Risalah Ramadhan

Judul: RISALAH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penyusun: TIM ULIN NUHA MA’HAD ‘ALY AN-NUUR Muraja’ah: Ust. Abdullah Manaf Amin

1

Risalah Ramadhan

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berlomba dalam kebaikan dan beramal sholeh serta bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan diampuninya dosa-dosa. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada beliau, keluarga dan segenap sahabat beliau. Marhaban ya Ramadhan. Demikian ucapan yang terlontar dari mulut kita ketika tamu agung tersebut datang. Kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Tempat-tempat perbelanjaan penuh sesak dengan pengunjung yang ingin memborong sembako dan kebutuhan lainnya untuk bekal selama satu bulan. Tubuh dibersihkan, tempat ibadah pun diperindah. Begitulah mungkin sedikit gambaran masyarakat disekitar kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Ada yang terlupa dan ada pula yang perlu dijelaskan. Kehadiran Ramadhan mestinya menyentak kesadaran kita untuk menggali nilai-nilai keagamaan kita dari Al Qur'an dan Sunnah. Karena dengan berpegang teguh dengan keduanya kita tidak akan tersesat. Karena ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, termasuk shaum di bulan Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita, berapa banyak orang yang shoum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. Buku RISALAH RAMADHAN, Mendulang Ilmu Menuai Pahala yang ada di hadapan pembaca ini, insya Allah akan menjadi pemandu bagi kita dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan. Tentang keutamaan bulan Ramadhan dan hukum-hukum shoum serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku ini adalah hasil karya dari Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur, dalam penerbitannya kami bekerja sama dengan Muhammadiyah Universiti Press (MUP). Mudah-mudahan Allah Yang Maha Rahman memberikan taufiq-Nya kepada kita, sehingga kita bisa memahami syareat secara benar, khususnya yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Dan semoga kita diberi kemudahan dalam melipatgandakan amal kebajikan di bulan yang penuh maghfirah ini. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabat beliau. Amin. .Sukoharjo 13 Rajab 1429 H .Agustus 2008 16 Penyusun Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur

2

Risalah Ramadhan

MUQADIMAH
Segala puji hanyalah milik Allah, pujian yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasul dan hamba-Nya, keluarga dan para shahabat sepeninggal beliau. Amma ba'du: Sungguh, shaum merupakan salah satu rukun Islam yang agung yang pahalanya tidak ada bandingannya. Sebagaimana sabda Rasulullah kepada Abu Umamah, “Hendaknya kamu shaum karena shaum itu tidak ada bandingan pahalanya.” (HR. An-Nasa’i) Dalam kesempatan ini, kami ingin memberikan gambaran singkat mengenai materi buku ini. Kami sengaja memulai penulisan isi buku ini dengan pembahasan Risalah Ramadhan, yang pada bab ini kami tulis penjelasan ibadah shaum Ramadhan secara khusus mulai dari definisi, syarat wajib shaum, sunah-sunah shaum, hal-hal yang membatalkan shaum dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan ibadah shaum ramadhan itu sendiri. Harapan kami, dengan penjelasan ini para pembaca akan mendapatkan gambran secara global tentang ibadah shaum Ramadhan beserta hukum-hukunya. Kemudian pada bab-bab berikutnya, kami bahas secara rinci dan berurutan beberapa ibadah yang menyertai pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan, seperti penentuan awal Ramadhan, niat shaum, sahur, shalat tarawih, i’tikaf, zakat fithri dan shalat idain. Kami sengaja memisahkan pembahasan-pembahasan ini dari bab pertama, mengingat dibutuhkan penjelasan yang lebih luas untuk mendapatkan kejelasan hukum-hukumnya. Harapan kami, semoga buku ini dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ibadah-ibadah lain yang menyertainya, sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Saran dan masukan yang membangun dari pembaca kami sambut dengan baik demi mencari kebenaran dan keridhan dari Allah.

3

Risalah Ramadhan

BAB I RISALAH RAMADHAN
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dibelenggunya syetan, dibukanya pintu-pintu jannah, dan ditutupnya pintu neraka, adalah keistimewaan yang Allah berikan dalam bulan Ramadhan, yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lain. Dan yang jelas pada bulan tersebut kaum muslimin diwajibkan untuk menerjakan shaum selama satu bulan penuh. A. Definisi Shaum a. b. Secara bahasa, shaum artinya menahan diri dari sesuatu. Secara syar’i, shaum adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, seperti

makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri, dengan disertai niat, mulai terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.1 B. Keutamaan-Keutamaan Shaum Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sunnhanya bahwa shaum merupakan benteng dari nafsu syahwat, penangkal dari api neraka, dan Allah SWT telah mengkhususkannya sebagai nama salah satu dari pintu-pintu jannah-Nya. Selain itu shaum juga dapat mengendalikan diri dari gejolak nafsu dan menahan dari perangai buruknya, sehingga dia bisa mendapat ketenangan hidup. Pahala yang besar ini, serta keutamaan yang agung akan dijelaskan secara rinci dan gamblang oleh hadits-hadits shahih sebagai berikut; a. Shaum sebagai perisai. Rasulullah SAW memerintahkan kepada remaja yang telah mampu untuk mandiri agar menikah, jika dia tidak mampu untuk melaksanakannya beliau memerinthkannya agar shaum, dan menjadikan shaumnya sebagai pengekang nafsu syahwatnya. Sebab shaum bisa menahan gejolak anggota tubuh dan mengekangnya dari tindakan yang menyimpang. Telah ditegaskan dalam sebuah penelitian bahwa shaum memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan untuk menjaga fisik dan kekuatan batin. Rasulullah SAW bersabda:

َ ْ ْ َ ِ َ ّ ‫يا معْشر الشباب من است َطاع َ من ْك ُم ال ْباءة َ فَل ْي َت َزوّج وَمن ل َم ي َست َط ِعْ فَعَل َي ْه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ٌ َ ُ ُ ‫بالصوْم ِ فَإ ِن ّه ل َه وِجاء‬ ّ ِ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu2 maka hendaknya dia menikah, karena menikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya dia shaum, karena shaum itu bisa menjadi perisai baginya."3

1

2 3

Al Mughni, 3/85; Ad-Dienul Khalish, 8/317, Minhajul Muslim, hal 300, Fiqhul Ibadat, hal 201, Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, 1/492. Mampu (ba'ah) adalah kemampuan menikah dengan segala konsekwensi dan tanggung jawabnya. HR. Al-Bukhari, 4/106, Muslim, 1400 dari Ibnu Mas'ud RA.

4

1624. Bau mulut orang yang shaum lebih harum di hadapan Allah kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. HR. hadits ini shahih. Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ‫ما من ع َب ْد ٍ ي َصوم ي َوْما في سبيل الل ّهِ إ ِل ّ باع َد َ الل ّه ب ِذ َل ِك ال ْي َوْم ِ وَجهَه ع َن‬ ِ ً َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ‫النارِ سب ْعين خرِي ْفا‬ ً َ َ ِ َ ّ "Tidaklah seorang hamba shaum satu hari dalam berjihad di jalan Allah. Ahmad. SWT dari bau misik (Kasturi). "Aku bertanya kepada Rasulullah. oleh karena itu jelaslah bahwa shaum dapat mematahkan syahwat dan menumpulkan ketajamannya yang bisa mendekatkan seseorang kepada api neraka dan shaum dapat menjadi penyekat antara orang yang mengerjakannya dengan api neraka. HR. maka sebaliknya shaum dapat mendekatkan pelakunya kepada jannah dan menghantarkan untuk memasukinya. no. 6/35 dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri."6 b. 3/296 dari Jabir. An-Nasai. nilainya. Telah disebutkan bahwa shaum dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. Orang yang shaum akan menapatkan pahala yang tak terhitung ّ ُ َ ّ َ ‫ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إ ِل الصيام فَإ ِن ّه لي وَأ َننَنا أ َجنزي ب ِنهِ والصنيام جن ّنة وَإ ِذا‬ ٌ ُ ُ َ ّ َ ِ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ‫كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فَل ي َرفُث وَل ي َصخب فَإ ِن ساب ّه أ َحد ٌ أ َوْ قَنات َل َه فَل ْي َقنل‬ َ ُ َ ْ ْ َ ْ َ َ َ ُ ‫ن‬ َ ُ 4 5 6 7 Dari Abu Hurairah RA berkata. dan Ahmad. 3/241. sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. Rasulullah SAW bersabda: HR. 6/48."7 c. Orang yang shaum akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu. 4/165 5 . lihat Fathul Bari. Al-Bukhari. 1153. maka Allah akan menjadikan antara dirinya dan api neraka sebuah parit selebar jarak antara langit dan bumi. no. d. e. Shaum dapat memasukan seseorang ke dalam jannah. 'Hendaknya kamu shaum. 70 musim yaitu perjalanan 70 tahun. karena shaum itu tidak ada tandingan pahalanya. 4/22 dari 'Utsman bin Abi Ash RA. 'Wahai Rasulullah tunjukan kepadaku suatu amal yang dapat memasukanku ke dalam jannah!' Rasulullah menjawab.Risalah Ramadhan Rasulullah SAW juga telah menjelaskan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai. Dari Abu Umamah berkata. At-Turmudzi. sejauh perjalanan tujuh puluh musim"4 Diriwayatkan dari Jabir RA Rasulullah SAW bersabda: ّ ْ ِ َ ّ ِ ْ ٌ ُ ُ َ ّ ِ‫الصيام جن ّة ي َست َجن ب ِها ال ْعَب ْد ُ من النار‬ "Shaum adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka"5 Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili RA Rasulullah SAW bersabda: ً َ َ َ ‫من صام ي َوْما في سبيل الل ّهِ جعَل الل ّه ب َي ْن َه وَب َي ْن النارِ خن ْد َقا ك َما ب َي ْن‬ ّ َ ِ ً َ َ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ِ َ ْ ‫السماء وال َرض‬ ِ ْ َ ِ َ ّ "Barangsiapa shaum satu hari di jalan Allah. melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka.

"10 g. Allah berfirman. gembira dengan shaumnya. Al-Bukhari. Shaum itu adalah perisai. Dan shaum juga dapat dijadikan kaffarat karena yang bersangkutan tidak mau memotong. membunuh binatang buruan pada saat ihram dan menzhihar11. "Maka syafaat keduanya diperkenankan. sesunggunhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. baik kerena sakit atau karena gangguan yang terdapat pada kepala. "Setiap amal anak Adam akan dibalas dengan berlipat ganda. karena adanya halangan baginya. no." f. Di antara keutamaan yang hanya dimiliki oleh ibadah shaum adalah bahwa Allah SWT telah menjadikan shaum sebagai penebus dosa bagi orang yang tiak melakukakan tahallul pada malam ihram. dengan maksud dia hendak mengharamkan istrinya bagi dirinya. 6 . dan orang yang shaum memiliki dua kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. "Saya telah menghalanginya dari tidur pada malam hari. yang menjalankannya. Rasulullah bersabda. 1151. Shaum merupakan kaffarat (penghapus dosa). Ahmad. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. Allah berfirman: 8 Shaum dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi orang 9 10 11 Maksudnya adalah bahwa seorang hamba itu akan menadapatkan pahala yang terbatas kecuali shaum. dan membunuh seseorang dalam suatu perjanjian karena kesalahan dan tidak sengaja melanggar sumpah. Shaum akan berkata: "Wahai Rabbku saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. dan Al-Qur'an berkata. karena pahala shaum tanpa hitungan. 4/88 dan Muslim. sesungguhnya bau mulut orang yang shaum lebih harum di sisi Allah dari pada minyak kasturi. "Shaum dan Al-Qur'an itu akan memberikan syafaat kepada setiap hamba (yang melakukan dan membacnya) pada hari kiamat nanti. dan bau mulut orang yang shaum itu lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak misik (kasturi). yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. maka pada saat shaum hendaknya seseorang di antara kalian tidak melakukan rafats (bersenggama atau berbicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. 'Kecuali shaum. karenanya berikanlah dia syafaat karena aku. Jika ada oang yang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. 'Sesungguhnya aku sedang shaum' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. karenanya berikanlah dia syafaat karenaku. no. HR. 6626 Zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya."9 Dalam riwayat Muslim disebutkan. bagi orang yang shaum itu ada dua kegembiraan. “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”.Risalah Ramadhan َ ‫ّن‬ ‫ُن‬ ِ ُ ُ ِ َ ٌ َ ّ َ ‫إ ِني امرؤ ٌ صائ ِم وال ّذي ن َفس محمد ٍ ب ِي َد ِهِ ل َخل ُنوف فَ نم ِ الص نائ ِم ِ أط ْي َنب عن ْند‬ ّ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ‫الل ّهِ من ريح ال ْمسك للصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما إ ِذا أ َفْط َر فَرِح وَإ ِذا ل َقي رب ّه‬ َ ُ َ َ ِ َ ّ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ‫فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ "Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali shaum8." Belau bersabda.

dan jangan kamu mencukur kepalamu. maka hendaklah ia (si pembunuh) shaum dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat." (QS. maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin." (QS. yaitu: shaum atau bersedekah atau berkorban. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. maka wajib shaum tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Apabila kamu telah (merasa) aman. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit).Risalah Ramadhan ‫وَأ َت ِموا ال ْحج وال ْعُمرة َ ل ِل ّهِ فَإ ِن أ ُحصرت ُم فَما است َي ْسر من ال ْهَ ند ْي وَل َ ت َحل ِق نوا‬ ‫ْ ُن‬ َ ْ ْ ِ ْ ْ ّ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ً ‫رءوسك ُم حتى ي َب ْل ُغَ ال ْهَد ْيُ محل ّنه فَمنن كنَنان من ْك ُنم مريضنا أ َوْ ب ِنهِ أ َذى منن‬ ‫ْ َ ِ ًن‬ ِ َ ّ َ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ُ ِ َ ‫رأ ْسهِ فَفد ْي َة من صيام ٍ أ َوْ صد َقَةٍ أ َوْ ن ُسك فَ نإ ِذا أ َمن ْت ُنم فَم نن ت َمت ّنعَ بنِنال ْعُمرة‬ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ٍ ُ َ ِ ْ ِ ٌ ِ َ ْ َ ْ َ َ ‫إ ِلى ال ْحج فَما است َي ْسر من ال ْهَد ْي فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ فِني ال ْحنج‬ ‫ن‬ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ َ ْ َ ‫وَسب ْعَةٍ إ ِذا رجعْت ُم ت ِل ْنك ع َش نرة ٌ كامل َنة ذ َل ِنك ل ِم نن ل َنم ي َك ُنن أ َهْل ُنه حاض نري‬ ٌ ِ َ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِ ِ َ ُ ‫ال ْمسجد ِ ال ْحرام وات ّقوا الل ّه واع ْل َموا أ َن الل ّه شديد ُ ال ْعِقاب‬ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ِ ْ َ ِ َ َ َ َ َ "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. ialah memberi makan sepuluh orang miskin. َ ٌ َ َ ُ ٌ َ ِ ْ ‫وَإ ِن كان من قَوْم ٍ ب َي ْن َك ُم وَب َي ْن َهُم ميثاقٌ فَد ِي َة مسل ّمة إ ِلى أ َهْل ِهِ وَت َحرير رقَبننة‬ ٍ َ َ ُ ِ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ‫مؤ ْمن َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام شهْري ْن مت َتاب ِعَي ْن ت َوْب َة من الل ّهِ وَكان الل ّه ع َليما‬ َ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ُ َ َ ً ِ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ً ِ ‫حكيما‬ ً ِ َ "Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji). maka kaffarat (melanggar) sumpah itu. maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. Al-Baqarah [2]: 196). tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Barangsiapa yang tidak memperolehnya. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. ‫ل َ ي ُؤاخذ ُك ُم الل ّه بنالل ّغْوِ فِني أ َي ْمنان ِك ُم وَل َك ِنن ي ُؤاخنذ ُك ُم ب ِمنا ع َقند ْت ُم ال َي ْمنان‬ ّ ‫ْ َن‬ ‫َن‬ ‫ن‬ ِ َ ْ ِ َ َ ‫ُ ْ َن‬ ْ ِ ُ ُ ‫فَك َفننارت ُه إ ِط ْعننام ع َشننرةِ مسنناكين م نن أ َوْسننط مننا ت ُط ْعِمننون أ َهْليكننم أ َو‬ َ ُ َ ُ َ ِ َ ُ َ ّ ْ ْ ُ ِ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫ك ِسوَت ُهُم أ َوْ ت َحرير رقَب َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ ذ َل ِك ك َفنارة ُ أ َي ْمنان ِك ُم‬ ‫َن‬ ّ ُ َ ِ ْ ْ ِ ْ ْ َ ْ َ ‫َ ّن‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِذا حل َفت ُم واحفظوا أ َي ْمان َك ُم ك َذ َل ِك ي ُب َي ّن الل ّه ل َك ُم ءايات ِهِ ل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ُ "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). maka wajiblah atasnya berfid-yah. AnNisa [4]: 92). 7 .

Allah telah mema`afkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya. maka (wajib atasnya) shaum dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpahsumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Demikianlah yang diajarkan kepada kamu. atau shaum seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. AlMaidah [5]: 89). supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ل َ ت َقت ُل ُنوا الصني ْد َ وَأ َن ْت ُنم حنرم وَمنن قَت َل َنه من ْك ُنم مت َعَمندا‬ ‫ْ ن‬ ِ ُ ُ َ َ َ ِ ً ّ ُ ْ ّ َ َ ْ َ ٌ ُ ُ ْ َ َ َ ً َ ْ ِ ٍ ُ ْ َ ُ ِ ٌ َ َ ْ‫فَجزاء مث ْل ما قَت َل من الن ّعَم ِ ي َحك ُم ب ِهِ ذ َوا ع َد ْل من ْك ُم هند ْيا بنال ِغَ ال ْك َعْبنةِ أو‬ َ َ ِ َ ُ ُ ‫ك َفارة ٌ ط َعام مساكين أ َوْ ع َد ْل ذ َل ِك صياما ل ِي َذوقَ وَبال أ َمرِهِ ع َفنا الل ّنه ع َمنا‬ ‫ُ ّن‬ ‫َن‬ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ِ َ َ ُ َ َ ّ ُ ٌ ِ ُ ّ َ ُ ِ ُ ّ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ َ ٍ ‫سلف وَمن عاد َ فَي َن ْت َقم الله من ْه والله ع َزيز ذو ان ْت ِقام‬ "Hai orang-orang yang beriman. Dan itulah hukum-hukum Allah." (QS.Risalah Ramadhan yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu. dan bagi orangorang kafir ada siksaan yang sangat pedih. Al-Maidah [5] : 95). sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka`bah. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak). Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. ُ َ َ َ ُ ُ ّ ْ ‫وال ّذين ي ُظاه ِرون من ن ِسائ ِهِم ث ُم ي َعودون ل ِما قالوا فَت َحرير رقَب َنةٍ م نن قَب ْنل‬ َ ْ ِ َ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫أ َن ي َت َماسا ذ َل ِك ُم توع َظون ب ِهِ والل ّه ب ِما ت َعْملون خبير فَمن ل َنم ي َج ند ْ فَص نيام‬ ُ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ٌ ِ َ َ ُ َ ‫شهْري ْن مت َتنَناب ِعَي ْن منن قَب ْنل أ َن ي َت َماسنا فَمنن ل َنم ي َسنت َط ِعْ فَإ ِط ْعَنام سنتين‬ ‫َ ّن‬ ْ ِ ْ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ِ ُ ‫ن‬ ْ َ ْ ِ ِ َ ‫مسكينا ذ َل ِك ل ِت ُؤ ْمنوا بالل ّهِ وَرسول ِهِ وَت ِل ْك حدود ُ الل ّهِ وَل ِل ْكافِرين ع َذاب أ َليم‬ ً ِ ْ ِ ُ ُ َ ُ َ ٌ ِ ٌ َ ِ ُ ِ َ ِ َ "Orang-orang yang menzhihar isteri mereka. maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur."(QS. niscaya Allah akan menyiksanya. ketika kamu sedang ihram. atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. maka kaffaratnya shaum selama tiga hari. Al-Mujadilah [58] 3-4)." (QS. janganlah kamu membunuh binatang buruan. Dari Hudzaifah bin Yaman RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ّ ‫فِت ْن َة الرجل في أ َهْل ِهِ وَمال ِهِ وَوَل َد ِهِ وَجارِهِ ت ُك َفرها الصلة ُ والصوْم والصد َقَة‬ ُ َ ُ ّ ِ ِ ُ ّ ُ َ َ ّ َ ُ ّ َ 8 . dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian. kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan.

. barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. dan barangsiapa yang sudah minum. 2/7 dan Muslim. ُ ُ ‫إ ِن في ال ْجن ّةِ بابا ي ُقال ل َه الريان ي َد ْخل من ْه الصائ ِمون ي َوْم ال ْقيامةِ ل َ ي َد ْخل‬ ِ ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ ُ ُ َ ً َ َ َ َ ِ َ ُ ِ ُ ُ ُ َ َ َ ‫من ْه أ َحد ٌ فَإ ِذا د َخلوا أ ُغ ْل ِقَ فَل َم ي َد ْخل من ْه أ َحد ٌ ) فَإ ِذا د َخل آخرهُم أ ُغ ْل ِق‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ُ ِ َ ْ ُ ِ َ َ ْ (‫وَمن د َخل شرِب وَمن شرِب ل َم ي َظ ْمأ ْ أ َب َدا‬ ً َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ َ "Sesungguhnya di dalam jannah itu terdapat satu pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. Allah SWT melimpahkan di dalam bulan tersebut beberapa keutamaan. penunjuk kepada jalan kebaikan.. Al-Baqarah [2] : 185) 2.13 C. dia akan minum. Dan apabila mereka masuk. HR. Pada bulan Ramadhan kejahatan di muka bumi menjadi semakin sedikit.Risalah Ramadhan "Fitnah (ujian) seseorang dalam keluarga. Ar-Rayyan adalah salah satu nama pintu Jannah yang disediakan bagi orang-orang yang megerjakan shaum. maka pintu tersebtu ditutup sehingga tidak ada seorng pun yang masuk melelaui pintu tersebut. 9 . Dari pintu tersebut orang-orang yang shaum akan masuk di hari kiamat nanti dan tidak seorang pun yang masuk ke pintu tersebut kecuali orang-orang yang shaum. Antara lain14: 1. Ini 12 13 14 Shahih Bukhari. (Apabila orang yang paling terakhir di antara mereka sudah masuk. pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu jannah dibuka. 4/95 Muslim. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Setan-setan dibelenggu. Karena itu. sehingga mereka tidak bisa melakukan pengerusakan terhadap umat manusia sebagaiman mereka biasa melekukannya pada bulan-bulan selain Ramadhan. maka dia tidak akan pernah haus selamanya)." (QS. Pada malam Lailatul Qadar yang penuh dengan kabaikan Al-Qur'an diturunkan."12 h. 35-40. maka hendaklah ia shaum pada bulan itu. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan. Al-Bukhari. 1152. karena jin-jin jahat dibelenggu dengan rantai. no. Dan barangsiapa sudah masuk. petunjuk kepada jalan yang lurus. no. maka pintu itu akan ditutup. 144. Puasa Bersama Nabi. shaum serta sedekah. harta dan tetangganya dapat di hapus dengan shalat. Bulan Al-Qur’an Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia sekaligus sebagai obat penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Allah berfirman: ‫شهْر رمضان ال ّنذي أ ُن ْنزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ ً ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ من ْك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ّ "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan.

no. karena banyaknya amal shalih yang diperbuat manusia. ‘Wahai pencari kebaikan sambutlah dan pencari kejelekan kurangilah. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil. Al-Baqarah [2] : 185) Oleh karena itu ditutuplah pintu-pintu jahannam. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah: ُ َ ْ ِ ‫إ ِذا كان أ َوّل ل َي ْل َةٍ من شهْرِ رمضان صفد َت الشياطين وَمرد َة ُ ال ْجن وَغ ُل ّقت‬ َ َ َ ْ َ ْ ّ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ُ ِ َ ّ ‫أ َب ْواب النارِ فَل َم ي ُفت َح من ْها باب وَفُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّنةِ فَل َنم ي ُغْل َنقْ من ْهَنا بناب‬ ّ ُ َ ٌ َ ‫ِ ن‬ َ ُ َ ٌ َ َ ِ ْ ْ ْ ْ ْ َ ‫وَي ُنادي مناد ٍ يا باغي ال ْخي ْرِ أ َقْب ِل وَيا باغي الشر أ َقْصر وَل ِل ّهِ ع ُت َقاء منن الننّنار‬ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ ّ ٍ‫وَذلك ك ُل ل َي ْل َة‬ “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba. serta banyaknya dzikir. diwajibkan atas kamu Shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. no. 1642 10 . dan dibukalah pintu-pintu jannah. Rasulullah SAW bersabda: ‫إ ِذا جاء رمضان فُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّةِ وَغ ُل ّقت أ َب ْواب النارِ وَصفد َت الشياطين‬ ّ ُ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ّ “Jika bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu jannh dibuka sedangkan pintu neraka ditutup. tahmid dan tahlil yang mereka ucapan. أ َياما معْدودات‬ َ ُ ّ ً ّ َ ُ ْ 15 16 HR. Dan juga mereka sibuk membaca Al-Qur’an dan berbagai macam ibadah lainnya yang mampu mendidik sekaligus mensucikan jiwa. Lailatul Qadar D. dan pintupintu jannh dibuka sehingga tidak satu pun pintu yang tertutup. maka setan-setan dan jin Ifrit dibelenggu. pintu-pintu nereka ditutup sehingga tidak ada satu pun darinya terbuka. dan setan pun dibelenggu. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan Firman Allah : ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫ِ َ ِن‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون.”16 3. dan Allah membebaskan orang-orang bertakwa dari api neraka pada setiap malam. 682 Ibnu Majjah." (QS. 1079 At-Tirmidzi.”15 Semua itu berlangsung dari permulaan malam bulan Ramadhan yang penuh barakah. Al-Bukhari. 4/97 dan Muslim.Risalah Ramadhan akan terjadi apabila kaum muslimin telah berkonsentrasi menjalankan shaum yang merupakan pengekang hawa nafsu. no. Allah SWT berfirman: ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ ْ "Hai orang-orang yang beriman.

“Apakah ada yang lainnya ?”Beliau menjawab.”17 Dari Thalhah bin Ubaidillah RA.” Orang itu bertanya lagi. Maka Nabi SAW menjawab. Apabila cuaca mendung dan hilal bulan Ramadhan tidak dapat dilihat pada malam 30 Sya’ban. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan. no. Al Baqarah [2]: 183-184). ia berkata.” Kemudian Nabi SAW bersabda.” (QS. Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu.” Lalu orang itu membalikkan tubuhnya seraya berkata. “( Lalu ) shiyam di bulan ramadhan.“Orang itu akan beruntung jika dia benar. dan shaum Ramadhan. no. “Apakah ada yang lainnya ?“ Nabi SAW menjawab. “Tidak. menunaikan zakat.Risalah Ramadhan “Hai orang-orang yang beriman. diwajibkan atas kamu shiyam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Muslim. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah.” Orang itu bertanya lagi.” Kemudian Rasulullah SAW menyebut zakat.” Nabi SAW bersabda. “Apakah ada yang lain ?” Nabi SAW menjawab. ُ ّ ً ‫شهْر رمضان ال ّنذي أننزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ منك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ّ “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. berhaji ke baitullah. yaitu minimal dengan kesaksian paling sedikit satu orang muslim yang adil untuk awal Ramadhan. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan 1. 8. Muslim.penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). menegakkan shalat.19 2. ( yaitu ) dalam beberapa hari yang tertentu. “Demi Allah. 46. Awal dan akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru’yah hilal (melihat bulan sabit). no 11 Lihat Zaadul-Ma’ad. 2/36-37 11 . Shahih Al-Bukhari. dan dua orang muslim untuk awal Syawal. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. Sabda Rasulullah : َ ُ ْ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ب ُن ِي ال ِسل َم ع َلى خمس: شهاد َةِ أ َن ل ّ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَ أ َن محمدا رسوْل اللننه‬ ِ ْ ُ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ّ َ َ َ .‫وَإ ِقام ِ الصل َةِ وَإ ِي ْتاء الزكاةِ وال ْحج وَصوْم ِ رمضان‬ َ َ َ َ ّ َ َ َ ّ “Islam dibangun di atas lima perkara: “Bersaksi bahwasannya tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. “Tidak kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah.”18 E. “Tidak. maka hendaklah ia melaksanakan shaum pada bulan itu… “ (QS. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menggenapkan bilangan bulan Sya’ban 17 18 19 Shahih Al-Bukhari. aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi. lalu orang itu bertanya lagi. “Lima kali shalat sehari semalam. “Bahwasannya ada seorang laki-laki dari negeri Najd yang datang kepada Nabi seraya bertanya tentang islam. no 16. Al baqarah [2]: 185).

2/180 Syarh Shahih Muslim. Dan begitulah pendapat jumhur fuqaha’. Shahih Muslim. tentulah akan memberatkan mereka.”22 4. 12 . yaitu awal bulan Ramadhan. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menyempurnakan bilangan Ramadhan menjadi 30 hari. no. no.”24 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. kemudian hari berikutnya dipastikan sebagai hari raya.‫العِد ّة َ ث َل َث ِي ْن‬ َ “Satu bulan itu jumlahnya 29 malam. 2/47. Lihat Zaadul-Ma’ad.‫فاقْد ُروْل َه‬ ُ ُ “Janganlah klian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. karena sesungguhnya syari’at Islam ini mengaitkan shaum dengan ru’yah bukan dengan hisab. Kitab Ash-Shiyam. 3. 6.Adapun menetapkan awal Ramadhan dengan ilmu hisab di saat langit mendung. Kitab ash-Shiyam.25 Rasulullah bersabda : َ َ ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل َ ن َحسب، الشهْر هَك َنذا وَهَك َنذا : ي َعْننِني منرة ً ت ِسنعَة‬ ً ْ ٌ ِ ٌ ّ ّ ُ َ ْ ُ ّ َ ُ ّ ْ ِ . Al-Fatawa Al-Kubro. Para fuqaha’ telah menegaskan tentang dilarangnya bersandar pada perhitungan-perhitungan ilmu falak dalam menetapkan hilal. sedang syari’at dapat dipahami orang apabila kebanyakan mereka mengetahuinya. sebab jika orang banyak dibebani dengan hal tersebut.‫وَعشرِي ْن وَمرة ً ث َل َث ِي ْن‬ َ ّ َ َ 20 21 22 23 24 25 Dua cara inilah yang menjadi petunjuk Nabi dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. maka pendapat ini banyak dibantah oleh para ulama’. 1906. Shahih Muslim.21 ‫الشهْر ت ِسعَ وَ عشروْن ل َي ْل َة فَل َ ت َصوْموا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ َم ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْمل ُوا‬ ً ّ َ ْ َ ُ ْ ِ ْ ْ ّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ّ . Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian.23 Jumhur fuqaha’ mengatakan. sebab masalah hisab perbintangan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang saja. 2/464. sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. “Dan tidak betul jika yang dimaksud adalah hisab ahli perbintangan. kemudian dipastikan untuk shaum pada hari berikutnya. 7/190. tidak diragukan bahwasannya tidak boleh bersandar kepada hisab perbintangan”. Wallahu a’lam. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian. “Berdasarkan As-Sunnah Ash-Shahihah serta kesepakatan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga.20 Rasulullah SAW bersabda : َ ‫ل َ ت َصننوْموا حتننى تننروا الهل َل وَل َ ت ُفطننروا حتننى تننروْه ُ فننإ ِن غننم ع َل َي ْكننم‬ ِ ْ َ َ ّ َ ّ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ِ ْ َ . yaitu sebagai awal bulan Syawal. 3. 2/158-160 Shahih Al-Bukhari. 1907. no.Risalah Ramadhan menjadi 30 hari. Shahih Al-Bukhari. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. no. sempurnakanlah bilangannya (menjadi 30 hari)”. Begitu pula ketika hilal bulan Syawal tidak terlihat. maka janganlah kamu melakukan shaum sampai kalian melihatnya (hilal).

2326. 13 . no. 2128. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Bulan itu begini dan begini. maka dia juga keliru terhadap akal dan ilmu hisab. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.”27 Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan. 7394. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. Bahkan beberapa bulan sebelumnya mereka telah berani menetapkan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu hisab. begitu juga Mu’awiyah RA. Kalau kedua negeri itu berdekatan. dan penduduk negeri tersebut diwajibkan untuk melakukan shaum. no. maka hukumnya sama dengan satu negeri. no. yang terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari.” Abdullah bin ‘Abbas RA berkata. atau sampai menyempurnakan bilangannya. atau menyempurnakan bilangan bulan sebelumnya. yang paling shahih menyatakan bahwa shaum tidak diwajibkan atas penduduk negeri yang lain. 15. berlaku bid’ah di dalam dien. “Kami melihat hilal malam Jum’at”.‫ال ْهِل َل أ َوْت ُك ْملوا ال ْعِد ّة ُ قَب ْل َه‬ ٌ “Janganlah kalian mendahului bulan sebelum kalian melihat hilal. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. cara yang tidak pernah dipergunakan oleh Rasulullah SAW. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal Madzhab Syafi’i mengatakan.”28 Bagaimana halnya dengan kelompok yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal dengan hisab sementara langit cerah tanpa sepotong awanpun. maka yang diputuskan adalah perkara berikut ini. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan 26 27 28 29 Shahih Bukhari. “Orang yang bersandar kepada hisab dalam masalah hilal. Maka Kuraib berkata. tabi’in dan tabi’ut tabi’in.29 Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas RA) meriwayatkan. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris (ibunya Ibnu ‘Abbas RA) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah RA di Syam. Kitab Ash-Shiyam. Kemudian laksanakanlah shaum sampai kalian lihat hilal. para shahabat. maka Abdullah bin ‘Abbas RA menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. “Apabila hilal terlihat di suatu negeri sedangkan orangorang di negeri lain tidak melihatnya. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl RA. no. sebagaimana bahwasa ia telah sesat di dalam syari’at. 2/464. Tetapi kalau negeri tersebut berjauhan. dan terjadilah hilal Ramadhan. Shahih Muslim. maka kami akan tetap shaum hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. F. mereka melaksanakan shaum. Sunan An-Nasai. Al-Fatawa Al-Kubro. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. dan semua orang melihatnya. atau sampai kami melihat hilal Syawal”.”26 ُ ِ َ ‫ل َت َقد ّموا الشهْر حتى ت َروُ ال ْهِل َل قَب ْل َه أ َوْ ت ُك ْملوا ال ْعِد ّة، ث ُم صوْموا حتى ت َرو‬ ّ َ ّ َ َ ّ ُ ُ ّ َ ُ ُ َ ُ َ َ ُ ِ َ . Sunan Abu Daud. maka ada dua pendapat. tidak menulis dan tidak melakukan hisab. 6/274-275. no. Aku bertanya. kemudian ia bertanya. 1913.

selama Khalifah tidak mewajibkan kepada rakyatnya. 8/347-350. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. no. Demikian menurut madzhab Hambali.35 Berbeda dengan orang yang kehilangan akalnya karena pingsan kemudian dia siuman. maka siapapun tidak boleh menyelisihi perintahnya. sehingga tidak wajib mengqadha’nya.”30 Menurut madzhab Maliki. 693. 6/250. Fiqhul Ibadat. Apabila ada orang kafir yang masuk Islam di pertengahan Ramadhan. Al Mughni. hal. Al-Auza’i. Syafi’i. walaupun ru'yah telah menjadi keputusan Khalifah. wanita yang sedang haidh dan nifas tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shaum.33 2. Mukim (tidak dalam keadaan safar). Al Mughni. Mereka wajib berbuka dan mengqadha’ shaum yang telah ditinggalkannya. maka setiap penduduk dari masing-masing negeri tersebut wajib melaksanakan hasil ru’yah negerinya bukan ru’yah negeri orang lain. Apabila dia mewajibkannya. no. Jika wanita yang sedang haidh atau nifas 30 31 32 33 34 35 36 Shahih Muslim. beginilah Rasulullah menyuruh kami. 307-308. Syarat Wajib / Sah Shaum32 1. Jika anak kecil (laki-laki atau perempuan) telah mampu melaksanakan shaum. Hanafi. karena pingsan termasuk salah satu penyakit. baik haidh atau nifasnya itu terjadi di awal atau akhir siang. maka seorang wali berkewajiban untuk menyuruh mereka melaksanakan shaum yaitu bila mereka telah mencapai usia 7 tahun. Islam. Dan jika telah sembuh. dan memukulnya apabila meninggalkan shaum ketika telah berusia 10 tahun. hadits no. Sunan At-Tirmidzi. Ad-Dien Khalish. di antaranya. jika telah suci dari haidh atau nifasnya. hadits di atas merupakan hujjah bahwasannya apabila suatu negeri saling berjauhan sebagaimana Syam dan Hijaz.36 4. Sanggup untuk melaksanakannya. dan Imam Ahmad. 14 .Risalah Ramadhan shaum Khalifah Mu’awiyah RA?” Beliau menjawab. 5. Minhajul Muslim. As-Syafi’i. Sunan Abu Daud. 3/155. dan tidak wajib mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya di saat dia gila. 2/295-296. 212. 2332. bukan gila. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. maka shaum pada hari itu batal. Shaum Ramadhan tidak diwajibkan atas orang gila. Suci dari haidh dan nifas. Berakal. Abu Tsaur dan Qatadah. dia cukup shaum pada hari-hari yang masih tersisa di bulan Ramadhan. hal.”31 G. Dia cukup melaksanakan shaum pada hari-hari selanjutnya setelah ia memeluk Islam. maka dia tidak wajib mengqadha’ shaum yang telah berlalu. Maliki. karena shaum pada hari-hari yang lalu belum menjadi kewajibannya. 6. sehat jasmani. 1087. Baligh. Tafsir Al-Qurthubi. maka dia wajib mengqadha’ shaum yang telah dia tinggalkan. “Tidak. 6/251. Menurut ijma’ (kesepakatan) ulama. 3/156. Demikian pendapat Abu Tsaur.34 3. Jika haidh dan nifasnya terjadi pada sebagian siang.

maka hukumnya sama dengan hukum orang yang junub. niat wajib dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan. baik dilafalkan atau tidak. 69. 3/93.41 Waktunya adalah pada bagian malam manapun di bulan tersebut hingga terbit fajar shadiq. 2/200.25/215. 3/137.42 Rasulullah SAW bersabda : ‫من ل َم ي ُجمع الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak meniatkan shaum sebelum fajar. 2454. “Setiap orang yang tahu bahwa besok hari telah masuk bulan Ramadhan. Dan hal ini merupakan amaliyah yang umumnya dilakukan kaum muslimin. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga.138. maka tidak mengapa. Maliki dan lainnya. hadits no 730. sebagaimana dikatakan oleh umumnya para ulama’. Syafi’i dan Ibnul Mundzir. Majmu’ Fatawa. seperti makan. karena apabila dia haidh pada sebagian siang hari. 3/91. Namun dengan syarat haidh tersebut telah berhenti sebelum fajar. 3/142. 8/440-451. maka shaumnya batal. Minhajul Muslim. Syafi’i. Sunan At-Tirmidzi. Niat.37 Ummul Mukminin ‘Aisyah RA berkata: . hadits no. kemudian dia ingin melaksanakan shaum di bulan itu. Sunan Abu Daud. disyaratkan juga agar dia berniat untuk shaum di malam hari setelah haidhnya terhenti. hadits no. atau mencampuri isterinya. Demikian menurut madzhab Hambali. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir.”43 Adapun setelah berniat lalu ia melakukan sesuatu yang dapat membatalkan shaum. Shahih Muslim. hal 232-235. 2335. Hanafi. atau tidak melakukan semua itu sebelum terbit fajar shadiq. minum. Fiqhul Ibadat. Orang yang junub diperbolehkan untuk mengakhirkan mandinya hingga subuh kemudian dia mandi dan menyempurnakan shaumnya. 8/344. 15 .”38 Kalau haidh seorang wanita terhenti pada malam hari kemudian dia mandi pada subuh di pagi harinya. Selain itu. maka dia berdosa dan shaumnya tersebut tidak sah. Dan demikian juga menurut madzhab Maliki dan Ishaq. karena shaum seseorang tidak dianggap sah kecuali jika dia berniat pada malam harinya. hadits no.Risalah Ramadhan berniat shaum dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum. Rukun-Rukun Shaum40 1.39 H. Ad-Dien Khalish. bahwa satu kali niat sudah dianggap sah untuk menjalankan shaum selama sebulan. padahal dia mengetahui bahwa shaum diharamkan untuknya.‫ك ُنا ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصوْم ِ وَل َ ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصل َة‬ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ُ َ ِ ّ ّ ّ "Kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat. Sunan Abu Daud. Berbeda dengan pendapat Imam Ahmad yang mengatakan. Al-Mughni. mereka semua meniatkan shaumnya. apabila diniatkan untuk shaum selama satu bulan.45 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Al Mughni. S ٍ unan An-Nasai. Ad-Dien Khalish. hal 308. maka dia telah berniat shaum. kitab Al-Haidh. Al Mughni. hadits no. hadits no. maka tidak ada shaum baginya. 263.44 Menurut madzhab Hambali. 6538. Al Mughni. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata.

Dan yang lebih utama adalah dengan kurma. Adapun do’a yang dibaca Rasulullah SAW ketika akan berbuka adalah : ‫ذ َهَب الظ ّمأ ُ واب ْت َل ّت ال ْعُروْقُ وَث َب َت ال َجر إ ِن شاء الله‬ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ُ َ َ “Telah hilang dahaga. maka beliau minum beberapa teguk air. dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ AshShaghir. Sunan Abu Daud. Shahih Muslim. 1098. HR. Shahih Al-Bukhari. 1987. 3.”47 2. hal. yaitu makan dan minum diakhir malam dengan niat shaum. Bersegera berbuka. Sunnah-Sunnah Shaum46 1.”49 4. 310-311. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُفط ِر ع َلى رط َبنَنات قَب ْنل أ َن ي ُصنل ّي‬ ٍ ْ َ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ٍ َ ْ ِ ٍ َ َ َ َ َ ْ ‫فَإ ِن ل َم ت َك ُن رط َبات فَعَلى ت َمرات فَإ ِن ل َم ت َك ُن حسا حسوات من ماء‬ ٍ َ َ ْ ْ ٌ َ ُ ْ ْ ْ “Rasulullah berbuka dengan beberapa ruthab (biji kurma basah) sebelum menunaikan shalat. hadits no. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA.”48 3. Ahmad.Risalah Ramadhan 2. hadits no. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih AlJami’ Ash-Shaghir. dan At-Tirmidzi. 16 . Al-Baqarah [2]: 187 ) I. 4678. Berdo’a ketika akan berbuka. Insya Allah. Rasulullah SAW bersabda : ُ ِ ‫ل َي َزال الناس ب ِخي ْرٍ ما ع َجلوا ال ْفط ْر‬ َ ُ ّ ُ َ َ َ ِ “Manusia tetap akan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. maka dengan beberapa tamr (biji kurma kering). Berbuka dengan kurma atau air.” ( QS. hadits no. Dilakukan pada siang hari. Jika tidak ada. Sahur. Allah SWT berfirman : ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ا ْل َب ْي َض من ال ْخي ْط ا ْل َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ّ ‫ث ُم أ َت ِموا الصيام إ ِلى ال ّي ْل‬ ّ ّ ِ “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Kemudian sempurnakanlah shaum sampai malam hari. 2357. hadits no. 4995. Dan jika tidak ada. Rasulullah SAW bersabda : ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحوْرِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ 46 47 48 49 Minhajul Muslim. telah basah kerongkongan. dan telah tetap pahalanya. yaitu fajar. Abu Daud. hadits no. Imsak (menahan diri) dari hal-hal yang membatalkan shaum.

1095. 8/477-483.”51 J. atau sebab lainnya. 17 . Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’53 1. baik sengaja maupun lupa. Mencicipi masakan atau makanan. 8. hadits no. Riwayat Imam Thabrani. yang dianggap perlu. maka tidak membatalkan shaum. Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum52 Adapun beberapa perkara yang dimakruhkan atas orang yang shaum. baik lewat hidung atau telinga. Rasulullah SAW bersabda : ُ ّ ‫ع َجلوا ا ْل ِفْطار وَأ َخروا السحوْر‬ َ ُ ّ ُ ّ َ َ “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur. dapat merusak shaum. apabila khawatir menjadikan dirinya lemah dan membuat Terus menerus memandang istri dengan syahwat. Adapun keluar mani karena bermimpi.”50 5. Berbekam. atau meneteskan ke dalam telinga. yang dikhawatirkan akan merusak shaumnya. dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir. hal 246-249. yaitu sebelum terbitnya fajar shadiq (shubuh). atau kemudian ia meneruskannya dengan berjima’ (menggauli isterinya). berkumur dan menghirup air ke hidung saat bewudhu’. hal 312-313. 50 51 52 53 Shahih Al-Bukhari. seperti memasukkan obat lewat hidung. Mencium (istri/suami). atau dubur dan qubul (kemaluan) wanita. hal 311-312. Berkumur-kumur bukan karena wudhu’. atau bercumbu. 3. Minhajul Muslim. 4. 3989. Ad-Dien Khalish. Memasukan cairan ke dalam kerongkongan. baik karena keluar mani. hadits no. 1923. 6. (jima’). 3. sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barokah. Dan menurut madzhab Maliki bahwa cairan yang masuk ke dalam Air yang masuk ke dalam kerongkongan karena terlalu dalam ketika Keluar air mani karena terus menerus memandang atau berpikir kerongkongan melalui mata. ia berbuka.Risalah Ramadhan “Bersahurlah. atau kepentingan lainnya Berlebih-lebihan ketika berkumur dan menghirup air ke hidung saat K. berwudhu’. 2. Shahih Muslim. Fiqhul Ibadat. 5. 2. atau mencium. Bercumbu dengan isteri. Berfikir urusan jima’. sebab terkadang dapat membangkitkan syahwat sehingga shaumnya rusak. walaupun sebenarnya tidak merusak shaum. 9. Minhajul Muslim. 7. hadits no. 1. Mengakhirkan sahur hingga bagian akhir malam. Bercelak di awal siang. 4.

Tanya beliau. Berbuka dalam keadaan ragu. 13. 11. "Tdak”. 7. Sengaja memasukkan sesuatu yang tidak memberikan faedah bagi Sengaja memasukkan air ke dalam dubur ketika istinja’. minum. padahal tidak ada satu warga pun di kampung kami yang lebih miskin daripada kami”. dan kalau masuk sebagiannya saja.Risalah Ramadhan 5. hal 313. jawabnya. minum. hadits no. Makan. Tanya Rasulullah SAW pula. Tanya beliau. kata Nabi SAW.jawab laki-laki itu. Laki-laki itu menjawab. karena ia menyangka kalau malam telah masuk Makan atau minum karena lupa. dan ternyata fajar telah terbit. 9. sedangkan ia mengira kalau keadaan Makan atau minum. seperti menelan batu. lalu beliau katakan : “Pulanglah. maka Makan. kata laki-laki itu menerangkan. 1936. atau besi. atau berjima’.” Rasulullah SAW bertanya. Berjima’ ( bersenggama ) dengan sengaja tanpa dipaksa. “Celaka saya ya Rasulullah”. dalam dubur maupun qubul wanita. Memasukkan potongan kain. hadits no. Shahih Muslim. 12. “Tidak “. 14. 10.”55 2. 8. “Tidak”. 1111. maka tidak merusak shaum. dan belum jelas baginya. apabila masuk seluruhnya. Dan Nabi SAW pun tersenyum sampai kelihatan gigi gerahamnya. apakah matahari telah terbenam atau Betul-betul berniat untuk berbuka (mbongkah : jawa) sebelum datang tidak membatalkan shaum. maka datanglah Nabi SAW dengan membawa sebakul kurma seraya berkata : “Sedekahkanlah kurma ini”. 15. Kemudian ia duduk. Makan dan minum dengan sengaja tanpa adanya udzur yang membolehkan dia 54 55 Minhajul Muslim. mutiara. Muntah dengan sengaja. “Sanggupkah kamu memberi makan kepada 60 orang miskin ?”. Shahih Al-Bukhari. “Sanggupkah kamu memerdekakan seorang budak ?”. L. 18 . 6. waktu maghrib. (datang waktu maghrib) dan ternyata masih siang. “Apakah kepada orang yang lebih fakir dari kami ya Rasulullah. masih malam (belum terbit fajar). atau jari yang basah ke badan ke dalam kerongkongan lewat mulut. Murtad (keluar dari Islam). berbuka. Dan laki–laki itu pun tetap menjawab. Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang laki-laki kepada Nabi SAW seraya berkata. dan berjima’. “Kuatkah kamu shaum dua bulan berturut-turut ?”. “Saya telah bersetubuh dengan isteri saya pada siang hari Ramadhan. atau kayu. karena menyangka bahwasannya tidak wajib untuk kembali meneruskan shaumnya. belum. “Kenapa kamu celaka ?”. berikan kurma ini kepada keluargamu. benang. kemudian membatalkan shaumnya. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh54 1. Adapun muntah dengan tidak sengaja.

dengan syarat tidak sedikit pun yang masuk ke dalam Melakukan safar (perjalanan) karena keperluan yang diperbolehkan (bukan maksiyat). Lalat yang tertelan tanpa ia kehendaki. hal. 314-315. mungkin dihindari.56 menyuruh seorang laki-laki yang sengaja berbuka pada bulan Ramadhan. dengan diguyur air atau berendam di dalamnya. 9. minum dan melakukan hubungan suami isteri di malam hari menurut Imam Ahmad. 84. Menelan ludah sendiri. 2. asap kayu dan seluruh asap yang tidak 56 57 58 Shahih Muslim. yang tidak menyebabkannya masuk ke dalam kerongkongan walau pun sedikit. atau memberi makan 60 orang miskin. baik Makan. 7. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum57 1. dahulu. 3. Kitab Ash-Shiyam. ataupun Menggunakan parfum. 4. 6. agar membebaskan budak. 3. minyak rambut. atau harum-haruman yang sifatnya dibakar Mengunyah makanan untuk anak kecil karena tidak ada orang lain yang mengunyahkannya. 19 . berbuka. 4. Memakai minyak wangi. 8. Minhajul Muslim. Ad-Dien Al-Khalish.Risalah Ramadhan ‫ع َن أ َبي هُري ْرة َ أ َن الن ّب ِي أ َمر رجل ً أ َفْط َر في رمض نان أ َن ي ّعْت ِنقَ رقَب َنة‬ ً ِ َ ْ َ ‫َ َ َن‬ ُ َ َ َ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ‫أ َوْ ي َصوْم شهْري ْن أ َوْ ي ُط ْعِم ست ّي ْن مسك ِي ْنا‬ ً ْ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ُ Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Nabi SAW bulan. Berobat dengan obat apapun selama halal. N. kecuali Mendinginkan tubuh dengan air karena cuaca sangat panas. 8/454-459. Dalam keadaan junub di waktu subuh (setelah melakukan jima’ Mimpi junub di siang hari. sebelum terbit fajar namun belum mandi setelah datang waktu subuh). meskipun dia tahu kalau safarnya itu dapat mengakibatkan dirinya Bersiwak (menggosok gigi) di sepanjang waktu siang. Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum58 1. baik yang dioleskan ke badan. 2. walaupun banyak. Asap jalanan dan pabrik. Minhajul Muslim. 5. sebelum terbit fajar. apabila tidak khawatir menjadikan badannya lemah. atau shaum selama dua M. di antara (yang dibolehkan) adalah dengan jarum suntik selama itu bukan infus. bahwasannya makruh bersiwak setelah matahari tergelincir. 5. hal 314. Berbekam. kerongkongan. hadits no.

hadits no. Shadaqah. baginya pahala orang yang shaum tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari pahalanya”. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan61 1.60 O. hendaklah ia sempurnakan shaumnya. HR.” Sedangkan bacaan Qur’annya berkata: 59 60 61 62 63 HR. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalm Shahih Al-Jami’ ash-Shaghir. Rasulullah SAW bersabda : ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ِ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh mengharap ridha Allah. dan Muslim. lalu melanjutkan َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ُ‫إ ِذا ن َسي فَأك َل وَشرِب فَل ْي ُت ِم صوْمه، فَإ ِن ّما أط ْعَمه الله وَسقاه‬ ُ ُ َ َ ُ َ َ ّ “Apabila seseorang lupa lalu makan dan minum. Qiyamul lail. 6070. aku telah mencegahnya dari makan dan minum di siang hari. hal.63 3. dan At-Tirmidzi. Al-Baihaqi. 435. 20 .59 َ َ َ‫من أ َفْط َر في رمضان ناسيا فَل َ قَضاء ع َل َي ْهِ وَل َك َفارة‬ ِ َ ً ِ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang berbuka (makan atau minum) pada bulan Ramadhan karena lupa maka tidak ada qadha’ dan kafarah atas dirinya”. hadits no. Ahmad. tidak lain karena Allah memberinya makan”. Al-Bukhari. Tilawah (membaca) Al-Qur’an Rasulullah SAW bersabda : ْ ِ َ َ ّ ُ ْ ُ ْ ُ ‫الصيام وَ القرآن ي َشفعان ل ِلعب ْد ِ ي َوْم ال ْقيام نة، ي َقُ نوْل الص نيام: أ َيْ رب‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ُ َ ّ ُ َ ّ :‫إ ِني من َعْته الط ّعام وَ الشهَوات بالن ّهارِ فَشفعْن ِي فِي ْه، ي َقوْل القرآن‬ ِ َ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ ِ َ َ َ ِ َ َ ّ ْ ‫رب من َعْت ُه الن ّوْم بالل ّي ْل فَشفعْن ِي فِي ْه، فَي َشفعان‬ ِ ِ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ْ ْ ِ “Shiyam dan bacaan Qur’an dapat memberi syafa’at kepada seseorang (yang melakukan dan membacanya) pada hari kiamat. HR. 6415. hadits ini shahih menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-jami’ ash-Shaghir. shaumnya. Rasulullah SAW bersabda: َ َ َ ‫ّن‬ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ً َ َّ ْ ْ ِ ُ ُ ُ َ ْ َ ِ ‫من فَطر صائ ِما كان له مث ْل أجرِه، غ َي ْر أن ّه ل َي َن ْقص من أج نرِ الص نائ ِم‬ ً ‫شيئا‬ ْ َ “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang shaum. Al-Bukhari dan Muslim.Risalah Ramadhan 6. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. Minhajul Muslim. hadits no.62 2. Shiyam mengatakan: “Ya Rabb. 710. diampuni baginya dosa-dosanya yang lalu”. 305-306. Rasulullah bersabda: Makan dan minum karena lupa atau tidak sengaja. HR. no.

dapat mencapai (pahala) haji.66 P. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum 1. Al-Mughni.69 Allah SAW berfirman: َ ‫وَمن كان مريضا أ َوْ ع َلى سفرٍ فَعِد ّة ٌ من أ َيام ٍ أ ُخر‬ َ َ ّ ْ ّ ً ِ َ َ َ َ َ َ 64 65 66 67 68 69 HR. yaitu berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. 3882.67 2. Orang sakit. maka untuk kasus-kasus semacam ini dia diperbolehkan untuk berbuka. Shahih Al-Bukhari. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. no. Maka dari itu berikanlah dia syafa’at karena kami”. Shahih Muslim. shahih menurut Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir. HR. Kitab Al-Hajj. 222. dan dia wajib mengqadha’ shaum yang dia tinggalkan. 3/141. 727. atau kalau shaum dia akan bertambah sakit. At-Thabrani. Al Hakim. 21 . Orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: ُ ُ َ َ َ ‫كان رسوْل الله ي َعْت َك ِف ال ْعَشر ال َواخر من رمضان‬ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ "Adalah Rasulullah melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Lihat shahih Bukhari.Risalah Ramadhan “Aku telah melarangnya dari tidur di malam hari. no. no. diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka dan setiap harinya memberi makan seorang miskin sebagai ganti satu hari shaumnya”.lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. diperbolehkan untuk berbuka dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari sebagai fidyah shaum yang telah dia tinggalkan. Laki-laki dan wanita yang tua renta. apabila telah sembuh. “Ayat ini merupakan rukhshah (keringanan) bagi laki-laki atau wanita tua renta yang apabila tidak sanggup menjalankan shaum. Allah SWT berfirman: َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (tidak shaum) untuk membayar fidyah. 64 4.Imam Ajmad. atau tidak dapat meminum obat yang dapat membantu penyembuhannya.68 Namun jika masih bisa diharapankan kesembuhannya tapi jika dia shaum akan menyulitkannya atau sakitnya bertambah parah dan lebih lama sembuhnya. 2/79. no.Al-Bukhari dan Muslim. Melakukan ‘umrah. I’tikaf.”65 5. Tafsir Ath-Thabari. yaitu memberi makan seorang miskin…” ( QS. no. yaitu menziarahi Baitullah Al-Haram untuk melakukan thawaf sa’i. 4505. atau melaksanakan haji bersamaku”. Al Baqarah [2]: 184 ) Ibnu ‘Abbas RA berkata. 6/255-256. Rasulullah SAW bersabda: ‫فَإ ِن ع ُمرة َ في رمضان ت َقضي حجة أ َوْحجة معِي‬ ً ّ َ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ْ ّ ْ َ ً ّ َ “Sesungguhnya ‘umrah pada bulan Ramadhan. Al Baihaqi. 1863.

menurut madzhab Maliki.72 5. maka diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka.71 Dan menurut Imam Abu Hanifah adalah perjalanan yang ditempuh selama tiga hari. Seorang pekerja jika dihadapkan pada pekerjaan berat yang ia khawatir bila melakukan shaum akan membahayakan dirinya. maka diperbolehkan untuk berbuka pada bulan Ramadhan. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. Adapun jarak yang memperbolehkan seseorang untuk mengqashar shalatnya dan berbuka. bukan keselamatan jiwa mereka sendiri. Al Baqarah [2]: 185 ) 3. Namun wajib untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya dan tidak diwajibkan membayar fidyah. 3/139. Al-Mughni.25/218. “Bahkan dia diperbolehkan untuk mengqashar dan berbuka dalam perjalanan yang ditempuh kurang dari dua hari. Dari Imam Malik. dari Nafi'. 10/233. Dia menjawab. atau perjalanan yang berjarak 16 farsakh. Apabila wanita hamil dan menyusui khawatir akan keselamatan jiwa mereka. 22 .70 4. ditambah dengan membayar fidyah shaum yang ditinggalkannya. 3/139. Lihat ukuran farsakh dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu.Pekerja berat." Dan Ad-Daroquthni 70 71 72 73 74 Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. maka dia berdosa apabila berbuka. sesuai kesepakatan para ‘ulama. Musafir Orang yang sedang safar dan menempuh jarak yang memperbolehkannya shalat qashar. yaitu sekitar 48 mil ( 88. atau beserta anak-anak mereka sendiri. Syafi’i dan Ahmad adalah perjalanan yang ditempuh dengan unta atau berjalan kaki selama dua hari. bahwa Ibnu 'Umar RA ditanya tentang wanita hamil bila khawatir terhadap (kesehatan) anaknya. apabila dengan meninggalkan pekerjaan beratnya itu dapat membahayakan dirinya. 236. maka dia diperbolehkan berbuka dan mengqadha’ shaumnya.Risalah Ramadhan “…dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu dia berbuka ). 25/209-214. dan baik shaumnya itu memberatkan dirinya maupun tidak. seperti halnya orang sakit yang diperbolehkan berbuka. Majmu’ Fatawa. Para ulama’ salaf dan khalaf lainnya mengatakan. Al-Mughni. tidak perlu untuk mengqadha shaum yang ditinggalkannya. baik dia mampu untuk melakukan shaum ataupun tidak.74 Namun Ibnu Abbas RA dan Ibnu Umar RA berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui jika meninggalkan shaum cukup baginya untuk membayar fidyah.73 Dan jika mereka hanya mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya saja.161. maka ( wajiblah baginya shaum ) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain… ( QS. 1 : 75 Lihat Majmu’ Fatawa. Wanita hamil dan menyusui.7 Km). maka diperbolehkan berbuka. Namun jika tidak membahayakan dirinya. "Dia berbuka dan memberi makan kepada satu orang miskin setiap hari sebanyak satu mud gandum.” Inilah pendapat yang kuat menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. selama safarnya itu bukan untuk maksiyat. misalnya perjalanan antara Makkah dan Jeddah. dan diwajibkan untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya.10/220. karena sebenarnya mereka mampu untuk melaksanakan shaum.

yang sepadan dengan ¼ sha’ atau 675 gram bahan makanan lain. hal 163 Lihat ukuran mud dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. dan memberi makan satu orang miskin setiap hari. 1/75 Shahih Sunan Ibnu Majah. 23 . wanita yang hamil dan wanita yang menyusui. ia berkata. "Wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak wajib mengqhada. darinya.”77 75 76 77 Puasa Bersama Nabi. Dan dari jalur ketiga. "Sesungguhnya anak perempuannya dinikahi oleh seseorang dari kaum Quraisy. ia berkata. dan dia sedang mengandung. "Berbukalah dan berilah makan kepada seorang miskin setiap hari dan dia tidak wajib mengqhada."75 Sedangkan ukuran fidyah adalah satu mud gandum. Al-Baqarah [2]: 184) ّ َ ّ َ ‫إ ِن الله ع َز وَجل وَضعَ ع َن ال ْمسافِرِ شط ْر الصل َة، وَع َن ال ْمسافِرِ وال ْحامل‬ ِ ّ َ ّ َ ُ َ ُ ِ ِ َ َ َ َ ِ ِ ‫وال ْمرضع الصوْم أ َوالصيام‬ َ َ ّ ِ َ ّ ِ ِ ْ ُ َ “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla telah membebaskan separuh shalat bagi musafir." Dan isnadnya jayyid (baik). Lalu dia merasa kehausan di bulan Ramadhan. 2/64-65. "Bahwasanya istrinya bertanya kepadanya disaat dia sedang hamil. dan juga membebaskan shaum dari seorang musafir.Risalah Ramadhan meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar RA dan dia menshahihkannya.76 Allah berfirman: menyuruhnya َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya ( tidak shaum ) untuk membayar fidyah. yaitu memberi makan seorang miskin…” (QS. Maka dia berbuka.' Dan dia meriwayatkan dari jalur yang lain.

Hisab Hisab adalah menghitung garis edar benda-benda langit dengan rumus-rumus tertentu. Hilal Hilal adalah permulaan rembulan ketika ia tampak di mata orang banyak di awal bulan. 78 Lisanul Arab. Ru'yah Ru'yah adalah melihat hilal dengan mata telanjang yang ditopang dengan bantuan alat pembesar dan yang sejenisnya.Risalah Ramadhan BAB II PENENTUAN AWAL RAMADHAN Perihal ru'yah untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal merupakan masalah yang sangat asasi. d. c. 4690 24 . Matlha' Mathla' adalah tempat munculnya hilal. Semoga pembahasan ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi kaum muslimin yang mendambakan agar setiap amal ibadahnya sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW. tetapi kurang mendapatkan perhatian. Hal ini mungkin banyak dipengaruhi oleh fenomena penentuan awal Ramadhan atau Syawal dengan hisab hitungan ilmu falaq. A. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas perihal penentuan awal Ramadhan.78 b. Definisi-Definisi a. hal.

108 dan Malik. Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah menyebut-nyebut Ramadhan. Tirmidzi no. shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. 2326. Lihat Zadul Ma'ad 2/45. Kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصوموا حتى ت َروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِروا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فاقنند ُروا‬ ّ َ ّ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ ْ َ ‫ل َه‬ ُ “Janganlah kalian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. bahwa 'Aisyah RA berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َت َحفظ من شعْبان ما ل َ ي َت َحفظ من‬ َ َ َ َ ْ ِ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ّ َ ‫غ َي ْرِهِ ث ُم ي َصوم ل ِرؤ ْي َةِ رمضان فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْهِ ع َد ّ ث َل َثين ي َوْما ث ُم صام‬ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ً ّ ّ َ ِ ُ ُ ُ "Adalah Rasulullah sangat menjaga terhadap hilal Sya'ban tidak sebagaimana beliau menjaga bulan-bulan lainnya. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari". no. no. 79 80 81 82 Shahih Al-Bukhari. hadits Ibnu Abbas RA. Kemudian beliau shaum karena melihat hilal dan ketika terhalang maka beliau menghitung bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari kemudian beliau melaksanakan shaum. Ahmad. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Kitab Ash-Shiyam. Pendapat para ulama dalam hal ini. no. "Rasulullah bersabda: ‫ل َ ت َصوموا قَب ْل رمضان صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت دون َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ِ ‫غ َياي َة فَأ َك ْملوا ث َل َثين ي َوْما‬ ٌ َ ً َ ِ "Janganlah kalian shaum sebelum Ramadhan.Risalah Ramadhan B. dia berkata. Muslim. 3. Abu Dawud. Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Ad-Darquthni. no.”79 Sabda Nabi dalam hadits yang lain. Lihat At-Tirmidzi.80 Hadits dari Ibnu Umar."82 b. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Dan jika penglihatan terhalang (oleh awan) maka. Abu Dawud. no. Dalil-dalil penetapan masa awal Ramadhan. 2327 HR. 23237. 6/149. 788 dan Abu Dawud no. no. Al-Bukhari. bahwasannya Nabi menyebut-nyebut Ramadhan kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصنوموا حتنّنى ت َنروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِنروا حتنّنى ت َنروْه ُ فَنإ ِن أ ُغ ْمني ع َل َي ْك ُنم‬ ْ ْ َ َ ْ ُ ‫ُن‬ َ ِ َ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا ل َه‬ ُ ُ “Janganlah kalian shaum sampai kalian melihat hilal. Dan jika pandangan kalian terhalangi oleh awan maka sempurnakanlah bilangannya. 102. Penentuan Awal Ramadhan a. no. 688."81 Diriwayatkan dari Abdullah bin Qois RA. 268. 25 . sempurnakanlah bilangan bulan menjadi 30 hari. 1906. no. Shahih Muslim.

Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT : ‫وَمن قُد ِر ع َل َي ْهِ رِزقُه‬ ُ ْ َ ْ َ "Dan orang yang disempitkan rizkinya" (QS. para ulama bersepakat tentang wajibnya mengadakan ru'yatul hilal pada sore hari tanggal 29 Sya'ban. Lihat Fathul Bari. genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari." (HR. maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan.فاقدروا ل َه‬Adapun lebih jelasnya sebagai ُ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ‫ضي ّقوا ل َه‬ ُ ْ ُ َ ُ ‫(ال ْعَد َد‬persempitlah bilangannya). Abu Ahmad). memahami kalimat ‫له‬ ‫ث َل َث ِي ْن ي َوْما‬ ً َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ِ‫قَد ّروا ْ ل َه ت َمام ال ْعَد َد‬ َ َ ُ ُ (tetapkanlah ia dengan menyempurnaka bilangan Sya'ban menjadi 30 hari).Risalah Ramadhan Berdasarkan hadits-hadits di atas. Ath-Thalaq : 7). َ َ ّ ‫إ ِن رب ّك ي َب ْسط الرزقَ ل ِمن ي َشاء وَي َقد ِر‬ ُ َ ْ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ "Sesungguhnya Rabmu melapangkan rizki kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya. Namun jika hilal tidak kelihatan karena terhalangi oleh mendung. Apabila hilal terlihat. Mereka berbeda penadapat jika tidak tampaknya hilal dikarenakan langit mendung atau tertutup debu. Atau ada orang yang menyaksinakannya tetapi ia bukanlah orang yang kesaksiannya bisa diterima. 26 . hari Syak adalah hari dilaksanakannya ru'yatul hilal. Abdullah bin Umar RA dan Imam Ahmad bin Hambal. Pendapat pertama memahami kaliamat ‫ل َه‬ ُ ‫ . Abdullah bin Umar RA mengutus seseorang untuk meliht hilal. Sampai di sini para ulama sepakat. Abu Hurairah ra. Berkata. Adapun jika tidak tampak padahal cuaca terang." (QS. َ 2. Pendapat kedua. Al-Isra [17] : 30) Ini adalah pendapat Umar bin Khatab RA. jika dia tidak melihatnya dan hari itu tidak ada mendung maka keesokan harinya dia tidak shaum. 4/122. Jika utusannya melihat hilal maka itulah yang dijadikannya pedoman untuk shaum. ia melaksanakan shaum. padahal hari itu adalah tanggal 29 Sya'ban. Rasulullah saw bersabda: ُ ِ ‫صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُب ّي ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْملوا عد ّة َ شعْبان ث َلثين‬ ِ ْ ْ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ 83 Menurut Imam Ahmad. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam memahai maksud kalimat berikut: 1.83 Nafi' berkata: ‫فَكان ع َب ْد ُ الل ّهِ إ ِذا مضى من شعْبان ت ِسعٌ وَعشرون ي َب ْعَث من ي َن ْظ ُر‬ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ُ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ْ ‫فَإ ِن رئ ِي فَذاك وَإ ِن ل َم ي ُر وَل َم ي َحل دون من ْظ َرِهِ سحاب وَل قَت َر أ َصب َح‬ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ْ ٌ َ ْ ْ ‫مفط ِرا وَإ ِن حال دون من ْظ َرِهِ سحاب أ َوْ قَت َر أ َصب َح صائ ِما‬ ٌ َ َ ً َ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ ً ْ ُ "Apabila bulan Sya'ban telah lewat 29 hari.

"89 Abdurrahman Al-Jaziri berkata dalam bukunya. Pendapat ini hanyalah bersumber dari pendapat Ibnu Suraij. Perkataan ahli perbintangan. selain telah sesat dalam syari'ah dan mengadakan suatu hal yang baru (Bid'ah) dalam agama. karena hal itu tidak dimengerti kecuali oleh beberapa orang saja. Ahmad. 1/500 27 .86 Pendapat ini dibantah oleh mayoritas (jumhur) ulama. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari"84 3."87 Ibnu Taimiyah berkata. Mutharrif bin Abdullah dan Ibnu Qudamah. puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. walaupun berdasarkan kaidah-kaidah yang detail. Syarh Shahih Muslim. "Tidak boleh dipakai perkataan ahli hisab. Sebab jika umat dibebani dengan hal itu. "Tidak shahih riwayat dari Mutarrif. tidak bisa menulis dan menghitung. berdasarkan sunnah shahihah dan kesepakan para shahabat bahwa tidak boleh bersandar kepada hisab (perhitungan) berbintangan. dengan bukti adanya perbedaan pendapat di antara mereka dalam banyak persoalan. tidak akan berubah selamanya." Lihat Fathul Bari. Al-Bukhari. Yaitu disaksikannya hilal atau menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. "Tidak diragukan. 106 dan Muslim. 4/122 Fathul Bari. Ad-Darimi."90 c. 3/461 Kitab Fiqih 'ala Madzahibul 'Arba'ah. 7/190 HR. Sebagaimana tersebut dalam dua kitab shahih (Al-Bukharai Muslim) bahwa Nabi bersabda: ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل ن َحسب صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِه‬ ٌ ّ ٌ ّ ّ ِ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ ُ ُ ْ َ ُ "Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. Padahal syari'at itu dikatakan dimengerti oleh umat apabila kebanyakan dari mereka memahaminya. Para fuqaha sepakat bahwa jika hilal telah terlihat oleh khalayak ramai atau oleh dua orang saksi yang adil (memenuhi keriteria seorang saksi menurut syar'i). mereka akan keberatan. Abdurrahman Al-Jazairy.Risalah Ramadhan "Shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. sedangkan ُ ِ َ َ‫فَأك ْملوا عد ّة‬ ِ adalah khitab bagi masyarakat umum. no. 4/122. dia bukanlah orang yang bisa dijadikan rujukan dalam maslah ini. bahwa kalmat faqduru lah adalah khitab (ungkapan yang ditujukan) kepada orang yang dikhususkan oleh Allah SWT dengan ilmu ini (hisab). 1081 Ibnu Abdul Barr berkata. Sebab syari'at telah menetapkan shiam dengan alamat yang pasti. Cara menetapkan hilal. 84 85 86 87 88 89 90 HR. dalam masalah hilal. Wallahu A'lam. Pendapat ketiga memahaminya dengan َ ‫(فاقْد ُروا ب ِحساب ال ْمنازِل‬tentukanlah ِ َ ِ ِ َ َ ُ dengan menghitung orbit benda-benda langit). tetapi menurut kami hal itu tidaklah tepat. adapun Ibnu Qudamah. dia berkata. "Tidak benar jika yang dimaksud adalah hiasab para ahli perbintangan. Mereka dan orang-orang yang percaya kepada mereka tidak diwajibkan melaksanakan shaum dengan hisab mereka. maka keesokan harinya adalah hari pertama bulan Ramadhan.85 Ibnu Al-'Arabi meriwayatkan dari ibnu Suraij. ia juga keliru dalam menetapkan dan dalam ilmu hitung (hisab). di antaranya adalah Imam AnNawawi. Fatawa Al-Kubra. no. serta Jama'ah kecuali Abu Dawud. "Seorang yang bersandar pada hisab.”88 Ibnu Taimiyah juga berkata.

umumkan kepada orang banyak untuk melaksanakan shaum esok hari!”93 Ibnu Ummar ra. maka aku sampaikan kepada Rasulullah saw. Ad-Darquthni. Adapaun jika kalian terhalangi oleh awan. berkata: ّ َ َ ُ َ ُ ْ ْ َ ‫ت َراءى الناس ال ْهِل َل فَأ َخب َرت رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َني رأ َي ْت ُه‬ َ َ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ّ َ َ ّ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ‫فَصام وَأمر الناس بالصيام‬ "Orang banyak berusaha untuk melihat hilal. bahwa aku telah melihatnya. Jumhur ulama berpendapat bahwa tetap wajib shaum dengan seorang saksi.95 Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah atsar Abdurrahman bin Zaid bin Khattab. Ishak. Saya telah bertanya kepada mereka dan semua menjawab bahwa Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ْ َ ‫صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فَأت ِموا ث َل َث ِي ْن فَإ ِن شهِد‬ ْ ْ ّ َ ْ ّ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ ‫شاه ِدان فَصوْموا وَأ َفْط ِروا‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ َ “Shaumlah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karenanya. beliau berkata: ّ َ ّ َ ّ َ َ َ َ ‫جاء أ َع ْراب ِي إ ِلى الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَقال إ ِني رأ َي ْت ال ْهِل َل قال‬ َ َ ُ َ ّ َ َ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ ‫أ َت َشهَد ُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الل ّه أ َت َشهَد ُ أ َن محمدا رسول الل ّهِ قال ن َعَم قال يا ب ِل َل‬ َ َ َ ْ ْ ُ َ ‫أ َذ ّن في الناس أ َن ي َصوموا غ َدا‬ ِ ْ ً ْ ِ ّ ُ ُ "Seorang baduwi mendatangi Rasulullah dan berkata. Dari Abdurrahman bin Zaid bin Khattab bahwa ia berkhutbah di hadapan orang banyak pada hari yang syak (diragukan). Abu Dawud dan An-Nasai 28 .”96 91 92 93 94 95 96 Untuk penentuan awal Syawal. “Sungguh saya telah bermajlis dengan beberapa sahahat Rasulullah saw. dan Imam Asy-Syafi’i (dalam riwayat lain) berpendapat bahwa penetapan hilal Ramadhan tidak bisa diterima kecuali dari dua orang saksi yang adil. “Ya” Maka Rasulullah bersabda.Risalah Ramadhan Mereka berbeda pnedapat apabila yang menyaksikan adalah seorang saja. “Wahai Bilal. maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi tigapuluh hari. maka shaumlah dan berbukalah."94 Sedangkan Imam Malik dan Al-Auza’i. Kecuali jika telah bersaksi dua orang saksi. Ia berkata. Mereka adalah: Ibnu Mubarak. 3/154 Lihat Syarhus Sunnah. Maka Rasulullah pun melaksanakan shaum dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakannya. Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada illah kecuali Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya? Dia menjawab. Aku telah melihat hilal malam ini. Imam Asy-Syafi'i91 (dalam satu riwayat) dan Abu Hanifah (jika langit mendung)92 mereka berhujjah dengan hadits Ibnu Abbas. Imam Syafi'I mensyaratkan dua saksi. Yang demikian ini karena adanya banyak atsar dalam malsalah ini dengan lafadz yang berbeda-beda. Abu Dawud. dan Al-Hakim. Lihat Bidayatul Mujtahid. Rasul bertanya. Imam Ahmad. 6/344 HR. Lihat Syarhus Sunnah. 6/344 HR. At-Tirmidzi HR.

ditentukan oleh Imam A’zham. hendaknya ia tidak berbuka. Salim bin Abdullah bin Umar. hendaknya ia menahan diri dari makan dan minum tetapi dua tetap meyakini hal berbuka. Ibnu Abbas ra dan juga Imam Al-Bukhari. “Tidak. Sedangkan menurut Imam Asy-Syafi’i dia wajib berbuka. maka Abdullah bin ‘Abbas ra menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. negeri yang tidak mungkin hilal tidak tampak bagi mereka.”99 97 98 99 Khusus bagi yang melihat hilal Ramadhan seorang diri. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan shaumnya Khalifah Mu’awiyah ra?” Beliau menjawab. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. Hanya saja jika dikhawatirkan timbulnya fitnah. maka kami akan tetap puasa hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. 1087. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya.” Abdullah bin ‘Abbas ra berkata. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. begitu juga Mu’awiyah ra. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl ra. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris ra (ibunya Ibnu ‘Abbas) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah ra di Syam. Kelima. Ketiga. Aku bertanya.97 Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah. Maka Kuraib berkata. Tapi tidak demikian halnya dengan melihat hilal bulan Syawal seorang diri. Menurut Imam Malik. merekan pun melaksanakan shaum. Beginilah Rasulullah saw menyuruh kami. Al-Mawardi. no 2332. kemudian ia bertanya. dan sebagian besar pengikut madzhab Syafi’i. 693. para Fuqaha bersepakat tentang wajibnya shaum baginya. 29 . Ishaq bin Rahawaih. no.98 Hadits dari Kuraib: َ ُ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ُ ‫ع َن ك ُرينب أ َن أ ُم ال ْفضنل ب ِننت ال ْحنارِث ب َعَث َتنه إ ِلنى معاوِينة بالشنام ِ قنال‬ ِ َ َ ْ ِ ْ َ ّ ّ ٍ ْ َ ْ ّ ‫فَقد ِمت الشام فَقضي ْت حاجت َها واست ُهِل ع َل َي رمضان وَأ َننَنا بالشنام ِ فَرأ َي ْنت‬ ‫ِ ّن‬ ُ َ َ َ ّ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ‫ال ْهِل َل ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ ث ُم قَد ِمت ال ْمدين َة في آخرِ الشهْرِ فَسأ َل َني ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْنن‬ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ُ ْ ّ ُ ُ ُ ‫ع َباس رضي الل ّنه ع َن ْهُمنا ث ُنم ذ َك َنر ال ْهِل َل فَقنال متنَنى رأ َي ْت ُنم ال ْهِل َل فَقل ْنت‬ ‫َن‬ ُ ُ َ ْ َ َ ‫َ َن‬ ّ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ َ ‫رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ فَقال أ َن ْت رأ َي ْت َه فَقل ْت ن َعَم وَرآه ُ النناس وَصناموا وَصنام‬ َ ّ َ َ َ َ ُ َ ُ ُ ُ َ َ ُ ُ ُ َ ْ ُ َ َ َ ُ ‫معاوِي َة فَقال ل َك ِنا رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة السب ْت فَل َ ن َزال ن َصوم حتنّنى ن ُك ْم نل ث َلثي نن أ َو‬ َ ِ ّ َ َ ّ َ ُ ُ َ ُ ْ َ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ُن‬ َ َ ‫ن َراه ُ فَقل ْت أ َوَ ل َ ت َك ْت َفي ب ِرؤ ْي َةِ معاوِي َة وَصيامهِ فَقال ل َ هَك َنذا أ َمرننَنا رس نول‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas ra) meriwayatkan. Abu Hanifah dan Imam Ahmad. Kedua.Risalah Ramadhan C. jarak diperbolehkannya mengqhashar shalat. Al-Qasim bin Muhammad. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan Dalam masalah ini ada dua pendapat: Pertama. yaitu ummat Islam di suatu negeri/tempat harus memulai shaum dengan melihat hilal di negeri/tempat tinggal masing-masing. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. Ikrimah. dan semua orang melihatnya. Lihat Bidayatul Mujtahid 4/123 Tentang batasan jauh Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat. walaupun hilal sudah terlihat di negeri/tampat tinggal orang lain yang jauh. Shahih Muslim. dan terbitlah hilal Ramadhan. Keempat. Ikhtilaful Mathali’. Sunan At-Tirmidzi. Sunan Abu Daud. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. no. perbedaan iklim. pertama perbedaan mathla’ (terbitnya hilal).

shumlah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. maka genapkanlah bilangan Sya'aban menjadi 30 hari.100 Kedua. Dan tidak sepantasnya menyelisihinya. Maka ia menjadi hujjah. 6/215. Di antara yang berpendapat demikian adalah: Imam Abu Hanifah. Saya katakan bahwa ini adalah pendapat yang washath (pertengahan). Wihdatul Matla’. maka seluru ummat Islam berkewajiban menuanaikan shaum Ramadhan keesokan harinya. tanpa dibatasi oleh jarak. Jika penglihatanmu terhalang oleh awan. 2/295296. Adapun di negara Islam. bahwa jika negeri-negeri saling berjauhan sebagaimana jauhnya Syam dan Hijaz. “Telah berkata ulama kita “Madzhab Maliki” tentang ungkapan Ibnu Abbas ra: ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫هَك َذا أ َمرنا رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Adalah kalimat tashrih (jelas. 30 ."102 Hadits ini menunjukan dimulainya Ramadhan dengan ru’yah secara mutlak. Imam Ahmad bin Hambal. Di dalamnya terdapat kompromisasi seluruh dalil dan pendapat para ahli ilmu. maka yang wajib bagi alhlul ilmi di setiap negeri. 2/608-609. Adapun pemerintah (ulul amri) dan seluruh umat Islam berkewajiban untuk mengikuti mereka. terang) dalam menyandarkan perkataan itu kepada Nabi saw dan bahwa itu adalah perintahnya. Yaitu apabila hilal sudah terlihat di suatu negeri/tempat. jika negaranya bukan negara Islam. Dan hendaknya mereka bersepakat kepada yang lebih dekat kepada kebenaran menurut ijtihadnya.” Lihat Al-Jami’ Liahkamil Qur’an. Mereka (anggota hai'ah) sepakat bahwa pendapat yang kuat adalah memberi keleluasan untuk hal ini. Dia berkta. maka yang wajib bagi pemerintah adalah berpegang kepada apa yang dikatakan oleh ahlul ilmi dan mengharuskan umat untuk melaksanakan shaum dan berbuka (ied) dalam rangka mengamalkan hadits-hadits yang telah disebut dan melaksanakan kewajiban serta menjaga umat dari apa-apa yang diharamkan oleh 100 Imam Al-Qurthubi menulis. diperbolehkan mengambil salah satu dari dari kedua pendapat yang dianggap rajih (kuat) untuk ulama setempat (dalam suatu negeri). hendaknya selalu memperhatikan permasalahan ini ketika memasuki dan ketika keluar dari bulan Ramadhan. Imam Malik. sebagian pengikut madzhab Imam Asy-Syafi’i101 dan juga Ibnu Taimiyah. Ibnu Mundzir. Al-Laits bin Sa’ad.Risalah Ramadhan Hadits di atas menunjukan bahwa Ibnu Abbas ra tidak mengambil ru’yah Ahli Syam. 102 HR. bukan ru’yah lain. “Pernyataan ini pernah ditanyakan kepada Hai’ah Kibaaril ‘Ulama di Saudi Arabiya ketika diadakan daurah yang kedua pada Sya’ban 1392 H. Namun jika ia memerintahkan. Walaupun hal itu dianggap benar oleh imam a’zham. karena hal ini dapat menyebabkan terpecah-belahnya umat dan banyak perkataan yang tidak berdasar. 101 Syarhus Sunnah. Jika hal itu telah diketahui. maka seseorang tidak boleh menyelisihinya.103 Syaikh Abdullah bin Bazz mengkompromikan kedua pendapat di atas. Kemudian mengamalkannya dan menyampaikan kepada orang banyak. maka setiap negeri wajib melaksanakan shaum berdasar ru’yahnya sendiri. selama ia tidak memerintahkan umat untuk mengikutinya. At-Tirmidzi dan Abu Dawud 103 Lihat Al-Fiqih Al-Islami Wa Adilatuhu. Yaitu. Dalil yang dijadikan sebagai pijakan di antaranya adalah: ‫ل َ ت َصوْموا ْ قَب ْل رمضان صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِنروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت د ُوْن َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫غ َمامة فاك ْمل ُوا ث َل َث ِي ْن‬ َ ْ ِ َ ٌ َ َ "Jangan melakukan shaum sebelum Ramadhan.

karena hal ini telah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para shahabatnya radliyallahu ‘anhum. Definisi Niat 1. Dan hal yang telah diketahui bersama bahwa Allah SWT menundukan beberapa perkara yang tidak dapat ditundukan dengan Al-Qur’an. Sedangkan definisi niat secara istilah adalah: Keyakinan hati untuk melakukan sesuatu dan beriltizam atasnya. Al-Bayyinah [95]: 5) َ َ ْ ‫ل َن ي َنال الل ّه ل ُحومها وَل َ د ِماؤ ُها وَل َك ِن ي َنال ُه الت ّقوى‬ َ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ َ ْ 104 105 106 Lihat Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah. Secara bahasa niat berasal dari kata. dengan kekuasaan.”104 BAB III NIAT SHAUM PADA BULAN RAMADHAN Masalah niat merupakan permasalahan yang asasi." (QS. ketika akan melaksanakan suatu pekarjaan (amal). 4/459 Al-Mughni 4/333 31 . A. 22/335 Al-Qomus Al-Muhith. Dalil tentang niat dari Al-Qur’an ‫وَما أ ُمروا إ ِل ّ ل ِي َعْب ُدوا الل ّه مخل ِصين ل َه الدين‬ ُ ُ َ ِ ْ ُ َ َ ّ ُ ِ َ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. 2.Risalah Ramadhan Allah SWT.106 B. Disyari’atkannya Niat Niat disyari’atkan kepada ummat Islam. ‫ نوى – ينوي – نواة – ونية‬yang berarti niat atau maksud. ً ََِ ً َ َ ْ ِ ْ َ ََ 105 2. Mengingat niat adalah penentu sah tidaknya suatu amal. tanpa ragu-ragu.

Al-Bukhari dan Muslim) ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. At-Tirmidzi.” (Ahmad. dia berkata.” (Ahmad. Para ulama telah sepakat bahwa niat merupakan syarat sahnya shaum Ramadhan. Ibnu Qudamah berkata. 2/311 32 ." (HR. baik yang wajib maupun yang sunnah tidak dianggap shahih kecuali dengan niat. Abu Dawud. tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. 296 Subulus Salam. C. Waktu niat Diriwayatkan dari Hafshah ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. 6/ 293 Bidayatul Mujtahid. At-Tirmidzi. di hari tersebut (mulai dari terbnam matahari hingga menjelang terbit fajar). 4/ 333. Dan orang yang shaum boleh berniat kapan saja. Imam As-Shan’ani berkata. 'Kami tidak 107 108 109 Al-Mughni. “Hadits tersebut menunjukan bahwa tidak sah shaum kecuali dengan penetapan niat pada malam harinya. "Shaum Ramadhan tidak membutuhkan niat. Ahmad. setiap musim yang mukallaf berkewajiban untuk meniatkan shaumnya pada malam hari. 'Wahai 'Aisyah apakah kamu punya makanan?' Aku ('Aisyah) berkata. “Shaum pada bulan Ramadhan dan shaum di bulan-bulan lainnya. Karena shaum merupakan ibadah mahdhah yang memerlukan niat."107 Rasulullah saw bersabda: ‫إ ِن ّما ال َع ْمال بالن ّيات وَإ ِن ّما ل ِك ُل امرِئ ما ن َوى‬ ِ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ٍ ْ ّ "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya. At-Tirmidzi." (HR. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan 1.109 Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh 'Aisyah dia berkata. Al-Majmu. Al-Hajj [22]: 37) 3. 2. Dari As-Sunnah ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ "Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum terbit fajar maka tidak ada shaum baginya. baik melalui kesaksian mata maupun penyempurnaan bilangan bulan. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. An-Nasai dan Ibnu Majjah). "Rasulullah bersabda kepadaku."108 Dan pendapat Zuffar ini dikatakan lemah oleh para salaf. Kecuali pendapat dari Zuffar. kecuali orang yang mengerjakannya dalam kondisi sakit atau musafir. An-Nasai dan Ibnu Majjah) Berdasarkan dalil-dalil di atas maka setelah bulan Ramadhan ditetapkan. Niat sebagai syarat sahnya shaum. Abu Dawud." (QS. An-Nasai dan Ibnu Majjah).Risalah Ramadhan "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah. Abu Dawud.

“Niat shaum wajib dilakukan setiap hari. maka dia akan menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah ra (Sebagai dasar atas wajibnya berniat shaum sebelum terbit fajar). "Berniat shaum setelah siang hari diperbolehkan jika shaum yang dikerjakan adalah shaum sunnah. Begitu pula dalam pelaksanaan shaum sunnah. 6/293 Puasa Bersama Nabi." 112 3. tidak sah shaum keculi telah berniat sebelum terbit fajar. 270 Ibid HR. 110 111 112 113 114 115 Bidayatul Mujtahid. Tempat niat Imam Nawawi berkata. Pendapat Imam Maliki dan Imam Ishak juga demikian.”113 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid114 menyatakan. demikian pendapat yang dikemukakan oleh madzhab Hambali. Maksudnya dia akan menggunakan hadits Hafshah ra sebagai dalil atas wajibnya berniat sebelum fajar untuk shaum wajib dan hadits 'Aisyah sebagai dalil atas bolehnya berniat shaum di siang hari untuk shaum sunnah. Sedangkan imam Ahmad menyatakan satu kali niat sudah cukup untuk melaksanakan shaum selama bulan Ramadhan. "… Penetapan niat di malam hari adalah khusus untuk shaum wajib saja. Menurut Imam Malik." Sedangkan Imam Abu Hanifah berkata. dan tidak cukup sekedar dalam hati. 1154 Al-Majmu. Hal itu diperbolehkan sebagaimana dia berniat setiap hari pada malam harinya. sedangkan untuk shaum wajib tidak diperbolehkan. Maka Rasulullah bersabda. dan melafadzkannya adalah bid'ah yang sesat. Muslim."115 4. "Boleh mengerjakan niat di siang hari untuk semua shaum wajib yang berkaitan dengan waktu tertentu. hal. tetapi dianjurkan untuk diucapkan bersama hati. Muslim 2 : 809). karena sesungguhnya seseorang telah berniat untuk melakukan perbuatan yang sejenis dengannya. ini berlaku bagi semua shaum. madzhab Hanafi dan Ibnu Mandzur. "Niat itu tempatnya berada di dalam hati. 'Jika demikian maka hari ini aku akan shaum. Imam Asy-Syafi'i berkata. tidak ada syarat untuk diucapkan oleh lisan.Risalah Ramadhan memiliki apa-apa wahai Rasulullah'. karena Rasulullah pernah datang ke rumah 'Aisyah ra di luar bulan Ramadhan seraya bertanya."110 Ibnu Rusyd menyebutkan bahwa barangsiapa yang menggunakan madzhab tarjih (mencari dalil yang paling shahih untuk menghukumi sebuah perkara). no. 62 Ibid 33 . sekalipun ada sebagian orang yang memandangnya sebagai kebaikan…. Apakah niat wajib dilakukan setiap hari Ibnu Qudamah berkata." (HR. seperti shaum Ramadhan. Sedangkan orang yang menggunakan madzhab jama’ (Yaitu menggabungkan dua dalil yang seakan kontradiksi) akan membedakan waktu niat bagi sahum wajib dan shaum sunnah. "Apakah kamu mempunyai persediaan makanan? Jika tidak maka aku akan shaum. “Niat itu tempatnya di dalam hati. nadzar dan shaum tertentu lainnya.111 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menyatakan. Para 'Ulama berbeda pendapat mengenai waktu niat dalam ibadah shaum.

Hanya saja Ashaburra'yi atau madzhab Hanafi menyatakan.Risalah Ramadhan Pendapat ini dianggap lebih kuat. 4/333 Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. ternyata besok harinya bulan Ramadhan. niat yang tetap itu sah walaupun dilakukan pada malam tigapuluh Sya'ban. Abu Tsur dan Ashabura'yi. apabila ru’yah hilal bulan Ramadhan pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban terhalang oleh mendung atau kabut pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban. Menurut madzhab Hambali. demikian juga boleh berniat mengerjakan shaum selain Ramadhan. Berniat membatalkan shaum Mdzhab Hambali menyatakan. "Barangsiapa yang berniat membatalkan shaum maka shaumnya dianggap batal. dengan dalil bahwa sebagian ibadah itu tidak rusak karena rusaknya ibadah yang lain. Niat yang tidak pasti (syak) Para Fuqaha berpendapat. Karena hari ini tergolong hari yang tidak diragukan yang kita dilarang sahum di dalamnya. maka saya berniat shaum sunnah.116 5. tetapi kalau besok belum masuk bulan Ramadhan.117 6.120 116 117 118 119 120 Al-Mughni. tetapi secara otomatis shaum tersebut berubah menjadi shaum Ramdhan kecuali musafir. Menentukan niat Menurut Imam Malik. hari yang diragukan (syak) adalah hari ketigapuluh dari bulan Sya'ban bila pada hari itu hilal awal Ramadhan tidak kelihatan. "Sesungguhnya apabila orang itu kembali dan berniat lagi sebelum tengah hari. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah boleh menyatakan niat secara mutlaq. maka saya berniat shaum fardlu pada hari pertama bulan Ramadhan. 4/337 34 . Selain itu antera ibadah itu diselingi dengan sesuatu yang manafikan sehingga sahaum itu berganti-ganti dan setiap hari melerlukan niat yang tersendiri. baik waktu itu langit cerah atau mendung. 2/261 Al-Mughni. Maka shaumnya dianggap sah. dalam berniat harus ditegaskan bahwa shaum yang akan dijalaninya adalah shaum Ramadhan. 4/333 Bidayatul Mujtahid. Tidak boleh berniat shaum secara mutlaq dan tidak boleh berniat selain shaum Ramadhan. karena sesungguhnya hari-hari dalam bulan Ramadhan terdiri dari berbagai macam ibadah terpisah. "Kalau besok sudah masuk Ramadhan.”118 Berdasarkan pendapat tersebut."119 7. Demikian juga pendapat Syafi'i. “Bahwa yang dimaksud dengan hari syak ialah. seseorang diperbolehkan untuk berniat sebagai berikut. 270 Al-Mughni.

323 Tafsir Al-Qurthubi. Disyari'atkannya Makan Sahur Sahur disyari’atkan kepada umat Islam yang akan melaksanakan shaum. ‫سحر . ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ maknanya adalah nama dari pekerjaan itu sendiri. 6/379 Disarikan dari hadits-hadits tentang sahur. 4/38 Al-Mishabh Al-Munir.”122 ‫ت َسحرت‬ ُ ْ َ َ maknanya adalah kamu makan sahur (memakan makanan pada waktu sahur). ataupun belum berniat dan berniat pada waktu sahur itu sendiri. 121 122 123 124 125 126 Al-Munjid fi Lughah. 6/381 Ibid. Sedangkan 121 . Kalimat ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah 1/6 malam teakhir. Pengertian yang artinya َ ‫السحر ال َع ْلى‬makan ُ َ ّ Az-Zujaj berkata. 35 .Risalah Ramadhan BAB IV SAHUR A. Sedangkan Ibnu Zaid berkata.123 Jadi memakan makanan yang dilakukan di Sedangkan makna sahur menurut istilah adalah: memakan makanan walau sesuap atau meminum minuman walau seteguk124 mulai dari pertengahan malam sampai terbit fajar125 yang dilakukan oleh orang yang meniatkan diri untuk shaum di siang harinya. 102 Lihat Al-Majmu’ Syarhu Muhazzab. hal. Sedang makna dari ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ dengan harokat fathah pada huruf "‫ "س‬berarti apa-apa yang dimakan pada waktu sahur dan jika menggunakan harokat dhamah yaitu waktu sahar namanya adalah as-suhur atau as-sahur. selain perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sahur sendir dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.126 B.berarti waktu sebelum terbit fajar ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah waktu yang dimulai dari Akhir malam hingga terbit fajar.ي َسحر – سنحرا‬ ً َ َ ُ ُ ْ َ َ َ Secara bahasa sahur berasal dari kata malam menjelang shubuh atau ujung segala sesuatu.

Lil Imam As-Syaukani. 6/468-469. Nailul Authar. 708. no. maka tidak dihalalkan bagi mereka untuk makan dan minum hingga terbit fajjar. “Apabila Ahlul Kitab tidur setelah berbuka.”130 Imam Al-Khotobi berkata.”128 Diriwayatkan dari ‘Amru bin Qais ra. 7/207. no.”129 Imam Asy-Syaukani juga menjadikan hadits di atas sebagai penguat atas disyari’atkannya makan sahur. Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. beliau berkata: 127 128 129 130 131 132 133 134 HR.134 Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. An-Nasai. Al-Baqarah [2]: 187) Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. At-Tirmidzi. yaitu perintah untuk untuk menyelisihi Ahli Kitab yang tidak melaksanakan sahur.132 Demikain juga Ibnu Mundzir telah meriwayatkan ijma’ tentang mustahabnya sahur. no." (QS. 4/175 Nilul Authar.133 Landasan yang dijadikan landasan bahwa hukum sahur itu mustahab adalah karena Rasulullah saw dan para shahabat radliyallahu ‘anhum pernah melakukan wishal. Muslim Bisyarhi An-Nawawi. bab Fadhlus Sahur. Ibnu Majjah. dia berkata. ‘Aunul Ma’bud. 1095. bab Taukid fis Sahur. no. 4/303 ‘Aunul Ma’bud. 4/303 36 . no. 2362. 6/469 Lihat Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab.Risalah Ramadhan Allah SWT berfirman: ْ ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. no.” 127 Imam As-Syaukani berkata. yaitu fajar. ‘Aunul Ma’bud. “Hadits tersebut menunjukan disyari’atkannya makan sahur. bahwa Rasulullah saw bersabda: ٌ ْ ‫فَصل ب َي ْن صيامنا وَ صيا َم ِ أ َهْل ال ْك ِتاب أ َك ْل َة السحوْر‬ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ ِ ُ ّ “Pembeda antara shaum kami dan shaum Ahlul Kitab terletak pada sahur. Nailul Authar. 1096. Abu Dawud. 7/207 Fathul Bari. 6/379 dan Syarhu Shahih Muslim Lin Nawawi. An-Nasa’i no. “Dan hal-hal yang menguatkan pensyari’atan sahur adalah kandungan hadits itu sendiri.”131 C. 2362. 2162. no. Rasulullah bersabda: ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحورِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ “Makan sahurlah kalian. 4/303. Abu Dawud. 2142. Hukum Makan Sahur Semua ulama sepakat bahwa hukum makan sahur adalah sunnah atau mustahab. dia berkata. Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi. Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani. karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah. HR. Muslim. 2/71. Muslim. 3/88. 6/468-469 bab fi taukid As-Sahur. 1382.

Risalah Ramadhan

ّ َ َ ‫َن‬ ُ ُ َ ‫ن َهى رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ع َن ال ْوِصال فِ ني الص نوْم ِ فَق نال ل َنه‬ ‫َ ِ ن‬ ُ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ ُ َ َ ُ ِ َ َ ‫رجل من ال ْمسل ِمين إ ِن ّك ت ُواصل يا رسول الل ّهِ قال وَأ َي ّك ُم مث ْلي إ ِننّني أ َبي نت‬ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ َ َ َ َ ِ َ ‫ي ُط ْعِمني ربي وَي َسقين فَل َما أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا ع َن ال ْوِصال واصل ب ِهِم ي َوْمنا ثنم‬ ْ ّ َ ِ ُ ّ ُ ‫ًن‬ ْ ّ ُ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ ‫ي َوْما ث ُم رأ َوا ال ْهِل َل فَقال ل َوْ ت َأ َخر ل َزِد ْت ُك ُم كالت ّن ْكيل ل َهُم حين أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا‬ ْ ً ُ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ ّ ْ َ ّ
“Rasulullah melarang shaum wishal,135 maka ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah, “Bukankah engkau juga melakukannya wahai Rasulullah?”. Rasulullah saw bertanya, “Siapakah di antara kalian yang menyamaiku? Sesungguhnya aku diberi makan dan minum di malam hari oleh Rabku.” Maka ketika mereka enggan menginggalkan shaum wishal, Rasulullah saw melakukan wishal bersama sahabatnya sehari, kemudian sehari berikutnya. Kemudian Rasulullah saw melihat hilal136 dan beliau bersabda, “Seandainya bulan itu terlambat maka aku tambahkan shaum buat kalian, sebagaimana kalian membantahku ketika aku menyuruh kalian meninggalkannya.”137 Maka Imam Al-Bukhari menulis sebuah pembahasan tentang masalah sahur dengan judul, “Bab barakah makan sahur dan dengan tidak mewajibkannya karena Nabi saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum pernah melaksanakan wishal,138 dan tidak disebutkan sahur (tidak sahur).”139 Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan judul di atas sebagai berikut, “Yang saya fahami dari perkataan Imam Al-Bukhari, bahwa perkataan beliau ‘Karena Rasulullah dan para shahabatnya melakukan wishal adalah berkenaan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw melarang wishal, di hari berikutnya beliau bersama para shahabat melakasanakan shaum wishal kemudian di tambah sehari lagi (hingga menjadi dua hari). Baru setelah mereka melihat hilal bulan Syawal Rasulullah saw bersabda kepada mereka, bahwa seandainya hilal tersebut terlambat (shaum Ramadhan masih panjang) sungguh akan aku tambahkan shaum wishal untuk kalain hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya. Kemudia kalian meminta keringanan agar bisa meninggalkannya. Keterangan hadits ini menunjukan bahwa hukum sahur tidak wajib, karena jika ia wajib sudah pasti Rasulullah saw tidak akan melaksanakan wishal bersama para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.140

D.

Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur Hikmah dan fadhilah makan sahur adalah bahwa bagi orang yang melaksanakannya akan mendapatkan barokah. Sebagaiman sabda Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, beliau bersabda:
135

136 137

138 139 140

Dengan sengaja meninggalkan perkara perkara yang boleh dikerjakan di malam hari bagi orang yang shaum. Lihat Fathul Bari, 4/254. Dengan kata lain meninggalkan makan dan minum selama sehari semalam dari sejak makan sahur hingga makan sahur berikutnya (penulis). Lihat Fathul Bari, 4/254 Yaitu hilal yang menandakan habisnya bulan Ramadahan dan masuk bulan Syawal. HR. Al-Bukhari. Yaitu menambah wishal hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya kemudian kalian meminta keringanan untuk menginggalkannya. Lihat Fathul Bari, 4/258-259. Fathul Bari, 4/174 Fathul Bari, 4/254 Fathul Bari, 4/175

37

Risalah Ramadhan “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah.”
141

Dalam menerangkan hadits ini Ibnu Hajar berkata, harakat pada huruf " ‫ "س‬dalam kalimat "‫ "السحوْر‬bisa fathah dan bisa juga dhamah. Jika barakah dalam hadits tersebut yang ِ ُ ّ dimaksud adalah balasan dan pahala, maka harakat yang tepat adalah harakat dhamah, yaitu "

‫ "السحوْر‬bentuk mashdar dari kata "‫ "الت ّسحر‬yang berarti makan sahur. Namun jika barakah ُ ّ َ ِ ُ ّ
dalam hadits tersebut yang dimaksud adalah kekuatan, semangat dan rasa ringan melaksanakan shaum, maka harokat yang tepat adalah harokat fathah, yaitu " ‫ "السحوْر‬yang berarti apa yang ِ ُ ّ dimakan di waktu sahar. Ada yang berpendapat bahwa maksud dari barokah dari hadits tersebut adalah bisa bangun dan berdo’a di waktu sahar. Yang lebih tepat makna barakah dalam hadits tersebut adalah: - Mengikuti sunnah - Menyelisihi Ahlul Kitab, sebagaimana disebutkan dalam hadits. - Menambah kekuatan dalam beribadah - Menambah semangat - Mengantisipasi akhlak jelek yang datang akibat dari rasa lapar yang berlebihan - Peluang untuk bershadaqah jika ada orang yang meminta waktu itu, atau shadaqah bagi orang-orang yang makan bersamanya di waktu itu - Salah satu sarana agar bisa berdo’a dan berdzikir di waktu sahar yaitu waktu yang mustajab untuk berdo’a - Dan mengingatkan niat shaum bagi orang yang lupa untuk berniat shaum sebelum dia tidur.
142

E.

Waktu Sahur Jika ditinjau secara bahasa tasahhur adalah makan di waktu sahur atau akhir malam. Tapi yang dimaksud dengan waktu tasahhur di sini adalah makna yang terdapat dalam pengertian tasahhur secara istilah sebagaimana telah dijelasakan di depan. Maka berdasarkan makna tasahhur secara istilah dapat diketahui bahwa waktu sahhur adalah dimulai dari pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar.143 Jika seseorang yang ingin mejalankan shaum dia bisa melakukan sahur di antara waktu pertengahan malam sampai terbit fajar. Jika fajar telah terbit maka dia harus imsak (menahan diri) dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang membatalkan shaum. Sebagaiman firman Allah SWT, "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah [2]: 187)
141

142 143

HR. Muslim, no. 1095, Ibnu Majjah, no. 1382, Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani, 2 : 71, At-Tirmidzi, No. 708, Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi, 3/88, An-Nasai, no. 2142, Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. Abu Dawud, no. 2362, ‘Aunul Ma’bud, 6/ 468-469 bab fi taukid As-Sahur. Lihat Fathul Bari, 4/175, Tuhfatul Ahwadzi, 3/338 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 6/379

38

Risalah Ramadhan Dalam ayat tersebut disebutkan, "benang putih dari benang hitam". Maksudnya adalah perintah untuk makan dan minum hingga jelas bagimu cahaya shubuh di ufuk timur dari hitamnya malam dan terangnya ketidakjelasan (antara keduanya) yang disebut dengan fajar.144 Dari ‘Adi bin Hatim ra dia berkata, ketka turun ayat, "...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Maka ‘Adi ra bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, aku meletakan dua tali di bawah bantalku, yaitu tali putih dan tali hitam agar aku mengetahui malam dari siang, maka Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya bantalmu itu lebar. Yang dimaksud -benang putih dari benang hitam- adalah hitamnya malam dan putihnya siang.”145 Abu Ubai berkata, “benang putih adalah fajar shadiq dan benang hitam adalah malam.”146 Dari Sahal bin Sa’id ra, dia berkata, “Ketika turun ayat, 'dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam” Ada seorang laki-laki yang mengambil benang putih dan benang hitam, kemudian dia makan dan minum sampai melihat jelas keduanya (benang putih dan benang hitam). Allah pun menurunkan potongan ayat selanjutnya yaitu ( ( ‫ال ْفجر‬ ِ ْ َ benang hitam). Madzhab As-Syafi’i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad dan jumhur ulama dari kalangan para shahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in) menyatakan bahwa waktu dimulainya shaum adalah dengan terbitnya fajar. Maka dengan terbitnya fajar diharamkan makan, minum dan jima’.147 F. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur Telah maklum bahwa fajar ada dua macam, fajar kadzib dan fajar shadiq. Fajar kadzib disebut juga fajar pertama dan fajar shadiq yaitu fajar kedua. Fajar pertama berupa cahaya putih yang terbit memanjang bagaikan ekor srigala, kemudian dia menghilang beberapa saat. Kemudian setelah itu terbitlah fajar tsani yang berupa cahaya putih yang menyebar di ufuk timur.148 Fajar shadiq merupakan tanda masuknya waktu shubuh dan berakhirnya waktu shalat isya’, begitu pula batas akhir diperbolehkannya makan dan minum bagi orang yang shaum dan dimulainya siang. Kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada hukum-hukum yang terkait dengan fajar awal.149 Fajar awal dinamakan fajar kadzib karena dia terbit memencarkan cahaya yang memanjang sesaat kemudian menghitam kembali dan menghilang. Sedang fajar tsani dinamakan fajar shadiq karena cahayanya menyebar dan teranglah pagi hari.150 Dari Samurah bin Jundub ra. dia berkata, aku mendengar Nabi saw bersabda:

‫من‬ َ ِ

yaitu fajar. Maka potongan ayat terakhir tersebut telah menjelaskan hal itu (benang putih dan

َ ‫ل َ ي َغُرن أ َحد َك ُم ن ِداء ب ِل َل من السحورِ وَل َ هَذا ال ْب َياض حتى ي َست َطير‬ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ُ ّ َ ّ ّ َ ِ ْ ْ ِ ٍ
144 145 146 147 148 149 150

Lihat Tafsir Al-‘Aliyil Qadir Likhtishar Tafsir Ibnu Katsir, 1/149 HR. Muslim, no. 1090, Bukhari no. 1916 Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/201. Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab, 7/310 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/45 dan ‘Aunul Ma’bud, 6/471. Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/46 Ibid

39

Risalah Ramadhan “Jangalah kalian terkecoh oleh adzan yang dikumandangkan oleh Bilal151 dan cahaya putih ini hingg dia menyebar di ufuk.”152 Dari Tholq bin ‘Ali ra, bahwasannya Rasulullah bersabda:

ُ ‫ك ُلوا واشربوا وَل َ ي َهيد َن ّك ُم الساط ِعُ ال ْمصنعِد ُ وَك ُل ُنوا واشنربوا حتنّنى ي َعْت َنرِض‬ ‫ن‬ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ َ ّ ْ َ ْ ُ ِ ‫ل َك ُم ال َحمر‬ ْ ُ َ ْ
“Makan dan minumlah kamu dan janganlah cahaya yang terbit itu merintangi kamu sekalian dan makan minumlah kamu sampai terbit kepadamu yang merah.”153 G. Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum Ibnu ‘Umar ra berkata, “Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin, yaitu Bilal ra dan ‘Abdullah bin Ummi Maktum ra, maka Rasulullah saw bersabda:

ُ ً َ ّ َ َ ‫إ ِن ب ِلل ي ُؤ َذ ّن ب ِل َي ْل فَك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أ ُم مك ْتوم ٍ قال وَل َنم ي َك ُنن‬ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ُ ْ ْ ٍ َ ْ َ َ َ ‫ب َي ْن َهُما إ ِل أ َن ي َن ْزِل هَذا وَي َرقى هَذا‬ ْ ّ َ
“Sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan di waktu masih malam, maka makan dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan yang dikumandangkan oleh ‘Abdullah bin Ummi Maktum”. Ibnu ‘Umar berkata, “Tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan ‘Abullah bin Ummi Maktum naik.”154 Imam An-Nawawi menyebutkan, "Maksud dari perkataan Ibnu 'Umar 'tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan 'Abdullah bin Ummi maktum naik dari sini' menurut para 'ulama adalah, sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, setelah itu dia menunggu dan mengawasi terbitnya fajar sambil berdo'a dan semisalnya, maka bila waktu telah mendekati turunnya fajar, dia turun dan memberi khabar 'Abdullah bin Ummi Maktum akan hal tersebut. Kemudian 'Abdullah bin Ummi Maktum bersiap-siap dengan bersuci dan yang lainnya. Setelah itu dia naik dan mengumandangkan adzan bersamaan dengan terbitnya fajar."155 H. Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya. Sebenarnya yang menjadi batasan bagi seorang yang mau melaksanakan shaum harus imsak (menahan diri) dari makan dan minum dan hal-hal lain yang bisa membatalkannya adalah
151

152

153

154

155

Dia mengira bahwa adzan tersebut dikumandangkan di fajar yang kedua hingg dia harus meninggalkan makan sahurnya. HR. Muslim, no. 1094, Lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7 /305, Abu Dawud, no. 2329 bab Waktu Sahur dan lihat ‘Aunul Ma’bud, 6/471 Ibnu Atsir mengatakan, “Maksud dari kalimat ‫ وَل َ ي َهيد َن ّك ُم‬adalah janganlah kalian cemas dengan adanya sinar ْ ِ fajar yang memanjang sehingga kalian tertahan olehnya untuk makan sahur, karena sesungguhnya dia adalah fajar kadzib. Sedangkan maksud dari ‫ حتى ي َعْت َرِض ل َك ُم ال َحمر‬adalah putihnya sinar awal siang dan gelapnya ّ َ ْ َ ُ َ ْ malam atau biasa disebut dengan fajar shadiq. Lihat ‘Aunul Ma’bud 6 : 473, dan Tuhfatul Ahwazi, 3 : 335, hadits No. 705. Al-Jami’ Shahih Sunan At-Tirmidzi, 3 : 85, bab Ma Ja’a fi Bayanil Fajr. Abu Dawud, No. 2331. HR. Muslim ban Bayanu Anna Dkhula fis Shaoum Yufsholu bi Thulu'il fajri. Bukhari, 1918-1919. lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203. Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203-204.

40

ketika ditanya tentang makan dan minum setelah adzan dikumandangkan. maka tidak mengapa makan dan minum setelah adzan tersebut dikumandangkan. HR. atau seperti yang dilakukan oleh para muadzin di Damaskus." 160 Al-Hafidz Ibnu Qayyim berkata. 6/309 Kitab Al-Umm. Mereka berhujjah dengan ayat dan hadits di bawah ini. 2/96. 156 157 158 159 160 Lihat 'Aunul Ma'bud ."157 Imam Asy-Syafi'i menyebutkan. yaitu fajar.Risalah Ramadhan terbitnya fajar bukan adzan. Al-Fatawa Al-Kubra. 'Abdul A'la bin Hamadi telah menjelaskan kepada kami' maka menurut perkiraan saya hadits tersebut diriwayatkan dari Hammad (bukan dari Abdul A'la bin Hammad) dari Muhammad bin Amru dari Abi Hurairah ra. Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya. 6/476-477. "Apabila fajar telah terbit sementara di dalam mulut masih ada makanan kemudian dia menelannya."159 I. Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. "Mustahab hukumnya melaksanakan sahur pada waktu yang tidak mendekati terbitnya fajar. Katanya. Al-Baqarah [2]: 187) Rasulullah saw bersabda: ُ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أم مك ْتوم‬ "…maka makan dan minumlah kalian sampai adzan dikumandangkan oleh 'Abdullah bin Ummi Maktum…" 156 Di dalam Al-Majmu Syarhul Muhadzab disebutkan. karena khawatir akan terbitnya fajar. َ ُ َ َ َ َ ‫إ ِذا سمعَ أ َحد ُك ُم الن ّداء وال ِناء ع َلى ي َد ِهِ فَل َ ي َضعْه حتى ي َقضي حاجت َه من ْه‬ ّ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ ِ ْ ْ "Jika salah seorang di antaramu mendengar adzan sedangkan piring atau gelas masih berada di tangannya."158 Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata. keterangan ayat dan hadits telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. Sebagaimana jumhur ulama dari 4 imam madzhab dan ulama yang lainnya telah sepakat bahwa waktu imsak bagi orang yang mau melaksanakan shaum adalah jika telah terbit fajar shadiq. "Jika adzan dikumandangkan sebelum terbit fajar sebagaimana adzannya Bilal ra di zaman Rasulullah saw. "Karena Abu Dawud berkata. 2333 41 . Allah SWT berfirman: ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. "Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Al-Qatthan dan hadits ini memiliki illah (cacat) karena kedudukan hadits ini masykuk (masih diragukan) tentang sanadnya (bersambung atau tidak). maka shaumnya menjadi batal. no. tapi dalam waktu singkat (harus segera dihabiskan makannya). Abu Dawud. 2/459. maka janganlah dia meletakannya hingga ia menyelesaikan hajatnya. Dia berkata."(QS.

Al-Bukhari."161 J. Maka jika dia mengalami hal yang demikian shaumnya dianggap tidak sah. oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani. "Lamanya sama dengan bacaan 50 ayat. 7/ 307-308 HR. dia berkata: َ َ ْ ّ َ َ ّ َ ‫ت َسحرنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ث ُم قُمنا إ ِلى الصل َةِ قُل ْت ك َم‬ ْ ُ ُ ّ ِ ُ َ َ َ ْ ّ َ ‫كان قَد ْر ما ب َي ْن َهُما قال خمسين آي َة‬ ً َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ُ "Kami sahur bersama Rasulullah. 703. tentang berapa jarak antara keduanya? Dia (Zaid) menjawab. Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur."163 L. Al-Hakim berkata. no."164 161 162 163 164 Lihat Nukilan Muhammad Dahri Qomaruddin dari kitab Tamammul Minnah fit Ta'liqi an Fiqhgis Sunnah. Nabi ra bersabda: ‫ن ِعْم السحوْرِ ال ْمؤ ْمن الت ّمر‬ ُ ّ َ ُ َ ُ ِ ُ "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma. Aku (Anas) bertanya. Syarh Shahih Muslim Bisyrhin Nawawi. maka masih diperbolehkan baginya untuk tidak meletakannya sampai dia memenuhi hajatnya (menyelesaikan makan). Al-Baihaqi. Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma Dari Abu Hurairah ra. 1921. "50 ayat." Pernyataan ini disepakati oleh Ad-dzahabi dan berdasarkan hadits tersebut beliau berpendapat jika seseorang mendapati fajar mulai terbit (masuk waktu shubuh) sedangkan tempat makan dan minum masih berada di tangannya. 1097. Muslim. HR. Kemudian beliau menyebutkan perkataan Al-Hakim dan menyebutkan penguat Hadits tersebut dalam kitab At-Ta'liqat Al-Jiyyad. kemudian kami berdiri untuk menegakan shalat". kemudian dia ragu-ragu apakah matahari telah tenggelam atau belum. Sebagaiman kaidah ushul fiqhi menyebutkan: َ َ َ َ ُ َ ُ ْ ‫ال َصل ب َقاء ما كان ع َلى ما كان‬ َ َ َ “Asal segala sesuatu adalah ketetapan yang telah ada menurut keadaan semula” Demikian pula jika di sore hari dia makan. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu siang. 6/381. Sunnah mengakhirkan sahur Dari Anas dari Zaid bin Tsabit ra. "Hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim. 42 . K. Lihat Al-Majmu' Lin Nawawi. Jika seseorang makan sahur kemudian dia ragu-ragu apakah fajar telah terbit atau belum. no.Risalah Ramadhan Tapi menurut syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits tersebut adalah shahih. At-Tirmidzi. maka shaumnya tetap dianggap sah." 162 Imam An-Nawawi berkata. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu malam.

Risalah Ramadhan BAB V SHALAT TARAWIH A. 1/307 43 . Sebab Penamaan Kata tarawih adalah bentuk jama’ dari dari kata “tarwihah” yang artinya istirahat pada tiap-tiap empat roka’at.165 Kemudian tiap empat roka’at dari shalat malam disebut juga dengan istilah tarawih. Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Al Baihaqi dari Aisyah Radhiyallahu’anha. beliau berkata: 165 Al-Qamus Al-Muhith.

Hadits dari Abu Hurairah ra ‫إ ِن رمضان شهْر فَرض الله صيامه وَإ ِني سن َن ْت ل ِل ْمسل ِمي ْن قِيامه فَمن‬ ّ ُ َ َ ِ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ْ َ ‫صامه وَقامه إ ِي ْمانا واحت ِسابا خرج من الذ ّن ُوْب ك َي َوْم ِ وَل َد َت ْه أ ُمه‬ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ً َ ُ َ َ ُ َ َ “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah untuk shaum dan aku sunnahkan shalat pada malamnya.Hadits dari Abu Hurairah ra ِ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Bilangan Rakaat a. Dinamakan shalat tarawih karena para salaf mengerjakan shalat malam tersebut dengan cara berhenti sejenak untuk beristirahat di tiap-tiap empat rakaat. 3. maka disebut shalat tarawih. Jumlah rakaat yang bisa dilaksanakan oleh Rasulullah adalah 11 atau 13 rakaat. An Nasa’i). dihitung 11 rakaat jika tanpa shalat iftitah sebanyak dua rakaat. niscaya ia bebas dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya. Dalil Dan Keutamaannya a. Maka barang siapa yang menjalankan shaum dan shalat pada malamnya karena iman dan mengharap pahala.” (HR.” (HR. C. 2/10 44 . shalat lail juga sering disebut dengan nama shalat tahajjud. Hadits dari Abu Dzar ra َ ِ‫الرجل إ ِذا قام معَ ال ِمام ِ حتى ي َن ْصرِف ك ُت ِب ل َه قِيام ل َي ْل ِه‬ ّ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ُ ّ َ “Sesungguhnya apabila seorang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai baginya dicatat melaksanakan shalat semalam suntuk.” Shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari disebut qiyamullail atau shalat lail.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ ‫كان رسول الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصلي أ َرب َعَ رك َعات في الل ّي ْل ث ُم‬ ِ ٍ َ َ ّ ِ َ َ ُ ْ ْ ُ َ َ َ َ ِ‫يتروح فَأطال حتى رحمت ِه‬ َ ْ َ ّ َ ُ َ “Rasulullah shalat malam empat rakaat lalu istirahat lama sekali sehingga saya merasa iba kepada beliau. 166 B. An-Nasa’i dan Ahmad). Bila shalat lail/ qiyamullail/ tahajud dikerjakan di bulan Ramadhan. Berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu’anha beliau berkata: ّ َ ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ‫ما كان رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سلم ي َزِي ْد ُ فِي رمضان وَل َ غ َي ْره‬ ُ َ ‫ع َلى إ ِحدى ع َشر رك َعة‬ َ َ َ َ َ ْ 166 Subulus Salam. At-Turmudzi. 2. Abu Daud. (Al-Bukhari Muslim).

45 .” (Al-Bukhari. 167 Bolehnya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat menjadi pendapat jumhur Ulama’. dan Imam Daud Adh Dhohiri. ini adalah pendapat Imam Malik. tarawih dan 3 witir. Ini adalah pendapat Imam Aswad Bin 36 rakaat tarawih belum termasuk wiitir. Dari Aisyah ra beliau berkata: ّ َ ُ ‫كا َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم ي ُصل ّي من الل ّي ْل ث َل َث ع َشرة َ رك ْعَنة‬ ً َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ِ‫من ْها رك ْعَتا ال ْفجر‬ “Nabi Shalallahu’alaihi wasalllam shalat malam di bulan Ramadhan sebanyak 13 rakaat sudah termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah fajar. sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw saat shalat sendirian di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. Al Qodli Iyadl meriwayatkan ini dari jumhur Ulama’. • • 40 rakaat tarawih. Dasarnya adalah shalat penduduk Madinah. Imam Abu Hanifah. Al-Bukhari.Risalah Ramadhan “ Tidaklah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat”. maka yang lebih utama adalah 10 rakaat. An-Nasa’i dan AtTirmidzi). banyak dan sedikitnya rakaat tergantung panjang dan pendeknya berdiri (lama tidaknya shalat). Muslim. Namun boleh juga shalat tarawih lebih dari sebelas rakaat. Muslim). ditambah 7 rakaat witir. Imam Ibnu Abdil Barr memilih pendapat ini. Kalau makmum tidak kuat. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nafi’ maula Ibnu Umar ra “Saya mendapati kaum muslimin di Madinah shalat tarawih 39 rakaat. (HR. yang tiga rakaat adalah witir. ini adalah pendapat Imam AsySyafi’i. sebagai pertengahan antara 10 dan 167 Al Majmu’ Syarhul Muhadzzab. Ini juga menjadi pendapat Imam Malik. dikerjakan dalam sembilan kali tarwihat. Imam Ahmad. setiap dua rakaat salam. b. Yazid. Dia juga mengatakan “Yang lebih utama adalah berbeda dengan keadaan makmum. Demikianlah pendapat para Ulama’. semuanya baik. Al Mughni 2/ 604. kalau mereka sanggup berdiri lama. sebagaimana yang tegaskan oleh para ulama’: Syaikh Abdul Aziz Muhammad Salman menyatakan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa shalat tarawih adalah 20 rakaat secara berjama’ah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan “… boleh shalat 20 rakaat dengan berjama’ah sebagiamana pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’i dan Ahmad. Secara ringkas pendapat para ulama’ dalam masalah ini sebagai berikut: • 20 rakaat tarawih belum termasuk witir. dengan lima kali tarwihat (Istirahat sejenak tiap empat rakaat). namun beliau mengatakan riwayat dari Imam Malik adalah 11 rakaat”. 4/ 38. maka yang lebih utama adalah 20 rakaat dan ini merupakan pendapat sebagian besar (ulama’) kaum Muslimin. Mereka beralasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi. Boleh juga shalat 36 rakaat sebagaimana pendapat Imam Malik dan ia juga oleh shalat 11 dan 13 rakaat.

Firman Allah Ta’la: 168 169 170 171 172 ( Al Asilah wal Ajwibah Al Fiqhiyah. di pertengahan malam atau akhir malam. namun pendapat yang lebih kuat – Wallahu’a’lam .Risalah Ramadhan 40 (11 dan 36). Bukhari. 2/186. sebagian Ulama’ salaf lainnya shalat 36 rakaat. Muslim. Nailul Authar. Ahmad. sebagian Ulama’ menyatakan setelah shalat isya’ adalah lebih utama berdasarkan shalatnya Ubay bin Ka’ab di masa Umar ra. HR. Berdasarkan dalil: 1. At-Tirmidzi. Ubay bin Ka’ab ra mengimami mereka sebanyak 20 rakaat. tetapi shalat beliau sangat panjang (lama). 170 D. Dia meringankan berdirinya sehingga jumlah rakaat yang lebih banyak ini menjadi pengganti dari lamanya berdiri. Muslim. Mawardlu Adz Dham’an. 3/ 64 .adalah yang menyatakan bahwa yang afdal adalah melaksanakannya di akhir malam. baik secara berjama’ah maupun sendiri-sendiri. Karena seseorang kadang-kadang rajin sehingga yang lebih utama adalah memanjangkan ibadah. Al Fatawa Al Kubra. 46 . dari 'Aisyah ra berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ّ ‫من ك ُل الل ّي ْل قَد ْ أ َوْت َر رسول الل ّهِ صنلى الل ّنه ع َل َي ْنهِ وَسنل ّم منن أ َوّل الل ّي ْنل‬ ُ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ ِ َ ‫وَأ َوْسط ِهِ وآخرِهِ فان ْت َهى وِت ْره ُ إ ِلى السحر‬ ِ َ َ َ َ ُ ِ َ ّ “Aisyah ra berkata. namun kadang-kadang juga malas sehingga yang lebih utama adalah meringankannya”. 1/406-412 ). 169 Setelah menerangkan pendapat Ulama’ Salaf dalam masalah jumlah rakaat tarawih Imam Asy Syaukani menyimpulkan: “Kesimpulan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits dalam masalah ini dan hadits-hadits yang semisal adalah disyari’atkannya shalat malam pada bulan Ramadhan yang dikenal dengan nama tarawih. shalat 40 rakaat atau lebih juga boleh dan tidak dilaksanakn. Sebagaimana Salaf Ash Shalih shalat tarawih 40 rakaat dengan meringankan berdirinya. lalu witir 3 rakaat. 168 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Nabi Shalallahu’alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan-bulan yang lainnya sebanyak 11 atau 13 rakaat. kemudian shalat witir”. Ibnu Majjah. bahwa Nabi saw bersabda: ‫أ َوْت ِروا قَب ْل أ َن ت ُصب ِحوا‬ ُ ْ ْ َ ُ “Witirlah kalian sebelum shalat subuh”. 1/255 . Waktu Shalat Tarawih Para Ulama telah sepakat bahwa waktu shalat tarawih dan wiitir adalah setelah selasainya shalat Isya’ sampai sebelum subuh. HR. dan witir beliau berakhir di waktu Sahur”. 172 Sedangkan mengenai waktu mana yang lebih utama (Afdal). berarti dia telah berbuat salah. Abu Daud . kemudian shalat witir. Barang siapa yang mengira bahwa jumlah rakaatnya sudah ditentukan sehingga tidak boleh lebih atau kurang. Ketika kaum muslimin merasa berat. diriwayatkan dari Masruq. An-Nasa’i. Membatasi jumlah rakaat atau bacaan tertentu tidak ada dasarnya dari As Sunnah”. pada masa Umar Ibnu Khathab ra. 171 Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra berkata. yang selanjutnya dilaksanakan oleh umat Islam sampai hari ini. 'Tiap malam Rasulullah melakukan shalat witir di awal malam.

Shaum yang paling dicintai oleh Allah adalah shaumnya Nabi Daud. Al-Bukhari Muslim. Beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya. Hadits: Dari Abdulah bin Amru ra bahwa Rasulullah Shalallahu’laihi wasallam bersabda kepadanya: َ ‫الصيام ِ إ ِلى الل ّهِ صيام‬ َ ّ ُ َ ِ ‫وَي َص نوم ي َوْم نا وَي ُفط ِنر‬ ْ ‫ًن‬ ُ ‫ُن‬ ُ َ َ َ َ ّ ‫أ َحب الصل َةِ إ ِلى الل ّهِ صلة ُ داوُد َ ع َل َي ْهِ السلم وَأ َحب‬ ّ َ َ ّ َ ّ ‫داوُد َ وَكان ي َنام ن ِصف الل ّي ْل وَي َقوم ث ُل ُث َه وَي َنام سد ُسه‬ َ ْ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ ُ ِ ‫ي َوْما‬ ً “Shalat yang paling dicintai Allah ta’ala adalah shalatnya Nabi Daud Alaihisalam. (QS. bila tidak ada hajat beliau segera berwudlu dan keluar ke masjid”. (HR. “Shalat tarawih berjama’ah adalah lebih baik. Dan di waktu-waktu sahur mereka beristighfar”. Imam Ahmad berkata. Jika seseorang menjadi panutan lantas shalat tarawih sendirian di rumah. "Saya bertanya kepada Aisyah ra. “Setiap orang yang mengutamakan shalat tarawih sendirian di rumah harus memastikan bahwa ketidak hadirannya di masjid tidak 173 HR. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat pada akhir malam.Risalah Ramadhan Artinya: "Adalah mereka sedikit tidur malam. Ibnu Abdil Hakam. Bila Muadzin mengumandangkan adzan beliau bangun. 173 Dari Abu Ishak. Ali dan Abu Hurairah ra juga shalat tarawih berjama’ah”. dan tidur lagi seper enamnya. Imam Ath Thahawi dan Al Laits menyatakan. Yang lebih utama adalah berjama’ah Ini adalah pendapat Imam Ahmad. saya khawatir orang-orang akan ikut-ikutan shalat di rumah. Adz Dzariyat: 17-18). dari Al Aswad dia berkata. Berjama’ah Atau Sendirian ? Dalam hal ini para Ulama’ berbeda pendapat: a. Kemudian beliau kembali ke tempat tidur. E. AlBukhari). bila ada hajat beliau mandi. bagaimana sifat shalat malam Rasulullah ? Dia menjawab: َ ّ َ َ ‫كان ي َنام أ َوّل َه وَي َقوم آخره ُ فَي ُصلي ث ُم ي َرجعُ إ ِلى فِراشنهِ فَنإ ِذا أ َذ ّن ال ْمنؤ َذ ّن‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ ُ َ َ ‫وَث َب فَإ ِن كان ب ِهِ حاجة اغ ْت َسل وَإ ِل ّ ت َوَضأ َ وَخرج‬ ٌ َ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ “Beliau tidur diawal malam dan bangun di akhir malam lalu shalat. Al Muzani.” Dia juga mengatakan. 47 . dan sebagian shahabat Abu Hanifah. “Shahabat Jabir. beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari”. 2.

2. hal ini lebih dianjurkan dari shalat sunnah biasa. 7/201-203 .Risalah Ramadhan menyebabkan shalat tarawih berjama’ah di masjid tidak terlaksana. (Lihat Hal. Jika ketidak hadirannya menyebabkan shalat tarawih berjama’ah tidak terlaksana maka ia tidak boleh shalat sendirian”. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. Imam Malik sebagian Syafi’iyyah dan Ulama’ yang lain menyatakan yang lebih utama adalah shalat sendirian di rumah berdasarkan hadits: ّ َ ‫َ ْ ِ ن‬ َ‫فَصلوا أ َي ّها الناس في ب ُيوت ِك ُم فَإ ِن أ َفْضل صل َةِ ال ْمنرء فِني ب َي ْت ِنهِ إ ِل ّ الصنل َة‬ ِ ُ ّ ّ ُ ْ ّ َ َ َ َ ‫ال ْمك ْتوب َة‬ َ ُ َ “Shalatlah kalian di rumah kalian wahai manusia. Beliau tidak meneruskannya karena takut kalau shalat tarawih dianggap wajib. Abu Hanifah. 2/174 . Namun mereka berbeda pendapat mana yang lebih utama. 2/174. An-Nasai)176 174 175 176 Al Mugni. Tentang hadits ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar “dalam hadits ini ada anjuran untuk qiyam Ramadhan di belakang imam ( secara berjama’ah ). Nailul Authar. Pengakuan beliau ini adalah Sunnah beliau”. secara sendirian di rumah atau berjama’ah di masjid. (HR.Shalat sendirian lebih baik Imam Malik dan sebagaian Ulama Syafi’iyyah menyatakan. Fatwa Lajnah Daimah. Sebagaimana yang dikerjakan shahabat Umar ra dan para Shahabat yang lain dan terus dikerjakan oleh kaum muslimin dikarenakan merupakan syi’ar yang nyata sehingga kedudukannya seperti shalat ied. orang-orang shalat taraawih berjama’ah pada masa Rasululah saw dan beliau mengakuinya. Imam An Nawawi menyatakan: “Para Ulama sepakat bahwa shalat tarawih itu sunnah. Ahmad. 175 b. Adapun Abu Yusuf. Rasulullah saw pernah shalat tarawih 3 atau 4 malam. Hadits Abu Dzar ra. sebagian Ulama’ Malikiyah dan Ulama’ lain menyatakan bahwa yang lebih utama adalah berjama’ah. Imam Asy-Syafi’i dan sebagian besar shahabat beliau. 2). 1/ 605. 3/ 60. Imam Ath Thahawi menambahkan menegaskan “Shalat tarawih berjama’ah adalah fardlu kifayah”. bagi orang yang kuat shalat tarawih sendirian maka itu lebih baik.1 hadist No. Perbuatan para shahabat sejak masa Umar bin Khatab ra yang melaksanakan shalat tarawih berjama’ah. karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. 174 Dalilnya adalah: 1. dasarnya adalah hadits yang menyatakan sebaik-baik shalat sunnah adalah di rumah. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. 3. 48 .

Kemudian dari Baitul Izzah inilah diturunkan kepada Rasulullah saw selama secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Pada malam itu Al Qur`an Al Karim diturunkan oleh Allah swt (30 juz) sekaligus ke Baitul Izzah. yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali diabadikan oleh Allah dalam frimnan-Nya: ‫إ ِنا أ َن ْزل ْناه ُ في ل َي ْل َةِ ال ْقد ْر‬ ِ َ َ ّ ِ َ 49 . Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.Risalah Ramadhan BAB VII LAILATUL QODAR Segala puji bagi Allah swt yang telah menurunkan malam Lailatul Qodar.

“Dikatakan Lailatul Qodar karena malam itu hanyalah untuk amal keta`an. “ Wahai Muhammad umatmu heran terhadap mereka semua yang beribadah selama 80 tahun tanpa dibarengi maksiat sedikit pun.” Az Zuhri salah seorang tabi`in berkata. keberkahan. Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan. Ad-Dhahak. keutamaan.177 A. Pada waktu itu para sahabat banyak yang ta`ajub. Keutamaannya jauh lebih bernilai daripada seribu bulan. ajal dan urusan lainnya yang akan terjadi selama satu tahun. Dan Rasulullah melihat bahwa amal umat islam dengan umur yang pendek tidak bisa menyamai amal orang-orang terdahulu dengan umur yang 177 178 179 180 Tafsir Ibnu Katsir. sebagaimana firman Allah: َ ِ َ ْ ّ َ ْ َ ِ ٍ ‫فيها ي ُفرقُ ك ُل أمرٍ حكيم‬ “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. maka datanglah malaikat Jibril menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seraya memberi kabar. keagungan. Di malam itulah ajal dan rizki manusia ditentukan untuk setahun kedepan. “ Imam Malik dalam kitab ‘Al-Muwatho` menyebutkan bahwa telah diperlihatkan umurumur umat terdahulu kepada Rasulullah saw. Maksud dari urusan tersebut adalah urusan rizki.” (QS." (QS. Hazkil Bi Azaz dan Yusa bin Nun 50 . dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. karena pada malam itulah Al Quran diturunkan. dan pahala. Jadi malam itu dinamakan dengan Lailatul Qodar karena keagungan nilainya dan juga keutamaannya di sisi Allah Subhanahu wata'ala. serta yang lainnya dari kalangan salaf. Makna Lailatul Qodar Lailatul Qodar adalah suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran. Al-Qadar berarti asysyarf wat ta’zhim (mulia dan agung). kesucian. 130 Mereka adalah: Ayyub. Al-Qadar [97] : 1). Pada malam ini juga ditentukan taqdir seluruh makhluk untuk kurun waktu satu tahun. 5/ 593 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. “Lailatul Qodar adalah malam yang agung dan mulia. Abu Malik. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bercerita tentang empat orang180 dari Bani Isroil yang beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan maksiat sedikit pun. “Inna anzalna hu fi Lailatil Qodar. hal. Mujahid.” 179 B. 4/124 Tafsir Fathul Qodir.178 Imam Al Azhari berkata. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Umar ra. Ad-Dukhan [44] : 4). Lailatul qadar merupakan anugerah besar yang Allah swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw. di dalamnya ditetapkan ketetapan-ketetapan yang agung dan balasan yang besar. Kemudian Jibril membaca. Zakaria. Sungguh Allah swt telah menurunkan bagimu dan juga bagi umatmu yang lebih baik dari itu.

”181 C. 'Bacalah do'a: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. 8/ 571-572. 4/ 537 Puasa Bersama Nabi.” 187 Diriwayatkan dari 'Aisyah beliau berkata: ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫كان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَس نل ّم إ ِذا د َخ نل ال ْعَش نر ش ند ّ مئ ْزره ُ وَأ َحينَنا ل َي ْل َنه‬ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ ‫وَأ َي ْقظ أ َهْل َه‬ ُ 181 182 183 184 185 186 187 Lihat Tafsir Al Qurthubi. 72 HR. Dan dia adalah malam-malam yang ganjil. 759 Hadits hasan shahih riwayat Imam At-Turmudzi. atau 3 akhir di bulan Romadhan. 20/132. Maka Allah swt memberikan malam Lailatul Qodar. malam itu terjadi pada malam ke-23. 3760 51 . Karena itulah dianjurkan kepada muslim yang benar-benar ta'at kepada Allah agar menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan didasari rasa keimanan dan penuh pengharapan pahala yang besar. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. 7 akhir. 5 akhir. Jika dia melakukan hal itu. Lihat Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. 4/217 dan Muslim no.” 182 Dari Anas ra. mencintai ampunan.” 184 D. “Bersungguh-sungguhlah kalian pada malam itu. no. Kapan Lailatul Qodar Terjadi Dari Ubadah bin Shomit ra. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Ramadhan. "Saya berkata. Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Lailatul Qodar itu ada pada malam ke-27. bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar. ia berkata. 'Ya Rasulullah. apa yang saya baca?' Beliau bersabda. niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.”183 Dari Ibnu Abbas ra. "Barangsiapa yang mendirikan ibadah shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala. sesungguhnya Nabi saw bersabda. Al. Nabi bersabda. Dan tidak terhalang mendapatkan kebaikannya kecuali orang yang benar-benar merugi. siapa yang terhalang mendapatkannya berarti dia terhalang mendapatkan semua kebaikan. niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. Maka ampunilah aku. Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar185 Sesungguhnya malam yang penuh berkah ini. 4/ 537.Risalah Ramadhan demikian panjang. hal. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. 9 akhir. yang nilainya sama dengan seribu bulan."186 Dianjurkan untuk memperbanyak berdo'a pada malam itu. Diriwayatkan dari 'Aisyah.Bukhari. Rasulullah saw bersabda.

maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak. 4/233 dan Muslim. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan.Risalah Ramadhan "Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadhan). 131-132. Pada malam tersebut. sholat. karena bersamaan dengan turunnya barokah dan rohmat. Al. akan kami sebutkan beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar sebagai berikut : 1. Dari Abi Hurairoh ra Nabi saw brsabda. Artinya beribadah pada malam itu nilainya adalah lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. 1174 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. tak sedikit pun terdapat kejelekan sampai terbit fajar."189 E.196 8. 188 189 190 191 192 193 194 195 196 Maksudnya mengencangkan kainnya adalah meninggalkan hubungan badan dengan istrinya untuk beribadah serta berusaha keras untuk mencari Lailatul Qadar. Pada malam itu para malaikat termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orangorang mukmin.Bukhari.” (QS. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Sebagaimana firman Allah swt. “Masa kerajaan Nabi Sulaiman 500 bulan dan kerajaan Dzul Qornain selama 500 bulan.191 3. Abu Bakar Al Waroki berkata. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. AlQadar [97] : 4). Nabi mengencangkan ikatan kainnya188. membaca al qur`an atau ibadah yang lainnya. Keutamaan Lailatul Qodar Allah swt telah menjelskan di dalam kitab-Nya bahwa Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. Al-Qadar [97] : 4). 193. hal. HR. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya).” (QS. 5. “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. Syaithon tidak bisa berbuat kejahatan atau berbuat kerusakan. Maksudnya. 8/585 Tapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa malam itu juga dipunyai oleh umat-umat terdahulu. baik ibadah siyam. Lihat Ad Durul Mantsur. Lihat Tafsir Ali Al Qodir.195 7. malam itu adalah malam yang penuh keselamatan dan kebaikan. Maka jadilah masa dua kerajaan tersebut 1000 bulan. Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Dan ini telah menjadi ijma` umat Islam. Sebagaimana firman Allah. “Barang siapa yang menegakkan (beribadah) pada malam Lailatul Qodar atas dasar iman dan penuh mengharap. Lailatul Qodar belum pernah diturunkan kepada umat sebelum umat Muhammad saw. hal.190 Sebagai pengingat dan untuk memudahkan kita dalam menghayati hakikat Lailatul Qadar. 194 6. 4/537. Lalu Allah menjadikan malam Lailatul Qodar mencukupi dua kerajaan tersebut. Al Baihaqi 52 . no. Allah swt menurunkan surat Al-Qadar secara sempurna (keseluruhan) yang akan dikumandangkan hingga hari kiamat. 2. 131-132 ibid HR. Al-Bukhori dan Muslim) 192 4.” (HR.

8/572 Risalah Romadhan.”198 G. diwaktu pagi matahari terbit tanpa bersinar (panas). Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. tenang. persis seperti cahaya rembulan. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Romadhan. 25.200 Syaikh Abdullah Bin Ibrohim Al Jarullah dalam risalahnya201 mengatakan bahwa ada beberapa do`a tentang kebaikan dunia dan akhirat yang dianjurkan untuk dibaca pada malam itu.Risalah Ramadhan F.”ِ َ ْ ْ ‫ال َل ّهُم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك ال ْهُدى والت ّقى وال ْعَفاف وال ْغِنى‬ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ 197 198 199 200 201 HR. Yaitu pada malam-malam ganjil. Ibnu Katsir. Al-Bazzar 1/486. Maka ampunilah aku. 23. Tanda-tanda Lailatul Qodar Dari Ibnu Abbas ra. sesungguhnya Nabi saw bersabda. 4/484 Hadits hasan shahih riwayat Imam At Turmudzi Lihat Ad Durul Mantsur. Pada pagi hari matahari tidak terlalu merah.” 199 Dari Abi Aqrob Al Asadi. lalu kami mendengar ia berkata. ‘Wahai Rasulullah. hal. tidak panas dan tidak pula dingin. tidak panas dan tidak pula dingin. 134-137 53 . Maka ia pun menjelaskan kepada kami tentang malam Lailatul Qodar. Tanda-tandanya. bahwa Rasulullah saw bercerita tentang Lailatul Qodar “Malam itu terlihat tenang dan cerah. 8/ 571. Dan. Ibnu Khuzaimah.27 29 atau pada malam terakhir dari bulan Romadhan. ia berkata: Kami mendatangi Ibnu Mas`ud ra di rumahnya. Lihat Ad Durul Mantsur. seperti pada malam 21. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Aku (Ibnu Mas`ud ra) melihat kelangit. serta jagalah kami dari api neraka. Di antaranya adalah: ‫رب ّنآ ءات ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي ا ْل َخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار‬ ً َ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ “Wahai Robb kami berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat. At-Thayalisi. “Bacalah: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. no. hal. apa yang hendaknya kita baca jika menemui Lailatul Qodar? Beliau menjawab. sanadnya hasan. dan hari itu matahari putih tiada bersinar.”197 Dari Ubadah bin Shomit ra. Amalan Di Malam Lailatul Qodar Aisyah ra berkata. Dan Allah mengaharamkan bagi syetan untuk keluar pada waktu itu bersamaan dengan terbitnya matahari. 3/231. aku dapati seperti yang disampaikan oleh Rasulullah itu benar adanya. Seakan-akan pada malam itu bulan sedang terbit dan bersinar. bersih. yaitu pada tujuh bagian yang akhir.“ Lalu aku tanyakan hal itu kepadanya. mencintai ampunan. Bintang-bintang terlihat tanpa ada yang mengahalanginya sampai datang waktu pagi. 176. “Aku bertanya. Maka aku pun bertakbir. ” Shodaqohullahu Wa Rasuluhu. Dinukil dari Puasa Bersama Nabi. malam itu tampak terasa cerah dan berseri-seri. 349.

Disebut dengan zakat fithri karena ia disyariatkan ketika bulan Ramadhan telah sempurna dan pada saat umat Islam telah mengakhiri siyam Ramadhan mereka. kesucian dan kekayaan َ ‫الل ّهُم أ َصل ِح ل ِي د ِي ْني ال ّذ ِيْ هُوَ عصمة أ َمري ، وَأ َصل ِح لي د ُن ْيايَ ال ّذ ِيْ فِي ْها‬ ِ ْ ْ ِ ْ ْ ْ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫معاشي ، وَأ َصل ِح ل ِي آخرت ِي ال ّت ِي فِي ْها معاد ِيْ ، واجعَل ال ْحياة َ زِياد َة ً ل ِي فِي‬ َ َ َ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ِ ْ ْ ْ ْ ِ َ َ . ‫ك ُل خي ْرٍ ، واجعل ال ْموْت راحة ل ِي من ك ُل شر‬ َ ّ َ ْ َ ّ َ ّ ْ ِ ْ ً َ َ َ َ ”Ya Allah perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusannku. Aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebaika . secara terang-terangan atau pun rahasia. secara lahir batin baik di awal atapun di akhirnya. 54 . perbaikilah duniaku yang aku hidup di dalamnya. perbaikilah akhiratku yang kesanalah tempat kembaliku." BAB VII ZAKAT FITHRI A. tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau. Ya Allah. jadikan kehidupan ini sebagai tambahan dalam meraih dalam setiap kebaikan bagiku.Risalah Ramadhan Ya Allah saya memohon pada-Mu petunjuk dan takwa. maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata. kesudahan (hidup) dengannya. Kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku dihadapan-Mu kelak di akhirat. dan jadikan kematian sebagai istirahat dari setiap keburukan bagiku" َ ْ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهُم رحمت َك أ َرجوْ فَل َ ت َك ِل ْن ِي إ ِلى ن َفسي ط َرفَة ع َي ْن وَ أ َصل ِح ل ِي شأ ْن ِي‬ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ ِ ْ ٍ ‫ك ُل ّه ل َ إ ِل َه إ ِل ّ أ َن ْت‬ َ َ ُ "Ya Allah.202 202 Kifayatul Akhyar. pada malam hari Raya dan pagi harinya." ‫ال ّلهم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك مفات ِي ْح ال ْخي ْر وَخوات ِمه وَجوامعَه وَ ظاه ِره ُ وَ باط ِن َه و‬ َ َ َ َ َ ْ ْ ُ ِ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ُ َ َ ‫أ َوّل َه وَ ا َخره ُ وَ ع َل َن ِي َت َه وَسره. Wahai Zat Yang Maha Hidup Yang memiliki keagungan dan kemuliaan. dan perbaikilah keadaanku seluruhnya. Definisi Zakat Fithri Zakat fithri yaitu shadaqah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan. serta segala yang menghimpunnya. aku mengharap rahmat-Mu. اللهُم ارحم فِي الدنيا غ ُرب َت ِي وَ ارحم فِي‬ َ ّ ْ َ ْ ْ َ ْ ّ ّ ُ ّ ِ ُ ُ ْ ْ ْ ْ َ ِ ‫القب ْرِ وَحشت ِي وارحم فِي ا ْل َخرةِ قُوْفي ب َي ْن ي َد َي ْك يا حي يا قَي ّوْم يا‬ َ ْ ِ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ ِ ‫ذاالجلل وَال ِك ْرام‬ "Ya Allah.

207 B. 14/358. 2/917-918 55 . “. hal ini telah disepakati oleh Jumhur Ulama’ berdasarkan dalil-dalil yang sohih diantaranya adalah firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat at taubah : 60 ُ ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساكين وال ْعاملين ع َل َي ْها وال ْمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهُم وَفي‬ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ّ َ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ َ َ ُ ‫الرقاب وال ْغارِمين وَفي سبيل اللهِ واب ْن السبيل فَريضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ . At-Taubah [9]: 60).. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. Al-Fiqh ‘Alal-Madzahib Al-Arba’ah. akan tetapi merupakan istilah fuqaha’. yakni ketika bulan sya’ban tahun ke-2 Hijriah. ‫ع َليم حكيم‬ ِ َ ٌ ِ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. Adapun penamaan lain dari zakat fithri adalah. Ibid.dan dalam waktu tertentu. 1/536. Hukum Zakat Fithri Hukum menunaikan zakat fithri adalah wajib bagi seluruh kaum muslimin yang mampu membayarnya pada saat itu. shadaqah fitri. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. tidak pernah disebutkan bahwa Nabi saw dan para sahabat ra siyam Ramadhan tanpa mengeluarkan zakat fithri.203 Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah. bukan bahasa arab asli. bukan pula kata pinjaman dari bahasa lainnya. hanyalah untuk orang-orang fakir. zakat al-badan. 203 204 205 206 207 Lisanul-Arab.204 ِ َ ِ Adapun secara syara’. arti zakat secara bahasa adalah thaharah (kesucian). Fiqh Zakat.” 206 Dinamakan zakat fithri karena dengannya mewajibkan berbuka mengakhiri siyam ramadhan. zakat fithri dan shadaqah fithri merupakan satu lafazh terlahir. (QS. Dari kata bersinonim hal yang dikeluarkan dan pekerjaannya. Seolah-olah dari kata ‫( خل ْقة‬ciptaan). 6/85.” 205 Para ulama’ dari madzhab Hanbali menambahkan. Abdurrahman Al-Jazairy berkata. Diwajibkan oleh Allah swt pada bulan ramadhan 2 hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Ied (hari raya ‘Iedul fitri). )زكاة ُ ال ْخل ْقة‬Penulis Al-Hawy juga mengatakan itu.. dan zakat ar-ru’us. orang yang berhutang. barokah dan pertumbuhan. C. yaitu zakat untuk ciptaan ( ٌ َ ِ َ َ ‫ . pertumbuhan. “Zakat adalah penetapan hak milik tertentu untuk orang yang berhak dengan syarat-syarat yang telah ada. Yusuf Qordlowi. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya.untuk (memerdekaan) budak.Risalah Ramadhan Al-’Allamah Ibnu Manzhur menyebutkan. orang-orang miskin. Sebab zakat fithri disandarkan kepada Ramadhan dan dalam rangka mengakhiri siyam. zakat fitrah. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di samping itu. Disyariatkannya Zakat Fithri Zakat fithri disyariatkan dan diwajibkan ketika siyam Ramadhan. pengurus-pengurus zakat.

Risalah Ramadhan Juga hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin’Umar ra. beliau berkata: ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَرض زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد ٍ ذ َك َرٍ أ َوْ أ ُن ْثى من ال ْمسل ِمين‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ُ ّ "Dari Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Sallahu 'Alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fithri setelah ramadlan satu sho’ dari tamar atau satu sho’ dari gandum terhadap kaum muslimin yang merdeka atau budak. Al Bukhori Muslim ). kaum laki-laki. dari ‘Abd bin Tsa’labah radhiyallaahu ‘anhu. orang merdeka. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhuthbah seraya bersabda : َ ‫أ َدوا صاعا من ب ِر أ َوْ صاعا من ت َمرٍ أ َوْ شعِي ْرٍ ع َن ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد، صغِي ْرٍ أ َو‬ ّ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ ْ ّ ُ ّ ْ ّ ْ ِ ً َ ‫ك َب ِي ْر‬ ٍ 56 . kaum perempuan. Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya zakat fithri adalah hadits yang diriwayatkan olrh Al-Hafizh ‘Abdur-Razzaq dengan sanad yang shahih. dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”( HR. وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَبنل‬ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ‫خروْج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ِ ّ ِ ُ ُ “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. beliau mengatakan: َ ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ع َلى ال ْحنر وَ ال ْعَبند ِ و‬ ِ ْ َ ّ ُ َ ْ َ ‫الذ ّك َرِ وَ ال ُن ْثى والصغِي ْرِ وَ ال ْك َب ِي ْرِ من ال ْمسل ِمي ْن. atau 1 sha’ tepung gandum bagi setiap hamba sahaya. laki-laki dan perempuan. Beliau memerintahkan agar ( zakat fithri tersebut ) ditunaikan sebelum orang-orang melakukan shalat ‘id. dia berkata: Sehari atau dua hari sebelum ‘Idul Fithri. anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Juga satu hadits lagi dari Ibnu Umar ra. Al Jama’ah) Dalam lafadz lain disebutkan: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ َ َ ِ‫ال ْمسل ِمين وَأمر ب ِها أن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ْ ّ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ "Dari Ibnu Umar Radliyallahuanhuma ia berkata:Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mewajibkan untuk menunaikan zakat fithri dengan 1 sha’ kurma kering. laki-laki atau perempuan" (HR.” ( Muttafaqun’alaih ).

karena mereka sendirilah yang dimaksud dalam kewajiban tersebut. Dan barangsiapa yang dipelihara . dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. atau kurma kering. anak dan budak). apabila mereka tidak mampu melaksanakannya sendiri. jika anak tersebut memiliki harta. Jadi satu sha’ adalah 2700 gram. 209 Madzhab imam dalam hal ini berpendapat bahwa seorang muslim berkewajiban untuk menafkahi orang-orang yang wajib dinafkahi olehnya menurut syari’at (seperti : istri. Jika ia tidak memiliki kelebihan kecuali kurang dari satu sha’ maka hendaknya ia dengan kelebihan itu ( yang jumlahnya kurang dari satu sha’ ) membayar zakat fithrinya.(dari kekikiran dirinya. 1 mud =1 1/3 ritl = 675 gram. atas setiap yang merdeka atau budak." (At-Taghabun :16 Menurut pendapat Abu Hanifah. Tetapi jika ia tidak memiliki harta sendiri. itu lebih baik. Zakat fithri tidak diwajibkan kecuali terhadap orang yang mempunyai kelebihan dari keperluannya ketika hari malam hari Raya dan pagi harinya. menurut pendapat jumhur. Seperti isteri dan keluarga. Hal itu berdasarkan firman Allah ta’ala: ‫فات ّقوا الله مااست َط َعْت ُم واسمعوا وَأ َطيعوا وَأنفقوا خي ْرا لنفسك ُم وَمن يوق‬ ُ ِ َ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ً َ ُ ِ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫شح ن َفسهِ فَأ ُوْل َئ ِك هُم ال ْمفل ِحون‬ ِ ْ ّ ُ َ ُ ْ ُ ُ Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta " taatlah.212 208 209 210 211 212 Satu sha’ syar’I (Baghdadi) = 4 mud atau 5.5 ritl. sesungguhnya seorang suami wajib mengeluarkan zakat fithri bagi seorang istrinya. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Diwajibkan menunaikan zakat fithri bagi seluruh kaum muslimin baik anak kecil maupun orang dewasa. Zakat ini wajib dibayarkan terhadap diri sendiri dan terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya. namun kebanyakan Ahli Ilmu menghukuminya sunnah untuk ditunaikan. meskipun dalam urusan nafkah masih menjadi kewajibanya. Para ulama sepakat bahwa anak kecil yang belum memiliki harta maka dibebankan kepada bapaknya. hal. dan budak dibebankan kepada tuan (majikan)nya jika tidak memiliki harta. dan ini merupakan kesepakatan Jumhur Ulama’.211 Sementara untuk anak kecil. serta Ishaq. Lihat Bidayatul Mujtahid dalam Kitab Zakatul Fithri Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi.Risalah Ramadhan “Tunaikanlah zakat (fithri) satu sha’ (empat mud)208 gandum. 2/925 Ibid . 1/75. orang yang merdeka maupun hamba sahaya yang mampu menunaikannya pada saat itu. karena hal itu dilakukan oleh Shahabat Utsman bin ‘Affan Radliyallahuanhu. Adapun menurut pendapat imam Tiga (Malik. Karena ia termasuk orang yang menjadi tanggungan untuk menafkahinya. 2/926 57 . laki-laki maupun perempuan. Lihat Fiqhul Islami Waadilatuhu. atau tepung. wajib dikeluarkan darinya dan yang mengeluarkan adalah walinya. dan Ahmad). Syafi’i. bahwa zakat fithri wajib bagi wanita yang mempunyai suami maupun tidak. Akan tetapi apabila mereka mampu melaksanakannya sendiri. Mereka juga sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh mengeluarkan zakat bagi istri yang kafir. baik kecil atau dewasa.210 Sedangkan bayi yang berada di dalam kandungan Ibunya maka tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat fithri. maka kewajiban zakatnya dibebankan atas orang yang menanggung nafkahnya. Al Laits.

anak (kebawah) hal ini dikarenakan menafkahi mereka adalah wajib hukumnya. seperti orang tua (Keatas). ditakutkan karena dengan cenderung untuk bekerja akhirnya ia meninggalkan kewajiban menuntut ilmu tersebut. pembantu. Tetapi barang siapa yang melakukanya itu baik baginya. Sedangkan imam Ibnu Hazm berpendapat:" Jika janin telah genap (dalam perut ibunya) seratus dua puluh hari sebelum menyingsingnya fajar hari raya. 6/88. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat 1. 2/927 Kitab Al-Fiqh Ala Madzahibil Al-Arba'ah. Bukan merupakan tanggungan nafaqoh bagi muzakki. Dan salah jika dikatakan bahwa kalimat anak kecil (shoghir) dalam hadits mencakup janin yang ada dalam kandungan. 2/927 Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. kendaraan.Risalah Ramadhan Adapun berkanaan dengan janin.217 E. Sedang Imam Ahmad mengistihbabkan bukan mewajibkanya. 2. Bahwa Rasululloh saw telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat atas anak kecil dan dewasa. Ibnu Hazm meriwayatkan dari Utsman bin Affan ra bahwasanya ia mengeluarkan zakat fithri atas anak kecil. hal. Ibnu Hazm berhujjah. pakaian sederhananya. “Zakat fithri wajib atas orang yang mempunyai kelebihan makanan pokoknya dan untuk keluarganya di hari ‘Ied dan malamnya selain yang dia miliki yang itu merupakan kebutuhannya.214 Imam Asy Syaukani menyebutkan bahwa Ibnu Mundir telah menukil sebuah ijma' atas tidak wajibnya mengeluarkan zakat bagi janin. Dan apa yang diriwayatkan oleh Utsman ra dan yang lainnya tidaklah menunjukkan adanya istihbab dalam mengeluarkanya. dewasa. dan janin dalam kandungan. istri. 58 . Tidak boleh memberikan zakat kepada orang kafir (tidak ada khilaf antar fuqoha' dalam hal ini) 3. 213 214 215 216 217 Ibid. menurut jumhur fuqoha'.” 216 Imam An-Nawawi menjelaskan tentang pengertian kecukupan ( ‫ ) اليسار‬adalah: orang yang mempunyai kelebihan bahan makanan pokok hari itu untuk dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang harus ditanggungnya pada malam hari’Iedul-Fithri. Maka setiap hukum yang diberlakukan atas anak kecil berlaku juga terhadap janin. 1/568 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Sedangkan janin termasuk anak kecil.215 D. Fakir kecuali Amil. Ibnu sabil. wajib dikeluarkan zakat fithri atasnya. dan buku-buku pengetahuan.213 Yang benar bahwa apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm tidaklah memilliki dalil yang kuat atas wajibnya mengeluarkan zakat fithri atas janin. Yaitu kaum kerabat. pejuang fisabilillah meskipun mereka termasuk orang yang kaya. Muslim. Zakat fithri tidak wajib atasnya. seperti tempat tinggal. Pada Siapa Diwajibkan ? Madzhab Hambali mengatakan. dikarenakan menuntut ilmu syar'i adalah fardlu kifayah. Begitu juga zakat halal bagi tholibul ilmi as syar'iyyah.

kismis. صد َقَة وَ صل ّة‬ ٌ ِ ٌ ٌ ِ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ِ َ "Shodaqoh atas muslim adalah shodaqoh dan jika ia diberikan kepada keluarga dekat. hamba sahaya atau merdeka. 1/237 59 .219 4. bibi. Jenis Zakat Fitri Adapun jenis makanan yang boleh dipergunakan untuk membayar zakat fithri ialah makanan pokok. Dan yang dikeluarkan adalah jenis makanan yang digunakan di negeri tersebut. dan lain sebagainya. zabib. Malikiyah menambahkan lebih baik lagi kalau jenis yang dikeluarkan berupa bahan makanan yang terbaik dinegeri tersebut.atau satu sho' dari gandum. yaitu mengeluarkan satu sho' dari makanan pokok atau satu sho' dari susu yang kering. Tidak dari Bani Hasyim 5. 2/886 Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuhu. beras. 2/878 Lihat Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. Thabrani dinukil dari Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuu."218 Bahkan kerabat itu lebih berhak atas zakat. dan lain sebagainya. Baik itu gandum. Ukuran zakat fithri yang telah ditentukan oleh Rasululloh saw adalah satu sho' atau sebanding dengan empat mud. hal. orang dewasa.221 Sebagaimana perkataan Abu Said ra: َ ْ ِ ً َ ‫صاعا من شعِي ْرٍ أ َوْ صاعا من‬ ْ ِ ً َ َ َ َ ُ ْ ّ ِ َ ْ‫ك ُنا ن ُخرِج زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ط َعام ٍ أو‬ ْ ِ ً َ ‫ت َمرٍ أ َوْ صاعا من أقط أ َوْ صاعا من زب ِي ْب‬ ٍ ْ ٍ َ ْ ِ ً َ ْ ِ ً َ "Kami (para sahabat Rasululloh saw) mengeluarkan zakat fithri dari setiap orang perorang baik anak kecil. Imam malik berkata: َ َ ُ ‫أفضل من وَضعْت فِي ْهِ زكات ُك قَراب َت َك ال ّذي ل َ تعول‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ "Lebih utama jika kamu memberikan zakatmu kepada kerabatmu yang bukan tanggunganmu. paman. keju kering atau lainnya yang termasuk makanan pokok manusia. beras.Risalah Ramadhan Boleh memberikan zakat kepada kerabatnya yang lain seperti saudara laki-laki maupun saudara perempuan.220 F. hal. Lu'lu' wal Marjan." (Mutaffaq 'Alaih) 222 Ibnu Umar ra berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ ‫ال ْمسل ِمين وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصلة‬ ِ َ ّ ّ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ 218 219 220 221 222 HR. ia mendapat dua perkara yaitu shodaqoh dan menyambung tali persaudaraan. berakal. hal. 2/912 Muttafaq 'alaih. atau satu sho' dari kurma atau satu sho' dari zabib.. Baligh. Sesuai dengan hadits Nabi saw:" Sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Salman bin 'Amir: َ ُ ‫الصدقة ع َلى ال ْمسل ِمي ْن صد َقَة وَه ِي ل ِذي ا لرحم ِ ا ِث ْن َتان. Kurma. 2/2885-886 Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. gandum. merdeka. hal. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri a. seperti kurma.

sebab makna yang dzahir (jelas) dari hadits Abu Sa’id AlKhudry ra. Adapun maksud sha’ di sini adalah sha’ menurut Nabi saw yaitu 4 kali dua telapak tangan laki-laki dewasa yang betul-betul dianggap adil. seperti:1 sha’ beras dan lain-lain. dia berkata: ّ َ ّ ‫ك ُنا ن ُعْطيها في زمان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صاعا من ط َعام ٍ أ َوْ صاعا‬ ً َ ِ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ ً َ َ َ ِ َ َ ‫من ت َمرٍ أ َوْ صاعا من شعيرٍ أ َوْ صاعا من زب ِي ْب فَل َما جاء معاوِي َة وَجاءت‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ُ َ َ ّ ْ َ َ ُ ْ ْ ِ ٍ َ ْ ِ ً َ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ُ ‫السمراء قال أ ُرى مدا من هَذا ي َعْد ِل مد ّي ْن قا َل أ َب ُوْ سعِي ْد: أ َما أ َنا فَل َ أ َزال‬ َ ّ ٍ َ َ َ َ ُ َ ْ ّ ِ ُ ُ ّ َ ‫أخرجه ك َما ك ُن ْت أ َخرجه على ع َهْد ِ رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم‬ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ”Dari Abu Sa’id al-Khudry ra ia berkata : Kami menunaikan zakat fithri pada zaman Rasulullah saw dengan 1 sha’dari makanan.Al-Bukhari ). kismis. ia berkata. atau kurma kering.032 liter atau 815. keju dan makanan lainnya. hal ini sebagaimana dikatakan Abu Sa’id Al Khudri ra : “Kami membayar zakat fithri saat hari raya pada masa Rasulullah saw satu sha’ makanan.748 liter atau 2176 gram224 Kadar zakat fithri itu 1 sha’ kurma kering. satu sho' sama dengan 4. laki-laki dan perempuan. Syafi’i. kismis. 1161 Fiqh Zakat Yusuf qordlowi. Ukuran Satu Sho' Dari keterangan dalil-dalil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya zakat fitri adalah 1 sha’ untuk setiap orang baik berupa gandum atau selainnya (dari makanan yang mengenyangkan). Sedangkan pendapat Imam Abu Hanifah memperbolehkan dengan ½ sha’ gandum. satu sho' sama dengan 2. dan makanan pokok kami adalah gandum. satu mud sama dengan 1. atau susu kering(keju).39 gram.128 liter atau 3261.5 gram.Risalah Ramadhan “Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. Hanyasanya yang paling utama untuk untuk dibayarkan sebagai zakat fitri adalah makanan yang mengenyangkan. Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri di bulan Ramadhan satu sha’ kurma atau gandum. hal. dan seluruh Jumhur Ulama’. Satu sho sama dengan empat mud.223 Adapun menurut Imam syafi'i.” ( HR. hal. Menurut Hanafiyah. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin.687 liter atau 543 gram. hal ini merupakan pendapat Madzhab Imam Malik. b. dan gandum dan itu semua disyaratkan dengan zakat berupa makanan pokok penduduk negeri. maka Abu Sa’id 223 224 Kamus Kontemporer. maka ketika Mu’awiyah ra datang dengan membawa gandum(dari Syam).” ( Muttafaqun’alaih ). satu mud sama dengan 0. atau anggur kering(kismis). Beliau memerintahkan agar (zakat fithri tersebut) ditunaikan sebelum orang banyak melakukan shalat ‘id.”saya berpendapat bahwa jika dengan ini (gandum dari Syam) sebanyak 1 sha’ maka alangkah adil jika untuk yang selainnya adalah 2 sha”. Ahmad. Malik. keju kering dan kurma. atau tepung gandum. Ahmad. tepung gandum. Diperbolehkan pula menunaikan zakat fithri dengan sesuatu yang menjadi kemampuan suatu negeri. 2/946 60 .

dinar. bahkan lebih sempurna. dirham. Seandainya membayar zakat fithri dengan uang diperbolehkan. (HR. Membayar Zakat Fithri Dengan Uang Yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok. ل ِقوْل اب ْن ع ُمر: فَرض رسول اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ ُ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ِ َ ُ ِ 225 226 Minhajul Muslim. tetapi pendapat tersebut lemah karena dalil yang dipergunakan tidak kuat. bahkan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat.4 kg. kecuali kalau memang terpaksa sekali. tidak dengan yang lain.Risalah Ramadhan ra berkata:”saya tidak akan menghapus cara pengeluarannya sebagaimana kami mengeluarkan(menunaikan)nya di zaman Rasulullah saw”. dan mudah digunakan. hal. Adapun selain makanan pokok seperti uang atau dikiaskan dengan yang lain ini tidak diperkenankan. Sebagaimana pendapat Jumhur: َ ‫وَل َ ي ُجزئ عن ْد َ ال ْجمهُوْرِ إ ِخرا َج ال ْقي ْمةِ ع َن هَذ ِهِ ال َصناف. Di samping itu.” Adapun ukuran zakat fithri itu adalah satu sha’ –nya Nabi saw. Al-Bukhari) G. فَمن أ َع ْطى‬ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ِ ُ ْ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫القي ْمة ل َم تجزِئ ْه. Padahal Rasulullah saw bersabda : َ َ ِ َ ُ ْ ّ ‫من ع َمل ع َمل ً ل َي ْس ع َل َي ْهِ أمرنا فَهُوَ رد‬ َ َ َ ْ َ ”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu tidak diterima. dan para ulama tidak berbeda pendapat tentang persoalan ini. Karena yang demikian tidak pernah ditetapkan oleh Rasululloh saw. Adapun pendapat yang memperbolehkan zakat fithri ini dibayarkan dengan nilai tukar (uang) hanyalah madzhab Hanafi. Menurut pendapat Asy Syafi’I disebutkan. pada zaman Nabi saw juga telah ada nilai tukar (uang). Karena mereka membayar zakat fithri dengan satu sha’ makanan. tentu beliau telah memerintahkan mengeluarkan zakat dengan nilai makanan tersebut. atau beratnya kira-kira 2. Karena hal itu menyalahi apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.225 Zakat fithri tidak boleh diganti dengan nilai nominalnya. “Tidak sah membayar zakat fithri dengan nilai nominal (uang). boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk uang. Menurut kelompok Hanafiyah. karena Kewajiban yang dibebankan pada hakekatnya adalah menjadikan fakir dab miskin mereasa tercukupi kebutuhan mereka pada hari itu. 298 Kitab Kifayatul Akhyar. zakat fithri dalam wujud nominal itu menyalahi praktek amalan para sahabat.” )HR. hal. Muslim ) Disamping itu. Sebagaiman sabda Rasulullah saw. tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw. 158 61 . ُ ُ ْ ِ ّ ِ ‫أغ ْنوهُم ع َن السوال في هذا اليوم‬ ِ "Jadikanlah mereka tercukupi kebutuhan mereka dari meminta-minta pada hari ini" Caranya dapat tercapai dengan uang. tanpa memberitahukan dahulu kepada orang yang menerimanya (faqir dan miskin).226 Dan diperbolehkan juga menunaikan zakat melebihi kadar yang telah ditentukan yaitu 1 sha’.

tidak boleh diganti dengan selain dari binatang tersebut. 3/65 Al Majmu’ Syarh Muhadzdzab. فإ ِذا ع َد َل ع َن ذال ِك فَقد‬ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ َ َ ‫ت َرك المفروض‬ ُ ْ َ ِ "Tidak diperkenankan mengeluarkan uang sebagai ganti dari jenis-jenis makanan pokok. Al-Bukhari). hal. yaitu : 1. Sebagaimana perkataan Ibnu Umar ra:" Jika menyelisihi dari jenis yang telah ditentukan (makanan pokok). Maka barangsiapa memiliki kewajiban untuk membayarnya pada waktu itu.Risalah Ramadhan َ َ َ ْ ِ ً َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ‫صد َقَة ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ وَصاعا من شعِي ْر. Waktu yang dibolehkan Yaitu mengeluarkanya satu hari atau dua hari sebelum sholat 'ied (sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar ra. ia wajib melaksanakannya.229 Untuk lebih rincinya serta untuk lebih mudahnya waktu pembayaran zakat fitri ini dapat dibagi dalam beberapa bagian. diperbolehkan untuk 227 228 229 Fiqh Islam. Imam Hambali berpendapat sebagaimana pendapat Imam Hanafi. 5/383 Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid juz 2 62 . 2/911. Maka tidak diperkenankan mengganti dengan yang lain. Imam Maliki berpendapat bahwa secara mutlaq hukum mendahulukan pengeluarannya tidak boleh sama sekali sebagaimana shalat sebelum tiba waktunya. Menurut Imam As Syafi'i. berdasarkan hadits: ‫كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ب ِي َوْمي ْن‬ ِ َ َ ْ َ ِ َ "Bahwa (para Shahabat Radliyallahuanhum)menunaikannya(zakat fithri) sehari atau dua hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri.228 H. Imam Hanafi berpendapat tentang diperbolehkannya mendahulukan pelaksanaan zakat fithri 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri. Karena ini adalah haq Alloh swt yang telah ditentukan dalam nash. Waktu Membayar Zakat Fithri Waktu membayar zakat fithri dimulai ketika matahari terbenam di hari akhir pada bulan ramadhan atau malam hari Raya samapai sebelum dikerjakannya shalat Ied. 227 Dalam Al Majmu' fi Syarhil Muhadzdzab Imam An Nawawi berkata: َ ّ َ ِ ٍْ َ ْ ‫وَل َي َجوْز أ َخذ ُ ال ْقي ْمةِ فِي شيئ من الزكاةِ ل ِن الحقّ للهِ ت َعالى وَقَد ْ ع َل ّقه‬ ْ ُُ ُ ّ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ُ ‫ع َلى ما ن َص ع َل َي ْهِ فَل َ ي َجوْز ن َقل ذال ِك إلى غيرِهِ كال ُضحي ّةِ ل َما ع َل ّقها ع َلى‬ ِ ْ َ َ َ َ ّ ُ ْ ْ ُ ْ ‫الن ْعام ِ ل َم ي َجز ن َقلها َ إلى غ َي ِرِها‬ َ َ َ ِ "Tidak diperbolehkan mengambil zakat dari bentuk nominal. hal. dan lihat Al Mughny." (HR. Imam Syafi’i berpendapat tentang diperbolehkannya pelaksanaan zakat fithri itu sejak di hari pertama bulam ramadhan. Barang siapa yang membayar zakat dengan uang maka tidak mendapatkan pahala. maka ia telah meninggalkan kewajiban. hal. sebagaimana hewan sembelihan dalam Udhhiyyah yang telah ditetapkan harus dari binatang ternak.

Adapun waktu yang disunnahkan dan diutamakan untuk menunaikannya yaitu pada waktu shubuh sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar ra: )‫وَ أ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َد ِيَ قَب ْل خروْج الناس إلى الصل َةِ (رواه البخارى و مسلم‬ ْ ّ َ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ُ ُ َ "…dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”. Dan jika seseorang masuk Islam sebelum tenggelamnya matahari. maka ia wajib mengeluarkan zakat fithri. 1/567. Tetapi jika meninggal setelah tenggelamnya matahari. hal ini sesuai dengan perkataan Ibnu Umar Radliyallahuanhuma. maka wajiblah dikeluarkan zakat fithrinya. mengasihkanya kepada orang yang menerimanya. ia berkata: ‫كان ا ِب ْن ع ُمر ي ُعْطي ع َن الصغِي ْرِ وال ْك َب ِي ْرِ حتى إ ِن كان ي ُعْطى ع َن ب َن ِي‬ ِ ّ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ ّ ْ َ َ َ ُ ِ . وكانوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل‬ ُ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ُ َ َ ِ َ ُ َ ُ ‫ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أو ي َوْمي ْن‬ ِ ِ َ "Bahwasanya Ibnu Umar ra. dari Nafi’. Fathul bari. dia berikan kepada yang berhak menerimanya. bila seseorang meninggal sebelum tenggelamnya matahari sekalipun beberapa menit.”231 Dari keterangan diatas menjelaskan diperbolehkannya menunaikan zakat fitri 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri dan tidak diperbolehkan dari batasan yang telah ditentukan itu. Seperti yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari: َ ‫كان اب ْن ع ُمر رضي الله ع َن ْهُما يعطيها ال ّذ ِي ْن يقب َل ُونها. Dan mereka membayar zakat fithri itu sehari atau dua hari sebelum ‘id. tetapi jika sesudahnya maka tidak wajib atasnya. dan jika sebelumnya maka wajib dibayarkan zakat fithrinya.Risalah Ramadhan mengeluarkan zakat fithri diawal bulan romadlon. maka dia tidak wajib dibayarkan zakat fithrinya. maka tidak wajib baginya membayar zakat fithri. Dan jika seseorang lahir setelah tenggelam matahari. sekalipun beberapa menit.232 Dalam lafadz lain disebutkan : 230 231 232 Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. Jadi pada waktu-waktu tersebut adalah waktu disyariatkannya untuk membayar zakat fithri. hal.‫وَكان ي ُعْط ِي ْها ال ّذ ِي ْن ي َقب َل ُوْن َها وَ كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ي َوْمي ْن‬ ْ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ِ َ “Adalah Ibnu ‘Umar membayarkan zakat fithri untuk anak-anak dan orang dewasa. Di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. Dan mereka mendapatkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya fitri. Sementara itu ada pula ulama yang memperbolehkan zakat fitri dibayarkan sehari atau dua hari sebelum ‘ied."230 Dengan demikian. dan jika dia membayarkan zakat fithri anakku. 3/479 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Al-Bukhari Shahiih Muslim bisyarhin Nawawi 63 . Sedangkan Hanabilah berpendapat : diperbolehkan mengeluarkan zakat fithri dua hari sebelum hari raya.

Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ َ َ َ َ َ ‫إ ِن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َمر ب ِزكاةِ ال ْفط ْرِ أ َن ت ُؤ َدى قَبنل خروْج‬ ِ ّ ْ ّ ِ ُ ُ َ ْ َ َ ّ ‫الناس إ ِلى الصلة‬ ِ ّ "Bahwasannya Nabi saw memerintahkan membayar zakat fithri sebelum orang-orang pergi untuk shalat ‘id. Demikian yang ditetapkan para ulama khususnya madzhab Imam yang empat. namun jika perbuatannya itu dikarenakan lupa maka ia tidak berdosa dan tetap harus mengqadha’nya. 3." (HR.فَمن اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي‬ َ ّ ْ َ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ ّ َ ّ َ ‫صد َقَة من الصد َقات‬ ِ َ ّ َ َ ِ ٌ "Barangsiapa yang membayarnya sebelum shalat id. karena ia merupakan amalan yang tidak bisa terbebas ( dari kewajibannya ) walaupun waktu untuk melaksanakannya telah habis. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithri sebelum keluarnya orang banyak untuk sholat ied. "Rasulullah saw. Mereka juga menyatakan bahwa zakat yang dikeluarkan setelah sholat 'ied itu sah dan berpahala sampai akhir hari raya karena tujuan yang dicapai dari dikeluarkannya zakat adalah menjadikan orang fakir dan miskin merasa tercukupi 233 234 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Bukhari bab zakat. Berkata. Hukum zakat syah dan mendapat pahala tetapi makruh. Jumhur berpendapat: "Mengeluarkan zakat sebelum sholat 'ied adalah perbuatan mustahab. Jika mengerjakannya setelah dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri maka hukumnya menurut Imam Ahmad dan seluruh Jumhur Fuqaha’ adalah haram. Waktu mengqodlo' Yaitu mengeluarkan zakat setelah sholat 'ied.. maka ia termasuk zakat fithri yang diterima sedangkan jika dibayarkan setelah shalat id maka ia termasauk dari sedekah biasa. 2/20 64 . Ibnu Majah dan Abu Dawud) Secara dlohir hadits ini menyatakan bahwa orang yang mengeluarklan zakatnya setelah hari raya maka ia sama dengan tidak mengeluarkan zakat."234 Begitu juga sebagaimana perrkataan Ibnu Abbas ra yang termaktub diatas.” (HR. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani Zadul Ma'ad Ibnu Qoyyim hal. Sebagaiman hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar.233 2. Sabda Rasulullah saw: َ َ َ ‫. Waktu yang afdol dan utama Waktu yang afdhol dan utama yaitu menunaikan zakat fitri di pagi hari sebelum dimulainya sholat 'ied. Muslim dan lainnya). beliau berkata: َ ُ ‫أمر رسول اللهِ صلى الله عليهِ وسلم بزكاةِ الفطرِ أن تؤدى قبل خروج‬ ُ َ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِ‫الناس الى الصلة‬ ّ ِ ّ Dari Ibnu Umar ra. Kalau seseorang mengakhirkan waktu pelaksanaan zakat fithri sedangkan ia sadar atas perbuatannya itu maka ia berdosa dan harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mengqadha’(tetap mengganti/menunaikan)nya..

Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas ra Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ‫اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي صد َقَة‬ ٌ َ ّ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ َ َ ّ َ ّ ‫الصد َقات‬ ِ َ ّ merupakan zakat yang diterima(Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu adalah shadaqah sama dengan yang lian. 235 236 Tempat Membayar Zakat Fithri Nailul Autar hal.236 Dan yang perlu dititiktekankan lagi adalah bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang muslim mengakhirkan pembayaran zakat fithri itu setelah shalat ‘id. Seperti seseorang yang baru mendengar kabar tentang hari Raya secara tiba-tiba. Barang siapa yang mengakhirkan dari waktu yang ditentukan maka berdosalah ia. sebagaiman Sabda Rasululloh saw yang termaktub di atas. K. Al Mansur billah menerangkan bahwa waktu mengeluarkan zakat fithri adalah sampai hari ketiga dari bulan Syawal.” I. maka tidak apa-apa kalau dia membayarnya setelah ‘id. Ibnu Ruslan berkata: "Haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama mengakhirkan waktu pembayaran zakat fitri" Dikarenakan kewajiban zakat sama dengan kewajiban sholat. 235 Sedangkan Hanabilah berpendapat akhir dari pembayaran zakat fithri adalah terbenamnya matahari di hari 'ied itu. dan tidak boleh mengakhirkannya dari waktu yang semestinya. 237 65 . tetapi dia tidak bertemu orang yang dimaksud atau yang mewakilinya maka ia harus menyerahkannya kepada orang lain yang berhak menerimanya. Kifayatul Akhyar. akan tetapi dinilai sebagi sedekah biasa. Adapun mengakhirkan-akhirkan sampai akhirnya hari raya. 4/256 Al fiqh Al Islami Wa Adilatuu hal> 2/908. zakat fithri itu harus sampai ke tangan orang-orang yang berhak menerimanya pada waktunya yaitu sebelum shalat ‘id. Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri Yang wajib adalah. maka zakat yang ia keluarkan tidak terhitung sebagai zakat fithri. Bila seseorang berniat membayar zakat untuk seseorang.Risalah Ramadhan dari berkeliling dan meminta-minta pada hari itu. atau seseorang yang berharap kepada orang lain yang membayarkannya. Karena hal itu termasuk udzur syar’i. Jika diakhirkan setelah shalat ‘id dengan tanpa udzur syar’i.237 J. sehingga dia tidak sempat membayar zakat fithri itu sebelum shalat ‘id. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya ‫من‬ ْ َ ‫من‬ َ ِ "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum dilaksanakannya shalat(‘Ied Fitri) maka itu Orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fithrinya disebabkan adanya udzur syar’i maka zakatnya adalah sah. kemudian orang tersebut lupa.

Jangan dikeluarkan kepada selain mereka kecuali kalau tidak ada orang miskin sama sekali."240 Dan hendaknya tidak ada basa-basi dalam masalah zakat fithri. 238 Kifayatul Akhyar. maka dia boleh mewakilkan pembayaran zakat fithri tersebut kepada orang lain untuk ia laksanakan di tempat yang di sana terdapat orang-orang yang berhak menerimanya. Minhajul Muslim. 298 239 240 66 . sesepuh/pengurus kampung. ustadz/guru ngaji.239 Rasululloh saw bersabda: َ ْ ‫أغنوهم ع َن السؤال فِي هَذا ال ْي َوْم ِ فَل َ ت ُد ْفَعُ ل ِغَي ْرِ الفقراء إ ِل ّ عند َ انعدامهم‬ ِ َ َ ُ ِ ُ ُ ِ َ ُ ِ ِ َ ِ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِ ْ ِ ْ ِ ‫أوْ خفةِ فقرِهم أوْ اشت ِداد ِ حاجةِ غ َي ْرِه ِم من ذ َوي السهام‬ "Jadikan mereka merasa cukup untuk hari ini sehingga mereka tidak meminta-minta kepada orang lain. hanyalah untuk orang-orang fakir. At-Taubah [9]: 60) Hanyasanya yang lebih berhak menerimanya adalah orang fakir dan miskin demikian yang telah dilakukan oleh Rasululloh saw dan para sahabatnya. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. orang-orang miskin. hal. baik itu tempat tinggalnya atau tempat lain di wilayah kaum muslimin. karena zakat ini masuk dalam keumuman ayat yang disebutkan dalam dalam al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 sebagai Mustahiq Zakat (penerima zakat) yaitu: ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساك ِين والعامل ِين ع َل َي ْها والمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهم وفي‬ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ‫الرقاب والغارِمين وَفي سبيل اللهِ وابن السبيل فَرِي ْضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ ‫ع َل ِي ْم حك ِي ْم‬ ٌ َ ٌ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. orang yang berhutang. pengurus-pengurus zakat. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. apalagi dimasukkan ke dalam kas masjid atau sejenisnya. 298 Minhajul muslim.Yang Berhak Menerima Zakat Fithri Orang-orang yang berhak menerima zakat fithri ialah delapan golongan sebagaimana yang berhak menerima zakat mal (harta benda)." (QS. Jika seseorang tinggal di suatu wilayah yang tidak ada orang yang berhak menerimanya. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.238 L. atau ringannya kefakiran mereka atau beratnya kebutuhan selain fakir miskin itu dari golongan yang mendapatkan bagian zakat.Risalah Ramadhan Hendaknya zakat fithri itu diserahkan kepada fakir miskin di sekitar tempat ia berada pada waktu dia mendapati hari raya itu. sehingga tidak mendahulukan ta’mir masjid. Yakni yang semestinya didahulukan untuk menerimanya haruslah orang yang diketahui paling membutuhkan. hal. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana.untuk (memerdekaan) budak.

atau untuk disewakan dalam rangka mencari nafkah. dan juga diperbolehkan dipindahkan ke negeri yang lain yang lebih membutuhkan namun tidak boleh digunakan untuk membangun masjid atau jalan umum.Hal ini disebabkan karena as sho’im tidak terlepas dari melakukan kedua hal tersebut. atau memiliki barang dagangan tetapi jika dikeluarkan hartanya untuk membayar zakat tidak bisa memenuhi kebutuhanya sehari-hari atau akan habis untungnya. Dengan demikian sangat sedikit yang selamat dari hal tersebut sehingga datanglah syari’at zakat di akhir ramadlan sebagai pembersih dari kotoran yang menempel ketika melaksanakan shiyam atau sebagai penutup dari kekurangan sebagaimana 241 242 Kifayatul Akhyar. hal. M. ia tidak usah menjualnya dalam rangka untuk membayar zakat. Bagi pribadi dan individu muslim 1. Menyucikan jiwa orang yang shoim dari perbuatan laghwun dan kotor. zakat berfungsi sebagai pembersih dari laghwun dan rofats . Mempunyai kelonggaran dalam tempat tinggal. Tetapi jika ia ada kelebihan dari kebutuhan pokok. namun lisan. Orang perempuan yang memiliki perhiasan untuk dipakai. atau memiliki hewan tunggangan yang digunakan untuk mengangkut atau dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokoknya. jika mendapat zakat fithri dari seseorang untuk membayarkannya sebagai zakat bagi dirinya atau untuk salah satu anggota keluarganya apabila ia sendiri telah menakarnya kembali atau diberitahu oleh orang yang membayar zakat fithri itu bahwa takarannya sudah sempurna dan dia yakin dengan pemberitahuan itu. tangan dan kakinya juga ikut melakukan siyam yaitu dengan menjauhi apa yang dilarang Allah swt dan Rasul Nya baik itu berupa perkatan atau perbuatan. harta. Jika ada orang yang memiliki sebuah rumah yang hanya digunakan untuk bertempat tinggal. Diperbolehkan bagi penerima. ia boleh menjualnya untuk menbayar zakat fithri.Risalah Ramadhan Zakat fithri itu bisa dibayarkan kepada beberapa orang fakir miskin atau kepada satu orang saja. dan kalau ini dilakukan pada hakikatnya tidak ada kerugian yang mendasar terhadap kehidupanya. 2/926 67 . Fiqh Zakat. Bagi orang yang melaksanakan shiyam. Atau jika ia memiliki beberapa kitab untuk dibaca. penglihatan. Padahal shoum yang sempurna adalah bukan hanya mencegah syahwat perut dan kemaluan. maka ia tidak usah menjualnya kemudian digunakan untuk membayar zakat fithri.241 Jumhur ulama mensyaratkan wajibnya mengeluarkan zakat atas orang fakir Jika ia memiliki makanan yang lebih untuk dipergunakan olehnya dan orang-orang yang menjadi tanggunganya selama hari raya. dan keperluan sehari-harinya. karena Nabi saw hanya menentukan jumlah yang dibayarkan saja dan tidak menentukan jumlah yang boleh diterima seseorang. Hikmah Zakat Fithri Di antara hikmah zakat fithri ialah: a.242 Zakat ini juga diberikan oleh orang yang faqir dari kaum muslimin di negeri yang mengeluarkan zakat tersebut. pendengaran. maka ia tidak berkewajiban untuk membayar zakat fitri.

244 Dalam lafadz lain Yang hampir sama juga dari Ibnu ‘Abbas ra. Ad-Daruquthni. 1/585 68 . dan dishahihkannya )." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh al Hakim) Adapun lengkapnya adalah : Barang siapa yang mengeluarkan sebelum sholat ied maka itu diterima dan barang siapa yang mengeluarkan setelah sholat ied maka itu adalah sedekah. lain. 2/21. 3. 2/922 Zad al Ma'ad.Risalah Ramadhan mandi yang dapat membersihkan badan dari kotoran yang melekat padanya. Bagi Masyarakat Muslim 243 244 Ibid. 4. فَمن أ َداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة‬ َ َ ْ َ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ِ . 6. Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat Allah swt berupa kemampuan melaksanakan ibadah siyam secara sempurna.‫مقب ُوْل َة وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ ْ َ َ َ ْ َ ٌ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri itu sebagai penyuci bagi orang yang siyam dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor dan sebagai pemberi makan untuk orang yang miskin. shalat tarawih. Al Hakim. rofats. Abu Daud. atau melakukan ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم: زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّغْوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن فَمن أداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة ٌ مقب ُوْل َة‬ ْ َ ٌ َ ّ ْ َ ِ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ َ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebagai penyucian jiwa orang yang siyam dari penyakit laghwun. dia berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ٌ‫الل ّغنوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن.243 2. juga amalamal shalih lain di bulan Ramadhan.” (HR. terkadang ada saja kekurangan dalam pelaksanaan ibadah siyam itu. dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir serta miskin. b. sesunggunya kebaikan itu menghapuskan kejelekan. karena Menanam sikap rela berkorban dan suka membantu orang dikumpulkan atas penderitaan orang lain. 5. Sunan Ibnu Majah. Sunan Abi Dawud. perbuatan yang sia-sia dan dosa. Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata: Menghilangkan sifat bakhil dan loba pemilik kekayaan Menghindarkan pemupukan harta perorangan yang Sebagai penyempurna pelaksanaan ibadah siyam. Ibnu Majah. Barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat (‘ied) maka ia adalah shadaqah biasa. 2/111.

4. Namun fuqoro’ wal masaakin tidak dapat merasakan perasaan ini ketika melihat orang kaya menikmati hidangan yang lezat lagi nikmat sedang dia tidak mendapatinya pada hari itu. sehingga mereka bisa ikut merasakan kegembiraan sebagaimana orang-orang kaya. Al. Sehingga akan muncul perasaan mahabbah waa rahmah dan juga kesan yang mendalam bahwa masyarakat tidaklah menterlantarkan ataupun melupakan mereka pada hari dimana kaum muslimin sedang merayakan hari yang penuh kesenangan. Hal ini disebabkan hari raya adalah hari yang penuh dengan kegembiran. Ensiklopedi wanita . Dengan demikian maka hari Raya itu betul-betul menjadi milik semua orang. 66 69 . hal. 2. Membina dan mempererat tali persudaraan sesama umat islam 3. Berbuat baik terhadap orang-orang fakir serta mencegah mereka agar jangan sampai meminta-minta pada hari Raya.Risalah Ramadhan 1. sebagaimana sabda Rasululloh saw bersabda: َ ْ (‫أغنوهُم ع َن السؤال فِي هَذا اليوم ِ )البيهقي‬ َ ْ ِ َ ّ ِ " Jadikanlah mereka mereasa tercukupi dan agar mereka tidak meminta-minta pada hari ini"245 5. 246 245 246 HR. Memenuhi kebutuhan fakir miskin agar tidak meminta-minta pada hari raya. maka luapan perasaan ini sudah seyogyanya bisa dirasakan juga oleh kaum muslimin seluruhnya. Di sinilah Islam dengan syari’at yang sangat peduli terhadap mashlahah kehidupan mensyari’akan adanya zakat guna memenuhi hajah dan mengingatkan akan pahit dan betapa sulitnya kehidupan mereka.Baihaqi dengan sanad yang dloif . Haya binti Mubarok Al Barik. Mencegah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang dapat menimbulkan masalah dan kejahatan sosial. Zakat fithri bagi masyarakat muslim berfungsi sebagai penebar rasa kasih sayang dan luapan rasa gembira disetiap pejuru masyarakat khususnya bagi fuqoro’ wal masaakin.

“Dua hari 70 . sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik ra. sedangkan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang selalu mereka rayakan. Pengertian Dan Pensyariatannya Kata ُ ‫ العِي ْد‬berasal dari kata ُ ‫ العَوْد‬yang berarti ُ ‫وال ْمعاوَد َة‬ َ ُ َ berulang-ulang). Shalat ‘Iedain adalah shalat hari raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha.Risalah Ramadhan BAB IX S H O L A T 'I D A I N A. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ‫قَد ِم رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ال ْمدين َة وَل َهُم ي َوْمان ي َل ْعَبون فيهِما‬ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ُ َ ِ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَقال ما هَذان ال ْي َوْمان قالوا ك ُنا ن َل ْعَب فيهِما في ال ْجاه ِل ِي ّةِ فَقال رسول‬ ِ َ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم إ ِن الل ّه قَد ْ أ َب ْد َل َك ُم ب ِهِما خي ْرا من ْهُما ي َوْم ال َضحى‬ َ ْ ْ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ ْ َ ُ ‫وَي َوْم ال ْفِط ْر‬ َ ِ "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang ke Madinah. Beliau bertanya. dinamakan demikian karena selalu berulang ُ ‫الرجوْع‬ ُ ّ (kembali dan ‫ي َت َك َرر‬ َ ّ (setiap tahun).

Asy-Syafi’i dan Jumhur ulama.Risalah Ramadhan raya apakah ini ?' Mereka menjawab “Kami merayakannya pada masa jahiliyah. sedangkan asal dari suatu perintah shalat adalah wajib. Berdasarkan: Ketika seorang Arab badui datang bertanya kepada Rasulullah saw tentang shalat lima waktu. 'Allah telah mengganti dua hari raya ini dengan yang lebih baik dari keduanya. Pendapat mereka didasarkan pada firman Allah: ‫فَصل ل ِرب ّك وان ْحر‬ ْ َ َ َ َ ّ َ “Shalatlah kamu kepada Robbmu dan sembelihlah korban.”247 B. Al-Kautsar : 2 HR. Shalat ‘Ied termasuk syiar Islam yang bila satu negeri sepakat tidak mengerjakannya. dan Rasulullah saw selalu mengerjakannya. Berdasarkan hadits 'Abdullah bin Busrin ra : 247 248 249 HR. 1134.235. Nasa'i 71 . 3/103. kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah.” 249 C. no. sehingga hukumnya seperti shalat jenazah.” Rasulullah saw bersabda: َ ُ ِ ‫خمس صل َوات ك َت َب َهُن الل ّه ع َلى ال ْعِباد‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ ّ “Shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah pada hamba-hamba-Nya. Waktu Pelaksanaan Sholat Waktunya adalah sebagaimana waktu dhuha. QS.178.' Beliau bersabda. Hukum Sholat Idain Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat ‘Iedain: Pertama: fardhu kifayah Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan sebagian ulama Syafi’iyah. yaitu tatkala matahari sudah setinggi tombak sampai waktui tergelincirnya matahari. maka akan diperangi oleh Imam/pemerintah. yaitu ‘Iedul Adlha dan ‘Iedul Fithri. 1557. “Tidak. Kedua: Fardhu ‘ain Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. Wajibnya adalah wajib kifayah karena tidak disyariatkan adzan. Dasarnya adalah karena adanya khutbah.” 248 Pendapat yang masyhur menyatakan bahwa shalat di sini adalah shalat ‘Ied. “Apakah saya wajib shalat yang lain?” Beliau menjawab. Sunnah Muakadah Ini adalah pendapat Imam Malik. Abu Dawud. An Nasa’I no. sehingga dihukumi seperti shalat Jum’at.250. Ahmad.

‫رمحي ْن وال َضحى ع َلى قَي ْد ِ رمح‬ َ ْ َ ِ َ ْ َ ٍ ْ َ “Nabi Muhammad saw shalat ‘Idul fithri bersama kami ketika matahari setinggi dua tombak. Dan dalam suatu riwayat Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang saat itu berada di daerah Najron supaya menyegerakan sholat ‘Iedul Adha dan mengakhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan berilah peringatan kepada manusia.‫وَ هُوَ ب ِن َجران أ َن ع َجل الضحى وَ أ َخر ال ْفِط ْر وَ ذ َك ّرِ الناس‬ َ ْ ْ ٍ َ ْ َ ّ َ َ ّ "Diriwayatkan bahwa Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang isinya. 3/232. HR. Al-Bukhari secara Mu’allaq. yaitu hadits dari Jundab ra ia berkata: َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ِ‫كان الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصل ّي ب ِنا ي َوْم ال ْفط ْرِ والشمس ع َلى قَي ْد‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ .” 252 Imam Asy-Syaukani berkata. "Hadits yang paling baik dalam menerangkan waktu shalat ‘Iedain adalah hadits Jundab di atas. dengan disegerakannya shalat berarti waktu menyembelih akan lebih panjang. yaitu waktu tasbih yang berarti setelah matahari setinggi tombak adalah makruh.” 'Di zaman Rasulullah saw saat seperti ini kami telah selesai mengerjakan shalat ied. 2/83 72 . lalu dia memprotes keterlambatan datangnya imam shalat seraya berkata.”250 Maksud hadits ini. ia menyatakan bahwa mereka telah mengakhirkan waktu shalat dari yang sebenarnya. Al Hakim 1/295. 3/282." 251 Hadits ini dijelaskan oleh hadits berikutnya. 1135.Risalah Ramadhan ّ َ ‫خرج ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْن ب ُسرٍ صاحب رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم معَ الناس‬ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ ِ ُ َ ُ ِ َ ِ ّ ‫في ي َوْم ِ عيد ِ فِط ْرٍ أ َوْ أ َضحى فَأ َن ْك َر إ ِب ْطاء ال ِمام ِ فَقال إ ِنا ك ُنا قَد ْ فَرغ ْنا‬ ِ َ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ‫ساع َت َنا هَذ ِهِ وَذ َل ِك حين الت ّسبيح‬ َ َ َ ِ َ ِ ِ ْ 'Abdullah bin Busrin ra salah seorang shahabat Rasulullah saw keluar bersama orang banyak pada hari raya ‘Idul Fithri atau ‘Idul Adlha.ك َت َب إ ِلى ع َمرو ب ْن حزم‬ َ ّ . Akhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan segerakan sholat ‘Iedul Adha. yaitu waktu dhuha. sehingga dengan diakhirkan waktu shalat ada waktu untuk membayar dan membagikan zakat.وَ فِي رِواي َةٍ . “Kita telah menyia-nyiakan waktu ini. Hikmahnya adalah karena dalam ‘Idul Fithri ada kewajiban mengeluarkan zakat. Lebih dari itu di sunahkan untuk menyegerakan shalat ‘Idul Adha dan mengkhirkan shalat ‘Idul Fitri. 2/529. no." 250 251 252 Hasan. dan shalat ‘Idul Adlha ketika matahari setinggi satu tombak. Asy Syafi’ie. hadits ini mursal dhoif karena dalam sanadnya ada Ibrahim bin Muhammad dan dia dhoif Dha’if. َ َ َ ‫روِيَ أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ك َت َب إلى ع َمرو ب ْن حزم ٍ أ َن أ َخر‬ ْ َ ُ ّ َ َ َ ّ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ ْ ٍ ‫صل َة َ الفطرِ وَع َجل صل َة َ الضحى . Abu Dawud secara Maushul. diriwayatkan dari Hasan bin Ahmad Al Banna dalam kitab Al Adlha. Al Baihaqi 2/282 Sunan Al Kubro lil Baihaqi. sedangkan tugas di hari raya ‘Idul Adlha adalah menyembelih hewan Udhiyyah. lihat talhish Ibnu Najar.

5/38.” 254 D. Al Hakam. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits 'Umair bin Anis dari paman-pamannya dari golongan Anshar. Sejak tengggelamnya matahari malam ‘Ied. Takbir ‘Idul Fithri Para ulama berbeda pendapat tentang waktu takbiran idhul fitri: 1. 2/170. Ibnu Majah. no.Risalah Ramadhan Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari? Bagi yang siyam harus segera berbuka. Sa’id bin Jubair. Rasululloh saw bersabda: ‫فِط ْرك ُم ي َوْم ت ُفط ِروُن وَ أ َضحاك ُم ي َوْم ت ُضحوْن‬ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ْ ُ “Iedul Fitri kalian adalah pada hari kalian semua berbuka. Daruqutni. Syarhu Ma’anil atsar. Iedul Adha kalian adalah pada hari kalian semua menyembelih Udhiyyah. 653. Zaid bin Aslam dan AsySyafi’i. 1/543. Ibnu Majah. Nasa’i 1/180. 253 254 Abu Dawud. Al Baihaqi. mereka berkata: َ ‫قال ُوا غ ُم ع َل َي ْنا ه ِل َل شننوال فَأ َصب َحنا صياما فَجاء رك ْب فى الن ّهارِ فَشهَد ُوا‬ ِ ٌ َ َ َ َ ً َ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫عن ْد َ رسول الله صلى الله عليه وسلنم أ َن ّهُم رأى ا ْلهلل ب ِلمس فَأ َمر‬ ِ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ْ ّ ‫الناس أن ي ُفط ِروا من ي َوْمهِم وَ أن ي َخرجوا لنعِي ْد ِهنم من الغَد‬ ْ ِ ْ ِ ْ ُ ْ ْ َ ّ “Kami terhalang mendung sehingga tidak melihat hilal syawal. sedang mengenai pelaksanaan shalat terdapat beberapa pendapat: a. Imam Malik dan Asy-Syafi’i: Tidak perlu sholat ‘Ied besok harinya karena sholat ‘Ied harus ada jama’ah dan khutbah ‘Ied. Imam Malik. Abu Bakar bin Muhammad. Umar bin Abdul Aziz. 1157. Abu Zanad. Keduanya tidak diqodlo’ sebagaimana sholat jum’at. An Nakha’i. Abu Salamah. Juga pendapat Abdurrahman bin Abi Laila. Abu Tsaur dan juga Auza’i dan lain-lain. Hammad.” 253 b. 3/316 73 . Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk berbuka dan untuk bersiap sholat ‘Ied besok harinya. 1/387. 2. Ibnu Mundzir dan Al khatobi. Imam Auza’i. 1/531 Shahih Ahmad. Ubay bin Utsman. Ali. Imam Ats Tsaury. Abu Umamah dan sebagian besar para shahabat ra. 3/216. Ishak. Umar. Paginya kami siyam dan siang hari itu juga datang rombongan kafilah dagang lalu bersaksi dihadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. Abu Dawud. Pendapat yang kuat menyatakan mereka hendaknya melakukan sholat ‘Ied keesokan harinya. Sejak berangkat menuju tempat sholat. Tentang Takbiran a. Urwah. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib. Imam Ishaq. no. Ini adalah pendapat Imam Ahmad. Ini adalah pendapat jumhur ulama. At-Tirmidzi ‘Aridzatul.

supaya kamu bersyukur.Risalah Ramadhan Adapun akhir takbir pada hari ‘Idul Fithri adalah saat Imam datang untuk memulai shalat."255 Bisa dipahami bahwa sempurnanya bilangan shaum Ramadhan satu bulan adalah dengan tenggelamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan terbitnya hilal Syawal.” 259 255 256 257 258 259 QS.” 256 Abu Jamilah Masyawah bin Ya’kub berkta: َ ْ َ ْ ‫رأ َي ْت ع َليا ً رضي الله ع َن ْه خرج ي َوْم ال ْعِي ْد ِ فَل َم ي َزل ي ُك َب ّر حتى ان ْت َهى إ ِلى‬ ّ َ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ َ َ ِ َ ِ ِ‫ال ْجبان َة‬ َ َ “Saya melihat Ali keluar pada hari ‘Ied. فَقال : أ َن ْجان ِي ْن الناس ؟‬ َ َ ُ ُ ّ َ ِ ّ ُ َ “Sedang apa orang-orang itu? 'Bertakbir' Maka beliau berkata. Al-Baqarah 2 : 185 Ad Daruquthni 2/45. Silsilah Ahadits Shahihah. 257 Ada pendapat yang mengatakan bertakbir hanya sampai saat tiba di tempat sholat saja. maka dia bertanya : َ َ َ ‫ما َ شأ ْن الناس ؟ قِي ْل : ي ُك َب ّروْن. 170 74 . ia terus bertakbir sampai ketempat sholat”. dia bertakbir dan mengeraskan suaranya. 2/165 Ibnu Abi Syaibah. Diriwayatkan: ّ َ ُ ْ َ ْ ْ ِ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ّ ِ ‫كان ي َخرج ي َوْم الفطرِ فَي ُك َب ّر حتى ي َأ تي المصلى وَحتى ي ُقضى الصل َة ُ فَإ‬ ّ َ ُ َ ‫ذا قُضي الصل َة ُ قُط ِعَ الت ّك ْب ِي ْر‬ ّ ُ َ ِ Beliau rasulullah saw keluar pada hari ‘Idul Fitri dan bertakbir sampai tiba ditempat sholat dan melaksanakan sholat. no. Jika selesai sholat. Al. Sebagaimana firman Allah ta’ala: َ َ ُ ِ ‫وَل ِت ُك ْملوا ال ْعِد ّة َ وَل ِت ُك َب ّروا الل ّه ع َلى ما هَداك ُم وَل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ ْ َ َ ُ "…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. 3/279 Daruqutni. beliau menghentikan takbir. Dasar pendapat yang kedua adalah perkataan Nafi' (bekas budak Abdullah bin Umar ra) : ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ي َوْم ال ْعِي ْد ِ في ال َضحى وال ْفط ْرِ وَي ُك َب ّر وَي َرفَعُ صوْت َه‬ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ ”Ibu Umar bertakbir pada hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha. Dari situlah takbir dimulai.Baihaqi. 2/44 Ibnu Abi Syaibah. “ Apa mereka sudah gila?"258 Meski demikian pendapat ini dinilai lemah karena ada hadits yang memerintahkan untuk bertakbir sampai ditempat sholat akan melaksanakannya. Bahkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak ada takbir pada hari raya ‘Idul Fitri karena Ibnu Abbas ra mendengar takbir pada hari raya ‘Idul fitri.

3/313 dan Al Hakim. Ibnu Majah. Imam Ash Shon’ani260 berkata. Iini pendapat Ibnu Mas’ud ra. Ini pendapat Umar. 3/240. pendapat ini diqiyaskan dengan sholat ‘idul Fitri. Ahmad dan Abu Tsaur. no. Muhammad. Al-Bukhori no.Risalah Ramadhan b. Alqomah.An 260 261 262 263 264 265 Subulus Salam. Pendapat ini kuat menurut Ibnu Taimiyyah261 karena merupakan pendapat kebanyakan shahabat dan ulama. Ibnu Abbas ra. dan saya adalah orang yang bertakbir. Ali. Umar dan Ibnu Abbas. 3008. Dua Atsar (perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra) ini diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir. . Yang paling shahih adalah perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra bahwa takbir 'Idul 'Adha dimulai sejak subuh hari Arofah sampai akhir hari Mina (ashar).Ada yang mengatakan dimulai sejak Ashar hari Arofah. maka sebagian kami ada yang bertakbir dan sebagian yang lain bertahlil. Hadit ini diriwayatkan dari shahabat Ali. “Tidak ada sebuah hadits shahih pun dari Nabi dalam hal ini.” 264 Imam Al-Baihaqi dan Al-Hakim juga meriwayatkan takbir sejak habis subuh hari Arofah sampai akhir hari Tasyrri’. 5/250 Muslim. Darimi. 1285. Abu Yusuf. saat keduanya berangkat dari Mina menuju Arafah di suatu pagi. 2/56. Ahmad. 1659.265 Akhir Takbir ‘Idul Adha Takbir berakhir bersamaan dengan berakhirnya waktu Ashar hari tasyri’ yang terakhir. 2/71-72 Majmu’ fatawa.Ada yang mengetakan dimulai sejak Dhuhur hari Arofah. no. sebagian yang lain ada yang betakbir dan beliau juga tidak mengingkari.”263 Ibnu Umar ra meriwatkan dari bapaknya. 5/112. Al Baihaqi. no. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits262 riwayat Muhammad bin Abu Bakr AtTsaqafi bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik ra.Ada yang mengatakan dimulai sejak Subuh hari Arofah. “Apa yang kalian kerjakan dahulu bersama Rasulullah pada hari ini?“ Kemudian dia ( Anas ra ) menjawab : ّ ‫كان ي ُهِل ال ْمهِل منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْهِ وَي ُك َب ّر ال ْمك َب ّر منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْه‬ ِ ّ ِ ُ ُ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ُ ُ "Diantara kami ada yang bertahlil dan Rasulullah tidak mengingkari. . dia berkata: ّ َ ‫ك ُنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم في غ َداةِ ع َرفَة فَمنا ال ْمك َب ّر وَمنا‬ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ ّ ُ ‫ال ْمهَل ّل فَأ َما ن َحن فَن ُك َب ّر‬ ّ ُ ُ ُ ْ “Di suatu pagi pada hari Arofah kami bersama Roaululloh. Muslim. Para ulama berbeda pendapat : . 5/112 Baihaqi. Takbir ‘Idul Adlha 1. 6/40 Imam Malik. Baihaqi. 1/299 75 . Awal mula takbir . 24/220 Lihat Al-Majmu' Syarhul Muhadzab.Ada yang mengatakan dimulai sejak setelah tenggelamnya matahari di hari Arofah. 1/337. 3/313. . Akhir Ashar hari nahar / 10 Dzulhijjah. 1285. An Nasai. 970. Sufyan At-Tsaury.

268 Pendapat yang kuat mengatakan bahwa takbir tidak hanya sesudah sholat fardhu saja. mengikuti kegiatan haji. Suaranya terdengar oleh orang yamg berada dimasjid. Malik dan Asy-Syafi’i. Pendapat mereka adalah: Pertama. Mandi dan memakai pakaian yang bagus. Ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud ra. jalan. 2/25 Majmu’.m Ibnu Umar. 3/288 Al-Bukhori. Adab-adab di Hari Raya Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum kita melaksanakan sholat ‘Ied : 1.271 E. 5/45 Al Mughni. Imam Abu Hanifah dan Imam Ats Tsaury. maka mereka ikut bertakbir.266 Subuh hari tasyri’ terakhir. Umar bin Abdul Aziz. Abu Yahya. Abu Hanifah dan Ahmad.Risalah Ramadhan Nakhoi dan Abu Hanifah. ( Menurut mereka awalnya dhuhur hari Arofah. tidak bertakbir dalam sholat sendirian. َ ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ب ِمنى ت ِل ْك ال َيام وَخل ْف الصل َوات وَع َلى فِراشهِ وَفي‬ َ َ َ ّ ْ َ ِ ِ َ ِ َ ّ َ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ‫فُسطاط ِهِ وَمجل ِسهِ وَممشاه ُ ت ِل ْك ال َيام جميعا وكا َن ي ُك َب ّر فِي قُب ّت ِهِ ب ِمنى‬ َ ِ ِ ْ َ َ َ ً ِ َ َ ّ ْ َ ْ ُ ُ ُ ‫حتى ن َسمعُه أ َهْل ال ْمسجد ِ فَي ُك َب ّروْن وَي ُك َب ّر أ َهْل السوْق حتى ت َرت َج منى‬ َ ِ ّ ْ ّ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ْ ّ َ ُ ‫ت َك ْب ِي ْرا‬ ً "Pada hari itu Ibnu Umar ra bertakbir di Mina dan juga setelah beliau sholat lima waktu. ketika jalan-jalan dan ketika beliau dikubah. َ َ ُ ِ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي َغْت َسل ي َوْم ال ْفط ْرِ وال َ ضحى‬ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َ Ibnu Syaibah. Imam Ahmad. Ini adalah pendapat Yahya Al Anshori. dan dengan serta merta ikut bertakbir pula seluruh penduduk di pasar sehingga Mina bergemuruh dengan suara takbir. 2/166. namun juga di pasar. 3/291 266 267 268 269 270 271 76 . Ini pendapat Imam Malik. Ini adalah pendapat Ibn Mas’ud. di atas ranjang. 270 Apakah sesudah sholat sunnah juga bertakbir? Dalam hal ini ada dua pendapat: pertama tetap bertakbir." 269 Para ulama berbeda pendapat tentang takbir yang dilakukan setelah shalat lima waktu. Ini adalah pendapat Ibnu Umar ra. AsySyafi’I. ini pendapat Imam Syafi’i. di tempat duduk. Ini adalah pendapat Imam Malik. bertakbir meskipun sholat sendirian. berdasarkan QS 22:28 Al Majmu’. Kedua tidak bertakbir. Al-Auza’I. Muhammad dan jumhur ulama. Atsaury. 5/45 Al Mughni. dan di tempat-tempat yang lainnya. 267 Dhuhur hari tasyri’ terakhir. Kedua. di dalam kemah.

no. dia berkata: ‫كان الن ّب ِي إ ِذا كان ي َوْم عي ْد ٍ خال َف الط ّرِي ْق‬ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ُ "Pada hari ied beliau berangkat dan kembali lewat jalan yang berbeda. Saling mengucapkan Tahniah ( َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ ) Muhammad bin Ziad berkata. sebagaimana hadits riwayat dari Abu Buraidah: ‫كا َن الن ّب ِي ل َ ي َخرج ي َوْم ال ْفط ْرِ حتى ي َط ْعَم وَي َوْم الن ّحرِ ل َ ي َأ ْك ُل حتى ي َرجع‬ ّ َ ُ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ُ ْ ِ‫فَي َأك ُل من ن َسي ْك َت ِه‬ ِ ْ ِ َ " Nabi tidak berangkat shalat iedh fitri sampai makan terlebih dahulu sedang padahari iedhul adha beliau tidak makan sampai pulang dari sholat iedhul adha lalu makan dari sembelihan beliau. 6. no. Hendaknya shalat diadakan di tanah lapang kecuali dalam keadaan darurat seperti hujan dan yang semisalnya sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw dan khulafaur Rosyidin. "Isnadnya bagus" 77 . no. 1754. 2/32. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Dimakruhkan membawa senjata tajam kecuali dalam keadaan terpaksa. "Saya bersama abi Umamah Al Bahiliy dan yang lainnya dari para shohabat Rasulullah.276 5. Berjalan kaki ke tempat shalat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda. "Dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasululloh tidak pergi ke tempat shalat ied sampai makan dulu beberapa butir kurma. Makan dahulu sebelum menunaikan sholat iedul fitri. 4. Ibnu Majah. Ahmad. 1756. Al Majmu’. Ibnu Majah. Imam Malik dan Syafi’i. At-Tirmidzi 543. 542.Risalah Ramadhan "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam mandi pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha. Bertakbir sejak dari rumah sampai tiba di tempat shalat dan saat imam hadir untuk mengimami shalat."273 Sedang di hari 'Iedul adha beliau tidak makan terlebih dahulu. 3/126 At-Tirmidzi. 4/76. Ahmad. Ahmad. 5/15 Ahmad berkata. Dari Sa’id bin Jubair dia berkata: ‫ك ُن ْت معَ اب ْن ع ُمر حين أ َصاب َه سنان الرمح في أ َخمص قَد َمهِ فَل َزِقَت‬ ِ ِ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ً ِ َ ُ َ َ َ ّ َ ُ‫قَد َمه بالركاب فَن َزل ْت فَن َزع ْت ُها وَذ َل ِك ب ِمنى فَب َل َغَ ال ْحجاج فَجعَل ي َعود ُه‬ ُ َ َ َ ِ َ ّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ‫فَقال ال ْحجاج ل َوْ ن َعْل َم من أ َصاب َك فَقال اب ْن ع ُمر أ َن ْت أ َصب ْت َني قال‬ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ُ 272 273 274 275 276 277 Ibnu Majjah 1/417. 3/308 Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. mereka saling mengucapkan: َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ “Semoga Alloh Manerima Amal Kita dan Amal anda"277 7. maka apabila mereka pulang dari sholat ied. 5/352 Al-Bukhari.” 275 Ini adalah pendapat jumhur ulama.” 274 3. Al-Baihaqi."272 2. 986. Dhoif Al-Bukhari 953.

1/318 Ibid.” 281 F.Fiqih ‘Ala Madzahil Arba’ah. Diperbolehkan membuat makanan dan minuman yang istimewa serta melakukan permainan yang mubah. Ini adalah pendapat Imam abu Hanifah.tengah telapak kaki. 'Seandainya kami tahu siapa yang melukaimu. Ketika tiba di mushala (masjid atau lapangan) hendaknya imam segera maju ke depan untuk mengimami shalat dan dia menegakkan sutrah (pembatas) di depannya. kecuali imam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: َ َ َ ِ‫أيام الت ّشريق أيام أك ْل وَشرب وَ فِي رِواي َةٍ زاد َ فيهِ وَذ ِك ْرٍ ل ِل ّه‬ ِ َ ُ ّ ِ ِ ْ ُ ّ ٍ ْ ُ َ ْ ٍ “Hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta' dalam riwayat lain ada tambahan. 2. 'Bagaimana bisa terjadi yang demikian?' Ibnu Umar ra menjawab.' Maka Ibnu Umar ra berkata. Kemudian ia bertakbir tanpa ada adzan dan iqomah sebelumnya. Hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan kepada siapa saja yang ditemuinya dari orang-orang mukmin. Imam Asy-Syafi’i dan Imam Hambali. maka ia terjatuh dari tungganganya. ْ ِ َ ّ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلنى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كـان ي َخرج ي َوْم ال ْفطـر وال َضحى إلى‬ َ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ َ َ َ ِ ّ َ ُ ‫ال ْمصلى فَي َب ْد َأ َبالصل َة‬ ِ ّ ِ Dari Abu Sa’id Al Khudri ra berkata: 278 279 280 281 HR Bukhori Al. Saya turun unuk membantunya dan mencabut mata tombak itu. Setelah menunaikan sholat subuh kaum muslimin dianjurkan untuk segera pergi ke tempat shalat walaupun matahari belum terbit. Tata Cara Sholat ‘Ied 1. Sedangkan menurut Madzhab Malikyah disunnahkan setelah terbitnya fajar. Ketika kami berada di Mina.' 278 8.280 10. ' dan berdzikir kepada Alloh . 'Kamu membawa senjata pada hari yang seharusnya tidak boleh membawanya dan kamu memasukkan senjata ke tanah haram yang seharusnya tidak boleh membawa senjata di dalamnya. Al Hajjaj menjenguknya sambil mengatakan. 'Kamulah yang telah melukaiku!' Hajaj berkata. 1/318 HR Muslim 78 .Risalah Ramadhan ‫وَك َي ْف قال حمل ْت السل َح في ي َوْم ٍ ل َم ي َك ُن ي ُحمل فيهِ وَأ َد ْخل ْت السل َح‬ ِ ُ َ ْ ْ ِ َ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ ‫ال ْحرم وَل َم ي َك ُن السل َح ي ُد ْخل ال ْحرم‬ ُ ّ َ َ َ َ َ َ ْ ْ "Saya bersama Ibnu Umar ra ketika dia terkena mata tombak ditengah. 279 9.

Disunnahkan juga mengangkat tangan ketika bertakbir. riwayat Umar ra dalam Al-Baihaqi. begitu juga dengan Abu Bakar. 2/240 79 . karena tidak ada riwayat yang jelas dari Rasulullah tentang itu. Abu Hanifah dan Auza’i tidak menyukai dzikir diantara takbir. di antara takbir disunnahkan untuk memperbanyak membaca tasbih dan tahmid. 282 283 284 285 286 HR. Umar dan Utsman ra. 3/272-273.Risalah Ramadhan "Bahwa pada hari raya ‘Idul fitri dan Adha Rasulullah keluar menuju mushala dan yang pertama kali beliau lakukan adalah sholat. no. Ibnu Majah. Al-Bukhori dan Muslim HR. 2/48. 1278 Al Majmu’. 3/258. 5/20-21. Berdasar pendapat Umar ra dan riwayat Abu Humaid. Namun kedua riwayat ini lemah. Imam Abu Hanifah. bertahmid dan bersholawat lalu berdoa dan bertakbir lagi. para sahabat ra mengangkat tangan mereka ketika bertakbir.” 284 Mengangkat tangan sunnah menurut Imam Atho’. ّ َ ُ َ ُ َ ّ ‫ع َن ع َب ْد ُ الله ب ْن ع َمرو أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي ُك َب ّر‬ َ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ‫فِي ال ْفط ْرِ سب ْعا فِي ال ُوْلى وَ خمس فِي الخرةِ وال ْقراءة ُ ب َعْد َ ك ِل ْت َي ْهِما‬ َ َ ِ َ َ ِ ِ ْ ً َ َ ٌ ْ َ ْ ْ Dari Abdulloh bin Amru ra. 3/243 Al-Baihaqi. Kemudian. Al Mughni.”Shohabat Abu Musa ra dan Hudzaifah ra berkomentar. Imam Auza’i. Al-Baihaqi.”286 Adapun Imam Malik. 283 3. Berdasar fatwa Ibnu Mas’ud ra kepada Al Walid bin Uqbah: َ َ ُ ّ َ ‫ت ُك َب ّر وَ ت ُحميد رب ّك وَ ت ُصل ِي على الن ّي ِي الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَت َد ْع ُوا‬ َ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ُ ْ ‫وَت ُك َب ّر وَت َفعَل مث ْل ذ َل ِك‬ ُ “Kamu bertakbir. bahwa Rasululloh saw bertakbir 7 kali pada rokaat pertama shalat 'Iedul Fithri dan lima kali pada rokaat kedua. Abu Dawud Abu Daud 1151.” 282 ّ َ َ َ ّ َ َ ُ َ ّ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صلى ال ْعيد َ ب ِل َ أ َذان‬ ِ ُ ٍ َ ْ ‫وَل َ إ ِقامةٍ وَأ َبا ب َك ْرٍ وَع ُمر أ َوْ ع ُث ْمان‬ َ َ َ َ َ َ َ Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw sholat 'Ied tanpa adzan dan iqomah. begitu seterusnya. Ad-Daruqutni. Disunnahkan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i. Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i. takbir ini tidak terhitung takbirotul ikhram dan intiqol. "Ibnu Mas’ud benar.285 Imam Malik dan imam Ats-Tsauri menyatakan tidak mengangkat tangan saat takbir. Meski demikian. Kemudian barulah beliau membaca surat.

Al-Baghowi. Ahmad. 1282. Disunnahkan membaca : .291 6. berdasar riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al Baihaqi bahwa Anas ra bila ketinggalan sholat ‘ied bersama imam di Basroh. At-Tirmidzi. 1/205 Fathul Baari.Rokaat kedua: Surat Al Qomar atau Al Ghosiyah. 2/602 80 . 1091. Lihat Al Salsabil. 1091. An-Nasai. no. 3/84 Muslim. 4/273. 1281. Khutbah sesudah sholat ‘ied hukumnya sunah. Al Majmu’. Bagi yang ketinggalan sholat289: Menurut Ibnu Mas’ud ra. 5/217. Ad-Darimi. no. 368. no. Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik : tidak ada sholat Qodho. Pendapat pertama lebih kuat. Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu mundzir: sholat dua rokaat sendirian. no.” 288 5. no.Rokaat pertama: Surat Qoof atau Al A’la. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. 534. Selanjutnya seperti sholat biasa sebanyak dua rokaat.287 ّ َ َ ُ َ َ ‫ع َن الن ُعْمان ب ْن ب َشي ْرٍ أن ّرسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم قَراء فِي‬ َ َ َ َ ِ ُ ْ ْ ِ ِ َ َ َ َ َ ْ ْ ‫الصل َةِ ال ْعِي ْد ِ سب ّح اسم رب ّك ال َع ْلى وَ هَل أ َت َك حد ِي ْث ال ْغا شي َة‬ ُ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ Dari Nu’man bin Basyir ra. Tidak ada sholat sunnah sesudah dan sebelum sholat ‘Ied. 891.Risalah Ramadhan 4. dia berkata: َ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم خرج ي َوْم ال ْفط ْرِ فَصلى رك ْعَت َي ْن ل َم ي ُصل ّي‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ ْ ِ َ َ َ ّ َ ٌ ‫قَب ْل َها وَل َ ب َعْد َها وَ معَه ب ِل َل‬ َ ُ َ َ 287 288 289 290 291 Muslim. 3/83. no. Ibnu Majah. Al-Baghowi. 7. no.290 Hadits ini diperkuat oleh Imam Al-Bukhori. ia sholat bersama keluarganya. no. no. 3/184 Al Mughni. Abu Daud. At-Tirmidzi. 1122. َ َ ُ ُ َ َ ‫كا َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َقرأ ُ فِي ال ْفط ْرِ وَ ال َضحى بـ )ق( و‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ( ‫) إقْت َرب َت السا ع َة‬ ُ َ ْ َ Dari Abu Waqid Al Laitsi ra Rasulullah saw membaca surat Qoof dan Al qomar pada sholat ‘iedul fitri dan Adha. begitu juga mendengarkannya. 3/384. . 533. 5/34 Dhoif /Munqothi’. "Rasulullah saw sholat ‘Ied dan membaca Al ‘ala dan Al Ghosyiyah. Ini juga pendapat Auza’i dan Abu tsaur. An-Nasai. no. no. 878. Ibnu Majah. Abu Daud. An-Nasai. Ahmad. 1154. Imam Ahmad.

2/204 81 . Al Fath. ُ ‫“ الصل َة‬ ّ dasarnya adalah hadits riwayat Az Zuhri yang 292 Al-Bukhori. Adapun ucapan “ ‫جامعَة‬ ُ ِ َ dhoif dan Mursal.Risalah Ramadhan "Sesungguhnya Nabi saw keluar pada hari raya fitri dan Adha dan sholat dua rekaat dan tidak sholat sebelum dan sesudahnya dan bersaman beliau adalah Bilal ra.” 292 Demikian sekilas gambaran pelaksanaan sholat Iedhul fitri dan adha. no. 289. Semoga bermanfaat.

Risalah Ramadhan 82 .

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada teladan kita.” ( HR. Semoga Allah senantiasa menjadikan amal kita ikhlash hanya untuk mencari wajah-Nya. Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad. kami mendengar anda menucapkan amin sebanyak tiga kali?” Beliau menjawab: َ َ ُ ‫ل َما رقَي ْت الد ّرجة ال ُوْلى جاءن ِي جب ْرِي ْنل فق نا َل: ش نقي ع َب ْند ٌ أ َد ْرك رمض نان‬ َ َ َ َ ‫َ َ َ َ َن‬ ِ ْ َ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ّ ‫فان ْسل َخ من ْه وَل َم ي ُغْفر ل َه. Malikat Jibril as datang kepadaku seraya berkata.Risalah Ramadhan PENUTUP Al-hamdulillah. ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Rmadhan tapi hingga bulan Ramadhan tersebut berlalu dia belum diampuni.” Para shahabat bertanya kepada beliau. فَقل ْت آمي ْن. Sebagai penutup.’ Kemudian Maliakat Jibril berkata lagi. Hadits Shahih Ligharihi). atas izin Allah Risalah Ramadhan ini dapat kami susun. ‘Celakalah seorang hamba yang namamu disebut di depannya tapi dia tidak bershalawat kepadamu.‫وَل َم ي ُصل ع َل َي ْك.’ Maka aku berkata. “Wahai Rasulullah. Jika ada kebenaran itu semata dari Allah dan jika ada kesalahan itu semata karena kekurangan yang dimiliki oleh penyusun dan Allah terbebas dari semua itu. “Amin. ث ُم قال: شقي ع َب ْد ٌ أ َد ْرك والنند َي ْهِ أ َو‬ ِ َ َ َ ُ ْ َ ْ ُ ِ َ َ َ ْ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ ُ‫أحد ِه ِما فَل َم ي ُد ْخل َه ُ ال ْجن ّة. tapi kedua orang tua tersebut tidak bisa menjadikannya masuk surga. para shahabat. bab Man Dzukira ‘Indahu An-Nabiyu Falam Yushalli ‘Alaih. kami mengajak para pembaca untuk merenungi hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah. ث ُم قال: ش نقي ع َب ْند ٌ ذ ُك ِنرت عن ْند َه‬ ْ َ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ّ َ .’ Maka aku berkata. “Amin. فَقل ْت آمي ْن.’ Maka aku berkata. ‘Amin. Bahwasannya Rasulullah Naik ke atas mimbar. keluarga dan umat Islam yang konsisten dengan agamanya hingga hari kiamat.” ketika beliau naik tingkat yang kedua beliau berkata. ‘Amin. ‘Amin.’ Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi. ketika beliau naik tingkat pertama beliau berkata. ‘Celakalah seorang hamba yang menemui kedua orang tuanya atau salah satunya.” dan ketika beliau naik tingkat yang ketiga beliau berkata. Rasulullah Muhammad saw. “Amin. Amin ‫تم بحمدالله‬ 83 . فَقل ْت آمين‬ ْ ِ ُ ُ ْ “Ketika aku naik tingkat (mimbar) yang pertama.

5. 22. Louis Ma’luf. 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim dan Anaknya. Syaikh Mahmud Muhammad As Subki. Kamus Al Munawwir Arab-Indonesia. Hasan Ayyub. Abdul Aziz Muhammad Salman. 84 . Fiqih I'tikaf. Abul Fadhl Jamaluddin bin Makram bin Mandzur Al Afriki Al Mishri. Bidayatul Mujtahid wan Nihayatul Muqtasid. 15. 30. Fathul Bari Syarhu Shahih al-Bukhari. 17. Imam An Nawawy. 6. Al-Mishbah Al-Munir. Imam Ath-Thabari 24. Muhammad Abdul Baqi. Yusuf Qordlowi. 16. 19. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Fiqhul ‘Ibadat. 8. Al-Qomus Al-Muhith. Aunul Ma’bud. Dr. Nashir bin Sulaiman Al-Umar. Ad Dinul Kholis. Ibnu Qudamah. Majalutul Buhuts Al-Islamiyah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Muhammad Al-Husaini. 28. Imam Asy-Syafi'i. Imam Ahmad bin Muhammad Al Fayummi Al Muqri’i. 14. Kifayatul Akhyar. Kitabul Fiqh ‘ala Madzahibil ‘Arba’ah. 26. 9. Jami’ At Tirmidzi. Al Mughni. Ahmad Warson Munawwir. 27. Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. 25. Al-Munjid fil Lughah. Fatawa Al-Kubra. Al-Lu’lu’ Wal Marjan. Imam al-Qurthubi. Abdul Karim Zaidan.Risalah Ramadhan DAFTAR PUSTAKA 1. Al Muwaththa’. Abdurrahman al-Jazary. Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Adhim Abadi. Al Kaafi Fie Fiqhi Al Imam Ahmad. 2. 3. 10. 29. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah. Al-Fiqih Al-Islami Wa Adillatuhu. Asy-Syaikh Ahmad bin Abdur Rozaq Ad-Duwaisy. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah bin Musa bin Adh Dhahhak As Salmi Adh Dharir Al Bughi At Tirmidzi. Dr. Mawaridludh Dham’an. Idaratul Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Wad Dakwah Wal Irsyad. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. 7. 11. Imam Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Al Harits Al Ashbahi Al Hamiri Abu Abdillah Al Madani 12. 23. Wahbah Az-Zuhaili. Al Fatawa Al Kubra. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Ibnu Rusyd al Hafidz. 20. 31. Lisanul-Arab. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. 4. Fiqhuz Zakah. Ibnu Qudamah (Abu Muhammad Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Maqohsy). Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad bin Ibrahim Al Fairuz Abadi Asy Syirazi Asy Syafi’i 13. 18. 21. Jami’ul Bayan ‘An Ta’wili Ayyil Quran. Kitab Al-Umm.

Abdullah Ali Bassam. Nailul Authar. 47. Risalah Romadhan. Sunan Ad-Darimy. Sunan An Nasa’I. Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas'ud Al-Baghawi. Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim. Imam Abu Abdurrahman Al Hafidz Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr An Nasa’I. Tafsir Fathul Qodir Al Jami’ Baina Riwayah Wa Diroyah Ilmu Tafsir. Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Arrabi’ie Ibnu Majah. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi. Muhammad Nasib Ar-Rifa'i. 55. 34. Sunan Abi Dawud. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir.Risalah Ramadhan 32. 54. Imam As-Syaukani. Abu Bakar Jabir Al-Jazairi. Shalih bin Ibrahim Al-Balaihi 38. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Imam Ibnu Katsir. 49. Imam Ad Darimi 48. Imam Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi Abul Hasan AnNaisaburi. Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal. 33. Ash Shon’aniy. Subulus Salam. Puasa Bersama Nabi. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Shahih Al-Bukhari. 58. 46. Tafsir Al-‘Aliyil Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibnu Katsir. Imam Syamsyuddin Syihabuddin Abu Abdullah Muhammad bin Bakar AzZaraiy ad-Damsyiqy/Ibnul Qoyyim 85 . Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin AlMughirah Al-Ja’fi Al-Bukhari 39. Syaikh 'Abdurrahman 'Abdurrahim AlMubarakfuri. Ali bin ‘Umar Abul Hasan Ad-Daruquthni Al-Baghdadi. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi. 57. 56. 36. Shahih Muslim. Imam Muhammad Bin Ali Bin Muhammad Syaukani. 42. 50. 51. Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. Zadul Ma'ad. 41. Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Musnad Ahmad. Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Shahih Ibnu Majah. Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. 37. Imam As-Suyuthi. 35. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Syarhus Sunnah. 44. Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Sunan Ibnu Abi Syaibah. Minhajul Muslim. Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarafuddin anNawawi Ad-Damsyiqi 43. 53. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Sunan Ibnu Majah. Imam Abu Daud As Sijistani Sulaiman bin Al ‘Asy’ats bin Syidad bin Amr Al Azdi. 52. 40. 45. Sunan Ad-Daruquthni.

.........39 G...........................................32 BAB IV..................... Definisi Shaum.........................19 N........................................31 C................................................. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan.........................................................3 BAB I................ Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur..............31 A............................................................................................................................................25 C..............................................................................14 H.........................................................................42 K...............................................................................................................................................................24 P E N E N T U A N A W A L R A M A D H A N. Penentuan Awal Ramadhan................................................. Keutamaan Bulan Ramadhan.........................19 O..................................... Sebab Penamaan............ Keutamaan-Keutamaan Shaum......................................................................... Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum.............................................................9 D....................................................40 H...................................................................................................Risalah Ramadhan DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................................16 J......................................... Hukum Makan Sahur......................................17 L.......................................................................................................................................................................................................................35 S A H U R...42 L.....44 C................................................................................................................................................................................................................................ Pengertian............2 Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur.........24 B........... Disyari’atkannya Niat................... Bilangan Rakaat ........................................................................................................31 B......................................50 86 ............................................13 G................................................................. Rukun-Rukun Shaum.......................................................................................................... Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum................................................. Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma............................ Makna Lailatul Qodar...........................................................15 I.................................................................................................................................................................................................... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh.............................................................................................................................. Sunnah-Sunnah Shaum .......................................42 BAB V.......... Sunnah mengakhirkan sahur..................24 A........................31 N I A T S H A U M P A D A B U L A N R A M A D H A N................... Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan........................................................ Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan....................................................... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’...................35 B...........................35 A....................20 P..................35 C............................................................................................................................................................................29 BAB III......... Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal..............................4 C............. Waktu Sahur............................. Dalil Dan Keutamaannya..2 MUQADIMAH................................41 J............................................................... Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum.....................................................................................................43 S H A L A T T A R A W I H.................................................................................... Syarat Wajib / Sah Shaum ......................................................................11 F...........................................................................43 B...................... Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya..............49 L A I L A T U L Q O D A R.............. Definisi-Definisi. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan................................................................18 M.......4 B...........................38 F...............................................................................................46 E......................................................43 A... Definisi Niat...............................................................4 A..40 I.... Disyari'atkannya Makan Sahur ....... Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan.....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................37 E........................... Waktu Shalat Tarawih ........................................17 K. Berjama’ah Atau Sendirian ? ................................................................................................................................................47 BAB VII........................................................4 R I S A L A H R A M A D H A N................................................................................................................................................................................44 D...................................................21 BAB II........................................36 D.....................................................................49 A...................................................................... Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur......... Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur.....................................................10 E......... Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya............................................................ Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum................................................................................................................................ Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum....................................................................

..........................................71 Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari?...............................................................................65 J.................................62 I................................................ Adab-adab di Hari Raya......................................................................................................................................................................... Tata Cara Sholat ‘Ied....................................................... Waktu Pelaksanaan Sholat.........70 S H O L A T 'I D A I N......................................................... Tentang Takbiran............................................................... Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar..55 D..............................54 A...................................65 L........................................ Hikmah Zakat Fithri .................................................84 DAFTAR ISI......... Membayar Zakat Fithri Dengan Uang............................................................................................................................................................67 BAB IX................................................................... Disyariatkannya Zakat Fithri..........................................................................................................54 Z A K A T F I T H R I ......................... Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya................................................58 E....65 K.............................................................................................................................66 M............................................59 G...................................................................................... Tanda-tanda Lailatul Qodar................73 D..........................................................................76 F.....................................61 H............................................................................... Pengertian Dan Pensyariatannya..................50 C.............................. Yang Berhak Menerima Zakat Fithri ........................................58 F.......................................................................83 DAFTAR PUSTAKA..................... Amalan Di Malam Lailatul Qodar....................................53 G..................................................................................................... Tempat Membayar Zakat Fithri .......................... Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri.......................................................53 BAB VII................................................55 C.................................. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat................................................ Kapan Lailatul Qodar Terjadi....................................................................................................78 PENUTUP..........................51 D.............................................. Hukum Sholat Idain..................71 C..............................................Risalah Ramadhan B............ Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar. Hukum Zakat Fithri.............................................................................70 A................. Keutamaan Lailatul Qodar......................................................................................................................51 E..... Waktu Membayar Zakat Fithri..................................................................... Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri..................................................................................................................... Definisi Zakat Fithri......................................... Pada Siapa Diwajibkan ?................................................................................................................................................................86 COVER DEPAN 87 ....................................................54 B.................73 E..............................52 F..............................................................................................................................................70 B...........................................................................................................

Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Selamat mendulang ilmu yang terpendam dalam buku ini. sahur. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. niat shaum. termasuk shaum di bulan Ramadhan. Amin. i’tikaf. Buku yang ada di hadapan pembaca ini. Sehingga kitapun akan menuai pahala yang melimpah sesuai yang dijanjikan oleh-Nya. Semoga kita dikuatkan untuk melipatgandakan amal kebajikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. shalat tarawih. Rasulullah pernah mengingatkan kita. Seperti penentuan awal Ramadhan. insya Allah akan menjadi panduan bagi Anda dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan.Risalah Ramadhan Penyusun: Tim Ulin Nuha Ma’had Aly An Nuur FIQIH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penerbit: MUP (Muhammadiyah Univercity Press) SINOPSIS (COVER BELKANG) Ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. zakat fithri dan shalat ‘idain. 88 . berapa banyak orang yang shaum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga.