PENDAHULUAN

Ada sebuah bagian dalam ilmu kesehatan anak, yang mempelajari dan mengkaji aspek-aspek sosial yang berhubungan baik secara langsung maupun tak langsung dengan kesehatan anak, yaitu pediatri sosial. Pediatri Sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, dan rehabilitasi. Selain itu juga menangani seluruh aspek kehidupan anak, mulai dari hubungan anak dengan keluarga, hingga interaksi dan hubungan dengan lingkungan. Pediatri sosial sangat dekat kaitannya dengan pengkajian pola tumbuh kembang anak. Banyak hal yang menjadi perhatian dalam pediatri sosial di antaranya mengenai imunisasi, masalah gizi anak, gangguan tumbuh kembang, psikologi anak, penanganan child abuse, drugs abuse, pekerja anak hingga anak-anak pengungsi. Pediatri sosial bukanlah sebuah disiplin ilmu tersendiri. Namun lebih dari perpaduan berbagai profesi yang terlibat di dalamnya guna memberikan masukan baik secara klinis maupun preventif bagi masalah-masalah pediatri secara garis sosial. Pediatri sosial merupakan suatu usaha atau cara pendekatan yang dilakukan secara terus menerus pada anak, dimulai sejak dalam kandungan, waktu lahir, bayi, sampai usia remaja, agar anak dapat tumbuh dan kembang sebaik-baiknya. Sebetulnya seluruh bidang pediatri yang ada sekarang ini masuk ke dalam pediatri sosial. Dapat dikatakan bapak segala ilmu mengenai pediatri itu adalah pediatri sosial. Bidang ini menjadi dasar yang memberi kesempatan pada setiap anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal secara fisik, intelektual, dan emosional. Dengan demikian seorang anak akan berpeluang lebih baik untuk menjadi seorang dewasa yang sehat dan produktif. Dengan pemikiran ini sebenarnya upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak harus lebih diutamakan kepada upaya dalam bidang pediatri pencegahan yang termasuk dalam pediatri sosial. Oleh karena pentingnya peranan pediatri sosial dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak, maka kami tertarik membahas pediatri sosial secara lebih mendalam dalam makalah ini.

1

I.

GARIS BESAR PEDIATRI SOSIAL
1. Ryle (Oxford) : a. Pediatri sosial adalah pediatri yang diterapkan di dinas kesehatan dan seorang anak dianggap sebagai socius, fellow human being (karena untuk pertumbuhan dan perkembangan, seorang anak memerlukan orang lain sebagai teman), menghilangkan faktor-faktor yang kiranya dapat menghambat kesehatan dan tidak hanya meringankan atau menghilangkan sesuatu penyakit. b. Pediatri diterapkan didalam masyarakat anak untuk mengurangi penyakit yang dapat dicegah dan untuk meningkatkan kesehatan anak seoptimum mungkin.

DEFINISI PEDIATRI SOSIAL

2. De Haas (Leiden) : Pediatri Sosial adalah sebagian dari Ilmu Kedokteran Umum yang memperhatikan anak yang sehat (the so called healthy child) dari konsepsi sampai dengan masa remaja dan memperhatikan pula keadaan sosial & ekonomi dan kebersihan (higiene) daripada keluarga dan masyarakat. Anak yang sehat dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu anak normal (tidak cacat) dan anak cacat. Oleh karena keadaan sosial, ekonomi, dan kebersihan keluarga/masyarakat perlu diperhatikan, maka diwajibkan pula untuk melakukan kunjungan rumah. 3. Senegal (Paris) : Pediatri Sosial mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak secara jasmani, rohani, sosial, dan pendidikan. Mempelajari pula faktor-faktor yang mempengaruhi anak pada waktu sehat dan sakit. 4. FKUI Pediatri sosial mempelajari: 1. sosial. 2. Keperluan anak pada umur-umur tertentu, supaya pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan sebaik-baiknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak baik jasmani, rohani, maupun

2

3.

Lingkungan

dan

usaha-usaha

memperbaiki

lingkungan

anak

sedemikian rupa, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya. PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN MENYELURUH PADA ANAK SECARA UTUH Pediatri sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi. Upaya pelayanan kesehatan ini dilakukan secara rutin dan menjangkau semua tahapan atau kelompok tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak memperoleh derajat kesehatan fisis, intelektual juga emosional yang utuh. Untuk itu diperlukannya perhatian tak hanya pada segi biologis sang anak, tetapi juga dari segi psikososial. Dalam garis besarnya upaya pediatri pencegahan lebih bersifat menghindarkan dan mencegah terjadinya penyakit serta mencegah terjadinya penyimpangan tingkah laku dan keterbatasan fisik, ketimbang mengobati atau merehabilitasi. Pada prakteknya kegiatan ini dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer mencakup berbagai upaya untuk menghindarkan penyakit sebelum penyakit itu timbul, antara lain untuk tingkat komunitas dapat berupa penyediaan air bersih dan fasilitas kesehatan, pembuangan limbah, penanganan terhadap berbagai kenakalan remaja. Untuk tingkat individual dapat berupa pelayanan ibu hamil, evaluasi tumbuh kembang anak secara berkala, imunisasi, pasteurisasi susu dan sebagainya. Untuk masa produktif pun perlu diperhatikan pencegahan primer, yang dapat berupa informasi pola makan yang sehat dan pola hidup sehat (misalnya tidak merokok) yang tentunya diharapkan dapat mengurangi kejadian timbulnya penyakit-penyakit di kemudian hari. Pencegahan sekunder meliputi upaya mengenal, mengatasi, dan menghindarkan faktor penyebab sakit, termasuk juga upaya mengenal dan memulihkan sakit pada stadium awal, misalnya penjaringan terhadap suatu penyakit seperti diabetes, tuberculosis, skoliosis atau thallasemia. Pada pencegahan tersier termasuk upaya memperbaiki, memulihkan, dan menghentikan cacat akibat suatu penyakit. Materi dan upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar diberbagai negara akan berlainan, namun unsur pokoknya tetap serupa; yaitu mencakup :

3

8. 4. usia 8 – 13 tahun Pria. Pelayanan kesehatan ibu dan anak. 6. 5. Masa neonatal : usia 0 – 28 hari Masa neonatal dini : 0 – 7 hari Masa neonatal lanjut : 8 – 28 hari b. Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun Masa prasekolah : usia 1 – 6 tahun Masa sekolah : usia 6 – 18/20 tahun Masa pra-remaja : usia 6 – 10 tahun Masa remaja : Masa remaja dini b. 3. 2. 4 . Pengobatan yang memadai terhadap penyakit dan gangguan kesehatan umum lain. usia 10 – 15 tahun Masa remaja lanjut Wanita. termasuk program KB. Penyuluhan kesehatan. 4. usia 13 – 18 tahun Pria. - Masa pranatal Masa embrio : konsepsi – 8 minggu Masa janin/fetus : 9 minggu – lahir Masa bayi : usia 0 – 1 tahun a. khususnya tentang cara pencegahan dan pengelolaan penyakit. Wanita. 3. Imunisasi terhadap penyakit infeksi. usia 15 – 20 tahun a. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik. Promosi gizi tentang pengadaan bahan makanan dan penyediaan makanan yang memadai. Pengadaan obat esensial. PENGERTIAN “ANAK” DALAM ILMU KESEHATAN ANAK Tahap-tahap tumbuh kembang anak 1. 7. Pengadaan dan penyediaan air bersih serta sanitasi lingkungan.1. 2.

5 .e) Keterangan lengkap : .m) + (i .i = total imigran atau penduduk yang pergi MEKANISME TRANSISI DEMOGRAFI Teori Transisi Demografi Teori ini berawal dari gambaran perubahan angka kelahiran dan kematian hasil analisis terhadap statistik di negara eropa dan USA. dan distribusi penduduk. Rumus menghitung pertumbuhan penduduk : p = (I . DINAMIKA KEPENDUDUKAN Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran.p = pertumbuhan penduduk . Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.l = total kelahiran . migrasi.II. serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran. serta penuaan. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa perubahan tersebut berkaitan erat dengan proses pembangunan.e = total emigran atau pendatang dari luar daerah . kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke dalam. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar. Di dalamnya meliputi ukuran. DEMOGRAFI Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. kewarganegaraan. Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. kematian. agama.m = total kematian . atau etnisitas tertentu. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. struktur. Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu.

Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. Transisi demografi telah dapat diprediksi sebagai dampak dari pembangunan nasional. reformasi sosial-ekonomi. Krisis ekonomi berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran yang pada gilirannya akan meningkatkan kerawanan sosial. dan kesehatan. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. seperti liberalisasi perdagangan. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. Biarpun agak terlambat. Berbagai perubahan baik internal maupun eksternal tersebut telah berdampak tidak saja pada pola kepemerintahan. keluarga berencana. serta gizi. namun juga pada sisi sosial kemasyarakatan. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. Dalam masa transisi yang relatif lama. Dalam proses tersebut. dan desentralisasi kepemerintahan. baik dalam bidang ekonomi. dan usia lanjut. Di samping itu terjadi pula perubahan lingkungan global yang berdampak pada situasi internal. Pada piramida kependudukan. yang perubahannya mulai terlihat pada tahun 2005. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. tingkat kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. misalnya. saat ini banyak menimbulkan persoalan tentang interaksi antara penduduk lokal dan pendatang. Tetapi nampaknya 6 . Namun. Desentralisasi. Ada tiga perubahan situasi internal yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yaitu krisis ekonomi dan keuangan yang kemudian berlanjut pada krisis multidimensional lainnya. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. demokratisasi. maupun penekanan pada isu hak asasi manusia. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. Tanpa harus menunggu 150 tahun. terjadi perubahan kecenderungan mengecilnya jumlah penduduk usia muda/balita dan meningkatnya jumlah segmen angkatan kerja. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan.

Hal di atas terjadi dikarenakan lemahnya sosialisasi dan pelaksanaan program Keluarga Berencana. 6. mata rantai sebab akibat tersebut harus diputus. dan Amerika Serikat (302. Kemiskinan pun akan semakin sulit diberantas.455.. Thomas Robert Malthus. sebab akan timbulnya masalah kekurangan stok bahan makanan. 4. Akibatnya. khususnya warga miskin.segmen penduduk usia muda yang seharusnya mengecil. sehingga terjadi peledakan penduduk.711.526. Situasi tersebut secara paralel akan membuat peningkatan kesejahteraan rakyat kian sulit tercapai.355. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak masih ditempati Cina (1...303 jiwa.260).140.). 2. sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1.006 jiwa). . 3. Menurut pakar kependudukan dunia. 4. 5. Hal itu tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan. berada di urutan keempat penduduk terbanyak dunia. Bila angka kelahiran tidak bisa ditekan maka Pemerintah RI harus mengambil langkah-langkah strategis yang antara lain bagaimana menyiapkan ketahanan pangan terhadap semua warganya.326. di samping masalah usia lanjut yang makin serius. India (1.463 jiwa). Begitu pula tingkat kejahatan. Dimensi lain dari transisi demografi adalah meningkatnya urbanisasi. 16. 8.647. Angka kelahiran selalu lebih besar dibandingkan dengan angka kematian. akan mengalami peningkatan. dan pengangguran. Berdasarkan catatan Geohive. Indonesia dengan jumlah penduduk 236. jumlah manusia di dunia semakin mengalami peningkatan tajam.186.. kenyataannya justru cenderung meningkat. 2. negeri dan provinsi di Indonesia akan menghadapi baby booming (peledakan penduduk yang sulit dihindarkan) yang tidak perlu dan tidak tepat saatnya. Karena itu. pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1. Baby Booming Bila pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan. PELEDAKAN PENDUDUK Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Semakin hari.407 jiwa. . jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga 30 Januari 2007 mencapai 6.). migrasi. Diperlukan 7 . 7. masalah-masalah yang berhubungan dengan usia muda akan tetap muncul. sebuah situs statisik kependudukan dunia.

adanya keberlangsungan penyelenggaraan program KB Nasional. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk. Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut. ketahanan pendidikan. ketahanan moral dan ketahanan sosial. Sampai saat ini dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau model piramida penduduk yaitu: 8 . Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. kematian dan migrasi masa lalu. secara sekilas kita mengetahui struktur umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita. Revitalisasi Program KB dimaksud yakni penguatan fungsi ketahanan keluarga yang terdiri dari 4K: ketahanan pangan/ekonomi. struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang. Sebaliknya. laki-laki dan perempuan. dewasa. dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang. dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur. dan lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja yang harus diciptakan. remaja. PIRAMIDA PENDUDUK Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. yaitu Revitalisasi Program KB. Dengan melihat gambar piramida penduduk. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk. Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran.

Bentuk piramida ini dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Contoh: Sri Lanka. maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak paramida. 9 . dengan beban tanggungan sangat rendah terutama pada kelompok unsur-unsur tua. Terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Contoh: India. Dibandingkan dengan model 1. Indonesia. Model 3. Terdapat pada negara dengan tingkat kelahiran yang rendah begitu pula tingkat kematiannya rendah.Keterangan gambar: Model 1. Median age (umur median) sangat rendah dan angka beban tanggungan (dependency ratio) merupakan yang tertinggi di dunia. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi. Umur median rendah. Contoh: Hampir seluruh negara-negara Eropa Barat.. tetapi belum ada penurunan tingkat fertilitas. Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. Meksiko. Model 2. dan Brazilia.

sekolah swasta. Akibatnya. terjadi kepadatan penduduk yang tidak disertai dengan perluasan daerah tempat tingal. 2. Contoh : Jepang MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalahmasalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu: 1. Negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan. Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan. Jumlah penduduk besar. Pertumbuhan penduduk cepat. Hal ini menambah beban pemerintah 10 . Contoh : Amerika Serikat. Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshaped pyramid). dan meningkatnya jumlah wanita usia subur menyebabkan pertumbuhan penduduk berlangsung cepat. tingginya kejadian pernikahan dini.Model 4. dan pengangguran. Model 5. sehingga pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Terdapat pada negara yang mengalami penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. Hal ini dilakukan dengan menggalakkan peran serta sektor swasta antara lain pembangunan pabrik/industri. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolut daripada penduduk. rumah sakit swasta dan lain-lain. Tingginya angka kelahiran. timbulnya pemukiman kumuh. seperti: penyediaan lapangan kerja. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi. sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya.

yang harus menyediakan sarana dan prasarana sosial guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menambah beban usia produktif terhadap usia nonproduktif. Kepadatan penduduk yang terjadi biasanya terpusat di suatu daerah tertentu, maka untuk mengatasinya perlu dilakukan pemerataan penduduk khususnya ke daerah-daerah yang jumlah penduduknya masih jarang. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk melaksanakan program KB guna mengendalikan pertumbuhan penduduk. 3. Persebaran penduduk tidak merata. Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia. Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara. Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti munculnya permukiman liar, sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri, terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri, timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata salah satunya dilaksanakan program transmigrasi. 4. Kualitas penduduk rendah. 11

Kualitas penduduk tercermin dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan. a. Tingkat pendapatan rendah Pendapatan perkapita yang masih rendah mengakibatkan penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya karena kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera. Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah. b. Tingkat pendidikan rendah Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat; masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. c. Tingkat kesehatan rendah Faktor-faktor yang menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah banyaknya lingkungan yang kurang sehat, penyakit menular sering berjangkit, gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk. Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kekurangan vitamin A, kekurangan kalori protein, kekurangan zat besi, dan gondok. 5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda. Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14 tahun. Kebutuhan penduduk usia muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan. Jumlah penduduk yang besar baru akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan. Oleh karena itu, setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup.

12

PENGGUNAAN

DATA

DEMOGRAFI

DALAM

PERENCANAAN

PELAYANAN KESEHATAN ANAK Data demografi yang ada dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan anak, diantaranya: I. Age Spesific Death Rate (ASDR) Yaitu jumlah kematian pada golongan umur tertentu dalam satu periode untuk tiap 1000 penduduk golongan umur tersebut pada pertengahan periode yang sama. Dari ASDR dapat diketahui golongan umur dengan tingkat kematian tertinggi dan terendah, sehingga dapat disusun distribusi kematian menurut golongan umur. Jadi, dengan data ini kita dapat menyusun prioritas dalam pelayanan kesehatan berdasarkan tingginya tingkat kematian pada golongan umur tertentu. II. Infant Mortality Rate (IMR) Yaitu jumlah kematian bayi di bawah umur satu tahun pada suatu daerah selama satu periode, untuk tiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif, karena bayi sangat peka terhadap perubahan-perubahan dari luar, angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan dapat dipercaya serta menggambarkan keadaan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat umum Bila IMR tinggi, maka dalam perencanaan pelayanan kesehatan harus dititikberatkan pada pelayanan yang berhubungan dengan IMR, yaitu program imunisasi, perawatan perinatal, program gizi, pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang menyerang bayi.

III.

KELUARGA BERENCANA

DEFINISI KB a. Individual Penggunaan cara-cara pengaturan fertilitas untuk membantu seorang individu atau sebuah keluarga mencapai tujuan tertentu, misalnya menghindari kelahiran yang tidak/belum diinginkan; mengatur jumlah kelahiran yang diinginkan; mengatur waktu kehamilan dan persalinan dalam hubungannya dengan usia ibu dan ayah.

13

PRIORITAS DAERAH PELAKSANAAN PROGRAM KB 14 . tujuan gerakan KB adalah : Tujuan kuantitatif adalah untuk menurunkan dan mengendalikan Tujuan kualitatif adalah untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil pertumbuhan penduduk yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). anak. sebagai jembatan meningkatkan kesehatan ibu. menjarangkan dan menghentikan kelahiran .Meningkatkan cakupan program. Nasional Perencanaan jumlah keluarga dengan tujuan untuk menurunkan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menciptakan atau mewujudkan norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. TUJUAN KB  Tujuan Umum Secara umum program Keluarga Berencana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. khususnya ibu dan anak. sehingga akan meningkatkan pula kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi termasuk pemakaian metode kontrasepsi untuk tujuan menunda.b.Meningkatkan kualitas (dalam arti lebih efektif) metode kontrasepsi yang dipakai. Tujuan ini dilalui dengan upaya khususnya penurunan tingkat kelahiran untuk menuju suatu norma keluarga kecil.Mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana .Menurunkan kelahiran .  Tujuan Khusus . baik dalam arti cakupan luas daerah maupun cakupan penduduk usia subur yang memakai metoda kontrasepsi .Meningkatkan kesehatan. Secara singkatnya. dan anggota keluarga lainnya menuju suatu keluarga atau masyarakat bahagia sejahtera.

lebih-lebih kalau disertai dengan malabsorbsi atau diet yang buruk. Dengan memberi jarak waktu yang lebih baik antara kehamilan. mencegah kehamilan yang tidak/belum diinginkan. mengatur jumlah anak yang dilahirkan. Tujuan ini dapat tercapai dengan memberikan jarak waktu yang cukup antara kehamilan yang diinginkan. beberapa paritas tinggi. terutama grande multipara. investasi cacing tambang. Beberapa komplikasi obstetrik seperti placenta praevia. dan sebagainya. Dalam hal ini akan dijumpai banyak anemia defisiensi besi dan folic acid. Malnutrisi dan anemia diperberat oleh infeksi dan penyakit menahun. Terbukti pula bahwa jika jumlah kehamilan dibatasi sampai 3 atau kurang dari 3. dan sangat bermakna pada kehamilan kelima atau lebih. Morbiditas Kehamilan berulang-ulang dengan jarak waktu tidak adekuat membutuhkan lebih banyak zat-zat makanan. solution placentae. Abortus Buatan 15 . kalsium dan besi. maka frekuensi anemia dapat dikurangi dengan 2/3. Anemia defisiensi besi dalam kehamilan dua kali lebih banyak daripada anemia dalam bukan kehamilan. termasuk protein. ruptura uteri. • Kesehatan Ibu Mortalitas Mortalitas maternal pada kehamilan kedua dan ketiga lebih rendah dibandingkan dengan yang pertama. diabetes mellitus. daerah kumuh. MEKANISME PENGARUH KB PADA KESEHATAN IBU DAN ANAK Hubungan keluarga berencana dan kesehatan terutama bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan anak. Dalam kehamilan kebutuhan zat besi dan folic acid meningkat. serta mengurangi tingkat kematian dan kesakitan ibu. maka frekuensi ini dapat lebih rendah lagi (Rao dan Gopalan. dan mengatur waktu persalinan sehubungan dengan umur ibu dan ayah. seperti malaria.Sasaran wilayah adalah wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus pelaksanaan seperti sentra industri. daerah pantai dan daerah terpencil.1971). tetapi setelah kehamilan yang ketiga angka ini akan naik kembali. pemukiman padat.

makin kurang perhatian yang dapat diberikan kepada tiap anak. baik dengan alasan pribadi. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan anak mempunyai hubungan pula dengan besarnya keluarga. Mempunyai anak lebih dari empat akan meningkatkan resiko mendapatkan bayi cacat dan BBLR karena asupan gizi ibu kurang selama kehamilan. dan lain-lain. Angka kematian yang tinggi sebagian juga disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang dan jumlah anggota keluarga yang banyak. umumnya pertumbuhannya lebih kecil. ataupun medik. sehingga penggunaan KB dapat menurunkan angka kesakitan. sehingga frekuensi pengguguran kandungan dapat diturunkan. Morbiditas Menurut penelitian. gizi. sanitasi. Mengingat kenyataan bahwa malnutrisi pada usia muda akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. prevalensi penyakit saluran pencernaan dan pernafasan berhubungan langsung dengan besarnya keluarga. Di samping itu. misalnya perumahan. adanya penyakit-penyakit infeksi. Perkembangan Intelektual Makin banyak seorang ibu mempunyai anak. maka penting sekali untuk memperbaiki makanan 16 . Dengan keluarga berencana sekurang-kurangnya kehamilan yang tidak diinginkan dapat dicegah. • Kesehatan Anak Mortalitas Bayi-bayi dari ibu usia muda atau paritas tinggi mempunyai angka mortalitas yang tinggi. mortalitas bayi mempunyai hubungan pula dengan faktor-faktor lingkungan. PENGARUH BESAR KELUARGA TERHADAP KESEHATAN ANAK Anak yang lahir dalam keluarga yang besar mempunyai resiko yang lebih besar untuk meninggal karena infeksi yaitu karena resiko infeksi silang. sosial. Keluarga dengan anak tiga orang atau kurang. mengkonsumsi kalori dan protein lebih banyak daripada keluarga dengan jumlah anak empat orang atau lebih.Pengguguran kandungan merupakan tanda bahwa kehamilan tersebut tidak diinginkan. Anak-anak dari keluarga besar oleh karena tidak melaksanakan program KB. sehingga KB diperlukan untuk menghindari kurangnya perkembangan intelektual anak.

Pada usia ini wanita dalam keadaan optimal dengan kata lain. Pengaturan jarak kelahiran dapat meningkatkan akses terhadap derajat kehidupan anaknya melalui peningkatan kecukupan pangan. Kematian bayi (terutama neonatus) paling tinggi bila interval kelahiran kurang dari 24 bulan. Malnutrisi pada tahun pertama mengakibatkan gangguan yang permanen pada otak sehingga anak tersebut mengalami retardasi mental. ibu tidak sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus buat anaknya dan perhatian kasih sayang juga kurang. Kehamilan sebelum umur 18 tahun dan sesudah 35 tahun akan meningkatkan resiko pada ibu dan anak. Karena anak terlalu cepat disapih dari ASI. Jarak yang pendek seringkali menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak. maka kemungkinan untuk selamat dalam melewati proses kehamilan dan memiliki anak yang sehat. Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta lahir prematur. sehingga kualitas hidup meningkat. Resiko kematian anak meningkat sekitar 50 % jika jaraknya kurang dari 2 tahun. insiden penyakit diare (salah satu penyebab utama kematian anak sampai umur 2 tahun di negeri yang sedang berkembang) meningkat.anak tersebut. PENGARUH JARAK KELAHIRAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Jarak kelahiran yang aman satu dengan yang lainnya adalah 27 sampai dengan 32 bulan. Maka dari itu pentingnya untuk mengatur jarak kelahiran agar dapat menurunkan resiko anak-anak memiliki tubuh kecil dan pendek serta kurang berat badan akibat kekurangan gizi. Oleh karena itu. perumahan dan pendidikan. wanita yang jarak kelahiran bayinya antara 27 sampai 32 bulan. Sementara untuk wanita pasca aborsi. Kehamilan sebelum umur 18 tahun sering menghasilkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan resiko juga bagi kesehatan bayi dan ibunya. jarak yang cukup aman untuk melahirkan kembali adalah enam bulan setelah keguguran. PENGARUH USIA IBU WAKTU MELAHIRKAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Usia yang paling aman pada wanita untuk hamil dan melahirkan adalah sekitar usia 20-30 tahun. Kehamilan setelah 17 . Akibat cara penyapihan yang kurang baik. sandang. risiko angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) ibu dan bayi yang terjadi akibat kehamilan dan persalinan dalam kelompok usia tersebut paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Bayi lahir mati. Di banyak negara ternyata bahwa program KB tidak akan berhasil baik bila tidak disertai dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang memadai. • • Kelahiran prematur. PEMBENARAN KETERPADUAN KB DAN KIA BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial yang bersifat pendidikan (edukatif) dan pencegahan (preventif). ciri wajah tertentu. menurun. Sebaiknya KIA dan KB merupakan suatu kesatuan agar didapatkan hasil yang memuaskan. kemampuan rahim untuk menerima janin. Beberapa kegiatan dalam BKIA seperti memberikan nasihat mengenai perawatan bayi antara lain mengenai imunisasi. pemberian makanan bergizi. Dalam hal ini. 18 . seta menganjurkan agar ibu memeriksakan anak secara teratur ke dokter. Faktor penuaan juga akan menyebabkan embrio yang dihasilkan oleh wanita di atas 35 tahun terkadang mengalami kesulitan untuk melekat di lapisan lendir rahim atau endometrium. Faktor usia (di atas 35 tahun) juga berpengaruh terhadap kemampuan rahim untuk menerima bakal janin atau embrio. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian / penyakit bayi dan anak. berkurangnya tonus otot.umur 35 tahun. dan kadang kala kesehatan lainnya). resiko terhadap bayi dan ibunya meningkat lagi. meningkat sekitar 40 % pada ibu di atas 40 tahun. • Keguguran Risiko terjadinya keguguran akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu hamil. Hal ini disebabkan karena banyak warga yang setuju menjalankan KB bila mereka mendapatkan keyakinan bahwa anak yang lahir akan hidup terus. Oleh karenanya peningkatan mutu KIA merupakan hal yang mutlak dalam memajukan mutu KB. Kelainan kromosom yang paling sering dijumpai adalah Sindrom Down (yang berciri khas berbagai tingkat keterbelakangan mental. dimana keyakinan ini dapat timbul bila terdapat KIA yang memadai. Ini dapat meningkatkan kejadian keguguran. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimal mungkin. Risiko terhadap janin atau bayi tersebut antara lain : • Cacat bawaan Baik yang disebabkan oleh kelainan kromosom atau bukan. meningkat tiga kali lipat pada usia di atas 40 tahun.

3. 2. MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN KB 1. IV. baik dalam keadaan tali pusat sudah dipotong atau belum. Masih rendahnya pengetahuan penduduk akan KB Kurangnya penyuluhan akan pentingnya program KB terhadap untuk menyebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat masyarakat melaksanakan program KB dan ketakutan akan timbulnya efek samping penggunaan KB. Mengatur jarak antara kelahiran 4. STATISTIK KESEHATAN Lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya dari seorang ibu secara lengkap PENGERTIAN LAHIR HIDUP suatu hasil konsepsi dengan tidak memandang lamanya dalam kandungan. atau bergeraknya secara nyata otot-otot sadar. berdenyutnya tali pusat. yang sesudahnya pemisahan secara lengkap itu. Menentukan jumlah anak yang diinginkan. tidak diperkenankan mencegah kelahiran anak dengan menggunakan alat kontrasepsi supaya tidak hamil. Memperoleh kelahiran yang lebih terencana 3. seperti berdetaknya jantung. Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. Alasan Agama Bagi para pemeluk agama tertentu. Demi mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera dan bahagia 2. atau apakah placenta dalam keadaan terlekat. 19 . 4.FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROGRAM KB 1. Adat Istiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak laki-laki lebih dari anak perempuan atau sebaliknya. bernafas atau menunjukkan suatu tanda kehidupan. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak.

PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN BAYI DI DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN KASAR DI INDONESIA DAN BEBERAPA NEGARA LAIN. berat badan lahir rendah/Low birth weight adalah bila bayi yang baru lahir mempunyai berat badan lahir < 2500 gram.8% (laki-laki) dan 6. untuk setiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kelahiran di Indonesia pada tahun 2005 adalah 2. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KELAHIRAN DI INDONESIA Angka kelahiran adalah kelahiran hidup dalam satu periode wilayah tertentu untuk tiap 1000 penduduk pada pertengahan periode yang sama.PENGERTIAN LAHIR MATI Lahir mati adalah tiap-tiap hasil konsepsi dengan masa hamil 28 minggu atau lebih yang sebelum lahir spontan atau tidak. PENGERTIAN INDONESIA Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk.23 bayi dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273. PENGERTIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH Menurut WHO. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) adalah jumlah kematian bayi umur 0 sampai kurang dari 1 tahun di suatu daerah selama satu periode. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif karena bayi sangat peka terhadap perubahanperubahan dari luar. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk.05 pada tahun 2025. telah meninggal dunia. Angka kematian kasar di Indonesia menurut hasil penelitian adalah 7.65 jiwa dan akan diupayakan untuk ditekan menjadi 2.5% (wanita). angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan 20 . PENGERTIAN ANGKA FERTILITAS Angka fertilitas adalah kemampuan seorang wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup dalam suatu periode dibagi dengan jumlah wanita yang hidup pada pertengahan periode yang sama.

Keadaan sosial ekonomi keluarga yang buruk. Keadaan sanitasi lingkungan yang tidak baik PENGERTIAN MASA PERINATAL Masa perinatal adalah masa beberapa saat sebelum dan sesudah kelahiran. Keadaan gizi dan lingkungan yang buruk. Angka Kematian Bayi menurut negara Negara Indonesia Thailand Malaysia Filipina Srilanka Singapura Angka Kematian (%) 51. 3. 2. 2. Banyaknya Berat Badan Lahir Rendah. Keadaan sosial ekonomi yang buruk PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA 1–5 TAHUN (MASA PRASEKOLAH) 1. Masa yang dimulai pada akhir minggu ke-20 sampai minggu ke-28 kehamilan dan berakhir 7 hingga 28 hari setelah melahirkan. 21 . Angka kematian bayi juga menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum.1 40 20 45 25 8 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN BAYI DI INDONESIA 1. 2. PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA PERINATAL 1. Pelayanan kesehatan yang tidak memadai. 3. Status gizi ibu dan bayi yang kurang. 4. Kondisi perinatal yang buruk. Umur ibu dan interval antara 2 persalinan yang tidak ideal 5.dapat dipercaya. Keadaan gizi ibu buruk atau adanya penyakit yang diderita ibu sebelum atau saat sedang hamil.

kecacingan. dapat berdampak pada tumbuh kembang anak antara lain sebagai akibat gagalnya panen. 5. V. Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir. PENGERTIAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA Angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi). Penyakit menular. 3. MENURUNKAN MORTALITAS DAN 2. Pemberian imunisasi yang lengkap pada anak 4. Cuaca. maka anak akan sering sakit. 6.  Lingkungan fisik. tifus 22 . PROGRAM KELUARGA DENGAN PERHATIAN KHUSUS PADA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK TIGA FAKTOR LINGKUNGAN ANAK Lingkungan meliputi aspek fisik. Peningkatan gizi ibu dan anak. 11 bulan. yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun. antara lain : a. Pemeliharaan kesehatan dan pemeriksaan rutin pada masa kehamilan. musim. biologis dan psikososial yang biasa disebut lingkungan fisikobiopsikososial. Peningkatan pengetahuan tentang perawatan anak. sehingga banyak anak yang kurang gizi. dimana air tanahnya kurang mengandung yodium.3. LANGKAH-LANGKAH MORBIDITAS ANAK 1. misalnya diare. baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit. 29 hari). Demikian pula gondok endemik banyak ditemukan pada daerah pegunungan. Gizi yang cukup pada masa kehamilan. keadaan geografis suatu daerah Musim kemarau yang panjang atau adanya bencana alam lainnya. Akibat dari kebersihan yang kurang. Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun. Sanitasi Kebersihan. b. Perbaikan higiene ibu dan anak.

Radiasi Tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya radiasi yang tinggi. serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya. dan sebagainya. d. b. Ketahanan makanan keluarga mencakup pada ketersediaan makanan dan pembagian makanan yang adil dalam keluarga. Ras / suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras/suku bangsa. Lingkungan biologis. hepatitis. Bangsa kulit putih / ras Eropa mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi daripada bangsa Asia. c. Sehingga diperlukan perhatian khusus. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. dimana kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa. Jenis kelamin Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan. Kalau anak sering menderita sakit. demam berdarah. oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. dimana seringkali kepentingan budaya bertabrakan dengan 23  . cahaya dan kepadatan hunian Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya. Gizi Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu. d. yang dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga. asap kendaraan atau asap rokok. ventilasi. Umur Umur yang paling rawan adalah masa balita. karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan. Keadaan rumah: struktur bangunan. antara lain : a. malaria.abdominalis. dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak. c.

Perawatan kesehatan Perawatan kesehatan yang teratur.Somatotropin atau “growth hormon” (GH = hormon pertumbuhan) Merupakan pengatur utama pada pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka. h.Hormon tiroid 24 . tidak saja kalau anak sakit. Kepekaan terhadap penyakit Dengan memberikan imunisasi. Di samping imunisasi. disamping itu anak juga mengalami stres yang berkepanjangan akibat dari penyakitnya. perubahan kadar gula darah dan sebagainya. f. yang mencakup aspek-aspek promotif. maka kebutuhan akan berbagai nutrien harus didasarkan atas perhitungan yang tepat atau setidak-tidaknya memadai. Oleh karena itu pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara komprehensif. e. preventif. tetapi pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan. g. kuratif.kepentingan biologis anggota-anggota keluarga. Pertambahan tinggi badan sangat dipengaruhi hormon ini. karena adanya perbedaan yang mendasar dalam proses metabolisme pada berbagai umur. maka diharapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian. Fungsi metabolisme Khusus pada anak. Hormon Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain : . gizi juga memegang peranan penting dalam kepekaan terhadap penyakit. dan rehabilitatif. sesudah latihan fisik. i. sesudah makan. Penyakit kronis Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya dan pendidikannya. GH mempunyai “circadian variation” dimana aktivitasnya meningkat pada malam hari pada waktu tidur. akan menunjang proses tumbuh kembang anak. . kimia dan biologis. Satu aspek penting yang perlu ditambahkan adalah keamanan pangan (food safety) yang mencakup pembebasan makanan dari berbagai “racun” fisika. GH merangsang terbentuknya somatomedin yang kemudian berefek pada tulang rawan.

osteoblas dan jaringan lainnya. Pada permulaan pubertas.Hormon-hormon seks Terutama mempunyai peranan dalam fertilitas dan reproduksi. sebagai mediator GH. karbohidrat dan lemak. Sebaliknya pada hipertiroidisme dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular. aktivitasnya mirip insulin. dll. tiroksin serta androgen. .Glukokortikoid Mempunyai fungsi yang bertentangan dengan somatotropin.Hormon ini mutlak diperlukan pada tumbuh kembang anak. Defisiensi hormon tiroid mengakibatkan retardasi fisik dan mental yang kalau berlangsung terlalu lama. Fungsinya selain sebagai growth promoting factor yang berperan pada pertumbuhan. Maturasi tulang juga dibawah pengaruh hormon ini. metabolisme. antara lain : a. Androgen disekresi kelenjar adrenal (dehidroandrosteron) dan testis (testosteron). Stimulasi Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. karena kortison mempunyai efek anti-anabolik. hormon seks memacu pertumbuhan badan. seksual. sedangkan estrogen terutama diproduksi oleh ovarium.Insulin like growth factors (IGFs) Merupakan somatomedin yang kerjanya sebagai mediator GH dan kerjanya mirip dengan insulin. dapat menjadi permanen. efek mitogenik terhadap kondrosit. mata. IGFs diproduksi oleh berbagai jaringan tubuh. Hormon ini mempunyai interaksi dengan hormon-hormon lain seperti somatotropin. karena mempunyai fungsi pada metabolisme protein. Kalau kortison berlebihan akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat/terhenti dan terjadinya osteoporosis. . tetapi IGFs yang beredar dalam sirkulasi terutama diproduksi di hepar. Demikian pula dengan pertumbuhan dan fungsi otak sangat tergantung pada tersedianya hormon tiroid dalam kadar yang cukup. 25  . Lingkungan psikososial. tetapi sesudah beberapa lama justru menghambat pertumbuhan. otak. .

b. dan sebagainya. tepuk tangan dan sebagainya. Motivasi belajar Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini. mendapat pendidikan yang baik. Ganjaran ataupun hukuman yang wajar Kalau anak berbuat benar. Jadi. maka wajib kita memberi ganjaran. dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Agar kelak kemudian hari menjadi anak yang tidak sombong dan bisa 26 . d. belaian. disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut. f. terlambat bicara. misalnya anak akan menarik diri. maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut. masih dibenarkan. Stres teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan obat-obat dan narkotika. Sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah. misalnya pujian. c. Stres pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. nafsu makan menurun. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif. suasana yang tenang serta sarana lainnya. misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. Namun. Sekolah Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini. bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap anak. sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari. Sehingga dengan g. perhatian dari orangtua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul. anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik. diharapkan setiap anak mendapat kesempatan duduk di bangku sekolah minimal 9 tahun. aspek lingkungan e. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya. buku-buku. ciuman. Khususnya bagi remaja. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orangtuanya. rendah diri. Cinta dan kasih sayang Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi.

3. mata air dan lain-lain. 2. luas. kurang mandiri. sombong dan kurang bisa menerima kenyataan.. Pada daftar isian kunjungan rumah. Ruangan dapur: kebersihan. Kualitas interaksi anak-orangtua Interaksi timbal balik antara anak dan orangtua. Air minum: sumber berasal dan leding. Rumah: jenis. sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orangtua dan anak. kebersihan.memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya. atap rumah. lantai. sungai. Anak akan terbuka kepada orangtuanya. menghambat mematikan perkembangan kepribadian anak. pencahayaan. 27 . apakah merupakan sumur gali atau bor dan bila sumur gali. KUNJUNGAN RUMAH UNTUK MEMAHAMI ANAK DALAM LINGKUNGAN SEBENARNYA Menurut definisi Pediatri Sosial dari de Haas. petugas kesehatan yang mempunyai hubungan yang erat dengan anak diwajibkan melakukan kunjungan rumah karena persoalan anak tidak dapat dipecahkan di bangsal saja. pencahayaan. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak. sumur. h. jumlah ruangan. pencahayaan. Ruangan tidur: jumlahnya. akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. belanja 1 hari. Tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut yaitu pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi. pemboros. jenis dapur. air hujan. Sebaliknya kasih sayang yang diberikan akan secara berlebihan bahkan yang menjurus kearah memanjakan. Akibatnya anak akan menjadi manja. bagian terbesar dari dinding. ventilasi. Apakah air minum dimasak/tidak dimasak/ kadang-kadang dimasak dulu. ventilasi. yang harus diperhatikan di antaranya ialah: 1. ventilasi luas dan jumlah penghuni pada setiap ruangan tidur. rumah milik sendiri atau sewa/kontrak. 4. Bila berasal dari sumur. apakah terdapat bibir dan penutup sumur serta terbuat dari apa bibir dan lantai sumur tersebut. kebersihan.

kebun atau empang. Bagaimana tingkah laku anak. berapa pengeluaran keluarga sebulan dan bagaimana keseimbangan penghasilanpengeluaran. pakaian anak: bagaimana kualitas dan kuantitas makanan. umur anak termuda. lahir mati. kebersihan. Riwayat kehamilan dan persalinan: berapa kali dilakukan pemeriksaan kehamilan atau tidak dilakukan sama sekali. lemari es. jumlah kematian. jenis tanaman.5. jamban umum atau tempat lain. sungai. halaman/rumah. jumlah lahir hidup. 6. disiplin. dengan alat-alat. Trauma waktu hamil. 11. kasih sayang yang diberikan kepada anak. Menilai makanan. hiburan. pengertian. 9. mobil atau barang lain seperti radio. hobby dan sebagainya. tidak menangis/biru. berat badan dan panjang badan. ditolong oleh dokter/bidan/dukun terlatih atau tidak terlatih. Obat-obat apa saja yang diminum. perhatian. 7. 13. sopan-santun. Penyakit-penyakit yang diderita. Buang air: apakah buang air di jamban sendiri. Hubungan anak dengan ayah. Halaman: kebersihan. Melahirkan di rumah bersalin/rumah sakit/rumah sendiri. Usaha keluarga berencana: a. Keadaan bayi setelah lahir menangis spontan. pengawasan. Keuangan: berapa pendapatan sebulan untuk seluruh anggota keluarga. mesin jahit dan sebagainya. keguguran. istirahat. 12. jumlah dan sebagainya. 8. Jumlah anak. ibu dan anggota keluarga lainnya serta hubungan antar keluarga. sanitasi. umur anak tertua. Cara melahirkan apakah biasa/sukar. yaitu baik/cukup/kurang dan bagaimana pakaian anak baik kebersihan. Apakah makanan selama hamil cukup atau kurang. 10. jamban bersama beberapa keluarga. Keadaan kakus apakah cukup/kurang dan apakah digunakan dengan baik/tidak. tempat anak bermain. Menentukan keadaan sosial-ekonomi dengan melihat adanya barang-barang luks seperti TV. cukup/kurang bulan. pembuangan sampah apakah dibakar/dibuang di sungai/ditanam dan apakah terdapat tempat sampah. 28 . cara apa. sawah. Bagaimana ternak dan unggas baik jenis maupun jumlahnya. Pengawasan kesehatan: bila sakit berobat kepada siapa yaitu ke rumah sakit/poliklinik/dokter swasta/mantra/dukun serta apakah mendapat pengawasan dan BKIA untuk mendapatkan imunisasi dan sebagainya. ditanami.

Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan. organ maupun individu. ukuran atau dimensi tingkat sel. Dengan kata lain. khususnya bagi anak-anak yang sedang sakit namun tidak dapat berobat ke dokter karena keterbatasan ekonomi. VI. petugas kesehatan wajib memberi pendidikan kesehatan dan gizi. Kelebihan dari kunjungan rumah ialah dapat memeriksa dan mengobati anakanak yang sakit di tempatnya masing-masing. masalah yang terdapat di dalam keluarga. serta laju tumbuh-kembang yang berlainan di antara organ tubuh. tetapi saling berkaitan. Jumlah orang dalam rumah tangga. sekarang dapat ditanyakan. 29 . Dalam kunjungan rumah. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Peristiwa tumbuh-kembang pada anak meliputi seluruh proses kejadian sejak terjadi pembuahan sampai masa dewasa. sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Dengan melakukan kunjungan rumah dapat diambil kesimpulan mengenai kesehatan keluarga. c. Ciri tumbuh-kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan. Selain itu. Istilah tumbuh-kembang sebenarnnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda. umur 15 tahun dan yang di atas 15 tahun. berapa banyak yang di bawah Apakah ibu atau bapak menjalankan keluarga berencana. keadaan sosio-ekonomi.b. hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dikunjungi menjadi baik sehingga hal-hal yang pada waktu yang lalu tidak dapat disinggung. serta denah dari rumah. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. yaitu dengan maksud agar masyarakat mengubah kebiasaan lama yang salah dan tidak sesuai dengan syarat-syarat kesehatan. proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisis. jumlah. kebersihan. PENGERTIAN KATA ‘‘PERTUMBUHAN’’ Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).

Perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100% bayi dan anak-anak pra sekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan. tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ.PENGERTIAN KATA ‘’PERKEMBANGAN’’ Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dalam kemampuan gerak kasar. termasuk perubahan aspek sosial. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit). gerak halus. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. jaringan tubuh. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. dan pada ”follow up” selanjutnya ternyata 89 % dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian. A. bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian yang dapat diramalkan. TES SKRINING PERKEMBANGAN MENURUT DENVER (DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST / DDST ) DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. yang kemudian pada Denver II dilakukan revisi dan restandarisasi dari DDST sehingga terdapat 125 tugas perkembangan. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. sebagai hasil dari proses pematangan. Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara. Perbedaan lainnya adalah pada Denver II terdapat : ringan skala penilaian tingkah laku 30 peningkatan 86 % pada sektor bahasa 2 pemeriksaan untuk artikulasi bahasa skala umur yang baru kategori baru untuk interpretasi pada kelainan yang . dapat diandalkan dan menunjukkan validitas yang tinggi. Aspek perkembangan yang dinilai Terdiri dari 105 tugas perkembangan pada DDST dan DDST-R. intelektual atau emosional akibat pengaruh lingkungan.

dalam lembar DDST. - Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. . Setiap tugas/kemampuan digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.Tahap pertama dilakukan secara periodik pada semua anak yang berusia : 3-6 bulan. sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar 15-20 menit saja.Tahap kedua dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. mengikuti perintah dan berbicara spontan. Penilaian Dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (Passed = P). C. yang meliputi : - Personal social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri. tugas yang perlu diperiksa pada setiap kali skrining hanya berkisar antara 25-30 tugas saja. 4 tahun. 3 tahun. - Fine motor adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). 9-12 bulan. B. Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap. 18-24 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. Kemudian ditarik garis 31 . Pada umumnya pada waktu tes.- materi training yang baru Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan. melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil. yaitu : . - Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. 5 tahun. gagal (Fail = F).

pada 2 sektor atau lebih. dihitung pada masing-masing sektor. Bila umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. Kemudian. Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan berada 32 . Dalam pelaksanaan skrining DDST ini. Setelah itu. .Normal : Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut di atas. o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. berapa yang P dan berapa yang F. o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.Tidak dapat dites : Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia. Tugas-tugas yang terletak di sebelah kiri garis itu. . dengan menggunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. . umur anak perlu ditetapkan lebih dahulu. hasil tes diklasifikasi dalam : Normal. Meragukan (Questionable).Meragukan : o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. dan tidak dapat dites (Untestable). maka berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut. . garis umur ditarik vertikal pada formulir DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor. Abnormal.berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Apabila anak gagal mengerjakan beberapa tugas-tugas tersebut (F). selanjutnya berdasarkan pedoman.Abnormal : o Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan.

Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh 33 . Kalau terdapat kode R. karena pada kontrol lebh lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi. Begitu pula pada kotak-kotak di sebelah kanan garis umur. maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuaanya. otot. Agar lebih cepat dalam melaksanakan skrining. PDQ (Pra-screening Developmental Questionnaire). lemak. Tinggi badan 3. Dipilih 10 pertanyaan pada kuesioner yang sesuai dengan umur anak. Berat badan Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting. maka dapat digunakan tahap pra skrining dengan menggunakan : DDST short form. yang masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas (sehingga seluruhnya ada 12 tugas) yang ditanyakan pada ibunya. maka tugas perkembangan dites sesuai petunjuk. maka ini bukan suatu keterlambatan. Pada ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor. Lingkaran kepala 4. cairan tubuh dan lainnya.pada kotak yang terpotong oleh garis vertikal umur. Berat badan merupakan hasil peningkatan/penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. bentuk kuesioner ini digunakan bagi orang tua berpendidikan SLTA ke atas. sedangkan bila terdapat kode nomor. antara lain tulang. maka dianggap ”suspect” dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. Lingkaran lengan atas 5. dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap. Dapat diisi orang tua di rumah atau pada saat menunggu di klinik. Kemudian dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Tebal lipatan kulit 1. Berat badan 2. UKURAN YANG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI INDIKATOR PERTUMBUHAN 1.

berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke 10. Terdapat fluktuasi wajar dalam sehari sebagai akibat masukan (intake) makanan dan minuman. Bahan informasi untuk menilai keadaan gizi baik yang akut maupun yang kronis. Dibandingkan anak laki-laki. pengukuran objektif dan dapat diulangi. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun. Anak perempuan umur 18 tahun sudah tidak tumbuh lagi. Kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir dan dimulai ”preadolescent growth spurt” (pacu tumbuh pra-adolesen) dengan rata-rata kenaikan berat badan 3-3. 3. 3-12 bulan 3. Memonitor keadaan kesehatan. Pada bayi yang lahir cukup bulan. Kerugiannya. 2.kembang anak. dnegan keluaran (output) melalui urin. ”growth spur” (pacu tumbuh) anak perempuan lebih cepat yaitu sekitar umur 8 tahun. keringat dan bernafas. sedangkan anak laki-laki baru pada sekitar umur 10 tahun. dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. misalnya pada pengobatan penyakit. sampai 500-1000 gram bahkan lebih. 6.12 tahun digunakan rumus 3. Besarnya fluktuasi tergantung pada kelompok umur dan bersifat sangat individual. feses. lahir 2. misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. indikator berat badan ini tidak sensitif terhadap proporsi tubuh. yang kemudian dilanjutkan dengan ”adolescent growth spur” (pacu tumbuh adolesen). yang berkisar antara 100-200 gram. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu. sehingga dapat mempengaruhi hasil penilaian : Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk : 1. tumbuh kembang dan kesehatan. Dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang perlu diberikan. 1992 untuk memperkirakan berat badan anak adalah sebagai berikut : . sensitif terhadap perubahan sedikit saja. 1-6 tahun 4. Dapat 1. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. Tetapi pertumbuhan anak perempuan lebih cepat terhenti daripada anak laki-laki. sedangkan anak laki-laki baru berhenti pada umur 20 tahun.5 kg/tahun.25 kg umur (bulan) + 9 2 umur (tahun) x 2 + 8 umur (tahun) x 7 – 5 34 yang dikutip dari Behrman. menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur satu tahun.

sebagai perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif. tetapi ruas-ruas tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun. Tinggi badan Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yaag terpenting. Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang atau duduk tanpa baju. dan mudah dibawa. sukar mengukur tinggi badan yang tepat dan kadang-kadang diperlukan lebih dari seorang tenaga. Keuntungan indikator ini adalah pengukurannya objektif dan dapat diulang. sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm. dan dilanjutkan dengan 2 kali setahun sampai umur 5 tahun. bayi ditimbang tiap bulan. Di atas umur 5 tahun. pada anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur telentang (panjang supinasi) dan pada umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri. sedangkan anak dengan timbangan berdiri. penimbangan dilakukan setiap tahun. selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun. Antara umur 30-45 tahun tinggi badan tetap statis.2 Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi. seperti terhadap nilai BB dan LLA. dengan pengisian tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruasruas tulang belakang. Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang. murah. 2. kemudian melambat. berat badan bayi umr 4 bulan sudah mencapai 2 x berat badan lahir. Kerugiannya adalah perubahan tinggi badan relatif pelan. sedang anak ditimbang dalam posisi berdiri tanpa sepatu dengan pakaian minimal. dan pada umur 1 tahun sudah 3 x berat badan lahir. kemudian tiap 3 bulan sampai umur 3 tahun. kecuali bila diduga terdapat kelainan atau penyimpangan berat badan. dimana tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi. Dalam keadaan normal. merupakan indikator yang baik untuk gangguan pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). kemudian menyusut. alat dapat dibuat sendiri. Keistimewaannya adalah bahwa ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai. dan menjadi pesat lagi (pacu tumbuh adolesen). Panjang supinasi umumnya lebih panjang 1 cm daripada 35 . Di samping itu dibutuhkan 2 macam teknik pengukuran. Sampai umur 1 tahun. Walaupun kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi.

Tinggi badan juga dapat diperkirakan menggunakan rumus Behrman. Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. dimana ukuran panjang kepala hampir sama dengan panjang badan ditambah tungkai bawah. kepala tampak sama besar dan memanjang. perawatan kesehatan. kemungkinan punya andil pula pada perubahan TB ini. Sebagai titik tengah tinggi badannya adalah setinggi umbilikus. kepala relatif masih besar. 1 tahun c. jika potensi genetik belum tercapai optimal. adalah sebagai berikut (dikutip dari Titi. maka secara medis tidak perlu ada tindakan/intervensi. dan keadaan sosial ekonomi). Pada waktu lahir. 1992 yaitu : a. anak-anak dan dewasa. yaitu sebagai berikut : Pada waktu janin umur 2 bulan. meski diukur dengan teknik perngukuran terbaik dan secara cermat. 1993) : TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8. badan serta anggota gerak maka akan tampak perbedaan yang jelas antara janin. perut membuncit dan anggota gerak relatif lebih pendek.5 cm 2 (13 cm adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8. 2-12 tahun 50 cm 75 cm umur (tahun) x 6 + 77 Sedangkan kalau dilihat dari proporsi antara kepala. ada rentangan antara angka tertinggi dan terendah.tinggi berdiri pada anak yang sama. ukran anteroposterior dada masih lebih besar. Demikian pula perkawiinan antar daerah maupun antar negara. Peningkatan nilai rata-rata TB orang dewasa suatu bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan/kemakmuran (perbaikan gizi. 36 . muka bulat.) Jadi. Apabila seorang anak dapat mencapai tinggi antara 2 angka itu.5 cm 2 TB anak laki – laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ± 8. Anggota gerak sangat pendek. Lahir b.5 cm adalah nilai absolut tinggi badan.

sehingga LK lebih besar dari normal. Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan meletakkan verteks bayi pada kayu yang tetap. dan telapak kaki dirapatkan. anggota gerak lebih panjang dan kepala secara proporsional kecil. maka menunjukkan adanya retardasi mental. Pertumbuhan LK paling pesat adalah pada 6 bulan pertama kehidupan. yang salah satu ujungnya mempunyai batas yang tetap sedang ujung lainnya merupakan kayu yang dapat digerakkan. LK kepala yang kecil pada umumnya sebagai : variasi normal bayi kecil keturunan LK kepala yang besar pada umumnya disebabkan oleh : 37 . Panjang badan bayi baru lahir cukup bulan ialah sekitar 50 cm. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. Bayi ditidurkan telentang tanpa sepatu dan tanpa topi di atas tempat tidur yang keras. Sampai saat ini yang dipakai sebagai acuan untuk LK ini adalah kurve LK dari Nellhaus.retardasi mental . sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi. tinggi badan diukur dalam posisi berdiri tanpa sepatu. manfaat pengukuran LK terbatas pada 6 bulan pertama sampai 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat. 3. yaitu dari 34 cm pada waktu lahir menjadi 44 cm pada umur 6 bulan. Alat pengukur panjang badan bayi terbuat dari kayu. maka kepala akan kecil. Apabila otak tidak tumbuh normal. kecuali seperti kasus hidrosefalus. dengan punggung bersandar pada dinding. Lingkaran kepala Lingkar kepala mencerminkan volume intrakranial. sehingga titik tengah adalah setinggi simfisis pubis. Sehingga pada lingkar kepala (LK) yang lebih kecil dari normal (mikrosefali). Sedangkan pada umur 1 tahun 47 cm. Secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai 1.5 kali panjang waktu lahir dan pada umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir.kraniostenosis . Sebaliknya bila ada penyumbatan pada aliran cairan serebrospinal pada hidrosefalus akan meningkatkan volume kepala. 2 tahun 49 cm dn dewasa 54 cm. Oleh karena itu. Pada anak.- Pada dewasa. Diusahakan agar tubuh bayi lurus.

Alat yang dipakai adalah pita pengukur lingkar lengan atas. Pada 38 . harus diperhatikan gejala-gejala klinik yang menyertainya. Pada waktu lahir. Setelah itu hanya terjadi penambahan lingkaran kepala sedikit saja. Pada anak yang lebih besar.hidrosefalus . lingkaran kepala baru diukur apabila terdapat kecurigaan pada kepalanya. walaupun ada yang mengatakan dapat untuk anak mulai umur 6 bulan-5 atau 6 tahun. Laju tumbuh lambat. lingkaran kepala adalah sekitar 35 cm. Pada bayi kurang dari 2 tahun.efusi subdural .megalensefali Untuk menilai apakah kepala yang kecil/besar tersebut masih dalam batasbatas normal/tidak. bagian atas alis mata. Yang diukur ialah lingkaran kepala terbesar.penyakit Canavan . Alat pengukur yang dipakai ialah pita metal yang fleksibel. antara akromion dan olekranon. Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun.5 cm. Pada umur 1 tahun lingkaran kepala bertambah 12 cm dari waktu lahir dan pada umur 6 tahun bertambah lagi 6 cm. mudah dibawa.- variasi normal bayi besar hidranensefali tumor serebri keturunan . pada waktu dewasa lingkaran kepala adalah 55 cm. cepat penggunaannya dan dapat digunakan oleh tenaga yang tidak terdidik. yaitu protuberansia oksipitalis. dan bagian belakang kepala pasien yang paling menonjol. bisa dibuat sendiri. Caranya dengan meletakkan pita melingkari kepala melalui glabela pada dahi. Sedangkan kerugiannya adalah LLA hanya untuk identifikasi anak dengan gangguan gizi/pertumbuhan yang berat. Lingkarkanlah pita pengukur pada pertengahan lengan kiri. Lingkaran lengan atas Lingkaran lengan atas (LLA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dnegan berat badan. sukar menentukan pertengahan LLA tanpa menekan jaringan dan hanya untuk anak umur 1-3 tahun. pada umur 6 bulan 43. dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur satu tahun. Keuntungan penggunaan LLA ini adlah alatnya murah. 4. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. lingkaran kepala diukur secara rutin.

INTERPRETASI KEPANDAIAN PADA UMUR TERTENTU SEBAGAI INDIKATOR PERKEMBANGAN 1. yang mencerminkan kecukupan energi. penciuman. 5. Kemudian lipatan kulit tersebut diukur dengan kaliper. khususnya pada kasus obesitas. dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Dari 3 sampai 6 bulan mengangkat kepala 90° dan mengangkat dada dengan bertopang tangan mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya berusaha memperluas lapangan pandangan tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain 39 . Pengukuran dilakukan dengan mencubit kulit sampai terpisah dari otot dasarnya.bayi baru lahir lingkaran lengan atas adalah 11 cm. belajar mengangkat kepala belajar mengikuti obyek dengan matanya melihat ke muka seseorang dan tersenyum bereaksi terhadap suara/bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan. subskapular atau suprailiaka. Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih. lipatan kulit menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan. Lipatan kulir yang diukur adalah daerah triseps. Pengukur yang dipakai ialah kaliper lipatan kulit (skinfold calipers). Tebal lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak di bawah kulit. pada umur 1 tahun menjadi 16 cm dan pada umur 5 tahun 17 cm. Dalam keadaan defisiensi. Dari lahir sampai 3 bulan 2. pendengaran.

3. Dari 12 sampai 18 bulan berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5 – 10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing 6. mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang Dari 6 sampai 9 bulan dapat duduk tanpa dibantu dapat tengkurap dan berbalik sendiri dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar-lempar benda-benda mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/lain mulai berpartisipasi dalam permaian tepuk tangan dan sembunyisembunyian 4. Dari 18 sampai 24 bulan 40 . ingin melihat semuanya. Dari 9 sampai 12 bulan dapat berdiri sendiri tanpa dibantu dapat berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perntah sederhana atau larangan memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya. ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan 5.

- naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka 7. Dari 3 sampai 4 tahun berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang hanya kepala dan badan mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik menyebut namanya. memanjat. mengerti kata-kata yang ditunjuk kepadanya menggambar lingkaran bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya 8. bertanya. dan umurnya banyak bertanya bertanya bagaimana anak dilahirkan 41 . melmpat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat mempergunakan kata-kata saya. jenis kelamin. Dari 2 sampai 3 tahun belajar meloncat.

sisi muka. lengan.belakang 9. membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa GAMBAR LENGKUNG CORAK PERTUMBUHAN ALAT – ALAT TUBUH ANAK 42 . badan menggambar segi empat dan segi tiga pandai bicara dapat menghitung jari-jarinya dapat menyebut hari-hari dalam seminggu mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diingininya mengenal 4 warna memperkirakan bentuk dan besarnya benda. sisi bawah. Dari 4 sampai 5 tahun - mengenal sisi atas. sisi mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana melompat dan menari menggambar orang dengan keala.

dan volume darah. sedangkan puncak pertumbuhan berat terjadi pada saat sebelum lahir.Puncak pertumbuhan panjang pada masa janin terjadi kira-kira pada akhir trimester kedua kehamilan. otot skelet (pada neonatus 20-25% berat badan. Kira-kira 50% dari pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan. kemudian menurun pada masa pubertas. sedangkan 20% terjadi pada tahun kedua. sedang lainnya mengikuti suatu bentuk tersendiri. setelah dewasa 40% berat badan). DUA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN 43 . pertumbuhan organ ini sangat pesat sesudah seluruh pertumbuhan badan berakhir. tetapi menjadi cepat pada 10 tahun berikutnya.  Jaringan otak yang cepat tumbuh pada masa percepatan tumbuh janin (berkembang penuh pada umur 1. dan akhirnya mengalami involusi. Beberapa jaringan badan hanya mengikuti satu daripada kedua percepatan tumbuh tersebut. sistem pencernaan.5 tahun) dan tidak tumbuh lagi pada masa adolensi dimulai.5 tahun sampai 2.  Jaringan limfoid tumbuh cepat pada masa bayi dan anak. pernafasan. peredaran darah.  Yang mengikuti pertumuhan pola umum adalah tulang panjang.  Pertumbuhan alat kelamin pada 10 tahun pertama agak lambat.

Di samping 44 . Faktor pranatal Gizi ibu pada waktu hamil (defisiensi vitamin. b) Ras atau bangsa. lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir mati. Faktor heredokonstitusionil / genetik Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. d) Umur. derajat sensitiitas jaringan terhadap rangsangan. Wanita menjadi dewasa lebih dini. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil. dan berhentnya pertumbuhan tulang. iodium dan lain-lain). Termasuk faktor genetik antara lain: a) Jenis kelamin. Faktor lingkungan • 1. dan jarang menyebabkan cacat bawaan. 1. Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. yaitu pada umur 10 tahun. c) Keluarga. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi. proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan. kecepatan tumbuh.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: faktor heredekonstitusionil dan faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal). dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Itali. umur pubertas. 2. sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar. masa bayi dan masa adolesensi.

dan peptida-peptida lain mirip insulin (Insulin-like growth factors/IGFs). cacat atau retardasi mental. Mekanis (pita amniotik. Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot. phenitoin. misalnya karena makan ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis. oligohidramnion). bayi lahir mudah terkena infeksi. posisi fetus yang abnormal. kardiomegali dan terdapat hiperplasia adrenal. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide. kelainan kongenital mata dan jantung. Keracunan logam berat pada ibu hamil. dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan otak janin. 6. Contoh kelainannya ialah mikrosefali. defisiensi yodium saat hamil. 2.itu. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR. lahir mati. Endokrin yang berperan pada pertumbuhan janin adalah Hormon-hormon somatotropin (growth hormone). hormon tiroid. anemia pada bayi baru lahir. hormon plasenta. 5. dan lain-lain. seperti di Jepang yang dikenal dengan penyakit Minamata. retardasi mental dan deformitas anggota gerak. obat-obat anti kanker dapat menyebabkan kelainan bawaan. dan abortus. yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan. insulin. Infeksi 45 . Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetes yang hamil dan tidak mendapat pengobatan pada trimester I kehamilan sehingga bayi menjadi makrosomia. retardasi mental. methadion. PKU (phenylketonuria). 4. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali. 3. Toksin / zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. spina bifida. trauma. Implantasi ovum yang salah. Radiasi Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan atau sebelum usia kehamilan 18 minggu dapat mengakibatkan kelainan janin bahkan kematian janin. mikrognatia dan kaki bengkok. ektopia.

Musim.Infeksi intrauterin yang sering meyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis. 2. Herpes simpleks). leptospira. Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif) Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein. campak. virus influenza. mineral dan vitamin. 4. lebih rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang cukup. kelainan kejiwaan. Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. kern ikterus atau lahir mati. Echovirus. Keadaan sosial-ekonomi. Pertambahan tinggi terbesar pada musim semi dan 46 . dan lain-lain. lues. lemak. mikoplasma. Coxsakie. Stres. 7. Dapat terlihat pada ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang. 8. antara lain cacat bawaan. hidrops fetalis. Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital) Beberapa penyakit kronis seperti glomerulonefritis kronik dan tuberkulosis paru dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi. dan virus hepatitis. 3. karbohidrat. Infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. Anoksia embrio Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta menyebabkan berat badan lahir rendah. malaria. • Faktor pascanatal 1. Rubella. 9. Cytomegalovirus. polio. HIV. Imunitas Rhesus atau ABO inkompatibilitas sering menyebabkan abortus.

5. Sumber berat badan : garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS. 2.5 kg. dst. 5. Bagian-bagian dari KMS: 1. cukup nama bulan dan tahunnya saja. Angka-angka ini menunjukkan berat badan 2 kg.paling rendah pada musim gugur. misalnya 2. 3 kg. dan faktor psikologi. pemberian ASI-eksklusif. antara lain pengawasan medis. pemberian kapsul vitamin A. Angka-angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukkan satuan kilogram penuh dan dinyatakan dalam satuan 2. Kolom Bulan : kolom yang berada di bagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. Garis usia : garis tipis dari atau ke bawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia anak dalam bulan. 3. imunisasi. Lain-lain. Sebaliknya penambahan berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim semi. dan seterusnya sedang garis tipis yang berada pada diantara 2 ukuran kg penuh untuk satuan tengahan kg. PENGGUNAAN ”GROWTH CHART” (KMS) Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan. Pada Penimbangan Pertama 47 . 4 dan seterusnya. Garis berat badan : garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. kondisi infeksi/infestasi cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain. 3. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas.5 kg. MP-ASI. Yang perlu ditulis dalam kolom bulan lahir. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. 4 kg. perbaikan sanitasi. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya.5 kg. 4. 3. Kolom Bulan Lahir : kolom bulan yang terletak paling kiri dan bergaris tebal. Pengisian KMS Balita A. pendidikan. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran. dalam KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak. 4.

sama seperti halaman Kolom "Laki-laki" diisi tanda √ apabila anak tersebut laki-laki dan Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. 3. sesuai dengan langkah pertama. dan catat. catat bulan lahir anak dari kartu tersebut. perkirakan bulan nasional / masehiBila ibu tidak ingat bulan lahir. dalam satuan gram. kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu. 2. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal. isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu. anak saat dilahirkan. 6. catat tanggal lahir anak Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa. 9. dan langkah ketiga. kemudian perkirakan bulan lahir anak. Bila tidak ada kartu kelahiran.  Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran Pada halaman muka KMS. 8. *) Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan dalam KMS-Balita didaftar pertama kali. Catatan *) • • • • Bila ada kartu kelahiran. "Berat Badan Lahir" ini kemudian dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0". 48 . (termasuk anak yang meninggal). depan KMS demikian pula bila perempuan. sebelum anak ditimbang. 4. tuntun untuk mengingat umur anak Kolom "Nama Ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap.  1. langkah kedua. 5. 7.Pada penimbangan pertama. (dalam bulan). dan pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut. tetapi ibu ingat. Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar. sesuai jawaban ibu. nya dan catat. bulan dan tahun anak Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak.

Misal: • • • • • • • Anak tidak mau makan Anak sakit panas Anak diare Anak diberi nasi tim Ibu meninggal Ayah di-PHK Anak dikirim ke Puskesmas Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan. Misalnya: Bulan lahir anak Agustus 2000. Oktober 2000. maka cantumkan bulan Agustus 2000 di kolom tersebut. Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan. sesuai bulan bersangkutan. Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis  Balita  lainnya   tinggi 49 . kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan. makanan dan keadaan Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMSSetelah anak ditimbang.5 kg. letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan). Karena baru satu kali ditimbang. maka hanya ada satu titik berat badan dan tidak bisa dibuat garis. pada garis tegak (lihat contoh). dan seterusnya. Kemudian isi semua kolom bulan September 2000. Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0. Contoh: Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7.

lakukan langkah ketujuh.2. lakukan langkah kedelapan. B. Apabila anak mendapat imunisasi. lakukan langkah keenam.1. Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif • • Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0. 50  . maka jika anak diberi kapsul vitamin A. E1. Asih adalah kebutuhan emosi atau kasih sayang. Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan. E2 dan E3. Lakukan langkah kelima Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan.4. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-).Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus. karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan rasa aman yang diwujudkan dalam kontak fisik dan psikis sedini mungkin. maka titik berat badan bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya. Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus). Jika jarak antara penimbangan bulan ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan. Pada Penimbangan Kedua dan Seterusnya Lakukan langkah keempat Jika bulan lalu anak ditimbang. hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus.3. akan menjalin rasa aman bagi bayinya. Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan. misalnya dengan menyusui bayi secepat mungkin segera setelah lahir. Berperannya dan kehadiran ibu/penggantinya sedini dan selanggeng mungkin. KEBUTUHAN – KEBUTUHAN DASAR SEORANG ANAK UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL 1. 1. maka kolom 0. Ini diwujudkan dengan kontak fisik (kulit/mata) dan psikis sedini mungkin. 2 dan 3 diisi E0.

pemberian ASI. Kebutuhan ini merupakan cikal bakal proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. 2. Vaksinasi dimaksudkan sebagai pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. kreativitas. Kasih sayang dari orangtua (ayah-ibu) akan menciptakan ikatan yang erat (bonding) dan kepercayaan dasar (basic trust). sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa. keterampilan. Stimulasi mental (Asah) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan. pengobatan kalau sakit papan / pemukiman yang layak higiene perorangan dan sanitasi lingkungan sandang kesegaran jasmani (olahraga) dan rekreasi. tidak terjadi penyakit. IMUNISASI Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN aktif terhadap suatu antigen. 3. Vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikroorganisme patogen. maupun sosial emosi. Tujuannya adalah memberikan “infeksi ringan” yang tidak berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respon imun sehingga apabila terjangkit penyakit yang sesungguhnya di kemudian 51 . VII. Stimulasi mental ini sangat penting di usia batita. mental. Asuh adalah kebutuhan fisik biomedis. Antigen yang diberikan telah dibuat demikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit namun mampu mengaktivasi limfosit menghasilkan antibodi dan sel memori. dsb. kepribadian.Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik. Asah adalah kebutuhan akan stimulasi mental. agama. yang disebut “Sindrom Deprivasi Maternal”. penimbangan bayi/anak yang teratur. moral-etika. seperti imunisasi. produktivitas. kemandirian. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan anak akan: • • • • • • pangan (gizi) : kebutuhan terpenting perawatan kesehatan dasar.

Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari. Kekebalan aktif biasanya berlangsung lebih lama daripada kekebalan pasif karena adanya memori imunologik. dan bahkan jaringan asing yang berasal dari binatang lain. Misalnya kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah diberikan suntikan imunoglobulin. sedangkan waktu paruh imunoglobulin lainnya lebih pendek. Imunitas pasif Imunitas (kekebalan) pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh.hari anak tidak menjadi sakit karena tubuh dengan cepat membentuk antibodi dan mematikan antigen/penyakit yang masuk tersebut. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. Tubuh manusia mampu membentuk imunitas spesifik yang sangat kuat untuk melawan agen penyerbu yang bersifat mematikan. toksin. Imunitas aktif dihasilkan oleh sistem imun khusus yang membentuk antibodi dan mengaktifkan limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organisme spesifik atau toksin. seperti bakteri. atau terpajan secara alamiah. Imunitas aktif Imunitas (kekebalan) aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi. atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. virus. Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman. DUA MACAM IMUNITAS PADA MANUSIA a. TUJUAN IMUNISASI Tujuan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. bukan dibuat oleh individu itu sendiri. virus atau riketsia). 52 . b. dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar variola. komponen kuman (bakteri.

tetapi dapat juga mengenai organ-organ lainnya. aman dan 53 . tulang. kelenjar superfisial. tetapi maih mempunyai imunogenitas.05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0. keadaan gizi. Mekanisme vaksin BCG masuk ke lapisan chorium kulit sebagai depo. Vaksin BCG disuntikkan dengan dosis 0. lalu berkembang dan masuk ke lapisan yang lebih Memiliki efek samping yang rendah. BCG diberikan pada bayi ≤ 2 bulan. Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. Vaksin BCG berisi suspensi M. Efek proteksi bervariasi antara 0-80%. seperti selaput otak. dan lain-lain). Mudah didapat. Vaksinasi BCG menimbulkan sensitivitas terhadap tuberkulin. Vaksinasi BCG tidak mencegah infeksi tuberkulosis. lingkungan dengan Mycobacterium atipik atau faktor pejamu (umur.10 ml untuk anak secara intrakutan di daerah insertio M. Hal ini mungkin dikarenakan faktor vaksin. Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi dengan Mycobacterium tuberculosis terjadi respons imunitas seluler yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberkulin. murah dan efisien (bisa dikombinasikan dan tanpa banyak pengulangan). sehingga didapat basil yang tidak virulen.DUA CIRI VAKSIN YANG BAIK 1. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN (PPI) 1. bovis hidup yang sudah dilemahkan. deltoideus kanan. ditemukan oleh Calmette dan Guerin. BCG sebaiknya diberikan pada anak dengan uji Mantoux (tuberkulin) negatif. Infeksi Mycobacterium tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberkulosis aktif. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. Penyuntikannya secara intradermal lebih mudah dilakukan (tidak terdapat lemak subkutis yang tebal). Bacille Calmette-Guerin adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiak berulang selama 1-3 tahun. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru. tetapi mengurangi resiko tuberkulosis berat seperti meningitis tuberkulosa dan tuberkulosis milier. dan lain-lain. ulkus yang terbentuk tidak mengganggu struktur otot setempat (dibandingkan pemberian di daerah gluteal lateral atau paha anterior. nyaman bagi bayi 2.

Pemberian obat anti TB sistemik tidak efektif. Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan. dan (3) kasus dewasa dengan BTA (Bakteri Tahan Asam) positif di Indonesia cukup tinggi (2536%) walaupun mereka telah mendapat BCG pada masa kanak-kanak. kapiler. (2) sekitar 70% kasus tuberkulosis berat (meningitis) ternyata mempunyai parut BCG. c. Vaksin BCG merupakan vaksin hidup. Reaksi Lokal Penyuntikan BCG secara intradermal yang benar akan menimbulkan ulkus lokal yang superfisial 3 minggu setelah penyuntikan. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul fistula. b. pustula. BCG-itis diseminasi 54 . Hal ini tergantung pada umur anak. sehingga pada lapisan kulit timbul reaksi indurasi. Namun apabila penyuntikan terlalu dalam. eritema. dalam pengobatan steroid jangka panjang atau pada infeksi HIV). peredaran darah. tidak nyeri. sebaikya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) a.dalam yaitu ke subkutan. Limfadenitis akan sembuh sendiri (dalam 1-3 bulan). Apabila dosis terlalu tinggi. kalau kontaknya sudah tenang dapat diberi BCG. demam (-). dosis. Kelenjar berkonsistensi padat. Vaksin BCG ulangan tidak dianjurkan oleh karena manfaatnya diragukan mengingat (1) efektivitas perlindungan hanya 40%. maka tidak diberikan pada pasien imunokompromais (leukemia. maka ulkus yang timbul lebih besar. Pada bayi yang kontak erat dengan penderita TB dengan BTA (+3) sebaiknya diberikan INH profilaksis dulu. yang timbul 2-6 bulan sesudah imunisasi. Limfadenitis supuratif di aksila atau di leher kadang-kadang dijumpai. maka dapat dibersihkan (drainase) dan diberikan obat anti TB oral. Ulkus yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. maka parut yang terjadi tertarik ke dalam (retracted). jadi tidak perlu diobati. kelenjar limfe. dan galur (strain) yang dipakai. Limfadenitis / reaksi regional pada kelenjar Limfadenitis merupakan respon seluler pertahanan tubuh.

BCG-itis diseminasi jarang terjadi. 6-9 mm : meragukan . Penanganan reaksi KIPI Orangtua atau pengantar perlu diberitahu bahwa 2-6 minggu setelah imunisasi BCG dapat timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan. dan osteomielitis. eritema nodosum. >10 mm : positif Tes Mantoux (-) imunisasi(+) Kontraindikasi HIV. iritis. • < 5 mm : negatif . kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut tanpa pengobatan khusus. • Imunisasi bayi > 2 bulan tes tuberkulin (Mantoux) • Untuk menunjukkan apakah pernah kontak dengan TBC • Menyuntikkan 0. Misalnya. Vaksinasi Hepatitis B 55 Anak menderita gizi buruk Sedang menderita demam tinggi Menderita infeksi kulit yang luas Pernah sakit tuberkulosis. biasanya berhubungan dengan imunodefisiensi berat. Kompikasi ini harus diobati dengan kombinasi obat anti TB. . Reaksi pada yang pernah tertular tuberkulosis: • Koch phenomenon reaksi lokal berjalan cepat (2-3 hari sesudah imunisasi) 46 minggu timbul scar.1 ml PPD ( purified protein derived) di daerah flexor lengan bawah secara intra kutan • Pembacaan dilakukan setelah 48 -72 jam penyuntikan • Diukur besarnya diameter indurasi di tempat suntikan. Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan antiseptik. penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem limfe 2. Reaksi uji tuberkulin > 5 mm Sedang menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid. mendapat pengobatan radiasi. lupus vulgaris. obat imunosupresif.

Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif. Imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Semua orang yang HbsAgnya positif potensial infeksius. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi. Oleh karena itu.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Imunisasi pasif Hepatitis B immune globulin (HBIg) dalam waktu singkat segera memberikan proteksi meskipun hanya utuk jangka pendek (3-6 bulan). kontak seksual. potensial terinfeksi VHB. sehingga pada anak normal tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. Transmisi terjadi melalui kontak perkutaneus atau parenteral.5 ml) dan vaksin Dosis 1 : <12jam pertama HB tidak Vaksin HB Dosis I : Segera setelah lahir 56 . Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui. maka masih dapat diberikan HBIg (hepatitis B imunoglobulin) 0. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan antara umur 3-6 bulan. Bayi yang terinfeksi lebih besar kemungkinan menjadi kronis daripada anak dan dewasa. kebijakan utama tata laksana VHB adalah memotong jalur transmisi sedini mungkin. bayi dari ibu VHB.tergantung status HbsAg ibu : HBsAg ibu Positif Negatif diketahui atau Imunisasi Keterangan HBIg (0.Bayi baru lahir merupakan upaya yang paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB di Indonesia termasuk daerah endemis sedang-tinggi untuk Hepatitis B. Sebaiknya HBIg diberikan bersama vaksin VHB sehingga proteksinya berlangsung lama. Transmisi antar anak sering terjadi di negara endemis Virus Hepatitis B (VHB). Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%. Resiko kronisitas dipengaruhi oleh faktor usia saat yang bersangkutan terinfeksi. terciprat darah ke mukosa atau ke mata). dan melalui hubungan seksual. individu yang belum pernah imunisasi hepatitis B atau yang tidak memiliki antibodi anti-HBs. Vaksinasi universal bayi baru lahir merupakan upaya paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB. HBIg hanya diberikan pada kondisi pasca paparan (needle stick injury. hepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Pada dasarnya.

Interval antara dosis pertama dan dosis kedua minimal 1 bulan.deltoideus dengan dosis 0. Memperpanjang interval antara dosis kesatu dan kedua tidak akan mempengaruhi imunogenisitas atau titer antibodi sesudah imunisasi selesai (dosis ketiga). 1. Semakin panjang jarak antara imunisasi ketiga (4-12 bulan) semakin tinggi titer antibodinya. beri segera setelah memungkinkan. sedangkan pada anak besar dan dewasa diberikan di regio deltoid. Vaksin diberikan secara intramuskular dalam di daerah M. dan 6 bulan karena respons antibodinya paling optimal. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3-6 bulan.Status HBV ibu semula tidak diketahui tetapi bila dalam 7 hari terbukti ibu HBV. sedangkan imunisasi ketiga diberikan dengan jarak terpendek 2 bulan.5 ml secara bersamaan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah 0. 57 . Pemberian ketiga seri vaksin dengan dosis yang sesuai rekomendasinya. bayi.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Vaksin ini diberikan sedini mungkin setelah lahir. Bila dosis ketiga terlambat. Pada neonatus dan bayi diberikan di anterolateral paha. Agar dapat dicapai kadar antibodi protektif secepatnya dianjurkan hepB-3 diberikan lebih awal (umur 3-6 bulan).5 ml. Dosis ketiga merupakan penentu respons antibodi karena merupakan dosis booster. akan menyebabkan terbentuknya respons protektif (anti HBs ≥ 10mIU/ml) pada 90% dewasa. Imunisasi pertama diberikan segera setelah lahir. dan remaja. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg-B positif : diberikan vaksin hepB-1 dan HBIg 0. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka ditambahkan hepatitis B immunoglobulin (HBIg) 0. Imunisasi aktif Vaksin VHB yang tersedia adalah vaksin rekombinan berisi HBsAg murni. segera beri HBIg Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui : HepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Jadwal dan dosis Imunisasi hepatitis B minimal diberikan sebanyak 3 kali. segera berikan imunisasi kedua. anak. Bila sesudah dosis pertama imunisasi terputus.

Uji serologis pasca imunisasi ini dilakukan 1 bulan sesudah imunisasi ke-3. Dosis pada bayi dipengaruhi pula oleh status HbsAg ibu. imunisasi catch up ini diberikan dengan interval minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua. bila ibu HbsAg (-) imunisasi ditunda sampai bayi berusia 2 bulan atau berat badan sudah mencapai 2000 gram. tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. sedangkan interval antara dosis kedua dan ketiga minimal 8 atau 16 minggu sesudah dosis pertama. lama proteksi Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90%-95%. individu yang memperoleh profilaksis pasca paparan. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga pada anak normal. Pada bayi prematur. Uji serologis pra imunisasi hanya dilakukan pada anak yang akan memperoleh profilaksis pasca paparan dan individu beresiko tinggi tertular infeksi VHB. Reaksi KIPI Efek samping yang terjadi umumnya berupa reaksi lokal yang ringan dan bersifat sementara. Catch up immunization Catch up immunization merupakan upaya imunisasi pada anak atau remaja yang belum pernah diimunisasi atau terlambat lebih dari 1 bulan dari jadwal yang seharusnya. Oleh karena itu dosis yang direkomendasikan bervariasi tergantung produk dan usia resipien. Uji serologis pasca imunisasi perlu dilakukan pada bayi dan ibu pengidap VHB. 58 . Efektivitas. Khusus pada imunisasi hepatitis B. Uji serologis Pada bayi dan anak-anak. kadang-kadang dapat menimbulkan demam ringan selama 1-2 hari. Ulangan imunisasi hepatitis B (hepB-4) dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun apabila titer pencegahan belum tercapai pada catch up immunization. dan pasien immunocompromised. pemeriksaan anti-HBs pra dan pasca imunisasi tidak dianjurkan.Setiap vaksin hepatitis B sudah dievaluasi untuk menentukan dosis sesuai umur yang dapat menimbulkan respons antibodi yang optimum.

Vaksinasi DTP (Difteri. Reaksi pasca imunisasi dapat berupa: Demam. Pertusis) Vaksinasi DTP terdiri dari toksoid difteri. Jika demam pakailah pakaian yang tipis. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Untuk imunisasi rutin pada anak. Toksoid Difteria Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan toksoid difteria (alumprecipitated toxoid) yang kemudian digabung dengan toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk DTP. Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Kontraindikasi Sampai saat ini tidak ada kontraindikasi absolut pemberian vaksin VHB. 6. Kehamilan dan laktasi bukan kontraindikasi imunisasi VHB. Jika demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan.7-25 Lf dalam dosis 59 . dan toksoid tetanus.5 ml secara intramuskular di bagian anterolateral paha. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. syok → imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DTaP. jika diberikan subkutan menyebabkan iritasi lokal. a. 4. 3. pembengkakan. 15-18 bulan dan saat masuk sekolah (5 tahun). peradangan dan nekrosis setempat.Penanganan reaksi KIPI Setelah imunisasi hepatitis B dapat timbul kemerahan. Dosis ke-4 harus diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan setelah dosis ke-3. nyeri. Vaksin mengandung aluminium fosfat. dan nyeri sendi. Potensi toksoid difteria dnyatakan dalam jumlah unit flocculate (Lf) dengan kriteria 1 Lf adalah jumlah toksoid sesuai dengan 1 unit anti toksin difteria. rasa mual. anafilatik + antipiretik. Tetanus. nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari → diberikan Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi: demam > 40°C. Vaksin ini merupakan vaksin cair yang diberikan dengan dosis 0. Kekuatan toksoid difteria yang terdapat dalam kombinasi vaksin DTP saat ini berkisar 6. dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2. kejang. Bordetella pertusis. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.

hipotonik-hiporesponsif. Ensefalopati sesudah pemberian vaksin pertusis sebelumnya.5 ml. anak menangis terus menerus selama 3 jam dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah imunisasi DPT. Vaksin Pertusis α seluler Vaksin pertusis α seluler adalah vaksin pertusis yang berisi komponen spesifik dari Bordetella pertusis yang dipilih sebagai dasar yang berguna 60 .0. Sejak 1962 dimulai usaha untuk membuat vaksin Pertusis dengan menggunakan fraksi sel (α seluler/vaksin DTaP) yang bila dibandingkan dengan whole-cell ternyata memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan. b. Respons antibodi terhadap imunisasi dasar dengan vaksin pertusis whole-cell tergantung pada kadar antibodi tansplasental yang didapat dari ibu terhadap toksin pertusis. Kombinasi toksoid difteria dan tetanus (DT) yang mengandung 10-12 Lf dapat diberikan pada anak yang memiliki kontraindikasi terhadap pemberian vaksin Pertusis. Kontraindikasi Ada dua kontraindikasi mutlak terhadap pemberian vaksin pertusis baik whole-cell maupun α seluler. Vaksin Pertusis Vaksin pertusis whole-cell (vaksin DTwP) adalah vaksin yang merupakan suspensi kuman Bordetella pertusis mati. Perhatian khusus (precaution) bila pada pemberian vaksin pertama (sebelum vaksin pertusis berikutnya) dijumpai hiperpireksia. yaitu: o o o Riwayat anafilaksis pada pemberian vaksin sebelumnya. Sebaliknya. respons yang diperoleh setelah penyuntikan vaksin α seluler ternyata memberikan hasil yang baik dan tidak dipengaruhi oleh kadar antibodi pravaksinasi. Kejadian ikutan pasca imunisasi toksoid difteria secara khusus sulit dibuktikan karena selama ini pemberiannya selalu digabung bersama toksoid tetanus dengan atau tanpa vaksin pertusis.

Toksoid Tetanus (TT) Toksoid tetanus yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal dan 60 IU bila bersama dengan toksoid difteria dan vaksin pertusis. c. Pemberian toksoid tetanus bersama DTP diberikan sesuai jadwal imunisasi. dan adanya antigen lain dalam kombinasi vaksin itu.dalam patogenesis pertusis dan perannya dalam memicu antibodi yang berguna untuk pencegahan terhadap pertusis secara klinis.01 IU atau lebih. Kejadian reaksi KIPI vaksin DTaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah daripada DTwP. Sebagaimana pemberian toksoid lainnya. serta terjadi demam . Reaksi KIPI DPT − ringan. bengkak. Penanganan Reaksi KIPI DPT Bila terjadi reaksi lokal. cara penyuntikan. Kadar antibodi protektif setelah pemberian DTP 3 kali mencapai 0. jika demam pakailah 61 Kira-kira pada separuh penerima DTP.orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). akut atau reaksi anafilaksis dan terbukti disebabkan oleh pemberian vaksin pertusis. dan nyeri pada lokasi injeksi. Vaksin DTwP dan DTaP dapat pula diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. − − Anak sering gelisah dan menangis terus menerus (inconsolable Kejadian ikutan yang paling serius adalah terjadinya ensefalopati crying) selama beberapa jam pasca suntikan. pelarut. sangat dipengaruhi oleh dosis. Kejadian ikutan pasca imunisasi terutama reaksi lokal. Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat sebab sudah terbukti bahwa respons imun yang diperoleh walaupun dengan interval yang panjang adalah sama dengan dengan interval yang pendek. terjadi reaksi lokal kemerahan.

Kedua vaksin polio tersebut dapat dipakai secara bergantian. Tiap dosis yang diberikan adalah sebanyak 2 tetes (= 0. Penerima vaksin dapat terlindungi setelah dosis tunggal pertama. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. di samping vaksin virus polio oral (OPV) yang telah kita kenal selama ini. Jenis vaksin virus polio ini dapat bertahan di tinja sampai 6 minggu setelah pemberian OPV. maupun penderita imunokompromais. Vaksin ini digunakan secara rutin sejak bayi lahir dengan dosis 2 tetes oral. Untuk imunisasi dasar (polio-1. 4. sehingga frekuensi ekspresi virus polio liar dalam masyarakat dapat dikurangi. 2.1 ml) per oral.pakaian yang tipis dan berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan maskimal 6 kali dalam 24 jam. interval di antaranya tidak kurang dari 4 minggu. selanjutnya saat masuk sekolah (5-6 tahun). Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine = OPV) Vaksin virus polio oral berisi virus polio tipe 1. namun tiga dosis berikutnya akan memberikan imunitas jangka lama terhadap tiga tipe virus polio. Vaksin IPV dapat diberikan pada anak sehat. 3). 2. b. Vaksin polio inactivated (Inactivated Poliomyelitis Vaccine = IPV) 62 .1 ml). sedangkan OPV berisi virus polio hidup. Vaksinasi Polio Pada saat ini telah beredar di Indonesia vaksin polio inactivated (IPV). dan 3) yang telah mati. 2. a. Virus vaksin ini kemudian menempatkan diri di usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun dalam epitelium usus. Vaksin IPV berisi antigen polio (polio-1. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.5 ml intramuskular. Tiap dosis OPV (2 tetes = 0. yang menghasilkan pertahanan lokal terhadap virus polio liar. dianjurkan diberikan saat bayi meninggalkan rumah sakit/rumah bersalin agar tidak mencemari bayi lain karena virus polio vaksin dapat diekskresi melalui tinja. sedangkan IPV dalam kemasan 0. Vaksinasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi polio-3. Polio-0 diberikan saat bayi lahir. dan 3 adalah jenis Sabin yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan (attenuated).

Pemberian dengan dosis 0. Untuk mereka yang kontak dengan bayi yang baru saja diberi OPV.Vaksin polio inactivated berisi virus tipe 1. Dosis Penguat (booster) Dosis penguat OPV harus diberikan sebelum masuk sekolah. Anak yang telah mendapat imunisasi OPV dapat memberikan ekskresi virus vaksin selama 6 minggu dan akan melakukan infeksi pada kontak yang belum diimunisasi. maka IPV dapat digunakan sebagai vaksinasi terhadap poliomielitis. diharapkan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok bayi. 3 yang mati. diberikan suntikan IPV sebanyak 3 dosis masing-masing 0. kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu. Vaksinasi untuk anak imunokompromais Untuk mereka yang mempunyai kontraindikasi terhadap vaksin hidup.1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3 bulan. dosis berikutnya harus diberikan pada umur 15-19 tahun atau sebelum meninggalkan sekolah.5 ml dengan suntikan subkutan dalam 3 kali berturut-turut dengan jarak 2 bulan antara masing-masing dosis akan memberikan imunitas jangka panjang (mukosal maupun humoral) terhadap 3 macam tipe virus polio. 2.5 ml secara 63 . Imunisasi primer bayi dan anak Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal. Imunitas mukosal yang ditimbulkan oleh IPV lebih rendah dibandingkan dengan oleh OPV. yaitu bersamaan dengan dosis DPT diberikan sebagai penguat. merupakan jenis Salk. misalnya mereka dengan imunosupresi dai suatu penyakit atau kemoterapi. Sebagai vaksinasi dasar. maka dosis tersebut perlu diulang. Bila OPV yang diberikan dimuntahkan dalam waktu 10 menit. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0. yang dapat diberikan bersama-sama waktunya dengan suntikan vaksin DTP dan Hib.

dapat dipertimbangkan penggunaan vaksin IPV secara penyuntikan. Reaksi KIPI − − Setelah divaksinasi. Dosis penguat harus diberikan dengan jadwal sama dengan pemberian OPV. Untuk mengatasinya. Kepada orang dewasa yang telah mendapat imunisasi sebelumnya. menyebabkan virus polio yang sebelumnya sudah dilemahkan kembali berbentuk yang lebih neurovirulen. harus ditawarkan vaksinasi dasar OPV pada waktu yang bersamaan dengan anak tersebut. terjadi pada resipien (VAPP = vaccine associated polio paralytic) maupun yang kontak dengan virus yang menjadi meurovirulen (VDPV = vaccine derived polio virus). − Pada saat ini di Indonesia masih menggunakan OPV yang ternyata mampu mengeliminasi virus polio liar. Pada saat replikasi tersebut mungkin terjadi mutasi virus yang dikenal dengan reversion. dan nyeri otot. 64 . virus yang nonvirulen tersebut dapat diekskresi melalui tinja dan mengakibatkan kelumpuhan orang disekitarnya (VDPV). ekskresi melalui tinja biasanya selama 2-3 bulan. diare ringan. namun sebagai konsekuensinya masih ada resiko terjadinya VAPP dan menyebarnya VDPV. − − Resiko paling sering pada pemberian dosis pertama. Penanganan reaksi KIPI Orangtua/pengasuh tidak perlu melakukan tindakan apapun karena sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio.subkutan dalam atau intramuskular dengan interval 2 bulan. tidak diperlukan vaksinasi penguat (booster). Pada pemberian OPV. virus asal vaksin ini dapat bereplikasi di dalam usus manusia. Walaupun demikian. Di samping itu. sebagian kecil resipien dapat mengalami Kasus poliomielitis yang berkaitan dengan vaksin telah dilaporkan gejala pusing. yang kemudian menyebabkan kelumpuhan layu akut (VAPP). anggota keluarga yang belum pernah divaksinasi atau belum lengkap vaksinasinya dan kontak dengan anak yang mendapat vaksinasi OPV.

tetapi dapat juga diberikan setiap waktu semasa periode anak dengan tenggang waktu paling sedikit 4 minggu dari imunisasi pertama. tetapi jangan bersama vaksin oral 65 . Vaksinasi Campak Vaksin campak ada 2 jenis. Pada anak – anak di negara dimatikan (virus campak yang berada dalam larutan formalin yang dicampur Muntah atau diare berat. Kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan angka cakupan yang tinggi bersama-sama dengan keinginan untuk menunda pemberian imunisasi sampai antibodi maternal hilang merupakan suatu hal yang berat dalam pengendalian penyakit campak. penyakit Hodgkin) dan yang mekanisme (limfoma. 5.Kontraindikasi o ditunda o o umum. vaksinasi harus diberikan oral maupun suntikan. maka WHO menganjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi berumur 9 bulan. sedangkan untuk negara maju dianjurkan pada anak berumur 12-15 bulan dan kemudian imunisasi kedua (booster) juga dengan MMR dilakukan secara rutin pada umur 4-6 tahun. juga yang mendapat pengobatan radiasi imunologisnya terganggu. o o tifoid. Infeksi HIV Vaksin polio oral dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin inactivated dan virus hidup lainnya. o Keganasan yang berhubungan dengan sistem retikuloendotelial leukemia. vaksinasi ditunda Dalam pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif yang Penyakit akut atau demam (suhu >38.5°C). yaitu:  Vaksin yang berasal dari virus campak yang Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe Edmonston B)  dengan garam aluminium) Pada saat ini di negara berkembang angka kejadian campak masih tinggi dan seringkali dijumpai penyulit.

− Reaksi KIPI banyak dijumpai terjadi pada imunisasi ulang pada seseorang yang telah memiliki imunitas sebagian akibat imunisasi dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan. − Ruam dapat dijumpai pada 5 % resipien. antibodi maternal akan hilang pada usia 9 bulan dan pada anak-anak di negara maju setelah 15 bulan. pemberian 20 TCID50 mungkin sudah dapat memberikan hasil yang baik. Salah satu indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian kasus campak sesudah imunisasi. demam mulai dijumpai pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. Reaksi KIPI − Gejala KIPI berupa demam lebih dari 39. Penanganan Reaksi KIPI 66 .5ºC yang terjadi pada 515 % kasus.berkembang. Dosis dan cara pemberian • Dosis baku minimal untuk pemberian vaksin campak yang dilemahkan adalah 1000 TCID50 atau sebanyak 0. Hal ini sukar dibedakan dengan akibat imunisasi yang terjadi dengan seseorang jika seseorang telah memperoleh imunisasi pada saat masa inkubasi penyakit alami. • • Pemberian yang dianjurkan secara subkutan. Untuk vaksin hidup. diperkirakan risiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari sesudah imunisasi sebanyak 1 diantara 1 milyar dosis vaksin.5 ml. timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2-4 hari. Kejadian KIPI imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan. tetapi dapat pula diberikan secara intramuskular. − Reaksi KIPI berat jika ditemukan gangguan fungsi sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi.

gondongan. Vaksin MMR harus diberikan sekalipun ada riwayat infeksi campak. dan rubela. SMP. Imunisasi ulangan Imunisasi ulang dianjurkan dalam situasi tertentu. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap.5 ml secara subkutan dalam atau intramuskular. Kontraindikasi − − − − Demam tinggi Pengobatan imunosupresi Memiliki riwayat alergi Sedang memperoleh pengobatan imunoglobulin atau bahan-bahan yang berasal dari darah. Vaksin MMR merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup. Vaksin MMR diberikan pada umur 15-18 bulan dengan dosis satu kali 0. Mumps. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. misalnya: o Telah memperoleh imunisasi sebelum umur 1 tahun dan terbukti bahwa potensi vaksin yang digunakan kurang baik (tampak peningkatan insidens kegagalan vaksinasi). Vaksinasi MMR (Measles. SMA dapat diberikan imunisasi ulang. maka anak SD. dan Rubella) Vaksin MMR merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Tidak ada 67 .Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). o o Apabila terdapat kejadian luar biasa peningkatan kasus Setiap orang yang pernah imunisasi vaksin campak yang campak. dan rubella atau imunisasi campak. Imunisasi ini memberikan serokonversi terhadap ketiga virus lebih dari 90% kasus. MMR Ulangan diberikan pada umur 6 tahun. atau jika orangtua merasa khawatir. jika demam pakailah pakaian yg tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. virusnya sudah dimatikan (vaksin inaktif). gondongan.bawalah bayi/anak ke dokter. IMUNISASI YANG DIANJURKAN (non PPI) 1.

pemberian MMR harus ditunda sampai Anak yang mendapat vaksin hidup yang lain (termasuk BCG) Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam waktu 3 bulan setelah Defisiensi imun bawaan dan didapat (termasuk infeksi HIV). hipotensi dan syok) terhadap gelatin atau neomisin. biasanya akan sembuh sendiri. − Meningoensefalitis − Pembengkakan kelenjar parotis − Trombositopenia. penyakitnya sembuh. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. o Anak dengan alergi berat (pembengkakan pada mulut atau tenggorokan. mereka yang mendapat pengobatan dengan imunosupresif. Reaksi KIPI − Reaksi sistemik. bawalah bayi/anak ke dokter. maksimal 6 kali dalam 24 jam. pemberian imunoglobulin atau transfusi darah (whole blood). Vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) 68 . Anak dengan demam akut. Kontraindikasi o Anak dengan penyakit keganasan yang tidak diobati atau gangguan imunitas. sulit bernapas. jika demam pakailah pakaian yang tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan.efek imunisasiyang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat efek imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. atau ruam. o o o o 2. terapi sinar atau mendapat steroid dosis tinggi. Penanganan Reaksi KIPI Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). seperti malaise. dalam waktu 4 minggu. demam. atau jika orangtua merasa khawatir.

5 ml. respons imun pada vaksin ini termasuk sekretorik IgA. Satu dosis vaksin Hib berisi 0. Vaksin awal yang terbuat dari PRP murni ternyata kurang efektif. sedangkan setelah 1 tahun cukup 1 kali suntikan tanpa memerlukan booster. atau 69 . yaitu : a. Kedua vaksin tersebut boleh digunakan bergantian atau kombinasi. Vaksin tidak boleh diberikan bersamaan dengan antibiotik. Vaksin Hib baik PRP-T ataupun PRP-OMP perlu diulang pada umur 15 bulan. sehingga saat ini digunakan konjugasi PRP dengan protein dari berbagai komponen bakteri lain. Vaksin demam tifoid oral Vaksin ini dibuat dari kuman Salmonella typhi galur nonpatogen yang telah dilemahkan. Kapsul harus ditelan utuh dan tidak boleh dibuka karena kuman dapat mati oleh asam lambung. Vaksin tidak boleh diberikan sebelum bayi berumur 2 bulan karena bayi tersebut belum dapat membentuk antibodi pada vaksin konjugasi. Reaksi samping vaksin oral lebih rendah daripada vaksin parenteral. Tidak seperti vaksin parenteral. dan 5) 1 jam sebelum makan dengan minuman yang tidak lebih dari 37oC. Vaksin ini dikemas dalam kapsul. IPV dalam bentuk vaksin kombinasi.3. Vaksin PRP-OMP diberikan pada umur 2 dan 4 bulan. diberikan 3 dosis dengan interval selang sehari (hari 1. 3. sulfonamid. Vaksin tifoid oral dikenal dengan nama Ty-21a. Vaksin yang beredar di Indonesia adalah vaksin konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP (PRP outer membrane protein complex) dan konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut sebagai PRP-T. Vaksinasi Demam Tifoid Di Indonesia tersedia dua jenis vaksin. Vaksin Hib dibuat dari kapsul tersebut. Vaksin tifoid oral ini diberikan pada anak umur 6 tahun atau lebih. Vaksin PRP-T diberikan pada umur 2. Vaksin Hib dapat diberikan secara bersamaan dengan DTwP. dosis ketiga (6 bulan) tidak diperlukan. Apabila suntikan awal diberikan pada bayi berumur 6 bulan-1 tahun. DTaP.Kapsul polyribosyribitol phosphate (PRP) menentukan virulensi dari Hib. dan imunisasi ulangan dilakukan setiap 3-5 tahun. 2 kali suntikan sudah menghasilkan titer protektif . Vaksin kombinasi yang beredar berisi vaksin Hib PRP-T. 4. diberikan secara intramuskular. dan 6 bulan. Vaksin Hib diberikan sejak umur 2 bulan.

• Pada individu imunokompromais :  Reaksi sistemik muncul lebih sering (sekitar 12% . nyeri otot.5 ml secara intramuskular atau subkutan pada daerah deltoid atau paha.40% pada pasien leukemia dalam pengobatan rumatan) daripada infeksi local. Vaksin oral pada umumnya diperlukan untuk turis yang akan berkunjung ke daerah endemis tifoid. saat demam. penyakit akut. Bentuk ini kurang stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain. pusing. Imunisasi varisela direkomendasikan pada umur 10-12 tahun yang belum terpajan. nyeri perut jarang dijumpai. Untuk individu imunokompromais serta remaja (sama atau diatas umur 13 tahun) dan dewasa. Reaksi samping lokal berupa bengkak. b. dengan dosis 0. nausea. kemerahan di tempat suntikan.antimalaria yang aktif terhadap salmonella. nyeri kepala. 70 . pencegahan vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan: kontak dipisah/tidak berhubungan). Vaksin ini diberikan pada umur lebih dari 2 tahun. dosis tunggal.5 ml secara subkutan. sehingga harus disimpan pada suhu 2-8oC. Reaksi KIPI • • Reaksi simpang jarang terjadi Reaksi KIPI dapat bersifat lokal (1%). dan ruam papula- vesikel ringan. Kontraindikasi: alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin. Untuk anak yang mengalami kontak dengan pasien varisela. nyeri sendi. Vaksin dapat diberikan bersama dengan vaksin MMR. Vaksinasi Varisela Vaksin virus hidup varisela-zoster (galur OKA) yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilised). Reaksi sistemik berupa demam. 4. memerlukan dua dosis dengan selang 1-2 bulan. nyeri. Vaksin polisakarida parenteral Vaksin polisakarida diberikan dengan dosis 0. demam (1%). dan penyakit kronik progresif. imunisasi ulangan dilakukan tiap 3 tahun.

 Pasien leukemia yang mendapat vaksinasi varisela dapat muncul ruam pada 40% kasus setelah vaksinasi dosis pertama. Hitung limfosit kurang dari 1200/μl atau adanya bukti defisiensi imun terapi imunosupresan. Vaksin kombinasi hepB/hepA tidak diberikan pada bayi kurang dari 12 bulan. terutama untuk catch-up immunization yaitu mengejar imunisasi pada anak yang belum pernah mendapat imunisasi hepB sebelumnya atau vaksinasi hepB yang tidak lengkap.5 ml diberikan secara intramuskular di daerah deltoid. Proteksi jangka panjang terjadi akibat antibodi protektif yang menetap atau akibat anamnestic boosting infeksi alamiah. Dosis vaksin 0. Setelah penyuntikan vaksin. Diperkirakan anti-HAV protektif menetap selama ≥ 20 tahun. Dosis 720 U diberikan dua kali. kelainan darah seluler seperti selama pengobatan induksi penyakit keganasan atau 3 tahun fase radioterapi. pada 1% individu imunokompromais dapat timbul penyulit varisela. 71 . 5. Kontraindikasi • • Demam tinggi atau infeksi akut. tifoid) tidak mengganggu respons imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping. hipersensitivitas terhadap neomisin. • Pasien yang alergi pada neomisin. pasien yang mendapat pengobatan dosis tinggi kortikosteroid (2 mg/kgBB per hari atau lebih). Vaksinasi Hepatitis A Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine). Kebijakan imunisasi hepatitis A lebih bersifat individual. perlu dipertimbangkan imunisasi hepatitis A pada anak berusia ≥ 2 tahun. suntikan kedua atau booster diberikan antara 6 sampai 18 bulan setelah dosis pertama. yaitu bagi mereka yang mampu. 4% diantaranya dapat terjadi varisela berat yang memerlukan pegobatan asiklovir. Vaksin diberikan pada usia ≥ 2 tahun. Pemberian vaksin VHA (virus hepatitis A) bersamaan dengan vaksin lain (hepatitis B. Vaksin hepatitis A terbukti imunogenisitasnya baik. Maka vaksin kombinasi diindikasikan pada anak umur lebih dari 12 bulan.

Efek samping • • • Aman dan jarang menimbulkan efek samping Reaksi lokal ringan paling sering terjadi (21%-54%) Demam (4%). mengingat tiap tahun terjadi pergantian jenis galur virus yang beredar di masyarakat. Imunisasi influenza diberikan setiap tahun. HIV. Dengan kata lain. Vaksin influenza diberikan pada anak usia 6-23 bulan. apabila galur tetap sama atau hanya terjadi perubahan kecil pada antigen permukaan. penyakit jantung. Kontraindikasi Vaksin HVA tidak boleh diberikan kepada individu yang mengalami reaksi berat sesudah penyuntikan dosis pertama. 6. daya proteksi menurun pada tahun berikutnya. serta virus influenza tipe B. mual muntah dan hilang nafsu makan. baik anak sehat maupun dengan resiko penyakit kronik seperti asma. Pemberian vaksin merupakan cara untuk pencegahan atau mengurangi infeksi influenza serta mencegah kematian pada saat epidemi. diabetes. Vaksinasi biasanya diberikan sebelum musim penyakit influenza datang. penyakit ginjal. lesu. lelah. kelemahan sistem imun (imunodefisiensi). Vaksin tahun sebelumnya 72 . Terdapat dua macam vaksin yaitu whole-virus dan split-virus vaccine. Pada saat ini cakupan imunisasi influenza mencapai 70-90% untuk proteksi selama satu tahun. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus). vaksin influenza lebih efektif untuk mencegah kompikasi saluran nafas bawah atau komplokasi lain. Vaksin influenza diproduksi dua kali setahun berdasarkan perubahan galur virus influenza yang bersirkulasi di masyarakat. maka perlu dilakukan vaksinasi secara kontinu menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir. hemoglobinopati. Vaksinasi Influenza Vaksin trivalen influenza (TIV) yang terdiri dari dua virus influenza subtipe A yaitu H3N2 dan H1N1. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus menerus.

diberikan 2 dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan. 7. lamanya 1 atau 2 hari.25 ml : 0.tidak boleh diberikan untuk tahun sekarang. Vaksinasi Pneumokokus Terdapat 2 jenis vaksin pneumokokus yang beredar di Indonesia. • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat. o o o Umur 6-35 bulan Umur ≥ 3 tahun Umur ≥ 8 tahun : 0. o Untuk anak usia ≥ 9 tahun cukup satu kali saja. lemas dan mialgia (flu1-2 hari. teratur. terutama pada anak yang muda. Kontraindikasi • Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan komponen vaksin seperti telur jangan diberi vaksinasi influenza. 23 serotipe disebut pneumococcus polysaccharide vaccine (PPV23). lamanya Gejala sistemik tidak spesifik berupa demam. setiap tahun 1 kali. yaitu vaksinpneumokokus polisakarida berisi polisakarida murni. Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah. eritema dan indurasi pada tempat suntikan. Vaksin pneumokokus generasi 73 .5 ml : untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu. Gejala timbul setelah 6-12 jam pasca vaksinasi. Vaksin influenza diberikan secara intramuskular pada paha anterolateral atau deltoid. o Untuk anak dengan gangguan imun. Dosis tergantung umur anak. pada tahun berikutnya hanya diberikan 1 dosis. like symptoms). Reaksi KIPI • • Reaksi lokal nyeri. atau mengalami distres nafas akut atau pingsan.

dijumpai. 7 serotipe disebut pneumococcus conjugate vaccine (PCV7). Efek sistemik: demam. gelisah. Kelompok resiko tinggi ini adalah anak yang menderita penyakit kronik seperti sickle cell. tidur tidak tenang. Vaksin PPV tidak dapat merangsang respon imunologik pada anak usia muda dan bayi. dan nyeri pada bekas tempat suntikan. Reaksi KIPI • • • • Efek samping: eritema. penyakit jantung bawaan dan gagal jantung. sehingga tidak mampu menghasilkan respon booster. pusing. Interval antara 2 dosis 4-8 minggu. penyakit paru kronik. 6 bulan dan diulang pada umur 12-15 bulan. bengkak.kedua berisi vaksin olisakarida konjugasi. disfungsi limpa. defisiensi imun kongenital. secara intramuskular di daerah deltoid atau paha tengah lateral. Untuk meningkatkan imunogenisitas pada bayi. tetapi tidak lama. indurasi. vaksin PCV7 diberikan bersama vaksin PPV23 karena kelompok ini rentan terhadap semua serotipe pneumokokus. namun demam tinggi di atas 39oC jarang Reaksi KIPI biasanya terjadi setelah dosis kedua. Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) 74 . urtikaria. aslenia kongenital/didapat. infeksi HIV. diare. 4. maka diberikan jadwal dan dosis sebagai berikut: Umur datang pertama kali 7-11 bulan 12-23 bulan ≥ 24 bulan sampai 5 tahun Dosis vaksin yang diberikan 3 dosis 2 dosis 1 dosis Vaksin diberikan dalam dosis 5 ml. 8. dan diabetes melitus. dikembangkan vaksin PCV. akan menghilang dalam 3 hari. pengobatan imunosupresif. Apabila anak datang setelah berumur > 7 bulan. menurun. nafsu makan Demam ringan sering timbul. muntah. Vaksin PCV7 diberikan pada bayi umur 2. Untuk anak resiko tinggi berumur 24-59 bulan.

16 dan 18. Gardasil@). reaksi kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan. nyeri kepala dan mual. Reaksi KIPI • Efek samping local vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah nyeri. Dosis yang diberikan sebanyak 0.Vaksin HPV yang telah bersedar di Indonesia dibuat dengan teknologi rekombinan. • Efek samping sistemik vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah demam. 11. Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan sejak umur >10 tahun atau lebih banyak 3 kali. Vaksin HPV mempunyai afikasi 96%100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe-16/18. Vaskin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV. dengan jadwal agak berbeda untuk vaksin HPV bivalen (0.2 dan 6 bulan). secara intramuskular pada daerah deltoid.1 dan 6 bulan) dan Vaksin HPV kuadrivalen (0.5 mL. BAGAN IMUNISASI YANG DIBERIKAN PADA BAYI DAN ANAK DI INDONESIA 75 . Terdapat dua jenis vaksin : HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18. Penelitian vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen menunjukkan imunogenisitas yang tinggi. Cervarix@) dan vaksin kuadrivalen (tipe 6.

rubella.MACAM BAHAN VAKSIN a. Kemudian dilanjutkan seriap 3-4 jam sesuai kebutuhan. Vaksin mati (Inactivated vaccine) 76 .PEMBERIAN ANTIPIRETIK SEBELUM DAN SESUDAH IMUNISASI Kepada orangtua atau pengantar diberitahukan bahwa 30 menit sebelum imunisasi DPT/DT. polio. yang dilemahkan. MMR.Hib. gondongan (parotis). demam kuning (yellow fever). • Berasal dari virus hidup : vaksin campak. • Berasal dari bakteri : vaksin BCG dan demam tifoid oral. hepatitis B dianjurkan memberikan antipiretik parasetamol15 mg/kgbb kepada bayi/anak untuk mengurangi ketidaknyamanan pasca vaksinasi. rota virus. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Vaksin hidup (Live attenuated vaccine) Dibuat dari kuman atau virus penyebab penyakit. MACAM . b.

Dibuat dari kuman, virus atau komponennya yang dibuat tidak aktif. • Seluruh sel virus inactivated : influenza, polio (injeksi), rabies, dan hepatits A • Seluruh bakteri inactivated : pertusis, tifoid, kolera, dan lepra • Vaksin fraksional yang masuk sub-unit : hepatitis B, influenza, pertusis α seluler, tifoid Vi, lyme disease. • Toksoid adalah bahan bersifat imunogenik yang dibuat dari toksin kuman. Pemanasan dan penambahan formalin biasanya digunakan dalam proses pembuatannya. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi disebut sebagai natural fluid plain toxoid, dan merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteriil toksoid efektif selama satu tahun. Bahan ajuvan digunakan untuk memperlama rangsangan antigenik dan meningkatkan imunogenesitasnya. Contohnya: difteria, tetanus, botulinum. • Vaksin polisakarida adalah vaksin sub-unit yang inactivated dengan bentuknya yang unik terdiri atas rantai panjang molekul-molekul gula yang membentuk permukaaan kapsul bakteri tertentu. Tersedia untuk 3 macam penyakit yaitu pneumokokus, mengokokus, dan Haemophillus influenzae type B.

c. Vaksin rekombinan Vaksin rekombinan adalah antigen vaksin yang dihasilkan dengan cara teknik rekayasa genetik. Contohnya : vaksin hepatitis B dan vaksin tifoid (Ty21a).. IMMUNOGLOBULIN SPESIFIK (IgS) DAN ANTITOKSIN Immunoglobulin S (IgS, hiperimmune globulins) secara farmakologi maupun karakteristik biologi berbeda dengan immunoglobulin normal. Sediaan ini diambil dari kumpulan darah pasien pada masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau setelah pemberian vaksinani tertentu, sehingga darahnya mengandung titer antibodi spesifik yang sangat tinggi pada penyakit tersebut. Untuk itu IgS diindikasikan untuk pencegahan infeksi bakteri spesifik seperti difteri, pertusis, tetanus, dan kuman clostridium lain, infeksi saluran napas, stafilokokus, streptokokus invasif, dan pseudomonas. Pencegahan inveksi virus seperti hepatitis A, B, C; TORCH, HIV, ebola, rabies, dan MMR. 77

IMMUNOGLOBUIN TETANUS (HUMAN TETANUS IMMUNOGLOBULIN) Pemberian Ig tetanus dan antitoksin tetanus diindikasikan untuk pencegahan pada luka dalam yang kotor, yang tidak akan terlindungi hanya dengan pemberian vaksin saja, riwayat imunisasinya tidak jelas/tidak pernah diimunisasi atau imunisasi dasarnya tidak lengkap. Di samping itu juga diindikasikan untuk pengobatan dalam upaya netralisasi toksin yang bekerja sistemik. Dosis pemberian Ig tetanus untuk pencegahan 250 unit, scara IM. Untuk pengobatannya, dosisnya adalah 3000-6000 unit, IM. Pada kasus neonatorum 500 U, IM. ANTI TETANUS SERUM (ATS) Jika TIg tidak tersedia dapat diberikan antitoksin yang berasal dari serum binatang sebanyak 1.500-5.000 IU, pemberian harus didahului tes sensitivitas. Dosis tunggal antitoksin tetanus berkisar antara 50.000-100.000 U. Untuk pengobatan tetanus neonatorum diberikan dengan dosis 40.000 U, dengan cara pemberiannya 20.000 U dari antitoksin dimasukkan ke dalam 200 cc NaCl 0,9%, diberikan secara IV dalam 35-45 menit. Setengah dosis yang tersisa (20.000 U) diberikan secara IM pada paha antero lateral. Jika antitoksin yang berasal dari serum binatang (kuda) yang dipakai, lakukan skin test dahulu untuk mencegah tejadinya shock anafilaksis. Pada saat yang bersamaan siapkan alat suntik dengan adrenalin (1:1000) dilakukan untuk pasien yang pernah mendapatkan suntikan antitoksin dari serum binatang. Sebagai kontrol, di tempat lain disuntikkan garam fisiologis intrakutan. Jika setelah suntikan timbul benjolan di kulit yang dikelilingi warna kemerahan berupa eritema dengan ukuran 3 mm atau lebih dibanding kontrol maka lakukan desentisasi terhadap pasien. Lebih dari 25% penderita mengalami serum sickness setelah pemberian antitoksin kuda. Oleh karena risiko serum sickness dan reaksi-reaksi hipersensitivitas, maka Imun Globulin Tetanus (IGT) manusia cenderung digunakan dibandingkan ATS. Anti serum tidak menetralkan toksin tetanus yang terikat pada susunan saraf pusat dan sedikit memperbaiki gejala-gejala yang telah ada pada saat pemberian. Akan tetapi, rasio kematian pada penyakit yang ringan sampai moderat secara bermakna dikurangi bila antiserum diberikan secara dini.

78

VIII.

TAMAN PENITIPAN ANAK
CARA MEMPERBAIKI GIZI KURANG PADA ANAK DALAM PENITIPAN Anak-anak yang dititipkan di taman penitipan anak akan diatur menunya sesuai dengan kebutuhan gizi dan proporsi tubuhnya. Dalam tempat penitipan anak (day care centre) pada umumnya terdapat ahli gizi yang bertugas menjaga dan menilai kebutuhan gizi anak-anak yang diasuhnya. Bagi anak yang kekurangan gizi, akan diberikan menu yang lebih sesuai dengan kebutuhannnya secara kualitas maupun kuantitas. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ANAK DALAM PENITIPAN Selain ahli gizi, di taman penitipan anak ini juga mempunyai dokter, akan lebih baik lagi bila dokter tersebut adalah dokter anak. Program yang biasa dilakukan di tempat penitipan anak pada saat awal menitipkan antara lain adalah imunisasi untuk mencegah penyakit dan mencegah terjangkitnya penyakit menular diantara anak-anak. Biasanya di setiap day care centre mempunyai program imunisasi awal yang akan dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan.

PERKEMBANGAN PENITIPAN

FISIK

DAN

PSIKOSOSIAL

ANAK

DALAM

Di setiap taman penitipan anak, ditawarkan program-program yang sangat bervariasi, namun pada intinya adalah usaha untuk meningkatkan perkembangan fisik dan psikososial anak. Untuk meningkatkan perkembangan fisik, anak akan diajak dalam permainan yang menggunakan sensorik dan motorik yang melibatkan panca indera. Sedangkan untuk meningkatkan psikososial, anak akan didorong untuk mengenal anak lain, mempunyai teman, berkelompok dan bekerja sama. MEMBERIKAN PENDIDIKAN ORANGTUA DALAM MENGASUH ANAK Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari taman penitipan anak adalah faktor pendidikan yang juga diberikan pada orangtua. Pada waktu yang ditentukan, para orangtua khususnya para ibu, akan diberikan penyuluhan bagaimana merawat bayi dan anak, memberi dan menyiapkan makanan untuk anak.

79

seorang anak yang menjadi buta karena kekurangan vitamin A Impairement : kehilangan pengelihatan/buta Disability Handicap : kehilangan kemampuan untuk bisa melihat : kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan mata dan menikmati aktifitas yang normal ETIOLOGI Penyebab keadaan cacat itu sendiri.    − − −  − − − − Malnutrisi Penyakit tidak menular Kelainan bawaan Kelainan fisik bawaan Retardasi mental Kelainan bukan genetik Penyakit menular Poliomielitis Trachoma Lepra Onchocerciasis 80 . dapat karena kelainan bawaan atau cacat yang didapat dalam perjalanan hidupnya baik karena penyakit maupun karena kecelakaan. 2. Disability : suatu hambatan atau gangguan dari kemampuannya untuk melaksanakan aktifitas yang biasanya dapat dikerjakan oleh orang yang normal sebagai akibat dari “impairement”.IX. Impairement : suatu keadaan abnormalitas dari psikis. yaitu : 1. Jadi : Impairement → Disability → Handicap Contohnya. Handicap : suatu kerugian yang diderita oleh individu akibat impairement dan disability. ANAK CACAT (HANDICAPPED CHILDREN) DEFINISI Beberapa istilah yang sering dipakai pada keadaan cacat perlu dijabarkan. fisiologis atau fisik baik struktur maupun fungsinya. 3.

Pada anak atau balita yang dapat makan sendiri. Yang menyebabkan anak cacat butuh perhatian lebih adalah keterbatasan mereka dalam menerima asupan gizi yang diberikan. kesulitan didapatkan ketika mereka menolak untuk menerima makanan yang diberikan pada mereka. penanganan disesuaikan dengan cacatnya. diberikan makanan yang dapat langsung ditelan. Pada anak cacat mental. Bayi atau anak dengan cacat anggota tubuh. Pendidikan yang khusus terutama diberikan kepada anak dengan cacat mental atau yang cacat indranya. DAN PENEMPATAN KERJA ANAK CACAT PADA ORANG TUA Tergantung dari jenis kecacatannya. Dibutuhkan kesabaran dalam merawat anak cacat mental.   Kecelakaan/rudapaksa Kelainan psikiatri fungsional Kecanduan alkohol dan obat KESEMPATAN PENDIDIKAN. Dengan pengamatan dan pengarahan yang teliti melalui program rehabalitasi. Tujuannya : • • • Orangtua menerima kecacatan anaknya dengan sikap positif Memberi rasa optimis orang tua terhadap anaknya Orangtua dapat memberi dukungan pada proses perkembangan anaknya CARA MEMPERBAIKI GIZI ANAK CACAT Penanganan gizi pada anak cacat lebih kurang sama seperti penanganan pada anak normal lainnya. misal: bubur. CARA IMUNISASI PADA ANAK CACAT Secara umum pemberian imunisasi pada anak cacat sama dengan anak normal. Diharapkan mereka dapat diberikan pengertian dan atau kebiasaan pola dan waktu makan yang benar agar mandiri. seorang anak memerlukan atau tidak memerlukan sebuah pendidikan khusus. LATIHAN KERJA. pendidikan yang tepat dapat diarahkan. 81 . Cacat pada mulut yang terjadi pada bayi dapat ditanggulangi dengan penggunaan dot khusus yang memungkinkan susu langsung mencapai faring.

baik dalam kegiatan fisik. pembina. kader. kurang cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kemampuan dinilai lebih rendah bila dibandingan dengan anak normal di usianya. sensitif. perasa. mudah marah. − Rujukan berjenjang. STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN ANAK CACAT 1) Departemen Kesehatan Berperan dalam bidang : − Deteksi dini − Memberikan latihan(training) ditingkat masyarakan. Contoh. Mempunyai kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi. bunyi. rendah diri. 2) Departemen Sosial Berperan sebagai sumber dana. RS Kabupaten. biasanya ditunjukkan dengan perilakunya ketika melakukan aktifitas bersama dengan anak-anak normal pada umumnya. Permasalahan mendasar bagi anak-anak luar biasa. pembimbing. dan peraba. psikologi. − Memberikan pelayanan rehabilitasi medik. 5. Puskesmas. malu. dan pengawas dalam peningkatan usaha-usaha kesejahteraan sosial. ruang warna. 2. maupun sosial. RS Rujukan dengan pelayanan berbagai bidang spesialistik. menunjukkan sangat tidak pemaaf dan sensitif terhadap orang lain. visual. anak sering menjadi kaku. kesukaran untuk bergaul maupun bermain. dan kadangAnak seringkali mengalami kesulitan untuk mengubah rangsangan kadang muncul sikap egois terhadap lingkungan. Cenderung merasa apatis. Contoh. 3. keseimbangan posisi. ketika bergaul mereka menghadapi sejumlah kesulitan. Keterbatasan kemampuan untuk belajar dan berlatih. sehingga mereka mengalami kesulitan dalam konsep bentuk. 4.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK CACAT 1. 3) Departemen Tenaga Kerja 82 . dan bila dihubungkan dengan perilakunya.

yang disebut sebagai cacat ganda (double handicap). e) SLB Bagian E Untuk anak yang tuna laras yaitu untuk anak yang mempunyai kelainan emosi dan sosial. mental. dididik di SLB-D1. yaitu: a) b) SLB Bagian A SLB Bagian B Untuk anak dengan kelainan pengelihatan/tuna netra.Memberikan keterampilan melalui BLK (Balai Latihan Kerja) terhadap mereka yang memiliki kecacatan yang permanen. kecelakaan. 25-50 yaitu anak yang SLB Bagian D yang mampu didik. c) SLB Bagian C anak dengan keterbelakangan mental (Retardasi Untuk mental/Tuna Grahita). Untuk anak dengan kelainan/cacat anggota tubuh (tuna daksa tanpa disertai gangguan lain). Untuk anak dengan kelainan pendengaran dan bicara (Tuna Rungu Wicara). 4) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Berperan dalam hal: − Pendidikan anak-anak cacat/kelainan tumbuh kembang − Pemberian bantuan tenaga pendidik kepada sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB). Berdasarkan kemampuan intelegensi anak maka SLB-C dibedakan atas: − − d) SLB C: retardasi mental dengan I.Q. dll.). dll. − Pendidikan luar biasa dapat dilaksanakan melalui sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kecacatan yang diderita. mampu latih. 5) PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) 83 . 50-75 yaitu anak SLB-C1: retardasi mental I. Sedangkan untuk anak yang tuna daksa disertai gangguan/cacat lainnya (gangguan bicara. misalnya akibat polio.Q. cacat bawaan.

rohani. dll Pencegahan tingkat I Impairement Pencegahan tingkat II Disability Pencegahan tingkat III Handicap Tujuan utama dari upaya rehabilitasi medis adalah: 1. dan terutama kemampuan mengurus diri sendiri. Secara garis besar dikenal 3 level pencegahan. X. Mencegah terjadinya kecacatan dengan memberikan tindakan rehabilitasi sedini mungkin. Mengembalikan kemampuan bekerja dari penderita cacat dengan mempersiapkan kemampuan jasmani. Biasanya SLB-D juga dibawah asuhan YPAC dan dibawah pengawasan DepDikBud.Dalam kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) diharapkan PKK berperan sebagai motor masyarakat. dll. protesa. kecelakaan. misalnya : Malnutrisi. 3. serta pemberian alat-alat seperti penyangga. BKIA MENJELASKAN PHC (PELAYANAN KESEHATAN PRIMER) SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERLUAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU DAN ANAK Secara umum pelayanan kesehatan primer diberi batasan sebagai suatu upaya kesehatan universal. yang mencakup seluruh anggota masyarakat atau keluarganya. kelainan bawaan. 2. rohani. dan terutama kemampuan jasmani. 84 . PENCEGAHAN Sebenarnya 50% dari keadaan cacat tersebut berasal dari sebab-sebab yang dapat dicegah. Mengurangi terjadinya kecacatan dengan memberikan latihan-latihan. 6) YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) YPAC berperan dalam hal perencanaan dan pengembangan program RBM.

yaitu . pertusis. yaitu : • • • • • • • • Penyuluhan kesehatan. difteri. khususnya tentang cara pencegahan dan Gizi Sanitasi dasar dan air bersih KIA dan KB Imunisasi terhadap 6 penyakit utama : BCG. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik Pengobatan penyakit yang umumnya dijumpai Tersedia obat esensial pengelolaan penyakit polio. Pelayanan kesehatan primer yang diberikan adalah : • • • minimal 5 T : 85 Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pelayanan kesehatan primer itu sendiri mempunyai standart operasional. antara lain : • • • • Peningkatan mutu lingkungan hidup Peningkatan status gizi masyarakat Pengurangan morbiditas dan mortilitas penyakit Pengembangan keluarga sejahtera MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER IBU HAMIL Strategi Menuju Persalinan Sehat meliputi 3 pesan kunci. dan campak Pelayanan kesehatan primer tertuang dalam wujud Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang mempunyai tujuan dan sasaran jangka panjang. yaitu setiap persalinan harus ditolong tenaga medis. Dalam wadah kesehatan primer ini tercakup 8 unsur pokok bidang kesehatan. dan setiap wanita usia subur harus mempunyai akses pencegahan kehamilan dan penanganan komplikasi keguguran. tetanus.dilaksanakan dengan partisipasi dan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat sendiri. setiap komplikasi persalinan harus ditangani tenaga adekuat.

Untuk menurunkan angka kematian atau penyakit bayi yang disebabkan oleh penyakit alat pencernaan. atau lingkungan. antara lain BCG. termasuk makanan bayi Kebersihan adalah dasar daripada kesehatan yang meliputi kebersihan diri. 86 . DPT. makanan. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit bayi dan anak. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimum mungkin.• • • • • Timbang BB dan TB Tekanan darah Tetanus toxoid lengkap Tinggi fundus uteri Tablet zat besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan Jika pelayanan kesehatan tersebut belum mencapai 5 T maka belum dapat disebut Pelayanan Kesehatan Primer (PHC). maka diberikan nasehat mengenai minuman dan makanan bayi. dan campak. Pelayanan kesehatan primer untuk bayi BKIA ini bertugas ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit. Petunjuk yang diberikan di BKIA untuk bayi dapat dibagi menjadi : • Petunjuk mengenai kesehatan umum. pakaian. Kasih sayang yang cukup akan membuat bayi merasa aman. Hal ini dimulai dengan memberikan makanan atau minuman pada waktu tertentu secara teratur  Istirahat dan kasih sayang. polio. •  Petunjuk mengenai psikologi umum Membiasakan diri pada waktu-waktu tertentu dan teratur. • Imunisasi terhadap beberapa penyakit infeksi Untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi. A. MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER BAYI DAN ANAK PRA-SEKOLAH BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial bersifat pendidikan dan pencegahan. DT. serta mengusahakan kesehatan kesejahteraan seoptimal mungkin. rumah.

Dewan penasehat kesehatan nasional dipilih oleh presiden dengan ahli-ahli dari berbagai bidang untuk menasehati DEPKES dalam kebijakan kesehatan nasional. sedangkan pengawasan kebijakan dan panduan teknis tetap dipegang oleh DEPKES yang memiliki perwakilan atau kantor di tingkat daerah dan propinsi. penyakit janin dan neonatus. retardasi mental. Alat ini digunakan untuk melatih jiwa Pemeriksaan darah sederhana dan panca indra. Ditingkat berikutnya. mengukur tinggi badan. tanggung jawab kesehatan masyarakat diarahkan pada PEMDA. Kantor kesehatan propinsi memiliki tanggung jawab operasional. berat lahir rendah. A. merangsang khayalan. • Alat permainan. kelahiran prematur. B. Sebagai hasil dari desentralisasi ini. Ibu Hamil 87 . makanan anak. MENJELASKAN STRUKTUR ORGANISASI BKIA Di tahun 1987. Pelayanan kesehatan primer untuk anak pra-sekolah Di samping menimbang berat badan. Di tahun 1994. pemerintah setempat diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang utama dan pelayanan referral. dan memeriksa Hb anak. cacat bawaan. pelayanan diberikan oleh pusat kesehatan dan RS. Di tahun 1996 dilaksanakan pengaturan kembali di kantor-kantor kesehatan di propinsi dan daerah untuk meningkatkan proses desentralisasi dan untuk meningkatkan kualitas dari panduan teknis dan operasional untuk pelayan kesehatan setempat dan kesehatan di sektor swasta. dan pada tingkat tersier ada RS yang lebih besar dan lembaga kesehatan lainnya yang lebih khusus. diberikan pula nasehat mengenai kebersihan rumah dan lingkungan. dan keadaan lain yang merugikan disebut kehamilan dengan resiko tinggi. MENGIDENTIFIKASI IBU DAN ANAK DENGAN RESIKO TINGGI Kehamilan yang memungkinkan terjadinya keguguran. dan imunisasi. kematian janin.

7. Fetal distress Bayi Tinggi badan kurang dari 145 cm dan berat badan Kurang darah : kurang atau sama dengan 10 mg/dl Kehamilan lebih dari 3 anak dengan jarak kurang Usia wanita hamil kurang dari 20 tahun atau lebih Kehamilan ganda atau lebih Toksemia gravidarum Rhesus iso imunisasi Infeksi pada ibu hamil Pertumbuhan janin yang lambat Antepartum Hemorhagi : perdarahan sebelum Letak bayi dalam kandungan yang tidak normal Disporposi cefalo-pelvic : ukuran kepala dan rongga panggul tidak Bayi yang lahir sebelum masa gestasi 3-7 minggu atau sesudah 42 Bayi dengan berat < 2500 gram atau >4000 gram Bayi yang menunjukkan penyimpangan dari besar atau perkembangannya Bayi dengan riwayat penyakit neonatus yang berat atau dengan Bayi dengan keadaan lahir yang buruk atau yang memerlukan Bayi lahir dari ibu dengan infeksi dan adanya riwayat penyakit selama kematian saudaranya atau kematian 2 janin dan saudaranya resusitasi di kamar bersalin dan kemudian di tempat bayi dirawat kehamilan. mempunyai 4 atau lebih anak 88 . riwayat masalah sosial yang berat. B.1. 6. 12. 9. 5. melahirkan 11. lama tidak mempunyai bayi. sesuai 13. 4. minggu 2. hampir tidak ada kenaikan berat badan selama hamil. 8. tidak adanya perwatan pre natal. 3. 3. dari 2 tahun 4. ketuban pacah dini. 6. 1. dari 35 tahun 5. 10. kurang dari 38 kg 2.

seperti bulan kehamilan kehamilan pada setiap kecurigaan akan cacat bawaan masalah emosi yang berat. Posyandu. 89 . 3. 6.dll. Anak Balita Anak balita dengan resiko tinggi harus lebih sering diawasi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium serta penimbangan BB dan TB. pecandu obat. 7. ibu yang mempunyai anak pertama pada umur > 35 tahun. BB ± dari 350 gram/bulan Umur lebih dari 1 tahun BB ± dari 150 gram/bulan Jumlah anak lebih dari 3 orang dengan jarak kelahiran kurang dari 2 XI. atau tidak kawin. Dalam keluarga ada anak yang meninggal lebih dari 3 orang Sejarah partus terdapat asfiksia atau dengan partus patologik Pernah menderita batuk rejan Pernah menderita campak Umur di bawah 2 tahun pernah malnutrisi tingkat II dan III Belum pernah mendapatkan imunisasi Umur 0-3 bulan. 10. 2. Bayi yang lahir dari kehamilan ganda atau ibu hamil lagi sesudah 3 Bayi yang lahir dengan bedah Caesar atau adanya komplikasi Bayi yang mempunyai satu pembuluh darah arteri.sebelumunya. 4. tali pusat. 8. tahun 5. kecelakaan yang membahayakan. hiperemis gravidarum. 9. anestesia umum C. 8. 9. 11. BB ± dari 750 gram/bulan Umur 4-7 bulan. atau Bayi dikenal menderita anemia atau inkompatibilitas golongan darah Bayi lahir dari ibu yang sangat menderita selama hamil. meminum salah satu obat selama kehamilan. 10. 7. • PUTARAN PEMECAHAN MASALAH Laporan bulanan / mingguan balai pengobatan PENGUMPULAN DATA PELAYANAN KESEHATAN ANAK Misalnya : Puskesmas. Balita dengan resiko tinggi bila : 1.

bidan) b. yang terdiri dari ribuan pulau merupakan hambatan untuk sarana komunikasi yang .Ada “bias” karena : a. Tidak semua yang sakit berobat Yang berobat golongan sosial ekonomi tertentu (rendah) Diagnosa sering sukar ditentukan Laporan rumah sakit Tidak semua yang sakit dirawat Beda sosial ekonomi dari pasien pada RS yang berlainan Asuransi kesehatan Tidak semua penyakit diasuransikan Tiap perusahaan asuransi menentukan jenis-jenis penyakit yang Ada “bias” karena : Ada “bias” karena : IDENTIFIKASI MASALAH PELAYANAN KESEHATAN ANAK Beberapa hambatan ditemukan dalam sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia. berlainan c. 3. Tenaga medis dan paramedis yang tersedia ( dokter. Keadaan sosial-ekonomi dan budaya 90 Keadaan geografi Indonesia. 6. • a. c. 4. b. tetapi mutu pendidikan kurang b. perawat. tempat praktek dokter. • a. Kuantitas sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia Jarak ke tempat pelayanan kesehatan Masalah demografi Kualitas sistem pelayanan kesehatan a. Penyebaran penduduk 60% terpusat di pulau Jawa c. Tidak semua orang ikut asuransi. Posyandu. Adanya arus urbanisasi 5. anak di Indonesia a. antara lain : 1. b. b. murah dan cepat. klinik ) 2. Jumlah penduduk yang terlalu banyak. Sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia ( Puskesmas.

b. Pengobatan (disability limitation)  meliputi tindakan-tindakan dalam mengobati penyakit anak dalam rangka mencegah terjadinya kecacatan.tindakan promotif untuk meningkatkan kesehatan fisik. c. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. Kebiasaan atau perilaku masyarakat tradisional Daya beli masyarakat yang kurang Tingkat pendidikan yang rendah Tingkat pengangguran yang tinggi. Pencegahan spesifik (spesific protection)  meliputi tindakan pencegahan secara lebih spesifik terhadap penyakit yang mungkin akan diderita anak.Promosi (health promotion)  meliputi tindakan . Pencegahan primer (primary prevention) a. Pencegahan tersier (tertiary prevention)  meliputi tindakan-tindakan dalam memperbaiki fungsi fisik.a. b. pakaian. Promosi (health promotion) Peningkatan pengadaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan. 3. sosial anak. rumah. 2. peningkatan pengetahuan akan kebersihan badan. dan 91 . Deteksi dini (early diagnosis and prompt treatment)  meliputi tindakan-tindakan dalam mendiagnosis penyakit pada anak untuk dilakukan pengobatan dengan segera. Pencegahan primer (primary prevention) a. d. MERENCANAKAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Merencanakan pemecahan masalah kesehatan anak meliputi tindakan-tindakan berikut ini: 1. PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK 1. biologi. b. mental dan sosial anak agar dapat sembuh sempurna.

pemeriksaan gigi berkala setiap 6 bulan.000 kehamilan semakin menurun. b. Pencegahan tersier (tertiary prevention) Pembatasan kecacatan (disability limitation) Pemakaian penglihatan. pencegahan sekunder (secondary prevention) dan pencegahan tersier (tertiary prevention) sudah dapat berjalan dengan baik. penyemprotan nyamuk (fogging). b. pemberian oralit pada diare. Deteksi dini (early diagnosis) Pemeriksaan laboratorium dan pengobatan sampai anak sembuh dari penyakit. membawa anak segera ke RS. pamflet-pamflet dan brosur-brosur tentang ASI eksklusif dan pentingnya imunisasi. Pencegahan spesifik (spesific protection) Pemberian imunisasi.000 425 307 150 Angka kematian bayi Per 1000 58 35 15 kacamata pada anak dengan gangguan ketajaman Tahun 1993 1996 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka kematian ibu per 100. demikian pula dengan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. Pengobatan (prompt treatment)) Resusitasi cairan pada pasien DHF. walaupun target angka kematian ibu 92 . Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia yang meliputi pencegahan primer (primary prevention).lingkungan. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. 3. pemeberian antipiretik pada anak yang demam. EVALUASI PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Angka kematian ibu Per 100. 2.

pengembangan imunisasi secara operasional dan pengembangan imunisasi dengan vaksin baru.000 kehamilan dan angaka kematian bayi 15 per 100 kelahiran hidup. pengamatan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi. program SIAGA. hepatitis B. anak usia sekolah. campak. pertusis. maka kita wajib menyusun kembali perencanaan masalah tersebut. MENYUSUN KEMBALI PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH Sasaran yang hendak dicapai melalui program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakitpenyakit di atas di masyarakat dengan prioritas pada bayi. serta kelompok resiko tinggi lainnya. dan penyakit lain yang sudah ada imunisasi. XII. Standardisasi dan pelaksanaan imunisasi polio secara gratis. wanita usia subur (termasuk ibu hamil). tetanus. yang diselenggarakan di lingkungan kumuh. Untuk dapat mengatasi berbagai hambatan dalam program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia. serta pemantauan dan evaluasi program termasuk hasil-hasilnya. Kegiatan terdiri dari menerapkan pengetahuan ke berbagai bidan dan ibu-ibu yang hamil. melakukan aksi pemeriksaan dan pengobatan cumacuma. CORAK DAN SEBAB-SEBAB MORBIDITAS DAN MORTALITAS ANAK Sebab-sebab utama       Sebab-sebab lainnya  Kasih sayang/asuhan yang kurang dari ibu  Pendidikan ibu yang rendah 93 Kurang gizi (Kurang Energi Protein) Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) Diare Berat Badan Lahir Rendah Pelayanan kesehatan yang kurang memadai Sanitasi lingkungan yang tidak baik . difteri. BCG.yang hendak dicapai pada tahun 2020 masih terdapat 150 per 100. memberikan penyuluhan dan mendidik masyarakat agar bisa menjaga kesehatannya.

 Kesadaran akan pentingnya imunisasi masih rendah  Keadaan sosial. budaya dan ekonomi masyarakat yang rendah Sebab-sebab yang jarang (tracer causes)  Malformasi kongenital dan trauma kelahiran 94 .

95 .

96 .

97 .

98 .

99 .

100 .

101 .

com/content/view/23/29/1/1/ [6 Sept 2008]. Yakarta: CV Sagung Seto. Ilmu Kebidanan. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. 2002. 2007. 2008. 5.doc.3. http://www. [6 Sept 2008]. ed. http://www.3.com/page/pertumbuhan+dan+perkembangan+anak? t=anon. 10. [terhubung berkala].wetpaint. Ed 2. 7.aqilaputri. 4.H.rachdian. Matondang Corry S. 6. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. 102 . Prawirohardjo. [terhubung berkala]. KMS.rachdian. 2008. Aqilaputri. http://www.gizi. Markum. Sastroasmoro Sudigdo. [terhubung berkala]. Fordearest. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2004. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Hal 177-82. Media 8. [6 Sept 2008]. FK UI. Dasar Teori Anak Sehat. Jilid1.com/index2. ed. Buku Kuliah I Ilmu Kesehatan Anak: staf pengajar ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta: Aesculapius. Sarwono.DAFTAR PUSTAKA 1.net/pedomangizi/download/KMSbaganrev. Wahidiyat Iskandar. 2000. 9. Dkk-bpp. Keluarga Berancana dan Kontrasepsi. Hartanto Hanafi. 3. 1991. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. 2007.wetpaint. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. 2003. Arif.php?option=com-content&do_pdf=1&id=13/ [6 Sept 2008]. A. Hassan Rusepno. Manjoer. http://fordearest. [terhubung berkala]. 2. Gizi. Diagnosis Fisis pada Anak.dkkbpp. Jakarta. 1991. Alatas Husein.

ac. 13.com/pnu/003/PNU0030012. 2004.wikipedia. Jakarta. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI.wordpress. 2004. Ilmu Gizi.wordpress. Perkembangan Anak. http://id. 187-89. http://www.11.htm 20. http://id.esmaschool. Qodrat.ugm.edukasi. Achmad.kompas. Jakarta.com/2007/01/07/perkembangan-anak/ [6 Sept 2008].wikipedia. http://www. http://www. Rosani.asp 22. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Sediaoetama. Adolfina. Hal 145-46.net/modul_online/MO_140/geo111_05. http://www. Dian Rakyat. 14. http://piogama. 2007.org/pertumbuhan_penduduk_dan_dinamika_kependudukan 17.htm 21. [terhubung berkala]. 1985.org/wiki/Demografi_Indonesia 16.id/buletin/2006/12/infoutama. 15. http://organisasi. 12.pikiranrakyat.php 103 . Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.com/kompas-cetak/0308/09/ekonomi/482940.com/cetak/0704/12/0410.htm 18. http://qodrat. Diktat Bahan Kuliah Pengantar Statistik Kesehatan FK UKI.org/wiki/Penduduk#Piramida penduduk 19.