Askep mioma uteri

A. Pengertian Mioma uteri adalah tumor yang paling umum pada traktus genitalis (Derek Llewellyn- Jones, 1994). Mioma uteri adalah tumor jinak otot rahim, disertai jaringan ikatnya (www. Infomedika. htm, 2004). Mioma uteri terbatas tegas, tidak berkapsul, dan berasal dari otot polos jaringan fibrosus, sehingga mioma uteri dapat berkonsisten padat jika jaringan ikatnya dominan dan berkonsentrasi lunak jika otot rahim yang dominan. Mioma uteri biasa juga disebut leiomioma uteri, fibroma uteri, fibroleiomioma, mioma fibroid atau mioma simpel. Mioma terdiri atas serabut- serabut otot polos yang diselingi dengan jaringan ikat dan dikelilingi kapsul yang tipis. Tumor ini dapat berasal dari setiap bagian duktus muller, tetapi paling sering terjadi pada miomatreium. Disini beberapa tumor dapat timbul secara serentak. Ukuran tumor dapat bervariasi dari sebesar kacang polong sampai sebasar bola kaki. Degenarasi ganas mioma uteri, ditandai dengan terjadinya perlunakan serta warna yang keabu- abuan, terutama jika mioma tumbuh dengan cepat atau ditemukan pada pot menopause. Adanya bagian nekrotik, lunak dan perdarahan pada potongan mioma perlu diwaspadai adanya proses ganas. Bila berasal dari miometrium, maka dinding uterus menebal, sehingga terjadi pembesaran uterus. Mioma uteri terjadi kira kira 5% wanita selama masa reproduksi. Tumor ini tumbuh dengan lambat dan mungkin baru dideteksi secara klinis pada kehidupan dekade ke 4. pada dekade ke 4 ini insidennya mencapai kira kira 20%. Mioma sering terjadi pada wanita nulipara atau wanita yang hanya mempunyai satu orang anak. Bentuk mikroskopis sering sulit dibedakan dengan mioma uteri yang hiperselluler. Mioma uteri merupakan tumor jinak yang paling sering ditemukan satu dari empat wanita selama masa reproduksi yang aktif. Kejadian mioma uteri sukar ditetapkan karena tidak semua mioma uteri memberikan keluhan dan memerlukan tindakan operasi. Mioma uteri tidak memberikan tanda dan gejala klinik yang bermakna namun lebih sering pada dekade ke- 4 serta pada wanita kulit hitam dan sekitar 5 10 % merupakan submukosa. Diet dan lemak tubuh juga berpengaruh terhadap resiko terjadinya mioma. Marshall (1998), Sato (1998) dan Chiaffarino menemukan bahwa resiko mioma meningkat seiring bertambahnya indeks massa tubuh dan konsumsi daging dan ham. Sebagian besar mioma uteri ditemukan pada masa reproduksi, karena diduga berhubungan dengan aktivitas estrogen. Dengan demikian mioma uteri tidak dijumpai sebelum menarke dan akan mengalami regresi setelah menopause,atau bahkan bertambah besar maka kemungkinan besar mioma uteri tersebut telah mengalami degenerasi ganas menjadi sarkoma uteri. Bila ditemukan pembesaran abdomen sebelum menarke, hal itu pasti bukan mioma uteri tetapi kemungkinan besar kista ovarium dan resiko untuk mengalami keganasan sangat besar. B. Etiologi dan Patologi Etiologi Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial. Dipercayai bahwa mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang dihasilka dari n mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal. Sel-sel tumor mempunyai abnormalitas kromosom, khususnya pada kromosom lengan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tumor, di samping faktor predisposisi genetik, adalah estrogen, progesteron dan human growth

perubahan fibrosistik dari payudara (14. faktor pertumbuhan epidermal dan insulin -like growth factor yang distimulasi oleh estrogen. Progesteron menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara yaitu: mengaktifkan 17B hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor. Progesteron Progesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. Namun bukti-bukti masih kurang meyakinkan karena tumor ini tidak mengalami regresi yang bermakna setelah menopause sebagaimana yang disangka. Pemberian agonis GnRH dalam waktu lama sehingga terjadi hipoestrogenik dapat mengurangi ukuran mioma. dimanamioma uteri muncul setelah menarke. berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause. ditemukan sekitar 10% pada wanita berusia lebih dari 40 tahun.3%). Dalam Jeffcoates Principles of Gynecology. atau apakah kedua keadaan ini saling mempengaruhi. Anderson dkk.5%) dan hiperplasia endometrium (9. Mioma uteri akan mengecil pada saat menopause dan pengangkatan ovarium. Estrogen. Tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 35 45 tahun. Paritas : Lebih sering terjadi pada nullipara atau pada wanirta yang relatif infertil. 3. Terlepas dari faktor ras. 1. Faktor ras dan genetik : Pada wanita ras tertentu. khususnya wanita berkulit hitam.8%). Mioma uteri dijumpai setelah menarke. telah mendemonstrasikan munculnya gen yang distimulasi oleh estrogen lebih banyak pada mioma daripada miometrium normal dan mungkin penting pada perkembangan mioma. Seringkali terdapat pertumbuhan tumor yang cepat selama kehamilan dan terapi estrogen eksogen. Lebih .Mioma uteri banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan sterilitas. ada beberapa faktor yang diduga kuat sebagai faktor predisposisi terjadinya mioma uteri. Fungsi ovarium : Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma. yang juga mempunyai jumlah reseptor estrogen yang lebih banyak daripa da miometrium normal. yaitu : 1. kejadian tumor ini tinggi pada wanita dengan riwayat keluarga ada yang menderita mioma. Efek estrogen pada pertumbuhan mioma mungkin berhubungan dengan respon mediasi oleh estrogen terhadap reseptor dan faktor pertumbuhan lain. 2. Aktivitas enzim ini berkurang pada jaringan miomatous. angka kejadian mioma uteri tinggi. Umur : Mioma uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun. adenomyosis (16. terlihat pada periode ini. 3. 17B hidroxydesidrogenase: enzim ini mengubah estradiol (sebuah estrogen kuat) menjadi estron (estrogen lemah).hormone. 4. Terdapat bukti peningkatan produksi reseptor progesteron. Adanya hubungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen seperti endometriosis (50%). tetapi sampai saat ini belum diketahui apakan infertilitas menyebabkan mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertilitas. tetapi hormon yang mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa yaitu HPL. 2. Hormon pertumbuhan Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan. memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leiomioma selama kehamilan mingkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL dan Estrogen.

Dimanapun posisinya didalam uterus. Corpor (91%). Pada kehamilan. Jika perdarahan yang hebat mene tap. Ketika uterus berkontraksi. pasien mungkin mengalami anemia. terdapat lapisan jaringan areolar tipis yang membentuk pseudokapsul. Jika mioma terletak subendometrium. merupakan lokasi paling al lazim. Kurang dari 0. Mioma fibrosa dapat tidak menunjukan gejala/ menyebabkan perdarahan vagina abnormal. berarti pertumbuhan tumor tersebut selalu melampaui suplai darahnya. Pada bagian perifer serabut otot tersusun atas lapisan konsentrik dan serabut otot tersusun atas lapisan konsentrik serta serabut otot normal yang mengelilingi tumor berorientasi sama. Isthmica (7. disuria dan sering kencing serta konstipasi atau nyeri punggung jika uterus yang membesar menekan rectum. sakit kepala. 2. D. akan menonjol diatas miometrium sekitarnya karena kapsulnya berkontraksi. Mioma servic dapat menyebabkan nyeri panggul dan kesulitan melakukan hubungan seksual. terutama pada bagian tengah mioma. Mioma subendometrium yang bertangkai dapat menyebabkan perdarahan persisten dari uterus. C. Lapisan Uterus Mioma uteri pada daerah korpus. kelompok kelompok sel otot berbentuk kumparan dengan inti panjang dipisahkan menjadi berkas berkas oleh jaringan ikat. Karena seluruh suplai darah mioma berasal dari beberapa pembuluh darah yang masuk ke pseudokapsul. dapat timbul nyeri kram. Warnanya abu keputihan. umumnya tumbuh ke arah vagina menyebabkan infeksi. Lokasi Cerivical (2. Pada pemeriksaan mikroskopis. atau kialsifikasi dapat terjadi kapanpun oleh ahli ginekologi pada abad ke 19 disebut sebagai batu rahim . Antara tumor dan miometrium normal. Kebanyakan mioma kecil dan beberapa yang besar tidak menimbulkan gejala dan hanya terdeteksi pada pemeriksaan rutin. Mula mula terjadi degenerasi hyalin. dengan dikuti ekstravasasi darah diseluruh tumor yang memberikan gambaran seperti daging sapi mentah.berkas otot jalin.1% terjadi perubahan tumor menjadi sarkoma. Simtomatologi Gejala tergantung pada besar dan posisi mioma. sesuai dengan lokasinya dibagi menjadi tiga jenis yaitu : Mioma Uteri Subserosa Lokasi tumor di subserosa korpus uteri dapat hanya sebagai tonjolan saja. Menorrhagi dan metroragi terjadi karena fibroid (dapat merusak lapisan uterus). tersusun atas berkas. dapat pula sebagai satu .daripada itu tumor ini kadang-kadang berkembang setelah menopause bahkan setelah ooforektomi bilateral pada usia dini. dapat terjadi komplikasi.2%). tempat masuknya pembuluh darah kedalam mioma. Patologi Jika tumor dipotong.6%). dan seringkali tanpa gejala. Ini menyebabkan degenerasi.lingkar didalam matriks jaringan ikat. 1. mungkin disertai minoragia. lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus urinarius. mioma besar dapat menyebabkan gejala penekanan pada panggul.menjalin dan melingkar. Klasifikasi Klasifikasi mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang terkena. mungkin menjadi degenerasi kistik. konstipasi dan masalah masalah perkemihan. Gejala lain akibat tekanan pada organ organ sekitarnya mencakup nyeri.

Terjadi kekurangan darah menimbulkan nekrosis. Pada mioma uteri subserosa ataupun intramural walaupun ditemukan cukup besar tetapi sering kali memberikan keluhan yang tidak berarti. warna merah (hemosiderosis/hemofusin). Mioma yang cukup besar akan mengisi rongga peritoneal sebagai suatu massa. Mioma bertangkai dapat menonjol melalui kanalis servikalis. Biasanya multipel apabila masih kecil tidak merubah bentuk uterus. Komplikasi lain yang jarang ditemukan meliputi: kelahiran preterm. Proses ini biasanya disertai nyeri. dan pada keadaan ini mudah terjadi torsi atau infeksi. Estrogen merangsang tumbuh kembang mioma. Mioma sering tidak memberikan gejala klinis yang berarti kecuali rasa tidak enak karena adanya massa tumor di daerah perut sebelah bawah. Dapat pula bertangkai maupun tidak. Pe rdarahan sulit untuk dihentikan sehingga sebagai terapinya dilakukan histerektomi. Kadang kala tumor tumbuh sebagai mioma subserosa dan kadang-kadang sebagai mioma submukosa. omentum atau mesenterium di sekitarnya menyebabkan sistem peredaran darah diambil alih dari tangkai ke omentum. Perlengketan dengan usus. Mioma jenis ini dikenal sebagai jenis parasitik. . Mioma Uteri Intramural Disebut juga sebagai mioma intraepitelial. Tumor ini memperluas permukaan ruangan rahim. tetapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol-benjol. sehingga mioma akan terlepas dari uterus sebagai massa tumor yang bebas dalam rongga peritoneum. tetapi dapat hilang sendiri. Degenerasi hialin (merupakan perubahan degeneratif yang paling umum ditemukan): Jaringan ikat bertambah Berwarna putih dan keras Disebut mioma durum Degenerasi kistik: Bagian tengah dengan degenerasi hialin mencair Menjadi poket kistik Degenerasi membatu (calcareous degeneration) : Terdapat timbunan kalsium pada mioma uteri. shock dan bahkan mencetuskan DIC. uterus bertambah besar dan berubah bentuknya. Di dalam otot rahim dapat besar. bendungan darah dalam mioma. Dari sudut klinik mioma uteri submukosa mempunyai arti yang lebih penting dibandingkan dengan jenis yang lain. padat (jaringan ikat dominan). pembentukan trombus. lunak (jaringan otot rahim dominan). Sebaliknya pada jenis submukosa walaupun hanya kecil selalu memberikan keluhan perdarahan melalui vagina. Atropi : setelah menopause dan rangsangan estrogen menghilang. Padat dan keras Berwarna putih Red degeneration (carneous degeneration) : Terjadi paling sering pada masa kehamilan. Akibatnya tangkai makin mengecil dan terputus. Mioma Uteri Submukosa Terletak di bawah endometrium. Pertumbuhan ke arah lateral dapat berada di dalam ligamentum latum dan disebut sebagai mioma intraligamenter.massa yang dihubungkan dengan uterus melalui tangkai. ruptur tumor dengan perdarahan peritoneal. Aliran darah tidak seimbang (edema sekitar tungkai dan tekanan hamil).

E. o Submukosa mioma terlahir. Perdarahan abnormal ini dapat dijelaskan oleh karena bertambahnya area permukaaan dari endometrium yang menyebabkan gangguan kontraksi otot rahim. Adapun gejala klinik yang dapat timbul pada mioma uteri: Perdarahan abnormal. metroragi. Perdarahan kontinyu pada pasien dengan mioma submukosa dapat menghalangi implantasi. Perubahan-perubahan pada mioma uteri. disebabkan oleh kompresi tumor yang menyebabkan edema ekstremitas bawah. obstruksi ureter dan hidronefrosis. Biasanya terjadi pada tumor yang besar. Penekanan rahim yang membesar : o Terasa berat di abdomen bagian bawah. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan. Infertilitas. Terdapat peningkatan insiden aborsi dan kelahiran prematur pada pasien dengan mioma intramural dan submukosa. distorsi dan kongesti dari pembuluh darah di sekitarnya dan ulserasi dari lapisan endometrium. merupakan gejala klinik yang sering ditemukan (30%). Besarnya mioma uteri. o Torsi bertangkai. Kehamilan dengan disertai mioma uteri menimbulkan proses saling mempengaruhi : Kehamilan dapat mengalami keguguran. Lokalisasi mioma uteri. Gejala klinik terjadi hanya pada sekitar 35 % 50% dari pasien yang terkena. hemorrhoid. o Gejala intestinal: konstipasi dan obstruksi intestinal. . nyeri dan dyspareunia.Degenerasi Mukoid : Daerah hyaline digantikan oleh bahan gelatinosa yang lembut. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya gejala klinik meliputi : 1. dapat disebabkan oleh : o Penekanan saraf. Perdarahan dapat menyebabkan anemia defisiensi Fe. 2. Pada penderita memang tidak mempunyai keluhan apa-apa dan tidak sadar bahwa mereka sedang mengandung satu tumor dalam uterus. o Terasa nyeri karena tertekannya saraf. dengan aliran arterial yang terganggu. Gambaran Klinik Hampir separuh dari kasus mioma uteri ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan pelvik rutin. akibat penekanan saluran tuba oleh mioma yang berlokasi di cornu. Nyeri. o Infeksi pada mioma. Kontroversi yang ada saat ini adalah apakah hal ini mewakili sebuah perubahan degeneratif ataukah sebuah neoplasma spontan. Bentuk perdarahan yang ditemukan berupa: menoragi. Degenerasi sarkomatous (transformasi maligna) Terjadi pada kurang dari 1% mioma. 3. retensi urine. o Gejala traktus urinarius: urine frequency. Leiomyosarkoma merupakan sebuah tumor ganas yang jarang terdiri dari sel-sel yang mempunyai diferensiasi otot polos. Kongesti vena. Degenerasi Lemak: Lemak ditemukan di dalam serat otot polos. dan hipermenorrhea.

Tertutupnya saluran indung telur menimbulkan infentiritas. Pada kala III dapat terjadi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. . sebab ditakutkan korpus luteum terangkat bersama tumor yang dapat menyebabkan abortus. Waktu yang tepat untuk operasi adalah kehamilan 16 20 minggu. Operasi darurat apabila terjadi torsi dan aboment akut.Bila tidak bisa persalinan diselesaikan dengan sectio cesarea dan jangan lupa. terutama pada mioma yang besar dan letak sub serus. . kemungkinan torsi dan abdomen akut dan kemungkinan menimbulkan komplikasi obstetrik. tumor sekaligus . penanganan yang dilakukan : . terutama pada mioma yang sub mukus dengan intra mural. Tertutupnya saluran indung telur sehingga menimbulkan infertilitas. Akibat adanya distorsi rongga uterus. Gangguan proses persalinan. Mioma subserosum yang bertangkai oleh desakan uterus yang membesar atau setelah bayi lahir. mungkin karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat dalam kehamilan. Mioma yang lokasinya dibelakang dapat terdesak kedalam kavum douglasi dan terjadi inkarserasi. dan berwarna merah.kadang hanya punya anak satu. Pengaruh mioma pada kehamilan dan persalinan : Subfertil (agak mandul) sampai fertil (mandul) dan kadang. Distosia tumor yang menghalangi jalan lahir. kalau perlu dalam narkosa.Beberapa hari sebelum operasi. Inersia uteri terutama pada kala I dan kala II. Pengaruh kehamilan dan persalinan pada mioma uteri : Cepat bertambah besar. Bisa terjadi gangguan sirkulasi sehingga terjadi perdarahan.Persalinan prematuritas. perdarahan banyak. terutama pada mioma yang letaknya didalam dinding rahim. Plasenta sukar lepas (retensio plasenta). berubah bentuk.Coba reposisi. Terjadi kelainan letak janin dalam rahim. Sering terjadi abortus. terjadi torsi (terpelintir) pada tangkainya. maka : Tumor ovarium dalam kehamilan yang lebih besar dari telur angsa harus dikeluarkan. Degenerasi merah dan degenerasi karnosa : tumor menjadi lebih lunak. Bila tumor agak besar dan lokasinya agak bawah akan menghalangi persalinan. torsi menyebabkan gangguan sirkulasi dan nekrosis pada tumor. Kehamilan dapat mengalami keguguran. terutama pada mioma yang letaknya diservix. Pada kala III dapat terjadi gangguan pelepasan plasenta dan perdarahan. Operasi yang dilakukan pada umur kahamilan dibawah 20 minggu harus diberikan substitusi progesteron : . Gangguan proses persalinan. Kelainan letak plasenta.Beberapa hari setelah operasi. Atonia uteri terutama paska persalinan . Biasanya mioma akan mengalami involusi yang nyata setelah kelahiran. Terutama pada mioma uteri sub mucosum. Wanita hamil merasakan nyeri yang hebat pada perut (abdoment akut). Penanganan berdasarkan pada kemungkinan adanya keganasan. Persalinan prematuritas.

4) Pengaruh timbal balik mioma dan kehamilan. Pemeriksaan fisik a. Pemeriksaan luar a. mobil. c. a. Infertilitas dan abortus. terutama saat menstruasi. Anamnesis a. š Persalinan prematuritas dan kelainan letak. b. 3) Nekrosis dan infeksi. š Inersia uteri. š Infertilitas. b) Mioma uteri submukosa. pecah. Pengaruh kehamilan terhadap mioma uteri š Mioma cepat membesar karena rangsangan estrogen. 6. buang air kecil atau buang air besar. Konsistensi padat. š Gangguan jalan persalinan. Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan secara kebetulan. G. Pemeriksaan penunjang . Adanya perdarahan abnormal. Kadang-kadang disertai gangguan haid. Timbul benjolan di perut bagian bawah dalam waktu yang relatif lama. 4. Pengaruh mioma terhadap kehamilan. š Kemungkinan torsi mioma uteri bertangkai. c. 2) Torsi tangkai mioma dari : a) Mioma uteri subserosa. b. b. Teraba massa tumor pada abdomen bagian bawah serta pergerakan tumor dapat terbatas atau bebas. š Perdarahan post partum. Adanya rasa penuh pada perut bagian bawah dan tanda massa yang padat kenyal. kenyal. 2. terpuntir. F. 5. š Retensi plasenta. Pemeriksaan dalam. Nyeri perut bila terinfeksi. setelah torsi dapat terjadi nekrosis dan infeksi. permukaan tumor umumnya rata. Nyeri. š Abortus. c. Komplikasi 1) Perdarahan sampai terjadi anemia.diangkat. Pemeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum Douglasi. Diagnosis Diagnosis mioma uteri ditegakkan berdasarkan: 1. 3. Palpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian bawah. Gejala klinis a. d.

Histerografi dan histeroskopi untuk menilai pasien mioma submukosa disertai dengan infertilitas. d. ketebalan endometriium dan keadaan adnexa dalam rongga pelvis. Uterus gravid. leiomiosarkoma sangat jarang karena USG tidak dapat membedakannya dengan mioma dan konfirmasinya membutuhkan diagnosa jaringan. gula darah. Laboratorium : darah lengkap. f. ureum. Penanganan konservatif sebagai berikut : Ø Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan. Penanganan Penanganan yang dapat dilakukan ada dua macam yaitu penanganan secara konservatif dan penanganan secara operatif. Hb . lebih lanjut uterus membesar dan berbentuk tak teratur. c. adenomiosis. Dalam sebagian besar kasus. Laparaskopi untuk mengevaluasi massa pada pelvis. Tes kehamilan. lokasi mioma. e. tetapi kedua pemeriksaan itu lebih mahal dan tidak memvisualisasi uterus sebaik USG. Untungnya. Mioma juga dapat dideteksi dengan CT scan ataupun MRI. 4. 1. 5. 2.a. g. Endometriosis. Kelainan bawaan rahim. urine lengkap. USG. kreatinin darah. Tumor solid ovarium. mioma mudah dikenali karena pola gemanya pada beberapa bidang tidak hanya menyerupai tetapi juga bergabung dengan uterus. untuk menentukan jenis tumor. 3. H. Diagnosis banding 1. Foto BNO/IVP pemeriksaan ini penting untuk menilai massa di rongga pelvis serta menilai fungsi ginjal dan perjalanan ureter. Perdarahan uterus disfungsional I. Ø Bila anemia. b. tes fungsi hati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful