PENDAHULUAN

Ada sebuah bagian dalam ilmu kesehatan anak, yang mempelajari dan mengkaji aspek-aspek sosial yang berhubungan baik secara langsung maupun tak langsung dengan kesehatan anak, yaitu pediatri sosial. Pediatri Sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan penyakit, deteksi dini, pengobatan, dan rehabilitasi. Selain itu juga menangani seluruh aspek kehidupan anak, mulai dari hubungan anak dengan keluarga, hingga interaksi dan hubungan dengan lingkungan. Pediatri sosial sangat dekat kaitannya dengan pengkajian pola tumbuh kembang anak. Banyak hal yang menjadi perhatian dalam pediatri sosial di antaranya mengenai imunisasi, masalah gizi anak, gangguan tumbuh kembang, psikologi anak, penanganan child abuse, drugs abuse, pekerja anak hingga anak-anak pengungsi. Pediatri sosial bukanlah sebuah disiplin ilmu tersendiri. Namun lebih dari perpaduan berbagai profesi yang terlibat di dalamnya guna memberikan masukan baik secara klinis maupun preventif bagi masalah-masalah pediatri secara garis sosial. Pediatri sosial merupakan suatu usaha atau cara pendekatan yang dilakukan secara terus menerus pada anak, dimulai sejak dalam kandungan, waktu lahir, bayi, sampai usia remaja, agar anak dapat tumbuh dan kembang sebaik-baiknya. Sebetulnya seluruh bidang pediatri yang ada sekarang ini masuk ke dalam pediatri sosial. Dapat dikatakan bapak segala ilmu mengenai pediatri itu adalah pediatri sosial. Bidang ini menjadi dasar yang memberi kesempatan pada setiap anak untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal secara fisik, intelektual, dan emosional. Dengan demikian seorang anak akan berpeluang lebih baik untuk menjadi seorang dewasa yang sehat dan produktif. Dengan pemikiran ini sebenarnya upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak harus lebih diutamakan kepada upaya dalam bidang pediatri pencegahan yang termasuk dalam pediatri sosial. Oleh karena pentingnya peranan pediatri sosial dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak, maka kami tertarik membahas pediatri sosial secara lebih mendalam dalam makalah ini.

1

I.

GARIS BESAR PEDIATRI SOSIAL
1. Ryle (Oxford) : a. Pediatri sosial adalah pediatri yang diterapkan di dinas kesehatan dan seorang anak dianggap sebagai socius, fellow human being (karena untuk pertumbuhan dan perkembangan, seorang anak memerlukan orang lain sebagai teman), menghilangkan faktor-faktor yang kiranya dapat menghambat kesehatan dan tidak hanya meringankan atau menghilangkan sesuatu penyakit. b. Pediatri diterapkan didalam masyarakat anak untuk mengurangi penyakit yang dapat dicegah dan untuk meningkatkan kesehatan anak seoptimum mungkin.

DEFINISI PEDIATRI SOSIAL

2. De Haas (Leiden) : Pediatri Sosial adalah sebagian dari Ilmu Kedokteran Umum yang memperhatikan anak yang sehat (the so called healthy child) dari konsepsi sampai dengan masa remaja dan memperhatikan pula keadaan sosial & ekonomi dan kebersihan (higiene) daripada keluarga dan masyarakat. Anak yang sehat dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu anak normal (tidak cacat) dan anak cacat. Oleh karena keadaan sosial, ekonomi, dan kebersihan keluarga/masyarakat perlu diperhatikan, maka diwajibkan pula untuk melakukan kunjungan rumah. 3. Senegal (Paris) : Pediatri Sosial mempelajari pertumbuhan dan perkembangan anak secara jasmani, rohani, sosial, dan pendidikan. Mempelajari pula faktor-faktor yang mempengaruhi anak pada waktu sehat dan sakit. 4. FKUI Pediatri sosial mempelajari: 1. sosial. 2. Keperluan anak pada umur-umur tertentu, supaya pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan sebaik-baiknya. Pertumbuhan dan perkembangan anak baik jasmani, rohani, maupun

2

3.

Lingkungan

dan

usaha-usaha

memperbaiki

lingkungan

anak

sedemikian rupa, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya. PENGERTIAN PELAYANAN KESEHATAN MENYELURUH PADA ANAK SECARA UTUH Pediatri sosial merupakan wadah berbagai upaya kesehatan anak yang secara umum mencakup upaya bidang promosi, pencegahan, deteksi dini, pengobatan dan rehabilitasi. Upaya pelayanan kesehatan ini dilakukan secara rutin dan menjangkau semua tahapan atau kelompok tumbuh kembang anak, sehingga setiap anak memperoleh derajat kesehatan fisis, intelektual juga emosional yang utuh. Untuk itu diperlukannya perhatian tak hanya pada segi biologis sang anak, tetapi juga dari segi psikososial. Dalam garis besarnya upaya pediatri pencegahan lebih bersifat menghindarkan dan mencegah terjadinya penyakit serta mencegah terjadinya penyimpangan tingkah laku dan keterbatasan fisik, ketimbang mengobati atau merehabilitasi. Pada prakteknya kegiatan ini dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer mencakup berbagai upaya untuk menghindarkan penyakit sebelum penyakit itu timbul, antara lain untuk tingkat komunitas dapat berupa penyediaan air bersih dan fasilitas kesehatan, pembuangan limbah, penanganan terhadap berbagai kenakalan remaja. Untuk tingkat individual dapat berupa pelayanan ibu hamil, evaluasi tumbuh kembang anak secara berkala, imunisasi, pasteurisasi susu dan sebagainya. Untuk masa produktif pun perlu diperhatikan pencegahan primer, yang dapat berupa informasi pola makan yang sehat dan pola hidup sehat (misalnya tidak merokok) yang tentunya diharapkan dapat mengurangi kejadian timbulnya penyakit-penyakit di kemudian hari. Pencegahan sekunder meliputi upaya mengenal, mengatasi, dan menghindarkan faktor penyebab sakit, termasuk juga upaya mengenal dan memulihkan sakit pada stadium awal, misalnya penjaringan terhadap suatu penyakit seperti diabetes, tuberculosis, skoliosis atau thallasemia. Pada pencegahan tersier termasuk upaya memperbaiki, memulihkan, dan menghentikan cacat akibat suatu penyakit. Materi dan upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar diberbagai negara akan berlainan, namun unsur pokoknya tetap serupa; yaitu mencakup :

3

termasuk program KB. 3. 3. Imunisasi terhadap penyakit infeksi. Pengadaan obat esensial. Promosi gizi tentang pengadaan bahan makanan dan penyediaan makanan yang memadai. 4. Pengadaan dan penyediaan air bersih serta sanitasi lingkungan. usia 15 – 20 tahun a. PENGERTIAN “ANAK” DALAM ILMU KESEHATAN ANAK Tahap-tahap tumbuh kembang anak 1. - Masa pranatal Masa embrio : konsepsi – 8 minggu Masa janin/fetus : 9 minggu – lahir Masa bayi : usia 0 – 1 tahun a. usia 13 – 18 tahun Pria. 2. Penyuluhan kesehatan. Masa pasca neonatal : 29 hari – 1 tahun Masa prasekolah : usia 1 – 6 tahun Masa sekolah : usia 6 – 18/20 tahun Masa pra-remaja : usia 6 – 10 tahun Masa remaja : Masa remaja dini b. Masa neonatal : usia 0 – 28 hari Masa neonatal dini : 0 – 7 hari Masa neonatal lanjut : 8 – 28 hari b. 2. 4. usia 10 – 15 tahun Masa remaja lanjut Wanita. usia 8 – 13 tahun Pria. Wanita. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik. khususnya tentang cara pencegahan dan pengelolaan penyakit. 4 . 6.1. Pelayanan kesehatan ibu dan anak. 8. 5. Pengobatan yang memadai terhadap penyakit dan gangguan kesehatan umum lain. 7.

kematian. Rumus menghitung pertumbuhan penduduk : p = (I .II.l = total kelahiran .m) + (i . kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke dalam. DEMOGRAFI Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan. struktur.e) Keterangan lengkap : .e = total emigran atau pendatang dari luar daerah . dan distribusi penduduk.i = total imigran atau penduduk yang pergi MEKANISME TRANSISI DEMOGRAFI Teori Transisi Demografi Teori ini berawal dari gambaran perubahan angka kelahiran dan kematian hasil analisis terhadap statistik di negara eropa dan USA. migrasi. atau etnisitas tertentu.p = pertumbuhan penduduk . serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu. DINAMIKA KEPENDUDUKAN Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran. kewarganegaraan.m = total kematian . Perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa perubahan tersebut berkaitan erat dengan proses pembangunan. serta penuaan. Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. agama. 5 . Di dalamnya meliputi ukuran. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar. Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu.

demokratisasi. Dalam proses tersebut. Ada tiga perubahan situasi internal yang terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini yaitu krisis ekonomi dan keuangan yang kemudian berlanjut pada krisis multidimensional lainnya. Krisis ekonomi berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran yang pada gilirannya akan meningkatkan kerawanan sosial. saat ini banyak menimbulkan persoalan tentang interaksi antara penduduk lokal dan pendatang. serta gizi. dan usia lanjut. Pada piramida kependudukan. yang perubahannya mulai terlihat pada tahun 2005. Namun. maupun penekanan pada isu hak asasi manusia. masyarakat mempunyai waktu cukup untuk menyesuaikan diri. Transisi demografi model pertama itu mulai sekitar tahun 1700 sampai 1950-an. Berbagai perubahan baik internal maupun eksternal tersebut telah berdampak tidak saja pada pola kepemerintahan. tingkat kelahiran menurun menyusul penurunan tingkat kematian dalam kurun waktu kurang dari 50 tahun. terjadi perubahan kecenderungan mengecilnya jumlah penduduk usia muda/balita dan meningkatnya jumlah segmen angkatan kerja. reformasi sosial-ekonomi. baik dalam bidang ekonomi. seperti liberalisasi perdagangan. Tanpa harus menunggu 150 tahun. Transisi demografi model pertama terjadi dengan lamban di negara-negara Eropa. namun juga pada sisi sosial kemasyarakatan. dan desentralisasi kepemerintahan. Biarpun agak terlambat. berubah dari masyarakat tradisionil pedesaan menjadi masyarakat industrial perkotaan yang makin modern. Desentralisasi.Ada dua pola transisi demografi dengan segala implikasinya. Adanya transisi menyebabkan nilai-nilai kultural berubah perlahan. Dalam masa transisi yang relatif lama. di negara berkembang penurunan angka kematian lebih banyak dipengaruhi oleh temuan pengobatan modern dan munculnya lembagalembaga internasional dengan advokasi dan langkah-langkah nyata secara global. tingkat kematian turun perlahan karena kemajuan industrialisasi. Di samping itu terjadi pula perubahan lingkungan global yang berdampak pada situasi internal. Transisi demografi telah dapat diprediksi sebagai dampak dari pembangunan nasional. Kehidupan sosial politik penduduk juga berubah dengan mengembangkan kemampuan ekspresi politik yang makin terbuka dan vokal menuju masyarakat yang makin liberal demokratik. misalnya. negara-negara berkembang mengikuti juga proses transisi demografi tersebut. dan kesehatan. Tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk bertambah baik dan lebih siap melakukan atau menerima perubahan dengan rasional. Tetapi nampaknya 6 . keluarga berencana.

dan pengangguran. Indonesia dengan jumlah penduduk 236. 2. 6. kenyataannya justru cenderung meningkat. 4. sehingga terjadi peledakan penduduk. sebuah situs statisik kependudukan dunia. akan mengalami peningkatan.407 jiwa. 2.. pertambahan jumlah penduduk adalah seperti deret ukur (1. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak masih ditempati Cina (1. Semakin hari. jumlah manusia di dunia semakin mengalami peningkatan tajam. berada di urutan keempat penduduk terbanyak dunia. Baby Booming Bila pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan. Thomas Robert Malthus.. .140. sebab akan timbulnya masalah kekurangan stok bahan makanan. negeri dan provinsi di Indonesia akan menghadapi baby booming (peledakan penduduk yang sulit dihindarkan) yang tidak perlu dan tidak tepat saatnya. Bila angka kelahiran tidak bisa ditekan maka Pemerintah RI harus mengambil langkah-langkah strategis yang antara lain bagaimana menyiapkan ketahanan pangan terhadap semua warganya. Kemiskinan pun akan semakin sulit diberantas. sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan adalah bagaikan deret hitung (1. Situasi tersebut secara paralel akan membuat peningkatan kesejahteraan rakyat kian sulit tercapai. 5.segmen penduduk usia muda yang seharusnya mengecil. . 16.186. 7. 3.).526.463 jiwa).326. Menurut pakar kependudukan dunia. Diperlukan 7 . Angka kelahiran selalu lebih besar dibandingkan dengan angka kematian.647. migrasi. Begitu pula tingkat kejahatan. dan Amerika Serikat (302. 4. Hal itu tentu saja akan sangat mengkhawatirkan di masa depan.455.006 jiwa). Berdasarkan catatan Geohive.260). khususnya warga miskin.. masalah-masalah yang berhubungan dengan usia muda akan tetap muncul. di samping masalah usia lanjut yang makin serius. Akibatnya. Dimensi lain dari transisi demografi adalah meningkatnya urbanisasi.711. Karena itu.355.303 jiwa.. Hal di atas terjadi dikarenakan lemahnya sosialisasi dan pelaksanaan program Keluarga Berencana. jumlah penduduk yang menghuni permukaan dunia hingga 30 Januari 2007 mencapai 6. India (1.). 8. mata rantai sebab akibat tersebut harus diputus. PELEDAKAN PENDUDUK Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya.

adanya keberlangsungan penyelenggaraan program KB Nasional. struktur umur penduduk saat ini akan menentukan perkembangan penduduk di masa yang akan datang. laki-laki dan perempuan. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari struktur umur penduduk. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk. kematian dan migrasi masa lalu. Sebaliknya. Dengan melihat gambar piramida penduduk. Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran. Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur pada piramida tersebut. Revitalisasi Program KB dimaksud yakni penguatan fungsi ketahanan keluarga yang terdiri dari 4K: ketahanan pangan/ekonomi. dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang akan datang. Sampai saat ini dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau model piramida penduduk yaitu: 8 . dan lansia) sekaligus melihat potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja yang harus diciptakan. dan badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur. yaitu Revitalisasi Program KB. dewasa. remaja. PIRAMIDA PENDUDUK Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk. Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. ketahanan pendidikan. secara sekilas kita mengetahui struktur umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk (baik balita. ketahanan moral dan ketahanan sosial.

Contoh: Sri Lanka. Model 2.. Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. dengan beban tanggungan sangat rendah terutama pada kelompok unsur-unsur tua. Dibandingkan dengan model 1. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. Indonesia. tetapi belum ada penurunan tingkat fertilitas. Contoh: India. Terdapat pada negara dengan tingkat kelahiran yang rendah begitu pula tingkat kematiannya rendah. dan Brazilia. Terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak. maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak paramida. Median age (umur median) sangat rendah dan angka beban tanggungan (dependency ratio) merupakan yang tertinggi di dunia.Keterangan gambar: Model 1. Umur median rendah. 9 . Bentuk piramida ini dikenal dengan bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi. Contoh: Hampir seluruh negara-negara Eropa Barat. Model 3. Meksiko.

Terdapat pada negara yang mengalami penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi. dan pengangguran. sehingga pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan. Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshaped pyramid).Model 4. Pertumbuhan penduduk cepat. Contoh : Jepang MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA Sebagai negara yang sedang berkembang Indonesia memiliki masalahmasalah kependudukan yang cukup serius dan harus segera diatasi. Bentuk ini dicapai oleh negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Jumlah penduduk besar. seperti: penyediaan lapangan kerja. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia yaitu: 1. sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolut daripada penduduk. sekolah swasta. Model 5. Hal ini menambah beban pemerintah 10 . terjadi kepadatan penduduk yang tidak disertai dengan perluasan daerah tempat tingal. dan meningkatnya jumlah wanita usia subur menyebabkan pertumbuhan penduduk berlangsung cepat. tingginya kejadian pernikahan dini. Negara Indonesia yang berpenduduk besar yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan. Akibatnya. timbulnya pemukiman kumuh. 2. Hal ini dilakukan dengan menggalakkan peran serta sektor swasta antara lain pembangunan pabrik/industri. rumah sakit swasta dan lain-lain. Tingginya angka kelahiran. Contoh : Amerika Serikat.

yang harus menyediakan sarana dan prasarana sosial guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan menambah beban usia produktif terhadap usia nonproduktif. Kepadatan penduduk yang terjadi biasanya terpusat di suatu daerah tertentu, maka untuk mengatasinya perlu dilakukan pemerataan penduduk khususnya ke daerah-daerah yang jumlah penduduknya masih jarang. Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk melaksanakan program KB guna mengendalikan pertumbuhan penduduk. 3. Persebaran penduduk tidak merata. Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antar pulau, propinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia. Akibat dari tidak meratanya penduduk yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara. Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota (urbanisasi) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, sehingga menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas. Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti munculnya permukiman liar, sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri, terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri, timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran dan lain-lain. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata salah satunya dilaksanakan program transmigrasi. 4. Kualitas penduduk rendah. 11

Kualitas penduduk tercermin dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan. a. Tingkat pendapatan rendah Pendapatan perkapita yang masih rendah mengakibatkan penduduk tidak mampu memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya karena kemampuan membeli (daya beli) masyarakat rendah, sehingga sulit mencapai manusia yang sejahtera. Penduduk yang mempunyai pendapatan perkapita rendah juga mengakibatkan kemampuan menabung menjadi rendah. b. Tingkat pendidikan rendah Beberapa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia adalah pendapatan perkapita penduduk rendah, sehingga orang tua/penduduk tidak mampu sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat; masih rendahnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga banyak orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. c. Tingkat kesehatan rendah Faktor-faktor yang menggambarkan masih rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia adalah banyaknya lingkungan yang kurang sehat, penyakit menular sering berjangkit, gejala kekurangan gizi sering dialami penduduk. Masalah gizi yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah kekurangan vitamin A, kekurangan kalori protein, kekurangan zat besi, dan gondok. 5. Komposisi penduduk sebagian besar berusia muda. Golongan usia muda adalah penduduk yang berusia 0-14 tahun. Kebutuhan penduduk usia muda yang harus disediakan oleh pemerintah yaitu sarana pendidikan dan kesehatan. Jumlah penduduk yang besar baru akan menguntungkan apabila diikuti dengan kualitas atau mutu yang tinggi khususnya bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam suatu negara jumlah penduduk yang besar dengan kualitas yang rendah, lebih merupakan beban atau tanggungan bagi pemerintah daripada sebagai sumber daya tenaga dalam pembangunan. Oleh karena itu, setiap negara selalu mengupayakan peningkatan kualitas penduduknya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja yang akhirnya akan meningkatkan taraf hidup.

12

PENGGUNAAN

DATA

DEMOGRAFI

DALAM

PERENCANAAN

PELAYANAN KESEHATAN ANAK Data demografi yang ada dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan anak, diantaranya: I. Age Spesific Death Rate (ASDR) Yaitu jumlah kematian pada golongan umur tertentu dalam satu periode untuk tiap 1000 penduduk golongan umur tersebut pada pertengahan periode yang sama. Dari ASDR dapat diketahui golongan umur dengan tingkat kematian tertinggi dan terendah, sehingga dapat disusun distribusi kematian menurut golongan umur. Jadi, dengan data ini kita dapat menyusun prioritas dalam pelayanan kesehatan berdasarkan tingginya tingkat kematian pada golongan umur tertentu. II. Infant Mortality Rate (IMR) Yaitu jumlah kematian bayi di bawah umur satu tahun pada suatu daerah selama satu periode, untuk tiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif, karena bayi sangat peka terhadap perubahan-perubahan dari luar, angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan dapat dipercaya serta menggambarkan keadaan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat umum Bila IMR tinggi, maka dalam perencanaan pelayanan kesehatan harus dititikberatkan pada pelayanan yang berhubungan dengan IMR, yaitu program imunisasi, perawatan perinatal, program gizi, pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit yang menyerang bayi.

III.

KELUARGA BERENCANA

DEFINISI KB a. Individual Penggunaan cara-cara pengaturan fertilitas untuk membantu seorang individu atau sebuah keluarga mencapai tujuan tertentu, misalnya menghindari kelahiran yang tidak/belum diinginkan; mengatur jumlah kelahiran yang diinginkan; mengatur waktu kehamilan dan persalinan dalam hubungannya dengan usia ibu dan ayah.

13

sehingga akan meningkatkan pula kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi termasuk pemakaian metode kontrasepsi untuk tujuan menunda. khususnya ibu dan anak. sebagai jembatan meningkatkan kesehatan ibu. menjarangkan dan menghentikan kelahiran .b. dan anggota keluarga lainnya menuju suatu keluarga atau masyarakat bahagia sejahtera.Menurunkan kelahiran .  Tujuan Khusus . Tujuan ini dilalui dengan upaya khususnya penurunan tingkat kelahiran untuk menuju suatu norma keluarga kecil. anak. TUJUAN KB  Tujuan Umum Secara umum program Keluarga Berencana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Meningkatkan cakupan program.Mendorong kemandirian masyarakat dalam melaksanakan Keluarga Berencana . PRIORITAS DAERAH PELAKSANAAN PROGRAM KB 14 . tujuan gerakan KB adalah : Tujuan kuantitatif adalah untuk menurunkan dan mengendalikan Tujuan kualitatif adalah untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil pertumbuhan penduduk yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS). Secara singkatnya.Meningkatkan kualitas (dalam arti lebih efektif) metode kontrasepsi yang dipakai.Meningkatkan kesehatan. Nasional Perencanaan jumlah keluarga dengan tujuan untuk menurunkan dan mengendalikan pertumbuhan penduduk dan menciptakan atau mewujudkan norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. baik dalam arti cakupan luas daerah maupun cakupan penduduk usia subur yang memakai metoda kontrasepsi .

ruptura uteri. dan sebagainya. kalsium dan besi. investasi cacing tambang. mengatur jumlah anak yang dilahirkan. • Kesehatan Ibu Mortalitas Mortalitas maternal pada kehamilan kedua dan ketiga lebih rendah dibandingkan dengan yang pertama. beberapa paritas tinggi. Anemia defisiensi besi dalam kehamilan dua kali lebih banyak daripada anemia dalam bukan kehamilan. dan mengatur waktu persalinan sehubungan dengan umur ibu dan ayah. daerah pantai dan daerah terpencil.Sasaran wilayah adalah wilayah dengan laju pertumbuhan penduduk tinggi dan wilayah khusus pelaksanaan seperti sentra industri. pemukiman padat. diabetes mellitus. tetapi setelah kehamilan yang ketiga angka ini akan naik kembali. seperti malaria. Malnutrisi dan anemia diperberat oleh infeksi dan penyakit menahun. termasuk protein. Terbukti pula bahwa jika jumlah kehamilan dibatasi sampai 3 atau kurang dari 3. lebih-lebih kalau disertai dengan malabsorbsi atau diet yang buruk. Abortus Buatan 15 .1971). terutama grande multipara. Dalam kehamilan kebutuhan zat besi dan folic acid meningkat. Dengan memberi jarak waktu yang lebih baik antara kehamilan. mencegah kehamilan yang tidak/belum diinginkan. Dalam hal ini akan dijumpai banyak anemia defisiensi besi dan folic acid. MEKANISME PENGARUH KB PADA KESEHATAN IBU DAN ANAK Hubungan keluarga berencana dan kesehatan terutama bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian bayi dan anak. dan sangat bermakna pada kehamilan kelima atau lebih. daerah kumuh. Morbiditas Kehamilan berulang-ulang dengan jarak waktu tidak adekuat membutuhkan lebih banyak zat-zat makanan. maka frekuensi anemia dapat dikurangi dengan 2/3. Tujuan ini dapat tercapai dengan memberikan jarak waktu yang cukup antara kehamilan yang diinginkan. Beberapa komplikasi obstetrik seperti placenta praevia. serta mengurangi tingkat kematian dan kesakitan ibu. solution placentae. maka frekuensi ini dapat lebih rendah lagi (Rao dan Gopalan.

sosial. maka penting sekali untuk memperbaiki makanan 16 . Angka kematian yang tinggi sebagian juga disebabkan oleh keadaan gizi yang kurang dan jumlah anggota keluarga yang banyak. sehingga penggunaan KB dapat menurunkan angka kesakitan.Pengguguran kandungan merupakan tanda bahwa kehamilan tersebut tidak diinginkan. Perkembangan Intelektual Makin banyak seorang ibu mempunyai anak. Tinggi dan Berat Badan Pertumbuhan anak mempunyai hubungan pula dengan besarnya keluarga. mengkonsumsi kalori dan protein lebih banyak daripada keluarga dengan jumlah anak empat orang atau lebih. sanitasi. Morbiditas Menurut penelitian. umumnya pertumbuhannya lebih kecil. prevalensi penyakit saluran pencernaan dan pernafasan berhubungan langsung dengan besarnya keluarga. misalnya perumahan. mortalitas bayi mempunyai hubungan pula dengan faktor-faktor lingkungan. ataupun medik. sehingga frekuensi pengguguran kandungan dapat diturunkan. Mengingat kenyataan bahwa malnutrisi pada usia muda akan mempengaruhi perkembangan intelegensi anak. adanya penyakit-penyakit infeksi. PENGARUH BESAR KELUARGA TERHADAP KESEHATAN ANAK Anak yang lahir dalam keluarga yang besar mempunyai resiko yang lebih besar untuk meninggal karena infeksi yaitu karena resiko infeksi silang. Di samping itu. dan lain-lain. Anak-anak dari keluarga besar oleh karena tidak melaksanakan program KB. gizi. • Kesehatan Anak Mortalitas Bayi-bayi dari ibu usia muda atau paritas tinggi mempunyai angka mortalitas yang tinggi. baik dengan alasan pribadi. Mempunyai anak lebih dari empat akan meningkatkan resiko mendapatkan bayi cacat dan BBLR karena asupan gizi ibu kurang selama kehamilan. sehingga KB diperlukan untuk menghindari kurangnya perkembangan intelektual anak. Dengan keluarga berencana sekurang-kurangnya kehamilan yang tidak diinginkan dapat dicegah. Keluarga dengan anak tiga orang atau kurang. makin kurang perhatian yang dapat diberikan kepada tiap anak.

Resiko kematian anak meningkat sekitar 50 % jika jaraknya kurang dari 2 tahun. sehingga kualitas hidup meningkat. Sementara untuk wanita pasca aborsi. risiko angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) ibu dan bayi yang terjadi akibat kehamilan dan persalinan dalam kelompok usia tersebut paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Kematian bayi (terutama neonatus) paling tinggi bila interval kelahiran kurang dari 24 bulan. Kehamilan setelah 17 . maka kemungkinan untuk selamat dalam melewati proses kehamilan dan memiliki anak yang sehat. sandang. Maka dari itu pentingnya untuk mengatur jarak kelahiran agar dapat menurunkan resiko anak-anak memiliki tubuh kecil dan pendek serta kurang berat badan akibat kekurangan gizi. perumahan dan pendidikan. Pengaturan jarak kelahiran dapat meningkatkan akses terhadap derajat kehidupan anaknya melalui peningkatan kecukupan pangan.anak tersebut. insiden penyakit diare (salah satu penyebab utama kematian anak sampai umur 2 tahun di negeri yang sedang berkembang) meningkat. ibu tidak sempat lagi untuk menyiapkan makanan khusus buat anaknya dan perhatian kasih sayang juga kurang. Oleh karena itu. Malnutrisi pada tahun pertama mengakibatkan gangguan yang permanen pada otak sehingga anak tersebut mengalami retardasi mental. Kehamilan sebelum umur 18 tahun sering menghasilkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan resiko juga bagi kesehatan bayi dan ibunya. Karena anak terlalu cepat disapih dari ASI. PENGARUH JARAK KELAHIRAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Jarak kelahiran yang aman satu dengan yang lainnya adalah 27 sampai dengan 32 bulan. Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) serta lahir prematur. Akibat cara penyapihan yang kurang baik. Jarak yang pendek seringkali menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada anak. wanita yang jarak kelahiran bayinya antara 27 sampai 32 bulan. jarak yang cukup aman untuk melahirkan kembali adalah enam bulan setelah keguguran. Pada usia ini wanita dalam keadaan optimal dengan kata lain. Kehamilan sebelum umur 18 tahun dan sesudah 35 tahun akan meningkatkan resiko pada ibu dan anak. PENGARUH USIA IBU WAKTU MELAHIRKAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Usia yang paling aman pada wanita untuk hamil dan melahirkan adalah sekitar usia 20-30 tahun.

Hal ini disebabkan karena banyak warga yang setuju menjalankan KB bila mereka mendapatkan keyakinan bahwa anak yang lahir akan hidup terus. kemampuan rahim untuk menerima janin. • Keguguran Risiko terjadinya keguguran akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia ibu hamil. Oleh karenanya peningkatan mutu KIA merupakan hal yang mutlak dalam memajukan mutu KB. 18 . Sebaiknya KIA dan KB merupakan suatu kesatuan agar didapatkan hasil yang memuaskan. Di banyak negara ternyata bahwa program KB tidak akan berhasil baik bila tidak disertai dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang memadai. Bayi lahir mati. Faktor penuaan juga akan menyebabkan embrio yang dihasilkan oleh wanita di atas 35 tahun terkadang mengalami kesulitan untuk melekat di lapisan lendir rahim atau endometrium. dimana keyakinan ini dapat timbul bila terdapat KIA yang memadai. PEMBENARAN KETERPADUAN KB DAN KIA BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial yang bersifat pendidikan (edukatif) dan pencegahan (preventif). Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian / penyakit bayi dan anak. meningkat sekitar 40 % pada ibu di atas 40 tahun. pemberian makanan bergizi. • • Kelahiran prematur. meningkat tiga kali lipat pada usia di atas 40 tahun. Risiko terhadap janin atau bayi tersebut antara lain : • Cacat bawaan Baik yang disebabkan oleh kelainan kromosom atau bukan. Faktor usia (di atas 35 tahun) juga berpengaruh terhadap kemampuan rahim untuk menerima bakal janin atau embrio. resiko terhadap bayi dan ibunya meningkat lagi. dan kadang kala kesehatan lainnya). Dalam hal ini. seta menganjurkan agar ibu memeriksakan anak secara teratur ke dokter. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimal mungkin. ciri wajah tertentu.umur 35 tahun. menurun. Kelainan kromosom yang paling sering dijumpai adalah Sindrom Down (yang berciri khas berbagai tingkat keterbelakangan mental. berkurangnya tonus otot. Ini dapat meningkatkan kejadian keguguran. Beberapa kegiatan dalam BKIA seperti memberikan nasihat mengenai perawatan bayi antara lain mengenai imunisasi.

Masih rendahnya pengetahuan penduduk akan KB Kurangnya penyuluhan akan pentingnya program KB terhadap untuk menyebabkan rendahnya pengetahuan masyarakat masyarakat melaksanakan program KB dan ketakutan akan timbulnya efek samping penggunaan KB. IV. MOTIVASI UNTUK MELAKUKAN KB 1. 19 . berdenyutnya tali pusat. Mengatur jarak antara kelahiran 4. Sosial Ekonomi Anak dipandang sebagai tenaga kerja yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga sehingga mempunyai banyak anak akan banyak tambahan pendapatan yang akan diperoleh. Demi mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera dan bahagia 2. Memperoleh kelahiran yang lebih terencana 3. bernafas atau menunjukkan suatu tanda kehidupan. 4. Menentukan jumlah anak yang diinginkan. yang sesudahnya pemisahan secara lengkap itu. Alasan Agama Bagi para pemeluk agama tertentu. atau apakah placenta dalam keadaan terlekat. 2. STATISTIK KESEHATAN Lahir hidup adalah keluar atau dikeluarkannya dari seorang ibu secara lengkap PENGERTIAN LAHIR HIDUP suatu hasil konsepsi dengan tidak memandang lamanya dalam kandungan. seperti berdetaknya jantung. Adat Istiadat Adat kebiasaan atau adat dari suatu masyarakat yang memberikan nilai anak laki-laki lebih dari anak perempuan atau sebaliknya. 3. tidak diperkenankan mencegah kelahiran anak dengan menggunakan alat kontrasepsi supaya tidak hamil.FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PROGRAM KB 1. atau bergeraknya secara nyata otot-otot sadar. Hal ini akan memungkinkan satu keluarga mempunyai banyak anak. baik dalam keadaan tali pusat sudah dipotong atau belum.

PENGERTIAN ANGKA FERTILITAS Angka fertilitas adalah kemampuan seorang wanita untuk menghasilkan kelahiran hidup dalam suatu periode dibagi dengan jumlah wanita yang hidup pada pertengahan periode yang sama. PENGERTIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH Menurut WHO. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN BAYI DI DAN BESARNYA ANGKA KEMATIAN KASAR DI INDONESIA DAN BEBERAPA NEGARA LAIN.05 pada tahun 2025. berat badan lahir rendah/Low birth weight adalah bila bayi yang baru lahir mempunyai berat badan lahir < 2500 gram. Angka kematian kasar di Indonesia menurut hasil penelitian adalah 7.5% (wanita). angka ini juga merupakan indikator kesehatan yang valid dan 20 .23 bayi dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273. PENGERTIAN INDONESIA Angka kematian kasar (Crude Death Rate) adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya kematian yang terjadi pada suatu tahun tertentu untuk setiap 1000 penduduk.8% (laki-laki) dan 6. telah meninggal dunia.PENGERTIAN LAHIR MATI Lahir mati adalah tiap-tiap hasil konsepsi dengan masa hamil 28 minggu atau lebih yang sebelum lahir spontan atau tidak. Angka ini disebut kasar sebab belum memperhitungkan umur penduduk. PENGERTIAN DAN BESARNYA ANGKA KELAHIRAN DI INDONESIA Angka kelahiran adalah kelahiran hidup dalam satu periode wilayah tertentu untuk tiap 1000 penduduk pada pertengahan periode yang sama. Angka kematian bayi merupakan indikator kesehatan yang sensitif karena bayi sangat peka terhadap perubahanperubahan dari luar. untuk setiap 1000 kelahiran hidup pada periode yang sama. Angka kelahiran di Indonesia pada tahun 2005 adalah 2.65 jiwa dan akan diupayakan untuk ditekan menjadi 2. Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) adalah jumlah kematian bayi umur 0 sampai kurang dari 1 tahun di suatu daerah selama satu periode.

1 40 20 45 25 8 PENYEBAB UTAMA KEMATIAN BAYI DI INDONESIA 1. Pelayanan kesehatan yang tidak memadai. 2. 4. 2. Keadaan gizi dan lingkungan yang buruk. Kondisi perinatal yang buruk. Keadaan sosial ekonomi yang buruk PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA 1–5 TAHUN (MASA PRASEKOLAH) 1. Banyaknya Berat Badan Lahir Rendah. Umur ibu dan interval antara 2 persalinan yang tidak ideal 5. Keadaan sanitasi lingkungan yang tidak baik PENGERTIAN MASA PERINATAL Masa perinatal adalah masa beberapa saat sebelum dan sesudah kelahiran. 3. Status gizi ibu dan bayi yang kurang. Angka Kematian Bayi menurut negara Negara Indonesia Thailand Malaysia Filipina Srilanka Singapura Angka Kematian (%) 51. 3. Keadaan sosial ekonomi keluarga yang buruk. 21 . PENYEBAB UTAMA KEMATIAN PADA MASA PERINATAL 1. Masa yang dimulai pada akhir minggu ke-20 sampai minggu ke-28 kehamilan dan berakhir 7 hingga 28 hari setelah melahirkan.dapat dipercaya. Keadaan gizi ibu buruk atau adanya penyakit yang diderita ibu sebelum atau saat sedang hamil. Angka kematian bayi juga menggambarkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum. 2.

antara lain : a. Peningkatan gizi ibu dan anak.  Lingkungan fisik. Pemberian imunisasi yang lengkap pada anak 4. 6. misalnya diare. dimana air tanahnya kurang mengandung yodium. Akibat dari kebersihan yang kurang. kecacingan. 11 bulan. V. Balita atau bawah lima tahun adalah semua anak termasuk bayi yang baru lahir. Perbaikan higiene ibu dan anak. Gizi yang cukup pada masa kehamilan. yang berusia 0 sampai menjelang tepat 5 tahun (4 tahun. Penyakit menular. tifus 22 . MENURUNKAN MORTALITAS DAN 2. Sanitasi Kebersihan. Pada umumnya ditulis dengan notasi 0-4 tahun. PENGERTIAN ANGKA KEMATIAN BALITA DI INDONESIA Angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0-4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (termasuk kematian bayi). Pemeliharaan kesehatan dan pemeriksaan rutin pada masa kehamilan. 29 hari). LANGKAH-LANGKAH MORBIDITAS ANAK 1. dapat berdampak pada tumbuh kembang anak antara lain sebagai akibat gagalnya panen. Demikian pula gondok endemik banyak ditemukan pada daerah pegunungan. PROGRAM KELUARGA DENGAN PERHATIAN KHUSUS PADA PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK TIGA FAKTOR LINGKUNGAN ANAK Lingkungan meliputi aspek fisik. keadaan geografis suatu daerah Musim kemarau yang panjang atau adanya bencana alam lainnya. baik kebersihan perorangan maupun lingkungan memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit. Cuaca. 3. musim. 5. b. maka anak akan sering sakit. biologis dan psikososial yang biasa disebut lingkungan fisikobiopsikososial. Peningkatan pengetahuan tentang perawatan anak. sehingga banyak anak yang kurang gizi.3.

serta tidak penuh sesak akan menjamin kesehatan penghuninya. demam berdarah. cahaya dan kepadatan hunian Keadaan perumahan yang layak dengan konstruksi bangunan yang tidak membahayakan penghuninya. Keadaan rumah: struktur bangunan. Gizi Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. malaria. ventilasi. d. maka tumbuh kembangnya pasti terganggu. Jenis kelamin Dikatakan anak laki-laki lebih sering sakit dibandingkan anak perempuan. tetapi belum diketahui secara pasti mengapa demikian. dan sebagainya. b. Sehingga diperlukan perhatian khusus.abdominalis. Bangsa kulit putih / ras Eropa mempunyai pertumbuhan somatik lebih tinggi daripada bangsa Asia. Lingkungan biologis. Kalau anak sering menderita sakit. Radiasi Tumbuh kembang anak dapat terganggu akibat adanya radiasi yang tinggi. asap kendaraan atau asap rokok. antara lain : a. c. oleh karena pada masa itu anak mudah sakit dan mudah terjadi kurang gizi. d. Ketahanan makanan keluarga mencakup pada ketersediaan makanan dan pembagian makanan yang adil dalam keluarga. dimana kebutuhan anak berbeda dengan orang dewasa. hepatitis. Umur Umur yang paling rawan adalah masa balita. dimana seringkali kepentingan budaya bertabrakan dengan 23  . Ras / suku bangsa Pertumbuhan somatik juga dipengaruhi oleh ras/suku bangsa. karena makanan bagi anak dibutuhkan juga untuk pertumbuhan. c. Demikian pula dengan polusi udara baik yang berasal dari pabrik. Disamping itu masa balita merupakan dasar pembentukan kepribadian anak. yang dipengaruhi oleh ketahanan makanan (food security) keluarga. dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

gizi juga memegang peranan penting dalam kepekaan terhadap penyakit. Di samping imunisasi. Hormon Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang antara lain : . Satu aspek penting yang perlu ditambahkan adalah keamanan pangan (food safety) yang mencakup pembebasan makanan dari berbagai “racun” fisika. h. GH merangsang terbentuknya somatomedin yang kemudian berefek pada tulang rawan. . tetapi pemeriksaan kesehatan dan menimbang anak secara rutin setiap bulan. GH mempunyai “circadian variation” dimana aktivitasnya meningkat pada malam hari pada waktu tidur. i.Somatotropin atau “growth hormon” (GH = hormon pertumbuhan) Merupakan pengatur utama pada pertumbuhan somatis terutama pertumbuhan kerangka. f.kepentingan biologis anggota-anggota keluarga. sesudah makan. sesudah latihan fisik. Kepekaan terhadap penyakit Dengan memberikan imunisasi. akan menunjang proses tumbuh kembang anak. dan rehabilitatif. Perawatan kesehatan Perawatan kesehatan yang teratur. g. tidak saja kalau anak sakit. perubahan kadar gula darah dan sebagainya. disamping itu anak juga mengalami stres yang berkepanjangan akibat dari penyakitnya. kimia dan biologis. maka diharapkan anak terhindar dari penyakit-penyakit yang sering menyebabkan cacat atau kematian. karena adanya perbedaan yang mendasar dalam proses metabolisme pada berbagai umur. kuratif. preventif. maka kebutuhan akan berbagai nutrien harus didasarkan atas perhitungan yang tepat atau setidak-tidaknya memadai. yang mencakup aspek-aspek promotif. e. Penyakit kronis Anak yang menderita penyakit menahun akan terganggu tumbuh kembangnya dan pendidikannya. Fungsi metabolisme Khusus pada anak. Pertambahan tinggi badan sangat dipengaruhi hormon ini.Hormon tiroid 24 . Oleh karena itu pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan untuk dilakukan secara komprehensif.

Defisiensi hormon tiroid mengakibatkan retardasi fisik dan mental yang kalau berlangsung terlalu lama.Hormon-hormon seks Terutama mempunyai peranan dalam fertilitas dan reproduksi. antara lain : a. tetapi IGFs yang beredar dalam sirkulasi terutama diproduksi di hepar. . Hormon ini mempunyai interaksi dengan hormon-hormon lain seperti somatotropin.Glukokortikoid Mempunyai fungsi yang bertentangan dengan somatotropin. 25  . karena kortison mempunyai efek anti-anabolik.Hormon ini mutlak diperlukan pada tumbuh kembang anak. seksual. Maturasi tulang juga dibawah pengaruh hormon ini. sedangkan estrogen terutama diproduksi oleh ovarium. Demikian pula dengan pertumbuhan dan fungsi otak sangat tergantung pada tersedianya hormon tiroid dalam kadar yang cukup. karbohidrat dan lemak. hormon seks memacu pertumbuhan badan. aktivitasnya mirip insulin. . tetapi sesudah beberapa lama justru menghambat pertumbuhan. dll. dapat menjadi permanen. metabolisme. Sebaliknya pada hipertiroidisme dapat mengakibatkan gangguan pada kardiovaskular. IGFs diproduksi oleh berbagai jaringan tubuh. Pada permulaan pubertas. Lingkungan psikososial. Kalau kortison berlebihan akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat/terhenti dan terjadinya osteoporosis. Stimulasi Anak yang mendapat stimulasi yang terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang mendapat stimulasi.Insulin like growth factors (IGFs) Merupakan somatomedin yang kerjanya sebagai mediator GH dan kerjanya mirip dengan insulin. Androgen disekresi kelenjar adrenal (dehidroandrosteron) dan testis (testosteron). Fungsinya selain sebagai growth promoting factor yang berperan pada pertumbuhan. sebagai mediator GH. tiroksin serta androgen. osteoblas dan jaringan lainnya. mata. otak. . karena mempunyai fungsi pada metabolisme protein. efek mitogenik terhadap kondrosit.

suasana yang tenang serta sarana lainnya. masih dibenarkan. maka diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup anak-anak tersebut. d. rendah diri. anak tahu mana yang baik dan yang tidak baik.b. terlambat bicara. misalnya pujian. Kelompok sebaya Untuk proses sosialisasi dengan lingkungannya anak memerlukan teman sebaya. Yang penting hukuman harus diberikan secara obyektif. maka wajib kita memberi ganjaran. Jadi. Anak memerlukan kasih sayang dan perlakuan yang adil dari orangtuanya. belaian. Namun. Sehingga dengan g. Khususnya bagi remaja. Stres pada anak juga berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. diharapkan setiap anak mendapat kesempatan duduk di bangku sekolah minimal 9 tahun. dan sebagainya. aspek lingkungan e. Agar kelak kemudian hari menjadi anak yang tidak sombong dan bisa 26 . nafsu makan menurun. bukan hukuman untuk melampiaskan kebencian dan kejengkelan terhadap anak. Sekolah Dengan adanya wajib belajar 9 tahun sekarang ini. Ganjaran ataupun hukuman yang wajar Kalau anak berbuat benar. sehingga akan menimbulkan rasa percaya diri pada anak yang penting untuk perkembangan kepribadian anak kelak kemudian hari. Motivasi belajar Motivasi belajar dapat ditimbulkan sejak dini. buku-buku. ciuman. disertai pengertian dan maksud dari hukuman tersebut. mendapat pendidikan yang baik. dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Sedangkan menghukum dengan cara-cara yang wajar kalau anak berbuat salah. tepuk tangan dan sebagainya. Ganjaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi anak untuk mengulangi tingkah lakunya. misalnya adanya sekolah yang tidak terlalu jauh. f. Stres teman sebaya menjadi sangat penting dengan makin meningkatnya kasus-kasus penyalahgunaan obat-obat dan narkotika. c. Cinta dan kasih sayang Salah satu hak anak adalah hak untuk dicintai dan dilindungi. perhatian dari orangtua tetap dibutuhkan untuk memantau dengan siapa anak tersebut bergaul. misalnya anak akan menarik diri.

Rumah: jenis. Ruangan dapur: kebersihan. ventilasi. mata air dan lain-lain. Interaksi tidak ditentukan oleh seberapa lama kita bersama anak. belanja 1 hari. bagian terbesar dari dinding. pencahayaan. menghambat mematikan perkembangan kepribadian anak. kebersihan. Sebaliknya kasih sayang yang diberikan akan secara berlebihan bahkan yang menjurus kearah memanjakan. sehingga komunikasi bisa dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara orangtua dan anak. Kualitas interaksi anak-orangtua Interaksi timbal balik antara anak dan orangtua. 3. 2. KUNJUNGAN RUMAH UNTUK MEMAHAMI ANAK DALAM LINGKUNGAN SEBENARNYA Menurut definisi Pediatri Sosial dari de Haas. Bila berasal dari sumur.. kebersihan. atap rumah.memberikan kasih sayangnya pula kepada sesamanya. yang harus diperhatikan di antaranya ialah: 1. Anak akan terbuka kepada orangtuanya. kurang mandiri. 27 . ventilasi. Tetapi lebih ditentukan oleh kualitas dari interaksi tersebut yaitu pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing dan upaya optimal untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi. sungai. Ruangan tidur: jumlahnya. jumlah ruangan. sumur. apakah terdapat bibir dan penutup sumur serta terbuat dari apa bibir dan lantai sumur tersebut. air hujan. sombong dan kurang bisa menerima kenyataan. Pada daftar isian kunjungan rumah. akan menimbulkan keakraban dalam keluarga. jenis dapur. rumah milik sendiri atau sewa/kontrak. pencahayaan. Air minum: sumber berasal dan leding. ventilasi luas dan jumlah penghuni pada setiap ruangan tidur. luas. Apakah air minum dimasak/tidak dimasak/ kadang-kadang dimasak dulu. 4. Akibatnya anak akan menjadi manja. petugas kesehatan yang mempunyai hubungan yang erat dengan anak diwajibkan melakukan kunjungan rumah karena persoalan anak tidak dapat dipecahkan di bangsal saja. h. pencahayaan. lantai. pemboros. apakah merupakan sumur gali atau bor dan bila sumur gali.

tempat anak bermain. mobil atau barang lain seperti radio. Jumlah anak. Penyakit-penyakit yang diderita. 28 . Usaha keluarga berencana: a. umur anak tertua. disiplin. Pengawasan kesehatan: bila sakit berobat kepada siapa yaitu ke rumah sakit/poliklinik/dokter swasta/mantra/dukun serta apakah mendapat pengawasan dan BKIA untuk mendapatkan imunisasi dan sebagainya. mesin jahit dan sebagainya. jumlah dan sebagainya. sawah. halaman/rumah. 13. Bagaimana tingkah laku anak. dengan alat-alat. 9. jamban bersama beberapa keluarga. Keuangan: berapa pendapatan sebulan untuk seluruh anggota keluarga. pakaian anak: bagaimana kualitas dan kuantitas makanan. ibu dan anggota keluarga lainnya serta hubungan antar keluarga. kebun atau empang. ditanami. Obat-obat apa saja yang diminum. Apakah makanan selama hamil cukup atau kurang. jumlah kematian. sanitasi. pengertian. Keadaan kakus apakah cukup/kurang dan apakah digunakan dengan baik/tidak. kebersihan. sungai. Hubungan anak dengan ayah. Bagaimana ternak dan unggas baik jenis maupun jumlahnya. jumlah lahir hidup. Menentukan keadaan sosial-ekonomi dengan melihat adanya barang-barang luks seperti TV. Halaman: kebersihan. yaitu baik/cukup/kurang dan bagaimana pakaian anak baik kebersihan. umur anak termuda.5. kasih sayang yang diberikan kepada anak. ditolong oleh dokter/bidan/dukun terlatih atau tidak terlatih. hobby dan sebagainya. 6. jenis tanaman. istirahat. keguguran. pengawasan. Cara melahirkan apakah biasa/sukar. perhatian. jamban umum atau tempat lain. Riwayat kehamilan dan persalinan: berapa kali dilakukan pemeriksaan kehamilan atau tidak dilakukan sama sekali. lemari es. cukup/kurang bulan. sopan-santun. 10. Buang air: apakah buang air di jamban sendiri. Melahirkan di rumah bersalin/rumah sakit/rumah sendiri. 7. lahir mati. Menilai makanan. Keadaan bayi setelah lahir menangis spontan. tidak menangis/biru. berat badan dan panjang badan. cara apa. pembuangan sampah apakah dibakar/dibuang di sungai/ditanam dan apakah terdapat tempat sampah. hiburan. 11. 8. Trauma waktu hamil. berapa pengeluaran keluarga sebulan dan bagaimana keseimbangan penghasilanpengeluaran. 12.

jumlah. yaitu pertumbuhan dan perkembangan. PENGERTIAN KATA ‘‘PERTUMBUHAN’’ Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. c. kebersihan. serta denah dari rumah. hubungan antara petugas kesehatan dengan masyarakat yang dikunjungi menjadi baik sehingga hal-hal yang pada waktu yang lalu tidak dapat disinggung. proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisis. Istilah tumbuh-kembang sebenarnnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda. serta laju tumbuh-kembang yang berlainan di antara organ tubuh. 29 . Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar. berapa banyak yang di bawah Apakah ibu atau bapak menjalankan keluarga berencana. Dengan melakukan kunjungan rumah dapat diambil kesimpulan mengenai kesehatan keluarga. Kelebihan dari kunjungan rumah ialah dapat memeriksa dan mengobati anakanak yang sakit di tempatnya masing-masing. VI. berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan. umur 15 tahun dan yang di atas 15 tahun. organ maupun individu. sekarang dapat ditanyakan. keadaan sosio-ekonomi. yaitu dengan maksud agar masyarakat mengubah kebiasaan lama yang salah dan tidak sesuai dengan syarat-syarat kesehatan. Dalam kunjungan rumah. khususnya bagi anak-anak yang sedang sakit namun tidak dapat berobat ke dokter karena keterbatasan ekonomi. petugas kesehatan wajib memberi pendidikan kesehatan dan gizi. masalah yang terdapat di dalam keluarga. ukuran atau dimensi tingkat sel.b. Dengan kata lain. sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Jumlah orang dalam rumah tangga. Ciri tumbuh-kembang yang utama adalah bahwa dalam periode tertentu terdapat adanya masa percepatan atau masa perlambatan. Selain itu. umur tulang dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh). tetapi saling berkaitan. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Peristiwa tumbuh-kembang pada anak meliputi seluruh proses kejadian sejak terjadi pembuahan sampai masa dewasa.

organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. gerak halus. Perkembangan menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh. Perkembangan lebih menitikberatkan aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu.PENGERTIAN KATA ‘’PERKEMBANGAN’’ Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dalam kemampuan gerak kasar. Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan ternyata DDST secara efektif dapat mengidentifikasikan antara 85-100% bayi dan anak-anak pra sekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan. TES SKRINING PERKEMBANGAN MENURUT DENVER (DENVER DEVELOPMENT SCREENING TEST / DDST ) DDST adalah salah satu metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. intelektual atau emosional akibat pengaruh lingkungan. Tes ini mudah dan cepat (15-20 menit). dapat diandalkan dan menunjukkan validitas yang tinggi. Perbedaan lainnya adalah pada Denver II terdapat : ringan skala penilaian tingkah laku 30 peningkatan 86 % pada sektor bahasa 2 pemeriksaan untuk artikulasi bahasa skala umur yang baru kategori baru untuk interpretasi pada kelainan yang . DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skrining yang baik. bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian yang dapat diramalkan. termasuk perubahan aspek sosial. Aspek perkembangan yang dinilai Terdiri dari 105 tugas perkembangan pada DDST dan DDST-R. Tetapi dari penelitian Borowitz (1986) menunjukkan bahwa DDST tidak dapat mengidentifikasikan lebih dari separuh anak dengan kelainan bicara. sebagai hasil dari proses pematangan. dan pada ”follow up” selanjutnya ternyata 89 % dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian. A. yang kemudian pada Denver II dilakukan revisi dan restandarisasi dari DDST sehingga terdapat 125 tugas perkembangan. tes ini bukanlah tes diagnostik atau tes IQ. jaringan tubuh.

3 tahun. Penilaian Dari buku petunjuk terdapat penjelasan tentang bagaimana melakukan penilaian apakah lulus (Passed = P). yaitu : . - Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara. - Fine motor adaptive (gerakan motorik halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. C. . Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap. Pada umumnya pada waktu tes. 5 tahun. - Gross motor (gerakan motorik kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan otot-otot kecil. dalam lembar DDST. 9-12 bulan. sehingga tidak memakan waktu lama hanya sekitar 15-20 menit saja. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap.Tahap pertama dilakukan secara periodik pada semua anak yang berusia : 3-6 bulan.Tahap kedua dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. 4 tahun. B. tugas yang perlu diperiksa pada setiap kali skrining hanya berkisar antara 25-30 tugas saja. yang meliputi : - Personal social (perilaku sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri. Setiap tugas/kemampuan digambarkan dalam bentuk kotak persegi panjang horisontal yang berurutan menurut umur. gagal (Fail = F).- materi training yang baru Semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan. ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity = NO). Kemudian ditarik garis 31 . tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. 18-24 bulan. mengikuti perintah dan berbicara spontan.

Meragukan (Questionable). garis umur ditarik vertikal pada formulir DDST yang memotong kotak-kotak tugas perkembangan pada ke-4 sektor.Meragukan : o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. dengan menggunakan patokan 30 hari untuk satu bulan dan 12 bulan untuk satu tahun. o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia.Tidak dapat dites : Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. maka berarti suatu keterlambatan pada tugas tersebut.Abnormal : o Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan. Bila tugas-tugas yang gagal dikerjakan berada 32 . . Kemudian. Apabila anak gagal mengerjakan beberapa tugas-tugas tersebut (F). umur anak perlu ditetapkan lebih dahulu.berdasarkan umur kronologis yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. berapa yang P dan berapa yang F. dan tidak dapat dites (Untestable). Tugas-tugas yang terletak di sebelah kiri garis itu. . dihitung pada masing-masing sektor. pada umumnya telah dapat dikerjakan oleh anak-anak seusia.Normal : Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut di atas. o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan PLUS 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. Dalam pelaksanaan skrining DDST ini. Bila umur kurang dari 15 hari dibulatkan ke bawah dan sama dengan atau lebih dari 15 hari dibulatkan ke atas. hasil tes diklasifikasi dalam : Normal. selanjutnya berdasarkan pedoman. . pada 2 sektor atau lebih. Abnormal. . Setelah itu.

UKURAN YANG DAPAT DIPAKAI SEBAGAI INDIKATOR PERTUMBUHAN 1. maka dapat digunakan tahap pra skrining dengan menggunakan : DDST short form. maka dianggap ”suspect” dan perlu dilanjutkan dengan DDST lengkap. Berat badan Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting. Begitu pula pada kotak-kotak di sebelah kanan garis umur. karena pada kontrol lebh lanjut masih mungkin terdapat perkembangan lagi. yang masing-masing sektor hanya diambil 3 tugas (sehingga seluruhnya ada 12 tugas) yang ditanyakan pada ibunya.pada kotak yang terpotong oleh garis vertikal umur. Dapat diisi orang tua di rumah atau pada saat menunggu di klinik. Tinggi badan 3. dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. maka tugas perkembangan cukup ditanyakan pada orang tuaanya. Kemudian dinilai berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. dan pada kasus yang dicurigai dilakukan tes DDST lengkap. cairan tubuh dan lainnya. Kalau terdapat kode R. antara lain tulang. PDQ (Pra-screening Developmental Questionnaire). bentuk kuesioner ini digunakan bagi orang tua berpendidikan SLTA ke atas. Berat badan dipakai sebagai indikator yang terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi dan tumbuh 33 . sedangkan bila terdapat kode nomor. Agar lebih cepat dalam melaksanakan skrining. Lingkaran lengan atas 5. Lingkaran kepala 4. otot. Dipilih 10 pertanyaan pada kuesioner yang sesuai dengan umur anak. Tebal lipatan kulit 1. maka tugas perkembangan dites sesuai petunjuk. lemak. Bila didapatkan salah satu gagal atau ditolak. Pada ujung kotak sebelah kiri terdapat kode-kode R dan nomor. Berat badan 2. maka ini bukan suatu keterlambatan. Berat badan merupakan hasil peningkatan/penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh.

sedangkan anak laki-laki baru pada sekitar umur 10 tahun. lahir 2.kembang anak. Bahan informasi untuk menilai keadaan gizi baik yang akut maupun yang kronis. sehingga dapat mempengaruhi hasil penilaian : Indikator berat badan dimanfaatkan dalam klinik untuk : 1. Anak perempuan umur 18 tahun sudah tidak tumbuh lagi. 1992 untuk memperkirakan berat badan anak adalah sebagai berikut : . 1-6 tahun 4. menjadi 3 kali berat badan lahir pada umur satu tahun. Berat badan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. Besarnya fluktuasi tergantung pada kelompok umur dan bersifat sangat individual. keringat dan bernafas. sedangkan anak laki-laki baru berhenti pada umur 20 tahun. yang berkisar antara 100-200 gram.12 tahun digunakan rumus 3. 3-12 bulan 3. Memonitor keadaan kesehatan. 3. sampai 500-1000 gram bahkan lebih. dan menjadi 4 kali berat badan lahir pada umur 2 tahun. Tetapi pertumbuhan anak perempuan lebih cepat terhenti daripada anak laki-laki. 2. pengukuran objektif dan dapat diulangi. Pada bayi yang lahir cukup bulan. ”growth spur” (pacu tumbuh) anak perempuan lebih cepat yaitu sekitar umur 8 tahun. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata-rata 2 kg/tahun. Kemudian pertumbuhan konstan mulai berakhir dan dimulai ”preadolescent growth spurt” (pacu tumbuh pra-adolesen) dengan rata-rata kenaikan berat badan 3-3. dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah. indikator berat badan ini tidak sensitif terhadap proporsi tubuh.5 kg/tahun. Terdapat fluktuasi wajar dalam sehari sebagai akibat masukan (intake) makanan dan minuman. feses. misalnya pendek gemuk atau tinggi kurus. Kerugiannya. berat badan waktu lahir akan kembali pada hari ke 10.25 kg umur (bulan) + 9 2 umur (tahun) x 2 + 8 umur (tahun) x 7 – 5 34 yang dikutip dari Behrman. mudah dan tidak memerlukan banyak waktu. Dapat 1. dnegan keluaran (output) melalui urin. sensitif terhadap perubahan sedikit saja. 6. Dasar perhitungan dosis obat dan makanan yang perlu diberikan. misalnya pada pengobatan penyakit. yang kemudian dilanjutkan dengan ”adolescent growth spur” (pacu tumbuh adolesen). tumbuh kembang dan kesehatan. Dibandingkan anak laki-laki.

dan mudah dibawa. merupakan indikator yang baik untuk gangguan pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). Sampai umur 1 tahun. seperti terhadap nilai BB dan LLA. dan pada umur 1 tahun sudah 3 x berat badan lahir. kecuali bila diduga terdapat kelainan atau penyimpangan berat badan. dan dilanjutkan dengan 2 kali setahun sampai umur 5 tahun. Di samping itu dibutuhkan 2 macam teknik pengukuran. dan menjadi pesat lagi (pacu tumbuh adolesen). Tinggi badan Tinggi badan merupakan ukuran antropometrik kedua yaag terpenting. sukar mengukur tinggi badan yang tepat dan kadang-kadang diperlukan lebih dari seorang tenaga. murah. Dalam keadaan normal. Antara umur 30-45 tahun tinggi badan tetap statis. pada anak umur kurang dari 2 tahun dengan posisi tidur telentang (panjang supinasi) dan pada umur lebih dari 2 tahun dengan posisi berdiri. Di atas umur 5 tahun. kemudian melambat. Walaupun kenaikan tinggi badan ini berfluktuasi. Keistimewaannya adalah bahwa ukuran tinggi badan pada masa pertumbuhan meningkat terus sampai tinggi maksimal dicapai. Panjang supinasi umumnya lebih panjang 1 cm daripada 35 . sebagai perbandingan terhadap perubahan-perubahan relatif. Tulang-tulang anggota gerak berhenti bertambah panjang. Kerugiannya adalah perubahan tinggi badan relatif pelan. kemudian menyusut. penimbangan dilakukan setiap tahun. sedangkan anak dengan timbangan berdiri. berat badan bayi umr 4 bulan sudah mencapai 2 x berat badan lahir. sedang anak ditimbang dalam posisi berdiri tanpa sepatu dengan pakaian minimal. Keuntungan indikator ini adalah pengukurannya objektif dan dapat diulang. dimana tinggi badan meningkat pesat pada masa bayi.2 Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi. dengan pengisian tulang pada ujung atas dan bawah korpus-korpus ruasruas tulang belakang. 2. bayi ditimbang tiap bulan. alat dapat dibuat sendiri. kemudian tiap 3 bulan sampai umur 3 tahun. sehingga tinggi badan sedikit bertambah yaitu sekitar 3-5 mm. selanjutnya melambat lagi dan akhirnya berhenti pada umur 18-20 tahun. Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang atau duduk tanpa baju. tetapi ruas-ruas tulang belakang berlanjut tumbuh sampai umur 30 tahun.

kepala tampak sama besar dan memanjang. meski diukur dengan teknik perngukuran terbaik dan secara cermat. anak-anak dan dewasa.5 cm adalah nilai absolut tinggi badan. ukran anteroposterior dada masih lebih besar. Demikian pula perkawiinan antar daerah maupun antar negara. yaitu sebagai berikut : Pada waktu janin umur 2 bulan. badan serta anggota gerak maka akan tampak perbedaan yang jelas antara janin. perawatan kesehatan. Rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik berdasarkan data tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai dengan potensinya. kepala relatif masih besar. Peningkatan nilai rata-rata TB orang dewasa suatu bangsa merupakan indikator peningkatan kesejahteraan/kemakmuran (perbaikan gizi. 36 .5 cm 2 (13 cm adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan perempuan di Inggris dan 8. dan keadaan sosial ekonomi). 2-12 tahun 50 cm 75 cm umur (tahun) x 6 + 77 Sedangkan kalau dilihat dari proporsi antara kepala. 1993) : TB anak perempuan = (TB ayah – 13 cm) + TB ibu ± 8. maka secara medis tidak perlu ada tindakan/intervensi. Lahir b. dimana ukuran panjang kepala hampir sama dengan panjang badan ditambah tungkai bawah. Sebagai titik tengah tinggi badannya adalah setinggi umbilikus. kemungkinan punya andil pula pada perubahan TB ini. Pada waktu lahir. jika potensi genetik belum tercapai optimal.) Jadi. Anggota gerak sangat pendek. ada rentangan antara angka tertinggi dan terendah. adalah sebagai berikut (dikutip dari Titi. Apabila seorang anak dapat mencapai tinggi antara 2 angka itu. 1 tahun c.tinggi berdiri pada anak yang sama. 1992 yaitu : a. perut membuncit dan anggota gerak relatif lebih pendek.5 cm 2 TB anak laki – laki = (TB ibu + 13 cm) + TB ayah ± 8. Tinggi badan juga dapat diperkirakan menggunakan rumus Behrman. muka bulat.

3. Sebaliknya bila ada penyumbatan pada aliran cairan serebrospinal pada hidrosefalus akan meningkatkan volume kepala. manfaat pengukuran LK terbatas pada 6 bulan pertama sampai 2 tahun karena pertumbuhan otak yang pesat. Alat pengukur panjang badan bayi terbuat dari kayu. sehingga titik tengah adalah setinggi simfisis pubis. maka menunjukkan adanya retardasi mental. yaitu dari 34 cm pada waktu lahir menjadi 44 cm pada umur 6 bulan. Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan meletakkan verteks bayi pada kayu yang tetap. Dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. Lingkaran kepala Lingkar kepala mencerminkan volume intrakranial.5 kali panjang waktu lahir dan pada umur 4 tahun 2 kali panjang waktu lahir. 2 tahun 49 cm dn dewasa 54 cm.kraniostenosis . yang salah satu ujungnya mempunyai batas yang tetap sedang ujung lainnya merupakan kayu yang dapat digerakkan. Panjang badan bayi baru lahir cukup bulan ialah sekitar 50 cm. dengan punggung bersandar pada dinding. Secara kasar pada umur 1 tahun panjang bayi mencapai 1. anggota gerak lebih panjang dan kepala secara proporsional kecil. Oleh karena itu. Pada anak. sehingga LK lebih besar dari normal. dan telapak kaki dirapatkan.- Pada dewasa. LK kepala yang kecil pada umumnya sebagai : variasi normal bayi kecil keturunan LK kepala yang besar pada umumnya disebabkan oleh : 37 . Sampai saat ini yang dipakai sebagai acuan untuk LK ini adalah kurve LK dari Nellhaus. Pertumbuhan LK paling pesat adalah pada 6 bulan pertama kehidupan. maka kepala akan kecil. Diusahakan agar tubuh bayi lurus. kecuali seperti kasus hidrosefalus. sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi. tinggi badan diukur dalam posisi berdiri tanpa sepatu. Apabila otak tidak tumbuh normal. Sedangkan pada umur 1 tahun 47 cm. Sehingga pada lingkar kepala (LK) yang lebih kecil dari normal (mikrosefali). Bayi ditidurkan telentang tanpa sepatu dan tanpa topi di atas tempat tidur yang keras.retardasi mental .

walaupun ada yang mengatakan dapat untuk anak mulai umur 6 bulan-5 atau 6 tahun.- variasi normal bayi besar hidranensefali tumor serebri keturunan . harus diperhatikan gejala-gejala klinik yang menyertainya.efusi subdural . Alat pengukur yang dipakai ialah pita metal yang fleksibel. Pada waktu lahir. Lingkaran lengan atas Lingkaran lengan atas (LLA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dnegan berat badan. Pada umur 1 tahun lingkaran kepala bertambah 12 cm dari waktu lahir dan pada umur 6 tahun bertambah lagi 6 cm. Keuntungan penggunaan LLA ini adlah alatnya murah.hidrosefalus . dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur satu tahun. Caranya dengan meletakkan pita melingkari kepala melalui glabela pada dahi. bisa dibuat sendiri. mudah dibawa. Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun. cepat penggunaannya dan dapat digunakan oleh tenaga yang tidak terdidik. Alat yang dipakai adalah pita pengukur lingkar lengan atas.megalensefali Untuk menilai apakah kepala yang kecil/besar tersebut masih dalam batasbatas normal/tidak. Pada bayi kurang dari 2 tahun. LLA dapat dipakai untuk menilai keadaan gizi/tumbuh kembang pada kelompok umur prasekolah. bagian atas alis mata. yaitu protuberansia oksipitalis.5 cm. lingkaran kepala baru diukur apabila terdapat kecurigaan pada kepalanya. pada umur 6 bulan 43. pada waktu dewasa lingkaran kepala adalah 55 cm.penyakit Canavan . antara akromion dan olekranon. Sedangkan kerugiannya adalah LLA hanya untuk identifikasi anak dengan gangguan gizi/pertumbuhan yang berat. Pada 38 . sukar menentukan pertengahan LLA tanpa menekan jaringan dan hanya untuk anak umur 1-3 tahun. Yang diukur ialah lingkaran kepala terbesar. Laju tumbuh lambat. dan bagian belakang kepala pasien yang paling menonjol. Setelah itu hanya terjadi penambahan lingkaran kepala sedikit saja. Lingkarkanlah pita pengukur pada pertengahan lengan kiri. Pada anak yang lebih besar. lingkaran kepala diukur secara rutin. lingkaran kepala adalah sekitar 35 cm. 4.

Pengukuran dilakukan dengan mencubit kulit sampai terpisah dari otot dasarnya. Tebal lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh kembang jaringan lemak di bawah kulit. Lipatan kulir yang diukur adalah daerah triseps. 5. INTERPRETASI KEPANDAIAN PADA UMUR TERTENTU SEBAGAI INDIKATOR PERKEMBANGAN 1. pendengaran. Dalam keadaan defisiensi. khususnya pada kasus obesitas. Kemudian lipatan kulit tersebut diukur dengan kaliper.bayi baru lahir lingkaran lengan atas adalah 11 cm. lipatan kulit menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan. yang mencerminkan kecukupan energi. Dari lahir sampai 3 bulan 2. dan kontak menahan barang yang dipegangnya mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh Dari 3 sampai 6 bulan mengangkat kepala 90° dan mengangkat dada dengan bertopang tangan mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya menaruh benda-benda di mulutnya berusaha memperluas lapangan pandangan tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain 39 . penciuman. subskapular atau suprailiaka. Tebal lipatan kulit dimanfaatkan untuk menilai terdapatnya keadaan gizi lebih. belajar mengangkat kepala belajar mengikuti obyek dengan matanya melihat ke muka seseorang dan tersenyum bereaksi terhadap suara/bunyi mengenal ibunya dengan penglihatan. Pengukur yang dipakai ialah kaliper lipatan kulit (skinfold calipers). pada umur 1 tahun menjadi 16 cm dan pada umur 5 tahun 17 cm.

3. mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang Dari 6 sampai 9 bulan dapat duduk tanpa dibantu dapat tengkurap dan berbalik sendiri dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar-lempar benda-benda mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/lain mulai berpartisipasi dalam permaian tepuk tangan dan sembunyisembunyian 4. Dari 9 sampai 12 bulan dapat berdiri sendiri tanpa dibantu dapat berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perntah sederhana atau larangan memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya. ingin melihat semuanya. Dari 18 sampai 24 bulan 40 . Dari 12 sampai 18 bulan berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5 – 10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing 6. ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan 5.

memanjat. melmpat dengan satu kaki membuat jembatan dengan 3 kotak mampu menyusun kalimat mempergunakan kata-kata saya.- naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka 7. mengerti kata-kata yang ditunjuk kepadanya menggambar lingkaran bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya 8. bertanya. Dari 2 sampai 3 tahun belajar meloncat. Dari 3 sampai 4 tahun berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang hanya kepala dan badan mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik menyebut namanya. jenis kelamin. dan umurnya banyak bertanya bertanya bagaimana anak dilahirkan 41 .

lengan. Dari 4 sampai 5 tahun - mengenal sisi atas. membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa GAMBAR LENGKUNG CORAK PERTUMBUHAN ALAT – ALAT TUBUH ANAK 42 . sisi muka. badan menggambar segi empat dan segi tiga pandai bicara dapat menghitung jari-jarinya dapat menyebut hari-hari dalam seminggu mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diingininya mengenal 4 warna memperkirakan bentuk dan besarnya benda.belakang 9. sisi bawah. sisi mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana melompat dan menari menggambar orang dengan keala.

pertumbuhan organ ini sangat pesat sesudah seluruh pertumbuhan badan berakhir. DUA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN 43 . tetapi menjadi cepat pada 10 tahun berikutnya. sedangkan puncak pertumbuhan berat terjadi pada saat sebelum lahir. Beberapa jaringan badan hanya mengikuti satu daripada kedua percepatan tumbuh tersebut. peredaran darah.Puncak pertumbuhan panjang pada masa janin terjadi kira-kira pada akhir trimester kedua kehamilan. Kira-kira 50% dari pertumbuhan otak terjadi pada tahun pertama kehidupan. kemudian menurun pada masa pubertas. setelah dewasa 40% berat badan). pernafasan. sistem pencernaan. sedang lainnya mengikuti suatu bentuk tersendiri. sedangkan 20% terjadi pada tahun kedua.  Yang mengikuti pertumuhan pola umum adalah tulang panjang.  Pertumbuhan alat kelamin pada 10 tahun pertama agak lambat. dan akhirnya mengalami involusi. dan volume darah.  Jaringan otak yang cepat tumbuh pada masa percepatan tumbuh janin (berkembang penuh pada umur 1. otot skelet (pada neonatus 20-25% berat badan.5 tahun sampai 2.  Jaringan limfoid tumbuh cepat pada masa bayi dan anak.5 tahun) dan tidak tumbuh lagi pada masa adolensi dimulai.

Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. derajat sensitiitas jaringan terhadap rangsangan. Melalui instruksi genetik yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi. yaitu pada umur 10 tahun. iodium dan lain-lain). Faktor heredokonstitusionil / genetik Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. kecepatan tumbuh. dan jarang menyebabkan cacat bawaan. Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada waktu sedang hamil. Di samping 44 . Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. Faktor pranatal Gizi ibu pada waktu hamil (defisiensi vitamin. umur pubertas. Kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus. c) Keluarga. dan berhentnya pertumbuhan tulang. Tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek sedangkan anggota keluarga lainnya tinggi. 2. Pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar. Faktor lingkungan • 1. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai hereditas lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir mati. masa bayi dan masa adolesensi. Wanita menjadi dewasa lebih dini. d) Umur. sedangkan pria mulai pada umur 12 tahun. dapat ditentukan kualitas dan kuantitas pertumbuhan. proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. 1.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dibagi dalam dua bagian yaitu: faktor heredekonstitusionil dan faktor lingkungan (pranatal dan pascanatal). Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan. b) Ras atau bangsa. Termasuk faktor genetik antara lain: a) Jenis kelamin. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Itali.

defisiensi yodium saat hamil. Mekanis (pita amniotik. cacat atau retardasi mental. dan peptida-peptida lain mirip insulin (Insulin-like growth factors/IGFs). lahir mati. trauma. oligohidramnion). yang juga dianggap faktor mekanis dapat mengganggu gizi embrio dan berakibat gangguan pertumbuhan. methadion. retardasi mental. posisi fetus yang abnormal. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi BBLR. retardasi mental dan deformitas anggota gerak. mikrognatia dan kaki bengkok. PKU (phenylketonuria). 2. dapat pula terjadi hambatan pertumbuhan otak janin. 4. kelainan kongenital mata dan jantung. seperti di Jepang yang dikenal dengan penyakit Minamata. kardiomegali dan terdapat hiperplasia adrenal. Contoh kelainannya ialah mikrosefali. Faktor mekanis seperti posisi fetus yang abnormal dan oligohidramnion dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti clubfoot. bayi lahir mudah terkena infeksi. hormon plasenta. Keracunan logam berat pada ibu hamil. Implantasi ovum yang salah.itu. misalnya karena makan ikan yang terkontaminasi merkuri dapat menyebabkan mikrosefali dan palsi serebralis. ektopia. 3. Infeksi 45 . anemia pada bayi baru lahir. Misalnya obat-obatan seperti thalidomide. spina bifida. Endokrin yang berperan pada pertumbuhan janin adalah Hormon-hormon somatotropin (growth hormone). dan lain-lain. Kelainan yang ditemukan akibat radiasi bom atom di Hiroshima pada fetus ialah mikrosefali. Radiasi Pemakaian radium dan sinar Rontgen yang tidak mengikuti aturan atau sebelum usia kehamilan 18 minggu dapat mengakibatkan kelainan janin bahkan kematian janin. phenitoin. obat-obat anti kanker dapat menyebabkan kelainan bawaan. 5. Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetes yang hamil dan tidak mendapat pengobatan pada trimester I kehamilan sehingga bayi menjadi makrosomia. insulin. Toksin / zat kimia Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. dan abortus. 6. hormon tiroid.

3. HIV. Keadaan sosial-ekonomi. Stres. polio. kern ikterus atau lahir mati. • Faktor pascanatal 1. Di negeri yang mempunyai 4 musim terdapat perbedaan kecepatan tumbuh berat badan dan tinggi. 4. 8. lebih rendah dibandingkan dengan bayi dari keluarga dengan sosial-ekonomi yang cukup. Pertambahan tinggi terbesar pada musim semi dan 46 . Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.Infeksi intrauterin yang sering meyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis. lues. Coxsakie. mineral dan vitamin. Penyakit (penyakit kronis dan kelainan kongenital) Beberapa penyakit kronis seperti glomerulonefritis kronik dan tuberkulosis paru dapat mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. Echovirus. lemak. Cytomegalovirus. malaria. 9. campak. kelainan kejiwaan. leptospira. Musim. Gizi (masukan makanan kualitatif dan kuantitatif) Termasuk dalam hal ini bahan pembangun tubuh yaitu protein. Anoksia embrio Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta menyebabkan berat badan lahir rendah. hidrops fetalis. 7. Infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah varisela. Dapat terlihat pada ukuran bayi yang lahir dari golongan orang tua dengan keadaan sosial-ekonomi yang kurang. dan lain-lain. Hal yang sama juga dapat terjadi pada penderita kelainan jantung bawaan. antara lain cacat bawaan. Imunitas Rhesus atau ABO inkompatibilitas sering menyebabkan abortus. 2. virus influenza. mikoplasma. dan virus hepatitis. karbohidrat. Rubella. Herpes simpleks).

4. dan faktor psikologi. 3. MP-ASI. Pada Penimbangan Pertama 47 .paling rendah pada musim gugur. pendidikan. pemberian kapsul vitamin A. 2. Angka-angka ini menunjukkan berat badan 2 kg. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas. dalam KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak. 3. pemberian ASI-eksklusif.5 kg. Banyak faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. PENGGUNAAN ”GROWTH CHART” (KMS) Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan. Kolom Bulan Lahir : kolom bulan yang terletak paling kiri dan bergaris tebal. Bagian-bagian dari KMS: 1.5 kg. dst.5 kg. Kolom-kolom ini disediakan untuk menuliskan nama-nama bulan secara berurutan sesudah bulan kelahiran. 5. misalnya 2. 3 kg. imunisasi. Kolom Bulan : kolom yang berada di bagian bawah KMS pada setiap kelompok usia. cukup nama bulan dan tahunnya saja. 4 dan seterusnya. Sumber berat badan : garis tegak lurus yang terdapat pada sisi kiri setiap kelompok usia dalam KMS. 4 kg. Sebaliknya penambahan berat badan terbesar terjadi pada musim gugur dan terkecil pada musim semi. Kolom ini disediakan untuk diisi dengan bulan lahir balita serta tahunnya. perbaikan sanitasi. Angka-angka yang terdapat pada setiap ujung garis berat badan pada setiap kelompok usia adalah angka-angka yang menunjukkan satuan kilogram penuh dan dinyatakan dalam satuan 2. dan seterusnya sedang garis tipis yang berada pada diantara 2 ukuran kg penuh untuk satuan tengahan kg. antara lain pengawasan medis. 5. Yang perlu ditulis dalam kolom bulan lahir. kondisi infeksi/infestasi cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain. Garis usia : garis tipis dari atau ke bawah dan terakhir pada kolom-kolom bernomor yang menyatakan usia anak dalam bulan. Pengisian KMS Balita A. Garis berat badan : garis-garis mendatar yang dimulai dari sumber berat badan. Lain-lain. 3. 4.

9. bulan dan tahun anak Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak. (dalam bulan). catat tanggal lahir anak Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa. "Berat Badan Lahir" ini kemudian dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0". sesuai dengan langkah pertama. dan pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut. 4.  1. Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar. 6. kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu. Bila tidak ada kartu kelahiran. (termasuk anak yang meninggal). anak saat dilahirkan. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal. 48 . tuntun untuk mengingat umur anak Kolom "Nama Ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap. langkah kedua. isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu. tetapi ibu ingat. catat bulan lahir anak dari kartu tersebut. dan langkah ketiga. 2. sama seperti halaman Kolom "Laki-laki" diisi tanda √ apabila anak tersebut laki-laki dan Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. Catatan *) • • • • Bila ada kartu kelahiran. depan KMS demikian pula bila perempuan. perkirakan bulan nasional / masehiBila ibu tidak ingat bulan lahir. 3. nya dan catat. sesuai jawaban ibu. *) Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan dalam KMS-Balita didaftar pertama kali. sebelum anak ditimbang. 8. 5. kemudian perkirakan bulan lahir anak. 7. dalam satuan gram.  Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran Pada halaman muka KMS. dan catat.Pada penimbangan pertama.

Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan. Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMSSetelah anak ditimbang. sesuai bulan bersangkutan.5 kg. maka hanya ada satu titik berat badan dan tidak bisa dibuat garis. Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis  Balita  lainnya   tinggi 49 . maka cantumkan bulan Agustus 2000 di kolom tersebut. Karena baru satu kali ditimbang. kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan. Misalnya: Bulan lahir anak Agustus 2000. pada garis tegak (lihat contoh). dan seterusnya. Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0. Misal: • • • • • • • Anak tidak mau makan Anak sakit panas Anak diare Anak diberi nasi tim Ibu meninggal Ayah di-PHK Anak dikirim ke Puskesmas Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan. Contoh: Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7. Kemudian isi semua kolom bulan September 2000. Oktober 2000. makanan dan keadaan Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan).

1. misalnya dengan menyusui bayi secepat mungkin segera setelah lahir.3. KEBUTUHAN – KEBUTUHAN DASAR SEORANG ANAK UNTUK TUMBUH KEMBANG OPTIMAL 1. lakukan langkah kedelapan. 50  . E2 dan E3. B. maka kolom 0. Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan rasa aman yang diwujudkan dalam kontak fisik dan psikis sedini mungkin. Pada Penimbangan Kedua dan Seterusnya Lakukan langkah keempat Jika bulan lalu anak ditimbang. 2 dan 3 diisi E0. hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus. maka titik berat badan bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya. Ini diwujudkan dengan kontak fisik (kulit/mata) dan psikis sedini mungkin. Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan. Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus). Lakukan langkah kelima Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan. 1. Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif • • Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0.4. akan menjalin rasa aman bagi bayinya.2. lakukan langkah keenam. Berperannya dan kehadiran ibu/penggantinya sedini dan selanggeng mungkin. maka jika anak diberi kapsul vitamin A. karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat. Apabila anak mendapat imunisasi. Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan. Jika jarak antara penimbangan bulan ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan.Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus. E1. lakukan langkah ketujuh. Asih adalah kebutuhan emosi atau kasih sayang. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-).

Kebutuhan ini merupakan cikal bakal proses belajar (pendidikan dan pelatihan) pada anak. pengobatan kalau sakit papan / pemukiman yang layak higiene perorangan dan sanitasi lingkungan sandang kesegaran jasmani (olahraga) dan rekreasi. Tujuannya adalah memberikan “infeksi ringan” yang tidak berbahaya namun cukup untuk menyiapkan respon imun sehingga apabila terjangkit penyakit yang sesungguhnya di kemudian 51 . Kebutuhan ini meliputi kebutuhan anak akan: • • • • • • pangan (gizi) : kebutuhan terpenting perawatan kesehatan dasar. VII. 2. mental. Stimulasi mental (Asah) ini mengembangkan perkembangan mental psikososial: kecerdasan. produktivitas. 3. moral-etika. dsb. sehingga bila kelak ia terpajan pada antigen yang serupa. maupun sosial emosi. kreativitas. Antigen yang diberikan telah dibuat demikian rupa sehingga tidak menimbulkan sakit namun mampu mengaktivasi limfosit menghasilkan antibodi dan sel memori. penimbangan bayi/anak yang teratur. pemberian ASI. Vaksinasi merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan dengan antigen yang berasal dari mikroorganisme patogen. Asah adalah kebutuhan akan stimulasi mental. yang disebut “Sindrom Deprivasi Maternal”. Vaksinasi dimaksudkan sebagai pemberian vaksin (antigen) yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) dari sistem imun di dalam tubuh. IMUNISASI Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara PENGERTIAN IMUNISASI DAN VAKSIN aktif terhadap suatu antigen. tidak terjadi penyakit. kemandirian. Kasih sayang dari orangtua (ayah-ibu) akan menciptakan ikatan yang erat (bonding) dan kepercayaan dasar (basic trust). agama. keterampilan. Asuh adalah kebutuhan fisik biomedis. seperti imunisasi. Stimulasi mental ini sangat penting di usia batita.Kekurangan kasih sayang ibu pada tahun-tahun pertama kehidupan mempunyai dampak negatif pada tumbuh kembang anak baik fisik. kepribadian.

Imunitas aktif dihasilkan oleh sistem imun khusus yang membentuk antibodi dan mengaktifkan limfosit yang mampu menyerang dan menghancurkan organisme spesifik atau toksin. Kekebalan aktif biasanya berlangsung lebih lama daripada kekebalan pasif karena adanya memori imunologik. Kekebalan pasif tidak berlangsung lama karena akan dimetabolisme oleh tubuh. virus atau riketsia). Tubuh manusia mampu membentuk imunitas spesifik yang sangat kuat untuk melawan agen penyerbu yang bersifat mematikan. virus.hari anak tidak menjadi sakit karena tubuh dengan cepat membentuk antibodi dan mematikan antigen/penyakit yang masuk tersebut. sedangkan waktu paruh imunoglobulin lainnya lebih pendek. bukan dibuat oleh individu itu sendiri. 52 . b. Waktu paruh IgG misalnya adalah 28 hari. atau terpajan secara alamiah. Imunitas pasif Imunitas (kekebalan) pasif adalah kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh. komponen kuman (bakteri. dan bahkan jaringan asing yang berasal dari binatang lain. dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok masyarakat (populasi) atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu dari dunia seperti pada imunisasi cacar variola. atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan dan akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. TUJUAN IMUNISASI Tujuan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang. seperti bakteri. Imunitas aktif Imunitas (kekebalan) aktif adalah kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat terpajan pada antigen seperti pada imunisasi. DUA MACAM IMUNITAS PADA MANUSIA a. Misalnya kekebalan pada janin yang diperoleh dari ibu atau kekebalan yang diperoleh setelah diberikan suntikan imunoglobulin. Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman. toksin.

Penyuntikannya secara intradermal lebih mudah dilakukan (tidak terdapat lemak subkutis yang tebal). BCG sebaiknya diberikan pada anak dengan uji Mantoux (tuberkulin) negatif. Mekanisme vaksin BCG masuk ke lapisan chorium kulit sebagai depo. IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN (PPI) 1. seperti selaput otak. Bacille Calmette-Guerin adalah vaksin hidup yang dibuat dari Mycobacterium bovis yang dibiak berulang selama 1-3 tahun. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru. kelenjar superfisial. Efek proteksi timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan. ulkus yang terbentuk tidak mengganggu struktur otot setempat (dibandingkan pemberian di daerah gluteal lateral atau paha anterior. tetapi mengurangi resiko tuberkulosis berat seperti meningitis tuberkulosa dan tuberkulosis milier. murah dan efisien (bisa dikombinasikan dan tanpa banyak pengulangan). Vaksinasi BCG menimbulkan sensitivitas terhadap tuberkulin. nyaman bagi bayi 2. sehingga didapat basil yang tidak virulen. lingkungan dengan Mycobacterium atipik atau faktor pejamu (umur. dan lain-lain). Infeksi Mycobacterium tuberculosis tidak selalu menjadi sakit tuberkulosis aktif. ditemukan oleh Calmette dan Guerin. tulang. lalu berkembang dan masuk ke lapisan yang lebih Memiliki efek samping yang rendah.10 ml untuk anak secara intrakutan di daerah insertio M. Mudah didapat.05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0. Vaksin BCG berisi suspensi M. aman dan 53 . bovis hidup yang sudah dilemahkan.DUA CIRI VAKSIN YANG BAIK 1. Hal ini mungkin dikarenakan faktor vaksin. dan lain-lain. tetapi dapat juga mengenai organ-organ lainnya. Vaksinasi BCG tidak mencegah infeksi tuberkulosis. deltoideus kanan. Vaksin BCG disuntikkan dengan dosis 0. tetapi maih mempunyai imunogenitas. Beberapa minggu (2-12 minggu) setelah infeksi dengan Mycobacterium tuberculosis terjadi respons imunitas seluler yang dapat ditunjukkan dengan uji tuberkulin. Efek proteksi bervariasi antara 0-80%. keadaan gizi. BCG diberikan pada bayi ≤ 2 bulan.

yang timbul 2-6 bulan sesudah imunisasi. b. eritema. pustula. Apabila dosis terlalu tinggi. Ulkus yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam 2-3 bulan dan meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. kelenjar limfe. Vaksin BCG merupakan vaksin hidup. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul fistula. sebaikya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Kelenjar berkonsistensi padat. Pada bayi yang kontak erat dengan penderita TB dengan BTA (+3) sebaiknya diberikan INH profilaksis dulu. kalau kontaknya sudah tenang dapat diberi BCG. dan (3) kasus dewasa dengan BTA (Bakteri Tahan Asam) positif di Indonesia cukup tinggi (2536%) walaupun mereka telah mendapat BCG pada masa kanak-kanak. maka parut yang terjadi tertarik ke dalam (retracted). maka tidak diberikan pada pasien imunokompromais (leukemia. sehingga pada lapisan kulit timbul reaksi indurasi. Pemberian obat anti TB sistemik tidak efektif. Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan. (2) sekitar 70% kasus tuberkulosis berat (meningitis) ternyata mempunyai parut BCG. Vaksin BCG ulangan tidak dianjurkan oleh karena manfaatnya diragukan mengingat (1) efektivitas perlindungan hanya 40%. jadi tidak perlu diobati. maka dapat dibersihkan (drainase) dan diberikan obat anti TB oral. maka ulkus yang timbul lebih besar. Hal ini tergantung pada umur anak. c. demam (-). Reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) a. dosis. tidak nyeri. peredaran darah. Namun apabila penyuntikan terlalu dalam.dalam yaitu ke subkutan. Limfadenitis / reaksi regional pada kelenjar Limfadenitis merupakan respon seluler pertahanan tubuh. Reaksi Lokal Penyuntikan BCG secara intradermal yang benar akan menimbulkan ulkus lokal yang superfisial 3 minggu setelah penyuntikan. Limfadenitis supuratif di aksila atau di leher kadang-kadang dijumpai. dalam pengobatan steroid jangka panjang atau pada infeksi HIV). BCG-itis diseminasi 54 . dan galur (strain) yang dipakai. Limfadenitis akan sembuh sendiri (dalam 1-3 bulan). kapiler.

BCG-itis diseminasi jarang terjadi. kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut tanpa pengobatan khusus. Reaksi uji tuberkulin > 5 mm Sedang menderita infeksi HIV atau dengan resiko tinggi imunokompromais akibat pengobatan kortikosteroid. obat imunosupresif. eritema nodosum. >10 mm : positif Tes Mantoux (-) imunisasi(+) Kontraindikasi HIV. biasanya berhubungan dengan imunodefisiensi berat. . Bila ulkus mengeluarkan cairan orangtua dapat mengkompres dengan cairan antiseptik. Kompikasi ini harus diobati dengan kombinasi obat anti TB. Penanganan reaksi KIPI Orangtua atau pengantar perlu diberitahu bahwa 2-6 minggu setelah imunisasi BCG dapat timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2-4 bulan. lupus vulgaris. • Imunisasi bayi > 2 bulan tes tuberkulin (Mantoux) • Untuk menunjukkan apakah pernah kontak dengan TBC • Menyuntikkan 0. mendapat pengobatan radiasi. iritis. 6-9 mm : meragukan . • < 5 mm : negatif . dan osteomielitis. Vaksinasi Hepatitis B 55 Anak menderita gizi buruk Sedang menderita demam tinggi Menderita infeksi kulit yang luas Pernah sakit tuberkulosis. Misalnya. Reaksi pada yang pernah tertular tuberkulosis: • Koch phenomenon reaksi lokal berjalan cepat (2-3 hari sesudah imunisasi) 46 minggu timbul scar. penyakit keganasan yang mengenai sumsum tulang atau sistem limfe 2.1 ml PPD ( purified protein derived) di daerah flexor lengan bawah secara intra kutan • Pembacaan dilakukan setelah 48 -72 jam penyuntikan • Diukur besarnya diameter indurasi di tempat suntikan.

5 ml) dan vaksin Dosis 1 : <12jam pertama HB tidak Vaksin HB Dosis I : Segera setelah lahir 56 .Bayi baru lahir merupakan upaya yang paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB di Indonesia termasuk daerah endemis sedang-tinggi untuk Hepatitis B. terciprat darah ke mukosa atau ke mata). HBIg hanya diberikan pada kondisi pasca paparan (needle stick injury. Pada dasarnya. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui. Bayi yang terinfeksi lebih besar kemungkinan menjadi kronis daripada anak dan dewasa. sehingga pada anak normal tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. individu yang belum pernah imunisasi hepatitis B atau yang tidak memiliki antibodi anti-HBs. maka masih dapat diberikan HBIg (hepatitis B imunoglobulin) 0. Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90-95%. dan melalui hubungan seksual. hepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. kontak seksual. Semua orang yang HbsAgnya positif potensial infeksius.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Oleh karena itu. Vaksinasi universal bayi baru lahir merupakan upaya paling efektif dalam menurunkan prevalens VHB. kebijakan utama tata laksana VHB adalah memotong jalur transmisi sedini mungkin. Transmisi terjadi melalui kontak perkutaneus atau parenteral.tergantung status HbsAg ibu : HBsAg ibu Positif Negatif diketahui atau Imunisasi Keterangan HBIg (0. Sebaiknya HBIg diberikan bersama vaksin VHB sehingga proteksinya berlangsung lama. Transmisi antar anak sering terjadi di negara endemis Virus Hepatitis B (VHB). potensial terinfeksi VHB. bayi dari ibu VHB. Imunisasi hepatitis B pada bayi baru lahir. Resiko kronisitas dipengaruhi oleh faktor usia saat yang bersangkutan terinfeksi. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif. Imunisasi pasif Hepatitis B immune globulin (HBIg) dalam waktu singkat segera memberikan proteksi meskipun hanya utuk jangka pendek (3-6 bulan). dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan antara umur 3-6 bulan. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi.

Imunisasi pertama diberikan segera setelah lahir. Bila dosis ketiga terlambat. Jadwal dan dosis Imunisasi hepatitis B minimal diberikan sebanyak 3 kali. Jadwal imunisasi yang dianjurkan adalah 0. Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg-B positif : diberikan vaksin hepB-1 dan HBIg 0. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka ditambahkan hepatitis B immunoglobulin (HBIg) 0.deltoideus dengan dosis 0.5 ml secara bersamaan dalam waktu 12 jam setelah lahir. Agar dapat dicapai kadar antibodi protektif secepatnya dianjurkan hepB-3 diberikan lebih awal (umur 3-6 bulan). Vaksin ini diberikan sedini mungkin setelah lahir. Pemberian ketiga seri vaksin dengan dosis yang sesuai rekomendasinya. segera berikan imunisasi kedua.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Interval antara dosis pertama dan dosis kedua minimal 1 bulan. Memperpanjang interval antara dosis kesatu dan kedua tidak akan mempengaruhi imunogenisitas atau titer antibodi sesudah imunisasi selesai (dosis ketiga). beri segera setelah memungkinkan. Semakin panjang jarak antara imunisasi ketiga (4-12 bulan) semakin tinggi titer antibodinya. 1.5 ml.Status HBV ibu semula tidak diketahui tetapi bila dalam 7 hari terbukti ibu HBV. Imunisasi aktif Vaksin VHB yang tersedia adalah vaksin rekombinan berisi HBsAg murni. Bila sesudah dosis pertama imunisasi terputus. sedangkan pada anak besar dan dewasa diberikan di regio deltoid. 57 . sedangkan imunisasi ketiga diberikan dengan jarak terpendek 2 bulan. dan dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3-6 bulan. bayi. dan 6 bulan karena respons antibodinya paling optimal. Pada neonatus dan bayi diberikan di anterolateral paha. anak. Dosis ketiga merupakan penentu respons antibodi karena merupakan dosis booster. dan remaja. Vaksin diberikan secara intramuskular dalam di daerah M. segera beri HBIg Bayi lahir dari ibu dengan status HbsAg yang tidak diketahui : HepB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir. akan menyebabkan terbentuknya respons protektif (anti HBs ≥ 10mIU/ml) pada 90% dewasa.

Oleh karena itu dosis yang direkomendasikan bervariasi tergantung produk dan usia resipien. Uji serologis pasca imunisasi perlu dilakukan pada bayi dan ibu pengidap VHB. 58 . tidak dianjurkan untuk imunisasi booster. Pada bayi prematur. sedangkan interval antara dosis kedua dan ketiga minimal 8 atau 16 minggu sesudah dosis pertama. pemeriksaan anti-HBs pra dan pasca imunisasi tidak dianjurkan. Efektivitas. lama proteksi Efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi VHB adalah 90%-95%. Uji serologis pra imunisasi hanya dilakukan pada anak yang akan memperoleh profilaksis pasca paparan dan individu beresiko tinggi tertular infeksi VHB. Khusus pada imunisasi hepatitis B. Uji serologis pasca imunisasi ini dilakukan 1 bulan sesudah imunisasi ke-3. bila ibu HbsAg (-) imunisasi ditunda sampai bayi berusia 2 bulan atau berat badan sudah mencapai 2000 gram. Memori sistem imun menetap minimal sampai 12 tahun pasca imunisasi sehingga pada anak normal. kadang-kadang dapat menimbulkan demam ringan selama 1-2 hari. Uji serologis Pada bayi dan anak-anak.Setiap vaksin hepatitis B sudah dievaluasi untuk menentukan dosis sesuai umur yang dapat menimbulkan respons antibodi yang optimum. dan pasien immunocompromised. Reaksi KIPI Efek samping yang terjadi umumnya berupa reaksi lokal yang ringan dan bersifat sementara. Catch up immunization Catch up immunization merupakan upaya imunisasi pada anak atau remaja yang belum pernah diimunisasi atau terlambat lebih dari 1 bulan dari jadwal yang seharusnya. individu yang memperoleh profilaksis pasca paparan. Dosis pada bayi dipengaruhi pula oleh status HbsAg ibu. Ulangan imunisasi hepatitis B (hepB-4) dapat dipertimbangkan pada umur 10-12 tahun apabila titer pencegahan belum tercapai pada catch up immunization. imunisasi catch up ini diberikan dengan interval minimal 4 minggu antara dosis pertama dan kedua.

rasa mual. dan nyeri sendi. anafilatik + antipiretik. Vaksin ini merupakan vaksin cair yang diberikan dengan dosis 0. pembengkakan. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. maksimal 6 kali dalam 24 jam. 6.7-25 Lf dalam dosis 59 . Pertusis) Vaksinasi DTP terdiri dari toksoid difteri. Vaksinasi DTP (Difteri. 15-18 bulan dan saat masuk sekolah (5 tahun). Jika demam pakailah pakaian yang tipis. nyeri pada tempat suntikan 1-2 hari → diberikan Bila ada reaksi berlebihan pasca imunisasi: demam > 40°C. 4. Untuk imunisasi rutin pada anak. peradangan dan nekrosis setempat. jika diberikan subkutan menyebabkan iritasi lokal. Vaksin mengandung aluminium fosfat. a. Dosis ke-4 harus diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan setelah dosis ke-3. Bordetella pertusis. Kehamilan dan laktasi bukan kontraindikasi imunisasi VHB.Penanganan reaksi KIPI Setelah imunisasi hepatitis B dapat timbul kemerahan. Reaksi pasca imunisasi dapat berupa: Demam. kejang. Kontraindikasi Sampai saat ini tidak ada kontraindikasi absolut pemberian vaksin VHB. Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah).5 ml secara intramuskular di bagian anterolateral paha. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. Toksoid Difteria Untuk imunisasi primer terhadap difteria digunakan toksoid difteria (alumprecipitated toxoid) yang kemudian digabung dengan toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk DTP. Potensi toksoid difteria dnyatakan dalam jumlah unit flocculate (Lf) dengan kriteria 1 Lf adalah jumlah toksoid sesuai dengan 1 unit anti toksin difteria. Kekuatan toksoid difteria yang terdapat dalam kombinasi vaksin DTP saat ini berkisar 6. Tetanus. syok → imunisasi selanjutnya diganti dengan DT atau DTaP. dan toksoid tetanus. Jika demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. 3. nyeri. dianjurkan pemberian 5 dosis pada usia 2.

Sejak 1962 dimulai usaha untuk membuat vaksin Pertusis dengan menggunakan fraksi sel (α seluler/vaksin DTaP) yang bila dibandingkan dengan whole-cell ternyata memberikan reaksi lokal dan demam yang lebih ringan. Sebaliknya.0. Perhatian khusus (precaution) bila pada pemberian vaksin pertama (sebelum vaksin pertusis berikutnya) dijumpai hiperpireksia. yaitu: o o o Riwayat anafilaksis pada pemberian vaksin sebelumnya.5 ml. Kontraindikasi Ada dua kontraindikasi mutlak terhadap pemberian vaksin pertusis baik whole-cell maupun α seluler. Respons antibodi terhadap imunisasi dasar dengan vaksin pertusis whole-cell tergantung pada kadar antibodi tansplasental yang didapat dari ibu terhadap toksin pertusis. Ensefalopati sesudah pemberian vaksin pertusis sebelumnya. b. anak menangis terus menerus selama 3 jam dan riwayat kejang dalam 3 hari sesudah imunisasi DPT. respons yang diperoleh setelah penyuntikan vaksin α seluler ternyata memberikan hasil yang baik dan tidak dipengaruhi oleh kadar antibodi pravaksinasi. Kombinasi toksoid difteria dan tetanus (DT) yang mengandung 10-12 Lf dapat diberikan pada anak yang memiliki kontraindikasi terhadap pemberian vaksin Pertusis. Vaksin Pertusis α seluler Vaksin pertusis α seluler adalah vaksin pertusis yang berisi komponen spesifik dari Bordetella pertusis yang dipilih sebagai dasar yang berguna 60 . hipotonik-hiporesponsif. Kejadian ikutan pasca imunisasi toksoid difteria secara khusus sulit dibuktikan karena selama ini pemberiannya selalu digabung bersama toksoid tetanus dengan atau tanpa vaksin pertusis. Vaksin Pertusis Vaksin pertusis whole-cell (vaksin DTwP) adalah vaksin yang merupakan suspensi kuman Bordetella pertusis mati.

Pemberian toksoid tetanus bersama DTP diberikan sesuai jadwal imunisasi. dan adanya antigen lain dalam kombinasi vaksin itu. c. Kadar antibodi protektif setelah pemberian DTP 3 kali mencapai 0. pelarut. Vaksin DTwP dan DTaP dapat pula diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. terjadi reaksi lokal kemerahan. Kejadian reaksi KIPI vaksin DTaP baik lokal maupun sistemik lebih rendah daripada DTwP. − − Anak sering gelisah dan menangis terus menerus (inconsolable Kejadian ikutan yang paling serius adalah terjadinya ensefalopati crying) selama beberapa jam pasca suntikan. jika demam pakailah 61 Kira-kira pada separuh penerima DTP. serta terjadi demam .dalam patogenesis pertusis dan perannya dalam memicu antibodi yang berguna untuk pencegahan terhadap pertusis secara klinis. sangat dipengaruhi oleh dosis.01 IU atau lebih. Kejadian ikutan pasca imunisasi terutama reaksi lokal. cara penyuntikan. dan nyeri pada lokasi injeksi.orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau air buah). Sebagaimana pemberian toksoid lainnya. Tidak diperlukan pengulangan dosis bila jadwal pemberian ternyata terlambat sebab sudah terbukti bahwa respons imun yang diperoleh walaupun dengan interval yang panjang adalah sama dengan dengan interval yang pendek. Toksoid Tetanus (TT) Toksoid tetanus yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 IU dalam setiap dosis tunggal dan 60 IU bila bersama dengan toksoid difteria dan vaksin pertusis. Penanganan Reaksi KIPI DPT Bila terjadi reaksi lokal. Reaksi KIPI DPT − ringan. akut atau reaksi anafilaksis dan terbukti disebabkan oleh pemberian vaksin pertusis. pemberian toksoid tetanus memerlukan pemberian berseri untuk menimbulkan dan mempertahankan imunitas. bengkak.

Jenis vaksin virus polio ini dapat bertahan di tinja sampai 6 minggu setelah pemberian OPV. sedangkan OPV berisi virus polio hidup.pakaian yang tipis dan berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan maskimal 6 kali dalam 24 jam. Tiap dosis yang diberikan adalah sebanyak 2 tetes (= 0. Tiap dosis OPV (2 tetes = 0. Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin. dianjurkan diberikan saat bayi meninggalkan rumah sakit/rumah bersalin agar tidak mencemari bayi lain karena virus polio vaksin dapat diekskresi melalui tinja. Penerima vaksin dapat terlindungi setelah dosis tunggal pertama. Vaksin polio inactivated (Inactivated Poliomyelitis Vaccine = IPV) 62 . Vaksin IPV berisi antigen polio (polio-1. Vaksin virus polio oral (Oral Polio Vaccine = OPV) Vaksin virus polio oral berisi virus polio tipe 1.1 ml). 2.1 ml) per oral. sedangkan IPV dalam kemasan 0. yang menghasilkan pertahanan lokal terhadap virus polio liar. Vaksinasi polio ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi polio-3. interval di antaranya tidak kurang dari 4 minggu. Kedua vaksin polio tersebut dapat dipakai secara bergantian. 4. sehingga frekuensi ekspresi virus polio liar dalam masyarakat dapat dikurangi. namun tiga dosis berikutnya akan memberikan imunitas jangka lama terhadap tiga tipe virus polio. 3). Polio-0 diberikan saat bayi lahir. b. dan 3) yang telah mati. a. maupun penderita imunokompromais. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. Vaksinasi Polio Pada saat ini telah beredar di Indonesia vaksin polio inactivated (IPV). selanjutnya saat masuk sekolah (5-6 tahun). Vaksin ini digunakan secara rutin sejak bayi lahir dengan dosis 2 tetes oral. Vaksin IPV dapat diberikan pada anak sehat. Virus vaksin ini kemudian menempatkan diri di usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun dalam epitelium usus. Untuk imunisasi dasar (polio-1. 2. dan 3 adalah jenis Sabin yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan (attenuated). 2.5 ml intramuskular. di samping vaksin virus polio oral (OPV) yang telah kita kenal selama ini.

merupakan jenis Salk. misalnya mereka dengan imunosupresi dai suatu penyakit atau kemoterapi. 3 yang mati. dosis berikutnya harus diberikan pada umur 15-19 tahun atau sebelum meninggalkan sekolah. kemudian diteruskan dengan imunisasi dasar mulai umur 2-3 bulan yang diberikan 3 dosis terpisah berturut-turut dengan interval waktu 6-8 minggu. Dosis Penguat (booster) Dosis penguat OPV harus diberikan sebelum masuk sekolah. maka dosis tersebut perlu diulang.Vaksin polio inactivated berisi virus tipe 1. Satu dosis sebanyak 2 tetes (0. maka IPV dapat digunakan sebagai vaksinasi terhadap poliomielitis. Anak yang telah mendapat imunisasi OPV dapat memberikan ekskresi virus vaksin selama 6 minggu dan akan melakukan infeksi pada kontak yang belum diimunisasi. diharapkan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan setelah mengganti popok bayi. diberikan suntikan IPV sebanyak 3 dosis masing-masing 0. Imunitas mukosal yang ditimbulkan oleh IPV lebih rendah dibandingkan dengan oleh OPV. yaitu bersamaan dengan dosis DPT diberikan sebagai penguat. Pemberian dengan dosis 0. Imunisasi primer bayi dan anak Vaksin polio oral diberikan pada bayi baru lahir sebagai dosis awal.1 ml) diberikan per oral pada umur 2-3 bulan. Sebagai vaksinasi dasar.5 ml secara 63 . yang dapat diberikan bersama-sama waktunya dengan suntikan vaksin DTP dan Hib. Untuk mereka yang kontak dengan bayi yang baru saja diberi OPV. 2. Vaksinasi untuk anak imunokompromais Untuk mereka yang mempunyai kontraindikasi terhadap vaksin hidup. Bila OPV yang diberikan dimuntahkan dalam waktu 10 menit.5 ml dengan suntikan subkutan dalam 3 kali berturut-turut dengan jarak 2 bulan antara masing-masing dosis akan memberikan imunitas jangka panjang (mukosal maupun humoral) terhadap 3 macam tipe virus polio.

Pada pemberian OPV. Penanganan reaksi KIPI Orangtua/pengasuh tidak perlu melakukan tindakan apapun karena sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio. menyebabkan virus polio yang sebelumnya sudah dilemahkan kembali berbentuk yang lebih neurovirulen. virus yang nonvirulen tersebut dapat diekskresi melalui tinja dan mengakibatkan kelumpuhan orang disekitarnya (VDPV). anggota keluarga yang belum pernah divaksinasi atau belum lengkap vaksinasinya dan kontak dengan anak yang mendapat vaksinasi OPV. Reaksi KIPI − − Setelah divaksinasi. dan nyeri otot. 64 . Walaupun demikian. tidak diperlukan vaksinasi penguat (booster). harus ditawarkan vaksinasi dasar OPV pada waktu yang bersamaan dengan anak tersebut. virus asal vaksin ini dapat bereplikasi di dalam usus manusia. namun sebagai konsekuensinya masih ada resiko terjadinya VAPP dan menyebarnya VDPV. dapat dipertimbangkan penggunaan vaksin IPV secara penyuntikan. Kepada orang dewasa yang telah mendapat imunisasi sebelumnya. Di samping itu. − Pada saat ini di Indonesia masih menggunakan OPV yang ternyata mampu mengeliminasi virus polio liar. − − Resiko paling sering pada pemberian dosis pertama. sebagian kecil resipien dapat mengalami Kasus poliomielitis yang berkaitan dengan vaksin telah dilaporkan gejala pusing. yang kemudian menyebabkan kelumpuhan layu akut (VAPP). diare ringan. Dosis penguat harus diberikan dengan jadwal sama dengan pemberian OPV.subkutan dalam atau intramuskular dengan interval 2 bulan. ekskresi melalui tinja biasanya selama 2-3 bulan. terjadi pada resipien (VAPP = vaccine associated polio paralytic) maupun yang kontak dengan virus yang menjadi meurovirulen (VDPV = vaccine derived polio virus). Pada saat replikasi tersebut mungkin terjadi mutasi virus yang dikenal dengan reversion. Untuk mengatasinya.

penyakit Hodgkin) dan yang mekanisme (limfoma. 5. Infeksi HIV Vaksin polio oral dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin inactivated dan virus hidup lainnya. yaitu:  Vaksin yang berasal dari virus campak yang Vaksin yang berasal dari virus campak yang hidup dan dilemahkan (tipe Edmonston B)  dengan garam aluminium) Pada saat ini di negara berkembang angka kejadian campak masih tinggi dan seringkali dijumpai penyulit. o o tifoid. o Keganasan yang berhubungan dengan sistem retikuloendotelial leukemia.Kontraindikasi o ditunda o o umum. Pada anak – anak di negara dimatikan (virus campak yang berada dalam larutan formalin yang dicampur Muntah atau diare berat. maka WHO menganjurkan pemberian imunisasi campak pada bayi berumur 9 bulan. sedangkan untuk negara maju dianjurkan pada anak berumur 12-15 bulan dan kemudian imunisasi kedua (booster) juga dengan MMR dilakukan secara rutin pada umur 4-6 tahun. Vaksinasi Campak Vaksin campak ada 2 jenis. juga yang mendapat pengobatan radiasi imunologisnya terganggu.5°C). vaksinasi harus diberikan oral maupun suntikan. Kesulitan untuk mencapai dan mempertahankan angka cakupan yang tinggi bersama-sama dengan keinginan untuk menunda pemberian imunisasi sampai antibodi maternal hilang merupakan suatu hal yang berat dalam pengendalian penyakit campak. tetapi jangan bersama vaksin oral 65 . tetapi dapat juga diberikan setiap waktu semasa periode anak dengan tenggang waktu paling sedikit 4 minggu dari imunisasi pertama. vaksinasi ditunda Dalam pengobatan kortikosteroid atau imunosupresif yang Penyakit akut atau demam (suhu >38.

5 ml. diperkirakan risiko terjadinya kedua efek samping tersebut 30 hari sesudah imunisasi sebanyak 1 diantara 1 milyar dosis vaksin. − Reaksi KIPI banyak dijumpai terjadi pada imunisasi ulang pada seseorang yang telah memiliki imunitas sebagian akibat imunisasi dengan vaksin campak dari virus yang dimatikan. Dosis dan cara pemberian • Dosis baku minimal untuk pemberian vaksin campak yang dilemahkan adalah 1000 TCID50 atau sebanyak 0. − Reaksi KIPI berat jika ditemukan gangguan fungsi sistem saraf pusat seperti ensefalitis dan ensefalopati pasca imunisasi. Penanganan Reaksi KIPI 66 . Kejadian KIPI imunisasi campak telah menurun dengan digunakannya vaksin campak yang dilemahkan. Hal ini sukar dibedakan dengan akibat imunisasi yang terjadi dengan seseorang jika seseorang telah memperoleh imunisasi pada saat masa inkubasi penyakit alami. Salah satu indikator pengaruh vaksin terhadap proteksi adalah penurunan angka kejadian kasus campak sesudah imunisasi.5ºC yang terjadi pada 515 % kasus. demam mulai dijumpai pada hari ke 5-6 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2 hari. tetapi dapat pula diberikan secara intramuskular.berkembang. timbul pada hari ke 7-10 sesudah imunisasi dan berlangsung selama 2-4 hari. pemberian 20 TCID50 mungkin sudah dapat memberikan hasil yang baik. Reaksi KIPI − Gejala KIPI berupa demam lebih dari 39. − Ruam dapat dijumpai pada 5 % resipien. antibodi maternal akan hilang pada usia 9 bulan dan pada anak-anak di negara maju setelah 15 bulan. Untuk vaksin hidup. • • Pemberian yang dianjurkan secara subkutan.

Vaksinasi MMR (Measles. Tidak ada 67 . Vaksin MMR diberikan pada umur 15-18 bulan dengan dosis satu kali 0. Imunisasi ulangan Imunisasi ulang dianjurkan dalam situasi tertentu. Jika reaksi-reaksi berat dan menetap.5 ml secara subkutan dalam atau intramuskular. SMP. SMA dapat diberikan imunisasi ulang. maksimal 6 kali dalam 24 jam. Vaksin MMR merupakan vaksin kering yang mengandung virus hidup. Kontraindikasi − − − − Demam tinggi Pengobatan imunosupresi Memiliki riwayat alergi Sedang memperoleh pengobatan imunoglobulin atau bahan-bahan yang berasal dari darah. virusnya sudah dimatikan (vaksin inaktif). boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. MMR Ulangan diberikan pada umur 6 tahun. gondongan. Vaksin MMR harus diberikan sekalipun ada riwayat infeksi campak. o o Apabila terdapat kejadian luar biasa peningkatan kasus Setiap orang yang pernah imunisasi vaksin campak yang campak. dan Rubella) Vaksin MMR merupakan vaksin kombinasi untuk mencegah campak. jika demam pakailah pakaian yg tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. maka anak SD. misalnya: o Telah memperoleh imunisasi sebelum umur 1 tahun dan terbukti bahwa potensi vaksin yang digunakan kurang baik (tampak peningkatan insidens kegagalan vaksinasi). dan rubella atau imunisasi campak. IMUNISASI YANG DIANJURKAN (non PPI) 1. gondongan. Mumps. dan rubela.bawalah bayi/anak ke dokter. Imunisasi ini memberikan serokonversi terhadap ketiga virus lebih dari 90% kasus. atau jika orangtua merasa khawatir.Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah).

atau jika orangtua merasa khawatir. dalam waktu 4 minggu. Anak dengan demam akut. sulit bernapas. Vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) 68 . hipotensi dan syok) terhadap gelatin atau neomisin. seperti malaise. boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat. maksimal 6 kali dalam 24 jam. demam. Penanganan Reaksi KIPI Orangtua/pengasuh dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI/air buah). Jika reaksi-reaksi berat dan menetap. bawalah bayi/anak ke dokter. − Meningoensefalitis − Pembengkakan kelenjar parotis − Trombositopenia. Reaksi KIPI − Reaksi sistemik.efek imunisasiyang terjadi pada anak yang sebelumnya telah mendapat efek imunitas terhadap salah satu atau lebih dari ketiga penyakit ini. o Anak dengan alergi berat (pembengkakan pada mulut atau tenggorokan. pemberian MMR harus ditunda sampai Anak yang mendapat vaksin hidup yang lain (termasuk BCG) Vaksin MMR tidak boleh diberikan dalam waktu 3 bulan setelah Defisiensi imun bawaan dan didapat (termasuk infeksi HIV). atau ruam. Kontraindikasi o Anak dengan penyakit keganasan yang tidak diobati atau gangguan imunitas. mereka yang mendapat pengobatan dengan imunosupresif. penyakitnya sembuh. biasanya akan sembuh sendiri. terapi sinar atau mendapat steroid dosis tinggi. pemberian imunoglobulin atau transfusi darah (whole blood). jika demam pakailah pakaian yang tipis dan berikan paresetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan. o o o o 2.

Vaksin awal yang terbuat dari PRP murni ternyata kurang efektif. atau 69 . Reaksi samping vaksin oral lebih rendah daripada vaksin parenteral. Vaksin Hib dapat diberikan secara bersamaan dengan DTwP. diberikan secara intramuskular. Vaksin Hib dibuat dari kapsul tersebut. dan 5) 1 jam sebelum makan dengan minuman yang tidak lebih dari 37oC. Vaksin demam tifoid oral Vaksin ini dibuat dari kuman Salmonella typhi galur nonpatogen yang telah dilemahkan. Vaksin tidak boleh diberikan bersamaan dengan antibiotik. IPV dalam bentuk vaksin kombinasi. 4. Vaksin tifoid oral ini diberikan pada anak umur 6 tahun atau lebih. Tidak seperti vaksin parenteral. sedangkan setelah 1 tahun cukup 1 kali suntikan tanpa memerlukan booster. Vaksin yang beredar di Indonesia adalah vaksin konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP (PRP outer membrane protein complex) dan konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut sebagai PRP-T. Vaksin Hib baik PRP-T ataupun PRP-OMP perlu diulang pada umur 15 bulan. yaitu : a. diberikan 3 dosis dengan interval selang sehari (hari 1.5 ml. Vaksin tidak boleh diberikan sebelum bayi berumur 2 bulan karena bayi tersebut belum dapat membentuk antibodi pada vaksin konjugasi. dosis ketiga (6 bulan) tidak diperlukan. dan imunisasi ulangan dilakukan setiap 3-5 tahun. sulfonamid.Kapsul polyribosyribitol phosphate (PRP) menentukan virulensi dari Hib. Apabila suntikan awal diberikan pada bayi berumur 6 bulan-1 tahun. Vaksin ini dikemas dalam kapsul. Vaksin PRP-OMP diberikan pada umur 2 dan 4 bulan. DTaP. Kapsul harus ditelan utuh dan tidak boleh dibuka karena kuman dapat mati oleh asam lambung.3. Vaksin tifoid oral dikenal dengan nama Ty-21a. dan 6 bulan. Satu dosis vaksin Hib berisi 0. Kedua vaksin tersebut boleh digunakan bergantian atau kombinasi. 2 kali suntikan sudah menghasilkan titer protektif . respons imun pada vaksin ini termasuk sekretorik IgA. Vaksinasi Demam Tifoid Di Indonesia tersedia dua jenis vaksin. Vaksin PRP-T diberikan pada umur 2. Vaksin Hib diberikan sejak umur 2 bulan. Vaksin kombinasi yang beredar berisi vaksin Hib PRP-T. 3. sehingga saat ini digunakan konjugasi PRP dengan protein dari berbagai komponen bakteri lain.

Bentuk ini kurang stabil dibandingkan vaksin virus hidup lain. Imunisasi varisela direkomendasikan pada umur 10-12 tahun yang belum terpajan. dengan dosis 0. 4. dosis tunggal. Vaksin oral pada umumnya diperlukan untuk turis yang akan berkunjung ke daerah endemis tifoid. nyeri sendi. dan ruam papula- vesikel ringan. saat demam.5 ml secara intramuskular atau subkutan pada daerah deltoid atau paha. Reaksi sistemik berupa demam.40% pada pasien leukemia dalam pengobatan rumatan) daripada infeksi local. sehingga harus disimpan pada suhu 2-8oC. Vaksin dapat diberikan bersama dengan vaksin MMR. Kontraindikasi: alergi terhadap bahan-bahan dalam vaksin. Vaksin ini diberikan pada umur lebih dari 2 tahun. Vaksinasi Varisela Vaksin virus hidup varisela-zoster (galur OKA) yang dilemahkan terdapat dalam bentuk bubuk kering (lyophilised). nyeri otot. 70 . b. imunisasi ulangan dilakukan tiap 3 tahun. demam (1%). • Pada individu imunokompromais :  Reaksi sistemik muncul lebih sering (sekitar 12% . nausea. Reaksi samping lokal berupa bengkak. penyakit akut.antimalaria yang aktif terhadap salmonella. Vaksin polisakarida parenteral Vaksin polisakarida diberikan dengan dosis 0. nyeri perut jarang dijumpai. Untuk individu imunokompromais serta remaja (sama atau diatas umur 13 tahun) dan dewasa.5 ml secara subkutan. Untuk anak yang mengalami kontak dengan pasien varisela. kemerahan di tempat suntikan. dan penyakit kronik progresif. Reaksi KIPI • • Reaksi simpang jarang terjadi Reaksi KIPI dapat bersifat lokal (1%). nyeri. nyeri kepala. memerlukan dua dosis dengan selang 1-2 bulan. pencegahan vaksin dapat diberikan dalam waktu 72 jam setelah penularan (dengan persyaratan: kontak dipisah/tidak berhubungan). pusing.

Vaksin hepatitis A terbukti imunogenisitasnya baik. pasien yang mendapat pengobatan dosis tinggi kortikosteroid (2 mg/kgBB per hari atau lebih). Setelah penyuntikan vaksin. kelainan darah seluler seperti selama pengobatan induksi penyakit keganasan atau 3 tahun fase radioterapi. Dosis vaksin 0. Proteksi jangka panjang terjadi akibat antibodi protektif yang menetap atau akibat anamnestic boosting infeksi alamiah. 4% diantaranya dapat terjadi varisela berat yang memerlukan pegobatan asiklovir. pada 1% individu imunokompromais dapat timbul penyulit varisela. Kontraindikasi • • Demam tinggi atau infeksi akut. Kebijakan imunisasi hepatitis A lebih bersifat individual. Vaksinasi Hepatitis A Vaksin dibuat dari virus yang dimatikan (inactivated vaccine). Hitung limfosit kurang dari 1200/μl atau adanya bukti defisiensi imun terapi imunosupresan. Vaksin diberikan pada usia ≥ 2 tahun.5 ml diberikan secara intramuskular di daerah deltoid. yaitu bagi mereka yang mampu. terutama untuk catch-up immunization yaitu mengejar imunisasi pada anak yang belum pernah mendapat imunisasi hepB sebelumnya atau vaksinasi hepB yang tidak lengkap. 71 . perlu dipertimbangkan imunisasi hepatitis A pada anak berusia ≥ 2 tahun. Maka vaksin kombinasi diindikasikan pada anak umur lebih dari 12 bulan. tifoid) tidak mengganggu respons imun masing-masing vaksin dan tidak meningkatkan frekuensi efek samping.  Pasien leukemia yang mendapat vaksinasi varisela dapat muncul ruam pada 40% kasus setelah vaksinasi dosis pertama. Pemberian vaksin VHA (virus hepatitis A) bersamaan dengan vaksin lain (hepatitis B. suntikan kedua atau booster diberikan antara 6 sampai 18 bulan setelah dosis pertama. Dosis 720 U diberikan dua kali. hipersensitivitas terhadap neomisin. Diperkirakan anti-HAV protektif menetap selama ≥ 20 tahun. 5. • Pasien yang alergi pada neomisin. Vaksin kombinasi hepB/hepA tidak diberikan pada bayi kurang dari 12 bulan.

Vaksinasi Influenza Vaksin trivalen influenza (TIV) yang terdiri dari dua virus influenza subtipe A yaitu H3N2 dan H1N1. serta virus influenza tipe B. vaksin influenza lebih efektif untuk mencegah kompikasi saluran nafas bawah atau komplokasi lain. Kontraindikasi Vaksin HVA tidak boleh diberikan kepada individu yang mengalami reaksi berat sesudah penyuntikan dosis pertama. lesu. penyakit jantung. baik anak sehat maupun dengan resiko penyakit kronik seperti asma. mual muntah dan hilang nafsu makan. Untuk menjaga agar daya proteksi berlangsung terus menerus. maka perlu dilakukan vaksinasi secara kontinu menggunakan vaksin yang mengandung galur yang mutakhir. apabila galur tetap sama atau hanya terjadi perubahan kecil pada antigen permukaan. kelemahan sistem imun (imunodefisiensi). lelah. Vaksinasi biasanya diberikan sebelum musim penyakit influenza datang. penyakit ginjal. Vaksin influenza diberikan pada anak usia 6-23 bulan. daya proteksi menurun pada tahun berikutnya. Imunisasi influenza diberikan setiap tahun. Dengan kata lain. Vaksin influenza mengandung virus yang tidak aktif (inactivated influenza virus). Vaksin tahun sebelumnya 72 . Pada saat ini cakupan imunisasi influenza mencapai 70-90% untuk proteksi selama satu tahun. diabetes. Terdapat dua macam vaksin yaitu whole-virus dan split-virus vaccine. mengingat tiap tahun terjadi pergantian jenis galur virus yang beredar di masyarakat. 6. HIV.Efek samping • • • Aman dan jarang menimbulkan efek samping Reaksi lokal ringan paling sering terjadi (21%-54%) Demam (4%). Vaksin influenza diproduksi dua kali setahun berdasarkan perubahan galur virus influenza yang bersirkulasi di masyarakat. Pemberian vaksin merupakan cara untuk pencegahan atau mengurangi infeksi influenza serta mencegah kematian pada saat epidemi. hemoglobinopati.

Kontraindikasi • Individu dengan hipersensitif anafilaksis terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan komponen vaksin seperti telur jangan diberi vaksinasi influenza. 23 serotipe disebut pneumococcus polysaccharide vaccine (PPV23).tidak boleh diberikan untuk tahun sekarang. • Vaksin influenza tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat. like symptoms). lamanya 1 atau 2 hari. lamanya Gejala sistemik tidak spesifik berupa demam. Vaksin pneumokokus generasi 73 . teratur. eritema dan indurasi pada tempat suntikan. o o o Umur 6-35 bulan Umur ≥ 3 tahun Umur ≥ 8 tahun : 0. Vaksinasi Pneumokokus Terdapat 2 jenis vaksin pneumokokus yang beredar di Indonesia. 7.25 ml : 0. Vaksin influenza diberikan secara intramuskular pada paha anterolateral atau deltoid. Termasuk ke dalam kelompok ini seseorang yang setelah makan telur mengalami pembengkakan bibir atau lidah. o Untuk anak usia ≥ 9 tahun cukup satu kali saja. setiap tahun 1 kali. terutama pada anak yang muda. Reaksi KIPI • • Reaksi lokal nyeri. atau mengalami distres nafas akut atau pingsan. Gejala timbul setelah 6-12 jam pasca vaksinasi. yaitu vaksinpneumokokus polisakarida berisi polisakarida murni. o Untuk anak dengan gangguan imun. pada tahun berikutnya hanya diberikan 1 dosis. diberikan 2 dosis dengan jarak interval minimal 4 minggu untuk mendapatkan antibodi yang memuaskan. Dosis tergantung umur anak. lemas dan mialgia (flu1-2 hari.5 ml : untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu.

defisiensi imun kongenital. aslenia kongenital/didapat. bengkak. tidur tidak tenang. nafsu makan Demam ringan sering timbul.kedua berisi vaksin olisakarida konjugasi. dijumpai. secara intramuskular di daerah deltoid atau paha tengah lateral. indurasi. diare. Untuk meningkatkan imunogenisitas pada bayi. maka diberikan jadwal dan dosis sebagai berikut: Umur datang pertama kali 7-11 bulan 12-23 bulan ≥ 24 bulan sampai 5 tahun Dosis vaksin yang diberikan 3 dosis 2 dosis 1 dosis Vaksin diberikan dalam dosis 5 ml. Interval antara 2 dosis 4-8 minggu. dikembangkan vaksin PCV. 7 serotipe disebut pneumococcus conjugate vaccine (PCV7). gelisah. penyakit paru kronik. Vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) 74 . Untuk anak resiko tinggi berumur 24-59 bulan. vaksin PCV7 diberikan bersama vaksin PPV23 karena kelompok ini rentan terhadap semua serotipe pneumokokus. pusing. Vaksin PPV tidak dapat merangsang respon imunologik pada anak usia muda dan bayi. namun demam tinggi di atas 39oC jarang Reaksi KIPI biasanya terjadi setelah dosis kedua. muntah. pengobatan imunosupresif. dan nyeri pada bekas tempat suntikan. 6 bulan dan diulang pada umur 12-15 bulan. disfungsi limpa. infeksi HIV. tetapi tidak lama. menurun. 8. Reaksi KIPI • • • • Efek samping: eritema. Kelompok resiko tinggi ini adalah anak yang menderita penyakit kronik seperti sickle cell. sehingga tidak mampu menghasilkan respon booster. Efek sistemik: demam. urtikaria. Vaksin PCV7 diberikan pada bayi umur 2. Apabila anak datang setelah berumur > 7 bulan. dan diabetes melitus. akan menghilang dalam 3 hari. penyakit jantung bawaan dan gagal jantung. 4.

Vaksin HPV mempunyai afikasi 96%100% untuk mencegah kanker leher rahim yang disebabkan oleh HPV tipe-16/18. Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan sejak umur >10 tahun atau lebih banyak 3 kali. secara intramuskular pada daerah deltoid.5 mL. Dosis yang diberikan sebanyak 0.Vaksin HPV yang telah bersedar di Indonesia dibuat dengan teknologi rekombinan. nyeri kepala dan mual. Penelitian vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen menunjukkan imunogenisitas yang tinggi. Reaksi KIPI • Efek samping local vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah nyeri. Terdapat dua jenis vaksin : HPV yaitu vaksin bivalen (tipe 16 dan 18.2 dan 6 bulan).1 dan 6 bulan) dan Vaksin HPV kuadrivalen (0. Cervarix@) dan vaksin kuadrivalen (tipe 6. 16 dan 18. reaksi kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan. BAGAN IMUNISASI YANG DIBERIKAN PADA BAYI DAN ANAK DI INDONESIA 75 . Gardasil@). 11. Vaskin HPV berpotensi untuk mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV. • Efek samping sistemik vaksin HPV bivalen dan kuadrivalen adalah demam. dengan jadwal agak berbeda untuk vaksin HPV bivalen (0.

demam kuning (yellow fever).MACAM BAHAN VAKSIN a. Vaksin hidup (Live attenuated vaccine) Dibuat dari kuman atau virus penyebab penyakit. polio. rota virus. Kemudian dilanjutkan seriap 3-4 jam sesuai kebutuhan. MACAM . Vaksin mati (Inactivated vaccine) 76 .Hib. MMR. hepatitis B dianjurkan memberikan antipiretik parasetamol15 mg/kgbb kepada bayi/anak untuk mengurangi ketidaknyamanan pasca vaksinasi. rubella. • Berasal dari virus hidup : vaksin campak. gondongan (parotis). yang dilemahkan. b. maksimal 6 kali dalam 24 jam.PEMBERIAN ANTIPIRETIK SEBELUM DAN SESUDAH IMUNISASI Kepada orangtua atau pengantar diberitahukan bahwa 30 menit sebelum imunisasi DPT/DT. • Berasal dari bakteri : vaksin BCG dan demam tifoid oral.

Dibuat dari kuman, virus atau komponennya yang dibuat tidak aktif. • Seluruh sel virus inactivated : influenza, polio (injeksi), rabies, dan hepatits A • Seluruh bakteri inactivated : pertusis, tifoid, kolera, dan lepra • Vaksin fraksional yang masuk sub-unit : hepatitis B, influenza, pertusis α seluler, tifoid Vi, lyme disease. • Toksoid adalah bahan bersifat imunogenik yang dibuat dari toksin kuman. Pemanasan dan penambahan formalin biasanya digunakan dalam proses pembuatannya. Hasil pembuatan bahan toksoid yang jadi disebut sebagai natural fluid plain toxoid, dan merangsang terbentuknya antibodi antitoksin. Imunisasi bakteriil toksoid efektif selama satu tahun. Bahan ajuvan digunakan untuk memperlama rangsangan antigenik dan meningkatkan imunogenesitasnya. Contohnya: difteria, tetanus, botulinum. • Vaksin polisakarida adalah vaksin sub-unit yang inactivated dengan bentuknya yang unik terdiri atas rantai panjang molekul-molekul gula yang membentuk permukaaan kapsul bakteri tertentu. Tersedia untuk 3 macam penyakit yaitu pneumokokus, mengokokus, dan Haemophillus influenzae type B.

c. Vaksin rekombinan Vaksin rekombinan adalah antigen vaksin yang dihasilkan dengan cara teknik rekayasa genetik. Contohnya : vaksin hepatitis B dan vaksin tifoid (Ty21a).. IMMUNOGLOBULIN SPESIFIK (IgS) DAN ANTITOKSIN Immunoglobulin S (IgS, hiperimmune globulins) secara farmakologi maupun karakteristik biologi berbeda dengan immunoglobulin normal. Sediaan ini diambil dari kumpulan darah pasien pada masa penyembuhan dari penyakit tertentu atau setelah pemberian vaksinani tertentu, sehingga darahnya mengandung titer antibodi spesifik yang sangat tinggi pada penyakit tersebut. Untuk itu IgS diindikasikan untuk pencegahan infeksi bakteri spesifik seperti difteri, pertusis, tetanus, dan kuman clostridium lain, infeksi saluran napas, stafilokokus, streptokokus invasif, dan pseudomonas. Pencegahan inveksi virus seperti hepatitis A, B, C; TORCH, HIV, ebola, rabies, dan MMR. 77

IMMUNOGLOBUIN TETANUS (HUMAN TETANUS IMMUNOGLOBULIN) Pemberian Ig tetanus dan antitoksin tetanus diindikasikan untuk pencegahan pada luka dalam yang kotor, yang tidak akan terlindungi hanya dengan pemberian vaksin saja, riwayat imunisasinya tidak jelas/tidak pernah diimunisasi atau imunisasi dasarnya tidak lengkap. Di samping itu juga diindikasikan untuk pengobatan dalam upaya netralisasi toksin yang bekerja sistemik. Dosis pemberian Ig tetanus untuk pencegahan 250 unit, scara IM. Untuk pengobatannya, dosisnya adalah 3000-6000 unit, IM. Pada kasus neonatorum 500 U, IM. ANTI TETANUS SERUM (ATS) Jika TIg tidak tersedia dapat diberikan antitoksin yang berasal dari serum binatang sebanyak 1.500-5.000 IU, pemberian harus didahului tes sensitivitas. Dosis tunggal antitoksin tetanus berkisar antara 50.000-100.000 U. Untuk pengobatan tetanus neonatorum diberikan dengan dosis 40.000 U, dengan cara pemberiannya 20.000 U dari antitoksin dimasukkan ke dalam 200 cc NaCl 0,9%, diberikan secara IV dalam 35-45 menit. Setengah dosis yang tersisa (20.000 U) diberikan secara IM pada paha antero lateral. Jika antitoksin yang berasal dari serum binatang (kuda) yang dipakai, lakukan skin test dahulu untuk mencegah tejadinya shock anafilaksis. Pada saat yang bersamaan siapkan alat suntik dengan adrenalin (1:1000) dilakukan untuk pasien yang pernah mendapatkan suntikan antitoksin dari serum binatang. Sebagai kontrol, di tempat lain disuntikkan garam fisiologis intrakutan. Jika setelah suntikan timbul benjolan di kulit yang dikelilingi warna kemerahan berupa eritema dengan ukuran 3 mm atau lebih dibanding kontrol maka lakukan desentisasi terhadap pasien. Lebih dari 25% penderita mengalami serum sickness setelah pemberian antitoksin kuda. Oleh karena risiko serum sickness dan reaksi-reaksi hipersensitivitas, maka Imun Globulin Tetanus (IGT) manusia cenderung digunakan dibandingkan ATS. Anti serum tidak menetralkan toksin tetanus yang terikat pada susunan saraf pusat dan sedikit memperbaiki gejala-gejala yang telah ada pada saat pemberian. Akan tetapi, rasio kematian pada penyakit yang ringan sampai moderat secara bermakna dikurangi bila antiserum diberikan secara dini.

78

VIII.

TAMAN PENITIPAN ANAK
CARA MEMPERBAIKI GIZI KURANG PADA ANAK DALAM PENITIPAN Anak-anak yang dititipkan di taman penitipan anak akan diatur menunya sesuai dengan kebutuhan gizi dan proporsi tubuhnya. Dalam tempat penitipan anak (day care centre) pada umumnya terdapat ahli gizi yang bertugas menjaga dan menilai kebutuhan gizi anak-anak yang diasuhnya. Bagi anak yang kekurangan gizi, akan diberikan menu yang lebih sesuai dengan kebutuhannnya secara kualitas maupun kuantitas. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ANAK DALAM PENITIPAN Selain ahli gizi, di taman penitipan anak ini juga mempunyai dokter, akan lebih baik lagi bila dokter tersebut adalah dokter anak. Program yang biasa dilakukan di tempat penitipan anak pada saat awal menitipkan antara lain adalah imunisasi untuk mencegah penyakit dan mencegah terjangkitnya penyakit menular diantara anak-anak. Biasanya di setiap day care centre mempunyai program imunisasi awal yang akan dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan.

PERKEMBANGAN PENITIPAN

FISIK

DAN

PSIKOSOSIAL

ANAK

DALAM

Di setiap taman penitipan anak, ditawarkan program-program yang sangat bervariasi, namun pada intinya adalah usaha untuk meningkatkan perkembangan fisik dan psikososial anak. Untuk meningkatkan perkembangan fisik, anak akan diajak dalam permainan yang menggunakan sensorik dan motorik yang melibatkan panca indera. Sedangkan untuk meningkatkan psikososial, anak akan didorong untuk mengenal anak lain, mempunyai teman, berkelompok dan bekerja sama. MEMBERIKAN PENDIDIKAN ORANGTUA DALAM MENGASUH ANAK Salah satu nilai positif yang bisa diambil dari taman penitipan anak adalah faktor pendidikan yang juga diberikan pada orangtua. Pada waktu yang ditentukan, para orangtua khususnya para ibu, akan diberikan penyuluhan bagaimana merawat bayi dan anak, memberi dan menyiapkan makanan untuk anak.

79

2. Handicap : suatu kerugian yang diderita oleh individu akibat impairement dan disability.    − − −  − − − − Malnutrisi Penyakit tidak menular Kelainan bawaan Kelainan fisik bawaan Retardasi mental Kelainan bukan genetik Penyakit menular Poliomielitis Trachoma Lepra Onchocerciasis 80 . yaitu : 1. fisiologis atau fisik baik struktur maupun fungsinya. Impairement : suatu keadaan abnormalitas dari psikis. Disability : suatu hambatan atau gangguan dari kemampuannya untuk melaksanakan aktifitas yang biasanya dapat dikerjakan oleh orang yang normal sebagai akibat dari “impairement”. dapat karena kelainan bawaan atau cacat yang didapat dalam perjalanan hidupnya baik karena penyakit maupun karena kecelakaan. ANAK CACAT (HANDICAPPED CHILDREN) DEFINISI Beberapa istilah yang sering dipakai pada keadaan cacat perlu dijabarkan. Jadi : Impairement → Disability → Handicap Contohnya.IX. seorang anak yang menjadi buta karena kekurangan vitamin A Impairement : kehilangan pengelihatan/buta Disability Handicap : kehilangan kemampuan untuk bisa melihat : kehilangan kemampuan untuk bekerja dengan menggunakan mata dan menikmati aktifitas yang normal ETIOLOGI Penyebab keadaan cacat itu sendiri. 3.

pendidikan yang tepat dapat diarahkan. Pada anak atau balita yang dapat makan sendiri. DAN PENEMPATAN KERJA ANAK CACAT PADA ORANG TUA Tergantung dari jenis kecacatannya. seorang anak memerlukan atau tidak memerlukan sebuah pendidikan khusus. Tujuannya : • • • Orangtua menerima kecacatan anaknya dengan sikap positif Memberi rasa optimis orang tua terhadap anaknya Orangtua dapat memberi dukungan pada proses perkembangan anaknya CARA MEMPERBAIKI GIZI ANAK CACAT Penanganan gizi pada anak cacat lebih kurang sama seperti penanganan pada anak normal lainnya. 81 . Pada anak cacat mental. Dibutuhkan kesabaran dalam merawat anak cacat mental. Dengan pengamatan dan pengarahan yang teliti melalui program rehabalitasi. kesulitan didapatkan ketika mereka menolak untuk menerima makanan yang diberikan pada mereka. misal: bubur. Pendidikan yang khusus terutama diberikan kepada anak dengan cacat mental atau yang cacat indranya.   Kecelakaan/rudapaksa Kelainan psikiatri fungsional Kecanduan alkohol dan obat KESEMPATAN PENDIDIKAN. diberikan makanan yang dapat langsung ditelan. Cacat pada mulut yang terjadi pada bayi dapat ditanggulangi dengan penggunaan dot khusus yang memungkinkan susu langsung mencapai faring. CARA IMUNISASI PADA ANAK CACAT Secara umum pemberian imunisasi pada anak cacat sama dengan anak normal. LATIHAN KERJA. Diharapkan mereka dapat diberikan pengertian dan atau kebiasaan pola dan waktu makan yang benar agar mandiri. penanganan disesuaikan dengan cacatnya. Yang menyebabkan anak cacat butuh perhatian lebih adalah keterbatasan mereka dalam menerima asupan gizi yang diberikan. Bayi atau anak dengan cacat anggota tubuh.

Contoh. keseimbangan posisi. psikologi. Permasalahan mendasar bagi anak-anak luar biasa. 3) Departemen Tenaga Kerja 82 . STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN KESEHATAN ANAK CACAT 1) Departemen Kesehatan Berperan dalam bidang : − Deteksi dini − Memberikan latihan(training) ditingkat masyarakan. dan kadangAnak seringkali mengalami kesulitan untuk mengubah rangsangan kadang muncul sikap egois terhadap lingkungan. Cenderung merasa apatis. malu. kurang cepat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kemampuan dinilai lebih rendah bila dibandingan dengan anak normal di usianya. 3. visual. 5. bunyi. ruang warna. mudah marah. ketika bergaul mereka menghadapi sejumlah kesulitan. biasanya ditunjukkan dengan perilakunya ketika melakukan aktifitas bersama dengan anak-anak normal pada umumnya. Mempunyai kesulitan mendasar dalam hal sosialisasi dan bahkan komunikasi. sensitif. menunjukkan sangat tidak pemaaf dan sensitif terhadap orang lain. baik dalam kegiatan fisik. kesukaran untuk bergaul maupun bermain. dan bila dihubungkan dengan perilakunya. 4. dan peraba. sehingga mereka mengalami kesulitan dalam konsep bentuk. rendah diri. Contoh. − Memberikan pelayanan rehabilitasi medik. Puskesmas. dan pengawas dalam peningkatan usaha-usaha kesejahteraan sosial. − Rujukan berjenjang. maupun sosial. pembina. RS Rujukan dengan pelayanan berbagai bidang spesialistik. anak sering menjadi kaku. perasa. RS Kabupaten. 2. 2) Departemen Sosial Berperan sebagai sumber dana.PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK CACAT 1. kader. pembimbing. Keterbatasan kemampuan untuk belajar dan berlatih.

mampu latih. yaitu: a) b) SLB Bagian A SLB Bagian B Untuk anak dengan kelainan pengelihatan/tuna netra. misalnya akibat polio.Memberikan keterampilan melalui BLK (Balai Latihan Kerja) terhadap mereka yang memiliki kecacatan yang permanen. Berdasarkan kemampuan intelegensi anak maka SLB-C dibedakan atas: − − d) SLB C: retardasi mental dengan I.). e) SLB Bagian E Untuk anak yang tuna laras yaitu untuk anak yang mempunyai kelainan emosi dan sosial. dididik di SLB-D1. Untuk anak dengan kelainan pendengaran dan bicara (Tuna Rungu Wicara). 50-75 yaitu anak SLB-C1: retardasi mental I. mental. dll. Untuk anak dengan kelainan/cacat anggota tubuh (tuna daksa tanpa disertai gangguan lain). 5) PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) 83 . 4) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Berperan dalam hal: − Pendidikan anak-anak cacat/kelainan tumbuh kembang − Pemberian bantuan tenaga pendidik kepada sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB). − Pendidikan luar biasa dapat dilaksanakan melalui sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kecacatan yang diderita. cacat bawaan. Sedangkan untuk anak yang tuna daksa disertai gangguan/cacat lainnya (gangguan bicara.Q. dll.Q. c) SLB Bagian C anak dengan keterbelakangan mental (Retardasi Untuk mental/Tuna Grahita). 25-50 yaitu anak yang SLB Bagian D yang mampu didik. kecelakaan. yang disebut sebagai cacat ganda (double handicap).

kecelakaan. dan terutama kemampuan jasmani. kelainan bawaan.Dalam kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) diharapkan PKK berperan sebagai motor masyarakat. Mengurangi terjadinya kecacatan dengan memberikan latihan-latihan. Biasanya SLB-D juga dibawah asuhan YPAC dan dibawah pengawasan DepDikBud. 6) YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) YPAC berperan dalam hal perencanaan dan pengembangan program RBM. serta pemberian alat-alat seperti penyangga. dan terutama kemampuan mengurus diri sendiri. dll. PENCEGAHAN Sebenarnya 50% dari keadaan cacat tersebut berasal dari sebab-sebab yang dapat dicegah. 3. BKIA MENJELASKAN PHC (PELAYANAN KESEHATAN PRIMER) SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERLUAS CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN PADA IBU DAN ANAK Secara umum pelayanan kesehatan primer diberi batasan sebagai suatu upaya kesehatan universal. yang mencakup seluruh anggota masyarakat atau keluarganya. 2. misalnya : Malnutrisi. protesa. X. 84 . dll Pencegahan tingkat I Impairement Pencegahan tingkat II Disability Pencegahan tingkat III Handicap Tujuan utama dari upaya rehabilitasi medis adalah: 1. rohani. Mencegah terjadinya kecacatan dengan memberikan tindakan rehabilitasi sedini mungkin. Mengembalikan kemampuan bekerja dari penderita cacat dengan mempersiapkan kemampuan jasmani. Secara garis besar dikenal 3 level pencegahan. rohani.

dan campak Pelayanan kesehatan primer tertuang dalam wujud Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang mempunyai tujuan dan sasaran jangka panjang. yaitu setiap persalinan harus ditolong tenaga medis. difteri. yaitu . Pelayanan kesehatan primer yang diberikan adalah : • • • minimal 5 T : 85 Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan laboratorium Pelayanan kesehatan primer itu sendiri mempunyai standart operasional. tetanus. Pencegahan dan pengelolaan penyakit endemik Pengobatan penyakit yang umumnya dijumpai Tersedia obat esensial pengelolaan penyakit polio. dan setiap wanita usia subur harus mempunyai akses pencegahan kehamilan dan penanganan komplikasi keguguran. yaitu : • • • • • • • • Penyuluhan kesehatan. khususnya tentang cara pencegahan dan Gizi Sanitasi dasar dan air bersih KIA dan KB Imunisasi terhadap 6 penyakit utama : BCG. setiap komplikasi persalinan harus ditangani tenaga adekuat.dilaksanakan dengan partisipasi dan pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat sendiri. Dalam wadah kesehatan primer ini tercakup 8 unsur pokok bidang kesehatan. pertusis. antara lain : • • • • Peningkatan mutu lingkungan hidup Peningkatan status gizi masyarakat Pengurangan morbiditas dan mortilitas penyakit Pengembangan keluarga sejahtera MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER IBU HAMIL Strategi Menuju Persalinan Sehat meliputi 3 pesan kunci.

•  Petunjuk mengenai psikologi umum Membiasakan diri pada waktu-waktu tertentu dan teratur. makanan. A. 86 .• • • • • Timbang BB dan TB Tekanan darah Tetanus toxoid lengkap Tinggi fundus uteri Tablet zat besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan Jika pelayanan kesehatan tersebut belum mencapai 5 T maka belum dapat disebut Pelayanan Kesehatan Primer (PHC). Hal ini dimulai dengan memberikan makanan atau minuman pada waktu tertentu secara teratur  Istirahat dan kasih sayang. termasuk makanan bayi Kebersihan adalah dasar daripada kesehatan yang meliputi kebersihan diri. Petunjuk yang diberikan di BKIA untuk bayi dapat dibagi menjadi : • Petunjuk mengenai kesehatan umum. pakaian. • Imunisasi terhadap beberapa penyakit infeksi Untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi. Untuk menurunkan angka kematian atau penyakit bayi yang disebabkan oleh penyakit alat pencernaan. DPT. serta mengusahakan kesehatan kesejahteraan seoptimal mungkin. Kasih sayang yang cukup akan membuat bayi merasa aman. DT. polio. MENJELASKAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER BAYI DAN ANAK PRA-SEKOLAH BKIA sebagai salah satu bagian dari pediatri sosial bersifat pendidikan dan pencegahan. dan campak. serta mengusahakan kesehatan atau kesejahteraan bayi dan anak seoptimum mungkin. Tugasnya ialah ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit bayi dan anak. rumah. atau lingkungan. Pelayanan kesehatan primer untuk bayi BKIA ini bertugas ikut serta menurunkan angka kematian atau penyakit. antara lain BCG. maka diberikan nasehat mengenai minuman dan makanan bayi.

makanan anak. Dewan penasehat kesehatan nasional dipilih oleh presiden dengan ahli-ahli dari berbagai bidang untuk menasehati DEPKES dalam kebijakan kesehatan nasional. • Alat permainan. retardasi mental. Di tahun 1994. pelayanan diberikan oleh pusat kesehatan dan RS. pemerintah setempat diberikan kekuasaan dan tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang utama dan pelayanan referral. sedangkan pengawasan kebijakan dan panduan teknis tetap dipegang oleh DEPKES yang memiliki perwakilan atau kantor di tingkat daerah dan propinsi. MENGIDENTIFIKASI IBU DAN ANAK DENGAN RESIKO TINGGI Kehamilan yang memungkinkan terjadinya keguguran. diberikan pula nasehat mengenai kebersihan rumah dan lingkungan. A. dan memeriksa Hb anak. cacat bawaan. Kantor kesehatan propinsi memiliki tanggung jawab operasional. B. Pelayanan kesehatan primer untuk anak pra-sekolah Di samping menimbang berat badan. kelahiran prematur. merangsang khayalan. dan imunisasi. kematian janin. penyakit janin dan neonatus. Sebagai hasil dari desentralisasi ini. mengukur tinggi badan. dan pada tingkat tersier ada RS yang lebih besar dan lembaga kesehatan lainnya yang lebih khusus. dan keadaan lain yang merugikan disebut kehamilan dengan resiko tinggi. Ibu Hamil 87 . Alat ini digunakan untuk melatih jiwa Pemeriksaan darah sederhana dan panca indra. MENJELASKAN STRUKTUR ORGANISASI BKIA Di tahun 1987. berat lahir rendah. tanggung jawab kesehatan masyarakat diarahkan pada PEMDA. Ditingkat berikutnya. Di tahun 1996 dilaksanakan pengaturan kembali di kantor-kantor kesehatan di propinsi dan daerah untuk meningkatkan proses desentralisasi dan untuk meningkatkan kualitas dari panduan teknis dan operasional untuk pelayan kesehatan setempat dan kesehatan di sektor swasta.

kurang dari 38 kg 2. Fetal distress Bayi Tinggi badan kurang dari 145 cm dan berat badan Kurang darah : kurang atau sama dengan 10 mg/dl Kehamilan lebih dari 3 anak dengan jarak kurang Usia wanita hamil kurang dari 20 tahun atau lebih Kehamilan ganda atau lebih Toksemia gravidarum Rhesus iso imunisasi Infeksi pada ibu hamil Pertumbuhan janin yang lambat Antepartum Hemorhagi : perdarahan sebelum Letak bayi dalam kandungan yang tidak normal Disporposi cefalo-pelvic : ukuran kepala dan rongga panggul tidak Bayi yang lahir sebelum masa gestasi 3-7 minggu atau sesudah 42 Bayi dengan berat < 2500 gram atau >4000 gram Bayi yang menunjukkan penyimpangan dari besar atau perkembangannya Bayi dengan riwayat penyakit neonatus yang berat atau dengan Bayi dengan keadaan lahir yang buruk atau yang memerlukan Bayi lahir dari ibu dengan infeksi dan adanya riwayat penyakit selama kematian saudaranya atau kematian 2 janin dan saudaranya resusitasi di kamar bersalin dan kemudian di tempat bayi dirawat kehamilan.1. 3. dari 2 tahun 4. B. 10. sesuai 13. 9. melahirkan 11. ketuban pacah dini. 7. 12. riwayat masalah sosial yang berat. lama tidak mempunyai bayi. tidak adanya perwatan pre natal. minggu 2. 1. hampir tidak ada kenaikan berat badan selama hamil. 5. 8. 4. 6. 6. 3. mempunyai 4 atau lebih anak 88 . dari 35 tahun 5.

• PUTARAN PEMECAHAN MASALAH Laporan bulanan / mingguan balai pengobatan PENGUMPULAN DATA PELAYANAN KESEHATAN ANAK Misalnya : Puskesmas.dll. Anak Balita Anak balita dengan resiko tinggi harus lebih sering diawasi dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium serta penimbangan BB dan TB. Balita dengan resiko tinggi bila : 1. seperti bulan kehamilan kehamilan pada setiap kecurigaan akan cacat bawaan masalah emosi yang berat. pecandu obat. BB ± dari 350 gram/bulan Umur lebih dari 1 tahun BB ± dari 150 gram/bulan Jumlah anak lebih dari 3 orang dengan jarak kelahiran kurang dari 2 XI. 4. ibu yang mempunyai anak pertama pada umur > 35 tahun. 7.sebelumunya. tahun 5. kecelakaan yang membahayakan. 10. BB ± dari 750 gram/bulan Umur 4-7 bulan. hiperemis gravidarum. 8. tali pusat. 3. 6. meminum salah satu obat selama kehamilan. Bayi yang lahir dari kehamilan ganda atau ibu hamil lagi sesudah 3 Bayi yang lahir dengan bedah Caesar atau adanya komplikasi Bayi yang mempunyai satu pembuluh darah arteri. 10. atau Bayi dikenal menderita anemia atau inkompatibilitas golongan darah Bayi lahir dari ibu yang sangat menderita selama hamil. 9. 9. anestesia umum C. 7. 89 . 8. Posyandu. atau tidak kawin. Dalam keluarga ada anak yang meninggal lebih dari 3 orang Sejarah partus terdapat asfiksia atau dengan partus patologik Pernah menderita batuk rejan Pernah menderita campak Umur di bawah 2 tahun pernah malnutrisi tingkat II dan III Belum pernah mendapatkan imunisasi Umur 0-3 bulan. 11. 2.

berlainan c. Posyandu.Ada “bias” karena : a. Tidak semua yang sakit berobat Yang berobat golongan sosial ekonomi tertentu (rendah) Diagnosa sering sukar ditentukan Laporan rumah sakit Tidak semua yang sakit dirawat Beda sosial ekonomi dari pasien pada RS yang berlainan Asuransi kesehatan Tidak semua penyakit diasuransikan Tiap perusahaan asuransi menentukan jenis-jenis penyakit yang Ada “bias” karena : Ada “bias” karena : IDENTIFIKASI MASALAH PELAYANAN KESEHATAN ANAK Beberapa hambatan ditemukan dalam sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia. 4. Sarana dan prasarana kesehatan yang tersedia ( Puskesmas. Jumlah penduduk yang terlalu banyak. Kuantitas sistem pelayanan kesehatan anak di Indonesia Jarak ke tempat pelayanan kesehatan Masalah demografi Kualitas sistem pelayanan kesehatan a. yang terdiri dari ribuan pulau merupakan hambatan untuk sarana komunikasi yang . 6. b. c. tetapi mutu pendidikan kurang b. Penyebaran penduduk 60% terpusat di pulau Jawa c. anak di Indonesia a. klinik ) 2. Adanya arus urbanisasi 5. murah dan cepat. Tidak semua orang ikut asuransi. antara lain : 1. • a. tempat praktek dokter. Keadaan sosial-ekonomi dan budaya 90 Keadaan geografi Indonesia. • a. perawat. b. Tenaga medis dan paramedis yang tersedia ( dokter. bidan) b. b. 3.

Pencegahan spesifik (spesific protection)  meliputi tindakan pencegahan secara lebih spesifik terhadap penyakit yang mungkin akan diderita anak. Pencegahan primer (primary prevention) a. Pencegahan primer (primary prevention) a. peningkatan pengetahuan akan kebersihan badan.a. pakaian. b.Promosi (health promotion)  meliputi tindakan . c. biologi. rumah. Kebiasaan atau perilaku masyarakat tradisional Daya beli masyarakat yang kurang Tingkat pendidikan yang rendah Tingkat pengangguran yang tinggi. 2. mental dan sosial anak agar dapat sembuh sempurna. PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK 1. 3. d. Deteksi dini (early diagnosis and prompt treatment)  meliputi tindakan-tindakan dalam mendiagnosis penyakit pada anak untuk dilakukan pengobatan dengan segera.tindakan promotif untuk meningkatkan kesehatan fisik. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. Pencegahan tersier (tertiary prevention)  meliputi tindakan-tindakan dalam memperbaiki fungsi fisik. Pengobatan (disability limitation)  meliputi tindakan-tindakan dalam mengobati penyakit anak dalam rangka mencegah terjadinya kecacatan. MERENCANAKAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Merencanakan pemecahan masalah kesehatan anak meliputi tindakan-tindakan berikut ini: 1. sosial anak. dan 91 . Promosi (health promotion) Peningkatan pengadaan penyuluhan-penyuluhan kesehatan. b. b.

Pencegahan spesifik (spesific protection) Pemberian imunisasi. membawa anak segera ke RS.lingkungan. Hal ini membuktikan bahwa pelaksanaan pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia yang meliputi pencegahan primer (primary prevention). pemeriksaan gigi berkala setiap 6 bulan. pemberian oralit pada diare. pencegahan sekunder (secondary prevention) dan pencegahan tersier (tertiary prevention) sudah dapat berjalan dengan baik. Pencegahan sekunder (secondary prevention) a. b. b. Pencegahan tersier (tertiary prevention) Pembatasan kecacatan (disability limitation) Pemakaian penglihatan. pamflet-pamflet dan brosur-brosur tentang ASI eksklusif dan pentingnya imunisasi. EVALUASI PELAKSANAAN PEMECAHAN MASALAH KESEHATAN ANAK Angka kematian ibu Per 100. 2. demikian pula dengan angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup. walaupun target angka kematian ibu 92 . penyemprotan nyamuk (fogging).000 kehamilan semakin menurun. 3.000 425 307 150 Angka kematian bayi Per 1000 58 35 15 kacamata pada anak dengan gangguan ketajaman Tahun 1993 1996 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa angka kematian ibu per 100. Deteksi dini (early diagnosis) Pemeriksaan laboratorium dan pengobatan sampai anak sembuh dari penyakit. Pengobatan (prompt treatment)) Resusitasi cairan pada pasien DHF. pemeberian antipiretik pada anak yang demam.

Standardisasi dan pelaksanaan imunisasi polio secara gratis. XII. dan penyakit lain yang sudah ada imunisasi. pengamatan dan penanggulangan kejadian ikutan pasca imunisasi.yang hendak dicapai pada tahun 2020 masih terdapat 150 per 100. campak. melakukan aksi pemeriksaan dan pengobatan cumacuma. difteri. wanita usia subur (termasuk ibu hamil). MENYUSUN KEMBALI PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH Sasaran yang hendak dicapai melalui program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakitpenyakit di atas di masyarakat dengan prioritas pada bayi. hepatitis B. pengembangan imunisasi secara operasional dan pengembangan imunisasi dengan vaksin baru. tetanus. CORAK DAN SEBAB-SEBAB MORBIDITAS DAN MORTALITAS ANAK Sebab-sebab utama       Sebab-sebab lainnya  Kasih sayang/asuhan yang kurang dari ibu  Pendidikan ibu yang rendah 93 Kurang gizi (Kurang Energi Protein) Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) Diare Berat Badan Lahir Rendah Pelayanan kesehatan yang kurang memadai Sanitasi lingkungan yang tidak baik .000 kehamilan dan angaka kematian bayi 15 per 100 kelahiran hidup. anak usia sekolah. Kegiatan terdiri dari menerapkan pengetahuan ke berbagai bidan dan ibu-ibu yang hamil. memberikan penyuluhan dan mendidik masyarakat agar bisa menjaga kesehatannya. program SIAGA. yang diselenggarakan di lingkungan kumuh. serta kelompok resiko tinggi lainnya. Untuk dapat mengatasi berbagai hambatan dalam program pemecahan masalah kesehatan anak di Indonesia. BCG. pertusis. maka kita wajib menyusun kembali perencanaan masalah tersebut. serta pemantauan dan evaluasi program termasuk hasil-hasilnya.

budaya dan ekonomi masyarakat yang rendah Sebab-sebab yang jarang (tracer causes)  Malformasi kongenital dan trauma kelahiran 94 . Kesadaran akan pentingnya imunisasi masih rendah  Keadaan sosial.

95 .

96 .

97 .

98 .

99 .

100 .

101 .

dkkbpp. 10. [terhubung berkala]. Keluarga Berancana dan Kontrasepsi. Diagnosis Fisis pada Anak. 1991. 2008. Fordearest.wetpaint. [terhubung berkala]. ed. Media 8. Aqilaputri. Jilid1. Jakarta: Aesculapius. 2000.rachdian. http://www. 2008. 2007. Hassan Rusepno. 2003. [6 Sept 2008]. A. [terhubung berkala]. 2002. http://www. 102 . [6 Sept 2008].wetpaint. 7.net/pedomangizi/download/KMSbaganrev. Prawirohardjo.com/content/view/23/29/1/1/ [6 Sept 2008]. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. 2. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Arif.aqilaputri.H. 5. [terhubung berkala]. Buku Kuliah I Ilmu Kesehatan Anak: staf pengajar ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Matondang Corry S.com/index2.DAFTAR PUSTAKA 1. ed. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2004. 3. Alatas Husein. Ed 2. Wahidiyat Iskandar.3. Sastroasmoro Sudigdo. Jakarta. Manjoer. Markum. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. 1991. Sarwono. 2007. 6. Hal 177-82.php?option=com-content&do_pdf=1&id=13/ [6 Sept 2008]. Yakarta: CV Sagung Seto. KMS. Jakarta. http://fordearest. Ilmu Kebidanan.doc. Dkk-bpp.com/page/pertumbuhan+dan+perkembangan+anak? t=anon. FK UI.gizi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.rachdian. http://www. 9. Gizi. Hartanto Hanafi. 4.3. Dasar Teori Anak Sehat. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak.

http://www. Perkembangan Anak.11. http://www.esmaschool. Jakarta.asp 22. 1985.com/cetak/0704/12/0410. http://id.ugm. 2004.wikipedia. 14. Jakarta. 2004. 15.ac.htm 18.org/wiki/Demografi_Indonesia 16.php 103 .wikipedia. 187-89. Achmad.org/wiki/Penduduk#Piramida penduduk 19. [terhubung berkala]. 2007.edukasi. 12.wordpress. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.com/pnu/003/PNU0030012.wordpress. http://piogama. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak.id/buletin/2006/12/infoutama. Diktat Bahan Kuliah Pengantar Statistik Kesehatan FK UKI. Sediaoetama. http://www. http://qodrat. http://www.com/kompas-cetak/0308/09/ekonomi/482940.htm 20. Qodrat. http://organisasi. Rosani. Adolfina.kompas. Hal 145-46. http://id.com/2007/01/07/perkembangan-anak/ [6 Sept 2008].htm 21. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI.net/modul_online/MO_140/geo111_05. Dian Rakyat. 13.org/pertumbuhan_penduduk_dan_dinamika_kependudukan 17.pikiranrakyat. Ilmu Gizi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful