Risalah Ramadhan

Judul: RISALAH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penyusun: TIM ULIN NUHA MA’HAD ‘ALY AN-NUUR Muraja’ah: Ust. Abdullah Manaf Amin

1

Risalah Ramadhan

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan untuk berlomba dalam kebaikan dan beramal sholeh serta bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan diampuninya dosa-dosa. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada beliau, keluarga dan segenap sahabat beliau. Marhaban ya Ramadhan. Demikian ucapan yang terlontar dari mulut kita ketika tamu agung tersebut datang. Kaum muslimin menyambutnya dengan gembira. Tempat-tempat perbelanjaan penuh sesak dengan pengunjung yang ingin memborong sembako dan kebutuhan lainnya untuk bekal selama satu bulan. Tubuh dibersihkan, tempat ibadah pun diperindah. Begitulah mungkin sedikit gambaran masyarakat disekitar kita dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini. Ada yang terlupa dan ada pula yang perlu dijelaskan. Kehadiran Ramadhan mestinya menyentak kesadaran kita untuk menggali nilai-nilai keagamaan kita dari Al Qur'an dan Sunnah. Karena dengan berpegang teguh dengan keduanya kita tidak akan tersesat. Karena ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, termasuk shaum di bulan Ramadhan. Rasulullah pernah mengingatkan kita, berapa banyak orang yang shoum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. Buku RISALAH RAMADHAN, Mendulang Ilmu Menuai Pahala yang ada di hadapan pembaca ini, insya Allah akan menjadi pemandu bagi kita dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan. Tentang keutamaan bulan Ramadhan dan hukum-hukum shoum serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku ini adalah hasil karya dari Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur, dalam penerbitannya kami bekerja sama dengan Muhammadiyah Universiti Press (MUP). Mudah-mudahan Allah Yang Maha Rahman memberikan taufiq-Nya kepada kita, sehingga kita bisa memahami syareat secara benar, khususnya yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Dan semoga kita diberi kemudahan dalam melipatgandakan amal kebajikan di bulan yang penuh maghfirah ini. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabat beliau. Amin. .Sukoharjo 13 Rajab 1429 H .Agustus 2008 16 Penyusun Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur

2

Risalah Ramadhan

MUQADIMAH
Segala puji hanyalah milik Allah, pujian yang benar. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Rasul dan hamba-Nya, keluarga dan para shahabat sepeninggal beliau. Amma ba'du: Sungguh, shaum merupakan salah satu rukun Islam yang agung yang pahalanya tidak ada bandingannya. Sebagaimana sabda Rasulullah kepada Abu Umamah, “Hendaknya kamu shaum karena shaum itu tidak ada bandingan pahalanya.” (HR. An-Nasa’i) Dalam kesempatan ini, kami ingin memberikan gambaran singkat mengenai materi buku ini. Kami sengaja memulai penulisan isi buku ini dengan pembahasan Risalah Ramadhan, yang pada bab ini kami tulis penjelasan ibadah shaum Ramadhan secara khusus mulai dari definisi, syarat wajib shaum, sunah-sunah shaum, hal-hal yang membatalkan shaum dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan ibadah shaum ramadhan itu sendiri. Harapan kami, dengan penjelasan ini para pembaca akan mendapatkan gambran secara global tentang ibadah shaum Ramadhan beserta hukum-hukunya. Kemudian pada bab-bab berikutnya, kami bahas secara rinci dan berurutan beberapa ibadah yang menyertai pelaksanaan ibadah shaum Ramadhan, seperti penentuan awal Ramadhan, niat shaum, sahur, shalat tarawih, i’tikaf, zakat fithri dan shalat idain. Kami sengaja memisahkan pembahasan-pembahasan ini dari bab pertama, mengingat dibutuhkan penjelasan yang lebih luas untuk mendapatkan kejelasan hukum-hukumnya. Harapan kami, semoga buku ini dapat menjadi pegangan dan tuntunan bagi kaum muslimin dalam menjalankan ibadah shaum Ramadhan dan ibadah-ibadah lain yang menyertainya, sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Saran dan masukan yang membangun dari pembaca kami sambut dengan baik demi mencari kebenaran dan keridhan dari Allah.

3

Risalah Ramadhan

BAB I RISALAH RAMADHAN
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dibelenggunya syetan, dibukanya pintu-pintu jannah, dan ditutupnya pintu neraka, adalah keistimewaan yang Allah berikan dalam bulan Ramadhan, yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lain. Dan yang jelas pada bulan tersebut kaum muslimin diwajibkan untuk menerjakan shaum selama satu bulan penuh. A. Definisi Shaum a. b. Secara bahasa, shaum artinya menahan diri dari sesuatu. Secara syar’i, shaum adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya, seperti

makan, minum dan melakukan hubungan suami isteri, dengan disertai niat, mulai terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.1 B. Keutamaan-Keutamaan Shaum Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sunnhanya bahwa shaum merupakan benteng dari nafsu syahwat, penangkal dari api neraka, dan Allah SWT telah mengkhususkannya sebagai nama salah satu dari pintu-pintu jannah-Nya. Selain itu shaum juga dapat mengendalikan diri dari gejolak nafsu dan menahan dari perangai buruknya, sehingga dia bisa mendapat ketenangan hidup. Pahala yang besar ini, serta keutamaan yang agung akan dijelaskan secara rinci dan gamblang oleh hadits-hadits shahih sebagai berikut; a. Shaum sebagai perisai. Rasulullah SAW memerintahkan kepada remaja yang telah mampu untuk mandiri agar menikah, jika dia tidak mampu untuk melaksanakannya beliau memerinthkannya agar shaum, dan menjadikan shaumnya sebagai pengekang nafsu syahwatnya. Sebab shaum bisa menahan gejolak anggota tubuh dan mengekangnya dari tindakan yang menyimpang. Telah ditegaskan dalam sebuah penelitian bahwa shaum memiliki pengaruh yang sangat menakjubkan untuk menjaga fisik dan kekuatan batin. Rasulullah SAW bersabda:

َ ْ ْ َ ِ َ ّ ‫يا معْشر الشباب من است َطاع َ من ْك ُم ال ْباءة َ فَل ْي َت َزوّج وَمن ل َم ي َست َط ِعْ فَعَل َي ْه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ ْ َ ْ َ َ َ َ َ ٌ َ ُ ُ ‫بالصوْم ِ فَإ ِن ّه ل َه وِجاء‬ ّ ِ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian sudah mampu2 maka hendaknya dia menikah, karena menikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya dia shaum, karena shaum itu bisa menjadi perisai baginya."3

1

2 3

Al Mughni, 3/85; Ad-Dienul Khalish, 8/317, Minhajul Muslim, hal 300, Fiqhul Ibadat, hal 201, Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzahib Al-Arba’ah, 1/492. Mampu (ba'ah) adalah kemampuan menikah dengan segala konsekwensi dan tanggung jawabnya. HR. Al-Bukhari, 4/106, Muslim, 1400 dari Ibnu Mas'ud RA.

4

Bau mulut orang yang shaum lebih harum di hadapan Allah kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.Risalah Ramadhan Rasulullah SAW juga telah menjelaskan bahwa jannah dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai. Diriwayatkan dari Abi Sa'id Al-Khudri RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ‫ما من ع َب ْد ٍ ي َصوم ي َوْما في سبيل الل ّهِ إ ِل ّ باع َد َ الل ّه ب ِذ َل ِك ال ْي َوْم ِ وَجهَه ع َن‬ ِ ً َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ‫النارِ سب ْعين خرِي ْفا‬ ً َ َ ِ َ ّ "Tidaklah seorang hamba shaum satu hari dalam berjihad di jalan Allah. 70 musim yaitu perjalanan 70 tahun. SWT dari bau misik (Kasturi). An-Nasai. maka sebaliknya shaum dapat mendekatkan pelakunya kepada jannah dan menghantarkan untuk memasukinya. nilainya. Orang yang shaum akan menapatkan pahala yang tak terhitung ّ ُ َ ّ َ ‫ك ُل ع َمل اب ْن آد َم ل َه إ ِل الصيام فَإ ِن ّه لي وَأ َننَنا أ َجنزي ب ِنهِ والصنيام جن ّنة وَإ ِذا‬ ٌ ُ ُ َ ّ َ ِ ُ َ َ ّ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ‫كان ي َوْم صوْم ِ أ َحد ِك ُم فَل ي َرفُث وَل ي َصخب فَإ ِن ساب ّه أ َحد ٌ أ َوْ قَنات َل َه فَل ْي َقنل‬ َ ُ َ ْ ْ َ ْ َ َ َ ُ ‫ن‬ َ ُ 4 5 6 7 Dari Abu Hurairah RA berkata. maka Allah akan menjadikan antara dirinya dan api neraka sebuah parit selebar jarak antara langit dan bumi. At-Turmudzi. 4/22 dari 'Utsman bin Abi Ash RA. 3/241. no. oleh karena itu jelaslah bahwa shaum dapat mematahkan syahwat dan menumpulkan ketajamannya yang bisa mendekatkan seseorang kepada api neraka dan shaum dapat menjadi penyekat antara orang yang mengerjakannya dengan api neraka."6 b. Rasulullah SAW bersabda: HR. 'Hendaknya kamu shaum."7 c. HR. Orang yang shaum akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu. sejauh perjalanan tujuh puluh musim"4 Diriwayatkan dari Jabir RA Rasulullah SAW bersabda: ّ ْ ِ َ ّ ِ ْ ٌ ُ ُ َ ّ ِ‫الصيام جن ّة ي َست َجن ب ِها ال ْعَب ْد ُ من النار‬ "Shaum adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka"5 Diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili RA Rasulullah SAW bersabda: ً َ َ َ ‫من صام ي َوْما في سبيل الل ّهِ جعَل الل ّه ب َي ْن َه وَب َي ْن النارِ خن ْد َقا ك َما ب َي ْن‬ ّ َ ِ ً َ َ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ِ َ ْ ‫السماء وال َرض‬ ِ ْ َ ِ َ ّ "Barangsiapa shaum satu hari di jalan Allah. lihat Fathul Bari. melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka. 'Wahai Rasulullah tunjukan kepadaku suatu amal yang dapat memasukanku ke dalam jannah!' Rasulullah menjawab. 6/48. d. hadits ini shahih. Al-Bukhari. 4/165 5 . Ahmad. Shaum dapat memasukan seseorang ke dalam jannah. "Aku bertanya kepada Rasulullah. sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. 1153. HR. karena shaum itu tidak ada tandingan pahalanya. e. 3/296 dari Jabir. 1624. 6/35 dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri. dan Ahmad. no. Telah disebutkan bahwa shaum dapat menjauhkan pelakunya dari api neraka. Dari Abu Umamah berkata.

6 . sesungguhnya bau mulut orang yang shaum lebih harum di sisi Allah dari pada minyak kasturi. membunuh binatang buruan pada saat ihram dan menzhihar11. "Saya telah menghalanginya dari tidur pada malam hari. no. 6626 Zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya. "Maka syafaat keduanya diperkenankan. Shaum merupakan kaffarat (penghapus dosa). no. Di antara keutamaan yang hanya dimiliki oleh ibadah shaum adalah bahwa Allah SWT telah menjadikan shaum sebagai penebus dosa bagi orang yang tiak melakukakan tahallul pada malam ihram. karenanya berikanlah dia syafaat karena aku. yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. karena pahala shaum tanpa hitungan. “Bagiku kamu seperti punggung ibuku”. dan membunuh seseorang dalam suatu perjanjian karena kesalahan dan tidak sengaja melanggar sumpah. 'Sesungguhnya aku sedang shaum' Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. 'Kecuali shaum. kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Shaum itu adalah perisai. HR."9 Dalam riwayat Muslim disebutkan. yang menjalankannya. dengan maksud dia hendak mengharamkan istrinya bagi dirinya. Al-Bukhari. Rasulullah bersabda. gembira dengan shaumnya. Allah berfirman: 8 Shaum dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat bagi orang 9 10 11 Maksudnya adalah bahwa seorang hamba itu akan menadapatkan pahala yang terbatas kecuali shaum. Allah berfirman. Dan shaum juga dapat dijadikan kaffarat karena yang bersangkutan tidak mau memotong. "Shaum dan Al-Qur'an itu akan memberikan syafaat kepada setiap hamba (yang melakukan dan membacnya) pada hari kiamat nanti.Risalah Ramadhan َ ‫ّن‬ ‫ُن‬ ِ ُ ُ ِ َ ٌ َ ّ َ ‫إ ِني امرؤ ٌ صائ ِم وال ّذي ن َفس محمد ٍ ب ِي َد ِهِ ل َخل ُنوف فَ نم ِ الص نائ ِم ِ أط ْي َنب عن ْند‬ ّ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ْ ِ َ َ ْ ‫الل ّهِ من ريح ال ْمسك للصائ ِم ِ فَرحتان ي َفرحهُما إ ِذا أ َفْط َر فَرِح وَإ ِذا ل َقي رب ّه‬ َ ُ َ َ ِ َ ّ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ِ ‫فَرِح ب ِصوْمه‬ ِ ِ َ َ "Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali shaum8. Shaum akan berkata: "Wahai Rabbku saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat. dan bau mulut orang yang shaum itu lebih harum disisi Allah dari pada bau minyak misik (kasturi). "Setiap amal anak Adam akan dibalas dengan berlipat ganda. Jika ada oang yang mencacinya atau menyerangnya maka hendaklah dia mengatakan. dan Al-Qur'an berkata. baik kerena sakit atau karena gangguan yang terdapat pada kepala. sesunggunhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala atasnya. karena adanya halangan baginya. Dia meninggalkan nafsu syahwat dan makanan demi diri-Ku. 1151. karenanya berikanlah dia syafaat karenaku." Belau bersabda. Ahmad. sesungguhnya shaum itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. dan orang yang shaum memiliki dua kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya." f."10 g. 4/88 dan Muslim. maka pada saat shaum hendaknya seseorang di antara kalian tidak melakukan rafats (bersenggama atau berbicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. bagi orang yang shaum itu ada dua kegembiraan.

Barangsiapa yang tidak memperolehnya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.Risalah Ramadhan ‫وَأ َت ِموا ال ْحج وال ْعُمرة َ ل ِل ّهِ فَإ ِن أ ُحصرت ُم فَما است َي ْسر من ال ْهَ ند ْي وَل َ ت َحل ِق نوا‬ ‫ْ ُن‬ َ ْ ْ ِ ْ ْ ّ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ ّ َ ِ ً ‫رءوسك ُم حتى ي َب ْل ُغَ ال ْهَد ْيُ محل ّنه فَمنن كنَنان من ْك ُنم مريضنا أ َوْ ب ِنهِ أ َذى منن‬ ‫ْ َ ِ ًن‬ ِ َ ّ َ ْ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ُ ِ َ ‫رأ ْسهِ فَفد ْي َة من صيام ٍ أ َوْ صد َقَةٍ أ َوْ ن ُسك فَ نإ ِذا أ َمن ْت ُنم فَم نن ت َمت ّنعَ بنِنال ْعُمرة‬ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ٍ ُ َ ِ ْ ِ ٌ ِ َ ْ َ ْ َ َ ‫إ ِلى ال ْحج فَما است َي ْسر من ال ْهَد ْي فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ فِني ال ْحنج‬ ‫ن‬ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ َ ْ َ ‫وَسب ْعَةٍ إ ِذا رجعْت ُم ت ِل ْنك ع َش نرة ٌ كامل َنة ذ َل ِنك ل ِم نن ل َنم ي َك ُنن أ َهْل ُنه حاض نري‬ ٌ ِ َ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ َ َ َ ِ ِ َ ُ ‫ال ْمسجد ِ ال ْحرام وات ّقوا الل ّه واع ْل َموا أ َن الل ّه شديد ُ ال ْعِقاب‬ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ِ ْ َ ِ َ َ َ َ َ "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu). maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit). Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil-haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). dan jangan kamu mencukur kepalamu. AnNisa [4]: 92). َ ٌ َ َ ُ ٌ َ ِ ْ ‫وَإ ِن كان من قَوْم ٍ ب َي ْن َك ُم وَب َي ْن َهُم ميثاقٌ فَد ِي َة مسل ّمة إ ِلى أ َهْل ِهِ وَت َحرير رقَبننة‬ ٍ َ َ ُ ِ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ‫مؤ ْمن َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام شهْري ْن مت َتاب ِعَي ْن ت َوْب َة من الل ّهِ وَكان الل ّه ع َليما‬ َ ُ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ُ َ َ ً ِ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ً ِ ‫حكيما‬ ً ِ َ "Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. maka kaffarat (melanggar) sumpah itu. maka wajiblah atasnya berfid-yah. sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. maka wajib shaum tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya." (QS. tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur). ialah memberi makan sepuluh orang miskin. maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji). yaitu: shaum atau bersedekah atau berkorban. (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat. Apabila kamu telah (merasa) aman. maka hendaklah ia (si pembunuh) shaum dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah." (QS. Al-Baqarah [2]: 196). ‫ل َ ي ُؤاخذ ُك ُم الل ّه بنالل ّغْوِ فِني أ َي ْمنان ِك ُم وَل َك ِنن ي ُؤاخنذ ُك ُم ب ِمنا ع َقند ْت ُم ال َي ْمنان‬ ّ ‫ْ َن‬ ‫َن‬ ‫ن‬ ِ َ ْ ِ َ َ ‫ُ ْ َن‬ ْ ِ ُ ُ ‫فَك َفننارت ُه إ ِط ْعننام ع َشننرةِ مسنناكين م نن أ َوْسننط مننا ت ُط ْعِمننون أ َهْليكننم أ َو‬ َ ُ َ ُ َ ِ َ ُ َ ّ ْ ْ ُ ِ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫ك ِسوَت ُهُم أ َوْ ت َحرير رقَب َةٍ فَمن ل َم ي َجد ْ فَصيام ث َل َث َةِ أ َيام ٍ ذ َل ِك ك َفنارة ُ أ َي ْمنان ِك ُم‬ ‫َن‬ ّ ُ َ ِ ْ ْ ِ ْ ْ َ ْ َ ‫َ ّن‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِذا حل َفت ُم واحفظوا أ َي ْمان َك ُم ك َذ َل ِك ي ُب َي ّن الل ّه ل َك ُم ءايات ِهِ ل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ َ َ ْ ُ ْ َ ُ "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah). 7 .

atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin. atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Dan jagalah sumpahmu. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpahsumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ل َ ت َقت ُل ُنوا الصني ْد َ وَأ َن ْت ُنم حنرم وَمنن قَت َل َنه من ْك ُنم مت َعَمندا‬ ‫ْ ن‬ ِ ُ ُ َ َ َ ِ ً ّ ُ ْ ّ َ َ ْ َ ٌ ُ ُ ْ َ َ َ ً َ ْ ِ ٍ ُ ْ َ ُ ِ ٌ َ َ ْ‫فَجزاء مث ْل ما قَت َل من الن ّعَم ِ ي َحك ُم ب ِهِ ذ َوا ع َد ْل من ْك ُم هند ْيا بنال ِغَ ال ْك َعْبنةِ أو‬ َ َ ِ َ ُ ُ ‫ك َفارة ٌ ط َعام مساكين أ َوْ ع َد ْل ذ َل ِك صياما ل ِي َذوقَ وَبال أ َمرِهِ ع َفنا الل ّنه ع َمنا‬ ‫ُ ّن‬ ‫َن‬ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ِ َ َ ُ َ َ ّ ُ ٌ ِ ُ ّ َ ُ ِ ُ ّ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ َ ٍ ‫سلف وَمن عاد َ فَي َن ْت َقم الله من ْه والله ع َزيز ذو ان ْت ِقام‬ "Hai orang-orang yang beriman. ُ َ َ َ ُ ُ ّ ْ ‫وال ّذين ي ُظاه ِرون من ن ِسائ ِهِم ث ُم ي َعودون ل ِما قالوا فَت َحرير رقَب َنةٍ م نن قَب ْنل‬ َ ْ ِ َ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫أ َن ي َت َماسا ذ َل ِك ُم توع َظون ب ِهِ والل ّه ب ِما ت َعْملون خبير فَمن ل َنم ي َج ند ْ فَص نيام‬ ُ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ٌ ِ َ َ ُ َ ‫شهْري ْن مت َتنَناب ِعَي ْن منن قَب ْنل أ َن ي َت َماسنا فَمنن ل َنم ي َسنت َط ِعْ فَإ ِط ْعَنام سنتين‬ ‫َ ّن‬ ْ ِ ْ ْ ُ ِ َ َ َ ّ ِ ُ ‫ن‬ ْ َ ْ ِ ِ َ ‫مسكينا ذ َل ِك ل ِت ُؤ ْمنوا بالل ّهِ وَرسول ِهِ وَت ِل ْك حدود ُ الل ّهِ وَل ِل ْكافِرين ع َذاب أ َليم‬ ً ِ ْ ِ ُ ُ َ ُ َ ٌ ِ ٌ َ ِ ُ ِ َ ِ َ "Orang-orang yang menzhihar isteri mereka. Al-Maidah [5] : 95). Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak). niscaya Allah akan menyiksanya. supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan." (QS. maka kaffaratnya shaum selama tiga hari. atau shaum seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu. janganlah kamu membunuh binatang buruan. menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu. dan bagi orangorang kafir ada siksaan yang sangat pedih. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu.Risalah Ramadhan yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu. Allah telah mema`afkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya. maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur." (QS. sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka`bah."(QS. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya. maka (wajib atasnya) shaum dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Al-Mujadilah [58] 3-4). Dari Hudzaifah bin Yaman RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: َ ّ ‫فِت ْن َة الرجل في أ َهْل ِهِ وَمال ِهِ وَوَل َد ِهِ وَجارِهِ ت ُك َفرها الصلة ُ والصوْم والصد َقَة‬ ُ َ ُ ّ ِ ِ ُ ّ ُ َ َ ّ َ ُ ّ َ 8 . Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian. ketika kamu sedang ihram. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). Dan itulah hukum-hukum Allah. dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. AlMaidah [5]: 89).

maka hendaklah ia shaum pada bulan itu. ُ ُ ‫إ ِن في ال ْجن ّةِ بابا ي ُقال ل َه الريان ي َد ْخل من ْه الصائ ِمون ي َوْم ال ْقيامةِ ل َ ي َد ْخل‬ ِ ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ ُ ُ َ ً َ َ َ َ ِ َ ُ ِ ُ ُ ُ َ َ َ ‫من ْه أ َحد ٌ فَإ ِذا د َخلوا أ ُغ ْل ِقَ فَل َم ي َد ْخل من ْه أ َحد ٌ ) فَإ ِذا د َخل آخرهُم أ ُغ ْل ِق‬ َ ُ ِ ْ ُ َ ُ ِ َ ْ ُ ِ َ َ ْ (‫وَمن د َخل شرِب وَمن شرِب ل َم ي َظ ْمأ ْ أ َب َدا‬ ً َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ َ "Sesungguhnya di dalam jannah itu terdapat satu pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. Keutamaan Bulan Ramadhan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan. shaum serta sedekah. Setan-setan dibelenggu. 35-40." (QS. 4/95 Muslim. 9 . Pada malam Lailatul Qadar yang penuh dengan kabaikan Al-Qur'an diturunkan. no.13 C. HR. Dan barangsiapa sudah masuk. Dari pintu tersebut orang-orang yang shaum akan masuk di hari kiamat nanti dan tidak seorang pun yang masuk ke pintu tersebut kecuali orang-orang yang shaum. pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu jannah dibuka. Dan apabila mereka masuk. Ar-Rayyan adalah salah satu nama pintu Jannah yang disediakan bagi orang-orang yang megerjakan shaum. Bulan Al-Qur’an Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi umat manusia sekaligus sebagai obat penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Pada bulan Ramadhan kejahatan di muka bumi menjadi semakin sedikit. maka pintu tersebtu ditutup sehingga tidak ada seorng pun yang masuk melelaui pintu tersebut. penunjuk kepada jalan kebaikan. Allah SWT melimpahkan di dalam bulan tersebut beberapa keutamaan. 2/7 dan Muslim. barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. Ini 12 13 14 Shahih Bukhari.. karena jin-jin jahat dibelenggu dengan rantai. petunjuk kepada jalan yang lurus. (Apabila orang yang paling terakhir di antara mereka sudah masuk. Allah berfirman: ‫شهْر رمضان ال ّنذي أ ُن ْنزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ ً ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ من ْك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ّ "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. sehingga mereka tidak bisa melakukan pengerusakan terhadap umat manusia sebagaiman mereka biasa melekukannya pada bulan-bulan selain Ramadhan. Al-Baqarah [2] : 185) 2. no. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Antara lain14: 1.. dan barangsiapa yang sudah minum. 144. dia akan minum. maka pintu itu akan ditutup. maka dia tidak akan pernah haus selamanya). Puasa Bersama Nabi. Al-Bukhari."12 h. harta dan tetangganya dapat di hapus dengan shalat.Risalah Ramadhan "Fitnah (ujian) seseorang dalam keluarga. 1152. Karena itu.

tahmid dan tahlil yang mereka ucapan. Lailatul Qadar D. no. karena banyaknya amal shalih yang diperbuat manusia. no. 4/97 dan Muslim. ‘Wahai pencari kebaikan sambutlah dan pencari kejelekan kurangilah. diwajibkan atas kamu Shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. dan Allah membebaskan orang-orang bertakwa dari api neraka pada setiap malam. Al-Bukhari.”15 Semua itu berlangsung dari permulaan malam bulan Ramadhan yang penuh barakah. pintu-pintu nereka ditutup sehingga tidak ada satu pun darinya terbuka. dan dibukalah pintu-pintu jannah. Kemudian ada seorang penyeru yang memanggil-manggil. dan pintupintu jannh dibuka sehingga tidak satu pun pintu yang tertutup.”16 3. أ َياما معْدودات‬ َ ُ ّ ً ّ َ ُ ْ 15 16 HR. no. 682 Ibnu Majjah. serta banyaknya dzikir. Allah SWT berfirman: ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ِ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ ْ "Hai orang-orang yang beriman. dan setan pun dibelenggu. Al-Baqarah [2] : 185) Oleh karena itu ditutuplah pintu-pintu jahannam. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah: ُ َ ْ ِ ‫إ ِذا كان أ َوّل ل َي ْل َةٍ من شهْرِ رمضان صفد َت الشياطين وَمرد َة ُ ال ْجن وَغ ُل ّقت‬ َ َ َ ْ َ ْ ّ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ُ ِ َ ّ ‫أ َب ْواب النارِ فَل َم ي ُفت َح من ْها باب وَفُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّنةِ فَل َنم ي ُغْل َنقْ من ْهَنا بناب‬ ّ ُ َ ٌ َ ‫ِ ن‬ َ ُ َ ٌ َ َ ِ ْ ْ ْ ْ ْ َ ‫وَي ُنادي مناد ٍ يا باغي ال ْخي ْرِ أ َقْب ِل وَيا باغي الشر أ َقْصر وَل ِل ّهِ ع ُت َقاء منن الننّنار‬ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ َ َ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ ّ ٍ‫وَذلك ك ُل ل َي ْل َة‬ “Apabila malam pertama bulan Ramadhan tiba. 1079 At-Tirmidzi. Rasulullah SAW bersabda: ‫إ ِذا جاء رمضان فُت ّحت أ َب ْواب ال ْجن ّةِ وَغ ُل ّقت أ َب ْواب النارِ وَصفد َت الشياطين‬ ّ ُ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ْ ّ ُ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ّ “Jika bulan Ramadhan tiba maka pintu-pintu jannh dibuka sedangkan pintu neraka ditutup. Dan juga mereka sibuk membaca Al-Qur’an dan berbagai macam ibadah lainnya yang mampu mendidik sekaligus mensucikan jiwa. Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan Firman Allah : ‫ياأ َي ّها ال ّذين ءامنوا ك ُت ِب ع َل َي ْك ُم الصيام ك َم نا ك ُت ِنب ع َل َنى ال ّنذين منن قَب ْل ِك ُنم‬ ‫ِ َ ِن‬ ‫َ ن‬ ‫ّ َ ُ َن‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ َ َ ‫ل َعَل ّك ُم ت َت ّقون. maka setan-setan dan jin Ifrit dibelenggu. 1642 10 .Risalah Ramadhan akan terjadi apabila kaum muslimin telah berkonsentrasi menjalankan shaum yang merupakan pengekang hawa nafsu.

Muslim.” Kemudian Nabi SAW bersabda. ( yaitu ) dalam beberapa hari yang tertentu.‫وَإ ِقام ِ الصل َةِ وَإ ِي ْتاء الزكاةِ وال ْحج وَصوْم ِ رمضان‬ َ َ َ َ ّ َ َ َ ّ “Islam dibangun di atas lima perkara: “Bersaksi bahwasannya tiada ilah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. dan dua orang muslim untuk awal Syawal. “Apakah ada yang lain ?” Nabi SAW menjawab.19 2. Al baqarah [2]: 185). menunaikan zakat. no 16. diwajibkan atas kamu shiyam sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. berhaji ke baitullah.” Nabi SAW bersabda. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menggenapkan bilangan bulan Sya’ban 17 18 19 Shahih Al-Bukhari. “( Lalu ) shiyam di bulan ramadhan. “Lima kali shalat sehari semalam. kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. Al Baqarah [2]: 183-184).“Orang itu akan beruntung jika dia benar.” (QS. no. Apabila cuaca mendung dan hilal bulan Ramadhan tidak dapat dilihat pada malam 30 Sya’ban. lalu orang itu bertanya lagi.”18 E. Muslim. menegakkan shalat. 8. “Demi Allah.”17 Dari Thalhah bin Ubaidillah RA.penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Maka Nabi SAW menjawab.Risalah Ramadhan “Hai orang-orang yang beriman. dan shaum Ramadhan. Sabda Rasulullah : َ ُ ْ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ب ُن ِي ال ِسل َم ع َلى خمس: شهاد َةِ أ َن ل ّ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَ أ َن محمدا رسوْل اللننه‬ ِ ْ ُ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ّ َ َ َ . kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah. no 11 Lihat Zaadul-Ma’ad. “Bahwasannya ada seorang laki-laki dari negeri Najd yang datang kepada Nabi seraya bertanya tentang islam. Karena itu barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. “Tidak.” Kemudian Rasulullah SAW menyebut zakat. “Apakah ada yang lainnya ?“ Nabi SAW menjawab. ia berkata. Shahih Al-Bukhari. Awal dan akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru’yah hilal (melihat bulan sabit). “Tidak. maka hendaklah ia melaksanakan shaum pada bulan itu… “ (QS. 46. “Apakah ada yang lainnya ?”Beliau menjawab. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan 1. ُ ّ ً ‫شهْر رمضان ال ّنذي أننزِل فينهِ ال ْقنرءان هُندى للننّناس وَب َي ّننَنات منن ال ْهُندى‬ ِ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ٍ ِ َ ‫وال ْفرقان فَمن شهِد َ منك ُم الشهْر فَل ْي َصمه‬ ُ ْ ُ ُ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ّ “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. no. aku tidak akan menambah dan tidak akan mengurangi.” Orang itu bertanya lagi.” Orang itu bertanya lagi. yaitu minimal dengan kesaksian paling sedikit satu orang muslim yang adil untuk awal Ramadhan.” Lalu orang itu membalikkan tubuhnya seraya berkata. bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan. 2/36-37 11 . “Tidak kecuali jika engkau mau melakukan yang sunnah.

21 ‫الشهْر ت ِسعَ وَ عشروْن ل َي ْل َة فَل َ ت َصوْموا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ َم ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْمل ُوا‬ ً ّ َ ْ َ ُ ْ ِ ْ ْ ّ ُ ُ ْ ِ َ ُ ّ . “Dan tidak betul jika yang dimaksud adalah hisab ahli perbintangan. Shahih Muslim. Dan begitulah pendapat jumhur fuqaha’. 2/180 Syarh Shahih Muslim. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. 12 . Begitu pula ketika hilal bulan Syawal tidak terlihat.‫فاقْد ُروْل َه‬ ُ ُ “Janganlah klian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. tentulah akan memberatkan mereka. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian.”24 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata. Kitab ash-Shiyam.‫العِد ّة َ ث َل َث ِي ْن‬ َ “Satu bulan itu jumlahnya 29 malam. maka hukum yang harus diambil ialah dengan menyempurnakan bilangan Ramadhan menjadi 30 hari. Kitab Ash-Shiyam. karena sesungguhnya syari’at Islam ini mengaitkan shaum dengan ru’yah bukan dengan hisab. Wallahu a’lam. no. sebab jika orang banyak dibebani dengan hal tersebut. maka janganlah kamu melakukan shaum sampai kalian melihatnya (hilal). 3.”22 4. 2/464. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. sempurnakanlah bilangannya (menjadi 30 hari)”. Dan jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian. sebab masalah hisab perbintangan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang saja. 1906. 2/158-160 Shahih Al-Bukhari. sedang syari’at dapat dipahami orang apabila kebanyakan mereka mengetahuinya. yaitu sebagai awal bulan Syawal.Risalah Ramadhan menjadi 30 hari. “Berdasarkan As-Sunnah Ash-Shahihah serta kesepakatan para shahabat Radhiyallahu ‘anhum. sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari. tidak diragukan bahwasannya tidak boleh bersandar kepada hisab perbintangan”. yaitu awal bulan Ramadhan.20 Rasulullah SAW bersabda : َ ‫ل َ ت َصننوْموا حتننى تننروا الهل َل وَل َ ت ُفطننروا حتننى تننروْه ُ فننإ ِن غننم ع َل َي ْكننم‬ ِ ْ َ َ ّ َ ّ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ِ ْ َ . 3. maka pendapat ini banyak dibantah oleh para ulama’. 2/47. kemudian dipastikan untuk shaum pada hari berikutnya. kemudian hari berikutnya dipastikan sebagai hari raya. no.‫وَعشرِي ْن وَمرة ً ث َل َث ِي ْن‬ َ ّ َ َ 20 21 22 23 24 25 Dua cara inilah yang menjadi petunjuk Nabi dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Shahih Al-Bukhari. no. Al-Fatawa Al-Kubro.23 Jumhur fuqaha’ mengatakan. 7/190. Para fuqaha’ telah menegaskan tentang dilarangnya bersandar pada perhitungan-perhitungan ilmu falak dalam menetapkan hilal.Adapun menetapkan awal Ramadhan dengan ilmu hisab di saat langit mendung.25 Rasulullah bersabda : َ َ ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل َ ن َحسب، الشهْر هَك َنذا وَهَك َنذا : ي َعْننِني منرة ً ت ِسنعَة‬ ً ْ ٌ ِ ٌ ّ ّ ُ َ ْ ُ ّ َ ُ ّ ْ ِ . Lihat Zaadul-Ma’ad. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. 6. no. Shahih Muslim. 1907.

begitu juga Mu’awiyah RA. dan penduduk negeri tersebut diwajibkan untuk melakukan shaum. maka yang diputuskan adalah perkara berikut ini. 1913.‫ال ْهِل َل أ َوْت ُك ْملوا ال ْعِد ّة ُ قَب ْل َه‬ ٌ “Janganlah kalian mendahului bulan sebelum kalian melihat hilal. sebagaimana bahwasa ia telah sesat di dalam syari’at. yang terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari. Aku bertanya. no.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. no. 13 . Sunan Abu Daud. dan terjadilah hilal Ramadhan. Bahkan beberapa bulan sebelumnya mereka telah berani menetapkan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu hisab.”27 Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga mengatakan. yang paling shahih menyatakan bahwa shaum tidak diwajibkan atas penduduk negeri yang lain. atau menyempurnakan bilangan bulan sebelumnya. Sunan An-Nasai. cara yang tidak pernah dipergunakan oleh Rasulullah SAW. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. Al-Fatawa Al-Kubro. maka ada dua pendapat. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl RA. Kalau kedua negeri itu berdekatan. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan 26 27 28 29 Shahih Bukhari. tabi’in dan tabi’ut tabi’in. atau sampai menyempurnakan bilangannya. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. 2326. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. dan semua orang melihatnya. berlaku bid’ah di dalam dien. F. mereka melaksanakan shaum. 2128. tidak menulis dan tidak melakukan hisab.” Abdullah bin ‘Abbas RA berkata. Maka Kuraib berkata. 2/464. “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya.29 Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas RA) meriwayatkan. maka Abdullah bin ‘Abbas RA menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Bulan itu begini dan begini. maka hukumnya sama dengan satu negeri. maka dia juga keliru terhadap akal dan ilmu hisab. “Orang yang bersandar kepada hisab dalam masalah hilal. kemudian ia bertanya. 6/274-275. 7394. maka kami akan tetap shaum hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari.”28 Bagaimana halnya dengan kelompok yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal dengan hisab sementara langit cerah tanpa sepotong awanpun.”26 ُ ِ َ ‫ل َت َقد ّموا الشهْر حتى ت َروُ ال ْهِل َل قَب ْل َه أ َوْ ت ُك ْملوا ال ْعِد ّة، ث ُم صوْموا حتى ت َرو‬ ّ َ ّ َ َ ّ ُ ُ ّ َ ُ ُ َ ُ َ َ ُ ِ َ . Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris (ibunya Ibnu ‘Abbas RA) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah RA di Syam. “Apabila hilal terlihat di suatu negeri sedangkan orangorang di negeri lain tidak melihatnya. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. no. Tetapi kalau negeri tersebut berjauhan. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. no. Kemudian laksanakanlah shaum sampai kalian lihat hilal. Kitab Ash-Shiyam. Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal Madzhab Syafi’i mengatakan. no. Shahih Muslim. para shahabat. 15.

bukan gila. karena pingsan termasuk salah satu penyakit. walaupun ru'yah telah menjadi keputusan Khalifah. 6. Minhajul Muslim. 2332. Jika haidh dan nifasnya terjadi pada sebagian siang. no. Sunan At-Tirmidzi. dan Imam Ahmad. baik haidh atau nifasnya itu terjadi di awal atau akhir siang. Al Mughni. Maliki. selama Khalifah tidak mewajibkan kepada rakyatnya. 6/250.”30 Menurut madzhab Maliki.35 Berbeda dengan orang yang kehilangan akalnya karena pingsan kemudian dia siuman. Sunan Abu Daud. maka seorang wali berkewajiban untuk menyuruh mereka melaksanakan shaum yaitu bila mereka telah mencapai usia 7 tahun. hadits di atas merupakan hujjah bahwasannya apabila suatu negeri saling berjauhan sebagaimana Syam dan Hijaz. 693. beginilah Rasulullah menyuruh kami. hal. Syarat Wajib / Sah Shaum32 1. Fiqhul Ibadat. no. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. sehat jasmani. maka shaum pada hari itu batal. dia cukup shaum pada hari-hari yang masih tersisa di bulan Ramadhan.36 4. “Tidak. Menurut ijma’ (kesepakatan) ulama.”31 G. 212. 3/156. Baligh. Dan jika telah sembuh. di antaranya. hal. maka dia wajib mengqadha’ shaum yang telah dia tinggalkan. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Demikian pendapat Abu Tsaur. maka setiap penduduk dari masing-masing negeri tersebut wajib melaksanakan hasil ru’yah negerinya bukan ru’yah negeri orang lain. Demikian menurut madzhab Hambali. sehingga tidak wajib mengqadha’nya. 14 . maka dia tidak wajib mengqadha’ shaum yang telah berlalu. 2/295-296. wanita yang sedang haidh dan nifas tidak diperbolehkan untuk melaksanakan shaum. Al Mughni. 307-308. 6/251. Mukim (tidak dalam keadaan safar). Jika wanita yang sedang haidh atau nifas 30 31 32 33 34 35 36 Shahih Muslim. Abu Tsaur dan Qatadah. Mereka wajib berbuka dan mengqadha’ shaum yang telah ditinggalkannya. dan tidak wajib mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya di saat dia gila. Ad-Dien Khalish. Al-Auza’i. Dia cukup melaksanakan shaum pada hari-hari selanjutnya setelah ia memeluk Islam. Apabila ada orang kafir yang masuk Islam di pertengahan Ramadhan. hadits no. Tafsir Al-Qurthubi. Syafi’i. As-Syafi’i. 5. 1087. Berakal. dan memukulnya apabila meninggalkan shaum ketika telah berusia 10 tahun. Jika anak kecil (laki-laki atau perempuan) telah mampu melaksanakan shaum.34 3. 8/347-350. Sanggup untuk melaksanakannya.Risalah Ramadhan shaum Khalifah Mu’awiyah RA?” Beliau menjawab. Shaum Ramadhan tidak diwajibkan atas orang gila. karena shaum pada hari-hari yang lalu belum menjadi kewajibannya. jika telah suci dari haidh atau nifasnya. Islam. Suci dari haidh dan nifas. 3/155.33 2. Hanafi. maka siapapun tidak boleh menyelisihi perintahnya. Apabila dia mewajibkannya.

hadits no. hadits no 730. Al Mughni. 2/200.”38 Kalau haidh seorang wanita terhenti pada malam hari kemudian dia mandi pada subuh di pagi harinya. disyaratkan juga agar dia berniat untuk shaum di malam hari setelah haidhnya terhenti. 6538. “Setiap orang yang tahu bahwa besok hari telah masuk bulan Ramadhan.Risalah Ramadhan berniat shaum dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum. 15 . 2454. maka hukumnya sama dengan hukum orang yang junub. hadits no. Syafi’i dan Ibnul Mundzir. kitab Al-Haidh. 8/344. niat wajib dilaksanakan setiap hari di bulan Ramadhan. Hanafi. padahal dia mengetahui bahwa shaum diharamkan untuknya. atau tidak melakukan semua itu sebelum terbit fajar shadiq. seperti makan. maka tidak mengapa. 3/91. maka dia berdosa dan shaumnya tersebut tidak sah. Orang yang junub diperbolehkan untuk mengakhirkan mandinya hingga subuh kemudian dia mandi dan menyempurnakan shaumnya. maka shaumnya batal. Shahih Muslim.39 H. 3/137. Syafi’i. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. baik dilafalkan atau tidak. Al Mughni. Fiqhul Ibadat. maka dia telah berniat shaum. Namun dengan syarat haidh tersebut telah berhenti sebelum fajar. sebagaimana dikatakan oleh umumnya para ulama’. Ad-Dien Khalish.41 Waktunya adalah pada bagian malam manapun di bulan tersebut hingga terbit fajar shadiq. maka tidak ada shaum baginya.44 Menurut madzhab Hambali. hadits no. kemudian dia ingin melaksanakan shaum di bulan itu. Maliki dan lainnya. S ٍ unan An-Nasai. Majmu’ Fatawa.42 Rasulullah SAW bersabda : ‫من ل َم ي ُجمع الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak meniatkan shaum sebelum fajar.‫ك ُنا ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصوْم ِ وَل َ ن ُؤ ْمر ب ِقضاء الصل َة‬ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ُ َ ِ ّ ّ ّ "Kami diperintahkan untuk mengqadha’ shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat. 3/142. hal 232-235. hadits no. Demikian menurut madzhab Hambali. Rukun-Rukun Shaum40 1. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata.138. Dan demikian juga menurut madzhab Maliki dan Ishaq. 69. dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. hadits no. Selain itu. 3/93. apabila diniatkan untuk shaum selama satu bulan. Sunan Abu Daud. Dan hal ini merupakan amaliyah yang umumnya dilakukan kaum muslimin. karena shaum seseorang tidak dianggap sah kecuali jika dia berniat pada malam harinya. Minhajul Muslim. atau mencampuri isterinya. karena apabila dia haidh pada sebagian siang hari. Al-Mughni. minum. 263.37 Ummul Mukminin ‘Aisyah RA berkata: . Sunan At-Tirmidzi. Sunan Abu Daud.”43 Adapun setelah berniat lalu ia melakukan sesuatu yang dapat membatalkan shaum. mereka semua meniatkan shaumnya. Ad-Dien Khalish. hal 308. bahwa satu kali niat sudah dianggap sah untuk menjalankan shaum selama sebulan. Niat. Berbeda dengan pendapat Imam Ahmad yang mengatakan.25/215.45 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Al Mughni. 8/440-451. 2335.

Ahmad. dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ AshShaghir. Rasulullah SAW bersabda : ُ ِ ‫ل َي َزال الناس ب ِخي ْرٍ ما ع َجلوا ال ْفط ْر‬ َ ُ ّ ُ َ َ َ ِ “Manusia tetap akan berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka. Al-Baqarah [2]: 187 ) I. Dan yang lebih utama adalah dengan kurma. Jika tidak ada. telah basah kerongkongan. 2357. 16 . yaitu makan dan minum diakhir malam dengan niat shaum. 4995. yaitu fajar. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُفط ِر ع َلى رط َبنَنات قَب ْنل أ َن ي ُصنل ّي‬ ٍ ْ َ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ٍ َ ْ ِ ٍ َ َ َ َ َ ْ ‫فَإ ِن ل َم ت َك ُن رط َبات فَعَلى ت َمرات فَإ ِن ل َم ت َك ُن حسا حسوات من ماء‬ ٍ َ َ ْ ْ ٌ َ ُ ْ ْ ْ “Rasulullah berbuka dengan beberapa ruthab (biji kurma basah) sebelum menunaikan shalat. maka dengan beberapa tamr (biji kurma kering).”49 4. 1987. hadits no. Allah SWT berfirman : ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ا ْل َب ْي َض من ال ْخي ْط ا ْل َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ َ َ َ ّ ‫ث ُم أ َت ِموا الصيام إ ِلى ال ّي ْل‬ ّ ّ ِ “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Berbuka dengan kurma atau air. Adapun do’a yang dibaca Rasulullah SAW ketika akan berbuka adalah : ‫ذ َهَب الظ ّمأ ُ واب ْت َل ّت ال ْعُروْقُ وَث َب َت ال َجر إ ِن شاء الله‬ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ُ َ َ “Telah hilang dahaga. Sunan Abu Daud.” ( QS. Berdo’a ketika akan berbuka. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA. 4678. Abu Daud. Sahur. Imsak (menahan diri) dari hal-hal yang membatalkan shaum. 310-311. Dilakukan pada siang hari.”47 2.Risalah Ramadhan 2. 3. dan At-Tirmidzi. Rasulullah SAW bersabda : ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحوْرِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ 46 47 48 49 Minhajul Muslim. hadits no. HR. Kemudian sempurnakanlah shaum sampai malam hari.”48 3. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih AlJami’ Ash-Shaghir. hal. Insya Allah. 1098. hadits no. Shahih Muslim. dan telah tetap pahalanya. Bersegera berbuka. Sunnah-Sunnah Shaum46 1. Shahih Al-Bukhari. hadits no. maka beliau minum beberapa teguk air. Dan jika tidak ada. hadits no.

atau meneteskan ke dalam telinga. 3989. maka tidak membatalkan shaum. (jima’). Riwayat Imam Thabrani. 50 51 52 53 Shahih Al-Bukhari. 8. baik karena keluar mani. Dan menurut madzhab Maliki bahwa cairan yang masuk ke dalam Air yang masuk ke dalam kerongkongan karena terlalu dalam ketika Keluar air mani karena terus menerus memandang atau berpikir kerongkongan melalui mata. 9. 5. Shahih Muslim. yaitu sebelum terbitnya fajar shadiq (shubuh). 2. berwudhu’. baik sengaja maupun lupa. hadits no. 1. Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum52 Adapun beberapa perkara yang dimakruhkan atas orang yang shaum. atau dubur dan qubul (kemaluan) wanita. 6. hal 311-312. Minhajul Muslim. walaupun sebenarnya tidak merusak shaum. Adapun keluar mani karena bermimpi. hal 246-249. hal 312-313. Bercelak di awal siang. dapat merusak shaum. sebab terkadang dapat membangkitkan syahwat sehingga shaumnya rusak.Risalah Ramadhan “Bersahurlah.”51 J. 7. Berbekam.”50 5. atau bercumbu. baik lewat hidung atau telinga. 17 . Memasukan cairan ke dalam kerongkongan. Bercumbu dengan isteri. 1095. Mencicipi masakan atau makanan. hadits no. Rasulullah SAW bersabda : ُ ّ ‫ع َجلوا ا ْل ِفْطار وَأ َخروا السحوْر‬ َ ُ ّ ُ ّ َ َ “Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur. dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir. berkumur dan menghirup air ke hidung saat bewudhu’. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’53 1. ia berbuka. 3. Fiqhul Ibadat. yang dikhawatirkan akan merusak shaumnya. seperti memasukkan obat lewat hidung. atau kepentingan lainnya Berlebih-lebihan ketika berkumur dan menghirup air ke hidung saat K. 2. Mengakhirkan sahur hingga bagian akhir malam. 3. 8/477-483. yang dianggap perlu. Berkumur-kumur bukan karena wudhu’. atau kemudian ia meneruskannya dengan berjima’ (menggauli isterinya). sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barokah. 4. Berfikir urusan jima’. 1923. Mencium (istri/suami). hadits no. Ad-Dien Khalish. atau sebab lainnya. Minhajul Muslim. apabila khawatir menjadikan dirinya lemah dan membuat Terus menerus memandang istri dengan syahwat. 4. atau mencium.

13. 7. waktu maghrib. kata laki-laki itu menerangkan. “Tidak”. benang.jawab laki-laki itu. dalam dubur maupun qubul wanita. dan berjima’. 18 .” Rasulullah SAW bertanya.”55 2. Tanya beliau. maka datanglah Nabi SAW dengan membawa sebakul kurma seraya berkata : “Sedekahkanlah kurma ini”. Shahih Muslim. maka tidak merusak shaum. lalu beliau katakan : “Pulanglah. 10. 14. seperti menelan batu. Berjima’ ( bersenggama ) dengan sengaja tanpa dipaksa. karena ia menyangka kalau malam telah masuk Makan atau minum karena lupa. sedangkan ia mengira kalau keadaan Makan atau minum. “Celaka saya ya Rasulullah”. “Kuatkah kamu shaum dua bulan berturut-turut ?”. Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh54 1. hadits no. berbuka. belum. “Tidak “. jawabnya. Dan laki–laki itu pun tetap menjawab. 15. 11. Sengaja memasukkan sesuatu yang tidak memberikan faedah bagi Sengaja memasukkan air ke dalam dubur ketika istinja’. “Apakah kepada orang yang lebih fakir dari kami ya Rasulullah. 9. padahal tidak ada satu warga pun di kampung kami yang lebih miskin daripada kami”. (datang waktu maghrib) dan ternyata masih siang. 6. maka Makan. “Saya telah bersetubuh dengan isteri saya pada siang hari Ramadhan. dan belum jelas baginya. apabila masuk seluruhnya. atau jari yang basah ke badan ke dalam kerongkongan lewat mulut. "Tdak”. hal 313. “Sanggupkah kamu memberi makan kepada 60 orang miskin ?”. Tanya Rasulullah SAW pula. hadits no. Shahih Al-Bukhari. L. mutiara. kemudian membatalkan shaumnya. “Kenapa kamu celaka ?”. Makan dan minum dengan sengaja tanpa adanya udzur yang membolehkan dia 54 55 Minhajul Muslim. Memasukkan potongan kain. “Sanggupkah kamu memerdekakan seorang budak ?”. dan ternyata fajar telah terbit. Adapun muntah dengan tidak sengaja. Muntah dengan sengaja. 12. atau besi. Dari Abu Hurairah RA dia berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang laki-laki kepada Nabi SAW seraya berkata. 8. Murtad (keluar dari Islam). 1936. dan kalau masuk sebagiannya saja. karena menyangka bahwasannya tidak wajib untuk kembali meneruskan shaumnya. apakah matahari telah terbenam atau Betul-betul berniat untuk berbuka (mbongkah : jawa) sebelum datang tidak membatalkan shaum. atau kayu. minum. minum.Risalah Ramadhan 5. Kemudian ia duduk. Makan. berikan kurma ini kepada keluargamu. atau berjima’. 1111. kata Nabi SAW. Berbuka dalam keadaan ragu. masih malam (belum terbit fajar). Dan Nabi SAW pun tersenyum sampai kelihatan gigi gerahamnya. Tanya beliau. Laki-laki itu menjawab.

atau memberi makan 60 orang miskin. Minhajul Muslim. minyak rambut. atau harum-haruman yang sifatnya dibakar Mengunyah makanan untuk anak kecil karena tidak ada orang lain yang mengunyahkannya. apabila tidak khawatir menjadikan badannya lemah. baik yang dioleskan ke badan. yang tidak menyebabkannya masuk ke dalam kerongkongan walau pun sedikit. bahwasannya makruh bersiwak setelah matahari tergelincir. dengan syarat tidak sedikit pun yang masuk ke dalam Melakukan safar (perjalanan) karena keperluan yang diperbolehkan (bukan maksiyat). ataupun Menggunakan parfum. minum dan melakukan hubungan suami isteri di malam hari menurut Imam Ahmad. berbuka. hadits no. Ad-Dien Al-Khalish. agar membebaskan budak.56 menyuruh seorang laki-laki yang sengaja berbuka pada bulan Ramadhan. dahulu. baik Makan. dengan diguyur air atau berendam di dalamnya. Menelan ludah sendiri. 5. Kitab Ash-Shiyam. Berobat dengan obat apapun selama halal. 7. walaupun banyak. hal. 314-315. sebelum terbit fajar namun belum mandi setelah datang waktu subuh). asap kayu dan seluruh asap yang tidak 56 57 58 Shahih Muslim. atau shaum selama dua M. Memakai minyak wangi. 5. Berbekam. hal 314. sebelum terbit fajar. 3. 19 . 9. 8. 2. kecuali Mendinginkan tubuh dengan air karena cuaca sangat panas. mungkin dihindari. 6.Risalah Ramadhan ‫ع َن أ َبي هُري ْرة َ أ َن الن ّب ِي أ َمر رجل ً أ َفْط َر في رمض نان أ َن ي ّعْت ِنقَ رقَب َنة‬ ً ِ َ ْ َ ‫َ َ َن‬ ُ َ َ َ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ‫أ َوْ ي َصوْم شهْري ْن أ َوْ ي ُط ْعِم ست ّي ْن مسك ِي ْنا‬ ً ْ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ُ Dari Abu Hurairah RA bahwasannya Nabi SAW bulan. 3. Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum58 1. 8/454-459. Asap jalanan dan pabrik. meskipun dia tahu kalau safarnya itu dapat mengakibatkan dirinya Bersiwak (menggosok gigi) di sepanjang waktu siang. 84. 4. Dalam keadaan junub di waktu subuh (setelah melakukan jima’ Mimpi junub di siang hari. Lalat yang tertelan tanpa ia kehendaki. 2. di antara (yang dibolehkan) adalah dengan jarum suntik selama itu bukan infus. N. Minhajul Muslim. Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum57 1. kerongkongan. 4.

Al-Baihaqi.62 2. diampuni baginya dosa-dosanya yang lalu”. baginya pahala orang yang shaum tersebut tanpa dikurangi sedikit pun dari pahalanya”.” Sedangkan bacaan Qur’annya berkata: 59 60 61 62 63 HR. no. Al-Bukhari. Ahmad. HR. 435.Risalah Ramadhan 6. 710. Minhajul Muslim. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. shaumnya. Shadaqah. HR. Al-Bukhari dan Muslim. hadits no. hal. lalu melanjutkan َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ُ‫إ ِذا ن َسي فَأك َل وَشرِب فَل ْي ُت ِم صوْمه، فَإ ِن ّما أط ْعَمه الله وَسقاه‬ ُ ُ َ َ ُ َ َ ّ “Apabila seseorang lupa lalu makan dan minum. lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan.63 3. aku telah mencegahnya dari makan dan minum di siang hari. tidak lain karena Allah memberinya makan”. Shiyam mengatakan: “Ya Rabb. dan At-Tirmidzi. hendaklah ia sempurnakan shaumnya. hadits ini dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani dalm Shahih Al-Jami’ ash-Shaghir.60 O. 6070. HR. Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan61 1.59 َ َ َ‫من أ َفْط َر في رمضان ناسيا فَل َ قَضاء ع َل َي ْهِ وَل َك َفارة‬ ِ َ ً ِ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang berbuka (makan atau minum) pada bulan Ramadhan karena lupa maka tidak ada qadha’ dan kafarah atas dirinya”. 20 . Rasulullah bersabda: Makan dan minum karena lupa atau tidak sengaja. Rasulullah SAW bersabda : ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ِ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barangsiapa yang melaksanakan qiyamul lail pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh mengharap ridha Allah. Rasulullah SAW bersabda: َ َ َ ‫ّن‬ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ً َ َّ ْ ْ ِ ُ ُ ُ َ ْ َ ِ ‫من فَطر صائ ِما كان له مث ْل أجرِه، غ َي ْر أن ّه ل َي َن ْقص من أج نرِ الص نائ ِم‬ ً ‫شيئا‬ ْ َ “Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang shaum. hadits ini shahih menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-jami’ ash-Shaghir. 6415. Qiyamul lail. hadits no. dan Muslim. 305-306. hadits no. Tilawah (membaca) Al-Qur’an Rasulullah SAW bersabda : ْ ِ َ َ ّ ُ ْ ُ ْ ُ ‫الصيام وَ القرآن ي َشفعان ل ِلعب ْد ِ ي َوْم ال ْقيام نة، ي َقُ نوْل الص نيام: أ َيْ رب‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ُ َ ّ ُ َ ّ :‫إ ِني من َعْته الط ّعام وَ الشهَوات بالن ّهارِ فَشفعْن ِي فِي ْه، ي َقوْل القرآن‬ ِ َ ُ َ ّ َ ْ ُ ُ ُ ِ َ َ َ ِ َ َ ّ ْ ‫رب من َعْت ُه الن ّوْم بالل ّي ْل فَشفعْن ِي فِي ْه، فَي َشفعان‬ ِ ِ َ ِ َ ُ َ ّ َ ِ َ َ ْ ْ ِ “Shiyam dan bacaan Qur’an dapat memberi syafa’at kepada seseorang (yang melakukan dan membacanya) pada hari kiamat.

2/79. Kitab Al-Hajj. atau tidak dapat meminum obat yang dapat membantu penyembuhannya. no. Maka dari itu berikanlah dia syafa’at karena kami”.”65 5.Al-Bukhari dan Muslim. yaitu berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. “Ayat ini merupakan rukhshah (keringanan) bagi laki-laki atau wanita tua renta yang apabila tidak sanggup menjalankan shaum. atau kalau shaum dia akan bertambah sakit. Rasulullah SAW bersabda: ‫فَإ ِن ع ُمرة َ في رمضان ت َقضي حجة أ َوْحجة معِي‬ ً ّ َ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ْ ّ ْ َ ً ّ َ “Sesungguhnya ‘umrah pada bulan Ramadhan.67 2. At-Thabrani. atau melaksanakan haji bersamaku”. dapat mencapai (pahala) haji. Tafsir Ath-Thabari. no. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya. no. 6/255-256.69 Allah SAW berfirman: َ ‫وَمن كان مريضا أ َوْ ع َلى سفرٍ فَعِد ّة ٌ من أ َيام ٍ أ ُخر‬ َ َ ّ ْ ّ ً ِ َ َ َ َ َ َ 64 65 66 67 68 69 HR. Laki-laki dan wanita yang tua renta.lihat Al-Lu’lu’ wa Al-Marjan. ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: ُ ُ َ َ َ ‫كان رسوْل الله ي َعْت َك ِف ال ْعَشر ال َواخر من رمضان‬ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ْ "Adalah Rasulullah melaksanakan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Al Hakim. dan dia wajib mengqadha’ shaum yang dia tinggalkan. yaitu memberi makan seorang miskin…” ( QS. shahih menurut Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir. Shahih Muslim. apabila telah sembuh.Imam Ajmad. Orang sakit. 64 4. yaitu menziarahi Baitullah Al-Haram untuk melakukan thawaf sa’i.68 Namun jika masih bisa diharapankan kesembuhannya tapi jika dia shaum akan menyulitkannya atau sakitnya bertambah parah dan lebih lama sembuhnya. diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka dan setiap harinya memberi makan seorang miskin sebagai ganti satu hari shaumnya”.66 P. 21 . Lihat shahih Bukhari. Melakukan ‘umrah. 1863. maka untuk kasus-kasus semacam ini dia diperbolehkan untuk berbuka.Risalah Ramadhan “Aku telah melarangnya dari tidur di malam hari. Al-Mughni. 4505. Al Baihaqi. Allah SWT berfirman: َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (tidak shaum) untuk membayar fidyah. 727. 222. 3/141. diperbolehkan untuk berbuka dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari sebagai fidyah shaum yang telah dia tinggalkan. HR. Al Baqarah [2]: 184 ) Ibnu ‘Abbas RA berkata. no. Shahih Al-Bukhari. 3882. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum 1. I’tikaf. no.

selama safarnya itu bukan untuk maksiyat.10/220. apabila dengan meninggalkan pekerjaan beratnya itu dapat membahayakan dirinya. Al Baqarah [2]: 185 ) 3. bukan keselamatan jiwa mereka sendiri. karena sebenarnya mereka mampu untuk melaksanakan shaum. Seorang pekerja jika dihadapkan pada pekerjaan berat yang ia khawatir bila melakukan shaum akan membahayakan dirinya. 10/233. maka dia diperbolehkan berbuka dan mengqadha’ shaumnya. sesuai kesepakatan para ‘ulama. Namun jika tidak membahayakan dirinya. bahwa Ibnu 'Umar RA ditanya tentang wanita hamil bila khawatir terhadap (kesehatan) anaknya. "Dia berbuka dan memberi makan kepada satu orang miskin setiap hari sebanyak satu mud gandum.” Inilah pendapat yang kuat menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. “Bahkan dia diperbolehkan untuk mengqashar dan berbuka dalam perjalanan yang ditempuh kurang dari dua hari. Dia menjawab. maka dia berdosa apabila berbuka.71 Dan menurut Imam Abu Hanifah adalah perjalanan yang ditempuh selama tiga hari.Risalah Ramadhan “…dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan ( lalu dia berbuka ). menurut madzhab Maliki.72 5.74 Namun Ibnu Abbas RA dan Ibnu Umar RA berpendapat bahwa wanita hamil dan menyusui jika meninggalkan shaum cukup baginya untuk membayar fidyah. Al-Mughni. 22 . maka diperbolehkan untuk berbuka pada bulan Ramadhan. Adapun jarak yang memperbolehkan seseorang untuk mengqashar shalatnya dan berbuka. Apabila wanita hamil dan menyusui khawatir akan keselamatan jiwa mereka.Pekerja berat. Al-Mughni. Musafir Orang yang sedang safar dan menempuh jarak yang memperbolehkannya shalat qashar. maka diperbolehkan berbuka.70 4.161. dan baik shaumnya itu memberatkan dirinya maupun tidak. misalnya perjalanan antara Makkah dan Jeddah. 236. Namun wajib untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya dan tidak diwajibkan membayar fidyah. Lihat ukuran farsakh dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. dan diwajibkan untuk mengqadha’ shaum yang ditinggalkannya. Dari Imam Malik. maka ( wajiblah baginya shaum ) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain… ( QS. 1 : 75 Lihat Majmu’ Fatawa. atau beserta anak-anak mereka sendiri. Para ulama’ salaf dan khalaf lainnya mengatakan. 3/139. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. Syafi’i dan Ahmad adalah perjalanan yang ditempuh dengan unta atau berjalan kaki selama dua hari. Wanita hamil dan menyusui.25/218. Majmu’ Fatawa. tidak perlu untuk mengqadha shaum yang ditinggalkannya. ditambah dengan membayar fidyah shaum yang ditinggalkannya. 25/209-214.73 Dan jika mereka hanya mengkhawatirkan keselamatan anak-anaknya saja. dari Nafi'. baik dia mampu untuk melakukan shaum ataupun tidak. maka diperbolehkan bagi mereka untuk berbuka.7 Km). atau perjalanan yang berjarak 16 farsakh. seperti halnya orang sakit yang diperbolehkan berbuka. yaitu sekitar 48 mil ( 88. 3/139." Dan Ad-Daroquthni 70 71 72 73 74 Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’.

Al-Baqarah [2]: 184) ّ َ ّ َ ‫إ ِن الله ع َز وَجل وَضعَ ع َن ال ْمسافِرِ شط ْر الصل َة، وَع َن ال ْمسافِرِ وال ْحامل‬ ِ ّ َ ّ َ ُ َ ُ ِ ِ َ َ َ َ ِ ِ ‫وال ْمرضع الصوْم أ َوالصيام‬ َ َ ّ ِ َ ّ ِ ِ ْ ُ َ “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla telah membebaskan separuh shalat bagi musafir. yaitu memberi makan seorang miskin…” (QS. dan memberi makan satu orang miskin setiap hari. hal 163 Lihat ukuran mud dalam Fiqhul Islami Waadilatuhu. ia berkata. "Bahwasanya istrinya bertanya kepadanya disaat dia sedang hamil.76 Allah berfirman: menyuruhnya َ ‫وَع َلى ال ّذين ي ُطيقون َه فِد ْي َة ط َعام مسكين‬ ُ ُ ُ ِ َ ِ ٍ ِ ْ ِ ُ َ “…dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya ( tidak shaum ) untuk membayar fidyah. Lalu dia merasa kehausan di bulan Ramadhan. Dan dari jalur ketiga. 1/75 Shahih Sunan Ibnu Majah. dan dia sedang mengandung. dan juga membebaskan shaum dari seorang musafir. "Wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak wajib mengqhada. 2/64-65. darinya. 23 . yang sepadan dengan ¼ sha’ atau 675 gram bahan makanan lain." Dan isnadnya jayyid (baik).”77 75 76 77 Puasa Bersama Nabi. "Sesungguhnya anak perempuannya dinikahi oleh seseorang dari kaum Quraisy.' Dan dia meriwayatkan dari jalur yang lain."75 Sedangkan ukuran fidyah adalah satu mud gandum.Risalah Ramadhan meriwayatkan (1/207) dari Ibnu Umar RA dan dia menshahihkannya. "Berbukalah dan berilah makan kepada seorang miskin setiap hari dan dia tidak wajib mengqhada. ia berkata. Maka dia berbuka. wanita yang hamil dan wanita yang menyusui.

4690 24 . Hal ini mungkin banyak dipengaruhi oleh fenomena penentuan awal Ramadhan atau Syawal dengan hisab hitungan ilmu falaq. tetapi kurang mendapatkan perhatian. Matlha' Mathla' adalah tempat munculnya hilal. Definisi-Definisi a. Oleh karena itu dalam bab ini akan dibahas perihal penentuan awal Ramadhan. Hisab Hisab adalah menghitung garis edar benda-benda langit dengan rumus-rumus tertentu.Risalah Ramadhan BAB II PENENTUAN AWAL RAMADHAN Perihal ru'yah untuk menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal merupakan masalah yang sangat asasi. c. Ru'yah Ru'yah adalah melihat hilal dengan mata telanjang yang ditopang dengan bantuan alat pembesar dan yang sejenisnya. Hilal Hilal adalah permulaan rembulan ketika ia tampak di mata orang banyak di awal bulan. hal. 78 Lisanul Arab. Semoga pembahasan ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi kaum muslimin yang mendambakan agar setiap amal ibadahnya sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah SAW. d.78 b. A.

dia berkata. 23237. 108 dan Malik. Lihat Zadul Ma'ad 2/45. Abu Dawud. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari". Ahmad. Shahih Muslim.80 Hadits dari Ibnu Umar. shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. 102. no.Risalah Ramadhan B.”79 Sabda Nabi dalam hadits yang lain. no. 25 . Al-Bukhari. Dalil-dalil penetapan masa awal Ramadhan. Pendapat para ulama dalam hal ini. Tirmidzi no. hadits Ibnu Abbas RA. sempurnakanlah bilangan bulan menjadi 30 hari. bahwasannya Nabi menyebut-nyebut Ramadhan kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصنوموا حتنّنى ت َنروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِنروا حتنّنى ت َنروْه ُ فَنإ ِن أ ُغ ْمني ع َل َي ْك ُنم‬ ْ ْ َ َ ْ ُ ‫ُن‬ َ ِ َ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا ل َه‬ ُ ُ “Janganlah kalian shaum sampai kalian melihat hilal. 788 dan Abu Dawud no. "Rasulullah bersabda: ‫ل َ ت َصوموا قَب ْل رمضان صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت دون َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ ُ ُ ُ ِ ‫غ َياي َة فَأ َك ْملوا ث َل َثين ي َوْما‬ ٌ َ ً َ ِ "Janganlah kalian shaum sebelum Ramadhan. Dari Ibnu 'Umar RA bahwa Rasulullah menyebut-nyebut Ramadhan. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. no. 3. Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Ad-Darquthni. 6/149. Muslim."82 b. 2327 HR. Abu Dawud."81 Diriwayatkan dari Abdullah bin Qois RA. no. no. 688. Lihat At-Tirmidzi. dan jangan pula berbuka (mengakhiri shaum Ramadhan) sampai kalian melihatnya. 1906. 79 80 81 82 Shahih Al-Bukhari. no. Dan jika penglihatan terhalang (oleh awan) maka. Penentuan Awal Ramadhan a. no. Kemudian beliau shaum karena melihat hilal dan ketika terhalang maka beliau menghitung bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari kemudian beliau melaksanakan shaum. bahwa 'Aisyah RA berkata: ّ َ ُ ُ َ َ َ ‫كان رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َت َحفظ من شعْبان ما ل َ ي َت َحفظ من‬ َ َ َ َ ْ ِ ُ ّ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ّ َ ‫غ َي ْرِهِ ث ُم ي َصوم ل ِرؤ ْي َةِ رمضان فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْهِ ع َد ّ ث َل َثين ي َوْما ث ُم صام‬ ْ َ َ َ َ َ َ ّ ً ّ ّ َ ِ ُ ُ ُ "Adalah Rasulullah sangat menjaga terhadap hilal Sya'ban tidak sebagaimana beliau menjaga bulan-bulan lainnya. Kemudian beliau bersabda: َ ‫ل َ ت َصوموا حتى ت َروا ال ْهِل َل وَل َ ت ُفط ِروا حتى ت َروْه ُ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فاقنند ُروا‬ ّ َ ّ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ َ ْ َ ُ ْ ْ َ ‫ل َه‬ ُ “Janganlah kalian melakukan shaum sampai kalian melihat hilal. Kitab Ash-Shiyam. no. 2326. Dan jika pandangan kalian terhalangi oleh awan maka sempurnakanlah bilangannya. 268.

4/122. genapkanlah bulan Sya'ban menjadi 30 hari.83 Nafi' berkata: ‫فَكان ع َب ْد ُ الل ّهِ إ ِذا مضى من شعْبان ت ِسعٌ وَعشرون ي َب ْعَث من ي َن ْظ ُر‬ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ِ ُ ْ َ ُ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ْ ‫فَإ ِن رئ ِي فَذاك وَإ ِن ل َم ي ُر وَل َم ي َحل دون من ْظ َرِهِ سحاب وَل قَت َر أ َصب َح‬ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ْ ٌ َ ْ ْ ‫مفط ِرا وَإ ِن حال دون من ْظ َرِهِ سحاب أ َوْ قَت َر أ َصب َح صائ ِما‬ ٌ َ َ ً َ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ ً ْ ُ "Apabila bulan Sya'ban telah lewat 29 hari. memahami kalimat ‫له‬ ‫ث َل َث ِي ْن ي َوْما‬ ً َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ِ‫قَد ّروا ْ ل َه ت َمام ال ْعَد َد‬ َ َ ُ ُ (tetapkanlah ia dengan menyempurnaka bilangan Sya'ban menjadi 30 hari).فاقدروا ل َه‬Adapun lebih jelasnya sebagai ُ ُ ْ َ َ ‫فاقْد ُروا‬ ُ dengan ‫ضي ّقوا ل َه‬ ُ ْ ُ َ ُ ‫(ال ْعَد َد‬persempitlah bilangannya). Ath-Thalaq : 7). Abu Ahmad). Sampai di sini para ulama sepakat. Abdullah bin Umar RA mengutus seseorang untuk meliht hilal. Pendapat kedua. Al-Isra [17] : 30) Ini adalah pendapat Umar bin Khatab RA." (QS. َ َ ّ ‫إ ِن رب ّك ي َب ْسط الرزقَ ل ِمن ي َشاء وَي َقد ِر‬ ُ َ ْ َ ْ ّ ُ ُ ُ ْ "Sesungguhnya Rabmu melapangkan rizki kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya. Pendapat ini berdasarkan firman Allah SWT : ‫وَمن قُد ِر ع َل َي ْهِ رِزقُه‬ ُ ْ َ ْ َ "Dan orang yang disempitkan rizkinya" (QS. para ulama bersepakat tentang wajibnya mengadakan ru'yatul hilal pada sore hari tanggal 29 Sya'ban. Berkata. padahal hari itu adalah tanggal 29 Sya'ban. Jika utusannya melihat hilal maka itulah yang dijadikannya pedoman untuk shaum. Atau ada orang yang menyaksinakannya tetapi ia bukanlah orang yang kesaksiannya bisa diterima. Abdullah bin Umar RA dan Imam Ahmad bin Hambal. Lihat Fathul Bari. hari Syak adalah hari dilaksanakannya ru'yatul hilal. ia melaksanakan shaum." (HR. Hal ini dikarenakan perbedaan dalam memahai maksud kalimat berikut: 1.Risalah Ramadhan Berdasarkan hadits-hadits di atas. Rasulullah saw bersabda: ُ ِ ‫صوموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُب ّي ع َل َي ْك ُم فَأ َك ْملوا عد ّة َ شعْبان ث َلثين‬ ِ ْ ْ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ َ ُ ُ ُ 83 Menurut Imam Ahmad. Apabila hilal terlihat. jika dia tidak melihatnya dan hari itu tidak ada mendung maka keesokan harinya dia tidak shaum. Pendapat pertama memahami kaliamat ‫ل َه‬ ُ ‫ . Mereka berbeda penadapat jika tidak tampaknya hilal dikarenakan langit mendung atau tertutup debu. َ 2. maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Ramadhan. Abu Hurairah ra. 26 . Adapun jika tidak tampak padahal cuaca terang. Namun jika hilal tidak kelihatan karena terhalangi oleh mendung.

dengan bukti adanya perbedaan pendapat di antara mereka dalam banyak persoalan. "Tidak shahih riwayat dari Mutarrif. Perkataan ahli perbintangan." Lihat Fathul Bari. 1/500 27 . serta Jama'ah kecuali Abu Dawud. no. Pendapat ketiga memahaminya dengan َ ‫(فاقْد ُروا ب ِحساب ال ْمنازِل‬tentukanlah ِ َ ِ ِ َ َ ُ dengan menghitung orbit benda-benda langit). bahwa kalmat faqduru lah adalah khitab (ungkapan yang ditujukan) kepada orang yang dikhususkan oleh Allah SWT dengan ilmu ini (hisab). di antaranya adalah Imam AnNawawi. 4/122. Jika penglihatan kalian terhalang oleh awan maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30 hari"84 3. Mutharrif bin Abdullah dan Ibnu Qudamah.86 Pendapat ini dibantah oleh mayoritas (jumhur) ulama. Al-Bukhari. 3/461 Kitab Fiqih 'ala Madzahibul 'Arba'ah. Abdurrahman Al-Jazairy.85 Ibnu Al-'Arabi meriwayatkan dari ibnu Suraij. tidak akan berubah selamanya."90 c. "Tidak benar jika yang dimaksud adalah hiasab para ahli perbintangan. mereka akan keberatan. Sebagaimana tersebut dalam dua kitab shahih (Al-Bukharai Muslim) bahwa Nabi bersabda: ‫إ ِنا أ ُمة أ ُمي ّة ل َ ن َك ْت ُب وَل ن َحسب صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِه‬ ٌ ّ ٌ ّ ّ ِ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ ُ ُ ْ َ ُ "Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi. Pendapat ini hanyalah bersumber dari pendapat Ibnu Suraij. 4/122 Fathul Bari. dia bukanlah orang yang bisa dijadikan rujukan dalam maslah ini. Syarh Shahih Muslim. tidak bisa menulis dan menghitung."89 Abdurrahman Al-Jaziri berkata dalam bukunya. Cara menetapkan hilal. maka keesokan harinya adalah hari pertama bulan Ramadhan. Ad-Darimi. 106 dan Muslim. Padahal syari'at itu dikatakan dimengerti oleh umat apabila kebanyakan dari mereka memahaminya.”88 Ibnu Taimiyah juga berkata.Risalah Ramadhan "Shaumlah jika kalian telah melihat hilal dan berbukalah jika kalian telah melihatnya. Sebab jika umat dibebani dengan hal itu. "Tidak boleh dipakai perkataan ahli hisab. Wallahu A'lam. berdasarkan sunnah shahihah dan kesepakan para shahabat bahwa tidak boleh bersandar kepada hisab (perhitungan) berbintangan. Ahmad. walaupun berdasarkan kaidah-kaidah yang detail. Mereka dan orang-orang yang percaya kepada mereka tidak diwajibkan melaksanakan shaum dengan hisab mereka. puasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. no. Sebab syari'at telah menetapkan shiam dengan alamat yang pasti. dia berkata. Para fuqaha sepakat bahwa jika hilal telah terlihat oleh khalayak ramai atau oleh dua orang saksi yang adil (memenuhi keriteria seorang saksi menurut syar'i). "Seorang yang bersandar pada hisab. 1081 Ibnu Abdul Barr berkata. 7/190 HR. sedangkan ُ ِ َ َ‫فَأك ْملوا عد ّة‬ ِ adalah khitab bagi masyarakat umum. dalam masalah hilal. "Tidak diragukan. karena hal itu tidak dimengerti kecuali oleh beberapa orang saja. Fatawa Al-Kubra."87 Ibnu Taimiyah berkata. Yaitu disaksikannya hilal atau menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. 84 85 86 87 88 89 90 HR. selain telah sesat dalam syari'ah dan mengadakan suatu hal yang baru (Bid'ah) dalam agama. adapun Ibnu Qudamah. tetapi menurut kami hal itu tidaklah tepat. ia juga keliru dalam menetapkan dan dalam ilmu hitung (hisab).

95 Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah atsar Abdurrahman bin Zaid bin Khattab. “Wahai Bilal. Abu Dawud dan An-Nasai 28 . At-Tirmidzi HR. 6/344 HR. Imam Syafi'I mensyaratkan dua saksi. maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi tigapuluh hari. Maka Rasulullah pun melaksanakan shaum dan memerintahkan orang-orang untuk melaksanakannya. Ia berkata. Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada illah kecuali Allah dan bahwa Muhammad hamba dan utusan-Nya? Dia menjawab. Lihat Bidayatul Mujtahid. Kecuali jika telah bersaksi dua orang saksi. maka aku sampaikan kepada Rasulullah saw. Ad-Darquthni. Lihat Syarhus Sunnah. Mereka adalah: Ibnu Mubarak. Saya telah bertanya kepada mereka dan semua menjawab bahwa Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ْ َ ‫صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأفْط ِروا ل ِرؤ ْي َت ِهِ فَإ ِن غ ُم ع َل َي ْك ُم فَأت ِموا ث َل َث ِي ْن فَإ ِن شهِد‬ ْ ْ ّ َ ْ ّ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ ‫شاه ِدان فَصوْموا وَأ َفْط ِروا‬ ْ ُ ْ ُ ُ ِ َ “Shaumlah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karenanya. berkata: ّ َ َ ُ َ ُ ْ ْ َ ‫ت َراءى الناس ال ْهِل َل فَأ َخب َرت رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َني رأ َي ْت ُه‬ َ َ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ّ َ َ ّ ِ َ ّ َ َ َ َ ِ ‫فَصام وَأمر الناس بالصيام‬ "Orang banyak berusaha untuk melihat hilal. Aku telah melihat hilal malam ini. “Sungguh saya telah bermajlis dengan beberapa sahahat Rasulullah saw. Ishak. umumkan kepada orang banyak untuk melaksanakan shaum esok hari!”93 Ibnu Ummar ra.Risalah Ramadhan Mereka berbeda pnedapat apabila yang menyaksikan adalah seorang saja. 3/154 Lihat Syarhus Sunnah. Yang demikian ini karena adanya banyak atsar dalam malsalah ini dengan lafadz yang berbeda-beda. “Ya” Maka Rasulullah bersabda.”96 91 92 93 94 95 96 Untuk penentuan awal Syawal. dan Al-Hakim. Jumhur ulama berpendapat bahwa tetap wajib shaum dengan seorang saksi. bahwa aku telah melihatnya. maka shaumlah dan berbukalah. Imam Asy-Syafi'i91 (dalam satu riwayat) dan Abu Hanifah (jika langit mendung)92 mereka berhujjah dengan hadits Ibnu Abbas. 6/344 HR. beliau berkata: ّ َ ّ َ ّ َ َ َ َ ‫جاء أ َع ْراب ِي إ ِلى الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَقال إ ِني رأ َي ْت ال ْهِل َل قال‬ َ َ ُ َ ّ َ َ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ ‫أ َت َشهَد ُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الل ّه أ َت َشهَد ُ أ َن محمدا رسول الل ّهِ قال ن َعَم قال يا ب ِل َل‬ َ َ َ ْ ْ ُ َ ‫أ َذ ّن في الناس أ َن ي َصوموا غ َدا‬ ِ ْ ً ْ ِ ّ ُ ُ "Seorang baduwi mendatangi Rasulullah dan berkata. Dari Abdurrahman bin Zaid bin Khattab bahwa ia berkhutbah di hadapan orang banyak pada hari yang syak (diragukan). Imam Ahmad."94 Sedangkan Imam Malik dan Al-Auza’i. Adapaun jika kalian terhalangi oleh awan. dan Imam Asy-Syafi’i (dalam riwayat lain) berpendapat bahwa penetapan hilal Ramadhan tidak bisa diterima kecuali dari dua orang saksi yang adil. Abu Dawud. Rasul bertanya.

merekan pun melaksanakan shaum. dan semua orang melihatnya. no 2332. Penentuan Wilayah Awal Ramadhan Dalam masalah ini ada dua pendapat: Pertama. yaitu ummat Islam di suatu negeri/tempat harus memulai shaum dengan melihat hilal di negeri/tempat tinggal masing-masing. Tapi tidak demikian halnya dengan melihat hilal bulan Syawal seorang diri. Ikrimah. 693. dan sebagian besar pengikut madzhab Syafi’i. Sunan Abu Daud. para Fuqaha bersepakat tentang wajibnya shaum baginya. “Kapan kalian melihat hilal?” Maka aku katakan. kemudian ia bertanya. Ikhtilaful Mathali’. “Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. Maka Kuraib berkata. 1087. “Apakah tidak cukup dengan ru’yah dan shaumnya Khalifah Mu’awiyah ra?” Beliau menjawab. Al-Mawardi. Al-Qasim bin Muhammad. Menurut Imam Malik.97 Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah. Beginilah Rasulullah saw menyuruh kami. maka Abdullah bin ‘Abbas ra menanyakanku dan membicarakan masalah hilal. Ibnu Abbas ra dan juga Imam Al-Bukhari. Sedangkan menurut Imam Asy-Syafi’i dia wajib berbuka. no. Ishaq bin Rahawaih. Ketiga. atau sampai kami melihat hilal Syawal”. “Kami melihat hilal malam Jum’at”. Salim bin Abdullah bin Umar. Kelima. Hanya saja jika dikhawatirkan timbulnya fitnah. negeri yang tidak mungkin hilal tidak tampak bagi mereka.Risalah Ramadhan C. hendaknya ia menahan diri dari makan dan minum tetapi dua tetap meyakini hal berbuka. jarak diperbolehkannya mengqhashar shalat. Kedua. Abu Hanifah dan Imam Ahmad. Keempat. Sunan At-Tirmidzi. Aku bertanya. “Tidak. pertama perbedaan mathla’ (terbitnya hilal). 29 . “Engkau melihatnya sendiri?” "Ya. maka kami akan tetap puasa hingga kami menyempurnakannya menjadi 30 hari.98 Hadits dari Kuraib: َ ُ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ُ ‫ع َن ك ُرينب أ َن أ ُم ال ْفضنل ب ِننت ال ْحنارِث ب َعَث َتنه إ ِلنى معاوِينة بالشنام ِ قنال‬ ِ َ َ ْ ِ ْ َ ّ ّ ٍ ْ َ ْ ّ ‫فَقد ِمت الشام فَقضي ْت حاجت َها واست ُهِل ع َل َي رمضان وَأ َننَنا بالشنام ِ فَرأ َي ْنت‬ ‫ِ ّن‬ ُ َ َ َ ّ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ‫ال ْهِل َل ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ ث ُم قَد ِمت ال ْمدين َة في آخرِ الشهْرِ فَسأ َل َني ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْنن‬ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ُ ْ ّ ُ ُ ُ ‫ع َباس رضي الل ّنه ع َن ْهُمنا ث ُنم ذ َك َنر ال ْهِل َل فَقنال متنَنى رأ َي ْت ُنم ال ْهِل َل فَقل ْنت‬ ‫َن‬ ُ ُ َ ْ َ َ ‫َ َن‬ ّ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ َ ‫رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة ال ْجمعَةِ فَقال أ َن ْت رأ َي ْت َه فَقل ْت ن َعَم وَرآه ُ النناس وَصناموا وَصنام‬ َ ّ َ َ َ َ ُ َ ُ ُ ُ َ َ ُ ُ ُ َ ْ ُ َ َ َ ُ ‫معاوِي َة فَقال ل َك ِنا رأ َي ْناه ُ ل َي ْل َة السب ْت فَل َ ن َزال ن َصوم حتنّنى ن ُك ْم نل ث َلثي نن أ َو‬ َ ِ ّ َ َ ّ َ ُ ُ َ ُ ْ َ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ُن‬ َ َ ‫ن َراه ُ فَقل ْت أ َوَ ل َ ت َك ْت َفي ب ِرؤ ْي َةِ معاوِي َة وَصيامهِ فَقال ل َ هَك َنذا أ َمرننَنا رس نول‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Kuraib (hamba sahaya dari shahabat Ibnu Abbas ra) meriwayatkan. perbedaan iklim. di Syam aku melihatnya pada malam Jum’at. ditentukan oleh Imam A’zham. begitu juga Mu’awiyah ra. walaupun hilal sudah terlihat di negeri/tampat tinggal orang lain yang jauh.” Abdullah bin ‘Abbas ra berkata. Lihat Bidayatul Mujtahid 4/123 Tentang batasan jauh Ibnu Hajar menyebutkan beberapa pendapat.”99 97 98 99 Khusus bagi yang melihat hilal Ramadhan seorang diri. Shahih Muslim. Kemudian aku kembali ke Madinah pada akhir bulan Ramadhan. dan terbitlah hilal Ramadhan. “Kemudian aku datang ke Syam untuk menyelesaikan segala keperluan Ummu Fadhl ra. Bahwasannya Ummu Fadhl binti Al-Haris ra (ibunya Ibnu ‘Abbas) mengutus dia untuk menemui Khalifah Mu’awiyah ra di Syam. hendaknya ia tidak berbuka. no.

karena hal ini dapat menyebabkan terpecah-belahnya umat dan banyak perkataan yang tidak berdasar. Di dalamnya terdapat kompromisasi seluruh dalil dan pendapat para ahli ilmu. Dan tidak sepantasnya menyelisihinya. Dalil yang dijadikan sebagai pijakan di antaranya adalah: ‫ل َ ت َصوْموا ْ قَب ْل رمضان صوْموا ل ِرؤ ْي َت ِهِ وَأ َفْط ِنروا ل ِرؤ ْي َت ِنهِ فَ نإ ِن ح نال َت د ُوْن َنه‬ ُ ْ ‫ْ َن‬ ُ ُ ُ ْ ُ ُ ْ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫غ َمامة فاك ْمل ُوا ث َل َث ِي ْن‬ َ ْ ِ َ ٌ َ َ "Jangan melakukan shaum sebelum Ramadhan. Walaupun hal itu dianggap benar oleh imam a’zham. bahwa jika negeri-negeri saling berjauhan sebagaimana jauhnya Syam dan Hijaz. Di antara yang berpendapat demikian adalah: Imam Abu Hanifah. “Pernyataan ini pernah ditanyakan kepada Hai’ah Kibaaril ‘Ulama di Saudi Arabiya ketika diadakan daurah yang kedua pada Sya’ban 1392 H. Al-Laits bin Sa’ad. Mereka (anggota hai'ah) sepakat bahwa pendapat yang kuat adalah memberi keleluasan untuk hal ini. 102 HR. sebagian pengikut madzhab Imam Asy-Syafi’i101 dan juga Ibnu Taimiyah. terang) dalam menyandarkan perkataan itu kepada Nabi saw dan bahwa itu adalah perintahnya. Kemudian mengamalkannya dan menyampaikan kepada orang banyak. diperbolehkan mengambil salah satu dari dari kedua pendapat yang dianggap rajih (kuat) untuk ulama setempat (dalam suatu negeri)."102 Hadits ini menunjukan dimulainya Ramadhan dengan ru’yah secara mutlak. Namun jika ia memerintahkan. Yaitu apabila hilal sudah terlihat di suatu negeri/tempat. Dia berkta. 101 Syarhus Sunnah. Jika penglihatanmu terhalang oleh awan. maka seluru ummat Islam berkewajiban menuanaikan shaum Ramadhan keesokan harinya. “Telah berkata ulama kita “Madzhab Maliki” tentang ungkapan Ibnu Abbas ra: ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ ‫هَك َذا أ َمرنا رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ َ َ ُ Adalah kalimat tashrih (jelas. Adapun di negara Islam. 2/608-609. Jika hal itu telah diketahui.Risalah Ramadhan Hadits di atas menunjukan bahwa Ibnu Abbas ra tidak mengambil ru’yah Ahli Syam. At-Tirmidzi dan Abu Dawud 103 Lihat Al-Fiqih Al-Islami Wa Adilatuhu. Saya katakan bahwa ini adalah pendapat yang washath (pertengahan). 30 . maka seseorang tidak boleh menyelisihinya. maka yang wajib bagi pemerintah adalah berpegang kepada apa yang dikatakan oleh ahlul ilmi dan mengharuskan umat untuk melaksanakan shaum dan berbuka (ied) dalam rangka mengamalkan hadits-hadits yang telah disebut dan melaksanakan kewajiban serta menjaga umat dari apa-apa yang diharamkan oleh 100 Imam Al-Qurthubi menulis.” Lihat Al-Jami’ Liahkamil Qur’an. Imam Ahmad bin Hambal. Wihdatul Matla’. Imam Malik. maka setiap negeri wajib melaksanakan shaum berdasar ru’yahnya sendiri. Adapun pemerintah (ulul amri) dan seluruh umat Islam berkewajiban untuk mengikuti mereka. Dan hendaknya mereka bersepakat kepada yang lebih dekat kepada kebenaran menurut ijtihadnya. bukan ru’yah lain. 2/295296. hendaknya selalu memperhatikan permasalahan ini ketika memasuki dan ketika keluar dari bulan Ramadhan. tanpa dibatasi oleh jarak.100 Kedua. jika negaranya bukan negara Islam. Maka ia menjadi hujjah. selama ia tidak memerintahkan umat untuk mengikutinya. Yaitu.103 Syaikh Abdullah bin Bazz mengkompromikan kedua pendapat di atas. 6/215. shumlah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. maka genapkanlah bilangan Sya'aban menjadi 30 hari. Ibnu Mundzir. maka yang wajib bagi alhlul ilmi di setiap negeri.

Sedangkan definisi niat secara istilah adalah: Keyakinan hati untuk melakukan sesuatu dan beriltizam atasnya. Definisi Niat 1. 4/459 Al-Mughni 4/333 31 . 2. ‫ نوى – ينوي – نواة – ونية‬yang berarti niat atau maksud.Risalah Ramadhan Allah SWT. Secara bahasa niat berasal dari kata. ketika akan melaksanakan suatu pekarjaan (amal)." (QS. Al-Bayyinah [95]: 5) َ َ ْ ‫ل َن ي َنال الل ّه ل ُحومها وَل َ د ِماؤ ُها وَل َك ِن ي َنال ُه الت ّقوى‬ َ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ َ ْ 104 105 106 Lihat Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyah. Dalil tentang niat dari Al-Qur’an ‫وَما أ ُمروا إ ِل ّ ل ِي َعْب ُدوا الل ّه مخل ِصين ل َه الدين‬ ُ ُ َ ِ ْ ُ َ َ ّ ُ ِ َ "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. karena hal ini telah dilakukan oleh Rasulullah saw dan para shahabatnya radliyallahu ‘anhum. Dan hal yang telah diketahui bersama bahwa Allah SWT menundukan beberapa perkara yang tidak dapat ditundukan dengan Al-Qur’an. ً ََِ ً َ َ ْ ِ ْ َ ََ 105 2.106 B. dengan kekuasaan. tanpa ragu-ragu. Mengingat niat adalah penentu sah tidaknya suatu amal.”104 BAB III NIAT SHAUM PADA BULAN RAMADHAN Masalah niat merupakan permasalahan yang asasi. 22/335 Al-Qomus Al-Muhith. Disyari’atkannya Niat Niat disyari’atkan kepada ummat Islam. A.

6/ 293 Bidayatul Mujtahid. An-Nasai dan Ibnu Majjah) Berdasarkan dalil-dalil di atas maka setelah bulan Ramadhan ditetapkan."108 Dan pendapat Zuffar ini dikatakan lemah oleh para salaf. “Hadits tersebut menunjukan bahwa tidak sah shaum kecuali dengan penetapan niat pada malam harinya. An-Nasai dan Ibnu Majjah). Para ulama telah sepakat bahwa niat merupakan syarat sahnya shaum Ramadhan. baik yang wajib maupun yang sunnah tidak dianggap shahih kecuali dengan niat." (HR. At-Tirmidzi. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan. C. At-Tirmidzi. Al-Hajj [22]: 37) 3. di hari tersebut (mulai dari terbnam matahari hingga menjelang terbit fajar).” (Ahmad. Waktu niat Diriwayatkan dari Hafshah ra bahwasannya Rasulullah saw bersabda: ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. Kecuali pendapat dari Zuffar. kecuali orang yang mengerjakannya dalam kondisi sakit atau musafir. 296 Subulus Salam. 'Wahai 'Aisyah apakah kamu punya makanan?' Aku ('Aisyah) berkata.109 Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh 'Aisyah dia berkata. Karena shaum merupakan ibadah mahdhah yang memerlukan niat." (HR. tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. "Shaum Ramadhan tidak membutuhkan niat. 4/ 333.” (Ahmad. Imam As-Shan’ani berkata. Al-Bukhari dan Muslim) ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ “Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum fajar maka tidak ada shaum baginya. At-Tirmidzi. 2. 'Kami tidak 107 108 109 Al-Mughni.Risalah Ramadhan "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah."107 Rasulullah saw bersabda: ‫إ ِن ّما ال َع ْمال بالن ّيات وَإ ِن ّما ل ِك ُل امرِئ ما ن َوى‬ ِ ّ ِ ُ َ َ َ َ َ ٍ ْ ّ "Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya. 2/311 32 . Ahmad. Abu Dawud. Dari As-Sunnah ‫من ل َم ي ُب َي ّت الصيام قَب ْل ال ْفجرِ فَل َ صيام ل َه‬ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ ْ ْ َ "Barangsiapa yang tidak menetapkan niat sebelum terbit fajar maka tidak ada shaum baginya. Abu Dawud. setiap musim yang mukallaf berkewajiban untuk meniatkan shaumnya pada malam hari. Ibnu Qudamah berkata. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan 1. dia berkata. "Rasulullah bersabda kepadaku. An-Nasai dan Ibnu Majjah). baik melalui kesaksian mata maupun penyempurnaan bilangan bulan." (QS. Al-Majmu. “Shaum pada bulan Ramadhan dan shaum di bulan-bulan lainnya. Niat sebagai syarat sahnya shaum. Abu Dawud. Dan orang yang shaum boleh berniat kapan saja.

" Sedangkan Imam Abu Hanifah berkata. "… Penetapan niat di malam hari adalah khusus untuk shaum wajib saja. dan tidak cukup sekedar dalam hati. "Niat itu tempatnya berada di dalam hati. no. maka dia akan menggunakan hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah ra (Sebagai dasar atas wajibnya berniat shaum sebelum terbit fajar). Muslim 2 : 809). Imam Asy-Syafi'i berkata. Apakah niat wajib dilakukan setiap hari Ibnu Qudamah berkata."110 Ibnu Rusyd menyebutkan bahwa barangsiapa yang menggunakan madzhab tarjih (mencari dalil yang paling shahih untuk menghukumi sebuah perkara). hal. Maka Rasulullah bersabda." (HR. tetapi dianjurkan untuk diucapkan bersama hati. 270 Ibid HR."115 4. “Niat itu tempatnya di dalam hati. Hal itu diperbolehkan sebagaimana dia berniat setiap hari pada malam harinya. 'Jika demikian maka hari ini aku akan shaum.”113 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid114 menyatakan. ini berlaku bagi semua shaum. Para 'Ulama berbeda pendapat mengenai waktu niat dalam ibadah shaum. "Boleh mengerjakan niat di siang hari untuk semua shaum wajib yang berkaitan dengan waktu tertentu. karena sesungguhnya seseorang telah berniat untuk melakukan perbuatan yang sejenis dengannya. tidak sah shaum keculi telah berniat sebelum terbit fajar.111 Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menyatakan." 112 3. madzhab Hanafi dan Ibnu Mandzur. 1154 Al-Majmu. karena Rasulullah pernah datang ke rumah 'Aisyah ra di luar bulan Ramadhan seraya bertanya. Menurut Imam Malik. "Berniat shaum setelah siang hari diperbolehkan jika shaum yang dikerjakan adalah shaum sunnah. 6/293 Puasa Bersama Nabi. Begitu pula dalam pelaksanaan shaum sunnah. sedangkan untuk shaum wajib tidak diperbolehkan. Tempat niat Imam Nawawi berkata. dan melafadzkannya adalah bid'ah yang sesat. Muslim. Pendapat Imam Maliki dan Imam Ishak juga demikian. 110 111 112 113 114 115 Bidayatul Mujtahid. Sedangkan orang yang menggunakan madzhab jama’ (Yaitu menggabungkan dua dalil yang seakan kontradiksi) akan membedakan waktu niat bagi sahum wajib dan shaum sunnah. demikian pendapat yang dikemukakan oleh madzhab Hambali. sekalipun ada sebagian orang yang memandangnya sebagai kebaikan…. Maksudnya dia akan menggunakan hadits Hafshah ra sebagai dalil atas wajibnya berniat sebelum fajar untuk shaum wajib dan hadits 'Aisyah sebagai dalil atas bolehnya berniat shaum di siang hari untuk shaum sunnah. "Apakah kamu mempunyai persediaan makanan? Jika tidak maka aku akan shaum. 62 Ibid 33 . tidak ada syarat untuk diucapkan oleh lisan.Risalah Ramadhan memiliki apa-apa wahai Rasulullah'. “Niat shaum wajib dilakukan setiap hari. Sedangkan imam Ahmad menyatakan satu kali niat sudah cukup untuk melaksanakan shaum selama bulan Ramadhan. seperti shaum Ramadhan. nadzar dan shaum tertentu lainnya.

Menurut madzhab Hambali. apabila ru’yah hilal bulan Ramadhan pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban terhalang oleh mendung atau kabut pada malam ketigapuluh bulan Sya’ban. dalam berniat harus ditegaskan bahwa shaum yang akan dijalaninya adalah shaum Ramadhan. Maka shaumnya dianggap sah. Niat yang tidak pasti (syak) Para Fuqaha berpendapat. Selain itu antera ibadah itu diselingi dengan sesuatu yang manafikan sehingga sahaum itu berganti-ganti dan setiap hari melerlukan niat yang tersendiri. Abu Tsur dan Ashabura'yi. maka saya berniat shaum sunnah. Tidak boleh berniat shaum secara mutlaq dan tidak boleh berniat selain shaum Ramadhan. karena sesungguhnya hari-hari dalam bulan Ramadhan terdiri dari berbagai macam ibadah terpisah. 4/333 Bidayatul Mujtahid. 4/337 34 . Berniat membatalkan shaum Mdzhab Hambali menyatakan. demikian juga boleh berniat mengerjakan shaum selain Ramadhan. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah boleh menyatakan niat secara mutlaq. hari yang diragukan (syak) adalah hari ketigapuluh dari bulan Sya'ban bila pada hari itu hilal awal Ramadhan tidak kelihatan. Demikian juga pendapat Syafi'i. niat yang tetap itu sah walaupun dilakukan pada malam tigapuluh Sya'ban. “Bahwa yang dimaksud dengan hari syak ialah. dengan dalil bahwa sebagian ibadah itu tidak rusak karena rusaknya ibadah yang lain. tetapi secara otomatis shaum tersebut berubah menjadi shaum Ramdhan kecuali musafir. "Barangsiapa yang berniat membatalkan shaum maka shaumnya dianggap batal. seseorang diperbolehkan untuk berniat sebagai berikut. Karena hari ini tergolong hari yang tidak diragukan yang kita dilarang sahum di dalamnya. ternyata besok harinya bulan Ramadhan. "Kalau besok sudah masuk Ramadhan."119 7. "Sesungguhnya apabila orang itu kembali dan berniat lagi sebelum tengah hari. tetapi kalau besok belum masuk bulan Ramadhan. 270 Al-Mughni. Menentukan niat Menurut Imam Malik. maka saya berniat shaum fardlu pada hari pertama bulan Ramadhan.Risalah Ramadhan Pendapat ini dianggap lebih kuat.116 5.117 6. baik waktu itu langit cerah atau mendung. Hanya saja Ashaburra'yi atau madzhab Hanafi menyatakan.120 116 117 118 119 120 Al-Mughni. 2/261 Al-Mughni. 4/333 Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga.”118 Berdasarkan pendapat tersebut.

323 Tafsir Al-Qurthubi. Sedangkan 121 . 102 Lihat Al-Majmu’ Syarhu Muhazzab. ‫سحر .123 Jadi memakan makanan yang dilakukan di Sedangkan makna sahur menurut istilah adalah: memakan makanan walau sesuap atau meminum minuman walau seteguk124 mulai dari pertengahan malam sampai terbit fajar125 yang dilakukan oleh orang yang meniatkan diri untuk shaum di siang harinya. 6/379 Disarikan dari hadits-hadits tentang sahur.”122 ‫ت َسحرت‬ ُ ْ َ َ maknanya adalah kamu makan sahur (memakan makanan pada waktu sahur). 121 122 123 124 125 126 Al-Munjid fi Lughah. hal. Kalimat ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah 1/6 malam teakhir.126 B. Sedang makna dari ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ dengan harokat fathah pada huruf "‫ "س‬berarti apa-apa yang dimakan pada waktu sahur dan jika menggunakan harokat dhamah yaitu waktu sahar namanya adalah as-suhur atau as-sahur.ي َسحر – سنحرا‬ ً َ َ ُ ُ ْ َ َ َ Secara bahasa sahur berasal dari kata malam menjelang shubuh atau ujung segala sesuatu. 4/38 Al-Mishabh Al-Munir. 6/381 Ibid. Disyari'atkannya Makan Sahur Sahur disyari’atkan kepada umat Islam yang akan melaksanakan shaum.berarti waktu sebelum terbit fajar ‫السحر‬ ُ َ ّ adalah waktu yang dimulai dari Akhir malam hingga terbit fajar. ‫السحوْر‬ ُ ُ ّ maknanya adalah nama dari pekerjaan itu sendiri. Sedangkan Ibnu Zaid berkata. selain perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sahur sendir dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum. 35 . Pengertian yang artinya َ ‫السحر ال َع ْلى‬makan ُ َ ّ Az-Zujaj berkata. ataupun belum berniat dan berniat pada waktu sahur itu sendiri.Risalah Ramadhan BAB IV SAHUR A.

”129 Imam Asy-Syaukani juga menjadikan hadits di atas sebagai penguat atas disyari’atkannya makan sahur.”130 Imam Al-Khotobi berkata. Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi. Muslim. bab Taukid fis Sahur. 1382. no. 6/469 Lihat Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab.134 Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. 4/303 36 . no. Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani. Ibnu Majjah. dia berkata. An-Nasa’i no.” 127 Imam As-Syaukani berkata. HR. “Hadits tersebut menunjukan disyari’atkannya makan sahur.”131 C. no. dia berkata. Nailul Authar. “Apabila Ahlul Kitab tidur setelah berbuka. 4/303 ‘Aunul Ma’bud. no.”128 Diriwayatkan dari ‘Amru bin Qais ra. Nailul Authar.Risalah Ramadhan Allah SWT berfirman: ْ ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. bab Fadhlus Sahur. An-Nasai. 6/468-469. Muslim. 2362. “Dan hal-hal yang menguatkan pensyari’atan sahur adalah kandungan hadits itu sendiri.133 Landasan yang dijadikan landasan bahwa hukum sahur itu mustahab adalah karena Rasulullah saw dan para shahabat radliyallahu ‘anhum pernah melakukan wishal. 6/379 dan Syarhu Shahih Muslim Lin Nawawi. bahwa Rasulullah saw bersabda: ٌ ْ ‫فَصل ب َي ْن صيامنا وَ صيا َم ِ أ َهْل ال ْك ِتاب أ َك ْل َة السحوْر‬ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ َ ِ ِ ُ ّ “Pembeda antara shaum kami dan shaum Ahlul Kitab terletak pada sahur. Abu Dawud. 7/207. Rasulullah bersabda: ‫ت َسحروا فَإ ِن في السحورِ ب َرك َة‬ ً َ ِ ّ ُ ّ ُ ّ َ “Makan sahurlah kalian. no. 2362. Lil Imam As-Syaukani. 1096. Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. no. 4/303. Abu Dawud. 2/71.132 Demikain juga Ibnu Mundzir telah meriwayatkan ijma’ tentang mustahabnya sahur. Al-Baqarah [2]: 187) Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. 2162. ‘Aunul Ma’bud. yaitu fajar. Muslim Bisyarhi An-Nawawi. 2142. 6/468-469 bab fi taukid As-Sahur. beliau berkata: 127 128 129 130 131 132 133 134 HR. yaitu perintah untuk untuk menyelisihi Ahli Kitab yang tidak melaksanakan sahur. Hukum Makan Sahur Semua ulama sepakat bahwa hukum makan sahur adalah sunnah atau mustahab. 7/207 Fathul Bari. 1095." (QS. maka tidak dihalalkan bagi mereka untuk makan dan minum hingga terbit fajjar. karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah. 4/175 Nilul Authar. 3/88. no. ‘Aunul Ma’bud. At-Tirmidzi. 708.

Risalah Ramadhan

ّ َ َ ‫َن‬ ُ ُ َ ‫ن َهى رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ع َن ال ْوِصال فِ ني الص نوْم ِ فَق نال ل َنه‬ ‫َ ِ ن‬ ُ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ ُ َ َ ُ ِ َ َ ‫رجل من ال ْمسل ِمين إ ِن ّك ت ُواصل يا رسول الل ّهِ قال وَأ َي ّك ُم مث ْلي إ ِننّني أ َبي نت‬ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ْ ُ ْ ِ ٌ ُ َ َ َ َ ِ َ ‫ي ُط ْعِمني ربي وَي َسقين فَل َما أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا ع َن ال ْوِصال واصل ب ِهِم ي َوْمنا ثنم‬ ْ ّ َ ِ ُ ّ ُ ‫ًن‬ ْ ّ ُ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ ‫ي َوْما ث ُم رأ َوا ال ْهِل َل فَقال ل َوْ ت َأ َخر ل َزِد ْت ُك ُم كالت ّن ْكيل ل َهُم حين أ َب َوا أ َن ي َن ْت َهوا‬ ْ ً ُ ْ َ ِ ْ ِ ِ َ ّ ْ َ ّ
“Rasulullah melarang shaum wishal,135 maka ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah, “Bukankah engkau juga melakukannya wahai Rasulullah?”. Rasulullah saw bertanya, “Siapakah di antara kalian yang menyamaiku? Sesungguhnya aku diberi makan dan minum di malam hari oleh Rabku.” Maka ketika mereka enggan menginggalkan shaum wishal, Rasulullah saw melakukan wishal bersama sahabatnya sehari, kemudian sehari berikutnya. Kemudian Rasulullah saw melihat hilal136 dan beliau bersabda, “Seandainya bulan itu terlambat maka aku tambahkan shaum buat kalian, sebagaimana kalian membantahku ketika aku menyuruh kalian meninggalkannya.”137 Maka Imam Al-Bukhari menulis sebuah pembahasan tentang masalah sahur dengan judul, “Bab barakah makan sahur dan dengan tidak mewajibkannya karena Nabi saw dan para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum pernah melaksanakan wishal,138 dan tidak disebutkan sahur (tidak sahur).”139 Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani menjelaskan judul di atas sebagai berikut, “Yang saya fahami dari perkataan Imam Al-Bukhari, bahwa perkataan beliau ‘Karena Rasulullah dan para shahabatnya melakukan wishal adalah berkenaan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw melarang wishal, di hari berikutnya beliau bersama para shahabat melakasanakan shaum wishal kemudian di tambah sehari lagi (hingga menjadi dua hari). Baru setelah mereka melihat hilal bulan Syawal Rasulullah saw bersabda kepada mereka, bahwa seandainya hilal tersebut terlambat (shaum Ramadhan masih panjang) sungguh akan aku tambahkan shaum wishal untuk kalain hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya. Kemudia kalian meminta keringanan agar bisa meninggalkannya. Keterangan hadits ini menunjukan bahwa hukum sahur tidak wajib, karena jika ia wajib sudah pasti Rasulullah saw tidak akan melaksanakan wishal bersama para shahabat beliau radliyallahu ‘anhum.140

D.

Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur Hikmah dan fadhilah makan sahur adalah bahwa bagi orang yang melaksanakannya akan mendapatkan barokah. Sebagaiman sabda Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, beliau bersabda:
135

136 137

138 139 140

Dengan sengaja meninggalkan perkara perkara yang boleh dikerjakan di malam hari bagi orang yang shaum. Lihat Fathul Bari, 4/254. Dengan kata lain meninggalkan makan dan minum selama sehari semalam dari sejak makan sahur hingga makan sahur berikutnya (penulis). Lihat Fathul Bari, 4/254 Yaitu hilal yang menandakan habisnya bulan Ramadahan dan masuk bulan Syawal. HR. Al-Bukhari. Yaitu menambah wishal hingga kalian merasa lemah untuk melaksanakannya kemudian kalian meminta keringanan untuk menginggalkannya. Lihat Fathul Bari, 4/258-259. Fathul Bari, 4/174 Fathul Bari, 4/254 Fathul Bari, 4/175

37

Risalah Ramadhan “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam makan sahur itu ada barakah.”
141

Dalam menerangkan hadits ini Ibnu Hajar berkata, harakat pada huruf " ‫ "س‬dalam kalimat "‫ "السحوْر‬bisa fathah dan bisa juga dhamah. Jika barakah dalam hadits tersebut yang ِ ُ ّ dimaksud adalah balasan dan pahala, maka harakat yang tepat adalah harakat dhamah, yaitu "

‫ "السحوْر‬bentuk mashdar dari kata "‫ "الت ّسحر‬yang berarti makan sahur. Namun jika barakah ُ ّ َ ِ ُ ّ
dalam hadits tersebut yang dimaksud adalah kekuatan, semangat dan rasa ringan melaksanakan shaum, maka harokat yang tepat adalah harokat fathah, yaitu " ‫ "السحوْر‬yang berarti apa yang ِ ُ ّ dimakan di waktu sahar. Ada yang berpendapat bahwa maksud dari barokah dari hadits tersebut adalah bisa bangun dan berdo’a di waktu sahar. Yang lebih tepat makna barakah dalam hadits tersebut adalah: - Mengikuti sunnah - Menyelisihi Ahlul Kitab, sebagaimana disebutkan dalam hadits. - Menambah kekuatan dalam beribadah - Menambah semangat - Mengantisipasi akhlak jelek yang datang akibat dari rasa lapar yang berlebihan - Peluang untuk bershadaqah jika ada orang yang meminta waktu itu, atau shadaqah bagi orang-orang yang makan bersamanya di waktu itu - Salah satu sarana agar bisa berdo’a dan berdzikir di waktu sahar yaitu waktu yang mustajab untuk berdo’a - Dan mengingatkan niat shaum bagi orang yang lupa untuk berniat shaum sebelum dia tidur.
142

E.

Waktu Sahur Jika ditinjau secara bahasa tasahhur adalah makan di waktu sahur atau akhir malam. Tapi yang dimaksud dengan waktu tasahhur di sini adalah makna yang terdapat dalam pengertian tasahhur secara istilah sebagaimana telah dijelasakan di depan. Maka berdasarkan makna tasahhur secara istilah dapat diketahui bahwa waktu sahhur adalah dimulai dari pertengahan malam hingga menjelang terbit fajar.143 Jika seseorang yang ingin mejalankan shaum dia bisa melakukan sahur di antara waktu pertengahan malam sampai terbit fajar. Jika fajar telah terbit maka dia harus imsak (menahan diri) dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang membatalkan shaum. Sebagaiman firman Allah SWT, "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah [2]: 187)
141

142 143

HR. Muslim, no. 1095, Ibnu Majjah, no. 1382, Shahih Ibu Majjah Lil Al-Albani, 2 : 71, At-Tirmidzi, No. 708, Al-Jami’ As-Shahih Imam At-Tirmidzi, 3/88, An-Nasai, no. 2142, Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi Wa Hasyiatu Imam As-Sindi. Abu Dawud, no. 2362, ‘Aunul Ma’bud, 6/ 468-469 bab fi taukid As-Sahur. Lihat Fathul Bari, 4/175, Tuhfatul Ahwadzi, 3/338 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 6/379

38

Risalah Ramadhan Dalam ayat tersebut disebutkan, "benang putih dari benang hitam". Maksudnya adalah perintah untuk makan dan minum hingga jelas bagimu cahaya shubuh di ufuk timur dari hitamnya malam dan terangnya ketidakjelasan (antara keduanya) yang disebut dengan fajar.144 Dari ‘Adi bin Hatim ra dia berkata, ketka turun ayat, "...hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Maka ‘Adi ra bertanya kepada Rasulullah saw, Wahai Rasulullah, aku meletakan dua tali di bawah bantalku, yaitu tali putih dan tali hitam agar aku mengetahui malam dari siang, maka Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya bantalmu itu lebar. Yang dimaksud -benang putih dari benang hitam- adalah hitamnya malam dan putihnya siang.”145 Abu Ubai berkata, “benang putih adalah fajar shadiq dan benang hitam adalah malam.”146 Dari Sahal bin Sa’id ra, dia berkata, “Ketika turun ayat, 'dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam” Ada seorang laki-laki yang mengambil benang putih dan benang hitam, kemudian dia makan dan minum sampai melihat jelas keduanya (benang putih dan benang hitam). Allah pun menurunkan potongan ayat selanjutnya yaitu ( ( ‫ال ْفجر‬ ِ ْ َ benang hitam). Madzhab As-Syafi’i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad dan jumhur ulama dari kalangan para shahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in) menyatakan bahwa waktu dimulainya shaum adalah dengan terbitnya fajar. Maka dengan terbitnya fajar diharamkan makan, minum dan jima’.147 F. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur Telah maklum bahwa fajar ada dua macam, fajar kadzib dan fajar shadiq. Fajar kadzib disebut juga fajar pertama dan fajar shadiq yaitu fajar kedua. Fajar pertama berupa cahaya putih yang terbit memanjang bagaikan ekor srigala, kemudian dia menghilang beberapa saat. Kemudian setelah itu terbitlah fajar tsani yang berupa cahaya putih yang menyebar di ufuk timur.148 Fajar shadiq merupakan tanda masuknya waktu shubuh dan berakhirnya waktu shalat isya’, begitu pula batas akhir diperbolehkannya makan dan minum bagi orang yang shaum dan dimulainya siang. Kaum muslimin sepakat bahwa tidak ada hukum-hukum yang terkait dengan fajar awal.149 Fajar awal dinamakan fajar kadzib karena dia terbit memencarkan cahaya yang memanjang sesaat kemudian menghitam kembali dan menghilang. Sedang fajar tsani dinamakan fajar shadiq karena cahayanya menyebar dan teranglah pagi hari.150 Dari Samurah bin Jundub ra. dia berkata, aku mendengar Nabi saw bersabda:

‫من‬ َ ِ

yaitu fajar. Maka potongan ayat terakhir tersebut telah menjelaskan hal itu (benang putih dan

َ ‫ل َ ي َغُرن أ َحد َك ُم ن ِداء ب ِل َل من السحورِ وَل َ هَذا ال ْب َياض حتى ي َست َطير‬ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ُ ّ َ ّ ّ َ ِ ْ ْ ِ ٍ
144 145 146 147 148 149 150

Lihat Tafsir Al-‘Aliyil Qadir Likhtishar Tafsir Ibnu Katsir, 1/149 HR. Muslim, no. 1090, Bukhari no. 1916 Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/201. Al-Majmu’ Syarhul Muhadzab, 7/310 Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/45 dan ‘Aunul Ma’bud, 6/471. Lihat Majmu’ Syarhul Muhadzab, 3/46 Ibid

39

Risalah Ramadhan “Jangalah kalian terkecoh oleh adzan yang dikumandangkan oleh Bilal151 dan cahaya putih ini hingg dia menyebar di ufuk.”152 Dari Tholq bin ‘Ali ra, bahwasannya Rasulullah bersabda:

ُ ‫ك ُلوا واشربوا وَل َ ي َهيد َن ّك ُم الساط ِعُ ال ْمصنعِد ُ وَك ُل ُنوا واشنربوا حتنّنى ي َعْت َنرِض‬ ‫ن‬ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ َ ّ ْ َ ْ ُ ِ ‫ل َك ُم ال َحمر‬ ْ ُ َ ْ
“Makan dan minumlah kamu dan janganlah cahaya yang terbit itu merintangi kamu sekalian dan makan minumlah kamu sampai terbit kepadamu yang merah.”153 G. Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum Ibnu ‘Umar ra berkata, “Rasulullah saw memiliki dua orang muadzin, yaitu Bilal ra dan ‘Abdullah bin Ummi Maktum ra, maka Rasulullah saw bersabda:

ُ ً َ ّ َ َ ‫إ ِن ب ِلل ي ُؤ َذ ّن ب ِل َي ْل فَك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أ ُم مك ْتوم ٍ قال وَل َنم ي َك ُنن‬ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ُ ْ ْ ٍ َ ْ َ َ َ ‫ب َي ْن َهُما إ ِل أ َن ي َن ْزِل هَذا وَي َرقى هَذا‬ ْ ّ َ
“Sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan di waktu masih malam, maka makan dan minumlah kalian sampai kalian mendengar adzan yang dikumandangkan oleh ‘Abdullah bin Ummi Maktum”. Ibnu ‘Umar berkata, “Tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan ‘Abullah bin Ummi Maktum naik.”154 Imam An-Nawawi menyebutkan, "Maksud dari perkataan Ibnu 'Umar 'tidaklah ada jarak antara keduanya kecuali waktu bilal turun dari sini dan 'Abdullah bin Ummi maktum naik dari sini' menurut para 'ulama adalah, sesungguhnya bilal mengumandangkan adzan sebelum terbit fajar, setelah itu dia menunggu dan mengawasi terbitnya fajar sambil berdo'a dan semisalnya, maka bila waktu telah mendekati turunnya fajar, dia turun dan memberi khabar 'Abdullah bin Ummi Maktum akan hal tersebut. Kemudian 'Abdullah bin Ummi Maktum bersiap-siap dengan bersuci dan yang lainnya. Setelah itu dia naik dan mengumandangkan adzan bersamaan dengan terbitnya fajar."155 H. Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya. Sebenarnya yang menjadi batasan bagi seorang yang mau melaksanakan shaum harus imsak (menahan diri) dari makan dan minum dan hal-hal lain yang bisa membatalkannya adalah
151

152

153

154

155

Dia mengira bahwa adzan tersebut dikumandangkan di fajar yang kedua hingg dia harus meninggalkan makan sahurnya. HR. Muslim, no. 1094, Lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7 /305, Abu Dawud, no. 2329 bab Waktu Sahur dan lihat ‘Aunul Ma’bud, 6/471 Ibnu Atsir mengatakan, “Maksud dari kalimat ‫ وَل َ ي َهيد َن ّك ُم‬adalah janganlah kalian cemas dengan adanya sinar ْ ِ fajar yang memanjang sehingga kalian tertahan olehnya untuk makan sahur, karena sesungguhnya dia adalah fajar kadzib. Sedangkan maksud dari ‫ حتى ي َعْت َرِض ل َك ُم ال َحمر‬adalah putihnya sinar awal siang dan gelapnya ّ َ ْ َ ُ َ ْ malam atau biasa disebut dengan fajar shadiq. Lihat ‘Aunul Ma’bud 6 : 473, dan Tuhfatul Ahwazi, 3 : 335, hadits No. 705. Al-Jami’ Shahih Sunan At-Tirmidzi, 3 : 85, bab Ma Ja’a fi Bayanil Fajr. Abu Dawud, No. 2331. HR. Muslim ban Bayanu Anna Dkhula fis Shaoum Yufsholu bi Thulu'il fajri. Bukhari, 1918-1919. lihat Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203. Shahih Muslim Bisyarhin Nawawi, 7/203-204.

40

tapi dalam waktu singkat (harus segera dihabiskan makannya). Mereka berhujjah dengan ayat dan hadits di bawah ini. maka tidak mengapa makan dan minum setelah adzan tersebut dikumandangkan. "Apabila fajar telah terbit sementara di dalam mulut masih ada makanan kemudian dia menelannya. 2/459."157 Imam Asy-Syafi'i menyebutkan." 160 Al-Hafidz Ibnu Qayyim berkata. yaitu fajar. maka shaumnya menjadi batal. keterangan ayat dan hadits telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya. 2/96. no. "Jika adzan dikumandangkan sebelum terbit fajar sebagaimana adzannya Bilal ra di zaman Rasulullah saw. atau seperti yang dilakukan oleh para muadzin di Damaskus. "Mustahab hukumnya melaksanakan sahur pada waktu yang tidak mendekati terbitnya fajar. Al-Majmu' Syarhul Muhadzab. 'Abdul A'la bin Hamadi telah menjelaskan kepada kami' maka menurut perkiraan saya hadits tersebut diriwayatkan dari Hammad (bukan dari Abdul A'la bin Hammad) dari Muhammad bin Amru dari Abi Hurairah ra. 6/309 Kitab Al-Umm. 6/476-477. Katanya. Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya. َ ُ َ َ َ َ ‫إ ِذا سمعَ أ َحد ُك ُم الن ّداء وال ِناء ع َلى ي َد ِهِ فَل َ ي َضعْه حتى ي َقضي حاجت َه من ْه‬ ّ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ ِ ْ ْ "Jika salah seorang di antaramu mendengar adzan sedangkan piring atau gelas masih berada di tangannya. karena khawatir akan terbitnya fajar.Risalah Ramadhan terbitnya fajar bukan adzan. "Karena Abu Dawud berkata. Abu Dawud. Sebagaimana jumhur ulama dari 4 imam madzhab dan ulama yang lainnya telah sepakat bahwa waktu imsak bagi orang yang mau melaksanakan shaum adalah jika telah terbit fajar shadiq. ketika ditanya tentang makan dan minum setelah adzan dikumandangkan. Al-Fatawa Al-Kubra."(QS. Dia berkata. maka janganlah dia meletakannya hingga ia menyelesaikan hajatnya."159 I. "Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Al-Qatthan dan hadits ini memiliki illah (cacat) karena kedudukan hadits ini masykuk (masih diragukan) tentang sanadnya (bersambung atau tidak). 156 157 158 159 160 Lihat 'Aunul Ma'bud . Al-Baqarah [2]: 187) Rasulullah saw bersabda: ُ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ك ُلوا واشربوا حتى ي ُؤ َذ ّن اب ْن أم مك ْتوم‬ "…maka makan dan minumlah kalian sampai adzan dikumandangkan oleh 'Abdullah bin Ummi Maktum…" 156 Di dalam Al-Majmu Syarhul Muhadzab disebutkan. 2333 41 . HR. Allah SWT berfirman: ُ َ ُ ‫وَك ُلوا واشربوا حتى ي َت َب َي ّن ل َك ُم ال ْخي ْط ال َب ْي َض من ال ْخي ْط ال َسوَد ِ من ال ْفجر‬ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ "dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam."158 Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata.

dia berkata: َ َ ْ ّ َ َ ّ َ ‫ت َسحرنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ث ُم قُمنا إ ِلى الصل َةِ قُل ْت ك َم‬ ْ ُ ُ ّ ِ ُ َ َ َ ْ ّ َ ‫كان قَد ْر ما ب َي ْن َهُما قال خمسين آي َة‬ ً َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ُ "Kami sahur bersama Rasulullah. HR. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu malam. Al-Hakim berkata. tentang berapa jarak antara keduanya? Dia (Zaid) menjawab. Muslim. Lihat Al-Majmu' Lin Nawawi. 1097. kemudian kami berdiri untuk menegakan shalat".Risalah Ramadhan Tapi menurut syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits tersebut adalah shahih. Aku (Anas) bertanya. maka shaumnya tetap dianggap sah. K. Al-Baihaqi. no. oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani. Maka jika dia mengalami hal yang demikian shaumnya dianggap tidak sah. At-Tirmidzi. Sebagaiman kaidah ushul fiqhi menyebutkan: َ َ َ َ ُ َ ُ ْ ‫ال َصل ب َقاء ما كان ع َلى ما كان‬ َ َ َ “Asal segala sesuatu adalah ketetapan yang telah ada menurut keadaan semula” Demikian pula jika di sore hari dia makan." 162 Imam An-Nawawi berkata. Syarh Shahih Muslim Bisyrhin Nawawi. kemudian dia ragu-ragu apakah matahari telah tenggelam atau belum."161 J. Al-Bukhari. 42 . Nabi ra bersabda: ‫ن ِعْم السحوْرِ ال ْمؤ ْمن الت ّمر‬ ُ ّ َ ُ َ ُ ِ ُ "Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah kurma."164 161 162 163 164 Lihat Nukilan Muhammad Dahri Qomaruddin dari kitab Tamammul Minnah fit Ta'liqi an Fiqhgis Sunnah. 703."163 L. "50 ayat. 6/381. Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma Dari Abu Hurairah ra. "Lamanya sama dengan bacaan 50 ayat. Sunnah mengakhirkan sahur Dari Anas dari Zaid bin Tsabit ra." Pernyataan ini disepakati oleh Ad-dzahabi dan berdasarkan hadits tersebut beliau berpendapat jika seseorang mendapati fajar mulai terbit (masuk waktu shubuh) sedangkan tempat makan dan minum masih berada di tangannya. no. Kemudian beliau menyebutkan perkataan Al-Hakim dan menyebutkan penguat Hadits tersebut dalam kitab At-Ta'liqat Al-Jiyyad. Karena pada dasarnya masih tetapnya waktu siang. Jika seseorang makan sahur kemudian dia ragu-ragu apakah fajar telah terbit atau belum. 7/ 307-308 HR. Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur. 1921. "Hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim. maka masih diperbolehkan baginya untuk tidak meletakannya sampai dia memenuhi hajatnya (menyelesaikan makan).

165 Kemudian tiap empat roka’at dari shalat malam disebut juga dengan istilah tarawih. Sebab Penamaan Kata tarawih adalah bentuk jama’ dari dari kata “tarwihah” yang artinya istirahat pada tiap-tiap empat roka’at. Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Al Baihaqi dari Aisyah Radhiyallahu’anha. beliau berkata: 165 Al-Qamus Al-Muhith. 1/307 43 .Risalah Ramadhan BAB V SHALAT TARAWIH A.

Bila shalat lail/ qiyamullail/ tahajud dikerjakan di bulan Ramadhan. Hadits dari Abu Hurairah ra ‫إ ِن رمضان شهْر فَرض الله صيامه وَإ ِني سن َن ْت ل ِل ْمسل ِمي ْن قِيامه فَمن‬ ّ ُ َ َ ِ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ْ َ ‫صامه وَقامه إ ِي ْمانا واحت ِسابا خرج من الذ ّن ُوْب ك َي َوْم ِ وَل َد َت ْه أ ُمه‬ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ً َ ْ َ ً َ ُ َ َ ُ َ َ “Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang diwajibkan Allah untuk shaum dan aku sunnahkan shalat pada malamnya. Abu Daud. Dinamakan shalat tarawih karena para salaf mengerjakan shalat malam tersebut dengan cara berhenti sejenak untuk beristirahat di tiap-tiap empat rakaat. C. dihitung 11 rakaat jika tanpa shalat iftitah sebanyak dua rakaat.” (HR. 2. An Nasa’i). maka disebut shalat tarawih. Dalil Dan Keutamaannya a.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad). shalat lail juga sering disebut dengan nama shalat tahajjud. At-Turmudzi.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ ‫كان رسول الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصلي أ َرب َعَ رك َعات في الل ّي ْل ث ُم‬ ِ ٍ َ َ ّ ِ َ َ ُ ْ ْ ُ َ َ َ َ ِ‫يتروح فَأطال حتى رحمت ِه‬ َ ْ َ ّ َ ُ َ “Rasulullah shalat malam empat rakaat lalu istirahat lama sekali sehingga saya merasa iba kepada beliau. Bilangan Rakaat a. Hadits dari Abu Dzar ra َ ِ‫الرجل إ ِذا قام معَ ال ِمام ِ حتى ي َن ْصرِف ك ُت ِب ل َه قِيام ل َي ْل ِه‬ ّ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ُ ّ َ “Sesungguhnya apabila seorang shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai baginya dicatat melaksanakan shalat semalam suntuk. 3. Maka barang siapa yang menjalankan shaum dan shalat pada malamnya karena iman dan mengharap pahala.” Shalat Sunnah yang dikerjakan pada malam hari disebut qiyamullail atau shalat lail. 166 B. Berdasarkan riwayat dari Aisyah Radhiyallahu’anha beliau berkata: ّ َ ّ َ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ‫ما كان رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سلم ي َزِي ْد ُ فِي رمضان وَل َ غ َي ْره‬ ُ َ ‫ع َلى إ ِحدى ع َشر رك َعة‬ َ َ َ َ َ ْ 166 Subulus Salam.Hadits dari Abu Hurairah ra ِ‫من قام رمضان إ ِي ْمانا واحت ِسابا غ ُفر ل َه ما ت َقد ّم من ذ َن ْب ِه‬ ً َ ْ َ ً َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ َ ِ “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. Jumlah rakaat yang bisa dilaksanakan oleh Rasulullah adalah 11 atau 13 rakaat. (Al-Bukhari Muslim). niscaya ia bebas dari dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya. 2/10 44 .

dan Imam Daud Adh Dhohiri. Al Qodli Iyadl meriwayatkan ini dari jumhur Ulama’. ditambah 7 rakaat witir.Risalah Ramadhan “ Tidaklah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat”. dikerjakan dalam sembilan kali tarwihat. ini adalah pendapat Imam AsySyafi’i. Dari Aisyah ra beliau berkata: ّ َ ُ ‫كا َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم ي ُصل ّي من الل ّي ْل ث َل َث ع َشرة َ رك ْعَنة‬ ً َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ِ‫من ْها رك ْعَتا ال ْفجر‬ “Nabi Shalallahu’alaihi wasalllam shalat malam di bulan Ramadhan sebanyak 13 rakaat sudah termasuk witir dan dua rakaat shalat sunnah fajar. Ini adalah pendapat Imam Aswad Bin 36 rakaat tarawih belum termasuk wiitir. sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nafi’ maula Ibnu Umar ra “Saya mendapati kaum muslimin di Madinah shalat tarawih 39 rakaat. Yazid. 167 Bolehnya shalat tarawih lebih dari 11 rakaat menjadi pendapat jumhur Ulama’. setiap dua rakaat salam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan “… boleh shalat 20 rakaat dengan berjama’ah sebagiamana pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’i dan Ahmad. Imam Ibnu Abdil Barr memilih pendapat ini. Boleh juga shalat 36 rakaat sebagaimana pendapat Imam Malik dan ia juga oleh shalat 11 dan 13 rakaat. 45 . Imam Abu Hanifah. b. • • 40 rakaat tarawih. Kalau makmum tidak kuat. Ini juga menjadi pendapat Imam Malik. Muslim. Secara ringkas pendapat para ulama’ dalam masalah ini sebagai berikut: • 20 rakaat tarawih belum termasuk witir. ini adalah pendapat Imam Malik. dengan lima kali tarwihat (Istirahat sejenak tiap empat rakaat). 4/ 38. maka yang lebih utama adalah 10 rakaat. sebagai pertengahan antara 10 dan 167 Al Majmu’ Syarhul Muhadzzab. Muslim). (HR. namun beliau mengatakan riwayat dari Imam Malik adalah 11 rakaat”. maka yang lebih utama adalah 20 rakaat dan ini merupakan pendapat sebagian besar (ulama’) kaum Muslimin. Mereka beralasan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi. semuanya baik. Imam Ahmad. sebagaimana yang tegaskan oleh para ulama’: Syaikh Abdul Aziz Muhammad Salman menyatakan: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa shalat tarawih adalah 20 rakaat secara berjama’ah. An-Nasa’i dan AtTirmidzi). banyak dan sedikitnya rakaat tergantung panjang dan pendeknya berdiri (lama tidaknya shalat). Al-Bukhari. Demikianlah pendapat para Ulama’. yang tiga rakaat adalah witir. Dia juga mengatakan “Yang lebih utama adalah berbeda dengan keadaan makmum. Dasarnya adalah shalat penduduk Madinah. Al Mughni 2/ 604. Namun boleh juga shalat tarawih lebih dari sebelas rakaat.” (Al-Bukhari. sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw saat shalat sendirian di bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya. kalau mereka sanggup berdiri lama. tarawih dan 3 witir.

46 . 1/406-412 ). 'Tiap malam Rasulullah melakukan shalat witir di awal malam.Risalah Ramadhan 40 (11 dan 36). 171 Dari Abi Sa'id Al-Khudri ra berkata. Firman Allah Ta’la: 168 169 170 171 172 ( Al Asilah wal Ajwibah Al Fiqhiyah. Ubay bin Ka’ab ra mengimami mereka sebanyak 20 rakaat. Karena seseorang kadang-kadang rajin sehingga yang lebih utama adalah memanjangkan ibadah. lalu witir 3 rakaat. Muslim. 2/186. kemudian shalat witir. Ibnu Majjah. 169 Setelah menerangkan pendapat Ulama’ Salaf dalam masalah jumlah rakaat tarawih Imam Asy Syaukani menyimpulkan: “Kesimpulan yang ditunjukkan oleh hadits-hadits dalam masalah ini dan hadits-hadits yang semisal adalah disyari’atkannya shalat malam pada bulan Ramadhan yang dikenal dengan nama tarawih. kemudian shalat witir”. An-Nasa’i. Muslim. shalat 40 rakaat atau lebih juga boleh dan tidak dilaksanakn. dan witir beliau berakhir di waktu Sahur”. Nailul Authar. diriwayatkan dari Masruq. Membatasi jumlah rakaat atau bacaan tertentu tidak ada dasarnya dari As Sunnah”. dari 'Aisyah ra berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ّ ‫من ك ُل الل ّي ْل قَد ْ أ َوْت َر رسول الل ّهِ صنلى الل ّنه ع َل َي ْنهِ وَسنل ّم منن أ َوّل الل ّي ْنل‬ ُ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ْ ِ َ ‫وَأ َوْسط ِهِ وآخرِهِ فان ْت َهى وِت ْره ُ إ ِلى السحر‬ ِ َ َ َ َ ُ ِ َ ّ “Aisyah ra berkata. pada masa Umar Ibnu Khathab ra. Waktu Shalat Tarawih Para Ulama telah sepakat bahwa waktu shalat tarawih dan wiitir adalah setelah selasainya shalat Isya’ sampai sebelum subuh. Sebagaimana Salaf Ash Shalih shalat tarawih 40 rakaat dengan meringankan berdirinya. 168 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Nabi Shalallahu’alaihi wasallam shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan-bulan yang lainnya sebanyak 11 atau 13 rakaat.adalah yang menyatakan bahwa yang afdal adalah melaksanakannya di akhir malam. Al Fatawa Al Kubra. 172 Sedangkan mengenai waktu mana yang lebih utama (Afdal). di pertengahan malam atau akhir malam. Ketika kaum muslimin merasa berat. Berdasarkan dalil: 1. 1/255 . 3/ 64 . Bukhari. Ahmad. berarti dia telah berbuat salah. Mawardlu Adz Dham’an. tetapi shalat beliau sangat panjang (lama). Dia meringankan berdirinya sehingga jumlah rakaat yang lebih banyak ini menjadi pengganti dari lamanya berdiri. bahwa Nabi saw bersabda: ‫أ َوْت ِروا قَب ْل أ َن ت ُصب ِحوا‬ ُ ْ ْ َ ُ “Witirlah kalian sebelum shalat subuh”. HR. yang selanjutnya dilaksanakan oleh umat Islam sampai hari ini. 170 D. sebagian Ulama’ salaf lainnya shalat 36 rakaat. namun kadang-kadang juga malas sehingga yang lebih utama adalah meringankannya”. HR. Barang siapa yang mengira bahwa jumlah rakaatnya sudah ditentukan sehingga tidak boleh lebih atau kurang. namun pendapat yang lebih kuat – Wallahu’a’lam . At-Tirmidzi. baik secara berjama’ah maupun sendiri-sendiri. sebagian Ulama’ menyatakan setelah shalat isya’ adalah lebih utama berdasarkan shalatnya Ubay bin Ka’ab di masa Umar ra. Abu Daud .

Berjama’ah Atau Sendirian ? Dalam hal ini para Ulama’ berbeda pendapat: a. bila tidak ada hajat beliau segera berwudlu dan keluar ke masjid”. Dan di waktu-waktu sahur mereka beristighfar”. Ibnu Abdil Hakam. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan tentang keutamaan shalat pada akhir malam. Imam Ahmad berkata. 173 Dari Abu Ishak. Shaum yang paling dicintai oleh Allah adalah shaumnya Nabi Daud. beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari”. dan sebagian shahabat Abu Hanifah. dari Al Aswad dia berkata. Adz Dzariyat: 17-18). Beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya. Al Muzani. AlBukhari). Al-Bukhari Muslim. Kemudian beliau kembali ke tempat tidur. Imam Ath Thahawi dan Al Laits menyatakan. 2. Hadits: Dari Abdulah bin Amru ra bahwa Rasulullah Shalallahu’laihi wasallam bersabda kepadanya: َ ‫الصيام ِ إ ِلى الل ّهِ صيام‬ َ ّ ُ َ ِ ‫وَي َص نوم ي َوْم نا وَي ُفط ِنر‬ ْ ‫ًن‬ ُ ‫ُن‬ ُ َ َ َ َ ّ ‫أ َحب الصل َةِ إ ِلى الل ّهِ صلة ُ داوُد َ ع َل َي ْهِ السلم وَأ َحب‬ ّ َ َ ّ َ ّ ‫داوُد َ وَكان ي َنام ن ِصف الل ّي ْل وَي َقوم ث ُل ُث َه وَي َنام سد ُسه‬ َ ْ َ ُ ُ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ ُ ِ ‫ي َوْما‬ ً “Shalat yang paling dicintai Allah ta’ala adalah shalatnya Nabi Daud Alaihisalam. "Saya bertanya kepada Aisyah ra. (QS. Yang lebih utama adalah berjama’ah Ini adalah pendapat Imam Ahmad. “Setiap orang yang mengutamakan shalat tarawih sendirian di rumah harus memastikan bahwa ketidak hadirannya di masjid tidak 173 HR. saya khawatir orang-orang akan ikut-ikutan shalat di rumah. “Shahabat Jabir.Risalah Ramadhan Artinya: "Adalah mereka sedikit tidur malam.” Dia juga mengatakan. 47 . Bila Muadzin mengumandangkan adzan beliau bangun. E. Ali dan Abu Hurairah ra juga shalat tarawih berjama’ah”. dan tidur lagi seper enamnya. bila ada hajat beliau mandi. “Shalat tarawih berjama’ah adalah lebih baik. bagaimana sifat shalat malam Rasulullah ? Dia menjawab: َ ّ َ َ ‫كان ي َنام أ َوّل َه وَي َقوم آخره ُ فَي ُصلي ث ُم ي َرجعُ إ ِلى فِراشنهِ فَنإ ِذا أ َذ ّن ال ْمنؤ َذ ّن‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ ُ َ َ ‫وَث َب فَإ ِن كان ب ِهِ حاجة اغ ْت َسل وَإ ِل ّ ت َوَضأ َ وَخرج‬ ٌ َ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ “Beliau tidur diawal malam dan bangun di akhir malam lalu shalat. Jika seseorang menjadi panutan lantas shalat tarawih sendirian di rumah. (HR.

Sebagaimana yang dikerjakan shahabat Umar ra dan para Shahabat yang lain dan terus dikerjakan oleh kaum muslimin dikarenakan merupakan syi’ar yang nyata sehingga kedudukannya seperti shalat ied. karena sebaik-baik shalat adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat wajib”. orang-orang shalat taraawih berjama’ah pada masa Rasululah saw dan beliau mengakuinya. 2. Hadits Abu Dzar ra. 1/ 605. Imam An Nawawi menyatakan: “Para Ulama sepakat bahwa shalat tarawih itu sunnah. 7/201-203 .1 hadist No. secara sendirian di rumah atau berjama’ah di masjid. bagi orang yang kuat shalat tarawih sendirian maka itu lebih baik. Beliau tidak meneruskannya karena takut kalau shalat tarawih dianggap wajib. 2). Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. 174 Dalilnya adalah: 1. hal ini lebih dianjurkan dari shalat sunnah biasa. 2/174 . dasarnya adalah hadits yang menyatakan sebaik-baik shalat sunnah adalah di rumah.Risalah Ramadhan menyebabkan shalat tarawih berjama’ah di masjid tidak terlaksana. Abu Hanifah. Tentang hadits ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkomentar “dalam hadits ini ada anjuran untuk qiyam Ramadhan di belakang imam ( secara berjama’ah ). Namun mereka berbeda pendapat mana yang lebih utama.Shalat sendirian lebih baik Imam Malik dan sebagaian Ulama Syafi’iyyah menyatakan. Imam Malik sebagian Syafi’iyyah dan Ulama’ yang lain menyatakan yang lebih utama adalah shalat sendirian di rumah berdasarkan hadits: ّ َ ‫َ ْ ِ ن‬ َ‫فَصلوا أ َي ّها الناس في ب ُيوت ِك ُم فَإ ِن أ َفْضل صل َةِ ال ْمنرء فِني ب َي ْت ِنهِ إ ِل ّ الصنل َة‬ ِ ُ ّ ّ ُ ْ ّ َ َ َ َ ‫ال ْمك ْتوب َة‬ َ ُ َ “Shalatlah kalian di rumah kalian wahai manusia. 175 b. Imam Asy-Syafi’i dan sebagian besar shahabat beliau. Imam Ath Thahawi menambahkan menegaskan “Shalat tarawih berjama’ah adalah fardlu kifayah”. sebagian Ulama’ Malikiyah dan Ulama’ lain menyatakan bahwa yang lebih utama adalah berjama’ah. 3. Adapun Abu Yusuf. Perbuatan para shahabat sejak masa Umar bin Khatab ra yang melaksanakan shalat tarawih berjama’ah. Nailul Authar. Al-Asilah wa Al-Ajwibah Al Fiqhiyah. An-Nasai)176 174 175 176 Al Mugni. (HR. 48 . 2/174. Rasulullah saw pernah shalat tarawih 3 atau 4 malam. Ahmad. 3/ 60. Jika ketidak hadirannya menyebabkan shalat tarawih berjama’ah tidak terlaksana maka ia tidak boleh shalat sendirian”. (Lihat Hal. Pengakuan beliau ini adalah Sunnah beliau”. Fatwa Lajnah Daimah.

Pada malam itu Al Qur`an Al Karim diturunkan oleh Allah swt (30 juz) sekaligus ke Baitul Izzah. Satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Kemudian dari Baitul Izzah inilah diturunkan kepada Rasulullah saw selama secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali diabadikan oleh Allah dalam frimnan-Nya: ‫إ ِنا أ َن ْزل ْناه ُ في ل َي ْل َةِ ال ْقد ْر‬ ِ َ َ ّ ِ َ 49 .Risalah Ramadhan BAB VII LAILATUL QODAR Segala puji bagi Allah swt yang telah menurunkan malam Lailatul Qodar.

Dinamakan demikian karena malam itu memang sarat dengan kemuliaan. Makna Lailatul Qodar Lailatul Qodar adalah suatu malam yang penuh dengan kemuliaan dan kebesaran. Sungguh Allah swt telah menurunkan bagimu dan juga bagi umatmu yang lebih baik dari itu. keberkahan. Lailatul qadar merupakan anugerah besar yang Allah swt berikan kepada umat Nabi Muhammad saw.177 A. “ Wahai Muhammad umatmu heran terhadap mereka semua yang beribadah selama 80 tahun tanpa dibarengi maksiat sedikit pun. Hazkil Bi Azaz dan Yusa bin Nun 50 . Zakaria. “Lailatul Qodar adalah malam yang agung dan mulia. karena pada malam itulah Al Quran diturunkan. Keutamaannya jauh lebih bernilai daripada seribu bulan. “Dikatakan Lailatul Qodar karena malam itu hanyalah untuk amal keta`an. dan belum pernah diberikan kepada umat-umat terdahulu. 5/ 593 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. sebagaimana firman Allah: َ ِ َ ْ ّ َ ْ َ ِ ٍ ‫فيها ي ُفرقُ ك ُل أمرٍ حكيم‬ “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS. 130 Mereka adalah: Ayyub. serta yang lainnya dari kalangan salaf. “Inna anzalna hu fi Lailatil Qodar. hal. keagungan.” (QS. ajal dan urusan lainnya yang akan terjadi selama satu tahun. Ad-Dukhan [44] : 4).” 179 B. Al-Qadar berarti asysyarf wat ta’zhim (mulia dan agung). Jadi malam itu dinamakan dengan Lailatul Qodar karena keagungan nilainya dan juga keutamaannya di sisi Allah Subhanahu wata'ala.178 Imam Al Azhari berkata. Pada malam ini juga ditentukan taqdir seluruh makhluk untuk kurun waktu satu tahun. Al-Qadar [97] : 1). Mujahid. 4/124 Tafsir Fathul Qodir. Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pernah bercerita tentang empat orang180 dari Bani Isroil yang beribadah selama 80 tahun tanpa melakukan maksiat sedikit pun. Kemudian Jibril membaca. Abu Malik. Ad-Dhahak. kesucian. Pada waktu itu para sahabat banyak yang ta`ajub. Hal ini sebagaimana pendapat Ibnu Umar ra. keutamaan.Risalah Ramadhan “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Maksud dari urusan tersebut adalah urusan rizki. “ Imam Malik dalam kitab ‘Al-Muwatho` menyebutkan bahwa telah diperlihatkan umurumur umat terdahulu kepada Rasulullah saw. Dan Rasulullah melihat bahwa amal umat islam dengan umur yang pendek tidak bisa menyamai amal orang-orang terdahulu dengan umur yang 177 178 179 180 Tafsir Ibnu Katsir. di dalamnya ditetapkan ketetapan-ketetapan yang agung dan balasan yang besar. Di malam itulah ajal dan rizki manusia ditentukan untuk setahun kedepan. dan pahala. maka datanglah malaikat Jibril menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam seraya memberi kabar.” Az Zuhri salah seorang tabi`in berkata.

Dan dia adalah malam-malam yang ganjil. sesungguhnya Nabi saw bersabda. 7 akhir.Risalah Ramadhan demikian panjang. Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar185 Sesungguhnya malam yang penuh berkah ini. ia berkata. siapa yang terhalang mendapatkannya berarti dia terhalang mendapatkan semua kebaikan. Kapan Lailatul Qodar Terjadi Dari Ubadah bin Shomit ra. hal. Dan tidak terhalang mendapatkan kebaikannya kecuali orang yang benar-benar merugi."186 Dianjurkan untuk memperbanyak berdo'a pada malam itu. Lihat Tafsir Aly Al Qodir.” 184 D. niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu. "Saya berkata. 9 akhir. 20/132. 'Bacalah do'a: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. 72 HR. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Jika dia melakukan hal itu. apa yang saya baca?' Beliau bersabda. “Bersungguh-sungguhlah kalian pada malam itu. Lihat Tafsir Aly Al Qodir. Diriwayatkan dari 'Aisyah. 5 akhir. malam itu terjadi pada malam ke-23. Al. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Ramadhan. Karena itulah dianjurkan kepada muslim yang benar-benar ta'at kepada Allah agar menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan didasari rasa keimanan dan penuh pengharapan pahala yang besar. 4/ 537 Puasa Bersama Nabi. Nabi bersabda.” 187 Diriwayatkan dari 'Aisyah beliau berkata: ّ َ ّ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ‫كان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَس نل ّم إ ِذا د َخ نل ال ْعَش نر ش ند ّ مئ ْزره ُ وَأ َحينَنا ل َي ْل َنه‬ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ ‫وَأ َي ْقظ أ َهْل َه‬ ُ 181 182 183 184 185 186 187 Lihat Tafsir Al Qurthubi. 3760 51 .”181 C. Rasulullah saw bersabda.Bukhari. mencintai ampunan. 4/217 dan Muslim no. Lihat Tafsir Ad Duur Al Mantsur. 8/ 571-572. Maka Allah swt memberikan malam Lailatul Qodar. 'Ya Rasulullah. 4/ 537. atau 3 akhir di bulan Romadhan. niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu. yang nilainya sama dengan seribu bulan. Maka ampunilah aku. "Barangsiapa yang mendirikan ibadah shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala.”183 Dari Ibnu Abbas ra. 759 Hadits hasan shahih riwayat Imam At-Turmudzi. no. Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Lailatul Qodar itu ada pada malam ke-27.” 182 Dari Anas ra. bagaimana pendapatmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar.

membaca al qur`an atau ibadah yang lainnya. Maksudnya. Pada malam tersebut. menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (istri-istrinya). “Masa kerajaan Nabi Sulaiman 500 bulan dan kerajaan Dzul Qornain selama 500 bulan. Lihat Ad Durul Mantsur. 8/585 Tapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa malam itu juga dipunyai oleh umat-umat terdahulu. Sebagaimana firman Allah swt. 2. Lihat Tafsir Ali Al Qodir. tak sedikit pun terdapat kejelekan sampai terbit fajar. “Barang siapa yang menegakkan (beribadah) pada malam Lailatul Qodar atas dasar iman dan penuh mengharap.191 3. 193. baik ibadah siyam. Al.” (HR. hal. Dan ini telah menjadi ijma` umat Islam."189 E.195 7. Pada malam itu para malaikat termasuk malaikat Jibril mengucapkan salam kepada orangorang mukmin. karena bersamaan dengan turunnya barokah dan rohmat. Maka jadilah masa dua kerajaan tersebut 1000 bulan. Allah swt menurunkan surat Al-Qadar secara sempurna (keseluruhan) yang akan dikumandangkan hingga hari kiamat. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.196 8.” (QS. Abu Bakar Al Waroki berkata.” (QS. malam itu adalah malam yang penuh keselamatan dan kebaikan. 131-132. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.190 Sebagai pengingat dan untuk memudahkan kita dalam menghayati hakikat Lailatul Qadar. maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. 4/233 dan Muslim. AlQadar [97] : 4). hal. akan kami sebutkan beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar sebagai berikut : 1. Syaithon tidak bisa berbuat kejahatan atau berbuat kerusakan. malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak. 194 6. Lailatul Qodar belum pernah diturunkan kepada umat sebelum umat Muhammad saw. Al Baihaqi 52 . Al-Qadar [97] : 4). “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Lalu Allah menjadikan malam Lailatul Qodar mencukupi dua kerajaan tersebut. HR. Nabi mengencangkan ikatan kainnya188. Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. 188 189 190 191 192 193 194 195 196 Maksudnya mengencangkan kainnya adalah meninggalkan hubungan badan dengan istrinya untuk beribadah serta berusaha keras untuk mencari Lailatul Qadar. Keutamaan Lailatul Qodar Allah swt telah menjelskan di dalam kitab-Nya bahwa Lailatul Qodar itu lebih baik dari seribu bulan. no. 131-132 ibid HR. Artinya beribadah pada malam itu nilainya adalah lebih baik dari ibadah selama seribu bulan. Sebagaimana firman Allah. 1174 Risalah Romadhan Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah.Bukhari. “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.Risalah Ramadhan "Apabila memasuki sepuluh (malam terakhir di bulan Ramadhan). 4/537. 5. Dari Abi Hurairoh ra Nabi saw brsabda. sholat. Al-Bukhori dan Muslim) 192 4.

“ Lalu aku tanyakan hal itu kepadanya. yaitu pada tujuh bagian yang akhir.”ِ َ ْ ْ ‫ال َل ّهُم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك ال ْهُدى والت ّقى وال ْعَفاف وال ْغِنى‬ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ 197 198 199 200 201 HR. 134-137 53 . hal. Amalan Di Malam Lailatul Qodar Aisyah ra berkata. Yaitu pada malam-malam ganjil.” 199 Dari Abi Aqrob Al Asadi. Tanda-tandanya. Aku (Ibnu Mas`ud ra) melihat kelangit. sesungguhnya Nabi saw bersabda. “Lailatul Qodar itu ada pada 10 akhir dari bulan Romadhan. Seakan-akan pada malam itu bulan sedang terbit dan bersinar. 8/ 571. Dan Allah mengaharamkan bagi syetan untuk keluar pada waktu itu bersamaan dengan terbitnya matahari. Maka ia pun menjelaskan kepada kami tentang malam Lailatul Qodar. “Bacalah: َ َ ْ ْ ّ ِ ‫الل ّهُم إ ِْن ّك ع َفوّ ت ُحب العَفوَ فاع ْف ع َني‬ ُ ّ ُ ّ “ Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. diwaktu pagi matahari terbit tanpa bersinar (panas). mencintai ampunan. Dinukil dari Puasa Bersama Nabi. 25. no.27 29 atau pada malam terakhir dari bulan Romadhan. persis seperti cahaya rembulan. At-Thayalisi. ia berkata: Kami mendatangi Ibnu Mas`ud ra di rumahnya.”198 G. Ibnu Katsir. bahwa Rasulullah saw bercerita tentang Lailatul Qodar “Malam itu terlihat tenang dan cerah.200 Syaikh Abdullah Bin Ibrohim Al Jarullah dalam risalahnya201 mengatakan bahwa ada beberapa do`a tentang kebaikan dunia dan akhirat yang dianjurkan untuk dibaca pada malam itu. 349. Tanda-tanda Lailatul Qodar Dari Ibnu Abbas ra. ” Shodaqohullahu Wa Rasuluhu. Maka ampunilah aku. tidak panas dan tidak pula dingin. seperti pada malam 21. Bintang-bintang terlihat tanpa ada yang mengahalanginya sampai datang waktu pagi. apa yang hendaknya kita baca jika menemui Lailatul Qodar? Beliau menjawab.”197 Dari Ubadah bin Shomit ra. bersih. Barang siapa yang menghidupkannya dengan penuh pengharapan sungguh Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. “Aku bertanya. sanadnya hasan. Ibnu Khuzaimah. serta jagalah kami dari api neraka. Dan. 8/572 Risalah Romadhan. tidak panas dan tidak pula dingin. 3/231. Di antaranya adalah: ‫رب ّنآ ءات ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي ا ْل َخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار‬ ً َ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ “Wahai Robb kami berikanlah kepada kami kebaikan dunia dan akhirat. 4/484 Hadits hasan shahih riwayat Imam At Turmudzi Lihat Ad Durul Mantsur. malam itu tampak terasa cerah dan berseri-seri. 176. Pada pagi hari matahari tidak terlalu merah. ‘Wahai Rasulullah. Al-Bazzar 1/486.Risalah Ramadhan F. aku dapati seperti yang disampaikan oleh Rasulullah itu benar adanya. lalu kami mendengar ia berkata. hal. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Lihat Ad Durul Mantsur. dan hari itu matahari putih tiada bersinar. 23. tenang. Maka aku pun bertakbir.

perbaikilah duniaku yang aku hidup di dalamnya." ‫ال ّلهم إ ِن ّي أ َسأ َل ُك مفات ِي ْح ال ْخي ْر وَخوات ِمه وَجوامعَه وَ ظاه ِره ُ وَ باط ِن َه و‬ َ َ َ َ َ ْ ْ ُ ِ َ َ ُ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ُ َ َ ‫أ َوّل َه وَ ا َخره ُ وَ ع َل َن ِي َت َه وَسره. اللهُم ارحم فِي الدنيا غ ُرب َت ِي وَ ارحم فِي‬ َ ّ ْ َ ْ ْ َ ْ ّ ّ ُ ّ ِ ُ ُ ْ ْ ْ ْ َ ِ ‫القب ْرِ وَحشت ِي وارحم فِي ا ْل َخرةِ قُوْفي ب َي ْن ي َد َي ْك يا حي يا قَي ّوْم يا‬ َ ْ ِ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ َ ِ ‫ذاالجلل وَال ِك ْرام‬ "Ya Allah. pada malam hari Raya dan pagi harinya. jadikan kehidupan ini sebagai tambahan dalam meraih dalam setiap kebaikan bagiku. Definisi Zakat Fithri Zakat fithri yaitu shadaqah yang dikeluarkan pada akhir Ramadhan. dan jadikan kematian sebagai istirahat dari setiap keburukan bagiku" َ ْ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهُم رحمت َك أ َرجوْ فَل َ ت َك ِل ْن ِي إ ِلى ن َفسي ط َرفَة ع َي ْن وَ أ َصل ِح ل ِي شأ ْن ِي‬ َ ْ ُ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ ِ ْ ٍ ‫ك ُل ّه ل َ إ ِل َه إ ِل ّ أ َن ْت‬ َ َ ُ "Ya Allah. ‫ك ُل خي ْرٍ ، واجعل ال ْموْت راحة ل ِي من ك ُل شر‬ َ ّ َ ْ َ ّ َ ّ ْ ِ ْ ً َ َ َ َ ”Ya Allah perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusannku. kesudahan (hidup) dengannya.Risalah Ramadhan Ya Allah saya memohon pada-Mu petunjuk dan takwa. serta segala yang menghimpunnya. tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Engkau. 54 . Disebut dengan zakat fithri karena ia disyariatkan ketika bulan Ramadhan telah sempurna dan pada saat umat Islam telah mengakhiri siyam Ramadhan mereka. aku mengharap rahmat-Mu." BAB VII ZAKAT FITHRI A.202 202 Kifayatul Akhyar. dan perbaikilah keadaanku seluruhnya. maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku) kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata. perbaikilah akhiratku yang kesanalah tempat kembaliku. Kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku dihadapan-Mu kelak di akhirat. Wahai Zat Yang Maha Hidup Yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Ya Allah. kesucian dan kekayaan َ ‫الل ّهُم أ َصل ِح ل ِي د ِي ْني ال ّذ ِيْ هُوَ عصمة أ َمري ، وَأ َصل ِح لي د ُن ْيايَ ال ّذ ِيْ فِي ْها‬ ِ ْ ْ ِ ْ ْ ْ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫معاشي ، وَأ َصل ِح ل ِي آخرت ِي ال ّت ِي فِي ْها معاد ِيْ ، واجعَل ال ْحياة َ زِياد َة ً ل ِي فِي‬ َ َ َ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ِ ْ ْ ْ ْ ِ َ َ . secara terang-terangan atau pun rahasia. secara lahir batin baik di awal atapun di akhirnya. Aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebaika .

” 205 Para ulama’ dari madzhab Hanbali menambahkan. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana. zakat fithri dan shadaqah fithri merupakan satu lafazh terlahir. yakni ketika bulan sya’ban tahun ke-2 Hijriah. 203 204 205 206 207 Lisanul-Arab. pengurus-pengurus zakat. Yusuf Qordlowi.” 206 Dinamakan zakat fithri karena dengannya mewajibkan berbuka mengakhiri siyam ramadhan. yaitu zakat untuk ciptaan ( ٌ َ ِ َ َ ‫ .203 Menurut Imam An-Nawawi rahimahullah. bukan pula kata pinjaman dari bahasa lainnya. “Zakat adalah penetapan hak milik tertentu untuk orang yang berhak dengan syarat-syarat yang telah ada.. shadaqah fitri. Sebab zakat fithri disandarkan kepada Ramadhan dan dalam rangka mengakhiri siyam. barokah dan pertumbuhan.204 ِ َ ِ Adapun secara syara’. hal ini telah disepakati oleh Jumhur Ulama’ berdasarkan dalil-dalil yang sohih diantaranya adalah firman Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat at taubah : 60 ُ ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساكين وال ْعاملين ع َل َي ْها وال ْمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهُم وَفي‬ َ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ّ َ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ َ َ ِ َ َ ُ ‫الرقاب وال ْغارِمين وَفي سبيل اللهِ واب ْن السبيل فَريضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ . Dari kata bersinonim hal yang dikeluarkan dan pekerjaannya. 14/358. Adapun penamaan lain dari zakat fithri adalah.207 B. Disyariatkannya Zakat Fithri Zakat fithri disyariatkan dan diwajibkan ketika siyam Ramadhan. Diwajibkan oleh Allah swt pada bulan ramadhan 2 hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Ied (hari raya ‘Iedul fitri). “. Di samping itu.. Fiqh Zakat. (QS.Risalah Ramadhan Al-’Allamah Ibnu Manzhur menyebutkan. 1/536. Hukum Zakat Fithri Hukum menunaikan zakat fithri adalah wajib bagi seluruh kaum muslimin yang mampu membayarnya pada saat itu. orang-orang miskin. 2/917-918 55 . C. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya. akan tetapi merupakan istilah fuqaha’. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. hanyalah untuk orang-orang fakir. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 6/85. zakat fitrah. zakat al-badan.dan dalam waktu tertentu. arti zakat secara bahasa adalah thaharah (kesucian). pertumbuhan. ‫ع َليم حكيم‬ ِ َ ٌ ِ "Sesungguhnya zakat-zakat itu. bukan bahasa arab asli. Abdurrahman Al-Jazairy berkata. Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. orang yang berhutang. At-Taubah [9]: 60). )زكاة ُ ال ْخل ْقة‬Penulis Al-Hawy juga mengatakan itu. Ibid.untuk (memerdekaan) budak. tidak pernah disebutkan bahwa Nabi saw dan para sahabat ra siyam Ramadhan tanpa mengeluarkan zakat fithri. Seolah-olah dari kata ‫( خل ْقة‬ciptaan). dan zakat ar-ru’us. Al-Fiqh ‘Alal-Madzahib Al-Arba’ah.

anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. Adapun dalil yang menunjukkan wajibnya zakat fithri adalah hadits yang diriwayatkan olrh Al-Hafizh ‘Abdur-Razzaq dengan sanad yang shahih. وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَبنل‬ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ِ‫خروْج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ِ ّ ِ ُ ُ “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. Beliau memerintahkan agar ( zakat fithri tersebut ) ditunaikan sebelum orang-orang melakukan shalat ‘id. Al Jama’ah) Dalam lafadz lain disebutkan: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ َ َ ِ‫ال ْمسل ِمين وَأمر ب ِها أن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصل َة‬ ّ ْ ّ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ "Dari Ibnu Umar Radliyallahuanhuma ia berkata:Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mewajibkan untuk menunaikan zakat fithri dengan 1 sha’ kurma kering. dia berkata: Sehari atau dua hari sebelum ‘Idul Fithri. laki-laki dan perempuan. atau 1 sha’ tepung gandum bagi setiap hamba sahaya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhuthbah seraya bersabda : َ ‫أ َدوا صاعا من ب ِر أ َوْ صاعا من ت َمرٍ أ َوْ شعِي ْرٍ ع َن ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد، صغِي ْرٍ أ َو‬ ّ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ ْ ّ ُ ّ ْ ّ ْ ِ ً َ ‫ك َب ِي ْر‬ ٍ 56 . beliau berkata: ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم فَرض زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ك ُل حر أ َوْ ع َب ْد ٍ ذ َك َرٍ أ َوْ أ ُن ْثى من ال ْمسل ِمين‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ّ ُ ّ "Dari Abdullah Bin Umar Radhiyallahu 'anhuma bahwa Rasulullah Sallahu 'Alaihi wa Sallam mewajibkan zakat fithri setelah ramadlan satu sho’ dari tamar atau satu sho’ dari gandum terhadap kaum muslimin yang merdeka atau budak. dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”( HR. anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin. dari ‘Abd bin Tsa’labah radhiyallaahu ‘anhu. Al Bukhori Muslim ). laki-laki atau perempuan" (HR. orang merdeka.Risalah Ramadhan Juga hadits yang datang dari sahabat Abdullah bin’Umar ra. kaum perempuan. beliau mengatakan: َ ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ع َلى ال ْحنر وَ ال ْعَبند ِ و‬ ِ ْ َ ّ ُ َ ْ َ ‫الذ ّك َرِ وَ ال ُن ْثى والصغِي ْرِ وَ ال ْك َب ِي ْرِ من ال ْمسل ِمي ْن. Juga satu hadits lagi dari Ibnu Umar ra. kaum laki-laki.” ( Muttafaqun’alaih ).

Hal itu berdasarkan firman Allah ta’ala: ‫فات ّقوا الله مااست َط َعْت ُم واسمعوا وَأ َطيعوا وَأنفقوا خي ْرا لنفسك ُم وَمن يوق‬ ُ ِ َ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ً َ ُ ِ ُ َ ْ َ ْ ْ َ َ َ ‫شح ن َفسهِ فَأ ُوْل َئ ِك هُم ال ْمفل ِحون‬ ِ ْ ّ ُ َ ُ ْ ُ ُ Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta " taatlah.” Diwajibkan menunaikan zakat fithri bagi seluruh kaum muslimin baik anak kecil maupun orang dewasa. atau tepung. wajib dikeluarkan darinya dan yang mengeluarkan adalah walinya. itu lebih baik.211 Sementara untuk anak kecil. 2/926 57 . atau kurma kering. namun kebanyakan Ahli Ilmu menghukuminya sunnah untuk ditunaikan.5 ritl. jika anak tersebut memiliki harta. Dan barangsiapa yang dipelihara . Para ulama sepakat bahwa anak kecil yang belum memiliki harta maka dibebankan kepada bapaknya. meskipun dalam urusan nafkah masih menjadi kewajibanya. karena hal itu dilakukan oleh Shahabat Utsman bin ‘Affan Radliyallahuanhu. maka kewajiban zakatnya dibebankan atas orang yang menanggung nafkahnya. menurut pendapat jumhur.210 Sedangkan bayi yang berada di dalam kandungan Ibunya maka tidak diwajibkan untuk menunaikan zakat fithri. dan ini merupakan kesepakatan Jumhur Ulama’. dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu.Risalah Ramadhan “Tunaikanlah zakat (fithri) satu sha’ (empat mud)208 gandum. 1 mud =1 1/3 ritl = 675 gram. Seperti isteri dan keluarga. serta Ishaq.212 208 209 210 211 212 Satu sha’ syar’I (Baghdadi) = 4 mud atau 5. 209 Madzhab imam dalam hal ini berpendapat bahwa seorang muslim berkewajiban untuk menafkahi orang-orang yang wajib dinafkahi olehnya menurut syari’at (seperti : istri. Lihat Bidayatul Mujtahid dalam Kitab Zakatul Fithri Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi. Al Laits. sesungguhnya seorang suami wajib mengeluarkan zakat fithri bagi seorang istrinya. Jadi satu sha’ adalah 2700 gram. karena mereka sendirilah yang dimaksud dalam kewajiban tersebut. Akan tetapi apabila mereka mampu melaksanakannya sendiri. baik kecil atau dewasa. atas setiap yang merdeka atau budak. Zakat fithri tidak diwajibkan kecuali terhadap orang yang mempunyai kelebihan dari keperluannya ketika hari malam hari Raya dan pagi harinya. bahwa zakat fithri wajib bagi wanita yang mempunyai suami maupun tidak. laki-laki maupun perempuan. Karena ia termasuk orang yang menjadi tanggungan untuk menafkahinya." (At-Taghabun :16 Menurut pendapat Abu Hanifah. Zakat ini wajib dibayarkan terhadap diri sendiri dan terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya.(dari kekikiran dirinya. Lihat Fiqhul Islami Waadilatuhu. orang yang merdeka maupun hamba sahaya yang mampu menunaikannya pada saat itu. Tetapi jika ia tidak memiliki harta sendiri. maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Jika ia tidak memiliki kelebihan kecuali kurang dari satu sha’ maka hendaknya ia dengan kelebihan itu ( yang jumlahnya kurang dari satu sha’ ) membayar zakat fithrinya. anak dan budak). dan budak dibebankan kepada tuan (majikan)nya jika tidak memiliki harta. apabila mereka tidak mampu melaksanakannya sendiri. Adapun menurut pendapat imam Tiga (Malik. dan Ahmad). hal. 2/925 Ibid . Mereka juga sepakat bahwa seorang muslim tidak boleh mengeluarkan zakat bagi istri yang kafir. 1/75. Syafi’i.

Muslim. hal. dikarenakan menuntut ilmu syar'i adalah fardlu kifayah. Dan apa yang diriwayatkan oleh Utsman ra dan yang lainnya tidaklah menunjukkan adanya istihbab dalam mengeluarkanya. Syarat-Syarat Mustahiq Zakat 1. Sedang Imam Ahmad mengistihbabkan bukan mewajibkanya. anak (kebawah) hal ini dikarenakan menafkahi mereka adalah wajib hukumnya. Tidak boleh memberikan zakat kepada orang kafir (tidak ada khilaf antar fuqoha' dalam hal ini) 3. ditakutkan karena dengan cenderung untuk bekerja akhirnya ia meninggalkan kewajiban menuntut ilmu tersebut. kendaraan.214 Imam Asy Syaukani menyebutkan bahwa Ibnu Mundir telah menukil sebuah ijma' atas tidak wajibnya mengeluarkan zakat bagi janin. istri. pejuang fisabilillah meskipun mereka termasuk orang yang kaya. “Zakat fithri wajib atas orang yang mempunyai kelebihan makanan pokoknya dan untuk keluarganya di hari ‘Ied dan malamnya selain yang dia miliki yang itu merupakan kebutuhannya. Begitu juga zakat halal bagi tholibul ilmi as syar'iyyah. pembantu. 2/927 Kitab Al-Fiqh Ala Madzahibil Al-Arba'ah. Pada Siapa Diwajibkan ? Madzhab Hambali mengatakan. Tetapi barang siapa yang melakukanya itu baik baginya. 58 . Sedangkan janin termasuk anak kecil. Ibnu sabil. 6/88. Ibnu Hazm berhujjah. 213 214 215 216 217 Ibid. menurut jumhur fuqoha'. seperti tempat tinggal. seperti orang tua (Keatas). Sedangkan imam Ibnu Hazm berpendapat:" Jika janin telah genap (dalam perut ibunya) seratus dua puluh hari sebelum menyingsingnya fajar hari raya. Zakat fithri tidak wajib atasnya.Risalah Ramadhan Adapun berkanaan dengan janin. Ibnu Hazm meriwayatkan dari Utsman bin Affan ra bahwasanya ia mengeluarkan zakat fithri atas anak kecil. Dan salah jika dikatakan bahwa kalimat anak kecil (shoghir) dalam hadits mencakup janin yang ada dalam kandungan. dan buku-buku pengetahuan. Yaitu kaum kerabat. 2/927 Ibid Fiqh zakat Yusuf Qordlowi.” 216 Imam An-Nawawi menjelaskan tentang pengertian kecukupan ( ‫ ) اليسار‬adalah: orang yang mempunyai kelebihan bahan makanan pokok hari itu untuk dirinya dan keluarganya dan orang-orang yang harus ditanggungnya pada malam hari’Iedul-Fithri.217 E. wajib dikeluarkan zakat fithri atasnya. Fakir kecuali Amil. dan janin dalam kandungan. 1/568 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab.213 Yang benar bahwa apa yang dikatakan oleh Ibnu Hazm tidaklah memilliki dalil yang kuat atas wajibnya mengeluarkan zakat fithri atas janin. 2. dewasa. Bahwa Rasululloh saw telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat atas anak kecil dan dewasa. pakaian sederhananya. Bukan merupakan tanggungan nafaqoh bagi muzakki. Maka setiap hukum yang diberlakukan atas anak kecil berlaku juga terhadap janin.215 D.

Sesuai dengan hadits Nabi saw:" Sebagaiman hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani dari Salman bin 'Amir: َ ُ ‫الصدقة ع َلى ال ْمسل ِمي ْن صد َقَة وَه ِي ل ِذي ا لرحم ِ ا ِث ْن َتان. keju kering atau lainnya yang termasuk makanan pokok manusia. zabib. gandum. beras. 2/886 Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuhu." (Mutaffaq 'Alaih) 222 Ibnu Umar ra berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ أ َو‬ ِ ْ ْ ِ ً َ ُ ْ َ َ ْ َ ‫صاعا من شعيرٍ ع َلى ال ْعَب ْد ِ وال ْحر والذ ّك َرِ وال ُن ْثى والصغيرِ وال ْك َبيرِ من‬ ِ ّ َ ِ َ ْ ِ ً َ ِ ْ ِ َ َ ّ ُ َ َ ‫ال ْمسل ِمين وَأ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َدى قَب ْل خروج الناس إ ِلى الصلة‬ ِ َ ّ ّ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ ِ ّ ِ ُ ُ َ 218 219 220 221 222 HR.Risalah Ramadhan Boleh memberikan zakat kepada kerabatnya yang lain seperti saudara laki-laki maupun saudara perempuan. seperti kurma. 2/878 Lihat Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. Kurma. kismis. ia mendapat dua perkara yaitu shodaqoh dan menyambung tali persaudaraan. hamba sahaya atau merdeka. صد َقَة وَ صل ّة‬ ٌ ِ ٌ ٌ ِ َ ْ ّ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ِ َ "Shodaqoh atas muslim adalah shodaqoh dan jika ia diberikan kepada keluarga dekat.220 F. Thabrani dinukil dari Al Fiqh Al Islamy Wa Adilatuu. hal. hal. Jenis Zakat Fitri Adapun jenis makanan yang boleh dipergunakan untuk membayar zakat fithri ialah makanan pokok.221 Sebagaimana perkataan Abu Said ra: َ ْ ِ ً َ ‫صاعا من شعِي ْرٍ أ َوْ صاعا من‬ ْ ِ ً َ َ َ َ ُ ْ ّ ِ َ ْ‫ك ُنا ن ُخرِج زكاة َ ال ْفط ْرِ صاعا من ط َعام ٍ أو‬ ْ ِ ً َ ‫ت َمرٍ أ َوْ صاعا من أقط أ َوْ صاعا من زب ِي ْب‬ ٍ ْ ٍ َ ْ ِ ً َ ْ ِ ً َ "Kami (para sahabat Rasululloh saw) mengeluarkan zakat fithri dari setiap orang perorang baik anak kecil. atau satu sho' dari kurma atau satu sho' dari zabib. 1/237 59 . Imam malik berkata: َ َ ُ ‫أفضل من وَضعْت فِي ْهِ زكات ُك قَراب َت َك ال ّذي ل َ تعول‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ "Lebih utama jika kamu memberikan zakatmu kepada kerabatmu yang bukan tanggunganmu.atau satu sho' dari gandum.219 4. hal. dan lain sebagainya. Baligh.. paman. 2/912 Muttafaq 'alaih. merdeka. hal. berakal. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri a. Baik itu gandum. Ukuran zakat fithri yang telah ditentukan oleh Rasululloh saw adalah satu sho' atau sebanding dengan empat mud. Dan yang dikeluarkan adalah jenis makanan yang digunakan di negeri tersebut. 2/2885-886 Al Fiqh Islamy Wa Adilatuhu. Malikiyah menambahkan lebih baik lagi kalau jenis yang dikeluarkan berupa bahan makanan yang terbaik dinegeri tersebut. Lu'lu' wal Marjan. Tidak dari Bani Hasyim 5. bibi. orang dewasa. yaitu mengeluarkan satu sho' dari makanan pokok atau satu sho' dari susu yang kering. dan lain sebagainya."218 Bahkan kerabat itu lebih berhak atas zakat. beras.

Al-Bukhari ). anak-anak dan orang dewasa dari kaum muslimin.5 gram. sebab makna yang dzahir (jelas) dari hadits Abu Sa’id AlKhudry ra. hal ini sebagaimana dikatakan Abu Sa’id Al Khudri ra : “Kami membayar zakat fithri saat hari raya pada masa Rasulullah saw satu sha’ makanan. Beliau memerintahkan agar (zakat fithri tersebut) ditunaikan sebelum orang banyak melakukan shalat ‘id.128 liter atau 3261. Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri di bulan Ramadhan satu sha’ kurma atau gandum. hal. atau anggur kering(kismis). Diperbolehkan pula menunaikan zakat fithri dengan sesuatu yang menjadi kemampuan suatu negeri. satu mud sama dengan 0.687 liter atau 543 gram. Ukuran Satu Sho' Dari keterangan dalil-dalil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya zakat fitri adalah 1 sha’ untuk setiap orang baik berupa gandum atau selainnya (dari makanan yang mengenyangkan).032 liter atau 815. tepung gandum. dia berkata: ّ َ ّ ‫ك ُنا ن ُعْطيها في زمان الن ّب ِي صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صاعا من ط َعام ٍ أ َوْ صاعا‬ ً َ ِ َ ِ ّ َ ُ ْ ِ ً َ َ َ ِ َ َ ‫من ت َمرٍ أ َوْ صاعا من شعيرٍ أ َوْ صاعا من زب ِي ْب فَل َما جاء معاوِي َة وَجاءت‬ ِ َ ْ ِ ً َ َ ُ َ َ ّ ْ َ َ ُ ْ ْ ِ ٍ َ ْ ِ ً َ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ُ ‫السمراء قال أ ُرى مدا من هَذا ي َعْد ِل مد ّي ْن قا َل أ َب ُوْ سعِي ْد: أ َما أ َنا فَل َ أ َزال‬ َ ّ ٍ َ َ َ َ ُ َ ْ ّ ِ ُ ُ ّ َ ‫أخرجه ك َما ك ُن ْت أ َخرجه على ع َهْد ِ رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَ سل ّم‬ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ ُ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ”Dari Abu Sa’id al-Khudry ra ia berkata : Kami menunaikan zakat fithri pada zaman Rasulullah saw dengan 1 sha’dari makanan. satu sho' sama dengan 2. maka ketika Mu’awiyah ra datang dengan membawa gandum(dari Syam).”saya berpendapat bahwa jika dengan ini (gandum dari Syam) sebanyak 1 sha’ maka alangkah adil jika untuk yang selainnya adalah 2 sha”. Malik. Ahmad. b. Menurut Hanafiyah. dan seluruh Jumhur Ulama’. atau susu kering(keju). Hanyasanya yang paling utama untuk untuk dibayarkan sebagai zakat fitri adalah makanan yang mengenyangkan. Adapun maksud sha’ di sini adalah sha’ menurut Nabi saw yaitu 4 kali dua telapak tangan laki-laki dewasa yang betul-betul dianggap adil.” ( Muttafaqun’alaih ). maka Abu Sa’id 223 224 Kamus Kontemporer. hal. Satu sho sama dengan empat mud. 1161 Fiqh Zakat Yusuf qordlowi. 2/946 60 .” ( HR. hal ini merupakan pendapat Madzhab Imam Malik. keju dan makanan lainnya. kismis. dan makanan pokok kami adalah gandum. dan gandum dan itu semua disyaratkan dengan zakat berupa makanan pokok penduduk negeri. satu mud sama dengan 1. seperti:1 sha’ beras dan lain-lain. Ahmad. satu sho' sama dengan 4. Sedangkan pendapat Imam Abu Hanifah memperbolehkan dengan ½ sha’ gandum. kismis. ia berkata. atau kurma kering.748 liter atau 2176 gram224 Kadar zakat fithri itu 1 sha’ kurma kering.39 gram. keju kering dan kurma.Risalah Ramadhan “Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fithri bagi orang merdeka dan hamba sahaya. laki-laki dan perempuan.223 Adapun menurut Imam syafi'i. atau tepung gandum. Syafi’i.

tanpa memberitahukan dahulu kepada orang yang menerimanya (faqir dan miskin). Adapun selain makanan pokok seperti uang atau dikiaskan dengan yang lain ini tidak diperkenankan. Seandainya membayar zakat fithri dengan uang diperbolehkan. Sebagaiman sabda Rasulullah saw. “Tidak sah membayar zakat fithri dengan nilai nominal (uang). Menurut pendapat Asy Syafi’I disebutkan. Karena hal itu menyalahi apa yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk uang. pada zaman Nabi saw juga telah ada nilai tukar (uang). tidak dengan yang lain. Karena mereka membayar zakat fithri dengan satu sha’ makanan. 298 Kitab Kifayatul Akhyar. Sebagaimana pendapat Jumhur: َ ‫وَل َ ي ُجزئ عن ْد َ ال ْجمهُوْرِ إ ِخرا َج ال ْقي ْمةِ ع َن هَذ ِهِ ال َصناف. bahkan lebih sempurna. Padahal Rasulullah saw bersabda : َ َ ِ َ ُ ْ ّ ‫من ع َمل ع َمل ً ل َي ْس ع َل َي ْهِ أمرنا فَهُوَ رد‬ َ َ َ ْ َ ”Barangsiapa melakukan amalan yang tidak kami perintahkan maka amalan itu tidak diterima. (HR. Al-Bukhari) G. Di samping itu.4 kg. Karena yang demikian tidak pernah ditetapkan oleh Rasululloh saw. tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Nabi saw. Membayar Zakat Fithri Dengan Uang Yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok. bahkan tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. kecuali kalau memang terpaksa sekali. ل ِقوْل اب ْن ع ُمر: فَرض رسول اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم‬ ُ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ِ َ ُ ِ 225 226 Minhajul Muslim. tentu beliau telah memerintahkan mengeluarkan zakat dengan nilai makanan tersebut. zakat fithri dalam wujud nominal itu menyalahi praktek amalan para sahabat. hal.Risalah Ramadhan ra berkata:”saya tidak akan menghapus cara pengeluarannya sebagaimana kami mengeluarkan(menunaikan)nya di zaman Rasulullah saw”.” Adapun ukuran zakat fithri itu adalah satu sha’ –nya Nabi saw. dan para ulama tidak berbeda pendapat tentang persoalan ini. tetapi pendapat tersebut lemah karena dalil yang dipergunakan tidak kuat. hal. ُ ُ ْ ِ ّ ِ ‫أغ ْنوهُم ع َن السوال في هذا اليوم‬ ِ "Jadikanlah mereka tercukupi kebutuhan mereka dari meminta-minta pada hari ini" Caranya dapat tercapai dengan uang. Adapun pendapat yang memperbolehkan zakat fithri ini dibayarkan dengan nilai tukar (uang) hanyalah madzhab Hanafi. فَمن أ َع ْطى‬ ِ ِ َ ْ َ ْ َ ِ ُ ْ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫القي ْمة ل َم تجزِئ ْه. karena Kewajiban yang dibebankan pada hakekatnya adalah menjadikan fakir dab miskin mereasa tercukupi kebutuhan mereka pada hari itu. dan mudah digunakan.225 Zakat fithri tidak boleh diganti dengan nilai nominalnya. Muslim ) Disamping itu. Menurut kelompok Hanafiyah.226 Dan diperbolehkan juga menunaikan zakat melebihi kadar yang telah ditentukan yaitu 1 sha’. 158 61 . dirham.” )HR. dinar. atau beratnya kira-kira 2.

Imam Syafi’i berpendapat tentang diperbolehkannya pelaksanaan zakat fithri itu sejak di hari pertama bulam ramadhan. Menurut Imam As Syafi'i.Risalah Ramadhan َ َ َ ْ ِ ً َ َ َ َ ْ ِ َ ْ ‫صد َقَة ال ْفط ْرِ صاعا من ت َمرٍ وَصاعا من شعِي ْر. Imam Hanafi berpendapat tentang diperbolehkannya mendahulukan pelaksanaan zakat fithri 1 atau 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri. Imam Maliki berpendapat bahwa secara mutlaq hukum mendahulukan pengeluarannya tidak boleh sama sekali sebagaimana shalat sebelum tiba waktunya. Maka barangsiapa memiliki kewajiban untuk membayarnya pada waktu itu. ia wajib melaksanakannya. Waktu Membayar Zakat Fithri Waktu membayar zakat fithri dimulai ketika matahari terbenam di hari akhir pada bulan ramadhan atau malam hari Raya samapai sebelum dikerjakannya shalat Ied. diperbolehkan untuk 227 228 229 Fiqh Islam. yaitu : 1. فإ ِذا ع َد َل ع َن ذال ِك فَقد‬ ْ ْ ِ ً َ َ ٍ َ َ ‫ت َرك المفروض‬ ُ ْ َ ِ "Tidak diperkenankan mengeluarkan uang sebagai ganti dari jenis-jenis makanan pokok. tidak boleh diganti dengan selain dari binatang tersebut. Imam Hambali berpendapat sebagaimana pendapat Imam Hanafi. Al-Bukhari). maka ia telah meninggalkan kewajiban. Waktu yang dibolehkan Yaitu mengeluarkanya satu hari atau dua hari sebelum sholat 'ied (sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Umar ra.228 H. hal. 5/383 Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid juz 2 62 . hal. 227 Dalam Al Majmu' fi Syarhil Muhadzdzab Imam An Nawawi berkata: َ ّ َ ِ ٍْ َ ْ ‫وَل َي َجوْز أ َخذ ُ ال ْقي ْمةِ فِي شيئ من الزكاةِ ل ِن الحقّ للهِ ت َعالى وَقَد ْ ع َل ّقه‬ ْ ُُ ُ ّ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ُ ‫ع َلى ما ن َص ع َل َي ْهِ فَل َ ي َجوْز ن َقل ذال ِك إلى غيرِهِ كال ُضحي ّةِ ل َما ع َل ّقها ع َلى‬ ِ ْ َ َ َ َ ّ ُ ْ ْ ُ ْ ‫الن ْعام ِ ل َم ي َجز ن َقلها َ إلى غ َي ِرِها‬ َ َ َ ِ "Tidak diperbolehkan mengambil zakat dari bentuk nominal. hal. 2/911. Maka tidak diperkenankan mengganti dengan yang lain.229 Untuk lebih rincinya serta untuk lebih mudahnya waktu pembayaran zakat fitri ini dapat dibagi dalam beberapa bagian. sebagaimana hewan sembelihan dalam Udhhiyyah yang telah ditetapkan harus dari binatang ternak. dan lihat Al Mughny." (HR. Karena ini adalah haq Alloh swt yang telah ditentukan dalam nash. Sebagaimana perkataan Ibnu Umar ra:" Jika menyelisihi dari jenis yang telah ditentukan (makanan pokok). Barang siapa yang membayar zakat dengan uang maka tidak mendapatkan pahala. berdasarkan hadits: ‫كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ب ِي َوْمي ْن‬ ِ َ َ ْ َ ِ َ "Bahwa (para Shahabat Radliyallahuanhum)menunaikannya(zakat fithri) sehari atau dua hari sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri. 3/65 Al Majmu’ Syarh Muhadzdzab.

Di dalam Kitab Shahih Al-Bukhari. Seperti yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari: َ ‫كان اب ْن ع ُمر رضي الله ع َن ْهُما يعطيها ال ّذ ِي ْن يقب َل ُونها.‫وَكان ي ُعْط ِي ْها ال ّذ ِي ْن ي َقب َل ُوْن َها وَ كان ُوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أ َوْ ي َوْمي ْن‬ ْ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ ِ َ “Adalah Ibnu ‘Umar membayarkan zakat fithri untuk anak-anak dan orang dewasa. tetapi jika sesudahnya maka tidak wajib atasnya. وكانوا ي ُعْط ُوْن قَب ْل‬ ُ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ُ َ َ ِ َ ُ َ ُ ‫ال ْفط ْرِ ب ِي َوْم ٍ أو ي َوْمي ْن‬ ِ ِ َ "Bahwasanya Ibnu Umar ra.Risalah Ramadhan mengeluarkan zakat fithri diawal bulan romadlon. Tetapi jika meninggal setelah tenggelamnya matahari. 3/479 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Al-Bukhari Shahiih Muslim bisyarhin Nawawi 63 . Sedangkan Hanabilah berpendapat : diperbolehkan mengeluarkan zakat fithri dua hari sebelum hari raya. dari Nafi’. bila seseorang meninggal sebelum tenggelamnya matahari sekalipun beberapa menit. Fathul bari. Dan jika seseorang lahir setelah tenggelam matahari. maka wajiblah dikeluarkan zakat fithrinya. Jadi pada waktu-waktu tersebut adalah waktu disyariatkannya untuk membayar zakat fithri. maka dia tidak wajib dibayarkan zakat fithrinya. Dan mereka mendapatkannya sehari atau dua hari sebelum hari raya fitri. Sementara itu ada pula ulama yang memperbolehkan zakat fitri dibayarkan sehari atau dua hari sebelum ‘ied. sekalipun beberapa menit. dan jika sebelumnya maka wajib dibayarkan zakat fithrinya.232 Dalam lafadz lain disebutkan : 230 231 232 Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam."230 Dengan demikian. dia berikan kepada yang berhak menerimanya. hal.”231 Dari keterangan diatas menjelaskan diperbolehkannya menunaikan zakat fitri 2 hari sebelum shalat ‘Iedul Fitri dan tidak diperbolehkan dari batasan yang telah ditentukan itu. hal ini sesuai dengan perkataan Ibnu Umar Radliyallahuanhuma. maka tidak wajib baginya membayar zakat fithri. ia berkata: ‫كان ا ِب ْن ع ُمر ي ُعْطي ع َن الصغِي ْرِ وال ْك َب ِي ْرِ حتى إ ِن كان ي ُعْطى ع َن ب َن ِي‬ ِ ّ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ ّ ْ َ َ َ ُ ِ . Dan mereka membayar zakat fithri itu sehari atau dua hari sebelum ‘id. Adapun waktu yang disunnahkan dan diutamakan untuk menunaikannya yaitu pada waktu shubuh sebelum dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar ra: )‫وَ أ َمر ب ِها أ َن ت ُؤ َد ِيَ قَب ْل خروْج الناس إلى الصل َةِ (رواه البخارى و مسلم‬ ْ ّ َ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ُ ُ َ "…dan beliau juga memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang pergi mengerjakan shalat(‘Iedul Fitri)”. mengasihkanya kepada orang yang menerimanya. 1/567. dan jika dia membayarkan zakat fithri anakku. maka ia wajib mengeluarkan zakat fithri. Dan jika seseorang masuk Islam sebelum tenggelamnya matahari.

Jumhur berpendapat: "Mengeluarkan zakat sebelum sholat 'ied adalah perbuatan mustahab.” (HR."234 Begitu juga sebagaimana perrkataan Ibnu Abbas ra yang termaktub diatas. namun jika perbuatannya itu dikarenakan lupa maka ia tidak berdosa dan tetap harus mengqadha’nya. Jika mengerjakannya setelah dilaksanakannya shalat ‘Iedul Fitri maka hukumnya menurut Imam Ahmad dan seluruh Jumhur Fuqaha’ adalah haram. Hukum zakat syah dan mendapat pahala tetapi makruh. 2/20 64 . Sabda Rasulullah saw: َ َ َ ‫. karena ia merupakan amalan yang tidak bisa terbebas ( dari kewajibannya ) walaupun waktu untuk melaksanakannya telah habis." (HR. beliau berkata: َ ُ ‫أمر رسول اللهِ صلى الله عليهِ وسلم بزكاةِ الفطرِ أن تؤدى قبل خروج‬ ُ َ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِ‫الناس الى الصلة‬ ّ ِ ّ Dari Ibnu Umar ra.. Berkata. Waktu yang afdol dan utama Waktu yang afdhol dan utama yaitu menunaikan zakat fitri di pagi hari sebelum dimulainya sholat 'ied. "Rasulullah saw. Muslim dan lainnya). Ibnu Majah dan Abu Dawud) Secara dlohir hadits ini menyatakan bahwa orang yang mengeluarklan zakatnya setelah hari raya maka ia sama dengan tidak mengeluarkan zakat. Mereka juga menyatakan bahwa zakat yang dikeluarkan setelah sholat 'ied itu sah dan berpahala sampai akhir hari raya karena tujuan yang dicapai dari dikeluarkannya zakat adalah menjadikan orang fakir dan miskin merasa tercukupi 233 234 Fathul Baari bisyarh Shahiihil Bukhari bab zakat. Sebagaiman hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar. maka ia termasuk zakat fithri yang diterima sedangkan jika dibayarkan setelah shalat id maka ia termasauk dari sedekah biasa.233 2.فَمن اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي‬ َ ّ ْ َ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ ّ َ ّ َ ‫صد َقَة من الصد َقات‬ ِ َ ّ َ َ ِ ٌ "Barangsiapa yang membayarnya sebelum shalat id.Risalah Ramadhan ّ َ ّ َ َ َ َ َ َ ‫إ ِن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم أ َمر ب ِزكاةِ ال ْفط ْرِ أ َن ت ُؤ َدى قَبنل خروْج‬ ِ ّ ْ ّ ِ ُ ُ َ ْ َ َ ّ ‫الناس إ ِلى الصلة‬ ِ ّ "Bahwasannya Nabi saw memerintahkan membayar zakat fithri sebelum orang-orang pergi untuk shalat ‘id. Waktu mengqodlo' Yaitu mengeluarkan zakat setelah sholat 'ied. 3.. Kalau seseorang mengakhirkan waktu pelaksanaan zakat fithri sedangkan ia sadar atas perbuatannya itu maka ia berdosa dan harus bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala serta mengqadha’(tetap mengganti/menunaikan)nya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani Zadul Ma'ad Ibnu Qoyyim hal. Demikian yang ditetapkan para ulama khususnya madzhab Imam yang empat. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithri sebelum keluarnya orang banyak untuk sholat ied.

Risalah Ramadhan dari berkeliling dan meminta-minta pada hari itu. dan tidak boleh mengakhirkannya dari waktu yang semestinya. kemudian orang tersebut lupa. Adapun mengakhirkan-akhirkan sampai akhirnya hari raya. akan tetapi dinilai sebagi sedekah biasa. 4/256 Al fiqh Al Islami Wa Adilatuu hal> 2/908. Barang siapa yang mengakhirkan dari waktu yang ditentukan maka berdosalah ia. 235 236 Tempat Membayar Zakat Fithri Nailul Autar hal. Kifayatul Akhyar. sehingga dia tidak sempat membayar zakat fithri itu sebelum shalat ‘id. maka tidak apa-apa kalau dia membayarnya setelah ‘id.237 J.236 Dan yang perlu dititiktekankan lagi adalah bahwa tidak diperbolehkan bagi seseorang muslim mengakhirkan pembayaran zakat fithri itu setelah shalat ‘id. tetapi dia tidak bertemu orang yang dimaksud atau yang mewakilinya maka ia harus menyerahkannya kepada orang lain yang berhak menerimanya. atau seseorang yang berharap kepada orang lain yang membayarkannya. 237 65 . Bila seseorang berniat membayar zakat untuk seseorang. zakat fithri itu harus sampai ke tangan orang-orang yang berhak menerimanya pada waktunya yaitu sebelum shalat ‘id. sebagaiman Sabda Rasululloh saw yang termaktub di atas. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas ra Rasulullah saw bersabda: َ َ َ ‫اداها قَب ْل الصلةِ فهي زكاة ٌ مقب ُولة وَمن أداها َ ب َعْدالصل َةِ فَهِي صد َقَة‬ ٌ َ ّ ّ ْ َ ٌ ْ ْ َ َ َ ّ َ ّ ‫الصد َقات‬ ِ َ ّ merupakan zakat yang diterima(Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu adalah shadaqah sama dengan yang lian. maka zakat yang ia keluarkan tidak terhitung sebagai zakat fithri. Seperti seseorang yang baru mendengar kabar tentang hari Raya secara tiba-tiba. Jika diakhirkan setelah shalat ‘id dengan tanpa udzur syar’i. Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri Yang wajib adalah.” I. 235 Sedangkan Hanabilah berpendapat akhir dari pembayaran zakat fithri adalah terbenamnya matahari di hari 'ied itu. Karena hal itu termasuk udzur syar’i. Al Mansur billah menerangkan bahwa waktu mengeluarkan zakat fithri adalah sampai hari ketiga dari bulan Syawal. K. Ibnu Ruslan berkata: "Haram hukumnya menurut kesepakatan para ulama mengakhirkan waktu pembayaran zakat fitri" Dikarenakan kewajiban zakat sama dengan kewajiban sholat. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya ‫من‬ ْ َ ‫من‬ َ ِ "Barangsiapa yang menunaikannya sebelum dilaksanakannya shalat(‘Ied Fitri) maka itu Orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fithrinya disebabkan adanya udzur syar’i maka zakatnya adalah sah.

Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana.239 Rasululloh saw bersabda: َ ْ ‫أغنوهم ع َن السؤال فِي هَذا ال ْي َوْم ِ فَل َ ت ُد ْفَعُ ل ِغَي ْرِ الفقراء إ ِل ّ عند َ انعدامهم‬ ِ َ َ ُ ِ ُ ُ ِ َ ُ ِ ِ َ ِ َ ّ ِ ِ َ َ َ ْ َ ّ ِ ْ ِ ْ ِ ‫أوْ خفةِ فقرِهم أوْ اشت ِداد ِ حاجةِ غ َي ْرِه ِم من ذ َوي السهام‬ "Jadikan mereka merasa cukup untuk hari ini sehingga mereka tidak meminta-minta kepada orang lain. sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah. orang-orang miskin. sesepuh/pengurus kampung. At-Taubah [9]: 60) Hanyasanya yang lebih berhak menerimanya adalah orang fakir dan miskin demikian yang telah dilakukan oleh Rasululloh saw dan para sahabatnya. orang yang berhutang. hanyalah untuk orang-orang fakir. 238 Kifayatul Akhyar. apalagi dimasukkan ke dalam kas masjid atau sejenisnya. hal. pengurus-pengurus zakat. baik itu tempat tinggalnya atau tempat lain di wilayah kaum muslimin. karena zakat ini masuk dalam keumuman ayat yang disebutkan dalam dalam al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 sebagai Mustahiq Zakat (penerima zakat) yaitu: ‫إ ِن ّما الصد َقات ل ِل ْفقراء وال ْمساك ِين والعامل ِين ع َل َي ْها والمؤ َل ّفةِ قُلوب ُهم وفي‬ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ّ َ َ ُ ُ ‫الرقاب والغارِمين وَفي سبيل اللهِ وابن السبيل فَرِي ْضة من اللهِ والله‬ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ ُ َ َ ِ ً َ ِ ِ ّ ِ ِ َ ِ َ ‫ع َل ِي ْم حك ِي ْم‬ ٌ َ ٌ "Sesungguhnya zakat-zakat itu." (QS. 298 Minhajul muslim. ustadz/guru ngaji. Yakni yang semestinya didahulukan untuk menerimanya haruslah orang yang diketahui paling membutuhkan. Minhajul Muslim."240 Dan hendaknya tidak ada basa-basi dalam masalah zakat fithri.untuk (memerdekaan) budak. Jangan dikeluarkan kepada selain mereka kecuali kalau tidak ada orang miskin sama sekali. hal. sehingga tidak mendahulukan ta’mir masjid. untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.Risalah Ramadhan Hendaknya zakat fithri itu diserahkan kepada fakir miskin di sekitar tempat ia berada pada waktu dia mendapati hari raya itu. para Mu'allaf yang dibujuk hatinya.238 L. 298 239 240 66 .Yang Berhak Menerima Zakat Fithri Orang-orang yang berhak menerima zakat fithri ialah delapan golongan sebagaimana yang berhak menerima zakat mal (harta benda). Jika seseorang tinggal di suatu wilayah yang tidak ada orang yang berhak menerimanya. atau ringannya kefakiran mereka atau beratnya kebutuhan selain fakir miskin itu dari golongan yang mendapatkan bagian zakat. maka dia boleh mewakilkan pembayaran zakat fithri tersebut kepada orang lain untuk ia laksanakan di tempat yang di sana terdapat orang-orang yang berhak menerimanya.

ia boleh menjualnya untuk menbayar zakat fithri. Mempunyai kelonggaran dalam tempat tinggal. Diperbolehkan bagi penerima. ia tidak usah menjualnya dalam rangka untuk membayar zakat. penglihatan. Hikmah Zakat Fithri Di antara hikmah zakat fithri ialah: a. Orang perempuan yang memiliki perhiasan untuk dipakai. Fiqh Zakat.Risalah Ramadhan Zakat fithri itu bisa dibayarkan kepada beberapa orang fakir miskin atau kepada satu orang saja. Jika ada orang yang memiliki sebuah rumah yang hanya digunakan untuk bertempat tinggal.242 Zakat ini juga diberikan oleh orang yang faqir dari kaum muslimin di negeri yang mengeluarkan zakat tersebut. 2/926 67 . atau untuk disewakan dalam rangka mencari nafkah. atau memiliki barang dagangan tetapi jika dikeluarkan hartanya untuk membayar zakat tidak bisa memenuhi kebutuhanya sehari-hari atau akan habis untungnya. zakat berfungsi sebagai pembersih dari laghwun dan rofats . karena Nabi saw hanya menentukan jumlah yang dibayarkan saja dan tidak menentukan jumlah yang boleh diterima seseorang. tangan dan kakinya juga ikut melakukan siyam yaitu dengan menjauhi apa yang dilarang Allah swt dan Rasul Nya baik itu berupa perkatan atau perbuatan. Dengan demikian sangat sedikit yang selamat dari hal tersebut sehingga datanglah syari’at zakat di akhir ramadlan sebagai pembersih dari kotoran yang menempel ketika melaksanakan shiyam atau sebagai penutup dari kekurangan sebagaimana 241 242 Kifayatul Akhyar. pendengaran. maka ia tidak usah menjualnya kemudian digunakan untuk membayar zakat fithri.241 Jumhur ulama mensyaratkan wajibnya mengeluarkan zakat atas orang fakir Jika ia memiliki makanan yang lebih untuk dipergunakan olehnya dan orang-orang yang menjadi tanggunganya selama hari raya. Menyucikan jiwa orang yang shoim dari perbuatan laghwun dan kotor. dan kalau ini dilakukan pada hakikatnya tidak ada kerugian yang mendasar terhadap kehidupanya. Tetapi jika ia ada kelebihan dari kebutuhan pokok. atau memiliki hewan tunggangan yang digunakan untuk mengangkut atau dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokoknya. Atau jika ia memiliki beberapa kitab untuk dibaca. Bagi orang yang melaksanakan shiyam. maka ia tidak berkewajiban untuk membayar zakat fitri. namun lisan. jika mendapat zakat fithri dari seseorang untuk membayarkannya sebagai zakat bagi dirinya atau untuk salah satu anggota keluarganya apabila ia sendiri telah menakarnya kembali atau diberitahu oleh orang yang membayar zakat fithri itu bahwa takarannya sudah sempurna dan dia yakin dengan pemberitahuan itu. M.Hal ini disebabkan karena as sho’im tidak terlepas dari melakukan kedua hal tersebut. dan juga diperbolehkan dipindahkan ke negeri yang lain yang lebih membutuhkan namun tidak boleh digunakan untuk membangun masjid atau jalan umum. Bagi pribadi dan individu muslim 1. hal. Padahal shoum yang sempurna adalah bukan hanya mencegah syahwat perut dan kemaluan. harta. dan keperluan sehari-harinya.

2/922 Zad al Ma'ad. juga amalamal shalih lain di bulan Ramadhan. Barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat (‘ied) maka ia adalah shadaqah biasa. Ibnu 'Abbas radhiyallaahu 'anhuma berkata: Menghilangkan sifat bakhil dan loba pemilik kekayaan Menghindarkan pemupukan harta perorangan yang Sebagai penyempurna pelaksanaan ibadah siyam. karena Menanam sikap rela berkorban dan suka membantu orang dikumpulkan atas penderitaan orang lain. perbuatan yang sia-sia dan dosa. dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir serta miskin. فَمن أ َداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة‬ َ َ ْ َ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ِ . Abu Daud. rofats. sesunggunya kebaikan itu menghapuskan kejelekan.243 2. 2/21. dia berkata: ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ٌ‫الل ّغنوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن. Bagi Masyarakat Muslim 243 244 Ibid. terkadang ada saja kekurangan dalam pelaksanaan ibadah siyam itu. b.‫مقب ُوْل َة وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ ْ َ َ َ ْ َ ٌ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fithri itu sebagai penyuci bagi orang yang siyam dari perbuatan sia-sia dan ucapan yang kotor dan sebagai pemberi makan untuk orang yang miskin." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah serta dishahihkan oleh al Hakim) Adapun lengkapnya adalah : Barang siapa yang mengeluarkan sebelum sholat ied maka itu diterima dan barang siapa yang mengeluarkan setelah sholat ied maka itu adalah sedekah. dan dishahihkannya ).” (HR. Sunan Ibnu Majah. Al Hakim. 1/585 68 . atau melakukan ّ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَرض رسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم: زكاة َ ال ْفط ْرِ ط ُهْرة ً للصائ ِم ِ من‬ ِ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّغْوِ والرفَث وَط ُعْمة ل ِل ْمساك ِي ْن فَمن أداها قَب ْل الصل َةِ فَهِي زكاة ٌ مقب ُوْل َة‬ ْ َ ٌ َ ّ ْ َ ِ ً َ ِ ّ َ َ َ ّ ‫وَمن أ َداها ب َعْد َ الصل َةِ فَهِي صد َقَة من الصد َقات‬ َ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ ِ ٌ "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebagai penyucian jiwa orang yang siyam dari penyakit laghwun. Sunan Abi Dawud.Risalah Ramadhan mandi yang dapat membersihkan badan dari kotoran yang melekat padanya. Sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat Allah swt berupa kemampuan melaksanakan ibadah siyam secara sempurna. 2/111. Ad-Daruquthni.244 Dalam lafadz lain Yang hampir sama juga dari Ibnu ‘Abbas ra. Ibnu Majah. 6. 3. lain. 4. shalat tarawih. 5.

66 69 . Namun fuqoro’ wal masaakin tidak dapat merasakan perasaan ini ketika melihat orang kaya menikmati hidangan yang lezat lagi nikmat sedang dia tidak mendapatinya pada hari itu. Berbuat baik terhadap orang-orang fakir serta mencegah mereka agar jangan sampai meminta-minta pada hari Raya. Memenuhi kebutuhan fakir miskin agar tidak meminta-minta pada hari raya. 246 245 246 HR. Hal ini disebabkan hari raya adalah hari yang penuh dengan kegembiran. Dengan demikian maka hari Raya itu betul-betul menjadi milik semua orang. Sehingga akan muncul perasaan mahabbah waa rahmah dan juga kesan yang mendalam bahwa masyarakat tidaklah menterlantarkan ataupun melupakan mereka pada hari dimana kaum muslimin sedang merayakan hari yang penuh kesenangan. hal. sehingga mereka bisa ikut merasakan kegembiraan sebagaimana orang-orang kaya. Al. 4. sebagaimana sabda Rasululloh saw bersabda: َ ْ (‫أغنوهُم ع َن السؤال فِي هَذا اليوم ِ )البيهقي‬ َ ْ ِ َ ّ ِ " Jadikanlah mereka mereasa tercukupi dan agar mereka tidak meminta-minta pada hari ini"245 5.Risalah Ramadhan 1. Di sinilah Islam dengan syari’at yang sangat peduli terhadap mashlahah kehidupan mensyari’akan adanya zakat guna memenuhi hajah dan mengingatkan akan pahit dan betapa sulitnya kehidupan mereka. Haya binti Mubarok Al Barik. Zakat fithri bagi masyarakat muslim berfungsi sebagai penebar rasa kasih sayang dan luapan rasa gembira disetiap pejuru masyarakat khususnya bagi fuqoro’ wal masaakin. maka luapan perasaan ini sudah seyogyanya bisa dirasakan juga oleh kaum muslimin seluruhnya. Membina dan mempererat tali persudaraan sesama umat islam 3. 2. Mencegah jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang dapat menimbulkan masalah dan kejahatan sosial.Baihaqi dengan sanad yang dloif . Ensiklopedi wanita .

Shalat ‘Iedain adalah shalat hari raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. Beliau bertanya. sedangkan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang selalu mereka rayakan. dinamakan demikian karena selalu berulang ُ ‫الرجوْع‬ ُ ّ (kembali dan ‫ي َت َك َرر‬ َ ّ (setiap tahun).Risalah Ramadhan BAB IX S H O L A T 'I D A I N A. dia berkata: ّ َ ُ ُ َ َ ‫قَد ِم رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم ال ْمدين َة وَل َهُم ي َوْمان ي َل ْعَبون فيهِما‬ َ ِ َ َ ِ َ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ُ َ ِ َ ُ ُ َ َ َ ‫فَقال ما هَذان ال ْي َوْمان قالوا ك ُنا ن َل ْعَب فيهِما في ال ْجاه ِل ِي ّةِ فَقال رسول‬ ِ َ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ‫الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم إ ِن الل ّه قَد ْ أ َب ْد َل َك ُم ب ِهِما خي ْرا من ْهُما ي َوْم ال َضحى‬ َ ْ ْ َ ّ َ َ َ ِ ً َ َ ْ َ ُ ‫وَي َوْم ال ْفِط ْر‬ َ ِ "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang ke Madinah. sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik ra. “Dua hari 70 . Pengertian Dan Pensyariatannya Kata ُ ‫ العِي ْد‬berasal dari kata ُ ‫ العَوْد‬yang berarti ُ ‫وال ْمعاوَد َة‬ َ ُ َ berulang-ulang).

'Allah telah mengganti dua hari raya ini dengan yang lebih baik dari keduanya. Berdasarkan hadits 'Abdullah bin Busrin ra : 247 248 249 HR. 3/103.' Beliau bersabda. yaitu ‘Iedul Adlha dan ‘Iedul Fithri.”247 B. kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah. Al-Kautsar : 2 HR. Hukum Sholat Idain Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat ‘Iedain: Pertama: fardhu kifayah Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan sebagian ulama Syafi’iyah. yaitu tatkala matahari sudah setinggi tombak sampai waktui tergelincirnya matahari. Abu Dawud.” 249 C. An Nasa’I no. 1134. dan Rasulullah saw selalu mengerjakannya. “Apakah saya wajib shalat yang lain?” Beliau menjawab. sehingga hukumnya seperti shalat jenazah.Risalah Ramadhan raya apakah ini ?' Mereka menjawab “Kami merayakannya pada masa jahiliyah. Ahmad.178. Sunnah Muakadah Ini adalah pendapat Imam Malik.235. sedangkan asal dari suatu perintah shalat adalah wajib. Asy-Syafi’i dan Jumhur ulama. 1557.” Rasulullah saw bersabda: َ ُ ِ ‫خمس صل َوات ك َت َب َهُن الل ّه ع َلى ال ْعِباد‬ ٍ َ َ ُ ْ َ َ ّ “Shalat lima waktu yang telah diwajibkan Allah pada hamba-hamba-Nya. QS.” 248 Pendapat yang masyhur menyatakan bahwa shalat di sini adalah shalat ‘Ied. Pendapat mereka didasarkan pada firman Allah: ‫فَصل ل ِرب ّك وان ْحر‬ ْ َ َ َ َ ّ َ “Shalatlah kamu kepada Robbmu dan sembelihlah korban. Nasa'i 71 . Kedua: Fardhu ‘ain Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah. “Tidak. Berdasarkan: Ketika seorang Arab badui datang bertanya kepada Rasulullah saw tentang shalat lima waktu. sehingga dihukumi seperti shalat Jum’at. no. Waktu Pelaksanaan Sholat Waktunya adalah sebagaimana waktu dhuha. Wajibnya adalah wajib kifayah karena tidak disyariatkan adzan. maka akan diperangi oleh Imam/pemerintah. Dasarnya adalah karena adanya khutbah.250. Shalat ‘Ied termasuk syiar Islam yang bila satu negeri sepakat tidak mengerjakannya.

2/83 72 . 3/282. 3/232. "Hadits yang paling baik dalam menerangkan waktu shalat ‘Iedain adalah hadits Jundab di atas. hadits ini mursal dhoif karena dalam sanadnya ada Ibrahim bin Muhammad dan dia dhoif Dha’if. sehingga dengan diakhirkan waktu shalat ada waktu untuk membayar dan membagikan zakat. Al-Bukhari secara Mu’allaq. Asy Syafi’ie.‫وَ هُوَ ب ِن َجران أ َن ع َجل الضحى وَ أ َخر ال ْفِط ْر وَ ذ َك ّرِ الناس‬ َ ْ ْ ٍ َ ْ َ ّ َ َ ّ "Diriwayatkan bahwa Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang isinya. ia menyatakan bahwa mereka telah mengakhirkan waktu shalat dari yang sebenarnya. Akhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan segerakan sholat ‘Iedul Adha. Hikmahnya adalah karena dalam ‘Idul Fithri ada kewajiban mengeluarkan zakat. 2/529. 1135.”250 Maksud hadits ini. yaitu waktu tasbih yang berarti setelah matahari setinggi tombak adalah makruh. lalu dia memprotes keterlambatan datangnya imam shalat seraya berkata.” 'Di zaman Rasulullah saw saat seperti ini kami telah selesai mengerjakan shalat ied. dengan disegerakannya shalat berarti waktu menyembelih akan lebih panjang. lihat talhish Ibnu Najar. Lebih dari itu di sunahkan untuk menyegerakan shalat ‘Idul Adha dan mengkhirkan shalat ‘Idul Fitri. sedangkan tugas di hari raya ‘Idul Adlha adalah menyembelih hewan Udhiyyah. yaitu waktu dhuha.Risalah Ramadhan ّ َ ‫خرج ع َب ْد ُ الل ّهِ ب ْن ب ُسرٍ صاحب رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم معَ الناس‬ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ ِ ُ َ ُ ِ َ ِ ّ ‫في ي َوْم ِ عيد ِ فِط ْرٍ أ َوْ أ َضحى فَأ َن ْك َر إ ِب ْطاء ال ِمام ِ فَقال إ ِنا ك ُنا قَد ْ فَرغ ْنا‬ ِ َ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ‫ساع َت َنا هَذ ِهِ وَذ َل ِك حين الت ّسبيح‬ َ َ َ ِ َ ِ ِ ْ 'Abdullah bin Busrin ra salah seorang shahabat Rasulullah saw keluar bersama orang banyak pada hari raya ‘Idul Fithri atau ‘Idul Adlha. Al Hakim 1/295.” 252 Imam Asy-Syaukani berkata.ك َت َب إ ِلى ع َمرو ب ْن حزم‬ َ ّ . Al Baihaqi 2/282 Sunan Al Kubro lil Baihaqi. diriwayatkan dari Hasan bin Ahmad Al Banna dalam kitab Al Adlha. yaitu hadits dari Jundab ra ia berkata: َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ِ‫كان الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي ُصل ّي ب ِنا ي َوْم ال ْفط ْرِ والشمس ع َلى قَي ْد‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ . HR. Dan dalam suatu riwayat Nabi saw menulis surat kepada Amru bin Hazm yang saat itu berada di daerah Najron supaya menyegerakan sholat ‘Iedul Adha dan mengakhirkan sholat ‘Iedul Fithri dan berilah peringatan kepada manusia. no." 251 Hadits ini dijelaskan oleh hadits berikutnya.وَ فِي رِواي َةٍ . َ َ َ ‫روِيَ أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ك َت َب إلى ع َمرو ب ْن حزم ٍ أ َن أ َخر‬ ْ َ ُ ّ َ َ َ ّ ْ ُ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ّ َ ُ ْ َ ْ ٍ ‫صل َة َ الفطرِ وَع َجل صل َة َ الضحى . dan shalat ‘Idul Adlha ketika matahari setinggi satu tombak." 250 251 252 Hasan. “Kita telah menyia-nyiakan waktu ini.‫رمحي ْن وال َضحى ع َلى قَي ْد ِ رمح‬ َ ْ َ ِ َ ْ َ ٍ ْ َ “Nabi Muhammad saw shalat ‘Idul fithri bersama kami ketika matahari setinggi dua tombak. Abu Dawud secara Maushul.

Umar. Abu Dawud. Al Baihaqi. Imam Malik. 1/543. Abu Salamah. Ali. Nasa’i 1/180. 1/387. 1157. sedang mengenai pelaksanaan shalat terdapat beberapa pendapat: a. Abu Umamah dan sebagian besar para shahabat ra. Abu Zanad. Rasululloh saw bersabda: ‫فِط ْرك ُم ي َوْم ت ُفط ِروُن وَ أ َضحاك ُم ي َوْم ت ُضحوْن‬ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ْ ُ “Iedul Fitri kalian adalah pada hari kalian semua berbuka. Daruqutni. 253 254 Abu Dawud. Hammad. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits 'Umair bin Anis dari paman-pamannya dari golongan Anshar. Pendapat yang kuat menyatakan mereka hendaknya melakukan sholat ‘Ied keesokan harinya.” 254 D. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Paginya kami siyam dan siang hari itu juga datang rombongan kafilah dagang lalu bersaksi dihadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. Keduanya tidak diqodlo’ sebagaimana sholat jum’at. Tentang Takbiran a. Sejak berangkat menuju tempat sholat. Imam Auza’i. mereka berkata: َ ‫قال ُوا غ ُم ع َل َي ْنا ه ِل َل شننوال فَأ َصب َحنا صياما فَجاء رك ْب فى الن ّهارِ فَشهَد ُوا‬ ِ ٌ َ َ َ َ ً َ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ ٍ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫عن ْد َ رسول الله صلى الله عليه وسلنم أ َن ّهُم رأى ا ْلهلل ب ِلمس فَأ َمر‬ ِ ِ َ َ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ْ ّ ‫الناس أن ي ُفط ِروا من ي َوْمهِم وَ أن ي َخرجوا لنعِي ْد ِهنم من الغَد‬ ْ ِ ْ ِ ْ ُ ْ ْ َ ّ “Kami terhalang mendung sehingga tidak melihat hilal syawal. 2. Zaid bin Aslam dan AsySyafi’i. Ishak. Syarhu Ma’anil atsar. Imam Ishaq. 3/316 73 . no. Maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan untuk berbuka dan untuk bersiap sholat ‘Ied besok harinya. 2/170. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib. Juga pendapat Abdurrahman bin Abi Laila. Takbir ‘Idul Fithri Para ulama berbeda pendapat tentang waktu takbiran idhul fitri: 1. Sejak tengggelamnya matahari malam ‘Ied. An Nakha’i. Ibnu Majah. Ibnu Majah. 5/38. Abu Bakar bin Muhammad. Ubay bin Utsman.” 253 b. Umar bin Abdul Aziz.Risalah Ramadhan Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari? Bagi yang siyam harus segera berbuka. Sa’id bin Jubair. At-Tirmidzi ‘Aridzatul. no. Ibnu Mundzir dan Al khatobi. Urwah. Imam Malik dan Asy-Syafi’i: Tidak perlu sholat ‘Ied besok harinya karena sholat ‘Ied harus ada jama’ah dan khutbah ‘Ied. 653. Ini adalah pendapat Imam Ahmad. Abu Tsaur dan juga Auza’i dan lain-lain. 3/216. Al Hakam. Imam Ats Tsaury. Iedul Adha kalian adalah pada hari kalian semua menyembelih Udhiyyah. 1/531 Shahih Ahmad.

257 Ada pendapat yang mengatakan bertakbir hanya sampai saat tiba di tempat sholat saja. Diriwayatkan: ّ َ ُ ْ َ ْ ْ ِ ْ َ ّ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ ّ ِ ‫كان ي َخرج ي َوْم الفطرِ فَي ُك َب ّر حتى ي َأ تي المصلى وَحتى ي ُقضى الصل َة ُ فَإ‬ ّ َ ُ َ ‫ذا قُضي الصل َة ُ قُط ِعَ الت ّك ْب ِي ْر‬ ّ ُ َ ِ Beliau rasulullah saw keluar pada hari ‘Idul Fitri dan bertakbir sampai tiba ditempat sholat dan melaksanakan sholat. Bahkan Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak ada takbir pada hari raya ‘Idul Fitri karena Ibnu Abbas ra mendengar takbir pada hari raya ‘Idul fitri. Silsilah Ahadits Shahihah.Risalah Ramadhan Adapun akhir takbir pada hari ‘Idul Fithri adalah saat Imam datang untuk memulai shalat.” 256 Abu Jamilah Masyawah bin Ya’kub berkta: َ ْ َ ْ ‫رأ َي ْت ع َليا ً رضي الله ع َن ْه خرج ي َوْم ال ْعِي ْد ِ فَل َم ي َزل ي ُك َب ّر حتى ان ْت َهى إ ِلى‬ ّ َ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ َ َ ِ َ ِ ِ‫ال ْجبان َة‬ َ َ “Saya melihat Ali keluar pada hari ‘Ied. “ Apa mereka sudah gila?"258 Meski demikian pendapat ini dinilai lemah karena ada hadits yang memerintahkan untuk bertakbir sampai ditempat sholat akan melaksanakannya. no. Dari situlah takbir dimulai. 3/279 Daruqutni. Dasar pendapat yang kedua adalah perkataan Nafi' (bekas budak Abdullah bin Umar ra) : ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ي َوْم ال ْعِي ْد ِ في ال َضحى وال ْفط ْرِ وَي ُك َب ّر وَي َرفَعُ صوْت َه‬ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ َ ْ ُ ُ ُ َ ُ ”Ibu Umar bertakbir pada hari ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adlha. Jika selesai sholat. 170 74 . 2/44 Ibnu Abi Syaibah. فَقال : أ َن ْجان ِي ْن الناس ؟‬ َ َ ُ ُ ّ َ ِ ّ ُ َ “Sedang apa orang-orang itu? 'Bertakbir' Maka beliau berkata."255 Bisa dipahami bahwa sempurnanya bilangan shaum Ramadhan satu bulan adalah dengan tenggelamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan dan terbitnya hilal Syawal. dia bertakbir dan mengeraskan suaranya. maka dia bertanya : َ َ َ ‫ما َ شأ ْن الناس ؟ قِي ْل : ي ُك َب ّروْن. Al-Baqarah 2 : 185 Ad Daruquthni 2/45. Sebagaimana firman Allah ta’ala: َ َ ُ ِ ‫وَل ِت ُك ْملوا ال ْعِد ّة َ وَل ِت ُك َب ّروا الل ّه ع َلى ما هَداك ُم وَل َعَل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ُ ْ ْ ْ َ َ ُ "…Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. supaya kamu bersyukur. Al. ia terus bertakbir sampai ketempat sholat”.Baihaqi. beliau menghentikan takbir.” 259 255 256 257 258 259 QS. 2/165 Ibnu Abi Syaibah.

Dua Atsar (perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra) ini diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir. Sufyan At-Tsaury. “Apa yang kalian kerjakan dahulu bersama Rasulullah pada hari ini?“ Kemudian dia ( Anas ra ) menjawab : ّ ‫كان ي ُهِل ال ْمهِل منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْهِ وَي ُك َب ّر ال ْمك َب ّر منا فَل َ ي ُن ْك َر ع َل َي ْه‬ ِ ّ ِ ُ ُ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ُ ُ "Diantara kami ada yang bertahlil dan Rasulullah tidak mengingkari. Alqomah.An 260 261 262 263 264 265 Subulus Salam. 3/313 dan Al Hakim. 970. 3/313.Ada yang mengatakan dimulai sejak setelah tenggelamnya matahari di hari Arofah. Akhir Ashar hari nahar / 10 Dzulhijjah.Risalah Ramadhan b. Awal mula takbir . 1285. dia berkata: ّ َ ‫ك ُنا معَ رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم في غ َداةِ ع َرفَة فَمنا ال ْمك َب ّر وَمنا‬ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ ّ ُ ‫ال ْمهَل ّل فَأ َما ن َحن فَن ُك َب ّر‬ ّ ُ ُ ُ ْ “Di suatu pagi pada hari Arofah kami bersama Roaululloh. Imam Ash Shon’ani260 berkata. 5/112. Ibnu Abbas ra. Iini pendapat Ibnu Mas’ud ra. 2/71-72 Majmu’ fatawa. .Ada yang mengatakan dimulai sejak Ashar hari Arofah. no. Al Baihaqi. 3/240.Ada yang mengetakan dimulai sejak Dhuhur hari Arofah. 1285. 1/299 75 . 5/250 Muslim. . Para ulama berbeda pendapat : . 6/40 Imam Malik. Pendapat ini kuat menurut Ibnu Taimiyyah261 karena merupakan pendapat kebanyakan shahabat dan ulama.265 Akhir Takbir ‘Idul Adha Takbir berakhir bersamaan dengan berakhirnya waktu Ashar hari tasyri’ yang terakhir.”263 Ibnu Umar ra meriwatkan dari bapaknya. 5/112 Baihaqi. Ahmad. Muhammad. An Nasai. . Hadit ini diriwayatkan dari shahabat Ali. Ini pendapat Umar. sebagian yang lain ada yang betakbir dan beliau juga tidak mengingkari.” 264 Imam Al-Baihaqi dan Al-Hakim juga meriwayatkan takbir sejak habis subuh hari Arofah sampai akhir hari Tasyrri’. 24/220 Lihat Al-Majmu' Syarhul Muhadzab.Ada yang mengatakan dimulai sejak Subuh hari Arofah. Ali. “Tidak ada sebuah hadits shahih pun dari Nabi dalam hal ini. no. Muslim. 1/337. Abu Yusuf. Takbir ‘Idul Adlha 1. dan saya adalah orang yang bertakbir. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits262 riwayat Muhammad bin Abu Bakr AtTsaqafi bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik ra. Baihaqi. Darimi. pendapat ini diqiyaskan dengan sholat ‘idul Fitri. Umar dan Ibnu Abbas. Yang paling shahih adalah perkataan Ali ra dan Ibnu Mas’ud ra bahwa takbir 'Idul 'Adha dimulai sejak subuh hari Arofah sampai akhir hari Mina (ashar). Ibnu Majah. 2/56. 1659. Al-Bukhori no. Ahmad dan Abu Tsaur. saat keduanya berangkat dari Mina menuju Arafah di suatu pagi. no. 3008. maka sebagian kami ada yang bertakbir dan sebagian yang lain bertahlil.

Ini pendapat Imam Malik. Ini adalah pendapat Ibnu Umar ra. mengikuti kegiatan haji. Ini adalah pendapat Ibn Mas’ud. Muhammad dan jumhur ulama. 5/45 Al Mughni.m Ibnu Umar. 2/25 Majmu’. Al-Auza’I. 268 Pendapat yang kuat mengatakan bahwa takbir tidak hanya sesudah sholat fardhu saja. Abu Yahya. dan dengan serta merta ikut bertakbir pula seluruh penduduk di pasar sehingga Mina bergemuruh dengan suara takbir. di dalam kemah. 3/288 Al-Bukhori. Suaranya terdengar oleh orang yamg berada dimasjid. di tempat duduk. Ini adalah pendapat Yahya Al Anshori. 267 Dhuhur hari tasyri’ terakhir. namun juga di pasar. َ ‫كان اب ْن ع ُمر ي ُك َب ّر ب ِمنى ت ِل ْك ال َيام وَخل ْف الصل َوات وَع َلى فِراشهِ وَفي‬ َ َ َ ّ ْ َ ِ ِ َ ِ َ ّ َ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ َ ‫فُسطاط ِهِ وَمجل ِسهِ وَممشاه ُ ت ِل ْك ال َيام جميعا وكا َن ي ُك َب ّر فِي قُب ّت ِهِ ب ِمنى‬ َ ِ ِ ْ َ َ َ ً ِ َ َ ّ ْ َ ْ ُ ُ ُ ‫حتى ن َسمعُه أ َهْل ال ْمسجد ِ فَي ُك َب ّروْن وَي ُك َب ّر أ َهْل السوْق حتى ت َرت َج منى‬ َ ِ ّ ْ ّ َ ِ ّ َ ُ ِ ْ َ ُ َ ْ ّ َ ُ ‫ت َك ْب ِي ْرا‬ ً "Pada hari itu Ibnu Umar ra bertakbir di Mina dan juga setelah beliau sholat lima waktu. Malik dan Asy-Syafi’i. berdasarkan QS 22:28 Al Majmu’. 3/291 266 267 268 269 270 271 76 . Imam Ahmad. Imam Abu Hanifah dan Imam Ats Tsaury. bertakbir meskipun sholat sendirian. jalan.Risalah Ramadhan Nakhoi dan Abu Hanifah. Abu Hanifah dan Ahmad. Kedua. maka mereka ikut bertakbir. dan di tempat-tempat yang lainnya. Adab-adab di Hari Raya Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum kita melaksanakan sholat ‘Ied : 1. Atsaury. tidak bertakbir dalam sholat sendirian. ini pendapat Imam Syafi’i. Pendapat mereka adalah: Pertama.266 Subuh hari tasyri’ terakhir. Mandi dan memakai pakaian yang bagus. ( Menurut mereka awalnya dhuhur hari Arofah. Kedua tidak bertakbir. 270 Apakah sesudah sholat sunnah juga bertakbir? Dalam hal ini ada dua pendapat: pertama tetap bertakbir. Ini adalah pendapat Imam Malik." 269 Para ulama berbeda pendapat tentang takbir yang dilakukan setelah shalat lima waktu. Umar bin Abdul Aziz. di atas ranjang. 5/45 Al Mughni. Ini berdasarkan perbuatan Ibnu Umar dan Ibnu Mas’ud ra.271 E. 2/166. AsySyafi’I. ketika jalan-jalan dan ketika beliau dikubah. َ َ ُ ِ َ ُ َ ّ ‫أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي َغْت َسل ي َوْم ال ْفط ْرِ وال َ ضحى‬ ِ َ َ ْ َ َ َ َ َ Ibnu Syaibah.

” 274 3. 1754. Berjalan kaki ke tempat shalat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda. 1756. sebagaimana hadits riwayat dari Abu Buraidah: ‫كا َن الن ّب ِي ل َ ي َخرج ي َوْم ال ْفط ْرِ حتى ي َط ْعَم وَي َوْم الن ّحرِ ل َ ي َأ ْك ُل حتى ي َرجع‬ ّ َ ُ ّ َ ِ َ َ ِ ْ ْ ُ ُ ْ َ َ ُ ُ ْ ِ‫فَي َأك ُل من ن َسي ْك َت ِه‬ ِ ْ ِ َ " Nabi tidak berangkat shalat iedh fitri sampai makan terlebih dahulu sedang padahari iedhul adha beliau tidak makan sampai pulang dari sholat iedhul adha lalu makan dari sembelihan beliau. Makan dahulu sebelum menunaikan sholat iedul fitri. Ahmad. maka apabila mereka pulang dari sholat ied. no. Ibnu Majah. 986. "Dari Anas bin Malik ra bahwasanya Rasululloh tidak pergi ke tempat shalat ied sampai makan dulu beberapa butir kurma. 542. 6. 3/126 At-Tirmidzi. Ahmad. Ibnu Majah. 5/352 Al-Bukhari. "Saya bersama abi Umamah Al Bahiliy dan yang lainnya dari para shohabat Rasulullah. 3/308 Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. Dari Sa’id bin Jubair dia berkata: ‫ك ُن ْت معَ اب ْن ع ُمر حين أ َصاب َه سنان الرمح في أ َخمص قَد َمهِ فَل َزِقَت‬ ِ ِ ِ ْ ّ ُ َ ِ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ ِ ً ِ َ ُ َ َ َ ّ َ ُ‫قَد َمه بالركاب فَن َزل ْت فَن َزع ْت ُها وَذ َل ِك ب ِمنى فَب َل َغَ ال ْحجاج فَجعَل ي َعود ُه‬ ُ َ َ َ ِ َ ّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ‫فَقال ال ْحجاج ل َوْ ن َعْل َم من أ َصاب َك فَقال اب ْن ع ُمر أ َن ْت أ َصب ْت َني قال‬ ِ َ ُ ّ َ َ َ َ ُ 272 273 274 275 276 277 Ibnu Majjah 1/417.276 5. no. 4. Al Majmu’. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra."272 2. Bertakbir sejak dari rumah sampai tiba di tempat shalat dan saat imam hadir untuk mengimami shalat. Ahmad. Dimakruhkan membawa senjata tajam kecuali dalam keadaan terpaksa.” 275 Ini adalah pendapat jumhur ulama. "Isnadnya bagus" 77 . 5/15 Ahmad berkata. 4/76. dia berkata: ‫كان الن ّب ِي إ ِذا كان ي َوْم عي ْد ٍ خال َف الط ّرِي ْق‬ َ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ُ "Pada hari ied beliau berangkat dan kembali lewat jalan yang berbeda.Risalah Ramadhan "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam mandi pada hari raya ‘idul fitri dan ‘idul adha. mereka saling mengucapkan: َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ “Semoga Alloh Manerima Amal Kita dan Amal anda"277 7."273 Sedang di hari 'Iedul adha beliau tidak makan terlebih dahulu. Dhoif Al-Bukhari 953. Imam Malik dan Syafi’i. no. At-Tirmidzi 543. Hendaknya shalat diadakan di tanah lapang kecuali dalam keadaan darurat seperti hujan dan yang semisalnya sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah saw dan khulafaur Rosyidin. 2/32. Al-Baihaqi. Saling mengucapkan Tahniah ( َ ِ َ َ ‫ت َقب ّل الله منا وَمن ْك‬ ّ ِ ُ ) Muhammad bin Ziad berkata.

Diperbolehkan membuat makanan dan minuman yang istimewa serta melakukan permainan yang mubah.tengah telapak kaki.Fiqih ‘Ala Madzahil Arba’ah. Imam Asy-Syafi’i dan Imam Hambali. ' dan berdzikir kepada Alloh . Kemudian ia bertakbir tanpa ada adzan dan iqomah sebelumnya. 'Kamulah yang telah melukaiku!' Hajaj berkata. Al Hajjaj menjenguknya sambil mengatakan. 279 9. Ketika kami berada di Mina.” 281 F. 1/318 Ibid. Setelah menunaikan sholat subuh kaum muslimin dianjurkan untuk segera pergi ke tempat shalat walaupun matahari belum terbit.280 10.' Maka Ibnu Umar ra berkata. maka ia terjatuh dari tungganganya. 'Seandainya kami tahu siapa yang melukaimu. Ketika tiba di mushala (masjid atau lapangan) hendaknya imam segera maju ke depan untuk mengimami shalat dan dia menegakkan sutrah (pembatas) di depannya. 'Bagaimana bisa terjadi yang demikian?' Ibnu Umar ra menjawab. Sedangkan menurut Madzhab Malikyah disunnahkan setelah terbitnya fajar. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: َ َ َ ِ‫أيام الت ّشريق أيام أك ْل وَشرب وَ فِي رِواي َةٍ زاد َ فيهِ وَذ ِك ْرٍ ل ِل ّه‬ ِ َ ُ ّ ِ ِ ْ ُ ّ ٍ ْ ُ َ ْ ٍ “Hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta' dalam riwayat lain ada tambahan. 1/318 HR Muslim 78 . Hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan kepada siapa saja yang ditemuinya dari orang-orang mukmin.Risalah Ramadhan ‫وَك َي ْف قال حمل ْت السل َح في ي َوْم ٍ ل َم ي َك ُن ي ُحمل فيهِ وَأ َد ْخل ْت السل َح‬ ِ ُ َ ْ ْ ِ َ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ ‫ال ْحرم وَل َم ي َك ُن السل َح ي ُد ْخل ال ْحرم‬ ُ ّ َ َ َ َ َ َ ْ ْ "Saya bersama Ibnu Umar ra ketika dia terkena mata tombak ditengah. Tata Cara Sholat ‘Ied 1. 'Kamu membawa senjata pada hari yang seharusnya tidak boleh membawanya dan kamu memasukkan senjata ke tanah haram yang seharusnya tidak boleh membawa senjata di dalamnya. 2. Saya turun unuk membantunya dan mencabut mata tombak itu. kecuali imam. ْ ِ َ ّ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلنى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كـان ي َخرج ي َوْم ال ْفطـر وال َضحى إلى‬ َ ْ ُ ُ ْ َ ّ َ َ َ َ ِ ّ َ ُ ‫ال ْمصلى فَي َب ْد َأ َبالصل َة‬ ِ ّ ِ Dari Abu Sa’id Al Khudri ra berkata: 278 279 280 281 HR Bukhori Al.' 278 8. Ini adalah pendapat Imam abu Hanifah.

Abu Hanifah dan Auza’i tidak menyukai dzikir diantara takbir. ّ َ ُ َ ُ َ ّ ‫ع َن ع َب ْد ُ الله ب ْن ع َمرو أ َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم كان ي ُك َب ّر‬ َ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ‫فِي ال ْفط ْرِ سب ْعا فِي ال ُوْلى وَ خمس فِي الخرةِ وال ْقراءة ُ ب َعْد َ ك ِل ْت َي ْهِما‬ َ َ ِ َ َ ِ ِ ْ ً َ َ ٌ ْ َ ْ ْ Dari Abdulloh bin Amru ra. Disunnahkan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan takbir lima kali pada rakaat kedua. 283 3. begitu seterusnya. no. Berdasar pendapat Umar ra dan riwayat Abu Humaid. Imam Abu Hanifah. Ibnu Majah. Imam Auza’i. 1278 Al Majmu’. 5/20-21. Meski demikian. 2/48. Kemudian.Risalah Ramadhan "Bahwa pada hari raya ‘Idul fitri dan Adha Rasulullah keluar menuju mushala dan yang pertama kali beliau lakukan adalah sholat. Namun kedua riwayat ini lemah. "Ibnu Mas’ud benar.” 282 ّ َ َ َ ّ َ َ ُ َ ّ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس أ َن رسول الل ّهِ صلى الل ّه ع َل َي ْهِ وَسل ّم صلى ال ْعيد َ ب ِل َ أ َذان‬ ِ ُ ٍ َ ْ ‫وَل َ إ ِقامةٍ وَأ َبا ب َك ْرٍ وَع ُمر أ َوْ ع ُث ْمان‬ َ َ َ َ َ َ َ Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw sholat 'Ied tanpa adzan dan iqomah. karena tidak ada riwayat yang jelas dari Rasulullah tentang itu. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i.”Shohabat Abu Musa ra dan Hudzaifah ra berkomentar. 2/240 79 . 282 283 284 285 286 HR.” 284 Mengangkat tangan sunnah menurut Imam Atho’. Al-Bukhori dan Muslim HR. bahwa Rasululloh saw bertakbir 7 kali pada rokaat pertama shalat 'Iedul Fithri dan lima kali pada rokaat kedua. 3/243 Al-Baihaqi. 3/272-273. riwayat Umar ra dalam Al-Baihaqi. Umar dan Utsman ra.”286 Adapun Imam Malik. bertahmid dan bersholawat lalu berdoa dan bertakbir lagi. takbir ini tidak terhitung takbirotul ikhram dan intiqol. Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i. Kemudian barulah beliau membaca surat. begitu juga dengan Abu Bakar. Abu Dawud Abu Daud 1151. Al Mughni. para sahabat ra mengangkat tangan mereka ketika bertakbir. Ad-Daruqutni.285 Imam Malik dan imam Ats-Tsauri menyatakan tidak mengangkat tangan saat takbir. Disunnahkan juga mengangkat tangan ketika bertakbir. 3/258. Al-Baihaqi. Berdasar fatwa Ibnu Mas’ud ra kepada Al Walid bin Uqbah: َ َ ُ ّ َ ‫ت ُك َب ّر وَ ت ُحميد رب ّك وَ ت ُصل ِي على الن ّي ِي الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَت َد ْع ُوا‬ َ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ ُ ْ ‫وَت ُك َب ّر وَت َفعَل مث ْل ذ َل ِك‬ ُ “Kamu bertakbir. di antara takbir disunnahkan untuk memperbanyak membaca tasbih dan tahmid.

Imam Ahmad. 1091. Lihat Al Salsabil.291 6. Khutbah sesudah sholat ‘ied hukumnya sunah. no. no. 534. no. 3/184 Al Mughni. 3/84 Muslim. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.Risalah Ramadhan 4. Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu mundzir: sholat dua rokaat sendirian. Pendapat pertama lebih kuat. At-Tirmidzi. 533. Disunnahkan membaca : . Ibnu Majah. 1122. 1154. berdasar riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Al Baihaqi bahwa Anas ra bila ketinggalan sholat ‘ied bersama imam di Basroh. dia berkata: َ َ َ ‫أ َن الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم خرج ي َوْم ال ْفط ْرِ فَصلى رك ْعَت َي ْن ل َم ي ُصل ّي‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ ْ ِ َ َ َ ّ َ ٌ ‫قَب ْل َها وَل َ ب َعْد َها وَ معَه ب ِل َل‬ َ ُ َ َ 287 288 289 290 291 Muslim. 1/205 Fathul Baari. Al-Baghowi. no. 3/83. 7.287 ّ َ َ ُ َ َ ‫ع َن الن ُعْمان ب ْن ب َشي ْرٍ أن ّرسوْل اللهِ صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم قَراء فِي‬ َ َ َ َ ِ ُ ْ ْ ِ ِ َ َ َ َ َ ْ ْ ‫الصل َةِ ال ْعِي ْد ِ سب ّح اسم رب ّك ال َع ْلى وَ هَل أ َت َك حد ِي ْث ال ْغا شي َة‬ ُ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ Dari Nu’man bin Basyir ra. An-Nasai. no. َ َ ُ ُ َ َ ‫كا َن رسوْل الله صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َقرأ ُ فِي ال ْفط ْرِ وَ ال َضحى بـ )ق( و‬ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ( ‫) إقْت َرب َت السا ع َة‬ ُ َ ْ َ Dari Abu Waqid Al Laitsi ra Rasulullah saw membaca surat Qoof dan Al qomar pada sholat ‘iedul fitri dan Adha. 5/34 Dhoif /Munqothi’.” 288 5. An-Nasai. Ahmad. Abu Daud. . Al-Baghowi. no. 1282. 5/217. "Rasulullah saw sholat ‘Ied dan membaca Al ‘ala dan Al Ghosyiyah. Abu Daud. Selanjutnya seperti sholat biasa sebanyak dua rokaat. no. At-Tirmidzi. no. Ibnu Majah. 878. Ahmad. 3/384. no. begitu juga mendengarkannya. Ini juga pendapat Auza’i dan Abu tsaur. 1281. Bagi yang ketinggalan sholat289: Menurut Ibnu Mas’ud ra. Al Majmu’. 4/273.Rokaat kedua: Surat Al Qomar atau Al Ghosiyah. ia sholat bersama keluarganya. 891. no. no. Tidak ada sholat sunnah sesudah dan sebelum sholat ‘Ied. Ad-Darimi. Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik : tidak ada sholat Qodho.290 Hadits ini diperkuat oleh Imam Al-Bukhori.Rokaat pertama: Surat Qoof atau Al A’la. 368. An-Nasai. 1091. 2/602 80 .

Risalah Ramadhan "Sesungguhnya Nabi saw keluar pada hari raya fitri dan Adha dan sholat dua rekaat dan tidak sholat sebelum dan sesudahnya dan bersaman beliau adalah Bilal ra.” 292 Demikian sekilas gambaran pelaksanaan sholat Iedhul fitri dan adha. Adapun ucapan “ ‫جامعَة‬ ُ ِ َ dhoif dan Mursal. Al Fath. no. 289. ُ ‫“ الصل َة‬ ّ dasarnya adalah hadits riwayat Az Zuhri yang 292 Al-Bukhori. Semoga bermanfaat. 2/204 81 .

Risalah Ramadhan 82 .

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada teladan kita.” Para shahabat bertanya kepada beliau. “Amin. ‘Amin.‫وَل َم ي ُصل ع َل َي ْك. Semoga Allah senantiasa menjadikan amal kita ikhlash hanya untuk mencari wajah-Nya. kami mengajak para pembaca untuk merenungi hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah. ‘Celakalah seorang hamba yang menemui kedua orang tuanya atau salah satunya. kami mendengar anda menucapkan amin sebanyak tiga kali?” Beliau menjawab: َ َ ُ ‫ل َما رقَي ْت الد ّرجة ال ُوْلى جاءن ِي جب ْرِي ْنل فق نا َل: ش نقي ع َب ْند ٌ أ َد ْرك رمض نان‬ َ َ َ َ ‫َ َ َ َ َن‬ ِ ْ َ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ّ ‫فان ْسل َخ من ْه وَل َم ي ُغْفر ل َه. ‘Amin.Risalah Ramadhan PENUTUP Al-hamdulillah. bab Man Dzukira ‘Indahu An-Nabiyu Falam Yushalli ‘Alaih. tapi kedua orang tua tersebut tidak bisa menjadikannya masuk surga. فَقل ْت آمين‬ ْ ِ ُ ُ ْ “Ketika aku naik tingkat (mimbar) yang pertama.’ Maka aku berkata. Rasulullah Muhammad saw. Hadits Shahih Ligharihi). Bahwasannya Rasulullah Naik ke atas mimbar. “Wahai Rasulullah.’ Maka aku berkata.” ketika beliau naik tingkat yang kedua beliau berkata. ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Rmadhan tapi hingga bulan Ramadhan tersebut berlalu dia belum diampuni. Bukhari dalam kitab Al-Adabul Mufrad. atas izin Allah Risalah Ramadhan ini dapat kami susun. فَقل ْت آمي ْن. ‘Celakalah seorang hamba yang namamu disebut di depannya tapi dia tidak bershalawat kepadamu. “Amin. “Amin.’ Kemudian Maliakat Jibril berkata lagi. Sebagai penutup.” dan ketika beliau naik tingkat yang ketiga beliau berkata. keluarga dan umat Islam yang konsisten dengan agamanya hingga hari kiamat. Malikat Jibril as datang kepadaku seraya berkata. ‘Amin. Jika ada kebenaran itu semata dari Allah dan jika ada kesalahan itu semata karena kekurangan yang dimiliki oleh penyusun dan Allah terbebas dari semua itu.’ Maka aku berkata. ث ُم قال: شقي ع َب ْد ٌ أ َد ْرك والنند َي ْهِ أ َو‬ ِ َ َ َ ُ ْ َ ْ ُ ِ َ َ َ ْ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ ُ‫أحد ِه ِما فَل َم ي ُد ْخل َه ُ ال ْجن ّة. ث ُم قال: ش نقي ع َب ْند ٌ ذ ُك ِنرت عن ْند َه‬ ْ َ ٌ ِ َ َ َ ّ َ ِ ُ ُ َ ّ َ . فَقل ْت آمي ْن. para shahabat. Amin ‫تم بحمدالله‬ 83 .’ Kemudian Malaikat Jibril berkata lagi.” ( HR. ketika beliau naik tingkat pertama beliau berkata.

Al Mughni. Nashir bin Sulaiman Al-Umar. 6. Wahbah Az-Zuhaili. Imam al-Qurthubi. Al-Mishbah Al-Munir. Bidayatul Mujtahid wan Nihayatul Muqtasid. Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. 17. 11. Dr. Ibnu Qudamah (Abu Muhammad Abdulloh bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah Al Maqohsy).Risalah Ramadhan DAFTAR PUSTAKA 1. 18. 21. Fiqih I'tikaf. Jami’ At Tirmidzi. 2. 30. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah. Dr. 23. Ibnu Rusyd al Hafidz. Jami’ul Bayan ‘An Ta’wili Ayyil Quran. Imam Ahmad bin Muhammad Al Fayummi Al Muqri’i. Al Fatawa Al Kubra. 22. 29. 26. 20. Al Kaafi Fie Fiqhi Al Imam Ahmad. Imam Majduddin Muhammad bin Ya’qub bin Muhammad bin Ibrahim Al Fairuz Abadi Asy Syirazi Asy Syafi’i 13. Kitab Al-Umm. 3. Syaikh Mahmud Muhammad As Subki. Asy-Syaikh Ahmad bin Abdur Rozaq Ad-Duwaisy. 16. Abdul Karim Zaidan. Fiqhul ‘Ibadat. Muhammad Al-Husaini. Aunul Ma’bud. Abu Thayyib Syamsul Haq Al ‘Adhim Abadi. 14. 'Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim dan Anaknya. 8. Abdul Aziz Muhammad Salman. Louis Ma’luf. Al-Qomus Al-Muhith. Al-Lu’lu’ Wal Marjan. Lisanul-Arab. 7. 84 . 25. Al Muwaththa’. Fiqhuz Zakah. Kamus Al Munawwir Arab-Indonesia. Kitabul Fiqh ‘ala Madzahibil ‘Arba’ah. 10. 28. Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’. Fathul Bari Syarhu Shahih al-Bukhari. 4. Muhammad Abdul Baqi. Imam Asy-Syafi'i. Imam Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin Al Harits Al Ashbahi Al Hamiri Abu Abdillah Al Madani 12. Yusuf Qordlowi. 19. Majalutul Buhuts Al-Islamiyah. Imam An Nawawy. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani. Al-Fiqih Al-Islami Wa Adillatuhu. Abul Fadhl Jamaluddin bin Makram bin Mandzur Al Afriki Al Mishri. Kifayatul Akhyar. Imam Ath-Thabari 24. Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab. Mawaridludh Dham’an. Abdurrahman al-Jazary. Ibnu Qudamah. Al-Munjid fil Lughah. Ahmad Warson Munawwir. Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. 5. Ad Dinul Kholis. Fatawa Al-Kubra. Idaratul Buhuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Wad Dakwah Wal Irsyad. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah. Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah bin Musa bin Adh Dhahhak As Salmi Adh Dharir Al Bughi At Tirmidzi. 31. 15. 27. 9. Hasan Ayyub.

Sunan Ad-Daruquthni. 47. Imam As-Syaukani.Risalah Ramadhan 32. Tafsir Fathul Qodir Al Jami’ Baina Riwayah Wa Diroyah Ilmu Tafsir. Imam Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi Abul Hasan AnNaisaburi. 49. 45. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. 57. Imam Abu Daud As Sijistani Sulaiman bin Al ‘Asy’ats bin Syidad bin Amr Al Azdi. Sunan An Nasa’I. Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal. 33. Musnad Ahmad. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir. Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Arrabi’ie Ibnu Majah. Ash Shon’aniy. 42. 53. Risalah Romadhan. 34. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 37. 40. 54. Imam Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin AlMughirah Al-Ja’fi Al-Bukhari 39. Shahih Al-Bukhari. Abdullah Bin Jarullah Bin Ibrohim Al Jarullah. Ali bin ‘Umar Abul Hasan Ad-Daruquthni Al-Baghdadi. Taisir 'Alam Syarh Umdatul Ahkam. 56. Zadul Ma'ad. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 51. 44. Shahih Ibnu Majah. 36. Syarhus Sunnah. 55. Sunan Abi Dawud. Abdullah Ali Bassam. Sunan Ibnu Abi Syaibah. 58. Imam Syamsyuddin Syihabuddin Abu Abdullah Muhammad bin Bakar AzZaraiy ad-Damsyiqy/Ibnul Qoyyim 85 . Syaikh 'Abdurrahman 'Abdurrahim AlMubarakfuri. 41. Imam Abu Muhammad Al-Husain bin Mas'ud Al-Baghawi. Puasa Bersama Nabi. Tafsir Al-‘Aliyil Qadir li Ikhtishar Tafsir Ibnu Katsir. Shalih bin Ibrahim Al-Balaihi 38. Nailul Authar. 35. Sunan Ad-Darimy. Syaikh Salim bin Id Al-Hilali dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Imam As-Suyuthi. Tafsir Ad Duur Al Mantsur. Muhammad Nasib Ar-Rifa'i. Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Abu Bakar Jabir Al-Jazairi. Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi. Shahih Muslim. Salsabil Fi Ma’rifati Dalil. 52. 50. Imam Ibnu Katsir. Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarafuddin anNawawi Ad-Damsyiqi 43. Sunan Ibnu Majah. Minhajul Muslim. Imam Ad Darimi 48. Subulus Salam. 46. Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhim. Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi. Imam Abu Abdurrahman Al Hafidz Ahmad bin Syu’aib bin Ali bin Sinan bin Bahr An Nasa’I. Imam Muhammad Bin Ali Bin Muhammad Syaukani.

..............................................................................................................................15 I...............................................................................................................43 B............................43 A..............................................................................................................................39 G........31 A.......35 B.......11 F................................................................ Apakah boleh ketika adzan dikumandangkan kita masih makan dan minum atau makan dan minum setelahnya..................................................................................... Definisi Shaum........................50 86 ....................................18 M...............40 H....29 BAB III.... Waktu Shalat Tarawih ........................ Penentuan Awal Ramadhan....................................... Keutamaan-Keutamaan Shaum............................................................................31 C.............37 E.... Syarat Wajib / Sah Shaum ...................................................................................................................46 E...47 BAB VII.......................................................................................................................................................................36 D.................44 D.....................................................25 C......................................................... Jika seseorang ragu tentang fajar ketika sahur................................................................................................................ Keterangan dari Adzan Bilal dan Adzan Ibnu Ummi Maktum................................. Sebaik-baik makanan sahur adalah kurma............14 H...... Hal-Hal Yang Dimakruhkan Ketika Shaum.24 P E N E N T U A N A W A L R A M A D H A N.........................................................................21 BAB II........................ Penetapan Shaum Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal.............................. Penetapan Awal Dan Akhir Ramadhan......................................19 O...........................................................................................2 Tim Ulin Nuha Ma’had ‘Aly An-Nuur................................................................ Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’................. Disyari’atkannya Niat................32 BAB IV..............................................................................Risalah Ramadhan DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............................................................................................................41 J............................................................................................................................................................42 L......................................35 S A H U R...17 L...............................................................31 B.......................................................................20 P........................................................................................ Keutamaan Bulan Ramadhan.........................................................................................................................................4 R I S A L A H R A M A D H A N....... Makna Lailatul Qodar............................................................................................................... Hal-Hal Yang Dimaafkan Bagi Orang Yang Shaum.........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................35 C..............................................24 A............................................................................13 G.9 D.............................................................................. Mereka Yang Mendapat Rukhshah (Keringanan) Untuk Tidak Shaum................................................................................................................... Waktu Sahur.....................................................................................................42 BAB V.....................................................44 C.......... Penentuan Wilayah Awal Ramadhan...........................................................................................................4 B.........................................................................38 F........................................................................................................................ Hal-Hal Yang Membatalkan Shaum Dan Wajib Atasnya Qadha’ Dan Kafaroh.........................16 J..............43 S H A L A T T A R A W I H....................................................................................49 A............49 L A I L A T U L Q O D A R..................................................................... Dalil Disyari’atkannya Shaum Ramadhan.................................................... Keterangan tentang hadits jika seseorang mendengar adzan sedang piring atau gelas masih di tangannya.............................................................................................................................. Sunnah-Sunnah Shaum .........................................................................................................4 C.............................31 N I A T S H A U M P A D A B U L A N R A M A D H A N.................... Rukun-Rukun Shaum.... Berjama’ah Atau Sendirian ? .......................24 B...................................................10 E.......................................................40 I.................. Beberapa Amalan Di Bulan Ramadhan........................................................19 N.............................................................................................................................................................4 A.................................................. Dalil Dan Keutamaannya................................................. Bilangan Rakaat ..................................... Definisi Niat........... Pengertian........................... Hal-Hal Yang Diperbolehkan Bagi Orang Yang Shaum..................................................................................42 K........................ Sebab Penamaan...................................... Sunnah mengakhirkan sahur............................ Hikmah dan Fadhilah Makan Sahur............................ Hukum Makan Sahur...........2 MUQADIMAH.................. Sifat Fajar yang Menunjukan Masuknya Waktu Sahur.............................................. Definisi-Definisi......17 K..35 A....................... Disyari'atkannya Makan Sahur ................................................................................................................. Hal-hal yang berkaitan dengan niat pada bulan Ramadhan...............................................................................3 BAB I.....................

............................................................ Pada Siapa Diwajibkan ?................................................................................................................................... Hikmah Zakat Fithri .....55 D............................................................................................................................................................................................................................................................Risalah Ramadhan B................................................................................................. Definisi Zakat Fithri.... Hukum Sholat Idain.....................................................................71 Bagaimana kalau berita tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari?................................................................71 C............. Tanda-tanda Lailatul Qodar................................................................................................... Kapan Lailatul Qodar Terjadi...............54 Z A K A T F I T H R I .....................................70 A.....53 BAB VII..............................................................................................................................................................65 K...............................................................................................65 L..............70 B............................ Pengertian Dan Pensyariatannya.....................................................................................................59 G.....................52 F............................................ Membayar Zakat Fithri Dengan Uang.................................. Jika Ada Udzur Syar’i Untuk Membayar Pada Waktunya................73 E..........................................................................................................................................55 C......................................................................................66 M........... Tata Cara Sholat ‘Ied......... Disyariatkannya Zakat Fithri....................................................................... Yang Berhak Menerima Zakat Fithri ...................................................................................................................................................... Waktu Membayar Zakat Fithri........................................... Tentang Takbiran...........................................................76 F...................................................................................................................................................................... Waktu Pelaksanaan Sholat.........................................58 F.................................................................................................54 B......53 G.......50 C..........................78 PENUTUP.............. Amalan Di Malam Lailatul Qodar.....86 COVER DEPAN 87 ...................................84 DAFTAR ISI..............................................54 A........................ Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar.................................................................................................... Inti Dari Kewajiban Zakat Fithri............................................................ Sebab-sebab Turunnya Lailatul Qodar...................... Adab-adab di Hari Raya.........65 J..................................51 D....................................................................................................................................................................................................................................................................67 BAB IX.....................................61 H...73 D..................................................................................... Syarat-Syarat Mustahiq Zakat...............................................58 E.................... Tempat Membayar Zakat Fithri .................62 I....70 S H O L A T 'I D A I N................ Hukum Zakat Fithri. Keutamaan Lailatul Qodar.........................................................................................................................51 E.............................. Jenis Dan Ukuran Zakat Fithri.......83 DAFTAR PUSTAKA...............................................

88 . Maka membekali diri dengan ilmu adalah satu hal yang penting sebelum kita beramal. Rasulullah pernah mengingatkan kita. berapa banyak orang yang shaum namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali sekedar lapar dan dahaga. Selamat mendulang ilmu yang terpendam dalam buku ini. Seperti penentuan awal Ramadhan. i’tikaf. sahur. shalat tarawih. Sehingga kitapun akan menuai pahala yang melimpah sesuai yang dijanjikan oleh-Nya. Amin.Risalah Ramadhan Penyusun: Tim Ulin Nuha Ma’had Aly An Nuur FIQIH RAMADHAN Mendulang Ilmu Menuai Pahala Penerbit: MUP (Muhammadiyah Univercity Press) SINOPSIS (COVER BELKANG) Ibadah yang diterima oleh Allah tidak saja menghajatkan pada keikhlasan namun juga kesesuaiannya dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Hal itu terjadi karena ketidak sesuaian amalan mereka dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. zakat fithri dan shalat ‘idain. insya Allah akan menjadi panduan bagi Anda dalam memahami berbagai permasalahan seputar Ramadhan serta permasalahan lain yang berkaitan dengan fiqih Ramadhan. Buku yang ada di hadapan pembaca ini. Semoga kita dikuatkan untuk melipatgandakan amal kebajikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah. termasuk shaum di bulan Ramadhan. niat shaum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful