ANALISIS KINERJA MANAJEMEN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI DAN SWASTA SE-KABUPATEN KENDAL

SKRIPSI
Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Agus Nur Ikhsan Kurniawan 3301404526

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009
i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan kesidang panitia ujian pada: Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Sukardi Ikhsan,M.Si NIP 130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si NIP 132205936

Mengetahui, Ketua Jurusan Akuntansi

Drs. Sukirman. M.Si NIP 131967646

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada: Hari :

Tanggal :

Penguji Skripsi,

Rediana Setyani, S.Pd., M.Si. NIP. 132320173

Anggota I

Anggota II

Drs. Sukardi Ikhsan, M.Si. NIP.130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si. NIP.132205936

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si. NIP. 131658236

iii

Semarang.3301404526 iv .PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Januari 2009 Agus Nur Ikhsan Kurniawan NIM. bukan karena jiplakan dari karya tulis orang lain. baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto . kupersembahkan karyaku ini dengan penuh cinta dan ketulusan untuk : • Ibu bapakku tercinta. • Adikku Dwi Maghfiroh makasih atas do’a dan semangatnya. • Teman-teman pendidikan akuntansi 2004 v . bantuan. Dengan tanpa mengurangi rasa syukurku pada Allah SWT. kerja keras dan mau belajar dari kegagalan”. dukungan dan semangatnya. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan. dan begitu juga sebaliknya”. “Didalam kehidupan terkadang Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan. kasih sayang. • Dek Barid YNs terima kasih atas do’a. (Imam ibnu Atha’illah As Sakandary dalam kitab Al Hikam) “Menunda amal perbuatan yang baik karena menanti-nanti kesempatan yang lebih baik merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa”. do’a dan dukungannya. akan tetapi sebenarnya Tuhan telah memberikan sesuatu kepadamu. terima kasih atas cinta. (General Colin Power) Persembahan . (Ibnu Atha’illah dalam Gubuk Maya Gus Mus) “Tak ada rahasia untuk mencapai sukses.

Sukardi Ikhsan.. M.Si Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. M. Amir Mahmud. Drs. Dekan Fakultas Ekonomi 3. vi .• Teman-teman kost Zona Ngapak • Almamaterku KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat. berkah dan hidayah-Nya. Drs. Ketua Jurusan Akuntansi yang telah memberikan surat ijin penelitian. M. Sukirman.Si. M. 6. S. 2. Sudijono Sastroatmodjo. H. Rektor Universitas Negeri Semarang. Oleh karena itu.Si.Si Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. Drs. M. 4. 5. Agus Wahyudin. Prof.Si. Kepala BAPPEDA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. rasa terima kasih yang tulus penulis ucapkan kepada: 1. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta Se-Kabupaten Kendal” Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik dan selesai tepat waktu tanpa adanya dukungan dan batuan dari berbagai pihak.Pd. Drs.

7. Kepala SMK se-Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 9. Guru-guru di SMK se-Kabupaten Kendal yang telah bersedia membantu penulis dalam mengisi angket penelitian. Ibu. Januari 2009 Penulis vii . Kepala DIKPORA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 13. Pada akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Semoga bantuan yang telah diberikan kepada penulis menjadi catatan amal baik. 8. bapak. Semarang. 11. 12. adikku beserta keluarga besarku atas do’a dan dukungannya. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. Dek Barid YNs atas do’a dan semangatnya. 10. serta mendapat pahala yang setimpal dari Allah yang Maha Pemurah. Teman-temanku dikost Zona Ngapak beserta alumninya atas bantuan dan motivasinya.

. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah. manajemen kesiswaan sangat tinggi. Pada aspek kurikulum hendaknya SMK swasta membuat kalender pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. manajemen sarana prasarana optimal. dan manajemen sarana prasarana optimal serta output berkriteria tinggi. Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berkriteria sangat ideal. dan manajemen sarana prasarana di SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengelola sekolah secara mandiri. dan manajemen sarana prasarana. Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta Se-Kabupaten Kendal. Sampel penelitian berjumlah 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta dengan teknik populasi sampling. Pembimbing II: Amir Mahmud. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pemerintah merasa perlu untuk menerapkan manajemen berbasis sekolah. manajemen tenaga kependidikan. manajemen kurikulum.SARI PENELITIAN Kurniawan. Pada aspek sarana prasarana. dengan metode angket. Pembimbing I: Drs. Pada aspek out put. Variabel dalam penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah. Metode analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif dengan kategorisasi skor tiap variabel. manajemen kesiswaan sangat tinggi. Kata Kunci : Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta. Khusus pada SMK swasta ditambah lagi untuk dapat mengoptimalkan program supervisi. manajemen kesiswaan. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berkriteria sangat ideal. manajemen kurikulum sangat optimal. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. hendaknya sekolah merencanakan dampak yang akan dialami oleh lulusannya. Saran dalam penelitian ini masing-masing kepala sekolah baik SMK negeri maupun swasta hendaknya dapat mengoptimalkan kompetensi manajerialnya.. M. manajemen tenaga kependidikan sangat ideal. Metode pengumpulan data. S. M. 2009. manajemen tenaga kependidikan ideal. Sukardi Ikhsan. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment..Si. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa kinerja manajemen sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Kendal sudah optimal. manajemen kurikulum. manajemen tenaga kependidikan. Agus Nur Ikhsan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK negeri dan swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17. sedang uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Formula agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. manajemen kurikulum sangat optimal.Si. serta output berkriteria tinggi. Pada perekrutan tenaga laborat dan pustakawan sebaiknya di cari orang yang memiliki keahlian dibidangnya. SMK viii .Pd. manajemen kesiswaan.

................2 Rumusan Permasalahan ............................... 1...............................................3 Tujuan Penelitian ...................................................4 Manfaat Penelitian ............................................................................................................................................ i ii iii iv v vi viii ix xii xiii xvi 1 1 10 11 11 13 ix ........ MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................. BAB I PENDAHULUAN ............................. BAB II LANDASAN TEORI ..................... DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................. DAFTAR ISI ................................................................................................................................................................................................1 Latar Belakang Masalah ................................................ DAFTAR TABEL ........................................................................................................................................................................................................... 1............. PERNYATAAN ....................... 1............................................................................. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... 1............ KATA PENGANTAR .................negeri hendaknya meningkatkan usahanya dalam pengadaaan dan inventarisasi secara lengkap............................................................................... SARI PENELITIAN .......... HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... Sedangkan untuk SMK swasta disarankan dalam pengadaan dan pemeliharaaan agar ditingkatkan. PERSETUJUAN PEMBIMBING ...........................................

.......Prinsip -prinsip Manajemen Sekolah .................................... 14 2................................................Penger tian Manajemen Sekolah ........................................................................................................Kinerj a ............................................................................................3..............Manaj emen Sekolah ...2...........................................................................................................5 ......................................................... 13 2...............3 .......................................................................4 ......................................3.............................................................1.................. 18 2......................................................................Fungsi -fungsi Manajemen ..........................................3............... 22 x .............................................................Penger tian Kinerja .................................................................................... 16 2.............. 16 2...3....................................Tujuan Manajemen Sekolah ........... 21 2.................. 17 2...........................................................................Kepem impinan Kepala Sekolah .........................................................1...........2........Penger tian Manajemen . 13 2.....................Fungsi -fungsi Manajemen Sekolah ..........3........................2 ...................................2 ............ 13 2..................1 ......2..........................1 .............2..................Penger tian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen .............................................................................................................................................. 13 2................................3..................................................................1 ....................

.....................3.........................2 ...........................................4...........2...................Kerang ka Berfikir ............................. 42 2..Hasilhasil yang sudah diteliti .................... 53 3...........................1................6 ..Metod e Pengumpulan Data ...... 58 58 3........................................Kajian Penelitian yang telah dilakukan .......................................................1 Metode Angket ........................................................................................................................................... 3......................................................................................................................................Hasil Penelitian Terdahulu .......................5..1 Validitas .........................................Popula si Penelitian .................4...........................................................4.......................................................................................................... 46 53 3.........................................Validit as dan Realibilitas ...........................................................................................................................1 ......................................................................Jenis Penelitian .........................................................................................................................4.......3......................4................................ 54 3............................................Manaj emen Komponen-komponen Sekolah .................... 60 60 xi .................................................................... 42 2........ 26 2..........................................2.......................................... 44 2.......................................................Variab el Penelitian ...5.............................................................................................5...................... BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................................................................... 53 3... 3.................

2 Realibilitas ....................................1 Analisis Deskriptif Kualitatif . 63 3.......................2 Penyusunan Tabel Kritria Manajemen Sekolah ...........................Metod e Analisis Data .......................................... 112 122 122 124 126 128 64 64 64 67 84 84 84 85 112 xii ...............................6..................5......... LAMPIRAN .................. BAB V SIMPULAN DAN SARAN . DAFTAR PUSTAKA ..............2 Saran ..............1...........................6.......................................................................... 4.......... 4............... 4............................................1............................................................... 3........................6............................................3..................... 5... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......1 Kinerja Manajemen SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal ............................................................................................................ 3.............1 Hasil Penelitian ........................................................2 Pembahasan .....6............. 4................ 4.......................................................... 3.2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian .1 Pengkategorian Skor .... 5.........................................1.............1 Simpulan ............................1........................................1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian .............2........................................................

....... Kerangka Berfikir ................ 52 xiii ..DAFTAR GAMBAR Gambar 1................................................

....................................................................................................... 66 Kategori skor manajemen kesiswaan ................... 69 Kategori skor kompetensi manajerial kepala sekolah ............................................. 67 Kategori skor sarana prasarana ................................................................................................... 55 Jumlah angket yang disebar disekolah .................................................................................... 24 Kajian penelitian yang telah dilakukan ............................................................................. 67 Kategori skor output ............................ 67 Kepemimpinan kepala sekolah ..........................................................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman Kompetensi-kompetensi kepala sekolah ............. 44 Populasi dan Sampel .. 69 xiv ................................................................................. 68 Kategori skor kompetensi kepribadian kepala sekolah ................. 62 Distribusi skor manajemen sekolah ............................................... 66 Kategori skor kurikulum ....................................... 54 Variabel-variabel penelitian ............. 66 Kategori skor kepemimpinan kepala sekolah ......................................... 66 Kategori skor tenaga kependidikan .................................................. 59 Hasil uji coba validitas angket ................................................................................................................................................................................................

......................... 74 Manajemen tenaga kependidikan................................................................................ 73 Kategori skor program pembelajaran ............................................................................................... 77 Kategori skor laborat ....................................................................................................................................... 76 Kategori skor guru ............ 73 Kategori skor penilaian hasil belajar ................................................................ 71 Manajemen Kurikulum ................................................ 82 xv .................................................... 74 Kategori skor peraturan akademik ............................................................................................. 79 Kategori skor input siswa ..............................................Kategori skor kompetensi kewirausahaan kepala sekolah .......................................................................... 70 Kategori skor kompetensi sosial kepala sekolah ...... 81 Kategori skor pengadaan sarana prasarana sekolah ........................ 72 Kategori skor kalender pendidikan .............................. 71 Kategori skor KTSP ................................................. 81 Manajemen sarana prasarana ................................. 70 Kategori skor kompetensi supervisi kepala sekolah ........................................ 76 Kategori skor konselor ................................................................... 75 Kategori skor wakil kepala sekolah ................................................ 80 Kategori skor out put (kelulusan) ........................................................................................................................................................................................ 79 Manajemen kesiswaan ......................................... 77 Kategori skor pustakawan ................................................................................................................................................. 80 Kategori skor proses pengajaran ....................................... 82 Kategori skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah ................................................. 78 Kategori skor tenaga administrasi .............................................

......... 111 xvi ........................................ 95 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah negeri ........... 101 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah negeri ........................................... 97 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah swasta ................. 110 Rekap hasil penelitian ............................... 106 Deskripsi output SMK swasta ................................................................... 107 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah negeri ........................................................... 108 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah swasta . 104 Deskripsi output SMK Negeri .............................................. 105 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah swasta ........................................................................... 86 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah swasta ......................................Kategori skor inventarisasi sarana prasarana sekolah .................................................................................................. 92 Deskripsi kurikulum sekolah swasta .......................................................................................................................... 89 Deskripsi kurikulum sekolah negeri ................................ 83 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah negeri ...

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Lampiran C. Surat Rekomendasi dari BAPPEDA dan DIKPORA Kendal Lampiran G. Instrumen Penelitian Lampiran B. Surat Keterangan Penelitian xvii . Hasil Penelitian Lampiran E. Cara Perhitungan Skor Setiap Variabel dan Sub Variabel Lampiran D. Surat Ijin Penelitian Lampiran F.

xviii .

maka bangsa tersebut sudah menanamkan modal dari setengah tujuan dan cita-cita bangsa dalam lingkup nasional.1 BAB I PENDAHULUAN 1. pemerintah berkewajiban mencerdaskan . Untuk meningkatkan kehidupannya itu manusia akan selalu berusaha untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Salah satu persoalan yang perlu kita pandang sangat penting adalah pendidikan. Pendidikan dalam kehidupan tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa dipandang sebelah mata. manusia ingin mencapai suatu kehidupan yang lebih baik. Artinya bangsa yang selalu memandang penting dan perlunya sebuah pendidikan bagi manusia yang menghuni didalamnya. Usaha tersebut adalah sebuah fenomena nyata sebuah pendidikan yang sedang dijalankan oleh manusia. Sesuai dengan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. yang dilakukan oleh orangorang yang diserahi tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita nasional dalam dimensi pendidikan.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu bangsa dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa yang bersangkutan untuk memandang dan menyikapi secara benar persoalan-persoalan yang dihadapi. Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis. Dalam perkembangannya.

Agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. Alasan yang tepat untuk menjelaskan hal diatas adalah. Adanya otonomi daerah yang memungkinkan bagi masing-masing wilayah/daerah untuk mengembangkan identitas wilayahnya terutama pada dunia pendidikan. menciptakan keringanan tersendiri pada diri pemerintah pusat. tentunya tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah pusat sendiri. maka pasal 31 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.2 kehidupan bangsa. memberikan nilai positif tersendiri dimasing-masing daerah. karena mengandung unsur perbaikan moral. keimanan. ketakwaan dan akhlaq sehingga memerlukan substansi materi pendidikan yang cocok dan juga penggunaan sistem yang baik. Perbedaan model pendidikan diseluruh wilayah Indonesia. Sehingga mutu sumber daya manusia yang ada didaerah akan semakin terjaga sesuai dengan kelebihan daerah tersebut dan akan meningkat seiring dengan semakin baiknya penanganan pendidikan khususnya dalam sekolah. Amanat yang berat ini. Untuk memenuhi kebutuhan ini pemerintah merasa perlu untuk menerapkan dan . Dengan demikian tugas pemerintah begitu berat menyangkut pendidikan yang diemban didalamnya. Bisa dikatakan dalam otonomi daerah peranan dan kebijakan penting ada pada pemerintah daerah. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dalam undangundang. karena tanggungjawab dan peraturan yang dibuat guna mencerdaskan kehidupan bangsa adalah milik pemerintah daerah. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan wewenang serta kesempatan untuk mengelola sendiri sesuai dengan kebijakan pemerintah mengenai pendidikan nasional dan desentralisasi.

partisipasi orang tua dan masyarakat. salah satu indikator efisiensi manajemen pendidikan adalah terkelolanya sekolah secara optimal dalam situasi yang kondusif. sekolah terdiri atas sekolah yang maju. Menurut Morphi (2005) menyebutkan bahwa. efisiensi. Tidak adanya manajemen pendidikan disuatu lembaga pendidikan. sekolah perlu penanganan kegiatan manajemen sekolah yang spesifik sesuai kondisi obyektifnya. serta kepala sekolah memegang peranan penting dalam keberhasilan manajemen sekolah. seluruh komponen manajemen sekolah memiliki kinerja yang efektif. serta kualitas manajemen sekolah untuk memenangkan persaingan mutu. oleh sebab itu. mutu dan pemerataan pendidikan. sedang dan tertinggal. Secara realitas. Kemudian secara ekstrim dibagi atas sekolah negeri dan swasta. Manajemen pendidikan dipandang merupakan hal yang primer bagi peningkatan mutu pendidikan. Sistem pendidikan disekolah dalam konsep manajemen sekolah menganut pola otonomi sekolah yang memiliki suatu landasan pada pemberdayaan seluruh potensi sekolah. Selanjutnya Helmi (2005) menjelaskan bahwa manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah ditandai dengan adanya otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat tanpa mengabaikan kebijaksanaan nasional dengan harapan kemandirian sekolah. adalah simbol matinya sistem pendidikan. Sekolah menggunakan perencanaan strategis yang lebih menjamin efektifitas dan efisiensi. Dalam .3 mengembangkan model manajemen yang disebut ”school based manajement” atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

Keduanya menekankan pada tercapainya efisiensi dan efektifitas kerja sebagai implementasi tujuan organisasi. Administrasi lebih luas ruang lingkupnya dibanding dengan manajemen. 3) lebih responsif . Manajemen berbasis sekolah merupakan pelimpahan wewenang pada lapis sekolah untuk mengambil keputusan mengenai alokasi dan pemanfaatan sumbersumber berdasarkan akuntanbilitas yang berkaitan dengan sumber tersebut. Dapat dikatakan tujuan manajemen sekolah adalah membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. karena sifat yang dimiliki oleh manajemen sekolah hanya berbasis pada lingkup pengaturan organisasi sekolah itu sendiri. Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik. Perbedaan keduanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat kegiatan manajerial yang operatif. (Yusufhadi. 2004:726). 2) meningkatkan efektivitas sekolah melalui perbaikan mutu belajar dan pembelajaran.4 perkembangannya istilah manajemen disamakan secara substansial dengan istilah administrasi. Pada hakikatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. Dasar dari model penerapan manajemen sekolah adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Tujuan manajemen sekolah adalah agar sekolah dapat : 1) meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber. Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang sering disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum (visi) maupun institusional khusus (misi).

Salah satu rambu-rambu tersebut adalah tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat selaku poros utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Manajemen tersebut adalah manajemen kurikulum. dan sarana prasarana (sarpras) pendidikan. tenaga kependidikan. . Namun demikian sedikitnya terdapat empat komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka MBS. Dimana Sekolah Menengah Kejuruan akan dioptimalkan guna mengembangkan potensi yang ada diwilayah Kendal. Meskipun sekolah diberikan wewenang khusus untuk mengatur dan mengelola pendidikan secara mandiri.5 terhadap kebutuhan dan kondisi customer. Ada beberapa rambu-rambu legal yang harus diikuti oleh masing-masing sekolah. kemudian dirumuskan kembali oleh masing-masing daerah dengan tidak melenceng dari tujuan utama pendidikan nasional. 5) memberikan kesempatan kepada masyarakat termasuk keluarga untuk berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Pada saat ini Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah untuk program percontohan SMK di wilayah Jawa Tengah. namun perlu diingat sekolah tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Terakhir oleh setiap sekolah merumuskan lebih rinci tentang tujuan yang ingin dicapai dimasing-masing organisasi sekolah. kesiswaan. hal ini untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan diwilayah Kendal. lebih jauh lagi lulusan SMK akan langsung bisa bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki. 4) menambah kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti pendidikan. Hal yang sangat menggembirakan bagi para sivitas akademika didaerah tersebut.

Lebiha lanjut dikemukakan bahwa untuk memiliki kemampuan. memotivasi. dalam hal ini adalah peranan kepemimpinan kepala sekolah. (Suprihatin. serta ketrampilan teknik. ketrampilan untuk bekerjasama. supervisor. 2004:79) Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Maret 2008 dalam pelaksanaan manajemen sekolah di SMK se-Kabupaten Kendal pada aspek kepemimpinan kepala sekolah teryata dalam kaitannya dengan MBS. yaitu ketrampilan konseptual. Menurut Pidarta dalam Suprihatin (2004:80) mengemukakan tiga macam ketrampilan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah untuk mensukseskan kepemimpinannya. Kepala sekolah selain memimpin penyelenggaraan pendidikan disekolah juga berperan sebagai pendidik. manager. ketrampilan untuk memahami dan mengoperasikan organisasi. para kepala sekolah diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan berikut: . memimpin. metode. ketrampilan dalam menggunakan pengetahuan. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor utama bagi keberhasilan dalam setiap proses pendidikan yang ada disekolah. Yaitu dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah. administrator. terutama ketrampilan konsep. pembaharu dan pembankit minat. ketrampilan manusiawi. teknik serta perlengkapan untuk menyelesaikan tugas tertentu.6 Komponen-komponen manajemen sekolah tersebut akan dikendalikan oleh pimpinan sekolah. kepala sekolah belum bisa secara optimal menjalankan fungsinya.

Apabila seorang kepala sekolah belum bisa memanfaatkan temuan yang dihasilkan dari sebuah penelitian. demokratis.7 1. memotivasi. Merumuskan ide-ide yang dapat diujicobakan. 2. guru belum mengacu pada Standar Proses. Dari berbagai kegiatan-kegiatan diatas yang belum dilaksanakan secara berkala oleh kepala SMK kendal adalah memanfaatkan hasil penelitian orang lain. Berfikir untuk masa yang akan datang. 5. Senantiasa belajar dari pekerjaan sehari-hari terutama dari cara kerja para guru dan pegawai seklah lainnya. . Memanfaatkan hasil penelitian orang lain. 3. khususnya terkait dengan manajemen sekolah. 2) melibatkan peserta didik secara aktif. Hal ini tentunya untuk menambah masukan pada kegiatan manajemen yang ada disekolah. maka dapat diperkirakan bahwa sekolah yang dipimpin akan terlambat pemahamannya tentang manajemen sekolah. 4. 6. Hasil temuan pada manajemen kurikulum adalah dalam melaksanakan model kegiatan pembelajaran. Padahal dalam Permendiknas 2007 manajemen kurikulum pada aspek program pembelajaran mengemukakan bahwa mutu pembelajaran disekolah dikembangkan dengan. Melakukan observasi kegiatan manajemen secara terencana. mendorong kreativitas dan dialogis. 1) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. Membaca berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan. mendidik.

dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. lalu kenapa pendidikan disana lebih maju pesat. Sebaliknya. puas dengan hasil kerjanya. berdaya guna dan berhasil guna. aman serta nyaman sehingga para pegawai makin mencintai pekerjaannya. ijazah/keahliannya. makin menekuni tugasnya. bangga dengan jabatannya. karena kami saat mengajar dalam benak kami tidak punya pikiran aduh gimana . demi suksesnya penataan itu. tenteram. Fakta ini menujukkan belum ada insentif kepada tenaga kependidikan di SMK swasta. Pada SMK swasta tenaga kependidikan belum merasakan kondisi kerja yang tersebut diatas. dari pihak pimpinan sekolah hendaknya dapat menyediakan situasi dan kondisi kerja yang memadai. sehingga menimbulkan kepuasan lahir dan batin yang dapat senantiasa memotivasi peningkatan kariernya disertai loyalitas kerja yang tinggi.8 Temuan pada aspek manajemen tenaga kependidikan berupa tidak tepatnya pemberian tugas kepada tenaga kependidikan. pustakawan dan sebagian tenaga pendidik (guru mata pelajaran). bahwa sebetulnya yang sangat mempengaruhi kualitas guru adalah kondisi sosial guru. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. yang dalam hal ini adalah tenaga laborat. mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. Setidaknya ini juga disampaikan oleh Pak Said (salah seorang guru besar Universitas Kebangsaan Malaysia). Berikut adalah unkapannya "Di Indonesia sebetulnya gurunya pintar-pintar jika dibandingkan dengan Malaysia. dan interes kerjanya.

18 Juni 2008) Dalam bidang manajemen kesiswaan baik SMK negeri maupun swasta mengalami kondisi yang sama. sehingga mengakibatkan para lulusan di SMK Kendal belum bisa terserap secara maksimal oleh lowongan pekerjaan yang ada. Sarana olah raga seperti lapangan voly. Hal ini belum dilakukan secara menyeluruh pada SMK di Kab. Kendal. Hal ini terlihat para lulusan SMK masih sulit untuk mengaplikasikan ilmunya.9 besok. baik itu dengan bekerja diperusahaan maupun berwirausaha. pelayanan proses pembelajaran dalam satuan waktu tertentu. SMK negeri lebih lengkap dari pada SMK swasta yang meliputi ruang kelas. Pasal 25 ayat (1)}. Penyelenggaraan pendidikan di SMK pada hakikatnya merupakan suatu proses sistem yang secara utuh meliputi. pelayanan kepada siswa sebagai masukan (in put). perlengkapan dan fasilitas sekolah sudah cukup lengkap dan mendukung sekolah. dan pelayanan pada tamatan (out put). . {Kepmen Dikbud Nomor 0490/U/1992. yaitu mereka masih disulitkan dengan pengelolaan dampak dari para lulusan (out put) yang mereka ciptakan. (Artikel Info Pendidikan. SMK menunjuk petugas khusus untuk menanganinya. akan tetapi dilihat dari SMK negeri dan swasta. laboratorium komputer. sehingga kami benar-benar bekerja keras untuk pendidikan". Pada manajemen sarpras. perpustakaan. Untuk menjamin kelangsungan kegiatan pemasaran dan penelusuran tamatan secara berkesinambungan dan mencapai sasaran yang diharapkan. ruang keterampilan. ruang laboratorium bahasa. dan ruang serba guna. Pelayanan kepada tamatan yang dimaksud adalah pemasaran dan penelusuran tamatan.

Bagaimana kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? . tenaga pendidik. Manajemen sarpras baik SMK negeri maupun swasta juga tidak mensosialisasikan seluruh program pengelolaan sarpras pendidikan kepada pendidik. Melihat sangat pentingnya penerapan manajemen sekolah dalam aspek manajemen kurikulum. ruang TU. Bagaimana kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 2. Maksud dari hal tersebut adalah supaya semua sivitas akademika turut bertanggung jawab agar sarpras yang ada terpelihara dengan baik.10 lapangan sepak bola. karena telah termaktub dalam Permendiknas tahun 2007. Hal ini seharusnya dilaksanakan oleh setiap sekolah. seperti dalam praktiknya yang sudah ditemukan dilapangan. 1. judul yang dapat dipetik adalah ”Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Kendal”. Sarana kebersihan meliputi tempat sampah. dan ruang ibadah. kamar mandi untuk guru dan siswa. lapangan basket. Sarana penunjang lainya yaitu ruang kepala sekolah. tenaga kependidikan. tenis meja. maka penyusunan skripsi hanya dibatasi pada hal tersebut. dan peserta didik. maka penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1.2 Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan uraian diatas. kesiswaan dan sarana prasarana. Berpijak dari latar belakang diatas. ruang guru.

4. 5.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disajikan maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. 3. Untuk mengetahui kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. 2.11 3.1 Kegunaan teoritis: . Untuk mengetahui kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal.4 Manfaat Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Bagaimana kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 1.4. Bagaimana kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? 5. Untuk mengetahui kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Untuk mengetahui kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. 1. Bagaimana kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 4.

b. dapat menambah pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat selama kuliah. mahasiswa calon guru. dapat memberikan masukan dalam usaha meningkatkan mutu sekolah dengan mengimplementasikan manajemen sekolah yang efektif & efisien.2 Kegunaan Praktis: a. Bagi praktisi pendidikan. dapat digunakan sebagai referensi dalam menambah khasanah ilmu pengetahuan dibidang pendidikan. ilmuan pendidikan dan masyarakat luas sebagai pemerhati pendidikan. dasar dan titik tolak penyelenggaraan pendidikan disekolah. yaitu seluruh personel sekolah. khususnya tentang manajemen sekolah. diharapkan dapat terbantu memberi arah. . Bagi penulis.4. Bagi pihak sekolah.12 a. Bagi para akademisi. sehingga terciptanya wacana ilmiah. 1. b.

Manajemen diartikan sebagai proses karena semua manajer. Menurut Handoko (2003. sehingga kegiatan yang lazim dinilai dalam suatu organisasi adalah kinerja pegawai yakni bagaimana ia melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu pekerjaan.1.12) manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni. Stoner menggunakan kata proses bukan seni yang berarti cara yang sistematis untuk melakukan pekerjaan.1 Pengertian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen Pengertian Manajemen Definisi manajemen menurut Stoner dalam T. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang . 2. harus melaksanakan kegiatankegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan. pengorganisasian.2. tetapi kombinasi dari keduanya.1 Kinerja 2.1 Pengertian Kinerja Menurut Vroom dalam Asa’ad (2000:50) kinerja adalah tingkat sejauh mana keberhasilan seseorang didalam melakukan tugas pekerjaanya. tanpa memperdulikan kecakapan atau keterampilan khusus mereka.13 BAB II LANDASAN TEORI 2. jabatan atau peran dalam organisasi. pengarahan dan pengawasan usahausaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.2 2. Hani Handoko (2003:8) adalah proses perencanaan.

bahwa dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer/pimpinan.2. mengorganisasi. 2. bagaimanapun manajer harus menggunakan pendekatan artistik (seni). kepemimpinan. Pada umumnya manajer yang efektif mempergunakan pendekatan yang ilmiah dalam pembuatan keputusan. Fungsi pengorganisasian meliputi fungsi. bagaimana orang lain melaksanakan tugas yang esensial dengan menciptakan suasana yang menyenangkan untuk bekerja sama. Fungsi perencanaan antara lain menentukan tujuan atau kerangka tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. pengorganisasian (organizing). Oleh karena itu manajemen diartikan sebagai proses merencana.2 Fungsi-fungsi Manajemen Fattah (2003:1) mengungkapkan. dan mengukur penampilan/pelaksanaan terhadap standar dan memberikan keyakinan bahwa tujuan organisasi tercapai. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Fungsi pemimpin menggambarkan bagaimana manajer mengarahkan dan memepengaruhi para bawahan. hubungan. Dilain pihak dalam banyak aspek perencanaan. dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia. pemimpinan (leading). Pengawasan sangat erat .14 tetap tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam. Fungsi pengawasan meliputi penentuan standar. supervisi. dan pengawasan (controlling). yaitu perencanaan (planning). apalagi dengan berkembangnya peralatan komputer. dan struktur. komunikasi.

langkah berikutnya adalah menugaskan karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan. karena melalui pengawasan efektivitas manajemen dapat diukur (Nanang. organisasi dibentuk dan disusun personalianya. Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar. Pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan d. Semua fungsi terdahulu tidak akan efektif tanpa fungsi-fungsi pengawasan (controlling). 2003:2). kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi. Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Perencanaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan. Penetapan standar pelaksanaan b. kepemimpinan. Bila fungsi perencanaan dan fungsi pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak proses manajemen.15 kaitannya dengan perencanaan. pengorganisasian. Fungsi manajemen menurut Bafadal (2003:42) meliputi. Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan c. dan pengawasan. Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses kerja sama sehingga tercipta . Fungsi pengawasan pada dasarnya menyangkut hal-hal sebagai berikut: a. perencanaan. Sesudah rencana dibuat.

Akhirnya gagal atau suksesnya suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan manajer untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut secara efektif. seni dan sebagai proses kegiatan. Demikian pula istilah administrasi pendidikan. Pengertian manajemen sekolah menurut Sagala (2006:55) adalah proses pendayagunaan sumber daya sekolah melalui kegiatan fungsi-fungsi perencanaan.3.1 Manajemen Sekolah Pengertian Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:2). walaupun ada perbedaan tekanan untuk tipe organisasi. merupakan aplikasi ilmu administrasi kedalam bidang pendidikan. Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses memepengaruhi. mendorong. dan tingkatan manajemen yang berbeda. mengajak. jabatan-jabatan fungsional. Pengorganisasian dilakukan berdasarkan tujuan dan program kerja sebagaimana dihasilkan dalam perencanaan. mengungkapkan pengertian manajemen sekolah sebagai aplikasi ilmu manajemen dalam bidang persekolahan. Penggunaan istilah administrasi dan manajemen dalam bidang persekolahan atau pendidikan secara substansial sebenarnya tidak ada perbedaan. . dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berpikir. keduanya dapat dipandang secara esensial dari tiga sudut pandang yakni sebagai ilmu. bersikap dan bertindak sesuai aturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.16 suatu sistem kerja yang baik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2.3 2. Semua fungsi-fungsi manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok-kelompok diorganisasi. menggerakkan.

Dengan kata lain tujuan institusi dapat tercapai tergantung dari bagaimana lembaga tersebut melakukan tugas kelembagaannya. Kehadiran manajemen dalam proses persekolahan sebagai salah satu alat untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan.3. penggerakan dan pengendalian secara lebih efektif dan efisien dengan segala aspeknya dengan menggunakan semua potensi yang tersedia agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta produktifitas sekolah yang bermutu.2 Tujuan Manajemen Sekolah Pada hakekatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik. sedangkan tujuan institusional khusus disamping diwarnai oleh jenjang dan jenis pendidikan juga diwarnai oleh penyelenggara pendidikan itu sendiri (Suprihatin. .17 pengorganisasian. 2004:4) Suatu tujuan institusional baik umum maupun khusus akan tercapai manakala ada suatu proses kegiatan dalam lembaga (organisasi sekolah). Pencapaian tujuan sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses kegiatan sekolah. 2. Tujuan institusional umum mengacu pada jenjang dan jenis pendidikan. Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum maupun institusional khusus. Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat keemauan untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien.

3 Fungsi-fungsi Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:5). lulusannya mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan dimasyarakat. Secara lebih terinci tujuan khusus dilaksanakannya manajemen sekolah yang baik agar: pertama. fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah. maka diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya. pada tiap jenis dan jenjang pendidikan terjadi adanya efektivitas produksi.18 Manakala tujuan pada tiap jenjang dan jenis sekolah sebagai suatu organisasi pendidikan telah tercapai dengan baik. tenaga. Bidang keuangan e. Ketiga. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: a. Bidang kesiswaan c.3. tidak terjadi pemborosan baik waktu. Tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik diperlukan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. dan keempat. dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya. Bidang personalia d. Untuk itu perlu dibangun suatu iklim organisasi sekolah yang sehat. Bidang sarana . Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum b. terciptanya kepuasan kerja pada setiap anggota warga sekolah. tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana. maupun uang dan lainnya. Kedua. 2.

Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai prinsip pengorganisasian. karena kegiatannya selalu berubah. Baghart dan Trull dalam Sagala (2007:56) mengemukakan ’Educational planning is first of all a rational procces” b. tugas-tugas ini dibagi untuk dikerjakan oleh masing-masing unit organisasi. Fungsi perencanaan Perencanaan mengutamakan kontinuitas program sebagai lanjutan bagi terciptanya stabilitas kegiatan belajar-mengajar disekolah. Karena tugas-tugas ini demikian banyak dan tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. dan g. Sekolah harus membuat rencana jangka pendek pada tiap semester dan tahunan. dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstrukturkan .19 f. Salah satu prinsip pengorganisasian terbaginya tugas-tugas dalam berbagai unsur organisasi. Fungsi pengorganisasian Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama sekolah. Perencanaan adalah proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan atau program-program yang akan dilakukan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas) Fungsi manajemen sekolah menurut Sagala (2007:56-64) adalah sebagai berikut: a. Bidang prasarana.

e. .20 tugas-tugas kedalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi secara proporsional. lalu lintas informasi. d. Tugas menggerakkan dilakukan oleh pemimpin. Oleh karena itu kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam menggerakkan personal sekolah melaksanakan program kerjanya. semuanya harus seimbang dan selaras dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya pemborosan. Fungsi pengkoordinasian Koordinasi dalam operasionalnya mengerjakan unit-unit. aturan-aturan. Organisasi yang baik menurut Sergiovanni dalam Sagala (2007:61) memberikan susunan administratif. c. Fungsi penggerakan Menggerakkan menurut Terry dalam Sagala (2007:60) berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusiasdan kemauan yang baik. Fungsi pengarahan Pengarahan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan bersama tetap melalui jalur yang telah ditetapkan. mekanisme pengkoordinasian yang dibutuhkan untuk memudahkan menjalankan aktivitas organisasi secara maksimal. dan pengawasan seefektif mungkin. orang-orang.

yakni ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan . pengawasan layanan belajar harus dilakukan oleh supervisor. Prinsip efisiensi.21 f. Pengendalian dan pengawasan penggunaan anggaran dalam penyelenggaraanprogram sekolah harus ditentukan batas dari sumber-sumber anggaran sekolah yang dapat digunakan untuk menjalankan operasi sekolah. dan pengawasan layanan teknis kependidikan dilakukan oleh tenaga kependidikan yang diberi wewenang untuk itu. maka perlu mendasarkan pada prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut: a. yakni dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil yang optimal. Pengawasan dan pengendalian sekolah harus dilakukan oleh kepala sekolah.3. Fungsi pengawasan Pengendalian manajemen menurut Stoner (1982:257) ialah proses melalui manajer dapat memastikan bahwa aktivitas yang aktual sesuai dengan yang direncanakan.4 Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:7) dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan sekolah yang baik. b. 2. Kualitas layanan belajar biasanya akan diawasi melalui metode pengawasan kualitas menurut ilmu statistik dan ilmu pendidikan dalam hal pengukuran kemajuan belajar siswa dan juga kinerja sekolah secara keseluruhan. Prinsip efektivitas. sedangkan proses pengawasan mencatat pengembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat.

22 c. Kepala sekolah termasuk pemimpin akademik. sedangkan menurut Joseph dalam Sagala (2007:19). yakni seorang manajer hendaknya dapat membangun kerja sama yang baik secara vertikal maupun secara horizontal. Kepala sekolah sebagai”Human Resource Manager” adalah individu yang biasanya menduduki jabatan yang memainkan peran sebagai adviser (staff khusus) tatkala bekerja dengan manajer lain terkait dengan urusan SDM. e. tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit dipahami. Prinsip kepemimpinan yang efektif. kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya. 2. adalah pemain alam yang berangkat dari masing-masing latar pendidikan. memanfaatkan. .5 Kepemimpinan Kepala Sekolah Menurut Richard dalam Sagala (2007:19). Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan. d. Prinsip pengelolaan. dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapai tujuan. ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama. dan pengalaman. yakni bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh.3. pengetahuan. Kepala sekolah adalah orang yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah menghimpun. Prinsip kerja sama. kepemimpinan adalah salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi. yakni seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumber-sumber daya yang ada. f. yakni seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya.

23

Karena itu kepemimpinan kepala sekolah harus memiliki jiwa entrepreneurship, konsep kelembagaan, dan visioner. Setiap kepala sekolah membawa pengaruh besar terhadap pengajaran untuk kebaikan atau keburukan. Kepala sekolah memerlukan instrumen yang mampu menjelaskan berbagai aspek lingkungan sekolah dan kinerjanya dalam memantau perjalanan kearah masa depan yang menjanjikan. Berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam mengelola sekolah, menurut PERMENDIKNAS No.13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah, maka kepala sekolah harus memiliki beberapa kualifikasi dan kompetensi yang harus dipenuhi, kualifikasi dan kompetensi

tersebut adalah sebagai berikut: A. Kualifikasi 1. Kualifikasi Umum a. Memilki kualitas akademik sarjana (SI) atau diploma empat (D IV) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun. c. Memilki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga berwenang.

24

2.

Kualifikasi Khusus Kualifikasi khusus bagi kepala Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) adalah sebagai berikut: a. Berstatus sebagai guru SMK/MAK. b. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK. c. Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. B. Kompetensi Seorang kepala sekolah harus memiliki beberapa kompetensi yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial., kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial. Kompetensi-kompetensi tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Kompetensi-kompetensi Kepala Sekolah NO 1 DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI Kepribadian a. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas sekolah b. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin c. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah d. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya e. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah. f. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan Manajerial a. Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan. b. Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan c. Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal d. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah

2

25

menuju organisasi pembelajar yang efektif e. Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. f. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal g. Mengelola sarana prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. h. Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah. i. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik. j. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan tujuan pendidikan nasional. k. Mengelola keuangan sekolah sesuai prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. l. Mengelola ketata usahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah. m.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik disekolah. n. Mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan o. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah p. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya. 3 Kewirausahaan a. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah. d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah. e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi jasa sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.

manajemen sekolah akan melihat bagaimana manajemen substansi-substansi pendidikan di suatu sekolah atau manajemen berbasis sekolah agar dapat berjalan dengan tertib. 2). Hal yang paling penting dalam manajemen sekolah adalah manajemen terhadap komponen-komponen sekolah itu sendiri. Menurut Suprihatin (2004:5) bahwa fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah. dan benar-benar terintegrasi dalam suatu sistem kerja sama untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. Menurut Mulyasa (2004:22). Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. a. Sumber : PERMENDIKNAS TAHUN 2007 5 Sosial 2. b. yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap semua komponen serta lingkungan yang mempengaruhi sistem sekolah yang bersangkutan. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: 1). Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum. Menindaklanjuti hasil observasi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Bidang . c. c. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah b. lancar.26 4 Supervisi a.6 Manajemen Komponen-komponen Sekolah Salah satu cara untuk mengembangkan manajemen sekolah adalah dengan menggunakan pendekatan sistem.

3). penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. Kecuali itu atas penguasaan piranti (tools) atau metode untuk belajar lebih lanjut/sepanjang hayat juga merupakan indikator yang lebih penting dari pada hanya sekedar mampu menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal ujian. Bidang prasarana. Penguasaan atas tujuan belajar harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. Kedua hal terakhir ini (mampu menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal) merupakan apa yang dilakukan oleh lembaga bimbingan belajar. Hal ini tidak harus berarti bahwa seluruh materi pelajaran yang ditentukan dalam kurikulum tersebut harus diliput atau diajarkan. Yang lebih penting adalah bahwa siswa mampu menguasai kemampuan dasar (basic competencies) dari tiap mata pelajaran. Bidang keuangan.27 personalia. Dalam ranah kognitif misalnya. dan 7). Terbentuknya sikap yang positif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta terhadap lingkungan. . Bidang sarana. dan bukanlah tugas dari lembaga pendidikan. 5). 4). 6). merupakan indikator keberhasilan yang lebih penting. kurikulum sekolah sekarang sudah sedemikian inovatif sampai kejenjang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bidang kesiswaan. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas). 1) Manajemen Kurikulum Dalam program akademik yang bersifat umum. yang mengarah pada pencapaian kualifikasi akademik. Ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata didasarkan pada keberhasilan lulusan dalam Ujian Nasional sehingga dapat diterima diperguruan tinggi.

dan penilaian kurikulum. baik kurikulum nasional maupun muatan lokal yang diwujudkan melalui proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi objektif lingkungan. pelaksanaan. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. perlu dikembangkan dan mendapat perhatian yang besar. Pengembangan kurikulum muatan lokal sperti diamanatkan dalam UUSPN [Pasal 50 Ayat (5)] merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. Perencanan dan pengembangan kurikulum nasional pada umumnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat pusat. kurikuler. menilai.28 mengidentifikasi. termasuk orang tua siswa dan kemampuan sekolah. Namun sekolah perlu memberikan masukan agar dimungkinkan adanya fleksebilitas dalam pelaksanaan kurikulum tersebut agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. dan mencipta. dan instruksional. Menurut Mulyasa (2004:24) manajemen atau . Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. Manajemen kurikulum mencakup kegiatan perencanaan. institusional. Sekolah juga bertugas dan berwewenang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. Sekolah merupakan ujung tombak pelaksanaan kurikulum. melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan (Yusufhadi. 2004:732). Sekolah yang paling penting adalah merealisasikan dan menyesuaikan kurikulum tersebut dengan kegiatan pembelajaran. dan mengulang.

Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. kepala sekolah sebagai pengelola program pengajaran bersama guru-guru harus menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program tahunan. wajib dikembangkan guru sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. b. Adapun program mingguan atau program satuan pelajaran. . mata pelajaran bersifat praktikum/ PKL/PPL. beban tugas maksimum seorang guru 24 jam per minggu. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran. caturwulan dan bulanan. dan seluruh sivitas akademika atau warga sekolah. Manajemen kurikulum meliputi tiga kegiatan pokok yaitu kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru.29 administrasi pengajaran adalah keseluruhan proses pengajaran yang bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran terlaksana secara efektif dan efisien. 1. Adapun jadwal tugas guru ada tiga yaitu 1) Jadwal pelajaran kurikuler dengan memperhatikan ketentuan akademik seperti keseimbangan berat ringan bobot pelajaran tiap hari. Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dalam manajemen berbasis sekolah. pengaturan mata pelajaran mana yang didahulukan/ ditengah/diakhir pelajaran. peserta didik. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru meliputi a.

3) Jadwal pelajaran ekstra kurikuler disusun diluar jam pelajaran. pramuka serta penunjang proses belajar mengajar lainya. karya wisata. bakat. 2002 : 10-11) Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007 peraturan di bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Kegiatan ini merupakan pedoman sinkronasi segala kegiatan sekolah. Pencinta Alam (PA). 3. palang merah remaja. Kurikuler dan program kurikuler. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas akademika. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas peserta didik Tugas ini adalah tugas guru dalam membimbing siswa supaya dapat melaksanakan belajar dengan hasil yang maksimal. hari-hari libur. Tugas guru dalam kegiatan proses belajar mengajar meliputi 1) Membuat persiapan atau perencanaan pengajaran 2) Melaksanakan pengajaran 3) Mengevaluasi hasil pengajaran 2. ekstra kurikuler. disusun sesuai situasi dan kondisi individual atau kelompok peserta didik. musik. yang kurikuler. hobi. minat serta prestasi seperti seni tari. c. (Suprihatin. biasanya bersifat pengembangan ekspresi.30 2) Jadwal pelajaran non kurikuler. hari-hari kerja. akademik atau non akademik. hari-hari besar nasional atau agama. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah atau madrasah menyusun KTSP .

7) Dalam penyusunan sillabus. dan peserta didik. ujian. b. dan hari libur. potensi atau karakteristik daerah. LPMP atau perguruan tinggi. 4) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab atas KTSP. MGMP. 5) Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan standar isi. 2) Penyusunan kalender akademik didasarkan pada standar isi. Kalender pendidikan 1) Sekolah/madrasah menyusun kalender pendidikan yang meliputi jadwal pembelajaran. disupervisi. 8) Penyusunan KTSP dikoordinasi. standar kompetensi lulusan. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. ulangan. kegiatan ekstrakurikuler. sosial budaya masyarakat setempat. sedangkan untuk penyusunan KTSP Pendidikan agama islam oleh kantor wilayah Departemen Agama Provinsi. berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci . dan panduan penyusunan KTSP. Standar isi.31 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab dibidang pendidikan. dan peraturan pelaksanaannya. guru dapat bekerjasama dengan kelompok kerja guru.

serta Standar Proses dan Standar Penilaian. Program pembelajaran 1) Sekolah/madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. mengkaji. 3) Mutu pembelajaran disekolah/madrasah dikembangkan dengan model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. menemukan dan memprediksi serta pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru 4) Setiap guru mempertanggungjawabkan terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya . 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. mendorong kreativitas dan dialogis. standar isi. dan semester genap. c. dan peraturan pelaksanaannya.32 secara semesteran. mempertanyakan. bulanan dan mingguan. tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berfikir. melibatkan peserta didik secara aktif. demokratis. mendidik. berargumentasi. memotivasi. serta diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.

untuk menjadi bahan program remedial. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah 6) Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. dan membuat catatan keseluruhan. dan mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. 7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. bertanggungjawab dan berkesinambungan 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada standar penilaian pendidikan. Penilaian hasil belajar peserta didik 1) Sekolah/madrasah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. mengolah informasi menjadi pengetahuan. d. dan dokumentasi 4) Seluruh program penilaian disosialisasikan kepada guru. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. laporan kepada pihak yang memerlukan. mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. . mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah.33 agar peserta didik mampu meningkatkan rasa ingin tahu. 3) Sekolah/madrasah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran.

ketentuan mengenai ulangan. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparasi sistem evaluasi hasil belajar. komite sekolah. ketentuan mengenai . ujian. remedial. 10) Seperangkatn metode penilaian yang sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang dinilai. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. e. 14) Sekolah/madrasah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. dan institusi diatasnya. kenaikan kelas. 2) Peraturan akademik berisi. Peraturan akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan peraturan akademik. dan kelulusan. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. ketentuan mengenai hak siswa. persyaratan minimal kehadiran siswa. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti bukti kesahihan. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai penilaian hasil belajar. keandalan.34 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik.

Pengembangan ini dengan mendidik kembali dan menatar guru yang telah ada sehingga berkelayakan. pustakawan. Tenaga yang perlu dikembangkan meliputi guru dan tenaga kependidikan lain. melainkan tenaga kependidikan lain seperti . meskipun disadari bahwa tenaga yang kapabel dan kompeten saja tidak akan cukup untuk dapat mencapai tujuan yang diharapakan. menambah guru baru yang sesuai dengan kebutuhan. Keseluruhan organisasi perlu dikembangkan secara serentak. wali kelas dan konselor. dan pengelola program pendidikan di daerah (provinsi. Pengembangan tenaga guru merupakan prioritas pertama. kabupaten dan kota) dan di Pusat. orang tua siswa. dan konselor maupun mereka yang bertugas diluar sekolah dan tidak berintraksi langsung dengan siswa-siswa seperti supervisor/pengawas. kepala sekolah. Para pengelola ini berperan memfasilitasi dan membina pengembangan persekolahan secara keseluruhan.35 layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. 2) Manajemen Tenaga Kependidikan Pengembangan kapabilitas dan tenaga merupakan aspek yang sangat penting dalam setiap usaha pembaharuan. baik yang bertugas didalam sekolah dan berinteraksi langsung dengan siswa seperti guru. dan memberikan penugasan yang cocok dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya. pengurus yayasan. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. Pengembangan tenaga dalam lingkup sekolah tidak hanya dilakukan oleh guru semata.

Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007. pustakawan dan kepala sekolah sendiri perlu deberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesionalismenya sesuai dengan tuntutan perkembangan IPTEK. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan sistem. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan b.36 konselor. Sehubungan dengan itu. memaksimalkan perkembangan karier tenaga kependidikan serta menyelaraskan tujuan individu dan organisasi. mengembangkan. Kepala sekolah selaku tampuk pimpinan tinggi yang ada dalam manjemen sekolah merupakan faktor sangat penting dalam pengambilan setiap kebijakan terkait dengan manajemen tenaga kependidikan. Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. peraturan di bidang tenaga kependidikan adalah: a. c. mengkaji. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. . membantu anggota mencapai posisi dan standar peilaku. serta dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah.

kepatutan dan profesionalisme. pengembangan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. konselor memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Sekolah perlu mendukung upaya. instruktur memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. membantu tenaga dan guru mengelola kegiatan praktikum di administrasi kebersihan menyelenggarakan malaksanakan pelayanan dalam tenaga tugas memberikan layanan kebersihan lingkungan. serta mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lainnya didasarkan pada analisis jabatan. wakil kepala sekolah sebagai pembantu kepala sekolah. e. wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai pembantu dalam mengelola peserta didik. tenaga laboratorium laboratorium. tenaga perpustakaan melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kamanfaatan. . kebutuhan kurikulum dan sekolah. wakil kepala sekolah bidang kurikulum sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan fisik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas.37 d. Sekolah/ madrasah mendayagunakan kepala sekolah sebagai pengelola sekolah. administratif. guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran. wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana sebagai pembantu dalam mengelola sarana prasarana.

Mereka yang tidak berminat untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. mampu berkarya. baik untuk memasuki dunia kerja. maupun untuk berwirausaha. melainkan diterima dengan kriteria yang berlaku umum atau yang disepakati bersama dengan komite sekolah.38 4) Manajemen Kesiswaan Peserta didik (kesiswaan) merupakan komponen utama setiap program pendidikan. setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu penerimaan siswa baru harus tidak dibatasi pada kriteria keunggulan atau jenis kelamin dan suku tertentu. misalnya dengan program pengayaan. perlu mendapat bimbingan atau program remidial. mampu mengenal jati diri. perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya atau ketrampilannya hingga dapat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat. Setiap siswa berhak untuk memperoleh perlakuan adil sesuai dengan karakteristik masing-masing. Pemilihan jurusan atau program pendidikan ketrampilan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat maing-masing siswa. dan mampu untuk hidup bersama dalam keselarasan dengan lingkungan. Sedangkan mereka yang mengalami hambatan. misalnya lambat dalam belajar. Mereka yang memiliki keunggulan tertentu diberikan kesempatan untuk berkembang tanpa mendapat hambatan. . sehingga mampu dicapai dengan standar minimum yang diharapkan. Para siswa perlu dipersiapkan sehingga mampu menguasai pengetahuan. 20 Pasal 5 ayat 1). Sesuai dengan ketentuan perundangan (UUSPN No.

laboratorium dengan kelengkapannya. serta alat-alat dan media pengajaran. Ketiga program tersebut yaitu: 1. setelah mereka memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh sekolah itu. . Tamat belajar Apabila siswa telah menamatkan semua mata pelajaran atau telah menempuh kurikulum sekolah dengan memuaskan. Pembinaan siswa Pembinaan siswa adalah pemberian layanan kepada siswa di suatu lembaga pendidikan. 3. Sarana yang dikembangkan disekolah meliputi ruang kelas dengan perabotannya. Pembinaan dilakukan dengan menciptakan kondisi atau membuat siswa sadar akan tugas-tugas belajarnya. yaitu penerimaan siswa baru. Menurut Soetjipto (2007:165) terdapat tiga kegiatan dalam manajemen kesiswaan. ruang ketrampilan dengan peralatannya. perpustakaan dengan koleksi buku serta bahan belajar lain.39 Manajemen peserta didik merupakan hal yang penting untuk menjadi sebuah pemikiran utama dalam setiap manajemen sekolah. khususnya proses belajar mengajar. maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar. meja kursi. baik di dalam maupun di luar jam pelajaran. Penerimaan siswa Penerimaan siswa adalah proses pencatatan dan layanan kepada siswa yang baru masuk sekolah. ruang kelas. pembinaan siswa. Pemikiran yang selalu berevolusi sehingga menghasilkan inovasi guna menunjang perkembangan siswa diharapkan jangan pernah berhenti untuk menuju titik inovasi yang maksimal. seperti gedung. dan penamatan program siswa di sekolah. 2. 5) Manajemen Sarana dan Prasarana Menurut Mulyasa (2004:49) sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan.

maka sarana dan prasarana sangat mutlak dibutuhkan. Sarana ini harus diusahakan sebagai tempat yang menyenangkan dan menarik untuk belajar. Menurut Bafadal (2003:5) secara umum. tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. dan sarana penunjang lain. Tujuannya adalah untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan . Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. bergerak tidaknya pada saat digunakan.40 ruang perkantoran. kamar kecil dan lain-lain. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar dan prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. dan hubungannya dengan peroses belajar mengajar. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses balajar mengajar. yaitu ditinjau dari sudut habis tidaknya dipakai. Semua sarana diatas dapat didayagunakan secara optimal dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi program pembelajaran. Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. gedung serbaguna. seperti mushola. Nawawi dalam Bafadal (2003:2) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan.

Pengelolaan perpustakaan perlu menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lain. mendayagunakan. pemeliharaan.41 pengadaan yang hati-hati dan seksama. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. c. memenuhi. mengevaluasi. Pengelolaan sarana prasarana sekolah direncanakan secara sistematis dan dituangkan dalam rencana pokok yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. Berdasarkan PERMENDIKNAS tahun 2007 mengatur bidang sarana prasarana sebagai berikut: a. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. melengkapi. merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lain. Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana prasarana. tenaga kependidikan dan peserta didik d. menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan serta pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memeperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. e. membuka pelayanan . b. Program pengelolaan sarana prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal merencanakan.

g.4 Hasil Penelitian Terdahulu 2. berbagai program pendukung/pengiring hingga saat ini telah dilakukan oleh pemerintah baik pusat. Beberapa program yang telah dilakukan antara: 1) Program Advokasi dan Pendampingan MBS Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen para penyelenggara pendidikan. kepala sekolah dan guru) terhadap pentingnya menerapkan program MBS dalam pengelolaan pendidikan (sekolah). maupuan kabupaten/kota. melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan.4. baik internal maupun eksternal f. propinsi. Agar pemahaman dan komitmen para penyelenggara sekolah terhadap program MBS tetap tinggi dan terarah. bekerjasama dengan komponen masyarakat (LSM).42 minimal enam jam sehari pada jam kerja. maka dilakukan advokasi dan pendampingan. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. mancakup unsur pimpinan dan pelaksana (pengawas sekolah.1 Hasil-hasil yang sudah Diteliti Untuk mendukung pencapaian hasil secara maksimal dalam pelaksanaan MBS. Hasil yang diperoleh adalah adanya pemahaman dan komitmen yang . Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana. 2.

(b) mendorong kelompok masyarakat/LSM untuk menciptakan program-program kerjasama dengan lembaga pendidikan. terutama berkaitan dengan pelaksanaan MBS. regional maupun nasional. c) Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan. kelompok masyarakat/LSM. kelompok (tokoh/LSM) masyarakat. baik pada konteks lokal. Hasil-hasil yang dapat dicapai dalam program PSM ini antara lain: a) Meningkatnya pemahaman dan apresiasi penyelenggara pendidikan. Kretaif. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Program ini berkaitan langsung dengan pelaksanaan MBS. Komite Sekolah yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di lingkungannya. 3) Program Pembelajaran Aktif. khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru.43 meningkat dari para penyelenggara pendidikan terhadap pentingnya pelaksanaan MBS secara maksimal di sekolah. Komite Sekolah. . khususnya lembaga pendidikakan yang melaksanakan program MBS. serta stakeholder terkait. terhadap substansi program MBS. Implementasi program ini berupa: (a) pelatihan bagi pelaksana pendidikan. b) Meningkatnya dukungan masyarakat/komite sekolah dalam pengelolaan sekolah melalui program MBS. 2) Program Pelatihan Peran Serta Masyarakat (PSM) Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder pendidikan dalam mendukung program-program sekolah.

kinerja dan profesionalismenya harus selalu berkembang. Artinya semakin baik pelaksanaan 2 1. Manajemen Penerapan kepala MBS Terhadap sekolah Kualitas Penyelenggara 2.4. model ini perlu diadopsi oleh guru-guru yang sekolahnya melaksanakan program MBS. Untuk itu. guru sejatinya adalah aset utama pendidikan. Hasil 90.2 PENELITIAN TERDAHULU Variabel Hasil Temuan 1.2 Kajian Penelitian yang telah Dilakukan Tabel. Ketercapaian sasaran dan dampak MBS Jasman Indarto (2002) Kontribusi 1.3% kategori tinggi 3. Proses pembelajaran Pendidikan Tingkat Dasar 3. Hasil .2. Hasil yang diharapkan bagi guru-guru peserta pelatihan PAKEM adalah bahwa dirinya memiliki bekal kemampuan yang meningkat.44 Sebagai salah satu unsur manajemen sekolah yang didesentralisasikan. Hasil 65. Partisispasi Di Jawa Tengah masyarakat 1. Kerjasama 3. pada dasarnya telah diakui keberadaannya oleh kalangan pendidik tingak pendidikan dasar. Hasilnya mencapai 77. 2. Kemandirian 4. 2. Dalam konteks MBS. 2. Secara umum MBS dilaksanakan dengan kategori baik.36% No 1 Judul Daman (2001) Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MBS) di SLTP Kota Semarang Analisis Pada tahun 2001 prosentase ketercapaian mencapai angka 73%. Aspek Keterbukaan Manajemen Sekolah 2. Hasil ini belum maksimal karena terkendala masalah belum terbiasanya pengelola sekolah menerapkan MBS Pada tesis ini ditunjukkan cukup siginifikannya kontribusi MBS terhadap kualitas pengelola sekolah tingkat dasar. Model PAKEM.3% kategori cukup. serta berpeluang menerapkan dan mengembangkan pembelajaran secara kreatif khususnya merujuk kepada prinsip pembelajaran PAKEM.

Kepemimpinan kepsek lemah pada kompetensi sosial 2. kesiswaan dengan kriteria cukup tinggi 5. Humas baik 7. keuangan berkriteria tinggi 6. manajemen sarana dan sarana dan prasarana prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara Sri Yuliningtias (2008) Analisis Kepemimpinan Portofolio Kepala Kinerja Sekolah. Kesiswaan berkriteria cukup tinggi 5. (personalia). Kependidikan berkritria ideal 4. Kesiswaan memiliki input yang rendah 5. kepemimpina n kepsek sangat ideal 2.9% kategori cukup MBS pada tiga aspek ini akan semakin baik juga kualitas penyelenggaraan pendidikan. Humas berkriteria ideal 7. Kepemimpinan kepala sekolah sangat ideal 2. Kependidikan lemah pada tenaga laborat 4. MA negeri lebih tinggi dari pada MA swasta 6. Kurikulum lemah pada program pengajaran 3. kesiswaan. Madrasah Keuangan.45 88. Aliyah (MA) Hudungan Negeri dan Masyarakat. kinerja manajemen manajemen kurikulum. 1. kurikulum. Manajemen Kesiswaan. Sarpras Berkriteria ideal Sumber: Studi Pustaka . Manajemen sarana dan prasarana berkritria ideal 1. Sarana dan Prasarana (Sarpras) 4 1. Manajemen kurikulum berkritria ideal 3. Kinerja Kependidikan. Layanan khusus sudah baik terutama kesehatan 8. Manajemen Kurikulum. kependidikan dengan kriteria ideal 4. Layanan Rembang Khusus. kurikulum dengan kriteria ideal 3. Sarpras lemah pada inventarisasi 3 Andini Arsika Sari (2008) Kepemimpinan Analisis kepala sekolah. Layanan khusus 8. manajemen kependidikan kependidikan (personalia). Keuangan. Swasta se-Kab.

46 Daman (2001) dalam penelitiannnya menyebutkan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan MBS antara lain di SLTP adalah pengelola sekolah belum terbiasa melaksanakan teori-teori MBS. 2. Merujuk pada penelitian terdahulu. Sedangkan Andini (2008) dalam penelitiannya mendeskripsikan bahwa kinerja manajmen sekolah di SMA se-Kabupaten Jepara sudah optimal kacuali manajemen kesiswaan. Oleh karenanya mencoba meneliti perihal tersebut. dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan.5 Kerangka Berfikir Usaha peningkatan Mutu Pendidikan Dasar yang ditandai dengan dikeluarkannya INPRES Nomor 5 Tahun 1994 tentang Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. dan budaya masyarakat baik guru. maupun orang tua murid belum banyak menyadari pentingnya pendidikan. Namun hasil itu banyak pula mengalami penurunan karena krisis ekonomi penelitian ini . siswa. terlebih di KabupatenKendal belum pernah dilakukan. telah banyak memperlihatkan hasil yang positif. proses pembelajaran. Jasman Indarno (2002) menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara manajemen kepala sekolah. tata usaha. Rekomendasi dalam penelitian tersebut adalah perlu dilakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat tentang adanya MBS baik dari kalangan struktural maupun lapisan masyarakat dan perlu diperbanyak model-model pengembangan peningkatan mutu sekolah melalui pemberdayaan sumber-sumber belajar. kendati tidak menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan akan tetapi penelitian pada jenjang SMK.

Implementasi penyelenggaraan pendidikan yang berbasis kepada sekolah dan masyarakat ini diwujudkan melalui penerapan konsep manajemen berbasis sekolah (School Based Management) dengan titik berat Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) yang tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Akhir-akhir ini. kita mencoba pendekatan model pembelajaran "joyful learning" atau yang lebih dikenal dengan model pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif. bahkan telah direvisi melalui Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. dapat disimpulkan bahwa apapun konsep yang diterapkan di sekolah akan sangat bergantung kepada sekolah dan seluruh stakeholder pendidikan yang ada di sekolah. Itulah sebabnya. Untuk menata kembali sistem pemerintahan. maka kebijakan dan program yang sedang diluncurkan . Beberapa model peningkatan mutu pendidikan sudah bukan merupakan upaya baru dan memang seharusnya menjadi komitmen semua pihak. Efektif dan Menyenangkan). Krisis tersebut secara umum telah mengganggu pelaksanaan sistem pemerintahan dan pembangunan bidang pendidikan.47 yang diikuti oleh krisis multidimensional yang melanda dunia dan negara kita. Perubahan sistem pemerintahan ini telah menggeser hak dan kewenangan penyelenggaraan pendidikan dari pusat ke lini terdepan pendidikan. telah dilakukan perubahan paradigma pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. yakni sekolah dan masyarakat. Dari berbagai pengalaman yang amat berharga tersebut.

. mulai dari proses perencanaan. Program seperti ini sudah seharusnya ditindaklanjuti dan dikembangkan melalui program-program lainnya dengan menggunakan sumber dana dari pusat. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program tersebut diterapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS). propinsi maupun kabupaten/kota. Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. dikelola langsung oleh Komite Sekolah/Majelis Madrasah sebagai langkah awal aplikasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). guru. Program "Bantuan Operasional untuk Manajemen Mutu (BOMM)" yang telah diluncurkan sejak tahun 1999 merupakan langkah maju untuk memberikan kepercayaan secara penuh kepada sekolah dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. transparan. sampai dengan proses pelaporan dan umpan baliknya. pelaksanaan. Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsipprinsip demokratis.48 harus dimulai melalui upaya pemberdayaan sekolah dan masyarakat sebagai pemilik dan ujung tombak pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan melalui kegiatankegiatan yang disebutkan di atas. profesional dan akuntabel. Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan.

orang tua siswa dan masyarakat setempat diberi kewenangan yang cukup besar untuk mengelola kegiatannya sendiri. mengorganisir dan memberikan kontrol pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pembelajaran di sekolah masing-masing. Oleh karena itu sudah saatnya sekolah diberikan kewenangan bersama seluruh komponen masyarakat yang ada di sekolah untuk merencanakan. Pengelolaan ini meliputi perencanaan. pengawasan dan pembinaan. baik dalam hal keuangan maupun pembelajaran secara umum. Artinya manajemen sekolah yang diterapkan harus benar-benar dimulai dari awal dan harus dibantu dengan kesadaran bersama antar pelaku organisasi (sekolah) dalam menjalankan tugasnya. pengorganisasian. selain manajemen dana dan manajemen dampak penulis beranggapan bahwa keempat manajemen tersebut adalah inti dari kinerja manajemen sekolah. Keempat aspek tersebut adalah : 1) Manajemen Kurikulum 2) Manajemen Tenaga Kependidikan 3) Manajemen Kesiswaan dan . Untuk melaksanakan hal ini memang diperlukan perubahan yang sangat mendasar. Bukankah upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan akumulasi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah. melaksanakan.49 Peningkatan mutu pendidikan melalui MBS ini berlandaskan pada asumsi bahwa sekolah akan meningkat mutunya jika kepala sekolah bersama guru. Dalam penelitian yang akan digali secara mendalam oleh penulis hanya akan diambil 4 (empat) aspek manajemen sekolah saja.

Lingkungan sekolah yang sehat terdiri dari lingkungan fisik dan kerja sama yang kondusif d. Visi organisasi tidak hanya dimiliki oleh pemimpin.50 4) Manajemen Sarana Prasarana Ada satu lagi yang perlu diteliti dalam penulisan karya ilmiah ini. Hal ini dikarenakan kepala sekolah merupakan manajer dilingkup organisasi sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan disekolah harus tahu dan mengenali apa yang dinilai tinggi oleh masyarakat dan memilih proporsi nilai apa yang akan diberikan. Seorang kepala sekolah bersama warga sekolah lain. baik dibidang pemerintahan. . Standardisasi pengajaran yang tinggi dan evaluasi hasil belajar yang terukur. seperti orang tua dan masyarakat berhak menentukan arah pendidikan sekolahnya sendiri tanpa melenceng dari tujuan pendidikan nasional. maupun pendidikan. yaitu kepimimpinan kepala sekolah. tetapi oleh seluruh anggota organisasi. Menurut Yuliningtias (2008:72) Faktor-faktor penentu kinerja sekolah melaksanakan fungsi tugasnya secara maksimal indikatornya antara lain adalah: a. Proses belajar mengajar yang efektif menggunakan strategi yang tepat dengan mengedepankan fungsi pelayanan belajar yang berkualitas untuk memperoleh mutu yang terbaik. Pelaksanaan fungsi pemimpin oleh seorang administrator atau manajer adalah mutlak. Pemimpin dituntut untuk menjadi pelayan bagi organisasi dan bawahan. c. Sumber daya manusia dan sumber daya lain yang handal yaitu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan mengacu pada profesionalisme e. Manajemen kurikulum yang lugas dan fleksibel berpedoman pada standar nasional b. sosial.

. baik SMK Negeri dan Swasta di Kendal telah berupaya melaksanakan keempat aspek yang tersebut diatas. Mengingat pentingnya peran personal sekolah. Dukungan lebih signifikan lagi adalah kepala sekolah selaku manajer utama dalam organisasi sekolah bekerja keras untuk kebehasilan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam mengaplikasikan manajemen sekolah.51 Seluruh personel sekolah harus memiliki cara-cara yang benar dalam berkarya atau bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan harapan mereka masing-masing dan sesuai pola dan tujuan sekolah. Untuk merealisasikan hal tersebut. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal adalah lembaga pendidikan yang khusus ditugaskan untuk mencetak lulusan agar bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh para lulusannya. Prosedur yang paling cocok untuk memperoleh prinsip efektif adan efisien adalah dengan menerapkan manajemen sekolah pada setiap keberlangsungan pendidikan. Kerja keras yang diharapkan tidak terlepas dari prinsip efektif dan efisien. Fakta ini menunjukkan bahwa ada keseriusan dalam mengelola pendidikan di Kendal khususnya pada jenjang SMK. manajemen harus mempunyai program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja sekolah. Dengan kualitas kinerja yang tinggi diharapkan dapat memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kinerja dan kemajuan sekolah khususnya mutu pendidikan. harus ada kerja keras dari semua komponen pendidikan yang bersangkutan.

Manajemen Sarana dan Prasarana OUT PUT OUT PUT DIDESKRIPSIKAN Gambar 1: Kerangka Berfikir . Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Kepemimpinan Kepala Sekolah 2. Manajemen Kesiswaan 5. Sehingga pembahasan cendrung pada penilaian keunggulan dan kekurangan disetiap SMK Negeri dan Swasta. Manajemen Kurikulum 3. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Sarana dan Prasarana Manajemen Sekolah Swasta 1.52 Penelitian yang dilakukan penulis hanya sebatas melihat kinerja manajemen sekolah di SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal. Bisa digambarkan secara menyeluruh penelitian yang akan dilaksanakan penulis adalah sebagai berikut : Manajemen Sekolah Negeri 1. Manajemen Kesiswaan 5. Manajemen Kurikulum 3. Kepemimpinan Kepala Sekolah 2.

kualitatif maupun kuantitatif tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya (Sudjana. .53 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian kualitatif yang berbentuk deskriptif. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang sangat detail dalam proses pengolahan datanya. Pendapat lain mengatakan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. hasil menghitung atau pengukuran. akan tetapi model pengolahan data tersebut bersifat sederhana. 2002:6).2 Populasi Penelitian Menurut Arikunto (2002:15). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK Negeri dan Swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17. bukan berarti penelitian kualitatif tidak boleh menggunakan angka-angka dalam pengumpulan datanya. maka populasi penelitian juga merupakan sampel penelitian. Data yang didapat biasanya hanya sekedar pernyataan-pernyataan yang berupa lembar tertulis semata. Dengan kata lain. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. dimana dalam memberikan penafsiran dan penjelasan dari hasil data yang diperoleh bersamaan dengan pengunpulan data. 3. Namun demikian. dengan rincian 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta. populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. penelitian kualitatif bisa menggunakan angka seperti penelitian kuantitatif.

3 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah.3 .54 Berikut adalah nama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal yang dijadikan sampel penelitian : Tabel 3. 12. faktor. 5. 11. manajemen tenaga kependidikan. 13. 16.01 Sampel Penelitian No 1. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (1999:425) populasi adalah semua keadaan. 2002:96). 2 Boja Swasta SMK Muhammadiyah. 6. 4 Sukorejo Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 01 Kendal Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 02 Rowosari Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 03 Kaliwungu Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 04 Patebon Swasta SMK Teknologi Nusantara Sukorejo Swasta SMK Bhakti Persada Patebon Swasta SMK Lentera Kendal Swasta SMK YPPM Boja Swasta SMK Darul Amanah Sukorejo Swasta Sumber : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. 2. kondisi perlakukan atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil penenlitian. Karena variabel sebagai objek penelitian. 10. dan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. variabel adalah konsep yang mempunyai macam-macam nilai. Nama Sekolah Status SMK Negeri 1 Kendal Negeri SMK Negeri 2 Kendal Negeri SMK Negeri 3 Kendal Negeri SMK Negeri 4 Kendal Negeri SMK Muhammadiyah. manajemen kesiswaan. 3. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja manajemen kurikulum. 1 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah. 15. 17. Kendal Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. 14. maka menurut Nazir (1999:149). 4. 7. 9. 3. 8.

Manajerial Kemampuan manajerial c. Kepribadian Pengukuran Skor Kriteria Integritas kepemimpinan 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurangoptimal Tidak optimal b. Aspek/Dimensi Kepemimpinan Kepala Sekolah a. Kewirausahaan Jiwa wirausaha d. Kurikulum KTSP Implementasi KTSP sesuai standart. Kalender Pendidikan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai .55 Tabel 3.02 Variabel-variabel penelitian No 1. Sosial Kepekaan sosial 2. (aturan PERMENDIKNAS tahun 2007) Pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai dengan b. Kurikulum a. Supervisi Kemampuan supervisi e.

Pustakawan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Wakil Kepala Sekolah b. Konselor d. Guru c. Tenaga Kependidikan a. Penilaian Hasil Belajar e. Peraturan Akademik 3. Program Pembelajaran Kondisi pelaksanaan kegiatan pembelajaran Kondisi pelaksanaan sesuai standart ketuntasan belajar (nilai mata pelajaran masingmasing) Pelaksanaan sesuai peraturan yang telah disepakati warga sekolah Kompetensi profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya Kondisi kesesuaian antara background pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu Kondisi kesesuaian background pendidikan konselor dengan profesinya sebagai konselor Kesesuaian background pendidikan 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai d.56 program yang tertera didalam kalender akademik c.

Pengadaan b. Output Tingkat kelulusan. f. Input Nilai siswa baru (NEM SLTP/sekolah sebelumnya) b. Pemeliharaan Kondisi sarana prasarana sesuai dengan kondisi sekolah . nilai dan tingkat diterimanya bekerja diperusahaan Kesesuaian dengan kebutuhan sekolah 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 5.57 pustakawan dengan profesinya e. Sarana Prasarana a. Laborat Kondisi kesesuaian background pendidikan laborat dengan profesinya 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 4. Proses Pembelajaran Kondisi kegiatan belajar mengajar serta kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum yang ada (KTSP) c. Tenaga Administrasi Kondisi kesesuaian background pendidikan tenaga administrasi dengan profesinya Kesiswaan a.

Inventarisasi Kegiatan inventarisasi sarana prasarana sekolah 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 3. . dan tenaga. atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. sehingga tidak akan terjadi manipulasi data.1 Metode Angket Angket atau kuosioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.4 Metode Pengumpulan Data Penentuan metode pengumpulan data yang tepat sangat menentukan kebenaran ilmiah suatu penelitian.2002:108).4. Selain itu. biaya. angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Digunakannya metode ini dengan alasan bahwa : (a) data yang diperoleh nantinya akan benar-benar valid karena pihak yang mengisi angket bukan orang yang diteliti. (b) pihak yang diberi angket adalah orang yang terlibat langsung dan mengetahui pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing. Menurut Ridwan (2002:25).58 c. penentuan metode pengumpulan data yang tepat dan sesuai dengan masalah yang diteliti akan membantu memperlancar tujuan penelitian yang telah ditetapkan. (c) hemat waktu.

Responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan. 1 Weleri SMK Muh. dimana responden tidak diberi kesempatan untuk memberi jawaban dengan kata-kata sendiri. 2. 3 Weleri SMK Muh. 5.59 Angket yang digunakan adalah angket tertutup. 4 Sukorejo SMK NU 01 Kendal Status Negeri Negeri Negeri Negeri Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Jumlah Guru 74 89 51 60 30 58 52 34 49 Jumlah Sampel 62 73 40 46 26 51 46 31 44 Jumlah Angket 41 47 33 37 23 36 34 26 32 . 8. 4. 3. 6. dengan asumsi bahwa pemberi respon atas angket yang disebar layak untuk dijadikan sumber informasi utama dalam penelitian. Nama Sekolah SMK Negeri 1 Kendal SMK Negeri 2 Kendal SMK Negeri 3 Kendal SMK Negeri 4 Kendal SMK Muh. Berikut rumus Slovin yang digunakan dalam pengambilan sampel responden disetiap sekolah : n : N 1 + N. 9. Respondn yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah dan guru di masing-masing sekolah.e2 n N e : Jumlah Responden : Jumlah Responden dalam Sampel : Standar Error Keterangan : Husein Umar (2003:120) Hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin disetiap sekolah adalah sebagai berikut: Tabel 3. 2 Boja SMK Muh. 7. Pengambilan sampel responden dengan menggunakan rumus Slovin dengan standar error 5%.03 Jumlah Angket No 1.

pendapat. Jadi dengan skala likert ini. Skor 3 untuk jawaban cukup memenuhi d.5 Validitas dan Reliabilitas 3. yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap. Skor 1 untuk jawaban sangat tidak memenuhi 3. dan persepsi responden tentang pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing. Skor 4 untuk jawaban memenuhi c. digunakan skala likert.1 Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument (Arikunto. Tinggi . peneliti ingin mengetahui sikap.60 10 11 12 13 14 15 16 17 SMK NU 02 Rowosari SMK NU 03 Kaliwungu SMK NU 04 Patebon SMK Teknologi Nusantara SMK Bhakti Persada SMK Lentera Kendal SMK YPPM Boja SMK Darul Amanah Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta 32 40 25 17 27 5 45 20 30 36 23 16 25 4 40 19 24 28 20 14 21 3 31 16 Dalam menyusun angket ini. peneliti menentukan sebagai berikut: a. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila instrument tersebut mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat. Untuk penskoran dari setiap jawaban yang diberikan oleh responden. 2002:144). Skor 2 untuk jawaban tidak memenuhi e.5. dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial tertentu (Ali. Skor 5 untuk jawaban sangat memenuhi b. pendapat. 1993 : 5).

2002:146) . Validitas internal adalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan keseluruhan (Arikunto. Dalam penelitian ini uji validitas yang digunakan adalah validitas internal. kemudian dikonsultasikan dengan tabel nilai r dengan taraf signifikasi 95%. sebagai berikut : r xy = {N ∑ X N ∑ XY −(∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y N = Jumlah subyek = Jumlah skor total item X = Jumlah skor total item Y ∑x ∑y (Arikunto. Rumus yang digunakan untuk uji validitas menggunakan produk momen dari pearson. yaitu dengan mengkorelasikan tiap butir pertanyaan dengan skor total.61 rendahnya validitas suatu instrument adalah menunjukan sejauh mana data terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. 2002:147) dengan kata lain sebuah instrument dikatakan validitas internal apabila setiap instrument mendukung misi instrument secara keseluruhan yaitu dapat mengungkap data dari variabel yang dimaksud. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis butir. Instrumen valid jika hasil korelasi skor tiap butir soal lebih besar dengan nilai tabel sebaliknya. Berdasrkan pengujiannya validitas dibedakan menjadi dua yaitu validitas internal dan eksternal.

308 0.394 0.724 rtabel 0.04 Hasil Uji Coba Validitas Angket No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 rxy 0.815 0.433 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid No item 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 rxy 0.485 0.308 0.609 0.308 0.308 0.308 0.720 0.668 0.438 0.418 0.337 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.401 0.451 0.698 0.308 0.308 0.574 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.742 0.308 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .308 0.711 0.308 0.511 0.750 0.421 0.842 0.308 0.308 0.771 0.473 0.726 0.308 0.308 0.308 0.541 0.308 0.308 0.716 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.62 Untuk menentukan valid tidaknya instrumen adalah dengan cara mengkonsultasikan hasil perhitungan koefisien korelasi dengan tabel nilai koefisien korelasi (r) pada taraf signifikan 5% atau taraf kepercayaan 95%.308 0.308 0.616 0.488 0.818 0.308 0.577 0.488 0.308 0.308 0.308 0.548 0.308 0.780 0.412 0.308 0.308 0.308 0.665 0.308 0.785 0.883 0.613 0.794 0. Tabel 3.472 0.790 0.308 0.308 0.825 0.308 0.568 0.308 0.308 0.308 0.697 0. dengan 41 responden.452 0.774 0.556 0.308 0.308 0. Berikut adalah tabel hasil uji coba validitas pada tiap butir pertanyaan dalam angket.451 0.579 0.308 0.761 0.723 0.462 0.308 0.333 0.871 0.542 0.308 0.408 0.308 0.796 0.424 0.308 0.308 0.758 0.516 0.308 0.553 0.785 0.803 0.308 0.686 rtabel 0.308 0.686 0.663 0.

1999:162).63 34 35 36 37 38 39 40 41 42 0.767 0. Reliabilitas mengandung pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto.2 Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran atau alat pengukur (Nazir Moh.771 0.810 0.308 0.308 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 3.713 0. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau yang reliabel dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.698 0.308 0. Dalam penelitian ini untuk mencari reabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha.308 0.308 0.620 0.308 0.788 0.308 Valid 77 0.5.308 Valid 83 0.308 0.816 0. karena instrumen ini berbentuk angket yang skornya merupakan rentangan dari 1 samai 5.308 Valid 80 0.799 0. rumus Alpha adalah sebagai berikut : 2 ⎛ k ⎞⎛ ∑ σb ⎞ ⎜1 − ⎟ ⎜ ⎜ (k − 1) ⎟⎜ ⎟ σ t2 ⎟ ⎠⎝ ⎠ =⎝ r11 rxy K = Reliabilitas instrument = Banyaknya butir pertanyaan 2 ∑ σb = Jumlah varians σt 2 = Varians total .777 0.308 Valid 84 Sumber : Olahan Data Penelitian 0.308 Valid 76 0.674 0.308 Valid 81 0. 2002:154).308 Valid 79 0.308 Valid 78 0.737 0.308 0.731 0.308 0.687 0.805 0.308 Valid 82 0.823 0.741 0.821 0.

survei.6 Metode Analisis Data 3. atau pengamatan lainnya. pemahaman terhadap variabel akan lebih dapat dilakukan sehingga analisa akan lebih mendalam pada inti permasalahan sehingga ditemukan solusi yang tepat. serta penyajian hasil peringkasan tersebut.6. baik dalam bentuk table dan pengkategorian skor. Kemudian dalam proses penggunaan analisis ini ditujukan untuk memperkaya pemahaman tentang variabel-variabel penelitian.1 Pengkategorian Skor Skor mentah yang dihasilkan suatu skala merupakan penjumlahan dari skor item-item dalam skala itu. 3. Maka dalam analisis tersebut dipilihlah program Microsoft Office Excel 2007 untuk menghitung data kuantitatif dari angket. hal ini dilakukan sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan. Jika hasil perhitungan lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk mengambil data dalam penelitian.64 Kemudian menentukan reliabel tidaknya instrumen dilakukan dengan cara mengkonsultasika dengan r tabel. 3. Data-data tersebut kemudian diringkas dengan baik dan teratur. ‘mentah’ dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). Dalam penelitian ini.1. Untuk memberikan makna yang memiliki nilai .1 Analisis Deskriptif Kualitatif Menurut Santoso dalam Novia (2008:26) Analisis Deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data. Umumnya masih acak. data yang didapat berasal dari skor angket.6. Data statistik yang diperoleh dari hasil sensus.

5σ) ( μ + 0.5σ < x ≤ μ + 1. 2007:107). Banyaknya jenjang kategori diagnosis yang akan dibuat biasanya tidak lebih dari lima jenjang dan tidak kurang dari tiga jenjang (Azwar.5σ) ( μ -0. 2007:107) Untuk mengkategorisasikan subjek pada penelitian ini dengan menggunakan kategori jenjang. dibuat berbeda berdasarkan standar yang terdapat pada masingmasing indikator. hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel. Penyusunan tabel kriteria manajemen sekolah.5σ < x ≤ μ -0. sehingga kategorisasi indikator-indikator dalam penelitian ini.65 diagnostik skor mentah perlu diderivasi dan diacukan pada suatu norma kategorisasi (Azwar.5σ) ( μ -1. Kategori ini bersifat relatif. adalah sebagai berikut: . Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket.5σ < x) Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Dalam penyajiannya.5σ) ( μ + 1. Adapun syarat untuk kategorisasi sebagai berikut: a b c d e ( x ≤ μ -1.5σ < x ≤ μ + 0. Tujuan kategori ini adalah menempatkan individu dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur.

335<Skor≤66.335<Skor≤66.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi sebagai berikut: .06 Kategori Skor Kepemimpinan Kepala Sekolah Skor Kriteria Sangat ideal 84<Skor≤105 Ideal 70<Skor≤84 Cukup ideal 56<Skor≤70 Kurang ideal 42<Skor≤56 Tidak ideal 21<Skor≤42 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.995<Skor≤100 Optimal 66.Standar rata Deviasi 63 14 60 13.995 Cukup optimal 53.67 kategori skor masing-masing variabel secara keseluruhan adalah Tabel 3.995<Skor≤100 Ideal 66. 3.665 Kurang optimal 40.05 Distribusi Skor Manajemen Sekolah No 1 2 3 4 5.665 Kurang ideal 40.67 9 2 30 6.995 Cukup ideal 53. Skor Skor Tertinggi Terendah Kepemimpinan kepala sekolah 105 21 Kurikulum 100 20 Ketenaga kependidikan 100 20 Kesiswaan 50 10 Output 15 3 Sarana prasarana 50 10 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Tabel Variabel Rata.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.07 Kategori Skor Kurikulum dan Program Pengajaran Skor Kriteria Sangat optimal 79.66 Tabel.33 60 13.665<Skor≤79.33 30 6.335 Tidak ideal 20<Skor≤40.08 Kategori Skor Tenaga Kependidikan Skor Kriteria Sangat ideal 79.665<Skor≤79.335 Tidak optimal 20<Skor≤40.005<Skor≤53.005<Skor≤53. 6.

995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.665 Tidak optimal 10<Skor≤19.995<Skor≤26. kompetensi supervisi dan kompetensi .1.665<Skor≤33.665<Skor≤33.335 Kurang optimal 19.11 Kategori Skor Sarana Prasarana Sangat optimal 40.09 Kategori Skor Manajemen Kesiswaan Skor Kriteria Sangat tinggi 40.005 Cukup optimal 26.335<Skor≤40.995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.335<Skor≤40. kompetensi manajerial.2 Penyusunan Tabel Kriteria Manajemen Sekolah dengan Masing-masing Indikatornya a) Variabel kepemimpinan kepala sekolah Data kepemimpinan kepala sekolah didapat dari data angket penelitian.005<Skor≤50 Optimal 33.6.665 Tidak tinggi 10<Skor≤19.005<Skor≤50 Tinggi 33.67 Tabel 3.10 Kategori Skor Output Skor Kriteria Sangat tinggi 12<Skor≤15 Tinggi 10<Skor≤12 Cukup tinggi 7<Skor≤10 Kurang tinggi 6<Skor≤7 Tidak tinggi 3<Skor≤6 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.995<Skor≤26.005 Cukup tinggi 26.335 Kurang tinggi 19. Kriteria penilaian kepemimpinan kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 105 (jika kepala sekolah memiliki kompetensi kepribadian. kompetensi kewirausahaan.

33 Kewirausahaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Supervisi Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sosial Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1. Kompetensi Kepribadian Data kompetensi kepribadian kepala sekolah didapat dari data angket penelitian. memilki integritas kepemimpinan.33 Manajerial Skor Tertinggi 35 Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 6. Sedangkan untuk penyusunan tabel kriteria masing-masing indikator adalah sebagai berikut: Tabel 3. dan nilai terendah 21 (jika kepala sekolah tidak memiliki kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah serta tidak menggunakannya secara optimal).12 Kepemimpinan Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 25 Skor Terendah 5 Rata-Rata 15 Standar Deviasi 3.68 sosial yang ideal dan menggunakannya secara optimal dan relevan). Kriteria penilaian kompetensi kepribadian kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 25 (jika kepala sekolah memiliki akhlak mulia. Indikator Kepribadian . memiliki sikap terbuka dan bisa mengendalikan diri).

165 Cukup ideal 4 11.14 Kategori Skor Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 30.005<skor≤13.005 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Manajerial Data tentang kompetensi manajerial dengan nilai maksimum 35 (jika kepala sekolah melaksanakan aspek-aspek manajerial dengan optimal) dan dengan nilai minimal 7 (jika tidak dapat melaksanakan dari aspek-aspek manajerial secara optimal).335<skor≤16.165<skor≤30.665 Cukup ideal 10. Interval Skor Kriteria 19.995<skor≤25 Sangat ideal 16.495 Ideal 3 17.835<skor≤24.335 Kurang ideal 5<skor≤10.995 Ideal 13. Kompetensi Kewirausahaan Data tentang kompetensi kewirausahaan dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki jiwa kewirausahaan dan menggunakannya secara optimal .835 Kurang ideal 5 7<skor≤11.055<skor≤17.13 Kategori Skor Kompetensi Kepribadian Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 2.69 dan nilai terendah 5 (jika kepala sekolah tidak memilki aspek kompetensi kepribadian yang ideal.665<skor≤19.055 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi manajerial: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kepribadian: Tabel 3.495<skor≤35 Sangat ideal 2 24.

16 Kategori Skor Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5. melaksanakan dan menindaklanjuti hasil supervisi) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki program supervisi).70 dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki jiwa kewirausahaan dan tidak melaksanakannya secara optimal ). Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kewirausahaan: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi supervisi: Tabel 3. serta menggunakannya secara optimal) .15 Kategori Skor Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 4. Kompetensi Sosial Data tentang kompetensi sosial dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki aspek sosial yang baik. Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Supervisi Data tentang kompetensi supervisi dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki program supervisi.

33 Kalender Pendidikan .17 Kategori Skor Kompetensi Sosial Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi b) Manajemen Kurikulum Data tentang kurikulum dan program pengajaran dengan nilai maksimum 100 (jika sekolah melaksanakan KTSP secara optimal. memiliki kalender pendidikan dan dijalankan sesuai dengan apa yang tertera dikalender pendidikan.71 dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki dan tidak menggunakan aspek sosial secara optimal).20 Manajemen Kurikulum Indikator KTSP Statistik Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Hipotetik 25 5 15 3.33 10 2 6 1. memiliki pedoman penilaian hasil belajar dan memiliki peraturan akademik. serta peraturan tersebut ditaati oleh seluruh warga sekolah) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak bisa melaksanakan dari komponen manajemen kurikulum dan program pengajaran secara optimal). Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi sosial : Tabel 3. Tabel 3. memiliki program pembelajaran.

665 Cukup optimal 4 10.72 Program Pembelajaran Skor Tertinggi 30 Skor Terendah 6 Rata-Rata 18 Standar Deviasi 4 Penilaian Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Hasil Belajar Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2. Kalender Pendidikan Data tentang kalender pendidikan dengan nilai maksimum 10 (jika sekolah memiliki kalender pendidikan dan melaksanakan kegiatan sekolah sesuai dengan .005<skor≤13.995<skor≤25 Sangat optimal 2 16.67 Peraturan Skor Tertinggi 15 Akademik Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.995 Optimal 3 13.005 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.19 Kategori Skor KTSP No Interval Skor Kriteria 1 19. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Data tentang KTSP dengan nilai maksimum 25 (jika sekolah menggunakan dan melaksanakan KTSP sesuai dengan peraturan Permendiknas) dan dengan nilai minimal 5 (jika sekolah melaksanakan KTSP tidak sesuai dengan peraturan Permendiknas).335<skor≤16.665<skor≤19.335 Kurang optimal 5 5<skor≤10. Berikut disajikan tabel kriteria skor KTSP: Tabel 3.

335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.665<skor≤7.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor program pembelajaran: Tabel 3.73 kalender pendidikan) dan dengan nilai minimal 2 (jika sekolah tidak memiliki kalender pendidikan). Berikut disajikan tabel kriteria skor kalender pendidikan: Tabel 3.005<skor≤5. Program Pembelajaran Data tentang program pembelajaran dengan nilai maksimum 30 (jika sekolah memiliki program pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran yang kondusif. .995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 6 ( jika sekolah tidak dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien).20 Kategori Skor Kalender Pendidikan No Interval Skor Kriteria 1 7.21 Kategori Skor Program Pembelajaran No 1 2 3 4 5 4.995 Sesuai 3 5.665 Cukup sesuai 4 4.335<skor≤6. Interval Skor Kriteria 24<skor≤30 Sangat optimal 20<skor≤24 Optimal 16<skor≤20 Cukup optimal 12<skor≤16 Kurang optimal 6<skor≤12 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Penilaian Hasil Belajar Data tentang penilaian hasil belajar dengan nilai maksimum 20 (jika sekolah memiliki program penilaian hasil belajar dan melaksanakan evaluasi belajar secara optimal dan rutin) dan dengan nilai minimal 4 ( jika sekolah tidak dapat melaksanakan penilaian hasil belajar secara optimal).

335 Cukup sesuai 4 7.005 Sesuai 3 10.335<skor≤16.665<skor≤13. Peraturan akademik Data tentang peraturan akademik dengan nilai maksimum 15 (jika sekolah memiliki peraturan akademik.995<skor≤10.74 Berikut disajikan tabel kriteria skor penilaian hasil belajar: Tabel 3.995 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5. Berikut disajikan tabel kriteria skor peraturan akademik: Tabel 3.23 Kategori Skor Peraturan akademik No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi c) Manajemen Tenaga Kependidikan Data tentang manajemen tenaga kependidikan dengan nilai maksimum 100 (jika tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan profesinya.665 Kurang sesuai 5 4<skor≤7.005<skor≤20 Sangat sesuai 2 13. peraturan akademik tersosialisasi dengan baik serta diipatuhi) dan dengan nilai minimal 3 (jika sekolah tidak memiliki peraturan akademik). serta tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak memiliki .22 Kategori Skor Penilaian Hasil Belajar No Interval Skor Kriteria 1 16.

Berikut disajikan tabel kriteria skor wakil kepala sekolah: .33 Laborat Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.67 Guru Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.33 Tenaga Skor Tertinggi 10 Administrasi Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.33 Konselor Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.33 Pustakawan Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.75 kualifikasi akademik yang memadai.33 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.24 Manajemen Tenaga Kependidikan Indikator Wakil Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 50 Skor Terendah 10 Rata-Rata 30 Standar Deviasi 6. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal). Wakil Kepala Sekolah Data tentang kepala sekolah dengan nilai maksimum 50 (jika wakil kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika wakil kepala sekolah tidakmelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik). Berikut disajikan tabel data manajemen tenaga kependidikan: Tabel 3.

665 Cukup sesuai 4 4.995<skor≤26. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara ideal). background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika guru tidak memiliki kualifikasi akademik yang memadai. Guru Data tentang guru dengan nilai maksimum 10 (jika guru memiliki kualifikasi akademik yang memadai. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika konselor tidak memilki kualifikasi akademik .665 Kurang ideal 5 10<skor≤19.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.665<skor≤7.005 Ideal 3 26.76 Tabel 3.26 Kategori Skor Guru No Interval Skor Kriteria 1 7.005<skor≤50 Sangat ideal 2 33.665<skor≤33.995 Sesuai 3 5.335<skor≤6. background pendidikan tidak sesuai. Tabel 3.995 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.335<skor≤40. Konselor Data tentang konselor dengan nilai maksimum 10 (jika konselor memiliki kualifikasi akademik yang memadai. Berikut disajikan tabel kriteria skor guru.005<skor≤5.335 Cukup ideal 4 19.25 Kategori Skor Wakil Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 40.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.

665 Cukup sesuai 4 4. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.665<skor≤7.665 Cukup sesuai 4 4.335<skor≤6.28 Kategori Skor Pustakawan No Interval Skor Kriteria 1 7.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. background pendidikan tidak sesuai.005<skor≤5.335<skor≤6.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.005<skor≤5.77 yang memadai.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 4. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika pustakawan tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.665<skor≤7. Berikut disajikan tabel kriteria skor konselor: Tabel 3.27 Kategori Skor Konselor No Interval Skor Kriteria 1 7. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal). background pendidikan tidak sesuai. Pustakawan Data tentang pustakawan dengan nilai maksimum 10 (jika pustakawan memiliki kualifikasi akademik yang memadai.995 Sesuai 3 5.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi . Berikut disajikan tabel kriteria skor pustakawan Tabel 3.995 Sesuai 3 5.

background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika laborat tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai. Laborat Data tentang laborat dengan nilai maksimum 10 (jika laborat memiliki kualifikasi akademik yang memadai.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. background pendidikan tidak sesuai.005<skor≤5. background pendidikan tidak sesuai.335<skor≤6.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 6.665 Cukup sesuai 4 4. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal). Berikut disajikan tabel kriteria skor laborat: Tabel 3. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika tenaga administrasi tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.995 Sesuai 3 5.78 5. Berikut disajikan tabel kriteria skor tenaga administrasi: .29 Kategori Skor Laborat No Interval Skor Kriteria 1 7. Tenaga Administrasi Data tentang tenaga administrasi dengan nilai maksimum 10 (jika tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik yang memadai.665<skor≤7.

335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.665 Cukup sesuai 4 4. proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 13 (jika semua butir aspek hanya minimum).995 Sesuai 3 5.30 Kategori Skor Tenaga Administrasi No Interval Skor Kriteria 1 7.335<skor≤6.31 Manajemen Kesiswaan Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Proses Skor Tertinggi 35 Pembelajaran Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 4.665<skor≤7. yang berupa nilai NEM sekolah sebelumnya/SMP) dan nilai terendah 3 (jika nilai input siswa rendah). Indikator Input siswa .995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.005<skor≤5. Input Kriteria penilaian input siswa yaitu dengan nilai maksimum sebesar 15 (jika nilai input siswa tinggi. Berikut disajikan tabel data manajemen kesiswaan: Tabel 3.67 Out Put Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.79 Tabel 3.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi d) Manajemen Kesiswaan Data tentang kesiswaan dengan nilai maksimum 65 (jika input siswa baik.

665 Kurang optimal 5 7<skor≤13. Output Data tentang output siswa dengan nilai maksimum 15 (jika output siswa mempunyai kualitas tinggi) dan dengan nilai minimal 3 (jika output siswa rendah).995 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.005<skor≤35 Sangat optimal 2 23.005 Optimal 3 18.995<skor≤18.33 Kategori Skor Proses Pembelajaran No Interval Skor Kriteria 1 28.665<skor≤23. Proses Pengajaran Kriteria penilaian Proses pengajaran yaitu dengan nilai maksimum sebesar 35 (jika sekolah bisa menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien) dan nilai terendah 7 (jika sekolah tidak dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien).32 Kategori Skor Input Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.80 Berikut disajikan tabel kriteria skor input siswa Tabel 3.335<skor≤28.335 Cukup optimal 4 13. Berikut disajikan tabel data output siswa: . Berikut disajikan tabel kriteria skor proses pembelajaran: Tabel 3.

34 Kategori Skor Output Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi e) Manajemen Sarana Prasarana Data tentang sarana prasarana dengan nilai maksimum 50 (jika sekolah memiliki program pengadaan sarana prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.35 Manajemen Sarana Prasarana Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Pemeliharaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Inventarisasi Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2. Berikut disajikan tabel data manajemen sarana prasarana: Tabel 3.67 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Indikator Pengadaan .81 Tabel 3. serta melakukan pemeliharaan dan inventarisasi secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika sekolah tidak memanajemen sarana prasarana secara optimal).

Pemeliharaan Sarana Prasarana Data tentang pemeliharaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pemeliharaan sarana prasarana dilakukan dengan optimal) dan dengan nilai minimal 3 (jika pemeliharaan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).82 1. Berikut disajikan tabel kriteria skor pengadaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3.36 Kategori Skor Pengadaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.37 Kategori Skor Pemeliharaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat optimal 10<skor≤12 Optimal 8<skor≤10 Cukup optimal 6<skor≤8 Kurang optimal 3<skor≤6 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi . Berikut disajikan tabel kriteria skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3. Pengadaan Sarana Prasarana Data tentang pengadaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pengadaan sarana prasarana disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki sekolah) dan dengan nilai minimal 3 (jika pengadaan sarana prasarana tidak terprogram secara ideal).

99 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi . Berikut disajikan tabel kriteria skor inventarisasi sarana prasarana: Tabel 3.66 Kurang optimal 5 4<skor≤7.335 Cukup optimal 4 7.005 Optimal 3 10.005<skor≤20 Sangat optimal 2 13.99<skor≤10. Inventarisasi Sarana Prasarana Data tentang perawatan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 20 (jika inventarisasi sarana prasarana dilakukan secara optimal) dan dengan nilai minimal 4 (jika perawatan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).335<skor≤16.38 Kategori Skor Inventarisasi Sarana Prasarana No Interval Skor Kriteria 1 16.66<skor≤13.83 3.

Pemerintah yang selalu tanggap. Teknik Pendingin dan Tata Udara.84 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Hal tersebut sangat menggembirakan bagi generasi muda yang ada di Kabupaten Kendal dan sekitarnya. dapat dikatakan sangatlah lengkap. Artinya bagi mereka yang lulus SMK adalah orangorang yang siap menjalankan pekerjaan dikemudian hari sesuai dengan keahlian mereka masing-masing. pemerintah akan menjamin lapangan kerja yang luas. Tata Busana. Bisnis Manajemen (Bismen) dan program keahlian Akuntansi. Dimulai dari Teknik Mesin (Otomotif). tidak tanggung-tanggung. Program keahlian yang diterapkan disemua SMK di Kendal baik negeri maupun swasta. Melalui SMK mereka bisa mengembangkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki. menunjukkan keseriuasan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kendal. Seluruh SMK di Kabupaten Kendal merupakan sebagian kelompok SMK di Indonesia yang menjadi program percontohan Mentri Pendidikan Nasional.1. Teknik Elektro.1 Hasil Penelitian 4. Sedangkan Program keahlian .1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Kabupaten Kendal merupakan sebuah wahana pendidikan yang terus dipacu untuk dikembangkan lebih baik menuju amanat tujuan pendidikan di tingkat SMK. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Teknik Bangunan.

proses belajar mengajar. kepemimpinan kepala sekolah pun diuji dalam persaingan yang sehat dan penuh pengertian. Malainkan hal sebaliknya yang tersaji dalam persaingan tersebut. Lebih detail dan semakin dalam lagi. Pemerintah kabupaten Kendal akan berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan program keahlian tesebut. 4. Teknologi hasil Pertanian. Ternak. administrasi dan lain sebagainya selalu ada persaingan menjadi yang lebih baik dari seluruh SMK di Kendal. maka penulis tidak melihat lebih jauh tentang program keahlian tersebut. dan menentukan prestasi lulusan. Penulis hanya meneliti manajemen sekolah secara umum yang diterapkan dimasing-masing Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diseluruhn Kabupaten Kendal dengan status sekolah negeri dan swasta. dan lain sebagainya.85 Budidaya Tanaman. Geologi Pertambangan. dimulai dari model persaingan penerimaan siswa baru. Ikan. Sekolah Menengah Kejuruan baik negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Kendal dapat dikatakan mempunyai persaingan yang kompetitif disetiap unsur sistem manajemen sekolah. menjadikan sekolah tersebut . hal yang demikian tidak terjadi di SMK Kendal. yaitu saling melengkapi kekurangan yang dimiliki masing-masing sekolah. Namun demikian tidak berarti antar sekolahan saling menjatuhkan sama lain.2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kabupaten Kendal merupakan SMK yang menerapkan banyak program keahlian. tenaga pendidikan.1. Banyaknya program keahlian yang di tempuh oleh sekolah. Merujuk pada kompleksnya program keahlian yang ada diseluruh SMK Kendal.

79 10. digunakan untuk lebih memudahkan dan agar komunikatif dalam mendiskripsikan hasil penelitian.78 12.872 0.07 12.95 29. 3. A.502 0.92 82.86 memerlukan kinerja manajemen yang optimal untuk mendukung berjalanya kegiatan sekolah. Analisis diskriptif yang akan penulis sampaikan disetiap variabel beserta indikatornya.565 Kewirausahaan 13.43 20.89 12.93 22. Standar Deviasi 0.73 11. kesiswaan. dan manajemen sarana prasarana merupakan komponen manajemen yang harus dijaga kualitasnya agar kesemua manajemen tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan masing-masing sekolah. 4.735 Supervisi 13.18 26. Berikut adalah hasil penelitian dengan menggunakan metode angket di setiap SMK Negeri dan Swasta se Kabupaten Kendal.287 2.417 0. Kepala sekolah selaku penggerak utama dalam semua kebijakan untuk menjalankan amanat dimasing-masing manajemen. Berdasarkan tabel diatas .285 Sosial 13. harus berperan kooperatif guna menciptakan kondisi yang maksimal disetiap kinerja manjemen. 5.332 0. Manajemen kurikulum.74 12.01 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 23.745 Sumber: Data Penelitian (Diolah) No 1.47 89.98 Total 96.408 Nilai rata-rata secara keseluruhan pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala SMK negeri di Kabupaten Kendal. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tabel 4.18 Manajerial 32. 2. tenaga kependidikan.

dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. hal ini banyak dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. dan sosial.417. Namun dalam komponen kepemimpinan kepala sekolah. kompetensi manajerial masih kurang maksimal bagi kepala SMK negeri. Hal ini terbukti. supervisi. kompetensi manajerial berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal. berarti kepemimpinan kepala sekolah sudah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian.87 dapat dilihat dari nilai rata-rata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. . Berdasarkan nilai rata-rata. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti kecenderungan mendekati kriteria rata-rata. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah akan dijelaskan seperti berikut : a) Kompetensi Kepribadian Skor rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. kewirausahaan. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. Kelemahan tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. manajerial. atau merupakan kelemahan dari variabel kepemimpinan kepala sekolah.

Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. Hal ini terbukti. Kepala sekolah juga belum secara signifikan dalam mengelolah staff guru dan karyawan. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 0. Hal ini dikarenakan kepala sekolah telah merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik dalam rangka profesionalisme guru. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah melalui rapat-rapat rutin yang dilaksanakan oleh sekolah. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan.88 b) Kompetensi Manajerial Kompetensi manajerial pada SMK negeri masuk dalam kriteria ideal. dan juga telah menggunakan pendekatan dan teknik .332.01 diatas menunjukkan kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah.872. c) Kompetensi Kewirausahaan Nilai rata-rata dari tabel 4. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah.01 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari komptensi supervisi masuk dalam kriteria sangat ideal.

868 1. supervisi.38 0. Diolah No 1.94 Supervisi 14.48 88. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal.22 21. kewirausahaan.57 Kewirausahaan 14. 4.24 Nilai rata-rata pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala sekolah pada SMK swasta.31 12.92 75. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0.43 19.543 0.02 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 24. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. Tabel 4. 5. dan sosial. penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0. manajerial. Kepala sekolah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian. berarti kepemimpinan kepala sekolah SMK swasta sudah mendekati kriteria sangat ideal.00 9.00 11.365 Total 100. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana. 3. e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4.2 Sumber: Data Penelitian. Hal ini terbukti.52 12.5 Sosial 14.21 10.502.615 4. 2.89 supervisi yang tepat. Namun dari kelima .71 25.825 Manajerial 33.833 0. Dengan standar deviasi menunjukkan nilai yang kecil.43 29.287. Standar Deviasi 0. Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah sudah bisa berkomunikasi langsung oleh masyarakat sekolah dan masyarakat luar sekolah.57 11.01 menunjukkan kritria sangat idal.

hal ini dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. Kelemahan pada kompetensi manajerial menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. kompetensi manajerial dan supervisi yang masih kurang. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai. .868. Sementara itu untuk kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah.90 kompetensi kepala sekolah. dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. menggambarkan kompetensi tersebut pada kepala sekolah SMK swasta di Kabupaten Kendal berada pada kategori kedua dan berkriteria ideal. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah seperti berikut ini : a) Kompetensi Kepribadian Perolehan nilai rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. Hal ini terbukti. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. Berdasarkan nilai rata-rata kompetensi manajerial dan supervisi kepala sekolah.

hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah.543. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 1. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.91 b) Kompetensi Manajerial Pada SMK swasta kompetensi manajerial masuk dalam kriteria ideal. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah. Hal ini terbukti. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai. c) Kompetensi Kewirausahaan Skor rata-rata pada kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah.02 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta.38.833. . Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan. semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0.

92

e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4.02 menunjukkan kriteria sangat ideal. Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah aktif berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekolah maupun masyarakat luar sekolah. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.615. B. Manajemen Kurikulum Tabel 4.03 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23.21 20.76 21.985 Kalender Pendidikan 9.68 8.73 9.205 Program Pembelajaran 27.97 25.22 26.595 Penilaian Hasil Belajar 18.48 17.07 17.775 Peraturan Akademik 14.00 12.71 13.355 Total 93.34 84.49 88.915 Sumber: Data Penelitian, Diolah

No 1. 2. 3. 4. 5.

Standar Deviasi 0.408 0.158 0.458 0.235 0.215 1.475

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK negeri. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti

kurikulum dan program pengajaran sekolah sudah sangat optimal. Pelaksanakan kurikulum telah sesuai dengan aturan. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini :

93

a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Analisis yang digunakan untuk menjawab penilaian pada skor rata-rata yang tertulis diatas dengan kriteria sangat optimal adalah karena seluruh SMK negeri telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan, standar isi dan praturan pelaksanaannya. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, kondisi peserta didik, kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat. Dukungan yang lebih kuat lagi datang dari staff pengajar yang mana mereka telah bertanggungjawab menyusun SILABUS dan RPP disetiap mata pelajaran yang diampunya. Sehingga dalam pencapaian

terlaksananya KTSP dalam lingkup proses belajar selalu optimal. Penilaian sangat optimal yang dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan, bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0.408. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sangat sesuai. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0.158. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK negeri sudah sangat optimal. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh SMK negeri lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai

94

penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal, seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 0.458. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test, ujian praktek, mid semester, ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN). Untuk menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian, SMK negeri juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK negeri di Kendal telah menggunakan pedoman KKM, dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik, wali murid, komite sekolah dan institusi diatasnya. Hal ini terbukti, bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0.235. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui, disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0.215.

2. Tabel 4. Pelaksanaan kurikulum sudah dilaksanakan sesuai aturan.47 24.50 7.67 19.13 70. Penilaian sangat optimal yang .67 20.345 Program Pengajaran 28. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. 4. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Diolah Standar Deviasi 0.828 0.86 Penilaian Hasil Belajar 18. 3. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini : a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Skor rata-rata yang tertulis pada tabel 4. kondisi peserta didik.31 82.19 8.275 Total 94.24 10.25 21.22 Sumber: Data Penelitian.385 1.31 12.50 17.972 0. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.13 0.585 Kalender Pendidikan 9. kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat.95 No 1.655 3. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal.64 13. Namun dalam komponen manajemen kurikulum masih memiliki kekurangan pada indikator kalender pendidikan.04 dengan kriteria sangat optimal adalah lebih dikarena seluruh SMK swasta telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan.97 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum pada SMK swasta. 5. berarti manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK swasta sudah sangat optimal.04 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23. standar isi dan peraturan pelaksanaannya.86 Peraturan Akademik 14.

972. hal ini terlihat dengan kurang tepatnya pelaksanaan ujian semester.96 dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan. Untuk . b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. Sehingga dalam menyiapkan anak didiknya. skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sesuai. bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0. karena waktu yang sudah habis untuk kegiatan belajar mengajar. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh sekolah lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal. ujian praktek. seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. mid semester. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Seorang guru kadang tidak lengkap dan tuntas dalam memberi materi pelajaran. seorang guru tidak maksimal dalam mengajar. Hal ini terbukti. penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 1.13.385. Akan tetapi pelaksanaan kaldik belum maksimal. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK swasta sangat optimal. Fakta ini ditunjukkan dengan penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK swasta sebesar 0. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test. ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN).

e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik.40 6. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. Hal ini terbukti. 5. 3. wali murid. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0. 6. komite sekolah dan institusi diatasnya.828. 2.26 2.78 43.05 8.273 Laborat 8.917 Guru 9.79 77.515 0.97 menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian.64 7.Sek 46. SMK swasta juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM).365 0.295 Administrasi 8. C. disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya.185 Total 90. .78 8.28 40.292 Pustakawan 8. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai. bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0.215 Konselor 9.82 0.49 8.24 7.34 8.05 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep. 4.335 0.695 0.177 Sumber: Data Penelitian. Diolah No 1.63 7.73 84.53 0.89 7. Manajemen Tenaga Kependidikan Tabel 4.00 7.655. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK swasta di Kendal telah menggunakan pedoman KKM.

Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal.917. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indicator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK negeri sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas. Hal ini berarti tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah. kesiswaan. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal tenaga pustakawan dan laborat. mendidik. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata tenaga kependidikan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. memfasilitasi. guru juga telah memberikan motivasi. Dalam hal ini kepala sekolah sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing. sarana prasarana dan hubungan masyarakat. Disamping itu. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria awal. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal.98 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi tenaga kependidikan SMK negeri. dan melatih . berarti tenaga kependidikan sekolah sudah mendekati kriteria sangat ideal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. membimbing. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK negeri telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 0.

Hal ini terbukti. guru selalu tepat pada tujuan yang diinginkan saat membimbing dan saat memberikan konseling.99 peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. Namun demikian tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin.273. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK negeri mendapat kriteria sesuai. . sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan.292. Hal ini terbukti. penyimpangan dalam aspek tenaga konslor dari masing-masing sekolah negeri hanya sebesar 0. Dengan latar belakang yang cocok dengan pekerjaannya. mereka tidak kesulitan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi siswa dan sekolah. bahwa penyimpangan dalam indicator pustakawan hanya sebesar 0. penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0. Dalam memberikan bimbingan dan konseling terhadap para siswa. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya.215. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau mrupakan kelemahan dari indikator pustakawan. Dapat dibuktikan. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga telah maksimal dilaksanakan.

185. . baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya.295. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan. kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik.100 e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai. Di SMK negeri belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik. Fakta ini terbukti.

5.342 Total 89.21 0.27 7. 6. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal. Secara keseluruhan tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah. Diolah Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen tenaga kependidikan pada SMK swasta.347 Laborat 8. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.63 35. 4. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria ratarata.48 Administrasi 9.63 5.19 0. kesiswaan.475 Guru 9.1 3.303 Sumber: Data Penelitian.78 40.205 1. Tabel 4. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas.75 7.35 6.77 7.39 8. sehingga kepala sekolah . Namun dalam komponen tenaga pustakawan dan laborat masih kurang. 3.06 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep. berarti manajemen tenaga kependidikan SMK swasta sudah mendekati kriteria ideal.92 8.31 0.105 0.19 79. 2. sarana prasarana dan hubungan masyarakat.23 Pustakawan 8.43 Konselor 8. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK swasta telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum.01 69.08 0.50 6.Sek 44.13 7. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen tenaga kependidikan berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal.101 No 1. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal.08 8.

Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 1. penyimpangan dalam aspek tenaga konselor dari masing-masing sekolah swasta hanya sebesar 0. Hal ini terbukti.475. sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal.102 sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga .43. mendidik. Hal ini terbukti.23. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK swasta mendapat kriteria sesuai. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya. membimbing. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indikator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK swasta sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. Akan tetapi tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin. memfasilitasi. dan melatih peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. guru juga telah memberikan motivasi. Disamping itu. penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau masih ada kelemahan pada indikator pustakawan.

sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. bahwa penyimpangan dalam indikator pustakawan hanya sebesar 0. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal.103 telah maksimal dilaksanakan.347. Fakta . maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0.48. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya. e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata pada aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. Dapat dibuktikan. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik. kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. Di SMK swasta belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai.

seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi.69 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi kesiswaan SMK negeri. Diolah No 1. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK negeri mendapat kriteria sangat tinggi.342. . 2. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kesiswaan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. Manajemen Kesiswaan Tabel 4. Standar Deviasi 0.26 28. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.63 13. D.655 Sumber: Data Penelitian.30 12. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. dan mereka cendrung untuk memilih SMK negeri terlebih dahulu dari pada SMK swasta.278 0.104 ini terbukti.12 30. berarti manajemen kesiswaan SMK negeri sudah sangat tinggi.07 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan.19 Total 43.465 Proses 32.

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. Diolah Standar Deviasi 0.46 Total 11. output SMK negeri sudah termasuk dalam kriteria tinggi. No 1.278. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0. efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi. Hal ini terbukti.46 Sumber: Data Penelitian.105 Karena banyaknya peminat yang ingin masuk pada SMK negeri.69. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan criteria sangat optimal. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK negeri sangat tinggi. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0.12 9.08 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 13. berarti output (lulusan) SMK negeri sudah mendekati kriteria tinggi.553 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK negeri. maka SMK negeri menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Tingkat kelulusan dalam . Tabel 4. Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Hasil analisis angket penelitian menunjukkan.80 11.

Diolah No 1. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.13 24. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi.558 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kesiswaan pada SMK swasta.09 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK swasta mendapat kriteria sangat tinggi. maka SMK swasta menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru.675 1.495 Proses 34.106 kurun waktu 4 tahun terakhir mengalami peningkatan. Tabel 4.455 Total 41. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan. berarti manajemen kesiswaan SMK swasta sudah sangat tinggi. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.52 10. Siswa yang diterima diperusahaan untuk bekerja semakin meningkat.95 Sumber: Data Penelitian. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kesiswaan berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi. dengan demikian secara keseluruhan grafik perkembangan akademik mengalami kenaikan. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK .78 29. Karena banyaknya siswa yang ingin masuk pada SMK swasta. Standar Deviasi 0. 2.47 12. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.

Standar Deviasi 0.663 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK swasta. artinya output (lulusan) SMK swasta sudah mendekati kriteria tinggi. Diolah No 1. Standar deviasi tersebut menunjukkan perlu adanya perbaikan sistem pada model penerimaan siswa baru. nilai standar deviasi yang kecil berarti semakin mendekati nilai rata-rata.54 10. Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan kriteria sangat optimal.52 8.10 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 12.107 swasta sangat tinggi.53 Total 10. efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi. . Perbaikan ini harus terus dijalankan untuk bisa bersaing dengan SMK negeri.675. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK swasta hanya sebesar 1. Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif.558. Sedangkan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Hal ini terbukti.53 Sumber: Data Penelitian.

Inventarisasi 17.76 11.95 12. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Karena pada aspek pengadaan sarpras. Pengadaan 13.378 0. sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas. Sedangkan untuk aspek pengadaan dan inventarisasi hanya berkriteria optimal. Pemeliharaan 13. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1.353 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi sarana dan prasarana SMK negeri.72 14.085 3.999 Sumber: Data Penelitian.22 10.392 0. berarti manajemen sarana dan prasarana SMK negeri sudah mendekati kriteria sangat optimal. . Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat optimal. Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana untuk unsur pemeliharaan mencapai taraf sangat optimal. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan inventarisasi sarana prasarana. jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja.97 Total 44. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.93 39.11 10.05 35. Diolah Standar Deviasi 0. SMK negeri tidak membutuhkan sarpras yang baru.11 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Negeri No.22 15.108 E.583 1.935 2. Manajemen Sarana dan Prasarana Tabel 4.

109

Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392. b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK negeri mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK swasta, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, mereka juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK negeri hanya sebesar 0.378. Walaupun sudah unggul dari SMK swasta, SMK negeri harus lebih meningkatkan kualitas dan tata cara penjagaan sarpras disekolahan. Karena jika dilihat masih terdapat penyimpangan nilai dari skor rata-rata pada aspek pemeliharaan. Sehingga dengan peningkatan tata cara pemeliharaan sarpras, diharapkan umur ekonomis dari barang tersebut masih cendrung utuh atau sedikit penyusutannya. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583.

110

Tabel 4.12 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Swasta No. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1. Pengadaan 13.75 10.00 11.875 2. Pemeliharaan 14.00 9.89 11.945 3. Inventarisasi 18.50 13.64 16.07 Total 46.25 33.53 39.89 Sumber: Data Penelitian, Diolah

Standar Deviasi 0.625 0.685 0.81 2.21

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen sarana dan prasarana pada SMK swasta. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti manajemen sarana dan prasarana SMK swasta sudah mendekati kriteria optimal. Namun terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan pemeliharaan sarana

prasarana. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas, jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja. Karena pada aspek pengadaan sarpras, SMK swasta tidak membutuhkan sarpras yang baru, sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah. Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392.

111

b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK swasta mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK negeri, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, SMK swasta juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti,

penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK swasta hanya sebesar 0.378. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583. Standar deviasi menunjukkan perlu adanya pendataan kembali sarpras yang dimiliki sekolah. Karena sangat rugi jika sarana yang telah dimiliki oleh sekolah hilang, dan akhirnya system pendidikan yang ada disekolah dirugikan
Tabel 4.13 Rekapitulasi Skor Kinerja Manajemen Sekolah Negeri dan Swasta

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Variabel Penelitian Kepemimpinan Kepala Sekolah Kurikulum Tenaga Kependidikan Kesiswaan Sarana dan Prasarana Output

SMK Negeri 89.745 88.915 84.26 43.655 39.999 11.46

SMK Swasta 88.2 82.22 79.1 41.95 39.89 10.53

Sumber: Data Penelitian, Diolah

Tabel 4.13 menunjukkan secara keseluruhan kinerja manajemen sekolah antara SMK negeri dan swasta. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK

manajemen tenaga kependidikan 84. dan manajemen sarana prasarana 39. Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berjumlah 88.1 Kinerja Manajemen SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal 1. manajemen kurikulum 82.999 (optimal) serta output 11.95 ( sangat tinggi). Kelemahan dalam aspek kompetensi manajerial dikarenakan dalam merumuskan kurikulum. Artinya.89 (optimal).655 (sangat tinggi).745 (sangat ideal).53 (tinggi). Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam hal kepemimpinan kepala sekolah. manajemen sarana prasarana 39.112 negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berjumlah 89. kinerja manajemen sekolah di SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal dalam kondisi maksimal sesuai dengan teori dan Permendiknas tahun 2007.2.26 (sangat ideal).2 Pembahasan 4. serta output 10.915 (sangat optimal). manajemen kesiswaan 43. manajemen kurikulum 88.46 (tinggi). manajemen tenaga kependidikan 79. 4. kriteria yang diterima baik SMK negeri maupun swasta dalam kategori yang seimbang. Terlihat bahwa SMK negeri lebih unggul sedikit dari SMK swasta. Akan tetapi. hanya pada aspek kompetensi manajerial pada kepala sekolah negeri dan swasta belum bisa optimal atau merupakan kelemahan pada aspek tersebut.1 (ideal).22 (sangat optimal). kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha dilingkungan Kendal dan .2 (sangat ideal). manajemen kesiswaan 41. kepala sekolah SMK negeri dan swasta sudah sangat optimal pada semua kompetensi.

Kegiatan kerjasama hanya sebatas dalam lingkup kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) saja. dagang maupun jasa di wilayah Kabupaten Kendal. adalah karena pihak sekolah belum siap dengan tenaga pendidik yang ada untuk mengikuti perkembangan teknologi perusahaan. Menurut Kemenade dan Garre (2003. belum mencapai tahap kerjasama perkembangan teknologi dan pengelolaan kelulusan. atau yang sering dikenal dengan kebutuhan yang berorientasi pada pelanggan. Penyebab lain adalah karena pihak perusahaan menganggap bahwa kerjasama dengan sekolah tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan. sekolah juga dapat mengelola kelulusan agar bisa bekerja pada perusahaan terkait. Artinya bahwa kompetensi manajerial dalam dimensi pengelolaan dan pengembangan kurikulum serta kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan tujuan pendidikan belum dilaksanakan oleh kepala sekolah.113 sekitarnya. karena alasan diatas menunjukkan bahwa pihak sekolah dinilai belum mampu menjamin out put yang berkualitas untuk pelanggan atau dunia usaha.78) menyebutkan bahwa standarisasi kelulusan pendidikan . Sedangkan alasan mengapa kerjasama antara sekolah dan perusahaan tidak terjadi.33) dalam Martinis Yamin (2007. Fakta diatas disebabkan kepala sekolah belum mengadakan hubungan kerja sama dengan perusahaan. Hal ini memberi arti bahwa harus ada perbaikan pada SMK se-Kabupaten Kendal. Padahal disamping untuk mengetahui perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan dan untuk memperbaiki kualitas kelulusan. baik perusahaan manufaktur.

karena hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas lulusan. Kepala sekolah hanya memberikan tugas-tugas sekolah kepada orang-orang kepercayaannya saja. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. sehingga profesionalitas didalam sekolah tidak bisa tercipta. 7) pembelajaran aktif. Sementara itu. Pada penelitian ini. 3) mampu membuat keputusan berdasarkan fakta. bahwa pelaksanaan manajemen sekolah harus memenuhi syarat tentang keterbukaan manajemen. yaitu : 1) berorientasi pada pelanggan. temuan pada SMK swasta adalah terdapat kelemahan pada kompetensi supervisi. dan belum bisa memberikan tugas dan tanggungjawab kepada bawahannya yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Jadi bisa disimpulkan bahwa temuan dari penelitian ini tidak konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Daman. kerjasama intern dan ekstern sekolah. 6) komitmen untuk peningkatan terus menerus. 4) memiliki pemahaman bahwa kerja adalah suatu proses. 2) memiliki pengetahuan praktis dan aplikasi alat-alat total quality management (TQM). Merujuk pada penelitiannya Daman (2001). kemandirian dan ketercapaian sasaran dan dampak manajemen sekolah.114 mempersyaratkan delapan kategori. Kerjasama yang perlu dilakukan pada jenjang SMK adalah kerjasama sekolah dengan dunia usaha. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. . tidak memantau secara berkala perkembangan peserta didik. 5) berorientasi pada kelompok. aspek yang belum maksimal adalah kerjasama diluar (ekstern) sekolah.

b) Mengidentifikasi kemampuan. pengalaman dan sikap seseorang dengan mnggunakan moto ”the right man on the right place”. c) Mengupayakan agar tugas-tugas dilaksanakan oleh tenaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. sehingga dibiarkan saja dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikelas. Pendayagunaan SDM ini dapat dilakukan dengan: a) Mengidentifikasi tugas yang harus dikerjakan.115 Penyebab dari fakta diatas adalah kepala sekolah mengganggap bahwa guru yang mengajar dikelas sudah memiliki kemampuan yang maksimal. Padahal sebenarnya masih banyak guru tidak berkualitas dalam KBM. minat dan sikap SDM yang ada. tidak tepatnya penanganan masalah dalam kelas dan kurang bisa memotivasi peserta didik dalam belajar. . d) Merumuskan tugas dan tanggung jawab (pembagian kerja secara individual maupun secara kelompok) dengan koordinasi yang memadai. Sedangkan penyebab ketidaksesuaian pemberian tanggungjawab dari kepala sekolah kepada bawahannya adalah kurangnya tenaga pendidik yang ada dalam sekolah. sehingga hanya orang yang dipercaya kepala sekolah saja yang digunakan untuk memegang mata pelajaran yang sebenarnya tidak sesuai dengan keahlian dan profesionalitas. Seperti kurang tepatnya metode pembelajaran dengan pokok bahasan. keterampilan. pengalaman dan potensi serta sikap SDM yang ada di sekolah maupun masyarakat secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Upaya untuk meningkatkan kompetensi supervisi dapat dilakukan dengan upaya pendayagunaan SDM adalah upaya-upaya memanfaatkan pengetahuan.

f) Lakukan supervisi secara berkala dan sampaikan umpan balik dari hasil supervisi dengan segera. 2. . Indikator lain seperti kalender pendidikan. Pelaksanaan kurikulum KTSP berdasarkan Permendiknas tahun 2007 No. penguasaan atas tujuan belajar dalam kurikulum harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. program pembelajaran. dan mencipta. penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. Dalam ranah kognitif misalnya. Manajemen Kurikulum Secara keseluruhan berdasarkan hasil analisis angket penelitian. dan mengulang. mengidentifikasi.116 e) Intensifkan komunikasi antara pimpinan dan staf dan sesama staf untuk mendiskusikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bersama maupun tanggung jawab masing-masing. menilai. pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta memperoleh kriteria sangat optimal. penilaian hasil belajar dan peraturan akademik yang dipakai juga telah dilaksanakan dengan sangat optimal. Seperti yang dikatakan oleh Yusufhadi (2004:732).22 dan No. Karena kurikulum yang di terapkan di semua SMK negeri dan swasta adalah kurikulum KTSP.23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis.

Jika kegiatan pendidikan yang terjadi terlepas dari ramburambu kaldik. maka dimungkinkan sekolah akan melenceng dari tujuan awal yang telah ditetapkan. 2) masih banyak guru yang tidak masuk pada awal tahun ajaran. Kelemahan ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik kurang maksimal diterapkan. 1) pelaksanaan ujian nasional sering mengalami ketidaktepatan. sehingga mengakibatkan konsentrasi persiapan belajar siswa terganggu. maka kaldik pada SMK swasta tidak konsisten. Sebagai contoh kegagalan dalam kaldik yaitu . Hal ini yang membuat tujuan belajar belum tercapai sesuai dengan yang dirumuskan oleh Yusufhadi. Hal ini dikarenakan tingkat kontrol terhadap kaldik masih lemah. Ketidakjelasan ini terjadi karena sekolah tidak pernah memberi wewenang kepada salah satu tenaga kependidikannya untuk mengawasi dan mengontrol keberlangsungan kegiatan kaldik. Penyebab dari lemahnya pelaksanaan kontrol terhadap kegiatan kaldik adalah kurang jelasnya peran pihak yang bertanggung jawab atas kontrol kegiatan kaldik. Mengacu pada penelitian tersebut. Menurut Yuliningtias (2008:150) bahwa salah satu ketercapaian tujuan pendidikan adalah pelaksanaan kaldik dengan tepat sesuai dengan yang direncanakan. dapat dipastikan mengalami keterlambatan dalam pencapaian tujuan.117 Akan tetapi di SMK swasta ada kelemahan pada indikator kalender pendidikan (kaldik). sehingga mengakibatkan banyak waktu yang kosong terbuang. dan perencanaan kaldik belum secara keseluruhan disesuaikan dengan . Kalaupun tidak melenceng.

Hal ini tidak konsisten dengan tenaga laborat dan pustakawan dimasing-masing sekolah. ijazah/keahliannya. Sekolah memiliki tenaga kependidikan yang lengkap. Fakta diatas terjadi karena pada SMK negeri dan swasta belum mempunyai kualifikasi akademik yang memadai untuk tenaga laborat dan pustakawan. belum sesuai dengan bidang keahliannya. dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. Sedangkan untuk pustakawan. konselor. 3.118 perencanaan tujuan sekolah. Padahal seharusnya sekolah menempatkan tenaga khusus untuk fokus pada tugas laborat dan tugas pengelolaan perpustakaan. . laborat. Manajemen Tenaga Kependidikan Pelaksanaan ke-enam manajemen tenaga kependidikan yang meliputi wakil kepala sekolah. Sehingga untuk alokasi tenaga laborat masih dipegang secara rangkap oleh guru masing-masing bidang studi. dan interes kerjanya. berdaya guna dan berhasil guna. laborat dan tenaga administrasi. mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. konselor. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. menengah dan jangka panjang. pustakawan. dan tenaga administrasi secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. Akan tetapi masih terdapat kelemahan pada tenaga pustakawan dan laborat. Temuan peneliti perihal tersebut masih terkait soal kurangnya dana untuk menggaji tenaga laborat dan pustakawan. seperti wakil kepala sekolah. baik jangka pendek. pustakawan. guru. guru bidang studi.

Artinya terjadi hubungan kausalitas/sebab-akibat yang cukup signifikan. jikalau sekolah swasta mengintensifkan pegembangan potensi maka kelemahan tersebut akan dapat diatasi. Jika alasan sekolah untuk proses pembelajaran kurang optimal dikarenakan dari in putnya kurang baik atau tidak berkualitas. Artinya. maka akan menyebabkan kualitas pendidikan yang rendah. Manajemen Kesiswaan Secara keseluruhan skor manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi kriteria yang dimiliki oleh masing-masing SMK menunjukkan bahwa sekolah telah berusaha maksimal dalam menyaring siswa baru dan telah optimal dalam menciptakan kondisi belajar mengajar. Lebih lanjut Suparlan menggariskan salah satu indikator keberhasilan MBS pada aspek peserta didik adalah dengan adanya kemampuan pengembangan potensi. Temuan ini sesuai dengan teori input-process-output yang disampaikan oleh Suparlan dkk bahwa elemen-elemen sekolah dianggap sebagai suatu sistem.119 4. Beberapa upaya diantaranya dengan melakukan variasi pembelajaran dengan mengkolaborasikan dengan media pembelajaran yang tepat dan efektif. Jasman (2002) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada manajemen proses pembelajaran terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. Sistem dimana antara masing-masing unsur akan saling berpengaruh. maka alasan tersebut harus ditolak. Temuan Jasman menunjukkan bahwa proses pembelajaran tanpa dikelola dengan baik. Karena proses pembelajaran yang .

tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Artinya walaupun tidak berkriteria sangat tinggi. 6. baik SMK negeri maupun swasta para lulusannya telah banyak memasuki dunia usaha. Bagi yang belum bisa bekerja karena belum diterima di industri tertentu. Manajemen Sarana dan Prasarana (Sarpras) Manajemen sarana dan prasarana sekolah di maksudkan agar sarana prasarana pendidikan tetap memberikan kontribusi secara optimal dalam proses pendidikan. Aspek Out Put (Lulusan) Pada aspek lulusan rata-rata yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. 5. Menurut Bafadal (2003:5) secara umum.120 berkualitas datangnya dari manajemen proses pembelajaran yang berkualitas pula. untuk menghindari pengangguran mereka menutupi permasalahan tersebut dengan berwirausaha dan melanjutkan ke perguruan tinggi. menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan dibantu oleh wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana. Dalam manajemen kesesiswaan baik negeri maupun swasta. Tujuannya adalah untuk mengupayakan . telah konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Jasman. Hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sarana prasarana. namun demikian belum secara keseluruhan SMK se-Kabupaten Kendal para lulusannya terserap dalam dunia usaha.

121 pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. 1) kurangannya dana untuk membeli sarpras. . kedua-duanya didasari dengan alasan kurangnya biaya dalam kegiatan tersebut. SMK negeri mempunyai dua alasan untukmenjawab ketidak optimalan dalam pengadaan sarpras. pelaksanaan yang menjadi titik lemah manajemen sarana dan prasarana (sarpras) adalah pada pengadaan dan inventarisasi sarpras. Sedangkan pada SMK swasta. Begitu juga dengan tidak maksimalnya inventarisasi sarpras pada SMK negeri dan pemeliharaan sarpras pada SMK swasta. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. Pada SMK negeri. Sedangkan SMK swasta memiliki kelemahan pada pengadaan dan pemeliharaan. Dalam hal pengadaaan. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. terjadi ketidakoptimalan dikarenakan tidak mempunyai dana untuk pembelian sarpras. dan 2) tidak membutuhkan sarana yang baru.

Hal ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik . dapat disimpulkan bahwa pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-kabupaten Kendal memiliki kinerja manajemen sekolah sebagai berikut: 1.122 BAB V PENUTUP 5. kepala sekolah belum bisa menyesuiakan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. Sedangkan kelemahan lainnya pada SMK swasta terdapat pada kompetensi supervisi. Aspek Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan kepala sekolah pada SMK negeri dan swasta memiliki kriteria sangat ideal. sehingga tenaga pendidik dan siswa tidak terpantau perkembangannya. Hal ini dikarenakan dalam merumuskan kurikulum. Aspek manajemen kurikulum Manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta berkriteria sangat optimal. Akan tetapi antara SMK negeri dan swasta memiliki kekurangan yang sama dalam kompetensi manajerial dengan kritria ideal. Namun pada SMK swasta terdapat kriteria yang belum maksimal. yaitu pada aspek kalender pendidikan dengan kriteria sesuai. 2.1 Simpulan Berdasarkan pembahasan analisis data yang telah diuraikan pada bab IV. sehingga iklim inovatif disekolahan tidak berkembang.

Kriteria tersebut dikarenakan belum semua tamatan terserap oleh lowongan kerja yang ada. 5. Pada aspek out put (lulusan) Aspek out put (lulusan) dalam manajemen kesiswaan rata-rata skor yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. Aspek manajemen sarana prasarana Manajemen sarana prasarana memiliki skor rata-rata dengan kriteria optimal. baik SMK negeri dan swasta samasama memiliki kekurangan pada tenaga laboratorium dan pustakawan. 6. hal ini disebabkan SMK swasta mendapatkan input dari siswa yang belum mendapat kesempatan diterima pada SMK negeri. 3. fakta ini dikarenakan rata-rata background pendidikan laboratorium dan pustakawan tidak sesuai dengan profesinya. sehingga tujuan belajar belum bisa tercapai secara dengan baik. Namun pada SMK negeri belum maksimal pada indikator pengadaan . 4. Pada aspek manajemen kesiswaan Manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi. Sedangkan indikator PBM tercatat sudah maksimal dilaksanakan. walaupun sebenarnya sebagian besar telah dapat bekerja.123 kurang maksimal diterapkan. Pada aspek manajemen tenaga kependidikan Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. SMK negeri memiliki input yang sedikit lebih bagus kualitasnya dari pada SMK swasta. Namun.

Aspek manajemen kurikulum di SMK swasta hendaknya lebih ditingkatkan dalam hal Kalender Pendidikan (kaldik). mengkoordinasi. Baik kepala SMK negeri maupun swasta hendaknya meningkatkan kompetensi manajerial. Pada aspek kepemimpinan kepala sekolah. hendaknya perekrutan karyawan laboratorium dan pustakawan harus disesuaikan background pendidikan dengan profesi yang akan ditekuninya. dengan selalu membuat kurikulum yang sesuai kebutuhan pelanggan atau dunia usaha. Upaya ini agar kegiatan belajar mencapai titik efektif dan efisien. 2. 3. dari penelitian ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Untuk SMK swasta disarankan pada kompetensi supervisi. membantu dan membimbing tenaga kependidikan. Dalam aspek tenaga kependidikan. b. sedangkan SMK swasta pada indikator pengadaan dan pemeliharaan. .2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas.124 dan inventarisasi sarpras. kepala sekolah hendaknya mengarahkan. 5. Yaitu dengan membuat kaldik sesuai tujuan pendidikan ditingkat sekolah maupun ditingkat nasional dan dilaksanakan disertai kontrol yang ketat sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Agar dapat memperbaiki kualitas peserta didik dengan mengoptimalkan proses pelajar mengajar. saran yang dapat diajukan adalah : a.

Aspek out put atau lulusan. disarankan : a. sehingga para lulusan tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang disyaratkan oleh perusahaan untuk bekerja. . Kemudian pada aspek pemeliharaaan ditingkatkan supaya sarana prasarana yang dimiliki disekolah bisa mendukung proses pendidikan.125 4. Pada aspek manajemen sarana prasarana. Hendaknya SMK negeri untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras untuk mendukung kegiatan belajar. hendaknya sekolah mengadakan kontrak perjanjian dengan perusahaan-perusahaan didalam wilayah Kendal maupun diluar Kendal untuk memberi informasi tentang teknologi mutakhir yang digunakan agar sekolah dapat menyesuaikan melalui kurikulumnya. Untuk SMK swasta disarankan untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras guna mendukung kegiatan belajar. b. 5. Kemudian pada aspek inventarisasi hendaknya menata dan mencatat kembali sarana prasarana yang telah dimiliki agar bisa terjaga dan termonitor keberadaannya.

. Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SLTP Kota Semarang. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. 2004. Landasan Manajemen Pendidikan. PT Gramedia Pustaka Utama. Tesis. Bandung: Angkasa.. kependidikan (personalia). Muhammad. kesiswaan. Jasman. 2007. Yogyakarta : BPFE Hamonangan. Jakarta: PT. Helmi. 2005. Manajemen. Bandung : PT. Konstribusi Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat Dasar di Jawa Tengah. 2003. Analisis kinerja manajemen kurikulum. Remaja Rosdakarya Handoko. Jakarta. Arsika Sari. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. FIP Unnes. 2003. Semarang: Sari Penelitian-Lemlit UNNES. Nanang. Suharsimi. sarana dan prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara. Indarno. Bumi Aksara Daman. Hani. Edisi IV. Yogyakarta: Liberty Ali. Depdiknas. Jakarta : Rajawali Press Azwar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar As’ad. 2008. Kesiapan Pengelolaan dan Pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Grobogan. Penyusunan Skala Psikologi. 2002 . Skripsi. Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi Industri. Saifudin. 2002. 2003. Penelitian Pendidikan. Universitas Negeri Semarang (UNNES). Mohamad. Metode Riset Perilaku Organisasi. 1993. Laporan Penelitian. Kota Padang Panjang Arikunto. 2003. Husein. S. Bafadal. Andini. 2001. 2000. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Ibrahim. Umar. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) dan Kemungkinan Penerapannya. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Praktek.126 DAFTAR PUSTAKA Abbas. Jakarta: Buku I Konsep dan Pelaksanaan Fattah.

Semarang . Kota Padang Panjang Miarso. Ivery. 2004. Jakarta: Rineka Cipta Nazir. Fakultas Ekonomi Univrsitas Islam Indonesia. Metoda Statistika. Manajemen Sekolah. Jurnal Guru N0. 2004. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Martinis. S. Sri. Jakarta : Gaung Persada Press Jakarta Yulinintiyas. 2005. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Semarang : UNNES PRESS Sagala. Novia. Bandung : ALFABETA Setiyowati. Bogor : Ghalia Indonesia Nurkholis. Analisis Portofolio Kinerja Manajemen Madrasah (MA) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Rembang. Bandung : PT. 2001. 2000 . 2007. A. 2003. 02 Volume 02 Desember 2005. 2004. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. Mathis. Jakarta : Grasindo Sudjana. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Jackson. Moh. 2002 . 2007. Metode Penelitian. Yamin. Manajemen Sumber daya Manusia Perusahaan. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya Margono. Skripsi.127 Mulyasa. Daya Tarik Iklan Produk Rokok Gudang Garam Merah di Media Televisi. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta : Fajar Interpratama Offset Menteri Pendidikan Nasional. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Mangkunegara. Manajemen Berbasis Sekolah. Efisiensi Manajemen Pendidikan Untuk Peningkatan Mutu SMK. Universitas Negeri Semarang (UNNES) . Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Syaiful. 2004.P. Skripsi. Bandung : PT. 2008. Remaja Rosdakarya Morphy. Tarsito Suprihatin. Robert L & John H. 2008. Yusufhadi. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful