ANALISIS KINERJA MANAJEMEN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI DAN SWASTA SE-KABUPATEN KENDAL

SKRIPSI
Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Agus Nur Ikhsan Kurniawan 3301404526

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009
i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan kesidang panitia ujian pada: Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Sukardi Ikhsan,M.Si NIP 130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si NIP 132205936

Mengetahui, Ketua Jurusan Akuntansi

Drs. Sukirman. M.Si NIP 131967646

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada: Hari :

Tanggal :

Penguji Skripsi,

Rediana Setyani, S.Pd., M.Si. NIP. 132320173

Anggota I

Anggota II

Drs. Sukardi Ikhsan, M.Si. NIP.130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si. NIP.132205936

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si. NIP. 131658236

iii

bukan karena jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang.3301404526 iv . Januari 2009 Agus Nur Ikhsan Kurniawan NIM. baik sebagian atau seluruhnya.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri.

Sukses itu dapat terjadi karena persiapan. dan begitu juga sebaliknya”. • Teman-teman pendidikan akuntansi 2004 v . terima kasih atas cinta. kupersembahkan karyaku ini dengan penuh cinta dan ketulusan untuk : • Ibu bapakku tercinta. akan tetapi sebenarnya Tuhan telah memberikan sesuatu kepadamu. bantuan. (Ibnu Atha’illah dalam Gubuk Maya Gus Mus) “Tak ada rahasia untuk mencapai sukses. • Adikku Dwi Maghfiroh makasih atas do’a dan semangatnya. kerja keras dan mau belajar dari kegagalan”. (Imam ibnu Atha’illah As Sakandary dalam kitab Al Hikam) “Menunda amal perbuatan yang baik karena menanti-nanti kesempatan yang lebih baik merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa”. (General Colin Power) Persembahan . Dengan tanpa mengurangi rasa syukurku pada Allah SWT.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto . • Dek Barid YNs terima kasih atas do’a. do’a dan dukungannya. dukungan dan semangatnya. kasih sayang. “Didalam kehidupan terkadang Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan.

Rektor Universitas Negeri Semarang. 6. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta Se-Kabupaten Kendal” Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik dan selesai tepat waktu tanpa adanya dukungan dan batuan dari berbagai pihak. Drs. M.Pd.• Teman-teman kost Zona Ngapak • Almamaterku KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat. Agus Wahyudin. berkah dan hidayah-Nya. Sudijono Sastroatmodjo. Dekan Fakultas Ekonomi 3. Prof. 4. H. Drs. Sukardi Ikhsan.Si Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi.Si..Si. rasa terima kasih yang tulus penulis ucapkan kepada: 1. Ketua Jurusan Akuntansi yang telah memberikan surat ijin penelitian. Amir Mahmud.Si. Sukirman. 2. S. Drs. M. Drs. 5. M. M. Kepala BAPPEDA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.Si Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. M. vi . Oleh karena itu.

Teman-temanku dikost Zona Ngapak beserta alumninya atas bantuan dan motivasinya. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. 10. Kepala DIKPORA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. Guru-guru di SMK se-Kabupaten Kendal yang telah bersedia membantu penulis dalam mengisi angket penelitian. Pada akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat. 9. adikku beserta keluarga besarku atas do’a dan dukungannya.7. serta mendapat pahala yang setimpal dari Allah yang Maha Pemurah. bapak. 12. Januari 2009 Penulis vii . Semarang. Kepala SMK se-Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. Ibu. 13. 8. Semoga bantuan yang telah diberikan kepada penulis menjadi catatan amal baik. 11. Dek Barid YNs atas do’a dan semangatnya.

Sukardi Ikhsan. Formula agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. manajemen kurikulum sangat optimal. Kata Kunci : Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah. manajemen kesiswaan sangat tinggi. manajemen tenaga kependidikan. Sampel penelitian berjumlah 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta dengan teknik populasi sampling.Si. S. manajemen kesiswaan. manajemen kurikulum. dan manajemen sarana prasarana optimal serta output berkriteria tinggi. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment. manajemen tenaga kependidikan sangat ideal. Agus Nur Ikhsan. manajemen tenaga kependidikan ideal. dengan metode angket. manajemen kesiswaan sangat tinggi. hendaknya sekolah merencanakan dampak yang akan dialami oleh lulusannya.Si. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berkriteria sangat ideal.. Pada aspek sarana prasarana. SMK viii . M. sedang uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Pembimbing I: Drs.Pd. manajemen kurikulum. manajemen tenaga kependidikan. dan manajemen sarana prasarana di SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal. manajemen kurikulum sangat optimal. dan manajemen sarana prasarana. Khusus pada SMK swasta ditambah lagi untuk dapat mengoptimalkan program supervisi.. manajemen sarana prasarana optimal. M. Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berkriteria sangat ideal. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Variabel dalam penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah. Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta Se-Kabupaten Kendal. manajemen kesiswaan. Metode pengumpulan data. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengelola sekolah secara mandiri. Pada aspek kurikulum hendaknya SMK swasta membuat kalender pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. serta output berkriteria tinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK negeri dan swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17.SARI PENELITIAN Kurniawan. Pada perekrutan tenaga laborat dan pustakawan sebaiknya di cari orang yang memiliki keahlian dibidangnya.. Metode analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif dengan kategorisasi skor tiap variabel. Saran dalam penelitian ini masing-masing kepala sekolah baik SMK negeri maupun swasta hendaknya dapat mengoptimalkan kompetensi manajerialnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pemerintah merasa perlu untuk menerapkan manajemen berbasis sekolah. Pembimbing II: Amir Mahmud. Pada aspek out put. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa kinerja manajemen sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Kendal sudah optimal. 2009.

................. DAFTAR LAMPIRAN ...........3 Tujuan Penelitian ..................................................................................................................................................................................................................................... DAFTAR ISI .............negeri hendaknya meningkatkan usahanya dalam pengadaaan dan inventarisasi secara lengkap..............................................2 Rumusan Permasalahan .............................. BAB I PENDAHULUAN ........... KATA PENGANTAR .............................................................. HALAMAN PENGESAHAN ................................................................. SARI PENELITIAN ..................1 Latar Belakang Masalah ............ DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................................................ i ii iii iv v vi viii ix xii xiii xvi 1 1 10 11 11 13 ix ............................................................................................................................................................... 1................................... 1..... 1.............. MOTTO DAN PERSEMBAHAN . 1................... DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. DAFTAR TABEL .......... Sedangkan untuk SMK swasta disarankan dalam pengadaan dan pemeliharaaan agar ditingkatkan...........................................................................................................................................4 Manfaat Penelitian ................................................................... BAB II LANDASAN TEORI ............................................................. PERSETUJUAN PEMBIMBING ............... PERNYATAAN ..............................................

................Fungsi -fungsi Manajemen Sekolah .........................................................Kinerj a ..2 ..........................Penger tian Manajemen Sekolah ..............................................3 .................. 16 2............................................................................................2....5 ....................................... 14 2.......................................................................1...................1................................................................................ 16 2............2..........2...3.........................1 ...............Penger tian Kinerja .........Fungsi -fungsi Manajemen .......3............................2.............1 ........................................................................... 13 2.....................................................................Prinsip -prinsip Manajemen Sekolah ..................................3........................Kepem impinan Kepala Sekolah ....................Manaj emen Sekolah ...........................................................................................................................Penger tian Manajemen ..............Penger tian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen ......... 21 2............................................................................................................................................................1 ...............................................4 ..... 13 2.....................................3...................................3..... 13 2........................................2 . 18 2................... 13 2............................................................................Tujuan Manajemen Sekolah ........................................................................3.......... 22 x .................. 17 2...........................................................................................................................................

......................................Kerang ka Berfikir ...............................................................................................................................3.......................................................................... 53 3.......................6 ..................4...1 Metode Angket ........ 42 2.....................1 Validitas ...........................................................................................................................................................................................Manaj emen Komponen-komponen Sekolah ................................................................ 26 2...........4...............................................................................................Validit as dan Realibilitas ............................ BAB III METODE PENELITIAN ..........................................................................5...Variab el Penelitian ..... 60 60 xi ......................................................................................................................Kajian Penelitian yang telah dilakukan ...........................................................................4..... 53 3........................................................................................................................................................5................................4......1 ......5.............................. 42 2...... 46 53 3......Jenis Penelitian ......................... 44 2......................................2 .................................3........................2.....................................................1.............................4.........................................Metod e Pengumpulan Data ........Hasil Penelitian Terdahulu ............................................................................ 3............ 54 3........................................................................................Popula si Penelitian ...................Hasilhasil yang sudah diteliti ................ 3.........2................................................... 58 58 3.......................................................

.1......2 Realibilitas ..................................6.........................................................................1............................ BAB V SIMPULAN DAN SARAN ........6............................2...........5......................1.2 Pembahasan .............................................. 5........... 4...........................................................2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian .......Metod e Analisis Data ............................... 4.................................................................2 Penyusunan Tabel Kritria Manajemen Sekolah ...............1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian ...............................1 Kinerja Manajemen SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal .....................1 Pengkategorian Skor .........................................6.............................................. LAMPIRAN . 112 122 122 124 126 128 64 64 64 67 84 84 84 85 112 xii ...................................... 4.........3................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..............6................1 Hasil Penelitian .............. 3..........1......................................................................... DAFTAR PUSTAKA ..... 4...........................................................1 Analisis Deskriptif Kualitatif ....... 63 3..............................1 Simpulan .... 3................ 5..... 4......... 3..............................................................................2 Saran ..........

........................................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1... 52 xiii ......... Kerangka Berfikir .....

..................................................................................................................................................................................................................................... 66 Kategori skor kurikulum ........ 67 Kepemimpinan kepala sekolah ................................................................................................................................................... 67 Kategori skor output .............................. 55 Jumlah angket yang disebar disekolah ....................................................................... 54 Variabel-variabel penelitian .... 66 Kategori skor tenaga kependidikan ...................................................................... 67 Kategori skor sarana prasarana .................................................. 66 Kategori skor kepemimpinan kepala sekolah ................DAFTAR TABEL Tabel Halaman Kompetensi-kompetensi kepala sekolah .............................. 69 Kategori skor kompetensi manajerial kepala sekolah ............................................................................................................. 62 Distribusi skor manajemen sekolah ................. 69 xiv .......................................................... 59 Hasil uji coba validitas angket .................................................................. 66 Kategori skor manajemen kesiswaan . 24 Kajian penelitian yang telah dilakukan ...................................................................................... 44 Populasi dan Sampel ....... 68 Kategori skor kompetensi kepribadian kepala sekolah .........................

........................................................................................................................Kategori skor kompetensi kewirausahaan kepala sekolah .. 82 xv ............................................................................................................ 78 Kategori skor tenaga administrasi ................................. 81 Kategori skor pengadaan sarana prasarana sekolah ....................................................................................................................................................................................................... 79 Kategori skor input siswa ........................................................................................... 71 Kategori skor KTSP ................... 70 Kategori skor kompetensi supervisi kepala sekolah ....................... 75 Kategori skor wakil kepala sekolah .... 82 Kategori skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah ....................................................................... 79 Manajemen kesiswaan .................................... 70 Kategori skor kompetensi sosial kepala sekolah ........ 74 Kategori skor peraturan akademik ........................................................................................................ 71 Manajemen Kurikulum ............................................ 81 Manajemen sarana prasarana ......... 74 Manajemen tenaga kependidikan....................................................................................................... 77 Kategori skor pustakawan .......... 80 Kategori skor out put (kelulusan) ......................................................................................................................................................................................... 77 Kategori skor laborat .................. 73 Kategori skor program pembelajaran ...................................................................................... 76 Kategori skor konselor ......................... 73 Kategori skor penilaian hasil belajar ................................. 72 Kategori skor kalender pendidikan ........................................................................... 80 Kategori skor proses pengajaran ......................................................................... 76 Kategori skor guru .............................................

104 Deskripsi output SMK Negeri ......................................... 92 Deskripsi kurikulum sekolah swasta ....................................................................................... 110 Rekap hasil penelitian ....................................................................................................................................... 89 Deskripsi kurikulum sekolah negeri .......................................................................................... 83 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah negeri .. 111 xvi ................ 107 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah negeri .........Kategori skor inventarisasi sarana prasarana sekolah ................... 97 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah swasta ........................ 108 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah swasta ........... 86 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah swasta ............................................ 106 Deskripsi output SMK swasta ......... 95 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah negeri ........................................ 105 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah swasta ........................................................................................................................................... 101 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah negeri ..........................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Lampiran C. Surat Keterangan Penelitian xvii . Hasil Penelitian Lampiran E. Cara Perhitungan Skor Setiap Variabel dan Sub Variabel Lampiran D. Instrumen Penelitian Lampiran B. Surat Rekomendasi dari BAPPEDA dan DIKPORA Kendal Lampiran G. Surat Ijin Penelitian Lampiran F.

xviii .

maka bangsa tersebut sudah menanamkan modal dari setengah tujuan dan cita-cita bangsa dalam lingkup nasional. Usaha tersebut adalah sebuah fenomena nyata sebuah pendidikan yang sedang dijalankan oleh manusia. Salah satu persoalan yang perlu kita pandang sangat penting adalah pendidikan. Dalam perkembangannya. pemerintah berkewajiban mencerdaskan .1 BAB I PENDAHULUAN 1. Sesuai dengan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Untuk meningkatkan kehidupannya itu manusia akan selalu berusaha untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis. manusia ingin mencapai suatu kehidupan yang lebih baik. Pendidikan dalam kehidupan tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa dipandang sebelah mata. yang dilakukan oleh orangorang yang diserahi tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita nasional dalam dimensi pendidikan.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu bangsa dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa yang bersangkutan untuk memandang dan menyikapi secara benar persoalan-persoalan yang dihadapi. Artinya bangsa yang selalu memandang penting dan perlunya sebuah pendidikan bagi manusia yang menghuni didalamnya.

Untuk memenuhi kebutuhan ini pemerintah merasa perlu untuk menerapkan dan . karena tanggungjawab dan peraturan yang dibuat guna mencerdaskan kehidupan bangsa adalah milik pemerintah daerah. Amanat yang berat ini. Alasan yang tepat untuk menjelaskan hal diatas adalah. Perbedaan model pendidikan diseluruh wilayah Indonesia. Sehingga mutu sumber daya manusia yang ada didaerah akan semakin terjaga sesuai dengan kelebihan daerah tersebut dan akan meningkat seiring dengan semakin baiknya penanganan pendidikan khususnya dalam sekolah. Bisa dikatakan dalam otonomi daerah peranan dan kebijakan penting ada pada pemerintah daerah.2 kehidupan bangsa. memberikan nilai positif tersendiri dimasing-masing daerah. karena mengandung unsur perbaikan moral. menciptakan keringanan tersendiri pada diri pemerintah pusat. Dengan demikian tugas pemerintah begitu berat menyangkut pendidikan yang diemban didalamnya. maka pasal 31 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. keimanan. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dalam undangundang. ketakwaan dan akhlaq sehingga memerlukan substansi materi pendidikan yang cocok dan juga penggunaan sistem yang baik. Adanya otonomi daerah yang memungkinkan bagi masing-masing wilayah/daerah untuk mengembangkan identitas wilayahnya terutama pada dunia pendidikan. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan wewenang serta kesempatan untuk mengelola sendiri sesuai dengan kebijakan pemerintah mengenai pendidikan nasional dan desentralisasi. tentunya tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah pusat sendiri.

Secara realitas. Manajemen pendidikan dipandang merupakan hal yang primer bagi peningkatan mutu pendidikan. Menurut Morphi (2005) menyebutkan bahwa. mutu dan pemerataan pendidikan. Tidak adanya manajemen pendidikan disuatu lembaga pendidikan. sekolah perlu penanganan kegiatan manajemen sekolah yang spesifik sesuai kondisi obyektifnya. Kemudian secara ekstrim dibagi atas sekolah negeri dan swasta. efisiensi. serta kepala sekolah memegang peranan penting dalam keberhasilan manajemen sekolah.3 mengembangkan model manajemen yang disebut ”school based manajement” atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). sekolah terdiri atas sekolah yang maju. Sekolah menggunakan perencanaan strategis yang lebih menjamin efektifitas dan efisiensi. sedang dan tertinggal. Sistem pendidikan disekolah dalam konsep manajemen sekolah menganut pola otonomi sekolah yang memiliki suatu landasan pada pemberdayaan seluruh potensi sekolah. Selanjutnya Helmi (2005) menjelaskan bahwa manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah ditandai dengan adanya otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat tanpa mengabaikan kebijaksanaan nasional dengan harapan kemandirian sekolah. salah satu indikator efisiensi manajemen pendidikan adalah terkelolanya sekolah secara optimal dalam situasi yang kondusif. seluruh komponen manajemen sekolah memiliki kinerja yang efektif. adalah simbol matinya sistem pendidikan. serta kualitas manajemen sekolah untuk memenangkan persaingan mutu. oleh sebab itu. partisipasi orang tua dan masyarakat. Dalam .

Pada hakikatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. Dapat dikatakan tujuan manajemen sekolah adalah membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien.4 perkembangannya istilah manajemen disamakan secara substansial dengan istilah administrasi. 3) lebih responsif . Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat kegiatan manajerial yang operatif. Dasar dari model penerapan manajemen sekolah adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang sering disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum (visi) maupun institusional khusus (misi). Manajemen berbasis sekolah merupakan pelimpahan wewenang pada lapis sekolah untuk mengambil keputusan mengenai alokasi dan pemanfaatan sumbersumber berdasarkan akuntanbilitas yang berkaitan dengan sumber tersebut. 2004:726). Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik. Administrasi lebih luas ruang lingkupnya dibanding dengan manajemen. Keduanya menekankan pada tercapainya efisiensi dan efektifitas kerja sebagai implementasi tujuan organisasi. Tujuan manajemen sekolah adalah agar sekolah dapat : 1) meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber. (Yusufhadi. karena sifat yang dimiliki oleh manajemen sekolah hanya berbasis pada lingkup pengaturan organisasi sekolah itu sendiri. Perbedaan keduanya terletak pada ruang lingkupnya saja. 2) meningkatkan efektivitas sekolah melalui perbaikan mutu belajar dan pembelajaran.

Manajemen tersebut adalah manajemen kurikulum. kemudian dirumuskan kembali oleh masing-masing daerah dengan tidak melenceng dari tujuan utama pendidikan nasional. kesiswaan.5 terhadap kebutuhan dan kondisi customer. Dimana Sekolah Menengah Kejuruan akan dioptimalkan guna mengembangkan potensi yang ada diwilayah Kendal. lebih jauh lagi lulusan SMK akan langsung bisa bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki. Pada saat ini Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah untuk program percontohan SMK di wilayah Jawa Tengah. Namun demikian sedikitnya terdapat empat komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka MBS. 4) menambah kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti pendidikan. hal ini untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan diwilayah Kendal. 5) memberikan kesempatan kepada masyarakat termasuk keluarga untuk berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Meskipun sekolah diberikan wewenang khusus untuk mengatur dan mengelola pendidikan secara mandiri. Ada beberapa rambu-rambu legal yang harus diikuti oleh masing-masing sekolah. Terakhir oleh setiap sekolah merumuskan lebih rinci tentang tujuan yang ingin dicapai dimasing-masing organisasi sekolah. Hal yang sangat menggembirakan bagi para sivitas akademika didaerah tersebut. dan sarana prasarana (sarpras) pendidikan. . namun perlu diingat sekolah tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Salah satu rambu-rambu tersebut adalah tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat selaku poros utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. tenaga kependidikan.

serta ketrampilan teknik. teknik serta perlengkapan untuk menyelesaikan tugas tertentu. ketrampilan untuk bekerjasama. administrator. ketrampilan manusiawi. terutama ketrampilan konsep. memimpin. supervisor. pembaharu dan pembankit minat. ketrampilan untuk memahami dan mengoperasikan organisasi. para kepala sekolah diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan berikut: .6 Komponen-komponen manajemen sekolah tersebut akan dikendalikan oleh pimpinan sekolah. dalam hal ini adalah peranan kepemimpinan kepala sekolah. memotivasi. (Suprihatin. metode. yaitu ketrampilan konseptual. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor utama bagi keberhasilan dalam setiap proses pendidikan yang ada disekolah. Menurut Pidarta dalam Suprihatin (2004:80) mengemukakan tiga macam ketrampilan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah untuk mensukseskan kepemimpinannya. manager. 2004:79) Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Maret 2008 dalam pelaksanaan manajemen sekolah di SMK se-Kabupaten Kendal pada aspek kepemimpinan kepala sekolah teryata dalam kaitannya dengan MBS. ketrampilan dalam menggunakan pengetahuan. Lebiha lanjut dikemukakan bahwa untuk memiliki kemampuan. kepala sekolah belum bisa secara optimal menjalankan fungsinya. Yaitu dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah. Kepala sekolah selain memimpin penyelenggaraan pendidikan disekolah juga berperan sebagai pendidik.

5. Dari berbagai kegiatan-kegiatan diatas yang belum dilaksanakan secara berkala oleh kepala SMK kendal adalah memanfaatkan hasil penelitian orang lain. memotivasi.7 1. maka dapat diperkirakan bahwa sekolah yang dipimpin akan terlambat pemahamannya tentang manajemen sekolah. guru belum mengacu pada Standar Proses. Hal ini tentunya untuk menambah masukan pada kegiatan manajemen yang ada disekolah. Berfikir untuk masa yang akan datang. Senantiasa belajar dari pekerjaan sehari-hari terutama dari cara kerja para guru dan pegawai seklah lainnya. mendorong kreativitas dan dialogis. 4. Memanfaatkan hasil penelitian orang lain. demokratis. Apabila seorang kepala sekolah belum bisa memanfaatkan temuan yang dihasilkan dari sebuah penelitian. Merumuskan ide-ide yang dapat diujicobakan. Melakukan observasi kegiatan manajemen secara terencana. 3. Hasil temuan pada manajemen kurikulum adalah dalam melaksanakan model kegiatan pembelajaran. 1) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. 2) melibatkan peserta didik secara aktif. 6. Padahal dalam Permendiknas 2007 manajemen kurikulum pada aspek program pembelajaran mengemukakan bahwa mutu pembelajaran disekolah dikembangkan dengan. mendidik. 2. Membaca berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan. khususnya terkait dengan manajemen sekolah. .

makin menekuni tugasnya. berdaya guna dan berhasil guna. lalu kenapa pendidikan disana lebih maju pesat. dari pihak pimpinan sekolah hendaknya dapat menyediakan situasi dan kondisi kerja yang memadai. Setidaknya ini juga disampaikan oleh Pak Said (salah seorang guru besar Universitas Kebangsaan Malaysia). ijazah/keahliannya. karena kami saat mengajar dalam benak kami tidak punya pikiran aduh gimana . Fakta ini menujukkan belum ada insentif kepada tenaga kependidikan di SMK swasta. Pada SMK swasta tenaga kependidikan belum merasakan kondisi kerja yang tersebut diatas. tenteram. bahwa sebetulnya yang sangat mempengaruhi kualitas guru adalah kondisi sosial guru. Berikut adalah unkapannya "Di Indonesia sebetulnya gurunya pintar-pintar jika dibandingkan dengan Malaysia. pustakawan dan sebagian tenaga pendidik (guru mata pelajaran). dan interes kerjanya. mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. yang dalam hal ini adalah tenaga laborat. demi suksesnya penataan itu. sehingga menimbulkan kepuasan lahir dan batin yang dapat senantiasa memotivasi peningkatan kariernya disertai loyalitas kerja yang tinggi. puas dengan hasil kerjanya.8 Temuan pada aspek manajemen tenaga kependidikan berupa tidak tepatnya pemberian tugas kepada tenaga kependidikan. dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. aman serta nyaman sehingga para pegawai makin mencintai pekerjaannya. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. bangga dengan jabatannya. Sebaliknya.

perlengkapan dan fasilitas sekolah sudah cukup lengkap dan mendukung sekolah. Penyelenggaraan pendidikan di SMK pada hakikatnya merupakan suatu proses sistem yang secara utuh meliputi. 18 Juni 2008) Dalam bidang manajemen kesiswaan baik SMK negeri maupun swasta mengalami kondisi yang sama. sehingga kami benar-benar bekerja keras untuk pendidikan".9 besok. dan pelayanan pada tamatan (out put). akan tetapi dilihat dari SMK negeri dan swasta. Hal ini terlihat para lulusan SMK masih sulit untuk mengaplikasikan ilmunya. SMK negeri lebih lengkap dari pada SMK swasta yang meliputi ruang kelas. (Artikel Info Pendidikan. SMK menunjuk petugas khusus untuk menanganinya. perpustakaan. Kendal. Sarana olah raga seperti lapangan voly. ruang laboratorium bahasa. . baik itu dengan bekerja diperusahaan maupun berwirausaha. {Kepmen Dikbud Nomor 0490/U/1992. ruang keterampilan. laboratorium komputer. Hal ini belum dilakukan secara menyeluruh pada SMK di Kab. sehingga mengakibatkan para lulusan di SMK Kendal belum bisa terserap secara maksimal oleh lowongan pekerjaan yang ada. Untuk menjamin kelangsungan kegiatan pemasaran dan penelusuran tamatan secara berkesinambungan dan mencapai sasaran yang diharapkan. Pelayanan kepada tamatan yang dimaksud adalah pemasaran dan penelusuran tamatan. dan ruang serba guna. pelayanan kepada siswa sebagai masukan (in put). Pada manajemen sarpras. pelayanan proses pembelajaran dalam satuan waktu tertentu. Pasal 25 ayat (1)}. yaitu mereka masih disulitkan dengan pengelolaan dampak dari para lulusan (out put) yang mereka ciptakan.

Sarana kebersihan meliputi tempat sampah. Maksud dari hal tersebut adalah supaya semua sivitas akademika turut bertanggung jawab agar sarpras yang ada terpelihara dengan baik. tenaga pendidik.2 Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan uraian diatas. ruang guru. seperti dalam praktiknya yang sudah ditemukan dilapangan. maka penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Manajemen sarpras baik SMK negeri maupun swasta juga tidak mensosialisasikan seluruh program pengelolaan sarpras pendidikan kepada pendidik.10 lapangan sepak bola. judul yang dapat dipetik adalah ”Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Kendal”. dan ruang ibadah. Berpijak dari latar belakang diatas. kamar mandi untuk guru dan siswa. Hal ini seharusnya dilaksanakan oleh setiap sekolah. kesiswaan dan sarana prasarana. tenis meja. dan peserta didik. Bagaimana kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 2. lapangan basket. Melihat sangat pentingnya penerapan manajemen sekolah dalam aspek manajemen kurikulum. maka penyusunan skripsi hanya dibatasi pada hal tersebut. tenaga kependidikan. karena telah termaktub dalam Permendiknas tahun 2007. Bagaimana kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? . Sarana penunjang lainya yaitu ruang kepala sekolah. 1. ruang TU.

Bagaimana kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 4. Untuk mengetahui kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disajikan maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Bagaimana kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? 5. Untuk mengetahui kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Untuk mengetahui kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Untuk mengetahui kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. 4. 1.4 Manfaat Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah: 1.1 Kegunaan teoritis: . 3.11 3. 2. 5.4. Bagaimana kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 1.

yaitu seluruh personel sekolah.2 Kegunaan Praktis: a. dapat digunakan sebagai referensi dalam menambah khasanah ilmu pengetahuan dibidang pendidikan. Bagi praktisi pendidikan. diharapkan dapat terbantu memberi arah. 1. b. . dasar dan titik tolak penyelenggaraan pendidikan disekolah.12 a. Bagi pihak sekolah.4. khususnya tentang manajemen sekolah. Bagi para akademisi. ilmuan pendidikan dan masyarakat luas sebagai pemerhati pendidikan. Bagi penulis. b. dapat memberikan masukan dalam usaha meningkatkan mutu sekolah dengan mengimplementasikan manajemen sekolah yang efektif & efisien. mahasiswa calon guru. sehingga terciptanya wacana ilmiah. dapat menambah pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat selama kuliah.

2 2.2. 2. Hani Handoko (2003:8) adalah proses perencanaan. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang . tetapi kombinasi dari keduanya. pengarahan dan pengawasan usahausaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. harus melaksanakan kegiatankegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan. Menurut Handoko (2003. Stoner menggunakan kata proses bukan seni yang berarti cara yang sistematis untuk melakukan pekerjaan. Manajemen diartikan sebagai proses karena semua manajer. jabatan atau peran dalam organisasi. tanpa memperdulikan kecakapan atau keterampilan khusus mereka.1 Pengertian Kinerja Menurut Vroom dalam Asa’ad (2000:50) kinerja adalah tingkat sejauh mana keberhasilan seseorang didalam melakukan tugas pekerjaanya.12) manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni.1 Kinerja 2.1 Pengertian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen Pengertian Manajemen Definisi manajemen menurut Stoner dalam T. pengorganisasian. sehingga kegiatan yang lazim dinilai dalam suatu organisasi adalah kinerja pegawai yakni bagaimana ia melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu pekerjaan.13 BAB II LANDASAN TEORI 2.1.

memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. 2. Pada umumnya manajer yang efektif mempergunakan pendekatan yang ilmiah dalam pembuatan keputusan. Fungsi pengawasan meliputi penentuan standar. bagaimana orang lain melaksanakan tugas yang esensial dengan menciptakan suasana yang menyenangkan untuk bekerja sama. bagaimanapun manajer harus menggunakan pendekatan artistik (seni). Fungsi pemimpin menggambarkan bagaimana manajer mengarahkan dan memepengaruhi para bawahan. dan pengawasan (controlling). Dilain pihak dalam banyak aspek perencanaan.2 Fungsi-fungsi Manajemen Fattah (2003:1) mengungkapkan. pemimpinan (leading). hubungan. Fungsi perencanaan antara lain menentukan tujuan atau kerangka tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Fungsi pengorganisasian meliputi fungsi. pengorganisasian (organizing). mengorganisasi. kepemimpinan. yaitu perencanaan (planning). Oleh karena itu manajemen diartikan sebagai proses merencana. dan struktur. bahwa dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer/pimpinan. komunikasi. dan mengukur penampilan/pelaksanaan terhadap standar dan memberikan keyakinan bahwa tujuan organisasi tercapai. dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia. apalagi dengan berkembangnya peralatan komputer.2. Pengawasan sangat erat . supervisi.14 tetap tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam.

Pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan d. Fungsi pengawasan pada dasarnya menyangkut hal-hal sebagai berikut: a. Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan c. 2003:2). Perencanaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan. Semua fungsi terdahulu tidak akan efektif tanpa fungsi-fungsi pengawasan (controlling). Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar. Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses kerja sama sehingga tercipta . kepemimpinan.15 kaitannya dengan perencanaan. Fungsi manajemen menurut Bafadal (2003:42) meliputi. dan pengawasan. Penetapan standar pelaksanaan b. pengorganisasian. perencanaan. kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi. karena melalui pengawasan efektivitas manajemen dapat diukur (Nanang. langkah berikutnya adalah menugaskan karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan. Sesudah rencana dibuat. Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. organisasi dibentuk dan disusun personalianya. Bila fungsi perencanaan dan fungsi pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak proses manajemen.

Pengorganisasian dilakukan berdasarkan tujuan dan program kerja sebagaimana dihasilkan dalam perencanaan. Akhirnya gagal atau suksesnya suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan manajer untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut secara efektif. Semua fungsi-fungsi manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok-kelompok diorganisasi. walaupun ada perbedaan tekanan untuk tipe organisasi. mengungkapkan pengertian manajemen sekolah sebagai aplikasi ilmu manajemen dalam bidang persekolahan. Penggunaan istilah administrasi dan manajemen dalam bidang persekolahan atau pendidikan secara substansial sebenarnya tidak ada perbedaan. mendorong.3. Demikian pula istilah administrasi pendidikan. jabatan-jabatan fungsional. bersikap dan bertindak sesuai aturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dan tingkatan manajemen yang berbeda.3 2. merupakan aplikasi ilmu administrasi kedalam bidang pendidikan. Pengertian manajemen sekolah menurut Sagala (2006:55) adalah proses pendayagunaan sumber daya sekolah melalui kegiatan fungsi-fungsi perencanaan. dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berpikir. keduanya dapat dipandang secara esensial dari tiga sudut pandang yakni sebagai ilmu. Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses memepengaruhi.1 Manajemen Sekolah Pengertian Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:2). . menggerakkan.16 suatu sistem kerja yang baik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. seni dan sebagai proses kegiatan. mengajak. 2.

2 Tujuan Manajemen Sekolah Pada hakekatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. Tujuan institusional umum mengacu pada jenjang dan jenis pendidikan.17 pengorganisasian. Kehadiran manajemen dalam proses persekolahan sebagai salah satu alat untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan.3. Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat keemauan untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. . Pencapaian tujuan sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses kegiatan sekolah. 2. sedangkan tujuan institusional khusus disamping diwarnai oleh jenjang dan jenis pendidikan juga diwarnai oleh penyelenggara pendidikan itu sendiri (Suprihatin. penggerakan dan pengendalian secara lebih efektif dan efisien dengan segala aspeknya dengan menggunakan semua potensi yang tersedia agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta produktifitas sekolah yang bermutu. Dengan kata lain tujuan institusi dapat tercapai tergantung dari bagaimana lembaga tersebut melakukan tugas kelembagaannya. Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik. 2004:4) Suatu tujuan institusional baik umum maupun khusus akan tercapai manakala ada suatu proses kegiatan dalam lembaga (organisasi sekolah). Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum maupun institusional khusus.

Ketiga. tenaga. Bidang keuangan e. tidak terjadi pemborosan baik waktu. Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya. Secara lebih terinci tujuan khusus dilaksanakannya manajemen sekolah yang baik agar: pertama. Kedua. Untuk itu perlu dibangun suatu iklim organisasi sekolah yang sehat. lulusannya mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan dimasyarakat. maupun uang dan lainnya. dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya.3 Fungsi-fungsi Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:5). tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana. dan keempat. fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah.3. maka diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik diperlukan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.18 Manakala tujuan pada tiap jenjang dan jenis sekolah sebagai suatu organisasi pendidikan telah tercapai dengan baik. Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum b. terciptanya kepuasan kerja pada setiap anggota warga sekolah. Bidang kesiswaan c. Bidang personalia d. pada tiap jenis dan jenjang pendidikan terjadi adanya efektivitas produksi. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: a. Bidang sarana . 2.

Sekolah harus membuat rencana jangka pendek pada tiap semester dan tahunan. Perencanaan adalah proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan atau program-program yang akan dilakukan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. dan g. dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstrukturkan . Salah satu prinsip pengorganisasian terbaginya tugas-tugas dalam berbagai unsur organisasi. Fungsi pengorganisasian Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama sekolah. Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai prinsip pengorganisasian. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas) Fungsi manajemen sekolah menurut Sagala (2007:56-64) adalah sebagai berikut: a. Fungsi perencanaan Perencanaan mengutamakan kontinuitas program sebagai lanjutan bagi terciptanya stabilitas kegiatan belajar-mengajar disekolah. Baghart dan Trull dalam Sagala (2007:56) mengemukakan ’Educational planning is first of all a rational procces” b. Karena tugas-tugas ini demikian banyak dan tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. Bidang prasarana.19 f. tugas-tugas ini dibagi untuk dikerjakan oleh masing-masing unit organisasi. karena kegiatannya selalu berubah.

c. Fungsi penggerakan Menggerakkan menurut Terry dalam Sagala (2007:60) berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusiasdan kemauan yang baik. mekanisme pengkoordinasian yang dibutuhkan untuk memudahkan menjalankan aktivitas organisasi secara maksimal. semuanya harus seimbang dan selaras dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. orang-orang. Organisasi yang baik menurut Sergiovanni dalam Sagala (2007:61) memberikan susunan administratif. tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya pemborosan. Oleh karena itu kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam menggerakkan personal sekolah melaksanakan program kerjanya. dan pengawasan seefektif mungkin. lalu lintas informasi. d. . Fungsi pengkoordinasian Koordinasi dalam operasionalnya mengerjakan unit-unit. e. Tugas menggerakkan dilakukan oleh pemimpin.20 tugas-tugas kedalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi secara proporsional. Fungsi pengarahan Pengarahan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan bersama tetap melalui jalur yang telah ditetapkan. aturan-aturan.

yakni dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil yang optimal. b.21 f. pengawasan layanan belajar harus dilakukan oleh supervisor. 2.3. Prinsip efisiensi. sedangkan proses pengawasan mencatat pengembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. yakni ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan .4 Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:7) dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan sekolah yang baik. dan pengawasan layanan teknis kependidikan dilakukan oleh tenaga kependidikan yang diberi wewenang untuk itu. maka perlu mendasarkan pada prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut: a. Fungsi pengawasan Pengendalian manajemen menurut Stoner (1982:257) ialah proses melalui manajer dapat memastikan bahwa aktivitas yang aktual sesuai dengan yang direncanakan. Kualitas layanan belajar biasanya akan diawasi melalui metode pengawasan kualitas menurut ilmu statistik dan ilmu pendidikan dalam hal pengukuran kemajuan belajar siswa dan juga kinerja sekolah secara keseluruhan. Pengawasan dan pengendalian sekolah harus dilakukan oleh kepala sekolah. Prinsip efektivitas. Pengendalian dan pengawasan penggunaan anggaran dalam penyelenggaraanprogram sekolah harus ditentukan batas dari sumber-sumber anggaran sekolah yang dapat digunakan untuk menjalankan operasi sekolah.

f.3. kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya. yakni seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya. dan pengalaman. . kepemimpinan adalah salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi. memanfaatkan. Prinsip pengelolaan. d. Kepala sekolah adalah orang yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah menghimpun. adalah pemain alam yang berangkat dari masing-masing latar pendidikan. e. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan. Prinsip kepemimpinan yang efektif. Prinsip kerja sama. pengetahuan. yakni seorang manajer hendaknya dapat membangun kerja sama yang baik secara vertikal maupun secara horizontal. 2. yakni seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumber-sumber daya yang ada.22 c. ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama.5 Kepemimpinan Kepala Sekolah Menurut Richard dalam Sagala (2007:19). sedangkan menurut Joseph dalam Sagala (2007:19). Kepala sekolah termasuk pemimpin akademik. dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapai tujuan. yakni bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh. Kepala sekolah sebagai”Human Resource Manager” adalah individu yang biasanya menduduki jabatan yang memainkan peran sebagai adviser (staff khusus) tatkala bekerja dengan manajer lain terkait dengan urusan SDM. tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit dipahami.

23

Karena itu kepemimpinan kepala sekolah harus memiliki jiwa entrepreneurship, konsep kelembagaan, dan visioner. Setiap kepala sekolah membawa pengaruh besar terhadap pengajaran untuk kebaikan atau keburukan. Kepala sekolah memerlukan instrumen yang mampu menjelaskan berbagai aspek lingkungan sekolah dan kinerjanya dalam memantau perjalanan kearah masa depan yang menjanjikan. Berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam mengelola sekolah, menurut PERMENDIKNAS No.13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah, maka kepala sekolah harus memiliki beberapa kualifikasi dan kompetensi yang harus dipenuhi, kualifikasi dan kompetensi

tersebut adalah sebagai berikut: A. Kualifikasi 1. Kualifikasi Umum a. Memilki kualitas akademik sarjana (SI) atau diploma empat (D IV) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun. c. Memilki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga berwenang.

24

2.

Kualifikasi Khusus Kualifikasi khusus bagi kepala Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) adalah sebagai berikut: a. Berstatus sebagai guru SMK/MAK. b. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK. c. Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. B. Kompetensi Seorang kepala sekolah harus memiliki beberapa kompetensi yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial., kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial. Kompetensi-kompetensi tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Kompetensi-kompetensi Kepala Sekolah NO 1 DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI Kepribadian a. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas sekolah b. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin c. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah d. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya e. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah. f. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan Manajerial a. Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan. b. Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan c. Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal d. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah

2

25

menuju organisasi pembelajar yang efektif e. Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. f. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal g. Mengelola sarana prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. h. Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah. i. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik. j. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan tujuan pendidikan nasional. k. Mengelola keuangan sekolah sesuai prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. l. Mengelola ketata usahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah. m.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik disekolah. n. Mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan o. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah p. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya. 3 Kewirausahaan a. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah. d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah. e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi jasa sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.

Menurut Suprihatin (2004:5) bahwa fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah. Bidang . Sumber : PERMENDIKNAS TAHUN 2007 5 Sosial 2.3. 2). dan benar-benar terintegrasi dalam suatu sistem kerja sama untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah b. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.6 Manajemen Komponen-komponen Sekolah Salah satu cara untuk mengembangkan manajemen sekolah adalah dengan menggunakan pendekatan sistem. Menindaklanjuti hasil observasi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. c. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum. lancar. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: 1). yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap semua komponen serta lingkungan yang mempengaruhi sistem sekolah yang bersangkutan. Menurut Mulyasa (2004:22). manajemen sekolah akan melihat bagaimana manajemen substansi-substansi pendidikan di suatu sekolah atau manajemen berbasis sekolah agar dapat berjalan dengan tertib.26 4 Supervisi a. c. Hal yang paling penting dalam manajemen sekolah adalah manajemen terhadap komponen-komponen sekolah itu sendiri. b. a.

Bidang kesiswaan. Bidang sarana. Yang lebih penting adalah bahwa siswa mampu menguasai kemampuan dasar (basic competencies) dari tiap mata pelajaran. Hal ini tidak harus berarti bahwa seluruh materi pelajaran yang ditentukan dalam kurikulum tersebut harus diliput atau diajarkan. Penguasaan atas tujuan belajar harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. 3). Terbentuknya sikap yang positif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta terhadap lingkungan. 1) Manajemen Kurikulum Dalam program akademik yang bersifat umum. 6). merupakan indikator keberhasilan yang lebih penting. Kecuali itu atas penguasaan piranti (tools) atau metode untuk belajar lebih lanjut/sepanjang hayat juga merupakan indikator yang lebih penting dari pada hanya sekedar mampu menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal ujian. Dalam ranah kognitif misalnya. Bidang keuangan. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas). kurikulum sekolah sekarang sudah sedemikian inovatif sampai kejenjang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). yang mengarah pada pencapaian kualifikasi akademik. 4). Kedua hal terakhir ini (mampu menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal) merupakan apa yang dilakukan oleh lembaga bimbingan belajar. penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. Bidang prasarana. Ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata didasarkan pada keberhasilan lulusan dalam Ujian Nasional sehingga dapat diterima diperguruan tinggi.27 personalia. 5). dan 7). dan bukanlah tugas dari lembaga pendidikan. .

termasuk orang tua siswa dan kemampuan sekolah. kurikuler. menilai.28 mengidentifikasi. 2004:732). Sekolah juga bertugas dan berwewenang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. Perencanan dan pengembangan kurikulum nasional pada umumnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat pusat. dan mengulang. dan instruksional. Manajemen kurikulum mencakup kegiatan perencanaan. Sekolah merupakan ujung tombak pelaksanaan kurikulum. pelaksanaan. Kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi objektif lingkungan. Namun sekolah perlu memberikan masukan agar dimungkinkan adanya fleksebilitas dalam pelaksanaan kurikulum tersebut agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. Sekolah yang paling penting adalah merealisasikan dan menyesuaikan kurikulum tersebut dengan kegiatan pembelajaran. melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan (Yusufhadi. dan mencipta. perlu dikembangkan dan mendapat perhatian yang besar. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. Pengembangan kurikulum muatan lokal sperti diamanatkan dalam UUSPN [Pasal 50 Ayat (5)] merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. Menurut Mulyasa (2004:24) manajemen atau . baik kurikulum nasional maupun muatan lokal yang diwujudkan melalui proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. dan penilaian kurikulum. institusional.

Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dalam manajemen berbasis sekolah. Manajemen kurikulum meliputi tiga kegiatan pokok yaitu kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru. Adapun jadwal tugas guru ada tiga yaitu 1) Jadwal pelajaran kurikuler dengan memperhatikan ketentuan akademik seperti keseimbangan berat ringan bobot pelajaran tiap hari. beban tugas maksimum seorang guru 24 jam per minggu. Adapun program mingguan atau program satuan pelajaran. dan seluruh sivitas akademika atau warga sekolah. wajib dikembangkan guru sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. kepala sekolah sebagai pengelola program pengajaran bersama guru-guru harus menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program tahunan. pengaturan mata pelajaran mana yang didahulukan/ ditengah/diakhir pelajaran. caturwulan dan bulanan. . 1.29 administrasi pengajaran adalah keseluruhan proses pengajaran yang bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran terlaksana secara efektif dan efisien. b. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru meliputi a. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran. mata pelajaran bersifat praktikum/ PKL/PPL. peserta didik.

hobi. hari-hari besar nasional atau agama. Kegiatan ini merupakan pedoman sinkronasi segala kegiatan sekolah. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas akademika. yang kurikuler. Pencinta Alam (PA). 2002 : 10-11) Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007 peraturan di bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: a. musik. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas peserta didik Tugas ini adalah tugas guru dalam membimbing siswa supaya dapat melaksanakan belajar dengan hasil yang maksimal. minat serta prestasi seperti seni tari. 3) Jadwal pelajaran ekstra kurikuler disusun diluar jam pelajaran. hari-hari kerja. Tugas guru dalam kegiatan proses belajar mengajar meliputi 1) Membuat persiapan atau perencanaan pengajaran 2) Melaksanakan pengajaran 3) Mengevaluasi hasil pengajaran 2. ekstra kurikuler. biasanya bersifat pengembangan ekspresi. 3. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah atau madrasah menyusun KTSP . akademik atau non akademik. (Suprihatin. c. karya wisata. disusun sesuai situasi dan kondisi individual atau kelompok peserta didik. pramuka serta penunjang proses belajar mengajar lainya. Kurikuler dan program kurikuler. bakat.30 2) Jadwal pelajaran non kurikuler. hari-hari libur. palang merah remaja.

5) Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan standar isi. 2) Penyusunan kalender akademik didasarkan pada standar isi. dan peraturan pelaksanaannya. potensi atau karakteristik daerah. dan panduan penyusunan KTSP. disupervisi. guru dapat bekerjasama dengan kelompok kerja guru. standar kompetensi lulusan. 8) Penyusunan KTSP dikoordinasi. ujian. sosial budaya masyarakat setempat.31 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. Standar isi. b. 7) Dalam penyusunan sillabus. MGMP. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab dibidang pendidikan. dan peserta didik. LPMP atau perguruan tinggi. berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci . dan hari libur. Kalender pendidikan 1) Sekolah/madrasah menyusun kalender pendidikan yang meliputi jadwal pembelajaran. 4) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab atas KTSP. sedangkan untuk penyusunan KTSP Pendidikan agama islam oleh kantor wilayah Departemen Agama Provinsi. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. kegiatan ekstrakurikuler. ulangan.

Program pembelajaran 1) Sekolah/madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. c. memotivasi. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. berargumentasi. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru 4) Setiap guru mempertanggungjawabkan terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya . serta diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. mendorong kreativitas dan dialogis.32 secara semesteran. mendidik. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. melibatkan peserta didik secara aktif. dan peraturan pelaksanaannya. standar isi. tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berfikir. dan semester genap. bulanan dan mingguan. mempertanyakan. demokratis. menemukan dan memprediksi serta pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. 3) Mutu pembelajaran disekolah/madrasah dikembangkan dengan model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. mengkaji.

33 agar peserta didik mampu meningkatkan rasa ingin tahu. mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. 3) Sekolah/madrasah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. 7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. . Penilaian hasil belajar peserta didik 1) Sekolah/madrasah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. dan dokumentasi 4) Seluruh program penilaian disosialisasikan kepada guru. bertanggungjawab dan berkesinambungan 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada standar penilaian pendidikan. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah 6) Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. dan mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. d. laporan kepada pihak yang memerlukan. untuk menjadi bahan program remedial. mengolah informasi menjadi pengetahuan. dan membuat catatan keseluruhan.

10) Seperangkatn metode penilaian yang sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. e. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai penilaian hasil belajar. ketentuan mengenai hak siswa. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang dinilai. Peraturan akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan peraturan akademik. 2) Peraturan akademik berisi. 14) Sekolah/madrasah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. kenaikan kelas. keandalan. ujian. remedial. persyaratan minimal kehadiran siswa.34 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparasi sistem evaluasi hasil belajar. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti bukti kesahihan. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. ketentuan mengenai . dan institusi diatasnya. dan kelulusan. komite sekolah. ketentuan mengenai ulangan.

Pengembangan tenaga guru merupakan prioritas pertama. meskipun disadari bahwa tenaga yang kapabel dan kompeten saja tidak akan cukup untuk dapat mencapai tujuan yang diharapakan. pengurus yayasan. baik yang bertugas didalam sekolah dan berinteraksi langsung dengan siswa seperti guru. wali kelas dan konselor. orang tua siswa. Pengembangan ini dengan mendidik kembali dan menatar guru yang telah ada sehingga berkelayakan. dan pengelola program pendidikan di daerah (provinsi. dan memberikan penugasan yang cocok dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya. kepala sekolah. melainkan tenaga kependidikan lain seperti .35 layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. pustakawan. dan konselor maupun mereka yang bertugas diluar sekolah dan tidak berintraksi langsung dengan siswa-siswa seperti supervisor/pengawas. menambah guru baru yang sesuai dengan kebutuhan. Keseluruhan organisasi perlu dikembangkan secara serentak. 2) Manajemen Tenaga Kependidikan Pengembangan kapabilitas dan tenaga merupakan aspek yang sangat penting dalam setiap usaha pembaharuan. Para pengelola ini berperan memfasilitasi dan membina pengembangan persekolahan secara keseluruhan. Pengembangan tenaga dalam lingkup sekolah tidak hanya dilakukan oleh guru semata. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. Tenaga yang perlu dikembangkan meliputi guru dan tenaga kependidikan lain. kabupaten dan kota) dan di Pusat.

c. mengkaji. Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan b. serta dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. pustakawan dan kepala sekolah sendiri perlu deberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesionalismenya sesuai dengan tuntutan perkembangan IPTEK. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah.36 konselor. Sehubungan dengan itu. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. . peraturan di bidang tenaga kependidikan adalah: a. Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007. memaksimalkan perkembangan karier tenaga kependidikan serta menyelaraskan tujuan individu dan organisasi. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan sistem. mengembangkan. Kepala sekolah selaku tampuk pimpinan tinggi yang ada dalam manjemen sekolah merupakan faktor sangat penting dalam pengambilan setiap kebijakan terkait dengan manajemen tenaga kependidikan. membantu anggota mencapai posisi dan standar peilaku.

wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai pembantu dalam mengelola peserta didik. wakil kepala sekolah bidang kurikulum sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. konselor memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. kebutuhan kurikulum dan sekolah. penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan fisik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kamanfaatan. . tenaga laboratorium laboratorium. wakil kepala sekolah sebagai pembantu kepala sekolah. Sekolah/ madrasah mendayagunakan kepala sekolah sebagai pengelola sekolah. membantu tenaga dan guru mengelola kegiatan praktikum di administrasi kebersihan menyelenggarakan malaksanakan pelayanan dalam tenaga tugas memberikan layanan kebersihan lingkungan. pengembangan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran. e. serta mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lainnya didasarkan pada analisis jabatan. kepatutan dan profesionalisme. administratif. wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana sebagai pembantu dalam mengelola sarana prasarana. instruktur memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan.37 d. tenaga perpustakaan melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. Sekolah perlu mendukung upaya.

.38 4) Manajemen Kesiswaan Peserta didik (kesiswaan) merupakan komponen utama setiap program pendidikan. maupun untuk berwirausaha. mampu berkarya. misalnya dengan program pengayaan. Para siswa perlu dipersiapkan sehingga mampu menguasai pengetahuan. mampu mengenal jati diri. Pemilihan jurusan atau program pendidikan ketrampilan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat maing-masing siswa. Sedangkan mereka yang mengalami hambatan. Setiap siswa berhak untuk memperoleh perlakuan adil sesuai dengan karakteristik masing-masing. Mereka yang tidak berminat untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Mereka yang memiliki keunggulan tertentu diberikan kesempatan untuk berkembang tanpa mendapat hambatan. baik untuk memasuki dunia kerja. setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. sehingga mampu dicapai dengan standar minimum yang diharapkan. melainkan diterima dengan kriteria yang berlaku umum atau yang disepakati bersama dengan komite sekolah. Sesuai dengan ketentuan perundangan (UUSPN No. Oleh karena itu penerimaan siswa baru harus tidak dibatasi pada kriteria keunggulan atau jenis kelamin dan suku tertentu. misalnya lambat dalam belajar. 20 Pasal 5 ayat 1). dan mampu untuk hidup bersama dalam keselarasan dengan lingkungan. perlu mendapat bimbingan atau program remidial. perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya atau ketrampilannya hingga dapat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat.

Penerimaan siswa Penerimaan siswa adalah proses pencatatan dan layanan kepada siswa yang baru masuk sekolah. Pembinaan siswa Pembinaan siswa adalah pemberian layanan kepada siswa di suatu lembaga pendidikan. Tamat belajar Apabila siswa telah menamatkan semua mata pelajaran atau telah menempuh kurikulum sekolah dengan memuaskan. meja kursi. perpustakaan dengan koleksi buku serta bahan belajar lain. khususnya proses belajar mengajar. ruang kelas. setelah mereka memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh sekolah itu. laboratorium dengan kelengkapannya. seperti gedung. serta alat-alat dan media pengajaran. 2. .39 Manajemen peserta didik merupakan hal yang penting untuk menjadi sebuah pemikiran utama dalam setiap manajemen sekolah. 3. maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar. Ketiga program tersebut yaitu: 1. Pembinaan dilakukan dengan menciptakan kondisi atau membuat siswa sadar akan tugas-tugas belajarnya. dan penamatan program siswa di sekolah. baik di dalam maupun di luar jam pelajaran. yaitu penerimaan siswa baru. Sarana yang dikembangkan disekolah meliputi ruang kelas dengan perabotannya. pembinaan siswa. ruang ketrampilan dengan peralatannya. Menurut Soetjipto (2007:165) terdapat tiga kegiatan dalam manajemen kesiswaan. Pemikiran yang selalu berevolusi sehingga menghasilkan inovasi guna menunjang perkembangan siswa diharapkan jangan pernah berhenti untuk menuju titik inovasi yang maksimal. 5) Manajemen Sarana dan Prasarana Menurut Mulyasa (2004:49) sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan.

dan sarana penunjang lain. seperti mushola. bergerak tidaknya pada saat digunakan. Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. dan hubungannya dengan peroses belajar mengajar. Sarana ini harus diusahakan sebagai tempat yang menyenangkan dan menarik untuk belajar. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses balajar mengajar. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar dan prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. Menurut Bafadal (2003:5) secara umum. gedung serbaguna. kamar kecil dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan . Nawawi dalam Bafadal (2003:2) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. yaitu ditinjau dari sudut habis tidaknya dipakai.40 ruang perkantoran. tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. maka sarana dan prasarana sangat mutlak dibutuhkan. Semua sarana diatas dapat didayagunakan secara optimal dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi program pembelajaran.

pemeliharaan. merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lain. membuka pelayanan . melengkapi. Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana prasarana. memenuhi. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. b. Program pengelolaan sarana prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal merencanakan. mendayagunakan. Berdasarkan PERMENDIKNAS tahun 2007 mengatur bidang sarana prasarana sebagai berikut: a. e. tenaga kependidikan dan peserta didik d. menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan serta pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memeperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. Pengelolaan sarana prasarana sekolah direncanakan secara sistematis dan dituangkan dalam rencana pokok yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. Pengelolaan perpustakaan perlu menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lain. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. mengevaluasi. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien.41 pengadaan yang hati-hati dan seksama. c.

baik internal maupun eksternal f.4 Hasil Penelitian Terdahulu 2. kepala sekolah dan guru) terhadap pentingnya menerapkan program MBS dalam pengelolaan pendidikan (sekolah). bekerjasama dengan komponen masyarakat (LSM). maupuan kabupaten/kota. 2.4. Hasil yang diperoleh adalah adanya pemahaman dan komitmen yang . mancakup unsur pimpinan dan pelaksana (pengawas sekolah. berbagai program pendukung/pengiring hingga saat ini telah dilakukan oleh pemerintah baik pusat. Agar pemahaman dan komitmen para penyelenggara sekolah terhadap program MBS tetap tinggi dan terarah. maka dilakukan advokasi dan pendampingan. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana. melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan.42 minimal enam jam sehari pada jam kerja. propinsi. g. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Beberapa program yang telah dilakukan antara: 1) Program Advokasi dan Pendampingan MBS Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen para penyelenggara pendidikan.1 Hasil-hasil yang sudah Diteliti Untuk mendukung pencapaian hasil secara maksimal dalam pelaksanaan MBS.

3) Program Pembelajaran Aktif. khususnya lembaga pendidikakan yang melaksanakan program MBS. terhadap substansi program MBS. b) Meningkatnya dukungan masyarakat/komite sekolah dalam pengelolaan sekolah melalui program MBS. Komite Sekolah. Hasil-hasil yang dapat dicapai dalam program PSM ini antara lain: a) Meningkatnya pemahaman dan apresiasi penyelenggara pendidikan. kelompok masyarakat/LSM. Komite Sekolah yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di lingkungannya. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Program ini berkaitan langsung dengan pelaksanaan MBS. khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru. kelompok (tokoh/LSM) masyarakat. Implementasi program ini berupa: (a) pelatihan bagi pelaksana pendidikan. c) Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan. baik pada konteks lokal. regional maupun nasional. (b) mendorong kelompok masyarakat/LSM untuk menciptakan program-program kerjasama dengan lembaga pendidikan. 2) Program Pelatihan Peran Serta Masyarakat (PSM) Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder pendidikan dalam mendukung program-program sekolah. terutama berkaitan dengan pelaksanaan MBS. Kretaif.43 meningkat dari para penyelenggara pendidikan terhadap pentingnya pelaksanaan MBS secara maksimal di sekolah. . serta stakeholder terkait.

Hasil 65.44 Sebagai salah satu unsur manajemen sekolah yang didesentralisasikan. 2. 2. Kerjasama 3. serta berpeluang menerapkan dan mengembangkan pembelajaran secara kreatif khususnya merujuk kepada prinsip pembelajaran PAKEM. Hasil . Partisispasi Di Jawa Tengah masyarakat 1. pada dasarnya telah diakui keberadaannya oleh kalangan pendidik tingak pendidikan dasar. Hasil yang diharapkan bagi guru-guru peserta pelatihan PAKEM adalah bahwa dirinya memiliki bekal kemampuan yang meningkat.2.3% kategori cukup. kinerja dan profesionalismenya harus selalu berkembang. Ketercapaian sasaran dan dampak MBS Jasman Indarto (2002) Kontribusi 1. Kemandirian 4. guru sejatinya adalah aset utama pendidikan. Proses pembelajaran Pendidikan Tingkat Dasar 3. Hasil ini belum maksimal karena terkendala masalah belum terbiasanya pengelola sekolah menerapkan MBS Pada tesis ini ditunjukkan cukup siginifikannya kontribusi MBS terhadap kualitas pengelola sekolah tingkat dasar.4. model ini perlu diadopsi oleh guru-guru yang sekolahnya melaksanakan program MBS. Artinya semakin baik pelaksanaan 2 1.36% No 1 Judul Daman (2001) Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MBS) di SLTP Kota Semarang Analisis Pada tahun 2001 prosentase ketercapaian mencapai angka 73%.2 PENELITIAN TERDAHULU Variabel Hasil Temuan 1.3% kategori tinggi 3. Model PAKEM. Dalam konteks MBS. Secara umum MBS dilaksanakan dengan kategori baik.2 Kajian Penelitian yang telah Dilakukan Tabel. Aspek Keterbukaan Manajemen Sekolah 2. Hasil 90. Manajemen Penerapan kepala MBS Terhadap sekolah Kualitas Penyelenggara 2. Hasilnya mencapai 77. 2. Untuk itu.

Keuangan. Kepemimpinan kepsek lemah pada kompetensi sosial 2. 1. kesiswaan. Kependidikan berkritria ideal 4. kurikulum. (personalia). Aliyah (MA) Hudungan Negeri dan Masyarakat. Kesiswaan berkriteria cukup tinggi 5.45 88. Swasta se-Kab. Madrasah Keuangan.9% kategori cukup MBS pada tiga aspek ini akan semakin baik juga kualitas penyelenggaraan pendidikan. Layanan khusus 8. kepemimpina n kepsek sangat ideal 2. kesiswaan dengan kriteria cukup tinggi 5. Manajemen Kesiswaan. kurikulum dengan kriteria ideal 3. Manajemen sarana dan prasarana berkritria ideal 1. Manajemen Kurikulum. Humas berkriteria ideal 7. Layanan khusus sudah baik terutama kesehatan 8. Sarpras Berkriteria ideal Sumber: Studi Pustaka . keuangan berkriteria tinggi 6. kependidikan dengan kriteria ideal 4. Sarana dan Prasarana (Sarpras) 4 1. Kepemimpinan kepala sekolah sangat ideal 2. kinerja manajemen manajemen kurikulum. Layanan Rembang Khusus. Humas baik 7. Kurikulum lemah pada program pengajaran 3. Kesiswaan memiliki input yang rendah 5. Sarpras lemah pada inventarisasi 3 Andini Arsika Sari (2008) Kepemimpinan Analisis kepala sekolah. Kinerja Kependidikan. Kependidikan lemah pada tenaga laborat 4. Manajemen kurikulum berkritria ideal 3. manajemen kependidikan kependidikan (personalia). MA negeri lebih tinggi dari pada MA swasta 6. manajemen sarana dan sarana dan prasarana prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara Sri Yuliningtias (2008) Analisis Kepemimpinan Portofolio Kepala Kinerja Sekolah.

Rekomendasi dalam penelitian tersebut adalah perlu dilakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat tentang adanya MBS baik dari kalangan struktural maupun lapisan masyarakat dan perlu diperbanyak model-model pengembangan peningkatan mutu sekolah melalui pemberdayaan sumber-sumber belajar. dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. Namun hasil itu banyak pula mengalami penurunan karena krisis ekonomi penelitian ini . kendati tidak menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan akan tetapi penelitian pada jenjang SMK. Oleh karenanya mencoba meneliti perihal tersebut. proses pembelajaran. dan budaya masyarakat baik guru. maupun orang tua murid belum banyak menyadari pentingnya pendidikan. tata usaha. siswa. telah banyak memperlihatkan hasil yang positif. Sedangkan Andini (2008) dalam penelitiannya mendeskripsikan bahwa kinerja manajmen sekolah di SMA se-Kabupaten Jepara sudah optimal kacuali manajemen kesiswaan. Jasman Indarno (2002) menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara manajemen kepala sekolah.46 Daman (2001) dalam penelitiannnya menyebutkan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan MBS antara lain di SLTP adalah pengelola sekolah belum terbiasa melaksanakan teori-teori MBS. 2.5 Kerangka Berfikir Usaha peningkatan Mutu Pendidikan Dasar yang ditandai dengan dikeluarkannya INPRES Nomor 5 Tahun 1994 tentang Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. terlebih di KabupatenKendal belum pernah dilakukan. Merujuk pada penelitian terdahulu.

maka kebijakan dan program yang sedang diluncurkan . Perubahan sistem pemerintahan ini telah menggeser hak dan kewenangan penyelenggaraan pendidikan dari pusat ke lini terdepan pendidikan. bahkan telah direvisi melalui Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. Efektif dan Menyenangkan).47 yang diikuti oleh krisis multidimensional yang melanda dunia dan negara kita. dapat disimpulkan bahwa apapun konsep yang diterapkan di sekolah akan sangat bergantung kepada sekolah dan seluruh stakeholder pendidikan yang ada di sekolah. telah dilakukan perubahan paradigma pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Itulah sebabnya. Dari berbagai pengalaman yang amat berharga tersebut. Beberapa model peningkatan mutu pendidikan sudah bukan merupakan upaya baru dan memang seharusnya menjadi komitmen semua pihak. Akhir-akhir ini. Krisis tersebut secara umum telah mengganggu pelaksanaan sistem pemerintahan dan pembangunan bidang pendidikan. kita mencoba pendekatan model pembelajaran "joyful learning" atau yang lebih dikenal dengan model pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif. yakni sekolah dan masyarakat. Implementasi penyelenggaraan pendidikan yang berbasis kepada sekolah dan masyarakat ini diwujudkan melalui penerapan konsep manajemen berbasis sekolah (School Based Management) dengan titik berat Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) yang tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk menata kembali sistem pemerintahan.

Upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan melalui kegiatankegiatan yang disebutkan di atas. mulai dari proses perencanaan. . Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. guru. transparan. Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. profesional dan akuntabel. dikelola langsung oleh Komite Sekolah/Majelis Madrasah sebagai langkah awal aplikasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsipprinsip demokratis. Program "Bantuan Operasional untuk Manajemen Mutu (BOMM)" yang telah diluncurkan sejak tahun 1999 merupakan langkah maju untuk memberikan kepercayaan secara penuh kepada sekolah dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya. pelaksanaan. sampai dengan proses pelaporan dan umpan baliknya.48 harus dimulai melalui upaya pemberdayaan sekolah dan masyarakat sebagai pemilik dan ujung tombak pendidikan. Program seperti ini sudah seharusnya ditindaklanjuti dan dikembangkan melalui program-program lainnya dengan menggunakan sumber dana dari pusat. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program tersebut diterapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS). komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. propinsi maupun kabupaten/kota.

Keempat aspek tersebut adalah : 1) Manajemen Kurikulum 2) Manajemen Tenaga Kependidikan 3) Manajemen Kesiswaan dan . pengorganisasian. melaksanakan. Untuk melaksanakan hal ini memang diperlukan perubahan yang sangat mendasar. orang tua siswa dan masyarakat setempat diberi kewenangan yang cukup besar untuk mengelola kegiatannya sendiri. mengorganisir dan memberikan kontrol pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pembelajaran di sekolah masing-masing. selain manajemen dana dan manajemen dampak penulis beranggapan bahwa keempat manajemen tersebut adalah inti dari kinerja manajemen sekolah.49 Peningkatan mutu pendidikan melalui MBS ini berlandaskan pada asumsi bahwa sekolah akan meningkat mutunya jika kepala sekolah bersama guru. baik dalam hal keuangan maupun pembelajaran secara umum. Pengelolaan ini meliputi perencanaan. pengawasan dan pembinaan. Dalam penelitian yang akan digali secara mendalam oleh penulis hanya akan diambil 4 (empat) aspek manajemen sekolah saja. Oleh karena itu sudah saatnya sekolah diberikan kewenangan bersama seluruh komponen masyarakat yang ada di sekolah untuk merencanakan. Artinya manajemen sekolah yang diterapkan harus benar-benar dimulai dari awal dan harus dibantu dengan kesadaran bersama antar pelaku organisasi (sekolah) dalam menjalankan tugasnya. Bukankah upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan akumulasi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah.

Seorang kepala sekolah bersama warga sekolah lain. Visi organisasi tidak hanya dimiliki oleh pemimpin. Pelaksanaan fungsi pemimpin oleh seorang administrator atau manajer adalah mutlak. Pemimpin dituntut untuk menjadi pelayan bagi organisasi dan bawahan. yaitu kepimimpinan kepala sekolah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah merupakan manajer dilingkup organisasi sekolah. Menurut Yuliningtias (2008:72) Faktor-faktor penentu kinerja sekolah melaksanakan fungsi tugasnya secara maksimal indikatornya antara lain adalah: a. Lingkungan sekolah yang sehat terdiri dari lingkungan fisik dan kerja sama yang kondusif d. baik dibidang pemerintahan. c. Proses belajar mengajar yang efektif menggunakan strategi yang tepat dengan mengedepankan fungsi pelayanan belajar yang berkualitas untuk memperoleh mutu yang terbaik. Kepala sekolah sebagai pimpinan disekolah harus tahu dan mengenali apa yang dinilai tinggi oleh masyarakat dan memilih proporsi nilai apa yang akan diberikan. maupun pendidikan. sosial. seperti orang tua dan masyarakat berhak menentukan arah pendidikan sekolahnya sendiri tanpa melenceng dari tujuan pendidikan nasional. tetapi oleh seluruh anggota organisasi. Manajemen kurikulum yang lugas dan fleksibel berpedoman pada standar nasional b.50 4) Manajemen Sarana Prasarana Ada satu lagi yang perlu diteliti dalam penulisan karya ilmiah ini. Sumber daya manusia dan sumber daya lain yang handal yaitu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan mengacu pada profesionalisme e. Standardisasi pengajaran yang tinggi dan evaluasi hasil belajar yang terukur. .

51 Seluruh personel sekolah harus memiliki cara-cara yang benar dalam berkarya atau bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan harapan mereka masing-masing dan sesuai pola dan tujuan sekolah. Untuk merealisasikan hal tersebut. Fakta ini menunjukkan bahwa ada keseriusan dalam mengelola pendidikan di Kendal khususnya pada jenjang SMK. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal adalah lembaga pendidikan yang khusus ditugaskan untuk mencetak lulusan agar bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh para lulusannya. Mengingat pentingnya peran personal sekolah. Kerja keras yang diharapkan tidak terlepas dari prinsip efektif dan efisien. manajemen harus mempunyai program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja sekolah. . harus ada kerja keras dari semua komponen pendidikan yang bersangkutan. baik SMK Negeri dan Swasta di Kendal telah berupaya melaksanakan keempat aspek yang tersebut diatas. Dalam mengaplikasikan manajemen sekolah. Dengan kualitas kinerja yang tinggi diharapkan dapat memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kinerja dan kemajuan sekolah khususnya mutu pendidikan. Dukungan lebih signifikan lagi adalah kepala sekolah selaku manajer utama dalam organisasi sekolah bekerja keras untuk kebehasilan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Prosedur yang paling cocok untuk memperoleh prinsip efektif adan efisien adalah dengan menerapkan manajemen sekolah pada setiap keberlangsungan pendidikan.

Kepemimpinan Kepala Sekolah 2. Manajemen Kesiswaan 5.52 Penelitian yang dilakukan penulis hanya sebatas melihat kinerja manajemen sekolah di SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal. Bisa digambarkan secara menyeluruh penelitian yang akan dilaksanakan penulis adalah sebagai berikut : Manajemen Sekolah Negeri 1. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Sarana dan Prasarana OUT PUT OUT PUT DIDESKRIPSIKAN Gambar 1: Kerangka Berfikir . Kepemimpinan Kepala Sekolah 2. Manajemen Kurikulum 3. Manajemen Kurikulum 3. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Kesiswaan 5. Manajemen Sarana dan Prasarana Manajemen Sekolah Swasta 1. Sehingga pembahasan cendrung pada penilaian keunggulan dan kekurangan disetiap SMK Negeri dan Swasta.

dengan rincian 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta. . penelitian kualitatif bisa menggunakan angka seperti penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. 2002:6). maka populasi penelitian juga merupakan sampel penelitian. kualitatif maupun kuantitatif tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya (Sudjana. dimana dalam memberikan penafsiran dan penjelasan dari hasil data yang diperoleh bersamaan dengan pengunpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK Negeri dan Swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17. populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. 3.53 BAB III METODE PENELITIAN 3. Namun demikian. akan tetapi model pengolahan data tersebut bersifat sederhana. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang sangat detail dalam proses pengolahan datanya.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian kualitatif yang berbentuk deskriptif. Pendapat lain mengatakan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. hasil menghitung atau pengukuran. bukan berarti penelitian kualitatif tidak boleh menggunakan angka-angka dalam pengumpulan datanya. Data yang didapat biasanya hanya sekedar pernyataan-pernyataan yang berupa lembar tertulis semata.2 Populasi Penelitian Menurut Arikunto (2002:15). Dengan kata lain.

2002:96). 3 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah. 10.3 . 3. 5. Karena variabel sebagai objek penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja manajemen kurikulum. manajemen kesiswaan. 2 Boja Swasta SMK Muhammadiyah. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (1999:425) populasi adalah semua keadaan. faktor. 7. 2. 8. 13.01 Sampel Penelitian No 1. 17. 12. 16. 4. 11. kondisi perlakukan atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil penenlitian. dan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Nama Sekolah Status SMK Negeri 1 Kendal Negeri SMK Negeri 2 Kendal Negeri SMK Negeri 3 Kendal Negeri SMK Negeri 4 Kendal Negeri SMK Muhammadiyah. variabel adalah konsep yang mempunyai macam-macam nilai. 14. manajemen tenaga kependidikan. 6. 15. 1 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah.54 Berikut adalah nama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal yang dijadikan sampel penelitian : Tabel 3. maka menurut Nazir (1999:149). 4 Sukorejo Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 01 Kendal Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 02 Rowosari Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 03 Kaliwungu Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 04 Patebon Swasta SMK Teknologi Nusantara Sukorejo Swasta SMK Bhakti Persada Patebon Swasta SMK Lentera Kendal Swasta SMK YPPM Boja Swasta SMK Darul Amanah Sukorejo Swasta Sumber : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. 9. Kendal Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. 3.

Kurikulum KTSP Implementasi KTSP sesuai standart. Manajerial Kemampuan manajerial c. Kepribadian Pengukuran Skor Kriteria Integritas kepemimpinan 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurangoptimal Tidak optimal b.02 Variabel-variabel penelitian No 1.55 Tabel 3. Aspek/Dimensi Kepemimpinan Kepala Sekolah a. Kalender Pendidikan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Supervisi Kemampuan supervisi e. (aturan PERMENDIKNAS tahun 2007) Pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai dengan b. Kurikulum a. Sosial Kepekaan sosial 2. Kewirausahaan Jiwa wirausaha d.

Peraturan Akademik 3. Wakil Kepala Sekolah b. Konselor d.56 program yang tertera didalam kalender akademik c. Penilaian Hasil Belajar e. Guru c. Program Pembelajaran Kondisi pelaksanaan kegiatan pembelajaran Kondisi pelaksanaan sesuai standart ketuntasan belajar (nilai mata pelajaran masingmasing) Pelaksanaan sesuai peraturan yang telah disepakati warga sekolah Kompetensi profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya Kondisi kesesuaian antara background pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu Kondisi kesesuaian background pendidikan konselor dengan profesinya sebagai konselor Kesesuaian background pendidikan 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai d. Pustakawan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Tenaga Kependidikan a.

Laborat Kondisi kesesuaian background pendidikan laborat dengan profesinya 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 4. nilai dan tingkat diterimanya bekerja diperusahaan Kesesuaian dengan kebutuhan sekolah 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 5. Sarana Prasarana a. Pemeliharaan Kondisi sarana prasarana sesuai dengan kondisi sekolah . Output Tingkat kelulusan. Pengadaan b.57 pustakawan dengan profesinya e. Proses Pembelajaran Kondisi kegiatan belajar mengajar serta kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum yang ada (KTSP) c. Input Nilai siswa baru (NEM SLTP/sekolah sebelumnya) b. f. Tenaga Administrasi Kondisi kesesuaian background pendidikan tenaga administrasi dengan profesinya Kesiswaan a.

Inventarisasi Kegiatan inventarisasi sarana prasarana sekolah 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 3. biaya. atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.1 Metode Angket Angket atau kuosioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Digunakannya metode ini dengan alasan bahwa : (a) data yang diperoleh nantinya akan benar-benar valid karena pihak yang mengisi angket bukan orang yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.58 c. penentuan metode pengumpulan data yang tepat dan sesuai dengan masalah yang diteliti akan membantu memperlancar tujuan penelitian yang telah ditetapkan. .4. (c) hemat waktu. dan tenaga.4 Metode Pengumpulan Data Penentuan metode pengumpulan data yang tepat sangat menentukan kebenaran ilmiah suatu penelitian.2002:108). sehingga tidak akan terjadi manipulasi data. (b) pihak yang diberi angket adalah orang yang terlibat langsung dan mengetahui pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing. Selain itu. Menurut Ridwan (2002:25).

Responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan. 3. 4. 6. 9.59 Angket yang digunakan adalah angket tertutup.03 Jumlah Angket No 1. 7.e2 n N e : Jumlah Responden : Jumlah Responden dalam Sampel : Standar Error Keterangan : Husein Umar (2003:120) Hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin disetiap sekolah adalah sebagai berikut: Tabel 3. 3 Weleri SMK Muh. 2 Boja SMK Muh. 2. 8. dengan asumsi bahwa pemberi respon atas angket yang disebar layak untuk dijadikan sumber informasi utama dalam penelitian. dimana responden tidak diberi kesempatan untuk memberi jawaban dengan kata-kata sendiri. Nama Sekolah SMK Negeri 1 Kendal SMK Negeri 2 Kendal SMK Negeri 3 Kendal SMK Negeri 4 Kendal SMK Muh. Pengambilan sampel responden dengan menggunakan rumus Slovin dengan standar error 5%. 4 Sukorejo SMK NU 01 Kendal Status Negeri Negeri Negeri Negeri Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Jumlah Guru 74 89 51 60 30 58 52 34 49 Jumlah Sampel 62 73 40 46 26 51 46 31 44 Jumlah Angket 41 47 33 37 23 36 34 26 32 . 5. Berikut rumus Slovin yang digunakan dalam pengambilan sampel responden disetiap sekolah : n : N 1 + N. 1 Weleri SMK Muh. Respondn yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah dan guru di masing-masing sekolah.

Skor 2 untuk jawaban tidak memenuhi e. peneliti menentukan sebagai berikut: a. Skor 1 untuk jawaban sangat tidak memenuhi 3. Skor 5 untuk jawaban sangat memenuhi b. peneliti ingin mengetahui sikap.60 10 11 12 13 14 15 16 17 SMK NU 02 Rowosari SMK NU 03 Kaliwungu SMK NU 04 Patebon SMK Teknologi Nusantara SMK Bhakti Persada SMK Lentera Kendal SMK YPPM Boja SMK Darul Amanah Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta 32 40 25 17 27 5 45 20 30 36 23 16 25 4 40 19 24 28 20 14 21 3 31 16 Dalam menyusun angket ini. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila instrument tersebut mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat. yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap. Untuk penskoran dari setiap jawaban yang diberikan oleh responden. dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial tertentu (Ali.1 Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument (Arikunto. pendapat. Jadi dengan skala likert ini.5. Tinggi . 1993 : 5). 2002:144). Skor 3 untuk jawaban cukup memenuhi d. Skor 4 untuk jawaban memenuhi c. dan persepsi responden tentang pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing. digunakan skala likert.5 Validitas dan Reliabilitas 3. pendapat.

kemudian dikonsultasikan dengan tabel nilai r dengan taraf signifikasi 95%. Rumus yang digunakan untuk uji validitas menggunakan produk momen dari pearson. sebagai berikut : r xy = {N ∑ X N ∑ XY −(∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y N = Jumlah subyek = Jumlah skor total item X = Jumlah skor total item Y ∑x ∑y (Arikunto. Dalam penelitian ini uji validitas yang digunakan adalah validitas internal. 2002:147) dengan kata lain sebuah instrument dikatakan validitas internal apabila setiap instrument mendukung misi instrument secara keseluruhan yaitu dapat mengungkap data dari variabel yang dimaksud. yaitu dengan mengkorelasikan tiap butir pertanyaan dengan skor total.61 rendahnya validitas suatu instrument adalah menunjukan sejauh mana data terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Validitas internal adalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan keseluruhan (Arikunto. Instrumen valid jika hasil korelasi skor tiap butir soal lebih besar dengan nilai tabel sebaliknya. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis butir. Berdasrkan pengujiannya validitas dibedakan menjadi dua yaitu validitas internal dan eksternal. 2002:146) .

485 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.726 0.815 0. Tabel 3.308 0.424 0.451 0.308 0.780 0.308 0.785 0. Berikut adalah tabel hasil uji coba validitas pada tiap butir pertanyaan dalam angket.308 0.818 0.308 0.308 0.308 0.401 0.472 0.541 0.308 0.553 0.842 0.308 0.308 0.758 0.308 0.308 0.577 0.574 0.473 0.308 0.308 0.412 0.408 0.04 Hasil Uji Coba Validitas Angket No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 rxy 0.308 0.308 0.548 0.308 0.568 0.785 0.616 0.308 0.790 0.308 0.796 0.871 0.394 0.438 0.308 0.421 0.613 0.308 0.803 0. dengan 41 responden.488 0.452 0.308 0.308 0.308 0.724 rtabel 0.308 0.686 rtabel 0.825 0.663 0.308 0.516 0.308 0.462 0.308 0.761 0.308 0.433 0.579 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.609 0.308 0.542 0.308 0.308 0.308 0.511 0.697 0.711 0.720 0.308 0.333 0.308 0.308 0.308 0.723 0.62 Untuk menentukan valid tidaknya instrumen adalah dengan cara mengkonsultasikan hasil perhitungan koefisien korelasi dengan tabel nilai koefisien korelasi (r) pada taraf signifikan 5% atau taraf kepercayaan 95%.418 0.308 0.308 0.308 0.451 0.308 0.774 0.668 0.665 0.750 0.883 0.556 0.308 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid No item 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 rxy 0.771 0.686 0.698 0.308 0.794 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .488 0.716 0.308 0.742 0.337 0.308 0.308 0.308 0.308 0.

767 0.308 Valid 81 0. 2002:154).308 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 3.308 0.741 0.308 Valid 82 0.620 0. 1999:162).788 0. rumus Alpha adalah sebagai berikut : 2 ⎛ k ⎞⎛ ∑ σb ⎞ ⎜1 − ⎟ ⎜ ⎜ (k − 1) ⎟⎜ ⎟ σ t2 ⎟ ⎠⎝ ⎠ =⎝ r11 rxy K = Reliabilitas instrument = Banyaknya butir pertanyaan 2 ∑ σb = Jumlah varians σt 2 = Varians total .308 0.799 0. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau yang reliabel dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.308 Valid 79 0.308 0.771 0. karena instrumen ini berbentuk angket yang skornya merupakan rentangan dari 1 samai 5. Dalam penelitian ini untuk mencari reabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha.308 Valid 84 Sumber : Olahan Data Penelitian 0.308 0.63 34 35 36 37 38 39 40 41 42 0.810 0.308 0.823 0.308 Valid 78 0.777 0.5.731 0.308 Valid 77 0.308 0. Reliabilitas mengandung pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto.308 Valid 76 0.821 0.308 Valid 80 0.308 0.2 Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran atau alat pengukur (Nazir Moh.737 0.816 0.805 0.674 0.687 0.308 0.713 0.698 0.308 Valid 83 0.

1.1 Pengkategorian Skor Skor mentah yang dihasilkan suatu skala merupakan penjumlahan dari skor item-item dalam skala itu. pemahaman terhadap variabel akan lebih dapat dilakukan sehingga analisa akan lebih mendalam pada inti permasalahan sehingga ditemukan solusi yang tepat. Data statistik yang diperoleh dari hasil sensus.6 Metode Analisis Data 3. survei.64 Kemudian menentukan reliabel tidaknya instrumen dilakukan dengan cara mengkonsultasika dengan r tabel. Umumnya masih acak. baik dalam bentuk table dan pengkategorian skor.1 Analisis Deskriptif Kualitatif Menurut Santoso dalam Novia (2008:26) Analisis Deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data. Maka dalam analisis tersebut dipilihlah program Microsoft Office Excel 2007 untuk menghitung data kuantitatif dari angket.6. Jika hasil perhitungan lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk mengambil data dalam penelitian. 3. serta penyajian hasil peringkasan tersebut. atau pengamatan lainnya. Dalam penelitian ini. data yang didapat berasal dari skor angket. 3. Kemudian dalam proses penggunaan analisis ini ditujukan untuk memperkaya pemahaman tentang variabel-variabel penelitian. ‘mentah’ dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). hal ini dilakukan sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan. Untuk memberikan makna yang memiliki nilai .6. Data-data tersebut kemudian diringkas dengan baik dan teratur.

5σ) ( μ -0. hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel. Kategori ini bersifat relatif.5σ) ( μ -1. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket. Penyusunan tabel kriteria manajemen sekolah. 2007:107) Untuk mengkategorisasikan subjek pada penelitian ini dengan menggunakan kategori jenjang.65 diagnostik skor mentah perlu diderivasi dan diacukan pada suatu norma kategorisasi (Azwar. 2007:107). Banyaknya jenjang kategori diagnosis yang akan dibuat biasanya tidak lebih dari lima jenjang dan tidak kurang dari tiga jenjang (Azwar. Adapun syarat untuk kategorisasi sebagai berikut: a b c d e ( x ≤ μ -1.5σ < x ≤ μ + 0. sehingga kategorisasi indikator-indikator dalam penelitian ini.5σ < x) Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Dalam penyajiannya.5σ) ( μ + 1.5σ < x ≤ μ + 1. Tujuan kategori ini adalah menempatkan individu dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur.5σ < x ≤ μ -0. dibuat berbeda berdasarkan standar yang terdapat pada masingmasing indikator.5σ) ( μ + 0. adalah sebagai berikut: .

335<Skor≤66.995<Skor≤100 Optimal 66.005<Skor≤53.335 Tidak optimal 20<Skor≤40.66 Tabel.67 9 2 30 6.665 Kurang ideal 40.33 30 6.995<Skor≤100 Ideal 66.665<Skor≤79.665 Kurang optimal 40.335<Skor≤66.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi sebagai berikut: .005<Skor≤53.665<Skor≤79.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3. 6.05 Distribusi Skor Manajemen Sekolah No 1 2 3 4 5. Skor Skor Tertinggi Terendah Kepemimpinan kepala sekolah 105 21 Kurikulum 100 20 Ketenaga kependidikan 100 20 Kesiswaan 50 10 Output 15 3 Sarana prasarana 50 10 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Tabel Variabel Rata.995 Cukup optimal 53.06 Kategori Skor Kepemimpinan Kepala Sekolah Skor Kriteria Sangat ideal 84<Skor≤105 Ideal 70<Skor≤84 Cukup ideal 56<Skor≤70 Kurang ideal 42<Skor≤56 Tidak ideal 21<Skor≤42 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3. 3.33 60 13.67 kategori skor masing-masing variabel secara keseluruhan adalah Tabel 3.335 Tidak ideal 20<Skor≤40.08 Kategori Skor Tenaga Kependidikan Skor Kriteria Sangat ideal 79.Standar rata Deviasi 63 14 60 13.07 Kategori Skor Kurikulum dan Program Pengajaran Skor Kriteria Sangat optimal 79.995 Cukup ideal 53.

6. kompetensi kewirausahaan.10 Kategori Skor Output Skor Kriteria Sangat tinggi 12<Skor≤15 Tinggi 10<Skor≤12 Cukup tinggi 7<Skor≤10 Kurang tinggi 6<Skor≤7 Tidak tinggi 3<Skor≤6 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.005<Skor≤50 Tinggi 33.335<Skor≤40.995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3. Kriteria penilaian kepemimpinan kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 105 (jika kepala sekolah memiliki kompetensi kepribadian.67 Tabel 3.995<Skor≤26.665 Tidak optimal 10<Skor≤19.665 Tidak tinggi 10<Skor≤19.005 Cukup tinggi 26.335 Kurang tinggi 19.335 Kurang optimal 19.1.005 Cukup optimal 26. kompetensi manajerial.665<Skor≤33.09 Kategori Skor Manajemen Kesiswaan Skor Kriteria Sangat tinggi 40.665<Skor≤33.2 Penyusunan Tabel Kriteria Manajemen Sekolah dengan Masing-masing Indikatornya a) Variabel kepemimpinan kepala sekolah Data kepemimpinan kepala sekolah didapat dari data angket penelitian.995<Skor≤26.335<Skor≤40.995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.005<Skor≤50 Optimal 33.11 Kategori Skor Sarana Prasarana Sangat optimal 40. kompetensi supervisi dan kompetensi .

Kompetensi Kepribadian Data kompetensi kepribadian kepala sekolah didapat dari data angket penelitian. Indikator Kepribadian .33 Kewirausahaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Supervisi Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sosial Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.68 sosial yang ideal dan menggunakannya secara optimal dan relevan). Sedangkan untuk penyusunan tabel kriteria masing-masing indikator adalah sebagai berikut: Tabel 3. memiliki sikap terbuka dan bisa mengendalikan diri). Kriteria penilaian kompetensi kepribadian kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 25 (jika kepala sekolah memiliki akhlak mulia. memilki integritas kepemimpinan.33 Manajerial Skor Tertinggi 35 Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 6. dan nilai terendah 21 (jika kepala sekolah tidak memiliki kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah serta tidak menggunakannya secara optimal).12 Kepemimpinan Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 25 Skor Terendah 5 Rata-Rata 15 Standar Deviasi 3.

Interval Skor Kriteria 19.835 Kurang ideal 5 7<skor≤11. Kompetensi Kewirausahaan Data tentang kompetensi kewirausahaan dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki jiwa kewirausahaan dan menggunakannya secara optimal .005 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Manajerial Data tentang kompetensi manajerial dengan nilai maksimum 35 (jika kepala sekolah melaksanakan aspek-aspek manajerial dengan optimal) dan dengan nilai minimal 7 (jika tidak dapat melaksanakan dari aspek-aspek manajerial secara optimal).335<skor≤16.995<skor≤25 Sangat ideal 16.69 dan nilai terendah 5 (jika kepala sekolah tidak memilki aspek kompetensi kepribadian yang ideal.995 Ideal 13.055 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kepribadian: Tabel 3.165<skor≤30.665<skor≤19. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi manajerial: Tabel 3.165 Cukup ideal 4 11.495<skor≤35 Sangat ideal 2 24.335 Kurang ideal 5<skor≤10.835<skor≤24.665 Cukup ideal 10.055<skor≤17.14 Kategori Skor Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 30.005<skor≤13.13 Kategori Skor Kompetensi Kepribadian Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 2.495 Ideal 3 17.

serta menggunakannya secara optimal) . Kompetensi Sosial Data tentang kompetensi sosial dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki aspek sosial yang baik. melaksanakan dan menindaklanjuti hasil supervisi) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki program supervisi). Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kewirausahaan: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi supervisi: Tabel 3.15 Kategori Skor Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 4. Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Supervisi Data tentang kompetensi supervisi dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki program supervisi.16 Kategori Skor Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5.70 dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki jiwa kewirausahaan dan tidak melaksanakannya secara optimal ).

Tabel 3. memiliki kalender pendidikan dan dijalankan sesuai dengan apa yang tertera dikalender pendidikan.71 dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki dan tidak menggunakan aspek sosial secara optimal).17 Kategori Skor Kompetensi Sosial Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi b) Manajemen Kurikulum Data tentang kurikulum dan program pengajaran dengan nilai maksimum 100 (jika sekolah melaksanakan KTSP secara optimal. memiliki pedoman penilaian hasil belajar dan memiliki peraturan akademik.33 10 2 6 1.20 Manajemen Kurikulum Indikator KTSP Statistik Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Hipotetik 25 5 15 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi sosial : Tabel 3. memiliki program pembelajaran.33 Kalender Pendidikan . serta peraturan tersebut ditaati oleh seluruh warga sekolah) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak bisa melaksanakan dari komponen manajemen kurikulum dan program pengajaran secara optimal).

335<skor≤16.665<skor≤19. Berikut disajikan tabel kriteria skor KTSP: Tabel 3.005<skor≤13.665 Cukup optimal 4 10.005 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.335 Kurang optimal 5 5<skor≤10.995 Optimal 3 13.72 Program Pembelajaran Skor Tertinggi 30 Skor Terendah 6 Rata-Rata 18 Standar Deviasi 4 Penilaian Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Hasil Belajar Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2.67 Peraturan Skor Tertinggi 15 Akademik Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Data tentang KTSP dengan nilai maksimum 25 (jika sekolah menggunakan dan melaksanakan KTSP sesuai dengan peraturan Permendiknas) dan dengan nilai minimal 5 (jika sekolah melaksanakan KTSP tidak sesuai dengan peraturan Permendiknas).19 Kategori Skor KTSP No Interval Skor Kriteria 1 19. Kalender Pendidikan Data tentang kalender pendidikan dengan nilai maksimum 10 (jika sekolah memiliki kalender pendidikan dan melaksanakan kegiatan sekolah sesuai dengan .995<skor≤25 Sangat optimal 2 16.

665<skor≤7.20 Kategori Skor Kalender Pendidikan No Interval Skor Kriteria 1 7.21 Kategori Skor Program Pembelajaran No 1 2 3 4 5 4. Program Pembelajaran Data tentang program pembelajaran dengan nilai maksimum 30 (jika sekolah memiliki program pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran yang kondusif.73 kalender pendidikan) dan dengan nilai minimal 2 (jika sekolah tidak memiliki kalender pendidikan). efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 6 ( jika sekolah tidak dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien).335<skor≤6.665 Cukup sesuai 4 4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kalender pendidikan: Tabel 3. .995 Sesuai 3 5. Berikut disajikan tabel kriteria skor program pembelajaran: Tabel 3.005<skor≤5.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. Interval Skor Kriteria 24<skor≤30 Sangat optimal 20<skor≤24 Optimal 16<skor≤20 Cukup optimal 12<skor≤16 Kurang optimal 6<skor≤12 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Penilaian Hasil Belajar Data tentang penilaian hasil belajar dengan nilai maksimum 20 (jika sekolah memiliki program penilaian hasil belajar dan melaksanakan evaluasi belajar secara optimal dan rutin) dan dengan nilai minimal 4 ( jika sekolah tidak dapat melaksanakan penilaian hasil belajar secara optimal).

peraturan akademik tersosialisasi dengan baik serta diipatuhi) dan dengan nilai minimal 3 (jika sekolah tidak memiliki peraturan akademik).335<skor≤16.995 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5. serta tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak memiliki .22 Kategori Skor Penilaian Hasil Belajar No Interval Skor Kriteria 1 16.335 Cukup sesuai 4 7. Peraturan akademik Data tentang peraturan akademik dengan nilai maksimum 15 (jika sekolah memiliki peraturan akademik.005<skor≤20 Sangat sesuai 2 13.665 Kurang sesuai 5 4<skor≤7.665<skor≤13. Berikut disajikan tabel kriteria skor peraturan akademik: Tabel 3.995<skor≤10.23 Kategori Skor Peraturan akademik No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi c) Manajemen Tenaga Kependidikan Data tentang manajemen tenaga kependidikan dengan nilai maksimum 100 (jika tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan profesinya.74 Berikut disajikan tabel kriteria skor penilaian hasil belajar: Tabel 3.005 Sesuai 3 10.

33 Pustakawan Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.75 kualifikasi akademik yang memadai.24 Manajemen Tenaga Kependidikan Indikator Wakil Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 50 Skor Terendah 10 Rata-Rata 30 Standar Deviasi 6. Berikut disajikan tabel kriteria skor wakil kepala sekolah: .33 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.33 Konselor Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.33 Laborat Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1. Berikut disajikan tabel data manajemen tenaga kependidikan: Tabel 3. Wakil Kepala Sekolah Data tentang kepala sekolah dengan nilai maksimum 50 (jika wakil kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika wakil kepala sekolah tidakmelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik).67 Guru Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).33 Tenaga Skor Tertinggi 10 Administrasi Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.

005<skor≤5.335 Cukup ideal 4 19. background pendidikan tidak sesuai. Berikut disajikan tabel kriteria skor guru.335<skor≤6.995 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. Tabel 3.76 Tabel 3.005 Ideal 3 26.995<skor≤26.25 Kategori Skor Wakil Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 40. Guru Data tentang guru dengan nilai maksimum 10 (jika guru memiliki kualifikasi akademik yang memadai.665 Cukup sesuai 4 4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.335<skor≤40.665<skor≤33. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika guru tidak memiliki kualifikasi akademik yang memadai. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara ideal).665 Kurang ideal 5 10<skor≤19.005<skor≤50 Sangat ideal 2 33.665<skor≤7.26 Kategori Skor Guru No Interval Skor Kriteria 1 7.995 Sesuai 3 5. Konselor Data tentang konselor dengan nilai maksimum 10 (jika konselor memiliki kualifikasi akademik yang memadai. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika konselor tidak memilki kualifikasi akademik .

background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika pustakawan tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai. Berikut disajikan tabel kriteria skor konselor: Tabel 3.665<skor≤7.335<skor≤6.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.995 Sesuai 3 5. background pendidikan tidak sesuai.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.665 Cukup sesuai 4 4.005<skor≤5.28 Kategori Skor Pustakawan No Interval Skor Kriteria 1 7.995 Sesuai 3 5.335<skor≤6.27 Kategori Skor Konselor No Interval Skor Kriteria 1 7.77 yang memadai.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.665<skor≤7. Berikut disajikan tabel kriteria skor pustakawan Tabel 3. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.665 Cukup sesuai 4 4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 4.005<skor≤5. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal). Pustakawan Data tentang pustakawan dengan nilai maksimum 10 (jika pustakawan memiliki kualifikasi akademik yang memadai. background pendidikan tidak sesuai.

Tenaga Administrasi Data tentang tenaga administrasi dengan nilai maksimum 10 (jika tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik yang memadai. background pendidikan tidak sesuai.665<skor≤7.335<skor≤6. Laborat Data tentang laborat dengan nilai maksimum 10 (jika laborat memiliki kualifikasi akademik yang memadai.005<skor≤5. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).665 Cukup sesuai 4 4. background pendidikan tidak sesuai.78 5.995 Sesuai 3 5. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 6.29 Kategori Skor Laborat No Interval Skor Kriteria 1 7. Berikut disajikan tabel kriteria skor laborat: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor tenaga administrasi: . background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika laborat tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika tenaga administrasi tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.

79 Tabel 3. Indikator Input siswa . proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 13 (jika semua butir aspek hanya minimum).30 Kategori Skor Tenaga Administrasi No Interval Skor Kriteria 1 7. Berikut disajikan tabel data manajemen kesiswaan: Tabel 3.67 Out Put Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.995 Sesuai 3 5.335<skor≤6.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.31 Manajemen Kesiswaan Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Proses Skor Tertinggi 35 Pembelajaran Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 4. Input Kriteria penilaian input siswa yaitu dengan nilai maksimum sebesar 15 (jika nilai input siswa tinggi.665<skor≤7.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.665 Cukup sesuai 4 4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi d) Manajemen Kesiswaan Data tentang kesiswaan dengan nilai maksimum 65 (jika input siswa baik. yang berupa nilai NEM sekolah sebelumnya/SMP) dan nilai terendah 3 (jika nilai input siswa rendah).005<skor≤5.

665 Kurang optimal 5 7<skor≤13.005 Optimal 3 18.665<skor≤23. Proses Pengajaran Kriteria penilaian Proses pengajaran yaitu dengan nilai maksimum sebesar 35 (jika sekolah bisa menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien) dan nilai terendah 7 (jika sekolah tidak dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien).995<skor≤18.335<skor≤28. Output Data tentang output siswa dengan nilai maksimum 15 (jika output siswa mempunyai kualitas tinggi) dan dengan nilai minimal 3 (jika output siswa rendah).33 Kategori Skor Proses Pembelajaran No Interval Skor Kriteria 1 28. Berikut disajikan tabel data output siswa: .335 Cukup optimal 4 13.80 Berikut disajikan tabel kriteria skor input siswa Tabel 3.995 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.005<skor≤35 Sangat optimal 2 23.32 Kategori Skor Input Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2. Berikut disajikan tabel kriteria skor proses pembelajaran: Tabel 3.

Berikut disajikan tabel data manajemen sarana prasarana: Tabel 3.35 Manajemen Sarana Prasarana Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Pemeliharaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Inventarisasi Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2. serta melakukan pemeliharaan dan inventarisasi secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika sekolah tidak memanajemen sarana prasarana secara optimal).81 Tabel 3.67 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Indikator Pengadaan .34 Kategori Skor Output Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi e) Manajemen Sarana Prasarana Data tentang sarana prasarana dengan nilai maksimum 50 (jika sekolah memiliki program pengadaan sarana prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Berikut disajikan tabel kriteria skor pengadaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3.37 Kategori Skor Pemeliharaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat optimal 10<skor≤12 Optimal 8<skor≤10 Cukup optimal 6<skor≤8 Kurang optimal 3<skor≤6 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .82 1. Pemeliharaan Sarana Prasarana Data tentang pemeliharaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pemeliharaan sarana prasarana dilakukan dengan optimal) dan dengan nilai minimal 3 (jika pemeliharaan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).36 Kategori Skor Pengadaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2. Berikut disajikan tabel kriteria skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3. Pengadaan Sarana Prasarana Data tentang pengadaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pengadaan sarana prasarana disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki sekolah) dan dengan nilai minimal 3 (jika pengadaan sarana prasarana tidak terprogram secara ideal).

005 Optimal 3 10.335<skor≤16.99 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .83 3. Inventarisasi Sarana Prasarana Data tentang perawatan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 20 (jika inventarisasi sarana prasarana dilakukan secara optimal) dan dengan nilai minimal 4 (jika perawatan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).005<skor≤20 Sangat optimal 2 13.66<skor≤13.99<skor≤10.38 Kategori Skor Inventarisasi Sarana Prasarana No Interval Skor Kriteria 1 16. Berikut disajikan tabel kriteria skor inventarisasi sarana prasarana: Tabel 3.335 Cukup optimal 4 7.66 Kurang optimal 5 4<skor≤7.

pemerintah akan menjamin lapangan kerja yang luas. Pemerintah yang selalu tanggap. Dimulai dari Teknik Mesin (Otomotif). Teknik Bangunan. Seluruh SMK di Kabupaten Kendal merupakan sebagian kelompok SMK di Indonesia yang menjadi program percontohan Mentri Pendidikan Nasional. Artinya bagi mereka yang lulus SMK adalah orangorang yang siap menjalankan pekerjaan dikemudian hari sesuai dengan keahlian mereka masing-masing. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).1.1 Hasil Penelitian 4. dapat dikatakan sangatlah lengkap. Tata Busana. Bisnis Manajemen (Bismen) dan program keahlian Akuntansi. Teknik Elektro.84 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. menunjukkan keseriuasan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kendal.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Kabupaten Kendal merupakan sebuah wahana pendidikan yang terus dipacu untuk dikembangkan lebih baik menuju amanat tujuan pendidikan di tingkat SMK. Sedangkan Program keahlian . Melalui SMK mereka bisa mengembangkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki. tidak tanggung-tanggung. Hal tersebut sangat menggembirakan bagi generasi muda yang ada di Kabupaten Kendal dan sekitarnya. Program keahlian yang diterapkan disemua SMK di Kendal baik negeri maupun swasta. Teknik Pendingin dan Tata Udara.

kepemimpinan kepala sekolah pun diuji dalam persaingan yang sehat dan penuh pengertian. Banyaknya program keahlian yang di tempuh oleh sekolah. maka penulis tidak melihat lebih jauh tentang program keahlian tersebut. Namun demikian tidak berarti antar sekolahan saling menjatuhkan sama lain. yaitu saling melengkapi kekurangan yang dimiliki masing-masing sekolah. Merujuk pada kompleksnya program keahlian yang ada diseluruh SMK Kendal. Geologi Pertambangan. Penulis hanya meneliti manajemen sekolah secara umum yang diterapkan dimasing-masing Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diseluruhn Kabupaten Kendal dengan status sekolah negeri dan swasta. Malainkan hal sebaliknya yang tersaji dalam persaingan tersebut. Pemerintah kabupaten Kendal akan berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan program keahlian tesebut. menjadikan sekolah tersebut . hal yang demikian tidak terjadi di SMK Kendal.1. dan menentukan prestasi lulusan. Ikan. dimulai dari model persaingan penerimaan siswa baru.85 Budidaya Tanaman. Teknologi hasil Pertanian. Lebih detail dan semakin dalam lagi. dan lain sebagainya. tenaga pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan baik negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Kendal dapat dikatakan mempunyai persaingan yang kompetitif disetiap unsur sistem manajemen sekolah. administrasi dan lain sebagainya selalu ada persaingan menjadi yang lebih baik dari seluruh SMK di Kendal. 4. proses belajar mengajar.2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kabupaten Kendal merupakan SMK yang menerapkan banyak program keahlian. Ternak.

Berdasarkan tabel diatas . Standar Deviasi 0.07 12. A. 3. 4.73 11.95 29. 5.287 2.43 20.89 12.735 Supervisi 13.408 Nilai rata-rata secara keseluruhan pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala SMK negeri di Kabupaten Kendal.74 12.332 0. Berikut adalah hasil penelitian dengan menggunakan metode angket di setiap SMK Negeri dan Swasta se Kabupaten Kendal.285 Sosial 13.79 10. harus berperan kooperatif guna menciptakan kondisi yang maksimal disetiap kinerja manjemen.98 Total 96.18 26. Manajemen kurikulum.92 82.86 memerlukan kinerja manajemen yang optimal untuk mendukung berjalanya kegiatan sekolah.745 Sumber: Data Penelitian (Diolah) No 1.93 22.502 0. kesiswaan. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tabel 4.417 0. 2.18 Manajerial 32.78 12. digunakan untuk lebih memudahkan dan agar komunikatif dalam mendiskripsikan hasil penelitian. Kepala sekolah selaku penggerak utama dalam semua kebijakan untuk menjalankan amanat dimasing-masing manajemen.872 0. tenaga kependidikan.47 89. Analisis diskriptif yang akan penulis sampaikan disetiap variabel beserta indikatornya.565 Kewirausahaan 13. dan manajemen sarana prasarana merupakan komponen manajemen yang harus dijaga kualitasnya agar kesemua manajemen tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan masing-masing sekolah.01 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 23.

supervisi. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. atau merupakan kelemahan dari variabel kepemimpinan kepala sekolah. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti kecenderungan mendekati kriteria rata-rata. dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. dan sosial. Namun dalam komponen kepemimpinan kepala sekolah. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. kompetensi manajerial masih kurang maksimal bagi kepala SMK negeri. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. . Kelemahan tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah akan dijelaskan seperti berikut : a) Kompetensi Kepribadian Skor rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal.417. hal ini banyak dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. kewirausahaan. Berdasarkan nilai rata-rata. Hal ini terbukti.87 dapat dilihat dari nilai rata-rata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. manajerial. kompetensi manajerial berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal. berarti kepemimpinan kepala sekolah sudah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian.

872. Kepala sekolah juga belum secara signifikan dalam mengelolah staff guru dan karyawan. Hal ini dikarenakan kepala sekolah telah merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik dalam rangka profesionalisme guru. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah melalui rapat-rapat rutin yang dilaksanakan oleh sekolah. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 0. c) Kompetensi Kewirausahaan Nilai rata-rata dari tabel 4.332.01 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari komptensi supervisi masuk dalam kriteria sangat ideal. Hal ini terbukti. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah. dan juga telah menggunakan pendekatan dan teknik .88 b) Kompetensi Manajerial Kompetensi manajerial pada SMK negeri masuk dalam kriteria ideal.01 diatas menunjukkan kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah.

Dengan standar deviasi menunjukkan nilai yang kecil.825 Manajerial 33.52 12.615 4.5 Sosial 14. Standar Deviasi 0.02 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 24. manajerial.01 menunjukkan kritria sangat idal.00 11.92 75.57 11. dan sosial. Kepala sekolah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian.287. 5. Namun dari kelima . supervisi.94 Supervisi 14.71 25. penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.43 29.24 Nilai rata-rata pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala sekolah pada SMK swasta.21 10. Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah sudah bisa berkomunikasi langsung oleh masyarakat sekolah dan masyarakat luar sekolah.43 19. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0.00 9. Hal ini terbukti. e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4.868 1. Tabel 4. Diolah No 1.57 Kewirausahaan 14.22 21.2 Sumber: Data Penelitian. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal.502.543 0.48 88.365 Total 100.31 12.833 0. 3. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. berarti kepemimpinan kepala sekolah SMK swasta sudah mendekati kriteria sangat ideal.89 supervisi yang tepat. 4. kewirausahaan. 2.38 0. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana.

Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. kompetensi manajerial dan supervisi yang masih kurang.90 kompetensi kepala sekolah. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai. dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sementara itu untuk kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta. hal ini dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. .868. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah seperti berikut ini : a) Kompetensi Kepribadian Perolehan nilai rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. Hal ini terbukti. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah. Kelemahan pada kompetensi manajerial menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. menggambarkan kompetensi tersebut pada kepala sekolah SMK swasta di Kabupaten Kendal berada pada kategori kedua dan berkriteria ideal. Berdasarkan nilai rata-rata kompetensi manajerial dan supervisi kepala sekolah.

Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 1. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah.02 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta. semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah.91 b) Kompetensi Manajerial Pada SMK swasta kompetensi manajerial masuk dalam kriteria ideal. c) Kompetensi Kewirausahaan Skor rata-rata pada kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal.38. Hal ini terbukti. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.543.833. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4. .

92

e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4.02 menunjukkan kriteria sangat ideal. Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah aktif berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekolah maupun masyarakat luar sekolah. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.615. B. Manajemen Kurikulum Tabel 4.03 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23.21 20.76 21.985 Kalender Pendidikan 9.68 8.73 9.205 Program Pembelajaran 27.97 25.22 26.595 Penilaian Hasil Belajar 18.48 17.07 17.775 Peraturan Akademik 14.00 12.71 13.355 Total 93.34 84.49 88.915 Sumber: Data Penelitian, Diolah

No 1. 2. 3. 4. 5.

Standar Deviasi 0.408 0.158 0.458 0.235 0.215 1.475

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK negeri. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti

kurikulum dan program pengajaran sekolah sudah sangat optimal. Pelaksanakan kurikulum telah sesuai dengan aturan. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini :

93

a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Analisis yang digunakan untuk menjawab penilaian pada skor rata-rata yang tertulis diatas dengan kriteria sangat optimal adalah karena seluruh SMK negeri telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan, standar isi dan praturan pelaksanaannya. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, kondisi peserta didik, kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat. Dukungan yang lebih kuat lagi datang dari staff pengajar yang mana mereka telah bertanggungjawab menyusun SILABUS dan RPP disetiap mata pelajaran yang diampunya. Sehingga dalam pencapaian

terlaksananya KTSP dalam lingkup proses belajar selalu optimal. Penilaian sangat optimal yang dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan, bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0.408. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sangat sesuai. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0.158. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK negeri sudah sangat optimal. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh SMK negeri lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai

94

penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal, seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 0.458. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test, ujian praktek, mid semester, ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN). Untuk menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian, SMK negeri juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK negeri di Kendal telah menggunakan pedoman KKM, dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik, wali murid, komite sekolah dan institusi diatasnya. Hal ini terbukti, bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0.235. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui, disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0.215.

64 13.97 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum pada SMK swasta. 2.828 0.86 Penilaian Hasil Belajar 18. 5. 3.31 12.24 10. Namun dalam komponen manajemen kurikulum masih memiliki kekurangan pada indikator kalender pendidikan.25 21.655 3.345 Program Pengajaran 28. berarti manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK swasta sudah sangat optimal.95 No 1.47 24. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal.585 Kalender Pendidikan 9. 4. standar isi dan peraturan pelaksanaannya. Tabel 4. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini : a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Skor rata-rata yang tertulis pada tabel 4. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.86 Peraturan Akademik 14.13 70.22 Sumber: Data Penelitian. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.972 0.67 20. Diolah Standar Deviasi 0.04 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23. Pelaksanaan kurikulum sudah dilaksanakan sesuai aturan.19 8.67 19.31 82.275 Total 94. kondisi peserta didik.50 17.385 1.13 0.50 7. Penilaian sangat optimal yang .04 dengan kriteria sangat optimal adalah lebih dikarena seluruh SMK swasta telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan.

Untuk . Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh sekolah lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal. Seorang guru kadang tidak lengkap dan tuntas dalam memberi materi pelajaran. hal ini terlihat dengan kurang tepatnya pelaksanaan ujian semester. karena waktu yang sudah habis untuk kegiatan belajar mengajar. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sesuai. Fakta ini ditunjukkan dengan penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK swasta sebesar 0.13.385. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test. ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN).972. Hal ini terbukti. mid semester. Sehingga dalam menyiapkan anak didiknya. bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0. Akan tetapi pelaksanaan kaldik belum maksimal. ujian praktek. seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK swasta sangat optimal.96 dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. seorang guru tidak maksimal dalam mengajar. penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 1.

Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK swasta di Kendal telah menggunakan pedoman KKM.05 8. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian.828.28 40. komite sekolah dan institusi diatasnya.515 0.917 Guru 9. 5. 3. bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0.295 Administrasi 8.365 0.64 7. wali murid. 4.215 Konselor 9.34 8. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui.177 Sumber: Data Penelitian. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0. Manajemen Tenaga Kependidikan Tabel 4.05 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep.40 6.695 0.335 0.89 7.78 43.00 7.53 0. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik.73 84. 2.63 7.24 7.185 Total 90.26 2. 6.49 8. disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya.Sek 46.79 77. C. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal.97 menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian.273 Laborat 8. Hal ini terbukti. Diolah No 1. SMK swasta juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM).78 8.82 0. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai.292 Pustakawan 8. .655.

memfasilitasi. kesiswaan. mendidik.98 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi tenaga kependidikan SMK negeri. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indicator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK negeri sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal tenaga pustakawan dan laborat. Disamping itu. dan melatih . berarti tenaga kependidikan sekolah sudah mendekati kriteria sangat ideal. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 0. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria awal. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata tenaga kependidikan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. Hal ini berarti tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK negeri telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal.917. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. membimbing. Dalam hal ini kepala sekolah sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing. sarana prasarana dan hubungan masyarakat. guru juga telah memberikan motivasi.

Dengan latar belakang yang cocok dengan pekerjaannya. Hal ini terbukti. sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal. Dapat dibuktikan. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau mrupakan kelemahan dari indikator pustakawan. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK negeri mendapat kriteria sesuai. bahwa penyimpangan dalam indicator pustakawan hanya sebesar 0. guru selalu tepat pada tujuan yang diinginkan saat membimbing dan saat memberikan konseling. Dalam memberikan bimbingan dan konseling terhadap para siswa. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya. . Hal ini terbukti. penyimpangan dalam aspek tenaga konslor dari masing-masing sekolah negeri hanya sebesar 0. mereka tidak kesulitan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi siswa dan sekolah.273. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga telah maksimal dilaksanakan. Namun demikian tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan.292.215. penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0.99 peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas.

185. Di SMK negeri belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. . baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal.100 e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai. Fakta ini terbukti. kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan.295. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik. sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik.

Tabel 4.303 Sumber: Data Penelitian. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.31 0.01 69.19 79.43 Konselor 8. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas.21 0.475 Guru 9.39 8.78 40.92 8. Diolah Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen tenaga kependidikan pada SMK swasta.50 6. Namun dalam komponen tenaga pustakawan dan laborat masih kurang.08 8.205 1. 4. kesiswaan. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen tenaga kependidikan berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal. sarana prasarana dan hubungan masyarakat. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria ratarata.77 7. berarti manajemen tenaga kependidikan SMK swasta sudah mendekati kriteria ideal. 5.06 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep.13 7. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK swasta telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum.35 6. sehingga kepala sekolah .347 Laborat 8.101 No 1.48 Administrasi 9. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal.23 Pustakawan 8.75 7.342 Total 89.105 0. 6.08 0. Secara keseluruhan tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah. 2.27 7.1 3. 3.Sek 44.63 5.19 0.63 35.

43. Disamping itu. membimbing. Akan tetapi tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK swasta mendapat kriteria sesuai. penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan. Hal ini terbukti. mendidik. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau masih ada kelemahan pada indikator pustakawan. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indikator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK swasta sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. guru juga telah memberikan motivasi.102 sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing. Hal ini terbukti. penyimpangan dalam aspek tenaga konselor dari masing-masing sekolah swasta hanya sebesar 0.23. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga . memfasilitasi. dan melatih peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 1. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya.475. sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal.

Fakta . kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik. Di SMK swasta belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium.48.347. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal.103 telah maksimal dilaksanakan. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai. bahwa penyimpangan dalam indikator pustakawan hanya sebesar 0. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik. e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata pada aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya. maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Dapat dibuktikan.

19 Total 43. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah.342. Manajemen Kesiswaan Tabel 4.278 0.655 Sumber: Data Penelitian. Standar Deviasi 0.63 13. . Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK negeri mendapat kriteria sangat tinggi. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.104 ini terbukti. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kesiswaan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi.26 28.30 12. berarti manajemen kesiswaan SMK negeri sudah sangat tinggi. D.07 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14.465 Proses 32.12 30. Diolah No 1. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi.69 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi kesiswaan SMK negeri. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0. 2. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan. dan mereka cendrung untuk memilih SMK negeri terlebih dahulu dari pada SMK swasta.

efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi.69. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0. output SMK negeri sudah termasuk dalam kriteria tinggi. Hasil analisis angket penelitian menunjukkan. berarti output (lulusan) SMK negeri sudah mendekati kriteria tinggi. No 1. Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi.105 Karena banyaknya peminat yang ingin masuk pada SMK negeri.08 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 13.80 11. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0. Hal ini terbukti. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. maka SMK negeri menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru.278.12 9.46 Total 11. Tabel 4.553 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK negeri.46 Sumber: Data Penelitian. Diolah Standar Deviasi 0. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK negeri sangat tinggi. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan criteria sangat optimal. Tingkat kelulusan dalam . Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.

13 24. Karena banyaknya siswa yang ingin masuk pada SMK swasta.52 10. 2. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Standar Deviasi 0. berarti manajemen kesiswaan SMK swasta sudah sangat tinggi. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan.47 12.675 1. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah.106 kurun waktu 4 tahun terakhir mengalami peningkatan. Siswa yang diterima diperusahaan untuk bekerja semakin meningkat. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kesiswaan berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK .95 Sumber: Data Penelitian. dengan demikian secara keseluruhan grafik perkembangan akademik mengalami kenaikan. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK swasta mendapat kriteria sangat tinggi.09 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14. maka SMK swasta menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.495 Proses 34.558 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kesiswaan pada SMK swasta. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.455 Total 41. Diolah No 1. Tabel 4.78 29. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi.

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi. artinya output (lulusan) SMK swasta sudah mendekati kriteria tinggi. Tabel 4.52 8. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK swasta hanya sebesar 1. Standar deviasi tersebut menunjukkan perlu adanya perbaikan sistem pada model penerimaan siswa baru. nilai standar deviasi yang kecil berarti semakin mendekati nilai rata-rata.54 10. Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0. efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi.663 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK swasta. Perbaikan ini harus terus dijalankan untuk bisa bersaing dengan SMK negeri.558.107 swasta sangat tinggi. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan kriteria sangat optimal. . Standar Deviasi 0.675. Hal ini terbukti. Diolah No 1. Sedangkan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.10 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 12.53 Sumber: Data Penelitian.53 Total 10.

95 12.11 10. Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana untuk unsur pemeliharaan mencapai taraf sangat optimal.583 1. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat optimal.108 E.22 10.22 15.05 35. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas. Karena pada aspek pengadaan sarpras. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan inventarisasi sarana prasarana.76 11. sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah.72 14. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.93 39.085 3.999 Sumber: Data Penelitian.11 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Negeri No. Inventarisasi 17. Pemeliharaan 13. berarti manajemen sarana dan prasarana SMK negeri sudah mendekati kriteria sangat optimal. Pengadaan 13.392 0.97 Total 44. SMK negeri tidak membutuhkan sarpras yang baru.378 0.935 2. . jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja. Diolah Standar Deviasi 0. Sedangkan untuk aspek pengadaan dan inventarisasi hanya berkriteria optimal. Manajemen Sarana dan Prasarana Tabel 4.353 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi sarana dan prasarana SMK negeri. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1.

109

Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392. b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK negeri mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK swasta, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, mereka juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK negeri hanya sebesar 0.378. Walaupun sudah unggul dari SMK swasta, SMK negeri harus lebih meningkatkan kualitas dan tata cara penjagaan sarpras disekolahan. Karena jika dilihat masih terdapat penyimpangan nilai dari skor rata-rata pada aspek pemeliharaan. Sehingga dengan peningkatan tata cara pemeliharaan sarpras, diharapkan umur ekonomis dari barang tersebut masih cendrung utuh atau sedikit penyusutannya. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583.

110

Tabel 4.12 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Swasta No. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1. Pengadaan 13.75 10.00 11.875 2. Pemeliharaan 14.00 9.89 11.945 3. Inventarisasi 18.50 13.64 16.07 Total 46.25 33.53 39.89 Sumber: Data Penelitian, Diolah

Standar Deviasi 0.625 0.685 0.81 2.21

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen sarana dan prasarana pada SMK swasta. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti manajemen sarana dan prasarana SMK swasta sudah mendekati kriteria optimal. Namun terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan pemeliharaan sarana

prasarana. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas, jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja. Karena pada aspek pengadaan sarpras, SMK swasta tidak membutuhkan sarpras yang baru, sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah. Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392.

111

b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK swasta mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK negeri, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, SMK swasta juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti,

penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK swasta hanya sebesar 0.378. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583. Standar deviasi menunjukkan perlu adanya pendataan kembali sarpras yang dimiliki sekolah. Karena sangat rugi jika sarana yang telah dimiliki oleh sekolah hilang, dan akhirnya system pendidikan yang ada disekolah dirugikan
Tabel 4.13 Rekapitulasi Skor Kinerja Manajemen Sekolah Negeri dan Swasta

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Variabel Penelitian Kepemimpinan Kepala Sekolah Kurikulum Tenaga Kependidikan Kesiswaan Sarana dan Prasarana Output

SMK Negeri 89.745 88.915 84.26 43.655 39.999 11.46

SMK Swasta 88.2 82.22 79.1 41.95 39.89 10.53

Sumber: Data Penelitian, Diolah

Tabel 4.13 menunjukkan secara keseluruhan kinerja manajemen sekolah antara SMK negeri dan swasta. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK

hanya pada aspek kompetensi manajerial pada kepala sekolah negeri dan swasta belum bisa optimal atau merupakan kelemahan pada aspek tersebut. manajemen kesiswaan 43. Akan tetapi. kinerja manajemen sekolah di SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal dalam kondisi maksimal sesuai dengan teori dan Permendiknas tahun 2007.95 ( sangat tinggi). Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam hal kepemimpinan kepala sekolah.745 (sangat ideal). serta output 10. Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berjumlah 88. manajemen tenaga kependidikan 79. Kelemahan dalam aspek kompetensi manajerial dikarenakan dalam merumuskan kurikulum.89 (optimal). kriteria yang diterima baik SMK negeri maupun swasta dalam kategori yang seimbang. manajemen tenaga kependidikan 84.26 (sangat ideal).22 (sangat optimal). 4.655 (sangat tinggi). manajemen sarana prasarana 39. manajemen kurikulum 82.112 negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berjumlah 89.2 Pembahasan 4.53 (tinggi).2 (sangat ideal).46 (tinggi).1 (ideal).2. Artinya.999 (optimal) serta output 11. dan manajemen sarana prasarana 39.915 (sangat optimal). kepala sekolah SMK negeri dan swasta sudah sangat optimal pada semua kompetensi. kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha dilingkungan Kendal dan . Terlihat bahwa SMK negeri lebih unggul sedikit dari SMK swasta.1 Kinerja Manajemen SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal 1. manajemen kurikulum 88. manajemen kesiswaan 41.

karena alasan diatas menunjukkan bahwa pihak sekolah dinilai belum mampu menjamin out put yang berkualitas untuk pelanggan atau dunia usaha. Hal ini memberi arti bahwa harus ada perbaikan pada SMK se-Kabupaten Kendal. belum mencapai tahap kerjasama perkembangan teknologi dan pengelolaan kelulusan. Menurut Kemenade dan Garre (2003. sekolah juga dapat mengelola kelulusan agar bisa bekerja pada perusahaan terkait. Artinya bahwa kompetensi manajerial dalam dimensi pengelolaan dan pengembangan kurikulum serta kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan tujuan pendidikan belum dilaksanakan oleh kepala sekolah. atau yang sering dikenal dengan kebutuhan yang berorientasi pada pelanggan.33) dalam Martinis Yamin (2007. Kegiatan kerjasama hanya sebatas dalam lingkup kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) saja. Sedangkan alasan mengapa kerjasama antara sekolah dan perusahaan tidak terjadi. dagang maupun jasa di wilayah Kabupaten Kendal. baik perusahaan manufaktur. adalah karena pihak sekolah belum siap dengan tenaga pendidik yang ada untuk mengikuti perkembangan teknologi perusahaan. Fakta diatas disebabkan kepala sekolah belum mengadakan hubungan kerja sama dengan perusahaan.113 sekitarnya. Penyebab lain adalah karena pihak perusahaan menganggap bahwa kerjasama dengan sekolah tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan. Padahal disamping untuk mengetahui perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan dan untuk memperbaiki kualitas kelulusan.78) menyebutkan bahwa standarisasi kelulusan pendidikan .

Kerjasama yang perlu dilakukan pada jenjang SMK adalah kerjasama sekolah dengan dunia usaha. 5) berorientasi pada kelompok.114 mempersyaratkan delapan kategori. karena hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas lulusan. Merujuk pada penelitiannya Daman (2001). yaitu : 1) berorientasi pada pelanggan. bahwa pelaksanaan manajemen sekolah harus memenuhi syarat tentang keterbukaan manajemen. . Jadi bisa disimpulkan bahwa temuan dari penelitian ini tidak konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Daman. dan belum bisa memberikan tugas dan tanggungjawab kepada bawahannya yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. 7) pembelajaran aktif. aspek yang belum maksimal adalah kerjasama diluar (ekstern) sekolah. Sementara itu. Kepala sekolah hanya memberikan tugas-tugas sekolah kepada orang-orang kepercayaannya saja. kerjasama intern dan ekstern sekolah. 4) memiliki pemahaman bahwa kerja adalah suatu proses. sehingga profesionalitas didalam sekolah tidak bisa tercipta. tidak memantau secara berkala perkembangan peserta didik. 2) memiliki pengetahuan praktis dan aplikasi alat-alat total quality management (TQM). 3) mampu membuat keputusan berdasarkan fakta. temuan pada SMK swasta adalah terdapat kelemahan pada kompetensi supervisi. kemandirian dan ketercapaian sasaran dan dampak manajemen sekolah. Pada penelitian ini. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. 6) komitmen untuk peningkatan terus menerus.

b) Mengidentifikasi kemampuan. sehingga hanya orang yang dipercaya kepala sekolah saja yang digunakan untuk memegang mata pelajaran yang sebenarnya tidak sesuai dengan keahlian dan profesionalitas. keterampilan.115 Penyebab dari fakta diatas adalah kepala sekolah mengganggap bahwa guru yang mengajar dikelas sudah memiliki kemampuan yang maksimal. Upaya untuk meningkatkan kompetensi supervisi dapat dilakukan dengan upaya pendayagunaan SDM adalah upaya-upaya memanfaatkan pengetahuan. tidak tepatnya penanganan masalah dalam kelas dan kurang bisa memotivasi peserta didik dalam belajar. pengalaman dan potensi serta sikap SDM yang ada di sekolah maupun masyarakat secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. . pengalaman dan sikap seseorang dengan mnggunakan moto ”the right man on the right place”. Sedangkan penyebab ketidaksesuaian pemberian tanggungjawab dari kepala sekolah kepada bawahannya adalah kurangnya tenaga pendidik yang ada dalam sekolah. Seperti kurang tepatnya metode pembelajaran dengan pokok bahasan. minat dan sikap SDM yang ada. Pendayagunaan SDM ini dapat dilakukan dengan: a) Mengidentifikasi tugas yang harus dikerjakan. c) Mengupayakan agar tugas-tugas dilaksanakan oleh tenaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. sehingga dibiarkan saja dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikelas. Padahal sebenarnya masih banyak guru tidak berkualitas dalam KBM. d) Merumuskan tugas dan tanggung jawab (pembagian kerja secara individual maupun secara kelompok) dengan koordinasi yang memadai.

melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan. Seperti yang dikatakan oleh Yusufhadi (2004:732).116 e) Intensifkan komunikasi antara pimpinan dan staf dan sesama staf untuk mendiskusikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bersama maupun tanggung jawab masing-masing. penilaian hasil belajar dan peraturan akademik yang dipakai juga telah dilaksanakan dengan sangat optimal. Indikator lain seperti kalender pendidikan. Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. Dalam ranah kognitif misalnya.22 dan No. mengidentifikasi. menilai. Karena kurikulum yang di terapkan di semua SMK negeri dan swasta adalah kurikulum KTSP. dan mencipta. dan mengulang.23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. penguasaan atas tujuan belajar dalam kurikulum harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. . Manajemen Kurikulum Secara keseluruhan berdasarkan hasil analisis angket penelitian. penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. 2. pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta memperoleh kriteria sangat optimal. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. Pelaksanaan kurikulum KTSP berdasarkan Permendiknas tahun 2007 No. program pembelajaran. f) Lakukan supervisi secara berkala dan sampaikan umpan balik dari hasil supervisi dengan segera.

2) masih banyak guru yang tidak masuk pada awal tahun ajaran. Ketidakjelasan ini terjadi karena sekolah tidak pernah memberi wewenang kepada salah satu tenaga kependidikannya untuk mengawasi dan mengontrol keberlangsungan kegiatan kaldik. Mengacu pada penelitian tersebut. dapat dipastikan mengalami keterlambatan dalam pencapaian tujuan. Sebagai contoh kegagalan dalam kaldik yaitu . dan perencanaan kaldik belum secara keseluruhan disesuaikan dengan . maka dimungkinkan sekolah akan melenceng dari tujuan awal yang telah ditetapkan. Penyebab dari lemahnya pelaksanaan kontrol terhadap kegiatan kaldik adalah kurang jelasnya peran pihak yang bertanggung jawab atas kontrol kegiatan kaldik. Kalaupun tidak melenceng. Kelemahan ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik kurang maksimal diterapkan. Jika kegiatan pendidikan yang terjadi terlepas dari ramburambu kaldik.117 Akan tetapi di SMK swasta ada kelemahan pada indikator kalender pendidikan (kaldik). Menurut Yuliningtias (2008:150) bahwa salah satu ketercapaian tujuan pendidikan adalah pelaksanaan kaldik dengan tepat sesuai dengan yang direncanakan. sehingga mengakibatkan konsentrasi persiapan belajar siswa terganggu. Hal ini dikarenakan tingkat kontrol terhadap kaldik masih lemah. 1) pelaksanaan ujian nasional sering mengalami ketidaktepatan. maka kaldik pada SMK swasta tidak konsisten. Hal ini yang membuat tujuan belajar belum tercapai sesuai dengan yang dirumuskan oleh Yusufhadi. sehingga mengakibatkan banyak waktu yang kosong terbuang.

3. Temuan peneliti perihal tersebut masih terkait soal kurangnya dana untuk menggaji tenaga laborat dan pustakawan. pustakawan. dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. dan interes kerjanya. baik jangka pendek. Sehingga untuk alokasi tenaga laborat masih dipegang secara rangkap oleh guru masing-masing bidang studi. berdaya guna dan berhasil guna. Hal ini tidak konsisten dengan tenaga laborat dan pustakawan dimasing-masing sekolah. Padahal seharusnya sekolah menempatkan tenaga khusus untuk fokus pada tugas laborat dan tugas pengelolaan perpustakaan. ijazah/keahliannya. konselor. Sekolah memiliki tenaga kependidikan yang lengkap. Fakta diatas terjadi karena pada SMK negeri dan swasta belum mempunyai kualifikasi akademik yang memadai untuk tenaga laborat dan pustakawan. konselor. menengah dan jangka panjang. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. Manajemen Tenaga Kependidikan Pelaksanaan ke-enam manajemen tenaga kependidikan yang meliputi wakil kepala sekolah. belum sesuai dengan bidang keahliannya. Akan tetapi masih terdapat kelemahan pada tenaga pustakawan dan laborat. seperti wakil kepala sekolah. guru. guru bidang studi. pustakawan. laborat. mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”.118 perencanaan tujuan sekolah. . dan tenaga administrasi secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. laborat dan tenaga administrasi. Sedangkan untuk pustakawan.

119 4. Temuan Jasman menunjukkan bahwa proses pembelajaran tanpa dikelola dengan baik. Lebih lanjut Suparlan menggariskan salah satu indikator keberhasilan MBS pada aspek peserta didik adalah dengan adanya kemampuan pengembangan potensi. Jasman (2002) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada manajemen proses pembelajaran terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. maka akan menyebabkan kualitas pendidikan yang rendah. Jika alasan sekolah untuk proses pembelajaran kurang optimal dikarenakan dari in putnya kurang baik atau tidak berkualitas. Beberapa upaya diantaranya dengan melakukan variasi pembelajaran dengan mengkolaborasikan dengan media pembelajaran yang tepat dan efektif. Karena proses pembelajaran yang . Artinya. Manajemen Kesiswaan Secara keseluruhan skor manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi kriteria yang dimiliki oleh masing-masing SMK menunjukkan bahwa sekolah telah berusaha maksimal dalam menyaring siswa baru dan telah optimal dalam menciptakan kondisi belajar mengajar. jikalau sekolah swasta mengintensifkan pegembangan potensi maka kelemahan tersebut akan dapat diatasi. Sistem dimana antara masing-masing unsur akan saling berpengaruh. Artinya terjadi hubungan kausalitas/sebab-akibat yang cukup signifikan. Temuan ini sesuai dengan teori input-process-output yang disampaikan oleh Suparlan dkk bahwa elemen-elemen sekolah dianggap sebagai suatu sistem. maka alasan tersebut harus ditolak.

Dalam manajemen kesesiswaan baik negeri maupun swasta. Aspek Out Put (Lulusan) Pada aspek lulusan rata-rata yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. Bagi yang belum bisa bekerja karena belum diterima di industri tertentu. namun demikian belum secara keseluruhan SMK se-Kabupaten Kendal para lulusannya terserap dalam dunia usaha. Artinya walaupun tidak berkriteria sangat tinggi. untuk menghindari pengangguran mereka menutupi permasalahan tersebut dengan berwirausaha dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk mengupayakan . menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan dibantu oleh wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana. Hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sarana prasarana.120 berkualitas datangnya dari manajemen proses pembelajaran yang berkualitas pula. telah konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Jasman. 5. baik SMK negeri maupun swasta para lulusannya telah banyak memasuki dunia usaha. Manajemen Sarana dan Prasarana (Sarpras) Manajemen sarana dan prasarana sekolah di maksudkan agar sarana prasarana pendidikan tetap memberikan kontribusi secara optimal dalam proses pendidikan. 6. tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Menurut Bafadal (2003:5) secara umum.

Pada SMK negeri. terjadi ketidakoptimalan dikarenakan tidak mempunyai dana untuk pembelian sarpras. Sedangkan SMK swasta memiliki kelemahan pada pengadaan dan pemeliharaan.121 pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. Begitu juga dengan tidak maksimalnya inventarisasi sarpras pada SMK negeri dan pemeliharaan sarpras pada SMK swasta. kedua-duanya didasari dengan alasan kurangnya biaya dalam kegiatan tersebut. 1) kurangannya dana untuk membeli sarpras. Sedangkan pada SMK swasta. SMK negeri mempunyai dua alasan untukmenjawab ketidak optimalan dalam pengadaan sarpras. Dalam hal pengadaaan. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. pelaksanaan yang menjadi titik lemah manajemen sarana dan prasarana (sarpras) adalah pada pengadaan dan inventarisasi sarpras. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. dan 2) tidak membutuhkan sarana yang baru. .

1 Simpulan Berdasarkan pembahasan analisis data yang telah diuraikan pada bab IV. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. Akan tetapi antara SMK negeri dan swasta memiliki kekurangan yang sama dalam kompetensi manajerial dengan kritria ideal. dapat disimpulkan bahwa pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-kabupaten Kendal memiliki kinerja manajemen sekolah sebagai berikut: 1. kepala sekolah belum bisa menyesuiakan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha. Aspek Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan kepala sekolah pada SMK negeri dan swasta memiliki kriteria sangat ideal.122 BAB V PENUTUP 5. 2. sehingga iklim inovatif disekolahan tidak berkembang. Hal ini dikarenakan dalam merumuskan kurikulum. yaitu pada aspek kalender pendidikan dengan kriteria sesuai. Namun pada SMK swasta terdapat kriteria yang belum maksimal. sehingga tenaga pendidik dan siswa tidak terpantau perkembangannya. Hal ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik . Aspek manajemen kurikulum Manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta berkriteria sangat optimal. Sedangkan kelemahan lainnya pada SMK swasta terdapat pada kompetensi supervisi.

123 kurang maksimal diterapkan. Namun pada SMK negeri belum maksimal pada indikator pengadaan . SMK negeri memiliki input yang sedikit lebih bagus kualitasnya dari pada SMK swasta. Pada aspek manajemen tenaga kependidikan Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. Kriteria tersebut dikarenakan belum semua tamatan terserap oleh lowongan kerja yang ada. fakta ini dikarenakan rata-rata background pendidikan laboratorium dan pustakawan tidak sesuai dengan profesinya. Pada aspek out put (lulusan) Aspek out put (lulusan) dalam manajemen kesiswaan rata-rata skor yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. 6. Namun. Pada aspek manajemen kesiswaan Manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi. hal ini disebabkan SMK swasta mendapatkan input dari siswa yang belum mendapat kesempatan diterima pada SMK negeri. walaupun sebenarnya sebagian besar telah dapat bekerja. 4. 5. sehingga tujuan belajar belum bisa tercapai secara dengan baik. baik SMK negeri dan swasta samasama memiliki kekurangan pada tenaga laboratorium dan pustakawan. Aspek manajemen sarana prasarana Manajemen sarana prasarana memiliki skor rata-rata dengan kriteria optimal. 3. Sedangkan indikator PBM tercatat sudah maksimal dilaksanakan.

2. Aspek manajemen kurikulum di SMK swasta hendaknya lebih ditingkatkan dalam hal Kalender Pendidikan (kaldik). 5. dengan selalu membuat kurikulum yang sesuai kebutuhan pelanggan atau dunia usaha. dari penelitian ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. kepala sekolah hendaknya mengarahkan.124 dan inventarisasi sarpras. . hendaknya perekrutan karyawan laboratorium dan pustakawan harus disesuaikan background pendidikan dengan profesi yang akan ditekuninya. sedangkan SMK swasta pada indikator pengadaan dan pemeliharaan. b. saran yang dapat diajukan adalah : a. mengkoordinasi. Dalam aspek tenaga kependidikan. Yaitu dengan membuat kaldik sesuai tujuan pendidikan ditingkat sekolah maupun ditingkat nasional dan dilaksanakan disertai kontrol yang ketat sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Untuk SMK swasta disarankan pada kompetensi supervisi. membantu dan membimbing tenaga kependidikan. Upaya ini agar kegiatan belajar mencapai titik efektif dan efisien. 3.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas. Baik kepala SMK negeri maupun swasta hendaknya meningkatkan kompetensi manajerial. Agar dapat memperbaiki kualitas peserta didik dengan mengoptimalkan proses pelajar mengajar. Pada aspek kepemimpinan kepala sekolah.

b. 5. Kemudian pada aspek pemeliharaaan ditingkatkan supaya sarana prasarana yang dimiliki disekolah bisa mendukung proses pendidikan.125 4. sehingga para lulusan tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang disyaratkan oleh perusahaan untuk bekerja. Kemudian pada aspek inventarisasi hendaknya menata dan mencatat kembali sarana prasarana yang telah dimiliki agar bisa terjaga dan termonitor keberadaannya. Pada aspek manajemen sarana prasarana. Hendaknya SMK negeri untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras untuk mendukung kegiatan belajar. . Untuk SMK swasta disarankan untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras guna mendukung kegiatan belajar. disarankan : a. Aspek out put atau lulusan. hendaknya sekolah mengadakan kontrak perjanjian dengan perusahaan-perusahaan didalam wilayah Kendal maupun diluar Kendal untuk memberi informasi tentang teknologi mutakhir yang digunakan agar sekolah dapat menyesuaikan melalui kurikulumnya.

Jakarta. 1993. S. Ibrahim. Kesiapan Pengelolaan dan Pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Grobogan. Yogyakarta: Liberty Ali. Umar. Universitas Negeri Semarang (UNNES). Skripsi. Bafadal. Bandung : PT. PT Gramedia Pustaka Utama. 2005.. Jasman. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. 2003. Jakarta : Rajawali Press Azwar. Bumi Aksara Daman. 2003. 2007. 2000. FIP Unnes. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Analisis kinerja manajemen kurikulum. Remaja Rosdakarya Handoko. Penelitian Pendidikan. 2008. Yogyakarta : BPFE Hamonangan. Penyusunan Skala Psikologi. Bandung: Angkasa. Muhammad. 2001. 2002. . Manajemen. Landasan Manajemen Pendidikan. Laporan Penelitian. Helmi. 2004. Jakarta: Buku I Konsep dan Pelaksanaan Fattah. Andini. Kota Padang Panjang Arikunto. Depdiknas. Jakarta: PT. Mohamad. Edisi IV. Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SLTP Kota Semarang. Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi Industri. Metode Riset Perilaku Organisasi. Tesis. Hani. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Nanang. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. kependidikan (personalia). Semarang: Sari Penelitian-Lemlit UNNES. 2002 . Yogyakarta : Pustaka Pelajar As’ad. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) dan Kemungkinan Penerapannya. kesiswaan. Indarno. Arsika Sari.126 DAFTAR PUSTAKA Abbas. Husein. Saifudin. sarana dan prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara. 2003. Konstribusi Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat Dasar di Jawa Tengah. 2002. 2003.

Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Mangkunegara. Yamin. Mathis. Bandung : ALFABETA Setiyowati. S. Remaja Rosdakarya Morphy. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. 2007. Kota Padang Panjang Miarso.P. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. A. 2007. Jurnal Guru N0. Syaiful. 2004. 02 Volume 02 Desember 2005. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. 2007. Metoda Statistika. Skripsi. Daya Tarik Iklan Produk Rokok Gudang Garam Merah di Media Televisi. Manajemen Sekolah. Martinis. 2008. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Jakarta : Fajar Interpratama Offset Menteri Pendidikan Nasional. Jakarta : Gaung Persada Press Jakarta Yulinintiyas. Semarang : UNNES PRESS Sagala. 2005. 2003. Universitas Negeri Semarang (UNNES) . Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung : PT. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.127 Mulyasa. 2002 . Bandung: Remaja Rosdakarya Margono. Jackson. 2008. Bogor : Ghalia Indonesia Nurkholis. Sri. Semarang . Efisiensi Manajemen Pendidikan Untuk Peningkatan Mutu SMK. Novia. Bandung : PT. 2000 . Jakarta : Grasindo Sudjana. Metode Penelitian. Robert L & John H. Tarsito Suprihatin. 2001. Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Manajemen Sumber daya Manusia Perusahaan. 2004. Jakarta: Rineka Cipta Nazir. 2004. Skripsi. Analisis Portofolio Kinerja Manajemen Madrasah (MA) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Rembang. Manajemen Berbasis Sekolah. Moh. Ivery. Yusufhadi. Fakultas Ekonomi Univrsitas Islam Indonesia. 2004.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful