P. 1
Copy of Makalah Lengkap PEDIATRI SOSIAL_NEW1

Copy of Makalah Lengkap PEDIATRI SOSIAL_NEW1

|Views: 1,807|Likes:

More info:

Published by: Kartika Prasasti 'taQi' on Dec 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

PENDAHULUAN

Ada sebuah bagian dalam ilmu kesehatan anak, yang mempelajari dan mengkaji aspek-aspek sosial yang berhubungan baik secara langsung maupun tak langsung dengan kesehatan anak, yaitu pediatri sosial. Pediatri Sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, dan rehabilitasi. Selain itu juga menangani seluruh aspek kehidupan anak, mulai dari hubungan anak dengan keluarga, hingga interaksi dan hubungan dengan lingkungan. Pediatri sosial sangat dekat kaitannya dengan pengkajian pola tumbuh kembang anak. Banyak hal yang menjadi perhatian dalam pediatri sosial di antaranya mengenai imunisasi, masalah gizi anak, gangguan tumbuh kembang, psikologi anak, penanganan child abuse, drugs abuse, pekerja anak hingga anak-anak pengungsi. Pediatri sosial bukanlah sebuah disiplin ilmu tersendiri. Namun lebih dari perpaduan berbagai profesi yang terlibat di dalamnya guna memberikan masukan baik secara klinis maupun preventif bagi masalah-masalah pediatri secara garis sosial. Pediatri sosial merupakan suatu usaha atau cara pendekatan yang dilakukan secara terus menerus pada anak, dimulai sejak dalam kandungan, waktu lahir, bayi, sampai usia remaja, agar anak dapat tumbuh dan kembang sebaik-baiknya. Sebetulnya seluruh bidang pediatri yang ada sekarang ini masuk ke dalam pediatri sosial. Dapat dikatakan bapak segala ilmu mengenai pediatri itu adalah pediatri sosial. Bidang ini menjadi dasar yang memberi kesempatan pada setiap anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal secara fisik, intelektual, dan emosional. Dengan demikian seorang anak akan berpeluang lebih baik untuk menjadi seorang dewasa yang sehat dan produktif. Dengan pemikiran ini sebenarnya upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak harus lebih diutamakan kepada upaya dalam bidang pediatri pencegahan yang termasuk dalam pediatri sosial. Oleh karena pentingnya peranan pediatri sosial dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak, maka kami tertarik membahas pediatri sosial secara lebih mendalam dalam makalah ini.

1

I.

GARIS BESAR PEDIATRI SOSIAL
1. Ryle (Oxford) : a. Pediatri sosial adalah pediatri yang diterapkan di dinas kesehatan dan seorang anak dianggap sebagai socius, fellow human being (karena untuk pertumbuhan dan perkembangan, seorang anak memerlukan orang lain sebagai teman), menghilangkan faktor-faktor yang kiranya dapat menghambat kesehatan dan tidak hanya meringankan atau menghilangkan sesuatu penyakit. b. Pediatri diterapkan didalam masyarakat anak untuk mengurangi penyakit yang dapat dicegah dan untuk meningkatkan kesehatan anak seoptimum mungkin.

DEFINISI PEDIATRI SOSIAL

2. De Haas (Leiden) : Pediatri Sosial adalah sebagian dari Ilmu Kedokteran Umum yang memperhatikan anak yang sehat (the so called healthy child) dari konsepsi sampai dengan masa remaja dan memperhatikan pula keadaan sosial & ekonomi dan kebersihan (higiene) daripada keluarga dan masyarakat. Anak yang sehat dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu anak normal (tidak cacat) dan anak cacat. Oleh karena keadaan sosial, ekonomi, dan kebersihan keluarga/masyarakat perlu diperhatikan, maka diwajibkan pula untuk melakukan kunjungan rumah. 3. Senegal (Paris) : Pediatri Sosial mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak secara jasmani, rohani, sosial, dan pendidikan. Mempelajari pula faktor-faktor yang mempengaruhi anak pada waktu sehat dan sakit. 4. FKUI Pediatri sosial mempelajari: 1. sosial. 2. Keperluan anak pada umur-umur tertentu, supaya pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan sebaik-baiknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak baik jasmani, rohani, maupun

2

3.

Lingkungan

dan

usaha-usaha

memperbaiki

lingkungan

anak

sedemikian rupa, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya. PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN MENYELURUH PADA ANAK SECARA UTUH Pediatri sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi. Upaya pelayanan kesehatan ini dilakukan secara rutin dan menjangkau semua tahapan atau kelompok tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak memperoleh derajat kesehatan fisis, intelektual juga emosional yang utuh. Untuk itu diperlukannya perhatian tak hanya pada segi biologis sang anak, tetapi juga dari segi psikososial. Dalam garis besarnya upaya pediatri pencegahan lebih bersifat menghindarkan dan mencegah terjadinya penyakit serta mencegah terjadinya penyimpangan tingkah laku dan keterbatasan fisik, ketimbang mengobati atau merehabilitasi. Pada prakteknya kegiatan ini dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer mencakup berbagai upaya untuk menghindarkan penyakit sebelum penyakit itu timbul, antara lain untuk tingkat komunitas dapat berupa penyediaan air bersih dan fasilitas kesehatan, pembuangan limbah, penanganan terhadap berbagai kenakalan remaja. Untuk tingkat individual dapat berupa pelayanan ibu hamil, evaluasi tumbuh kembang anak secara berkala, imunisasi, pasteurisasi susu dan sebagainya. Untuk masa produktif pun perlu diperhatikan pencegahan primer, yang dapat berupa informasi pola makan yang sehat dan pola hidup sehat (misalnya tidak merokok) yang tentunya diharapkan dapat mengurangi kejadian timbulnya penyakit-penyakit di kemudian hari. Pencegahan sekunder meliputi upaya mengenal, mengatasi, dan menghindarkan faktor penyebab sakit, termasuk juga upaya mengenal dan memulihkan sakit pada stadium awal, misalnya penjaringan terhadap suatu penyakit seperti diabetes, tuberculosis, skoliosis atau thallasemia. Pada pencegahan tersier termasuk upaya memperbaiki, memulihkan, dan menghentikan cacat akibat suatu penyakit. Materi dan upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar diberbagai negara akan berlainan, namun unsur pokoknya tetap serupa; yaitu mencakup :

3

Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun Masa prasekolah : usia 1 – 6 tahun Masa sekolah : usia 6 – 18/20 tahun Masa pra-remaja : usia 6 – 10 tahun Masa remaja : Masa remaja dini b. Penyuluhan kesehatan. 6. 3. 5. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik. usia 15 – 20 tahun a. Promosi gizi tentang pengadaan bahan makanan dan penyediaan makanan yang memadai.1. termasuk program KB. PENGERTIAN “ANAK” DALAM ILMU KESEHATAN ANAK Tahap-tahap tumbuh kembang anak 1. usia 8 – 13 tahun Pria. Pengobatan yang memadai terhadap penyakit dan gangguan kesehatan umum lain. 7. 4 . 4. 2. Pelayanan kesehatan ibu dan anak. usia 10 – 15 tahun Masa remaja lanjut Wanita. 8. 2. Wanita. Imunisasi terhadap penyakit infeksi. - Masa pranatal Masa embrio : konsepsi – 8 minggu Masa janin/fetus : 9 minggu – lahir Masa bayi : usia 0 – 1 tahun a. 4. khususnya tentang cara pencegahan dan pengelolaan penyakit. 3. Pengadaan dan penyediaan air bersih serta sanitasi lingkungan. usia 13 – 18 tahun Pria. Pengadaan obat esensial. Masa neonatal : usia 0 – 28 hari Masa neonatal dini : 0 – 7 hari Masa neonatal lanjut : 8 – 28 hari b.

Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.p = pertumbuhan penduduk . atau etnisitas tertentu. Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal.l = total kelahiran . Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa perubahan tersebut berkaitan erat dengan proses pembangunan.m) + (i . kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke dalam.m = total kematian . DINAMIKA KEPENDUDUKAN Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran. migrasi.e = total emigran atau pendatang dari luar daerah . struktur.e) Keterangan lengkap : . Rumus menghitung pertumbuhan penduduk : p = (I . serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran. serta penuaan. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan.i = total imigran atau penduduk yang pergi MEKANISME TRANSISI DEMOGRAFI Teori Transisi Demografi Teori ini berawal dari gambaran perubahan angka kelahiran dan kematian hasil analisis terhadap statistik di negara eropa dan USA. agama. kewarganegaraan. 5 . DEMOGRAFI Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. kematian.II. Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. dan distribusi penduduk. Di dalamnya meliputi ukuran.

Dalam masa transisi yang relatif lama.Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. serta gizi. keluarga berencana. Krisis ekonomi berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran yang pada gilirannya akan meningkatkan kerawanan sosial. Biarpun agak terlambat. Desentralisasi. Ada tiga perubahan situasi internal yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yaitu krisis ekonomi dan keuangan yang kemudian berlanjut pada krisis multidimensional lainnya. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. seperti liberalisasi perdagangan. Namun. namun juga pada sisi sosial kemasyarakatan. saat ini banyak menimbulkan persoalan tentang interaksi antara penduduk lokal dan pendatang. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. Transisi demografi telah dapat diprediksi sebagai dampak dari pembangunan nasional. Tetapi nampaknya 6 . terjadi perubahan kecenderungan mengecilnya jumlah penduduk usia muda/balita dan meningkatnya jumlah segmen angkatan kerja. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Di samping itu terjadi pula perubahan lingkungan global yang berdampak pada situasi internal. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Dalam proses tersebut. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. misalnya. reformasi sosial-ekonomi. Pada piramida kependudukan. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. yang perubahannya mulai terlihat pada tahun 2005. dan kesehatan. Berbagai perubahan baik internal maupun eksternal tersebut telah berdampak tidak saja pada pola kepemerintahan. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. dan desentralisasi kepemerintahan. Tanpa harus menunggu 150 tahun. maupun penekanan pada isu hak asasi manusia. baik dalam bidang ekonomi. demokratisasi. tingkat kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. dan usia lanjut.

6.. Menurut pakar kependudukan dunia. Berdasarkan catatan Geohive. PELEDAKAN PENDUDUK Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Hal di atas terjadi dikarenakan lemahnya sosialisasi dan pelaksanaan program Keluarga Berencana. 2. masalah-masalah yang berhubungan dengan usia muda akan tetap muncul.526. 7. khususnya warga miskin. Baby Booming Bila pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan. Indonesia dengan jumlah penduduk 236. akan mengalami peningkatan.463 jiwa)..140. Begitu pula tingkat kejahatan.326. Thomas Robert Malthus. . Semakin hari. Bila angka kelahiran tidak bisa ditekan maka Pemerintah RI harus mengambil langkah-langkah strategis yang antara lain bagaimana menyiapkan ketahanan pangan terhadap semua warganya. dan pengangguran. sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1. 5. 8.355. berada di urutan keempat penduduk terbanyak dunia.260). 16. 4..). Kemiskinan pun akan semakin sulit diberantas. Hal itu tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan.711. negeri dan provinsi di Indonesia akan menghadapi baby booming (peledakan penduduk yang sulit dihindarkan) yang tidak perlu dan tidak tepat saatnya. mata rantai sebab akibat tersebut harus diputus. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak masih ditempati Cina (1.segmen penduduk usia muda yang seharusnya mengecil. Akibatnya.006 jiwa).). pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1.303 jiwa. di samping masalah usia lanjut yang makin serius.647. 3. Situasi tersebut secara paralel akan membuat peningkatan kesejahteraan rakyat kian sulit tercapai. India (1. kenyataannya justru cenderung meningkat. Angka kelahiran selalu lebih besar dibandingkan dengan angka kematian. sebab akan timbulnya masalah kekurangan stok bahan makanan. . Karena itu. Diperlukan 7 . 2. Dimensi lain dari transisi demografi adalah meningkatnya urbanisasi. sebuah situs statisik kependudukan dunia.455.407 jiwa.. sehingga terjadi peledakan penduduk. jumlah manusia di dunia semakin mengalami peningkatan tajam. 4. migrasi.186. dan Amerika Serikat (302. jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga 30 Januari 2007 mencapai 6.

dewasa. Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Dengan melihat gambar piramida penduduk. dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur. dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk. struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk. Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut. remaja. Revitalisasi Program KB dimaksud yakni penguatan fungsi ketahanan keluarga yang terdiri dari 4K: ketahanan pangan/ekonomi. Sebaliknya. kematian dan migrasi masa lalu. yaitu Revitalisasi Program KB. ketahanan moral dan ketahanan sosial. laki-laki dan perempuan.adanya keberlangsungan penyelenggaraan program KB Nasional. dan lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja yang harus diciptakan. PIRAMIDA PENDUDUK Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. ketahanan pendidikan. secara sekilas kita mengetahui struktur umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita. Sampai saat ini dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau model piramida penduduk yaitu: 8 . Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran.

Meksiko.Keterangan gambar: Model 1. Terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak. Model 2. Contoh: Hampir seluruh negara-negara Eropa Barat. tetapi belum ada penurunan tingkat fertilitas. Indonesia. Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. 9 . Dibandingkan dengan model 1. Contoh: Sri Lanka. Terdapat pada negara dengan tingkat kelahiran yang rendah begitu pula tingkat kematiannya rendah. Median age (umur median) sangat rendah dan angka beban tanggungan (dependency ratio) merupakan yang tertinggi di dunia. Model 3. dengan beban tanggungan sangat rendah terutama pada kelompok unsur-unsur tua.. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak paramida. dan Brazilia. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Bentuk piramida ini dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Contoh: India. Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi. Umur median rendah.

sehingga pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Model 5. Terdapat pada negara yang mengalami penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. timbulnya pemukiman kumuh. Negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan. Jumlah penduduk besar. Hal ini dilakukan dengan menggalakkan peran serta sektor swasta antara lain pembangunan pabrik/industri. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi. Hal ini menambah beban pemerintah 10 . Contoh : Amerika Serikat. 2. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolut daripada penduduk.Model 4. Contoh : Jepang MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalahmasalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi. sekolah swasta. seperti: penyediaan lapangan kerja. Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Akibatnya. terjadi kepadatan penduduk yang tidak disertai dengan perluasan daerah tempat tingal. tingginya kejadian pernikahan dini. rumah sakit swasta dan lain-lain. Tingginya angka kelahiran. sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Pertumbuhan penduduk cepat. dan pengangguran. Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshaped pyramid). Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu: 1. Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan. dan meningkatnya jumlah wanita usia subur menyebabkan pertumbuhan penduduk berlangsung cepat.

yang harus menyediakan sarana dan prasarana sosial guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menambah beban usia produktif terhadap usia nonproduktif. Kepadatan penduduk yang terjadi biasanya terpusat di suatu daerah tertentu, maka untuk mengatasinya perlu dilakukan pemerataan penduduk khususnya ke daerah-daerah yang jumlah penduduknya masih jarang. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk melaksanakan program KB guna mengendalikan pertumbuhan penduduk. 3. Persebaran penduduk tidak merata. Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia. Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara. Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti munculnya permukiman liar, sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri, terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri, timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata salah satunya dilaksanakan program transmigrasi. 4. Kualitas penduduk rendah. 11

Kualitas penduduk tercermin dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan. a. Tingkat pendapatan rendah Pendapatan perkapita yang masih rendah mengakibatkan penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya karena kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera. Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah. b. Tingkat pendidikan rendah Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat; masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. c. Tingkat kesehatan rendah Faktor-faktor yang menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah banyaknya lingkungan yang kurang sehat, penyakit menular sering berjangkit, gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk. Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kekurangan vitamin A, kekurangan kalori protein, kekurangan zat besi, dan gondok. 5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda. Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14 tahun. Kebutuhan penduduk usia muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan. Jumlah penduduk yang besar baru akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan. Oleh karena itu, setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup.

12

PENGGUNAAN

DATA

DEMOGRAFI

DALAM

PERENCANAAN

PELAYANAN KESEHATAN ANAK Data demografi yang ada dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan anak, diantaranya: I. Age Spesific Death Rate (ASDR) Yaitu jumlah kematian pada golongan umur tertentu dalam satu periode untuk tiap 1000 penduduk golongan umur tersebut pada pertengahan periode yang sama. Dari ASDR dapat diketahui golongan umur dengan tingkat kematian tertinggi dan terendah, sehingga dapat disusun distribusi kematian menurut golongan umur. Jadi, dengan data ini kita dapat menyusun prioritas dalam pelayanan kesehatan berdasarkan tingginya tingkat kematian pada golongan umur tertentu. II. Infant Mortality Rate (IMR) Yaitu jumlah kematian bayi di bawah umur satu tahun pada suatu daerah selama satu periode, untuk tiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif, karena bayi sangat peka terhadap perubahan-perubahan dari luar, angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan dapat dipercaya serta menggambarkan keadaan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat umum Bila IMR tinggi, maka dalam perencanaan pelayanan kesehatan harus dititikberatkan pada pelayanan yang berhubungan dengan IMR, yaitu program imunisasi, perawatan perinatal, program gizi, pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang menyerang bayi.

III.

KELUARGA BERENCANA

DEFINISI KB a. Individual Penggunaan cara-cara pengaturan fertilitas untuk membantu seorang individu atau sebuah keluarga mencapai tujuan tertentu, misalnya menghindari kelahiran yang tidak/belum diinginkan; mengatur jumlah kelahiran yang diinginkan; mengatur waktu kehamilan dan persalinan dalam hubungannya dengan usia ibu dan ayah.

13

dan anggota keluarga lainnya menuju suatu keluarga atau masyarakat bahagia sejahtera. menjarangkan dan menghentikan kelahiran . sehingga akan meningkatkan pula kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi termasuk pemakaian metode kontrasepsi untuk tujuan menunda. Secara singkatnya. Nasional Perencanaan jumlah keluarga dengan tujuan untuk menurunkan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menciptakan atau mewujudkan norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.Menurunkan kelahiran .Meningkatkan kesehatan.Mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana . Tujuan ini dilalui dengan upaya khususnya penurunan tingkat kelahiran untuk menuju suatu norma keluarga kecil.  Tujuan Khusus .b. PRIORITAS DAERAH PELAKSANAAN PROGRAM KB 14 .Meningkatkan cakupan program.Meningkatkan kualitas (dalam arti lebih efektif) metode kontrasepsi yang dipakai. anak. baik dalam arti cakupan luas daerah maupun cakupan penduduk usia subur yang memakai metoda kontrasepsi . khususnya ibu dan anak. TUJUAN KB  Tujuan Umum Secara umum program Keluarga Berencana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. sebagai jembatan meningkatkan kesehatan ibu. tujuan gerakan KB adalah : Tujuan kuantitatif adalah untuk menurunkan dan mengendalikan Tujuan kualitatif adalah untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil pertumbuhan penduduk yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).

solution placentae. • Kesehatan Ibu Mortalitas Mortalitas maternal pada kehamilan kedua dan ketiga lebih rendah dibandingkan dengan yang pertama. Tujuan ini dapat tercapai dengan memberikan jarak waktu yang cukup antara kehamilan yang diinginkan. maka frekuensi anemia dapat dikurangi dengan 2/3. investasi cacing tambang. tetapi setelah kehamilan yang ketiga angka ini akan naik kembali. Anemia defisiensi besi dalam kehamilan dua kali lebih banyak daripada anemia dalam bukan kehamilan. termasuk protein. lebih-lebih kalau disertai dengan malabsorbsi atau diet yang buruk. dan sangat bermakna pada kehamilan kelima atau lebih. Morbiditas Kehamilan berulang-ulang dengan jarak waktu tidak adekuat membutuhkan lebih banyak zat-zat makanan.Sasaran wilayah adalah wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus pelaksanaan seperti sentra industri. serta mengurangi tingkat kematian dan kesakitan ibu. daerah kumuh. Beberapa komplikasi obstetrik seperti placenta praevia. Dalam hal ini akan dijumpai banyak anemia defisiensi besi dan folic acid. Terbukti pula bahwa jika jumlah kehamilan dibatasi sampai 3 atau kurang dari 3. MEKANISME PENGARUH KB PADA KESEHATAN IBU DAN ANAK Hubungan keluarga berencana dan kesehatan terutama bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan anak. mengatur jumlah anak yang dilahirkan. terutama grande multipara. Abortus Buatan 15 . Dengan memberi jarak waktu yang lebih baik antara kehamilan. daerah pantai dan daerah terpencil.1971). kalsium dan besi. beberapa paritas tinggi. Malnutrisi dan anemia diperberat oleh infeksi dan penyakit menahun. diabetes mellitus. maka frekuensi ini dapat lebih rendah lagi (Rao dan Gopalan. dan sebagainya. ruptura uteri. Dalam kehamilan kebutuhan zat besi dan folic acid meningkat. dan mengatur waktu persalinan sehubungan dengan umur ibu dan ayah. mencegah kehamilan yang tidak/belum diinginkan. seperti malaria. pemukiman padat.

Angka kematian yang tinggi sebagian juga disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang dan jumlah anggota keluarga yang banyak. Anak-anak dari keluarga besar oleh karena tidak melaksanakan program KB. misalnya perumahan. sehingga KB diperlukan untuk menghindari kurangnya perkembangan intelektual anak. mortalitas bayi mempunyai hubungan pula dengan faktor-faktor lingkungan. Mengingat kenyataan bahwa malnutrisi pada usia muda akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan anak mempunyai hubungan pula dengan besarnya keluarga. makin kurang perhatian yang dapat diberikan kepada tiap anak. umumnya pertumbuhannya lebih kecil.Pengguguran kandungan merupakan tanda bahwa kehamilan tersebut tidak diinginkan. PENGARUH BESAR KELUARGA TERHADAP KESEHATAN ANAK Anak yang lahir dalam keluarga yang besar mempunyai resiko yang lebih besar untuk meninggal karena infeksi yaitu karena resiko infeksi silang. Dengan keluarga berencana sekurang-kurangnya kehamilan yang tidak diinginkan dapat dicegah. dan lain-lain. sosial. sehingga frekuensi pengguguran kandungan dapat diturunkan. sanitasi. Keluarga dengan anak tiga orang atau kurang. ataupun medik. gizi. Di samping itu. adanya penyakit-penyakit infeksi. mengkonsumsi kalori dan protein lebih banyak daripada keluarga dengan jumlah anak empat orang atau lebih. • Kesehatan Anak Mortalitas Bayi-bayi dari ibu usia muda atau paritas tinggi mempunyai angka mortalitas yang tinggi. prevalensi penyakit saluran pencernaan dan pernafasan berhubungan langsung dengan besarnya keluarga. Morbiditas Menurut penelitian. baik dengan alasan pribadi. Mempunyai anak lebih dari empat akan meningkatkan resiko mendapatkan bayi cacat dan BBLR karena asupan gizi ibu kurang selama kehamilan. sehingga penggunaan KB dapat menurunkan angka kesakitan. Perkembangan Intelektual Makin banyak seorang ibu mempunyai anak. maka penting sekali untuk memperbaiki makanan 16 .

jarak yang cukup aman untuk melahirkan kembali adalah enam bulan setelah keguguran. Karena anak terlalu cepat disapih dari ASI. wanita yang jarak kelahiran bayinya antara 27 sampai 32 bulan. insiden penyakit diare (salah satu penyebab utama kematian anak sampai umur 2 tahun di negeri yang sedang berkembang) meningkat. sehingga kualitas hidup meningkat. Kehamilan sebelum umur 18 tahun sering menghasilkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan resiko juga bagi kesehatan bayi dan ibunya. Maka dari itu pentingnya untuk mengatur jarak kelahiran agar dapat menurunkan resiko anak-anak memiliki tubuh kecil dan pendek serta kurang berat badan akibat kekurangan gizi. ibu tidak sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus buat anaknya dan perhatian kasih sayang juga kurang. Kehamilan setelah 17 . sandang. Kematian bayi (terutama neonatus) paling tinggi bila interval kelahiran kurang dari 24 bulan. Pada usia ini wanita dalam keadaan optimal dengan kata lain. maka kemungkinan untuk selamat dalam melewati proses kehamilan dan memiliki anak yang sehat. PENGARUH JARAK KELAHIRAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Jarak kelahiran yang aman satu dengan yang lainnya adalah 27 sampai dengan 32 bulan.anak tersebut. Jarak yang pendek seringkali menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak. perumahan dan pendidikan. Sementara untuk wanita pasca aborsi. Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta lahir prematur. Resiko kematian anak meningkat sekitar 50 % jika jaraknya kurang dari 2 tahun. PENGARUH USIA IBU WAKTU MELAHIRKAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Usia yang paling aman pada wanita untuk hamil dan melahirkan adalah sekitar usia 20-30 tahun. Oleh karena itu. Malnutrisi pada tahun pertama mengakibatkan gangguan yang permanen pada otak sehingga anak tersebut mengalami retardasi mental. risiko angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) ibu dan bayi yang terjadi akibat kehamilan dan persalinan dalam kelompok usia tersebut paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Akibat cara penyapihan yang kurang baik. Pengaturan jarak kelahiran dapat meningkatkan akses terhadap derajat kehidupan anaknya melalui peningkatan kecukupan pangan. Kehamilan sebelum umur 18 tahun dan sesudah 35 tahun akan meningkatkan resiko pada ibu dan anak.

Beberapa kegiatan dalam BKIA seperti memberikan nasihat mengenai perawatan bayi antara lain mengenai imunisasi. dimana keyakinan ini dapat timbul bila terdapat KIA yang memadai. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian / penyakit bayi dan anak. menurun. Oleh karenanya peningkatan mutu KIA merupakan hal yang mutlak dalam memajukan mutu KB. seta menganjurkan agar ibu memeriksakan anak secara teratur ke dokter. kemampuan rahim untuk menerima janin. meningkat sekitar 40 % pada ibu di atas 40 tahun. Faktor penuaan juga akan menyebabkan embrio yang dihasilkan oleh wanita di atas 35 tahun terkadang mengalami kesulitan untuk melekat di lapisan lendir rahim atau endometrium. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimal mungkin. Faktor usia (di atas 35 tahun) juga berpengaruh terhadap kemampuan rahim untuk menerima bakal janin atau embrio. Kelainan kromosom yang paling sering dijumpai adalah Sindrom Down (yang berciri khas berbagai tingkat keterbelakangan mental. Bayi lahir mati. pemberian makanan bergizi. Di banyak negara ternyata bahwa program KB tidak akan berhasil baik bila tidak disertai dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang memadai. Ini dapat meningkatkan kejadian keguguran.umur 35 tahun. resiko terhadap bayi dan ibunya meningkat lagi. Risiko terhadap janin atau bayi tersebut antara lain : • Cacat bawaan Baik yang disebabkan oleh kelainan kromosom atau bukan. • • Kelahiran prematur. ciri wajah tertentu. dan kadang kala kesehatan lainnya). 18 . Hal ini disebabkan karena banyak warga yang setuju menjalankan KB bila mereka mendapatkan keyakinan bahwa anak yang lahir akan hidup terus. Dalam hal ini. Sebaiknya KIA dan KB merupakan suatu kesatuan agar didapatkan hasil yang memuaskan. berkurangnya tonus otot. PEMBENARAN KETERPADUAN KB DAN KIA BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial yang bersifat pendidikan (edukatif) dan pencegahan (preventif). • Keguguran Risiko terjadinya keguguran akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu hamil. meningkat tiga kali lipat pada usia di atas 40 tahun.

3. bernafas atau menunjukkan suatu tanda kehidupan. baik dalam keadaan tali pusat sudah dipotong atau belum. Adat Istiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak laki-laki lebih dari anak perempuan atau sebaliknya. atau bergeraknya secara nyata otot-otot sadar. berdenyutnya tali pusat. STATISTIK KESEHATAN Lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya dari seorang ibu secara lengkap PENGERTIAN LAHIR HIDUP suatu hasil konsepsi dengan tidak memandang lamanya dalam kandungan. Demi mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera dan bahagia 2. 4. IV. yang sesudahnya pemisahan secara lengkap itu. 19 . seperti berdetaknya jantung. Masih rendahnya pengetahuan penduduk akan KB Kurangnya penyuluhan akan pentingnya program KB terhadap untuk menyebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat masyarakat melaksanakan program KB dan ketakutan akan timbulnya efek samping penggunaan KB. Menentukan jumlah anak yang diinginkan. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak. atau apakah placenta dalam keadaan terlekat.FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROGRAM KB 1. Alasan Agama Bagi para pemeluk agama tertentu. tidak diperkenankan mencegah kelahiran anak dengan menggunakan alat kontrasepsi supaya tidak hamil. Mengatur jarak antara kelahiran 4. Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN KB 1. 2. Memperoleh kelahiran yang lebih terencana 3.

5% (wanita). Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) adalah jumlah kematian bayi umur 0 sampai kurang dari 1 tahun di suatu daerah selama satu periode.65 jiwa dan akan diupayakan untuk ditekan menjadi 2. berat badan lahir rendah/Low birth weight adalah bila bayi yang baru lahir mempunyai berat badan lahir < 2500 gram.PENGERTIAN LAHIR MATI Lahir mati adalah tiap-tiap hasil konsepsi dengan masa hamil 28 minggu atau lebih yang sebelum lahir spontan atau tidak. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif karena bayi sangat peka terhadap perubahanperubahan dari luar. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KELAHIRAN DI INDONESIA Angka kelahiran adalah kelahiran hidup dalam satu periode wilayah tertentu untuk tiap 1000 penduduk pada pertengahan periode yang sama. PENGERTIAN INDONESIA Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk.8% (laki-laki) dan 6. untuk setiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan 20 . telah meninggal dunia. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN BAYI DI DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN KASAR DI INDONESIA DAN BEBERAPA NEGARA LAIN.23 bayi dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273. PENGERTIAN ANGKA FERTILITAS Angka fertilitas adalah kemampuan seorang wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup dalam suatu periode dibagi dengan jumlah wanita yang hidup pada pertengahan periode yang sama. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. Angka kelahiran di Indonesia pada tahun 2005 adalah 2. PENGERTIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH Menurut WHO. Angka kematian kasar di Indonesia menurut hasil penelitian adalah 7.05 pada tahun 2025.

Kondisi perinatal yang buruk. PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA PERINATAL 1. Pelayanan kesehatan yang tidak memadai. 3. Umur ibu dan interval antara 2 persalinan yang tidak ideal 5. Angka Kematian Bayi menurut negara Negara Indonesia Thailand Malaysia Filipina Srilanka Singapura Angka Kematian (%) 51. Keadaan sosial ekonomi yang buruk PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA 1–5 TAHUN (MASA PRASEKOLAH) 1. Keadaan sosial ekonomi keluarga yang buruk. 3. Status gizi ibu dan bayi yang kurang. 2.1 40 20 45 25 8 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN BAYI DI INDONESIA 1. 4. 2.dapat dipercaya. Angka kematian bayi juga menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum. Keadaan gizi ibu buruk atau adanya penyakit yang diderita ibu sebelum atau saat sedang hamil. 2. Keadaan gizi dan lingkungan yang buruk. 21 . Keadaan sanitasi lingkungan yang tidak baik PENGERTIAN MASA PERINATAL Masa perinatal adalah masa beberapa saat sebelum dan sesudah kelahiran. Masa yang dimulai pada akhir minggu ke-20 sampai minggu ke-28 kehamilan dan berakhir 7 hingga 28 hari setelah melahirkan. Banyaknya Berat Badan Lahir Rendah.

Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir. Peningkatan gizi ibu dan anak. musim. biologis dan psikososial yang biasa disebut lingkungan fisikobiopsikososial. Gizi yang cukup pada masa kehamilan. Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun. tifus 22 . 11 bulan. MENURUNKAN MORTALITAS DAN 2. LANGKAH-LANGKAH MORBIDITAS ANAK 1. kecacingan.  Lingkungan fisik. yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun. 6. 5. baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit. maka anak akan sering sakit. 29 hari). Sanitasi Kebersihan. 3. keadaan geografis suatu daerah Musim kemarau yang panjang atau adanya bencana alam lainnya. PENGERTIAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA Angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi). sehingga banyak anak yang kurang gizi. Peningkatan pengetahuan tentang perawatan anak. Akibat dari kebersihan yang kurang. Demikian pula gondok endemik banyak ditemukan pada daerah pegunungan. misalnya diare. dimana air tanahnya kurang mengandung yodium. V. Perbaikan higiene ibu dan anak.3. antara lain : a. dapat berdampak pada tumbuh kembang anak antara lain sebagai akibat gagalnya panen. Penyakit menular. b. Pemberian imunisasi yang lengkap pada anak 4. Pemeliharaan kesehatan dan pemeriksaan rutin pada masa kehamilan. PROGRAM KELUARGA DENGAN PERHATIAN KHUSUS PADA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK TIGA FAKTOR LINGKUNGAN ANAK Lingkungan meliputi aspek fisik. Cuaca.

dimana kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa. antara lain : a. dimana seringkali kepentingan budaya bertabrakan dengan 23  . dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Ras / suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras/suku bangsa. Bangsa kulit putih / ras Eropa mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi daripada bangsa Asia. c. dan sebagainya. tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian. b. Jenis kelamin Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan. d. Sehingga diperlukan perhatian khusus. serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya. c. Gizi Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Radiasi Tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya radiasi yang tinggi. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak.abdominalis. d. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. ventilasi. asap kendaraan atau asap rokok. Ketahanan makanan keluarga mencakup pada ketersediaan makanan dan pembagian makanan yang adil dalam keluarga. karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan. Umur Umur yang paling rawan adalah masa balita. oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu. cahaya dan kepadatan hunian Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya. demam berdarah. Kalau anak sering menderita sakit. malaria. Keadaan rumah: struktur bangunan. Lingkungan biologis. hepatitis. yang dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga.

preventif. disamping itu anak juga mengalami stres yang berkepanjangan akibat dari penyakitnya. i. sesudah makan. Hormon Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain : . maka diharapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian. akan menunjang proses tumbuh kembang anak. Fungsi metabolisme Khusus pada anak. . Pertambahan tinggi badan sangat dipengaruhi hormon ini. kimia dan biologis. g. maka kebutuhan akan berbagai nutrien harus didasarkan atas perhitungan yang tepat atau setidak-tidaknya memadai. dan rehabilitatif. kuratif. GH merangsang terbentuknya somatomedin yang kemudian berefek pada tulang rawan. e. perubahan kadar gula darah dan sebagainya. f. tidak saja kalau anak sakit.Hormon tiroid 24 . Satu aspek penting yang perlu ditambahkan adalah keamanan pangan (food safety) yang mencakup pembebasan makanan dari berbagai “racun” fisika. Di samping imunisasi. karena adanya perbedaan yang mendasar dalam proses metabolisme pada berbagai umur. sesudah latihan fisik. gizi juga memegang peranan penting dalam kepekaan terhadap penyakit. tetapi pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan. h.kepentingan biologis anggota-anggota keluarga. Perawatan kesehatan Perawatan kesehatan yang teratur. Kepekaan terhadap penyakit Dengan memberikan imunisasi. Penyakit kronis Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya dan pendidikannya. yang mencakup aspek-aspek promotif. Oleh karena itu pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara komprehensif.Somatotropin atau “growth hormon” (GH = hormon pertumbuhan) Merupakan pengatur utama pada pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka. GH mempunyai “circadian variation” dimana aktivitasnya meningkat pada malam hari pada waktu tidur.

aktivitasnya mirip insulin.Glukokortikoid Mempunyai fungsi yang bertentangan dengan somatotropin.Insulin like growth factors (IGFs) Merupakan somatomedin yang kerjanya sebagai mediator GH dan kerjanya mirip dengan insulin. . Fungsinya selain sebagai growth promoting factor yang berperan pada pertumbuhan. Androgen disekresi kelenjar adrenal (dehidroandrosteron) dan testis (testosteron). efek mitogenik terhadap kondrosit. metabolisme. sedangkan estrogen terutama diproduksi oleh ovarium. IGFs diproduksi oleh berbagai jaringan tubuh. Maturasi tulang juga dibawah pengaruh hormon ini. Kalau kortison berlebihan akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat/terhenti dan terjadinya osteoporosis. karena kortison mempunyai efek anti-anabolik. Lingkungan psikososial. Pada permulaan pubertas. otak. hormon seks memacu pertumbuhan badan. mata. antara lain : a. . karbohidrat dan lemak. 25  .Hormon ini mutlak diperlukan pada tumbuh kembang anak. Sebaliknya pada hipertiroidisme dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular. sebagai mediator GH. Stimulasi Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. tiroksin serta androgen. dapat menjadi permanen. Hormon ini mempunyai interaksi dengan hormon-hormon lain seperti somatotropin. karena mempunyai fungsi pada metabolisme protein. dll. tetapi sesudah beberapa lama justru menghambat pertumbuhan. .Hormon-hormon seks Terutama mempunyai peranan dalam fertilitas dan reproduksi. tetapi IGFs yang beredar dalam sirkulasi terutama diproduksi di hepar. osteoblas dan jaringan lainnya. Demikian pula dengan pertumbuhan dan fungsi otak sangat tergantung pada tersedianya hormon tiroid dalam kadar yang cukup. Defisiensi hormon tiroid mengakibatkan retardasi fisik dan mental yang kalau berlangsung terlalu lama. seksual.

Stres teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan obat-obat dan narkotika. Ganjaran ataupun hukuman yang wajar Kalau anak berbuat benar. Namun. buku-buku. c. d. maka wajib kita memberi ganjaran. Stres pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. dan sebagainya. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orangtuanya. misalnya anak akan menarik diri. tepuk tangan dan sebagainya. misalnya pujian. Agar kelak kemudian hari menjadi anak yang tidak sombong dan bisa 26 . maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut. diharapkan setiap anak mendapat kesempatan duduk di bangku sekolah minimal 9 tahun. mendapat pendidikan yang baik. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya. aspek lingkungan e. ciuman. rendah diri. Sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah. anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik.b. Cinta dan kasih sayang Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. nafsu makan menurun. Jadi. Khususnya bagi remaja. dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar. disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut. suasana yang tenang serta sarana lainnya. bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap anak. belaian. terlambat bicara. masih dibenarkan. Sehingga dengan g. sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif. Motivasi belajar Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini. perhatian dari orangtua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul. f. misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. Sekolah Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini.

4. kebersihan. petugas kesehatan yang mempunyai hubungan yang erat dengan anak diwajibkan melakukan kunjungan rumah karena persoalan anak tidak dapat dipecahkan di bangsal saja. apakah merupakan sumur gali atau bor dan bila sumur gali. Anak akan terbuka kepada orangtuanya. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak.. belanja 1 hari. sumur. Pada daftar isian kunjungan rumah. pencahayaan. Air minum: sumber berasal dan leding. mata air dan lain-lain. ventilasi. ventilasi. rumah milik sendiri atau sewa/kontrak. jenis dapur. Tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut yaitu pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi. h. ventilasi luas dan jumlah penghuni pada setiap ruangan tidur. pencahayaan. kurang mandiri. lantai.memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya. Sebaliknya kasih sayang yang diberikan akan secara berlebihan bahkan yang menjurus kearah memanjakan. air hujan. sungai. Bila berasal dari sumur. Kualitas interaksi anak-orangtua Interaksi timbal balik antara anak dan orangtua. pemboros. 27 . akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. KUNJUNGAN RUMAH UNTUK MEMAHAMI ANAK DALAM LINGKUNGAN SEBENARNYA Menurut definisi Pediatri Sosial dari de Haas. atap rumah. bagian terbesar dari dinding. 3. 2. pencahayaan. Ruangan dapur: kebersihan. sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orangtua dan anak. Rumah: jenis. menghambat mematikan perkembangan kepribadian anak. luas. yang harus diperhatikan di antaranya ialah: 1. Akibatnya anak akan menjadi manja. jumlah ruangan. Ruangan tidur: jumlahnya. apakah terdapat bibir dan penutup sumur serta terbuat dari apa bibir dan lantai sumur tersebut. kebersihan. Apakah air minum dimasak/tidak dimasak/ kadang-kadang dimasak dulu. sombong dan kurang bisa menerima kenyataan.

perhatian. Trauma waktu hamil. hobby dan sebagainya. 9. sawah.5. mesin jahit dan sebagainya. Hubungan anak dengan ayah. Penyakit-penyakit yang diderita. umur anak termuda. Menilai makanan. dengan alat-alat. Apakah makanan selama hamil cukup atau kurang. lemari es. Buang air: apakah buang air di jamban sendiri. jamban umum atau tempat lain. jumlah lahir hidup. 6. pembuangan sampah apakah dibakar/dibuang di sungai/ditanam dan apakah terdapat tempat sampah. keguguran. 28 . 12. ditanami. disiplin. Halaman: kebersihan. Cara melahirkan apakah biasa/sukar. pakaian anak: bagaimana kualitas dan kuantitas makanan. 11. mobil atau barang lain seperti radio. berat badan dan panjang badan. Melahirkan di rumah bersalin/rumah sakit/rumah sendiri. Jumlah anak. umur anak tertua. 10. kebun atau empang. Keadaan bayi setelah lahir menangis spontan. jamban bersama beberapa keluarga. kasih sayang yang diberikan kepada anak. cara apa. jenis tanaman. cukup/kurang bulan. ibu dan anggota keluarga lainnya serta hubungan antar keluarga. tidak menangis/biru. 7. 13. ditolong oleh dokter/bidan/dukun terlatih atau tidak terlatih. Usaha keluarga berencana: a. Bagaimana ternak dan unggas baik jenis maupun jumlahnya. istirahat. 8. sungai. hiburan. Riwayat kehamilan dan persalinan: berapa kali dilakukan pemeriksaan kehamilan atau tidak dilakukan sama sekali. sopan-santun. jumlah kematian. berapa pengeluaran keluarga sebulan dan bagaimana keseimbangan penghasilanpengeluaran. lahir mati. Pengawasan kesehatan: bila sakit berobat kepada siapa yaitu ke rumah sakit/poliklinik/dokter swasta/mantra/dukun serta apakah mendapat pengawasan dan BKIA untuk mendapatkan imunisasi dan sebagainya. yaitu baik/cukup/kurang dan bagaimana pakaian anak baik kebersihan. pengertian. kebersihan. Keuangan: berapa pendapatan sebulan untuk seluruh anggota keluarga. halaman/rumah. pengawasan. sanitasi. jumlah dan sebagainya. Keadaan kakus apakah cukup/kurang dan apakah digunakan dengan baik/tidak. tempat anak bermain. Menentukan keadaan sosial-ekonomi dengan melihat adanya barang-barang luks seperti TV. Bagaimana tingkah laku anak. Obat-obat apa saja yang diminum.

berapa banyak yang di bawah Apakah ibu atau bapak menjalankan keluarga berencana. hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dikunjungi menjadi baik sehingga hal-hal yang pada waktu yang lalu tidak dapat disinggung. jumlah. tetapi saling berkaitan. proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisis. umur 15 tahun dan yang di atas 15 tahun. Dengan kata lain. keadaan sosio-ekonomi.b. ukuran atau dimensi tingkat sel. khususnya bagi anak-anak yang sedang sakit namun tidak dapat berobat ke dokter karena keterbatasan ekonomi. Istilah tumbuh-kembang sebenarnnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda. serta denah dari rumah. masalah yang terdapat di dalam keluarga. yaitu dengan maksud agar masyarakat mengubah kebiasaan lama yang salah dan tidak sesuai dengan syarat-syarat kesehatan. berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. 29 . PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Peristiwa tumbuh-kembang pada anak meliputi seluruh proses kejadian sejak terjadi pembuahan sampai masa dewasa. petugas kesehatan wajib memberi pendidikan kesehatan dan gizi. sekarang dapat ditanyakan. sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. organ maupun individu. VI. serta laju tumbuh-kembang yang berlainan di antara organ tubuh. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. Dalam kunjungan rumah. Dengan melakukan kunjungan rumah dapat diambil kesimpulan mengenai kesehatan keluarga. Kelebihan dari kunjungan rumah ialah dapat memeriksa dan mengobati anakanak yang sakit di tempatnya masing-masing. kebersihan. Jumlah orang dalam rumah tangga. Selain itu. Ciri tumbuh-kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan. umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). PENGERTIAN KATA ‘‘PERTUMBUHAN’’ Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. c.

DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. Perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu. jaringan tubuh. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100% bayi dan anak-anak pra sekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan. termasuk perubahan aspek sosial. sebagai hasil dari proses pematangan. tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. A. yang kemudian pada Denver II dilakukan revisi dan restandarisasi dari DDST sehingga terdapat 125 tugas perkembangan. bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian yang dapat diramalkan. dan pada ”follow up” selanjutnya ternyata 89 % dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian. Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit). gerak halus.PENGERTIAN KATA ‘’PERKEMBANGAN’’ Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dalam kemampuan gerak kasar. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. dapat diandalkan dan menunjukkan validitas yang tinggi. TES SKRINING PERKEMBANGAN MENURUT DENVER (DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST / DDST ) DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. intelektual atau emosional akibat pengaruh lingkungan. Perbedaan lainnya adalah pada Denver II terdapat : ringan skala penilaian tingkah laku 30 peningkatan 86 % pada sektor bahasa 2 pemeriksaan untuk artikulasi bahasa skala umur yang baru kategori baru untuk interpretasi pada kelainan yang . Aspek perkembangan yang dinilai Terdiri dari 105 tugas perkembangan pada DDST dan DDST-R.

bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. yang meliputi : - Personal social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri. 3 tahun. 18-24 bulan. tugas yang perlu diperiksa pada setiap kali skrining hanya berkisar antara 25-30 tugas saja. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap. Penilaian Dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (Passed = P). yaitu : . Pada umumnya pada waktu tes. Setiap tugas/kemampuan digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. C. dalam lembar DDST. mengikuti perintah dan berbicara spontan. sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar 15-20 menit saja.Tahap pertama dilakukan secara periodik pada semua anak yang berusia : 3-6 bulan. ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil.- materi training yang baru Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan. - Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. . - Fine motor adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. 9-12 bulan. gagal (Fail = F). Kemudian ditarik garis 31 . - Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. 5 tahun.Tahap kedua dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. B. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. 4 tahun.

.Abnormal : o Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan. umur anak perlu ditetapkan lebih dahulu. Abnormal. pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia. Bila umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. berapa yang P dan berapa yang F.Normal : Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut di atas. Setelah itu. dengan menggunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. . Apabila anak gagal mengerjakan beberapa tugas-tugas tersebut (F). . garis umur ditarik vertikal pada formulir DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor. Tugas-tugas yang terletak di sebelah kiri garis itu. pada 2 sektor atau lebih.Meragukan : o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. hasil tes diklasifikasi dalam : Normal. dihitung pada masing-masing sektor. Kemudian. Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan berada 32 . maka berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut. o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. . selanjutnya berdasarkan pedoman.Tidak dapat dites : Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan.berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Meragukan (Questionable). dan tidak dapat dites (Untestable). Dalam pelaksanaan skrining DDST ini.

sedangkan bila terdapat kode nomor. yang masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas (sehingga seluruhnya ada 12 tugas) yang ditanyakan pada ibunya. maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuaanya. antara lain tulang. Kemudian dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Lingkaran lengan atas 5. Lingkaran kepala 4. Berat badan Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting. Tinggi badan 3. dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. PDQ (Pra-screening Developmental Questionnaire). Berat badan 2. maka ini bukan suatu keterlambatan. Agar lebih cepat dalam melaksanakan skrining. Berat badan merupakan hasil peningkatan/penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. bentuk kuesioner ini digunakan bagi orang tua berpendidikan SLTA ke atas. UKURAN YANG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI INDIKATOR PERTUMBUHAN 1. Pada ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh 33 . maka tugas perkembangan dites sesuai petunjuk. maka dapat digunakan tahap pra skrining dengan menggunakan : DDST short form. karena pada kontrol lebh lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi. Begitu pula pada kotak-kotak di sebelah kanan garis umur. Dapat diisi orang tua di rumah atau pada saat menunggu di klinik. Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak. cairan tubuh dan lainnya. Tebal lipatan kulit 1. Kalau terdapat kode R. lemak. otot. Dipilih 10 pertanyaan pada kuesioner yang sesuai dengan umur anak. maka dianggap ”suspect” dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap.pada kotak yang terpotong oleh garis vertikal umur.

Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. 3. ”growth spur” (pacu tumbuh) anak perempuan lebih cepat yaitu sekitar umur 8 tahun. keringat dan bernafas. 1992 untuk memperkirakan berat badan anak adalah sebagai berikut : . misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. lahir 2. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu. Besarnya fluktuasi tergantung pada kelompok umur dan bersifat sangat individual. dnegan keluaran (output) melalui urin.25 kg umur (bulan) + 9 2 umur (tahun) x 2 + 8 umur (tahun) x 7 – 5 34 yang dikutip dari Behrman. Bahan informasi untuk menilai keadaan gizi baik yang akut maupun yang kronis. Terdapat fluktuasi wajar dalam sehari sebagai akibat masukan (intake) makanan dan minuman.kembang anak. sedangkan anak laki-laki baru pada sekitar umur 10 tahun. Dapat 1. feses. indikator berat badan ini tidak sensitif terhadap proporsi tubuh. Anak perempuan umur 18 tahun sudah tidak tumbuh lagi. 1-6 tahun 4. Memonitor keadaan kesehatan. sehingga dapat mempengaruhi hasil penilaian : Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk : 1. Dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang perlu diberikan. 6. Kerugiannya. yang berkisar antara 100-200 gram. yang kemudian dilanjutkan dengan ”adolescent growth spur” (pacu tumbuh adolesen). menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur satu tahun. Pada bayi yang lahir cukup bulan.12 tahun digunakan rumus 3. sensitif terhadap perubahan sedikit saja. sedangkan anak laki-laki baru berhenti pada umur 20 tahun. dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun. dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. 3-12 bulan 3.5 kg/tahun. sampai 500-1000 gram bahkan lebih. 2. berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke 10. Dibandingkan anak laki-laki. pengukuran objektif dan dapat diulangi. Tetapi pertumbuhan anak perempuan lebih cepat terhenti daripada anak laki-laki. misalnya pada pengobatan penyakit. Kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir dan dimulai ”preadolescent growth spurt” (pacu tumbuh pra-adolesen) dengan rata-rata kenaikan berat badan 3-3. tumbuh kembang dan kesehatan.

Panjang supinasi umumnya lebih panjang 1 cm daripada 35 . dan dilanjutkan dengan 2 kali setahun sampai umur 5 tahun. Sampai umur 1 tahun. Walaupun kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi. dan pada umur 1 tahun sudah 3 x berat badan lahir. Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang atau duduk tanpa baju. dengan pengisian tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruasruas tulang belakang. Keuntungan indikator ini adalah pengukurannya objektif dan dapat diulang. penimbangan dilakukan setiap tahun. Di samping itu dibutuhkan 2 macam teknik pengukuran. kemudian menyusut. Dalam keadaan normal. sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm. sukar mengukur tinggi badan yang tepat dan kadang-kadang diperlukan lebih dari seorang tenaga. Kerugiannya adalah perubahan tinggi badan relatif pelan. sedang anak ditimbang dalam posisi berdiri tanpa sepatu dengan pakaian minimal.2 Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi. murah. kemudian melambat. merupakan indikator yang baik untuk gangguan pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). 2. kecuali bila diduga terdapat kelainan atau penyimpangan berat badan. pada anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur telentang (panjang supinasi) dan pada umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri. tetapi ruas-ruas tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun. Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang. Keistimewaannya adalah bahwa ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai. bayi ditimbang tiap bulan. Tinggi badan Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yaag terpenting. Antara umur 30-45 tahun tinggi badan tetap statis. sedangkan anak dengan timbangan berdiri. selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun. dimana tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi. dan menjadi pesat lagi (pacu tumbuh adolesen). sebagai perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif. berat badan bayi umr 4 bulan sudah mencapai 2 x berat badan lahir. seperti terhadap nilai BB dan LLA. Di atas umur 5 tahun. dan mudah dibawa. kemudian tiap 3 bulan sampai umur 3 tahun. alat dapat dibuat sendiri.

Pada waktu lahir.) Jadi. Peningkatan nilai rata-rata TB orang dewasa suatu bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan/kemakmuran (perbaikan gizi. muka bulat. 1992 yaitu : a. 2-12 tahun 50 cm 75 cm umur (tahun) x 6 + 77 Sedangkan kalau dilihat dari proporsi antara kepala. kemungkinan punya andil pula pada perubahan TB ini. Apabila seorang anak dapat mencapai tinggi antara 2 angka itu. 36 . kepala tampak sama besar dan memanjang. maka secara medis tidak perlu ada tindakan/intervensi. 1993) : TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8.5 cm 2 (13 cm adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8. dimana ukuran panjang kepala hampir sama dengan panjang badan ditambah tungkai bawah. 1 tahun c. perawatan kesehatan.5 cm 2 TB anak laki – laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ± 8. Anggota gerak sangat pendek. adalah sebagai berikut (dikutip dari Titi. Lahir b.tinggi berdiri pada anak yang sama. badan serta anggota gerak maka akan tampak perbedaan yang jelas antara janin. anak-anak dan dewasa. Demikian pula perkawiinan antar daerah maupun antar negara. jika potensi genetik belum tercapai optimal. yaitu sebagai berikut : Pada waktu janin umur 2 bulan. ukran anteroposterior dada masih lebih besar.5 cm adalah nilai absolut tinggi badan. dan keadaan sosial ekonomi). meski diukur dengan teknik perngukuran terbaik dan secara cermat. Tinggi badan juga dapat diperkirakan menggunakan rumus Behrman. ada rentangan antara angka tertinggi dan terendah. kepala relatif masih besar. Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. Sebagai titik tengah tinggi badannya adalah setinggi umbilikus. perut membuncit dan anggota gerak relatif lebih pendek.

- Pada dewasa. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. tinggi badan diukur dalam posisi berdiri tanpa sepatu. maka menunjukkan adanya retardasi mental. Alat pengukur panjang badan bayi terbuat dari kayu. yang salah satu ujungnya mempunyai batas yang tetap sedang ujung lainnya merupakan kayu yang dapat digerakkan. yaitu dari 34 cm pada waktu lahir menjadi 44 cm pada umur 6 bulan.kraniostenosis . dan telapak kaki dirapatkan. sehingga LK lebih besar dari normal. maka kepala akan kecil. Pertumbuhan LK paling pesat adalah pada 6 bulan pertama kehidupan. kecuali seperti kasus hidrosefalus. Secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai 1. Sampai saat ini yang dipakai sebagai acuan untuk LK ini adalah kurve LK dari Nellhaus. Sedangkan pada umur 1 tahun 47 cm. LK kepala yang kecil pada umumnya sebagai : variasi normal bayi kecil keturunan LK kepala yang besar pada umumnya disebabkan oleh : 37 . Diusahakan agar tubuh bayi lurus.5 kali panjang waktu lahir dan pada umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir. Bayi ditidurkan telentang tanpa sepatu dan tanpa topi di atas tempat tidur yang keras. Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan meletakkan verteks bayi pada kayu yang tetap. manfaat pengukuran LK terbatas pada 6 bulan pertama sampai 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat. Panjang badan bayi baru lahir cukup bulan ialah sekitar 50 cm.retardasi mental . Sebaliknya bila ada penyumbatan pada aliran cairan serebrospinal pada hidrosefalus akan meningkatkan volume kepala. sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi. Pada anak. Lingkaran kepala Lingkar kepala mencerminkan volume intrakranial. Oleh karena itu. Sehingga pada lingkar kepala (LK) yang lebih kecil dari normal (mikrosefali). dengan punggung bersandar pada dinding. Apabila otak tidak tumbuh normal. 3. 2 tahun 49 cm dn dewasa 54 cm. sehingga titik tengah adalah setinggi simfisis pubis. anggota gerak lebih panjang dan kepala secara proporsional kecil.

Pada waktu lahir. harus diperhatikan gejala-gejala klinik yang menyertainya. pada waktu dewasa lingkaran kepala adalah 55 cm. bagian atas alis mata.penyakit Canavan . Lingkaran lengan atas Lingkaran lengan atas (LLA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dnegan berat badan. lingkaran kepala diukur secara rutin. lingkaran kepala baru diukur apabila terdapat kecurigaan pada kepalanya.hidrosefalus . antara akromion dan olekranon. 4. Alat pengukur yang dipakai ialah pita metal yang fleksibel. Pada anak yang lebih besar.- variasi normal bayi besar hidranensefali tumor serebri keturunan . Lingkarkanlah pita pengukur pada pertengahan lengan kiri. Alat yang dipakai adalah pita pengukur lingkar lengan atas. dan bagian belakang kepala pasien yang paling menonjol. lingkaran kepala adalah sekitar 35 cm.5 cm. Caranya dengan meletakkan pita melingkari kepala melalui glabela pada dahi. pada umur 6 bulan 43. Sedangkan kerugiannya adalah LLA hanya untuk identifikasi anak dengan gangguan gizi/pertumbuhan yang berat. sukar menentukan pertengahan LLA tanpa menekan jaringan dan hanya untuk anak umur 1-3 tahun. Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun. Pada bayi kurang dari 2 tahun. Pada 38 . Laju tumbuh lambat. dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur satu tahun.efusi subdural . mudah dibawa. Pada umur 1 tahun lingkaran kepala bertambah 12 cm dari waktu lahir dan pada umur 6 tahun bertambah lagi 6 cm. Setelah itu hanya terjadi penambahan lingkaran kepala sedikit saja. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. cepat penggunaannya dan dapat digunakan oleh tenaga yang tidak terdidik. walaupun ada yang mengatakan dapat untuk anak mulai umur 6 bulan-5 atau 6 tahun. yaitu protuberansia oksipitalis. bisa dibuat sendiri.megalensefali Untuk menilai apakah kepala yang kecil/besar tersebut masih dalam batasbatas normal/tidak. Yang diukur ialah lingkaran kepala terbesar. Keuntungan penggunaan LLA ini adlah alatnya murah.

Dalam keadaan defisiensi. belajar mengangkat kepala belajar mengikuti obyek dengan matanya melihat ke muka seseorang dan tersenyum bereaksi terhadap suara/bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan. khususnya pada kasus obesitas. pada umur 1 tahun menjadi 16 cm dan pada umur 5 tahun 17 cm. 5. penciuman. dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Dari 3 sampai 6 bulan mengangkat kepala 90° dan mengangkat dada dengan bertopang tangan mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya berusaha memperluas lapangan pandangan tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain 39 .bayi baru lahir lingkaran lengan atas adalah 11 cm. pendengaran. Pengukur yang dipakai ialah kaliper lipatan kulit (skinfold calipers). subskapular atau suprailiaka. Lipatan kulir yang diukur adalah daerah triseps. Dari lahir sampai 3 bulan 2. yang mencerminkan kecukupan energi. Tebal lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak di bawah kulit. Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih. INTERPRETASI KEPANDAIAN PADA UMUR TERTENTU SEBAGAI INDIKATOR PERKEMBANGAN 1. Pengukuran dilakukan dengan mencubit kulit sampai terpisah dari otot dasarnya. lipatan kulit menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan. Kemudian lipatan kulit tersebut diukur dengan kaliper.

Dari 18 sampai 24 bulan 40 . ingin melihat semuanya.3. Dari 12 sampai 18 bulan berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5 – 10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing 6. Dari 9 sampai 12 bulan dapat berdiri sendiri tanpa dibantu dapat berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perntah sederhana atau larangan memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya. ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan 5. mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang Dari 6 sampai 9 bulan dapat duduk tanpa dibantu dapat tengkurap dan berbalik sendiri dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar-lempar benda-benda mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/lain mulai berpartisipasi dalam permaian tepuk tangan dan sembunyisembunyian 4.

mengerti kata-kata yang ditunjuk kepadanya menggambar lingkaran bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya 8. dan umurnya banyak bertanya bertanya bagaimana anak dilahirkan 41 . jenis kelamin. melmpat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat mempergunakan kata-kata saya. Dari 3 sampai 4 tahun berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang hanya kepala dan badan mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik menyebut namanya. memanjat.- naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka 7. bertanya. Dari 2 sampai 3 tahun belajar meloncat.

sisi bawah.belakang 9. Dari 4 sampai 5 tahun - mengenal sisi atas. sisi muka. lengan. membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa GAMBAR LENGKUNG CORAK PERTUMBUHAN ALAT – ALAT TUBUH ANAK 42 . sisi mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana melompat dan menari menggambar orang dengan keala. badan menggambar segi empat dan segi tiga pandai bicara dapat menghitung jari-jarinya dapat menyebut hari-hari dalam seminggu mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diingininya mengenal 4 warna memperkirakan bentuk dan besarnya benda.

DUA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN 43 . peredaran darah. dan volume darah.  Pertumbuhan alat kelamin pada 10 tahun pertama agak lambat. sedang lainnya mengikuti suatu bentuk tersendiri. otot skelet (pada neonatus 20-25% berat badan. sistem pencernaan. kemudian menurun pada masa pubertas.5 tahun sampai 2.  Yang mengikuti pertumuhan pola umum adalah tulang panjang.  Jaringan limfoid tumbuh cepat pada masa bayi dan anak. sedangkan puncak pertumbuhan berat terjadi pada saat sebelum lahir. pertumbuhan organ ini sangat pesat sesudah seluruh pertumbuhan badan berakhir.Puncak pertumbuhan panjang pada masa janin terjadi kira-kira pada akhir trimester kedua kehamilan. tetapi menjadi cepat pada 10 tahun berikutnya. pernafasan. Kira-kira 50% dari pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan.  Jaringan otak yang cepat tumbuh pada masa percepatan tumbuh janin (berkembang penuh pada umur 1.5 tahun) dan tidak tumbuh lagi pada masa adolensi dimulai. setelah dewasa 40% berat badan). sedangkan 20% terjadi pada tahun kedua. Beberapa jaringan badan hanya mengikuti satu daripada kedua percepatan tumbuh tersebut. dan akhirnya mengalami involusi.

sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun. kecepatan tumbuh. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil. Di samping 44 . Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. c) Keluarga. derajat sensitiitas jaringan terhadap rangsangan. Termasuk faktor genetik antara lain: a) Jenis kelamin. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi. iodium dan lain-lain). b) Ras atau bangsa. Faktor pranatal Gizi ibu pada waktu hamil (defisiensi vitamin. 2. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. masa bayi dan masa adolesensi. Faktor heredokonstitusionil / genetik Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. dan jarang menyebabkan cacat bawaan. Faktor lingkungan • 1.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: faktor heredekonstitusionil dan faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal). Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan. 1. dan berhentnya pertumbuhan tulang. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Itali. yaitu pada umur 10 tahun. dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. umur pubertas. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus. Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar. Wanita menjadi dewasa lebih dini. d) Umur. lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir mati.

misalnya karena makan ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide. PKU (phenylketonuria). defisiensi yodium saat hamil. dan abortus. Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetes yang hamil dan tidak mendapat pengobatan pada trimester I kehamilan sehingga bayi menjadi makrosomia. spina bifida. methadion. kardiomegali dan terdapat hiperplasia adrenal. lahir mati. obat-obat anti kanker dapat menyebabkan kelainan bawaan. cacat atau retardasi mental. anemia pada bayi baru lahir. bayi lahir mudah terkena infeksi. seperti di Jepang yang dikenal dengan penyakit Minamata. Implantasi ovum yang salah. posisi fetus yang abnormal. kelainan kongenital mata dan jantung. ektopia. hormon plasenta. phenitoin. mikrognatia dan kaki bengkok. 2. oligohidramnion). hormon tiroid. dan lain-lain.itu. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR. Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot. dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan otak janin. Endokrin yang berperan pada pertumbuhan janin adalah Hormon-hormon somatotropin (growth hormone). 6. insulin. Toksin / zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. retardasi mental dan deformitas anggota gerak. Infeksi 45 . yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali. Keracunan logam berat pada ibu hamil. retardasi mental. 5. dan peptida-peptida lain mirip insulin (Insulin-like growth factors/IGFs). Mekanis (pita amniotik. trauma. 3. 4. Radiasi Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan atau sebelum usia kehamilan 18 minggu dapat mengakibatkan kelainan janin bahkan kematian janin. Contoh kelainannya ialah mikrosefali.

lemak. karbohidrat. kern ikterus atau lahir mati.Infeksi intrauterin yang sering meyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis. Infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela. Imunitas Rhesus atau ABO inkompatibilitas sering menyebabkan abortus. virus influenza. Dapat terlihat pada ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang. lues. malaria. Pertambahan tinggi terbesar pada musim semi dan 46 . leptospira. 4. Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi. hidrops fetalis. Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif) Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein. Rubella. 3. Cytomegalovirus. lebih rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang cukup. 8. Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital) Beberapa penyakit kronis seperti glomerulonefritis kronik dan tuberkulosis paru dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. mineral dan vitamin. • Faktor pascanatal 1. 7. Musim. dan lain-lain. Echovirus. 2. campak. Keadaan sosial-ekonomi. dan virus hepatitis. Stres. Anoksia embrio Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta menyebabkan berat badan lahir rendah. polio. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. 9. Herpes simpleks). kelainan kejiwaan. mikoplasma. HIV. Coxsakie. antara lain cacat bawaan.

3. Bagian-bagian dari KMS: 1. Garis berat badan : garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Angka-angka ini menunjukkan berat badan 2 kg. Kolom Bulan : kolom yang berada di bagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. 4 dan seterusnya. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas. pendidikan. perbaikan sanitasi. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya. 3. dan faktor psikologi. 5.paling rendah pada musim gugur. 2. PENGGUNAAN ”GROWTH CHART” (KMS) Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan.5 kg. Garis usia : garis tipis dari atau ke bawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia anak dalam bulan.5 kg. Lain-lain.5 kg. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran. Pengisian KMS Balita A. 5. 4 kg. Yang perlu ditulis dalam kolom bulan lahir. misalnya 2. dalam KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak. dan seterusnya sedang garis tipis yang berada pada diantara 2 ukuran kg penuh untuk satuan tengahan kg. Kolom Bulan Lahir : kolom bulan yang terletak paling kiri dan bergaris tebal. Sumber berat badan : garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS. antara lain pengawasan medis. 4. Sebaliknya penambahan berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim semi. 4. pemberian kapsul vitamin A. 3 kg. Angka-angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukkan satuan kilogram penuh dan dinyatakan dalam satuan 2. imunisasi. cukup nama bulan dan tahunnya saja. dst. pemberian ASI-eksklusif. MP-ASI. Pada Penimbangan Pertama 47 . kondisi infeksi/infestasi cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain. 3.

Bila tidak ada kartu kelahiran. sama seperti halaman Kolom "Laki-laki" diisi tanda √ apabila anak tersebut laki-laki dan Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. kemudian perkirakan bulan lahir anak. catat bulan lahir anak dari kartu tersebut. Catatan *) • • • • Bila ada kartu kelahiran. tetapi ibu ingat. dan catat. "Berat Badan Lahir" ini kemudian dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0". sesuai dengan langkah pertama. 8. anak saat dilahirkan. 9. catat tanggal lahir anak Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa. 7. (dalam bulan). nya dan catat. Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar. dalam satuan gram. langkah kedua. (termasuk anak yang meninggal). kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu. 4. 6. sebelum anak ditimbang. isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu. 3. *) Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan dalam KMS-Balita didaftar pertama kali. depan KMS demikian pula bila perempuan. tuntun untuk mengingat umur anak Kolom "Nama Ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap. bulan dan tahun anak Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak. dan langkah ketiga.  Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran Pada halaman muka KMS. dan pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal. sesuai jawaban ibu.  1.Pada penimbangan pertama. 5. perkirakan bulan nasional / masehiBila ibu tidak ingat bulan lahir. 2. 48 .

maka cantumkan bulan Agustus 2000 di kolom tersebut. pada garis tegak (lihat contoh). kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan. maka hanya ada satu titik berat badan dan tidak bisa dibuat garis. Contoh: Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7. sesuai bulan bersangkutan. Misal: • • • • • • • Anak tidak mau makan Anak sakit panas Anak diare Anak diberi nasi tim Ibu meninggal Ayah di-PHK Anak dikirim ke Puskesmas Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan. Misalnya: Bulan lahir anak Agustus 2000.5 kg. Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0. Karena baru satu kali ditimbang. Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan. Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis  Balita  lainnya   tinggi 49 . Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMSSetelah anak ditimbang. makanan dan keadaan Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan). dan seterusnya. Kemudian isi semua kolom bulan September 2000. Oktober 2000.

1. Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan. Berperannya dan kehadiran ibu/penggantinya sedini dan selanggeng mungkin. akan menjalin rasa aman bagi bayinya. lakukan langkah keenam. E1. Pada Penimbangan Kedua dan Seterusnya Lakukan langkah keempat Jika bulan lalu anak ditimbang. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-). Apabila anak mendapat imunisasi. lakukan langkah kedelapan. Asih adalah kebutuhan emosi atau kasih sayang. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan rasa aman yang diwujudkan dalam kontak fisik dan psikis sedini mungkin. 2 dan 3 diisi E0. karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat. Jika jarak antara penimbangan bulan ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan. misalnya dengan menyusui bayi secepat mungkin segera setelah lahir. Lakukan langkah kelima Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan.4. hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus. Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif • • Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0. lakukan langkah ketujuh. KEBUTUHAN – KEBUTUHAN DASAR SEORANG ANAK UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL 1. Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan. maka titik berat badan bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya. Ini diwujudkan dengan kontak fisik (kulit/mata) dan psikis sedini mungkin. Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus). B. E2 dan E3. maka kolom 0. maka jika anak diberi kapsul vitamin A. 50  . 1.Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus.2.3.

Asuh adalah kebutuhan fisik biomedis. keterampilan. moral-etika. seperti imunisasi. IMUNISASI Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN aktif terhadap suatu antigen. Vaksinasi dimaksudkan sebagai pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. Antigen yang diberikan telah dibuat demikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit namun mampu mengaktivasi limfosit menghasilkan antibodi dan sel memori. kreativitas. Stimulasi mental (Asah) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan. yang disebut “Sindrom Deprivasi Maternal”. sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa. dsb. pengobatan kalau sakit papan / pemukiman yang layak higiene perorangan dan sanitasi lingkungan sandang kesegaran jasmani (olahraga) dan rekreasi. Tujuannya adalah memberikan “infeksi ringan” yang tidak berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respon imun sehingga apabila terjangkit penyakit yang sesungguhnya di kemudian 51 . 2. pemberian ASI. penimbangan bayi/anak yang teratur. kepribadian. 3. tidak terjadi penyakit.Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik. Kebutuhan ini merupakan cikal bakal proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. produktivitas. agama. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan anak akan: • • • • • • pangan (gizi) : kebutuhan terpenting perawatan kesehatan dasar. maupun sosial emosi. Vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikroorganisme patogen. VII. Stimulasi mental ini sangat penting di usia batita. kemandirian. Asah adalah kebutuhan akan stimulasi mental. Kasih sayang dari orangtua (ayah-ibu) akan menciptakan ikatan yang erat (bonding) dan kepercayaan dasar (basic trust). mental.

atau terpajan secara alamiah. virus atau riketsia). DUA MACAM IMUNITAS PADA MANUSIA a.hari anak tidak menjadi sakit karena tubuh dengan cepat membentuk antibodi dan mematikan antigen/penyakit yang masuk tersebut. Kekebalan aktif biasanya berlangsung lebih lama daripada kekebalan pasif karena adanya memori imunologik. Imunitas aktif dihasilkan oleh sistem imun khusus yang membentuk antibodi dan mengaktifkan limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organisme spesifik atau toksin. komponen kuman (bakteri. dan bahkan jaringan asing yang berasal dari binatang lain. Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari. sedangkan waktu paruh imunoglobulin lainnya lebih pendek. 52 . virus. Imunitas aktif Imunitas (kekebalan) aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi. seperti bakteri. toksin. Tubuh manusia mampu membentuk imunitas spesifik yang sangat kuat untuk melawan agen penyerbu yang bersifat mematikan. b. TUJUAN IMUNISASI Tujuan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar variola. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Misalnya kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah diberikan suntikan imunoglobulin. bukan dibuat oleh individu itu sendiri. atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman. Imunitas pasif Imunitas (kekebalan) pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh.

lingkungan dengan Mycobacterium atipik atau faktor pejamu (umur. tetapi maih mempunyai imunogenitas. tetapi mengurangi resiko tuberkulosis berat seperti meningitis tuberkulosa dan tuberkulosis milier. kelenjar superfisial. BCG sebaiknya diberikan pada anak dengan uji Mantoux (tuberkulin) negatif. Efek proteksi bervariasi antara 0-80%.10 ml untuk anak secara intrakutan di daerah insertio M.05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0. nyaman bagi bayi 2. Vaksinasi BCG tidak mencegah infeksi tuberkulosis. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN (PPI) 1. dan lain-lain). Penyuntikannya secara intradermal lebih mudah dilakukan (tidak terdapat lemak subkutis yang tebal). sehingga didapat basil yang tidak virulen. aman dan 53 . Hal ini mungkin dikarenakan faktor vaksin. lalu berkembang dan masuk ke lapisan yang lebih Memiliki efek samping yang rendah. Infeksi Mycobacterium tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberkulosis aktif. tulang. dan lain-lain. Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. seperti selaput otak. Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi dengan Mycobacterium tuberculosis terjadi respons imunitas seluler yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberkulin. bovis hidup yang sudah dilemahkan. Vaksin BCG disuntikkan dengan dosis 0. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. murah dan efisien (bisa dikombinasikan dan tanpa banyak pengulangan). Mudah didapat. deltoideus kanan. Vaksinasi BCG menimbulkan sensitivitas terhadap tuberkulin. tetapi dapat juga mengenai organ-organ lainnya. keadaan gizi. Bacille Calmette-Guerin adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiak berulang selama 1-3 tahun. Mekanisme vaksin BCG masuk ke lapisan chorium kulit sebagai depo. Vaksin BCG berisi suspensi M. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru. ditemukan oleh Calmette dan Guerin. ulkus yang terbentuk tidak mengganggu struktur otot setempat (dibandingkan pemberian di daerah gluteal lateral atau paha anterior. BCG diberikan pada bayi ≤ 2 bulan.DUA CIRI VAKSIN YANG BAIK 1.

kapiler. Namun apabila penyuntikan terlalu dalam. Ulkus yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. sebaikya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. BCG-itis diseminasi 54 . yang timbul 2-6 bulan sesudah imunisasi. maka tidak diberikan pada pasien imunokompromais (leukemia. Reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) a. (2) sekitar 70% kasus tuberkulosis berat (meningitis) ternyata mempunyai parut BCG. Pemberian obat anti TB sistemik tidak efektif.dalam yaitu ke subkutan. maka ulkus yang timbul lebih besar. jadi tidak perlu diobati. sehingga pada lapisan kulit timbul reaksi indurasi. Kelenjar berkonsistensi padat. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul fistula. dosis. Vaksin BCG merupakan vaksin hidup. tidak nyeri. Apabila dosis terlalu tinggi. Vaksin BCG ulangan tidak dianjurkan oleh karena manfaatnya diragukan mengingat (1) efektivitas perlindungan hanya 40%. eritema. Hal ini tergantung pada umur anak. maka dapat dibersihkan (drainase) dan diberikan obat anti TB oral. dan (3) kasus dewasa dengan BTA (Bakteri Tahan Asam) positif di Indonesia cukup tinggi (2536%) walaupun mereka telah mendapat BCG pada masa kanak-kanak. demam (-). Limfadenitis akan sembuh sendiri (dalam 1-3 bulan). kalau kontaknya sudah tenang dapat diberi BCG. peredaran darah. Limfadenitis / reaksi regional pada kelenjar Limfadenitis merupakan respon seluler pertahanan tubuh. Limfadenitis supuratif di aksila atau di leher kadang-kadang dijumpai. b. dan galur (strain) yang dipakai. dalam pengobatan steroid jangka panjang atau pada infeksi HIV). c. Reaksi Lokal Penyuntikan BCG secara intradermal yang benar akan menimbulkan ulkus lokal yang superfisial 3 minggu setelah penyuntikan. Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan. kelenjar limfe. maka parut yang terjadi tertarik ke dalam (retracted). Pada bayi yang kontak erat dengan penderita TB dengan BTA (+3) sebaiknya diberikan INH profilaksis dulu. pustula.

mendapat pengobatan radiasi. penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem limfe 2. kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut tanpa pengobatan khusus. Vaksinasi Hepatitis B 55 Anak menderita gizi buruk Sedang menderita demam tinggi Menderita infeksi kulit yang luas Pernah sakit tuberkulosis. obat imunosupresif. . Reaksi uji tuberkulin > 5 mm Sedang menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid.BCG-itis diseminasi jarang terjadi. biasanya berhubungan dengan imunodefisiensi berat. Kompikasi ini harus diobati dengan kombinasi obat anti TB. Misalnya. eritema nodosum. Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan antiseptik.1 ml PPD ( purified protein derived) di daerah flexor lengan bawah secara intra kutan • Pembacaan dilakukan setelah 48 -72 jam penyuntikan • Diukur besarnya diameter indurasi di tempat suntikan. Penanganan reaksi KIPI Orangtua atau pengantar perlu diberitahu bahwa 2-6 minggu setelah imunisasi BCG dapat timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan. Reaksi pada yang pernah tertular tuberkulosis: • Koch phenomenon reaksi lokal berjalan cepat (2-3 hari sesudah imunisasi) 46 minggu timbul scar. dan osteomielitis. • < 5 mm : negatif . lupus vulgaris. • Imunisasi bayi > 2 bulan tes tuberkulin (Mantoux) • Untuk menunjukkan apakah pernah kontak dengan TBC • Menyuntikkan 0. iritis. >10 mm : positif Tes Mantoux (-) imunisasi(+) Kontraindikasi HIV. 6-9 mm : meragukan .

Oleh karena itu.5 ml) dan vaksin Dosis 1 : <12jam pertama HB tidak Vaksin HB Dosis I : Segera setelah lahir 56 . individu yang belum pernah imunisasi hepatitis B atau yang tidak memiliki antibodi anti-HBs. Resiko kronisitas dipengaruhi oleh faktor usia saat yang bersangkutan terinfeksi. Transmisi terjadi melalui kontak perkutaneus atau parenteral. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan antara umur 3-6 bulan. Sebaiknya HBIg diberikan bersama vaksin VHB sehingga proteksinya berlangsung lama. Vaksinasi universal bayi baru lahir merupakan upaya paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB. maka masih dapat diberikan HBIg (hepatitis B imunoglobulin) 0. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi. Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%. sehingga pada anak normal tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. kontak seksual. bayi dari ibu VHB.Bayi baru lahir merupakan upaya yang paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB di Indonesia termasuk daerah endemis sedang-tinggi untuk Hepatitis B. dan melalui hubungan seksual. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui.tergantung status HbsAg ibu : HBsAg ibu Positif Negatif diketahui atau Imunisasi Keterangan HBIg (0. Semua orang yang HbsAgnya positif potensial infeksius.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif. Pada dasarnya. kebijakan utama tata laksana VHB adalah memotong jalur transmisi sedini mungkin. terciprat darah ke mukosa atau ke mata). hepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Imunisasi pasif Hepatitis B immune globulin (HBIg) dalam waktu singkat segera memberikan proteksi meskipun hanya utuk jangka pendek (3-6 bulan). Transmisi antar anak sering terjadi di negara endemis Virus Hepatitis B (VHB). potensial terinfeksi VHB. HBIg hanya diberikan pada kondisi pasca paparan (needle stick injury. Bayi yang terinfeksi lebih besar kemungkinan menjadi kronis daripada anak dan dewasa. Imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir.

5 ml secara bersamaan dalam waktu 12 jam setelah lahir. 57 . sedangkan imunisasi ketiga diberikan dengan jarak terpendek 2 bulan. Dosis ketiga merupakan penentu respons antibodi karena merupakan dosis booster. Pada neonatus dan bayi diberikan di anterolateral paha. Imunisasi aktif Vaksin VHB yang tersedia adalah vaksin rekombinan berisi HBsAg murni. 1. anak. Semakin panjang jarak antara imunisasi ketiga (4-12 bulan) semakin tinggi titer antibodinya. bayi.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Vaksin ini diberikan sedini mungkin setelah lahir.5 ml. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg-B positif : diberikan vaksin hepB-1 dan HBIg 0. dan remaja. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka ditambahkan hepatitis B immunoglobulin (HBIg) 0. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3-6 bulan. Jadwal dan dosis Imunisasi hepatitis B minimal diberikan sebanyak 3 kali. dan 6 bulan karena respons antibodinya paling optimal. akan menyebabkan terbentuknya respons protektif (anti HBs ≥ 10mIU/ml) pada 90% dewasa.Status HBV ibu semula tidak diketahui tetapi bila dalam 7 hari terbukti ibu HBV. sedangkan pada anak besar dan dewasa diberikan di regio deltoid. Bila dosis ketiga terlambat. Agar dapat dicapai kadar antibodi protektif secepatnya dianjurkan hepB-3 diberikan lebih awal (umur 3-6 bulan). Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah 0. Vaksin diberikan secara intramuskular dalam di daerah M. Memperpanjang interval antara dosis kesatu dan kedua tidak akan mempengaruhi imunogenisitas atau titer antibodi sesudah imunisasi selesai (dosis ketiga). Imunisasi pertama diberikan segera setelah lahir. Pemberian ketiga seri vaksin dengan dosis yang sesuai rekomendasinya. segera berikan imunisasi kedua. segera beri HBIg Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui : HepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Interval antara dosis pertama dan dosis kedua minimal 1 bulan. Bila sesudah dosis pertama imunisasi terputus. beri segera setelah memungkinkan.deltoideus dengan dosis 0.

Setiap vaksin hepatitis B sudah dievaluasi untuk menentukan dosis sesuai umur yang dapat menimbulkan respons antibodi yang optimum. kadang-kadang dapat menimbulkan demam ringan selama 1-2 hari. sedangkan interval antara dosis kedua dan ketiga minimal 8 atau 16 minggu sesudah dosis pertama. Khusus pada imunisasi hepatitis B. Uji serologis pra imunisasi hanya dilakukan pada anak yang akan memperoleh profilaksis pasca paparan dan individu beresiko tinggi tertular infeksi VHB. imunisasi catch up ini diberikan dengan interval minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga pada anak normal. pemeriksaan anti-HBs pra dan pasca imunisasi tidak dianjurkan. 58 . Catch up immunization Catch up immunization merupakan upaya imunisasi pada anak atau remaja yang belum pernah diimunisasi atau terlambat lebih dari 1 bulan dari jadwal yang seharusnya. Uji serologis Pada bayi dan anak-anak. dan pasien immunocompromised. individu yang memperoleh profilaksis pasca paparan. Ulangan imunisasi hepatitis B (hepB-4) dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun apabila titer pencegahan belum tercapai pada catch up immunization. lama proteksi Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90%-95%. Uji serologis pasca imunisasi perlu dilakukan pada bayi dan ibu pengidap VHB. Efektivitas. Reaksi KIPI Efek samping yang terjadi umumnya berupa reaksi lokal yang ringan dan bersifat sementara. Pada bayi prematur. Oleh karena itu dosis yang direkomendasikan bervariasi tergantung produk dan usia resipien. Dosis pada bayi dipengaruhi pula oleh status HbsAg ibu. bila ibu HbsAg (-) imunisasi ditunda sampai bayi berusia 2 bulan atau berat badan sudah mencapai 2000 gram. Uji serologis pasca imunisasi ini dilakukan 1 bulan sesudah imunisasi ke-3. tidak dianjurkan untuk imunisasi booster.

a. Vaksin ini merupakan vaksin cair yang diberikan dengan dosis 0. 15-18 bulan dan saat masuk sekolah (5 tahun). Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari → diberikan Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi: demam > 40°C. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. Dosis ke-4 harus diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan setelah dosis ke-3. Vaksinasi DTP (Difteri. Pertusis) Vaksinasi DTP terdiri dari toksoid difteri. 3. 4. dan nyeri sendi.Penanganan reaksi KIPI Setelah imunisasi hepatitis B dapat timbul kemerahan. peradangan dan nekrosis setempat. Jika demam pakailah pakaian yang tipis. Toksoid Difteria Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan toksoid difteria (alumprecipitated toxoid) yang kemudian digabung dengan toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk DTP. jika diberikan subkutan menyebabkan iritasi lokal. nyeri. pembengkakan. Potensi toksoid difteria dnyatakan dalam jumlah unit flocculate (Lf) dengan kriteria 1 Lf adalah jumlah toksoid sesuai dengan 1 unit anti toksin difteria. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Tetanus. Kekuatan toksoid difteria yang terdapat dalam kombinasi vaksin DTP saat ini berkisar 6. Vaksin mengandung aluminium fosfat. anafilatik + antipiretik. maksimal 6 kali dalam 24 jam. dan toksoid tetanus. Bordetella pertusis. Jika demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Untuk imunisasi rutin pada anak. Kehamilan dan laktasi bukan kontraindikasi imunisasi VHB. kejang. syok → imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DTaP. Kontraindikasi Sampai saat ini tidak ada kontraindikasi absolut pemberian vaksin VHB.7-25 Lf dalam dosis 59 . rasa mual. Reaksi pasca imunisasi dapat berupa: Demam. dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2. 6.5 ml secara intramuskular di bagian anterolateral paha.

Respons antibodi terhadap imunisasi dasar dengan vaksin pertusis whole-cell tergantung pada kadar antibodi tansplasental yang didapat dari ibu terhadap toksin pertusis. respons yang diperoleh setelah penyuntikan vaksin α seluler ternyata memberikan hasil yang baik dan tidak dipengaruhi oleh kadar antibodi pravaksinasi. Kombinasi toksoid difteria dan tetanus (DT) yang mengandung 10-12 Lf dapat diberikan pada anak yang memiliki kontraindikasi terhadap pemberian vaksin Pertusis. Sejak 1962 dimulai usaha untuk membuat vaksin Pertusis dengan menggunakan fraksi sel (α seluler/vaksin DTaP) yang bila dibandingkan dengan whole-cell ternyata memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan. yaitu: o o o Riwayat anafilaksis pada pemberian vaksin sebelumnya. Ensefalopati sesudah pemberian vaksin pertusis sebelumnya. Kontraindikasi Ada dua kontraindikasi mutlak terhadap pemberian vaksin pertusis baik whole-cell maupun α seluler.0.5 ml. Perhatian khusus (precaution) bila pada pemberian vaksin pertama (sebelum vaksin pertusis berikutnya) dijumpai hiperpireksia. b. hipotonik-hiporesponsif. Vaksin Pertusis Vaksin pertusis whole-cell (vaksin DTwP) adalah vaksin yang merupakan suspensi kuman Bordetella pertusis mati. Sebaliknya. Kejadian ikutan pasca imunisasi toksoid difteria secara khusus sulit dibuktikan karena selama ini pemberiannya selalu digabung bersama toksoid tetanus dengan atau tanpa vaksin pertusis. anak menangis terus menerus selama 3 jam dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah imunisasi DPT. Vaksin Pertusis α seluler Vaksin pertusis α seluler adalah vaksin pertusis yang berisi komponen spesifik dari Bordetella pertusis yang dipilih sebagai dasar yang berguna 60 .

01 IU atau lebih. Toksoid Tetanus (TT) Toksoid tetanus yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal dan 60 IU bila bersama dengan toksoid difteria dan vaksin pertusis. terjadi reaksi lokal kemerahan. bengkak.orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat sebab sudah terbukti bahwa respons imun yang diperoleh walaupun dengan interval yang panjang adalah sama dengan dengan interval yang pendek. − − Anak sering gelisah dan menangis terus menerus (inconsolable Kejadian ikutan yang paling serius adalah terjadinya ensefalopati crying) selama beberapa jam pasca suntikan. Sebagaimana pemberian toksoid lainnya. Kejadian ikutan pasca imunisasi terutama reaksi lokal. jika demam pakailah 61 Kira-kira pada separuh penerima DTP. dan adanya antigen lain dalam kombinasi vaksin itu.dalam patogenesis pertusis dan perannya dalam memicu antibodi yang berguna untuk pencegahan terhadap pertusis secara klinis. Kejadian reaksi KIPI vaksin DTaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah daripada DTwP. Reaksi KIPI DPT − ringan. c. pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. Vaksin DTwP dan DTaP dapat pula diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. dan nyeri pada lokasi injeksi. Penanganan Reaksi KIPI DPT Bila terjadi reaksi lokal. Pemberian toksoid tetanus bersama DTP diberikan sesuai jadwal imunisasi. Kadar antibodi protektif setelah pemberian DTP 3 kali mencapai 0. cara penyuntikan. serta terjadi demam . pelarut. sangat dipengaruhi oleh dosis. akut atau reaksi anafilaksis dan terbukti disebabkan oleh pemberian vaksin pertusis.

Kedua vaksin polio tersebut dapat dipakai secara bergantian. Tiap dosis yang diberikan adalah sebanyak 2 tetes (= 0. di samping vaksin virus polio oral (OPV) yang telah kita kenal selama ini. 4. Vaksin IPV dapat diberikan pada anak sehat. Jenis vaksin virus polio ini dapat bertahan di tinja sampai 6 minggu setelah pemberian OPV. sedangkan IPV dalam kemasan 0. namun tiga dosis berikutnya akan memberikan imunitas jangka lama terhadap tiga tipe virus polio. dan 3 adalah jenis Sabin yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan (attenuated). Vaksin polio inactivated (Inactivated Poliomyelitis Vaccine = IPV) 62 . Vaksinasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi polio-3. Untuk imunisasi dasar (polio-1. 2. 2. Vaksin ini digunakan secara rutin sejak bayi lahir dengan dosis 2 tetes oral. 3). Penerima vaksin dapat terlindungi setelah dosis tunggal pertama. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.5 ml intramuskular. Vaksin IPV berisi antigen polio (polio-1. dan 3) yang telah mati. interval di antaranya tidak kurang dari 4 minggu. b. Vaksinasi Polio Pada saat ini telah beredar di Indonesia vaksin polio inactivated (IPV). Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine = OPV) Vaksin virus polio oral berisi virus polio tipe 1. selanjutnya saat masuk sekolah (5-6 tahun). Virus vaksin ini kemudian menempatkan diri di usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun dalam epitelium usus. sedangkan OPV berisi virus polio hidup. yang menghasilkan pertahanan lokal terhadap virus polio liar. a. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.pakaian yang tipis dan berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan maskimal 6 kali dalam 24 jam. 2. dianjurkan diberikan saat bayi meninggalkan rumah sakit/rumah bersalin agar tidak mencemari bayi lain karena virus polio vaksin dapat diekskresi melalui tinja. Polio-0 diberikan saat bayi lahir. sehingga frekuensi ekspresi virus polio liar dalam masyarakat dapat dikurangi.1 ml) per oral.1 ml). maupun penderita imunokompromais. Tiap dosis OPV (2 tetes = 0.

Dosis Penguat (booster) Dosis penguat OPV harus diberikan sebelum masuk sekolah. diberikan suntikan IPV sebanyak 3 dosis masing-masing 0. Vaksinasi untuk anak imunokompromais Untuk mereka yang mempunyai kontraindikasi terhadap vaksin hidup. 3 yang mati. Pemberian dengan dosis 0. yang dapat diberikan bersama-sama waktunya dengan suntikan vaksin DTP dan Hib. Imunisasi primer bayi dan anak Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal. Anak yang telah mendapat imunisasi OPV dapat memberikan ekskresi virus vaksin selama 6 minggu dan akan melakukan infeksi pada kontak yang belum diimunisasi. diharapkan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok bayi.1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3 bulan.5 ml secara 63 . Sebagai vaksinasi dasar. Bila OPV yang diberikan dimuntahkan dalam waktu 10 menit. yaitu bersamaan dengan dosis DPT diberikan sebagai penguat.5 ml dengan suntikan subkutan dalam 3 kali berturut-turut dengan jarak 2 bulan antara masing-masing dosis akan memberikan imunitas jangka panjang (mukosal maupun humoral) terhadap 3 macam tipe virus polio. kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu. misalnya mereka dengan imunosupresi dai suatu penyakit atau kemoterapi. merupakan jenis Salk. maka dosis tersebut perlu diulang. maka IPV dapat digunakan sebagai vaksinasi terhadap poliomielitis. Imunitas mukosal yang ditimbulkan oleh IPV lebih rendah dibandingkan dengan oleh OPV. dosis berikutnya harus diberikan pada umur 15-19 tahun atau sebelum meninggalkan sekolah. Untuk mereka yang kontak dengan bayi yang baru saja diberi OPV. 2. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0.Vaksin polio inactivated berisi virus tipe 1.

Untuk mengatasinya. − − Resiko paling sering pada pemberian dosis pertama. anggota keluarga yang belum pernah divaksinasi atau belum lengkap vaksinasinya dan kontak dengan anak yang mendapat vaksinasi OPV. Pada pemberian OPV. virus yang nonvirulen tersebut dapat diekskresi melalui tinja dan mengakibatkan kelumpuhan orang disekitarnya (VDPV). terjadi pada resipien (VAPP = vaccine associated polio paralytic) maupun yang kontak dengan virus yang menjadi meurovirulen (VDPV = vaccine derived polio virus). tidak diperlukan vaksinasi penguat (booster). Kepada orang dewasa yang telah mendapat imunisasi sebelumnya. namun sebagai konsekuensinya masih ada resiko terjadinya VAPP dan menyebarnya VDPV. Pada saat replikasi tersebut mungkin terjadi mutasi virus yang dikenal dengan reversion. Dosis penguat harus diberikan dengan jadwal sama dengan pemberian OPV. harus ditawarkan vaksinasi dasar OPV pada waktu yang bersamaan dengan anak tersebut. dapat dipertimbangkan penggunaan vaksin IPV secara penyuntikan. yang kemudian menyebabkan kelumpuhan layu akut (VAPP). 64 . menyebabkan virus polio yang sebelumnya sudah dilemahkan kembali berbentuk yang lebih neurovirulen. − Pada saat ini di Indonesia masih menggunakan OPV yang ternyata mampu mengeliminasi virus polio liar. dan nyeri otot.subkutan dalam atau intramuskular dengan interval 2 bulan. Walaupun demikian. Reaksi KIPI − − Setelah divaksinasi. virus asal vaksin ini dapat bereplikasi di dalam usus manusia. sebagian kecil resipien dapat mengalami Kasus poliomielitis yang berkaitan dengan vaksin telah dilaporkan gejala pusing. Di samping itu. ekskresi melalui tinja biasanya selama 2-3 bulan. diare ringan. Penanganan reaksi KIPI Orangtua/pengasuh tidak perlu melakukan tindakan apapun karena sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio.

tetapi jangan bersama vaksin oral 65 . vaksinasi ditunda Dalam pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif yang Penyakit akut atau demam (suhu >38. yaitu:  Vaksin yang berasal dari virus campak yang Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe Edmonston B)  dengan garam aluminium) Pada saat ini di negara berkembang angka kejadian campak masih tinggi dan seringkali dijumpai penyulit. Kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan angka cakupan yang tinggi bersama-sama dengan keinginan untuk menunda pemberian imunisasi sampai antibodi maternal hilang merupakan suatu hal yang berat dalam pengendalian penyakit campak. 5. Vaksinasi Campak Vaksin campak ada 2 jenis.5°C). penyakit Hodgkin) dan yang mekanisme (limfoma. sedangkan untuk negara maju dianjurkan pada anak berumur 12-15 bulan dan kemudian imunisasi kedua (booster) juga dengan MMR dilakukan secara rutin pada umur 4-6 tahun. o o tifoid. juga yang mendapat pengobatan radiasi imunologisnya terganggu.Kontraindikasi o ditunda o o umum. Pada anak – anak di negara dimatikan (virus campak yang berada dalam larutan formalin yang dicampur Muntah atau diare berat. o Keganasan yang berhubungan dengan sistem retikuloendotelial leukemia. tetapi dapat juga diberikan setiap waktu semasa periode anak dengan tenggang waktu paling sedikit 4 minggu dari imunisasi pertama. Infeksi HIV Vaksin polio oral dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin inactivated dan virus hidup lainnya. maka WHO menganjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi berumur 9 bulan. vaksinasi harus diberikan oral maupun suntikan.

timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2-4 hari. Salah satu indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian kasus campak sesudah imunisasi. diperkirakan risiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari sesudah imunisasi sebanyak 1 diantara 1 milyar dosis vaksin. antibodi maternal akan hilang pada usia 9 bulan dan pada anak-anak di negara maju setelah 15 bulan.berkembang. Untuk vaksin hidup. tetapi dapat pula diberikan secara intramuskular. Dosis dan cara pemberian • Dosis baku minimal untuk pemberian vaksin campak yang dilemahkan adalah 1000 TCID50 atau sebanyak 0. − Reaksi KIPI banyak dijumpai terjadi pada imunisasi ulang pada seseorang yang telah memiliki imunitas sebagian akibat imunisasi dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan.5 ml. demam mulai dijumpai pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. • • Pemberian yang dianjurkan secara subkutan. Hal ini sukar dibedakan dengan akibat imunisasi yang terjadi dengan seseorang jika seseorang telah memperoleh imunisasi pada saat masa inkubasi penyakit alami.5ºC yang terjadi pada 515 % kasus. pemberian 20 TCID50 mungkin sudah dapat memberikan hasil yang baik. − Reaksi KIPI berat jika ditemukan gangguan fungsi sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi. Penanganan Reaksi KIPI 66 . Reaksi KIPI − Gejala KIPI berupa demam lebih dari 39. Kejadian KIPI imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan. − Ruam dapat dijumpai pada 5 % resipien.

maka anak SD. Mumps. o o Apabila terdapat kejadian luar biasa peningkatan kasus Setiap orang yang pernah imunisasi vaksin campak yang campak. dan rubela. Vaksin MMR harus diberikan sekalipun ada riwayat infeksi campak. Tidak ada 67 . atau jika orangtua merasa khawatir. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. Imunisasi ulangan Imunisasi ulang dianjurkan dalam situasi tertentu. SMA dapat diberikan imunisasi ulang. misalnya: o Telah memperoleh imunisasi sebelum umur 1 tahun dan terbukti bahwa potensi vaksin yang digunakan kurang baik (tampak peningkatan insidens kegagalan vaksinasi). boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. jika demam pakailah pakaian yg tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Imunisasi ini memberikan serokonversi terhadap ketiga virus lebih dari 90% kasus. Vaksin MMR diberikan pada umur 15-18 bulan dengan dosis satu kali 0. Kontraindikasi − − − − Demam tinggi Pengobatan imunosupresi Memiliki riwayat alergi Sedang memperoleh pengobatan imunoglobulin atau bahan-bahan yang berasal dari darah. MMR Ulangan diberikan pada umur 6 tahun.bawalah bayi/anak ke dokter. gondongan.5 ml secara subkutan dalam atau intramuskular. dan Rubella) Vaksin MMR merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak. virusnya sudah dimatikan (vaksin inaktif). maksimal 6 kali dalam 24 jam. dan rubella atau imunisasi campak. Vaksinasi MMR (Measles. gondongan. Vaksin MMR merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup.Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). SMP. IMUNISASI YANG DIANJURKAN (non PPI) 1.

Vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) 68 . o o o o 2. o Anak dengan alergi berat (pembengkakan pada mulut atau tenggorokan. penyakitnya sembuh. biasanya akan sembuh sendiri. maksimal 6 kali dalam 24 jam. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.efek imunisasiyang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat efek imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. demam. hipotensi dan syok) terhadap gelatin atau neomisin. bawalah bayi/anak ke dokter. mereka yang mendapat pengobatan dengan imunosupresif. atau jika orangtua merasa khawatir. Anak dengan demam akut. pemberian imunoglobulin atau transfusi darah (whole blood). Penanganan Reaksi KIPI Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). − Meningoensefalitis − Pembengkakan kelenjar parotis − Trombositopenia. jika demam pakailah pakaian yang tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. dalam waktu 4 minggu. Kontraindikasi o Anak dengan penyakit keganasan yang tidak diobati atau gangguan imunitas. atau ruam. terapi sinar atau mendapat steroid dosis tinggi. seperti malaise. Reaksi KIPI − Reaksi sistemik. pemberian MMR harus ditunda sampai Anak yang mendapat vaksin hidup yang lain (termasuk BCG) Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam waktu 3 bulan setelah Defisiensi imun bawaan dan didapat (termasuk infeksi HIV). sulit bernapas.

dan 5) 1 jam sebelum makan dengan minuman yang tidak lebih dari 37oC. Satu dosis vaksin Hib berisi 0. Vaksin kombinasi yang beredar berisi vaksin Hib PRP-T. Vaksin tidak boleh diberikan sebelum bayi berumur 2 bulan karena bayi tersebut belum dapat membentuk antibodi pada vaksin konjugasi. Vaksin Hib baik PRP-T ataupun PRP-OMP perlu diulang pada umur 15 bulan. Vaksin awal yang terbuat dari PRP murni ternyata kurang efektif. Vaksin demam tifoid oral Vaksin ini dibuat dari kuman Salmonella typhi galur nonpatogen yang telah dilemahkan. 4. dan imunisasi ulangan dilakukan setiap 3-5 tahun. Vaksin ini dikemas dalam kapsul. yaitu : a. Vaksin tifoid oral ini diberikan pada anak umur 6 tahun atau lebih. sedangkan setelah 1 tahun cukup 1 kali suntikan tanpa memerlukan booster. Vaksin Hib dibuat dari kapsul tersebut.3. IPV dalam bentuk vaksin kombinasi. respons imun pada vaksin ini termasuk sekretorik IgA. Vaksinasi Demam Tifoid Di Indonesia tersedia dua jenis vaksin. dan 6 bulan. sehingga saat ini digunakan konjugasi PRP dengan protein dari berbagai komponen bakteri lain.5 ml. Tidak seperti vaksin parenteral. dosis ketiga (6 bulan) tidak diperlukan. Vaksin tidak boleh diberikan bersamaan dengan antibiotik. DTaP. 2 kali suntikan sudah menghasilkan titer protektif . Apabila suntikan awal diberikan pada bayi berumur 6 bulan-1 tahun. Vaksin Hib dapat diberikan secara bersamaan dengan DTwP. Vaksin PRP-T diberikan pada umur 2. Vaksin yang beredar di Indonesia adalah vaksin konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP (PRP outer membrane protein complex) dan konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut sebagai PRP-T. diberikan secara intramuskular.Kapsul polyribosyribitol phosphate (PRP) menentukan virulensi dari Hib. Vaksin Hib diberikan sejak umur 2 bulan. Vaksin tifoid oral dikenal dengan nama Ty-21a. Reaksi samping vaksin oral lebih rendah daripada vaksin parenteral. atau 69 . Kedua vaksin tersebut boleh digunakan bergantian atau kombinasi. Kapsul harus ditelan utuh dan tidak boleh dibuka karena kuman dapat mati oleh asam lambung. sulfonamid. 3. diberikan 3 dosis dengan interval selang sehari (hari 1. Vaksin PRP-OMP diberikan pada umur 2 dan 4 bulan.

Untuk individu imunokompromais serta remaja (sama atau diatas umur 13 tahun) dan dewasa. Vaksinasi Varisela Vaksin virus hidup varisela-zoster (galur OKA) yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilised). memerlukan dua dosis dengan selang 1-2 bulan. Reaksi KIPI • • Reaksi simpang jarang terjadi Reaksi KIPI dapat bersifat lokal (1%). pencegahan vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan: kontak dipisah/tidak berhubungan). nyeri. pusing. dosis tunggal. penyakit akut. dan penyakit kronik progresif. b. saat demam. Vaksin polisakarida parenteral Vaksin polisakarida diberikan dengan dosis 0. nausea.5 ml secara intramuskular atau subkutan pada daerah deltoid atau paha. nyeri otot. Reaksi samping lokal berupa bengkak. Imunisasi varisela direkomendasikan pada umur 10-12 tahun yang belum terpajan. 70 .antimalaria yang aktif terhadap salmonella. sehingga harus disimpan pada suhu 2-8oC.5 ml secara subkutan. Vaksin oral pada umumnya diperlukan untuk turis yang akan berkunjung ke daerah endemis tifoid. nyeri sendi. Untuk anak yang mengalami kontak dengan pasien varisela. Kontraindikasi: alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin. imunisasi ulangan dilakukan tiap 3 tahun. demam (1%). nyeri perut jarang dijumpai. • Pada individu imunokompromais :  Reaksi sistemik muncul lebih sering (sekitar 12% . kemerahan di tempat suntikan. Vaksin ini diberikan pada umur lebih dari 2 tahun.40% pada pasien leukemia dalam pengobatan rumatan) daripada infeksi local. Vaksin dapat diberikan bersama dengan vaksin MMR. Reaksi sistemik berupa demam. dan ruam papula- vesikel ringan. nyeri kepala. dengan dosis 0. Bentuk ini kurang stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain. 4.

pasien yang mendapat pengobatan dosis tinggi kortikosteroid (2 mg/kgBB per hari atau lebih). pada 1% individu imunokompromais dapat timbul penyulit varisela. Vaksinasi Hepatitis A Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine). kelainan darah seluler seperti selama pengobatan induksi penyakit keganasan atau 3 tahun fase radioterapi. Dosis 720 U diberikan dua kali. Maka vaksin kombinasi diindikasikan pada anak umur lebih dari 12 bulan. Hitung limfosit kurang dari 1200/μl atau adanya bukti defisiensi imun terapi imunosupresan. Proteksi jangka panjang terjadi akibat antibodi protektif yang menetap atau akibat anamnestic boosting infeksi alamiah. Vaksin hepatitis A terbukti imunogenisitasnya baik. hipersensitivitas terhadap neomisin. Diperkirakan anti-HAV protektif menetap selama ≥ 20 tahun. tifoid) tidak mengganggu respons imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping. yaitu bagi mereka yang mampu. 5. Dosis vaksin 0. Setelah penyuntikan vaksin. suntikan kedua atau booster diberikan antara 6 sampai 18 bulan setelah dosis pertama.5 ml diberikan secara intramuskular di daerah deltoid.  Pasien leukemia yang mendapat vaksinasi varisela dapat muncul ruam pada 40% kasus setelah vaksinasi dosis pertama. Kebijakan imunisasi hepatitis A lebih bersifat individual. Vaksin kombinasi hepB/hepA tidak diberikan pada bayi kurang dari 12 bulan. Vaksin diberikan pada usia ≥ 2 tahun. perlu dipertimbangkan imunisasi hepatitis A pada anak berusia ≥ 2 tahun. 4% diantaranya dapat terjadi varisela berat yang memerlukan pegobatan asiklovir. 71 . Kontraindikasi • • Demam tinggi atau infeksi akut. Pemberian vaksin VHA (virus hepatitis A) bersamaan dengan vaksin lain (hepatitis B. terutama untuk catch-up immunization yaitu mengejar imunisasi pada anak yang belum pernah mendapat imunisasi hepB sebelumnya atau vaksinasi hepB yang tidak lengkap. • Pasien yang alergi pada neomisin.

baik anak sehat maupun dengan resiko penyakit kronik seperti asma. serta virus influenza tipe B. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus). Dengan kata lain. mengingat tiap tahun terjadi pergantian jenis galur virus yang beredar di masyarakat. Imunisasi influenza diberikan setiap tahun. Kontraindikasi Vaksin HVA tidak boleh diberikan kepada individu yang mengalami reaksi berat sesudah penyuntikan dosis pertama. Vaksin influenza diproduksi dua kali setahun berdasarkan perubahan galur virus influenza yang bersirkulasi di masyarakat. mual muntah dan hilang nafsu makan. diabetes. lelah. apabila galur tetap sama atau hanya terjadi perubahan kecil pada antigen permukaan. penyakit jantung. Pada saat ini cakupan imunisasi influenza mencapai 70-90% untuk proteksi selama satu tahun. Terdapat dua macam vaksin yaitu whole-virus dan split-virus vaccine. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus menerus. maka perlu dilakukan vaksinasi secara kontinu menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir. 6. kelemahan sistem imun (imunodefisiensi).Efek samping • • • Aman dan jarang menimbulkan efek samping Reaksi lokal ringan paling sering terjadi (21%-54%) Demam (4%). lesu. HIV. hemoglobinopati. daya proteksi menurun pada tahun berikutnya. Vaksinasi Influenza Vaksin trivalen influenza (TIV) yang terdiri dari dua virus influenza subtipe A yaitu H3N2 dan H1N1. Pemberian vaksin merupakan cara untuk pencegahan atau mengurangi infeksi influenza serta mencegah kematian pada saat epidemi. vaksin influenza lebih efektif untuk mencegah kompikasi saluran nafas bawah atau komplokasi lain. Vaksinasi biasanya diberikan sebelum musim penyakit influenza datang. Vaksin influenza diberikan pada anak usia 6-23 bulan. penyakit ginjal. Vaksin tahun sebelumnya 72 .

Vaksin influenza diberikan secara intramuskular pada paha anterolateral atau deltoid. o Untuk anak usia ≥ 9 tahun cukup satu kali saja. o Untuk anak dengan gangguan imun. Vaksinasi Pneumokokus Terdapat 2 jenis vaksin pneumokokus yang beredar di Indonesia. o o o Umur 6-35 bulan Umur ≥ 3 tahun Umur ≥ 8 tahun : 0. Kontraindikasi • Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan komponen vaksin seperti telur jangan diberi vaksinasi influenza. Dosis tergantung umur anak. teratur. yaitu vaksinpneumokokus polisakarida berisi polisakarida murni. lemas dan mialgia (flu1-2 hari. • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat. setiap tahun 1 kali. 23 serotipe disebut pneumococcus polysaccharide vaccine (PPV23). lamanya Gejala sistemik tidak spesifik berupa demam. Vaksin pneumokokus generasi 73 . 7. eritema dan indurasi pada tempat suntikan.25 ml : 0. Gejala timbul setelah 6-12 jam pasca vaksinasi. pada tahun berikutnya hanya diberikan 1 dosis. Reaksi KIPI • • Reaksi lokal nyeri. atau mengalami distres nafas akut atau pingsan. like symptoms).tidak boleh diberikan untuk tahun sekarang. terutama pada anak yang muda. Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah.5 ml : untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu. diberikan 2 dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan. lamanya 1 atau 2 hari.

8. indurasi. Kelompok resiko tinggi ini adalah anak yang menderita penyakit kronik seperti sickle cell. namun demam tinggi di atas 39oC jarang Reaksi KIPI biasanya terjadi setelah dosis kedua. dikembangkan vaksin PCV. infeksi HIV. Apabila anak datang setelah berumur > 7 bulan.kedua berisi vaksin olisakarida konjugasi. akan menghilang dalam 3 hari. bengkak. sehingga tidak mampu menghasilkan respon booster. Efek sistemik: demam. Vaksin PCV7 diberikan pada bayi umur 2. vaksin PCV7 diberikan bersama vaksin PPV23 karena kelompok ini rentan terhadap semua serotipe pneumokokus. penyakit paru kronik. nafsu makan Demam ringan sering timbul. pengobatan imunosupresif. dijumpai. pusing. Untuk meningkatkan imunogenisitas pada bayi. Untuk anak resiko tinggi berumur 24-59 bulan. Reaksi KIPI • • • • Efek samping: eritema. diare. 6 bulan dan diulang pada umur 12-15 bulan. penyakit jantung bawaan dan gagal jantung. defisiensi imun kongenital. muntah. Vaksin PPV tidak dapat merangsang respon imunologik pada anak usia muda dan bayi. dan nyeri pada bekas tempat suntikan. disfungsi limpa. maka diberikan jadwal dan dosis sebagai berikut: Umur datang pertama kali 7-11 bulan 12-23 bulan ≥ 24 bulan sampai 5 tahun Dosis vaksin yang diberikan 3 dosis 2 dosis 1 dosis Vaksin diberikan dalam dosis 5 ml. Interval antara 2 dosis 4-8 minggu. tidur tidak tenang. Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) 74 . dan diabetes melitus. 4. tetapi tidak lama. menurun. aslenia kongenital/didapat. gelisah. secara intramuskular di daerah deltoid atau paha tengah lateral. urtikaria. 7 serotipe disebut pneumococcus conjugate vaccine (PCV7).

BAGAN IMUNISASI YANG DIBERIKAN PADA BAYI DAN ANAK DI INDONESIA 75 .5 mL. Dosis yang diberikan sebanyak 0. Terdapat dua jenis vaksin : HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18. Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan sejak umur >10 tahun atau lebih banyak 3 kali.2 dan 6 bulan). dengan jadwal agak berbeda untuk vaksin HPV bivalen (0. Reaksi KIPI • Efek samping local vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah nyeri. secara intramuskular pada daerah deltoid. 11. Cervarix@) dan vaksin kuadrivalen (tipe 6. 16 dan 18. Vaksin HPV mempunyai afikasi 96%100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe-16/18. reaksi kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan. • Efek samping sistemik vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah demam. Gardasil@). Vaskin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV. Penelitian vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen menunjukkan imunogenisitas yang tinggi. nyeri kepala dan mual.Vaksin HPV yang telah bersedar di Indonesia dibuat dengan teknologi rekombinan.1 dan 6 bulan) dan Vaksin HPV kuadrivalen (0.

rota virus. polio. MACAM .PEMBERIAN ANTIPIRETIK SEBELUM DAN SESUDAH IMUNISASI Kepada orangtua atau pengantar diberitahukan bahwa 30 menit sebelum imunisasi DPT/DT. Vaksin mati (Inactivated vaccine) 76 .Hib. gondongan (parotis). • Berasal dari bakteri : vaksin BCG dan demam tifoid oral. • Berasal dari virus hidup : vaksin campak. demam kuning (yellow fever). b.MACAM BAHAN VAKSIN a. rubella. MMR. yang dilemahkan. Kemudian dilanjutkan seriap 3-4 jam sesuai kebutuhan. maksimal 6 kali dalam 24 jam. hepatitis B dianjurkan memberikan antipiretik parasetamol15 mg/kgbb kepada bayi/anak untuk mengurangi ketidaknyamanan pasca vaksinasi. Vaksin hidup (Live attenuated vaccine) Dibuat dari kuman atau virus penyebab penyakit.

Dibuat dari kuman, virus atau komponennya yang dibuat tidak aktif. • Seluruh sel virus inactivated : influenza, polio (injeksi), rabies, dan hepatits A • Seluruh bakteri inactivated : pertusis, tifoid, kolera, dan lepra • Vaksin fraksional yang masuk sub-unit : hepatitis B, influenza, pertusis α seluler, tifoid Vi, lyme disease. • Toksoid adalah bahan bersifat imunogenik yang dibuat dari toksin kuman. Pemanasan dan penambahan formalin biasanya digunakan dalam proses pembuatannya. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi disebut sebagai natural fluid plain toxoid, dan merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteriil toksoid efektif selama satu tahun. Bahan ajuvan digunakan untuk memperlama rangsangan antigenik dan meningkatkan imunogenesitasnya. Contohnya: difteria, tetanus, botulinum. • Vaksin polisakarida adalah vaksin sub-unit yang inactivated dengan bentuknya yang unik terdiri atas rantai panjang molekul-molekul gula yang membentuk permukaaan kapsul bakteri tertentu. Tersedia untuk 3 macam penyakit yaitu pneumokokus, mengokokus, dan Haemophillus influenzae type B.

c. Vaksin rekombinan Vaksin rekombinan adalah antigen vaksin yang dihasilkan dengan cara teknik rekayasa genetik. Contohnya : vaksin hepatitis B dan vaksin tifoid (Ty21a).. IMMUNOGLOBULIN SPESIFIK (IgS) DAN ANTITOKSIN Immunoglobulin S (IgS, hiperimmune globulins) secara farmakologi maupun karakteristik biologi berbeda dengan immunoglobulin normal. Sediaan ini diambil dari kumpulan darah pasien pada masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau setelah pemberian vaksinani tertentu, sehingga darahnya mengandung titer antibodi spesifik yang sangat tinggi pada penyakit tersebut. Untuk itu IgS diindikasikan untuk pencegahan infeksi bakteri spesifik seperti difteri, pertusis, tetanus, dan kuman clostridium lain, infeksi saluran napas, stafilokokus, streptokokus invasif, dan pseudomonas. Pencegahan inveksi virus seperti hepatitis A, B, C; TORCH, HIV, ebola, rabies, dan MMR. 77

IMMUNOGLOBUIN TETANUS (HUMAN TETANUS IMMUNOGLOBULIN) Pemberian Ig tetanus dan antitoksin tetanus diindikasikan untuk pencegahan pada luka dalam yang kotor, yang tidak akan terlindungi hanya dengan pemberian vaksin saja, riwayat imunisasinya tidak jelas/tidak pernah diimunisasi atau imunisasi dasarnya tidak lengkap. Di samping itu juga diindikasikan untuk pengobatan dalam upaya netralisasi toksin yang bekerja sistemik. Dosis pemberian Ig tetanus untuk pencegahan 250 unit, scara IM. Untuk pengobatannya, dosisnya adalah 3000-6000 unit, IM. Pada kasus neonatorum 500 U, IM. ANTI TETANUS SERUM (ATS) Jika TIg tidak tersedia dapat diberikan antitoksin yang berasal dari serum binatang sebanyak 1.500-5.000 IU, pemberian harus didahului tes sensitivitas. Dosis tunggal antitoksin tetanus berkisar antara 50.000-100.000 U. Untuk pengobatan tetanus neonatorum diberikan dengan dosis 40.000 U, dengan cara pemberiannya 20.000 U dari antitoksin dimasukkan ke dalam 200 cc NaCl 0,9%, diberikan secara IV dalam 35-45 menit. Setengah dosis yang tersisa (20.000 U) diberikan secara IM pada paha antero lateral. Jika antitoksin yang berasal dari serum binatang (kuda) yang dipakai, lakukan skin test dahulu untuk mencegah tejadinya shock anafilaksis. Pada saat yang bersamaan siapkan alat suntik dengan adrenalin (1:1000) dilakukan untuk pasien yang pernah mendapatkan suntikan antitoksin dari serum binatang. Sebagai kontrol, di tempat lain disuntikkan garam fisiologis intrakutan. Jika setelah suntikan timbul benjolan di kulit yang dikelilingi warna kemerahan berupa eritema dengan ukuran 3 mm atau lebih dibanding kontrol maka lakukan desentisasi terhadap pasien. Lebih dari 25% penderita mengalami serum sickness setelah pemberian antitoksin kuda. Oleh karena risiko serum sickness dan reaksi-reaksi hipersensitivitas, maka Imun Globulin Tetanus (IGT) manusia cenderung digunakan dibandingkan ATS. Anti serum tidak menetralkan toksin tetanus yang terikat pada susunan saraf pusat dan sedikit memperbaiki gejala-gejala yang telah ada pada saat pemberian. Akan tetapi, rasio kematian pada penyakit yang ringan sampai moderat secara bermakna dikurangi bila antiserum diberikan secara dini.

78

VIII.

TAMAN PENITIPAN ANAK
CARA MEMPERBAIKI GIZI KURANG PADA ANAK DALAM PENITIPAN Anak-anak yang dititipkan di taman penitipan anak akan diatur menunya sesuai dengan kebutuhan gizi dan proporsi tubuhnya. Dalam tempat penitipan anak (day care centre) pada umumnya terdapat ahli gizi yang bertugas menjaga dan menilai kebutuhan gizi anak-anak yang diasuhnya. Bagi anak yang kekurangan gizi, akan diberikan menu yang lebih sesuai dengan kebutuhannnya secara kualitas maupun kuantitas. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ANAK DALAM PENITIPAN Selain ahli gizi, di taman penitipan anak ini juga mempunyai dokter, akan lebih baik lagi bila dokter tersebut adalah dokter anak. Program yang biasa dilakukan di tempat penitipan anak pada saat awal menitipkan antara lain adalah imunisasi untuk mencegah penyakit dan mencegah terjangkitnya penyakit menular diantara anak-anak. Biasanya di setiap day care centre mempunyai program imunisasi awal yang akan dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan.

PERKEMBANGAN PENITIPAN

FISIK

DAN

PSIKOSOSIAL

ANAK

DALAM

Di setiap taman penitipan anak, ditawarkan program-program yang sangat bervariasi, namun pada intinya adalah usaha untuk meningkatkan perkembangan fisik dan psikososial anak. Untuk meningkatkan perkembangan fisik, anak akan diajak dalam permainan yang menggunakan sensorik dan motorik yang melibatkan panca indera. Sedangkan untuk meningkatkan psikososial, anak akan didorong untuk mengenal anak lain, mempunyai teman, berkelompok dan bekerja sama. MEMBERIKAN PENDIDIKAN ORANGTUA DALAM MENGASUH ANAK Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari taman penitipan anak adalah faktor pendidikan yang juga diberikan pada orangtua. Pada waktu yang ditentukan, para orangtua khususnya para ibu, akan diberikan penyuluhan bagaimana merawat bayi dan anak, memberi dan menyiapkan makanan untuk anak.

79

2.    − − −  − − − − Malnutrisi Penyakit tidak menular Kelainan bawaan Kelainan fisik bawaan Retardasi mental Kelainan bukan genetik Penyakit menular Poliomielitis Trachoma Lepra Onchocerciasis 80 . Impairement : suatu keadaan abnormalitas dari psikis.IX. ANAK CACAT (HANDICAPPED CHILDREN) DEFINISI Beberapa istilah yang sering dipakai pada keadaan cacat perlu dijabarkan. dapat karena kelainan bawaan atau cacat yang didapat dalam perjalanan hidupnya baik karena penyakit maupun karena kecelakaan. yaitu : 1. 3. Jadi : Impairement → Disability → Handicap Contohnya. Handicap : suatu kerugian yang diderita oleh individu akibat impairement dan disability. seorang anak yang menjadi buta karena kekurangan vitamin A Impairement : kehilangan pengelihatan/buta Disability Handicap : kehilangan kemampuan untuk bisa melihat : kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan mata dan menikmati aktifitas yang normal ETIOLOGI Penyebab keadaan cacat itu sendiri. Disability : suatu hambatan atau gangguan dari kemampuannya untuk melaksanakan aktifitas yang biasanya dapat dikerjakan oleh orang yang normal sebagai akibat dari “impairement”. fisiologis atau fisik baik struktur maupun fungsinya.

Cacat pada mulut yang terjadi pada bayi dapat ditanggulangi dengan penggunaan dot khusus yang memungkinkan susu langsung mencapai faring. Pada anak atau balita yang dapat makan sendiri. LATIHAN KERJA. CARA IMUNISASI PADA ANAK CACAT Secara umum pemberian imunisasi pada anak cacat sama dengan anak normal.   Kecelakaan/rudapaksa Kelainan psikiatri fungsional Kecanduan alkohol dan obat KESEMPATAN PENDIDIKAN. misal: bubur. Pendidikan yang khusus terutama diberikan kepada anak dengan cacat mental atau yang cacat indranya. kesulitan didapatkan ketika mereka menolak untuk menerima makanan yang diberikan pada mereka. DAN PENEMPATAN KERJA ANAK CACAT PADA ORANG TUA Tergantung dari jenis kecacatannya. diberikan makanan yang dapat langsung ditelan. Tujuannya : • • • Orangtua menerima kecacatan anaknya dengan sikap positif Memberi rasa optimis orang tua terhadap anaknya Orangtua dapat memberi dukungan pada proses perkembangan anaknya CARA MEMPERBAIKI GIZI ANAK CACAT Penanganan gizi pada anak cacat lebih kurang sama seperti penanganan pada anak normal lainnya. Pada anak cacat mental. penanganan disesuaikan dengan cacatnya. Diharapkan mereka dapat diberikan pengertian dan atau kebiasaan pola dan waktu makan yang benar agar mandiri. Dengan pengamatan dan pengarahan yang teliti melalui program rehabalitasi. seorang anak memerlukan atau tidak memerlukan sebuah pendidikan khusus. Dibutuhkan kesabaran dalam merawat anak cacat mental. Bayi atau anak dengan cacat anggota tubuh. 81 . Yang menyebabkan anak cacat butuh perhatian lebih adalah keterbatasan mereka dalam menerima asupan gizi yang diberikan. pendidikan yang tepat dapat diarahkan.

malu. 2) Departemen Sosial Berperan sebagai sumber dana. Contoh. dan kadangAnak seringkali mengalami kesulitan untuk mengubah rangsangan kadang muncul sikap egois terhadap lingkungan. 3. menunjukkan sangat tidak pemaaf dan sensitif terhadap orang lain. 4. Keterbatasan kemampuan untuk belajar dan berlatih. anak sering menjadi kaku. mudah marah. dan pengawas dalam peningkatan usaha-usaha kesejahteraan sosial. 2. keseimbangan posisi. kurang cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kemampuan dinilai lebih rendah bila dibandingan dengan anak normal di usianya. bunyi. biasanya ditunjukkan dengan perilakunya ketika melakukan aktifitas bersama dengan anak-anak normal pada umumnya. RS Rujukan dengan pelayanan berbagai bidang spesialistik. STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN ANAK CACAT 1) Departemen Kesehatan Berperan dalam bidang : − Deteksi dini − Memberikan latihan(training) ditingkat masyarakan. 5. Cenderung merasa apatis. dan peraba. sehingga mereka mengalami kesulitan dalam konsep bentuk.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK CACAT 1. perasa. RS Kabupaten. pembimbing. ketika bergaul mereka menghadapi sejumlah kesulitan. kader. Puskesmas. Permasalahan mendasar bagi anak-anak luar biasa. ruang warna. − Rujukan berjenjang. maupun sosial. − Memberikan pelayanan rehabilitasi medik. visual. Contoh. sensitif. dan bila dihubungkan dengan perilakunya. 3) Departemen Tenaga Kerja 82 . baik dalam kegiatan fisik. Mempunyai kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi. psikologi. pembina. kesukaran untuk bergaul maupun bermain. rendah diri.

Untuk anak dengan kelainan/cacat anggota tubuh (tuna daksa tanpa disertai gangguan lain). dididik di SLB-D1. − Pendidikan luar biasa dapat dilaksanakan melalui sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kecacatan yang diderita. Sedangkan untuk anak yang tuna daksa disertai gangguan/cacat lainnya (gangguan bicara. e) SLB Bagian E Untuk anak yang tuna laras yaitu untuk anak yang mempunyai kelainan emosi dan sosial. 4) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Berperan dalam hal: − Pendidikan anak-anak cacat/kelainan tumbuh kembang − Pemberian bantuan tenaga pendidik kepada sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB). 50-75 yaitu anak SLB-C1: retardasi mental I. Untuk anak dengan kelainan pendengaran dan bicara (Tuna Rungu Wicara). dll. c) SLB Bagian C anak dengan keterbelakangan mental (Retardasi Untuk mental/Tuna Grahita).). Berdasarkan kemampuan intelegensi anak maka SLB-C dibedakan atas: − − d) SLB C: retardasi mental dengan I. yaitu: a) b) SLB Bagian A SLB Bagian B Untuk anak dengan kelainan pengelihatan/tuna netra. mampu latih. misalnya akibat polio. 25-50 yaitu anak yang SLB Bagian D yang mampu didik.Memberikan keterampilan melalui BLK (Balai Latihan Kerja) terhadap mereka yang memiliki kecacatan yang permanen. mental. dll. cacat bawaan.Q. yang disebut sebagai cacat ganda (double handicap).Q. 5) PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) 83 . kecelakaan.

dan terutama kemampuan mengurus diri sendiri. dan terutama kemampuan jasmani. X. serta pemberian alat-alat seperti penyangga. BKIA MENJELASKAN PHC (PELAYANAN KESEHATAN PRIMER) SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERLUAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU DAN ANAK Secara umum pelayanan kesehatan primer diberi batasan sebagai suatu upaya kesehatan universal. yang mencakup seluruh anggota masyarakat atau keluarganya. kecelakaan. Mengembalikan kemampuan bekerja dari penderita cacat dengan mempersiapkan kemampuan jasmani. rohani. rohani. 2. protesa. dll Pencegahan tingkat I Impairement Pencegahan tingkat II Disability Pencegahan tingkat III Handicap Tujuan utama dari upaya rehabilitasi medis adalah: 1. Biasanya SLB-D juga dibawah asuhan YPAC dan dibawah pengawasan DepDikBud. 6) YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) YPAC berperan dalam hal perencanaan dan pengembangan program RBM. dll. Mengurangi terjadinya kecacatan dengan memberikan latihan-latihan. Secara garis besar dikenal 3 level pencegahan. Mencegah terjadinya kecacatan dengan memberikan tindakan rehabilitasi sedini mungkin. 3. 84 .Dalam kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) diharapkan PKK berperan sebagai motor masyarakat. misalnya : Malnutrisi. kelainan bawaan. PENCEGAHAN Sebenarnya 50% dari keadaan cacat tersebut berasal dari sebab-sebab yang dapat dicegah.

Pelayanan kesehatan primer yang diberikan adalah : • • • minimal 5 T : 85 Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pelayanan kesehatan primer itu sendiri mempunyai standart operasional. difteri. pertusis. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik Pengobatan penyakit yang umumnya dijumpai Tersedia obat esensial pengelolaan penyakit polio. tetanus. setiap komplikasi persalinan harus ditangani tenaga adekuat. yaitu . dan campak Pelayanan kesehatan primer tertuang dalam wujud Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang mempunyai tujuan dan sasaran jangka panjang. yaitu : • • • • • • • • Penyuluhan kesehatan. Dalam wadah kesehatan primer ini tercakup 8 unsur pokok bidang kesehatan.dilaksanakan dengan partisipasi dan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat sendiri. khususnya tentang cara pencegahan dan Gizi Sanitasi dasar dan air bersih KIA dan KB Imunisasi terhadap 6 penyakit utama : BCG. antara lain : • • • • Peningkatan mutu lingkungan hidup Peningkatan status gizi masyarakat Pengurangan morbiditas dan mortilitas penyakit Pengembangan keluarga sejahtera MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER IBU HAMIL Strategi Menuju Persalinan Sehat meliputi 3 pesan kunci. dan setiap wanita usia subur harus mempunyai akses pencegahan kehamilan dan penanganan komplikasi keguguran. yaitu setiap persalinan harus ditolong tenaga medis.

• • • • • Timbang BB dan TB Tekanan darah Tetanus toxoid lengkap Tinggi fundus uteri Tablet zat besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan Jika pelayanan kesehatan tersebut belum mencapai 5 T maka belum dapat disebut Pelayanan Kesehatan Primer (PHC). maka diberikan nasehat mengenai minuman dan makanan bayi. • Imunisasi terhadap beberapa penyakit infeksi Untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi. makanan. MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER BAYI DAN ANAK PRA-SEKOLAH BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial bersifat pendidikan dan pencegahan. 86 . termasuk makanan bayi Kebersihan adalah dasar daripada kesehatan yang meliputi kebersihan diri. dan campak. rumah. atau lingkungan. Kasih sayang yang cukup akan membuat bayi merasa aman. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit bayi dan anak. serta mengusahakan kesehatan kesejahteraan seoptimal mungkin. Hal ini dimulai dengan memberikan makanan atau minuman pada waktu tertentu secara teratur  Istirahat dan kasih sayang. DT. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimum mungkin. DPT. Petunjuk yang diberikan di BKIA untuk bayi dapat dibagi menjadi : • Petunjuk mengenai kesehatan umum. Pelayanan kesehatan primer untuk bayi BKIA ini bertugas ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit. pakaian. Untuk menurunkan angka kematian atau penyakit bayi yang disebabkan oleh penyakit alat pencernaan. polio. A. antara lain BCG. •  Petunjuk mengenai psikologi umum Membiasakan diri pada waktu-waktu tertentu dan teratur.

dan memeriksa Hb anak. retardasi mental. diberikan pula nasehat mengenai kebersihan rumah dan lingkungan. kelahiran prematur. sedangkan pengawasan kebijakan dan panduan teknis tetap dipegang oleh DEPKES yang memiliki perwakilan atau kantor di tingkat daerah dan propinsi. Ditingkat berikutnya. Di tahun 1994. cacat bawaan. Alat ini digunakan untuk melatih jiwa Pemeriksaan darah sederhana dan panca indra. dan pada tingkat tersier ada RS yang lebih besar dan lembaga kesehatan lainnya yang lebih khusus. mengukur tinggi badan. Pelayanan kesehatan primer untuk anak pra-sekolah Di samping menimbang berat badan. MENGIDENTIFIKASI IBU DAN ANAK DENGAN RESIKO TINGGI Kehamilan yang memungkinkan terjadinya keguguran. pelayanan diberikan oleh pusat kesehatan dan RS. Kantor kesehatan propinsi memiliki tanggung jawab operasional. Ibu Hamil 87 . dan imunisasi. berat lahir rendah. dan keadaan lain yang merugikan disebut kehamilan dengan resiko tinggi. • Alat permainan. penyakit janin dan neonatus. Di tahun 1996 dilaksanakan pengaturan kembali di kantor-kantor kesehatan di propinsi dan daerah untuk meningkatkan proses desentralisasi dan untuk meningkatkan kualitas dari panduan teknis dan operasional untuk pelayan kesehatan setempat dan kesehatan di sektor swasta. pemerintah setempat diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang utama dan pelayanan referral. merangsang khayalan. MENJELASKAN STRUKTUR ORGANISASI BKIA Di tahun 1987. B. Dewan penasehat kesehatan nasional dipilih oleh presiden dengan ahli-ahli dari berbagai bidang untuk menasehati DEPKES dalam kebijakan kesehatan nasional. tanggung jawab kesehatan masyarakat diarahkan pada PEMDA. makanan anak. Sebagai hasil dari desentralisasi ini. kematian janin. A.

Fetal distress Bayi Tinggi badan kurang dari 145 cm dan berat badan Kurang darah : kurang atau sama dengan 10 mg/dl Kehamilan lebih dari 3 anak dengan jarak kurang Usia wanita hamil kurang dari 20 tahun atau lebih Kehamilan ganda atau lebih Toksemia gravidarum Rhesus iso imunisasi Infeksi pada ibu hamil Pertumbuhan janin yang lambat Antepartum Hemorhagi : perdarahan sebelum Letak bayi dalam kandungan yang tidak normal Disporposi cefalo-pelvic : ukuran kepala dan rongga panggul tidak Bayi yang lahir sebelum masa gestasi 3-7 minggu atau sesudah 42 Bayi dengan berat < 2500 gram atau >4000 gram Bayi yang menunjukkan penyimpangan dari besar atau perkembangannya Bayi dengan riwayat penyakit neonatus yang berat atau dengan Bayi dengan keadaan lahir yang buruk atau yang memerlukan Bayi lahir dari ibu dengan infeksi dan adanya riwayat penyakit selama kematian saudaranya atau kematian 2 janin dan saudaranya resusitasi di kamar bersalin dan kemudian di tempat bayi dirawat kehamilan. dari 35 tahun 5.1. mempunyai 4 atau lebih anak 88 . riwayat masalah sosial yang berat. ketuban pacah dini. tidak adanya perwatan pre natal. B. melahirkan 11. 4. 8. kurang dari 38 kg 2. lama tidak mempunyai bayi. 3. minggu 2. dari 2 tahun 4. 6. 12. 3. 1. 9. 6. 10. 5. sesuai 13. hampir tidak ada kenaikan berat badan selama hamil. 7.

3. 6. pecandu obat. meminum salah satu obat selama kehamilan. 2. anestesia umum C. Posyandu.sebelumunya. 9. tali pusat. 10. 11. seperti bulan kehamilan kehamilan pada setiap kecurigaan akan cacat bawaan masalah emosi yang berat. 9. kecelakaan yang membahayakan. atau tidak kawin. BB ± dari 750 gram/bulan Umur 4-7 bulan. 4. 8. • PUTARAN PEMECAHAN MASALAH Laporan bulanan / mingguan balai pengobatan PENGUMPULAN DATA PELAYANAN KESEHATAN ANAK Misalnya : Puskesmas. Balita dengan resiko tinggi bila : 1. BB ± dari 350 gram/bulan Umur lebih dari 1 tahun BB ± dari 150 gram/bulan Jumlah anak lebih dari 3 orang dengan jarak kelahiran kurang dari 2 XI. hiperemis gravidarum. Bayi yang lahir dari kehamilan ganda atau ibu hamil lagi sesudah 3 Bayi yang lahir dengan bedah Caesar atau adanya komplikasi Bayi yang mempunyai satu pembuluh darah arteri. 7. ibu yang mempunyai anak pertama pada umur > 35 tahun.dll. Anak Balita Anak balita dengan resiko tinggi harus lebih sering diawasi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium serta penimbangan BB dan TB. tahun 5. 10. 89 . atau Bayi dikenal menderita anemia atau inkompatibilitas golongan darah Bayi lahir dari ibu yang sangat menderita selama hamil. Dalam keluarga ada anak yang meninggal lebih dari 3 orang Sejarah partus terdapat asfiksia atau dengan partus patologik Pernah menderita batuk rejan Pernah menderita campak Umur di bawah 2 tahun pernah malnutrisi tingkat II dan III Belum pernah mendapatkan imunisasi Umur 0-3 bulan. 7. 8.

• a. • a. Posyandu. perawat.Ada “bias” karena : a. antara lain : 1. b. c. Tidak semua yang sakit berobat Yang berobat golongan sosial ekonomi tertentu (rendah) Diagnosa sering sukar ditentukan Laporan rumah sakit Tidak semua yang sakit dirawat Beda sosial ekonomi dari pasien pada RS yang berlainan Asuransi kesehatan Tidak semua penyakit diasuransikan Tiap perusahaan asuransi menentukan jenis-jenis penyakit yang Ada “bias” karena : Ada “bias” karena : IDENTIFIKASI MASALAH PELAYANAN KESEHATAN ANAK Beberapa hambatan ditemukan dalam sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia. bidan) b. tempat praktek dokter. Adanya arus urbanisasi 5. Tenaga medis dan paramedis yang tersedia ( dokter. yang terdiri dari ribuan pulau merupakan hambatan untuk sarana komunikasi yang . Tidak semua orang ikut asuransi. Jumlah penduduk yang terlalu banyak. anak di Indonesia a. b. Sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia ( Puskesmas. Keadaan sosial-ekonomi dan budaya 90 Keadaan geografi Indonesia. Penyebaran penduduk 60% terpusat di pulau Jawa c. Kuantitas sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia Jarak ke tempat pelayanan kesehatan Masalah demografi Kualitas sistem pelayanan kesehatan a. tetapi mutu pendidikan kurang b. 3. 4. klinik ) 2. berlainan c. 6. b. murah dan cepat.

Pencegahan primer (primary prevention) a. pakaian. rumah. MERENCANAKAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Merencanakan pemecahan masalah kesehatan anak meliputi tindakan-tindakan berikut ini: 1. b. Deteksi dini (early diagnosis and prompt treatment)  meliputi tindakan-tindakan dalam mendiagnosis penyakit pada anak untuk dilakukan pengobatan dengan segera. Kebiasaan atau perilaku masyarakat tradisional Daya beli masyarakat yang kurang Tingkat pendidikan yang rendah Tingkat pengangguran yang tinggi. Pencegahan tersier (tertiary prevention)  meliputi tindakan-tindakan dalam memperbaiki fungsi fisik. b. Pengobatan (disability limitation)  meliputi tindakan-tindakan dalam mengobati penyakit anak dalam rangka mencegah terjadinya kecacatan. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. d. biologi.Promosi (health promotion)  meliputi tindakan .a. dan 91 . mental dan sosial anak agar dapat sembuh sempurna. Pencegahan spesifik (spesific protection)  meliputi tindakan pencegahan secara lebih spesifik terhadap penyakit yang mungkin akan diderita anak. sosial anak. Promosi (health promotion) Peningkatan pengadaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan. peningkatan pengetahuan akan kebersihan badan. 2. 3. PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK 1. c.tindakan promotif untuk meningkatkan kesehatan fisik. Pencegahan primer (primary prevention) a. b.

pemeriksaan gigi berkala setiap 6 bulan.000 kehamilan semakin menurun. 3. pamflet-pamflet dan brosur-brosur tentang ASI eksklusif dan pentingnya imunisasi. Pencegahan spesifik (spesific protection) Pemberian imunisasi. demikian pula dengan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. Pengobatan (prompt treatment)) Resusitasi cairan pada pasien DHF. pencegahan sekunder (secondary prevention) dan pencegahan tersier (tertiary prevention) sudah dapat berjalan dengan baik. 2. Pencegahan tersier (tertiary prevention) Pembatasan kecacatan (disability limitation) Pemakaian penglihatan.lingkungan. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia yang meliputi pencegahan primer (primary prevention). EVALUASI PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Angka kematian ibu Per 100. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. pemeberian antipiretik pada anak yang demam. Deteksi dini (early diagnosis) Pemeriksaan laboratorium dan pengobatan sampai anak sembuh dari penyakit. walaupun target angka kematian ibu 92 . membawa anak segera ke RS. penyemprotan nyamuk (fogging). b. pemberian oralit pada diare.000 425 307 150 Angka kematian bayi Per 1000 58 35 15 kacamata pada anak dengan gangguan ketajaman Tahun 1993 1996 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka kematian ibu per 100. b.

campak. program SIAGA. memberikan penyuluhan dan mendidik masyarakat agar bisa menjaga kesehatannya. pengamatan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi. tetanus. MENYUSUN KEMBALI PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH Sasaran yang hendak dicapai melalui program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakitpenyakit di atas di masyarakat dengan prioritas pada bayi. dan penyakit lain yang sudah ada imunisasi. Untuk dapat mengatasi berbagai hambatan dalam program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia.yang hendak dicapai pada tahun 2020 masih terdapat 150 per 100. pengembangan imunisasi secara operasional dan pengembangan imunisasi dengan vaksin baru. serta pemantauan dan evaluasi program termasuk hasil-hasilnya.000 kehamilan dan angaka kematian bayi 15 per 100 kelahiran hidup. yang diselenggarakan di lingkungan kumuh. maka kita wajib menyusun kembali perencanaan masalah tersebut. serta kelompok resiko tinggi lainnya. melakukan aksi pemeriksaan dan pengobatan cumacuma. BCG. wanita usia subur (termasuk ibu hamil). Kegiatan terdiri dari menerapkan pengetahuan ke berbagai bidan dan ibu-ibu yang hamil. Standardisasi dan pelaksanaan imunisasi polio secara gratis. hepatitis B. XII. anak usia sekolah. pertusis. difteri. CORAK DAN SEBAB-SEBAB MORBIDITAS DAN MORTALITAS ANAK Sebab-sebab utama       Sebab-sebab lainnya  Kasih sayang/asuhan yang kurang dari ibu  Pendidikan ibu yang rendah 93 Kurang gizi (Kurang Energi Protein) Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) Diare Berat Badan Lahir Rendah Pelayanan kesehatan yang kurang memadai Sanitasi lingkungan yang tidak baik .

 Kesadaran akan pentingnya imunisasi masih rendah  Keadaan sosial. budaya dan ekonomi masyarakat yang rendah Sebab-sebab yang jarang (tracer causes)  Malformasi kongenital dan trauma kelahiran 94 .

95 .

96 .

97 .

98 .

99 .

100 .

101 .

3. Markum. Fordearest. ed. Prawirohardjo. Hassan Rusepno.H. 6. http://www. 2008.com/index2. [terhubung berkala]. 102 . [terhubung berkala].wetpaint. Hartanto Hanafi. Media 8. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. 2007.php?option=com-content&do_pdf=1&id=13/ [6 Sept 2008]. Matondang Corry S. Keluarga Berancana dan Kontrasepsi. Diagnosis Fisis pada Anak. Sarwono. http://www.aqilaputri. Dkk-bpp. [6 Sept 2008]. Hal 177-82. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. 7.dkkbpp. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Buku Kuliah I Ilmu Kesehatan Anak: staf pengajar ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.net/pedomangizi/download/KMSbaganrev. Jakarta. http://www. Yakarta: CV Sagung Seto. 4. Jakarta: Aesculapius.gizi. ed. 5. KMS. FK UI. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Ed 2.DAFTAR PUSTAKA 1. Manjoer. 2002. 1991.3. [6 Sept 2008].rachdian. 9.com/page/pertumbuhan+dan+perkembangan+anak? t=anon. Arif. 2007. 2008. [terhubung berkala]. Sastroasmoro Sudigdo. 2.3. Jakarta.doc. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2004. Dasar Teori Anak Sehat. 10.com/content/view/23/29/1/1/ [6 Sept 2008]. A. http://fordearest. Aqilaputri. 2000. 1991. Gizi. Ilmu Kebidanan.wetpaint. Alatas Husein. Jilid1. Wahidiyat Iskandar.rachdian. [terhubung berkala]. 2003. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak.

http://id.wikipedia. http://qodrat. http://www. 187-89. Perkembangan Anak.kompas.wikipedia. 15.com/2007/01/07/perkembangan-anak/ [6 Sept 2008].wordpress. Hal 145-46.htm 18. 12. Sediaoetama.htm 20. 13. http://organisasi.net/modul_online/MO_140/geo111_05. http://www. http://www.ac. Jakarta.htm 21.org/pertumbuhan_penduduk_dan_dinamika_kependudukan 17.asp 22.com/kompas-cetak/0308/09/ekonomi/482940. Qodrat. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ilmu Gizi. Adolfina.ugm. Diktat Bahan Kuliah Pengantar Statistik Kesehatan FK UKI. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak.pikiranrakyat.org/wiki/Penduduk#Piramida penduduk 19.com/pnu/003/PNU0030012. 2004. 14. 1985.wordpress.org/wiki/Demografi_Indonesia 16. Achmad. http://id.edukasi.id/buletin/2006/12/infoutama. Jakarta. Dian Rakyat. 2004.com/cetak/0704/12/0410.php 103 . http://piogama.esmaschool. [terhubung berkala]. Rosani. 2007. http://www.11.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->