Risalah Ramadhan

Judul: RISALAH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penyusun: TIM ULIN NUHA MA’HAD ‘ALY AN-NUUR Muraja’ah: Ust. Abdullah Manaf Amin

1

Risalah Ramadhan

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berlomba dalam kebaikan dan beramal sholeh serta bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan diampuninya dosa-dosa. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada beliau, keluarga dan segenap sahabat beliau. Marhaban ya Ramadhan. Demikian ucapan yang terlontar dari mulut kita ketika tamu agung tersebut datang. Kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Tempat-tempat perbelanjaan penuh sesak dengan pengunjung yang ingin memborong sembako dan kebutuhan lainnya untuk bekal selama satu bulan. Tubuh dibersihkan, tempat ibadah pun diperindah. Begitulah mungkin sedikit gambaran masyarakat disekitar kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Ada yang terlupa dan ada pula yang perlu dijelaskan. Kehadiran Ramadhan mestinya menyentak kesadaran kita untuk menggali nilai-nilai keagamaan kita dari Al Qur'an dan Sunnah. Karena dengan berpegang teguh dengan keduanya kita tidak akan tersesat. Karena ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, termasuk shaum di bulan Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita, berapa banyak orang yang shoum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. Buku RISALAH RAMADHAN, Mendulang Ilmu Menuai Pahala yang ada di hadapan pembaca ini, insya Allah akan menjadi pemandu bagi kita dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan. Tentang keutamaan bulan Ramadhan dan hukum-hukum shoum serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku ini adalah hasil karya dari Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur, dalam penerbitannya kami bekerja sama dengan Muhammadiyah Universiti Press (MUP). Mudah-mudahan Allah Yang Maha Rahman memberikan taufiq-Nya kepada kita, sehingga kita bisa memahami syareat secara benar, khususnya yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Dan semoga kita diberi kemudahan dalam melipatgandakan amal kebajikan di bulan yang penuh maghfirah ini. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabat beliau. Amin. .Sukoharjo 13 Rajab 1429 H .Agustus 2008 16 Penyusun Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur

2

Risalah Ramadhan

MUQADIMAH
Segala puji hanyalah milik Allah, pujian yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasul dan hamba-Nya, keluarga dan para shahabat sepeninggal beliau. Amma ba'du: Sungguh, shaum merupakan salah satu rukun Islam yang agung yang pahalanya tidak ada bandingannya. Sebagaimana sabda Rasulullah kepada Abu Umamah, “Hendaknya kamu shaum karena shaum itu tidak ada bandingan pahalanya.” (HR. An-Nasa’i) Dalam kesempatan ini, kami ingin memberikan gambaran singkat mengenai materi buku ini. Kami sengaja memulai penulisan isi buku ini dengan pembahasan Risalah Ramadhan, yang pada bab ini kami tulis penjelasan ibadah shaum Ramadhan secara khusus mulai dari definisi, syarat wajib shaum, sunah-sunah shaum, hal-hal yang membatalkan shaum dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan ibadah shaum ramadhan itu sendiri. Harapan kami, dengan penjelasan ini para pembaca akan mendapatkan gambran secara global tentang ibadah shaum Ramadhan beserta hukum-hukunya. Kemudian pada bab-bab berikutnya, kami bahas secara rinci dan berurutan beberapa ibadah yang menyertai pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan, seperti penentuan awal Ramadhan, niat shaum, sahur, shalat tarawih, i’tikaf, zakat fithri dan shalat idain. Kami sengaja memisahkan pembahasan-pembahasan ini dari bab pertama, mengingat dibutuhkan penjelasan yang lebih luas untuk mendapatkan kejelasan hukum-hukumnya. Harapan kami, semoga buku ini dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ibadah-ibadah lain yang menyertainya, sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Saran dan masukan yang membangun dari pembaca kami sambut dengan baik demi mencari kebenaran dan keridhan dari Allah.

3

Risalah Ramadhan

BAB I RISALAH RAMADHAN
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dibelenggunya syetan, dibukanya pintu-pintu jannah, dan ditutupnya pintu neraka, adalah keistimewaan yang Allah berikan dalam bulan Ramadhan, yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lain. Dan yang jelas pada bulan tersebut kaum muslimin diwajibkan untuk menerjakan shaum selama satu bulan penuh. A. Definisi Shaum a. b. Secara bahasa, shaum artinya menahan diri dari sesuatu. Secara syar’i, shaum adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, seperti

makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri, dengan disertai niat, mulai terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.1 B. Keutamaan-Keutamaan Shaum Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sunnhanya bahwa shaum merupakan benteng dari nafsu syahwat, penangkal dari api neraka, dan Allah SWT telah mengkhususkannya sebagai nama salah satu dari pintu-pintu jannah-Nya. Selain itu shaum juga dapat mengendalikan diri dari gejolak nafsu dan menahan dari perangai buruknya, sehingga dia bisa mendapat ketenangan hidup. Pahala yang besar ini, serta keutamaan yang agung akan dijelaskan secara rinci dan gamblang oleh hadits-hadits shahih sebagai berikut; a. Shaum sebagai perisai. Rasulullah SAW memerintahkan kepada remaja yang telah mampu untuk mandiri agar menikah, jika dia tidak mampu untuk melaksanakannya beliau memerinthkannya agar shaum, dan menjadikan shaumnya sebagai pengekang nafsu syahwatnya. Sebab shaum bisa menahan gejolak anggota tubuh dan mengekangnya dari tindakan yang menyimpang. Telah ditegaskan dalam sebuah penelitian bahwa shaum memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan untuk menjaga fisik dan kekuatan batin. Rasulullah SAW bersabda:

َ ْ ْ َ ِ َ ّ ‫يا معْشر الشباب من است َطاع َ من ْك ُم ال ْباءة َ فَل ْي َت َزوّج وَمن ل َم ي َست َط ِعْ فَعَل َي ْه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ٌ َ ُ ُ ‫بالصوْم ِ فَإ ِن ّه ل َه وِجاء‬ ّ ِ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu2 maka hendaknya dia menikah, karena menikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya dia shaum, karena shaum itu bisa menjadi perisai baginya."3

1

2 3

Al Mughni, 3/85; Ad-Dienul Khalish, 8/317, Minhajul Muslim, hal 300, Fiqhul Ibadat, hal 201, Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, 1/492. Mampu (ba'ah) adalah kemampuan menikah dengan segala konsekwensi dan tanggung jawabnya. HR. Al-Bukhari, 4/106, Muslim, 1400 dari Ibnu Mas'ud RA.

4

oleh karena itu jelaslah bahwa shaum dapat mematahkan syahwat dan menumpulkan ketajamannya yang bisa mendekatkan seseorang kepada api neraka dan shaum dapat menjadi penyekat antara orang yang mengerjakannya dengan api neraka. Rasulullah SAW bersabda: HR. 1153. Ahmad. Orang yang shaum akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu. d. sejauh perjalanan tujuh puluh musim"4 Diriwayatkan dari Jabir RA Rasulullah SAW bersabda: ّ ْ ِ َ ّ ِ ْ ٌ ُ ُ َ ّ ِ‫الصيام جن ّة ي َست َجن ب ِها ال ْعَب ْد ُ من النار‬ "Shaum adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka"5 Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili RA Rasulullah SAW bersabda: ً َ َ َ ‫من صام ي َوْما في سبيل الل ّهِ جعَل الل ّه ب َي ْن َه وَب َي ْن النارِ خن ْد َقا ك َما ب َي ْن‬ ّ َ ِ ً َ َ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ِ َ ْ ‫السماء وال َرض‬ ِ ْ َ ِ َ ّ "Barangsiapa shaum satu hari di jalan Allah. 'Hendaknya kamu shaum. nilainya. Shaum dapat memasukan seseorang ke dalam jannah. 4/165 5 . Al-Bukhari. 1624. sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ‫ما من ع َب ْد ٍ ي َصوم ي َوْما في سبيل الل ّهِ إ ِل ّ باع َد َ الل ّه ب ِذ َل ِك ال ْي َوْم ِ وَجهَه ع َن‬ ِ ً َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ‫النارِ سب ْعين خرِي ْفا‬ ً َ َ ِ َ ّ "Tidaklah seorang hamba shaum satu hari dalam berjihad di jalan Allah."6 b. HR. 4/22 dari 'Utsman bin Abi Ash RA. At-Turmudzi. 6/35 dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri. 6/48. e. 70 musim yaitu perjalanan 70 tahun. maka Allah akan menjadikan antara dirinya dan api neraka sebuah parit selebar jarak antara langit dan bumi. Bau mulut orang yang shaum lebih harum di hadapan Allah kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. hadits ini shahih. dan Ahmad.Risalah Ramadhan Rasulullah SAW juga telah menjelaskan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai. no. melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka. maka sebaliknya shaum dapat mendekatkan pelakunya kepada jannah dan menghantarkan untuk memasukinya. Orang yang shaum akan menapatkan pahala yang tak terhitung ّ ُ َ ّ َ ‫ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إ ِل الصيام فَإ ِن ّه لي وَأ َننَنا أ َجنزي ب ِنهِ والصنيام جن ّنة وَإ ِذا‬ ٌ ُ ُ َ ّ َ ِ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ‫كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فَل ي َرفُث وَل ي َصخب فَإ ِن ساب ّه أ َحد ٌ أ َوْ قَنات َل َه فَل ْي َقنل‬ َ ُ َ ْ ْ َ ْ َ َ َ ُ ‫ن‬ َ ُ 4 5 6 7 Dari Abu Hurairah RA berkata. Telah disebutkan bahwa shaum dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. karena shaum itu tidak ada tandingan pahalanya. Dari Abu Umamah berkata. "Aku bertanya kepada Rasulullah."7 c. lihat Fathul Bari. HR. SWT dari bau misik (Kasturi). 'Wahai Rasulullah tunjukan kepadaku suatu amal yang dapat memasukanku ke dalam jannah!' Rasulullah menjawab. no. 3/296 dari Jabir. An-Nasai. 3/241.

dengan maksud dia hendak mengharamkan istrinya bagi dirinya. Ahmad. no. dan Al-Qur'an berkata. dan membunuh seseorang dalam suatu perjanjian karena kesalahan dan tidak sengaja melanggar sumpah. karenanya berikanlah dia syafaat karena aku. no. Dan shaum juga dapat dijadikan kaffarat karena yang bersangkutan tidak mau memotong. Allah berfirman. gembira dengan shaumnya. sesunggunhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. karena adanya halangan baginya. Jika ada oang yang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. yang menjalankannya.Risalah Ramadhan َ ‫ّن‬ ‫ُن‬ ِ ُ ُ ِ َ ٌ َ ّ َ ‫إ ِني امرؤ ٌ صائ ِم وال ّذي ن َفس محمد ٍ ب ِي َد ِهِ ل َخل ُنوف فَ نم ِ الص نائ ِم ِ أط ْي َنب عن ْند‬ ّ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ‫الل ّهِ من ريح ال ْمسك للصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما إ ِذا أ َفْط َر فَرِح وَإ ِذا ل َقي رب ّه‬ َ ُ َ َ ِ َ ّ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ‫فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ "Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali shaum8. dan bau mulut orang yang shaum itu lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak misik (kasturi). Rasulullah bersabda."9 Dalam riwayat Muslim disebutkan. "Shaum dan Al-Qur'an itu akan memberikan syafaat kepada setiap hamba (yang melakukan dan membacnya) pada hari kiamat nanti." Belau bersabda. Shaum itu adalah perisai. dan orang yang shaum memiliki dua kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. baik kerena sakit atau karena gangguan yang terdapat pada kepala. "Setiap amal anak Adam akan dibalas dengan berlipat ganda. "Maka syafaat keduanya diperkenankan. sesungguhnya bau mulut orang yang shaum lebih harum di sisi Allah dari pada minyak kasturi. 6626 Zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya. Allah berfirman: 8 Shaum dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi orang 9 10 11 Maksudnya adalah bahwa seorang hamba itu akan menadapatkan pahala yang terbatas kecuali shaum. 'Sesungguhnya aku sedang shaum' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Shaum merupakan kaffarat (penghapus dosa). yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Al-Bukhari. karenanya berikanlah dia syafaat karenaku. 6 . Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. 4/88 dan Muslim. Di antara keutamaan yang hanya dimiliki oleh ibadah shaum adalah bahwa Allah SWT telah menjadikan shaum sebagai penebus dosa bagi orang yang tiak melakukakan tahallul pada malam ihram. kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. "Saya telah menghalanginya dari tidur pada malam hari. 1151. membunuh binatang buruan pada saat ihram dan menzhihar11. Shaum akan berkata: "Wahai Rabbku saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. maka pada saat shaum hendaknya seseorang di antara kalian tidak melakukan rafats (bersenggama atau berbicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. 'Kecuali shaum. bagi orang yang shaum itu ada dua kegembiraan." f. “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”. HR."10 g. karena pahala shaum tanpa hitungan.

" (QS. AnNisa [4]: 92). maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji)." (QS. ialah memberi makan sepuluh orang miskin. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). ‫ل َ ي ُؤاخذ ُك ُم الل ّه بنالل ّغْوِ فِني أ َي ْمنان ِك ُم وَل َك ِنن ي ُؤاخنذ ُك ُم ب ِمنا ع َقند ْت ُم ال َي ْمنان‬ ّ ‫ْ َن‬ ‫َن‬ ‫ن‬ ِ َ ْ ِ َ َ ‫ُ ْ َن‬ ْ ِ ُ ُ ‫فَك َفننارت ُه إ ِط ْعننام ع َشننرةِ مسنناكين م نن أ َوْسننط مننا ت ُط ْعِمننون أ َهْليكننم أ َو‬ َ ُ َ ُ َ ِ َ ُ َ ّ ْ ْ ُ ِ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫ك ِسوَت ُهُم أ َوْ ت َحرير رقَب َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ ذ َل ِك ك َفنارة ُ أ َي ْمنان ِك ُم‬ ‫َن‬ ّ ُ َ ِ ْ ْ ِ ْ ْ َ ْ َ ‫َ ّن‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِذا حل َفت ُم واحفظوا أ َي ْمان َك ُم ك َذ َل ِك ي ُب َي ّن الل ّه ل َك ُم ءايات ِهِ ل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ُ "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). maka wajib shaum tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Al-Baqarah [2]: 196). maka wajiblah atasnya berfid-yah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). maka hendaklah ia (si pembunuh) shaum dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). Barangsiapa yang tidak memperolehnya. Apabila kamu telah (merasa) aman. maka kaffarat (melanggar) sumpah itu. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). 7 . tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja.Risalah Ramadhan ‫وَأ َت ِموا ال ْحج وال ْعُمرة َ ل ِل ّهِ فَإ ِن أ ُحصرت ُم فَما است َي ْسر من ال ْهَ ند ْي وَل َ ت َحل ِق نوا‬ ‫ْ ُن‬ َ ْ ْ ِ ْ ْ ّ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ً ‫رءوسك ُم حتى ي َب ْل ُغَ ال ْهَد ْيُ محل ّنه فَمنن كنَنان من ْك ُنم مريضنا أ َوْ ب ِنهِ أ َذى منن‬ ‫ْ َ ِ ًن‬ ِ َ ّ َ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ُ ِ َ ‫رأ ْسهِ فَفد ْي َة من صيام ٍ أ َوْ صد َقَةٍ أ َوْ ن ُسك فَ نإ ِذا أ َمن ْت ُنم فَم نن ت َمت ّنعَ بنِنال ْعُمرة‬ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ٍ ُ َ ِ ْ ِ ٌ ِ َ ْ َ ْ َ َ ‫إ ِلى ال ْحج فَما است َي ْسر من ال ْهَد ْي فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ فِني ال ْحنج‬ ‫ن‬ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ َ ْ َ ‫وَسب ْعَةٍ إ ِذا رجعْت ُم ت ِل ْنك ع َش نرة ٌ كامل َنة ذ َل ِنك ل ِم نن ل َنم ي َك ُنن أ َهْل ُنه حاض نري‬ ٌ ِ َ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِ ِ َ ُ ‫ال ْمسجد ِ ال ْحرام وات ّقوا الل ّه واع ْل َموا أ َن الل ّه شديد ُ ال ْعِقاب‬ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ِ ْ َ ِ َ َ َ َ َ "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. yaitu: shaum atau bersedekah atau berkorban. dan jangan kamu mencukur kepalamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. َ ٌ َ َ ُ ٌ َ ِ ْ ‫وَإ ِن كان من قَوْم ٍ ب َي ْن َك ُم وَب َي ْن َهُم ميثاقٌ فَد ِي َة مسل ّمة إ ِلى أ َهْل ِهِ وَت َحرير رقَبننة‬ ٍ َ َ ُ ِ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ‫مؤ ْمن َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام شهْري ْن مت َتاب ِعَي ْن ت َوْب َة من الل ّهِ وَكان الل ّه ع َليما‬ َ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ُ َ َ ً ِ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ً ِ ‫حكيما‬ ً ِ َ "Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu.

Demikianlah yang diajarkan kepada kamu."(QS. ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. niscaya Allah akan menyiksanya. Dan jagalah sumpahmu. ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ل َ ت َقت ُل ُنوا الصني ْد َ وَأ َن ْت ُنم حنرم وَمنن قَت َل َنه من ْك ُنم مت َعَمندا‬ ‫ْ ن‬ ِ ُ ُ َ َ َ ِ ً ّ ُ ْ ّ َ َ ْ َ ٌ ُ ُ ْ َ َ َ ً َ ْ ِ ٍ ُ ْ َ ُ ِ ٌ َ َ ْ‫فَجزاء مث ْل ما قَت َل من الن ّعَم ِ ي َحك ُم ب ِهِ ذ َوا ع َد ْل من ْك ُم هند ْيا بنال ِغَ ال ْك َعْبنةِ أو‬ َ َ ِ َ ُ ُ ‫ك َفارة ٌ ط َعام مساكين أ َوْ ع َد ْل ذ َل ِك صياما ل ِي َذوقَ وَبال أ َمرِهِ ع َفنا الل ّنه ع َمنا‬ ‫ُ ّن‬ ‫َن‬ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ِ َ َ ُ َ َ ّ ُ ٌ ِ ُ ّ َ ُ ِ ُ ّ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ َ ٍ ‫سلف وَمن عاد َ فَي َن ْت َقم الله من ْه والله ع َزيز ذو ان ْت ِقام‬ "Hai orang-orang yang beriman. dan bagi orangorang kafir ada siksaan yang sangat pedih. janganlah kamu membunuh binatang buruan. sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka`bah.Risalah Ramadhan yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). Al-Maidah [5] : 95). atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan itulah hukum-hukum Allah. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian. Allah telah mema`afkan apa yang telah lalu. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. maka kaffaratnya shaum selama tiga hari. atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin. Al-Mujadilah [58] 3-4). maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya. atau shaum seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu. AlMaidah [5]: 89). maka (wajib atasnya) shaum dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur." (QS." (QS. menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpahsumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan. Dari Hudzaifah bin Yaman RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ّ ‫فِت ْن َة الرجل في أ َهْل ِهِ وَمال ِهِ وَوَل َد ِهِ وَجارِهِ ت ُك َفرها الصلة ُ والصوْم والصد َقَة‬ ُ َ ُ ّ ِ ِ ُ ّ ُ َ َ ّ َ ُ ّ َ 8 . ُ َ َ َ ُ ُ ّ ْ ‫وال ّذين ي ُظاه ِرون من ن ِسائ ِهِم ث ُم ي َعودون ل ِما قالوا فَت َحرير رقَب َنةٍ م نن قَب ْنل‬ َ ْ ِ َ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫أ َن ي َت َماسا ذ َل ِك ُم توع َظون ب ِهِ والل ّه ب ِما ت َعْملون خبير فَمن ل َنم ي َج ند ْ فَص نيام‬ ُ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ٌ ِ َ َ ُ َ ‫شهْري ْن مت َتنَناب ِعَي ْن منن قَب ْنل أ َن ي َت َماسنا فَمنن ل َنم ي َسنت َط ِعْ فَإ ِط ْعَنام سنتين‬ ‫َ ّن‬ ْ ِ ْ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ِ ُ ‫ن‬ ْ َ ْ ِ ِ َ ‫مسكينا ذ َل ِك ل ِت ُؤ ْمنوا بالل ّهِ وَرسول ِهِ وَت ِل ْك حدود ُ الل ّهِ وَل ِل ْكافِرين ع َذاب أ َليم‬ ً ِ ْ ِ ُ ُ َ ُ َ ٌ ِ ٌ َ ِ ُ ِ َ ِ َ "Orang-orang yang menzhihar isteri mereka. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak). supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya.

Pada malam Lailatul Qadar yang penuh dengan kabaikan Al-Qur'an diturunkan. 2/7 dan Muslim. maka dia tidak akan pernah haus selamanya). 4/95 Muslim.. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan. penunjuk kepada jalan kebaikan. maka pintu itu akan ditutup. HR. Al-Baqarah [2] : 185) 2." (QS.13 C. maka hendaklah ia shaum pada bulan itu. Antara lain14: 1. dia akan minum. 144. 1152. no. no. maka pintu tersebtu ditutup sehingga tidak ada seorng pun yang masuk melelaui pintu tersebut. petunjuk kepada jalan yang lurus. 35-40. Ini 12 13 14 Shahih Bukhari. Dan barangsiapa sudah masuk. Bulan Al-Qur’an Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia sekaligus sebagai obat penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Allah SWT melimpahkan di dalam bulan tersebut beberapa keutamaan. harta dan tetangganya dapat di hapus dengan shalat. Karena itu. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Ar-Rayyan adalah salah satu nama pintu Jannah yang disediakan bagi orang-orang yang megerjakan shaum. barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. shaum serta sedekah. sehingga mereka tidak bisa melakukan pengerusakan terhadap umat manusia sebagaiman mereka biasa melekukannya pada bulan-bulan selain Ramadhan.Risalah Ramadhan "Fitnah (ujian) seseorang dalam keluarga. Dan apabila mereka masuk. 9 . Pada bulan Ramadhan kejahatan di muka bumi menjadi semakin sedikit. dan barangsiapa yang sudah minum. ُ ُ ‫إ ِن في ال ْجن ّةِ بابا ي ُقال ل َه الريان ي َد ْخل من ْه الصائ ِمون ي َوْم ال ْقيامةِ ل َ ي َد ْخل‬ ِ ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ ُ ُ َ ً َ َ َ َ ِ َ ُ ِ ُ ُ ُ َ َ َ ‫من ْه أ َحد ٌ فَإ ِذا د َخلوا أ ُغ ْل ِقَ فَل َم ي َد ْخل من ْه أ َحد ٌ ) فَإ ِذا د َخل آخرهُم أ ُغ ْل ِق‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ُ ِ َ ْ ُ ِ َ َ ْ (‫وَمن د َخل شرِب وَمن شرِب ل َم ي َظ ْمأ ْ أ َب َدا‬ ً َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ َ "Sesungguhnya di dalam jannah itu terdapat satu pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. (Apabila orang yang paling terakhir di antara mereka sudah masuk.. Al-Bukhari."12 h. karena jin-jin jahat dibelenggu dengan rantai. Setan-setan dibelenggu. pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu jannah dibuka. Dari pintu tersebut orang-orang yang shaum akan masuk di hari kiamat nanti dan tidak seorang pun yang masuk ke pintu tersebut kecuali orang-orang yang shaum. Puasa Bersama Nabi. Allah berfirman: ‫شهْر رمضان ال ّنذي أ ُن ْنزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ ً ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ من ْك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ّ "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan.

1642 10 . Allah SWT berfirman: ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ ْ "Hai orang-orang yang beriman. no. 682 Ibnu Majjah.”15 Semua itu berlangsung dari permulaan malam bulan Ramadhan yang penuh barakah. ‘Wahai pencari kebaikan sambutlah dan pencari kejelekan kurangilah. dan dibukalah pintu-pintu jannah. Al-Bukhari. 1079 At-Tirmidzi. serta banyaknya dzikir. dan Allah membebaskan orang-orang bertakwa dari api neraka pada setiap malam. no. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan Firman Allah : ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫ِ َ ِن‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون. أ َياما معْدودات‬ َ ُ ّ ً ّ َ ُ ْ 15 16 HR. tahmid dan tahlil yang mereka ucapan.Risalah Ramadhan akan terjadi apabila kaum muslimin telah berkonsentrasi menjalankan shaum yang merupakan pengekang hawa nafsu. dan setan pun dibelenggu." (QS. maka setan-setan dan jin Ifrit dibelenggu.”16 3. no. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah: ُ َ ْ ِ ‫إ ِذا كان أ َوّل ل َي ْل َةٍ من شهْرِ رمضان صفد َت الشياطين وَمرد َة ُ ال ْجن وَغ ُل ّقت‬ َ َ َ ْ َ ْ ّ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ُ ِ َ ّ ‫أ َب ْواب النارِ فَل َم ي ُفت َح من ْها باب وَفُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّنةِ فَل َنم ي ُغْل َنقْ من ْهَنا بناب‬ ّ ُ َ ٌ َ ‫ِ ن‬ َ ُ َ ٌ َ َ ِ ْ ْ ْ ْ ْ َ ‫وَي ُنادي مناد ٍ يا باغي ال ْخي ْرِ أ َقْب ِل وَيا باغي الشر أ َقْصر وَل ِل ّهِ ع ُت َقاء منن الننّنار‬ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ ّ ٍ‫وَذلك ك ُل ل َي ْل َة‬ “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba. Al-Baqarah [2] : 185) Oleh karena itu ditutuplah pintu-pintu jahannam. 4/97 dan Muslim. karena banyaknya amal shalih yang diperbuat manusia. pintu-pintu nereka ditutup sehingga tidak ada satu pun darinya terbuka. Rasulullah SAW bersabda: ‫إ ِذا جاء رمضان فُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّةِ وَغ ُل ّقت أ َب ْواب النارِ وَصفد َت الشياطين‬ ّ ُ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ّ “Jika bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu jannh dibuka sedangkan pintu neraka ditutup. Lailatul Qadar D. dan pintupintu jannh dibuka sehingga tidak satu pun pintu yang tertutup. diwajibkan atas kamu Shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Dan juga mereka sibuk membaca Al-Qur’an dan berbagai macam ibadah lainnya yang mampu mendidik sekaligus mensucikan jiwa.

“Lima kali shalat sehari semalam. Awal dan akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru’yah hilal (melihat bulan sabit).‫وَإ ِقام ِ الصل َةِ وَإ ِي ْتاء الزكاةِ وال ْحج وَصوْم ِ رمضان‬ َ َ َ َ ّ َ َ َ ّ “Islam dibangun di atas lima perkara: “Bersaksi bahwasannya tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah.” Lalu orang itu membalikkan tubuhnya seraya berkata. “Tidak. berhaji ke baitullah. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan. no 16. “( Lalu ) shiyam di bulan ramadhan. Al baqarah [2]: 185). 46. “Apakah ada yang lainnya ?“ Nabi SAW menjawab. “Apakah ada yang lainnya ?”Beliau menjawab. Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu.penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). dan shaum Ramadhan. Al Baqarah [2]: 183-184). lalu orang itu bertanya lagi. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah.“Orang itu akan beruntung jika dia benar. aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi. ُ ّ ً ‫شهْر رمضان ال ّنذي أننزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ منك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ّ “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. Maka Nabi SAW menjawab. “Bahwasannya ada seorang laki-laki dari negeri Najd yang datang kepada Nabi seraya bertanya tentang islam. no.19 2.” Kemudian Nabi SAW bersabda. Sabda Rasulullah : َ ُ ْ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ب ُن ِي ال ِسل َم ع َلى خمس: شهاد َةِ أ َن ل ّ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَ أ َن محمدا رسوْل اللننه‬ ِ ْ ُ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ّ َ َ َ . diwajibkan atas kamu shiyam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan 1. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menggenapkan bilangan bulan Sya’ban 17 18 19 Shahih Al-Bukhari.Risalah Ramadhan “Hai orang-orang yang beriman. Muslim. yaitu minimal dengan kesaksian paling sedikit satu orang muslim yang adil untuk awal Ramadhan. Muslim.”18 E. Shahih Al-Bukhari.” Nabi SAW bersabda. ia berkata. 2/36-37 11 . dan dua orang muslim untuk awal Syawal. menunaikan zakat. no 11 Lihat Zaadul-Ma’ad. ( yaitu ) dalam beberapa hari yang tertentu. no.” Kemudian Rasulullah SAW menyebut zakat.”17 Dari Thalhah bin Ubaidillah RA.” Orang itu bertanya lagi. “Tidak.” (QS. Apabila cuaca mendung dan hilal bulan Ramadhan tidak dapat dilihat pada malam 30 Sya’ban. “Apakah ada yang lain ?” Nabi SAW menjawab. “Demi Allah. 8. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. “Tidak kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah.” Orang itu bertanya lagi. menegakkan shalat. maka hendaklah ia melaksanakan shaum pada bulan itu… “ (QS.

tentulah akan memberatkan mereka. Lihat Zaadul-Ma’ad. 7/190. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Kitab ash-Shiyam. 1907. 3. Begitu pula ketika hilal bulan Syawal tidak terlihat.20 Rasulullah SAW bersabda : َ ‫ل َ ت َصننوْموا حتننى تننروا الهل َل وَل َ ت ُفطننروا حتننى تننروْه ُ فننإ ِن غننم ع َل َي ْكننم‬ ِ ْ َ َ ّ َ ّ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ِ ْ َ .Adapun menetapkan awal Ramadhan dengan ilmu hisab di saat langit mendung. Wallahu a’lam. kemudian dipastikan untuk shaum pada hari berikutnya. 2/47. “Dan tidak betul jika yang dimaksud adalah hisab ahli perbintangan.‫وَعشرِي ْن وَمرة ً ث َل َث ِي ْن‬ َ ّ َ َ 20 21 22 23 24 25 Dua cara inilah yang menjadi petunjuk Nabi dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. sebab masalah hisab perbintangan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang saja. Kitab Ash-Shiyam. Para fuqaha’ telah menegaskan tentang dilarangnya bersandar pada perhitungan-perhitungan ilmu falak dalam menetapkan hilal. 2/180 Syarh Shahih Muslim.23 Jumhur fuqaha’ mengatakan. sedang syari’at dapat dipahami orang apabila kebanyakan mereka mengetahuinya. “Berdasarkan As-Sunnah Ash-Shahihah serta kesepakatan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum. 12 . 1906. karena sesungguhnya syari’at Islam ini mengaitkan shaum dengan ru’yah bukan dengan hisab. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. sebab jika orang banyak dibebani dengan hal tersebut.”22 4. maka pendapat ini banyak dibantah oleh para ulama’.‫فاقْد ُروْل َه‬ ُ ُ “Janganlah klian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. no. no. 6. Shahih Muslim. kemudian hari berikutnya dipastikan sebagai hari raya. 2/158-160 Shahih Al-Bukhari. tidak diragukan bahwasannya tidak boleh bersandar kepada hisab perbintangan”. yaitu awal bulan Ramadhan. sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari. 2/464. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Shahih Muslim.21 ‫الشهْر ت ِسعَ وَ عشروْن ل َي ْل َة فَل َ ت َصوْموا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ َم ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْمل ُوا‬ ً ّ َ ْ َ ُ ْ ِ ْ ْ ّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ّ . no. Shahih Al-Bukhari. 3. Dan begitulah pendapat jumhur fuqaha’.”24 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menyempurnakan bilangan Ramadhan menjadi 30 hari. sempurnakanlah bilangannya (menjadi 30 hari)”. Al-Fatawa Al-Kubro. yaitu sebagai awal bulan Syawal. maka janganlah kamu melakukan shaum sampai kalian melihatnya (hilal).25 Rasulullah bersabda : َ َ ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل َ ن َحسب، الشهْر هَك َنذا وَهَك َنذا : ي َعْننِني منرة ً ت ِسنعَة‬ ً ْ ٌ ِ ٌ ّ ّ ُ َ ْ ُ ّ َ ُ ّ ْ ِ . no.Risalah Ramadhan menjadi 30 hari. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian.‫العِد ّة َ ث َل َث ِي ْن‬ َ “Satu bulan itu jumlahnya 29 malam.

15. yang terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari. Kalau kedua negeri itu berdekatan. cara yang tidak pernah dipergunakan oleh Rasulullah SAW. Sunan Abu Daud. para shahabat. dan semua orang melihatnya. atau sampai menyempurnakan bilangannya. no. maka Abdullah bin ‘Abbas RA menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. maka ada dua pendapat. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris (ibunya Ibnu ‘Abbas RA) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah RA di Syam. 2/464. Al-Fatawa Al-Kubro. Bulan itu begini dan begini. maka hukumnya sama dengan satu negeri. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir.”28 Bagaimana halnya dengan kelompok yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal dengan hisab sementara langit cerah tanpa sepotong awanpun. kemudian ia bertanya.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. 6/274-275. 1913. “Apabila hilal terlihat di suatu negeri sedangkan orangorang di negeri lain tidak melihatnya. no. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. 2326. tabi’in dan tabi’ut tabi’in.”27 Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan.”26 ُ ِ َ ‫ل َت َقد ّموا الشهْر حتى ت َروُ ال ْهِل َل قَب ْل َه أ َوْ ت ُك ْملوا ال ْعِد ّة، ث ُم صوْموا حتى ت َرو‬ ّ َ ّ َ َ ّ ُ ُ ّ َ ُ ُ َ ُ َ َ ُ ِ َ . begitu juga Mu’awiyah RA. berlaku bid’ah di dalam dien. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal Madzhab Syafi’i mengatakan.‫ال ْهِل َل أ َوْت ُك ْملوا ال ْعِد ّة ُ قَب ْل َه‬ ٌ “Janganlah kalian mendahului bulan sebelum kalian melihat hilal. “Orang yang bersandar kepada hisab dalam masalah hilal. Aku bertanya. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan 26 27 28 29 Shahih Bukhari. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu.29 Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas RA) meriwayatkan. Shahih Muslim. sebagaimana bahwasa ia telah sesat di dalam syari’at. no. 2128. Tetapi kalau negeri tersebut berjauhan.” Abdullah bin ‘Abbas RA berkata. Sunan An-Nasai. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl RA. yang paling shahih menyatakan bahwa shaum tidak diwajibkan atas penduduk negeri yang lain. 7394. F. no. Kitab Ash-Shiyam. tidak menulis dan tidak melakukan hisab. maka dia juga keliru terhadap akal dan ilmu hisab. dan terjadilah hilal Ramadhan. mereka melaksanakan shaum. no. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Bahkan beberapa bulan sebelumnya mereka telah berani menetapkan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu hisab. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. Maka Kuraib berkata. atau menyempurnakan bilangan bulan sebelumnya. dan penduduk negeri tersebut diwajibkan untuk melakukan shaum. Kemudian laksanakanlah shaum sampai kalian lihat hilal. maka kami akan tetap shaum hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari. 13 . maka yang diputuskan adalah perkara berikut ini. “Kami melihat hilal malam Jum’at”.

Abu Tsaur dan Qatadah. Berakal. maka seorang wali berkewajiban untuk menyuruh mereka melaksanakan shaum yaitu bila mereka telah mencapai usia 7 tahun. Hanafi.35 Berbeda dengan orang yang kehilangan akalnya karena pingsan kemudian dia siuman. 6/250. di antaranya. maka shaum pada hari itu batal.”31 G. 693. sehat jasmani. jika telah suci dari haidh atau nifasnya. Fiqhul Ibadat. hadits di atas merupakan hujjah bahwasannya apabila suatu negeri saling berjauhan sebagaimana Syam dan Hijaz. Sunan At-Tirmidzi. maka setiap penduduk dari masing-masing negeri tersebut wajib melaksanakan hasil ru’yah negerinya bukan ru’yah negeri orang lain. Mukim (tidak dalam keadaan safar). Baligh. 3/155. 5. walaupun ru'yah telah menjadi keputusan Khalifah. Sunan Abu Daud. Minhajul Muslim. 3/156. maka siapapun tidak boleh menyelisihi perintahnya. Apabila dia mewajibkannya.”30 Menurut madzhab Maliki. beginilah Rasulullah menyuruh kami. 2/295-296.Risalah Ramadhan shaum Khalifah Mu’awiyah RA?” Beliau menjawab. 6. Al-Auza’i. 1087. Syarat Wajib / Sah Shaum32 1. Islam. Menurut ijma’ (kesepakatan) ulama. hal. 8/347-350. dan tidak wajib mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya di saat dia gila. Ad-Dien Khalish. Tafsir Al-Qurthubi. Al Mughni. Al Mughni. Mereka wajib berbuka dan mengqadha’ shaum yang telah ditinggalkannya. As-Syafi’i. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Shaum Ramadhan tidak diwajibkan atas orang gila. baik haidh atau nifasnya itu terjadi di awal atau akhir siang. 6/251. 2332. sehingga tidak wajib mengqadha’nya. no. selama Khalifah tidak mewajibkan kepada rakyatnya. Demikian pendapat Abu Tsaur. Maliki. Dan jika telah sembuh. “Tidak.34 3. Jika haidh dan nifasnya terjadi pada sebagian siang. Suci dari haidh dan nifas. dia cukup shaum pada hari-hari yang masih tersisa di bulan Ramadhan. karena pingsan termasuk salah satu penyakit. Dia cukup melaksanakan shaum pada hari-hari selanjutnya setelah ia memeluk Islam. 307-308. no. Jika wanita yang sedang haidh atau nifas 30 31 32 33 34 35 36 Shahih Muslim. dan memukulnya apabila meninggalkan shaum ketika telah berusia 10 tahun.36 4. 14 . wanita yang sedang haidh dan nifas tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shaum. karena shaum pada hari-hari yang lalu belum menjadi kewajibannya. hadits no. maka dia wajib mengqadha’ shaum yang telah dia tinggalkan. Demikian menurut madzhab Hambali. hal.33 2. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Syafi’i. Apabila ada orang kafir yang masuk Islam di pertengahan Ramadhan. Jika anak kecil (laki-laki atau perempuan) telah mampu melaksanakan shaum. dan Imam Ahmad. bukan gila. 212. Sanggup untuk melaksanakannya. maka dia tidak wajib mengqadha’ shaum yang telah berlalu.

Dan hal ini merupakan amaliyah yang umumnya dilakukan kaum muslimin. baik dilafalkan atau tidak. Demikian menurut madzhab Hambali. Shahih Muslim.45 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Al Mughni. padahal dia mengetahui bahwa shaum diharamkan untuknya. minum. Syafi’i. maka shaumnya batal. karena shaum seseorang tidak dianggap sah kecuali jika dia berniat pada malam harinya. hadits no. maka dia berdosa dan shaumnya tersebut tidak sah. Niat. 2454. “Setiap orang yang tahu bahwa besok hari telah masuk bulan Ramadhan. karena apabila dia haidh pada sebagian siang hari. Dan demikian juga menurut madzhab Maliki dan Ishaq. Orang yang junub diperbolehkan untuk mengakhirkan mandinya hingga subuh kemudian dia mandi dan menyempurnakan shaumnya. Maliki dan lainnya. disyaratkan juga agar dia berniat untuk shaum di malam hari setelah haidhnya terhenti. Minhajul Muslim. Sunan Abu Daud. 8/344. Namun dengan syarat haidh tersebut telah berhenti sebelum fajar. maka hukumnya sama dengan hukum orang yang junub. 3/142. 263. hadits no.Risalah Ramadhan berniat shaum dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum.138.”43 Adapun setelah berniat lalu ia melakukan sesuatu yang dapat membatalkan shaum. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Al Mughni. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. 8/440-451. Hanafi. hadits no. bahwa satu kali niat sudah dianggap sah untuk menjalankan shaum selama sebulan. Selain itu. Syafi’i dan Ibnul Mundzir.”38 Kalau haidh seorang wanita terhenti pada malam hari kemudian dia mandi pada subuh di pagi harinya. niat wajib dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan. Fiqhul Ibadat. apabila diniatkan untuk shaum selama satu bulan. hal 232-235. maka tidak ada shaum baginya. 3/91. kemudian dia ingin melaksanakan shaum di bulan itu.44 Menurut madzhab Hambali. Rukun-Rukun Shaum40 1. atau tidak melakukan semua itu sebelum terbit fajar shadiq. 3/93. Berbeda dengan pendapat Imam Ahmad yang mengatakan. 2/200. sebagaimana dikatakan oleh umumnya para ulama’. kitab Al-Haidh. 15 . 3/137. Sunan At-Tirmidzi. maka tidak mengapa. seperti makan. atau mencampuri isterinya. mereka semua meniatkan shaumnya. Al Mughni. S ٍ unan An-Nasai. 69. hadits no. Sunan Abu Daud.42 Rasulullah SAW bersabda : ‫من ل َم ي ُجمع الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak meniatkan shaum sebelum fajar. 6538. Ad-Dien Khalish. hadits no 730. Majmu’ Fatawa.‫ك ُنا ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصوْم ِ وَل َ ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصل َة‬ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ُ َ ِ ّ ّ ّ "Kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.41 Waktunya adalah pada bagian malam manapun di bulan tersebut hingga terbit fajar shadiq.39 H.25/215. Ad-Dien Khalish. maka dia telah berniat shaum. Al-Mughni. hal 308. hadits no. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata.37 Ummul Mukminin ‘Aisyah RA berkata: . 2335.

hadits no. dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ AshShaghir. 310-311. Bersegera berbuka. Sahur. Dan jika tidak ada. Rasulullah SAW bersabda : ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحوْرِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ 46 47 48 49 Minhajul Muslim. Shahih Al-Bukhari. 16 .”47 2. Jika tidak ada. 1987. Dilakukan pada siang hari. maka dengan beberapa tamr (biji kurma kering). Kemudian sempurnakanlah shaum sampai malam hari.Risalah Ramadhan 2. Insya Allah. Adapun do’a yang dibaca Rasulullah SAW ketika akan berbuka adalah : ‫ذ َهَب الظ ّمأ ُ واب ْت َل ّت ال ْعُروْقُ وَث َب َت ال َجر إ ِن شاء الله‬ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ُ َ َ “Telah hilang dahaga. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُفط ِر ع َلى رط َبنَنات قَب ْنل أ َن ي ُصنل ّي‬ ٍ ْ َ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ٍ َ ْ ِ ٍ َ َ َ َ َ ْ ‫فَإ ِن ل َم ت َك ُن رط َبات فَعَلى ت َمرات فَإ ِن ل َم ت َك ُن حسا حسوات من ماء‬ ٍ َ َ ْ ْ ٌ َ ُ ْ ْ ْ “Rasulullah berbuka dengan beberapa ruthab (biji kurma basah) sebelum menunaikan shalat. telah basah kerongkongan. Imsak (menahan diri) dari hal-hal yang membatalkan shaum. Berbuka dengan kurma atau air. 4995. yaitu makan dan minum diakhir malam dengan niat shaum. 3. yaitu fajar. hadits no. dan telah tetap pahalanya. Sunan Abu Daud. 1098. 2357. dan At-Tirmidzi. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA. Berdo’a ketika akan berbuka. Ahmad. HR. Al-Baqarah [2]: 187 ) I. Rasulullah SAW bersabda : ُ ِ ‫ل َي َزال الناس ب ِخي ْرٍ ما ع َجلوا ال ْفط ْر‬ َ ُ ّ ُ َ َ َ ِ “Manusia tetap akan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. 4678. hal. hadits no.” ( QS. hadits no.”49 4. Sunnah-Sunnah Shaum46 1. maka beliau minum beberapa teguk air.”48 3. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih AlJami’ Ash-Shaghir. Dan yang lebih utama adalah dengan kurma. Shahih Muslim. Abu Daud. hadits no. Allah SWT berfirman : ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ا ْل َب ْي َض من ال ْخي ْط ا ْل َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ّ ‫ث ُم أ َت ِموا الصيام إ ِلى ال ّي ْل‬ ّ ّ ِ “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam.

5. 17 . sebab terkadang dapat membangkitkan syahwat sehingga shaumnya rusak. Ad-Dien Khalish. baik sengaja maupun lupa. (jima’). Mencicipi masakan atau makanan. 1. yang dianggap perlu. Berkumur-kumur bukan karena wudhu’. hal 246-249. 3. Minhajul Muslim. seperti memasukkan obat lewat hidung. Riwayat Imam Thabrani. dapat merusak shaum. 50 51 52 53 Shahih Al-Bukhari. atau kemudian ia meneruskannya dengan berjima’ (menggauli isterinya). hal 312-313. atau kepentingan lainnya Berlebih-lebihan ketika berkumur dan menghirup air ke hidung saat K. Memasukan cairan ke dalam kerongkongan. 9. Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum52 Adapun beberapa perkara yang dimakruhkan atas orang yang shaum. 1095. atau dubur dan qubul (kemaluan) wanita. Berfikir urusan jima’. 8/477-483. 2. yang dikhawatirkan akan merusak shaumnya. 8. Berbekam. hal 311-312. berkumur dan menghirup air ke hidung saat bewudhu’. Mencium (istri/suami).”50 5.”51 J. 7. apabila khawatir menjadikan dirinya lemah dan membuat Terus menerus memandang istri dengan syahwat. 4. baik lewat hidung atau telinga. Bercelak di awal siang. Rasulullah SAW bersabda : ُ ّ ‫ع َجلوا ا ْل ِفْطار وَأ َخروا السحوْر‬ َ ُ ّ ُ ّ َ َ “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur. 6. maka tidak membatalkan shaum. walaupun sebenarnya tidak merusak shaum. atau bercumbu. 2. atau mencium. hadits no. Minhajul Muslim. berwudhu’. Shahih Muslim. Dan menurut madzhab Maliki bahwa cairan yang masuk ke dalam Air yang masuk ke dalam kerongkongan karena terlalu dalam ketika Keluar air mani karena terus menerus memandang atau berpikir kerongkongan melalui mata. dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir. Fiqhul Ibadat. hadits no. Adapun keluar mani karena bermimpi. baik karena keluar mani. atau meneteskan ke dalam telinga. sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barokah. Mengakhirkan sahur hingga bagian akhir malam. yaitu sebelum terbitnya fajar shadiq (shubuh). Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’53 1.Risalah Ramadhan “Bersahurlah. Bercumbu dengan isteri. 3989. 4. 1923. ia berbuka. hadits no. atau sebab lainnya. 3.

mutiara. atau berjima’. L. maka Makan. dalam dubur maupun qubul wanita. hadits no. 11. 9. Tanya beliau. Dan Nabi SAW pun tersenyum sampai kelihatan gigi gerahamnya. Makan. dan kalau masuk sebagiannya saja. Muntah dengan sengaja. “Apakah kepada orang yang lebih fakir dari kami ya Rasulullah.” Rasulullah SAW bertanya. 13. 12. Murtad (keluar dari Islam). padahal tidak ada satu warga pun di kampung kami yang lebih miskin daripada kami”. “Sanggupkah kamu memberi makan kepada 60 orang miskin ?”. 7. “Kuatkah kamu shaum dua bulan berturut-turut ?”. Tanya Rasulullah SAW pula. 15. Laki-laki itu menjawab. 18 . dan belum jelas baginya. hadits no. karena menyangka bahwasannya tidak wajib untuk kembali meneruskan shaumnya. lalu beliau katakan : “Pulanglah. kemudian membatalkan shaumnya. 1111. “Tidak “. “Tidak”. (datang waktu maghrib) dan ternyata masih siang. Shahih Al-Bukhari. dan ternyata fajar telah terbit. "Tdak”.Risalah Ramadhan 5. 6.jawab laki-laki itu. Kemudian ia duduk. Adapun muntah dengan tidak sengaja. jawabnya. apabila masuk seluruhnya. “Sanggupkah kamu memerdekakan seorang budak ?”. apakah matahari telah terbenam atau Betul-betul berniat untuk berbuka (mbongkah : jawa) sebelum datang tidak membatalkan shaum. 10. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh54 1. Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang laki-laki kepada Nabi SAW seraya berkata. “Saya telah bersetubuh dengan isteri saya pada siang hari Ramadhan. dan berjima’. maka tidak merusak shaum. 1936. Memasukkan potongan kain. Makan dan minum dengan sengaja tanpa adanya udzur yang membolehkan dia 54 55 Minhajul Muslim. belum. Berjima’ ( bersenggama ) dengan sengaja tanpa dipaksa. atau besi. kata Nabi SAW. sedangkan ia mengira kalau keadaan Makan atau minum. masih malam (belum terbit fajar). Shahih Muslim.”55 2. minum. 8. berikan kurma ini kepada keluargamu. atau jari yang basah ke badan ke dalam kerongkongan lewat mulut. Berbuka dalam keadaan ragu. atau kayu. 14. waktu maghrib. benang. kata laki-laki itu menerangkan. Sengaja memasukkan sesuatu yang tidak memberikan faedah bagi Sengaja memasukkan air ke dalam dubur ketika istinja’. maka datanglah Nabi SAW dengan membawa sebakul kurma seraya berkata : “Sedekahkanlah kurma ini”. Dan laki–laki itu pun tetap menjawab. hal 313. minum. berbuka. karena ia menyangka kalau malam telah masuk Makan atau minum karena lupa. “Kenapa kamu celaka ?”. Tanya beliau. seperti menelan batu. “Celaka saya ya Rasulullah”.

4. hadits no. minyak rambut. 6. Lalat yang tertelan tanpa ia kehendaki. 84. 5. di antara (yang dibolehkan) adalah dengan jarum suntik selama itu bukan infus. Berbekam. Ad-Dien Al-Khalish. Minhajul Muslim. 2. N. 2. mungkin dihindari. Memakai minyak wangi. 9. apabila tidak khawatir menjadikan badannya lemah. hal 314. agar membebaskan budak. ataupun Menggunakan parfum. walaupun banyak. Menelan ludah sendiri. minum dan melakukan hubungan suami isteri di malam hari menurut Imam Ahmad. Kitab Ash-Shiyam. bahwasannya makruh bersiwak setelah matahari tergelincir. dengan syarat tidak sedikit pun yang masuk ke dalam Melakukan safar (perjalanan) karena keperluan yang diperbolehkan (bukan maksiyat). sebelum terbit fajar namun belum mandi setelah datang waktu subuh). meskipun dia tahu kalau safarnya itu dapat mengakibatkan dirinya Bersiwak (menggosok gigi) di sepanjang waktu siang. Berobat dengan obat apapun selama halal. sebelum terbit fajar. 5. 8. Asap jalanan dan pabrik. Minhajul Muslim. 3. asap kayu dan seluruh asap yang tidak 56 57 58 Shahih Muslim. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum57 1. Dalam keadaan junub di waktu subuh (setelah melakukan jima’ Mimpi junub di siang hari. kerongkongan. baik yang dioleskan ke badan. baik Makan. yang tidak menyebabkannya masuk ke dalam kerongkongan walau pun sedikit. atau harum-haruman yang sifatnya dibakar Mengunyah makanan untuk anak kecil karena tidak ada orang lain yang mengunyahkannya. dahulu. 7. kecuali Mendinginkan tubuh dengan air karena cuaca sangat panas. berbuka. Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum58 1. 3. atau memberi makan 60 orang miskin.Risalah Ramadhan ‫ع َن أ َبي هُري ْرة َ أ َن الن ّب ِي أ َمر رجل ً أ َفْط َر في رمض نان أ َن ي ّعْت ِنقَ رقَب َنة‬ ً ِ َ ْ َ ‫َ َ َن‬ ُ َ َ َ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ‫أ َوْ ي َصوْم شهْري ْن أ َوْ ي ُط ْعِم ست ّي ْن مسك ِي ْنا‬ ً ْ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ُ Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Nabi SAW bulan.56 menyuruh seorang laki-laki yang sengaja berbuka pada bulan Ramadhan. hal. 4. dengan diguyur air atau berendam di dalamnya. atau shaum selama dua M. 8/454-459. 19 . 314-315.

HR. Rasulullah SAW bersabda: َ َ َ ‫ّن‬ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ً َ َّ ْ ْ ِ ُ ُ ُ َ ْ َ ِ ‫من فَطر صائ ِما كان له مث ْل أجرِه، غ َي ْر أن ّه ل َي َن ْقص من أج نرِ الص نائ ِم‬ ً ‫شيئا‬ ْ َ “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang shaum. 710. HR. 305-306. 435. hadits no.63 3. lalu melanjutkan َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ُ‫إ ِذا ن َسي فَأك َل وَشرِب فَل ْي ُت ِم صوْمه، فَإ ِن ّما أط ْعَمه الله وَسقاه‬ ُ ُ َ َ ُ َ َ ّ “Apabila seseorang lupa lalu makan dan minum. dan Muslim. Al-Bukhari. dan At-Tirmidzi. no. Shiyam mengatakan: “Ya Rabb. baginya pahala orang yang shaum tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari pahalanya”. Ahmad. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan.Risalah Ramadhan 6.” Sedangkan bacaan Qur’annya berkata: 59 60 61 62 63 HR. Al-Baihaqi.60 O. 20 . Al-Bukhari dan Muslim. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. hadits ini shahih menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-jami’ ash-Shaghir. Qiyamul lail. HR. 6070. 6415. tidak lain karena Allah memberinya makan”. Tilawah (membaca) Al-Qur’an Rasulullah SAW bersabda : ْ ِ َ َ ّ ُ ْ ُ ْ ُ ‫الصيام وَ القرآن ي َشفعان ل ِلعب ْد ِ ي َوْم ال ْقيام نة، ي َقُ نوْل الص نيام: أ َيْ رب‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ُ َ ّ ُ َ ّ :‫إ ِني من َعْته الط ّعام وَ الشهَوات بالن ّهارِ فَشفعْن ِي فِي ْه، ي َقوْل القرآن‬ ِ َ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ ِ َ َ َ ِ َ َ ّ ْ ‫رب من َعْت ُه الن ّوْم بالل ّي ْل فَشفعْن ِي فِي ْه، فَي َشفعان‬ ِ ِ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ْ ْ ِ “Shiyam dan bacaan Qur’an dapat memberi syafa’at kepada seseorang (yang melakukan dan membacanya) pada hari kiamat. diampuni baginya dosa-dosanya yang lalu”. Rasulullah bersabda: Makan dan minum karena lupa atau tidak sengaja. shaumnya. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalm Shahih Al-Jami’ ash-Shaghir. hendaklah ia sempurnakan shaumnya. Minhajul Muslim. Shadaqah.59 َ َ َ‫من أ َفْط َر في رمضان ناسيا فَل َ قَضاء ع َل َي ْهِ وَل َك َفارة‬ ِ َ ً ِ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang berbuka (makan atau minum) pada bulan Ramadhan karena lupa maka tidak ada qadha’ dan kafarah atas dirinya”. hadits no.62 2. hadits no. aku telah mencegahnya dari makan dan minum di siang hari. Rasulullah SAW bersabda : ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ِ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh mengharap ridha Allah. Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan61 1. hal.

“Ayat ini merupakan rukhshah (keringanan) bagi laki-laki atau wanita tua renta yang apabila tidak sanggup menjalankan shaum. Orang sakit. Tafsir Ath-Thabari. diperbolehkan untuk berbuka dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari sebagai fidyah shaum yang telah dia tinggalkan. maka untuk kasus-kasus semacam ini dia diperbolehkan untuk berbuka.Risalah Ramadhan “Aku telah melarangnya dari tidur di malam hari. no. 21 . Kitab Al-Hajj. Rasulullah SAW bersabda: ‫فَإ ِن ع ُمرة َ في رمضان ت َقضي حجة أ َوْحجة معِي‬ ً ّ َ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ْ ّ ْ َ ً ّ َ “Sesungguhnya ‘umrah pada bulan Ramadhan. no. 727. Allah SWT berfirman: َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (tidak shaum) untuk membayar fidyah. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Shahih Muslim.66 P. Melakukan ‘umrah. I’tikaf. At-Thabrani. 6/255-256. dapat mencapai (pahala) haji. 1863. 3/141.Al-Bukhari dan Muslim.”65 5. Lihat shahih Bukhari. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum 1. diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka dan setiap harinya memberi makan seorang miskin sebagai ganti satu hari shaumnya”. Al-Mughni. Al Baihaqi. no. yaitu memberi makan seorang miskin…” ( QS.69 Allah SAW berfirman: َ ‫وَمن كان مريضا أ َوْ ع َلى سفرٍ فَعِد ّة ٌ من أ َيام ٍ أ ُخر‬ َ َ ّ ْ ّ ً ِ َ َ َ َ َ َ 64 65 66 67 68 69 HR.67 2. 3882. dan dia wajib mengqadha’ shaum yang dia tinggalkan. atau tidak dapat meminum obat yang dapat membantu penyembuhannya. no.lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. atau kalau shaum dia akan bertambah sakit. apabila telah sembuh. HR. Al Hakim. Al Baqarah [2]: 184 ) Ibnu ‘Abbas RA berkata. 4505. Maka dari itu berikanlah dia syafa’at karena kami”.68 Namun jika masih bisa diharapankan kesembuhannya tapi jika dia shaum akan menyulitkannya atau sakitnya bertambah parah dan lebih lama sembuhnya. Laki-laki dan wanita yang tua renta. no. shahih menurut Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir.Imam Ajmad. ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: ُ ُ َ َ َ ‫كان رسوْل الله ي َعْت َك ِف ال ْعَشر ال َواخر من رمضان‬ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ "Adalah Rasulullah melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. 64 4. 2/79. Shahih Al-Bukhari. atau melaksanakan haji bersamaku”. yaitu berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. 222. yaitu menziarahi Baitullah Al-Haram untuk melakukan thawaf sa’i.

yaitu sekitar 48 mil ( 88. misalnya perjalanan antara Makkah dan Jeddah. seperti halnya orang sakit yang diperbolehkan berbuka. "Dia berbuka dan memberi makan kepada satu orang miskin setiap hari sebanyak satu mud gandum. karena sebenarnya mereka mampu untuk melaksanakan shaum. 1 : 75 Lihat Majmu’ Fatawa. 22 .” Inilah pendapat yang kuat menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. maka diperbolehkan berbuka. ditambah dengan membayar fidyah shaum yang ditinggalkannya. 236. 10/233.72 5.70 4. Dia menjawab. maka dia diperbolehkan berbuka dan mengqadha’ shaumnya. Seorang pekerja jika dihadapkan pada pekerjaan berat yang ia khawatir bila melakukan shaum akan membahayakan dirinya. tidak perlu untuk mengqadha shaum yang ditinggalkannya. maka diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka.7 Km). Syafi’i dan Ahmad adalah perjalanan yang ditempuh dengan unta atau berjalan kaki selama dua hari.Risalah Ramadhan “…dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu dia berbuka ). maka dia berdosa apabila berbuka.71 Dan menurut Imam Abu Hanifah adalah perjalanan yang ditempuh selama tiga hari.Pekerja berat. baik dia mampu untuk melakukan shaum ataupun tidak. 3/139.161. Namun jika tidak membahayakan dirinya. “Bahkan dia diperbolehkan untuk mengqashar dan berbuka dalam perjalanan yang ditempuh kurang dari dua hari. Lihat ukuran farsakh dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. Al Baqarah [2]: 185 ) 3.10/220. atau beserta anak-anak mereka sendiri. Apabila wanita hamil dan menyusui khawatir akan keselamatan jiwa mereka. Adapun jarak yang memperbolehkan seseorang untuk mengqashar shalatnya dan berbuka. menurut madzhab Maliki. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. Al-Mughni. bukan keselamatan jiwa mereka sendiri. dari Nafi'. atau perjalanan yang berjarak 16 farsakh. sesuai kesepakatan para ‘ulama. Namun wajib untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya dan tidak diwajibkan membayar fidyah.73 Dan jika mereka hanya mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya saja. maka diperbolehkan untuk berbuka pada bulan Ramadhan. maka ( wajiblah baginya shaum ) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain… ( QS. Para ulama’ salaf dan khalaf lainnya mengatakan. apabila dengan meninggalkan pekerjaan beratnya itu dapat membahayakan dirinya.25/218. selama safarnya itu bukan untuk maksiyat. dan baik shaumnya itu memberatkan dirinya maupun tidak. Al-Mughni. Majmu’ Fatawa. 3/139." Dan Ad-Daroquthni 70 71 72 73 74 Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. Musafir Orang yang sedang safar dan menempuh jarak yang memperbolehkannya shalat qashar. Dari Imam Malik. bahwa Ibnu 'Umar RA ditanya tentang wanita hamil bila khawatir terhadap (kesehatan) anaknya. dan diwajibkan untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya. 25/209-214.74 Namun Ibnu Abbas RA dan Ibnu Umar RA berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui jika meninggalkan shaum cukup baginya untuk membayar fidyah. Wanita hamil dan menyusui.

"Bahwasanya istrinya bertanya kepadanya disaat dia sedang hamil. yaitu memberi makan seorang miskin…” (QS.”77 75 76 77 Puasa Bersama Nabi.Risalah Ramadhan meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar RA dan dia menshahihkannya. 1/75 Shahih Sunan Ibnu Majah. ia berkata. dan dia sedang mengandung."75 Sedangkan ukuran fidyah adalah satu mud gandum. "Sesungguhnya anak perempuannya dinikahi oleh seseorang dari kaum Quraisy. hal 163 Lihat ukuran mud dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. Al-Baqarah [2]: 184) ّ َ ّ َ ‫إ ِن الله ع َز وَجل وَضعَ ع َن ال ْمسافِرِ شط ْر الصل َة، وَع َن ال ْمسافِرِ وال ْحامل‬ ِ ّ َ ّ َ ُ َ ُ ِ ِ َ َ َ َ ِ ِ ‫وال ْمرضع الصوْم أ َوالصيام‬ َ َ ّ ِ َ ّ ِ ِ ْ ُ َ “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla telah membebaskan separuh shalat bagi musafir. Dan dari jalur ketiga. "Wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak wajib mengqhada. dan juga membebaskan shaum dari seorang musafir. 2/64-65. "Berbukalah dan berilah makan kepada seorang miskin setiap hari dan dia tidak wajib mengqhada. Lalu dia merasa kehausan di bulan Ramadhan." Dan isnadnya jayyid (baik).' Dan dia meriwayatkan dari jalur yang lain. 23 . Maka dia berbuka. darinya.76 Allah berfirman: menyuruhnya َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya ( tidak shaum ) untuk membayar fidyah. wanita yang hamil dan wanita yang menyusui. dan memberi makan satu orang miskin setiap hari. yang sepadan dengan ¼ sha’ atau 675 gram bahan makanan lain. ia berkata.

d. Hisab Hisab adalah menghitung garis edar benda-benda langit dengan rumus-rumus tertentu.Risalah Ramadhan BAB II PENENTUAN AWAL RAMADHAN Perihal ru'yah untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal merupakan masalah yang sangat asasi. Matlha' Mathla' adalah tempat munculnya hilal. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas perihal penentuan awal Ramadhan. A. Semoga pembahasan ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi kaum muslimin yang mendambakan agar setiap amal ibadahnya sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW. tetapi kurang mendapatkan perhatian. Definisi-Definisi a. Hilal Hilal adalah permulaan rembulan ketika ia tampak di mata orang banyak di awal bulan. 4690 24 . 78 Lisanul Arab. Hal ini mungkin banyak dipengaruhi oleh fenomena penentuan awal Ramadhan atau Syawal dengan hisab hitungan ilmu falaq. Ru'yah Ru'yah adalah melihat hilal dengan mata telanjang yang ditopang dengan bantuan alat pembesar dan yang sejenisnya. c.78 b. hal.

268. Kitab Ash-Shiyam. no. 25 . no. shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. Muslim. Kemudian beliau shaum karena melihat hilal dan ketika terhalang maka beliau menghitung bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari kemudian beliau melaksanakan shaum. 6/149. 2326. Dan jika pandangan kalian terhalangi oleh awan maka sempurnakanlah bilangannya. hadits Ibnu Abbas RA. no. 3. dia berkata. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari". Abu Dawud. Dan jika penglihatan terhalang (oleh awan) maka. no. no."82 b. Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Ad-Darquthni. Penentuan Awal Ramadhan a.”79 Sabda Nabi dalam hadits yang lain. 23237. 1906. Tirmidzi no. 108 dan Malik. Lihat Zadul Ma'ad 2/45. 688. bahwa 'Aisyah RA berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َت َحفظ من شعْبان ما ل َ ي َت َحفظ من‬ َ َ َ َ ْ ِ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ّ َ ‫غ َي ْرِهِ ث ُم ي َصوم ل ِرؤ ْي َةِ رمضان فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْهِ ع َد ّ ث َل َثين ي َوْما ث ُم صام‬ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ً ّ ّ َ ِ ُ ُ ُ "Adalah Rasulullah sangat menjaga terhadap hilal Sya'ban tidak sebagaimana beliau menjaga bulan-bulan lainnya. Ahmad. 79 80 81 82 Shahih Al-Bukhari. no."81 Diriwayatkan dari Abdullah bin Qois RA. no. bahwasannya Nabi menyebut-nyebut Ramadhan kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصنوموا حتنّنى ت َنروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِنروا حتنّنى ت َنروْه ُ فَنإ ِن أ ُغ ْمني ع َل َي ْك ُنم‬ ْ ْ َ َ ْ ُ ‫ُن‬ َ ِ َ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا ل َه‬ ُ ُ “Janganlah kalian shaum sampai kalian melihat hilal. 788 dan Abu Dawud no. Lihat At-Tirmidzi. "Rasulullah bersabda: ‫ل َ ت َصوموا قَب ْل رمضان صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت دون َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ِ ‫غ َياي َة فَأ َك ْملوا ث َل َثين ي َوْما‬ ٌ َ ً َ ِ "Janganlah kalian shaum sebelum Ramadhan. Shahih Muslim. Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah menyebut-nyebut Ramadhan. 102. Al-Bukhari. sempurnakanlah bilangan bulan menjadi 30 hari. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصوموا حتى ت َروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِروا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فاقنند ُروا‬ ّ َ ّ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ ْ َ ‫ل َه‬ ُ “Janganlah kalian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. Abu Dawud. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. 2327 HR. no.Risalah Ramadhan B. Dalil-dalil penetapan masa awal Ramadhan.80 Hadits dari Ibnu Umar. Pendapat para ulama dalam hal ini.

َ َ ّ ‫إ ِن رب ّك ي َب ْسط الرزقَ ل ِمن ي َشاء وَي َقد ِر‬ ُ َ ْ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ "Sesungguhnya Rabmu melapangkan rizki kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya. jika dia tidak melihatnya dan hari itu tidak ada mendung maka keesokan harinya dia tidak shaum. hari Syak adalah hari dilaksanakannya ru'yatul hilal. Apabila hilal terlihat. Abdullah bin Umar RA dan Imam Ahmad bin Hambal. maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan. Ath-Thalaq : 7). memahami kalimat ‫له‬ ‫ث َل َث ِي ْن ي َوْما‬ ً َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ِ‫قَد ّروا ْ ل َه ت َمام ال ْعَد َد‬ َ َ ُ ُ (tetapkanlah ia dengan menyempurnaka bilangan Sya'ban menjadi 30 hari). 26 . َ 2. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam memahai maksud kalimat berikut: 1. para ulama bersepakat tentang wajibnya mengadakan ru'yatul hilal pada sore hari tanggal 29 Sya'ban. Abu Ahmad). padahal hari itu adalah tanggal 29 Sya'ban. ia melaksanakan shaum. Namun jika hilal tidak kelihatan karena terhalangi oleh mendung. Abu Hurairah ra.Risalah Ramadhan Berdasarkan hadits-hadits di atas. Lihat Fathul Bari. Atau ada orang yang menyaksinakannya tetapi ia bukanlah orang yang kesaksiannya bisa diterima. Sampai di sini para ulama sepakat. 4/122. Pendapat pertama memahami kaliamat ‫ل َه‬ ُ ‫ . Rasulullah saw bersabda: ُ ِ ‫صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُب ّي ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْملوا عد ّة َ شعْبان ث َلثين‬ ِ ْ ْ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ 83 Menurut Imam Ahmad." (QS. Adapun jika tidak tampak padahal cuaca terang. Al-Isra [17] : 30) Ini adalah pendapat Umar bin Khatab RA. genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT : ‫وَمن قُد ِر ع َل َي ْهِ رِزقُه‬ ُ ْ َ ْ َ "Dan orang yang disempitkan rizkinya" (QS. Jika utusannya melihat hilal maka itulah yang dijadikannya pedoman untuk shaum." (HR. Pendapat kedua. Berkata. Abdullah bin Umar RA mengutus seseorang untuk meliht hilal.فاقدروا ل َه‬Adapun lebih jelasnya sebagai ُ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ‫ضي ّقوا ل َه‬ ُ ْ ُ َ ُ ‫(ال ْعَد َد‬persempitlah bilangannya). Mereka berbeda penadapat jika tidak tampaknya hilal dikarenakan langit mendung atau tertutup debu.83 Nafi' berkata: ‫فَكان ع َب ْد ُ الل ّهِ إ ِذا مضى من شعْبان ت ِسعٌ وَعشرون ي َب ْعَث من ي َن ْظ ُر‬ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ُ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ْ ‫فَإ ِن رئ ِي فَذاك وَإ ِن ل َم ي ُر وَل َم ي َحل دون من ْظ َرِهِ سحاب وَل قَت َر أ َصب َح‬ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ْ ٌ َ ْ ْ ‫مفط ِرا وَإ ِن حال دون من ْظ َرِهِ سحاب أ َوْ قَت َر أ َصب َح صائ ِما‬ ٌ َ َ ً َ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ ً ْ ُ "Apabila bulan Sya'ban telah lewat 29 hari.

adapun Ibnu Qudamah. Sebab jika umat dibebani dengan hal itu. 1/500 27 . Fatawa Al-Kubra. no. karena hal itu tidak dimengerti kecuali oleh beberapa orang saja. 3/461 Kitab Fiqih 'ala Madzahibul 'Arba'ah." Lihat Fathul Bari. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari"84 3. walaupun berdasarkan kaidah-kaidah yang detail.86 Pendapat ini dibantah oleh mayoritas (jumhur) ulama."90 c. Perkataan ahli perbintangan.85 Ibnu Al-'Arabi meriwayatkan dari ibnu Suraij. Pendapat ketiga memahaminya dengan َ ‫(فاقْد ُروا ب ِحساب ال ْمنازِل‬tentukanlah ِ َ ِ ِ َ َ ُ dengan menghitung orbit benda-benda langit). Para fuqaha sepakat bahwa jika hilal telah terlihat oleh khalayak ramai atau oleh dua orang saksi yang adil (memenuhi keriteria seorang saksi menurut syar'i). Syarh Shahih Muslim. "Tidak shahih riwayat dari Mutarrif. ia juga keliru dalam menetapkan dan dalam ilmu hitung (hisab). Cara menetapkan hilal. 106 dan Muslim."87 Ibnu Taimiyah berkata. tidak akan berubah selamanya. Yaitu disaksikannya hilal atau menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. dalam masalah hilal.Risalah Ramadhan "Shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya.”88 Ibnu Taimiyah juga berkata. Wallahu A'lam. dia bukanlah orang yang bisa dijadikan rujukan dalam maslah ini. dia berkata. Sebagaimana tersebut dalam dua kitab shahih (Al-Bukharai Muslim) bahwa Nabi bersabda: ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل ن َحسب صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِه‬ ٌ ّ ٌ ّ ّ ِ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ ُ ُ ْ َ ُ "Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. maka keesokan harinya adalah hari pertama bulan Ramadhan. 1081 Ibnu Abdul Barr berkata. 7/190 HR. Al-Bukhari. Sebab syari'at telah menetapkan shiam dengan alamat yang pasti. tetapi menurut kami hal itu tidaklah tepat."89 Abdurrahman Al-Jaziri berkata dalam bukunya. "Tidak diragukan. Ad-Darimi. no. berdasarkan sunnah shahihah dan kesepakan para shahabat bahwa tidak boleh bersandar kepada hisab (perhitungan) berbintangan. Ahmad. 84 85 86 87 88 89 90 HR. "Tidak benar jika yang dimaksud adalah hiasab para ahli perbintangan. Mereka dan orang-orang yang percaya kepada mereka tidak diwajibkan melaksanakan shaum dengan hisab mereka. dengan bukti adanya perbedaan pendapat di antara mereka dalam banyak persoalan. Abdurrahman Al-Jazairy. tidak bisa menulis dan menghitung. Mutharrif bin Abdullah dan Ibnu Qudamah. serta Jama'ah kecuali Abu Dawud. selain telah sesat dalam syari'ah dan mengadakan suatu hal yang baru (Bid'ah) dalam agama. Padahal syari'at itu dikatakan dimengerti oleh umat apabila kebanyakan dari mereka memahaminya. Pendapat ini hanyalah bersumber dari pendapat Ibnu Suraij. puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. "Seorang yang bersandar pada hisab. 4/122. di antaranya adalah Imam AnNawawi. bahwa kalmat faqduru lah adalah khitab (ungkapan yang ditujukan) kepada orang yang dikhususkan oleh Allah SWT dengan ilmu ini (hisab). "Tidak boleh dipakai perkataan ahli hisab. 4/122 Fathul Bari. sedangkan ُ ِ َ َ‫فَأك ْملوا عد ّة‬ ِ adalah khitab bagi masyarakat umum. mereka akan keberatan.

Ad-Darquthni. Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada illah kecuali Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya? Dia menjawab. Imam Ahmad. Lihat Syarhus Sunnah. “Ya” Maka Rasulullah bersabda. Rasul bertanya. At-Tirmidzi HR. Lihat Bidayatul Mujtahid. 3/154 Lihat Syarhus Sunnah.95 Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah atsar Abdurrahman bin Zaid bin Khattab. Yang demikian ini karena adanya banyak atsar dalam malsalah ini dengan lafadz yang berbeda-beda. 6/344 HR. Jumhur ulama berpendapat bahwa tetap wajib shaum dengan seorang saksi."94 Sedangkan Imam Malik dan Al-Auza’i. maka shaumlah dan berbukalah. beliau berkata: ّ َ ّ َ ّ َ َ َ َ ‫جاء أ َع ْراب ِي إ ِلى الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَقال إ ِني رأ َي ْت ال ْهِل َل قال‬ َ َ ُ َ ّ َ َ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ ‫أ َت َشهَد ُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الل ّه أ َت َشهَد ُ أ َن محمدا رسول الل ّهِ قال ن َعَم قال يا ب ِل َل‬ َ َ َ ْ ْ ُ َ ‫أ َذ ّن في الناس أ َن ي َصوموا غ َدا‬ ِ ْ ً ْ ِ ّ ُ ُ "Seorang baduwi mendatangi Rasulullah dan berkata.”96 91 92 93 94 95 96 Untuk penentuan awal Syawal. 6/344 HR. Ia berkata. Saya telah bertanya kepada mereka dan semua menjawab bahwa Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ْ َ ‫صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فَأت ِموا ث َل َث ِي ْن فَإ ِن شهِد‬ ْ ْ ّ َ ْ ّ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ ‫شاه ِدان فَصوْموا وَأ َفْط ِروا‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ َ “Shaumlah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karenanya. Maka Rasulullah pun melaksanakan shaum dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakannya. Imam Asy-Syafi'i91 (dalam satu riwayat) dan Abu Hanifah (jika langit mendung)92 mereka berhujjah dengan hadits Ibnu Abbas. Dari Abdurrahman bin Zaid bin Khattab bahwa ia berkhutbah di hadapan orang banyak pada hari yang syak (diragukan). Mereka adalah: Ibnu Mubarak. Ishak. maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi tigapuluh hari. berkata: ّ َ َ ُ َ ُ ْ ْ َ ‫ت َراءى الناس ال ْهِل َل فَأ َخب َرت رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َني رأ َي ْت ُه‬ َ َ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ّ َ َ ّ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ‫فَصام وَأمر الناس بالصيام‬ "Orang banyak berusaha untuk melihat hilal. umumkan kepada orang banyak untuk melaksanakan shaum esok hari!”93 Ibnu Ummar ra. Abu Dawud. “Sungguh saya telah bermajlis dengan beberapa sahahat Rasulullah saw. bahwa aku telah melihatnya. Aku telah melihat hilal malam ini. Abu Dawud dan An-Nasai 28 . maka aku sampaikan kepada Rasulullah saw.Risalah Ramadhan Mereka berbeda pnedapat apabila yang menyaksikan adalah seorang saja. “Wahai Bilal. Kecuali jika telah bersaksi dua orang saksi. Imam Syafi'I mensyaratkan dua saksi. dan Al-Hakim. Adapaun jika kalian terhalangi oleh awan. dan Imam Asy-Syafi’i (dalam riwayat lain) berpendapat bahwa penetapan hilal Ramadhan tidak bisa diterima kecuali dari dua orang saksi yang adil.

Ikrimah. Ishaq bin Rahawaih.Risalah Ramadhan C. Lihat Bidayatul Mujtahid 4/123 Tentang batasan jauh Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat. hendaknya ia tidak berbuka.98 Hadits dari Kuraib: َ ُ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ُ ‫ع َن ك ُرينب أ َن أ ُم ال ْفضنل ب ِننت ال ْحنارِث ب َعَث َتنه إ ِلنى معاوِينة بالشنام ِ قنال‬ ِ َ َ ْ ِ ْ َ ّ ّ ٍ ْ َ ْ ّ ‫فَقد ِمت الشام فَقضي ْت حاجت َها واست ُهِل ع َل َي رمضان وَأ َننَنا بالشنام ِ فَرأ َي ْنت‬ ‫ِ ّن‬ ُ َ َ َ ّ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ‫ال ْهِل َل ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ ث ُم قَد ِمت ال ْمدين َة في آخرِ الشهْرِ فَسأ َل َني ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْنن‬ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ُ ْ ّ ُ ُ ُ ‫ع َباس رضي الل ّنه ع َن ْهُمنا ث ُنم ذ َك َنر ال ْهِل َل فَقنال متنَنى رأ َي ْت ُنم ال ْهِل َل فَقل ْنت‬ ‫َن‬ ُ ُ َ ْ َ َ ‫َ َن‬ ّ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ َ ‫رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ فَقال أ َن ْت رأ َي ْت َه فَقل ْت ن َعَم وَرآه ُ النناس وَصناموا وَصنام‬ َ ّ َ َ َ َ ُ َ ُ ُ ُ َ َ ُ ُ ُ َ ْ ُ َ َ َ ُ ‫معاوِي َة فَقال ل َك ِنا رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة السب ْت فَل َ ن َزال ن َصوم حتنّنى ن ُك ْم نل ث َلثي نن أ َو‬ َ ِ ّ َ َ ّ َ ُ ُ َ ُ ْ َ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ُن‬ َ َ ‫ن َراه ُ فَقل ْت أ َوَ ل َ ت َك ْت َفي ب ِرؤ ْي َةِ معاوِي َة وَصيامهِ فَقال ل َ هَك َنذا أ َمرننَنا رس نول‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas ra) meriwayatkan. maka Abdullah bin ‘Abbas ra menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. perbedaan iklim. Ketiga. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at.97 Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah. Kelima. hendaknya ia menahan diri dari makan dan minum tetapi dua tetap meyakini hal berbuka. Ibnu Abbas ra dan juga Imam Al-Bukhari. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris ra (ibunya Ibnu ‘Abbas) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah ra di Syam. no. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. maka kami akan tetap puasa hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari.”99 97 98 99 Khusus bagi yang melihat hilal Ramadhan seorang diri. Shahih Muslim. Tapi tidak demikian halnya dengan melihat hilal bulan Syawal seorang diri. begitu juga Mu’awiyah ra. Hanya saja jika dikhawatirkan timbulnya fitnah. Al-Mawardi. “Tidak. Sunan At-Tirmidzi. merekan pun melaksanakan shaum. no. no 2332. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl ra. pertama perbedaan mathla’ (terbitnya hilal). 29 . “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan shaumnya Khalifah Mu’awiyah ra?” Beliau menjawab. dan terbitlah hilal Ramadhan. Keempat. Aku bertanya. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan Dalam masalah ini ada dua pendapat: Pertama. ditentukan oleh Imam A’zham. dan sebagian besar pengikut madzhab Syafi’i. dan semua orang melihatnya. Beginilah Rasulullah saw menyuruh kami. Sunan Abu Daud. yaitu ummat Islam di suatu negeri/tempat harus memulai shaum dengan melihat hilal di negeri/tempat tinggal masing-masing. Al-Qasim bin Muhammad. 1087. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. Maka Kuraib berkata. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. 693. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. Abu Hanifah dan Imam Ahmad. Kedua. Ikhtilaful Mathali’. Sedangkan menurut Imam Asy-Syafi’i dia wajib berbuka. kemudian ia bertanya. walaupun hilal sudah terlihat di negeri/tampat tinggal orang lain yang jauh. para Fuqaha bersepakat tentang wajibnya shaum baginya. Salim bin Abdullah bin Umar. Menurut Imam Malik. jarak diperbolehkannya mengqhashar shalat.” Abdullah bin ‘Abbas ra berkata. negeri yang tidak mungkin hilal tidak tampak bagi mereka.

hendaknya selalu memperhatikan permasalahan ini ketika memasuki dan ketika keluar dari bulan Ramadhan. Mereka (anggota hai'ah) sepakat bahwa pendapat yang kuat adalah memberi keleluasan untuk hal ini. 101 Syarhus Sunnah. Imam Malik. Dan hendaknya mereka bersepakat kepada yang lebih dekat kepada kebenaran menurut ijtihadnya. Namun jika ia memerintahkan. Adapun pemerintah (ulul amri) dan seluruh umat Islam berkewajiban untuk mengikuti mereka.” Lihat Al-Jami’ Liahkamil Qur’an. Maka ia menjadi hujjah. Yaitu. maka genapkanlah bilangan Sya'aban menjadi 30 hari.100 Kedua. jika negaranya bukan negara Islam. Dan tidak sepantasnya menyelisihinya. diperbolehkan mengambil salah satu dari dari kedua pendapat yang dianggap rajih (kuat) untuk ulama setempat (dalam suatu negeri). 30 . shumlah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. bahwa jika negeri-negeri saling berjauhan sebagaimana jauhnya Syam dan Hijaz. Wihdatul Matla’. selama ia tidak memerintahkan umat untuk mengikutinya. Di dalamnya terdapat kompromisasi seluruh dalil dan pendapat para ahli ilmu. Jika hal itu telah diketahui. Al-Laits bin Sa’ad.Risalah Ramadhan Hadits di atas menunjukan bahwa Ibnu Abbas ra tidak mengambil ru’yah Ahli Syam. Walaupun hal itu dianggap benar oleh imam a’zham.103 Syaikh Abdullah bin Bazz mengkompromikan kedua pendapat di atas. sebagian pengikut madzhab Imam Asy-Syafi’i101 dan juga Ibnu Taimiyah. Adapun di negara Islam. Dalil yang dijadikan sebagai pijakan di antaranya adalah: ‫ل َ ت َصوْموا ْ قَب ْل رمضان صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِنروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت د ُوْن َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫غ َمامة فاك ْمل ُوا ث َل َث ِي ْن‬ َ ْ ِ َ ٌ َ َ "Jangan melakukan shaum sebelum Ramadhan. 102 HR. Jika penglihatanmu terhalang oleh awan. maka yang wajib bagi pemerintah adalah berpegang kepada apa yang dikatakan oleh ahlul ilmi dan mengharuskan umat untuk melaksanakan shaum dan berbuka (ied) dalam rangka mengamalkan hadits-hadits yang telah disebut dan melaksanakan kewajiban serta menjaga umat dari apa-apa yang diharamkan oleh 100 Imam Al-Qurthubi menulis. “Telah berkata ulama kita “Madzhab Maliki” tentang ungkapan Ibnu Abbas ra: ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫هَك َذا أ َمرنا رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Adalah kalimat tashrih (jelas. Saya katakan bahwa ini adalah pendapat yang washath (pertengahan). “Pernyataan ini pernah ditanyakan kepada Hai’ah Kibaaril ‘Ulama di Saudi Arabiya ketika diadakan daurah yang kedua pada Sya’ban 1392 H."102 Hadits ini menunjukan dimulainya Ramadhan dengan ru’yah secara mutlak. maka seluru ummat Islam berkewajiban menuanaikan shaum Ramadhan keesokan harinya. maka setiap negeri wajib melaksanakan shaum berdasar ru’yahnya sendiri. Ibnu Mundzir. terang) dalam menyandarkan perkataan itu kepada Nabi saw dan bahwa itu adalah perintahnya. karena hal ini dapat menyebabkan terpecah-belahnya umat dan banyak perkataan yang tidak berdasar. bukan ru’yah lain. At-Tirmidzi dan Abu Dawud 103 Lihat Al-Fiqih Al-Islami Wa Adilatuhu. 2/295296. maka seseorang tidak boleh menyelisihinya. tanpa dibatasi oleh jarak. 2/608-609. Dia berkta. Yaitu apabila hilal sudah terlihat di suatu negeri/tempat. maka yang wajib bagi alhlul ilmi di setiap negeri. Kemudian mengamalkannya dan menyampaikan kepada orang banyak. Imam Ahmad bin Hambal. Di antara yang berpendapat demikian adalah: Imam Abu Hanifah. 6/215.

Risalah Ramadhan Allah SWT. A. Definisi Niat 1. Dan hal yang telah diketahui bersama bahwa Allah SWT menundukan beberapa perkara yang tidak dapat ditundukan dengan Al-Qur’an. ketika akan melaksanakan suatu pekarjaan (amal). Al-Bayyinah [95]: 5) َ َ ْ ‫ل َن ي َنال الل ّه ل ُحومها وَل َ د ِماؤ ُها وَل َك ِن ي َنال ُه الت ّقوى‬ َ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ َ ْ 104 105 106 Lihat Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah. 4/459 Al-Mughni 4/333 31 . ً ََِ ً َ َ ْ ِ ْ َ ََ 105 2. 2. Mengingat niat adalah penentu sah tidaknya suatu amal. Sedangkan definisi niat secara istilah adalah: Keyakinan hati untuk melakukan sesuatu dan beriltizam atasnya.106 B." (QS. ‫ نوى – ينوي – نواة – ونية‬yang berarti niat atau maksud.”104 BAB III NIAT SHAUM PADA BULAN RAMADHAN Masalah niat merupakan permasalahan yang asasi. 22/335 Al-Qomus Al-Muhith. dengan kekuasaan. karena hal ini telah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para shahabatnya radliyallahu ‘anhum. Secara bahasa niat berasal dari kata. tanpa ragu-ragu. Disyari’atkannya Niat Niat disyari’atkan kepada ummat Islam. Dalil tentang niat dari Al-Qur’an ‫وَما أ ُمروا إ ِل ّ ل ِي َعْب ُدوا الل ّه مخل ِصين ل َه الدين‬ ُ ُ َ ِ ْ ُ َ َ ّ ُ ِ َ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.

di hari tersebut (mulai dari terbnam matahari hingga menjelang terbit fajar). 6/ 293 Bidayatul Mujtahid. baik yang wajib maupun yang sunnah tidak dianggap shahih kecuali dengan niat. 4/ 333." (QS. An-Nasai dan Ibnu Majjah) Berdasarkan dalil-dalil di atas maka setelah bulan Ramadhan ditetapkan.Risalah Ramadhan "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah. "Shaum Ramadhan tidak membutuhkan niat. At-Tirmidzi. An-Nasai dan Ibnu Majjah)." (HR. Dan orang yang shaum boleh berniat kapan saja. setiap musim yang mukallaf berkewajiban untuk meniatkan shaumnya pada malam hari. Niat sebagai syarat sahnya shaum. Ibnu Qudamah berkata. “Hadits tersebut menunjukan bahwa tidak sah shaum kecuali dengan penetapan niat pada malam harinya."107 Rasulullah saw bersabda: ‫إ ِن ّما ال َع ْمال بالن ّيات وَإ ِن ّما ل ِك ُل امرِئ ما ن َوى‬ ِ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ٍ ْ ّ "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya. 2. C. "Rasulullah bersabda kepadaku. 2/311 32 . Waktu niat Diriwayatkan dari Hafshah ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan."108 Dan pendapat Zuffar ini dikatakan lemah oleh para salaf. Imam As-Shan’ani berkata. Ahmad. Al-Majmu. 'Kami tidak 107 108 109 Al-Mughni. At-Tirmidzi.” (Ahmad. At-Tirmidzi.109 Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh 'Aisyah dia berkata." (HR. Abu Dawud. tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. An-Nasai dan Ibnu Majjah). Dari As-Sunnah ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ "Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum terbit fajar maka tidak ada shaum baginya. “Shaum pada bulan Ramadhan dan shaum di bulan-bulan lainnya. Al-Hajj [22]: 37) 3. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan 1. Abu Dawud. Para ulama telah sepakat bahwa niat merupakan syarat sahnya shaum Ramadhan. dia berkata. baik melalui kesaksian mata maupun penyempurnaan bilangan bulan. 'Wahai 'Aisyah apakah kamu punya makanan?' Aku ('Aisyah) berkata. 296 Subulus Salam. Abu Dawud.” (Ahmad. Al-Bukhari dan Muslim) ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. kecuali orang yang mengerjakannya dalam kondisi sakit atau musafir. Kecuali pendapat dari Zuffar. Karena shaum merupakan ibadah mahdhah yang memerlukan niat.

"Apakah kamu mempunyai persediaan makanan? Jika tidak maka aku akan shaum. demikian pendapat yang dikemukakan oleh madzhab Hambali. tidak sah shaum keculi telah berniat sebelum terbit fajar. 1154 Al-Majmu. 'Jika demikian maka hari ini aku akan shaum. Maka Rasulullah bersabda. Muslim. karena sesungguhnya seseorang telah berniat untuk melakukan perbuatan yang sejenis dengannya. Tempat niat Imam Nawawi berkata. “Niat itu tempatnya di dalam hati. “Niat shaum wajib dilakukan setiap hari. no. Para 'Ulama berbeda pendapat mengenai waktu niat dalam ibadah shaum. sedangkan untuk shaum wajib tidak diperbolehkan. maka dia akan menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah ra (Sebagai dasar atas wajibnya berniat shaum sebelum terbit fajar). Hal itu diperbolehkan sebagaimana dia berniat setiap hari pada malam harinya. dan melafadzkannya adalah bid'ah yang sesat. Begitu pula dalam pelaksanaan shaum sunnah. nadzar dan shaum tertentu lainnya. tidak ada syarat untuk diucapkan oleh lisan. Apakah niat wajib dilakukan setiap hari Ibnu Qudamah berkata. "Boleh mengerjakan niat di siang hari untuk semua shaum wajib yang berkaitan dengan waktu tertentu." (HR.111 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menyatakan. 270 Ibid HR. 62 Ibid 33 . "… Penetapan niat di malam hari adalah khusus untuk shaum wajib saja. Maksudnya dia akan menggunakan hadits Hafshah ra sebagai dalil atas wajibnya berniat sebelum fajar untuk shaum wajib dan hadits 'Aisyah sebagai dalil atas bolehnya berniat shaum di siang hari untuk shaum sunnah. seperti shaum Ramadhan. tetapi dianjurkan untuk diucapkan bersama hati. Muslim 2 : 809)."110 Ibnu Rusyd menyebutkan bahwa barangsiapa yang menggunakan madzhab tarjih (mencari dalil yang paling shahih untuk menghukumi sebuah perkara). ini berlaku bagi semua shaum.”113 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid114 menyatakan. dan tidak cukup sekedar dalam hati. hal. 110 111 112 113 114 115 Bidayatul Mujtahid." 112 3. "Niat itu tempatnya berada di dalam hati. Imam Asy-Syafi'i berkata.Risalah Ramadhan memiliki apa-apa wahai Rasulullah'. Sedangkan orang yang menggunakan madzhab jama’ (Yaitu menggabungkan dua dalil yang seakan kontradiksi) akan membedakan waktu niat bagi sahum wajib dan shaum sunnah. Menurut Imam Malik. Sedangkan imam Ahmad menyatakan satu kali niat sudah cukup untuk melaksanakan shaum selama bulan Ramadhan. 6/293 Puasa Bersama Nabi. "Berniat shaum setelah siang hari diperbolehkan jika shaum yang dikerjakan adalah shaum sunnah. Pendapat Imam Maliki dan Imam Ishak juga demikian. karena Rasulullah pernah datang ke rumah 'Aisyah ra di luar bulan Ramadhan seraya bertanya. madzhab Hanafi dan Ibnu Mandzur." Sedangkan Imam Abu Hanifah berkata. sekalipun ada sebagian orang yang memandangnya sebagai kebaikan…."115 4.

Tidak boleh berniat shaum secara mutlaq dan tidak boleh berniat selain shaum Ramadhan. Hanya saja Ashaburra'yi atau madzhab Hanafi menyatakan. Maka shaumnya dianggap sah. niat yang tetap itu sah walaupun dilakukan pada malam tigapuluh Sya'ban. “Bahwa yang dimaksud dengan hari syak ialah.117 6. Demikian juga pendapat Syafi'i. maka saya berniat shaum sunnah.120 116 117 118 119 120 Al-Mughni. hari yang diragukan (syak) adalah hari ketigapuluh dari bulan Sya'ban bila pada hari itu hilal awal Ramadhan tidak kelihatan. karena sesungguhnya hari-hari dalam bulan Ramadhan terdiri dari berbagai macam ibadah terpisah. "Barangsiapa yang berniat membatalkan shaum maka shaumnya dianggap batal. 4/333 Bidayatul Mujtahid. Menentukan niat Menurut Imam Malik. maka saya berniat shaum fardlu pada hari pertama bulan Ramadhan. 2/261 Al-Mughni. Selain itu antera ibadah itu diselingi dengan sesuatu yang manafikan sehingga sahaum itu berganti-ganti dan setiap hari melerlukan niat yang tersendiri.Risalah Ramadhan Pendapat ini dianggap lebih kuat. 270 Al-Mughni.116 5. baik waktu itu langit cerah atau mendung. Abu Tsur dan Ashabura'yi. 4/337 34 . Karena hari ini tergolong hari yang tidak diragukan yang kita dilarang sahum di dalamnya. dengan dalil bahwa sebagian ibadah itu tidak rusak karena rusaknya ibadah yang lain. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah boleh menyatakan niat secara mutlaq. Berniat membatalkan shaum Mdzhab Hambali menyatakan. tetapi secara otomatis shaum tersebut berubah menjadi shaum Ramdhan kecuali musafir.”118 Berdasarkan pendapat tersebut. 4/333 Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. ternyata besok harinya bulan Ramadhan. dalam berniat harus ditegaskan bahwa shaum yang akan dijalaninya adalah shaum Ramadhan. "Sesungguhnya apabila orang itu kembali dan berniat lagi sebelum tengah hari. Menurut madzhab Hambali. "Kalau besok sudah masuk Ramadhan. Niat yang tidak pasti (syak) Para Fuqaha berpendapat. seseorang diperbolehkan untuk berniat sebagai berikut."119 7. demikian juga boleh berniat mengerjakan shaum selain Ramadhan. tetapi kalau besok belum masuk bulan Ramadhan. apabila ru’yah hilal bulan Ramadhan pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban terhalang oleh mendung atau kabut pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban.

123 Jadi memakan makanan yang dilakukan di Sedangkan makna sahur menurut istilah adalah: memakan makanan walau sesuap atau meminum minuman walau seteguk124 mulai dari pertengahan malam sampai terbit fajar125 yang dilakukan oleh orang yang meniatkan diri untuk shaum di siang harinya. 6/379 Disarikan dari hadits-hadits tentang sahur. 6/381 Ibid. Kalimat ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah 1/6 malam teakhir. Sedangkan 121 . 102 Lihat Al-Majmu’ Syarhu Muhazzab. ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ maknanya adalah nama dari pekerjaan itu sendiri. Disyari'atkannya Makan Sahur Sahur disyari’atkan kepada umat Islam yang akan melaksanakan shaum. ataupun belum berniat dan berniat pada waktu sahur itu sendiri.”122 ‫ت َسحرت‬ ُ ْ َ َ maknanya adalah kamu makan sahur (memakan makanan pada waktu sahur).ي َسحر – سنحرا‬ ً َ َ ُ ُ ْ َ َ َ Secara bahasa sahur berasal dari kata malam menjelang shubuh atau ujung segala sesuatu. 4/38 Al-Mishabh Al-Munir. Sedang makna dari ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ dengan harokat fathah pada huruf "‫ "س‬berarti apa-apa yang dimakan pada waktu sahur dan jika menggunakan harokat dhamah yaitu waktu sahar namanya adalah as-suhur atau as-sahur.Risalah Ramadhan BAB IV SAHUR A. 121 122 123 124 125 126 Al-Munjid fi Lughah. 323 Tafsir Al-Qurthubi. 35 . Pengertian yang artinya َ ‫السحر ال َع ْلى‬makan ُ َ ّ Az-Zujaj berkata. selain perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sahur sendir dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.126 B. ‫سحر . hal.berarti waktu sebelum terbit fajar ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah waktu yang dimulai dari Akhir malam hingga terbit fajar. Sedangkan Ibnu Zaid berkata.

Muslim Bisyarhi An-Nawawi.” 127 Imam As-Syaukani berkata. 4/303. 7/207. 4/303 36 . no. Muslim. Nailul Authar. 708. An-Nasa’i no. Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi. yaitu perintah untuk untuk menyelisihi Ahli Kitab yang tidak melaksanakan sahur. 6/468-469. no. 4/175 Nilul Authar. no. Muslim. 1382. 1096. “Dan hal-hal yang menguatkan pensyari’atan sahur adalah kandungan hadits itu sendiri. 6/469 Lihat Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab. Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani. An-Nasai. karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah. Lil Imam As-Syaukani. 6/468-469 bab fi taukid As-Sahur. 2362. no. 3/88. beliau berkata: 127 128 129 130 131 132 133 134 HR. no.”128 Diriwayatkan dari ‘Amru bin Qais ra. 6/379 dan Syarhu Shahih Muslim Lin Nawawi. Ibnu Majjah. bahwa Rasulullah saw bersabda: ٌ ْ ‫فَصل ب َي ْن صيامنا وَ صيا َم ِ أ َهْل ال ْك ِتاب أ َك ْل َة السحوْر‬ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ ِ ُ ّ “Pembeda antara shaum kami dan shaum Ahlul Kitab terletak pada sahur.133 Landasan yang dijadikan landasan bahwa hukum sahur itu mustahab adalah karena Rasulullah saw dan para shahabat radliyallahu ‘anhum pernah melakukan wishal. bab Fadhlus Sahur. 2162.”129 Imam Asy-Syaukani juga menjadikan hadits di atas sebagai penguat atas disyari’atkannya makan sahur. ‘Aunul Ma’bud.134 Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. dia berkata.”130 Imam Al-Khotobi berkata. 7/207 Fathul Bari. Abu Dawud. maka tidak dihalalkan bagi mereka untuk makan dan minum hingga terbit fajjar. Rasulullah bersabda: ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحورِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ “Makan sahurlah kalian. 2/71. Nailul Authar. Hukum Makan Sahur Semua ulama sepakat bahwa hukum makan sahur adalah sunnah atau mustahab. 1095. HR. 2142. no. Abu Dawud.”131 C. ‘Aunul Ma’bud." (QS. Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi.Risalah Ramadhan Allah SWT berfirman: ْ ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. “Apabila Ahlul Kitab tidur setelah berbuka. 2362. yaitu fajar. “Hadits tersebut menunjukan disyari’atkannya makan sahur.132 Demikain juga Ibnu Mundzir telah meriwayatkan ijma’ tentang mustahabnya sahur. Al-Baqarah [2]: 187) Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. At-Tirmidzi. no. bab Taukid fis Sahur. 4/303 ‘Aunul Ma’bud. dia berkata.

Risalah Ramadhan

ّ َ َ ‫َن‬ ُ ُ َ ‫ن َهى رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ع َن ال ْوِصال فِ ني الص نوْم ِ فَق نال ل َنه‬ ‫َ ِ ن‬ ُ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ ُ َ َ ُ ِ َ َ ‫رجل من ال ْمسل ِمين إ ِن ّك ت ُواصل يا رسول الل ّهِ قال وَأ َي ّك ُم مث ْلي إ ِننّني أ َبي نت‬ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ َ َ َ َ ِ َ ‫ي ُط ْعِمني ربي وَي َسقين فَل َما أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا ع َن ال ْوِصال واصل ب ِهِم ي َوْمنا ثنم‬ ْ ّ َ ِ ُ ّ ُ ‫ًن‬ ْ ّ ُ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ ‫ي َوْما ث ُم رأ َوا ال ْهِل َل فَقال ل َوْ ت َأ َخر ل َزِد ْت ُك ُم كالت ّن ْكيل ل َهُم حين أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا‬ ْ ً ُ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ ّ ْ َ ّ
“Rasulullah melarang shaum wishal,135 maka ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah, “Bukankah engkau juga melakukannya wahai Rasulullah?”. Rasulullah saw bertanya, “Siapakah di antara kalian yang menyamaiku? Sesungguhnya aku diberi makan dan minum di malam hari oleh Rabku.” Maka ketika mereka enggan menginggalkan shaum wishal, Rasulullah saw melakukan wishal bersama sahabatnya sehari, kemudian sehari berikutnya. Kemudian Rasulullah saw melihat hilal136 dan beliau bersabda, “Seandainya bulan itu terlambat maka aku tambahkan shaum buat kalian, sebagaimana kalian membantahku ketika aku menyuruh kalian meninggalkannya.”137 Maka Imam Al-Bukhari menulis sebuah pembahasan tentang masalah sahur dengan judul, “Bab barakah makan sahur dan dengan tidak mewajibkannya karena Nabi saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum pernah melaksanakan wishal,138 dan tidak disebutkan sahur (tidak sahur).”139 Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan judul di atas sebagai berikut, “Yang saya fahami dari perkataan Imam Al-Bukhari, bahwa perkataan beliau ‘Karena Rasulullah dan para shahabatnya melakukan wishal adalah berkenaan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw melarang wishal, di hari berikutnya beliau bersama para shahabat melakasanakan shaum wishal kemudian di tambah sehari lagi (hingga menjadi dua hari). Baru setelah mereka melihat hilal bulan Syawal Rasulullah saw bersabda kepada mereka, bahwa seandainya hilal tersebut terlambat (shaum Ramadhan masih panjang) sungguh akan aku tambahkan shaum wishal untuk kalain hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya. Kemudia kalian meminta keringanan agar bisa meninggalkannya. Keterangan hadits ini menunjukan bahwa hukum sahur tidak wajib, karena jika ia wajib sudah pasti Rasulullah saw tidak akan melaksanakan wishal bersama para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.140

D.

Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur Hikmah dan fadhilah makan sahur adalah bahwa bagi orang yang melaksanakannya akan mendapatkan barokah. Sebagaiman sabda Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, beliau bersabda:
135

136 137

138 139 140

Dengan sengaja meninggalkan perkara perkara yang boleh dikerjakan di malam hari bagi orang yang shaum. Lihat Fathul Bari, 4/254. Dengan kata lain meninggalkan makan dan minum selama sehari semalam dari sejak makan sahur hingga makan sahur berikutnya (penulis). Lihat Fathul Bari, 4/254 Yaitu hilal yang menandakan habisnya bulan Ramadahan dan masuk bulan Syawal. HR. Al-Bukhari. Yaitu menambah wishal hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya kemudian kalian meminta keringanan untuk menginggalkannya. Lihat Fathul Bari, 4/258-259. Fathul Bari, 4/174 Fathul Bari, 4/254 Fathul Bari, 4/175

37

Risalah Ramadhan “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah.”
141

Dalam menerangkan hadits ini Ibnu Hajar berkata, harakat pada huruf " ‫ "س‬dalam kalimat "‫ "السحوْر‬bisa fathah dan bisa juga dhamah. Jika barakah dalam hadits tersebut yang ِ ُ ّ dimaksud adalah balasan dan pahala, maka harakat yang tepat adalah harakat dhamah, yaitu "

‫ "السحوْر‬bentuk mashdar dari kata "‫ "الت ّسحر‬yang berarti makan sahur. Namun jika barakah ُ ّ َ ِ ُ ّ
dalam hadits tersebut yang dimaksud adalah kekuatan, semangat dan rasa ringan melaksanakan shaum, maka harokat yang tepat adalah harokat fathah, yaitu " ‫ "السحوْر‬yang berarti apa yang ِ ُ ّ dimakan di waktu sahar. Ada yang berpendapat bahwa maksud dari barokah dari hadits tersebut adalah bisa bangun dan berdo’a di waktu sahar. Yang lebih tepat makna barakah dalam hadits tersebut adalah: - Mengikuti sunnah - Menyelisihi Ahlul Kitab, sebagaimana disebutkan dalam hadits. - Menambah kekuatan dalam beribadah - Menambah semangat - Mengantisipasi akhlak jelek yang datang akibat dari rasa lapar yang berlebihan - Peluang untuk bershadaqah jika ada orang yang meminta waktu itu, atau shadaqah bagi orang-orang yang makan bersamanya di waktu itu - Salah satu sarana agar bisa berdo’a dan berdzikir di waktu sahar yaitu waktu yang mustajab untuk berdo’a - Dan mengingatkan niat shaum bagi orang yang lupa untuk berniat shaum sebelum dia tidur.
142

E.

Waktu Sahur Jika ditinjau secara bahasa tasahhur adalah makan di waktu sahur atau akhir malam. Tapi yang dimaksud dengan waktu tasahhur di sini adalah makna yang terdapat dalam pengertian tasahhur secara istilah sebagaimana telah dijelasakan di depan. Maka berdasarkan makna tasahhur secara istilah dapat diketahui bahwa waktu sahhur adalah dimulai dari pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar.143 Jika seseorang yang ingin mejalankan shaum dia bisa melakukan sahur di antara waktu pertengahan malam sampai terbit fajar. Jika fajar telah terbit maka dia harus imsak (menahan diri) dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang membatalkan shaum. Sebagaiman firman Allah SWT, "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah [2]: 187)
141

142 143

HR. Muslim, no. 1095, Ibnu Majjah, no. 1382, Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani, 2 : 71, At-Tirmidzi, No. 708, Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi, 3/88, An-Nasai, no. 2142, Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. Abu Dawud, no. 2362, ‘Aunul Ma’bud, 6/ 468-469 bab fi taukid As-Sahur. Lihat Fathul Bari, 4/175, Tuhfatul Ahwadzi, 3/338 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 6/379

38

Risalah Ramadhan Dalam ayat tersebut disebutkan, "benang putih dari benang hitam". Maksudnya adalah perintah untuk makan dan minum hingga jelas bagimu cahaya shubuh di ufuk timur dari hitamnya malam dan terangnya ketidakjelasan (antara keduanya) yang disebut dengan fajar.144 Dari ‘Adi bin Hatim ra dia berkata, ketka turun ayat, "...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Maka ‘Adi ra bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, aku meletakan dua tali di bawah bantalku, yaitu tali putih dan tali hitam agar aku mengetahui malam dari siang, maka Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya bantalmu itu lebar. Yang dimaksud -benang putih dari benang hitam- adalah hitamnya malam dan putihnya siang.”145 Abu Ubai berkata, “benang putih adalah fajar shadiq dan benang hitam adalah malam.”146 Dari Sahal bin Sa’id ra, dia berkata, “Ketika turun ayat, 'dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam” Ada seorang laki-laki yang mengambil benang putih dan benang hitam, kemudian dia makan dan minum sampai melihat jelas keduanya (benang putih dan benang hitam). Allah pun menurunkan potongan ayat selanjutnya yaitu ( ( ‫ال ْفجر‬ ِ ْ َ benang hitam). Madzhab As-Syafi’i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad dan jumhur ulama dari kalangan para shahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in) menyatakan bahwa waktu dimulainya shaum adalah dengan terbitnya fajar. Maka dengan terbitnya fajar diharamkan makan, minum dan jima’.147 F. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur Telah maklum bahwa fajar ada dua macam, fajar kadzib dan fajar shadiq. Fajar kadzib disebut juga fajar pertama dan fajar shadiq yaitu fajar kedua. Fajar pertama berupa cahaya putih yang terbit memanjang bagaikan ekor srigala, kemudian dia menghilang beberapa saat. Kemudian setelah itu terbitlah fajar tsani yang berupa cahaya putih yang menyebar di ufuk timur.148 Fajar shadiq merupakan tanda masuknya waktu shubuh dan berakhirnya waktu shalat isya’, begitu pula batas akhir diperbolehkannya makan dan minum bagi orang yang shaum dan dimulainya siang. Kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada hukum-hukum yang terkait dengan fajar awal.149 Fajar awal dinamakan fajar kadzib karena dia terbit memencarkan cahaya yang memanjang sesaat kemudian menghitam kembali dan menghilang. Sedang fajar tsani dinamakan fajar shadiq karena cahayanya menyebar dan teranglah pagi hari.150 Dari Samurah bin Jundub ra. dia berkata, aku mendengar Nabi saw bersabda:

‫من‬ َ ِ

yaitu fajar. Maka potongan ayat terakhir tersebut telah menjelaskan hal itu (benang putih dan

َ ‫ل َ ي َغُرن أ َحد َك ُم ن ِداء ب ِل َل من السحورِ وَل َ هَذا ال ْب َياض حتى ي َست َطير‬ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ُ ّ َ ّ ّ َ ِ ْ ْ ِ ٍ
144 145 146 147 148 149 150

Lihat Tafsir Al-‘Aliyil Qadir Likhtishar Tafsir Ibnu Katsir, 1/149 HR. Muslim, no. 1090, Bukhari no. 1916 Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/201. Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab, 7/310 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/45 dan ‘Aunul Ma’bud, 6/471. Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/46 Ibid

39

Risalah Ramadhan “Jangalah kalian terkecoh oleh adzan yang dikumandangkan oleh Bilal151 dan cahaya putih ini hingg dia menyebar di ufuk.”152 Dari Tholq bin ‘Ali ra, bahwasannya Rasulullah bersabda:

ُ ‫ك ُلوا واشربوا وَل َ ي َهيد َن ّك ُم الساط ِعُ ال ْمصنعِد ُ وَك ُل ُنوا واشنربوا حتنّنى ي َعْت َنرِض‬ ‫ن‬ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ َ ّ ْ َ ْ ُ ِ ‫ل َك ُم ال َحمر‬ ْ ُ َ ْ
“Makan dan minumlah kamu dan janganlah cahaya yang terbit itu merintangi kamu sekalian dan makan minumlah kamu sampai terbit kepadamu yang merah.”153 G. Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum Ibnu ‘Umar ra berkata, “Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin, yaitu Bilal ra dan ‘Abdullah bin Ummi Maktum ra, maka Rasulullah saw bersabda:

ُ ً َ ّ َ َ ‫إ ِن ب ِلل ي ُؤ َذ ّن ب ِل َي ْل فَك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أ ُم مك ْتوم ٍ قال وَل َنم ي َك ُنن‬ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ُ ْ ْ ٍ َ ْ َ َ َ ‫ب َي ْن َهُما إ ِل أ َن ي َن ْزِل هَذا وَي َرقى هَذا‬ ْ ّ َ
“Sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan di waktu masih malam, maka makan dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan yang dikumandangkan oleh ‘Abdullah bin Ummi Maktum”. Ibnu ‘Umar berkata, “Tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan ‘Abullah bin Ummi Maktum naik.”154 Imam An-Nawawi menyebutkan, "Maksud dari perkataan Ibnu 'Umar 'tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan 'Abdullah bin Ummi maktum naik dari sini' menurut para 'ulama adalah, sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, setelah itu dia menunggu dan mengawasi terbitnya fajar sambil berdo'a dan semisalnya, maka bila waktu telah mendekati turunnya fajar, dia turun dan memberi khabar 'Abdullah bin Ummi Maktum akan hal tersebut. Kemudian 'Abdullah bin Ummi Maktum bersiap-siap dengan bersuci dan yang lainnya. Setelah itu dia naik dan mengumandangkan adzan bersamaan dengan terbitnya fajar."155 H. Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya. Sebenarnya yang menjadi batasan bagi seorang yang mau melaksanakan shaum harus imsak (menahan diri) dari makan dan minum dan hal-hal lain yang bisa membatalkannya adalah
151

152

153

154

155

Dia mengira bahwa adzan tersebut dikumandangkan di fajar yang kedua hingg dia harus meninggalkan makan sahurnya. HR. Muslim, no. 1094, Lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7 /305, Abu Dawud, no. 2329 bab Waktu Sahur dan lihat ‘Aunul Ma’bud, 6/471 Ibnu Atsir mengatakan, “Maksud dari kalimat ‫ وَل َ ي َهيد َن ّك ُم‬adalah janganlah kalian cemas dengan adanya sinar ْ ِ fajar yang memanjang sehingga kalian tertahan olehnya untuk makan sahur, karena sesungguhnya dia adalah fajar kadzib. Sedangkan maksud dari ‫ حتى ي َعْت َرِض ل َك ُم ال َحمر‬adalah putihnya sinar awal siang dan gelapnya ّ َ ْ َ ُ َ ْ malam atau biasa disebut dengan fajar shadiq. Lihat ‘Aunul Ma’bud 6 : 473, dan Tuhfatul Ahwazi, 3 : 335, hadits No. 705. Al-Jami’ Shahih Sunan At-Tirmidzi, 3 : 85, bab Ma Ja’a fi Bayanil Fajr. Abu Dawud, No. 2331. HR. Muslim ban Bayanu Anna Dkhula fis Shaoum Yufsholu bi Thulu'il fajri. Bukhari, 1918-1919. lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203. Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203-204.

40

" 160 Al-Hafidz Ibnu Qayyim berkata. HR. "Mustahab hukumnya melaksanakan sahur pada waktu yang tidak mendekati terbitnya fajar. "Apabila fajar telah terbit sementara di dalam mulut masih ada makanan kemudian dia menelannya. yaitu fajar. "Jika adzan dikumandangkan sebelum terbit fajar sebagaimana adzannya Bilal ra di zaman Rasulullah saw."(QS. atau seperti yang dilakukan oleh para muadzin di Damaskus. "Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Al-Qatthan dan hadits ini memiliki illah (cacat) karena kedudukan hadits ini masykuk (masih diragukan) tentang sanadnya (bersambung atau tidak). Mereka berhujjah dengan ayat dan hadits di bawah ini. 2/459. Katanya. Sebagaimana jumhur ulama dari 4 imam madzhab dan ulama yang lainnya telah sepakat bahwa waktu imsak bagi orang yang mau melaksanakan shaum adalah jika telah terbit fajar shadiq. 156 157 158 159 160 Lihat 'Aunul Ma'bud ."158 Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata. َ ُ َ َ َ َ ‫إ ِذا سمعَ أ َحد ُك ُم الن ّداء وال ِناء ع َلى ي َد ِهِ فَل َ ي َضعْه حتى ي َقضي حاجت َه من ْه‬ ّ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ ِ ْ ْ "Jika salah seorang di antaramu mendengar adzan sedangkan piring atau gelas masih berada di tangannya. Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. karena khawatir akan terbitnya fajar. Al-Fatawa Al-Kubra. ketika ditanya tentang makan dan minum setelah adzan dikumandangkan. maka shaumnya menjadi batal."159 I. 'Abdul A'la bin Hamadi telah menjelaskan kepada kami' maka menurut perkiraan saya hadits tersebut diriwayatkan dari Hammad (bukan dari Abdul A'la bin Hammad) dari Muhammad bin Amru dari Abi Hurairah ra. no. maka janganlah dia meletakannya hingga ia menyelesaikan hajatnya. "Karena Abu Dawud berkata. Dia berkata. Abu Dawud. keterangan ayat dan hadits telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. 2/96."157 Imam Asy-Syafi'i menyebutkan.Risalah Ramadhan terbitnya fajar bukan adzan. Allah SWT berfirman: ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya. tapi dalam waktu singkat (harus segera dihabiskan makannya). 2333 41 . 6/309 Kitab Al-Umm. maka tidak mengapa makan dan minum setelah adzan tersebut dikumandangkan. 6/476-477. Al-Baqarah [2]: 187) Rasulullah saw bersabda: ُ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أم مك ْتوم‬ "…maka makan dan minumlah kalian sampai adzan dikumandangkan oleh 'Abdullah bin Ummi Maktum…" 156 Di dalam Al-Majmu Syarhul Muhadzab disebutkan.

Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma Dari Abu Hurairah ra." 162 Imam An-Nawawi berkata. kemudian dia ragu-ragu apakah matahari telah tenggelam atau belum. Al-Baihaqi. 1097. Al-Bukhari. Syarh Shahih Muslim Bisyrhin Nawawi. no. "50 ayat. maka masih diperbolehkan baginya untuk tidak meletakannya sampai dia memenuhi hajatnya (menyelesaikan makan). dia berkata: َ َ ْ ّ َ َ ّ َ ‫ت َسحرنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ث ُم قُمنا إ ِلى الصل َةِ قُل ْت ك َم‬ ْ ُ ُ ّ ِ ُ َ َ َ ْ ّ َ ‫كان قَد ْر ما ب َي ْن َهُما قال خمسين آي َة‬ ً َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ُ "Kami sahur bersama Rasulullah. oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani. 6/381.Risalah Ramadhan Tapi menurut syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits tersebut adalah shahih. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu siang." Pernyataan ini disepakati oleh Ad-dzahabi dan berdasarkan hadits tersebut beliau berpendapat jika seseorang mendapati fajar mulai terbit (masuk waktu shubuh) sedangkan tempat makan dan minum masih berada di tangannya. HR. "Hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim. Maka jika dia mengalami hal yang demikian shaumnya dianggap tidak sah. tentang berapa jarak antara keduanya? Dia (Zaid) menjawab. Al-Hakim berkata. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu malam. Lihat Al-Majmu' Lin Nawawi. 42 . kemudian kami berdiri untuk menegakan shalat". K. Jika seseorang makan sahur kemudian dia ragu-ragu apakah fajar telah terbit atau belum."163 L. 7/ 307-308 HR. Muslim. Aku (Anas) bertanya. 703. no."164 161 162 163 164 Lihat Nukilan Muhammad Dahri Qomaruddin dari kitab Tamammul Minnah fit Ta'liqi an Fiqhgis Sunnah."161 J. Kemudian beliau menyebutkan perkataan Al-Hakim dan menyebutkan penguat Hadits tersebut dalam kitab At-Ta'liqat Al-Jiyyad. 1921. At-Tirmidzi. Nabi ra bersabda: ‫ن ِعْم السحوْرِ ال ْمؤ ْمن الت ّمر‬ ُ ّ َ ُ َ ُ ِ ُ "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma. Sunnah mengakhirkan sahur Dari Anas dari Zaid bin Tsabit ra. "Lamanya sama dengan bacaan 50 ayat. Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur. maka shaumnya tetap dianggap sah. Sebagaiman kaidah ushul fiqhi menyebutkan: َ َ َ َ ُ َ ُ ْ ‫ال َصل ب َقاء ما كان ع َلى ما كان‬ َ َ َ “Asal segala sesuatu adalah ketetapan yang telah ada menurut keadaan semula” Demikian pula jika di sore hari dia makan.

Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Al Baihaqi dari Aisyah Radhiyallahu’anha. Sebab Penamaan Kata tarawih adalah bentuk jama’ dari dari kata “tarwihah” yang artinya istirahat pada tiap-tiap empat roka’at. 1/307 43 .Risalah Ramadhan BAB V SHALAT TARAWIH A. beliau berkata: 165 Al-Qamus Al-Muhith.165 Kemudian tiap empat roka’at dari shalat malam disebut juga dengan istilah tarawih.

3. 2. (Al-Bukhari Muslim). Abu Daud. shalat lail juga sering disebut dengan nama shalat tahajjud. At-Turmudzi. dihitung 11 rakaat jika tanpa shalat iftitah sebanyak dua rakaat.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ ‫كان رسول الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصلي أ َرب َعَ رك َعات في الل ّي ْل ث ُم‬ ِ ٍ َ َ ّ ِ َ َ ُ ْ ْ ُ َ َ َ َ ِ‫يتروح فَأطال حتى رحمت ِه‬ َ ْ َ ّ َ ُ َ “Rasulullah shalat malam empat rakaat lalu istirahat lama sekali sehingga saya merasa iba kepada beliau. niscaya ia bebas dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya. Bila shalat lail/ qiyamullail/ tahajud dikerjakan di bulan Ramadhan. maka disebut shalat tarawih. C.” Shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari disebut qiyamullail atau shalat lail.” (HR. Bilangan Rakaat a. 166 B. Hadits dari Abu Hurairah ra ‫إ ِن رمضان شهْر فَرض الله صيامه وَإ ِني سن َن ْت ل ِل ْمسل ِمي ْن قِيامه فَمن‬ ّ ُ َ َ ِ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ْ َ ‫صامه وَقامه إ ِي ْمانا واحت ِسابا خرج من الذ ّن ُوْب ك َي َوْم ِ وَل َد َت ْه أ ُمه‬ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ً َ ُ َ َ ُ َ َ “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah untuk shaum dan aku sunnahkan shalat pada malamnya. Maka barang siapa yang menjalankan shaum dan shalat pada malamnya karena iman dan mengharap pahala. Hadits dari Abu Dzar ra َ ِ‫الرجل إ ِذا قام معَ ال ِمام ِ حتى ي َن ْصرِف ك ُت ِب ل َه قِيام ل َي ْل ِه‬ ّ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ُ ّ َ “Sesungguhnya apabila seorang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai baginya dicatat melaksanakan shalat semalam suntuk.” (HR. Dalil Dan Keutamaannya a. Berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu’anha beliau berkata: ّ َ ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ‫ما كان رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سلم ي َزِي ْد ُ فِي رمضان وَل َ غ َي ْره‬ ُ َ ‫ع َلى إ ِحدى ع َشر رك َعة‬ َ َ َ َ َ ْ 166 Subulus Salam. Jumlah rakaat yang bisa dilaksanakan oleh Rasulullah adalah 11 atau 13 rakaat. An Nasa’i). An-Nasa’i dan Ahmad). 2/10 44 . Dinamakan shalat tarawih karena para salaf mengerjakan shalat malam tersebut dengan cara berhenti sejenak untuk beristirahat di tiap-tiap empat rakaat.Hadits dari Abu Hurairah ra ِ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

kalau mereka sanggup berdiri lama. yang tiga rakaat adalah witir. b. banyak dan sedikitnya rakaat tergantung panjang dan pendeknya berdiri (lama tidaknya shalat). setiap dua rakaat salam. maka yang lebih utama adalah 20 rakaat dan ini merupakan pendapat sebagian besar (ulama’) kaum Muslimin. Kalau makmum tidak kuat.” (Al-Bukhari. (HR. 4/ 38. Dari Aisyah ra beliau berkata: ّ َ ُ ‫كا َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم ي ُصل ّي من الل ّي ْل ث َل َث ع َشرة َ رك ْعَنة‬ ً َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ِ‫من ْها رك ْعَتا ال ْفجر‬ “Nabi Shalallahu’alaihi wasalllam shalat malam di bulan Ramadhan sebanyak 13 rakaat sudah termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah fajar. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nafi’ maula Ibnu Umar ra “Saya mendapati kaum muslimin di Madinah shalat tarawih 39 rakaat. Secara ringkas pendapat para ulama’ dalam masalah ini sebagai berikut: • 20 rakaat tarawih belum termasuk witir. Namun boleh juga shalat tarawih lebih dari sebelas rakaat. tarawih dan 3 witir. • • 40 rakaat tarawih. sebagai pertengahan antara 10 dan 167 Al Majmu’ Syarhul Muhadzzab. Al Mughni 2/ 604. Dasarnya adalah shalat penduduk Madinah. sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw saat shalat sendirian di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. sebagaimana yang tegaskan oleh para ulama’: Syaikh Abdul Aziz Muhammad Salman menyatakan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa shalat tarawih adalah 20 rakaat secara berjama’ah. Al Qodli Iyadl meriwayatkan ini dari jumhur Ulama’. ditambah 7 rakaat witir. Mereka beralasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi. Al-Bukhari. maka yang lebih utama adalah 10 rakaat. ini adalah pendapat Imam AsySyafi’i. 45 . Ini adalah pendapat Imam Aswad Bin 36 rakaat tarawih belum termasuk wiitir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan “… boleh shalat 20 rakaat dengan berjama’ah sebagiamana pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’i dan Ahmad. dikerjakan dalam sembilan kali tarwihat.Risalah Ramadhan “ Tidaklah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat”. Demikianlah pendapat para Ulama’. 167 Bolehnya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat menjadi pendapat jumhur Ulama’. ini adalah pendapat Imam Malik. Muslim. dan Imam Daud Adh Dhohiri. Ini juga menjadi pendapat Imam Malik. An-Nasa’i dan AtTirmidzi). dengan lima kali tarwihat (Istirahat sejenak tiap empat rakaat). Dia juga mengatakan “Yang lebih utama adalah berbeda dengan keadaan makmum. Imam Ibnu Abdil Barr memilih pendapat ini. Imam Abu Hanifah. namun beliau mengatakan riwayat dari Imam Malik adalah 11 rakaat”. Yazid. Muslim). semuanya baik. Imam Ahmad. Boleh juga shalat 36 rakaat sebagaimana pendapat Imam Malik dan ia juga oleh shalat 11 dan 13 rakaat.

Barang siapa yang mengira bahwa jumlah rakaatnya sudah ditentukan sehingga tidak boleh lebih atau kurang. berarti dia telah berbuat salah. lalu witir 3 rakaat. At-Tirmidzi. namun pendapat yang lebih kuat – Wallahu’a’lam . shalat 40 rakaat atau lebih juga boleh dan tidak dilaksanakn. bahwa Nabi saw bersabda: ‫أ َوْت ِروا قَب ْل أ َن ت ُصب ِحوا‬ ُ ْ ْ َ ُ “Witirlah kalian sebelum shalat subuh”. Ibnu Majjah. 168 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Nabi Shalallahu’alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan-bulan yang lainnya sebanyak 11 atau 13 rakaat. Membatasi jumlah rakaat atau bacaan tertentu tidak ada dasarnya dari As Sunnah”.Risalah Ramadhan 40 (11 dan 36). Ubay bin Ka’ab ra mengimami mereka sebanyak 20 rakaat. Dia meringankan berdirinya sehingga jumlah rakaat yang lebih banyak ini menjadi pengganti dari lamanya berdiri. kemudian shalat witir”. Ketika kaum muslimin merasa berat. 170 D. Waktu Shalat Tarawih Para Ulama telah sepakat bahwa waktu shalat tarawih dan wiitir adalah setelah selasainya shalat Isya’ sampai sebelum subuh. Firman Allah Ta’la: 168 169 170 171 172 ( Al Asilah wal Ajwibah Al Fiqhiyah. Karena seseorang kadang-kadang rajin sehingga yang lebih utama adalah memanjangkan ibadah. Al Fatawa Al Kubra. HR. 3/ 64 . baik secara berjama’ah maupun sendiri-sendiri.adalah yang menyatakan bahwa yang afdal adalah melaksanakannya di akhir malam. An-Nasa’i. Muslim. 169 Setelah menerangkan pendapat Ulama’ Salaf dalam masalah jumlah rakaat tarawih Imam Asy Syaukani menyimpulkan: “Kesimpulan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits dalam masalah ini dan hadits-hadits yang semisal adalah disyari’atkannya shalat malam pada bulan Ramadhan yang dikenal dengan nama tarawih. Bukhari. Berdasarkan dalil: 1. pada masa Umar Ibnu Khathab ra. namun kadang-kadang juga malas sehingga yang lebih utama adalah meringankannya”. kemudian shalat witir. Abu Daud . dan witir beliau berakhir di waktu Sahur”. di pertengahan malam atau akhir malam. tetapi shalat beliau sangat panjang (lama). dari 'Aisyah ra berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ّ ‫من ك ُل الل ّي ْل قَد ْ أ َوْت َر رسول الل ّهِ صنلى الل ّنه ع َل َي ْنهِ وَسنل ّم منن أ َوّل الل ّي ْنل‬ ُ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ ِ َ ‫وَأ َوْسط ِهِ وآخرِهِ فان ْت َهى وِت ْره ُ إ ِلى السحر‬ ِ َ َ َ َ ُ ِ َ ّ “Aisyah ra berkata. Sebagaimana Salaf Ash Shalih shalat tarawih 40 rakaat dengan meringankan berdirinya. Ahmad. Nailul Authar. Mawardlu Adz Dham’an. HR. 46 . 'Tiap malam Rasulullah melakukan shalat witir di awal malam. diriwayatkan dari Masruq. Muslim. sebagian Ulama’ menyatakan setelah shalat isya’ adalah lebih utama berdasarkan shalatnya Ubay bin Ka’ab di masa Umar ra. 2/186. 1/255 . yang selanjutnya dilaksanakan oleh umat Islam sampai hari ini. 1/406-412 ). 171 Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra berkata. sebagian Ulama’ salaf lainnya shalat 36 rakaat. 172 Sedangkan mengenai waktu mana yang lebih utama (Afdal).

Shaum yang paling dicintai oleh Allah adalah shaumnya Nabi Daud. 173 Dari Abu Ishak. bagaimana sifat shalat malam Rasulullah ? Dia menjawab: َ ّ َ َ ‫كان ي َنام أ َوّل َه وَي َقوم آخره ُ فَي ُصلي ث ُم ي َرجعُ إ ِلى فِراشنهِ فَنإ ِذا أ َذ ّن ال ْمنؤ َذ ّن‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ ُ َ َ ‫وَث َب فَإ ِن كان ب ِهِ حاجة اغ ْت َسل وَإ ِل ّ ت َوَضأ َ وَخرج‬ ٌ َ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ “Beliau tidur diawal malam dan bangun di akhir malam lalu shalat.Risalah Ramadhan Artinya: "Adalah mereka sedikit tidur malam. (QS. Beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya. Dan di waktu-waktu sahur mereka beristighfar”. Al Muzani. dan sebagian shahabat Abu Hanifah. Jika seseorang menjadi panutan lantas shalat tarawih sendirian di rumah. dari Al Aswad dia berkata. Ibnu Abdil Hakam. Yang lebih utama adalah berjama’ah Ini adalah pendapat Imam Ahmad. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat pada akhir malam. Imam Ath Thahawi dan Al Laits menyatakan. Hadits: Dari Abdulah bin Amru ra bahwa Rasulullah Shalallahu’laihi wasallam bersabda kepadanya: َ ‫الصيام ِ إ ِلى الل ّهِ صيام‬ َ ّ ُ َ ِ ‫وَي َص نوم ي َوْم نا وَي ُفط ِنر‬ ْ ‫ًن‬ ُ ‫ُن‬ ُ َ َ َ َ ّ ‫أ َحب الصل َةِ إ ِلى الل ّهِ صلة ُ داوُد َ ع َل َي ْهِ السلم وَأ َحب‬ ّ َ َ ّ َ ّ ‫داوُد َ وَكان ي َنام ن ِصف الل ّي ْل وَي َقوم ث ُل ُث َه وَي َنام سد ُسه‬ َ ْ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ ُ ِ ‫ي َوْما‬ ً “Shalat yang paling dicintai Allah ta’ala adalah shalatnya Nabi Daud Alaihisalam. saya khawatir orang-orang akan ikut-ikutan shalat di rumah. (HR. dan tidur lagi seper enamnya. “Shahabat Jabir. E. Ali dan Abu Hurairah ra juga shalat tarawih berjama’ah”.” Dia juga mengatakan. bila ada hajat beliau mandi. 2. “Shalat tarawih berjama’ah adalah lebih baik. “Setiap orang yang mengutamakan shalat tarawih sendirian di rumah harus memastikan bahwa ketidak hadirannya di masjid tidak 173 HR. Al-Bukhari Muslim. bila tidak ada hajat beliau segera berwudlu dan keluar ke masjid”. Kemudian beliau kembali ke tempat tidur. Adz Dzariyat: 17-18). 47 . beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari”. Bila Muadzin mengumandangkan adzan beliau bangun. Imam Ahmad berkata. AlBukhari). Berjama’ah Atau Sendirian ? Dalam hal ini para Ulama’ berbeda pendapat: a. "Saya bertanya kepada Aisyah ra.

Imam Ath Thahawi menambahkan menegaskan “Shalat tarawih berjama’ah adalah fardlu kifayah”. orang-orang shalat taraawih berjama’ah pada masa Rasululah saw dan beliau mengakuinya. Tentang hadits ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar “dalam hadits ini ada anjuran untuk qiyam Ramadhan di belakang imam ( secara berjama’ah ). An-Nasai)176 174 175 176 Al Mugni. Imam Asy-Syafi’i dan sebagian besar shahabat beliau. Rasulullah saw pernah shalat tarawih 3 atau 4 malam. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. secara sendirian di rumah atau berjama’ah di masjid. 7/201-203 .Shalat sendirian lebih baik Imam Malik dan sebagaian Ulama Syafi’iyyah menyatakan. Jika ketidak hadirannya menyebabkan shalat tarawih berjama’ah tidak terlaksana maka ia tidak boleh shalat sendirian”. 175 b. Hadits Abu Dzar ra. Ahmad. 2). 2. Nailul Authar. dasarnya adalah hadits yang menyatakan sebaik-baik shalat sunnah adalah di rumah. Namun mereka berbeda pendapat mana yang lebih utama. (HR. Fatwa Lajnah Daimah. hal ini lebih dianjurkan dari shalat sunnah biasa. 174 Dalilnya adalah: 1. Perbuatan para shahabat sejak masa Umar bin Khatab ra yang melaksanakan shalat tarawih berjama’ah. 3/ 60. Sebagaimana yang dikerjakan shahabat Umar ra dan para Shahabat yang lain dan terus dikerjakan oleh kaum muslimin dikarenakan merupakan syi’ar yang nyata sehingga kedudukannya seperti shalat ied. Pengakuan beliau ini adalah Sunnah beliau”. 3. 48 . 1/ 605. Imam Malik sebagian Syafi’iyyah dan Ulama’ yang lain menyatakan yang lebih utama adalah shalat sendirian di rumah berdasarkan hadits: ّ َ ‫َ ْ ِ ن‬ َ‫فَصلوا أ َي ّها الناس في ب ُيوت ِك ُم فَإ ِن أ َفْضل صل َةِ ال ْمنرء فِني ب َي ْت ِنهِ إ ِل ّ الصنل َة‬ ِ ُ ّ ّ ُ ْ ّ َ َ َ َ ‫ال ْمك ْتوب َة‬ َ ُ َ “Shalatlah kalian di rumah kalian wahai manusia. sebagian Ulama’ Malikiyah dan Ulama’ lain menyatakan bahwa yang lebih utama adalah berjama’ah. bagi orang yang kuat shalat tarawih sendirian maka itu lebih baik. Abu Hanifah.Risalah Ramadhan menyebabkan shalat tarawih berjama’ah di masjid tidak terlaksana. karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. (Lihat Hal. Imam An Nawawi menyatakan: “Para Ulama sepakat bahwa shalat tarawih itu sunnah.1 hadist No. 2/174 . Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. Beliau tidak meneruskannya karena takut kalau shalat tarawih dianggap wajib. Adapun Abu Yusuf. 2/174.

Risalah Ramadhan BAB VII LAILATUL QODAR Segala puji bagi Allah swt yang telah menurunkan malam Lailatul Qodar. Pada malam itu Al Qur`an Al Karim diturunkan oleh Allah swt (30 juz) sekaligus ke Baitul Izzah. Peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali diabadikan oleh Allah dalam frimnan-Nya: ‫إ ِنا أ َن ْزل ْناه ُ في ل َي ْل َةِ ال ْقد ْر‬ ِ َ َ ّ ِ َ 49 . Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Kemudian dari Baitul Izzah inilah diturunkan kepada Rasulullah saw selama secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun.

karena pada malam itulah Al Quran diturunkan. kesucian. Kemudian Jibril membaca. Sungguh Allah swt telah menurunkan bagimu dan juga bagi umatmu yang lebih baik dari itu.177 A. Pada malam ini juga ditentukan taqdir seluruh makhluk untuk kurun waktu satu tahun. serta yang lainnya dari kalangan salaf. Di malam itulah ajal dan rizki manusia ditentukan untuk setahun kedepan. keagungan. Al-Qadar berarti asysyarf wat ta’zhim (mulia dan agung). Mujahid. Al-Qadar [97] : 1). hal. keberkahan. keutamaan. Lailatul qadar merupakan anugerah besar yang Allah swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw. Keutamaannya jauh lebih bernilai daripada seribu bulan.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Makna Lailatul Qodar Lailatul Qodar adalah suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran. 4/124 Tafsir Fathul Qodir. dan pahala. Maksud dari urusan tersebut adalah urusan rizki. Dan Rasulullah melihat bahwa amal umat islam dengan umur yang pendek tidak bisa menyamai amal orang-orang terdahulu dengan umur yang 177 178 179 180 Tafsir Ibnu Katsir. “Lailatul Qodar adalah malam yang agung dan mulia. Hazkil Bi Azaz dan Yusa bin Nun 50 . Ad-Dukhan [44] : 4).” Az Zuhri salah seorang tabi`in berkata." (QS. di dalamnya ditetapkan ketetapan-ketetapan yang agung dan balasan yang besar. dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. Ad-Dhahak. maka datanglah malaikat Jibril menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seraya memberi kabar. Jadi malam itu dinamakan dengan Lailatul Qodar karena keagungan nilainya dan juga keutamaannya di sisi Allah Subhanahu wata'ala. Pada waktu itu para sahabat banyak yang ta`ajub. sebagaimana firman Allah: َ ِ َ ْ ّ َ ْ َ ِ ٍ ‫فيها ي ُفرقُ ك ُل أمرٍ حكيم‬ “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. “ Imam Malik dalam kitab ‘Al-Muwatho` menyebutkan bahwa telah diperlihatkan umurumur umat terdahulu kepada Rasulullah saw. “Inna anzalna hu fi Lailatil Qodar. Zakaria.178 Imam Al Azhari berkata.” (QS. Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan.” 179 B. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bercerita tentang empat orang180 dari Bani Isroil yang beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan maksiat sedikit pun. ajal dan urusan lainnya yang akan terjadi selama satu tahun. 5/ 593 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Abu Malik. “ Wahai Muhammad umatmu heran terhadap mereka semua yang beribadah selama 80 tahun tanpa dibarengi maksiat sedikit pun. “Dikatakan Lailatul Qodar karena malam itu hanyalah untuk amal keta`an. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Umar ra. 130 Mereka adalah: Ayyub.

Dan dia adalah malam-malam yang ganjil. Al. yang nilainya sama dengan seribu bulan.” 187 Diriwayatkan dari 'Aisyah beliau berkata: ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫كان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَس نل ّم إ ِذا د َخ نل ال ْعَش نر ش ند ّ مئ ْزره ُ وَأ َحينَنا ل َي ْل َنه‬ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ ‫وَأ َي ْقظ أ َهْل َه‬ ُ 181 182 183 184 185 186 187 Lihat Tafsir Al Qurthubi. 759 Hadits hasan shahih riwayat Imam At-Turmudzi.Bukhari. "Saya berkata. "Barangsiapa yang mendirikan ibadah shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. 4/217 dan Muslim no.” 184 D. 5 akhir. Maka Allah swt memberikan malam Lailatul Qodar. 72 HR. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. sesungguhnya Nabi saw bersabda. 4/ 537 Puasa Bersama Nabi. siapa yang terhalang mendapatkannya berarti dia terhalang mendapatkan semua kebaikan. Jika dia melakukan hal itu. 4/ 537. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Ramadhan. Dan tidak terhalang mendapatkan kebaikannya kecuali orang yang benar-benar merugi.”183 Dari Ibnu Abbas ra.” 182 Dari Anas ra. Lihat Tafsir Ad Duur Al Mantsur. hal. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. 7 akhir. no. 8/ 571-572. 20/132."186 Dianjurkan untuk memperbanyak berdo'a pada malam itu. 'Ya Rasulullah. 3760 51 . 9 akhir. malam itu terjadi pada malam ke-23. Nabi bersabda. atau 3 akhir di bulan Romadhan. mencintai ampunan. Kapan Lailatul Qodar Terjadi Dari Ubadah bin Shomit ra. 'Bacalah do'a: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. Karena itulah dianjurkan kepada muslim yang benar-benar ta'at kepada Allah agar menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan didasari rasa keimanan dan penuh pengharapan pahala yang besar.Risalah Ramadhan demikian panjang. bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar. Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Lailatul Qodar itu ada pada malam ke-27. Rasulullah saw bersabda. apa yang saya baca?' Beliau bersabda. “Bersungguh-sungguhlah kalian pada malam itu. Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar185 Sesungguhnya malam yang penuh berkah ini.”181 C. Maka ampunilah aku. ia berkata. Diriwayatkan dari 'Aisyah. niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.

Risalah Ramadhan "Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadhan). Abu Bakar Al Waroki berkata.195 7. 131-132 ibid HR. 4/233 dan Muslim. 194 6.” (QS. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya). Lalu Allah menjadikan malam Lailatul Qodar mencukupi dua kerajaan tersebut. Lihat Tafsir Ali Al Qodir. hal. 131-132. 5. Lihat Ad Durul Mantsur. 193.Bukhari. Al-Qadar [97] : 4). 1174 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Al-Bukhori dan Muslim) 192 4. “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan. tak sedikit pun terdapat kejelekan sampai terbit fajar. karena bersamaan dengan turunnya barokah dan rohmat. maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan ini telah menjadi ijma` umat Islam. Keutamaan Lailatul Qodar Allah swt telah menjelskan di dalam kitab-Nya bahwa Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. Sebagaimana firman Allah swt. “Masa kerajaan Nabi Sulaiman 500 bulan dan kerajaan Dzul Qornain selama 500 bulan. Sebagaimana firman Allah. HR. Maksudnya. AlQadar [97] : 4). 2.” (QS. Dari Abi Hurairoh ra Nabi saw brsabda. Artinya beribadah pada malam itu nilainya adalah lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.190 Sebagai pengingat dan untuk memudahkan kita dalam menghayati hakikat Lailatul Qadar. baik ibadah siyam. Al Baihaqi 52 . Maka jadilah masa dua kerajaan tersebut 1000 bulan. akan kami sebutkan beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar sebagai berikut : 1. membaca al qur`an atau ibadah yang lainnya. Lailatul Qodar belum pernah diturunkan kepada umat sebelum umat Muhammad saw. hal. Pada malam itu para malaikat termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orangorang mukmin. Syaithon tidak bisa berbuat kejahatan atau berbuat kerusakan. malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak. 188 189 190 191 192 193 194 195 196 Maksudnya mengencangkan kainnya adalah meninggalkan hubungan badan dengan istrinya untuk beribadah serta berusaha keras untuk mencari Lailatul Qadar. no. Pada malam tersebut. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar. Al."189 E. sholat.196 8.” (HR. malam itu adalah malam yang penuh keselamatan dan kebaikan. 8/585 Tapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa malam itu juga dipunyai oleh umat-umat terdahulu. 4/537. Nabi mengencangkan ikatan kainnya188. Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. “Barang siapa yang menegakkan (beribadah) pada malam Lailatul Qodar atas dasar iman dan penuh mengharap.191 3. Allah swt menurunkan surat Al-Qadar secara sempurna (keseluruhan) yang akan dikumandangkan hingga hari kiamat. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.

bahwa Rasulullah saw bercerita tentang Lailatul Qodar “Malam itu terlihat tenang dan cerah. Bintang-bintang terlihat tanpa ada yang mengahalanginya sampai datang waktu pagi. Di antaranya adalah: ‫رب ّنآ ءات ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي ا ْل َخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار‬ ً َ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ “Wahai Robb kami berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat. lalu kami mendengar ia berkata. sanadnya hasan. persis seperti cahaya rembulan. Maka ampunilah aku. tidak panas dan tidak pula dingin. dan hari itu matahari putih tiada bersinar. ” Shodaqohullahu Wa Rasuluhu. diwaktu pagi matahari terbit tanpa bersinar (panas). no. 134-137 53 . 176. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”ِ َ ْ ْ ‫ال َل ّهُم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك ال ْهُدى والت ّقى وال ْعَفاف وال ْغِنى‬ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ 197 198 199 200 201 HR. Tanda-tandanya. “Aku bertanya. Yaitu pada malam-malam ganjil. 8/ 571. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Romadhan. Tanda-tanda Lailatul Qodar Dari Ibnu Abbas ra. hal. Aku (Ibnu Mas`ud ra) melihat kelangit. Seakan-akan pada malam itu bulan sedang terbit dan bersinar. Lihat Ad Durul Mantsur.Risalah Ramadhan F. malam itu tampak terasa cerah dan berseri-seri. 23. 4/484 Hadits hasan shahih riwayat Imam At Turmudzi Lihat Ad Durul Mantsur. Ibnu Khuzaimah.27 29 atau pada malam terakhir dari bulan Romadhan. mencintai ampunan. Dinukil dari Puasa Bersama Nabi. 3/231. seperti pada malam 21. Al-Bazzar 1/486. 25. tenang. 349. Maka ia pun menjelaskan kepada kami tentang malam Lailatul Qodar. serta jagalah kami dari api neraka. Ibnu Katsir. yaitu pada tujuh bagian yang akhir. Maka aku pun bertakbir. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah.”198 G. At-Thayalisi. ia berkata: Kami mendatangi Ibnu Mas`ud ra di rumahnya. bersih.”197 Dari Ubadah bin Shomit ra. “Bacalah: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. hal. Amalan Di Malam Lailatul Qodar Aisyah ra berkata. apa yang hendaknya kita baca jika menemui Lailatul Qodar? Beliau menjawab. Dan. aku dapati seperti yang disampaikan oleh Rasulullah itu benar adanya. Dan Allah mengaharamkan bagi syetan untuk keluar pada waktu itu bersamaan dengan terbitnya matahari. 8/572 Risalah Romadhan.“ Lalu aku tanyakan hal itu kepadanya. sesungguhnya Nabi saw bersabda. ‘Wahai Rasulullah. tidak panas dan tidak pula dingin.” 199 Dari Abi Aqrob Al Asadi. Pada pagi hari matahari tidak terlalu merah.200 Syaikh Abdullah Bin Ibrohim Al Jarullah dalam risalahnya201 mengatakan bahwa ada beberapa do`a tentang kebaikan dunia dan akhirat yang dianjurkan untuk dibaca pada malam itu.

Disebut dengan zakat fithri karena ia disyariatkan ketika bulan Ramadhan telah sempurna dan pada saat umat Islam telah mengakhiri siyam Ramadhan mereka. aku mengharap rahmat-Mu. maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata. Aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebaika . perbaikilah duniaku yang aku hidup di dalamnya. serta segala yang menghimpunnya. ‫ك ُل خي ْرٍ ، واجعل ال ْموْت راحة ل ِي من ك ُل شر‬ َ ّ َ ْ َ ّ َ ّ ْ ِ ْ ً َ َ َ َ ”Ya Allah perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusannku. dan perbaikilah keadaanku seluruhnya. kesudahan (hidup) dengannya. perbaikilah akhiratku yang kesanalah tempat kembaliku. Wahai Zat Yang Maha Hidup Yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Definisi Zakat Fithri Zakat fithri yaitu shadaqah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan.202 202 Kifayatul Akhyar. Kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku dihadapan-Mu kelak di akhirat. secara terang-terangan atau pun rahasia. dan jadikan kematian sebagai istirahat dari setiap keburukan bagiku" َ ْ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهُم رحمت َك أ َرجوْ فَل َ ت َك ِل ْن ِي إ ِلى ن َفسي ط َرفَة ع َي ْن وَ أ َصل ِح ل ِي شأ ْن ِي‬ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ ِ ْ ٍ ‫ك ُل ّه ل َ إ ِل َه إ ِل ّ أ َن ْت‬ َ َ ُ "Ya Allah. tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau.Risalah Ramadhan Ya Allah saya memohon pada-Mu petunjuk dan takwa. jadikan kehidupan ini sebagai tambahan dalam meraih dalam setiap kebaikan bagiku. 54 . pada malam hari Raya dan pagi harinya. اللهُم ارحم فِي الدنيا غ ُرب َت ِي وَ ارحم فِي‬ َ ّ ْ َ ْ ْ َ ْ ّ ّ ُ ّ ِ ُ ُ ْ ْ ْ ْ َ ِ ‫القب ْرِ وَحشت ِي وارحم فِي ا ْل َخرةِ قُوْفي ب َي ْن ي َد َي ْك يا حي يا قَي ّوْم يا‬ َ ْ ِ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ ِ ‫ذاالجلل وَال ِك ْرام‬ "Ya Allah." ‫ال ّلهم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك مفات ِي ْح ال ْخي ْر وَخوات ِمه وَجوامعَه وَ ظاه ِره ُ وَ باط ِن َه و‬ َ َ َ َ َ ْ ْ ُ ِ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ُ َ َ ‫أ َوّل َه وَ ا َخره ُ وَ ع َل َن ِي َت َه وَسره." BAB VII ZAKAT FITHRI A. kesucian dan kekayaan َ ‫الل ّهُم أ َصل ِح ل ِي د ِي ْني ال ّذ ِيْ هُوَ عصمة أ َمري ، وَأ َصل ِح لي د ُن ْيايَ ال ّذ ِيْ فِي ْها‬ ِ ْ ْ ِ ْ ْ ْ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫معاشي ، وَأ َصل ِح ل ِي آخرت ِي ال ّت ِي فِي ْها معاد ِيْ ، واجعَل ال ْحياة َ زِياد َة ً ل ِي فِي‬ َ َ َ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ِ ْ ْ ْ ْ ِ َ َ . secara lahir batin baik di awal atapun di akhirnya. Ya Allah.

Seolah-olah dari kata ‫( خل ْقة‬ciptaan).” 205 Para ulama’ dari madzhab Hanbali menambahkan. pertumbuhan. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.. tidak pernah disebutkan bahwa Nabi saw dan para sahabat ra siyam Ramadhan tanpa mengeluarkan zakat fithri. bukan pula kata pinjaman dari bahasa lainnya. 2/917-918 55 . orang yang berhutang. bukan bahasa arab asli. barokah dan pertumbuhan. hanyalah untuk orang-orang fakir.203 Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah. arti zakat secara bahasa adalah thaharah (kesucian). akan tetapi merupakan istilah fuqaha’. orang-orang miskin. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. zakat al-badan. Fiqh Zakat. Abdurrahman Al-Jazairy berkata. zakat fithri dan shadaqah fithri merupakan satu lafazh terlahir. shadaqah fitri. 6/85.untuk (memerdekaan) budak.204 ِ َ ِ Adapun secara syara’. Dari kata bersinonim hal yang dikeluarkan dan pekerjaannya. Disyariatkannya Zakat Fithri Zakat fithri disyariatkan dan diwajibkan ketika siyam Ramadhan. Diwajibkan oleh Allah swt pada bulan ramadhan 2 hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Ied (hari raya ‘Iedul fitri).207 B.. 203 204 205 206 207 Lisanul-Arab. At-Taubah [9]: 60). zakat fitrah. C. Hukum Zakat Fithri Hukum menunaikan zakat fithri adalah wajib bagi seluruh kaum muslimin yang mampu membayarnya pada saat itu.Risalah Ramadhan Al-’Allamah Ibnu Manzhur menyebutkan.” 206 Dinamakan zakat fithri karena dengannya mewajibkan berbuka mengakhiri siyam ramadhan. Al-Fiqh ‘Alal-Madzahib Al-Arba’ah. yakni ketika bulan sya’ban tahun ke-2 Hijriah. yaitu zakat untuk ciptaan ( ٌ َ ِ َ َ ‫ . Yusuf Qordlowi. Adapun penamaan lain dari zakat fithri adalah. Sebab zakat fithri disandarkan kepada Ramadhan dan dalam rangka mengakhiri siyam. (QS. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. )زكاة ُ ال ْخل ْقة‬Penulis Al-Hawy juga mengatakan itu. dan zakat ar-ru’us. hal ini telah disepakati oleh Jumhur Ulama’ berdasarkan dalil-dalil yang sohih diantaranya adalah firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat at taubah : 60 ُ ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساكين وال ْعاملين ع َل َي ْها وال ْمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهُم وَفي‬ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ّ َ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ َ َ ُ ‫الرقاب وال ْغارِمين وَفي سبيل اللهِ واب ْن السبيل فَريضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ . ‫ع َليم حكيم‬ ِ َ ٌ ِ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. Di samping itu. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. “Zakat adalah penetapan hak milik tertentu untuk orang yang berhak dengan syarat-syarat yang telah ada. pengurus-pengurus zakat. 14/358. “. Ibid.dan dalam waktu tertentu. 1/536.

kaum perempuan. dia berkata: Sehari atau dua hari sebelum ‘Idul Fithri. وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَبنل‬ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ‫خروْج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ِ ّ ِ ُ ُ “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Al Jama’ah) Dalam lafadz lain disebutkan: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ َ َ ِ‫ال ْمسل ِمين وَأمر ب ِها أن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ْ ّ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ "Dari Ibnu Umar Radliyallahuanhuma ia berkata:Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mewajibkan untuk menunaikan zakat fithri dengan 1 sha’ kurma kering. anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin.Risalah Ramadhan Juga hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin’Umar ra. dari ‘Abd bin Tsa’labah radhiyallaahu ‘anhu. dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”( HR. atau 1 sha’ tepung gandum bagi setiap hamba sahaya. Juga satu hadits lagi dari Ibnu Umar ra. beliau mengatakan: َ ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ع َلى ال ْحنر وَ ال ْعَبند ِ و‬ ِ ْ َ ّ ُ َ ْ َ ‫الذ ّك َرِ وَ ال ُن ْثى والصغِي ْرِ وَ ال ْك َب ِي ْرِ من ال ْمسل ِمي ْن. kaum laki-laki. orang merdeka.” ( Muttafaqun’alaih ). laki-laki dan perempuan. laki-laki atau perempuan" (HR. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhuthbah seraya bersabda : َ ‫أ َدوا صاعا من ب ِر أ َوْ صاعا من ت َمرٍ أ َوْ شعِي ْرٍ ع َن ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد، صغِي ْرٍ أ َو‬ ّ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ ْ ّ ُ ّ ْ ّ ْ ِ ً َ ‫ك َب ِي ْر‬ ٍ 56 . Beliau memerintahkan agar ( zakat fithri tersebut ) ditunaikan sebelum orang-orang melakukan shalat ‘id. Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya zakat fithri adalah hadits yang diriwayatkan olrh Al-Hafizh ‘Abdur-Razzaq dengan sanad yang shahih. beliau berkata: ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَرض زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد ٍ ذ َك َرٍ أ َوْ أ ُن ْثى من ال ْمسل ِمين‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ُ ّ "Dari Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Sallahu 'Alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fithri setelah ramadlan satu sho’ dari tamar atau satu sho’ dari gandum terhadap kaum muslimin yang merdeka atau budak. Al Bukhori Muslim ).

211 Sementara untuk anak kecil. Akan tetapi apabila mereka mampu melaksanakannya sendiri. Para ulama sepakat bahwa anak kecil yang belum memiliki harta maka dibebankan kepada bapaknya. dan budak dibebankan kepada tuan (majikan)nya jika tidak memiliki harta. karena mereka sendirilah yang dimaksud dalam kewajiban tersebut. Zakat fithri tidak diwajibkan kecuali terhadap orang yang mempunyai kelebihan dari keperluannya ketika hari malam hari Raya dan pagi harinya. Lihat Bidayatul Mujtahid dalam Kitab Zakatul Fithri Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi.210 Sedangkan bayi yang berada di dalam kandungan Ibunya maka tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat fithri. Tetapi jika ia tidak memiliki harta sendiri.5 ritl. dan ini merupakan kesepakatan Jumhur Ulama’. orang yang merdeka maupun hamba sahaya yang mampu menunaikannya pada saat itu. Adapun menurut pendapat imam Tiga (Malik. jika anak tersebut memiliki harta. itu lebih baik. atas setiap yang merdeka atau budak. dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu.” Diwajibkan menunaikan zakat fithri bagi seluruh kaum muslimin baik anak kecil maupun orang dewasa. Hal itu berdasarkan firman Allah ta’ala: ‫فات ّقوا الله مااست َط َعْت ُم واسمعوا وَأ َطيعوا وَأنفقوا خي ْرا لنفسك ُم وَمن يوق‬ ُ ِ َ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ً َ ُ ِ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫شح ن َفسهِ فَأ ُوْل َئ ِك هُم ال ْمفل ِحون‬ ِ ْ ّ ُ َ ُ ْ ُ ُ Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta " taatlah. Seperti isteri dan keluarga. 1/75. laki-laki maupun perempuan. karena hal itu dilakukan oleh Shahabat Utsman bin ‘Affan Radliyallahuanhu. 1 mud =1 1/3 ritl = 675 gram. 209 Madzhab imam dalam hal ini berpendapat bahwa seorang muslim berkewajiban untuk menafkahi orang-orang yang wajib dinafkahi olehnya menurut syari’at (seperti : istri. hal. baik kecil atau dewasa. Jadi satu sha’ adalah 2700 gram. sesungguhnya seorang suami wajib mengeluarkan zakat fithri bagi seorang istrinya. apabila mereka tidak mampu melaksanakannya sendiri. Jika ia tidak memiliki kelebihan kecuali kurang dari satu sha’ maka hendaknya ia dengan kelebihan itu ( yang jumlahnya kurang dari satu sha’ ) membayar zakat fithrinya.212 208 209 210 211 212 Satu sha’ syar’I (Baghdadi) = 4 mud atau 5. Zakat ini wajib dibayarkan terhadap diri sendiri dan terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. namun kebanyakan Ahli Ilmu menghukuminya sunnah untuk ditunaikan. dan Ahmad).Risalah Ramadhan “Tunaikanlah zakat (fithri) satu sha’ (empat mud)208 gandum. wajib dikeluarkan darinya dan yang mengeluarkan adalah walinya. bahwa zakat fithri wajib bagi wanita yang mempunyai suami maupun tidak. Dan barangsiapa yang dipelihara . Karena ia termasuk orang yang menjadi tanggungan untuk menafkahinya. Lihat Fiqhul Islami Waadilatuhu. maka kewajiban zakatnya dibebankan atas orang yang menanggung nafkahnya. atau kurma kering. 2/925 Ibid . Al Laits. Syafi’i. anak dan budak)." (At-Taghabun :16 Menurut pendapat Abu Hanifah. Mereka juga sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh mengeluarkan zakat bagi istri yang kafir. meskipun dalam urusan nafkah masih menjadi kewajibanya. 2/926 57 .(dari kekikiran dirinya. atau tepung. menurut pendapat jumhur. serta Ishaq.

Sedangkan janin termasuk anak kecil. wajib dikeluarkan zakat fithri atasnya.217 E. dikarenakan menuntut ilmu syar'i adalah fardlu kifayah. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat 1. kendaraan. menurut jumhur fuqoha'.Risalah Ramadhan Adapun berkanaan dengan janin. 58 . Begitu juga zakat halal bagi tholibul ilmi as syar'iyyah. 2/927 Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. 2/927 Kitab Al-Fiqh Ala Madzahibil Al-Arba'ah. Bukan merupakan tanggungan nafaqoh bagi muzakki. seperti tempat tinggal. Sedangkan imam Ibnu Hazm berpendapat:" Jika janin telah genap (dalam perut ibunya) seratus dua puluh hari sebelum menyingsingnya fajar hari raya. seperti orang tua (Keatas).213 Yang benar bahwa apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm tidaklah memilliki dalil yang kuat atas wajibnya mengeluarkan zakat fithri atas janin. Fakir kecuali Amil. Dan apa yang diriwayatkan oleh Utsman ra dan yang lainnya tidaklah menunjukkan adanya istihbab dalam mengeluarkanya. dewasa. istri. Ibnu Hazm berhujjah. Tetapi barang siapa yang melakukanya itu baik baginya. Tidak boleh memberikan zakat kepada orang kafir (tidak ada khilaf antar fuqoha' dalam hal ini) 3. pejuang fisabilillah meskipun mereka termasuk orang yang kaya. Ibnu Hazm meriwayatkan dari Utsman bin Affan ra bahwasanya ia mengeluarkan zakat fithri atas anak kecil. anak (kebawah) hal ini dikarenakan menafkahi mereka adalah wajib hukumnya. Zakat fithri tidak wajib atasnya. 6/88.” 216 Imam An-Nawawi menjelaskan tentang pengertian kecukupan ( ‫ ) اليسار‬adalah: orang yang mempunyai kelebihan bahan makanan pokok hari itu untuk dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang harus ditanggungnya pada malam hari’Iedul-Fithri. 213 214 215 216 217 Ibid. Pada Siapa Diwajibkan ? Madzhab Hambali mengatakan. pakaian sederhananya. Dan salah jika dikatakan bahwa kalimat anak kecil (shoghir) dalam hadits mencakup janin yang ada dalam kandungan. 1/568 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. dan buku-buku pengetahuan. ditakutkan karena dengan cenderung untuk bekerja akhirnya ia meninggalkan kewajiban menuntut ilmu tersebut. Maka setiap hukum yang diberlakukan atas anak kecil berlaku juga terhadap janin. 2. “Zakat fithri wajib atas orang yang mempunyai kelebihan makanan pokoknya dan untuk keluarganya di hari ‘Ied dan malamnya selain yang dia miliki yang itu merupakan kebutuhannya. Muslim. hal. dan janin dalam kandungan. Bahwa Rasululloh saw telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat atas anak kecil dan dewasa. Ibnu sabil.214 Imam Asy Syaukani menyebutkan bahwa Ibnu Mundir telah menukil sebuah ijma' atas tidak wajibnya mengeluarkan zakat bagi janin.215 D. Yaitu kaum kerabat. pembantu. Sedang Imam Ahmad mengistihbabkan bukan mewajibkanya.

hamba sahaya atau merdeka. atau satu sho' dari kurma atau satu sho' dari zabib. beras.220 F. keju kering atau lainnya yang termasuk makanan pokok manusia. seperti kurma. beras. berakal.atau satu sho' dari gandum. hal. hal. Tidak dari Bani Hasyim 5. hal. Imam malik berkata: َ َ ُ ‫أفضل من وَضعْت فِي ْهِ زكات ُك قَراب َت َك ال ّذي ل َ تعول‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ "Lebih utama jika kamu memberikan zakatmu kepada kerabatmu yang bukan tanggunganmu. paman. Lu'lu' wal Marjan. 1/237 59 . dan lain sebagainya. Kurma.221 Sebagaimana perkataan Abu Said ra: َ ْ ِ ً َ ‫صاعا من شعِي ْرٍ أ َوْ صاعا من‬ ْ ِ ً َ َ َ َ ُ ْ ّ ِ َ ْ‫ك ُنا ن ُخرِج زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ط َعام ٍ أو‬ ْ ِ ً َ ‫ت َمرٍ أ َوْ صاعا من أقط أ َوْ صاعا من زب ِي ْب‬ ٍ ْ ٍ َ ْ ِ ً َ ْ ِ ً َ "Kami (para sahabat Rasululloh saw) mengeluarkan zakat fithri dari setiap orang perorang baik anak kecil. Jenis Zakat Fitri Adapun jenis makanan yang boleh dipergunakan untuk membayar zakat fithri ialah makanan pokok. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri a. 2/886 Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuhu. Thabrani dinukil dari Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuu. Malikiyah menambahkan lebih baik lagi kalau jenis yang dikeluarkan berupa bahan makanan yang terbaik dinegeri tersebut." (Mutaffaq 'Alaih) 222 Ibnu Umar ra berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ ‫ال ْمسل ِمين وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصلة‬ ِ َ ّ ّ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ 218 219 220 221 222 HR.. Sesuai dengan hadits Nabi saw:" Sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Salman bin 'Amir: َ ُ ‫الصدقة ع َلى ال ْمسل ِمي ْن صد َقَة وَه ِي ل ِذي ا لرحم ِ ا ِث ْن َتان. gandum. 2/878 Lihat Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu."218 Bahkan kerabat itu lebih berhak atas zakat. kismis. Baligh. orang dewasa. Dan yang dikeluarkan adalah jenis makanan yang digunakan di negeri tersebut. 2/2885-886 Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. dan lain sebagainya.Risalah Ramadhan Boleh memberikan zakat kepada kerabatnya yang lain seperti saudara laki-laki maupun saudara perempuan. hal. yaitu mengeluarkan satu sho' dari makanan pokok atau satu sho' dari susu yang kering. Baik itu gandum. ia mendapat dua perkara yaitu shodaqoh dan menyambung tali persaudaraan. bibi. zabib. 2/912 Muttafaq 'alaih.219 4. merdeka. Ukuran zakat fithri yang telah ditentukan oleh Rasululloh saw adalah satu sho' atau sebanding dengan empat mud. صد َقَة وَ صل ّة‬ ٌ ِ ٌ ٌ ِ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ِ َ "Shodaqoh atas muslim adalah shodaqoh dan jika ia diberikan kepada keluarga dekat.

maka ketika Mu’awiyah ra datang dengan membawa gandum(dari Syam). dia berkata: ّ َ ّ ‫ك ُنا ن ُعْطيها في زمان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صاعا من ط َعام ٍ أ َوْ صاعا‬ ً َ ِ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ ً َ َ َ ِ َ َ ‫من ت َمرٍ أ َوْ صاعا من شعيرٍ أ َوْ صاعا من زب ِي ْب فَل َما جاء معاوِي َة وَجاءت‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ُ َ َ ّ ْ َ َ ُ ْ ْ ِ ٍ َ ْ ِ ً َ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ُ ‫السمراء قال أ ُرى مدا من هَذا ي َعْد ِل مد ّي ْن قا َل أ َب ُوْ سعِي ْد: أ َما أ َنا فَل َ أ َزال‬ َ ّ ٍ َ َ َ َ ُ َ ْ ّ ِ ُ ُ ّ َ ‫أخرجه ك َما ك ُن ْت أ َخرجه على ع َهْد ِ رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم‬ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ”Dari Abu Sa’id al-Khudry ra ia berkata : Kami menunaikan zakat fithri pada zaman Rasulullah saw dengan 1 sha’dari makanan.Al-Bukhari ). satu mud sama dengan 1. Diperbolehkan pula menunaikan zakat fithri dengan sesuatu yang menjadi kemampuan suatu negeri. kismis. Hanyasanya yang paling utama untuk untuk dibayarkan sebagai zakat fitri adalah makanan yang mengenyangkan. satu sho' sama dengan 4. Beliau memerintahkan agar (zakat fithri tersebut) ditunaikan sebelum orang banyak melakukan shalat ‘id.128 liter atau 3261.223 Adapun menurut Imam syafi'i. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. keju kering dan kurma. maka Abu Sa’id 223 224 Kamus Kontemporer. seperti:1 sha’ beras dan lain-lain.687 liter atau 543 gram.” ( HR. b. dan gandum dan itu semua disyaratkan dengan zakat berupa makanan pokok penduduk negeri. Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri di bulan Ramadhan satu sha’ kurma atau gandum.748 liter atau 2176 gram224 Kadar zakat fithri itu 1 sha’ kurma kering. ia berkata.5 gram. satu mud sama dengan 0. atau anggur kering(kismis). satu sho' sama dengan 2. Menurut Hanafiyah. Ukuran Satu Sho' Dari keterangan dalil-dalil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya zakat fitri adalah 1 sha’ untuk setiap orang baik berupa gandum atau selainnya (dari makanan yang mengenyangkan). keju dan makanan lainnya. Adapun maksud sha’ di sini adalah sha’ menurut Nabi saw yaitu 4 kali dua telapak tangan laki-laki dewasa yang betul-betul dianggap adil. hal.”saya berpendapat bahwa jika dengan ini (gandum dari Syam) sebanyak 1 sha’ maka alangkah adil jika untuk yang selainnya adalah 2 sha”. 2/946 60 . dan makanan pokok kami adalah gandum.39 gram. Satu sho sama dengan empat mud. atau kurma kering. Sedangkan pendapat Imam Abu Hanifah memperbolehkan dengan ½ sha’ gandum. laki-laki dan perempuan. hal ini sebagaimana dikatakan Abu Sa’id Al Khudri ra : “Kami membayar zakat fithri saat hari raya pada masa Rasulullah saw satu sha’ makanan. tepung gandum. dan seluruh Jumhur Ulama’. hal ini merupakan pendapat Madzhab Imam Malik. Malik. sebab makna yang dzahir (jelas) dari hadits Abu Sa’id AlKhudry ra. atau tepung gandum. Ahmad. 1161 Fiqh Zakat Yusuf qordlowi. atau susu kering(keju).032 liter atau 815. hal. kismis. Ahmad. Syafi’i.Risalah Ramadhan “Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya.” ( Muttafaqun’alaih ).

158 61 . 298 Kitab Kifayatul Akhyar. tetapi pendapat tersebut lemah karena dalil yang dipergunakan tidak kuat. tentu beliau telah memerintahkan mengeluarkan zakat dengan nilai makanan tersebut. Adapun pendapat yang memperbolehkan zakat fithri ini dibayarkan dengan nilai tukar (uang) hanyalah madzhab Hanafi. Karena hal itu menyalahi apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. (HR.Risalah Ramadhan ra berkata:”saya tidak akan menghapus cara pengeluarannya sebagaimana kami mengeluarkan(menunaikan)nya di zaman Rasulullah saw”. Menurut pendapat Asy Syafi’I disebutkan. Sebagaimana pendapat Jumhur: َ ‫وَل َ ي ُجزئ عن ْد َ ال ْجمهُوْرِ إ ِخرا َج ال ْقي ْمةِ ع َن هَذ ِهِ ال َصناف. tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw. Muslim ) Disamping itu.” )HR. hal. dan mudah digunakan. boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk uang. Seandainya membayar zakat fithri dengan uang diperbolehkan. Karena yang demikian tidak pernah ditetapkan oleh Rasululloh saw. zakat fithri dalam wujud nominal itu menyalahi praktek amalan para sahabat. hal. dirham. ل ِقوْل اب ْن ع ُمر: فَرض رسول اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ ُ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ِ َ ُ ِ 225 226 Minhajul Muslim. tanpa memberitahukan dahulu kepada orang yang menerimanya (faqir dan miskin). dinar. Sebagaiman sabda Rasulullah saw. dan para ulama tidak berbeda pendapat tentang persoalan ini. Padahal Rasulullah saw bersabda : َ َ ِ َ ُ ْ ّ ‫من ع َمل ع َمل ً ل َي ْس ع َل َي ْهِ أمرنا فَهُوَ رد‬ َ َ َ ْ َ ”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu tidak diterima. ُ ُ ْ ِ ّ ِ ‫أغ ْنوهُم ع َن السوال في هذا اليوم‬ ِ "Jadikanlah mereka tercukupi kebutuhan mereka dari meminta-minta pada hari ini" Caranya dapat tercapai dengan uang. Al-Bukhari) G. atau beratnya kira-kira 2. bahkan lebih sempurna. pada zaman Nabi saw juga telah ada nilai tukar (uang).” Adapun ukuran zakat fithri itu adalah satu sha’ –nya Nabi saw. Karena mereka membayar zakat fithri dengan satu sha’ makanan. Membayar Zakat Fithri Dengan Uang Yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok. فَمن أ َع ْطى‬ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ِ ُ ْ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫القي ْمة ل َم تجزِئ ْه. tidak dengan yang lain. Di samping itu. Adapun selain makanan pokok seperti uang atau dikiaskan dengan yang lain ini tidak diperkenankan. kecuali kalau memang terpaksa sekali.4 kg. bahkan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat.225 Zakat fithri tidak boleh diganti dengan nilai nominalnya. Menurut kelompok Hanafiyah. karena Kewajiban yang dibebankan pada hakekatnya adalah menjadikan fakir dab miskin mereasa tercukupi kebutuhan mereka pada hari itu.226 Dan diperbolehkan juga menunaikan zakat melebihi kadar yang telah ditentukan yaitu 1 sha’. “Tidak sah membayar zakat fithri dengan nilai nominal (uang).

dan lihat Al Mughny. berdasarkan hadits: ‫كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ب ِي َوْمي ْن‬ ِ َ َ ْ َ ِ َ "Bahwa (para Shahabat Radliyallahuanhum)menunaikannya(zakat fithri) sehari atau dua hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri. 2/911. ia wajib melaksanakannya.Risalah Ramadhan َ َ َ ْ ِ ً َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ‫صد َقَة ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ وَصاعا من شعِي ْر. 227 Dalam Al Majmu' fi Syarhil Muhadzdzab Imam An Nawawi berkata: َ ّ َ ِ ٍْ َ ْ ‫وَل َي َجوْز أ َخذ ُ ال ْقي ْمةِ فِي شيئ من الزكاةِ ل ِن الحقّ للهِ ت َعالى وَقَد ْ ع َل ّقه‬ ْ ُُ ُ ّ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ُ ‫ع َلى ما ن َص ع َل َي ْهِ فَل َ ي َجوْز ن َقل ذال ِك إلى غيرِهِ كال ُضحي ّةِ ل َما ع َل ّقها ع َلى‬ ِ ْ َ َ َ َ ّ ُ ْ ْ ُ ْ ‫الن ْعام ِ ل َم ي َجز ن َقلها َ إلى غ َي ِرِها‬ َ َ َ ِ "Tidak diperbolehkan mengambil zakat dari bentuk nominal. 3/65 Al Majmu’ Syarh Muhadzdzab. Imam Maliki berpendapat bahwa secara mutlaq hukum mendahulukan pengeluarannya tidak boleh sama sekali sebagaimana shalat sebelum tiba waktunya. Sebagaimana perkataan Ibnu Umar ra:" Jika menyelisihi dari jenis yang telah ditentukan (makanan pokok). Maka barangsiapa memiliki kewajiban untuk membayarnya pada waktu itu. yaitu : 1. Imam Hanafi berpendapat tentang diperbolehkannya mendahulukan pelaksanaan zakat fithri 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri.229 Untuk lebih rincinya serta untuk lebih mudahnya waktu pembayaran zakat fitri ini dapat dibagi dalam beberapa bagian. diperbolehkan untuk 227 228 229 Fiqh Islam. tidak boleh diganti dengan selain dari binatang tersebut. Karena ini adalah haq Alloh swt yang telah ditentukan dalam nash. فإ ِذا ع َد َل ع َن ذال ِك فَقد‬ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ َ َ ‫ت َرك المفروض‬ ُ ْ َ ِ "Tidak diperkenankan mengeluarkan uang sebagai ganti dari jenis-jenis makanan pokok. Barang siapa yang membayar zakat dengan uang maka tidak mendapatkan pahala. maka ia telah meninggalkan kewajiban. hal. Menurut Imam As Syafi'i. Waktu Membayar Zakat Fithri Waktu membayar zakat fithri dimulai ketika matahari terbenam di hari akhir pada bulan ramadhan atau malam hari Raya samapai sebelum dikerjakannya shalat Ied. Imam Hambali berpendapat sebagaimana pendapat Imam Hanafi. sebagaimana hewan sembelihan dalam Udhhiyyah yang telah ditetapkan harus dari binatang ternak.228 H. 5/383 Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid juz 2 62 . hal. Al-Bukhari). Imam Syafi’i berpendapat tentang diperbolehkannya pelaksanaan zakat fithri itu sejak di hari pertama bulam ramadhan. Waktu yang dibolehkan Yaitu mengeluarkanya satu hari atau dua hari sebelum sholat 'ied (sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar ra. Maka tidak diperkenankan mengganti dengan yang lain. hal." (HR.

3/479 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Al-Bukhari Shahiih Muslim bisyarhin Nawawi 63 . dan jika dia membayarkan zakat fithri anakku. maka wajiblah dikeluarkan zakat fithrinya. 1/567. hal ini sesuai dengan perkataan Ibnu Umar Radliyallahuanhuma. Adapun waktu yang disunnahkan dan diutamakan untuk menunaikannya yaitu pada waktu shubuh sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar ra: )‫وَ أ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َد ِيَ قَب ْل خروْج الناس إلى الصل َةِ (رواه البخارى و مسلم‬ ْ ّ َ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ُ ُ َ "…dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”.232 Dalam lafadz lain disebutkan : 230 231 232 Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. Jadi pada waktu-waktu tersebut adalah waktu disyariatkannya untuk membayar zakat fithri. ia berkata: ‫كان ا ِب ْن ع ُمر ي ُعْطي ع َن الصغِي ْرِ وال ْك َب ِي ْرِ حتى إ ِن كان ي ُعْطى ع َن ب َن ِي‬ ِ ّ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ ّ ْ َ َ َ ُ ِ . Dan jika seseorang lahir setelah tenggelam matahari.Risalah Ramadhan mengeluarkan zakat fithri diawal bulan romadlon. sekalipun beberapa menit. Tetapi jika meninggal setelah tenggelamnya matahari. Dan jika seseorang masuk Islam sebelum tenggelamnya matahari. Dan mereka mendapatkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya fitri.”231 Dari keterangan diatas menjelaskan diperbolehkannya menunaikan zakat fitri 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri dan tidak diperbolehkan dari batasan yang telah ditentukan itu. Di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. dia berikan kepada yang berhak menerimanya. Sedangkan Hanabilah berpendapat : diperbolehkan mengeluarkan zakat fithri dua hari sebelum hari raya. Sementara itu ada pula ulama yang memperbolehkan zakat fitri dibayarkan sehari atau dua hari sebelum ‘ied. mengasihkanya kepada orang yang menerimanya. Seperti yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari: َ ‫كان اب ْن ع ُمر رضي الله ع َن ْهُما يعطيها ال ّذ ِي ْن يقب َل ُونها. Fathul bari. maka tidak wajib baginya membayar zakat fithri. dan jika sebelumnya maka wajib dibayarkan zakat fithrinya. Dan mereka membayar zakat fithri itu sehari atau dua hari sebelum ‘id. bila seseorang meninggal sebelum tenggelamnya matahari sekalipun beberapa menit. dari Nafi’. وكانوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل‬ ُ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ُ َ َ ِ َ ُ َ ُ ‫ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أو ي َوْمي ْن‬ ِ ِ َ "Bahwasanya Ibnu Umar ra. hal. tetapi jika sesudahnya maka tidak wajib atasnya. maka ia wajib mengeluarkan zakat fithri."230 Dengan demikian. maka dia tidak wajib dibayarkan zakat fithrinya.‫وَكان ي ُعْط ِي ْها ال ّذ ِي ْن ي َقب َل ُوْن َها وَ كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ي َوْمي ْن‬ ْ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ِ َ “Adalah Ibnu ‘Umar membayarkan zakat fithri untuk anak-anak dan orang dewasa.

" (HR. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithri sebelum keluarnya orang banyak untuk sholat ied. Jika mengerjakannya setelah dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri maka hukumnya menurut Imam Ahmad dan seluruh Jumhur Fuqaha’ adalah haram. Hukum zakat syah dan mendapat pahala tetapi makruh.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ َ َ َ َ َ ‫إ ِن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َمر ب ِزكاةِ ال ْفط ْرِ أ َن ت ُؤ َدى قَبنل خروْج‬ ِ ّ ْ ّ ِ ُ ُ َ ْ َ َ ّ ‫الناس إ ِلى الصلة‬ ِ ّ "Bahwasannya Nabi saw memerintahkan membayar zakat fithri sebelum orang-orang pergi untuk shalat ‘id. Ibnu Majah dan Abu Dawud) Secara dlohir hadits ini menyatakan bahwa orang yang mengeluarklan zakatnya setelah hari raya maka ia sama dengan tidak mengeluarkan zakat.” (HR. karena ia merupakan amalan yang tidak bisa terbebas ( dari kewajibannya ) walaupun waktu untuk melaksanakannya telah habis. Sabda Rasulullah saw: َ َ َ ‫.."234 Begitu juga sebagaimana perrkataan Ibnu Abbas ra yang termaktub diatas..233 2. 2/20 64 . Berkata. Jumhur berpendapat: "Mengeluarkan zakat sebelum sholat 'ied adalah perbuatan mustahab. Waktu yang afdol dan utama Waktu yang afdhol dan utama yaitu menunaikan zakat fitri di pagi hari sebelum dimulainya sholat 'ied. "Rasulullah saw. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani Zadul Ma'ad Ibnu Qoyyim hal.فَمن اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي‬ َ ّ ْ َ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ ّ َ ّ َ ‫صد َقَة من الصد َقات‬ ِ َ ّ َ َ ِ ٌ "Barangsiapa yang membayarnya sebelum shalat id. Muslim dan lainnya). Kalau seseorang mengakhirkan waktu pelaksanaan zakat fithri sedangkan ia sadar atas perbuatannya itu maka ia berdosa dan harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mengqadha’(tetap mengganti/menunaikan)nya. Demikian yang ditetapkan para ulama khususnya madzhab Imam yang empat. Sebagaiman hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar. 3. Waktu mengqodlo' Yaitu mengeluarkan zakat setelah sholat 'ied. beliau berkata: َ ُ ‫أمر رسول اللهِ صلى الله عليهِ وسلم بزكاةِ الفطرِ أن تؤدى قبل خروج‬ ُ َ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِ‫الناس الى الصلة‬ ّ ِ ّ Dari Ibnu Umar ra. Mereka juga menyatakan bahwa zakat yang dikeluarkan setelah sholat 'ied itu sah dan berpahala sampai akhir hari raya karena tujuan yang dicapai dari dikeluarkannya zakat adalah menjadikan orang fakir dan miskin merasa tercukupi 233 234 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Bukhari bab zakat. namun jika perbuatannya itu dikarenakan lupa maka ia tidak berdosa dan tetap harus mengqadha’nya. maka ia termasuk zakat fithri yang diterima sedangkan jika dibayarkan setelah shalat id maka ia termasauk dari sedekah biasa.

235 236 Tempat Membayar Zakat Fithri Nailul Autar hal.Risalah Ramadhan dari berkeliling dan meminta-minta pada hari itu. Adapun mengakhirkan-akhirkan sampai akhirnya hari raya. kemudian orang tersebut lupa. 237 65 . 4/256 Al fiqh Al Islami Wa Adilatuu hal> 2/908. zakat fithri itu harus sampai ke tangan orang-orang yang berhak menerimanya pada waktunya yaitu sebelum shalat ‘id. Al Mansur billah menerangkan bahwa waktu mengeluarkan zakat fithri adalah sampai hari ketiga dari bulan Syawal.236 Dan yang perlu dititiktekankan lagi adalah bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang muslim mengakhirkan pembayaran zakat fithri itu setelah shalat ‘id. sehingga dia tidak sempat membayar zakat fithri itu sebelum shalat ‘id. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas ra Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ‫اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي صد َقَة‬ ٌ َ ّ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ َ َ ّ َ ّ ‫الصد َقات‬ ِ َ ّ merupakan zakat yang diterima(Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu adalah shadaqah sama dengan yang lian. akan tetapi dinilai sebagi sedekah biasa. Kifayatul Akhyar.” I. maka tidak apa-apa kalau dia membayarnya setelah ‘id. Ibnu Ruslan berkata: "Haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama mengakhirkan waktu pembayaran zakat fitri" Dikarenakan kewajiban zakat sama dengan kewajiban sholat. Karena hal itu termasuk udzur syar’i. Bila seseorang berniat membayar zakat untuk seseorang. Seperti seseorang yang baru mendengar kabar tentang hari Raya secara tiba-tiba.237 J. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya ‫من‬ ْ َ ‫من‬ َ ِ "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum dilaksanakannya shalat(‘Ied Fitri) maka itu Orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fithrinya disebabkan adanya udzur syar’i maka zakatnya adalah sah. maka zakat yang ia keluarkan tidak terhitung sebagai zakat fithri. Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri Yang wajib adalah. dan tidak boleh mengakhirkannya dari waktu yang semestinya. 235 Sedangkan Hanabilah berpendapat akhir dari pembayaran zakat fithri adalah terbenamnya matahari di hari 'ied itu. Jika diakhirkan setelah shalat ‘id dengan tanpa udzur syar’i. Barang siapa yang mengakhirkan dari waktu yang ditentukan maka berdosalah ia. tetapi dia tidak bertemu orang yang dimaksud atau yang mewakilinya maka ia harus menyerahkannya kepada orang lain yang berhak menerimanya. sebagaiman Sabda Rasululloh saw yang termaktub di atas. atau seseorang yang berharap kepada orang lain yang membayarkannya. K.

Yakni yang semestinya didahulukan untuk menerimanya haruslah orang yang diketahui paling membutuhkan. atau ringannya kefakiran mereka atau beratnya kebutuhan selain fakir miskin itu dari golongan yang mendapatkan bagian zakat. orang-orang miskin.untuk (memerdekaan) budak. ustadz/guru ngaji. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. hal. hanyalah untuk orang-orang fakir.238 L. pengurus-pengurus zakat. 238 Kifayatul Akhyar. At-Taubah [9]: 60) Hanyasanya yang lebih berhak menerimanya adalah orang fakir dan miskin demikian yang telah dilakukan oleh Rasululloh saw dan para sahabatnya. baik itu tempat tinggalnya atau tempat lain di wilayah kaum muslimin. maka dia boleh mewakilkan pembayaran zakat fithri tersebut kepada orang lain untuk ia laksanakan di tempat yang di sana terdapat orang-orang yang berhak menerimanya. 298 Minhajul muslim."240 Dan hendaknya tidak ada basa-basi dalam masalah zakat fithri.Yang Berhak Menerima Zakat Fithri Orang-orang yang berhak menerima zakat fithri ialah delapan golongan sebagaimana yang berhak menerima zakat mal (harta benda). Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. Jangan dikeluarkan kepada selain mereka kecuali kalau tidak ada orang miskin sama sekali. hal.Risalah Ramadhan Hendaknya zakat fithri itu diserahkan kepada fakir miskin di sekitar tempat ia berada pada waktu dia mendapati hari raya itu. Jika seseorang tinggal di suatu wilayah yang tidak ada orang yang berhak menerimanya. apalagi dimasukkan ke dalam kas masjid atau sejenisnya. orang yang berhutang." (QS. sesepuh/pengurus kampung. karena zakat ini masuk dalam keumuman ayat yang disebutkan dalam dalam al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 sebagai Mustahiq Zakat (penerima zakat) yaitu: ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساك ِين والعامل ِين ع َل َي ْها والمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهم وفي‬ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ‫الرقاب والغارِمين وَفي سبيل اللهِ وابن السبيل فَرِي ْضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ ‫ع َل ِي ْم حك ِي ْم‬ ٌ َ ٌ "Sesungguhnya zakat-zakat itu.239 Rasululloh saw bersabda: َ ْ ‫أغنوهم ع َن السؤال فِي هَذا ال ْي َوْم ِ فَل َ ت ُد ْفَعُ ل ِغَي ْرِ الفقراء إ ِل ّ عند َ انعدامهم‬ ِ َ َ ُ ِ ُ ُ ِ َ ُ ِ ِ َ ِ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِ ْ ِ ْ ِ ‫أوْ خفةِ فقرِهم أوْ اشت ِداد ِ حاجةِ غ َي ْرِه ِم من ذ َوي السهام‬ "Jadikan mereka merasa cukup untuk hari ini sehingga mereka tidak meminta-minta kepada orang lain. Minhajul Muslim. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. 298 239 240 66 . sehingga tidak mendahulukan ta’mir masjid.

hal. ia boleh menjualnya untuk menbayar zakat fithri.Risalah Ramadhan Zakat fithri itu bisa dibayarkan kepada beberapa orang fakir miskin atau kepada satu orang saja. Diperbolehkan bagi penerima. dan juga diperbolehkan dipindahkan ke negeri yang lain yang lebih membutuhkan namun tidak boleh digunakan untuk membangun masjid atau jalan umum. maka ia tidak usah menjualnya kemudian digunakan untuk membayar zakat fithri. atau untuk disewakan dalam rangka mencari nafkah. harta.241 Jumhur ulama mensyaratkan wajibnya mengeluarkan zakat atas orang fakir Jika ia memiliki makanan yang lebih untuk dipergunakan olehnya dan orang-orang yang menjadi tanggunganya selama hari raya. Menyucikan jiwa orang yang shoim dari perbuatan laghwun dan kotor. dan kalau ini dilakukan pada hakikatnya tidak ada kerugian yang mendasar terhadap kehidupanya. Dengan demikian sangat sedikit yang selamat dari hal tersebut sehingga datanglah syari’at zakat di akhir ramadlan sebagai pembersih dari kotoran yang menempel ketika melaksanakan shiyam atau sebagai penutup dari kekurangan sebagaimana 241 242 Kifayatul Akhyar. pendengaran. maka ia tidak berkewajiban untuk membayar zakat fitri. penglihatan. karena Nabi saw hanya menentukan jumlah yang dibayarkan saja dan tidak menentukan jumlah yang boleh diterima seseorang. Fiqh Zakat. atau memiliki barang dagangan tetapi jika dikeluarkan hartanya untuk membayar zakat tidak bisa memenuhi kebutuhanya sehari-hari atau akan habis untungnya. Jika ada orang yang memiliki sebuah rumah yang hanya digunakan untuk bertempat tinggal. Bagi pribadi dan individu muslim 1. jika mendapat zakat fithri dari seseorang untuk membayarkannya sebagai zakat bagi dirinya atau untuk salah satu anggota keluarganya apabila ia sendiri telah menakarnya kembali atau diberitahu oleh orang yang membayar zakat fithri itu bahwa takarannya sudah sempurna dan dia yakin dengan pemberitahuan itu. 2/926 67 . Mempunyai kelonggaran dalam tempat tinggal. Bagi orang yang melaksanakan shiyam. M. zakat berfungsi sebagai pembersih dari laghwun dan rofats . dan keperluan sehari-harinya.242 Zakat ini juga diberikan oleh orang yang faqir dari kaum muslimin di negeri yang mengeluarkan zakat tersebut. Tetapi jika ia ada kelebihan dari kebutuhan pokok. Hikmah Zakat Fithri Di antara hikmah zakat fithri ialah: a. ia tidak usah menjualnya dalam rangka untuk membayar zakat. namun lisan. atau memiliki hewan tunggangan yang digunakan untuk mengangkut atau dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokoknya.Hal ini disebabkan karena as sho’im tidak terlepas dari melakukan kedua hal tersebut. Atau jika ia memiliki beberapa kitab untuk dibaca. tangan dan kakinya juga ikut melakukan siyam yaitu dengan menjauhi apa yang dilarang Allah swt dan Rasul Nya baik itu berupa perkatan atau perbuatan. Orang perempuan yang memiliki perhiasan untuk dipakai. Padahal shoum yang sempurna adalah bukan hanya mencegah syahwat perut dan kemaluan.

6. juga amalamal shalih lain di bulan Ramadhan. Al Hakim. perbuatan yang sia-sia dan dosa. Ad-Daruquthni. 2/922 Zad al Ma'ad. atau melakukan ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم: زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّغْوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن فَمن أداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة ٌ مقب ُوْل َة‬ ْ َ ٌ َ ّ ْ َ ِ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ َ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebagai penyucian jiwa orang yang siyam dari penyakit laghwun. فَمن أ َداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة‬ َ َ ْ َ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ِ . shalat tarawih. karena Menanam sikap rela berkorban dan suka membantu orang dikumpulkan atas penderitaan orang lain.” (HR. sesunggunya kebaikan itu menghapuskan kejelekan. 2/111. Abu Daud. 4." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh al Hakim) Adapun lengkapnya adalah : Barang siapa yang mengeluarkan sebelum sholat ied maka itu diterima dan barang siapa yang mengeluarkan setelah sholat ied maka itu adalah sedekah.243 2. Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat Allah swt berupa kemampuan melaksanakan ibadah siyam secara sempurna. dan dishahihkannya ).‫مقب ُوْل َة وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ ْ َ َ َ ْ َ ٌ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri itu sebagai penyuci bagi orang yang siyam dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor dan sebagai pemberi makan untuk orang yang miskin. Ibnu Majah. 1/585 68 . lain. Sunan Abi Dawud. 2/21. dia berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ٌ‫الل ّغنوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن. Sunan Ibnu Majah.244 Dalam lafadz lain Yang hampir sama juga dari Ibnu ‘Abbas ra. Bagi Masyarakat Muslim 243 244 Ibid. dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir serta miskin. 5. terkadang ada saja kekurangan dalam pelaksanaan ibadah siyam itu. 3. rofats.Risalah Ramadhan mandi yang dapat membersihkan badan dari kotoran yang melekat padanya. Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata: Menghilangkan sifat bakhil dan loba pemilik kekayaan Menghindarkan pemupukan harta perorangan yang Sebagai penyempurna pelaksanaan ibadah siyam. Barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat (‘ied) maka ia adalah shadaqah biasa. b.

Mencegah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang dapat menimbulkan masalah dan kejahatan sosial. Zakat fithri bagi masyarakat muslim berfungsi sebagai penebar rasa kasih sayang dan luapan rasa gembira disetiap pejuru masyarakat khususnya bagi fuqoro’ wal masaakin. 246 245 246 HR. Al. sebagaimana sabda Rasululloh saw bersabda: َ ْ (‫أغنوهُم ع َن السؤال فِي هَذا اليوم ِ )البيهقي‬ َ ْ ِ َ ّ ِ " Jadikanlah mereka mereasa tercukupi dan agar mereka tidak meminta-minta pada hari ini"245 5. Membina dan mempererat tali persudaraan sesama umat islam 3. Di sinilah Islam dengan syari’at yang sangat peduli terhadap mashlahah kehidupan mensyari’akan adanya zakat guna memenuhi hajah dan mengingatkan akan pahit dan betapa sulitnya kehidupan mereka. Berbuat baik terhadap orang-orang fakir serta mencegah mereka agar jangan sampai meminta-minta pada hari Raya. Memenuhi kebutuhan fakir miskin agar tidak meminta-minta pada hari raya. maka luapan perasaan ini sudah seyogyanya bisa dirasakan juga oleh kaum muslimin seluruhnya. sehingga mereka bisa ikut merasakan kegembiraan sebagaimana orang-orang kaya. Hal ini disebabkan hari raya adalah hari yang penuh dengan kegembiran. 4. 2. 66 69 . Ensiklopedi wanita . hal. Haya binti Mubarok Al Barik.Risalah Ramadhan 1. Sehingga akan muncul perasaan mahabbah waa rahmah dan juga kesan yang mendalam bahwa masyarakat tidaklah menterlantarkan ataupun melupakan mereka pada hari dimana kaum muslimin sedang merayakan hari yang penuh kesenangan. Dengan demikian maka hari Raya itu betul-betul menjadi milik semua orang.Baihaqi dengan sanad yang dloif . Namun fuqoro’ wal masaakin tidak dapat merasakan perasaan ini ketika melihat orang kaya menikmati hidangan yang lezat lagi nikmat sedang dia tidak mendapatinya pada hari itu.

Beliau bertanya. dinamakan demikian karena selalu berulang ُ ‫الرجوْع‬ ُ ّ (kembali dan ‫ي َت َك َرر‬ َ ّ (setiap tahun). sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik ra. Pengertian Dan Pensyariatannya Kata ُ ‫ العِي ْد‬berasal dari kata ُ ‫ العَوْد‬yang berarti ُ ‫وال ْمعاوَد َة‬ َ ُ َ berulang-ulang). dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ‫قَد ِم رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ال ْمدين َة وَل َهُم ي َوْمان ي َل ْعَبون فيهِما‬ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ُ َ ِ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَقال ما هَذان ال ْي َوْمان قالوا ك ُنا ن َل ْعَب فيهِما في ال ْجاه ِل ِي ّةِ فَقال رسول‬ ِ َ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم إ ِن الل ّه قَد ْ أ َب ْد َل َك ُم ب ِهِما خي ْرا من ْهُما ي َوْم ال َضحى‬ َ ْ ْ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ ْ َ ُ ‫وَي َوْم ال ْفِط ْر‬ َ ِ "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang ke Madinah.Risalah Ramadhan BAB IX S H O L A T 'I D A I N A. Shalat ‘Iedain adalah shalat hari raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. “Dua hari 70 . sedangkan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang selalu mereka rayakan.

yaitu ‘Iedul Adlha dan ‘Iedul Fithri.235.250. Hukum Sholat Idain Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat ‘Iedain: Pertama: fardhu kifayah Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan sebagian ulama Syafi’iyah. Shalat ‘Ied termasuk syiar Islam yang bila satu negeri sepakat tidak mengerjakannya. Dasarnya adalah karena adanya khutbah. An Nasa’I no.”247 B. Waktu Pelaksanaan Sholat Waktunya adalah sebagaimana waktu dhuha. 3/103. Sunnah Muakadah Ini adalah pendapat Imam Malik. Nasa'i 71 . sedangkan asal dari suatu perintah shalat adalah wajib. Berdasarkan hadits 'Abdullah bin Busrin ra : 247 248 249 HR. Kedua: Fardhu ‘ain Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah.' Beliau bersabda. Asy-Syafi’i dan Jumhur ulama. sehingga dihukumi seperti shalat Jum’at.” Rasulullah saw bersabda: َ ُ ِ ‫خمس صل َوات ك َت َب َهُن الل ّه ع َلى ال ْعِباد‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ ّ “Shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah pada hamba-hamba-Nya. Pendapat mereka didasarkan pada firman Allah: ‫فَصل ل ِرب ّك وان ْحر‬ ْ َ َ َ َ ّ َ “Shalatlah kamu kepada Robbmu dan sembelihlah korban. Wajibnya adalah wajib kifayah karena tidak disyariatkan adzan.Risalah Ramadhan raya apakah ini ?' Mereka menjawab “Kami merayakannya pada masa jahiliyah. 1134. Berdasarkan: Ketika seorang Arab badui datang bertanya kepada Rasulullah saw tentang shalat lima waktu. maka akan diperangi oleh Imam/pemerintah.” 248 Pendapat yang masyhur menyatakan bahwa shalat di sini adalah shalat ‘Ied. QS. 1557. “Tidak. Abu Dawud. no. yaitu tatkala matahari sudah setinggi tombak sampai waktui tergelincirnya matahari. kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah. 'Allah telah mengganti dua hari raya ini dengan yang lebih baik dari keduanya.” 249 C.178. Al-Kautsar : 2 HR. Ahmad. “Apakah saya wajib shalat yang lain?” Beliau menjawab. dan Rasulullah saw selalu mengerjakannya. sehingga hukumnya seperti shalat jenazah.

yaitu waktu dhuha. Lebih dari itu di sunahkan untuk menyegerakan shalat ‘Idul Adha dan mengkhirkan shalat ‘Idul Fitri. Akhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan segerakan sholat ‘Iedul Adha. ia menyatakan bahwa mereka telah mengakhirkan waktu shalat dari yang sebenarnya." 251 Hadits ini dijelaskan oleh hadits berikutnya. Al Hakim 1/295. no. dan shalat ‘Idul Adlha ketika matahari setinggi satu tombak. yaitu waktu tasbih yang berarti setelah matahari setinggi tombak adalah makruh.‫رمحي ْن وال َضحى ع َلى قَي ْد ِ رمح‬ َ ْ َ ِ َ ْ َ ٍ ْ َ “Nabi Muhammad saw shalat ‘Idul fithri bersama kami ketika matahari setinggi dua tombak. “Kita telah menyia-nyiakan waktu ini.ك َت َب إ ِلى ع َمرو ب ْن حزم‬ َ ّ . "Hadits yang paling baik dalam menerangkan waktu shalat ‘Iedain adalah hadits Jundab di atas. Al Baihaqi 2/282 Sunan Al Kubro lil Baihaqi. dengan disegerakannya shalat berarti waktu menyembelih akan lebih panjang. Hikmahnya adalah karena dalam ‘Idul Fithri ada kewajiban mengeluarkan zakat. Asy Syafi’ie. َ َ َ ‫روِيَ أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ك َت َب إلى ع َمرو ب ْن حزم ٍ أ َن أ َخر‬ ْ َ ُ ّ َ َ َ ّ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ ْ ٍ ‫صل َة َ الفطرِ وَع َجل صل َة َ الضحى . lihat talhish Ibnu Najar. 3/282. yaitu hadits dari Jundab ra ia berkata: َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ِ‫كان الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصل ّي ب ِنا ي َوْم ال ْفط ْرِ والشمس ع َلى قَي ْد‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ . 2/83 72 .Risalah Ramadhan ّ َ ‫خرج ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْن ب ُسرٍ صاحب رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم معَ الناس‬ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ ِ ُ َ ُ ِ َ ِ ّ ‫في ي َوْم ِ عيد ِ فِط ْرٍ أ َوْ أ َضحى فَأ َن ْك َر إ ِب ْطاء ال ِمام ِ فَقال إ ِنا ك ُنا قَد ْ فَرغ ْنا‬ ِ َ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ‫ساع َت َنا هَذ ِهِ وَذ َل ِك حين الت ّسبيح‬ َ َ َ ِ َ ِ ِ ْ 'Abdullah bin Busrin ra salah seorang shahabat Rasulullah saw keluar bersama orang banyak pada hari raya ‘Idul Fithri atau ‘Idul Adlha. Dan dalam suatu riwayat Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang saat itu berada di daerah Najron supaya menyegerakan sholat ‘Iedul Adha dan mengakhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan berilah peringatan kepada manusia." 250 251 252 Hasan.” 252 Imam Asy-Syaukani berkata.”250 Maksud hadits ini. 3/232.وَ فِي رِواي َةٍ . sehingga dengan diakhirkan waktu shalat ada waktu untuk membayar dan membagikan zakat.‫وَ هُوَ ب ِن َجران أ َن ع َجل الضحى وَ أ َخر ال ْفِط ْر وَ ذ َك ّرِ الناس‬ َ ْ ْ ٍ َ ْ َ ّ َ َ ّ "Diriwayatkan bahwa Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang isinya. HR.” 'Di zaman Rasulullah saw saat seperti ini kami telah selesai mengerjakan shalat ied. 1135. lalu dia memprotes keterlambatan datangnya imam shalat seraya berkata. Abu Dawud secara Maushul. diriwayatkan dari Hasan bin Ahmad Al Banna dalam kitab Al Adlha. Al-Bukhari secara Mu’allaq. hadits ini mursal dhoif karena dalam sanadnya ada Ibrahim bin Muhammad dan dia dhoif Dha’if. sedangkan tugas di hari raya ‘Idul Adlha adalah menyembelih hewan Udhiyyah. 2/529.

Abu Bakar bin Muhammad. Abu Salamah. sedang mengenai pelaksanaan shalat terdapat beberapa pendapat: a. Hammad. Juga pendapat Abdurrahman bin Abi Laila.” 254 D. Nasa’i 1/180. Imam Malik dan Asy-Syafi’i: Tidak perlu sholat ‘Ied besok harinya karena sholat ‘Ied harus ada jama’ah dan khutbah ‘Ied. Sa’id bin Jubair.Risalah Ramadhan Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari? Bagi yang siyam harus segera berbuka. mereka berkata: َ ‫قال ُوا غ ُم ع َل َي ْنا ه ِل َل شننوال فَأ َصب َحنا صياما فَجاء رك ْب فى الن ّهارِ فَشهَد ُوا‬ ِ ٌ َ َ َ َ ً َ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫عن ْد َ رسول الله صلى الله عليه وسلنم أ َن ّهُم رأى ا ْلهلل ب ِلمس فَأ َمر‬ ِ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ْ ّ ‫الناس أن ي ُفط ِروا من ي َوْمهِم وَ أن ي َخرجوا لنعِي ْد ِهنم من الغَد‬ ْ ِ ْ ِ ْ ُ ْ ْ َ ّ “Kami terhalang mendung sehingga tidak melihat hilal syawal. Rasululloh saw bersabda: ‫فِط ْرك ُم ي َوْم ت ُفط ِروُن وَ أ َضحاك ُم ي َوْم ت ُضحوْن‬ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ْ ُ “Iedul Fitri kalian adalah pada hari kalian semua berbuka. Imam Ats Tsaury. Imam Auza’i. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits 'Umair bin Anis dari paman-pamannya dari golongan Anshar. Imam Ishaq. no.” 253 b. 5/38. Pendapat yang kuat menyatakan mereka hendaknya melakukan sholat ‘Ied keesokan harinya. Umar bin Abdul Aziz. Umar. Ali. 1/531 Shahih Ahmad. Urwah. 1/387. Al Hakam. Zaid bin Aslam dan AsySyafi’i. Abu Dawud. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Abu Tsaur dan juga Auza’i dan lain-lain. no. Ibnu Mundzir dan Al khatobi. 3/316 73 . 253 254 Abu Dawud. 1/543. 2/170. Sejak tengggelamnya matahari malam ‘Ied. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib. 1157. Ibnu Majah. Tentang Takbiran a. Abu Zanad. Syarhu Ma’anil atsar. At-Tirmidzi ‘Aridzatul. 2. Ishak. Imam Malik. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk berbuka dan untuk bersiap sholat ‘Ied besok harinya. 653. Ubay bin Utsman. Ibnu Majah. Paginya kami siyam dan siang hari itu juga datang rombongan kafilah dagang lalu bersaksi dihadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. Takbir ‘Idul Fithri Para ulama berbeda pendapat tentang waktu takbiran idhul fitri: 1. An Nakha’i. Daruqutni. Ini adalah pendapat Imam Ahmad. Al Baihaqi. Iedul Adha kalian adalah pada hari kalian semua menyembelih Udhiyyah. 3/216. Sejak berangkat menuju tempat sholat. Keduanya tidak diqodlo’ sebagaimana sholat jum’at. Abu Umamah dan sebagian besar para shahabat ra.

Sebagaimana firman Allah ta’ala: َ َ ُ ِ ‫وَل ِت ُك ْملوا ال ْعِد ّة َ وَل ِت ُك َب ّروا الل ّه ع َلى ما هَداك ُم وَل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ ْ َ َ ُ "…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Al-Baqarah 2 : 185 Ad Daruquthni 2/45. dia bertakbir dan mengeraskan suaranya. Diriwayatkan: ّ َ ُ ْ َ ْ ْ ِ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ّ ِ ‫كان ي َخرج ي َوْم الفطرِ فَي ُك َب ّر حتى ي َأ تي المصلى وَحتى ي ُقضى الصل َة ُ فَإ‬ ّ َ ُ َ ‫ذا قُضي الصل َة ُ قُط ِعَ الت ّك ْب ِي ْر‬ ّ ُ َ ِ Beliau rasulullah saw keluar pada hari ‘Idul Fitri dan bertakbir sampai tiba ditempat sholat dan melaksanakan sholat. beliau menghentikan takbir. Dasar pendapat yang kedua adalah perkataan Nafi' (bekas budak Abdullah bin Umar ra) : ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ي َوْم ال ْعِي ْد ِ في ال َضحى وال ْفط ْرِ وَي ُك َب ّر وَي َرفَعُ صوْت َه‬ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ ”Ibu Umar bertakbir pada hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha. Bahkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak ada takbir pada hari raya ‘Idul Fitri karena Ibnu Abbas ra mendengar takbir pada hari raya ‘Idul fitri.” 256 Abu Jamilah Masyawah bin Ya’kub berkta: َ ْ َ ْ ‫رأ َي ْت ع َليا ً رضي الله ع َن ْه خرج ي َوْم ال ْعِي ْد ِ فَل َم ي َزل ي ُك َب ّر حتى ان ْت َهى إ ِلى‬ ّ َ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ َ َ ِ َ ِ ِ‫ال ْجبان َة‬ َ َ “Saya melihat Ali keluar pada hari ‘Ied. 170 74 . Silsilah Ahadits Shahihah. maka dia bertanya : َ َ َ ‫ما َ شأ ْن الناس ؟ قِي ْل : ي ُك َب ّروْن. 2/165 Ibnu Abi Syaibah. ia terus bertakbir sampai ketempat sholat”. 2/44 Ibnu Abi Syaibah.Baihaqi. فَقال : أ َن ْجان ِي ْن الناس ؟‬ َ َ ُ ُ ّ َ ِ ّ ُ َ “Sedang apa orang-orang itu? 'Bertakbir' Maka beliau berkata. Al. 257 Ada pendapat yang mengatakan bertakbir hanya sampai saat tiba di tempat sholat saja. supaya kamu bersyukur. 3/279 Daruqutni. Jika selesai sholat.” 259 255 256 257 258 259 QS. “ Apa mereka sudah gila?"258 Meski demikian pendapat ini dinilai lemah karena ada hadits yang memerintahkan untuk bertakbir sampai ditempat sholat akan melaksanakannya. no."255 Bisa dipahami bahwa sempurnanya bilangan shaum Ramadhan satu bulan adalah dengan tenggelamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan terbitnya hilal Syawal.Risalah Ramadhan Adapun akhir takbir pada hari ‘Idul Fithri adalah saat Imam datang untuk memulai shalat. Dari situlah takbir dimulai.

3/313. Al-Bukhori no. . 3/240. 3/313 dan Al Hakim. no. Iini pendapat Ibnu Mas’ud ra. Muhammad. Sufyan At-Tsaury. “Apa yang kalian kerjakan dahulu bersama Rasulullah pada hari ini?“ Kemudian dia ( Anas ra ) menjawab : ّ ‫كان ي ُهِل ال ْمهِل منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْهِ وَي ُك َب ّر ال ْمك َب ّر منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْه‬ ِ ّ ِ ُ ُ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ُ ُ "Diantara kami ada yang bertahlil dan Rasulullah tidak mengingkari. 1/337. . “Tidak ada sebuah hadits shahih pun dari Nabi dalam hal ini.”263 Ibnu Umar ra meriwatkan dari bapaknya. pendapat ini diqiyaskan dengan sholat ‘idul Fitri. Darimi.An 260 261 262 263 264 265 Subulus Salam. Takbir ‘Idul Adlha 1. 1/299 75 . no. saat keduanya berangkat dari Mina menuju Arafah di suatu pagi. Para ulama berbeda pendapat : .Ada yang mengetakan dimulai sejak Dhuhur hari Arofah. Ibnu Abbas ra. Imam Ash Shon’ani260 berkata. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits262 riwayat Muhammad bin Abu Bakr AtTsaqafi bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik ra. 24/220 Lihat Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. Akhir Ashar hari nahar / 10 Dzulhijjah. dan saya adalah orang yang bertakbir. Alqomah. Hadit ini diriwayatkan dari shahabat Ali. Ahmad.Risalah Ramadhan b. Dua Atsar (perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra) ini diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir. Ahmad dan Abu Tsaur. Ini pendapat Umar. Pendapat ini kuat menurut Ibnu Taimiyyah261 karena merupakan pendapat kebanyakan shahabat dan ulama. sebagian yang lain ada yang betakbir dan beliau juga tidak mengingkari. 1659.Ada yang mengatakan dimulai sejak Subuh hari Arofah. Muslim. 3008.265 Akhir Takbir ‘Idul Adha Takbir berakhir bersamaan dengan berakhirnya waktu Ashar hari tasyri’ yang terakhir. no. 5/112. Umar dan Ibnu Abbas. 1285. Awal mula takbir . Al Baihaqi. Yang paling shahih adalah perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra bahwa takbir 'Idul 'Adha dimulai sejak subuh hari Arofah sampai akhir hari Mina (ashar). Ali. 5/250 Muslim. 1285. Ibnu Majah. .” 264 Imam Al-Baihaqi dan Al-Hakim juga meriwayatkan takbir sejak habis subuh hari Arofah sampai akhir hari Tasyrri’. 5/112 Baihaqi. maka sebagian kami ada yang bertakbir dan sebagian yang lain bertahlil. dia berkata: ّ َ ‫ك ُنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم في غ َداةِ ع َرفَة فَمنا ال ْمك َب ّر وَمنا‬ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ ّ ُ ‫ال ْمهَل ّل فَأ َما ن َحن فَن ُك َب ّر‬ ّ ُ ُ ُ ْ “Di suatu pagi pada hari Arofah kami bersama Roaululloh. 6/40 Imam Malik. 2/71-72 Majmu’ fatawa. Abu Yusuf. An Nasai. Baihaqi. 970.Ada yang mengatakan dimulai sejak Ashar hari Arofah. 2/56.Ada yang mengatakan dimulai sejak setelah tenggelamnya matahari di hari Arofah.

Ini adalah pendapat Imam Malik. Umar bin Abdul Aziz. 2/166. Ini adalah pendapat Ibn Mas’ud. Atsaury. maka mereka ikut bertakbir. AsySyafi’I. 3/288 Al-Bukhori. Mandi dan memakai pakaian yang bagus.266 Subuh hari tasyri’ terakhir. Ini pendapat Imam Malik. mengikuti kegiatan haji.271 E. Abu Hanifah dan Ahmad. 3/291 266 267 268 269 270 271 76 . Ini adalah pendapat Yahya Al Anshori. َ َ ُ ِ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي َغْت َسل ي َوْم ال ْفط ْرِ وال َ ضحى‬ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َ Ibnu Syaibah. Abu Yahya. ( Menurut mereka awalnya dhuhur hari Arofah. di dalam kemah. Muhammad dan jumhur ulama.Risalah Ramadhan Nakhoi dan Abu Hanifah. di atas ranjang. Malik dan Asy-Syafi’i. namun juga di pasar. 5/45 Al Mughni. Kedua tidak bertakbir. dan di tempat-tempat yang lainnya. 267 Dhuhur hari tasyri’ terakhir. Imam Ahmad. Ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud ra. Suaranya terdengar oleh orang yamg berada dimasjid. tidak bertakbir dalam sholat sendirian. َ ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ب ِمنى ت ِل ْك ال َيام وَخل ْف الصل َوات وَع َلى فِراشهِ وَفي‬ َ َ َ ّ ْ َ ِ ِ َ ِ َ ّ َ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ‫فُسطاط ِهِ وَمجل ِسهِ وَممشاه ُ ت ِل ْك ال َيام جميعا وكا َن ي ُك َب ّر فِي قُب ّت ِهِ ب ِمنى‬ َ ِ ِ ْ َ َ َ ً ِ َ َ ّ ْ َ ْ ُ ُ ُ ‫حتى ن َسمعُه أ َهْل ال ْمسجد ِ فَي ُك َب ّروْن وَي ُك َب ّر أ َهْل السوْق حتى ت َرت َج منى‬ َ ِ ّ ْ ّ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ْ ّ َ ُ ‫ت َك ْب ِي ْرا‬ ً "Pada hari itu Ibnu Umar ra bertakbir di Mina dan juga setelah beliau sholat lima waktu. 5/45 Al Mughni. Imam Abu Hanifah dan Imam Ats Tsaury. 268 Pendapat yang kuat mengatakan bahwa takbir tidak hanya sesudah sholat fardhu saja. berdasarkan QS 22:28 Al Majmu’. ini pendapat Imam Syafi’i. 270 Apakah sesudah sholat sunnah juga bertakbir? Dalam hal ini ada dua pendapat: pertama tetap bertakbir. jalan. Kedua.m Ibnu Umar. 2/25 Majmu’. Pendapat mereka adalah: Pertama." 269 Para ulama berbeda pendapat tentang takbir yang dilakukan setelah shalat lima waktu. Al-Auza’I. bertakbir meskipun sholat sendirian. dan dengan serta merta ikut bertakbir pula seluruh penduduk di pasar sehingga Mina bergemuruh dengan suara takbir. Ini adalah pendapat Ibnu Umar ra. ketika jalan-jalan dan ketika beliau dikubah. Adab-adab di Hari Raya Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum kita melaksanakan sholat ‘Ied : 1. di tempat duduk.

Risalah Ramadhan "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam mandi pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha. 542. "Dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasululloh tidak pergi ke tempat shalat ied sampai makan dulu beberapa butir kurma."273 Sedang di hari 'Iedul adha beliau tidak makan terlebih dahulu. sebagaimana hadits riwayat dari Abu Buraidah: ‫كا َن الن ّب ِي ل َ ي َخرج ي َوْم ال ْفط ْرِ حتى ي َط ْعَم وَي َوْم الن ّحرِ ل َ ي َأ ْك ُل حتى ي َرجع‬ ّ َ ُ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ُ ْ ِ‫فَي َأك ُل من ن َسي ْك َت ِه‬ ِ ْ ِ َ " Nabi tidak berangkat shalat iedh fitri sampai makan terlebih dahulu sedang padahari iedhul adha beliau tidak makan sampai pulang dari sholat iedhul adha lalu makan dari sembelihan beliau. Hendaknya shalat diadakan di tanah lapang kecuali dalam keadaan darurat seperti hujan dan yang semisalnya sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw dan khulafaur Rosyidin. Ibnu Majah. Bertakbir sejak dari rumah sampai tiba di tempat shalat dan saat imam hadir untuk mengimami shalat."272 2. Dari Sa’id bin Jubair dia berkata: ‫ك ُن ْت معَ اب ْن ع ُمر حين أ َصاب َه سنان الرمح في أ َخمص قَد َمهِ فَل َزِقَت‬ ِ ِ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ً ِ َ ُ َ َ َ ّ َ ُ‫قَد َمه بالركاب فَن َزل ْت فَن َزع ْت ُها وَذ َل ِك ب ِمنى فَب َل َغَ ال ْحجاج فَجعَل ي َعود ُه‬ ُ َ َ َ ِ َ ّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ‫فَقال ال ْحجاج ل َوْ ن َعْل َم من أ َصاب َك فَقال اب ْن ع ُمر أ َن ْت أ َصب ْت َني قال‬ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ُ 272 273 274 275 276 277 Ibnu Majjah 1/417. At-Tirmidzi 543.276 5. Al-Baihaqi. Ahmad. dia berkata: ‫كان الن ّب ِي إ ِذا كان ي َوْم عي ْد ٍ خال َف الط ّرِي ْق‬ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ُ "Pada hari ied beliau berangkat dan kembali lewat jalan yang berbeda. 3/126 At-Tirmidzi. 4. 6. "Saya bersama abi Umamah Al Bahiliy dan yang lainnya dari para shohabat Rasulullah. no. 5/15 Ahmad berkata. Al Majmu’. mereka saling mengucapkan: َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ “Semoga Alloh Manerima Amal Kita dan Amal anda"277 7. 1754. maka apabila mereka pulang dari sholat ied. Dhoif Al-Bukhari 953. Saling mengucapkan Tahniah ( َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ ) Muhammad bin Ziad berkata. no. Imam Malik dan Syafi’i. 986. Berjalan kaki ke tempat shalat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda. Ahmad. Ahmad.” 274 3. Dimakruhkan membawa senjata tajam kecuali dalam keadaan terpaksa. 2/32. 3/308 Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. Ibnu Majah.” 275 Ini adalah pendapat jumhur ulama. "Isnadnya bagus" 77 . Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. 5/352 Al-Bukhari. no. 1756. Makan dahulu sebelum menunaikan sholat iedul fitri. 4/76.

Ketika kami berada di Mina. 1/318 HR Muslim 78 . Diperbolehkan membuat makanan dan minuman yang istimewa serta melakukan permainan yang mubah. Ketika tiba di mushala (masjid atau lapangan) hendaknya imam segera maju ke depan untuk mengimami shalat dan dia menegakkan sutrah (pembatas) di depannya. Imam Asy-Syafi’i dan Imam Hambali. Tata Cara Sholat ‘Ied 1. 'Kamu membawa senjata pada hari yang seharusnya tidak boleh membawanya dan kamu memasukkan senjata ke tanah haram yang seharusnya tidak boleh membawa senjata di dalamnya. ْ ِ َ ّ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلنى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كـان ي َخرج ي َوْم ال ْفطـر وال َضحى إلى‬ َ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ َ َ َ ِ ّ َ ُ ‫ال ْمصلى فَي َب ْد َأ َبالصل َة‬ ِ ّ ِ Dari Abu Sa’id Al Khudri ra berkata: 278 279 280 281 HR Bukhori Al. Setelah menunaikan sholat subuh kaum muslimin dianjurkan untuk segera pergi ke tempat shalat walaupun matahari belum terbit.280 10.' Maka Ibnu Umar ra berkata. 'Seandainya kami tahu siapa yang melukaimu. 1/318 Ibid.' 278 8.” 281 F. kecuali imam. Al Hajjaj menjenguknya sambil mengatakan. Saya turun unuk membantunya dan mencabut mata tombak itu.tengah telapak kaki. maka ia terjatuh dari tungganganya. Kemudian ia bertakbir tanpa ada adzan dan iqomah sebelumnya. 'Bagaimana bisa terjadi yang demikian?' Ibnu Umar ra menjawab.Fiqih ‘Ala Madzahil Arba’ah. Hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan kepada siapa saja yang ditemuinya dari orang-orang mukmin. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: َ َ َ ِ‫أيام الت ّشريق أيام أك ْل وَشرب وَ فِي رِواي َةٍ زاد َ فيهِ وَذ ِك ْرٍ ل ِل ّه‬ ِ َ ُ ّ ِ ِ ْ ُ ّ ٍ ْ ُ َ ْ ٍ “Hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta' dalam riwayat lain ada tambahan. 2. ' dan berdzikir kepada Alloh . Ini adalah pendapat Imam abu Hanifah. Sedangkan menurut Madzhab Malikyah disunnahkan setelah terbitnya fajar.Risalah Ramadhan ‫وَك َي ْف قال حمل ْت السل َح في ي َوْم ٍ ل َم ي َك ُن ي ُحمل فيهِ وَأ َد ْخل ْت السل َح‬ ِ ُ َ ْ ْ ِ َ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ ‫ال ْحرم وَل َم ي َك ُن السل َح ي ُد ْخل ال ْحرم‬ ُ ّ َ َ َ َ َ َ ْ ْ "Saya bersama Ibnu Umar ra ketika dia terkena mata tombak ditengah. 279 9. 'Kamulah yang telah melukaiku!' Hajaj berkata.

Al-Baihaqi. 2/240 79 . Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i. Berdasar pendapat Umar ra dan riwayat Abu Humaid. Kemudian. Imam Abu Hanifah. Namun kedua riwayat ini lemah. Kemudian barulah beliau membaca surat. 2/48. Al-Bukhori dan Muslim HR. 282 283 284 285 286 HR. Imam Auza’i. Disunnahkan juga mengangkat tangan ketika bertakbir.” 282 ّ َ َ َ ّ َ َ ُ َ ّ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صلى ال ْعيد َ ب ِل َ أ َذان‬ ِ ُ ٍ َ ْ ‫وَل َ إ ِقامةٍ وَأ َبا ب َك ْرٍ وَع ُمر أ َوْ ع ُث ْمان‬ َ َ َ َ َ َ َ Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw sholat 'Ied tanpa adzan dan iqomah. Umar dan Utsman ra. Berdasar fatwa Ibnu Mas’ud ra kepada Al Walid bin Uqbah: َ َ ُ ّ َ ‫ت ُك َب ّر وَ ت ُحميد رب ّك وَ ت ُصل ِي على الن ّي ِي الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَت َد ْع ُوا‬ َ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ُ ْ ‫وَت ُك َب ّر وَت َفعَل مث ْل ذ َل ِك‬ ُ “Kamu bertakbir. Meski demikian. 283 3. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i. 1278 Al Majmu’. Abu Hanifah dan Auza’i tidak menyukai dzikir diantara takbir. Al Mughni. karena tidak ada riwayat yang jelas dari Rasulullah tentang itu. takbir ini tidak terhitung takbirotul ikhram dan intiqol. 3/243 Al-Baihaqi. begitu juga dengan Abu Bakar. no. Disunnahkan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua.”286 Adapun Imam Malik. 3/272-273. ّ َ ُ َ ُ َ ّ ‫ع َن ع َب ْد ُ الله ب ْن ع َمرو أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي ُك َب ّر‬ َ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ‫فِي ال ْفط ْرِ سب ْعا فِي ال ُوْلى وَ خمس فِي الخرةِ وال ْقراءة ُ ب َعْد َ ك ِل ْت َي ْهِما‬ َ َ ِ َ َ ِ ِ ْ ً َ َ ٌ ْ َ ْ ْ Dari Abdulloh bin Amru ra. para sahabat ra mengangkat tangan mereka ketika bertakbir. Abu Dawud Abu Daud 1151. 3/258.” 284 Mengangkat tangan sunnah menurut Imam Atho’. bahwa Rasululloh saw bertakbir 7 kali pada rokaat pertama shalat 'Iedul Fithri dan lima kali pada rokaat kedua. Ibnu Majah. "Ibnu Mas’ud benar. bertahmid dan bersholawat lalu berdoa dan bertakbir lagi. begitu seterusnya. di antara takbir disunnahkan untuk memperbanyak membaca tasbih dan tahmid.Risalah Ramadhan "Bahwa pada hari raya ‘Idul fitri dan Adha Rasulullah keluar menuju mushala dan yang pertama kali beliau lakukan adalah sholat.”Shohabat Abu Musa ra dan Hudzaifah ra berkomentar. 5/20-21. riwayat Umar ra dalam Al-Baihaqi.285 Imam Malik dan imam Ats-Tsauri menyatakan tidak mengangkat tangan saat takbir. Ad-Daruqutni.

no. 534. berdasar riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al Baihaqi bahwa Anas ra bila ketinggalan sholat ‘ied bersama imam di Basroh. Disunnahkan membaca : . Al-Baghowi. Ad-Darimi. An-Nasai. Tidak ada sholat sunnah sesudah dan sebelum sholat ‘Ied. An-Nasai. no.” 288 5. 368. Bagi yang ketinggalan sholat289: Menurut Ibnu Mas’ud ra. Ahmad. no. 4/273. Ahmad. 1122. 1/205 Fathul Baari. no.287 ّ َ َ ُ َ َ ‫ع َن الن ُعْمان ب ْن ب َشي ْرٍ أن ّرسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم قَراء فِي‬ َ َ َ َ ِ ُ ْ ْ ِ ِ َ َ َ َ َ ْ ْ ‫الصل َةِ ال ْعِي ْد ِ سب ّح اسم رب ّك ال َع ْلى وَ هَل أ َت َك حد ِي ْث ال ْغا شي َة‬ ُ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ Dari Nu’man bin Basyir ra. "Rasulullah saw sholat ‘Ied dan membaca Al ‘ala dan Al Ghosyiyah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. 3/83. 891. Imam Ahmad. ia sholat bersama keluarganya. Ibnu Majah. Lihat Al Salsabil.Risalah Ramadhan 4. . 7. no. Al-Baghowi.290 Hadits ini diperkuat oleh Imam Al-Bukhori. Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu mundzir: sholat dua rokaat sendirian. 5/34 Dhoif /Munqothi’. Ini juga pendapat Auza’i dan Abu tsaur. Ibnu Majah. no. 3/184 Al Mughni. begitu juga mendengarkannya. no. 1091. 533. At-Tirmidzi. Selanjutnya seperti sholat biasa sebanyak dua rokaat. Khutbah sesudah sholat ‘ied hukumnya sunah. no. At-Tirmidzi.291 6. 2/602 80 . 878.Rokaat kedua: Surat Al Qomar atau Al Ghosiyah. no. 1091.Rokaat pertama: Surat Qoof atau Al A’la. 1154. dia berkata: َ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم خرج ي َوْم ال ْفط ْرِ فَصلى رك ْعَت َي ْن ل َم ي ُصل ّي‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ ْ ِ َ َ َ ّ َ ٌ ‫قَب ْل َها وَل َ ب َعْد َها وَ معَه ب ِل َل‬ َ ُ َ َ 287 288 289 290 291 Muslim. Al Majmu’. Abu Daud. 1282. no. An-Nasai. Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik : tidak ada sholat Qodho. 3/84 Muslim. Abu Daud. 1281. 5/217. no. Pendapat pertama lebih kuat. 3/384. َ َ ُ ُ َ َ ‫كا َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َقرأ ُ فِي ال ْفط ْرِ وَ ال َضحى بـ )ق( و‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ( ‫) إقْت َرب َت السا ع َة‬ ُ َ ْ َ Dari Abu Waqid Al Laitsi ra Rasulullah saw membaca surat Qoof dan Al qomar pada sholat ‘iedul fitri dan Adha.

Risalah Ramadhan "Sesungguhnya Nabi saw keluar pada hari raya fitri dan Adha dan sholat dua rekaat dan tidak sholat sebelum dan sesudahnya dan bersaman beliau adalah Bilal ra. 289. Semoga bermanfaat. 2/204 81 . Adapun ucapan “ ‫جامعَة‬ ُ ِ َ dhoif dan Mursal.” 292 Demikian sekilas gambaran pelaksanaan sholat Iedhul fitri dan adha. no. Al Fath. ُ ‫“ الصل َة‬ ّ dasarnya adalah hadits riwayat Az Zuhri yang 292 Al-Bukhori.

Risalah Ramadhan 82 .

“Amin. Sebagai penutup. “Amin.’ Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi.’ Maka aku berkata.” Para shahabat bertanya kepada beliau. Semoga Allah senantiasa menjadikan amal kita ikhlash hanya untuk mencari wajah-Nya. para shahabat. atas izin Allah Risalah Ramadhan ini dapat kami susun. ‘Amin. Bahwasannya Rasulullah Naik ke atas mimbar. ‘Amin. فَقل ْت آمي ْن. kami mengajak para pembaca untuk merenungi hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah. فَقل ْت آمين‬ ْ ِ ُ ُ ْ “Ketika aku naik tingkat (mimbar) yang pertama. ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Rmadhan tapi hingga bulan Ramadhan tersebut berlalu dia belum diampuni.” dan ketika beliau naik tingkat yang ketiga beliau berkata. Jika ada kebenaran itu semata dari Allah dan jika ada kesalahan itu semata karena kekurangan yang dimiliki oleh penyusun dan Allah terbebas dari semua itu. ‘Amin.’ Maka aku berkata. Hadits Shahih Ligharihi). ث ُم قال: ش نقي ع َب ْند ٌ ذ ُك ِنرت عن ْند َه‬ ْ َ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ّ َ . keluarga dan umat Islam yang konsisten dengan agamanya hingga hari kiamat.” ( HR. ث ُم قال: شقي ع َب ْد ٌ أ َد ْرك والنند َي ْهِ أ َو‬ ِ َ َ َ ُ ْ َ ْ ُ ِ َ َ َ ْ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ ُ‫أحد ِه ِما فَل َم ي ُد ْخل َه ُ ال ْجن ّة.‫وَل َم ي ُصل ع َل َي ْك. Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad. kami mendengar anda menucapkan amin sebanyak tiga kali?” Beliau menjawab: َ َ ُ ‫ل َما رقَي ْت الد ّرجة ال ُوْلى جاءن ِي جب ْرِي ْنل فق نا َل: ش نقي ع َب ْند ٌ أ َد ْرك رمض نان‬ َ َ َ َ ‫َ َ َ َ َن‬ ِ ْ َ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ّ ‫فان ْسل َخ من ْه وَل َم ي ُغْفر ل َه. ‘Celakalah seorang hamba yang namamu disebut di depannya tapi dia tidak bershalawat kepadamu. ‘Celakalah seorang hamba yang menemui kedua orang tuanya atau salah satunya.’ Maka aku berkata. ketika beliau naik tingkat pertama beliau berkata. Rasulullah Muhammad saw. tapi kedua orang tua tersebut tidak bisa menjadikannya masuk surga. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada teladan kita. “Wahai Rasulullah. فَقل ْت آمي ْن. Amin ‫تم بحمدالله‬ 83 . Malikat Jibril as datang kepadaku seraya berkata.Risalah Ramadhan PENUTUP Al-hamdulillah.’ Kemudian Maliakat Jibril berkata lagi. “Amin. bab Man Dzukira ‘Indahu An-Nabiyu Falam Yushalli ‘Alaih.” ketika beliau naik tingkat yang kedua beliau berkata.

Muhammad Abdul Baqi. 26. 4. Ibnu Rusyd al Hafidz. Muhammad Al-Husaini. 15. Al-Lu’lu’ Wal Marjan. Al-Qomus Al-Muhith. Imam An Nawawy. Al Muwaththa’. Al-Munjid fil Lughah. Ad Dinul Kholis. Kamus Al Munawwir Arab-Indonesia. Imam Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Al Harits Al Ashbahi Al Hamiri Abu Abdillah Al Madani 12. Imam Ath-Thabari 24. Imam al-Qurthubi. Kifayatul Akhyar. Al-Fiqih Al-Islami Wa Adillatuhu. 28. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. Lisanul-Arab. 22. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. Louis Ma’luf. Fiqih I'tikaf. Wahbah Az-Zuhaili. 25. Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Adhim Abadi. 9. 30. Idaratul Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Wad Dakwah Wal Irsyad. Hasan Ayyub. Abdul Karim Zaidan. Abdul Aziz Muhammad Salman. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. 29. Nashir bin Sulaiman Al-Umar. Jami’ul Bayan ‘An Ta’wili Ayyil Quran. Majalutul Buhuts Al-Islamiyah. 6. 21. 84 . 23. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah bin Musa bin Adh Dhahhak As Salmi Adh Dharir Al Bughi At Tirmidzi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Mawaridludh Dham’an. 31. Jami’ At Tirmidzi. Al Kaafi Fie Fiqhi Al Imam Ahmad. Fathul Bari Syarhu Shahih al-Bukhari. Bidayatul Mujtahid wan Nihayatul Muqtasid. Al-Mishbah Al-Munir. 14. Yusuf Qordlowi. 16. Aunul Ma’bud. Abdurrahman al-Jazary. 18. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Abul Fadhl Jamaluddin bin Makram bin Mandzur Al Afriki Al Mishri. Kitabul Fiqh ‘ala Madzahibil ‘Arba’ah. Ibnu Qudamah (Abu Muhammad Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Maqohsy). Imam Ahmad bin Muhammad Al Fayummi Al Muqri’i. Fiqhuz Zakah. 19. Kitab Al-Umm. Imam Asy-Syafi'i. Asy-Syaikh Ahmad bin Abdur Rozaq Ad-Duwaisy. Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad bin Ibrahim Al Fairuz Abadi Asy Syirazi Asy Syafi’i 13. 5. Syaikh Mahmud Muhammad As Subki. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah. 7. Dr. 27. 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim dan Anaknya. 3. Ibnu Qudamah. Fiqhul ‘Ibadat. Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Dr. Fatawa Al-Kubra. 10.Risalah Ramadhan DAFTAR PUSTAKA 1. 2. 11. 8. Ahmad Warson Munawwir. 20. Al Mughni. 17. Al Fatawa Al Kubra.

36. Nailul Authar. Ash Shon’aniy. Imam Abu Daud As Sijistani Sulaiman bin Al ‘Asy’ats bin Syidad bin Amr Al Azdi. Tafsir Fathul Qodir Al Jami’ Baina Riwayah Wa Diroyah Ilmu Tafsir. Musnad Ahmad. Ali bin ‘Umar Abul Hasan Ad-Daruquthni Al-Baghdadi. Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim. Imam Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi Abul Hasan AnNaisaburi. Shalih bin Ibrahim Al-Balaihi 38. 34. 47. 57. Sunan Ad-Darimy. 53. Shahih Muslim. Tafsir Al-‘Aliyil Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibnu Katsir. Abdullah Ali Bassam. Minhajul Muslim. Imam Syamsyuddin Syihabuddin Abu Abdullah Muhammad bin Bakar AzZaraiy ad-Damsyiqy/Ibnul Qoyyim 85 . Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal. Imam As-Suyuthi. Imam Ibnu Katsir. 45. 37. Syarhus Sunnah. Abu Bakar Jabir Al-Jazairi. Subulus Salam. 50. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 35. 51. 54. Sunan Ibnu Majah. 52. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. 49. 44. Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas'ud Al-Baghawi. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Syaikh 'Abdurrahman 'Abdurrahim AlMubarakfuri. Risalah Romadhan. 58. Imam As-Syaukani.Risalah Ramadhan 32. Sunan Abi Dawud. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. Sunan Ibnu Abi Syaibah. Shahih Al-Bukhari. 56. Muhammad Nasib Ar-Rifa'i. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Imam Muhammad Bin Ali Bin Muhammad Syaukani. Puasa Bersama Nabi. Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. Imam Abu Abdurrahman Al Hafidz Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr An Nasa’I. Zadul Ma'ad. Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Imam Ad Darimi 48. Sunan An Nasa’I. 41. Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Arrabi’ie Ibnu Majah. 33. Shahih Ibnu Majah. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. 40. Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi. 42. Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Sunan Ad-Daruquthni. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin AlMughirah Al-Ja’fi Al-Bukhari 39. Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarafuddin anNawawi Ad-Damsyiqi 43. 46. 55.

..............................24 A.................................4 A..................................................................................................................................................................................................................................................36 D........ Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum............................................43 A.................................................................. Sunnah mengakhirkan sahur...................................................................................................46 E......... Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’......................................................................21 BAB II................................ Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum......................................................................................11 F...............................4 R I S A L A H R A M A D H A N...43 S H A L A T T A R A W I H..................................................................................................................................... Bilangan Rakaat ....................................................................................................................................................................................................................................................................................29 BAB III............... Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya...............................................................................................19 O................................... Waktu Shalat Tarawih ..............................................41 J......40 H.......................................................13 G..................................42 L..................................35 S A H U R.....................................................................................................9 D......................................................19 N............44 C...................... Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur........................39 G................................................................... Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan..................... Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan.................................................................................... Makna Lailatul Qodar.................. Definisi Niat........................................4 C............................24 B..................................................................................17 K.......................................................... Definisi-Definisi................................................................31 N I A T S H A U M P A D A B U L A N R A M A D H A N..................................................................47 BAB VII................................................................................... Sunnah-Sunnah Shaum ................. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur......... Definisi Shaum.........................................................................................................................................10 E..........................................................................................................................3 BAB I..............................................32 BAB IV............................................................................................40 I.......................................................................................................................................... Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur................................................... Dalil Dan Keutamaannya.................................................... Pengertian........................ Keutamaan-Keutamaan Shaum..............................................................................................................................................................4 B... Disyari’atkannya Niat...............................................17 L................................. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal........................ Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum......................................................................................................... Waktu Sahur..... Rukun-Rukun Shaum..........................................................31 A....................................................................................................................50 86 .........37 E.......35 C................................................................................................................................................................................................... Hukum Makan Sahur.....................18 M.................. Disyari'atkannya Makan Sahur ...................2 MUQADIMAH..................................................................... Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum.............................................................. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan......................................................43 B..................................................................14 H....49 A................................................ Penentuan Wilayah Awal Ramadhan..........................15 I..49 L A I L A T U L Q O D A R.............. Keutamaan Bulan Ramadhan................................................. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum...........................................35 A............38 F.........31 B................... Syarat Wajib / Sah Shaum ....................................................................25 C..........16 J.............. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh..............................20 P............................................................2 Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur..................................................................................... Berjama’ah Atau Sendirian ? ..............42 K............................................................................ Penentuan Awal Ramadhan........................................................... Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan...............................................................44 D..................... Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma.................................................................................42 BAB V........................................................................................ Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya.....................................35 B......................31 C..............................................24 P E N E N T U A N A W A L R A M A D H A N....................................... Sebab Penamaan.............................Risalah Ramadhan DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................................................................................

......52 F....................................................................................50 C...............................51 D.......... Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar...........................................................................................................59 G...................... Tata Cara Sholat ‘Ied.................................66 M....... Membayar Zakat Fithri Dengan Uang............... Tempat Membayar Zakat Fithri .........................................................................76 F.......................................................58 E............................................................................................................................................................................................................................................................................ Waktu Pelaksanaan Sholat.................................................................................... Tanda-tanda Lailatul Qodar......55 C............................................. Pada Siapa Diwajibkan ?....................................... Yang Berhak Menerima Zakat Fithri ................................................... Tentang Takbiran...............................................................................................................................................................................................................54 B.. Waktu Membayar Zakat Fithri........................ Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar............................. Pengertian Dan Pensyariatannya.....55 D................................................................................................................................................................................................................54 A................................................. Disyariatkannya Zakat Fithri........................................................................................................................................................................ Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri..................................65 J..67 BAB IX............................................................ Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya................73 E..................................................58 F................................................................................................................... Hukum Sholat Idain...................................................................... Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri............................................... Amalan Di Malam Lailatul Qodar..................................................................................................................................................................................................................................86 COVER DEPAN 87 ..................................................................................................................................65 L.......................70 A.................................................................................. Kapan Lailatul Qodar Terjadi..........................................................................................................62 I.....................................83 DAFTAR PUSTAKA...........................84 DAFTAR ISI...........................51 E...........................................53 BAB VII..............................................................................................................71 C.............73 D............................................................................. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat................................. Hikmah Zakat Fithri .....................61 H...........Risalah Ramadhan B........................... Adab-adab di Hari Raya...............54 Z A K A T F I T H R I .............................. Definisi Zakat Fithri.........................................................................71 Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari?........................................65 K...................................................................53 G..............78 PENUTUP............... Hukum Zakat Fithri............ Keutamaan Lailatul Qodar..................70 B..........70 S H O L A T 'I D A I N.......

Buku yang ada di hadapan pembaca ini. Seperti penentuan awal Ramadhan. berapa banyak orang yang shaum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Sehingga kitapun akan menuai pahala yang melimpah sesuai yang dijanjikan oleh-Nya. 88 . zakat fithri dan shalat ‘idain. insya Allah akan menjadi panduan bagi Anda dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah pernah mengingatkan kita. i’tikaf. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. niat shaum. termasuk shaum di bulan Ramadhan. shalat tarawih. Semoga kita dikuatkan untuk melipatgandakan amal kebajikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah.Risalah Ramadhan Penyusun: Tim Ulin Nuha Ma’had Aly An Nuur FIQIH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penerbit: MUP (Muhammadiyah Univercity Press) SINOPSIS (COVER BELKANG) Ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Amin. sahur. Selamat mendulang ilmu yang terpendam dalam buku ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful