Risalah Ramadhan

Judul: RISALAH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penyusun: TIM ULIN NUHA MA’HAD ‘ALY AN-NUUR Muraja’ah: Ust. Abdullah Manaf Amin

1

Risalah Ramadhan

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berlomba dalam kebaikan dan beramal sholeh serta bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan diampuninya dosa-dosa. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada beliau, keluarga dan segenap sahabat beliau. Marhaban ya Ramadhan. Demikian ucapan yang terlontar dari mulut kita ketika tamu agung tersebut datang. Kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Tempat-tempat perbelanjaan penuh sesak dengan pengunjung yang ingin memborong sembako dan kebutuhan lainnya untuk bekal selama satu bulan. Tubuh dibersihkan, tempat ibadah pun diperindah. Begitulah mungkin sedikit gambaran masyarakat disekitar kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Ada yang terlupa dan ada pula yang perlu dijelaskan. Kehadiran Ramadhan mestinya menyentak kesadaran kita untuk menggali nilai-nilai keagamaan kita dari Al Qur'an dan Sunnah. Karena dengan berpegang teguh dengan keduanya kita tidak akan tersesat. Karena ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, termasuk shaum di bulan Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita, berapa banyak orang yang shoum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. Buku RISALAH RAMADHAN, Mendulang Ilmu Menuai Pahala yang ada di hadapan pembaca ini, insya Allah akan menjadi pemandu bagi kita dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan. Tentang keutamaan bulan Ramadhan dan hukum-hukum shoum serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku ini adalah hasil karya dari Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur, dalam penerbitannya kami bekerja sama dengan Muhammadiyah Universiti Press (MUP). Mudah-mudahan Allah Yang Maha Rahman memberikan taufiq-Nya kepada kita, sehingga kita bisa memahami syareat secara benar, khususnya yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Dan semoga kita diberi kemudahan dalam melipatgandakan amal kebajikan di bulan yang penuh maghfirah ini. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabat beliau. Amin. .Sukoharjo 13 Rajab 1429 H .Agustus 2008 16 Penyusun Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur

2

Risalah Ramadhan

MUQADIMAH
Segala puji hanyalah milik Allah, pujian yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasul dan hamba-Nya, keluarga dan para shahabat sepeninggal beliau. Amma ba'du: Sungguh, shaum merupakan salah satu rukun Islam yang agung yang pahalanya tidak ada bandingannya. Sebagaimana sabda Rasulullah kepada Abu Umamah, “Hendaknya kamu shaum karena shaum itu tidak ada bandingan pahalanya.” (HR. An-Nasa’i) Dalam kesempatan ini, kami ingin memberikan gambaran singkat mengenai materi buku ini. Kami sengaja memulai penulisan isi buku ini dengan pembahasan Risalah Ramadhan, yang pada bab ini kami tulis penjelasan ibadah shaum Ramadhan secara khusus mulai dari definisi, syarat wajib shaum, sunah-sunah shaum, hal-hal yang membatalkan shaum dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan ibadah shaum ramadhan itu sendiri. Harapan kami, dengan penjelasan ini para pembaca akan mendapatkan gambran secara global tentang ibadah shaum Ramadhan beserta hukum-hukunya. Kemudian pada bab-bab berikutnya, kami bahas secara rinci dan berurutan beberapa ibadah yang menyertai pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan, seperti penentuan awal Ramadhan, niat shaum, sahur, shalat tarawih, i’tikaf, zakat fithri dan shalat idain. Kami sengaja memisahkan pembahasan-pembahasan ini dari bab pertama, mengingat dibutuhkan penjelasan yang lebih luas untuk mendapatkan kejelasan hukum-hukumnya. Harapan kami, semoga buku ini dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ibadah-ibadah lain yang menyertainya, sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Saran dan masukan yang membangun dari pembaca kami sambut dengan baik demi mencari kebenaran dan keridhan dari Allah.

3

Risalah Ramadhan

BAB I RISALAH RAMADHAN
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dibelenggunya syetan, dibukanya pintu-pintu jannah, dan ditutupnya pintu neraka, adalah keistimewaan yang Allah berikan dalam bulan Ramadhan, yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lain. Dan yang jelas pada bulan tersebut kaum muslimin diwajibkan untuk menerjakan shaum selama satu bulan penuh. A. Definisi Shaum a. b. Secara bahasa, shaum artinya menahan diri dari sesuatu. Secara syar’i, shaum adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, seperti

makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri, dengan disertai niat, mulai terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.1 B. Keutamaan-Keutamaan Shaum Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sunnhanya bahwa shaum merupakan benteng dari nafsu syahwat, penangkal dari api neraka, dan Allah SWT telah mengkhususkannya sebagai nama salah satu dari pintu-pintu jannah-Nya. Selain itu shaum juga dapat mengendalikan diri dari gejolak nafsu dan menahan dari perangai buruknya, sehingga dia bisa mendapat ketenangan hidup. Pahala yang besar ini, serta keutamaan yang agung akan dijelaskan secara rinci dan gamblang oleh hadits-hadits shahih sebagai berikut; a. Shaum sebagai perisai. Rasulullah SAW memerintahkan kepada remaja yang telah mampu untuk mandiri agar menikah, jika dia tidak mampu untuk melaksanakannya beliau memerinthkannya agar shaum, dan menjadikan shaumnya sebagai pengekang nafsu syahwatnya. Sebab shaum bisa menahan gejolak anggota tubuh dan mengekangnya dari tindakan yang menyimpang. Telah ditegaskan dalam sebuah penelitian bahwa shaum memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan untuk menjaga fisik dan kekuatan batin. Rasulullah SAW bersabda:

َ ْ ْ َ ِ َ ّ ‫يا معْشر الشباب من است َطاع َ من ْك ُم ال ْباءة َ فَل ْي َت َزوّج وَمن ل َم ي َست َط ِعْ فَعَل َي ْه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ٌ َ ُ ُ ‫بالصوْم ِ فَإ ِن ّه ل َه وِجاء‬ ّ ِ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu2 maka hendaknya dia menikah, karena menikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya dia shaum, karena shaum itu bisa menjadi perisai baginya."3

1

2 3

Al Mughni, 3/85; Ad-Dienul Khalish, 8/317, Minhajul Muslim, hal 300, Fiqhul Ibadat, hal 201, Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, 1/492. Mampu (ba'ah) adalah kemampuan menikah dengan segala konsekwensi dan tanggung jawabnya. HR. Al-Bukhari, 4/106, Muslim, 1400 dari Ibnu Mas'ud RA.

4

sejauh perjalanan tujuh puluh musim"4 Diriwayatkan dari Jabir RA Rasulullah SAW bersabda: ّ ْ ِ َ ّ ِ ْ ٌ ُ ُ َ ّ ِ‫الصيام جن ّة ي َست َجن ب ِها ال ْعَب ْد ُ من النار‬ "Shaum adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka"5 Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili RA Rasulullah SAW bersabda: ً َ َ َ ‫من صام ي َوْما في سبيل الل ّهِ جعَل الل ّه ب َي ْن َه وَب َي ْن النارِ خن ْد َقا ك َما ب َي ْن‬ ّ َ ِ ً َ َ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ِ َ ْ ‫السماء وال َرض‬ ِ ْ َ ِ َ ّ "Barangsiapa shaum satu hari di jalan Allah. 'Hendaknya kamu shaum. Shaum dapat memasukan seseorang ke dalam jannah. 6/48. Orang yang shaum akan menapatkan pahala yang tak terhitung ّ ُ َ ّ َ ‫ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إ ِل الصيام فَإ ِن ّه لي وَأ َننَنا أ َجنزي ب ِنهِ والصنيام جن ّنة وَإ ِذا‬ ٌ ُ ُ َ ّ َ ِ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ‫كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فَل ي َرفُث وَل ي َصخب فَإ ِن ساب ّه أ َحد ٌ أ َوْ قَنات َل َه فَل ْي َقنل‬ َ ُ َ ْ ْ َ ْ َ َ َ ُ ‫ن‬ َ ُ 4 5 6 7 Dari Abu Hurairah RA berkata."6 b. Dari Abu Umamah berkata. 3/241. Orang yang shaum akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu. Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ‫ما من ع َب ْد ٍ ي َصوم ي َوْما في سبيل الل ّهِ إ ِل ّ باع َد َ الل ّه ب ِذ َل ِك ال ْي َوْم ِ وَجهَه ع َن‬ ِ ً َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ‫النارِ سب ْعين خرِي ْفا‬ ً َ َ ِ َ ّ "Tidaklah seorang hamba shaum satu hari dalam berjihad di jalan Allah. "Aku bertanya kepada Rasulullah. Al-Bukhari. karena shaum itu tidak ada tandingan pahalanya. Rasulullah SAW bersabda: HR. lihat Fathul Bari. Ahmad. no. e. maka sebaliknya shaum dapat mendekatkan pelakunya kepada jannah dan menghantarkan untuk memasukinya. Bau mulut orang yang shaum lebih harum di hadapan Allah kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. HR. nilainya. d. oleh karena itu jelaslah bahwa shaum dapat mematahkan syahwat dan menumpulkan ketajamannya yang bisa mendekatkan seseorang kepada api neraka dan shaum dapat menjadi penyekat antara orang yang mengerjakannya dengan api neraka."7 c. no. 70 musim yaitu perjalanan 70 tahun. HR. 4/22 dari 'Utsman bin Abi Ash RA. sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. dan Ahmad. melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka.Risalah Ramadhan Rasulullah SAW juga telah menjelaskan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai. 6/35 dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri. SWT dari bau misik (Kasturi). hadits ini shahih. 'Wahai Rasulullah tunjukan kepadaku suatu amal yang dapat memasukanku ke dalam jannah!' Rasulullah menjawab. Telah disebutkan bahwa shaum dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. 3/296 dari Jabir. maka Allah akan menjadikan antara dirinya dan api neraka sebuah parit selebar jarak antara langit dan bumi. 1624. An-Nasai. 4/165 5 . 1153. At-Turmudzi.

"Setiap amal anak Adam akan dibalas dengan berlipat ganda. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. yang menjalankannya. dan Al-Qur'an berkata. Di antara keutamaan yang hanya dimiliki oleh ibadah shaum adalah bahwa Allah SWT telah menjadikan shaum sebagai penebus dosa bagi orang yang tiak melakukakan tahallul pada malam ihram. 6626 Zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya. baik kerena sakit atau karena gangguan yang terdapat pada kepala. Dan shaum juga dapat dijadikan kaffarat karena yang bersangkutan tidak mau memotong." Belau bersabda. membunuh binatang buruan pada saat ihram dan menzhihar11. "Maka syafaat keduanya diperkenankan. 'Sesungguhnya aku sedang shaum' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. karenanya berikanlah dia syafaat karenaku. dan bau mulut orang yang shaum itu lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak misik (kasturi). maka pada saat shaum hendaknya seseorang di antara kalian tidak melakukan rafats (bersenggama atau berbicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. no. sesunggunhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. dan orang yang shaum memiliki dua kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Shaum akan berkata: "Wahai Rabbku saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. Jika ada oang yang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. dan membunuh seseorang dalam suatu perjanjian karena kesalahan dan tidak sengaja melanggar sumpah."10 g. sesungguhnya bau mulut orang yang shaum lebih harum di sisi Allah dari pada minyak kasturi. no. 6 . Ahmad. "Shaum dan Al-Qur'an itu akan memberikan syafaat kepada setiap hamba (yang melakukan dan membacnya) pada hari kiamat nanti. karenanya berikanlah dia syafaat karena aku. Al-Bukhari. dengan maksud dia hendak mengharamkan istrinya bagi dirinya. gembira dengan shaumnya. “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”. "Saya telah menghalanginya dari tidur pada malam hari. 4/88 dan Muslim." f. Rasulullah bersabda. 'Kecuali shaum. Allah berfirman. HR. bagi orang yang shaum itu ada dua kegembiraan. kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat.Risalah Ramadhan َ ‫ّن‬ ‫ُن‬ ِ ُ ُ ِ َ ٌ َ ّ َ ‫إ ِني امرؤ ٌ صائ ِم وال ّذي ن َفس محمد ٍ ب ِي َد ِهِ ل َخل ُنوف فَ نم ِ الص نائ ِم ِ أط ْي َنب عن ْند‬ ّ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ‫الل ّهِ من ريح ال ْمسك للصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما إ ِذا أ َفْط َر فَرِح وَإ ِذا ل َقي رب ّه‬ َ ُ َ َ ِ َ ّ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ‫فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ "Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali shaum8. Shaum itu adalah perisai. sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Allah berfirman: 8 Shaum dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi orang 9 10 11 Maksudnya adalah bahwa seorang hamba itu akan menadapatkan pahala yang terbatas kecuali shaum. Shaum merupakan kaffarat (penghapus dosa). karena adanya halangan baginya. karena pahala shaum tanpa hitungan. 1151."9 Dalam riwayat Muslim disebutkan.

Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. 7 . Al-Baqarah [2]: 196). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. maka wajib shaum tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Barangsiapa yang tidak memperolehnya. maka kaffarat (melanggar) sumpah itu. ialah memberi makan sepuluh orang miskin. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). َ ٌ َ َ ُ ٌ َ ِ ْ ‫وَإ ِن كان من قَوْم ٍ ب َي ْن َك ُم وَب َي ْن َهُم ميثاقٌ فَد ِي َة مسل ّمة إ ِلى أ َهْل ِهِ وَت َحرير رقَبننة‬ ٍ َ َ ُ ِ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ‫مؤ ْمن َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام شهْري ْن مت َتاب ِعَي ْن ت َوْب َة من الل ّهِ وَكان الل ّه ع َليما‬ َ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ُ َ َ ً ِ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ً ِ ‫حكيما‬ ً ِ َ "Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. AnNisa [4]: 92). Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin." (QS. maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji). Apabila kamu telah (merasa) aman. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. maka hendaklah ia (si pembunuh) shaum dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. maka wajiblah atasnya berfid-yah. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja." (QS. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. dan jangan kamu mencukur kepalamu.Risalah Ramadhan ‫وَأ َت ِموا ال ْحج وال ْعُمرة َ ل ِل ّهِ فَإ ِن أ ُحصرت ُم فَما است َي ْسر من ال ْهَ ند ْي وَل َ ت َحل ِق نوا‬ ‫ْ ُن‬ َ ْ ْ ِ ْ ْ ّ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ً ‫رءوسك ُم حتى ي َب ْل ُغَ ال ْهَد ْيُ محل ّنه فَمنن كنَنان من ْك ُنم مريضنا أ َوْ ب ِنهِ أ َذى منن‬ ‫ْ َ ِ ًن‬ ِ َ ّ َ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ُ ِ َ ‫رأ ْسهِ فَفد ْي َة من صيام ٍ أ َوْ صد َقَةٍ أ َوْ ن ُسك فَ نإ ِذا أ َمن ْت ُنم فَم نن ت َمت ّنعَ بنِنال ْعُمرة‬ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ٍ ُ َ ِ ْ ِ ٌ ِ َ ْ َ ْ َ َ ‫إ ِلى ال ْحج فَما است َي ْسر من ال ْهَد ْي فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ فِني ال ْحنج‬ ‫ن‬ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ َ ْ َ ‫وَسب ْعَةٍ إ ِذا رجعْت ُم ت ِل ْنك ع َش نرة ٌ كامل َنة ذ َل ِنك ل ِم نن ل َنم ي َك ُنن أ َهْل ُنه حاض نري‬ ٌ ِ َ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِ ِ َ ُ ‫ال ْمسجد ِ ال ْحرام وات ّقوا الل ّه واع ْل َموا أ َن الل ّه شديد ُ ال ْعِقاب‬ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ِ ْ َ ِ َ َ َ َ َ "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. ‫ل َ ي ُؤاخذ ُك ُم الل ّه بنالل ّغْوِ فِني أ َي ْمنان ِك ُم وَل َك ِنن ي ُؤاخنذ ُك ُم ب ِمنا ع َقند ْت ُم ال َي ْمنان‬ ّ ‫ْ َن‬ ‫َن‬ ‫ن‬ ِ َ ْ ِ َ َ ‫ُ ْ َن‬ ْ ِ ُ ُ ‫فَك َفننارت ُه إ ِط ْعننام ع َشننرةِ مسنناكين م نن أ َوْسننط مننا ت ُط ْعِمننون أ َهْليكننم أ َو‬ َ ُ َ ُ َ ِ َ ُ َ ّ ْ ْ ُ ِ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫ك ِسوَت ُهُم أ َوْ ت َحرير رقَب َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ ذ َل ِك ك َفنارة ُ أ َي ْمنان ِك ُم‬ ‫َن‬ ّ ُ َ ِ ْ ْ ِ ْ ْ َ ْ َ ‫َ ّن‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِذا حل َفت ُم واحفظوا أ َي ْمان َك ُم ك َذ َل ِك ي ُب َي ّن الل ّه ل َك ُم ءايات ِهِ ل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ُ "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). yaitu: shaum atau bersedekah atau berkorban. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit).

Demikianlah yang diajarkan kepada kamu. Dari Hudzaifah bin Yaman RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ّ ‫فِت ْن َة الرجل في أ َهْل ِهِ وَمال ِهِ وَوَل َد ِهِ وَجارِهِ ت ُك َفرها الصلة ُ والصوْم والصد َقَة‬ ُ َ ُ ّ ِ ِ ُ ّ ُ َ َ ّ َ ُ ّ َ 8 . atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin. janganlah kamu membunuh binatang buruan. maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak). kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan." (QS. maka kaffaratnya shaum selama tiga hari. Allah telah mema`afkan apa yang telah lalu. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. ketika kamu sedang ihram. AlMaidah [5]: 89). Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ل َ ت َقت ُل ُنوا الصني ْد َ وَأ َن ْت ُنم حنرم وَمنن قَت َل َنه من ْك ُنم مت َعَمندا‬ ‫ْ ن‬ ِ ُ ُ َ َ َ ِ ً ّ ُ ْ ّ َ َ ْ َ ٌ ُ ُ ْ َ َ َ ً َ ْ ِ ٍ ُ ْ َ ُ ِ ٌ َ َ ْ‫فَجزاء مث ْل ما قَت َل من الن ّعَم ِ ي َحك ُم ب ِهِ ذ َوا ع َد ْل من ْك ُم هند ْيا بنال ِغَ ال ْك َعْبنةِ أو‬ َ َ ِ َ ُ ُ ‫ك َفارة ٌ ط َعام مساكين أ َوْ ع َد ْل ذ َل ِك صياما ل ِي َذوقَ وَبال أ َمرِهِ ع َفنا الل ّنه ع َمنا‬ ‫ُ ّن‬ ‫َن‬ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ِ َ َ ُ َ َ ّ ُ ٌ ِ ُ ّ َ ُ ِ ُ ّ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ َ ٍ ‫سلف وَمن عاد َ فَي َن ْت َقم الله من ْه والله ع َزيز ذو ان ْت ِقام‬ "Hai orang-orang yang beriman. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpahsumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya. niscaya Allah akan menyiksanya." (QS."(QS. menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu. maka (wajib atasnya) shaum dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Dan jagalah sumpahmu.Risalah Ramadhan yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu. Al-Maidah [5] : 95). supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Dan itulah hukum-hukum Allah. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya. atau shaum seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu. dan bagi orangorang kafir ada siksaan yang sangat pedih. sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka`bah. Al-Mujadilah [58] 3-4). ُ َ َ َ ُ ُ ّ ْ ‫وال ّذين ي ُظاه ِرون من ن ِسائ ِهِم ث ُم ي َعودون ل ِما قالوا فَت َحرير رقَب َنةٍ م نن قَب ْنل‬ َ ْ ِ َ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫أ َن ي َت َماسا ذ َل ِك ُم توع َظون ب ِهِ والل ّه ب ِما ت َعْملون خبير فَمن ل َنم ي َج ند ْ فَص نيام‬ ُ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ٌ ِ َ َ ُ َ ‫شهْري ْن مت َتنَناب ِعَي ْن منن قَب ْنل أ َن ي َت َماسنا فَمنن ل َنم ي َسنت َط ِعْ فَإ ِط ْعَنام سنتين‬ ‫َ ّن‬ ْ ِ ْ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ِ ُ ‫ن‬ ْ َ ْ ِ ِ َ ‫مسكينا ذ َل ِك ل ِت ُؤ ْمنوا بالل ّهِ وَرسول ِهِ وَت ِل ْك حدود ُ الل ّهِ وَل ِل ْكافِرين ع َذاب أ َليم‬ ً ِ ْ ِ ُ ُ َ ُ َ ٌ ِ ٌ َ ِ ُ ِ َ ِ َ "Orang-orang yang menzhihar isteri mereka.

Al-Baqarah [2] : 185) 2. Ar-Rayyan adalah salah satu nama pintu Jannah yang disediakan bagi orang-orang yang megerjakan shaum. dia akan minum.13 C. Pada bulan Ramadhan kejahatan di muka bumi menjadi semakin sedikit. Bulan Al-Qur’an Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia sekaligus sebagai obat penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Al-Bukhari. Dan apabila mereka masuk. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan."12 h.Risalah Ramadhan "Fitnah (ujian) seseorang dalam keluarga. Antara lain14: 1. maka dia tidak akan pernah haus selamanya). sehingga mereka tidak bisa melakukan pengerusakan terhadap umat manusia sebagaiman mereka biasa melekukannya pada bulan-bulan selain Ramadhan. Setan-setan dibelenggu. 4/95 Muslim. Dari pintu tersebut orang-orang yang shaum akan masuk di hari kiamat nanti dan tidak seorang pun yang masuk ke pintu tersebut kecuali orang-orang yang shaum. karena jin-jin jahat dibelenggu dengan rantai. maka pintu tersebtu ditutup sehingga tidak ada seorng pun yang masuk melelaui pintu tersebut. Dan barangsiapa sudah masuk. Allah SWT melimpahkan di dalam bulan tersebut beberapa keutamaan. HR. no." (QS. Pada malam Lailatul Qadar yang penuh dengan kabaikan Al-Qur'an diturunkan. 9 . pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu jannah dibuka. dan barangsiapa yang sudah minum. no. Karena itu. Allah berfirman: ‫شهْر رمضان ال ّنذي أ ُن ْنزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ ً ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ من ْك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ّ "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. (Apabila orang yang paling terakhir di antara mereka sudah masuk. 1152. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).. harta dan tetangganya dapat di hapus dengan shalat. 2/7 dan Muslim. maka pintu itu akan ditutup. ُ ُ ‫إ ِن في ال ْجن ّةِ بابا ي ُقال ل َه الريان ي َد ْخل من ْه الصائ ِمون ي َوْم ال ْقيامةِ ل َ ي َد ْخل‬ ِ ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ ُ ُ َ ً َ َ َ َ ِ َ ُ ِ ُ ُ ُ َ َ َ ‫من ْه أ َحد ٌ فَإ ِذا د َخلوا أ ُغ ْل ِقَ فَل َم ي َد ْخل من ْه أ َحد ٌ ) فَإ ِذا د َخل آخرهُم أ ُغ ْل ِق‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ُ ِ َ ْ ُ ِ َ َ ْ (‫وَمن د َخل شرِب وَمن شرِب ل َم ي َظ ْمأ ْ أ َب َدا‬ ً َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ َ "Sesungguhnya di dalam jannah itu terdapat satu pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. shaum serta sedekah. barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. maka hendaklah ia shaum pada bulan itu. penunjuk kepada jalan kebaikan. 144. petunjuk kepada jalan yang lurus.. Ini 12 13 14 Shahih Bukhari. Puasa Bersama Nabi. 35-40.

maka setan-setan dan jin Ifrit dibelenggu. Dan juga mereka sibuk membaca Al-Qur’an dan berbagai macam ibadah lainnya yang mampu mendidik sekaligus mensucikan jiwa. karena banyaknya amal shalih yang diperbuat manusia. dan setan pun dibelenggu. 1079 At-Tirmidzi. Al-Bukhari. Allah SWT berfirman: ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ ْ "Hai orang-orang yang beriman.”15 Semua itu berlangsung dari permulaan malam bulan Ramadhan yang penuh barakah." (QS.Risalah Ramadhan akan terjadi apabila kaum muslimin telah berkonsentrasi menjalankan shaum yang merupakan pengekang hawa nafsu. 1642 10 . no. ‘Wahai pencari kebaikan sambutlah dan pencari kejelekan kurangilah. no. diwajibkan atas kamu Shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”16 3. dan Allah membebaskan orang-orang bertakwa dari api neraka pada setiap malam. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil. 4/97 dan Muslim. serta banyaknya dzikir. no. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah: ُ َ ْ ِ ‫إ ِذا كان أ َوّل ل َي ْل َةٍ من شهْرِ رمضان صفد َت الشياطين وَمرد َة ُ ال ْجن وَغ ُل ّقت‬ َ َ َ ْ َ ْ ّ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ُ ِ َ ّ ‫أ َب ْواب النارِ فَل َم ي ُفت َح من ْها باب وَفُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّنةِ فَل َنم ي ُغْل َنقْ من ْهَنا بناب‬ ّ ُ َ ٌ َ ‫ِ ن‬ َ ُ َ ٌ َ َ ِ ْ ْ ْ ْ ْ َ ‫وَي ُنادي مناد ٍ يا باغي ال ْخي ْرِ أ َقْب ِل وَيا باغي الشر أ َقْصر وَل ِل ّهِ ع ُت َقاء منن الننّنار‬ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ ّ ٍ‫وَذلك ك ُل ل َي ْل َة‬ “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba. dan pintupintu jannh dibuka sehingga tidak satu pun pintu yang tertutup. Lailatul Qadar D. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan Firman Allah : ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫ِ َ ِن‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون. أ َياما معْدودات‬ َ ُ ّ ً ّ َ ُ ْ 15 16 HR. dan dibukalah pintu-pintu jannah. Rasulullah SAW bersabda: ‫إ ِذا جاء رمضان فُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّةِ وَغ ُل ّقت أ َب ْواب النارِ وَصفد َت الشياطين‬ ّ ُ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ّ “Jika bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu jannh dibuka sedangkan pintu neraka ditutup. Al-Baqarah [2] : 185) Oleh karena itu ditutuplah pintu-pintu jahannam. pintu-pintu nereka ditutup sehingga tidak ada satu pun darinya terbuka. 682 Ibnu Majjah. tahmid dan tahlil yang mereka ucapan.

2/36-37 11 . “Apakah ada yang lainnya ?”Beliau menjawab. Al Baqarah [2]: 183-184). Apabila cuaca mendung dan hilal bulan Ramadhan tidak dapat dilihat pada malam 30 Sya’ban. ُ ّ ً ‫شهْر رمضان ال ّنذي أننزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ منك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ّ “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan.”18 E.” Orang itu bertanya lagi. “Lima kali shalat sehari semalam. dan shaum Ramadhan.” Kemudian Nabi SAW bersabda. no 11 Lihat Zaadul-Ma’ad. ia berkata. menunaikan zakat. menegakkan shalat. diwajibkan atas kamu shiyam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. maka hendaklah ia melaksanakan shaum pada bulan itu… “ (QS. Al baqarah [2]: 185). no. “Apakah ada yang lainnya ?“ Nabi SAW menjawab. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan 1. “Tidak kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah.” Orang itu bertanya lagi. Muslim. yaitu minimal dengan kesaksian paling sedikit satu orang muslim yang adil untuk awal Ramadhan.” Kemudian Rasulullah SAW menyebut zakat. ( yaitu ) dalam beberapa hari yang tertentu. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan.‫وَإ ِقام ِ الصل َةِ وَإ ِي ْتاء الزكاةِ وال ْحج وَصوْم ِ رمضان‬ َ َ َ َ ّ َ َ َ ّ “Islam dibangun di atas lima perkara: “Bersaksi bahwasannya tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Maka Nabi SAW menjawab.“Orang itu akan beruntung jika dia benar. Awal dan akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru’yah hilal (melihat bulan sabit). Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu.” Lalu orang itu membalikkan tubuhnya seraya berkata. “Bahwasannya ada seorang laki-laki dari negeri Najd yang datang kepada Nabi seraya bertanya tentang islam. aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi. dan dua orang muslim untuk awal Syawal. “Tidak. Muslim. “Apakah ada yang lain ?” Nabi SAW menjawab. no 16. Shahih Al-Bukhari.Risalah Ramadhan “Hai orang-orang yang beriman. no. 46.19 2. Sabda Rasulullah : َ ُ ْ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ب ُن ِي ال ِسل َم ع َلى خمس: شهاد َةِ أ َن ل ّ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَ أ َن محمدا رسوْل اللننه‬ ِ ْ ُ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ّ َ َ َ . maka hukum yang harus diambil ialah dengan menggenapkan bilangan bulan Sya’ban 17 18 19 Shahih Al-Bukhari.” Nabi SAW bersabda. “Demi Allah.penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). lalu orang itu bertanya lagi.”17 Dari Thalhah bin Ubaidillah RA. “Tidak. 8. “( Lalu ) shiyam di bulan ramadhan. berhaji ke baitullah.

2/158-160 Shahih Al-Bukhari. no. 7/190. Dan begitulah pendapat jumhur fuqaha’. yaitu sebagai awal bulan Syawal. sedang syari’at dapat dipahami orang apabila kebanyakan mereka mengetahuinya. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Kitab ash-Shiyam.25 Rasulullah bersabda : َ َ ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل َ ن َحسب، الشهْر هَك َنذا وَهَك َنذا : ي َعْننِني منرة ً ت ِسنعَة‬ ً ْ ٌ ِ ٌ ّ ّ ُ َ ْ ُ ّ َ ُ ّ ْ ِ . tentulah akan memberatkan mereka. Shahih Muslim. tidak diragukan bahwasannya tidak boleh bersandar kepada hisab perbintangan”. 1906. sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari. 2/47. Lihat Zaadul-Ma’ad.23 Jumhur fuqaha’ mengatakan.Adapun menetapkan awal Ramadhan dengan ilmu hisab di saat langit mendung. sebab jika orang banyak dibebani dengan hal tersebut. 3. no. Begitu pula ketika hilal bulan Syawal tidak terlihat. 2/464. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian. no. 3. 1907. 12 .‫العِد ّة َ ث َل َث ِي ْن‬ َ “Satu bulan itu jumlahnya 29 malam. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. yaitu awal bulan Ramadhan. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian.”24 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. maka pendapat ini banyak dibantah oleh para ulama’.‫وَعشرِي ْن وَمرة ً ث َل َث ِي ْن‬ َ ّ َ َ 20 21 22 23 24 25 Dua cara inilah yang menjadi petunjuk Nabi dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan.Risalah Ramadhan menjadi 30 hari. Shahih Muslim.20 Rasulullah SAW bersabda : َ ‫ل َ ت َصننوْموا حتننى تننروا الهل َل وَل َ ت ُفطننروا حتننى تننروْه ُ فننإ ِن غننم ع َل َي ْكننم‬ ِ ْ َ َ ّ َ ّ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ِ ْ َ . Para fuqaha’ telah menegaskan tentang dilarangnya bersandar pada perhitungan-perhitungan ilmu falak dalam menetapkan hilal. kemudian hari berikutnya dipastikan sebagai hari raya. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Kitab Ash-Shiyam. no. sempurnakanlah bilangannya (menjadi 30 hari)”. karena sesungguhnya syari’at Islam ini mengaitkan shaum dengan ru’yah bukan dengan hisab. 6.21 ‫الشهْر ت ِسعَ وَ عشروْن ل َي ْل َة فَل َ ت َصوْموا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ َم ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْمل ُوا‬ ً ّ َ ْ َ ُ ْ ِ ْ ْ ّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ّ .”22 4. “Dan tidak betul jika yang dimaksud adalah hisab ahli perbintangan. sebab masalah hisab perbintangan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang saja. kemudian dipastikan untuk shaum pada hari berikutnya. Shahih Al-Bukhari. “Berdasarkan As-Sunnah Ash-Shahihah serta kesepakatan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum.‫فاقْد ُروْل َه‬ ُ ُ “Janganlah klian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. maka janganlah kamu melakukan shaum sampai kalian melihatnya (hilal). Al-Fatawa Al-Kubro. 2/180 Syarh Shahih Muslim. Wallahu a’lam. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menyempurnakan bilangan Ramadhan menjadi 30 hari.

“Tetapi kami melihatnya malam Sabtu.29 Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas RA) meriwayatkan. no. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. Tetapi kalau negeri tersebut berjauhan. Sunan Abu Daud. “Apabila hilal terlihat di suatu negeri sedangkan orangorang di negeri lain tidak melihatnya. 7394. Sunan An-Nasai. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. maka Abdullah bin ‘Abbas RA menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Kitab Ash-Shiyam. atau sampai menyempurnakan bilangannya. 2/464. Kalau kedua negeri itu berdekatan. F.”26 ُ ِ َ ‫ل َت َقد ّموا الشهْر حتى ت َروُ ال ْهِل َل قَب ْل َه أ َوْ ت ُك ْملوا ال ْعِد ّة، ث ُم صوْموا حتى ت َرو‬ ّ َ ّ َ َ ّ ُ ُ ّ َ ُ ُ َ ُ َ َ ُ ِ َ . no. Bulan itu begini dan begini. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl RA. no. kemudian ia bertanya. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris (ibunya Ibnu ‘Abbas RA) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah RA di Syam. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan 26 27 28 29 Shahih Bukhari. Kemudian laksanakanlah shaum sampai kalian lihat hilal.” Abdullah bin ‘Abbas RA berkata. 2326. maka dia juga keliru terhadap akal dan ilmu hisab. 13 . maka ada dua pendapat. maka hukumnya sama dengan satu negeri. berlaku bid’ah di dalam dien. dan penduduk negeri tersebut diwajibkan untuk melakukan shaum. yang terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.‫ال ْهِل َل أ َوْت ُك ْملوا ال ْعِد ّة ُ قَب ْل َه‬ ٌ “Janganlah kalian mendahului bulan sebelum kalian melihat hilal. begitu juga Mu’awiyah RA. Al-Fatawa Al-Kubro.”27 Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan. para shahabat. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. no. tidak menulis dan tidak melakukan hisab. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. cara yang tidak pernah dipergunakan oleh Rasulullah SAW. sebagaimana bahwasa ia telah sesat di dalam syari’at. maka kami akan tetap shaum hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. 15. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. “Orang yang bersandar kepada hisab dalam masalah hilal. Aku bertanya. mereka melaksanakan shaum. Maka Kuraib berkata. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. no. dan terjadilah hilal Ramadhan.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. 2128. Shahih Muslim. atau menyempurnakan bilangan bulan sebelumnya. tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Bahkan beberapa bulan sebelumnya mereka telah berani menetapkan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu hisab. yang paling shahih menyatakan bahwa shaum tidak diwajibkan atas penduduk negeri yang lain.”28 Bagaimana halnya dengan kelompok yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal dengan hisab sementara langit cerah tanpa sepotong awanpun. maka yang diputuskan adalah perkara berikut ini. 1913. dan semua orang melihatnya. 6/274-275. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal Madzhab Syafi’i mengatakan.

no. Islam. 3/155. Baligh. bukan gila. Sanggup untuk melaksanakannya. Al Mughni. 212. Dia cukup melaksanakan shaum pada hari-hari selanjutnya setelah ia memeluk Islam. 14 . Al-Auza’i. no. dan Imam Ahmad. Sunan Abu Daud. hadits no. Sunan At-Tirmidzi. 693.36 4. wanita yang sedang haidh dan nifas tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shaum. maka shaum pada hari itu batal. 3/156.33 2. maka siapapun tidak boleh menyelisihi perintahnya. 6/250.”30 Menurut madzhab Maliki. “Tidak.34 3. Suci dari haidh dan nifas. Mereka wajib berbuka dan mengqadha’ shaum yang telah ditinggalkannya. Demikian menurut madzhab Hambali. Syafi’i. selama Khalifah tidak mewajibkan kepada rakyatnya. Shaum Ramadhan tidak diwajibkan atas orang gila. Jika haidh dan nifasnya terjadi pada sebagian siang. jika telah suci dari haidh atau nifasnya. Menurut ijma’ (kesepakatan) ulama. dia cukup shaum pada hari-hari yang masih tersisa di bulan Ramadhan. Maliki. Mukim (tidak dalam keadaan safar). maka dia tidak wajib mengqadha’ shaum yang telah berlalu. maka seorang wali berkewajiban untuk menyuruh mereka melaksanakan shaum yaitu bila mereka telah mencapai usia 7 tahun. Ad-Dien Khalish. 5. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Jika anak kecil (laki-laki atau perempuan) telah mampu melaksanakan shaum. 6/251. dan tidak wajib mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya di saat dia gila. hal. Apabila ada orang kafir yang masuk Islam di pertengahan Ramadhan.35 Berbeda dengan orang yang kehilangan akalnya karena pingsan kemudian dia siuman. di antaranya. Minhajul Muslim. sehingga tidak wajib mengqadha’nya. 8/347-350. walaupun ru'yah telah menjadi keputusan Khalifah. Demikian pendapat Abu Tsaur. maka dia wajib mengqadha’ shaum yang telah dia tinggalkan. 2332.”31 G. sehat jasmani. As-Syafi’i. hal. 2/295-296. karena pingsan termasuk salah satu penyakit. beginilah Rasulullah menyuruh kami. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. 1087. 307-308. Berakal. Apabila dia mewajibkannya.Risalah Ramadhan shaum Khalifah Mu’awiyah RA?” Beliau menjawab. hadits di atas merupakan hujjah bahwasannya apabila suatu negeri saling berjauhan sebagaimana Syam dan Hijaz. Syarat Wajib / Sah Shaum32 1. Dan jika telah sembuh. Abu Tsaur dan Qatadah. Jika wanita yang sedang haidh atau nifas 30 31 32 33 34 35 36 Shahih Muslim. maka setiap penduduk dari masing-masing negeri tersebut wajib melaksanakan hasil ru’yah negerinya bukan ru’yah negeri orang lain. karena shaum pada hari-hari yang lalu belum menjadi kewajibannya. 6. Al Mughni. dan memukulnya apabila meninggalkan shaum ketika telah berusia 10 tahun. Hanafi. Fiqhul Ibadat. baik haidh atau nifasnya itu terjadi di awal atau akhir siang. Tafsir Al-Qurthubi.

disyaratkan juga agar dia berniat untuk shaum di malam hari setelah haidhnya terhenti. Ad-Dien Khalish. Syafi’i dan Ibnul Mundzir. 263. “Setiap orang yang tahu bahwa besok hari telah masuk bulan Ramadhan. bahwa satu kali niat sudah dianggap sah untuk menjalankan shaum selama sebulan.25/215. apabila diniatkan untuk shaum selama satu bulan. hadits no.”38 Kalau haidh seorang wanita terhenti pada malam hari kemudian dia mandi pada subuh di pagi harinya. maka hukumnya sama dengan hukum orang yang junub. 8/344. maka dia telah berniat shaum. Orang yang junub diperbolehkan untuk mengakhirkan mandinya hingga subuh kemudian dia mandi dan menyempurnakan shaumnya. seperti makan. Demikian menurut madzhab Hambali. atau mencampuri isterinya. 3/142. Namun dengan syarat haidh tersebut telah berhenti sebelum fajar. Majmu’ Fatawa. maka tidak ada shaum baginya.42 Rasulullah SAW bersabda : ‫من ل َم ي ُجمع الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak meniatkan shaum sebelum fajar. Dan demikian juga menurut madzhab Maliki dan Ishaq. Niat. 69. hadits no. Selain itu.41 Waktunya adalah pada bagian malam manapun di bulan tersebut hingga terbit fajar shadiq. maka tidak mengapa. 6538. Minhajul Muslim. Sunan At-Tirmidzi. karena apabila dia haidh pada sebagian siang hari. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. Dan hal ini merupakan amaliyah yang umumnya dilakukan kaum muslimin.44 Menurut madzhab Hambali. 2/200. kitab Al-Haidh. maka shaumnya batal. Al-Mughni. 2335. kemudian dia ingin melaksanakan shaum di bulan itu. Hanafi. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Berbeda dengan pendapat Imam Ahmad yang mengatakan.‫ك ُنا ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصوْم ِ وَل َ ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصل َة‬ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ُ َ ِ ّ ّ ّ "Kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat. Syafi’i. 2454. Rukun-Rukun Shaum40 1. 3/91. niat wajib dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan. mereka semua meniatkan shaumnya. Maliki dan lainnya. Al Mughni.138. 15 . karena shaum seseorang tidak dianggap sah kecuali jika dia berniat pada malam harinya. maka dia berdosa dan shaumnya tersebut tidak sah. S ٍ unan An-Nasai. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Sunan Abu Daud. hal 232-235. hadits no. sebagaimana dikatakan oleh umumnya para ulama’. padahal dia mengetahui bahwa shaum diharamkan untuknya. Shahih Muslim. Fiqhul Ibadat.45 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Al Mughni. Al Mughni. 3/137. Ad-Dien Khalish. baik dilafalkan atau tidak. atau tidak melakukan semua itu sebelum terbit fajar shadiq. minum.Risalah Ramadhan berniat shaum dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum.39 H. hadits no. 3/93. Sunan Abu Daud.37 Ummul Mukminin ‘Aisyah RA berkata: . hadits no. 8/440-451. hal 308.”43 Adapun setelah berniat lalu ia melakukan sesuatu yang dapat membatalkan shaum. hadits no 730.

hadits no. Dan yang lebih utama adalah dengan kurma. Berdo’a ketika akan berbuka. yaitu makan dan minum diakhir malam dengan niat shaum. maka dengan beberapa tamr (biji kurma kering). Rasulullah SAW bersabda : ُ ِ ‫ل َي َزال الناس ب ِخي ْرٍ ما ع َجلوا ال ْفط ْر‬ َ ُ ّ ُ َ َ َ ِ “Manusia tetap akan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. Shahih Al-Bukhari. Rasulullah SAW bersabda : ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحوْرِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ 46 47 48 49 Minhajul Muslim. Allah SWT berfirman : ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ا ْل َب ْي َض من ال ْخي ْط ا ْل َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ّ ‫ث ُم أ َت ِموا الصيام إ ِلى ال ّي ْل‬ ّ ّ ِ “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Shahih Muslim. 310-311. dan At-Tirmidzi. 2357. Adapun do’a yang dibaca Rasulullah SAW ketika akan berbuka adalah : ‫ذ َهَب الظ ّمأ ُ واب ْت َل ّت ال ْعُروْقُ وَث َب َت ال َجر إ ِن شاء الله‬ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ُ َ َ “Telah hilang dahaga. HR. Kemudian sempurnakanlah shaum sampai malam hari. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُفط ِر ع َلى رط َبنَنات قَب ْنل أ َن ي ُصنل ّي‬ ٍ ْ َ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ٍ َ ْ ِ ٍ َ َ َ َ َ ْ ‫فَإ ِن ل َم ت َك ُن رط َبات فَعَلى ت َمرات فَإ ِن ل َم ت َك ُن حسا حسوات من ماء‬ ٍ َ َ ْ ْ ٌ َ ُ ْ ْ ْ “Rasulullah berbuka dengan beberapa ruthab (biji kurma basah) sebelum menunaikan shalat.” ( QS. Ahmad. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA. Abu Daud. telah basah kerongkongan. Sunnah-Sunnah Shaum46 1. Jika tidak ada. Bersegera berbuka. Sunan Abu Daud. hal. Berbuka dengan kurma atau air. hadits no. 4678. 1987. 16 . 4995.”48 3. dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ AshShaghir. Imsak (menahan diri) dari hal-hal yang membatalkan shaum. Dilakukan pada siang hari. hadits no. hadits no. dan telah tetap pahalanya.”47 2. 3. hadits no. yaitu fajar. Dan jika tidak ada.Risalah Ramadhan 2. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih AlJami’ Ash-Shaghir. Insya Allah.”49 4. 1098. Sahur. Al-Baqarah [2]: 187 ) I. maka beliau minum beberapa teguk air.

Mencicipi masakan atau makanan. Minhajul Muslim. baik sengaja maupun lupa. Mengakhirkan sahur hingga bagian akhir malam. Minhajul Muslim. hadits no. Shahih Muslim. walaupun sebenarnya tidak merusak shaum.”51 J. atau kepentingan lainnya Berlebih-lebihan ketika berkumur dan menghirup air ke hidung saat K.”50 5. yang dianggap perlu. apabila khawatir menjadikan dirinya lemah dan membuat Terus menerus memandang istri dengan syahwat. atau sebab lainnya. 4. Bercumbu dengan isteri. baik lewat hidung atau telinga. 7. hal 246-249. Berfikir urusan jima’. Ad-Dien Khalish. Dan menurut madzhab Maliki bahwa cairan yang masuk ke dalam Air yang masuk ke dalam kerongkongan karena terlalu dalam ketika Keluar air mani karena terus menerus memandang atau berpikir kerongkongan melalui mata. dapat merusak shaum. hadits no. berwudhu’. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’53 1. hadits no. yang dikhawatirkan akan merusak shaumnya. 2. 3. 3. ia berbuka. 9. 1. 5. 8/477-483.Risalah Ramadhan “Bersahurlah. 4. Fiqhul Ibadat. atau mencium. sebab terkadang dapat membangkitkan syahwat sehingga shaumnya rusak. Mencium (istri/suami). 1923. hal 311-312. Adapun keluar mani karena bermimpi. Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum52 Adapun beberapa perkara yang dimakruhkan atas orang yang shaum. baik karena keluar mani. Berbekam. atau meneteskan ke dalam telinga. Rasulullah SAW bersabda : ُ ّ ‫ع َجلوا ا ْل ِفْطار وَأ َخروا السحوْر‬ َ ُ ّ ُ ّ َ َ “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur. Memasukan cairan ke dalam kerongkongan. maka tidak membatalkan shaum. 1095. atau dubur dan qubul (kemaluan) wanita. Riwayat Imam Thabrani. atau kemudian ia meneruskannya dengan berjima’ (menggauli isterinya). atau bercumbu. seperti memasukkan obat lewat hidung. Bercelak di awal siang. hal 312-313. dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir. 3989. 50 51 52 53 Shahih Al-Bukhari. 2. yaitu sebelum terbitnya fajar shadiq (shubuh). 17 . 6. sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barokah. 8. Berkumur-kumur bukan karena wudhu’. (jima’). berkumur dan menghirup air ke hidung saat bewudhu’.

minum. padahal tidak ada satu warga pun di kampung kami yang lebih miskin daripada kami”.” Rasulullah SAW bertanya. 1111. waktu maghrib. 12. 14. 8. maka datanglah Nabi SAW dengan membawa sebakul kurma seraya berkata : “Sedekahkanlah kurma ini”. Makan dan minum dengan sengaja tanpa adanya udzur yang membolehkan dia 54 55 Minhajul Muslim. hal 313. “Sanggupkah kamu memerdekakan seorang budak ?”. kemudian membatalkan shaumnya. karena menyangka bahwasannya tidak wajib untuk kembali meneruskan shaumnya. berikan kurma ini kepada keluargamu. atau berjima’. mutiara. Adapun muntah dengan tidak sengaja. Berbuka dalam keadaan ragu. “Kenapa kamu celaka ?”. Muntah dengan sengaja.Risalah Ramadhan 5. Tanya Rasulullah SAW pula. "Tdak”. 1936. 10. atau jari yang basah ke badan ke dalam kerongkongan lewat mulut. 18 . dan berjima’. minum. Dan laki–laki itu pun tetap menjawab. Laki-laki itu menjawab. Kemudian ia duduk. masih malam (belum terbit fajar). 6. hadits no. “Apakah kepada orang yang lebih fakir dari kami ya Rasulullah. Shahih Al-Bukhari. Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang laki-laki kepada Nabi SAW seraya berkata. 15. benang. maka tidak merusak shaum. “Sanggupkah kamu memberi makan kepada 60 orang miskin ?”. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh54 1. (datang waktu maghrib) dan ternyata masih siang. Tanya beliau. dalam dubur maupun qubul wanita. kata laki-laki itu menerangkan. 9. Memasukkan potongan kain. karena ia menyangka kalau malam telah masuk Makan atau minum karena lupa. Berjima’ ( bersenggama ) dengan sengaja tanpa dipaksa. atau besi. Murtad (keluar dari Islam). Tanya beliau. “Celaka saya ya Rasulullah”. “Kuatkah kamu shaum dua bulan berturut-turut ?”. atau kayu. jawabnya. dan belum jelas baginya. dan ternyata fajar telah terbit. “Tidak”. 13. Shahih Muslim. dan kalau masuk sebagiannya saja. maka Makan. Dan Nabi SAW pun tersenyum sampai kelihatan gigi gerahamnya. hadits no. sedangkan ia mengira kalau keadaan Makan atau minum. seperti menelan batu. lalu beliau katakan : “Pulanglah. berbuka. L. belum.jawab laki-laki itu. apakah matahari telah terbenam atau Betul-betul berniat untuk berbuka (mbongkah : jawa) sebelum datang tidak membatalkan shaum. “Tidak “. “Saya telah bersetubuh dengan isteri saya pada siang hari Ramadhan. Sengaja memasukkan sesuatu yang tidak memberikan faedah bagi Sengaja memasukkan air ke dalam dubur ketika istinja’. apabila masuk seluruhnya. kata Nabi SAW. Makan. 7.”55 2. 11.

agar membebaskan budak. Ad-Dien Al-Khalish. Memakai minyak wangi. 2. 6. 4. 7. hal 314.Risalah Ramadhan ‫ع َن أ َبي هُري ْرة َ أ َن الن ّب ِي أ َمر رجل ً أ َفْط َر في رمض نان أ َن ي ّعْت ِنقَ رقَب َنة‬ ً ِ َ ْ َ ‫َ َ َن‬ ُ َ َ َ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ‫أ َوْ ي َصوْم شهْري ْن أ َوْ ي ُط ْعِم ست ّي ْن مسك ِي ْنا‬ ً ْ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ُ Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Nabi SAW bulan. 84. ataupun Menggunakan parfum. 3. sebelum terbit fajar namun belum mandi setelah datang waktu subuh). minyak rambut. sebelum terbit fajar. Dalam keadaan junub di waktu subuh (setelah melakukan jima’ Mimpi junub di siang hari. 2. Berbekam. berbuka. 8/454-459. Berobat dengan obat apapun selama halal. atau shaum selama dua M. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum57 1. yang tidak menyebabkannya masuk ke dalam kerongkongan walau pun sedikit. N. bahwasannya makruh bersiwak setelah matahari tergelincir. di antara (yang dibolehkan) adalah dengan jarum suntik selama itu bukan infus. 8. atau memberi makan 60 orang miskin. dahulu. baik Makan. minum dan melakukan hubungan suami isteri di malam hari menurut Imam Ahmad. asap kayu dan seluruh asap yang tidak 56 57 58 Shahih Muslim. 5.56 menyuruh seorang laki-laki yang sengaja berbuka pada bulan Ramadhan. Asap jalanan dan pabrik. hadits no. Minhajul Muslim. Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum58 1. baik yang dioleskan ke badan. dengan syarat tidak sedikit pun yang masuk ke dalam Melakukan safar (perjalanan) karena keperluan yang diperbolehkan (bukan maksiyat). mungkin dihindari. apabila tidak khawatir menjadikan badannya lemah. Kitab Ash-Shiyam. walaupun banyak. 314-315. 19 . 4. Minhajul Muslim. 9. meskipun dia tahu kalau safarnya itu dapat mengakibatkan dirinya Bersiwak (menggosok gigi) di sepanjang waktu siang. kerongkongan. 3. Lalat yang tertelan tanpa ia kehendaki. 5. dengan diguyur air atau berendam di dalamnya. Menelan ludah sendiri. kecuali Mendinginkan tubuh dengan air karena cuaca sangat panas. atau harum-haruman yang sifatnya dibakar Mengunyah makanan untuk anak kecil karena tidak ada orang lain yang mengunyahkannya. hal.

hendaklah ia sempurnakan shaumnya.60 O. Al-Baihaqi. diampuni baginya dosa-dosanya yang lalu”. no. shaumnya. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalm Shahih Al-Jami’ ash-Shaghir. hal. 20 . Rasulullah SAW bersabda: َ َ َ ‫ّن‬ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ً َ َّ ْ ْ ِ ُ ُ ُ َ ْ َ ِ ‫من فَطر صائ ِما كان له مث ْل أجرِه، غ َي ْر أن ّه ل َي َن ْقص من أج نرِ الص نائ ِم‬ ً ‫شيئا‬ ْ َ “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang shaum. Shadaqah. Al-Bukhari dan Muslim. dan At-Tirmidzi. 710. HR. 435. Rasulullah SAW bersabda : ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ِ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh mengharap ridha Allah.62 2. 6070.59 َ َ َ‫من أ َفْط َر في رمضان ناسيا فَل َ قَضاء ع َل َي ْهِ وَل َك َفارة‬ ِ َ ً ِ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang berbuka (makan atau minum) pada bulan Ramadhan karena lupa maka tidak ada qadha’ dan kafarah atas dirinya”.Risalah Ramadhan 6. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. 305-306. Ahmad. Tilawah (membaca) Al-Qur’an Rasulullah SAW bersabda : ْ ِ َ َ ّ ُ ْ ُ ْ ُ ‫الصيام وَ القرآن ي َشفعان ل ِلعب ْد ِ ي َوْم ال ْقيام نة، ي َقُ نوْل الص نيام: أ َيْ رب‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ُ َ ّ ُ َ ّ :‫إ ِني من َعْته الط ّعام وَ الشهَوات بالن ّهارِ فَشفعْن ِي فِي ْه، ي َقوْل القرآن‬ ِ َ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ ِ َ َ َ ِ َ َ ّ ْ ‫رب من َعْت ُه الن ّوْم بالل ّي ْل فَشفعْن ِي فِي ْه، فَي َشفعان‬ ِ ِ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ْ ْ ِ “Shiyam dan bacaan Qur’an dapat memberi syafa’at kepada seseorang (yang melakukan dan membacanya) pada hari kiamat. HR. dan Muslim. aku telah mencegahnya dari makan dan minum di siang hari. tidak lain karena Allah memberinya makan”. baginya pahala orang yang shaum tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari pahalanya”. lalu melanjutkan َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ُ‫إ ِذا ن َسي فَأك َل وَشرِب فَل ْي ُت ِم صوْمه، فَإ ِن ّما أط ْعَمه الله وَسقاه‬ ُ ُ َ َ ُ َ َ ّ “Apabila seseorang lupa lalu makan dan minum. hadits ini shahih menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-jami’ ash-Shaghir. Al-Bukhari. 6415. HR. Shiyam mengatakan: “Ya Rabb. Qiyamul lail.63 3. Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan61 1.” Sedangkan bacaan Qur’annya berkata: 59 60 61 62 63 HR. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. Rasulullah bersabda: Makan dan minum karena lupa atau tidak sengaja. hadits no. Minhajul Muslim. hadits no. hadits no.

Al Baihaqi. 21 .lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. 1863. “Ayat ini merupakan rukhshah (keringanan) bagi laki-laki atau wanita tua renta yang apabila tidak sanggup menjalankan shaum. Lihat shahih Bukhari. atau kalau shaum dia akan bertambah sakit. 2/79. I’tikaf. apabila telah sembuh.68 Namun jika masih bisa diharapankan kesembuhannya tapi jika dia shaum akan menyulitkannya atau sakitnya bertambah parah dan lebih lama sembuhnya. 222. atau melaksanakan haji bersamaku”.”65 5. Allah SWT berfirman: َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (tidak shaum) untuk membayar fidyah.Al-Bukhari dan Muslim. diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka dan setiap harinya memberi makan seorang miskin sebagai ganti satu hari shaumnya”. Laki-laki dan wanita yang tua renta. Tafsir Ath-Thabari.Imam Ajmad. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. dan dia wajib mengqadha’ shaum yang dia tinggalkan. dapat mencapai (pahala) haji. shahih menurut Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir. atau tidak dapat meminum obat yang dapat membantu penyembuhannya. no. Al Baqarah [2]: 184 ) Ibnu ‘Abbas RA berkata. no. 3882. yaitu memberi makan seorang miskin…” ( QS. yaitu berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. 6/255-256. Melakukan ‘umrah. Shahih Al-Bukhari. Al Hakim. no.69 Allah SAW berfirman: َ ‫وَمن كان مريضا أ َوْ ع َلى سفرٍ فَعِد ّة ٌ من أ َيام ٍ أ ُخر‬ َ َ ّ ْ ّ ً ِ َ َ َ َ َ َ 64 65 66 67 68 69 HR. Maka dari itu berikanlah dia syafa’at karena kami”.66 P. diperbolehkan untuk berbuka dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari sebagai fidyah shaum yang telah dia tinggalkan.Risalah Ramadhan “Aku telah melarangnya dari tidur di malam hari. no. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum 1. Kitab Al-Hajj. 3/141. 4505. Orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. Shahih Muslim.67 2. maka untuk kasus-kasus semacam ini dia diperbolehkan untuk berbuka. Rasulullah SAW bersabda: ‫فَإ ِن ع ُمرة َ في رمضان ت َقضي حجة أ َوْحجة معِي‬ ً ّ َ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ْ ّ ْ َ ً ّ َ “Sesungguhnya ‘umrah pada bulan Ramadhan. Al-Mughni. HR. 727. no. ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: ُ ُ َ َ َ ‫كان رسوْل الله ي َعْت َك ِف ال ْعَشر ال َواخر من رمضان‬ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ "Adalah Rasulullah melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Orang sakit. yaitu menziarahi Baitullah Al-Haram untuk melakukan thawaf sa’i. At-Thabrani. 64 4.

tidak perlu untuk mengqadha shaum yang ditinggalkannya. 3/139. sesuai kesepakatan para ‘ulama. karena sebenarnya mereka mampu untuk melaksanakan shaum. maka ( wajiblah baginya shaum ) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain… ( QS.7 Km).10/220. dari Nafi'.71 Dan menurut Imam Abu Hanifah adalah perjalanan yang ditempuh selama tiga hari." Dan Ad-Daroquthni 70 71 72 73 74 Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’.25/218. yaitu sekitar 48 mil ( 88. Syafi’i dan Ahmad adalah perjalanan yang ditempuh dengan unta atau berjalan kaki selama dua hari. Al-Mughni. Wanita hamil dan menyusui. Namun wajib untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya dan tidak diwajibkan membayar fidyah. 3/139. Lihat ukuran farsakh dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. 236. maka diperbolehkan untuk berbuka pada bulan Ramadhan.74 Namun Ibnu Abbas RA dan Ibnu Umar RA berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui jika meninggalkan shaum cukup baginya untuk membayar fidyah. atau perjalanan yang berjarak 16 farsakh. 10/233. Adapun jarak yang memperbolehkan seseorang untuk mengqashar shalatnya dan berbuka. menurut madzhab Maliki. misalnya perjalanan antara Makkah dan Jeddah. seperti halnya orang sakit yang diperbolehkan berbuka. “Bahkan dia diperbolehkan untuk mengqashar dan berbuka dalam perjalanan yang ditempuh kurang dari dua hari. Majmu’ Fatawa.73 Dan jika mereka hanya mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya saja.Pekerja berat.161. maka diperbolehkan berbuka.Risalah Ramadhan “…dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu dia berbuka ). bahwa Ibnu 'Umar RA ditanya tentang wanita hamil bila khawatir terhadap (kesehatan) anaknya.72 5. 22 . bukan keselamatan jiwa mereka sendiri. maka diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka. 25/209-214. Dia menjawab. apabila dengan meninggalkan pekerjaan beratnya itu dapat membahayakan dirinya. ditambah dengan membayar fidyah shaum yang ditinggalkannya. Para ulama’ salaf dan khalaf lainnya mengatakan. dan diwajibkan untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya. Seorang pekerja jika dihadapkan pada pekerjaan berat yang ia khawatir bila melakukan shaum akan membahayakan dirinya. maka dia berdosa apabila berbuka. "Dia berbuka dan memberi makan kepada satu orang miskin setiap hari sebanyak satu mud gandum. dan baik shaumnya itu memberatkan dirinya maupun tidak. selama safarnya itu bukan untuk maksiyat. baik dia mampu untuk melakukan shaum ataupun tidak. maka dia diperbolehkan berbuka dan mengqadha’ shaumnya. Musafir Orang yang sedang safar dan menempuh jarak yang memperbolehkannya shalat qashar. Dari Imam Malik.70 4. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’.” Inilah pendapat yang kuat menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Al-Mughni. atau beserta anak-anak mereka sendiri. Al Baqarah [2]: 185 ) 3. 1 : 75 Lihat Majmu’ Fatawa. Namun jika tidak membahayakan dirinya. Apabila wanita hamil dan menyusui khawatir akan keselamatan jiwa mereka.

yang sepadan dengan ¼ sha’ atau 675 gram bahan makanan lain.' Dan dia meriwayatkan dari jalur yang lain. darinya. "Bahwasanya istrinya bertanya kepadanya disaat dia sedang hamil. hal 163 Lihat ukuran mud dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. yaitu memberi makan seorang miskin…” (QS. "Sesungguhnya anak perempuannya dinikahi oleh seseorang dari kaum Quraisy.76 Allah berfirman: menyuruhnya َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya ( tidak shaum ) untuk membayar fidyah. ia berkata. Maka dia berbuka. ia berkata. dan memberi makan satu orang miskin setiap hari.”77 75 76 77 Puasa Bersama Nabi. Dan dari jalur ketiga. 1/75 Shahih Sunan Ibnu Majah. dan juga membebaskan shaum dari seorang musafir. "Wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak wajib mengqhada. "Berbukalah dan berilah makan kepada seorang miskin setiap hari dan dia tidak wajib mengqhada. 2/64-65. dan dia sedang mengandung."75 Sedangkan ukuran fidyah adalah satu mud gandum. Al-Baqarah [2]: 184) ّ َ ّ َ ‫إ ِن الله ع َز وَجل وَضعَ ع َن ال ْمسافِرِ شط ْر الصل َة، وَع َن ال ْمسافِرِ وال ْحامل‬ ِ ّ َ ّ َ ُ َ ُ ِ ِ َ َ َ َ ِ ِ ‫وال ْمرضع الصوْم أ َوالصيام‬ َ َ ّ ِ َ ّ ِ ِ ْ ُ َ “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla telah membebaskan separuh shalat bagi musafir. wanita yang hamil dan wanita yang menyusui." Dan isnadnya jayyid (baik). 23 . Lalu dia merasa kehausan di bulan Ramadhan.Risalah Ramadhan meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar RA dan dia menshahihkannya.

tetapi kurang mendapatkan perhatian. Hilal Hilal adalah permulaan rembulan ketika ia tampak di mata orang banyak di awal bulan. Ru'yah Ru'yah adalah melihat hilal dengan mata telanjang yang ditopang dengan bantuan alat pembesar dan yang sejenisnya. Semoga pembahasan ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi kaum muslimin yang mendambakan agar setiap amal ibadahnya sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW. d. Definisi-Definisi a. Hal ini mungkin banyak dipengaruhi oleh fenomena penentuan awal Ramadhan atau Syawal dengan hisab hitungan ilmu falaq. hal.Risalah Ramadhan BAB II PENENTUAN AWAL RAMADHAN Perihal ru'yah untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal merupakan masalah yang sangat asasi. Matlha' Mathla' adalah tempat munculnya hilal. c. Hisab Hisab adalah menghitung garis edar benda-benda langit dengan rumus-rumus tertentu.78 b. 78 Lisanul Arab. A. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas perihal penentuan awal Ramadhan. 4690 24 .

Pendapat para ulama dalam hal ini. Kemudian beliau shaum karena melihat hilal dan ketika terhalang maka beliau menghitung bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari kemudian beliau melaksanakan shaum. Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah menyebut-nyebut Ramadhan. 23237. hadits Ibnu Abbas RA. Dalil-dalil penetapan masa awal Ramadhan. no. no. 788 dan Abu Dawud no. 2326. Tirmidzi no."81 Diriwayatkan dari Abdullah bin Qois RA. dia berkata. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Muslim. no. Penentuan Awal Ramadhan a. 3. 688. bahwa 'Aisyah RA berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َت َحفظ من شعْبان ما ل َ ي َت َحفظ من‬ َ َ َ َ ْ ِ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ّ َ ‫غ َي ْرِهِ ث ُم ي َصوم ل ِرؤ ْي َةِ رمضان فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْهِ ع َد ّ ث َل َثين ي َوْما ث ُم صام‬ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ً ّ ّ َ ِ ُ ُ ُ "Adalah Rasulullah sangat menjaga terhadap hilal Sya'ban tidak sebagaimana beliau menjaga bulan-bulan lainnya. shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. Al-Bukhari. Ahmad. bahwasannya Nabi menyebut-nyebut Ramadhan kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصنوموا حتنّنى ت َنروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِنروا حتنّنى ت َنروْه ُ فَنإ ِن أ ُغ ْمني ع َل َي ْك ُنم‬ ْ ْ َ َ ْ ُ ‫ُن‬ َ ِ َ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا ل َه‬ ُ ُ “Janganlah kalian shaum sampai kalian melihat hilal. Shahih Muslim. 25 . no. 2327 HR. Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Ad-Darquthni. no. Dan jika penglihatan terhalang (oleh awan) maka. 108 dan Malik. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari". no. 1906. 6/149. Kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصوموا حتى ت َروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِروا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فاقنند ُروا‬ ّ َ ّ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ ْ َ ‫ل َه‬ ُ “Janganlah kalian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. no. no. Lihat Zadul Ma'ad 2/45. 102.Risalah Ramadhan B. Lihat At-Tirmidzi.80 Hadits dari Ibnu Umar. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. sempurnakanlah bilangan bulan menjadi 30 hari.”79 Sabda Nabi dalam hadits yang lain."82 b. 268. Abu Dawud. Abu Dawud. "Rasulullah bersabda: ‫ل َ ت َصوموا قَب ْل رمضان صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت دون َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ِ ‫غ َياي َة فَأ َك ْملوا ث َل َثين ي َوْما‬ ٌ َ ً َ ِ "Janganlah kalian shaum sebelum Ramadhan. 79 80 81 82 Shahih Al-Bukhari. Kitab Ash-Shiyam. Dan jika pandangan kalian terhalangi oleh awan maka sempurnakanlah bilangannya.

" (HR. Sampai di sini para ulama sepakat. 4/122. Atau ada orang yang menyaksinakannya tetapi ia bukanlah orang yang kesaksiannya bisa diterima. Abdullah bin Umar RA dan Imam Ahmad bin Hambal. Pendapat kedua. Rasulullah saw bersabda: ُ ِ ‫صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُب ّي ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْملوا عد ّة َ شعْبان ث َلثين‬ ِ ْ ْ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ 83 Menurut Imam Ahmad. Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT : ‫وَمن قُد ِر ع َل َي ْهِ رِزقُه‬ ُ ْ َ ْ َ "Dan orang yang disempitkan rizkinya" (QS.Risalah Ramadhan Berdasarkan hadits-hadits di atas.83 Nafi' berkata: ‫فَكان ع َب ْد ُ الل ّهِ إ ِذا مضى من شعْبان ت ِسعٌ وَعشرون ي َب ْعَث من ي َن ْظ ُر‬ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ُ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ْ ‫فَإ ِن رئ ِي فَذاك وَإ ِن ل َم ي ُر وَل َم ي َحل دون من ْظ َرِهِ سحاب وَل قَت َر أ َصب َح‬ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ْ ٌ َ ْ ْ ‫مفط ِرا وَإ ِن حال دون من ْظ َرِهِ سحاب أ َوْ قَت َر أ َصب َح صائ ِما‬ ٌ َ َ ً َ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ ً ْ ُ "Apabila bulan Sya'ban telah lewat 29 hari. Abdullah bin Umar RA mengutus seseorang untuk meliht hilal.فاقدروا ل َه‬Adapun lebih jelasnya sebagai ُ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ‫ضي ّقوا ل َه‬ ُ ْ ُ َ ُ ‫(ال ْعَد َد‬persempitlah bilangannya). Jika utusannya melihat hilal maka itulah yang dijadikannya pedoman untuk shaum. Adapun jika tidak tampak padahal cuaca terang. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam memahai maksud kalimat berikut: 1. memahami kalimat ‫له‬ ‫ث َل َث ِي ْن ي َوْما‬ ً َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ِ‫قَد ّروا ْ ل َه ت َمام ال ْعَد َد‬ َ َ ُ ُ (tetapkanlah ia dengan menyempurnaka bilangan Sya'ban menjadi 30 hari). َ َ ّ ‫إ ِن رب ّك ي َب ْسط الرزقَ ل ِمن ي َشاء وَي َقد ِر‬ ُ َ ْ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ "Sesungguhnya Rabmu melapangkan rizki kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya. َ 2. maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan. ia melaksanakan shaum. padahal hari itu adalah tanggal 29 Sya'ban. Pendapat pertama memahami kaliamat ‫ل َه‬ ُ ‫ . Abu Hurairah ra. Berkata. Lihat Fathul Bari. Apabila hilal terlihat. Ath-Thalaq : 7). para ulama bersepakat tentang wajibnya mengadakan ru'yatul hilal pada sore hari tanggal 29 Sya'ban. Namun jika hilal tidak kelihatan karena terhalangi oleh mendung. genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Abu Ahmad). Al-Isra [17] : 30) Ini adalah pendapat Umar bin Khatab RA." (QS. 26 . hari Syak adalah hari dilaksanakannya ru'yatul hilal. jika dia tidak melihatnya dan hari itu tidak ada mendung maka keesokan harinya dia tidak shaum. Mereka berbeda penadapat jika tidak tampaknya hilal dikarenakan langit mendung atau tertutup debu.

puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. sedangkan ُ ِ َ َ‫فَأك ْملوا عد ّة‬ ِ adalah khitab bagi masyarakat umum. "Tidak diragukan. tidak bisa menulis dan menghitung. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari"84 3.Risalah Ramadhan "Shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. Sebab jika umat dibebani dengan hal itu.85 Ibnu Al-'Arabi meriwayatkan dari ibnu Suraij. tetapi menurut kami hal itu tidaklah tepat. Mereka dan orang-orang yang percaya kepada mereka tidak diwajibkan melaksanakan shaum dengan hisab mereka. Ad-Darimi. Fatawa Al-Kubra. no. walaupun berdasarkan kaidah-kaidah yang detail. dia berkata. maka keesokan harinya adalah hari pertama bulan Ramadhan. 84 85 86 87 88 89 90 HR. 7/190 HR. Yaitu disaksikannya hilal atau menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. 1081 Ibnu Abdul Barr berkata. Wallahu A'lam. 106 dan Muslim. dia bukanlah orang yang bisa dijadikan rujukan dalam maslah ini. "Seorang yang bersandar pada hisab. Abdurrahman Al-Jazairy. 3/461 Kitab Fiqih 'ala Madzahibul 'Arba'ah. dalam masalah hilal. adapun Ibnu Qudamah. Sebagaimana tersebut dalam dua kitab shahih (Al-Bukharai Muslim) bahwa Nabi bersabda: ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل ن َحسب صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِه‬ ٌ ّ ٌ ّ ّ ِ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ ُ ُ ْ َ ُ "Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. berdasarkan sunnah shahihah dan kesepakan para shahabat bahwa tidak boleh bersandar kepada hisab (perhitungan) berbintangan. Perkataan ahli perbintangan." Lihat Fathul Bari.86 Pendapat ini dibantah oleh mayoritas (jumhur) ulama. bahwa kalmat faqduru lah adalah khitab (ungkapan yang ditujukan) kepada orang yang dikhususkan oleh Allah SWT dengan ilmu ini (hisab). 4/122. selain telah sesat dalam syari'ah dan mengadakan suatu hal yang baru (Bid'ah) dalam agama. Cara menetapkan hilal. Pendapat ketiga memahaminya dengan َ ‫(فاقْد ُروا ب ِحساب ال ْمنازِل‬tentukanlah ِ َ ِ ِ َ َ ُ dengan menghitung orbit benda-benda langit). Ahmad. dengan bukti adanya perbedaan pendapat di antara mereka dalam banyak persoalan.”88 Ibnu Taimiyah juga berkata. tidak akan berubah selamanya. Pendapat ini hanyalah bersumber dari pendapat Ibnu Suraij. di antaranya adalah Imam AnNawawi."87 Ibnu Taimiyah berkata. 4/122 Fathul Bari. Sebab syari'at telah menetapkan shiam dengan alamat yang pasti. Para fuqaha sepakat bahwa jika hilal telah terlihat oleh khalayak ramai atau oleh dua orang saksi yang adil (memenuhi keriteria seorang saksi menurut syar'i). Mutharrif bin Abdullah dan Ibnu Qudamah. no. "Tidak benar jika yang dimaksud adalah hiasab para ahli perbintangan. mereka akan keberatan. serta Jama'ah kecuali Abu Dawud."89 Abdurrahman Al-Jaziri berkata dalam bukunya. ia juga keliru dalam menetapkan dan dalam ilmu hitung (hisab). karena hal itu tidak dimengerti kecuali oleh beberapa orang saja. Syarh Shahih Muslim."90 c. Padahal syari'at itu dikatakan dimengerti oleh umat apabila kebanyakan dari mereka memahaminya. "Tidak shahih riwayat dari Mutarrif. Al-Bukhari. "Tidak boleh dipakai perkataan ahli hisab. 1/500 27 .

Risalah Ramadhan Mereka berbeda pnedapat apabila yang menyaksikan adalah seorang saja. Jumhur ulama berpendapat bahwa tetap wajib shaum dengan seorang saksi. 3/154 Lihat Syarhus Sunnah. Lihat Bidayatul Mujtahid. Aku telah melihat hilal malam ini.”96 91 92 93 94 95 96 Untuk penentuan awal Syawal. Abu Dawud.95 Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah atsar Abdurrahman bin Zaid bin Khattab. “Ya” Maka Rasulullah bersabda. Rasul bertanya. umumkan kepada orang banyak untuk melaksanakan shaum esok hari!”93 Ibnu Ummar ra. Mereka adalah: Ibnu Mubarak. Imam Syafi'I mensyaratkan dua saksi. dan Imam Asy-Syafi’i (dalam riwayat lain) berpendapat bahwa penetapan hilal Ramadhan tidak bisa diterima kecuali dari dua orang saksi yang adil. beliau berkata: ّ َ ّ َ ّ َ َ َ َ ‫جاء أ َع ْراب ِي إ ِلى الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَقال إ ِني رأ َي ْت ال ْهِل َل قال‬ َ َ ُ َ ّ َ َ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ ‫أ َت َشهَد ُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الل ّه أ َت َشهَد ُ أ َن محمدا رسول الل ّهِ قال ن َعَم قال يا ب ِل َل‬ َ َ َ ْ ْ ُ َ ‫أ َذ ّن في الناس أ َن ي َصوموا غ َدا‬ ِ ْ ً ْ ِ ّ ُ ُ "Seorang baduwi mendatangi Rasulullah dan berkata. 6/344 HR. Abu Dawud dan An-Nasai 28 . Ad-Darquthni. Imam Asy-Syafi'i91 (dalam satu riwayat) dan Abu Hanifah (jika langit mendung)92 mereka berhujjah dengan hadits Ibnu Abbas. Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada illah kecuali Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya? Dia menjawab. bahwa aku telah melihatnya. Yang demikian ini karena adanya banyak atsar dalam malsalah ini dengan lafadz yang berbeda-beda. maka shaumlah dan berbukalah. Imam Ahmad."94 Sedangkan Imam Malik dan Al-Auza’i. “Sungguh saya telah bermajlis dengan beberapa sahahat Rasulullah saw. maka aku sampaikan kepada Rasulullah saw. Maka Rasulullah pun melaksanakan shaum dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakannya. “Wahai Bilal. 6/344 HR. Ia berkata. berkata: ّ َ َ ُ َ ُ ْ ْ َ ‫ت َراءى الناس ال ْهِل َل فَأ َخب َرت رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َني رأ َي ْت ُه‬ َ َ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ّ َ َ ّ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ‫فَصام وَأمر الناس بالصيام‬ "Orang banyak berusaha untuk melihat hilal. Adapaun jika kalian terhalangi oleh awan. Kecuali jika telah bersaksi dua orang saksi. dan Al-Hakim. Ishak. maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi tigapuluh hari. Saya telah bertanya kepada mereka dan semua menjawab bahwa Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ْ َ ‫صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فَأت ِموا ث َل َث ِي ْن فَإ ِن شهِد‬ ْ ْ ّ َ ْ ّ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ ‫شاه ِدان فَصوْموا وَأ َفْط ِروا‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ َ “Shaumlah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karenanya. Lihat Syarhus Sunnah. Dari Abdurrahman bin Zaid bin Khattab bahwa ia berkhutbah di hadapan orang banyak pada hari yang syak (diragukan). At-Tirmidzi HR.

1087. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris ra (ibunya Ibnu ‘Abbas) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah ra di Syam. Sedangkan menurut Imam Asy-Syafi’i dia wajib berbuka. no. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. Abu Hanifah dan Imam Ahmad. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan Dalam masalah ini ada dua pendapat: Pertama. Ketiga. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. Ibnu Abbas ra dan juga Imam Al-Bukhari. Ikhtilaful Mathali’. Aku bertanya. Sunan At-Tirmidzi. jarak diperbolehkannya mengqhashar shalat.” Abdullah bin ‘Abbas ra berkata. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. walaupun hilal sudah terlihat di negeri/tampat tinggal orang lain yang jauh. no. Keempat. 693. pertama perbedaan mathla’ (terbitnya hilal). yaitu ummat Islam di suatu negeri/tempat harus memulai shaum dengan melihat hilal di negeri/tempat tinggal masing-masing. dan sebagian besar pengikut madzhab Syafi’i. Tapi tidak demikian halnya dengan melihat hilal bulan Syawal seorang diri. Beginilah Rasulullah saw menyuruh kami. Ikrimah.98 Hadits dari Kuraib: َ ُ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ُ ‫ع َن ك ُرينب أ َن أ ُم ال ْفضنل ب ِننت ال ْحنارِث ب َعَث َتنه إ ِلنى معاوِينة بالشنام ِ قنال‬ ِ َ َ ْ ِ ْ َ ّ ّ ٍ ْ َ ْ ّ ‫فَقد ِمت الشام فَقضي ْت حاجت َها واست ُهِل ع َل َي رمضان وَأ َننَنا بالشنام ِ فَرأ َي ْنت‬ ‫ِ ّن‬ ُ َ َ َ ّ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ‫ال ْهِل َل ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ ث ُم قَد ِمت ال ْمدين َة في آخرِ الشهْرِ فَسأ َل َني ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْنن‬ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ُ ْ ّ ُ ُ ُ ‫ع َباس رضي الل ّنه ع َن ْهُمنا ث ُنم ذ َك َنر ال ْهِل َل فَقنال متنَنى رأ َي ْت ُنم ال ْهِل َل فَقل ْنت‬ ‫َن‬ ُ ُ َ ْ َ َ ‫َ َن‬ ّ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ َ ‫رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ فَقال أ َن ْت رأ َي ْت َه فَقل ْت ن َعَم وَرآه ُ النناس وَصناموا وَصنام‬ َ ّ َ َ َ َ ُ َ ُ ُ ُ َ َ ُ ُ ُ َ ْ ُ َ َ َ ُ ‫معاوِي َة فَقال ل َك ِنا رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة السب ْت فَل َ ن َزال ن َصوم حتنّنى ن ُك ْم نل ث َلثي نن أ َو‬ َ ِ ّ َ َ ّ َ ُ ُ َ ُ ْ َ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ُن‬ َ َ ‫ن َراه ُ فَقل ْت أ َوَ ل َ ت َك ْت َفي ب ِرؤ ْي َةِ معاوِي َة وَصيامهِ فَقال ل َ هَك َنذا أ َمرننَنا رس نول‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas ra) meriwayatkan. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. hendaknya ia tidak berbuka. Shahih Muslim. hendaknya ia menahan diri dari makan dan minum tetapi dua tetap meyakini hal berbuka. para Fuqaha bersepakat tentang wajibnya shaum baginya. Kedua. begitu juga Mu’awiyah ra. merekan pun melaksanakan shaum. maka kami akan tetap puasa hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. Maka Kuraib berkata.”99 97 98 99 Khusus bagi yang melihat hilal Ramadhan seorang diri. Sunan Abu Daud. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. ditentukan oleh Imam A’zham.97 Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah. no 2332. Al-Qasim bin Muhammad. perbedaan iklim. negeri yang tidak mungkin hilal tidak tampak bagi mereka. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. 29 . “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl ra. maka Abdullah bin ‘Abbas ra menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Kelima. dan semua orang melihatnya. Menurut Imam Malik. Ishaq bin Rahawaih.Risalah Ramadhan C. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan shaumnya Khalifah Mu’awiyah ra?” Beliau menjawab. Al-Mawardi. Lihat Bidayatul Mujtahid 4/123 Tentang batasan jauh Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat. Salim bin Abdullah bin Umar. kemudian ia bertanya. “Tidak. Hanya saja jika dikhawatirkan timbulnya fitnah. dan terbitlah hilal Ramadhan.

Di antara yang berpendapat demikian adalah: Imam Abu Hanifah. tanpa dibatasi oleh jarak. sebagian pengikut madzhab Imam Asy-Syafi’i101 dan juga Ibnu Taimiyah. 2/295296.103 Syaikh Abdullah bin Bazz mengkompromikan kedua pendapat di atas. hendaknya selalu memperhatikan permasalahan ini ketika memasuki dan ketika keluar dari bulan Ramadhan. Di dalamnya terdapat kompromisasi seluruh dalil dan pendapat para ahli ilmu. selama ia tidak memerintahkan umat untuk mengikutinya. “Pernyataan ini pernah ditanyakan kepada Hai’ah Kibaaril ‘Ulama di Saudi Arabiya ketika diadakan daurah yang kedua pada Sya’ban 1392 H. maka genapkanlah bilangan Sya'aban menjadi 30 hari. Saya katakan bahwa ini adalah pendapat yang washath (pertengahan). maka seluru ummat Islam berkewajiban menuanaikan shaum Ramadhan keesokan harinya. 6/215. Dan tidak sepantasnya menyelisihinya. karena hal ini dapat menyebabkan terpecah-belahnya umat dan banyak perkataan yang tidak berdasar. Adapun pemerintah (ulul amri) dan seluruh umat Islam berkewajiban untuk mengikuti mereka. Imam Ahmad bin Hambal. maka yang wajib bagi alhlul ilmi di setiap negeri. Kemudian mengamalkannya dan menyampaikan kepada orang banyak. Jika hal itu telah diketahui. maka seseorang tidak boleh menyelisihinya. Ibnu Mundzir. jika negaranya bukan negara Islam. Wihdatul Matla’. Imam Malik. shumlah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. 30 . 2/608-609. Dia berkta. Walaupun hal itu dianggap benar oleh imam a’zham. 102 HR. maka yang wajib bagi pemerintah adalah berpegang kepada apa yang dikatakan oleh ahlul ilmi dan mengharuskan umat untuk melaksanakan shaum dan berbuka (ied) dalam rangka mengamalkan hadits-hadits yang telah disebut dan melaksanakan kewajiban serta menjaga umat dari apa-apa yang diharamkan oleh 100 Imam Al-Qurthubi menulis. Yaitu apabila hilal sudah terlihat di suatu negeri/tempat. diperbolehkan mengambil salah satu dari dari kedua pendapat yang dianggap rajih (kuat) untuk ulama setempat (dalam suatu negeri). Mereka (anggota hai'ah) sepakat bahwa pendapat yang kuat adalah memberi keleluasan untuk hal ini. Maka ia menjadi hujjah. 101 Syarhus Sunnah. bahwa jika negeri-negeri saling berjauhan sebagaimana jauhnya Syam dan Hijaz. Namun jika ia memerintahkan. bukan ru’yah lain.” Lihat Al-Jami’ Liahkamil Qur’an. Jika penglihatanmu terhalang oleh awan. Yaitu.Risalah Ramadhan Hadits di atas menunjukan bahwa Ibnu Abbas ra tidak mengambil ru’yah Ahli Syam."102 Hadits ini menunjukan dimulainya Ramadhan dengan ru’yah secara mutlak. At-Tirmidzi dan Abu Dawud 103 Lihat Al-Fiqih Al-Islami Wa Adilatuhu. Al-Laits bin Sa’ad. terang) dalam menyandarkan perkataan itu kepada Nabi saw dan bahwa itu adalah perintahnya. maka setiap negeri wajib melaksanakan shaum berdasar ru’yahnya sendiri.100 Kedua. Dan hendaknya mereka bersepakat kepada yang lebih dekat kepada kebenaran menurut ijtihadnya. Dalil yang dijadikan sebagai pijakan di antaranya adalah: ‫ل َ ت َصوْموا ْ قَب ْل رمضان صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِنروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت د ُوْن َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫غ َمامة فاك ْمل ُوا ث َل َث ِي ْن‬ َ ْ ِ َ ٌ َ َ "Jangan melakukan shaum sebelum Ramadhan. “Telah berkata ulama kita “Madzhab Maliki” tentang ungkapan Ibnu Abbas ra: ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫هَك َذا أ َمرنا رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Adalah kalimat tashrih (jelas. Adapun di negara Islam.

Secara bahasa niat berasal dari kata. tanpa ragu-ragu.Risalah Ramadhan Allah SWT. karena hal ini telah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para shahabatnya radliyallahu ‘anhum." (QS.”104 BAB III NIAT SHAUM PADA BULAN RAMADHAN Masalah niat merupakan permasalahan yang asasi. Sedangkan definisi niat secara istilah adalah: Keyakinan hati untuk melakukan sesuatu dan beriltizam atasnya. Definisi Niat 1. Dan hal yang telah diketahui bersama bahwa Allah SWT menundukan beberapa perkara yang tidak dapat ditundukan dengan Al-Qur’an. 4/459 Al-Mughni 4/333 31 . dengan kekuasaan. Mengingat niat adalah penentu sah tidaknya suatu amal. 22/335 Al-Qomus Al-Muhith. 2. Disyari’atkannya Niat Niat disyari’atkan kepada ummat Islam. ً ََِ ً َ َ ْ ِ ْ َ ََ 105 2. ‫ نوى – ينوي – نواة – ونية‬yang berarti niat atau maksud. A. Dalil tentang niat dari Al-Qur’an ‫وَما أ ُمروا إ ِل ّ ل ِي َعْب ُدوا الل ّه مخل ِصين ل َه الدين‬ ُ ُ َ ِ ْ ُ َ َ ّ ُ ِ َ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.106 B. ketika akan melaksanakan suatu pekarjaan (amal). Al-Bayyinah [95]: 5) َ َ ْ ‫ل َن ي َنال الل ّه ل ُحومها وَل َ د ِماؤ ُها وَل َك ِن ي َنال ُه الت ّقوى‬ َ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ َ ْ 104 105 106 Lihat Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah.

2. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. “Hadits tersebut menunjukan bahwa tidak sah shaum kecuali dengan penetapan niat pada malam harinya. di hari tersebut (mulai dari terbnam matahari hingga menjelang terbit fajar). "Shaum Ramadhan tidak membutuhkan niat. Abu Dawud. 6/ 293 Bidayatul Mujtahid. At-Tirmidzi. baik melalui kesaksian mata maupun penyempurnaan bilangan bulan. Abu Dawud. At-Tirmidzi.” (Ahmad. 'Kami tidak 107 108 109 Al-Mughni. An-Nasai dan Ibnu Majjah).109 Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh 'Aisyah dia berkata. "Rasulullah bersabda kepadaku. dia berkata. Imam As-Shan’ani berkata. Al-Bukhari dan Muslim) ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya."108 Dan pendapat Zuffar ini dikatakan lemah oleh para salaf. 4/ 333. baik yang wajib maupun yang sunnah tidak dianggap shahih kecuali dengan niat."107 Rasulullah saw bersabda: ‫إ ِن ّما ال َع ْمال بالن ّيات وَإ ِن ّما ل ِك ُل امرِئ ما ن َوى‬ ِ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ٍ ْ ّ "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya.” (Ahmad. Waktu niat Diriwayatkan dari Hafshah ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. “Shaum pada bulan Ramadhan dan shaum di bulan-bulan lainnya. 'Wahai 'Aisyah apakah kamu punya makanan?' Aku ('Aisyah) berkata. Ahmad. 2/311 32 . Niat sebagai syarat sahnya shaum." (HR. Kecuali pendapat dari Zuffar. kecuali orang yang mengerjakannya dalam kondisi sakit atau musafir.Risalah Ramadhan "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah." (HR. Dan orang yang shaum boleh berniat kapan saja. 296 Subulus Salam. Abu Dawud. Al-Majmu. C. Al-Hajj [22]: 37) 3. At-Tirmidzi. tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Para ulama telah sepakat bahwa niat merupakan syarat sahnya shaum Ramadhan." (QS. An-Nasai dan Ibnu Majjah). Ibnu Qudamah berkata. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan 1. Karena shaum merupakan ibadah mahdhah yang memerlukan niat. setiap musim yang mukallaf berkewajiban untuk meniatkan shaumnya pada malam hari. An-Nasai dan Ibnu Majjah) Berdasarkan dalil-dalil di atas maka setelah bulan Ramadhan ditetapkan. Dari As-Sunnah ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ "Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum terbit fajar maka tidak ada shaum baginya.

Sedangkan imam Ahmad menyatakan satu kali niat sudah cukup untuk melaksanakan shaum selama bulan Ramadhan. Muslim. Para 'Ulama berbeda pendapat mengenai waktu niat dalam ibadah shaum. sekalipun ada sebagian orang yang memandangnya sebagai kebaikan…. 6/293 Puasa Bersama Nabi. madzhab Hanafi dan Ibnu Mandzur. Pendapat Imam Maliki dan Imam Ishak juga demikian." (HR."115 4. demikian pendapat yang dikemukakan oleh madzhab Hambali. "… Penetapan niat di malam hari adalah khusus untuk shaum wajib saja. Maka Rasulullah bersabda.”113 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid114 menyatakan. Menurut Imam Malik. Apakah niat wajib dilakukan setiap hari Ibnu Qudamah berkata. ini berlaku bagi semua shaum. 270 Ibid HR. 1154 Al-Majmu."110 Ibnu Rusyd menyebutkan bahwa barangsiapa yang menggunakan madzhab tarjih (mencari dalil yang paling shahih untuk menghukumi sebuah perkara). karena sesungguhnya seseorang telah berniat untuk melakukan perbuatan yang sejenis dengannya. “Niat itu tempatnya di dalam hati. maka dia akan menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah ra (Sebagai dasar atas wajibnya berniat shaum sebelum terbit fajar). tetapi dianjurkan untuk diucapkan bersama hati. 110 111 112 113 114 115 Bidayatul Mujtahid. tidak sah shaum keculi telah berniat sebelum terbit fajar. Muslim 2 : 809). "Boleh mengerjakan niat di siang hari untuk semua shaum wajib yang berkaitan dengan waktu tertentu. Sedangkan orang yang menggunakan madzhab jama’ (Yaitu menggabungkan dua dalil yang seakan kontradiksi) akan membedakan waktu niat bagi sahum wajib dan shaum sunnah. "Apakah kamu mempunyai persediaan makanan? Jika tidak maka aku akan shaum. "Niat itu tempatnya berada di dalam hati. Imam Asy-Syafi'i berkata. 'Jika demikian maka hari ini aku akan shaum." 112 3. Hal itu diperbolehkan sebagaimana dia berniat setiap hari pada malam harinya. hal. no. dan melafadzkannya adalah bid'ah yang sesat. Begitu pula dalam pelaksanaan shaum sunnah.Risalah Ramadhan memiliki apa-apa wahai Rasulullah'. Maksudnya dia akan menggunakan hadits Hafshah ra sebagai dalil atas wajibnya berniat sebelum fajar untuk shaum wajib dan hadits 'Aisyah sebagai dalil atas bolehnya berniat shaum di siang hari untuk shaum sunnah." Sedangkan Imam Abu Hanifah berkata.111 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menyatakan. 62 Ibid 33 . sedangkan untuk shaum wajib tidak diperbolehkan. "Berniat shaum setelah siang hari diperbolehkan jika shaum yang dikerjakan adalah shaum sunnah. “Niat shaum wajib dilakukan setiap hari. karena Rasulullah pernah datang ke rumah 'Aisyah ra di luar bulan Ramadhan seraya bertanya. tidak ada syarat untuk diucapkan oleh lisan. dan tidak cukup sekedar dalam hati. seperti shaum Ramadhan. Tempat niat Imam Nawawi berkata. nadzar dan shaum tertentu lainnya.

ternyata besok harinya bulan Ramadhan. 4/333 Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga."119 7. "Kalau besok sudah masuk Ramadhan. “Bahwa yang dimaksud dengan hari syak ialah. Demikian juga pendapat Syafi'i. Hanya saja Ashaburra'yi atau madzhab Hanafi menyatakan. baik waktu itu langit cerah atau mendung.120 116 117 118 119 120 Al-Mughni. Maka shaumnya dianggap sah. niat yang tetap itu sah walaupun dilakukan pada malam tigapuluh Sya'ban. 4/337 34 . Selain itu antera ibadah itu diselingi dengan sesuatu yang manafikan sehingga sahaum itu berganti-ganti dan setiap hari melerlukan niat yang tersendiri.117 6. demikian juga boleh berniat mengerjakan shaum selain Ramadhan. maka saya berniat shaum fardlu pada hari pertama bulan Ramadhan. seseorang diperbolehkan untuk berniat sebagai berikut. karena sesungguhnya hari-hari dalam bulan Ramadhan terdiri dari berbagai macam ibadah terpisah. Karena hari ini tergolong hari yang tidak diragukan yang kita dilarang sahum di dalamnya. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah boleh menyatakan niat secara mutlaq. Abu Tsur dan Ashabura'yi.Risalah Ramadhan Pendapat ini dianggap lebih kuat. "Sesungguhnya apabila orang itu kembali dan berniat lagi sebelum tengah hari.”118 Berdasarkan pendapat tersebut. 2/261 Al-Mughni. Niat yang tidak pasti (syak) Para Fuqaha berpendapat. dalam berniat harus ditegaskan bahwa shaum yang akan dijalaninya adalah shaum Ramadhan. Menurut madzhab Hambali. tetapi secara otomatis shaum tersebut berubah menjadi shaum Ramdhan kecuali musafir. dengan dalil bahwa sebagian ibadah itu tidak rusak karena rusaknya ibadah yang lain. tetapi kalau besok belum masuk bulan Ramadhan. Menentukan niat Menurut Imam Malik. "Barangsiapa yang berniat membatalkan shaum maka shaumnya dianggap batal. 270 Al-Mughni. Berniat membatalkan shaum Mdzhab Hambali menyatakan. hari yang diragukan (syak) adalah hari ketigapuluh dari bulan Sya'ban bila pada hari itu hilal awal Ramadhan tidak kelihatan. Tidak boleh berniat shaum secara mutlaq dan tidak boleh berniat selain shaum Ramadhan. maka saya berniat shaum sunnah. 4/333 Bidayatul Mujtahid.116 5. apabila ru’yah hilal bulan Ramadhan pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban terhalang oleh mendung atau kabut pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban.

Pengertian yang artinya َ ‫السحر ال َع ْلى‬makan ُ َ ّ Az-Zujaj berkata.”122 ‫ت َسحرت‬ ُ ْ َ َ maknanya adalah kamu makan sahur (memakan makanan pada waktu sahur).Risalah Ramadhan BAB IV SAHUR A.123 Jadi memakan makanan yang dilakukan di Sedangkan makna sahur menurut istilah adalah: memakan makanan walau sesuap atau meminum minuman walau seteguk124 mulai dari pertengahan malam sampai terbit fajar125 yang dilakukan oleh orang yang meniatkan diri untuk shaum di siang harinya. ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ maknanya adalah nama dari pekerjaan itu sendiri. ‫سحر . Disyari'atkannya Makan Sahur Sahur disyari’atkan kepada umat Islam yang akan melaksanakan shaum. Sedangkan Ibnu Zaid berkata. 121 122 123 124 125 126 Al-Munjid fi Lughah. 4/38 Al-Mishabh Al-Munir.126 B.ي َسحر – سنحرا‬ ً َ َ ُ ُ ْ َ َ َ Secara bahasa sahur berasal dari kata malam menjelang shubuh atau ujung segala sesuatu. 35 . 323 Tafsir Al-Qurthubi. 6/379 Disarikan dari hadits-hadits tentang sahur. selain perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sahur sendir dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.berarti waktu sebelum terbit fajar ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah waktu yang dimulai dari Akhir malam hingga terbit fajar. Sedang makna dari ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ dengan harokat fathah pada huruf "‫ "س‬berarti apa-apa yang dimakan pada waktu sahur dan jika menggunakan harokat dhamah yaitu waktu sahar namanya adalah as-suhur atau as-sahur. Sedangkan 121 . hal. Kalimat ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah 1/6 malam teakhir. 102 Lihat Al-Majmu’ Syarhu Muhazzab. 6/381 Ibid. ataupun belum berniat dan berniat pada waktu sahur itu sendiri.

" (QS. ‘Aunul Ma’bud. no. yaitu perintah untuk untuk menyelisihi Ahli Kitab yang tidak melaksanakan sahur.” 127 Imam As-Syaukani berkata.”129 Imam Asy-Syaukani juga menjadikan hadits di atas sebagai penguat atas disyari’atkannya makan sahur.133 Landasan yang dijadikan landasan bahwa hukum sahur itu mustahab adalah karena Rasulullah saw dan para shahabat radliyallahu ‘anhum pernah melakukan wishal.”130 Imam Al-Khotobi berkata. 1096. 2/71.”128 Diriwayatkan dari ‘Amru bin Qais ra. 4/303 36 .Risalah Ramadhan Allah SWT berfirman: ْ ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Muslim Bisyarhi An-Nawawi. dia berkata. karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah. Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi. 6/379 dan Syarhu Shahih Muslim Lin Nawawi. 2362. 2142. no. 708. no. An-Nasai. ‘Aunul Ma’bud. Hukum Makan Sahur Semua ulama sepakat bahwa hukum makan sahur adalah sunnah atau mustahab. Ibnu Majjah. At-Tirmidzi. bab Fadhlus Sahur. no. An-Nasa’i no. HR. Nailul Authar. dia berkata. 4/175 Nilul Authar. Rasulullah bersabda: ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحورِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ “Makan sahurlah kalian. 7/207. Nailul Authar. Muslim. no. Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. 6/469 Lihat Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab. 2362.132 Demikain juga Ibnu Mundzir telah meriwayatkan ijma’ tentang mustahabnya sahur. 6/468-469. Al-Baqarah [2]: 187) Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra.134 Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.”131 C. 4/303. 6/468-469 bab fi taukid As-Sahur. yaitu fajar. 4/303 ‘Aunul Ma’bud. no. 7/207 Fathul Bari. Abu Dawud. 2162. 3/88. Abu Dawud. Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani. “Apabila Ahlul Kitab tidur setelah berbuka. bahwa Rasulullah saw bersabda: ٌ ْ ‫فَصل ب َي ْن صيامنا وَ صيا َم ِ أ َهْل ال ْك ِتاب أ َك ْل َة السحوْر‬ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ ِ ُ ّ “Pembeda antara shaum kami dan shaum Ahlul Kitab terletak pada sahur. beliau berkata: 127 128 129 130 131 132 133 134 HR. no. Muslim. “Hadits tersebut menunjukan disyari’atkannya makan sahur. 1095. bab Taukid fis Sahur. “Dan hal-hal yang menguatkan pensyari’atan sahur adalah kandungan hadits itu sendiri. maka tidak dihalalkan bagi mereka untuk makan dan minum hingga terbit fajjar. 1382. Lil Imam As-Syaukani.

Risalah Ramadhan

ّ َ َ ‫َن‬ ُ ُ َ ‫ن َهى رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ع َن ال ْوِصال فِ ني الص نوْم ِ فَق نال ل َنه‬ ‫َ ِ ن‬ ُ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ ُ َ َ ُ ِ َ َ ‫رجل من ال ْمسل ِمين إ ِن ّك ت ُواصل يا رسول الل ّهِ قال وَأ َي ّك ُم مث ْلي إ ِننّني أ َبي نت‬ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ َ َ َ َ ِ َ ‫ي ُط ْعِمني ربي وَي َسقين فَل َما أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا ع َن ال ْوِصال واصل ب ِهِم ي َوْمنا ثنم‬ ْ ّ َ ِ ُ ّ ُ ‫ًن‬ ْ ّ ُ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ ‫ي َوْما ث ُم رأ َوا ال ْهِل َل فَقال ل َوْ ت َأ َخر ل َزِد ْت ُك ُم كالت ّن ْكيل ل َهُم حين أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا‬ ْ ً ُ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ ّ ْ َ ّ
“Rasulullah melarang shaum wishal,135 maka ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah, “Bukankah engkau juga melakukannya wahai Rasulullah?”. Rasulullah saw bertanya, “Siapakah di antara kalian yang menyamaiku? Sesungguhnya aku diberi makan dan minum di malam hari oleh Rabku.” Maka ketika mereka enggan menginggalkan shaum wishal, Rasulullah saw melakukan wishal bersama sahabatnya sehari, kemudian sehari berikutnya. Kemudian Rasulullah saw melihat hilal136 dan beliau bersabda, “Seandainya bulan itu terlambat maka aku tambahkan shaum buat kalian, sebagaimana kalian membantahku ketika aku menyuruh kalian meninggalkannya.”137 Maka Imam Al-Bukhari menulis sebuah pembahasan tentang masalah sahur dengan judul, “Bab barakah makan sahur dan dengan tidak mewajibkannya karena Nabi saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum pernah melaksanakan wishal,138 dan tidak disebutkan sahur (tidak sahur).”139 Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan judul di atas sebagai berikut, “Yang saya fahami dari perkataan Imam Al-Bukhari, bahwa perkataan beliau ‘Karena Rasulullah dan para shahabatnya melakukan wishal adalah berkenaan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw melarang wishal, di hari berikutnya beliau bersama para shahabat melakasanakan shaum wishal kemudian di tambah sehari lagi (hingga menjadi dua hari). Baru setelah mereka melihat hilal bulan Syawal Rasulullah saw bersabda kepada mereka, bahwa seandainya hilal tersebut terlambat (shaum Ramadhan masih panjang) sungguh akan aku tambahkan shaum wishal untuk kalain hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya. Kemudia kalian meminta keringanan agar bisa meninggalkannya. Keterangan hadits ini menunjukan bahwa hukum sahur tidak wajib, karena jika ia wajib sudah pasti Rasulullah saw tidak akan melaksanakan wishal bersama para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.140

D.

Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur Hikmah dan fadhilah makan sahur adalah bahwa bagi orang yang melaksanakannya akan mendapatkan barokah. Sebagaiman sabda Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, beliau bersabda:
135

136 137

138 139 140

Dengan sengaja meninggalkan perkara perkara yang boleh dikerjakan di malam hari bagi orang yang shaum. Lihat Fathul Bari, 4/254. Dengan kata lain meninggalkan makan dan minum selama sehari semalam dari sejak makan sahur hingga makan sahur berikutnya (penulis). Lihat Fathul Bari, 4/254 Yaitu hilal yang menandakan habisnya bulan Ramadahan dan masuk bulan Syawal. HR. Al-Bukhari. Yaitu menambah wishal hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya kemudian kalian meminta keringanan untuk menginggalkannya. Lihat Fathul Bari, 4/258-259. Fathul Bari, 4/174 Fathul Bari, 4/254 Fathul Bari, 4/175

37

Risalah Ramadhan “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah.”
141

Dalam menerangkan hadits ini Ibnu Hajar berkata, harakat pada huruf " ‫ "س‬dalam kalimat "‫ "السحوْر‬bisa fathah dan bisa juga dhamah. Jika barakah dalam hadits tersebut yang ِ ُ ّ dimaksud adalah balasan dan pahala, maka harakat yang tepat adalah harakat dhamah, yaitu "

‫ "السحوْر‬bentuk mashdar dari kata "‫ "الت ّسحر‬yang berarti makan sahur. Namun jika barakah ُ ّ َ ِ ُ ّ
dalam hadits tersebut yang dimaksud adalah kekuatan, semangat dan rasa ringan melaksanakan shaum, maka harokat yang tepat adalah harokat fathah, yaitu " ‫ "السحوْر‬yang berarti apa yang ِ ُ ّ dimakan di waktu sahar. Ada yang berpendapat bahwa maksud dari barokah dari hadits tersebut adalah bisa bangun dan berdo’a di waktu sahar. Yang lebih tepat makna barakah dalam hadits tersebut adalah: - Mengikuti sunnah - Menyelisihi Ahlul Kitab, sebagaimana disebutkan dalam hadits. - Menambah kekuatan dalam beribadah - Menambah semangat - Mengantisipasi akhlak jelek yang datang akibat dari rasa lapar yang berlebihan - Peluang untuk bershadaqah jika ada orang yang meminta waktu itu, atau shadaqah bagi orang-orang yang makan bersamanya di waktu itu - Salah satu sarana agar bisa berdo’a dan berdzikir di waktu sahar yaitu waktu yang mustajab untuk berdo’a - Dan mengingatkan niat shaum bagi orang yang lupa untuk berniat shaum sebelum dia tidur.
142

E.

Waktu Sahur Jika ditinjau secara bahasa tasahhur adalah makan di waktu sahur atau akhir malam. Tapi yang dimaksud dengan waktu tasahhur di sini adalah makna yang terdapat dalam pengertian tasahhur secara istilah sebagaimana telah dijelasakan di depan. Maka berdasarkan makna tasahhur secara istilah dapat diketahui bahwa waktu sahhur adalah dimulai dari pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar.143 Jika seseorang yang ingin mejalankan shaum dia bisa melakukan sahur di antara waktu pertengahan malam sampai terbit fajar. Jika fajar telah terbit maka dia harus imsak (menahan diri) dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang membatalkan shaum. Sebagaiman firman Allah SWT, "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah [2]: 187)
141

142 143

HR. Muslim, no. 1095, Ibnu Majjah, no. 1382, Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani, 2 : 71, At-Tirmidzi, No. 708, Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi, 3/88, An-Nasai, no. 2142, Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. Abu Dawud, no. 2362, ‘Aunul Ma’bud, 6/ 468-469 bab fi taukid As-Sahur. Lihat Fathul Bari, 4/175, Tuhfatul Ahwadzi, 3/338 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 6/379

38

Risalah Ramadhan Dalam ayat tersebut disebutkan, "benang putih dari benang hitam". Maksudnya adalah perintah untuk makan dan minum hingga jelas bagimu cahaya shubuh di ufuk timur dari hitamnya malam dan terangnya ketidakjelasan (antara keduanya) yang disebut dengan fajar.144 Dari ‘Adi bin Hatim ra dia berkata, ketka turun ayat, "...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Maka ‘Adi ra bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, aku meletakan dua tali di bawah bantalku, yaitu tali putih dan tali hitam agar aku mengetahui malam dari siang, maka Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya bantalmu itu lebar. Yang dimaksud -benang putih dari benang hitam- adalah hitamnya malam dan putihnya siang.”145 Abu Ubai berkata, “benang putih adalah fajar shadiq dan benang hitam adalah malam.”146 Dari Sahal bin Sa’id ra, dia berkata, “Ketika turun ayat, 'dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam” Ada seorang laki-laki yang mengambil benang putih dan benang hitam, kemudian dia makan dan minum sampai melihat jelas keduanya (benang putih dan benang hitam). Allah pun menurunkan potongan ayat selanjutnya yaitu ( ( ‫ال ْفجر‬ ِ ْ َ benang hitam). Madzhab As-Syafi’i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad dan jumhur ulama dari kalangan para shahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in) menyatakan bahwa waktu dimulainya shaum adalah dengan terbitnya fajar. Maka dengan terbitnya fajar diharamkan makan, minum dan jima’.147 F. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur Telah maklum bahwa fajar ada dua macam, fajar kadzib dan fajar shadiq. Fajar kadzib disebut juga fajar pertama dan fajar shadiq yaitu fajar kedua. Fajar pertama berupa cahaya putih yang terbit memanjang bagaikan ekor srigala, kemudian dia menghilang beberapa saat. Kemudian setelah itu terbitlah fajar tsani yang berupa cahaya putih yang menyebar di ufuk timur.148 Fajar shadiq merupakan tanda masuknya waktu shubuh dan berakhirnya waktu shalat isya’, begitu pula batas akhir diperbolehkannya makan dan minum bagi orang yang shaum dan dimulainya siang. Kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada hukum-hukum yang terkait dengan fajar awal.149 Fajar awal dinamakan fajar kadzib karena dia terbit memencarkan cahaya yang memanjang sesaat kemudian menghitam kembali dan menghilang. Sedang fajar tsani dinamakan fajar shadiq karena cahayanya menyebar dan teranglah pagi hari.150 Dari Samurah bin Jundub ra. dia berkata, aku mendengar Nabi saw bersabda:

‫من‬ َ ِ

yaitu fajar. Maka potongan ayat terakhir tersebut telah menjelaskan hal itu (benang putih dan

َ ‫ل َ ي َغُرن أ َحد َك ُم ن ِداء ب ِل َل من السحورِ وَل َ هَذا ال ْب َياض حتى ي َست َطير‬ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ُ ّ َ ّ ّ َ ِ ْ ْ ِ ٍ
144 145 146 147 148 149 150

Lihat Tafsir Al-‘Aliyil Qadir Likhtishar Tafsir Ibnu Katsir, 1/149 HR. Muslim, no. 1090, Bukhari no. 1916 Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/201. Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab, 7/310 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/45 dan ‘Aunul Ma’bud, 6/471. Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/46 Ibid

39

Risalah Ramadhan “Jangalah kalian terkecoh oleh adzan yang dikumandangkan oleh Bilal151 dan cahaya putih ini hingg dia menyebar di ufuk.”152 Dari Tholq bin ‘Ali ra, bahwasannya Rasulullah bersabda:

ُ ‫ك ُلوا واشربوا وَل َ ي َهيد َن ّك ُم الساط ِعُ ال ْمصنعِد ُ وَك ُل ُنوا واشنربوا حتنّنى ي َعْت َنرِض‬ ‫ن‬ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ َ ّ ْ َ ْ ُ ِ ‫ل َك ُم ال َحمر‬ ْ ُ َ ْ
“Makan dan minumlah kamu dan janganlah cahaya yang terbit itu merintangi kamu sekalian dan makan minumlah kamu sampai terbit kepadamu yang merah.”153 G. Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum Ibnu ‘Umar ra berkata, “Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin, yaitu Bilal ra dan ‘Abdullah bin Ummi Maktum ra, maka Rasulullah saw bersabda:

ُ ً َ ّ َ َ ‫إ ِن ب ِلل ي ُؤ َذ ّن ب ِل َي ْل فَك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أ ُم مك ْتوم ٍ قال وَل َنم ي َك ُنن‬ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ُ ْ ْ ٍ َ ْ َ َ َ ‫ب َي ْن َهُما إ ِل أ َن ي َن ْزِل هَذا وَي َرقى هَذا‬ ْ ّ َ
“Sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan di waktu masih malam, maka makan dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan yang dikumandangkan oleh ‘Abdullah bin Ummi Maktum”. Ibnu ‘Umar berkata, “Tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan ‘Abullah bin Ummi Maktum naik.”154 Imam An-Nawawi menyebutkan, "Maksud dari perkataan Ibnu 'Umar 'tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan 'Abdullah bin Ummi maktum naik dari sini' menurut para 'ulama adalah, sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, setelah itu dia menunggu dan mengawasi terbitnya fajar sambil berdo'a dan semisalnya, maka bila waktu telah mendekati turunnya fajar, dia turun dan memberi khabar 'Abdullah bin Ummi Maktum akan hal tersebut. Kemudian 'Abdullah bin Ummi Maktum bersiap-siap dengan bersuci dan yang lainnya. Setelah itu dia naik dan mengumandangkan adzan bersamaan dengan terbitnya fajar."155 H. Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya. Sebenarnya yang menjadi batasan bagi seorang yang mau melaksanakan shaum harus imsak (menahan diri) dari makan dan minum dan hal-hal lain yang bisa membatalkannya adalah
151

152

153

154

155

Dia mengira bahwa adzan tersebut dikumandangkan di fajar yang kedua hingg dia harus meninggalkan makan sahurnya. HR. Muslim, no. 1094, Lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7 /305, Abu Dawud, no. 2329 bab Waktu Sahur dan lihat ‘Aunul Ma’bud, 6/471 Ibnu Atsir mengatakan, “Maksud dari kalimat ‫ وَل َ ي َهيد َن ّك ُم‬adalah janganlah kalian cemas dengan adanya sinar ْ ِ fajar yang memanjang sehingga kalian tertahan olehnya untuk makan sahur, karena sesungguhnya dia adalah fajar kadzib. Sedangkan maksud dari ‫ حتى ي َعْت َرِض ل َك ُم ال َحمر‬adalah putihnya sinar awal siang dan gelapnya ّ َ ْ َ ُ َ ْ malam atau biasa disebut dengan fajar shadiq. Lihat ‘Aunul Ma’bud 6 : 473, dan Tuhfatul Ahwazi, 3 : 335, hadits No. 705. Al-Jami’ Shahih Sunan At-Tirmidzi, 3 : 85, bab Ma Ja’a fi Bayanil Fajr. Abu Dawud, No. 2331. HR. Muslim ban Bayanu Anna Dkhula fis Shaoum Yufsholu bi Thulu'il fajri. Bukhari, 1918-1919. lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203. Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203-204.

40

'Abdul A'la bin Hamadi telah menjelaskan kepada kami' maka menurut perkiraan saya hadits tersebut diriwayatkan dari Hammad (bukan dari Abdul A'la bin Hammad) dari Muhammad bin Amru dari Abi Hurairah ra."158 Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata.Risalah Ramadhan terbitnya fajar bukan adzan." 160 Al-Hafidz Ibnu Qayyim berkata."157 Imam Asy-Syafi'i menyebutkan. karena khawatir akan terbitnya fajar. yaitu fajar. Al-Fatawa Al-Kubra. "Apabila fajar telah terbit sementara di dalam mulut masih ada makanan kemudian dia menelannya. Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya. Sebagaimana jumhur ulama dari 4 imam madzhab dan ulama yang lainnya telah sepakat bahwa waktu imsak bagi orang yang mau melaksanakan shaum adalah jika telah terbit fajar shadiq. keterangan ayat dan hadits telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. maka tidak mengapa makan dan minum setelah adzan tersebut dikumandangkan. tapi dalam waktu singkat (harus segera dihabiskan makannya). "Mustahab hukumnya melaksanakan sahur pada waktu yang tidak mendekati terbitnya fajar. HR. maka janganlah dia meletakannya hingga ia menyelesaikan hajatnya. 156 157 158 159 160 Lihat 'Aunul Ma'bud . "Jika adzan dikumandangkan sebelum terbit fajar sebagaimana adzannya Bilal ra di zaman Rasulullah saw. no. ketika ditanya tentang makan dan minum setelah adzan dikumandangkan. َ ُ َ َ َ َ ‫إ ِذا سمعَ أ َحد ُك ُم الن ّداء وال ِناء ع َلى ي َد ِهِ فَل َ ي َضعْه حتى ي َقضي حاجت َه من ْه‬ ّ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ ِ ْ ْ "Jika salah seorang di antaramu mendengar adzan sedangkan piring atau gelas masih berada di tangannya. maka shaumnya menjadi batal. Katanya. Mereka berhujjah dengan ayat dan hadits di bawah ini. Allah SWT berfirman: ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. atau seperti yang dilakukan oleh para muadzin di Damaskus. 2/96. 2333 41 . Al-Baqarah [2]: 187) Rasulullah saw bersabda: ُ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أم مك ْتوم‬ "…maka makan dan minumlah kalian sampai adzan dikumandangkan oleh 'Abdullah bin Ummi Maktum…" 156 Di dalam Al-Majmu Syarhul Muhadzab disebutkan. 2/459. 6/476-477. Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. Abu Dawud. "Karena Abu Dawud berkata. "Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Al-Qatthan dan hadits ini memiliki illah (cacat) karena kedudukan hadits ini masykuk (masih diragukan) tentang sanadnya (bersambung atau tidak). Dia berkata."(QS."159 I. 6/309 Kitab Al-Umm.

Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma Dari Abu Hurairah ra.Risalah Ramadhan Tapi menurut syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits tersebut adalah shahih. 1921. Lihat Al-Majmu' Lin Nawawi. oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani. 42 . Maka jika dia mengalami hal yang demikian shaumnya dianggap tidak sah. Muslim. 6/381." 162 Imam An-Nawawi berkata. Jika seseorang makan sahur kemudian dia ragu-ragu apakah fajar telah terbit atau belum. Sebagaiman kaidah ushul fiqhi menyebutkan: َ َ َ َ ُ َ ُ ْ ‫ال َصل ب َقاء ما كان ع َلى ما كان‬ َ َ َ “Asal segala sesuatu adalah ketetapan yang telah ada menurut keadaan semula” Demikian pula jika di sore hari dia makan. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu siang. "Hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim."163 L. no. Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur. dia berkata: َ َ ْ ّ َ َ ّ َ ‫ت َسحرنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ث ُم قُمنا إ ِلى الصل َةِ قُل ْت ك َم‬ ْ ُ ُ ّ ِ ُ َ َ َ ْ ّ َ ‫كان قَد ْر ما ب َي ْن َهُما قال خمسين آي َة‬ ً َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ُ "Kami sahur bersama Rasulullah. Al-Bukhari. "50 ayat. HR." Pernyataan ini disepakati oleh Ad-dzahabi dan berdasarkan hadits tersebut beliau berpendapat jika seseorang mendapati fajar mulai terbit (masuk waktu shubuh) sedangkan tempat makan dan minum masih berada di tangannya. 703. 7/ 307-308 HR."161 J. Al-Hakim berkata. At-Tirmidzi. Kemudian beliau menyebutkan perkataan Al-Hakim dan menyebutkan penguat Hadits tersebut dalam kitab At-Ta'liqat Al-Jiyyad. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu malam. maka masih diperbolehkan baginya untuk tidak meletakannya sampai dia memenuhi hajatnya (menyelesaikan makan). tentang berapa jarak antara keduanya? Dia (Zaid) menjawab. kemudian kami berdiri untuk menegakan shalat". maka shaumnya tetap dianggap sah. no. Syarh Shahih Muslim Bisyrhin Nawawi. Sunnah mengakhirkan sahur Dari Anas dari Zaid bin Tsabit ra. K. "Lamanya sama dengan bacaan 50 ayat. kemudian dia ragu-ragu apakah matahari telah tenggelam atau belum. 1097."164 161 162 163 164 Lihat Nukilan Muhammad Dahri Qomaruddin dari kitab Tamammul Minnah fit Ta'liqi an Fiqhgis Sunnah. Nabi ra bersabda: ‫ن ِعْم السحوْرِ ال ْمؤ ْمن الت ّمر‬ ُ ّ َ ُ َ ُ ِ ُ "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma. Aku (Anas) bertanya. Al-Baihaqi.

Risalah Ramadhan BAB V SHALAT TARAWIH A. beliau berkata: 165 Al-Qamus Al-Muhith. Sebab Penamaan Kata tarawih adalah bentuk jama’ dari dari kata “tarwihah” yang artinya istirahat pada tiap-tiap empat roka’at.165 Kemudian tiap empat roka’at dari shalat malam disebut juga dengan istilah tarawih. Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Al Baihaqi dari Aisyah Radhiyallahu’anha. 1/307 43 .

166 B. Hadits dari Abu Dzar ra َ ِ‫الرجل إ ِذا قام معَ ال ِمام ِ حتى ي َن ْصرِف ك ُت ِب ل َه قِيام ل َي ْل ِه‬ ّ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ُ ّ َ “Sesungguhnya apabila seorang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai baginya dicatat melaksanakan shalat semalam suntuk. Bilangan Rakaat a. At-Turmudzi. Dalil Dan Keutamaannya a. 2/10 44 . C. Abu Daud. 2. maka disebut shalat tarawih. Berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu’anha beliau berkata: ّ َ ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ‫ما كان رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سلم ي َزِي ْد ُ فِي رمضان وَل َ غ َي ْره‬ ُ َ ‫ع َلى إ ِحدى ع َشر رك َعة‬ َ َ َ َ َ ْ 166 Subulus Salam.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ ‫كان رسول الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصلي أ َرب َعَ رك َعات في الل ّي ْل ث ُم‬ ِ ٍ َ َ ّ ِ َ َ ُ ْ ْ ُ َ َ َ َ ِ‫يتروح فَأطال حتى رحمت ِه‬ َ ْ َ ّ َ ُ َ “Rasulullah shalat malam empat rakaat lalu istirahat lama sekali sehingga saya merasa iba kepada beliau. Jumlah rakaat yang bisa dilaksanakan oleh Rasulullah adalah 11 atau 13 rakaat. shalat lail juga sering disebut dengan nama shalat tahajjud. niscaya ia bebas dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya. dihitung 11 rakaat jika tanpa shalat iftitah sebanyak dua rakaat. (Al-Bukhari Muslim). Hadits dari Abu Hurairah ra ‫إ ِن رمضان شهْر فَرض الله صيامه وَإ ِني سن َن ْت ل ِل ْمسل ِمي ْن قِيامه فَمن‬ ّ ُ َ َ ِ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ْ َ ‫صامه وَقامه إ ِي ْمانا واحت ِسابا خرج من الذ ّن ُوْب ك َي َوْم ِ وَل َد َت ْه أ ُمه‬ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ً َ ُ َ َ ُ َ َ “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah untuk shaum dan aku sunnahkan shalat pada malamnya. Bila shalat lail/ qiyamullail/ tahajud dikerjakan di bulan Ramadhan. Maka barang siapa yang menjalankan shaum dan shalat pada malamnya karena iman dan mengharap pahala.” (HR.” (HR. An Nasa’i). An-Nasa’i dan Ahmad).Hadits dari Abu Hurairah ra ِ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. 3. Dinamakan shalat tarawih karena para salaf mengerjakan shalat malam tersebut dengan cara berhenti sejenak untuk beristirahat di tiap-tiap empat rakaat.” Shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari disebut qiyamullail atau shalat lail.

Dasarnya adalah shalat penduduk Madinah. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nafi’ maula Ibnu Umar ra “Saya mendapati kaum muslimin di Madinah shalat tarawih 39 rakaat. 45 . Mereka beralasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi. Muslim. 167 Bolehnya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat menjadi pendapat jumhur Ulama’. kalau mereka sanggup berdiri lama. Namun boleh juga shalat tarawih lebih dari sebelas rakaat. Boleh juga shalat 36 rakaat sebagaimana pendapat Imam Malik dan ia juga oleh shalat 11 dan 13 rakaat. ini adalah pendapat Imam Malik. maka yang lebih utama adalah 10 rakaat.” (Al-Bukhari. Al Qodli Iyadl meriwayatkan ini dari jumhur Ulama’. sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw saat shalat sendirian di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. (HR. Ini adalah pendapat Imam Aswad Bin 36 rakaat tarawih belum termasuk wiitir. Imam Ibnu Abdil Barr memilih pendapat ini. sebagaimana yang tegaskan oleh para ulama’: Syaikh Abdul Aziz Muhammad Salman menyatakan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa shalat tarawih adalah 20 rakaat secara berjama’ah. Dia juga mengatakan “Yang lebih utama adalah berbeda dengan keadaan makmum.Risalah Ramadhan “ Tidaklah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat”. banyak dan sedikitnya rakaat tergantung panjang dan pendeknya berdiri (lama tidaknya shalat). Al-Bukhari. Dari Aisyah ra beliau berkata: ّ َ ُ ‫كا َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم ي ُصل ّي من الل ّي ْل ث َل َث ع َشرة َ رك ْعَنة‬ ً َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ِ‫من ْها رك ْعَتا ال ْفجر‬ “Nabi Shalallahu’alaihi wasalllam shalat malam di bulan Ramadhan sebanyak 13 rakaat sudah termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah fajar. Ini juga menjadi pendapat Imam Malik. maka yang lebih utama adalah 20 rakaat dan ini merupakan pendapat sebagian besar (ulama’) kaum Muslimin. tarawih dan 3 witir. dan Imam Daud Adh Dhohiri. namun beliau mengatakan riwayat dari Imam Malik adalah 11 rakaat”. Muslim). An-Nasa’i dan AtTirmidzi). 4/ 38. dengan lima kali tarwihat (Istirahat sejenak tiap empat rakaat). Imam Abu Hanifah. ditambah 7 rakaat witir. Demikianlah pendapat para Ulama’. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan “… boleh shalat 20 rakaat dengan berjama’ah sebagiamana pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’i dan Ahmad. Imam Ahmad. Secara ringkas pendapat para ulama’ dalam masalah ini sebagai berikut: • 20 rakaat tarawih belum termasuk witir. yang tiga rakaat adalah witir. Kalau makmum tidak kuat. semuanya baik. Al Mughni 2/ 604. sebagai pertengahan antara 10 dan 167 Al Majmu’ Syarhul Muhadzzab. ini adalah pendapat Imam AsySyafi’i. Yazid. • • 40 rakaat tarawih. setiap dua rakaat salam. dikerjakan dalam sembilan kali tarwihat. b.

Mawardlu Adz Dham’an. sebagian Ulama’ menyatakan setelah shalat isya’ adalah lebih utama berdasarkan shalatnya Ubay bin Ka’ab di masa Umar ra. HR. baik secara berjama’ah maupun sendiri-sendiri. dan witir beliau berakhir di waktu Sahur”. diriwayatkan dari Masruq. kemudian shalat witir”. pada masa Umar Ibnu Khathab ra. yang selanjutnya dilaksanakan oleh umat Islam sampai hari ini. 171 Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra berkata. Waktu Shalat Tarawih Para Ulama telah sepakat bahwa waktu shalat tarawih dan wiitir adalah setelah selasainya shalat Isya’ sampai sebelum subuh. 'Tiap malam Rasulullah melakukan shalat witir di awal malam. Barang siapa yang mengira bahwa jumlah rakaatnya sudah ditentukan sehingga tidak boleh lebih atau kurang. sebagian Ulama’ salaf lainnya shalat 36 rakaat. shalat 40 rakaat atau lebih juga boleh dan tidak dilaksanakn. lalu witir 3 rakaat. namun pendapat yang lebih kuat – Wallahu’a’lam . 1/406-412 ). 2/186. 169 Setelah menerangkan pendapat Ulama’ Salaf dalam masalah jumlah rakaat tarawih Imam Asy Syaukani menyimpulkan: “Kesimpulan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits dalam masalah ini dan hadits-hadits yang semisal adalah disyari’atkannya shalat malam pada bulan Ramadhan yang dikenal dengan nama tarawih.Risalah Ramadhan 40 (11 dan 36). kemudian shalat witir. Firman Allah Ta’la: 168 169 170 171 172 ( Al Asilah wal Ajwibah Al Fiqhiyah. namun kadang-kadang juga malas sehingga yang lebih utama adalah meringankannya”. Al Fatawa Al Kubra. 168 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Nabi Shalallahu’alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan-bulan yang lainnya sebanyak 11 atau 13 rakaat. At-Tirmidzi. Berdasarkan dalil: 1. Dia meringankan berdirinya sehingga jumlah rakaat yang lebih banyak ini menjadi pengganti dari lamanya berdiri. 170 D. di pertengahan malam atau akhir malam. Abu Daud . Muslim. Membatasi jumlah rakaat atau bacaan tertentu tidak ada dasarnya dari As Sunnah”. tetapi shalat beliau sangat panjang (lama).adalah yang menyatakan bahwa yang afdal adalah melaksanakannya di akhir malam. An-Nasa’i. 46 . dari 'Aisyah ra berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ّ ‫من ك ُل الل ّي ْل قَد ْ أ َوْت َر رسول الل ّهِ صنلى الل ّنه ع َل َي ْنهِ وَسنل ّم منن أ َوّل الل ّي ْنل‬ ُ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ ِ َ ‫وَأ َوْسط ِهِ وآخرِهِ فان ْت َهى وِت ْره ُ إ ِلى السحر‬ ِ َ َ َ َ ُ ِ َ ّ “Aisyah ra berkata. Ketika kaum muslimin merasa berat. Nailul Authar. Bukhari. 172 Sedangkan mengenai waktu mana yang lebih utama (Afdal). Karena seseorang kadang-kadang rajin sehingga yang lebih utama adalah memanjangkan ibadah. Muslim. Ahmad. 1/255 . berarti dia telah berbuat salah. 3/ 64 . bahwa Nabi saw bersabda: ‫أ َوْت ِروا قَب ْل أ َن ت ُصب ِحوا‬ ُ ْ ْ َ ُ “Witirlah kalian sebelum shalat subuh”. Ibnu Majjah. HR. Sebagaimana Salaf Ash Shalih shalat tarawih 40 rakaat dengan meringankan berdirinya. Ubay bin Ka’ab ra mengimami mereka sebanyak 20 rakaat.

Imam Ath Thahawi dan Al Laits menyatakan. Jika seseorang menjadi panutan lantas shalat tarawih sendirian di rumah. Al-Bukhari Muslim. AlBukhari). Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat pada akhir malam. Al Muzani.” Dia juga mengatakan. Berjama’ah Atau Sendirian ? Dalam hal ini para Ulama’ berbeda pendapat: a. (QS. Ali dan Abu Hurairah ra juga shalat tarawih berjama’ah”. Bila Muadzin mengumandangkan adzan beliau bangun. 173 Dari Abu Ishak.Risalah Ramadhan Artinya: "Adalah mereka sedikit tidur malam. saya khawatir orang-orang akan ikut-ikutan shalat di rumah. “Shahabat Jabir. 47 . Adz Dzariyat: 17-18). Kemudian beliau kembali ke tempat tidur. Beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya. (HR. Dan di waktu-waktu sahur mereka beristighfar”. Shaum yang paling dicintai oleh Allah adalah shaumnya Nabi Daud. dan tidur lagi seper enamnya. dari Al Aswad dia berkata. bagaimana sifat shalat malam Rasulullah ? Dia menjawab: َ ّ َ َ ‫كان ي َنام أ َوّل َه وَي َقوم آخره ُ فَي ُصلي ث ُم ي َرجعُ إ ِلى فِراشنهِ فَنإ ِذا أ َذ ّن ال ْمنؤ َذ ّن‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ ُ َ َ ‫وَث َب فَإ ِن كان ب ِهِ حاجة اغ ْت َسل وَإ ِل ّ ت َوَضأ َ وَخرج‬ ٌ َ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ “Beliau tidur diawal malam dan bangun di akhir malam lalu shalat. "Saya bertanya kepada Aisyah ra. Ibnu Abdil Hakam. bila ada hajat beliau mandi. bila tidak ada hajat beliau segera berwudlu dan keluar ke masjid”. beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari”. Imam Ahmad berkata. E. dan sebagian shahabat Abu Hanifah. 2. Yang lebih utama adalah berjama’ah Ini adalah pendapat Imam Ahmad. “Setiap orang yang mengutamakan shalat tarawih sendirian di rumah harus memastikan bahwa ketidak hadirannya di masjid tidak 173 HR. “Shalat tarawih berjama’ah adalah lebih baik. Hadits: Dari Abdulah bin Amru ra bahwa Rasulullah Shalallahu’laihi wasallam bersabda kepadanya: َ ‫الصيام ِ إ ِلى الل ّهِ صيام‬ َ ّ ُ َ ِ ‫وَي َص نوم ي َوْم نا وَي ُفط ِنر‬ ْ ‫ًن‬ ُ ‫ُن‬ ُ َ َ َ َ ّ ‫أ َحب الصل َةِ إ ِلى الل ّهِ صلة ُ داوُد َ ع َل َي ْهِ السلم وَأ َحب‬ ّ َ َ ّ َ ّ ‫داوُد َ وَكان ي َنام ن ِصف الل ّي ْل وَي َقوم ث ُل ُث َه وَي َنام سد ُسه‬ َ ْ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ ُ ِ ‫ي َوْما‬ ً “Shalat yang paling dicintai Allah ta’ala adalah shalatnya Nabi Daud Alaihisalam.

174 Dalilnya adalah: 1. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. Namun mereka berbeda pendapat mana yang lebih utama. Jika ketidak hadirannya menyebabkan shalat tarawih berjama’ah tidak terlaksana maka ia tidak boleh shalat sendirian”. (Lihat Hal. Rasulullah saw pernah shalat tarawih 3 atau 4 malam. 1/ 605. Imam An Nawawi menyatakan: “Para Ulama sepakat bahwa shalat tarawih itu sunnah. (HR. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. 2. sebagian Ulama’ Malikiyah dan Ulama’ lain menyatakan bahwa yang lebih utama adalah berjama’ah. Nailul Authar. Abu Hanifah. 2/174. Perbuatan para shahabat sejak masa Umar bin Khatab ra yang melaksanakan shalat tarawih berjama’ah. Ahmad. 2). 175 b. bagi orang yang kuat shalat tarawih sendirian maka itu lebih baik. orang-orang shalat taraawih berjama’ah pada masa Rasululah saw dan beliau mengakuinya. hal ini lebih dianjurkan dari shalat sunnah biasa. 2/174 . Pengakuan beliau ini adalah Sunnah beliau”. secara sendirian di rumah atau berjama’ah di masjid. Fatwa Lajnah Daimah. Imam Asy-Syafi’i dan sebagian besar shahabat beliau. Adapun Abu Yusuf. karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. Hadits Abu Dzar ra. 3. Beliau tidak meneruskannya karena takut kalau shalat tarawih dianggap wajib.Risalah Ramadhan menyebabkan shalat tarawih berjama’ah di masjid tidak terlaksana. dasarnya adalah hadits yang menyatakan sebaik-baik shalat sunnah adalah di rumah. Imam Ath Thahawi menambahkan menegaskan “Shalat tarawih berjama’ah adalah fardlu kifayah”.1 hadist No. 7/201-203 . Imam Malik sebagian Syafi’iyyah dan Ulama’ yang lain menyatakan yang lebih utama adalah shalat sendirian di rumah berdasarkan hadits: ّ َ ‫َ ْ ِ ن‬ َ‫فَصلوا أ َي ّها الناس في ب ُيوت ِك ُم فَإ ِن أ َفْضل صل َةِ ال ْمنرء فِني ب َي ْت ِنهِ إ ِل ّ الصنل َة‬ ِ ُ ّ ّ ُ ْ ّ َ َ َ َ ‫ال ْمك ْتوب َة‬ َ ُ َ “Shalatlah kalian di rumah kalian wahai manusia. An-Nasai)176 174 175 176 Al Mugni. Tentang hadits ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar “dalam hadits ini ada anjuran untuk qiyam Ramadhan di belakang imam ( secara berjama’ah ). 48 .Shalat sendirian lebih baik Imam Malik dan sebagaian Ulama Syafi’iyyah menyatakan. Sebagaimana yang dikerjakan shahabat Umar ra dan para Shahabat yang lain dan terus dikerjakan oleh kaum muslimin dikarenakan merupakan syi’ar yang nyata sehingga kedudukannya seperti shalat ied. 3/ 60.

Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu Al Qur`an Al Karim diturunkan oleh Allah swt (30 juz) sekaligus ke Baitul Izzah. Kemudian dari Baitul Izzah inilah diturunkan kepada Rasulullah saw selama secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali diabadikan oleh Allah dalam frimnan-Nya: ‫إ ِنا أ َن ْزل ْناه ُ في ل َي ْل َةِ ال ْقد ْر‬ ِ َ َ ّ ِ َ 49 .Risalah Ramadhan BAB VII LAILATUL QODAR Segala puji bagi Allah swt yang telah menurunkan malam Lailatul Qodar.

Keutamaannya jauh lebih bernilai daripada seribu bulan. Jadi malam itu dinamakan dengan Lailatul Qodar karena keagungan nilainya dan juga keutamaannya di sisi Allah Subhanahu wata'ala. Ad-Dhahak. Al-Qadar berarti asysyarf wat ta’zhim (mulia dan agung). Hazkil Bi Azaz dan Yusa bin Nun 50 . “ Wahai Muhammad umatmu heran terhadap mereka semua yang beribadah selama 80 tahun tanpa dibarengi maksiat sedikit pun. 130 Mereka adalah: Ayyub. Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan. 4/124 Tafsir Fathul Qodir.” 179 B. Al-Qadar [97] : 1).Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bercerita tentang empat orang180 dari Bani Isroil yang beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan maksiat sedikit pun.” Az Zuhri salah seorang tabi`in berkata. Abu Malik. Pada malam ini juga ditentukan taqdir seluruh makhluk untuk kurun waktu satu tahun. serta yang lainnya dari kalangan salaf. maka datanglah malaikat Jibril menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seraya memberi kabar. Lailatul qadar merupakan anugerah besar yang Allah swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw. keberkahan.178 Imam Al Azhari berkata. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Umar ra. karena pada malam itulah Al Quran diturunkan. dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. keagungan. Kemudian Jibril membaca.” (QS. Zakaria. Sungguh Allah swt telah menurunkan bagimu dan juga bagi umatmu yang lebih baik dari itu. Mujahid. 5/ 593 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. di dalamnya ditetapkan ketetapan-ketetapan yang agung dan balasan yang besar. ajal dan urusan lainnya yang akan terjadi selama satu tahun. Di malam itulah ajal dan rizki manusia ditentukan untuk setahun kedepan." (QS. Pada waktu itu para sahabat banyak yang ta`ajub. Ad-Dukhan [44] : 4). “Lailatul Qodar adalah malam yang agung dan mulia. hal. dan pahala. Dan Rasulullah melihat bahwa amal umat islam dengan umur yang pendek tidak bisa menyamai amal orang-orang terdahulu dengan umur yang 177 178 179 180 Tafsir Ibnu Katsir. Maksud dari urusan tersebut adalah urusan rizki. “ Imam Malik dalam kitab ‘Al-Muwatho` menyebutkan bahwa telah diperlihatkan umurumur umat terdahulu kepada Rasulullah saw. keutamaan. sebagaimana firman Allah: َ ِ َ ْ ّ َ ْ َ ِ ٍ ‫فيها ي ُفرقُ ك ُل أمرٍ حكيم‬ “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. “Inna anzalna hu fi Lailatil Qodar. kesucian. Makna Lailatul Qodar Lailatul Qodar adalah suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran. “Dikatakan Lailatul Qodar karena malam itu hanyalah untuk amal keta`an.177 A.

9 akhir. 3760 51 . atau 3 akhir di bulan Romadhan. 20/132. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Kapan Lailatul Qodar Terjadi Dari Ubadah bin Shomit ra. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. Rasulullah saw bersabda. Jika dia melakukan hal itu. Al. Dan tidak terhalang mendapatkan kebaikannya kecuali orang yang benar-benar merugi. 'Bacalah do'a: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. Lihat Tafsir Ad Duur Al Mantsur. mencintai ampunan. niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar185 Sesungguhnya malam yang penuh berkah ini. hal. niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. malam itu terjadi pada malam ke-23. Maka ampunilah aku.Bukhari. 4/ 537. siapa yang terhalang mendapatkannya berarti dia terhalang mendapatkan semua kebaikan. 72 HR. Diriwayatkan dari 'Aisyah. 8/ 571-572. “Bersungguh-sungguhlah kalian pada malam itu. ia berkata. no. Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Lailatul Qodar itu ada pada malam ke-27. Dan dia adalah malam-malam yang ganjil. 759 Hadits hasan shahih riwayat Imam At-Turmudzi. 4/217 dan Muslim no.” 187 Diriwayatkan dari 'Aisyah beliau berkata: ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫كان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَس نل ّم إ ِذا د َخ نل ال ْعَش نر ش ند ّ مئ ْزره ُ وَأ َحينَنا ل َي ْل َنه‬ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ ‫وَأ َي ْقظ أ َهْل َه‬ ُ 181 182 183 184 185 186 187 Lihat Tafsir Al Qurthubi. 5 akhir. Karena itulah dianjurkan kepada muslim yang benar-benar ta'at kepada Allah agar menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan didasari rasa keimanan dan penuh pengharapan pahala yang besar. Nabi bersabda.”181 C. 4/ 537 Puasa Bersama Nabi. bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar. 'Ya Rasulullah.” 182 Dari Anas ra. apa yang saya baca?' Beliau bersabda. sesungguhnya Nabi saw bersabda. "Saya berkata. 7 akhir.”183 Dari Ibnu Abbas ra."186 Dianjurkan untuk memperbanyak berdo'a pada malam itu. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Ramadhan. Maka Allah swt memberikan malam Lailatul Qodar.Risalah Ramadhan demikian panjang. yang nilainya sama dengan seribu bulan. "Barangsiapa yang mendirikan ibadah shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala.” 184 D.

Dan ini telah menjadi ijma` umat Islam. Lalu Allah menjadikan malam Lailatul Qodar mencukupi dua kerajaan tersebut."189 E.Bukhari. Syaithon tidak bisa berbuat kejahatan atau berbuat kerusakan. Keutamaan Lailatul Qodar Allah swt telah menjelskan di dalam kitab-Nya bahwa Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. karena bersamaan dengan turunnya barokah dan rohmat.191 3. 4/537. Lihat Ad Durul Mantsur. Artinya beribadah pada malam itu nilainya adalah lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. Maka jadilah masa dua kerajaan tersebut 1000 bulan. 131-132. membaca al qur`an atau ibadah yang lainnya. maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Al Baihaqi 52 . Al-Bukhori dan Muslim) 192 4. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.195 7. malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak. Allah swt menurunkan surat Al-Qadar secara sempurna (keseluruhan) yang akan dikumandangkan hingga hari kiamat. Nabi mengencangkan ikatan kainnya188. hal.” (HR. Sebagaimana firman Allah swt. 5. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. 1174 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah.Risalah Ramadhan "Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadhan).” (QS. Pada malam itu para malaikat termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orangorang mukmin. 194 6. akan kami sebutkan beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar sebagai berikut : 1. malam itu adalah malam yang penuh keselamatan dan kebaikan. no. Maksudnya. 193. AlQadar [97] : 4). 188 189 190 191 192 193 194 195 196 Maksudnya mengencangkan kainnya adalah meninggalkan hubungan badan dengan istrinya untuk beribadah serta berusaha keras untuk mencari Lailatul Qadar. Al. Abu Bakar Al Waroki berkata.” (QS. hal. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan. 8/585 Tapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa malam itu juga dipunyai oleh umat-umat terdahulu. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya). HR. sholat.190 Sebagai pengingat dan untuk memudahkan kita dalam menghayati hakikat Lailatul Qadar.196 8. “Barang siapa yang menegakkan (beribadah) pada malam Lailatul Qodar atas dasar iman dan penuh mengharap. Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. “Masa kerajaan Nabi Sulaiman 500 bulan dan kerajaan Dzul Qornain selama 500 bulan. tak sedikit pun terdapat kejelekan sampai terbit fajar. Lailatul Qodar belum pernah diturunkan kepada umat sebelum umat Muhammad saw. 131-132 ibid HR. 2. Al-Qadar [97] : 4). Lihat Tafsir Ali Al Qodir. “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. Sebagaimana firman Allah. 4/233 dan Muslim. baik ibadah siyam. Dari Abi Hurairoh ra Nabi saw brsabda. Pada malam tersebut.

349. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Aku (Ibnu Mas`ud ra) melihat kelangit. Tanda-tandanya. lalu kami mendengar ia berkata. malam itu tampak terasa cerah dan berseri-seri. 3/231. Pada pagi hari matahari tidak terlalu merah.”ِ َ ْ ْ ‫ال َل ّهُم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك ال ْهُدى والت ّقى وال ْعَفاف وال ْغِنى‬ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ 197 198 199 200 201 HR. tenang. Dinukil dari Puasa Bersama Nabi. Di antaranya adalah: ‫رب ّنآ ءات ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي ا ْل َخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار‬ ً َ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ “Wahai Robb kami berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat. dan hari itu matahari putih tiada bersinar. Al-Bazzar 1/486. Ibnu Katsir. aku dapati seperti yang disampaikan oleh Rasulullah itu benar adanya. Dan Allah mengaharamkan bagi syetan untuk keluar pada waktu itu bersamaan dengan terbitnya matahari. tidak panas dan tidak pula dingin.200 Syaikh Abdullah Bin Ibrohim Al Jarullah dalam risalahnya201 mengatakan bahwa ada beberapa do`a tentang kebaikan dunia dan akhirat yang dianjurkan untuk dibaca pada malam itu.“ Lalu aku tanyakan hal itu kepadanya. At-Thayalisi. 134-137 53 . ” Shodaqohullahu Wa Rasuluhu. Seakan-akan pada malam itu bulan sedang terbit dan bersinar. yaitu pada tujuh bagian yang akhir. Maka aku pun bertakbir. ia berkata: Kami mendatangi Ibnu Mas`ud ra di rumahnya. 23. Bintang-bintang terlihat tanpa ada yang mengahalanginya sampai datang waktu pagi. Dan. no. 8/ 571. ‘Wahai Rasulullah. 4/484 Hadits hasan shahih riwayat Imam At Turmudzi Lihat Ad Durul Mantsur. Maka ampunilah aku.” 199 Dari Abi Aqrob Al Asadi. “Aku bertanya. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Romadhan. 25. hal. mencintai ampunan. apa yang hendaknya kita baca jika menemui Lailatul Qodar? Beliau menjawab. Amalan Di Malam Lailatul Qodar Aisyah ra berkata. tidak panas dan tidak pula dingin. hal. bahwa Rasulullah saw bercerita tentang Lailatul Qodar “Malam itu terlihat tenang dan cerah. sesungguhnya Nabi saw bersabda. 176. Ibnu Khuzaimah. diwaktu pagi matahari terbit tanpa bersinar (panas). bersih. persis seperti cahaya rembulan. Tanda-tanda Lailatul Qodar Dari Ibnu Abbas ra. serta jagalah kami dari api neraka. seperti pada malam 21. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah.”197 Dari Ubadah bin Shomit ra. Yaitu pada malam-malam ganjil. Maka ia pun menjelaskan kepada kami tentang malam Lailatul Qodar. Lihat Ad Durul Mantsur. sanadnya hasan.Risalah Ramadhan F. “Bacalah: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. 8/572 Risalah Romadhan.27 29 atau pada malam terakhir dari bulan Romadhan.”198 G.

Risalah Ramadhan Ya Allah saya memohon pada-Mu petunjuk dan takwa. perbaikilah akhiratku yang kesanalah tempat kembaliku. aku mengharap rahmat-Mu. serta segala yang menghimpunnya." BAB VII ZAKAT FITHRI A. perbaikilah duniaku yang aku hidup di dalamnya. tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau. jadikan kehidupan ini sebagai tambahan dalam meraih dalam setiap kebaikan bagiku. Ya Allah. secara lahir batin baik di awal atapun di akhirnya. Wahai Zat Yang Maha Hidup Yang memiliki keagungan dan kemuliaan." ‫ال ّلهم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك مفات ِي ْح ال ْخي ْر وَخوات ِمه وَجوامعَه وَ ظاه ِره ُ وَ باط ِن َه و‬ َ َ َ َ َ ْ ْ ُ ِ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ُ َ َ ‫أ َوّل َه وَ ا َخره ُ وَ ع َل َن ِي َت َه وَسره. Aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebaika . pada malam hari Raya dan pagi harinya. kesucian dan kekayaan َ ‫الل ّهُم أ َصل ِح ل ِي د ِي ْني ال ّذ ِيْ هُوَ عصمة أ َمري ، وَأ َصل ِح لي د ُن ْيايَ ال ّذ ِيْ فِي ْها‬ ِ ْ ْ ِ ْ ْ ْ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫معاشي ، وَأ َصل ِح ل ِي آخرت ِي ال ّت ِي فِي ْها معاد ِيْ ، واجعَل ال ْحياة َ زِياد َة ً ل ِي فِي‬ َ َ َ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ِ ْ ْ ْ ْ ِ َ َ . secara terang-terangan atau pun rahasia. اللهُم ارحم فِي الدنيا غ ُرب َت ِي وَ ارحم فِي‬ َ ّ ْ َ ْ ْ َ ْ ّ ّ ُ ّ ِ ُ ُ ْ ْ ْ ْ َ ِ ‫القب ْرِ وَحشت ِي وارحم فِي ا ْل َخرةِ قُوْفي ب َي ْن ي َد َي ْك يا حي يا قَي ّوْم يا‬ َ ْ ِ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ ِ ‫ذاالجلل وَال ِك ْرام‬ "Ya Allah.202 202 Kifayatul Akhyar. Kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku dihadapan-Mu kelak di akhirat. dan jadikan kematian sebagai istirahat dari setiap keburukan bagiku" َ ْ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهُم رحمت َك أ َرجوْ فَل َ ت َك ِل ْن ِي إ ِلى ن َفسي ط َرفَة ع َي ْن وَ أ َصل ِح ل ِي شأ ْن ِي‬ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ ِ ْ ٍ ‫ك ُل ّه ل َ إ ِل َه إ ِل ّ أ َن ْت‬ َ َ ُ "Ya Allah. Definisi Zakat Fithri Zakat fithri yaitu shadaqah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan. 54 . ‫ك ُل خي ْرٍ ، واجعل ال ْموْت راحة ل ِي من ك ُل شر‬ َ ّ َ ْ َ ّ َ ّ ْ ِ ْ ً َ َ َ َ ”Ya Allah perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusannku. dan perbaikilah keadaanku seluruhnya. Disebut dengan zakat fithri karena ia disyariatkan ketika bulan Ramadhan telah sempurna dan pada saat umat Islam telah mengakhiri siyam Ramadhan mereka. maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata. kesudahan (hidup) dengannya.

14/358. Di samping itu.204 ِ َ ِ Adapun secara syara’.untuk (memerdekaan) budak. shadaqah fitri. “. Hukum Zakat Fithri Hukum menunaikan zakat fithri adalah wajib bagi seluruh kaum muslimin yang mampu membayarnya pada saat itu.Risalah Ramadhan Al-’Allamah Ibnu Manzhur menyebutkan. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. Seolah-olah dari kata ‫( خل ْقة‬ciptaan). “Zakat adalah penetapan hak milik tertentu untuk orang yang berhak dengan syarat-syarat yang telah ada. barokah dan pertumbuhan. Dari kata bersinonim hal yang dikeluarkan dan pekerjaannya. Fiqh Zakat. )زكاة ُ ال ْخل ْقة‬Penulis Al-Hawy juga mengatakan itu. 203 204 205 206 207 Lisanul-Arab.” 205 Para ulama’ dari madzhab Hanbali menambahkan. pengurus-pengurus zakat. akan tetapi merupakan istilah fuqaha’. 2/917-918 55 . bukan bahasa arab asli. tidak pernah disebutkan bahwa Nabi saw dan para sahabat ra siyam Ramadhan tanpa mengeluarkan zakat fithri. yaitu zakat untuk ciptaan ( ٌ َ ِ َ َ ‫ . untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. 6/85. Abdurrahman Al-Jazairy berkata. Yusuf Qordlowi. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. arti zakat secara bahasa adalah thaharah (kesucian).. hal ini telah disepakati oleh Jumhur Ulama’ berdasarkan dalil-dalil yang sohih diantaranya adalah firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat at taubah : 60 ُ ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساكين وال ْعاملين ع َل َي ْها وال ْمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهُم وَفي‬ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ّ َ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ َ َ ُ ‫الرقاب وال ْغارِمين وَفي سبيل اللهِ واب ْن السبيل فَريضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ . dan zakat ar-ru’us.dan dalam waktu tertentu. (QS. hanyalah untuk orang-orang fakir. Disyariatkannya Zakat Fithri Zakat fithri disyariatkan dan diwajibkan ketika siyam Ramadhan. Ibid. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. ‫ع َليم حكيم‬ ِ َ ٌ ِ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. yakni ketika bulan sya’ban tahun ke-2 Hijriah. orang yang berhutang. bukan pula kata pinjaman dari bahasa lainnya. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. pertumbuhan. zakat al-badan. Adapun penamaan lain dari zakat fithri adalah.. Al-Fiqh ‘Alal-Madzahib Al-Arba’ah. Diwajibkan oleh Allah swt pada bulan ramadhan 2 hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Ied (hari raya ‘Iedul fitri).203 Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah. zakat fithri dan shadaqah fithri merupakan satu lafazh terlahir. orang-orang miskin. C. 1/536. Sebab zakat fithri disandarkan kepada Ramadhan dan dalam rangka mengakhiri siyam. At-Taubah [9]: 60).” 206 Dinamakan zakat fithri karena dengannya mewajibkan berbuka mengakhiri siyam ramadhan. zakat fitrah.207 B.

Risalah Ramadhan Juga hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin’Umar ra. dia berkata: Sehari atau dua hari sebelum ‘Idul Fithri. dari ‘Abd bin Tsa’labah radhiyallaahu ‘anhu. laki-laki dan perempuan. وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَبنل‬ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ‫خروْج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ِ ّ ِ ُ ُ “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. Beliau memerintahkan agar ( zakat fithri tersebut ) ditunaikan sebelum orang-orang melakukan shalat ‘id. dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”( HR. anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Al Jama’ah) Dalam lafadz lain disebutkan: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ َ َ ِ‫ال ْمسل ِمين وَأمر ب ِها أن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ْ ّ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ "Dari Ibnu Umar Radliyallahuanhuma ia berkata:Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mewajibkan untuk menunaikan zakat fithri dengan 1 sha’ kurma kering. beliau mengatakan: َ ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ع َلى ال ْحنر وَ ال ْعَبند ِ و‬ ِ ْ َ ّ ُ َ ْ َ ‫الذ ّك َرِ وَ ال ُن ْثى والصغِي ْرِ وَ ال ْك َب ِي ْرِ من ال ْمسل ِمي ْن. beliau berkata: ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَرض زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد ٍ ذ َك َرٍ أ َوْ أ ُن ْثى من ال ْمسل ِمين‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ُ ّ "Dari Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Sallahu 'Alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fithri setelah ramadlan satu sho’ dari tamar atau satu sho’ dari gandum terhadap kaum muslimin yang merdeka atau budak. Juga satu hadits lagi dari Ibnu Umar ra. orang merdeka. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhuthbah seraya bersabda : َ ‫أ َدوا صاعا من ب ِر أ َوْ صاعا من ت َمرٍ أ َوْ شعِي ْرٍ ع َن ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد، صغِي ْرٍ أ َو‬ ّ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ ْ ّ ُ ّ ْ ّ ْ ِ ً َ ‫ك َب ِي ْر‬ ٍ 56 . Al Bukhori Muslim ). laki-laki atau perempuan" (HR. atau 1 sha’ tepung gandum bagi setiap hamba sahaya. kaum laki-laki. kaum perempuan.” ( Muttafaqun’alaih ). Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya zakat fithri adalah hadits yang diriwayatkan olrh Al-Hafizh ‘Abdur-Razzaq dengan sanad yang shahih.

menurut pendapat jumhur. Jika ia tidak memiliki kelebihan kecuali kurang dari satu sha’ maka hendaknya ia dengan kelebihan itu ( yang jumlahnya kurang dari satu sha’ ) membayar zakat fithrinya.212 208 209 210 211 212 Satu sha’ syar’I (Baghdadi) = 4 mud atau 5.” Diwajibkan menunaikan zakat fithri bagi seluruh kaum muslimin baik anak kecil maupun orang dewasa. laki-laki maupun perempuan. bahwa zakat fithri wajib bagi wanita yang mempunyai suami maupun tidak. atas setiap yang merdeka atau budak. Hal itu berdasarkan firman Allah ta’ala: ‫فات ّقوا الله مااست َط َعْت ُم واسمعوا وَأ َطيعوا وَأنفقوا خي ْرا لنفسك ُم وَمن يوق‬ ُ ِ َ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ً َ ُ ِ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫شح ن َفسهِ فَأ ُوْل َئ ِك هُم ال ْمفل ِحون‬ ِ ْ ّ ُ َ ُ ْ ُ ُ Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta " taatlah. karena hal itu dilakukan oleh Shahabat Utsman bin ‘Affan Radliyallahuanhu. Adapun menurut pendapat imam Tiga (Malik. 2/926 57 . Jadi satu sha’ adalah 2700 gram. atau kurma kering.210 Sedangkan bayi yang berada di dalam kandungan Ibunya maka tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat fithri. apabila mereka tidak mampu melaksanakannya sendiri.Risalah Ramadhan “Tunaikanlah zakat (fithri) satu sha’ (empat mud)208 gandum.211 Sementara untuk anak kecil. Mereka juga sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh mengeluarkan zakat bagi istri yang kafir. karena mereka sendirilah yang dimaksud dalam kewajiban tersebut. Lihat Bidayatul Mujtahid dalam Kitab Zakatul Fithri Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi." (At-Taghabun :16 Menurut pendapat Abu Hanifah. orang yang merdeka maupun hamba sahaya yang mampu menunaikannya pada saat itu. namun kebanyakan Ahli Ilmu menghukuminya sunnah untuk ditunaikan. 209 Madzhab imam dalam hal ini berpendapat bahwa seorang muslim berkewajiban untuk menafkahi orang-orang yang wajib dinafkahi olehnya menurut syari’at (seperti : istri. jika anak tersebut memiliki harta. maka kewajiban zakatnya dibebankan atas orang yang menanggung nafkahnya. atau tepung. serta Ishaq. Seperti isteri dan keluarga. anak dan budak). meskipun dalam urusan nafkah masih menjadi kewajibanya.5 ritl. dan ini merupakan kesepakatan Jumhur Ulama’. Zakat fithri tidak diwajibkan kecuali terhadap orang yang mempunyai kelebihan dari keperluannya ketika hari malam hari Raya dan pagi harinya.(dari kekikiran dirinya. sesungguhnya seorang suami wajib mengeluarkan zakat fithri bagi seorang istrinya. hal. itu lebih baik. baik kecil atau dewasa. 2/925 Ibid . dan budak dibebankan kepada tuan (majikan)nya jika tidak memiliki harta. 1 mud =1 1/3 ritl = 675 gram. Karena ia termasuk orang yang menjadi tanggungan untuk menafkahinya. Tetapi jika ia tidak memiliki harta sendiri. Syafi’i. 1/75. Para ulama sepakat bahwa anak kecil yang belum memiliki harta maka dibebankan kepada bapaknya. Al Laits. dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Lihat Fiqhul Islami Waadilatuhu. wajib dikeluarkan darinya dan yang mengeluarkan adalah walinya. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang dipelihara . dan Ahmad). Zakat ini wajib dibayarkan terhadap diri sendiri dan terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya. Akan tetapi apabila mereka mampu melaksanakannya sendiri.

seperti orang tua (Keatas). ditakutkan karena dengan cenderung untuk bekerja akhirnya ia meninggalkan kewajiban menuntut ilmu tersebut. Fakir kecuali Amil. anak (kebawah) hal ini dikarenakan menafkahi mereka adalah wajib hukumnya. Bahwa Rasululloh saw telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat atas anak kecil dan dewasa.” 216 Imam An-Nawawi menjelaskan tentang pengertian kecukupan ( ‫ ) اليسار‬adalah: orang yang mempunyai kelebihan bahan makanan pokok hari itu untuk dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang harus ditanggungnya pada malam hari’Iedul-Fithri. Ibnu Hazm meriwayatkan dari Utsman bin Affan ra bahwasanya ia mengeluarkan zakat fithri atas anak kecil. “Zakat fithri wajib atas orang yang mempunyai kelebihan makanan pokoknya dan untuk keluarganya di hari ‘Ied dan malamnya selain yang dia miliki yang itu merupakan kebutuhannya. Tidak boleh memberikan zakat kepada orang kafir (tidak ada khilaf antar fuqoha' dalam hal ini) 3. Maka setiap hukum yang diberlakukan atas anak kecil berlaku juga terhadap janin. menurut jumhur fuqoha'. hal.Risalah Ramadhan Adapun berkanaan dengan janin. istri. Dan salah jika dikatakan bahwa kalimat anak kecil (shoghir) dalam hadits mencakup janin yang ada dalam kandungan. Bukan merupakan tanggungan nafaqoh bagi muzakki. 6/88. Ibnu sabil. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat 1. dan janin dalam kandungan. Begitu juga zakat halal bagi tholibul ilmi as syar'iyyah.214 Imam Asy Syaukani menyebutkan bahwa Ibnu Mundir telah menukil sebuah ijma' atas tidak wajibnya mengeluarkan zakat bagi janin. Sedangkan imam Ibnu Hazm berpendapat:" Jika janin telah genap (dalam perut ibunya) seratus dua puluh hari sebelum menyingsingnya fajar hari raya.217 E. kendaraan. seperti tempat tinggal. Sedangkan janin termasuk anak kecil. 213 214 215 216 217 Ibid. Tetapi barang siapa yang melakukanya itu baik baginya. pakaian sederhananya. Sedang Imam Ahmad mengistihbabkan bukan mewajibkanya. 2. wajib dikeluarkan zakat fithri atasnya. dikarenakan menuntut ilmu syar'i adalah fardlu kifayah. 2/927 Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. Pada Siapa Diwajibkan ? Madzhab Hambali mengatakan. 1/568 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.215 D. Yaitu kaum kerabat. Zakat fithri tidak wajib atasnya. dewasa.213 Yang benar bahwa apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm tidaklah memilliki dalil yang kuat atas wajibnya mengeluarkan zakat fithri atas janin. Muslim. Dan apa yang diriwayatkan oleh Utsman ra dan yang lainnya tidaklah menunjukkan adanya istihbab dalam mengeluarkanya. pejuang fisabilillah meskipun mereka termasuk orang yang kaya. Ibnu Hazm berhujjah. 58 . dan buku-buku pengetahuan. pembantu. 2/927 Kitab Al-Fiqh Ala Madzahibil Al-Arba'ah.

2/886 Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuhu. 2/2885-886 Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. hal. 1/237 59 . hal.. berakal. Imam malik berkata: َ َ ُ ‫أفضل من وَضعْت فِي ْهِ زكات ُك قَراب َت َك ال ّذي ل َ تعول‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ "Lebih utama jika kamu memberikan zakatmu kepada kerabatmu yang bukan tanggunganmu. Dan yang dikeluarkan adalah jenis makanan yang digunakan di negeri tersebut. dan lain sebagainya. paman. gandum. yaitu mengeluarkan satu sho' dari makanan pokok atau satu sho' dari susu yang kering. bibi. Kurma. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri a. hamba sahaya atau merdeka. seperti kurma. Tidak dari Bani Hasyim 5.atau satu sho' dari gandum.220 F. Baik itu gandum. Baligh. Malikiyah menambahkan lebih baik lagi kalau jenis yang dikeluarkan berupa bahan makanan yang terbaik dinegeri tersebut. kismis. beras. Sesuai dengan hadits Nabi saw:" Sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Salman bin 'Amir: َ ُ ‫الصدقة ع َلى ال ْمسل ِمي ْن صد َقَة وَه ِي ل ِذي ا لرحم ِ ا ِث ْن َتان. keju kering atau lainnya yang termasuk makanan pokok manusia. صد َقَة وَ صل ّة‬ ٌ ِ ٌ ٌ ِ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ِ َ "Shodaqoh atas muslim adalah shodaqoh dan jika ia diberikan kepada keluarga dekat. 2/912 Muttafaq 'alaih. atau satu sho' dari kurma atau satu sho' dari zabib. beras. merdeka. ia mendapat dua perkara yaitu shodaqoh dan menyambung tali persaudaraan." (Mutaffaq 'Alaih) 222 Ibnu Umar ra berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ ‫ال ْمسل ِمين وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصلة‬ ِ َ ّ ّ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ 218 219 220 221 222 HR. hal.221 Sebagaimana perkataan Abu Said ra: َ ْ ِ ً َ ‫صاعا من شعِي ْرٍ أ َوْ صاعا من‬ ْ ِ ً َ َ َ َ ُ ْ ّ ِ َ ْ‫ك ُنا ن ُخرِج زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ط َعام ٍ أو‬ ْ ِ ً َ ‫ت َمرٍ أ َوْ صاعا من أقط أ َوْ صاعا من زب ِي ْب‬ ٍ ْ ٍ َ ْ ِ ً َ ْ ِ ً َ "Kami (para sahabat Rasululloh saw) mengeluarkan zakat fithri dari setiap orang perorang baik anak kecil. dan lain sebagainya.219 4. Jenis Zakat Fitri Adapun jenis makanan yang boleh dipergunakan untuk membayar zakat fithri ialah makanan pokok. hal. 2/878 Lihat Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. zabib. Lu'lu' wal Marjan. Thabrani dinukil dari Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuu. Ukuran zakat fithri yang telah ditentukan oleh Rasululloh saw adalah satu sho' atau sebanding dengan empat mud. orang dewasa.Risalah Ramadhan Boleh memberikan zakat kepada kerabatnya yang lain seperti saudara laki-laki maupun saudara perempuan."218 Bahkan kerabat itu lebih berhak atas zakat.

Satu sho sama dengan empat mud. hal.687 liter atau 543 gram. keju kering dan kurma. laki-laki dan perempuan. seperti:1 sha’ beras dan lain-lain. atau anggur kering(kismis). Sedangkan pendapat Imam Abu Hanifah memperbolehkan dengan ½ sha’ gandum. Syafi’i. hal ini sebagaimana dikatakan Abu Sa’id Al Khudri ra : “Kami membayar zakat fithri saat hari raya pada masa Rasulullah saw satu sha’ makanan.032 liter atau 815. Ahmad. satu mud sama dengan 1.5 gram. 1161 Fiqh Zakat Yusuf qordlowi. Ahmad. b.” ( HR. dan makanan pokok kami adalah gandum. atau kurma kering. kismis. ia berkata.”saya berpendapat bahwa jika dengan ini (gandum dari Syam) sebanyak 1 sha’ maka alangkah adil jika untuk yang selainnya adalah 2 sha”. hal. Diperbolehkan pula menunaikan zakat fithri dengan sesuatu yang menjadi kemampuan suatu negeri. Ukuran Satu Sho' Dari keterangan dalil-dalil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya zakat fitri adalah 1 sha’ untuk setiap orang baik berupa gandum atau selainnya (dari makanan yang mengenyangkan).Risalah Ramadhan “Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. dan seluruh Jumhur Ulama’.223 Adapun menurut Imam syafi'i. keju dan makanan lainnya. Adapun maksud sha’ di sini adalah sha’ menurut Nabi saw yaitu 4 kali dua telapak tangan laki-laki dewasa yang betul-betul dianggap adil.39 gram. kismis. tepung gandum. satu sho' sama dengan 4. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. satu sho' sama dengan 2. Malik. Menurut Hanafiyah.748 liter atau 2176 gram224 Kadar zakat fithri itu 1 sha’ kurma kering. sebab makna yang dzahir (jelas) dari hadits Abu Sa’id AlKhudry ra. atau tepung gandum. atau susu kering(keju). maka ketika Mu’awiyah ra datang dengan membawa gandum(dari Syam). Beliau memerintahkan agar (zakat fithri tersebut) ditunaikan sebelum orang banyak melakukan shalat ‘id. 2/946 60 .Al-Bukhari ).” ( Muttafaqun’alaih ).128 liter atau 3261. maka Abu Sa’id 223 224 Kamus Kontemporer. Hanyasanya yang paling utama untuk untuk dibayarkan sebagai zakat fitri adalah makanan yang mengenyangkan. dan gandum dan itu semua disyaratkan dengan zakat berupa makanan pokok penduduk negeri. dia berkata: ّ َ ّ ‫ك ُنا ن ُعْطيها في زمان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صاعا من ط َعام ٍ أ َوْ صاعا‬ ً َ ِ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ ً َ َ َ ِ َ َ ‫من ت َمرٍ أ َوْ صاعا من شعيرٍ أ َوْ صاعا من زب ِي ْب فَل َما جاء معاوِي َة وَجاءت‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ُ َ َ ّ ْ َ َ ُ ْ ْ ِ ٍ َ ْ ِ ً َ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ُ ‫السمراء قال أ ُرى مدا من هَذا ي َعْد ِل مد ّي ْن قا َل أ َب ُوْ سعِي ْد: أ َما أ َنا فَل َ أ َزال‬ َ ّ ٍ َ َ َ َ ُ َ ْ ّ ِ ُ ُ ّ َ ‫أخرجه ك َما ك ُن ْت أ َخرجه على ع َهْد ِ رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم‬ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ”Dari Abu Sa’id al-Khudry ra ia berkata : Kami menunaikan zakat fithri pada zaman Rasulullah saw dengan 1 sha’dari makanan. hal ini merupakan pendapat Madzhab Imam Malik. satu mud sama dengan 0. Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri di bulan Ramadhan satu sha’ kurma atau gandum.

dan mudah digunakan. Adapun selain makanan pokok seperti uang atau dikiaskan dengan yang lain ini tidak diperkenankan. 298 Kitab Kifayatul Akhyar. Di samping itu. karena Kewajiban yang dibebankan pada hakekatnya adalah menjadikan fakir dab miskin mereasa tercukupi kebutuhan mereka pada hari itu. Menurut kelompok Hanafiyah. bahkan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Karena yang demikian tidak pernah ditetapkan oleh Rasululloh saw. boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk uang. “Tidak sah membayar zakat fithri dengan nilai nominal (uang). tentu beliau telah memerintahkan mengeluarkan zakat dengan nilai makanan tersebut. Membayar Zakat Fithri Dengan Uang Yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok. 158 61 . tanpa memberitahukan dahulu kepada orang yang menerimanya (faqir dan miskin). Seandainya membayar zakat fithri dengan uang diperbolehkan. kecuali kalau memang terpaksa sekali. Muslim ) Disamping itu. atau beratnya kira-kira 2. Adapun pendapat yang memperbolehkan zakat fithri ini dibayarkan dengan nilai tukar (uang) hanyalah madzhab Hanafi. Menurut pendapat Asy Syafi’I disebutkan. فَمن أ َع ْطى‬ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ِ ُ ْ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫القي ْمة ل َم تجزِئ ْه. ل ِقوْل اب ْن ع ُمر: فَرض رسول اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ ُ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ِ َ ُ ِ 225 226 Minhajul Muslim.226 Dan diperbolehkan juga menunaikan zakat melebihi kadar yang telah ditentukan yaitu 1 sha’. bahkan lebih sempurna. hal.” )HR. dinar. tidak dengan yang lain. Karena mereka membayar zakat fithri dengan satu sha’ makanan. hal. Sebagaiman sabda Rasulullah saw. (HR. dirham. ُ ُ ْ ِ ّ ِ ‫أغ ْنوهُم ع َن السوال في هذا اليوم‬ ِ "Jadikanlah mereka tercukupi kebutuhan mereka dari meminta-minta pada hari ini" Caranya dapat tercapai dengan uang. Al-Bukhari) G. pada zaman Nabi saw juga telah ada nilai tukar (uang). Karena hal itu menyalahi apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. zakat fithri dalam wujud nominal itu menyalahi praktek amalan para sahabat.” Adapun ukuran zakat fithri itu adalah satu sha’ –nya Nabi saw. tetapi pendapat tersebut lemah karena dalil yang dipergunakan tidak kuat. tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw. Sebagaimana pendapat Jumhur: َ ‫وَل َ ي ُجزئ عن ْد َ ال ْجمهُوْرِ إ ِخرا َج ال ْقي ْمةِ ع َن هَذ ِهِ ال َصناف.Risalah Ramadhan ra berkata:”saya tidak akan menghapus cara pengeluarannya sebagaimana kami mengeluarkan(menunaikan)nya di zaman Rasulullah saw”. dan para ulama tidak berbeda pendapat tentang persoalan ini. Padahal Rasulullah saw bersabda : َ َ ِ َ ُ ْ ّ ‫من ع َمل ع َمل ً ل َي ْس ع َل َي ْهِ أمرنا فَهُوَ رد‬ َ َ َ ْ َ ”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu tidak diterima.225 Zakat fithri tidak boleh diganti dengan nilai nominalnya.4 kg.

Karena ini adalah haq Alloh swt yang telah ditentukan dalam nash. tidak boleh diganti dengan selain dari binatang tersebut. Barang siapa yang membayar zakat dengan uang maka tidak mendapatkan pahala. berdasarkan hadits: ‫كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ب ِي َوْمي ْن‬ ِ َ َ ْ َ ِ َ "Bahwa (para Shahabat Radliyallahuanhum)menunaikannya(zakat fithri) sehari atau dua hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri. Imam Maliki berpendapat bahwa secara mutlaq hukum mendahulukan pengeluarannya tidak boleh sama sekali sebagaimana shalat sebelum tiba waktunya. 2/911. Maka barangsiapa memiliki kewajiban untuk membayarnya pada waktu itu. sebagaimana hewan sembelihan dalam Udhhiyyah yang telah ditetapkan harus dari binatang ternak. yaitu : 1. Imam Hanafi berpendapat tentang diperbolehkannya mendahulukan pelaksanaan zakat fithri 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri. dan lihat Al Mughny. Waktu Membayar Zakat Fithri Waktu membayar zakat fithri dimulai ketika matahari terbenam di hari akhir pada bulan ramadhan atau malam hari Raya samapai sebelum dikerjakannya shalat Ied.229 Untuk lebih rincinya serta untuk lebih mudahnya waktu pembayaran zakat fitri ini dapat dibagi dalam beberapa bagian. فإ ِذا ع َد َل ع َن ذال ِك فَقد‬ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ َ َ ‫ت َرك المفروض‬ ُ ْ َ ِ "Tidak diperkenankan mengeluarkan uang sebagai ganti dari jenis-jenis makanan pokok. Waktu yang dibolehkan Yaitu mengeluarkanya satu hari atau dua hari sebelum sholat 'ied (sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar ra. Menurut Imam As Syafi'i. hal. diperbolehkan untuk 227 228 229 Fiqh Islam. 227 Dalam Al Majmu' fi Syarhil Muhadzdzab Imam An Nawawi berkata: َ ّ َ ِ ٍْ َ ْ ‫وَل َي َجوْز أ َخذ ُ ال ْقي ْمةِ فِي شيئ من الزكاةِ ل ِن الحقّ للهِ ت َعالى وَقَد ْ ع َل ّقه‬ ْ ُُ ُ ّ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ُ ‫ع َلى ما ن َص ع َل َي ْهِ فَل َ ي َجوْز ن َقل ذال ِك إلى غيرِهِ كال ُضحي ّةِ ل َما ع َل ّقها ع َلى‬ ِ ْ َ َ َ َ ّ ُ ْ ْ ُ ْ ‫الن ْعام ِ ل َم ي َجز ن َقلها َ إلى غ َي ِرِها‬ َ َ َ ِ "Tidak diperbolehkan mengambil zakat dari bentuk nominal. 5/383 Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid juz 2 62 . hal. Maka tidak diperkenankan mengganti dengan yang lain. hal. Imam Syafi’i berpendapat tentang diperbolehkannya pelaksanaan zakat fithri itu sejak di hari pertama bulam ramadhan. ia wajib melaksanakannya. 3/65 Al Majmu’ Syarh Muhadzdzab." (HR. Sebagaimana perkataan Ibnu Umar ra:" Jika menyelisihi dari jenis yang telah ditentukan (makanan pokok).Risalah Ramadhan َ َ َ ْ ِ ً َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ‫صد َقَة ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ وَصاعا من شعِي ْر.228 H. Al-Bukhari). Imam Hambali berpendapat sebagaimana pendapat Imam Hanafi. maka ia telah meninggalkan kewajiban.

‫وَكان ي ُعْط ِي ْها ال ّذ ِي ْن ي َقب َل ُوْن َها وَ كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ي َوْمي ْن‬ ْ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ِ َ “Adalah Ibnu ‘Umar membayarkan zakat fithri untuk anak-anak dan orang dewasa. dan jika dia membayarkan zakat fithri anakku. ia berkata: ‫كان ا ِب ْن ع ُمر ي ُعْطي ع َن الصغِي ْرِ وال ْك َب ِي ْرِ حتى إ ِن كان ي ُعْطى ع َن ب َن ِي‬ ِ ّ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ ّ ْ َ َ َ ُ ِ . maka wajiblah dikeluarkan zakat fithrinya. Seperti yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari: َ ‫كان اب ْن ع ُمر رضي الله ع َن ْهُما يعطيها ال ّذ ِي ْن يقب َل ُونها. tetapi jika sesudahnya maka tidak wajib atasnya. hal. Dan jika seseorang masuk Islam sebelum tenggelamnya matahari.”231 Dari keterangan diatas menjelaskan diperbolehkannya menunaikan zakat fitri 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri dan tidak diperbolehkan dari batasan yang telah ditentukan itu. 1/567.232 Dalam lafadz lain disebutkan : 230 231 232 Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. dan jika sebelumnya maka wajib dibayarkan zakat fithrinya. Adapun waktu yang disunnahkan dan diutamakan untuk menunaikannya yaitu pada waktu shubuh sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar ra: )‫وَ أ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َد ِيَ قَب ْل خروْج الناس إلى الصل َةِ (رواه البخارى و مسلم‬ ْ ّ َ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ُ ُ َ "…dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”. 3/479 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Al-Bukhari Shahiih Muslim bisyarhin Nawawi 63 . Sementara itu ada pula ulama yang memperbolehkan zakat fitri dibayarkan sehari atau dua hari sebelum ‘ied. maka ia wajib mengeluarkan zakat fithri. Jadi pada waktu-waktu tersebut adalah waktu disyariatkannya untuk membayar zakat fithri.Risalah Ramadhan mengeluarkan zakat fithri diawal bulan romadlon. mengasihkanya kepada orang yang menerimanya. وكانوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل‬ ُ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ُ َ َ ِ َ ُ َ ُ ‫ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أو ي َوْمي ْن‬ ِ ِ َ "Bahwasanya Ibnu Umar ra. Dan jika seseorang lahir setelah tenggelam matahari. Dan mereka membayar zakat fithri itu sehari atau dua hari sebelum ‘id."230 Dengan demikian. Tetapi jika meninggal setelah tenggelamnya matahari. Fathul bari. Di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. dia berikan kepada yang berhak menerimanya. bila seseorang meninggal sebelum tenggelamnya matahari sekalipun beberapa menit. maka tidak wajib baginya membayar zakat fithri. Sedangkan Hanabilah berpendapat : diperbolehkan mengeluarkan zakat fithri dua hari sebelum hari raya. sekalipun beberapa menit. hal ini sesuai dengan perkataan Ibnu Umar Radliyallahuanhuma. Dan mereka mendapatkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya fitri. dari Nafi’. maka dia tidak wajib dibayarkan zakat fithrinya.

3. Ibnu Majah dan Abu Dawud) Secara dlohir hadits ini menyatakan bahwa orang yang mengeluarklan zakatnya setelah hari raya maka ia sama dengan tidak mengeluarkan zakat. namun jika perbuatannya itu dikarenakan lupa maka ia tidak berdosa dan tetap harus mengqadha’nya.” (HR. "Rasulullah saw. Jumhur berpendapat: "Mengeluarkan zakat sebelum sholat 'ied adalah perbuatan mustahab. Sebagaiman hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar. Hukum zakat syah dan mendapat pahala tetapi makruh.233 2." (HR.. Demikian yang ditetapkan para ulama khususnya madzhab Imam yang empat. Mereka juga menyatakan bahwa zakat yang dikeluarkan setelah sholat 'ied itu sah dan berpahala sampai akhir hari raya karena tujuan yang dicapai dari dikeluarkannya zakat adalah menjadikan orang fakir dan miskin merasa tercukupi 233 234 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Bukhari bab zakat. 2/20 64 . karena ia merupakan amalan yang tidak bisa terbebas ( dari kewajibannya ) walaupun waktu untuk melaksanakannya telah habis.. maka ia termasuk zakat fithri yang diterima sedangkan jika dibayarkan setelah shalat id maka ia termasauk dari sedekah biasa. Muslim dan lainnya).فَمن اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي‬ َ ّ ْ َ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ ّ َ ّ َ ‫صد َقَة من الصد َقات‬ ِ َ ّ َ َ ِ ٌ "Barangsiapa yang membayarnya sebelum shalat id."234 Begitu juga sebagaimana perrkataan Ibnu Abbas ra yang termaktub diatas. beliau berkata: َ ُ ‫أمر رسول اللهِ صلى الله عليهِ وسلم بزكاةِ الفطرِ أن تؤدى قبل خروج‬ ُ َ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِ‫الناس الى الصلة‬ ّ ِ ّ Dari Ibnu Umar ra. Waktu mengqodlo' Yaitu mengeluarkan zakat setelah sholat 'ied. Jika mengerjakannya setelah dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri maka hukumnya menurut Imam Ahmad dan seluruh Jumhur Fuqaha’ adalah haram. Kalau seseorang mengakhirkan waktu pelaksanaan zakat fithri sedangkan ia sadar atas perbuatannya itu maka ia berdosa dan harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mengqadha’(tetap mengganti/menunaikan)nya. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithri sebelum keluarnya orang banyak untuk sholat ied. Waktu yang afdol dan utama Waktu yang afdhol dan utama yaitu menunaikan zakat fitri di pagi hari sebelum dimulainya sholat 'ied.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ َ َ َ َ َ ‫إ ِن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َمر ب ِزكاةِ ال ْفط ْرِ أ َن ت ُؤ َدى قَبنل خروْج‬ ِ ّ ْ ّ ِ ُ ُ َ ْ َ َ ّ ‫الناس إ ِلى الصلة‬ ِ ّ "Bahwasannya Nabi saw memerintahkan membayar zakat fithri sebelum orang-orang pergi untuk shalat ‘id. Berkata. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani Zadul Ma'ad Ibnu Qoyyim hal. Sabda Rasulullah saw: َ َ َ ‫.

237 65 . sebagaiman Sabda Rasululloh saw yang termaktub di atas.237 J. tetapi dia tidak bertemu orang yang dimaksud atau yang mewakilinya maka ia harus menyerahkannya kepada orang lain yang berhak menerimanya. 235 Sedangkan Hanabilah berpendapat akhir dari pembayaran zakat fithri adalah terbenamnya matahari di hari 'ied itu. akan tetapi dinilai sebagi sedekah biasa. kemudian orang tersebut lupa.” I. maka tidak apa-apa kalau dia membayarnya setelah ‘id. 4/256 Al fiqh Al Islami Wa Adilatuu hal> 2/908. maka zakat yang ia keluarkan tidak terhitung sebagai zakat fithri. Bila seseorang berniat membayar zakat untuk seseorang. Jika diakhirkan setelah shalat ‘id dengan tanpa udzur syar’i. Ibnu Ruslan berkata: "Haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama mengakhirkan waktu pembayaran zakat fitri" Dikarenakan kewajiban zakat sama dengan kewajiban sholat. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya ‫من‬ ْ َ ‫من‬ َ ِ "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum dilaksanakannya shalat(‘Ied Fitri) maka itu Orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fithrinya disebabkan adanya udzur syar’i maka zakatnya adalah sah. dan tidak boleh mengakhirkannya dari waktu yang semestinya. zakat fithri itu harus sampai ke tangan orang-orang yang berhak menerimanya pada waktunya yaitu sebelum shalat ‘id. Barang siapa yang mengakhirkan dari waktu yang ditentukan maka berdosalah ia. Al Mansur billah menerangkan bahwa waktu mengeluarkan zakat fithri adalah sampai hari ketiga dari bulan Syawal. Karena hal itu termasuk udzur syar’i. atau seseorang yang berharap kepada orang lain yang membayarkannya. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas ra Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ‫اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي صد َقَة‬ ٌ َ ّ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ َ َ ّ َ ّ ‫الصد َقات‬ ِ َ ّ merupakan zakat yang diterima(Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu adalah shadaqah sama dengan yang lian. Kifayatul Akhyar.Risalah Ramadhan dari berkeliling dan meminta-minta pada hari itu. K. Seperti seseorang yang baru mendengar kabar tentang hari Raya secara tiba-tiba. 235 236 Tempat Membayar Zakat Fithri Nailul Autar hal. Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri Yang wajib adalah.236 Dan yang perlu dititiktekankan lagi adalah bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang muslim mengakhirkan pembayaran zakat fithri itu setelah shalat ‘id. sehingga dia tidak sempat membayar zakat fithri itu sebelum shalat ‘id. Adapun mengakhirkan-akhirkan sampai akhirnya hari raya.

hanyalah untuk orang-orang fakir. orang yang berhutang.238 L. 238 Kifayatul Akhyar. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan."240 Dan hendaknya tidak ada basa-basi dalam masalah zakat fithri. 298 239 240 66 . sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Jangan dikeluarkan kepada selain mereka kecuali kalau tidak ada orang miskin sama sekali. baik itu tempat tinggalnya atau tempat lain di wilayah kaum muslimin. Jika seseorang tinggal di suatu wilayah yang tidak ada orang yang berhak menerimanya. hal.untuk (memerdekaan) budak. hal. pengurus-pengurus zakat.239 Rasululloh saw bersabda: َ ْ ‫أغنوهم ع َن السؤال فِي هَذا ال ْي َوْم ِ فَل َ ت ُد ْفَعُ ل ِغَي ْرِ الفقراء إ ِل ّ عند َ انعدامهم‬ ِ َ َ ُ ِ ُ ُ ِ َ ُ ِ ِ َ ِ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِ ْ ِ ْ ِ ‫أوْ خفةِ فقرِهم أوْ اشت ِداد ِ حاجةِ غ َي ْرِه ِم من ذ َوي السهام‬ "Jadikan mereka merasa cukup untuk hari ini sehingga mereka tidak meminta-minta kepada orang lain." (QS. atau ringannya kefakiran mereka atau beratnya kebutuhan selain fakir miskin itu dari golongan yang mendapatkan bagian zakat. sesepuh/pengurus kampung. Yakni yang semestinya didahulukan untuk menerimanya haruslah orang yang diketahui paling membutuhkan. At-Taubah [9]: 60) Hanyasanya yang lebih berhak menerimanya adalah orang fakir dan miskin demikian yang telah dilakukan oleh Rasululloh saw dan para sahabatnya. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. Minhajul Muslim. maka dia boleh mewakilkan pembayaran zakat fithri tersebut kepada orang lain untuk ia laksanakan di tempat yang di sana terdapat orang-orang yang berhak menerimanya. sehingga tidak mendahulukan ta’mir masjid. apalagi dimasukkan ke dalam kas masjid atau sejenisnya. 298 Minhajul muslim. ustadz/guru ngaji.Yang Berhak Menerima Zakat Fithri Orang-orang yang berhak menerima zakat fithri ialah delapan golongan sebagaimana yang berhak menerima zakat mal (harta benda).Risalah Ramadhan Hendaknya zakat fithri itu diserahkan kepada fakir miskin di sekitar tempat ia berada pada waktu dia mendapati hari raya itu. orang-orang miskin. karena zakat ini masuk dalam keumuman ayat yang disebutkan dalam dalam al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 sebagai Mustahiq Zakat (penerima zakat) yaitu: ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساك ِين والعامل ِين ع َل َي ْها والمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهم وفي‬ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ‫الرقاب والغارِمين وَفي سبيل اللهِ وابن السبيل فَرِي ْضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ ‫ع َل ِي ْم حك ِي ْم‬ ٌ َ ٌ "Sesungguhnya zakat-zakat itu.

dan keperluan sehari-harinya. Menyucikan jiwa orang yang shoim dari perbuatan laghwun dan kotor. ia boleh menjualnya untuk menbayar zakat fithri. Hikmah Zakat Fithri Di antara hikmah zakat fithri ialah: a. Orang perempuan yang memiliki perhiasan untuk dipakai. atau memiliki barang dagangan tetapi jika dikeluarkan hartanya untuk membayar zakat tidak bisa memenuhi kebutuhanya sehari-hari atau akan habis untungnya. Diperbolehkan bagi penerima. atau untuk disewakan dalam rangka mencari nafkah.241 Jumhur ulama mensyaratkan wajibnya mengeluarkan zakat atas orang fakir Jika ia memiliki makanan yang lebih untuk dipergunakan olehnya dan orang-orang yang menjadi tanggunganya selama hari raya.Hal ini disebabkan karena as sho’im tidak terlepas dari melakukan kedua hal tersebut. maka ia tidak usah menjualnya kemudian digunakan untuk membayar zakat fithri. harta. ia tidak usah menjualnya dalam rangka untuk membayar zakat. Bagi orang yang melaksanakan shiyam. Mempunyai kelonggaran dalam tempat tinggal. atau memiliki hewan tunggangan yang digunakan untuk mengangkut atau dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokoknya. M. jika mendapat zakat fithri dari seseorang untuk membayarkannya sebagai zakat bagi dirinya atau untuk salah satu anggota keluarganya apabila ia sendiri telah menakarnya kembali atau diberitahu oleh orang yang membayar zakat fithri itu bahwa takarannya sudah sempurna dan dia yakin dengan pemberitahuan itu. Fiqh Zakat. Jika ada orang yang memiliki sebuah rumah yang hanya digunakan untuk bertempat tinggal. Dengan demikian sangat sedikit yang selamat dari hal tersebut sehingga datanglah syari’at zakat di akhir ramadlan sebagai pembersih dari kotoran yang menempel ketika melaksanakan shiyam atau sebagai penutup dari kekurangan sebagaimana 241 242 Kifayatul Akhyar. pendengaran. karena Nabi saw hanya menentukan jumlah yang dibayarkan saja dan tidak menentukan jumlah yang boleh diterima seseorang. Tetapi jika ia ada kelebihan dari kebutuhan pokok. Padahal shoum yang sempurna adalah bukan hanya mencegah syahwat perut dan kemaluan. zakat berfungsi sebagai pembersih dari laghwun dan rofats . dan juga diperbolehkan dipindahkan ke negeri yang lain yang lebih membutuhkan namun tidak boleh digunakan untuk membangun masjid atau jalan umum. Atau jika ia memiliki beberapa kitab untuk dibaca. penglihatan. tangan dan kakinya juga ikut melakukan siyam yaitu dengan menjauhi apa yang dilarang Allah swt dan Rasul Nya baik itu berupa perkatan atau perbuatan. namun lisan.Risalah Ramadhan Zakat fithri itu bisa dibayarkan kepada beberapa orang fakir miskin atau kepada satu orang saja. dan kalau ini dilakukan pada hakikatnya tidak ada kerugian yang mendasar terhadap kehidupanya. Bagi pribadi dan individu muslim 1. hal.242 Zakat ini juga diberikan oleh orang yang faqir dari kaum muslimin di negeri yang mengeluarkan zakat tersebut. 2/926 67 . maka ia tidak berkewajiban untuk membayar zakat fitri.

Sunan Abi Dawud. sesunggunya kebaikan itu menghapuskan kejelekan. dia berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ٌ‫الل ّغنوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن.” (HR. Barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat (‘ied) maka ia adalah shadaqah biasa. Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat Allah swt berupa kemampuan melaksanakan ibadah siyam secara sempurna. Al Hakim.‫مقب ُوْل َة وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ ْ َ َ َ ْ َ ٌ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri itu sebagai penyuci bagi orang yang siyam dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor dan sebagai pemberi makan untuk orang yang miskin. 3. Abu Daud.244 Dalam lafadz lain Yang hampir sama juga dari Ibnu ‘Abbas ra." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh al Hakim) Adapun lengkapnya adalah : Barang siapa yang mengeluarkan sebelum sholat ied maka itu diterima dan barang siapa yang mengeluarkan setelah sholat ied maka itu adalah sedekah. dan dishahihkannya ). b.Risalah Ramadhan mandi yang dapat membersihkan badan dari kotoran yang melekat padanya. Bagi Masyarakat Muslim 243 244 Ibid. karena Menanam sikap rela berkorban dan suka membantu orang dikumpulkan atas penderitaan orang lain. perbuatan yang sia-sia dan dosa. dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir serta miskin. juga amalamal shalih lain di bulan Ramadhan. 2/922 Zad al Ma'ad. 2/111. lain. Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata: Menghilangkan sifat bakhil dan loba pemilik kekayaan Menghindarkan pemupukan harta perorangan yang Sebagai penyempurna pelaksanaan ibadah siyam. Sunan Ibnu Majah. terkadang ada saja kekurangan dalam pelaksanaan ibadah siyam itu. 2/21. Ad-Daruquthni. rofats.243 2. 4. Ibnu Majah. 5. atau melakukan ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم: زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّغْوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن فَمن أداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة ٌ مقب ُوْل َة‬ ْ َ ٌ َ ّ ْ َ ِ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ َ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebagai penyucian jiwa orang yang siyam dari penyakit laghwun. 1/585 68 . فَمن أ َداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة‬ َ َ ْ َ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ِ . shalat tarawih. 6.

maka luapan perasaan ini sudah seyogyanya bisa dirasakan juga oleh kaum muslimin seluruhnya. Dengan demikian maka hari Raya itu betul-betul menjadi milik semua orang. Namun fuqoro’ wal masaakin tidak dapat merasakan perasaan ini ketika melihat orang kaya menikmati hidangan yang lezat lagi nikmat sedang dia tidak mendapatinya pada hari itu. 4. Sehingga akan muncul perasaan mahabbah waa rahmah dan juga kesan yang mendalam bahwa masyarakat tidaklah menterlantarkan ataupun melupakan mereka pada hari dimana kaum muslimin sedang merayakan hari yang penuh kesenangan. sebagaimana sabda Rasululloh saw bersabda: َ ْ (‫أغنوهُم ع َن السؤال فِي هَذا اليوم ِ )البيهقي‬ َ ْ ِ َ ّ ِ " Jadikanlah mereka mereasa tercukupi dan agar mereka tidak meminta-minta pada hari ini"245 5. 2. Memenuhi kebutuhan fakir miskin agar tidak meminta-minta pada hari raya. 246 245 246 HR. Zakat fithri bagi masyarakat muslim berfungsi sebagai penebar rasa kasih sayang dan luapan rasa gembira disetiap pejuru masyarakat khususnya bagi fuqoro’ wal masaakin. hal. Mencegah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang dapat menimbulkan masalah dan kejahatan sosial. Ensiklopedi wanita . sehingga mereka bisa ikut merasakan kegembiraan sebagaimana orang-orang kaya. Hal ini disebabkan hari raya adalah hari yang penuh dengan kegembiran. 66 69 . Membina dan mempererat tali persudaraan sesama umat islam 3.Baihaqi dengan sanad yang dloif . Al. Berbuat baik terhadap orang-orang fakir serta mencegah mereka agar jangan sampai meminta-minta pada hari Raya.Risalah Ramadhan 1. Di sinilah Islam dengan syari’at yang sangat peduli terhadap mashlahah kehidupan mensyari’akan adanya zakat guna memenuhi hajah dan mengingatkan akan pahit dan betapa sulitnya kehidupan mereka. Haya binti Mubarok Al Barik.

sedangkan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang selalu mereka rayakan. Beliau bertanya. sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik ra. dinamakan demikian karena selalu berulang ُ ‫الرجوْع‬ ُ ّ (kembali dan ‫ي َت َك َرر‬ َ ّ (setiap tahun). “Dua hari 70 . Pengertian Dan Pensyariatannya Kata ُ ‫ العِي ْد‬berasal dari kata ُ ‫ العَوْد‬yang berarti ُ ‫وال ْمعاوَد َة‬ َ ُ َ berulang-ulang). Shalat ‘Iedain adalah shalat hari raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha.Risalah Ramadhan BAB IX S H O L A T 'I D A I N A. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ‫قَد ِم رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ال ْمدين َة وَل َهُم ي َوْمان ي َل ْعَبون فيهِما‬ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ُ َ ِ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَقال ما هَذان ال ْي َوْمان قالوا ك ُنا ن َل ْعَب فيهِما في ال ْجاه ِل ِي ّةِ فَقال رسول‬ ِ َ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم إ ِن الل ّه قَد ْ أ َب ْد َل َك ُم ب ِهِما خي ْرا من ْهُما ي َوْم ال َضحى‬ َ ْ ْ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ ْ َ ُ ‫وَي َوْم ال ْفِط ْر‬ َ ِ "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang ke Madinah.

Waktu Pelaksanaan Sholat Waktunya adalah sebagaimana waktu dhuha. sehingga hukumnya seperti shalat jenazah. dan Rasulullah saw selalu mengerjakannya. Kedua: Fardhu ‘ain Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Shalat ‘Ied termasuk syiar Islam yang bila satu negeri sepakat tidak mengerjakannya. “Tidak.” 248 Pendapat yang masyhur menyatakan bahwa shalat di sini adalah shalat ‘Ied.250. Asy-Syafi’i dan Jumhur ulama. An Nasa’I no. Abu Dawud. maka akan diperangi oleh Imam/pemerintah. Pendapat mereka didasarkan pada firman Allah: ‫فَصل ل ِرب ّك وان ْحر‬ ْ َ َ َ َ ّ َ “Shalatlah kamu kepada Robbmu dan sembelihlah korban.' Beliau bersabda.178. Sunnah Muakadah Ini adalah pendapat Imam Malik. 1134. Berdasarkan hadits 'Abdullah bin Busrin ra : 247 248 249 HR. 1557. Nasa'i 71 . Dasarnya adalah karena adanya khutbah.” Rasulullah saw bersabda: َ ُ ِ ‫خمس صل َوات ك َت َب َهُن الل ّه ع َلى ال ْعِباد‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ ّ “Shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah pada hamba-hamba-Nya. Hukum Sholat Idain Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat ‘Iedain: Pertama: fardhu kifayah Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan sebagian ulama Syafi’iyah.Risalah Ramadhan raya apakah ini ?' Mereka menjawab “Kami merayakannya pada masa jahiliyah. Al-Kautsar : 2 HR. yaitu tatkala matahari sudah setinggi tombak sampai waktui tergelincirnya matahari. no. kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah. sedangkan asal dari suatu perintah shalat adalah wajib. Ahmad. 3/103. Berdasarkan: Ketika seorang Arab badui datang bertanya kepada Rasulullah saw tentang shalat lima waktu. Wajibnya adalah wajib kifayah karena tidak disyariatkan adzan.” 249 C.235.”247 B. 'Allah telah mengganti dua hari raya ini dengan yang lebih baik dari keduanya. yaitu ‘Iedul Adlha dan ‘Iedul Fithri. sehingga dihukumi seperti shalat Jum’at. “Apakah saya wajib shalat yang lain?” Beliau menjawab. QS.

”250 Maksud hadits ini.ك َت َب إ ِلى ع َمرو ب ْن حزم‬ َ ّ . Al-Bukhari secara Mu’allaq. “Kita telah menyia-nyiakan waktu ini. 3/232. Lebih dari itu di sunahkan untuk menyegerakan shalat ‘Idul Adha dan mengkhirkan shalat ‘Idul Fitri. yaitu hadits dari Jundab ra ia berkata: َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ِ‫كان الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصل ّي ب ِنا ي َوْم ال ْفط ْرِ والشمس ع َلى قَي ْد‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ . Asy Syafi’ie.” 'Di zaman Rasulullah saw saat seperti ini kami telah selesai mengerjakan shalat ied. ia menyatakan bahwa mereka telah mengakhirkan waktu shalat dari yang sebenarnya. yaitu waktu dhuha. dengan disegerakannya shalat berarti waktu menyembelih akan lebih panjang.‫وَ هُوَ ب ِن َجران أ َن ع َجل الضحى وَ أ َخر ال ْفِط ْر وَ ذ َك ّرِ الناس‬ َ ْ ْ ٍ َ ْ َ ّ َ َ ّ "Diriwayatkan bahwa Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang isinya.Risalah Ramadhan ّ َ ‫خرج ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْن ب ُسرٍ صاحب رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم معَ الناس‬ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ ِ ُ َ ُ ِ َ ِ ّ ‫في ي َوْم ِ عيد ِ فِط ْرٍ أ َوْ أ َضحى فَأ َن ْك َر إ ِب ْطاء ال ِمام ِ فَقال إ ِنا ك ُنا قَد ْ فَرغ ْنا‬ ِ َ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ‫ساع َت َنا هَذ ِهِ وَذ َل ِك حين الت ّسبيح‬ َ َ َ ِ َ ِ ِ ْ 'Abdullah bin Busrin ra salah seorang shahabat Rasulullah saw keluar bersama orang banyak pada hari raya ‘Idul Fithri atau ‘Idul Adlha. 3/282." 251 Hadits ini dijelaskan oleh hadits berikutnya. Al Baihaqi 2/282 Sunan Al Kubro lil Baihaqi. Hikmahnya adalah karena dalam ‘Idul Fithri ada kewajiban mengeluarkan zakat.‫رمحي ْن وال َضحى ع َلى قَي ْد ِ رمح‬ َ ْ َ ِ َ ْ َ ٍ ْ َ “Nabi Muhammad saw shalat ‘Idul fithri bersama kami ketika matahari setinggi dua tombak. Akhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan segerakan sholat ‘Iedul Adha. lalu dia memprotes keterlambatan datangnya imam shalat seraya berkata. yaitu waktu tasbih yang berarti setelah matahari setinggi tombak adalah makruh.” 252 Imam Asy-Syaukani berkata." 250 251 252 Hasan. lihat talhish Ibnu Najar. hadits ini mursal dhoif karena dalam sanadnya ada Ibrahim bin Muhammad dan dia dhoif Dha’if. َ َ َ ‫روِيَ أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ك َت َب إلى ع َمرو ب ْن حزم ٍ أ َن أ َخر‬ ْ َ ُ ّ َ َ َ ّ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ ْ ٍ ‫صل َة َ الفطرِ وَع َجل صل َة َ الضحى . Dan dalam suatu riwayat Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang saat itu berada di daerah Najron supaya menyegerakan sholat ‘Iedul Adha dan mengakhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan berilah peringatan kepada manusia. Al Hakim 1/295.وَ فِي رِواي َةٍ . sehingga dengan diakhirkan waktu shalat ada waktu untuk membayar dan membagikan zakat. "Hadits yang paling baik dalam menerangkan waktu shalat ‘Iedain adalah hadits Jundab di atas. Abu Dawud secara Maushul. diriwayatkan dari Hasan bin Ahmad Al Banna dalam kitab Al Adlha. HR. dan shalat ‘Idul Adlha ketika matahari setinggi satu tombak. 1135. 2/529. no. 2/83 72 . sedangkan tugas di hari raya ‘Idul Adlha adalah menyembelih hewan Udhiyyah.

Al Baihaqi. Sejak berangkat menuju tempat sholat. Daruqutni. At-Tirmidzi ‘Aridzatul. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk berbuka dan untuk bersiap sholat ‘Ied besok harinya. Abu Umamah dan sebagian besar para shahabat ra. 2/170. Nasa’i 1/180. Imam Ishaq. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib. 653. no. Takbir ‘Idul Fithri Para ulama berbeda pendapat tentang waktu takbiran idhul fitri: 1. sedang mengenai pelaksanaan shalat terdapat beberapa pendapat: a. Ali. Abu Tsaur dan juga Auza’i dan lain-lain. Rasululloh saw bersabda: ‫فِط ْرك ُم ي َوْم ت ُفط ِروُن وَ أ َضحاك ُم ي َوْم ت ُضحوْن‬ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ْ ُ “Iedul Fitri kalian adalah pada hari kalian semua berbuka.” 254 D. Iedul Adha kalian adalah pada hari kalian semua menyembelih Udhiyyah. Sejak tengggelamnya matahari malam ‘Ied.Risalah Ramadhan Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari? Bagi yang siyam harus segera berbuka. 1157. Hammad. 1/531 Shahih Ahmad. 2. Keduanya tidak diqodlo’ sebagaimana sholat jum’at. Imam Auza’i. 253 254 Abu Dawud. Abu Salamah. Abu Bakar bin Muhammad. 1/543. Urwah. 1/387. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits 'Umair bin Anis dari paman-pamannya dari golongan Anshar. 5/38. Syarhu Ma’anil atsar. Ini adalah pendapat Imam Ahmad. Ubay bin Utsman. Ibnu Majah. Imam Ats Tsaury. Al Hakam. Ishak. Abu Zanad. Ibnu Mundzir dan Al khatobi. Juga pendapat Abdurrahman bin Abi Laila. Ibnu Majah. Umar. Umar bin Abdul Aziz. An Nakha’i. Paginya kami siyam dan siang hari itu juga datang rombongan kafilah dagang lalu bersaksi dihadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. 3/216. Zaid bin Aslam dan AsySyafi’i. Sa’id bin Jubair. Pendapat yang kuat menyatakan mereka hendaknya melakukan sholat ‘Ied keesokan harinya. mereka berkata: َ ‫قال ُوا غ ُم ع َل َي ْنا ه ِل َل شننوال فَأ َصب َحنا صياما فَجاء رك ْب فى الن ّهارِ فَشهَد ُوا‬ ِ ٌ َ َ َ َ ً َ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫عن ْد َ رسول الله صلى الله عليه وسلنم أ َن ّهُم رأى ا ْلهلل ب ِلمس فَأ َمر‬ ِ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ْ ّ ‫الناس أن ي ُفط ِروا من ي َوْمهِم وَ أن ي َخرجوا لنعِي ْد ِهنم من الغَد‬ ْ ِ ْ ِ ْ ُ ْ ْ َ ّ “Kami terhalang mendung sehingga tidak melihat hilal syawal. 3/316 73 . Imam Malik dan Asy-Syafi’i: Tidak perlu sholat ‘Ied besok harinya karena sholat ‘Ied harus ada jama’ah dan khutbah ‘Ied. no. Abu Dawud. Imam Malik.” 253 b. Tentang Takbiran a.

no. Al-Baqarah 2 : 185 Ad Daruquthni 2/45. beliau menghentikan takbir. Dasar pendapat yang kedua adalah perkataan Nafi' (bekas budak Abdullah bin Umar ra) : ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ي َوْم ال ْعِي ْد ِ في ال َضحى وال ْفط ْرِ وَي ُك َب ّر وَي َرفَعُ صوْت َه‬ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ ”Ibu Umar bertakbir pada hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha. maka dia bertanya : َ َ َ ‫ما َ شأ ْن الناس ؟ قِي ْل : ي ُك َب ّروْن. Jika selesai sholat. 170 74 ."255 Bisa dipahami bahwa sempurnanya bilangan shaum Ramadhan satu bulan adalah dengan tenggelamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan terbitnya hilal Syawal.” 259 255 256 257 258 259 QS. فَقال : أ َن ْجان ِي ْن الناس ؟‬ َ َ ُ ُ ّ َ ِ ّ ُ َ “Sedang apa orang-orang itu? 'Bertakbir' Maka beliau berkata. 3/279 Daruqutni. Al. Dari situlah takbir dimulai. supaya kamu bersyukur. “ Apa mereka sudah gila?"258 Meski demikian pendapat ini dinilai lemah karena ada hadits yang memerintahkan untuk bertakbir sampai ditempat sholat akan melaksanakannya.” 256 Abu Jamilah Masyawah bin Ya’kub berkta: َ ْ َ ْ ‫رأ َي ْت ع َليا ً رضي الله ع َن ْه خرج ي َوْم ال ْعِي ْد ِ فَل َم ي َزل ي ُك َب ّر حتى ان ْت َهى إ ِلى‬ ّ َ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ َ َ ِ َ ِ ِ‫ال ْجبان َة‬ َ َ “Saya melihat Ali keluar pada hari ‘Ied. ia terus bertakbir sampai ketempat sholat”. Sebagaimana firman Allah ta’ala: َ َ ُ ِ ‫وَل ِت ُك ْملوا ال ْعِد ّة َ وَل ِت ُك َب ّروا الل ّه ع َلى ما هَداك ُم وَل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ ْ َ َ ُ "…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. 257 Ada pendapat yang mengatakan bertakbir hanya sampai saat tiba di tempat sholat saja. dia bertakbir dan mengeraskan suaranya. Bahkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak ada takbir pada hari raya ‘Idul Fitri karena Ibnu Abbas ra mendengar takbir pada hari raya ‘Idul fitri. Diriwayatkan: ّ َ ُ ْ َ ْ ْ ِ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ّ ِ ‫كان ي َخرج ي َوْم الفطرِ فَي ُك َب ّر حتى ي َأ تي المصلى وَحتى ي ُقضى الصل َة ُ فَإ‬ ّ َ ُ َ ‫ذا قُضي الصل َة ُ قُط ِعَ الت ّك ْب ِي ْر‬ ّ ُ َ ِ Beliau rasulullah saw keluar pada hari ‘Idul Fitri dan bertakbir sampai tiba ditempat sholat dan melaksanakan sholat. Silsilah Ahadits Shahihah.Baihaqi.Risalah Ramadhan Adapun akhir takbir pada hari ‘Idul Fithri adalah saat Imam datang untuk memulai shalat. 2/44 Ibnu Abi Syaibah. 2/165 Ibnu Abi Syaibah.

5/112. 2/71-72 Majmu’ fatawa. 1285.Ada yang mengatakan dimulai sejak Ashar hari Arofah.”263 Ibnu Umar ra meriwatkan dari bapaknya. 970. maka sebagian kami ada yang bertakbir dan sebagian yang lain bertahlil. 1285. Dua Atsar (perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra) ini diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir. 1/299 75 . saat keduanya berangkat dari Mina menuju Arafah di suatu pagi. . Al-Bukhori no. Sufyan At-Tsaury. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits262 riwayat Muhammad bin Abu Bakr AtTsaqafi bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik ra. 1/337. Yang paling shahih adalah perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra bahwa takbir 'Idul 'Adha dimulai sejak subuh hari Arofah sampai akhir hari Mina (ashar). no. Baihaqi. Alqomah.Risalah Ramadhan b. no. Ini pendapat Umar. pendapat ini diqiyaskan dengan sholat ‘idul Fitri. dan saya adalah orang yang bertakbir. sebagian yang lain ada yang betakbir dan beliau juga tidak mengingkari. Ibnu Majah. Awal mula takbir .Ada yang mengetakan dimulai sejak Dhuhur hari Arofah. Abu Yusuf.An 260 261 262 263 264 265 Subulus Salam.Ada yang mengatakan dimulai sejak setelah tenggelamnya matahari di hari Arofah. Ahmad dan Abu Tsaur. An Nasai. Hadit ini diriwayatkan dari shahabat Ali. 3/240. Imam Ash Shon’ani260 berkata. 5/250 Muslim. Akhir Ashar hari nahar / 10 Dzulhijjah. 24/220 Lihat Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. 3008. 5/112 Baihaqi. Takbir ‘Idul Adlha 1. . Pendapat ini kuat menurut Ibnu Taimiyyah261 karena merupakan pendapat kebanyakan shahabat dan ulama. Darimi.Ada yang mengatakan dimulai sejak Subuh hari Arofah. 2/56. Iini pendapat Ibnu Mas’ud ra. 6/40 Imam Malik. 3/313 dan Al Hakim. Muslim. . “Apa yang kalian kerjakan dahulu bersama Rasulullah pada hari ini?“ Kemudian dia ( Anas ra ) menjawab : ّ ‫كان ي ُهِل ال ْمهِل منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْهِ وَي ُك َب ّر ال ْمك َب ّر منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْه‬ ِ ّ ِ ُ ُ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ُ ُ "Diantara kami ada yang bertahlil dan Rasulullah tidak mengingkari.” 264 Imam Al-Baihaqi dan Al-Hakim juga meriwayatkan takbir sejak habis subuh hari Arofah sampai akhir hari Tasyrri’. Ibnu Abbas ra. Ali. 3/313.265 Akhir Takbir ‘Idul Adha Takbir berakhir bersamaan dengan berakhirnya waktu Ashar hari tasyri’ yang terakhir. Umar dan Ibnu Abbas. Para ulama berbeda pendapat : . no. “Tidak ada sebuah hadits shahih pun dari Nabi dalam hal ini. Ahmad. Muhammad. Al Baihaqi. 1659. dia berkata: ّ َ ‫ك ُنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم في غ َداةِ ع َرفَة فَمنا ال ْمك َب ّر وَمنا‬ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ ّ ُ ‫ال ْمهَل ّل فَأ َما ن َحن فَن ُك َب ّر‬ ّ ُ ُ ُ ْ “Di suatu pagi pada hari Arofah kami bersama Roaululloh.

2/25 Majmu’. dan dengan serta merta ikut bertakbir pula seluruh penduduk di pasar sehingga Mina bergemuruh dengan suara takbir.271 E. 267 Dhuhur hari tasyri’ terakhir. Al-Auza’I. 3/288 Al-Bukhori. Ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud ra. Imam Abu Hanifah dan Imam Ats Tsaury. Ini adalah pendapat Yahya Al Anshori. dan di tempat-tempat yang lainnya. Abu Yahya. Imam Ahmad. bertakbir meskipun sholat sendirian. 5/45 Al Mughni. berdasarkan QS 22:28 Al Majmu’. 3/291 266 267 268 269 270 271 76 . Adab-adab di Hari Raya Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum kita melaksanakan sholat ‘Ied : 1.m Ibnu Umar." 269 Para ulama berbeda pendapat tentang takbir yang dilakukan setelah shalat lima waktu. namun juga di pasar. Muhammad dan jumhur ulama.Risalah Ramadhan Nakhoi dan Abu Hanifah. mengikuti kegiatan haji. ketika jalan-jalan dan ketika beliau dikubah. Malik dan Asy-Syafi’i. di tempat duduk. Ini adalah pendapat Imam Malik. Ini pendapat Imam Malik. Mandi dan memakai pakaian yang bagus. Kedua. َ َ ُ ِ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي َغْت َسل ي َوْم ال ْفط ْرِ وال َ ضحى‬ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َ Ibnu Syaibah. َ ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ب ِمنى ت ِل ْك ال َيام وَخل ْف الصل َوات وَع َلى فِراشهِ وَفي‬ َ َ َ ّ ْ َ ِ ِ َ ِ َ ّ َ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ‫فُسطاط ِهِ وَمجل ِسهِ وَممشاه ُ ت ِل ْك ال َيام جميعا وكا َن ي ُك َب ّر فِي قُب ّت ِهِ ب ِمنى‬ َ ِ ِ ْ َ َ َ ً ِ َ َ ّ ْ َ ْ ُ ُ ُ ‫حتى ن َسمعُه أ َهْل ال ْمسجد ِ فَي ُك َب ّروْن وَي ُك َب ّر أ َهْل السوْق حتى ت َرت َج منى‬ َ ِ ّ ْ ّ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ْ ّ َ ُ ‫ت َك ْب ِي ْرا‬ ً "Pada hari itu Ibnu Umar ra bertakbir di Mina dan juga setelah beliau sholat lima waktu. di dalam kemah. 5/45 Al Mughni. 268 Pendapat yang kuat mengatakan bahwa takbir tidak hanya sesudah sholat fardhu saja. 270 Apakah sesudah sholat sunnah juga bertakbir? Dalam hal ini ada dua pendapat: pertama tetap bertakbir. maka mereka ikut bertakbir. ini pendapat Imam Syafi’i. di atas ranjang. tidak bertakbir dalam sholat sendirian. Abu Hanifah dan Ahmad. jalan. Ini adalah pendapat Ibn Mas’ud. Atsaury. Ini adalah pendapat Ibnu Umar ra. ( Menurut mereka awalnya dhuhur hari Arofah. 2/166.266 Subuh hari tasyri’ terakhir. Kedua tidak bertakbir. Umar bin Abdul Aziz. Suaranya terdengar oleh orang yamg berada dimasjid. Pendapat mereka adalah: Pertama. AsySyafi’I.

3/126 At-Tirmidzi. 2/32. 542. 3/308 Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. no.Risalah Ramadhan "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam mandi pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha. Al-Baihaqi. Makan dahulu sebelum menunaikan sholat iedul fitri. mereka saling mengucapkan: َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ “Semoga Alloh Manerima Amal Kita dan Amal anda"277 7.” 274 3. 1756. Berjalan kaki ke tempat shalat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda. Bertakbir sejak dari rumah sampai tiba di tempat shalat dan saat imam hadir untuk mengimami shalat. "Isnadnya bagus" 77 . 5/352 Al-Bukhari. Imam Malik dan Syafi’i. Hendaknya shalat diadakan di tanah lapang kecuali dalam keadaan darurat seperti hujan dan yang semisalnya sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw dan khulafaur Rosyidin. 6. 986. Dari Sa’id bin Jubair dia berkata: ‫ك ُن ْت معَ اب ْن ع ُمر حين أ َصاب َه سنان الرمح في أ َخمص قَد َمهِ فَل َزِقَت‬ ِ ِ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ً ِ َ ُ َ َ َ ّ َ ُ‫قَد َمه بالركاب فَن َزل ْت فَن َزع ْت ُها وَذ َل ِك ب ِمنى فَب َل َغَ ال ْحجاج فَجعَل ي َعود ُه‬ ُ َ َ َ ِ َ ّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ‫فَقال ال ْحجاج ل َوْ ن َعْل َم من أ َصاب َك فَقال اب ْن ع ُمر أ َن ْت أ َصب ْت َني قال‬ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ُ 272 273 274 275 276 277 Ibnu Majjah 1/417. no. Ibnu Majah. Dhoif Al-Bukhari 953. "Saya bersama abi Umamah Al Bahiliy dan yang lainnya dari para shohabat Rasulullah. 1754. Dimakruhkan membawa senjata tajam kecuali dalam keadaan terpaksa. Ibnu Majah. 4/76. maka apabila mereka pulang dari sholat ied. "Dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasululloh tidak pergi ke tempat shalat ied sampai makan dulu beberapa butir kurma.” 275 Ini adalah pendapat jumhur ulama. Ahmad. Al Majmu’. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra."272 2. no."273 Sedang di hari 'Iedul adha beliau tidak makan terlebih dahulu. 5/15 Ahmad berkata. At-Tirmidzi 543. dia berkata: ‫كان الن ّب ِي إ ِذا كان ي َوْم عي ْد ٍ خال َف الط ّرِي ْق‬ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ُ "Pada hari ied beliau berangkat dan kembali lewat jalan yang berbeda. sebagaimana hadits riwayat dari Abu Buraidah: ‫كا َن الن ّب ِي ل َ ي َخرج ي َوْم ال ْفط ْرِ حتى ي َط ْعَم وَي َوْم الن ّحرِ ل َ ي َأ ْك ُل حتى ي َرجع‬ ّ َ ُ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ُ ْ ِ‫فَي َأك ُل من ن َسي ْك َت ِه‬ ِ ْ ِ َ " Nabi tidak berangkat shalat iedh fitri sampai makan terlebih dahulu sedang padahari iedhul adha beliau tidak makan sampai pulang dari sholat iedhul adha lalu makan dari sembelihan beliau. Saling mengucapkan Tahniah ( َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ ) Muhammad bin Ziad berkata.276 5. Ahmad. 4. Ahmad.

ْ ِ َ ّ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلنى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كـان ي َخرج ي َوْم ال ْفطـر وال َضحى إلى‬ َ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ َ َ َ ِ ّ َ ُ ‫ال ْمصلى فَي َب ْد َأ َبالصل َة‬ ِ ّ ِ Dari Abu Sa’id Al Khudri ra berkata: 278 279 280 281 HR Bukhori Al. 'Kamulah yang telah melukaiku!' Hajaj berkata. 279 9. Diperbolehkan membuat makanan dan minuman yang istimewa serta melakukan permainan yang mubah.Fiqih ‘Ala Madzahil Arba’ah.” 281 F. maka ia terjatuh dari tungganganya. Saya turun unuk membantunya dan mencabut mata tombak itu. Al Hajjaj menjenguknya sambil mengatakan.Risalah Ramadhan ‫وَك َي ْف قال حمل ْت السل َح في ي َوْم ٍ ل َم ي َك ُن ي ُحمل فيهِ وَأ َد ْخل ْت السل َح‬ ِ ُ َ ْ ْ ِ َ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ ‫ال ْحرم وَل َم ي َك ُن السل َح ي ُد ْخل ال ْحرم‬ ُ ّ َ َ َ َ َ َ ْ ْ "Saya bersama Ibnu Umar ra ketika dia terkena mata tombak ditengah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: َ َ َ ِ‫أيام الت ّشريق أيام أك ْل وَشرب وَ فِي رِواي َةٍ زاد َ فيهِ وَذ ِك ْرٍ ل ِل ّه‬ ِ َ ُ ّ ِ ِ ْ ُ ّ ٍ ْ ُ َ ْ ٍ “Hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta' dalam riwayat lain ada tambahan. 2.' 278 8. kecuali imam.' Maka Ibnu Umar ra berkata.tengah telapak kaki. Ini adalah pendapat Imam abu Hanifah. 'Bagaimana bisa terjadi yang demikian?' Ibnu Umar ra menjawab. ' dan berdzikir kepada Alloh . Imam Asy-Syafi’i dan Imam Hambali. Hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan kepada siapa saja yang ditemuinya dari orang-orang mukmin. 1/318 Ibid. Ketika kami berada di Mina. Tata Cara Sholat ‘Ied 1. 'Seandainya kami tahu siapa yang melukaimu.280 10. Kemudian ia bertakbir tanpa ada adzan dan iqomah sebelumnya. Sedangkan menurut Madzhab Malikyah disunnahkan setelah terbitnya fajar. Ketika tiba di mushala (masjid atau lapangan) hendaknya imam segera maju ke depan untuk mengimami shalat dan dia menegakkan sutrah (pembatas) di depannya. 1/318 HR Muslim 78 . 'Kamu membawa senjata pada hari yang seharusnya tidak boleh membawanya dan kamu memasukkan senjata ke tanah haram yang seharusnya tidak boleh membawa senjata di dalamnya. Setelah menunaikan sholat subuh kaum muslimin dianjurkan untuk segera pergi ke tempat shalat walaupun matahari belum terbit.

bertahmid dan bersholawat lalu berdoa dan bertakbir lagi. Berdasar fatwa Ibnu Mas’ud ra kepada Al Walid bin Uqbah: َ َ ُ ّ َ ‫ت ُك َب ّر وَ ت ُحميد رب ّك وَ ت ُصل ِي على الن ّي ِي الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَت َد ْع ُوا‬ َ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ُ ْ ‫وَت ُك َب ّر وَت َفعَل مث ْل ذ َل ِك‬ ُ “Kamu bertakbir.” 284 Mengangkat tangan sunnah menurut Imam Atho’. Imam Abu Hanifah. 2/240 79 .”286 Adapun Imam Malik. di antara takbir disunnahkan untuk memperbanyak membaca tasbih dan tahmid. Kemudian barulah beliau membaca surat. Kemudian. 5/20-21. begitu juga dengan Abu Bakar. Disunnahkan juga mengangkat tangan ketika bertakbir. bahwa Rasululloh saw bertakbir 7 kali pada rokaat pertama shalat 'Iedul Fithri dan lima kali pada rokaat kedua.Risalah Ramadhan "Bahwa pada hari raya ‘Idul fitri dan Adha Rasulullah keluar menuju mushala dan yang pertama kali beliau lakukan adalah sholat. takbir ini tidak terhitung takbirotul ikhram dan intiqol. Al Mughni. para sahabat ra mengangkat tangan mereka ketika bertakbir. Abu Hanifah dan Auza’i tidak menyukai dzikir diantara takbir. Ad-Daruqutni. 283 3. karena tidak ada riwayat yang jelas dari Rasulullah tentang itu.285 Imam Malik dan imam Ats-Tsauri menyatakan tidak mengangkat tangan saat takbir. Disunnahkan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua. Abu Dawud Abu Daud 1151. Umar dan Utsman ra. Namun kedua riwayat ini lemah. Al-Bukhori dan Muslim HR. Berdasar pendapat Umar ra dan riwayat Abu Humaid. 3/243 Al-Baihaqi. 282 283 284 285 286 HR.”Shohabat Abu Musa ra dan Hudzaifah ra berkomentar. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i. 3/258. ّ َ ُ َ ُ َ ّ ‫ع َن ع َب ْد ُ الله ب ْن ع َمرو أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي ُك َب ّر‬ َ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ‫فِي ال ْفط ْرِ سب ْعا فِي ال ُوْلى وَ خمس فِي الخرةِ وال ْقراءة ُ ب َعْد َ ك ِل ْت َي ْهِما‬ َ َ ِ َ َ ِ ِ ْ ً َ َ ٌ ْ َ ْ ْ Dari Abdulloh bin Amru ra. 2/48. 1278 Al Majmu’. Meski demikian. Al-Baihaqi. Ibnu Majah. no. Imam Auza’i.” 282 ّ َ َ َ ّ َ َ ُ َ ّ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صلى ال ْعيد َ ب ِل َ أ َذان‬ ِ ُ ٍ َ ْ ‫وَل َ إ ِقامةٍ وَأ َبا ب َك ْرٍ وَع ُمر أ َوْ ع ُث ْمان‬ َ َ َ َ َ َ َ Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw sholat 'Ied tanpa adzan dan iqomah. 3/272-273. "Ibnu Mas’ud benar. begitu seterusnya. Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i. riwayat Umar ra dalam Al-Baihaqi.

291 6. 7. Ibnu Majah.Rokaat kedua: Surat Al Qomar atau Al Ghosiyah. 3/83. 533.Risalah Ramadhan 4. no. َ َ ُ ُ َ َ ‫كا َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َقرأ ُ فِي ال ْفط ْرِ وَ ال َضحى بـ )ق( و‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ( ‫) إقْت َرب َت السا ع َة‬ ُ َ ْ َ Dari Abu Waqid Al Laitsi ra Rasulullah saw membaca surat Qoof dan Al qomar pada sholat ‘iedul fitri dan Adha.290 Hadits ini diperkuat oleh Imam Al-Bukhori. Khutbah sesudah sholat ‘ied hukumnya sunah. 1154. 1091. At-Tirmidzi. 1282. 368. . no. Ad-Darimi. 3/384. Al-Baghowi. begitu juga mendengarkannya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Abu Daud. Disunnahkan membaca : . Al-Baghowi. Al Majmu’. An-Nasai. Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik : tidak ada sholat Qodho. 3/184 Al Mughni.” 288 5. berdasar riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al Baihaqi bahwa Anas ra bila ketinggalan sholat ‘ied bersama imam di Basroh. Imam Ahmad. Pendapat pertama lebih kuat. Ini juga pendapat Auza’i dan Abu tsaur. Bagi yang ketinggalan sholat289: Menurut Ibnu Mas’ud ra. no. 2/602 80 . no. dia berkata: َ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم خرج ي َوْم ال ْفط ْرِ فَصلى رك ْعَت َي ْن ل َم ي ُصل ّي‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ ْ ِ َ َ َ ّ َ ٌ ‫قَب ْل َها وَل َ ب َعْد َها وَ معَه ب ِل َل‬ َ ُ َ َ 287 288 289 290 291 Muslim. no. 878. 3/84 Muslim. 1281. 4/273. no. no. no. An-Nasai. Selanjutnya seperti sholat biasa sebanyak dua rokaat. "Rasulullah saw sholat ‘Ied dan membaca Al ‘ala dan Al Ghosyiyah. 1/205 Fathul Baari. Ahmad. Abu Daud. no. Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu mundzir: sholat dua rokaat sendirian. no. At-Tirmidzi. 1122. Ahmad.287 ّ َ َ ُ َ َ ‫ع َن الن ُعْمان ب ْن ب َشي ْرٍ أن ّرسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم قَراء فِي‬ َ َ َ َ ِ ُ ْ ْ ِ ِ َ َ َ َ َ ْ ْ ‫الصل َةِ ال ْعِي ْد ِ سب ّح اسم رب ّك ال َع ْلى وَ هَل أ َت َك حد ِي ْث ال ْغا شي َة‬ ُ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ Dari Nu’man bin Basyir ra. Lihat Al Salsabil.Rokaat pertama: Surat Qoof atau Al A’la. ia sholat bersama keluarganya. An-Nasai. 534. 5/217. 891. Ibnu Majah. no. 1091. Tidak ada sholat sunnah sesudah dan sebelum sholat ‘Ied. 5/34 Dhoif /Munqothi’.

289.” 292 Demikian sekilas gambaran pelaksanaan sholat Iedhul fitri dan adha. Al Fath. Semoga bermanfaat. ُ ‫“ الصل َة‬ ّ dasarnya adalah hadits riwayat Az Zuhri yang 292 Al-Bukhori. no. 2/204 81 . Adapun ucapan “ ‫جامعَة‬ ُ ِ َ dhoif dan Mursal.Risalah Ramadhan "Sesungguhnya Nabi saw keluar pada hari raya fitri dan Adha dan sholat dua rekaat dan tidak sholat sebelum dan sesudahnya dan bersaman beliau adalah Bilal ra.

Risalah Ramadhan 82 .

bab Man Dzukira ‘Indahu An-Nabiyu Falam Yushalli ‘Alaih. ‘Amin. “Wahai Rasulullah.Risalah Ramadhan PENUTUP Al-hamdulillah.’ Maka aku berkata. kami mendengar anda menucapkan amin sebanyak tiga kali?” Beliau menjawab: َ َ ُ ‫ل َما رقَي ْت الد ّرجة ال ُوْلى جاءن ِي جب ْرِي ْنل فق نا َل: ش نقي ع َب ْند ٌ أ َد ْرك رمض نان‬ َ َ َ َ ‫َ َ َ َ َن‬ ِ ْ َ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ّ ‫فان ْسل َخ من ْه وَل َم ي ُغْفر ل َه. Hadits Shahih Ligharihi). ث ُم قال: ش نقي ع َب ْند ٌ ذ ُك ِنرت عن ْند َه‬ ْ َ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ّ َ .’ Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi.’ Maka aku berkata. Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad.” ketika beliau naik tingkat yang kedua beliau berkata. Bahwasannya Rasulullah Naik ke atas mimbar. Jika ada kebenaran itu semata dari Allah dan jika ada kesalahan itu semata karena kekurangan yang dimiliki oleh penyusun dan Allah terbebas dari semua itu.’ Maka aku berkata. فَقل ْت آمي ْن. atas izin Allah Risalah Ramadhan ini dapat kami susun. ‘Amin.” ( HR. ث ُم قال: شقي ع َب ْد ٌ أ َد ْرك والنند َي ْهِ أ َو‬ ِ َ َ َ ُ ْ َ ْ ُ ِ َ َ َ ْ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ ُ‫أحد ِه ِما فَل َم ي ُد ْخل َه ُ ال ْجن ّة.” dan ketika beliau naik tingkat yang ketiga beliau berkata. Amin ‫تم بحمدالله‬ 83 . Semoga Allah senantiasa menjadikan amal kita ikhlash hanya untuk mencari wajah-Nya. kami mengajak para pembaca untuk merenungi hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah.” Para shahabat bertanya kepada beliau.‫وَل َم ي ُصل ع َل َي ْك. keluarga dan umat Islam yang konsisten dengan agamanya hingga hari kiamat. Malikat Jibril as datang kepadaku seraya berkata. ‘Celakalah seorang hamba yang namamu disebut di depannya tapi dia tidak bershalawat kepadamu. ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Rmadhan tapi hingga bulan Ramadhan tersebut berlalu dia belum diampuni. “Amin. فَقل ْت آمي ْن. ‘Celakalah seorang hamba yang menemui kedua orang tuanya atau salah satunya. فَقل ْت آمين‬ ْ ِ ُ ُ ْ “Ketika aku naik tingkat (mimbar) yang pertama. ketika beliau naik tingkat pertama beliau berkata. Sebagai penutup.’ Kemudian Maliakat Jibril berkata lagi. “Amin. “Amin. ‘Amin. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada teladan kita. para shahabat. Rasulullah Muhammad saw. tapi kedua orang tua tersebut tidak bisa menjadikannya masuk surga.

Abul Fadhl Jamaluddin bin Makram bin Mandzur Al Afriki Al Mishri. Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah bin Musa bin Adh Dhahhak As Salmi Adh Dharir Al Bughi At Tirmidzi. Al Kaafi Fie Fiqhi Al Imam Ahmad. Yusuf Qordlowi. 28. 27. 5. Aunul Ma’bud. Louis Ma’luf. Al Mughni. Al-Qomus Al-Muhith. Fathul Bari Syarhu Shahih al-Bukhari. Wahbah Az-Zuhaili. 84 . Ibnu Qudamah. Imam Asy-Syafi'i. 11. Fatawa Al-Kubra. Ibnu Qudamah (Abu Muhammad Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Maqohsy). Al Muwaththa’. 16. 10. Kifayatul Akhyar. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. 18. Jami’ At Tirmidzi. Nashir bin Sulaiman Al-Umar. Al-Mishbah Al-Munir. Asy-Syaikh Ahmad bin Abdur Rozaq Ad-Duwaisy. 6. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Idaratul Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Wad Dakwah Wal Irsyad. 2. Jami’ul Bayan ‘An Ta’wili Ayyil Quran. Imam Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Al Harits Al Ashbahi Al Hamiri Abu Abdillah Al Madani 12. Lisanul-Arab. 21. Ad Dinul Kholis. Al-Munjid fil Lughah. 9. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah. Bidayatul Mujtahid wan Nihayatul Muqtasid. 3. Abdurrahman al-Jazary. Imam Ahmad bin Muhammad Al Fayummi Al Muqri’i. Kitabul Fiqh ‘ala Madzahibil ‘Arba’ah. Ahmad Warson Munawwir. Abdul Aziz Muhammad Salman. Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Adhim Abadi. 25. Fiqih I'tikaf. Al-Lu’lu’ Wal Marjan. 4. Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. 31. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. 20. Imam Ath-Thabari 24. Imam An Nawawy. 15. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. Dr. 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim dan Anaknya. Fiqhuz Zakah. Kitab Al-Umm. Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad bin Ibrahim Al Fairuz Abadi Asy Syirazi Asy Syafi’i 13. 30. Fiqhul ‘Ibadat. 26. Kamus Al Munawwir Arab-Indonesia. 8. Hasan Ayyub. 17. Al Fatawa Al Kubra. Imam al-Qurthubi. Muhammad Al-Husaini.Risalah Ramadhan DAFTAR PUSTAKA 1. Ibnu Rusyd al Hafidz. Mawaridludh Dham’an. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Abdul Karim Zaidan. Majalutul Buhuts Al-Islamiyah. Al-Fiqih Al-Islami Wa Adillatuhu. 29. 14. 22. Muhammad Abdul Baqi. 23. 7. Dr. Syaikh Mahmud Muhammad As Subki. 19.

52. Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Arrabi’ie Ibnu Majah. Musnad Ahmad. Muhammad Nasib Ar-Rifa'i. Abu Bakar Jabir Al-Jazairi. Imam Ad Darimi 48. 36. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 45. Tafsir Ad Duur Al Mantsur. 50. Sunan Ibnu Abi Syaibah. 55. Shahih Ibnu Majah. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 47. Shalih bin Ibrahim Al-Balaihi 38. Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi. Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas'ud Al-Baghawi. Shahih Muslim. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Imam Muhammad Bin Ali Bin Muhammad Syaukani. Syaikh 'Abdurrahman 'Abdurrahim AlMubarakfuri. Zadul Ma'ad. Imam As-Syaukani. Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarafuddin anNawawi Ad-Damsyiqi 43. Minhajul Muslim. 44. 58. 56. 41. Imam Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi Abul Hasan AnNaisaburi. Nailul Authar. 33. Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Imam Ibnu Katsir. 51. Puasa Bersama Nabi. Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. 53. 54. Sunan Ibnu Majah. Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. Shahih Al-Bukhari. 42. Syarhus Sunnah. Tafsir Fathul Qodir Al Jami’ Baina Riwayah Wa Diroyah Ilmu Tafsir. Ali bin ‘Umar Abul Hasan Ad-Daruquthni Al-Baghdadi. Sunan Ad-Darimy. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 37. Subulus Salam. Tafsir Al-‘Aliyil Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibnu Katsir. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir.Risalah Ramadhan 32. Risalah Romadhan. Imam Abu Daud As Sijistani Sulaiman bin Al ‘Asy’ats bin Syidad bin Amr Al Azdi. Ash Shon’aniy. Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal. 35. Sunan Ad-Daruquthni. 46. Sunan Abi Dawud. Abdullah Ali Bassam. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi. Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. Sunan An Nasa’I. Imam Abu Abdurrahman Al Hafidz Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr An Nasa’I. Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim. 40. 34. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin AlMughirah Al-Ja’fi Al-Bukhari 39. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Imam Syamsyuddin Syihabuddin Abu Abdullah Muhammad bin Bakar AzZaraiy ad-Damsyiqy/Ibnul Qoyyim 85 . 57. Imam As-Suyuthi. 49.

..........................................43 S H A L A T T A R A W I H..............................................................................................................35 A...................................................................................................................................... Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya.............................Risalah Ramadhan DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................... Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur................................................................... Waktu Sahur................................................... Penentuan Awal Ramadhan..............................................................................49 L A I L A T U L Q O D A R..............................................................................................................19 N. Waktu Shalat Tarawih ................................................31 B............................ Definisi-Definisi....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Sunnah-Sunnah Shaum ................................................................................................................................................................4 B...... Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal.......... Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur.35 C........................................................ Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum...........................................................38 F.............................................................. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan............................................ Definisi Shaum......... Disyari'atkannya Makan Sahur ..... Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum....................................................................................................................................................................................................................................................................................21 BAB II............................ Berjama’ah Atau Sendirian ? ........................ Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur.............................................................................................................................40 H........20 P.... Sunnah mengakhirkan sahur............................................................... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh..11 F................... Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum......................................................................... Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan............................................................................................................41 J..............................................................15 I..17 K.................................49 A..................................... Definisi Niat. Syarat Wajib / Sah Shaum .36 D......................................................................................................................................................................................... Disyari’atkannya Niat........................................................................................50 86 ....................................................................... Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan....35 B.............................................................................................43 A......................................................................... Keutamaan Bulan Ramadhan.................................................46 E............................4 A................................................................. Keutamaan-Keutamaan Shaum................................................. Hukum Makan Sahur....24 P E N E N T U A N A W A L R A M A D H A N............................................4 R I S A L A H R A M A D H A N.................................................31 N I A T S H A U M P A D A B U L A N R A M A D H A N...................... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’.........29 BAB III......................................................................................42 L............................................................ Rukun-Rukun Shaum...........................................................................................................................................24 A...........2 Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur..........................................................................................................17 L.................................18 M.......................3 BAB I.................. Dalil Dan Keutamaannya........................................9 D..............................37 E....................14 H................................ Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum....................42 BAB V..................................................................................................4 C.................... Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma...............................................43 B...................................................................................................................10 E.......31 C. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum....................................32 BAB IV.......35 S A H U R.................................................................................................. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan.........................31 A...39 G...................44 C...............19 O.................... Pengertian............................................................................................................................................................................................................................................................................................... Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan......25 C.................... Sebab Penamaan........................................................................................ Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya..................................40 I.........................................................................................................2 MUQADIMAH.........................................47 BAB VII.....................13 G................................................16 J............................................................................................................................................ Makna Lailatul Qodar..................44 D...........42 K..............24 B. Bilangan Rakaat ........................................................................................

......................66 M.............65 K..............................67 BAB IX..................... Yang Berhak Menerima Zakat Fithri .......................................................................................................................................................................58 E.................................................................................................................................53 BAB VII............................................................................................................................53 G............ Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar........................ Pada Siapa Diwajibkan ?................. Tanda-tanda Lailatul Qodar.. Adab-adab di Hari Raya.................................71 C... Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya..................................51 E.................................................58 F...............59 G......................84 DAFTAR ISI................ Tentang Takbiran................................................................. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar...................... Disyariatkannya Zakat Fithri.................................................................................................................................................86 COVER DEPAN 87 ...55 D.............................. Hukum Zakat Fithri...........................................................................70 B......................................................................... Hikmah Zakat Fithri .............................83 DAFTAR PUSTAKA............................71 Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari?.....................................62 I...76 F........61 H......................................................................................................50 C............................................................................................................................................. Waktu Membayar Zakat Fithri.................................................................................................54 Z A K A T F I T H R I .. Membayar Zakat Fithri Dengan Uang.............................. Waktu Pelaksanaan Sholat............51 D......................................................................................52 F........................................................................................................................................ Hukum Sholat Idain................................................. Tempat Membayar Zakat Fithri .................................... Kapan Lailatul Qodar Terjadi....................................................70 A.............................................................................................................................. Tata Cara Sholat ‘Ied.............................................................. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat...................................................................... Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri....................................................................................... Keutamaan Lailatul Qodar..............78 PENUTUP.................70 S H O L A T 'I D A I N................................................................................................................................. Definisi Zakat Fithri......................................................................................Risalah Ramadhan B.....54 A....................................................................73 D........................................................................................73 E..................................................................65 J....... Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri................................................................................................................................... Amalan Di Malam Lailatul Qodar............................................................................................................................................................. Pengertian Dan Pensyariatannya.................54 B........................................................................................................................................65 L..55 C......................................................

Sehingga kitapun akan menuai pahala yang melimpah sesuai yang dijanjikan oleh-Nya. zakat fithri dan shalat ‘idain. insya Allah akan menjadi panduan bagi Anda dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Semoga kita dikuatkan untuk melipatgandakan amal kebajikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Buku yang ada di hadapan pembaca ini. niat shaum. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. termasuk shaum di bulan Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita. Amin. i’tikaf. berapa banyak orang yang shaum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. shalat tarawih. Seperti penentuan awal Ramadhan. 88 . Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal.Risalah Ramadhan Penyusun: Tim Ulin Nuha Ma’had Aly An Nuur FIQIH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penerbit: MUP (Muhammadiyah Univercity Press) SINOPSIS (COVER BELKANG) Ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Selamat mendulang ilmu yang terpendam dalam buku ini. sahur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful