P. 1
11111 RISALAH RAMADHAN MUP

11111 RISALAH RAMADHAN MUP

|Views: 120|Likes:
Published by Marzuki Nst

More info:

Published by: Marzuki Nst on Dec 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

Sections

  • A.Definisi Shaum
  • B. Keutamaan-Keutamaan Shaum
  • E. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan
  • F. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal
  • G. Syarat Wajib / Sah Shaum32
  • H. Rukun-Rukun Shaum40
  • J. Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur
  • K. Sunnah mengakhirkan sahur
  • M.Hikmah Zakat Fithri

Risalah Ramadhan

Judul: RISALAH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penyusun: TIM ULIN NUHA MA’HAD ‘ALY AN-NUUR Muraja’ah: Ust. Abdullah Manaf Amin

1

Risalah Ramadhan

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berlomba dalam kebaikan dan beramal sholeh serta bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan diampuninya dosa-dosa. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada beliau, keluarga dan segenap sahabat beliau. Marhaban ya Ramadhan. Demikian ucapan yang terlontar dari mulut kita ketika tamu agung tersebut datang. Kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Tempat-tempat perbelanjaan penuh sesak dengan pengunjung yang ingin memborong sembako dan kebutuhan lainnya untuk bekal selama satu bulan. Tubuh dibersihkan, tempat ibadah pun diperindah. Begitulah mungkin sedikit gambaran masyarakat disekitar kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Ada yang terlupa dan ada pula yang perlu dijelaskan. Kehadiran Ramadhan mestinya menyentak kesadaran kita untuk menggali nilai-nilai keagamaan kita dari Al Qur'an dan Sunnah. Karena dengan berpegang teguh dengan keduanya kita tidak akan tersesat. Karena ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, termasuk shaum di bulan Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita, berapa banyak orang yang shoum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. Buku RISALAH RAMADHAN, Mendulang Ilmu Menuai Pahala yang ada di hadapan pembaca ini, insya Allah akan menjadi pemandu bagi kita dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan. Tentang keutamaan bulan Ramadhan dan hukum-hukum shoum serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku ini adalah hasil karya dari Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur, dalam penerbitannya kami bekerja sama dengan Muhammadiyah Universiti Press (MUP). Mudah-mudahan Allah Yang Maha Rahman memberikan taufiq-Nya kepada kita, sehingga kita bisa memahami syareat secara benar, khususnya yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Dan semoga kita diberi kemudahan dalam melipatgandakan amal kebajikan di bulan yang penuh maghfirah ini. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabat beliau. Amin. .Sukoharjo 13 Rajab 1429 H .Agustus 2008 16 Penyusun Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur

2

Risalah Ramadhan

MUQADIMAH
Segala puji hanyalah milik Allah, pujian yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasul dan hamba-Nya, keluarga dan para shahabat sepeninggal beliau. Amma ba'du: Sungguh, shaum merupakan salah satu rukun Islam yang agung yang pahalanya tidak ada bandingannya. Sebagaimana sabda Rasulullah kepada Abu Umamah, “Hendaknya kamu shaum karena shaum itu tidak ada bandingan pahalanya.” (HR. An-Nasa’i) Dalam kesempatan ini, kami ingin memberikan gambaran singkat mengenai materi buku ini. Kami sengaja memulai penulisan isi buku ini dengan pembahasan Risalah Ramadhan, yang pada bab ini kami tulis penjelasan ibadah shaum Ramadhan secara khusus mulai dari definisi, syarat wajib shaum, sunah-sunah shaum, hal-hal yang membatalkan shaum dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan ibadah shaum ramadhan itu sendiri. Harapan kami, dengan penjelasan ini para pembaca akan mendapatkan gambran secara global tentang ibadah shaum Ramadhan beserta hukum-hukunya. Kemudian pada bab-bab berikutnya, kami bahas secara rinci dan berurutan beberapa ibadah yang menyertai pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan, seperti penentuan awal Ramadhan, niat shaum, sahur, shalat tarawih, i’tikaf, zakat fithri dan shalat idain. Kami sengaja memisahkan pembahasan-pembahasan ini dari bab pertama, mengingat dibutuhkan penjelasan yang lebih luas untuk mendapatkan kejelasan hukum-hukumnya. Harapan kami, semoga buku ini dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ibadah-ibadah lain yang menyertainya, sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Saran dan masukan yang membangun dari pembaca kami sambut dengan baik demi mencari kebenaran dan keridhan dari Allah.

3

Risalah Ramadhan

BAB I RISALAH RAMADHAN
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dibelenggunya syetan, dibukanya pintu-pintu jannah, dan ditutupnya pintu neraka, adalah keistimewaan yang Allah berikan dalam bulan Ramadhan, yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lain. Dan yang jelas pada bulan tersebut kaum muslimin diwajibkan untuk menerjakan shaum selama satu bulan penuh. A. Definisi Shaum a. b. Secara bahasa, shaum artinya menahan diri dari sesuatu. Secara syar’i, shaum adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, seperti

makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri, dengan disertai niat, mulai terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.1 B. Keutamaan-Keutamaan Shaum Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sunnhanya bahwa shaum merupakan benteng dari nafsu syahwat, penangkal dari api neraka, dan Allah SWT telah mengkhususkannya sebagai nama salah satu dari pintu-pintu jannah-Nya. Selain itu shaum juga dapat mengendalikan diri dari gejolak nafsu dan menahan dari perangai buruknya, sehingga dia bisa mendapat ketenangan hidup. Pahala yang besar ini, serta keutamaan yang agung akan dijelaskan secara rinci dan gamblang oleh hadits-hadits shahih sebagai berikut; a. Shaum sebagai perisai. Rasulullah SAW memerintahkan kepada remaja yang telah mampu untuk mandiri agar menikah, jika dia tidak mampu untuk melaksanakannya beliau memerinthkannya agar shaum, dan menjadikan shaumnya sebagai pengekang nafsu syahwatnya. Sebab shaum bisa menahan gejolak anggota tubuh dan mengekangnya dari tindakan yang menyimpang. Telah ditegaskan dalam sebuah penelitian bahwa shaum memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan untuk menjaga fisik dan kekuatan batin. Rasulullah SAW bersabda:

َ ْ ْ َ ِ َ ّ ‫يا معْشر الشباب من است َطاع َ من ْك ُم ال ْباءة َ فَل ْي َت َزوّج وَمن ل َم ي َست َط ِعْ فَعَل َي ْه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ٌ َ ُ ُ ‫بالصوْم ِ فَإ ِن ّه ل َه وِجاء‬ ّ ِ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu2 maka hendaknya dia menikah, karena menikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya dia shaum, karena shaum itu bisa menjadi perisai baginya."3

1

2 3

Al Mughni, 3/85; Ad-Dienul Khalish, 8/317, Minhajul Muslim, hal 300, Fiqhul Ibadat, hal 201, Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, 1/492. Mampu (ba'ah) adalah kemampuan menikah dengan segala konsekwensi dan tanggung jawabnya. HR. Al-Bukhari, 4/106, Muslim, 1400 dari Ibnu Mas'ud RA.

4

lihat Fathul Bari. Dari Abu Umamah berkata. An-Nasai. Orang yang shaum akan menapatkan pahala yang tak terhitung ّ ُ َ ّ َ ‫ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إ ِل الصيام فَإ ِن ّه لي وَأ َننَنا أ َجنزي ب ِنهِ والصنيام جن ّنة وَإ ِذا‬ ٌ ُ ُ َ ّ َ ِ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ‫كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فَل ي َرفُث وَل ي َصخب فَإ ِن ساب ّه أ َحد ٌ أ َوْ قَنات َل َه فَل ْي َقنل‬ َ ُ َ ْ ْ َ ْ َ َ َ ُ ‫ن‬ َ ُ 4 5 6 7 Dari Abu Hurairah RA berkata. oleh karena itu jelaslah bahwa shaum dapat mematahkan syahwat dan menumpulkan ketajamannya yang bisa mendekatkan seseorang kepada api neraka dan shaum dapat menjadi penyekat antara orang yang mengerjakannya dengan api neraka. karena shaum itu tidak ada tandingan pahalanya. no. no."7 c. 1624. hadits ini shahih. HR.Risalah Ramadhan Rasulullah SAW juga telah menjelaskan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai. dan Ahmad. 6/35 dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri. 1153. maka sebaliknya shaum dapat mendekatkan pelakunya kepada jannah dan menghantarkan untuk memasukinya. Shaum dapat memasukan seseorang ke dalam jannah. 70 musim yaitu perjalanan 70 tahun. At-Turmudzi. "Aku bertanya kepada Rasulullah. HR. 'Hendaknya kamu shaum. Al-Bukhari. Rasulullah SAW bersabda: HR. 4/165 5 . Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ‫ما من ع َب ْد ٍ ي َصوم ي َوْما في سبيل الل ّهِ إ ِل ّ باع َد َ الل ّه ب ِذ َل ِك ال ْي َوْم ِ وَجهَه ع َن‬ ِ ً َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ‫النارِ سب ْعين خرِي ْفا‬ ً َ َ ِ َ ّ "Tidaklah seorang hamba shaum satu hari dalam berjihad di jalan Allah. sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. 3/241. Orang yang shaum akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu. Telah disebutkan bahwa shaum dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. 6/48. maka Allah akan menjadikan antara dirinya dan api neraka sebuah parit selebar jarak antara langit dan bumi. Ahmad. 4/22 dari 'Utsman bin Abi Ash RA. d."6 b. e. nilainya. 'Wahai Rasulullah tunjukan kepadaku suatu amal yang dapat memasukanku ke dalam jannah!' Rasulullah menjawab. sejauh perjalanan tujuh puluh musim"4 Diriwayatkan dari Jabir RA Rasulullah SAW bersabda: ّ ْ ِ َ ّ ِ ْ ٌ ُ ُ َ ّ ِ‫الصيام جن ّة ي َست َجن ب ِها ال ْعَب ْد ُ من النار‬ "Shaum adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka"5 Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili RA Rasulullah SAW bersabda: ً َ َ َ ‫من صام ي َوْما في سبيل الل ّهِ جعَل الل ّه ب َي ْن َه وَب َي ْن النارِ خن ْد َقا ك َما ب َي ْن‬ ّ َ ِ ً َ َ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ِ َ ْ ‫السماء وال َرض‬ ِ ْ َ ِ َ ّ "Barangsiapa shaum satu hari di jalan Allah. 3/296 dari Jabir. SWT dari bau misik (Kasturi). Bau mulut orang yang shaum lebih harum di hadapan Allah kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka.

dan membunuh seseorang dalam suatu perjanjian karena kesalahan dan tidak sengaja melanggar sumpah. sesunggunhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. Jika ada oang yang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. Allah berfirman: 8 Shaum dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi orang 9 10 11 Maksudnya adalah bahwa seorang hamba itu akan menadapatkan pahala yang terbatas kecuali shaum. dan orang yang shaum memiliki dua kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya."10 g.Risalah Ramadhan َ ‫ّن‬ ‫ُن‬ ِ ُ ُ ِ َ ٌ َ ّ َ ‫إ ِني امرؤ ٌ صائ ِم وال ّذي ن َفس محمد ٍ ب ِي َد ِهِ ل َخل ُنوف فَ نم ِ الص نائ ِم ِ أط ْي َنب عن ْند‬ ّ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ‫الل ّهِ من ريح ال ْمسك للصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما إ ِذا أ َفْط َر فَرِح وَإ ِذا ل َقي رب ّه‬ َ ُ َ َ ِ َ ّ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ‫فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ "Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali shaum8. kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. "Shaum dan Al-Qur'an itu akan memberikan syafaat kepada setiap hamba (yang melakukan dan membacnya) pada hari kiamat nanti. membunuh binatang buruan pada saat ihram dan menzhihar11. 6 . "Setiap amal anak Adam akan dibalas dengan berlipat ganda. Dan shaum juga dapat dijadikan kaffarat karena yang bersangkutan tidak mau memotong. dan Al-Qur'an berkata. Al-Bukhari. sesungguhnya bau mulut orang yang shaum lebih harum di sisi Allah dari pada minyak kasturi. Di antara keutamaan yang hanya dimiliki oleh ibadah shaum adalah bahwa Allah SWT telah menjadikan shaum sebagai penebus dosa bagi orang yang tiak melakukakan tahallul pada malam ihram. "Saya telah menghalanginya dari tidur pada malam hari."9 Dalam riwayat Muslim disebutkan. dan bau mulut orang yang shaum itu lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak misik (kasturi). gembira dengan shaumnya. maka pada saat shaum hendaknya seseorang di antara kalian tidak melakukan rafats (bersenggama atau berbicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. 1151. yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Shaum itu adalah perisai. baik kerena sakit atau karena gangguan yang terdapat pada kepala. “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”. bagi orang yang shaum itu ada dua kegembiraan. no. dengan maksud dia hendak mengharamkan istrinya bagi dirinya. karena pahala shaum tanpa hitungan. sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. yang menjalankannya." f. karena adanya halangan baginya." Belau bersabda. 'Kecuali shaum. karenanya berikanlah dia syafaat karena aku. HR. 4/88 dan Muslim. Ahmad. Allah berfirman. Shaum akan berkata: "Wahai Rabbku saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. Rasulullah bersabda. karenanya berikanlah dia syafaat karenaku. 6626 Zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya. Shaum merupakan kaffarat (penghapus dosa). no. 'Sesungguhnya aku sedang shaum' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. "Maka syafaat keduanya diperkenankan.

Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. ‫ل َ ي ُؤاخذ ُك ُم الل ّه بنالل ّغْوِ فِني أ َي ْمنان ِك ُم وَل َك ِنن ي ُؤاخنذ ُك ُم ب ِمنا ع َقند ْت ُم ال َي ْمنان‬ ّ ‫ْ َن‬ ‫َن‬ ‫ن‬ ِ َ ْ ِ َ َ ‫ُ ْ َن‬ ْ ِ ُ ُ ‫فَك َفننارت ُه إ ِط ْعننام ع َشننرةِ مسنناكين م نن أ َوْسننط مننا ت ُط ْعِمننون أ َهْليكننم أ َو‬ َ ُ َ ُ َ ِ َ ُ َ ّ ْ ْ ُ ِ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫ك ِسوَت ُهُم أ َوْ ت َحرير رقَب َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ ذ َل ِك ك َفنارة ُ أ َي ْمنان ِك ُم‬ ‫َن‬ ّ ُ َ ِ ْ ْ ِ ْ ْ َ ْ َ ‫َ ّن‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِذا حل َفت ُم واحفظوا أ َي ْمان َك ُم ك َذ َل ِك ي ُب َي ّن الل ّه ل َك ُم ءايات ِهِ ل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ُ "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). dan jangan kamu mencukur kepalamu.Risalah Ramadhan ‫وَأ َت ِموا ال ْحج وال ْعُمرة َ ل ِل ّهِ فَإ ِن أ ُحصرت ُم فَما است َي ْسر من ال ْهَ ند ْي وَل َ ت َحل ِق نوا‬ ‫ْ ُن‬ َ ْ ْ ِ ْ ْ ّ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ً ‫رءوسك ُم حتى ي َب ْل ُغَ ال ْهَد ْيُ محل ّنه فَمنن كنَنان من ْك ُنم مريضنا أ َوْ ب ِنهِ أ َذى منن‬ ‫ْ َ ِ ًن‬ ِ َ ّ َ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ُ ِ َ ‫رأ ْسهِ فَفد ْي َة من صيام ٍ أ َوْ صد َقَةٍ أ َوْ ن ُسك فَ نإ ِذا أ َمن ْت ُنم فَم نن ت َمت ّنعَ بنِنال ْعُمرة‬ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ٍ ُ َ ِ ْ ِ ٌ ِ َ ْ َ ْ َ َ ‫إ ِلى ال ْحج فَما است َي ْسر من ال ْهَد ْي فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ فِني ال ْحنج‬ ‫ن‬ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ َ ْ َ ‫وَسب ْعَةٍ إ ِذا رجعْت ُم ت ِل ْنك ع َش نرة ٌ كامل َنة ذ َل ِنك ل ِم نن ل َنم ي َك ُنن أ َهْل ُنه حاض نري‬ ٌ ِ َ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِ ِ َ ُ ‫ال ْمسجد ِ ال ْحرام وات ّقوا الل ّه واع ْل َموا أ َن الل ّه شديد ُ ال ْعِقاب‬ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ِ ْ َ ِ َ َ َ َ َ "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin." (QS. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Al-Baqarah [2]: 196). maka hendaklah ia (si pembunuh) shaum dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. ialah memberi makan sepuluh orang miskin. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. maka wajib shaum tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. maka wajiblah atasnya berfid-yah. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya." (QS. AnNisa [4]: 92). 7 . maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. maka kaffarat (melanggar) sumpah itu. Barangsiapa yang tidak memperolehnya. َ ٌ َ َ ُ ٌ َ ِ ْ ‫وَإ ِن كان من قَوْم ٍ ب َي ْن َك ُم وَب َي ْن َهُم ميثاقٌ فَد ِي َة مسل ّمة إ ِلى أ َهْل ِهِ وَت َحرير رقَبننة‬ ٍ َ َ ُ ِ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ‫مؤ ْمن َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام شهْري ْن مت َتاب ِعَي ْن ت َوْب َة من الل ّهِ وَكان الل ّه ع َليما‬ َ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ُ َ َ ً ِ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ً ِ ‫حكيما‬ ً ِ َ "Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). yaitu: shaum atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman. tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji).

Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. dan bagi orangorang kafir ada siksaan yang sangat pedih. atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpahsumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. maka kaffaratnya shaum selama tiga hari." (QS. Al-Maidah [5] : 95). Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak). maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya. Dari Hudzaifah bin Yaman RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ّ ‫فِت ْن َة الرجل في أ َهْل ِهِ وَمال ِهِ وَوَل َد ِهِ وَجارِهِ ت ُك َفرها الصلة ُ والصوْم والصد َقَة‬ ُ َ ُ ّ ِ ِ ُ ّ ُ َ َ ّ َ ُ ّ َ 8 . Dan jagalah sumpahmu." (QS. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). Al-Mujadilah [58] 3-4). Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja. niscaya Allah akan menyiksanya. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan. atau shaum seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu. atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin. menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu. Dan itulah hukum-hukum Allah. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ل َ ت َقت ُل ُنوا الصني ْد َ وَأ َن ْت ُنم حنرم وَمنن قَت َل َنه من ْك ُنم مت َعَمندا‬ ‫ْ ن‬ ِ ُ ُ َ َ َ ِ ً ّ ُ ْ ّ َ َ ْ َ ٌ ُ ُ ْ َ َ َ ً َ ْ ِ ٍ ُ ْ َ ُ ِ ٌ َ َ ْ‫فَجزاء مث ْل ما قَت َل من الن ّعَم ِ ي َحك ُم ب ِهِ ذ َوا ع َد ْل من ْك ُم هند ْيا بنال ِغَ ال ْك َعْبنةِ أو‬ َ َ ِ َ ُ ُ ‫ك َفارة ٌ ط َعام مساكين أ َوْ ع َد ْل ذ َل ِك صياما ل ِي َذوقَ وَبال أ َمرِهِ ع َفنا الل ّنه ع َمنا‬ ‫ُ ّن‬ ‫َن‬ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ِ َ َ ُ َ َ ّ ُ ٌ ِ ُ ّ َ ُ ِ ُ ّ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ َ ٍ ‫سلف وَمن عاد َ فَي َن ْت َقم الله من ْه والله ع َزيز ذو ان ْت ِقام‬ "Hai orang-orang yang beriman. maka (wajib atasnya) shaum dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur."(QS. janganlah kamu membunuh binatang buruan. ketika kamu sedang ihram. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu. Allah telah mema`afkan apa yang telah lalu. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. AlMaidah [5]: 89).Risalah Ramadhan yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu. sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka`bah. ُ َ َ َ ُ ُ ّ ْ ‫وال ّذين ي ُظاه ِرون من ن ِسائ ِهِم ث ُم ي َعودون ل ِما قالوا فَت َحرير رقَب َنةٍ م نن قَب ْنل‬ َ ْ ِ َ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫أ َن ي َت َماسا ذ َل ِك ُم توع َظون ب ِهِ والل ّه ب ِما ت َعْملون خبير فَمن ل َنم ي َج ند ْ فَص نيام‬ ُ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ٌ ِ َ َ ُ َ ‫شهْري ْن مت َتنَناب ِعَي ْن منن قَب ْنل أ َن ي َت َماسنا فَمنن ل َنم ي َسنت َط ِعْ فَإ ِط ْعَنام سنتين‬ ‫َ ّن‬ ْ ِ ْ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ِ ُ ‫ن‬ ْ َ ْ ِ ِ َ ‫مسكينا ذ َل ِك ل ِت ُؤ ْمنوا بالل ّهِ وَرسول ِهِ وَت ِل ْك حدود ُ الل ّهِ وَل ِل ْكافِرين ع َذاب أ َليم‬ ً ِ ْ ِ ُ ُ َ ُ َ ٌ ِ ٌ َ ِ ُ ِ َ ِ َ "Orang-orang yang menzhihar isteri mereka.

Puasa Bersama Nabi. dia akan minum. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan. maka pintu itu akan ditutup.Risalah Ramadhan "Fitnah (ujian) seseorang dalam keluarga. Dan apabila mereka masuk. 4/95 Muslim. Dari pintu tersebut orang-orang yang shaum akan masuk di hari kiamat nanti dan tidak seorang pun yang masuk ke pintu tersebut kecuali orang-orang yang shaum. Dan barangsiapa sudah masuk... barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. Allah berfirman: ‫شهْر رمضان ال ّنذي أ ُن ْنزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ ً ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ من ْك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ّ "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. 9 . ُ ُ ‫إ ِن في ال ْجن ّةِ بابا ي ُقال ل َه الريان ي َد ْخل من ْه الصائ ِمون ي َوْم ال ْقيامةِ ل َ ي َد ْخل‬ ِ ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ ُ ُ َ ً َ َ َ َ ِ َ ُ ِ ُ ُ ُ َ َ َ ‫من ْه أ َحد ٌ فَإ ِذا د َخلوا أ ُغ ْل ِقَ فَل َم ي َد ْخل من ْه أ َحد ٌ ) فَإ ِذا د َخل آخرهُم أ ُغ ْل ِق‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ُ ِ َ ْ ُ ِ َ َ ْ (‫وَمن د َخل شرِب وَمن شرِب ل َم ي َظ ْمأ ْ أ َب َدا‬ ً َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ َ "Sesungguhnya di dalam jannah itu terdapat satu pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. 2/7 dan Muslim. maka dia tidak akan pernah haus selamanya). sehingga mereka tidak bisa melakukan pengerusakan terhadap umat manusia sebagaiman mereka biasa melekukannya pada bulan-bulan selain Ramadhan. petunjuk kepada jalan yang lurus. shaum serta sedekah. harta dan tetangganya dapat di hapus dengan shalat. Pada malam Lailatul Qadar yang penuh dengan kabaikan Al-Qur'an diturunkan. maka pintu tersebtu ditutup sehingga tidak ada seorng pun yang masuk melelaui pintu tersebut. Al-Bukhari. karena jin-jin jahat dibelenggu dengan rantai. penunjuk kepada jalan kebaikan. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Al-Baqarah [2] : 185) 2. no. Ar-Rayyan adalah salah satu nama pintu Jannah yang disediakan bagi orang-orang yang megerjakan shaum. Bulan Al-Qur’an Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia sekaligus sebagai obat penyembuh bagi orang-orang yang beriman. dan barangsiapa yang sudah minum. (Apabila orang yang paling terakhir di antara mereka sudah masuk. 144. Setan-setan dibelenggu. pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu jannah dibuka. Pada bulan Ramadhan kejahatan di muka bumi menjadi semakin sedikit. 35-40."12 h. no. Ini 12 13 14 Shahih Bukhari. Antara lain14: 1.13 C. maka hendaklah ia shaum pada bulan itu. HR. 1152. Karena itu." (QS. Allah SWT melimpahkan di dalam bulan tersebut beberapa keutamaan.

1642 10 .”15 Semua itu berlangsung dari permulaan malam bulan Ramadhan yang penuh barakah. أ َياما معْدودات‬ َ ُ ّ ً ّ َ ُ ْ 15 16 HR. Lailatul Qadar D. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah: ُ َ ْ ِ ‫إ ِذا كان أ َوّل ل َي ْل َةٍ من شهْرِ رمضان صفد َت الشياطين وَمرد َة ُ ال ْجن وَغ ُل ّقت‬ َ َ َ ْ َ ْ ّ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ُ ِ َ ّ ‫أ َب ْواب النارِ فَل َم ي ُفت َح من ْها باب وَفُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّنةِ فَل َنم ي ُغْل َنقْ من ْهَنا بناب‬ ّ ُ َ ٌ َ ‫ِ ن‬ َ ُ َ ٌ َ َ ِ ْ ْ ْ ْ ْ َ ‫وَي ُنادي مناد ٍ يا باغي ال ْخي ْرِ أ َقْب ِل وَيا باغي الشر أ َقْصر وَل ِل ّهِ ع ُت َقاء منن الننّنار‬ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ ّ ٍ‫وَذلك ك ُل ل َي ْل َة‬ “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba. Al-Bukhari. no. Dan juga mereka sibuk membaca Al-Qur’an dan berbagai macam ibadah lainnya yang mampu mendidik sekaligus mensucikan jiwa. 682 Ibnu Majjah. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan Firman Allah : ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫ِ َ ِن‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون.”16 3. ‘Wahai pencari kebaikan sambutlah dan pencari kejelekan kurangilah. Rasulullah SAW bersabda: ‫إ ِذا جاء رمضان فُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّةِ وَغ ُل ّقت أ َب ْواب النارِ وَصفد َت الشياطين‬ ّ ُ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ّ “Jika bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu jannh dibuka sedangkan pintu neraka ditutup. no.Risalah Ramadhan akan terjadi apabila kaum muslimin telah berkonsentrasi menjalankan shaum yang merupakan pengekang hawa nafsu. 1079 At-Tirmidzi. tahmid dan tahlil yang mereka ucapan. serta banyaknya dzikir. karena banyaknya amal shalih yang diperbuat manusia. diwajibkan atas kamu Shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. dan dibukalah pintu-pintu jannah. dan Allah membebaskan orang-orang bertakwa dari api neraka pada setiap malam. no. dan setan pun dibelenggu. maka setan-setan dan jin Ifrit dibelenggu. Al-Baqarah [2] : 185) Oleh karena itu ditutuplah pintu-pintu jahannam." (QS. dan pintupintu jannh dibuka sehingga tidak satu pun pintu yang tertutup. Allah SWT berfirman: ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ ْ "Hai orang-orang yang beriman. pintu-pintu nereka ditutup sehingga tidak ada satu pun darinya terbuka. 4/97 dan Muslim.

”17 Dari Thalhah bin Ubaidillah RA. menegakkan shalat. dan dua orang muslim untuk awal Syawal. ( yaitu ) dalam beberapa hari yang tertentu. Apabila cuaca mendung dan hilal bulan Ramadhan tidak dapat dilihat pada malam 30 Sya’ban. Muslim. Shahih Al-Bukhari. “Demi Allah. no 11 Lihat Zaadul-Ma’ad. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan 1. berhaji ke baitullah. “Lima kali shalat sehari semalam. “Tidak kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah.” Kemudian Nabi SAW bersabda. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. Muslim. menunaikan zakat.” Lalu orang itu membalikkan tubuhnya seraya berkata. lalu orang itu bertanya lagi. “( Lalu ) shiyam di bulan ramadhan. Awal dan akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru’yah hilal (melihat bulan sabit). no.‫وَإ ِقام ِ الصل َةِ وَإ ِي ْتاء الزكاةِ وال ْحج وَصوْم ِ رمضان‬ َ َ َ َ ّ َ َ َ ّ “Islam dibangun di atas lima perkara: “Bersaksi bahwasannya tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Maka Nabi SAW menjawab. dan shaum Ramadhan. “Apakah ada yang lain ?” Nabi SAW menjawab. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan. Al baqarah [2]: 185). “Tidak. no 16. Al Baqarah [2]: 183-184).19 2.Risalah Ramadhan “Hai orang-orang yang beriman. aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi. Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. Sabda Rasulullah : َ ُ ْ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ب ُن ِي ال ِسل َم ع َلى خمس: شهاد َةِ أ َن ل ّ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَ أ َن محمدا رسوْل اللننه‬ ِ ْ ُ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ّ َ َ َ .“Orang itu akan beruntung jika dia benar.penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). “Apakah ada yang lainnya ?”Beliau menjawab. maka hendaklah ia melaksanakan shaum pada bulan itu… “ (QS. 2/36-37 11 .”18 E. “Tidak.” (QS.” Kemudian Rasulullah SAW menyebut zakat. “Bahwasannya ada seorang laki-laki dari negeri Najd yang datang kepada Nabi seraya bertanya tentang islam. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. diwajibkan atas kamu shiyam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. ia berkata.” Orang itu bertanya lagi. 46. yaitu minimal dengan kesaksian paling sedikit satu orang muslim yang adil untuk awal Ramadhan. “Apakah ada yang lainnya ?“ Nabi SAW menjawab. 8.” Orang itu bertanya lagi. ُ ّ ً ‫شهْر رمضان ال ّنذي أننزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ منك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ّ “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. no. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menggenapkan bilangan bulan Sya’ban 17 18 19 Shahih Al-Bukhari.” Nabi SAW bersabda.

karena sesungguhnya syari’at Islam ini mengaitkan shaum dengan ru’yah bukan dengan hisab. no. maka pendapat ini banyak dibantah oleh para ulama’. no. sebab jika orang banyak dibebani dengan hal tersebut. no. yaitu sebagai awal bulan Syawal. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. 2/464. Lihat Zaadul-Ma’ad. sedang syari’at dapat dipahami orang apabila kebanyakan mereka mengetahuinya.”22 4. sebab masalah hisab perbintangan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang saja. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian. Shahih Al-Bukhari. tidak diragukan bahwasannya tidak boleh bersandar kepada hisab perbintangan”. 1906.‫وَعشرِي ْن وَمرة ً ث َل َث ِي ْن‬ َ ّ َ َ 20 21 22 23 24 25 Dua cara inilah yang menjadi petunjuk Nabi dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. 1907. Begitu pula ketika hilal bulan Syawal tidak terlihat. Shahih Muslim. tentulah akan memberatkan mereka. 7/190. 2/47.”24 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari. kemudian dipastikan untuk shaum pada hari berikutnya. Kitab ash-Shiyam. 2/158-160 Shahih Al-Bukhari. Shahih Muslim. maka janganlah kamu melakukan shaum sampai kalian melihatnya (hilal). kemudian hari berikutnya dipastikan sebagai hari raya. no. 2/180 Syarh Shahih Muslim. sempurnakanlah bilangannya (menjadi 30 hari)”.23 Jumhur fuqaha’ mengatakan.25 Rasulullah bersabda : َ َ ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل َ ن َحسب، الشهْر هَك َنذا وَهَك َنذا : ي َعْننِني منرة ً ت ِسنعَة‬ ً ْ ٌ ِ ٌ ّ ّ ُ َ ْ ُ ّ َ ُ ّ ْ ِ .20 Rasulullah SAW bersabda : َ ‫ل َ ت َصننوْموا حتننى تننروا الهل َل وَل َ ت ُفطننروا حتننى تننروْه ُ فننإ ِن غننم ع َل َي ْكننم‬ ِ ْ َ َ ّ َ ّ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ِ ْ َ . Wallahu a’lam. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga.Risalah Ramadhan menjadi 30 hari. 12 . “Berdasarkan As-Sunnah Ash-Shahihah serta kesepakatan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian.Adapun menetapkan awal Ramadhan dengan ilmu hisab di saat langit mendung. Dan begitulah pendapat jumhur fuqaha’.21 ‫الشهْر ت ِسعَ وَ عشروْن ل َي ْل َة فَل َ ت َصوْموا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ َم ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْمل ُوا‬ ً ّ َ ْ َ ُ ْ ِ ْ ْ ّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ّ . 6. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menyempurnakan bilangan Ramadhan menjadi 30 hari. 3. Al-Fatawa Al-Kubro. yaitu awal bulan Ramadhan. Kitab Ash-Shiyam. Para fuqaha’ telah menegaskan tentang dilarangnya bersandar pada perhitungan-perhitungan ilmu falak dalam menetapkan hilal. “Dan tidak betul jika yang dimaksud adalah hisab ahli perbintangan.‫العِد ّة َ ث َل َث ِي ْن‬ َ “Satu bulan itu jumlahnya 29 malam.‫فاقْد ُروْل َه‬ ُ ُ “Janganlah klian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. 3.

Tetapi kalau negeri tersebut berjauhan. 2326. no. atau menyempurnakan bilangan bulan sebelumnya. “Apabila hilal terlihat di suatu negeri sedangkan orangorang di negeri lain tidak melihatnya. Bahkan beberapa bulan sebelumnya mereka telah berani menetapkan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu hisab. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal Madzhab Syafi’i mengatakan.”28 Bagaimana halnya dengan kelompok yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal dengan hisab sementara langit cerah tanpa sepotong awanpun. yang paling shahih menyatakan bahwa shaum tidak diwajibkan atas penduduk negeri yang lain. “Orang yang bersandar kepada hisab dalam masalah hilal. dan penduduk negeri tersebut diwajibkan untuk melakukan shaum. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. sebagaimana bahwasa ia telah sesat di dalam syari’at. 2128. 15. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. cara yang tidak pernah dipergunakan oleh Rasulullah SAW. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. Sunan Abu Daud. tidak menulis dan tidak melakukan hisab. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. no. Maka Kuraib berkata. Aku bertanya. Sunan An-Nasai. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. dan terjadilah hilal Ramadhan. begitu juga Mu’awiyah RA. atau sampai menyempurnakan bilangannya. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl RA. maka dia juga keliru terhadap akal dan ilmu hisab. Al-Fatawa Al-Kubro.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. maka Abdullah bin ‘Abbas RA menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris (ibunya Ibnu ‘Abbas RA) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah RA di Syam. Kemudian laksanakanlah shaum sampai kalian lihat hilal. 7394. Kitab Ash-Shiyam. maka hukumnya sama dengan satu negeri. 2/464. kemudian ia bertanya. no. mereka melaksanakan shaum.‫ال ْهِل َل أ َوْت ُك ْملوا ال ْعِد ّة ُ قَب ْل َه‬ ٌ “Janganlah kalian mendahului bulan sebelum kalian melihat hilal. yang terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. dan semua orang melihatnya. berlaku bid’ah di dalam dien.29 Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas RA) meriwayatkan. tabi’in dan tabi’ut tabi’in.”27 Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan. F. no.”26 ُ ِ َ ‫ل َت َقد ّموا الشهْر حتى ت َروُ ال ْهِل َل قَب ْل َه أ َوْ ت ُك ْملوا ال ْعِد ّة، ث ُم صوْموا حتى ت َرو‬ ّ َ ّ َ َ ّ ُ ُ ّ َ ُ ُ َ ُ َ َ ُ ِ َ .” Abdullah bin ‘Abbas RA berkata. Kalau kedua negeri itu berdekatan. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. para shahabat. 6/274-275. Shahih Muslim. 13 . maka ada dua pendapat. maka kami akan tetap shaum hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. Bulan itu begini dan begini. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan 26 27 28 29 Shahih Bukhari. maka yang diputuskan adalah perkara berikut ini. 1913. no. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya.

Abu Tsaur dan Qatadah. Suci dari haidh dan nifas. Demikian menurut madzhab Hambali.34 3. dan tidak wajib mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya di saat dia gila. hal. 2/295-296. jika telah suci dari haidh atau nifasnya. 6/250. 14 . Hanafi. Jika haidh dan nifasnya terjadi pada sebagian siang. Menurut ijma’ (kesepakatan) ulama. selama Khalifah tidak mewajibkan kepada rakyatnya. 693. 3/155. Demikian pendapat Abu Tsaur. Dan jika telah sembuh. Syarat Wajib / Sah Shaum32 1. Mukim (tidak dalam keadaan safar). beginilah Rasulullah menyuruh kami. Fiqhul Ibadat. maka siapapun tidak boleh menyelisihi perintahnya. Jika anak kecil (laki-laki atau perempuan) telah mampu melaksanakan shaum. wanita yang sedang haidh dan nifas tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shaum. maka seorang wali berkewajiban untuk menyuruh mereka melaksanakan shaum yaitu bila mereka telah mencapai usia 7 tahun. Baligh. Dia cukup melaksanakan shaum pada hari-hari selanjutnya setelah ia memeluk Islam. hadits no. walaupun ru'yah telah menjadi keputusan Khalifah. Apabila dia mewajibkannya. bukan gila. Jika wanita yang sedang haidh atau nifas 30 31 32 33 34 35 36 Shahih Muslim. 2332.”30 Menurut madzhab Maliki. sehingga tidak wajib mengqadha’nya. 1087. Tafsir Al-Qurthubi.Risalah Ramadhan shaum Khalifah Mu’awiyah RA?” Beliau menjawab. 6/251. “Tidak. Mereka wajib berbuka dan mengqadha’ shaum yang telah ditinggalkannya. Maliki. Sunan At-Tirmidzi.”31 G. 5. As-Syafi’i. Apabila ada orang kafir yang masuk Islam di pertengahan Ramadhan. 212. Al-Auza’i. karena shaum pada hari-hari yang lalu belum menjadi kewajibannya. Berakal. 8/347-350. Islam. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Al Mughni. 6. dia cukup shaum pada hari-hari yang masih tersisa di bulan Ramadhan.35 Berbeda dengan orang yang kehilangan akalnya karena pingsan kemudian dia siuman. maka dia wajib mengqadha’ shaum yang telah dia tinggalkan. Syafi’i. Sunan Abu Daud. dan Imam Ahmad. karena pingsan termasuk salah satu penyakit. dan memukulnya apabila meninggalkan shaum ketika telah berusia 10 tahun.36 4. di antaranya. no. hal. baik haidh atau nifasnya itu terjadi di awal atau akhir siang. maka dia tidak wajib mengqadha’ shaum yang telah berlalu. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Ad-Dien Khalish. hadits di atas merupakan hujjah bahwasannya apabila suatu negeri saling berjauhan sebagaimana Syam dan Hijaz. Sanggup untuk melaksanakannya. Al Mughni. 307-308. maka shaum pada hari itu batal. Minhajul Muslim. sehat jasmani. Shaum Ramadhan tidak diwajibkan atas orang gila. maka setiap penduduk dari masing-masing negeri tersebut wajib melaksanakan hasil ru’yah negerinya bukan ru’yah negeri orang lain.33 2. 3/156. no.

baik dilafalkan atau tidak.‫ك ُنا ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصوْم ِ وَل َ ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصل َة‬ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ُ َ ِ ّ ّ ّ "Kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat. 2/200. S ٍ unan An-Nasai. Al Mughni. Minhajul Muslim. Sunan At-Tirmidzi. Dan demikian juga menurut madzhab Maliki dan Ishaq. 8/440-451.”38 Kalau haidh seorang wanita terhenti pada malam hari kemudian dia mandi pada subuh di pagi harinya. 3/93. Syafi’i dan Ibnul Mundzir. kitab Al-Haidh. 2335. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga.44 Menurut madzhab Hambali. Majmu’ Fatawa. 6538. hal 232-235. Syafi’i.”43 Adapun setelah berniat lalu ia melakukan sesuatu yang dapat membatalkan shaum. maka dia telah berniat shaum. maka tidak mengapa. karena shaum seseorang tidak dianggap sah kecuali jika dia berniat pada malam harinya. 69.138.39 H. 8/344. hadits no.41 Waktunya adalah pada bagian malam manapun di bulan tersebut hingga terbit fajar shadiq. maka shaumnya batal. Niat. karena apabila dia haidh pada sebagian siang hari. maka tidak ada shaum baginya. niat wajib dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan. Ad-Dien Khalish. atau tidak melakukan semua itu sebelum terbit fajar shadiq. Namun dengan syarat haidh tersebut telah berhenti sebelum fajar. Orang yang junub diperbolehkan untuk mengakhirkan mandinya hingga subuh kemudian dia mandi dan menyempurnakan shaumnya. Hanafi. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Demikian menurut madzhab Hambali. Sunan Abu Daud. Shahih Muslim. hadits no. padahal dia mengetahui bahwa shaum diharamkan untuknya. 2454. Al-Mughni. disyaratkan juga agar dia berniat untuk shaum di malam hari setelah haidhnya terhenti. maka dia berdosa dan shaumnya tersebut tidak sah.45 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Al Mughni. kemudian dia ingin melaksanakan shaum di bulan itu. atau mencampuri isterinya. Sunan Abu Daud. 3/91. hadits no. “Setiap orang yang tahu bahwa besok hari telah masuk bulan Ramadhan. Rukun-Rukun Shaum40 1. bahwa satu kali niat sudah dianggap sah untuk menjalankan shaum selama sebulan. Dan hal ini merupakan amaliyah yang umumnya dilakukan kaum muslimin. minum. seperti makan. Al Mughni.25/215. hadits no 730. hal 308. Ad-Dien Khalish. sebagaimana dikatakan oleh umumnya para ulama’. Selain itu. 3/137. Fiqhul Ibadat. 15 . hadits no. maka hukumnya sama dengan hukum orang yang junub.42 Rasulullah SAW bersabda : ‫من ل َم ي ُجمع الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak meniatkan shaum sebelum fajar. Maliki dan lainnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. hadits no. 263. mereka semua meniatkan shaumnya.37 Ummul Mukminin ‘Aisyah RA berkata: .Risalah Ramadhan berniat shaum dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum. apabila diniatkan untuk shaum selama satu bulan. 3/142. Berbeda dengan pendapat Imam Ahmad yang mengatakan.

Bersegera berbuka. 4995. Sahur. hadits no. 2357. Dan yang lebih utama adalah dengan kurma.”49 4. dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ AshShaghir. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA. maka beliau minum beberapa teguk air. Ahmad. Abu Daud.” ( QS. hadits no. 1098. Dan jika tidak ada. hadits no. yaitu makan dan minum diakhir malam dengan niat shaum. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُفط ِر ع َلى رط َبنَنات قَب ْنل أ َن ي ُصنل ّي‬ ٍ ْ َ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ٍ َ ْ ِ ٍ َ َ َ َ َ ْ ‫فَإ ِن ل َم ت َك ُن رط َبات فَعَلى ت َمرات فَإ ِن ل َم ت َك ُن حسا حسوات من ماء‬ ٍ َ َ ْ ْ ٌ َ ُ ْ ْ ْ “Rasulullah berbuka dengan beberapa ruthab (biji kurma basah) sebelum menunaikan shalat. hadits no. Jika tidak ada. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih AlJami’ Ash-Shaghir. 310-311. Shahih Al-Bukhari.Risalah Ramadhan 2. Imsak (menahan diri) dari hal-hal yang membatalkan shaum. Shahih Muslim. hadits no. Dilakukan pada siang hari. Kemudian sempurnakanlah shaum sampai malam hari. Rasulullah SAW bersabda : ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحوْرِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ 46 47 48 49 Minhajul Muslim. Allah SWT berfirman : ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ا ْل َب ْي َض من ال ْخي ْط ا ْل َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ّ ‫ث ُم أ َت ِموا الصيام إ ِلى ال ّي ْل‬ ّ ّ ِ “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Al-Baqarah [2]: 187 ) I. telah basah kerongkongan. Rasulullah SAW bersabda : ُ ِ ‫ل َي َزال الناس ب ِخي ْرٍ ما ع َجلوا ال ْفط ْر‬ َ ُ ّ ُ َ َ َ ِ “Manusia tetap akan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. 1987. HR. Berdo’a ketika akan berbuka.”48 3. Adapun do’a yang dibaca Rasulullah SAW ketika akan berbuka adalah : ‫ذ َهَب الظ ّمأ ُ واب ْت َل ّت ال ْعُروْقُ وَث َب َت ال َجر إ ِن شاء الله‬ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ُ َ َ “Telah hilang dahaga. dan At-Tirmidzi. dan telah tetap pahalanya. 4678. 16 . Insya Allah. yaitu fajar. hal. Sunnah-Sunnah Shaum46 1. Sunan Abu Daud.”47 2. 3. Berbuka dengan kurma atau air. maka dengan beberapa tamr (biji kurma kering).

Shahih Muslim. hadits no. 1. hal 246-249. 2. ia berbuka. Memasukan cairan ke dalam kerongkongan. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’53 1. 4. yang dikhawatirkan akan merusak shaumnya. 17 . yaitu sebelum terbitnya fajar shadiq (shubuh). atau dubur dan qubul (kemaluan) wanita. 50 51 52 53 Shahih Al-Bukhari. apabila khawatir menjadikan dirinya lemah dan membuat Terus menerus memandang istri dengan syahwat. Berbekam. seperti memasukkan obat lewat hidung. Berkumur-kumur bukan karena wudhu’. baik lewat hidung atau telinga. hadits no. walaupun sebenarnya tidak merusak shaum. 1923. sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barokah. Bercelak di awal siang. sebab terkadang dapat membangkitkan syahwat sehingga shaumnya rusak. 3. 7. hadits no. Minhajul Muslim. atau sebab lainnya. Berfikir urusan jima’. Bercumbu dengan isteri. Dan menurut madzhab Maliki bahwa cairan yang masuk ke dalam Air yang masuk ke dalam kerongkongan karena terlalu dalam ketika Keluar air mani karena terus menerus memandang atau berpikir kerongkongan melalui mata. baik karena keluar mani. Minhajul Muslim. 1095. 3989. 8. dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir. dapat merusak shaum. 4. hal 312-313. 5. Mengakhirkan sahur hingga bagian akhir malam. baik sengaja maupun lupa.”51 J. berwudhu’. 8/477-483. Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum52 Adapun beberapa perkara yang dimakruhkan atas orang yang shaum.”50 5. atau bercumbu. 2. maka tidak membatalkan shaum. atau mencium. 9. 3. yang dianggap perlu. Mencium (istri/suami). Mencicipi masakan atau makanan. (jima’). Riwayat Imam Thabrani.Risalah Ramadhan “Bersahurlah. Rasulullah SAW bersabda : ُ ّ ‫ع َجلوا ا ْل ِفْطار وَأ َخروا السحوْر‬ َ ُ ّ ُ ّ َ َ “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur. atau meneteskan ke dalam telinga. atau kepentingan lainnya Berlebih-lebihan ketika berkumur dan menghirup air ke hidung saat K. Fiqhul Ibadat. hal 311-312. 6. Ad-Dien Khalish. berkumur dan menghirup air ke hidung saat bewudhu’. Adapun keluar mani karena bermimpi. atau kemudian ia meneruskannya dengan berjima’ (menggauli isterinya).

Dan Nabi SAW pun tersenyum sampai kelihatan gigi gerahamnya. waktu maghrib. Shahih Muslim. 18 . "Tdak”. berbuka. atau kayu. “Tidak”. Berbuka dalam keadaan ragu. lalu beliau katakan : “Pulanglah. “Apakah kepada orang yang lebih fakir dari kami ya Rasulullah. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh54 1. sedangkan ia mengira kalau keadaan Makan atau minum. belum. maka datanglah Nabi SAW dengan membawa sebakul kurma seraya berkata : “Sedekahkanlah kurma ini”. Tanya beliau.”55 2. Murtad (keluar dari Islam). 12. dan berjima’. “Sanggupkah kamu memberi makan kepada 60 orang miskin ?”. 9. L. benang. dan kalau masuk sebagiannya saja. 8. mutiara. 14. Tanya Rasulullah SAW pula. Muntah dengan sengaja. jawabnya. maka tidak merusak shaum. “Saya telah bersetubuh dengan isteri saya pada siang hari Ramadhan. atau jari yang basah ke badan ke dalam kerongkongan lewat mulut. 1111. 13. apabila masuk seluruhnya. kemudian membatalkan shaumnya. Dan laki–laki itu pun tetap menjawab.” Rasulullah SAW bertanya. apakah matahari telah terbenam atau Betul-betul berniat untuk berbuka (mbongkah : jawa) sebelum datang tidak membatalkan shaum. “Tidak “. 7. “Kenapa kamu celaka ?”. hadits no. (datang waktu maghrib) dan ternyata masih siang. karena ia menyangka kalau malam telah masuk Makan atau minum karena lupa. Shahih Al-Bukhari. masih malam (belum terbit fajar).jawab laki-laki itu. 6. Memasukkan potongan kain. Makan. dan ternyata fajar telah terbit. berikan kurma ini kepada keluargamu. kata Nabi SAW. kata laki-laki itu menerangkan. Laki-laki itu menjawab. Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang laki-laki kepada Nabi SAW seraya berkata. minum. maka Makan. Kemudian ia duduk. 11. Berjima’ ( bersenggama ) dengan sengaja tanpa dipaksa. hadits no. “Sanggupkah kamu memerdekakan seorang budak ?”. minum. hal 313. padahal tidak ada satu warga pun di kampung kami yang lebih miskin daripada kami”. karena menyangka bahwasannya tidak wajib untuk kembali meneruskan shaumnya. seperti menelan batu. atau besi.Risalah Ramadhan 5. 10. dan belum jelas baginya. 1936. Makan dan minum dengan sengaja tanpa adanya udzur yang membolehkan dia 54 55 Minhajul Muslim. dalam dubur maupun qubul wanita. Adapun muntah dengan tidak sengaja. Sengaja memasukkan sesuatu yang tidak memberikan faedah bagi Sengaja memasukkan air ke dalam dubur ketika istinja’. atau berjima’. Tanya beliau. “Celaka saya ya Rasulullah”. “Kuatkah kamu shaum dua bulan berturut-turut ?”. 15.

19 . 6. Menelan ludah sendiri. sebelum terbit fajar. minyak rambut. Berobat dengan obat apapun selama halal. ataupun Menggunakan parfum. Asap jalanan dan pabrik. Ad-Dien Al-Khalish. minum dan melakukan hubungan suami isteri di malam hari menurut Imam Ahmad. dengan diguyur air atau berendam di dalamnya. apabila tidak khawatir menjadikan badannya lemah. dengan syarat tidak sedikit pun yang masuk ke dalam Melakukan safar (perjalanan) karena keperluan yang diperbolehkan (bukan maksiyat). 8. baik yang dioleskan ke badan. Berbekam. asap kayu dan seluruh asap yang tidak 56 57 58 Shahih Muslim. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum57 1. dahulu. atau harum-haruman yang sifatnya dibakar Mengunyah makanan untuk anak kecil karena tidak ada orang lain yang mengunyahkannya. 5. 7. 3. sebelum terbit fajar namun belum mandi setelah datang waktu subuh). 2. Kitab Ash-Shiyam. yang tidak menyebabkannya masuk ke dalam kerongkongan walau pun sedikit. Minhajul Muslim. berbuka. atau memberi makan 60 orang miskin. agar membebaskan budak. kerongkongan. mungkin dihindari. 84. Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum58 1. 4. bahwasannya makruh bersiwak setelah matahari tergelincir. 5. hal 314. kecuali Mendinginkan tubuh dengan air karena cuaca sangat panas.Risalah Ramadhan ‫ع َن أ َبي هُري ْرة َ أ َن الن ّب ِي أ َمر رجل ً أ َفْط َر في رمض نان أ َن ي ّعْت ِنقَ رقَب َنة‬ ً ِ َ ْ َ ‫َ َ َن‬ ُ َ َ َ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ‫أ َوْ ي َصوْم شهْري ْن أ َوْ ي ُط ْعِم ست ّي ْن مسك ِي ْنا‬ ً ْ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ُ Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Nabi SAW bulan. di antara (yang dibolehkan) adalah dengan jarum suntik selama itu bukan infus. walaupun banyak. 314-315. 4. atau shaum selama dua M. N. Dalam keadaan junub di waktu subuh (setelah melakukan jima’ Mimpi junub di siang hari. hal. 8/454-459. hadits no. Lalat yang tertelan tanpa ia kehendaki. meskipun dia tahu kalau safarnya itu dapat mengakibatkan dirinya Bersiwak (menggosok gigi) di sepanjang waktu siang. 2. 9. Memakai minyak wangi.56 menyuruh seorang laki-laki yang sengaja berbuka pada bulan Ramadhan. baik Makan. Minhajul Muslim. 3.

Shiyam mengatakan: “Ya Rabb. Al-Baihaqi. hadits ini shahih menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-jami’ ash-Shaghir. Ahmad. HR.59 َ َ َ‫من أ َفْط َر في رمضان ناسيا فَل َ قَضاء ع َل َي ْهِ وَل َك َفارة‬ ِ َ ً ِ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang berbuka (makan atau minum) pada bulan Ramadhan karena lupa maka tidak ada qadha’ dan kafarah atas dirinya”. dan At-Tirmidzi. Rasulullah bersabda: Makan dan minum karena lupa atau tidak sengaja.60 O. lalu melanjutkan َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ُ‫إ ِذا ن َسي فَأك َل وَشرِب فَل ْي ُت ِم صوْمه، فَإ ِن ّما أط ْعَمه الله وَسقاه‬ ُ ُ َ َ ُ َ َ ّ “Apabila seseorang lupa lalu makan dan minum. shaumnya. HR. diampuni baginya dosa-dosanya yang lalu”. Al-Bukhari. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalm Shahih Al-Jami’ ash-Shaghir. no.” Sedangkan bacaan Qur’annya berkata: 59 60 61 62 63 HR. hadits no. Minhajul Muslim. 435. 710. 20 . Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan61 1.63 3. 305-306. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. hendaklah ia sempurnakan shaumnya. dan Muslim. hal. Rasulullah SAW bersabda: َ َ َ ‫ّن‬ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ً َ َّ ْ ْ ِ ُ ُ ُ َ ْ َ ِ ‫من فَطر صائ ِما كان له مث ْل أجرِه، غ َي ْر أن ّه ل َي َن ْقص من أج نرِ الص نائ ِم‬ ً ‫شيئا‬ ْ َ “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang shaum.62 2. hadits no. Shadaqah. 6415. tidak lain karena Allah memberinya makan”. Tilawah (membaca) Al-Qur’an Rasulullah SAW bersabda : ْ ِ َ َ ّ ُ ْ ُ ْ ُ ‫الصيام وَ القرآن ي َشفعان ل ِلعب ْد ِ ي َوْم ال ْقيام نة، ي َقُ نوْل الص نيام: أ َيْ رب‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ُ َ ّ ُ َ ّ :‫إ ِني من َعْته الط ّعام وَ الشهَوات بالن ّهارِ فَشفعْن ِي فِي ْه، ي َقوْل القرآن‬ ِ َ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ ِ َ َ َ ِ َ َ ّ ْ ‫رب من َعْت ُه الن ّوْم بالل ّي ْل فَشفعْن ِي فِي ْه، فَي َشفعان‬ ِ ِ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ْ ْ ِ “Shiyam dan bacaan Qur’an dapat memberi syafa’at kepada seseorang (yang melakukan dan membacanya) pada hari kiamat. Al-Bukhari dan Muslim. HR. Rasulullah SAW bersabda : ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ِ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh mengharap ridha Allah. Qiyamul lail. hadits no. baginya pahala orang yang shaum tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari pahalanya”. aku telah mencegahnya dari makan dan minum di siang hari.Risalah Ramadhan 6. 6070.

222.68 Namun jika masih bisa diharapankan kesembuhannya tapi jika dia shaum akan menyulitkannya atau sakitnya bertambah parah dan lebih lama sembuhnya. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. At-Thabrani.lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. maka untuk kasus-kasus semacam ini dia diperbolehkan untuk berbuka.Imam Ajmad. Orang sakit. apabila telah sembuh. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum 1. Al Baqarah [2]: 184 ) Ibnu ‘Abbas RA berkata. no. Shahih Muslim. diperbolehkan untuk berbuka dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari sebagai fidyah shaum yang telah dia tinggalkan. shahih menurut Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir. Al-Mughni. atau melaksanakan haji bersamaku”.”65 5. Lihat shahih Bukhari. 3/141. Tafsir Ath-Thabari. diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka dan setiap harinya memberi makan seorang miskin sebagai ganti satu hari shaumnya”. yaitu memberi makan seorang miskin…” ( QS. I’tikaf. Al Baihaqi.Risalah Ramadhan “Aku telah melarangnya dari tidur di malam hari. no. 2/79. Melakukan ‘umrah. Rasulullah SAW bersabda: ‫فَإ ِن ع ُمرة َ في رمضان ت َقضي حجة أ َوْحجة معِي‬ ً ّ َ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ْ ّ ْ َ ً ّ َ “Sesungguhnya ‘umrah pada bulan Ramadhan. Al Hakim. Orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. dapat mencapai (pahala) haji. 21 . 727. no. HR. 64 4. Laki-laki dan wanita yang tua renta. no.66 P.Al-Bukhari dan Muslim.67 2. yaitu berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. no. ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: ُ ُ َ َ َ ‫كان رسوْل الله ي َعْت َك ِف ال ْعَشر ال َواخر من رمضان‬ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ "Adalah Rasulullah melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. 1863. “Ayat ini merupakan rukhshah (keringanan) bagi laki-laki atau wanita tua renta yang apabila tidak sanggup menjalankan shaum. Allah SWT berfirman: َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (tidak shaum) untuk membayar fidyah. 6/255-256. yaitu menziarahi Baitullah Al-Haram untuk melakukan thawaf sa’i. dan dia wajib mengqadha’ shaum yang dia tinggalkan. Shahih Al-Bukhari. atau kalau shaum dia akan bertambah sakit. Kitab Al-Hajj.69 Allah SAW berfirman: َ ‫وَمن كان مريضا أ َوْ ع َلى سفرٍ فَعِد ّة ٌ من أ َيام ٍ أ ُخر‬ َ َ ّ ْ ّ ً ِ َ َ َ َ َ َ 64 65 66 67 68 69 HR. 4505. Maka dari itu berikanlah dia syafa’at karena kami”. 3882. atau tidak dapat meminum obat yang dapat membantu penyembuhannya.

Wanita hamil dan menyusui. Seorang pekerja jika dihadapkan pada pekerjaan berat yang ia khawatir bila melakukan shaum akan membahayakan dirinya. Al-Mughni. ditambah dengan membayar fidyah shaum yang ditinggalkannya. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. maka dia diperbolehkan berbuka dan mengqadha’ shaumnya. 25/209-214. seperti halnya orang sakit yang diperbolehkan berbuka. Adapun jarak yang memperbolehkan seseorang untuk mengqashar shalatnya dan berbuka. dan baik shaumnya itu memberatkan dirinya maupun tidak. tidak perlu untuk mengqadha shaum yang ditinggalkannya. Al Baqarah [2]: 185 ) 3.72 5. Dia menjawab. maka diperbolehkan berbuka.74 Namun Ibnu Abbas RA dan Ibnu Umar RA berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui jika meninggalkan shaum cukup baginya untuk membayar fidyah. Syafi’i dan Ahmad adalah perjalanan yang ditempuh dengan unta atau berjalan kaki selama dua hari. misalnya perjalanan antara Makkah dan Jeddah. selama safarnya itu bukan untuk maksiyat. Namun jika tidak membahayakan dirinya. bahwa Ibnu 'Umar RA ditanya tentang wanita hamil bila khawatir terhadap (kesehatan) anaknya. Namun wajib untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya dan tidak diwajibkan membayar fidyah.70 4. Para ulama’ salaf dan khalaf lainnya mengatakan. dan diwajibkan untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya. 22 . atau beserta anak-anak mereka sendiri. Dari Imam Malik. apabila dengan meninggalkan pekerjaan beratnya itu dapat membahayakan dirinya. maka diperbolehkan untuk berbuka pada bulan Ramadhan. 1 : 75 Lihat Majmu’ Fatawa." Dan Ad-Daroquthni 70 71 72 73 74 Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’.7 Km). 236. Majmu’ Fatawa.73 Dan jika mereka hanya mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya saja.71 Dan menurut Imam Abu Hanifah adalah perjalanan yang ditempuh selama tiga hari. Musafir Orang yang sedang safar dan menempuh jarak yang memperbolehkannya shalat qashar.Risalah Ramadhan “…dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu dia berbuka ). 10/233. sesuai kesepakatan para ‘ulama. "Dia berbuka dan memberi makan kepada satu orang miskin setiap hari sebanyak satu mud gandum. Lihat ukuran farsakh dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. maka dia berdosa apabila berbuka. bukan keselamatan jiwa mereka sendiri. 3/139. Al-Mughni. menurut madzhab Maliki.10/220. “Bahkan dia diperbolehkan untuk mengqashar dan berbuka dalam perjalanan yang ditempuh kurang dari dua hari. atau perjalanan yang berjarak 16 farsakh. baik dia mampu untuk melakukan shaum ataupun tidak. dari Nafi'. karena sebenarnya mereka mampu untuk melaksanakan shaum. 3/139.25/218.” Inilah pendapat yang kuat menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. maka ( wajiblah baginya shaum ) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain… ( QS. maka diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka. yaitu sekitar 48 mil ( 88.161.Pekerja berat. Apabila wanita hamil dan menyusui khawatir akan keselamatan jiwa mereka.

23 . dan memberi makan satu orang miskin setiap hari. hal 163 Lihat ukuran mud dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. Al-Baqarah [2]: 184) ّ َ ّ َ ‫إ ِن الله ع َز وَجل وَضعَ ع َن ال ْمسافِرِ شط ْر الصل َة، وَع َن ال ْمسافِرِ وال ْحامل‬ ِ ّ َ ّ َ ُ َ ُ ِ ِ َ َ َ َ ِ ِ ‫وال ْمرضع الصوْم أ َوالصيام‬ َ َ ّ ِ َ ّ ِ ِ ْ ُ َ “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla telah membebaskan separuh shalat bagi musafir. wanita yang hamil dan wanita yang menyusui." Dan isnadnya jayyid (baik). yaitu memberi makan seorang miskin…” (QS. Dan dari jalur ketiga. Maka dia berbuka.' Dan dia meriwayatkan dari jalur yang lain.Risalah Ramadhan meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar RA dan dia menshahihkannya. "Bahwasanya istrinya bertanya kepadanya disaat dia sedang hamil. 1/75 Shahih Sunan Ibnu Majah. "Sesungguhnya anak perempuannya dinikahi oleh seseorang dari kaum Quraisy. ia berkata. dan dia sedang mengandung. ia berkata. "Wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak wajib mengqhada. yang sepadan dengan ¼ sha’ atau 675 gram bahan makanan lain. darinya.76 Allah berfirman: menyuruhnya َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya ( tidak shaum ) untuk membayar fidyah. 2/64-65. dan juga membebaskan shaum dari seorang musafir."75 Sedangkan ukuran fidyah adalah satu mud gandum. "Berbukalah dan berilah makan kepada seorang miskin setiap hari dan dia tidak wajib mengqhada. Lalu dia merasa kehausan di bulan Ramadhan.”77 75 76 77 Puasa Bersama Nabi.

4690 24 . Matlha' Mathla' adalah tempat munculnya hilal. tetapi kurang mendapatkan perhatian. 78 Lisanul Arab. Definisi-Definisi a. A. d. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas perihal penentuan awal Ramadhan. Semoga pembahasan ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi kaum muslimin yang mendambakan agar setiap amal ibadahnya sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Ru'yah Ru'yah adalah melihat hilal dengan mata telanjang yang ditopang dengan bantuan alat pembesar dan yang sejenisnya. Hilal Hilal adalah permulaan rembulan ketika ia tampak di mata orang banyak di awal bulan.Risalah Ramadhan BAB II PENENTUAN AWAL RAMADHAN Perihal ru'yah untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal merupakan masalah yang sangat asasi. Hal ini mungkin banyak dipengaruhi oleh fenomena penentuan awal Ramadhan atau Syawal dengan hisab hitungan ilmu falaq. c. hal.78 b. Hisab Hisab adalah menghitung garis edar benda-benda langit dengan rumus-rumus tertentu.

no. Ahmad. 102. Tirmidzi no. shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah menyebut-nyebut Ramadhan. Shahih Muslim. sempurnakanlah bilangan bulan menjadi 30 hari. no. hadits Ibnu Abbas RA. Abu Dawud. Kitab Ash-Shiyam. 23237. 688.80 Hadits dari Ibnu Umar. Pendapat para ulama dalam hal ini. 6/149. bahwa 'Aisyah RA berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َت َحفظ من شعْبان ما ل َ ي َت َحفظ من‬ َ َ َ َ ْ ِ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ّ َ ‫غ َي ْرِهِ ث ُم ي َصوم ل ِرؤ ْي َةِ رمضان فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْهِ ع َد ّ ث َل َثين ي َوْما ث ُم صام‬ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ً ّ ّ َ ِ ُ ُ ُ "Adalah Rasulullah sangat menjaga terhadap hilal Sya'ban tidak sebagaimana beliau menjaga bulan-bulan lainnya. no. Dan jika pandangan kalian terhalangi oleh awan maka sempurnakanlah bilangannya. 268. Lihat Zadul Ma'ad 2/45. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya."82 b. 2327 HR. Abu Dawud. Penentuan Awal Ramadhan a. Kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصوموا حتى ت َروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِروا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فاقنند ُروا‬ ّ َ ّ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ ْ َ ‫ل َه‬ ُ “Janganlah kalian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. no. Muslim. dia berkata. Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Ad-Darquthni. 25 . "Rasulullah bersabda: ‫ل َ ت َصوموا قَب ْل رمضان صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت دون َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ِ ‫غ َياي َة فَأ َك ْملوا ث َل َثين ي َوْما‬ ٌ َ ً َ ِ "Janganlah kalian shaum sebelum Ramadhan.”79 Sabda Nabi dalam hadits yang lain. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari". 79 80 81 82 Shahih Al-Bukhari. 108 dan Malik.Risalah Ramadhan B. 1906. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. bahwasannya Nabi menyebut-nyebut Ramadhan kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصنوموا حتنّنى ت َنروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِنروا حتنّنى ت َنروْه ُ فَنإ ِن أ ُغ ْمني ع َل َي ْك ُنم‬ ْ ْ َ َ ْ ُ ‫ُن‬ َ ِ َ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا ل َه‬ ُ ُ “Janganlah kalian shaum sampai kalian melihat hilal. no. 3. no. no. Lihat At-Tirmidzi. 2326. Dalil-dalil penetapan masa awal Ramadhan. Kemudian beliau shaum karena melihat hilal dan ketika terhalang maka beliau menghitung bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari kemudian beliau melaksanakan shaum. no. Al-Bukhari. 788 dan Abu Dawud no. Dan jika penglihatan terhalang (oleh awan) maka."81 Diriwayatkan dari Abdullah bin Qois RA.

ia melaksanakan shaum. Abu Hurairah ra. 4/122. jika dia tidak melihatnya dan hari itu tidak ada mendung maka keesokan harinya dia tidak shaum. Al-Isra [17] : 30) Ini adalah pendapat Umar bin Khatab RA. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam memahai maksud kalimat berikut: 1. hari Syak adalah hari dilaksanakannya ru'yatul hilal. Ath-Thalaq : 7). maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan. Sampai di sini para ulama sepakat. Apabila hilal terlihat. 26 . َ َ ّ ‫إ ِن رب ّك ي َب ْسط الرزقَ ل ِمن ي َشاء وَي َقد ِر‬ ُ َ ْ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ "Sesungguhnya Rabmu melapangkan rizki kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya." (HR. Adapun jika tidak tampak padahal cuaca terang. Abu Ahmad). para ulama bersepakat tentang wajibnya mengadakan ru'yatul hilal pada sore hari tanggal 29 Sya'ban.Risalah Ramadhan Berdasarkan hadits-hadits di atas. Pendapat kedua. memahami kalimat ‫له‬ ‫ث َل َث ِي ْن ي َوْما‬ ً َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ِ‫قَد ّروا ْ ل َه ت َمام ال ْعَد َد‬ َ َ ُ ُ (tetapkanlah ia dengan menyempurnaka bilangan Sya'ban menjadi 30 hari). Mereka berbeda penadapat jika tidak tampaknya hilal dikarenakan langit mendung atau tertutup debu. padahal hari itu adalah tanggal 29 Sya'ban. Pendapat pertama memahami kaliamat ‫ل َه‬ ُ ‫ . Abdullah bin Umar RA mengutus seseorang untuk meliht hilal. Abdullah bin Umar RA dan Imam Ahmad bin Hambal. Rasulullah saw bersabda: ُ ِ ‫صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُب ّي ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْملوا عد ّة َ شعْبان ث َلثين‬ ِ ْ ْ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ 83 Menurut Imam Ahmad. َ 2." (QS. genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari.فاقدروا ل َه‬Adapun lebih jelasnya sebagai ُ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ‫ضي ّقوا ل َه‬ ُ ْ ُ َ ُ ‫(ال ْعَد َد‬persempitlah bilangannya). Lihat Fathul Bari. Atau ada orang yang menyaksinakannya tetapi ia bukanlah orang yang kesaksiannya bisa diterima.83 Nafi' berkata: ‫فَكان ع َب ْد ُ الل ّهِ إ ِذا مضى من شعْبان ت ِسعٌ وَعشرون ي َب ْعَث من ي َن ْظ ُر‬ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ُ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ْ ‫فَإ ِن رئ ِي فَذاك وَإ ِن ل َم ي ُر وَل َم ي َحل دون من ْظ َرِهِ سحاب وَل قَت َر أ َصب َح‬ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ْ ٌ َ ْ ْ ‫مفط ِرا وَإ ِن حال دون من ْظ َرِهِ سحاب أ َوْ قَت َر أ َصب َح صائ ِما‬ ٌ َ َ ً َ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ ً ْ ُ "Apabila bulan Sya'ban telah lewat 29 hari. Jika utusannya melihat hilal maka itulah yang dijadikannya pedoman untuk shaum. Namun jika hilal tidak kelihatan karena terhalangi oleh mendung. Berkata. Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT : ‫وَمن قُد ِر ع َل َي ْهِ رِزقُه‬ ُ ْ َ ْ َ "Dan orang yang disempitkan rizkinya" (QS.

dalam masalah hilal. Wallahu A'lam. Mereka dan orang-orang yang percaya kepada mereka tidak diwajibkan melaksanakan shaum dengan hisab mereka.Risalah Ramadhan "Shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari"84 3.85 Ibnu Al-'Arabi meriwayatkan dari ibnu Suraij. 4/122. Fatawa Al-Kubra. karena hal itu tidak dimengerti kecuali oleh beberapa orang saja. selain telah sesat dalam syari'ah dan mengadakan suatu hal yang baru (Bid'ah) dalam agama."89 Abdurrahman Al-Jaziri berkata dalam bukunya. "Tidak boleh dipakai perkataan ahli hisab. Cara menetapkan hilal. "Tidak diragukan. Padahal syari'at itu dikatakan dimengerti oleh umat apabila kebanyakan dari mereka memahaminya. 4/122 Fathul Bari. no. "Tidak shahih riwayat dari Mutarrif. "Seorang yang bersandar pada hisab. "Tidak benar jika yang dimaksud adalah hiasab para ahli perbintangan. puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. 7/190 HR. maka keesokan harinya adalah hari pertama bulan Ramadhan. tidak bisa menulis dan menghitung. 106 dan Muslim. Sebagaimana tersebut dalam dua kitab shahih (Al-Bukharai Muslim) bahwa Nabi bersabda: ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل ن َحسب صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِه‬ ٌ ّ ٌ ّ ّ ِ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ ُ ُ ْ َ ُ "Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. Sebab syari'at telah menetapkan shiam dengan alamat yang pasti. Mutharrif bin Abdullah dan Ibnu Qudamah. tetapi menurut kami hal itu tidaklah tepat. dia bukanlah orang yang bisa dijadikan rujukan dalam maslah ini. Pendapat ketiga memahaminya dengan َ ‫(فاقْد ُروا ب ِحساب ال ْمنازِل‬tentukanlah ِ َ ِ ِ َ َ ُ dengan menghitung orbit benda-benda langit). Sebab jika umat dibebani dengan hal itu. sedangkan ُ ِ َ َ‫فَأك ْملوا عد ّة‬ ِ adalah khitab bagi masyarakat umum. Perkataan ahli perbintangan. dengan bukti adanya perbedaan pendapat di antara mereka dalam banyak persoalan.”88 Ibnu Taimiyah juga berkata. Syarh Shahih Muslim. walaupun berdasarkan kaidah-kaidah yang detail. bahwa kalmat faqduru lah adalah khitab (ungkapan yang ditujukan) kepada orang yang dikhususkan oleh Allah SWT dengan ilmu ini (hisab). serta Jama'ah kecuali Abu Dawud. Ahmad. berdasarkan sunnah shahihah dan kesepakan para shahabat bahwa tidak boleh bersandar kepada hisab (perhitungan) berbintangan."87 Ibnu Taimiyah berkata. Para fuqaha sepakat bahwa jika hilal telah terlihat oleh khalayak ramai atau oleh dua orang saksi yang adil (memenuhi keriteria seorang saksi menurut syar'i). di antaranya adalah Imam AnNawawi. Ad-Darimi. ia juga keliru dalam menetapkan dan dalam ilmu hitung (hisab). adapun Ibnu Qudamah. tidak akan berubah selamanya. Abdurrahman Al-Jazairy. Pendapat ini hanyalah bersumber dari pendapat Ibnu Suraij. 1/500 27 . Al-Bukhari."90 c. mereka akan keberatan." Lihat Fathul Bari.86 Pendapat ini dibantah oleh mayoritas (jumhur) ulama. 84 85 86 87 88 89 90 HR. no. 3/461 Kitab Fiqih 'ala Madzahibul 'Arba'ah. Yaitu disaksikannya hilal atau menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. 1081 Ibnu Abdul Barr berkata. dia berkata.

“Sungguh saya telah bermajlis dengan beberapa sahahat Rasulullah saw. Adapaun jika kalian terhalangi oleh awan. Ad-Darquthni. maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi tigapuluh hari. “Wahai Bilal. Maka Rasulullah pun melaksanakan shaum dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakannya. Dari Abdurrahman bin Zaid bin Khattab bahwa ia berkhutbah di hadapan orang banyak pada hari yang syak (diragukan). maka aku sampaikan kepada Rasulullah saw. At-Tirmidzi HR. 6/344 HR. Jumhur ulama berpendapat bahwa tetap wajib shaum dengan seorang saksi."94 Sedangkan Imam Malik dan Al-Auza’i. bahwa aku telah melihatnya. Ia berkata. Imam Syafi'I mensyaratkan dua saksi. umumkan kepada orang banyak untuk melaksanakan shaum esok hari!”93 Ibnu Ummar ra. “Ya” Maka Rasulullah bersabda. beliau berkata: ّ َ ّ َ ّ َ َ َ َ ‫جاء أ َع ْراب ِي إ ِلى الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَقال إ ِني رأ َي ْت ال ْهِل َل قال‬ َ َ ُ َ ّ َ َ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ ‫أ َت َشهَد ُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الل ّه أ َت َشهَد ُ أ َن محمدا رسول الل ّهِ قال ن َعَم قال يا ب ِل َل‬ َ َ َ ْ ْ ُ َ ‫أ َذ ّن في الناس أ َن ي َصوموا غ َدا‬ ِ ْ ً ْ ِ ّ ُ ُ "Seorang baduwi mendatangi Rasulullah dan berkata. dan Imam Asy-Syafi’i (dalam riwayat lain) berpendapat bahwa penetapan hilal Ramadhan tidak bisa diterima kecuali dari dua orang saksi yang adil. 3/154 Lihat Syarhus Sunnah. Yang demikian ini karena adanya banyak atsar dalam malsalah ini dengan lafadz yang berbeda-beda.95 Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah atsar Abdurrahman bin Zaid bin Khattab. 6/344 HR. Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada illah kecuali Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya? Dia menjawab. Saya telah bertanya kepada mereka dan semua menjawab bahwa Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ْ َ ‫صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فَأت ِموا ث َل َث ِي ْن فَإ ِن شهِد‬ ْ ْ ّ َ ْ ّ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ ‫شاه ِدان فَصوْموا وَأ َفْط ِروا‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ َ “Shaumlah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karenanya. Rasul bertanya. Lihat Bidayatul Mujtahid.”96 91 92 93 94 95 96 Untuk penentuan awal Syawal. dan Al-Hakim. Ishak.Risalah Ramadhan Mereka berbeda pnedapat apabila yang menyaksikan adalah seorang saja. Abu Dawud dan An-Nasai 28 . Imam Ahmad. Mereka adalah: Ibnu Mubarak. Aku telah melihat hilal malam ini. Kecuali jika telah bersaksi dua orang saksi. maka shaumlah dan berbukalah. Lihat Syarhus Sunnah. Imam Asy-Syafi'i91 (dalam satu riwayat) dan Abu Hanifah (jika langit mendung)92 mereka berhujjah dengan hadits Ibnu Abbas. Abu Dawud. berkata: ّ َ َ ُ َ ُ ْ ْ َ ‫ت َراءى الناس ال ْهِل َل فَأ َخب َرت رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َني رأ َي ْت ُه‬ َ َ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ّ َ َ ّ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ‫فَصام وَأمر الناس بالصيام‬ "Orang banyak berusaha untuk melihat hilal.

98 Hadits dari Kuraib: َ ُ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ُ ‫ع َن ك ُرينب أ َن أ ُم ال ْفضنل ب ِننت ال ْحنارِث ب َعَث َتنه إ ِلنى معاوِينة بالشنام ِ قنال‬ ِ َ َ ْ ِ ْ َ ّ ّ ٍ ْ َ ْ ّ ‫فَقد ِمت الشام فَقضي ْت حاجت َها واست ُهِل ع َل َي رمضان وَأ َننَنا بالشنام ِ فَرأ َي ْنت‬ ‫ِ ّن‬ ُ َ َ َ ّ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ‫ال ْهِل َل ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ ث ُم قَد ِمت ال ْمدين َة في آخرِ الشهْرِ فَسأ َل َني ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْنن‬ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ُ ْ ّ ُ ُ ُ ‫ع َباس رضي الل ّنه ع َن ْهُمنا ث ُنم ذ َك َنر ال ْهِل َل فَقنال متنَنى رأ َي ْت ُنم ال ْهِل َل فَقل ْنت‬ ‫َن‬ ُ ُ َ ْ َ َ ‫َ َن‬ ّ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ َ ‫رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ فَقال أ َن ْت رأ َي ْت َه فَقل ْت ن َعَم وَرآه ُ النناس وَصناموا وَصنام‬ َ ّ َ َ َ َ ُ َ ُ ُ ُ َ َ ُ ُ ُ َ ْ ُ َ َ َ ُ ‫معاوِي َة فَقال ل َك ِنا رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة السب ْت فَل َ ن َزال ن َصوم حتنّنى ن ُك ْم نل ث َلثي نن أ َو‬ َ ِ ّ َ َ ّ َ ُ ُ َ ُ ْ َ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ُن‬ َ َ ‫ن َراه ُ فَقل ْت أ َوَ ل َ ت َك ْت َفي ب ِرؤ ْي َةِ معاوِي َة وَصيامهِ فَقال ل َ هَك َنذا أ َمرننَنا رس نول‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas ra) meriwayatkan. Aku bertanya.” Abdullah bin ‘Abbas ra berkata. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. negeri yang tidak mungkin hilal tidak tampak bagi mereka. Shahih Muslim. pertama perbedaan mathla’ (terbitnya hilal). di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. dan semua orang melihatnya. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan Dalam masalah ini ada dua pendapat: Pertama. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. Abu Hanifah dan Imam Ahmad. no. para Fuqaha bersepakat tentang wajibnya shaum baginya.”99 97 98 99 Khusus bagi yang melihat hilal Ramadhan seorang diri. perbedaan iklim. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan shaumnya Khalifah Mu’awiyah ra?” Beliau menjawab.97 Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah. dan terbitlah hilal Ramadhan. 29 . “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl ra.Risalah Ramadhan C. 1087. jarak diperbolehkannya mengqhashar shalat. dan sebagian besar pengikut madzhab Syafi’i. kemudian ia bertanya. Sunan At-Tirmidzi. no 2332. Salim bin Abdullah bin Umar. Ishaq bin Rahawaih. Kelima. hendaknya ia tidak berbuka. begitu juga Mu’awiyah ra. Sunan Abu Daud. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris ra (ibunya Ibnu ‘Abbas) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah ra di Syam. ditentukan oleh Imam A’zham. Lihat Bidayatul Mujtahid 4/123 Tentang batasan jauh Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat. Al-Qasim bin Muhammad. Ketiga. Beginilah Rasulullah saw menyuruh kami. Maka Kuraib berkata. 693. no. maka Abdullah bin ‘Abbas ra menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Al-Mawardi. Kedua. merekan pun melaksanakan shaum. Menurut Imam Malik. yaitu ummat Islam di suatu negeri/tempat harus memulai shaum dengan melihat hilal di negeri/tempat tinggal masing-masing. Ikrimah. “Tidak. hendaknya ia menahan diri dari makan dan minum tetapi dua tetap meyakini hal berbuka. Tapi tidak demikian halnya dengan melihat hilal bulan Syawal seorang diri. Keempat. Ikhtilaful Mathali’. walaupun hilal sudah terlihat di negeri/tampat tinggal orang lain yang jauh. maka kami akan tetap puasa hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. Sedangkan menurut Imam Asy-Syafi’i dia wajib berbuka. Hanya saja jika dikhawatirkan timbulnya fitnah. Ibnu Abbas ra dan juga Imam Al-Bukhari.

2/608-609. 102 HR. 30 . Imam Ahmad bin Hambal. 101 Syarhus Sunnah. Jika hal itu telah diketahui. 6/215. 2/295296. Dan tidak sepantasnya menyelisihinya. Di antara yang berpendapat demikian adalah: Imam Abu Hanifah. At-Tirmidzi dan Abu Dawud 103 Lihat Al-Fiqih Al-Islami Wa Adilatuhu.Risalah Ramadhan Hadits di atas menunjukan bahwa Ibnu Abbas ra tidak mengambil ru’yah Ahli Syam. Al-Laits bin Sa’ad. Maka ia menjadi hujjah. selama ia tidak memerintahkan umat untuk mengikutinya. Yaitu apabila hilal sudah terlihat di suatu negeri/tempat. jika negaranya bukan negara Islam. shumlah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Saya katakan bahwa ini adalah pendapat yang washath (pertengahan). hendaknya selalu memperhatikan permasalahan ini ketika memasuki dan ketika keluar dari bulan Ramadhan. Dia berkta. sebagian pengikut madzhab Imam Asy-Syafi’i101 dan juga Ibnu Taimiyah. Di dalamnya terdapat kompromisasi seluruh dalil dan pendapat para ahli ilmu. Yaitu."102 Hadits ini menunjukan dimulainya Ramadhan dengan ru’yah secara mutlak. Wihdatul Matla’. “Telah berkata ulama kita “Madzhab Maliki” tentang ungkapan Ibnu Abbas ra: ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫هَك َذا أ َمرنا رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Adalah kalimat tashrih (jelas. Kemudian mengamalkannya dan menyampaikan kepada orang banyak.” Lihat Al-Jami’ Liahkamil Qur’an. maka yang wajib bagi alhlul ilmi di setiap negeri. maka seluru ummat Islam berkewajiban menuanaikan shaum Ramadhan keesokan harinya. maka yang wajib bagi pemerintah adalah berpegang kepada apa yang dikatakan oleh ahlul ilmi dan mengharuskan umat untuk melaksanakan shaum dan berbuka (ied) dalam rangka mengamalkan hadits-hadits yang telah disebut dan melaksanakan kewajiban serta menjaga umat dari apa-apa yang diharamkan oleh 100 Imam Al-Qurthubi menulis. Namun jika ia memerintahkan. maka genapkanlah bilangan Sya'aban menjadi 30 hari. karena hal ini dapat menyebabkan terpecah-belahnya umat dan banyak perkataan yang tidak berdasar. Ibnu Mundzir. bukan ru’yah lain.103 Syaikh Abdullah bin Bazz mengkompromikan kedua pendapat di atas. bahwa jika negeri-negeri saling berjauhan sebagaimana jauhnya Syam dan Hijaz. Imam Malik. Mereka (anggota hai'ah) sepakat bahwa pendapat yang kuat adalah memberi keleluasan untuk hal ini. Jika penglihatanmu terhalang oleh awan. Adapun di negara Islam. Walaupun hal itu dianggap benar oleh imam a’zham. “Pernyataan ini pernah ditanyakan kepada Hai’ah Kibaaril ‘Ulama di Saudi Arabiya ketika diadakan daurah yang kedua pada Sya’ban 1392 H. Dalil yang dijadikan sebagai pijakan di antaranya adalah: ‫ل َ ت َصوْموا ْ قَب ْل رمضان صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِنروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت د ُوْن َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫غ َمامة فاك ْمل ُوا ث َل َث ِي ْن‬ َ ْ ِ َ ٌ َ َ "Jangan melakukan shaum sebelum Ramadhan. diperbolehkan mengambil salah satu dari dari kedua pendapat yang dianggap rajih (kuat) untuk ulama setempat (dalam suatu negeri). Dan hendaknya mereka bersepakat kepada yang lebih dekat kepada kebenaran menurut ijtihadnya.100 Kedua. maka seseorang tidak boleh menyelisihinya. tanpa dibatasi oleh jarak. terang) dalam menyandarkan perkataan itu kepada Nabi saw dan bahwa itu adalah perintahnya. Adapun pemerintah (ulul amri) dan seluruh umat Islam berkewajiban untuk mengikuti mereka. maka setiap negeri wajib melaksanakan shaum berdasar ru’yahnya sendiri.

Dalil tentang niat dari Al-Qur’an ‫وَما أ ُمروا إ ِل ّ ل ِي َعْب ُدوا الل ّه مخل ِصين ل َه الدين‬ ُ ُ َ ِ ْ ُ َ َ ّ ُ ِ َ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus." (QS. ketika akan melaksanakan suatu pekarjaan (amal). Mengingat niat adalah penentu sah tidaknya suatu amal. Disyari’atkannya Niat Niat disyari’atkan kepada ummat Islam.Risalah Ramadhan Allah SWT. tanpa ragu-ragu. Secara bahasa niat berasal dari kata. Al-Bayyinah [95]: 5) َ َ ْ ‫ل َن ي َنال الل ّه ل ُحومها وَل َ د ِماؤ ُها وَل َك ِن ي َنال ُه الت ّقوى‬ َ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ َ ْ 104 105 106 Lihat Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah. Dan hal yang telah diketahui bersama bahwa Allah SWT menundukan beberapa perkara yang tidak dapat ditundukan dengan Al-Qur’an. dengan kekuasaan. 2. 22/335 Al-Qomus Al-Muhith.106 B. karena hal ini telah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para shahabatnya radliyallahu ‘anhum. ‫ نوى – ينوي – نواة – ونية‬yang berarti niat atau maksud. ً ََِ ً َ َ ْ ِ ْ َ ََ 105 2.”104 BAB III NIAT SHAUM PADA BULAN RAMADHAN Masalah niat merupakan permasalahan yang asasi. Sedangkan definisi niat secara istilah adalah: Keyakinan hati untuk melakukan sesuatu dan beriltizam atasnya. Definisi Niat 1. 4/459 Al-Mughni 4/333 31 . A.

“Shaum pada bulan Ramadhan dan shaum di bulan-bulan lainnya. An-Nasai dan Ibnu Majjah). di hari tersebut (mulai dari terbnam matahari hingga menjelang terbit fajar). 2. Dan orang yang shaum boleh berniat kapan saja. An-Nasai dan Ibnu Majjah)." (HR. Kecuali pendapat dari Zuffar."107 Rasulullah saw bersabda: ‫إ ِن ّما ال َع ْمال بالن ّيات وَإ ِن ّما ل ِك ُل امرِئ ما ن َوى‬ ِ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ٍ ْ ّ "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya.109 Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh 'Aisyah dia berkata. Al-Majmu. 2/311 32 . 296 Subulus Salam. Waktu niat Diriwayatkan dari Hafshah ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya." (HR.” (Ahmad.” (Ahmad. "Rasulullah bersabda kepadaku. Karena shaum merupakan ibadah mahdhah yang memerlukan niat. 4/ 333. Niat sebagai syarat sahnya shaum. dia berkata. C. "Shaum Ramadhan tidak membutuhkan niat. baik yang wajib maupun yang sunnah tidak dianggap shahih kecuali dengan niat. Imam As-Shan’ani berkata. kecuali orang yang mengerjakannya dalam kondisi sakit atau musafir. Ahmad. Abu Dawud." (QS. tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Dari As-Sunnah ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ "Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum terbit fajar maka tidak ada shaum baginya. Al-Hajj [22]: 37) 3. 'Wahai 'Aisyah apakah kamu punya makanan?' Aku ('Aisyah) berkata.Risalah Ramadhan "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah. setiap musim yang mukallaf berkewajiban untuk meniatkan shaumnya pada malam hari. “Hadits tersebut menunjukan bahwa tidak sah shaum kecuali dengan penetapan niat pada malam harinya. Para ulama telah sepakat bahwa niat merupakan syarat sahnya shaum Ramadhan. baik melalui kesaksian mata maupun penyempurnaan bilangan bulan. At-Tirmidzi. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Abu Dawud. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan 1. At-Tirmidzi. 'Kami tidak 107 108 109 Al-Mughni. 6/ 293 Bidayatul Mujtahid. Ibnu Qudamah berkata. Al-Bukhari dan Muslim) ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. An-Nasai dan Ibnu Majjah) Berdasarkan dalil-dalil di atas maka setelah bulan Ramadhan ditetapkan."108 Dan pendapat Zuffar ini dikatakan lemah oleh para salaf. At-Tirmidzi. Abu Dawud.

111 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menyatakan. karena sesungguhnya seseorang telah berniat untuk melakukan perbuatan yang sejenis dengannya. "Apakah kamu mempunyai persediaan makanan? Jika tidak maka aku akan shaum." 112 3. dan tidak cukup sekedar dalam hati. 270 Ibid HR. tidak sah shaum keculi telah berniat sebelum terbit fajar. 1154 Al-Majmu. "Boleh mengerjakan niat di siang hari untuk semua shaum wajib yang berkaitan dengan waktu tertentu. 6/293 Puasa Bersama Nabi. Sedangkan imam Ahmad menyatakan satu kali niat sudah cukup untuk melaksanakan shaum selama bulan Ramadhan. Para 'Ulama berbeda pendapat mengenai waktu niat dalam ibadah shaum. Imam Asy-Syafi'i berkata. Muslim. 'Jika demikian maka hari ini aku akan shaum. Sedangkan orang yang menggunakan madzhab jama’ (Yaitu menggabungkan dua dalil yang seakan kontradiksi) akan membedakan waktu niat bagi sahum wajib dan shaum sunnah. Menurut Imam Malik. tetapi dianjurkan untuk diucapkan bersama hati. 62 Ibid 33 ." Sedangkan Imam Abu Hanifah berkata. Tempat niat Imam Nawawi berkata. “Niat itu tempatnya di dalam hati. "Berniat shaum setelah siang hari diperbolehkan jika shaum yang dikerjakan adalah shaum sunnah. sekalipun ada sebagian orang yang memandangnya sebagai kebaikan…."110 Ibnu Rusyd menyebutkan bahwa barangsiapa yang menggunakan madzhab tarjih (mencari dalil yang paling shahih untuk menghukumi sebuah perkara). “Niat shaum wajib dilakukan setiap hari. 110 111 112 113 114 115 Bidayatul Mujtahid. "Niat itu tempatnya berada di dalam hati. Begitu pula dalam pelaksanaan shaum sunnah. seperti shaum Ramadhan. tidak ada syarat untuk diucapkan oleh lisan. dan melafadzkannya adalah bid'ah yang sesat. Pendapat Imam Maliki dan Imam Ishak juga demikian. Maka Rasulullah bersabda. hal. ini berlaku bagi semua shaum." (HR. karena Rasulullah pernah datang ke rumah 'Aisyah ra di luar bulan Ramadhan seraya bertanya. Apakah niat wajib dilakukan setiap hari Ibnu Qudamah berkata. Hal itu diperbolehkan sebagaimana dia berniat setiap hari pada malam harinya.”113 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid114 menyatakan. nadzar dan shaum tertentu lainnya."115 4. demikian pendapat yang dikemukakan oleh madzhab Hambali. Muslim 2 : 809). no.Risalah Ramadhan memiliki apa-apa wahai Rasulullah'. Maksudnya dia akan menggunakan hadits Hafshah ra sebagai dalil atas wajibnya berniat sebelum fajar untuk shaum wajib dan hadits 'Aisyah sebagai dalil atas bolehnya berniat shaum di siang hari untuk shaum sunnah. madzhab Hanafi dan Ibnu Mandzur. maka dia akan menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah ra (Sebagai dasar atas wajibnya berniat shaum sebelum terbit fajar). sedangkan untuk shaum wajib tidak diperbolehkan. "… Penetapan niat di malam hari adalah khusus untuk shaum wajib saja.

maka saya berniat shaum sunnah. 270 Al-Mughni. tetapi secara otomatis shaum tersebut berubah menjadi shaum Ramdhan kecuali musafir. niat yang tetap itu sah walaupun dilakukan pada malam tigapuluh Sya'ban."119 7. Abu Tsur dan Ashabura'yi. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah boleh menyatakan niat secara mutlaq. demikian juga boleh berniat mengerjakan shaum selain Ramadhan. "Sesungguhnya apabila orang itu kembali dan berniat lagi sebelum tengah hari. maka saya berniat shaum fardlu pada hari pertama bulan Ramadhan. Selain itu antera ibadah itu diselingi dengan sesuatu yang manafikan sehingga sahaum itu berganti-ganti dan setiap hari melerlukan niat yang tersendiri. tetapi kalau besok belum masuk bulan Ramadhan.117 6. Menurut madzhab Hambali. Hanya saja Ashaburra'yi atau madzhab Hanafi menyatakan. 4/337 34 . "Barangsiapa yang berniat membatalkan shaum maka shaumnya dianggap batal. karena sesungguhnya hari-hari dalam bulan Ramadhan terdiri dari berbagai macam ibadah terpisah.116 5. Maka shaumnya dianggap sah. Tidak boleh berniat shaum secara mutlaq dan tidak boleh berniat selain shaum Ramadhan. Demikian juga pendapat Syafi'i. apabila ru’yah hilal bulan Ramadhan pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban terhalang oleh mendung atau kabut pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban. “Bahwa yang dimaksud dengan hari syak ialah. "Kalau besok sudah masuk Ramadhan. Berniat membatalkan shaum Mdzhab Hambali menyatakan. dengan dalil bahwa sebagian ibadah itu tidak rusak karena rusaknya ibadah yang lain. baik waktu itu langit cerah atau mendung.120 116 117 118 119 120 Al-Mughni. ternyata besok harinya bulan Ramadhan. 4/333 Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. dalam berniat harus ditegaskan bahwa shaum yang akan dijalaninya adalah shaum Ramadhan. Menentukan niat Menurut Imam Malik.Risalah Ramadhan Pendapat ini dianggap lebih kuat. hari yang diragukan (syak) adalah hari ketigapuluh dari bulan Sya'ban bila pada hari itu hilal awal Ramadhan tidak kelihatan.”118 Berdasarkan pendapat tersebut. Karena hari ini tergolong hari yang tidak diragukan yang kita dilarang sahum di dalamnya. 2/261 Al-Mughni. Niat yang tidak pasti (syak) Para Fuqaha berpendapat. 4/333 Bidayatul Mujtahid. seseorang diperbolehkan untuk berniat sebagai berikut.

102 Lihat Al-Majmu’ Syarhu Muhazzab. Disyari'atkannya Makan Sahur Sahur disyari’atkan kepada umat Islam yang akan melaksanakan shaum. ataupun belum berniat dan berniat pada waktu sahur itu sendiri.123 Jadi memakan makanan yang dilakukan di Sedangkan makna sahur menurut istilah adalah: memakan makanan walau sesuap atau meminum minuman walau seteguk124 mulai dari pertengahan malam sampai terbit fajar125 yang dilakukan oleh orang yang meniatkan diri untuk shaum di siang harinya. Sedang makna dari ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ dengan harokat fathah pada huruf "‫ "س‬berarti apa-apa yang dimakan pada waktu sahur dan jika menggunakan harokat dhamah yaitu waktu sahar namanya adalah as-suhur atau as-sahur. Pengertian yang artinya َ ‫السحر ال َع ْلى‬makan ُ َ ّ Az-Zujaj berkata. 4/38 Al-Mishabh Al-Munir. 35 . 6/379 Disarikan dari hadits-hadits tentang sahur. Sedangkan Ibnu Zaid berkata. Kalimat ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah 1/6 malam teakhir.”122 ‫ت َسحرت‬ ُ ْ َ َ maknanya adalah kamu makan sahur (memakan makanan pada waktu sahur).ي َسحر – سنحرا‬ ً َ َ ُ ُ ْ َ َ َ Secara bahasa sahur berasal dari kata malam menjelang shubuh atau ujung segala sesuatu. Sedangkan 121 .berarti waktu sebelum terbit fajar ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah waktu yang dimulai dari Akhir malam hingga terbit fajar. selain perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sahur sendir dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum. 121 122 123 124 125 126 Al-Munjid fi Lughah. ‫سحر . 6/381 Ibid.Risalah Ramadhan BAB IV SAHUR A. hal.126 B. 323 Tafsir Al-Qurthubi. ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ maknanya adalah nama dari pekerjaan itu sendiri.

1096. 1095. 2/71. 4/303 ‘Aunul Ma’bud. Rasulullah bersabda: ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحورِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ “Makan sahurlah kalian. 2162. Abu Dawud. yaitu perintah untuk untuk menyelisihi Ahli Kitab yang tidak melaksanakan sahur. 2362. “Apabila Ahlul Kitab tidur setelah berbuka." (QS.”129 Imam Asy-Syaukani juga menjadikan hadits di atas sebagai penguat atas disyari’atkannya makan sahur. 7/207. Nailul Authar.” 127 Imam As-Syaukani berkata. Muslim. 6/379 dan Syarhu Shahih Muslim Lin Nawawi. no. An-Nasai. bahwa Rasulullah saw bersabda: ٌ ْ ‫فَصل ب َي ْن صيامنا وَ صيا َم ِ أ َهْل ال ْك ِتاب أ َك ْل َة السحوْر‬ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ ِ ُ ّ “Pembeda antara shaum kami dan shaum Ahlul Kitab terletak pada sahur. beliau berkata: 127 128 129 130 131 132 133 134 HR. HR. 2142. no. Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. yaitu fajar. Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani.132 Demikain juga Ibnu Mundzir telah meriwayatkan ijma’ tentang mustahabnya sahur. no. Hukum Makan Sahur Semua ulama sepakat bahwa hukum makan sahur adalah sunnah atau mustahab. ‘Aunul Ma’bud. no. 7/207 Fathul Bari.”128 Diriwayatkan dari ‘Amru bin Qais ra. Nailul Authar. Al-Baqarah [2]: 187) Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bab Taukid fis Sahur. 4/303 36 . 6/468-469 bab fi taukid As-Sahur. Lil Imam As-Syaukani. no. dia berkata. At-Tirmidzi.Risalah Ramadhan Allah SWT berfirman: ْ ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. “Hadits tersebut menunjukan disyari’atkannya makan sahur. Abu Dawud. Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi. 2362. 708. Muslim. karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah. 3/88. 1382. bab Fadhlus Sahur.133 Landasan yang dijadikan landasan bahwa hukum sahur itu mustahab adalah karena Rasulullah saw dan para shahabat radliyallahu ‘anhum pernah melakukan wishal. 4/303.”131 C.”130 Imam Al-Khotobi berkata. ‘Aunul Ma’bud. 4/175 Nilul Authar. An-Nasa’i no. no. Ibnu Majjah. 6/469 Lihat Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab. Muslim Bisyarhi An-Nawawi. no. “Dan hal-hal yang menguatkan pensyari’atan sahur adalah kandungan hadits itu sendiri.134 Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. 6/468-469. maka tidak dihalalkan bagi mereka untuk makan dan minum hingga terbit fajjar. dia berkata.

Risalah Ramadhan

ّ َ َ ‫َن‬ ُ ُ َ ‫ن َهى رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ع َن ال ْوِصال فِ ني الص نوْم ِ فَق نال ل َنه‬ ‫َ ِ ن‬ ُ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ ُ َ َ ُ ِ َ َ ‫رجل من ال ْمسل ِمين إ ِن ّك ت ُواصل يا رسول الل ّهِ قال وَأ َي ّك ُم مث ْلي إ ِننّني أ َبي نت‬ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ َ َ َ َ ِ َ ‫ي ُط ْعِمني ربي وَي َسقين فَل َما أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا ع َن ال ْوِصال واصل ب ِهِم ي َوْمنا ثنم‬ ْ ّ َ ِ ُ ّ ُ ‫ًن‬ ْ ّ ُ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ ‫ي َوْما ث ُم رأ َوا ال ْهِل َل فَقال ل َوْ ت َأ َخر ل َزِد ْت ُك ُم كالت ّن ْكيل ل َهُم حين أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا‬ ْ ً ُ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ ّ ْ َ ّ
“Rasulullah melarang shaum wishal,135 maka ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah, “Bukankah engkau juga melakukannya wahai Rasulullah?”. Rasulullah saw bertanya, “Siapakah di antara kalian yang menyamaiku? Sesungguhnya aku diberi makan dan minum di malam hari oleh Rabku.” Maka ketika mereka enggan menginggalkan shaum wishal, Rasulullah saw melakukan wishal bersama sahabatnya sehari, kemudian sehari berikutnya. Kemudian Rasulullah saw melihat hilal136 dan beliau bersabda, “Seandainya bulan itu terlambat maka aku tambahkan shaum buat kalian, sebagaimana kalian membantahku ketika aku menyuruh kalian meninggalkannya.”137 Maka Imam Al-Bukhari menulis sebuah pembahasan tentang masalah sahur dengan judul, “Bab barakah makan sahur dan dengan tidak mewajibkannya karena Nabi saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum pernah melaksanakan wishal,138 dan tidak disebutkan sahur (tidak sahur).”139 Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan judul di atas sebagai berikut, “Yang saya fahami dari perkataan Imam Al-Bukhari, bahwa perkataan beliau ‘Karena Rasulullah dan para shahabatnya melakukan wishal adalah berkenaan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw melarang wishal, di hari berikutnya beliau bersama para shahabat melakasanakan shaum wishal kemudian di tambah sehari lagi (hingga menjadi dua hari). Baru setelah mereka melihat hilal bulan Syawal Rasulullah saw bersabda kepada mereka, bahwa seandainya hilal tersebut terlambat (shaum Ramadhan masih panjang) sungguh akan aku tambahkan shaum wishal untuk kalain hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya. Kemudia kalian meminta keringanan agar bisa meninggalkannya. Keterangan hadits ini menunjukan bahwa hukum sahur tidak wajib, karena jika ia wajib sudah pasti Rasulullah saw tidak akan melaksanakan wishal bersama para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.140

D.

Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur Hikmah dan fadhilah makan sahur adalah bahwa bagi orang yang melaksanakannya akan mendapatkan barokah. Sebagaiman sabda Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, beliau bersabda:
135

136 137

138 139 140

Dengan sengaja meninggalkan perkara perkara yang boleh dikerjakan di malam hari bagi orang yang shaum. Lihat Fathul Bari, 4/254. Dengan kata lain meninggalkan makan dan minum selama sehari semalam dari sejak makan sahur hingga makan sahur berikutnya (penulis). Lihat Fathul Bari, 4/254 Yaitu hilal yang menandakan habisnya bulan Ramadahan dan masuk bulan Syawal. HR. Al-Bukhari. Yaitu menambah wishal hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya kemudian kalian meminta keringanan untuk menginggalkannya. Lihat Fathul Bari, 4/258-259. Fathul Bari, 4/174 Fathul Bari, 4/254 Fathul Bari, 4/175

37

Risalah Ramadhan “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah.”
141

Dalam menerangkan hadits ini Ibnu Hajar berkata, harakat pada huruf " ‫ "س‬dalam kalimat "‫ "السحوْر‬bisa fathah dan bisa juga dhamah. Jika barakah dalam hadits tersebut yang ِ ُ ّ dimaksud adalah balasan dan pahala, maka harakat yang tepat adalah harakat dhamah, yaitu "

‫ "السحوْر‬bentuk mashdar dari kata "‫ "الت ّسحر‬yang berarti makan sahur. Namun jika barakah ُ ّ َ ِ ُ ّ
dalam hadits tersebut yang dimaksud adalah kekuatan, semangat dan rasa ringan melaksanakan shaum, maka harokat yang tepat adalah harokat fathah, yaitu " ‫ "السحوْر‬yang berarti apa yang ِ ُ ّ dimakan di waktu sahar. Ada yang berpendapat bahwa maksud dari barokah dari hadits tersebut adalah bisa bangun dan berdo’a di waktu sahar. Yang lebih tepat makna barakah dalam hadits tersebut adalah: - Mengikuti sunnah - Menyelisihi Ahlul Kitab, sebagaimana disebutkan dalam hadits. - Menambah kekuatan dalam beribadah - Menambah semangat - Mengantisipasi akhlak jelek yang datang akibat dari rasa lapar yang berlebihan - Peluang untuk bershadaqah jika ada orang yang meminta waktu itu, atau shadaqah bagi orang-orang yang makan bersamanya di waktu itu - Salah satu sarana agar bisa berdo’a dan berdzikir di waktu sahar yaitu waktu yang mustajab untuk berdo’a - Dan mengingatkan niat shaum bagi orang yang lupa untuk berniat shaum sebelum dia tidur.
142

E.

Waktu Sahur Jika ditinjau secara bahasa tasahhur adalah makan di waktu sahur atau akhir malam. Tapi yang dimaksud dengan waktu tasahhur di sini adalah makna yang terdapat dalam pengertian tasahhur secara istilah sebagaimana telah dijelasakan di depan. Maka berdasarkan makna tasahhur secara istilah dapat diketahui bahwa waktu sahhur adalah dimulai dari pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar.143 Jika seseorang yang ingin mejalankan shaum dia bisa melakukan sahur di antara waktu pertengahan malam sampai terbit fajar. Jika fajar telah terbit maka dia harus imsak (menahan diri) dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang membatalkan shaum. Sebagaiman firman Allah SWT, "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah [2]: 187)
141

142 143

HR. Muslim, no. 1095, Ibnu Majjah, no. 1382, Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani, 2 : 71, At-Tirmidzi, No. 708, Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi, 3/88, An-Nasai, no. 2142, Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. Abu Dawud, no. 2362, ‘Aunul Ma’bud, 6/ 468-469 bab fi taukid As-Sahur. Lihat Fathul Bari, 4/175, Tuhfatul Ahwadzi, 3/338 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 6/379

38

Risalah Ramadhan Dalam ayat tersebut disebutkan, "benang putih dari benang hitam". Maksudnya adalah perintah untuk makan dan minum hingga jelas bagimu cahaya shubuh di ufuk timur dari hitamnya malam dan terangnya ketidakjelasan (antara keduanya) yang disebut dengan fajar.144 Dari ‘Adi bin Hatim ra dia berkata, ketka turun ayat, "...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Maka ‘Adi ra bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, aku meletakan dua tali di bawah bantalku, yaitu tali putih dan tali hitam agar aku mengetahui malam dari siang, maka Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya bantalmu itu lebar. Yang dimaksud -benang putih dari benang hitam- adalah hitamnya malam dan putihnya siang.”145 Abu Ubai berkata, “benang putih adalah fajar shadiq dan benang hitam adalah malam.”146 Dari Sahal bin Sa’id ra, dia berkata, “Ketika turun ayat, 'dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam” Ada seorang laki-laki yang mengambil benang putih dan benang hitam, kemudian dia makan dan minum sampai melihat jelas keduanya (benang putih dan benang hitam). Allah pun menurunkan potongan ayat selanjutnya yaitu ( ( ‫ال ْفجر‬ ِ ْ َ benang hitam). Madzhab As-Syafi’i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad dan jumhur ulama dari kalangan para shahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in) menyatakan bahwa waktu dimulainya shaum adalah dengan terbitnya fajar. Maka dengan terbitnya fajar diharamkan makan, minum dan jima’.147 F. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur Telah maklum bahwa fajar ada dua macam, fajar kadzib dan fajar shadiq. Fajar kadzib disebut juga fajar pertama dan fajar shadiq yaitu fajar kedua. Fajar pertama berupa cahaya putih yang terbit memanjang bagaikan ekor srigala, kemudian dia menghilang beberapa saat. Kemudian setelah itu terbitlah fajar tsani yang berupa cahaya putih yang menyebar di ufuk timur.148 Fajar shadiq merupakan tanda masuknya waktu shubuh dan berakhirnya waktu shalat isya’, begitu pula batas akhir diperbolehkannya makan dan minum bagi orang yang shaum dan dimulainya siang. Kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada hukum-hukum yang terkait dengan fajar awal.149 Fajar awal dinamakan fajar kadzib karena dia terbit memencarkan cahaya yang memanjang sesaat kemudian menghitam kembali dan menghilang. Sedang fajar tsani dinamakan fajar shadiq karena cahayanya menyebar dan teranglah pagi hari.150 Dari Samurah bin Jundub ra. dia berkata, aku mendengar Nabi saw bersabda:

‫من‬ َ ِ

yaitu fajar. Maka potongan ayat terakhir tersebut telah menjelaskan hal itu (benang putih dan

َ ‫ل َ ي َغُرن أ َحد َك ُم ن ِداء ب ِل َل من السحورِ وَل َ هَذا ال ْب َياض حتى ي َست َطير‬ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ُ ّ َ ّ ّ َ ِ ْ ْ ِ ٍ
144 145 146 147 148 149 150

Lihat Tafsir Al-‘Aliyil Qadir Likhtishar Tafsir Ibnu Katsir, 1/149 HR. Muslim, no. 1090, Bukhari no. 1916 Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/201. Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab, 7/310 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/45 dan ‘Aunul Ma’bud, 6/471. Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/46 Ibid

39

Risalah Ramadhan “Jangalah kalian terkecoh oleh adzan yang dikumandangkan oleh Bilal151 dan cahaya putih ini hingg dia menyebar di ufuk.”152 Dari Tholq bin ‘Ali ra, bahwasannya Rasulullah bersabda:

ُ ‫ك ُلوا واشربوا وَل َ ي َهيد َن ّك ُم الساط ِعُ ال ْمصنعِد ُ وَك ُل ُنوا واشنربوا حتنّنى ي َعْت َنرِض‬ ‫ن‬ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ َ ّ ْ َ ْ ُ ِ ‫ل َك ُم ال َحمر‬ ْ ُ َ ْ
“Makan dan minumlah kamu dan janganlah cahaya yang terbit itu merintangi kamu sekalian dan makan minumlah kamu sampai terbit kepadamu yang merah.”153 G. Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum Ibnu ‘Umar ra berkata, “Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin, yaitu Bilal ra dan ‘Abdullah bin Ummi Maktum ra, maka Rasulullah saw bersabda:

ُ ً َ ّ َ َ ‫إ ِن ب ِلل ي ُؤ َذ ّن ب ِل َي ْل فَك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أ ُم مك ْتوم ٍ قال وَل َنم ي َك ُنن‬ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ُ ْ ْ ٍ َ ْ َ َ َ ‫ب َي ْن َهُما إ ِل أ َن ي َن ْزِل هَذا وَي َرقى هَذا‬ ْ ّ َ
“Sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan di waktu masih malam, maka makan dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan yang dikumandangkan oleh ‘Abdullah bin Ummi Maktum”. Ibnu ‘Umar berkata, “Tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan ‘Abullah bin Ummi Maktum naik.”154 Imam An-Nawawi menyebutkan, "Maksud dari perkataan Ibnu 'Umar 'tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan 'Abdullah bin Ummi maktum naik dari sini' menurut para 'ulama adalah, sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, setelah itu dia menunggu dan mengawasi terbitnya fajar sambil berdo'a dan semisalnya, maka bila waktu telah mendekati turunnya fajar, dia turun dan memberi khabar 'Abdullah bin Ummi Maktum akan hal tersebut. Kemudian 'Abdullah bin Ummi Maktum bersiap-siap dengan bersuci dan yang lainnya. Setelah itu dia naik dan mengumandangkan adzan bersamaan dengan terbitnya fajar."155 H. Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya. Sebenarnya yang menjadi batasan bagi seorang yang mau melaksanakan shaum harus imsak (menahan diri) dari makan dan minum dan hal-hal lain yang bisa membatalkannya adalah
151

152

153

154

155

Dia mengira bahwa adzan tersebut dikumandangkan di fajar yang kedua hingg dia harus meninggalkan makan sahurnya. HR. Muslim, no. 1094, Lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7 /305, Abu Dawud, no. 2329 bab Waktu Sahur dan lihat ‘Aunul Ma’bud, 6/471 Ibnu Atsir mengatakan, “Maksud dari kalimat ‫ وَل َ ي َهيد َن ّك ُم‬adalah janganlah kalian cemas dengan adanya sinar ْ ِ fajar yang memanjang sehingga kalian tertahan olehnya untuk makan sahur, karena sesungguhnya dia adalah fajar kadzib. Sedangkan maksud dari ‫ حتى ي َعْت َرِض ل َك ُم ال َحمر‬adalah putihnya sinar awal siang dan gelapnya ّ َ ْ َ ُ َ ْ malam atau biasa disebut dengan fajar shadiq. Lihat ‘Aunul Ma’bud 6 : 473, dan Tuhfatul Ahwazi, 3 : 335, hadits No. 705. Al-Jami’ Shahih Sunan At-Tirmidzi, 3 : 85, bab Ma Ja’a fi Bayanil Fajr. Abu Dawud, No. 2331. HR. Muslim ban Bayanu Anna Dkhula fis Shaoum Yufsholu bi Thulu'il fajri. Bukhari, 1918-1919. lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203. Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203-204.

40

HR."159 I. Al-Fatawa Al-Kubra. 2/459. Abu Dawud. Allah SWT berfirman: ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. 156 157 158 159 160 Lihat 'Aunul Ma'bud . Al-Baqarah [2]: 187) Rasulullah saw bersabda: ُ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أم مك ْتوم‬ "…maka makan dan minumlah kalian sampai adzan dikumandangkan oleh 'Abdullah bin Ummi Maktum…" 156 Di dalam Al-Majmu Syarhul Muhadzab disebutkan. "Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Al-Qatthan dan hadits ini memiliki illah (cacat) karena kedudukan hadits ini masykuk (masih diragukan) tentang sanadnya (bersambung atau tidak). maka shaumnya menjadi batal."158 Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata. 6/476-477. Katanya. ketika ditanya tentang makan dan minum setelah adzan dikumandangkan. keterangan ayat dan hadits telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. Dia berkata. Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya. no. Mereka berhujjah dengan ayat dan hadits di bawah ini. "Karena Abu Dawud berkata. maka tidak mengapa makan dan minum setelah adzan tersebut dikumandangkan. 2333 41 . tapi dalam waktu singkat (harus segera dihabiskan makannya). atau seperti yang dilakukan oleh para muadzin di Damaskus. maka janganlah dia meletakannya hingga ia menyelesaikan hajatnya.Risalah Ramadhan terbitnya fajar bukan adzan. Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. karena khawatir akan terbitnya fajar."(QS."157 Imam Asy-Syafi'i menyebutkan. 'Abdul A'la bin Hamadi telah menjelaskan kepada kami' maka menurut perkiraan saya hadits tersebut diriwayatkan dari Hammad (bukan dari Abdul A'la bin Hammad) dari Muhammad bin Amru dari Abi Hurairah ra. "Jika adzan dikumandangkan sebelum terbit fajar sebagaimana adzannya Bilal ra di zaman Rasulullah saw. َ ُ َ َ َ َ ‫إ ِذا سمعَ أ َحد ُك ُم الن ّداء وال ِناء ع َلى ي َد ِهِ فَل َ ي َضعْه حتى ي َقضي حاجت َه من ْه‬ ّ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ ِ ْ ْ "Jika salah seorang di antaramu mendengar adzan sedangkan piring atau gelas masih berada di tangannya. "Mustahab hukumnya melaksanakan sahur pada waktu yang tidak mendekati terbitnya fajar." 160 Al-Hafidz Ibnu Qayyim berkata. "Apabila fajar telah terbit sementara di dalam mulut masih ada makanan kemudian dia menelannya. 2/96. Sebagaimana jumhur ulama dari 4 imam madzhab dan ulama yang lainnya telah sepakat bahwa waktu imsak bagi orang yang mau melaksanakan shaum adalah jika telah terbit fajar shadiq. yaitu fajar. 6/309 Kitab Al-Umm.

Lihat Al-Majmu' Lin Nawawi. kemudian kami berdiri untuk menegakan shalat". Al-Baihaqi. Jika seseorang makan sahur kemudian dia ragu-ragu apakah fajar telah terbit atau belum. HR. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu malam. Muslim. Nabi ra bersabda: ‫ن ِعْم السحوْرِ ال ْمؤ ْمن الت ّمر‬ ُ ّ َ ُ َ ُ ِ ُ "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma. kemudian dia ragu-ragu apakah matahari telah tenggelam atau belum. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu siang. Sebagaiman kaidah ushul fiqhi menyebutkan: َ َ َ َ ُ َ ُ ْ ‫ال َصل ب َقاء ما كان ع َلى ما كان‬ َ َ َ “Asal segala sesuatu adalah ketetapan yang telah ada menurut keadaan semula” Demikian pula jika di sore hari dia makan. Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma Dari Abu Hurairah ra."163 L. 1921. Aku (Anas) bertanya. Al-Hakim berkata. 703. 1097. oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani."164 161 162 163 164 Lihat Nukilan Muhammad Dahri Qomaruddin dari kitab Tamammul Minnah fit Ta'liqi an Fiqhgis Sunnah. K. Al-Bukhari. Syarh Shahih Muslim Bisyrhin Nawawi. no." Pernyataan ini disepakati oleh Ad-dzahabi dan berdasarkan hadits tersebut beliau berpendapat jika seseorang mendapati fajar mulai terbit (masuk waktu shubuh) sedangkan tempat makan dan minum masih berada di tangannya. "Hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim."161 J. 7/ 307-308 HR. dia berkata: َ َ ْ ّ َ َ ّ َ ‫ت َسحرنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ث ُم قُمنا إ ِلى الصل َةِ قُل ْت ك َم‬ ْ ُ ُ ّ ِ ُ َ َ َ ْ ّ َ ‫كان قَد ْر ما ب َي ْن َهُما قال خمسين آي َة‬ ً َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ُ "Kami sahur bersama Rasulullah. "Lamanya sama dengan bacaan 50 ayat.Risalah Ramadhan Tapi menurut syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits tersebut adalah shahih. Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur. Maka jika dia mengalami hal yang demikian shaumnya dianggap tidak sah. maka shaumnya tetap dianggap sah. 42 . 6/381. Kemudian beliau menyebutkan perkataan Al-Hakim dan menyebutkan penguat Hadits tersebut dalam kitab At-Ta'liqat Al-Jiyyad. maka masih diperbolehkan baginya untuk tidak meletakannya sampai dia memenuhi hajatnya (menyelesaikan makan). "50 ayat. no. tentang berapa jarak antara keduanya? Dia (Zaid) menjawab. At-Tirmidzi. Sunnah mengakhirkan sahur Dari Anas dari Zaid bin Tsabit ra." 162 Imam An-Nawawi berkata.

1/307 43 . Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Al Baihaqi dari Aisyah Radhiyallahu’anha. beliau berkata: 165 Al-Qamus Al-Muhith.Risalah Ramadhan BAB V SHALAT TARAWIH A.165 Kemudian tiap empat roka’at dari shalat malam disebut juga dengan istilah tarawih. Sebab Penamaan Kata tarawih adalah bentuk jama’ dari dari kata “tarwihah” yang artinya istirahat pada tiap-tiap empat roka’at.

Hadits dari Abu Hurairah ra ِ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Al-Bukhari Muslim).” Shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari disebut qiyamullail atau shalat lail. Maka barang siapa yang menjalankan shaum dan shalat pada malamnya karena iman dan mengharap pahala. Dalil Dan Keutamaannya a.” (HR. Hadits dari Abu Hurairah ra ‫إ ِن رمضان شهْر فَرض الله صيامه وَإ ِني سن َن ْت ل ِل ْمسل ِمي ْن قِيامه فَمن‬ ّ ُ َ َ ِ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ْ َ ‫صامه وَقامه إ ِي ْمانا واحت ِسابا خرج من الذ ّن ُوْب ك َي َوْم ِ وَل َد َت ْه أ ُمه‬ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ً َ ُ َ َ ُ َ َ “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah untuk shaum dan aku sunnahkan shalat pada malamnya. Jumlah rakaat yang bisa dilaksanakan oleh Rasulullah adalah 11 atau 13 rakaat. 2. Abu Daud. Bilangan Rakaat a. An-Nasa’i dan Ahmad). maka disebut shalat tarawih. dihitung 11 rakaat jika tanpa shalat iftitah sebanyak dua rakaat. At-Turmudzi.” (HR. C. 166 B. niscaya ia bebas dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya. shalat lail juga sering disebut dengan nama shalat tahajjud. Dinamakan shalat tarawih karena para salaf mengerjakan shalat malam tersebut dengan cara berhenti sejenak untuk beristirahat di tiap-tiap empat rakaat. 2/10 44 . Hadits dari Abu Dzar ra َ ِ‫الرجل إ ِذا قام معَ ال ِمام ِ حتى ي َن ْصرِف ك ُت ِب ل َه قِيام ل َي ْل ِه‬ ّ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ُ ّ َ “Sesungguhnya apabila seorang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai baginya dicatat melaksanakan shalat semalam suntuk. 3. An Nasa’i). Bila shalat lail/ qiyamullail/ tahajud dikerjakan di bulan Ramadhan.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ ‫كان رسول الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصلي أ َرب َعَ رك َعات في الل ّي ْل ث ُم‬ ِ ٍ َ َ ّ ِ َ َ ُ ْ ْ ُ َ َ َ َ ِ‫يتروح فَأطال حتى رحمت ِه‬ َ ْ َ ّ َ ُ َ “Rasulullah shalat malam empat rakaat lalu istirahat lama sekali sehingga saya merasa iba kepada beliau. Berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu’anha beliau berkata: ّ َ ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ‫ما كان رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سلم ي َزِي ْد ُ فِي رمضان وَل َ غ َي ْره‬ ُ َ ‫ع َلى إ ِحدى ع َشر رك َعة‬ َ َ َ َ َ ْ 166 Subulus Salam.

maka yang lebih utama adalah 20 rakaat dan ini merupakan pendapat sebagian besar (ulama’) kaum Muslimin. Namun boleh juga shalat tarawih lebih dari sebelas rakaat. Muslim. Ini juga menjadi pendapat Imam Malik. Yazid. Dari Aisyah ra beliau berkata: ّ َ ُ ‫كا َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم ي ُصل ّي من الل ّي ْل ث َل َث ع َشرة َ رك ْعَنة‬ ً َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ِ‫من ْها رك ْعَتا ال ْفجر‬ “Nabi Shalallahu’alaihi wasalllam shalat malam di bulan Ramadhan sebanyak 13 rakaat sudah termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah fajar. Imam Abu Hanifah. sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw saat shalat sendirian di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. dengan lima kali tarwihat (Istirahat sejenak tiap empat rakaat). tarawih dan 3 witir. Secara ringkas pendapat para ulama’ dalam masalah ini sebagai berikut: • 20 rakaat tarawih belum termasuk witir. Boleh juga shalat 36 rakaat sebagaimana pendapat Imam Malik dan ia juga oleh shalat 11 dan 13 rakaat. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nafi’ maula Ibnu Umar ra “Saya mendapati kaum muslimin di Madinah shalat tarawih 39 rakaat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan “… boleh shalat 20 rakaat dengan berjama’ah sebagiamana pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’i dan Ahmad. Al-Bukhari. (HR. ini adalah pendapat Imam Malik. Dasarnya adalah shalat penduduk Madinah. 4/ 38. banyak dan sedikitnya rakaat tergantung panjang dan pendeknya berdiri (lama tidaknya shalat). sebagai pertengahan antara 10 dan 167 Al Majmu’ Syarhul Muhadzzab. An-Nasa’i dan AtTirmidzi). Al Qodli Iyadl meriwayatkan ini dari jumhur Ulama’. namun beliau mengatakan riwayat dari Imam Malik adalah 11 rakaat”. yang tiga rakaat adalah witir. dan Imam Daud Adh Dhohiri.” (Al-Bukhari. Imam Ibnu Abdil Barr memilih pendapat ini. Muslim). Imam Ahmad.Risalah Ramadhan “ Tidaklah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat”. Demikianlah pendapat para Ulama’. ini adalah pendapat Imam AsySyafi’i. Ini adalah pendapat Imam Aswad Bin 36 rakaat tarawih belum termasuk wiitir. ditambah 7 rakaat witir. 167 Bolehnya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat menjadi pendapat jumhur Ulama’. dikerjakan dalam sembilan kali tarwihat. • • 40 rakaat tarawih. setiap dua rakaat salam. semuanya baik. Mereka beralasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi. 45 . kalau mereka sanggup berdiri lama. b. sebagaimana yang tegaskan oleh para ulama’: Syaikh Abdul Aziz Muhammad Salman menyatakan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa shalat tarawih adalah 20 rakaat secara berjama’ah. maka yang lebih utama adalah 10 rakaat. Kalau makmum tidak kuat. Dia juga mengatakan “Yang lebih utama adalah berbeda dengan keadaan makmum. Al Mughni 2/ 604.

Ketika kaum muslimin merasa berat. dari 'Aisyah ra berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ّ ‫من ك ُل الل ّي ْل قَد ْ أ َوْت َر رسول الل ّهِ صنلى الل ّنه ع َل َي ْنهِ وَسنل ّم منن أ َوّل الل ّي ْنل‬ ُ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ ِ َ ‫وَأ َوْسط ِهِ وآخرِهِ فان ْت َهى وِت ْره ُ إ ِلى السحر‬ ِ َ َ َ َ ُ ِ َ ّ “Aisyah ra berkata. diriwayatkan dari Masruq. kemudian shalat witir. kemudian shalat witir”. 171 Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra berkata. namun pendapat yang lebih kuat – Wallahu’a’lam . 170 D. 2/186. Muslim. bahwa Nabi saw bersabda: ‫أ َوْت ِروا قَب ْل أ َن ت ُصب ِحوا‬ ُ ْ ْ َ ُ “Witirlah kalian sebelum shalat subuh”. shalat 40 rakaat atau lebih juga boleh dan tidak dilaksanakn. sebagian Ulama’ salaf lainnya shalat 36 rakaat. sebagian Ulama’ menyatakan setelah shalat isya’ adalah lebih utama berdasarkan shalatnya Ubay bin Ka’ab di masa Umar ra. Ubay bin Ka’ab ra mengimami mereka sebanyak 20 rakaat. lalu witir 3 rakaat. dan witir beliau berakhir di waktu Sahur”. yang selanjutnya dilaksanakan oleh umat Islam sampai hari ini. Dia meringankan berdirinya sehingga jumlah rakaat yang lebih banyak ini menjadi pengganti dari lamanya berdiri. Mawardlu Adz Dham’an. Barang siapa yang mengira bahwa jumlah rakaatnya sudah ditentukan sehingga tidak boleh lebih atau kurang. Waktu Shalat Tarawih Para Ulama telah sepakat bahwa waktu shalat tarawih dan wiitir adalah setelah selasainya shalat Isya’ sampai sebelum subuh. Sebagaimana Salaf Ash Shalih shalat tarawih 40 rakaat dengan meringankan berdirinya. namun kadang-kadang juga malas sehingga yang lebih utama adalah meringankannya”. Al Fatawa Al Kubra. 168 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Nabi Shalallahu’alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan-bulan yang lainnya sebanyak 11 atau 13 rakaat. Karena seseorang kadang-kadang rajin sehingga yang lebih utama adalah memanjangkan ibadah. Berdasarkan dalil: 1. 172 Sedangkan mengenai waktu mana yang lebih utama (Afdal). HR. 169 Setelah menerangkan pendapat Ulama’ Salaf dalam masalah jumlah rakaat tarawih Imam Asy Syaukani menyimpulkan: “Kesimpulan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits dalam masalah ini dan hadits-hadits yang semisal adalah disyari’atkannya shalat malam pada bulan Ramadhan yang dikenal dengan nama tarawih. 46 . An-Nasa’i. Abu Daud . tetapi shalat beliau sangat panjang (lama). Firman Allah Ta’la: 168 169 170 171 172 ( Al Asilah wal Ajwibah Al Fiqhiyah. Bukhari. Ahmad. baik secara berjama’ah maupun sendiri-sendiri.Risalah Ramadhan 40 (11 dan 36). Membatasi jumlah rakaat atau bacaan tertentu tidak ada dasarnya dari As Sunnah”. At-Tirmidzi. 1/406-412 ). di pertengahan malam atau akhir malam. Ibnu Majjah. 3/ 64 . berarti dia telah berbuat salah. 1/255 .adalah yang menyatakan bahwa yang afdal adalah melaksanakannya di akhir malam. Muslim. Nailul Authar. HR. pada masa Umar Ibnu Khathab ra. 'Tiap malam Rasulullah melakukan shalat witir di awal malam.

(HR. 47 . “Shalat tarawih berjama’ah adalah lebih baik. Ali dan Abu Hurairah ra juga shalat tarawih berjama’ah”. beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari”. Hadits: Dari Abdulah bin Amru ra bahwa Rasulullah Shalallahu’laihi wasallam bersabda kepadanya: َ ‫الصيام ِ إ ِلى الل ّهِ صيام‬ َ ّ ُ َ ِ ‫وَي َص نوم ي َوْم نا وَي ُفط ِنر‬ ْ ‫ًن‬ ُ ‫ُن‬ ُ َ َ َ َ ّ ‫أ َحب الصل َةِ إ ِلى الل ّهِ صلة ُ داوُد َ ع َل َي ْهِ السلم وَأ َحب‬ ّ َ َ ّ َ ّ ‫داوُد َ وَكان ي َنام ن ِصف الل ّي ْل وَي َقوم ث ُل ُث َه وَي َنام سد ُسه‬ َ ْ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ ُ ِ ‫ي َوْما‬ ً “Shalat yang paling dicintai Allah ta’ala adalah shalatnya Nabi Daud Alaihisalam.Risalah Ramadhan Artinya: "Adalah mereka sedikit tidur malam. Imam Ath Thahawi dan Al Laits menyatakan. bila ada hajat beliau mandi. Beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya. Ibnu Abdil Hakam. "Saya bertanya kepada Aisyah ra. Al-Bukhari Muslim. “Shahabat Jabir.” Dia juga mengatakan. bagaimana sifat shalat malam Rasulullah ? Dia menjawab: َ ّ َ َ ‫كان ي َنام أ َوّل َه وَي َقوم آخره ُ فَي ُصلي ث ُم ي َرجعُ إ ِلى فِراشنهِ فَنإ ِذا أ َذ ّن ال ْمنؤ َذ ّن‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ ُ َ َ ‫وَث َب فَإ ِن كان ب ِهِ حاجة اغ ْت َسل وَإ ِل ّ ت َوَضأ َ وَخرج‬ ٌ َ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ “Beliau tidur diawal malam dan bangun di akhir malam lalu shalat. saya khawatir orang-orang akan ikut-ikutan shalat di rumah. dan tidur lagi seper enamnya. “Setiap orang yang mengutamakan shalat tarawih sendirian di rumah harus memastikan bahwa ketidak hadirannya di masjid tidak 173 HR. Imam Ahmad berkata. 2. (QS. Kemudian beliau kembali ke tempat tidur. Jika seseorang menjadi panutan lantas shalat tarawih sendirian di rumah. AlBukhari). Al Muzani. dari Al Aswad dia berkata. E. Yang lebih utama adalah berjama’ah Ini adalah pendapat Imam Ahmad. 173 Dari Abu Ishak. Bila Muadzin mengumandangkan adzan beliau bangun. Dan di waktu-waktu sahur mereka beristighfar”. Adz Dzariyat: 17-18). Shaum yang paling dicintai oleh Allah adalah shaumnya Nabi Daud. Berjama’ah Atau Sendirian ? Dalam hal ini para Ulama’ berbeda pendapat: a. dan sebagian shahabat Abu Hanifah. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat pada akhir malam. bila tidak ada hajat beliau segera berwudlu dan keluar ke masjid”.

Fatwa Lajnah Daimah. secara sendirian di rumah atau berjama’ah di masjid. 2). Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. (HR. Jika ketidak hadirannya menyebabkan shalat tarawih berjama’ah tidak terlaksana maka ia tidak boleh shalat sendirian”. 2. Ahmad. (Lihat Hal. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. hal ini lebih dianjurkan dari shalat sunnah biasa.Shalat sendirian lebih baik Imam Malik dan sebagaian Ulama Syafi’iyyah menyatakan. 7/201-203 . Nailul Authar. 1/ 605. dasarnya adalah hadits yang menyatakan sebaik-baik shalat sunnah adalah di rumah. Tentang hadits ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar “dalam hadits ini ada anjuran untuk qiyam Ramadhan di belakang imam ( secara berjama’ah ). sebagian Ulama’ Malikiyah dan Ulama’ lain menyatakan bahwa yang lebih utama adalah berjama’ah. Namun mereka berbeda pendapat mana yang lebih utama. 175 b. bagi orang yang kuat shalat tarawih sendirian maka itu lebih baik. Adapun Abu Yusuf. 2/174 . Perbuatan para shahabat sejak masa Umar bin Khatab ra yang melaksanakan shalat tarawih berjama’ah. Imam Ath Thahawi menambahkan menegaskan “Shalat tarawih berjama’ah adalah fardlu kifayah”. Pengakuan beliau ini adalah Sunnah beliau”. Imam An Nawawi menyatakan: “Para Ulama sepakat bahwa shalat tarawih itu sunnah. 2/174. Imam Asy-Syafi’i dan sebagian besar shahabat beliau. Rasulullah saw pernah shalat tarawih 3 atau 4 malam. Sebagaimana yang dikerjakan shahabat Umar ra dan para Shahabat yang lain dan terus dikerjakan oleh kaum muslimin dikarenakan merupakan syi’ar yang nyata sehingga kedudukannya seperti shalat ied. An-Nasai)176 174 175 176 Al Mugni. 48 .1 hadist No. Imam Malik sebagian Syafi’iyyah dan Ulama’ yang lain menyatakan yang lebih utama adalah shalat sendirian di rumah berdasarkan hadits: ّ َ ‫َ ْ ِ ن‬ َ‫فَصلوا أ َي ّها الناس في ب ُيوت ِك ُم فَإ ِن أ َفْضل صل َةِ ال ْمنرء فِني ب َي ْت ِنهِ إ ِل ّ الصنل َة‬ ِ ُ ّ ّ ُ ْ ّ َ َ َ َ ‫ال ْمك ْتوب َة‬ َ ُ َ “Shalatlah kalian di rumah kalian wahai manusia.Risalah Ramadhan menyebabkan shalat tarawih berjama’ah di masjid tidak terlaksana. Beliau tidak meneruskannya karena takut kalau shalat tarawih dianggap wajib. karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. 174 Dalilnya adalah: 1. orang-orang shalat taraawih berjama’ah pada masa Rasululah saw dan beliau mengakuinya. Abu Hanifah. Hadits Abu Dzar ra. 3. 3/ 60.

Risalah Ramadhan BAB VII LAILATUL QODAR Segala puji bagi Allah swt yang telah menurunkan malam Lailatul Qodar. Kemudian dari Baitul Izzah inilah diturunkan kepada Rasulullah saw selama secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali diabadikan oleh Allah dalam frimnan-Nya: ‫إ ِنا أ َن ْزل ْناه ُ في ل َي ْل َةِ ال ْقد ْر‬ ِ َ َ ّ ِ َ 49 . Pada malam itu Al Qur`an Al Karim diturunkan oleh Allah swt (30 juz) sekaligus ke Baitul Izzah. yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.

Jadi malam itu dinamakan dengan Lailatul Qodar karena keagungan nilainya dan juga keutamaannya di sisi Allah Subhanahu wata'ala. keagungan. “ Imam Malik dalam kitab ‘Al-Muwatho` menyebutkan bahwa telah diperlihatkan umurumur umat terdahulu kepada Rasulullah saw. Di malam itulah ajal dan rizki manusia ditentukan untuk setahun kedepan. ajal dan urusan lainnya yang akan terjadi selama satu tahun. Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan. Ad-Dukhan [44] : 4). hal. serta yang lainnya dari kalangan salaf. Pada waktu itu para sahabat banyak yang ta`ajub. Pada malam ini juga ditentukan taqdir seluruh makhluk untuk kurun waktu satu tahun. Abu Malik. “ Wahai Muhammad umatmu heran terhadap mereka semua yang beribadah selama 80 tahun tanpa dibarengi maksiat sedikit pun. “Inna anzalna hu fi Lailatil Qodar. karena pada malam itulah Al Quran diturunkan. dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bercerita tentang empat orang180 dari Bani Isroil yang beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan maksiat sedikit pun.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Ad-Dhahak. Makna Lailatul Qodar Lailatul Qodar adalah suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Umar ra. Al-Qadar [97] : 1). kesucian. “Dikatakan Lailatul Qodar karena malam itu hanyalah untuk amal keta`an. “Lailatul Qodar adalah malam yang agung dan mulia. sebagaimana firman Allah: َ ِ َ ْ ّ َ ْ َ ِ ٍ ‫فيها ي ُفرقُ ك ُل أمرٍ حكيم‬ “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. 4/124 Tafsir Fathul Qodir. Sungguh Allah swt telah menurunkan bagimu dan juga bagi umatmu yang lebih baik dari itu. Keutamaannya jauh lebih bernilai daripada seribu bulan.” 179 B. keberkahan.177 A. Kemudian Jibril membaca. Al-Qadar berarti asysyarf wat ta’zhim (mulia dan agung). 130 Mereka adalah: Ayyub.178 Imam Al Azhari berkata. Zakaria.” Az Zuhri salah seorang tabi`in berkata." (QS. maka datanglah malaikat Jibril menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seraya memberi kabar. dan pahala. Hazkil Bi Azaz dan Yusa bin Nun 50 . keutamaan. di dalamnya ditetapkan ketetapan-ketetapan yang agung dan balasan yang besar. Mujahid. Maksud dari urusan tersebut adalah urusan rizki. Lailatul qadar merupakan anugerah besar yang Allah swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw. Dan Rasulullah melihat bahwa amal umat islam dengan umur yang pendek tidak bisa menyamai amal orang-orang terdahulu dengan umur yang 177 178 179 180 Tafsir Ibnu Katsir. 5/ 593 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah.” (QS.

Bukhari. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Ramadhan. 72 HR. niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. Diriwayatkan dari 'Aisyah. "Barangsiapa yang mendirikan ibadah shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala. 8/ 571-572. 3760 51 . Dan dia adalah malam-malam yang ganjil. Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Lailatul Qodar itu ada pada malam ke-27. Dan tidak terhalang mendapatkan kebaikannya kecuali orang yang benar-benar merugi. Kapan Lailatul Qodar Terjadi Dari Ubadah bin Shomit ra. atau 3 akhir di bulan Romadhan. ia berkata. malam itu terjadi pada malam ke-23.”183 Dari Ibnu Abbas ra.” 184 D. Maka ampunilah aku. 4/ 537 Puasa Bersama Nabi. Al.”181 C. 759 Hadits hasan shahih riwayat Imam At-Turmudzi. 7 akhir.Risalah Ramadhan demikian panjang. Rasulullah saw bersabda. 20/132. 4/ 537. apa yang saya baca?' Beliau bersabda. 4/217 dan Muslim no. mencintai ampunan. 'Ya Rasulullah.” 187 Diriwayatkan dari 'Aisyah beliau berkata: ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫كان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَس نل ّم إ ِذا د َخ نل ال ْعَش نر ش ند ّ مئ ْزره ُ وَأ َحينَنا ل َي ْل َنه‬ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ ‫وَأ َي ْقظ أ َهْل َه‬ ُ 181 182 183 184 185 186 187 Lihat Tafsir Al Qurthubi. sesungguhnya Nabi saw bersabda. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. Karena itulah dianjurkan kepada muslim yang benar-benar ta'at kepada Allah agar menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan didasari rasa keimanan dan penuh pengharapan pahala yang besar. Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar185 Sesungguhnya malam yang penuh berkah ini. 5 akhir. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. yang nilainya sama dengan seribu bulan."186 Dianjurkan untuk memperbanyak berdo'a pada malam itu. "Saya berkata. “Bersungguh-sungguhlah kalian pada malam itu. bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar. Maka Allah swt memberikan malam Lailatul Qodar. Jika dia melakukan hal itu. no.” 182 Dari Anas ra. 9 akhir. hal. siapa yang terhalang mendapatkannya berarti dia terhalang mendapatkan semua kebaikan. Lihat Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Nabi bersabda. 'Bacalah do'a: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun.

Pada malam tersebut. Maksudnya. 4/537. membaca al qur`an atau ibadah yang lainnya.195 7. akan kami sebutkan beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar sebagai berikut : 1. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan. baik ibadah siyam. “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. Pada malam itu para malaikat termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orangorang mukmin.196 8. Nabi mengencangkan ikatan kainnya188. 8/585 Tapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa malam itu juga dipunyai oleh umat-umat terdahulu. maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. HR.” (HR. “Masa kerajaan Nabi Sulaiman 500 bulan dan kerajaan Dzul Qornain selama 500 bulan. malam itu adalah malam yang penuh keselamatan dan kebaikan.190 Sebagai pengingat dan untuk memudahkan kita dalam menghayati hakikat Lailatul Qadar. Lalu Allah menjadikan malam Lailatul Qodar mencukupi dua kerajaan tersebut. Allah swt menurunkan surat Al-Qadar secara sempurna (keseluruhan) yang akan dikumandangkan hingga hari kiamat.” (QS. sholat. hal. karena bersamaan dengan turunnya barokah dan rohmat. Lailatul Qodar belum pernah diturunkan kepada umat sebelum umat Muhammad saw.191 3."189 E. 194 6. Maka jadilah masa dua kerajaan tersebut 1000 bulan. 1174 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. 5. tak sedikit pun terdapat kejelekan sampai terbit fajar. Al Baihaqi 52 . Lihat Ad Durul Mantsur. Syaithon tidak bisa berbuat kejahatan atau berbuat kerusakan.Risalah Ramadhan "Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadhan). Sebagaimana firman Allah. 2. Dan ini telah menjadi ijma` umat Islam. “Barang siapa yang menegakkan (beribadah) pada malam Lailatul Qodar atas dasar iman dan penuh mengharap. Keutamaan Lailatul Qodar Allah swt telah menjelskan di dalam kitab-Nya bahwa Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. Dari Abi Hurairoh ra Nabi saw brsabda. 131-132 ibid HR. Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Al-Bukhori dan Muslim) 192 4. 4/233 dan Muslim.Bukhari. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (QS. no. Abu Bakar Al Waroki berkata. malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak. Al. Lihat Tafsir Ali Al Qodir. Artinya beribadah pada malam itu nilainya adalah lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. Sebagaimana firman Allah swt. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya). Al-Qadar [97] : 4). 188 189 190 191 192 193 194 195 196 Maksudnya mengencangkan kainnya adalah meninggalkan hubungan badan dengan istrinya untuk beribadah serta berusaha keras untuk mencari Lailatul Qadar. hal. 193. 131-132. AlQadar [97] : 4).

serta jagalah kami dari api neraka. malam itu tampak terasa cerah dan berseri-seri. “Aku bertanya. 8/572 Risalah Romadhan. 134-137 53 . Pada pagi hari matahari tidak terlalu merah. tenang.” 199 Dari Abi Aqrob Al Asadi. 23. Maka ampunilah aku.”197 Dari Ubadah bin Shomit ra. 3/231. Al-Bazzar 1/486. no. Maka aku pun bertakbir. lalu kami mendengar ia berkata. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. ‘Wahai Rasulullah. hal. Dinukil dari Puasa Bersama Nabi. Bintang-bintang terlihat tanpa ada yang mengahalanginya sampai datang waktu pagi. sesungguhnya Nabi saw bersabda. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Romadhan. hal. ia berkata: Kami mendatangi Ibnu Mas`ud ra di rumahnya. yaitu pada tujuh bagian yang akhir. Tanda-tanda Lailatul Qodar Dari Ibnu Abbas ra. mencintai ampunan.”ِ َ ْ ْ ‫ال َل ّهُم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك ال ْهُدى والت ّقى وال ْعَفاف وال ْغِنى‬ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ 197 198 199 200 201 HR. 8/ 571. 176. 25. Lihat Ad Durul Mantsur.“ Lalu aku tanyakan hal itu kepadanya. Maka ia pun menjelaskan kepada kami tentang malam Lailatul Qodar. Dan Allah mengaharamkan bagi syetan untuk keluar pada waktu itu bersamaan dengan terbitnya matahari. Ibnu Katsir. tidak panas dan tidak pula dingin. seperti pada malam 21. “Bacalah: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. At-Thayalisi.200 Syaikh Abdullah Bin Ibrohim Al Jarullah dalam risalahnya201 mengatakan bahwa ada beberapa do`a tentang kebaikan dunia dan akhirat yang dianjurkan untuk dibaca pada malam itu. Dan. apa yang hendaknya kita baca jika menemui Lailatul Qodar? Beliau menjawab. diwaktu pagi matahari terbit tanpa bersinar (panas). bersih. 4/484 Hadits hasan shahih riwayat Imam At Turmudzi Lihat Ad Durul Mantsur.”198 G. dan hari itu matahari putih tiada bersinar. ” Shodaqohullahu Wa Rasuluhu. Yaitu pada malam-malam ganjil. Aku (Ibnu Mas`ud ra) melihat kelangit. aku dapati seperti yang disampaikan oleh Rasulullah itu benar adanya.27 29 atau pada malam terakhir dari bulan Romadhan. Seakan-akan pada malam itu bulan sedang terbit dan bersinar. Amalan Di Malam Lailatul Qodar Aisyah ra berkata. Di antaranya adalah: ‫رب ّنآ ءات ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي ا ْل َخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار‬ ً َ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ “Wahai Robb kami berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Ibnu Khuzaimah. 349. tidak panas dan tidak pula dingin. persis seperti cahaya rembulan. Tanda-tandanya.Risalah Ramadhan F. bahwa Rasulullah saw bercerita tentang Lailatul Qodar “Malam itu terlihat tenang dan cerah. sanadnya hasan.

Kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku dihadapan-Mu kelak di akhirat. perbaikilah duniaku yang aku hidup di dalamnya. Aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebaika . Ya Allah. Disebut dengan zakat fithri karena ia disyariatkan ketika bulan Ramadhan telah sempurna dan pada saat umat Islam telah mengakhiri siyam Ramadhan mereka. perbaikilah akhiratku yang kesanalah tempat kembaliku. secara terang-terangan atau pun rahasia. secara lahir batin baik di awal atapun di akhirnya. Wahai Zat Yang Maha Hidup Yang memiliki keagungan dan kemuliaan. kesucian dan kekayaan َ ‫الل ّهُم أ َصل ِح ل ِي د ِي ْني ال ّذ ِيْ هُوَ عصمة أ َمري ، وَأ َصل ِح لي د ُن ْيايَ ال ّذ ِيْ فِي ْها‬ ِ ْ ْ ِ ْ ْ ْ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫معاشي ، وَأ َصل ِح ل ِي آخرت ِي ال ّت ِي فِي ْها معاد ِيْ ، واجعَل ال ْحياة َ زِياد َة ً ل ِي فِي‬ َ َ َ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ِ ْ ْ ْ ْ ِ َ َ . dan jadikan kematian sebagai istirahat dari setiap keburukan bagiku" َ ْ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهُم رحمت َك أ َرجوْ فَل َ ت َك ِل ْن ِي إ ِلى ن َفسي ط َرفَة ع َي ْن وَ أ َصل ِح ل ِي شأ ْن ِي‬ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ ِ ْ ٍ ‫ك ُل ّه ل َ إ ِل َه إ ِل ّ أ َن ْت‬ َ َ ُ "Ya Allah.202 202 Kifayatul Akhyar. 54 . pada malam hari Raya dan pagi harinya. اللهُم ارحم فِي الدنيا غ ُرب َت ِي وَ ارحم فِي‬ َ ّ ْ َ ْ ْ َ ْ ّ ّ ُ ّ ِ ُ ُ ْ ْ ْ ْ َ ِ ‫القب ْرِ وَحشت ِي وارحم فِي ا ْل َخرةِ قُوْفي ب َي ْن ي َد َي ْك يا حي يا قَي ّوْم يا‬ َ ْ ِ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ ِ ‫ذاالجلل وَال ِك ْرام‬ "Ya Allah. aku mengharap rahmat-Mu. tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau. serta segala yang menghimpunnya.Risalah Ramadhan Ya Allah saya memohon pada-Mu petunjuk dan takwa. maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata. dan perbaikilah keadaanku seluruhnya. kesudahan (hidup) dengannya." BAB VII ZAKAT FITHRI A. jadikan kehidupan ini sebagai tambahan dalam meraih dalam setiap kebaikan bagiku. Definisi Zakat Fithri Zakat fithri yaitu shadaqah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan." ‫ال ّلهم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك مفات ِي ْح ال ْخي ْر وَخوات ِمه وَجوامعَه وَ ظاه ِره ُ وَ باط ِن َه و‬ َ َ َ َ َ ْ ْ ُ ِ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ُ َ َ ‫أ َوّل َه وَ ا َخره ُ وَ ع َل َن ِي َت َه وَسره. ‫ك ُل خي ْرٍ ، واجعل ال ْموْت راحة ل ِي من ك ُل شر‬ َ ّ َ ْ َ ّ َ ّ ْ ِ ْ ً َ َ َ َ ”Ya Allah perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusannku.

zakat fithri dan shadaqah fithri merupakan satu lafazh terlahir. shadaqah fitri. yaitu zakat untuk ciptaan ( ٌ َ ِ َ َ ‫ .204 ِ َ ِ Adapun secara syara’.207 B. 6/85. Fiqh Zakat. At-Taubah [9]: 60). orang-orang miskin. 1/536. zakat al-badan. hanyalah untuk orang-orang fakir. arti zakat secara bahasa adalah thaharah (kesucian). hal ini telah disepakati oleh Jumhur Ulama’ berdasarkan dalil-dalil yang sohih diantaranya adalah firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat at taubah : 60 ُ ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساكين وال ْعاملين ع َل َي ْها وال ْمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهُم وَفي‬ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ّ َ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ َ َ ُ ‫الرقاب وال ْغارِمين وَفي سبيل اللهِ واب ْن السبيل فَريضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ . orang yang berhutang. “Zakat adalah penetapan hak milik tertentu untuk orang yang berhak dengan syarat-syarat yang telah ada. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. )زكاة ُ ال ْخل ْقة‬Penulis Al-Hawy juga mengatakan itu. zakat fitrah. C. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. Abdurrahman Al-Jazairy berkata. Diwajibkan oleh Allah swt pada bulan ramadhan 2 hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Ied (hari raya ‘Iedul fitri).Risalah Ramadhan Al-’Allamah Ibnu Manzhur menyebutkan.. pengurus-pengurus zakat. tidak pernah disebutkan bahwa Nabi saw dan para sahabat ra siyam Ramadhan tanpa mengeluarkan zakat fithri. “. yakni ketika bulan sya’ban tahun ke-2 Hijriah. Dari kata bersinonim hal yang dikeluarkan dan pekerjaannya. 203 204 205 206 207 Lisanul-Arab.” 206 Dinamakan zakat fithri karena dengannya mewajibkan berbuka mengakhiri siyam ramadhan. barokah dan pertumbuhan. Ibid. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana.. Sebab zakat fithri disandarkan kepada Ramadhan dan dalam rangka mengakhiri siyam. Adapun penamaan lain dari zakat fithri adalah.203 Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah. Hukum Zakat Fithri Hukum menunaikan zakat fithri adalah wajib bagi seluruh kaum muslimin yang mampu membayarnya pada saat itu. Disyariatkannya Zakat Fithri Zakat fithri disyariatkan dan diwajibkan ketika siyam Ramadhan. pertumbuhan. ‫ع َليم حكيم‬ ِ َ ٌ ِ "Sesungguhnya zakat-zakat itu.untuk (memerdekaan) budak.” 205 Para ulama’ dari madzhab Hanbali menambahkan. Di samping itu. 2/917-918 55 . bukan bahasa arab asli. Yusuf Qordlowi. dan zakat ar-ru’us. Seolah-olah dari kata ‫( خل ْقة‬ciptaan). 14/358. bukan pula kata pinjaman dari bahasa lainnya.dan dalam waktu tertentu. Al-Fiqh ‘Alal-Madzahib Al-Arba’ah. akan tetapi merupakan istilah fuqaha’. (QS. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.

kaum perempuan. anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. laki-laki dan perempuan. dia berkata: Sehari atau dua hari sebelum ‘Idul Fithri. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. beliau mengatakan: َ ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ع َلى ال ْحنر وَ ال ْعَبند ِ و‬ ِ ْ َ ّ ُ َ ْ َ ‫الذ ّك َرِ وَ ال ُن ْثى والصغِي ْرِ وَ ال ْك َب ِي ْرِ من ال ْمسل ِمي ْن. kaum laki-laki. وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَبنل‬ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ‫خروْج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ِ ّ ِ ُ ُ “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. atau 1 sha’ tepung gandum bagi setiap hamba sahaya. dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”( HR. laki-laki atau perempuan" (HR. Juga satu hadits lagi dari Ibnu Umar ra. orang merdeka. Al Bukhori Muslim ). Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhuthbah seraya bersabda : َ ‫أ َدوا صاعا من ب ِر أ َوْ صاعا من ت َمرٍ أ َوْ شعِي ْرٍ ع َن ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد، صغِي ْرٍ أ َو‬ ّ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ ْ ّ ُ ّ ْ ّ ْ ِ ً َ ‫ك َب ِي ْر‬ ٍ 56 .Risalah Ramadhan Juga hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin’Umar ra. beliau berkata: ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَرض زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد ٍ ذ َك َرٍ أ َوْ أ ُن ْثى من ال ْمسل ِمين‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ُ ّ "Dari Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Sallahu 'Alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fithri setelah ramadlan satu sho’ dari tamar atau satu sho’ dari gandum terhadap kaum muslimin yang merdeka atau budak. Beliau memerintahkan agar ( zakat fithri tersebut ) ditunaikan sebelum orang-orang melakukan shalat ‘id. Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya zakat fithri adalah hadits yang diriwayatkan olrh Al-Hafizh ‘Abdur-Razzaq dengan sanad yang shahih. Al Jama’ah) Dalam lafadz lain disebutkan: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ َ َ ِ‫ال ْمسل ِمين وَأمر ب ِها أن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ْ ّ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ "Dari Ibnu Umar Radliyallahuanhuma ia berkata:Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mewajibkan untuk menunaikan zakat fithri dengan 1 sha’ kurma kering.” ( Muttafaqun’alaih ). dari ‘Abd bin Tsa’labah radhiyallaahu ‘anhu.

Jadi satu sha’ adalah 2700 gram. Tetapi jika ia tidak memiliki harta sendiri. karena hal itu dilakukan oleh Shahabat Utsman bin ‘Affan Radliyallahuanhu. dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu." (At-Taghabun :16 Menurut pendapat Abu Hanifah.5 ritl. serta Ishaq. Syafi’i. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. baik kecil atau dewasa. bahwa zakat fithri wajib bagi wanita yang mempunyai suami maupun tidak. Jika ia tidak memiliki kelebihan kecuali kurang dari satu sha’ maka hendaknya ia dengan kelebihan itu ( yang jumlahnya kurang dari satu sha’ ) membayar zakat fithrinya. wajib dikeluarkan darinya dan yang mengeluarkan adalah walinya. Mereka juga sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh mengeluarkan zakat bagi istri yang kafir. Zakat ini wajib dibayarkan terhadap diri sendiri dan terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya. namun kebanyakan Ahli Ilmu menghukuminya sunnah untuk ditunaikan. 1/75. laki-laki maupun perempuan. Seperti isteri dan keluarga. atau kurma kering. meskipun dalam urusan nafkah masih menjadi kewajibanya. Lihat Fiqhul Islami Waadilatuhu. Para ulama sepakat bahwa anak kecil yang belum memiliki harta maka dibebankan kepada bapaknya. hal. Adapun menurut pendapat imam Tiga (Malik. sesungguhnya seorang suami wajib mengeluarkan zakat fithri bagi seorang istrinya.” Diwajibkan menunaikan zakat fithri bagi seluruh kaum muslimin baik anak kecil maupun orang dewasa. Lihat Bidayatul Mujtahid dalam Kitab Zakatul Fithri Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. dan budak dibebankan kepada tuan (majikan)nya jika tidak memiliki harta. atau tepung. dan Ahmad). Akan tetapi apabila mereka mampu melaksanakannya sendiri. orang yang merdeka maupun hamba sahaya yang mampu menunaikannya pada saat itu. maka kewajiban zakatnya dibebankan atas orang yang menanggung nafkahnya. 2/926 57 . 1 mud =1 1/3 ritl = 675 gram. Al Laits. apabila mereka tidak mampu melaksanakannya sendiri. jika anak tersebut memiliki harta. Dan barangsiapa yang dipelihara . 209 Madzhab imam dalam hal ini berpendapat bahwa seorang muslim berkewajiban untuk menafkahi orang-orang yang wajib dinafkahi olehnya menurut syari’at (seperti : istri. dan ini merupakan kesepakatan Jumhur Ulama’. menurut pendapat jumhur.211 Sementara untuk anak kecil. Hal itu berdasarkan firman Allah ta’ala: ‫فات ّقوا الله مااست َط َعْت ُم واسمعوا وَأ َطيعوا وَأنفقوا خي ْرا لنفسك ُم وَمن يوق‬ ُ ِ َ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ً َ ُ ِ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫شح ن َفسهِ فَأ ُوْل َئ ِك هُم ال ْمفل ِحون‬ ِ ْ ّ ُ َ ُ ْ ُ ُ Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta " taatlah. karena mereka sendirilah yang dimaksud dalam kewajiban tersebut. anak dan budak).(dari kekikiran dirinya.Risalah Ramadhan “Tunaikanlah zakat (fithri) satu sha’ (empat mud)208 gandum. itu lebih baik.210 Sedangkan bayi yang berada di dalam kandungan Ibunya maka tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat fithri. atas setiap yang merdeka atau budak. Karena ia termasuk orang yang menjadi tanggungan untuk menafkahinya.212 208 209 210 211 212 Satu sha’ syar’I (Baghdadi) = 4 mud atau 5. Zakat fithri tidak diwajibkan kecuali terhadap orang yang mempunyai kelebihan dari keperluannya ketika hari malam hari Raya dan pagi harinya. 2/925 Ibid .

Bahwa Rasululloh saw telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat atas anak kecil dan dewasa. Sedangkan janin termasuk anak kecil. Pada Siapa Diwajibkan ? Madzhab Hambali mengatakan. pejuang fisabilillah meskipun mereka termasuk orang yang kaya. dewasa. Tidak boleh memberikan zakat kepada orang kafir (tidak ada khilaf antar fuqoha' dalam hal ini) 3. Ibnu sabil. Muslim.217 E.” 216 Imam An-Nawawi menjelaskan tentang pengertian kecukupan ( ‫ ) اليسار‬adalah: orang yang mempunyai kelebihan bahan makanan pokok hari itu untuk dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang harus ditanggungnya pada malam hari’Iedul-Fithri. Zakat fithri tidak wajib atasnya. 58 . 213 214 215 216 217 Ibid. dikarenakan menuntut ilmu syar'i adalah fardlu kifayah. istri. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat 1. 2/927 Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. Fakir kecuali Amil. Dan salah jika dikatakan bahwa kalimat anak kecil (shoghir) dalam hadits mencakup janin yang ada dalam kandungan. pakaian sederhananya. anak (kebawah) hal ini dikarenakan menafkahi mereka adalah wajib hukumnya. Maka setiap hukum yang diberlakukan atas anak kecil berlaku juga terhadap janin. Dan apa yang diriwayatkan oleh Utsman ra dan yang lainnya tidaklah menunjukkan adanya istihbab dalam mengeluarkanya. Sedang Imam Ahmad mengistihbabkan bukan mewajibkanya. dan janin dalam kandungan. pembantu. kendaraan. Ibnu Hazm berhujjah.213 Yang benar bahwa apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm tidaklah memilliki dalil yang kuat atas wajibnya mengeluarkan zakat fithri atas janin. Sedangkan imam Ibnu Hazm berpendapat:" Jika janin telah genap (dalam perut ibunya) seratus dua puluh hari sebelum menyingsingnya fajar hari raya. Begitu juga zakat halal bagi tholibul ilmi as syar'iyyah. 1/568 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Ibnu Hazm meriwayatkan dari Utsman bin Affan ra bahwasanya ia mengeluarkan zakat fithri atas anak kecil. wajib dikeluarkan zakat fithri atasnya.214 Imam Asy Syaukani menyebutkan bahwa Ibnu Mundir telah menukil sebuah ijma' atas tidak wajibnya mengeluarkan zakat bagi janin. Bukan merupakan tanggungan nafaqoh bagi muzakki. Tetapi barang siapa yang melakukanya itu baik baginya. seperti orang tua (Keatas). 6/88. 2/927 Kitab Al-Fiqh Ala Madzahibil Al-Arba'ah. seperti tempat tinggal. menurut jumhur fuqoha'. 2. “Zakat fithri wajib atas orang yang mempunyai kelebihan makanan pokoknya dan untuk keluarganya di hari ‘Ied dan malamnya selain yang dia miliki yang itu merupakan kebutuhannya. Yaitu kaum kerabat. ditakutkan karena dengan cenderung untuk bekerja akhirnya ia meninggalkan kewajiban menuntut ilmu tersebut.215 D.Risalah Ramadhan Adapun berkanaan dengan janin. hal. dan buku-buku pengetahuan.

Tidak dari Bani Hasyim 5. Sesuai dengan hadits Nabi saw:" Sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Salman bin 'Amir: َ ُ ‫الصدقة ع َلى ال ْمسل ِمي ْن صد َقَة وَه ِي ل ِذي ا لرحم ِ ا ِث ْن َتان. zabib. gandum.219 4. hamba sahaya atau merdeka. Thabrani dinukil dari Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuu. ia mendapat dua perkara yaitu shodaqoh dan menyambung tali persaudaraan.221 Sebagaimana perkataan Abu Said ra: َ ْ ِ ً َ ‫صاعا من شعِي ْرٍ أ َوْ صاعا من‬ ْ ِ ً َ َ َ َ ُ ْ ّ ِ َ ْ‫ك ُنا ن ُخرِج زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ط َعام ٍ أو‬ ْ ِ ً َ ‫ت َمرٍ أ َوْ صاعا من أقط أ َوْ صاعا من زب ِي ْب‬ ٍ ْ ٍ َ ْ ِ ً َ ْ ِ ً َ "Kami (para sahabat Rasululloh saw) mengeluarkan zakat fithri dari setiap orang perorang baik anak kecil. 2/2885-886 Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. yaitu mengeluarkan satu sho' dari makanan pokok atau satu sho' dari susu yang kering. hal.220 F.Risalah Ramadhan Boleh memberikan zakat kepada kerabatnya yang lain seperti saudara laki-laki maupun saudara perempuan. beras. Baligh. dan lain sebagainya. dan lain sebagainya." (Mutaffaq 'Alaih) 222 Ibnu Umar ra berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ ‫ال ْمسل ِمين وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصلة‬ ِ َ ّ ّ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ 218 219 220 221 222 HR. Imam malik berkata: َ َ ُ ‫أفضل من وَضعْت فِي ْهِ زكات ُك قَراب َت َك ال ّذي ل َ تعول‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ "Lebih utama jika kamu memberikan zakatmu kepada kerabatmu yang bukan tanggunganmu. hal.. atau satu sho' dari kurma atau satu sho' dari zabib. seperti kurma. 1/237 59 . صد َقَة وَ صل ّة‬ ٌ ِ ٌ ٌ ِ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ِ َ "Shodaqoh atas muslim adalah shodaqoh dan jika ia diberikan kepada keluarga dekat. paman. orang dewasa. Ukuran zakat fithri yang telah ditentukan oleh Rasululloh saw adalah satu sho' atau sebanding dengan empat mud."218 Bahkan kerabat itu lebih berhak atas zakat. bibi. merdeka. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri a. kismis. berakal. Dan yang dikeluarkan adalah jenis makanan yang digunakan di negeri tersebut. beras. Malikiyah menambahkan lebih baik lagi kalau jenis yang dikeluarkan berupa bahan makanan yang terbaik dinegeri tersebut. Baik itu gandum. Jenis Zakat Fitri Adapun jenis makanan yang boleh dipergunakan untuk membayar zakat fithri ialah makanan pokok. 2/878 Lihat Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. 2/886 Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuhu. keju kering atau lainnya yang termasuk makanan pokok manusia. hal. Lu'lu' wal Marjan. Kurma.atau satu sho' dari gandum. 2/912 Muttafaq 'alaih. hal.

dan makanan pokok kami adalah gandum. Sedangkan pendapat Imam Abu Hanifah memperbolehkan dengan ½ sha’ gandum. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. maka Abu Sa’id 223 224 Kamus Kontemporer. hal. satu mud sama dengan 0. 1161 Fiqh Zakat Yusuf qordlowi.687 liter atau 543 gram.Al-Bukhari ). satu sho' sama dengan 2. Ukuran Satu Sho' Dari keterangan dalil-dalil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya zakat fitri adalah 1 sha’ untuk setiap orang baik berupa gandum atau selainnya (dari makanan yang mengenyangkan). Ahmad. Malik. Adapun maksud sha’ di sini adalah sha’ menurut Nabi saw yaitu 4 kali dua telapak tangan laki-laki dewasa yang betul-betul dianggap adil. kismis.”saya berpendapat bahwa jika dengan ini (gandum dari Syam) sebanyak 1 sha’ maka alangkah adil jika untuk yang selainnya adalah 2 sha”.” ( HR. dia berkata: ّ َ ّ ‫ك ُنا ن ُعْطيها في زمان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صاعا من ط َعام ٍ أ َوْ صاعا‬ ً َ ِ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ ً َ َ َ ِ َ َ ‫من ت َمرٍ أ َوْ صاعا من شعيرٍ أ َوْ صاعا من زب ِي ْب فَل َما جاء معاوِي َة وَجاءت‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ُ َ َ ّ ْ َ َ ُ ْ ْ ِ ٍ َ ْ ِ ً َ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ُ ‫السمراء قال أ ُرى مدا من هَذا ي َعْد ِل مد ّي ْن قا َل أ َب ُوْ سعِي ْد: أ َما أ َنا فَل َ أ َزال‬ َ ّ ٍ َ َ َ َ ُ َ ْ ّ ِ ُ ُ ّ َ ‫أخرجه ك َما ك ُن ْت أ َخرجه على ع َهْد ِ رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم‬ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ”Dari Abu Sa’id al-Khudry ra ia berkata : Kami menunaikan zakat fithri pada zaman Rasulullah saw dengan 1 sha’dari makanan.5 gram. Diperbolehkan pula menunaikan zakat fithri dengan sesuatu yang menjadi kemampuan suatu negeri. atau anggur kering(kismis). Syafi’i. atau susu kering(keju). Beliau memerintahkan agar (zakat fithri tersebut) ditunaikan sebelum orang banyak melakukan shalat ‘id.39 gram. atau kurma kering. dan seluruh Jumhur Ulama’. dan gandum dan itu semua disyaratkan dengan zakat berupa makanan pokok penduduk negeri. Menurut Hanafiyah. sebab makna yang dzahir (jelas) dari hadits Abu Sa’id AlKhudry ra. laki-laki dan perempuan.032 liter atau 815.748 liter atau 2176 gram224 Kadar zakat fithri itu 1 sha’ kurma kering.” ( Muttafaqun’alaih ). Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri di bulan Ramadhan satu sha’ kurma atau gandum. hal ini merupakan pendapat Madzhab Imam Malik. keju dan makanan lainnya.Risalah Ramadhan “Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. kismis. hal ini sebagaimana dikatakan Abu Sa’id Al Khudri ra : “Kami membayar zakat fithri saat hari raya pada masa Rasulullah saw satu sha’ makanan. ia berkata. maka ketika Mu’awiyah ra datang dengan membawa gandum(dari Syam).128 liter atau 3261. atau tepung gandum. satu sho' sama dengan 4. Hanyasanya yang paling utama untuk untuk dibayarkan sebagai zakat fitri adalah makanan yang mengenyangkan. hal. Ahmad. 2/946 60 . b. Satu sho sama dengan empat mud. satu mud sama dengan 1. keju kering dan kurma.223 Adapun menurut Imam syafi'i. tepung gandum. seperti:1 sha’ beras dan lain-lain.

Sebagaiman sabda Rasulullah saw. pada zaman Nabi saw juga telah ada nilai tukar (uang). tanpa memberitahukan dahulu kepada orang yang menerimanya (faqir dan miskin). “Tidak sah membayar zakat fithri dengan nilai nominal (uang). Sebagaimana pendapat Jumhur: َ ‫وَل َ ي ُجزئ عن ْد َ ال ْجمهُوْرِ إ ِخرا َج ال ْقي ْمةِ ع َن هَذ ِهِ ال َصناف. Karena hal itu menyalahi apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Seandainya membayar zakat fithri dengan uang diperbolehkan.” )HR.225 Zakat fithri tidak boleh diganti dengan nilai nominalnya. kecuali kalau memang terpaksa sekali. tetapi pendapat tersebut lemah karena dalil yang dipergunakan tidak kuat. atau beratnya kira-kira 2. bahkan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. tentu beliau telah memerintahkan mengeluarkan zakat dengan nilai makanan tersebut. zakat fithri dalam wujud nominal itu menyalahi praktek amalan para sahabat. dan mudah digunakan. tidak dengan yang lain. bahkan lebih sempurna. tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw. dirham. Al-Bukhari) G. ُ ُ ْ ِ ّ ِ ‫أغ ْنوهُم ع َن السوال في هذا اليوم‬ ِ "Jadikanlah mereka tercukupi kebutuhan mereka dari meminta-minta pada hari ini" Caranya dapat tercapai dengan uang. Adapun pendapat yang memperbolehkan zakat fithri ini dibayarkan dengan nilai tukar (uang) hanyalah madzhab Hanafi. Di samping itu. dan para ulama tidak berbeda pendapat tentang persoalan ini. Karena mereka membayar zakat fithri dengan satu sha’ makanan. فَمن أ َع ْطى‬ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ِ ُ ْ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫القي ْمة ل َم تجزِئ ْه. Menurut kelompok Hanafiyah. hal. 298 Kitab Kifayatul Akhyar. Adapun selain makanan pokok seperti uang atau dikiaskan dengan yang lain ini tidak diperkenankan.Risalah Ramadhan ra berkata:”saya tidak akan menghapus cara pengeluarannya sebagaimana kami mengeluarkan(menunaikan)nya di zaman Rasulullah saw”.” Adapun ukuran zakat fithri itu adalah satu sha’ –nya Nabi saw.226 Dan diperbolehkan juga menunaikan zakat melebihi kadar yang telah ditentukan yaitu 1 sha’. ل ِقوْل اب ْن ع ُمر: فَرض رسول اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ ُ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ِ َ ُ ِ 225 226 Minhajul Muslim. dinar.4 kg. Muslim ) Disamping itu. Membayar Zakat Fithri Dengan Uang Yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok. 158 61 . karena Kewajiban yang dibebankan pada hakekatnya adalah menjadikan fakir dab miskin mereasa tercukupi kebutuhan mereka pada hari itu. hal. Karena yang demikian tidak pernah ditetapkan oleh Rasululloh saw. (HR. Padahal Rasulullah saw bersabda : َ َ ِ َ ُ ْ ّ ‫من ع َمل ع َمل ً ل َي ْس ع َل َي ْهِ أمرنا فَهُوَ رد‬ َ َ َ ْ َ ”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu tidak diterima. boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk uang. Menurut pendapat Asy Syafi’I disebutkan.

ia wajib melaksanakannya. Imam Hambali berpendapat sebagaimana pendapat Imam Hanafi. dan lihat Al Mughny. فإ ِذا ع َد َل ع َن ذال ِك فَقد‬ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ َ َ ‫ت َرك المفروض‬ ُ ْ َ ِ "Tidak diperkenankan mengeluarkan uang sebagai ganti dari jenis-jenis makanan pokok. 3/65 Al Majmu’ Syarh Muhadzdzab. sebagaimana hewan sembelihan dalam Udhhiyyah yang telah ditetapkan harus dari binatang ternak. Menurut Imam As Syafi'i. yaitu : 1. Maka tidak diperkenankan mengganti dengan yang lain. Waktu yang dibolehkan Yaitu mengeluarkanya satu hari atau dua hari sebelum sholat 'ied (sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar ra. Imam Syafi’i berpendapat tentang diperbolehkannya pelaksanaan zakat fithri itu sejak di hari pertama bulam ramadhan. Barang siapa yang membayar zakat dengan uang maka tidak mendapatkan pahala. tidak boleh diganti dengan selain dari binatang tersebut. 227 Dalam Al Majmu' fi Syarhil Muhadzdzab Imam An Nawawi berkata: َ ّ َ ِ ٍْ َ ْ ‫وَل َي َجوْز أ َخذ ُ ال ْقي ْمةِ فِي شيئ من الزكاةِ ل ِن الحقّ للهِ ت َعالى وَقَد ْ ع َل ّقه‬ ْ ُُ ُ ّ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ُ ‫ع َلى ما ن َص ع َل َي ْهِ فَل َ ي َجوْز ن َقل ذال ِك إلى غيرِهِ كال ُضحي ّةِ ل َما ع َل ّقها ع َلى‬ ِ ْ َ َ َ َ ّ ُ ْ ْ ُ ْ ‫الن ْعام ِ ل َم ي َجز ن َقلها َ إلى غ َي ِرِها‬ َ َ َ ِ "Tidak diperbolehkan mengambil zakat dari bentuk nominal. hal.229 Untuk lebih rincinya serta untuk lebih mudahnya waktu pembayaran zakat fitri ini dapat dibagi dalam beberapa bagian. Sebagaimana perkataan Ibnu Umar ra:" Jika menyelisihi dari jenis yang telah ditentukan (makanan pokok).228 H." (HR. diperbolehkan untuk 227 228 229 Fiqh Islam. Maka barangsiapa memiliki kewajiban untuk membayarnya pada waktu itu.Risalah Ramadhan َ َ َ ْ ِ ً َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ‫صد َقَة ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ وَصاعا من شعِي ْر. Imam Hanafi berpendapat tentang diperbolehkannya mendahulukan pelaksanaan zakat fithri 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri. berdasarkan hadits: ‫كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ب ِي َوْمي ْن‬ ِ َ َ ْ َ ِ َ "Bahwa (para Shahabat Radliyallahuanhum)menunaikannya(zakat fithri) sehari atau dua hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri. hal. Waktu Membayar Zakat Fithri Waktu membayar zakat fithri dimulai ketika matahari terbenam di hari akhir pada bulan ramadhan atau malam hari Raya samapai sebelum dikerjakannya shalat Ied. 2/911. hal. 5/383 Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid juz 2 62 . maka ia telah meninggalkan kewajiban. Al-Bukhari). Imam Maliki berpendapat bahwa secara mutlaq hukum mendahulukan pengeluarannya tidak boleh sama sekali sebagaimana shalat sebelum tiba waktunya. Karena ini adalah haq Alloh swt yang telah ditentukan dalam nash.

وكانوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل‬ ُ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ُ َ َ ِ َ ُ َ ُ ‫ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أو ي َوْمي ْن‬ ِ ِ َ "Bahwasanya Ibnu Umar ra. ia berkata: ‫كان ا ِب ْن ع ُمر ي ُعْطي ع َن الصغِي ْرِ وال ْك َب ِي ْرِ حتى إ ِن كان ي ُعْطى ع َن ب َن ِي‬ ِ ّ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ ّ ْ َ َ َ ُ ِ . tetapi jika sesudahnya maka tidak wajib atasnya."230 Dengan demikian. mengasihkanya kepada orang yang menerimanya. Seperti yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari: َ ‫كان اب ْن ع ُمر رضي الله ع َن ْهُما يعطيها ال ّذ ِي ْن يقب َل ُونها. sekalipun beberapa menit. Dan jika seseorang masuk Islam sebelum tenggelamnya matahari. Dan mereka membayar zakat fithri itu sehari atau dua hari sebelum ‘id. Dan jika seseorang lahir setelah tenggelam matahari.”231 Dari keterangan diatas menjelaskan diperbolehkannya menunaikan zakat fitri 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri dan tidak diperbolehkan dari batasan yang telah ditentukan itu. Jadi pada waktu-waktu tersebut adalah waktu disyariatkannya untuk membayar zakat fithri. dia berikan kepada yang berhak menerimanya. hal.‫وَكان ي ُعْط ِي ْها ال ّذ ِي ْن ي َقب َل ُوْن َها وَ كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ي َوْمي ْن‬ ْ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ِ َ “Adalah Ibnu ‘Umar membayarkan zakat fithri untuk anak-anak dan orang dewasa. 3/479 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Al-Bukhari Shahiih Muslim bisyarhin Nawawi 63 . Dan mereka mendapatkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya fitri. dan jika dia membayarkan zakat fithri anakku. maka ia wajib mengeluarkan zakat fithri. Adapun waktu yang disunnahkan dan diutamakan untuk menunaikannya yaitu pada waktu shubuh sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar ra: )‫وَ أ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َد ِيَ قَب ْل خروْج الناس إلى الصل َةِ (رواه البخارى و مسلم‬ ْ ّ َ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ُ ُ َ "…dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”. maka dia tidak wajib dibayarkan zakat fithrinya. maka wajiblah dikeluarkan zakat fithrinya. Sedangkan Hanabilah berpendapat : diperbolehkan mengeluarkan zakat fithri dua hari sebelum hari raya. bila seseorang meninggal sebelum tenggelamnya matahari sekalipun beberapa menit. 1/567.Risalah Ramadhan mengeluarkan zakat fithri diawal bulan romadlon. Fathul bari. hal ini sesuai dengan perkataan Ibnu Umar Radliyallahuanhuma. dan jika sebelumnya maka wajib dibayarkan zakat fithrinya. Sementara itu ada pula ulama yang memperbolehkan zakat fitri dibayarkan sehari atau dua hari sebelum ‘ied. Di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. maka tidak wajib baginya membayar zakat fithri. dari Nafi’. Tetapi jika meninggal setelah tenggelamnya matahari.232 Dalam lafadz lain disebutkan : 230 231 232 Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam.

” (HR.. Hukum zakat syah dan mendapat pahala tetapi makruh..Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ َ َ َ َ َ ‫إ ِن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َمر ب ِزكاةِ ال ْفط ْرِ أ َن ت ُؤ َدى قَبنل خروْج‬ ِ ّ ْ ّ ِ ُ ُ َ ْ َ َ ّ ‫الناس إ ِلى الصلة‬ ِ ّ "Bahwasannya Nabi saw memerintahkan membayar zakat fithri sebelum orang-orang pergi untuk shalat ‘id. Mereka juga menyatakan bahwa zakat yang dikeluarkan setelah sholat 'ied itu sah dan berpahala sampai akhir hari raya karena tujuan yang dicapai dari dikeluarkannya zakat adalah menjadikan orang fakir dan miskin merasa tercukupi 233 234 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Bukhari bab zakat. namun jika perbuatannya itu dikarenakan lupa maka ia tidak berdosa dan tetap harus mengqadha’nya. Berkata. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithri sebelum keluarnya orang banyak untuk sholat ied. Ibnu Majah dan Abu Dawud) Secara dlohir hadits ini menyatakan bahwa orang yang mengeluarklan zakatnya setelah hari raya maka ia sama dengan tidak mengeluarkan zakat.233 2. Waktu yang afdol dan utama Waktu yang afdhol dan utama yaitu menunaikan zakat fitri di pagi hari sebelum dimulainya sholat 'ied." (HR. Demikian yang ditetapkan para ulama khususnya madzhab Imam yang empat. Sebagaiman hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar. Jika mengerjakannya setelah dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri maka hukumnya menurut Imam Ahmad dan seluruh Jumhur Fuqaha’ adalah haram. 2/20 64 . Waktu mengqodlo' Yaitu mengeluarkan zakat setelah sholat 'ied. Kalau seseorang mengakhirkan waktu pelaksanaan zakat fithri sedangkan ia sadar atas perbuatannya itu maka ia berdosa dan harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mengqadha’(tetap mengganti/menunaikan)nya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani Zadul Ma'ad Ibnu Qoyyim hal."234 Begitu juga sebagaimana perrkataan Ibnu Abbas ra yang termaktub diatas. Jumhur berpendapat: "Mengeluarkan zakat sebelum sholat 'ied adalah perbuatan mustahab. maka ia termasuk zakat fithri yang diterima sedangkan jika dibayarkan setelah shalat id maka ia termasauk dari sedekah biasa. beliau berkata: َ ُ ‫أمر رسول اللهِ صلى الله عليهِ وسلم بزكاةِ الفطرِ أن تؤدى قبل خروج‬ ُ َ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِ‫الناس الى الصلة‬ ّ ِ ّ Dari Ibnu Umar ra. karena ia merupakan amalan yang tidak bisa terbebas ( dari kewajibannya ) walaupun waktu untuk melaksanakannya telah habis. "Rasulullah saw. Sabda Rasulullah saw: َ َ َ ‫.فَمن اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي‬ َ ّ ْ َ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ ّ َ ّ َ ‫صد َقَة من الصد َقات‬ ِ َ ّ َ َ ِ ٌ "Barangsiapa yang membayarnya sebelum shalat id. 3. Muslim dan lainnya).

maka zakat yang ia keluarkan tidak terhitung sebagai zakat fithri.Risalah Ramadhan dari berkeliling dan meminta-minta pada hari itu. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya ‫من‬ ْ َ ‫من‬ َ ِ "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum dilaksanakannya shalat(‘Ied Fitri) maka itu Orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fithrinya disebabkan adanya udzur syar’i maka zakatnya adalah sah. akan tetapi dinilai sebagi sedekah biasa. Kifayatul Akhyar. 235 Sedangkan Hanabilah berpendapat akhir dari pembayaran zakat fithri adalah terbenamnya matahari di hari 'ied itu. sebagaiman Sabda Rasululloh saw yang termaktub di atas. kemudian orang tersebut lupa. Barang siapa yang mengakhirkan dari waktu yang ditentukan maka berdosalah ia. atau seseorang yang berharap kepada orang lain yang membayarkannya. Ibnu Ruslan berkata: "Haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama mengakhirkan waktu pembayaran zakat fitri" Dikarenakan kewajiban zakat sama dengan kewajiban sholat. Al Mansur billah menerangkan bahwa waktu mengeluarkan zakat fithri adalah sampai hari ketiga dari bulan Syawal. K. maka tidak apa-apa kalau dia membayarnya setelah ‘id. 4/256 Al fiqh Al Islami Wa Adilatuu hal> 2/908. Bila seseorang berniat membayar zakat untuk seseorang.236 Dan yang perlu dititiktekankan lagi adalah bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang muslim mengakhirkan pembayaran zakat fithri itu setelah shalat ‘id. sehingga dia tidak sempat membayar zakat fithri itu sebelum shalat ‘id.237 J. 235 236 Tempat Membayar Zakat Fithri Nailul Autar hal. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas ra Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ‫اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي صد َقَة‬ ٌ َ ّ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ َ َ ّ َ ّ ‫الصد َقات‬ ِ َ ّ merupakan zakat yang diterima(Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu adalah shadaqah sama dengan yang lian. Jika diakhirkan setelah shalat ‘id dengan tanpa udzur syar’i.” I. tetapi dia tidak bertemu orang yang dimaksud atau yang mewakilinya maka ia harus menyerahkannya kepada orang lain yang berhak menerimanya. Karena hal itu termasuk udzur syar’i. Seperti seseorang yang baru mendengar kabar tentang hari Raya secara tiba-tiba. Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri Yang wajib adalah. Adapun mengakhirkan-akhirkan sampai akhirnya hari raya. 237 65 . dan tidak boleh mengakhirkannya dari waktu yang semestinya. zakat fithri itu harus sampai ke tangan orang-orang yang berhak menerimanya pada waktunya yaitu sebelum shalat ‘id.

Jika seseorang tinggal di suatu wilayah yang tidak ada orang yang berhak menerimanya. Jangan dikeluarkan kepada selain mereka kecuali kalau tidak ada orang miskin sama sekali. sesepuh/pengurus kampung.239 Rasululloh saw bersabda: َ ْ ‫أغنوهم ع َن السؤال فِي هَذا ال ْي َوْم ِ فَل َ ت ُد ْفَعُ ل ِغَي ْرِ الفقراء إ ِل ّ عند َ انعدامهم‬ ِ َ َ ُ ِ ُ ُ ِ َ ُ ِ ِ َ ِ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِ ْ ِ ْ ِ ‫أوْ خفةِ فقرِهم أوْ اشت ِداد ِ حاجةِ غ َي ْرِه ِم من ذ َوي السهام‬ "Jadikan mereka merasa cukup untuk hari ini sehingga mereka tidak meminta-minta kepada orang lain. hal. ustadz/guru ngaji. sehingga tidak mendahulukan ta’mir masjid. 298 239 240 66 . atau ringannya kefakiran mereka atau beratnya kebutuhan selain fakir miskin itu dari golongan yang mendapatkan bagian zakat.untuk (memerdekaan) budak. hal.Risalah Ramadhan Hendaknya zakat fithri itu diserahkan kepada fakir miskin di sekitar tempat ia berada pada waktu dia mendapati hari raya itu. hanyalah untuk orang-orang fakir. apalagi dimasukkan ke dalam kas masjid atau sejenisnya. maka dia boleh mewakilkan pembayaran zakat fithri tersebut kepada orang lain untuk ia laksanakan di tempat yang di sana terdapat orang-orang yang berhak menerimanya. karena zakat ini masuk dalam keumuman ayat yang disebutkan dalam dalam al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 sebagai Mustahiq Zakat (penerima zakat) yaitu: ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساك ِين والعامل ِين ع َل َي ْها والمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهم وفي‬ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ‫الرقاب والغارِمين وَفي سبيل اللهِ وابن السبيل فَرِي ْضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ ‫ع َل ِي ْم حك ِي ْم‬ ٌ َ ٌ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Minhajul Muslim. 298 Minhajul muslim.238 L. 238 Kifayatul Akhyar. baik itu tempat tinggalnya atau tempat lain di wilayah kaum muslimin. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. pengurus-pengurus zakat."240 Dan hendaknya tidak ada basa-basi dalam masalah zakat fithri. At-Taubah [9]: 60) Hanyasanya yang lebih berhak menerimanya adalah orang fakir dan miskin demikian yang telah dilakukan oleh Rasululloh saw dan para sahabatnya." (QS.Yang Berhak Menerima Zakat Fithri Orang-orang yang berhak menerima zakat fithri ialah delapan golongan sebagaimana yang berhak menerima zakat mal (harta benda). Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. orang yang berhutang. Yakni yang semestinya didahulukan untuk menerimanya haruslah orang yang diketahui paling membutuhkan. orang-orang miskin.

ia boleh menjualnya untuk menbayar zakat fithri. Dengan demikian sangat sedikit yang selamat dari hal tersebut sehingga datanglah syari’at zakat di akhir ramadlan sebagai pembersih dari kotoran yang menempel ketika melaksanakan shiyam atau sebagai penutup dari kekurangan sebagaimana 241 242 Kifayatul Akhyar.Hal ini disebabkan karena as sho’im tidak terlepas dari melakukan kedua hal tersebut. maka ia tidak berkewajiban untuk membayar zakat fitri. karena Nabi saw hanya menentukan jumlah yang dibayarkan saja dan tidak menentukan jumlah yang boleh diterima seseorang. Fiqh Zakat. maka ia tidak usah menjualnya kemudian digunakan untuk membayar zakat fithri. atau untuk disewakan dalam rangka mencari nafkah. Menyucikan jiwa orang yang shoim dari perbuatan laghwun dan kotor. atau memiliki hewan tunggangan yang digunakan untuk mengangkut atau dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokoknya.241 Jumhur ulama mensyaratkan wajibnya mengeluarkan zakat atas orang fakir Jika ia memiliki makanan yang lebih untuk dipergunakan olehnya dan orang-orang yang menjadi tanggunganya selama hari raya. ia tidak usah menjualnya dalam rangka untuk membayar zakat. M. dan kalau ini dilakukan pada hakikatnya tidak ada kerugian yang mendasar terhadap kehidupanya. dan juga diperbolehkan dipindahkan ke negeri yang lain yang lebih membutuhkan namun tidak boleh digunakan untuk membangun masjid atau jalan umum. Jika ada orang yang memiliki sebuah rumah yang hanya digunakan untuk bertempat tinggal. Orang perempuan yang memiliki perhiasan untuk dipakai. Mempunyai kelonggaran dalam tempat tinggal. pendengaran. Diperbolehkan bagi penerima. 2/926 67 . Hikmah Zakat Fithri Di antara hikmah zakat fithri ialah: a. Atau jika ia memiliki beberapa kitab untuk dibaca. penglihatan. Padahal shoum yang sempurna adalah bukan hanya mencegah syahwat perut dan kemaluan.242 Zakat ini juga diberikan oleh orang yang faqir dari kaum muslimin di negeri yang mengeluarkan zakat tersebut.Risalah Ramadhan Zakat fithri itu bisa dibayarkan kepada beberapa orang fakir miskin atau kepada satu orang saja. Bagi pribadi dan individu muslim 1. jika mendapat zakat fithri dari seseorang untuk membayarkannya sebagai zakat bagi dirinya atau untuk salah satu anggota keluarganya apabila ia sendiri telah menakarnya kembali atau diberitahu oleh orang yang membayar zakat fithri itu bahwa takarannya sudah sempurna dan dia yakin dengan pemberitahuan itu. atau memiliki barang dagangan tetapi jika dikeluarkan hartanya untuk membayar zakat tidak bisa memenuhi kebutuhanya sehari-hari atau akan habis untungnya. zakat berfungsi sebagai pembersih dari laghwun dan rofats . harta. namun lisan. Bagi orang yang melaksanakan shiyam. Tetapi jika ia ada kelebihan dari kebutuhan pokok. dan keperluan sehari-harinya. hal. tangan dan kakinya juga ikut melakukan siyam yaitu dengan menjauhi apa yang dilarang Allah swt dan Rasul Nya baik itu berupa perkatan atau perbuatan.

Bagi Masyarakat Muslim 243 244 Ibid. Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata: Menghilangkan sifat bakhil dan loba pemilik kekayaan Menghindarkan pemupukan harta perorangan yang Sebagai penyempurna pelaksanaan ibadah siyam. 3." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh al Hakim) Adapun lengkapnya adalah : Barang siapa yang mengeluarkan sebelum sholat ied maka itu diterima dan barang siapa yang mengeluarkan setelah sholat ied maka itu adalah sedekah. 5. dan dishahihkannya ). dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir serta miskin. 2/922 Zad al Ma'ad. 2/21. Sunan Abi Dawud. lain.244 Dalam lafadz lain Yang hampir sama juga dari Ibnu ‘Abbas ra. perbuatan yang sia-sia dan dosa. Abu Daud.” (HR.243 2. 1/585 68 . b. atau melakukan ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم: زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّغْوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن فَمن أداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة ٌ مقب ُوْل َة‬ ْ َ ٌ َ ّ ْ َ ِ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ َ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebagai penyucian jiwa orang yang siyam dari penyakit laghwun. sesunggunya kebaikan itu menghapuskan kejelekan. rofats. 4. فَمن أ َداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة‬ َ َ ْ َ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ِ . Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat Allah swt berupa kemampuan melaksanakan ibadah siyam secara sempurna.‫مقب ُوْل َة وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ ْ َ َ َ ْ َ ٌ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri itu sebagai penyuci bagi orang yang siyam dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor dan sebagai pemberi makan untuk orang yang miskin. Ibnu Majah. juga amalamal shalih lain di bulan Ramadhan. 2/111.Risalah Ramadhan mandi yang dapat membersihkan badan dari kotoran yang melekat padanya. Barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat (‘ied) maka ia adalah shadaqah biasa. Sunan Ibnu Majah. Ad-Daruquthni. terkadang ada saja kekurangan dalam pelaksanaan ibadah siyam itu. dia berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ٌ‫الل ّغنوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن. karena Menanam sikap rela berkorban dan suka membantu orang dikumpulkan atas penderitaan orang lain. 6. shalat tarawih. Al Hakim.

Zakat fithri bagi masyarakat muslim berfungsi sebagai penebar rasa kasih sayang dan luapan rasa gembira disetiap pejuru masyarakat khususnya bagi fuqoro’ wal masaakin. maka luapan perasaan ini sudah seyogyanya bisa dirasakan juga oleh kaum muslimin seluruhnya. Berbuat baik terhadap orang-orang fakir serta mencegah mereka agar jangan sampai meminta-minta pada hari Raya. hal. 246 245 246 HR. Mencegah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang dapat menimbulkan masalah dan kejahatan sosial. 2. sehingga mereka bisa ikut merasakan kegembiraan sebagaimana orang-orang kaya. Haya binti Mubarok Al Barik. Dengan demikian maka hari Raya itu betul-betul menjadi milik semua orang.Baihaqi dengan sanad yang dloif . Sehingga akan muncul perasaan mahabbah waa rahmah dan juga kesan yang mendalam bahwa masyarakat tidaklah menterlantarkan ataupun melupakan mereka pada hari dimana kaum muslimin sedang merayakan hari yang penuh kesenangan. Hal ini disebabkan hari raya adalah hari yang penuh dengan kegembiran. sebagaimana sabda Rasululloh saw bersabda: َ ْ (‫أغنوهُم ع َن السؤال فِي هَذا اليوم ِ )البيهقي‬ َ ْ ِ َ ّ ِ " Jadikanlah mereka mereasa tercukupi dan agar mereka tidak meminta-minta pada hari ini"245 5.Risalah Ramadhan 1. Memenuhi kebutuhan fakir miskin agar tidak meminta-minta pada hari raya. Ensiklopedi wanita . Di sinilah Islam dengan syari’at yang sangat peduli terhadap mashlahah kehidupan mensyari’akan adanya zakat guna memenuhi hajah dan mengingatkan akan pahit dan betapa sulitnya kehidupan mereka. Al. 4. Membina dan mempererat tali persudaraan sesama umat islam 3. 66 69 . Namun fuqoro’ wal masaakin tidak dapat merasakan perasaan ini ketika melihat orang kaya menikmati hidangan yang lezat lagi nikmat sedang dia tidak mendapatinya pada hari itu.

dinamakan demikian karena selalu berulang ُ ‫الرجوْع‬ ُ ّ (kembali dan ‫ي َت َك َرر‬ َ ّ (setiap tahun). sedangkan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang selalu mereka rayakan. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ‫قَد ِم رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ال ْمدين َة وَل َهُم ي َوْمان ي َل ْعَبون فيهِما‬ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ُ َ ِ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَقال ما هَذان ال ْي َوْمان قالوا ك ُنا ن َل ْعَب فيهِما في ال ْجاه ِل ِي ّةِ فَقال رسول‬ ِ َ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم إ ِن الل ّه قَد ْ أ َب ْد َل َك ُم ب ِهِما خي ْرا من ْهُما ي َوْم ال َضحى‬ َ ْ ْ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ ْ َ ُ ‫وَي َوْم ال ْفِط ْر‬ َ ِ "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang ke Madinah. Shalat ‘Iedain adalah shalat hari raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik ra. “Dua hari 70 .Risalah Ramadhan BAB IX S H O L A T 'I D A I N A. Pengertian Dan Pensyariatannya Kata ُ ‫ العِي ْد‬berasal dari kata ُ ‫ العَوْد‬yang berarti ُ ‫وال ْمعاوَد َة‬ َ ُ َ berulang-ulang). Beliau bertanya.

Risalah Ramadhan raya apakah ini ?' Mereka menjawab “Kami merayakannya pada masa jahiliyah.” 249 C. yaitu tatkala matahari sudah setinggi tombak sampai waktui tergelincirnya matahari.250. 1557. “Tidak. Nasa'i 71 . Berdasarkan hadits 'Abdullah bin Busrin ra : 247 248 249 HR.”247 B.” Rasulullah saw bersabda: َ ُ ِ ‫خمس صل َوات ك َت َب َهُن الل ّه ع َلى ال ْعِباد‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ ّ “Shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah pada hamba-hamba-Nya. 'Allah telah mengganti dua hari raya ini dengan yang lebih baik dari keduanya. Wajibnya adalah wajib kifayah karena tidak disyariatkan adzan. Al-Kautsar : 2 HR. 1134. Abu Dawud. Pendapat mereka didasarkan pada firman Allah: ‫فَصل ل ِرب ّك وان ْحر‬ ْ َ َ َ َ ّ َ “Shalatlah kamu kepada Robbmu dan sembelihlah korban.235. 3/103. Ahmad. maka akan diperangi oleh Imam/pemerintah. dan Rasulullah saw selalu mengerjakannya. Hukum Sholat Idain Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat ‘Iedain: Pertama: fardhu kifayah Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan sebagian ulama Syafi’iyah.178. An Nasa’I no. kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah. sehingga dihukumi seperti shalat Jum’at. Asy-Syafi’i dan Jumhur ulama.” 248 Pendapat yang masyhur menyatakan bahwa shalat di sini adalah shalat ‘Ied. yaitu ‘Iedul Adlha dan ‘Iedul Fithri. Berdasarkan: Ketika seorang Arab badui datang bertanya kepada Rasulullah saw tentang shalat lima waktu. Kedua: Fardhu ‘ain Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. “Apakah saya wajib shalat yang lain?” Beliau menjawab. Dasarnya adalah karena adanya khutbah. sedangkan asal dari suatu perintah shalat adalah wajib. sehingga hukumnya seperti shalat jenazah. Shalat ‘Ied termasuk syiar Islam yang bila satu negeri sepakat tidak mengerjakannya.' Beliau bersabda. Sunnah Muakadah Ini adalah pendapat Imam Malik. no. Waktu Pelaksanaan Sholat Waktunya adalah sebagaimana waktu dhuha. QS.

‫وَ هُوَ ب ِن َجران أ َن ع َجل الضحى وَ أ َخر ال ْفِط ْر وَ ذ َك ّرِ الناس‬ َ ْ ْ ٍ َ ْ َ ّ َ َ ّ "Diriwayatkan bahwa Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang isinya. 3/232." 251 Hadits ini dijelaskan oleh hadits berikutnya. sedangkan tugas di hari raya ‘Idul Adlha adalah menyembelih hewan Udhiyyah.Risalah Ramadhan ّ َ ‫خرج ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْن ب ُسرٍ صاحب رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم معَ الناس‬ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ ِ ُ َ ُ ِ َ ِ ّ ‫في ي َوْم ِ عيد ِ فِط ْرٍ أ َوْ أ َضحى فَأ َن ْك َر إ ِب ْطاء ال ِمام ِ فَقال إ ِنا ك ُنا قَد ْ فَرغ ْنا‬ ِ َ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ‫ساع َت َنا هَذ ِهِ وَذ َل ِك حين الت ّسبيح‬ َ َ َ ِ َ ِ ِ ْ 'Abdullah bin Busrin ra salah seorang shahabat Rasulullah saw keluar bersama orang banyak pada hari raya ‘Idul Fithri atau ‘Idul Adlha. Hikmahnya adalah karena dalam ‘Idul Fithri ada kewajiban mengeluarkan zakat. "Hadits yang paling baik dalam menerangkan waktu shalat ‘Iedain adalah hadits Jundab di atas. yaitu hadits dari Jundab ra ia berkata: َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ِ‫كان الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصل ّي ب ِنا ي َوْم ال ْفط ْرِ والشمس ع َلى قَي ْد‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ . hadits ini mursal dhoif karena dalam sanadnya ada Ibrahim bin Muhammad dan dia dhoif Dha’if. yaitu waktu tasbih yang berarti setelah matahari setinggi tombak adalah makruh." 250 251 252 Hasan.” 252 Imam Asy-Syaukani berkata. Al-Bukhari secara Mu’allaq. sehingga dengan diakhirkan waktu shalat ada waktu untuk membayar dan membagikan zakat. dengan disegerakannya shalat berarti waktu menyembelih akan lebih panjang. Abu Dawud secara Maushul. diriwayatkan dari Hasan bin Ahmad Al Banna dalam kitab Al Adlha. 2/83 72 .” 'Di zaman Rasulullah saw saat seperti ini kami telah selesai mengerjakan shalat ied.ك َت َب إ ِلى ع َمرو ب ْن حزم‬ َ ّ . lalu dia memprotes keterlambatan datangnya imam shalat seraya berkata. Dan dalam suatu riwayat Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang saat itu berada di daerah Najron supaya menyegerakan sholat ‘Iedul Adha dan mengakhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan berilah peringatan kepada manusia.‫رمحي ْن وال َضحى ع َلى قَي ْد ِ رمح‬ َ ْ َ ِ َ ْ َ ٍ ْ َ “Nabi Muhammad saw shalat ‘Idul fithri bersama kami ketika matahari setinggi dua tombak. 1135. Akhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan segerakan sholat ‘Iedul Adha. 2/529. HR. Al Baihaqi 2/282 Sunan Al Kubro lil Baihaqi. Lebih dari itu di sunahkan untuk menyegerakan shalat ‘Idul Adha dan mengkhirkan shalat ‘Idul Fitri. ia menyatakan bahwa mereka telah mengakhirkan waktu shalat dari yang sebenarnya. lihat talhish Ibnu Najar. 3/282. Al Hakim 1/295.”250 Maksud hadits ini. Asy Syafi’ie. “Kita telah menyia-nyiakan waktu ini.وَ فِي رِواي َةٍ . َ َ َ ‫روِيَ أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ك َت َب إلى ع َمرو ب ْن حزم ٍ أ َن أ َخر‬ ْ َ ُ ّ َ َ َ ّ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ ْ ٍ ‫صل َة َ الفطرِ وَع َجل صل َة َ الضحى . no. yaitu waktu dhuha. dan shalat ‘Idul Adlha ketika matahari setinggi satu tombak.

Imam Ishaq. Takbir ‘Idul Fithri Para ulama berbeda pendapat tentang waktu takbiran idhul fitri: 1.” 253 b. Zaid bin Aslam dan AsySyafi’i. 653. Iedul Adha kalian adalah pada hari kalian semua menyembelih Udhiyyah. Ubay bin Utsman. Sa’id bin Jubair. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits 'Umair bin Anis dari paman-pamannya dari golongan Anshar. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk berbuka dan untuk bersiap sholat ‘Ied besok harinya. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib.Risalah Ramadhan Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari? Bagi yang siyam harus segera berbuka. sedang mengenai pelaksanaan shalat terdapat beberapa pendapat: a. Urwah. Daruqutni. Ali. Abu Salamah. 1/387. Pendapat yang kuat menyatakan mereka hendaknya melakukan sholat ‘Ied keesokan harinya. At-Tirmidzi ‘Aridzatul. Imam Ats Tsaury. Ibnu Majah. no. 1157. 2/170. Al Hakam. Abu Tsaur dan juga Auza’i dan lain-lain. Imam Malik dan Asy-Syafi’i: Tidak perlu sholat ‘Ied besok harinya karena sholat ‘Ied harus ada jama’ah dan khutbah ‘Ied. Ishak. Juga pendapat Abdurrahman bin Abi Laila. Umar. Hammad.” 254 D. Umar bin Abdul Aziz. Abu Umamah dan sebagian besar para shahabat ra. Imam Malik. Ibnu Majah. An Nakha’i. Syarhu Ma’anil atsar. Abu Zanad. 1/543. Abu Bakar bin Muhammad. 253 254 Abu Dawud. Sejak berangkat menuju tempat sholat. Rasululloh saw bersabda: ‫فِط ْرك ُم ي َوْم ت ُفط ِروُن وَ أ َضحاك ُم ي َوْم ت ُضحوْن‬ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ْ ُ “Iedul Fitri kalian adalah pada hari kalian semua berbuka. Imam Auza’i. Abu Dawud. Ibnu Mundzir dan Al khatobi. Nasa’i 1/180. Paginya kami siyam dan siang hari itu juga datang rombongan kafilah dagang lalu bersaksi dihadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. 3/216. mereka berkata: َ ‫قال ُوا غ ُم ع َل َي ْنا ه ِل َل شننوال فَأ َصب َحنا صياما فَجاء رك ْب فى الن ّهارِ فَشهَد ُوا‬ ِ ٌ َ َ َ َ ً َ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫عن ْد َ رسول الله صلى الله عليه وسلنم أ َن ّهُم رأى ا ْلهلل ب ِلمس فَأ َمر‬ ِ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ْ ّ ‫الناس أن ي ُفط ِروا من ي َوْمهِم وَ أن ي َخرجوا لنعِي ْد ِهنم من الغَد‬ ْ ِ ْ ِ ْ ُ ْ ْ َ ّ “Kami terhalang mendung sehingga tidak melihat hilal syawal. 3/316 73 . Al Baihaqi. Keduanya tidak diqodlo’ sebagaimana sholat jum’at. Tentang Takbiran a. 1/531 Shahih Ahmad. Ini adalah pendapat Imam Ahmad. 2. no. Ini adalah pendapat jumhur ulama. 5/38. Sejak tengggelamnya matahari malam ‘Ied.

Al. 257 Ada pendapat yang mengatakan bertakbir hanya sampai saat tiba di tempat sholat saja. beliau menghentikan takbir. Jika selesai sholat. 2/44 Ibnu Abi Syaibah. ia terus bertakbir sampai ketempat sholat”. supaya kamu bersyukur.” 259 255 256 257 258 259 QS. dia bertakbir dan mengeraskan suaranya. Silsilah Ahadits Shahihah. فَقال : أ َن ْجان ِي ْن الناس ؟‬ َ َ ُ ُ ّ َ ِ ّ ُ َ “Sedang apa orang-orang itu? 'Bertakbir' Maka beliau berkata. Bahkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak ada takbir pada hari raya ‘Idul Fitri karena Ibnu Abbas ra mendengar takbir pada hari raya ‘Idul fitri. Diriwayatkan: ّ َ ُ ْ َ ْ ْ ِ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ّ ِ ‫كان ي َخرج ي َوْم الفطرِ فَي ُك َب ّر حتى ي َأ تي المصلى وَحتى ي ُقضى الصل َة ُ فَإ‬ ّ َ ُ َ ‫ذا قُضي الصل َة ُ قُط ِعَ الت ّك ْب ِي ْر‬ ّ ُ َ ِ Beliau rasulullah saw keluar pada hari ‘Idul Fitri dan bertakbir sampai tiba ditempat sholat dan melaksanakan sholat. no."255 Bisa dipahami bahwa sempurnanya bilangan shaum Ramadhan satu bulan adalah dengan tenggelamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan terbitnya hilal Syawal. 2/165 Ibnu Abi Syaibah. Sebagaimana firman Allah ta’ala: َ َ ُ ِ ‫وَل ِت ُك ْملوا ال ْعِد ّة َ وَل ِت ُك َب ّروا الل ّه ع َلى ما هَداك ُم وَل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ ْ َ َ ُ "…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. “ Apa mereka sudah gila?"258 Meski demikian pendapat ini dinilai lemah karena ada hadits yang memerintahkan untuk bertakbir sampai ditempat sholat akan melaksanakannya. Al-Baqarah 2 : 185 Ad Daruquthni 2/45.Baihaqi.Risalah Ramadhan Adapun akhir takbir pada hari ‘Idul Fithri adalah saat Imam datang untuk memulai shalat.” 256 Abu Jamilah Masyawah bin Ya’kub berkta: َ ْ َ ْ ‫رأ َي ْت ع َليا ً رضي الله ع َن ْه خرج ي َوْم ال ْعِي ْد ِ فَل َم ي َزل ي ُك َب ّر حتى ان ْت َهى إ ِلى‬ ّ َ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ َ َ ِ َ ِ ِ‫ال ْجبان َة‬ َ َ “Saya melihat Ali keluar pada hari ‘Ied. Dari situlah takbir dimulai. 3/279 Daruqutni. 170 74 . Dasar pendapat yang kedua adalah perkataan Nafi' (bekas budak Abdullah bin Umar ra) : ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ي َوْم ال ْعِي ْد ِ في ال َضحى وال ْفط ْرِ وَي ُك َب ّر وَي َرفَعُ صوْت َه‬ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ ”Ibu Umar bertakbir pada hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha. maka dia bertanya : َ َ َ ‫ما َ شأ ْن الناس ؟ قِي ْل : ي ُك َب ّروْن.

Risalah Ramadhan b.” 264 Imam Al-Baihaqi dan Al-Hakim juga meriwayatkan takbir sejak habis subuh hari Arofah sampai akhir hari Tasyrri’. Darimi. 1285. pendapat ini diqiyaskan dengan sholat ‘idul Fitri. Al-Bukhori no. Iini pendapat Ibnu Mas’ud ra. no. Yang paling shahih adalah perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra bahwa takbir 'Idul 'Adha dimulai sejak subuh hari Arofah sampai akhir hari Mina (ashar). 3/313. 5/250 Muslim. 5/112. Muhammad. . Akhir Ashar hari nahar / 10 Dzulhijjah. 6/40 Imam Malik. 3/240. 1/337.265 Akhir Takbir ‘Idul Adha Takbir berakhir bersamaan dengan berakhirnya waktu Ashar hari tasyri’ yang terakhir. 3/313 dan Al Hakim.Ada yang mengatakan dimulai sejak Subuh hari Arofah. An Nasai. Para ulama berbeda pendapat : .Ada yang mengatakan dimulai sejak Ashar hari Arofah. . Sufyan At-Tsaury. 24/220 Lihat Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. Ibnu Majah. no. 1285. Imam Ash Shon’ani260 berkata. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits262 riwayat Muhammad bin Abu Bakr AtTsaqafi bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik ra. Al Baihaqi. Ahmad. Awal mula takbir . Ini pendapat Umar. Baihaqi. Abu Yusuf. 2/71-72 Majmu’ fatawa. Ali. 3008.An 260 261 262 263 264 265 Subulus Salam. Ahmad dan Abu Tsaur. Alqomah. dan saya adalah orang yang bertakbir. Muslim. no. Umar dan Ibnu Abbas. “Tidak ada sebuah hadits shahih pun dari Nabi dalam hal ini. Ibnu Abbas ra. dia berkata: ّ َ ‫ك ُنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم في غ َداةِ ع َرفَة فَمنا ال ْمك َب ّر وَمنا‬ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ ّ ُ ‫ال ْمهَل ّل فَأ َما ن َحن فَن ُك َب ّر‬ ّ ُ ُ ُ ْ “Di suatu pagi pada hari Arofah kami bersama Roaululloh. saat keduanya berangkat dari Mina menuju Arafah di suatu pagi. “Apa yang kalian kerjakan dahulu bersama Rasulullah pada hari ini?“ Kemudian dia ( Anas ra ) menjawab : ّ ‫كان ي ُهِل ال ْمهِل منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْهِ وَي ُك َب ّر ال ْمك َب ّر منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْه‬ ِ ّ ِ ُ ُ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ُ ُ "Diantara kami ada yang bertahlil dan Rasulullah tidak mengingkari. 2/56. 1659. sebagian yang lain ada yang betakbir dan beliau juga tidak mengingkari. Takbir ‘Idul Adlha 1. 970. Hadit ini diriwayatkan dari shahabat Ali. Dua Atsar (perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra) ini diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir. 1/299 75 . 5/112 Baihaqi.Ada yang mengetakan dimulai sejak Dhuhur hari Arofah.”263 Ibnu Umar ra meriwatkan dari bapaknya.Ada yang mengatakan dimulai sejak setelah tenggelamnya matahari di hari Arofah. . Pendapat ini kuat menurut Ibnu Taimiyyah261 karena merupakan pendapat kebanyakan shahabat dan ulama. maka sebagian kami ada yang bertakbir dan sebagian yang lain bertahlil.

Kedua tidak bertakbir. Imam Abu Hanifah dan Imam Ats Tsaury. Suaranya terdengar oleh orang yamg berada dimasjid.m Ibnu Umar. Pendapat mereka adalah: Pertama. Adab-adab di Hari Raya Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum kita melaksanakan sholat ‘Ied : 1. 2/166. di atas ranjang. Muhammad dan jumhur ulama. bertakbir meskipun sholat sendirian. ini pendapat Imam Syafi’i. 5/45 Al Mughni. Ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud ra. dan dengan serta merta ikut bertakbir pula seluruh penduduk di pasar sehingga Mina bergemuruh dengan suara takbir. berdasarkan QS 22:28 Al Majmu’. Ini adalah pendapat Ibnu Umar ra. Imam Ahmad. ketika jalan-jalan dan ketika beliau dikubah. Al-Auza’I. dan di tempat-tempat yang lainnya.266 Subuh hari tasyri’ terakhir. Malik dan Asy-Syafi’i. Ini adalah pendapat Imam Malik.Risalah Ramadhan Nakhoi dan Abu Hanifah. 267 Dhuhur hari tasyri’ terakhir. Kedua. Abu Hanifah dan Ahmad. jalan. Ini pendapat Imam Malik. 270 Apakah sesudah sholat sunnah juga bertakbir? Dalam hal ini ada dua pendapat: pertama tetap bertakbir. di tempat duduk." 269 Para ulama berbeda pendapat tentang takbir yang dilakukan setelah shalat lima waktu. 3/288 Al-Bukhori. Ini adalah pendapat Ibn Mas’ud. di dalam kemah. Ini adalah pendapat Yahya Al Anshori. Umar bin Abdul Aziz.271 E. 5/45 Al Mughni. tidak bertakbir dalam sholat sendirian. ( Menurut mereka awalnya dhuhur hari Arofah. mengikuti kegiatan haji. َ َ ُ ِ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي َغْت َسل ي َوْم ال ْفط ْرِ وال َ ضحى‬ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َ Ibnu Syaibah. AsySyafi’I. 2/25 Majmu’. maka mereka ikut bertakbir. 268 Pendapat yang kuat mengatakan bahwa takbir tidak hanya sesudah sholat fardhu saja. Abu Yahya. َ ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ب ِمنى ت ِل ْك ال َيام وَخل ْف الصل َوات وَع َلى فِراشهِ وَفي‬ َ َ َ ّ ْ َ ِ ِ َ ِ َ ّ َ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ‫فُسطاط ِهِ وَمجل ِسهِ وَممشاه ُ ت ِل ْك ال َيام جميعا وكا َن ي ُك َب ّر فِي قُب ّت ِهِ ب ِمنى‬ َ ِ ِ ْ َ َ َ ً ِ َ َ ّ ْ َ ْ ُ ُ ُ ‫حتى ن َسمعُه أ َهْل ال ْمسجد ِ فَي ُك َب ّروْن وَي ُك َب ّر أ َهْل السوْق حتى ت َرت َج منى‬ َ ِ ّ ْ ّ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ْ ّ َ ُ ‫ت َك ْب ِي ْرا‬ ً "Pada hari itu Ibnu Umar ra bertakbir di Mina dan juga setelah beliau sholat lima waktu. Mandi dan memakai pakaian yang bagus. namun juga di pasar. Atsaury. 3/291 266 267 268 269 270 271 76 .

no. Imam Malik dan Syafi’i. 4/76. Makan dahulu sebelum menunaikan sholat iedul fitri. 1754. 986."273 Sedang di hari 'Iedul adha beliau tidak makan terlebih dahulu.” 275 Ini adalah pendapat jumhur ulama. "Dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasululloh tidak pergi ke tempat shalat ied sampai makan dulu beberapa butir kurma. 3/126 At-Tirmidzi. Bertakbir sejak dari rumah sampai tiba di tempat shalat dan saat imam hadir untuk mengimami shalat. Al Majmu’. maka apabila mereka pulang dari sholat ied. "Isnadnya bagus" 77 . Dhoif Al-Bukhari 953. At-Tirmidzi 543.” 274 3. 5/352 Al-Bukhari."272 2.Risalah Ramadhan "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam mandi pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha. Ahmad. Saling mengucapkan Tahniah ( َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ ) Muhammad bin Ziad berkata. no. "Saya bersama abi Umamah Al Bahiliy dan yang lainnya dari para shohabat Rasulullah. Ibnu Majah. 5/15 Ahmad berkata. 1756. 6. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Ahmad. dia berkata: ‫كان الن ّب ِي إ ِذا كان ي َوْم عي ْد ٍ خال َف الط ّرِي ْق‬ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ُ "Pada hari ied beliau berangkat dan kembali lewat jalan yang berbeda. 4. Dari Sa’id bin Jubair dia berkata: ‫ك ُن ْت معَ اب ْن ع ُمر حين أ َصاب َه سنان الرمح في أ َخمص قَد َمهِ فَل َزِقَت‬ ِ ِ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ً ِ َ ُ َ َ َ ّ َ ُ‫قَد َمه بالركاب فَن َزل ْت فَن َزع ْت ُها وَذ َل ِك ب ِمنى فَب َل َغَ ال ْحجاج فَجعَل ي َعود ُه‬ ُ َ َ َ ِ َ ّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ‫فَقال ال ْحجاج ل َوْ ن َعْل َم من أ َصاب َك فَقال اب ْن ع ُمر أ َن ْت أ َصب ْت َني قال‬ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ُ 272 273 274 275 276 277 Ibnu Majjah 1/417. Al-Baihaqi. no. Ahmad. mereka saling mengucapkan: َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ “Semoga Alloh Manerima Amal Kita dan Amal anda"277 7. sebagaimana hadits riwayat dari Abu Buraidah: ‫كا َن الن ّب ِي ل َ ي َخرج ي َوْم ال ْفط ْرِ حتى ي َط ْعَم وَي َوْم الن ّحرِ ل َ ي َأ ْك ُل حتى ي َرجع‬ ّ َ ُ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ُ ْ ِ‫فَي َأك ُل من ن َسي ْك َت ِه‬ ِ ْ ِ َ " Nabi tidak berangkat shalat iedh fitri sampai makan terlebih dahulu sedang padahari iedhul adha beliau tidak makan sampai pulang dari sholat iedhul adha lalu makan dari sembelihan beliau. Ibnu Majah.276 5. Hendaknya shalat diadakan di tanah lapang kecuali dalam keadaan darurat seperti hujan dan yang semisalnya sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw dan khulafaur Rosyidin. Dimakruhkan membawa senjata tajam kecuali dalam keadaan terpaksa. 2/32. 542. 3/308 Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. Berjalan kaki ke tempat shalat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda.

Tata Cara Sholat ‘Ied 1. 'Kamu membawa senjata pada hari yang seharusnya tidak boleh membawanya dan kamu memasukkan senjata ke tanah haram yang seharusnya tidak boleh membawa senjata di dalamnya. kecuali imam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: َ َ َ ِ‫أيام الت ّشريق أيام أك ْل وَشرب وَ فِي رِواي َةٍ زاد َ فيهِ وَذ ِك ْرٍ ل ِل ّه‬ ِ َ ُ ّ ِ ِ ْ ُ ّ ٍ ْ ُ َ ْ ٍ “Hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta' dalam riwayat lain ada tambahan. Ketika tiba di mushala (masjid atau lapangan) hendaknya imam segera maju ke depan untuk mengimami shalat dan dia menegakkan sutrah (pembatas) di depannya. 'Seandainya kami tahu siapa yang melukaimu. Saya turun unuk membantunya dan mencabut mata tombak itu. 'Bagaimana bisa terjadi yang demikian?' Ibnu Umar ra menjawab.tengah telapak kaki. Setelah menunaikan sholat subuh kaum muslimin dianjurkan untuk segera pergi ke tempat shalat walaupun matahari belum terbit. Ketika kami berada di Mina. Al Hajjaj menjenguknya sambil mengatakan. ْ ِ َ ّ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلنى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كـان ي َخرج ي َوْم ال ْفطـر وال َضحى إلى‬ َ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ َ َ َ ِ ّ َ ُ ‫ال ْمصلى فَي َب ْد َأ َبالصل َة‬ ِ ّ ِ Dari Abu Sa’id Al Khudri ra berkata: 278 279 280 281 HR Bukhori Al. Imam Asy-Syafi’i dan Imam Hambali. Ini adalah pendapat Imam abu Hanifah. Diperbolehkan membuat makanan dan minuman yang istimewa serta melakukan permainan yang mubah.” 281 F. 1/318 Ibid. maka ia terjatuh dari tungganganya. 279 9.' 278 8. 'Kamulah yang telah melukaiku!' Hajaj berkata. ' dan berdzikir kepada Alloh .Fiqih ‘Ala Madzahil Arba’ah. 1/318 HR Muslim 78 . Hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan kepada siapa saja yang ditemuinya dari orang-orang mukmin.Risalah Ramadhan ‫وَك َي ْف قال حمل ْت السل َح في ي َوْم ٍ ل َم ي َك ُن ي ُحمل فيهِ وَأ َد ْخل ْت السل َح‬ ِ ُ َ ْ ْ ِ َ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ ‫ال ْحرم وَل َم ي َك ُن السل َح ي ُد ْخل ال ْحرم‬ ُ ّ َ َ َ َ َ َ ْ ْ "Saya bersama Ibnu Umar ra ketika dia terkena mata tombak ditengah. Kemudian ia bertakbir tanpa ada adzan dan iqomah sebelumnya. Sedangkan menurut Madzhab Malikyah disunnahkan setelah terbitnya fajar.' Maka Ibnu Umar ra berkata.280 10. 2.

Abu Hanifah dan Auza’i tidak menyukai dzikir diantara takbir. riwayat Umar ra dalam Al-Baihaqi. bahwa Rasululloh saw bertakbir 7 kali pada rokaat pertama shalat 'Iedul Fithri dan lima kali pada rokaat kedua. ّ َ ُ َ ُ َ ّ ‫ع َن ع َب ْد ُ الله ب ْن ع َمرو أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي ُك َب ّر‬ َ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ‫فِي ال ْفط ْرِ سب ْعا فِي ال ُوْلى وَ خمس فِي الخرةِ وال ْقراءة ُ ب َعْد َ ك ِل ْت َي ْهِما‬ َ َ ِ َ َ ِ ِ ْ ً َ َ ٌ ْ َ ْ ْ Dari Abdulloh bin Amru ra. 2/240 79 . Abu Dawud Abu Daud 1151. Ad-Daruqutni. Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i.285 Imam Malik dan imam Ats-Tsauri menyatakan tidak mengangkat tangan saat takbir. Imam Abu Hanifah. karena tidak ada riwayat yang jelas dari Rasulullah tentang itu. Berdasar pendapat Umar ra dan riwayat Abu Humaid. Imam Auza’i. Kemudian. Al Mughni. Al-Bukhori dan Muslim HR. 2/48. Al-Baihaqi. 283 3.”286 Adapun Imam Malik. Meski demikian. Ibnu Majah. "Ibnu Mas’ud benar. 3/243 Al-Baihaqi. 282 283 284 285 286 HR. 1278 Al Majmu’. Umar dan Utsman ra. begitu juga dengan Abu Bakar. di antara takbir disunnahkan untuk memperbanyak membaca tasbih dan tahmid. 5/20-21. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i. begitu seterusnya.” 282 ّ َ َ َ ّ َ َ ُ َ ّ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صلى ال ْعيد َ ب ِل َ أ َذان‬ ِ ُ ٍ َ ْ ‫وَل َ إ ِقامةٍ وَأ َبا ب َك ْرٍ وَع ُمر أ َوْ ع ُث ْمان‬ َ َ َ َ َ َ َ Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw sholat 'Ied tanpa adzan dan iqomah. bertahmid dan bersholawat lalu berdoa dan bertakbir lagi. takbir ini tidak terhitung takbirotul ikhram dan intiqol. no. para sahabat ra mengangkat tangan mereka ketika bertakbir. Disunnahkan juga mengangkat tangan ketika bertakbir. 3/258. 3/272-273. Namun kedua riwayat ini lemah. Kemudian barulah beliau membaca surat. Berdasar fatwa Ibnu Mas’ud ra kepada Al Walid bin Uqbah: َ َ ُ ّ َ ‫ت ُك َب ّر وَ ت ُحميد رب ّك وَ ت ُصل ِي على الن ّي ِي الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَت َد ْع ُوا‬ َ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ُ ْ ‫وَت ُك َب ّر وَت َفعَل مث ْل ذ َل ِك‬ ُ “Kamu bertakbir.”Shohabat Abu Musa ra dan Hudzaifah ra berkomentar. Disunnahkan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua.Risalah Ramadhan "Bahwa pada hari raya ‘Idul fitri dan Adha Rasulullah keluar menuju mushala dan yang pertama kali beliau lakukan adalah sholat.” 284 Mengangkat tangan sunnah menurut Imam Atho’.

no. At-Tirmidzi. Ad-Darimi. Abu Daud.287 ّ َ َ ُ َ َ ‫ع َن الن ُعْمان ب ْن ب َشي ْرٍ أن ّرسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم قَراء فِي‬ َ َ َ َ ِ ُ ْ ْ ِ ِ َ َ َ َ َ ْ ْ ‫الصل َةِ ال ْعِي ْد ِ سب ّح اسم رب ّك ال َع ْلى وَ هَل أ َت َك حد ِي ْث ال ْغا شي َة‬ ُ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ Dari Nu’man bin Basyir ra. 3/384. Abu Daud. Ahmad. An-Nasai. 4/273. 1282. no.Risalah Ramadhan 4. 533. Al-Baghowi. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.290 Hadits ini diperkuat oleh Imam Al-Bukhori. An-Nasai. 3/83. 2/602 80 . Al Majmu’. Ibnu Majah. Al-Baghowi. 5/34 Dhoif /Munqothi’.Rokaat pertama: Surat Qoof atau Al A’la. Ini juga pendapat Auza’i dan Abu tsaur. Ahmad. Pendapat pertama lebih kuat. Selanjutnya seperti sholat biasa sebanyak dua rokaat. berdasar riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al Baihaqi bahwa Anas ra bila ketinggalan sholat ‘ied bersama imam di Basroh. Ibnu Majah. Khutbah sesudah sholat ‘ied hukumnya sunah. no. 368. ia sholat bersama keluarganya. َ َ ُ ُ َ َ ‫كا َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َقرأ ُ فِي ال ْفط ْرِ وَ ال َضحى بـ )ق( و‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ( ‫) إقْت َرب َت السا ع َة‬ ُ َ ْ َ Dari Abu Waqid Al Laitsi ra Rasulullah saw membaca surat Qoof dan Al qomar pada sholat ‘iedul fitri dan Adha. no. no. no. Disunnahkan membaca : . no. 1091. no. no. 1/205 Fathul Baari. An-Nasai. no. Imam Ahmad. dia berkata: َ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم خرج ي َوْم ال ْفط ْرِ فَصلى رك ْعَت َي ْن ل َم ي ُصل ّي‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ ْ ِ َ َ َ ّ َ ٌ ‫قَب ْل َها وَل َ ب َعْد َها وَ معَه ب ِل َل‬ َ ُ َ َ 287 288 289 290 291 Muslim. At-Tirmidzi. begitu juga mendengarkannya. no. . 1091. Bagi yang ketinggalan sholat289: Menurut Ibnu Mas’ud ra. 5/217.” 288 5. 534. 891. Lihat Al Salsabil. Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik : tidak ada sholat Qodho. 878.291 6.Rokaat kedua: Surat Al Qomar atau Al Ghosiyah. 1122. 7. 3/184 Al Mughni. 1154. Tidak ada sholat sunnah sesudah dan sebelum sholat ‘Ied. "Rasulullah saw sholat ‘Ied dan membaca Al ‘ala dan Al Ghosyiyah. Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu mundzir: sholat dua rokaat sendirian. 1281. 3/84 Muslim.

no. ُ ‫“ الصل َة‬ ّ dasarnya adalah hadits riwayat Az Zuhri yang 292 Al-Bukhori. Adapun ucapan “ ‫جامعَة‬ ُ ِ َ dhoif dan Mursal.” 292 Demikian sekilas gambaran pelaksanaan sholat Iedhul fitri dan adha. 289. 2/204 81 .Risalah Ramadhan "Sesungguhnya Nabi saw keluar pada hari raya fitri dan Adha dan sholat dua rekaat dan tidak sholat sebelum dan sesudahnya dan bersaman beliau adalah Bilal ra. Al Fath. Semoga bermanfaat.

Risalah Ramadhan 82 .

atas izin Allah Risalah Ramadhan ini dapat kami susun. Malikat Jibril as datang kepadaku seraya berkata.” dan ketika beliau naik tingkat yang ketiga beliau berkata. Hadits Shahih Ligharihi). Sebagai penutup. فَقل ْت آمين‬ ْ ِ ُ ُ ْ “Ketika aku naik tingkat (mimbar) yang pertama. para shahabat.” Para shahabat bertanya kepada beliau. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada teladan kita. Amin ‫تم بحمدالله‬ 83 . “Amin. ‘Celakalah seorang hamba yang menemui kedua orang tuanya atau salah satunya. ‘Celakalah seorang hamba yang namamu disebut di depannya tapi dia tidak bershalawat kepadamu.’ Maka aku berkata. kami mendengar anda menucapkan amin sebanyak tiga kali?” Beliau menjawab: َ َ ُ ‫ل َما رقَي ْت الد ّرجة ال ُوْلى جاءن ِي جب ْرِي ْنل فق نا َل: ش نقي ع َب ْند ٌ أ َد ْرك رمض نان‬ َ َ َ َ ‫َ َ َ َ َن‬ ِ ْ َ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ّ ‫فان ْسل َخ من ْه وَل َم ي ُغْفر ل َه. ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Rmadhan tapi hingga bulan Ramadhan tersebut berlalu dia belum diampuni. bab Man Dzukira ‘Indahu An-Nabiyu Falam Yushalli ‘Alaih. “Amin. ‘Amin. ث ُم قال: ش نقي ع َب ْند ٌ ذ ُك ِنرت عن ْند َه‬ ْ َ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ّ َ . “Amin.” ketika beliau naik tingkat yang kedua beliau berkata. فَقل ْت آمي ْن. ث ُم قال: شقي ع َب ْد ٌ أ َد ْرك والنند َي ْهِ أ َو‬ ِ َ َ َ ُ ْ َ ْ ُ ِ َ َ َ ْ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ ُ‫أحد ِه ِما فَل َم ي ُد ْخل َه ُ ال ْجن ّة.’ Maka aku berkata. ketika beliau naik tingkat pertama beliau berkata. “Wahai Rasulullah.‫وَل َم ي ُصل ع َل َي ْك. Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad. keluarga dan umat Islam yang konsisten dengan agamanya hingga hari kiamat. Jika ada kebenaran itu semata dari Allah dan jika ada kesalahan itu semata karena kekurangan yang dimiliki oleh penyusun dan Allah terbebas dari semua itu.’ Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi. Rasulullah Muhammad saw. فَقل ْت آمي ْن.Risalah Ramadhan PENUTUP Al-hamdulillah. kami mengajak para pembaca untuk merenungi hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah. ‘Amin.’ Maka aku berkata.’ Kemudian Maliakat Jibril berkata lagi. tapi kedua orang tua tersebut tidak bisa menjadikannya masuk surga. Bahwasannya Rasulullah Naik ke atas mimbar. ‘Amin.” ( HR. Semoga Allah senantiasa menjadikan amal kita ikhlash hanya untuk mencari wajah-Nya.

Fatawa Al-Kubra. Muhammad Al-Husaini. Imam Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Al Harits Al Ashbahi Al Hamiri Abu Abdillah Al Madani 12. Imam Ath-Thabari 24. Imam al-Qurthubi. 17. Dr. 29. Imam Asy-Syafi'i. Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah bin Musa bin Adh Dhahhak As Salmi Adh Dharir Al Bughi At Tirmidzi. Louis Ma’luf. Abul Fadhl Jamaluddin bin Makram bin Mandzur Al Afriki Al Mishri. 28. Yusuf Qordlowi. Aunul Ma’bud. Majalutul Buhuts Al-Islamiyah. Ibnu Qudamah. Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Al-Mishbah Al-Munir. Imam An Nawawy. 6. Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Adhim Abadi. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. 30. Al Mughni. Abdul Karim Zaidan. 15. Al-Fiqih Al-Islami Wa Adillatuhu. 18. Al-Munjid fil Lughah. Abdul Aziz Muhammad Salman. 8. 3. Lisanul-Arab. 22. Al Kaafi Fie Fiqhi Al Imam Ahmad. Mawaridludh Dham’an. Wahbah Az-Zuhaili. Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad bin Ibrahim Al Fairuz Abadi Asy Syirazi Asy Syafi’i 13. Abdurrahman al-Jazary.Risalah Ramadhan DAFTAR PUSTAKA 1. Hasan Ayyub. 31. Al-Qomus Al-Muhith. 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim dan Anaknya. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Fiqih I'tikaf. Ibnu Rusyd al Hafidz. Ahmad Warson Munawwir. Kifayatul Akhyar. 7. Al Muwaththa’. 16. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah. Ad Dinul Kholis. Kamus Al Munawwir Arab-Indonesia. Jami’ul Bayan ‘An Ta’wili Ayyil Quran. Kitabul Fiqh ‘ala Madzahibil ‘Arba’ah. 14. 84 . Idaratul Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Wad Dakwah Wal Irsyad. 19. 10. 25. Fathul Bari Syarhu Shahih al-Bukhari. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. 9. Asy-Syaikh Ahmad bin Abdur Rozaq Ad-Duwaisy. 11. Nashir bin Sulaiman Al-Umar. 5. Fiqhuz Zakah. Fiqhul ‘Ibadat. 27. 21. 26. 23. Imam Ahmad bin Muhammad Al Fayummi Al Muqri’i. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Muhammad Abdul Baqi. 4. Jami’ At Tirmidzi. Dr. Syaikh Mahmud Muhammad As Subki. 2. Kitab Al-Umm. Al Fatawa Al Kubra. Bidayatul Mujtahid wan Nihayatul Muqtasid. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ibnu Qudamah (Abu Muhammad Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Maqohsy). 20. Al-Lu’lu’ Wal Marjan. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an.

Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Abdullah Ali Bassam. 42. Imam Ad Darimi 48. 40. Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Nailul Authar. 49. Shalih bin Ibrahim Al-Balaihi 38. Imam Ibnu Katsir. Sunan Ibnu Abi Syaibah. 41. 52. Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim. Shahih Ibnu Majah. 53. 34. Syaikh 'Abdurrahman 'Abdurrahim AlMubarakfuri. Imam Abu Daud As Sijistani Sulaiman bin Al ‘Asy’ats bin Syidad bin Amr Al Azdi. Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. 45. Sunan Ad-Darimy. Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi. Imam As-Syaukani. 47. Zadul Ma'ad. 58. 55. 46. Muhammad Nasib Ar-Rifa'i. Sunan An Nasa’I. Sunan Ibnu Majah. Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Arrabi’ie Ibnu Majah. 57. 54. 35. 37. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Imam Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi Abul Hasan AnNaisaburi. 56. Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarafuddin anNawawi Ad-Damsyiqi 43. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin AlMughirah Al-Ja’fi Al-Bukhari 39. Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. 50. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Ash Shon’aniy. Tafsir Al-‘Aliyil Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibnu Katsir. Minhajul Muslim. Shahih Muslim. Musnad Ahmad. 36. 44. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Imam Abu Abdurrahman Al Hafidz Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr An Nasa’I. Imam Muhammad Bin Ali Bin Muhammad Syaukani. Sunan Abi Dawud.Risalah Ramadhan 32. Puasa Bersama Nabi. Imam As-Suyuthi. 51. Tafsir Fathul Qodir Al Jami’ Baina Riwayah Wa Diroyah Ilmu Tafsir. Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas'ud Al-Baghawi. Imam Syamsyuddin Syihabuddin Abu Abdullah Muhammad bin Bakar AzZaraiy ad-Damsyiqy/Ibnul Qoyyim 85 . Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Abu Bakar Jabir Al-Jazairi. Risalah Romadhan. Subulus Salam. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Ali bin ‘Umar Abul Hasan Ad-Daruquthni Al-Baghdadi. Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal. 33. Sunan Ad-Daruquthni. Syarhus Sunnah. Shahih Al-Bukhari.

.................................................................24 A........... Berjama’ah Atau Sendirian ? ....................................................................................................................................... Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma..................................................................................... Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan...................................... Keutamaan-Keutamaan Shaum.......................42 K...................................13 G.................... Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan........................16 J.20 P....4 C.............................................................. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum.................................................43 A............................................................... Rukun-Rukun Shaum......................Risalah Ramadhan DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..4 B....................................... Sunnah-Sunnah Shaum .............................. Disyari’atkannya Niat........................................................... Penentuan Awal Ramadhan.......................................................................43 S H A L A T T A R A W I H...............................................................................10 E..........35 C...................... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh........................................................................... Bilangan Rakaat ...................................................................................................43 B.24 B.........................................................................................25 C................................................................................................................................................. Disyari'atkannya Makan Sahur ................................... Waktu Shalat Tarawih .............................................................................................................................................40 H...................18 M.............................................................46 E................................................................................................................................. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan..........................................................2 Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur............................40 I...................49 L A I L A T U L Q O D A R.31 C...................................31 A.........42 BAB V..............4 A................................................................................................................24 P E N E N T U A N A W A L R A M A D H A N.......9 D..................................................................................................................................................................39 G................................................. Definisi-Definisi............................................................................................................21 BAB II................................ Syarat Wajib / Sah Shaum ..... Sebab Penamaan........................................ Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya................19 N...............................................................................44 C...........................................................................................................29 BAB III.................................................................................................38 F............. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’.................................... Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum.........................35 B.................37 E................................................................................................................................... Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum.35 A......................................................2 MUQADIMAH............................................................................................................... Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum...............................................................................................................................49 A............................................................ Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur...............19 O...............................................................................42 L..............................................35 S A H U R..................................................................................................17 K..........................................................................14 H............................................................31 N I A T S H A U M P A D A B U L A N R A M A D H A N............................ Waktu Sahur................................................................ Pengertian...............................................................................................32 BAB IV................................................4 R I S A L A H R A M A D H A N................................................................................................11 F.................................................................................................................... Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal.............................. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan...........44 D.....50 86 .................. Dalil Dan Keutamaannya.................................................................................... Penentuan Wilayah Awal Ramadhan..........................................41 J................................................... Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum........................................................................................................................................................................ Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya.................................................. Sunnah mengakhirkan sahur.................................. Makna Lailatul Qodar.............................................................................................17 L..36 D..............................15 I.. Hukum Makan Sahur....................... Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur................................................................................................................................................................. Definisi Shaum.................................................. Keutamaan Bulan Ramadhan.........................................47 BAB VII........31 B.................................................................3 BAB I............................................................................................... Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur... Definisi Niat................................................................................................

......................................................65 K.........................67 BAB IX........................................61 H......78 PENUTUP........................................................................................................... Definisi Zakat Fithri.............58 E........................................... Pengertian Dan Pensyariatannya............................................73 E......................................................................... Adab-adab di Hari Raya............................................................................ Tempat Membayar Zakat Fithri .............83 DAFTAR PUSTAKA.....................................................................51 D........................................................................................................ Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri........................................................ Waktu Membayar Zakat Fithri....... Kapan Lailatul Qodar Terjadi.......73 D............................................55 C........84 DAFTAR ISI.............................................................. Yang Berhak Menerima Zakat Fithri ......... Hukum Sholat Idain...................................................................................................................................................................................................50 C.............................................................. Disyariatkannya Zakat Fithri..................................................................................................................53 G............. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar.................................................................................65 J.............................................................. Tanda-tanda Lailatul Qodar.....................................................................................................................70 S H O L A T 'I D A I N................................................................................55 D................................ Membayar Zakat Fithri Dengan Uang.............................52 F....................................... Hikmah Zakat Fithri ....... Hukum Zakat Fithri................................54 B..........71 C................................................................................................................................................................................................................................. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya..........................................76 F............................................................................... Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar.............................................................. Pada Siapa Diwajibkan ?................................................................................ Tata Cara Sholat ‘Ied..................................59 G............................................... Amalan Di Malam Lailatul Qodar......................... Keutamaan Lailatul Qodar....................................66 M........................................................53 BAB VII....................................................................65 L........86 COVER DEPAN 87 .................................................. Waktu Pelaksanaan Sholat.... Syarat-Syarat Mustahiq Zakat............................Risalah Ramadhan B................58 F.................62 I.......54 A....70 B................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri............ Tentang Takbiran...............71 Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari?......................................................................................................................................................................................70 A..................................51 E................54 Z A K A T F I T H R I ...................................................................................................................

Risalah Ramadhan Penyusun: Tim Ulin Nuha Ma’had Aly An Nuur FIQIH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penerbit: MUP (Muhammadiyah Univercity Press) SINOPSIS (COVER BELKANG) Ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Seperti penentuan awal Ramadhan. niat shaum. termasuk shaum di bulan Ramadhan. i’tikaf. Sehingga kitapun akan menuai pahala yang melimpah sesuai yang dijanjikan oleh-Nya. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. zakat fithri dan shalat ‘idain. sahur. Buku yang ada di hadapan pembaca ini. insya Allah akan menjadi panduan bagi Anda dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita. Selamat mendulang ilmu yang terpendam dalam buku ini. shalat tarawih. Semoga kita dikuatkan untuk melipatgandakan amal kebajikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. berapa banyak orang yang shaum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Amin. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. 88 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->