PENDAHULUAN

Ada sebuah bagian dalam ilmu kesehatan anak, yang mempelajari dan mengkaji aspek-aspek sosial yang berhubungan baik secara langsung maupun tak langsung dengan kesehatan anak, yaitu pediatri sosial. Pediatri Sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, dan rehabilitasi. Selain itu juga menangani seluruh aspek kehidupan anak, mulai dari hubungan anak dengan keluarga, hingga interaksi dan hubungan dengan lingkungan. Pediatri sosial sangat dekat kaitannya dengan pengkajian pola tumbuh kembang anak. Banyak hal yang menjadi perhatian dalam pediatri sosial di antaranya mengenai imunisasi, masalah gizi anak, gangguan tumbuh kembang, psikologi anak, penanganan child abuse, drugs abuse, pekerja anak hingga anak-anak pengungsi. Pediatri sosial bukanlah sebuah disiplin ilmu tersendiri. Namun lebih dari perpaduan berbagai profesi yang terlibat di dalamnya guna memberikan masukan baik secara klinis maupun preventif bagi masalah-masalah pediatri secara garis sosial. Pediatri sosial merupakan suatu usaha atau cara pendekatan yang dilakukan secara terus menerus pada anak, dimulai sejak dalam kandungan, waktu lahir, bayi, sampai usia remaja, agar anak dapat tumbuh dan kembang sebaik-baiknya. Sebetulnya seluruh bidang pediatri yang ada sekarang ini masuk ke dalam pediatri sosial. Dapat dikatakan bapak segala ilmu mengenai pediatri itu adalah pediatri sosial. Bidang ini menjadi dasar yang memberi kesempatan pada setiap anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal secara fisik, intelektual, dan emosional. Dengan demikian seorang anak akan berpeluang lebih baik untuk menjadi seorang dewasa yang sehat dan produktif. Dengan pemikiran ini sebenarnya upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak harus lebih diutamakan kepada upaya dalam bidang pediatri pencegahan yang termasuk dalam pediatri sosial. Oleh karena pentingnya peranan pediatri sosial dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak, maka kami tertarik membahas pediatri sosial secara lebih mendalam dalam makalah ini.

1

I.

GARIS BESAR PEDIATRI SOSIAL
1. Ryle (Oxford) : a. Pediatri sosial adalah pediatri yang diterapkan di dinas kesehatan dan seorang anak dianggap sebagai socius, fellow human being (karena untuk pertumbuhan dan perkembangan, seorang anak memerlukan orang lain sebagai teman), menghilangkan faktor-faktor yang kiranya dapat menghambat kesehatan dan tidak hanya meringankan atau menghilangkan sesuatu penyakit. b. Pediatri diterapkan didalam masyarakat anak untuk mengurangi penyakit yang dapat dicegah dan untuk meningkatkan kesehatan anak seoptimum mungkin.

DEFINISI PEDIATRI SOSIAL

2. De Haas (Leiden) : Pediatri Sosial adalah sebagian dari Ilmu Kedokteran Umum yang memperhatikan anak yang sehat (the so called healthy child) dari konsepsi sampai dengan masa remaja dan memperhatikan pula keadaan sosial & ekonomi dan kebersihan (higiene) daripada keluarga dan masyarakat. Anak yang sehat dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu anak normal (tidak cacat) dan anak cacat. Oleh karena keadaan sosial, ekonomi, dan kebersihan keluarga/masyarakat perlu diperhatikan, maka diwajibkan pula untuk melakukan kunjungan rumah. 3. Senegal (Paris) : Pediatri Sosial mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak secara jasmani, rohani, sosial, dan pendidikan. Mempelajari pula faktor-faktor yang mempengaruhi anak pada waktu sehat dan sakit. 4. FKUI Pediatri sosial mempelajari: 1. sosial. 2. Keperluan anak pada umur-umur tertentu, supaya pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan sebaik-baiknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak baik jasmani, rohani, maupun

2

3.

Lingkungan

dan

usaha-usaha

memperbaiki

lingkungan

anak

sedemikian rupa, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya. PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN MENYELURUH PADA ANAK SECARA UTUH Pediatri sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi. Upaya pelayanan kesehatan ini dilakukan secara rutin dan menjangkau semua tahapan atau kelompok tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak memperoleh derajat kesehatan fisis, intelektual juga emosional yang utuh. Untuk itu diperlukannya perhatian tak hanya pada segi biologis sang anak, tetapi juga dari segi psikososial. Dalam garis besarnya upaya pediatri pencegahan lebih bersifat menghindarkan dan mencegah terjadinya penyakit serta mencegah terjadinya penyimpangan tingkah laku dan keterbatasan fisik, ketimbang mengobati atau merehabilitasi. Pada prakteknya kegiatan ini dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer mencakup berbagai upaya untuk menghindarkan penyakit sebelum penyakit itu timbul, antara lain untuk tingkat komunitas dapat berupa penyediaan air bersih dan fasilitas kesehatan, pembuangan limbah, penanganan terhadap berbagai kenakalan remaja. Untuk tingkat individual dapat berupa pelayanan ibu hamil, evaluasi tumbuh kembang anak secara berkala, imunisasi, pasteurisasi susu dan sebagainya. Untuk masa produktif pun perlu diperhatikan pencegahan primer, yang dapat berupa informasi pola makan yang sehat dan pola hidup sehat (misalnya tidak merokok) yang tentunya diharapkan dapat mengurangi kejadian timbulnya penyakit-penyakit di kemudian hari. Pencegahan sekunder meliputi upaya mengenal, mengatasi, dan menghindarkan faktor penyebab sakit, termasuk juga upaya mengenal dan memulihkan sakit pada stadium awal, misalnya penjaringan terhadap suatu penyakit seperti diabetes, tuberculosis, skoliosis atau thallasemia. Pada pencegahan tersier termasuk upaya memperbaiki, memulihkan, dan menghentikan cacat akibat suatu penyakit. Materi dan upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar diberbagai negara akan berlainan, namun unsur pokoknya tetap serupa; yaitu mencakup :

3

Imunisasi terhadap penyakit infeksi. 8. 7. 3. Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun Masa prasekolah : usia 1 – 6 tahun Masa sekolah : usia 6 – 18/20 tahun Masa pra-remaja : usia 6 – 10 tahun Masa remaja : Masa remaja dini b. Pengadaan obat esensial. Pelayanan kesehatan ibu dan anak. 4. 2. Masa neonatal : usia 0 – 28 hari Masa neonatal dini : 0 – 7 hari Masa neonatal lanjut : 8 – 28 hari b. termasuk program KB. 4. Wanita. 5. Penyuluhan kesehatan. Pengobatan yang memadai terhadap penyakit dan gangguan kesehatan umum lain. 3. usia 15 – 20 tahun a.1. 2. Promosi gizi tentang pengadaan bahan makanan dan penyediaan makanan yang memadai. PENGERTIAN “ANAK” DALAM ILMU KESEHATAN ANAK Tahap-tahap tumbuh kembang anak 1. usia 8 – 13 tahun Pria. khususnya tentang cara pencegahan dan pengelolaan penyakit. - Masa pranatal Masa embrio : konsepsi – 8 minggu Masa janin/fetus : 9 minggu – lahir Masa bayi : usia 0 – 1 tahun a. 6. 4 . Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik. usia 10 – 15 tahun Masa remaja lanjut Wanita. Pengadaan dan penyediaan air bersih serta sanitasi lingkungan. usia 13 – 18 tahun Pria.

atau etnisitas tertentu. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.m = total kematian .i = total imigran atau penduduk yang pergi MEKANISME TRANSISI DEMOGRAFI Teori Transisi Demografi Teori ini berawal dari gambaran perubahan angka kelahiran dan kematian hasil analisis terhadap statistik di negara eropa dan USA. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.II. agama.e) Keterangan lengkap : .e = total emigran atau pendatang dari luar daerah . DINAMIKA KEPENDUDUKAN Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran.l = total kelahiran . DEMOGRAFI Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. serta penuaan. kematian.p = pertumbuhan penduduk . Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa perubahan tersebut berkaitan erat dengan proses pembangunan. Di dalamnya meliputi ukuran. Rumus menghitung pertumbuhan penduduk : p = (I . serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran. kewarganegaraan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. migrasi. 5 .m) + (i . struktur. Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. dan distribusi penduduk. kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke dalam.

tingkat kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. Dalam proses tersebut. Tetapi nampaknya 6 . yang perubahannya mulai terlihat pada tahun 2005. serta gizi.Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. Desentralisasi. Ada tiga perubahan situasi internal yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yaitu krisis ekonomi dan keuangan yang kemudian berlanjut pada krisis multidimensional lainnya. baik dalam bidang ekonomi. seperti liberalisasi perdagangan. demokratisasi. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. Pada piramida kependudukan. Biarpun agak terlambat. dan usia lanjut. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. terjadi perubahan kecenderungan mengecilnya jumlah penduduk usia muda/balita dan meningkatnya jumlah segmen angkatan kerja. Transisi demografi telah dapat diprediksi sebagai dampak dari pembangunan nasional. saat ini banyak menimbulkan persoalan tentang interaksi antara penduduk lokal dan pendatang. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. Di samping itu terjadi pula perubahan lingkungan global yang berdampak pada situasi internal. maupun penekanan pada isu hak asasi manusia. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Dalam masa transisi yang relatif lama. reformasi sosial-ekonomi. misalnya. dan kesehatan. Tanpa harus menunggu 150 tahun. Krisis ekonomi berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran yang pada gilirannya akan meningkatkan kerawanan sosial. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. Namun. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. keluarga berencana. Berbagai perubahan baik internal maupun eksternal tersebut telah berdampak tidak saja pada pola kepemerintahan. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. namun juga pada sisi sosial kemasyarakatan. dan desentralisasi kepemerintahan.

Semakin hari. 16. Menurut pakar kependudukan dunia. 3.. sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1. khususnya warga miskin. sebuah situs statisik kependudukan dunia.). masalah-masalah yang berhubungan dengan usia muda akan tetap muncul. jumlah manusia di dunia semakin mengalami peningkatan tajam.140. Hal di atas terjadi dikarenakan lemahnya sosialisasi dan pelaksanaan program Keluarga Berencana. Hal itu tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan. Akibatnya.). . Diperlukan 7 . sebab akan timbulnya masalah kekurangan stok bahan makanan. akan mengalami peningkatan. 6.segmen penduduk usia muda yang seharusnya mengecil.463 jiwa). mata rantai sebab akibat tersebut harus diputus. Dimensi lain dari transisi demografi adalah meningkatnya urbanisasi. pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1.647. Situasi tersebut secara paralel akan membuat peningkatan kesejahteraan rakyat kian sulit tercapai.. Begitu pula tingkat kejahatan.711. 4.407 jiwa. dan pengangguran. Angka kelahiran selalu lebih besar dibandingkan dengan angka kematian. 4.006 jiwa). migrasi. Karena itu. Thomas Robert Malthus. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak masih ditempati Cina (1.186.455. 2. 5. dan Amerika Serikat (302. Baby Booming Bila pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan. negeri dan provinsi di Indonesia akan menghadapi baby booming (peledakan penduduk yang sulit dihindarkan) yang tidak perlu dan tidak tepat saatnya.. Indonesia dengan jumlah penduduk 236.526.. Bila angka kelahiran tidak bisa ditekan maka Pemerintah RI harus mengambil langkah-langkah strategis yang antara lain bagaimana menyiapkan ketahanan pangan terhadap semua warganya.355. India (1.260). . 8.326. sehingga terjadi peledakan penduduk. di samping masalah usia lanjut yang makin serius. Berdasarkan catatan Geohive. 2. 7. PELEDAKAN PENDUDUK Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. berada di urutan keempat penduduk terbanyak dunia. Kemiskinan pun akan semakin sulit diberantas. kenyataannya justru cenderung meningkat.303 jiwa. jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga 30 Januari 2007 mencapai 6.

Dengan melihat gambar piramida penduduk. struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang. Revitalisasi Program KB dimaksud yakni penguatan fungsi ketahanan keluarga yang terdiri dari 4K: ketahanan pangan/ekonomi. ketahanan moral dan ketahanan sosial. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk. Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. yaitu Revitalisasi Program KB. ketahanan pendidikan. remaja. secara sekilas kita mengetahui struktur umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita. dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur. kematian dan migrasi masa lalu. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk. Sebaliknya. dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang. dewasa.adanya keberlangsungan penyelenggaraan program KB Nasional. PIRAMIDA PENDUDUK Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut. Sampai saat ini dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau model piramida penduduk yaitu: 8 . dan lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja yang harus diciptakan. laki-laki dan perempuan. Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran.

Umur median rendah. Model 2. Terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak. dan Brazilia. tetapi belum ada penurunan tingkat fertilitas. Median age (umur median) sangat rendah dan angka beban tanggungan (dependency ratio) merupakan yang tertinggi di dunia. 9 . Contoh: Hampir seluruh negara-negara Eropa Barat. maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak paramida.. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. Contoh: India. Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi. dengan beban tanggungan sangat rendah terutama pada kelompok unsur-unsur tua. Model 3. Bentuk piramida ini dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Contoh: Sri Lanka.Keterangan gambar: Model 1. Dibandingkan dengan model 1. Meksiko. Terdapat pada negara dengan tingkat kelahiran yang rendah begitu pula tingkat kematiannya rendah. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Indonesia. Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar.

Model 4. Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan. Jumlah penduduk besar. sekolah swasta. Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Hal ini dilakukan dengan menggalakkan peran serta sektor swasta antara lain pembangunan pabrik/industri. Tingginya angka kelahiran. timbulnya pemukiman kumuh. seperti: penyediaan lapangan kerja. Model 5. dan meningkatnya jumlah wanita usia subur menyebabkan pertumbuhan penduduk berlangsung cepat. rumah sakit swasta dan lain-lain. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu: 1. Terdapat pada negara yang mengalami penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. tingginya kejadian pernikahan dini. dan pengangguran. sehingga pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Pertumbuhan penduduk cepat. Contoh : Amerika Serikat. sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Hal ini menambah beban pemerintah 10 . 2. Negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan. Akibatnya. terjadi kepadatan penduduk yang tidak disertai dengan perluasan daerah tempat tingal. Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshaped pyramid). Contoh : Jepang MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalahmasalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolut daripada penduduk. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi.

yang harus menyediakan sarana dan prasarana sosial guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menambah beban usia produktif terhadap usia nonproduktif. Kepadatan penduduk yang terjadi biasanya terpusat di suatu daerah tertentu, maka untuk mengatasinya perlu dilakukan pemerataan penduduk khususnya ke daerah-daerah yang jumlah penduduknya masih jarang. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk melaksanakan program KB guna mengendalikan pertumbuhan penduduk. 3. Persebaran penduduk tidak merata. Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia. Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara. Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti munculnya permukiman liar, sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri, terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri, timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata salah satunya dilaksanakan program transmigrasi. 4. Kualitas penduduk rendah. 11

Kualitas penduduk tercermin dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan. a. Tingkat pendapatan rendah Pendapatan perkapita yang masih rendah mengakibatkan penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya karena kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera. Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah. b. Tingkat pendidikan rendah Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat; masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. c. Tingkat kesehatan rendah Faktor-faktor yang menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah banyaknya lingkungan yang kurang sehat, penyakit menular sering berjangkit, gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk. Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kekurangan vitamin A, kekurangan kalori protein, kekurangan zat besi, dan gondok. 5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda. Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14 tahun. Kebutuhan penduduk usia muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan. Jumlah penduduk yang besar baru akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan. Oleh karena itu, setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup.

12

PENGGUNAAN

DATA

DEMOGRAFI

DALAM

PERENCANAAN

PELAYANAN KESEHATAN ANAK Data demografi yang ada dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan anak, diantaranya: I. Age Spesific Death Rate (ASDR) Yaitu jumlah kematian pada golongan umur tertentu dalam satu periode untuk tiap 1000 penduduk golongan umur tersebut pada pertengahan periode yang sama. Dari ASDR dapat diketahui golongan umur dengan tingkat kematian tertinggi dan terendah, sehingga dapat disusun distribusi kematian menurut golongan umur. Jadi, dengan data ini kita dapat menyusun prioritas dalam pelayanan kesehatan berdasarkan tingginya tingkat kematian pada golongan umur tertentu. II. Infant Mortality Rate (IMR) Yaitu jumlah kematian bayi di bawah umur satu tahun pada suatu daerah selama satu periode, untuk tiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif, karena bayi sangat peka terhadap perubahan-perubahan dari luar, angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan dapat dipercaya serta menggambarkan keadaan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat umum Bila IMR tinggi, maka dalam perencanaan pelayanan kesehatan harus dititikberatkan pada pelayanan yang berhubungan dengan IMR, yaitu program imunisasi, perawatan perinatal, program gizi, pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang menyerang bayi.

III.

KELUARGA BERENCANA

DEFINISI KB a. Individual Penggunaan cara-cara pengaturan fertilitas untuk membantu seorang individu atau sebuah keluarga mencapai tujuan tertentu, misalnya menghindari kelahiran yang tidak/belum diinginkan; mengatur jumlah kelahiran yang diinginkan; mengatur waktu kehamilan dan persalinan dalam hubungannya dengan usia ibu dan ayah.

13

Menurunkan kelahiran .Meningkatkan kualitas (dalam arti lebih efektif) metode kontrasepsi yang dipakai.Meningkatkan cakupan program.  Tujuan Khusus .Meningkatkan kesehatan. menjarangkan dan menghentikan kelahiran . anak. Tujuan ini dilalui dengan upaya khususnya penurunan tingkat kelahiran untuk menuju suatu norma keluarga kecil. tujuan gerakan KB adalah : Tujuan kuantitatif adalah untuk menurunkan dan mengendalikan Tujuan kualitatif adalah untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil pertumbuhan penduduk yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). PRIORITAS DAERAH PELAKSANAAN PROGRAM KB 14 . sehingga akan meningkatkan pula kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi termasuk pemakaian metode kontrasepsi untuk tujuan menunda.b. baik dalam arti cakupan luas daerah maupun cakupan penduduk usia subur yang memakai metoda kontrasepsi .Mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana . TUJUAN KB  Tujuan Umum Secara umum program Keluarga Berencana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan anggota keluarga lainnya menuju suatu keluarga atau masyarakat bahagia sejahtera. khususnya ibu dan anak. Secara singkatnya. Nasional Perencanaan jumlah keluarga dengan tujuan untuk menurunkan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menciptakan atau mewujudkan norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. sebagai jembatan meningkatkan kesehatan ibu.

dan sangat bermakna pada kehamilan kelima atau lebih. seperti malaria. MEKANISME PENGARUH KB PADA KESEHATAN IBU DAN ANAK Hubungan keluarga berencana dan kesehatan terutama bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan anak. Dalam hal ini akan dijumpai banyak anemia defisiensi besi dan folic acid. maka frekuensi anemia dapat dikurangi dengan 2/3. Dengan memberi jarak waktu yang lebih baik antara kehamilan. diabetes mellitus. lebih-lebih kalau disertai dengan malabsorbsi atau diet yang buruk. tetapi setelah kehamilan yang ketiga angka ini akan naik kembali. kalsium dan besi. ruptura uteri. dan mengatur waktu persalinan sehubungan dengan umur ibu dan ayah. • Kesehatan Ibu Mortalitas Mortalitas maternal pada kehamilan kedua dan ketiga lebih rendah dibandingkan dengan yang pertama.Sasaran wilayah adalah wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus pelaksanaan seperti sentra industri. mengatur jumlah anak yang dilahirkan. solution placentae. Terbukti pula bahwa jika jumlah kehamilan dibatasi sampai 3 atau kurang dari 3. Malnutrisi dan anemia diperberat oleh infeksi dan penyakit menahun. Abortus Buatan 15 . beberapa paritas tinggi. Dalam kehamilan kebutuhan zat besi dan folic acid meningkat. Anemia defisiensi besi dalam kehamilan dua kali lebih banyak daripada anemia dalam bukan kehamilan. serta mengurangi tingkat kematian dan kesakitan ibu. Morbiditas Kehamilan berulang-ulang dengan jarak waktu tidak adekuat membutuhkan lebih banyak zat-zat makanan. terutama grande multipara. mencegah kehamilan yang tidak/belum diinginkan. Beberapa komplikasi obstetrik seperti placenta praevia. termasuk protein. pemukiman padat. dan sebagainya. Tujuan ini dapat tercapai dengan memberikan jarak waktu yang cukup antara kehamilan yang diinginkan. investasi cacing tambang.1971). daerah kumuh. maka frekuensi ini dapat lebih rendah lagi (Rao dan Gopalan. daerah pantai dan daerah terpencil.

Mempunyai anak lebih dari empat akan meningkatkan resiko mendapatkan bayi cacat dan BBLR karena asupan gizi ibu kurang selama kehamilan. Angka kematian yang tinggi sebagian juga disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang dan jumlah anggota keluarga yang banyak. sehingga frekuensi pengguguran kandungan dapat diturunkan. mengkonsumsi kalori dan protein lebih banyak daripada keluarga dengan jumlah anak empat orang atau lebih.Pengguguran kandungan merupakan tanda bahwa kehamilan tersebut tidak diinginkan. baik dengan alasan pribadi. Perkembangan Intelektual Makin banyak seorang ibu mempunyai anak. Mengingat kenyataan bahwa malnutrisi pada usia muda akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. Morbiditas Menurut penelitian. mortalitas bayi mempunyai hubungan pula dengan faktor-faktor lingkungan. sosial. adanya penyakit-penyakit infeksi. Di samping itu. dan lain-lain. • Kesehatan Anak Mortalitas Bayi-bayi dari ibu usia muda atau paritas tinggi mempunyai angka mortalitas yang tinggi. makin kurang perhatian yang dapat diberikan kepada tiap anak. sanitasi. Keluarga dengan anak tiga orang atau kurang. PENGARUH BESAR KELUARGA TERHADAP KESEHATAN ANAK Anak yang lahir dalam keluarga yang besar mempunyai resiko yang lebih besar untuk meninggal karena infeksi yaitu karena resiko infeksi silang. umumnya pertumbuhannya lebih kecil. Dengan keluarga berencana sekurang-kurangnya kehamilan yang tidak diinginkan dapat dicegah. sehingga penggunaan KB dapat menurunkan angka kesakitan. misalnya perumahan. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan anak mempunyai hubungan pula dengan besarnya keluarga. sehingga KB diperlukan untuk menghindari kurangnya perkembangan intelektual anak. prevalensi penyakit saluran pencernaan dan pernafasan berhubungan langsung dengan besarnya keluarga. Anak-anak dari keluarga besar oleh karena tidak melaksanakan program KB. ataupun medik. maka penting sekali untuk memperbaiki makanan 16 . gizi.

Oleh karena itu. Akibat cara penyapihan yang kurang baik. Resiko kematian anak meningkat sekitar 50 % jika jaraknya kurang dari 2 tahun. ibu tidak sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus buat anaknya dan perhatian kasih sayang juga kurang. Karena anak terlalu cepat disapih dari ASI. sandang. jarak yang cukup aman untuk melahirkan kembali adalah enam bulan setelah keguguran. perumahan dan pendidikan. Jarak yang pendek seringkali menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak. risiko angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) ibu dan bayi yang terjadi akibat kehamilan dan persalinan dalam kelompok usia tersebut paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Sementara untuk wanita pasca aborsi. PENGARUH USIA IBU WAKTU MELAHIRKAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Usia yang paling aman pada wanita untuk hamil dan melahirkan adalah sekitar usia 20-30 tahun. Pada usia ini wanita dalam keadaan optimal dengan kata lain. Kehamilan sebelum umur 18 tahun dan sesudah 35 tahun akan meningkatkan resiko pada ibu dan anak. Kematian bayi (terutama neonatus) paling tinggi bila interval kelahiran kurang dari 24 bulan. maka kemungkinan untuk selamat dalam melewati proses kehamilan dan memiliki anak yang sehat. Malnutrisi pada tahun pertama mengakibatkan gangguan yang permanen pada otak sehingga anak tersebut mengalami retardasi mental. Maka dari itu pentingnya untuk mengatur jarak kelahiran agar dapat menurunkan resiko anak-anak memiliki tubuh kecil dan pendek serta kurang berat badan akibat kekurangan gizi. wanita yang jarak kelahiran bayinya antara 27 sampai 32 bulan. Kehamilan setelah 17 . insiden penyakit diare (salah satu penyebab utama kematian anak sampai umur 2 tahun di negeri yang sedang berkembang) meningkat. PENGARUH JARAK KELAHIRAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Jarak kelahiran yang aman satu dengan yang lainnya adalah 27 sampai dengan 32 bulan. Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta lahir prematur. Pengaturan jarak kelahiran dapat meningkatkan akses terhadap derajat kehidupan anaknya melalui peningkatan kecukupan pangan. sehingga kualitas hidup meningkat. Kehamilan sebelum umur 18 tahun sering menghasilkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan resiko juga bagi kesehatan bayi dan ibunya.anak tersebut.

seta menganjurkan agar ibu memeriksakan anak secara teratur ke dokter. Bayi lahir mati. Risiko terhadap janin atau bayi tersebut antara lain : • Cacat bawaan Baik yang disebabkan oleh kelainan kromosom atau bukan. Faktor penuaan juga akan menyebabkan embrio yang dihasilkan oleh wanita di atas 35 tahun terkadang mengalami kesulitan untuk melekat di lapisan lendir rahim atau endometrium. kemampuan rahim untuk menerima janin. Di banyak negara ternyata bahwa program KB tidak akan berhasil baik bila tidak disertai dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang memadai.umur 35 tahun. PEMBENARAN KETERPADUAN KB DAN KIA BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial yang bersifat pendidikan (edukatif) dan pencegahan (preventif). Beberapa kegiatan dalam BKIA seperti memberikan nasihat mengenai perawatan bayi antara lain mengenai imunisasi. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian / penyakit bayi dan anak. pemberian makanan bergizi. berkurangnya tonus otot. resiko terhadap bayi dan ibunya meningkat lagi. Dalam hal ini. 18 . menurun. • Keguguran Risiko terjadinya keguguran akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu hamil. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimal mungkin. Faktor usia (di atas 35 tahun) juga berpengaruh terhadap kemampuan rahim untuk menerima bakal janin atau embrio. dimana keyakinan ini dapat timbul bila terdapat KIA yang memadai. meningkat sekitar 40 % pada ibu di atas 40 tahun. Hal ini disebabkan karena banyak warga yang setuju menjalankan KB bila mereka mendapatkan keyakinan bahwa anak yang lahir akan hidup terus. Kelainan kromosom yang paling sering dijumpai adalah Sindrom Down (yang berciri khas berbagai tingkat keterbelakangan mental. Ini dapat meningkatkan kejadian keguguran. dan kadang kala kesehatan lainnya). ciri wajah tertentu. Sebaiknya KIA dan KB merupakan suatu kesatuan agar didapatkan hasil yang memuaskan. • • Kelahiran prematur. Oleh karenanya peningkatan mutu KIA merupakan hal yang mutlak dalam memajukan mutu KB. meningkat tiga kali lipat pada usia di atas 40 tahun.

MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN KB 1. berdenyutnya tali pusat. yang sesudahnya pemisahan secara lengkap itu. baik dalam keadaan tali pusat sudah dipotong atau belum. STATISTIK KESEHATAN Lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya dari seorang ibu secara lengkap PENGERTIAN LAHIR HIDUP suatu hasil konsepsi dengan tidak memandang lamanya dalam kandungan. Menentukan jumlah anak yang diinginkan. Alasan Agama Bagi para pemeluk agama tertentu. 3. atau bergeraknya secara nyata otot-otot sadar. Memperoleh kelahiran yang lebih terencana 3. 19 . Demi mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera dan bahagia 2. seperti berdetaknya jantung.FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROGRAM KB 1. IV. 4. Adat Istiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak laki-laki lebih dari anak perempuan atau sebaliknya. tidak diperkenankan mencegah kelahiran anak dengan menggunakan alat kontrasepsi supaya tidak hamil. Masih rendahnya pengetahuan penduduk akan KB Kurangnya penyuluhan akan pentingnya program KB terhadap untuk menyebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat masyarakat melaksanakan program KB dan ketakutan akan timbulnya efek samping penggunaan KB. atau apakah placenta dalam keadaan terlekat. 2. Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak. bernafas atau menunjukkan suatu tanda kehidupan. Mengatur jarak antara kelahiran 4.

berat badan lahir rendah/Low birth weight adalah bila bayi yang baru lahir mempunyai berat badan lahir < 2500 gram. angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan 20 . untuk setiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama.5% (wanita).8% (laki-laki) dan 6. Angka kematian kasar di Indonesia menurut hasil penelitian adalah 7.PENGERTIAN LAHIR MATI Lahir mati adalah tiap-tiap hasil konsepsi dengan masa hamil 28 minggu atau lebih yang sebelum lahir spontan atau tidak. telah meninggal dunia. PENGERTIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH Menurut WHO. PENGERTIAN ANGKA FERTILITAS Angka fertilitas adalah kemampuan seorang wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup dalam suatu periode dibagi dengan jumlah wanita yang hidup pada pertengahan periode yang sama. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) adalah jumlah kematian bayi umur 0 sampai kurang dari 1 tahun di suatu daerah selama satu periode. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN BAYI DI DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN KASAR DI INDONESIA DAN BEBERAPA NEGARA LAIN. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif karena bayi sangat peka terhadap perubahanperubahan dari luar.05 pada tahun 2025. PENGERTIAN INDONESIA Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KELAHIRAN DI INDONESIA Angka kelahiran adalah kelahiran hidup dalam satu periode wilayah tertentu untuk tiap 1000 penduduk pada pertengahan periode yang sama. Angka kelahiran di Indonesia pada tahun 2005 adalah 2. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk.23 bayi dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273.65 jiwa dan akan diupayakan untuk ditekan menjadi 2.

PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA PERINATAL 1. 2. Pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Umur ibu dan interval antara 2 persalinan yang tidak ideal 5. Angka kematian bayi juga menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum. 3. Kondisi perinatal yang buruk. 4. 3. Keadaan gizi dan lingkungan yang buruk.dapat dipercaya. Banyaknya Berat Badan Lahir Rendah. 2. Angka Kematian Bayi menurut negara Negara Indonesia Thailand Malaysia Filipina Srilanka Singapura Angka Kematian (%) 51. Keadaan sosial ekonomi yang buruk PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA 1–5 TAHUN (MASA PRASEKOLAH) 1.1 40 20 45 25 8 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN BAYI DI INDONESIA 1. Keadaan sanitasi lingkungan yang tidak baik PENGERTIAN MASA PERINATAL Masa perinatal adalah masa beberapa saat sebelum dan sesudah kelahiran. 2. Masa yang dimulai pada akhir minggu ke-20 sampai minggu ke-28 kehamilan dan berakhir 7 hingga 28 hari setelah melahirkan. Keadaan sosial ekonomi keluarga yang buruk. Keadaan gizi ibu buruk atau adanya penyakit yang diderita ibu sebelum atau saat sedang hamil. Status gizi ibu dan bayi yang kurang. 21 .

6. Peningkatan gizi ibu dan anak. Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun. dimana air tanahnya kurang mengandung yodium. Gizi yang cukup pada masa kehamilan. 3. dapat berdampak pada tumbuh kembang anak antara lain sebagai akibat gagalnya panen. musim. 29 hari). Akibat dari kebersihan yang kurang. Penyakit menular. maka anak akan sering sakit. PROGRAM KELUARGA DENGAN PERHATIAN KHUSUS PADA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK TIGA FAKTOR LINGKUNGAN ANAK Lingkungan meliputi aspek fisik. antara lain : a.3. baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit.  Lingkungan fisik. biologis dan psikososial yang biasa disebut lingkungan fisikobiopsikososial. Peningkatan pengetahuan tentang perawatan anak. LANGKAH-LANGKAH MORBIDITAS ANAK 1. Pemeliharaan kesehatan dan pemeriksaan rutin pada masa kehamilan. PENGERTIAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA Angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi). MENURUNKAN MORTALITAS DAN 2. sehingga banyak anak yang kurang gizi. Sanitasi Kebersihan. Perbaikan higiene ibu dan anak. Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir. Demikian pula gondok endemik banyak ditemukan pada daerah pegunungan. Pemberian imunisasi yang lengkap pada anak 4. 11 bulan. misalnya diare. yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun. Cuaca. keadaan geografis suatu daerah Musim kemarau yang panjang atau adanya bencana alam lainnya. tifus 22 . V. b. kecacingan. 5.

serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya. oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. Lingkungan biologis. Keadaan rumah: struktur bangunan. asap kendaraan atau asap rokok. c. c. tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian. yang dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga. dan sebagainya. dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).abdominalis. Ketahanan makanan keluarga mencakup pada ketersediaan makanan dan pembagian makanan yang adil dalam keluarga. demam berdarah. Bangsa kulit putih / ras Eropa mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi daripada bangsa Asia. b. d. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu. dimana seringkali kepentingan budaya bertabrakan dengan 23  . Radiasi Tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya radiasi yang tinggi. malaria. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak. cahaya dan kepadatan hunian Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya. d. Gizi Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. Kalau anak sering menderita sakit. Umur Umur yang paling rawan adalah masa balita. Jenis kelamin Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan. karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan. Sehingga diperlukan perhatian khusus. hepatitis. ventilasi. dimana kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa. Ras / suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras/suku bangsa. antara lain : a.

Pertambahan tinggi badan sangat dipengaruhi hormon ini. Di samping imunisasi. maka kebutuhan akan berbagai nutrien harus didasarkan atas perhitungan yang tepat atau setidak-tidaknya memadai. h. e. kuratif. GH mempunyai “circadian variation” dimana aktivitasnya meningkat pada malam hari pada waktu tidur. gizi juga memegang peranan penting dalam kepekaan terhadap penyakit. tidak saja kalau anak sakit. f. sesudah latihan fisik. perubahan kadar gula darah dan sebagainya. maka diharapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian. tetapi pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan. preventif. Perawatan kesehatan Perawatan kesehatan yang teratur. sesudah makan. Kepekaan terhadap penyakit Dengan memberikan imunisasi. akan menunjang proses tumbuh kembang anak. i.kepentingan biologis anggota-anggota keluarga. Satu aspek penting yang perlu ditambahkan adalah keamanan pangan (food safety) yang mencakup pembebasan makanan dari berbagai “racun” fisika.Somatotropin atau “growth hormon” (GH = hormon pertumbuhan) Merupakan pengatur utama pada pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka. Fungsi metabolisme Khusus pada anak. GH merangsang terbentuknya somatomedin yang kemudian berefek pada tulang rawan. Hormon Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain : . karena adanya perbedaan yang mendasar dalam proses metabolisme pada berbagai umur. .Hormon tiroid 24 . kimia dan biologis. disamping itu anak juga mengalami stres yang berkepanjangan akibat dari penyakitnya. dan rehabilitatif. Penyakit kronis Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya dan pendidikannya. Oleh karena itu pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara komprehensif. yang mencakup aspek-aspek promotif. g.

metabolisme. Kalau kortison berlebihan akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat/terhenti dan terjadinya osteoporosis. dapat menjadi permanen. hormon seks memacu pertumbuhan badan. . Pada permulaan pubertas. karena kortison mempunyai efek anti-anabolik. tetapi IGFs yang beredar dalam sirkulasi terutama diproduksi di hepar. seksual. karbohidrat dan lemak. sedangkan estrogen terutama diproduksi oleh ovarium. osteoblas dan jaringan lainnya. Fungsinya selain sebagai growth promoting factor yang berperan pada pertumbuhan. . tetapi sesudah beberapa lama justru menghambat pertumbuhan.Insulin like growth factors (IGFs) Merupakan somatomedin yang kerjanya sebagai mediator GH dan kerjanya mirip dengan insulin. Defisiensi hormon tiroid mengakibatkan retardasi fisik dan mental yang kalau berlangsung terlalu lama. mata. Stimulasi Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. antara lain : a. tiroksin serta androgen. .Hormon ini mutlak diperlukan pada tumbuh kembang anak. otak. Androgen disekresi kelenjar adrenal (dehidroandrosteron) dan testis (testosteron). dll. efek mitogenik terhadap kondrosit. Hormon ini mempunyai interaksi dengan hormon-hormon lain seperti somatotropin. Demikian pula dengan pertumbuhan dan fungsi otak sangat tergantung pada tersedianya hormon tiroid dalam kadar yang cukup. sebagai mediator GH. 25  . Maturasi tulang juga dibawah pengaruh hormon ini. aktivitasnya mirip insulin. karena mempunyai fungsi pada metabolisme protein.Hormon-hormon seks Terutama mempunyai peranan dalam fertilitas dan reproduksi. Sebaliknya pada hipertiroidisme dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular. IGFs diproduksi oleh berbagai jaringan tubuh. Lingkungan psikososial.Glukokortikoid Mempunyai fungsi yang bertentangan dengan somatotropin.

dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Stres teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan obat-obat dan narkotika. ciuman. perhatian dari orangtua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul. maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut. mendapat pendidikan yang baik. Motivasi belajar Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif. Sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah. Khususnya bagi remaja. belaian. bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap anak. buku-buku. rendah diri. disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut. Jadi. misalnya pujian. suasana yang tenang serta sarana lainnya. anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik. nafsu makan menurun. c. f. Ganjaran ataupun hukuman yang wajar Kalau anak berbuat benar. aspek lingkungan e. Stres pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Sehingga dengan g. dan sebagainya. sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari. diharapkan setiap anak mendapat kesempatan duduk di bangku sekolah minimal 9 tahun. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya. Cinta dan kasih sayang Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. misalnya anak akan menarik diri. Agar kelak kemudian hari menjadi anak yang tidak sombong dan bisa 26 . maka wajib kita memberi ganjaran. Sekolah Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. masih dibenarkan. terlambat bicara. d. Namun. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orangtuanya. misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh.b. tepuk tangan dan sebagainya.

atap rumah. pencahayaan. Air minum: sumber berasal dan leding. sombong dan kurang bisa menerima kenyataan. jumlah ruangan. pemboros. kebersihan. apakah merupakan sumur gali atau bor dan bila sumur gali. sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orangtua dan anak. air hujan. Ruangan tidur: jumlahnya. petugas kesehatan yang mempunyai hubungan yang erat dengan anak diwajibkan melakukan kunjungan rumah karena persoalan anak tidak dapat dipecahkan di bangsal saja. Tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut yaitu pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi. Akibatnya anak akan menjadi manja. pencahayaan. pencahayaan. akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. ventilasi. ventilasi luas dan jumlah penghuni pada setiap ruangan tidur. rumah milik sendiri atau sewa/kontrak. Pada daftar isian kunjungan rumah. mata air dan lain-lain. kebersihan. sungai. yang harus diperhatikan di antaranya ialah: 1. Anak akan terbuka kepada orangtuanya. luas. Apakah air minum dimasak/tidak dimasak/ kadang-kadang dimasak dulu. Bila berasal dari sumur. Ruangan dapur: kebersihan. 2. apakah terdapat bibir dan penutup sumur serta terbuat dari apa bibir dan lantai sumur tersebut. bagian terbesar dari dinding. KUNJUNGAN RUMAH UNTUK MEMAHAMI ANAK DALAM LINGKUNGAN SEBENARNYA Menurut definisi Pediatri Sosial dari de Haas. jenis dapur. ventilasi. Sebaliknya kasih sayang yang diberikan akan secara berlebihan bahkan yang menjurus kearah memanjakan. Kualitas interaksi anak-orangtua Interaksi timbal balik antara anak dan orangtua. kurang mandiri.memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya. h. 4.. menghambat mematikan perkembangan kepribadian anak. lantai. Rumah: jenis. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak. 27 . 3. belanja 1 hari. sumur.

jumlah kematian. ditanami. Keuangan: berapa pendapatan sebulan untuk seluruh anggota keluarga. 9. Menilai makanan. Jumlah anak. 28 . Pengawasan kesehatan: bila sakit berobat kepada siapa yaitu ke rumah sakit/poliklinik/dokter swasta/mantra/dukun serta apakah mendapat pengawasan dan BKIA untuk mendapatkan imunisasi dan sebagainya. mobil atau barang lain seperti radio. tidak menangis/biru. dengan alat-alat. Obat-obat apa saja yang diminum. 6. Bagaimana ternak dan unggas baik jenis maupun jumlahnya. tempat anak bermain. jamban bersama beberapa keluarga. 10. Trauma waktu hamil. jamban umum atau tempat lain. berapa pengeluaran keluarga sebulan dan bagaimana keseimbangan penghasilanpengeluaran. disiplin. pembuangan sampah apakah dibakar/dibuang di sungai/ditanam dan apakah terdapat tempat sampah. sawah. 13. jenis tanaman. cukup/kurang bulan. ibu dan anggota keluarga lainnya serta hubungan antar keluarga. pengawasan. 7. Penyakit-penyakit yang diderita. Usaha keluarga berencana: a. jumlah dan sebagainya. 8. hiburan. Halaman: kebersihan. istirahat. kebun atau empang. Melahirkan di rumah bersalin/rumah sakit/rumah sendiri. 11. Bagaimana tingkah laku anak. lahir mati. lemari es. kebersihan. jumlah lahir hidup. berat badan dan panjang badan. cara apa. hobby dan sebagainya. umur anak termuda. Hubungan anak dengan ayah. perhatian. Keadaan kakus apakah cukup/kurang dan apakah digunakan dengan baik/tidak. sungai. ditolong oleh dokter/bidan/dukun terlatih atau tidak terlatih. Buang air: apakah buang air di jamban sendiri. kasih sayang yang diberikan kepada anak. Riwayat kehamilan dan persalinan: berapa kali dilakukan pemeriksaan kehamilan atau tidak dilakukan sama sekali. umur anak tertua. halaman/rumah. sopan-santun.5. Cara melahirkan apakah biasa/sukar. yaitu baik/cukup/kurang dan bagaimana pakaian anak baik kebersihan. 12. Apakah makanan selama hamil cukup atau kurang. sanitasi. mesin jahit dan sebagainya. Keadaan bayi setelah lahir menangis spontan. keguguran. pakaian anak: bagaimana kualitas dan kuantitas makanan. pengertian. Menentukan keadaan sosial-ekonomi dengan melihat adanya barang-barang luks seperti TV.

sekarang dapat ditanyakan. berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan. khususnya bagi anak-anak yang sedang sakit namun tidak dapat berobat ke dokter karena keterbatasan ekonomi. masalah yang terdapat di dalam keluarga. c.b. ukuran atau dimensi tingkat sel. Kelebihan dari kunjungan rumah ialah dapat memeriksa dan mengobati anakanak yang sakit di tempatnya masing-masing. organ maupun individu. keadaan sosio-ekonomi. Jumlah orang dalam rumah tangga. Dengan melakukan kunjungan rumah dapat diambil kesimpulan mengenai kesehatan keluarga. Ciri tumbuh-kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan. PENGERTIAN KATA ‘‘PERTUMBUHAN’’ Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. Dalam kunjungan rumah. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. kebersihan. umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). Istilah tumbuh-kembang sebenarnnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda. jumlah. serta laju tumbuh-kembang yang berlainan di antara organ tubuh. yaitu dengan maksud agar masyarakat mengubah kebiasaan lama yang salah dan tidak sesuai dengan syarat-syarat kesehatan. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Peristiwa tumbuh-kembang pada anak meliputi seluruh proses kejadian sejak terjadi pembuahan sampai masa dewasa. Selain itu. berapa banyak yang di bawah Apakah ibu atau bapak menjalankan keluarga berencana. hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dikunjungi menjadi baik sehingga hal-hal yang pada waktu yang lalu tidak dapat disinggung. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. serta denah dari rumah. umur 15 tahun dan yang di atas 15 tahun. proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisis. 29 . tetapi saling berkaitan. VI. petugas kesehatan wajib memberi pendidikan kesehatan dan gizi. Dengan kata lain.

A. sebagai hasil dari proses pematangan. gerak halus. dapat diandalkan dan menunjukkan validitas yang tinggi. TES SKRINING PERKEMBANGAN MENURUT DENVER (DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST / DDST ) DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak.PENGERTIAN KATA ‘’PERKEMBANGAN’’ Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dalam kemampuan gerak kasar. Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara. Perbedaan lainnya adalah pada Denver II terdapat : ringan skala penilaian tingkah laku 30 peningkatan 86 % pada sektor bahasa 2 pemeriksaan untuk artikulasi bahasa skala umur yang baru kategori baru untuk interpretasi pada kelainan yang . Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit). Perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu. tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian yang dapat diramalkan. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100% bayi dan anak-anak pra sekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan. termasuk perubahan aspek sosial. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. jaringan tubuh. Aspek perkembangan yang dinilai Terdiri dari 105 tugas perkembangan pada DDST dan DDST-R. dan pada ”follow up” selanjutnya ternyata 89 % dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian. intelektual atau emosional akibat pengaruh lingkungan. yang kemudian pada Denver II dilakukan revisi dan restandarisasi dari DDST sehingga terdapat 125 tugas perkembangan.

- materi training yang baru Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan. tugas yang perlu diperiksa pada setiap kali skrining hanya berkisar antara 25-30 tugas saja. mengikuti perintah dan berbicara spontan. - Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. - Fine motor adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap. 18-24 bulan. dalam lembar DDST. melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Pada umumnya pada waktu tes. - Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. yaitu : .Tahap pertama dilakukan secara periodik pada semua anak yang berusia : 3-6 bulan. gagal (Fail = F). Setiap tugas/kemampuan digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur. 5 tahun. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar 15-20 menit saja. Penilaian Dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (Passed = P). C. . B. 4 tahun. Kemudian ditarik garis 31 . yang meliputi : - Personal social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri.Tahap kedua dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. 3 tahun. 9-12 bulan.

. Abnormal.Normal : Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut di atas. o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. Dalam pelaksanaan skrining DDST ini. garis umur ditarik vertikal pada formulir DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor. dan tidak dapat dites (Untestable). Tugas-tugas yang terletak di sebelah kiri garis itu. Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan berada 32 . dihitung pada masing-masing sektor. maka berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut. Setelah itu. .Tidak dapat dites : Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. . dengan menggunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. hasil tes diklasifikasi dalam : Normal. pada 2 sektor atau lebih. Meragukan (Questionable). berapa yang P dan berapa yang F. Bila umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. selanjutnya berdasarkan pedoman. . pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia.berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. umur anak perlu ditetapkan lebih dahulu.Abnormal : o Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan.Meragukan : o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. Apabila anak gagal mengerjakan beberapa tugas-tugas tersebut (F). Kemudian.

maka ini bukan suatu keterlambatan. maka dapat digunakan tahap pra skrining dengan menggunakan : DDST short form. Lingkaran kepala 4. dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap. Kemudian dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Berat badan 2. Dipilih 10 pertanyaan pada kuesioner yang sesuai dengan umur anak. Berat badan merupakan hasil peningkatan/penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. Dapat diisi orang tua di rumah atau pada saat menunggu di klinik. PDQ (Pra-screening Developmental Questionnaire). cairan tubuh dan lainnya. Agar lebih cepat dalam melaksanakan skrining. karena pada kontrol lebh lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi. maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuaanya. bentuk kuesioner ini digunakan bagi orang tua berpendidikan SLTA ke atas. Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak. Tebal lipatan kulit 1. Tinggi badan 3. yang masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas (sehingga seluruhnya ada 12 tugas) yang ditanyakan pada ibunya. Kalau terdapat kode R. UKURAN YANG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI INDIKATOR PERTUMBUHAN 1. otot. maka dianggap ”suspect” dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. lemak. Pada ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor.pada kotak yang terpotong oleh garis vertikal umur. Begitu pula pada kotak-kotak di sebelah kanan garis umur. antara lain tulang. sedangkan bila terdapat kode nomor. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh 33 . dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. Berat badan Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting. Lingkaran lengan atas 5. maka tugas perkembangan dites sesuai petunjuk.

sedangkan anak laki-laki baru pada sekitar umur 10 tahun. Dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang perlu diberikan. 1992 untuk memperkirakan berat badan anak adalah sebagai berikut : . indikator berat badan ini tidak sensitif terhadap proporsi tubuh. Anak perempuan umur 18 tahun sudah tidak tumbuh lagi. menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur satu tahun. Kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir dan dimulai ”preadolescent growth spurt” (pacu tumbuh pra-adolesen) dengan rata-rata kenaikan berat badan 3-3. 2. Pada bayi yang lahir cukup bulan. ”growth spur” (pacu tumbuh) anak perempuan lebih cepat yaitu sekitar umur 8 tahun.kembang anak. 3. Terdapat fluktuasi wajar dalam sehari sebagai akibat masukan (intake) makanan dan minuman. Dibandingkan anak laki-laki.25 kg umur (bulan) + 9 2 umur (tahun) x 2 + 8 umur (tahun) x 7 – 5 34 yang dikutip dari Behrman.5 kg/tahun. Besarnya fluktuasi tergantung pada kelompok umur dan bersifat sangat individual. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu. dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. Dapat 1. lahir 2. Kerugiannya. misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. 1-6 tahun 4. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. yang kemudian dilanjutkan dengan ”adolescent growth spur” (pacu tumbuh adolesen). dnegan keluaran (output) melalui urin. 6. Memonitor keadaan kesehatan. Tetapi pertumbuhan anak perempuan lebih cepat terhenti daripada anak laki-laki. dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. keringat dan bernafas. sensitif terhadap perubahan sedikit saja. feses. sedangkan anak laki-laki baru berhenti pada umur 20 tahun. sehingga dapat mempengaruhi hasil penilaian : Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk : 1. misalnya pada pengobatan penyakit. sampai 500-1000 gram bahkan lebih. tumbuh kembang dan kesehatan. yang berkisar antara 100-200 gram. berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke 10. pengukuran objektif dan dapat diulangi. Bahan informasi untuk menilai keadaan gizi baik yang akut maupun yang kronis.12 tahun digunakan rumus 3. 3-12 bulan 3.

dan mudah dibawa. Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang. sedangkan anak dengan timbangan berdiri. Keuntungan indikator ini adalah pengukurannya objektif dan dapat diulang. berat badan bayi umr 4 bulan sudah mencapai 2 x berat badan lahir. alat dapat dibuat sendiri. sedang anak ditimbang dalam posisi berdiri tanpa sepatu dengan pakaian minimal. seperti terhadap nilai BB dan LLA. pada anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur telentang (panjang supinasi) dan pada umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri. Tinggi badan Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yaag terpenting. dan pada umur 1 tahun sudah 3 x berat badan lahir. penimbangan dilakukan setiap tahun. tetapi ruas-ruas tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun. kecuali bila diduga terdapat kelainan atau penyimpangan berat badan. sebagai perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif. Di samping itu dibutuhkan 2 macam teknik pengukuran. dimana tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi. Antara umur 30-45 tahun tinggi badan tetap statis. Kerugiannya adalah perubahan tinggi badan relatif pelan. Di atas umur 5 tahun. kemudian melambat. bayi ditimbang tiap bulan. Dalam keadaan normal. sukar mengukur tinggi badan yang tepat dan kadang-kadang diperlukan lebih dari seorang tenaga. Walaupun kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi. murah. Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang atau duduk tanpa baju. Keistimewaannya adalah bahwa ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai. dengan pengisian tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruasruas tulang belakang. sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm. Panjang supinasi umumnya lebih panjang 1 cm daripada 35 .2 Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi. merupakan indikator yang baik untuk gangguan pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). Sampai umur 1 tahun. dan menjadi pesat lagi (pacu tumbuh adolesen). selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun. 2. dan dilanjutkan dengan 2 kali setahun sampai umur 5 tahun. kemudian menyusut. kemudian tiap 3 bulan sampai umur 3 tahun.

Pada waktu lahir. badan serta anggota gerak maka akan tampak perbedaan yang jelas antara janin. 1 tahun c. 1992 yaitu : a.5 cm 2 TB anak laki – laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ± 8. kepala relatif masih besar. perut membuncit dan anggota gerak relatif lebih pendek. kepala tampak sama besar dan memanjang. dan keadaan sosial ekonomi). ukran anteroposterior dada masih lebih besar. meski diukur dengan teknik perngukuran terbaik dan secara cermat. Peningkatan nilai rata-rata TB orang dewasa suatu bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan/kemakmuran (perbaikan gizi. Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. Apabila seorang anak dapat mencapai tinggi antara 2 angka itu. kemungkinan punya andil pula pada perubahan TB ini. perawatan kesehatan. Sebagai titik tengah tinggi badannya adalah setinggi umbilikus. Demikian pula perkawiinan antar daerah maupun antar negara.5 cm adalah nilai absolut tinggi badan. ada rentangan antara angka tertinggi dan terendah. anak-anak dan dewasa.5 cm 2 (13 cm adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8. jika potensi genetik belum tercapai optimal. maka secara medis tidak perlu ada tindakan/intervensi. Tinggi badan juga dapat diperkirakan menggunakan rumus Behrman.tinggi berdiri pada anak yang sama. dimana ukuran panjang kepala hampir sama dengan panjang badan ditambah tungkai bawah.) Jadi. muka bulat. 1993) : TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8. Anggota gerak sangat pendek. Lahir b. adalah sebagai berikut (dikutip dari Titi. 36 . yaitu sebagai berikut : Pada waktu janin umur 2 bulan. 2-12 tahun 50 cm 75 cm umur (tahun) x 6 + 77 Sedangkan kalau dilihat dari proporsi antara kepala.

Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan meletakkan verteks bayi pada kayu yang tetap. dengan punggung bersandar pada dinding. Apabila otak tidak tumbuh normal. Pertumbuhan LK paling pesat adalah pada 6 bulan pertama kehidupan. LK kepala yang kecil pada umumnya sebagai : variasi normal bayi kecil keturunan LK kepala yang besar pada umumnya disebabkan oleh : 37 . manfaat pengukuran LK terbatas pada 6 bulan pertama sampai 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat. sehingga titik tengah adalah setinggi simfisis pubis.5 kali panjang waktu lahir dan pada umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir. Pada anak. anggota gerak lebih panjang dan kepala secara proporsional kecil. maka kepala akan kecil. Sehingga pada lingkar kepala (LK) yang lebih kecil dari normal (mikrosefali). maka menunjukkan adanya retardasi mental. yaitu dari 34 cm pada waktu lahir menjadi 44 cm pada umur 6 bulan. 2 tahun 49 cm dn dewasa 54 cm. Alat pengukur panjang badan bayi terbuat dari kayu. Secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai 1. sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. tinggi badan diukur dalam posisi berdiri tanpa sepatu. sehingga LK lebih besar dari normal. yang salah satu ujungnya mempunyai batas yang tetap sedang ujung lainnya merupakan kayu yang dapat digerakkan. Panjang badan bayi baru lahir cukup bulan ialah sekitar 50 cm. 3. Diusahakan agar tubuh bayi lurus. Sampai saat ini yang dipakai sebagai acuan untuk LK ini adalah kurve LK dari Nellhaus. Lingkaran kepala Lingkar kepala mencerminkan volume intrakranial. kecuali seperti kasus hidrosefalus. Bayi ditidurkan telentang tanpa sepatu dan tanpa topi di atas tempat tidur yang keras. Oleh karena itu. dan telapak kaki dirapatkan.- Pada dewasa. Sedangkan pada umur 1 tahun 47 cm.retardasi mental .kraniostenosis . Sebaliknya bila ada penyumbatan pada aliran cairan serebrospinal pada hidrosefalus akan meningkatkan volume kepala.

Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun. Lingkaran lengan atas Lingkaran lengan atas (LLA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dnegan berat badan. Pada waktu lahir. sukar menentukan pertengahan LLA tanpa menekan jaringan dan hanya untuk anak umur 1-3 tahun.5 cm. lingkaran kepala adalah sekitar 35 cm. antara akromion dan olekranon. 4. pada umur 6 bulan 43. Alat yang dipakai adalah pita pengukur lingkar lengan atas. cepat penggunaannya dan dapat digunakan oleh tenaga yang tidak terdidik.- variasi normal bayi besar hidranensefali tumor serebri keturunan . Yang diukur ialah lingkaran kepala terbesar. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. bagian atas alis mata.megalensefali Untuk menilai apakah kepala yang kecil/besar tersebut masih dalam batasbatas normal/tidak. Setelah itu hanya terjadi penambahan lingkaran kepala sedikit saja. Laju tumbuh lambat. yaitu protuberansia oksipitalis. Keuntungan penggunaan LLA ini adlah alatnya murah.efusi subdural . lingkaran kepala diukur secara rutin. Pada umur 1 tahun lingkaran kepala bertambah 12 cm dari waktu lahir dan pada umur 6 tahun bertambah lagi 6 cm. harus diperhatikan gejala-gejala klinik yang menyertainya.penyakit Canavan . Pada anak yang lebih besar. Lingkarkanlah pita pengukur pada pertengahan lengan kiri. dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur satu tahun. Alat pengukur yang dipakai ialah pita metal yang fleksibel. mudah dibawa. pada waktu dewasa lingkaran kepala adalah 55 cm. Caranya dengan meletakkan pita melingkari kepala melalui glabela pada dahi. Sedangkan kerugiannya adalah LLA hanya untuk identifikasi anak dengan gangguan gizi/pertumbuhan yang berat. dan bagian belakang kepala pasien yang paling menonjol.hidrosefalus . walaupun ada yang mengatakan dapat untuk anak mulai umur 6 bulan-5 atau 6 tahun. lingkaran kepala baru diukur apabila terdapat kecurigaan pada kepalanya. Pada 38 . Pada bayi kurang dari 2 tahun. bisa dibuat sendiri.

bayi baru lahir lingkaran lengan atas adalah 11 cm. pada umur 1 tahun menjadi 16 cm dan pada umur 5 tahun 17 cm. Dalam keadaan defisiensi. Tebal lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak di bawah kulit. dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Dari 3 sampai 6 bulan mengangkat kepala 90° dan mengangkat dada dengan bertopang tangan mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya berusaha memperluas lapangan pandangan tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain 39 . subskapular atau suprailiaka. Dari lahir sampai 3 bulan 2. yang mencerminkan kecukupan energi. Pengukuran dilakukan dengan mencubit kulit sampai terpisah dari otot dasarnya. Pengukur yang dipakai ialah kaliper lipatan kulit (skinfold calipers). Lipatan kulir yang diukur adalah daerah triseps. belajar mengangkat kepala belajar mengikuti obyek dengan matanya melihat ke muka seseorang dan tersenyum bereaksi terhadap suara/bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan. penciuman. khususnya pada kasus obesitas. Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih. INTERPRETASI KEPANDAIAN PADA UMUR TERTENTU SEBAGAI INDIKATOR PERKEMBANGAN 1. lipatan kulit menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan. Kemudian lipatan kulit tersebut diukur dengan kaliper. pendengaran. 5.

Dari 12 sampai 18 bulan berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5 – 10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing 6. mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang Dari 6 sampai 9 bulan dapat duduk tanpa dibantu dapat tengkurap dan berbalik sendiri dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar-lempar benda-benda mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/lain mulai berpartisipasi dalam permaian tepuk tangan dan sembunyisembunyian 4. Dari 18 sampai 24 bulan 40 .3. ingin melihat semuanya. ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan 5. Dari 9 sampai 12 bulan dapat berdiri sendiri tanpa dibantu dapat berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perntah sederhana atau larangan memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya.

jenis kelamin. bertanya. Dari 3 sampai 4 tahun berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang hanya kepala dan badan mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik menyebut namanya. dan umurnya banyak bertanya bertanya bagaimana anak dilahirkan 41 . mengerti kata-kata yang ditunjuk kepadanya menggambar lingkaran bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya 8. melmpat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat mempergunakan kata-kata saya. memanjat. Dari 2 sampai 3 tahun belajar meloncat.- naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka 7.

sisi muka. sisi mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana melompat dan menari menggambar orang dengan keala. lengan. membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa GAMBAR LENGKUNG CORAK PERTUMBUHAN ALAT – ALAT TUBUH ANAK 42 . Dari 4 sampai 5 tahun - mengenal sisi atas. sisi bawah.belakang 9. badan menggambar segi empat dan segi tiga pandai bicara dapat menghitung jari-jarinya dapat menyebut hari-hari dalam seminggu mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diingininya mengenal 4 warna memperkirakan bentuk dan besarnya benda.

sedangkan 20% terjadi pada tahun kedua. dan akhirnya mengalami involusi. tetapi menjadi cepat pada 10 tahun berikutnya. kemudian menurun pada masa pubertas. pernafasan. sedangkan puncak pertumbuhan berat terjadi pada saat sebelum lahir.  Yang mengikuti pertumuhan pola umum adalah tulang panjang.  Jaringan otak yang cepat tumbuh pada masa percepatan tumbuh janin (berkembang penuh pada umur 1.  Pertumbuhan alat kelamin pada 10 tahun pertama agak lambat.  Jaringan limfoid tumbuh cepat pada masa bayi dan anak. otot skelet (pada neonatus 20-25% berat badan. Kira-kira 50% dari pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan. DUA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN 43 . pertumbuhan organ ini sangat pesat sesudah seluruh pertumbuhan badan berakhir. dan volume darah.Puncak pertumbuhan panjang pada masa janin terjadi kira-kira pada akhir trimester kedua kehamilan. Beberapa jaringan badan hanya mengikuti satu daripada kedua percepatan tumbuh tersebut. sistem pencernaan.5 tahun) dan tidak tumbuh lagi pada masa adolensi dimulai. peredaran darah.5 tahun sampai 2. sedang lainnya mengikuti suatu bentuk tersendiri. setelah dewasa 40% berat badan).

Faktor lingkungan • 1. Termasuk faktor genetik antara lain: a) Jenis kelamin. proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil. Wanita menjadi dewasa lebih dini. Faktor pranatal Gizi ibu pada waktu hamil (defisiensi vitamin. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: faktor heredekonstitusionil dan faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal). lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir mati. yaitu pada umur 10 tahun. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi. 2. d) Umur. sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun. b) Ras atau bangsa. dan berhentnya pertumbuhan tulang. dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar. 1. masa bayi dan masa adolesensi. Faktor heredokonstitusionil / genetik Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. derajat sensitiitas jaringan terhadap rangsangan. kecepatan tumbuh. iodium dan lain-lain). Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Itali. c) Keluarga. umur pubertas. Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus. dan jarang menyebabkan cacat bawaan. Di samping 44 .

Endokrin yang berperan pada pertumbuhan janin adalah Hormon-hormon somatotropin (growth hormone). kardiomegali dan terdapat hiperplasia adrenal. Infeksi 45 .itu. Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetes yang hamil dan tidak mendapat pengobatan pada trimester I kehamilan sehingga bayi menjadi makrosomia. Mekanis (pita amniotik. insulin. trauma. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide. Toksin / zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR. Radiasi Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan atau sebelum usia kehamilan 18 minggu dapat mengakibatkan kelainan janin bahkan kematian janin. retardasi mental. mikrognatia dan kaki bengkok. 4. Keracunan logam berat pada ibu hamil. misalnya karena makan ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis. obat-obat anti kanker dapat menyebabkan kelainan bawaan. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali. 6. methadion. cacat atau retardasi mental. Implantasi ovum yang salah. phenitoin. yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan. Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot. hormon tiroid. defisiensi yodium saat hamil. 2. PKU (phenylketonuria). posisi fetus yang abnormal. seperti di Jepang yang dikenal dengan penyakit Minamata. anemia pada bayi baru lahir. spina bifida. 5. Contoh kelainannya ialah mikrosefali. 3. bayi lahir mudah terkena infeksi. oligohidramnion). ektopia. lahir mati. hormon plasenta. dan lain-lain. kelainan kongenital mata dan jantung. retardasi mental dan deformitas anggota gerak. dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan otak janin. dan abortus. dan peptida-peptida lain mirip insulin (Insulin-like growth factors/IGFs).

Herpes simpleks). • Faktor pascanatal 1. kern ikterus atau lahir mati. 3. polio. Stres. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. campak. lues. Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi. Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. Infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela. Keadaan sosial-ekonomi. 9. Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif) Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein. hidrops fetalis. Anoksia embrio Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta menyebabkan berat badan lahir rendah. virus influenza. leptospira. Pertambahan tinggi terbesar pada musim semi dan 46 . dan virus hepatitis. Dapat terlihat pada ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang. Rubella. lebih rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang cukup. malaria. mikoplasma. Echovirus. 8. dan lain-lain. Musim. Imunitas Rhesus atau ABO inkompatibilitas sering menyebabkan abortus. HIV. kelainan kejiwaan. lemak. 7. 4. karbohidrat. antara lain cacat bawaan. Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital) Beberapa penyakit kronis seperti glomerulonefritis kronik dan tuberkulosis paru dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.Infeksi intrauterin yang sering meyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis. Cytomegalovirus. 2. Coxsakie. mineral dan vitamin.

4 dan seterusnya. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran.5 kg. Angka-angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukkan satuan kilogram penuh dan dinyatakan dalam satuan 2. Garis berat badan : garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. Sebaliknya penambahan berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim semi. 3. dan seterusnya sedang garis tipis yang berada pada diantara 2 ukuran kg penuh untuk satuan tengahan kg. dalam KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak. 5. 4. Angka-angka ini menunjukkan berat badan 2 kg. pemberian kapsul vitamin A. dan faktor psikologi. 2. Pada Penimbangan Pertama 47 . Sumber berat badan : garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS. PENGGUNAAN ”GROWTH CHART” (KMS) Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan. 3 kg. Bagian-bagian dari KMS: 1. pemberian ASI-eksklusif. 4. imunisasi. antara lain pengawasan medis. Lain-lain.5 kg. kondisi infeksi/infestasi cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain. dst. 5.5 kg. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya. pendidikan. Yang perlu ditulis dalam kolom bulan lahir. 4 kg. MP-ASI. Garis usia : garis tipis dari atau ke bawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia anak dalam bulan. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kolom Bulan : kolom yang berada di bagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. cukup nama bulan dan tahunnya saja. 3. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas. perbaikan sanitasi.paling rendah pada musim gugur. misalnya 2. 3. Kolom Bulan Lahir : kolom bulan yang terletak paling kiri dan bergaris tebal. Pengisian KMS Balita A.

depan KMS demikian pula bila perempuan. catat tanggal lahir anak Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa. tuntun untuk mengingat umur anak Kolom "Nama Ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap. 4. Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar. Catatan *) • • • • Bila ada kartu kelahiran. sesuai jawaban ibu.Pada penimbangan pertama. catat bulan lahir anak dari kartu tersebut. *) Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan dalam KMS-Balita didaftar pertama kali. langkah kedua. sama seperti halaman Kolom "Laki-laki" diisi tanda √ apabila anak tersebut laki-laki dan Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. sebelum anak ditimbang.  1. kemudian perkirakan bulan lahir anak. tetapi ibu ingat. 48 . 2. 6. dalam satuan gram. dan langkah ketiga. 8.  Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran Pada halaman muka KMS. (dalam bulan). nya dan catat. 9. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal. anak saat dilahirkan. (termasuk anak yang meninggal). dan pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut. Bila tidak ada kartu kelahiran. dan catat. "Berat Badan Lahir" ini kemudian dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0". 5. 7. 3. isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu. sesuai dengan langkah pertama. kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu. bulan dan tahun anak Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak. perkirakan bulan nasional / masehiBila ibu tidak ingat bulan lahir.

maka cantumkan bulan Agustus 2000 di kolom tersebut. dan seterusnya. Misal: • • • • • • • Anak tidak mau makan Anak sakit panas Anak diare Anak diberi nasi tim Ibu meninggal Ayah di-PHK Anak dikirim ke Puskesmas Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan. Kemudian isi semua kolom bulan September 2000. Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0. pada garis tegak (lihat contoh). Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMSSetelah anak ditimbang. Oktober 2000. Karena baru satu kali ditimbang. Misalnya: Bulan lahir anak Agustus 2000. Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan. maka hanya ada satu titik berat badan dan tidak bisa dibuat garis.5 kg. Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis  Balita  lainnya   tinggi 49 . Contoh: Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7. kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan. letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan). makanan dan keadaan Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. sesuai bulan bersangkutan.

Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus. Jika jarak antara penimbangan bulan ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan. hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus. Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan. 1. Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus). Pada Penimbangan Kedua dan Seterusnya Lakukan langkah keempat Jika bulan lalu anak ditimbang. Ini diwujudkan dengan kontak fisik (kulit/mata) dan psikis sedini mungkin. lakukan langkah ketujuh. Apabila anak mendapat imunisasi. maka jika anak diberi kapsul vitamin A. B. Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan. maka titik berat badan bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya. E1. Berperannya dan kehadiran ibu/penggantinya sedini dan selanggeng mungkin. akan menjalin rasa aman bagi bayinya. misalnya dengan menyusui bayi secepat mungkin segera setelah lahir. Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif • • Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0.4. KEBUTUHAN – KEBUTUHAN DASAR SEORANG ANAK UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL 1. Lakukan langkah kelima Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan. lakukan langkah kedelapan. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan rasa aman yang diwujudkan dalam kontak fisik dan psikis sedini mungkin. lakukan langkah keenam. karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-).2. Asih adalah kebutuhan emosi atau kasih sayang. 2 dan 3 diisi E0.1. E2 dan E3.3. maka kolom 0. 50  .

pengobatan kalau sakit papan / pemukiman yang layak higiene perorangan dan sanitasi lingkungan sandang kesegaran jasmani (olahraga) dan rekreasi. agama. Stimulasi mental (Asah) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan. dsb. yang disebut “Sindrom Deprivasi Maternal”. Antigen yang diberikan telah dibuat demikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit namun mampu mengaktivasi limfosit menghasilkan antibodi dan sel memori. Tujuannya adalah memberikan “infeksi ringan” yang tidak berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respon imun sehingga apabila terjangkit penyakit yang sesungguhnya di kemudian 51 . Kebutuhan ini meliputi kebutuhan anak akan: • • • • • • pangan (gizi) : kebutuhan terpenting perawatan kesehatan dasar. VII. 2. tidak terjadi penyakit. kreativitas. Vaksinasi dimaksudkan sebagai pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. maupun sosial emosi. seperti imunisasi. penimbangan bayi/anak yang teratur. sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa.Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik. kepribadian. 3. pemberian ASI. Kebutuhan ini merupakan cikal bakal proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. produktivitas. IMUNISASI Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN aktif terhadap suatu antigen. Stimulasi mental ini sangat penting di usia batita. Vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikroorganisme patogen. kemandirian. moral-etika. mental. Asah adalah kebutuhan akan stimulasi mental. Asuh adalah kebutuhan fisik biomedis. keterampilan. Kasih sayang dari orangtua (ayah-ibu) akan menciptakan ikatan yang erat (bonding) dan kepercayaan dasar (basic trust).

atau terpajan secara alamiah. 52 . Imunitas aktif dihasilkan oleh sistem imun khusus yang membentuk antibodi dan mengaktifkan limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organisme spesifik atau toksin.hari anak tidak menjadi sakit karena tubuh dengan cepat membentuk antibodi dan mematikan antigen/penyakit yang masuk tersebut. dan bahkan jaringan asing yang berasal dari binatang lain. Tubuh manusia mampu membentuk imunitas spesifik yang sangat kuat untuk melawan agen penyerbu yang bersifat mematikan. virus. bukan dibuat oleh individu itu sendiri. DUA MACAM IMUNITAS PADA MANUSIA a. dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar variola. toksin. komponen kuman (bakteri. atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Imunitas pasif Imunitas (kekebalan) pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh. sedangkan waktu paruh imunoglobulin lainnya lebih pendek. Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari. Imunitas aktif Imunitas (kekebalan) aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi. virus atau riketsia). TUJUAN IMUNISASI Tujuan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Kekebalan aktif biasanya berlangsung lebih lama daripada kekebalan pasif karena adanya memori imunologik. Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman. b. Misalnya kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah diberikan suntikan imunoglobulin. seperti bakteri.

DUA CIRI VAKSIN YANG BAIK 1. tulang. Hal ini mungkin dikarenakan faktor vaksin. Mudah didapat. lingkungan dengan Mycobacterium atipik atau faktor pejamu (umur. Efek proteksi bervariasi antara 0-80%.10 ml untuk anak secara intrakutan di daerah insertio M. Bacille Calmette-Guerin adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiak berulang selama 1-3 tahun. Infeksi Mycobacterium tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberkulosis aktif. Penyuntikannya secara intradermal lebih mudah dilakukan (tidak terdapat lemak subkutis yang tebal). kelenjar superfisial. murah dan efisien (bisa dikombinasikan dan tanpa banyak pengulangan). Vaksin BCG berisi suspensi M. lalu berkembang dan masuk ke lapisan yang lebih Memiliki efek samping yang rendah. Vaksinasi BCG tidak mencegah infeksi tuberkulosis.05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0. dan lain-lain). bovis hidup yang sudah dilemahkan. ditemukan oleh Calmette dan Guerin. Mekanisme vaksin BCG masuk ke lapisan chorium kulit sebagai depo. keadaan gizi. Vaksin BCG disuntikkan dengan dosis 0. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi dengan Mycobacterium tuberculosis terjadi respons imunitas seluler yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberkulin. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN (PPI) 1. Vaksinasi BCG menimbulkan sensitivitas terhadap tuberkulin. Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. aman dan 53 . sehingga didapat basil yang tidak virulen. seperti selaput otak. nyaman bagi bayi 2. tetapi maih mempunyai imunogenitas. BCG sebaiknya diberikan pada anak dengan uji Mantoux (tuberkulin) negatif. tetapi dapat juga mengenai organ-organ lainnya. dan lain-lain. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru. deltoideus kanan. tetapi mengurangi resiko tuberkulosis berat seperti meningitis tuberkulosa dan tuberkulosis milier. BCG diberikan pada bayi ≤ 2 bulan. ulkus yang terbentuk tidak mengganggu struktur otot setempat (dibandingkan pemberian di daerah gluteal lateral atau paha anterior.

Vaksin BCG merupakan vaksin hidup. Pemberian obat anti TB sistemik tidak efektif. maka parut yang terjadi tertarik ke dalam (retracted). dosis. peredaran darah. Reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) a. Reaksi Lokal Penyuntikan BCG secara intradermal yang benar akan menimbulkan ulkus lokal yang superfisial 3 minggu setelah penyuntikan. (2) sekitar 70% kasus tuberkulosis berat (meningitis) ternyata mempunyai parut BCG. yang timbul 2-6 bulan sesudah imunisasi. sebaikya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Vaksin BCG ulangan tidak dianjurkan oleh karena manfaatnya diragukan mengingat (1) efektivitas perlindungan hanya 40%. tidak nyeri. Hal ini tergantung pada umur anak. Kelenjar berkonsistensi padat. Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan. BCG-itis diseminasi 54 . Limfadenitis / reaksi regional pada kelenjar Limfadenitis merupakan respon seluler pertahanan tubuh. Namun apabila penyuntikan terlalu dalam. eritema. c. dan galur (strain) yang dipakai. kelenjar limfe. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul fistula. b.dalam yaitu ke subkutan. dan (3) kasus dewasa dengan BTA (Bakteri Tahan Asam) positif di Indonesia cukup tinggi (2536%) walaupun mereka telah mendapat BCG pada masa kanak-kanak. Limfadenitis akan sembuh sendiri (dalam 1-3 bulan). dalam pengobatan steroid jangka panjang atau pada infeksi HIV). maka tidak diberikan pada pasien imunokompromais (leukemia. maka dapat dibersihkan (drainase) dan diberikan obat anti TB oral. jadi tidak perlu diobati. Pada bayi yang kontak erat dengan penderita TB dengan BTA (+3) sebaiknya diberikan INH profilaksis dulu. Limfadenitis supuratif di aksila atau di leher kadang-kadang dijumpai. kalau kontaknya sudah tenang dapat diberi BCG. sehingga pada lapisan kulit timbul reaksi indurasi. kapiler. Apabila dosis terlalu tinggi. maka ulkus yang timbul lebih besar. demam (-). pustula. Ulkus yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm.

lupus vulgaris. kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut tanpa pengobatan khusus. >10 mm : positif Tes Mantoux (-) imunisasi(+) Kontraindikasi HIV. eritema nodosum. . Kompikasi ini harus diobati dengan kombinasi obat anti TB. penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem limfe 2. • < 5 mm : negatif . biasanya berhubungan dengan imunodefisiensi berat.BCG-itis diseminasi jarang terjadi. 6-9 mm : meragukan . obat imunosupresif. Misalnya. mendapat pengobatan radiasi. Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan antiseptik.1 ml PPD ( purified protein derived) di daerah flexor lengan bawah secara intra kutan • Pembacaan dilakukan setelah 48 -72 jam penyuntikan • Diukur besarnya diameter indurasi di tempat suntikan. Reaksi uji tuberkulin > 5 mm Sedang menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid. • Imunisasi bayi > 2 bulan tes tuberkulin (Mantoux) • Untuk menunjukkan apakah pernah kontak dengan TBC • Menyuntikkan 0. iritis. Penanganan reaksi KIPI Orangtua atau pengantar perlu diberitahu bahwa 2-6 minggu setelah imunisasi BCG dapat timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan. Vaksinasi Hepatitis B 55 Anak menderita gizi buruk Sedang menderita demam tinggi Menderita infeksi kulit yang luas Pernah sakit tuberkulosis. dan osteomielitis. Reaksi pada yang pernah tertular tuberkulosis: • Koch phenomenon reaksi lokal berjalan cepat (2-3 hari sesudah imunisasi) 46 minggu timbul scar.

hepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. terciprat darah ke mukosa atau ke mata). Sebaiknya HBIg diberikan bersama vaksin VHB sehingga proteksinya berlangsung lama. dan melalui hubungan seksual. bayi dari ibu VHB. maka masih dapat diberikan HBIg (hepatitis B imunoglobulin) 0. Resiko kronisitas dipengaruhi oleh faktor usia saat yang bersangkutan terinfeksi.tergantung status HbsAg ibu : HBsAg ibu Positif Negatif diketahui atau Imunisasi Keterangan HBIg (0. Vaksinasi universal bayi baru lahir merupakan upaya paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB. HBIg hanya diberikan pada kondisi pasca paparan (needle stick injury. kebijakan utama tata laksana VHB adalah memotong jalur transmisi sedini mungkin. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui. kontak seksual. Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%.Bayi baru lahir merupakan upaya yang paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB di Indonesia termasuk daerah endemis sedang-tinggi untuk Hepatitis B. Transmisi antar anak sering terjadi di negara endemis Virus Hepatitis B (VHB). Imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Semua orang yang HbsAgnya positif potensial infeksius. Imunisasi pasif Hepatitis B immune globulin (HBIg) dalam waktu singkat segera memberikan proteksi meskipun hanya utuk jangka pendek (3-6 bulan). individu yang belum pernah imunisasi hepatitis B atau yang tidak memiliki antibodi anti-HBs. potensial terinfeksi VHB.5 ml) dan vaksin Dosis 1 : <12jam pertama HB tidak Vaksin HB Dosis I : Segera setelah lahir 56 . Transmisi terjadi melalui kontak perkutaneus atau parenteral. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan antara umur 3-6 bulan. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif. Pada dasarnya. Bayi yang terinfeksi lebih besar kemungkinan menjadi kronis daripada anak dan dewasa. Oleh karena itu. sehingga pada anak normal tidak dianjurkan untuk imunisasi booster.

anak. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg-B positif : diberikan vaksin hepB-1 dan HBIg 0.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. 57 . Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah 0. 1. dan 6 bulan karena respons antibodinya paling optimal. Imunisasi pertama diberikan segera setelah lahir. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka ditambahkan hepatitis B immunoglobulin (HBIg) 0. Dosis ketiga merupakan penentu respons antibodi karena merupakan dosis booster. Agar dapat dicapai kadar antibodi protektif secepatnya dianjurkan hepB-3 diberikan lebih awal (umur 3-6 bulan). Imunisasi aktif Vaksin VHB yang tersedia adalah vaksin rekombinan berisi HBsAg murni. Vaksin ini diberikan sedini mungkin setelah lahir. Jadwal dan dosis Imunisasi hepatitis B minimal diberikan sebanyak 3 kali.5 ml.5 ml secara bersamaan dalam waktu 12 jam setelah lahir. sedangkan imunisasi ketiga diberikan dengan jarak terpendek 2 bulan. Bila sesudah dosis pertama imunisasi terputus. akan menyebabkan terbentuknya respons protektif (anti HBs ≥ 10mIU/ml) pada 90% dewasa. Pada neonatus dan bayi diberikan di anterolateral paha. Semakin panjang jarak antara imunisasi ketiga (4-12 bulan) semakin tinggi titer antibodinya. bayi. Memperpanjang interval antara dosis kesatu dan kedua tidak akan mempengaruhi imunogenisitas atau titer antibodi sesudah imunisasi selesai (dosis ketiga). segera berikan imunisasi kedua. Bila dosis ketiga terlambat. dan remaja. segera beri HBIg Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui : HepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir.deltoideus dengan dosis 0. Pemberian ketiga seri vaksin dengan dosis yang sesuai rekomendasinya. sedangkan pada anak besar dan dewasa diberikan di regio deltoid. Interval antara dosis pertama dan dosis kedua minimal 1 bulan. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3-6 bulan.Status HBV ibu semula tidak diketahui tetapi bila dalam 7 hari terbukti ibu HBV. Vaksin diberikan secara intramuskular dalam di daerah M. beri segera setelah memungkinkan.

kadang-kadang dapat menimbulkan demam ringan selama 1-2 hari. Dosis pada bayi dipengaruhi pula oleh status HbsAg ibu. Catch up immunization Catch up immunization merupakan upaya imunisasi pada anak atau remaja yang belum pernah diimunisasi atau terlambat lebih dari 1 bulan dari jadwal yang seharusnya. Khusus pada imunisasi hepatitis B. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga pada anak normal. imunisasi catch up ini diberikan dengan interval minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua.Setiap vaksin hepatitis B sudah dievaluasi untuk menentukan dosis sesuai umur yang dapat menimbulkan respons antibodi yang optimum. Ulangan imunisasi hepatitis B (hepB-4) dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun apabila titer pencegahan belum tercapai pada catch up immunization. individu yang memperoleh profilaksis pasca paparan. sedangkan interval antara dosis kedua dan ketiga minimal 8 atau 16 minggu sesudah dosis pertama. Pada bayi prematur. Uji serologis Pada bayi dan anak-anak. Reaksi KIPI Efek samping yang terjadi umumnya berupa reaksi lokal yang ringan dan bersifat sementara. tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. bila ibu HbsAg (-) imunisasi ditunda sampai bayi berusia 2 bulan atau berat badan sudah mencapai 2000 gram. dan pasien immunocompromised. Oleh karena itu dosis yang direkomendasikan bervariasi tergantung produk dan usia resipien. Efektivitas. lama proteksi Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90%-95%. Uji serologis pasca imunisasi perlu dilakukan pada bayi dan ibu pengidap VHB. 58 . Uji serologis pasca imunisasi ini dilakukan 1 bulan sesudah imunisasi ke-3. Uji serologis pra imunisasi hanya dilakukan pada anak yang akan memperoleh profilaksis pasca paparan dan individu beresiko tinggi tertular infeksi VHB. pemeriksaan anti-HBs pra dan pasca imunisasi tidak dianjurkan.

nyeri. 6. jika diberikan subkutan menyebabkan iritasi lokal. Kekuatan toksoid difteria yang terdapat dalam kombinasi vaksin DTP saat ini berkisar 6. pembengkakan. anafilatik + antipiretik. Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Toksoid Difteria Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan toksoid difteria (alumprecipitated toxoid) yang kemudian digabung dengan toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk DTP. Kontraindikasi Sampai saat ini tidak ada kontraindikasi absolut pemberian vaksin VHB. Jika demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Bordetella pertusis. 3. Vaksinasi DTP (Difteri. dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2. syok → imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DTaP. Untuk imunisasi rutin pada anak. Tetanus. dan toksoid tetanus. nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari → diberikan Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi: demam > 40°C.7-25 Lf dalam dosis 59 . Dosis ke-4 harus diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan setelah dosis ke-3. dan nyeri sendi. Potensi toksoid difteria dnyatakan dalam jumlah unit flocculate (Lf) dengan kriteria 1 Lf adalah jumlah toksoid sesuai dengan 1 unit anti toksin difteria. 4. Pertusis) Vaksinasi DTP terdiri dari toksoid difteri. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. 15-18 bulan dan saat masuk sekolah (5 tahun). Jika demam pakailah pakaian yang tipis. Vaksin ini merupakan vaksin cair yang diberikan dengan dosis 0. rasa mual. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.5 ml secara intramuskular di bagian anterolateral paha. kejang. a. Reaksi pasca imunisasi dapat berupa: Demam. peradangan dan nekrosis setempat. Vaksin mengandung aluminium fosfat. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Kehamilan dan laktasi bukan kontraindikasi imunisasi VHB.Penanganan reaksi KIPI Setelah imunisasi hepatitis B dapat timbul kemerahan.

Respons antibodi terhadap imunisasi dasar dengan vaksin pertusis whole-cell tergantung pada kadar antibodi tansplasental yang didapat dari ibu terhadap toksin pertusis. Kejadian ikutan pasca imunisasi toksoid difteria secara khusus sulit dibuktikan karena selama ini pemberiannya selalu digabung bersama toksoid tetanus dengan atau tanpa vaksin pertusis. Kontraindikasi Ada dua kontraindikasi mutlak terhadap pemberian vaksin pertusis baik whole-cell maupun α seluler. yaitu: o o o Riwayat anafilaksis pada pemberian vaksin sebelumnya. Perhatian khusus (precaution) bila pada pemberian vaksin pertama (sebelum vaksin pertusis berikutnya) dijumpai hiperpireksia. hipotonik-hiporesponsif.5 ml. respons yang diperoleh setelah penyuntikan vaksin α seluler ternyata memberikan hasil yang baik dan tidak dipengaruhi oleh kadar antibodi pravaksinasi. anak menangis terus menerus selama 3 jam dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah imunisasi DPT. Kombinasi toksoid difteria dan tetanus (DT) yang mengandung 10-12 Lf dapat diberikan pada anak yang memiliki kontraindikasi terhadap pemberian vaksin Pertusis. Ensefalopati sesudah pemberian vaksin pertusis sebelumnya. Vaksin Pertusis α seluler Vaksin pertusis α seluler adalah vaksin pertusis yang berisi komponen spesifik dari Bordetella pertusis yang dipilih sebagai dasar yang berguna 60 . Vaksin Pertusis Vaksin pertusis whole-cell (vaksin DTwP) adalah vaksin yang merupakan suspensi kuman Bordetella pertusis mati. Sejak 1962 dimulai usaha untuk membuat vaksin Pertusis dengan menggunakan fraksi sel (α seluler/vaksin DTaP) yang bila dibandingkan dengan whole-cell ternyata memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan. Sebaliknya.0. b.

orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. Vaksin DTwP dan DTaP dapat pula diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. pelarut. Kadar antibodi protektif setelah pemberian DTP 3 kali mencapai 0. Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat sebab sudah terbukti bahwa respons imun yang diperoleh walaupun dengan interval yang panjang adalah sama dengan dengan interval yang pendek. dan adanya antigen lain dalam kombinasi vaksin itu. jika demam pakailah 61 Kira-kira pada separuh penerima DTP. Toksoid Tetanus (TT) Toksoid tetanus yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal dan 60 IU bila bersama dengan toksoid difteria dan vaksin pertusis.01 IU atau lebih.dalam patogenesis pertusis dan perannya dalam memicu antibodi yang berguna untuk pencegahan terhadap pertusis secara klinis. Kejadian ikutan pasca imunisasi terutama reaksi lokal. Penanganan Reaksi KIPI DPT Bila terjadi reaksi lokal. − − Anak sering gelisah dan menangis terus menerus (inconsolable Kejadian ikutan yang paling serius adalah terjadinya ensefalopati crying) selama beberapa jam pasca suntikan. Sebagaimana pemberian toksoid lainnya. bengkak. terjadi reaksi lokal kemerahan. sangat dipengaruhi oleh dosis. Pemberian toksoid tetanus bersama DTP diberikan sesuai jadwal imunisasi. akut atau reaksi anafilaksis dan terbukti disebabkan oleh pemberian vaksin pertusis. Kejadian reaksi KIPI vaksin DTaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah daripada DTwP. cara penyuntikan. Reaksi KIPI DPT − ringan. c. serta terjadi demam . dan nyeri pada lokasi injeksi.

Vaksin IPV dapat diberikan pada anak sehat. namun tiga dosis berikutnya akan memberikan imunitas jangka lama terhadap tiga tipe virus polio. 2.pakaian yang tipis dan berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan maskimal 6 kali dalam 24 jam. Untuk imunisasi dasar (polio-1. Tiap dosis yang diberikan adalah sebanyak 2 tetes (= 0. yang menghasilkan pertahanan lokal terhadap virus polio liar. Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine = OPV) Vaksin virus polio oral berisi virus polio tipe 1. maupun penderita imunokompromais. b.1 ml) per oral. interval di antaranya tidak kurang dari 4 minggu. Vaksinasi Polio Pada saat ini telah beredar di Indonesia vaksin polio inactivated (IPV). Virus vaksin ini kemudian menempatkan diri di usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun dalam epitelium usus.1 ml). Vaksinasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi polio-3. 2. Tiap dosis OPV (2 tetes = 0. dianjurkan diberikan saat bayi meninggalkan rumah sakit/rumah bersalin agar tidak mencemari bayi lain karena virus polio vaksin dapat diekskresi melalui tinja. Vaksin polio inactivated (Inactivated Poliomyelitis Vaccine = IPV) 62 . Vaksin ini digunakan secara rutin sejak bayi lahir dengan dosis 2 tetes oral. Jenis vaksin virus polio ini dapat bertahan di tinja sampai 6 minggu setelah pemberian OPV. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. selanjutnya saat masuk sekolah (5-6 tahun). sedangkan IPV dalam kemasan 0. sehingga frekuensi ekspresi virus polio liar dalam masyarakat dapat dikurangi.5 ml intramuskular. sedangkan OPV berisi virus polio hidup. dan 3) yang telah mati. Polio-0 diberikan saat bayi lahir. Vaksin IPV berisi antigen polio (polio-1. di samping vaksin virus polio oral (OPV) yang telah kita kenal selama ini. 2. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. 4. Kedua vaksin polio tersebut dapat dipakai secara bergantian. Penerima vaksin dapat terlindungi setelah dosis tunggal pertama. dan 3 adalah jenis Sabin yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan (attenuated). 3). a.

kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu. Imunisasi primer bayi dan anak Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal. yaitu bersamaan dengan dosis DPT diberikan sebagai penguat.5 ml secara 63 . merupakan jenis Salk. Imunitas mukosal yang ditimbulkan oleh IPV lebih rendah dibandingkan dengan oleh OPV.1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3 bulan. Anak yang telah mendapat imunisasi OPV dapat memberikan ekskresi virus vaksin selama 6 minggu dan akan melakukan infeksi pada kontak yang belum diimunisasi. 2. yang dapat diberikan bersama-sama waktunya dengan suntikan vaksin DTP dan Hib. maka IPV dapat digunakan sebagai vaksinasi terhadap poliomielitis. Vaksinasi untuk anak imunokompromais Untuk mereka yang mempunyai kontraindikasi terhadap vaksin hidup. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0. Untuk mereka yang kontak dengan bayi yang baru saja diberi OPV.5 ml dengan suntikan subkutan dalam 3 kali berturut-turut dengan jarak 2 bulan antara masing-masing dosis akan memberikan imunitas jangka panjang (mukosal maupun humoral) terhadap 3 macam tipe virus polio. diharapkan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok bayi. Sebagai vaksinasi dasar. Bila OPV yang diberikan dimuntahkan dalam waktu 10 menit. Dosis Penguat (booster) Dosis penguat OPV harus diberikan sebelum masuk sekolah. 3 yang mati. maka dosis tersebut perlu diulang. misalnya mereka dengan imunosupresi dai suatu penyakit atau kemoterapi. Pemberian dengan dosis 0.Vaksin polio inactivated berisi virus tipe 1. diberikan suntikan IPV sebanyak 3 dosis masing-masing 0. dosis berikutnya harus diberikan pada umur 15-19 tahun atau sebelum meninggalkan sekolah.

diare ringan. menyebabkan virus polio yang sebelumnya sudah dilemahkan kembali berbentuk yang lebih neurovirulen. − − Resiko paling sering pada pemberian dosis pertama. harus ditawarkan vaksinasi dasar OPV pada waktu yang bersamaan dengan anak tersebut. tidak diperlukan vaksinasi penguat (booster). Walaupun demikian. Kepada orang dewasa yang telah mendapat imunisasi sebelumnya. Pada pemberian OPV. terjadi pada resipien (VAPP = vaccine associated polio paralytic) maupun yang kontak dengan virus yang menjadi meurovirulen (VDPV = vaccine derived polio virus). Pada saat replikasi tersebut mungkin terjadi mutasi virus yang dikenal dengan reversion. 64 . sebagian kecil resipien dapat mengalami Kasus poliomielitis yang berkaitan dengan vaksin telah dilaporkan gejala pusing.subkutan dalam atau intramuskular dengan interval 2 bulan. yang kemudian menyebabkan kelumpuhan layu akut (VAPP). Untuk mengatasinya. namun sebagai konsekuensinya masih ada resiko terjadinya VAPP dan menyebarnya VDPV. dapat dipertimbangkan penggunaan vaksin IPV secara penyuntikan. dan nyeri otot. anggota keluarga yang belum pernah divaksinasi atau belum lengkap vaksinasinya dan kontak dengan anak yang mendapat vaksinasi OPV. virus asal vaksin ini dapat bereplikasi di dalam usus manusia. Dosis penguat harus diberikan dengan jadwal sama dengan pemberian OPV. virus yang nonvirulen tersebut dapat diekskresi melalui tinja dan mengakibatkan kelumpuhan orang disekitarnya (VDPV). ekskresi melalui tinja biasanya selama 2-3 bulan. Reaksi KIPI − − Setelah divaksinasi. − Pada saat ini di Indonesia masih menggunakan OPV yang ternyata mampu mengeliminasi virus polio liar. Di samping itu. Penanganan reaksi KIPI Orangtua/pengasuh tidak perlu melakukan tindakan apapun karena sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio.

sedangkan untuk negara maju dianjurkan pada anak berumur 12-15 bulan dan kemudian imunisasi kedua (booster) juga dengan MMR dilakukan secara rutin pada umur 4-6 tahun. maka WHO menganjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi berumur 9 bulan. o o tifoid. Kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan angka cakupan yang tinggi bersama-sama dengan keinginan untuk menunda pemberian imunisasi sampai antibodi maternal hilang merupakan suatu hal yang berat dalam pengendalian penyakit campak. penyakit Hodgkin) dan yang mekanisme (limfoma. tetapi dapat juga diberikan setiap waktu semasa periode anak dengan tenggang waktu paling sedikit 4 minggu dari imunisasi pertama. o Keganasan yang berhubungan dengan sistem retikuloendotelial leukemia. tetapi jangan bersama vaksin oral 65 . vaksinasi harus diberikan oral maupun suntikan. Infeksi HIV Vaksin polio oral dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin inactivated dan virus hidup lainnya. Pada anak – anak di negara dimatikan (virus campak yang berada dalam larutan formalin yang dicampur Muntah atau diare berat.5°C). 5. vaksinasi ditunda Dalam pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif yang Penyakit akut atau demam (suhu >38. yaitu:  Vaksin yang berasal dari virus campak yang Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe Edmonston B)  dengan garam aluminium) Pada saat ini di negara berkembang angka kejadian campak masih tinggi dan seringkali dijumpai penyulit. Vaksinasi Campak Vaksin campak ada 2 jenis. juga yang mendapat pengobatan radiasi imunologisnya terganggu.Kontraindikasi o ditunda o o umum.

Salah satu indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian kasus campak sesudah imunisasi. pemberian 20 TCID50 mungkin sudah dapat memberikan hasil yang baik. Kejadian KIPI imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan.5 ml. demam mulai dijumpai pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. − Reaksi KIPI berat jika ditemukan gangguan fungsi sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi. Penanganan Reaksi KIPI 66 .5ºC yang terjadi pada 515 % kasus. antibodi maternal akan hilang pada usia 9 bulan dan pada anak-anak di negara maju setelah 15 bulan. Reaksi KIPI − Gejala KIPI berupa demam lebih dari 39.berkembang. diperkirakan risiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari sesudah imunisasi sebanyak 1 diantara 1 milyar dosis vaksin. Hal ini sukar dibedakan dengan akibat imunisasi yang terjadi dengan seseorang jika seseorang telah memperoleh imunisasi pada saat masa inkubasi penyakit alami. timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2-4 hari. • • Pemberian yang dianjurkan secara subkutan. Untuk vaksin hidup. − Ruam dapat dijumpai pada 5 % resipien. tetapi dapat pula diberikan secara intramuskular. Dosis dan cara pemberian • Dosis baku minimal untuk pemberian vaksin campak yang dilemahkan adalah 1000 TCID50 atau sebanyak 0. − Reaksi KIPI banyak dijumpai terjadi pada imunisasi ulang pada seseorang yang telah memiliki imunitas sebagian akibat imunisasi dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan.

Vaksin MMR harus diberikan sekalipun ada riwayat infeksi campak. o o Apabila terdapat kejadian luar biasa peningkatan kasus Setiap orang yang pernah imunisasi vaksin campak yang campak.5 ml secara subkutan dalam atau intramuskular. IMUNISASI YANG DIANJURKAN (non PPI) 1. jika demam pakailah pakaian yg tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan.Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). Mumps. Imunisasi ini memberikan serokonversi terhadap ketiga virus lebih dari 90% kasus. SMP. maka anak SD. gondongan. Imunisasi ulangan Imunisasi ulang dianjurkan dalam situasi tertentu. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. Vaksin MMR diberikan pada umur 15-18 bulan dengan dosis satu kali 0. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.bawalah bayi/anak ke dokter. maksimal 6 kali dalam 24 jam. atau jika orangtua merasa khawatir. Tidak ada 67 . dan Rubella) Vaksin MMR merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak. misalnya: o Telah memperoleh imunisasi sebelum umur 1 tahun dan terbukti bahwa potensi vaksin yang digunakan kurang baik (tampak peningkatan insidens kegagalan vaksinasi). dan rubela. MMR Ulangan diberikan pada umur 6 tahun. Kontraindikasi − − − − Demam tinggi Pengobatan imunosupresi Memiliki riwayat alergi Sedang memperoleh pengobatan imunoglobulin atau bahan-bahan yang berasal dari darah. gondongan. Vaksin MMR merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup. Vaksinasi MMR (Measles. SMA dapat diberikan imunisasi ulang. dan rubella atau imunisasi campak. virusnya sudah dimatikan (vaksin inaktif).

jika demam pakailah pakaian yang tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Penanganan Reaksi KIPI Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). atau jika orangtua merasa khawatir. Vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) 68 . sulit bernapas. pemberian imunoglobulin atau transfusi darah (whole blood). atau ruam. o Anak dengan alergi berat (pembengkakan pada mulut atau tenggorokan. penyakitnya sembuh.efek imunisasiyang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat efek imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. biasanya akan sembuh sendiri. demam. Anak dengan demam akut. − Meningoensefalitis − Pembengkakan kelenjar parotis − Trombositopenia. bawalah bayi/anak ke dokter. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Reaksi KIPI − Reaksi sistemik. seperti malaise. hipotensi dan syok) terhadap gelatin atau neomisin. maksimal 6 kali dalam 24 jam. dalam waktu 4 minggu. pemberian MMR harus ditunda sampai Anak yang mendapat vaksin hidup yang lain (termasuk BCG) Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam waktu 3 bulan setelah Defisiensi imun bawaan dan didapat (termasuk infeksi HIV). terapi sinar atau mendapat steroid dosis tinggi. mereka yang mendapat pengobatan dengan imunosupresif. o o o o 2. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. Kontraindikasi o Anak dengan penyakit keganasan yang tidak diobati atau gangguan imunitas.

Vaksin Hib diberikan sejak umur 2 bulan. Vaksin PRP-OMP diberikan pada umur 2 dan 4 bulan. 2 kali suntikan sudah menghasilkan titer protektif . Vaksin yang beredar di Indonesia adalah vaksin konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP (PRP outer membrane protein complex) dan konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut sebagai PRP-T. Vaksin kombinasi yang beredar berisi vaksin Hib PRP-T. yaitu : a. Vaksin tidak boleh diberikan sebelum bayi berumur 2 bulan karena bayi tersebut belum dapat membentuk antibodi pada vaksin konjugasi. dan imunisasi ulangan dilakukan setiap 3-5 tahun. diberikan 3 dosis dengan interval selang sehari (hari 1. Vaksin Hib dapat diberikan secara bersamaan dengan DTwP. sehingga saat ini digunakan konjugasi PRP dengan protein dari berbagai komponen bakteri lain. Kapsul harus ditelan utuh dan tidak boleh dibuka karena kuman dapat mati oleh asam lambung. sulfonamid. 3.3. dosis ketiga (6 bulan) tidak diperlukan. Kedua vaksin tersebut boleh digunakan bergantian atau kombinasi. atau 69 . Satu dosis vaksin Hib berisi 0. Vaksin Hib dibuat dari kapsul tersebut. Reaksi samping vaksin oral lebih rendah daripada vaksin parenteral. Vaksin tifoid oral dikenal dengan nama Ty-21a. 4. Vaksin ini dikemas dalam kapsul. dan 5) 1 jam sebelum makan dengan minuman yang tidak lebih dari 37oC. Vaksin PRP-T diberikan pada umur 2. Vaksin Hib baik PRP-T ataupun PRP-OMP perlu diulang pada umur 15 bulan. IPV dalam bentuk vaksin kombinasi. Vaksin demam tifoid oral Vaksin ini dibuat dari kuman Salmonella typhi galur nonpatogen yang telah dilemahkan. Vaksinasi Demam Tifoid Di Indonesia tersedia dua jenis vaksin. Vaksin tifoid oral ini diberikan pada anak umur 6 tahun atau lebih. respons imun pada vaksin ini termasuk sekretorik IgA. Vaksin awal yang terbuat dari PRP murni ternyata kurang efektif. sedangkan setelah 1 tahun cukup 1 kali suntikan tanpa memerlukan booster. DTaP. Apabila suntikan awal diberikan pada bayi berumur 6 bulan-1 tahun.Kapsul polyribosyribitol phosphate (PRP) menentukan virulensi dari Hib. diberikan secara intramuskular. dan 6 bulan. Tidak seperti vaksin parenteral. Vaksin tidak boleh diberikan bersamaan dengan antibiotik.5 ml.

dan penyakit kronik progresif. b. Imunisasi varisela direkomendasikan pada umur 10-12 tahun yang belum terpajan. pusing. Bentuk ini kurang stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain. nyeri kepala. Vaksin oral pada umumnya diperlukan untuk turis yang akan berkunjung ke daerah endemis tifoid. • Pada individu imunokompromais :  Reaksi sistemik muncul lebih sering (sekitar 12% . Vaksinasi Varisela Vaksin virus hidup varisela-zoster (galur OKA) yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilised). sehingga harus disimpan pada suhu 2-8oC. penyakit akut. dan ruam papula- vesikel ringan. demam (1%).40% pada pasien leukemia dalam pengobatan rumatan) daripada infeksi local. pencegahan vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan: kontak dipisah/tidak berhubungan). nausea.antimalaria yang aktif terhadap salmonella. Reaksi samping lokal berupa bengkak. dosis tunggal. saat demam. Kontraindikasi: alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin. Untuk anak yang mengalami kontak dengan pasien varisela. nyeri otot.5 ml secara intramuskular atau subkutan pada daerah deltoid atau paha. Reaksi sistemik berupa demam.5 ml secara subkutan. Reaksi KIPI • • Reaksi simpang jarang terjadi Reaksi KIPI dapat bersifat lokal (1%). 70 . kemerahan di tempat suntikan. Vaksin polisakarida parenteral Vaksin polisakarida diberikan dengan dosis 0. nyeri. imunisasi ulangan dilakukan tiap 3 tahun. memerlukan dua dosis dengan selang 1-2 bulan. dengan dosis 0. Untuk individu imunokompromais serta remaja (sama atau diatas umur 13 tahun) dan dewasa. Vaksin ini diberikan pada umur lebih dari 2 tahun. nyeri sendi. nyeri perut jarang dijumpai. Vaksin dapat diberikan bersama dengan vaksin MMR. 4.

Vaksinasi Hepatitis A Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine). Setelah penyuntikan vaksin. 4% diantaranya dapat terjadi varisela berat yang memerlukan pegobatan asiklovir. Dosis 720 U diberikan dua kali. Vaksin hepatitis A terbukti imunogenisitasnya baik. Diperkirakan anti-HAV protektif menetap selama ≥ 20 tahun. Kontraindikasi • • Demam tinggi atau infeksi akut. Pemberian vaksin VHA (virus hepatitis A) bersamaan dengan vaksin lain (hepatitis B. perlu dipertimbangkan imunisasi hepatitis A pada anak berusia ≥ 2 tahun. Dosis vaksin 0. • Pasien yang alergi pada neomisin. pasien yang mendapat pengobatan dosis tinggi kortikosteroid (2 mg/kgBB per hari atau lebih). kelainan darah seluler seperti selama pengobatan induksi penyakit keganasan atau 3 tahun fase radioterapi. 5.5 ml diberikan secara intramuskular di daerah deltoid. Vaksin kombinasi hepB/hepA tidak diberikan pada bayi kurang dari 12 bulan. yaitu bagi mereka yang mampu. Proteksi jangka panjang terjadi akibat antibodi protektif yang menetap atau akibat anamnestic boosting infeksi alamiah. terutama untuk catch-up immunization yaitu mengejar imunisasi pada anak yang belum pernah mendapat imunisasi hepB sebelumnya atau vaksinasi hepB yang tidak lengkap. suntikan kedua atau booster diberikan antara 6 sampai 18 bulan setelah dosis pertama. Hitung limfosit kurang dari 1200/μl atau adanya bukti defisiensi imun terapi imunosupresan. pada 1% individu imunokompromais dapat timbul penyulit varisela. 71 .  Pasien leukemia yang mendapat vaksinasi varisela dapat muncul ruam pada 40% kasus setelah vaksinasi dosis pertama. Vaksin diberikan pada usia ≥ 2 tahun. tifoid) tidak mengganggu respons imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping. hipersensitivitas terhadap neomisin. Maka vaksin kombinasi diindikasikan pada anak umur lebih dari 12 bulan. Kebijakan imunisasi hepatitis A lebih bersifat individual.

lelah. Kontraindikasi Vaksin HVA tidak boleh diberikan kepada individu yang mengalami reaksi berat sesudah penyuntikan dosis pertama. Vaksinasi Influenza Vaksin trivalen influenza (TIV) yang terdiri dari dua virus influenza subtipe A yaitu H3N2 dan H1N1. mual muntah dan hilang nafsu makan. Pada saat ini cakupan imunisasi influenza mencapai 70-90% untuk proteksi selama satu tahun. daya proteksi menurun pada tahun berikutnya. diabetes. Pemberian vaksin merupakan cara untuk pencegahan atau mengurangi infeksi influenza serta mencegah kematian pada saat epidemi. vaksin influenza lebih efektif untuk mencegah kompikasi saluran nafas bawah atau komplokasi lain. Vaksinasi biasanya diberikan sebelum musim penyakit influenza datang. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus menerus. Vaksin influenza diproduksi dua kali setahun berdasarkan perubahan galur virus influenza yang bersirkulasi di masyarakat. HIV. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus). kelemahan sistem imun (imunodefisiensi). apabila galur tetap sama atau hanya terjadi perubahan kecil pada antigen permukaan. baik anak sehat maupun dengan resiko penyakit kronik seperti asma. mengingat tiap tahun terjadi pergantian jenis galur virus yang beredar di masyarakat. Vaksin tahun sebelumnya 72 . Dengan kata lain. 6. hemoglobinopati. Imunisasi influenza diberikan setiap tahun. Terdapat dua macam vaksin yaitu whole-virus dan split-virus vaccine. serta virus influenza tipe B.Efek samping • • • Aman dan jarang menimbulkan efek samping Reaksi lokal ringan paling sering terjadi (21%-54%) Demam (4%). Vaksin influenza diberikan pada anak usia 6-23 bulan. penyakit ginjal. lesu. penyakit jantung. maka perlu dilakukan vaksinasi secara kontinu menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir.

lamanya 1 atau 2 hari.25 ml : 0. like symptoms). o Untuk anak usia ≥ 9 tahun cukup satu kali saja. Gejala timbul setelah 6-12 jam pasca vaksinasi.tidak boleh diberikan untuk tahun sekarang. terutama pada anak yang muda. o Untuk anak dengan gangguan imun. Kontraindikasi • Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan komponen vaksin seperti telur jangan diberi vaksinasi influenza. Reaksi KIPI • • Reaksi lokal nyeri. pada tahun berikutnya hanya diberikan 1 dosis. Vaksinasi Pneumokokus Terdapat 2 jenis vaksin pneumokokus yang beredar di Indonesia. diberikan 2 dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan. Dosis tergantung umur anak.5 ml : untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu. 7. lemas dan mialgia (flu1-2 hari. Vaksin influenza diberikan secara intramuskular pada paha anterolateral atau deltoid. 23 serotipe disebut pneumococcus polysaccharide vaccine (PPV23). yaitu vaksinpneumokokus polisakarida berisi polisakarida murni. lamanya Gejala sistemik tidak spesifik berupa demam. Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah. atau mengalami distres nafas akut atau pingsan. eritema dan indurasi pada tempat suntikan. • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat. setiap tahun 1 kali. teratur. Vaksin pneumokokus generasi 73 . o o o Umur 6-35 bulan Umur ≥ 3 tahun Umur ≥ 8 tahun : 0.

4. Efek sistemik: demam. defisiensi imun kongenital. pengobatan imunosupresif.kedua berisi vaksin olisakarida konjugasi. penyakit jantung bawaan dan gagal jantung. tidur tidak tenang. Untuk anak resiko tinggi berumur 24-59 bulan. muntah. namun demam tinggi di atas 39oC jarang Reaksi KIPI biasanya terjadi setelah dosis kedua. urtikaria. akan menghilang dalam 3 hari. gelisah. disfungsi limpa. maka diberikan jadwal dan dosis sebagai berikut: Umur datang pertama kali 7-11 bulan 12-23 bulan ≥ 24 bulan sampai 5 tahun Dosis vaksin yang diberikan 3 dosis 2 dosis 1 dosis Vaksin diberikan dalam dosis 5 ml. nafsu makan Demam ringan sering timbul. Untuk meningkatkan imunogenisitas pada bayi. dijumpai. aslenia kongenital/didapat. infeksi HIV. Interval antara 2 dosis 4-8 minggu. 6 bulan dan diulang pada umur 12-15 bulan. 8. penyakit paru kronik. indurasi. Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) 74 . Kelompok resiko tinggi ini adalah anak yang menderita penyakit kronik seperti sickle cell. Apabila anak datang setelah berumur > 7 bulan. dikembangkan vaksin PCV. menurun. dan nyeri pada bekas tempat suntikan. vaksin PCV7 diberikan bersama vaksin PPV23 karena kelompok ini rentan terhadap semua serotipe pneumokokus. 7 serotipe disebut pneumococcus conjugate vaccine (PCV7). Vaksin PPV tidak dapat merangsang respon imunologik pada anak usia muda dan bayi. Vaksin PCV7 diberikan pada bayi umur 2. dan diabetes melitus. secara intramuskular di daerah deltoid atau paha tengah lateral. diare. bengkak. tetapi tidak lama. pusing. Reaksi KIPI • • • • Efek samping: eritema. sehingga tidak mampu menghasilkan respon booster.

2 dan 6 bulan).Vaksin HPV yang telah bersedar di Indonesia dibuat dengan teknologi rekombinan.1 dan 6 bulan) dan Vaksin HPV kuadrivalen (0. Penelitian vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen menunjukkan imunogenisitas yang tinggi. Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan sejak umur >10 tahun atau lebih banyak 3 kali. • Efek samping sistemik vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah demam. 16 dan 18. reaksi kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan. Dosis yang diberikan sebanyak 0. nyeri kepala dan mual. secara intramuskular pada daerah deltoid. dengan jadwal agak berbeda untuk vaksin HPV bivalen (0. Vaksin HPV mempunyai afikasi 96%100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe-16/18. Vaskin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV. BAGAN IMUNISASI YANG DIBERIKAN PADA BAYI DAN ANAK DI INDONESIA 75 . Cervarix@) dan vaksin kuadrivalen (tipe 6. Reaksi KIPI • Efek samping local vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah nyeri. Terdapat dua jenis vaksin : HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18. 11. Gardasil@).5 mL.

rubella. MMR.MACAM BAHAN VAKSIN a. maksimal 6 kali dalam 24 jam. polio.Hib.PEMBERIAN ANTIPIRETIK SEBELUM DAN SESUDAH IMUNISASI Kepada orangtua atau pengantar diberitahukan bahwa 30 menit sebelum imunisasi DPT/DT. Vaksin hidup (Live attenuated vaccine) Dibuat dari kuman atau virus penyebab penyakit. • Berasal dari virus hidup : vaksin campak. hepatitis B dianjurkan memberikan antipiretik parasetamol15 mg/kgbb kepada bayi/anak untuk mengurangi ketidaknyamanan pasca vaksinasi. Kemudian dilanjutkan seriap 3-4 jam sesuai kebutuhan. b. Vaksin mati (Inactivated vaccine) 76 . demam kuning (yellow fever). gondongan (parotis). yang dilemahkan. rota virus. MACAM . • Berasal dari bakteri : vaksin BCG dan demam tifoid oral.

Dibuat dari kuman, virus atau komponennya yang dibuat tidak aktif. • Seluruh sel virus inactivated : influenza, polio (injeksi), rabies, dan hepatits A • Seluruh bakteri inactivated : pertusis, tifoid, kolera, dan lepra • Vaksin fraksional yang masuk sub-unit : hepatitis B, influenza, pertusis α seluler, tifoid Vi, lyme disease. • Toksoid adalah bahan bersifat imunogenik yang dibuat dari toksin kuman. Pemanasan dan penambahan formalin biasanya digunakan dalam proses pembuatannya. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi disebut sebagai natural fluid plain toxoid, dan merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteriil toksoid efektif selama satu tahun. Bahan ajuvan digunakan untuk memperlama rangsangan antigenik dan meningkatkan imunogenesitasnya. Contohnya: difteria, tetanus, botulinum. • Vaksin polisakarida adalah vaksin sub-unit yang inactivated dengan bentuknya yang unik terdiri atas rantai panjang molekul-molekul gula yang membentuk permukaaan kapsul bakteri tertentu. Tersedia untuk 3 macam penyakit yaitu pneumokokus, mengokokus, dan Haemophillus influenzae type B.

c. Vaksin rekombinan Vaksin rekombinan adalah antigen vaksin yang dihasilkan dengan cara teknik rekayasa genetik. Contohnya : vaksin hepatitis B dan vaksin tifoid (Ty21a).. IMMUNOGLOBULIN SPESIFIK (IgS) DAN ANTITOKSIN Immunoglobulin S (IgS, hiperimmune globulins) secara farmakologi maupun karakteristik biologi berbeda dengan immunoglobulin normal. Sediaan ini diambil dari kumpulan darah pasien pada masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau setelah pemberian vaksinani tertentu, sehingga darahnya mengandung titer antibodi spesifik yang sangat tinggi pada penyakit tersebut. Untuk itu IgS diindikasikan untuk pencegahan infeksi bakteri spesifik seperti difteri, pertusis, tetanus, dan kuman clostridium lain, infeksi saluran napas, stafilokokus, streptokokus invasif, dan pseudomonas. Pencegahan inveksi virus seperti hepatitis A, B, C; TORCH, HIV, ebola, rabies, dan MMR. 77

IMMUNOGLOBUIN TETANUS (HUMAN TETANUS IMMUNOGLOBULIN) Pemberian Ig tetanus dan antitoksin tetanus diindikasikan untuk pencegahan pada luka dalam yang kotor, yang tidak akan terlindungi hanya dengan pemberian vaksin saja, riwayat imunisasinya tidak jelas/tidak pernah diimunisasi atau imunisasi dasarnya tidak lengkap. Di samping itu juga diindikasikan untuk pengobatan dalam upaya netralisasi toksin yang bekerja sistemik. Dosis pemberian Ig tetanus untuk pencegahan 250 unit, scara IM. Untuk pengobatannya, dosisnya adalah 3000-6000 unit, IM. Pada kasus neonatorum 500 U, IM. ANTI TETANUS SERUM (ATS) Jika TIg tidak tersedia dapat diberikan antitoksin yang berasal dari serum binatang sebanyak 1.500-5.000 IU, pemberian harus didahului tes sensitivitas. Dosis tunggal antitoksin tetanus berkisar antara 50.000-100.000 U. Untuk pengobatan tetanus neonatorum diberikan dengan dosis 40.000 U, dengan cara pemberiannya 20.000 U dari antitoksin dimasukkan ke dalam 200 cc NaCl 0,9%, diberikan secara IV dalam 35-45 menit. Setengah dosis yang tersisa (20.000 U) diberikan secara IM pada paha antero lateral. Jika antitoksin yang berasal dari serum binatang (kuda) yang dipakai, lakukan skin test dahulu untuk mencegah tejadinya shock anafilaksis. Pada saat yang bersamaan siapkan alat suntik dengan adrenalin (1:1000) dilakukan untuk pasien yang pernah mendapatkan suntikan antitoksin dari serum binatang. Sebagai kontrol, di tempat lain disuntikkan garam fisiologis intrakutan. Jika setelah suntikan timbul benjolan di kulit yang dikelilingi warna kemerahan berupa eritema dengan ukuran 3 mm atau lebih dibanding kontrol maka lakukan desentisasi terhadap pasien. Lebih dari 25% penderita mengalami serum sickness setelah pemberian antitoksin kuda. Oleh karena risiko serum sickness dan reaksi-reaksi hipersensitivitas, maka Imun Globulin Tetanus (IGT) manusia cenderung digunakan dibandingkan ATS. Anti serum tidak menetralkan toksin tetanus yang terikat pada susunan saraf pusat dan sedikit memperbaiki gejala-gejala yang telah ada pada saat pemberian. Akan tetapi, rasio kematian pada penyakit yang ringan sampai moderat secara bermakna dikurangi bila antiserum diberikan secara dini.

78

VIII.

TAMAN PENITIPAN ANAK
CARA MEMPERBAIKI GIZI KURANG PADA ANAK DALAM PENITIPAN Anak-anak yang dititipkan di taman penitipan anak akan diatur menunya sesuai dengan kebutuhan gizi dan proporsi tubuhnya. Dalam tempat penitipan anak (day care centre) pada umumnya terdapat ahli gizi yang bertugas menjaga dan menilai kebutuhan gizi anak-anak yang diasuhnya. Bagi anak yang kekurangan gizi, akan diberikan menu yang lebih sesuai dengan kebutuhannnya secara kualitas maupun kuantitas. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ANAK DALAM PENITIPAN Selain ahli gizi, di taman penitipan anak ini juga mempunyai dokter, akan lebih baik lagi bila dokter tersebut adalah dokter anak. Program yang biasa dilakukan di tempat penitipan anak pada saat awal menitipkan antara lain adalah imunisasi untuk mencegah penyakit dan mencegah terjangkitnya penyakit menular diantara anak-anak. Biasanya di setiap day care centre mempunyai program imunisasi awal yang akan dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan.

PERKEMBANGAN PENITIPAN

FISIK

DAN

PSIKOSOSIAL

ANAK

DALAM

Di setiap taman penitipan anak, ditawarkan program-program yang sangat bervariasi, namun pada intinya adalah usaha untuk meningkatkan perkembangan fisik dan psikososial anak. Untuk meningkatkan perkembangan fisik, anak akan diajak dalam permainan yang menggunakan sensorik dan motorik yang melibatkan panca indera. Sedangkan untuk meningkatkan psikososial, anak akan didorong untuk mengenal anak lain, mempunyai teman, berkelompok dan bekerja sama. MEMBERIKAN PENDIDIKAN ORANGTUA DALAM MENGASUH ANAK Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari taman penitipan anak adalah faktor pendidikan yang juga diberikan pada orangtua. Pada waktu yang ditentukan, para orangtua khususnya para ibu, akan diberikan penyuluhan bagaimana merawat bayi dan anak, memberi dan menyiapkan makanan untuk anak.

79

3. fisiologis atau fisik baik struktur maupun fungsinya. 2. Handicap : suatu kerugian yang diderita oleh individu akibat impairement dan disability.    − − −  − − − − Malnutrisi Penyakit tidak menular Kelainan bawaan Kelainan fisik bawaan Retardasi mental Kelainan bukan genetik Penyakit menular Poliomielitis Trachoma Lepra Onchocerciasis 80 . ANAK CACAT (HANDICAPPED CHILDREN) DEFINISI Beberapa istilah yang sering dipakai pada keadaan cacat perlu dijabarkan. dapat karena kelainan bawaan atau cacat yang didapat dalam perjalanan hidupnya baik karena penyakit maupun karena kecelakaan. Disability : suatu hambatan atau gangguan dari kemampuannya untuk melaksanakan aktifitas yang biasanya dapat dikerjakan oleh orang yang normal sebagai akibat dari “impairement”.IX. Jadi : Impairement → Disability → Handicap Contohnya. yaitu : 1. Impairement : suatu keadaan abnormalitas dari psikis. seorang anak yang menjadi buta karena kekurangan vitamin A Impairement : kehilangan pengelihatan/buta Disability Handicap : kehilangan kemampuan untuk bisa melihat : kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan mata dan menikmati aktifitas yang normal ETIOLOGI Penyebab keadaan cacat itu sendiri.

81 . Pada anak atau balita yang dapat makan sendiri. CARA IMUNISASI PADA ANAK CACAT Secara umum pemberian imunisasi pada anak cacat sama dengan anak normal. Tujuannya : • • • Orangtua menerima kecacatan anaknya dengan sikap positif Memberi rasa optimis orang tua terhadap anaknya Orangtua dapat memberi dukungan pada proses perkembangan anaknya CARA MEMPERBAIKI GIZI ANAK CACAT Penanganan gizi pada anak cacat lebih kurang sama seperti penanganan pada anak normal lainnya. DAN PENEMPATAN KERJA ANAK CACAT PADA ORANG TUA Tergantung dari jenis kecacatannya. Cacat pada mulut yang terjadi pada bayi dapat ditanggulangi dengan penggunaan dot khusus yang memungkinkan susu langsung mencapai faring.   Kecelakaan/rudapaksa Kelainan psikiatri fungsional Kecanduan alkohol dan obat KESEMPATAN PENDIDIKAN. Pada anak cacat mental. misal: bubur. Bayi atau anak dengan cacat anggota tubuh. seorang anak memerlukan atau tidak memerlukan sebuah pendidikan khusus. Dengan pengamatan dan pengarahan yang teliti melalui program rehabalitasi. LATIHAN KERJA. kesulitan didapatkan ketika mereka menolak untuk menerima makanan yang diberikan pada mereka. pendidikan yang tepat dapat diarahkan. penanganan disesuaikan dengan cacatnya. Dibutuhkan kesabaran dalam merawat anak cacat mental. diberikan makanan yang dapat langsung ditelan. Pendidikan yang khusus terutama diberikan kepada anak dengan cacat mental atau yang cacat indranya. Diharapkan mereka dapat diberikan pengertian dan atau kebiasaan pola dan waktu makan yang benar agar mandiri. Yang menyebabkan anak cacat butuh perhatian lebih adalah keterbatasan mereka dalam menerima asupan gizi yang diberikan.

menunjukkan sangat tidak pemaaf dan sensitif terhadap orang lain. psikologi. bunyi.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK CACAT 1. ruang warna. sensitif. ketika bergaul mereka menghadapi sejumlah kesulitan. dan bila dihubungkan dengan perilakunya. sehingga mereka mengalami kesulitan dalam konsep bentuk. 3. Mempunyai kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi. Contoh. RS Kabupaten. 4. Keterbatasan kemampuan untuk belajar dan berlatih. Permasalahan mendasar bagi anak-anak luar biasa. − Memberikan pelayanan rehabilitasi medik. kesukaran untuk bergaul maupun bermain. visual. 2. RS Rujukan dengan pelayanan berbagai bidang spesialistik. rendah diri. mudah marah. pembina. kurang cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kemampuan dinilai lebih rendah bila dibandingan dengan anak normal di usianya. − Rujukan berjenjang. biasanya ditunjukkan dengan perilakunya ketika melakukan aktifitas bersama dengan anak-anak normal pada umumnya. dan kadangAnak seringkali mengalami kesulitan untuk mengubah rangsangan kadang muncul sikap egois terhadap lingkungan. dan pengawas dalam peningkatan usaha-usaha kesejahteraan sosial. STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN ANAK CACAT 1) Departemen Kesehatan Berperan dalam bidang : − Deteksi dini − Memberikan latihan(training) ditingkat masyarakan. Contoh. 5. Cenderung merasa apatis. Puskesmas. anak sering menjadi kaku. 2) Departemen Sosial Berperan sebagai sumber dana. 3) Departemen Tenaga Kerja 82 . baik dalam kegiatan fisik. maupun sosial. malu. pembimbing. dan peraba. kader. keseimbangan posisi. perasa.

Berdasarkan kemampuan intelegensi anak maka SLB-C dibedakan atas: − − d) SLB C: retardasi mental dengan I. Untuk anak dengan kelainan/cacat anggota tubuh (tuna daksa tanpa disertai gangguan lain). 25-50 yaitu anak yang SLB Bagian D yang mampu didik. dll. mampu latih.Q. Untuk anak dengan kelainan pendengaran dan bicara (Tuna Rungu Wicara). cacat bawaan. 5) PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) 83 . kecelakaan. c) SLB Bagian C anak dengan keterbelakangan mental (Retardasi Untuk mental/Tuna Grahita). − Pendidikan luar biasa dapat dilaksanakan melalui sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kecacatan yang diderita.Memberikan keterampilan melalui BLK (Balai Latihan Kerja) terhadap mereka yang memiliki kecacatan yang permanen. 50-75 yaitu anak SLB-C1: retardasi mental I. mental. misalnya akibat polio. yaitu: a) b) SLB Bagian A SLB Bagian B Untuk anak dengan kelainan pengelihatan/tuna netra.). e) SLB Bagian E Untuk anak yang tuna laras yaitu untuk anak yang mempunyai kelainan emosi dan sosial.Q. yang disebut sebagai cacat ganda (double handicap). dll. 4) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Berperan dalam hal: − Pendidikan anak-anak cacat/kelainan tumbuh kembang − Pemberian bantuan tenaga pendidik kepada sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB). dididik di SLB-D1. Sedangkan untuk anak yang tuna daksa disertai gangguan/cacat lainnya (gangguan bicara.

PENCEGAHAN Sebenarnya 50% dari keadaan cacat tersebut berasal dari sebab-sebab yang dapat dicegah.Dalam kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) diharapkan PKK berperan sebagai motor masyarakat. X. misalnya : Malnutrisi. rohani. kecelakaan. yang mencakup seluruh anggota masyarakat atau keluarganya. rohani. serta pemberian alat-alat seperti penyangga. Secara garis besar dikenal 3 level pencegahan. dll. dan terutama kemampuan jasmani. dll Pencegahan tingkat I Impairement Pencegahan tingkat II Disability Pencegahan tingkat III Handicap Tujuan utama dari upaya rehabilitasi medis adalah: 1. 6) YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) YPAC berperan dalam hal perencanaan dan pengembangan program RBM. BKIA MENJELASKAN PHC (PELAYANAN KESEHATAN PRIMER) SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERLUAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU DAN ANAK Secara umum pelayanan kesehatan primer diberi batasan sebagai suatu upaya kesehatan universal. 2. protesa. Mengurangi terjadinya kecacatan dengan memberikan latihan-latihan. Mencegah terjadinya kecacatan dengan memberikan tindakan rehabilitasi sedini mungkin. 84 . dan terutama kemampuan mengurus diri sendiri. Mengembalikan kemampuan bekerja dari penderita cacat dengan mempersiapkan kemampuan jasmani. 3. kelainan bawaan. Biasanya SLB-D juga dibawah asuhan YPAC dan dibawah pengawasan DepDikBud.

Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik Pengobatan penyakit yang umumnya dijumpai Tersedia obat esensial pengelolaan penyakit polio. yaitu . khususnya tentang cara pencegahan dan Gizi Sanitasi dasar dan air bersih KIA dan KB Imunisasi terhadap 6 penyakit utama : BCG. Dalam wadah kesehatan primer ini tercakup 8 unsur pokok bidang kesehatan. dan setiap wanita usia subur harus mempunyai akses pencegahan kehamilan dan penanganan komplikasi keguguran. difteri. yaitu : • • • • • • • • Penyuluhan kesehatan. tetanus. Pelayanan kesehatan primer yang diberikan adalah : • • • minimal 5 T : 85 Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pelayanan kesehatan primer itu sendiri mempunyai standart operasional.dilaksanakan dengan partisipasi dan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat sendiri. setiap komplikasi persalinan harus ditangani tenaga adekuat. dan campak Pelayanan kesehatan primer tertuang dalam wujud Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang mempunyai tujuan dan sasaran jangka panjang. yaitu setiap persalinan harus ditolong tenaga medis. antara lain : • • • • Peningkatan mutu lingkungan hidup Peningkatan status gizi masyarakat Pengurangan morbiditas dan mortilitas penyakit Pengembangan keluarga sejahtera MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER IBU HAMIL Strategi Menuju Persalinan Sehat meliputi 3 pesan kunci. pertusis.

Kasih sayang yang cukup akan membuat bayi merasa aman. serta mengusahakan kesehatan kesejahteraan seoptimal mungkin.• • • • • Timbang BB dan TB Tekanan darah Tetanus toxoid lengkap Tinggi fundus uteri Tablet zat besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan Jika pelayanan kesehatan tersebut belum mencapai 5 T maka belum dapat disebut Pelayanan Kesehatan Primer (PHC). Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit bayi dan anak. antara lain BCG. Hal ini dimulai dengan memberikan makanan atau minuman pada waktu tertentu secara teratur  Istirahat dan kasih sayang. polio. atau lingkungan. •  Petunjuk mengenai psikologi umum Membiasakan diri pada waktu-waktu tertentu dan teratur. makanan. 86 . maka diberikan nasehat mengenai minuman dan makanan bayi. pakaian. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimum mungkin. Pelayanan kesehatan primer untuk bayi BKIA ini bertugas ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit. Petunjuk yang diberikan di BKIA untuk bayi dapat dibagi menjadi : • Petunjuk mengenai kesehatan umum. DPT. dan campak. Untuk menurunkan angka kematian atau penyakit bayi yang disebabkan oleh penyakit alat pencernaan. A. • Imunisasi terhadap beberapa penyakit infeksi Untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi. MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER BAYI DAN ANAK PRA-SEKOLAH BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial bersifat pendidikan dan pencegahan. termasuk makanan bayi Kebersihan adalah dasar daripada kesehatan yang meliputi kebersihan diri. rumah. DT.

Kantor kesehatan propinsi memiliki tanggung jawab operasional. A. Ditingkat berikutnya. dan imunisasi. pemerintah setempat diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang utama dan pelayanan referral. Dewan penasehat kesehatan nasional dipilih oleh presiden dengan ahli-ahli dari berbagai bidang untuk menasehati DEPKES dalam kebijakan kesehatan nasional. Alat ini digunakan untuk melatih jiwa Pemeriksaan darah sederhana dan panca indra. sedangkan pengawasan kebijakan dan panduan teknis tetap dipegang oleh DEPKES yang memiliki perwakilan atau kantor di tingkat daerah dan propinsi. tanggung jawab kesehatan masyarakat diarahkan pada PEMDA. Di tahun 1994. berat lahir rendah. mengukur tinggi badan. MENGIDENTIFIKASI IBU DAN ANAK DENGAN RESIKO TINGGI Kehamilan yang memungkinkan terjadinya keguguran. cacat bawaan. pelayanan diberikan oleh pusat kesehatan dan RS. Ibu Hamil 87 . dan memeriksa Hb anak. dan pada tingkat tersier ada RS yang lebih besar dan lembaga kesehatan lainnya yang lebih khusus. retardasi mental. Di tahun 1996 dilaksanakan pengaturan kembali di kantor-kantor kesehatan di propinsi dan daerah untuk meningkatkan proses desentralisasi dan untuk meningkatkan kualitas dari panduan teknis dan operasional untuk pelayan kesehatan setempat dan kesehatan di sektor swasta. makanan anak. • Alat permainan. penyakit janin dan neonatus. kelahiran prematur. Pelayanan kesehatan primer untuk anak pra-sekolah Di samping menimbang berat badan. MENJELASKAN STRUKTUR ORGANISASI BKIA Di tahun 1987. Sebagai hasil dari desentralisasi ini. kematian janin. dan keadaan lain yang merugikan disebut kehamilan dengan resiko tinggi. B. merangsang khayalan. diberikan pula nasehat mengenai kebersihan rumah dan lingkungan.

1.1. hampir tidak ada kenaikan berat badan selama hamil. 8. 12. 6. kurang dari 38 kg 2. ketuban pacah dini. 4. Fetal distress Bayi Tinggi badan kurang dari 145 cm dan berat badan Kurang darah : kurang atau sama dengan 10 mg/dl Kehamilan lebih dari 3 anak dengan jarak kurang Usia wanita hamil kurang dari 20 tahun atau lebih Kehamilan ganda atau lebih Toksemia gravidarum Rhesus iso imunisasi Infeksi pada ibu hamil Pertumbuhan janin yang lambat Antepartum Hemorhagi : perdarahan sebelum Letak bayi dalam kandungan yang tidak normal Disporposi cefalo-pelvic : ukuran kepala dan rongga panggul tidak Bayi yang lahir sebelum masa gestasi 3-7 minggu atau sesudah 42 Bayi dengan berat < 2500 gram atau >4000 gram Bayi yang menunjukkan penyimpangan dari besar atau perkembangannya Bayi dengan riwayat penyakit neonatus yang berat atau dengan Bayi dengan keadaan lahir yang buruk atau yang memerlukan Bayi lahir dari ibu dengan infeksi dan adanya riwayat penyakit selama kematian saudaranya atau kematian 2 janin dan saudaranya resusitasi di kamar bersalin dan kemudian di tempat bayi dirawat kehamilan. 3. 5. 7. sesuai 13. dari 2 tahun 4. melahirkan 11. lama tidak mempunyai bayi. 9. B. 3. 6. minggu 2. dari 35 tahun 5. mempunyai 4 atau lebih anak 88 . riwayat masalah sosial yang berat. tidak adanya perwatan pre natal. 10.

atau Bayi dikenal menderita anemia atau inkompatibilitas golongan darah Bayi lahir dari ibu yang sangat menderita selama hamil. Posyandu. BB ± dari 350 gram/bulan Umur lebih dari 1 tahun BB ± dari 150 gram/bulan Jumlah anak lebih dari 3 orang dengan jarak kelahiran kurang dari 2 XI.dll. 10.sebelumunya. tahun 5. Anak Balita Anak balita dengan resiko tinggi harus lebih sering diawasi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium serta penimbangan BB dan TB. 7. 2. 3. Balita dengan resiko tinggi bila : 1. Dalam keluarga ada anak yang meninggal lebih dari 3 orang Sejarah partus terdapat asfiksia atau dengan partus patologik Pernah menderita batuk rejan Pernah menderita campak Umur di bawah 2 tahun pernah malnutrisi tingkat II dan III Belum pernah mendapatkan imunisasi Umur 0-3 bulan. 8. seperti bulan kehamilan kehamilan pada setiap kecurigaan akan cacat bawaan masalah emosi yang berat. kecelakaan yang membahayakan. 11. pecandu obat. • PUTARAN PEMECAHAN MASALAH Laporan bulanan / mingguan balai pengobatan PENGUMPULAN DATA PELAYANAN KESEHATAN ANAK Misalnya : Puskesmas. tali pusat. 89 . anestesia umum C. hiperemis gravidarum. 6. Bayi yang lahir dari kehamilan ganda atau ibu hamil lagi sesudah 3 Bayi yang lahir dengan bedah Caesar atau adanya komplikasi Bayi yang mempunyai satu pembuluh darah arteri. BB ± dari 750 gram/bulan Umur 4-7 bulan. ibu yang mempunyai anak pertama pada umur > 35 tahun. atau tidak kawin. 4. 7. meminum salah satu obat selama kehamilan. 9. 8. 10. 9.

3. b. antara lain : 1. c. bidan) b. anak di Indonesia a. tetapi mutu pendidikan kurang b.Ada “bias” karena : a. Adanya arus urbanisasi 5. b. yang terdiri dari ribuan pulau merupakan hambatan untuk sarana komunikasi yang . Posyandu. Tidak semua yang sakit berobat Yang berobat golongan sosial ekonomi tertentu (rendah) Diagnosa sering sukar ditentukan Laporan rumah sakit Tidak semua yang sakit dirawat Beda sosial ekonomi dari pasien pada RS yang berlainan Asuransi kesehatan Tidak semua penyakit diasuransikan Tiap perusahaan asuransi menentukan jenis-jenis penyakit yang Ada “bias” karena : Ada “bias” karena : IDENTIFIKASI MASALAH PELAYANAN KESEHATAN ANAK Beberapa hambatan ditemukan dalam sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia. • a. Keadaan sosial-ekonomi dan budaya 90 Keadaan geografi Indonesia. Jumlah penduduk yang terlalu banyak. Kuantitas sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia Jarak ke tempat pelayanan kesehatan Masalah demografi Kualitas sistem pelayanan kesehatan a. Sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia ( Puskesmas. 4. Tidak semua orang ikut asuransi. • a. tempat praktek dokter. Penyebaran penduduk 60% terpusat di pulau Jawa c. b. berlainan c. perawat. klinik ) 2. murah dan cepat. 6. Tenaga medis dan paramedis yang tersedia ( dokter.

peningkatan pengetahuan akan kebersihan badan. Promosi (health promotion) Peningkatan pengadaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan. Pencegahan primer (primary prevention) a. mental dan sosial anak agar dapat sembuh sempurna. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. Pencegahan spesifik (spesific protection)  meliputi tindakan pencegahan secara lebih spesifik terhadap penyakit yang mungkin akan diderita anak.Promosi (health promotion)  meliputi tindakan . MERENCANAKAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Merencanakan pemecahan masalah kesehatan anak meliputi tindakan-tindakan berikut ini: 1. b. b. Pencegahan primer (primary prevention) a. dan 91 . PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK 1. d. Deteksi dini (early diagnosis and prompt treatment)  meliputi tindakan-tindakan dalam mendiagnosis penyakit pada anak untuk dilakukan pengobatan dengan segera.tindakan promotif untuk meningkatkan kesehatan fisik. sosial anak. Pengobatan (disability limitation)  meliputi tindakan-tindakan dalam mengobati penyakit anak dalam rangka mencegah terjadinya kecacatan. 2. biologi. rumah. pakaian.a. b. Pencegahan tersier (tertiary prevention)  meliputi tindakan-tindakan dalam memperbaiki fungsi fisik. Kebiasaan atau perilaku masyarakat tradisional Daya beli masyarakat yang kurang Tingkat pendidikan yang rendah Tingkat pengangguran yang tinggi. 3. c.

walaupun target angka kematian ibu 92 . Pencegahan spesifik (spesific protection) Pemberian imunisasi. pamflet-pamflet dan brosur-brosur tentang ASI eksklusif dan pentingnya imunisasi. b. pencegahan sekunder (secondary prevention) dan pencegahan tersier (tertiary prevention) sudah dapat berjalan dengan baik. penyemprotan nyamuk (fogging). pemeberian antipiretik pada anak yang demam. Pencegahan tersier (tertiary prevention) Pembatasan kecacatan (disability limitation) Pemakaian penglihatan.lingkungan. Deteksi dini (early diagnosis) Pemeriksaan laboratorium dan pengobatan sampai anak sembuh dari penyakit. pemberian oralit pada diare. Pengobatan (prompt treatment)) Resusitasi cairan pada pasien DHF. demikian pula dengan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia yang meliputi pencegahan primer (primary prevention). 3.000 kehamilan semakin menurun. 2. b.000 425 307 150 Angka kematian bayi Per 1000 58 35 15 kacamata pada anak dengan gangguan ketajaman Tahun 1993 1996 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka kematian ibu per 100. pemeriksaan gigi berkala setiap 6 bulan. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. membawa anak segera ke RS. EVALUASI PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Angka kematian ibu Per 100.

dan penyakit lain yang sudah ada imunisasi. XII. maka kita wajib menyusun kembali perencanaan masalah tersebut. anak usia sekolah. MENYUSUN KEMBALI PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH Sasaran yang hendak dicapai melalui program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakitpenyakit di atas di masyarakat dengan prioritas pada bayi. CORAK DAN SEBAB-SEBAB MORBIDITAS DAN MORTALITAS ANAK Sebab-sebab utama       Sebab-sebab lainnya  Kasih sayang/asuhan yang kurang dari ibu  Pendidikan ibu yang rendah 93 Kurang gizi (Kurang Energi Protein) Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) Diare Berat Badan Lahir Rendah Pelayanan kesehatan yang kurang memadai Sanitasi lingkungan yang tidak baik . melakukan aksi pemeriksaan dan pengobatan cumacuma. difteri. tetanus. Kegiatan terdiri dari menerapkan pengetahuan ke berbagai bidan dan ibu-ibu yang hamil. serta pemantauan dan evaluasi program termasuk hasil-hasilnya. BCG. wanita usia subur (termasuk ibu hamil). campak. pengamatan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi.000 kehamilan dan angaka kematian bayi 15 per 100 kelahiran hidup. yang diselenggarakan di lingkungan kumuh. serta kelompok resiko tinggi lainnya. pertusis. hepatitis B. pengembangan imunisasi secara operasional dan pengembangan imunisasi dengan vaksin baru. program SIAGA. Standardisasi dan pelaksanaan imunisasi polio secara gratis. Untuk dapat mengatasi berbagai hambatan dalam program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia.yang hendak dicapai pada tahun 2020 masih terdapat 150 per 100. memberikan penyuluhan dan mendidik masyarakat agar bisa menjaga kesehatannya.

budaya dan ekonomi masyarakat yang rendah Sebab-sebab yang jarang (tracer causes)  Malformasi kongenital dan trauma kelahiran 94 . Kesadaran akan pentingnya imunisasi masih rendah  Keadaan sosial.

95 .

96 .

97 .

98 .

99 .

100 .

101 .

rachdian. Alatas Husein. 2. 2000.com/index2.dkkbpp.gizi. http://www. 1991. Gizi. FK UI.rachdian. 2008. Ed 2. Sarwono. Buku Kuliah I Ilmu Kesehatan Anak: staf pengajar ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008. Dasar Teori Anak Sehat. ed. 102 . Dkk-bpp.wetpaint. 1991. KMS. 6. Jakarta: Aesculapius. [terhubung berkala].php?option=com-content&do_pdf=1&id=13/ [6 Sept 2008]. [terhubung berkala]. [6 Sept 2008].3. Diagnosis Fisis pada Anak.wetpaint. Yakarta: CV Sagung Seto. http://fordearest. Media 8. 2002. Jakarta.com/content/view/23/29/1/1/ [6 Sept 2008].doc.aqilaputri. Hassan Rusepno. Keluarga Berancana dan Kontrasepsi. Jilid1.DAFTAR PUSTAKA 1. 9. Hal 177-82. Jakarta. Markum. http://www. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. 2007. Fordearest. 5. Manjoer. 7. [terhubung berkala]. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2004.net/pedomangizi/download/KMSbaganrev. 3. Matondang Corry S. 2007. Sastroasmoro Sudigdo. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak.H. Hartanto Hanafi. http://www. [terhubung berkala]. 4. Prawirohardjo.com/page/pertumbuhan+dan+perkembangan+anak? t=anon. A. [6 Sept 2008]. Arif. 10. Ilmu Kebidanan. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Wahidiyat Iskandar. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. ed.3. Aqilaputri. 2003.

Qodrat.wordpress. 15.wikipedia. 12.htm 21.kompas.com/2007/01/07/perkembangan-anak/ [6 Sept 2008]. [terhubung berkala].net/modul_online/MO_140/geo111_05. 2004.org/wiki/Demografi_Indonesia 16. Dian Rakyat. 2004. Ilmu Gizi. Jakarta.com/kompas-cetak/0308/09/ekonomi/482940.asp 22. http://organisasi.ac. Diktat Bahan Kuliah Pengantar Statistik Kesehatan FK UKI.esmaschool.com/pnu/003/PNU0030012. Jakarta. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI.wordpress. 1985. http://www.pikiranrakyat. Rosani.org/pertumbuhan_penduduk_dan_dinamika_kependudukan 17. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. http://id.htm 20.htm 18. Sediaoetama.php 103 . Achmad.com/cetak/0704/12/0410. 13.edukasi. http://id. 2007. Hal 145-46.ugm. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. http://piogama.wikipedia. http://www.org/wiki/Penduduk#Piramida penduduk 19. http://qodrat. 14.id/buletin/2006/12/infoutama. 187-89. Adolfina. Perkembangan Anak.11. http://www. http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful