PENDAHULUAN

Ada sebuah bagian dalam ilmu kesehatan anak, yang mempelajari dan mengkaji aspek-aspek sosial yang berhubungan baik secara langsung maupun tak langsung dengan kesehatan anak, yaitu pediatri sosial. Pediatri Sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, dan rehabilitasi. Selain itu juga menangani seluruh aspek kehidupan anak, mulai dari hubungan anak dengan keluarga, hingga interaksi dan hubungan dengan lingkungan. Pediatri sosial sangat dekat kaitannya dengan pengkajian pola tumbuh kembang anak. Banyak hal yang menjadi perhatian dalam pediatri sosial di antaranya mengenai imunisasi, masalah gizi anak, gangguan tumbuh kembang, psikologi anak, penanganan child abuse, drugs abuse, pekerja anak hingga anak-anak pengungsi. Pediatri sosial bukanlah sebuah disiplin ilmu tersendiri. Namun lebih dari perpaduan berbagai profesi yang terlibat di dalamnya guna memberikan masukan baik secara klinis maupun preventif bagi masalah-masalah pediatri secara garis sosial. Pediatri sosial merupakan suatu usaha atau cara pendekatan yang dilakukan secara terus menerus pada anak, dimulai sejak dalam kandungan, waktu lahir, bayi, sampai usia remaja, agar anak dapat tumbuh dan kembang sebaik-baiknya. Sebetulnya seluruh bidang pediatri yang ada sekarang ini masuk ke dalam pediatri sosial. Dapat dikatakan bapak segala ilmu mengenai pediatri itu adalah pediatri sosial. Bidang ini menjadi dasar yang memberi kesempatan pada setiap anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal secara fisik, intelektual, dan emosional. Dengan demikian seorang anak akan berpeluang lebih baik untuk menjadi seorang dewasa yang sehat dan produktif. Dengan pemikiran ini sebenarnya upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak harus lebih diutamakan kepada upaya dalam bidang pediatri pencegahan yang termasuk dalam pediatri sosial. Oleh karena pentingnya peranan pediatri sosial dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak, maka kami tertarik membahas pediatri sosial secara lebih mendalam dalam makalah ini.

1

I.

GARIS BESAR PEDIATRI SOSIAL
1. Ryle (Oxford) : a. Pediatri sosial adalah pediatri yang diterapkan di dinas kesehatan dan seorang anak dianggap sebagai socius, fellow human being (karena untuk pertumbuhan dan perkembangan, seorang anak memerlukan orang lain sebagai teman), menghilangkan faktor-faktor yang kiranya dapat menghambat kesehatan dan tidak hanya meringankan atau menghilangkan sesuatu penyakit. b. Pediatri diterapkan didalam masyarakat anak untuk mengurangi penyakit yang dapat dicegah dan untuk meningkatkan kesehatan anak seoptimum mungkin.

DEFINISI PEDIATRI SOSIAL

2. De Haas (Leiden) : Pediatri Sosial adalah sebagian dari Ilmu Kedokteran Umum yang memperhatikan anak yang sehat (the so called healthy child) dari konsepsi sampai dengan masa remaja dan memperhatikan pula keadaan sosial & ekonomi dan kebersihan (higiene) daripada keluarga dan masyarakat. Anak yang sehat dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu anak normal (tidak cacat) dan anak cacat. Oleh karena keadaan sosial, ekonomi, dan kebersihan keluarga/masyarakat perlu diperhatikan, maka diwajibkan pula untuk melakukan kunjungan rumah. 3. Senegal (Paris) : Pediatri Sosial mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak secara jasmani, rohani, sosial, dan pendidikan. Mempelajari pula faktor-faktor yang mempengaruhi anak pada waktu sehat dan sakit. 4. FKUI Pediatri sosial mempelajari: 1. sosial. 2. Keperluan anak pada umur-umur tertentu, supaya pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan sebaik-baiknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak baik jasmani, rohani, maupun

2

3.

Lingkungan

dan

usaha-usaha

memperbaiki

lingkungan

anak

sedemikian rupa, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya. PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN MENYELURUH PADA ANAK SECARA UTUH Pediatri sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi. Upaya pelayanan kesehatan ini dilakukan secara rutin dan menjangkau semua tahapan atau kelompok tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak memperoleh derajat kesehatan fisis, intelektual juga emosional yang utuh. Untuk itu diperlukannya perhatian tak hanya pada segi biologis sang anak, tetapi juga dari segi psikososial. Dalam garis besarnya upaya pediatri pencegahan lebih bersifat menghindarkan dan mencegah terjadinya penyakit serta mencegah terjadinya penyimpangan tingkah laku dan keterbatasan fisik, ketimbang mengobati atau merehabilitasi. Pada prakteknya kegiatan ini dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer mencakup berbagai upaya untuk menghindarkan penyakit sebelum penyakit itu timbul, antara lain untuk tingkat komunitas dapat berupa penyediaan air bersih dan fasilitas kesehatan, pembuangan limbah, penanganan terhadap berbagai kenakalan remaja. Untuk tingkat individual dapat berupa pelayanan ibu hamil, evaluasi tumbuh kembang anak secara berkala, imunisasi, pasteurisasi susu dan sebagainya. Untuk masa produktif pun perlu diperhatikan pencegahan primer, yang dapat berupa informasi pola makan yang sehat dan pola hidup sehat (misalnya tidak merokok) yang tentunya diharapkan dapat mengurangi kejadian timbulnya penyakit-penyakit di kemudian hari. Pencegahan sekunder meliputi upaya mengenal, mengatasi, dan menghindarkan faktor penyebab sakit, termasuk juga upaya mengenal dan memulihkan sakit pada stadium awal, misalnya penjaringan terhadap suatu penyakit seperti diabetes, tuberculosis, skoliosis atau thallasemia. Pada pencegahan tersier termasuk upaya memperbaiki, memulihkan, dan menghentikan cacat akibat suatu penyakit. Materi dan upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar diberbagai negara akan berlainan, namun unsur pokoknya tetap serupa; yaitu mencakup :

3

Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun Masa prasekolah : usia 1 – 6 tahun Masa sekolah : usia 6 – 18/20 tahun Masa pra-remaja : usia 6 – 10 tahun Masa remaja : Masa remaja dini b. Promosi gizi tentang pengadaan bahan makanan dan penyediaan makanan yang memadai. 7. 3. 2. Masa neonatal : usia 0 – 28 hari Masa neonatal dini : 0 – 7 hari Masa neonatal lanjut : 8 – 28 hari b. usia 13 – 18 tahun Pria. - Masa pranatal Masa embrio : konsepsi – 8 minggu Masa janin/fetus : 9 minggu – lahir Masa bayi : usia 0 – 1 tahun a. khususnya tentang cara pencegahan dan pengelolaan penyakit. usia 15 – 20 tahun a. usia 8 – 13 tahun Pria. 3. 5. termasuk program KB. Wanita. Pengadaan obat esensial. 4. usia 10 – 15 tahun Masa remaja lanjut Wanita. Penyuluhan kesehatan.1. Imunisasi terhadap penyakit infeksi. 4. Pengadaan dan penyediaan air bersih serta sanitasi lingkungan. 4 . Pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pengobatan yang memadai terhadap penyakit dan gangguan kesehatan umum lain. 8. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik. 2. PENGERTIAN “ANAK” DALAM ILMU KESEHATAN ANAK Tahap-tahap tumbuh kembang anak 1. 6.

struktur. DINAMIKA KEPENDUDUKAN Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran. Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.l = total kelahiran . kematian.p = pertumbuhan penduduk . serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran. 5 .m = total kematian .i = total imigran atau penduduk yang pergi MEKANISME TRANSISI DEMOGRAFI Teori Transisi Demografi Teori ini berawal dari gambaran perubahan angka kelahiran dan kematian hasil analisis terhadap statistik di negara eropa dan USA. migrasi. Di dalamnya meliputi ukuran. Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Rumus menghitung pertumbuhan penduduk : p = (I .m) + (i . serta penuaan.II. atau etnisitas tertentu.e = total emigran atau pendatang dari luar daerah .e) Keterangan lengkap : . dan distribusi penduduk. Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa perubahan tersebut berkaitan erat dengan proses pembangunan. kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke dalam. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar. agama. DEMOGRAFI Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. kewarganegaraan.

Di samping itu terjadi pula perubahan lingkungan global yang berdampak pada situasi internal. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. demokratisasi. keluarga berencana. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. Krisis ekonomi berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran yang pada gilirannya akan meningkatkan kerawanan sosial. saat ini banyak menimbulkan persoalan tentang interaksi antara penduduk lokal dan pendatang. Dalam proses tersebut. yang perubahannya mulai terlihat pada tahun 2005. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. misalnya. dan usia lanjut. Namun. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. terjadi perubahan kecenderungan mengecilnya jumlah penduduk usia muda/balita dan meningkatnya jumlah segmen angkatan kerja. seperti liberalisasi perdagangan. Desentralisasi. tingkat kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. Tanpa harus menunggu 150 tahun. Ada tiga perubahan situasi internal yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yaitu krisis ekonomi dan keuangan yang kemudian berlanjut pada krisis multidimensional lainnya.Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. serta gizi. namun juga pada sisi sosial kemasyarakatan. Pada piramida kependudukan. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. Tetapi nampaknya 6 . maupun penekanan pada isu hak asasi manusia. baik dalam bidang ekonomi. dan kesehatan. Dalam masa transisi yang relatif lama. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. reformasi sosial-ekonomi. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. Berbagai perubahan baik internal maupun eksternal tersebut telah berdampak tidak saja pada pola kepemerintahan. dan desentralisasi kepemerintahan. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. Transisi demografi telah dapat diprediksi sebagai dampak dari pembangunan nasional. Biarpun agak terlambat.

303 jiwa. di samping masalah usia lanjut yang makin serius. Semakin hari.260). mata rantai sebab akibat tersebut harus diputus. dan Amerika Serikat (302. jumlah manusia di dunia semakin mengalami peningkatan tajam. . Dimensi lain dari transisi demografi adalah meningkatnya urbanisasi. jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga 30 Januari 2007 mencapai 6. khususnya warga miskin.. Bila angka kelahiran tidak bisa ditekan maka Pemerintah RI harus mengambil langkah-langkah strategis yang antara lain bagaimana menyiapkan ketahanan pangan terhadap semua warganya..segmen penduduk usia muda yang seharusnya mengecil. pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1.186.407 jiwa.). 16. . Akibatnya. India (1. Hal itu tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan..647. Menurut pakar kependudukan dunia. Baby Booming Bila pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan. akan mengalami peningkatan. Kemiskinan pun akan semakin sulit diberantas. 3. dan pengangguran. 4. Berdasarkan catatan Geohive. PELEDAKAN PENDUDUK Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya.140. Indonesia dengan jumlah penduduk 236. 8.355. kenyataannya justru cenderung meningkat. 4. Karena itu.455.711. sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1. sehingga terjadi peledakan penduduk. Thomas Robert Malthus. sebab akan timbulnya masalah kekurangan stok bahan makanan. Hal di atas terjadi dikarenakan lemahnya sosialisasi dan pelaksanaan program Keluarga Berencana. 6.. berada di urutan keempat penduduk terbanyak dunia. Angka kelahiran selalu lebih besar dibandingkan dengan angka kematian. Begitu pula tingkat kejahatan.526.463 jiwa). 5. migrasi. 7. Situasi tersebut secara paralel akan membuat peningkatan kesejahteraan rakyat kian sulit tercapai. masalah-masalah yang berhubungan dengan usia muda akan tetap muncul.). 2.326. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak masih ditempati Cina (1. sebuah situs statisik kependudukan dunia. 2. negeri dan provinsi di Indonesia akan menghadapi baby booming (peledakan penduduk yang sulit dihindarkan) yang tidak perlu dan tidak tepat saatnya.006 jiwa). Diperlukan 7 .

laki-laki dan perempuan. ketahanan moral dan ketahanan sosial. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk. secara sekilas kita mengetahui struktur umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita. remaja. dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang. Sampai saat ini dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau model piramida penduduk yaitu: 8 . PIRAMIDA PENDUDUK Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Revitalisasi Program KB dimaksud yakni penguatan fungsi ketahanan keluarga yang terdiri dari 4K: ketahanan pangan/ekonomi. dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur. yaitu Revitalisasi Program KB. Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang. dewasa. dan lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja yang harus diciptakan. Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran. Sebaliknya. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk. ketahanan pendidikan. kematian dan migrasi masa lalu. Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut.adanya keberlangsungan penyelenggaraan program KB Nasional. Dengan melihat gambar piramida penduduk.

Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Umur median rendah. Meksiko. maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak paramida. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. Median age (umur median) sangat rendah dan angka beban tanggungan (dependency ratio) merupakan yang tertinggi di dunia.. Dibandingkan dengan model 1. Model 2. 9 . Contoh: Sri Lanka. dengan beban tanggungan sangat rendah terutama pada kelompok unsur-unsur tua. tetapi belum ada penurunan tingkat fertilitas. Model 3. Contoh: India.Keterangan gambar: Model 1. Indonesia. Terdapat pada negara dengan tingkat kelahiran yang rendah begitu pula tingkat kematiannya rendah. Terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak. Contoh: Hampir seluruh negara-negara Eropa Barat. Bentuk piramida ini dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi. dan Brazilia.

Jumlah penduduk besar. seperti: penyediaan lapangan kerja.Model 4. Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshaped pyramid). Pertumbuhan penduduk cepat. dan meningkatnya jumlah wanita usia subur menyebabkan pertumbuhan penduduk berlangsung cepat. Model 5. terjadi kepadatan penduduk yang tidak disertai dengan perluasan daerah tempat tingal. Akibatnya. Contoh : Amerika Serikat. Terdapat pada negara yang mengalami penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. sekolah swasta. Negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan. Tingginya angka kelahiran. sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Hal ini menambah beban pemerintah 10 . Contoh : Jepang MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalahmasalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi. tingginya kejadian pernikahan dini. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu: 1. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi. 2. Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolut daripada penduduk. timbulnya pemukiman kumuh. Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Hal ini dilakukan dengan menggalakkan peran serta sektor swasta antara lain pembangunan pabrik/industri. sehingga pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. rumah sakit swasta dan lain-lain. dan pengangguran.

yang harus menyediakan sarana dan prasarana sosial guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menambah beban usia produktif terhadap usia nonproduktif. Kepadatan penduduk yang terjadi biasanya terpusat di suatu daerah tertentu, maka untuk mengatasinya perlu dilakukan pemerataan penduduk khususnya ke daerah-daerah yang jumlah penduduknya masih jarang. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk melaksanakan program KB guna mengendalikan pertumbuhan penduduk. 3. Persebaran penduduk tidak merata. Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia. Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara. Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti munculnya permukiman liar, sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri, terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri, timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata salah satunya dilaksanakan program transmigrasi. 4. Kualitas penduduk rendah. 11

Kualitas penduduk tercermin dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan. a. Tingkat pendapatan rendah Pendapatan perkapita yang masih rendah mengakibatkan penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya karena kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera. Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah. b. Tingkat pendidikan rendah Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat; masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. c. Tingkat kesehatan rendah Faktor-faktor yang menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah banyaknya lingkungan yang kurang sehat, penyakit menular sering berjangkit, gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk. Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kekurangan vitamin A, kekurangan kalori protein, kekurangan zat besi, dan gondok. 5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda. Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14 tahun. Kebutuhan penduduk usia muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan. Jumlah penduduk yang besar baru akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan. Oleh karena itu, setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup.

12

PENGGUNAAN

DATA

DEMOGRAFI

DALAM

PERENCANAAN

PELAYANAN KESEHATAN ANAK Data demografi yang ada dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan anak, diantaranya: I. Age Spesific Death Rate (ASDR) Yaitu jumlah kematian pada golongan umur tertentu dalam satu periode untuk tiap 1000 penduduk golongan umur tersebut pada pertengahan periode yang sama. Dari ASDR dapat diketahui golongan umur dengan tingkat kematian tertinggi dan terendah, sehingga dapat disusun distribusi kematian menurut golongan umur. Jadi, dengan data ini kita dapat menyusun prioritas dalam pelayanan kesehatan berdasarkan tingginya tingkat kematian pada golongan umur tertentu. II. Infant Mortality Rate (IMR) Yaitu jumlah kematian bayi di bawah umur satu tahun pada suatu daerah selama satu periode, untuk tiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif, karena bayi sangat peka terhadap perubahan-perubahan dari luar, angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan dapat dipercaya serta menggambarkan keadaan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat umum Bila IMR tinggi, maka dalam perencanaan pelayanan kesehatan harus dititikberatkan pada pelayanan yang berhubungan dengan IMR, yaitu program imunisasi, perawatan perinatal, program gizi, pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang menyerang bayi.

III.

KELUARGA BERENCANA

DEFINISI KB a. Individual Penggunaan cara-cara pengaturan fertilitas untuk membantu seorang individu atau sebuah keluarga mencapai tujuan tertentu, misalnya menghindari kelahiran yang tidak/belum diinginkan; mengatur jumlah kelahiran yang diinginkan; mengatur waktu kehamilan dan persalinan dalam hubungannya dengan usia ibu dan ayah.

13

Menurunkan kelahiran .Meningkatkan cakupan program.  Tujuan Khusus .Meningkatkan kesehatan.b. TUJUAN KB  Tujuan Umum Secara umum program Keluarga Berencana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. baik dalam arti cakupan luas daerah maupun cakupan penduduk usia subur yang memakai metoda kontrasepsi . PRIORITAS DAERAH PELAKSANAAN PROGRAM KB 14 . Tujuan ini dilalui dengan upaya khususnya penurunan tingkat kelahiran untuk menuju suatu norma keluarga kecil. menjarangkan dan menghentikan kelahiran . khususnya ibu dan anak.Mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana . dan anggota keluarga lainnya menuju suatu keluarga atau masyarakat bahagia sejahtera. sebagai jembatan meningkatkan kesehatan ibu. anak.Meningkatkan kualitas (dalam arti lebih efektif) metode kontrasepsi yang dipakai. sehingga akan meningkatkan pula kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi termasuk pemakaian metode kontrasepsi untuk tujuan menunda. Nasional Perencanaan jumlah keluarga dengan tujuan untuk menurunkan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menciptakan atau mewujudkan norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Secara singkatnya. tujuan gerakan KB adalah : Tujuan kuantitatif adalah untuk menurunkan dan mengendalikan Tujuan kualitatif adalah untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil pertumbuhan penduduk yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).

Dalam hal ini akan dijumpai banyak anemia defisiensi besi dan folic acid. kalsium dan besi. maka frekuensi ini dapat lebih rendah lagi (Rao dan Gopalan. serta mengurangi tingkat kematian dan kesakitan ibu. daerah pantai dan daerah terpencil. daerah kumuh. Anemia defisiensi besi dalam kehamilan dua kali lebih banyak daripada anemia dalam bukan kehamilan. MEKANISME PENGARUH KB PADA KESEHATAN IBU DAN ANAK Hubungan keluarga berencana dan kesehatan terutama bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan anak.1971). Terbukti pula bahwa jika jumlah kehamilan dibatasi sampai 3 atau kurang dari 3. Abortus Buatan 15 . dan mengatur waktu persalinan sehubungan dengan umur ibu dan ayah. mencegah kehamilan yang tidak/belum diinginkan. terutama grande multipara. dan sangat bermakna pada kehamilan kelima atau lebih. Dalam kehamilan kebutuhan zat besi dan folic acid meningkat. Tujuan ini dapat tercapai dengan memberikan jarak waktu yang cukup antara kehamilan yang diinginkan. ruptura uteri. solution placentae. lebih-lebih kalau disertai dengan malabsorbsi atau diet yang buruk.Sasaran wilayah adalah wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus pelaksanaan seperti sentra industri. termasuk protein. pemukiman padat. Morbiditas Kehamilan berulang-ulang dengan jarak waktu tidak adekuat membutuhkan lebih banyak zat-zat makanan. Malnutrisi dan anemia diperberat oleh infeksi dan penyakit menahun. investasi cacing tambang. dan sebagainya. Beberapa komplikasi obstetrik seperti placenta praevia. beberapa paritas tinggi. tetapi setelah kehamilan yang ketiga angka ini akan naik kembali. mengatur jumlah anak yang dilahirkan. seperti malaria. Dengan memberi jarak waktu yang lebih baik antara kehamilan. maka frekuensi anemia dapat dikurangi dengan 2/3. diabetes mellitus. • Kesehatan Ibu Mortalitas Mortalitas maternal pada kehamilan kedua dan ketiga lebih rendah dibandingkan dengan yang pertama.

makin kurang perhatian yang dapat diberikan kepada tiap anak. prevalensi penyakit saluran pencernaan dan pernafasan berhubungan langsung dengan besarnya keluarga. Angka kematian yang tinggi sebagian juga disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang dan jumlah anggota keluarga yang banyak. • Kesehatan Anak Mortalitas Bayi-bayi dari ibu usia muda atau paritas tinggi mempunyai angka mortalitas yang tinggi. Anak-anak dari keluarga besar oleh karena tidak melaksanakan program KB. mortalitas bayi mempunyai hubungan pula dengan faktor-faktor lingkungan. gizi.Pengguguran kandungan merupakan tanda bahwa kehamilan tersebut tidak diinginkan. sehingga KB diperlukan untuk menghindari kurangnya perkembangan intelektual anak. sehingga penggunaan KB dapat menurunkan angka kesakitan. adanya penyakit-penyakit infeksi. sosial. sehingga frekuensi pengguguran kandungan dapat diturunkan. Keluarga dengan anak tiga orang atau kurang. baik dengan alasan pribadi. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan anak mempunyai hubungan pula dengan besarnya keluarga. Morbiditas Menurut penelitian. Mempunyai anak lebih dari empat akan meningkatkan resiko mendapatkan bayi cacat dan BBLR karena asupan gizi ibu kurang selama kehamilan. sanitasi. ataupun medik. misalnya perumahan. maka penting sekali untuk memperbaiki makanan 16 . PENGARUH BESAR KELUARGA TERHADAP KESEHATAN ANAK Anak yang lahir dalam keluarga yang besar mempunyai resiko yang lebih besar untuk meninggal karena infeksi yaitu karena resiko infeksi silang. dan lain-lain. Mengingat kenyataan bahwa malnutrisi pada usia muda akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. Dengan keluarga berencana sekurang-kurangnya kehamilan yang tidak diinginkan dapat dicegah. Di samping itu. Perkembangan Intelektual Makin banyak seorang ibu mempunyai anak. umumnya pertumbuhannya lebih kecil. mengkonsumsi kalori dan protein lebih banyak daripada keluarga dengan jumlah anak empat orang atau lebih.

Resiko kematian anak meningkat sekitar 50 % jika jaraknya kurang dari 2 tahun. Pada usia ini wanita dalam keadaan optimal dengan kata lain. Kematian bayi (terutama neonatus) paling tinggi bila interval kelahiran kurang dari 24 bulan. Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta lahir prematur. Karena anak terlalu cepat disapih dari ASI. sandang. Sementara untuk wanita pasca aborsi. Kehamilan sebelum umur 18 tahun sering menghasilkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan resiko juga bagi kesehatan bayi dan ibunya. Jarak yang pendek seringkali menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak. wanita yang jarak kelahiran bayinya antara 27 sampai 32 bulan. perumahan dan pendidikan. Kehamilan setelah 17 . jarak yang cukup aman untuk melahirkan kembali adalah enam bulan setelah keguguran. PENGARUH USIA IBU WAKTU MELAHIRKAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Usia yang paling aman pada wanita untuk hamil dan melahirkan adalah sekitar usia 20-30 tahun. risiko angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) ibu dan bayi yang terjadi akibat kehamilan dan persalinan dalam kelompok usia tersebut paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.anak tersebut. Maka dari itu pentingnya untuk mengatur jarak kelahiran agar dapat menurunkan resiko anak-anak memiliki tubuh kecil dan pendek serta kurang berat badan akibat kekurangan gizi. Oleh karena itu. Akibat cara penyapihan yang kurang baik. ibu tidak sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus buat anaknya dan perhatian kasih sayang juga kurang. Pengaturan jarak kelahiran dapat meningkatkan akses terhadap derajat kehidupan anaknya melalui peningkatan kecukupan pangan. maka kemungkinan untuk selamat dalam melewati proses kehamilan dan memiliki anak yang sehat. Kehamilan sebelum umur 18 tahun dan sesudah 35 tahun akan meningkatkan resiko pada ibu dan anak. insiden penyakit diare (salah satu penyebab utama kematian anak sampai umur 2 tahun di negeri yang sedang berkembang) meningkat. Malnutrisi pada tahun pertama mengakibatkan gangguan yang permanen pada otak sehingga anak tersebut mengalami retardasi mental. PENGARUH JARAK KELAHIRAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Jarak kelahiran yang aman satu dengan yang lainnya adalah 27 sampai dengan 32 bulan. sehingga kualitas hidup meningkat.

Ini dapat meningkatkan kejadian keguguran. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimal mungkin. Sebaiknya KIA dan KB merupakan suatu kesatuan agar didapatkan hasil yang memuaskan. menurun. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian / penyakit bayi dan anak. dan kadang kala kesehatan lainnya). berkurangnya tonus otot. dimana keyakinan ini dapat timbul bila terdapat KIA yang memadai. Beberapa kegiatan dalam BKIA seperti memberikan nasihat mengenai perawatan bayi antara lain mengenai imunisasi. pemberian makanan bergizi. resiko terhadap bayi dan ibunya meningkat lagi. meningkat sekitar 40 % pada ibu di atas 40 tahun. Faktor usia (di atas 35 tahun) juga berpengaruh terhadap kemampuan rahim untuk menerima bakal janin atau embrio. Hal ini disebabkan karena banyak warga yang setuju menjalankan KB bila mereka mendapatkan keyakinan bahwa anak yang lahir akan hidup terus.umur 35 tahun. ciri wajah tertentu. Risiko terhadap janin atau bayi tersebut antara lain : • Cacat bawaan Baik yang disebabkan oleh kelainan kromosom atau bukan. Faktor penuaan juga akan menyebabkan embrio yang dihasilkan oleh wanita di atas 35 tahun terkadang mengalami kesulitan untuk melekat di lapisan lendir rahim atau endometrium. • • Kelahiran prematur. 18 . PEMBENARAN KETERPADUAN KB DAN KIA BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial yang bersifat pendidikan (edukatif) dan pencegahan (preventif). Dalam hal ini. Di banyak negara ternyata bahwa program KB tidak akan berhasil baik bila tidak disertai dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang memadai. Bayi lahir mati. Kelainan kromosom yang paling sering dijumpai adalah Sindrom Down (yang berciri khas berbagai tingkat keterbelakangan mental. meningkat tiga kali lipat pada usia di atas 40 tahun. Oleh karenanya peningkatan mutu KIA merupakan hal yang mutlak dalam memajukan mutu KB. • Keguguran Risiko terjadinya keguguran akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu hamil. kemampuan rahim untuk menerima janin. seta menganjurkan agar ibu memeriksakan anak secara teratur ke dokter.

Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak. IV. Memperoleh kelahiran yang lebih terencana 3. 19 . 3. Adat Istiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak laki-laki lebih dari anak perempuan atau sebaliknya. STATISTIK KESEHATAN Lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya dari seorang ibu secara lengkap PENGERTIAN LAHIR HIDUP suatu hasil konsepsi dengan tidak memandang lamanya dalam kandungan. Mengatur jarak antara kelahiran 4. Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. 4. bernafas atau menunjukkan suatu tanda kehidupan. 2. seperti berdetaknya jantung. MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN KB 1. yang sesudahnya pemisahan secara lengkap itu. tidak diperkenankan mencegah kelahiran anak dengan menggunakan alat kontrasepsi supaya tidak hamil. atau bergeraknya secara nyata otot-otot sadar. berdenyutnya tali pusat. Menentukan jumlah anak yang diinginkan. Masih rendahnya pengetahuan penduduk akan KB Kurangnya penyuluhan akan pentingnya program KB terhadap untuk menyebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat masyarakat melaksanakan program KB dan ketakutan akan timbulnya efek samping penggunaan KB. Alasan Agama Bagi para pemeluk agama tertentu. atau apakah placenta dalam keadaan terlekat.FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROGRAM KB 1. Demi mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera dan bahagia 2. baik dalam keadaan tali pusat sudah dipotong atau belum.

angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan 20 . Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif karena bayi sangat peka terhadap perubahanperubahan dari luar. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. PENGERTIAN INDONESIA Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk.PENGERTIAN LAHIR MATI Lahir mati adalah tiap-tiap hasil konsepsi dengan masa hamil 28 minggu atau lebih yang sebelum lahir spontan atau tidak. Angka kelahiran di Indonesia pada tahun 2005 adalah 2. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) adalah jumlah kematian bayi umur 0 sampai kurang dari 1 tahun di suatu daerah selama satu periode.65 jiwa dan akan diupayakan untuk ditekan menjadi 2. telah meninggal dunia.05 pada tahun 2025. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN BAYI DI DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN KASAR DI INDONESIA DAN BEBERAPA NEGARA LAIN.23 bayi dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273. PENGERTIAN ANGKA FERTILITAS Angka fertilitas adalah kemampuan seorang wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup dalam suatu periode dibagi dengan jumlah wanita yang hidup pada pertengahan periode yang sama. Angka kematian kasar di Indonesia menurut hasil penelitian adalah 7. untuk setiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. berat badan lahir rendah/Low birth weight adalah bila bayi yang baru lahir mempunyai berat badan lahir < 2500 gram. PENGERTIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH Menurut WHO. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KELAHIRAN DI INDONESIA Angka kelahiran adalah kelahiran hidup dalam satu periode wilayah tertentu untuk tiap 1000 penduduk pada pertengahan periode yang sama.8% (laki-laki) dan 6.5% (wanita).

Pelayanan kesehatan yang tidak memadai. Keadaan sosial ekonomi yang buruk PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA 1–5 TAHUN (MASA PRASEKOLAH) 1. 3. Kondisi perinatal yang buruk. Keadaan gizi ibu buruk atau adanya penyakit yang diderita ibu sebelum atau saat sedang hamil. Banyaknya Berat Badan Lahir Rendah. 2.dapat dipercaya. Keadaan gizi dan lingkungan yang buruk. 3. Angka Kematian Bayi menurut negara Negara Indonesia Thailand Malaysia Filipina Srilanka Singapura Angka Kematian (%) 51. Status gizi ibu dan bayi yang kurang. Keadaan sanitasi lingkungan yang tidak baik PENGERTIAN MASA PERINATAL Masa perinatal adalah masa beberapa saat sebelum dan sesudah kelahiran. Keadaan sosial ekonomi keluarga yang buruk. 2. Masa yang dimulai pada akhir minggu ke-20 sampai minggu ke-28 kehamilan dan berakhir 7 hingga 28 hari setelah melahirkan.1 40 20 45 25 8 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN BAYI DI INDONESIA 1. 4. Angka kematian bayi juga menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum. PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA PERINATAL 1. 2. 21 . Umur ibu dan interval antara 2 persalinan yang tidak ideal 5.

b. Gizi yang cukup pada masa kehamilan. musim. kecacingan. yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun. Peningkatan gizi ibu dan anak. LANGKAH-LANGKAH MORBIDITAS ANAK 1. Pemeliharaan kesehatan dan pemeriksaan rutin pada masa kehamilan. PROGRAM KELUARGA DENGAN PERHATIAN KHUSUS PADA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK TIGA FAKTOR LINGKUNGAN ANAK Lingkungan meliputi aspek fisik. baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit. misalnya diare. biologis dan psikososial yang biasa disebut lingkungan fisikobiopsikososial. MENURUNKAN MORTALITAS DAN 2. Cuaca. 6.  Lingkungan fisik. V. maka anak akan sering sakit. Pemberian imunisasi yang lengkap pada anak 4. 11 bulan. 5. dimana air tanahnya kurang mengandung yodium. Akibat dari kebersihan yang kurang. dapat berdampak pada tumbuh kembang anak antara lain sebagai akibat gagalnya panen. Penyakit menular. sehingga banyak anak yang kurang gizi. PENGERTIAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA Angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi). keadaan geografis suatu daerah Musim kemarau yang panjang atau adanya bencana alam lainnya. Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun. Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir. antara lain : a. 3. 29 hari). Demikian pula gondok endemik banyak ditemukan pada daerah pegunungan.3. tifus 22 . Perbaikan higiene ibu dan anak. Peningkatan pengetahuan tentang perawatan anak. Sanitasi Kebersihan.

Kalau anak sering menderita sakit. dimana seringkali kepentingan budaya bertabrakan dengan 23  . ventilasi. c. dan sebagainya. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. demam berdarah. Jenis kelamin Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan. serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya. dimana kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa. yang dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu. hepatitis. c.abdominalis. Ketahanan makanan keluarga mencakup pada ketersediaan makanan dan pembagian makanan yang adil dalam keluarga. asap kendaraan atau asap rokok. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak. oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. cahaya dan kepadatan hunian Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya. Radiasi Tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya radiasi yang tinggi. malaria. b. antara lain : a. Ras / suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras/suku bangsa. Bangsa kulit putih / ras Eropa mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi daripada bangsa Asia. Gizi Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Sehingga diperlukan perhatian khusus. d. Keadaan rumah: struktur bangunan. Lingkungan biologis. dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). d. Umur Umur yang paling rawan adalah masa balita. karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan. tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian.

tetapi pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan. Penyakit kronis Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya dan pendidikannya. Fungsi metabolisme Khusus pada anak. perubahan kadar gula darah dan sebagainya. Satu aspek penting yang perlu ditambahkan adalah keamanan pangan (food safety) yang mencakup pembebasan makanan dari berbagai “racun” fisika. i. sesudah latihan fisik. GH merangsang terbentuknya somatomedin yang kemudian berefek pada tulang rawan. sesudah makan. GH mempunyai “circadian variation” dimana aktivitasnya meningkat pada malam hari pada waktu tidur. karena adanya perbedaan yang mendasar dalam proses metabolisme pada berbagai umur. kimia dan biologis. Oleh karena itu pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara komprehensif. Perawatan kesehatan Perawatan kesehatan yang teratur. Pertambahan tinggi badan sangat dipengaruhi hormon ini.Somatotropin atau “growth hormon” (GH = hormon pertumbuhan) Merupakan pengatur utama pada pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka. akan menunjang proses tumbuh kembang anak. yang mencakup aspek-aspek promotif. maka kebutuhan akan berbagai nutrien harus didasarkan atas perhitungan yang tepat atau setidak-tidaknya memadai.Hormon tiroid 24 . dan rehabilitatif. gizi juga memegang peranan penting dalam kepekaan terhadap penyakit. f.kepentingan biologis anggota-anggota keluarga. Kepekaan terhadap penyakit Dengan memberikan imunisasi. Hormon Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain : . tidak saja kalau anak sakit. . h. preventif. kuratif. disamping itu anak juga mengalami stres yang berkepanjangan akibat dari penyakitnya. e. Di samping imunisasi. g. maka diharapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian.

sedangkan estrogen terutama diproduksi oleh ovarium. karena kortison mempunyai efek anti-anabolik. otak.Hormon-hormon seks Terutama mempunyai peranan dalam fertilitas dan reproduksi. karbohidrat dan lemak. Stimulasi Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi. . sebagai mediator GH. Sebaliknya pada hipertiroidisme dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular. aktivitasnya mirip insulin. Kalau kortison berlebihan akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat/terhenti dan terjadinya osteoporosis.Insulin like growth factors (IGFs) Merupakan somatomedin yang kerjanya sebagai mediator GH dan kerjanya mirip dengan insulin. . antara lain : a. Demikian pula dengan pertumbuhan dan fungsi otak sangat tergantung pada tersedianya hormon tiroid dalam kadar yang cukup. tiroksin serta androgen. Androgen disekresi kelenjar adrenal (dehidroandrosteron) dan testis (testosteron). osteoblas dan jaringan lainnya. tetapi sesudah beberapa lama justru menghambat pertumbuhan. hormon seks memacu pertumbuhan badan. seksual. efek mitogenik terhadap kondrosit. mata. karena mempunyai fungsi pada metabolisme protein. Fungsinya selain sebagai growth promoting factor yang berperan pada pertumbuhan. IGFs diproduksi oleh berbagai jaringan tubuh. metabolisme. Maturasi tulang juga dibawah pengaruh hormon ini. Hormon ini mempunyai interaksi dengan hormon-hormon lain seperti somatotropin.Hormon ini mutlak diperlukan pada tumbuh kembang anak. 25  . tetapi IGFs yang beredar dalam sirkulasi terutama diproduksi di hepar. dll. Defisiensi hormon tiroid mengakibatkan retardasi fisik dan mental yang kalau berlangsung terlalu lama. Pada permulaan pubertas. dapat menjadi permanen. Lingkungan psikososial.Glukokortikoid Mempunyai fungsi yang bertentangan dengan somatotropin. .

b. Stres teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan obat-obat dan narkotika. misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh. sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif. c. bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap anak. tepuk tangan dan sebagainya. suasana yang tenang serta sarana lainnya. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya. Sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah. Jadi. Agar kelak kemudian hari menjadi anak yang tidak sombong dan bisa 26 . Cinta dan kasih sayang Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. ciuman. Stres pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. belaian. Khususnya bagi remaja. dan sebagainya. mendapat pendidikan yang baik. maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orangtuanya. f. rendah diri. aspek lingkungan e. masih dibenarkan. nafsu makan menurun. Motivasi belajar Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini. maka wajib kita memberi ganjaran. Namun. Sekolah Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini. disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut. Sehingga dengan g. terlambat bicara. anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik. d. misalnya pujian. diharapkan setiap anak mendapat kesempatan duduk di bangku sekolah minimal 9 tahun. Ganjaran ataupun hukuman yang wajar Kalau anak berbuat benar. perhatian dari orangtua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar. buku-buku. misalnya anak akan menarik diri.

atap rumah. 4. Akibatnya anak akan menjadi manja. ventilasi luas dan jumlah penghuni pada setiap ruangan tidur. jumlah ruangan. Air minum: sumber berasal dan leding. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak. belanja 1 hari. h. ventilasi. air hujan. yang harus diperhatikan di antaranya ialah: 1. pencahayaan.. 27 . Ruangan tidur: jumlahnya. luas. sungai. Rumah: jenis. kebersihan. sombong dan kurang bisa menerima kenyataan. mata air dan lain-lain. apakah terdapat bibir dan penutup sumur serta terbuat dari apa bibir dan lantai sumur tersebut. pemboros. Pada daftar isian kunjungan rumah. kebersihan. sumur. 2. Ruangan dapur: kebersihan. lantai. pencahayaan. Tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut yaitu pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi. akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. Anak akan terbuka kepada orangtuanya. menghambat mematikan perkembangan kepribadian anak. Apakah air minum dimasak/tidak dimasak/ kadang-kadang dimasak dulu. ventilasi. kurang mandiri. rumah milik sendiri atau sewa/kontrak. Kualitas interaksi anak-orangtua Interaksi timbal balik antara anak dan orangtua. jenis dapur. sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orangtua dan anak. apakah merupakan sumur gali atau bor dan bila sumur gali. pencahayaan.memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya. petugas kesehatan yang mempunyai hubungan yang erat dengan anak diwajibkan melakukan kunjungan rumah karena persoalan anak tidak dapat dipecahkan di bangsal saja. Sebaliknya kasih sayang yang diberikan akan secara berlebihan bahkan yang menjurus kearah memanjakan. KUNJUNGAN RUMAH UNTUK MEMAHAMI ANAK DALAM LINGKUNGAN SEBENARNYA Menurut definisi Pediatri Sosial dari de Haas. Bila berasal dari sumur. 3. bagian terbesar dari dinding.

Keuangan: berapa pendapatan sebulan untuk seluruh anggota keluarga. tempat anak bermain. yaitu baik/cukup/kurang dan bagaimana pakaian anak baik kebersihan. mesin jahit dan sebagainya. 10. Hubungan anak dengan ayah. 28 . Bagaimana tingkah laku anak. lemari es. 6. Bagaimana ternak dan unggas baik jenis maupun jumlahnya. Usaha keluarga berencana: a.5. tidak menangis/biru. ditanami. mobil atau barang lain seperti radio. sawah. Penyakit-penyakit yang diderita. pakaian anak: bagaimana kualitas dan kuantitas makanan. istirahat. kebersihan. disiplin. Obat-obat apa saja yang diminum. jumlah lahir hidup. Apakah makanan selama hamil cukup atau kurang. keguguran. jamban umum atau tempat lain. umur anak tertua. cara apa. Keadaan bayi setelah lahir menangis spontan. 8. Melahirkan di rumah bersalin/rumah sakit/rumah sendiri. 13. Riwayat kehamilan dan persalinan: berapa kali dilakukan pemeriksaan kehamilan atau tidak dilakukan sama sekali. pengertian. hobby dan sebagainya. Halaman: kebersihan. hiburan. perhatian. jenis tanaman. 9. Cara melahirkan apakah biasa/sukar. sungai. jamban bersama beberapa keluarga. halaman/rumah. sopan-santun. pembuangan sampah apakah dibakar/dibuang di sungai/ditanam dan apakah terdapat tempat sampah. 11. Menilai makanan. berapa pengeluaran keluarga sebulan dan bagaimana keseimbangan penghasilanpengeluaran. Pengawasan kesehatan: bila sakit berobat kepada siapa yaitu ke rumah sakit/poliklinik/dokter swasta/mantra/dukun serta apakah mendapat pengawasan dan BKIA untuk mendapatkan imunisasi dan sebagainya. Jumlah anak. 12. Trauma waktu hamil. kasih sayang yang diberikan kepada anak. sanitasi. ibu dan anggota keluarga lainnya serta hubungan antar keluarga. jumlah kematian. umur anak termuda. pengawasan. Menentukan keadaan sosial-ekonomi dengan melihat adanya barang-barang luks seperti TV. jumlah dan sebagainya. lahir mati. ditolong oleh dokter/bidan/dukun terlatih atau tidak terlatih. 7. Keadaan kakus apakah cukup/kurang dan apakah digunakan dengan baik/tidak. cukup/kurang bulan. kebun atau empang. dengan alat-alat. Buang air: apakah buang air di jamban sendiri. berat badan dan panjang badan.

Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. Dengan melakukan kunjungan rumah dapat diambil kesimpulan mengenai kesehatan keluarga. umur 15 tahun dan yang di atas 15 tahun. Dalam kunjungan rumah. ukuran atau dimensi tingkat sel. Jumlah orang dalam rumah tangga. Kelebihan dari kunjungan rumah ialah dapat memeriksa dan mengobati anakanak yang sakit di tempatnya masing-masing. PENGERTIAN KATA ‘‘PERTUMBUHAN’’ Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. keadaan sosio-ekonomi. petugas kesehatan wajib memberi pendidikan kesehatan dan gizi. serta laju tumbuh-kembang yang berlainan di antara organ tubuh. organ maupun individu. c. hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dikunjungi menjadi baik sehingga hal-hal yang pada waktu yang lalu tidak dapat disinggung. berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan. sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. serta denah dari rumah. kebersihan. proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisis. VI. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Ciri tumbuh-kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan. khususnya bagi anak-anak yang sedang sakit namun tidak dapat berobat ke dokter karena keterbatasan ekonomi. Selain itu. 29 . PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Peristiwa tumbuh-kembang pada anak meliputi seluruh proses kejadian sejak terjadi pembuahan sampai masa dewasa. Istilah tumbuh-kembang sebenarnnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda. jumlah. sekarang dapat ditanyakan. Dengan kata lain. berapa banyak yang di bawah Apakah ibu atau bapak menjalankan keluarga berencana. umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh).b. tetapi saling berkaitan. masalah yang terdapat di dalam keluarga. yaitu dengan maksud agar masyarakat mengubah kebiasaan lama yang salah dan tidak sesuai dengan syarat-syarat kesehatan.

termasuk perubahan aspek sosial. Perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu. Aspek perkembangan yang dinilai Terdiri dari 105 tugas perkembangan pada DDST dan DDST-R. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit). jaringan tubuh. Perbedaan lainnya adalah pada Denver II terdapat : ringan skala penilaian tingkah laku 30 peningkatan 86 % pada sektor bahasa 2 pemeriksaan untuk artikulasi bahasa skala umur yang baru kategori baru untuk interpretasi pada kelainan yang . intelektual atau emosional akibat pengaruh lingkungan. dapat diandalkan dan menunjukkan validitas yang tinggi. Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara.PENGERTIAN KATA ‘’PERKEMBANGAN’’ Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dalam kemampuan gerak kasar. gerak halus. A. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. sebagai hasil dari proses pematangan. bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian yang dapat diramalkan. dan pada ”follow up” selanjutnya ternyata 89 % dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian. TES SKRINING PERKEMBANGAN MENURUT DENVER (DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST / DDST ) DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100% bayi dan anak-anak pra sekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan. organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. yang kemudian pada Denver II dilakukan revisi dan restandarisasi dari DDST sehingga terdapat 125 tugas perkembangan.

yang meliputi : - Personal social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri.Tahap pertama dilakukan secara periodik pada semua anak yang berusia : 3-6 bulan. - Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. - Fine motor adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. gagal (Fail = F). melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil. 3 tahun. C. mengikuti perintah dan berbicara spontan. ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). Pada umumnya pada waktu tes. dalam lembar DDST. B. . bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Penilaian Dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (Passed = P). 5 tahun. yaitu : . Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap.Tahap kedua dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. 18-24 bulan.- materi training yang baru Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. Kemudian ditarik garis 31 . - Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. tugas yang perlu diperiksa pada setiap kali skrining hanya berkisar antara 25-30 tugas saja. 4 tahun. 9-12 bulan. sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar 15-20 menit saja. Setiap tugas/kemampuan digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur. tetapi memerlukan koordinasi yang cermat.

. Bila umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. Kemudian. maka berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut. berapa yang P dan berapa yang F. dengan menggunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun.Normal : Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut di atas. Meragukan (Questionable). . . o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. umur anak perlu ditetapkan lebih dahulu. garis umur ditarik vertikal pada formulir DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor.berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Setelah itu. hasil tes diklasifikasi dalam : Normal. dan tidak dapat dites (Untestable). o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. dihitung pada masing-masing sektor. pada 2 sektor atau lebih. Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan berada 32 . Apabila anak gagal mengerjakan beberapa tugas-tugas tersebut (F).Meragukan : o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. Abnormal.Abnormal : o Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan. pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia. Dalam pelaksanaan skrining DDST ini.Tidak dapat dites : Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. . selanjutnya berdasarkan pedoman. Tugas-tugas yang terletak di sebelah kiri garis itu.

yang masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas (sehingga seluruhnya ada 12 tugas) yang ditanyakan pada ibunya. Dapat diisi orang tua di rumah atau pada saat menunggu di klinik. sedangkan bila terdapat kode nomor. maka ini bukan suatu keterlambatan. Agar lebih cepat dalam melaksanakan skrining. Lingkaran kepala 4. dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap. Kalau terdapat kode R. maka dianggap ”suspect” dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. UKURAN YANG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI INDIKATOR PERTUMBUHAN 1. antara lain tulang. bentuk kuesioner ini digunakan bagi orang tua berpendidikan SLTA ke atas. maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuaanya. karena pada kontrol lebh lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi. maka dapat digunakan tahap pra skrining dengan menggunakan : DDST short form. maka tugas perkembangan dites sesuai petunjuk. PDQ (Pra-screening Developmental Questionnaire). Berat badan Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting. dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. Kemudian dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Tinggi badan 3. Berat badan merupakan hasil peningkatan/penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh 33 . Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak. Pada ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor. Tebal lipatan kulit 1. Berat badan 2. lemak.pada kotak yang terpotong oleh garis vertikal umur. Dipilih 10 pertanyaan pada kuesioner yang sesuai dengan umur anak. cairan tubuh dan lainnya. otot. Begitu pula pada kotak-kotak di sebelah kanan garis umur. Lingkaran lengan atas 5.

dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. yang kemudian dilanjutkan dengan ”adolescent growth spur” (pacu tumbuh adolesen).12 tahun digunakan rumus 3. Anak perempuan umur 18 tahun sudah tidak tumbuh lagi. 6. sedangkan anak laki-laki baru pada sekitar umur 10 tahun. Besarnya fluktuasi tergantung pada kelompok umur dan bersifat sangat individual. 1992 untuk memperkirakan berat badan anak adalah sebagai berikut : . berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke 10. 1-6 tahun 4. dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. Kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir dan dimulai ”preadolescent growth spurt” (pacu tumbuh pra-adolesen) dengan rata-rata kenaikan berat badan 3-3.5 kg/tahun. sampai 500-1000 gram bahkan lebih. 2.25 kg umur (bulan) + 9 2 umur (tahun) x 2 + 8 umur (tahun) x 7 – 5 34 yang dikutip dari Behrman. misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. Tetapi pertumbuhan anak perempuan lebih cepat terhenti daripada anak laki-laki. sedangkan anak laki-laki baru berhenti pada umur 20 tahun. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu. misalnya pada pengobatan penyakit. sehingga dapat mempengaruhi hasil penilaian : Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk : 1. menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur satu tahun. yang berkisar antara 100-200 gram. pengukuran objektif dan dapat diulangi. Kerugiannya. Pada bayi yang lahir cukup bulan. 3. lahir 2. Dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang perlu diberikan. Dapat 1. feses. 3-12 bulan 3. sensitif terhadap perubahan sedikit saja.kembang anak. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. tumbuh kembang dan kesehatan. indikator berat badan ini tidak sensitif terhadap proporsi tubuh. dnegan keluaran (output) melalui urin. keringat dan bernafas. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun. Memonitor keadaan kesehatan. Terdapat fluktuasi wajar dalam sehari sebagai akibat masukan (intake) makanan dan minuman. Bahan informasi untuk menilai keadaan gizi baik yang akut maupun yang kronis. ”growth spur” (pacu tumbuh) anak perempuan lebih cepat yaitu sekitar umur 8 tahun. Dibandingkan anak laki-laki.

2. dan menjadi pesat lagi (pacu tumbuh adolesen). Panjang supinasi umumnya lebih panjang 1 cm daripada 35 . kemudian melambat. tetapi ruas-ruas tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun. sedang anak ditimbang dalam posisi berdiri tanpa sepatu dengan pakaian minimal. merupakan indikator yang baik untuk gangguan pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). Sampai umur 1 tahun. Walaupun kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi. dan pada umur 1 tahun sudah 3 x berat badan lahir. sukar mengukur tinggi badan yang tepat dan kadang-kadang diperlukan lebih dari seorang tenaga. Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang atau duduk tanpa baju. kecuali bila diduga terdapat kelainan atau penyimpangan berat badan. Keuntungan indikator ini adalah pengukurannya objektif dan dapat diulang. Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang. seperti terhadap nilai BB dan LLA. berat badan bayi umr 4 bulan sudah mencapai 2 x berat badan lahir. dengan pengisian tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruasruas tulang belakang. alat dapat dibuat sendiri. kemudian menyusut. murah. kemudian tiap 3 bulan sampai umur 3 tahun. selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun. sebagai perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif. dan mudah dibawa. Kerugiannya adalah perubahan tinggi badan relatif pelan.2 Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi. dan dilanjutkan dengan 2 kali setahun sampai umur 5 tahun. Tinggi badan Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yaag terpenting. Antara umur 30-45 tahun tinggi badan tetap statis. pada anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur telentang (panjang supinasi) dan pada umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri. Keistimewaannya adalah bahwa ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai. Dalam keadaan normal. sedangkan anak dengan timbangan berdiri. penimbangan dilakukan setiap tahun. bayi ditimbang tiap bulan. dimana tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi. Di atas umur 5 tahun. Di samping itu dibutuhkan 2 macam teknik pengukuran. sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm.

badan serta anggota gerak maka akan tampak perbedaan yang jelas antara janin. kemungkinan punya andil pula pada perubahan TB ini. kepala tampak sama besar dan memanjang. 1993) : TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8. Peningkatan nilai rata-rata TB orang dewasa suatu bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan/kemakmuran (perbaikan gizi. Lahir b. anak-anak dan dewasa. jika potensi genetik belum tercapai optimal. meski diukur dengan teknik perngukuran terbaik dan secara cermat. ada rentangan antara angka tertinggi dan terendah. ukran anteroposterior dada masih lebih besar.5 cm 2 (13 cm adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8. kepala relatif masih besar. perawatan kesehatan. adalah sebagai berikut (dikutip dari Titi.) Jadi. Anggota gerak sangat pendek. 2-12 tahun 50 cm 75 cm umur (tahun) x 6 + 77 Sedangkan kalau dilihat dari proporsi antara kepala. dimana ukuran panjang kepala hampir sama dengan panjang badan ditambah tungkai bawah. Sebagai titik tengah tinggi badannya adalah setinggi umbilikus. perut membuncit dan anggota gerak relatif lebih pendek. Tinggi badan juga dapat diperkirakan menggunakan rumus Behrman. Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. Pada waktu lahir. 1 tahun c.tinggi berdiri pada anak yang sama. 1992 yaitu : a. 36 . Apabila seorang anak dapat mencapai tinggi antara 2 angka itu. dan keadaan sosial ekonomi). yaitu sebagai berikut : Pada waktu janin umur 2 bulan. muka bulat. maka secara medis tidak perlu ada tindakan/intervensi.5 cm 2 TB anak laki – laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ± 8. Demikian pula perkawiinan antar daerah maupun antar negara.5 cm adalah nilai absolut tinggi badan.

retardasi mental . anggota gerak lebih panjang dan kepala secara proporsional kecil. Pada anak. dan telapak kaki dirapatkan. Pertumbuhan LK paling pesat adalah pada 6 bulan pertama kehidupan. Apabila otak tidak tumbuh normal. yaitu dari 34 cm pada waktu lahir menjadi 44 cm pada umur 6 bulan. Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan meletakkan verteks bayi pada kayu yang tetap. Panjang badan bayi baru lahir cukup bulan ialah sekitar 50 cm. Bayi ditidurkan telentang tanpa sepatu dan tanpa topi di atas tempat tidur yang keras. Sehingga pada lingkar kepala (LK) yang lebih kecil dari normal (mikrosefali).kraniostenosis . Oleh karena itu.- Pada dewasa. 3. maka menunjukkan adanya retardasi mental. LK kepala yang kecil pada umumnya sebagai : variasi normal bayi kecil keturunan LK kepala yang besar pada umumnya disebabkan oleh : 37 . maka kepala akan kecil. kecuali seperti kasus hidrosefalus. Secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai 1. dengan punggung bersandar pada dinding. Sebaliknya bila ada penyumbatan pada aliran cairan serebrospinal pada hidrosefalus akan meningkatkan volume kepala. tinggi badan diukur dalam posisi berdiri tanpa sepatu. sehingga LK lebih besar dari normal. Diusahakan agar tubuh bayi lurus.5 kali panjang waktu lahir dan pada umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir. manfaat pengukuran LK terbatas pada 6 bulan pertama sampai 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat. Lingkaran kepala Lingkar kepala mencerminkan volume intrakranial. 2 tahun 49 cm dn dewasa 54 cm. Sampai saat ini yang dipakai sebagai acuan untuk LK ini adalah kurve LK dari Nellhaus. yang salah satu ujungnya mempunyai batas yang tetap sedang ujung lainnya merupakan kayu yang dapat digerakkan. Alat pengukur panjang badan bayi terbuat dari kayu. sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. sehingga titik tengah adalah setinggi simfisis pubis. Sedangkan pada umur 1 tahun 47 cm.

Sedangkan kerugiannya adalah LLA hanya untuk identifikasi anak dengan gangguan gizi/pertumbuhan yang berat. walaupun ada yang mengatakan dapat untuk anak mulai umur 6 bulan-5 atau 6 tahun. mudah dibawa. Pada bayi kurang dari 2 tahun. Setelah itu hanya terjadi penambahan lingkaran kepala sedikit saja. dan bagian belakang kepala pasien yang paling menonjol.hidrosefalus . harus diperhatikan gejala-gejala klinik yang menyertainya. Pada umur 1 tahun lingkaran kepala bertambah 12 cm dari waktu lahir dan pada umur 6 tahun bertambah lagi 6 cm. Laju tumbuh lambat. bagian atas alis mata. antara akromion dan olekranon. sukar menentukan pertengahan LLA tanpa menekan jaringan dan hanya untuk anak umur 1-3 tahun. Lingkarkanlah pita pengukur pada pertengahan lengan kiri. Alat pengukur yang dipakai ialah pita metal yang fleksibel. yaitu protuberansia oksipitalis. 4. Pada anak yang lebih besar.5 cm.megalensefali Untuk menilai apakah kepala yang kecil/besar tersebut masih dalam batasbatas normal/tidak. Yang diukur ialah lingkaran kepala terbesar. pada waktu dewasa lingkaran kepala adalah 55 cm. Alat yang dipakai adalah pita pengukur lingkar lengan atas. Caranya dengan meletakkan pita melingkari kepala melalui glabela pada dahi. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. Pada 38 .- variasi normal bayi besar hidranensefali tumor serebri keturunan . Pada waktu lahir. lingkaran kepala diukur secara rutin. Lingkaran lengan atas Lingkaran lengan atas (LLA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dnegan berat badan.efusi subdural . pada umur 6 bulan 43. lingkaran kepala adalah sekitar 35 cm. Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun.penyakit Canavan . Keuntungan penggunaan LLA ini adlah alatnya murah. lingkaran kepala baru diukur apabila terdapat kecurigaan pada kepalanya. cepat penggunaannya dan dapat digunakan oleh tenaga yang tidak terdidik. bisa dibuat sendiri. dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur satu tahun.

Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih. belajar mengangkat kepala belajar mengikuti obyek dengan matanya melihat ke muka seseorang dan tersenyum bereaksi terhadap suara/bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan. Tebal lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak di bawah kulit. lipatan kulit menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan. Lipatan kulir yang diukur adalah daerah triseps. 5. Dalam keadaan defisiensi. Pengukuran dilakukan dengan mencubit kulit sampai terpisah dari otot dasarnya. yang mencerminkan kecukupan energi. khususnya pada kasus obesitas. penciuman. Dari lahir sampai 3 bulan 2.bayi baru lahir lingkaran lengan atas adalah 11 cm. dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Dari 3 sampai 6 bulan mengangkat kepala 90° dan mengangkat dada dengan bertopang tangan mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya berusaha memperluas lapangan pandangan tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain 39 . INTERPRETASI KEPANDAIAN PADA UMUR TERTENTU SEBAGAI INDIKATOR PERKEMBANGAN 1. subskapular atau suprailiaka. pada umur 1 tahun menjadi 16 cm dan pada umur 5 tahun 17 cm. Kemudian lipatan kulit tersebut diukur dengan kaliper. Pengukur yang dipakai ialah kaliper lipatan kulit (skinfold calipers). pendengaran.

3. mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang Dari 6 sampai 9 bulan dapat duduk tanpa dibantu dapat tengkurap dan berbalik sendiri dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar-lempar benda-benda mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/lain mulai berpartisipasi dalam permaian tepuk tangan dan sembunyisembunyian 4. ingin melihat semuanya. Dari 9 sampai 12 bulan dapat berdiri sendiri tanpa dibantu dapat berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perntah sederhana atau larangan memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya. Dari 12 sampai 18 bulan berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5 – 10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing 6. ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan 5. Dari 18 sampai 24 bulan 40 .

Dari 3 sampai 4 tahun berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang hanya kepala dan badan mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik menyebut namanya. jenis kelamin. memanjat. mengerti kata-kata yang ditunjuk kepadanya menggambar lingkaran bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya 8. bertanya. Dari 2 sampai 3 tahun belajar meloncat. dan umurnya banyak bertanya bertanya bagaimana anak dilahirkan 41 . melmpat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat mempergunakan kata-kata saya.- naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka 7.

belakang 9. sisi muka. lengan. sisi mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana melompat dan menari menggambar orang dengan keala. sisi bawah. Dari 4 sampai 5 tahun - mengenal sisi atas. membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa GAMBAR LENGKUNG CORAK PERTUMBUHAN ALAT – ALAT TUBUH ANAK 42 . badan menggambar segi empat dan segi tiga pandai bicara dapat menghitung jari-jarinya dapat menyebut hari-hari dalam seminggu mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diingininya mengenal 4 warna memperkirakan bentuk dan besarnya benda.

dan volume darah. Beberapa jaringan badan hanya mengikuti satu daripada kedua percepatan tumbuh tersebut. Kira-kira 50% dari pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan.5 tahun sampai 2. setelah dewasa 40% berat badan). otot skelet (pada neonatus 20-25% berat badan. kemudian menurun pada masa pubertas. pernafasan.Puncak pertumbuhan panjang pada masa janin terjadi kira-kira pada akhir trimester kedua kehamilan. DUA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN 43 . sedang lainnya mengikuti suatu bentuk tersendiri.5 tahun) dan tidak tumbuh lagi pada masa adolensi dimulai. sedangkan puncak pertumbuhan berat terjadi pada saat sebelum lahir.  Yang mengikuti pertumuhan pola umum adalah tulang panjang. sistem pencernaan.  Jaringan otak yang cepat tumbuh pada masa percepatan tumbuh janin (berkembang penuh pada umur 1. peredaran darah. pertumbuhan organ ini sangat pesat sesudah seluruh pertumbuhan badan berakhir. dan akhirnya mengalami involusi. tetapi menjadi cepat pada 10 tahun berikutnya. sedangkan 20% terjadi pada tahun kedua.  Jaringan limfoid tumbuh cepat pada masa bayi dan anak.  Pertumbuhan alat kelamin pada 10 tahun pertama agak lambat.

Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil. iodium dan lain-lain). yaitu pada umur 10 tahun.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: faktor heredekonstitusionil dan faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal). dan berhentnya pertumbuhan tulang. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar. umur pubertas. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. Di samping 44 . Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi. sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun. Wanita menjadi dewasa lebih dini. c) Keluarga. Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. Faktor heredokonstitusionil / genetik Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir mati. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi. Termasuk faktor genetik antara lain: a) Jenis kelamin. 2. Faktor pranatal Gizi ibu pada waktu hamil (defisiensi vitamin. derajat sensitiitas jaringan terhadap rangsangan. kecepatan tumbuh. 1. dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. dan jarang menyebabkan cacat bawaan. b) Ras atau bangsa. Faktor lingkungan • 1. proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. d) Umur. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Itali. masa bayi dan masa adolesensi.

Mekanis (pita amniotik. dan abortus. posisi fetus yang abnormal. 3. Infeksi 45 . spina bifida. hormon tiroid. bayi lahir mudah terkena infeksi. seperti di Jepang yang dikenal dengan penyakit Minamata. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR. retardasi mental. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide. Keracunan logam berat pada ibu hamil. PKU (phenylketonuria). Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot. cacat atau retardasi mental. insulin. 2. dan lain-lain. ektopia. obat-obat anti kanker dapat menyebabkan kelainan bawaan. Contoh kelainannya ialah mikrosefali. Endokrin yang berperan pada pertumbuhan janin adalah Hormon-hormon somatotropin (growth hormone). Implantasi ovum yang salah. 5. dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan otak janin. retardasi mental dan deformitas anggota gerak.itu. lahir mati. kelainan kongenital mata dan jantung. yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan. hormon plasenta. 4. defisiensi yodium saat hamil. misalnya karena makan ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis. oligohidramnion). kardiomegali dan terdapat hiperplasia adrenal. Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetes yang hamil dan tidak mendapat pengobatan pada trimester I kehamilan sehingga bayi menjadi makrosomia. mikrognatia dan kaki bengkok. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali. anemia pada bayi baru lahir. dan peptida-peptida lain mirip insulin (Insulin-like growth factors/IGFs). Radiasi Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan atau sebelum usia kehamilan 18 minggu dapat mengakibatkan kelainan janin bahkan kematian janin. 6. trauma. methadion. Toksin / zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. phenitoin.

Dapat terlihat pada ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang. polio. dan lain-lain. Imunitas Rhesus atau ABO inkompatibilitas sering menyebabkan abortus. 2. Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi. 4. Pertambahan tinggi terbesar pada musim semi dan 46 . Cytomegalovirus.Infeksi intrauterin yang sering meyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis. Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin. mineral dan vitamin. HIV. mikoplasma. Rubella. 7. Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital) Beberapa penyakit kronis seperti glomerulonefritis kronik dan tuberkulosis paru dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. campak. lues. Coxsakie. Echovirus. leptospira. virus influenza. Herpes simpleks). • Faktor pascanatal 1. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. 3. Infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela. hidrops fetalis. lebih rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang cukup. dan virus hepatitis. Keadaan sosial-ekonomi. Stres. malaria. 9. 8. kelainan kejiwaan. antara lain cacat bawaan. Anoksia embrio Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta menyebabkan berat badan lahir rendah. karbohidrat. kern ikterus atau lahir mati. lemak. Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif) Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein. Musim.

perbaikan sanitasi. PENGGUNAAN ”GROWTH CHART” (KMS) Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan. kondisi infeksi/infestasi cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain. pemberian kapsul vitamin A. 5. Kolom Bulan Lahir : kolom bulan yang terletak paling kiri dan bergaris tebal. 4. 3 kg. Pengisian KMS Balita A. cukup nama bulan dan tahunnya saja. pemberian ASI-eksklusif. pendidikan. Bagian-bagian dari KMS: 1. Sumber berat badan : garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS.5 kg. misalnya 2. 4 kg. 5. 3. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.5 kg. MP-ASI. dan faktor psikologi. Garis usia : garis tipis dari atau ke bawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia anak dalam bulan. Sebaliknya penambahan berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim semi. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya. Garis berat badan : garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. 3. Pada Penimbangan Pertama 47 . 3. dst.5 kg. Angka-angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukkan satuan kilogram penuh dan dinyatakan dalam satuan 2. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran. 4. 4 dan seterusnya. Lain-lain. Yang perlu ditulis dalam kolom bulan lahir. dalam KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak. dan seterusnya sedang garis tipis yang berada pada diantara 2 ukuran kg penuh untuk satuan tengahan kg. antara lain pengawasan medis. imunisasi.paling rendah pada musim gugur. Kolom Bulan : kolom yang berada di bagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. 2. Angka-angka ini menunjukkan berat badan 2 kg. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas.

sama seperti halaman Kolom "Laki-laki" diisi tanda √ apabila anak tersebut laki-laki dan Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. dan catat. catat tanggal lahir anak Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa. (termasuk anak yang meninggal). Bila tidak ada kartu kelahiran. tuntun untuk mengingat umur anak Kolom "Nama Ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap. depan KMS demikian pula bila perempuan. Catatan *) • • • • Bila ada kartu kelahiran.  Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran Pada halaman muka KMS. "Berat Badan Lahir" ini kemudian dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0". langkah kedua. dan pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut.Pada penimbangan pertama. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal. 3. dan langkah ketiga. tetapi ibu ingat. 8.  1. (dalam bulan). 5. sebelum anak ditimbang. 6. sesuai dengan langkah pertama. 48 . 7. 2. catat bulan lahir anak dari kartu tersebut. 9. dalam satuan gram. 4. *) Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan dalam KMS-Balita didaftar pertama kali. kemudian perkirakan bulan lahir anak. anak saat dilahirkan. bulan dan tahun anak Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak. kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu. nya dan catat. sesuai jawaban ibu. perkirakan bulan nasional / masehiBila ibu tidak ingat bulan lahir. isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu. Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar.

5 kg. sesuai bulan bersangkutan. Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis  Balita  lainnya   tinggi 49 . Karena baru satu kali ditimbang. Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMSSetelah anak ditimbang. dan seterusnya. Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan. makanan dan keadaan Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. Oktober 2000. Contoh: Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7. kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan. Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0. maka cantumkan bulan Agustus 2000 di kolom tersebut. letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan). Misalnya: Bulan lahir anak Agustus 2000. Kemudian isi semua kolom bulan September 2000. maka hanya ada satu titik berat badan dan tidak bisa dibuat garis. pada garis tegak (lihat contoh). Misal: • • • • • • • Anak tidak mau makan Anak sakit panas Anak diare Anak diberi nasi tim Ibu meninggal Ayah di-PHK Anak dikirim ke Puskesmas Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan.

maka kolom 0. Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus). Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan rasa aman yang diwujudkan dalam kontak fisik dan psikis sedini mungkin. akan menjalin rasa aman bagi bayinya.Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus. lakukan langkah kedelapan. Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif • • Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0.2. Berperannya dan kehadiran ibu/penggantinya sedini dan selanggeng mungkin. karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat.4. 50  . Lakukan langkah kelima Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan.3. misalnya dengan menyusui bayi secepat mungkin segera setelah lahir. 2 dan 3 diisi E0. Ini diwujudkan dengan kontak fisik (kulit/mata) dan psikis sedini mungkin. maka titik berat badan bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya. Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan. B. Jika jarak antara penimbangan bulan ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan. hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus. Asih adalah kebutuhan emosi atau kasih sayang. KEBUTUHAN – KEBUTUHAN DASAR SEORANG ANAK UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL 1.1. 1. E2 dan E3. lakukan langkah keenam. Pada Penimbangan Kedua dan Seterusnya Lakukan langkah keempat Jika bulan lalu anak ditimbang. Apabila anak mendapat imunisasi. E1. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-). maka jika anak diberi kapsul vitamin A. lakukan langkah ketujuh.

VII. sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa. produktivitas. dsb. pemberian ASI. Stimulasi mental (Asah) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan. 3. Asuh adalah kebutuhan fisik biomedis. Tujuannya adalah memberikan “infeksi ringan” yang tidak berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respon imun sehingga apabila terjangkit penyakit yang sesungguhnya di kemudian 51 . Vaksinasi dimaksudkan sebagai pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. yang disebut “Sindrom Deprivasi Maternal”. maupun sosial emosi. IMUNISASI Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN aktif terhadap suatu antigen. seperti imunisasi. Stimulasi mental ini sangat penting di usia batita. moral-etika. mental. Vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikroorganisme patogen. pengobatan kalau sakit papan / pemukiman yang layak higiene perorangan dan sanitasi lingkungan sandang kesegaran jasmani (olahraga) dan rekreasi. agama. kreativitas. keterampilan. kemandirian. tidak terjadi penyakit. 2. Kebutuhan ini merupakan cikal bakal proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan anak akan: • • • • • • pangan (gizi) : kebutuhan terpenting perawatan kesehatan dasar.Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik. kepribadian. Kasih sayang dari orangtua (ayah-ibu) akan menciptakan ikatan yang erat (bonding) dan kepercayaan dasar (basic trust). penimbangan bayi/anak yang teratur. Asah adalah kebutuhan akan stimulasi mental. Antigen yang diberikan telah dibuat demikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit namun mampu mengaktivasi limfosit menghasilkan antibodi dan sel memori.

hari anak tidak menjadi sakit karena tubuh dengan cepat membentuk antibodi dan mematikan antigen/penyakit yang masuk tersebut. sedangkan waktu paruh imunoglobulin lainnya lebih pendek. 52 . Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. dan bahkan jaringan asing yang berasal dari binatang lain. dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar variola. seperti bakteri. Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman. atau terpajan secara alamiah. toksin. virus atau riketsia). Imunitas pasif Imunitas (kekebalan) pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh. DUA MACAM IMUNITAS PADA MANUSIA a. Imunitas aktif dihasilkan oleh sistem imun khusus yang membentuk antibodi dan mengaktifkan limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organisme spesifik atau toksin. Imunitas aktif Imunitas (kekebalan) aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi. Tubuh manusia mampu membentuk imunitas spesifik yang sangat kuat untuk melawan agen penyerbu yang bersifat mematikan. komponen kuman (bakteri. TUJUAN IMUNISASI Tujuan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. Kekebalan aktif biasanya berlangsung lebih lama daripada kekebalan pasif karena adanya memori imunologik. Misalnya kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah diberikan suntikan imunoglobulin. atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. bukan dibuat oleh individu itu sendiri. Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari. b. virus.

sehingga didapat basil yang tidak virulen. dan lain-lain). tetapi maih mempunyai imunogenitas. murah dan efisien (bisa dikombinasikan dan tanpa banyak pengulangan). dan lain-lain. tetapi dapat juga mengenai organ-organ lainnya. tetapi mengurangi resiko tuberkulosis berat seperti meningitis tuberkulosa dan tuberkulosis milier. BCG diberikan pada bayi ≤ 2 bulan. Vaksin BCG berisi suspensi M. Mekanisme vaksin BCG masuk ke lapisan chorium kulit sebagai depo. Efek proteksi bervariasi antara 0-80%. Infeksi Mycobacterium tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberkulosis aktif. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN (PPI) 1. BCG sebaiknya diberikan pada anak dengan uji Mantoux (tuberkulin) negatif. bovis hidup yang sudah dilemahkan. Vaksin BCG disuntikkan dengan dosis 0. Vaksinasi BCG tidak mencegah infeksi tuberkulosis. deltoideus kanan. ulkus yang terbentuk tidak mengganggu struktur otot setempat (dibandingkan pemberian di daerah gluteal lateral atau paha anterior. Penyuntikannya secara intradermal lebih mudah dilakukan (tidak terdapat lemak subkutis yang tebal).DUA CIRI VAKSIN YANG BAIK 1. Vaksinasi BCG menimbulkan sensitivitas terhadap tuberkulin. nyaman bagi bayi 2. Hal ini mungkin dikarenakan faktor vaksin. lalu berkembang dan masuk ke lapisan yang lebih Memiliki efek samping yang rendah. Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. lingkungan dengan Mycobacterium atipik atau faktor pejamu (umur. seperti selaput otak. keadaan gizi. Bacille Calmette-Guerin adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiak berulang selama 1-3 tahun. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. tulang.10 ml untuk anak secara intrakutan di daerah insertio M. aman dan 53 . Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi dengan Mycobacterium tuberculosis terjadi respons imunitas seluler yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberkulin. ditemukan oleh Calmette dan Guerin. kelenjar superfisial.05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0. Mudah didapat.

tidak nyeri. jadi tidak perlu diobati. Vaksin BCG ulangan tidak dianjurkan oleh karena manfaatnya diragukan mengingat (1) efektivitas perlindungan hanya 40%. b. kapiler. Vaksin BCG merupakan vaksin hidup. dan (3) kasus dewasa dengan BTA (Bakteri Tahan Asam) positif di Indonesia cukup tinggi (2536%) walaupun mereka telah mendapat BCG pada masa kanak-kanak. Namun apabila penyuntikan terlalu dalam. Limfadenitis supuratif di aksila atau di leher kadang-kadang dijumpai. Apabila dosis terlalu tinggi.dalam yaitu ke subkutan. eritema. sehingga pada lapisan kulit timbul reaksi indurasi. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul fistula. pustula. maka dapat dibersihkan (drainase) dan diberikan obat anti TB oral. (2) sekitar 70% kasus tuberkulosis berat (meningitis) ternyata mempunyai parut BCG. dan galur (strain) yang dipakai. Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan. Limfadenitis / reaksi regional pada kelenjar Limfadenitis merupakan respon seluler pertahanan tubuh. Pada bayi yang kontak erat dengan penderita TB dengan BTA (+3) sebaiknya diberikan INH profilaksis dulu. Ulkus yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. demam (-). kalau kontaknya sudah tenang dapat diberi BCG. maka parut yang terjadi tertarik ke dalam (retracted). BCG-itis diseminasi 54 . Pemberian obat anti TB sistemik tidak efektif. dosis. yang timbul 2-6 bulan sesudah imunisasi. dalam pengobatan steroid jangka panjang atau pada infeksi HIV). sebaikya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. maka ulkus yang timbul lebih besar. Reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) a. Reaksi Lokal Penyuntikan BCG secara intradermal yang benar akan menimbulkan ulkus lokal yang superfisial 3 minggu setelah penyuntikan. maka tidak diberikan pada pasien imunokompromais (leukemia. Kelenjar berkonsistensi padat. c. Limfadenitis akan sembuh sendiri (dalam 1-3 bulan). peredaran darah. Hal ini tergantung pada umur anak. kelenjar limfe.

biasanya berhubungan dengan imunodefisiensi berat.BCG-itis diseminasi jarang terjadi. dan osteomielitis. • < 5 mm : negatif . Vaksinasi Hepatitis B 55 Anak menderita gizi buruk Sedang menderita demam tinggi Menderita infeksi kulit yang luas Pernah sakit tuberkulosis. Kompikasi ini harus diobati dengan kombinasi obat anti TB. Reaksi pada yang pernah tertular tuberkulosis: • Koch phenomenon reaksi lokal berjalan cepat (2-3 hari sesudah imunisasi) 46 minggu timbul scar. >10 mm : positif Tes Mantoux (-) imunisasi(+) Kontraindikasi HIV. lupus vulgaris. eritema nodosum. 6-9 mm : meragukan . mendapat pengobatan radiasi. Reaksi uji tuberkulin > 5 mm Sedang menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid. . • Imunisasi bayi > 2 bulan tes tuberkulin (Mantoux) • Untuk menunjukkan apakah pernah kontak dengan TBC • Menyuntikkan 0. Penanganan reaksi KIPI Orangtua atau pengantar perlu diberitahu bahwa 2-6 minggu setelah imunisasi BCG dapat timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan. Misalnya. kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut tanpa pengobatan khusus.1 ml PPD ( purified protein derived) di daerah flexor lengan bawah secara intra kutan • Pembacaan dilakukan setelah 48 -72 jam penyuntikan • Diukur besarnya diameter indurasi di tempat suntikan. iritis. penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem limfe 2. Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan antiseptik. obat imunosupresif.

tergantung status HbsAg ibu : HBsAg ibu Positif Negatif diketahui atau Imunisasi Keterangan HBIg (0. HBIg hanya diberikan pada kondisi pasca paparan (needle stick injury. Semua orang yang HbsAgnya positif potensial infeksius. terciprat darah ke mukosa atau ke mata). Sebaiknya HBIg diberikan bersama vaksin VHB sehingga proteksinya berlangsung lama.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%. hepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Oleh karena itu. Vaksinasi universal bayi baru lahir merupakan upaya paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB. kebijakan utama tata laksana VHB adalah memotong jalur transmisi sedini mungkin. dan melalui hubungan seksual.5 ml) dan vaksin Dosis 1 : <12jam pertama HB tidak Vaksin HB Dosis I : Segera setelah lahir 56 . Transmisi terjadi melalui kontak perkutaneus atau parenteral. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan antara umur 3-6 bulan. individu yang belum pernah imunisasi hepatitis B atau yang tidak memiliki antibodi anti-HBs. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi. bayi dari ibu VHB. kontak seksual. sehingga pada anak normal tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. Imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Transmisi antar anak sering terjadi di negara endemis Virus Hepatitis B (VHB).Bayi baru lahir merupakan upaya yang paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB di Indonesia termasuk daerah endemis sedang-tinggi untuk Hepatitis B. Resiko kronisitas dipengaruhi oleh faktor usia saat yang bersangkutan terinfeksi. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif. maka masih dapat diberikan HBIg (hepatitis B imunoglobulin) 0. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui. Bayi yang terinfeksi lebih besar kemungkinan menjadi kronis daripada anak dan dewasa. Pada dasarnya. potensial terinfeksi VHB. Imunisasi pasif Hepatitis B immune globulin (HBIg) dalam waktu singkat segera memberikan proteksi meskipun hanya utuk jangka pendek (3-6 bulan).

Agar dapat dicapai kadar antibodi protektif secepatnya dianjurkan hepB-3 diberikan lebih awal (umur 3-6 bulan). Semakin panjang jarak antara imunisasi ketiga (4-12 bulan) semakin tinggi titer antibodinya.deltoideus dengan dosis 0. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka ditambahkan hepatitis B immunoglobulin (HBIg) 0. beri segera setelah memungkinkan. Pemberian ketiga seri vaksin dengan dosis yang sesuai rekomendasinya. Vaksin diberikan secara intramuskular dalam di daerah M. 57 . Pada neonatus dan bayi diberikan di anterolateral paha. Imunisasi aktif Vaksin VHB yang tersedia adalah vaksin rekombinan berisi HBsAg murni.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. sedangkan imunisasi ketiga diberikan dengan jarak terpendek 2 bulan. 1. dan remaja. Bila sesudah dosis pertama imunisasi terputus. Dosis ketiga merupakan penentu respons antibodi karena merupakan dosis booster. segera beri HBIg Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui : HepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir.5 ml. Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah 0. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg-B positif : diberikan vaksin hepB-1 dan HBIg 0. anak. Imunisasi pertama diberikan segera setelah lahir. dan 6 bulan karena respons antibodinya paling optimal.Status HBV ibu semula tidak diketahui tetapi bila dalam 7 hari terbukti ibu HBV. segera berikan imunisasi kedua. bayi. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3-6 bulan. Bila dosis ketiga terlambat. Memperpanjang interval antara dosis kesatu dan kedua tidak akan mempengaruhi imunogenisitas atau titer antibodi sesudah imunisasi selesai (dosis ketiga). sedangkan pada anak besar dan dewasa diberikan di regio deltoid. Interval antara dosis pertama dan dosis kedua minimal 1 bulan. Jadwal dan dosis Imunisasi hepatitis B minimal diberikan sebanyak 3 kali.5 ml secara bersamaan dalam waktu 12 jam setelah lahir. akan menyebabkan terbentuknya respons protektif (anti HBs ≥ 10mIU/ml) pada 90% dewasa. Vaksin ini diberikan sedini mungkin setelah lahir.

bila ibu HbsAg (-) imunisasi ditunda sampai bayi berusia 2 bulan atau berat badan sudah mencapai 2000 gram. pemeriksaan anti-HBs pra dan pasca imunisasi tidak dianjurkan.Setiap vaksin hepatitis B sudah dievaluasi untuk menentukan dosis sesuai umur yang dapat menimbulkan respons antibodi yang optimum. 58 . Catch up immunization Catch up immunization merupakan upaya imunisasi pada anak atau remaja yang belum pernah diimunisasi atau terlambat lebih dari 1 bulan dari jadwal yang seharusnya. Pada bayi prematur. lama proteksi Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90%-95%. Ulangan imunisasi hepatitis B (hepB-4) dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun apabila titer pencegahan belum tercapai pada catch up immunization. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga pada anak normal. dan pasien immunocompromised. tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. individu yang memperoleh profilaksis pasca paparan. Uji serologis pasca imunisasi perlu dilakukan pada bayi dan ibu pengidap VHB. Uji serologis pra imunisasi hanya dilakukan pada anak yang akan memperoleh profilaksis pasca paparan dan individu beresiko tinggi tertular infeksi VHB. sedangkan interval antara dosis kedua dan ketiga minimal 8 atau 16 minggu sesudah dosis pertama. Oleh karena itu dosis yang direkomendasikan bervariasi tergantung produk dan usia resipien. kadang-kadang dapat menimbulkan demam ringan selama 1-2 hari. Efektivitas. Dosis pada bayi dipengaruhi pula oleh status HbsAg ibu. Uji serologis pasca imunisasi ini dilakukan 1 bulan sesudah imunisasi ke-3. Khusus pada imunisasi hepatitis B. imunisasi catch up ini diberikan dengan interval minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua. Uji serologis Pada bayi dan anak-anak. Reaksi KIPI Efek samping yang terjadi umumnya berupa reaksi lokal yang ringan dan bersifat sementara.

jika diberikan subkutan menyebabkan iritasi lokal. kejang.7-25 Lf dalam dosis 59 . 3. Tetanus. Vaksin mengandung aluminium fosfat. Toksoid Difteria Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan toksoid difteria (alumprecipitated toxoid) yang kemudian digabung dengan toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk DTP. nyeri. syok → imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DTaP. 15-18 bulan dan saat masuk sekolah (5 tahun). rasa mual. Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). maksimal 6 kali dalam 24 jam. Untuk imunisasi rutin pada anak. Kehamilan dan laktasi bukan kontraindikasi imunisasi VHB.Penanganan reaksi KIPI Setelah imunisasi hepatitis B dapat timbul kemerahan. Vaksin ini merupakan vaksin cair yang diberikan dengan dosis 0. anafilatik + antipiretik. Reaksi pasca imunisasi dapat berupa: Demam. Jika demam pakailah pakaian yang tipis. dan toksoid tetanus. 4. Vaksinasi DTP (Difteri. Pertusis) Vaksinasi DTP terdiri dari toksoid difteri. Bordetella pertusis. peradangan dan nekrosis setempat. dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2. nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari → diberikan Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi: demam > 40°C. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. 6. Potensi toksoid difteria dnyatakan dalam jumlah unit flocculate (Lf) dengan kriteria 1 Lf adalah jumlah toksoid sesuai dengan 1 unit anti toksin difteria. Kontraindikasi Sampai saat ini tidak ada kontraindikasi absolut pemberian vaksin VHB. Kekuatan toksoid difteria yang terdapat dalam kombinasi vaksin DTP saat ini berkisar 6. Jika demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. pembengkakan. Dosis ke-4 harus diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan setelah dosis ke-3. a. dan nyeri sendi.5 ml secara intramuskular di bagian anterolateral paha.

yaitu: o o o Riwayat anafilaksis pada pemberian vaksin sebelumnya. Vaksin Pertusis α seluler Vaksin pertusis α seluler adalah vaksin pertusis yang berisi komponen spesifik dari Bordetella pertusis yang dipilih sebagai dasar yang berguna 60 . Perhatian khusus (precaution) bila pada pemberian vaksin pertama (sebelum vaksin pertusis berikutnya) dijumpai hiperpireksia. Respons antibodi terhadap imunisasi dasar dengan vaksin pertusis whole-cell tergantung pada kadar antibodi tansplasental yang didapat dari ibu terhadap toksin pertusis. Sejak 1962 dimulai usaha untuk membuat vaksin Pertusis dengan menggunakan fraksi sel (α seluler/vaksin DTaP) yang bila dibandingkan dengan whole-cell ternyata memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan. Ensefalopati sesudah pemberian vaksin pertusis sebelumnya. anak menangis terus menerus selama 3 jam dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah imunisasi DPT. Kejadian ikutan pasca imunisasi toksoid difteria secara khusus sulit dibuktikan karena selama ini pemberiannya selalu digabung bersama toksoid tetanus dengan atau tanpa vaksin pertusis. b. respons yang diperoleh setelah penyuntikan vaksin α seluler ternyata memberikan hasil yang baik dan tidak dipengaruhi oleh kadar antibodi pravaksinasi. Kombinasi toksoid difteria dan tetanus (DT) yang mengandung 10-12 Lf dapat diberikan pada anak yang memiliki kontraindikasi terhadap pemberian vaksin Pertusis. Vaksin Pertusis Vaksin pertusis whole-cell (vaksin DTwP) adalah vaksin yang merupakan suspensi kuman Bordetella pertusis mati. Kontraindikasi Ada dua kontraindikasi mutlak terhadap pemberian vaksin pertusis baik whole-cell maupun α seluler. hipotonik-hiporesponsif.0. Sebaliknya.5 ml.

01 IU atau lebih. dan adanya antigen lain dalam kombinasi vaksin itu. serta terjadi demam . akut atau reaksi anafilaksis dan terbukti disebabkan oleh pemberian vaksin pertusis. cara penyuntikan. bengkak. pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. c. Reaksi KIPI DPT − ringan. Toksoid Tetanus (TT) Toksoid tetanus yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal dan 60 IU bila bersama dengan toksoid difteria dan vaksin pertusis. Pemberian toksoid tetanus bersama DTP diberikan sesuai jadwal imunisasi. Penanganan Reaksi KIPI DPT Bila terjadi reaksi lokal.orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Sebagaimana pemberian toksoid lainnya. Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat sebab sudah terbukti bahwa respons imun yang diperoleh walaupun dengan interval yang panjang adalah sama dengan dengan interval yang pendek. dan nyeri pada lokasi injeksi. Kejadian ikutan pasca imunisasi terutama reaksi lokal.dalam patogenesis pertusis dan perannya dalam memicu antibodi yang berguna untuk pencegahan terhadap pertusis secara klinis. − − Anak sering gelisah dan menangis terus menerus (inconsolable Kejadian ikutan yang paling serius adalah terjadinya ensefalopati crying) selama beberapa jam pasca suntikan. Kejadian reaksi KIPI vaksin DTaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah daripada DTwP. Kadar antibodi protektif setelah pemberian DTP 3 kali mencapai 0. pelarut. terjadi reaksi lokal kemerahan. sangat dipengaruhi oleh dosis. jika demam pakailah 61 Kira-kira pada separuh penerima DTP. Vaksin DTwP dan DTaP dapat pula diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi.

4. Vaksinasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi polio-3. Jenis vaksin virus polio ini dapat bertahan di tinja sampai 6 minggu setelah pemberian OPV. sedangkan OPV berisi virus polio hidup. Vaksin ini digunakan secara rutin sejak bayi lahir dengan dosis 2 tetes oral. di samping vaksin virus polio oral (OPV) yang telah kita kenal selama ini. a. Polio-0 diberikan saat bayi lahir. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. dianjurkan diberikan saat bayi meninggalkan rumah sakit/rumah bersalin agar tidak mencemari bayi lain karena virus polio vaksin dapat diekskresi melalui tinja. Vaksin polio inactivated (Inactivated Poliomyelitis Vaccine = IPV) 62 . namun tiga dosis berikutnya akan memberikan imunitas jangka lama terhadap tiga tipe virus polio. Vaksinasi Polio Pada saat ini telah beredar di Indonesia vaksin polio inactivated (IPV). b.1 ml). boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. 2. dan 3 adalah jenis Sabin yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan (attenuated). Tiap dosis yang diberikan adalah sebanyak 2 tetes (= 0. Vaksin IPV berisi antigen polio (polio-1. 2. Untuk imunisasi dasar (polio-1. selanjutnya saat masuk sekolah (5-6 tahun). yang menghasilkan pertahanan lokal terhadap virus polio liar.1 ml) per oral. Vaksin IPV dapat diberikan pada anak sehat.5 ml intramuskular. Kedua vaksin polio tersebut dapat dipakai secara bergantian. interval di antaranya tidak kurang dari 4 minggu. sedangkan IPV dalam kemasan 0. dan 3) yang telah mati. 2. Tiap dosis OPV (2 tetes = 0. sehingga frekuensi ekspresi virus polio liar dalam masyarakat dapat dikurangi. Virus vaksin ini kemudian menempatkan diri di usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun dalam epitelium usus. 3). Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine = OPV) Vaksin virus polio oral berisi virus polio tipe 1.pakaian yang tipis dan berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan maskimal 6 kali dalam 24 jam. Penerima vaksin dapat terlindungi setelah dosis tunggal pertama. maupun penderita imunokompromais.

Satu dosis sebanyak 2 tetes (0. 2.5 ml secara 63 . Imunisasi primer bayi dan anak Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal. Sebagai vaksinasi dasar. kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu.5 ml dengan suntikan subkutan dalam 3 kali berturut-turut dengan jarak 2 bulan antara masing-masing dosis akan memberikan imunitas jangka panjang (mukosal maupun humoral) terhadap 3 macam tipe virus polio. 3 yang mati. maka dosis tersebut perlu diulang. yaitu bersamaan dengan dosis DPT diberikan sebagai penguat. Anak yang telah mendapat imunisasi OPV dapat memberikan ekskresi virus vaksin selama 6 minggu dan akan melakukan infeksi pada kontak yang belum diimunisasi. Untuk mereka yang kontak dengan bayi yang baru saja diberi OPV. maka IPV dapat digunakan sebagai vaksinasi terhadap poliomielitis. misalnya mereka dengan imunosupresi dai suatu penyakit atau kemoterapi. yang dapat diberikan bersama-sama waktunya dengan suntikan vaksin DTP dan Hib.Vaksin polio inactivated berisi virus tipe 1. Imunitas mukosal yang ditimbulkan oleh IPV lebih rendah dibandingkan dengan oleh OPV. merupakan jenis Salk. Pemberian dengan dosis 0. Vaksinasi untuk anak imunokompromais Untuk mereka yang mempunyai kontraindikasi terhadap vaksin hidup. diberikan suntikan IPV sebanyak 3 dosis masing-masing 0. dosis berikutnya harus diberikan pada umur 15-19 tahun atau sebelum meninggalkan sekolah. diharapkan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok bayi. Dosis Penguat (booster) Dosis penguat OPV harus diberikan sebelum masuk sekolah.1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3 bulan. Bila OPV yang diberikan dimuntahkan dalam waktu 10 menit.

namun sebagai konsekuensinya masih ada resiko terjadinya VAPP dan menyebarnya VDPV. Pada pemberian OPV. virus yang nonvirulen tersebut dapat diekskresi melalui tinja dan mengakibatkan kelumpuhan orang disekitarnya (VDPV). yang kemudian menyebabkan kelumpuhan layu akut (VAPP). − Pada saat ini di Indonesia masih menggunakan OPV yang ternyata mampu mengeliminasi virus polio liar. ekskresi melalui tinja biasanya selama 2-3 bulan. Reaksi KIPI − − Setelah divaksinasi. Pada saat replikasi tersebut mungkin terjadi mutasi virus yang dikenal dengan reversion. harus ditawarkan vaksinasi dasar OPV pada waktu yang bersamaan dengan anak tersebut. dan nyeri otot. Di samping itu. Penanganan reaksi KIPI Orangtua/pengasuh tidak perlu melakukan tindakan apapun karena sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio. dapat dipertimbangkan penggunaan vaksin IPV secara penyuntikan. 64 . Kepada orang dewasa yang telah mendapat imunisasi sebelumnya.subkutan dalam atau intramuskular dengan interval 2 bulan. − − Resiko paling sering pada pemberian dosis pertama. terjadi pada resipien (VAPP = vaccine associated polio paralytic) maupun yang kontak dengan virus yang menjadi meurovirulen (VDPV = vaccine derived polio virus). anggota keluarga yang belum pernah divaksinasi atau belum lengkap vaksinasinya dan kontak dengan anak yang mendapat vaksinasi OPV. sebagian kecil resipien dapat mengalami Kasus poliomielitis yang berkaitan dengan vaksin telah dilaporkan gejala pusing. Dosis penguat harus diberikan dengan jadwal sama dengan pemberian OPV. Walaupun demikian. menyebabkan virus polio yang sebelumnya sudah dilemahkan kembali berbentuk yang lebih neurovirulen. tidak diperlukan vaksinasi penguat (booster). diare ringan. Untuk mengatasinya. virus asal vaksin ini dapat bereplikasi di dalam usus manusia.

5°C). o Keganasan yang berhubungan dengan sistem retikuloendotelial leukemia. Vaksinasi Campak Vaksin campak ada 2 jenis.Kontraindikasi o ditunda o o umum. 5. tetapi jangan bersama vaksin oral 65 . sedangkan untuk negara maju dianjurkan pada anak berumur 12-15 bulan dan kemudian imunisasi kedua (booster) juga dengan MMR dilakukan secara rutin pada umur 4-6 tahun. vaksinasi ditunda Dalam pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif yang Penyakit akut atau demam (suhu >38. o o tifoid. Pada anak – anak di negara dimatikan (virus campak yang berada dalam larutan formalin yang dicampur Muntah atau diare berat. vaksinasi harus diberikan oral maupun suntikan. Infeksi HIV Vaksin polio oral dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin inactivated dan virus hidup lainnya. juga yang mendapat pengobatan radiasi imunologisnya terganggu. maka WHO menganjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi berumur 9 bulan. tetapi dapat juga diberikan setiap waktu semasa periode anak dengan tenggang waktu paling sedikit 4 minggu dari imunisasi pertama. Kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan angka cakupan yang tinggi bersama-sama dengan keinginan untuk menunda pemberian imunisasi sampai antibodi maternal hilang merupakan suatu hal yang berat dalam pengendalian penyakit campak. yaitu:  Vaksin yang berasal dari virus campak yang Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe Edmonston B)  dengan garam aluminium) Pada saat ini di negara berkembang angka kejadian campak masih tinggi dan seringkali dijumpai penyulit. penyakit Hodgkin) dan yang mekanisme (limfoma.

− Reaksi KIPI berat jika ditemukan gangguan fungsi sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi. • • Pemberian yang dianjurkan secara subkutan. tetapi dapat pula diberikan secara intramuskular.berkembang. pemberian 20 TCID50 mungkin sudah dapat memberikan hasil yang baik. − Reaksi KIPI banyak dijumpai terjadi pada imunisasi ulang pada seseorang yang telah memiliki imunitas sebagian akibat imunisasi dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan. Salah satu indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian kasus campak sesudah imunisasi. Dosis dan cara pemberian • Dosis baku minimal untuk pemberian vaksin campak yang dilemahkan adalah 1000 TCID50 atau sebanyak 0. demam mulai dijumpai pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. diperkirakan risiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari sesudah imunisasi sebanyak 1 diantara 1 milyar dosis vaksin. − Ruam dapat dijumpai pada 5 % resipien. Hal ini sukar dibedakan dengan akibat imunisasi yang terjadi dengan seseorang jika seseorang telah memperoleh imunisasi pada saat masa inkubasi penyakit alami. antibodi maternal akan hilang pada usia 9 bulan dan pada anak-anak di negara maju setelah 15 bulan. Penanganan Reaksi KIPI 66 .5 ml.5ºC yang terjadi pada 515 % kasus. timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2-4 hari. Kejadian KIPI imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan. Untuk vaksin hidup. Reaksi KIPI − Gejala KIPI berupa demam lebih dari 39.

MMR Ulangan diberikan pada umur 6 tahun. Vaksin MMR diberikan pada umur 15-18 bulan dengan dosis satu kali 0. virusnya sudah dimatikan (vaksin inaktif).5 ml secara subkutan dalam atau intramuskular. atau jika orangtua merasa khawatir. SMA dapat diberikan imunisasi ulang. SMP. dan rubela. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. Kontraindikasi − − − − Demam tinggi Pengobatan imunosupresi Memiliki riwayat alergi Sedang memperoleh pengobatan imunoglobulin atau bahan-bahan yang berasal dari darah. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Imunisasi ulangan Imunisasi ulang dianjurkan dalam situasi tertentu.bawalah bayi/anak ke dokter. gondongan. Imunisasi ini memberikan serokonversi terhadap ketiga virus lebih dari 90% kasus. Vaksinasi MMR (Measles.Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). misalnya: o Telah memperoleh imunisasi sebelum umur 1 tahun dan terbukti bahwa potensi vaksin yang digunakan kurang baik (tampak peningkatan insidens kegagalan vaksinasi). Vaksin MMR merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup. dan rubella atau imunisasi campak. gondongan. IMUNISASI YANG DIANJURKAN (non PPI) 1. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. o o Apabila terdapat kejadian luar biasa peningkatan kasus Setiap orang yang pernah imunisasi vaksin campak yang campak. Vaksin MMR harus diberikan sekalipun ada riwayat infeksi campak. Tidak ada 67 . maka anak SD. Mumps. jika demam pakailah pakaian yg tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. dan Rubella) Vaksin MMR merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak.

dalam waktu 4 minggu. pemberian imunoglobulin atau transfusi darah (whole blood). − Meningoensefalitis − Pembengkakan kelenjar parotis − Trombositopenia. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. demam. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Reaksi KIPI − Reaksi sistemik. atau jika orangtua merasa khawatir. terapi sinar atau mendapat steroid dosis tinggi. mereka yang mendapat pengobatan dengan imunosupresif. bawalah bayi/anak ke dokter. biasanya akan sembuh sendiri. seperti malaise. Penanganan Reaksi KIPI Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). o Anak dengan alergi berat (pembengkakan pada mulut atau tenggorokan. penyakitnya sembuh. sulit bernapas. Vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) 68 .efek imunisasiyang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat efek imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. hipotensi dan syok) terhadap gelatin atau neomisin. o o o o 2. atau ruam. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Anak dengan demam akut. pemberian MMR harus ditunda sampai Anak yang mendapat vaksin hidup yang lain (termasuk BCG) Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam waktu 3 bulan setelah Defisiensi imun bawaan dan didapat (termasuk infeksi HIV). Kontraindikasi o Anak dengan penyakit keganasan yang tidak diobati atau gangguan imunitas. jika demam pakailah pakaian yang tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan.

yaitu : a. DTaP. sehingga saat ini digunakan konjugasi PRP dengan protein dari berbagai komponen bakteri lain. Vaksin tifoid oral ini diberikan pada anak umur 6 tahun atau lebih. dan 6 bulan. Tidak seperti vaksin parenteral. Vaksin yang beredar di Indonesia adalah vaksin konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP (PRP outer membrane protein complex) dan konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut sebagai PRP-T. Reaksi samping vaksin oral lebih rendah daripada vaksin parenteral. Apabila suntikan awal diberikan pada bayi berumur 6 bulan-1 tahun. Vaksin demam tifoid oral Vaksin ini dibuat dari kuman Salmonella typhi galur nonpatogen yang telah dilemahkan. atau 69 . Vaksin Hib diberikan sejak umur 2 bulan.5 ml. dan 5) 1 jam sebelum makan dengan minuman yang tidak lebih dari 37oC. Vaksin Hib dapat diberikan secara bersamaan dengan DTwP. Satu dosis vaksin Hib berisi 0. Vaksin tidak boleh diberikan bersamaan dengan antibiotik. IPV dalam bentuk vaksin kombinasi. Kapsul harus ditelan utuh dan tidak boleh dibuka karena kuman dapat mati oleh asam lambung. dan imunisasi ulangan dilakukan setiap 3-5 tahun. Vaksinasi Demam Tifoid Di Indonesia tersedia dua jenis vaksin. sedangkan setelah 1 tahun cukup 1 kali suntikan tanpa memerlukan booster. Kedua vaksin tersebut boleh digunakan bergantian atau kombinasi. Vaksin tifoid oral dikenal dengan nama Ty-21a. sulfonamid. dosis ketiga (6 bulan) tidak diperlukan. 2 kali suntikan sudah menghasilkan titer protektif . Vaksin kombinasi yang beredar berisi vaksin Hib PRP-T. Vaksin awal yang terbuat dari PRP murni ternyata kurang efektif. Vaksin PRP-OMP diberikan pada umur 2 dan 4 bulan. Vaksin tidak boleh diberikan sebelum bayi berumur 2 bulan karena bayi tersebut belum dapat membentuk antibodi pada vaksin konjugasi. diberikan secara intramuskular. 3. 4. respons imun pada vaksin ini termasuk sekretorik IgA.3. Vaksin Hib baik PRP-T ataupun PRP-OMP perlu diulang pada umur 15 bulan. Vaksin PRP-T diberikan pada umur 2. diberikan 3 dosis dengan interval selang sehari (hari 1. Vaksin Hib dibuat dari kapsul tersebut. Vaksin ini dikemas dalam kapsul.Kapsul polyribosyribitol phosphate (PRP) menentukan virulensi dari Hib.

saat demam. • Pada individu imunokompromais :  Reaksi sistemik muncul lebih sering (sekitar 12% . Vaksin ini diberikan pada umur lebih dari 2 tahun. nyeri sendi. Reaksi KIPI • • Reaksi simpang jarang terjadi Reaksi KIPI dapat bersifat lokal (1%).5 ml secara subkutan. dan ruam papula- vesikel ringan.5 ml secara intramuskular atau subkutan pada daerah deltoid atau paha. Bentuk ini kurang stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain. penyakit akut. nyeri. Vaksin polisakarida parenteral Vaksin polisakarida diberikan dengan dosis 0. Untuk anak yang mengalami kontak dengan pasien varisela. Imunisasi varisela direkomendasikan pada umur 10-12 tahun yang belum terpajan. nyeri otot. nyeri kepala. sehingga harus disimpan pada suhu 2-8oC. Reaksi samping lokal berupa bengkak. nyeri perut jarang dijumpai. Untuk individu imunokompromais serta remaja (sama atau diatas umur 13 tahun) dan dewasa. dosis tunggal. 70 .40% pada pasien leukemia dalam pengobatan rumatan) daripada infeksi local. Kontraindikasi: alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin. dan penyakit kronik progresif. Vaksin dapat diberikan bersama dengan vaksin MMR. Vaksinasi Varisela Vaksin virus hidup varisela-zoster (galur OKA) yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilised). b. pencegahan vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan: kontak dipisah/tidak berhubungan). Vaksin oral pada umumnya diperlukan untuk turis yang akan berkunjung ke daerah endemis tifoid.antimalaria yang aktif terhadap salmonella. imunisasi ulangan dilakukan tiap 3 tahun. dengan dosis 0. nausea. pusing. kemerahan di tempat suntikan. demam (1%). 4. Reaksi sistemik berupa demam. memerlukan dua dosis dengan selang 1-2 bulan.

kelainan darah seluler seperti selama pengobatan induksi penyakit keganasan atau 3 tahun fase radioterapi. • Pasien yang alergi pada neomisin. Vaksin diberikan pada usia ≥ 2 tahun. hipersensitivitas terhadap neomisin. terutama untuk catch-up immunization yaitu mengejar imunisasi pada anak yang belum pernah mendapat imunisasi hepB sebelumnya atau vaksinasi hepB yang tidak lengkap. yaitu bagi mereka yang mampu.  Pasien leukemia yang mendapat vaksinasi varisela dapat muncul ruam pada 40% kasus setelah vaksinasi dosis pertama. Maka vaksin kombinasi diindikasikan pada anak umur lebih dari 12 bulan. Kontraindikasi • • Demam tinggi atau infeksi akut. Dosis 720 U diberikan dua kali. Dosis vaksin 0. Vaksin hepatitis A terbukti imunogenisitasnya baik. Hitung limfosit kurang dari 1200/μl atau adanya bukti defisiensi imun terapi imunosupresan. 5. Vaksin kombinasi hepB/hepA tidak diberikan pada bayi kurang dari 12 bulan. Pemberian vaksin VHA (virus hepatitis A) bersamaan dengan vaksin lain (hepatitis B. 4% diantaranya dapat terjadi varisela berat yang memerlukan pegobatan asiklovir. suntikan kedua atau booster diberikan antara 6 sampai 18 bulan setelah dosis pertama. Vaksinasi Hepatitis A Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine).5 ml diberikan secara intramuskular di daerah deltoid. pada 1% individu imunokompromais dapat timbul penyulit varisela. perlu dipertimbangkan imunisasi hepatitis A pada anak berusia ≥ 2 tahun. pasien yang mendapat pengobatan dosis tinggi kortikosteroid (2 mg/kgBB per hari atau lebih). Diperkirakan anti-HAV protektif menetap selama ≥ 20 tahun. Proteksi jangka panjang terjadi akibat antibodi protektif yang menetap atau akibat anamnestic boosting infeksi alamiah. Setelah penyuntikan vaksin. 71 . tifoid) tidak mengganggu respons imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping. Kebijakan imunisasi hepatitis A lebih bersifat individual.

Vaksinasi biasanya diberikan sebelum musim penyakit influenza datang. Vaksin influenza diproduksi dua kali setahun berdasarkan perubahan galur virus influenza yang bersirkulasi di masyarakat. Vaksinasi Influenza Vaksin trivalen influenza (TIV) yang terdiri dari dua virus influenza subtipe A yaitu H3N2 dan H1N1. Vaksin influenza diberikan pada anak usia 6-23 bulan. lelah. Imunisasi influenza diberikan setiap tahun. maka perlu dilakukan vaksinasi secara kontinu menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir.Efek samping • • • Aman dan jarang menimbulkan efek samping Reaksi lokal ringan paling sering terjadi (21%-54%) Demam (4%). lesu. Vaksin tahun sebelumnya 72 . penyakit jantung. hemoglobinopati. diabetes. Dengan kata lain. serta virus influenza tipe B. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus). penyakit ginjal. mengingat tiap tahun terjadi pergantian jenis galur virus yang beredar di masyarakat. apabila galur tetap sama atau hanya terjadi perubahan kecil pada antigen permukaan. Pemberian vaksin merupakan cara untuk pencegahan atau mengurangi infeksi influenza serta mencegah kematian pada saat epidemi. kelemahan sistem imun (imunodefisiensi). 6. Pada saat ini cakupan imunisasi influenza mencapai 70-90% untuk proteksi selama satu tahun. baik anak sehat maupun dengan resiko penyakit kronik seperti asma. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus menerus. Terdapat dua macam vaksin yaitu whole-virus dan split-virus vaccine. vaksin influenza lebih efektif untuk mencegah kompikasi saluran nafas bawah atau komplokasi lain. Kontraindikasi Vaksin HVA tidak boleh diberikan kepada individu yang mengalami reaksi berat sesudah penyuntikan dosis pertama. HIV. mual muntah dan hilang nafsu makan. daya proteksi menurun pada tahun berikutnya.

23 serotipe disebut pneumococcus polysaccharide vaccine (PPV23). terutama pada anak yang muda. o Untuk anak usia ≥ 9 tahun cukup satu kali saja. Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah. Kontraindikasi • Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan komponen vaksin seperti telur jangan diberi vaksinasi influenza.25 ml : 0. lemas dan mialgia (flu1-2 hari. Vaksin pneumokokus generasi 73 . • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat. Reaksi KIPI • • Reaksi lokal nyeri. lamanya Gejala sistemik tidak spesifik berupa demam. pada tahun berikutnya hanya diberikan 1 dosis. 7. like symptoms). setiap tahun 1 kali. o Untuk anak dengan gangguan imun. Dosis tergantung umur anak. Vaksin influenza diberikan secara intramuskular pada paha anterolateral atau deltoid. Vaksinasi Pneumokokus Terdapat 2 jenis vaksin pneumokokus yang beredar di Indonesia. yaitu vaksinpneumokokus polisakarida berisi polisakarida murni. Gejala timbul setelah 6-12 jam pasca vaksinasi. eritema dan indurasi pada tempat suntikan. diberikan 2 dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan.5 ml : untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu.tidak boleh diberikan untuk tahun sekarang. teratur. o o o Umur 6-35 bulan Umur ≥ 3 tahun Umur ≥ 8 tahun : 0. atau mengalami distres nafas akut atau pingsan. lamanya 1 atau 2 hari.

diare. pengobatan imunosupresif. Vaksin PPV tidak dapat merangsang respon imunologik pada anak usia muda dan bayi. infeksi HIV. Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) 74 . Apabila anak datang setelah berumur > 7 bulan. dan nyeri pada bekas tempat suntikan. Interval antara 2 dosis 4-8 minggu. sehingga tidak mampu menghasilkan respon booster.kedua berisi vaksin olisakarida konjugasi. menurun. 4. dikembangkan vaksin PCV. bengkak. aslenia kongenital/didapat. dan diabetes melitus. maka diberikan jadwal dan dosis sebagai berikut: Umur datang pertama kali 7-11 bulan 12-23 bulan ≥ 24 bulan sampai 5 tahun Dosis vaksin yang diberikan 3 dosis 2 dosis 1 dosis Vaksin diberikan dalam dosis 5 ml. 6 bulan dan diulang pada umur 12-15 bulan. tetapi tidak lama. urtikaria. namun demam tinggi di atas 39oC jarang Reaksi KIPI biasanya terjadi setelah dosis kedua. Efek sistemik: demam. dijumpai. defisiensi imun kongenital. indurasi. Untuk anak resiko tinggi berumur 24-59 bulan. nafsu makan Demam ringan sering timbul. muntah. gelisah. penyakit jantung bawaan dan gagal jantung. 8. 7 serotipe disebut pneumococcus conjugate vaccine (PCV7). Untuk meningkatkan imunogenisitas pada bayi. penyakit paru kronik. tidur tidak tenang. vaksin PCV7 diberikan bersama vaksin PPV23 karena kelompok ini rentan terhadap semua serotipe pneumokokus. Reaksi KIPI • • • • Efek samping: eritema. akan menghilang dalam 3 hari. disfungsi limpa. secara intramuskular di daerah deltoid atau paha tengah lateral. Vaksin PCV7 diberikan pada bayi umur 2. Kelompok resiko tinggi ini adalah anak yang menderita penyakit kronik seperti sickle cell. pusing.

reaksi kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan. nyeri kepala dan mual. secara intramuskular pada daerah deltoid. dengan jadwal agak berbeda untuk vaksin HPV bivalen (0. 16 dan 18. Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan sejak umur >10 tahun atau lebih banyak 3 kali. Vaksin HPV mempunyai afikasi 96%100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe-16/18. Terdapat dua jenis vaksin : HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18.1 dan 6 bulan) dan Vaksin HPV kuadrivalen (0. Cervarix@) dan vaksin kuadrivalen (tipe 6. BAGAN IMUNISASI YANG DIBERIKAN PADA BAYI DAN ANAK DI INDONESIA 75 . Gardasil@).5 mL.Vaksin HPV yang telah bersedar di Indonesia dibuat dengan teknologi rekombinan.2 dan 6 bulan). Penelitian vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen menunjukkan imunogenisitas yang tinggi. Vaskin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV. Dosis yang diberikan sebanyak 0. Reaksi KIPI • Efek samping local vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah nyeri. • Efek samping sistemik vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah demam. 11.

• Berasal dari bakteri : vaksin BCG dan demam tifoid oral.MACAM BAHAN VAKSIN a. • Berasal dari virus hidup : vaksin campak. Vaksin hidup (Live attenuated vaccine) Dibuat dari kuman atau virus penyebab penyakit.Hib. Kemudian dilanjutkan seriap 3-4 jam sesuai kebutuhan. maksimal 6 kali dalam 24 jam. rubella. MMR. Vaksin mati (Inactivated vaccine) 76 . gondongan (parotis). hepatitis B dianjurkan memberikan antipiretik parasetamol15 mg/kgbb kepada bayi/anak untuk mengurangi ketidaknyamanan pasca vaksinasi. demam kuning (yellow fever). yang dilemahkan. b. polio. MACAM .PEMBERIAN ANTIPIRETIK SEBELUM DAN SESUDAH IMUNISASI Kepada orangtua atau pengantar diberitahukan bahwa 30 menit sebelum imunisasi DPT/DT. rota virus.

Dibuat dari kuman, virus atau komponennya yang dibuat tidak aktif. • Seluruh sel virus inactivated : influenza, polio (injeksi), rabies, dan hepatits A • Seluruh bakteri inactivated : pertusis, tifoid, kolera, dan lepra • Vaksin fraksional yang masuk sub-unit : hepatitis B, influenza, pertusis α seluler, tifoid Vi, lyme disease. • Toksoid adalah bahan bersifat imunogenik yang dibuat dari toksin kuman. Pemanasan dan penambahan formalin biasanya digunakan dalam proses pembuatannya. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi disebut sebagai natural fluid plain toxoid, dan merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteriil toksoid efektif selama satu tahun. Bahan ajuvan digunakan untuk memperlama rangsangan antigenik dan meningkatkan imunogenesitasnya. Contohnya: difteria, tetanus, botulinum. • Vaksin polisakarida adalah vaksin sub-unit yang inactivated dengan bentuknya yang unik terdiri atas rantai panjang molekul-molekul gula yang membentuk permukaaan kapsul bakteri tertentu. Tersedia untuk 3 macam penyakit yaitu pneumokokus, mengokokus, dan Haemophillus influenzae type B.

c. Vaksin rekombinan Vaksin rekombinan adalah antigen vaksin yang dihasilkan dengan cara teknik rekayasa genetik. Contohnya : vaksin hepatitis B dan vaksin tifoid (Ty21a).. IMMUNOGLOBULIN SPESIFIK (IgS) DAN ANTITOKSIN Immunoglobulin S (IgS, hiperimmune globulins) secara farmakologi maupun karakteristik biologi berbeda dengan immunoglobulin normal. Sediaan ini diambil dari kumpulan darah pasien pada masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau setelah pemberian vaksinani tertentu, sehingga darahnya mengandung titer antibodi spesifik yang sangat tinggi pada penyakit tersebut. Untuk itu IgS diindikasikan untuk pencegahan infeksi bakteri spesifik seperti difteri, pertusis, tetanus, dan kuman clostridium lain, infeksi saluran napas, stafilokokus, streptokokus invasif, dan pseudomonas. Pencegahan inveksi virus seperti hepatitis A, B, C; TORCH, HIV, ebola, rabies, dan MMR. 77

IMMUNOGLOBUIN TETANUS (HUMAN TETANUS IMMUNOGLOBULIN) Pemberian Ig tetanus dan antitoksin tetanus diindikasikan untuk pencegahan pada luka dalam yang kotor, yang tidak akan terlindungi hanya dengan pemberian vaksin saja, riwayat imunisasinya tidak jelas/tidak pernah diimunisasi atau imunisasi dasarnya tidak lengkap. Di samping itu juga diindikasikan untuk pengobatan dalam upaya netralisasi toksin yang bekerja sistemik. Dosis pemberian Ig tetanus untuk pencegahan 250 unit, scara IM. Untuk pengobatannya, dosisnya adalah 3000-6000 unit, IM. Pada kasus neonatorum 500 U, IM. ANTI TETANUS SERUM (ATS) Jika TIg tidak tersedia dapat diberikan antitoksin yang berasal dari serum binatang sebanyak 1.500-5.000 IU, pemberian harus didahului tes sensitivitas. Dosis tunggal antitoksin tetanus berkisar antara 50.000-100.000 U. Untuk pengobatan tetanus neonatorum diberikan dengan dosis 40.000 U, dengan cara pemberiannya 20.000 U dari antitoksin dimasukkan ke dalam 200 cc NaCl 0,9%, diberikan secara IV dalam 35-45 menit. Setengah dosis yang tersisa (20.000 U) diberikan secara IM pada paha antero lateral. Jika antitoksin yang berasal dari serum binatang (kuda) yang dipakai, lakukan skin test dahulu untuk mencegah tejadinya shock anafilaksis. Pada saat yang bersamaan siapkan alat suntik dengan adrenalin (1:1000) dilakukan untuk pasien yang pernah mendapatkan suntikan antitoksin dari serum binatang. Sebagai kontrol, di tempat lain disuntikkan garam fisiologis intrakutan. Jika setelah suntikan timbul benjolan di kulit yang dikelilingi warna kemerahan berupa eritema dengan ukuran 3 mm atau lebih dibanding kontrol maka lakukan desentisasi terhadap pasien. Lebih dari 25% penderita mengalami serum sickness setelah pemberian antitoksin kuda. Oleh karena risiko serum sickness dan reaksi-reaksi hipersensitivitas, maka Imun Globulin Tetanus (IGT) manusia cenderung digunakan dibandingkan ATS. Anti serum tidak menetralkan toksin tetanus yang terikat pada susunan saraf pusat dan sedikit memperbaiki gejala-gejala yang telah ada pada saat pemberian. Akan tetapi, rasio kematian pada penyakit yang ringan sampai moderat secara bermakna dikurangi bila antiserum diberikan secara dini.

78

VIII.

TAMAN PENITIPAN ANAK
CARA MEMPERBAIKI GIZI KURANG PADA ANAK DALAM PENITIPAN Anak-anak yang dititipkan di taman penitipan anak akan diatur menunya sesuai dengan kebutuhan gizi dan proporsi tubuhnya. Dalam tempat penitipan anak (day care centre) pada umumnya terdapat ahli gizi yang bertugas menjaga dan menilai kebutuhan gizi anak-anak yang diasuhnya. Bagi anak yang kekurangan gizi, akan diberikan menu yang lebih sesuai dengan kebutuhannnya secara kualitas maupun kuantitas. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ANAK DALAM PENITIPAN Selain ahli gizi, di taman penitipan anak ini juga mempunyai dokter, akan lebih baik lagi bila dokter tersebut adalah dokter anak. Program yang biasa dilakukan di tempat penitipan anak pada saat awal menitipkan antara lain adalah imunisasi untuk mencegah penyakit dan mencegah terjangkitnya penyakit menular diantara anak-anak. Biasanya di setiap day care centre mempunyai program imunisasi awal yang akan dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan.

PERKEMBANGAN PENITIPAN

FISIK

DAN

PSIKOSOSIAL

ANAK

DALAM

Di setiap taman penitipan anak, ditawarkan program-program yang sangat bervariasi, namun pada intinya adalah usaha untuk meningkatkan perkembangan fisik dan psikososial anak. Untuk meningkatkan perkembangan fisik, anak akan diajak dalam permainan yang menggunakan sensorik dan motorik yang melibatkan panca indera. Sedangkan untuk meningkatkan psikososial, anak akan didorong untuk mengenal anak lain, mempunyai teman, berkelompok dan bekerja sama. MEMBERIKAN PENDIDIKAN ORANGTUA DALAM MENGASUH ANAK Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari taman penitipan anak adalah faktor pendidikan yang juga diberikan pada orangtua. Pada waktu yang ditentukan, para orangtua khususnya para ibu, akan diberikan penyuluhan bagaimana merawat bayi dan anak, memberi dan menyiapkan makanan untuk anak.

79

Jadi : Impairement → Disability → Handicap Contohnya. 2. yaitu : 1. Disability : suatu hambatan atau gangguan dari kemampuannya untuk melaksanakan aktifitas yang biasanya dapat dikerjakan oleh orang yang normal sebagai akibat dari “impairement”. 3. ANAK CACAT (HANDICAPPED CHILDREN) DEFINISI Beberapa istilah yang sering dipakai pada keadaan cacat perlu dijabarkan. dapat karena kelainan bawaan atau cacat yang didapat dalam perjalanan hidupnya baik karena penyakit maupun karena kecelakaan. seorang anak yang menjadi buta karena kekurangan vitamin A Impairement : kehilangan pengelihatan/buta Disability Handicap : kehilangan kemampuan untuk bisa melihat : kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan mata dan menikmati aktifitas yang normal ETIOLOGI Penyebab keadaan cacat itu sendiri. Impairement : suatu keadaan abnormalitas dari psikis.IX.    − − −  − − − − Malnutrisi Penyakit tidak menular Kelainan bawaan Kelainan fisik bawaan Retardasi mental Kelainan bukan genetik Penyakit menular Poliomielitis Trachoma Lepra Onchocerciasis 80 . Handicap : suatu kerugian yang diderita oleh individu akibat impairement dan disability. fisiologis atau fisik baik struktur maupun fungsinya.

LATIHAN KERJA. pendidikan yang tepat dapat diarahkan. penanganan disesuaikan dengan cacatnya.   Kecelakaan/rudapaksa Kelainan psikiatri fungsional Kecanduan alkohol dan obat KESEMPATAN PENDIDIKAN. DAN PENEMPATAN KERJA ANAK CACAT PADA ORANG TUA Tergantung dari jenis kecacatannya. Dengan pengamatan dan pengarahan yang teliti melalui program rehabalitasi. Pada anak atau balita yang dapat makan sendiri. 81 . Tujuannya : • • • Orangtua menerima kecacatan anaknya dengan sikap positif Memberi rasa optimis orang tua terhadap anaknya Orangtua dapat memberi dukungan pada proses perkembangan anaknya CARA MEMPERBAIKI GIZI ANAK CACAT Penanganan gizi pada anak cacat lebih kurang sama seperti penanganan pada anak normal lainnya. Bayi atau anak dengan cacat anggota tubuh. kesulitan didapatkan ketika mereka menolak untuk menerima makanan yang diberikan pada mereka. seorang anak memerlukan atau tidak memerlukan sebuah pendidikan khusus. diberikan makanan yang dapat langsung ditelan. Cacat pada mulut yang terjadi pada bayi dapat ditanggulangi dengan penggunaan dot khusus yang memungkinkan susu langsung mencapai faring. Yang menyebabkan anak cacat butuh perhatian lebih adalah keterbatasan mereka dalam menerima asupan gizi yang diberikan. CARA IMUNISASI PADA ANAK CACAT Secara umum pemberian imunisasi pada anak cacat sama dengan anak normal. Dibutuhkan kesabaran dalam merawat anak cacat mental. Pada anak cacat mental. Pendidikan yang khusus terutama diberikan kepada anak dengan cacat mental atau yang cacat indranya. misal: bubur. Diharapkan mereka dapat diberikan pengertian dan atau kebiasaan pola dan waktu makan yang benar agar mandiri.

menunjukkan sangat tidak pemaaf dan sensitif terhadap orang lain. 2) Departemen Sosial Berperan sebagai sumber dana. kesukaran untuk bergaul maupun bermain. 3. pembina. 4. Contoh. biasanya ditunjukkan dengan perilakunya ketika melakukan aktifitas bersama dengan anak-anak normal pada umumnya. Permasalahan mendasar bagi anak-anak luar biasa. keseimbangan posisi. Keterbatasan kemampuan untuk belajar dan berlatih. sensitif. RS Rujukan dengan pelayanan berbagai bidang spesialistik. ketika bergaul mereka menghadapi sejumlah kesulitan. RS Kabupaten. rendah diri. perasa. mudah marah. maupun sosial. Contoh. 2. pembimbing. dan peraba. ruang warna. baik dalam kegiatan fisik. malu. 5. visual. − Memberikan pelayanan rehabilitasi medik. Puskesmas. dan kadangAnak seringkali mengalami kesulitan untuk mengubah rangsangan kadang muncul sikap egois terhadap lingkungan. anak sering menjadi kaku. bunyi. kader. dan bila dihubungkan dengan perilakunya. Mempunyai kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi. STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN ANAK CACAT 1) Departemen Kesehatan Berperan dalam bidang : − Deteksi dini − Memberikan latihan(training) ditingkat masyarakan. dan pengawas dalam peningkatan usaha-usaha kesejahteraan sosial. 3) Departemen Tenaga Kerja 82 . psikologi. sehingga mereka mengalami kesulitan dalam konsep bentuk.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK CACAT 1. kurang cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kemampuan dinilai lebih rendah bila dibandingan dengan anak normal di usianya. Cenderung merasa apatis. − Rujukan berjenjang.

cacat bawaan.Memberikan keterampilan melalui BLK (Balai Latihan Kerja) terhadap mereka yang memiliki kecacatan yang permanen. yaitu: a) b) SLB Bagian A SLB Bagian B Untuk anak dengan kelainan pengelihatan/tuna netra. dididik di SLB-D1. 4) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Berperan dalam hal: − Pendidikan anak-anak cacat/kelainan tumbuh kembang − Pemberian bantuan tenaga pendidik kepada sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB). Sedangkan untuk anak yang tuna daksa disertai gangguan/cacat lainnya (gangguan bicara. dll. 25-50 yaitu anak yang SLB Bagian D yang mampu didik. mampu latih. Untuk anak dengan kelainan pendengaran dan bicara (Tuna Rungu Wicara). misalnya akibat polio. yang disebut sebagai cacat ganda (double handicap). Untuk anak dengan kelainan/cacat anggota tubuh (tuna daksa tanpa disertai gangguan lain). kecelakaan. c) SLB Bagian C anak dengan keterbelakangan mental (Retardasi Untuk mental/Tuna Grahita). 5) PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) 83 . − Pendidikan luar biasa dapat dilaksanakan melalui sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kecacatan yang diderita. Berdasarkan kemampuan intelegensi anak maka SLB-C dibedakan atas: − − d) SLB C: retardasi mental dengan I. e) SLB Bagian E Untuk anak yang tuna laras yaitu untuk anak yang mempunyai kelainan emosi dan sosial. mental. dll.).Q.Q. 50-75 yaitu anak SLB-C1: retardasi mental I.

Mencegah terjadinya kecacatan dengan memberikan tindakan rehabilitasi sedini mungkin. Biasanya SLB-D juga dibawah asuhan YPAC dan dibawah pengawasan DepDikBud. BKIA MENJELASKAN PHC (PELAYANAN KESEHATAN PRIMER) SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERLUAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU DAN ANAK Secara umum pelayanan kesehatan primer diberi batasan sebagai suatu upaya kesehatan universal. 6) YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) YPAC berperan dalam hal perencanaan dan pengembangan program RBM. dll. protesa. PENCEGAHAN Sebenarnya 50% dari keadaan cacat tersebut berasal dari sebab-sebab yang dapat dicegah. kecelakaan. kelainan bawaan. serta pemberian alat-alat seperti penyangga. yang mencakup seluruh anggota masyarakat atau keluarganya. 3. Mengurangi terjadinya kecacatan dengan memberikan latihan-latihan. dan terutama kemampuan mengurus diri sendiri. rohani.Dalam kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) diharapkan PKK berperan sebagai motor masyarakat. dan terutama kemampuan jasmani. Mengembalikan kemampuan bekerja dari penderita cacat dengan mempersiapkan kemampuan jasmani. 84 . misalnya : Malnutrisi. X. dll Pencegahan tingkat I Impairement Pencegahan tingkat II Disability Pencegahan tingkat III Handicap Tujuan utama dari upaya rehabilitasi medis adalah: 1. rohani. Secara garis besar dikenal 3 level pencegahan. 2.

antara lain : • • • • Peningkatan mutu lingkungan hidup Peningkatan status gizi masyarakat Pengurangan morbiditas dan mortilitas penyakit Pengembangan keluarga sejahtera MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER IBU HAMIL Strategi Menuju Persalinan Sehat meliputi 3 pesan kunci. setiap komplikasi persalinan harus ditangani tenaga adekuat. difteri. dan campak Pelayanan kesehatan primer tertuang dalam wujud Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang mempunyai tujuan dan sasaran jangka panjang.dilaksanakan dengan partisipasi dan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat sendiri. yaitu setiap persalinan harus ditolong tenaga medis. Dalam wadah kesehatan primer ini tercakup 8 unsur pokok bidang kesehatan. tetanus. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik Pengobatan penyakit yang umumnya dijumpai Tersedia obat esensial pengelolaan penyakit polio. Pelayanan kesehatan primer yang diberikan adalah : • • • minimal 5 T : 85 Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pelayanan kesehatan primer itu sendiri mempunyai standart operasional. yaitu : • • • • • • • • Penyuluhan kesehatan. khususnya tentang cara pencegahan dan Gizi Sanitasi dasar dan air bersih KIA dan KB Imunisasi terhadap 6 penyakit utama : BCG. dan setiap wanita usia subur harus mempunyai akses pencegahan kehamilan dan penanganan komplikasi keguguran. pertusis. yaitu .

Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit bayi dan anak. serta mengusahakan kesehatan kesejahteraan seoptimal mungkin. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimum mungkin. MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER BAYI DAN ANAK PRA-SEKOLAH BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial bersifat pendidikan dan pencegahan. 86 . Petunjuk yang diberikan di BKIA untuk bayi dapat dibagi menjadi : • Petunjuk mengenai kesehatan umum. • Imunisasi terhadap beberapa penyakit infeksi Untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi. Pelayanan kesehatan primer untuk bayi BKIA ini bertugas ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit. A.• • • • • Timbang BB dan TB Tekanan darah Tetanus toxoid lengkap Tinggi fundus uteri Tablet zat besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan Jika pelayanan kesehatan tersebut belum mencapai 5 T maka belum dapat disebut Pelayanan Kesehatan Primer (PHC). polio. Kasih sayang yang cukup akan membuat bayi merasa aman. maka diberikan nasehat mengenai minuman dan makanan bayi. Hal ini dimulai dengan memberikan makanan atau minuman pada waktu tertentu secara teratur  Istirahat dan kasih sayang. antara lain BCG. termasuk makanan bayi Kebersihan adalah dasar daripada kesehatan yang meliputi kebersihan diri. •  Petunjuk mengenai psikologi umum Membiasakan diri pada waktu-waktu tertentu dan teratur. rumah. dan campak. makanan. Untuk menurunkan angka kematian atau penyakit bayi yang disebabkan oleh penyakit alat pencernaan. DPT. DT. pakaian. atau lingkungan.

penyakit janin dan neonatus. sedangkan pengawasan kebijakan dan panduan teknis tetap dipegang oleh DEPKES yang memiliki perwakilan atau kantor di tingkat daerah dan propinsi. pelayanan diberikan oleh pusat kesehatan dan RS. diberikan pula nasehat mengenai kebersihan rumah dan lingkungan. tanggung jawab kesehatan masyarakat diarahkan pada PEMDA. Ditingkat berikutnya. MENJELASKAN STRUKTUR ORGANISASI BKIA Di tahun 1987. mengukur tinggi badan. A. kematian janin. Dewan penasehat kesehatan nasional dipilih oleh presiden dengan ahli-ahli dari berbagai bidang untuk menasehati DEPKES dalam kebijakan kesehatan nasional. • Alat permainan. MENGIDENTIFIKASI IBU DAN ANAK DENGAN RESIKO TINGGI Kehamilan yang memungkinkan terjadinya keguguran. Ibu Hamil 87 . dan memeriksa Hb anak. Pelayanan kesehatan primer untuk anak pra-sekolah Di samping menimbang berat badan. dan keadaan lain yang merugikan disebut kehamilan dengan resiko tinggi. makanan anak. Di tahun 1994. B. Di tahun 1996 dilaksanakan pengaturan kembali di kantor-kantor kesehatan di propinsi dan daerah untuk meningkatkan proses desentralisasi dan untuk meningkatkan kualitas dari panduan teknis dan operasional untuk pelayan kesehatan setempat dan kesehatan di sektor swasta. Alat ini digunakan untuk melatih jiwa Pemeriksaan darah sederhana dan panca indra. berat lahir rendah. Kantor kesehatan propinsi memiliki tanggung jawab operasional. kelahiran prematur. retardasi mental. merangsang khayalan. cacat bawaan. dan imunisasi. dan pada tingkat tersier ada RS yang lebih besar dan lembaga kesehatan lainnya yang lebih khusus. Sebagai hasil dari desentralisasi ini. pemerintah setempat diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang utama dan pelayanan referral.

kurang dari 38 kg 2. 6. dari 2 tahun 4. B. ketuban pacah dini. hampir tidak ada kenaikan berat badan selama hamil.1. tidak adanya perwatan pre natal. 6. dari 35 tahun 5. lama tidak mempunyai bayi. 5. sesuai 13. 1. minggu 2. 10. Fetal distress Bayi Tinggi badan kurang dari 145 cm dan berat badan Kurang darah : kurang atau sama dengan 10 mg/dl Kehamilan lebih dari 3 anak dengan jarak kurang Usia wanita hamil kurang dari 20 tahun atau lebih Kehamilan ganda atau lebih Toksemia gravidarum Rhesus iso imunisasi Infeksi pada ibu hamil Pertumbuhan janin yang lambat Antepartum Hemorhagi : perdarahan sebelum Letak bayi dalam kandungan yang tidak normal Disporposi cefalo-pelvic : ukuran kepala dan rongga panggul tidak Bayi yang lahir sebelum masa gestasi 3-7 minggu atau sesudah 42 Bayi dengan berat < 2500 gram atau >4000 gram Bayi yang menunjukkan penyimpangan dari besar atau perkembangannya Bayi dengan riwayat penyakit neonatus yang berat atau dengan Bayi dengan keadaan lahir yang buruk atau yang memerlukan Bayi lahir dari ibu dengan infeksi dan adanya riwayat penyakit selama kematian saudaranya atau kematian 2 janin dan saudaranya resusitasi di kamar bersalin dan kemudian di tempat bayi dirawat kehamilan. riwayat masalah sosial yang berat. mempunyai 4 atau lebih anak 88 . 12. 3. 9. melahirkan 11. 7. 3. 8. 4.

9. meminum salah satu obat selama kehamilan. 4. kecelakaan yang membahayakan. atau tidak kawin. BB ± dari 750 gram/bulan Umur 4-7 bulan. Dalam keluarga ada anak yang meninggal lebih dari 3 orang Sejarah partus terdapat asfiksia atau dengan partus patologik Pernah menderita batuk rejan Pernah menderita campak Umur di bawah 2 tahun pernah malnutrisi tingkat II dan III Belum pernah mendapatkan imunisasi Umur 0-3 bulan. 89 . 7. tali pusat. 2. 10. 11.dll. Balita dengan resiko tinggi bila : 1. Bayi yang lahir dari kehamilan ganda atau ibu hamil lagi sesudah 3 Bayi yang lahir dengan bedah Caesar atau adanya komplikasi Bayi yang mempunyai satu pembuluh darah arteri. atau Bayi dikenal menderita anemia atau inkompatibilitas golongan darah Bayi lahir dari ibu yang sangat menderita selama hamil. tahun 5. 9. ibu yang mempunyai anak pertama pada umur > 35 tahun. seperti bulan kehamilan kehamilan pada setiap kecurigaan akan cacat bawaan masalah emosi yang berat. Anak Balita Anak balita dengan resiko tinggi harus lebih sering diawasi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium serta penimbangan BB dan TB. Posyandu. • PUTARAN PEMECAHAN MASALAH Laporan bulanan / mingguan balai pengobatan PENGUMPULAN DATA PELAYANAN KESEHATAN ANAK Misalnya : Puskesmas. anestesia umum C.sebelumunya. 3. 6. 8. 7. 8. BB ± dari 350 gram/bulan Umur lebih dari 1 tahun BB ± dari 150 gram/bulan Jumlah anak lebih dari 3 orang dengan jarak kelahiran kurang dari 2 XI. pecandu obat. 10. hiperemis gravidarum.

murah dan cepat. Posyandu. c. yang terdiri dari ribuan pulau merupakan hambatan untuk sarana komunikasi yang . • a. b. bidan) b. Tidak semua yang sakit berobat Yang berobat golongan sosial ekonomi tertentu (rendah) Diagnosa sering sukar ditentukan Laporan rumah sakit Tidak semua yang sakit dirawat Beda sosial ekonomi dari pasien pada RS yang berlainan Asuransi kesehatan Tidak semua penyakit diasuransikan Tiap perusahaan asuransi menentukan jenis-jenis penyakit yang Ada “bias” karena : Ada “bias” karena : IDENTIFIKASI MASALAH PELAYANAN KESEHATAN ANAK Beberapa hambatan ditemukan dalam sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia. Tenaga medis dan paramedis yang tersedia ( dokter. Penyebaran penduduk 60% terpusat di pulau Jawa c. antara lain : 1. Tidak semua orang ikut asuransi. Jumlah penduduk yang terlalu banyak. anak di Indonesia a. berlainan c. tempat praktek dokter. 3. • a. 6. perawat. Keadaan sosial-ekonomi dan budaya 90 Keadaan geografi Indonesia. b. Sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia ( Puskesmas. b. Adanya arus urbanisasi 5.Ada “bias” karena : a. tetapi mutu pendidikan kurang b. Kuantitas sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia Jarak ke tempat pelayanan kesehatan Masalah demografi Kualitas sistem pelayanan kesehatan a. 4. klinik ) 2.

peningkatan pengetahuan akan kebersihan badan. c. MERENCANAKAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Merencanakan pemecahan masalah kesehatan anak meliputi tindakan-tindakan berikut ini: 1. 2. mental dan sosial anak agar dapat sembuh sempurna. Pencegahan tersier (tertiary prevention)  meliputi tindakan-tindakan dalam memperbaiki fungsi fisik. rumah. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. pakaian. Promosi (health promotion) Peningkatan pengadaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan. Pengobatan (disability limitation)  meliputi tindakan-tindakan dalam mengobati penyakit anak dalam rangka mencegah terjadinya kecacatan. Pencegahan spesifik (spesific protection)  meliputi tindakan pencegahan secara lebih spesifik terhadap penyakit yang mungkin akan diderita anak. Pencegahan primer (primary prevention) a. d.a. biologi.Promosi (health promotion)  meliputi tindakan . Pencegahan primer (primary prevention) a. dan 91 . 3. b. PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK 1. sosial anak. b. Deteksi dini (early diagnosis and prompt treatment)  meliputi tindakan-tindakan dalam mendiagnosis penyakit pada anak untuk dilakukan pengobatan dengan segera. Kebiasaan atau perilaku masyarakat tradisional Daya beli masyarakat yang kurang Tingkat pendidikan yang rendah Tingkat pengangguran yang tinggi. b.tindakan promotif untuk meningkatkan kesehatan fisik.

3. b. Deteksi dini (early diagnosis) Pemeriksaan laboratorium dan pengobatan sampai anak sembuh dari penyakit. membawa anak segera ke RS.000 425 307 150 Angka kematian bayi Per 1000 58 35 15 kacamata pada anak dengan gangguan ketajaman Tahun 1993 1996 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka kematian ibu per 100. pemberian oralit pada diare. penyemprotan nyamuk (fogging). Pengobatan (prompt treatment)) Resusitasi cairan pada pasien DHF. pamflet-pamflet dan brosur-brosur tentang ASI eksklusif dan pentingnya imunisasi.lingkungan.000 kehamilan semakin menurun. b. demikian pula dengan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. pemeberian antipiretik pada anak yang demam. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. EVALUASI PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Angka kematian ibu Per 100. 2. Pencegahan spesifik (spesific protection) Pemberian imunisasi. pencegahan sekunder (secondary prevention) dan pencegahan tersier (tertiary prevention) sudah dapat berjalan dengan baik. walaupun target angka kematian ibu 92 . Pencegahan tersier (tertiary prevention) Pembatasan kecacatan (disability limitation) Pemakaian penglihatan. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia yang meliputi pencegahan primer (primary prevention). pemeriksaan gigi berkala setiap 6 bulan.

yang hendak dicapai pada tahun 2020 masih terdapat 150 per 100. hepatitis B. BCG. pengembangan imunisasi secara operasional dan pengembangan imunisasi dengan vaksin baru. difteri. Untuk dapat mengatasi berbagai hambatan dalam program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia.000 kehamilan dan angaka kematian bayi 15 per 100 kelahiran hidup. wanita usia subur (termasuk ibu hamil). XII. Kegiatan terdiri dari menerapkan pengetahuan ke berbagai bidan dan ibu-ibu yang hamil. maka kita wajib menyusun kembali perencanaan masalah tersebut. dan penyakit lain yang sudah ada imunisasi. campak. program SIAGA. CORAK DAN SEBAB-SEBAB MORBIDITAS DAN MORTALITAS ANAK Sebab-sebab utama       Sebab-sebab lainnya  Kasih sayang/asuhan yang kurang dari ibu  Pendidikan ibu yang rendah 93 Kurang gizi (Kurang Energi Protein) Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) Diare Berat Badan Lahir Rendah Pelayanan kesehatan yang kurang memadai Sanitasi lingkungan yang tidak baik . pengamatan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi. melakukan aksi pemeriksaan dan pengobatan cumacuma. pertusis. serta kelompok resiko tinggi lainnya. yang diselenggarakan di lingkungan kumuh. tetanus. Standardisasi dan pelaksanaan imunisasi polio secara gratis. anak usia sekolah. serta pemantauan dan evaluasi program termasuk hasil-hasilnya. MENYUSUN KEMBALI PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH Sasaran yang hendak dicapai melalui program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakitpenyakit di atas di masyarakat dengan prioritas pada bayi. memberikan penyuluhan dan mendidik masyarakat agar bisa menjaga kesehatannya.

 Kesadaran akan pentingnya imunisasi masih rendah  Keadaan sosial. budaya dan ekonomi masyarakat yang rendah Sebab-sebab yang jarang (tracer causes)  Malformasi kongenital dan trauma kelahiran 94 .

95 .

96 .

97 .

98 .

99 .

100 .

101 .

2002. Dasar Teori Anak Sehat. Dkk-bpp. 2007. 1991. 6. Alatas Husein. http://www. 9. Wahidiyat Iskandar. Diagnosis Fisis pada Anak. 2008. 2000. Hal 177-82. Ed 2. ed. 1991. [terhubung berkala]. Yakarta: CV Sagung Seto. ed.doc. Keluarga Berancana dan Kontrasepsi. 2007.net/pedomangizi/download/KMSbaganrev.com/index2. 2003.com/page/pertumbuhan+dan+perkembangan+anak? t=anon.H. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. 10. Aqilaputri. Arif. A.wetpaint. Hartanto Hanafi. Prawirohardjo. 102 . Jilid1. 5.rachdian. http://fordearest.gizi. 4. Hassan Rusepno. [6 Sept 2008]. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2004. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. [terhubung berkala]. 3. Manjoer. Sarwono. Jakarta: Aesculapius. Gizi.php?option=com-content&do_pdf=1&id=13/ [6 Sept 2008]. KMS. [terhubung berkala]. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak.com/content/view/23/29/1/1/ [6 Sept 2008].aqilaputri. FK UI.wetpaint. 7. http://www. Matondang Corry S. Sastroasmoro Sudigdo. Media 8.3. Buku Kuliah I Ilmu Kesehatan Anak: staf pengajar ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. 2008. Ilmu Kebidanan.DAFTAR PUSTAKA 1. [terhubung berkala]. Jakarta. [6 Sept 2008].dkkbpp. Fordearest. 2. Jakarta.3. http://www. Markum.rachdian.

ugm.kompas. 15. Hal 145-46.htm 21. Dian Rakyat. Adolfina.id/buletin/2006/12/infoutama. 14.wordpress.php 103 .htm 20. 187-89. http://id.com/cetak/0704/12/0410. http://qodrat.com/2007/01/07/perkembangan-anak/ [6 Sept 2008]. Jakarta. http://id. http://www. Perkembangan Anak.pikiranrakyat.wikipedia.org/pertumbuhan_penduduk_dan_dinamika_kependudukan 17. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. http://www.org/wiki/Penduduk#Piramida penduduk 19. http://piogama. http://www.wikipedia. Diktat Bahan Kuliah Pengantar Statistik Kesehatan FK UKI. Qodrat.ac.com/kompas-cetak/0308/09/ekonomi/482940.edukasi.asp 22. http://organisasi. Rosani.com/pnu/003/PNU0030012. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI. 2004. Ilmu Gizi.esmaschool. 12. Achmad. 2007.net/modul_online/MO_140/geo111_05. 2004. 13. [terhubung berkala]. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Sediaoetama. http://www.org/wiki/Demografi_Indonesia 16.11.htm 18. 1985. Jakarta.wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful