PENDAHULUAN

Ada sebuah bagian dalam ilmu kesehatan anak, yang mempelajari dan mengkaji aspek-aspek sosial yang berhubungan baik secara langsung maupun tak langsung dengan kesehatan anak, yaitu pediatri sosial. Pediatri Sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, dan rehabilitasi. Selain itu juga menangani seluruh aspek kehidupan anak, mulai dari hubungan anak dengan keluarga, hingga interaksi dan hubungan dengan lingkungan. Pediatri sosial sangat dekat kaitannya dengan pengkajian pola tumbuh kembang anak. Banyak hal yang menjadi perhatian dalam pediatri sosial di antaranya mengenai imunisasi, masalah gizi anak, gangguan tumbuh kembang, psikologi anak, penanganan child abuse, drugs abuse, pekerja anak hingga anak-anak pengungsi. Pediatri sosial bukanlah sebuah disiplin ilmu tersendiri. Namun lebih dari perpaduan berbagai profesi yang terlibat di dalamnya guna memberikan masukan baik secara klinis maupun preventif bagi masalah-masalah pediatri secara garis sosial. Pediatri sosial merupakan suatu usaha atau cara pendekatan yang dilakukan secara terus menerus pada anak, dimulai sejak dalam kandungan, waktu lahir, bayi, sampai usia remaja, agar anak dapat tumbuh dan kembang sebaik-baiknya. Sebetulnya seluruh bidang pediatri yang ada sekarang ini masuk ke dalam pediatri sosial. Dapat dikatakan bapak segala ilmu mengenai pediatri itu adalah pediatri sosial. Bidang ini menjadi dasar yang memberi kesempatan pada setiap anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal secara fisik, intelektual, dan emosional. Dengan demikian seorang anak akan berpeluang lebih baik untuk menjadi seorang dewasa yang sehat dan produktif. Dengan pemikiran ini sebenarnya upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak harus lebih diutamakan kepada upaya dalam bidang pediatri pencegahan yang termasuk dalam pediatri sosial. Oleh karena pentingnya peranan pediatri sosial dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak, maka kami tertarik membahas pediatri sosial secara lebih mendalam dalam makalah ini.

1

I.

GARIS BESAR PEDIATRI SOSIAL
1. Ryle (Oxford) : a. Pediatri sosial adalah pediatri yang diterapkan di dinas kesehatan dan seorang anak dianggap sebagai socius, fellow human being (karena untuk pertumbuhan dan perkembangan, seorang anak memerlukan orang lain sebagai teman), menghilangkan faktor-faktor yang kiranya dapat menghambat kesehatan dan tidak hanya meringankan atau menghilangkan sesuatu penyakit. b. Pediatri diterapkan didalam masyarakat anak untuk mengurangi penyakit yang dapat dicegah dan untuk meningkatkan kesehatan anak seoptimum mungkin.

DEFINISI PEDIATRI SOSIAL

2. De Haas (Leiden) : Pediatri Sosial adalah sebagian dari Ilmu Kedokteran Umum yang memperhatikan anak yang sehat (the so called healthy child) dari konsepsi sampai dengan masa remaja dan memperhatikan pula keadaan sosial & ekonomi dan kebersihan (higiene) daripada keluarga dan masyarakat. Anak yang sehat dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu anak normal (tidak cacat) dan anak cacat. Oleh karena keadaan sosial, ekonomi, dan kebersihan keluarga/masyarakat perlu diperhatikan, maka diwajibkan pula untuk melakukan kunjungan rumah. 3. Senegal (Paris) : Pediatri Sosial mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak secara jasmani, rohani, sosial, dan pendidikan. Mempelajari pula faktor-faktor yang mempengaruhi anak pada waktu sehat dan sakit. 4. FKUI Pediatri sosial mempelajari: 1. sosial. 2. Keperluan anak pada umur-umur tertentu, supaya pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan sebaik-baiknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak baik jasmani, rohani, maupun

2

3.

Lingkungan

dan

usaha-usaha

memperbaiki

lingkungan

anak

sedemikian rupa, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya. PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN MENYELURUH PADA ANAK SECARA UTUH Pediatri sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi. Upaya pelayanan kesehatan ini dilakukan secara rutin dan menjangkau semua tahapan atau kelompok tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak memperoleh derajat kesehatan fisis, intelektual juga emosional yang utuh. Untuk itu diperlukannya perhatian tak hanya pada segi biologis sang anak, tetapi juga dari segi psikososial. Dalam garis besarnya upaya pediatri pencegahan lebih bersifat menghindarkan dan mencegah terjadinya penyakit serta mencegah terjadinya penyimpangan tingkah laku dan keterbatasan fisik, ketimbang mengobati atau merehabilitasi. Pada prakteknya kegiatan ini dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer mencakup berbagai upaya untuk menghindarkan penyakit sebelum penyakit itu timbul, antara lain untuk tingkat komunitas dapat berupa penyediaan air bersih dan fasilitas kesehatan, pembuangan limbah, penanganan terhadap berbagai kenakalan remaja. Untuk tingkat individual dapat berupa pelayanan ibu hamil, evaluasi tumbuh kembang anak secara berkala, imunisasi, pasteurisasi susu dan sebagainya. Untuk masa produktif pun perlu diperhatikan pencegahan primer, yang dapat berupa informasi pola makan yang sehat dan pola hidup sehat (misalnya tidak merokok) yang tentunya diharapkan dapat mengurangi kejadian timbulnya penyakit-penyakit di kemudian hari. Pencegahan sekunder meliputi upaya mengenal, mengatasi, dan menghindarkan faktor penyebab sakit, termasuk juga upaya mengenal dan memulihkan sakit pada stadium awal, misalnya penjaringan terhadap suatu penyakit seperti diabetes, tuberculosis, skoliosis atau thallasemia. Pada pencegahan tersier termasuk upaya memperbaiki, memulihkan, dan menghentikan cacat akibat suatu penyakit. Materi dan upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar diberbagai negara akan berlainan, namun unsur pokoknya tetap serupa; yaitu mencakup :

3

4 . 6. Pengadaan obat esensial. 3. 2. Wanita. 7. PENGERTIAN “ANAK” DALAM ILMU KESEHATAN ANAK Tahap-tahap tumbuh kembang anak 1. 3. Pengobatan yang memadai terhadap penyakit dan gangguan kesehatan umum lain. usia 15 – 20 tahun a. Pengadaan dan penyediaan air bersih serta sanitasi lingkungan. - Masa pranatal Masa embrio : konsepsi – 8 minggu Masa janin/fetus : 9 minggu – lahir Masa bayi : usia 0 – 1 tahun a. Imunisasi terhadap penyakit infeksi. Pelayanan kesehatan ibu dan anak. Masa neonatal : usia 0 – 28 hari Masa neonatal dini : 0 – 7 hari Masa neonatal lanjut : 8 – 28 hari b. usia 10 – 15 tahun Masa remaja lanjut Wanita. 5. Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun Masa prasekolah : usia 1 – 6 tahun Masa sekolah : usia 6 – 18/20 tahun Masa pra-remaja : usia 6 – 10 tahun Masa remaja : Masa remaja dini b.1. usia 13 – 18 tahun Pria. Penyuluhan kesehatan. khususnya tentang cara pencegahan dan pengelolaan penyakit. termasuk program KB. 4. usia 8 – 13 tahun Pria. 8. 2. 4. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik. Promosi gizi tentang pengadaan bahan makanan dan penyediaan makanan yang memadai.

Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. 5 . kewarganegaraan. struktur. dan distribusi penduduk.m = total kematian . Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal.p = pertumbuhan penduduk .m) + (i . kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke dalam. atau etnisitas tertentu. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu. agama. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. migrasi.e) Keterangan lengkap : . Rumus menghitung pertumbuhan penduduk : p = (I .e = total emigran atau pendatang dari luar daerah . Di dalamnya meliputi ukuran. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar. DEMOGRAFI Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran.II. kematian.i = total imigran atau penduduk yang pergi MEKANISME TRANSISI DEMOGRAFI Teori Transisi Demografi Teori ini berawal dari gambaran perubahan angka kelahiran dan kematian hasil analisis terhadap statistik di negara eropa dan USA. serta penuaan.l = total kelahiran . DINAMIKA KEPENDUDUKAN Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa perubahan tersebut berkaitan erat dengan proses pembangunan.

seperti liberalisasi perdagangan. namun juga pada sisi sosial kemasyarakatan. tingkat kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. misalnya. Namun. Tetapi nampaknya 6 . serta gizi. dan kesehatan. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. keluarga berencana. baik dalam bidang ekonomi. Transisi demografi telah dapat diprediksi sebagai dampak dari pembangunan nasional. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. saat ini banyak menimbulkan persoalan tentang interaksi antara penduduk lokal dan pendatang. Di samping itu terjadi pula perubahan lingkungan global yang berdampak pada situasi internal. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. Pada piramida kependudukan. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Desentralisasi. Krisis ekonomi berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran yang pada gilirannya akan meningkatkan kerawanan sosial. reformasi sosial-ekonomi. Tanpa harus menunggu 150 tahun. maupun penekanan pada isu hak asasi manusia. Biarpun agak terlambat. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Berbagai perubahan baik internal maupun eksternal tersebut telah berdampak tidak saja pada pola kepemerintahan. demokratisasi. dan desentralisasi kepemerintahan. terjadi perubahan kecenderungan mengecilnya jumlah penduduk usia muda/balita dan meningkatnya jumlah segmen angkatan kerja. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global.Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. Dalam masa transisi yang relatif lama. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. yang perubahannya mulai terlihat pada tahun 2005. dan usia lanjut. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. Ada tiga perubahan situasi internal yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yaitu krisis ekonomi dan keuangan yang kemudian berlanjut pada krisis multidimensional lainnya. Dalam proses tersebut. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional.

Indonesia dengan jumlah penduduk 236.303 jiwa.. 16.. . kenyataannya justru cenderung meningkat.186. akan mengalami peningkatan.. khususnya warga miskin.140. Karena itu. sebab akan timbulnya masalah kekurangan stok bahan makanan.526. . negeri dan provinsi di Indonesia akan menghadapi baby booming (peledakan penduduk yang sulit dihindarkan) yang tidak perlu dan tidak tepat saatnya.006 jiwa). dan Amerika Serikat (302.326. pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1. Semakin hari. sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1.407 jiwa. 6. Bila angka kelahiran tidak bisa ditekan maka Pemerintah RI harus mengambil langkah-langkah strategis yang antara lain bagaimana menyiapkan ketahanan pangan terhadap semua warganya. Begitu pula tingkat kejahatan. Berdasarkan catatan Geohive. Situasi tersebut secara paralel akan membuat peningkatan kesejahteraan rakyat kian sulit tercapai. Diperlukan 7 . 4. Hal itu tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan. Menurut pakar kependudukan dunia. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak masih ditempati Cina (1.260)..455. Kemiskinan pun akan semakin sulit diberantas. 2. Akibatnya. sebuah situs statisik kependudukan dunia. mata rantai sebab akibat tersebut harus diputus. 5. 8. 2. Dimensi lain dari transisi demografi adalah meningkatnya urbanisasi. 4.355. jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga 30 Januari 2007 mencapai 6.463 jiwa). Angka kelahiran selalu lebih besar dibandingkan dengan angka kematian. 3. Thomas Robert Malthus. 7. migrasi. PELEDAKAN PENDUDUK Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya.711.647.). Hal di atas terjadi dikarenakan lemahnya sosialisasi dan pelaksanaan program Keluarga Berencana. jumlah manusia di dunia semakin mengalami peningkatan tajam.segmen penduduk usia muda yang seharusnya mengecil.). di samping masalah usia lanjut yang makin serius. masalah-masalah yang berhubungan dengan usia muda akan tetap muncul. dan pengangguran. berada di urutan keempat penduduk terbanyak dunia. sehingga terjadi peledakan penduduk. India (1. Baby Booming Bila pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan.

kematian dan migrasi masa lalu. ketahanan pendidikan. ketahanan moral dan ketahanan sosial. Revitalisasi Program KB dimaksud yakni penguatan fungsi ketahanan keluarga yang terdiri dari 4K: ketahanan pangan/ekonomi. dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang.adanya keberlangsungan penyelenggaraan program KB Nasional. PIRAMIDA PENDUDUK Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur. secara sekilas kita mengetahui struktur umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita. Dengan melihat gambar piramida penduduk. Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk. remaja. dan lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja yang harus diciptakan. Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. yaitu Revitalisasi Program KB. Sampai saat ini dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau model piramida penduduk yaitu: 8 . laki-laki dan perempuan. Sebaliknya. dewasa. struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang. Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut.

dengan beban tanggungan sangat rendah terutama pada kelompok unsur-unsur tua. Model 3. tetapi belum ada penurunan tingkat fertilitas. Terdapat pada negara dengan tingkat kelahiran yang rendah begitu pula tingkat kematiannya rendah.. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. Median age (umur median) sangat rendah dan angka beban tanggungan (dependency ratio) merupakan yang tertinggi di dunia. Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. Model 2. Contoh: Hampir seluruh negara-negara Eropa Barat. Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi. dan Brazilia. Umur median rendah. Contoh: Sri Lanka. Indonesia. Terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak.Keterangan gambar: Model 1. Contoh: India. Meksiko. 9 . Dibandingkan dengan model 1. Bentuk piramida ini dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak paramida.

timbulnya pemukiman kumuh. Contoh : Amerika Serikat.Model 4. Negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan. Model 5. sehingga pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi. dan meningkatnya jumlah wanita usia subur menyebabkan pertumbuhan penduduk berlangsung cepat. Hal ini menambah beban pemerintah 10 . seperti: penyediaan lapangan kerja. rumah sakit swasta dan lain-lain. Tingginya angka kelahiran. Terdapat pada negara yang mengalami penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. Contoh : Jepang MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalahmasalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi. Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan. Pertumbuhan penduduk cepat. 2. sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolut daripada penduduk. terjadi kepadatan penduduk yang tidak disertai dengan perluasan daerah tempat tingal. Akibatnya. Hal ini dilakukan dengan menggalakkan peran serta sektor swasta antara lain pembangunan pabrik/industri. Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshaped pyramid). Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu: 1. tingginya kejadian pernikahan dini. Jumlah penduduk besar. dan pengangguran. sekolah swasta.

yang harus menyediakan sarana dan prasarana sosial guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menambah beban usia produktif terhadap usia nonproduktif. Kepadatan penduduk yang terjadi biasanya terpusat di suatu daerah tertentu, maka untuk mengatasinya perlu dilakukan pemerataan penduduk khususnya ke daerah-daerah yang jumlah penduduknya masih jarang. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk melaksanakan program KB guna mengendalikan pertumbuhan penduduk. 3. Persebaran penduduk tidak merata. Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia. Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara. Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti munculnya permukiman liar, sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri, terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri, timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata salah satunya dilaksanakan program transmigrasi. 4. Kualitas penduduk rendah. 11

Kualitas penduduk tercermin dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan. a. Tingkat pendapatan rendah Pendapatan perkapita yang masih rendah mengakibatkan penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya karena kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera. Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah. b. Tingkat pendidikan rendah Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat; masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. c. Tingkat kesehatan rendah Faktor-faktor yang menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah banyaknya lingkungan yang kurang sehat, penyakit menular sering berjangkit, gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk. Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kekurangan vitamin A, kekurangan kalori protein, kekurangan zat besi, dan gondok. 5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda. Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14 tahun. Kebutuhan penduduk usia muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan. Jumlah penduduk yang besar baru akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan. Oleh karena itu, setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup.

12

PENGGUNAAN

DATA

DEMOGRAFI

DALAM

PERENCANAAN

PELAYANAN KESEHATAN ANAK Data demografi yang ada dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan anak, diantaranya: I. Age Spesific Death Rate (ASDR) Yaitu jumlah kematian pada golongan umur tertentu dalam satu periode untuk tiap 1000 penduduk golongan umur tersebut pada pertengahan periode yang sama. Dari ASDR dapat diketahui golongan umur dengan tingkat kematian tertinggi dan terendah, sehingga dapat disusun distribusi kematian menurut golongan umur. Jadi, dengan data ini kita dapat menyusun prioritas dalam pelayanan kesehatan berdasarkan tingginya tingkat kematian pada golongan umur tertentu. II. Infant Mortality Rate (IMR) Yaitu jumlah kematian bayi di bawah umur satu tahun pada suatu daerah selama satu periode, untuk tiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif, karena bayi sangat peka terhadap perubahan-perubahan dari luar, angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan dapat dipercaya serta menggambarkan keadaan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat umum Bila IMR tinggi, maka dalam perencanaan pelayanan kesehatan harus dititikberatkan pada pelayanan yang berhubungan dengan IMR, yaitu program imunisasi, perawatan perinatal, program gizi, pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang menyerang bayi.

III.

KELUARGA BERENCANA

DEFINISI KB a. Individual Penggunaan cara-cara pengaturan fertilitas untuk membantu seorang individu atau sebuah keluarga mencapai tujuan tertentu, misalnya menghindari kelahiran yang tidak/belum diinginkan; mengatur jumlah kelahiran yang diinginkan; mengatur waktu kehamilan dan persalinan dalam hubungannya dengan usia ibu dan ayah.

13

 Tujuan Khusus .Meningkatkan cakupan program.b.Meningkatkan kesehatan. anak. menjarangkan dan menghentikan kelahiran . Nasional Perencanaan jumlah keluarga dengan tujuan untuk menurunkan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menciptakan atau mewujudkan norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.Menurunkan kelahiran . dan anggota keluarga lainnya menuju suatu keluarga atau masyarakat bahagia sejahtera.Meningkatkan kualitas (dalam arti lebih efektif) metode kontrasepsi yang dipakai. Secara singkatnya. Tujuan ini dilalui dengan upaya khususnya penurunan tingkat kelahiran untuk menuju suatu norma keluarga kecil. khususnya ibu dan anak. tujuan gerakan KB adalah : Tujuan kuantitatif adalah untuk menurunkan dan mengendalikan Tujuan kualitatif adalah untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil pertumbuhan penduduk yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). TUJUAN KB  Tujuan Umum Secara umum program Keluarga Berencana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana . baik dalam arti cakupan luas daerah maupun cakupan penduduk usia subur yang memakai metoda kontrasepsi . sehingga akan meningkatkan pula kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi termasuk pemakaian metode kontrasepsi untuk tujuan menunda. PRIORITAS DAERAH PELAKSANAAN PROGRAM KB 14 . sebagai jembatan meningkatkan kesehatan ibu.

1971). kalsium dan besi. investasi cacing tambang. Terbukti pula bahwa jika jumlah kehamilan dibatasi sampai 3 atau kurang dari 3. tetapi setelah kehamilan yang ketiga angka ini akan naik kembali. lebih-lebih kalau disertai dengan malabsorbsi atau diet yang buruk. Malnutrisi dan anemia diperberat oleh infeksi dan penyakit menahun. MEKANISME PENGARUH KB PADA KESEHATAN IBU DAN ANAK Hubungan keluarga berencana dan kesehatan terutama bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan anak. ruptura uteri. maka frekuensi ini dapat lebih rendah lagi (Rao dan Gopalan. daerah pantai dan daerah terpencil. pemukiman padat.Sasaran wilayah adalah wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus pelaksanaan seperti sentra industri. Dengan memberi jarak waktu yang lebih baik antara kehamilan. • Kesehatan Ibu Mortalitas Mortalitas maternal pada kehamilan kedua dan ketiga lebih rendah dibandingkan dengan yang pertama. Anemia defisiensi besi dalam kehamilan dua kali lebih banyak daripada anemia dalam bukan kehamilan. termasuk protein. Beberapa komplikasi obstetrik seperti placenta praevia. Dalam hal ini akan dijumpai banyak anemia defisiensi besi dan folic acid. mencegah kehamilan yang tidak/belum diinginkan. beberapa paritas tinggi. Dalam kehamilan kebutuhan zat besi dan folic acid meningkat. dan mengatur waktu persalinan sehubungan dengan umur ibu dan ayah. maka frekuensi anemia dapat dikurangi dengan 2/3. Abortus Buatan 15 . dan sebagainya. serta mengurangi tingkat kematian dan kesakitan ibu. seperti malaria. solution placentae. daerah kumuh. dan sangat bermakna pada kehamilan kelima atau lebih. mengatur jumlah anak yang dilahirkan. terutama grande multipara. diabetes mellitus. Tujuan ini dapat tercapai dengan memberikan jarak waktu yang cukup antara kehamilan yang diinginkan. Morbiditas Kehamilan berulang-ulang dengan jarak waktu tidak adekuat membutuhkan lebih banyak zat-zat makanan.

mengkonsumsi kalori dan protein lebih banyak daripada keluarga dengan jumlah anak empat orang atau lebih.Pengguguran kandungan merupakan tanda bahwa kehamilan tersebut tidak diinginkan. Mengingat kenyataan bahwa malnutrisi pada usia muda akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. Di samping itu. sehingga frekuensi pengguguran kandungan dapat diturunkan. sehingga KB diperlukan untuk menghindari kurangnya perkembangan intelektual anak. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan anak mempunyai hubungan pula dengan besarnya keluarga. sosial. Angka kematian yang tinggi sebagian juga disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang dan jumlah anggota keluarga yang banyak. Mempunyai anak lebih dari empat akan meningkatkan resiko mendapatkan bayi cacat dan BBLR karena asupan gizi ibu kurang selama kehamilan. makin kurang perhatian yang dapat diberikan kepada tiap anak. sehingga penggunaan KB dapat menurunkan angka kesakitan. misalnya perumahan. Keluarga dengan anak tiga orang atau kurang. baik dengan alasan pribadi. Dengan keluarga berencana sekurang-kurangnya kehamilan yang tidak diinginkan dapat dicegah. ataupun medik. umumnya pertumbuhannya lebih kecil. Morbiditas Menurut penelitian. adanya penyakit-penyakit infeksi. mortalitas bayi mempunyai hubungan pula dengan faktor-faktor lingkungan. dan lain-lain. Perkembangan Intelektual Makin banyak seorang ibu mempunyai anak. gizi. maka penting sekali untuk memperbaiki makanan 16 . • Kesehatan Anak Mortalitas Bayi-bayi dari ibu usia muda atau paritas tinggi mempunyai angka mortalitas yang tinggi. prevalensi penyakit saluran pencernaan dan pernafasan berhubungan langsung dengan besarnya keluarga. PENGARUH BESAR KELUARGA TERHADAP KESEHATAN ANAK Anak yang lahir dalam keluarga yang besar mempunyai resiko yang lebih besar untuk meninggal karena infeksi yaitu karena resiko infeksi silang. Anak-anak dari keluarga besar oleh karena tidak melaksanakan program KB. sanitasi.

Karena anak terlalu cepat disapih dari ASI. Kehamilan sebelum umur 18 tahun dan sesudah 35 tahun akan meningkatkan resiko pada ibu dan anak. Akibat cara penyapihan yang kurang baik. jarak yang cukup aman untuk melahirkan kembali adalah enam bulan setelah keguguran. maka kemungkinan untuk selamat dalam melewati proses kehamilan dan memiliki anak yang sehat. PENGARUH JARAK KELAHIRAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Jarak kelahiran yang aman satu dengan yang lainnya adalah 27 sampai dengan 32 bulan. Resiko kematian anak meningkat sekitar 50 % jika jaraknya kurang dari 2 tahun. Malnutrisi pada tahun pertama mengakibatkan gangguan yang permanen pada otak sehingga anak tersebut mengalami retardasi mental. sehingga kualitas hidup meningkat. insiden penyakit diare (salah satu penyebab utama kematian anak sampai umur 2 tahun di negeri yang sedang berkembang) meningkat.anak tersebut. wanita yang jarak kelahiran bayinya antara 27 sampai 32 bulan. Sementara untuk wanita pasca aborsi. Oleh karena itu. Jarak yang pendek seringkali menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak. perumahan dan pendidikan. Maka dari itu pentingnya untuk mengatur jarak kelahiran agar dapat menurunkan resiko anak-anak memiliki tubuh kecil dan pendek serta kurang berat badan akibat kekurangan gizi. Kematian bayi (terutama neonatus) paling tinggi bila interval kelahiran kurang dari 24 bulan. Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta lahir prematur. Kehamilan sebelum umur 18 tahun sering menghasilkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan resiko juga bagi kesehatan bayi dan ibunya. Pengaturan jarak kelahiran dapat meningkatkan akses terhadap derajat kehidupan anaknya melalui peningkatan kecukupan pangan. PENGARUH USIA IBU WAKTU MELAHIRKAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Usia yang paling aman pada wanita untuk hamil dan melahirkan adalah sekitar usia 20-30 tahun. Kehamilan setelah 17 . risiko angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) ibu dan bayi yang terjadi akibat kehamilan dan persalinan dalam kelompok usia tersebut paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. sandang. Pada usia ini wanita dalam keadaan optimal dengan kata lain. ibu tidak sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus buat anaknya dan perhatian kasih sayang juga kurang.

berkurangnya tonus otot. dan kadang kala kesehatan lainnya). Di banyak negara ternyata bahwa program KB tidak akan berhasil baik bila tidak disertai dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang memadai. Dalam hal ini. seta menganjurkan agar ibu memeriksakan anak secara teratur ke dokter. Kelainan kromosom yang paling sering dijumpai adalah Sindrom Down (yang berciri khas berbagai tingkat keterbelakangan mental.umur 35 tahun. Risiko terhadap janin atau bayi tersebut antara lain : • Cacat bawaan Baik yang disebabkan oleh kelainan kromosom atau bukan. kemampuan rahim untuk menerima janin. meningkat tiga kali lipat pada usia di atas 40 tahun. • Keguguran Risiko terjadinya keguguran akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu hamil. dimana keyakinan ini dapat timbul bila terdapat KIA yang memadai. Beberapa kegiatan dalam BKIA seperti memberikan nasihat mengenai perawatan bayi antara lain mengenai imunisasi. Bayi lahir mati. PEMBENARAN KETERPADUAN KB DAN KIA BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial yang bersifat pendidikan (edukatif) dan pencegahan (preventif). Oleh karenanya peningkatan mutu KIA merupakan hal yang mutlak dalam memajukan mutu KB. 18 . menurun. Hal ini disebabkan karena banyak warga yang setuju menjalankan KB bila mereka mendapatkan keyakinan bahwa anak yang lahir akan hidup terus. Ini dapat meningkatkan kejadian keguguran. Sebaiknya KIA dan KB merupakan suatu kesatuan agar didapatkan hasil yang memuaskan. • • Kelahiran prematur. Faktor penuaan juga akan menyebabkan embrio yang dihasilkan oleh wanita di atas 35 tahun terkadang mengalami kesulitan untuk melekat di lapisan lendir rahim atau endometrium. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimal mungkin. Faktor usia (di atas 35 tahun) juga berpengaruh terhadap kemampuan rahim untuk menerima bakal janin atau embrio. pemberian makanan bergizi. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian / penyakit bayi dan anak. ciri wajah tertentu. resiko terhadap bayi dan ibunya meningkat lagi. meningkat sekitar 40 % pada ibu di atas 40 tahun.

atau bergeraknya secara nyata otot-otot sadar. Adat Istiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak laki-laki lebih dari anak perempuan atau sebaliknya. Mengatur jarak antara kelahiran 4.FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROGRAM KB 1. 3. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak. MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN KB 1. bernafas atau menunjukkan suatu tanda kehidupan. 2. seperti berdetaknya jantung. tidak diperkenankan mencegah kelahiran anak dengan menggunakan alat kontrasepsi supaya tidak hamil. berdenyutnya tali pusat. yang sesudahnya pemisahan secara lengkap itu. Menentukan jumlah anak yang diinginkan. Masih rendahnya pengetahuan penduduk akan KB Kurangnya penyuluhan akan pentingnya program KB terhadap untuk menyebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat masyarakat melaksanakan program KB dan ketakutan akan timbulnya efek samping penggunaan KB. Demi mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera dan bahagia 2. Memperoleh kelahiran yang lebih terencana 3. IV. Alasan Agama Bagi para pemeluk agama tertentu. 19 . baik dalam keadaan tali pusat sudah dipotong atau belum. 4. atau apakah placenta dalam keadaan terlekat. Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. STATISTIK KESEHATAN Lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya dari seorang ibu secara lengkap PENGERTIAN LAHIR HIDUP suatu hasil konsepsi dengan tidak memandang lamanya dalam kandungan.

5% (wanita). angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan 20 . Angka kelahiran di Indonesia pada tahun 2005 adalah 2.05 pada tahun 2025. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KELAHIRAN DI INDONESIA Angka kelahiran adalah kelahiran hidup dalam satu periode wilayah tertentu untuk tiap 1000 penduduk pada pertengahan periode yang sama. PENGERTIAN INDONESIA Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk. PENGERTIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH Menurut WHO.65 jiwa dan akan diupayakan untuk ditekan menjadi 2. berat badan lahir rendah/Low birth weight adalah bila bayi yang baru lahir mempunyai berat badan lahir < 2500 gram. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN BAYI DI DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN KASAR DI INDONESIA DAN BEBERAPA NEGARA LAIN. telah meninggal dunia. PENGERTIAN ANGKA FERTILITAS Angka fertilitas adalah kemampuan seorang wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup dalam suatu periode dibagi dengan jumlah wanita yang hidup pada pertengahan periode yang sama. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) adalah jumlah kematian bayi umur 0 sampai kurang dari 1 tahun di suatu daerah selama satu periode. Angka kematian kasar di Indonesia menurut hasil penelitian adalah 7.PENGERTIAN LAHIR MATI Lahir mati adalah tiap-tiap hasil konsepsi dengan masa hamil 28 minggu atau lebih yang sebelum lahir spontan atau tidak. untuk setiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama.23 bayi dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273.8% (laki-laki) dan 6. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif karena bayi sangat peka terhadap perubahanperubahan dari luar.

Keadaan gizi ibu buruk atau adanya penyakit yang diderita ibu sebelum atau saat sedang hamil.1 40 20 45 25 8 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN BAYI DI INDONESIA 1. 21 . 3. Banyaknya Berat Badan Lahir Rendah. Keadaan sosial ekonomi yang buruk PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA 1–5 TAHUN (MASA PRASEKOLAH) 1. 4. Masa yang dimulai pada akhir minggu ke-20 sampai minggu ke-28 kehamilan dan berakhir 7 hingga 28 hari setelah melahirkan. Umur ibu dan interval antara 2 persalinan yang tidak ideal 5. 2. Pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Keadaan gizi dan lingkungan yang buruk. Keadaan sosial ekonomi keluarga yang buruk.dapat dipercaya. Status gizi ibu dan bayi yang kurang. Angka Kematian Bayi menurut negara Negara Indonesia Thailand Malaysia Filipina Srilanka Singapura Angka Kematian (%) 51. Angka kematian bayi juga menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum. 3. Keadaan sanitasi lingkungan yang tidak baik PENGERTIAN MASA PERINATAL Masa perinatal adalah masa beberapa saat sebelum dan sesudah kelahiran. 2. Kondisi perinatal yang buruk. 2. PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA PERINATAL 1.

LANGKAH-LANGKAH MORBIDITAS ANAK 1. Perbaikan higiene ibu dan anak. b. Akibat dari kebersihan yang kurang. musim. dimana air tanahnya kurang mengandung yodium. 5.  Lingkungan fisik. Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun. kecacingan. Cuaca. V. Demikian pula gondok endemik banyak ditemukan pada daerah pegunungan. Gizi yang cukup pada masa kehamilan. 3. Sanitasi Kebersihan. baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit. 29 hari). sehingga banyak anak yang kurang gizi. antara lain : a. Penyakit menular. keadaan geografis suatu daerah Musim kemarau yang panjang atau adanya bencana alam lainnya. 11 bulan. MENURUNKAN MORTALITAS DAN 2. yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun. Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir. biologis dan psikososial yang biasa disebut lingkungan fisikobiopsikososial. misalnya diare. Peningkatan pengetahuan tentang perawatan anak. dapat berdampak pada tumbuh kembang anak antara lain sebagai akibat gagalnya panen. Peningkatan gizi ibu dan anak. Pemberian imunisasi yang lengkap pada anak 4. Pemeliharaan kesehatan dan pemeriksaan rutin pada masa kehamilan.3. 6. tifus 22 . PENGERTIAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA Angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi). PROGRAM KELUARGA DENGAN PERHATIAN KHUSUS PADA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK TIGA FAKTOR LINGKUNGAN ANAK Lingkungan meliputi aspek fisik. maka anak akan sering sakit.

Umur Umur yang paling rawan adalah masa balita. Ketahanan makanan keluarga mencakup pada ketersediaan makanan dan pembagian makanan yang adil dalam keluarga. ventilasi. asap kendaraan atau asap rokok. hepatitis. yang dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga. Lingkungan biologis. b. Radiasi Tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya radiasi yang tinggi. karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan. dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Jenis kelamin Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. Bangsa kulit putih / ras Eropa mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi daripada bangsa Asia. oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian. serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya. cahaya dan kepadatan hunian Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya. demam berdarah.abdominalis. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu. d. dan sebagainya. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak. c. malaria. Kalau anak sering menderita sakit. Sehingga diperlukan perhatian khusus. dimana kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa. Gizi Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. dimana seringkali kepentingan budaya bertabrakan dengan 23  . Ras / suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras/suku bangsa. antara lain : a. Keadaan rumah: struktur bangunan. c. d.

GH mempunyai “circadian variation” dimana aktivitasnya meningkat pada malam hari pada waktu tidur. disamping itu anak juga mengalami stres yang berkepanjangan akibat dari penyakitnya. GH merangsang terbentuknya somatomedin yang kemudian berefek pada tulang rawan. tidak saja kalau anak sakit. f. .kepentingan biologis anggota-anggota keluarga. karena adanya perbedaan yang mendasar dalam proses metabolisme pada berbagai umur. sesudah makan. kimia dan biologis. sesudah latihan fisik. h. maka diharapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian. Hormon Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain : . Fungsi metabolisme Khusus pada anak. Oleh karena itu pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara komprehensif. i. tetapi pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan. perubahan kadar gula darah dan sebagainya. Di samping imunisasi.Hormon tiroid 24 . yang mencakup aspek-aspek promotif. akan menunjang proses tumbuh kembang anak. g. maka kebutuhan akan berbagai nutrien harus didasarkan atas perhitungan yang tepat atau setidak-tidaknya memadai.Somatotropin atau “growth hormon” (GH = hormon pertumbuhan) Merupakan pengatur utama pada pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka. Perawatan kesehatan Perawatan kesehatan yang teratur. Penyakit kronis Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya dan pendidikannya. preventif. Kepekaan terhadap penyakit Dengan memberikan imunisasi. dan rehabilitatif. gizi juga memegang peranan penting dalam kepekaan terhadap penyakit. Pertambahan tinggi badan sangat dipengaruhi hormon ini. e. Satu aspek penting yang perlu ditambahkan adalah keamanan pangan (food safety) yang mencakup pembebasan makanan dari berbagai “racun” fisika. kuratif.

osteoblas dan jaringan lainnya. karbohidrat dan lemak. karena mempunyai fungsi pada metabolisme protein. Pada permulaan pubertas.Insulin like growth factors (IGFs) Merupakan somatomedin yang kerjanya sebagai mediator GH dan kerjanya mirip dengan insulin. sedangkan estrogen terutama diproduksi oleh ovarium.Hormon ini mutlak diperlukan pada tumbuh kembang anak. . . IGFs diproduksi oleh berbagai jaringan tubuh. Sebaliknya pada hipertiroidisme dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular. antara lain : a. metabolisme. efek mitogenik terhadap kondrosit. seksual. Kalau kortison berlebihan akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat/terhenti dan terjadinya osteoporosis. 25  . dapat menjadi permanen. . tetapi IGFs yang beredar dalam sirkulasi terutama diproduksi di hepar. Maturasi tulang juga dibawah pengaruh hormon ini. aktivitasnya mirip insulin. otak. Demikian pula dengan pertumbuhan dan fungsi otak sangat tergantung pada tersedianya hormon tiroid dalam kadar yang cukup. Defisiensi hormon tiroid mengakibatkan retardasi fisik dan mental yang kalau berlangsung terlalu lama. Hormon ini mempunyai interaksi dengan hormon-hormon lain seperti somatotropin. tiroksin serta androgen. mata. karena kortison mempunyai efek anti-anabolik. Stimulasi Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. hormon seks memacu pertumbuhan badan.Hormon-hormon seks Terutama mempunyai peranan dalam fertilitas dan reproduksi. Androgen disekresi kelenjar adrenal (dehidroandrosteron) dan testis (testosteron). dll. Lingkungan psikososial.Glukokortikoid Mempunyai fungsi yang bertentangan dengan somatotropin. Fungsinya selain sebagai growth promoting factor yang berperan pada pertumbuhan. sebagai mediator GH. tetapi sesudah beberapa lama justru menghambat pertumbuhan.

suasana yang tenang serta sarana lainnya. misalnya pujian. rendah diri. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif. ciuman. Sekolah Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini. mendapat pendidikan yang baik. Stres pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Sehingga dengan g. dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar. sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari. Motivasi belajar Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini. Khususnya bagi remaja. diharapkan setiap anak mendapat kesempatan duduk di bangku sekolah minimal 9 tahun.b. Agar kelak kemudian hari menjadi anak yang tidak sombong dan bisa 26 . disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. belaian. aspek lingkungan e. Jadi. Sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah. terlambat bicara. Ganjaran ataupun hukuman yang wajar Kalau anak berbuat benar. dan sebagainya. misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh. c. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orangtuanya. d. masih dibenarkan. Stres teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan obat-obat dan narkotika. anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik. Namun. f. nafsu makan menurun. tepuk tangan dan sebagainya. buku-buku. bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap anak. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya. maka wajib kita memberi ganjaran. perhatian dari orangtua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul. maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut. Cinta dan kasih sayang Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. misalnya anak akan menarik diri.

sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orangtua dan anak. rumah milik sendiri atau sewa/kontrak. 2. Pada daftar isian kunjungan rumah. apakah merupakan sumur gali atau bor dan bila sumur gali. akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. 27 . sombong dan kurang bisa menerima kenyataan. pencahayaan. kebersihan. petugas kesehatan yang mempunyai hubungan yang erat dengan anak diwajibkan melakukan kunjungan rumah karena persoalan anak tidak dapat dipecahkan di bangsal saja. h.. KUNJUNGAN RUMAH UNTUK MEMAHAMI ANAK DALAM LINGKUNGAN SEBENARNYA Menurut definisi Pediatri Sosial dari de Haas. sumur. Air minum: sumber berasal dan leding. jenis dapur. 4. Apakah air minum dimasak/tidak dimasak/ kadang-kadang dimasak dulu. 3. pemboros. atap rumah. apakah terdapat bibir dan penutup sumur serta terbuat dari apa bibir dan lantai sumur tersebut. ventilasi. pencahayaan. sungai. Ruangan dapur: kebersihan. Tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut yaitu pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi. pencahayaan. kebersihan. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak. air hujan. menghambat mematikan perkembangan kepribadian anak. lantai. Akibatnya anak akan menjadi manja. Ruangan tidur: jumlahnya. mata air dan lain-lain. ventilasi. yang harus diperhatikan di antaranya ialah: 1. Rumah: jenis. Kualitas interaksi anak-orangtua Interaksi timbal balik antara anak dan orangtua. bagian terbesar dari dinding. belanja 1 hari. Anak akan terbuka kepada orangtuanya. ventilasi luas dan jumlah penghuni pada setiap ruangan tidur. jumlah ruangan. Sebaliknya kasih sayang yang diberikan akan secara berlebihan bahkan yang menjurus kearah memanjakan. luas.memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya. kurang mandiri. Bila berasal dari sumur.

jamban umum atau tempat lain. 9. kebersihan. Apakah makanan selama hamil cukup atau kurang. 28 . 7. pengawasan. Trauma waktu hamil. 8. kasih sayang yang diberikan kepada anak. lemari es. Melahirkan di rumah bersalin/rumah sakit/rumah sendiri. istirahat. jenis tanaman. Hubungan anak dengan ayah. mesin jahit dan sebagainya. keguguran. disiplin. ditolong oleh dokter/bidan/dukun terlatih atau tidak terlatih. sawah. Halaman: kebersihan. jumlah lahir hidup. hiburan.5. cara apa. sungai. Usaha keluarga berencana: a. umur anak tertua. jumlah kematian. Cara melahirkan apakah biasa/sukar. 11. Penyakit-penyakit yang diderita. umur anak termuda. 12. dengan alat-alat. 6. Keuangan: berapa pendapatan sebulan untuk seluruh anggota keluarga. Menilai makanan. Buang air: apakah buang air di jamban sendiri. Menentukan keadaan sosial-ekonomi dengan melihat adanya barang-barang luks seperti TV. pakaian anak: bagaimana kualitas dan kuantitas makanan. tempat anak bermain. pembuangan sampah apakah dibakar/dibuang di sungai/ditanam dan apakah terdapat tempat sampah. kebun atau empang. sopan-santun. hobby dan sebagainya. Pengawasan kesehatan: bila sakit berobat kepada siapa yaitu ke rumah sakit/poliklinik/dokter swasta/mantra/dukun serta apakah mendapat pengawasan dan BKIA untuk mendapatkan imunisasi dan sebagainya. 13. Riwayat kehamilan dan persalinan: berapa kali dilakukan pemeriksaan kehamilan atau tidak dilakukan sama sekali. ibu dan anggota keluarga lainnya serta hubungan antar keluarga. berat badan dan panjang badan. 10. perhatian. Bagaimana ternak dan unggas baik jenis maupun jumlahnya. Obat-obat apa saja yang diminum. yaitu baik/cukup/kurang dan bagaimana pakaian anak baik kebersihan. Keadaan bayi setelah lahir menangis spontan. jamban bersama beberapa keluarga. halaman/rumah. mobil atau barang lain seperti radio. Bagaimana tingkah laku anak. lahir mati. Jumlah anak. berapa pengeluaran keluarga sebulan dan bagaimana keseimbangan penghasilanpengeluaran. jumlah dan sebagainya. Keadaan kakus apakah cukup/kurang dan apakah digunakan dengan baik/tidak. pengertian. cukup/kurang bulan. ditanami. tidak menangis/biru. sanitasi.

Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. berapa banyak yang di bawah Apakah ibu atau bapak menjalankan keluarga berencana. sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. PENGERTIAN KATA ‘‘PERTUMBUHAN’’ Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. c. tetapi saling berkaitan. umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). VI. berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. ukuran atau dimensi tingkat sel. 29 . serta denah dari rumah. petugas kesehatan wajib memberi pendidikan kesehatan dan gizi. sekarang dapat ditanyakan. umur 15 tahun dan yang di atas 15 tahun. khususnya bagi anak-anak yang sedang sakit namun tidak dapat berobat ke dokter karena keterbatasan ekonomi. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Peristiwa tumbuh-kembang pada anak meliputi seluruh proses kejadian sejak terjadi pembuahan sampai masa dewasa.b. keadaan sosio-ekonomi. Dengan kata lain. masalah yang terdapat di dalam keluarga. organ maupun individu. Selain itu. Ciri tumbuh-kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan. Dengan melakukan kunjungan rumah dapat diambil kesimpulan mengenai kesehatan keluarga. yaitu dengan maksud agar masyarakat mengubah kebiasaan lama yang salah dan tidak sesuai dengan syarat-syarat kesehatan. Istilah tumbuh-kembang sebenarnnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda. proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisis. serta laju tumbuh-kembang yang berlainan di antara organ tubuh. Dalam kunjungan rumah. hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dikunjungi menjadi baik sehingga hal-hal yang pada waktu yang lalu tidak dapat disinggung. kebersihan. jumlah. Kelebihan dari kunjungan rumah ialah dapat memeriksa dan mengobati anakanak yang sakit di tempatnya masing-masing. Jumlah orang dalam rumah tangga.

Perbedaan lainnya adalah pada Denver II terdapat : ringan skala penilaian tingkah laku 30 peningkatan 86 % pada sektor bahasa 2 pemeriksaan untuk artikulasi bahasa skala umur yang baru kategori baru untuk interpretasi pada kelainan yang . DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. termasuk perubahan aspek sosial. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100% bayi dan anak-anak pra sekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan. A. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit). intelektual atau emosional akibat pengaruh lingkungan. dapat diandalkan dan menunjukkan validitas yang tinggi. dan pada ”follow up” selanjutnya ternyata 89 % dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian.PENGERTIAN KATA ‘’PERKEMBANGAN’’ Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dalam kemampuan gerak kasar. Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara. Aspek perkembangan yang dinilai Terdiri dari 105 tugas perkembangan pada DDST dan DDST-R. bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian yang dapat diramalkan. yang kemudian pada Denver II dilakukan revisi dan restandarisasi dari DDST sehingga terdapat 125 tugas perkembangan. Perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu. jaringan tubuh. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. TES SKRINING PERKEMBANGAN MENURUT DENVER (DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST / DDST ) DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. sebagai hasil dari proses pematangan. gerak halus.

- Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.Tahap kedua dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. - Fine motor adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. Pada umumnya pada waktu tes. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). tugas yang perlu diperiksa pada setiap kali skrining hanya berkisar antara 25-30 tugas saja. mengikuti perintah dan berbicara spontan. Setiap tugas/kemampuan digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur. 3 tahun. gagal (Fail = F). C. 5 tahun. B. dalam lembar DDST. Kemudian ditarik garis 31 . 4 tahun. 9-12 bulan. yang meliputi : - Personal social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri. . melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. - Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara.Tahap pertama dilakukan secara periodik pada semua anak yang berusia : 3-6 bulan. 18-24 bulan. sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar 15-20 menit saja. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap. yaitu : . Penilaian Dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (Passed = P).- materi training yang baru Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap.

Tidak dapat dites : Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. Meragukan (Questionable). Tugas-tugas yang terletak di sebelah kiri garis itu. . o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. . Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan berada 32 . maka berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut. Bila umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia. hasil tes diklasifikasi dalam : Normal. . garis umur ditarik vertikal pada formulir DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor.Normal : Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut di atas. Apabila anak gagal mengerjakan beberapa tugas-tugas tersebut (F). selanjutnya berdasarkan pedoman. dan tidak dapat dites (Untestable). berapa yang P dan berapa yang F. Dalam pelaksanaan skrining DDST ini. dengan menggunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. Setelah itu. umur anak perlu ditetapkan lebih dahulu.berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. Kemudian.Abnormal : o Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan. . pada 2 sektor atau lebih. dihitung pada masing-masing sektor.Meragukan : o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. Abnormal.

Lingkaran kepala 4. maka dianggap ”suspect” dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh 33 . Berat badan merupakan hasil peningkatan/penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. otot. Berat badan 2. Agar lebih cepat dalam melaksanakan skrining. Kemudian dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuaanya. Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak. Begitu pula pada kotak-kotak di sebelah kanan garis umur. lemak. maka ini bukan suatu keterlambatan. PDQ (Pra-screening Developmental Questionnaire). Dapat diisi orang tua di rumah atau pada saat menunggu di klinik. Pada ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor. UKURAN YANG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI INDIKATOR PERTUMBUHAN 1. Kalau terdapat kode R. yang masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas (sehingga seluruhnya ada 12 tugas) yang ditanyakan pada ibunya. Lingkaran lengan atas 5. dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. maka tugas perkembangan dites sesuai petunjuk. maka dapat digunakan tahap pra skrining dengan menggunakan : DDST short form.pada kotak yang terpotong oleh garis vertikal umur. Tinggi badan 3. dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap. cairan tubuh dan lainnya. karena pada kontrol lebh lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi. antara lain tulang. sedangkan bila terdapat kode nomor. Tebal lipatan kulit 1. Berat badan Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting. bentuk kuesioner ini digunakan bagi orang tua berpendidikan SLTA ke atas. Dipilih 10 pertanyaan pada kuesioner yang sesuai dengan umur anak.

feses. Besarnya fluktuasi tergantung pada kelompok umur dan bersifat sangat individual. Terdapat fluktuasi wajar dalam sehari sebagai akibat masukan (intake) makanan dan minuman. dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. indikator berat badan ini tidak sensitif terhadap proporsi tubuh. 1-6 tahun 4. lahir 2. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. Kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir dan dimulai ”preadolescent growth spurt” (pacu tumbuh pra-adolesen) dengan rata-rata kenaikan berat badan 3-3. tumbuh kembang dan kesehatan. Dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang perlu diberikan. menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur satu tahun. sampai 500-1000 gram bahkan lebih. misalnya pada pengobatan penyakit. dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. Kerugiannya. Dibandingkan anak laki-laki. Tetapi pertumbuhan anak perempuan lebih cepat terhenti daripada anak laki-laki. 6. keringat dan bernafas. 3. Pada bayi yang lahir cukup bulan. Bahan informasi untuk menilai keadaan gizi baik yang akut maupun yang kronis. misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. ”growth spur” (pacu tumbuh) anak perempuan lebih cepat yaitu sekitar umur 8 tahun.25 kg umur (bulan) + 9 2 umur (tahun) x 2 + 8 umur (tahun) x 7 – 5 34 yang dikutip dari Behrman. 2.12 tahun digunakan rumus 3. 3-12 bulan 3. 1992 untuk memperkirakan berat badan anak adalah sebagai berikut : . yang berkisar antara 100-200 gram. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu. pengukuran objektif dan dapat diulangi.kembang anak. sehingga dapat mempengaruhi hasil penilaian : Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk : 1. sedangkan anak laki-laki baru berhenti pada umur 20 tahun. yang kemudian dilanjutkan dengan ”adolescent growth spur” (pacu tumbuh adolesen). Memonitor keadaan kesehatan. Anak perempuan umur 18 tahun sudah tidak tumbuh lagi.5 kg/tahun. berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke 10. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun. dnegan keluaran (output) melalui urin. Dapat 1. sedangkan anak laki-laki baru pada sekitar umur 10 tahun. sensitif terhadap perubahan sedikit saja.

Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang atau duduk tanpa baju. Walaupun kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi. Keistimewaannya adalah bahwa ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai. Keuntungan indikator ini adalah pengukurannya objektif dan dapat diulang. pada anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur telentang (panjang supinasi) dan pada umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri.2 Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi. dan menjadi pesat lagi (pacu tumbuh adolesen). sukar mengukur tinggi badan yang tepat dan kadang-kadang diperlukan lebih dari seorang tenaga. dan mudah dibawa. dengan pengisian tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruasruas tulang belakang. sedangkan anak dengan timbangan berdiri. selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun. kemudian melambat. dimana tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi. kecuali bila diduga terdapat kelainan atau penyimpangan berat badan. Antara umur 30-45 tahun tinggi badan tetap statis. Di samping itu dibutuhkan 2 macam teknik pengukuran. tetapi ruas-ruas tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun. Sampai umur 1 tahun. Kerugiannya adalah perubahan tinggi badan relatif pelan. 2. murah. kemudian menyusut. Di atas umur 5 tahun. kemudian tiap 3 bulan sampai umur 3 tahun. penimbangan dilakukan setiap tahun. dan dilanjutkan dengan 2 kali setahun sampai umur 5 tahun. berat badan bayi umr 4 bulan sudah mencapai 2 x berat badan lahir. Panjang supinasi umumnya lebih panjang 1 cm daripada 35 . merupakan indikator yang baik untuk gangguan pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). seperti terhadap nilai BB dan LLA. sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm. Dalam keadaan normal. sebagai perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif. Tinggi badan Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yaag terpenting. sedang anak ditimbang dalam posisi berdiri tanpa sepatu dengan pakaian minimal. bayi ditimbang tiap bulan. Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang. alat dapat dibuat sendiri. dan pada umur 1 tahun sudah 3 x berat badan lahir.

5 cm 2 TB anak laki – laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ± 8. Demikian pula perkawiinan antar daerah maupun antar negara. Apabila seorang anak dapat mencapai tinggi antara 2 angka itu. Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. ada rentangan antara angka tertinggi dan terendah. muka bulat.5 cm 2 (13 cm adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8.5 cm adalah nilai absolut tinggi badan. Pada waktu lahir. 1 tahun c. anak-anak dan dewasa. perawatan kesehatan. dimana ukuran panjang kepala hampir sama dengan panjang badan ditambah tungkai bawah. Peningkatan nilai rata-rata TB orang dewasa suatu bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan/kemakmuran (perbaikan gizi. 2-12 tahun 50 cm 75 cm umur (tahun) x 6 + 77 Sedangkan kalau dilihat dari proporsi antara kepala. adalah sebagai berikut (dikutip dari Titi. badan serta anggota gerak maka akan tampak perbedaan yang jelas antara janin. maka secara medis tidak perlu ada tindakan/intervensi. kepala relatif masih besar. Sebagai titik tengah tinggi badannya adalah setinggi umbilikus. perut membuncit dan anggota gerak relatif lebih pendek. yaitu sebagai berikut : Pada waktu janin umur 2 bulan. ukran anteroposterior dada masih lebih besar. Anggota gerak sangat pendek. 1993) : TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8. meski diukur dengan teknik perngukuran terbaik dan secara cermat. 36 .) Jadi.tinggi berdiri pada anak yang sama. kepala tampak sama besar dan memanjang. dan keadaan sosial ekonomi). kemungkinan punya andil pula pada perubahan TB ini. jika potensi genetik belum tercapai optimal. Lahir b. Tinggi badan juga dapat diperkirakan menggunakan rumus Behrman. 1992 yaitu : a.

3. Pertumbuhan LK paling pesat adalah pada 6 bulan pertama kehidupan. Lingkaran kepala Lingkar kepala mencerminkan volume intrakranial.- Pada dewasa. Secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai 1. Pada anak. Sampai saat ini yang dipakai sebagai acuan untuk LK ini adalah kurve LK dari Nellhaus. yang salah satu ujungnya mempunyai batas yang tetap sedang ujung lainnya merupakan kayu yang dapat digerakkan. yaitu dari 34 cm pada waktu lahir menjadi 44 cm pada umur 6 bulan.kraniostenosis . Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan meletakkan verteks bayi pada kayu yang tetap. Panjang badan bayi baru lahir cukup bulan ialah sekitar 50 cm.retardasi mental . manfaat pengukuran LK terbatas pada 6 bulan pertama sampai 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat. Diusahakan agar tubuh bayi lurus. maka menunjukkan adanya retardasi mental. sehingga LK lebih besar dari normal. anggota gerak lebih panjang dan kepala secara proporsional kecil. dengan punggung bersandar pada dinding.5 kali panjang waktu lahir dan pada umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir. maka kepala akan kecil. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. Sehingga pada lingkar kepala (LK) yang lebih kecil dari normal (mikrosefali). Sebaliknya bila ada penyumbatan pada aliran cairan serebrospinal pada hidrosefalus akan meningkatkan volume kepala. Oleh karena itu. dan telapak kaki dirapatkan. sehingga titik tengah adalah setinggi simfisis pubis. Alat pengukur panjang badan bayi terbuat dari kayu. Sedangkan pada umur 1 tahun 47 cm. tinggi badan diukur dalam posisi berdiri tanpa sepatu. Bayi ditidurkan telentang tanpa sepatu dan tanpa topi di atas tempat tidur yang keras. Apabila otak tidak tumbuh normal. 2 tahun 49 cm dn dewasa 54 cm. kecuali seperti kasus hidrosefalus. LK kepala yang kecil pada umumnya sebagai : variasi normal bayi kecil keturunan LK kepala yang besar pada umumnya disebabkan oleh : 37 . sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi.

5 cm. harus diperhatikan gejala-gejala klinik yang menyertainya. dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur satu tahun. Pada waktu lahir.penyakit Canavan . pada umur 6 bulan 43. Alat yang dipakai adalah pita pengukur lingkar lengan atas. pada waktu dewasa lingkaran kepala adalah 55 cm. Alat pengukur yang dipakai ialah pita metal yang fleksibel. Pada 38 . Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun. Pada bayi kurang dari 2 tahun. bisa dibuat sendiri. bagian atas alis mata. Pada umur 1 tahun lingkaran kepala bertambah 12 cm dari waktu lahir dan pada umur 6 tahun bertambah lagi 6 cm. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. antara akromion dan olekranon.megalensefali Untuk menilai apakah kepala yang kecil/besar tersebut masih dalam batasbatas normal/tidak. walaupun ada yang mengatakan dapat untuk anak mulai umur 6 bulan-5 atau 6 tahun.- variasi normal bayi besar hidranensefali tumor serebri keturunan . Lingkarkanlah pita pengukur pada pertengahan lengan kiri. Caranya dengan meletakkan pita melingkari kepala melalui glabela pada dahi.hidrosefalus . Pada anak yang lebih besar. sukar menentukan pertengahan LLA tanpa menekan jaringan dan hanya untuk anak umur 1-3 tahun. yaitu protuberansia oksipitalis. Laju tumbuh lambat. cepat penggunaannya dan dapat digunakan oleh tenaga yang tidak terdidik. Keuntungan penggunaan LLA ini adlah alatnya murah. 4. mudah dibawa. lingkaran kepala baru diukur apabila terdapat kecurigaan pada kepalanya. Lingkaran lengan atas Lingkaran lengan atas (LLA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dnegan berat badan. Yang diukur ialah lingkaran kepala terbesar. lingkaran kepala adalah sekitar 35 cm. Setelah itu hanya terjadi penambahan lingkaran kepala sedikit saja. Sedangkan kerugiannya adalah LLA hanya untuk identifikasi anak dengan gangguan gizi/pertumbuhan yang berat. dan bagian belakang kepala pasien yang paling menonjol.efusi subdural . lingkaran kepala diukur secara rutin.

yang mencerminkan kecukupan energi. penciuman. Dari lahir sampai 3 bulan 2. Pengukuran dilakukan dengan mencubit kulit sampai terpisah dari otot dasarnya. belajar mengangkat kepala belajar mengikuti obyek dengan matanya melihat ke muka seseorang dan tersenyum bereaksi terhadap suara/bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan. Pengukur yang dipakai ialah kaliper lipatan kulit (skinfold calipers). 5. Dalam keadaan defisiensi. INTERPRETASI KEPANDAIAN PADA UMUR TERTENTU SEBAGAI INDIKATOR PERKEMBANGAN 1. Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih. Kemudian lipatan kulit tersebut diukur dengan kaliper. Lipatan kulir yang diukur adalah daerah triseps.bayi baru lahir lingkaran lengan atas adalah 11 cm. pendengaran. pada umur 1 tahun menjadi 16 cm dan pada umur 5 tahun 17 cm. khususnya pada kasus obesitas. dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Dari 3 sampai 6 bulan mengangkat kepala 90° dan mengangkat dada dengan bertopang tangan mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya berusaha memperluas lapangan pandangan tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain 39 . subskapular atau suprailiaka. Tebal lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak di bawah kulit. lipatan kulit menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan.

3. ingin melihat semuanya. Dari 9 sampai 12 bulan dapat berdiri sendiri tanpa dibantu dapat berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perntah sederhana atau larangan memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya. Dari 18 sampai 24 bulan 40 . Dari 12 sampai 18 bulan berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5 – 10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing 6. ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan 5. mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang Dari 6 sampai 9 bulan dapat duduk tanpa dibantu dapat tengkurap dan berbalik sendiri dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar-lempar benda-benda mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/lain mulai berpartisipasi dalam permaian tepuk tangan dan sembunyisembunyian 4.

jenis kelamin. melmpat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat mempergunakan kata-kata saya. Dari 3 sampai 4 tahun berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang hanya kepala dan badan mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik menyebut namanya. dan umurnya banyak bertanya bertanya bagaimana anak dilahirkan 41 .- naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka 7. mengerti kata-kata yang ditunjuk kepadanya menggambar lingkaran bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya 8. bertanya. Dari 2 sampai 3 tahun belajar meloncat. memanjat.

sisi muka. membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa GAMBAR LENGKUNG CORAK PERTUMBUHAN ALAT – ALAT TUBUH ANAK 42 . sisi mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana melompat dan menari menggambar orang dengan keala.belakang 9. Dari 4 sampai 5 tahun - mengenal sisi atas. sisi bawah. lengan. badan menggambar segi empat dan segi tiga pandai bicara dapat menghitung jari-jarinya dapat menyebut hari-hari dalam seminggu mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diingininya mengenal 4 warna memperkirakan bentuk dan besarnya benda.

setelah dewasa 40% berat badan). DUA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN 43 . Beberapa jaringan badan hanya mengikuti satu daripada kedua percepatan tumbuh tersebut. sedangkan 20% terjadi pada tahun kedua.  Jaringan otak yang cepat tumbuh pada masa percepatan tumbuh janin (berkembang penuh pada umur 1.  Jaringan limfoid tumbuh cepat pada masa bayi dan anak. Kira-kira 50% dari pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan.5 tahun sampai 2.5 tahun) dan tidak tumbuh lagi pada masa adolensi dimulai.  Yang mengikuti pertumuhan pola umum adalah tulang panjang. pernafasan. sedang lainnya mengikuti suatu bentuk tersendiri. dan akhirnya mengalami involusi. kemudian menurun pada masa pubertas. tetapi menjadi cepat pada 10 tahun berikutnya. sedangkan puncak pertumbuhan berat terjadi pada saat sebelum lahir. pertumbuhan organ ini sangat pesat sesudah seluruh pertumbuhan badan berakhir. otot skelet (pada neonatus 20-25% berat badan.  Pertumbuhan alat kelamin pada 10 tahun pertama agak lambat. sistem pencernaan. dan volume darah.Puncak pertumbuhan panjang pada masa janin terjadi kira-kira pada akhir trimester kedua kehamilan. peredaran darah.

sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun. Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil. Wanita menjadi dewasa lebih dini. lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir mati. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: faktor heredekonstitusionil dan faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal). Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. dan berhentnya pertumbuhan tulang. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi. Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi. 2. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. umur pubertas. Faktor lingkungan • 1. Di samping 44 . Termasuk faktor genetik antara lain: a) Jenis kelamin. masa bayi dan masa adolesensi. Faktor heredokonstitusionil / genetik Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. derajat sensitiitas jaringan terhadap rangsangan. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Itali. yaitu pada umur 10 tahun. kecepatan tumbuh. d) Umur. iodium dan lain-lain). dan jarang menyebabkan cacat bawaan. b) Ras atau bangsa. proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan. Faktor pranatal Gizi ibu pada waktu hamil (defisiensi vitamin. 1. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar. c) Keluarga. dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan.

retardasi mental. Mekanis (pita amniotik. Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetes yang hamil dan tidak mendapat pengobatan pada trimester I kehamilan sehingga bayi menjadi makrosomia. Radiasi Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan atau sebelum usia kehamilan 18 minggu dapat mengakibatkan kelainan janin bahkan kematian janin. Keracunan logam berat pada ibu hamil. retardasi mental dan deformitas anggota gerak. Toksin / zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. Implantasi ovum yang salah. methadion. 2. dan peptida-peptida lain mirip insulin (Insulin-like growth factors/IGFs). PKU (phenylketonuria). Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR. 6. oligohidramnion). Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali. Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot. Contoh kelainannya ialah mikrosefali. kardiomegali dan terdapat hiperplasia adrenal. dan lain-lain. anemia pada bayi baru lahir. 3. posisi fetus yang abnormal. phenitoin. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide.itu. mikrognatia dan kaki bengkok. bayi lahir mudah terkena infeksi. dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan otak janin. ektopia. hormon tiroid. Endokrin yang berperan pada pertumbuhan janin adalah Hormon-hormon somatotropin (growth hormone). yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan. spina bifida. dan abortus. lahir mati. kelainan kongenital mata dan jantung. misalnya karena makan ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis. insulin. hormon plasenta. trauma. defisiensi yodium saat hamil. 5. cacat atau retardasi mental. seperti di Jepang yang dikenal dengan penyakit Minamata. Infeksi 45 . 4. obat-obat anti kanker dapat menyebabkan kelainan bawaan.

9. Echovirus. 8. leptospira. Infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela. Pertambahan tinggi terbesar pada musim semi dan 46 . Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif) Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein. kern ikterus atau lahir mati. dan lain-lain. dan virus hepatitis. Cytomegalovirus. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. Stres. Anoksia embrio Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta menyebabkan berat badan lahir rendah. 3. campak. mineral dan vitamin. lebih rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang cukup. Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi. hidrops fetalis. malaria. lemak. Imunitas Rhesus atau ABO inkompatibilitas sering menyebabkan abortus. karbohidrat. Herpes simpleks). lues. Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. • Faktor pascanatal 1. polio. 2. antara lain cacat bawaan. kelainan kejiwaan. Dapat terlihat pada ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang. 4. HIV. Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital) Beberapa penyakit kronis seperti glomerulonefritis kronik dan tuberkulosis paru dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. Rubella. Coxsakie. 7. virus influenza. Musim.Infeksi intrauterin yang sering meyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis. mikoplasma. Keadaan sosial-ekonomi.

3. Garis berat badan : garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya. dst. dan faktor psikologi. pendidikan. perbaikan sanitasi. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Pengisian KMS Balita A. Lain-lain.5 kg. 4 kg. pemberian ASI-eksklusif. dan seterusnya sedang garis tipis yang berada pada diantara 2 ukuran kg penuh untuk satuan tengahan kg.5 kg. Kolom Bulan : kolom yang berada di bagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. dalam KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak.paling rendah pada musim gugur. Angka-angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukkan satuan kilogram penuh dan dinyatakan dalam satuan 2. Bagian-bagian dari KMS: 1. PENGGUNAAN ”GROWTH CHART” (KMS) Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan. 5. 3. antara lain pengawasan medis. 2. MP-ASI. Pada Penimbangan Pertama 47 . misalnya 2.5 kg. 4 dan seterusnya. kondisi infeksi/infestasi cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain. 4. Garis usia : garis tipis dari atau ke bawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia anak dalam bulan. pemberian kapsul vitamin A. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran. Sumber berat badan : garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS. Yang perlu ditulis dalam kolom bulan lahir. 5. imunisasi. Angka-angka ini menunjukkan berat badan 2 kg. cukup nama bulan dan tahunnya saja. 3. 3 kg. Kolom Bulan Lahir : kolom bulan yang terletak paling kiri dan bergaris tebal. 4. Sebaliknya penambahan berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim semi.

2. catat tanggal lahir anak Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa. tetapi ibu ingat. sebelum anak ditimbang.Pada penimbangan pertama. kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu. nya dan catat. 48 . dan catat. bulan dan tahun anak Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak. depan KMS demikian pula bila perempuan. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal. 5. dalam satuan gram. anak saat dilahirkan. sesuai jawaban ibu. sama seperti halaman Kolom "Laki-laki" diisi tanda √ apabila anak tersebut laki-laki dan Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. dan pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut. 8. 4. tuntun untuk mengingat umur anak Kolom "Nama Ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap. 6. 3.  1. Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar. *) Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan dalam KMS-Balita didaftar pertama kali. Bila tidak ada kartu kelahiran. perkirakan bulan nasional / masehiBila ibu tidak ingat bulan lahir. Catatan *) • • • • Bila ada kartu kelahiran. 7. dan langkah ketiga. (dalam bulan). "Berat Badan Lahir" ini kemudian dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0". isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu. sesuai dengan langkah pertama.  Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran Pada halaman muka KMS. catat bulan lahir anak dari kartu tersebut. (termasuk anak yang meninggal). kemudian perkirakan bulan lahir anak. 9. langkah kedua.

Misal: • • • • • • • Anak tidak mau makan Anak sakit panas Anak diare Anak diberi nasi tim Ibu meninggal Ayah di-PHK Anak dikirim ke Puskesmas Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan. sesuai bulan bersangkutan. dan seterusnya. Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis  Balita  lainnya   tinggi 49 . letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan). maka hanya ada satu titik berat badan dan tidak bisa dibuat garis.5 kg. makanan dan keadaan Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan. Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMSSetelah anak ditimbang. Karena baru satu kali ditimbang. Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0. kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan. pada garis tegak (lihat contoh). Oktober 2000. Contoh: Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7. Misalnya: Bulan lahir anak Agustus 2000. maka cantumkan bulan Agustus 2000 di kolom tersebut. Kemudian isi semua kolom bulan September 2000.

1. Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan. karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat. Berperannya dan kehadiran ibu/penggantinya sedini dan selanggeng mungkin. Jika jarak antara penimbangan bulan ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan. 2 dan 3 diisi E0. maka kolom 0. hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus. lakukan langkah keenam. maka jika anak diberi kapsul vitamin A.2. 1. Apabila anak mendapat imunisasi. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-). Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan. lakukan langkah ketujuh. E2 dan E3. Lakukan langkah kelima Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan.4. lakukan langkah kedelapan. misalnya dengan menyusui bayi secepat mungkin segera setelah lahir. 50  .Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus. Ini diwujudkan dengan kontak fisik (kulit/mata) dan psikis sedini mungkin. Pada Penimbangan Kedua dan Seterusnya Lakukan langkah keempat Jika bulan lalu anak ditimbang. B. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan rasa aman yang diwujudkan dalam kontak fisik dan psikis sedini mungkin. akan menjalin rasa aman bagi bayinya. KEBUTUHAN – KEBUTUHAN DASAR SEORANG ANAK UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL 1. Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif • • Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0.3. Asih adalah kebutuhan emosi atau kasih sayang. Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus). maka titik berat badan bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya. E1.

yang disebut “Sindrom Deprivasi Maternal”. Kebutuhan ini merupakan cikal bakal proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. 2. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan anak akan: • • • • • • pangan (gizi) : kebutuhan terpenting perawatan kesehatan dasar. moral-etika. agama. sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa. kreativitas. Stimulasi mental (Asah) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan. seperti imunisasi. Vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikroorganisme patogen. Asuh adalah kebutuhan fisik biomedis. pemberian ASI. maupun sosial emosi. produktivitas. VII. Asah adalah kebutuhan akan stimulasi mental. dsb.Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik. kepribadian. penimbangan bayi/anak yang teratur. Antigen yang diberikan telah dibuat demikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit namun mampu mengaktivasi limfosit menghasilkan antibodi dan sel memori. Kasih sayang dari orangtua (ayah-ibu) akan menciptakan ikatan yang erat (bonding) dan kepercayaan dasar (basic trust). tidak terjadi penyakit. keterampilan. IMUNISASI Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN aktif terhadap suatu antigen. 3. pengobatan kalau sakit papan / pemukiman yang layak higiene perorangan dan sanitasi lingkungan sandang kesegaran jasmani (olahraga) dan rekreasi. Tujuannya adalah memberikan “infeksi ringan” yang tidak berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respon imun sehingga apabila terjangkit penyakit yang sesungguhnya di kemudian 51 . kemandirian. Stimulasi mental ini sangat penting di usia batita. Vaksinasi dimaksudkan sebagai pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. mental.

seperti bakteri. atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Imunitas aktif Imunitas (kekebalan) aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi. komponen kuman (bakteri. sedangkan waktu paruh imunoglobulin lainnya lebih pendek. virus atau riketsia). toksin. Imunitas aktif dihasilkan oleh sistem imun khusus yang membentuk antibodi dan mengaktifkan limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organisme spesifik atau toksin. TUJUAN IMUNISASI Tujuan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. Kekebalan aktif biasanya berlangsung lebih lama daripada kekebalan pasif karena adanya memori imunologik. Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari. Imunitas pasif Imunitas (kekebalan) pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh. dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar variola. atau terpajan secara alamiah. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. dan bahkan jaringan asing yang berasal dari binatang lain.hari anak tidak menjadi sakit karena tubuh dengan cepat membentuk antibodi dan mematikan antigen/penyakit yang masuk tersebut. Tubuh manusia mampu membentuk imunitas spesifik yang sangat kuat untuk melawan agen penyerbu yang bersifat mematikan. DUA MACAM IMUNITAS PADA MANUSIA a. virus. b. 52 . Misalnya kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah diberikan suntikan imunoglobulin. bukan dibuat oleh individu itu sendiri. Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman.

murah dan efisien (bisa dikombinasikan dan tanpa banyak pengulangan). deltoideus kanan. keadaan gizi. Infeksi Mycobacterium tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberkulosis aktif. kelenjar superfisial. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru. Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. Hal ini mungkin dikarenakan faktor vaksin. BCG sebaiknya diberikan pada anak dengan uji Mantoux (tuberkulin) negatif. lingkungan dengan Mycobacterium atipik atau faktor pejamu (umur.10 ml untuk anak secara intrakutan di daerah insertio M. tetapi mengurangi resiko tuberkulosis berat seperti meningitis tuberkulosa dan tuberkulosis milier.DUA CIRI VAKSIN YANG BAIK 1. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN (PPI) 1. Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi dengan Mycobacterium tuberculosis terjadi respons imunitas seluler yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberkulin. ulkus yang terbentuk tidak mengganggu struktur otot setempat (dibandingkan pemberian di daerah gluteal lateral atau paha anterior. Bacille Calmette-Guerin adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiak berulang selama 1-3 tahun. Vaksinasi BCG tidak mencegah infeksi tuberkulosis. dan lain-lain). tetapi dapat juga mengenai organ-organ lainnya. sehingga didapat basil yang tidak virulen. tulang. Vaksinasi BCG menimbulkan sensitivitas terhadap tuberkulin. Mekanisme vaksin BCG masuk ke lapisan chorium kulit sebagai depo. seperti selaput otak. aman dan 53 .05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0. tetapi maih mempunyai imunogenitas. ditemukan oleh Calmette dan Guerin. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. BCG diberikan pada bayi ≤ 2 bulan. Vaksin BCG berisi suspensi M. Vaksin BCG disuntikkan dengan dosis 0. Efek proteksi bervariasi antara 0-80%. bovis hidup yang sudah dilemahkan. nyaman bagi bayi 2. Penyuntikannya secara intradermal lebih mudah dilakukan (tidak terdapat lemak subkutis yang tebal). lalu berkembang dan masuk ke lapisan yang lebih Memiliki efek samping yang rendah. dan lain-lain. Mudah didapat.

(2) sekitar 70% kasus tuberkulosis berat (meningitis) ternyata mempunyai parut BCG. pustula. Kelenjar berkonsistensi padat. Vaksin BCG ulangan tidak dianjurkan oleh karena manfaatnya diragukan mengingat (1) efektivitas perlindungan hanya 40%. dalam pengobatan steroid jangka panjang atau pada infeksi HIV). Pemberian obat anti TB sistemik tidak efektif. Limfadenitis supuratif di aksila atau di leher kadang-kadang dijumpai. tidak nyeri. kalau kontaknya sudah tenang dapat diberi BCG. Limfadenitis akan sembuh sendiri (dalam 1-3 bulan). Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan. Namun apabila penyuntikan terlalu dalam.dalam yaitu ke subkutan. Reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) a. Reaksi Lokal Penyuntikan BCG secara intradermal yang benar akan menimbulkan ulkus lokal yang superfisial 3 minggu setelah penyuntikan. Pada bayi yang kontak erat dengan penderita TB dengan BTA (+3) sebaiknya diberikan INH profilaksis dulu. dan (3) kasus dewasa dengan BTA (Bakteri Tahan Asam) positif di Indonesia cukup tinggi (2536%) walaupun mereka telah mendapat BCG pada masa kanak-kanak. jadi tidak perlu diobati. dosis. kelenjar limfe. kapiler. eritema. yang timbul 2-6 bulan sesudah imunisasi. maka ulkus yang timbul lebih besar. BCG-itis diseminasi 54 . dan galur (strain) yang dipakai. b. demam (-). c. sebaikya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul fistula. Hal ini tergantung pada umur anak. Ulkus yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. maka parut yang terjadi tertarik ke dalam (retracted). Limfadenitis / reaksi regional pada kelenjar Limfadenitis merupakan respon seluler pertahanan tubuh. peredaran darah. maka tidak diberikan pada pasien imunokompromais (leukemia. Vaksin BCG merupakan vaksin hidup. sehingga pada lapisan kulit timbul reaksi indurasi. Apabila dosis terlalu tinggi. maka dapat dibersihkan (drainase) dan diberikan obat anti TB oral.

biasanya berhubungan dengan imunodefisiensi berat. penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem limfe 2. Reaksi uji tuberkulin > 5 mm Sedang menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid. dan osteomielitis. Reaksi pada yang pernah tertular tuberkulosis: • Koch phenomenon reaksi lokal berjalan cepat (2-3 hari sesudah imunisasi) 46 minggu timbul scar. Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan antiseptik.BCG-itis diseminasi jarang terjadi. Misalnya. iritis. obat imunosupresif. eritema nodosum. >10 mm : positif Tes Mantoux (-) imunisasi(+) Kontraindikasi HIV. mendapat pengobatan radiasi. kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut tanpa pengobatan khusus. lupus vulgaris. • < 5 mm : negatif . 6-9 mm : meragukan . Vaksinasi Hepatitis B 55 Anak menderita gizi buruk Sedang menderita demam tinggi Menderita infeksi kulit yang luas Pernah sakit tuberkulosis. Kompikasi ini harus diobati dengan kombinasi obat anti TB. Penanganan reaksi KIPI Orangtua atau pengantar perlu diberitahu bahwa 2-6 minggu setelah imunisasi BCG dapat timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan. . • Imunisasi bayi > 2 bulan tes tuberkulin (Mantoux) • Untuk menunjukkan apakah pernah kontak dengan TBC • Menyuntikkan 0.1 ml PPD ( purified protein derived) di daerah flexor lengan bawah secara intra kutan • Pembacaan dilakukan setelah 48 -72 jam penyuntikan • Diukur besarnya diameter indurasi di tempat suntikan.

Pada dasarnya. HBIg hanya diberikan pada kondisi pasca paparan (needle stick injury. sehingga pada anak normal tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi. Transmisi terjadi melalui kontak perkutaneus atau parenteral. Bayi yang terinfeksi lebih besar kemungkinan menjadi kronis daripada anak dan dewasa.5 ml) dan vaksin Dosis 1 : <12jam pertama HB tidak Vaksin HB Dosis I : Segera setelah lahir 56 . Transmisi antar anak sering terjadi di negara endemis Virus Hepatitis B (VHB). Sebaiknya HBIg diberikan bersama vaksin VHB sehingga proteksinya berlangsung lama. hepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. individu yang belum pernah imunisasi hepatitis B atau yang tidak memiliki antibodi anti-HBs. Imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Vaksinasi universal bayi baru lahir merupakan upaya paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB. Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%. kontak seksual. maka masih dapat diberikan HBIg (hepatitis B imunoglobulin) 0. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan antara umur 3-6 bulan. Semua orang yang HbsAgnya positif potensial infeksius. dan melalui hubungan seksual. Resiko kronisitas dipengaruhi oleh faktor usia saat yang bersangkutan terinfeksi. Oleh karena itu.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. potensial terinfeksi VHB. terciprat darah ke mukosa atau ke mata). Imunisasi pasif Hepatitis B immune globulin (HBIg) dalam waktu singkat segera memberikan proteksi meskipun hanya utuk jangka pendek (3-6 bulan). bayi dari ibu VHB.tergantung status HbsAg ibu : HBsAg ibu Positif Negatif diketahui atau Imunisasi Keterangan HBIg (0. kebijakan utama tata laksana VHB adalah memotong jalur transmisi sedini mungkin. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif.Bayi baru lahir merupakan upaya yang paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB di Indonesia termasuk daerah endemis sedang-tinggi untuk Hepatitis B.

Pemberian ketiga seri vaksin dengan dosis yang sesuai rekomendasinya. sedangkan imunisasi ketiga diberikan dengan jarak terpendek 2 bulan.deltoideus dengan dosis 0. Memperpanjang interval antara dosis kesatu dan kedua tidak akan mempengaruhi imunogenisitas atau titer antibodi sesudah imunisasi selesai (dosis ketiga). anak. dan remaja. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka ditambahkan hepatitis B immunoglobulin (HBIg) 0. akan menyebabkan terbentuknya respons protektif (anti HBs ≥ 10mIU/ml) pada 90% dewasa.Status HBV ibu semula tidak diketahui tetapi bila dalam 7 hari terbukti ibu HBV. Bila sesudah dosis pertama imunisasi terputus.5 ml secara bersamaan dalam waktu 12 jam setelah lahir.5 ml. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3-6 bulan. beri segera setelah memungkinkan. Pada neonatus dan bayi diberikan di anterolateral paha. Vaksin ini diberikan sedini mungkin setelah lahir. dan 6 bulan karena respons antibodinya paling optimal. 1. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg-B positif : diberikan vaksin hepB-1 dan HBIg 0. Imunisasi pertama diberikan segera setelah lahir. bayi. segera berikan imunisasi kedua. Dosis ketiga merupakan penentu respons antibodi karena merupakan dosis booster. Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah 0. Bila dosis ketiga terlambat. Imunisasi aktif Vaksin VHB yang tersedia adalah vaksin rekombinan berisi HBsAg murni. Vaksin diberikan secara intramuskular dalam di daerah M. Agar dapat dicapai kadar antibodi protektif secepatnya dianjurkan hepB-3 diberikan lebih awal (umur 3-6 bulan). segera beri HBIg Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui : HepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. sedangkan pada anak besar dan dewasa diberikan di regio deltoid.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Jadwal dan dosis Imunisasi hepatitis B minimal diberikan sebanyak 3 kali. Semakin panjang jarak antara imunisasi ketiga (4-12 bulan) semakin tinggi titer antibodinya. Interval antara dosis pertama dan dosis kedua minimal 1 bulan. 57 .

Efektivitas. kadang-kadang dapat menimbulkan demam ringan selama 1-2 hari. lama proteksi Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90%-95%. Uji serologis pasca imunisasi ini dilakukan 1 bulan sesudah imunisasi ke-3. Uji serologis pasca imunisasi perlu dilakukan pada bayi dan ibu pengidap VHB. Ulangan imunisasi hepatitis B (hepB-4) dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun apabila titer pencegahan belum tercapai pada catch up immunization. Catch up immunization Catch up immunization merupakan upaya imunisasi pada anak atau remaja yang belum pernah diimunisasi atau terlambat lebih dari 1 bulan dari jadwal yang seharusnya. dan pasien immunocompromised. Oleh karena itu dosis yang direkomendasikan bervariasi tergantung produk dan usia resipien. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga pada anak normal. tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. imunisasi catch up ini diberikan dengan interval minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua. bila ibu HbsAg (-) imunisasi ditunda sampai bayi berusia 2 bulan atau berat badan sudah mencapai 2000 gram. Dosis pada bayi dipengaruhi pula oleh status HbsAg ibu. Khusus pada imunisasi hepatitis B. individu yang memperoleh profilaksis pasca paparan. Pada bayi prematur. Uji serologis Pada bayi dan anak-anak. sedangkan interval antara dosis kedua dan ketiga minimal 8 atau 16 minggu sesudah dosis pertama. Uji serologis pra imunisasi hanya dilakukan pada anak yang akan memperoleh profilaksis pasca paparan dan individu beresiko tinggi tertular infeksi VHB.Setiap vaksin hepatitis B sudah dievaluasi untuk menentukan dosis sesuai umur yang dapat menimbulkan respons antibodi yang optimum. 58 . Reaksi KIPI Efek samping yang terjadi umumnya berupa reaksi lokal yang ringan dan bersifat sementara. pemeriksaan anti-HBs pra dan pasca imunisasi tidak dianjurkan.

peradangan dan nekrosis setempat. Tetanus. Kekuatan toksoid difteria yang terdapat dalam kombinasi vaksin DTP saat ini berkisar 6. Jika demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Kehamilan dan laktasi bukan kontraindikasi imunisasi VHB. Vaksinasi DTP (Difteri. dan nyeri sendi. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Vaksin ini merupakan vaksin cair yang diberikan dengan dosis 0. 6. rasa mual. nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari → diberikan Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi: demam > 40°C. Kontraindikasi Sampai saat ini tidak ada kontraindikasi absolut pemberian vaksin VHB. syok → imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DTaP. Untuk imunisasi rutin pada anak. Jika demam pakailah pakaian yang tipis. anafilatik + antipiretik. a. 3. 4. nyeri.5 ml secara intramuskular di bagian anterolateral paha. Bordetella pertusis. Potensi toksoid difteria dnyatakan dalam jumlah unit flocculate (Lf) dengan kriteria 1 Lf adalah jumlah toksoid sesuai dengan 1 unit anti toksin difteria. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. Reaksi pasca imunisasi dapat berupa: Demam. kejang. dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2.Penanganan reaksi KIPI Setelah imunisasi hepatitis B dapat timbul kemerahan. Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). pembengkakan. dan toksoid tetanus.7-25 Lf dalam dosis 59 . Pertusis) Vaksinasi DTP terdiri dari toksoid difteri. Dosis ke-4 harus diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan setelah dosis ke-3. Vaksin mengandung aluminium fosfat. 15-18 bulan dan saat masuk sekolah (5 tahun). jika diberikan subkutan menyebabkan iritasi lokal. Toksoid Difteria Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan toksoid difteria (alumprecipitated toxoid) yang kemudian digabung dengan toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk DTP. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.

Ensefalopati sesudah pemberian vaksin pertusis sebelumnya. Vaksin Pertusis α seluler Vaksin pertusis α seluler adalah vaksin pertusis yang berisi komponen spesifik dari Bordetella pertusis yang dipilih sebagai dasar yang berguna 60 . Sejak 1962 dimulai usaha untuk membuat vaksin Pertusis dengan menggunakan fraksi sel (α seluler/vaksin DTaP) yang bila dibandingkan dengan whole-cell ternyata memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan. b. Kontraindikasi Ada dua kontraindikasi mutlak terhadap pemberian vaksin pertusis baik whole-cell maupun α seluler. hipotonik-hiporesponsif.0. Sebaliknya. Respons antibodi terhadap imunisasi dasar dengan vaksin pertusis whole-cell tergantung pada kadar antibodi tansplasental yang didapat dari ibu terhadap toksin pertusis. Perhatian khusus (precaution) bila pada pemberian vaksin pertama (sebelum vaksin pertusis berikutnya) dijumpai hiperpireksia. anak menangis terus menerus selama 3 jam dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah imunisasi DPT. yaitu: o o o Riwayat anafilaksis pada pemberian vaksin sebelumnya. Kombinasi toksoid difteria dan tetanus (DT) yang mengandung 10-12 Lf dapat diberikan pada anak yang memiliki kontraindikasi terhadap pemberian vaksin Pertusis. Kejadian ikutan pasca imunisasi toksoid difteria secara khusus sulit dibuktikan karena selama ini pemberiannya selalu digabung bersama toksoid tetanus dengan atau tanpa vaksin pertusis.5 ml. respons yang diperoleh setelah penyuntikan vaksin α seluler ternyata memberikan hasil yang baik dan tidak dipengaruhi oleh kadar antibodi pravaksinasi. Vaksin Pertusis Vaksin pertusis whole-cell (vaksin DTwP) adalah vaksin yang merupakan suspensi kuman Bordetella pertusis mati.

Reaksi KIPI DPT − ringan. cara penyuntikan. Vaksin DTwP dan DTaP dapat pula diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi.dalam patogenesis pertusis dan perannya dalam memicu antibodi yang berguna untuk pencegahan terhadap pertusis secara klinis. Kejadian reaksi KIPI vaksin DTaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah daripada DTwP. pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. c. dan nyeri pada lokasi injeksi. Kadar antibodi protektif setelah pemberian DTP 3 kali mencapai 0. Sebagaimana pemberian toksoid lainnya. pelarut. bengkak. Kejadian ikutan pasca imunisasi terutama reaksi lokal. Penanganan Reaksi KIPI DPT Bila terjadi reaksi lokal. jika demam pakailah 61 Kira-kira pada separuh penerima DTP. Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat sebab sudah terbukti bahwa respons imun yang diperoleh walaupun dengan interval yang panjang adalah sama dengan dengan interval yang pendek. Toksoid Tetanus (TT) Toksoid tetanus yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal dan 60 IU bila bersama dengan toksoid difteria dan vaksin pertusis. − − Anak sering gelisah dan menangis terus menerus (inconsolable Kejadian ikutan yang paling serius adalah terjadinya ensefalopati crying) selama beberapa jam pasca suntikan.orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). dan adanya antigen lain dalam kombinasi vaksin itu.01 IU atau lebih. akut atau reaksi anafilaksis dan terbukti disebabkan oleh pemberian vaksin pertusis. Pemberian toksoid tetanus bersama DTP diberikan sesuai jadwal imunisasi. sangat dipengaruhi oleh dosis. terjadi reaksi lokal kemerahan. serta terjadi demam .

Virus vaksin ini kemudian menempatkan diri di usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun dalam epitelium usus. b. sedangkan OPV berisi virus polio hidup. Vaksinasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi polio-3. Vaksinasi Polio Pada saat ini telah beredar di Indonesia vaksin polio inactivated (IPV). 2. Penerima vaksin dapat terlindungi setelah dosis tunggal pertama.5 ml intramuskular. Vaksin ini digunakan secara rutin sejak bayi lahir dengan dosis 2 tetes oral.pakaian yang tipis dan berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan maskimal 6 kali dalam 24 jam. 4. Polio-0 diberikan saat bayi lahir. 2. Kedua vaksin polio tersebut dapat dipakai secara bergantian. namun tiga dosis berikutnya akan memberikan imunitas jangka lama terhadap tiga tipe virus polio. interval di antaranya tidak kurang dari 4 minggu. maupun penderita imunokompromais. Untuk imunisasi dasar (polio-1.1 ml) per oral. sehingga frekuensi ekspresi virus polio liar dalam masyarakat dapat dikurangi. Jenis vaksin virus polio ini dapat bertahan di tinja sampai 6 minggu setelah pemberian OPV. Tiap dosis yang diberikan adalah sebanyak 2 tetes (= 0. dan 3 adalah jenis Sabin yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan (attenuated).1 ml). dan 3) yang telah mati. di samping vaksin virus polio oral (OPV) yang telah kita kenal selama ini. dianjurkan diberikan saat bayi meninggalkan rumah sakit/rumah bersalin agar tidak mencemari bayi lain karena virus polio vaksin dapat diekskresi melalui tinja. selanjutnya saat masuk sekolah (5-6 tahun). a. 3). Vaksin IPV berisi antigen polio (polio-1. sedangkan IPV dalam kemasan 0. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Tiap dosis OPV (2 tetes = 0. 2. Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine = OPV) Vaksin virus polio oral berisi virus polio tipe 1. Vaksin polio inactivated (Inactivated Poliomyelitis Vaccine = IPV) 62 . yang menghasilkan pertahanan lokal terhadap virus polio liar. Vaksin IPV dapat diberikan pada anak sehat. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.

diharapkan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok bayi.1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3 bulan. diberikan suntikan IPV sebanyak 3 dosis masing-masing 0. 3 yang mati. 2. yang dapat diberikan bersama-sama waktunya dengan suntikan vaksin DTP dan Hib. kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0. merupakan jenis Salk. Pemberian dengan dosis 0.Vaksin polio inactivated berisi virus tipe 1. Dosis Penguat (booster) Dosis penguat OPV harus diberikan sebelum masuk sekolah. Imunisasi primer bayi dan anak Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal. dosis berikutnya harus diberikan pada umur 15-19 tahun atau sebelum meninggalkan sekolah.5 ml dengan suntikan subkutan dalam 3 kali berturut-turut dengan jarak 2 bulan antara masing-masing dosis akan memberikan imunitas jangka panjang (mukosal maupun humoral) terhadap 3 macam tipe virus polio. Imunitas mukosal yang ditimbulkan oleh IPV lebih rendah dibandingkan dengan oleh OPV. Anak yang telah mendapat imunisasi OPV dapat memberikan ekskresi virus vaksin selama 6 minggu dan akan melakukan infeksi pada kontak yang belum diimunisasi. maka dosis tersebut perlu diulang. misalnya mereka dengan imunosupresi dai suatu penyakit atau kemoterapi. yaitu bersamaan dengan dosis DPT diberikan sebagai penguat. maka IPV dapat digunakan sebagai vaksinasi terhadap poliomielitis. Bila OPV yang diberikan dimuntahkan dalam waktu 10 menit.5 ml secara 63 . Untuk mereka yang kontak dengan bayi yang baru saja diberi OPV. Vaksinasi untuk anak imunokompromais Untuk mereka yang mempunyai kontraindikasi terhadap vaksin hidup. Sebagai vaksinasi dasar.

64 . Pada saat replikasi tersebut mungkin terjadi mutasi virus yang dikenal dengan reversion. virus yang nonvirulen tersebut dapat diekskresi melalui tinja dan mengakibatkan kelumpuhan orang disekitarnya (VDPV). ekskresi melalui tinja biasanya selama 2-3 bulan. Untuk mengatasinya. sebagian kecil resipien dapat mengalami Kasus poliomielitis yang berkaitan dengan vaksin telah dilaporkan gejala pusing. tidak diperlukan vaksinasi penguat (booster). Reaksi KIPI − − Setelah divaksinasi. harus ditawarkan vaksinasi dasar OPV pada waktu yang bersamaan dengan anak tersebut. virus asal vaksin ini dapat bereplikasi di dalam usus manusia. Kepada orang dewasa yang telah mendapat imunisasi sebelumnya. terjadi pada resipien (VAPP = vaccine associated polio paralytic) maupun yang kontak dengan virus yang menjadi meurovirulen (VDPV = vaccine derived polio virus). dapat dipertimbangkan penggunaan vaksin IPV secara penyuntikan. Dosis penguat harus diberikan dengan jadwal sama dengan pemberian OPV. Penanganan reaksi KIPI Orangtua/pengasuh tidak perlu melakukan tindakan apapun karena sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio. dan nyeri otot. anggota keluarga yang belum pernah divaksinasi atau belum lengkap vaksinasinya dan kontak dengan anak yang mendapat vaksinasi OPV.subkutan dalam atau intramuskular dengan interval 2 bulan. yang kemudian menyebabkan kelumpuhan layu akut (VAPP). − Pada saat ini di Indonesia masih menggunakan OPV yang ternyata mampu mengeliminasi virus polio liar. Pada pemberian OPV. diare ringan. Di samping itu. − − Resiko paling sering pada pemberian dosis pertama. Walaupun demikian. namun sebagai konsekuensinya masih ada resiko terjadinya VAPP dan menyebarnya VDPV. menyebabkan virus polio yang sebelumnya sudah dilemahkan kembali berbentuk yang lebih neurovirulen.

tetapi dapat juga diberikan setiap waktu semasa periode anak dengan tenggang waktu paling sedikit 4 minggu dari imunisasi pertama. vaksinasi harus diberikan oral maupun suntikan. Pada anak – anak di negara dimatikan (virus campak yang berada dalam larutan formalin yang dicampur Muntah atau diare berat. tetapi jangan bersama vaksin oral 65 . Kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan angka cakupan yang tinggi bersama-sama dengan keinginan untuk menunda pemberian imunisasi sampai antibodi maternal hilang merupakan suatu hal yang berat dalam pengendalian penyakit campak. o o tifoid. o Keganasan yang berhubungan dengan sistem retikuloendotelial leukemia. sedangkan untuk negara maju dianjurkan pada anak berumur 12-15 bulan dan kemudian imunisasi kedua (booster) juga dengan MMR dilakukan secara rutin pada umur 4-6 tahun. Vaksinasi Campak Vaksin campak ada 2 jenis. 5.5°C).Kontraindikasi o ditunda o o umum. Infeksi HIV Vaksin polio oral dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin inactivated dan virus hidup lainnya. maka WHO menganjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi berumur 9 bulan. yaitu:  Vaksin yang berasal dari virus campak yang Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe Edmonston B)  dengan garam aluminium) Pada saat ini di negara berkembang angka kejadian campak masih tinggi dan seringkali dijumpai penyulit. penyakit Hodgkin) dan yang mekanisme (limfoma. juga yang mendapat pengobatan radiasi imunologisnya terganggu. vaksinasi ditunda Dalam pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif yang Penyakit akut atau demam (suhu >38.

• • Pemberian yang dianjurkan secara subkutan. diperkirakan risiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari sesudah imunisasi sebanyak 1 diantara 1 milyar dosis vaksin. − Reaksi KIPI banyak dijumpai terjadi pada imunisasi ulang pada seseorang yang telah memiliki imunitas sebagian akibat imunisasi dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan. pemberian 20 TCID50 mungkin sudah dapat memberikan hasil yang baik. Salah satu indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian kasus campak sesudah imunisasi.5 ml. Reaksi KIPI − Gejala KIPI berupa demam lebih dari 39. timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2-4 hari.5ºC yang terjadi pada 515 % kasus. − Ruam dapat dijumpai pada 5 % resipien. − Reaksi KIPI berat jika ditemukan gangguan fungsi sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi.berkembang. Dosis dan cara pemberian • Dosis baku minimal untuk pemberian vaksin campak yang dilemahkan adalah 1000 TCID50 atau sebanyak 0. Penanganan Reaksi KIPI 66 . Untuk vaksin hidup. antibodi maternal akan hilang pada usia 9 bulan dan pada anak-anak di negara maju setelah 15 bulan. Kejadian KIPI imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan. demam mulai dijumpai pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. tetapi dapat pula diberikan secara intramuskular. Hal ini sukar dibedakan dengan akibat imunisasi yang terjadi dengan seseorang jika seseorang telah memperoleh imunisasi pada saat masa inkubasi penyakit alami.

Vaksin MMR harus diberikan sekalipun ada riwayat infeksi campak. gondongan. atau jika orangtua merasa khawatir. jika demam pakailah pakaian yg tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Vaksinasi MMR (Measles.bawalah bayi/anak ke dokter. IMUNISASI YANG DIANJURKAN (non PPI) 1. o o Apabila terdapat kejadian luar biasa peningkatan kasus Setiap orang yang pernah imunisasi vaksin campak yang campak. dan Rubella) Vaksin MMR merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak. dan rubela. dan rubella atau imunisasi campak. SMA dapat diberikan imunisasi ulang.Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). Mumps. Vaksin MMR diberikan pada umur 15-18 bulan dengan dosis satu kali 0. maka anak SD. virusnya sudah dimatikan (vaksin inaktif). boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. gondongan. SMP. MMR Ulangan diberikan pada umur 6 tahun. Imunisasi ulangan Imunisasi ulang dianjurkan dalam situasi tertentu.5 ml secara subkutan dalam atau intramuskular. Kontraindikasi − − − − Demam tinggi Pengobatan imunosupresi Memiliki riwayat alergi Sedang memperoleh pengobatan imunoglobulin atau bahan-bahan yang berasal dari darah. Imunisasi ini memberikan serokonversi terhadap ketiga virus lebih dari 90% kasus. Vaksin MMR merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Tidak ada 67 . misalnya: o Telah memperoleh imunisasi sebelum umur 1 tahun dan terbukti bahwa potensi vaksin yang digunakan kurang baik (tampak peningkatan insidens kegagalan vaksinasi).

sulit bernapas. maksimal 6 kali dalam 24 jam.efek imunisasiyang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat efek imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. seperti malaise. Kontraindikasi o Anak dengan penyakit keganasan yang tidak diobati atau gangguan imunitas. o o o o 2. pemberian imunoglobulin atau transfusi darah (whole blood). Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. atau ruam. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. penyakitnya sembuh. bawalah bayi/anak ke dokter. biasanya akan sembuh sendiri. dalam waktu 4 minggu. Anak dengan demam akut. Reaksi KIPI − Reaksi sistemik. jika demam pakailah pakaian yang tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. − Meningoensefalitis − Pembengkakan kelenjar parotis − Trombositopenia. demam. mereka yang mendapat pengobatan dengan imunosupresif. hipotensi dan syok) terhadap gelatin atau neomisin. Vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) 68 . atau jika orangtua merasa khawatir. pemberian MMR harus ditunda sampai Anak yang mendapat vaksin hidup yang lain (termasuk BCG) Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam waktu 3 bulan setelah Defisiensi imun bawaan dan didapat (termasuk infeksi HIV). Penanganan Reaksi KIPI Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). o Anak dengan alergi berat (pembengkakan pada mulut atau tenggorokan. terapi sinar atau mendapat steroid dosis tinggi.

Tidak seperti vaksin parenteral. Vaksin tifoid oral ini diberikan pada anak umur 6 tahun atau lebih. dan 5) 1 jam sebelum makan dengan minuman yang tidak lebih dari 37oC. Vaksin ini dikemas dalam kapsul. Apabila suntikan awal diberikan pada bayi berumur 6 bulan-1 tahun. yaitu : a. dosis ketiga (6 bulan) tidak diperlukan. Satu dosis vaksin Hib berisi 0. Vaksin awal yang terbuat dari PRP murni ternyata kurang efektif. IPV dalam bentuk vaksin kombinasi. sulfonamid. diberikan 3 dosis dengan interval selang sehari (hari 1. Reaksi samping vaksin oral lebih rendah daripada vaksin parenteral. Vaksin PRP-T diberikan pada umur 2. Vaksin Hib dibuat dari kapsul tersebut. Vaksin tidak boleh diberikan sebelum bayi berumur 2 bulan karena bayi tersebut belum dapat membentuk antibodi pada vaksin konjugasi. atau 69 .Kapsul polyribosyribitol phosphate (PRP) menentukan virulensi dari Hib. sehingga saat ini digunakan konjugasi PRP dengan protein dari berbagai komponen bakteri lain. 3. sedangkan setelah 1 tahun cukup 1 kali suntikan tanpa memerlukan booster. Vaksin Hib diberikan sejak umur 2 bulan. Vaksin yang beredar di Indonesia adalah vaksin konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP (PRP outer membrane protein complex) dan konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut sebagai PRP-T. Vaksin Hib dapat diberikan secara bersamaan dengan DTwP. Kedua vaksin tersebut boleh digunakan bergantian atau kombinasi. Vaksin Hib baik PRP-T ataupun PRP-OMP perlu diulang pada umur 15 bulan.5 ml.3. DTaP. dan imunisasi ulangan dilakukan setiap 3-5 tahun. 4. Vaksin tidak boleh diberikan bersamaan dengan antibiotik. 2 kali suntikan sudah menghasilkan titer protektif . diberikan secara intramuskular. respons imun pada vaksin ini termasuk sekretorik IgA. dan 6 bulan. Vaksin demam tifoid oral Vaksin ini dibuat dari kuman Salmonella typhi galur nonpatogen yang telah dilemahkan. Vaksin kombinasi yang beredar berisi vaksin Hib PRP-T. Vaksin tifoid oral dikenal dengan nama Ty-21a. Vaksin PRP-OMP diberikan pada umur 2 dan 4 bulan. Kapsul harus ditelan utuh dan tidak boleh dibuka karena kuman dapat mati oleh asam lambung. Vaksinasi Demam Tifoid Di Indonesia tersedia dua jenis vaksin.

nyeri sendi. dan penyakit kronik progresif.antimalaria yang aktif terhadap salmonella. memerlukan dua dosis dengan selang 1-2 bulan. demam (1%). b. Reaksi samping lokal berupa bengkak. Untuk anak yang mengalami kontak dengan pasien varisela. pusing. dosis tunggal. Reaksi sistemik berupa demam. 4. nyeri. Reaksi KIPI • • Reaksi simpang jarang terjadi Reaksi KIPI dapat bersifat lokal (1%). kemerahan di tempat suntikan. Vaksinasi Varisela Vaksin virus hidup varisela-zoster (galur OKA) yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilised). pencegahan vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan: kontak dipisah/tidak berhubungan). Untuk individu imunokompromais serta remaja (sama atau diatas umur 13 tahun) dan dewasa. Vaksin dapat diberikan bersama dengan vaksin MMR. Vaksin ini diberikan pada umur lebih dari 2 tahun.40% pada pasien leukemia dalam pengobatan rumatan) daripada infeksi local. saat demam. Bentuk ini kurang stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain. • Pada individu imunokompromais :  Reaksi sistemik muncul lebih sering (sekitar 12% . nyeri otot. Vaksin oral pada umumnya diperlukan untuk turis yang akan berkunjung ke daerah endemis tifoid. dengan dosis 0. Imunisasi varisela direkomendasikan pada umur 10-12 tahun yang belum terpajan. Vaksin polisakarida parenteral Vaksin polisakarida diberikan dengan dosis 0. sehingga harus disimpan pada suhu 2-8oC. penyakit akut. dan ruam papula- vesikel ringan. 70 . nyeri perut jarang dijumpai.5 ml secara intramuskular atau subkutan pada daerah deltoid atau paha. imunisasi ulangan dilakukan tiap 3 tahun. nausea. Kontraindikasi: alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin.5 ml secara subkutan. nyeri kepala.

pasien yang mendapat pengobatan dosis tinggi kortikosteroid (2 mg/kgBB per hari atau lebih). perlu dipertimbangkan imunisasi hepatitis A pada anak berusia ≥ 2 tahun. Vaksin kombinasi hepB/hepA tidak diberikan pada bayi kurang dari 12 bulan. Hitung limfosit kurang dari 1200/μl atau adanya bukti defisiensi imun terapi imunosupresan. Vaksin hepatitis A terbukti imunogenisitasnya baik. Dosis 720 U diberikan dua kali. suntikan kedua atau booster diberikan antara 6 sampai 18 bulan setelah dosis pertama. Maka vaksin kombinasi diindikasikan pada anak umur lebih dari 12 bulan. • Pasien yang alergi pada neomisin. Vaksinasi Hepatitis A Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine). 5. Diperkirakan anti-HAV protektif menetap selama ≥ 20 tahun. kelainan darah seluler seperti selama pengobatan induksi penyakit keganasan atau 3 tahun fase radioterapi. Kebijakan imunisasi hepatitis A lebih bersifat individual. 71 .  Pasien leukemia yang mendapat vaksinasi varisela dapat muncul ruam pada 40% kasus setelah vaksinasi dosis pertama. Dosis vaksin 0. hipersensitivitas terhadap neomisin. tifoid) tidak mengganggu respons imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping. Pemberian vaksin VHA (virus hepatitis A) bersamaan dengan vaksin lain (hepatitis B. Setelah penyuntikan vaksin. terutama untuk catch-up immunization yaitu mengejar imunisasi pada anak yang belum pernah mendapat imunisasi hepB sebelumnya atau vaksinasi hepB yang tidak lengkap. pada 1% individu imunokompromais dapat timbul penyulit varisela. 4% diantaranya dapat terjadi varisela berat yang memerlukan pegobatan asiklovir. Proteksi jangka panjang terjadi akibat antibodi protektif yang menetap atau akibat anamnestic boosting infeksi alamiah. Vaksin diberikan pada usia ≥ 2 tahun.5 ml diberikan secara intramuskular di daerah deltoid. yaitu bagi mereka yang mampu. Kontraindikasi • • Demam tinggi atau infeksi akut.

apabila galur tetap sama atau hanya terjadi perubahan kecil pada antigen permukaan. Kontraindikasi Vaksin HVA tidak boleh diberikan kepada individu yang mengalami reaksi berat sesudah penyuntikan dosis pertama. Pada saat ini cakupan imunisasi influenza mencapai 70-90% untuk proteksi selama satu tahun. Vaksinasi Influenza Vaksin trivalen influenza (TIV) yang terdiri dari dua virus influenza subtipe A yaitu H3N2 dan H1N1. maka perlu dilakukan vaksinasi secara kontinu menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir. Vaksin influenza diproduksi dua kali setahun berdasarkan perubahan galur virus influenza yang bersirkulasi di masyarakat. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus menerus. Vaksin tahun sebelumnya 72 . kelemahan sistem imun (imunodefisiensi). diabetes. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus). Dengan kata lain. lesu. penyakit ginjal. Vaksinasi biasanya diberikan sebelum musim penyakit influenza datang. mual muntah dan hilang nafsu makan. daya proteksi menurun pada tahun berikutnya. Terdapat dua macam vaksin yaitu whole-virus dan split-virus vaccine. vaksin influenza lebih efektif untuk mencegah kompikasi saluran nafas bawah atau komplokasi lain. baik anak sehat maupun dengan resiko penyakit kronik seperti asma. lelah. HIV. Vaksin influenza diberikan pada anak usia 6-23 bulan. penyakit jantung. serta virus influenza tipe B. Imunisasi influenza diberikan setiap tahun. Pemberian vaksin merupakan cara untuk pencegahan atau mengurangi infeksi influenza serta mencegah kematian pada saat epidemi. hemoglobinopati.Efek samping • • • Aman dan jarang menimbulkan efek samping Reaksi lokal ringan paling sering terjadi (21%-54%) Demam (4%). 6. mengingat tiap tahun terjadi pergantian jenis galur virus yang beredar di masyarakat.

atau mengalami distres nafas akut atau pingsan. 7.25 ml : 0. Kontraindikasi • Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan komponen vaksin seperti telur jangan diberi vaksinasi influenza. Vaksin influenza diberikan secara intramuskular pada paha anterolateral atau deltoid. lemas dan mialgia (flu1-2 hari. lamanya 1 atau 2 hari. • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat. o Untuk anak dengan gangguan imun. pada tahun berikutnya hanya diberikan 1 dosis. terutama pada anak yang muda. setiap tahun 1 kali. teratur. yaitu vaksinpneumokokus polisakarida berisi polisakarida murni. Vaksin pneumokokus generasi 73 . Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah. diberikan 2 dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan. o Untuk anak usia ≥ 9 tahun cukup satu kali saja. eritema dan indurasi pada tempat suntikan. Dosis tergantung umur anak. Vaksinasi Pneumokokus Terdapat 2 jenis vaksin pneumokokus yang beredar di Indonesia. 23 serotipe disebut pneumococcus polysaccharide vaccine (PPV23). o o o Umur 6-35 bulan Umur ≥ 3 tahun Umur ≥ 8 tahun : 0. like symptoms). Reaksi KIPI • • Reaksi lokal nyeri. lamanya Gejala sistemik tidak spesifik berupa demam.5 ml : untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu.tidak boleh diberikan untuk tahun sekarang. Gejala timbul setelah 6-12 jam pasca vaksinasi.

8. Interval antara 2 dosis 4-8 minggu. dijumpai. Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) 74 . dikembangkan vaksin PCV. vaksin PCV7 diberikan bersama vaksin PPV23 karena kelompok ini rentan terhadap semua serotipe pneumokokus. Untuk anak resiko tinggi berumur 24-59 bulan. 7 serotipe disebut pneumococcus conjugate vaccine (PCV7). 6 bulan dan diulang pada umur 12-15 bulan. namun demam tinggi di atas 39oC jarang Reaksi KIPI biasanya terjadi setelah dosis kedua. Vaksin PCV7 diberikan pada bayi umur 2. Apabila anak datang setelah berumur > 7 bulan. Reaksi KIPI • • • • Efek samping: eritema. muntah. nafsu makan Demam ringan sering timbul. bengkak. akan menghilang dalam 3 hari. penyakit paru kronik. aslenia kongenital/didapat. menurun. gelisah. urtikaria. tidur tidak tenang. secara intramuskular di daerah deltoid atau paha tengah lateral. maka diberikan jadwal dan dosis sebagai berikut: Umur datang pertama kali 7-11 bulan 12-23 bulan ≥ 24 bulan sampai 5 tahun Dosis vaksin yang diberikan 3 dosis 2 dosis 1 dosis Vaksin diberikan dalam dosis 5 ml. penyakit jantung bawaan dan gagal jantung. Kelompok resiko tinggi ini adalah anak yang menderita penyakit kronik seperti sickle cell. disfungsi limpa. sehingga tidak mampu menghasilkan respon booster. dan diabetes melitus. defisiensi imun kongenital. Vaksin PPV tidak dapat merangsang respon imunologik pada anak usia muda dan bayi. indurasi. tetapi tidak lama. 4. Efek sistemik: demam.kedua berisi vaksin olisakarida konjugasi. diare. pusing. pengobatan imunosupresif. dan nyeri pada bekas tempat suntikan. Untuk meningkatkan imunogenisitas pada bayi. infeksi HIV.

Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan sejak umur >10 tahun atau lebih banyak 3 kali.Vaksin HPV yang telah bersedar di Indonesia dibuat dengan teknologi rekombinan. Gardasil@). Vaskin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV.1 dan 6 bulan) dan Vaksin HPV kuadrivalen (0. 16 dan 18. Cervarix@) dan vaksin kuadrivalen (tipe 6. • Efek samping sistemik vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah demam. BAGAN IMUNISASI YANG DIBERIKAN PADA BAYI DAN ANAK DI INDONESIA 75 .5 mL. secara intramuskular pada daerah deltoid. Vaksin HPV mempunyai afikasi 96%100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe-16/18. reaksi kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan. dengan jadwal agak berbeda untuk vaksin HPV bivalen (0. nyeri kepala dan mual. Penelitian vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen menunjukkan imunogenisitas yang tinggi. Reaksi KIPI • Efek samping local vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah nyeri. 11. Dosis yang diberikan sebanyak 0. Terdapat dua jenis vaksin : HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18.2 dan 6 bulan).

Vaksin mati (Inactivated vaccine) 76 . • Berasal dari virus hidup : vaksin campak. Vaksin hidup (Live attenuated vaccine) Dibuat dari kuman atau virus penyebab penyakit. demam kuning (yellow fever).PEMBERIAN ANTIPIRETIK SEBELUM DAN SESUDAH IMUNISASI Kepada orangtua atau pengantar diberitahukan bahwa 30 menit sebelum imunisasi DPT/DT. MACAM . hepatitis B dianjurkan memberikan antipiretik parasetamol15 mg/kgbb kepada bayi/anak untuk mengurangi ketidaknyamanan pasca vaksinasi.Hib.MACAM BAHAN VAKSIN a. maksimal 6 kali dalam 24 jam. MMR. gondongan (parotis). rota virus. polio. yang dilemahkan. b. rubella. • Berasal dari bakteri : vaksin BCG dan demam tifoid oral. Kemudian dilanjutkan seriap 3-4 jam sesuai kebutuhan.

Dibuat dari kuman, virus atau komponennya yang dibuat tidak aktif. • Seluruh sel virus inactivated : influenza, polio (injeksi), rabies, dan hepatits A • Seluruh bakteri inactivated : pertusis, tifoid, kolera, dan lepra • Vaksin fraksional yang masuk sub-unit : hepatitis B, influenza, pertusis α seluler, tifoid Vi, lyme disease. • Toksoid adalah bahan bersifat imunogenik yang dibuat dari toksin kuman. Pemanasan dan penambahan formalin biasanya digunakan dalam proses pembuatannya. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi disebut sebagai natural fluid plain toxoid, dan merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteriil toksoid efektif selama satu tahun. Bahan ajuvan digunakan untuk memperlama rangsangan antigenik dan meningkatkan imunogenesitasnya. Contohnya: difteria, tetanus, botulinum. • Vaksin polisakarida adalah vaksin sub-unit yang inactivated dengan bentuknya yang unik terdiri atas rantai panjang molekul-molekul gula yang membentuk permukaaan kapsul bakteri tertentu. Tersedia untuk 3 macam penyakit yaitu pneumokokus, mengokokus, dan Haemophillus influenzae type B.

c. Vaksin rekombinan Vaksin rekombinan adalah antigen vaksin yang dihasilkan dengan cara teknik rekayasa genetik. Contohnya : vaksin hepatitis B dan vaksin tifoid (Ty21a).. IMMUNOGLOBULIN SPESIFIK (IgS) DAN ANTITOKSIN Immunoglobulin S (IgS, hiperimmune globulins) secara farmakologi maupun karakteristik biologi berbeda dengan immunoglobulin normal. Sediaan ini diambil dari kumpulan darah pasien pada masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau setelah pemberian vaksinani tertentu, sehingga darahnya mengandung titer antibodi spesifik yang sangat tinggi pada penyakit tersebut. Untuk itu IgS diindikasikan untuk pencegahan infeksi bakteri spesifik seperti difteri, pertusis, tetanus, dan kuman clostridium lain, infeksi saluran napas, stafilokokus, streptokokus invasif, dan pseudomonas. Pencegahan inveksi virus seperti hepatitis A, B, C; TORCH, HIV, ebola, rabies, dan MMR. 77

IMMUNOGLOBUIN TETANUS (HUMAN TETANUS IMMUNOGLOBULIN) Pemberian Ig tetanus dan antitoksin tetanus diindikasikan untuk pencegahan pada luka dalam yang kotor, yang tidak akan terlindungi hanya dengan pemberian vaksin saja, riwayat imunisasinya tidak jelas/tidak pernah diimunisasi atau imunisasi dasarnya tidak lengkap. Di samping itu juga diindikasikan untuk pengobatan dalam upaya netralisasi toksin yang bekerja sistemik. Dosis pemberian Ig tetanus untuk pencegahan 250 unit, scara IM. Untuk pengobatannya, dosisnya adalah 3000-6000 unit, IM. Pada kasus neonatorum 500 U, IM. ANTI TETANUS SERUM (ATS) Jika TIg tidak tersedia dapat diberikan antitoksin yang berasal dari serum binatang sebanyak 1.500-5.000 IU, pemberian harus didahului tes sensitivitas. Dosis tunggal antitoksin tetanus berkisar antara 50.000-100.000 U. Untuk pengobatan tetanus neonatorum diberikan dengan dosis 40.000 U, dengan cara pemberiannya 20.000 U dari antitoksin dimasukkan ke dalam 200 cc NaCl 0,9%, diberikan secara IV dalam 35-45 menit. Setengah dosis yang tersisa (20.000 U) diberikan secara IM pada paha antero lateral. Jika antitoksin yang berasal dari serum binatang (kuda) yang dipakai, lakukan skin test dahulu untuk mencegah tejadinya shock anafilaksis. Pada saat yang bersamaan siapkan alat suntik dengan adrenalin (1:1000) dilakukan untuk pasien yang pernah mendapatkan suntikan antitoksin dari serum binatang. Sebagai kontrol, di tempat lain disuntikkan garam fisiologis intrakutan. Jika setelah suntikan timbul benjolan di kulit yang dikelilingi warna kemerahan berupa eritema dengan ukuran 3 mm atau lebih dibanding kontrol maka lakukan desentisasi terhadap pasien. Lebih dari 25% penderita mengalami serum sickness setelah pemberian antitoksin kuda. Oleh karena risiko serum sickness dan reaksi-reaksi hipersensitivitas, maka Imun Globulin Tetanus (IGT) manusia cenderung digunakan dibandingkan ATS. Anti serum tidak menetralkan toksin tetanus yang terikat pada susunan saraf pusat dan sedikit memperbaiki gejala-gejala yang telah ada pada saat pemberian. Akan tetapi, rasio kematian pada penyakit yang ringan sampai moderat secara bermakna dikurangi bila antiserum diberikan secara dini.

78

VIII.

TAMAN PENITIPAN ANAK
CARA MEMPERBAIKI GIZI KURANG PADA ANAK DALAM PENITIPAN Anak-anak yang dititipkan di taman penitipan anak akan diatur menunya sesuai dengan kebutuhan gizi dan proporsi tubuhnya. Dalam tempat penitipan anak (day care centre) pada umumnya terdapat ahli gizi yang bertugas menjaga dan menilai kebutuhan gizi anak-anak yang diasuhnya. Bagi anak yang kekurangan gizi, akan diberikan menu yang lebih sesuai dengan kebutuhannnya secara kualitas maupun kuantitas. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ANAK DALAM PENITIPAN Selain ahli gizi, di taman penitipan anak ini juga mempunyai dokter, akan lebih baik lagi bila dokter tersebut adalah dokter anak. Program yang biasa dilakukan di tempat penitipan anak pada saat awal menitipkan antara lain adalah imunisasi untuk mencegah penyakit dan mencegah terjangkitnya penyakit menular diantara anak-anak. Biasanya di setiap day care centre mempunyai program imunisasi awal yang akan dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan.

PERKEMBANGAN PENITIPAN

FISIK

DAN

PSIKOSOSIAL

ANAK

DALAM

Di setiap taman penitipan anak, ditawarkan program-program yang sangat bervariasi, namun pada intinya adalah usaha untuk meningkatkan perkembangan fisik dan psikososial anak. Untuk meningkatkan perkembangan fisik, anak akan diajak dalam permainan yang menggunakan sensorik dan motorik yang melibatkan panca indera. Sedangkan untuk meningkatkan psikososial, anak akan didorong untuk mengenal anak lain, mempunyai teman, berkelompok dan bekerja sama. MEMBERIKAN PENDIDIKAN ORANGTUA DALAM MENGASUH ANAK Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari taman penitipan anak adalah faktor pendidikan yang juga diberikan pada orangtua. Pada waktu yang ditentukan, para orangtua khususnya para ibu, akan diberikan penyuluhan bagaimana merawat bayi dan anak, memberi dan menyiapkan makanan untuk anak.

79

Disability : suatu hambatan atau gangguan dari kemampuannya untuk melaksanakan aktifitas yang biasanya dapat dikerjakan oleh orang yang normal sebagai akibat dari “impairement”.    − − −  − − − − Malnutrisi Penyakit tidak menular Kelainan bawaan Kelainan fisik bawaan Retardasi mental Kelainan bukan genetik Penyakit menular Poliomielitis Trachoma Lepra Onchocerciasis 80 . Handicap : suatu kerugian yang diderita oleh individu akibat impairement dan disability.IX. seorang anak yang menjadi buta karena kekurangan vitamin A Impairement : kehilangan pengelihatan/buta Disability Handicap : kehilangan kemampuan untuk bisa melihat : kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan mata dan menikmati aktifitas yang normal ETIOLOGI Penyebab keadaan cacat itu sendiri. yaitu : 1. Jadi : Impairement → Disability → Handicap Contohnya. fisiologis atau fisik baik struktur maupun fungsinya. dapat karena kelainan bawaan atau cacat yang didapat dalam perjalanan hidupnya baik karena penyakit maupun karena kecelakaan. Impairement : suatu keadaan abnormalitas dari psikis. 3. 2. ANAK CACAT (HANDICAPPED CHILDREN) DEFINISI Beberapa istilah yang sering dipakai pada keadaan cacat perlu dijabarkan.

Bayi atau anak dengan cacat anggota tubuh. Cacat pada mulut yang terjadi pada bayi dapat ditanggulangi dengan penggunaan dot khusus yang memungkinkan susu langsung mencapai faring. seorang anak memerlukan atau tidak memerlukan sebuah pendidikan khusus. Yang menyebabkan anak cacat butuh perhatian lebih adalah keterbatasan mereka dalam menerima asupan gizi yang diberikan. diberikan makanan yang dapat langsung ditelan. kesulitan didapatkan ketika mereka menolak untuk menerima makanan yang diberikan pada mereka. LATIHAN KERJA. DAN PENEMPATAN KERJA ANAK CACAT PADA ORANG TUA Tergantung dari jenis kecacatannya.   Kecelakaan/rudapaksa Kelainan psikiatri fungsional Kecanduan alkohol dan obat KESEMPATAN PENDIDIKAN. CARA IMUNISASI PADA ANAK CACAT Secara umum pemberian imunisasi pada anak cacat sama dengan anak normal. Pada anak atau balita yang dapat makan sendiri. Pendidikan yang khusus terutama diberikan kepada anak dengan cacat mental atau yang cacat indranya. penanganan disesuaikan dengan cacatnya. Diharapkan mereka dapat diberikan pengertian dan atau kebiasaan pola dan waktu makan yang benar agar mandiri. pendidikan yang tepat dapat diarahkan. Dibutuhkan kesabaran dalam merawat anak cacat mental. misal: bubur. Pada anak cacat mental. Dengan pengamatan dan pengarahan yang teliti melalui program rehabalitasi. 81 . Tujuannya : • • • Orangtua menerima kecacatan anaknya dengan sikap positif Memberi rasa optimis orang tua terhadap anaknya Orangtua dapat memberi dukungan pada proses perkembangan anaknya CARA MEMPERBAIKI GIZI ANAK CACAT Penanganan gizi pada anak cacat lebih kurang sama seperti penanganan pada anak normal lainnya.

2) Departemen Sosial Berperan sebagai sumber dana. menunjukkan sangat tidak pemaaf dan sensitif terhadap orang lain. pembimbing. maupun sosial. dan pengawas dalam peningkatan usaha-usaha kesejahteraan sosial. Mempunyai kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi. Contoh. bunyi. dan bila dihubungkan dengan perilakunya. 3) Departemen Tenaga Kerja 82 . sensitif. Keterbatasan kemampuan untuk belajar dan berlatih. ketika bergaul mereka menghadapi sejumlah kesulitan. RS Rujukan dengan pelayanan berbagai bidang spesialistik. baik dalam kegiatan fisik. 4. malu. biasanya ditunjukkan dengan perilakunya ketika melakukan aktifitas bersama dengan anak-anak normal pada umumnya. kader. dan peraba. RS Kabupaten. 5. Cenderung merasa apatis. dan kadangAnak seringkali mengalami kesulitan untuk mengubah rangsangan kadang muncul sikap egois terhadap lingkungan. 2. visual. STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN ANAK CACAT 1) Departemen Kesehatan Berperan dalam bidang : − Deteksi dini − Memberikan latihan(training) ditingkat masyarakan. mudah marah. Contoh. rendah diri. ruang warna. − Rujukan berjenjang. − Memberikan pelayanan rehabilitasi medik. keseimbangan posisi. perasa. kurang cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kemampuan dinilai lebih rendah bila dibandingan dengan anak normal di usianya. Puskesmas. pembina. psikologi. 3. sehingga mereka mengalami kesulitan dalam konsep bentuk. kesukaran untuk bergaul maupun bermain.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK CACAT 1. Permasalahan mendasar bagi anak-anak luar biasa. anak sering menjadi kaku.

c) SLB Bagian C anak dengan keterbelakangan mental (Retardasi Untuk mental/Tuna Grahita). − Pendidikan luar biasa dapat dilaksanakan melalui sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kecacatan yang diderita. yang disebut sebagai cacat ganda (double handicap). Untuk anak dengan kelainan/cacat anggota tubuh (tuna daksa tanpa disertai gangguan lain).). yaitu: a) b) SLB Bagian A SLB Bagian B Untuk anak dengan kelainan pengelihatan/tuna netra. e) SLB Bagian E Untuk anak yang tuna laras yaitu untuk anak yang mempunyai kelainan emosi dan sosial. 4) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Berperan dalam hal: − Pendidikan anak-anak cacat/kelainan tumbuh kembang − Pemberian bantuan tenaga pendidik kepada sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB). 5) PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) 83 . dll. 25-50 yaitu anak yang SLB Bagian D yang mampu didik. dll.Q. Sedangkan untuk anak yang tuna daksa disertai gangguan/cacat lainnya (gangguan bicara. misalnya akibat polio. Untuk anak dengan kelainan pendengaran dan bicara (Tuna Rungu Wicara). Berdasarkan kemampuan intelegensi anak maka SLB-C dibedakan atas: − − d) SLB C: retardasi mental dengan I. dididik di SLB-D1.Memberikan keterampilan melalui BLK (Balai Latihan Kerja) terhadap mereka yang memiliki kecacatan yang permanen. cacat bawaan. 50-75 yaitu anak SLB-C1: retardasi mental I. mental. kecelakaan. mampu latih.Q.

2. 3. X. misalnya : Malnutrisi. dll Pencegahan tingkat I Impairement Pencegahan tingkat II Disability Pencegahan tingkat III Handicap Tujuan utama dari upaya rehabilitasi medis adalah: 1. BKIA MENJELASKAN PHC (PELAYANAN KESEHATAN PRIMER) SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERLUAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU DAN ANAK Secara umum pelayanan kesehatan primer diberi batasan sebagai suatu upaya kesehatan universal. Biasanya SLB-D juga dibawah asuhan YPAC dan dibawah pengawasan DepDikBud. rohani. kecelakaan. Secara garis besar dikenal 3 level pencegahan. serta pemberian alat-alat seperti penyangga. yang mencakup seluruh anggota masyarakat atau keluarganya. dan terutama kemampuan mengurus diri sendiri. protesa. kelainan bawaan. Mencegah terjadinya kecacatan dengan memberikan tindakan rehabilitasi sedini mungkin. PENCEGAHAN Sebenarnya 50% dari keadaan cacat tersebut berasal dari sebab-sebab yang dapat dicegah. 84 . dll. 6) YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) YPAC berperan dalam hal perencanaan dan pengembangan program RBM. rohani. dan terutama kemampuan jasmani. Mengembalikan kemampuan bekerja dari penderita cacat dengan mempersiapkan kemampuan jasmani. Mengurangi terjadinya kecacatan dengan memberikan latihan-latihan.Dalam kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) diharapkan PKK berperan sebagai motor masyarakat.

tetanus. pertusis.dilaksanakan dengan partisipasi dan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat sendiri. setiap komplikasi persalinan harus ditangani tenaga adekuat. yaitu : • • • • • • • • Penyuluhan kesehatan. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik Pengobatan penyakit yang umumnya dijumpai Tersedia obat esensial pengelolaan penyakit polio. yaitu setiap persalinan harus ditolong tenaga medis. dan setiap wanita usia subur harus mempunyai akses pencegahan kehamilan dan penanganan komplikasi keguguran. khususnya tentang cara pencegahan dan Gizi Sanitasi dasar dan air bersih KIA dan KB Imunisasi terhadap 6 penyakit utama : BCG. Dalam wadah kesehatan primer ini tercakup 8 unsur pokok bidang kesehatan. dan campak Pelayanan kesehatan primer tertuang dalam wujud Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang mempunyai tujuan dan sasaran jangka panjang. Pelayanan kesehatan primer yang diberikan adalah : • • • minimal 5 T : 85 Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pelayanan kesehatan primer itu sendiri mempunyai standart operasional. antara lain : • • • • Peningkatan mutu lingkungan hidup Peningkatan status gizi masyarakat Pengurangan morbiditas dan mortilitas penyakit Pengembangan keluarga sejahtera MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER IBU HAMIL Strategi Menuju Persalinan Sehat meliputi 3 pesan kunci. difteri. yaitu .

rumah. maka diberikan nasehat mengenai minuman dan makanan bayi. •  Petunjuk mengenai psikologi umum Membiasakan diri pada waktu-waktu tertentu dan teratur. • Imunisasi terhadap beberapa penyakit infeksi Untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi. pakaian. MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER BAYI DAN ANAK PRA-SEKOLAH BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial bersifat pendidikan dan pencegahan. Hal ini dimulai dengan memberikan makanan atau minuman pada waktu tertentu secara teratur  Istirahat dan kasih sayang. DT. serta mengusahakan kesehatan kesejahteraan seoptimal mungkin.• • • • • Timbang BB dan TB Tekanan darah Tetanus toxoid lengkap Tinggi fundus uteri Tablet zat besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan Jika pelayanan kesehatan tersebut belum mencapai 5 T maka belum dapat disebut Pelayanan Kesehatan Primer (PHC). 86 . atau lingkungan. Untuk menurunkan angka kematian atau penyakit bayi yang disebabkan oleh penyakit alat pencernaan. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit bayi dan anak. DPT. termasuk makanan bayi Kebersihan adalah dasar daripada kesehatan yang meliputi kebersihan diri. makanan. Pelayanan kesehatan primer untuk bayi BKIA ini bertugas ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit. Petunjuk yang diberikan di BKIA untuk bayi dapat dibagi menjadi : • Petunjuk mengenai kesehatan umum. dan campak. polio. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimum mungkin. antara lain BCG. Kasih sayang yang cukup akan membuat bayi merasa aman. A.

dan imunisasi. Pelayanan kesehatan primer untuk anak pra-sekolah Di samping menimbang berat badan. Kantor kesehatan propinsi memiliki tanggung jawab operasional. retardasi mental. mengukur tinggi badan. makanan anak. Ditingkat berikutnya. • Alat permainan. cacat bawaan. B. Alat ini digunakan untuk melatih jiwa Pemeriksaan darah sederhana dan panca indra. dan keadaan lain yang merugikan disebut kehamilan dengan resiko tinggi. MENJELASKAN STRUKTUR ORGANISASI BKIA Di tahun 1987. Di tahun 1994. Sebagai hasil dari desentralisasi ini. A. MENGIDENTIFIKASI IBU DAN ANAK DENGAN RESIKO TINGGI Kehamilan yang memungkinkan terjadinya keguguran. sedangkan pengawasan kebijakan dan panduan teknis tetap dipegang oleh DEPKES yang memiliki perwakilan atau kantor di tingkat daerah dan propinsi. pelayanan diberikan oleh pusat kesehatan dan RS. pemerintah setempat diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang utama dan pelayanan referral. kematian janin. merangsang khayalan. dan memeriksa Hb anak. tanggung jawab kesehatan masyarakat diarahkan pada PEMDA. diberikan pula nasehat mengenai kebersihan rumah dan lingkungan. Di tahun 1996 dilaksanakan pengaturan kembali di kantor-kantor kesehatan di propinsi dan daerah untuk meningkatkan proses desentralisasi dan untuk meningkatkan kualitas dari panduan teknis dan operasional untuk pelayan kesehatan setempat dan kesehatan di sektor swasta. Dewan penasehat kesehatan nasional dipilih oleh presiden dengan ahli-ahli dari berbagai bidang untuk menasehati DEPKES dalam kebijakan kesehatan nasional. berat lahir rendah. dan pada tingkat tersier ada RS yang lebih besar dan lembaga kesehatan lainnya yang lebih khusus. Ibu Hamil 87 . penyakit janin dan neonatus. kelahiran prematur.

1. sesuai 13. 9. 12. lama tidak mempunyai bayi. minggu 2. 3. 8. hampir tidak ada kenaikan berat badan selama hamil. 3. B. tidak adanya perwatan pre natal. riwayat masalah sosial yang berat. 7. 5. 1. Fetal distress Bayi Tinggi badan kurang dari 145 cm dan berat badan Kurang darah : kurang atau sama dengan 10 mg/dl Kehamilan lebih dari 3 anak dengan jarak kurang Usia wanita hamil kurang dari 20 tahun atau lebih Kehamilan ganda atau lebih Toksemia gravidarum Rhesus iso imunisasi Infeksi pada ibu hamil Pertumbuhan janin yang lambat Antepartum Hemorhagi : perdarahan sebelum Letak bayi dalam kandungan yang tidak normal Disporposi cefalo-pelvic : ukuran kepala dan rongga panggul tidak Bayi yang lahir sebelum masa gestasi 3-7 minggu atau sesudah 42 Bayi dengan berat < 2500 gram atau >4000 gram Bayi yang menunjukkan penyimpangan dari besar atau perkembangannya Bayi dengan riwayat penyakit neonatus yang berat atau dengan Bayi dengan keadaan lahir yang buruk atau yang memerlukan Bayi lahir dari ibu dengan infeksi dan adanya riwayat penyakit selama kematian saudaranya atau kematian 2 janin dan saudaranya resusitasi di kamar bersalin dan kemudian di tempat bayi dirawat kehamilan. dari 2 tahun 4. melahirkan 11. 4. 6. mempunyai 4 atau lebih anak 88 . ketuban pacah dini. kurang dari 38 kg 2. 10. 6. dari 35 tahun 5.

9. Dalam keluarga ada anak yang meninggal lebih dari 3 orang Sejarah partus terdapat asfiksia atau dengan partus patologik Pernah menderita batuk rejan Pernah menderita campak Umur di bawah 2 tahun pernah malnutrisi tingkat II dan III Belum pernah mendapatkan imunisasi Umur 0-3 bulan. ibu yang mempunyai anak pertama pada umur > 35 tahun. hiperemis gravidarum. kecelakaan yang membahayakan.dll. 10. 89 . seperti bulan kehamilan kehamilan pada setiap kecurigaan akan cacat bawaan masalah emosi yang berat. tali pusat. 4. 2. 8. atau Bayi dikenal menderita anemia atau inkompatibilitas golongan darah Bayi lahir dari ibu yang sangat menderita selama hamil. 7. BB ± dari 350 gram/bulan Umur lebih dari 1 tahun BB ± dari 150 gram/bulan Jumlah anak lebih dari 3 orang dengan jarak kelahiran kurang dari 2 XI. Anak Balita Anak balita dengan resiko tinggi harus lebih sering diawasi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium serta penimbangan BB dan TB. Bayi yang lahir dari kehamilan ganda atau ibu hamil lagi sesudah 3 Bayi yang lahir dengan bedah Caesar atau adanya komplikasi Bayi yang mempunyai satu pembuluh darah arteri. BB ± dari 750 gram/bulan Umur 4-7 bulan. 9. meminum salah satu obat selama kehamilan. 10. • PUTARAN PEMECAHAN MASALAH Laporan bulanan / mingguan balai pengobatan PENGUMPULAN DATA PELAYANAN KESEHATAN ANAK Misalnya : Puskesmas. Balita dengan resiko tinggi bila : 1. 6. 3. atau tidak kawin. 11. Posyandu. tahun 5. 7. anestesia umum C. pecandu obat. 8.sebelumunya.

Tidak semua yang sakit berobat Yang berobat golongan sosial ekonomi tertentu (rendah) Diagnosa sering sukar ditentukan Laporan rumah sakit Tidak semua yang sakit dirawat Beda sosial ekonomi dari pasien pada RS yang berlainan Asuransi kesehatan Tidak semua penyakit diasuransikan Tiap perusahaan asuransi menentukan jenis-jenis penyakit yang Ada “bias” karena : Ada “bias” karena : IDENTIFIKASI MASALAH PELAYANAN KESEHATAN ANAK Beberapa hambatan ditemukan dalam sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia. c. Posyandu. Adanya arus urbanisasi 5. • a. tetapi mutu pendidikan kurang b. • a. bidan) b. yang terdiri dari ribuan pulau merupakan hambatan untuk sarana komunikasi yang . 6. klinik ) 2. Jumlah penduduk yang terlalu banyak. 3. perawat. anak di Indonesia a. b. tempat praktek dokter. b. Penyebaran penduduk 60% terpusat di pulau Jawa c. Tidak semua orang ikut asuransi. Tenaga medis dan paramedis yang tersedia ( dokter.Ada “bias” karena : a. Kuantitas sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia Jarak ke tempat pelayanan kesehatan Masalah demografi Kualitas sistem pelayanan kesehatan a. berlainan c. Sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia ( Puskesmas. Keadaan sosial-ekonomi dan budaya 90 Keadaan geografi Indonesia. murah dan cepat. 4. b. antara lain : 1.

3. Pencegahan primer (primary prevention) a. peningkatan pengetahuan akan kebersihan badan. d. Promosi (health promotion) Peningkatan pengadaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan. 2. MERENCANAKAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Merencanakan pemecahan masalah kesehatan anak meliputi tindakan-tindakan berikut ini: 1. dan 91 . b. PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK 1. Deteksi dini (early diagnosis and prompt treatment)  meliputi tindakan-tindakan dalam mendiagnosis penyakit pada anak untuk dilakukan pengobatan dengan segera.a. sosial anak.Promosi (health promotion)  meliputi tindakan . Pencegahan tersier (tertiary prevention)  meliputi tindakan-tindakan dalam memperbaiki fungsi fisik.tindakan promotif untuk meningkatkan kesehatan fisik. Pencegahan primer (primary prevention) a. Pengobatan (disability limitation)  meliputi tindakan-tindakan dalam mengobati penyakit anak dalam rangka mencegah terjadinya kecacatan. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. c. pakaian. biologi. Pencegahan spesifik (spesific protection)  meliputi tindakan pencegahan secara lebih spesifik terhadap penyakit yang mungkin akan diderita anak. b. Kebiasaan atau perilaku masyarakat tradisional Daya beli masyarakat yang kurang Tingkat pendidikan yang rendah Tingkat pengangguran yang tinggi. rumah. b. mental dan sosial anak agar dapat sembuh sempurna.

pemberian oralit pada diare. penyemprotan nyamuk (fogging). Deteksi dini (early diagnosis) Pemeriksaan laboratorium dan pengobatan sampai anak sembuh dari penyakit. b.lingkungan. 2. pemeberian antipiretik pada anak yang demam. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia yang meliputi pencegahan primer (primary prevention). membawa anak segera ke RS. pemeriksaan gigi berkala setiap 6 bulan. demikian pula dengan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. EVALUASI PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Angka kematian ibu Per 100. Pencegahan spesifik (spesific protection) Pemberian imunisasi.000 kehamilan semakin menurun. pencegahan sekunder (secondary prevention) dan pencegahan tersier (tertiary prevention) sudah dapat berjalan dengan baik. b. pamflet-pamflet dan brosur-brosur tentang ASI eksklusif dan pentingnya imunisasi. 3.000 425 307 150 Angka kematian bayi Per 1000 58 35 15 kacamata pada anak dengan gangguan ketajaman Tahun 1993 1996 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka kematian ibu per 100. walaupun target angka kematian ibu 92 . Pencegahan tersier (tertiary prevention) Pembatasan kecacatan (disability limitation) Pemakaian penglihatan. Pengobatan (prompt treatment)) Resusitasi cairan pada pasien DHF.

anak usia sekolah. serta kelompok resiko tinggi lainnya. CORAK DAN SEBAB-SEBAB MORBIDITAS DAN MORTALITAS ANAK Sebab-sebab utama       Sebab-sebab lainnya  Kasih sayang/asuhan yang kurang dari ibu  Pendidikan ibu yang rendah 93 Kurang gizi (Kurang Energi Protein) Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) Diare Berat Badan Lahir Rendah Pelayanan kesehatan yang kurang memadai Sanitasi lingkungan yang tidak baik . dan penyakit lain yang sudah ada imunisasi. difteri. memberikan penyuluhan dan mendidik masyarakat agar bisa menjaga kesehatannya.000 kehamilan dan angaka kematian bayi 15 per 100 kelahiran hidup. maka kita wajib menyusun kembali perencanaan masalah tersebut. wanita usia subur (termasuk ibu hamil). BCG. pengembangan imunisasi secara operasional dan pengembangan imunisasi dengan vaksin baru. pertusis. serta pemantauan dan evaluasi program termasuk hasil-hasilnya. melakukan aksi pemeriksaan dan pengobatan cumacuma. hepatitis B. campak.yang hendak dicapai pada tahun 2020 masih terdapat 150 per 100. Untuk dapat mengatasi berbagai hambatan dalam program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia. yang diselenggarakan di lingkungan kumuh. pengamatan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi. tetanus. program SIAGA. Kegiatan terdiri dari menerapkan pengetahuan ke berbagai bidan dan ibu-ibu yang hamil. MENYUSUN KEMBALI PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH Sasaran yang hendak dicapai melalui program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakitpenyakit di atas di masyarakat dengan prioritas pada bayi. XII. Standardisasi dan pelaksanaan imunisasi polio secara gratis.

 Kesadaran akan pentingnya imunisasi masih rendah  Keadaan sosial. budaya dan ekonomi masyarakat yang rendah Sebab-sebab yang jarang (tracer causes)  Malformasi kongenital dan trauma kelahiran 94 .

95 .

96 .

97 .

98 .

99 .

100 .

101 .

H. Dkk-bpp. 6.gizi. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. [terhubung berkala].DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Kuliah I Ilmu Kesehatan Anak: staf pengajar ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007.aqilaputri. http://www.wetpaint. [6 Sept 2008]. Jilid1. [6 Sept 2008]. 2002. 2008. Ed 2. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Hassan Rusepno. Jakarta. Fordearest. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2004. Dasar Teori Anak Sehat. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. KMS. Aqilaputri. 1991. 102 . 2003. Jakarta. FK UI. [terhubung berkala]. Prawirohardjo. Diagnosis Fisis pada Anak.rachdian.com/content/view/23/29/1/1/ [6 Sept 2008]. 1991. Manjoer.net/pedomangizi/download/KMSbaganrev.com/index2. Keluarga Berancana dan Kontrasepsi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 3. Wahidiyat Iskandar. ed. http://www. Hartanto Hanafi. Arif. 4.3.3. 2000. http://fordearest. Matondang Corry S. 2008. Yakarta: CV Sagung Seto.doc.com/page/pertumbuhan+dan+perkembangan+anak? t=anon. Gizi. A. http://www. Sarwono. Hal 177-82.php?option=com-content&do_pdf=1&id=13/ [6 Sept 2008]. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Markum. Alatas Husein. 5.wetpaint. Jakarta: Aesculapius. Ilmu Kebidanan. Media 8. 10. 7. 2007. [terhubung berkala]. 2.dkkbpp. Sastroasmoro Sudigdo. ed. 9.rachdian. [terhubung berkala].

org/wiki/Penduduk#Piramida penduduk 19. 187-89.php 103 . Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. 15. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI. http://www. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.kompas.com/2007/01/07/perkembangan-anak/ [6 Sept 2008]. Diktat Bahan Kuliah Pengantar Statistik Kesehatan FK UKI.org/pertumbuhan_penduduk_dan_dinamika_kependudukan 17. http://qodrat. Jakarta. Qodrat. http://www. [terhubung berkala]. http://id. Achmad. http://id.wikipedia. 13.esmaschool. Hal 145-46. Ilmu Gizi.htm 20.ac.wordpress. 1985.asp 22.org/wiki/Demografi_Indonesia 16. Rosani.wordpress. 14.htm 21.edukasi.com/kompas-cetak/0308/09/ekonomi/482940. http://piogama. 2004. 2007. http://organisasi. Adolfina.id/buletin/2006/12/infoutama.wikipedia. Jakarta.net/modul_online/MO_140/geo111_05. http://www. 12. Perkembangan Anak.com/cetak/0704/12/0410.com/pnu/003/PNU0030012.pikiranrakyat.ugm. Sediaoetama.htm 18.11. http://www. 2004. Dian Rakyat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful