PENDAHULUAN

Ada sebuah bagian dalam ilmu kesehatan anak, yang mempelajari dan mengkaji aspek-aspek sosial yang berhubungan baik secara langsung maupun tak langsung dengan kesehatan anak, yaitu pediatri sosial. Pediatri Sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, dan rehabilitasi. Selain itu juga menangani seluruh aspek kehidupan anak, mulai dari hubungan anak dengan keluarga, hingga interaksi dan hubungan dengan lingkungan. Pediatri sosial sangat dekat kaitannya dengan pengkajian pola tumbuh kembang anak. Banyak hal yang menjadi perhatian dalam pediatri sosial di antaranya mengenai imunisasi, masalah gizi anak, gangguan tumbuh kembang, psikologi anak, penanganan child abuse, drugs abuse, pekerja anak hingga anak-anak pengungsi. Pediatri sosial bukanlah sebuah disiplin ilmu tersendiri. Namun lebih dari perpaduan berbagai profesi yang terlibat di dalamnya guna memberikan masukan baik secara klinis maupun preventif bagi masalah-masalah pediatri secara garis sosial. Pediatri sosial merupakan suatu usaha atau cara pendekatan yang dilakukan secara terus menerus pada anak, dimulai sejak dalam kandungan, waktu lahir, bayi, sampai usia remaja, agar anak dapat tumbuh dan kembang sebaik-baiknya. Sebetulnya seluruh bidang pediatri yang ada sekarang ini masuk ke dalam pediatri sosial. Dapat dikatakan bapak segala ilmu mengenai pediatri itu adalah pediatri sosial. Bidang ini menjadi dasar yang memberi kesempatan pada setiap anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal secara fisik, intelektual, dan emosional. Dengan demikian seorang anak akan berpeluang lebih baik untuk menjadi seorang dewasa yang sehat dan produktif. Dengan pemikiran ini sebenarnya upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak harus lebih diutamakan kepada upaya dalam bidang pediatri pencegahan yang termasuk dalam pediatri sosial. Oleh karena pentingnya peranan pediatri sosial dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak, maka kami tertarik membahas pediatri sosial secara lebih mendalam dalam makalah ini.

1

I.

GARIS BESAR PEDIATRI SOSIAL
1. Ryle (Oxford) : a. Pediatri sosial adalah pediatri yang diterapkan di dinas kesehatan dan seorang anak dianggap sebagai socius, fellow human being (karena untuk pertumbuhan dan perkembangan, seorang anak memerlukan orang lain sebagai teman), menghilangkan faktor-faktor yang kiranya dapat menghambat kesehatan dan tidak hanya meringankan atau menghilangkan sesuatu penyakit. b. Pediatri diterapkan didalam masyarakat anak untuk mengurangi penyakit yang dapat dicegah dan untuk meningkatkan kesehatan anak seoptimum mungkin.

DEFINISI PEDIATRI SOSIAL

2. De Haas (Leiden) : Pediatri Sosial adalah sebagian dari Ilmu Kedokteran Umum yang memperhatikan anak yang sehat (the so called healthy child) dari konsepsi sampai dengan masa remaja dan memperhatikan pula keadaan sosial & ekonomi dan kebersihan (higiene) daripada keluarga dan masyarakat. Anak yang sehat dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu anak normal (tidak cacat) dan anak cacat. Oleh karena keadaan sosial, ekonomi, dan kebersihan keluarga/masyarakat perlu diperhatikan, maka diwajibkan pula untuk melakukan kunjungan rumah. 3. Senegal (Paris) : Pediatri Sosial mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak secara jasmani, rohani, sosial, dan pendidikan. Mempelajari pula faktor-faktor yang mempengaruhi anak pada waktu sehat dan sakit. 4. FKUI Pediatri sosial mempelajari: 1. sosial. 2. Keperluan anak pada umur-umur tertentu, supaya pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan sebaik-baiknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak baik jasmani, rohani, maupun

2

3.

Lingkungan

dan

usaha-usaha

memperbaiki

lingkungan

anak

sedemikian rupa, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya. PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN MENYELURUH PADA ANAK SECARA UTUH Pediatri sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi. Upaya pelayanan kesehatan ini dilakukan secara rutin dan menjangkau semua tahapan atau kelompok tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak memperoleh derajat kesehatan fisis, intelektual juga emosional yang utuh. Untuk itu diperlukannya perhatian tak hanya pada segi biologis sang anak, tetapi juga dari segi psikososial. Dalam garis besarnya upaya pediatri pencegahan lebih bersifat menghindarkan dan mencegah terjadinya penyakit serta mencegah terjadinya penyimpangan tingkah laku dan keterbatasan fisik, ketimbang mengobati atau merehabilitasi. Pada prakteknya kegiatan ini dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer mencakup berbagai upaya untuk menghindarkan penyakit sebelum penyakit itu timbul, antara lain untuk tingkat komunitas dapat berupa penyediaan air bersih dan fasilitas kesehatan, pembuangan limbah, penanganan terhadap berbagai kenakalan remaja. Untuk tingkat individual dapat berupa pelayanan ibu hamil, evaluasi tumbuh kembang anak secara berkala, imunisasi, pasteurisasi susu dan sebagainya. Untuk masa produktif pun perlu diperhatikan pencegahan primer, yang dapat berupa informasi pola makan yang sehat dan pola hidup sehat (misalnya tidak merokok) yang tentunya diharapkan dapat mengurangi kejadian timbulnya penyakit-penyakit di kemudian hari. Pencegahan sekunder meliputi upaya mengenal, mengatasi, dan menghindarkan faktor penyebab sakit, termasuk juga upaya mengenal dan memulihkan sakit pada stadium awal, misalnya penjaringan terhadap suatu penyakit seperti diabetes, tuberculosis, skoliosis atau thallasemia. Pada pencegahan tersier termasuk upaya memperbaiki, memulihkan, dan menghentikan cacat akibat suatu penyakit. Materi dan upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar diberbagai negara akan berlainan, namun unsur pokoknya tetap serupa; yaitu mencakup :

3

Penyuluhan kesehatan. usia 10 – 15 tahun Masa remaja lanjut Wanita. Masa neonatal : usia 0 – 28 hari Masa neonatal dini : 0 – 7 hari Masa neonatal lanjut : 8 – 28 hari b. Wanita. Pengadaan dan penyediaan air bersih serta sanitasi lingkungan. - Masa pranatal Masa embrio : konsepsi – 8 minggu Masa janin/fetus : 9 minggu – lahir Masa bayi : usia 0 – 1 tahun a. Pelayanan kesehatan ibu dan anak. khususnya tentang cara pencegahan dan pengelolaan penyakit. 3. Pengobatan yang memadai terhadap penyakit dan gangguan kesehatan umum lain. usia 13 – 18 tahun Pria. 2. Pengadaan obat esensial. 6.1. PENGERTIAN “ANAK” DALAM ILMU KESEHATAN ANAK Tahap-tahap tumbuh kembang anak 1. 7. 8. Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun Masa prasekolah : usia 1 – 6 tahun Masa sekolah : usia 6 – 18/20 tahun Masa pra-remaja : usia 6 – 10 tahun Masa remaja : Masa remaja dini b. usia 8 – 13 tahun Pria. 3. 4 . 4. Promosi gizi tentang pengadaan bahan makanan dan penyediaan makanan yang memadai. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik. 4. 2. termasuk program KB. usia 15 – 20 tahun a. 5. Imunisasi terhadap penyakit infeksi.

e) Keterangan lengkap : . kematian. Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. dan distribusi penduduk. migrasi.p = pertumbuhan penduduk .m = total kematian . Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu. Rumus menghitung pertumbuhan penduduk : p = (I .m) + (i . Di dalamnya meliputi ukuran. DINAMIKA KEPENDUDUKAN Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran. Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu.II. serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran. atau etnisitas tertentu.e = total emigran atau pendatang dari luar daerah . kewarganegaraan. struktur.i = total imigran atau penduduk yang pergi MEKANISME TRANSISI DEMOGRAFI Teori Transisi Demografi Teori ini berawal dari gambaran perubahan angka kelahiran dan kematian hasil analisis terhadap statistik di negara eropa dan USA. serta penuaan. kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke dalam. agama.l = total kelahiran . 5 . Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. DEMOGRAFI Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa perubahan tersebut berkaitan erat dengan proses pembangunan.

namun juga pada sisi sosial kemasyarakatan. saat ini banyak menimbulkan persoalan tentang interaksi antara penduduk lokal dan pendatang. tingkat kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. reformasi sosial-ekonomi.Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. dan usia lanjut. demokratisasi. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. Di samping itu terjadi pula perubahan lingkungan global yang berdampak pada situasi internal. Namun. keluarga berencana. misalnya. Berbagai perubahan baik internal maupun eksternal tersebut telah berdampak tidak saja pada pola kepemerintahan. yang perubahannya mulai terlihat pada tahun 2005. dan desentralisasi kepemerintahan. Dalam proses tersebut. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. Transisi demografi telah dapat diprediksi sebagai dampak dari pembangunan nasional. baik dalam bidang ekonomi. Ada tiga perubahan situasi internal yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yaitu krisis ekonomi dan keuangan yang kemudian berlanjut pada krisis multidimensional lainnya. Desentralisasi. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. terjadi perubahan kecenderungan mengecilnya jumlah penduduk usia muda/balita dan meningkatnya jumlah segmen angkatan kerja. Tanpa harus menunggu 150 tahun. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. seperti liberalisasi perdagangan. dan kesehatan. Tetapi nampaknya 6 . serta gizi. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. maupun penekanan pada isu hak asasi manusia. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. Dalam masa transisi yang relatif lama. Pada piramida kependudukan. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. Krisis ekonomi berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran yang pada gilirannya akan meningkatkan kerawanan sosial. Biarpun agak terlambat.

. PELEDAKAN PENDUDUK Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga 30 Januari 2007 mencapai 6. Bila angka kelahiran tidak bisa ditekan maka Pemerintah RI harus mengambil langkah-langkah strategis yang antara lain bagaimana menyiapkan ketahanan pangan terhadap semua warganya.303 jiwa. dan Amerika Serikat (302.). Karena itu.186.647. 2. Berdasarkan catatan Geohive. negeri dan provinsi di Indonesia akan menghadapi baby booming (peledakan penduduk yang sulit dihindarkan) yang tidak perlu dan tidak tepat saatnya. 5. 6. Begitu pula tingkat kejahatan. Thomas Robert Malthus. akan mengalami peningkatan.455.355.. pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1. Dimensi lain dari transisi demografi adalah meningkatnya urbanisasi. khususnya warga miskin.segmen penduduk usia muda yang seharusnya mengecil.711. Indonesia dengan jumlah penduduk 236. 2. dan pengangguran.326. Hal itu tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan. Angka kelahiran selalu lebih besar dibandingkan dengan angka kematian.. sebab akan timbulnya masalah kekurangan stok bahan makanan.463 jiwa). Akibatnya.). Diperlukan 7 .407 jiwa. migrasi. berada di urutan keempat penduduk terbanyak dunia. sebuah situs statisik kependudukan dunia. sehingga terjadi peledakan penduduk. jumlah manusia di dunia semakin mengalami peningkatan tajam. Semakin hari. sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1. 7. . 3. 16. Menurut pakar kependudukan dunia. kenyataannya justru cenderung meningkat. di samping masalah usia lanjut yang makin serius.260). 4..526. Baby Booming Bila pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak masih ditempati Cina (1. . Kemiskinan pun akan semakin sulit diberantas. mata rantai sebab akibat tersebut harus diputus. 8.006 jiwa). 4. masalah-masalah yang berhubungan dengan usia muda akan tetap muncul. Situasi tersebut secara paralel akan membuat peningkatan kesejahteraan rakyat kian sulit tercapai. Hal di atas terjadi dikarenakan lemahnya sosialisasi dan pelaksanaan program Keluarga Berencana.140. India (1.

remaja. Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. ketahanan pendidikan. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk. secara sekilas kita mengetahui struktur umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita.adanya keberlangsungan penyelenggaraan program KB Nasional. laki-laki dan perempuan. dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang. Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran. yaitu Revitalisasi Program KB. struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang. Sebaliknya. dewasa. ketahanan moral dan ketahanan sosial. Revitalisasi Program KB dimaksud yakni penguatan fungsi ketahanan keluarga yang terdiri dari 4K: ketahanan pangan/ekonomi. dan lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja yang harus diciptakan. kematian dan migrasi masa lalu. Sampai saat ini dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau model piramida penduduk yaitu: 8 . Dengan melihat gambar piramida penduduk. PIRAMIDA PENDUDUK Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur. Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk.

Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. Contoh: India. Model 3. Model 2. Contoh: Hampir seluruh negara-negara Eropa Barat.. Indonesia. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Median age (umur median) sangat rendah dan angka beban tanggungan (dependency ratio) merupakan yang tertinggi di dunia. Meksiko. maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak paramida. Contoh: Sri Lanka. Bentuk piramida ini dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi. 9 . dan Brazilia. Umur median rendah. dengan beban tanggungan sangat rendah terutama pada kelompok unsur-unsur tua.Keterangan gambar: Model 1. Terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. tetapi belum ada penurunan tingkat fertilitas. Terdapat pada negara dengan tingkat kelahiran yang rendah begitu pula tingkat kematiannya rendah. Dibandingkan dengan model 1.

Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan. Model 5. sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. seperti: penyediaan lapangan kerja. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi. Jumlah penduduk besar. Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan. timbulnya pemukiman kumuh. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolut daripada penduduk. Terdapat pada negara yang mengalami penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. Hal ini menambah beban pemerintah 10 . Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu: 1. rumah sakit swasta dan lain-lain. Pertumbuhan penduduk cepat. 2. dan meningkatnya jumlah wanita usia subur menyebabkan pertumbuhan penduduk berlangsung cepat. sekolah swasta. sehingga pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. terjadi kepadatan penduduk yang tidak disertai dengan perluasan daerah tempat tingal.Model 4. Contoh : Amerika Serikat. Contoh : Jepang MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalahmasalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi. Akibatnya. Hal ini dilakukan dengan menggalakkan peran serta sektor swasta antara lain pembangunan pabrik/industri. Tingginya angka kelahiran. dan pengangguran. tingginya kejadian pernikahan dini. Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshaped pyramid).

yang harus menyediakan sarana dan prasarana sosial guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menambah beban usia produktif terhadap usia nonproduktif. Kepadatan penduduk yang terjadi biasanya terpusat di suatu daerah tertentu, maka untuk mengatasinya perlu dilakukan pemerataan penduduk khususnya ke daerah-daerah yang jumlah penduduknya masih jarang. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk melaksanakan program KB guna mengendalikan pertumbuhan penduduk. 3. Persebaran penduduk tidak merata. Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia. Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara. Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti munculnya permukiman liar, sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri, terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri, timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata salah satunya dilaksanakan program transmigrasi. 4. Kualitas penduduk rendah. 11

Kualitas penduduk tercermin dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan. a. Tingkat pendapatan rendah Pendapatan perkapita yang masih rendah mengakibatkan penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya karena kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera. Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah. b. Tingkat pendidikan rendah Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat; masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. c. Tingkat kesehatan rendah Faktor-faktor yang menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah banyaknya lingkungan yang kurang sehat, penyakit menular sering berjangkit, gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk. Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kekurangan vitamin A, kekurangan kalori protein, kekurangan zat besi, dan gondok. 5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda. Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14 tahun. Kebutuhan penduduk usia muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan. Jumlah penduduk yang besar baru akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan. Oleh karena itu, setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup.

12

PENGGUNAAN

DATA

DEMOGRAFI

DALAM

PERENCANAAN

PELAYANAN KESEHATAN ANAK Data demografi yang ada dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan anak, diantaranya: I. Age Spesific Death Rate (ASDR) Yaitu jumlah kematian pada golongan umur tertentu dalam satu periode untuk tiap 1000 penduduk golongan umur tersebut pada pertengahan periode yang sama. Dari ASDR dapat diketahui golongan umur dengan tingkat kematian tertinggi dan terendah, sehingga dapat disusun distribusi kematian menurut golongan umur. Jadi, dengan data ini kita dapat menyusun prioritas dalam pelayanan kesehatan berdasarkan tingginya tingkat kematian pada golongan umur tertentu. II. Infant Mortality Rate (IMR) Yaitu jumlah kematian bayi di bawah umur satu tahun pada suatu daerah selama satu periode, untuk tiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif, karena bayi sangat peka terhadap perubahan-perubahan dari luar, angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan dapat dipercaya serta menggambarkan keadaan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat umum Bila IMR tinggi, maka dalam perencanaan pelayanan kesehatan harus dititikberatkan pada pelayanan yang berhubungan dengan IMR, yaitu program imunisasi, perawatan perinatal, program gizi, pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang menyerang bayi.

III.

KELUARGA BERENCANA

DEFINISI KB a. Individual Penggunaan cara-cara pengaturan fertilitas untuk membantu seorang individu atau sebuah keluarga mencapai tujuan tertentu, misalnya menghindari kelahiran yang tidak/belum diinginkan; mengatur jumlah kelahiran yang diinginkan; mengatur waktu kehamilan dan persalinan dalam hubungannya dengan usia ibu dan ayah.

13

anak. PRIORITAS DAERAH PELAKSANAAN PROGRAM KB 14 . Nasional Perencanaan jumlah keluarga dengan tujuan untuk menurunkan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menciptakan atau mewujudkan norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. khususnya ibu dan anak.Meningkatkan cakupan program. TUJUAN KB  Tujuan Umum Secara umum program Keluarga Berencana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan anggota keluarga lainnya menuju suatu keluarga atau masyarakat bahagia sejahtera.  Tujuan Khusus .Mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana .b.Menurunkan kelahiran . Secara singkatnya. baik dalam arti cakupan luas daerah maupun cakupan penduduk usia subur yang memakai metoda kontrasepsi . sebagai jembatan meningkatkan kesehatan ibu. Tujuan ini dilalui dengan upaya khususnya penurunan tingkat kelahiran untuk menuju suatu norma keluarga kecil. sehingga akan meningkatkan pula kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi termasuk pemakaian metode kontrasepsi untuk tujuan menunda.Meningkatkan kualitas (dalam arti lebih efektif) metode kontrasepsi yang dipakai.Meningkatkan kesehatan. tujuan gerakan KB adalah : Tujuan kuantitatif adalah untuk menurunkan dan mengendalikan Tujuan kualitatif adalah untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil pertumbuhan penduduk yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). menjarangkan dan menghentikan kelahiran .

Malnutrisi dan anemia diperberat oleh infeksi dan penyakit menahun. dan mengatur waktu persalinan sehubungan dengan umur ibu dan ayah. Terbukti pula bahwa jika jumlah kehamilan dibatasi sampai 3 atau kurang dari 3. daerah pantai dan daerah terpencil. Dalam hal ini akan dijumpai banyak anemia defisiensi besi dan folic acid. Dengan memberi jarak waktu yang lebih baik antara kehamilan. kalsium dan besi.1971). maka frekuensi ini dapat lebih rendah lagi (Rao dan Gopalan. pemukiman padat. mengatur jumlah anak yang dilahirkan. Abortus Buatan 15 . serta mengurangi tingkat kematian dan kesakitan ibu. ruptura uteri. seperti malaria. Tujuan ini dapat tercapai dengan memberikan jarak waktu yang cukup antara kehamilan yang diinginkan. beberapa paritas tinggi. lebih-lebih kalau disertai dengan malabsorbsi atau diet yang buruk. terutama grande multipara. dan sangat bermakna pada kehamilan kelima atau lebih. diabetes mellitus. daerah kumuh. dan sebagainya. Morbiditas Kehamilan berulang-ulang dengan jarak waktu tidak adekuat membutuhkan lebih banyak zat-zat makanan. tetapi setelah kehamilan yang ketiga angka ini akan naik kembali. MEKANISME PENGARUH KB PADA KESEHATAN IBU DAN ANAK Hubungan keluarga berencana dan kesehatan terutama bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan anak. Anemia defisiensi besi dalam kehamilan dua kali lebih banyak daripada anemia dalam bukan kehamilan. termasuk protein.Sasaran wilayah adalah wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus pelaksanaan seperti sentra industri. solution placentae. maka frekuensi anemia dapat dikurangi dengan 2/3. Dalam kehamilan kebutuhan zat besi dan folic acid meningkat. mencegah kehamilan yang tidak/belum diinginkan. investasi cacing tambang. Beberapa komplikasi obstetrik seperti placenta praevia. • Kesehatan Ibu Mortalitas Mortalitas maternal pada kehamilan kedua dan ketiga lebih rendah dibandingkan dengan yang pertama.

dan lain-lain. sehingga penggunaan KB dapat menurunkan angka kesakitan. misalnya perumahan. gizi. Mempunyai anak lebih dari empat akan meningkatkan resiko mendapatkan bayi cacat dan BBLR karena asupan gizi ibu kurang selama kehamilan. makin kurang perhatian yang dapat diberikan kepada tiap anak. adanya penyakit-penyakit infeksi. sanitasi. Di samping itu. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan anak mempunyai hubungan pula dengan besarnya keluarga. Mengingat kenyataan bahwa malnutrisi pada usia muda akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. Dengan keluarga berencana sekurang-kurangnya kehamilan yang tidak diinginkan dapat dicegah. Keluarga dengan anak tiga orang atau kurang. • Kesehatan Anak Mortalitas Bayi-bayi dari ibu usia muda atau paritas tinggi mempunyai angka mortalitas yang tinggi. Angka kematian yang tinggi sebagian juga disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang dan jumlah anggota keluarga yang banyak. baik dengan alasan pribadi. mengkonsumsi kalori dan protein lebih banyak daripada keluarga dengan jumlah anak empat orang atau lebih. Perkembangan Intelektual Makin banyak seorang ibu mempunyai anak. ataupun medik. mortalitas bayi mempunyai hubungan pula dengan faktor-faktor lingkungan.Pengguguran kandungan merupakan tanda bahwa kehamilan tersebut tidak diinginkan. Anak-anak dari keluarga besar oleh karena tidak melaksanakan program KB. umumnya pertumbuhannya lebih kecil. maka penting sekali untuk memperbaiki makanan 16 . sehingga KB diperlukan untuk menghindari kurangnya perkembangan intelektual anak. Morbiditas Menurut penelitian. sehingga frekuensi pengguguran kandungan dapat diturunkan. prevalensi penyakit saluran pencernaan dan pernafasan berhubungan langsung dengan besarnya keluarga. sosial. PENGARUH BESAR KELUARGA TERHADAP KESEHATAN ANAK Anak yang lahir dalam keluarga yang besar mempunyai resiko yang lebih besar untuk meninggal karena infeksi yaitu karena resiko infeksi silang.

insiden penyakit diare (salah satu penyebab utama kematian anak sampai umur 2 tahun di negeri yang sedang berkembang) meningkat. Kehamilan setelah 17 . sehingga kualitas hidup meningkat. Jarak yang pendek seringkali menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak. perumahan dan pendidikan. Pengaturan jarak kelahiran dapat meningkatkan akses terhadap derajat kehidupan anaknya melalui peningkatan kecukupan pangan. Kehamilan sebelum umur 18 tahun sering menghasilkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan resiko juga bagi kesehatan bayi dan ibunya. Maka dari itu pentingnya untuk mengatur jarak kelahiran agar dapat menurunkan resiko anak-anak memiliki tubuh kecil dan pendek serta kurang berat badan akibat kekurangan gizi. ibu tidak sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus buat anaknya dan perhatian kasih sayang juga kurang. risiko angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) ibu dan bayi yang terjadi akibat kehamilan dan persalinan dalam kelompok usia tersebut paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Pada usia ini wanita dalam keadaan optimal dengan kata lain. PENGARUH USIA IBU WAKTU MELAHIRKAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Usia yang paling aman pada wanita untuk hamil dan melahirkan adalah sekitar usia 20-30 tahun. wanita yang jarak kelahiran bayinya antara 27 sampai 32 bulan. Sementara untuk wanita pasca aborsi. maka kemungkinan untuk selamat dalam melewati proses kehamilan dan memiliki anak yang sehat. Oleh karena itu. Malnutrisi pada tahun pertama mengakibatkan gangguan yang permanen pada otak sehingga anak tersebut mengalami retardasi mental. Kematian bayi (terutama neonatus) paling tinggi bila interval kelahiran kurang dari 24 bulan. sandang.anak tersebut. Karena anak terlalu cepat disapih dari ASI. Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta lahir prematur. Akibat cara penyapihan yang kurang baik. Kehamilan sebelum umur 18 tahun dan sesudah 35 tahun akan meningkatkan resiko pada ibu dan anak. Resiko kematian anak meningkat sekitar 50 % jika jaraknya kurang dari 2 tahun. PENGARUH JARAK KELAHIRAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Jarak kelahiran yang aman satu dengan yang lainnya adalah 27 sampai dengan 32 bulan. jarak yang cukup aman untuk melahirkan kembali adalah enam bulan setelah keguguran.

meningkat sekitar 40 % pada ibu di atas 40 tahun.umur 35 tahun. ciri wajah tertentu. resiko terhadap bayi dan ibunya meningkat lagi. • Keguguran Risiko terjadinya keguguran akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu hamil. Faktor penuaan juga akan menyebabkan embrio yang dihasilkan oleh wanita di atas 35 tahun terkadang mengalami kesulitan untuk melekat di lapisan lendir rahim atau endometrium. PEMBENARAN KETERPADUAN KB DAN KIA BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial yang bersifat pendidikan (edukatif) dan pencegahan (preventif). 18 . dimana keyakinan ini dapat timbul bila terdapat KIA yang memadai. Risiko terhadap janin atau bayi tersebut antara lain : • Cacat bawaan Baik yang disebabkan oleh kelainan kromosom atau bukan. Faktor usia (di atas 35 tahun) juga berpengaruh terhadap kemampuan rahim untuk menerima bakal janin atau embrio. • • Kelahiran prematur. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian / penyakit bayi dan anak. meningkat tiga kali lipat pada usia di atas 40 tahun. kemampuan rahim untuk menerima janin. Beberapa kegiatan dalam BKIA seperti memberikan nasihat mengenai perawatan bayi antara lain mengenai imunisasi. Dalam hal ini. Ini dapat meningkatkan kejadian keguguran. seta menganjurkan agar ibu memeriksakan anak secara teratur ke dokter. Oleh karenanya peningkatan mutu KIA merupakan hal yang mutlak dalam memajukan mutu KB. Di banyak negara ternyata bahwa program KB tidak akan berhasil baik bila tidak disertai dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang memadai. pemberian makanan bergizi. Sebaiknya KIA dan KB merupakan suatu kesatuan agar didapatkan hasil yang memuaskan. berkurangnya tonus otot. Kelainan kromosom yang paling sering dijumpai adalah Sindrom Down (yang berciri khas berbagai tingkat keterbelakangan mental. dan kadang kala kesehatan lainnya). serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimal mungkin. Bayi lahir mati. Hal ini disebabkan karena banyak warga yang setuju menjalankan KB bila mereka mendapatkan keyakinan bahwa anak yang lahir akan hidup terus. menurun.

Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. Mengatur jarak antara kelahiran 4. MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN KB 1. 19 . Adat Istiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak laki-laki lebih dari anak perempuan atau sebaliknya. 3. seperti berdetaknya jantung. berdenyutnya tali pusat. atau apakah placenta dalam keadaan terlekat. Alasan Agama Bagi para pemeluk agama tertentu. STATISTIK KESEHATAN Lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya dari seorang ibu secara lengkap PENGERTIAN LAHIR HIDUP suatu hasil konsepsi dengan tidak memandang lamanya dalam kandungan. 4. Menentukan jumlah anak yang diinginkan. bernafas atau menunjukkan suatu tanda kehidupan. Masih rendahnya pengetahuan penduduk akan KB Kurangnya penyuluhan akan pentingnya program KB terhadap untuk menyebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat masyarakat melaksanakan program KB dan ketakutan akan timbulnya efek samping penggunaan KB. yang sesudahnya pemisahan secara lengkap itu. tidak diperkenankan mencegah kelahiran anak dengan menggunakan alat kontrasepsi supaya tidak hamil. 2. Memperoleh kelahiran yang lebih terencana 3. baik dalam keadaan tali pusat sudah dipotong atau belum. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak.FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROGRAM KB 1. atau bergeraknya secara nyata otot-otot sadar. Demi mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera dan bahagia 2. IV.

PENGERTIAN LAHIR MATI Lahir mati adalah tiap-tiap hasil konsepsi dengan masa hamil 28 minggu atau lebih yang sebelum lahir spontan atau tidak.23 bayi dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273. Angka kematian kasar di Indonesia menurut hasil penelitian adalah 7. untuk setiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. PENGERTIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH Menurut WHO. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN BAYI DI DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN KASAR DI INDONESIA DAN BEBERAPA NEGARA LAIN.8% (laki-laki) dan 6. PENGERTIAN ANGKA FERTILITAS Angka fertilitas adalah kemampuan seorang wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup dalam suatu periode dibagi dengan jumlah wanita yang hidup pada pertengahan periode yang sama. angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan 20 . Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) adalah jumlah kematian bayi umur 0 sampai kurang dari 1 tahun di suatu daerah selama satu periode. PENGERTIAN INDONESIA Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif karena bayi sangat peka terhadap perubahanperubahan dari luar. Angka kelahiran di Indonesia pada tahun 2005 adalah 2. berat badan lahir rendah/Low birth weight adalah bila bayi yang baru lahir mempunyai berat badan lahir < 2500 gram.5% (wanita). PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KELAHIRAN DI INDONESIA Angka kelahiran adalah kelahiran hidup dalam satu periode wilayah tertentu untuk tiap 1000 penduduk pada pertengahan periode yang sama.65 jiwa dan akan diupayakan untuk ditekan menjadi 2. telah meninggal dunia. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk.05 pada tahun 2025.

Angka Kematian Bayi menurut negara Negara Indonesia Thailand Malaysia Filipina Srilanka Singapura Angka Kematian (%) 51.dapat dipercaya. Status gizi ibu dan bayi yang kurang. PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA PERINATAL 1. Kondisi perinatal yang buruk. 3. Keadaan sanitasi lingkungan yang tidak baik PENGERTIAN MASA PERINATAL Masa perinatal adalah masa beberapa saat sebelum dan sesudah kelahiran. Keadaan sosial ekonomi yang buruk PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA 1–5 TAHUN (MASA PRASEKOLAH) 1. Angka kematian bayi juga menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum. 21 . 2. Keadaan gizi dan lingkungan yang buruk. Banyaknya Berat Badan Lahir Rendah. Masa yang dimulai pada akhir minggu ke-20 sampai minggu ke-28 kehamilan dan berakhir 7 hingga 28 hari setelah melahirkan.1 40 20 45 25 8 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN BAYI DI INDONESIA 1. Keadaan sosial ekonomi keluarga yang buruk. Pelayanan kesehatan yang tidak memadai. 4. 3. Keadaan gizi ibu buruk atau adanya penyakit yang diderita ibu sebelum atau saat sedang hamil. Umur ibu dan interval antara 2 persalinan yang tidak ideal 5. 2. 2.

keadaan geografis suatu daerah Musim kemarau yang panjang atau adanya bencana alam lainnya. dimana air tanahnya kurang mengandung yodium. Peningkatan pengetahuan tentang perawatan anak. Akibat dari kebersihan yang kurang. kecacingan. 5. misalnya diare. 29 hari). biologis dan psikososial yang biasa disebut lingkungan fisikobiopsikososial. tifus 22 . LANGKAH-LANGKAH MORBIDITAS ANAK 1. PENGERTIAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA Angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi). Cuaca. Penyakit menular. PROGRAM KELUARGA DENGAN PERHATIAN KHUSUS PADA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK TIGA FAKTOR LINGKUNGAN ANAK Lingkungan meliputi aspek fisik. Pemberian imunisasi yang lengkap pada anak 4. Pemeliharaan kesehatan dan pemeriksaan rutin pada masa kehamilan. MENURUNKAN MORTALITAS DAN 2. yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun. antara lain : a. Perbaikan higiene ibu dan anak. baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit. dapat berdampak pada tumbuh kembang anak antara lain sebagai akibat gagalnya panen. Sanitasi Kebersihan.  Lingkungan fisik. b. 6. Peningkatan gizi ibu dan anak. musim.3. Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir. 11 bulan. V. sehingga banyak anak yang kurang gizi. maka anak akan sering sakit. 3. Gizi yang cukup pada masa kehamilan. Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun. Demikian pula gondok endemik banyak ditemukan pada daerah pegunungan.

antara lain : a. d. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). dimana kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu. oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi.abdominalis. Umur Umur yang paling rawan adalah masa balita. Ras / suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras/suku bangsa. b. hepatitis. Bangsa kulit putih / ras Eropa mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi daripada bangsa Asia. serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya. karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan. ventilasi. Radiasi Tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya radiasi yang tinggi. Kalau anak sering menderita sakit. asap kendaraan atau asap rokok. malaria. dimana seringkali kepentingan budaya bertabrakan dengan 23  . dan sebagainya. Keadaan rumah: struktur bangunan. d. yang dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga. c. Sehingga diperlukan perhatian khusus. c. Lingkungan biologis. Ketahanan makanan keluarga mencakup pada ketersediaan makanan dan pembagian makanan yang adil dalam keluarga. Gizi Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. cahaya dan kepadatan hunian Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya. tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian. demam berdarah. Jenis kelamin Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak.

kuratif. Perawatan kesehatan Perawatan kesehatan yang teratur. disamping itu anak juga mengalami stres yang berkepanjangan akibat dari penyakitnya. tidak saja kalau anak sakit. gizi juga memegang peranan penting dalam kepekaan terhadap penyakit. Pertambahan tinggi badan sangat dipengaruhi hormon ini.kepentingan biologis anggota-anggota keluarga. maka diharapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian.Somatotropin atau “growth hormon” (GH = hormon pertumbuhan) Merupakan pengatur utama pada pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka. . h. akan menunjang proses tumbuh kembang anak. Di samping imunisasi. f. kimia dan biologis. GH merangsang terbentuknya somatomedin yang kemudian berefek pada tulang rawan. yang mencakup aspek-aspek promotif. dan rehabilitatif. preventif. sesudah makan. Penyakit kronis Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya dan pendidikannya. Hormon Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain : . g. tetapi pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan. Oleh karena itu pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara komprehensif. Satu aspek penting yang perlu ditambahkan adalah keamanan pangan (food safety) yang mencakup pembebasan makanan dari berbagai “racun” fisika. karena adanya perbedaan yang mendasar dalam proses metabolisme pada berbagai umur.Hormon tiroid 24 . Kepekaan terhadap penyakit Dengan memberikan imunisasi. maka kebutuhan akan berbagai nutrien harus didasarkan atas perhitungan yang tepat atau setidak-tidaknya memadai. sesudah latihan fisik. i. e. Fungsi metabolisme Khusus pada anak. perubahan kadar gula darah dan sebagainya. GH mempunyai “circadian variation” dimana aktivitasnya meningkat pada malam hari pada waktu tidur.

Maturasi tulang juga dibawah pengaruh hormon ini. dapat menjadi permanen. IGFs diproduksi oleh berbagai jaringan tubuh. karena mempunyai fungsi pada metabolisme protein. efek mitogenik terhadap kondrosit. karena kortison mempunyai efek anti-anabolik. mata. tiroksin serta androgen. tetapi IGFs yang beredar dalam sirkulasi terutama diproduksi di hepar. hormon seks memacu pertumbuhan badan. Defisiensi hormon tiroid mengakibatkan retardasi fisik dan mental yang kalau berlangsung terlalu lama. . sedangkan estrogen terutama diproduksi oleh ovarium. antara lain : a.Glukokortikoid Mempunyai fungsi yang bertentangan dengan somatotropin.Insulin like growth factors (IGFs) Merupakan somatomedin yang kerjanya sebagai mediator GH dan kerjanya mirip dengan insulin. Demikian pula dengan pertumbuhan dan fungsi otak sangat tergantung pada tersedianya hormon tiroid dalam kadar yang cukup. aktivitasnya mirip insulin. Fungsinya selain sebagai growth promoting factor yang berperan pada pertumbuhan. 25  . Pada permulaan pubertas.Hormon ini mutlak diperlukan pada tumbuh kembang anak. Stimulasi Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. osteoblas dan jaringan lainnya. Kalau kortison berlebihan akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat/terhenti dan terjadinya osteoporosis. .Hormon-hormon seks Terutama mempunyai peranan dalam fertilitas dan reproduksi. sebagai mediator GH. Lingkungan psikososial. karbohidrat dan lemak. Androgen disekresi kelenjar adrenal (dehidroandrosteron) dan testis (testosteron). tetapi sesudah beberapa lama justru menghambat pertumbuhan. dll. seksual. Sebaliknya pada hipertiroidisme dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular. Hormon ini mempunyai interaksi dengan hormon-hormon lain seperti somatotropin. otak. metabolisme. .

misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh. Cinta dan kasih sayang Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. Stres pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. perhatian dari orangtua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul. misalnya pujian.b. aspek lingkungan e. disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut. suasana yang tenang serta sarana lainnya. Motivasi belajar Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini. Ganjaran ataupun hukuman yang wajar Kalau anak berbuat benar. d. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif. Agar kelak kemudian hari menjadi anak yang tidak sombong dan bisa 26 . rendah diri. Khususnya bagi remaja. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. maka wajib kita memberi ganjaran. terlambat bicara. maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut. ciuman. dan sebagainya. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orangtuanya. tepuk tangan dan sebagainya. Stres teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan obat-obat dan narkotika. Sehingga dengan g. f. Sekolah Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini. Namun. buku-buku. c. belaian. dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar. sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari. Jadi. bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap anak. mendapat pendidikan yang baik. nafsu makan menurun. misalnya anak akan menarik diri. anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik. Sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah. diharapkan setiap anak mendapat kesempatan duduk di bangku sekolah minimal 9 tahun. masih dibenarkan.

bagian terbesar dari dinding. Kualitas interaksi anak-orangtua Interaksi timbal balik antara anak dan orangtua. sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orangtua dan anak. Anak akan terbuka kepada orangtuanya. apakah merupakan sumur gali atau bor dan bila sumur gali. Sebaliknya kasih sayang yang diberikan akan secara berlebihan bahkan yang menjurus kearah memanjakan. pencahayaan. mata air dan lain-lain. luas. Ruangan dapur: kebersihan. yang harus diperhatikan di antaranya ialah: 1. akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. pencahayaan. 4. sombong dan kurang bisa menerima kenyataan. kurang mandiri. 2. sungai. Akibatnya anak akan menjadi manja. jenis dapur. atap rumah. petugas kesehatan yang mempunyai hubungan yang erat dengan anak diwajibkan melakukan kunjungan rumah karena persoalan anak tidak dapat dipecahkan di bangsal saja. apakah terdapat bibir dan penutup sumur serta terbuat dari apa bibir dan lantai sumur tersebut. ventilasi. Tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut yaitu pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi. lantai. Bila berasal dari sumur. Ruangan tidur: jumlahnya. belanja 1 hari. h. air hujan. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak. Apakah air minum dimasak/tidak dimasak/ kadang-kadang dimasak dulu. Rumah: jenis. kebersihan. KUNJUNGAN RUMAH UNTUK MEMAHAMI ANAK DALAM LINGKUNGAN SEBENARNYA Menurut definisi Pediatri Sosial dari de Haas. 3. Pada daftar isian kunjungan rumah. kebersihan.. 27 .memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya. menghambat mematikan perkembangan kepribadian anak. pencahayaan. sumur. ventilasi. ventilasi luas dan jumlah penghuni pada setiap ruangan tidur. Air minum: sumber berasal dan leding. jumlah ruangan. pemboros. rumah milik sendiri atau sewa/kontrak.

Jumlah anak. Halaman: kebersihan. umur anak termuda. hiburan. Cara melahirkan apakah biasa/sukar. kebun atau empang. kebersihan.5. 12. jumlah dan sebagainya. pengertian. Menilai makanan. pengawasan. jenis tanaman. jamban umum atau tempat lain. 9. Menentukan keadaan sosial-ekonomi dengan melihat adanya barang-barang luks seperti TV. Riwayat kehamilan dan persalinan: berapa kali dilakukan pemeriksaan kehamilan atau tidak dilakukan sama sekali. lahir mati. istirahat. Penyakit-penyakit yang diderita. Trauma waktu hamil. ibu dan anggota keluarga lainnya serta hubungan antar keluarga. mesin jahit dan sebagainya. 28 . sanitasi. Bagaimana ternak dan unggas baik jenis maupun jumlahnya. 7. Obat-obat apa saja yang diminum. Keadaan bayi setelah lahir menangis spontan. tidak menangis/biru. disiplin. jumlah lahir hidup. mobil atau barang lain seperti radio. Pengawasan kesehatan: bila sakit berobat kepada siapa yaitu ke rumah sakit/poliklinik/dokter swasta/mantra/dukun serta apakah mendapat pengawasan dan BKIA untuk mendapatkan imunisasi dan sebagainya. ditolong oleh dokter/bidan/dukun terlatih atau tidak terlatih. 6. hobby dan sebagainya. kasih sayang yang diberikan kepada anak. jamban bersama beberapa keluarga. Hubungan anak dengan ayah. pakaian anak: bagaimana kualitas dan kuantitas makanan. sopan-santun. ditanami. 10. tempat anak bermain. Keuangan: berapa pendapatan sebulan untuk seluruh anggota keluarga. keguguran. 11. Usaha keluarga berencana: a. umur anak tertua. 13. Keadaan kakus apakah cukup/kurang dan apakah digunakan dengan baik/tidak. cukup/kurang bulan. lemari es. 8. Apakah makanan selama hamil cukup atau kurang. pembuangan sampah apakah dibakar/dibuang di sungai/ditanam dan apakah terdapat tempat sampah. berapa pengeluaran keluarga sebulan dan bagaimana keseimbangan penghasilanpengeluaran. berat badan dan panjang badan. sungai. Melahirkan di rumah bersalin/rumah sakit/rumah sendiri. cara apa. perhatian. halaman/rumah. dengan alat-alat. yaitu baik/cukup/kurang dan bagaimana pakaian anak baik kebersihan. sawah. Buang air: apakah buang air di jamban sendiri. Bagaimana tingkah laku anak. jumlah kematian.

hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dikunjungi menjadi baik sehingga hal-hal yang pada waktu yang lalu tidak dapat disinggung. 29 . Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). petugas kesehatan wajib memberi pendidikan kesehatan dan gizi. sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Peristiwa tumbuh-kembang pada anak meliputi seluruh proses kejadian sejak terjadi pembuahan sampai masa dewasa. sekarang dapat ditanyakan. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. keadaan sosio-ekonomi. organ maupun individu. Dengan kata lain. berapa banyak yang di bawah Apakah ibu atau bapak menjalankan keluarga berencana. VI. umur 15 tahun dan yang di atas 15 tahun. Kelebihan dari kunjungan rumah ialah dapat memeriksa dan mengobati anakanak yang sakit di tempatnya masing-masing. Jumlah orang dalam rumah tangga. Ciri tumbuh-kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan. tetapi saling berkaitan. serta laju tumbuh-kembang yang berlainan di antara organ tubuh. Istilah tumbuh-kembang sebenarnnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda. Dengan melakukan kunjungan rumah dapat diambil kesimpulan mengenai kesehatan keluarga. serta denah dari rumah. jumlah. proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisis.b. PENGERTIAN KATA ‘‘PERTUMBUHAN’’ Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. masalah yang terdapat di dalam keluarga. yaitu dengan maksud agar masyarakat mengubah kebiasaan lama yang salah dan tidak sesuai dengan syarat-syarat kesehatan. c. kebersihan. berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan. khususnya bagi anak-anak yang sedang sakit namun tidak dapat berobat ke dokter karena keterbatasan ekonomi. Selain itu. ukuran atau dimensi tingkat sel. Dalam kunjungan rumah.

yang kemudian pada Denver II dilakukan revisi dan restandarisasi dari DDST sehingga terdapat 125 tugas perkembangan. intelektual atau emosional akibat pengaruh lingkungan. gerak halus. bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian yang dapat diramalkan. dapat diandalkan dan menunjukkan validitas yang tinggi. A. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100% bayi dan anak-anak pra sekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. sebagai hasil dari proses pematangan. Aspek perkembangan yang dinilai Terdiri dari 105 tugas perkembangan pada DDST dan DDST-R. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit). termasuk perubahan aspek sosial. Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara. TES SKRINING PERKEMBANGAN MENURUT DENVER (DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST / DDST ) DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak.PENGERTIAN KATA ‘’PERKEMBANGAN’’ Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dalam kemampuan gerak kasar. Perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu. Perbedaan lainnya adalah pada Denver II terdapat : ringan skala penilaian tingkah laku 30 peningkatan 86 % pada sektor bahasa 2 pemeriksaan untuk artikulasi bahasa skala umur yang baru kategori baru untuk interpretasi pada kelainan yang . Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. jaringan tubuh. dan pada ”follow up” selanjutnya ternyata 89 % dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian. tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ.

9-12 bulan. tugas yang perlu diperiksa pada setiap kali skrining hanya berkisar antara 25-30 tugas saja.- materi training yang baru Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan.Tahap kedua dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. 3 tahun. C. Penilaian Dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (Passed = P). Pada umumnya pada waktu tes. ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). . - Fine motor adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. gagal (Fail = F). - Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. Kemudian ditarik garis 31 . yang meliputi : - Personal social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri. B. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. 4 tahun. dalam lembar DDST.Tahap pertama dilakukan secara periodik pada semua anak yang berusia : 3-6 bulan. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap. - Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. 18-24 bulan. melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil. mengikuti perintah dan berbicara spontan. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar 15-20 menit saja. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Setiap tugas/kemampuan digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur. 5 tahun. yaitu : .

berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. dihitung pada masing-masing sektor. dan tidak dapat dites (Untestable). Tugas-tugas yang terletak di sebelah kiri garis itu. Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan berada 32 . o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. Dalam pelaksanaan skrining DDST ini. dengan menggunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. Apabila anak gagal mengerjakan beberapa tugas-tugas tersebut (F). umur anak perlu ditetapkan lebih dahulu. Kemudian.Meragukan : o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. .Tidak dapat dites : Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. Bila umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. Meragukan (Questionable). maka berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut. Setelah itu. selanjutnya berdasarkan pedoman. pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia. pada 2 sektor atau lebih. berapa yang P dan berapa yang F. . hasil tes diklasifikasi dalam : Normal.Abnormal : o Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan. garis umur ditarik vertikal pada formulir DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor.Normal : Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut di atas. . . Abnormal.

Berat badan merupakan hasil peningkatan/penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. UKURAN YANG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI INDIKATOR PERTUMBUHAN 1. Dapat diisi orang tua di rumah atau pada saat menunggu di klinik. Begitu pula pada kotak-kotak di sebelah kanan garis umur. Lingkaran lengan atas 5. maka dapat digunakan tahap pra skrining dengan menggunakan : DDST short form. Kalau terdapat kode R. Dipilih 10 pertanyaan pada kuesioner yang sesuai dengan umur anak. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh 33 . bentuk kuesioner ini digunakan bagi orang tua berpendidikan SLTA ke atas. PDQ (Pra-screening Developmental Questionnaire). maka tugas perkembangan dites sesuai petunjuk. maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuaanya. karena pada kontrol lebh lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi.pada kotak yang terpotong oleh garis vertikal umur. otot. sedangkan bila terdapat kode nomor. maka ini bukan suatu keterlambatan. Berat badan 2. Pada ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor. yang masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas (sehingga seluruhnya ada 12 tugas) yang ditanyakan pada ibunya. Agar lebih cepat dalam melaksanakan skrining. Kemudian dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. antara lain tulang. dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap. Berat badan Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting. lemak. cairan tubuh dan lainnya. dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. maka dianggap ”suspect” dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. Tebal lipatan kulit 1. Lingkaran kepala 4. Tinggi badan 3. Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak.

dnegan keluaran (output) melalui urin. 1992 untuk memperkirakan berat badan anak adalah sebagai berikut : .kembang anak. keringat dan bernafas. indikator berat badan ini tidak sensitif terhadap proporsi tubuh. misalnya pada pengobatan penyakit. Terdapat fluktuasi wajar dalam sehari sebagai akibat masukan (intake) makanan dan minuman. sedangkan anak laki-laki baru pada sekitar umur 10 tahun. Besarnya fluktuasi tergantung pada kelompok umur dan bersifat sangat individual. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun. sensitif terhadap perubahan sedikit saja. dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. Bahan informasi untuk menilai keadaan gizi baik yang akut maupun yang kronis. ”growth spur” (pacu tumbuh) anak perempuan lebih cepat yaitu sekitar umur 8 tahun. feses. 2. pengukuran objektif dan dapat diulangi. Dibandingkan anak laki-laki. Dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang perlu diberikan. misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. Tetapi pertumbuhan anak perempuan lebih cepat terhenti daripada anak laki-laki. tumbuh kembang dan kesehatan. sehingga dapat mempengaruhi hasil penilaian : Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk : 1. Dapat 1. 3. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu. Pada bayi yang lahir cukup bulan. 6. lahir 2. sampai 500-1000 gram bahkan lebih. 1-6 tahun 4.12 tahun digunakan rumus 3.25 kg umur (bulan) + 9 2 umur (tahun) x 2 + 8 umur (tahun) x 7 – 5 34 yang dikutip dari Behrman. Kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir dan dimulai ”preadolescent growth spurt” (pacu tumbuh pra-adolesen) dengan rata-rata kenaikan berat badan 3-3. Memonitor keadaan kesehatan. 3-12 bulan 3. yang berkisar antara 100-200 gram. berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke 10. yang kemudian dilanjutkan dengan ”adolescent growth spur” (pacu tumbuh adolesen).5 kg/tahun. dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur satu tahun. Kerugiannya. sedangkan anak laki-laki baru berhenti pada umur 20 tahun. Anak perempuan umur 18 tahun sudah tidak tumbuh lagi. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan.

dan pada umur 1 tahun sudah 3 x berat badan lahir. sedang anak ditimbang dalam posisi berdiri tanpa sepatu dengan pakaian minimal. dan menjadi pesat lagi (pacu tumbuh adolesen). Panjang supinasi umumnya lebih panjang 1 cm daripada 35 . sukar mengukur tinggi badan yang tepat dan kadang-kadang diperlukan lebih dari seorang tenaga. murah. dimana tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi.2 Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi. selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun. berat badan bayi umr 4 bulan sudah mencapai 2 x berat badan lahir. penimbangan dilakukan setiap tahun. alat dapat dibuat sendiri. seperti terhadap nilai BB dan LLA. kemudian tiap 3 bulan sampai umur 3 tahun. sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm. Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang atau duduk tanpa baju. kecuali bila diduga terdapat kelainan atau penyimpangan berat badan. bayi ditimbang tiap bulan. Kerugiannya adalah perubahan tinggi badan relatif pelan. kemudian melambat. Sampai umur 1 tahun. Walaupun kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi. Antara umur 30-45 tahun tinggi badan tetap statis. dengan pengisian tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruasruas tulang belakang. sebagai perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif. dan dilanjutkan dengan 2 kali setahun sampai umur 5 tahun. pada anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur telentang (panjang supinasi) dan pada umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri. Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang. merupakan indikator yang baik untuk gangguan pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). Tinggi badan Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yaag terpenting. Keistimewaannya adalah bahwa ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai. Di atas umur 5 tahun. Keuntungan indikator ini adalah pengukurannya objektif dan dapat diulang. 2. sedangkan anak dengan timbangan berdiri. dan mudah dibawa. tetapi ruas-ruas tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun. Di samping itu dibutuhkan 2 macam teknik pengukuran. kemudian menyusut. Dalam keadaan normal.

Apabila seorang anak dapat mencapai tinggi antara 2 angka itu. 36 . 2-12 tahun 50 cm 75 cm umur (tahun) x 6 + 77 Sedangkan kalau dilihat dari proporsi antara kepala. muka bulat.5 cm 2 (13 cm adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8. Sebagai titik tengah tinggi badannya adalah setinggi umbilikus.5 cm 2 TB anak laki – laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ± 8. Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. Tinggi badan juga dapat diperkirakan menggunakan rumus Behrman. ukran anteroposterior dada masih lebih besar. 1 tahun c. jika potensi genetik belum tercapai optimal. perut membuncit dan anggota gerak relatif lebih pendek. Pada waktu lahir. yaitu sebagai berikut : Pada waktu janin umur 2 bulan. kepala tampak sama besar dan memanjang.) Jadi. meski diukur dengan teknik perngukuran terbaik dan secara cermat. 1993) : TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8. ada rentangan antara angka tertinggi dan terendah. dan keadaan sosial ekonomi). dimana ukuran panjang kepala hampir sama dengan panjang badan ditambah tungkai bawah. Demikian pula perkawiinan antar daerah maupun antar negara. Peningkatan nilai rata-rata TB orang dewasa suatu bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan/kemakmuran (perbaikan gizi. maka secara medis tidak perlu ada tindakan/intervensi. adalah sebagai berikut (dikutip dari Titi. perawatan kesehatan. 1992 yaitu : a.5 cm adalah nilai absolut tinggi badan. Anggota gerak sangat pendek.tinggi berdiri pada anak yang sama. anak-anak dan dewasa. kepala relatif masih besar. badan serta anggota gerak maka akan tampak perbedaan yang jelas antara janin. kemungkinan punya andil pula pada perubahan TB ini. Lahir b.

manfaat pengukuran LK terbatas pada 6 bulan pertama sampai 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. LK kepala yang kecil pada umumnya sebagai : variasi normal bayi kecil keturunan LK kepala yang besar pada umumnya disebabkan oleh : 37 . Bayi ditidurkan telentang tanpa sepatu dan tanpa topi di atas tempat tidur yang keras.5 kali panjang waktu lahir dan pada umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir. Panjang badan bayi baru lahir cukup bulan ialah sekitar 50 cm. Pertumbuhan LK paling pesat adalah pada 6 bulan pertama kehidupan. anggota gerak lebih panjang dan kepala secara proporsional kecil. dan telapak kaki dirapatkan. Alat pengukur panjang badan bayi terbuat dari kayu. Sebaliknya bila ada penyumbatan pada aliran cairan serebrospinal pada hidrosefalus akan meningkatkan volume kepala. Apabila otak tidak tumbuh normal. yaitu dari 34 cm pada waktu lahir menjadi 44 cm pada umur 6 bulan. dengan punggung bersandar pada dinding. Sampai saat ini yang dipakai sebagai acuan untuk LK ini adalah kurve LK dari Nellhaus. sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi. sehingga titik tengah adalah setinggi simfisis pubis.- Pada dewasa. Lingkaran kepala Lingkar kepala mencerminkan volume intrakranial. sehingga LK lebih besar dari normal. Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan meletakkan verteks bayi pada kayu yang tetap. Diusahakan agar tubuh bayi lurus. Oleh karena itu. 2 tahun 49 cm dn dewasa 54 cm. Sehingga pada lingkar kepala (LK) yang lebih kecil dari normal (mikrosefali). Pada anak. maka menunjukkan adanya retardasi mental. Secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai 1. maka kepala akan kecil. Sedangkan pada umur 1 tahun 47 cm.retardasi mental .kraniostenosis . 3. yang salah satu ujungnya mempunyai batas yang tetap sedang ujung lainnya merupakan kayu yang dapat digerakkan. kecuali seperti kasus hidrosefalus. tinggi badan diukur dalam posisi berdiri tanpa sepatu.

pada umur 6 bulan 43. harus diperhatikan gejala-gejala klinik yang menyertainya. lingkaran kepala baru diukur apabila terdapat kecurigaan pada kepalanya. dan bagian belakang kepala pasien yang paling menonjol.penyakit Canavan . mudah dibawa. dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur satu tahun.- variasi normal bayi besar hidranensefali tumor serebri keturunan . Pada 38 . lingkaran kepala adalah sekitar 35 cm. antara akromion dan olekranon.efusi subdural .hidrosefalus .5 cm. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun. Alat yang dipakai adalah pita pengukur lingkar lengan atas. Pada bayi kurang dari 2 tahun. Alat pengukur yang dipakai ialah pita metal yang fleksibel. Sedangkan kerugiannya adalah LLA hanya untuk identifikasi anak dengan gangguan gizi/pertumbuhan yang berat. Lingkaran lengan atas Lingkaran lengan atas (LLA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dnegan berat badan. Pada anak yang lebih besar. bagian atas alis mata. Pada waktu lahir. Lingkarkanlah pita pengukur pada pertengahan lengan kiri. sukar menentukan pertengahan LLA tanpa menekan jaringan dan hanya untuk anak umur 1-3 tahun. Yang diukur ialah lingkaran kepala terbesar. 4. Laju tumbuh lambat. Caranya dengan meletakkan pita melingkari kepala melalui glabela pada dahi. pada waktu dewasa lingkaran kepala adalah 55 cm. lingkaran kepala diukur secara rutin. Pada umur 1 tahun lingkaran kepala bertambah 12 cm dari waktu lahir dan pada umur 6 tahun bertambah lagi 6 cm. Setelah itu hanya terjadi penambahan lingkaran kepala sedikit saja. bisa dibuat sendiri. cepat penggunaannya dan dapat digunakan oleh tenaga yang tidak terdidik. walaupun ada yang mengatakan dapat untuk anak mulai umur 6 bulan-5 atau 6 tahun. Keuntungan penggunaan LLA ini adlah alatnya murah.megalensefali Untuk menilai apakah kepala yang kecil/besar tersebut masih dalam batasbatas normal/tidak. yaitu protuberansia oksipitalis.

Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih.bayi baru lahir lingkaran lengan atas adalah 11 cm. Pengukuran dilakukan dengan mencubit kulit sampai terpisah dari otot dasarnya. lipatan kulit menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan. subskapular atau suprailiaka. yang mencerminkan kecukupan energi. pada umur 1 tahun menjadi 16 cm dan pada umur 5 tahun 17 cm. belajar mengangkat kepala belajar mengikuti obyek dengan matanya melihat ke muka seseorang dan tersenyum bereaksi terhadap suara/bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan. Pengukur yang dipakai ialah kaliper lipatan kulit (skinfold calipers). 5. INTERPRETASI KEPANDAIAN PADA UMUR TERTENTU SEBAGAI INDIKATOR PERKEMBANGAN 1. Kemudian lipatan kulit tersebut diukur dengan kaliper. penciuman. Dalam keadaan defisiensi. Lipatan kulir yang diukur adalah daerah triseps. pendengaran. khususnya pada kasus obesitas. dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Dari 3 sampai 6 bulan mengangkat kepala 90° dan mengangkat dada dengan bertopang tangan mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya berusaha memperluas lapangan pandangan tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain 39 . Dari lahir sampai 3 bulan 2. Tebal lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak di bawah kulit.

3. ingin melihat semuanya. mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang Dari 6 sampai 9 bulan dapat duduk tanpa dibantu dapat tengkurap dan berbalik sendiri dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar-lempar benda-benda mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/lain mulai berpartisipasi dalam permaian tepuk tangan dan sembunyisembunyian 4. Dari 9 sampai 12 bulan dapat berdiri sendiri tanpa dibantu dapat berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perntah sederhana atau larangan memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya. ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan 5. Dari 18 sampai 24 bulan 40 . Dari 12 sampai 18 bulan berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5 – 10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing 6.

jenis kelamin. Dari 3 sampai 4 tahun berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang hanya kepala dan badan mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik menyebut namanya. memanjat.- naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka 7. melmpat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat mempergunakan kata-kata saya. dan umurnya banyak bertanya bertanya bagaimana anak dilahirkan 41 . bertanya. Dari 2 sampai 3 tahun belajar meloncat. mengerti kata-kata yang ditunjuk kepadanya menggambar lingkaran bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya 8.

Dari 4 sampai 5 tahun - mengenal sisi atas. sisi bawah. lengan. membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa GAMBAR LENGKUNG CORAK PERTUMBUHAN ALAT – ALAT TUBUH ANAK 42 .belakang 9. sisi muka. sisi mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana melompat dan menari menggambar orang dengan keala. badan menggambar segi empat dan segi tiga pandai bicara dapat menghitung jari-jarinya dapat menyebut hari-hari dalam seminggu mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diingininya mengenal 4 warna memperkirakan bentuk dan besarnya benda.

sedangkan 20% terjadi pada tahun kedua.5 tahun) dan tidak tumbuh lagi pada masa adolensi dimulai. Kira-kira 50% dari pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan. dan volume darah. kemudian menurun pada masa pubertas.5 tahun sampai 2. dan akhirnya mengalami involusi.  Jaringan limfoid tumbuh cepat pada masa bayi dan anak.  Jaringan otak yang cepat tumbuh pada masa percepatan tumbuh janin (berkembang penuh pada umur 1. sedang lainnya mengikuti suatu bentuk tersendiri. sistem pencernaan. pernafasan. otot skelet (pada neonatus 20-25% berat badan. DUA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN 43 .  Yang mengikuti pertumuhan pola umum adalah tulang panjang. sedangkan puncak pertumbuhan berat terjadi pada saat sebelum lahir. setelah dewasa 40% berat badan). peredaran darah.  Pertumbuhan alat kelamin pada 10 tahun pertama agak lambat. tetapi menjadi cepat pada 10 tahun berikutnya. Beberapa jaringan badan hanya mengikuti satu daripada kedua percepatan tumbuh tersebut. pertumbuhan organ ini sangat pesat sesudah seluruh pertumbuhan badan berakhir.Puncak pertumbuhan panjang pada masa janin terjadi kira-kira pada akhir trimester kedua kehamilan.

Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. Faktor pranatal Gizi ibu pada waktu hamil (defisiensi vitamin. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi. Di samping 44 . Termasuk faktor genetik antara lain: a) Jenis kelamin. Faktor heredokonstitusionil / genetik Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun. c) Keluarga. kecepatan tumbuh.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: faktor heredekonstitusionil dan faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal). derajat sensitiitas jaringan terhadap rangsangan. proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. yaitu pada umur 10 tahun. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. b) Ras atau bangsa. 2. d) Umur. Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil. iodium dan lain-lain). Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Itali. dan berhentnya pertumbuhan tulang. Faktor lingkungan • 1. Wanita menjadi dewasa lebih dini. dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. 1. masa bayi dan masa adolesensi. umur pubertas. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus. Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi. dan jarang menyebabkan cacat bawaan. lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir mati.

kardiomegali dan terdapat hiperplasia adrenal. hormon plasenta. misalnya karena makan ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis. Keracunan logam berat pada ibu hamil. 2. obat-obat anti kanker dapat menyebabkan kelainan bawaan. Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetes yang hamil dan tidak mendapat pengobatan pada trimester I kehamilan sehingga bayi menjadi makrosomia. kelainan kongenital mata dan jantung. Mekanis (pita amniotik. insulin. posisi fetus yang abnormal. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide. dan lain-lain. 6. oligohidramnion). Radiasi Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan atau sebelum usia kehamilan 18 minggu dapat mengakibatkan kelainan janin bahkan kematian janin. trauma. retardasi mental. bayi lahir mudah terkena infeksi. Implantasi ovum yang salah. Infeksi 45 . yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan. lahir mati. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR.itu. methadion. Endokrin yang berperan pada pertumbuhan janin adalah Hormon-hormon somatotropin (growth hormone). phenitoin. PKU (phenylketonuria). cacat atau retardasi mental. 5. dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan otak janin. Toksin / zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. Contoh kelainannya ialah mikrosefali. defisiensi yodium saat hamil. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali. 3. Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot. mikrognatia dan kaki bengkok. hormon tiroid. ektopia. seperti di Jepang yang dikenal dengan penyakit Minamata. dan peptida-peptida lain mirip insulin (Insulin-like growth factors/IGFs). anemia pada bayi baru lahir. 4. retardasi mental dan deformitas anggota gerak. spina bifida. dan abortus.

Stres. dan lain-lain. 3. virus influenza. malaria. Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital) Beberapa penyakit kronis seperti glomerulonefritis kronik dan tuberkulosis paru dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. 4. Echovirus. lebih rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang cukup. karbohidrat. Musim. campak. Herpes simpleks). mineral dan vitamin. leptospira. Cytomegalovirus. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. Pertambahan tinggi terbesar pada musim semi dan 46 . kelainan kejiwaan. mikoplasma. 2. Rubella. Keadaan sosial-ekonomi. HIV. Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.Infeksi intrauterin yang sering meyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis. Imunitas Rhesus atau ABO inkompatibilitas sering menyebabkan abortus. Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif) Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein. 8. kern ikterus atau lahir mati. hidrops fetalis. • Faktor pascanatal 1. lues. Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi. Anoksia embrio Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta menyebabkan berat badan lahir rendah. 9. polio. lemak. Infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela. antara lain cacat bawaan. 7. Coxsakie. dan virus hepatitis. Dapat terlihat pada ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang.

cukup nama bulan dan tahunnya saja. 5. 4. dan faktor psikologi. Sebaliknya penambahan berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim semi. Kolom Bulan : kolom yang berada di bagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas. PENGGUNAAN ”GROWTH CHART” (KMS) Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan.5 kg. dalam KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak. misalnya 2. Pada Penimbangan Pertama 47 . Sumber berat badan : garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS. imunisasi. Angka-angka ini menunjukkan berat badan 2 kg. Angka-angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukkan satuan kilogram penuh dan dinyatakan dalam satuan 2. 4 dan seterusnya. dan seterusnya sedang garis tipis yang berada pada diantara 2 ukuran kg penuh untuk satuan tengahan kg. 3. perbaikan sanitasi. dst. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. 3.paling rendah pada musim gugur. antara lain pengawasan medis. 4 kg. kondisi infeksi/infestasi cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain. pemberian kapsul vitamin A. Bagian-bagian dari KMS: 1. 5.5 kg. 4. Lain-lain.5 kg. Kolom Bulan Lahir : kolom bulan yang terletak paling kiri dan bergaris tebal. Yang perlu ditulis dalam kolom bulan lahir. 2. Garis usia : garis tipis dari atau ke bawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia anak dalam bulan. Garis berat badan : garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya. pemberian ASI-eksklusif. pendidikan. Pengisian KMS Balita A. 3 kg. MP-ASI. 3.

Pada penimbangan pertama. tetapi ibu ingat. (termasuk anak yang meninggal). 7. kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu. "Berat Badan Lahir" ini kemudian dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0". Bila tidak ada kartu kelahiran. kemudian perkirakan bulan lahir anak.  1. 5. (dalam bulan). sesuai dengan langkah pertama. tuntun untuk mengingat umur anak Kolom "Nama Ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap. bulan dan tahun anak Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal. Catatan *) • • • • Bila ada kartu kelahiran. sebelum anak ditimbang. sesuai jawaban ibu. dan langkah ketiga. 3. *) Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan dalam KMS-Balita didaftar pertama kali. dan pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut. 6. langkah kedua. isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu. 9. sama seperti halaman Kolom "Laki-laki" diisi tanda √ apabila anak tersebut laki-laki dan Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. dan catat.  Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran Pada halaman muka KMS. 2. dalam satuan gram. depan KMS demikian pula bila perempuan. nya dan catat. 8. 48 . catat bulan lahir anak dari kartu tersebut. Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar. anak saat dilahirkan. 4. perkirakan bulan nasional / masehiBila ibu tidak ingat bulan lahir. catat tanggal lahir anak Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa.

makanan dan keadaan Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. Misalnya: Bulan lahir anak Agustus 2000. Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0. maka cantumkan bulan Agustus 2000 di kolom tersebut. Kemudian isi semua kolom bulan September 2000. dan seterusnya. sesuai bulan bersangkutan. maka hanya ada satu titik berat badan dan tidak bisa dibuat garis. Contoh: Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7. Oktober 2000. pada garis tegak (lihat contoh). Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan. Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMSSetelah anak ditimbang. Karena baru satu kali ditimbang. letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan).5 kg. kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan. Misal: • • • • • • • Anak tidak mau makan Anak sakit panas Anak diare Anak diberi nasi tim Ibu meninggal Ayah di-PHK Anak dikirim ke Puskesmas Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan. Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis  Balita  lainnya   tinggi 49 .

E1. lakukan langkah ketujuh. maka jika anak diberi kapsul vitamin A. E2 dan E3. misalnya dengan menyusui bayi secepat mungkin segera setelah lahir. 2 dan 3 diisi E0. Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan. 1. maka kolom 0. lakukan langkah keenam. maka titik berat badan bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya.Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus. Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus). Pada Penimbangan Kedua dan Seterusnya Lakukan langkah keempat Jika bulan lalu anak ditimbang. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan rasa aman yang diwujudkan dalam kontak fisik dan psikis sedini mungkin. hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus. Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif • • Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0.1.4.3. karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat. Jika jarak antara penimbangan bulan ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan.2. akan menjalin rasa aman bagi bayinya. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-). Lakukan langkah kelima Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan. lakukan langkah kedelapan. Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan. 50  . B. Berperannya dan kehadiran ibu/penggantinya sedini dan selanggeng mungkin. Asih adalah kebutuhan emosi atau kasih sayang. Ini diwujudkan dengan kontak fisik (kulit/mata) dan psikis sedini mungkin. Apabila anak mendapat imunisasi. KEBUTUHAN – KEBUTUHAN DASAR SEORANG ANAK UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL 1.

Vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikroorganisme patogen. pengobatan kalau sakit papan / pemukiman yang layak higiene perorangan dan sanitasi lingkungan sandang kesegaran jasmani (olahraga) dan rekreasi. 2. Stimulasi mental (Asah) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan. Kebutuhan ini merupakan cikal bakal proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. yang disebut “Sindrom Deprivasi Maternal”. Asuh adalah kebutuhan fisik biomedis.Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik. Vaksinasi dimaksudkan sebagai pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. produktivitas. VII. mental. kreativitas. pemberian ASI. maupun sosial emosi. keterampilan. penimbangan bayi/anak yang teratur. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan anak akan: • • • • • • pangan (gizi) : kebutuhan terpenting perawatan kesehatan dasar. seperti imunisasi. agama. 3. sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa. kepribadian. Asah adalah kebutuhan akan stimulasi mental. IMUNISASI Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN aktif terhadap suatu antigen. dsb. Stimulasi mental ini sangat penting di usia batita. Antigen yang diberikan telah dibuat demikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit namun mampu mengaktivasi limfosit menghasilkan antibodi dan sel memori. Tujuannya adalah memberikan “infeksi ringan” yang tidak berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respon imun sehingga apabila terjangkit penyakit yang sesungguhnya di kemudian 51 . Kasih sayang dari orangtua (ayah-ibu) akan menciptakan ikatan yang erat (bonding) dan kepercayaan dasar (basic trust). moral-etika. kemandirian. tidak terjadi penyakit.

Imunitas aktif Imunitas (kekebalan) aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi. Imunitas pasif Imunitas (kekebalan) pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh. dan bahkan jaringan asing yang berasal dari binatang lain. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh.hari anak tidak menjadi sakit karena tubuh dengan cepat membentuk antibodi dan mematikan antigen/penyakit yang masuk tersebut. Kekebalan aktif biasanya berlangsung lebih lama daripada kekebalan pasif karena adanya memori imunologik. Imunitas aktif dihasilkan oleh sistem imun khusus yang membentuk antibodi dan mengaktifkan limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organisme spesifik atau toksin. atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari. dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar variola. bukan dibuat oleh individu itu sendiri. Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman. virus atau riketsia). atau terpajan secara alamiah. Misalnya kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah diberikan suntikan imunoglobulin. b. DUA MACAM IMUNITAS PADA MANUSIA a. seperti bakteri. virus. Tubuh manusia mampu membentuk imunitas spesifik yang sangat kuat untuk melawan agen penyerbu yang bersifat mematikan. toksin. komponen kuman (bakteri. TUJUAN IMUNISASI Tujuan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. 52 . sedangkan waktu paruh imunoglobulin lainnya lebih pendek.

aman dan 53 . tetapi maih mempunyai imunogenitas. Vaksinasi BCG tidak mencegah infeksi tuberkulosis. tetapi dapat juga mengenai organ-organ lainnya. nyaman bagi bayi 2. BCG diberikan pada bayi ≤ 2 bulan. Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. Infeksi Mycobacterium tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberkulosis aktif.05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0. Mekanisme vaksin BCG masuk ke lapisan chorium kulit sebagai depo. deltoideus kanan. sehingga didapat basil yang tidak virulen. tetapi mengurangi resiko tuberkulosis berat seperti meningitis tuberkulosa dan tuberkulosis milier. Vaksin BCG berisi suspensi M. lingkungan dengan Mycobacterium atipik atau faktor pejamu (umur. Mudah didapat. bovis hidup yang sudah dilemahkan. Vaksinasi BCG menimbulkan sensitivitas terhadap tuberkulin. Vaksin BCG disuntikkan dengan dosis 0. ulkus yang terbentuk tidak mengganggu struktur otot setempat (dibandingkan pemberian di daerah gluteal lateral atau paha anterior. kelenjar superfisial. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN (PPI) 1. BCG sebaiknya diberikan pada anak dengan uji Mantoux (tuberkulin) negatif. Penyuntikannya secara intradermal lebih mudah dilakukan (tidak terdapat lemak subkutis yang tebal). murah dan efisien (bisa dikombinasikan dan tanpa banyak pengulangan).DUA CIRI VAKSIN YANG BAIK 1. Bacille Calmette-Guerin adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiak berulang selama 1-3 tahun. Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi dengan Mycobacterium tuberculosis terjadi respons imunitas seluler yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberkulin. lalu berkembang dan masuk ke lapisan yang lebih Memiliki efek samping yang rendah. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. dan lain-lain). Hal ini mungkin dikarenakan faktor vaksin.10 ml untuk anak secara intrakutan di daerah insertio M. Efek proteksi bervariasi antara 0-80%. tulang. dan lain-lain. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru. seperti selaput otak. ditemukan oleh Calmette dan Guerin. keadaan gizi.

kapiler. yang timbul 2-6 bulan sesudah imunisasi. dan galur (strain) yang dipakai. Limfadenitis supuratif di aksila atau di leher kadang-kadang dijumpai. sehingga pada lapisan kulit timbul reaksi indurasi. Namun apabila penyuntikan terlalu dalam.dalam yaitu ke subkutan. Apabila dosis terlalu tinggi. Pada bayi yang kontak erat dengan penderita TB dengan BTA (+3) sebaiknya diberikan INH profilaksis dulu. maka ulkus yang timbul lebih besar. Ulkus yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. Reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) a. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul fistula. Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan. (2) sekitar 70% kasus tuberkulosis berat (meningitis) ternyata mempunyai parut BCG. demam (-). dosis. peredaran darah. pustula. dalam pengobatan steroid jangka panjang atau pada infeksi HIV). kalau kontaknya sudah tenang dapat diberi BCG. c. BCG-itis diseminasi 54 . maka tidak diberikan pada pasien imunokompromais (leukemia. dan (3) kasus dewasa dengan BTA (Bakteri Tahan Asam) positif di Indonesia cukup tinggi (2536%) walaupun mereka telah mendapat BCG pada masa kanak-kanak. jadi tidak perlu diobati. Limfadenitis / reaksi regional pada kelenjar Limfadenitis merupakan respon seluler pertahanan tubuh. Pemberian obat anti TB sistemik tidak efektif. Hal ini tergantung pada umur anak. maka dapat dibersihkan (drainase) dan diberikan obat anti TB oral. Vaksin BCG merupakan vaksin hidup. Kelenjar berkonsistensi padat. sebaikya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Vaksin BCG ulangan tidak dianjurkan oleh karena manfaatnya diragukan mengingat (1) efektivitas perlindungan hanya 40%. Limfadenitis akan sembuh sendiri (dalam 1-3 bulan). eritema. tidak nyeri. Reaksi Lokal Penyuntikan BCG secara intradermal yang benar akan menimbulkan ulkus lokal yang superfisial 3 minggu setelah penyuntikan. maka parut yang terjadi tertarik ke dalam (retracted). kelenjar limfe. b.

penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem limfe 2.1 ml PPD ( purified protein derived) di daerah flexor lengan bawah secara intra kutan • Pembacaan dilakukan setelah 48 -72 jam penyuntikan • Diukur besarnya diameter indurasi di tempat suntikan. Reaksi uji tuberkulin > 5 mm Sedang menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid. obat imunosupresif. Penanganan reaksi KIPI Orangtua atau pengantar perlu diberitahu bahwa 2-6 minggu setelah imunisasi BCG dapat timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan.BCG-itis diseminasi jarang terjadi. Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan antiseptik. • Imunisasi bayi > 2 bulan tes tuberkulin (Mantoux) • Untuk menunjukkan apakah pernah kontak dengan TBC • Menyuntikkan 0. 6-9 mm : meragukan . mendapat pengobatan radiasi. Vaksinasi Hepatitis B 55 Anak menderita gizi buruk Sedang menderita demam tinggi Menderita infeksi kulit yang luas Pernah sakit tuberkulosis. biasanya berhubungan dengan imunodefisiensi berat. Misalnya. . • < 5 mm : negatif . kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut tanpa pengobatan khusus. >10 mm : positif Tes Mantoux (-) imunisasi(+) Kontraindikasi HIV. iritis. lupus vulgaris. Kompikasi ini harus diobati dengan kombinasi obat anti TB. eritema nodosum. dan osteomielitis. Reaksi pada yang pernah tertular tuberkulosis: • Koch phenomenon reaksi lokal berjalan cepat (2-3 hari sesudah imunisasi) 46 minggu timbul scar.

Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui. Imunisasi pasif Hepatitis B immune globulin (HBIg) dalam waktu singkat segera memberikan proteksi meskipun hanya utuk jangka pendek (3-6 bulan). maka masih dapat diberikan HBIg (hepatitis B imunoglobulin) 0. Oleh karena itu. sehingga pada anak normal tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. hepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. potensial terinfeksi VHB. HBIg hanya diberikan pada kondisi pasca paparan (needle stick injury. Vaksinasi universal bayi baru lahir merupakan upaya paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi. Bayi yang terinfeksi lebih besar kemungkinan menjadi kronis daripada anak dan dewasa. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan antara umur 3-6 bulan. Transmisi antar anak sering terjadi di negara endemis Virus Hepatitis B (VHB). kontak seksual.tergantung status HbsAg ibu : HBsAg ibu Positif Negatif diketahui atau Imunisasi Keterangan HBIg (0. Resiko kronisitas dipengaruhi oleh faktor usia saat yang bersangkutan terinfeksi. kebijakan utama tata laksana VHB adalah memotong jalur transmisi sedini mungkin. Pada dasarnya. terciprat darah ke mukosa atau ke mata). Semua orang yang HbsAgnya positif potensial infeksius. Transmisi terjadi melalui kontak perkutaneus atau parenteral. dan melalui hubungan seksual. Sebaiknya HBIg diberikan bersama vaksin VHB sehingga proteksinya berlangsung lama.5 ml) dan vaksin Dosis 1 : <12jam pertama HB tidak Vaksin HB Dosis I : Segera setelah lahir 56 . Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. individu yang belum pernah imunisasi hepatitis B atau yang tidak memiliki antibodi anti-HBs. Imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. bayi dari ibu VHB. Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%.Bayi baru lahir merupakan upaya yang paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB di Indonesia termasuk daerah endemis sedang-tinggi untuk Hepatitis B.

Semakin panjang jarak antara imunisasi ketiga (4-12 bulan) semakin tinggi titer antibodinya. 1. Dosis ketiga merupakan penentu respons antibodi karena merupakan dosis booster. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg-B positif : diberikan vaksin hepB-1 dan HBIg 0. sedangkan imunisasi ketiga diberikan dengan jarak terpendek 2 bulan. 57 .Status HBV ibu semula tidak diketahui tetapi bila dalam 7 hari terbukti ibu HBV. Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah 0. beri segera setelah memungkinkan. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3-6 bulan. Interval antara dosis pertama dan dosis kedua minimal 1 bulan. dan remaja. dan 6 bulan karena respons antibodinya paling optimal. akan menyebabkan terbentuknya respons protektif (anti HBs ≥ 10mIU/ml) pada 90% dewasa.deltoideus dengan dosis 0. Vaksin diberikan secara intramuskular dalam di daerah M. bayi. Bila sesudah dosis pertama imunisasi terputus. Bila dosis ketiga terlambat. Pemberian ketiga seri vaksin dengan dosis yang sesuai rekomendasinya.5 ml. segera berikan imunisasi kedua. segera beri HBIg Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui : HepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Jadwal dan dosis Imunisasi hepatitis B minimal diberikan sebanyak 3 kali. anak. Imunisasi aktif Vaksin VHB yang tersedia adalah vaksin rekombinan berisi HBsAg murni. Memperpanjang interval antara dosis kesatu dan kedua tidak akan mempengaruhi imunogenisitas atau titer antibodi sesudah imunisasi selesai (dosis ketiga). sedangkan pada anak besar dan dewasa diberikan di regio deltoid. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka ditambahkan hepatitis B immunoglobulin (HBIg) 0. Vaksin ini diberikan sedini mungkin setelah lahir.5 ml secara bersamaan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Imunisasi pertama diberikan segera setelah lahir.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Agar dapat dicapai kadar antibodi protektif secepatnya dianjurkan hepB-3 diberikan lebih awal (umur 3-6 bulan). Pada neonatus dan bayi diberikan di anterolateral paha.

Uji serologis pasca imunisasi perlu dilakukan pada bayi dan ibu pengidap VHB.Setiap vaksin hepatitis B sudah dievaluasi untuk menentukan dosis sesuai umur yang dapat menimbulkan respons antibodi yang optimum. Reaksi KIPI Efek samping yang terjadi umumnya berupa reaksi lokal yang ringan dan bersifat sementara. Pada bayi prematur. kadang-kadang dapat menimbulkan demam ringan selama 1-2 hari. Oleh karena itu dosis yang direkomendasikan bervariasi tergantung produk dan usia resipien. Ulangan imunisasi hepatitis B (hepB-4) dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun apabila titer pencegahan belum tercapai pada catch up immunization. tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. 58 . Catch up immunization Catch up immunization merupakan upaya imunisasi pada anak atau remaja yang belum pernah diimunisasi atau terlambat lebih dari 1 bulan dari jadwal yang seharusnya. bila ibu HbsAg (-) imunisasi ditunda sampai bayi berusia 2 bulan atau berat badan sudah mencapai 2000 gram. Khusus pada imunisasi hepatitis B. imunisasi catch up ini diberikan dengan interval minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua. lama proteksi Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90%-95%. pemeriksaan anti-HBs pra dan pasca imunisasi tidak dianjurkan. Uji serologis pra imunisasi hanya dilakukan pada anak yang akan memperoleh profilaksis pasca paparan dan individu beresiko tinggi tertular infeksi VHB. Efektivitas. Uji serologis Pada bayi dan anak-anak. Dosis pada bayi dipengaruhi pula oleh status HbsAg ibu. sedangkan interval antara dosis kedua dan ketiga minimal 8 atau 16 minggu sesudah dosis pertama. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga pada anak normal. dan pasien immunocompromised. individu yang memperoleh profilaksis pasca paparan. Uji serologis pasca imunisasi ini dilakukan 1 bulan sesudah imunisasi ke-3.

Dosis ke-4 harus diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan setelah dosis ke-3. Jika demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Vaksin ini merupakan vaksin cair yang diberikan dengan dosis 0. dan toksoid tetanus. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Kontraindikasi Sampai saat ini tidak ada kontraindikasi absolut pemberian vaksin VHB. a. jika diberikan subkutan menyebabkan iritasi lokal. dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2. Vaksinasi DTP (Difteri. Bordetella pertusis. Tetanus. 15-18 bulan dan saat masuk sekolah (5 tahun). Jika demam pakailah pakaian yang tipis. Vaksin mengandung aluminium fosfat. nyeri. rasa mual. anafilatik + antipiretik. 6.Penanganan reaksi KIPI Setelah imunisasi hepatitis B dapat timbul kemerahan. Kekuatan toksoid difteria yang terdapat dalam kombinasi vaksin DTP saat ini berkisar 6. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. 4. dan nyeri sendi. kejang. maksimal 6 kali dalam 24 jam.5 ml secara intramuskular di bagian anterolateral paha. syok → imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DTaP. nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari → diberikan Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi: demam > 40°C. peradangan dan nekrosis setempat. Reaksi pasca imunisasi dapat berupa: Demam. Kehamilan dan laktasi bukan kontraindikasi imunisasi VHB. pembengkakan.7-25 Lf dalam dosis 59 . Potensi toksoid difteria dnyatakan dalam jumlah unit flocculate (Lf) dengan kriteria 1 Lf adalah jumlah toksoid sesuai dengan 1 unit anti toksin difteria. Pertusis) Vaksinasi DTP terdiri dari toksoid difteri. Toksoid Difteria Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan toksoid difteria (alumprecipitated toxoid) yang kemudian digabung dengan toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk DTP. 3. Untuk imunisasi rutin pada anak.

hipotonik-hiporesponsif. Kombinasi toksoid difteria dan tetanus (DT) yang mengandung 10-12 Lf dapat diberikan pada anak yang memiliki kontraindikasi terhadap pemberian vaksin Pertusis.5 ml. Sejak 1962 dimulai usaha untuk membuat vaksin Pertusis dengan menggunakan fraksi sel (α seluler/vaksin DTaP) yang bila dibandingkan dengan whole-cell ternyata memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan. Vaksin Pertusis Vaksin pertusis whole-cell (vaksin DTwP) adalah vaksin yang merupakan suspensi kuman Bordetella pertusis mati. Sebaliknya. Perhatian khusus (precaution) bila pada pemberian vaksin pertama (sebelum vaksin pertusis berikutnya) dijumpai hiperpireksia. b. Kontraindikasi Ada dua kontraindikasi mutlak terhadap pemberian vaksin pertusis baik whole-cell maupun α seluler. Ensefalopati sesudah pemberian vaksin pertusis sebelumnya. Kejadian ikutan pasca imunisasi toksoid difteria secara khusus sulit dibuktikan karena selama ini pemberiannya selalu digabung bersama toksoid tetanus dengan atau tanpa vaksin pertusis. Vaksin Pertusis α seluler Vaksin pertusis α seluler adalah vaksin pertusis yang berisi komponen spesifik dari Bordetella pertusis yang dipilih sebagai dasar yang berguna 60 . yaitu: o o o Riwayat anafilaksis pada pemberian vaksin sebelumnya. respons yang diperoleh setelah penyuntikan vaksin α seluler ternyata memberikan hasil yang baik dan tidak dipengaruhi oleh kadar antibodi pravaksinasi. Respons antibodi terhadap imunisasi dasar dengan vaksin pertusis whole-cell tergantung pada kadar antibodi tansplasental yang didapat dari ibu terhadap toksin pertusis.0. anak menangis terus menerus selama 3 jam dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah imunisasi DPT.

dan nyeri pada lokasi injeksi. pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. Vaksin DTwP dan DTaP dapat pula diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi.dalam patogenesis pertusis dan perannya dalam memicu antibodi yang berguna untuk pencegahan terhadap pertusis secara klinis. sangat dipengaruhi oleh dosis. − − Anak sering gelisah dan menangis terus menerus (inconsolable Kejadian ikutan yang paling serius adalah terjadinya ensefalopati crying) selama beberapa jam pasca suntikan. Kejadian reaksi KIPI vaksin DTaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah daripada DTwP. dan adanya antigen lain dalam kombinasi vaksin itu. c. jika demam pakailah 61 Kira-kira pada separuh penerima DTP. akut atau reaksi anafilaksis dan terbukti disebabkan oleh pemberian vaksin pertusis.01 IU atau lebih. Penanganan Reaksi KIPI DPT Bila terjadi reaksi lokal. pelarut. Toksoid Tetanus (TT) Toksoid tetanus yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal dan 60 IU bila bersama dengan toksoid difteria dan vaksin pertusis. bengkak. Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat sebab sudah terbukti bahwa respons imun yang diperoleh walaupun dengan interval yang panjang adalah sama dengan dengan interval yang pendek. serta terjadi demam . terjadi reaksi lokal kemerahan. Kadar antibodi protektif setelah pemberian DTP 3 kali mencapai 0. Kejadian ikutan pasca imunisasi terutama reaksi lokal. Reaksi KIPI DPT − ringan.orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Pemberian toksoid tetanus bersama DTP diberikan sesuai jadwal imunisasi. cara penyuntikan. Sebagaimana pemberian toksoid lainnya.

interval di antaranya tidak kurang dari 4 minggu. 2. maupun penderita imunokompromais. Jenis vaksin virus polio ini dapat bertahan di tinja sampai 6 minggu setelah pemberian OPV.1 ml) per oral. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. sedangkan OPV berisi virus polio hidup. 4. 3). b. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. a.5 ml intramuskular. selanjutnya saat masuk sekolah (5-6 tahun). Vaksinasi Polio Pada saat ini telah beredar di Indonesia vaksin polio inactivated (IPV). Untuk imunisasi dasar (polio-1. 2. Vaksin IPV berisi antigen polio (polio-1. sehingga frekuensi ekspresi virus polio liar dalam masyarakat dapat dikurangi. Virus vaksin ini kemudian menempatkan diri di usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun dalam epitelium usus. dan 3 adalah jenis Sabin yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan (attenuated). di samping vaksin virus polio oral (OPV) yang telah kita kenal selama ini.1 ml). dianjurkan diberikan saat bayi meninggalkan rumah sakit/rumah bersalin agar tidak mencemari bayi lain karena virus polio vaksin dapat diekskresi melalui tinja. Tiap dosis OPV (2 tetes = 0. Vaksin IPV dapat diberikan pada anak sehat. Vaksinasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi polio-3. Tiap dosis yang diberikan adalah sebanyak 2 tetes (= 0. sedangkan IPV dalam kemasan 0. dan 3) yang telah mati. Kedua vaksin polio tersebut dapat dipakai secara bergantian. Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine = OPV) Vaksin virus polio oral berisi virus polio tipe 1. namun tiga dosis berikutnya akan memberikan imunitas jangka lama terhadap tiga tipe virus polio. 2. Penerima vaksin dapat terlindungi setelah dosis tunggal pertama. Vaksin polio inactivated (Inactivated Poliomyelitis Vaccine = IPV) 62 . yang menghasilkan pertahanan lokal terhadap virus polio liar.pakaian yang tipis dan berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan maskimal 6 kali dalam 24 jam. Vaksin ini digunakan secara rutin sejak bayi lahir dengan dosis 2 tetes oral. Polio-0 diberikan saat bayi lahir.

maka dosis tersebut perlu diulang. Imunisasi primer bayi dan anak Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal. Pemberian dengan dosis 0. Sebagai vaksinasi dasar. merupakan jenis Salk. Bila OPV yang diberikan dimuntahkan dalam waktu 10 menit. diharapkan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok bayi. Dosis Penguat (booster) Dosis penguat OPV harus diberikan sebelum masuk sekolah. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0. Imunitas mukosal yang ditimbulkan oleh IPV lebih rendah dibandingkan dengan oleh OPV. dosis berikutnya harus diberikan pada umur 15-19 tahun atau sebelum meninggalkan sekolah. kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu. Anak yang telah mendapat imunisasi OPV dapat memberikan ekskresi virus vaksin selama 6 minggu dan akan melakukan infeksi pada kontak yang belum diimunisasi.1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3 bulan.Vaksin polio inactivated berisi virus tipe 1. yang dapat diberikan bersama-sama waktunya dengan suntikan vaksin DTP dan Hib. maka IPV dapat digunakan sebagai vaksinasi terhadap poliomielitis.5 ml dengan suntikan subkutan dalam 3 kali berturut-turut dengan jarak 2 bulan antara masing-masing dosis akan memberikan imunitas jangka panjang (mukosal maupun humoral) terhadap 3 macam tipe virus polio. diberikan suntikan IPV sebanyak 3 dosis masing-masing 0. misalnya mereka dengan imunosupresi dai suatu penyakit atau kemoterapi. yaitu bersamaan dengan dosis DPT diberikan sebagai penguat. Vaksinasi untuk anak imunokompromais Untuk mereka yang mempunyai kontraindikasi terhadap vaksin hidup. 2. Untuk mereka yang kontak dengan bayi yang baru saja diberi OPV. 3 yang mati.5 ml secara 63 .

virus asal vaksin ini dapat bereplikasi di dalam usus manusia. Di samping itu. − Pada saat ini di Indonesia masih menggunakan OPV yang ternyata mampu mengeliminasi virus polio liar. harus ditawarkan vaksinasi dasar OPV pada waktu yang bersamaan dengan anak tersebut. Pada saat replikasi tersebut mungkin terjadi mutasi virus yang dikenal dengan reversion. diare ringan. namun sebagai konsekuensinya masih ada resiko terjadinya VAPP dan menyebarnya VDPV. Pada pemberian OPV. yang kemudian menyebabkan kelumpuhan layu akut (VAPP). anggota keluarga yang belum pernah divaksinasi atau belum lengkap vaksinasinya dan kontak dengan anak yang mendapat vaksinasi OPV. Kepada orang dewasa yang telah mendapat imunisasi sebelumnya. tidak diperlukan vaksinasi penguat (booster). Dosis penguat harus diberikan dengan jadwal sama dengan pemberian OPV. terjadi pada resipien (VAPP = vaccine associated polio paralytic) maupun yang kontak dengan virus yang menjadi meurovirulen (VDPV = vaccine derived polio virus). ekskresi melalui tinja biasanya selama 2-3 bulan. sebagian kecil resipien dapat mengalami Kasus poliomielitis yang berkaitan dengan vaksin telah dilaporkan gejala pusing. dan nyeri otot. Walaupun demikian. Penanganan reaksi KIPI Orangtua/pengasuh tidak perlu melakukan tindakan apapun karena sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio.subkutan dalam atau intramuskular dengan interval 2 bulan. menyebabkan virus polio yang sebelumnya sudah dilemahkan kembali berbentuk yang lebih neurovirulen. 64 . Untuk mengatasinya. virus yang nonvirulen tersebut dapat diekskresi melalui tinja dan mengakibatkan kelumpuhan orang disekitarnya (VDPV). dapat dipertimbangkan penggunaan vaksin IPV secara penyuntikan. Reaksi KIPI − − Setelah divaksinasi. − − Resiko paling sering pada pemberian dosis pertama.

sedangkan untuk negara maju dianjurkan pada anak berumur 12-15 bulan dan kemudian imunisasi kedua (booster) juga dengan MMR dilakukan secara rutin pada umur 4-6 tahun. tetapi jangan bersama vaksin oral 65 . Pada anak – anak di negara dimatikan (virus campak yang berada dalam larutan formalin yang dicampur Muntah atau diare berat. vaksinasi ditunda Dalam pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif yang Penyakit akut atau demam (suhu >38. o Keganasan yang berhubungan dengan sistem retikuloendotelial leukemia. tetapi dapat juga diberikan setiap waktu semasa periode anak dengan tenggang waktu paling sedikit 4 minggu dari imunisasi pertama. maka WHO menganjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi berumur 9 bulan. juga yang mendapat pengobatan radiasi imunologisnya terganggu. Infeksi HIV Vaksin polio oral dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin inactivated dan virus hidup lainnya. 5. penyakit Hodgkin) dan yang mekanisme (limfoma.Kontraindikasi o ditunda o o umum.5°C). yaitu:  Vaksin yang berasal dari virus campak yang Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe Edmonston B)  dengan garam aluminium) Pada saat ini di negara berkembang angka kejadian campak masih tinggi dan seringkali dijumpai penyulit. vaksinasi harus diberikan oral maupun suntikan. Vaksinasi Campak Vaksin campak ada 2 jenis. o o tifoid. Kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan angka cakupan yang tinggi bersama-sama dengan keinginan untuk menunda pemberian imunisasi sampai antibodi maternal hilang merupakan suatu hal yang berat dalam pengendalian penyakit campak.

antibodi maternal akan hilang pada usia 9 bulan dan pada anak-anak di negara maju setelah 15 bulan. Reaksi KIPI − Gejala KIPI berupa demam lebih dari 39. Hal ini sukar dibedakan dengan akibat imunisasi yang terjadi dengan seseorang jika seseorang telah memperoleh imunisasi pada saat masa inkubasi penyakit alami. Untuk vaksin hidup.5ºC yang terjadi pada 515 % kasus.berkembang. Dosis dan cara pemberian • Dosis baku minimal untuk pemberian vaksin campak yang dilemahkan adalah 1000 TCID50 atau sebanyak 0. − Ruam dapat dijumpai pada 5 % resipien. diperkirakan risiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari sesudah imunisasi sebanyak 1 diantara 1 milyar dosis vaksin. timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2-4 hari. demam mulai dijumpai pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. tetapi dapat pula diberikan secara intramuskular. Kejadian KIPI imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan. Salah satu indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian kasus campak sesudah imunisasi. • • Pemberian yang dianjurkan secara subkutan.5 ml. pemberian 20 TCID50 mungkin sudah dapat memberikan hasil yang baik. − Reaksi KIPI banyak dijumpai terjadi pada imunisasi ulang pada seseorang yang telah memiliki imunitas sebagian akibat imunisasi dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan. − Reaksi KIPI berat jika ditemukan gangguan fungsi sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi. Penanganan Reaksi KIPI 66 .

Vaksin MMR diberikan pada umur 15-18 bulan dengan dosis satu kali 0. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. atau jika orangtua merasa khawatir. Kontraindikasi − − − − Demam tinggi Pengobatan imunosupresi Memiliki riwayat alergi Sedang memperoleh pengobatan imunoglobulin atau bahan-bahan yang berasal dari darah. Imunisasi ini memberikan serokonversi terhadap ketiga virus lebih dari 90% kasus.Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). SMP. Tidak ada 67 . maksimal 6 kali dalam 24 jam.bawalah bayi/anak ke dokter. Vaksin MMR merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup. dan Rubella) Vaksin MMR merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak. Imunisasi ulangan Imunisasi ulang dianjurkan dalam situasi tertentu. IMUNISASI YANG DIANJURKAN (non PPI) 1. maka anak SD. MMR Ulangan diberikan pada umur 6 tahun. virusnya sudah dimatikan (vaksin inaktif). dan rubela. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. misalnya: o Telah memperoleh imunisasi sebelum umur 1 tahun dan terbukti bahwa potensi vaksin yang digunakan kurang baik (tampak peningkatan insidens kegagalan vaksinasi). o o Apabila terdapat kejadian luar biasa peningkatan kasus Setiap orang yang pernah imunisasi vaksin campak yang campak. gondongan. Mumps. SMA dapat diberikan imunisasi ulang. gondongan.5 ml secara subkutan dalam atau intramuskular. jika demam pakailah pakaian yg tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Vaksinasi MMR (Measles. Vaksin MMR harus diberikan sekalipun ada riwayat infeksi campak. dan rubella atau imunisasi campak.

hipotensi dan syok) terhadap gelatin atau neomisin. − Meningoensefalitis − Pembengkakan kelenjar parotis − Trombositopenia. atau jika orangtua merasa khawatir. Anak dengan demam akut. demam. penyakitnya sembuh. biasanya akan sembuh sendiri. mereka yang mendapat pengobatan dengan imunosupresif. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. atau ruam. Penanganan Reaksi KIPI Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). pemberian MMR harus ditunda sampai Anak yang mendapat vaksin hidup yang lain (termasuk BCG) Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam waktu 3 bulan setelah Defisiensi imun bawaan dan didapat (termasuk infeksi HIV). jika demam pakailah pakaian yang tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan.efek imunisasiyang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat efek imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. seperti malaise. sulit bernapas. dalam waktu 4 minggu. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Reaksi KIPI − Reaksi sistemik. o o o o 2. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. Kontraindikasi o Anak dengan penyakit keganasan yang tidak diobati atau gangguan imunitas. Vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) 68 . o Anak dengan alergi berat (pembengkakan pada mulut atau tenggorokan. bawalah bayi/anak ke dokter. terapi sinar atau mendapat steroid dosis tinggi. pemberian imunoglobulin atau transfusi darah (whole blood).

Vaksin tifoid oral ini diberikan pada anak umur 6 tahun atau lebih. diberikan secara intramuskular. Kedua vaksin tersebut boleh digunakan bergantian atau kombinasi. dan 6 bulan. Reaksi samping vaksin oral lebih rendah daripada vaksin parenteral. dan imunisasi ulangan dilakukan setiap 3-5 tahun. Vaksin yang beredar di Indonesia adalah vaksin konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP (PRP outer membrane protein complex) dan konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut sebagai PRP-T. Vaksin awal yang terbuat dari PRP murni ternyata kurang efektif. Vaksin Hib baik PRP-T ataupun PRP-OMP perlu diulang pada umur 15 bulan. Tidak seperti vaksin parenteral. 3. Vaksin tidak boleh diberikan sebelum bayi berumur 2 bulan karena bayi tersebut belum dapat membentuk antibodi pada vaksin konjugasi. atau 69 . respons imun pada vaksin ini termasuk sekretorik IgA. IPV dalam bentuk vaksin kombinasi. Vaksin PRP-OMP diberikan pada umur 2 dan 4 bulan. DTaP. dan 5) 1 jam sebelum makan dengan minuman yang tidak lebih dari 37oC.Kapsul polyribosyribitol phosphate (PRP) menentukan virulensi dari Hib. 4. 2 kali suntikan sudah menghasilkan titer protektif . Vaksin PRP-T diberikan pada umur 2. Vaksin tifoid oral dikenal dengan nama Ty-21a.5 ml. diberikan 3 dosis dengan interval selang sehari (hari 1. Vaksin Hib dapat diberikan secara bersamaan dengan DTwP. yaitu : a. Vaksin Hib diberikan sejak umur 2 bulan. sulfonamid. Satu dosis vaksin Hib berisi 0. Vaksin demam tifoid oral Vaksin ini dibuat dari kuman Salmonella typhi galur nonpatogen yang telah dilemahkan. sedangkan setelah 1 tahun cukup 1 kali suntikan tanpa memerlukan booster. Vaksin kombinasi yang beredar berisi vaksin Hib PRP-T. Vaksin Hib dibuat dari kapsul tersebut. Apabila suntikan awal diberikan pada bayi berumur 6 bulan-1 tahun. Kapsul harus ditelan utuh dan tidak boleh dibuka karena kuman dapat mati oleh asam lambung.3. Vaksinasi Demam Tifoid Di Indonesia tersedia dua jenis vaksin. Vaksin tidak boleh diberikan bersamaan dengan antibiotik. sehingga saat ini digunakan konjugasi PRP dengan protein dari berbagai komponen bakteri lain. Vaksin ini dikemas dalam kapsul. dosis ketiga (6 bulan) tidak diperlukan.

saat demam. pusing. Reaksi samping lokal berupa bengkak.5 ml secara subkutan. nyeri. dengan dosis 0. Kontraindikasi: alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin. Reaksi KIPI • • Reaksi simpang jarang terjadi Reaksi KIPI dapat bersifat lokal (1%). Reaksi sistemik berupa demam. dan penyakit kronik progresif. Vaksinasi Varisela Vaksin virus hidup varisela-zoster (galur OKA) yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilised). imunisasi ulangan dilakukan tiap 3 tahun. Vaksin polisakarida parenteral Vaksin polisakarida diberikan dengan dosis 0. 4. Bentuk ini kurang stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain. nyeri sendi. kemerahan di tempat suntikan. b. nyeri kepala. memerlukan dua dosis dengan selang 1-2 bulan. Vaksin oral pada umumnya diperlukan untuk turis yang akan berkunjung ke daerah endemis tifoid. Untuk anak yang mengalami kontak dengan pasien varisela. pencegahan vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan: kontak dipisah/tidak berhubungan). demam (1%). Imunisasi varisela direkomendasikan pada umur 10-12 tahun yang belum terpajan. nyeri otot. nausea. 70 . Vaksin ini diberikan pada umur lebih dari 2 tahun. Vaksin dapat diberikan bersama dengan vaksin MMR. dan ruam papula- vesikel ringan. penyakit akut.antimalaria yang aktif terhadap salmonella. nyeri perut jarang dijumpai. Untuk individu imunokompromais serta remaja (sama atau diatas umur 13 tahun) dan dewasa. dosis tunggal. • Pada individu imunokompromais :  Reaksi sistemik muncul lebih sering (sekitar 12% .5 ml secara intramuskular atau subkutan pada daerah deltoid atau paha. sehingga harus disimpan pada suhu 2-8oC.40% pada pasien leukemia dalam pengobatan rumatan) daripada infeksi local.

kelainan darah seluler seperti selama pengobatan induksi penyakit keganasan atau 3 tahun fase radioterapi. Diperkirakan anti-HAV protektif menetap selama ≥ 20 tahun. • Pasien yang alergi pada neomisin. Pemberian vaksin VHA (virus hepatitis A) bersamaan dengan vaksin lain (hepatitis B. tifoid) tidak mengganggu respons imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping. Vaksin diberikan pada usia ≥ 2 tahun. Vaksinasi Hepatitis A Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine).5 ml diberikan secara intramuskular di daerah deltoid. terutama untuk catch-up immunization yaitu mengejar imunisasi pada anak yang belum pernah mendapat imunisasi hepB sebelumnya atau vaksinasi hepB yang tidak lengkap. Kebijakan imunisasi hepatitis A lebih bersifat individual. Vaksin kombinasi hepB/hepA tidak diberikan pada bayi kurang dari 12 bulan. hipersensitivitas terhadap neomisin. Proteksi jangka panjang terjadi akibat antibodi protektif yang menetap atau akibat anamnestic boosting infeksi alamiah. 4% diantaranya dapat terjadi varisela berat yang memerlukan pegobatan asiklovir.  Pasien leukemia yang mendapat vaksinasi varisela dapat muncul ruam pada 40% kasus setelah vaksinasi dosis pertama. pasien yang mendapat pengobatan dosis tinggi kortikosteroid (2 mg/kgBB per hari atau lebih). Vaksin hepatitis A terbukti imunogenisitasnya baik. Dosis 720 U diberikan dua kali. Hitung limfosit kurang dari 1200/μl atau adanya bukti defisiensi imun terapi imunosupresan. suntikan kedua atau booster diberikan antara 6 sampai 18 bulan setelah dosis pertama. yaitu bagi mereka yang mampu. 71 . Dosis vaksin 0. 5. pada 1% individu imunokompromais dapat timbul penyulit varisela. Kontraindikasi • • Demam tinggi atau infeksi akut. Maka vaksin kombinasi diindikasikan pada anak umur lebih dari 12 bulan. Setelah penyuntikan vaksin. perlu dipertimbangkan imunisasi hepatitis A pada anak berusia ≥ 2 tahun.

Pemberian vaksin merupakan cara untuk pencegahan atau mengurangi infeksi influenza serta mencegah kematian pada saat epidemi. Imunisasi influenza diberikan setiap tahun. lelah. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus). serta virus influenza tipe B. vaksin influenza lebih efektif untuk mencegah kompikasi saluran nafas bawah atau komplokasi lain. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus menerus. Terdapat dua macam vaksin yaitu whole-virus dan split-virus vaccine. daya proteksi menurun pada tahun berikutnya. maka perlu dilakukan vaksinasi secara kontinu menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir. Pada saat ini cakupan imunisasi influenza mencapai 70-90% untuk proteksi selama satu tahun. lesu. diabetes. mengingat tiap tahun terjadi pergantian jenis galur virus yang beredar di masyarakat. Kontraindikasi Vaksin HVA tidak boleh diberikan kepada individu yang mengalami reaksi berat sesudah penyuntikan dosis pertama.Efek samping • • • Aman dan jarang menimbulkan efek samping Reaksi lokal ringan paling sering terjadi (21%-54%) Demam (4%). apabila galur tetap sama atau hanya terjadi perubahan kecil pada antigen permukaan. Vaksin influenza diberikan pada anak usia 6-23 bulan. 6. Vaksin influenza diproduksi dua kali setahun berdasarkan perubahan galur virus influenza yang bersirkulasi di masyarakat. mual muntah dan hilang nafsu makan. penyakit jantung. Vaksin tahun sebelumnya 72 . hemoglobinopati. penyakit ginjal. baik anak sehat maupun dengan resiko penyakit kronik seperti asma. kelemahan sistem imun (imunodefisiensi). Dengan kata lain. HIV. Vaksinasi Influenza Vaksin trivalen influenza (TIV) yang terdiri dari dua virus influenza subtipe A yaitu H3N2 dan H1N1. Vaksinasi biasanya diberikan sebelum musim penyakit influenza datang.

yaitu vaksinpneumokokus polisakarida berisi polisakarida murni. Vaksin influenza diberikan secara intramuskular pada paha anterolateral atau deltoid. 23 serotipe disebut pneumococcus polysaccharide vaccine (PPV23).25 ml : 0. o Untuk anak usia ≥ 9 tahun cukup satu kali saja. Vaksinasi Pneumokokus Terdapat 2 jenis vaksin pneumokokus yang beredar di Indonesia. setiap tahun 1 kali. diberikan 2 dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan. o Untuk anak dengan gangguan imun. o o o Umur 6-35 bulan Umur ≥ 3 tahun Umur ≥ 8 tahun : 0. atau mengalami distres nafas akut atau pingsan. Gejala timbul setelah 6-12 jam pasca vaksinasi. lemas dan mialgia (flu1-2 hari. lamanya 1 atau 2 hari.tidak boleh diberikan untuk tahun sekarang. terutama pada anak yang muda. lamanya Gejala sistemik tidak spesifik berupa demam. Dosis tergantung umur anak. Vaksin pneumokokus generasi 73 . pada tahun berikutnya hanya diberikan 1 dosis. 7. Kontraindikasi • Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan komponen vaksin seperti telur jangan diberi vaksinasi influenza. Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah. teratur.5 ml : untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu. like symptoms). • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat. eritema dan indurasi pada tempat suntikan. Reaksi KIPI • • Reaksi lokal nyeri.

Untuk meningkatkan imunogenisitas pada bayi. pusing. 4. Efek sistemik: demam. pengobatan imunosupresif. bengkak. vaksin PCV7 diberikan bersama vaksin PPV23 karena kelompok ini rentan terhadap semua serotipe pneumokokus. dikembangkan vaksin PCV. akan menghilang dalam 3 hari. nafsu makan Demam ringan sering timbul. penyakit jantung bawaan dan gagal jantung. dan nyeri pada bekas tempat suntikan. dijumpai. tetapi tidak lama. maka diberikan jadwal dan dosis sebagai berikut: Umur datang pertama kali 7-11 bulan 12-23 bulan ≥ 24 bulan sampai 5 tahun Dosis vaksin yang diberikan 3 dosis 2 dosis 1 dosis Vaksin diberikan dalam dosis 5 ml. infeksi HIV. indurasi. penyakit paru kronik. namun demam tinggi di atas 39oC jarang Reaksi KIPI biasanya terjadi setelah dosis kedua. Vaksin PCV7 diberikan pada bayi umur 2. diare. secara intramuskular di daerah deltoid atau paha tengah lateral. aslenia kongenital/didapat. 7 serotipe disebut pneumococcus conjugate vaccine (PCV7).kedua berisi vaksin olisakarida konjugasi. Apabila anak datang setelah berumur > 7 bulan. tidur tidak tenang. defisiensi imun kongenital. disfungsi limpa. menurun. gelisah. sehingga tidak mampu menghasilkan respon booster. Reaksi KIPI • • • • Efek samping: eritema. Interval antara 2 dosis 4-8 minggu. Untuk anak resiko tinggi berumur 24-59 bulan. Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) 74 . 8. Vaksin PPV tidak dapat merangsang respon imunologik pada anak usia muda dan bayi. 6 bulan dan diulang pada umur 12-15 bulan. dan diabetes melitus. urtikaria. muntah. Kelompok resiko tinggi ini adalah anak yang menderita penyakit kronik seperti sickle cell.

Vaskin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV. dengan jadwal agak berbeda untuk vaksin HPV bivalen (0. 16 dan 18. 11. Dosis yang diberikan sebanyak 0. Penelitian vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen menunjukkan imunogenisitas yang tinggi. reaksi kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan. secara intramuskular pada daerah deltoid. nyeri kepala dan mual.1 dan 6 bulan) dan Vaksin HPV kuadrivalen (0. Gardasil@).Vaksin HPV yang telah bersedar di Indonesia dibuat dengan teknologi rekombinan.2 dan 6 bulan). BAGAN IMUNISASI YANG DIBERIKAN PADA BAYI DAN ANAK DI INDONESIA 75 . Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan sejak umur >10 tahun atau lebih banyak 3 kali. Terdapat dua jenis vaksin : HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18. Cervarix@) dan vaksin kuadrivalen (tipe 6. Reaksi KIPI • Efek samping local vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah nyeri. • Efek samping sistemik vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah demam. Vaksin HPV mempunyai afikasi 96%100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe-16/18.5 mL.

hepatitis B dianjurkan memberikan antipiretik parasetamol15 mg/kgbb kepada bayi/anak untuk mengurangi ketidaknyamanan pasca vaksinasi.Hib. maksimal 6 kali dalam 24 jam. yang dilemahkan. rota virus. MMR. Vaksin mati (Inactivated vaccine) 76 . demam kuning (yellow fever). gondongan (parotis). • Berasal dari bakteri : vaksin BCG dan demam tifoid oral. polio. rubella. Kemudian dilanjutkan seriap 3-4 jam sesuai kebutuhan. MACAM . • Berasal dari virus hidup : vaksin campak.PEMBERIAN ANTIPIRETIK SEBELUM DAN SESUDAH IMUNISASI Kepada orangtua atau pengantar diberitahukan bahwa 30 menit sebelum imunisasi DPT/DT.MACAM BAHAN VAKSIN a. Vaksin hidup (Live attenuated vaccine) Dibuat dari kuman atau virus penyebab penyakit. b.

Dibuat dari kuman, virus atau komponennya yang dibuat tidak aktif. • Seluruh sel virus inactivated : influenza, polio (injeksi), rabies, dan hepatits A • Seluruh bakteri inactivated : pertusis, tifoid, kolera, dan lepra • Vaksin fraksional yang masuk sub-unit : hepatitis B, influenza, pertusis α seluler, tifoid Vi, lyme disease. • Toksoid adalah bahan bersifat imunogenik yang dibuat dari toksin kuman. Pemanasan dan penambahan formalin biasanya digunakan dalam proses pembuatannya. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi disebut sebagai natural fluid plain toxoid, dan merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteriil toksoid efektif selama satu tahun. Bahan ajuvan digunakan untuk memperlama rangsangan antigenik dan meningkatkan imunogenesitasnya. Contohnya: difteria, tetanus, botulinum. • Vaksin polisakarida adalah vaksin sub-unit yang inactivated dengan bentuknya yang unik terdiri atas rantai panjang molekul-molekul gula yang membentuk permukaaan kapsul bakteri tertentu. Tersedia untuk 3 macam penyakit yaitu pneumokokus, mengokokus, dan Haemophillus influenzae type B.

c. Vaksin rekombinan Vaksin rekombinan adalah antigen vaksin yang dihasilkan dengan cara teknik rekayasa genetik. Contohnya : vaksin hepatitis B dan vaksin tifoid (Ty21a).. IMMUNOGLOBULIN SPESIFIK (IgS) DAN ANTITOKSIN Immunoglobulin S (IgS, hiperimmune globulins) secara farmakologi maupun karakteristik biologi berbeda dengan immunoglobulin normal. Sediaan ini diambil dari kumpulan darah pasien pada masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau setelah pemberian vaksinani tertentu, sehingga darahnya mengandung titer antibodi spesifik yang sangat tinggi pada penyakit tersebut. Untuk itu IgS diindikasikan untuk pencegahan infeksi bakteri spesifik seperti difteri, pertusis, tetanus, dan kuman clostridium lain, infeksi saluran napas, stafilokokus, streptokokus invasif, dan pseudomonas. Pencegahan inveksi virus seperti hepatitis A, B, C; TORCH, HIV, ebola, rabies, dan MMR. 77

IMMUNOGLOBUIN TETANUS (HUMAN TETANUS IMMUNOGLOBULIN) Pemberian Ig tetanus dan antitoksin tetanus diindikasikan untuk pencegahan pada luka dalam yang kotor, yang tidak akan terlindungi hanya dengan pemberian vaksin saja, riwayat imunisasinya tidak jelas/tidak pernah diimunisasi atau imunisasi dasarnya tidak lengkap. Di samping itu juga diindikasikan untuk pengobatan dalam upaya netralisasi toksin yang bekerja sistemik. Dosis pemberian Ig tetanus untuk pencegahan 250 unit, scara IM. Untuk pengobatannya, dosisnya adalah 3000-6000 unit, IM. Pada kasus neonatorum 500 U, IM. ANTI TETANUS SERUM (ATS) Jika TIg tidak tersedia dapat diberikan antitoksin yang berasal dari serum binatang sebanyak 1.500-5.000 IU, pemberian harus didahului tes sensitivitas. Dosis tunggal antitoksin tetanus berkisar antara 50.000-100.000 U. Untuk pengobatan tetanus neonatorum diberikan dengan dosis 40.000 U, dengan cara pemberiannya 20.000 U dari antitoksin dimasukkan ke dalam 200 cc NaCl 0,9%, diberikan secara IV dalam 35-45 menit. Setengah dosis yang tersisa (20.000 U) diberikan secara IM pada paha antero lateral. Jika antitoksin yang berasal dari serum binatang (kuda) yang dipakai, lakukan skin test dahulu untuk mencegah tejadinya shock anafilaksis. Pada saat yang bersamaan siapkan alat suntik dengan adrenalin (1:1000) dilakukan untuk pasien yang pernah mendapatkan suntikan antitoksin dari serum binatang. Sebagai kontrol, di tempat lain disuntikkan garam fisiologis intrakutan. Jika setelah suntikan timbul benjolan di kulit yang dikelilingi warna kemerahan berupa eritema dengan ukuran 3 mm atau lebih dibanding kontrol maka lakukan desentisasi terhadap pasien. Lebih dari 25% penderita mengalami serum sickness setelah pemberian antitoksin kuda. Oleh karena risiko serum sickness dan reaksi-reaksi hipersensitivitas, maka Imun Globulin Tetanus (IGT) manusia cenderung digunakan dibandingkan ATS. Anti serum tidak menetralkan toksin tetanus yang terikat pada susunan saraf pusat dan sedikit memperbaiki gejala-gejala yang telah ada pada saat pemberian. Akan tetapi, rasio kematian pada penyakit yang ringan sampai moderat secara bermakna dikurangi bila antiserum diberikan secara dini.

78

VIII.

TAMAN PENITIPAN ANAK
CARA MEMPERBAIKI GIZI KURANG PADA ANAK DALAM PENITIPAN Anak-anak yang dititipkan di taman penitipan anak akan diatur menunya sesuai dengan kebutuhan gizi dan proporsi tubuhnya. Dalam tempat penitipan anak (day care centre) pada umumnya terdapat ahli gizi yang bertugas menjaga dan menilai kebutuhan gizi anak-anak yang diasuhnya. Bagi anak yang kekurangan gizi, akan diberikan menu yang lebih sesuai dengan kebutuhannnya secara kualitas maupun kuantitas. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ANAK DALAM PENITIPAN Selain ahli gizi, di taman penitipan anak ini juga mempunyai dokter, akan lebih baik lagi bila dokter tersebut adalah dokter anak. Program yang biasa dilakukan di tempat penitipan anak pada saat awal menitipkan antara lain adalah imunisasi untuk mencegah penyakit dan mencegah terjangkitnya penyakit menular diantara anak-anak. Biasanya di setiap day care centre mempunyai program imunisasi awal yang akan dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan.

PERKEMBANGAN PENITIPAN

FISIK

DAN

PSIKOSOSIAL

ANAK

DALAM

Di setiap taman penitipan anak, ditawarkan program-program yang sangat bervariasi, namun pada intinya adalah usaha untuk meningkatkan perkembangan fisik dan psikososial anak. Untuk meningkatkan perkembangan fisik, anak akan diajak dalam permainan yang menggunakan sensorik dan motorik yang melibatkan panca indera. Sedangkan untuk meningkatkan psikososial, anak akan didorong untuk mengenal anak lain, mempunyai teman, berkelompok dan bekerja sama. MEMBERIKAN PENDIDIKAN ORANGTUA DALAM MENGASUH ANAK Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari taman penitipan anak adalah faktor pendidikan yang juga diberikan pada orangtua. Pada waktu yang ditentukan, para orangtua khususnya para ibu, akan diberikan penyuluhan bagaimana merawat bayi dan anak, memberi dan menyiapkan makanan untuk anak.

79

Handicap : suatu kerugian yang diderita oleh individu akibat impairement dan disability. dapat karena kelainan bawaan atau cacat yang didapat dalam perjalanan hidupnya baik karena penyakit maupun karena kecelakaan. yaitu : 1. 3. fisiologis atau fisik baik struktur maupun fungsinya. Jadi : Impairement → Disability → Handicap Contohnya.IX. ANAK CACAT (HANDICAPPED CHILDREN) DEFINISI Beberapa istilah yang sering dipakai pada keadaan cacat perlu dijabarkan. Impairement : suatu keadaan abnormalitas dari psikis. seorang anak yang menjadi buta karena kekurangan vitamin A Impairement : kehilangan pengelihatan/buta Disability Handicap : kehilangan kemampuan untuk bisa melihat : kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan mata dan menikmati aktifitas yang normal ETIOLOGI Penyebab keadaan cacat itu sendiri.    − − −  − − − − Malnutrisi Penyakit tidak menular Kelainan bawaan Kelainan fisik bawaan Retardasi mental Kelainan bukan genetik Penyakit menular Poliomielitis Trachoma Lepra Onchocerciasis 80 . 2. Disability : suatu hambatan atau gangguan dari kemampuannya untuk melaksanakan aktifitas yang biasanya dapat dikerjakan oleh orang yang normal sebagai akibat dari “impairement”.

Bayi atau anak dengan cacat anggota tubuh. Cacat pada mulut yang terjadi pada bayi dapat ditanggulangi dengan penggunaan dot khusus yang memungkinkan susu langsung mencapai faring. Dibutuhkan kesabaran dalam merawat anak cacat mental. Pendidikan yang khusus terutama diberikan kepada anak dengan cacat mental atau yang cacat indranya. Pada anak cacat mental.   Kecelakaan/rudapaksa Kelainan psikiatri fungsional Kecanduan alkohol dan obat KESEMPATAN PENDIDIKAN. 81 . seorang anak memerlukan atau tidak memerlukan sebuah pendidikan khusus. penanganan disesuaikan dengan cacatnya. Diharapkan mereka dapat diberikan pengertian dan atau kebiasaan pola dan waktu makan yang benar agar mandiri. pendidikan yang tepat dapat diarahkan. Yang menyebabkan anak cacat butuh perhatian lebih adalah keterbatasan mereka dalam menerima asupan gizi yang diberikan. Dengan pengamatan dan pengarahan yang teliti melalui program rehabalitasi. CARA IMUNISASI PADA ANAK CACAT Secara umum pemberian imunisasi pada anak cacat sama dengan anak normal. misal: bubur. diberikan makanan yang dapat langsung ditelan. Pada anak atau balita yang dapat makan sendiri. kesulitan didapatkan ketika mereka menolak untuk menerima makanan yang diberikan pada mereka. DAN PENEMPATAN KERJA ANAK CACAT PADA ORANG TUA Tergantung dari jenis kecacatannya. LATIHAN KERJA. Tujuannya : • • • Orangtua menerima kecacatan anaknya dengan sikap positif Memberi rasa optimis orang tua terhadap anaknya Orangtua dapat memberi dukungan pada proses perkembangan anaknya CARA MEMPERBAIKI GIZI ANAK CACAT Penanganan gizi pada anak cacat lebih kurang sama seperti penanganan pada anak normal lainnya.

ketika bergaul mereka menghadapi sejumlah kesulitan. sensitif. mudah marah. Puskesmas. RS Kabupaten. 2) Departemen Sosial Berperan sebagai sumber dana. baik dalam kegiatan fisik. Permasalahan mendasar bagi anak-anak luar biasa. kurang cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kemampuan dinilai lebih rendah bila dibandingan dengan anak normal di usianya. Cenderung merasa apatis. psikologi. rendah diri. dan kadangAnak seringkali mengalami kesulitan untuk mengubah rangsangan kadang muncul sikap egois terhadap lingkungan. ruang warna. keseimbangan posisi. RS Rujukan dengan pelayanan berbagai bidang spesialistik. kader. Contoh. maupun sosial. 4. − Rujukan berjenjang. − Memberikan pelayanan rehabilitasi medik. pembimbing. 3. Keterbatasan kemampuan untuk belajar dan berlatih. Contoh. menunjukkan sangat tidak pemaaf dan sensitif terhadap orang lain. visual. dan bila dihubungkan dengan perilakunya. dan peraba. Mempunyai kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi. pembina. perasa.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK CACAT 1. anak sering menjadi kaku. 2. 5. sehingga mereka mengalami kesulitan dalam konsep bentuk. biasanya ditunjukkan dengan perilakunya ketika melakukan aktifitas bersama dengan anak-anak normal pada umumnya. STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN ANAK CACAT 1) Departemen Kesehatan Berperan dalam bidang : − Deteksi dini − Memberikan latihan(training) ditingkat masyarakan. malu. kesukaran untuk bergaul maupun bermain. dan pengawas dalam peningkatan usaha-usaha kesejahteraan sosial. bunyi. 3) Departemen Tenaga Kerja 82 .

misalnya akibat polio. 5) PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) 83 .Q. 50-75 yaitu anak SLB-C1: retardasi mental I. Untuk anak dengan kelainan pendengaran dan bicara (Tuna Rungu Wicara). c) SLB Bagian C anak dengan keterbelakangan mental (Retardasi Untuk mental/Tuna Grahita). e) SLB Bagian E Untuk anak yang tuna laras yaitu untuk anak yang mempunyai kelainan emosi dan sosial. kecelakaan. dll. dll. dididik di SLB-D1.). mampu latih. Untuk anak dengan kelainan/cacat anggota tubuh (tuna daksa tanpa disertai gangguan lain).Q. mental. 25-50 yaitu anak yang SLB Bagian D yang mampu didik. − Pendidikan luar biasa dapat dilaksanakan melalui sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kecacatan yang diderita. cacat bawaan. yaitu: a) b) SLB Bagian A SLB Bagian B Untuk anak dengan kelainan pengelihatan/tuna netra. Sedangkan untuk anak yang tuna daksa disertai gangguan/cacat lainnya (gangguan bicara. 4) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Berperan dalam hal: − Pendidikan anak-anak cacat/kelainan tumbuh kembang − Pemberian bantuan tenaga pendidik kepada sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB).Memberikan keterampilan melalui BLK (Balai Latihan Kerja) terhadap mereka yang memiliki kecacatan yang permanen. Berdasarkan kemampuan intelegensi anak maka SLB-C dibedakan atas: − − d) SLB C: retardasi mental dengan I. yang disebut sebagai cacat ganda (double handicap).

serta pemberian alat-alat seperti penyangga. dan terutama kemampuan jasmani. Mencegah terjadinya kecacatan dengan memberikan tindakan rehabilitasi sedini mungkin. kecelakaan.Dalam kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) diharapkan PKK berperan sebagai motor masyarakat. 84 . rohani. dll. rohani. yang mencakup seluruh anggota masyarakat atau keluarganya. dan terutama kemampuan mengurus diri sendiri. PENCEGAHAN Sebenarnya 50% dari keadaan cacat tersebut berasal dari sebab-sebab yang dapat dicegah. 6) YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) YPAC berperan dalam hal perencanaan dan pengembangan program RBM. Secara garis besar dikenal 3 level pencegahan. Mengurangi terjadinya kecacatan dengan memberikan latihan-latihan. protesa. Biasanya SLB-D juga dibawah asuhan YPAC dan dibawah pengawasan DepDikBud. 2. 3. dll Pencegahan tingkat I Impairement Pencegahan tingkat II Disability Pencegahan tingkat III Handicap Tujuan utama dari upaya rehabilitasi medis adalah: 1. X. Mengembalikan kemampuan bekerja dari penderita cacat dengan mempersiapkan kemampuan jasmani. kelainan bawaan. BKIA MENJELASKAN PHC (PELAYANAN KESEHATAN PRIMER) SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERLUAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU DAN ANAK Secara umum pelayanan kesehatan primer diberi batasan sebagai suatu upaya kesehatan universal. misalnya : Malnutrisi.

Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik Pengobatan penyakit yang umumnya dijumpai Tersedia obat esensial pengelolaan penyakit polio. yaitu . setiap komplikasi persalinan harus ditangani tenaga adekuat. Dalam wadah kesehatan primer ini tercakup 8 unsur pokok bidang kesehatan. dan setiap wanita usia subur harus mempunyai akses pencegahan kehamilan dan penanganan komplikasi keguguran. yaitu : • • • • • • • • Penyuluhan kesehatan. yaitu setiap persalinan harus ditolong tenaga medis. pertusis.dilaksanakan dengan partisipasi dan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat sendiri. difteri. dan campak Pelayanan kesehatan primer tertuang dalam wujud Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang mempunyai tujuan dan sasaran jangka panjang. antara lain : • • • • Peningkatan mutu lingkungan hidup Peningkatan status gizi masyarakat Pengurangan morbiditas dan mortilitas penyakit Pengembangan keluarga sejahtera MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER IBU HAMIL Strategi Menuju Persalinan Sehat meliputi 3 pesan kunci. Pelayanan kesehatan primer yang diberikan adalah : • • • minimal 5 T : 85 Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pelayanan kesehatan primer itu sendiri mempunyai standart operasional. khususnya tentang cara pencegahan dan Gizi Sanitasi dasar dan air bersih KIA dan KB Imunisasi terhadap 6 penyakit utama : BCG. tetanus.

pakaian. Pelayanan kesehatan primer untuk bayi BKIA ini bertugas ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit. Kasih sayang yang cukup akan membuat bayi merasa aman. atau lingkungan. maka diberikan nasehat mengenai minuman dan makanan bayi. Untuk menurunkan angka kematian atau penyakit bayi yang disebabkan oleh penyakit alat pencernaan. Petunjuk yang diberikan di BKIA untuk bayi dapat dibagi menjadi : • Petunjuk mengenai kesehatan umum. serta mengusahakan kesehatan kesejahteraan seoptimal mungkin. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit bayi dan anak. A. termasuk makanan bayi Kebersihan adalah dasar daripada kesehatan yang meliputi kebersihan diri. rumah. dan campak. MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER BAYI DAN ANAK PRA-SEKOLAH BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial bersifat pendidikan dan pencegahan. • Imunisasi terhadap beberapa penyakit infeksi Untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi. Hal ini dimulai dengan memberikan makanan atau minuman pada waktu tertentu secara teratur  Istirahat dan kasih sayang. •  Petunjuk mengenai psikologi umum Membiasakan diri pada waktu-waktu tertentu dan teratur. DPT. polio. DT.• • • • • Timbang BB dan TB Tekanan darah Tetanus toxoid lengkap Tinggi fundus uteri Tablet zat besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan Jika pelayanan kesehatan tersebut belum mencapai 5 T maka belum dapat disebut Pelayanan Kesehatan Primer (PHC). antara lain BCG. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimum mungkin. makanan. 86 .

dan imunisasi. merangsang khayalan. Alat ini digunakan untuk melatih jiwa Pemeriksaan darah sederhana dan panca indra. dan pada tingkat tersier ada RS yang lebih besar dan lembaga kesehatan lainnya yang lebih khusus. pelayanan diberikan oleh pusat kesehatan dan RS. Pelayanan kesehatan primer untuk anak pra-sekolah Di samping menimbang berat badan. tanggung jawab kesehatan masyarakat diarahkan pada PEMDA. dan memeriksa Hb anak. makanan anak. Kantor kesehatan propinsi memiliki tanggung jawab operasional. A. sedangkan pengawasan kebijakan dan panduan teknis tetap dipegang oleh DEPKES yang memiliki perwakilan atau kantor di tingkat daerah dan propinsi. Ibu Hamil 87 . berat lahir rendah. B. diberikan pula nasehat mengenai kebersihan rumah dan lingkungan. kelahiran prematur. Sebagai hasil dari desentralisasi ini. Di tahun 1994. dan keadaan lain yang merugikan disebut kehamilan dengan resiko tinggi. Di tahun 1996 dilaksanakan pengaturan kembali di kantor-kantor kesehatan di propinsi dan daerah untuk meningkatkan proses desentralisasi dan untuk meningkatkan kualitas dari panduan teknis dan operasional untuk pelayan kesehatan setempat dan kesehatan di sektor swasta. Dewan penasehat kesehatan nasional dipilih oleh presiden dengan ahli-ahli dari berbagai bidang untuk menasehati DEPKES dalam kebijakan kesehatan nasional. MENGIDENTIFIKASI IBU DAN ANAK DENGAN RESIKO TINGGI Kehamilan yang memungkinkan terjadinya keguguran. cacat bawaan. mengukur tinggi badan. • Alat permainan. retardasi mental. kematian janin. MENJELASKAN STRUKTUR ORGANISASI BKIA Di tahun 1987. pemerintah setempat diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang utama dan pelayanan referral. penyakit janin dan neonatus. Ditingkat berikutnya.

lama tidak mempunyai bayi. 9.1. 7. 10. mempunyai 4 atau lebih anak 88 . 3. 4. hampir tidak ada kenaikan berat badan selama hamil. 3. tidak adanya perwatan pre natal. 12. sesuai 13. riwayat masalah sosial yang berat. kurang dari 38 kg 2. Fetal distress Bayi Tinggi badan kurang dari 145 cm dan berat badan Kurang darah : kurang atau sama dengan 10 mg/dl Kehamilan lebih dari 3 anak dengan jarak kurang Usia wanita hamil kurang dari 20 tahun atau lebih Kehamilan ganda atau lebih Toksemia gravidarum Rhesus iso imunisasi Infeksi pada ibu hamil Pertumbuhan janin yang lambat Antepartum Hemorhagi : perdarahan sebelum Letak bayi dalam kandungan yang tidak normal Disporposi cefalo-pelvic : ukuran kepala dan rongga panggul tidak Bayi yang lahir sebelum masa gestasi 3-7 minggu atau sesudah 42 Bayi dengan berat < 2500 gram atau >4000 gram Bayi yang menunjukkan penyimpangan dari besar atau perkembangannya Bayi dengan riwayat penyakit neonatus yang berat atau dengan Bayi dengan keadaan lahir yang buruk atau yang memerlukan Bayi lahir dari ibu dengan infeksi dan adanya riwayat penyakit selama kematian saudaranya atau kematian 2 janin dan saudaranya resusitasi di kamar bersalin dan kemudian di tempat bayi dirawat kehamilan. 6. dari 2 tahun 4. B. minggu 2. ketuban pacah dini. melahirkan 11. dari 35 tahun 5. 8. 5. 1. 6.

atau Bayi dikenal menderita anemia atau inkompatibilitas golongan darah Bayi lahir dari ibu yang sangat menderita selama hamil. 3. 9. seperti bulan kehamilan kehamilan pada setiap kecurigaan akan cacat bawaan masalah emosi yang berat. tahun 5. kecelakaan yang membahayakan. 10. Posyandu. anestesia umum C. ibu yang mempunyai anak pertama pada umur > 35 tahun. Anak Balita Anak balita dengan resiko tinggi harus lebih sering diawasi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium serta penimbangan BB dan TB. BB ± dari 350 gram/bulan Umur lebih dari 1 tahun BB ± dari 150 gram/bulan Jumlah anak lebih dari 3 orang dengan jarak kelahiran kurang dari 2 XI. • PUTARAN PEMECAHAN MASALAH Laporan bulanan / mingguan balai pengobatan PENGUMPULAN DATA PELAYANAN KESEHATAN ANAK Misalnya : Puskesmas. 89 . 7. meminum salah satu obat selama kehamilan. Bayi yang lahir dari kehamilan ganda atau ibu hamil lagi sesudah 3 Bayi yang lahir dengan bedah Caesar atau adanya komplikasi Bayi yang mempunyai satu pembuluh darah arteri. 8. 4. BB ± dari 750 gram/bulan Umur 4-7 bulan. tali pusat. 2. pecandu obat. 6. 10.sebelumunya. hiperemis gravidarum. 8.dll. 7. Dalam keluarga ada anak yang meninggal lebih dari 3 orang Sejarah partus terdapat asfiksia atau dengan partus patologik Pernah menderita batuk rejan Pernah menderita campak Umur di bawah 2 tahun pernah malnutrisi tingkat II dan III Belum pernah mendapatkan imunisasi Umur 0-3 bulan. 11. atau tidak kawin. 9. Balita dengan resiko tinggi bila : 1.

6. murah dan cepat. b. b. yang terdiri dari ribuan pulau merupakan hambatan untuk sarana komunikasi yang . tempat praktek dokter. 4. perawat. Kuantitas sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia Jarak ke tempat pelayanan kesehatan Masalah demografi Kualitas sistem pelayanan kesehatan a. Tidak semua yang sakit berobat Yang berobat golongan sosial ekonomi tertentu (rendah) Diagnosa sering sukar ditentukan Laporan rumah sakit Tidak semua yang sakit dirawat Beda sosial ekonomi dari pasien pada RS yang berlainan Asuransi kesehatan Tidak semua penyakit diasuransikan Tiap perusahaan asuransi menentukan jenis-jenis penyakit yang Ada “bias” karena : Ada “bias” karena : IDENTIFIKASI MASALAH PELAYANAN KESEHATAN ANAK Beberapa hambatan ditemukan dalam sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia. Jumlah penduduk yang terlalu banyak. Tidak semua orang ikut asuransi. b. bidan) b. Penyebaran penduduk 60% terpusat di pulau Jawa c. tetapi mutu pendidikan kurang b. berlainan c. • a. Adanya arus urbanisasi 5. • a. Sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia ( Puskesmas. anak di Indonesia a. Keadaan sosial-ekonomi dan budaya 90 Keadaan geografi Indonesia.Ada “bias” karena : a. Posyandu. 3. klinik ) 2. antara lain : 1. Tenaga medis dan paramedis yang tersedia ( dokter. c.

sosial anak. Kebiasaan atau perilaku masyarakat tradisional Daya beli masyarakat yang kurang Tingkat pendidikan yang rendah Tingkat pengangguran yang tinggi. rumah. Promosi (health promotion) Peningkatan pengadaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan. 2. pakaian. Pengobatan (disability limitation)  meliputi tindakan-tindakan dalam mengobati penyakit anak dalam rangka mencegah terjadinya kecacatan. Pencegahan tersier (tertiary prevention)  meliputi tindakan-tindakan dalam memperbaiki fungsi fisik. MERENCANAKAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Merencanakan pemecahan masalah kesehatan anak meliputi tindakan-tindakan berikut ini: 1. biologi. d. Pencegahan spesifik (spesific protection)  meliputi tindakan pencegahan secara lebih spesifik terhadap penyakit yang mungkin akan diderita anak.tindakan promotif untuk meningkatkan kesehatan fisik.a. mental dan sosial anak agar dapat sembuh sempurna. b. 3.Promosi (health promotion)  meliputi tindakan . b. b. dan 91 . Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. c. Deteksi dini (early diagnosis and prompt treatment)  meliputi tindakan-tindakan dalam mendiagnosis penyakit pada anak untuk dilakukan pengobatan dengan segera. PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK 1. peningkatan pengetahuan akan kebersihan badan. Pencegahan primer (primary prevention) a. Pencegahan primer (primary prevention) a.

walaupun target angka kematian ibu 92 . Pencegahan tersier (tertiary prevention) Pembatasan kecacatan (disability limitation) Pemakaian penglihatan. pemberian oralit pada diare. pemeberian antipiretik pada anak yang demam. demikian pula dengan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. pemeriksaan gigi berkala setiap 6 bulan. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia yang meliputi pencegahan primer (primary prevention). pamflet-pamflet dan brosur-brosur tentang ASI eksklusif dan pentingnya imunisasi.lingkungan. 2. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. 3. EVALUASI PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Angka kematian ibu Per 100. Pencegahan spesifik (spesific protection) Pemberian imunisasi. Pengobatan (prompt treatment)) Resusitasi cairan pada pasien DHF. pencegahan sekunder (secondary prevention) dan pencegahan tersier (tertiary prevention) sudah dapat berjalan dengan baik. penyemprotan nyamuk (fogging). b.000 kehamilan semakin menurun. membawa anak segera ke RS. b.000 425 307 150 Angka kematian bayi Per 1000 58 35 15 kacamata pada anak dengan gangguan ketajaman Tahun 1993 1996 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka kematian ibu per 100. Deteksi dini (early diagnosis) Pemeriksaan laboratorium dan pengobatan sampai anak sembuh dari penyakit.

pengembangan imunisasi secara operasional dan pengembangan imunisasi dengan vaksin baru. dan penyakit lain yang sudah ada imunisasi. hepatitis B. campak. Untuk dapat mengatasi berbagai hambatan dalam program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia.yang hendak dicapai pada tahun 2020 masih terdapat 150 per 100. Kegiatan terdiri dari menerapkan pengetahuan ke berbagai bidan dan ibu-ibu yang hamil. Standardisasi dan pelaksanaan imunisasi polio secara gratis. yang diselenggarakan di lingkungan kumuh. pengamatan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi. pertusis. CORAK DAN SEBAB-SEBAB MORBIDITAS DAN MORTALITAS ANAK Sebab-sebab utama       Sebab-sebab lainnya  Kasih sayang/asuhan yang kurang dari ibu  Pendidikan ibu yang rendah 93 Kurang gizi (Kurang Energi Protein) Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) Diare Berat Badan Lahir Rendah Pelayanan kesehatan yang kurang memadai Sanitasi lingkungan yang tidak baik . program SIAGA. BCG. serta kelompok resiko tinggi lainnya. melakukan aksi pemeriksaan dan pengobatan cumacuma. anak usia sekolah. MENYUSUN KEMBALI PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH Sasaran yang hendak dicapai melalui program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakitpenyakit di atas di masyarakat dengan prioritas pada bayi. maka kita wajib menyusun kembali perencanaan masalah tersebut. memberikan penyuluhan dan mendidik masyarakat agar bisa menjaga kesehatannya. XII.000 kehamilan dan angaka kematian bayi 15 per 100 kelahiran hidup. tetanus. difteri. serta pemantauan dan evaluasi program termasuk hasil-hasilnya. wanita usia subur (termasuk ibu hamil).

 Kesadaran akan pentingnya imunisasi masih rendah  Keadaan sosial. budaya dan ekonomi masyarakat yang rendah Sebab-sebab yang jarang (tracer causes)  Malformasi kongenital dan trauma kelahiran 94 .

95 .

96 .

97 .

98 .

99 .

100 .

101 .

2007. Jakarta: Aesculapius.doc. Jakarta. Prawirohardjo. Aqilaputri. A.aqilaputri.rachdian. http://www. Dasar Teori Anak Sehat. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Ed 2.DAFTAR PUSTAKA 1. Media 8. http://www. Ilmu Kebidanan. Arif. KMS. Diagnosis Fisis pada Anak. [terhubung berkala]. Hal 177-82. [6 Sept 2008]. Manjoer.net/pedomangizi/download/KMSbaganrev. 10. 102 .H.php?option=com-content&do_pdf=1&id=13/ [6 Sept 2008]. Matondang Corry S. 2008. [terhubung berkala]. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Gizi. 5. Wahidiyat Iskandar. 4.3. 1991.com/page/pertumbuhan+dan+perkembangan+anak? t=anon. 9. 6. 2007.rachdian. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Hartanto Hanafi. Markum. Jilid1. Keluarga Berancana dan Kontrasepsi. Yakarta: CV Sagung Seto. [terhubung berkala]. FK UI.com/content/view/23/29/1/1/ [6 Sept 2008]. Sarwono. Hassan Rusepno. Dkk-bpp.wetpaint.3. Buku Kuliah I Ilmu Kesehatan Anak: staf pengajar ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. [6 Sept 2008]. 3. http://fordearest.gizi. 2008. 7. ed. Sastroasmoro Sudigdo. [terhubung berkala]. 2002. Jakarta. ed.dkkbpp. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. 2000. 2. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2004. http://www. Fordearest. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.wetpaint.com/index2. 1991. 2003. Alatas Husein.

wikipedia. 2004. Qodrat.htm 21. http://id.org/wiki/Demografi_Indonesia 16. http://qodrat. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.htm 18. Dian Rakyat.com/kompas-cetak/0308/09/ekonomi/482940.org/wiki/Penduduk#Piramida penduduk 19. 14. http://id.ac. Rosani. http://www.com/2007/01/07/perkembangan-anak/ [6 Sept 2008].asp 22.com/cetak/0704/12/0410. Jakarta. Sediaoetama. 1985. 187-89. 2004. http://www. 13.wordpress.net/modul_online/MO_140/geo111_05.id/buletin/2006/12/infoutama. http://organisasi. Ilmu Gizi. 12.ugm. 2007. Adolfina.kompas. 15. http://www.org/pertumbuhan_penduduk_dan_dinamika_kependudukan 17. http://piogama.11. http://www.wordpress.pikiranrakyat. Achmad. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI.htm 20.com/pnu/003/PNU0030012. Hal 145-46.wikipedia. Perkembangan Anak.esmaschool. [terhubung berkala]. Jakarta. Diktat Bahan Kuliah Pengantar Statistik Kesehatan FK UKI.php 103 .edukasi. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak.