukhari dan Muslim) ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. “Hadits tersebut menunjukan bahwa tidak sah shaum kecuali dengan penetapan niat pada malam harinya. "Shaum Ramadhan tidak membutuhkan niat. At-Tirmidzi. 2. Abu Dawud. An-Nasai dan Ibnu Majjah) Berdasarkan dalil-dalil di atas maka setelah bulan Ramadhan ditetapkan. At-Tirmidzi. di hari tersebut (mulai dari terbnam matahari hingga menjelang terbit fajar). 296 Subulus Salam. setiap musim yang mukallaf berkewajiban untuk meniatkan shaumnya pada malam hari. Abu Dawud. Imam As-Shan’ani berkata."107 Rasulullah saw bersabda: ‫إ ِن ّما ال َع ْمال بالن ّيات وَإ ِن ّما ل ِك ُل امرِئ ما ن َوى‬ ِ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ٍ ْ ّ "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya." (HR. 6/ 293 Bidayatul Mujtahid. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan 1. baik yang wajib maupun yang sunnah tidak dianggap shahih kecuali dengan niat. Niat sebagai syarat sahnya shaum. Al-Majmu.109 Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh 'Aisyah dia berkata. At-Tirmidzi. Dan orang yang shaum boleh berniat kapan saja. 'Wahai 'Aisyah apakah kamu punya makanan?' Aku ('Aisyah) berkata. kecuali orang yang mengerjakannya dalam kondisi sakit atau musafir. Waktu niat Diriwayatkan dari Hafshah ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. Para ulama telah sepakat bahwa niat merupakan syarat sahnya shaum Ramadhan. "Rasulullah bersabda kepadaku. 'Kami tidak 107 108 109 Al-Mughni. dia berkata.” (Ahmad. “Shaum pada bulan Ramadhan dan shaum di bulan-bulan lainnya. Kecuali pendapat dari Zuffar.Risalah Ramadhan "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah." (QS. C. Ibnu Qudamah berkata. 4/ 333. 2/311 32 . Ahmad. tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Ahmad.

seperti shaum Ramadhan." (HR. karena Rasulullah pernah datang ke rumah 'Aisyah ra di luar bulan Ramadhan seraya bertanya. Muslim 2 : 809). “Niat itu tempatnya di dalam hati.111 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menyatakan. Imam Asy-Syafi'i berkata. hal. "Berniat shaum setelah siang hari diperbolehkan jika shaum yang dikerjakan adalah shaum sunnah.”113 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid114 menyatakan. 6/293 Puasa Bersama Nabi. maka dia akan menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah ra (Sebagai dasar atas wajibnya berniat shaum sebelum terbit fajar).Risalah Ramadhan memiliki apa-apa wahai Rasulullah'. dan melafadzkannya adalah bid'ah yang sesat. sedangkan untuk shaum wajib tidak diperbolehkan. Tempat niat Imam Nawawi berkata. "Boleh mengerjakan niat di siang hari untuk semua shaum wajib yang berkaitan dengan waktu tertentu. "… Penetapan niat di malam hari adalah khusus untuk shaum wajib saja." 112 3. 270 Ibid HR."115 4. tidak ada syarat untuk diucapkan oleh lisan. Para 'Ulama berbeda pendapat mengenai waktu niat dalam ibadah shaum. Pendapat Imam Maliki dan Imam Ishak juga demikian. demikian pendapat yang dikemukakan oleh madzhab Hambali. sekalipun ada sebagian orang yang memandangnya sebagai kebaikan…. dan tidak cukup sekedar dalam hati."110 Ibnu Rusyd menyebutkan bahwa barangsiapa yang menggunakan madzhab tarjih (mencari dalil yang paling shahih untuk menghukumi sebuah perkara). Sedangkan orang yang menggunakan madzhab jama’ (Yaitu menggabungkan dua dalil yang seakan kontradiksi) akan membedakan waktu niat bagi sahum wajib dan shaum sunnah. Hal itu diperbolehkan sebagaimana dia berniat setiap hari pada malam harinya. madzhab Hanafi dan Ibnu Mandzur. 1154 Al-Majmu." Sedangkan Imam Abu Hanifah berkata. "Apakah kamu mempunyai persediaan makanan? Jika tidak maka aku akan shaum. karena sesungguhnya seseorang telah berniat untuk melakukan perbuatan yang sejenis dengannya. Maksudnya dia akan menggunakan hadits Hafshah ra sebagai dalil atas wajibnya berniat sebelum fajar untuk shaum wajib dan hadits 'Aisyah sebagai dalil atas bolehnya berniat shaum di siang hari untuk shaum sunnah. tidak sah shaum keculi telah berniat sebelum terbit fajar. 62 Ibid 33 . Begitu pula dalam pelaksanaan shaum sunnah. Sedangkan imam Ahmad menyatakan satu kali niat sudah cukup untuk melaksanakan shaum selama bulan Ramadhan. Menurut Imam Malik. ini berlaku bagi semua shaum. nadzar dan shaum tertentu lainnya. 110 111 112 113 114 115 Bidayatul Mujtahid. Apakah niat wajib dilakukan setiap hari Ibnu Qudamah berkata. "Niat itu tempatnya berada di dalam hati. no. “Niat shaum wajib dilakukan setiap hari. tetapi dianjurkan untuk diucapkan bersama hati. Muslim. 'Jika demikian maka hari ini aku akan shaum. Maka Rasulullah bersabda.

dengan dalil bahwa sebagian ibadah itu tidak rusak karena rusaknya ibadah yang lain. Demikian juga pendapat Syafi'i.116 5.117 6. "Sesungguhnya apabila orang itu kembali dan berniat lagi sebelum tengah hari. Abu Tsur dan Ashabura'yi. baik waktu itu langit cerah atau mendung. niat yang tetap itu sah walaupun dilakukan pada malam tigapuluh Sya'ban. 4/337 34 . Niat yang tidak pasti (syak) Para Fuqaha berpendapat. ternyata besok harinya bulan Ramadhan. “Bahwa yang dimaksud dengan hari syak ialah. maka saya berniat shaum fardlu pada hari pertama bulan Ramadhan.”118 Berdasarkan pendapat tersebut. dalam berniat harus ditegaskan bahwa shaum yang akan dijalaninya adalah shaum Ramadhan. Menurut madzhab Hambali. 4/333 Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Tidak boleh berniat shaum secara mutlaq dan tidak boleh berniat selain shaum Ramadhan. "Barangsiapa yang berniat membatalkan shaum maka shaumnya dianggap batal. Menentukan niat Menurut Imam Malik. 270 Al-Mughni. "Kalau besok sudah masuk Ramadhan.Risalah Ramadhan Pendapat ini dianggap lebih kuat. Selain itu antera ibadah itu diselingi dengan sesuatu yang manafikan sehingga sahaum itu berganti-ganti dan setiap hari melerlukan niat yang tersendiri. hari yang diragukan (syak) adalah hari ketigapuluh dari bulan Sya'ban bila pada hari itu hilal awal Ramadhan tidak kelihatan. tetapi secara otomatis shaum tersebut berubah menjadi shaum Ramdhan kecuali musafir.120 116 117 118 119 120 Al-Mughni. Karena hari ini tergolong hari yang tidak diragukan yang kita dilarang sahum di dalamnya. Maka shaumnya dianggap sah. apabila ru’yah hilal bulan Ramadhan pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban terhalang oleh mendung atau kabut pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban."119 7. Berniat membatalkan shaum Mdzhab Hambali menyatakan. 2/261 Al-Mughni. Hanya saja Ashaburra'yi atau madzhab Hanafi menyatakan. tetapi kalau besok belum masuk bulan Ramadhan. karena sesungguhnya hari-hari dalam bulan Ramadhan terdiri dari berbagai macam ibadah terpisah. seseorang diperbolehkan untuk berniat sebagai berikut. maka saya berniat shaum sunnah. demikian juga boleh berniat mengerjakan shaum selain Ramadhan. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah boleh menyatakan niat secara mutlaq. 4/333 Bidayatul Mujtahid.

ataupun belum berniat dan berniat pada waktu sahur itu sendiri. hal.”122 ‫ت َسحرت‬ ُ ْ َ َ maknanya adalah kamu makan sahur (memakan makanan pada waktu sahur).berarti waktu sebelum terbit fajar ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah waktu yang dimulai dari Akhir malam hingga terbit fajar. Pengertian yang artinya َ ‫السحر ال َع ْلى‬makan ُ َ ّ Az-Zujaj berkata. 6/381 Ibid. 102 Lihat Al-Majmu’ Syarhu Muhazzab. Sedangkan 121 . 35 . ‫سحر .Risalah Ramadhan BAB IV SAHUR A. Disyari'atkannya Makan Sahur Sahur disyari’atkan kepada umat Islam yang akan melaksanakan shaum. ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ maknanya adalah nama dari pekerjaan itu sendiri. 323 Tafsir Al-Qurthubi.126 B.ي َسحر – سنحرا‬ ً َ َ ُ ُ ْ َ َ َ Secara bahasa sahur berasal dari kata malam menjelang shubuh atau ujung segala sesuatu. 6/379 Disarikan dari hadits-hadits tentang sahur. 121 122 123 124 125 126 Al-Munjid fi Lughah. Sedang makna dari ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ dengan harokat fathah pada huruf "‫ "س‬berarti apa-apa yang dimakan pada waktu sahur dan jika menggunakan harokat dhamah yaitu waktu sahar namanya adalah as-suhur atau as-sahur. 4/38 Al-Mishabh Al-Munir.123 Jadi memakan makanan yang dilakukan di Sedangkan makna sahur menurut istilah adalah: memakan makanan walau sesuap atau meminum minuman walau seteguk124 mulai dari pertengahan malam sampai terbit fajar125 yang dilakukan oleh orang yang meniatkan diri untuk shaum di siang harinya. Sedangkan Ibnu Zaid berkata. Kalimat ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah 1/6 malam teakhir. selain perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sahur sendir dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.

Muslim. 4/303 36 . 6/468-469. 708. no. 1096.Risalah Ramadhan Allah SWT berfirman: ْ ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. 4/303.134 Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.132 Demikain juga Ibnu Mundzir telah meriwayatkan ijma’ tentang mustahabnya sahur. Abu Dawud. beliau berkata: 127 128 129 130 131 132 133 134 HR. yaitu fajar. Lil Imam As-Syaukani. Rasulullah bersabda: ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحورِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ “Makan sahurlah kalian. no. Al-Baqarah [2]: 187) Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra.”129 Imam Asy-Syaukani juga menjadikan hadits di atas sebagai penguat atas disyari’atkannya makan sahur. 1095.”128 Diriwayatkan dari ‘Amru bin Qais ra. no. no. maka tidak dihalalkan bagi mereka untuk makan dan minum hingga terbit fajjar. bab Taukid fis Sahur. An-Nasa’i no. “Dan hal-hal yang menguatkan pensyari’atan sahur adalah kandungan hadits itu sendiri. Nailul Authar.”131 C. 6/469 Lihat Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab. 6/468-469 bab fi taukid As-Sahur. Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi. 2162. bahwa Rasulullah saw bersabda: ٌ ْ ‫فَصل ب َي ْن صيامنا وَ صيا َم ِ أ َهْل ال ْك ِتاب أ َك ْل َة السحوْر‬ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ ِ ُ ّ “Pembeda antara shaum kami dan shaum Ahlul Kitab terletak pada sahur. “Hadits tersebut menunjukan disyari’atkannya makan sahur. 2362. no. Hukum Makan Sahur Semua ulama sepakat bahwa hukum makan sahur adalah sunnah atau mustahab. Nailul Authar. An-Nasai. yaitu perintah untuk untuk menyelisihi Ahli Kitab yang tidak melaksanakan sahur. 2/71. ‘Aunul Ma’bud. Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani. Muslim. “Apabila Ahlul Kitab tidur setelah berbuka. 4/303 ‘Aunul Ma’bud. dia berkata. bab Fadhlus Sahur. Ibnu Majjah." (QS. karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah. At-Tirmidzi. 3/88. HR. no. 2142. Abu Dawud. dia berkata.” 127 Imam As-Syaukani berkata.”130 Imam Al-Khotobi berkata. 7/207. 7/207 Fathul Bari. 4/175 Nilul Authar. 6/379 dan Syarhu Shahih Muslim Lin Nawawi.133 Landasan yang dijadikan landasan bahwa hukum sahur itu mustahab adalah karena Rasulullah saw dan para shahabat radliyallahu ‘anhum pernah melakukan wishal. Muslim Bisyarhi An-Nawawi. 2362. ‘Aunul Ma’bud. no. Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. 1382.

Risalah Ramadhan

ّ َ َ ‫َن‬ ُ ُ َ ‫ن َهى رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ع َن ال ْوِصال فِ ني الص نوْم ِ فَق نال ل َنه‬ ‫َ ِ ن‬ ُ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ ُ َ َ ُ ِ َ َ ‫رجل من ال ْمسل ِمين إ ِن ّك ت ُواصل يا رسول الل ّهِ قال وَأ َي ّك ُم مث ْلي إ ِننّني أ َبي نت‬ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ َ َ َ َ ِ َ ‫ي ُط ْعِمني ربي وَي َسقين فَل َما أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا ع َن ال ْوِصال واصل ب ِهِم ي َوْمنا ثنم‬ ْ ّ َ ِ ُ ّ ُ ‫ًن‬ ْ ّ ُ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ ‫ي َوْما ث ُم رأ َوا ال ْهِل َل فَقال ل َوْ ت َأ َخر ل َزِد ْت ُك ُم كالت ّن ْكيل ل َهُم حين أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا‬ ْ ً ُ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ ّ ْ َ ّ
“Rasulullah melarang shaum wishal,135 maka ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah, “Bukankah engkau juga melakukannya wahai Rasulullah?”. Rasulullah saw bertanya, “Siapakah di antara kalian yang menyamaiku? Sesungguhnya aku diberi makan dan minum di malam hari oleh Rabku.” Maka ketika mereka enggan menginggalkan shaum wishal, Rasulullah saw melakukan wishal bersama sahabatnya sehari, kemudian sehari berikutnya. Kemudian Rasulullah saw melihat hilal136 dan beliau bersabda, “Seandainya bulan itu terlambat maka aku tambahkan shaum buat kalian, sebagaimana kalian membantahku ketika aku menyuruh kalian meninggalkannya.”137 Maka Imam Al-Bukhari menulis sebuah pembahasan tentang masalah sahur dengan judul, “Bab barakah makan sahur dan dengan tidak mewajibkannya karena Nabi saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum pernah melaksanakan wishal,138 dan tidak disebutkan sahur (tidak sahur).”139 Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan judul di atas sebagai berikut, “Yang saya fahami dari perkataan Imam Al-Bukhari, bahwa perkataan beliau ‘Karena Rasulullah dan para shahabatnya melakukan wishal adalah berkenaan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw melarang wishal, di hari berikutnya beliau bersama para shahabat melakasanakan shaum wishal kemudian di tambah sehari lagi (hingga menjadi dua hari). Baru setelah mereka melihat hilal bulan Syawal Rasulullah saw bersabda kepada mereka, bahwa seandainya hilal tersebut terlambat (shaum Ramadhan masih panjang) sungguh akan aku tambahkan shaum wishal untuk kalain hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya. Kemudia kalian meminta keringanan agar bisa meninggalkannya. Keterangan hadits ini menunjukan bahwa hukum sahur tidak wajib, karena jika ia wajib sudah pasti Rasulullah saw tidak akan melaksanakan wishal bersama para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.140

D.

Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur Hikmah dan fadhilah makan sahur adalah bahwa bagi orang yang melaksanakannya akan mendapatkan barokah. Sebagaiman sabda Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, beliau bersabda:
135

136 137

138 139 140

Dengan sengaja meninggalkan perkara perkara yang boleh dikerjakan di malam hari bagi orang yang shaum. Lihat Fathul Bari, 4/254. Dengan kata lain meninggalkan makan dan minum selama sehari semalam dari sejak makan sahur hingga makan sahur berikutnya (penulis). Lihat Fathul Bari, 4/254 Yaitu hilal yang menandakan habisnya bulan Ramadahan dan masuk bulan Syawal. HR. Al-Bukhari. Yaitu menambah wishal hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya kemudian kalian meminta keringanan untuk menginggalkannya. Lihat Fathul Bari, 4/258-259. Fathul Bari, 4/174 Fathul Bari, 4/254 Fathul Bari, 4/175

37

Risalah Ramadhan “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah.”
141

Dalam menerangkan hadits ini Ibnu Hajar berkata, harakat pada huruf " ‫ "س‬dalam kalimat "‫ "السحوْر‬bisa fathah dan bisa juga dhamah. Jika barakah dalam hadits tersebut yang ِ ُ ّ dimaksud adalah balasan dan pahala, maka harakat yang tepat adalah harakat dhamah, yaitu "

‫ "السحوْر‬bentuk mashdar dari kata "‫ "الت ّسحر‬yang berarti makan sahur. Namun jika barakah ُ ّ َ ِ ُ ّ
dalam hadits tersebut yang dimaksud adalah kekuatan, semangat dan rasa ringan melaksanakan shaum, maka harokat yang tepat adalah harokat fathah, yaitu " ‫ "السحوْر‬yang berarti apa yang ِ ُ ّ dimakan di waktu sahar. Ada yang berpendapat bahwa maksud dari barokah dari hadits tersebut adalah bisa bangun dan berdo’a di waktu sahar. Yang lebih tepat makna barakah dalam hadits tersebut adalah: - Mengikuti sunnah - Menyelisihi Ahlul Kitab, sebagaimana disebutkan dalam hadits. - Menambah kekuatan dalam beribadah - Menambah semangat - Mengantisipasi akhlak jelek yang datang akibat dari rasa lapar yang berlebihan - Peluang untuk bershadaqah jika ada orang yang meminta waktu itu, atau shadaqah bagi orang-orang yang makan bersamanya di waktu itu - Salah satu sarana agar bisa berdo’a dan berdzikir di waktu sahar yaitu waktu yang mustajab untuk berdo’a - Dan mengingatkan niat shaum bagi orang yang lupa untuk berniat shaum sebelum dia tidur.
142

E.

Waktu Sahur Jika ditinjau secara bahasa tasahhur adalah makan di waktu sahur atau akhir malam. Tapi yang dimaksud dengan waktu tasahhur di sini adalah makna yang terdapat dalam pengertian tasahhur secara istilah sebagaimana telah dijelasakan di depan. Maka berdasarkan makna tasahhur secara istilah dapat diketahui bahwa waktu sahhur adalah dimulai dari pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar.143 Jika seseorang yang ingin mejalankan shaum dia bisa melakukan sahur di antara waktu pertengahan malam sampai terbit fajar. Jika fajar telah terbit maka dia harus imsak (menahan diri) dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang membatalkan shaum. Sebagaiman firman Allah SWT, "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah [2]: 187)
141

142 143

HR. Muslim, no. 1095, Ibnu Majjah, no. 1382, Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani, 2 : 71, At-Tirmidzi, No. 708, Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi, 3/88, An-Nasai, no. 2142, Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. Abu Dawud, no. 2362, ‘Aunul Ma’bud, 6/ 468-469 bab fi taukid As-Sahur. Lihat Fathul Bari, 4/175, Tuhfatul Ahwadzi, 3/338 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 6/379

38

Risalah Ramadhan Dalam ayat tersebut disebutkan, "benang putih dari benang hitam". Maksudnya adalah perintah untuk makan dan minum hingga jelas bagimu cahaya shubuh di ufuk timur dari hitamnya malam dan terangnya ketidakjelasan (antara keduanya) yang disebut dengan fajar.144 Dari ‘Adi bin Hatim ra dia berkata, ketka turun ayat, "...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Maka ‘Adi ra bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, aku meletakan dua tali di bawah bantalku, yaitu tali putih dan tali hitam agar aku mengetahui malam dari siang, maka Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya bantalmu itu lebar. Yang dimaksud -benang putih dari benang hitam- adalah hitamnya malam dan putihnya siang.”145 Abu Ubai berkata, “benang putih adalah fajar shadiq dan benang hitam adalah malam.”146 Dari Sahal bin Sa’id ra, dia berkata, “Ketika turun ayat, 'dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam” Ada seorang laki-laki yang mengambil benang putih dan benang hitam, kemudian dia makan dan minum sampai melihat jelas keduanya (benang putih dan benang hitam). Allah pun menurunkan potongan ayat selanjutnya yaitu ( ( ‫ال ْفجر‬ ِ ْ َ benang hitam). Madzhab As-Syafi’i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad dan jumhur ulama dari kalangan para shahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in) menyatakan bahwa waktu dimulainya shaum adalah dengan terbitnya fajar. Maka dengan terbitnya fajar diharamkan makan, minum dan jima’.147 F. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur Telah maklum bahwa fajar ada dua macam, fajar kadzib dan fajar shadiq. Fajar kadzib disebut juga fajar pertama dan fajar shadiq yaitu fajar kedua. Fajar pertama berupa cahaya putih yang terbit memanjang bagaikan ekor srigala, kemudian dia menghilang beberapa saat. Kemudian setelah itu terbitlah fajar tsani yang berupa cahaya putih yang menyebar di ufuk timur.148 Fajar shadiq merupakan tanda masuknya waktu shubuh dan berakhirnya waktu shalat isya’, begitu pula batas akhir diperbolehkannya makan dan minum bagi orang yang shaum dan dimulainya siang. Kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada hukum-hukum yang terkait dengan fajar awal.149 Fajar awal dinamakan fajar kadzib karena dia terbit memencarkan cahaya yang memanjang sesaat kemudian menghitam kembali dan menghilang. Sedang fajar tsani dinamakan fajar shadiq karena cahayanya menyebar dan teranglah pagi hari.150 Dari Samurah bin Jundub ra. dia berkata, aku mendengar Nabi saw bersabda:

‫من‬ َ ِ

yaitu fajar. Maka potongan ayat terakhir tersebut telah menjelaskan hal itu (benang putih dan

َ ‫ل َ ي َغُرن أ َحد َك ُم ن ِداء ب ِل َل من السحورِ وَل َ هَذا ال ْب َياض حتى ي َست َطير‬ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ُ ّ َ ّ ّ َ ِ ْ ْ ِ ٍ
144 145 146 147 148 149 150

Lihat Tafsir Al-‘Aliyil Qadir Likhtishar Tafsir Ibnu Katsir, 1/149 HR. Muslim, no. 1090, Bukhari no. 1916 Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/201. Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab, 7/310 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/45 dan ‘Aunul Ma’bud, 6/471. Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/46 Ibid

39

Risalah Ramadhan “Jangalah kalian terkecoh oleh adzan yang dikumandangkan oleh Bilal151 dan cahaya putih ini hingg dia menyebar di ufuk.”152 Dari Tholq bin ‘Ali ra, bahwasannya Rasulullah bersabda:

ُ ‫ك ُلوا واشربوا وَل َ ي َهيد َن ّك ُم الساط ِعُ ال ْمصنعِد ُ وَك ُل ُنوا واشنربوا حتنّنى ي َعْت َنرِض‬ ‫ن‬ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ َ ّ ْ َ ْ ُ ِ ‫ل َك ُم ال َحمر‬ ْ ُ َ ْ
“Makan dan minumlah kamu dan janganlah cahaya yang terbit itu merintangi kamu sekalian dan makan minumlah kamu sampai terbit kepadamu yang merah.”153 G. Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum Ibnu ‘Umar ra berkata, “Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin, yaitu Bilal ra dan ‘Abdullah bin Ummi Maktum ra, maka Rasulullah saw bersabda:

ُ ً َ ّ َ َ ‫إ ِن ب ِلل ي ُؤ َذ ّن ب ِل َي ْل فَك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أ ُم مك ْتوم ٍ قال وَل َنم ي َك ُنن‬ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ُ ْ ْ ٍ َ ْ َ َ َ ‫ب َي ْن َهُما إ ِل أ َن ي َن ْزِل هَذا وَي َرقى هَذا‬ ْ ّ َ
“Sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan di waktu masih malam, maka makan dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan yang dikumandangkan oleh ‘Abdullah bin Ummi Maktum”. Ibnu ‘Umar berkata, “Tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan ‘Abullah bin Ummi Maktum naik.”154 Imam An-Nawawi menyebutkan, "Maksud dari perkataan Ibnu 'Umar 'tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan 'Abdullah bin Ummi maktum naik dari sini' menurut para 'ulama adalah, sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, setelah itu dia menunggu dan mengawasi terbitnya fajar sambil berdo'a dan semisalnya, maka bila waktu telah mendekati turunnya fajar, dia turun dan memberi khabar 'Abdullah bin Ummi Maktum akan hal tersebut. Kemudian 'Abdullah bin Ummi Maktum bersiap-siap dengan bersuci dan yang lainnya. Setelah itu dia naik dan mengumandangkan adzan bersamaan dengan terbitnya fajar."155 H. Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya. Sebenarnya yang menjadi batasan bagi seorang yang mau melaksanakan shaum harus imsak (menahan diri) dari makan dan minum dan hal-hal lain yang bisa membatalkannya adalah
151

152

153

154

155

Dia mengira bahwa adzan tersebut dikumandangkan di fajar yang kedua hingg dia harus meninggalkan makan sahurnya. HR. Muslim, no. 1094, Lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7 /305, Abu Dawud, no. 2329 bab Waktu Sahur dan lihat ‘Aunul Ma’bud, 6/471 Ibnu Atsir mengatakan, “Maksud dari kalimat ‫ وَل َ ي َهيد َن ّك ُم‬adalah janganlah kalian cemas dengan adanya sinar ْ ِ fajar yang memanjang sehingga kalian tertahan olehnya untuk makan sahur, karena sesungguhnya dia adalah fajar kadzib. Sedangkan maksud dari ‫ حتى ي َعْت َرِض ل َك ُم ال َحمر‬adalah putihnya sinar awal siang dan gelapnya ّ َ ْ َ ُ َ ْ malam atau biasa disebut dengan fajar shadiq. Lihat ‘Aunul Ma’bud 6 : 473, dan Tuhfatul Ahwazi, 3 : 335, hadits No. 705. Al-Jami’ Shahih Sunan At-Tirmidzi, 3 : 85, bab Ma Ja’a fi Bayanil Fajr. Abu Dawud, No. 2331. HR. Muslim ban Bayanu Anna Dkhula fis Shaoum Yufsholu bi Thulu'il fajri. Bukhari, 1918-1919. lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203. Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203-204.

40

atau seperti yang dilakukan oleh para muadzin di Damaskus. maka shaumnya menjadi batal."159 I. HR."157 Imam Asy-Syafi'i menyebutkan. yaitu fajar. Sebagaimana jumhur ulama dari 4 imam madzhab dan ulama yang lainnya telah sepakat bahwa waktu imsak bagi orang yang mau melaksanakan shaum adalah jika telah terbit fajar shadiq. Mereka berhujjah dengan ayat dan hadits di bawah ini. Al-Fatawa Al-Kubra. Allah SWT berfirman: ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. maka tidak mengapa makan dan minum setelah adzan tersebut dikumandangkan. Abu Dawud. 6/309 Kitab Al-Umm."158 Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata. Al-Majmu' Syarhul Muhadzab." 160 Al-Hafidz Ibnu Qayyim berkata. "Apabila fajar telah terbit sementara di dalam mulut masih ada makanan kemudian dia menelannya. "Jika adzan dikumandangkan sebelum terbit fajar sebagaimana adzannya Bilal ra di zaman Rasulullah saw. karena khawatir akan terbitnya fajar. 2/96. tapi dalam waktu singkat (harus segera dihabiskan makannya). 2333 41 . "Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Al-Qatthan dan hadits ini memiliki illah (cacat) karena kedudukan hadits ini masykuk (masih diragukan) tentang sanadnya (bersambung atau tidak).Risalah Ramadhan terbitnya fajar bukan adzan. َ ُ َ َ َ َ ‫إ ِذا سمعَ أ َحد ُك ُم الن ّداء وال ِناء ع َلى ي َد ِهِ فَل َ ي َضعْه حتى ي َقضي حاجت َه من ْه‬ ّ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ ِ ْ ْ "Jika salah seorang di antaramu mendengar adzan sedangkan piring atau gelas masih berada di tangannya. maka janganlah dia meletakannya hingga ia menyelesaikan hajatnya. "Karena Abu Dawud berkata. 2/459. no. Katanya. Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya. 156 157 158 159 160 Lihat 'Aunul Ma'bud . keterangan ayat dan hadits telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. 'Abdul A'la bin Hamadi telah menjelaskan kepada kami' maka menurut perkiraan saya hadits tersebut diriwayatkan dari Hammad (bukan dari Abdul A'la bin Hammad) dari Muhammad bin Amru dari Abi Hurairah ra. ketika ditanya tentang makan dan minum setelah adzan dikumandangkan. "Mustahab hukumnya melaksanakan sahur pada waktu yang tidak mendekati terbitnya fajar. 6/476-477. Al-Baqarah [2]: 187) Rasulullah saw bersabda: ُ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أم مك ْتوم‬ "…maka makan dan minumlah kalian sampai adzan dikumandangkan oleh 'Abdullah bin Ummi Maktum…" 156 Di dalam Al-Majmu Syarhul Muhadzab disebutkan."(QS. Dia berkata.

"50 ayat. maka masih diperbolehkan baginya untuk tidak meletakannya sampai dia memenuhi hajatnya (menyelesaikan makan). Muslim. 1921." 162 Imam An-Nawawi berkata. 6/381. 42 . no. Maka jika dia mengalami hal yang demikian shaumnya dianggap tidak sah."164 161 162 163 164 Lihat Nukilan Muhammad Dahri Qomaruddin dari kitab Tamammul Minnah fit Ta'liqi an Fiqhgis Sunnah. 1097. Sunnah mengakhirkan sahur Dari Anas dari Zaid bin Tsabit ra. Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur. "Lamanya sama dengan bacaan 50 ayat. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu siang. At-Tirmidzi." Pernyataan ini disepakati oleh Ad-dzahabi dan berdasarkan hadits tersebut beliau berpendapat jika seseorang mendapati fajar mulai terbit (masuk waktu shubuh) sedangkan tempat makan dan minum masih berada di tangannya. 7/ 307-308 HR. Al-Hakim berkata. oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani. Lihat Al-Majmu' Lin Nawawi. Jika seseorang makan sahur kemudian dia ragu-ragu apakah fajar telah terbit atau belum. no. kemudian kami berdiri untuk menegakan shalat". HR. tentang berapa jarak antara keduanya? Dia (Zaid) menjawab. Aku (Anas) bertanya. Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma Dari Abu Hurairah ra."163 L. 703. Sebagaiman kaidah ushul fiqhi menyebutkan: َ َ َ َ ُ َ ُ ْ ‫ال َصل ب َقاء ما كان ع َلى ما كان‬ َ َ َ “Asal segala sesuatu adalah ketetapan yang telah ada menurut keadaan semula” Demikian pula jika di sore hari dia makan. K. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu malam. Syarh Shahih Muslim Bisyrhin Nawawi. maka shaumnya tetap dianggap sah. "Hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim.Risalah Ramadhan Tapi menurut syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits tersebut adalah shahih. dia berkata: َ َ ْ ّ َ َ ّ َ ‫ت َسحرنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ث ُم قُمنا إ ِلى الصل َةِ قُل ْت ك َم‬ ْ ُ ُ ّ ِ ُ َ َ َ ْ ّ َ ‫كان قَد ْر ما ب َي ْن َهُما قال خمسين آي َة‬ ً َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ُ "Kami sahur bersama Rasulullah. Al-Bukhari. Al-Baihaqi. kemudian dia ragu-ragu apakah matahari telah tenggelam atau belum. Nabi ra bersabda: ‫ن ِعْم السحوْرِ ال ْمؤ ْمن الت ّمر‬ ُ ّ َ ُ َ ُ ِ ُ "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma."161 J. Kemudian beliau menyebutkan perkataan Al-Hakim dan menyebutkan penguat Hadits tersebut dalam kitab At-Ta'liqat Al-Jiyyad.

Sebab Penamaan Kata tarawih adalah bentuk jama’ dari dari kata “tarwihah” yang artinya istirahat pada tiap-tiap empat roka’at. beliau berkata: 165 Al-Qamus Al-Muhith. Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Al Baihaqi dari Aisyah Radhiyallahu’anha.Risalah Ramadhan BAB V SHALAT TARAWIH A. 1/307 43 .165 Kemudian tiap empat roka’at dari shalat malam disebut juga dengan istilah tarawih.

At-Turmudzi. maka disebut shalat tarawih. shalat lail juga sering disebut dengan nama shalat tahajjud. Berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu’anha beliau berkata: ّ َ ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ‫ما كان رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سلم ي َزِي ْد ُ فِي رمضان وَل َ غ َي ْره‬ ُ َ ‫ع َلى إ ِحدى ع َشر رك َعة‬ َ َ َ َ َ ْ 166 Subulus Salam. Dinamakan shalat tarawih karena para salaf mengerjakan shalat malam tersebut dengan cara berhenti sejenak untuk beristirahat di tiap-tiap empat rakaat.” (HR. 166 B. 2/10 44 . 3. Bilangan Rakaat a. Jumlah rakaat yang bisa dilaksanakan oleh Rasulullah adalah 11 atau 13 rakaat. An-Nasa’i dan Ahmad). Abu Daud.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ ‫كان رسول الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصلي أ َرب َعَ رك َعات في الل ّي ْل ث ُم‬ ِ ٍ َ َ ّ ِ َ َ ُ ْ ْ ُ َ َ َ َ ِ‫يتروح فَأطال حتى رحمت ِه‬ َ ْ َ ّ َ ُ َ “Rasulullah shalat malam empat rakaat lalu istirahat lama sekali sehingga saya merasa iba kepada beliau. C. Bila shalat lail/ qiyamullail/ tahajud dikerjakan di bulan Ramadhan. Hadits dari Abu Dzar ra َ ِ‫الرجل إ ِذا قام معَ ال ِمام ِ حتى ي َن ْصرِف ك ُت ِب ل َه قِيام ل َي ْل ِه‬ ّ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ُ ّ َ “Sesungguhnya apabila seorang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai baginya dicatat melaksanakan shalat semalam suntuk. Maka barang siapa yang menjalankan shaum dan shalat pada malamnya karena iman dan mengharap pahala. An Nasa’i). Dalil Dan Keutamaannya a. 2.” Shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari disebut qiyamullail atau shalat lail.Hadits dari Abu Hurairah ra ِ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. dihitung 11 rakaat jika tanpa shalat iftitah sebanyak dua rakaat.” (HR. niscaya ia bebas dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya. (Al-Bukhari Muslim). Hadits dari Abu Hurairah ra ‫إ ِن رمضان شهْر فَرض الله صيامه وَإ ِني سن َن ْت ل ِل ْمسل ِمي ْن قِيامه فَمن‬ ّ ُ َ َ ِ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ْ َ ‫صامه وَقامه إ ِي ْمانا واحت ِسابا خرج من الذ ّن ُوْب ك َي َوْم ِ وَل َد َت ْه أ ُمه‬ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ً َ ُ َ َ ُ َ َ “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah untuk shaum dan aku sunnahkan shalat pada malamnya.

4/ 38. Imam Ahmad. • • 40 rakaat tarawih. Mereka beralasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi. tarawih dan 3 witir. sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw saat shalat sendirian di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. namun beliau mengatakan riwayat dari Imam Malik adalah 11 rakaat”.” (Al-Bukhari. Imam Abu Hanifah. 167 Bolehnya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat menjadi pendapat jumhur Ulama’. sebagai pertengahan antara 10 dan 167 Al Majmu’ Syarhul Muhadzzab. Dari Aisyah ra beliau berkata: ّ َ ُ ‫كا َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم ي ُصل ّي من الل ّي ْل ث َل َث ع َشرة َ رك ْعَنة‬ ً َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ِ‫من ْها رك ْعَتا ال ْفجر‬ “Nabi Shalallahu’alaihi wasalllam shalat malam di bulan Ramadhan sebanyak 13 rakaat sudah termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah fajar.Risalah Ramadhan “ Tidaklah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat”. Muslim. Al-Bukhari. Namun boleh juga shalat tarawih lebih dari sebelas rakaat. maka yang lebih utama adalah 10 rakaat. dengan lima kali tarwihat (Istirahat sejenak tiap empat rakaat). semuanya baik. ini adalah pendapat Imam AsySyafi’i. 45 . Kalau makmum tidak kuat. An-Nasa’i dan AtTirmidzi). sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nafi’ maula Ibnu Umar ra “Saya mendapati kaum muslimin di Madinah shalat tarawih 39 rakaat. Dasarnya adalah shalat penduduk Madinah. Al Mughni 2/ 604. Dia juga mengatakan “Yang lebih utama adalah berbeda dengan keadaan makmum. sebagaimana yang tegaskan oleh para ulama’: Syaikh Abdul Aziz Muhammad Salman menyatakan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa shalat tarawih adalah 20 rakaat secara berjama’ah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan “… boleh shalat 20 rakaat dengan berjama’ah sebagiamana pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’i dan Ahmad. Yazid. ini adalah pendapat Imam Malik. b. Secara ringkas pendapat para ulama’ dalam masalah ini sebagai berikut: • 20 rakaat tarawih belum termasuk witir. Al Qodli Iyadl meriwayatkan ini dari jumhur Ulama’. Boleh juga shalat 36 rakaat sebagaimana pendapat Imam Malik dan ia juga oleh shalat 11 dan 13 rakaat. (HR. Muslim). dan Imam Daud Adh Dhohiri. maka yang lebih utama adalah 20 rakaat dan ini merupakan pendapat sebagian besar (ulama’) kaum Muslimin. Imam Ibnu Abdil Barr memilih pendapat ini. ditambah 7 rakaat witir. setiap dua rakaat salam. kalau mereka sanggup berdiri lama. dikerjakan dalam sembilan kali tarwihat. yang tiga rakaat adalah witir. Ini adalah pendapat Imam Aswad Bin 36 rakaat tarawih belum termasuk wiitir. Demikianlah pendapat para Ulama’. banyak dan sedikitnya rakaat tergantung panjang dan pendeknya berdiri (lama tidaknya shalat). Ini juga menjadi pendapat Imam Malik.

Ketika kaum muslimin merasa berat. HR. 2/186. namun pendapat yang lebih kuat – Wallahu’a’lam . pada masa Umar Ibnu Khathab ra. Ubay bin Ka’ab ra mengimami mereka sebanyak 20 rakaat. diriwayatkan dari Masruq. baik secara berjama’ah maupun sendiri-sendiri. Berdasarkan dalil: 1.adalah yang menyatakan bahwa yang afdal adalah melaksanakannya di akhir malam. 169 Setelah menerangkan pendapat Ulama’ Salaf dalam masalah jumlah rakaat tarawih Imam Asy Syaukani menyimpulkan: “Kesimpulan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits dalam masalah ini dan hadits-hadits yang semisal adalah disyari’atkannya shalat malam pada bulan Ramadhan yang dikenal dengan nama tarawih. Firman Allah Ta’la: 168 169 170 171 172 ( Al Asilah wal Ajwibah Al Fiqhiyah. namun kadang-kadang juga malas sehingga yang lebih utama adalah meringankannya”. dari 'Aisyah ra berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ّ ‫من ك ُل الل ّي ْل قَد ْ أ َوْت َر رسول الل ّهِ صنلى الل ّنه ع َل َي ْنهِ وَسنل ّم منن أ َوّل الل ّي ْنل‬ ُ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ ِ َ ‫وَأ َوْسط ِهِ وآخرِهِ فان ْت َهى وِت ْره ُ إ ِلى السحر‬ ِ َ َ َ َ ُ ِ َ ّ “Aisyah ra berkata. 1/255 . kemudian shalat witir.Risalah Ramadhan 40 (11 dan 36). 170 D. shalat 40 rakaat atau lebih juga boleh dan tidak dilaksanakn. sebagian Ulama’ salaf lainnya shalat 36 rakaat. Mawardlu Adz Dham’an. Muslim. HR. At-Tirmidzi. yang selanjutnya dilaksanakan oleh umat Islam sampai hari ini. dan witir beliau berakhir di waktu Sahur”. 172 Sedangkan mengenai waktu mana yang lebih utama (Afdal). Dia meringankan berdirinya sehingga jumlah rakaat yang lebih banyak ini menjadi pengganti dari lamanya berdiri. Abu Daud . lalu witir 3 rakaat. Membatasi jumlah rakaat atau bacaan tertentu tidak ada dasarnya dari As Sunnah”. An-Nasa’i. kemudian shalat witir”. di pertengahan malam atau akhir malam. Bukhari. 3/ 64 . 171 Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra berkata. Al Fatawa Al Kubra. bahwa Nabi saw bersabda: ‫أ َوْت ِروا قَب ْل أ َن ت ُصب ِحوا‬ ُ ْ ْ َ ُ “Witirlah kalian sebelum shalat subuh”. Waktu Shalat Tarawih Para Ulama telah sepakat bahwa waktu shalat tarawih dan wiitir adalah setelah selasainya shalat Isya’ sampai sebelum subuh. berarti dia telah berbuat salah. sebagian Ulama’ menyatakan setelah shalat isya’ adalah lebih utama berdasarkan shalatnya Ubay bin Ka’ab di masa Umar ra. 1/406-412 ). Nailul Authar. Ibnu Majjah. Muslim. tetapi shalat beliau sangat panjang (lama). 168 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Nabi Shalallahu’alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan-bulan yang lainnya sebanyak 11 atau 13 rakaat. Ahmad. Sebagaimana Salaf Ash Shalih shalat tarawih 40 rakaat dengan meringankan berdirinya. 46 . Barang siapa yang mengira bahwa jumlah rakaatnya sudah ditentukan sehingga tidak boleh lebih atau kurang. Karena seseorang kadang-kadang rajin sehingga yang lebih utama adalah memanjangkan ibadah. 'Tiap malam Rasulullah melakukan shalat witir di awal malam.

(QS. Al Muzani. (HR. AlBukhari). 173 Dari Abu Ishak. Ali dan Abu Hurairah ra juga shalat tarawih berjama’ah”. Jika seseorang menjadi panutan lantas shalat tarawih sendirian di rumah. Imam Ahmad berkata. Beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya. beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari”. Berjama’ah Atau Sendirian ? Dalam hal ini para Ulama’ berbeda pendapat: a. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat pada akhir malam. dari Al Aswad dia berkata. saya khawatir orang-orang akan ikut-ikutan shalat di rumah. 2. Ibnu Abdil Hakam. Dan di waktu-waktu sahur mereka beristighfar”.” Dia juga mengatakan. Yang lebih utama adalah berjama’ah Ini adalah pendapat Imam Ahmad. Bila Muadzin mengumandangkan adzan beliau bangun. “Setiap orang yang mengutamakan shalat tarawih sendirian di rumah harus memastikan bahwa ketidak hadirannya di masjid tidak 173 HR. Imam Ath Thahawi dan Al Laits menyatakan. dan tidur lagi seper enamnya. Kemudian beliau kembali ke tempat tidur. “Shahabat Jabir. 47 . bila tidak ada hajat beliau segera berwudlu dan keluar ke masjid”. bagaimana sifat shalat malam Rasulullah ? Dia menjawab: َ ّ َ َ ‫كان ي َنام أ َوّل َه وَي َقوم آخره ُ فَي ُصلي ث ُم ي َرجعُ إ ِلى فِراشنهِ فَنإ ِذا أ َذ ّن ال ْمنؤ َذ ّن‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ ُ َ َ ‫وَث َب فَإ ِن كان ب ِهِ حاجة اغ ْت َسل وَإ ِل ّ ت َوَضأ َ وَخرج‬ ٌ َ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ “Beliau tidur diawal malam dan bangun di akhir malam lalu shalat. E. bila ada hajat beliau mandi. Hadits: Dari Abdulah bin Amru ra bahwa Rasulullah Shalallahu’laihi wasallam bersabda kepadanya: َ ‫الصيام ِ إ ِلى الل ّهِ صيام‬ َ ّ ُ َ ِ ‫وَي َص نوم ي َوْم نا وَي ُفط ِنر‬ ْ ‫ًن‬ ُ ‫ُن‬ ُ َ َ َ َ ّ ‫أ َحب الصل َةِ إ ِلى الل ّهِ صلة ُ داوُد َ ع َل َي ْهِ السلم وَأ َحب‬ ّ َ َ ّ َ ّ ‫داوُد َ وَكان ي َنام ن ِصف الل ّي ْل وَي َقوم ث ُل ُث َه وَي َنام سد ُسه‬ َ ْ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ ُ ِ ‫ي َوْما‬ ً “Shalat yang paling dicintai Allah ta’ala adalah shalatnya Nabi Daud Alaihisalam. "Saya bertanya kepada Aisyah ra. dan sebagian shahabat Abu Hanifah. Shaum yang paling dicintai oleh Allah adalah shaumnya Nabi Daud. Adz Dzariyat: 17-18). Al-Bukhari Muslim.Risalah Ramadhan Artinya: "Adalah mereka sedikit tidur malam. “Shalat tarawih berjama’ah adalah lebih baik.

1 hadist No. Hadits Abu Dzar ra. Adapun Abu Yusuf. Rasulullah saw pernah shalat tarawih 3 atau 4 malam.Risalah Ramadhan menyebabkan shalat tarawih berjama’ah di masjid tidak terlaksana. Sebagaimana yang dikerjakan shahabat Umar ra dan para Shahabat yang lain dan terus dikerjakan oleh kaum muslimin dikarenakan merupakan syi’ar yang nyata sehingga kedudukannya seperti shalat ied. Imam An Nawawi menyatakan: “Para Ulama sepakat bahwa shalat tarawih itu sunnah. orang-orang shalat taraawih berjama’ah pada masa Rasululah saw dan beliau mengakuinya. Abu Hanifah. 2/174. dasarnya adalah hadits yang menyatakan sebaik-baik shalat sunnah adalah di rumah. 2/174 . Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. Namun mereka berbeda pendapat mana yang lebih utama. (HR. Ahmad. 1/ 605. Nailul Authar. Beliau tidak meneruskannya karena takut kalau shalat tarawih dianggap wajib. 2). bagi orang yang kuat shalat tarawih sendirian maka itu lebih baik. 48 . (Lihat Hal. Tentang hadits ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar “dalam hadits ini ada anjuran untuk qiyam Ramadhan di belakang imam ( secara berjama’ah ). Imam Ath Thahawi menambahkan menegaskan “Shalat tarawih berjama’ah adalah fardlu kifayah”. 3/ 60. Jika ketidak hadirannya menyebabkan shalat tarawih berjama’ah tidak terlaksana maka ia tidak boleh shalat sendirian”. Imam Asy-Syafi’i dan sebagian besar shahabat beliau. Pengakuan beliau ini adalah Sunnah beliau”. hal ini lebih dianjurkan dari shalat sunnah biasa. Imam Malik sebagian Syafi’iyyah dan Ulama’ yang lain menyatakan yang lebih utama adalah shalat sendirian di rumah berdasarkan hadits: ّ َ ‫َ ْ ِ ن‬ َ‫فَصلوا أ َي ّها الناس في ب ُيوت ِك ُم فَإ ِن أ َفْضل صل َةِ ال ْمنرء فِني ب َي ْت ِنهِ إ ِل ّ الصنل َة‬ ِ ُ ّ ّ ُ ْ ّ َ َ َ َ ‫ال ْمك ْتوب َة‬ َ ُ َ “Shalatlah kalian di rumah kalian wahai manusia. karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. 3. secara sendirian di rumah atau berjama’ah di masjid. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. Perbuatan para shahabat sejak masa Umar bin Khatab ra yang melaksanakan shalat tarawih berjama’ah. 7/201-203 .Shalat sendirian lebih baik Imam Malik dan sebagaian Ulama Syafi’iyyah menyatakan. 174 Dalilnya adalah: 1. 2. Fatwa Lajnah Daimah. 175 b. An-Nasai)176 174 175 176 Al Mugni. sebagian Ulama’ Malikiyah dan Ulama’ lain menyatakan bahwa yang lebih utama adalah berjama’ah.

Risalah Ramadhan BAB VII LAILATUL QODAR Segala puji bagi Allah swt yang telah menurunkan malam Lailatul Qodar. Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu Al Qur`an Al Karim diturunkan oleh Allah swt (30 juz) sekaligus ke Baitul Izzah. Kemudian dari Baitul Izzah inilah diturunkan kepada Rasulullah saw selama secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali diabadikan oleh Allah dalam frimnan-Nya: ‫إ ِنا أ َن ْزل ْناه ُ في ل َي ْل َةِ ال ْقد ْر‬ ِ َ َ ّ ِ َ 49 .

Kemudian Jibril membaca. “Dikatakan Lailatul Qodar karena malam itu hanyalah untuk amal keta`an. Pada waktu itu para sahabat banyak yang ta`ajub. Ad-Dukhan [44] : 4). keutamaan. 130 Mereka adalah: Ayyub. Di malam itulah ajal dan rizki manusia ditentukan untuk setahun kedepan. dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. keagungan. “ Imam Malik dalam kitab ‘Al-Muwatho` menyebutkan bahwa telah diperlihatkan umurumur umat terdahulu kepada Rasulullah saw. 4/124 Tafsir Fathul Qodir.” 179 B. Mujahid. Makna Lailatul Qodar Lailatul Qodar adalah suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran. Dan Rasulullah melihat bahwa amal umat islam dengan umur yang pendek tidak bisa menyamai amal orang-orang terdahulu dengan umur yang 177 178 179 180 Tafsir Ibnu Katsir. “ Wahai Muhammad umatmu heran terhadap mereka semua yang beribadah selama 80 tahun tanpa dibarengi maksiat sedikit pun." (QS. Jadi malam itu dinamakan dengan Lailatul Qodar karena keagungan nilainya dan juga keutamaannya di sisi Allah Subhanahu wata'ala.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. keberkahan. Sungguh Allah swt telah menurunkan bagimu dan juga bagi umatmu yang lebih baik dari itu.” (QS. serta yang lainnya dari kalangan salaf. di dalamnya ditetapkan ketetapan-ketetapan yang agung dan balasan yang besar. Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Umar ra. hal.177 A. Maksud dari urusan tersebut adalah urusan rizki. maka datanglah malaikat Jibril menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seraya memberi kabar. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bercerita tentang empat orang180 dari Bani Isroil yang beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan maksiat sedikit pun. Keutamaannya jauh lebih bernilai daripada seribu bulan. dan pahala. sebagaimana firman Allah: َ ِ َ ْ ّ َ ْ َ ِ ٍ ‫فيها ي ُفرقُ ك ُل أمرٍ حكيم‬ “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” Az Zuhri salah seorang tabi`in berkata. Ad-Dhahak. Lailatul qadar merupakan anugerah besar yang Allah swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw. Pada malam ini juga ditentukan taqdir seluruh makhluk untuk kurun waktu satu tahun. Al-Qadar [97] : 1). Zakaria. Abu Malik. “Inna anzalna hu fi Lailatil Qodar. “Lailatul Qodar adalah malam yang agung dan mulia. karena pada malam itulah Al Quran diturunkan. Hazkil Bi Azaz dan Yusa bin Nun 50 . Al-Qadar berarti asysyarf wat ta’zhim (mulia dan agung). 5/ 593 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. kesucian. ajal dan urusan lainnya yang akan terjadi selama satu tahun.178 Imam Al Azhari berkata.

Diriwayatkan dari 'Aisyah. Maka ampunilah aku. atau 3 akhir di bulan Romadhan. 7 akhir. 9 akhir. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Ramadhan. Lihat Tafsir Aly Al Qodir.” 182 Dari Anas ra. Rasulullah saw bersabda. niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. "Barangsiapa yang mendirikan ibadah shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala. 4/ 537 Puasa Bersama Nabi. niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. ia berkata.”181 C. yang nilainya sama dengan seribu bulan. "Saya berkata. “Bersungguh-sungguhlah kalian pada malam itu."186 Dianjurkan untuk memperbanyak berdo'a pada malam itu. apa yang saya baca?' Beliau bersabda. Lihat Tafsir Aly Al Qodir.Risalah Ramadhan demikian panjang. 20/132. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. no.Bukhari. 8/ 571-572. Kapan Lailatul Qodar Terjadi Dari Ubadah bin Shomit ra. Dan tidak terhalang mendapatkan kebaikannya kecuali orang yang benar-benar merugi.”183 Dari Ibnu Abbas ra. sesungguhnya Nabi saw bersabda. Maka Allah swt memberikan malam Lailatul Qodar. 4/ 537. siapa yang terhalang mendapatkannya berarti dia terhalang mendapatkan semua kebaikan. 3760 51 . Al. 'Ya Rasulullah. Nabi bersabda. 72 HR. Karena itulah dianjurkan kepada muslim yang benar-benar ta'at kepada Allah agar menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan didasari rasa keimanan dan penuh pengharapan pahala yang besar. 5 akhir. 'Bacalah do'a: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. 759 Hadits hasan shahih riwayat Imam At-Turmudzi. mencintai ampunan.” 187 Diriwayatkan dari 'Aisyah beliau berkata: ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫كان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَس نل ّم إ ِذا د َخ نل ال ْعَش نر ش ند ّ مئ ْزره ُ وَأ َحينَنا ل َي ْل َنه‬ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ ‫وَأ َي ْقظ أ َهْل َه‬ ُ 181 182 183 184 185 186 187 Lihat Tafsir Al Qurthubi.” 184 D. hal. Jika dia melakukan hal itu. Lihat Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar185 Sesungguhnya malam yang penuh berkah ini. Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Lailatul Qodar itu ada pada malam ke-27. Dan dia adalah malam-malam yang ganjil. malam itu terjadi pada malam ke-23. bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar. 4/217 dan Muslim no.

Al-Qadar [97] : 4). Al Baihaqi 52 . 188 189 190 191 192 193 194 195 196 Maksudnya mengencangkan kainnya adalah meninggalkan hubungan badan dengan istrinya untuk beribadah serta berusaha keras untuk mencari Lailatul Qadar. 131-132. Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. 5. no. AlQadar [97] : 4). Lihat Ad Durul Mantsur.” (QS. 131-132 ibid HR. Dan ini telah menjadi ijma` umat Islam. baik ibadah siyam. Syaithon tidak bisa berbuat kejahatan atau berbuat kerusakan. Abu Bakar Al Waroki berkata. Maka jadilah masa dua kerajaan tersebut 1000 bulan. Al-Bukhori dan Muslim) 192 4. Pada malam itu para malaikat termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orangorang mukmin.195 7. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya). Lailatul Qodar belum pernah diturunkan kepada umat sebelum umat Muhammad saw. membaca al qur`an atau ibadah yang lainnya.” (QS.191 3. 4/537. Keutamaan Lailatul Qodar Allah swt telah menjelskan di dalam kitab-Nya bahwa Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. 4/233 dan Muslim.190 Sebagai pengingat dan untuk memudahkan kita dalam menghayati hakikat Lailatul Qadar. hal. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Pada malam tersebut. 1174 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. hal. Lihat Tafsir Ali Al Qodir. “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar."189 E.” (HR. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. Sebagaimana firman Allah swt. karena bersamaan dengan turunnya barokah dan rohmat.Risalah Ramadhan "Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadhan). maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. 8/585 Tapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa malam itu juga dipunyai oleh umat-umat terdahulu. HR. tak sedikit pun terdapat kejelekan sampai terbit fajar. Maksudnya. 194 6.196 8. Al. Lalu Allah menjadikan malam Lailatul Qodar mencukupi dua kerajaan tersebut. 2.Bukhari. Artinya beribadah pada malam itu nilainya adalah lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. malam itu adalah malam yang penuh keselamatan dan kebaikan. Sebagaimana firman Allah. Dari Abi Hurairoh ra Nabi saw brsabda. Allah swt menurunkan surat Al-Qadar secara sempurna (keseluruhan) yang akan dikumandangkan hingga hari kiamat. Nabi mengencangkan ikatan kainnya188. akan kami sebutkan beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar sebagai berikut : 1. 193. malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak. “Barang siapa yang menegakkan (beribadah) pada malam Lailatul Qodar atas dasar iman dan penuh mengharap. “Masa kerajaan Nabi Sulaiman 500 bulan dan kerajaan Dzul Qornain selama 500 bulan. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan. sholat.

” 199 Dari Abi Aqrob Al Asadi. 176. ia berkata: Kami mendatangi Ibnu Mas`ud ra di rumahnya. Aku (Ibnu Mas`ud ra) melihat kelangit. ” Shodaqohullahu Wa Rasuluhu. Maka ampunilah aku. Dan Allah mengaharamkan bagi syetan untuk keluar pada waktu itu bersamaan dengan terbitnya matahari. 8/572 Risalah Romadhan. hal. sesungguhnya Nabi saw bersabda. Dinukil dari Puasa Bersama Nabi. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Romadhan. diwaktu pagi matahari terbit tanpa bersinar (panas). aku dapati seperti yang disampaikan oleh Rasulullah itu benar adanya. dan hari itu matahari putih tiada bersinar. 3/231. no. yaitu pada tujuh bagian yang akhir. Tanda-tanda Lailatul Qodar Dari Ibnu Abbas ra. Maka aku pun bertakbir. Maka ia pun menjelaskan kepada kami tentang malam Lailatul Qodar. “Aku bertanya.27 29 atau pada malam terakhir dari bulan Romadhan. tidak panas dan tidak pula dingin. tidak panas dan tidak pula dingin. apa yang hendaknya kita baca jika menemui Lailatul Qodar? Beliau menjawab. Di antaranya adalah: ‫رب ّنآ ءات ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي ا ْل َخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار‬ ً َ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ “Wahai Robb kami berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat.Risalah Ramadhan F. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Pada pagi hari matahari tidak terlalu merah. Bintang-bintang terlihat tanpa ada yang mengahalanginya sampai datang waktu pagi.”198 G. At-Thayalisi. malam itu tampak terasa cerah dan berseri-seri. Al-Bazzar 1/486. Ibnu Katsir. mencintai ampunan. Tanda-tandanya.“ Lalu aku tanyakan hal itu kepadanya. lalu kami mendengar ia berkata. seperti pada malam 21. 134-137 53 . sanadnya hasan. 23. Yaitu pada malam-malam ganjil. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. 25. bahwa Rasulullah saw bercerita tentang Lailatul Qodar “Malam itu terlihat tenang dan cerah. Lihat Ad Durul Mantsur. Dan. “Bacalah: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. hal.”ِ َ ْ ْ ‫ال َل ّهُم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك ال ْهُدى والت ّقى وال ْعَفاف وال ْغِنى‬ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ 197 198 199 200 201 HR. Amalan Di Malam Lailatul Qodar Aisyah ra berkata. 8/ 571. 349. ‘Wahai Rasulullah.”197 Dari Ubadah bin Shomit ra.200 Syaikh Abdullah Bin Ibrohim Al Jarullah dalam risalahnya201 mengatakan bahwa ada beberapa do`a tentang kebaikan dunia dan akhirat yang dianjurkan untuk dibaca pada malam itu. tenang. persis seperti cahaya rembulan. Ibnu Khuzaimah. 4/484 Hadits hasan shahih riwayat Imam At Turmudzi Lihat Ad Durul Mantsur. bersih. Seakan-akan pada malam itu bulan sedang terbit dan bersinar. serta jagalah kami dari api neraka.

" BAB VII ZAKAT FITHRI A. Aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebaika . 54 . Definisi Zakat Fithri Zakat fithri yaitu shadaqah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan. Kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku dihadapan-Mu kelak di akhirat." ‫ال ّلهم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك مفات ِي ْح ال ْخي ْر وَخوات ِمه وَجوامعَه وَ ظاه ِره ُ وَ باط ِن َه و‬ َ َ َ َ َ ْ ْ ُ ِ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ُ َ َ ‫أ َوّل َه وَ ا َخره ُ وَ ع َل َن ِي َت َه وَسره. maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata. serta segala yang menghimpunnya. aku mengharap rahmat-Mu. pada malam hari Raya dan pagi harinya. secara lahir batin baik di awal atapun di akhirnya.Risalah Ramadhan Ya Allah saya memohon pada-Mu petunjuk dan takwa.202 202 Kifayatul Akhyar. secara terang-terangan atau pun rahasia. kesudahan (hidup) dengannya. kesucian dan kekayaan َ ‫الل ّهُم أ َصل ِح ل ِي د ِي ْني ال ّذ ِيْ هُوَ عصمة أ َمري ، وَأ َصل ِح لي د ُن ْيايَ ال ّذ ِيْ فِي ْها‬ ِ ْ ْ ِ ْ ْ ْ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫معاشي ، وَأ َصل ِح ل ِي آخرت ِي ال ّت ِي فِي ْها معاد ِيْ ، واجعَل ال ْحياة َ زِياد َة ً ل ِي فِي‬ َ َ َ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ِ ْ ْ ْ ْ ِ َ َ . اللهُم ارحم فِي الدنيا غ ُرب َت ِي وَ ارحم فِي‬ َ ّ ْ َ ْ ْ َ ْ ّ ّ ُ ّ ِ ُ ُ ْ ْ ْ ْ َ ِ ‫القب ْرِ وَحشت ِي وارحم فِي ا ْل َخرةِ قُوْفي ب َي ْن ي َد َي ْك يا حي يا قَي ّوْم يا‬ َ ْ ِ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ ِ ‫ذاالجلل وَال ِك ْرام‬ "Ya Allah. perbaikilah duniaku yang aku hidup di dalamnya. perbaikilah akhiratku yang kesanalah tempat kembaliku. Wahai Zat Yang Maha Hidup Yang memiliki keagungan dan kemuliaan. ‫ك ُل خي ْرٍ ، واجعل ال ْموْت راحة ل ِي من ك ُل شر‬ َ ّ َ ْ َ ّ َ ّ ْ ِ ْ ً َ َ َ َ ”Ya Allah perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusannku. dan perbaikilah keadaanku seluruhnya. jadikan kehidupan ini sebagai tambahan dalam meraih dalam setiap kebaikan bagiku. Ya Allah. Disebut dengan zakat fithri karena ia disyariatkan ketika bulan Ramadhan telah sempurna dan pada saat umat Islam telah mengakhiri siyam Ramadhan mereka. dan jadikan kematian sebagai istirahat dari setiap keburukan bagiku" َ ْ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهُم رحمت َك أ َرجوْ فَل َ ت َك ِل ْن ِي إ ِلى ن َفسي ط َرفَة ع َي ْن وَ أ َصل ِح ل ِي شأ ْن ِي‬ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ ِ ْ ٍ ‫ك ُل ّه ل َ إ ِل َه إ ِل ّ أ َن ْت‬ َ َ ُ "Ya Allah. tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau.

Adapun penamaan lain dari zakat fithri adalah. zakat fitrah. At-Taubah [9]: 60). zakat al-badan. Al-Fiqh ‘Alal-Madzahib Al-Arba’ah. yaitu zakat untuk ciptaan ( ٌ َ ِ َ َ ‫ .. ‫ع َليم حكيم‬ ِ َ ٌ ِ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. barokah dan pertumbuhan. shadaqah fitri. “Zakat adalah penetapan hak milik tertentu untuk orang yang berhak dengan syarat-syarat yang telah ada. orang yang berhutang. orang-orang miskin.203 Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah. (QS. Sebab zakat fithri disandarkan kepada Ramadhan dan dalam rangka mengakhiri siyam. bukan pula kata pinjaman dari bahasa lainnya. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. 203 204 205 206 207 Lisanul-Arab. bukan bahasa arab asli. Disyariatkannya Zakat Fithri Zakat fithri disyariatkan dan diwajibkan ketika siyam Ramadhan. pengurus-pengurus zakat. Hukum Zakat Fithri Hukum menunaikan zakat fithri adalah wajib bagi seluruh kaum muslimin yang mampu membayarnya pada saat itu.dan dalam waktu tertentu. akan tetapi merupakan istilah fuqaha’.207 B. zakat fithri dan shadaqah fithri merupakan satu lafazh terlahir. Di samping itu. yakni ketika bulan sya’ban tahun ke-2 Hijriah.204 ِ َ ِ Adapun secara syara’.” 206 Dinamakan zakat fithri karena dengannya mewajibkan berbuka mengakhiri siyam ramadhan. 1/536. 2/917-918 55 . Dari kata bersinonim hal yang dikeluarkan dan pekerjaannya. 14/358. “. Seolah-olah dari kata ‫( خل ْقة‬ciptaan). Fiqh Zakat.untuk (memerdekaan) budak. Abdurrahman Al-Jazairy berkata. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Diwajibkan oleh Allah swt pada bulan ramadhan 2 hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Ied (hari raya ‘Iedul fitri). pertumbuhan.. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. hanyalah untuk orang-orang fakir. Ibid. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. )زكاة ُ ال ْخل ْقة‬Penulis Al-Hawy juga mengatakan itu. dan zakat ar-ru’us. arti zakat secara bahasa adalah thaharah (kesucian). hal ini telah disepakati oleh Jumhur Ulama’ berdasarkan dalil-dalil yang sohih diantaranya adalah firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat at taubah : 60 ُ ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساكين وال ْعاملين ع َل َي ْها وال ْمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهُم وَفي‬ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ّ َ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ َ َ ُ ‫الرقاب وال ْغارِمين وَفي سبيل اللهِ واب ْن السبيل فَريضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ . Yusuf Qordlowi.” 205 Para ulama’ dari madzhab Hanbali menambahkan. C.Risalah Ramadhan Al-’Allamah Ibnu Manzhur menyebutkan. tidak pernah disebutkan bahwa Nabi saw dan para sahabat ra siyam Ramadhan tanpa mengeluarkan zakat fithri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. 6/85.

Al Bukhori Muslim ).” ( Muttafaqun’alaih ). Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya zakat fithri adalah hadits yang diriwayatkan olrh Al-Hafizh ‘Abdur-Razzaq dengan sanad yang shahih. Beliau memerintahkan agar ( zakat fithri tersebut ) ditunaikan sebelum orang-orang melakukan shalat ‘id. kaum perempuan. dari ‘Abd bin Tsa’labah radhiyallaahu ‘anhu. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhuthbah seraya bersabda : َ ‫أ َدوا صاعا من ب ِر أ َوْ صاعا من ت َمرٍ أ َوْ شعِي ْرٍ ع َن ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد، صغِي ْرٍ أ َو‬ ّ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ ْ ّ ُ ّ ْ ّ ْ ِ ً َ ‫ك َب ِي ْر‬ ٍ 56 . Juga satu hadits lagi dari Ibnu Umar ra. laki-laki atau perempuan" (HR. orang merdeka. atau 1 sha’ tepung gandum bagi setiap hamba sahaya. beliau mengatakan: َ ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ع َلى ال ْحنر وَ ال ْعَبند ِ و‬ ِ ْ َ ّ ُ َ ْ َ ‫الذ ّك َرِ وَ ال ُن ْثى والصغِي ْرِ وَ ال ْك َب ِي ْرِ من ال ْمسل ِمي ْن. kaum laki-laki. beliau berkata: ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَرض زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد ٍ ذ َك َرٍ أ َوْ أ ُن ْثى من ال ْمسل ِمين‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ُ ّ "Dari Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Sallahu 'Alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fithri setelah ramadlan satu sho’ dari tamar atau satu sho’ dari gandum terhadap kaum muslimin yang merdeka atau budak. anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَبنل‬ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ‫خروْج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ِ ّ ِ ُ ُ “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. laki-laki dan perempuan.Risalah Ramadhan Juga hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin’Umar ra. dia berkata: Sehari atau dua hari sebelum ‘Idul Fithri. Al Jama’ah) Dalam lafadz lain disebutkan: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ َ َ ِ‫ال ْمسل ِمين وَأمر ب ِها أن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ْ ّ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ "Dari Ibnu Umar Radliyallahuanhuma ia berkata:Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mewajibkan untuk menunaikan zakat fithri dengan 1 sha’ kurma kering. dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”( HR.

Lihat Fiqhul Islami Waadilatuhu. Dan barangsiapa yang dipelihara . wajib dikeluarkan darinya dan yang mengeluarkan adalah walinya. dan budak dibebankan kepada tuan (majikan)nya jika tidak memiliki harta. Mereka juga sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh mengeluarkan zakat bagi istri yang kafir. Al Laits. Tetapi jika ia tidak memiliki harta sendiri. itu lebih baik. bahwa zakat fithri wajib bagi wanita yang mempunyai suami maupun tidak. Zakat fithri tidak diwajibkan kecuali terhadap orang yang mempunyai kelebihan dari keperluannya ketika hari malam hari Raya dan pagi harinya." (At-Taghabun :16 Menurut pendapat Abu Hanifah.211 Sementara untuk anak kecil.(dari kekikiran dirinya.” Diwajibkan menunaikan zakat fithri bagi seluruh kaum muslimin baik anak kecil maupun orang dewasa. serta Ishaq. Jadi satu sha’ adalah 2700 gram. 1/75. 2/926 57 . orang yang merdeka maupun hamba sahaya yang mampu menunaikannya pada saat itu. karena hal itu dilakukan oleh Shahabat Utsman bin ‘Affan Radliyallahuanhu. Hal itu berdasarkan firman Allah ta’ala: ‫فات ّقوا الله مااست َط َعْت ُم واسمعوا وَأ َطيعوا وَأنفقوا خي ْرا لنفسك ُم وَمن يوق‬ ُ ِ َ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ً َ ُ ِ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫شح ن َفسهِ فَأ ُوْل َئ ِك هُم ال ْمفل ِحون‬ ِ ْ ّ ُ َ ُ ْ ُ ُ Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta " taatlah. laki-laki maupun perempuan. Zakat ini wajib dibayarkan terhadap diri sendiri dan terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya. anak dan budak). maka kewajiban zakatnya dibebankan atas orang yang menanggung nafkahnya.5 ritl. karena mereka sendirilah yang dimaksud dalam kewajiban tersebut. atas setiap yang merdeka atau budak. 209 Madzhab imam dalam hal ini berpendapat bahwa seorang muslim berkewajiban untuk menafkahi orang-orang yang wajib dinafkahi olehnya menurut syari’at (seperti : istri. atau kurma kering. Lihat Bidayatul Mujtahid dalam Kitab Zakatul Fithri Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. jika anak tersebut memiliki harta. dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu.212 208 209 210 211 212 Satu sha’ syar’I (Baghdadi) = 4 mud atau 5. namun kebanyakan Ahli Ilmu menghukuminya sunnah untuk ditunaikan. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Karena ia termasuk orang yang menjadi tanggungan untuk menafkahinya.Risalah Ramadhan “Tunaikanlah zakat (fithri) satu sha’ (empat mud)208 gandum. dan ini merupakan kesepakatan Jumhur Ulama’. Jika ia tidak memiliki kelebihan kecuali kurang dari satu sha’ maka hendaknya ia dengan kelebihan itu ( yang jumlahnya kurang dari satu sha’ ) membayar zakat fithrinya. apabila mereka tidak mampu melaksanakannya sendiri. dan Ahmad). 1 mud =1 1/3 ritl = 675 gram. Syafi’i. Para ulama sepakat bahwa anak kecil yang belum memiliki harta maka dibebankan kepada bapaknya. Adapun menurut pendapat imam Tiga (Malik. hal. menurut pendapat jumhur. Akan tetapi apabila mereka mampu melaksanakannya sendiri. sesungguhnya seorang suami wajib mengeluarkan zakat fithri bagi seorang istrinya. Seperti isteri dan keluarga. 2/925 Ibid . meskipun dalam urusan nafkah masih menjadi kewajibanya.210 Sedangkan bayi yang berada di dalam kandungan Ibunya maka tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat fithri. atau tepung. baik kecil atau dewasa.

2. 2/927 Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. dikarenakan menuntut ilmu syar'i adalah fardlu kifayah. 58 . Sedang Imam Ahmad mengistihbabkan bukan mewajibkanya. dan janin dalam kandungan.” 216 Imam An-Nawawi menjelaskan tentang pengertian kecukupan ( ‫ ) اليسار‬adalah: orang yang mempunyai kelebihan bahan makanan pokok hari itu untuk dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang harus ditanggungnya pada malam hari’Iedul-Fithri. dewasa. menurut jumhur fuqoha'. Dan apa yang diriwayatkan oleh Utsman ra dan yang lainnya tidaklah menunjukkan adanya istihbab dalam mengeluarkanya. kendaraan. Zakat fithri tidak wajib atasnya. “Zakat fithri wajib atas orang yang mempunyai kelebihan makanan pokoknya dan untuk keluarganya di hari ‘Ied dan malamnya selain yang dia miliki yang itu merupakan kebutuhannya. Sedangkan janin termasuk anak kecil. hal. Maka setiap hukum yang diberlakukan atas anak kecil berlaku juga terhadap janin. Dan salah jika dikatakan bahwa kalimat anak kecil (shoghir) dalam hadits mencakup janin yang ada dalam kandungan. Ibnu Hazm berhujjah. pembantu. Bahwa Rasululloh saw telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat atas anak kecil dan dewasa. Fakir kecuali Amil.Risalah Ramadhan Adapun berkanaan dengan janin. pakaian sederhananya. Sedangkan imam Ibnu Hazm berpendapat:" Jika janin telah genap (dalam perut ibunya) seratus dua puluh hari sebelum menyingsingnya fajar hari raya. wajib dikeluarkan zakat fithri atasnya.217 E. seperti tempat tinggal. 1/568 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. 2/927 Kitab Al-Fiqh Ala Madzahibil Al-Arba'ah. Yaitu kaum kerabat. Begitu juga zakat halal bagi tholibul ilmi as syar'iyyah. Ibnu Hazm meriwayatkan dari Utsman bin Affan ra bahwasanya ia mengeluarkan zakat fithri atas anak kecil. dan buku-buku pengetahuan.214 Imam Asy Syaukani menyebutkan bahwa Ibnu Mundir telah menukil sebuah ijma' atas tidak wajibnya mengeluarkan zakat bagi janin. ditakutkan karena dengan cenderung untuk bekerja akhirnya ia meninggalkan kewajiban menuntut ilmu tersebut. istri. Pada Siapa Diwajibkan ? Madzhab Hambali mengatakan. Tidak boleh memberikan zakat kepada orang kafir (tidak ada khilaf antar fuqoha' dalam hal ini) 3. anak (kebawah) hal ini dikarenakan menafkahi mereka adalah wajib hukumnya. Ibnu sabil. 213 214 215 216 217 Ibid. Muslim. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat 1. Bukan merupakan tanggungan nafaqoh bagi muzakki. Tetapi barang siapa yang melakukanya itu baik baginya. 6/88. seperti orang tua (Keatas).213 Yang benar bahwa apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm tidaklah memilliki dalil yang kuat atas wajibnya mengeluarkan zakat fithri atas janin. pejuang fisabilillah meskipun mereka termasuk orang yang kaya.215 D.

Sesuai dengan hadits Nabi saw:" Sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Salman bin 'Amir: َ ُ ‫الصدقة ع َلى ال ْمسل ِمي ْن صد َقَة وَه ِي ل ِذي ا لرحم ِ ا ِث ْن َتان. gandum. berakal." (Mutaffaq 'Alaih) 222 Ibnu Umar ra berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ ‫ال ْمسل ِمين وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصلة‬ ِ َ ّ ّ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ 218 219 220 221 222 HR. Baligh. hal. ia mendapat dua perkara yaitu shodaqoh dan menyambung tali persaudaraan.219 4. merdeka.atau satu sho' dari gandum. Kurma.. seperti kurma. 1/237 59 . Baik itu gandum. 2/2885-886 Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. beras. keju kering atau lainnya yang termasuk makanan pokok manusia. Imam malik berkata: َ َ ُ ‫أفضل من وَضعْت فِي ْهِ زكات ُك قَراب َت َك ال ّذي ل َ تعول‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ "Lebih utama jika kamu memberikan zakatmu kepada kerabatmu yang bukan tanggunganmu.Risalah Ramadhan Boleh memberikan zakat kepada kerabatnya yang lain seperti saudara laki-laki maupun saudara perempuan. صد َقَة وَ صل ّة‬ ٌ ِ ٌ ٌ ِ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ِ َ "Shodaqoh atas muslim adalah shodaqoh dan jika ia diberikan kepada keluarga dekat. Dan yang dikeluarkan adalah jenis makanan yang digunakan di negeri tersebut. bibi. Lu'lu' wal Marjan. Ukuran zakat fithri yang telah ditentukan oleh Rasululloh saw adalah satu sho' atau sebanding dengan empat mud. kismis. yaitu mengeluarkan satu sho' dari makanan pokok atau satu sho' dari susu yang kering. orang dewasa. 2/912 Muttafaq 'alaih. hal. hal. hamba sahaya atau merdeka. Tidak dari Bani Hasyim 5. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri a. dan lain sebagainya. 2/886 Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuhu."218 Bahkan kerabat itu lebih berhak atas zakat.221 Sebagaimana perkataan Abu Said ra: َ ْ ِ ً َ ‫صاعا من شعِي ْرٍ أ َوْ صاعا من‬ ْ ِ ً َ َ َ َ ُ ْ ّ ِ َ ْ‫ك ُنا ن ُخرِج زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ط َعام ٍ أو‬ ْ ِ ً َ ‫ت َمرٍ أ َوْ صاعا من أقط أ َوْ صاعا من زب ِي ْب‬ ٍ ْ ٍ َ ْ ِ ً َ ْ ِ ً َ "Kami (para sahabat Rasululloh saw) mengeluarkan zakat fithri dari setiap orang perorang baik anak kecil. dan lain sebagainya. Thabrani dinukil dari Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuu. 2/878 Lihat Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu.220 F. atau satu sho' dari kurma atau satu sho' dari zabib. Jenis Zakat Fitri Adapun jenis makanan yang boleh dipergunakan untuk membayar zakat fithri ialah makanan pokok. paman. beras. hal. zabib. Malikiyah menambahkan lebih baik lagi kalau jenis yang dikeluarkan berupa bahan makanan yang terbaik dinegeri tersebut.

hal ini sebagaimana dikatakan Abu Sa’id Al Khudri ra : “Kami membayar zakat fithri saat hari raya pada masa Rasulullah saw satu sha’ makanan. atau anggur kering(kismis). 1161 Fiqh Zakat Yusuf qordlowi. maka ketika Mu’awiyah ra datang dengan membawa gandum(dari Syam). Syafi’i. atau kurma kering. sebab makna yang dzahir (jelas) dari hadits Abu Sa’id AlKhudry ra.128 liter atau 3261.687 liter atau 543 gram.032 liter atau 815. maka Abu Sa’id 223 224 Kamus Kontemporer.Risalah Ramadhan “Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. tepung gandum. Beliau memerintahkan agar (zakat fithri tersebut) ditunaikan sebelum orang banyak melakukan shalat ‘id. satu mud sama dengan 1. Ukuran Satu Sho' Dari keterangan dalil-dalil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya zakat fitri adalah 1 sha’ untuk setiap orang baik berupa gandum atau selainnya (dari makanan yang mengenyangkan). ia berkata.Al-Bukhari ). Satu sho sama dengan empat mud. Sedangkan pendapat Imam Abu Hanifah memperbolehkan dengan ½ sha’ gandum. keju dan makanan lainnya. dan makanan pokok kami adalah gandum. Hanyasanya yang paling utama untuk untuk dibayarkan sebagai zakat fitri adalah makanan yang mengenyangkan. 2/946 60 . seperti:1 sha’ beras dan lain-lain.”saya berpendapat bahwa jika dengan ini (gandum dari Syam) sebanyak 1 sha’ maka alangkah adil jika untuk yang selainnya adalah 2 sha”. Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri di bulan Ramadhan satu sha’ kurma atau gandum. Malik. hal. Menurut Hanafiyah. hal ini merupakan pendapat Madzhab Imam Malik.” ( Muttafaqun’alaih ).748 liter atau 2176 gram224 Kadar zakat fithri itu 1 sha’ kurma kering. hal.39 gram. b. Diperbolehkan pula menunaikan zakat fithri dengan sesuatu yang menjadi kemampuan suatu negeri. satu mud sama dengan 0. dan gandum dan itu semua disyaratkan dengan zakat berupa makanan pokok penduduk negeri. Ahmad. satu sho' sama dengan 2.223 Adapun menurut Imam syafi'i. laki-laki dan perempuan. kismis. Adapun maksud sha’ di sini adalah sha’ menurut Nabi saw yaitu 4 kali dua telapak tangan laki-laki dewasa yang betul-betul dianggap adil. atau susu kering(keju). anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Ahmad. dia berkata: ّ َ ّ ‫ك ُنا ن ُعْطيها في زمان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صاعا من ط َعام ٍ أ َوْ صاعا‬ ً َ ِ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ ً َ َ َ ِ َ َ ‫من ت َمرٍ أ َوْ صاعا من شعيرٍ أ َوْ صاعا من زب ِي ْب فَل َما جاء معاوِي َة وَجاءت‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ُ َ َ ّ ْ َ َ ُ ْ ْ ِ ٍ َ ْ ِ ً َ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ُ ‫السمراء قال أ ُرى مدا من هَذا ي َعْد ِل مد ّي ْن قا َل أ َب ُوْ سعِي ْد: أ َما أ َنا فَل َ أ َزال‬ َ ّ ٍ َ َ َ َ ُ َ ْ ّ ِ ُ ُ ّ َ ‫أخرجه ك َما ك ُن ْت أ َخرجه على ع َهْد ِ رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم‬ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ”Dari Abu Sa’id al-Khudry ra ia berkata : Kami menunaikan zakat fithri pada zaman Rasulullah saw dengan 1 sha’dari makanan. satu sho' sama dengan 4. dan seluruh Jumhur Ulama’. keju kering dan kurma. atau tepung gandum.” ( HR.5 gram. kismis.

tanpa memberitahukan dahulu kepada orang yang menerimanya (faqir dan miskin). Karena yang demikian tidak pernah ditetapkan oleh Rasululloh saw. karena Kewajiban yang dibebankan pada hakekatnya adalah menjadikan fakir dab miskin mereasa tercukupi kebutuhan mereka pada hari itu. Karena hal itu menyalahi apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. atau beratnya kira-kira 2. Seandainya membayar zakat fithri dengan uang diperbolehkan. Adapun selain makanan pokok seperti uang atau dikiaskan dengan yang lain ini tidak diperkenankan.Risalah Ramadhan ra berkata:”saya tidak akan menghapus cara pengeluarannya sebagaimana kami mengeluarkan(menunaikan)nya di zaman Rasulullah saw”. tentu beliau telah memerintahkan mengeluarkan zakat dengan nilai makanan tersebut. tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw. “Tidak sah membayar zakat fithri dengan nilai nominal (uang). Sebagaiman sabda Rasulullah saw.225 Zakat fithri tidak boleh diganti dengan nilai nominalnya. فَمن أ َع ْطى‬ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ِ ُ ْ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫القي ْمة ل َم تجزِئ ْه. dan mudah digunakan. ل ِقوْل اب ْن ع ُمر: فَرض رسول اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ ُ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ِ َ ُ ِ 225 226 Minhajul Muslim. Adapun pendapat yang memperbolehkan zakat fithri ini dibayarkan dengan nilai tukar (uang) hanyalah madzhab Hanafi. Al-Bukhari) G. Di samping itu. ُ ُ ْ ِ ّ ِ ‫أغ ْنوهُم ع َن السوال في هذا اليوم‬ ِ "Jadikanlah mereka tercukupi kebutuhan mereka dari meminta-minta pada hari ini" Caranya dapat tercapai dengan uang. Padahal Rasulullah saw bersabda : َ َ ِ َ ُ ْ ّ ‫من ع َمل ع َمل ً ل َي ْس ع َل َي ْهِ أمرنا فَهُوَ رد‬ َ َ َ ْ َ ”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu tidak diterima. dinar. Menurut pendapat Asy Syafi’I disebutkan. boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk uang. Membayar Zakat Fithri Dengan Uang Yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok. tidak dengan yang lain. tetapi pendapat tersebut lemah karena dalil yang dipergunakan tidak kuat. 298 Kitab Kifayatul Akhyar. zakat fithri dalam wujud nominal itu menyalahi praktek amalan para sahabat.226 Dan diperbolehkan juga menunaikan zakat melebihi kadar yang telah ditentukan yaitu 1 sha’. pada zaman Nabi saw juga telah ada nilai tukar (uang). bahkan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Menurut kelompok Hanafiyah.” Adapun ukuran zakat fithri itu adalah satu sha’ –nya Nabi saw. 158 61 . (HR. dirham. hal. bahkan lebih sempurna. Karena mereka membayar zakat fithri dengan satu sha’ makanan. dan para ulama tidak berbeda pendapat tentang persoalan ini. kecuali kalau memang terpaksa sekali.” )HR. Muslim ) Disamping itu. hal. Sebagaimana pendapat Jumhur: َ ‫وَل َ ي ُجزئ عن ْد َ ال ْجمهُوْرِ إ ِخرا َج ال ْقي ْمةِ ع َن هَذ ِهِ ال َصناف.4 kg.

228 H. Maka barangsiapa memiliki kewajiban untuk membayarnya pada waktu itu. diperbolehkan untuk 227 228 229 Fiqh Islam. dan lihat Al Mughny. yaitu : 1. Sebagaimana perkataan Ibnu Umar ra:" Jika menyelisihi dari jenis yang telah ditentukan (makanan pokok). 2/911. berdasarkan hadits: ‫كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ب ِي َوْمي ْن‬ ِ َ َ ْ َ ِ َ "Bahwa (para Shahabat Radliyallahuanhum)menunaikannya(zakat fithri) sehari atau dua hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri.Risalah Ramadhan َ َ َ ْ ِ ً َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ‫صد َقَة ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ وَصاعا من شعِي ْر. hal. Barang siapa yang membayar zakat dengan uang maka tidak mendapatkan pahala. 227 Dalam Al Majmu' fi Syarhil Muhadzdzab Imam An Nawawi berkata: َ ّ َ ِ ٍْ َ ْ ‫وَل َي َجوْز أ َخذ ُ ال ْقي ْمةِ فِي شيئ من الزكاةِ ل ِن الحقّ للهِ ت َعالى وَقَد ْ ع َل ّقه‬ ْ ُُ ُ ّ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ُ ‫ع َلى ما ن َص ع َل َي ْهِ فَل َ ي َجوْز ن َقل ذال ِك إلى غيرِهِ كال ُضحي ّةِ ل َما ع َل ّقها ع َلى‬ ِ ْ َ َ َ َ ّ ُ ْ ْ ُ ْ ‫الن ْعام ِ ل َم ي َجز ن َقلها َ إلى غ َي ِرِها‬ َ َ َ ِ "Tidak diperbolehkan mengambil zakat dari bentuk nominal." (HR. hal. tidak boleh diganti dengan selain dari binatang tersebut. Imam Syafi’i berpendapat tentang diperbolehkannya pelaksanaan zakat fithri itu sejak di hari pertama bulam ramadhan. Karena ini adalah haq Alloh swt yang telah ditentukan dalam nash. فإ ِذا ع َد َل ع َن ذال ِك فَقد‬ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ َ َ ‫ت َرك المفروض‬ ُ ْ َ ِ "Tidak diperkenankan mengeluarkan uang sebagai ganti dari jenis-jenis makanan pokok. Al-Bukhari). maka ia telah meninggalkan kewajiban. 3/65 Al Majmu’ Syarh Muhadzdzab. Imam Hambali berpendapat sebagaimana pendapat Imam Hanafi.229 Untuk lebih rincinya serta untuk lebih mudahnya waktu pembayaran zakat fitri ini dapat dibagi dalam beberapa bagian. Maka tidak diperkenankan mengganti dengan yang lain. Menurut Imam As Syafi'i. Imam Maliki berpendapat bahwa secara mutlaq hukum mendahulukan pengeluarannya tidak boleh sama sekali sebagaimana shalat sebelum tiba waktunya. Imam Hanafi berpendapat tentang diperbolehkannya mendahulukan pelaksanaan zakat fithri 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri. sebagaimana hewan sembelihan dalam Udhhiyyah yang telah ditetapkan harus dari binatang ternak. hal. Waktu yang dibolehkan Yaitu mengeluarkanya satu hari atau dua hari sebelum sholat 'ied (sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar ra. 5/383 Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid juz 2 62 . Waktu Membayar Zakat Fithri Waktu membayar zakat fithri dimulai ketika matahari terbenam di hari akhir pada bulan ramadhan atau malam hari Raya samapai sebelum dikerjakannya shalat Ied. ia wajib melaksanakannya.

‫وَكان ي ُعْط ِي ْها ال ّذ ِي ْن ي َقب َل ُوْن َها وَ كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ي َوْمي ْن‬ ْ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ِ َ “Adalah Ibnu ‘Umar membayarkan zakat fithri untuk anak-anak dan orang dewasa.Risalah Ramadhan mengeluarkan zakat fithri diawal bulan romadlon. dari Nafi’. وكانوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل‬ ُ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ُ َ َ ِ َ ُ َ ُ ‫ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أو ي َوْمي ْن‬ ِ ِ َ "Bahwasanya Ibnu Umar ra. ia berkata: ‫كان ا ِب ْن ع ُمر ي ُعْطي ع َن الصغِي ْرِ وال ْك َب ِي ْرِ حتى إ ِن كان ي ُعْطى ع َن ب َن ِي‬ ِ ّ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ ّ ْ َ َ َ ُ ِ . maka ia wajib mengeluarkan zakat fithri.232 Dalam lafadz lain disebutkan : 230 231 232 Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. hal. Sementara itu ada pula ulama yang memperbolehkan zakat fitri dibayarkan sehari atau dua hari sebelum ‘ied. Tetapi jika meninggal setelah tenggelamnya matahari. tetapi jika sesudahnya maka tidak wajib atasnya. Fathul bari. bila seseorang meninggal sebelum tenggelamnya matahari sekalipun beberapa menit."230 Dengan demikian. Dan mereka membayar zakat fithri itu sehari atau dua hari sebelum ‘id. 1/567. mengasihkanya kepada orang yang menerimanya. maka dia tidak wajib dibayarkan zakat fithrinya. Adapun waktu yang disunnahkan dan diutamakan untuk menunaikannya yaitu pada waktu shubuh sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar ra: )‫وَ أ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َد ِيَ قَب ْل خروْج الناس إلى الصل َةِ (رواه البخارى و مسلم‬ ْ ّ َ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ُ ُ َ "…dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”. Di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. Sedangkan Hanabilah berpendapat : diperbolehkan mengeluarkan zakat fithri dua hari sebelum hari raya. 3/479 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Al-Bukhari Shahiih Muslim bisyarhin Nawawi 63 . hal ini sesuai dengan perkataan Ibnu Umar Radliyallahuanhuma. Seperti yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari: َ ‫كان اب ْن ع ُمر رضي الله ع َن ْهُما يعطيها ال ّذ ِي ْن يقب َل ُونها. maka tidak wajib baginya membayar zakat fithri. Dan jika seseorang lahir setelah tenggelam matahari. Jadi pada waktu-waktu tersebut adalah waktu disyariatkannya untuk membayar zakat fithri.”231 Dari keterangan diatas menjelaskan diperbolehkannya menunaikan zakat fitri 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri dan tidak diperbolehkan dari batasan yang telah ditentukan itu. dia berikan kepada yang berhak menerimanya. Dan mereka mendapatkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya fitri. dan jika sebelumnya maka wajib dibayarkan zakat fithrinya. Dan jika seseorang masuk Islam sebelum tenggelamnya matahari. sekalipun beberapa menit. maka wajiblah dikeluarkan zakat fithrinya. dan jika dia membayarkan zakat fithri anakku.

" (HR.."234 Begitu juga sebagaimana perrkataan Ibnu Abbas ra yang termaktub diatas. beliau berkata: َ ُ ‫أمر رسول اللهِ صلى الله عليهِ وسلم بزكاةِ الفطرِ أن تؤدى قبل خروج‬ ُ َ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِ‫الناس الى الصلة‬ ّ ِ ّ Dari Ibnu Umar ra. maka ia termasuk zakat fithri yang diterima sedangkan jika dibayarkan setelah shalat id maka ia termasauk dari sedekah biasa.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ َ َ َ َ َ ‫إ ِن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َمر ب ِزكاةِ ال ْفط ْرِ أ َن ت ُؤ َدى قَبنل خروْج‬ ِ ّ ْ ّ ِ ُ ُ َ ْ َ َ ّ ‫الناس إ ِلى الصلة‬ ِ ّ "Bahwasannya Nabi saw memerintahkan membayar zakat fithri sebelum orang-orang pergi untuk shalat ‘id. "Rasulullah saw. 2/20 64 . Ibnu Majah dan Abu Dawud) Secara dlohir hadits ini menyatakan bahwa orang yang mengeluarklan zakatnya setelah hari raya maka ia sama dengan tidak mengeluarkan zakat.” (HR. 3. Hukum zakat syah dan mendapat pahala tetapi makruh. Jumhur berpendapat: "Mengeluarkan zakat sebelum sholat 'ied adalah perbuatan mustahab. Mereka juga menyatakan bahwa zakat yang dikeluarkan setelah sholat 'ied itu sah dan berpahala sampai akhir hari raya karena tujuan yang dicapai dari dikeluarkannya zakat adalah menjadikan orang fakir dan miskin merasa tercukupi 233 234 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Bukhari bab zakat. Waktu yang afdol dan utama Waktu yang afdhol dan utama yaitu menunaikan zakat fitri di pagi hari sebelum dimulainya sholat 'ied. Kalau seseorang mengakhirkan waktu pelaksanaan zakat fithri sedangkan ia sadar atas perbuatannya itu maka ia berdosa dan harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mengqadha’(tetap mengganti/menunaikan)nya. karena ia merupakan amalan yang tidak bisa terbebas ( dari kewajibannya ) walaupun waktu untuk melaksanakannya telah habis. Muslim dan lainnya). namun jika perbuatannya itu dikarenakan lupa maka ia tidak berdosa dan tetap harus mengqadha’nya. Sebagaiman hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar. Berkata.فَمن اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي‬ َ ّ ْ َ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ ّ َ ّ َ ‫صد َقَة من الصد َقات‬ ِ َ ّ َ َ ِ ٌ "Barangsiapa yang membayarnya sebelum shalat id. Jika mengerjakannya setelah dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri maka hukumnya menurut Imam Ahmad dan seluruh Jumhur Fuqaha’ adalah haram. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani Zadul Ma'ad Ibnu Qoyyim hal.233 2. Demikian yang ditetapkan para ulama khususnya madzhab Imam yang empat. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithri sebelum keluarnya orang banyak untuk sholat ied. Sabda Rasulullah saw: َ َ َ ‫.. Waktu mengqodlo' Yaitu mengeluarkan zakat setelah sholat 'ied.

Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas ra Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ‫اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي صد َقَة‬ ٌ َ ّ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ َ َ ّ َ ّ ‫الصد َقات‬ ِ َ ّ merupakan zakat yang diterima(Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu adalah shadaqah sama dengan yang lian. zakat fithri itu harus sampai ke tangan orang-orang yang berhak menerimanya pada waktunya yaitu sebelum shalat ‘id. 235 236 Tempat Membayar Zakat Fithri Nailul Autar hal. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya ‫من‬ ْ َ ‫من‬ َ ِ "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum dilaksanakannya shalat(‘Ied Fitri) maka itu Orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fithrinya disebabkan adanya udzur syar’i maka zakatnya adalah sah.236 Dan yang perlu dititiktekankan lagi adalah bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang muslim mengakhirkan pembayaran zakat fithri itu setelah shalat ‘id. 235 Sedangkan Hanabilah berpendapat akhir dari pembayaran zakat fithri adalah terbenamnya matahari di hari 'ied itu. Jika diakhirkan setelah shalat ‘id dengan tanpa udzur syar’i. sehingga dia tidak sempat membayar zakat fithri itu sebelum shalat ‘id. 237 65 . sebagaiman Sabda Rasululloh saw yang termaktub di atas. atau seseorang yang berharap kepada orang lain yang membayarkannya. Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri Yang wajib adalah. Seperti seseorang yang baru mendengar kabar tentang hari Raya secara tiba-tiba.237 J. dan tidak boleh mengakhirkannya dari waktu yang semestinya.Risalah Ramadhan dari berkeliling dan meminta-minta pada hari itu. Karena hal itu termasuk udzur syar’i. tetapi dia tidak bertemu orang yang dimaksud atau yang mewakilinya maka ia harus menyerahkannya kepada orang lain yang berhak menerimanya. akan tetapi dinilai sebagi sedekah biasa. 4/256 Al fiqh Al Islami Wa Adilatuu hal> 2/908.” I. Adapun mengakhirkan-akhirkan sampai akhirnya hari raya. Bila seseorang berniat membayar zakat untuk seseorang. Ibnu Ruslan berkata: "Haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama mengakhirkan waktu pembayaran zakat fitri" Dikarenakan kewajiban zakat sama dengan kewajiban sholat. Al Mansur billah menerangkan bahwa waktu mengeluarkan zakat fithri adalah sampai hari ketiga dari bulan Syawal. maka zakat yang ia keluarkan tidak terhitung sebagai zakat fithri. K. Kifayatul Akhyar. Barang siapa yang mengakhirkan dari waktu yang ditentukan maka berdosalah ia. maka tidak apa-apa kalau dia membayarnya setelah ‘id. kemudian orang tersebut lupa.

hanyalah untuk orang-orang fakir. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. pengurus-pengurus zakat. Jangan dikeluarkan kepada selain mereka kecuali kalau tidak ada orang miskin sama sekali. 298 239 240 66 . 238 Kifayatul Akhyar.239 Rasululloh saw bersabda: َ ْ ‫أغنوهم ع َن السؤال فِي هَذا ال ْي َوْم ِ فَل َ ت ُد ْفَعُ ل ِغَي ْرِ الفقراء إ ِل ّ عند َ انعدامهم‬ ِ َ َ ُ ِ ُ ُ ِ َ ُ ِ ِ َ ِ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِ ْ ِ ْ ِ ‫أوْ خفةِ فقرِهم أوْ اشت ِداد ِ حاجةِ غ َي ْرِه ِم من ذ َوي السهام‬ "Jadikan mereka merasa cukup untuk hari ini sehingga mereka tidak meminta-minta kepada orang lain.untuk (memerdekaan) budak. sehingga tidak mendahulukan ta’mir masjid. maka dia boleh mewakilkan pembayaran zakat fithri tersebut kepada orang lain untuk ia laksanakan di tempat yang di sana terdapat orang-orang yang berhak menerimanya. ustadz/guru ngaji. sesepuh/pengurus kampung.Risalah Ramadhan Hendaknya zakat fithri itu diserahkan kepada fakir miskin di sekitar tempat ia berada pada waktu dia mendapati hari raya itu. orang yang berhutang. 298 Minhajul muslim. baik itu tempat tinggalnya atau tempat lain di wilayah kaum muslimin. karena zakat ini masuk dalam keumuman ayat yang disebutkan dalam dalam al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 sebagai Mustahiq Zakat (penerima zakat) yaitu: ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساك ِين والعامل ِين ع َل َي ْها والمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهم وفي‬ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ‫الرقاب والغارِمين وَفي سبيل اللهِ وابن السبيل فَرِي ْضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ ‫ع َل ِي ْم حك ِي ْم‬ ٌ َ ٌ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. hal.Yang Berhak Menerima Zakat Fithri Orang-orang yang berhak menerima zakat fithri ialah delapan golongan sebagaimana yang berhak menerima zakat mal (harta benda). Jika seseorang tinggal di suatu wilayah yang tidak ada orang yang berhak menerimanya. atau ringannya kefakiran mereka atau beratnya kebutuhan selain fakir miskin itu dari golongan yang mendapatkan bagian zakat. orang-orang miskin. hal. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana.238 L. Minhajul Muslim. Yakni yang semestinya didahulukan untuk menerimanya haruslah orang yang diketahui paling membutuhkan. apalagi dimasukkan ke dalam kas masjid atau sejenisnya. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. At-Taubah [9]: 60) Hanyasanya yang lebih berhak menerimanya adalah orang fakir dan miskin demikian yang telah dilakukan oleh Rasululloh saw dan para sahabatnya."240 Dan hendaknya tidak ada basa-basi dalam masalah zakat fithri." (QS.

Hikmah Zakat Fithri Di antara hikmah zakat fithri ialah: a. pendengaran.241 Jumhur ulama mensyaratkan wajibnya mengeluarkan zakat atas orang fakir Jika ia memiliki makanan yang lebih untuk dipergunakan olehnya dan orang-orang yang menjadi tanggunganya selama hari raya. atau memiliki hewan tunggangan yang digunakan untuk mengangkut atau dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokoknya. Diperbolehkan bagi penerima. karena Nabi saw hanya menentukan jumlah yang dibayarkan saja dan tidak menentukan jumlah yang boleh diterima seseorang. Fiqh Zakat. jika mendapat zakat fithri dari seseorang untuk membayarkannya sebagai zakat bagi dirinya atau untuk salah satu anggota keluarganya apabila ia sendiri telah menakarnya kembali atau diberitahu oleh orang yang membayar zakat fithri itu bahwa takarannya sudah sempurna dan dia yakin dengan pemberitahuan itu. dan juga diperbolehkan dipindahkan ke negeri yang lain yang lebih membutuhkan namun tidak boleh digunakan untuk membangun masjid atau jalan umum. Tetapi jika ia ada kelebihan dari kebutuhan pokok. maka ia tidak usah menjualnya kemudian digunakan untuk membayar zakat fithri. Bagi orang yang melaksanakan shiyam. zakat berfungsi sebagai pembersih dari laghwun dan rofats . Mempunyai kelonggaran dalam tempat tinggal. dan keperluan sehari-harinya. 2/926 67 . M. penglihatan. ia tidak usah menjualnya dalam rangka untuk membayar zakat.Hal ini disebabkan karena as sho’im tidak terlepas dari melakukan kedua hal tersebut. harta.Risalah Ramadhan Zakat fithri itu bisa dibayarkan kepada beberapa orang fakir miskin atau kepada satu orang saja. Orang perempuan yang memiliki perhiasan untuk dipakai. Padahal shoum yang sempurna adalah bukan hanya mencegah syahwat perut dan kemaluan. Menyucikan jiwa orang yang shoim dari perbuatan laghwun dan kotor. atau untuk disewakan dalam rangka mencari nafkah. Jika ada orang yang memiliki sebuah rumah yang hanya digunakan untuk bertempat tinggal. tangan dan kakinya juga ikut melakukan siyam yaitu dengan menjauhi apa yang dilarang Allah swt dan Rasul Nya baik itu berupa perkatan atau perbuatan.242 Zakat ini juga diberikan oleh orang yang faqir dari kaum muslimin di negeri yang mengeluarkan zakat tersebut. dan kalau ini dilakukan pada hakikatnya tidak ada kerugian yang mendasar terhadap kehidupanya. Atau jika ia memiliki beberapa kitab untuk dibaca. Bagi pribadi dan individu muslim 1. namun lisan. hal. Dengan demikian sangat sedikit yang selamat dari hal tersebut sehingga datanglah syari’at zakat di akhir ramadlan sebagai pembersih dari kotoran yang menempel ketika melaksanakan shiyam atau sebagai penutup dari kekurangan sebagaimana 241 242 Kifayatul Akhyar. maka ia tidak berkewajiban untuk membayar zakat fitri. ia boleh menjualnya untuk menbayar zakat fithri. atau memiliki barang dagangan tetapi jika dikeluarkan hartanya untuk membayar zakat tidak bisa memenuhi kebutuhanya sehari-hari atau akan habis untungnya.

Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata: Menghilangkan sifat bakhil dan loba pemilik kekayaan Menghindarkan pemupukan harta perorangan yang Sebagai penyempurna pelaksanaan ibadah siyam. 1/585 68 . Sunan Abi Dawud. فَمن أ َداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة‬ َ َ ْ َ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ِ .Risalah Ramadhan mandi yang dapat membersihkan badan dari kotoran yang melekat padanya. Abu Daud. rofats. dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir serta miskin. 5. dan dishahihkannya ). Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat Allah swt berupa kemampuan melaksanakan ibadah siyam secara sempurna.” (HR. 3. b. sesunggunya kebaikan itu menghapuskan kejelekan. Al Hakim. Sunan Ibnu Majah. Ibnu Majah. dia berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ٌ‫الل ّغنوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن. 2/111. lain." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh al Hakim) Adapun lengkapnya adalah : Barang siapa yang mengeluarkan sebelum sholat ied maka itu diterima dan barang siapa yang mengeluarkan setelah sholat ied maka itu adalah sedekah. Bagi Masyarakat Muslim 243 244 Ibid. 4. atau melakukan ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم: زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّغْوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن فَمن أداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة ٌ مقب ُوْل َة‬ ْ َ ٌ َ ّ ْ َ ِ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ َ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebagai penyucian jiwa orang yang siyam dari penyakit laghwun.244 Dalam lafadz lain Yang hampir sama juga dari Ibnu ‘Abbas ra. Barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat (‘ied) maka ia adalah shadaqah biasa. 6. terkadang ada saja kekurangan dalam pelaksanaan ibadah siyam itu.‫مقب ُوْل َة وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ ْ َ َ َ ْ َ ٌ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri itu sebagai penyuci bagi orang yang siyam dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor dan sebagai pemberi makan untuk orang yang miskin. Ad-Daruquthni. shalat tarawih. perbuatan yang sia-sia dan dosa. 2/922 Zad al Ma'ad.243 2. juga amalamal shalih lain di bulan Ramadhan. 2/21. karena Menanam sikap rela berkorban dan suka membantu orang dikumpulkan atas penderitaan orang lain.

Baihaqi dengan sanad yang dloif . Di sinilah Islam dengan syari’at yang sangat peduli terhadap mashlahah kehidupan mensyari’akan adanya zakat guna memenuhi hajah dan mengingatkan akan pahit dan betapa sulitnya kehidupan mereka. Membina dan mempererat tali persudaraan sesama umat islam 3. 246 245 246 HR. Hal ini disebabkan hari raya adalah hari yang penuh dengan kegembiran. Memenuhi kebutuhan fakir miskin agar tidak meminta-minta pada hari raya. hal. Namun fuqoro’ wal masaakin tidak dapat merasakan perasaan ini ketika melihat orang kaya menikmati hidangan yang lezat lagi nikmat sedang dia tidak mendapatinya pada hari itu.Risalah Ramadhan 1. 4. sebagaimana sabda Rasululloh saw bersabda: َ ْ (‫أغنوهُم ع َن السؤال فِي هَذا اليوم ِ )البيهقي‬ َ ْ ِ َ ّ ِ " Jadikanlah mereka mereasa tercukupi dan agar mereka tidak meminta-minta pada hari ini"245 5. 2. 66 69 . Haya binti Mubarok Al Barik. Dengan demikian maka hari Raya itu betul-betul menjadi milik semua orang. Mencegah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang dapat menimbulkan masalah dan kejahatan sosial. Berbuat baik terhadap orang-orang fakir serta mencegah mereka agar jangan sampai meminta-minta pada hari Raya. Al. Ensiklopedi wanita . maka luapan perasaan ini sudah seyogyanya bisa dirasakan juga oleh kaum muslimin seluruhnya. sehingga mereka bisa ikut merasakan kegembiraan sebagaimana orang-orang kaya. Zakat fithri bagi masyarakat muslim berfungsi sebagai penebar rasa kasih sayang dan luapan rasa gembira disetiap pejuru masyarakat khususnya bagi fuqoro’ wal masaakin. Sehingga akan muncul perasaan mahabbah waa rahmah dan juga kesan yang mendalam bahwa masyarakat tidaklah menterlantarkan ataupun melupakan mereka pada hari dimana kaum muslimin sedang merayakan hari yang penuh kesenangan.

sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik ra. Pengertian Dan Pensyariatannya Kata ُ ‫ العِي ْد‬berasal dari kata ُ ‫ العَوْد‬yang berarti ُ ‫وال ْمعاوَد َة‬ َ ُ َ berulang-ulang). “Dua hari 70 .Risalah Ramadhan BAB IX S H O L A T 'I D A I N A. dinamakan demikian karena selalu berulang ُ ‫الرجوْع‬ ُ ّ (kembali dan ‫ي َت َك َرر‬ َ ّ (setiap tahun). sedangkan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang selalu mereka rayakan. Beliau bertanya. Shalat ‘Iedain adalah shalat hari raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ‫قَد ِم رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ال ْمدين َة وَل َهُم ي َوْمان ي َل ْعَبون فيهِما‬ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ُ َ ِ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَقال ما هَذان ال ْي َوْمان قالوا ك ُنا ن َل ْعَب فيهِما في ال ْجاه ِل ِي ّةِ فَقال رسول‬ ِ َ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم إ ِن الل ّه قَد ْ أ َب ْد َل َك ُم ب ِهِما خي ْرا من ْهُما ي َوْم ال َضحى‬ َ ْ ْ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ ْ َ ُ ‫وَي َوْم ال ْفِط ْر‬ َ ِ "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang ke Madinah.

Ahmad. 1134. 3/103. dan Rasulullah saw selalu mengerjakannya. Berdasarkan: Ketika seorang Arab badui datang bertanya kepada Rasulullah saw tentang shalat lima waktu.” 248 Pendapat yang masyhur menyatakan bahwa shalat di sini adalah shalat ‘Ied. kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah.' Beliau bersabda.”247 B. sedangkan asal dari suatu perintah shalat adalah wajib. sehingga dihukumi seperti shalat Jum’at.250. Dasarnya adalah karena adanya khutbah. Waktu Pelaksanaan Sholat Waktunya adalah sebagaimana waktu dhuha. sehingga hukumnya seperti shalat jenazah. QS.” 249 C. Berdasarkan hadits 'Abdullah bin Busrin ra : 247 248 249 HR. Abu Dawud. Kedua: Fardhu ‘ain Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Sunnah Muakadah Ini adalah pendapat Imam Malik.Risalah Ramadhan raya apakah ini ?' Mereka menjawab “Kami merayakannya pada masa jahiliyah.235. Al-Kautsar : 2 HR. Nasa'i 71 . Asy-Syafi’i dan Jumhur ulama. Hukum Sholat Idain Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat ‘Iedain: Pertama: fardhu kifayah Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan sebagian ulama Syafi’iyah. Shalat ‘Ied termasuk syiar Islam yang bila satu negeri sepakat tidak mengerjakannya. maka akan diperangi oleh Imam/pemerintah. “Tidak.” Rasulullah saw bersabda: َ ُ ِ ‫خمس صل َوات ك َت َب َهُن الل ّه ع َلى ال ْعِباد‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ ّ “Shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah pada hamba-hamba-Nya. 'Allah telah mengganti dua hari raya ini dengan yang lebih baik dari keduanya.178. yaitu tatkala matahari sudah setinggi tombak sampai waktui tergelincirnya matahari. “Apakah saya wajib shalat yang lain?” Beliau menjawab. Wajibnya adalah wajib kifayah karena tidak disyariatkan adzan. An Nasa’I no. Pendapat mereka didasarkan pada firman Allah: ‫فَصل ل ِرب ّك وان ْحر‬ ْ َ َ َ َ ّ َ “Shalatlah kamu kepada Robbmu dan sembelihlah korban. no. 1557. yaitu ‘Iedul Adlha dan ‘Iedul Fithri.

“Kita telah menyia-nyiakan waktu ini. 1135. no. 2/529. sedangkan tugas di hari raya ‘Idul Adlha adalah menyembelih hewan Udhiyyah.ك َت َب إ ِلى ع َمرو ب ْن حزم‬ َ ّ .” 'Di zaman Rasulullah saw saat seperti ini kami telah selesai mengerjakan shalat ied. Asy Syafi’ie. Al Hakim 1/295. yaitu hadits dari Jundab ra ia berkata: َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ِ‫كان الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصل ّي ب ِنا ي َوْم ال ْفط ْرِ والشمس ع َلى قَي ْد‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ . Lebih dari itu di sunahkan untuk menyegerakan shalat ‘Idul Adha dan mengkhirkan shalat ‘Idul Fitri. 3/282. diriwayatkan dari Hasan bin Ahmad Al Banna dalam kitab Al Adlha. dan shalat ‘Idul Adlha ketika matahari setinggi satu tombak.‫رمحي ْن وال َضحى ع َلى قَي ْد ِ رمح‬ َ ْ َ ِ َ ْ َ ٍ ْ َ “Nabi Muhammad saw shalat ‘Idul fithri bersama kami ketika matahari setinggi dua tombak.”250 Maksud hadits ini. Al Baihaqi 2/282 Sunan Al Kubro lil Baihaqi. "Hadits yang paling baik dalam menerangkan waktu shalat ‘Iedain adalah hadits Jundab di atas." 250 251 252 Hasan. yaitu waktu dhuha. dengan disegerakannya shalat berarti waktu menyembelih akan lebih panjang.وَ فِي رِواي َةٍ . Hikmahnya adalah karena dalam ‘Idul Fithri ada kewajiban mengeluarkan zakat. sehingga dengan diakhirkan waktu shalat ada waktu untuk membayar dan membagikan zakat. Al-Bukhari secara Mu’allaq.Risalah Ramadhan ّ َ ‫خرج ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْن ب ُسرٍ صاحب رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم معَ الناس‬ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ ِ ُ َ ُ ِ َ ِ ّ ‫في ي َوْم ِ عيد ِ فِط ْرٍ أ َوْ أ َضحى فَأ َن ْك َر إ ِب ْطاء ال ِمام ِ فَقال إ ِنا ك ُنا قَد ْ فَرغ ْنا‬ ِ َ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ‫ساع َت َنا هَذ ِهِ وَذ َل ِك حين الت ّسبيح‬ َ َ َ ِ َ ِ ِ ْ 'Abdullah bin Busrin ra salah seorang shahabat Rasulullah saw keluar bersama orang banyak pada hari raya ‘Idul Fithri atau ‘Idul Adlha. َ َ َ ‫روِيَ أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ك َت َب إلى ع َمرو ب ْن حزم ٍ أ َن أ َخر‬ ْ َ ُ ّ َ َ َ ّ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ ْ ٍ ‫صل َة َ الفطرِ وَع َجل صل َة َ الضحى . Dan dalam suatu riwayat Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang saat itu berada di daerah Najron supaya menyegerakan sholat ‘Iedul Adha dan mengakhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan berilah peringatan kepada manusia. Abu Dawud secara Maushul. hadits ini mursal dhoif karena dalam sanadnya ada Ibrahim bin Muhammad dan dia dhoif Dha’if. lalu dia memprotes keterlambatan datangnya imam shalat seraya berkata." 251 Hadits ini dijelaskan oleh hadits berikutnya.” 252 Imam Asy-Syaukani berkata. HR. lihat talhish Ibnu Najar. yaitu waktu tasbih yang berarti setelah matahari setinggi tombak adalah makruh. ia menyatakan bahwa mereka telah mengakhirkan waktu shalat dari yang sebenarnya. Akhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan segerakan sholat ‘Iedul Adha. 3/232. 2/83 72 .‫وَ هُوَ ب ِن َجران أ َن ع َجل الضحى وَ أ َخر ال ْفِط ْر وَ ذ َك ّرِ الناس‬ َ ْ ْ ٍ َ ْ َ ّ َ َ ّ "Diriwayatkan bahwa Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang isinya.

Ibnu Mundzir dan Al khatobi.” 253 b. Ibnu Majah. 2/170. Abu Dawud. Ubay bin Utsman. Al Baihaqi. sedang mengenai pelaksanaan shalat terdapat beberapa pendapat: a. Paginya kami siyam dan siang hari itu juga datang rombongan kafilah dagang lalu bersaksi dihadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. 2. Imam Ats Tsaury. Al Hakam. Abu Salamah. Juga pendapat Abdurrahman bin Abi Laila. Sejak tengggelamnya matahari malam ‘Ied. At-Tirmidzi ‘Aridzatul. Imam Auza’i. 253 254 Abu Dawud. Takbir ‘Idul Fithri Para ulama berbeda pendapat tentang waktu takbiran idhul fitri: 1. Imam Ishaq. no. 1/531 Shahih Ahmad. Zaid bin Aslam dan AsySyafi’i. Hammad. Abu Tsaur dan juga Auza’i dan lain-lain. Ishak. Sejak berangkat menuju tempat sholat. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib. Ibnu Majah. Abu Bakar bin Muhammad. 1/543. Tentang Takbiran a. Imam Malik dan Asy-Syafi’i: Tidak perlu sholat ‘Ied besok harinya karena sholat ‘Ied harus ada jama’ah dan khutbah ‘Ied. Urwah.” 254 D. Keduanya tidak diqodlo’ sebagaimana sholat jum’at. mereka berkata: َ ‫قال ُوا غ ُم ع َل َي ْنا ه ِل َل شننوال فَأ َصب َحنا صياما فَجاء رك ْب فى الن ّهارِ فَشهَد ُوا‬ ِ ٌ َ َ َ َ ً َ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫عن ْد َ رسول الله صلى الله عليه وسلنم أ َن ّهُم رأى ا ْلهلل ب ِلمس فَأ َمر‬ ِ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ْ ّ ‫الناس أن ي ُفط ِروا من ي َوْمهِم وَ أن ي َخرجوا لنعِي ْد ِهنم من الغَد‬ ْ ِ ْ ِ ْ ُ ْ ْ َ ّ “Kami terhalang mendung sehingga tidak melihat hilal syawal.Risalah Ramadhan Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari? Bagi yang siyam harus segera berbuka. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Umar bin Abdul Aziz. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk berbuka dan untuk bersiap sholat ‘Ied besok harinya. 653. 5/38. 1157. 3/216. Umar. 1/387. An Nakha’i. Syarhu Ma’anil atsar. no. Imam Malik. Nasa’i 1/180. Ali. Abu Umamah dan sebagian besar para shahabat ra. Rasululloh saw bersabda: ‫فِط ْرك ُم ي َوْم ت ُفط ِروُن وَ أ َضحاك ُم ي َوْم ت ُضحوْن‬ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ْ ُ “Iedul Fitri kalian adalah pada hari kalian semua berbuka. Abu Zanad. Iedul Adha kalian adalah pada hari kalian semua menyembelih Udhiyyah. 3/316 73 . Ini adalah pendapat Imam Ahmad. Pendapat yang kuat menyatakan mereka hendaknya melakukan sholat ‘Ied keesokan harinya. Sa’id bin Jubair. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits 'Umair bin Anis dari paman-pamannya dari golongan Anshar. Daruqutni.

Al-Baqarah 2 : 185 Ad Daruquthni 2/45. Jika selesai sholat. Al. 2/165 Ibnu Abi Syaibah. Dari situlah takbir dimulai.” 256 Abu Jamilah Masyawah bin Ya’kub berkta: َ ْ َ ْ ‫رأ َي ْت ع َليا ً رضي الله ع َن ْه خرج ي َوْم ال ْعِي ْد ِ فَل َم ي َزل ي ُك َب ّر حتى ان ْت َهى إ ِلى‬ ّ َ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ َ َ ِ َ ِ ِ‫ال ْجبان َة‬ َ َ “Saya melihat Ali keluar pada hari ‘Ied. Diriwayatkan: ّ َ ُ ْ َ ْ ْ ِ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ّ ِ ‫كان ي َخرج ي َوْم الفطرِ فَي ُك َب ّر حتى ي َأ تي المصلى وَحتى ي ُقضى الصل َة ُ فَإ‬ ّ َ ُ َ ‫ذا قُضي الصل َة ُ قُط ِعَ الت ّك ْب ِي ْر‬ ّ ُ َ ِ Beliau rasulullah saw keluar pada hari ‘Idul Fitri dan bertakbir sampai tiba ditempat sholat dan melaksanakan sholat. 170 74 . “ Apa mereka sudah gila?"258 Meski demikian pendapat ini dinilai lemah karena ada hadits yang memerintahkan untuk bertakbir sampai ditempat sholat akan melaksanakannya. Silsilah Ahadits Shahihah. maka dia bertanya : َ َ َ ‫ما َ شأ ْن الناس ؟ قِي ْل : ي ُك َب ّروْن. supaya kamu bersyukur. ia terus bertakbir sampai ketempat sholat”. no. 2/44 Ibnu Abi Syaibah. فَقال : أ َن ْجان ِي ْن الناس ؟‬ َ َ ُ ُ ّ َ ِ ّ ُ َ “Sedang apa orang-orang itu? 'Bertakbir' Maka beliau berkata.” 259 255 256 257 258 259 QS. Sebagaimana firman Allah ta’ala: َ َ ُ ِ ‫وَل ِت ُك ْملوا ال ْعِد ّة َ وَل ِت ُك َب ّروا الل ّه ع َلى ما هَداك ُم وَل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ ْ َ َ ُ "…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.Baihaqi. 257 Ada pendapat yang mengatakan bertakbir hanya sampai saat tiba di tempat sholat saja.Risalah Ramadhan Adapun akhir takbir pada hari ‘Idul Fithri adalah saat Imam datang untuk memulai shalat. beliau menghentikan takbir. 3/279 Daruqutni. Bahkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak ada takbir pada hari raya ‘Idul Fitri karena Ibnu Abbas ra mendengar takbir pada hari raya ‘Idul fitri. Dasar pendapat yang kedua adalah perkataan Nafi' (bekas budak Abdullah bin Umar ra) : ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ي َوْم ال ْعِي ْد ِ في ال َضحى وال ْفط ْرِ وَي ُك َب ّر وَي َرفَعُ صوْت َه‬ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ ”Ibu Umar bertakbir pada hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha."255 Bisa dipahami bahwa sempurnanya bilangan shaum Ramadhan satu bulan adalah dengan tenggelamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan terbitnya hilal Syawal. dia bertakbir dan mengeraskan suaranya.

“Apa yang kalian kerjakan dahulu bersama Rasulullah pada hari ini?“ Kemudian dia ( Anas ra ) menjawab : ّ ‫كان ي ُهِل ال ْمهِل منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْهِ وَي ُك َب ّر ال ْمك َب ّر منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْه‬ ِ ّ ِ ُ ُ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ُ ُ "Diantara kami ada yang bertahlil dan Rasulullah tidak mengingkari. Al-Bukhori no. Al Baihaqi. An Nasai. Muslim. Darimi. Alqomah.Ada yang mengatakan dimulai sejak Subuh hari Arofah. 970. Baihaqi. no. 1285. Ahmad. 1/299 75 .Risalah Ramadhan b. 3/240. Ini pendapat Umar. Akhir Ashar hari nahar / 10 Dzulhijjah. . Hadit ini diriwayatkan dari shahabat Ali. Pendapat ini kuat menurut Ibnu Taimiyyah261 karena merupakan pendapat kebanyakan shahabat dan ulama. dia berkata: ّ َ ‫ك ُنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم في غ َداةِ ع َرفَة فَمنا ال ْمك َب ّر وَمنا‬ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ ّ ُ ‫ال ْمهَل ّل فَأ َما ن َحن فَن ُك َب ّر‬ ّ ُ ُ ُ ْ “Di suatu pagi pada hari Arofah kami bersama Roaululloh. Ibnu Abbas ra. Muhammad. Ali.An 260 261 262 263 264 265 Subulus Salam. dan saya adalah orang yang bertakbir. 5/250 Muslim. saat keduanya berangkat dari Mina menuju Arafah di suatu pagi.Ada yang mengatakan dimulai sejak Ashar hari Arofah. pendapat ini diqiyaskan dengan sholat ‘idul Fitri. 5/112 Baihaqi. 3/313. Takbir ‘Idul Adlha 1. 24/220 Lihat Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. Dua Atsar (perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra) ini diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir. Ibnu Majah.Ada yang mengetakan dimulai sejak Dhuhur hari Arofah. no.265 Akhir Takbir ‘Idul Adha Takbir berakhir bersamaan dengan berakhirnya waktu Ashar hari tasyri’ yang terakhir. Iini pendapat Ibnu Mas’ud ra. 1/337. 5/112. Ahmad dan Abu Tsaur. Para ulama berbeda pendapat : . “Tidak ada sebuah hadits shahih pun dari Nabi dalam hal ini. maka sebagian kami ada yang bertakbir dan sebagian yang lain bertahlil. 6/40 Imam Malik. no. . Awal mula takbir .Ada yang mengatakan dimulai sejak setelah tenggelamnya matahari di hari Arofah. Abu Yusuf. 3/313 dan Al Hakim. Sufyan At-Tsaury. sebagian yang lain ada yang betakbir dan beliau juga tidak mengingkari. 2/71-72 Majmu’ fatawa. Umar dan Ibnu Abbas. . 1659. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits262 riwayat Muhammad bin Abu Bakr AtTsaqafi bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik ra. 1285.” 264 Imam Al-Baihaqi dan Al-Hakim juga meriwayatkan takbir sejak habis subuh hari Arofah sampai akhir hari Tasyrri’. Yang paling shahih adalah perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra bahwa takbir 'Idul 'Adha dimulai sejak subuh hari Arofah sampai akhir hari Mina (ashar). Imam Ash Shon’ani260 berkata.”263 Ibnu Umar ra meriwatkan dari bapaknya. 2/56. 3008.

di atas ranjang. Ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud ra. 3/288 Al-Bukhori. Abu Hanifah dan Ahmad. ketika jalan-jalan dan ketika beliau dikubah. berdasarkan QS 22:28 Al Majmu’. Ini adalah pendapat Ibnu Umar ra.Risalah Ramadhan Nakhoi dan Abu Hanifah. ini pendapat Imam Syafi’i. Umar bin Abdul Aziz. Kedua. 5/45 Al Mughni. َ ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ب ِمنى ت ِل ْك ال َيام وَخل ْف الصل َوات وَع َلى فِراشهِ وَفي‬ َ َ َ ّ ْ َ ِ ِ َ ِ َ ّ َ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ‫فُسطاط ِهِ وَمجل ِسهِ وَممشاه ُ ت ِل ْك ال َيام جميعا وكا َن ي ُك َب ّر فِي قُب ّت ِهِ ب ِمنى‬ َ ِ ِ ْ َ َ َ ً ِ َ َ ّ ْ َ ْ ُ ُ ُ ‫حتى ن َسمعُه أ َهْل ال ْمسجد ِ فَي ُك َب ّروْن وَي ُك َب ّر أ َهْل السوْق حتى ت َرت َج منى‬ َ ِ ّ ْ ّ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ْ ّ َ ُ ‫ت َك ْب ِي ْرا‬ ً "Pada hari itu Ibnu Umar ra bertakbir di Mina dan juga setelah beliau sholat lima waktu. jalan.271 E. Ini pendapat Imam Malik. 2/25 Majmu’. Suaranya terdengar oleh orang yamg berada dimasjid. 268 Pendapat yang kuat mengatakan bahwa takbir tidak hanya sesudah sholat fardhu saja. 2/166. Kedua tidak bertakbir. mengikuti kegiatan haji. Ini adalah pendapat Yahya Al Anshori. dan dengan serta merta ikut bertakbir pula seluruh penduduk di pasar sehingga Mina bergemuruh dengan suara takbir. Ini adalah pendapat Ibn Mas’ud. Abu Yahya. َ َ ُ ِ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي َغْت َسل ي َوْم ال ْفط ْرِ وال َ ضحى‬ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َ Ibnu Syaibah. ( Menurut mereka awalnya dhuhur hari Arofah. Atsaury.266 Subuh hari tasyri’ terakhir. Malik dan Asy-Syafi’i. di dalam kemah. maka mereka ikut bertakbir. Al-Auza’I. Ini adalah pendapat Imam Malik. 5/45 Al Mughni. bertakbir meskipun sholat sendirian. di tempat duduk. Muhammad dan jumhur ulama. tidak bertakbir dalam sholat sendirian. 267 Dhuhur hari tasyri’ terakhir. dan di tempat-tempat yang lainnya. Mandi dan memakai pakaian yang bagus. 270 Apakah sesudah sholat sunnah juga bertakbir? Dalam hal ini ada dua pendapat: pertama tetap bertakbir. Adab-adab di Hari Raya Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum kita melaksanakan sholat ‘Ied : 1. Imam Ahmad. Pendapat mereka adalah: Pertama. Imam Abu Hanifah dan Imam Ats Tsaury. AsySyafi’I.m Ibnu Umar. namun juga di pasar." 269 Para ulama berbeda pendapat tentang takbir yang dilakukan setelah shalat lima waktu. 3/291 266 267 268 269 270 271 76 .

Berjalan kaki ke tempat shalat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda. no.Risalah Ramadhan "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam mandi pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha. 5/352 Al-Bukhari. 5/15 Ahmad berkata. no. Ibnu Majah. no. Dari Sa’id bin Jubair dia berkata: ‫ك ُن ْت معَ اب ْن ع ُمر حين أ َصاب َه سنان الرمح في أ َخمص قَد َمهِ فَل َزِقَت‬ ِ ِ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ً ِ َ ُ َ َ َ ّ َ ُ‫قَد َمه بالركاب فَن َزل ْت فَن َزع ْت ُها وَذ َل ِك ب ِمنى فَب َل َغَ ال ْحجاج فَجعَل ي َعود ُه‬ ُ َ َ َ ِ َ ّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ‫فَقال ال ْحجاج ل َوْ ن َعْل َم من أ َصاب َك فَقال اب ْن ع ُمر أ َن ْت أ َصب ْت َني قال‬ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ُ 272 273 274 275 276 277 Ibnu Majjah 1/417. 2/32. Dimakruhkan membawa senjata tajam kecuali dalam keadaan terpaksa. 4. Ibnu Majah. Makan dahulu sebelum menunaikan sholat iedul fitri. Bertakbir sejak dari rumah sampai tiba di tempat shalat dan saat imam hadir untuk mengimami shalat. Ahmad.” 274 3. "Saya bersama abi Umamah Al Bahiliy dan yang lainnya dari para shohabat Rasulullah. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. 542. 1754. 1756. 4/76. Dhoif Al-Bukhari 953. 6. Imam Malik dan Syafi’i. Ahmad. 3/308 Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. 3/126 At-Tirmidzi. At-Tirmidzi 543. sebagaimana hadits riwayat dari Abu Buraidah: ‫كا َن الن ّب ِي ل َ ي َخرج ي َوْم ال ْفط ْرِ حتى ي َط ْعَم وَي َوْم الن ّحرِ ل َ ي َأ ْك ُل حتى ي َرجع‬ ّ َ ُ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ُ ْ ِ‫فَي َأك ُل من ن َسي ْك َت ِه‬ ِ ْ ِ َ " Nabi tidak berangkat shalat iedh fitri sampai makan terlebih dahulu sedang padahari iedhul adha beliau tidak makan sampai pulang dari sholat iedhul adha lalu makan dari sembelihan beliau.” 275 Ini adalah pendapat jumhur ulama."272 2. Ahmad. "Isnadnya bagus" 77 ."273 Sedang di hari 'Iedul adha beliau tidak makan terlebih dahulu. maka apabila mereka pulang dari sholat ied. Saling mengucapkan Tahniah ( َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ ) Muhammad bin Ziad berkata. mereka saling mengucapkan: َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ “Semoga Alloh Manerima Amal Kita dan Amal anda"277 7. "Dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasululloh tidak pergi ke tempat shalat ied sampai makan dulu beberapa butir kurma.276 5. Hendaknya shalat diadakan di tanah lapang kecuali dalam keadaan darurat seperti hujan dan yang semisalnya sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw dan khulafaur Rosyidin. Al-Baihaqi. dia berkata: ‫كان الن ّب ِي إ ِذا كان ي َوْم عي ْد ٍ خال َف الط ّرِي ْق‬ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ُ "Pada hari ied beliau berangkat dan kembali lewat jalan yang berbeda. 986. Al Majmu’.

2. ْ ِ َ ّ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلنى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كـان ي َخرج ي َوْم ال ْفطـر وال َضحى إلى‬ َ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ َ َ َ ِ ّ َ ُ ‫ال ْمصلى فَي َب ْد َأ َبالصل َة‬ ِ ّ ِ Dari Abu Sa’id Al Khudri ra berkata: 278 279 280 281 HR Bukhori Al. ' dan berdzikir kepada Alloh . 279 9. Diperbolehkan membuat makanan dan minuman yang istimewa serta melakukan permainan yang mubah. 1/318 Ibid. 'Kamulah yang telah melukaiku!' Hajaj berkata. Ketika kami berada di Mina. 1/318 HR Muslim 78 . maka ia terjatuh dari tungganganya. Kemudian ia bertakbir tanpa ada adzan dan iqomah sebelumnya.tengah telapak kaki. Ini adalah pendapat Imam abu Hanifah.280 10. Al Hajjaj menjenguknya sambil mengatakan.Fiqih ‘Ala Madzahil Arba’ah. Sedangkan menurut Madzhab Malikyah disunnahkan setelah terbitnya fajar. Tata Cara Sholat ‘Ied 1. kecuali imam.' 278 8. 'Bagaimana bisa terjadi yang demikian?' Ibnu Umar ra menjawab. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: َ َ َ ِ‫أيام الت ّشريق أيام أك ْل وَشرب وَ فِي رِواي َةٍ زاد َ فيهِ وَذ ِك ْرٍ ل ِل ّه‬ ِ َ ُ ّ ِ ِ ْ ُ ّ ٍ ْ ُ َ ْ ٍ “Hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta' dalam riwayat lain ada tambahan. Ketika tiba di mushala (masjid atau lapangan) hendaknya imam segera maju ke depan untuk mengimami shalat dan dia menegakkan sutrah (pembatas) di depannya. 'Seandainya kami tahu siapa yang melukaimu. Hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan kepada siapa saja yang ditemuinya dari orang-orang mukmin. 'Kamu membawa senjata pada hari yang seharusnya tidak boleh membawanya dan kamu memasukkan senjata ke tanah haram yang seharusnya tidak boleh membawa senjata di dalamnya.” 281 F. Saya turun unuk membantunya dan mencabut mata tombak itu.Risalah Ramadhan ‫وَك َي ْف قال حمل ْت السل َح في ي َوْم ٍ ل َم ي َك ُن ي ُحمل فيهِ وَأ َد ْخل ْت السل َح‬ ِ ُ َ ْ ْ ِ َ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ ‫ال ْحرم وَل َم ي َك ُن السل َح ي ُد ْخل ال ْحرم‬ ُ ّ َ َ َ َ َ َ ْ ْ "Saya bersama Ibnu Umar ra ketika dia terkena mata tombak ditengah. Imam Asy-Syafi’i dan Imam Hambali.' Maka Ibnu Umar ra berkata. Setelah menunaikan sholat subuh kaum muslimin dianjurkan untuk segera pergi ke tempat shalat walaupun matahari belum terbit.

285 Imam Malik dan imam Ats-Tsauri menyatakan tidak mengangkat tangan saat takbir. Al-Bukhori dan Muslim HR. Disunnahkan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua. takbir ini tidak terhitung takbirotul ikhram dan intiqol. bahwa Rasululloh saw bertakbir 7 kali pada rokaat pertama shalat 'Iedul Fithri dan lima kali pada rokaat kedua. Umar dan Utsman ra. Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i.”286 Adapun Imam Malik. Ad-Daruqutni. Berdasar pendapat Umar ra dan riwayat Abu Humaid. 1278 Al Majmu’. 3/272-273. 3/258. 2/48.Risalah Ramadhan "Bahwa pada hari raya ‘Idul fitri dan Adha Rasulullah keluar menuju mushala dan yang pertama kali beliau lakukan adalah sholat. Abu Dawud Abu Daud 1151.”Shohabat Abu Musa ra dan Hudzaifah ra berkomentar. ّ َ ُ َ ُ َ ّ ‫ع َن ع َب ْد ُ الله ب ْن ع َمرو أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي ُك َب ّر‬ َ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ‫فِي ال ْفط ْرِ سب ْعا فِي ال ُوْلى وَ خمس فِي الخرةِ وال ْقراءة ُ ب َعْد َ ك ِل ْت َي ْهِما‬ َ َ ِ َ َ ِ ِ ْ ً َ َ ٌ ْ َ ْ ْ Dari Abdulloh bin Amru ra. Meski demikian. no. Kemudian barulah beliau membaca surat. Al Mughni. riwayat Umar ra dalam Al-Baihaqi. Kemudian. Imam Abu Hanifah. 2/240 79 . bertahmid dan bersholawat lalu berdoa dan bertakbir lagi. karena tidak ada riwayat yang jelas dari Rasulullah tentang itu. Disunnahkan juga mengangkat tangan ketika bertakbir. Abu Hanifah dan Auza’i tidak menyukai dzikir diantara takbir.” 284 Mengangkat tangan sunnah menurut Imam Atho’. Al-Baihaqi. Imam Auza’i. 5/20-21.” 282 ّ َ َ َ ّ َ َ ُ َ ّ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صلى ال ْعيد َ ب ِل َ أ َذان‬ ِ ُ ٍ َ ْ ‫وَل َ إ ِقامةٍ وَأ َبا ب َك ْرٍ وَع ُمر أ َوْ ع ُث ْمان‬ َ َ َ َ َ َ َ Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw sholat 'Ied tanpa adzan dan iqomah. "Ibnu Mas’ud benar. 282 283 284 285 286 HR. begitu juga dengan Abu Bakar. Namun kedua riwayat ini lemah. 283 3. 3/243 Al-Baihaqi. Ibnu Majah. di antara takbir disunnahkan untuk memperbanyak membaca tasbih dan tahmid. begitu seterusnya. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i. Berdasar fatwa Ibnu Mas’ud ra kepada Al Walid bin Uqbah: َ َ ُ ّ َ ‫ت ُك َب ّر وَ ت ُحميد رب ّك وَ ت ُصل ِي على الن ّي ِي الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَت َد ْع ُوا‬ َ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ُ ْ ‫وَت ُك َب ّر وَت َفعَل مث ْل ذ َل ِك‬ ُ “Kamu bertakbir. para sahabat ra mengangkat tangan mereka ketika bertakbir.

287 ّ َ َ ُ َ َ ‫ع َن الن ُعْمان ب ْن ب َشي ْرٍ أن ّرسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم قَراء فِي‬ َ َ َ َ ِ ُ ْ ْ ِ ِ َ َ َ َ َ ْ ْ ‫الصل َةِ ال ْعِي ْد ِ سب ّح اسم رب ّك ال َع ْلى وَ هَل أ َت َك حد ِي ْث ال ْغا شي َة‬ ُ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ Dari Nu’man bin Basyir ra. no. no.Rokaat pertama: Surat Qoof atau Al A’la. An-Nasai. Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik : tidak ada sholat Qodho. 1091. no. 1091. begitu juga mendengarkannya. Selanjutnya seperti sholat biasa sebanyak dua rokaat. no.” 288 5. Ahmad. 3/83. َ َ ُ ُ َ َ ‫كا َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َقرأ ُ فِي ال ْفط ْرِ وَ ال َضحى بـ )ق( و‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ( ‫) إقْت َرب َت السا ع َة‬ ُ َ ْ َ Dari Abu Waqid Al Laitsi ra Rasulullah saw membaca surat Qoof dan Al qomar pada sholat ‘iedul fitri dan Adha. 3/84 Muslim. Ini juga pendapat Auza’i dan Abu tsaur. 3/384. no. Ibnu Majah. At-Tirmidzi. Khutbah sesudah sholat ‘ied hukumnya sunah. no. 2/602 80 . "Rasulullah saw sholat ‘Ied dan membaca Al ‘ala dan Al Ghosyiyah. no.Rokaat kedua: Surat Al Qomar atau Al Ghosiyah. An-Nasai. Ibnu Majah.291 6.Risalah Ramadhan 4. At-Tirmidzi. Al Majmu’. 5/217. Ad-Darimi. 534. Al-Baghowi. Disunnahkan membaca : . 533. Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu mundzir: sholat dua rokaat sendirian. Ahmad. 878. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Lihat Al Salsabil. 1281. 1154. An-Nasai. 1122. Bagi yang ketinggalan sholat289: Menurut Ibnu Mas’ud ra. 4/273.290 Hadits ini diperkuat oleh Imam Al-Bukhori. Imam Ahmad. Pendapat pertama lebih kuat. Al-Baghowi. Abu Daud. 368. no. 5/34 Dhoif /Munqothi’. Tidak ada sholat sunnah sesudah dan sebelum sholat ‘Ied. 891. ia sholat bersama keluarganya. Abu Daud. no. 1/205 Fathul Baari. 7. no. 3/184 Al Mughni. dia berkata: َ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم خرج ي َوْم ال ْفط ْرِ فَصلى رك ْعَت َي ْن ل َم ي ُصل ّي‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ ْ ِ َ َ َ ّ َ ٌ ‫قَب ْل َها وَل َ ب َعْد َها وَ معَه ب ِل َل‬ َ ُ َ َ 287 288 289 290 291 Muslim. . no. 1282. berdasar riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al Baihaqi bahwa Anas ra bila ketinggalan sholat ‘ied bersama imam di Basroh.

2/204 81 . Al Fath. 289. Semoga bermanfaat.” 292 Demikian sekilas gambaran pelaksanaan sholat Iedhul fitri dan adha.Risalah Ramadhan "Sesungguhnya Nabi saw keluar pada hari raya fitri dan Adha dan sholat dua rekaat dan tidak sholat sebelum dan sesudahnya dan bersaman beliau adalah Bilal ra. ُ ‫“ الصل َة‬ ّ dasarnya adalah hadits riwayat Az Zuhri yang 292 Al-Bukhori. no. Adapun ucapan “ ‫جامعَة‬ ُ ِ َ dhoif dan Mursal.

Risalah Ramadhan 82 .

Semoga Allah senantiasa menjadikan amal kita ikhlash hanya untuk mencari wajah-Nya. ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Rmadhan tapi hingga bulan Ramadhan tersebut berlalu dia belum diampuni. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada teladan kita. ‘Celakalah seorang hamba yang menemui kedua orang tuanya atau salah satunya. “Wahai Rasulullah. keluarga dan umat Islam yang konsisten dengan agamanya hingga hari kiamat.’ Maka aku berkata. bab Man Dzukira ‘Indahu An-Nabiyu Falam Yushalli ‘Alaih. ‘Celakalah seorang hamba yang namamu disebut di depannya tapi dia tidak bershalawat kepadamu. Hadits Shahih Ligharihi).’ Maka aku berkata. “Amin. “Amin.” ( HR. ث ُم قال: ش نقي ع َب ْند ٌ ذ ُك ِنرت عن ْند َه‬ ْ َ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ّ َ . “Amin. Sebagai penutup. Bahwasannya Rasulullah Naik ke atas mimbar. kami mendengar anda menucapkan amin sebanyak tiga kali?” Beliau menjawab: َ َ ُ ‫ل َما رقَي ْت الد ّرجة ال ُوْلى جاءن ِي جب ْرِي ْنل فق نا َل: ش نقي ع َب ْند ٌ أ َد ْرك رمض نان‬ َ َ َ َ ‫َ َ َ َ َن‬ ِ ْ َ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ّ ‫فان ْسل َخ من ْه وَل َم ي ُغْفر ل َه. ketika beliau naik tingkat pertama beliau berkata.Risalah Ramadhan PENUTUP Al-hamdulillah.’ Kemudian Maliakat Jibril berkata lagi. فَقل ْت آمي ْن.” dan ketika beliau naik tingkat yang ketiga beliau berkata. ث ُم قال: شقي ع َب ْد ٌ أ َد ْرك والنند َي ْهِ أ َو‬ ِ َ َ َ ُ ْ َ ْ ُ ِ َ َ َ ْ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ ُ‫أحد ِه ِما فَل َم ي ُد ْخل َه ُ ال ْجن ّة.” Para shahabat bertanya kepada beliau.’ Maka aku berkata. ‘Amin.” ketika beliau naik tingkat yang kedua beliau berkata. ‘Amin.’ Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi. Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad. فَقل ْت آمي ْن. فَقل ْت آمين‬ ْ ِ ُ ُ ْ “Ketika aku naik tingkat (mimbar) yang pertama. kami mengajak para pembaca untuk merenungi hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah. para shahabat. Jika ada kebenaran itu semata dari Allah dan jika ada kesalahan itu semata karena kekurangan yang dimiliki oleh penyusun dan Allah terbebas dari semua itu. atas izin Allah Risalah Ramadhan ini dapat kami susun. Amin ‫تم بحمدالله‬ 83 . tapi kedua orang tua tersebut tidak bisa menjadikannya masuk surga. Malikat Jibril as datang kepadaku seraya berkata. ‘Amin. Rasulullah Muhammad saw.‫وَل َم ي ُصل ع َل َي ْك.

Abdul Aziz Muhammad Salman. Muhammad Abdul Baqi. Imam Asy-Syafi'i. Abdurrahman al-Jazary. 22. Yusuf Qordlowi. 14. Louis Ma’luf. 18. 15. Fathul Bari Syarhu Shahih al-Bukhari. Al-Qomus Al-Muhith. Jami’ul Bayan ‘An Ta’wili Ayyil Quran. 23. Fiqhuz Zakah. Kamus Al Munawwir Arab-Indonesia. Ad Dinul Kholis. Imam Ath-Thabari 24. Ibnu Qudamah (Abu Muhammad Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Maqohsy). Asy-Syaikh Ahmad bin Abdur Rozaq Ad-Duwaisy. Al-Lu’lu’ Wal Marjan. 8. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. 30. Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Imam An Nawawy. 2. Ibnu Qudamah. 27. Aunul Ma’bud. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Abul Fadhl Jamaluddin bin Makram bin Mandzur Al Afriki Al Mishri. Imam al-Qurthubi. Fatawa Al-Kubra. Mawaridludh Dham’an. Al Mughni. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah. 20. Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad bin Ibrahim Al Fairuz Abadi Asy Syirazi Asy Syafi’i 13. 7. Ahmad Warson Munawwir. 4. Nashir bin Sulaiman Al-Umar. Al-Fiqih Al-Islami Wa Adillatuhu. Lisanul-Arab. Al-Munjid fil Lughah. Wahbah Az-Zuhaili. 31. 6.Risalah Ramadhan DAFTAR PUSTAKA 1. Muhammad Al-Husaini. Al Muwaththa’. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Majalutul Buhuts Al-Islamiyah. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. 10. 17. Dr. Kitab Al-Umm. Al Fatawa Al Kubra. Fiqih I'tikaf. 29. 19. Syaikh Mahmud Muhammad As Subki. 9. Bidayatul Mujtahid wan Nihayatul Muqtasid. Abdul Karim Zaidan. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. 5. Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah bin Musa bin Adh Dhahhak As Salmi Adh Dharir Al Bughi At Tirmidzi. 11. 16. Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Adhim Abadi. 28. 25. 84 . Al-Mishbah Al-Munir. 21. Dr. Imam Ahmad bin Muhammad Al Fayummi Al Muqri’i. Al Kaafi Fie Fiqhi Al Imam Ahmad. Hasan Ayyub. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. Imam Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Al Harits Al Ashbahi Al Hamiri Abu Abdillah Al Madani 12. Idaratul Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Wad Dakwah Wal Irsyad. 3. Kifayatul Akhyar. Ibnu Rusyd al Hafidz. 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim dan Anaknya. Jami’ At Tirmidzi. Fiqhul ‘Ibadat. 26. Kitabul Fiqh ‘ala Madzahibil ‘Arba’ah.

Sunan Ibnu Majah. Subulus Salam. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. 36. 46. Imam Syamsyuddin Syihabuddin Abu Abdullah Muhammad bin Bakar AzZaraiy ad-Damsyiqy/Ibnul Qoyyim 85 . Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim. Musnad Ahmad. Ali bin ‘Umar Abul Hasan Ad-Daruquthni Al-Baghdadi. 44. Risalah Romadhan. Puasa Bersama Nabi. 51. Imam As-Syaukani. Tafsir Fathul Qodir Al Jami’ Baina Riwayah Wa Diroyah Ilmu Tafsir. 34. Sunan An Nasa’I. 54. Imam Ad Darimi 48. Shahih Muslim. Tafsir Al-‘Aliyil Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibnu Katsir. Shalih bin Ibrahim Al-Balaihi 38. 45. Muhammad Nasib Ar-Rifa'i. 41. 33. Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas'ud Al-Baghawi. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Nailul Authar. Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal. Minhajul Muslim. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi. 55. Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Arrabi’ie Ibnu Majah. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Abdullah Ali Bassam. Syarhus Sunnah. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Syaikh 'Abdurrahman 'Abdurrahim AlMubarakfuri. 57. Sunan Abi Dawud. Shahih Ibnu Majah. 42. 52. Imam Abu Daud As Sijistani Sulaiman bin Al ‘Asy’ats bin Syidad bin Amr Al Azdi. Sunan Ad-Daruquthni. 50. Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Zadul Ma'ad. Imam Muhammad Bin Ali Bin Muhammad Syaukani. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Imam As-Suyuthi. 58.Risalah Ramadhan 32. Sunan Ad-Darimy. Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarafuddin anNawawi Ad-Damsyiqi 43. 53. Imam Abu Abdurrahman Al Hafidz Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr An Nasa’I. Sunan Ibnu Abi Syaibah. Abu Bakar Jabir Al-Jazairi. Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi. Shahih Al-Bukhari. 47. 49. Ash Shon’aniy. 56. Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. Imam Ibnu Katsir. 40. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin AlMughirah Al-Ja’fi Al-Bukhari 39. 37. 35. Imam Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi Abul Hasan AnNaisaburi. Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani.

............................................43 A................................................................................................. Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum.............49 L A I L A T U L Q O D A R......25 C................................................................................................. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur................................21 BAB II......................35 A......41 J............. Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum.......................... Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya......3 BAB I...................................... Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal................................................................ Dalil Dan Keutamaannya.........35 B............................. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh..................................2 MUQADIMAH...........................38 F...................................................................... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’.............40 I......................... Definisi-Definisi..................................................................29 BAB III................................................... Rukun-Rukun Shaum...39 G............................................................................................................50 86 ........... Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum...............................................................................................43 B.....44 D.....................................46 E........................................... Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum.......................10 E.....................................................40 H.......... Waktu Shalat Tarawih .................................................................. Definisi Shaum............31 B.................................................................................49 A.................... Syarat Wajib / Sah Shaum ................................43 S H A L A T T A R A W I H..........................................4 C............................................................................ Keutamaan Bulan Ramadhan............................................................. Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum..........................4 B......................................................47 BAB VII...............................................................20 P...........31 N I A T S H A U M P A D A B U L A N R A M A D H A N........................................ Berjama’ah Atau Sendirian ? ................37 E..................................................................................................... Disyari'atkannya Makan Sahur .............................................................31 A.....................................................................................................................................................................................42 L................................................................. Penentuan Awal Ramadhan..........42 K.......................................................... Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................32 BAB IV..............................................................44 C..............................................................................................................................................2 Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur................................................................................................17 L......... Hukum Makan Sahur.............................................................................9 D...........................................................19 O.................................................................................................................................... Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur................................................... Keutamaan-Keutamaan Shaum......................... Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya.........4 R I S A L A H R A M A D H A N.......................24 B.................14 H...............................................................15 I.....................................................................................11 F....................................................................................17 K................................................4 A.....................................................42 BAB V..................24 P E N E N T U A N A W A L R A M A D H A N..................................................................................................................................................................................................24 A................... Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan............................................................................... Disyari’atkannya Niat......... Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan..........................................................18 M........................................ Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan....................... Sunnah mengakhirkan sahur.................................................................................31 C..............................................13 G............... Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur...................................... Bilangan Rakaat .....................35 C........................................ Definisi Niat.........................................36 D............................................................................... Makna Lailatul Qodar................... Waktu Sahur.......................Risalah Ramadhan DAFTAR ISI KATA PENGANTAR............................................................................................ Penentuan Wilayah Awal Ramadhan............................................................................................................. Pengertian........16 J................. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan............................................19 N...................................................... Sebab Penamaan......................35 S A H U R.................................................................................................................................................................................................................................... Sunnah-Sunnah Shaum ..................................................................................

................................. Tempat Membayar Zakat Fithri ..................................................... Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri........ Syarat-Syarat Mustahiq Zakat.................. Waktu Membayar Zakat Fithri.................. Amalan Di Malam Lailatul Qodar............................... Membayar Zakat Fithri Dengan Uang............. Yang Berhak Menerima Zakat Fithri ....70 A......................................................... Keutamaan Lailatul Qodar....58 F... Pada Siapa Diwajibkan ?.................................................55 D......................................................78 PENUTUP................................................ Tentang Takbiran.........................65 J.............................Risalah Ramadhan B..............................................................................................................................................................61 H..........52 F........................53 BAB VII.................................................................................54 B.......................................................................................................66 M............................................................................................................................................................................... Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar..................................................................................... Definisi Zakat Fithri.......................................................................................... Hukum Zakat Fithri............................................54 A...............70 S H O L A T 'I D A I N........................................................................... Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya............................................................................................................................... Pengertian Dan Pensyariatannya.................51 E................................................65 L...........................................................53 G....................................................................................................................................................................76 F................................................................................................................................................................................................................................................54 Z A K A T F I T H R I ......................83 DAFTAR PUSTAKA........................................................................71 C....59 G................................................84 DAFTAR ISI............................................71 Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari?.................................................................50 C................... Hukum Sholat Idain................................................................................................................51 D......................................................................... Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar.................................................... Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri.....................................73 E........................................................................86 COVER DEPAN 87 ......................73 D..........................................................67 BAB IX.....................................................................................................62 I.......................70 B.............................................. Disyariatkannya Zakat Fithri........................................................................................ Kapan Lailatul Qodar Terjadi...................................................................58 E.......................................................... Waktu Pelaksanaan Sholat..............55 C....................................65 K...... Tanda-tanda Lailatul Qodar....................... Adab-adab di Hari Raya.............. Hikmah Zakat Fithri ........................................................................ Tata Cara Sholat ‘Ied..........................................................................................................

Buku yang ada di hadapan pembaca ini. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. shalat tarawih. berapa banyak orang yang shaum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Amin. Semoga kita dikuatkan untuk melipatgandakan amal kebajikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. termasuk shaum di bulan Ramadhan. niat shaum. Rasulullah pernah mengingatkan kita. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. i’tikaf. Selamat mendulang ilmu yang terpendam dalam buku ini.Risalah Ramadhan Penyusun: Tim Ulin Nuha Ma’had Aly An Nuur FIQIH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penerbit: MUP (Muhammadiyah Univercity Press) SINOPSIS (COVER BELKANG) Ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. insya Allah akan menjadi panduan bagi Anda dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. sahur. Sehingga kitapun akan menuai pahala yang melimpah sesuai yang dijanjikan oleh-Nya. zakat fithri dan shalat ‘idain. 88 . Seperti penentuan awal Ramadhan.