ANALISIS KINERJA MANAJEMEN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI DAN SWASTA SE-KABUPATEN KENDAL

SKRIPSI
Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Agus Nur Ikhsan Kurniawan 3301404526

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009
i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan kesidang panitia ujian pada: Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Sukardi Ikhsan,M.Si NIP 130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si NIP 132205936

Mengetahui, Ketua Jurusan Akuntansi

Drs. Sukirman. M.Si NIP 131967646

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada: Hari :

Tanggal :

Penguji Skripsi,

Rediana Setyani, S.Pd., M.Si. NIP. 132320173

Anggota I

Anggota II

Drs. Sukardi Ikhsan, M.Si. NIP.130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si. NIP.132205936

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si. NIP. 131658236

iii

bukan karena jiplakan dari karya tulis orang lain.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Januari 2009 Agus Nur Ikhsan Kurniawan NIM. Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. baik sebagian atau seluruhnya.3301404526 iv .

Dengan tanpa mengurangi rasa syukurku pada Allah SWT. • Teman-teman pendidikan akuntansi 2004 v . do’a dan dukungannya. (Imam ibnu Atha’illah As Sakandary dalam kitab Al Hikam) “Menunda amal perbuatan yang baik karena menanti-nanti kesempatan yang lebih baik merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa”. akan tetapi sebenarnya Tuhan telah memberikan sesuatu kepadamu. (General Colin Power) Persembahan . dukungan dan semangatnya. • Dek Barid YNs terima kasih atas do’a. dan begitu juga sebaliknya”.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto . kerja keras dan mau belajar dari kegagalan”. (Ibnu Atha’illah dalam Gubuk Maya Gus Mus) “Tak ada rahasia untuk mencapai sukses. terima kasih atas cinta. • Adikku Dwi Maghfiroh makasih atas do’a dan semangatnya. kasih sayang. kupersembahkan karyaku ini dengan penuh cinta dan ketulusan untuk : • Ibu bapakku tercinta. “Didalam kehidupan terkadang Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan. bantuan. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan.

Sukirman. Agus Wahyudin. Amir Mahmud. Drs. S.Si.Si. Kepala BAPPEDA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. berkah dan hidayah-Nya. Oleh karena itu. M.Si Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. Dekan Fakultas Ekonomi 3. H. Prof.Si. M. Drs.• Teman-teman kost Zona Ngapak • Almamaterku KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat.Si Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. 4. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta Se-Kabupaten Kendal” Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik dan selesai tepat waktu tanpa adanya dukungan dan batuan dari berbagai pihak.. 2. Sudijono Sastroatmodjo. Rektor Universitas Negeri Semarang. 6. M. vi . Drs. Sukardi Ikhsan.Pd. Drs. Ketua Jurusan Akuntansi yang telah memberikan surat ijin penelitian. M. rasa terima kasih yang tulus penulis ucapkan kepada: 1. M. 5.

9. Dek Barid YNs atas do’a dan semangatnya. Ibu. Teman-temanku dikost Zona Ngapak beserta alumninya atas bantuan dan motivasinya. Kepala DIKPORA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 8. bapak. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. Semoga bantuan yang telah diberikan kepada penulis menjadi catatan amal baik. adikku beserta keluarga besarku atas do’a dan dukungannya.7. 10. Pada akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Januari 2009 Penulis vii . 13. 12. Kepala SMK se-Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. serta mendapat pahala yang setimpal dari Allah yang Maha Pemurah. Semarang. Guru-guru di SMK se-Kabupaten Kendal yang telah bersedia membantu penulis dalam mengisi angket penelitian. 11.

SMK viii . Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta Se-Kabupaten Kendal. Saran dalam penelitian ini masing-masing kepala sekolah baik SMK negeri maupun swasta hendaknya dapat mengoptimalkan kompetensi manajerialnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pemerintah merasa perlu untuk menerapkan manajemen berbasis sekolah. manajemen tenaga kependidikan. Pembimbing II: Amir Mahmud. Pada aspek out put. manajemen tenaga kependidikan sangat ideal. manajemen sarana prasarana optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah.. manajemen kurikulum. manajemen kesiswaan. Variabel dalam penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment. Pada aspek kurikulum hendaknya SMK swasta membuat kalender pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. Kata Kunci : Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta. M. Metode analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif dengan kategorisasi skor tiap variabel. Pada perekrutan tenaga laborat dan pustakawan sebaiknya di cari orang yang memiliki keahlian dibidangnya.Pd. Metode pengumpulan data.. dan manajemen sarana prasarana optimal serta output berkriteria tinggi. dengan metode angket. dan manajemen sarana prasarana di SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.Si. Sampel penelitian berjumlah 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta dengan teknik populasi sampling.. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berkriteria sangat ideal. 2009. S. manajemen kurikulum sangat optimal. dan manajemen sarana prasarana. serta output berkriteria tinggi. Khusus pada SMK swasta ditambah lagi untuk dapat mengoptimalkan program supervisi. manajemen kurikulum. Formula agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. manajemen kesiswaan. hendaknya sekolah merencanakan dampak yang akan dialami oleh lulusannya. manajemen tenaga kependidikan. Pada aspek sarana prasarana. Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berkriteria sangat ideal. manajemen kesiswaan sangat tinggi. manajemen kurikulum sangat optimal. sedang uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengelola sekolah secara mandiri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK negeri dan swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17. Pembimbing I: Drs. Sukardi Ikhsan. manajemen kesiswaan sangat tinggi. M. Agus Nur Ikhsan.Si. manajemen tenaga kependidikan ideal. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa kinerja manajemen sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Kendal sudah optimal.SARI PENELITIAN Kurniawan.

..................................................................................... DAFTAR TABEL ........................................................................................................................................................... Sedangkan untuk SMK swasta disarankan dalam pengadaan dan pemeliharaaan agar ditingkatkan............ DAFTAR ISI .......................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................... SARI PENELITIAN ...................3 Tujuan Penelitian .......................... KATA PENGANTAR ............................ DAFTAR GAMBAR .............................................. i ii iii iv v vi viii ix xii xiii xvi 1 1 10 11 11 13 ix .......................... 1...... 1......4 Manfaat Penelitian ........................................... HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................... 1.............................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ............... PERSETUJUAN PEMBIMBING ..........2 Rumusan Permasalahan .............................................................................................................................. PERNYATAAN .......... BAB II LANDASAN TEORI . 1.................................................................................................................................................negeri hendaknya meningkatkan usahanya dalam pengadaaan dan inventarisasi secara lengkap.......................................................... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................................1 Latar Belakang Masalah ............................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN ..................

4 ............................................ 16 2..3...............................1 ......................................Tujuan Manajemen Sekolah ...................... 13 2............................................................................................... 21 2..2 .........Penger tian Kinerja .........2...........1............................Manaj emen Sekolah ...................................1....................................................................... 17 2.............Penger tian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen ...........3...................................... 22 x .........................................................................................................................................................Fungsi -fungsi Manajemen .........................................5 .....3.....................................Kepem impinan Kepala Sekolah .................................................1 .............................Penger tian Manajemen Sekolah .............................................................. 18 2...........Penger tian Manajemen ...3.............Kinerj a ...............................Prinsip -prinsip Manajemen Sekolah .........................................................................................................................................2..........................................................................2....................... 13 2..............3 ....................................... 14 2............................................................................................... 13 2.....................................................................3............................................................................... 16 2........Fungsi -fungsi Manajemen Sekolah ....................................................................................................2.............................. 13 2.......1 ...........................2 ...........3..............

. 54 3................................Manaj emen Komponen-komponen Sekolah ...... 60 60 xi .. 26 2.........................................................................................................................................................................................................................................................................1 Validitas ..... 44 2....4...........2 ........................ 53 3..............................................................................................................................2........................... 58 58 3.........................................1 Metode Angket . 46 53 3........................................................................................................ 42 2.......................... BAB III METODE PENELITIAN .............................................................2....................Kerang ka Berfikir .................................................................................................................................................Hasil Penelitian Terdahulu .................................................................................................................. 53 3......................Popula si Penelitian .............................................5.....Hasilhasil yang sudah diteliti ...............4.................6 ........................................... 3............5.....Jenis Penelitian .........................................................5...............4...................Kajian Penelitian yang telah dilakukan ..............................................................................................................................Variab el Penelitian ......................................................................................................................3.................................Validit as dan Realibilitas ...................................... 3.............................................Metod e Pengumpulan Data .............................1......................3...........................................4..........................................4.1 .... 42 2.....................

............1 Hasil Penelitian ........1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian .6......................................... 4..............2 Pembahasan ................... 4.3............................. 4................Metod e Analisis Data .....2........6................................................................................................................................................1 Kinerja Manajemen SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal ................................................................................................................... 3........2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian ......................................1 Analisis Deskriptif Kualitatif ..........5.1...............................................................................6.................................................................................................1 Simpulan ................................ DAFTAR PUSTAKA ............. 63 3................................. 112 122 122 124 126 128 64 64 64 67 84 84 84 85 112 xii ................... 5........... 3..............6......................2 Realibilitas ... 4.................................................. 4......... 3...................... 5....1..........1...... BAB V SIMPULAN DAN SARAN .....1 Pengkategorian Skor .1......2 Penyusunan Tabel Kritria Manajemen Sekolah .. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................................... LAMPIRAN ...............2 Saran ..................................................................

52 xiii .................................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1................... Kerangka Berfikir .....

................................................................................................. 66 Kategori skor manajemen kesiswaan ................................................................................................................................ 66 Kategori skor kepemimpinan kepala sekolah ... 54 Variabel-variabel penelitian ....................................................................................... 62 Distribusi skor manajemen sekolah ...................................................................................... 44 Populasi dan Sampel ......... 59 Hasil uji coba validitas angket ............... 67 Kepemimpinan kepala sekolah ......................................................................................................... 66 Kategori skor kurikulum ......................................................................................................... 55 Jumlah angket yang disebar disekolah ..... 67 Kategori skor sarana prasarana ............................................................................................. 24 Kajian penelitian yang telah dilakukan ..................................... 66 Kategori skor tenaga kependidikan .............................DAFTAR TABEL Tabel Halaman Kompetensi-kompetensi kepala sekolah ............................................................................................................................................................. 69 xiv .......................................................... 67 Kategori skor output ...... 68 Kategori skor kompetensi kepribadian kepala sekolah ... 69 Kategori skor kompetensi manajerial kepala sekolah .

............................................................................................................................................. 82 xv ............ 82 Kategori skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah ............................................. 81 Kategori skor pengadaan sarana prasarana sekolah ........................ 72 Kategori skor kalender pendidikan .................................................................................................................................................................................................................. 76 Kategori skor konselor .............................................................. 73 Kategori skor program pembelajaran ............................................................................................. 75 Kategori skor wakil kepala sekolah .............. 71 Kategori skor KTSP . 78 Kategori skor tenaga administrasi ................................Kategori skor kompetensi kewirausahaan kepala sekolah ........................ 79 Kategori skor input siswa ........ 73 Kategori skor penilaian hasil belajar ...................................... 70 Kategori skor kompetensi supervisi kepala sekolah ......... 81 Manajemen sarana prasarana ...... 80 Kategori skor proses pengajaran ............................................................................................................................................................................................................................................................................... 71 Manajemen Kurikulum ............................................. 74 Manajemen tenaga kependidikan........................................................................................................................... 79 Manajemen kesiswaan ........................................................................................................... 77 Kategori skor pustakawan .......................................................................................................................... 76 Kategori skor guru ..................................................................................................... 80 Kategori skor out put (kelulusan) . 77 Kategori skor laborat ..................... 74 Kategori skor peraturan akademik ............ 70 Kategori skor kompetensi sosial kepala sekolah ..

.... 95 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah negeri ....................................... 101 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah negeri ................................................................... 108 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah swasta ....... 105 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah swasta ...................................... 107 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah negeri . 89 Deskripsi kurikulum sekolah negeri ...................................................................................... 111 xvi .................................................................................................................... 83 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah negeri ...................................................................Kategori skor inventarisasi sarana prasarana sekolah ............................................ 104 Deskripsi output SMK Negeri ........................................................ 97 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah swasta ......................................... 92 Deskripsi kurikulum sekolah swasta .......................................................................... 86 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah swasta .............. 110 Rekap hasil penelitian .. 106 Deskripsi output SMK swasta ....................................

Surat Rekomendasi dari BAPPEDA dan DIKPORA Kendal Lampiran G. Surat Keterangan Penelitian xvii .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Cara Perhitungan Skor Setiap Variabel dan Sub Variabel Lampiran D. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Lampiran C. Hasil Penelitian Lampiran E. Instrumen Penelitian Lampiran B. Surat Ijin Penelitian Lampiran F.

xviii .

1 BAB I PENDAHULUAN 1. Untuk meningkatkan kehidupannya itu manusia akan selalu berusaha untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Artinya bangsa yang selalu memandang penting dan perlunya sebuah pendidikan bagi manusia yang menghuni didalamnya. Sesuai dengan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Usaha tersebut adalah sebuah fenomena nyata sebuah pendidikan yang sedang dijalankan oleh manusia. manusia ingin mencapai suatu kehidupan yang lebih baik. Salah satu persoalan yang perlu kita pandang sangat penting adalah pendidikan. pemerintah berkewajiban mencerdaskan . Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu bangsa dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa yang bersangkutan untuk memandang dan menyikapi secara benar persoalan-persoalan yang dihadapi. yang dilakukan oleh orangorang yang diserahi tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita nasional dalam dimensi pendidikan. maka bangsa tersebut sudah menanamkan modal dari setengah tujuan dan cita-cita bangsa dalam lingkup nasional. Dalam perkembangannya. Pendidikan dalam kehidupan tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Bisa dikatakan dalam otonomi daerah peranan dan kebijakan penting ada pada pemerintah daerah. keimanan. Untuk memenuhi kebutuhan ini pemerintah merasa perlu untuk menerapkan dan . Sehingga mutu sumber daya manusia yang ada didaerah akan semakin terjaga sesuai dengan kelebihan daerah tersebut dan akan meningkat seiring dengan semakin baiknya penanganan pendidikan khususnya dalam sekolah. karena mengandung unsur perbaikan moral.2 kehidupan bangsa. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dalam undangundang. tentunya tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah pusat sendiri. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan wewenang serta kesempatan untuk mengelola sendiri sesuai dengan kebijakan pemerintah mengenai pendidikan nasional dan desentralisasi. karena tanggungjawab dan peraturan yang dibuat guna mencerdaskan kehidupan bangsa adalah milik pemerintah daerah. Alasan yang tepat untuk menjelaskan hal diatas adalah. Dengan demikian tugas pemerintah begitu berat menyangkut pendidikan yang diemban didalamnya. Agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. Adanya otonomi daerah yang memungkinkan bagi masing-masing wilayah/daerah untuk mengembangkan identitas wilayahnya terutama pada dunia pendidikan. Perbedaan model pendidikan diseluruh wilayah Indonesia. ketakwaan dan akhlaq sehingga memerlukan substansi materi pendidikan yang cocok dan juga penggunaan sistem yang baik. menciptakan keringanan tersendiri pada diri pemerintah pusat. maka pasal 31 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Amanat yang berat ini. memberikan nilai positif tersendiri dimasing-masing daerah.

salah satu indikator efisiensi manajemen pendidikan adalah terkelolanya sekolah secara optimal dalam situasi yang kondusif. Secara realitas.3 mengembangkan model manajemen yang disebut ”school based manajement” atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). mutu dan pemerataan pendidikan. seluruh komponen manajemen sekolah memiliki kinerja yang efektif. serta kualitas manajemen sekolah untuk memenangkan persaingan mutu. adalah simbol matinya sistem pendidikan. Sistem pendidikan disekolah dalam konsep manajemen sekolah menganut pola otonomi sekolah yang memiliki suatu landasan pada pemberdayaan seluruh potensi sekolah. Menurut Morphi (2005) menyebutkan bahwa. Manajemen pendidikan dipandang merupakan hal yang primer bagi peningkatan mutu pendidikan. sekolah terdiri atas sekolah yang maju. sekolah perlu penanganan kegiatan manajemen sekolah yang spesifik sesuai kondisi obyektifnya. Dalam . Sekolah menggunakan perencanaan strategis yang lebih menjamin efektifitas dan efisiensi. sedang dan tertinggal. oleh sebab itu. efisiensi. partisipasi orang tua dan masyarakat. Tidak adanya manajemen pendidikan disuatu lembaga pendidikan. Selanjutnya Helmi (2005) menjelaskan bahwa manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah ditandai dengan adanya otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat tanpa mengabaikan kebijaksanaan nasional dengan harapan kemandirian sekolah. serta kepala sekolah memegang peranan penting dalam keberhasilan manajemen sekolah. Kemudian secara ekstrim dibagi atas sekolah negeri dan swasta.

Dapat dikatakan tujuan manajemen sekolah adalah membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. Perbedaan keduanya terletak pada ruang lingkupnya saja.4 perkembangannya istilah manajemen disamakan secara substansial dengan istilah administrasi. Manajemen berbasis sekolah merupakan pelimpahan wewenang pada lapis sekolah untuk mengambil keputusan mengenai alokasi dan pemanfaatan sumbersumber berdasarkan akuntanbilitas yang berkaitan dengan sumber tersebut. Pada hakikatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. karena sifat yang dimiliki oleh manajemen sekolah hanya berbasis pada lingkup pengaturan organisasi sekolah itu sendiri. Tujuan manajemen sekolah adalah agar sekolah dapat : 1) meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber. Administrasi lebih luas ruang lingkupnya dibanding dengan manajemen. 3) lebih responsif . Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik. Keduanya menekankan pada tercapainya efisiensi dan efektifitas kerja sebagai implementasi tujuan organisasi. 2004:726). Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat kegiatan manajerial yang operatif. Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang sering disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum (visi) maupun institusional khusus (misi). Dasar dari model penerapan manajemen sekolah adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). 2) meningkatkan efektivitas sekolah melalui perbaikan mutu belajar dan pembelajaran. (Yusufhadi.

5 terhadap kebutuhan dan kondisi customer. 5) memberikan kesempatan kepada masyarakat termasuk keluarga untuk berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Namun demikian sedikitnya terdapat empat komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka MBS. lebih jauh lagi lulusan SMK akan langsung bisa bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki. Manajemen tersebut adalah manajemen kurikulum. Dimana Sekolah Menengah Kejuruan akan dioptimalkan guna mengembangkan potensi yang ada diwilayah Kendal. dan sarana prasarana (sarpras) pendidikan. hal ini untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan diwilayah Kendal. . Salah satu rambu-rambu tersebut adalah tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat selaku poros utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada beberapa rambu-rambu legal yang harus diikuti oleh masing-masing sekolah. Pada saat ini Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah untuk program percontohan SMK di wilayah Jawa Tengah. Hal yang sangat menggembirakan bagi para sivitas akademika didaerah tersebut. namun perlu diingat sekolah tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Terakhir oleh setiap sekolah merumuskan lebih rinci tentang tujuan yang ingin dicapai dimasing-masing organisasi sekolah. Meskipun sekolah diberikan wewenang khusus untuk mengatur dan mengelola pendidikan secara mandiri. kemudian dirumuskan kembali oleh masing-masing daerah dengan tidak melenceng dari tujuan utama pendidikan nasional. tenaga kependidikan. 4) menambah kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti pendidikan. kesiswaan.

Menurut Pidarta dalam Suprihatin (2004:80) mengemukakan tiga macam ketrampilan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah untuk mensukseskan kepemimpinannya. ketrampilan manusiawi. ketrampilan dalam menggunakan pengetahuan. pembaharu dan pembankit minat. Yaitu dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah. yaitu ketrampilan konseptual. memimpin. (Suprihatin.6 Komponen-komponen manajemen sekolah tersebut akan dikendalikan oleh pimpinan sekolah. para kepala sekolah diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan berikut: . 2004:79) Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Maret 2008 dalam pelaksanaan manajemen sekolah di SMK se-Kabupaten Kendal pada aspek kepemimpinan kepala sekolah teryata dalam kaitannya dengan MBS. ketrampilan untuk bekerjasama. memotivasi. metode. ketrampilan untuk memahami dan mengoperasikan organisasi. administrator. Kepala sekolah selain memimpin penyelenggaraan pendidikan disekolah juga berperan sebagai pendidik. Lebiha lanjut dikemukakan bahwa untuk memiliki kemampuan. terutama ketrampilan konsep. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor utama bagi keberhasilan dalam setiap proses pendidikan yang ada disekolah. manager. dalam hal ini adalah peranan kepemimpinan kepala sekolah. serta ketrampilan teknik. teknik serta perlengkapan untuk menyelesaikan tugas tertentu. kepala sekolah belum bisa secara optimal menjalankan fungsinya. supervisor.

maka dapat diperkirakan bahwa sekolah yang dipimpin akan terlambat pemahamannya tentang manajemen sekolah. Berfikir untuk masa yang akan datang. Senantiasa belajar dari pekerjaan sehari-hari terutama dari cara kerja para guru dan pegawai seklah lainnya. khususnya terkait dengan manajemen sekolah. guru belum mengacu pada Standar Proses. Melakukan observasi kegiatan manajemen secara terencana. Hasil temuan pada manajemen kurikulum adalah dalam melaksanakan model kegiatan pembelajaran. Dari berbagai kegiatan-kegiatan diatas yang belum dilaksanakan secara berkala oleh kepala SMK kendal adalah memanfaatkan hasil penelitian orang lain. mendorong kreativitas dan dialogis.7 1. mendidik. 4. memotivasi. 1) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. 2) melibatkan peserta didik secara aktif. 5. Merumuskan ide-ide yang dapat diujicobakan. Membaca berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan. 6. Hal ini tentunya untuk menambah masukan pada kegiatan manajemen yang ada disekolah. 3. Padahal dalam Permendiknas 2007 manajemen kurikulum pada aspek program pembelajaran mengemukakan bahwa mutu pembelajaran disekolah dikembangkan dengan. demokratis. 2. Apabila seorang kepala sekolah belum bisa memanfaatkan temuan yang dihasilkan dari sebuah penelitian. Memanfaatkan hasil penelitian orang lain. .

dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. Berikut adalah unkapannya "Di Indonesia sebetulnya gurunya pintar-pintar jika dibandingkan dengan Malaysia. Pada SMK swasta tenaga kependidikan belum merasakan kondisi kerja yang tersebut diatas. puas dengan hasil kerjanya. karena kami saat mengajar dalam benak kami tidak punya pikiran aduh gimana . berdaya guna dan berhasil guna. tenteram. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. yang dalam hal ini adalah tenaga laborat. Fakta ini menujukkan belum ada insentif kepada tenaga kependidikan di SMK swasta. sehingga menimbulkan kepuasan lahir dan batin yang dapat senantiasa memotivasi peningkatan kariernya disertai loyalitas kerja yang tinggi. lalu kenapa pendidikan disana lebih maju pesat. makin menekuni tugasnya. ijazah/keahliannya. pustakawan dan sebagian tenaga pendidik (guru mata pelajaran). Setidaknya ini juga disampaikan oleh Pak Said (salah seorang guru besar Universitas Kebangsaan Malaysia). mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. aman serta nyaman sehingga para pegawai makin mencintai pekerjaannya. Sebaliknya. demi suksesnya penataan itu. bahwa sebetulnya yang sangat mempengaruhi kualitas guru adalah kondisi sosial guru.8 Temuan pada aspek manajemen tenaga kependidikan berupa tidak tepatnya pemberian tugas kepada tenaga kependidikan. bangga dengan jabatannya. dan interes kerjanya. dari pihak pimpinan sekolah hendaknya dapat menyediakan situasi dan kondisi kerja yang memadai.

