Risalah Ramadhan

Judul: RISALAH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penyusun: TIM ULIN NUHA MA’HAD ‘ALY AN-NUUR Muraja’ah: Ust. Abdullah Manaf Amin

1

Risalah Ramadhan

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berlomba dalam kebaikan dan beramal sholeh serta bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan diampuninya dosa-dosa. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada beliau, keluarga dan segenap sahabat beliau. Marhaban ya Ramadhan. Demikian ucapan yang terlontar dari mulut kita ketika tamu agung tersebut datang. Kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Tempat-tempat perbelanjaan penuh sesak dengan pengunjung yang ingin memborong sembako dan kebutuhan lainnya untuk bekal selama satu bulan. Tubuh dibersihkan, tempat ibadah pun diperindah. Begitulah mungkin sedikit gambaran masyarakat disekitar kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Ada yang terlupa dan ada pula yang perlu dijelaskan. Kehadiran Ramadhan mestinya menyentak kesadaran kita untuk menggali nilai-nilai keagamaan kita dari Al Qur'an dan Sunnah. Karena dengan berpegang teguh dengan keduanya kita tidak akan tersesat. Karena ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, termasuk shaum di bulan Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita, berapa banyak orang yang shoum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. Buku RISALAH RAMADHAN, Mendulang Ilmu Menuai Pahala yang ada di hadapan pembaca ini, insya Allah akan menjadi pemandu bagi kita dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan. Tentang keutamaan bulan Ramadhan dan hukum-hukum shoum serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku ini adalah hasil karya dari Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur, dalam penerbitannya kami bekerja sama dengan Muhammadiyah Universiti Press (MUP). Mudah-mudahan Allah Yang Maha Rahman memberikan taufiq-Nya kepada kita, sehingga kita bisa memahami syareat secara benar, khususnya yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Dan semoga kita diberi kemudahan dalam melipatgandakan amal kebajikan di bulan yang penuh maghfirah ini. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabat beliau. Amin. .Sukoharjo 13 Rajab 1429 H .Agustus 2008 16 Penyusun Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur

2

Risalah Ramadhan

MUQADIMAH
Segala puji hanyalah milik Allah, pujian yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasul dan hamba-Nya, keluarga dan para shahabat sepeninggal beliau. Amma ba'du: Sungguh, shaum merupakan salah satu rukun Islam yang agung yang pahalanya tidak ada bandingannya. Sebagaimana sabda Rasulullah kepada Abu Umamah, “Hendaknya kamu shaum karena shaum itu tidak ada bandingan pahalanya.” (HR. An-Nasa’i) Dalam kesempatan ini, kami ingin memberikan gambaran singkat mengenai materi buku ini. Kami sengaja memulai penulisan isi buku ini dengan pembahasan Risalah Ramadhan, yang pada bab ini kami tulis penjelasan ibadah shaum Ramadhan secara khusus mulai dari definisi, syarat wajib shaum, sunah-sunah shaum, hal-hal yang membatalkan shaum dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan ibadah shaum ramadhan itu sendiri. Harapan kami, dengan penjelasan ini para pembaca akan mendapatkan gambran secara global tentang ibadah shaum Ramadhan beserta hukum-hukunya. Kemudian pada bab-bab berikutnya, kami bahas secara rinci dan berurutan beberapa ibadah yang menyertai pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan, seperti penentuan awal Ramadhan, niat shaum, sahur, shalat tarawih, i’tikaf, zakat fithri dan shalat idain. Kami sengaja memisahkan pembahasan-pembahasan ini dari bab pertama, mengingat dibutuhkan penjelasan yang lebih luas untuk mendapatkan kejelasan hukum-hukumnya. Harapan kami, semoga buku ini dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ibadah-ibadah lain yang menyertainya, sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Saran dan masukan yang membangun dari pembaca kami sambut dengan baik demi mencari kebenaran dan keridhan dari Allah.

3

Risalah Ramadhan

BAB I RISALAH RAMADHAN
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dibelenggunya syetan, dibukanya pintu-pintu jannah, dan ditutupnya pintu neraka, adalah keistimewaan yang Allah berikan dalam bulan Ramadhan, yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lain. Dan yang jelas pada bulan tersebut kaum muslimin diwajibkan untuk menerjakan shaum selama satu bulan penuh. A. Definisi Shaum a. b. Secara bahasa, shaum artinya menahan diri dari sesuatu. Secara syar’i, shaum adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, seperti

makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri, dengan disertai niat, mulai terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.1 B. Keutamaan-Keutamaan Shaum Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sunnhanya bahwa shaum merupakan benteng dari nafsu syahwat, penangkal dari api neraka, dan Allah SWT telah mengkhususkannya sebagai nama salah satu dari pintu-pintu jannah-Nya. Selain itu shaum juga dapat mengendalikan diri dari gejolak nafsu dan menahan dari perangai buruknya, sehingga dia bisa mendapat ketenangan hidup. Pahala yang besar ini, serta keutamaan yang agung akan dijelaskan secara rinci dan gamblang oleh hadits-hadits shahih sebagai berikut; a. Shaum sebagai perisai. Rasulullah SAW memerintahkan kepada remaja yang telah mampu untuk mandiri agar menikah, jika dia tidak mampu untuk melaksanakannya beliau memerinthkannya agar shaum, dan menjadikan shaumnya sebagai pengekang nafsu syahwatnya. Sebab shaum bisa menahan gejolak anggota tubuh dan mengekangnya dari tindakan yang menyimpang. Telah ditegaskan dalam sebuah penelitian bahwa shaum memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan untuk menjaga fisik dan kekuatan batin. Rasulullah SAW bersabda:

َ ْ ْ َ ِ َ ّ ‫يا معْشر الشباب من است َطاع َ من ْك ُم ال ْباءة َ فَل ْي َت َزوّج وَمن ل َم ي َست َط ِعْ فَعَل َي ْه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ٌ َ ُ ُ ‫بالصوْم ِ فَإ ِن ّه ل َه وِجاء‬ ّ ِ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu2 maka hendaknya dia menikah, karena menikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya dia shaum, karena shaum itu bisa menjadi perisai baginya."3

1

2 3

Al Mughni, 3/85; Ad-Dienul Khalish, 8/317, Minhajul Muslim, hal 300, Fiqhul Ibadat, hal 201, Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, 1/492. Mampu (ba'ah) adalah kemampuan menikah dengan segala konsekwensi dan tanggung jawabnya. HR. Al-Bukhari, 4/106, Muslim, 1400 dari Ibnu Mas'ud RA.

4

Dari Abu Umamah berkata. Bau mulut orang yang shaum lebih harum di hadapan Allah kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. 1624. HR. 3/296 dari Jabir. Rasulullah SAW bersabda: HR. An-Nasai. lihat Fathul Bari. oleh karena itu jelaslah bahwa shaum dapat mematahkan syahwat dan menumpulkan ketajamannya yang bisa mendekatkan seseorang kepada api neraka dan shaum dapat menjadi penyekat antara orang yang mengerjakannya dengan api neraka. Shaum dapat memasukan seseorang ke dalam jannah. Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ‫ما من ع َب ْد ٍ ي َصوم ي َوْما في سبيل الل ّهِ إ ِل ّ باع َد َ الل ّه ب ِذ َل ِك ال ْي َوْم ِ وَجهَه ع َن‬ ِ ً َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ‫النارِ سب ْعين خرِي ْفا‬ ً َ َ ِ َ ّ "Tidaklah seorang hamba shaum satu hari dalam berjihad di jalan Allah. 4/165 5 . Orang yang shaum akan menapatkan pahala yang tak terhitung ّ ُ َ ّ َ ‫ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إ ِل الصيام فَإ ِن ّه لي وَأ َننَنا أ َجنزي ب ِنهِ والصنيام جن ّنة وَإ ِذا‬ ٌ ُ ُ َ ّ َ ِ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ‫كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فَل ي َرفُث وَل ي َصخب فَإ ِن ساب ّه أ َحد ٌ أ َوْ قَنات َل َه فَل ْي َقنل‬ َ ُ َ ْ ْ َ ْ َ َ َ ُ ‫ن‬ َ ُ 4 5 6 7 Dari Abu Hurairah RA berkata."7 c. Al-Bukhari.Risalah Ramadhan Rasulullah SAW juga telah menjelaskan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai. HR. nilainya. e. "Aku bertanya kepada Rasulullah. 'Wahai Rasulullah tunjukan kepadaku suatu amal yang dapat memasukanku ke dalam jannah!' Rasulullah menjawab. 'Hendaknya kamu shaum. dan Ahmad. Ahmad. 3/241. d. SWT dari bau misik (Kasturi). maka Allah akan menjadikan antara dirinya dan api neraka sebuah parit selebar jarak antara langit dan bumi. At-Turmudzi. sejauh perjalanan tujuh puluh musim"4 Diriwayatkan dari Jabir RA Rasulullah SAW bersabda: ّ ْ ِ َ ّ ِ ْ ٌ ُ ُ َ ّ ِ‫الصيام جن ّة ي َست َجن ب ِها ال ْعَب ْد ُ من النار‬ "Shaum adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka"5 Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili RA Rasulullah SAW bersabda: ً َ َ َ ‫من صام ي َوْما في سبيل الل ّهِ جعَل الل ّه ب َي ْن َه وَب َي ْن النارِ خن ْد َقا ك َما ب َي ْن‬ ّ َ ِ ً َ َ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ِ َ ْ ‫السماء وال َرض‬ ِ ْ َ ِ َ ّ "Barangsiapa shaum satu hari di jalan Allah. no. 1153. 4/22 dari 'Utsman bin Abi Ash RA. 6/48. Orang yang shaum akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu. karena shaum itu tidak ada tandingan pahalanya."6 b. 70 musim yaitu perjalanan 70 tahun. sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. no. Telah disebutkan bahwa shaum dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. 6/35 dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri. melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka. hadits ini shahih. maka sebaliknya shaum dapat mendekatkan pelakunya kepada jannah dan menghantarkan untuk memasukinya.

dan Al-Qur'an berkata. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. 6626 Zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya. Allah berfirman: 8 Shaum dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi orang 9 10 11 Maksudnya adalah bahwa seorang hamba itu akan menadapatkan pahala yang terbatas kecuali shaum. sesunggunhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. Jika ada oang yang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. dan bau mulut orang yang shaum itu lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak misik (kasturi). 'Kecuali shaum. yang menjalankannya. no.Risalah Ramadhan َ ‫ّن‬ ‫ُن‬ ِ ُ ُ ِ َ ٌ َ ّ َ ‫إ ِني امرؤ ٌ صائ ِم وال ّذي ن َفس محمد ٍ ب ِي َد ِهِ ل َخل ُنوف فَ نم ِ الص نائ ِم ِ أط ْي َنب عن ْند‬ ّ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ‫الل ّهِ من ريح ال ْمسك للصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما إ ِذا أ َفْط َر فَرِح وَإ ِذا ل َقي رب ّه‬ َ ُ َ َ ِ َ ّ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ‫فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ "Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali shaum8. dengan maksud dia hendak mengharamkan istrinya bagi dirinya. Ahmad. 6 ."9 Dalam riwayat Muslim disebutkan. Shaum merupakan kaffarat (penghapus dosa). “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”. "Maka syafaat keduanya diperkenankan. karenanya berikanlah dia syafaat karena aku. "Setiap amal anak Adam akan dibalas dengan berlipat ganda. 1151." Belau bersabda. dan membunuh seseorang dalam suatu perjanjian karena kesalahan dan tidak sengaja melanggar sumpah. karena adanya halangan baginya. membunuh binatang buruan pada saat ihram dan menzhihar11. Allah berfirman. 4/88 dan Muslim. "Saya telah menghalanginya dari tidur pada malam hari. Di antara keutamaan yang hanya dimiliki oleh ibadah shaum adalah bahwa Allah SWT telah menjadikan shaum sebagai penebus dosa bagi orang yang tiak melakukakan tahallul pada malam ihram. gembira dengan shaumnya. Shaum akan berkata: "Wahai Rabbku saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. baik kerena sakit atau karena gangguan yang terdapat pada kepala. 'Sesungguhnya aku sedang shaum' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. "Shaum dan Al-Qur'an itu akan memberikan syafaat kepada setiap hamba (yang melakukan dan membacnya) pada hari kiamat nanti. maka pada saat shaum hendaknya seseorang di antara kalian tidak melakukan rafats (bersenggama atau berbicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. sesungguhnya bau mulut orang yang shaum lebih harum di sisi Allah dari pada minyak kasturi. Shaum itu adalah perisai. karena pahala shaum tanpa hitungan. yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya."10 g. dan orang yang shaum memiliki dua kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. karenanya berikanlah dia syafaat karenaku. HR." f. Al-Bukhari. Dan shaum juga dapat dijadikan kaffarat karena yang bersangkutan tidak mau memotong. Rasulullah bersabda. no. bagi orang yang shaum itu ada dua kegembiraan.

Barangsiapa yang tidak memperolehnya. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Al-Baqarah [2]: 196). َ ٌ َ َ ُ ٌ َ ِ ْ ‫وَإ ِن كان من قَوْم ٍ ب َي ْن َك ُم وَب َي ْن َهُم ميثاقٌ فَد ِي َة مسل ّمة إ ِلى أ َهْل ِهِ وَت َحرير رقَبننة‬ ٍ َ َ ُ ِ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ‫مؤ ْمن َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام شهْري ْن مت َتاب ِعَي ْن ت َوْب َة من الل ّهِ وَكان الل ّه ع َليما‬ َ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ُ َ َ ً ِ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ً ِ ‫حكيما‬ ً ِ َ "Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur)." (QS. maka wajiblah atasnya berfid-yah. Apabila kamu telah (merasa) aman. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). AnNisa [4]: 92). sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. dan jangan kamu mencukur kepalamu. maka wajib shaum tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. 7 . yaitu: shaum atau bersedekah atau berkorban. ‫ل َ ي ُؤاخذ ُك ُم الل ّه بنالل ّغْوِ فِني أ َي ْمنان ِك ُم وَل َك ِنن ي ُؤاخنذ ُك ُم ب ِمنا ع َقند ْت ُم ال َي ْمنان‬ ّ ‫ْ َن‬ ‫َن‬ ‫ن‬ ِ َ ْ ِ َ َ ‫ُ ْ َن‬ ْ ِ ُ ُ ‫فَك َفننارت ُه إ ِط ْعننام ع َشننرةِ مسنناكين م نن أ َوْسننط مننا ت ُط ْعِمننون أ َهْليكننم أ َو‬ َ ُ َ ُ َ ِ َ ُ َ ّ ْ ْ ُ ِ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫ك ِسوَت ُهُم أ َوْ ت َحرير رقَب َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ ذ َل ِك ك َفنارة ُ أ َي ْمنان ِك ُم‬ ‫َن‬ ّ ُ َ ِ ْ ْ ِ ْ ْ َ ْ َ ‫َ ّن‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِذا حل َفت ُم واحفظوا أ َي ْمان َك ُم ك َذ َل ِك ي ُب َي ّن الل ّه ل َك ُم ءايات ِهِ ل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ُ "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. maka kaffarat (melanggar) sumpah itu. maka hendaklah ia (si pembunuh) shaum dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji)." (QS. ialah memberi makan sepuluh orang miskin.Risalah Ramadhan ‫وَأ َت ِموا ال ْحج وال ْعُمرة َ ل ِل ّهِ فَإ ِن أ ُحصرت ُم فَما است َي ْسر من ال ْهَ ند ْي وَل َ ت َحل ِق نوا‬ ‫ْ ُن‬ َ ْ ْ ِ ْ ْ ّ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ً ‫رءوسك ُم حتى ي َب ْل ُغَ ال ْهَد ْيُ محل ّنه فَمنن كنَنان من ْك ُنم مريضنا أ َوْ ب ِنهِ أ َذى منن‬ ‫ْ َ ِ ًن‬ ِ َ ّ َ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ُ ِ َ ‫رأ ْسهِ فَفد ْي َة من صيام ٍ أ َوْ صد َقَةٍ أ َوْ ن ُسك فَ نإ ِذا أ َمن ْت ُنم فَم نن ت َمت ّنعَ بنِنال ْعُمرة‬ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ٍ ُ َ ِ ْ ِ ٌ ِ َ ْ َ ْ َ َ ‫إ ِلى ال ْحج فَما است َي ْسر من ال ْهَد ْي فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ فِني ال ْحنج‬ ‫ن‬ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ َ ْ َ ‫وَسب ْعَةٍ إ ِذا رجعْت ُم ت ِل ْنك ع َش نرة ٌ كامل َنة ذ َل ِنك ل ِم نن ل َنم ي َك ُنن أ َهْل ُنه حاض نري‬ ٌ ِ َ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِ ِ َ ُ ‫ال ْمسجد ِ ال ْحرام وات ّقوا الل ّه واع ْل َموا أ َن الل ّه شديد ُ ال ْعِقاب‬ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ِ ْ َ ِ َ َ َ َ َ "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah.

sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka`bah."(QS. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpahsumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan bagi orangorang kafir ada siksaan yang sangat pedih. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).Risalah Ramadhan yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu. supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Al-Mujadilah [58] 3-4). menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak). kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan. maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Allah telah mema`afkan apa yang telah lalu." (QS. ketika kamu sedang ihram." (QS. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. atau shaum seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu. ُ َ َ َ ُ ُ ّ ْ ‫وال ّذين ي ُظاه ِرون من ن ِسائ ِهِم ث ُم ي َعودون ل ِما قالوا فَت َحرير رقَب َنةٍ م نن قَب ْنل‬ َ ْ ِ َ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫أ َن ي َت َماسا ذ َل ِك ُم توع َظون ب ِهِ والل ّه ب ِما ت َعْملون خبير فَمن ل َنم ي َج ند ْ فَص نيام‬ ُ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ٌ ِ َ َ ُ َ ‫شهْري ْن مت َتنَناب ِعَي ْن منن قَب ْنل أ َن ي َت َماسنا فَمنن ل َنم ي َسنت َط ِعْ فَإ ِط ْعَنام سنتين‬ ‫َ ّن‬ ْ ِ ْ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ِ ُ ‫ن‬ ْ َ ْ ِ ِ َ ‫مسكينا ذ َل ِك ل ِت ُؤ ْمنوا بالل ّهِ وَرسول ِهِ وَت ِل ْك حدود ُ الل ّهِ وَل ِل ْكافِرين ع َذاب أ َليم‬ ً ِ ْ ِ ُ ُ َ ُ َ ٌ ِ ٌ َ ِ ُ ِ َ ِ َ "Orang-orang yang menzhihar isteri mereka. AlMaidah [5]: 89). Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya. Al-Maidah [5] : 95). janganlah kamu membunuh binatang buruan. Dan itulah hukum-hukum Allah. atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian. niscaya Allah akan menyiksanya. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja. ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ل َ ت َقت ُل ُنوا الصني ْد َ وَأ َن ْت ُنم حنرم وَمنن قَت َل َنه من ْك ُنم مت َعَمندا‬ ‫ْ ن‬ ِ ُ ُ َ َ َ ِ ً ّ ُ ْ ّ َ َ ْ َ ٌ ُ ُ ْ َ َ َ ً َ ْ ِ ٍ ُ ْ َ ُ ِ ٌ َ َ ْ‫فَجزاء مث ْل ما قَت َل من الن ّعَم ِ ي َحك ُم ب ِهِ ذ َوا ع َد ْل من ْك ُم هند ْيا بنال ِغَ ال ْك َعْبنةِ أو‬ َ َ ِ َ ُ ُ ‫ك َفارة ٌ ط َعام مساكين أ َوْ ع َد ْل ذ َل ِك صياما ل ِي َذوقَ وَبال أ َمرِهِ ع َفنا الل ّنه ع َمنا‬ ‫ُ ّن‬ ‫َن‬ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ِ َ َ ُ َ َ ّ ُ ٌ ِ ُ ّ َ ُ ِ ُ ّ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ َ ٍ ‫سلف وَمن عاد َ فَي َن ْت َقم الله من ْه والله ع َزيز ذو ان ْت ِقام‬ "Hai orang-orang yang beriman. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. maka (wajib atasnya) shaum dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Dan jagalah sumpahmu. maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya. maka kaffaratnya shaum selama tiga hari. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dari Hudzaifah bin Yaman RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ّ ‫فِت ْن َة الرجل في أ َهْل ِهِ وَمال ِهِ وَوَل َد ِهِ وَجارِهِ ت ُك َفرها الصلة ُ والصوْم والصد َقَة‬ ُ َ ُ ّ ِ ِ ُ ّ ُ َ َ ّ َ ُ ّ َ 8 .

Pada malam Lailatul Qadar yang penuh dengan kabaikan Al-Qur'an diturunkan. Dan barangsiapa sudah masuk."12 h.Risalah Ramadhan "Fitnah (ujian) seseorang dalam keluarga. barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. maka pintu tersebtu ditutup sehingga tidak ada seorng pun yang masuk melelaui pintu tersebut." (QS. penunjuk kepada jalan kebaikan. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan. HR. dan barangsiapa yang sudah minum. Pada bulan Ramadhan kejahatan di muka bumi menjadi semakin sedikit. 144. 1152. sehingga mereka tidak bisa melakukan pengerusakan terhadap umat manusia sebagaiman mereka biasa melekukannya pada bulan-bulan selain Ramadhan. maka pintu itu akan ditutup. Antara lain14: 1.. no. ُ ُ ‫إ ِن في ال ْجن ّةِ بابا ي ُقال ل َه الريان ي َد ْخل من ْه الصائ ِمون ي َوْم ال ْقيامةِ ل َ ي َد ْخل‬ ِ ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ ُ ُ َ ً َ َ َ َ ِ َ ُ ِ ُ ُ ُ َ َ َ ‫من ْه أ َحد ٌ فَإ ِذا د َخلوا أ ُغ ْل ِقَ فَل َم ي َد ْخل من ْه أ َحد ٌ ) فَإ ِذا د َخل آخرهُم أ ُغ ْل ِق‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ُ ِ َ ْ ُ ِ َ َ ْ (‫وَمن د َخل شرِب وَمن شرِب ل َم ي َظ ْمأ ْ أ َب َدا‬ ً َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ َ "Sesungguhnya di dalam jannah itu terdapat satu pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. Al-Baqarah [2] : 185) 2.. dia akan minum. 4/95 Muslim. maka dia tidak akan pernah haus selamanya). karena jin-jin jahat dibelenggu dengan rantai. petunjuk kepada jalan yang lurus. shaum serta sedekah. harta dan tetangganya dapat di hapus dengan shalat. Bulan Al-Qur’an Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia sekaligus sebagai obat penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Ar-Rayyan adalah salah satu nama pintu Jannah yang disediakan bagi orang-orang yang megerjakan shaum. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Ini 12 13 14 Shahih Bukhari. Dari pintu tersebut orang-orang yang shaum akan masuk di hari kiamat nanti dan tidak seorang pun yang masuk ke pintu tersebut kecuali orang-orang yang shaum. pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu jannah dibuka. Al-Bukhari. (Apabila orang yang paling terakhir di antara mereka sudah masuk. maka hendaklah ia shaum pada bulan itu. no. Setan-setan dibelenggu. 2/7 dan Muslim. Karena itu. 35-40. 9 .13 C. Allah SWT melimpahkan di dalam bulan tersebut beberapa keutamaan. Allah berfirman: ‫شهْر رمضان ال ّنذي أ ُن ْنزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ ً ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ من ْك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ّ "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. Puasa Bersama Nabi. Dan apabila mereka masuk.

Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil.”16 3." (QS.”15 Semua itu berlangsung dari permulaan malam bulan Ramadhan yang penuh barakah. dan setan pun dibelenggu. dan dibukalah pintu-pintu jannah. pintu-pintu nereka ditutup sehingga tidak ada satu pun darinya terbuka. Dan juga mereka sibuk membaca Al-Qur’an dan berbagai macam ibadah lainnya yang mampu mendidik sekaligus mensucikan jiwa. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan Firman Allah : ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫ِ َ ِن‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون. 4/97 dan Muslim. ‘Wahai pencari kebaikan sambutlah dan pencari kejelekan kurangilah. Rasulullah SAW bersabda: ‫إ ِذا جاء رمضان فُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّةِ وَغ ُل ّقت أ َب ْواب النارِ وَصفد َت الشياطين‬ ّ ُ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ّ “Jika bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu jannh dibuka sedangkan pintu neraka ditutup. maka setan-setan dan jin Ifrit dibelenggu. karena banyaknya amal shalih yang diperbuat manusia. 1079 At-Tirmidzi. 1642 10 .Risalah Ramadhan akan terjadi apabila kaum muslimin telah berkonsentrasi menjalankan shaum yang merupakan pengekang hawa nafsu. Al-Baqarah [2] : 185) Oleh karena itu ditutuplah pintu-pintu jahannam. 682 Ibnu Majjah. no. diwajibkan atas kamu Shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. tahmid dan tahlil yang mereka ucapan. serta banyaknya dzikir. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah: ُ َ ْ ِ ‫إ ِذا كان أ َوّل ل َي ْل َةٍ من شهْرِ رمضان صفد َت الشياطين وَمرد َة ُ ال ْجن وَغ ُل ّقت‬ َ َ َ ْ َ ْ ّ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ُ ِ َ ّ ‫أ َب ْواب النارِ فَل َم ي ُفت َح من ْها باب وَفُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّنةِ فَل َنم ي ُغْل َنقْ من ْهَنا بناب‬ ّ ُ َ ٌ َ ‫ِ ن‬ َ ُ َ ٌ َ َ ِ ْ ْ ْ ْ ْ َ ‫وَي ُنادي مناد ٍ يا باغي ال ْخي ْرِ أ َقْب ِل وَيا باغي الشر أ َقْصر وَل ِل ّهِ ع ُت َقاء منن الننّنار‬ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ ّ ٍ‫وَذلك ك ُل ل َي ْل َة‬ “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba. Lailatul Qadar D. no. no. Allah SWT berfirman: ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ ْ "Hai orang-orang yang beriman. dan pintupintu jannh dibuka sehingga tidak satu pun pintu yang tertutup. أ َياما معْدودات‬ َ ُ ّ ً ّ َ ُ ْ 15 16 HR. dan Allah membebaskan orang-orang bertakwa dari api neraka pada setiap malam. Al-Bukhari.

Al Baqarah [2]: 183-184). Sabda Rasulullah : َ ُ ْ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ب ُن ِي ال ِسل َم ع َلى خمس: شهاد َةِ أ َن ل ّ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَ أ َن محمدا رسوْل اللننه‬ ِ ْ ُ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ّ َ َ َ . Al baqarah [2]: 185).”18 E. menunaikan zakat. “Tidak kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. maka hendaklah ia melaksanakan shaum pada bulan itu… “ (QS. Awal dan akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru’yah hilal (melihat bulan sabit). aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi.” Nabi SAW bersabda.” Kemudian Rasulullah SAW menyebut zakat.“Orang itu akan beruntung jika dia benar. ia berkata. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. lalu orang itu bertanya lagi. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan 1. “Tidak. menegakkan shalat. Shahih Al-Bukhari.”17 Dari Thalhah bin Ubaidillah RA. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan. “Demi Allah. “Apakah ada yang lainnya ?”Beliau menjawab. yaitu minimal dengan kesaksian paling sedikit satu orang muslim yang adil untuk awal Ramadhan. Muslim. dan shaum Ramadhan.” Kemudian Nabi SAW bersabda. 46.” Lalu orang itu membalikkan tubuhnya seraya berkata. Muslim.19 2. dan dua orang muslim untuk awal Syawal. no. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menggenapkan bilangan bulan Sya’ban 17 18 19 Shahih Al-Bukhari. Apabila cuaca mendung dan hilal bulan Ramadhan tidak dapat dilihat pada malam 30 Sya’ban.‫وَإ ِقام ِ الصل َةِ وَإ ِي ْتاء الزكاةِ وال ْحج وَصوْم ِ رمضان‬ َ َ َ َ ّ َ َ َ ّ “Islam dibangun di atas lima perkara: “Bersaksi bahwasannya tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. diwajibkan atas kamu shiyam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” Orang itu bertanya lagi. no 16. no 11 Lihat Zaadul-Ma’ad. “Apakah ada yang lainnya ?“ Nabi SAW menjawab.penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). berhaji ke baitullah. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah.” (QS. ُ ّ ً ‫شهْر رمضان ال ّنذي أننزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ منك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ّ “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan.Risalah Ramadhan “Hai orang-orang yang beriman. no. “Apakah ada yang lain ?” Nabi SAW menjawab. ( yaitu ) dalam beberapa hari yang tertentu. “Tidak. “Bahwasannya ada seorang laki-laki dari negeri Najd yang datang kepada Nabi seraya bertanya tentang islam. Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. 2/36-37 11 . 8. “( Lalu ) shiyam di bulan ramadhan. “Lima kali shalat sehari semalam.” Orang itu bertanya lagi. Maka Nabi SAW menjawab.

sempurnakanlah bilangannya (menjadi 30 hari)”. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga.”22 4. kemudian hari berikutnya dipastikan sebagai hari raya. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menyempurnakan bilangan Ramadhan menjadi 30 hari. no. yaitu sebagai awal bulan Syawal.20 Rasulullah SAW bersabda : َ ‫ل َ ت َصننوْموا حتننى تننروا الهل َل وَل َ ت ُفطننروا حتننى تننروْه ُ فننإ ِن غننم ع َل َي ْكننم‬ ِ ْ َ َ ّ َ ّ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ِ ْ َ . 2/180 Syarh Shahih Muslim. sebab masalah hisab perbintangan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang saja. tentulah akan memberatkan mereka. Wallahu a’lam. yaitu awal bulan Ramadhan. “Berdasarkan As-Sunnah Ash-Shahihah serta kesepakatan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum. Kitab Ash-Shiyam. Shahih Al-Bukhari. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya.”24 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari.‫فاقْد ُروْل َه‬ ُ ُ “Janganlah klian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. tidak diragukan bahwasannya tidak boleh bersandar kepada hisab perbintangan”. 1907. 12 . no. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian.21 ‫الشهْر ت ِسعَ وَ عشروْن ل َي ْل َة فَل َ ت َصوْموا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ َم ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْمل ُوا‬ ً ّ َ ْ َ ُ ْ ِ ْ ْ ّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ّ . no.Risalah Ramadhan menjadi 30 hari. maka pendapat ini banyak dibantah oleh para ulama’.‫العِد ّة َ ث َل َث ِي ْن‬ َ “Satu bulan itu jumlahnya 29 malam.25 Rasulullah bersabda : َ َ ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل َ ن َحسب، الشهْر هَك َنذا وَهَك َنذا : ي َعْننِني منرة ً ت ِسنعَة‬ ً ْ ٌ ِ ٌ ّ ّ ُ َ ْ ُ ّ َ ُ ّ ْ ِ . kemudian dipastikan untuk shaum pada hari berikutnya. 2/47.23 Jumhur fuqaha’ mengatakan. Dan begitulah pendapat jumhur fuqaha’. karena sesungguhnya syari’at Islam ini mengaitkan shaum dengan ru’yah bukan dengan hisab. Kitab ash-Shiyam. Begitu pula ketika hilal bulan Syawal tidak terlihat. 7/190. 2/158-160 Shahih Al-Bukhari.Adapun menetapkan awal Ramadhan dengan ilmu hisab di saat langit mendung. sedang syari’at dapat dipahami orang apabila kebanyakan mereka mengetahuinya. no.‫وَعشرِي ْن وَمرة ً ث َل َث ِي ْن‬ َ ّ َ َ 20 21 22 23 24 25 Dua cara inilah yang menjadi petunjuk Nabi dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. 3. sebab jika orang banyak dibebani dengan hal tersebut. “Dan tidak betul jika yang dimaksud adalah hisab ahli perbintangan. 1906. Para fuqaha’ telah menegaskan tentang dilarangnya bersandar pada perhitungan-perhitungan ilmu falak dalam menetapkan hilal. Al-Fatawa Al-Kubro. 6. Shahih Muslim. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. 3. maka janganlah kamu melakukan shaum sampai kalian melihatnya (hilal). 2/464. Lihat Zaadul-Ma’ad. Shahih Muslim.

2326. Kitab Ash-Shiyam. dan semua orang melihatnya. dan penduduk negeri tersebut diwajibkan untuk melakukan shaum. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. 13 . yang terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari.‫ال ْهِل َل أ َوْت ُك ْملوا ال ْعِد ّة ُ قَب ْل َه‬ ٌ “Janganlah kalian mendahului bulan sebelum kalian melihat hilal. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan.29 Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas RA) meriwayatkan. Sunan An-Nasai. Al-Fatawa Al-Kubro. 6/274-275. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan 26 27 28 29 Shahih Bukhari. Maka Kuraib berkata. 2/464. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris (ibunya Ibnu ‘Abbas RA) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah RA di Syam. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal Madzhab Syafi’i mengatakan. F. cara yang tidak pernah dipergunakan oleh Rasulullah SAW. Sunan Abu Daud. maka hukumnya sama dengan satu negeri. dan terjadilah hilal Ramadhan. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. Shahih Muslim. maka yang diputuskan adalah perkara berikut ini. no. Kalau kedua negeri itu berdekatan. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. 2128. maka dia juga keliru terhadap akal dan ilmu hisab. 15. berlaku bid’ah di dalam dien. Kemudian laksanakanlah shaum sampai kalian lihat hilal. maka kami akan tetap shaum hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. Aku bertanya. tabi’in dan tabi’ut tabi’in. tidak menulis dan tidak melakukan hisab. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl RA. maka ada dua pendapat. Bahkan beberapa bulan sebelumnya mereka telah berani menetapkan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu hisab. “Orang yang bersandar kepada hisab dalam masalah hilal. sebagaimana bahwasa ia telah sesat di dalam syari’at. yang paling shahih menyatakan bahwa shaum tidak diwajibkan atas penduduk negeri yang lain. begitu juga Mu’awiyah RA. Tetapi kalau negeri tersebut berjauhan. mereka melaksanakan shaum. no. no.”28 Bagaimana halnya dengan kelompok yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal dengan hisab sementara langit cerah tanpa sepotong awanpun.”26 ُ ِ َ ‫ل َت َقد ّموا الشهْر حتى ت َروُ ال ْهِل َل قَب ْل َه أ َوْ ت ُك ْملوا ال ْعِد ّة، ث ُم صوْموا حتى ت َرو‬ ّ َ ّ َ َ ّ ُ ُ ّ َ ُ ُ َ ُ َ َ ُ ِ َ . Bulan itu begini dan begini.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. atau menyempurnakan bilangan bulan sebelumnya.” Abdullah bin ‘Abbas RA berkata. maka Abdullah bin ‘Abbas RA menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. kemudian ia bertanya. no. “Apabila hilal terlihat di suatu negeri sedangkan orangorang di negeri lain tidak melihatnya. no. atau sampai menyempurnakan bilangannya. 1913.”27 Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan. 7394. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. para shahabat.

Menurut ijma’ (kesepakatan) ulama. Apabila ada orang kafir yang masuk Islam di pertengahan Ramadhan. 6/251. 693. sehat jasmani. 8/347-350. maka siapapun tidak boleh menyelisihi perintahnya.34 3. walaupun ru'yah telah menjadi keputusan Khalifah. Dan jika telah sembuh. 2/295-296. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. bukan gila. maka setiap penduduk dari masing-masing negeri tersebut wajib melaksanakan hasil ru’yah negerinya bukan ru’yah negeri orang lain. Dia cukup melaksanakan shaum pada hari-hari selanjutnya setelah ia memeluk Islam. Shaum Ramadhan tidak diwajibkan atas orang gila.36 4. 14 . selama Khalifah tidak mewajibkan kepada rakyatnya. Mukim (tidak dalam keadaan safar). hal. karena pingsan termasuk salah satu penyakit. 3/155. Al Mughni. beginilah Rasulullah menyuruh kami. dan memukulnya apabila meninggalkan shaum ketika telah berusia 10 tahun. maka dia tidak wajib mengqadha’ shaum yang telah berlalu. Tafsir Al-Qurthubi. dia cukup shaum pada hari-hari yang masih tersisa di bulan Ramadhan. sehingga tidak wajib mengqadha’nya. 307-308. hadits di atas merupakan hujjah bahwasannya apabila suatu negeri saling berjauhan sebagaimana Syam dan Hijaz. karena shaum pada hari-hari yang lalu belum menjadi kewajibannya. Syafi’i. Minhajul Muslim. Jika haidh dan nifasnya terjadi pada sebagian siang. no.”31 G. Abu Tsaur dan Qatadah. Apabila dia mewajibkannya. hadits no. Maliki. Demikian menurut madzhab Hambali. 5. baik haidh atau nifasnya itu terjadi di awal atau akhir siang. di antaranya. 212. Mereka wajib berbuka dan mengqadha’ shaum yang telah ditinggalkannya. no. maka dia wajib mengqadha’ shaum yang telah dia tinggalkan. maka shaum pada hari itu batal.33 2. Jika wanita yang sedang haidh atau nifas 30 31 32 33 34 35 36 Shahih Muslim. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. 6/250. jika telah suci dari haidh atau nifasnya. 6. Jika anak kecil (laki-laki atau perempuan) telah mampu melaksanakan shaum.Risalah Ramadhan shaum Khalifah Mu’awiyah RA?” Beliau menjawab. Al Mughni. 1087. hal. As-Syafi’i.”30 Menurut madzhab Maliki. Baligh. 3/156. maka seorang wali berkewajiban untuk menyuruh mereka melaksanakan shaum yaitu bila mereka telah mencapai usia 7 tahun. wanita yang sedang haidh dan nifas tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shaum. Sunan At-Tirmidzi. Demikian pendapat Abu Tsaur. Syarat Wajib / Sah Shaum32 1. Suci dari haidh dan nifas. dan Imam Ahmad. Al-Auza’i. Berakal. Fiqhul Ibadat. “Tidak. Hanafi. dan tidak wajib mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya di saat dia gila. Sanggup untuk melaksanakannya. Islam. Ad-Dien Khalish.35 Berbeda dengan orang yang kehilangan akalnya karena pingsan kemudian dia siuman. 2332. Sunan Abu Daud.

Sunan Abu Daud. Dan hal ini merupakan amaliyah yang umumnya dilakukan kaum muslimin. kemudian dia ingin melaksanakan shaum di bulan itu. 2454. maka dia telah berniat shaum.41 Waktunya adalah pada bagian malam manapun di bulan tersebut hingga terbit fajar shadiq. maka shaumnya batal. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. Rukun-Rukun Shaum40 1. Syafi’i dan Ibnul Mundzir. Hanafi.138. 3/137.”38 Kalau haidh seorang wanita terhenti pada malam hari kemudian dia mandi pada subuh di pagi harinya. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. 69. Selain itu. Dan demikian juga menurut madzhab Maliki dan Ishaq.25/215. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. bahwa satu kali niat sudah dianggap sah untuk menjalankan shaum selama sebulan. Majmu’ Fatawa. Al-Mughni. maka tidak ada shaum baginya. Maliki dan lainnya. karena apabila dia haidh pada sebagian siang hari. 3/142. atau mencampuri isterinya. Sunan At-Tirmidzi. 2/200. disyaratkan juga agar dia berniat untuk shaum di malam hari setelah haidhnya terhenti. 3/91. Orang yang junub diperbolehkan untuk mengakhirkan mandinya hingga subuh kemudian dia mandi dan menyempurnakan shaumnya. S ٍ unan An-Nasai. 8/440-451. Syafi’i. kitab Al-Haidh.44 Menurut madzhab Hambali. 6538. Shahih Muslim. hal 308. niat wajib dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan. maka dia berdosa dan shaumnya tersebut tidak sah.45 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Al Mughni. Niat. atau tidak melakukan semua itu sebelum terbit fajar shadiq. sebagaimana dikatakan oleh umumnya para ulama’. Berbeda dengan pendapat Imam Ahmad yang mengatakan.Risalah Ramadhan berniat shaum dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum. seperti makan. mereka semua meniatkan shaumnya. hadits no. Namun dengan syarat haidh tersebut telah berhenti sebelum fajar.42 Rasulullah SAW bersabda : ‫من ل َم ي ُجمع الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak meniatkan shaum sebelum fajar. hadits no. Al Mughni. 2335.‫ك ُنا ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصوْم ِ وَل َ ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصل َة‬ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ُ َ ِ ّ ّ ّ "Kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.37 Ummul Mukminin ‘Aisyah RA berkata: . hadits no. Ad-Dien Khalish. hadits no. 8/344. apabila diniatkan untuk shaum selama satu bulan. maka tidak mengapa. Fiqhul Ibadat. maka hukumnya sama dengan hukum orang yang junub. hadits no 730. Ad-Dien Khalish. karena shaum seseorang tidak dianggap sah kecuali jika dia berniat pada malam harinya. Minhajul Muslim. padahal dia mengetahui bahwa shaum diharamkan untuknya. hal 232-235. Al Mughni. Demikian menurut madzhab Hambali. 263. Sunan Abu Daud. minum.”43 Adapun setelah berniat lalu ia melakukan sesuatu yang dapat membatalkan shaum. baik dilafalkan atau tidak. “Setiap orang yang tahu bahwa besok hari telah masuk bulan Ramadhan. hadits no. 15 .39 H. 3/93.

yaitu makan dan minum diakhir malam dengan niat shaum. yaitu fajar. Imsak (menahan diri) dari hal-hal yang membatalkan shaum. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُفط ِر ع َلى رط َبنَنات قَب ْنل أ َن ي ُصنل ّي‬ ٍ ْ َ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ٍ َ ْ ِ ٍ َ َ َ َ َ ْ ‫فَإ ِن ل َم ت َك ُن رط َبات فَعَلى ت َمرات فَإ ِن ل َم ت َك ُن حسا حسوات من ماء‬ ٍ َ َ ْ ْ ٌ َ ُ ْ ْ ْ “Rasulullah berbuka dengan beberapa ruthab (biji kurma basah) sebelum menunaikan shalat. HR. hadits no. Berbuka dengan kurma atau air. Abu Daud. 1987. hadits no. 2357.”49 4. telah basah kerongkongan. maka dengan beberapa tamr (biji kurma kering). 1098.”48 3. hadits no. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih AlJami’ Ash-Shaghir. 16 . hal. Dilakukan pada siang hari. Dan yang lebih utama adalah dengan kurma. 3. dan At-Tirmidzi. hadits no. Shahih Al-Bukhari. Kemudian sempurnakanlah shaum sampai malam hari. Al-Baqarah [2]: 187 ) I. 4995. Shahih Muslim.Risalah Ramadhan 2. Jika tidak ada. 310-311. dan telah tetap pahalanya. 4678. Sunnah-Sunnah Shaum46 1. Insya Allah. hadits no.” ( QS. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA. Bersegera berbuka. Rasulullah SAW bersabda : ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحوْرِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ 46 47 48 49 Minhajul Muslim.”47 2. Sahur. Berdo’a ketika akan berbuka. Rasulullah SAW bersabda : ُ ِ ‫ل َي َزال الناس ب ِخي ْرٍ ما ع َجلوا ال ْفط ْر‬ َ ُ ّ ُ َ َ َ ِ “Manusia tetap akan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. Sunan Abu Daud. dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ AshShaghir. maka beliau minum beberapa teguk air. Dan jika tidak ada. Allah SWT berfirman : ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ا ْل َب ْي َض من ال ْخي ْط ا ْل َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ّ ‫ث ُم أ َت ِموا الصيام إ ِلى ال ّي ْل‬ ّ ّ ِ “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Adapun do’a yang dibaca Rasulullah SAW ketika akan berbuka adalah : ‫ذ َهَب الظ ّمأ ُ واب ْت َل ّت ال ْعُروْقُ وَث َب َت ال َجر إ ِن شاء الله‬ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ُ َ َ “Telah hilang dahaga. Ahmad.

dapat merusak shaum. atau sebab lainnya. sebab terkadang dapat membangkitkan syahwat sehingga shaumnya rusak. 1. berkumur dan menghirup air ke hidung saat bewudhu’. 50 51 52 53 Shahih Al-Bukhari. atau mencium. Ad-Dien Khalish. hal 246-249. yaitu sebelum terbitnya fajar shadiq (shubuh). atau bercumbu. atau dubur dan qubul (kemaluan) wanita. yang dikhawatirkan akan merusak shaumnya. Shahih Muslim. Berfikir urusan jima’. 2. maka tidak membatalkan shaum. 3. hadits no. atau kemudian ia meneruskannya dengan berjima’ (menggauli isterinya).Risalah Ramadhan “Bersahurlah. sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barokah. 4. Minhajul Muslim. apabila khawatir menjadikan dirinya lemah dan membuat Terus menerus memandang istri dengan syahwat. Rasulullah SAW bersabda : ُ ّ ‫ع َجلوا ا ْل ِفْطار وَأ َخروا السحوْر‬ َ ُ ّ ُ ّ َ َ “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur. Adapun keluar mani karena bermimpi. 1923. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’53 1. 17 . Fiqhul Ibadat. (jima’). Minhajul Muslim. Berkumur-kumur bukan karena wudhu’. ia berbuka. 8/477-483. Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum52 Adapun beberapa perkara yang dimakruhkan atas orang yang shaum. baik karena keluar mani. Mencicipi masakan atau makanan. dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir. 3. yang dianggap perlu. hal 312-313. Berbekam. baik lewat hidung atau telinga. berwudhu’. Bercumbu dengan isteri. walaupun sebenarnya tidak merusak shaum. Memasukan cairan ke dalam kerongkongan. 7. 6. 1095. Riwayat Imam Thabrani. 3989. seperti memasukkan obat lewat hidung. 5. hadits no.”50 5. 9. hadits no. 4. atau meneteskan ke dalam telinga. 2. Dan menurut madzhab Maliki bahwa cairan yang masuk ke dalam Air yang masuk ke dalam kerongkongan karena terlalu dalam ketika Keluar air mani karena terus menerus memandang atau berpikir kerongkongan melalui mata. Mengakhirkan sahur hingga bagian akhir malam. baik sengaja maupun lupa. Mencium (istri/suami). Bercelak di awal siang. atau kepentingan lainnya Berlebih-lebihan ketika berkumur dan menghirup air ke hidung saat K. 8. hal 311-312.”51 J.

maka datanglah Nabi SAW dengan membawa sebakul kurma seraya berkata : “Sedekahkanlah kurma ini”. Makan dan minum dengan sengaja tanpa adanya udzur yang membolehkan dia 54 55 Minhajul Muslim. “Sanggupkah kamu memberi makan kepada 60 orang miskin ?”. “Kenapa kamu celaka ?”. Muntah dengan sengaja. apabila masuk seluruhnya. “Apakah kepada orang yang lebih fakir dari kami ya Rasulullah. belum. dan belum jelas baginya.” Rasulullah SAW bertanya. 8. “Saya telah bersetubuh dengan isteri saya pada siang hari Ramadhan. 14. 13. seperti menelan batu. minum.jawab laki-laki itu. 6. "Tdak”. 7. Shahih Al-Bukhari. Tanya Rasulullah SAW pula. atau berjima’. L. karena ia menyangka kalau malam telah masuk Makan atau minum karena lupa. 1111. Dan laki–laki itu pun tetap menjawab. masih malam (belum terbit fajar). Murtad (keluar dari Islam). hadits no. “Tidak”. atau kayu. Makan. Dan Nabi SAW pun tersenyum sampai kelihatan gigi gerahamnya. (datang waktu maghrib) dan ternyata masih siang. Berbuka dalam keadaan ragu. berikan kurma ini kepada keluargamu. Adapun muntah dengan tidak sengaja. dalam dubur maupun qubul wanita. hadits no. waktu maghrib. 10. sedangkan ia mengira kalau keadaan Makan atau minum. Kemudian ia duduk. kata Nabi SAW. 12. kemudian membatalkan shaumnya. kata laki-laki itu menerangkan. “Tidak “. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh54 1. hal 313.Risalah Ramadhan 5. 11. “Celaka saya ya Rasulullah”. atau jari yang basah ke badan ke dalam kerongkongan lewat mulut. Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang laki-laki kepada Nabi SAW seraya berkata. berbuka.”55 2. lalu beliau katakan : “Pulanglah. 18 . jawabnya. Tanya beliau. padahal tidak ada satu warga pun di kampung kami yang lebih miskin daripada kami”. dan kalau masuk sebagiannya saja. “Sanggupkah kamu memerdekakan seorang budak ?”. Sengaja memasukkan sesuatu yang tidak memberikan faedah bagi Sengaja memasukkan air ke dalam dubur ketika istinja’. mutiara. apakah matahari telah terbenam atau Betul-betul berniat untuk berbuka (mbongkah : jawa) sebelum datang tidak membatalkan shaum. atau besi. Tanya beliau. benang. karena menyangka bahwasannya tidak wajib untuk kembali meneruskan shaumnya. Shahih Muslim. “Kuatkah kamu shaum dua bulan berturut-turut ?”. Berjima’ ( bersenggama ) dengan sengaja tanpa dipaksa. dan ternyata fajar telah terbit. minum. 15. Laki-laki itu menjawab. 1936. 9. Memasukkan potongan kain. maka Makan. maka tidak merusak shaum. dan berjima’.

7. apabila tidak khawatir menjadikan badannya lemah. hal. Ad-Dien Al-Khalish. agar membebaskan budak. 4. Lalat yang tertelan tanpa ia kehendaki. Berobat dengan obat apapun selama halal. 9. 3. sebelum terbit fajar. Asap jalanan dan pabrik. 5. 8/454-459. 4. 6. dengan diguyur air atau berendam di dalamnya. Dalam keadaan junub di waktu subuh (setelah melakukan jima’ Mimpi junub di siang hari. minum dan melakukan hubungan suami isteri di malam hari menurut Imam Ahmad. atau shaum selama dua M. hadits no. yang tidak menyebabkannya masuk ke dalam kerongkongan walau pun sedikit. baik yang dioleskan ke badan. Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum58 1. 2. asap kayu dan seluruh asap yang tidak 56 57 58 Shahih Muslim. di antara (yang dibolehkan) adalah dengan jarum suntik selama itu bukan infus.Risalah Ramadhan ‫ع َن أ َبي هُري ْرة َ أ َن الن ّب ِي أ َمر رجل ً أ َفْط َر في رمض نان أ َن ي ّعْت ِنقَ رقَب َنة‬ ً ِ َ ْ َ ‫َ َ َن‬ ُ َ َ َ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ‫أ َوْ ي َصوْم شهْري ْن أ َوْ ي ُط ْعِم ست ّي ْن مسك ِي ْنا‬ ً ْ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ُ Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Nabi SAW bulan. atau memberi makan 60 orang miskin. Berbekam.56 menyuruh seorang laki-laki yang sengaja berbuka pada bulan Ramadhan. bahwasannya makruh bersiwak setelah matahari tergelincir. berbuka. dengan syarat tidak sedikit pun yang masuk ke dalam Melakukan safar (perjalanan) karena keperluan yang diperbolehkan (bukan maksiyat). baik Makan. 314-315. ataupun Menggunakan parfum. dahulu. minyak rambut. atau harum-haruman yang sifatnya dibakar Mengunyah makanan untuk anak kecil karena tidak ada orang lain yang mengunyahkannya. 8. hal 314. kecuali Mendinginkan tubuh dengan air karena cuaca sangat panas. mungkin dihindari. 5. Minhajul Muslim. Kitab Ash-Shiyam. 3. sebelum terbit fajar namun belum mandi setelah datang waktu subuh). 2. 19 . 84. walaupun banyak. Minhajul Muslim. Menelan ludah sendiri. kerongkongan. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum57 1. N. Memakai minyak wangi. meskipun dia tahu kalau safarnya itu dapat mengakibatkan dirinya Bersiwak (menggosok gigi) di sepanjang waktu siang.

dan At-Tirmidzi.Risalah Ramadhan 6. Shadaqah. Rasulullah bersabda: Makan dan minum karena lupa atau tidak sengaja. lalu melanjutkan َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ُ‫إ ِذا ن َسي فَأك َل وَشرِب فَل ْي ُت ِم صوْمه، فَإ ِن ّما أط ْعَمه الله وَسقاه‬ ُ ُ َ َ ُ َ َ ّ “Apabila seseorang lupa lalu makan dan minum. 20 . no.63 3. Minhajul Muslim. Tilawah (membaca) Al-Qur’an Rasulullah SAW bersabda : ْ ِ َ َ ّ ُ ْ ُ ْ ُ ‫الصيام وَ القرآن ي َشفعان ل ِلعب ْد ِ ي َوْم ال ْقيام نة، ي َقُ نوْل الص نيام: أ َيْ رب‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ُ َ ّ ُ َ ّ :‫إ ِني من َعْته الط ّعام وَ الشهَوات بالن ّهارِ فَشفعْن ِي فِي ْه، ي َقوْل القرآن‬ ِ َ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ ِ َ َ َ ِ َ َ ّ ْ ‫رب من َعْت ُه الن ّوْم بالل ّي ْل فَشفعْن ِي فِي ْه، فَي َشفعان‬ ِ ِ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ْ ْ ِ “Shiyam dan bacaan Qur’an dapat memberi syafa’at kepada seseorang (yang melakukan dan membacanya) pada hari kiamat. 710. hadits ini shahih menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-jami’ ash-Shaghir. Shiyam mengatakan: “Ya Rabb. 6415. Al-Bukhari. Rasulullah SAW bersabda : ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ِ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh mengharap ridha Allah. HR. dan Muslim.” Sedangkan bacaan Qur’annya berkata: 59 60 61 62 63 HR. hal. tidak lain karena Allah memberinya makan”.59 َ َ َ‫من أ َفْط َر في رمضان ناسيا فَل َ قَضاء ع َل َي ْهِ وَل َك َفارة‬ ِ َ ً ِ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang berbuka (makan atau minum) pada bulan Ramadhan karena lupa maka tidak ada qadha’ dan kafarah atas dirinya”. Ahmad. Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan61 1. HR. 435. Rasulullah SAW bersabda: َ َ َ ‫ّن‬ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ً َ َّ ْ ْ ِ ُ ُ ُ َ ْ َ ِ ‫من فَطر صائ ِما كان له مث ْل أجرِه، غ َي ْر أن ّه ل َي َن ْقص من أج نرِ الص نائ ِم‬ ً ‫شيئا‬ ْ َ “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang shaum.60 O. hadits no. Al-Bukhari dan Muslim. Al-Baihaqi. 6070. shaumnya. HR. 305-306. baginya pahala orang yang shaum tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari pahalanya”. Qiyamul lail. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. hadits no. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. aku telah mencegahnya dari makan dan minum di siang hari. hendaklah ia sempurnakan shaumnya.62 2. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalm Shahih Al-Jami’ ash-Shaghir. hadits no. diampuni baginya dosa-dosanya yang lalu”.

Maka dari itu berikanlah dia syafa’at karena kami”. dapat mencapai (pahala) haji. 3/141. Orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. dan dia wajib mengqadha’ shaum yang dia tinggalkan. Rasulullah SAW bersabda: ‫فَإ ِن ع ُمرة َ في رمضان ت َقضي حجة أ َوْحجة معِي‬ ً ّ َ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ْ ّ ْ َ ً ّ َ “Sesungguhnya ‘umrah pada bulan Ramadhan. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum 1. Al-Mughni. no. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. maka untuk kasus-kasus semacam ini dia diperbolehkan untuk berbuka. 64 4.lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. Shahih Al-Bukhari. Laki-laki dan wanita yang tua renta.Al-Bukhari dan Muslim. no. 1863. 21 . diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka dan setiap harinya memberi makan seorang miskin sebagai ganti satu hari shaumnya”. 222. ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: ُ ُ َ َ َ ‫كان رسوْل الله ي َعْت َك ِف ال ْعَشر ال َواخر من رمضان‬ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ "Adalah Rasulullah melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. atau tidak dapat meminum obat yang dapat membantu penyembuhannya.66 P. Lihat shahih Bukhari. Al Baihaqi. shahih menurut Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir.Risalah Ramadhan “Aku telah melarangnya dari tidur di malam hari.67 2. HR. Al Hakim. 6/255-256. yaitu berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. atau kalau shaum dia akan bertambah sakit. apabila telah sembuh.69 Allah SAW berfirman: َ ‫وَمن كان مريضا أ َوْ ع َلى سفرٍ فَعِد ّة ٌ من أ َيام ٍ أ ُخر‬ َ َ ّ ْ ّ ً ِ َ َ َ َ َ َ 64 65 66 67 68 69 HR. no. 3882. Melakukan ‘umrah. diperbolehkan untuk berbuka dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari sebagai fidyah shaum yang telah dia tinggalkan. Shahih Muslim. yaitu menziarahi Baitullah Al-Haram untuk melakukan thawaf sa’i. Orang sakit.Imam Ajmad. I’tikaf. 727. Al Baqarah [2]: 184 ) Ibnu ‘Abbas RA berkata. Tafsir Ath-Thabari. no. 4505. yaitu memberi makan seorang miskin…” ( QS.68 Namun jika masih bisa diharapankan kesembuhannya tapi jika dia shaum akan menyulitkannya atau sakitnya bertambah parah dan lebih lama sembuhnya. “Ayat ini merupakan rukhshah (keringanan) bagi laki-laki atau wanita tua renta yang apabila tidak sanggup menjalankan shaum. Kitab Al-Hajj. Allah SWT berfirman: َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (tidak shaum) untuk membayar fidyah. atau melaksanakan haji bersamaku”.”65 5. At-Thabrani. 2/79. no.

karena sebenarnya mereka mampu untuk melaksanakan shaum. Apabila wanita hamil dan menyusui khawatir akan keselamatan jiwa mereka. “Bahkan dia diperbolehkan untuk mengqashar dan berbuka dalam perjalanan yang ditempuh kurang dari dua hari. Para ulama’ salaf dan khalaf lainnya mengatakan. atau perjalanan yang berjarak 16 farsakh. dan diwajibkan untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya. 3/139. Syafi’i dan Ahmad adalah perjalanan yang ditempuh dengan unta atau berjalan kaki selama dua hari. menurut madzhab Maliki. 22 . maka diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka. dari Nafi'. Al-Mughni. yaitu sekitar 48 mil ( 88.71 Dan menurut Imam Abu Hanifah adalah perjalanan yang ditempuh selama tiga hari. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’.10/220. maka dia berdosa apabila berbuka. Dia menjawab. Dari Imam Malik.70 4. "Dia berbuka dan memberi makan kepada satu orang miskin setiap hari sebanyak satu mud gandum. misalnya perjalanan antara Makkah dan Jeddah. dan baik shaumnya itu memberatkan dirinya maupun tidak. Majmu’ Fatawa. maka dia diperbolehkan berbuka dan mengqadha’ shaumnya. Al Baqarah [2]: 185 ) 3.Risalah Ramadhan “…dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu dia berbuka ). Namun jika tidak membahayakan dirinya. bukan keselamatan jiwa mereka sendiri.25/218. 1 : 75 Lihat Majmu’ Fatawa. baik dia mampu untuk melakukan shaum ataupun tidak." Dan Ad-Daroquthni 70 71 72 73 74 Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. atau beserta anak-anak mereka sendiri. 236.74 Namun Ibnu Abbas RA dan Ibnu Umar RA berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui jika meninggalkan shaum cukup baginya untuk membayar fidyah.73 Dan jika mereka hanya mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya saja.” Inilah pendapat yang kuat menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Lihat ukuran farsakh dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu.161.Pekerja berat. maka ( wajiblah baginya shaum ) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain… ( QS.72 5. 10/233. ditambah dengan membayar fidyah shaum yang ditinggalkannya. maka diperbolehkan berbuka. seperti halnya orang sakit yang diperbolehkan berbuka. sesuai kesepakatan para ‘ulama. Namun wajib untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya dan tidak diwajibkan membayar fidyah. apabila dengan meninggalkan pekerjaan beratnya itu dapat membahayakan dirinya. Adapun jarak yang memperbolehkan seseorang untuk mengqashar shalatnya dan berbuka. maka diperbolehkan untuk berbuka pada bulan Ramadhan. Seorang pekerja jika dihadapkan pada pekerjaan berat yang ia khawatir bila melakukan shaum akan membahayakan dirinya. tidak perlu untuk mengqadha shaum yang ditinggalkannya. Musafir Orang yang sedang safar dan menempuh jarak yang memperbolehkannya shalat qashar. Wanita hamil dan menyusui.7 Km). 25/209-214. 3/139. Al-Mughni. bahwa Ibnu 'Umar RA ditanya tentang wanita hamil bila khawatir terhadap (kesehatan) anaknya. selama safarnya itu bukan untuk maksiyat.

Al-Baqarah [2]: 184) ّ َ ّ َ ‫إ ِن الله ع َز وَجل وَضعَ ع َن ال ْمسافِرِ شط ْر الصل َة، وَع َن ال ْمسافِرِ وال ْحامل‬ ِ ّ َ ّ َ ُ َ ُ ِ ِ َ َ َ َ ِ ِ ‫وال ْمرضع الصوْم أ َوالصيام‬ َ َ ّ ِ َ ّ ِ ِ ْ ُ َ “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla telah membebaskan separuh shalat bagi musafir. yang sepadan dengan ¼ sha’ atau 675 gram bahan makanan lain. hal 163 Lihat ukuran mud dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu.”77 75 76 77 Puasa Bersama Nabi.' Dan dia meriwayatkan dari jalur yang lain. dan dia sedang mengandung." Dan isnadnya jayyid (baik). dan memberi makan satu orang miskin setiap hari. yaitu memberi makan seorang miskin…” (QS. darinya."75 Sedangkan ukuran fidyah adalah satu mud gandum. wanita yang hamil dan wanita yang menyusui. 1/75 Shahih Sunan Ibnu Majah. Lalu dia merasa kehausan di bulan Ramadhan. "Sesungguhnya anak perempuannya dinikahi oleh seseorang dari kaum Quraisy. Maka dia berbuka.76 Allah berfirman: menyuruhnya َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya ( tidak shaum ) untuk membayar fidyah. 23 . "Bahwasanya istrinya bertanya kepadanya disaat dia sedang hamil. "Berbukalah dan berilah makan kepada seorang miskin setiap hari dan dia tidak wajib mengqhada. dan juga membebaskan shaum dari seorang musafir. ia berkata. 2/64-65. Dan dari jalur ketiga. ia berkata. "Wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak wajib mengqhada.Risalah Ramadhan meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar RA dan dia menshahihkannya.

Ru'yah Ru'yah adalah melihat hilal dengan mata telanjang yang ditopang dengan bantuan alat pembesar dan yang sejenisnya. d.78 b. c. Matlha' Mathla' adalah tempat munculnya hilal. Hilal Hilal adalah permulaan rembulan ketika ia tampak di mata orang banyak di awal bulan. tetapi kurang mendapatkan perhatian. Hal ini mungkin banyak dipengaruhi oleh fenomena penentuan awal Ramadhan atau Syawal dengan hisab hitungan ilmu falaq. hal. Semoga pembahasan ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi kaum muslimin yang mendambakan agar setiap amal ibadahnya sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW.Risalah Ramadhan BAB II PENENTUAN AWAL RAMADHAN Perihal ru'yah untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal merupakan masalah yang sangat asasi. Hisab Hisab adalah menghitung garis edar benda-benda langit dengan rumus-rumus tertentu. Definisi-Definisi a. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas perihal penentuan awal Ramadhan. 4690 24 . A. 78 Lisanul Arab.

Kemudian beliau shaum karena melihat hilal dan ketika terhalang maka beliau menghitung bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari kemudian beliau melaksanakan shaum. Lihat At-Tirmidzi. 268. Abu Dawud."81 Diriwayatkan dari Abdullah bin Qois RA. no. Lihat Zadul Ma'ad 2/45. Pendapat para ulama dalam hal ini. Ahmad. Abu Dawud. no. 2326. 108 dan Malik. 688. 6/149. Dan jika penglihatan terhalang (oleh awan) maka. 788 dan Abu Dawud no.Risalah Ramadhan B. 102. 79 80 81 82 Shahih Al-Bukhari. 3. 25 . Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Ad-Darquthni. 23237. no. bahwa 'Aisyah RA berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َت َحفظ من شعْبان ما ل َ ي َت َحفظ من‬ َ َ َ َ ْ ِ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ّ َ ‫غ َي ْرِهِ ث ُم ي َصوم ل ِرؤ ْي َةِ رمضان فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْهِ ع َد ّ ث َل َثين ي َوْما ث ُم صام‬ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ً ّ ّ َ ِ ُ ُ ُ "Adalah Rasulullah sangat menjaga terhadap hilal Sya'ban tidak sebagaimana beliau menjaga bulan-bulan lainnya. bahwasannya Nabi menyebut-nyebut Ramadhan kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصنوموا حتنّنى ت َنروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِنروا حتنّنى ت َنروْه ُ فَنإ ِن أ ُغ ْمني ع َل َي ْك ُنم‬ ْ ْ َ َ ْ ُ ‫ُن‬ َ ِ َ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا ل َه‬ ُ ُ “Janganlah kalian shaum sampai kalian melihat hilal. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Kitab Ash-Shiyam. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari". Al-Bukhari. dia berkata. shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. Tirmidzi no. no. no. sempurnakanlah bilangan bulan menjadi 30 hari. Kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصوموا حتى ت َروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِروا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فاقنند ُروا‬ ّ َ ّ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ ْ َ ‫ل َه‬ ُ “Janganlah kalian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. 1906. Dalil-dalil penetapan masa awal Ramadhan.80 Hadits dari Ibnu Umar. hadits Ibnu Abbas RA. "Rasulullah bersabda: ‫ل َ ت َصوموا قَب ْل رمضان صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت دون َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ِ ‫غ َياي َة فَأ َك ْملوا ث َل َثين ي َوْما‬ ٌ َ ً َ ِ "Janganlah kalian shaum sebelum Ramadhan. no. 2327 HR. Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah menyebut-nyebut Ramadhan. Muslim."82 b. no.”79 Sabda Nabi dalam hadits yang lain. Dan jika pandangan kalian terhalangi oleh awan maka sempurnakanlah bilangannya. Shahih Muslim. Penentuan Awal Ramadhan a. no.

Pendapat pertama memahami kaliamat ‫ل َه‬ ُ ‫ . Berkata. Abdullah bin Umar RA mengutus seseorang untuk meliht hilal. Adapun jika tidak tampak padahal cuaca terang. Pendapat kedua.فاقدروا ل َه‬Adapun lebih jelasnya sebagai ُ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ‫ضي ّقوا ل َه‬ ُ ْ ُ َ ُ ‫(ال ْعَد َد‬persempitlah bilangannya). jika dia tidak melihatnya dan hari itu tidak ada mendung maka keesokan harinya dia tidak shaum. Sampai di sini para ulama sepakat. Abu Hurairah ra." (HR. hari Syak adalah hari dilaksanakannya ru'yatul hilal. Atau ada orang yang menyaksinakannya tetapi ia bukanlah orang yang kesaksiannya bisa diterima. padahal hari itu adalah tanggal 29 Sya'ban. Abu Ahmad). Mereka berbeda penadapat jika tidak tampaknya hilal dikarenakan langit mendung atau tertutup debu. maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam memahai maksud kalimat berikut: 1. Abdullah bin Umar RA dan Imam Ahmad bin Hambal." (QS. Rasulullah saw bersabda: ُ ِ ‫صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُب ّي ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْملوا عد ّة َ شعْبان ث َلثين‬ ِ ْ ْ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ 83 Menurut Imam Ahmad. memahami kalimat ‫له‬ ‫ث َل َث ِي ْن ي َوْما‬ ً َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ِ‫قَد ّروا ْ ل َه ت َمام ال ْعَد َد‬ َ َ ُ ُ (tetapkanlah ia dengan menyempurnaka bilangan Sya'ban menjadi 30 hari). Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT : ‫وَمن قُد ِر ع َل َي ْهِ رِزقُه‬ ُ ْ َ ْ َ "Dan orang yang disempitkan rizkinya" (QS. Al-Isra [17] : 30) Ini adalah pendapat Umar bin Khatab RA. para ulama bersepakat tentang wajibnya mengadakan ru'yatul hilal pada sore hari tanggal 29 Sya'ban. 4/122. Jika utusannya melihat hilal maka itulah yang dijadikannya pedoman untuk shaum. ia melaksanakan shaum. genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari. َ 2. Namun jika hilal tidak kelihatan karena terhalangi oleh mendung. Ath-Thalaq : 7). َ َ ّ ‫إ ِن رب ّك ي َب ْسط الرزقَ ل ِمن ي َشاء وَي َقد ِر‬ ُ َ ْ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ "Sesungguhnya Rabmu melapangkan rizki kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya.Risalah Ramadhan Berdasarkan hadits-hadits di atas. Lihat Fathul Bari. 26 . Apabila hilal terlihat.83 Nafi' berkata: ‫فَكان ع َب ْد ُ الل ّهِ إ ِذا مضى من شعْبان ت ِسعٌ وَعشرون ي َب ْعَث من ي َن ْظ ُر‬ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ُ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ْ ‫فَإ ِن رئ ِي فَذاك وَإ ِن ل َم ي ُر وَل َم ي َحل دون من ْظ َرِهِ سحاب وَل قَت َر أ َصب َح‬ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ْ ٌ َ ْ ْ ‫مفط ِرا وَإ ِن حال دون من ْظ َرِهِ سحاب أ َوْ قَت َر أ َصب َح صائ ِما‬ ٌ َ َ ً َ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ ً ْ ُ "Apabila bulan Sya'ban telah lewat 29 hari.

4/122 Fathul Bari. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari"84 3. Ad-Darimi. selain telah sesat dalam syari'ah dan mengadakan suatu hal yang baru (Bid'ah) dalam agama. bahwa kalmat faqduru lah adalah khitab (ungkapan yang ditujukan) kepada orang yang dikhususkan oleh Allah SWT dengan ilmu ini (hisab). no. 1/500 27 . berdasarkan sunnah shahihah dan kesepakan para shahabat bahwa tidak boleh bersandar kepada hisab (perhitungan) berbintangan. Pendapat ini hanyalah bersumber dari pendapat Ibnu Suraij. Wallahu A'lam. tetapi menurut kami hal itu tidaklah tepat. Yaitu disaksikannya hilal atau menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. mereka akan keberatan. 106 dan Muslim. dia berkata. Mereka dan orang-orang yang percaya kepada mereka tidak diwajibkan melaksanakan shaum dengan hisab mereka. Pendapat ketiga memahaminya dengan َ ‫(فاقْد ُروا ب ِحساب ال ْمنازِل‬tentukanlah ِ َ ِ ِ َ َ ُ dengan menghitung orbit benda-benda langit). tidak akan berubah selamanya. Sebagaimana tersebut dalam dua kitab shahih (Al-Bukharai Muslim) bahwa Nabi bersabda: ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل ن َحسب صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِه‬ ٌ ّ ٌ ّ ّ ِ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ ُ ُ ْ َ ُ "Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. karena hal itu tidak dimengerti kecuali oleh beberapa orang saja.Risalah Ramadhan "Shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. "Tidak diragukan. 84 85 86 87 88 89 90 HR. Syarh Shahih Muslim. Fatawa Al-Kubra. dia bukanlah orang yang bisa dijadikan rujukan dalam maslah ini. walaupun berdasarkan kaidah-kaidah yang detail. "Tidak boleh dipakai perkataan ahli hisab. Sebab syari'at telah menetapkan shiam dengan alamat yang pasti. Mutharrif bin Abdullah dan Ibnu Qudamah. puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. sedangkan ُ ِ َ َ‫فَأك ْملوا عد ّة‬ ِ adalah khitab bagi masyarakat umum. "Tidak benar jika yang dimaksud adalah hiasab para ahli perbintangan."90 c. ia juga keliru dalam menetapkan dan dalam ilmu hitung (hisab). Cara menetapkan hilal."87 Ibnu Taimiyah berkata. no. 3/461 Kitab Fiqih 'ala Madzahibul 'Arba'ah. "Tidak shahih riwayat dari Mutarrif. maka keesokan harinya adalah hari pertama bulan Ramadhan.86 Pendapat ini dibantah oleh mayoritas (jumhur) ulama. 1081 Ibnu Abdul Barr berkata. Para fuqaha sepakat bahwa jika hilal telah terlihat oleh khalayak ramai atau oleh dua orang saksi yang adil (memenuhi keriteria seorang saksi menurut syar'i). dalam masalah hilal." Lihat Fathul Bari. Al-Bukhari. 7/190 HR. Perkataan ahli perbintangan. serta Jama'ah kecuali Abu Dawud.”88 Ibnu Taimiyah juga berkata."89 Abdurrahman Al-Jaziri berkata dalam bukunya. dengan bukti adanya perbedaan pendapat di antara mereka dalam banyak persoalan. Sebab jika umat dibebani dengan hal itu. Ahmad. Padahal syari'at itu dikatakan dimengerti oleh umat apabila kebanyakan dari mereka memahaminya. di antaranya adalah Imam AnNawawi. Abdurrahman Al-Jazairy. adapun Ibnu Qudamah. tidak bisa menulis dan menghitung. "Seorang yang bersandar pada hisab. 4/122.85 Ibnu Al-'Arabi meriwayatkan dari ibnu Suraij.

Saya telah bertanya kepada mereka dan semua menjawab bahwa Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ْ َ ‫صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فَأت ِموا ث َل َث ِي ْن فَإ ِن شهِد‬ ْ ْ ّ َ ْ ّ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ ‫شاه ِدان فَصوْموا وَأ َفْط ِروا‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ َ “Shaumlah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karenanya. Rasul bertanya. Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada illah kecuali Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya? Dia menjawab. Adapaun jika kalian terhalangi oleh awan. Abu Dawud. 6/344 HR. Mereka adalah: Ibnu Mubarak. Imam Ahmad. dan Al-Hakim. Imam Syafi'I mensyaratkan dua saksi. At-Tirmidzi HR. 3/154 Lihat Syarhus Sunnah. 6/344 HR. Ishak. berkata: ّ َ َ ُ َ ُ ْ ْ َ ‫ت َراءى الناس ال ْهِل َل فَأ َخب َرت رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َني رأ َي ْت ُه‬ َ َ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ّ َ َ ّ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ‫فَصام وَأمر الناس بالصيام‬ "Orang banyak berusaha untuk melihat hilal. Lihat Syarhus Sunnah. Kecuali jika telah bersaksi dua orang saksi. Maka Rasulullah pun melaksanakan shaum dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakannya. “Wahai Bilal. Ia berkata.Risalah Ramadhan Mereka berbeda pnedapat apabila yang menyaksikan adalah seorang saja. Aku telah melihat hilal malam ini. Jumhur ulama berpendapat bahwa tetap wajib shaum dengan seorang saksi. Imam Asy-Syafi'i91 (dalam satu riwayat) dan Abu Hanifah (jika langit mendung)92 mereka berhujjah dengan hadits Ibnu Abbas."94 Sedangkan Imam Malik dan Al-Auza’i. bahwa aku telah melihatnya. Dari Abdurrahman bin Zaid bin Khattab bahwa ia berkhutbah di hadapan orang banyak pada hari yang syak (diragukan). maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi tigapuluh hari. Abu Dawud dan An-Nasai 28 . maka aku sampaikan kepada Rasulullah saw. Lihat Bidayatul Mujtahid.”96 91 92 93 94 95 96 Untuk penentuan awal Syawal. dan Imam Asy-Syafi’i (dalam riwayat lain) berpendapat bahwa penetapan hilal Ramadhan tidak bisa diterima kecuali dari dua orang saksi yang adil. Ad-Darquthni. “Sungguh saya telah bermajlis dengan beberapa sahahat Rasulullah saw. Yang demikian ini karena adanya banyak atsar dalam malsalah ini dengan lafadz yang berbeda-beda.95 Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah atsar Abdurrahman bin Zaid bin Khattab. beliau berkata: ّ َ ّ َ ّ َ َ َ َ ‫جاء أ َع ْراب ِي إ ِلى الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَقال إ ِني رأ َي ْت ال ْهِل َل قال‬ َ َ ُ َ ّ َ َ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ ‫أ َت َشهَد ُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الل ّه أ َت َشهَد ُ أ َن محمدا رسول الل ّهِ قال ن َعَم قال يا ب ِل َل‬ َ َ َ ْ ْ ُ َ ‫أ َذ ّن في الناس أ َن ي َصوموا غ َدا‬ ِ ْ ً ْ ِ ّ ُ ُ "Seorang baduwi mendatangi Rasulullah dan berkata. maka shaumlah dan berbukalah. umumkan kepada orang banyak untuk melaksanakan shaum esok hari!”93 Ibnu Ummar ra. “Ya” Maka Rasulullah bersabda.

no. Maka Kuraib berkata. Kedua. ditentukan oleh Imam A’zham. negeri yang tidak mungkin hilal tidak tampak bagi mereka. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl ra. hendaknya ia tidak berbuka. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. Shahih Muslim. maka Abdullah bin ‘Abbas ra menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Ishaq bin Rahawaih. dan terbitlah hilal Ramadhan. Kelima.97 Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah. Al-Qasim bin Muhammad. Sunan At-Tirmidzi. Aku bertanya. Sunan Abu Daud.” Abdullah bin ‘Abbas ra berkata. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris ra (ibunya Ibnu ‘Abbas) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah ra di Syam. walaupun hilal sudah terlihat di negeri/tampat tinggal orang lain yang jauh. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. Al-Mawardi. hendaknya ia menahan diri dari makan dan minum tetapi dua tetap meyakini hal berbuka. kemudian ia bertanya.”99 97 98 99 Khusus bagi yang melihat hilal Ramadhan seorang diri. 29 . begitu juga Mu’awiyah ra. no 2332. maka kami akan tetap puasa hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. Salim bin Abdullah bin Umar. Beginilah Rasulullah saw menyuruh kami. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. 1087. Hanya saja jika dikhawatirkan timbulnya fitnah. Ikrimah. “Tidak. Menurut Imam Malik. dan semua orang melihatnya. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. Keempat. Ikhtilaful Mathali’. pertama perbedaan mathla’ (terbitnya hilal). Ibnu Abbas ra dan juga Imam Al-Bukhari. yaitu ummat Islam di suatu negeri/tempat harus memulai shaum dengan melihat hilal di negeri/tempat tinggal masing-masing. dan sebagian besar pengikut madzhab Syafi’i. merekan pun melaksanakan shaum. Lihat Bidayatul Mujtahid 4/123 Tentang batasan jauh Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat.98 Hadits dari Kuraib: َ ُ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ُ ‫ع َن ك ُرينب أ َن أ ُم ال ْفضنل ب ِننت ال ْحنارِث ب َعَث َتنه إ ِلنى معاوِينة بالشنام ِ قنال‬ ِ َ َ ْ ِ ْ َ ّ ّ ٍ ْ َ ْ ّ ‫فَقد ِمت الشام فَقضي ْت حاجت َها واست ُهِل ع َل َي رمضان وَأ َننَنا بالشنام ِ فَرأ َي ْنت‬ ‫ِ ّن‬ ُ َ َ َ ّ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ‫ال ْهِل َل ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ ث ُم قَد ِمت ال ْمدين َة في آخرِ الشهْرِ فَسأ َل َني ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْنن‬ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ُ ْ ّ ُ ُ ُ ‫ع َباس رضي الل ّنه ع َن ْهُمنا ث ُنم ذ َك َنر ال ْهِل َل فَقنال متنَنى رأ َي ْت ُنم ال ْهِل َل فَقل ْنت‬ ‫َن‬ ُ ُ َ ْ َ َ ‫َ َن‬ ّ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ َ ‫رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ فَقال أ َن ْت رأ َي ْت َه فَقل ْت ن َعَم وَرآه ُ النناس وَصناموا وَصنام‬ َ ّ َ َ َ َ ُ َ ُ ُ ُ َ َ ُ ُ ُ َ ْ ُ َ َ َ ُ ‫معاوِي َة فَقال ل َك ِنا رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة السب ْت فَل َ ن َزال ن َصوم حتنّنى ن ُك ْم نل ث َلثي نن أ َو‬ َ ِ ّ َ َ ّ َ ُ ُ َ ُ ْ َ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ُن‬ َ َ ‫ن َراه ُ فَقل ْت أ َوَ ل َ ت َك ْت َفي ب ِرؤ ْي َةِ معاوِي َة وَصيامهِ فَقال ل َ هَك َنذا أ َمرننَنا رس نول‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas ra) meriwayatkan. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan Dalam masalah ini ada dua pendapat: Pertama. Tapi tidak demikian halnya dengan melihat hilal bulan Syawal seorang diri. Sedangkan menurut Imam Asy-Syafi’i dia wajib berbuka. perbedaan iklim.Risalah Ramadhan C. para Fuqaha bersepakat tentang wajibnya shaum baginya. jarak diperbolehkannya mengqhashar shalat. Abu Hanifah dan Imam Ahmad. 693. Ketiga. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan shaumnya Khalifah Mu’awiyah ra?” Beliau menjawab. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. no.

Jika hal itu telah diketahui. Dalil yang dijadikan sebagai pijakan di antaranya adalah: ‫ل َ ت َصوْموا ْ قَب ْل رمضان صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِنروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت د ُوْن َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫غ َمامة فاك ْمل ُوا ث َل َث ِي ْن‬ َ ْ ِ َ ٌ َ َ "Jangan melakukan shaum sebelum Ramadhan. Dan tidak sepantasnya menyelisihinya. Adapun di negara Islam. “Telah berkata ulama kita “Madzhab Maliki” tentang ungkapan Ibnu Abbas ra: ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫هَك َذا أ َمرنا رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Adalah kalimat tashrih (jelas.100 Kedua. jika negaranya bukan negara Islam.103 Syaikh Abdullah bin Bazz mengkompromikan kedua pendapat di atas. Imam Malik.” Lihat Al-Jami’ Liahkamil Qur’an. shumlah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. bukan ru’yah lain. 2/608-609. “Pernyataan ini pernah ditanyakan kepada Hai’ah Kibaaril ‘Ulama di Saudi Arabiya ketika diadakan daurah yang kedua pada Sya’ban 1392 H. Walaupun hal itu dianggap benar oleh imam a’zham. Dan hendaknya mereka bersepakat kepada yang lebih dekat kepada kebenaran menurut ijtihadnya. selama ia tidak memerintahkan umat untuk mengikutinya. 6/215. diperbolehkan mengambil salah satu dari dari kedua pendapat yang dianggap rajih (kuat) untuk ulama setempat (dalam suatu negeri). Maka ia menjadi hujjah. Namun jika ia memerintahkan. At-Tirmidzi dan Abu Dawud 103 Lihat Al-Fiqih Al-Islami Wa Adilatuhu. Jika penglihatanmu terhalang oleh awan. Mereka (anggota hai'ah) sepakat bahwa pendapat yang kuat adalah memberi keleluasan untuk hal ini. sebagian pengikut madzhab Imam Asy-Syafi’i101 dan juga Ibnu Taimiyah. 2/295296. Kemudian mengamalkannya dan menyampaikan kepada orang banyak. Dia berkta. Yaitu apabila hilal sudah terlihat di suatu negeri/tempat. maka yang wajib bagi pemerintah adalah berpegang kepada apa yang dikatakan oleh ahlul ilmi dan mengharuskan umat untuk melaksanakan shaum dan berbuka (ied) dalam rangka mengamalkan hadits-hadits yang telah disebut dan melaksanakan kewajiban serta menjaga umat dari apa-apa yang diharamkan oleh 100 Imam Al-Qurthubi menulis. maka yang wajib bagi alhlul ilmi di setiap negeri. Yaitu. Di antara yang berpendapat demikian adalah: Imam Abu Hanifah. Saya katakan bahwa ini adalah pendapat yang washath (pertengahan). terang) dalam menyandarkan perkataan itu kepada Nabi saw dan bahwa itu adalah perintahnya. hendaknya selalu memperhatikan permasalahan ini ketika memasuki dan ketika keluar dari bulan Ramadhan. Ibnu Mundzir. Adapun pemerintah (ulul amri) dan seluruh umat Islam berkewajiban untuk mengikuti mereka. maka seseorang tidak boleh menyelisihinya."102 Hadits ini menunjukan dimulainya Ramadhan dengan ru’yah secara mutlak. 30 . tanpa dibatasi oleh jarak. Wihdatul Matla’. 101 Syarhus Sunnah. bahwa jika negeri-negeri saling berjauhan sebagaimana jauhnya Syam dan Hijaz. Di dalamnya terdapat kompromisasi seluruh dalil dan pendapat para ahli ilmu. maka seluru ummat Islam berkewajiban menuanaikan shaum Ramadhan keesokan harinya. maka genapkanlah bilangan Sya'aban menjadi 30 hari. karena hal ini dapat menyebabkan terpecah-belahnya umat dan banyak perkataan yang tidak berdasar. Imam Ahmad bin Hambal. maka setiap negeri wajib melaksanakan shaum berdasar ru’yahnya sendiri. Al-Laits bin Sa’ad.Risalah Ramadhan Hadits di atas menunjukan bahwa Ibnu Abbas ra tidak mengambil ru’yah Ahli Syam. 102 HR.

2. Mengingat niat adalah penentu sah tidaknya suatu amal. tanpa ragu-ragu. 4/459 Al-Mughni 4/333 31 . 22/335 Al-Qomus Al-Muhith. Secara bahasa niat berasal dari kata. karena hal ini telah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para shahabatnya radliyallahu ‘anhum. A.Risalah Ramadhan Allah SWT. ‫ نوى – ينوي – نواة – ونية‬yang berarti niat atau maksud. Disyari’atkannya Niat Niat disyari’atkan kepada ummat Islam. Dalil tentang niat dari Al-Qur’an ‫وَما أ ُمروا إ ِل ّ ل ِي َعْب ُدوا الل ّه مخل ِصين ل َه الدين‬ ُ ُ َ ِ ْ ُ َ َ ّ ُ ِ َ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. Sedangkan definisi niat secara istilah adalah: Keyakinan hati untuk melakukan sesuatu dan beriltizam atasnya. dengan kekuasaan.106 B. Al-Bayyinah [95]: 5) َ َ ْ ‫ل َن ي َنال الل ّه ل ُحومها وَل َ د ِماؤ ُها وَل َك ِن ي َنال ُه الت ّقوى‬ َ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ َ ْ 104 105 106 Lihat Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah. ketika akan melaksanakan suatu pekarjaan (amal). Dan hal yang telah diketahui bersama bahwa Allah SWT menundukan beberapa perkara yang tidak dapat ditundukan dengan Al-Qur’an. ً ََِ ً َ َ ْ ِ ْ َ ََ 105 2.”104 BAB III NIAT SHAUM PADA BULAN RAMADHAN Masalah niat merupakan permasalahan yang asasi. Definisi Niat 1." (QS.

At-Tirmidzi. Karena shaum merupakan ibadah mahdhah yang memerlukan niat. Imam As-Shan’ani berkata." (HR."108 Dan pendapat Zuffar ini dikatakan lemah oleh para salaf. 296 Subulus Salam. Abu Dawud.” (Ahmad. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Dan orang yang shaum boleh berniat kapan saja. Abu Dawud. Abu Dawud. tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Ahmad." (QS. dia berkata. di hari tersebut (mulai dari terbnam matahari hingga menjelang terbit fajar). Niat sebagai syarat sahnya shaum. An-Nasai dan Ibnu Majjah). Para ulama telah sepakat bahwa niat merupakan syarat sahnya shaum Ramadhan. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan 1."107 Rasulullah saw bersabda: ‫إ ِن ّما ال َع ْمال بالن ّيات وَإ ِن ّما ل ِك ُل امرِئ ما ن َوى‬ ِ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ٍ ْ ّ "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya. 2. baik melalui kesaksian mata maupun penyempurnaan bilangan bulan. kecuali orang yang mengerjakannya dalam kondisi sakit atau musafir. An-Nasai dan Ibnu Majjah). 4/ 333. “Hadits tersebut menunjukan bahwa tidak sah shaum kecuali dengan penetapan niat pada malam harinya. Waktu niat Diriwayatkan dari Hafshah ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya.Risalah Ramadhan "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah.109 Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh 'Aisyah dia berkata. Al-Bukhari dan Muslim) ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. 6/ 293 Bidayatul Mujtahid. An-Nasai dan Ibnu Majjah) Berdasarkan dalil-dalil di atas maka setelah bulan Ramadhan ditetapkan. 'Wahai 'Aisyah apakah kamu punya makanan?' Aku ('Aisyah) berkata. 2/311 32 . "Rasulullah bersabda kepadaku. At-Tirmidzi. 'Kami tidak 107 108 109 Al-Mughni. Ibnu Qudamah berkata. Ahmad. Al-Hajj [22]: 37) 3. Dari As-Sunnah ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ "Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum terbit fajar maka tidak ada shaum baginya. "Shaum Ramadhan tidak membutuhkan niat." (HR. At-Tirmidzi. C. Kecuali pendapat dari Zuffar. “Shaum pada bulan Ramadhan dan shaum di bulan-bulan lainnya. Al-Majmu. baik yang wajib maupun yang sunnah tidak dianggap shahih kecuali dengan niat. setiap musim yang mukallaf berkewajiban untuk meniatkan shaumnya pada malam hari.

dan melafadzkannya adalah bid'ah yang sesat. seperti shaum Ramadhan. dan tidak cukup sekedar dalam hati. karena sesungguhnya seseorang telah berniat untuk melakukan perbuatan yang sejenis dengannya. hal. karena Rasulullah pernah datang ke rumah 'Aisyah ra di luar bulan Ramadhan seraya bertanya." 112 3. 6/293 Puasa Bersama Nabi. Begitu pula dalam pelaksanaan shaum sunnah. tidak sah shaum keculi telah berniat sebelum terbit fajar. sekalipun ada sebagian orang yang memandangnya sebagai kebaikan….”113 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid114 menyatakan. nadzar dan shaum tertentu lainnya. “Niat itu tempatnya di dalam hati." (HR. maka dia akan menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah ra (Sebagai dasar atas wajibnya berniat shaum sebelum terbit fajar). sedangkan untuk shaum wajib tidak diperbolehkan. 1154 Al-Majmu.111 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menyatakan. "Berniat shaum setelah siang hari diperbolehkan jika shaum yang dikerjakan adalah shaum sunnah. Maksudnya dia akan menggunakan hadits Hafshah ra sebagai dalil atas wajibnya berniat sebelum fajar untuk shaum wajib dan hadits 'Aisyah sebagai dalil atas bolehnya berniat shaum di siang hari untuk shaum sunnah. Para 'Ulama berbeda pendapat mengenai waktu niat dalam ibadah shaum. "Apakah kamu mempunyai persediaan makanan? Jika tidak maka aku akan shaum. 110 111 112 113 114 115 Bidayatul Mujtahid. 'Jika demikian maka hari ini aku akan shaum. "… Penetapan niat di malam hari adalah khusus untuk shaum wajib saja. Maka Rasulullah bersabda. Imam Asy-Syafi'i berkata. tetapi dianjurkan untuk diucapkan bersama hati. Menurut Imam Malik. "Niat itu tempatnya berada di dalam hati. Hal itu diperbolehkan sebagaimana dia berniat setiap hari pada malam harinya. demikian pendapat yang dikemukakan oleh madzhab Hambali.Risalah Ramadhan memiliki apa-apa wahai Rasulullah'. 270 Ibid HR. ini berlaku bagi semua shaum. madzhab Hanafi dan Ibnu Mandzur. Muslim. no. Muslim 2 : 809)."115 4." Sedangkan Imam Abu Hanifah berkata. "Boleh mengerjakan niat di siang hari untuk semua shaum wajib yang berkaitan dengan waktu tertentu."110 Ibnu Rusyd menyebutkan bahwa barangsiapa yang menggunakan madzhab tarjih (mencari dalil yang paling shahih untuk menghukumi sebuah perkara). tidak ada syarat untuk diucapkan oleh lisan. 62 Ibid 33 . “Niat shaum wajib dilakukan setiap hari. Sedangkan imam Ahmad menyatakan satu kali niat sudah cukup untuk melaksanakan shaum selama bulan Ramadhan. Apakah niat wajib dilakukan setiap hari Ibnu Qudamah berkata. Sedangkan orang yang menggunakan madzhab jama’ (Yaitu menggabungkan dua dalil yang seakan kontradiksi) akan membedakan waktu niat bagi sahum wajib dan shaum sunnah. Pendapat Imam Maliki dan Imam Ishak juga demikian. Tempat niat Imam Nawawi berkata.

Maka shaumnya dianggap sah. Abu Tsur dan Ashabura'yi. 270 Al-Mughni.”118 Berdasarkan pendapat tersebut. tetapi kalau besok belum masuk bulan Ramadhan. Niat yang tidak pasti (syak) Para Fuqaha berpendapat. demikian juga boleh berniat mengerjakan shaum selain Ramadhan. dengan dalil bahwa sebagian ibadah itu tidak rusak karena rusaknya ibadah yang lain. “Bahwa yang dimaksud dengan hari syak ialah. Tidak boleh berniat shaum secara mutlaq dan tidak boleh berniat selain shaum Ramadhan.116 5. "Kalau besok sudah masuk Ramadhan. 4/333 Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga.Risalah Ramadhan Pendapat ini dianggap lebih kuat. niat yang tetap itu sah walaupun dilakukan pada malam tigapuluh Sya'ban. 4/333 Bidayatul Mujtahid. Hanya saja Ashaburra'yi atau madzhab Hanafi menyatakan. hari yang diragukan (syak) adalah hari ketigapuluh dari bulan Sya'ban bila pada hari itu hilal awal Ramadhan tidak kelihatan. 4/337 34 . Karena hari ini tergolong hari yang tidak diragukan yang kita dilarang sahum di dalamnya. Selain itu antera ibadah itu diselingi dengan sesuatu yang manafikan sehingga sahaum itu berganti-ganti dan setiap hari melerlukan niat yang tersendiri. ternyata besok harinya bulan Ramadhan. dalam berniat harus ditegaskan bahwa shaum yang akan dijalaninya adalah shaum Ramadhan.117 6. Berniat membatalkan shaum Mdzhab Hambali menyatakan. 2/261 Al-Mughni. baik waktu itu langit cerah atau mendung. Demikian juga pendapat Syafi'i. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah boleh menyatakan niat secara mutlaq. Menurut madzhab Hambali. "Barangsiapa yang berniat membatalkan shaum maka shaumnya dianggap batal. maka saya berniat shaum fardlu pada hari pertama bulan Ramadhan. maka saya berniat shaum sunnah. Menentukan niat Menurut Imam Malik. seseorang diperbolehkan untuk berniat sebagai berikut. "Sesungguhnya apabila orang itu kembali dan berniat lagi sebelum tengah hari.120 116 117 118 119 120 Al-Mughni. apabila ru’yah hilal bulan Ramadhan pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban terhalang oleh mendung atau kabut pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban. tetapi secara otomatis shaum tersebut berubah menjadi shaum Ramdhan kecuali musafir."119 7. karena sesungguhnya hari-hari dalam bulan Ramadhan terdiri dari berbagai macam ibadah terpisah.

ي َسحر – سنحرا‬ ً َ َ ُ ُ ْ َ َ َ Secara bahasa sahur berasal dari kata malam menjelang shubuh atau ujung segala sesuatu.berarti waktu sebelum terbit fajar ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah waktu yang dimulai dari Akhir malam hingga terbit fajar. Pengertian yang artinya َ ‫السحر ال َع ْلى‬makan ُ َ ّ Az-Zujaj berkata. Sedangkan 121 . 102 Lihat Al-Majmu’ Syarhu Muhazzab.126 B. 6/379 Disarikan dari hadits-hadits tentang sahur. 4/38 Al-Mishabh Al-Munir. ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ maknanya adalah nama dari pekerjaan itu sendiri.123 Jadi memakan makanan yang dilakukan di Sedangkan makna sahur menurut istilah adalah: memakan makanan walau sesuap atau meminum minuman walau seteguk124 mulai dari pertengahan malam sampai terbit fajar125 yang dilakukan oleh orang yang meniatkan diri untuk shaum di siang harinya. Kalimat ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah 1/6 malam teakhir. selain perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sahur sendir dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum. 121 122 123 124 125 126 Al-Munjid fi Lughah. 35 . Sedangkan Ibnu Zaid berkata.Risalah Ramadhan BAB IV SAHUR A. 6/381 Ibid. 323 Tafsir Al-Qurthubi. ‫سحر . Disyari'atkannya Makan Sahur Sahur disyari’atkan kepada umat Islam yang akan melaksanakan shaum.”122 ‫ت َسحرت‬ ُ ْ َ َ maknanya adalah kamu makan sahur (memakan makanan pada waktu sahur). hal. ataupun belum berniat dan berniat pada waktu sahur itu sendiri. Sedang makna dari ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ dengan harokat fathah pada huruf "‫ "س‬berarti apa-apa yang dimakan pada waktu sahur dan jika menggunakan harokat dhamah yaitu waktu sahar namanya adalah as-suhur atau as-sahur.

no. no. 3/88. 4/303. “Hadits tersebut menunjukan disyari’atkannya makan sahur. Muslim.132 Demikain juga Ibnu Mundzir telah meriwayatkan ijma’ tentang mustahabnya sahur. Lil Imam As-Syaukani. beliau berkata: 127 128 129 130 131 132 133 134 HR. An-Nasa’i no. 4/303 36 . no. 1095. ‘Aunul Ma’bud. Muslim Bisyarhi An-Nawawi." (QS.”128 Diriwayatkan dari ‘Amru bin Qais ra. no. no.Risalah Ramadhan Allah SWT berfirman: ْ ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. ‘Aunul Ma’bud. An-Nasai.”130 Imam Al-Khotobi berkata. 2362. 4/303 ‘Aunul Ma’bud. no. 2362.133 Landasan yang dijadikan landasan bahwa hukum sahur itu mustahab adalah karena Rasulullah saw dan para shahabat radliyallahu ‘anhum pernah melakukan wishal. dia berkata. 6/468-469 bab fi taukid As-Sahur. Hukum Makan Sahur Semua ulama sepakat bahwa hukum makan sahur adalah sunnah atau mustahab. Abu Dawud. yaitu perintah untuk untuk menyelisihi Ahli Kitab yang tidak melaksanakan sahur. 7/207. Al-Baqarah [2]: 187) Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. 708. maka tidak dihalalkan bagi mereka untuk makan dan minum hingga terbit fajjar. bab Fadhlus Sahur. HR. 2/71. Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi. 7/207 Fathul Bari. 1096. 2142. Muslim. Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. 1382. no.”131 C. 6/379 dan Syarhu Shahih Muslim Lin Nawawi. “Dan hal-hal yang menguatkan pensyari’atan sahur adalah kandungan hadits itu sendiri.” 127 Imam As-Syaukani berkata. 2162. yaitu fajar. Rasulullah bersabda: ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحورِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ “Makan sahurlah kalian. Nailul Authar.134 Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. 4/175 Nilul Authar. Abu Dawud. Nailul Authar. bab Taukid fis Sahur. 6/468-469. dia berkata. karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah. 6/469 Lihat Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab. bahwa Rasulullah saw bersabda: ٌ ْ ‫فَصل ب َي ْن صيامنا وَ صيا َم ِ أ َهْل ال ْك ِتاب أ َك ْل َة السحوْر‬ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ ِ ُ ّ “Pembeda antara shaum kami dan shaum Ahlul Kitab terletak pada sahur. Ibnu Majjah.”129 Imam Asy-Syaukani juga menjadikan hadits di atas sebagai penguat atas disyari’atkannya makan sahur. At-Tirmidzi. “Apabila Ahlul Kitab tidur setelah berbuka. Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani.

Risalah Ramadhan

ّ َ َ ‫َن‬ ُ ُ َ ‫ن َهى رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ع َن ال ْوِصال فِ ني الص نوْم ِ فَق نال ل َنه‬ ‫َ ِ ن‬ ُ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ ُ َ َ ُ ِ َ َ ‫رجل من ال ْمسل ِمين إ ِن ّك ت ُواصل يا رسول الل ّهِ قال وَأ َي ّك ُم مث ْلي إ ِننّني أ َبي نت‬ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ َ َ َ َ ِ َ ‫ي ُط ْعِمني ربي وَي َسقين فَل َما أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا ع َن ال ْوِصال واصل ب ِهِم ي َوْمنا ثنم‬ ْ ّ َ ِ ُ ّ ُ ‫ًن‬ ْ ّ ُ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ ‫ي َوْما ث ُم رأ َوا ال ْهِل َل فَقال ل َوْ ت َأ َخر ل َزِد ْت ُك ُم كالت ّن ْكيل ل َهُم حين أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا‬ ْ ً ُ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ ّ ْ َ ّ
“Rasulullah melarang shaum wishal,135 maka ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah, “Bukankah engkau juga melakukannya wahai Rasulullah?”. Rasulullah saw bertanya, “Siapakah di antara kalian yang menyamaiku? Sesungguhnya aku diberi makan dan minum di malam hari oleh Rabku.” Maka ketika mereka enggan menginggalkan shaum wishal, Rasulullah saw melakukan wishal bersama sahabatnya sehari, kemudian sehari berikutnya. Kemudian Rasulullah saw melihat hilal136 dan beliau bersabda, “Seandainya bulan itu terlambat maka aku tambahkan shaum buat kalian, sebagaimana kalian membantahku ketika aku menyuruh kalian meninggalkannya.”137 Maka Imam Al-Bukhari menulis sebuah pembahasan tentang masalah sahur dengan judul, “Bab barakah makan sahur dan dengan tidak mewajibkannya karena Nabi saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum pernah melaksanakan wishal,138 dan tidak disebutkan sahur (tidak sahur).”139 Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan judul di atas sebagai berikut, “Yang saya fahami dari perkataan Imam Al-Bukhari, bahwa perkataan beliau ‘Karena Rasulullah dan para shahabatnya melakukan wishal adalah berkenaan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw melarang wishal, di hari berikutnya beliau bersama para shahabat melakasanakan shaum wishal kemudian di tambah sehari lagi (hingga menjadi dua hari). Baru setelah mereka melihat hilal bulan Syawal Rasulullah saw bersabda kepada mereka, bahwa seandainya hilal tersebut terlambat (shaum Ramadhan masih panjang) sungguh akan aku tambahkan shaum wishal untuk kalain hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya. Kemudia kalian meminta keringanan agar bisa meninggalkannya. Keterangan hadits ini menunjukan bahwa hukum sahur tidak wajib, karena jika ia wajib sudah pasti Rasulullah saw tidak akan melaksanakan wishal bersama para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.140

D.

Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur Hikmah dan fadhilah makan sahur adalah bahwa bagi orang yang melaksanakannya akan mendapatkan barokah. Sebagaiman sabda Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, beliau bersabda:
135

136 137

138 139 140

Dengan sengaja meninggalkan perkara perkara yang boleh dikerjakan di malam hari bagi orang yang shaum. Lihat Fathul Bari, 4/254. Dengan kata lain meninggalkan makan dan minum selama sehari semalam dari sejak makan sahur hingga makan sahur berikutnya (penulis). Lihat Fathul Bari, 4/254 Yaitu hilal yang menandakan habisnya bulan Ramadahan dan masuk bulan Syawal. HR. Al-Bukhari. Yaitu menambah wishal hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya kemudian kalian meminta keringanan untuk menginggalkannya. Lihat Fathul Bari, 4/258-259. Fathul Bari, 4/174 Fathul Bari, 4/254 Fathul Bari, 4/175

37

Risalah Ramadhan “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah.”
141

Dalam menerangkan hadits ini Ibnu Hajar berkata, harakat pada huruf " ‫ "س‬dalam kalimat "‫ "السحوْر‬bisa fathah dan bisa juga dhamah. Jika barakah dalam hadits tersebut yang ِ ُ ّ dimaksud adalah balasan dan pahala, maka harakat yang tepat adalah harakat dhamah, yaitu "

‫ "السحوْر‬bentuk mashdar dari kata "‫ "الت ّسحر‬yang berarti makan sahur. Namun jika barakah ُ ّ َ ِ ُ ّ
dalam hadits tersebut yang dimaksud adalah kekuatan, semangat dan rasa ringan melaksanakan shaum, maka harokat yang tepat adalah harokat fathah, yaitu " ‫ "السحوْر‬yang berarti apa yang ِ ُ ّ dimakan di waktu sahar. Ada yang berpendapat bahwa maksud dari barokah dari hadits tersebut adalah bisa bangun dan berdo’a di waktu sahar. Yang lebih tepat makna barakah dalam hadits tersebut adalah: - Mengikuti sunnah - Menyelisihi Ahlul Kitab, sebagaimana disebutkan dalam hadits. - Menambah kekuatan dalam beribadah - Menambah semangat - Mengantisipasi akhlak jelek yang datang akibat dari rasa lapar yang berlebihan - Peluang untuk bershadaqah jika ada orang yang meminta waktu itu, atau shadaqah bagi orang-orang yang makan bersamanya di waktu itu - Salah satu sarana agar bisa berdo’a dan berdzikir di waktu sahar yaitu waktu yang mustajab untuk berdo’a - Dan mengingatkan niat shaum bagi orang yang lupa untuk berniat shaum sebelum dia tidur.
142

E.

Waktu Sahur Jika ditinjau secara bahasa tasahhur adalah makan di waktu sahur atau akhir malam. Tapi yang dimaksud dengan waktu tasahhur di sini adalah makna yang terdapat dalam pengertian tasahhur secara istilah sebagaimana telah dijelasakan di depan. Maka berdasarkan makna tasahhur secara istilah dapat diketahui bahwa waktu sahhur adalah dimulai dari pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar.143 Jika seseorang yang ingin mejalankan shaum dia bisa melakukan sahur di antara waktu pertengahan malam sampai terbit fajar. Jika fajar telah terbit maka dia harus imsak (menahan diri) dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang membatalkan shaum. Sebagaiman firman Allah SWT, "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah [2]: 187)
141

142 143

HR. Muslim, no. 1095, Ibnu Majjah, no. 1382, Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani, 2 : 71, At-Tirmidzi, No. 708, Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi, 3/88, An-Nasai, no. 2142, Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. Abu Dawud, no. 2362, ‘Aunul Ma’bud, 6/ 468-469 bab fi taukid As-Sahur. Lihat Fathul Bari, 4/175, Tuhfatul Ahwadzi, 3/338 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 6/379

38

Risalah Ramadhan Dalam ayat tersebut disebutkan, "benang putih dari benang hitam". Maksudnya adalah perintah untuk makan dan minum hingga jelas bagimu cahaya shubuh di ufuk timur dari hitamnya malam dan terangnya ketidakjelasan (antara keduanya) yang disebut dengan fajar.144 Dari ‘Adi bin Hatim ra dia berkata, ketka turun ayat, "...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Maka ‘Adi ra bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, aku meletakan dua tali di bawah bantalku, yaitu tali putih dan tali hitam agar aku mengetahui malam dari siang, maka Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya bantalmu itu lebar. Yang dimaksud -benang putih dari benang hitam- adalah hitamnya malam dan putihnya siang.”145 Abu Ubai berkata, “benang putih adalah fajar shadiq dan benang hitam adalah malam.”146 Dari Sahal bin Sa’id ra, dia berkata, “Ketika turun ayat, 'dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam” Ada seorang laki-laki yang mengambil benang putih dan benang hitam, kemudian dia makan dan minum sampai melihat jelas keduanya (benang putih dan benang hitam). Allah pun menurunkan potongan ayat selanjutnya yaitu ( ( ‫ال ْفجر‬ ِ ْ َ benang hitam). Madzhab As-Syafi’i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad dan jumhur ulama dari kalangan para shahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in) menyatakan bahwa waktu dimulainya shaum adalah dengan terbitnya fajar. Maka dengan terbitnya fajar diharamkan makan, minum dan jima’.147 F. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur Telah maklum bahwa fajar ada dua macam, fajar kadzib dan fajar shadiq. Fajar kadzib disebut juga fajar pertama dan fajar shadiq yaitu fajar kedua. Fajar pertama berupa cahaya putih yang terbit memanjang bagaikan ekor srigala, kemudian dia menghilang beberapa saat. Kemudian setelah itu terbitlah fajar tsani yang berupa cahaya putih yang menyebar di ufuk timur.148 Fajar shadiq merupakan tanda masuknya waktu shubuh dan berakhirnya waktu shalat isya’, begitu pula batas akhir diperbolehkannya makan dan minum bagi orang yang shaum dan dimulainya siang. Kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada hukum-hukum yang terkait dengan fajar awal.149 Fajar awal dinamakan fajar kadzib karena dia terbit memencarkan cahaya yang memanjang sesaat kemudian menghitam kembali dan menghilang. Sedang fajar tsani dinamakan fajar shadiq karena cahayanya menyebar dan teranglah pagi hari.150 Dari Samurah bin Jundub ra. dia berkata, aku mendengar Nabi saw bersabda:

‫من‬ َ ِ

yaitu fajar. Maka potongan ayat terakhir tersebut telah menjelaskan hal itu (benang putih dan

َ ‫ل َ ي َغُرن أ َحد َك ُم ن ِداء ب ِل َل من السحورِ وَل َ هَذا ال ْب َياض حتى ي َست َطير‬ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ُ ّ َ ّ ّ َ ِ ْ ْ ِ ٍ
144 145 146 147 148 149 150

Lihat Tafsir Al-‘Aliyil Qadir Likhtishar Tafsir Ibnu Katsir, 1/149 HR. Muslim, no. 1090, Bukhari no. 1916 Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/201. Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab, 7/310 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/45 dan ‘Aunul Ma’bud, 6/471. Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/46 Ibid

39

Risalah Ramadhan “Jangalah kalian terkecoh oleh adzan yang dikumandangkan oleh Bilal151 dan cahaya putih ini hingg dia menyebar di ufuk.”152 Dari Tholq bin ‘Ali ra, bahwasannya Rasulullah bersabda:

ُ ‫ك ُلوا واشربوا وَل َ ي َهيد َن ّك ُم الساط ِعُ ال ْمصنعِد ُ وَك ُل ُنوا واشنربوا حتنّنى ي َعْت َنرِض‬ ‫ن‬ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ َ ّ ْ َ ْ ُ ِ ‫ل َك ُم ال َحمر‬ ْ ُ َ ْ
“Makan dan minumlah kamu dan janganlah cahaya yang terbit itu merintangi kamu sekalian dan makan minumlah kamu sampai terbit kepadamu yang merah.”153 G. Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum Ibnu ‘Umar ra berkata, “Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin, yaitu Bilal ra dan ‘Abdullah bin Ummi Maktum ra, maka Rasulullah saw bersabda:

ُ ً َ ّ َ َ ‫إ ِن ب ِلل ي ُؤ َذ ّن ب ِل َي ْل فَك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أ ُم مك ْتوم ٍ قال وَل َنم ي َك ُنن‬ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ُ ْ ْ ٍ َ ْ َ َ َ ‫ب َي ْن َهُما إ ِل أ َن ي َن ْزِل هَذا وَي َرقى هَذا‬ ْ ّ َ
“Sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan di waktu masih malam, maka makan dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan yang dikumandangkan oleh ‘Abdullah bin Ummi Maktum”. Ibnu ‘Umar berkata, “Tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan ‘Abullah bin Ummi Maktum naik.”154 Imam An-Nawawi menyebutkan, "Maksud dari perkataan Ibnu 'Umar 'tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan 'Abdullah bin Ummi maktum naik dari sini' menurut para 'ulama adalah, sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, setelah itu dia menunggu dan mengawasi terbitnya fajar sambil berdo'a dan semisalnya, maka bila waktu telah mendekati turunnya fajar, dia turun dan memberi khabar 'Abdullah bin Ummi Maktum akan hal tersebut. Kemudian 'Abdullah bin Ummi Maktum bersiap-siap dengan bersuci dan yang lainnya. Setelah itu dia naik dan mengumandangkan adzan bersamaan dengan terbitnya fajar."155 H. Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya. Sebenarnya yang menjadi batasan bagi seorang yang mau melaksanakan shaum harus imsak (menahan diri) dari makan dan minum dan hal-hal lain yang bisa membatalkannya adalah
151

152

153

154

155

Dia mengira bahwa adzan tersebut dikumandangkan di fajar yang kedua hingg dia harus meninggalkan makan sahurnya. HR. Muslim, no. 1094, Lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7 /305, Abu Dawud, no. 2329 bab Waktu Sahur dan lihat ‘Aunul Ma’bud, 6/471 Ibnu Atsir mengatakan, “Maksud dari kalimat ‫ وَل َ ي َهيد َن ّك ُم‬adalah janganlah kalian cemas dengan adanya sinar ْ ِ fajar yang memanjang sehingga kalian tertahan olehnya untuk makan sahur, karena sesungguhnya dia adalah fajar kadzib. Sedangkan maksud dari ‫ حتى ي َعْت َرِض ل َك ُم ال َحمر‬adalah putihnya sinar awal siang dan gelapnya ّ َ ْ َ ُ َ ْ malam atau biasa disebut dengan fajar shadiq. Lihat ‘Aunul Ma’bud 6 : 473, dan Tuhfatul Ahwazi, 3 : 335, hadits No. 705. Al-Jami’ Shahih Sunan At-Tirmidzi, 3 : 85, bab Ma Ja’a fi Bayanil Fajr. Abu Dawud, No. 2331. HR. Muslim ban Bayanu Anna Dkhula fis Shaoum Yufsholu bi Thulu'il fajri. Bukhari, 1918-1919. lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203. Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203-204.

40

Al-Fatawa Al-Kubra. 6/476-477. karena khawatir akan terbitnya fajar. 'Abdul A'la bin Hamadi telah menjelaskan kepada kami' maka menurut perkiraan saya hadits tersebut diriwayatkan dari Hammad (bukan dari Abdul A'la bin Hammad) dari Muhammad bin Amru dari Abi Hurairah ra."(QS. tapi dalam waktu singkat (harus segera dihabiskan makannya). maka tidak mengapa makan dan minum setelah adzan tersebut dikumandangkan. keterangan ayat dan hadits telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. Al-Baqarah [2]: 187) Rasulullah saw bersabda: ُ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أم مك ْتوم‬ "…maka makan dan minumlah kalian sampai adzan dikumandangkan oleh 'Abdullah bin Ummi Maktum…" 156 Di dalam Al-Majmu Syarhul Muhadzab disebutkan. HR."159 I." 160 Al-Hafidz Ibnu Qayyim berkata. "Karena Abu Dawud berkata. Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya. َ ُ َ َ َ َ ‫إ ِذا سمعَ أ َحد ُك ُم الن ّداء وال ِناء ع َلى ي َد ِهِ فَل َ ي َضعْه حتى ي َقضي حاجت َه من ْه‬ ّ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ ِ ْ ْ "Jika salah seorang di antaramu mendengar adzan sedangkan piring atau gelas masih berada di tangannya. Allah SWT berfirman: ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. atau seperti yang dilakukan oleh para muadzin di Damaskus. "Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Al-Qatthan dan hadits ini memiliki illah (cacat) karena kedudukan hadits ini masykuk (masih diragukan) tentang sanadnya (bersambung atau tidak). maka shaumnya menjadi batal. 2/459. "Jika adzan dikumandangkan sebelum terbit fajar sebagaimana adzannya Bilal ra di zaman Rasulullah saw. Dia berkata. Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. no. 6/309 Kitab Al-Umm. maka janganlah dia meletakannya hingga ia menyelesaikan hajatnya. Sebagaimana jumhur ulama dari 4 imam madzhab dan ulama yang lainnya telah sepakat bahwa waktu imsak bagi orang yang mau melaksanakan shaum adalah jika telah terbit fajar shadiq.Risalah Ramadhan terbitnya fajar bukan adzan. Mereka berhujjah dengan ayat dan hadits di bawah ini. ketika ditanya tentang makan dan minum setelah adzan dikumandangkan. 156 157 158 159 160 Lihat 'Aunul Ma'bud . "Apabila fajar telah terbit sementara di dalam mulut masih ada makanan kemudian dia menelannya. "Mustahab hukumnya melaksanakan sahur pada waktu yang tidak mendekati terbitnya fajar."157 Imam Asy-Syafi'i menyebutkan. Katanya. 2/96. yaitu fajar. 2333 41 . Abu Dawud."158 Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata.

oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani. 7/ 307-308 HR. Syarh Shahih Muslim Bisyrhin Nawawi. Sunnah mengakhirkan sahur Dari Anas dari Zaid bin Tsabit ra. Nabi ra bersabda: ‫ن ِعْم السحوْرِ ال ْمؤ ْمن الت ّمر‬ ُ ّ َ ُ َ ُ ِ ُ "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma. no." Pernyataan ini disepakati oleh Ad-dzahabi dan berdasarkan hadits tersebut beliau berpendapat jika seseorang mendapati fajar mulai terbit (masuk waktu shubuh) sedangkan tempat makan dan minum masih berada di tangannya. K. dia berkata: َ َ ْ ّ َ َ ّ َ ‫ت َسحرنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ث ُم قُمنا إ ِلى الصل َةِ قُل ْت ك َم‬ ْ ُ ُ ّ ِ ُ َ َ َ ْ ّ َ ‫كان قَد ْر ما ب َي ْن َهُما قال خمسين آي َة‬ ً َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ُ "Kami sahur bersama Rasulullah. 1097."164 161 162 163 164 Lihat Nukilan Muhammad Dahri Qomaruddin dari kitab Tamammul Minnah fit Ta'liqi an Fiqhgis Sunnah. Maka jika dia mengalami hal yang demikian shaumnya dianggap tidak sah. "Lamanya sama dengan bacaan 50 ayat. 1921. kemudian kami berdiri untuk menegakan shalat". "Hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim."161 J. 6/381. Jika seseorang makan sahur kemudian dia ragu-ragu apakah fajar telah terbit atau belum. maka shaumnya tetap dianggap sah. Kemudian beliau menyebutkan perkataan Al-Hakim dan menyebutkan penguat Hadits tersebut dalam kitab At-Ta'liqat Al-Jiyyad. kemudian dia ragu-ragu apakah matahari telah tenggelam atau belum. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu siang. Aku (Anas) bertanya. tentang berapa jarak antara keduanya? Dia (Zaid) menjawab. 42 . maka masih diperbolehkan baginya untuk tidak meletakannya sampai dia memenuhi hajatnya (menyelesaikan makan)." 162 Imam An-Nawawi berkata. Al-Hakim berkata. Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma Dari Abu Hurairah ra. 703."163 L. no. "50 ayat. At-Tirmidzi. Sebagaiman kaidah ushul fiqhi menyebutkan: َ َ َ َ ُ َ ُ ْ ‫ال َصل ب َقاء ما كان ع َلى ما كان‬ َ َ َ “Asal segala sesuatu adalah ketetapan yang telah ada menurut keadaan semula” Demikian pula jika di sore hari dia makan.Risalah Ramadhan Tapi menurut syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits tersebut adalah shahih. Muslim. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu malam. Lihat Al-Majmu' Lin Nawawi. Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur. HR. Al-Bukhari. Al-Baihaqi.

Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Al Baihaqi dari Aisyah Radhiyallahu’anha. Sebab Penamaan Kata tarawih adalah bentuk jama’ dari dari kata “tarwihah” yang artinya istirahat pada tiap-tiap empat roka’at. beliau berkata: 165 Al-Qamus Al-Muhith. 1/307 43 .165 Kemudian tiap empat roka’at dari shalat malam disebut juga dengan istilah tarawih.Risalah Ramadhan BAB V SHALAT TARAWIH A.

Dalil Dan Keutamaannya a. maka disebut shalat tarawih.” Shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari disebut qiyamullail atau shalat lail. An-Nasa’i dan Ahmad). Dinamakan shalat tarawih karena para salaf mengerjakan shalat malam tersebut dengan cara berhenti sejenak untuk beristirahat di tiap-tiap empat rakaat. Maka barang siapa yang menjalankan shaum dan shalat pada malamnya karena iman dan mengharap pahala.” (HR. shalat lail juga sering disebut dengan nama shalat tahajjud. At-Turmudzi. 3. Hadits dari Abu Dzar ra َ ِ‫الرجل إ ِذا قام معَ ال ِمام ِ حتى ي َن ْصرِف ك ُت ِب ل َه قِيام ل َي ْل ِه‬ ّ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ُ ّ َ “Sesungguhnya apabila seorang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai baginya dicatat melaksanakan shalat semalam suntuk. 166 B. niscaya ia bebas dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya. Abu Daud. Hadits dari Abu Hurairah ra ‫إ ِن رمضان شهْر فَرض الله صيامه وَإ ِني سن َن ْت ل ِل ْمسل ِمي ْن قِيامه فَمن‬ ّ ُ َ َ ِ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ْ َ ‫صامه وَقامه إ ِي ْمانا واحت ِسابا خرج من الذ ّن ُوْب ك َي َوْم ِ وَل َد َت ْه أ ُمه‬ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ً َ ُ َ َ ُ َ َ “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah untuk shaum dan aku sunnahkan shalat pada malamnya. C. dihitung 11 rakaat jika tanpa shalat iftitah sebanyak dua rakaat. 2/10 44 . (Al-Bukhari Muslim).” (HR.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ ‫كان رسول الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصلي أ َرب َعَ رك َعات في الل ّي ْل ث ُم‬ ِ ٍ َ َ ّ ِ َ َ ُ ْ ْ ُ َ َ َ َ ِ‫يتروح فَأطال حتى رحمت ِه‬ َ ْ َ ّ َ ُ َ “Rasulullah shalat malam empat rakaat lalu istirahat lama sekali sehingga saya merasa iba kepada beliau. Berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu’anha beliau berkata: ّ َ ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ‫ما كان رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سلم ي َزِي ْد ُ فِي رمضان وَل َ غ َي ْره‬ ُ َ ‫ع َلى إ ِحدى ع َشر رك َعة‬ َ َ َ َ َ ْ 166 Subulus Salam. Bila shalat lail/ qiyamullail/ tahajud dikerjakan di bulan Ramadhan. Bilangan Rakaat a. Jumlah rakaat yang bisa dilaksanakan oleh Rasulullah adalah 11 atau 13 rakaat. An Nasa’i). 2.Hadits dari Abu Hurairah ra ِ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Secara ringkas pendapat para ulama’ dalam masalah ini sebagai berikut: • 20 rakaat tarawih belum termasuk witir. dengan lima kali tarwihat (Istirahat sejenak tiap empat rakaat). namun beliau mengatakan riwayat dari Imam Malik adalah 11 rakaat”. dikerjakan dalam sembilan kali tarwihat. Kalau makmum tidak kuat. Al Qodli Iyadl meriwayatkan ini dari jumhur Ulama’. Imam Abu Hanifah. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nafi’ maula Ibnu Umar ra “Saya mendapati kaum muslimin di Madinah shalat tarawih 39 rakaat. dan Imam Daud Adh Dhohiri. (HR. Dia juga mengatakan “Yang lebih utama adalah berbeda dengan keadaan makmum. Dari Aisyah ra beliau berkata: ّ َ ُ ‫كا َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم ي ُصل ّي من الل ّي ْل ث َل َث ع َشرة َ رك ْعَنة‬ ً َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ِ‫من ْها رك ْعَتا ال ْفجر‬ “Nabi Shalallahu’alaihi wasalllam shalat malam di bulan Ramadhan sebanyak 13 rakaat sudah termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah fajar. b. Demikianlah pendapat para Ulama’. Mereka beralasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi. sebagaimana yang tegaskan oleh para ulama’: Syaikh Abdul Aziz Muhammad Salman menyatakan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa shalat tarawih adalah 20 rakaat secara berjama’ah. 45 . sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw saat shalat sendirian di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. Al Mughni 2/ 604. Dasarnya adalah shalat penduduk Madinah. maka yang lebih utama adalah 20 rakaat dan ini merupakan pendapat sebagian besar (ulama’) kaum Muslimin. • • 40 rakaat tarawih. Imam Ahmad. tarawih dan 3 witir. banyak dan sedikitnya rakaat tergantung panjang dan pendeknya berdiri (lama tidaknya shalat).Risalah Ramadhan “ Tidaklah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat”. Namun boleh juga shalat tarawih lebih dari sebelas rakaat. ini adalah pendapat Imam Malik. yang tiga rakaat adalah witir. Muslim. kalau mereka sanggup berdiri lama. 4/ 38. Ini juga menjadi pendapat Imam Malik. Yazid. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan “… boleh shalat 20 rakaat dengan berjama’ah sebagiamana pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’i dan Ahmad. maka yang lebih utama adalah 10 rakaat. Ini adalah pendapat Imam Aswad Bin 36 rakaat tarawih belum termasuk wiitir. Boleh juga shalat 36 rakaat sebagaimana pendapat Imam Malik dan ia juga oleh shalat 11 dan 13 rakaat. Al-Bukhari. setiap dua rakaat salam.” (Al-Bukhari. ditambah 7 rakaat witir. 167 Bolehnya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat menjadi pendapat jumhur Ulama’. Muslim). semuanya baik. sebagai pertengahan antara 10 dan 167 Al Majmu’ Syarhul Muhadzzab. Imam Ibnu Abdil Barr memilih pendapat ini. An-Nasa’i dan AtTirmidzi). ini adalah pendapat Imam AsySyafi’i.

At-Tirmidzi.adalah yang menyatakan bahwa yang afdal adalah melaksanakannya di akhir malam. dari 'Aisyah ra berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ّ ‫من ك ُل الل ّي ْل قَد ْ أ َوْت َر رسول الل ّهِ صنلى الل ّنه ع َل َي ْنهِ وَسنل ّم منن أ َوّل الل ّي ْنل‬ ُ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ ِ َ ‫وَأ َوْسط ِهِ وآخرِهِ فان ْت َهى وِت ْره ُ إ ِلى السحر‬ ِ َ َ َ َ ُ ِ َ ّ “Aisyah ra berkata. Ibnu Majjah. diriwayatkan dari Masruq. Abu Daud . HR. Membatasi jumlah rakaat atau bacaan tertentu tidak ada dasarnya dari As Sunnah”. Sebagaimana Salaf Ash Shalih shalat tarawih 40 rakaat dengan meringankan berdirinya. Waktu Shalat Tarawih Para Ulama telah sepakat bahwa waktu shalat tarawih dan wiitir adalah setelah selasainya shalat Isya’ sampai sebelum subuh. shalat 40 rakaat atau lebih juga boleh dan tidak dilaksanakn. bahwa Nabi saw bersabda: ‫أ َوْت ِروا قَب ْل أ َن ت ُصب ِحوا‬ ُ ْ ْ َ ُ “Witirlah kalian sebelum shalat subuh”. 168 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Nabi Shalallahu’alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan-bulan yang lainnya sebanyak 11 atau 13 rakaat. 2/186. 46 . 171 Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra berkata. tetapi shalat beliau sangat panjang (lama). Ubay bin Ka’ab ra mengimami mereka sebanyak 20 rakaat. Al Fatawa Al Kubra. 170 D. 1/406-412 ). kemudian shalat witir. Ahmad. sebagian Ulama’ salaf lainnya shalat 36 rakaat. namun pendapat yang lebih kuat – Wallahu’a’lam . HR. Barang siapa yang mengira bahwa jumlah rakaatnya sudah ditentukan sehingga tidak boleh lebih atau kurang. 169 Setelah menerangkan pendapat Ulama’ Salaf dalam masalah jumlah rakaat tarawih Imam Asy Syaukani menyimpulkan: “Kesimpulan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits dalam masalah ini dan hadits-hadits yang semisal adalah disyari’atkannya shalat malam pada bulan Ramadhan yang dikenal dengan nama tarawih. sebagian Ulama’ menyatakan setelah shalat isya’ adalah lebih utama berdasarkan shalatnya Ubay bin Ka’ab di masa Umar ra.Risalah Ramadhan 40 (11 dan 36). yang selanjutnya dilaksanakan oleh umat Islam sampai hari ini. 3/ 64 . Firman Allah Ta’la: 168 169 170 171 172 ( Al Asilah wal Ajwibah Al Fiqhiyah. Mawardlu Adz Dham’an. berarti dia telah berbuat salah. baik secara berjama’ah maupun sendiri-sendiri. Ketika kaum muslimin merasa berat. Bukhari. Karena seseorang kadang-kadang rajin sehingga yang lebih utama adalah memanjangkan ibadah. 172 Sedangkan mengenai waktu mana yang lebih utama (Afdal). Nailul Authar. Muslim. pada masa Umar Ibnu Khathab ra. Dia meringankan berdirinya sehingga jumlah rakaat yang lebih banyak ini menjadi pengganti dari lamanya berdiri. Berdasarkan dalil: 1. kemudian shalat witir”. di pertengahan malam atau akhir malam. lalu witir 3 rakaat. dan witir beliau berakhir di waktu Sahur”. namun kadang-kadang juga malas sehingga yang lebih utama adalah meringankannya”. Muslim. 1/255 . 'Tiap malam Rasulullah melakukan shalat witir di awal malam. An-Nasa’i.

E. Imam Ahmad berkata. (QS. saya khawatir orang-orang akan ikut-ikutan shalat di rumah. Al-Bukhari Muslim. beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari”. AlBukhari). (HR.” Dia juga mengatakan. bila tidak ada hajat beliau segera berwudlu dan keluar ke masjid”. 2. Bila Muadzin mengumandangkan adzan beliau bangun. Kemudian beliau kembali ke tempat tidur. Jika seseorang menjadi panutan lantas shalat tarawih sendirian di rumah. Hadits: Dari Abdulah bin Amru ra bahwa Rasulullah Shalallahu’laihi wasallam bersabda kepadanya: َ ‫الصيام ِ إ ِلى الل ّهِ صيام‬ َ ّ ُ َ ِ ‫وَي َص نوم ي َوْم نا وَي ُفط ِنر‬ ْ ‫ًن‬ ُ ‫ُن‬ ُ َ َ َ َ ّ ‫أ َحب الصل َةِ إ ِلى الل ّهِ صلة ُ داوُد َ ع َل َي ْهِ السلم وَأ َحب‬ ّ َ َ ّ َ ّ ‫داوُد َ وَكان ي َنام ن ِصف الل ّي ْل وَي َقوم ث ُل ُث َه وَي َنام سد ُسه‬ َ ْ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ ُ ِ ‫ي َوْما‬ ً “Shalat yang paling dicintai Allah ta’ala adalah shalatnya Nabi Daud Alaihisalam. “Setiap orang yang mengutamakan shalat tarawih sendirian di rumah harus memastikan bahwa ketidak hadirannya di masjid tidak 173 HR. 47 . dari Al Aswad dia berkata. 173 Dari Abu Ishak. Berjama’ah Atau Sendirian ? Dalam hal ini para Ulama’ berbeda pendapat: a. Dan di waktu-waktu sahur mereka beristighfar”. bagaimana sifat shalat malam Rasulullah ? Dia menjawab: َ ّ َ َ ‫كان ي َنام أ َوّل َه وَي َقوم آخره ُ فَي ُصلي ث ُم ي َرجعُ إ ِلى فِراشنهِ فَنإ ِذا أ َذ ّن ال ْمنؤ َذ ّن‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ ُ َ َ ‫وَث َب فَإ ِن كان ب ِهِ حاجة اغ ْت َسل وَإ ِل ّ ت َوَضأ َ وَخرج‬ ٌ َ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ “Beliau tidur diawal malam dan bangun di akhir malam lalu shalat. “Shalat tarawih berjama’ah adalah lebih baik. Ali dan Abu Hurairah ra juga shalat tarawih berjama’ah”. Yang lebih utama adalah berjama’ah Ini adalah pendapat Imam Ahmad.Risalah Ramadhan Artinya: "Adalah mereka sedikit tidur malam. Adz Dzariyat: 17-18). Beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya. bila ada hajat beliau mandi. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat pada akhir malam. Ibnu Abdil Hakam. dan sebagian shahabat Abu Hanifah. "Saya bertanya kepada Aisyah ra. Shaum yang paling dicintai oleh Allah adalah shaumnya Nabi Daud. Imam Ath Thahawi dan Al Laits menyatakan. Al Muzani. “Shahabat Jabir. dan tidur lagi seper enamnya.

Perbuatan para shahabat sejak masa Umar bin Khatab ra yang melaksanakan shalat tarawih berjama’ah. Tentang hadits ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar “dalam hadits ini ada anjuran untuk qiyam Ramadhan di belakang imam ( secara berjama’ah ). bagi orang yang kuat shalat tarawih sendirian maka itu lebih baik.1 hadist No. Imam Ath Thahawi menambahkan menegaskan “Shalat tarawih berjama’ah adalah fardlu kifayah”. Imam Asy-Syafi’i dan sebagian besar shahabat beliau. Rasulullah saw pernah shalat tarawih 3 atau 4 malam. hal ini lebih dianjurkan dari shalat sunnah biasa. Sebagaimana yang dikerjakan shahabat Umar ra dan para Shahabat yang lain dan terus dikerjakan oleh kaum muslimin dikarenakan merupakan syi’ar yang nyata sehingga kedudukannya seperti shalat ied. Adapun Abu Yusuf. 3. 7/201-203 . sebagian Ulama’ Malikiyah dan Ulama’ lain menyatakan bahwa yang lebih utama adalah berjama’ah. Abu Hanifah. (Lihat Hal. Imam Malik sebagian Syafi’iyyah dan Ulama’ yang lain menyatakan yang lebih utama adalah shalat sendirian di rumah berdasarkan hadits: ّ َ ‫َ ْ ِ ن‬ َ‫فَصلوا أ َي ّها الناس في ب ُيوت ِك ُم فَإ ِن أ َفْضل صل َةِ ال ْمنرء فِني ب َي ْت ِنهِ إ ِل ّ الصنل َة‬ ِ ُ ّ ّ ُ ْ ّ َ َ َ َ ‫ال ْمك ْتوب َة‬ َ ُ َ “Shalatlah kalian di rumah kalian wahai manusia. 2/174. karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. (HR. Ahmad. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. 175 b. 174 Dalilnya adalah: 1. Beliau tidak meneruskannya karena takut kalau shalat tarawih dianggap wajib. 2/174 . An-Nasai)176 174 175 176 Al Mugni. orang-orang shalat taraawih berjama’ah pada masa Rasululah saw dan beliau mengakuinya.Risalah Ramadhan menyebabkan shalat tarawih berjama’ah di masjid tidak terlaksana. Jika ketidak hadirannya menyebabkan shalat tarawih berjama’ah tidak terlaksana maka ia tidak boleh shalat sendirian”. 2. 3/ 60. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. 48 . Nailul Authar. 2).Shalat sendirian lebih baik Imam Malik dan sebagaian Ulama Syafi’iyyah menyatakan. Pengakuan beliau ini adalah Sunnah beliau”. Fatwa Lajnah Daimah. dasarnya adalah hadits yang menyatakan sebaik-baik shalat sunnah adalah di rumah. secara sendirian di rumah atau berjama’ah di masjid. Imam An Nawawi menyatakan: “Para Ulama sepakat bahwa shalat tarawih itu sunnah. Hadits Abu Dzar ra. 1/ 605. Namun mereka berbeda pendapat mana yang lebih utama.

Risalah Ramadhan BAB VII LAILATUL QODAR Segala puji bagi Allah swt yang telah menurunkan malam Lailatul Qodar. Kemudian dari Baitul Izzah inilah diturunkan kepada Rasulullah saw selama secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Pada malam itu Al Qur`an Al Karim diturunkan oleh Allah swt (30 juz) sekaligus ke Baitul Izzah. Peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali diabadikan oleh Allah dalam frimnan-Nya: ‫إ ِنا أ َن ْزل ْناه ُ في ل َي ْل َةِ ال ْقد ْر‬ ِ َ َ ّ ِ َ 49 . yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam ini juga ditentukan taqdir seluruh makhluk untuk kurun waktu satu tahun. “Inna anzalna hu fi Lailatil Qodar. Al-Qadar [97] : 1). keutamaan. karena pada malam itulah Al Quran diturunkan. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bercerita tentang empat orang180 dari Bani Isroil yang beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan maksiat sedikit pun. “Lailatul Qodar adalah malam yang agung dan mulia. Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan. “ Wahai Muhammad umatmu heran terhadap mereka semua yang beribadah selama 80 tahun tanpa dibarengi maksiat sedikit pun. Zakaria.” (QS. dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. hal. kesucian. Maksud dari urusan tersebut adalah urusan rizki. Lailatul qadar merupakan anugerah besar yang Allah swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw. Ad-Dhahak. Sungguh Allah swt telah menurunkan bagimu dan juga bagi umatmu yang lebih baik dari itu." (QS. Ad-Dukhan [44] : 4). Keutamaannya jauh lebih bernilai daripada seribu bulan. Al-Qadar berarti asysyarf wat ta’zhim (mulia dan agung). Jadi malam itu dinamakan dengan Lailatul Qodar karena keagungan nilainya dan juga keutamaannya di sisi Allah Subhanahu wata'ala. Abu Malik. di dalamnya ditetapkan ketetapan-ketetapan yang agung dan balasan yang besar.” Az Zuhri salah seorang tabi`in berkata. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Umar ra. 4/124 Tafsir Fathul Qodir. Hazkil Bi Azaz dan Yusa bin Nun 50 . Di malam itulah ajal dan rizki manusia ditentukan untuk setahun kedepan. Kemudian Jibril membaca. ajal dan urusan lainnya yang akan terjadi selama satu tahun.178 Imam Al Azhari berkata. 130 Mereka adalah: Ayyub. sebagaimana firman Allah: َ ِ َ ْ ّ َ ْ َ ِ ٍ ‫فيها ي ُفرقُ ك ُل أمرٍ حكيم‬ “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. keagungan. keberkahan. Dan Rasulullah melihat bahwa amal umat islam dengan umur yang pendek tidak bisa menyamai amal orang-orang terdahulu dengan umur yang 177 178 179 180 Tafsir Ibnu Katsir. 5/ 593 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. maka datanglah malaikat Jibril menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seraya memberi kabar. serta yang lainnya dari kalangan salaf. Mujahid. “Dikatakan Lailatul Qodar karena malam itu hanyalah untuk amal keta`an.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Pada waktu itu para sahabat banyak yang ta`ajub. “ Imam Malik dalam kitab ‘Al-Muwatho` menyebutkan bahwa telah diperlihatkan umurumur umat terdahulu kepada Rasulullah saw. dan pahala.” 179 B. Makna Lailatul Qodar Lailatul Qodar adalah suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran.177 A.

siapa yang terhalang mendapatkannya berarti dia terhalang mendapatkan semua kebaikan. "Barangsiapa yang mendirikan ibadah shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala. 8/ 571-572. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Karena itulah dianjurkan kepada muslim yang benar-benar ta'at kepada Allah agar menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan didasari rasa keimanan dan penuh pengharapan pahala yang besar. sesungguhnya Nabi saw bersabda. Dan tidak terhalang mendapatkan kebaikannya kecuali orang yang benar-benar merugi. 'Ya Rasulullah. Diriwayatkan dari 'Aisyah. yang nilainya sama dengan seribu bulan. Lihat Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Maka Allah swt memberikan malam Lailatul Qodar. Dan dia adalah malam-malam yang ganjil. Jika dia melakukan hal itu. bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar.” 182 Dari Anas ra.Bukhari. niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. 3760 51 .” 187 Diriwayatkan dari 'Aisyah beliau berkata: ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫كان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَس نل ّم إ ِذا د َخ نل ال ْعَش نر ش ند ّ مئ ْزره ُ وَأ َحينَنا ل َي ْل َنه‬ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ ‫وَأ َي ْقظ أ َهْل َه‬ ُ 181 182 183 184 185 186 187 Lihat Tafsir Al Qurthubi. 759 Hadits hasan shahih riwayat Imam At-Turmudzi. niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. 72 HR. 'Bacalah do'a: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun.” 184 D. 20/132. ia berkata. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. 9 akhir. Maka ampunilah aku. 4/217 dan Muslim no. Lihat Tafsir Aly Al Qodir."186 Dianjurkan untuk memperbanyak berdo'a pada malam itu. Kapan Lailatul Qodar Terjadi Dari Ubadah bin Shomit ra. 5 akhir. “Bersungguh-sungguhlah kalian pada malam itu. 4/ 537 Puasa Bersama Nabi. 4/ 537. atau 3 akhir di bulan Romadhan. malam itu terjadi pada malam ke-23. Rasulullah saw bersabda. mencintai ampunan. apa yang saya baca?' Beliau bersabda. hal. Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar185 Sesungguhnya malam yang penuh berkah ini. Al. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Ramadhan. Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Lailatul Qodar itu ada pada malam ke-27.”183 Dari Ibnu Abbas ra. 7 akhir. no. Nabi bersabda. "Saya berkata.Risalah Ramadhan demikian panjang.”181 C.

131-132 ibid HR. Pada malam itu para malaikat termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orangorang mukmin.Bukhari. 4/233 dan Muslim. baik ibadah siyam. AlQadar [97] : 4). 5. 4/537. HR. Al-Qadar [97] : 4). Keutamaan Lailatul Qodar Allah swt telah menjelskan di dalam kitab-Nya bahwa Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. “Barang siapa yang menegakkan (beribadah) pada malam Lailatul Qodar atas dasar iman dan penuh mengharap.196 8. Al-Bukhori dan Muslim) 192 4. Abu Bakar Al Waroki berkata. Sebagaimana firman Allah. Pada malam tersebut.Risalah Ramadhan "Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadhan).190 Sebagai pengingat dan untuk memudahkan kita dalam menghayati hakikat Lailatul Qadar. “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar."189 E. 193.” (QS. Syaithon tidak bisa berbuat kejahatan atau berbuat kerusakan. Lailatul Qodar belum pernah diturunkan kepada umat sebelum umat Muhammad saw. 8/585 Tapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa malam itu juga dipunyai oleh umat-umat terdahulu. Lihat Tafsir Ali Al Qodir. Nabi mengencangkan ikatan kainnya188. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan. maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya). 1174 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. sholat. tak sedikit pun terdapat kejelekan sampai terbit fajar. hal. Dari Abi Hurairoh ra Nabi saw brsabda. 194 6. Sebagaimana firman Allah swt. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. Al Baihaqi 52 .195 7. Maka jadilah masa dua kerajaan tersebut 1000 bulan. akan kami sebutkan beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar sebagai berikut : 1. Artinya beribadah pada malam itu nilainya adalah lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. 131-132. 2. Allah swt menurunkan surat Al-Qadar secara sempurna (keseluruhan) yang akan dikumandangkan hingga hari kiamat. malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak.” (HR. membaca al qur`an atau ibadah yang lainnya. 188 189 190 191 192 193 194 195 196 Maksudnya mengencangkan kainnya adalah meninggalkan hubungan badan dengan istrinya untuk beribadah serta berusaha keras untuk mencari Lailatul Qadar. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. hal.191 3. Lalu Allah menjadikan malam Lailatul Qodar mencukupi dua kerajaan tersebut. “Masa kerajaan Nabi Sulaiman 500 bulan dan kerajaan Dzul Qornain selama 500 bulan. Dan ini telah menjadi ijma` umat Islam.” (QS. Maksudnya. Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. malam itu adalah malam yang penuh keselamatan dan kebaikan. no. Lihat Ad Durul Mantsur. Al. karena bersamaan dengan turunnya barokah dan rohmat.

Al-Bazzar 1/486. 134-137 53 . yaitu pada tujuh bagian yang akhir.”197 Dari Ubadah bin Shomit ra.27 29 atau pada malam terakhir dari bulan Romadhan. Lihat Ad Durul Mantsur. Pada pagi hari matahari tidak terlalu merah. mencintai ampunan. Bintang-bintang terlihat tanpa ada yang mengahalanginya sampai datang waktu pagi. Ibnu Katsir. seperti pada malam 21. Di antaranya adalah: ‫رب ّنآ ءات ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي ا ْل َخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار‬ ً َ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ “Wahai Robb kami berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat. 8/572 Risalah Romadhan. “Bacalah: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. tidak panas dan tidak pula dingin. 3/231. malam itu tampak terasa cerah dan berseri-seri. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Romadhan. Dan. Yaitu pada malam-malam ganjil. sesungguhnya Nabi saw bersabda. 23. sanadnya hasan. Maka aku pun bertakbir. Tanda-tandanya. At-Thayalisi. dan hari itu matahari putih tiada bersinar. ‘Wahai Rasulullah. Ibnu Khuzaimah. diwaktu pagi matahari terbit tanpa bersinar (panas). hal. Maka ampunilah aku. Maka ia pun menjelaskan kepada kami tentang malam Lailatul Qodar. Dinukil dari Puasa Bersama Nabi. Dan Allah mengaharamkan bagi syetan untuk keluar pada waktu itu bersamaan dengan terbitnya matahari. no. aku dapati seperti yang disampaikan oleh Rasulullah itu benar adanya. ” Shodaqohullahu Wa Rasuluhu. 25. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. tenang.Risalah Ramadhan F. 4/484 Hadits hasan shahih riwayat Imam At Turmudzi Lihat Ad Durul Mantsur.“ Lalu aku tanyakan hal itu kepadanya. tidak panas dan tidak pula dingin. 176. serta jagalah kami dari api neraka. lalu kami mendengar ia berkata. bahwa Rasulullah saw bercerita tentang Lailatul Qodar “Malam itu terlihat tenang dan cerah. Seakan-akan pada malam itu bulan sedang terbit dan bersinar. Aku (Ibnu Mas`ud ra) melihat kelangit. ia berkata: Kami mendatangi Ibnu Mas`ud ra di rumahnya. 8/ 571. Tanda-tanda Lailatul Qodar Dari Ibnu Abbas ra.”198 G.” 199 Dari Abi Aqrob Al Asadi. apa yang hendaknya kita baca jika menemui Lailatul Qodar? Beliau menjawab.200 Syaikh Abdullah Bin Ibrohim Al Jarullah dalam risalahnya201 mengatakan bahwa ada beberapa do`a tentang kebaikan dunia dan akhirat yang dianjurkan untuk dibaca pada malam itu. “Aku bertanya.”ِ َ ْ ْ ‫ال َل ّهُم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك ال ْهُدى والت ّقى وال ْعَفاف وال ْغِنى‬ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ 197 198 199 200 201 HR. 349. Amalan Di Malam Lailatul Qodar Aisyah ra berkata. hal. persis seperti cahaya rembulan. bersih.

dan jadikan kematian sebagai istirahat dari setiap keburukan bagiku" َ ْ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهُم رحمت َك أ َرجوْ فَل َ ت َك ِل ْن ِي إ ِلى ن َفسي ط َرفَة ع َي ْن وَ أ َصل ِح ل ِي شأ ْن ِي‬ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ ِ ْ ٍ ‫ك ُل ّه ل َ إ ِل َه إ ِل ّ أ َن ْت‬ َ َ ُ "Ya Allah." ‫ال ّلهم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك مفات ِي ْح ال ْخي ْر وَخوات ِمه وَجوامعَه وَ ظاه ِره ُ وَ باط ِن َه و‬ َ َ َ َ َ ْ ْ ُ ِ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ُ َ َ ‫أ َوّل َه وَ ا َخره ُ وَ ع َل َن ِي َت َه وَسره. tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau. Ya Allah." BAB VII ZAKAT FITHRI A. serta segala yang menghimpunnya. secara terang-terangan atau pun rahasia. ‫ك ُل خي ْرٍ ، واجعل ال ْموْت راحة ل ِي من ك ُل شر‬ َ ّ َ ْ َ ّ َ ّ ْ ِ ْ ً َ َ َ َ ”Ya Allah perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusannku. Kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku dihadapan-Mu kelak di akhirat. perbaikilah duniaku yang aku hidup di dalamnya.202 202 Kifayatul Akhyar. kesucian dan kekayaan َ ‫الل ّهُم أ َصل ِح ل ِي د ِي ْني ال ّذ ِيْ هُوَ عصمة أ َمري ، وَأ َصل ِح لي د ُن ْيايَ ال ّذ ِيْ فِي ْها‬ ِ ْ ْ ِ ْ ْ ْ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫معاشي ، وَأ َصل ِح ل ِي آخرت ِي ال ّت ِي فِي ْها معاد ِيْ ، واجعَل ال ْحياة َ زِياد َة ً ل ِي فِي‬ َ َ َ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ِ ْ ْ ْ ْ ِ َ َ .Risalah Ramadhan Ya Allah saya memohon pada-Mu petunjuk dan takwa. 54 . Aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebaika . kesudahan (hidup) dengannya. Disebut dengan zakat fithri karena ia disyariatkan ketika bulan Ramadhan telah sempurna dan pada saat umat Islam telah mengakhiri siyam Ramadhan mereka. Wahai Zat Yang Maha Hidup Yang memiliki keagungan dan kemuliaan. jadikan kehidupan ini sebagai tambahan dalam meraih dalam setiap kebaikan bagiku. dan perbaikilah keadaanku seluruhnya. maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata. secara lahir batin baik di awal atapun di akhirnya. pada malam hari Raya dan pagi harinya. aku mengharap rahmat-Mu. Definisi Zakat Fithri Zakat fithri yaitu shadaqah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan. perbaikilah akhiratku yang kesanalah tempat kembaliku. اللهُم ارحم فِي الدنيا غ ُرب َت ِي وَ ارحم فِي‬ َ ّ ْ َ ْ ْ َ ْ ّ ّ ُ ّ ِ ُ ُ ْ ْ ْ ْ َ ِ ‫القب ْرِ وَحشت ِي وارحم فِي ا ْل َخرةِ قُوْفي ب َي ْن ي َد َي ْك يا حي يا قَي ّوْم يا‬ َ ْ ِ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ ِ ‫ذاالجلل وَال ِك ْرام‬ "Ya Allah.

(QS. Diwajibkan oleh Allah swt pada bulan ramadhan 2 hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Ied (hari raya ‘Iedul fitri).untuk (memerdekaan) budak. C. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. At-Taubah [9]: 60). Al-Fiqh ‘Alal-Madzahib Al-Arba’ah. hanyalah untuk orang-orang fakir. zakat fitrah. hal ini telah disepakati oleh Jumhur Ulama’ berdasarkan dalil-dalil yang sohih diantaranya adalah firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat at taubah : 60 ُ ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساكين وال ْعاملين ع َل َي ْها وال ْمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهُم وَفي‬ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ّ َ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ َ َ ُ ‫الرقاب وال ْغارِمين وَفي سبيل اللهِ واب ْن السبيل فَريضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ . dan zakat ar-ru’us. zakat fithri dan shadaqah fithri merupakan satu lafazh terlahir. Disyariatkannya Zakat Fithri Zakat fithri disyariatkan dan diwajibkan ketika siyam Ramadhan. Di samping itu. Dari kata bersinonim hal yang dikeluarkan dan pekerjaannya. Hukum Zakat Fithri Hukum menunaikan zakat fithri adalah wajib bagi seluruh kaum muslimin yang mampu membayarnya pada saat itu. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. pertumbuhan.. Abdurrahman Al-Jazairy berkata. bukan pula kata pinjaman dari bahasa lainnya. 203 204 205 206 207 Lisanul-Arab. Yusuf Qordlowi.” 206 Dinamakan zakat fithri karena dengannya mewajibkan berbuka mengakhiri siyam ramadhan. “.207 B. 14/358.” 205 Para ulama’ dari madzhab Hanbali menambahkan. ‫ع َليم حكيم‬ ِ َ ٌ ِ "Sesungguhnya zakat-zakat itu.. “Zakat adalah penetapan hak milik tertentu untuk orang yang berhak dengan syarat-syarat yang telah ada. bukan bahasa arab asli.203 Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah. akan tetapi merupakan istilah fuqaha’.Risalah Ramadhan Al-’Allamah Ibnu Manzhur menyebutkan. shadaqah fitri. zakat al-badan. Adapun penamaan lain dari zakat fithri adalah. Ibid. )زكاة ُ ال ْخل ْقة‬Penulis Al-Hawy juga mengatakan itu. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. 2/917-918 55 . yakni ketika bulan sya’ban tahun ke-2 Hijriah. Seolah-olah dari kata ‫( خل ْقة‬ciptaan). Fiqh Zakat. Sebab zakat fithri disandarkan kepada Ramadhan dan dalam rangka mengakhiri siyam.204 ِ َ ِ Adapun secara syara’. barokah dan pertumbuhan. tidak pernah disebutkan bahwa Nabi saw dan para sahabat ra siyam Ramadhan tanpa mengeluarkan zakat fithri. 1/536. orang yang berhutang.dan dalam waktu tertentu. orang-orang miskin. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 6/85. arti zakat secara bahasa adalah thaharah (kesucian). pengurus-pengurus zakat. yaitu zakat untuk ciptaan ( ٌ َ ِ َ َ ‫ . Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana.

laki-laki dan perempuan. dari ‘Abd bin Tsa’labah radhiyallaahu ‘anhu. Al Jama’ah) Dalam lafadz lain disebutkan: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ َ َ ِ‫ال ْمسل ِمين وَأمر ب ِها أن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ْ ّ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ "Dari Ibnu Umar Radliyallahuanhuma ia berkata:Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mewajibkan untuk menunaikan zakat fithri dengan 1 sha’ kurma kering. Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya zakat fithri adalah hadits yang diriwayatkan olrh Al-Hafizh ‘Abdur-Razzaq dengan sanad yang shahih. dia berkata: Sehari atau dua hari sebelum ‘Idul Fithri. Al Bukhori Muslim ). laki-laki atau perempuan" (HR.Risalah Ramadhan Juga hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin’Umar ra. anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar ( zakat fithri tersebut ) ditunaikan sebelum orang-orang melakukan shalat ‘id. beliau berkata: ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَرض زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد ٍ ذ َك َرٍ أ َوْ أ ُن ْثى من ال ْمسل ِمين‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ُ ّ "Dari Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Sallahu 'Alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fithri setelah ramadlan satu sho’ dari tamar atau satu sho’ dari gandum terhadap kaum muslimin yang merdeka atau budak. kaum laki-laki. orang merdeka. beliau mengatakan: َ ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ع َلى ال ْحنر وَ ال ْعَبند ِ و‬ ِ ْ َ ّ ُ َ ْ َ ‫الذ ّك َرِ وَ ال ُن ْثى والصغِي ْرِ وَ ال ْك َب ِي ْرِ من ال ْمسل ِمي ْن. dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”( HR. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. atau 1 sha’ tepung gandum bagi setiap hamba sahaya.” ( Muttafaqun’alaih ). وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَبنل‬ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ‫خروْج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ِ ّ ِ ُ ُ “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. kaum perempuan. Juga satu hadits lagi dari Ibnu Umar ra. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhuthbah seraya bersabda : َ ‫أ َدوا صاعا من ب ِر أ َوْ صاعا من ت َمرٍ أ َوْ شعِي ْرٍ ع َن ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد، صغِي ْرٍ أ َو‬ ّ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ ْ ّ ُ ّ ْ ّ ْ ِ ً َ ‫ك َب ِي ْر‬ ٍ 56 .

” Diwajibkan menunaikan zakat fithri bagi seluruh kaum muslimin baik anak kecil maupun orang dewasa. maka kewajiban zakatnya dibebankan atas orang yang menanggung nafkahnya. dan ini merupakan kesepakatan Jumhur Ulama’. menurut pendapat jumhur. Akan tetapi apabila mereka mampu melaksanakannya sendiri. Hal itu berdasarkan firman Allah ta’ala: ‫فات ّقوا الله مااست َط َعْت ُم واسمعوا وَأ َطيعوا وَأنفقوا خي ْرا لنفسك ُم وَمن يوق‬ ُ ِ َ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ً َ ُ ِ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫شح ن َفسهِ فَأ ُوْل َئ ِك هُم ال ْمفل ِحون‬ ِ ْ ّ ُ َ ُ ْ ُ ُ Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta " taatlah. Lihat Fiqhul Islami Waadilatuhu. Adapun menurut pendapat imam Tiga (Malik. atau tepung. 209 Madzhab imam dalam hal ini berpendapat bahwa seorang muslim berkewajiban untuk menafkahi orang-orang yang wajib dinafkahi olehnya menurut syari’at (seperti : istri. baik kecil atau dewasa. sesungguhnya seorang suami wajib mengeluarkan zakat fithri bagi seorang istrinya. Tetapi jika ia tidak memiliki harta sendiri.211 Sementara untuk anak kecil. apabila mereka tidak mampu melaksanakannya sendiri. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. namun kebanyakan Ahli Ilmu menghukuminya sunnah untuk ditunaikan. 2/926 57 . Mereka juga sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh mengeluarkan zakat bagi istri yang kafir. itu lebih baik.(dari kekikiran dirinya. karena mereka sendirilah yang dimaksud dalam kewajiban tersebut. dan budak dibebankan kepada tuan (majikan)nya jika tidak memiliki harta. Seperti isteri dan keluarga. Para ulama sepakat bahwa anak kecil yang belum memiliki harta maka dibebankan kepada bapaknya. karena hal itu dilakukan oleh Shahabat Utsman bin ‘Affan Radliyallahuanhu. Lihat Bidayatul Mujtahid dalam Kitab Zakatul Fithri Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. Zakat ini wajib dibayarkan terhadap diri sendiri dan terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya. Jika ia tidak memiliki kelebihan kecuali kurang dari satu sha’ maka hendaknya ia dengan kelebihan itu ( yang jumlahnya kurang dari satu sha’ ) membayar zakat fithrinya. serta Ishaq.5 ritl. laki-laki maupun perempuan. Jadi satu sha’ adalah 2700 gram.210 Sedangkan bayi yang berada di dalam kandungan Ibunya maka tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat fithri. Dan barangsiapa yang dipelihara . anak dan budak). hal. Al Laits." (At-Taghabun :16 Menurut pendapat Abu Hanifah. Karena ia termasuk orang yang menjadi tanggungan untuk menafkahinya. dan Ahmad).Risalah Ramadhan “Tunaikanlah zakat (fithri) satu sha’ (empat mud)208 gandum. atas setiap yang merdeka atau budak. orang yang merdeka maupun hamba sahaya yang mampu menunaikannya pada saat itu. Syafi’i. jika anak tersebut memiliki harta. wajib dikeluarkan darinya dan yang mengeluarkan adalah walinya. Zakat fithri tidak diwajibkan kecuali terhadap orang yang mempunyai kelebihan dari keperluannya ketika hari malam hari Raya dan pagi harinya.212 208 209 210 211 212 Satu sha’ syar’I (Baghdadi) = 4 mud atau 5. 1 mud =1 1/3 ritl = 675 gram. bahwa zakat fithri wajib bagi wanita yang mempunyai suami maupun tidak. 1/75. dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. 2/925 Ibid . meskipun dalam urusan nafkah masih menjadi kewajibanya. atau kurma kering.

Begitu juga zakat halal bagi tholibul ilmi as syar'iyyah. Sedangkan imam Ibnu Hazm berpendapat:" Jika janin telah genap (dalam perut ibunya) seratus dua puluh hari sebelum menyingsingnya fajar hari raya.” 216 Imam An-Nawawi menjelaskan tentang pengertian kecukupan ( ‫ ) اليسار‬adalah: orang yang mempunyai kelebihan bahan makanan pokok hari itu untuk dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang harus ditanggungnya pada malam hari’Iedul-Fithri. anak (kebawah) hal ini dikarenakan menafkahi mereka adalah wajib hukumnya. Fakir kecuali Amil. kendaraan. dikarenakan menuntut ilmu syar'i adalah fardlu kifayah. istri. seperti tempat tinggal. hal. “Zakat fithri wajib atas orang yang mempunyai kelebihan makanan pokoknya dan untuk keluarganya di hari ‘Ied dan malamnya selain yang dia miliki yang itu merupakan kebutuhannya. Tetapi barang siapa yang melakukanya itu baik baginya. Yaitu kaum kerabat. 2/927 Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. 213 214 215 216 217 Ibid. Zakat fithri tidak wajib atasnya. Bukan merupakan tanggungan nafaqoh bagi muzakki. pembantu. Bahwa Rasululloh saw telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat atas anak kecil dan dewasa. pakaian sederhananya.213 Yang benar bahwa apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm tidaklah memilliki dalil yang kuat atas wajibnya mengeluarkan zakat fithri atas janin. 6/88. Dan salah jika dikatakan bahwa kalimat anak kecil (shoghir) dalam hadits mencakup janin yang ada dalam kandungan. dewasa. Ibnu Hazm berhujjah. Ibnu sabil. seperti orang tua (Keatas). Ibnu Hazm meriwayatkan dari Utsman bin Affan ra bahwasanya ia mengeluarkan zakat fithri atas anak kecil.217 E. pejuang fisabilillah meskipun mereka termasuk orang yang kaya. Sedangkan janin termasuk anak kecil. Pada Siapa Diwajibkan ? Madzhab Hambali mengatakan.215 D. Dan apa yang diriwayatkan oleh Utsman ra dan yang lainnya tidaklah menunjukkan adanya istihbab dalam mengeluarkanya. menurut jumhur fuqoha'. dan janin dalam kandungan. ditakutkan karena dengan cenderung untuk bekerja akhirnya ia meninggalkan kewajiban menuntut ilmu tersebut.Risalah Ramadhan Adapun berkanaan dengan janin.214 Imam Asy Syaukani menyebutkan bahwa Ibnu Mundir telah menukil sebuah ijma' atas tidak wajibnya mengeluarkan zakat bagi janin. Sedang Imam Ahmad mengistihbabkan bukan mewajibkanya. 1/568 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. 2. wajib dikeluarkan zakat fithri atasnya. 58 . Muslim. Maka setiap hukum yang diberlakukan atas anak kecil berlaku juga terhadap janin. Tidak boleh memberikan zakat kepada orang kafir (tidak ada khilaf antar fuqoha' dalam hal ini) 3. 2/927 Kitab Al-Fiqh Ala Madzahibil Al-Arba'ah. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat 1. dan buku-buku pengetahuan.

ia mendapat dua perkara yaitu shodaqoh dan menyambung tali persaudaraan.Risalah Ramadhan Boleh memberikan zakat kepada kerabatnya yang lain seperti saudara laki-laki maupun saudara perempuan. dan lain sebagainya. Dan yang dikeluarkan adalah jenis makanan yang digunakan di negeri tersebut. hal. Tidak dari Bani Hasyim 5. paman. beras.220 F. hal. 2/878 Lihat Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. 2/912 Muttafaq 'alaih. Imam malik berkata: َ َ ُ ‫أفضل من وَضعْت فِي ْهِ زكات ُك قَراب َت َك ال ّذي ل َ تعول‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ "Lebih utama jika kamu memberikan zakatmu kepada kerabatmu yang bukan tanggunganmu. Baligh. Kurma. zabib. gandum. Malikiyah menambahkan lebih baik lagi kalau jenis yang dikeluarkan berupa bahan makanan yang terbaik dinegeri tersebut. Sesuai dengan hadits Nabi saw:" Sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Salman bin 'Amir: َ ُ ‫الصدقة ع َلى ال ْمسل ِمي ْن صد َقَة وَه ِي ل ِذي ا لرحم ِ ا ِث ْن َتان. keju kering atau lainnya yang termasuk makanan pokok manusia. seperti kurma.. 1/237 59 . Ukuran zakat fithri yang telah ditentukan oleh Rasululloh saw adalah satu sho' atau sebanding dengan empat mud. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri a. Jenis Zakat Fitri Adapun jenis makanan yang boleh dipergunakan untuk membayar zakat fithri ialah makanan pokok. yaitu mengeluarkan satu sho' dari makanan pokok atau satu sho' dari susu yang kering. merdeka. kismis. Lu'lu' wal Marjan.219 4. Thabrani dinukil dari Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuu. atau satu sho' dari kurma atau satu sho' dari zabib. 2/2885-886 Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. hal. bibi." (Mutaffaq 'Alaih) 222 Ibnu Umar ra berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ ‫ال ْمسل ِمين وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصلة‬ ِ َ ّ ّ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ 218 219 220 221 222 HR.221 Sebagaimana perkataan Abu Said ra: َ ْ ِ ً َ ‫صاعا من شعِي ْرٍ أ َوْ صاعا من‬ ْ ِ ً َ َ َ َ ُ ْ ّ ِ َ ْ‫ك ُنا ن ُخرِج زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ط َعام ٍ أو‬ ْ ِ ً َ ‫ت َمرٍ أ َوْ صاعا من أقط أ َوْ صاعا من زب ِي ْب‬ ٍ ْ ٍ َ ْ ِ ً َ ْ ِ ً َ "Kami (para sahabat Rasululloh saw) mengeluarkan zakat fithri dari setiap orang perorang baik anak kecil. صد َقَة وَ صل ّة‬ ٌ ِ ٌ ٌ ِ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ِ َ "Shodaqoh atas muslim adalah shodaqoh dan jika ia diberikan kepada keluarga dekat."218 Bahkan kerabat itu lebih berhak atas zakat. orang dewasa.atau satu sho' dari gandum. beras. Baik itu gandum. berakal. dan lain sebagainya. hamba sahaya atau merdeka. hal. 2/886 Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuhu.

kismis. 2/946 60 . keju kering dan kurma. Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri di bulan Ramadhan satu sha’ kurma atau gandum.” ( Muttafaqun’alaih ). maka Abu Sa’id 223 224 Kamus Kontemporer. hal ini merupakan pendapat Madzhab Imam Malik. Diperbolehkan pula menunaikan zakat fithri dengan sesuatu yang menjadi kemampuan suatu negeri. laki-laki dan perempuan. hal.032 liter atau 815.223 Adapun menurut Imam syafi'i. dan gandum dan itu semua disyaratkan dengan zakat berupa makanan pokok penduduk negeri. satu mud sama dengan 0.Risalah Ramadhan “Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. atau kurma kering. Syafi’i. Menurut Hanafiyah. atau susu kering(keju). b. 1161 Fiqh Zakat Yusuf qordlowi. maka ketika Mu’awiyah ra datang dengan membawa gandum(dari Syam).5 gram. satu sho' sama dengan 2. Ahmad. tepung gandum. satu mud sama dengan 1. sebab makna yang dzahir (jelas) dari hadits Abu Sa’id AlKhudry ra. satu sho' sama dengan 4.” ( HR. Adapun maksud sha’ di sini adalah sha’ menurut Nabi saw yaitu 4 kali dua telapak tangan laki-laki dewasa yang betul-betul dianggap adil.748 liter atau 2176 gram224 Kadar zakat fithri itu 1 sha’ kurma kering. kismis.128 liter atau 3261. Malik. dia berkata: ّ َ ّ ‫ك ُنا ن ُعْطيها في زمان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صاعا من ط َعام ٍ أ َوْ صاعا‬ ً َ ِ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ ً َ َ َ ِ َ َ ‫من ت َمرٍ أ َوْ صاعا من شعيرٍ أ َوْ صاعا من زب ِي ْب فَل َما جاء معاوِي َة وَجاءت‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ُ َ َ ّ ْ َ َ ُ ْ ْ ِ ٍ َ ْ ِ ً َ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ُ ‫السمراء قال أ ُرى مدا من هَذا ي َعْد ِل مد ّي ْن قا َل أ َب ُوْ سعِي ْد: أ َما أ َنا فَل َ أ َزال‬ َ ّ ٍ َ َ َ َ ُ َ ْ ّ ِ ُ ُ ّ َ ‫أخرجه ك َما ك ُن ْت أ َخرجه على ع َهْد ِ رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم‬ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ”Dari Abu Sa’id al-Khudry ra ia berkata : Kami menunaikan zakat fithri pada zaman Rasulullah saw dengan 1 sha’dari makanan.”saya berpendapat bahwa jika dengan ini (gandum dari Syam) sebanyak 1 sha’ maka alangkah adil jika untuk yang selainnya adalah 2 sha”. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. dan makanan pokok kami adalah gandum. ia berkata. atau anggur kering(kismis). keju dan makanan lainnya. Ahmad. Ukuran Satu Sho' Dari keterangan dalil-dalil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya zakat fitri adalah 1 sha’ untuk setiap orang baik berupa gandum atau selainnya (dari makanan yang mengenyangkan).687 liter atau 543 gram. Satu sho sama dengan empat mud. atau tepung gandum.Al-Bukhari ). Beliau memerintahkan agar (zakat fithri tersebut) ditunaikan sebelum orang banyak melakukan shalat ‘id. dan seluruh Jumhur Ulama’.39 gram. Hanyasanya yang paling utama untuk untuk dibayarkan sebagai zakat fitri adalah makanan yang mengenyangkan. hal. hal ini sebagaimana dikatakan Abu Sa’id Al Khudri ra : “Kami membayar zakat fithri saat hari raya pada masa Rasulullah saw satu sha’ makanan. Sedangkan pendapat Imam Abu Hanifah memperbolehkan dengan ½ sha’ gandum. seperti:1 sha’ beras dan lain-lain.

tidak dengan yang lain. tanpa memberitahukan dahulu kepada orang yang menerimanya (faqir dan miskin). hal. ُ ُ ْ ِ ّ ِ ‫أغ ْنوهُم ع َن السوال في هذا اليوم‬ ِ "Jadikanlah mereka tercukupi kebutuhan mereka dari meminta-minta pada hari ini" Caranya dapat tercapai dengan uang. Karena yang demikian tidak pernah ditetapkan oleh Rasululloh saw. ل ِقوْل اب ْن ع ُمر: فَرض رسول اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ ُ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ِ َ ُ ِ 225 226 Minhajul Muslim. Seandainya membayar zakat fithri dengan uang diperbolehkan.” Adapun ukuran zakat fithri itu adalah satu sha’ –nya Nabi saw. Sebagaimana pendapat Jumhur: َ ‫وَل َ ي ُجزئ عن ْد َ ال ْجمهُوْرِ إ ِخرا َج ال ْقي ْمةِ ع َن هَذ ِهِ ال َصناف.226 Dan diperbolehkan juga menunaikan zakat melebihi kadar yang telah ditentukan yaitu 1 sha’. Sebagaiman sabda Rasulullah saw. Padahal Rasulullah saw bersabda : َ َ ِ َ ُ ْ ّ ‫من ع َمل ع َمل ً ل َي ْس ع َل َي ْهِ أمرنا فَهُوَ رد‬ َ َ َ ْ َ ”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu tidak diterima. dinar. Karena hal itu menyalahi apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Al-Bukhari) G.” )HR. bahkan lebih sempurna. tentu beliau telah memerintahkan mengeluarkan zakat dengan nilai makanan tersebut. Karena mereka membayar zakat fithri dengan satu sha’ makanan. dan mudah digunakan. Muslim ) Disamping itu. 158 61 . zakat fithri dalam wujud nominal itu menyalahi praktek amalan para sahabat. Membayar Zakat Fithri Dengan Uang Yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok. Di samping itu. Menurut pendapat Asy Syafi’I disebutkan. hal. Adapun selain makanan pokok seperti uang atau dikiaskan dengan yang lain ini tidak diperkenankan. Menurut kelompok Hanafiyah. kecuali kalau memang terpaksa sekali. dirham. 298 Kitab Kifayatul Akhyar. “Tidak sah membayar zakat fithri dengan nilai nominal (uang). Adapun pendapat yang memperbolehkan zakat fithri ini dibayarkan dengan nilai tukar (uang) hanyalah madzhab Hanafi. tetapi pendapat tersebut lemah karena dalil yang dipergunakan tidak kuat. فَمن أ َع ْطى‬ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ِ ُ ْ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫القي ْمة ل َم تجزِئ ْه. dan para ulama tidak berbeda pendapat tentang persoalan ini. atau beratnya kira-kira 2. tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw. bahkan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk uang.4 kg. pada zaman Nabi saw juga telah ada nilai tukar (uang).225 Zakat fithri tidak boleh diganti dengan nilai nominalnya.Risalah Ramadhan ra berkata:”saya tidak akan menghapus cara pengeluarannya sebagaimana kami mengeluarkan(menunaikan)nya di zaman Rasulullah saw”. karena Kewajiban yang dibebankan pada hakekatnya adalah menjadikan fakir dab miskin mereasa tercukupi kebutuhan mereka pada hari itu. (HR.

berdasarkan hadits: ‫كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ب ِي َوْمي ْن‬ ِ َ َ ْ َ ِ َ "Bahwa (para Shahabat Radliyallahuanhum)menunaikannya(zakat fithri) sehari atau dua hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri. Sebagaimana perkataan Ibnu Umar ra:" Jika menyelisihi dari jenis yang telah ditentukan (makanan pokok).Risalah Ramadhan َ َ َ ْ ِ ً َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ‫صد َقَة ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ وَصاعا من شعِي ْر. Barang siapa yang membayar zakat dengan uang maka tidak mendapatkan pahala. 2/911. yaitu : 1. hal. 227 Dalam Al Majmu' fi Syarhil Muhadzdzab Imam An Nawawi berkata: َ ّ َ ِ ٍْ َ ْ ‫وَل َي َجوْز أ َخذ ُ ال ْقي ْمةِ فِي شيئ من الزكاةِ ل ِن الحقّ للهِ ت َعالى وَقَد ْ ع َل ّقه‬ ْ ُُ ُ ّ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ُ ‫ع َلى ما ن َص ع َل َي ْهِ فَل َ ي َجوْز ن َقل ذال ِك إلى غيرِهِ كال ُضحي ّةِ ل َما ع َل ّقها ع َلى‬ ِ ْ َ َ َ َ ّ ُ ْ ْ ُ ْ ‫الن ْعام ِ ل َم ي َجز ن َقلها َ إلى غ َي ِرِها‬ َ َ َ ِ "Tidak diperbolehkan mengambil zakat dari bentuk nominal. Karena ini adalah haq Alloh swt yang telah ditentukan dalam nash. diperbolehkan untuk 227 228 229 Fiqh Islam. Imam Syafi’i berpendapat tentang diperbolehkannya pelaksanaan zakat fithri itu sejak di hari pertama bulam ramadhan. فإ ِذا ع َد َل ع َن ذال ِك فَقد‬ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ َ َ ‫ت َرك المفروض‬ ُ ْ َ ِ "Tidak diperkenankan mengeluarkan uang sebagai ganti dari jenis-jenis makanan pokok. Maka barangsiapa memiliki kewajiban untuk membayarnya pada waktu itu. Imam Hanafi berpendapat tentang diperbolehkannya mendahulukan pelaksanaan zakat fithri 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri. 3/65 Al Majmu’ Syarh Muhadzdzab. tidak boleh diganti dengan selain dari binatang tersebut. hal. Waktu Membayar Zakat Fithri Waktu membayar zakat fithri dimulai ketika matahari terbenam di hari akhir pada bulan ramadhan atau malam hari Raya samapai sebelum dikerjakannya shalat Ied. Imam Hambali berpendapat sebagaimana pendapat Imam Hanafi." (HR.228 H. hal. ia wajib melaksanakannya. Waktu yang dibolehkan Yaitu mengeluarkanya satu hari atau dua hari sebelum sholat 'ied (sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar ra.229 Untuk lebih rincinya serta untuk lebih mudahnya waktu pembayaran zakat fitri ini dapat dibagi dalam beberapa bagian. Al-Bukhari). 5/383 Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid juz 2 62 . dan lihat Al Mughny. sebagaimana hewan sembelihan dalam Udhhiyyah yang telah ditetapkan harus dari binatang ternak. Imam Maliki berpendapat bahwa secara mutlaq hukum mendahulukan pengeluarannya tidak boleh sama sekali sebagaimana shalat sebelum tiba waktunya. Menurut Imam As Syafi'i. maka ia telah meninggalkan kewajiban. Maka tidak diperkenankan mengganti dengan yang lain.

dia berikan kepada yang berhak menerimanya. dan jika sebelumnya maka wajib dibayarkan zakat fithrinya. dan jika dia membayarkan zakat fithri anakku. mengasihkanya kepada orang yang menerimanya."230 Dengan demikian. Jadi pada waktu-waktu tersebut adalah waktu disyariatkannya untuk membayar zakat fithri. sekalipun beberapa menit. tetapi jika sesudahnya maka tidak wajib atasnya.Risalah Ramadhan mengeluarkan zakat fithri diawal bulan romadlon. Adapun waktu yang disunnahkan dan diutamakan untuk menunaikannya yaitu pada waktu shubuh sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar ra: )‫وَ أ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َد ِيَ قَب ْل خروْج الناس إلى الصل َةِ (رواه البخارى و مسلم‬ ْ ّ َ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ُ ُ َ "…dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”. Dan jika seseorang lahir setelah tenggelam matahari. Di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari.232 Dalam lafadz lain disebutkan : 230 231 232 Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. maka wajiblah dikeluarkan zakat fithrinya. Seperti yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari: َ ‫كان اب ْن ع ُمر رضي الله ع َن ْهُما يعطيها ال ّذ ِي ْن يقب َل ُونها. Dan jika seseorang masuk Islam sebelum tenggelamnya matahari.”231 Dari keterangan diatas menjelaskan diperbolehkannya menunaikan zakat fitri 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri dan tidak diperbolehkan dari batasan yang telah ditentukan itu. Tetapi jika meninggal setelah tenggelamnya matahari. Dan mereka mendapatkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya fitri. dari Nafi’. 3/479 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Al-Bukhari Shahiih Muslim bisyarhin Nawawi 63 . Sedangkan Hanabilah berpendapat : diperbolehkan mengeluarkan zakat fithri dua hari sebelum hari raya. maka tidak wajib baginya membayar zakat fithri. hal ini sesuai dengan perkataan Ibnu Umar Radliyallahuanhuma.‫وَكان ي ُعْط ِي ْها ال ّذ ِي ْن ي َقب َل ُوْن َها وَ كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ي َوْمي ْن‬ ْ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ِ َ “Adalah Ibnu ‘Umar membayarkan zakat fithri untuk anak-anak dan orang dewasa. bila seseorang meninggal sebelum tenggelamnya matahari sekalipun beberapa menit. Fathul bari. Sementara itu ada pula ulama yang memperbolehkan zakat fitri dibayarkan sehari atau dua hari sebelum ‘ied. maka ia wajib mengeluarkan zakat fithri. Dan mereka membayar zakat fithri itu sehari atau dua hari sebelum ‘id. ia berkata: ‫كان ا ِب ْن ع ُمر ي ُعْطي ع َن الصغِي ْرِ وال ْك َب ِي ْرِ حتى إ ِن كان ي ُعْطى ع َن ب َن ِي‬ ِ ّ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ ّ ْ َ َ َ ُ ِ . hal. maka dia tidak wajib dibayarkan zakat fithrinya. 1/567. وكانوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل‬ ُ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ُ َ َ ِ َ ُ َ ُ ‫ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أو ي َوْمي ْن‬ ِ ِ َ "Bahwasanya Ibnu Umar ra.

Waktu mengqodlo' Yaitu mengeluarkan zakat setelah sholat 'ied. Kalau seseorang mengakhirkan waktu pelaksanaan zakat fithri sedangkan ia sadar atas perbuatannya itu maka ia berdosa dan harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mengqadha’(tetap mengganti/menunaikan)nya."234 Begitu juga sebagaimana perrkataan Ibnu Abbas ra yang termaktub diatas. Waktu yang afdol dan utama Waktu yang afdhol dan utama yaitu menunaikan zakat fitri di pagi hari sebelum dimulainya sholat 'ied. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithri sebelum keluarnya orang banyak untuk sholat ied.فَمن اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي‬ َ ّ ْ َ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ ّ َ ّ َ ‫صد َقَة من الصد َقات‬ ِ َ ّ َ َ ِ ٌ "Barangsiapa yang membayarnya sebelum shalat id. Jika mengerjakannya setelah dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri maka hukumnya menurut Imam Ahmad dan seluruh Jumhur Fuqaha’ adalah haram. "Rasulullah saw. Hukum zakat syah dan mendapat pahala tetapi makruh." (HR.233 2. Mereka juga menyatakan bahwa zakat yang dikeluarkan setelah sholat 'ied itu sah dan berpahala sampai akhir hari raya karena tujuan yang dicapai dari dikeluarkannya zakat adalah menjadikan orang fakir dan miskin merasa tercukupi 233 234 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Bukhari bab zakat. Jumhur berpendapat: "Mengeluarkan zakat sebelum sholat 'ied adalah perbuatan mustahab. Ibnu Majah dan Abu Dawud) Secara dlohir hadits ini menyatakan bahwa orang yang mengeluarklan zakatnya setelah hari raya maka ia sama dengan tidak mengeluarkan zakat. Berkata. 2/20 64 . Sebagaiman hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar. namun jika perbuatannya itu dikarenakan lupa maka ia tidak berdosa dan tetap harus mengqadha’nya. Muslim dan lainnya). maka ia termasuk zakat fithri yang diterima sedangkan jika dibayarkan setelah shalat id maka ia termasauk dari sedekah biasa. beliau berkata: َ ُ ‫أمر رسول اللهِ صلى الله عليهِ وسلم بزكاةِ الفطرِ أن تؤدى قبل خروج‬ ُ َ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِ‫الناس الى الصلة‬ ّ ِ ّ Dari Ibnu Umar ra. Sabda Rasulullah saw: َ َ َ ‫. Demikian yang ditetapkan para ulama khususnya madzhab Imam yang empat.” (HR.. 3.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ َ َ َ َ َ ‫إ ِن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َمر ب ِزكاةِ ال ْفط ْرِ أ َن ت ُؤ َدى قَبنل خروْج‬ ِ ّ ْ ّ ِ ُ ُ َ ْ َ َ ّ ‫الناس إ ِلى الصلة‬ ِ ّ "Bahwasannya Nabi saw memerintahkan membayar zakat fithri sebelum orang-orang pergi untuk shalat ‘id.. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani Zadul Ma'ad Ibnu Qoyyim hal. karena ia merupakan amalan yang tidak bisa terbebas ( dari kewajibannya ) walaupun waktu untuk melaksanakannya telah habis.

Barang siapa yang mengakhirkan dari waktu yang ditentukan maka berdosalah ia. Kifayatul Akhyar. zakat fithri itu harus sampai ke tangan orang-orang yang berhak menerimanya pada waktunya yaitu sebelum shalat ‘id.” I.Risalah Ramadhan dari berkeliling dan meminta-minta pada hari itu. Jika diakhirkan setelah shalat ‘id dengan tanpa udzur syar’i. Ibnu Ruslan berkata: "Haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama mengakhirkan waktu pembayaran zakat fitri" Dikarenakan kewajiban zakat sama dengan kewajiban sholat. Adapun mengakhirkan-akhirkan sampai akhirnya hari raya. Bila seseorang berniat membayar zakat untuk seseorang. 237 65 .236 Dan yang perlu dititiktekankan lagi adalah bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang muslim mengakhirkan pembayaran zakat fithri itu setelah shalat ‘id. atau seseorang yang berharap kepada orang lain yang membayarkannya. sehingga dia tidak sempat membayar zakat fithri itu sebelum shalat ‘id. 235 236 Tempat Membayar Zakat Fithri Nailul Autar hal. kemudian orang tersebut lupa. 4/256 Al fiqh Al Islami Wa Adilatuu hal> 2/908.237 J. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas ra Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ‫اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي صد َقَة‬ ٌ َ ّ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ َ َ ّ َ ّ ‫الصد َقات‬ ِ َ ّ merupakan zakat yang diterima(Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu adalah shadaqah sama dengan yang lian. tetapi dia tidak bertemu orang yang dimaksud atau yang mewakilinya maka ia harus menyerahkannya kepada orang lain yang berhak menerimanya. akan tetapi dinilai sebagi sedekah biasa. Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri Yang wajib adalah. Karena hal itu termasuk udzur syar’i. Seperti seseorang yang baru mendengar kabar tentang hari Raya secara tiba-tiba. maka tidak apa-apa kalau dia membayarnya setelah ‘id. 235 Sedangkan Hanabilah berpendapat akhir dari pembayaran zakat fithri adalah terbenamnya matahari di hari 'ied itu. maka zakat yang ia keluarkan tidak terhitung sebagai zakat fithri. sebagaiman Sabda Rasululloh saw yang termaktub di atas. Al Mansur billah menerangkan bahwa waktu mengeluarkan zakat fithri adalah sampai hari ketiga dari bulan Syawal. K. dan tidak boleh mengakhirkannya dari waktu yang semestinya. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya ‫من‬ ْ َ ‫من‬ َ ِ "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum dilaksanakannya shalat(‘Ied Fitri) maka itu Orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fithrinya disebabkan adanya udzur syar’i maka zakatnya adalah sah.

atau ringannya kefakiran mereka atau beratnya kebutuhan selain fakir miskin itu dari golongan yang mendapatkan bagian zakat."240 Dan hendaknya tidak ada basa-basi dalam masalah zakat fithri. Jika seseorang tinggal di suatu wilayah yang tidak ada orang yang berhak menerimanya. 298 239 240 66 . karena zakat ini masuk dalam keumuman ayat yang disebutkan dalam dalam al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 sebagai Mustahiq Zakat (penerima zakat) yaitu: ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساك ِين والعامل ِين ع َل َي ْها والمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهم وفي‬ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ‫الرقاب والغارِمين وَفي سبيل اللهِ وابن السبيل فَرِي ْضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ ‫ع َل ِي ْم حك ِي ْم‬ ٌ َ ٌ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. baik itu tempat tinggalnya atau tempat lain di wilayah kaum muslimin. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. Jangan dikeluarkan kepada selain mereka kecuali kalau tidak ada orang miskin sama sekali. hal. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah.238 L. 298 Minhajul muslim. apalagi dimasukkan ke dalam kas masjid atau sejenisnya. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.untuk (memerdekaan) budak. maka dia boleh mewakilkan pembayaran zakat fithri tersebut kepada orang lain untuk ia laksanakan di tempat yang di sana terdapat orang-orang yang berhak menerimanya.Risalah Ramadhan Hendaknya zakat fithri itu diserahkan kepada fakir miskin di sekitar tempat ia berada pada waktu dia mendapati hari raya itu. pengurus-pengurus zakat.239 Rasululloh saw bersabda: َ ْ ‫أغنوهم ع َن السؤال فِي هَذا ال ْي َوْم ِ فَل َ ت ُد ْفَعُ ل ِغَي ْرِ الفقراء إ ِل ّ عند َ انعدامهم‬ ِ َ َ ُ ِ ُ ُ ِ َ ُ ِ ِ َ ِ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِ ْ ِ ْ ِ ‫أوْ خفةِ فقرِهم أوْ اشت ِداد ِ حاجةِ غ َي ْرِه ِم من ذ َوي السهام‬ "Jadikan mereka merasa cukup untuk hari ini sehingga mereka tidak meminta-minta kepada orang lain. sesepuh/pengurus kampung. sehingga tidak mendahulukan ta’mir masjid. Yakni yang semestinya didahulukan untuk menerimanya haruslah orang yang diketahui paling membutuhkan. hal. hanyalah untuk orang-orang fakir. orang-orang miskin. 238 Kifayatul Akhyar." (QS. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. Minhajul Muslim. ustadz/guru ngaji.Yang Berhak Menerima Zakat Fithri Orang-orang yang berhak menerima zakat fithri ialah delapan golongan sebagaimana yang berhak menerima zakat mal (harta benda). At-Taubah [9]: 60) Hanyasanya yang lebih berhak menerimanya adalah orang fakir dan miskin demikian yang telah dilakukan oleh Rasululloh saw dan para sahabatnya. orang yang berhutang.

namun lisan. Tetapi jika ia ada kelebihan dari kebutuhan pokok. Bagi pribadi dan individu muslim 1. atau memiliki barang dagangan tetapi jika dikeluarkan hartanya untuk membayar zakat tidak bisa memenuhi kebutuhanya sehari-hari atau akan habis untungnya. Menyucikan jiwa orang yang shoim dari perbuatan laghwun dan kotor. M. atau memiliki hewan tunggangan yang digunakan untuk mengangkut atau dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokoknya. pendengaran. ia tidak usah menjualnya dalam rangka untuk membayar zakat. Hikmah Zakat Fithri Di antara hikmah zakat fithri ialah: a. Jika ada orang yang memiliki sebuah rumah yang hanya digunakan untuk bertempat tinggal. hal. Atau jika ia memiliki beberapa kitab untuk dibaca. penglihatan. atau untuk disewakan dalam rangka mencari nafkah.242 Zakat ini juga diberikan oleh orang yang faqir dari kaum muslimin di negeri yang mengeluarkan zakat tersebut. Diperbolehkan bagi penerima. Dengan demikian sangat sedikit yang selamat dari hal tersebut sehingga datanglah syari’at zakat di akhir ramadlan sebagai pembersih dari kotoran yang menempel ketika melaksanakan shiyam atau sebagai penutup dari kekurangan sebagaimana 241 242 Kifayatul Akhyar. Bagi orang yang melaksanakan shiyam. dan kalau ini dilakukan pada hakikatnya tidak ada kerugian yang mendasar terhadap kehidupanya. jika mendapat zakat fithri dari seseorang untuk membayarkannya sebagai zakat bagi dirinya atau untuk salah satu anggota keluarganya apabila ia sendiri telah menakarnya kembali atau diberitahu oleh orang yang membayar zakat fithri itu bahwa takarannya sudah sempurna dan dia yakin dengan pemberitahuan itu. tangan dan kakinya juga ikut melakukan siyam yaitu dengan menjauhi apa yang dilarang Allah swt dan Rasul Nya baik itu berupa perkatan atau perbuatan. harta. zakat berfungsi sebagai pembersih dari laghwun dan rofats . maka ia tidak usah menjualnya kemudian digunakan untuk membayar zakat fithri.241 Jumhur ulama mensyaratkan wajibnya mengeluarkan zakat atas orang fakir Jika ia memiliki makanan yang lebih untuk dipergunakan olehnya dan orang-orang yang menjadi tanggunganya selama hari raya. Fiqh Zakat. 2/926 67 . dan juga diperbolehkan dipindahkan ke negeri yang lain yang lebih membutuhkan namun tidak boleh digunakan untuk membangun masjid atau jalan umum. Mempunyai kelonggaran dalam tempat tinggal. ia boleh menjualnya untuk menbayar zakat fithri.Risalah Ramadhan Zakat fithri itu bisa dibayarkan kepada beberapa orang fakir miskin atau kepada satu orang saja. maka ia tidak berkewajiban untuk membayar zakat fitri. Padahal shoum yang sempurna adalah bukan hanya mencegah syahwat perut dan kemaluan.Hal ini disebabkan karena as sho’im tidak terlepas dari melakukan kedua hal tersebut. dan keperluan sehari-harinya. Orang perempuan yang memiliki perhiasan untuk dipakai. karena Nabi saw hanya menentukan jumlah yang dibayarkan saja dan tidak menentukan jumlah yang boleh diterima seseorang.

243 2. 1/585 68 . Bagi Masyarakat Muslim 243 244 Ibid. Barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat (‘ied) maka ia adalah shadaqah biasa.‫مقب ُوْل َة وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ ْ َ َ َ ْ َ ٌ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri itu sebagai penyuci bagi orang yang siyam dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor dan sebagai pemberi makan untuk orang yang miskin. dia berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ٌ‫الل ّغنوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن. terkadang ada saja kekurangan dalam pelaksanaan ibadah siyam itu. Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat Allah swt berupa kemampuan melaksanakan ibadah siyam secara sempurna. Abu Daud. juga amalamal shalih lain di bulan Ramadhan. perbuatan yang sia-sia dan dosa. Sunan Abi Dawud. dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir serta miskin. shalat tarawih. Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata: Menghilangkan sifat bakhil dan loba pemilik kekayaan Menghindarkan pemupukan harta perorangan yang Sebagai penyempurna pelaksanaan ibadah siyam. 3.Risalah Ramadhan mandi yang dapat membersihkan badan dari kotoran yang melekat padanya. sesunggunya kebaikan itu menghapuskan kejelekan.244 Dalam lafadz lain Yang hampir sama juga dari Ibnu ‘Abbas ra. 4. Sunan Ibnu Majah. 2/111. فَمن أ َداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة‬ َ َ ْ َ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ِ . karena Menanam sikap rela berkorban dan suka membantu orang dikumpulkan atas penderitaan orang lain." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh al Hakim) Adapun lengkapnya adalah : Barang siapa yang mengeluarkan sebelum sholat ied maka itu diterima dan barang siapa yang mengeluarkan setelah sholat ied maka itu adalah sedekah. Ad-Daruquthni.” (HR. Ibnu Majah. rofats. 2/922 Zad al Ma'ad. dan dishahihkannya ). 6. b. lain. 2/21. 5. atau melakukan ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم: زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّغْوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن فَمن أداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة ٌ مقب ُوْل َة‬ ْ َ ٌ َ ّ ْ َ ِ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ َ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebagai penyucian jiwa orang yang siyam dari penyakit laghwun. Al Hakim.

Baihaqi dengan sanad yang dloif .Risalah Ramadhan 1. Al. Namun fuqoro’ wal masaakin tidak dapat merasakan perasaan ini ketika melihat orang kaya menikmati hidangan yang lezat lagi nikmat sedang dia tidak mendapatinya pada hari itu. 246 245 246 HR. Mencegah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang dapat menimbulkan masalah dan kejahatan sosial. Ensiklopedi wanita . Haya binti Mubarok Al Barik. 66 69 . hal. Dengan demikian maka hari Raya itu betul-betul menjadi milik semua orang. Berbuat baik terhadap orang-orang fakir serta mencegah mereka agar jangan sampai meminta-minta pada hari Raya. 4. maka luapan perasaan ini sudah seyogyanya bisa dirasakan juga oleh kaum muslimin seluruhnya. Membina dan mempererat tali persudaraan sesama umat islam 3. Sehingga akan muncul perasaan mahabbah waa rahmah dan juga kesan yang mendalam bahwa masyarakat tidaklah menterlantarkan ataupun melupakan mereka pada hari dimana kaum muslimin sedang merayakan hari yang penuh kesenangan. Memenuhi kebutuhan fakir miskin agar tidak meminta-minta pada hari raya. Hal ini disebabkan hari raya adalah hari yang penuh dengan kegembiran. sehingga mereka bisa ikut merasakan kegembiraan sebagaimana orang-orang kaya. Di sinilah Islam dengan syari’at yang sangat peduli terhadap mashlahah kehidupan mensyari’akan adanya zakat guna memenuhi hajah dan mengingatkan akan pahit dan betapa sulitnya kehidupan mereka. 2. sebagaimana sabda Rasululloh saw bersabda: َ ْ (‫أغنوهُم ع َن السؤال فِي هَذا اليوم ِ )البيهقي‬ َ ْ ِ َ ّ ِ " Jadikanlah mereka mereasa tercukupi dan agar mereka tidak meminta-minta pada hari ini"245 5. Zakat fithri bagi masyarakat muslim berfungsi sebagai penebar rasa kasih sayang dan luapan rasa gembira disetiap pejuru masyarakat khususnya bagi fuqoro’ wal masaakin.

Risalah Ramadhan BAB IX S H O L A T 'I D A I N A. Beliau bertanya. Shalat ‘Iedain adalah shalat hari raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. sedangkan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang selalu mereka rayakan. dinamakan demikian karena selalu berulang ُ ‫الرجوْع‬ ُ ّ (kembali dan ‫ي َت َك َرر‬ َ ّ (setiap tahun). Pengertian Dan Pensyariatannya Kata ُ ‫ العِي ْد‬berasal dari kata ُ ‫ العَوْد‬yang berarti ُ ‫وال ْمعاوَد َة‬ َ ُ َ berulang-ulang). sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik ra. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ‫قَد ِم رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ال ْمدين َة وَل َهُم ي َوْمان ي َل ْعَبون فيهِما‬ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ُ َ ِ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَقال ما هَذان ال ْي َوْمان قالوا ك ُنا ن َل ْعَب فيهِما في ال ْجاه ِل ِي ّةِ فَقال رسول‬ ِ َ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم إ ِن الل ّه قَد ْ أ َب ْد َل َك ُم ب ِهِما خي ْرا من ْهُما ي َوْم ال َضحى‬ َ ْ ْ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ ْ َ ُ ‫وَي َوْم ال ْفِط ْر‬ َ ِ "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang ke Madinah. “Dua hari 70 .

1557. Berdasarkan: Ketika seorang Arab badui datang bertanya kepada Rasulullah saw tentang shalat lima waktu. 3/103. no.250.Risalah Ramadhan raya apakah ini ?' Mereka menjawab “Kami merayakannya pada masa jahiliyah. dan Rasulullah saw selalu mengerjakannya. sehingga dihukumi seperti shalat Jum’at. yaitu ‘Iedul Adlha dan ‘Iedul Fithri. “Tidak. Asy-Syafi’i dan Jumhur ulama. Nasa'i 71 . yaitu tatkala matahari sudah setinggi tombak sampai waktui tergelincirnya matahari. Berdasarkan hadits 'Abdullah bin Busrin ra : 247 248 249 HR. “Apakah saya wajib shalat yang lain?” Beliau menjawab.178.” Rasulullah saw bersabda: َ ُ ِ ‫خمس صل َوات ك َت َب َهُن الل ّه ع َلى ال ْعِباد‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ ّ “Shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah pada hamba-hamba-Nya. Kedua: Fardhu ‘ain Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. 'Allah telah mengganti dua hari raya ini dengan yang lebih baik dari keduanya. Al-Kautsar : 2 HR.” 249 C. QS. Hukum Sholat Idain Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat ‘Iedain: Pertama: fardhu kifayah Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan sebagian ulama Syafi’iyah. Ahmad. An Nasa’I no.' Beliau bersabda.235. kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah. Sunnah Muakadah Ini adalah pendapat Imam Malik. Wajibnya adalah wajib kifayah karena tidak disyariatkan adzan.”247 B. Waktu Pelaksanaan Sholat Waktunya adalah sebagaimana waktu dhuha. Pendapat mereka didasarkan pada firman Allah: ‫فَصل ل ِرب ّك وان ْحر‬ ْ َ َ َ َ ّ َ “Shalatlah kamu kepada Robbmu dan sembelihlah korban. Abu Dawud. 1134. maka akan diperangi oleh Imam/pemerintah. Shalat ‘Ied termasuk syiar Islam yang bila satu negeri sepakat tidak mengerjakannya.” 248 Pendapat yang masyhur menyatakan bahwa shalat di sini adalah shalat ‘Ied. Dasarnya adalah karena adanya khutbah. sedangkan asal dari suatu perintah shalat adalah wajib. sehingga hukumnya seperti shalat jenazah.

Abu Dawud secara Maushul. 3/282.”250 Maksud hadits ini. diriwayatkan dari Hasan bin Ahmad Al Banna dalam kitab Al Adlha. dengan disegerakannya shalat berarti waktu menyembelih akan lebih panjang. Al-Bukhari secara Mu’allaq. ia menyatakan bahwa mereka telah mengakhirkan waktu shalat dari yang sebenarnya. 3/232. 1135.‫وَ هُوَ ب ِن َجران أ َن ع َجل الضحى وَ أ َخر ال ْفِط ْر وَ ذ َك ّرِ الناس‬ َ ْ ْ ٍ َ ْ َ ّ َ َ ّ "Diriwayatkan bahwa Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang isinya. hadits ini mursal dhoif karena dalam sanadnya ada Ibrahim bin Muhammad dan dia dhoif Dha’if.” 'Di zaman Rasulullah saw saat seperti ini kami telah selesai mengerjakan shalat ied. Al Hakim 1/295. sehingga dengan diakhirkan waktu shalat ada waktu untuk membayar dan membagikan zakat. lalu dia memprotes keterlambatan datangnya imam shalat seraya berkata. Dan dalam suatu riwayat Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang saat itu berada di daerah Najron supaya menyegerakan sholat ‘Iedul Adha dan mengakhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan berilah peringatan kepada manusia.ك َت َب إ ِلى ع َمرو ب ْن حزم‬ َ ّ . َ َ َ ‫روِيَ أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ك َت َب إلى ع َمرو ب ْن حزم ٍ أ َن أ َخر‬ ْ َ ُ ّ َ َ َ ّ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ ْ ٍ ‫صل َة َ الفطرِ وَع َجل صل َة َ الضحى . 2/529." 250 251 252 Hasan. “Kita telah menyia-nyiakan waktu ini. yaitu waktu tasbih yang berarti setelah matahari setinggi tombak adalah makruh. Hikmahnya adalah karena dalam ‘Idul Fithri ada kewajiban mengeluarkan zakat.وَ فِي رِواي َةٍ . sedangkan tugas di hari raya ‘Idul Adlha adalah menyembelih hewan Udhiyyah.‫رمحي ْن وال َضحى ع َلى قَي ْد ِ رمح‬ َ ْ َ ِ َ ْ َ ٍ ْ َ “Nabi Muhammad saw shalat ‘Idul fithri bersama kami ketika matahari setinggi dua tombak. no. "Hadits yang paling baik dalam menerangkan waktu shalat ‘Iedain adalah hadits Jundab di atas.Risalah Ramadhan ّ َ ‫خرج ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْن ب ُسرٍ صاحب رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم معَ الناس‬ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ ِ ُ َ ُ ِ َ ِ ّ ‫في ي َوْم ِ عيد ِ فِط ْرٍ أ َوْ أ َضحى فَأ َن ْك َر إ ِب ْطاء ال ِمام ِ فَقال إ ِنا ك ُنا قَد ْ فَرغ ْنا‬ ِ َ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ‫ساع َت َنا هَذ ِهِ وَذ َل ِك حين الت ّسبيح‬ َ َ َ ِ َ ِ ِ ْ 'Abdullah bin Busrin ra salah seorang shahabat Rasulullah saw keluar bersama orang banyak pada hari raya ‘Idul Fithri atau ‘Idul Adlha. 2/83 72 .” 252 Imam Asy-Syaukani berkata. HR. Al Baihaqi 2/282 Sunan Al Kubro lil Baihaqi. yaitu waktu dhuha. yaitu hadits dari Jundab ra ia berkata: َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ِ‫كان الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصل ّي ب ِنا ي َوْم ال ْفط ْرِ والشمس ع َلى قَي ْد‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ . Asy Syafi’ie. dan shalat ‘Idul Adlha ketika matahari setinggi satu tombak. Lebih dari itu di sunahkan untuk menyegerakan shalat ‘Idul Adha dan mengkhirkan shalat ‘Idul Fitri. lihat talhish Ibnu Najar." 251 Hadits ini dijelaskan oleh hadits berikutnya. Akhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan segerakan sholat ‘Iedul Adha.

Ini adalah pendapat jumhur ulama. Sa’id bin Jubair. no. Zaid bin Aslam dan AsySyafi’i.Risalah Ramadhan Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari? Bagi yang siyam harus segera berbuka. Imam Auza’i. 2. Abu Salamah. Paginya kami siyam dan siang hari itu juga datang rombongan kafilah dagang lalu bersaksi dihadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. Abu Tsaur dan juga Auza’i dan lain-lain. Tentang Takbiran a. Pendapat yang kuat menyatakan mereka hendaknya melakukan sholat ‘Ied keesokan harinya. 5/38. Ali. Keduanya tidak diqodlo’ sebagaimana sholat jum’at. Imam Malik dan Asy-Syafi’i: Tidak perlu sholat ‘Ied besok harinya karena sholat ‘Ied harus ada jama’ah dan khutbah ‘Ied. 1157. Sejak tengggelamnya matahari malam ‘Ied. 1/543. Nasa’i 1/180. Hammad. 653. mereka berkata: َ ‫قال ُوا غ ُم ع َل َي ْنا ه ِل َل شننوال فَأ َصب َحنا صياما فَجاء رك ْب فى الن ّهارِ فَشهَد ُوا‬ ِ ٌ َ َ َ َ ً َ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫عن ْد َ رسول الله صلى الله عليه وسلنم أ َن ّهُم رأى ا ْلهلل ب ِلمس فَأ َمر‬ ِ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ْ ّ ‫الناس أن ي ُفط ِروا من ي َوْمهِم وَ أن ي َخرجوا لنعِي ْد ِهنم من الغَد‬ ْ ِ ْ ِ ْ ُ ْ ْ َ ّ “Kami terhalang mendung sehingga tidak melihat hilal syawal. At-Tirmidzi ‘Aridzatul. Takbir ‘Idul Fithri Para ulama berbeda pendapat tentang waktu takbiran idhul fitri: 1. no. Imam Malik. Abu Dawud.” 253 b. Urwah. Daruqutni. Sejak berangkat menuju tempat sholat. An Nakha’i. Abu Zanad. Syarhu Ma’anil atsar. Umar bin Abdul Aziz. 3/316 73 . Ini adalah pendapat Imam Ahmad. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits 'Umair bin Anis dari paman-pamannya dari golongan Anshar. 3/216. Imam Ats Tsaury. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk berbuka dan untuk bersiap sholat ‘Ied besok harinya. Ibnu Mundzir dan Al khatobi. Rasululloh saw bersabda: ‫فِط ْرك ُم ي َوْم ت ُفط ِروُن وَ أ َضحاك ُم ي َوْم ت ُضحوْن‬ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ْ ُ “Iedul Fitri kalian adalah pada hari kalian semua berbuka. Umar. Ibnu Majah. 1/387. Imam Ishaq. Al Baihaqi. Abu Bakar bin Muhammad. Ibnu Majah. 2/170. Abu Umamah dan sebagian besar para shahabat ra. 1/531 Shahih Ahmad. sedang mengenai pelaksanaan shalat terdapat beberapa pendapat: a. Juga pendapat Abdurrahman bin Abi Laila. Iedul Adha kalian adalah pada hari kalian semua menyembelih Udhiyyah. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib. Ishak.” 254 D. 253 254 Abu Dawud. Al Hakam. Ubay bin Utsman.

Bahkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak ada takbir pada hari raya ‘Idul Fitri karena Ibnu Abbas ra mendengar takbir pada hari raya ‘Idul fitri. no. maka dia bertanya : َ َ َ ‫ما َ شأ ْن الناس ؟ قِي ْل : ي ُك َب ّروْن. beliau menghentikan takbir. Al. 257 Ada pendapat yang mengatakan bertakbir hanya sampai saat tiba di tempat sholat saja. “ Apa mereka sudah gila?"258 Meski demikian pendapat ini dinilai lemah karena ada hadits yang memerintahkan untuk bertakbir sampai ditempat sholat akan melaksanakannya. فَقال : أ َن ْجان ِي ْن الناس ؟‬ َ َ ُ ُ ّ َ ِ ّ ُ َ “Sedang apa orang-orang itu? 'Bertakbir' Maka beliau berkata. Dari situlah takbir dimulai. ia terus bertakbir sampai ketempat sholat”. Al-Baqarah 2 : 185 Ad Daruquthni 2/45. Diriwayatkan: ّ َ ُ ْ َ ْ ْ ِ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ّ ِ ‫كان ي َخرج ي َوْم الفطرِ فَي ُك َب ّر حتى ي َأ تي المصلى وَحتى ي ُقضى الصل َة ُ فَإ‬ ّ َ ُ َ ‫ذا قُضي الصل َة ُ قُط ِعَ الت ّك ْب ِي ْر‬ ّ ُ َ ِ Beliau rasulullah saw keluar pada hari ‘Idul Fitri dan bertakbir sampai tiba ditempat sholat dan melaksanakan sholat.” 256 Abu Jamilah Masyawah bin Ya’kub berkta: َ ْ َ ْ ‫رأ َي ْت ع َليا ً رضي الله ع َن ْه خرج ي َوْم ال ْعِي ْد ِ فَل َم ي َزل ي ُك َب ّر حتى ان ْت َهى إ ِلى‬ ّ َ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ َ َ ِ َ ِ ِ‫ال ْجبان َة‬ َ َ “Saya melihat Ali keluar pada hari ‘Ied."255 Bisa dipahami bahwa sempurnanya bilangan shaum Ramadhan satu bulan adalah dengan tenggelamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan terbitnya hilal Syawal.Risalah Ramadhan Adapun akhir takbir pada hari ‘Idul Fithri adalah saat Imam datang untuk memulai shalat. supaya kamu bersyukur. 170 74 .” 259 255 256 257 258 259 QS. Dasar pendapat yang kedua adalah perkataan Nafi' (bekas budak Abdullah bin Umar ra) : ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ي َوْم ال ْعِي ْد ِ في ال َضحى وال ْفط ْرِ وَي ُك َب ّر وَي َرفَعُ صوْت َه‬ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ ”Ibu Umar bertakbir pada hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha. Jika selesai sholat.Baihaqi. Silsilah Ahadits Shahihah. 3/279 Daruqutni. 2/44 Ibnu Abi Syaibah. dia bertakbir dan mengeraskan suaranya. 2/165 Ibnu Abi Syaibah. Sebagaimana firman Allah ta’ala: َ َ ُ ِ ‫وَل ِت ُك ْملوا ال ْعِد ّة َ وَل ِت ُك َب ّروا الل ّه ع َلى ما هَداك ُم وَل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ ْ َ َ ُ "…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.

no. 1/299 75 . 970.Ada yang mengetakan dimulai sejak Dhuhur hari Arofah. Abu Yusuf. saat keduanya berangkat dari Mina menuju Arafah di suatu pagi. Yang paling shahih adalah perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra bahwa takbir 'Idul 'Adha dimulai sejak subuh hari Arofah sampai akhir hari Mina (ashar).”263 Ibnu Umar ra meriwatkan dari bapaknya. maka sebagian kami ada yang bertakbir dan sebagian yang lain bertahlil. Imam Ash Shon’ani260 berkata. 3/313. Alqomah. . dia berkata: ّ َ ‫ك ُنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم في غ َداةِ ع َرفَة فَمنا ال ْمك َب ّر وَمنا‬ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ ّ ُ ‫ال ْمهَل ّل فَأ َما ن َحن فَن ُك َب ّر‬ ّ ُ ُ ُ ْ “Di suatu pagi pada hari Arofah kami bersama Roaululloh. 1/337. . no. Pendapat ini kuat menurut Ibnu Taimiyyah261 karena merupakan pendapat kebanyakan shahabat dan ulama. 1285. Muslim.An 260 261 262 263 264 265 Subulus Salam. Dua Atsar (perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra) ini diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir. pendapat ini diqiyaskan dengan sholat ‘idul Fitri.Risalah Ramadhan b. Takbir ‘Idul Adlha 1. Ibnu Abbas ra. Iini pendapat Ibnu Mas’ud ra. 5/112 Baihaqi. no. 3008. Ibnu Majah. Darimi. Ahmad dan Abu Tsaur. Al Baihaqi. 5/112. Para ulama berbeda pendapat : . Hadit ini diriwayatkan dari shahabat Ali. 3/313 dan Al Hakim. “Apa yang kalian kerjakan dahulu bersama Rasulullah pada hari ini?“ Kemudian dia ( Anas ra ) menjawab : ّ ‫كان ي ُهِل ال ْمهِل منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْهِ وَي ُك َب ّر ال ْمك َب ّر منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْه‬ ِ ّ ِ ُ ُ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ُ ُ "Diantara kami ada yang bertahlil dan Rasulullah tidak mengingkari. “Tidak ada sebuah hadits shahih pun dari Nabi dalam hal ini. 2/56. 2/71-72 Majmu’ fatawa.265 Akhir Takbir ‘Idul Adha Takbir berakhir bersamaan dengan berakhirnya waktu Ashar hari tasyri’ yang terakhir. 6/40 Imam Malik. Ali. Umar dan Ibnu Abbas. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits262 riwayat Muhammad bin Abu Bakr AtTsaqafi bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik ra. 3/240. Baihaqi. sebagian yang lain ada yang betakbir dan beliau juga tidak mengingkari. dan saya adalah orang yang bertakbir. . Akhir Ashar hari nahar / 10 Dzulhijjah. 1285. Ini pendapat Umar. Muhammad.Ada yang mengatakan dimulai sejak Ashar hari Arofah. Ahmad. 24/220 Lihat Al-Majmu' Syarhul Muhadzab.Ada yang mengatakan dimulai sejak Subuh hari Arofah.Ada yang mengatakan dimulai sejak setelah tenggelamnya matahari di hari Arofah. 5/250 Muslim. 1659. An Nasai. Awal mula takbir .” 264 Imam Al-Baihaqi dan Al-Hakim juga meriwayatkan takbir sejak habis subuh hari Arofah sampai akhir hari Tasyrri’. Sufyan At-Tsaury. Al-Bukhori no.

maka mereka ikut bertakbir. Muhammad dan jumhur ulama. jalan. Atsaury. 2/166. Abu Hanifah dan Ahmad. 5/45 Al Mughni.Risalah Ramadhan Nakhoi dan Abu Hanifah. 267 Dhuhur hari tasyri’ terakhir. Abu Yahya. Mandi dan memakai pakaian yang bagus. di dalam kemah. 270 Apakah sesudah sholat sunnah juga bertakbir? Dalam hal ini ada dua pendapat: pertama tetap bertakbir. Imam Abu Hanifah dan Imam Ats Tsaury. dan dengan serta merta ikut bertakbir pula seluruh penduduk di pasar sehingga Mina bergemuruh dengan suara takbir. Ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud ra. Umar bin Abdul Aziz. َ ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ب ِمنى ت ِل ْك ال َيام وَخل ْف الصل َوات وَع َلى فِراشهِ وَفي‬ َ َ َ ّ ْ َ ِ ِ َ ِ َ ّ َ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ‫فُسطاط ِهِ وَمجل ِسهِ وَممشاه ُ ت ِل ْك ال َيام جميعا وكا َن ي ُك َب ّر فِي قُب ّت ِهِ ب ِمنى‬ َ ِ ِ ْ َ َ َ ً ِ َ َ ّ ْ َ ْ ُ ُ ُ ‫حتى ن َسمعُه أ َهْل ال ْمسجد ِ فَي ُك َب ّروْن وَي ُك َب ّر أ َهْل السوْق حتى ت َرت َج منى‬ َ ِ ّ ْ ّ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ْ ّ َ ُ ‫ت َك ْب ِي ْرا‬ ً "Pada hari itu Ibnu Umar ra bertakbir di Mina dan juga setelah beliau sholat lima waktu. Ini adalah pendapat Yahya Al Anshori. Ini adalah pendapat Ibnu Umar ra. ini pendapat Imam Syafi’i. Pendapat mereka adalah: Pertama. di tempat duduk. 3/291 266 267 268 269 270 271 76 .271 E. tidak bertakbir dalam sholat sendirian. Kedua tidak bertakbir. namun juga di pasar. Imam Ahmad. ketika jalan-jalan dan ketika beliau dikubah. 3/288 Al-Bukhori. Suaranya terdengar oleh orang yamg berada dimasjid. 2/25 Majmu’. Malik dan Asy-Syafi’i. bertakbir meskipun sholat sendirian. Ini adalah pendapat Ibn Mas’ud. dan di tempat-tempat yang lainnya. 268 Pendapat yang kuat mengatakan bahwa takbir tidak hanya sesudah sholat fardhu saja. AsySyafi’I. Ini adalah pendapat Imam Malik. 5/45 Al Mughni. ( Menurut mereka awalnya dhuhur hari Arofah." 269 Para ulama berbeda pendapat tentang takbir yang dilakukan setelah shalat lima waktu.m Ibnu Umar. berdasarkan QS 22:28 Al Majmu’. di atas ranjang. Adab-adab di Hari Raya Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum kita melaksanakan sholat ‘Ied : 1. Al-Auza’I.266 Subuh hari tasyri’ terakhir. َ َ ُ ِ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي َغْت َسل ي َوْم ال ْفط ْرِ وال َ ضحى‬ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َ Ibnu Syaibah. Kedua. mengikuti kegiatan haji. Ini pendapat Imam Malik.

Bertakbir sejak dari rumah sampai tiba di tempat shalat dan saat imam hadir untuk mengimami shalat. Dhoif Al-Bukhari 953. no. maka apabila mereka pulang dari sholat ied. Ahmad. "Dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasululloh tidak pergi ke tempat shalat ied sampai makan dulu beberapa butir kurma. 986. mereka saling mengucapkan: َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ “Semoga Alloh Manerima Amal Kita dan Amal anda"277 7. At-Tirmidzi 543. Dimakruhkan membawa senjata tajam kecuali dalam keadaan terpaksa. Ibnu Majah. 2/32. 4.” 275 Ini adalah pendapat jumhur ulama. no."273 Sedang di hari 'Iedul adha beliau tidak makan terlebih dahulu. Dari Sa’id bin Jubair dia berkata: ‫ك ُن ْت معَ اب ْن ع ُمر حين أ َصاب َه سنان الرمح في أ َخمص قَد َمهِ فَل َزِقَت‬ ِ ِ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ً ِ َ ُ َ َ َ ّ َ ُ‫قَد َمه بالركاب فَن َزل ْت فَن َزع ْت ُها وَذ َل ِك ب ِمنى فَب َل َغَ ال ْحجاج فَجعَل ي َعود ُه‬ ُ َ َ َ ِ َ ّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ‫فَقال ال ْحجاج ل َوْ ن َعْل َم من أ َصاب َك فَقال اب ْن ع ُمر أ َن ْت أ َصب ْت َني قال‬ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ُ 272 273 274 275 276 277 Ibnu Majjah 1/417. no. Ahmad. Imam Malik dan Syafi’i.Risalah Ramadhan "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam mandi pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha. 1756. Ibnu Majah. Al Majmu’. Ahmad. 542. sebagaimana hadits riwayat dari Abu Buraidah: ‫كا َن الن ّب ِي ل َ ي َخرج ي َوْم ال ْفط ْرِ حتى ي َط ْعَم وَي َوْم الن ّحرِ ل َ ي َأ ْك ُل حتى ي َرجع‬ ّ َ ُ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ُ ْ ِ‫فَي َأك ُل من ن َسي ْك َت ِه‬ ِ ْ ِ َ " Nabi tidak berangkat shalat iedh fitri sampai makan terlebih dahulu sedang padahari iedhul adha beliau tidak makan sampai pulang dari sholat iedhul adha lalu makan dari sembelihan beliau. Makan dahulu sebelum menunaikan sholat iedul fitri. 3/308 Salsabil Fi Ma’rifati Dalil.276 5. 5/15 Ahmad berkata. Saling mengucapkan Tahniah ( َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ ) Muhammad bin Ziad berkata. "Saya bersama abi Umamah Al Bahiliy dan yang lainnya dari para shohabat Rasulullah. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Al-Baihaqi. dia berkata: ‫كان الن ّب ِي إ ِذا كان ي َوْم عي ْد ٍ خال َف الط ّرِي ْق‬ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ُ "Pada hari ied beliau berangkat dan kembali lewat jalan yang berbeda. 5/352 Al-Bukhari."272 2. 6.” 274 3. Berjalan kaki ke tempat shalat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda. "Isnadnya bagus" 77 . 1754. 3/126 At-Tirmidzi. 4/76. Hendaknya shalat diadakan di tanah lapang kecuali dalam keadaan darurat seperti hujan dan yang semisalnya sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw dan khulafaur Rosyidin.

'Bagaimana bisa terjadi yang demikian?' Ibnu Umar ra menjawab. ْ ِ َ ّ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلنى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كـان ي َخرج ي َوْم ال ْفطـر وال َضحى إلى‬ َ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ َ َ َ ِ ّ َ ُ ‫ال ْمصلى فَي َب ْد َأ َبالصل َة‬ ِ ّ ِ Dari Abu Sa’id Al Khudri ra berkata: 278 279 280 281 HR Bukhori Al. Setelah menunaikan sholat subuh kaum muslimin dianjurkan untuk segera pergi ke tempat shalat walaupun matahari belum terbit. Kemudian ia bertakbir tanpa ada adzan dan iqomah sebelumnya. Ini adalah pendapat Imam abu Hanifah.' 278 8. ' dan berdzikir kepada Alloh . 'Kamulah yang telah melukaiku!' Hajaj berkata. 279 9. Tata Cara Sholat ‘Ied 1. maka ia terjatuh dari tungganganya. Saya turun unuk membantunya dan mencabut mata tombak itu. Al Hajjaj menjenguknya sambil mengatakan. 2. Diperbolehkan membuat makanan dan minuman yang istimewa serta melakukan permainan yang mubah. Sedangkan menurut Madzhab Malikyah disunnahkan setelah terbitnya fajar. kecuali imam.Risalah Ramadhan ‫وَك َي ْف قال حمل ْت السل َح في ي َوْم ٍ ل َم ي َك ُن ي ُحمل فيهِ وَأ َد ْخل ْت السل َح‬ ِ ُ َ ْ ْ ِ َ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ ‫ال ْحرم وَل َم ي َك ُن السل َح ي ُد ْخل ال ْحرم‬ ُ ّ َ َ َ َ َ َ ْ ْ "Saya bersama Ibnu Umar ra ketika dia terkena mata tombak ditengah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: َ َ َ ِ‫أيام الت ّشريق أيام أك ْل وَشرب وَ فِي رِواي َةٍ زاد َ فيهِ وَذ ِك ْرٍ ل ِل ّه‬ ِ َ ُ ّ ِ ِ ْ ُ ّ ٍ ْ ُ َ ْ ٍ “Hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta' dalam riwayat lain ada tambahan.tengah telapak kaki. 1/318 HR Muslim 78 . Ketika tiba di mushala (masjid atau lapangan) hendaknya imam segera maju ke depan untuk mengimami shalat dan dia menegakkan sutrah (pembatas) di depannya.' Maka Ibnu Umar ra berkata.280 10. Hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan kepada siapa saja yang ditemuinya dari orang-orang mukmin.Fiqih ‘Ala Madzahil Arba’ah. 'Seandainya kami tahu siapa yang melukaimu. 'Kamu membawa senjata pada hari yang seharusnya tidak boleh membawanya dan kamu memasukkan senjata ke tanah haram yang seharusnya tidak boleh membawa senjata di dalamnya.” 281 F. Imam Asy-Syafi’i dan Imam Hambali. Ketika kami berada di Mina. 1/318 Ibid.

”286 Adapun Imam Malik. Al-Bukhori dan Muslim HR. Namun kedua riwayat ini lemah. Umar dan Utsman ra. 2/48. riwayat Umar ra dalam Al-Baihaqi. Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i. bahwa Rasululloh saw bertakbir 7 kali pada rokaat pertama shalat 'Iedul Fithri dan lima kali pada rokaat kedua. di antara takbir disunnahkan untuk memperbanyak membaca tasbih dan tahmid. Disunnahkan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua.”Shohabat Abu Musa ra dan Hudzaifah ra berkomentar. 3/243 Al-Baihaqi. 283 3. Imam Auza’i. Ibnu Majah. 3/258. Al-Baihaqi. 1278 Al Majmu’. begitu juga dengan Abu Bakar.” 284 Mengangkat tangan sunnah menurut Imam Atho’. begitu seterusnya. karena tidak ada riwayat yang jelas dari Rasulullah tentang itu.285 Imam Malik dan imam Ats-Tsauri menyatakan tidak mengangkat tangan saat takbir. Al Mughni. Kemudian. Abu Hanifah dan Auza’i tidak menyukai dzikir diantara takbir. para sahabat ra mengangkat tangan mereka ketika bertakbir. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i. Berdasar fatwa Ibnu Mas’ud ra kepada Al Walid bin Uqbah: َ َ ُ ّ َ ‫ت ُك َب ّر وَ ت ُحميد رب ّك وَ ت ُصل ِي على الن ّي ِي الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَت َد ْع ُوا‬ َ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ُ ْ ‫وَت ُك َب ّر وَت َفعَل مث ْل ذ َل ِك‬ ُ “Kamu bertakbir. bertahmid dan bersholawat lalu berdoa dan bertakbir lagi.Risalah Ramadhan "Bahwa pada hari raya ‘Idul fitri dan Adha Rasulullah keluar menuju mushala dan yang pertama kali beliau lakukan adalah sholat. Kemudian barulah beliau membaca surat. 2/240 79 . takbir ini tidak terhitung takbirotul ikhram dan intiqol. no. Imam Abu Hanifah. Ad-Daruqutni. 3/272-273. Meski demikian. 282 283 284 285 286 HR. ّ َ ُ َ ُ َ ّ ‫ع َن ع َب ْد ُ الله ب ْن ع َمرو أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي ُك َب ّر‬ َ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ‫فِي ال ْفط ْرِ سب ْعا فِي ال ُوْلى وَ خمس فِي الخرةِ وال ْقراءة ُ ب َعْد َ ك ِل ْت َي ْهِما‬ َ َ ِ َ َ ِ ِ ْ ً َ َ ٌ ْ َ ْ ْ Dari Abdulloh bin Amru ra. "Ibnu Mas’ud benar. Disunnahkan juga mengangkat tangan ketika bertakbir. Berdasar pendapat Umar ra dan riwayat Abu Humaid. Abu Dawud Abu Daud 1151.” 282 ّ َ َ َ ّ َ َ ُ َ ّ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صلى ال ْعيد َ ب ِل َ أ َذان‬ ِ ُ ٍ َ ْ ‫وَل َ إ ِقامةٍ وَأ َبا ب َك ْرٍ وَع ُمر أ َوْ ع ُث ْمان‬ َ َ َ َ َ َ َ Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw sholat 'Ied tanpa adzan dan iqomah. 5/20-21.

no. Ini juga pendapat Auza’i dan Abu tsaur. . ia sholat bersama keluarganya. Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik : tidak ada sholat Qodho. Pendapat pertama lebih kuat. Abu Daud. Disunnahkan membaca : . An-Nasai. 3/84 Muslim.290 Hadits ini diperkuat oleh Imam Al-Bukhori. no. "Rasulullah saw sholat ‘Ied dan membaca Al ‘ala dan Al Ghosyiyah. 3/384. 1091. no. Bagi yang ketinggalan sholat289: Menurut Ibnu Mas’ud ra. 5/217.Rokaat pertama: Surat Qoof atau Al A’la. Khutbah sesudah sholat ‘ied hukumnya sunah. Al Majmu’. Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu mundzir: sholat dua rokaat sendirian.291 6. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. An-Nasai. 5/34 Dhoif /Munqothi’. 534. 1281. 891.Risalah Ramadhan 4. 1282. 4/273. 878. no.287 ّ َ َ ُ َ َ ‫ع َن الن ُعْمان ب ْن ب َشي ْرٍ أن ّرسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم قَراء فِي‬ َ َ َ َ ِ ُ ْ ْ ِ ِ َ َ َ َ َ ْ ْ ‫الصل َةِ ال ْعِي ْد ِ سب ّح اسم رب ّك ال َع ْلى وَ هَل أ َت َك حد ِي ْث ال ْغا شي َة‬ ُ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ Dari Nu’man bin Basyir ra. no. Selanjutnya seperti sholat biasa sebanyak dua rokaat. Tidak ada sholat sunnah sesudah dan sebelum sholat ‘Ied. 2/602 80 . dia berkata: َ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم خرج ي َوْم ال ْفط ْرِ فَصلى رك ْعَت َي ْن ل َم ي ُصل ّي‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ ْ ِ َ َ َ ّ َ ٌ ‫قَب ْل َها وَل َ ب َعْد َها وَ معَه ب ِل َل‬ َ ُ َ َ 287 288 289 290 291 Muslim. 3/184 Al Mughni. 1122. At-Tirmidzi. Ibnu Majah. 3/83. Al-Baghowi. Ibnu Majah. no. 1/205 Fathul Baari. no. An-Nasai. no. 7. 368. Ahmad. begitu juga mendengarkannya. Al-Baghowi. Lihat Al Salsabil. Abu Daud.Rokaat kedua: Surat Al Qomar atau Al Ghosiyah. no. Ad-Darimi. At-Tirmidzi. Imam Ahmad.” 288 5. 1091. 1154. no. berdasar riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al Baihaqi bahwa Anas ra bila ketinggalan sholat ‘ied bersama imam di Basroh. no. 533. Ahmad. َ َ ُ ُ َ َ ‫كا َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َقرأ ُ فِي ال ْفط ْرِ وَ ال َضحى بـ )ق( و‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ( ‫) إقْت َرب َت السا ع َة‬ ُ َ ْ َ Dari Abu Waqid Al Laitsi ra Rasulullah saw membaca surat Qoof dan Al qomar pada sholat ‘iedul fitri dan Adha.

2/204 81 .Risalah Ramadhan "Sesungguhnya Nabi saw keluar pada hari raya fitri dan Adha dan sholat dua rekaat dan tidak sholat sebelum dan sesudahnya dan bersaman beliau adalah Bilal ra.” 292 Demikian sekilas gambaran pelaksanaan sholat Iedhul fitri dan adha. ُ ‫“ الصل َة‬ ّ dasarnya adalah hadits riwayat Az Zuhri yang 292 Al-Bukhori. Al Fath. Semoga bermanfaat. Adapun ucapan “ ‫جامعَة‬ ُ ِ َ dhoif dan Mursal. 289. no.

Risalah Ramadhan 82 .

bab Man Dzukira ‘Indahu An-Nabiyu Falam Yushalli ‘Alaih. ‘Celakalah seorang hamba yang menemui kedua orang tuanya atau salah satunya. atas izin Allah Risalah Ramadhan ini dapat kami susun. فَقل ْت آمي ْن. kami mengajak para pembaca untuk merenungi hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah. ث ُم قال: ش نقي ع َب ْند ٌ ذ ُك ِنرت عن ْند َه‬ ْ َ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ّ َ . Jika ada kebenaran itu semata dari Allah dan jika ada kesalahan itu semata karena kekurangan yang dimiliki oleh penyusun dan Allah terbebas dari semua itu. Hadits Shahih Ligharihi). kami mendengar anda menucapkan amin sebanyak tiga kali?” Beliau menjawab: َ َ ُ ‫ل َما رقَي ْت الد ّرجة ال ُوْلى جاءن ِي جب ْرِي ْنل فق نا َل: ش نقي ع َب ْند ٌ أ َد ْرك رمض نان‬ َ َ َ َ ‫َ َ َ َ َن‬ ِ ْ َ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ّ ‫فان ْسل َخ من ْه وَل َم ي ُغْفر ل َه. keluarga dan umat Islam yang konsisten dengan agamanya hingga hari kiamat.‫وَل َم ي ُصل ع َل َي ْك. “Amin.” ketika beliau naik tingkat yang kedua beliau berkata. فَقل ْت آمي ْن. فَقل ْت آمين‬ ْ ِ ُ ُ ْ “Ketika aku naik tingkat (mimbar) yang pertama.’ Maka aku berkata. “Amin. ‘Amin. tapi kedua orang tua tersebut tidak bisa menjadikannya masuk surga. ‘Amin. ث ُم قال: شقي ع َب ْد ٌ أ َد ْرك والنند َي ْهِ أ َو‬ ِ َ َ َ ُ ْ َ ْ ُ ِ َ َ َ ْ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ ُ‫أحد ِه ِما فَل َم ي ُد ْخل َه ُ ال ْجن ّة. Malikat Jibril as datang kepadaku seraya berkata.’ Maka aku berkata. Semoga Allah senantiasa menjadikan amal kita ikhlash hanya untuk mencari wajah-Nya. “Amin. ‘Celakalah seorang hamba yang namamu disebut di depannya tapi dia tidak bershalawat kepadamu. “Wahai Rasulullah.Risalah Ramadhan PENUTUP Al-hamdulillah. ‘Amin. Amin ‫تم بحمدالله‬ 83 .” ( HR. ketika beliau naik tingkat pertama beliau berkata.’ Maka aku berkata. ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Rmadhan tapi hingga bulan Ramadhan tersebut berlalu dia belum diampuni.’ Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi. Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad.’ Kemudian Maliakat Jibril berkata lagi.” dan ketika beliau naik tingkat yang ketiga beliau berkata.” Para shahabat bertanya kepada beliau. Bahwasannya Rasulullah Naik ke atas mimbar. para shahabat. Sebagai penutup. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada teladan kita. Rasulullah Muhammad saw.

17. Jami’ul Bayan ‘An Ta’wili Ayyil Quran. 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim dan Anaknya. Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Adhim Abadi. 7. Al-Qomus Al-Muhith. Dr. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. 27. 4. Majalutul Buhuts Al-Islamiyah. Asy-Syaikh Ahmad bin Abdur Rozaq Ad-Duwaisy. Al Mughni. 5. Ibnu Rusyd al Hafidz. Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad bin Ibrahim Al Fairuz Abadi Asy Syirazi Asy Syafi’i 13. 29. Ahmad Warson Munawwir. Al-Fiqih Al-Islami Wa Adillatuhu. Kitab Al-Umm. Imam Asy-Syafi'i. Imam Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Al Harits Al Ashbahi Al Hamiri Abu Abdillah Al Madani 12. Fatawa Al-Kubra. Aunul Ma’bud. Mawaridludh Dham’an. Idaratul Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Wad Dakwah Wal Irsyad. 15. Imam Ahmad bin Muhammad Al Fayummi Al Muqri’i. Kamus Al Munawwir Arab-Indonesia. Al Kaafi Fie Fiqhi Al Imam Ahmad. Ad Dinul Kholis. 11.Risalah Ramadhan DAFTAR PUSTAKA 1. Louis Ma’luf. 20. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah. Imam Ath-Thabari 24. Kitabul Fiqh ‘ala Madzahibil ‘Arba’ah. Kifayatul Akhyar. Syaikh Mahmud Muhammad As Subki. Bidayatul Mujtahid wan Nihayatul Muqtasid. Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah bin Musa bin Adh Dhahhak As Salmi Adh Dharir Al Bughi At Tirmidzi. 16. Imam al-Qurthubi. Jami’ At Tirmidzi. Wahbah Az-Zuhaili. 25. 30. 28. Fiqhuz Zakah. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Abdurrahman al-Jazary. Fathul Bari Syarhu Shahih al-Bukhari. Lisanul-Arab. Hasan Ayyub. Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Al-Mishbah Al-Munir. Yusuf Qordlowi. Abdul Karim Zaidan. 22. 10. 9. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. 19. Imam An Nawawy. Al Muwaththa’. 3. Abul Fadhl Jamaluddin bin Makram bin Mandzur Al Afriki Al Mishri. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. 23. 8. 2. 18. Al-Lu’lu’ Wal Marjan. Muhammad Al-Husaini. 6. 14. Dr. 84 . 21. Fiqhul ‘Ibadat. Ibnu Qudamah. Fiqih I'tikaf. Al-Munjid fil Lughah. Abdul Aziz Muhammad Salman. Ibnu Qudamah (Abu Muhammad Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Maqohsy). Nashir bin Sulaiman Al-Umar. Al Fatawa Al Kubra. 31. Muhammad Abdul Baqi. 26.

Minhajul Muslim. 45. Imam Syamsyuddin Syihabuddin Abu Abdullah Muhammad bin Bakar AzZaraiy ad-Damsyiqy/Ibnul Qoyyim 85 . Shalih bin Ibrahim Al-Balaihi 38. Shahih Muslim. Imam As-Suyuthi. 42. Ali bin ‘Umar Abul Hasan Ad-Daruquthni Al-Baghdadi. Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarafuddin anNawawi Ad-Damsyiqi 43. Sunan Ibnu Majah. Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal. Imam As-Syaukani. Sunan An Nasa’I. Syaikh 'Abdurrahman 'Abdurrahim AlMubarakfuri. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Sunan Ad-Darimy. Shahih Ibnu Majah. 56. Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Abu Bakar Jabir Al-Jazairi.Risalah Ramadhan 32. 50. Tafsir Fathul Qodir Al Jami’ Baina Riwayah Wa Diroyah Ilmu Tafsir. Zadul Ma'ad. 41. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi. Ash Shon’aniy. 52. 51. 33. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim. Risalah Romadhan. Shahih Al-Bukhari. 47. Abdullah Ali Bassam. Nailul Authar. 35. Imam Abu Daud As Sijistani Sulaiman bin Al ‘Asy’ats bin Syidad bin Amr Al Azdi. Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. 54. 49. Musnad Ahmad. Muhammad Nasib Ar-Rifa'i. Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. Imam Abu Abdurrahman Al Hafidz Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr An Nasa’I. Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas'ud Al-Baghawi. Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. 58. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Sunan Ibnu Abi Syaibah. Tafsir Ad Duur Al Mantsur. 34. Imam Muhammad Bin Ali Bin Muhammad Syaukani. Puasa Bersama Nabi. 44. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Imam Ibnu Katsir. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin AlMughirah Al-Ja’fi Al-Bukhari 39. Syarhus Sunnah. 55. Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi. Imam Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi Abul Hasan AnNaisaburi. Sunan Abi Dawud. 37. Subulus Salam. 36. Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Arrabi’ie Ibnu Majah. Tafsir Al-‘Aliyil Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibnu Katsir. 46. Imam Ad Darimi 48. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 53. 57. 40. Sunan Ad-Daruquthni.

...........................................43 S H A L A T T A R A W I H................................................................................................................................................................................................................................................................. Sebab Penamaan........... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’...............................................................................................................................................................15 I.. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan................................................................................................................................49 A....................... Disyari’atkannya Niat...................................................46 E.................. Disyari'atkannya Makan Sahur ....................... Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur............................................................ Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma..................44 C.... Penentuan Awal Ramadhan.............................................................................................................................................................................4 C.......................... Syarat Wajib / Sah Shaum ......... Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum.................................................Risalah Ramadhan DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.......................................................................................47 BAB VII...........................31 C............... Berjama’ah Atau Sendirian ? ........................................................................29 BAB III..........................49 L A I L A T U L Q O D A R................................................20 P.................................16 J..24 A.........................................................19 N....................................... Waktu Sahur................................................................................... Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur........... Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum....................................................................................13 G............................................31 B....................................................................................................................................43 A.................................................................................................................................................................................. Keutamaan-Keutamaan Shaum...........10 E..................................................41 J.................................................................14 H...................................................................................................21 BAB II.................................................4 R I S A L A H R A M A D H A N.........................................................................................................35 B....................... Definisi Shaum.. Rukun-Rukun Shaum.............40 H........................................... Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum...................................................44 D........................9 D........................................................................... Pengertian......................... Definisi Niat.31 A.................................................................................................................................................. Hukum Makan Sahur....... Penentuan Wilayah Awal Ramadhan....................................18 M.................................17 L....................................................... Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum...............................4 B.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan.................................................................................................................... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh.....36 D.......................................................................................... Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum...........................................................................24 B..................................................... Bilangan Rakaat ................................ Sunnah-Sunnah Shaum ......... Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya.......................................... Sunnah mengakhirkan sahur............................19 O.11 F...... Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur................................ Makna Lailatul Qodar........................... Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal..........................50 86 ...........................35 S A H U R...................3 BAB I........................................................43 B.................................4 A.................................................24 P E N E N T U A N A W A L R A M A D H A N.......................................................................................................................................................................... Dalil Dan Keutamaannya.....................................................17 K.......37 E................. Waktu Shalat Tarawih ........................................31 N I A T S H A U M P A D A B U L A N R A M A D H A N...................... Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya.............................35 A........................................................................................................ Definisi-Definisi......35 C............................40 I........................................2 MUQADIMAH....................................................25 C..........................................................................................................39 G.............................................. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan............... Keutamaan Bulan Ramadhan...................42 K....................42 BAB V............................................................................................................................................................................................................................. Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan.................................................................................................2 Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur...............................................32 BAB IV....................................42 L.....38 F...............................................................................................

.............................................. Tanda-tanda Lailatul Qodar............ Tentang Takbiran................54 B...70 A................................................ Hukum Zakat Fithri........................................................ Pada Siapa Diwajibkan ?...........................................................................70 B.....................................59 G.....65 J............. Hikmah Zakat Fithri ..............................................51 D...............................................................................................................78 PENUTUP........... Disyariatkannya Zakat Fithri......................................................................................58 F....................................................................... Syarat-Syarat Mustahiq Zakat................................................51 E.............................................................................. Keutamaan Lailatul Qodar........... Waktu Pelaksanaan Sholat........................................................ Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar..........54 Z A K A T F I T H R I ....................................................65 K.............................................................................55 D.............. Tempat Membayar Zakat Fithri ..........53 G.......................................................................................................................65 L......58 E...................................................................76 F.........................................................................62 I................54 A...............................71 Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari?............73 D.................................................................................................. Yang Berhak Menerima Zakat Fithri ............................................................................................... Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri....61 H.....................................................................................................73 E................................... Kapan Lailatul Qodar Terjadi....................... Adab-adab di Hari Raya.........................................84 DAFTAR ISI...................70 S H O L A T 'I D A I N.............................................................52 F.......................................................................................................................................53 BAB VII........... Membayar Zakat Fithri Dengan Uang............ Tata Cara Sholat ‘Ied.................................................................66 M.........................................71 C...........................55 C...........................................86 COVER DEPAN 87 ...................................................................................................83 DAFTAR PUSTAKA.................................................... Pengertian Dan Pensyariatannya.........50 C.................................................. Waktu Membayar Zakat Fithri............................................................................................................................................................................... Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya................................................................................................................... Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar................................ Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri.................................................................................................................Risalah Ramadhan B......................... Amalan Di Malam Lailatul Qodar........................................... Definisi Zakat Fithri...................................................................................................................................67 BAB IX.............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Hukum Sholat Idain...........

Amin. berapa banyak orang yang shaum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. 88 . niat shaum. Sehingga kitapun akan menuai pahala yang melimpah sesuai yang dijanjikan oleh-Nya.Risalah Ramadhan Penyusun: Tim Ulin Nuha Ma’had Aly An Nuur FIQIH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penerbit: MUP (Muhammadiyah Univercity Press) SINOPSIS (COVER BELKANG) Ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. i’tikaf. termasuk shaum di bulan Ramadhan. Seperti penentuan awal Ramadhan. sahur. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. insya Allah akan menjadi panduan bagi Anda dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku yang ada di hadapan pembaca ini. zakat fithri dan shalat ‘idain. Rasulullah pernah mengingatkan kita. shalat tarawih. Selamat mendulang ilmu yang terpendam dalam buku ini. Semoga kita dikuatkan untuk melipatgandakan amal kebajikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful