P. 1
Donor Darah

Donor Darah

|Views: 212|Likes:

More info:

Published by: Richas Interisti Sumatra on Dec 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

³Dan

barangsiapa

yang

memelihara

kehidupan

seorang

manusia,

maka

seolah -olah

dia

telah

memelihara kehidupan manusia semuanya.´ (QS Al Maidah ayat 32) Darah sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebab darah menjadi ukuran kesehatan. Pada kejadian kejadian tertentu, seseorang mengalami kekurangan darah. Misalnya, setelah seseorang dioperasi, seseorang yang mengalami kecelakaan lalu lintas, seorang penderita DBD ( Demam Berdarah Dengue ) Stadium 3, dan sebagainya. Orang-orang yang mengalami kejadian tersebut akan sangat memerlukan darah. Di saat itulah transfusi darah amat dibutuhkan.

Transfusi darah adalah tindakan medis pemberian darah kepada penderita, yang darahnya telah tersedia dalam kemasan yang memenuhi syarat kesehatan dan telah melalui pemeriksaan -pemeriksaan dan diberikan secara langsung. Islam tidak melarang seorang Muslim atau Muslimah menyumbangkan darahnya untuk tujuan kemanusiaan, bukan demi komersialisasi. Dalam hal ini, baik darahnya disumbangkan secara langsung kepada orang yang memerlukan t ransfusi darah, misalnya untuk anggota keluarga sendiri, maupun diserahkan kepada Palang Merah atau Bank Darah untuk disimpan sewaktu-waktu untuk menolong orang yang memerlukan. Penerima darah dan donornya tidak

disyaratkan harus sama agama/kepercayaan, bangsa / suku bangsanya dan sebagainya. Karena menyumbangkan darah dengan ikhlas itu termasuk amal kemanusiaan yang sangat dihargai dan dianjurkan oleh Islam. Sebab dapat menyelamatkan jiwa manusia, sesuai dengan firman Allah diatas.

Berdasarkan pengalaman para donor yang telah menyumbangkan darahnya, telah banyak manfaat yang mereka peroleh setelah menyumbangkan darahnya. Antara lain:

1. 2.

Mengetahui golongan darahnya. Mengetahui tekanan darah secara berkala (tiga bulan sekali) pada setiap akan

menyumbangkan darahnya. 3. Dapat memperbarui darah di tubuhnya, karena telah menyumbangkan darahnya sebanyak 350 cc. Kemudian memperoleh darah yang baru pada bulan berikutnya 4. Mengganti sel-sel darah merah yang telah bermetabolisme secara teratur, Sel darah merah dibentuk dalam tubuh oleh hati, ginjal 5. Sarana amal kemanusiaan bagi yang sakit, kecelakaan, operasi dll(setetes darah merupakan nyawa bagi mereka) 6. 7. Orang yang aktif donor jarang terkena penyakit ringan maupun berat Pemeriksaan ringan secara triwulanan meliputi Tensi darah, kebugaran (Hb), gangguan kesehatan (hepatitis, gangguan dalam darah dll) 8. Mencegah stroke (Pria lebih rentan terkena stroke dibanding wanita karena wanita keluar darah rutin lewat menstruasi kalau pria sarana terbaik lewat donor darah aktif) 9. Dapat tidur nyenyak

10. Nafsu makan bertambah. Maha Benar firman Allah: ´ Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri´(QS Al Isra ayat 7). Marilah kita saling membantu sesama manusia, salah satunya dengan cara menyumbangkan darah kita untuk orang yang membutuhkan (donor darah). Janganlah kita memelihara kebencian, kedengkian,

kemurkaan dan permusuhan yang sering menimbulkan pertumpahan darah, sehingga banyak nyawa yang melayang karena kehabisan darah.

manfaat donor darah

Donor darah adalah proses dimana penyumbang darah secara suka rela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah, dan sewaktu -waktu dapat dipakai pada transfusi darah (wikipedia.com)

Ada manfaat yang sangat besar untuk kesehatan tubuh setelah melakukan donor darah bagi si pendonor : 1. Mengetahui Golongan Darah Tanpa di Pungut Biaya 2.Secara teratur memeriksakan kesehatan (tiap kali menjadi donor/tiap 3 bulan sekali) meliputi : tekanan darah, nadi, suhu, tinggi badan, berat badan, hemoglobine, penyakit dalam, penyakit hepatitis A dan C, Penyakit HIV/AIDS 3. Mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh 4. Pendonor yang secara teratur mendonorkan darah (setiap 3 Bulan) akan menurunkan Resiko Terkena penyakit Jantung terutama pada laki-laki sebesar 30% (British Journal Heart) seperti serangan jantung koroner dan stroke karena memungkinkan terjadinya pergantian sel darah baru. Badan merasa sehat. 5. Nafsu makan bertambah 6. Menanamkan jiwa sosial bisa jadi gemuk

Manfaat bagi penerima darah : 1. Sekali menjadi Donor dapat menolong/menyelamatkan 3 orang pasien yang berbeda. 2. Menyelamatkan jiwa seseorang secara langsung

MANFAAT DONOR DARAH
Mau bagi-bagi informasi nih mengenai manfaat donor darah baik bagi si penerima Donor maupun bagi si pendonor sendiri ,sebelumnya sebaiknya kita harus tahu dulu mengenai Pengertian : Donor darah adalah proses dimana penyumbang darah secara suka rela diambil darahnya untuk disimpan di bank darah, dan sewaktu-waktu dapat dipakai pada transfusi darah

Transfusi darah: Transfusi darah Adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah. Setelah kita tahu mengenai apa itu Donor Darah yang biasanya dilakukan mengenai Transfusi Darah , selanjutnya kita lihat bersama uraian berikut : "Apa Manfaat Donor" Bagi si penerima donor Sekantong darah yang didonorkan seringkali dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Darah adalah komponen tubuh yang berperan membawa nutrisi dan oksigen ke semua organ tubuh, termasuk organ-organ vital seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Jika darah yang beredar di dalam tubuh sangat sedikit oleh karena berbagai hal, maka organ-organ tersebut akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Akibatnya, dalam waktu singkat terjadi kerusakan jaringan dan kegagalan fungsi organ, yang berujung pada kematian.Untuk mencegah hal itu, dibutuhkan pasokan darah dari luar tubuh. Jika darah dalam tubuh jumlahnya sudah memadai, maka kematian dapat dihindari. Bagi si Pendonor darah Bagi pendonor sendiri banyak manfaat yang dapat dipetik darimendonorkan darah. Beberapa diantaranya adalah : 1. Mengetahui golongan darah. Hal ini terutama bagi yang baru pertamakali mendonorkan darahnya. 2. Mengetahui beberapa penyakit tertentu yang sedang di derita. Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi). Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dsb. 3. Mendapat pemeriksaan fisik sederhana, seperti pengukurantekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan. 4. Mencegah timbulnya penyakit jantung. SIAPA SAJA YANG MENJADI PENERIMA DONOR? Ada berbagai macam kondisi dan penyakit yang membutuhkan transfusi darah. Beberapa diantaranya adalah : ‡Luka yang menimbulkan perdarahan hebat, misalnya kecelakaan mobil, luka sayat, luka tusuk, luka tembak, dll. ‡Pembedahan yang menyebabkan keluarnya darah dalam jumlah besar, misalnya pembedahan jantung, pembedahan perut, dll. ‡Penyakit tertentu seperti penyakit hati (liver), penyakit ginjal, kanker, anemia defisiensi besi, anemia sel sabit, anemia fanconi, anemia hemolitik, anemia aplastik, talasemia, hemofilia, trombositopenia, dll. SIAPA SAJA YANG BOLEH MENJADI PENDONOR DONOR?

‡Pendonor berusia antara 17 - 60 tahun dengan berat badan minimal 45 kg. Usia 17 tahun harus dengan ijin tertulis dari orangtua. ‡Tanda vital baik. Biasanya diperiksa sesaat sebelum mendonorkan darah. Tanda vital tersebut adalah : Tekanan darah sistol = 110 - 160 mm Hg dan diastol = 70 - 100 mm Hg; Denyut nadi teratur, yaitu 50 - 100 kali/ menit; Suhu tubuh 36,6 - 37,5 derajat Celcius (oral). ‡Jika pernah mendonorkan darah, maka pendonoran yang terakhir sudah lebih dari 3 bulan yang lalu. SIAPA SAJA YANG TIDAK BOLEH MENJADI PENDONOR DONOR? Seseorang tidak boleh mendonorkan darahnya jika : ‡Pernah menderita hepatitis B. ‡Menderita tuberkulosis, sifilis, epilepsi dan sering kejang. ‡Ketergantungan obat, alkoholisme akut dan kronik. ‡Dalam jangka waktu 1 tahun: sesudah operasi besar, sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies terapeutik, atau sesudah transplantasi kulit. ‡Dalam jangka waktu 6 bulan: sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis, sesudah transfusi, sesudah tattoo/tindik telinga, sesudah persalinan, atau sesudah operasi kecil. ‡Dalam jangka waktu 2 minggu: sesudah vaksinasi virus hidup parotitis, measles, tetanus toksoid. ‡Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang. ‡Sedang hamil atau menyusui. ‡Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi. ‡Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus difteri. ‡Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk. ‡Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polisitemiavera. ‡Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril) ‡Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah. Akhirnya saya menghimbau Mari donorkan darah anda untuk kemanusiaan Tetes darah anda dapat menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita yang lain. Terima Kasih

Manfaat Mendonorkan Darah

Manfaat Donor Darah. Donor darah atau penyumbang darah adalah orang yang secara sukarela memberikan darah untuk maksud dan tujuan transfusi darah.Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta atau Bank Darah di rumah sakit-rumah sakit membutuhkan darah yang sehat dan aman untuk ditransfusikan pada yang membutuhkannya.

Dalam formulir pendaftaran donor darah terdapat pertanyaan-pertanyaan yang sangat diperlukan untuk mencegah pengambilan darah selama periode "Jendela" dari virus-virus tertentu, misalnya Virus AIDS, Hepatitis C. Periode ini dapat berlangsung selama 2(tiga) bulan atau lebih. Yang disebut periode "Jendela" ialah ada virus di dalam aliran darah, tetapi belum ada antibody virus yang dapat diperiksa melalui pemeriksaan darah di laboratorium, dan virus dapat masuk ke dalam darah pasien yang menerima darah dalam periode ini. Kelangsungan hidup pasien yang menerima darah sangat tergantung pada kejujuran calon donor darah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan merupakan upaya mencegah sehubungan risiko terhadap calon donor darah atau pada calon penerima darah dan juga untuk menentukan bagaimana dapat menggunakan darah dari donor darah seefektif mungkin. Tidak mungkin memeriksa darah untuk setiap infeksi penyakit, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada formulir pendaftaran merupakan cara untuk meyakinkan keselamatan darah yang akan ditransfusikan.

Apabila calon donor darah merasa bahwa ia perlu diperiksa untuk sesuatu sebab atau termasuk berisiko tinggi "Jangan Donor Darah". Apabila calon donor darah ragu-ragu tentang boleh tidaknya menyumbangkan darahnya, dapat bertanya pada petugas atau dapat langsung pulang meninggalkan ruangan. Berdasarkan pengalaman para donor yang telah menyumbangkan darahnya, telah banyak manfaat yang mereka peroleh setelah menyumbangkan darahnya. Antara lain :

1. Mengetahui golongan darahnya.

2. Mengetahui tekanan darah secara berkala (tiga bulan sekali) padasetiap akan menyumbangkan darahnya.

3. Dapat memperbarui darah di tubuhnya, karena telah menyumbangkandarahnya sebanyak 350 cc. Kemudian memperoleh darah yang baru pada bulan berikutnya.

4. Dapat tidur nyenyak.

5. Nafsu makan bertambah.

Maha Benar firman Alloh : " Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ( QS Al Isra ayat 7 )

Marilah kita saling membantu sesama manusia, salah satunya dengan cara menyumbangkan darah kita untuk orang yang membutuhkan (donor darah). Janganlah kita memelihara kebencian, kedengkian, kemurkaan dan permusuhan yang sering menimbulkan pertumpahan darah, sehingga banyak nyawa yang melayang karena kehabisan darah.

Bersedekah itu bukan hanya dengan harta saja, namun bisa dengan apa saja yang kita miliki, misalnya bersedekah dengan menyumbangkan darah demi untuk menolong orang lain.

MANFAAT DONOR DARAH

oleh Ustadz H. M. Haris Damrah

"Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." ( QS Al Maidah ayat 32 )

Darah sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebab darah menjadi ukuran kesehatan. Pada kejadian-kejadian tertentu, seseorang mengalami kekurangan darah. Misalnya, setelah seseorang dioperasi, seseorang yang mengalami kecelakaan lalu lintas, seorang penderita DBD ( Demam Berdarah Dengue ) Stadium 3, dan sebagainya. Orang-orang yang mengalami kejadian tersebut akan sangat memerlukan darah. Di saat itulah transfusi darah amat dibutuhkan.

Transfusi Darah

Transfusi darah adalah tindakan medis pemberian darah kepada penderita, yang darahnya telah tersedia dalam kemasan yang memenuhi syarat kesehatan dan telah melalui pemeriksaan-pemeriksaan dan diberikan secara langsung. Islam tidak melarang seorang Muslim atau Muslimah menyumbangkan darahnya untuk tujuan kemanusiaan, bukan demi komersialisasi. Dalam hal ini, baik darahnya disumbangkan secara langsung kepada orang yang memerlukan transfusi darah, misalnya untuk anggota keluarga sendiri, maupun diserahkan kepada Palang Merah atau Bank Darah untuk disimpan sewaktu-waktu untuk menolong orang yang memerlukan. Penerima darah dan donornya tidak disyaratkan harus sama agama/kepercayaan, bangsa / suku bangsanya dan sebagainya. Karena menyumbangkan darah dengan ikhlas itu termasuk amal kemanusiaan yang sangat dihargai dan dianjurkan oleh Islam. Sebab dapat menyelamatkan jiwa manusia, sesuai dengan firman Allah diatas.

Haiyo siapa berani menyusul untuk mendonorkan darahnya ?

[porsenipar] Artikel & Berita Seputar Donor Darah Agus Rasidi Sun, 20 Apr 2008 21:54:48 -0700
Seluk Beluk PMI dan Donor Darah

Apakah benar PMI melakukan jual beli darah? Tidak benar. Darah yang akan ditransfusikan memerlukan pengolahan lebih dahulu sehingga tidak membahayakan bagi yang menerima darah. Dalam pengolahan ini membutuhkan biaya dan dibebankan kepada pengguna darah; disebut service cost atau biaya pengganti pengolahan darah. Biaya ini digunakan antara lain untuk: Pembelian kantong darah Pembelian reagen untuk pemeriksaan golongan darah dan uji cocok serasi Pembelian reagen untuk pemeriksaan uji saring: HBsAg, AntiHCV, AntiHIV, RPR (sifilis) Service Donor Gaji karyawan Pengembangan Unit Transfusi Darah (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta) Jika membawa donor sendiri (dari keluarga/teman) ? kok tetap dikenakan biaya

Ya benar. Jika ada yang membutuhkan darah kemudian menggunakan darah dari stok PMI maupun dari keluarga, service cost yang dikenakan adalah sama. Karena baik donor sukarela maupun donor pengganti sama -sama tidak dibayar. S eperti tersebut di atas, biaya itu adalah biaya untuk penggantian pengolahan darah. (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta) Apa yang didapatkan oleh donor setelah menyumbangkan darahnya? Setelah menyumbangkan darah, donor yang budiman akan mendapatkan menu donor, yaitu segelas susu, makanan ringan, dan suplemen penambah darah. Selain itu juga akan mendapatkan "Kartu Fasilitas untuk Donor Darah Sukarela". Kartu ini berisi pembebasan service cost jika suatu saat donor itu sendiri membutuhkan darah, keringanan sebesar 50% dari service cost jika ada keluarga si donor yang membutuhkan darah dan pengobatan gratis di poliklinik umum PMI bagi donor jika sakit. Masa berla kunya kartu ini hanya tiga bulan, sehingga diharapkan tiga bulan kemudian si donor mau menyumbangkan darahnya lagi. (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta) Saya mau donor jika sudah ada yang meminta saja! Kapan seorang donor mau menyum bangkan darahnya adalah hak masing -masing donor. Kami hanya ingin memberikan gambaran stok darah yang ada di PMI. Permintaan darah setiap bulannya memang kurang lebih ada sebanyak 3000 kantong darah.

Jumlah donor sukarela yang menyumbangkan darahnya 100 0 - 1200 per bulan. Sehingga setiap bulannya PMI masih kekurangan 1800 - 2000 kantong darah. Jadi wajar jika bapak/ibu/saudara ketika membutuhkan darah PMI tidak mempunyai stok/persediaan. Nah, kondisi inilah yang mungkin memunculkan pertanyaan seperti tersebut di atas. Agar setiap orang yang membutuhkan darah langsung dapat dipenuhi oleh PMI, maka marilah mulai saat ini, mulai dari diri sendiri menjadi donor darah sukarela secara rutin tiap 3 bulan sekali. (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta) Jika saat membutuhkan darah, di PMI tidak ada stok darah, langkah apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan darah? Yang pertama adalah mencari keluarga atau teman yang dapat menjadi donor pengganti. Jika tidak ada, bertanya kepada petugas siapa "donor on call" yang dapat dihubungi. Jangan sekali -kali menggunakan jasa donor bayaran atau calo donor! Oleh karena itu seyogyanya setiap kantor atau lingkungan tempat tinggal mempunyai daftar ora ng-orang yang bersedia menjadi donor (kelompok donor). (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta) Kapan dilakukan pemeriksaan uji saring? Pemeriksaan uji saring terhadap infeksi yang menular lewat transfusi darah meliputi HBSAg, AntiHCV, AntiHIV, dan RPR, dilakukan setelah darah disadap dari donor. Sehingga saat ditransfusikan darah tersebut sudah bebas dari keempat macam infeksi tersebut. (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta) Bagaimana perlakuan UTD (Unit Transfusi uji saringnya reaktif/positif? Darah) terhadap darah yang hasil

Darah tersebut tentu saja tidak akan dikeluarkan untuk pasien. Darah ini akan kami musnahkan sesuai prosedur yang berlaku. Dan donor darimana darah ini berasal akan kami beritahu hasil pe meriksaan tersebut sehingga mencegah dia mendonorkan darahnya lagi di lain waktu dan lain tempat. (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta) Apakah manfaat donor darah bagi pendonor? Tidak ada manfaat langsung menjadi donor darah. Namun dengan mendonorkan darah secara rutin setiap tiga bulan sekali, maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi sel -sel darah baru, sedangkan fungsi sel -sel darah merah adalah untuk oksigenisasi dan mengangkut sari -sari makanan. Dengan demikian fungsi darah menjadi lebih baik sehingga donor menjadi SEHAT. Selain itu, kesehatan pendonor akan selalu terpantau karena setiap kali donor dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana dan pemeriksaan uji saring darah

terhadap infeksi yang dapat d itularkan lewat darah. (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta) http://www.golongandarah.net/artikel_detail.php?act=view&id=2 Donor Darah, Mulia dan Tabungan Pa hala Submitted by News Aggregator on Sat, 04/02/2006 - 09:47. Tags: a.. Berita Umum Wakil Ketua PMI Samarinda Drs Sutoro T MM mengungkapkan, ia telah menyumbangkan darah sebanyak 17,5 liter. Tiap kali donor, ia menyumbangkan 250 cc, berarti sudah 70 kali membantu orang lain yang memerlukannya. Dengan rutin donor katanya, badan akan lebih fit. Yang perlu diperhatikan, lanjutnya, sebagai pendonor justru kondisinya selalu terjaga karena tiap tiga bulan atau secepatnya 2,5 bulan dipantau melalui check up ringan. Tidak kalah penting, katanya, adalah perlu menjaga keseimbangan antara makan bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup. Makna donor darah sebenarnya tidak saja menyumbangkan darah sebagai wujud kepedulian kepada sesama. Lebih dari itu, pe ndonor secara dini dipantau karena darah yang diambil diperiksa dan dianalisa secara teliti sebelum ditransfusikan kepada orang lain yang memerlukan. "Dengan menjadi donor, kesehatan kita, khususnya darah justru terpantau dengan baik. Berarti ada manfaat berganda," ujar Ketua Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PD2I) Unit Dinas Pendidikan Nasional Kaltim ini kepada Kaltim Post, kemarin. Pertama; menolong orang lain karena setetes darah dapat menyelamatkan jiwa dan juga memasti kan kondisi kesehatan sendiri. Kedua; dengan donor tidak kehilangan kepedulian sosial. Sisi lainnya, kita dapat menabung pahala untuk hari kemudian. Sutoro mengingatkan, jika masyarakat ingin menjadi donor darah harus memenuhi persyaratan yang dirujuk peraturan dari PMI, yaitu seseorang pendonor potensial adalah berusia 17 -60 tahun, berat badan minimal 45 kilogram, kadar hemoglobin minimal 12,5, tekanan darah sistolik 100 -180 mmHg dan diastolik 50 -100 mmHg. Sementara orang yang tidak berpotensi men jadi donor adalah penderita penyakit hepatitis, sipilis, HIV/AIDS, jantung, hati, paru, ginjal, kencing manis, kanker, kejang, pendarahan, malaria, DBD, dan penyakit kulit kronis. Selain itu ibu yang sedang menyusui, hamil dan haid dalam jangka 6 bulan, setelah transfusi, operasi kecil, tato, imunisasi, dan persalinan juga tidak boleh. (ah)

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Samarin da&id=147118 seperti dikutip oleh http://www.samarinda.go.id/node/6722 Manfaat Donor Darah

Menurut dr. Sonia Grania Wibisono (sumber portal Depkes), donor darah akan membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan masalah jantung lainnya. Penelitian menunjukkan, mendonorkan darah akan mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh. Walau masih perlu penelitian lagi untuk memastikannya, kelebihan zat besi did uga berperan menimbulkan kelainan pada jantung. Kelebihan itu akan membuat kolesterol jahat (LDL) membentuk aterosklerosis (plak lemak yang akan menyumbat pembuluh darah). Menurunnya angka masalah penyakit jantung terutama terlihat pada para pendonor ya ng tidak merokok.

Ada pendapat, mereka yang usianya kurang dari 21 tahun atau lebih dari 65 tahun tidak dapat menjadi pendonor. Sesungguhnya, orang yang berusia antara 17-75 tahun dapat melakukannya. Malah, setelah berusia lebih dari 75 tahun pun, bila dinyatakan sehat dan diizinkan oleh dokter yang bersangkutan masih dapat berdonor.

http://www1.bumn.go.id/events.html?id=2181&yy=2007&mm=03 30 Januari 200 8 Donor Darah Apa manfaat darah donor bagi penerima (resipien)? Sekantong darah yang didonorkan seringkali dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Darah adalah komponen tubuh yang berperan membawa nutrisi dan oksigen ke semua organ tubuh, termasuk organ -organ vital seperti otak, jantung, paru -paru, ginjal, dan hati. Jika darah yang beredar di dalam tubuh sangat sedikit oleh karena berbagai hal, maka organ -organ tersebut akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Akibatnya, dalam w aktu singkat terjadi kerusakan jaringan dan kegagalan fungsi organ, yang berujung pada kematian.

Untuk mencegah hal itu, dibutuhkan pasokan darah dari luar tubuh. Jika darah dalam tubuh jumlahnya sudah memadai, maka kematian dapat dihindari. Siapa saja yang menjadi penerima darah? Ada berbagai macam kondisi dan penyakit yang membutuhkan transfusi darah. Beberapa diantaranya adalah : 1.. Luka yang menimbulkan perdarahan hebat, misalnya kecelakaan mobil, luka sayat, luka tusuk, luka tembak, dll. 2.. Pembedahan yang menyebabkan keluarnya darah dalam jumlah besar, misalnya pembedahan jantung, pembedahan perut, dll. 3.. Penyakit tertentu seperti penyakit hati (liver), penyakit ginjal, kanker, anemia defisiensi besi, anemia sel sabit, anemia fanc oni, anemia hemolitik, anemia aplastik, talasemia, hemofilia, trombositopenia, dll. Apa manfaat mendonorkan darah? Bagi pendonor sendiri banyak manfaat yang dapat dipetik dari mendonorkan darah. Beberapa diantaranya adalah : 1.. Mengetahui golongan darah. Hal ini terutama bagi yang baru pertama kali mendonorkan darahnya. 2.. Mengetahui beberapa penyakit tertentu yang sedang di derita. Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi). Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dsb. 3.. Mendapat pemeriksaan fisik sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan. 4.. Mencegah timbulnya penyakit jantung. Hasil penelitian yang mendukung pernyataan ini dapat di baca di sini dan di sini. Siapa saja yang boleh mendonorkan darah? 1.. Pendonor berusia antara 17 - 60 tahun dengan berat badan minimal 45 kg. Usia 17 tahun harus dengan ijin tertulis dari orang tua. 2.. Tanda vital baik. Biasanya diperiksa sesaat sebelum mendonorkan darah. Tanda vital tersebut adalah : Tekanan darah sistol = 110 - 160 mm Hg dan diastol = 70 - 100 mm Hg; Denyut nadi teratur, yaitu 50 - 100 kali/ menit; Suhu tubuh 36,6 - 37,5 derajat Celcius (oral). 3.. Jika pernah mendonorkan darah, maka pendonoran yang terakhir sudah lebih dari 3 bulan yang lalu. Siapa saja yang tidak boleh mendonorkan darah? Seseorang tidak boleh mendonorkan darahnya jika : 1.. 2.. 3.. 4.. Pernah menderita hep atitis B. Menderita tuberkulosis, sifilis, epilepsi dan sering kejang. Ketergantungan obat, alkoholisme akut dan kronik. Dalam jangka waktu 1 tahun: sesudah operasi besar, sesudah injeksi

terakhir imunisasi rabies terapeutik, atau sesudah transplantasi kulit. 5.. Dalam jangka waktu 6 bulan: sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis, sesudah transfusi, sesudah tattoo/tindik telinga, sesudah persalinan, atau sesudah operasi kecil. 6.. Dalam jangka waktu 2 minggu: sesudah vaksinasi virus hidup parotitis, measles, tetanus toksoid. 7.. Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang. 8.. Sedang hamil atau menyusui. 9.. Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi. 10.. Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus difteri. 11.. Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk. 12.. Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misa lnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polisitemiavera. 13.. Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti -ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril) 14. Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah. Referensi : 1.. PMI (2002) : Serba Serbi Transfusi Darah. 2.. Blood Center (2005) : 56 Facts About Blood and Blood Donation. http://www.wartamedika.com/2008/01/donor -darah.html

ps : Kemarin, di Masjid Ar -Royyan telah diadakan kegiatan DONOR DARAH yang diselenggarakan oleh FKM ( Forum Komunikasi Masjid ) se BDB 2 dan BDB 3, dimana 3 bulan sebelumnya ( Januari 2008 ) di adakan di Masjid Al Amin, BDB 2. Tiga bulan berikutnya di mushola Al Ikhlas ya ? Kemarin hanya didapat 24 kantong saja ( dari 26 calon pendonor, 2 tidak lolos ).

Hampir semua kita sepakat bahwa mendonorkan darah adalah perbuatan mulia. Apalagi, kerapkali darah yang didonorkan tersebut menyelamatkan si penerima dari kematian. Tetapi, ketika kita diminta untuk mendonorkan darah kita, berbagai keraguan muncul. Mungkin akan terlintas dipikiran kita, kengerian ketika pembuluh darah vena ditusuk dengan jarum dan ketika darah kita mengucur deras ke kantong darah. Keraguan juga timbul saat kita merasa darah kita masih sedikit, tekanan darah kita rendah, atau hemoglobin (Hb) darah kita kurang, atau mungkin nanti kita akan pingsan. Biasanya, kita akan berkata, untuk saat ini saya belum siap mendonorkan darah. Padahal, proses donor darah adalah proses medis biasa. Dengan teknik yang telah maju, prosedur ini dapat dilakukan senyaman dan seaman mungkin. Seluruh rangkaian proses donor darah dari pemeriksaan awal sampai pemulihan biasanya memakan waktu satu jam atau kurang. Untuk pengambilan darah sendiri biasanya hanya berlangsung sekitar lima belas menit. (Wikipedia,2007)

Jarum yang digunakan untuk menusuk pembuluh darah vena ad alah jarum kecil, steril dan sekali pakai (disposable). Dengan demikian, risiko infeksi sangat kecil. Rasa nyeri yang timbul saat penusukan biasanya ringan, boleh dikata seperti digigit semut. Setelah jarum direkatkan dengan plaster ke lengan dan darah mengalir ke kantong darah, rasa nyeri biasanya tidak ada lagi. Darah yang diambil pun tidak banyak, hanya 350 ml. Bandingkan darah yang beredar dalam tubuh kita, yaitu sekitar 5 liter (Blood Center,2005). Lagipula, darah ini akan segera tergantikan oleh sel darah yang diproduksi sum-sum tulang. Selain itu, untuk menjamin keselamatan pendonor dan penerima darah, beberapa syarat harus dipenuhi, antara lain (PMI, 2002) : 1. 2. Pendonor berusia antara 17 - 60 tahun dengan berat badan minimal 45 kg. Usia 17 tahun harus dengan ijin tertulis dari orangtua. Tanda vital baik: Tekanan darah sistol = 110 - 160 mm Hg dan diastol = 70 - 100 mm Hg; Denyut nadi teratur, yaitu 50 - 100 kali/ menit; Suhu tubuh 36,6 - 37,5 derajat Celcius (oral) 3. 4. Kadar Hemoglobin (Hb) untuk wanita minimal = 12 gr % dan untuk pria minimal = 12,5 gr % Jarak penyumbangan darah minimal 3 bulan.

Syarat lain adalah seseorang tidak boleh menjadi donor pada keadaan (PMI, 2002) : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pernah menderita hepatitis B Menderita tuberkulosis, sifilis, epilepsi dan sering kejang. Ketergantungan obat, alkoholisme akut dan kronik. Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah operasi besar, sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies terapeutik, atau sesudah transplantasi kulit. Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderi a hepatitis, sesudah t transfusi, sesudah tattoo/tindik telinga, sesudah persalinan, atau sesudah operasi kecil Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis, measles, tetanus toksoid. Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang. Sedang hamil atau menyusui. Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi.

10. Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus difteri. 11. Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk. 12. Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera. 13. Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril) 14. Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah. Sebagaimana prosedur medis lainnya, pada donor darah juga dapat timbul efek samping. Walaupun demikian, efek samping tersebut jarang terjadi. Selain it u, petugas yang mendampingi kita saat donor darah sudah terlatih untuk mengatasinya.

Efek samping biasanya timbul akibat turunnya tekanan darah yang menyertai berkurangnya volume darah. Gejalanya adalah pusing, mual, atau pingsan. Dengan berbaring beberap saat dan a minum banyak air, gejala ini biasanya hilang. Pada kasus yang berat, proses donor darah dapat dihentikan, diperlukan pemberian cairan infus, dan tubuh diposisikan dalam posisi Trendelenburg (telentang dengan kaki diangkat). Agar kita terhindar dari efek samping diatas, kondisi tubuh sebelum mendonorkan darah mesti dipersiapkan, yaitu dengan minum banyak tetapi hindari kopi, makan terlebih dahulu, dan istirahat yang cukup. Beberapa keuntungan yang dapat kita ambil dari donor darah selain rasa baha gia dapat membantu orang lain adalah mengetahui golongan darah dan penyakit dalam darah kita. Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi) (Blood Center, 2005). Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dsb. Selain itu mendonorkan darah membantu meregenerasi sel darah yang beredar dalam tubuh kita. Referensi : 1. 2. 3. Wikipedia (2007) : Blood Donation. Dikutip pada 25 Nop 07. Link: http://en.wikipedia.org/wiki/Blood_donation Blood Center (2005) : 56 Facts About Blood and Blood Donation. Dikutip pada 25 Nop 07. Link : http://www.bloodcenters.org/aboutblood/bloodfacts.htm PMI (2002) : Serba Serbi Transfusi Darah. Dikutip pada 25 Nop 07. Link: http://www.palangmerah.org/pelayanan_transfusi.asp

Pengetahuan warga tentang donor darah masih sangat minim. Padahal donor darah sangat bermanfaat untuk kesehatan untuk individu serta mempercepat pembentukan sel darah baru yang dapat membuat tubuh lebih sehat dan segar. Apalagi dengan menyumbangkan darah, kita telah menyelamatkan nyawa orang lain yang membutuhkan dan meru -pakan bagian dari amal ibadah kita. Syarat Jadi Donor Adapun syarat-syarat seseorang bisa menjadi donor darah adalah sebagai berikut: 1. Usia 17-60 tahun (pada usia 17 tahun dapat menjadi donor bila mendapat ijin dari orangtua). 2. Berat badan minimum 45 kilogram. 3. Temperatur tubuh 36,6-37,5 derajat Celcius. 4. Tekanan darah baik, yaitu: systole=110-160 mm Hg, diastole=70-100 mm Hg. 5. Denyut nadi teratur yaitu antara 50-100 kali perdetik.

6. Hemoglobin. Wanita minimal 12 gr persen, pria minimal 12,5 gr persen. 7. Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang kurangnya 3 bulan. Jarak donasi minimal 2,5 bulan (10 minggu). Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor. 8. Sebelum donasi harus cukup tidur minimal 5 jam dan sudah makan. 9. Bagi wanita, tidak sedang hamil, haid dan menyusui. Sekantong darah yang didonorkan seringkali dapat menyelamatkan seseorang. Darah adalah komponen tubuh yang berperan membawa nutrisi dan oksegen ke semua organ tubuh. Termasuk organ-organ vital seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal dan hati. Jika darah yang beredar dalam tubuh sangat sedikit, maka organ tubuh tersebut akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Akibatnya, dalam waktu singkat terjadi kerusakan jaringan dan kegagalan fungsi organ yang berujung pada kematian. Untuk mencegah hal itu, dibutuhkan pasokan darah dari luar tubuh. Jika darah dalam tubuh jumlahnya sudah memadai, maka kematian kemungkinan lebih besar dapat dihindari. Penerima Darah Beberapa kondisi dan penyakit yang membutuhkan transfusi darah adalah sebagai berikut: 1. Luka yang membutuhkan pendarahan hebat, misalnya kecelakaan mobil, luka sayat, luka tusuk, dan lainnya. 2. Pembedahan yang mengakibatkan keluarnya darah dalam jumlah besar seperti pembedahan jantung, perut dan lainnya. 3. Penyakit tertentu seperti penyakit hati (liver), penyakit ginjal, kanker, anemia, talasemia, hemofilia, dan lainnya. Manfaat Pendonor Darah adalah bagian vital dari manusia yang belum bisa dibut tiruannya. Karena itu donor darah merupakan tindakan yang sangat mulia karena dapat menyelamatkan nyawa manusia pada saatsaat kritis. Selain bersifat mulia, mendonorkan darah ternyata bermanfaat bagi kesehatan tubuh si pendonor, contohnya: 1. Mengetahui golongan darah. Hal ini terutama bagi yang pertama kali mendonorkan darahnya. 2. Mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh. 3. Mengetahui beberapa penyakit tertentu yang diderita. Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 di antaranya untuk penyakit infeksi seperti HIV/AIDS, hepatitis C, syphilis, malaria dll) 4. Mendapat pemeriksaan fisik secara sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, denyut nadi, dan pernafasan.

5. Membuat badan lebih sehat dan bugar, menyumbangkan darah memungkinkan terjadinya pergantian darah baru sehingga metabolisme tubuh menjadi lancar yang dapat menghindari serangan penyakit jantung. 6. Selain bermanfaat bagi kesehatan, dengan mendonorkan darah be rarti menjaga kita supaya tidak kehilangan keperdulian sosial.***

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->