Hal ini terlihat para lulusan SMK masih sulit untuk mengaplikasikan ilmunya. sehingga mengakibatkan para lulusan di SMK Kendal belum bisa terserap secara maksimal oleh lowongan pekerjaan yang ada. baik itu dengan bekerja diperusahaan maupun berwirausaha. (Artikel Info Pendidikan. sehingga kami benar-benar bekerja keras untuk pendidikan". Pelayanan kepada tamatan yang dimaksud adalah pemasaran dan penelusuran tamatan. akan tetapi dilihat dari SMK negeri dan swasta. Hal ini belum dilakukan secara menyeluruh pada SMK di Kab. Pada manajemen sarpras. perlengkapan dan fasilitas sekolah sudah cukup lengkap dan mendukung sekolah. ruang keterampilan. perpustakaan. SMK menunjuk petugas khusus untuk menanganinya. Pasal 25 ayat (1)}. Kendal. ruang laboratorium bahasa. dan ruang serba guna. Penyelenggaraan pendidikan di SMK pada hakikatnya merupakan suatu proses sistem yang secara utuh meliputi. dan pelayanan pada tamatan (out put).9 besok. 18 Juni 2008) Dalam bidang manajemen kesiswaan baik SMK negeri maupun swasta mengalami kondisi yang sama. . {Kepmen Dikbud Nomor 0490/U/1992. Untuk menjamin kelangsungan kegiatan pemasaran dan penelusuran tamatan secara berkesinambungan dan mencapai sasaran yang diharapkan. SMK negeri lebih lengkap dari pada SMK swasta yang meliputi ruang kelas. laboratorium komputer. Sarana olah raga seperti lapangan voly. yaitu mereka masih disulitkan dengan pengelolaan dampak dari para lulusan (out put) yang mereka ciptakan. pelayanan kepada siswa sebagai masukan (in put). pelayanan proses pembelajaran dalam satuan waktu tertentu.

Manajemen sarpras baik SMK negeri maupun swasta juga tidak mensosialisasikan seluruh program pengelolaan sarpras pendidikan kepada pendidik. tenaga kependidikan.2 Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan uraian diatas. dan ruang ibadah. Sarana penunjang lainya yaitu ruang kepala sekolah. dan peserta didik. Hal ini seharusnya dilaksanakan oleh setiap sekolah. kesiswaan dan sarana prasarana. Bagaimana kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 2. Melihat sangat pentingnya penerapan manajemen sekolah dalam aspek manajemen kurikulum. karena telah termaktub dalam Permendiknas tahun 2007. ruang TU. maka penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. ruang guru.10 lapangan sepak bola. lapangan basket. 1. tenis meja. kamar mandi untuk guru dan siswa. maka penyusunan skripsi hanya dibatasi pada hal tersebut. seperti dalam praktiknya yang sudah ditemukan dilapangan. Bagaimana kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? . tenaga pendidik. Sarana kebersihan meliputi tempat sampah. Maksud dari hal tersebut adalah supaya semua sivitas akademika turut bertanggung jawab agar sarpras yang ada terpelihara dengan baik. Berpijak dari latar belakang diatas. judul yang dapat dipetik adalah ”Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Kendal”.

Untuk mengetahui kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Bagaimana kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? 5.4. 1. 3. Untuk mengetahui kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal.1 Kegunaan teoritis: . 4. Bagaimana kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 1. Untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Bagaimana kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 4.4 Manfaat Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah: 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disajikan maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. 5. Untuk mengetahui kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. 2.11 3. Untuk mengetahui kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal.

yaitu seluruh personel sekolah. 1.12 a. Bagi praktisi pendidikan. ilmuan pendidikan dan masyarakat luas sebagai pemerhati pendidikan. dapat digunakan sebagai referensi dalam menambah khasanah ilmu pengetahuan dibidang pendidikan. b. Bagi penulis. khususnya tentang manajemen sekolah. Bagi para akademisi. dapat memberikan masukan dalam usaha meningkatkan mutu sekolah dengan mengimplementasikan manajemen sekolah yang efektif & efisien. sehingga terciptanya wacana ilmiah. diharapkan dapat terbantu memberi arah. Bagi pihak sekolah.4. mahasiswa calon guru. .2 Kegunaan Praktis: a. dasar dan titik tolak penyelenggaraan pendidikan disekolah. b. dapat menambah pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat selama kuliah.

1 Pengertian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen Pengertian Manajemen Definisi manajemen menurut Stoner dalam T.2 2. harus melaksanakan kegiatankegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan. 2.1.1 Pengertian Kinerja Menurut Vroom dalam Asa’ad (2000:50) kinerja adalah tingkat sejauh mana keberhasilan seseorang didalam melakukan tugas pekerjaanya. Menurut Handoko (2003. jabatan atau peran dalam organisasi.1 Kinerja 2. sehingga kegiatan yang lazim dinilai dalam suatu organisasi adalah kinerja pegawai yakni bagaimana ia melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu pekerjaan.13 BAB II LANDASAN TEORI 2. pengorganisasian. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang . pengarahan dan pengawasan usahausaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.2. Hani Handoko (2003:8) adalah proses perencanaan. tanpa memperdulikan kecakapan atau keterampilan khusus mereka. Stoner menggunakan kata proses bukan seni yang berarti cara yang sistematis untuk melakukan pekerjaan.12) manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni. tetapi kombinasi dari keduanya. Manajemen diartikan sebagai proses karena semua manajer.

hubungan. komunikasi. Pengawasan sangat erat . dan mengukur penampilan/pelaksanaan terhadap standar dan memberikan keyakinan bahwa tujuan organisasi tercapai. kepemimpinan. supervisi. Fungsi pengorganisasian meliputi fungsi. Fungsi pemimpin menggambarkan bagaimana manajer mengarahkan dan memepengaruhi para bawahan. Fungsi perencanaan antara lain menentukan tujuan atau kerangka tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu.2 Fungsi-fungsi Manajemen Fattah (2003:1) mengungkapkan. 2. dan pengawasan (controlling). mengorganisasi. pengorganisasian (organizing). Dilain pihak dalam banyak aspek perencanaan.14 tetap tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam. pemimpinan (leading). dan struktur. dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia. bahwa dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer/pimpinan. Fungsi pengawasan meliputi penentuan standar. bagaimana orang lain melaksanakan tugas yang esensial dengan menciptakan suasana yang menyenangkan untuk bekerja sama. apalagi dengan berkembangnya peralatan komputer. bagaimanapun manajer harus menggunakan pendekatan artistik (seni). memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.2. yaitu perencanaan (planning). Pada umumnya manajer yang efektif mempergunakan pendekatan yang ilmiah dalam pembuatan keputusan. Oleh karena itu manajemen diartikan sebagai proses merencana.

15 kaitannya dengan perencanaan. Penetapan standar pelaksanaan b. Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan c. Sesudah rencana dibuat. Semua fungsi terdahulu tidak akan efektif tanpa fungsi-fungsi pengawasan (controlling). Fungsi pengawasan pada dasarnya menyangkut hal-hal sebagai berikut: a. pengorganisasian. Pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan d. Fungsi manajemen menurut Bafadal (2003:42) meliputi. kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi. langkah berikutnya adalah menugaskan karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan. 2003:2). Bila fungsi perencanaan dan fungsi pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak proses manajemen. Perencanaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan. kepemimpinan. Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar. karena melalui pengawasan efektivitas manajemen dapat diukur (Nanang. dan pengawasan. organisasi dibentuk dan disusun personalianya. perencanaan. Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses kerja sama sehingga tercipta .

mengungkapkan pengertian manajemen sekolah sebagai aplikasi ilmu manajemen dalam bidang persekolahan.1 Manajemen Sekolah Pengertian Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:2). dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berpikir. menggerakkan. Pengertian manajemen sekolah menurut Sagala (2006:55) adalah proses pendayagunaan sumber daya sekolah melalui kegiatan fungsi-fungsi perencanaan. seni dan sebagai proses kegiatan. Pengorganisasian dilakukan berdasarkan tujuan dan program kerja sebagaimana dihasilkan dalam perencanaan. bersikap dan bertindak sesuai aturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dan tingkatan manajemen yang berbeda. Penggunaan istilah administrasi dan manajemen dalam bidang persekolahan atau pendidikan secara substansial sebenarnya tidak ada perbedaan. Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses memepengaruhi.3 2. keduanya dapat dipandang secara esensial dari tiga sudut pandang yakni sebagai ilmu. . mengajak. jabatan-jabatan fungsional. mendorong. 2. Akhirnya gagal atau suksesnya suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan manajer untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut secara efektif. Semua fungsi-fungsi manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok-kelompok diorganisasi. merupakan aplikasi ilmu administrasi kedalam bidang pendidikan. Demikian pula istilah administrasi pendidikan.3. walaupun ada perbedaan tekanan untuk tipe organisasi.16 suatu sistem kerja yang baik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. Tujuan institusional umum mengacu pada jenjang dan jenis pendidikan. .17 pengorganisasian. Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat keemauan untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. Kehadiran manajemen dalam proses persekolahan sebagai salah satu alat untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan. 2. Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik. 2004:4) Suatu tujuan institusional baik umum maupun khusus akan tercapai manakala ada suatu proses kegiatan dalam lembaga (organisasi sekolah). Dengan kata lain tujuan institusi dapat tercapai tergantung dari bagaimana lembaga tersebut melakukan tugas kelembagaannya.2 Tujuan Manajemen Sekolah Pada hakekatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. penggerakan dan pengendalian secara lebih efektif dan efisien dengan segala aspeknya dengan menggunakan semua potensi yang tersedia agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta produktifitas sekolah yang bermutu. sedangkan tujuan institusional khusus disamping diwarnai oleh jenjang dan jenis pendidikan juga diwarnai oleh penyelenggara pendidikan itu sendiri (Suprihatin. Pencapaian tujuan sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses kegiatan sekolah. Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum maupun institusional khusus.

2. dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya. fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah. lulusannya mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan dimasyarakat. Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya. Kedua.3 Fungsi-fungsi Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:5). dan keempat. Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum b.3. Tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik diperlukan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. Secara lebih terinci tujuan khusus dilaksanakannya manajemen sekolah yang baik agar: pertama. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: a. Ketiga. pada tiap jenis dan jenjang pendidikan terjadi adanya efektivitas produksi. Untuk itu perlu dibangun suatu iklim organisasi sekolah yang sehat.18 Manakala tujuan pada tiap jenjang dan jenis sekolah sebagai suatu organisasi pendidikan telah tercapai dengan baik. maupun uang dan lainnya. tenaga. Bidang kesiswaan c. tidak terjadi pemborosan baik waktu. Bidang keuangan e. Bidang sarana . terciptanya kepuasan kerja pada setiap anggota warga sekolah. tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana. Bidang personalia d. maka diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai.

dan g. Fungsi pengorganisasian Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama sekolah. Fungsi perencanaan Perencanaan mengutamakan kontinuitas program sebagai lanjutan bagi terciptanya stabilitas kegiatan belajar-mengajar disekolah. Sekolah harus membuat rencana jangka pendek pada tiap semester dan tahunan. Karena tugas-tugas ini demikian banyak dan tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. Perencanaan adalah proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan atau program-program yang akan dilakukan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Salah satu prinsip pengorganisasian terbaginya tugas-tugas dalam berbagai unsur organisasi. karena kegiatannya selalu berubah. tugas-tugas ini dibagi untuk dikerjakan oleh masing-masing unit organisasi.19 f. Baghart dan Trull dalam Sagala (2007:56) mengemukakan ’Educational planning is first of all a rational procces” b. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas) Fungsi manajemen sekolah menurut Sagala (2007:56-64) adalah sebagai berikut: a. Bidang prasarana. dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstrukturkan . Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai prinsip pengorganisasian.

Fungsi penggerakan Menggerakkan menurut Terry dalam Sagala (2007:60) berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusiasdan kemauan yang baik. c. Oleh karena itu kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam menggerakkan personal sekolah melaksanakan program kerjanya. . Fungsi pengkoordinasian Koordinasi dalam operasionalnya mengerjakan unit-unit. orang-orang. aturan-aturan.20 tugas-tugas kedalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi secara proporsional. Organisasi yang baik menurut Sergiovanni dalam Sagala (2007:61) memberikan susunan administratif. e. dan pengawasan seefektif mungkin. Tugas menggerakkan dilakukan oleh pemimpin. d. Fungsi pengarahan Pengarahan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan bersama tetap melalui jalur yang telah ditetapkan. semuanya harus seimbang dan selaras dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. mekanisme pengkoordinasian yang dibutuhkan untuk memudahkan menjalankan aktivitas organisasi secara maksimal. lalu lintas informasi. tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya pemborosan.

3. dan pengawasan layanan teknis kependidikan dilakukan oleh tenaga kependidikan yang diberi wewenang untuk itu. Pengawasan dan pengendalian sekolah harus dilakukan oleh kepala sekolah.4 Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:7) dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan sekolah yang baik.21 f. Prinsip efisiensi. sedangkan proses pengawasan mencatat pengembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. 2. Prinsip efektivitas. Kualitas layanan belajar biasanya akan diawasi melalui metode pengawasan kualitas menurut ilmu statistik dan ilmu pendidikan dalam hal pengukuran kemajuan belajar siswa dan juga kinerja sekolah secara keseluruhan. yakni dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil yang optimal. Fungsi pengawasan Pengendalian manajemen menurut Stoner (1982:257) ialah proses melalui manajer dapat memastikan bahwa aktivitas yang aktual sesuai dengan yang direncanakan. Pengendalian dan pengawasan penggunaan anggaran dalam penyelenggaraanprogram sekolah harus ditentukan batas dari sumber-sumber anggaran sekolah yang dapat digunakan untuk menjalankan operasi sekolah. maka perlu mendasarkan pada prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut: a. b. yakni ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan . pengawasan layanan belajar harus dilakukan oleh supervisor.

dan pengalaman. yakni seorang manajer hendaknya dapat membangun kerja sama yang baik secara vertikal maupun secara horizontal. Kepala sekolah adalah orang yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah menghimpun. dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapai tujuan. Prinsip kepemimpinan yang efektif. pengetahuan. memanfaatkan.3. Kepala sekolah termasuk pemimpin akademik. yakni bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh.5 Kepemimpinan Kepala Sekolah Menurut Richard dalam Sagala (2007:19). Prinsip pengelolaan. f. yakni seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumber-sumber daya yang ada. Kepala sekolah sebagai”Human Resource Manager” adalah individu yang biasanya menduduki jabatan yang memainkan peran sebagai adviser (staff khusus) tatkala bekerja dengan manajer lain terkait dengan urusan SDM. ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama. . e. 2. tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit dipahami. adalah pemain alam yang berangkat dari masing-masing latar pendidikan. sedangkan menurut Joseph dalam Sagala (2007:19). d. Prinsip kerja sama. kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan. kepemimpinan adalah salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi.22 c. yakni seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya.

23

Karena itu kepemimpinan kepala sekolah harus memiliki jiwa entrepreneurship, konsep kelembagaan, dan visioner. Setiap kepala sekolah membawa pengaruh besar terhadap pengajaran untuk kebaikan atau keburukan. Kepala sekolah memerlukan instrumen yang mampu menjelaskan berbagai aspek lingkungan sekolah dan kinerjanya dalam memantau perjalanan kearah masa depan yang menjanjikan. Berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam mengelola sekolah, menurut PERMENDIKNAS No.13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah, maka kepala sekolah harus memiliki beberapa kualifikasi dan kompetensi yang harus dipenuhi, kualifikasi dan kompetensi

tersebut adalah sebagai berikut: A. Kualifikasi 1. Kualifikasi Umum a. Memilki kualitas akademik sarjana (SI) atau diploma empat (D IV) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun. c. Memilki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga berwenang.

24

2.

Kualifikasi Khusus Kualifikasi khusus bagi kepala Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) adalah sebagai berikut: a. Berstatus sebagai guru SMK/MAK. b. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK. c. Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. B. Kompetensi Seorang kepala sekolah harus memiliki beberapa kompetensi yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial., kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial. Kompetensi-kompetensi tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Kompetensi-kompetensi Kepala Sekolah NO 1 DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI Kepribadian a. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas sekolah b. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin c. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah d. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya e. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah. f. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan Manajerial a. Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan. b. Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan c. Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal d. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah

2

25

menuju organisasi pembelajar yang efektif e. Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. f. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal g. Mengelola sarana prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. h. Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah. i. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik. j. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan tujuan pendidikan nasional. k. Mengelola keuangan sekolah sesuai prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. l. Mengelola ketata usahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah. m.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik disekolah. n. Mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan o. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah p. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya. 3 Kewirausahaan a. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah. d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah. e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi jasa sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.

a. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah b. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Menindaklanjuti hasil observasi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Menurut Mulyasa (2004:22). Menurut Suprihatin (2004:5) bahwa fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah. c. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. Hal yang paling penting dalam manajemen sekolah adalah manajemen terhadap komponen-komponen sekolah itu sendiri. c. Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum.3. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: 1). Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sumber : PERMENDIKNAS TAHUN 2007 5 Sosial 2.6 Manajemen Komponen-komponen Sekolah Salah satu cara untuk mengembangkan manajemen sekolah adalah dengan menggunakan pendekatan sistem.26 4 Supervisi a. lancar. b. 2). Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap semua komponen serta lingkungan yang mempengaruhi sistem sekolah yang bersangkutan. Bidang . dan benar-benar terintegrasi dalam suatu sistem kerja sama untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. manajemen sekolah akan melihat bagaimana manajemen substansi-substansi pendidikan di suatu sekolah atau manajemen berbasis sekolah agar dapat berjalan dengan tertib.

dan bukanlah tugas dari lembaga pendidikan. Bidang prasarana. Kecuali itu atas penguasaan piranti (tools) atau metode untuk belajar lebih lanjut/sepanjang hayat juga merupakan indikator yang lebih penting dari pada hanya sekedar mampu menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal ujian. Hal ini tidak harus berarti bahwa seluruh materi pelajaran yang ditentukan dalam kurikulum tersebut harus diliput atau diajarkan. yang mengarah pada pencapaian kualifikasi akademik. Ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata didasarkan pada keberhasilan lulusan dalam Ujian Nasional sehingga dapat diterima diperguruan tinggi.27 personalia. merupakan indikator keberhasilan yang lebih penting. . 5). 1) Manajemen Kurikulum Dalam program akademik yang bersifat umum. penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. 4). Bidang sarana. Bidang keuangan. Bidang kesiswaan. kurikulum sekolah sekarang sudah sedemikian inovatif sampai kejenjang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 6). Dalam ranah kognitif misalnya. 3). dan 7). Kedua hal terakhir ini (mampu menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal) merupakan apa yang dilakukan oleh lembaga bimbingan belajar. Penguasaan atas tujuan belajar harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas). Yang lebih penting adalah bahwa siswa mampu menguasai kemampuan dasar (basic competencies) dari tiap mata pelajaran. Terbentuknya sikap yang positif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta terhadap lingkungan.

2004:732). perlu dikembangkan dan mendapat perhatian yang besar.28 mengidentifikasi. dan mengulang. Kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi objektif lingkungan. Perencanan dan pengembangan kurikulum nasional pada umumnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat pusat. Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. Manajemen kurikulum mencakup kegiatan perencanaan. Sekolah juga bertugas dan berwewenang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. pelaksanaan. Sekolah merupakan ujung tombak pelaksanaan kurikulum. Sekolah yang paling penting adalah merealisasikan dan menyesuaikan kurikulum tersebut dengan kegiatan pembelajaran. institusional. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. menilai. dan mencipta. baik kurikulum nasional maupun muatan lokal yang diwujudkan melalui proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. dan instruksional. kurikuler. termasuk orang tua siswa dan kemampuan sekolah. melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan (Yusufhadi. Pengembangan kurikulum muatan lokal sperti diamanatkan dalam UUSPN [Pasal 50 Ayat (5)] merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. Namun sekolah perlu memberikan masukan agar dimungkinkan adanya fleksebilitas dalam pelaksanaan kurikulum tersebut agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurut Mulyasa (2004:24) manajemen atau . dan penilaian kurikulum.

wajib dikembangkan guru sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. caturwulan dan bulanan. Manajemen kurikulum meliputi tiga kegiatan pokok yaitu kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru. mata pelajaran bersifat praktikum/ PKL/PPL. Adapun jadwal tugas guru ada tiga yaitu 1) Jadwal pelajaran kurikuler dengan memperhatikan ketentuan akademik seperti keseimbangan berat ringan bobot pelajaran tiap hari. Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dalam manajemen berbasis sekolah. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. b. Adapun program mingguan atau program satuan pelajaran. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran. kepala sekolah sebagai pengelola program pengajaran bersama guru-guru harus menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program tahunan. dan seluruh sivitas akademika atau warga sekolah. peserta didik.29 administrasi pengajaran adalah keseluruhan proses pengajaran yang bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran terlaksana secara efektif dan efisien. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru meliputi a. beban tugas maksimum seorang guru 24 jam per minggu. pengaturan mata pelajaran mana yang didahulukan/ ditengah/diakhir pelajaran. 1. .

hari-hari kerja. 2002 : 10-11) Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007 peraturan di bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: a. hobi. (Suprihatin. Kurikuler dan program kurikuler. akademik atau non akademik. 3) Jadwal pelajaran ekstra kurikuler disusun diluar jam pelajaran. minat serta prestasi seperti seni tari. pramuka serta penunjang proses belajar mengajar lainya. yang kurikuler. biasanya bersifat pengembangan ekspresi. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas peserta didik Tugas ini adalah tugas guru dalam membimbing siswa supaya dapat melaksanakan belajar dengan hasil yang maksimal. Pencinta Alam (PA). hari-hari besar nasional atau agama. disusun sesuai situasi dan kondisi individual atau kelompok peserta didik. c. palang merah remaja. Tugas guru dalam kegiatan proses belajar mengajar meliputi 1) Membuat persiapan atau perencanaan pengajaran 2) Melaksanakan pengajaran 3) Mengevaluasi hasil pengajaran 2. musik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah atau madrasah menyusun KTSP .30 2) Jadwal pelajaran non kurikuler. Kegiatan ini merupakan pedoman sinkronasi segala kegiatan sekolah. hari-hari libur. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas akademika. bakat. 3. karya wisata. ekstra kurikuler.

MGMP. dan peraturan pelaksanaannya. 7) Dalam penyusunan sillabus. 8) Penyusunan KTSP dikoordinasi. 5) Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan standar isi. 2) Penyusunan kalender akademik didasarkan pada standar isi. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab dibidang pendidikan. sosial budaya masyarakat setempat. Standar isi. kegiatan ekstrakurikuler. potensi atau karakteristik daerah. dan hari libur. sedangkan untuk penyusunan KTSP Pendidikan agama islam oleh kantor wilayah Departemen Agama Provinsi. disupervisi. standar kompetensi lulusan. ujian. Kalender pendidikan 1) Sekolah/madrasah menyusun kalender pendidikan yang meliputi jadwal pembelajaran. LPMP atau perguruan tinggi. dan panduan penyusunan KTSP. 4) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab atas KTSP.31 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. dan peserta didik. guru dapat bekerjasama dengan kelompok kerja guru. b. ulangan. berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci . 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah.

3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. bulanan dan mingguan. 3) Mutu pembelajaran disekolah/madrasah dikembangkan dengan model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. mendidik. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru 4) Setiap guru mempertanggungjawabkan terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya . berargumentasi. dan peraturan pelaksanaannya. mendorong kreativitas dan dialogis. menemukan dan memprediksi serta pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. standar isi. melibatkan peserta didik secara aktif. demokratis. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. Program pembelajaran 1) Sekolah/madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. memotivasi. c. mempertanyakan. tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berfikir. serta diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. dan semester genap. mengkaji.32 secara semesteran.

5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah 6) Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. bertanggungjawab dan berkesinambungan 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada standar penilaian pendidikan. laporan kepada pihak yang memerlukan. mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. . d. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan.33 agar peserta didik mampu meningkatkan rasa ingin tahu. dan dokumentasi 4) Seluruh program penilaian disosialisasikan kepada guru. mengolah informasi menjadi pengetahuan. dan mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. dan membuat catatan keseluruhan. 3) Sekolah/madrasah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. 7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. untuk menjadi bahan program remedial. Penilaian hasil belajar peserta didik 1) Sekolah/madrasah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan.

keandalan. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparasi sistem evaluasi hasil belajar. kenaikan kelas. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti bukti kesahihan. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. dan institusi diatasnya. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. 10) Seperangkatn metode penilaian yang sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. ketentuan mengenai hak siswa. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang dinilai. Peraturan akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan peraturan akademik. 2) Peraturan akademik berisi. dan kelulusan. ujian. e. remedial. ketentuan mengenai . persyaratan minimal kehadiran siswa. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai penilaian hasil belajar. ketentuan mengenai ulangan. komite sekolah. 14) Sekolah/madrasah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik.34 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan.

2) Manajemen Tenaga Kependidikan Pengembangan kapabilitas dan tenaga merupakan aspek yang sangat penting dalam setiap usaha pembaharuan. menambah guru baru yang sesuai dengan kebutuhan. dan pengelola program pendidikan di daerah (provinsi. dan memberikan penugasan yang cocok dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya. kepala sekolah. dan konselor maupun mereka yang bertugas diluar sekolah dan tidak berintraksi langsung dengan siswa-siswa seperti supervisor/pengawas. Pengembangan tenaga guru merupakan prioritas pertama. orang tua siswa. melainkan tenaga kependidikan lain seperti . meskipun disadari bahwa tenaga yang kapabel dan kompeten saja tidak akan cukup untuk dapat mencapai tujuan yang diharapakan. kabupaten dan kota) dan di Pusat. Tenaga yang perlu dikembangkan meliputi guru dan tenaga kependidikan lain. Pengembangan ini dengan mendidik kembali dan menatar guru yang telah ada sehingga berkelayakan. Pengembangan tenaga dalam lingkup sekolah tidak hanya dilakukan oleh guru semata. wali kelas dan konselor. pengurus yayasan. pustakawan.35 layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. Para pengelola ini berperan memfasilitasi dan membina pengembangan persekolahan secara keseluruhan. Keseluruhan organisasi perlu dikembangkan secara serentak. baik yang bertugas didalam sekolah dan berinteraksi langsung dengan siswa seperti guru. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah.

membantu anggota mencapai posisi dan standar peilaku. memaksimalkan perkembangan karier tenaga kependidikan serta menyelaraskan tujuan individu dan organisasi. mengembangkan. Kepala sekolah selaku tampuk pimpinan tinggi yang ada dalam manjemen sekolah merupakan faktor sangat penting dalam pengambilan setiap kebijakan terkait dengan manajemen tenaga kependidikan. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.36 konselor. Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007. . mengkaji. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan b. c. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan sistem. peraturan di bidang tenaga kependidikan adalah: a. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. pustakawan dan kepala sekolah sendiri perlu deberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesionalismenya sesuai dengan tuntutan perkembangan IPTEK. serta dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. Sehubungan dengan itu.

e. Sekolah perlu mendukung upaya. wakil kepala sekolah bidang kurikulum sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana sebagai pembantu dalam mengelola sarana prasarana. penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan fisik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. administratif. promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kamanfaatan. membantu tenaga dan guru mengelola kegiatan praktikum di administrasi kebersihan menyelenggarakan malaksanakan pelayanan dalam tenaga tugas memberikan layanan kebersihan lingkungan. tenaga laboratorium laboratorium.37 d. konselor memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. serta mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lainnya didasarkan pada analisis jabatan. tenaga perpustakaan melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. Sekolah/ madrasah mendayagunakan kepala sekolah sebagai pengelola sekolah. . instruktur memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. wakil kepala sekolah sebagai pembantu kepala sekolah. pengembangan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran. kepatutan dan profesionalisme. kebutuhan kurikulum dan sekolah. wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai pembantu dalam mengelola peserta didik.

Setiap siswa berhak untuk memperoleh perlakuan adil sesuai dengan karakteristik masing-masing. sehingga mampu dicapai dengan standar minimum yang diharapkan. mampu berkarya. Mereka yang memiliki keunggulan tertentu diberikan kesempatan untuk berkembang tanpa mendapat hambatan. 20 Pasal 5 ayat 1). mampu mengenal jati diri. misalnya dengan program pengayaan. perlu mendapat bimbingan atau program remidial. Sedangkan mereka yang mengalami hambatan. Mereka yang tidak berminat untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. Sesuai dengan ketentuan perundangan (UUSPN No. melainkan diterima dengan kriteria yang berlaku umum atau yang disepakati bersama dengan komite sekolah.38 4) Manajemen Kesiswaan Peserta didik (kesiswaan) merupakan komponen utama setiap program pendidikan. Para siswa perlu dipersiapkan sehingga mampu menguasai pengetahuan. baik untuk memasuki dunia kerja. Oleh karena itu penerimaan siswa baru harus tidak dibatasi pada kriteria keunggulan atau jenis kelamin dan suku tertentu. Pemilihan jurusan atau program pendidikan ketrampilan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat maing-masing siswa. perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya atau ketrampilannya hingga dapat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat. . setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. maupun untuk berwirausaha. dan mampu untuk hidup bersama dalam keselarasan dengan lingkungan. misalnya lambat dalam belajar.

pembinaan siswa. setelah mereka memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh sekolah itu. 2. 3. baik di dalam maupun di luar jam pelajaran. khususnya proses belajar mengajar. Ketiga program tersebut yaitu: 1. Tamat belajar Apabila siswa telah menamatkan semua mata pelajaran atau telah menempuh kurikulum sekolah dengan memuaskan. 5) Manajemen Sarana dan Prasarana Menurut Mulyasa (2004:49) sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. dan penamatan program siswa di sekolah. . ruang ketrampilan dengan peralatannya. maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar. perpustakaan dengan koleksi buku serta bahan belajar lain. ruang kelas. yaitu penerimaan siswa baru. Pemikiran yang selalu berevolusi sehingga menghasilkan inovasi guna menunjang perkembangan siswa diharapkan jangan pernah berhenti untuk menuju titik inovasi yang maksimal.39 Manajemen peserta didik merupakan hal yang penting untuk menjadi sebuah pemikiran utama dalam setiap manajemen sekolah. Sarana yang dikembangkan disekolah meliputi ruang kelas dengan perabotannya. seperti gedung. meja kursi. Pembinaan siswa Pembinaan siswa adalah pemberian layanan kepada siswa di suatu lembaga pendidikan. Menurut Soetjipto (2007:165) terdapat tiga kegiatan dalam manajemen kesiswaan. laboratorium dengan kelengkapannya. Penerimaan siswa Penerimaan siswa adalah proses pencatatan dan layanan kepada siswa yang baru masuk sekolah. Pembinaan dilakukan dengan menciptakan kondisi atau membuat siswa sadar akan tugas-tugas belajarnya. serta alat-alat dan media pengajaran.

tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. seperti mushola. Semua sarana diatas dapat didayagunakan secara optimal dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi program pembelajaran. maka sarana dan prasarana sangat mutlak dibutuhkan. Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Menurut Bafadal (2003:5) secara umum. yaitu ditinjau dari sudut habis tidaknya dipakai. Tujuannya adalah untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan . kamar kecil dan lain-lain. Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. gedung serbaguna. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar dan prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. Nawawi dalam Bafadal (2003:2) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan.40 ruang perkantoran. bergerak tidaknya pada saat digunakan. dan hubungannya dengan peroses belajar mengajar. Sarana ini harus diusahakan sebagai tempat yang menyenangkan dan menarik untuk belajar. dan sarana penunjang lain. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses balajar mengajar.

Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lain. Pengelolaan perpustakaan perlu menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lain. tenaga kependidikan dan peserta didik d. menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan serta pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memeperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. mendayagunakan. b. mengevaluasi.41 pengadaan yang hati-hati dan seksama. c. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. Pengelolaan sarana prasarana sekolah direncanakan secara sistematis dan dituangkan dalam rencana pokok yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. e. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. Berdasarkan PERMENDIKNAS tahun 2007 mengatur bidang sarana prasarana sebagai berikut: a. Program pengelolaan sarana prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal merencanakan. membuka pelayanan . Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana prasarana. melengkapi. memenuhi. pemeliharaan.

42 minimal enam jam sehari pada jam kerja. bekerjasama dengan komponen masyarakat (LSM). propinsi. baik internal maupun eksternal f.4. Agar pemahaman dan komitmen para penyelenggara sekolah terhadap program MBS tetap tinggi dan terarah. Hasil yang diperoleh adalah adanya pemahaman dan komitmen yang . kepala sekolah dan guru) terhadap pentingnya menerapkan program MBS dalam pengelolaan pendidikan (sekolah). melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan.4 Hasil Penelitian Terdahulu 2. Beberapa program yang telah dilakukan antara: 1) Program Advokasi dan Pendampingan MBS Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen para penyelenggara pendidikan. mancakup unsur pimpinan dan pelaksana (pengawas sekolah. berbagai program pendukung/pengiring hingga saat ini telah dilakukan oleh pemerintah baik pusat. maka dilakukan advokasi dan pendampingan. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana. g. maupuan kabupaten/kota. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 2.1 Hasil-hasil yang sudah Diteliti Untuk mendukung pencapaian hasil secara maksimal dalam pelaksanaan MBS.

baik pada konteks lokal. 3) Program Pembelajaran Aktif. 2) Program Pelatihan Peran Serta Masyarakat (PSM) Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder pendidikan dalam mendukung program-program sekolah. terutama berkaitan dengan pelaksanaan MBS. kelompok masyarakat/LSM. khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru. kelompok (tokoh/LSM) masyarakat. terhadap substansi program MBS. Hasil-hasil yang dapat dicapai dalam program PSM ini antara lain: a) Meningkatnya pemahaman dan apresiasi penyelenggara pendidikan. Implementasi program ini berupa: (a) pelatihan bagi pelaksana pendidikan.43 meningkat dari para penyelenggara pendidikan terhadap pentingnya pelaksanaan MBS secara maksimal di sekolah. serta stakeholder terkait. b) Meningkatnya dukungan masyarakat/komite sekolah dalam pengelolaan sekolah melalui program MBS. regional maupun nasional. . Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Program ini berkaitan langsung dengan pelaksanaan MBS. khususnya lembaga pendidikakan yang melaksanakan program MBS. (b) mendorong kelompok masyarakat/LSM untuk menciptakan program-program kerjasama dengan lembaga pendidikan. c) Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan. Komite Sekolah. Kretaif. Komite Sekolah yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di lingkungannya.

Kerjasama 3. Hasil 65. Secara umum MBS dilaksanakan dengan kategori baik.36% No 1 Judul Daman (2001) Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MBS) di SLTP Kota Semarang Analisis Pada tahun 2001 prosentase ketercapaian mencapai angka 73%. Hasil ini belum maksimal karena terkendala masalah belum terbiasanya pengelola sekolah menerapkan MBS Pada tesis ini ditunjukkan cukup siginifikannya kontribusi MBS terhadap kualitas pengelola sekolah tingkat dasar. Untuk itu. Aspek Keterbukaan Manajemen Sekolah 2.2. model ini perlu diadopsi oleh guru-guru yang sekolahnya melaksanakan program MBS.3% kategori cukup. Manajemen Penerapan kepala MBS Terhadap sekolah Kualitas Penyelenggara 2.44 Sebagai salah satu unsur manajemen sekolah yang didesentralisasikan. Hasil yang diharapkan bagi guru-guru peserta pelatihan PAKEM adalah bahwa dirinya memiliki bekal kemampuan yang meningkat. 2. Hasil . pada dasarnya telah diakui keberadaannya oleh kalangan pendidik tingak pendidikan dasar. Partisispasi Di Jawa Tengah masyarakat 1.3% kategori tinggi 3. Ketercapaian sasaran dan dampak MBS Jasman Indarto (2002) Kontribusi 1.4.2 PENELITIAN TERDAHULU Variabel Hasil Temuan 1. kinerja dan profesionalismenya harus selalu berkembang. guru sejatinya adalah aset utama pendidikan. serta berpeluang menerapkan dan mengembangkan pembelajaran secara kreatif khususnya merujuk kepada prinsip pembelajaran PAKEM. Model PAKEM.2 Kajian Penelitian yang telah Dilakukan Tabel. Proses pembelajaran Pendidikan Tingkat Dasar 3. Hasilnya mencapai 77. 2. Kemandirian 4. Dalam konteks MBS. Artinya semakin baik pelaksanaan 2 1. 2. Hasil 90.

(personalia). Kurikulum lemah pada program pengajaran 3. Madrasah Keuangan. Layanan Rembang Khusus. kesiswaan dengan kriteria cukup tinggi 5. Kesiswaan berkriteria cukup tinggi 5. Sarpras Berkriteria ideal Sumber: Studi Pustaka . kepemimpina n kepsek sangat ideal 2. manajemen sarana dan sarana dan prasarana prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara Sri Yuliningtias (2008) Analisis Kepemimpinan Portofolio Kepala Kinerja Sekolah. Kesiswaan memiliki input yang rendah 5. Kinerja Kependidikan. Manajemen Kurikulum. Aliyah (MA) Hudungan Negeri dan Masyarakat. Manajemen sarana dan prasarana berkritria ideal 1. Kepemimpinan kepala sekolah sangat ideal 2. Manajemen Kesiswaan. Sarana dan Prasarana (Sarpras) 4 1. Layanan khusus 8. Manajemen kurikulum berkritria ideal 3. Sarpras lemah pada inventarisasi 3 Andini Arsika Sari (2008) Kepemimpinan Analisis kepala sekolah. keuangan berkriteria tinggi 6. Layanan khusus sudah baik terutama kesehatan 8. kurikulum dengan kriteria ideal 3. kurikulum.9% kategori cukup MBS pada tiga aspek ini akan semakin baik juga kualitas penyelenggaraan pendidikan. Kependidikan lemah pada tenaga laborat 4. Kepemimpinan kepsek lemah pada kompetensi sosial 2. Humas baik 7. MA negeri lebih tinggi dari pada MA swasta 6. Kependidikan berkritria ideal 4. Keuangan. kinerja manajemen manajemen kurikulum. kesiswaan. kependidikan dengan kriteria ideal 4. 1. Humas berkriteria ideal 7.45 88. manajemen kependidikan kependidikan (personalia). Swasta se-Kab.

Rekomendasi dalam penelitian tersebut adalah perlu dilakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat tentang adanya MBS baik dari kalangan struktural maupun lapisan masyarakat dan perlu diperbanyak model-model pengembangan peningkatan mutu sekolah melalui pemberdayaan sumber-sumber belajar. kendati tidak menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan akan tetapi penelitian pada jenjang SMK. tata usaha. proses pembelajaran. telah banyak memperlihatkan hasil yang positif.46 Daman (2001) dalam penelitiannnya menyebutkan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan MBS antara lain di SLTP adalah pengelola sekolah belum terbiasa melaksanakan teori-teori MBS. Oleh karenanya mencoba meneliti perihal tersebut. terlebih di KabupatenKendal belum pernah dilakukan. Merujuk pada penelitian terdahulu. dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. dan budaya masyarakat baik guru. maupun orang tua murid belum banyak menyadari pentingnya pendidikan. siswa.5 Kerangka Berfikir Usaha peningkatan Mutu Pendidikan Dasar yang ditandai dengan dikeluarkannya INPRES Nomor 5 Tahun 1994 tentang Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. 2. Sedangkan Andini (2008) dalam penelitiannya mendeskripsikan bahwa kinerja manajmen sekolah di SMA se-Kabupaten Jepara sudah optimal kacuali manajemen kesiswaan. Jasman Indarno (2002) menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara manajemen kepala sekolah. Namun hasil itu banyak pula mengalami penurunan karena krisis ekonomi penelitian ini .

Dari berbagai pengalaman yang amat berharga tersebut.47 yang diikuti oleh krisis multidimensional yang melanda dunia dan negara kita. Efektif dan Menyenangkan). Implementasi penyelenggaraan pendidikan yang berbasis kepada sekolah dan masyarakat ini diwujudkan melalui penerapan konsep manajemen berbasis sekolah (School Based Management) dengan titik berat Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) yang tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Itulah sebabnya. dapat disimpulkan bahwa apapun konsep yang diterapkan di sekolah akan sangat bergantung kepada sekolah dan seluruh stakeholder pendidikan yang ada di sekolah. Beberapa model peningkatan mutu pendidikan sudah bukan merupakan upaya baru dan memang seharusnya menjadi komitmen semua pihak. Krisis tersebut secara umum telah mengganggu pelaksanaan sistem pemerintahan dan pembangunan bidang pendidikan. kita mencoba pendekatan model pembelajaran "joyful learning" atau yang lebih dikenal dengan model pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif. Perubahan sistem pemerintahan ini telah menggeser hak dan kewenangan penyelenggaraan pendidikan dari pusat ke lini terdepan pendidikan. bahkan telah direvisi melalui Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. maka kebijakan dan program yang sedang diluncurkan . Akhir-akhir ini. Untuk menata kembali sistem pemerintahan. telah dilakukan perubahan paradigma pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. yakni sekolah dan masyarakat.

sampai dengan proses pelaporan dan umpan baliknya. Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsipprinsip demokratis. dikelola langsung oleh Komite Sekolah/Majelis Madrasah sebagai langkah awal aplikasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. . komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. profesional dan akuntabel. mulai dari proses perencanaan. propinsi maupun kabupaten/kota. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. pelaksanaan. guru. Program seperti ini sudah seharusnya ditindaklanjuti dan dikembangkan melalui program-program lainnya dengan menggunakan sumber dana dari pusat. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program tersebut diterapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS). transparan.48 harus dimulai melalui upaya pemberdayaan sekolah dan masyarakat sebagai pemilik dan ujung tombak pendidikan. Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. Upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan melalui kegiatankegiatan yang disebutkan di atas. Program "Bantuan Operasional untuk Manajemen Mutu (BOMM)" yang telah diluncurkan sejak tahun 1999 merupakan langkah maju untuk memberikan kepercayaan secara penuh kepada sekolah dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya.

melaksanakan. Artinya manajemen sekolah yang diterapkan harus benar-benar dimulai dari awal dan harus dibantu dengan kesadaran bersama antar pelaku organisasi (sekolah) dalam menjalankan tugasnya. Oleh karena itu sudah saatnya sekolah diberikan kewenangan bersama seluruh komponen masyarakat yang ada di sekolah untuk merencanakan. mengorganisir dan memberikan kontrol pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pembelajaran di sekolah masing-masing. Dalam penelitian yang akan digali secara mendalam oleh penulis hanya akan diambil 4 (empat) aspek manajemen sekolah saja. Pengelolaan ini meliputi perencanaan. Keempat aspek tersebut adalah : 1) Manajemen Kurikulum 2) Manajemen Tenaga Kependidikan 3) Manajemen Kesiswaan dan .49 Peningkatan mutu pendidikan melalui MBS ini berlandaskan pada asumsi bahwa sekolah akan meningkat mutunya jika kepala sekolah bersama guru. pengorganisasian. selain manajemen dana dan manajemen dampak penulis beranggapan bahwa keempat manajemen tersebut adalah inti dari kinerja manajemen sekolah. Bukankah upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan akumulasi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah. pengawasan dan pembinaan. baik dalam hal keuangan maupun pembelajaran secara umum. orang tua siswa dan masyarakat setempat diberi kewenangan yang cukup besar untuk mengelola kegiatannya sendiri. Untuk melaksanakan hal ini memang diperlukan perubahan yang sangat mendasar.

yaitu kepimimpinan kepala sekolah. Lingkungan sekolah yang sehat terdiri dari lingkungan fisik dan kerja sama yang kondusif d. Hal ini dikarenakan kepala sekolah merupakan manajer dilingkup organisasi sekolah. c. Seorang kepala sekolah bersama warga sekolah lain. baik dibidang pemerintahan. Manajemen kurikulum yang lugas dan fleksibel berpedoman pada standar nasional b. Proses belajar mengajar yang efektif menggunakan strategi yang tepat dengan mengedepankan fungsi pelayanan belajar yang berkualitas untuk memperoleh mutu yang terbaik. Visi organisasi tidak hanya dimiliki oleh pemimpin. Sumber daya manusia dan sumber daya lain yang handal yaitu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan mengacu pada profesionalisme e. tetapi oleh seluruh anggota organisasi. Standardisasi pengajaran yang tinggi dan evaluasi hasil belajar yang terukur. Menurut Yuliningtias (2008:72) Faktor-faktor penentu kinerja sekolah melaksanakan fungsi tugasnya secara maksimal indikatornya antara lain adalah: a. seperti orang tua dan masyarakat berhak menentukan arah pendidikan sekolahnya sendiri tanpa melenceng dari tujuan pendidikan nasional. Pemimpin dituntut untuk menjadi pelayan bagi organisasi dan bawahan. Pelaksanaan fungsi pemimpin oleh seorang administrator atau manajer adalah mutlak. maupun pendidikan. sosial.50 4) Manajemen Sarana Prasarana Ada satu lagi yang perlu diteliti dalam penulisan karya ilmiah ini. Kepala sekolah sebagai pimpinan disekolah harus tahu dan mengenali apa yang dinilai tinggi oleh masyarakat dan memilih proporsi nilai apa yang akan diberikan. .

harus ada kerja keras dari semua komponen pendidikan yang bersangkutan.51 Seluruh personel sekolah harus memiliki cara-cara yang benar dalam berkarya atau bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan harapan mereka masing-masing dan sesuai pola dan tujuan sekolah. Dukungan lebih signifikan lagi adalah kepala sekolah selaku manajer utama dalam organisasi sekolah bekerja keras untuk kebehasilan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Prosedur yang paling cocok untuk memperoleh prinsip efektif adan efisien adalah dengan menerapkan manajemen sekolah pada setiap keberlangsungan pendidikan. . Dalam mengaplikasikan manajemen sekolah. manajemen harus mempunyai program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja sekolah. Kerja keras yang diharapkan tidak terlepas dari prinsip efektif dan efisien. Mengingat pentingnya peran personal sekolah. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal adalah lembaga pendidikan yang khusus ditugaskan untuk mencetak lulusan agar bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh para lulusannya. Untuk merealisasikan hal tersebut. baik SMK Negeri dan Swasta di Kendal telah berupaya melaksanakan keempat aspek yang tersebut diatas. Fakta ini menunjukkan bahwa ada keseriusan dalam mengelola pendidikan di Kendal khususnya pada jenjang SMK. Dengan kualitas kinerja yang tinggi diharapkan dapat memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kinerja dan kemajuan sekolah khususnya mutu pendidikan.

Bisa digambarkan secara menyeluruh penelitian yang akan dilaksanakan penulis adalah sebagai berikut : Manajemen Sekolah Negeri 1. Manajemen Kurikulum 3. Manajemen Kesiswaan 5. Manajemen Sarana dan Prasarana Manajemen Sekolah Swasta 1. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Kesiswaan 5. Kepemimpinan Kepala Sekolah 2. Sehingga pembahasan cendrung pada penilaian keunggulan dan kekurangan disetiap SMK Negeri dan Swasta. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Sarana dan Prasarana OUT PUT OUT PUT DIDESKRIPSIKAN Gambar 1: Kerangka Berfikir . Manajemen Kurikulum 3. Kepemimpinan Kepala Sekolah 2.52 Penelitian yang dilakukan penulis hanya sebatas melihat kinerja manajemen sekolah di SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal.

bukan berarti penelitian kualitatif tidak boleh menggunakan angka-angka dalam pengumpulan datanya.2 Populasi Penelitian Menurut Arikunto (2002:15). Dengan kata lain.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian kualitatif yang berbentuk deskriptif. 3. kualitatif maupun kuantitatif tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya (Sudjana. dengan rincian 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK Negeri dan Swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17.53 BAB III METODE PENELITIAN 3. populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. 2002:6). Namun demikian. Pendapat lain mengatakan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. maka populasi penelitian juga merupakan sampel penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. dimana dalam memberikan penafsiran dan penjelasan dari hasil data yang diperoleh bersamaan dengan pengunpulan data. penelitian kualitatif bisa menggunakan angka seperti penelitian kuantitatif. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang sangat detail dalam proses pengolahan datanya. . akan tetapi model pengolahan data tersebut bersifat sederhana. Data yang didapat biasanya hanya sekedar pernyataan-pernyataan yang berupa lembar tertulis semata. hasil menghitung atau pengukuran.

variabel adalah konsep yang mempunyai macam-macam nilai. 6. 2002:96). 7. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja manajemen kurikulum. 5. 2.3 . Karena variabel sebagai objek penelitian. 14. 3 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah. 3. 12. 2 Boja Swasta SMK Muhammadiyah. 9. Nama Sekolah Status SMK Negeri 1 Kendal Negeri SMK Negeri 2 Kendal Negeri SMK Negeri 3 Kendal Negeri SMK Negeri 4 Kendal Negeri SMK Muhammadiyah. kondisi perlakukan atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil penenlitian. 11. 17. 4. faktor. 1 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah. 16. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (1999:425) populasi adalah semua keadaan.54 Berikut adalah nama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal yang dijadikan sampel penelitian : Tabel 3. manajemen tenaga kependidikan. Kendal Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. 4 Sukorejo Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 01 Kendal Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 02 Rowosari Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 03 Kaliwungu Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 04 Patebon Swasta SMK Teknologi Nusantara Sukorejo Swasta SMK Bhakti Persada Patebon Swasta SMK Lentera Kendal Swasta SMK YPPM Boja Swasta SMK Darul Amanah Sukorejo Swasta Sumber : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. manajemen kesiswaan. 3.01 Sampel Penelitian No 1. 13. maka menurut Nazir (1999:149). 10. dan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. 15. 8.

Kurikulum KTSP Implementasi KTSP sesuai standart.02 Variabel-variabel penelitian No 1. (aturan PERMENDIKNAS tahun 2007) Pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai dengan b. Kurikulum a.55 Tabel 3. Manajerial Kemampuan manajerial c. Supervisi Kemampuan supervisi e. Kepribadian Pengukuran Skor Kriteria Integritas kepemimpinan 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurangoptimal Tidak optimal b. Sosial Kepekaan sosial 2. Kalender Pendidikan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Kewirausahaan Jiwa wirausaha d. Aspek/Dimensi Kepemimpinan Kepala Sekolah a.

Pustakawan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Tenaga Kependidikan a. Wakil Kepala Sekolah b.56 program yang tertera didalam kalender akademik c. Guru c. Peraturan Akademik 3. Penilaian Hasil Belajar e. Konselor d. Program Pembelajaran Kondisi pelaksanaan kegiatan pembelajaran Kondisi pelaksanaan sesuai standart ketuntasan belajar (nilai mata pelajaran masingmasing) Pelaksanaan sesuai peraturan yang telah disepakati warga sekolah Kompetensi profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya Kondisi kesesuaian antara background pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu Kondisi kesesuaian background pendidikan konselor dengan profesinya sebagai konselor Kesesuaian background pendidikan 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai d.

Pemeliharaan Kondisi sarana prasarana sesuai dengan kondisi sekolah . f. Sarana Prasarana a. Pengadaan b. Input Nilai siswa baru (NEM SLTP/sekolah sebelumnya) b. Laborat Kondisi kesesuaian background pendidikan laborat dengan profesinya 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 4. nilai dan tingkat diterimanya bekerja diperusahaan Kesesuaian dengan kebutuhan sekolah 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 5. Proses Pembelajaran Kondisi kegiatan belajar mengajar serta kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum yang ada (KTSP) c. Tenaga Administrasi Kondisi kesesuaian background pendidikan tenaga administrasi dengan profesinya Kesiswaan a.57 pustakawan dengan profesinya e. Output Tingkat kelulusan.

Inventarisasi Kegiatan inventarisasi sarana prasarana sekolah 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 3. Digunakannya metode ini dengan alasan bahwa : (a) data yang diperoleh nantinya akan benar-benar valid karena pihak yang mengisi angket bukan orang yang diteliti. dan tenaga.1 Metode Angket Angket atau kuosioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya.4. . Menurut Ridwan (2002:25). biaya. (c) hemat waktu.58 c. (b) pihak yang diberi angket adalah orang yang terlibat langsung dan mengetahui pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing. Selain itu.2002:108). penentuan metode pengumpulan data yang tepat dan sesuai dengan masalah yang diteliti akan membantu memperlancar tujuan penelitian yang telah ditetapkan. angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna.4 Metode Pengumpulan Data Penentuan metode pengumpulan data yang tepat sangat menentukan kebenaran ilmiah suatu penelitian. sehingga tidak akan terjadi manipulasi data. atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.

3 Weleri SMK Muh. 4. 2.e2 n N e : Jumlah Responden : Jumlah Responden dalam Sampel : Standar Error Keterangan : Husein Umar (2003:120) Hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin disetiap sekolah adalah sebagai berikut: Tabel 3.03 Jumlah Angket No 1. 7. 5. dimana responden tidak diberi kesempatan untuk memberi jawaban dengan kata-kata sendiri. Nama Sekolah SMK Negeri 1 Kendal SMK Negeri 2 Kendal SMK Negeri 3 Kendal SMK Negeri 4 Kendal SMK Muh. 2 Boja SMK Muh.59 Angket yang digunakan adalah angket tertutup. Pengambilan sampel responden dengan menggunakan rumus Slovin dengan standar error 5%. 1 Weleri SMK Muh. Responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan. 6. 8. Respondn yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah dan guru di masing-masing sekolah. Berikut rumus Slovin yang digunakan dalam pengambilan sampel responden disetiap sekolah : n : N 1 + N. 9. dengan asumsi bahwa pemberi respon atas angket yang disebar layak untuk dijadikan sumber informasi utama dalam penelitian. 4 Sukorejo SMK NU 01 Kendal Status Negeri Negeri Negeri Negeri Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Jumlah Guru 74 89 51 60 30 58 52 34 49 Jumlah Sampel 62 73 40 46 26 51 46 31 44 Jumlah Angket 41 47 33 37 23 36 34 26 32 . 3.

pendapat.5. dan persepsi responden tentang pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing.1 Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument (Arikunto. Skor 2 untuk jawaban tidak memenuhi e.60 10 11 12 13 14 15 16 17 SMK NU 02 Rowosari SMK NU 03 Kaliwungu SMK NU 04 Patebon SMK Teknologi Nusantara SMK Bhakti Persada SMK Lentera Kendal SMK YPPM Boja SMK Darul Amanah Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta 32 40 25 17 27 5 45 20 30 36 23 16 25 4 40 19 24 28 20 14 21 3 31 16 Dalam menyusun angket ini. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila instrument tersebut mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat. peneliti menentukan sebagai berikut: a. digunakan skala likert. Skor 4 untuk jawaban memenuhi c. Skor 5 untuk jawaban sangat memenuhi b. Tinggi .5 Validitas dan Reliabilitas 3. Jadi dengan skala likert ini. Skor 1 untuk jawaban sangat tidak memenuhi 3. dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial tertentu (Ali. yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap. 2002:144). peneliti ingin mengetahui sikap. 1993 : 5). Untuk penskoran dari setiap jawaban yang diberikan oleh responden. Skor 3 untuk jawaban cukup memenuhi d. pendapat.

Rumus yang digunakan untuk uji validitas menggunakan produk momen dari pearson. Instrumen valid jika hasil korelasi skor tiap butir soal lebih besar dengan nilai tabel sebaliknya. yaitu dengan mengkorelasikan tiap butir pertanyaan dengan skor total. Dalam penelitian ini uji validitas yang digunakan adalah validitas internal. Validitas internal adalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan keseluruhan (Arikunto. Berdasrkan pengujiannya validitas dibedakan menjadi dua yaitu validitas internal dan eksternal. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis butir. 2002:147) dengan kata lain sebuah instrument dikatakan validitas internal apabila setiap instrument mendukung misi instrument secara keseluruhan yaitu dapat mengungkap data dari variabel yang dimaksud. 2002:146) . sebagai berikut : r xy = {N ∑ X N ∑ XY −(∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y N = Jumlah subyek = Jumlah skor total item X = Jumlah skor total item Y ∑x ∑y (Arikunto. kemudian dikonsultasikan dengan tabel nilai r dengan taraf signifikasi 95%.61 rendahnya validitas suatu instrument adalah menunjukan sejauh mana data terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.

333 0.720 0.785 0.308 0.433 0.308 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid No item 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 rxy 0.771 0.308 0.716 0.62 Untuk menentukan valid tidaknya instrumen adalah dengan cara mengkonsultasikan hasil perhitungan koefisien korelasi dengan tabel nilai koefisien korelasi (r) pada taraf signifikan 5% atau taraf kepercayaan 95%.750 0.488 0.308 0.308 0.665 0.761 0.308 0.308 0.308 0.541 0.697 0.308 0.308 0.452 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.472 0.408 0.308 0.394 0.308 0. dengan 41 responden.308 0.308 0.568 0.308 0.511 0.548 0.686 0.451 0.686 rtabel 0.308 0.308 0.668 0.308 0.308 0.308 0.308 0.818 0.308 0.663 0.758 0.308 0.308 0.726 0.698 0.401 0.308 0.308 0.871 0.609 0.308 0.04 Hasil Uji Coba Validitas Angket No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 rxy 0.308 0.613 0.308 0.308 0.308 0.574 0.616 0.462 0.842 0.780 0.308 0.308 0.308 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .412 0.485 0.711 0.308 0.308 0.308 0.308 0.438 0.421 0.308 0.579 0.542 0.308 0.308 0.308 0.308 0.488 0. Tabel 3.473 0.337 0.556 0.794 0.553 0.577 0.308 0.815 0.724 rtabel 0.883 0.308 0.451 0.825 0.308 0.424 0.308 0.723 0.308 0.790 0.803 0.308 0. Berikut adalah tabel hasil uji coba validitas pada tiap butir pertanyaan dalam angket.308 0.516 0.308 0.742 0.785 0.418 0.796 0.308 0.308 0.774 0.308 0.

5.308 0.788 0.308 Valid 82 0.308 0.308 Valid 81 0.777 0.308 Valid 79 0.620 0.741 0.308 Valid 83 0.823 0.308 0.308 0. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau yang reliabel dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.308 Valid 76 0.731 0.698 0.2 Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran atau alat pengukur (Nazir Moh.674 0.737 0. Reliabilitas mengandung pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto. 2002:154).805 0.308 0. Dalam penelitian ini untuk mencari reabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha.308 0.687 0.308 Valid 84 Sumber : Olahan Data Penelitian 0.816 0.810 0.767 0.308 Valid 78 0.799 0. rumus Alpha adalah sebagai berikut : 2 ⎛ k ⎞⎛ ∑ σb ⎞ ⎜1 − ⎟ ⎜ ⎜ (k − 1) ⎟⎜ ⎟ σ t2 ⎟ ⎠⎝ ⎠ =⎝ r11 rxy K = Reliabilitas instrument = Banyaknya butir pertanyaan 2 ∑ σb = Jumlah varians σt 2 = Varians total .63 34 35 36 37 38 39 40 41 42 0.308 Valid 77 0.308 Valid 80 0.821 0. karena instrumen ini berbentuk angket yang skornya merupakan rentangan dari 1 samai 5.308 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 3.308 0.308 0.771 0.713 0. 1999:162).

Data-data tersebut kemudian diringkas dengan baik dan teratur. survei.6. baik dalam bentuk table dan pengkategorian skor.6.1 Pengkategorian Skor Skor mentah yang dihasilkan suatu skala merupakan penjumlahan dari skor item-item dalam skala itu.1. pemahaman terhadap variabel akan lebih dapat dilakukan sehingga analisa akan lebih mendalam pada inti permasalahan sehingga ditemukan solusi yang tepat. serta penyajian hasil peringkasan tersebut. hal ini dilakukan sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan. data yang didapat berasal dari skor angket. Data statistik yang diperoleh dari hasil sensus. atau pengamatan lainnya. 3. ‘mentah’ dan tidak terorganisir dengan baik (raw data).6 Metode Analisis Data 3.1 Analisis Deskriptif Kualitatif Menurut Santoso dalam Novia (2008:26) Analisis Deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data. Jika hasil perhitungan lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk mengambil data dalam penelitian.64 Kemudian menentukan reliabel tidaknya instrumen dilakukan dengan cara mengkonsultasika dengan r tabel. Untuk memberikan makna yang memiliki nilai . Kemudian dalam proses penggunaan analisis ini ditujukan untuk memperkaya pemahaman tentang variabel-variabel penelitian. 3. Maka dalam analisis tersebut dipilihlah program Microsoft Office Excel 2007 untuk menghitung data kuantitatif dari angket. Umumnya masih acak. Dalam penelitian ini.

5σ < x ≤ μ -0.5σ < x ≤ μ + 0. Kategori ini bersifat relatif. hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel.5σ) ( μ -1. dibuat berbeda berdasarkan standar yang terdapat pada masingmasing indikator.5σ) ( μ -0. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket. Adapun syarat untuk kategorisasi sebagai berikut: a b c d e ( x ≤ μ -1. Tujuan kategori ini adalah menempatkan individu dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur.5σ) ( μ + 1. adalah sebagai berikut: . Penyusunan tabel kriteria manajemen sekolah.5σ) ( μ + 0.5σ < x ≤ μ + 1.5σ < x) Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Dalam penyajiannya. 2007:107). Banyaknya jenjang kategori diagnosis yang akan dibuat biasanya tidak lebih dari lima jenjang dan tidak kurang dari tiga jenjang (Azwar.65 diagnostik skor mentah perlu diderivasi dan diacukan pada suatu norma kategorisasi (Azwar. sehingga kategorisasi indikator-indikator dalam penelitian ini. 2007:107) Untuk mengkategorisasikan subjek pada penelitian ini dengan menggunakan kategori jenjang.

3.05 Distribusi Skor Manajemen Sekolah No 1 2 3 4 5.335<Skor≤66.33 30 6.995<Skor≤100 Optimal 66.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.665 Kurang ideal 40.67 kategori skor masing-masing variabel secara keseluruhan adalah Tabel 3. Skor Skor Tertinggi Terendah Kepemimpinan kepala sekolah 105 21 Kurikulum 100 20 Ketenaga kependidikan 100 20 Kesiswaan 50 10 Output 15 3 Sarana prasarana 50 10 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Tabel Variabel Rata.67 9 2 30 6.665<Skor≤79.005<Skor≤53.66 Tabel.33 60 13.995 Cukup optimal 53.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi sebagai berikut: .665 Kurang optimal 40.07 Kategori Skor Kurikulum dan Program Pengajaran Skor Kriteria Sangat optimal 79. 6.665<Skor≤79.005<Skor≤53.335<Skor≤66.Standar rata Deviasi 63 14 60 13.08 Kategori Skor Tenaga Kependidikan Skor Kriteria Sangat ideal 79.335 Tidak ideal 20<Skor≤40.995<Skor≤100 Ideal 66.06 Kategori Skor Kepemimpinan Kepala Sekolah Skor Kriteria Sangat ideal 84<Skor≤105 Ideal 70<Skor≤84 Cukup ideal 56<Skor≤70 Kurang ideal 42<Skor≤56 Tidak ideal 21<Skor≤42 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.995 Cukup ideal 53.335 Tidak optimal 20<Skor≤40.

335 Kurang tinggi 19.2 Penyusunan Tabel Kriteria Manajemen Sekolah dengan Masing-masing Indikatornya a) Variabel kepemimpinan kepala sekolah Data kepemimpinan kepala sekolah didapat dari data angket penelitian. Kriteria penilaian kepemimpinan kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 105 (jika kepala sekolah memiliki kompetensi kepribadian.335<Skor≤40.11 Kategori Skor Sarana Prasarana Sangat optimal 40.005 Cukup optimal 26.005 Cukup tinggi 26.995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.335 Kurang optimal 19.6.665 Tidak tinggi 10<Skor≤19. kompetensi kewirausahaan.665<Skor≤33.10 Kategori Skor Output Skor Kriteria Sangat tinggi 12<Skor≤15 Tinggi 10<Skor≤12 Cukup tinggi 7<Skor≤10 Kurang tinggi 6<Skor≤7 Tidak tinggi 3<Skor≤6 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.005<Skor≤50 Tinggi 33.335<Skor≤40.995<Skor≤26. kompetensi manajerial. kompetensi supervisi dan kompetensi .995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.1.09 Kategori Skor Manajemen Kesiswaan Skor Kriteria Sangat tinggi 40.665<Skor≤33.005<Skor≤50 Optimal 33.665 Tidak optimal 10<Skor≤19.995<Skor≤26.67 Tabel 3.

33 Kewirausahaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Supervisi Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sosial Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1. Kriteria penilaian kompetensi kepribadian kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 25 (jika kepala sekolah memiliki akhlak mulia. Kompetensi Kepribadian Data kompetensi kepribadian kepala sekolah didapat dari data angket penelitian. memilki integritas kepemimpinan.33 Manajerial Skor Tertinggi 35 Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 6. memiliki sikap terbuka dan bisa mengendalikan diri). dan nilai terendah 21 (jika kepala sekolah tidak memiliki kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah serta tidak menggunakannya secara optimal).68 sosial yang ideal dan menggunakannya secara optimal dan relevan). Indikator Kepribadian .12 Kepemimpinan Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 25 Skor Terendah 5 Rata-Rata 15 Standar Deviasi 3. Sedangkan untuk penyusunan tabel kriteria masing-masing indikator adalah sebagai berikut: Tabel 3.

665 Cukup ideal 10. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kepribadian: Tabel 3.335 Kurang ideal 5<skor≤10.055<skor≤17.995 Ideal 13.335<skor≤16.69 dan nilai terendah 5 (jika kepala sekolah tidak memilki aspek kompetensi kepribadian yang ideal. Kompetensi Kewirausahaan Data tentang kompetensi kewirausahaan dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki jiwa kewirausahaan dan menggunakannya secara optimal .005 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Manajerial Data tentang kompetensi manajerial dengan nilai maksimum 35 (jika kepala sekolah melaksanakan aspek-aspek manajerial dengan optimal) dan dengan nilai minimal 7 (jika tidak dapat melaksanakan dari aspek-aspek manajerial secara optimal).13 Kategori Skor Kompetensi Kepribadian Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 2.495<skor≤35 Sangat ideal 2 24.165<skor≤30.495 Ideal 3 17. Interval Skor Kriteria 19.995<skor≤25 Sangat ideal 16.005<skor≤13.835 Kurang ideal 5 7<skor≤11.165 Cukup ideal 4 11.665<skor≤19.835<skor≤24. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi manajerial: Tabel 3.14 Kategori Skor Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 30.055 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.

serta menggunakannya secara optimal) . melaksanakan dan menindaklanjuti hasil supervisi) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki program supervisi). Kompetensi Sosial Data tentang kompetensi sosial dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki aspek sosial yang baik.16 Kategori Skor Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5.15 Kategori Skor Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 4. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kewirausahaan: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi supervisi: Tabel 3.70 dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki jiwa kewirausahaan dan tidak melaksanakannya secara optimal ). Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Supervisi Data tentang kompetensi supervisi dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki program supervisi.

17 Kategori Skor Kompetensi Sosial Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi b) Manajemen Kurikulum Data tentang kurikulum dan program pengajaran dengan nilai maksimum 100 (jika sekolah melaksanakan KTSP secara optimal.71 dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki dan tidak menggunakan aspek sosial secara optimal).33 Kalender Pendidikan . Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi sosial : Tabel 3. memiliki program pembelajaran.33 10 2 6 1. memiliki pedoman penilaian hasil belajar dan memiliki peraturan akademik. memiliki kalender pendidikan dan dijalankan sesuai dengan apa yang tertera dikalender pendidikan. Tabel 3.20 Manajemen Kurikulum Indikator KTSP Statistik Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Hipotetik 25 5 15 3. serta peraturan tersebut ditaati oleh seluruh warga sekolah) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak bisa melaksanakan dari komponen manajemen kurikulum dan program pengajaran secara optimal).

335 Kurang optimal 5 5<skor≤10.665 Cukup optimal 4 10.665<skor≤19.19 Kategori Skor KTSP No Interval Skor Kriteria 1 19. Berikut disajikan tabel kriteria skor KTSP: Tabel 3.335<skor≤16.995 Optimal 3 13.67 Peraturan Skor Tertinggi 15 Akademik Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.005<skor≤13. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Data tentang KTSP dengan nilai maksimum 25 (jika sekolah menggunakan dan melaksanakan KTSP sesuai dengan peraturan Permendiknas) dan dengan nilai minimal 5 (jika sekolah melaksanakan KTSP tidak sesuai dengan peraturan Permendiknas).72 Program Pembelajaran Skor Tertinggi 30 Skor Terendah 6 Rata-Rata 18 Standar Deviasi 4 Penilaian Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Hasil Belajar Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2. Kalender Pendidikan Data tentang kalender pendidikan dengan nilai maksimum 10 (jika sekolah memiliki kalender pendidikan dan melaksanakan kegiatan sekolah sesuai dengan .995<skor≤25 Sangat optimal 2 16.005 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.

Interval Skor Kriteria 24<skor≤30 Sangat optimal 20<skor≤24 Optimal 16<skor≤20 Cukup optimal 12<skor≤16 Kurang optimal 6<skor≤12 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Penilaian Hasil Belajar Data tentang penilaian hasil belajar dengan nilai maksimum 20 (jika sekolah memiliki program penilaian hasil belajar dan melaksanakan evaluasi belajar secara optimal dan rutin) dan dengan nilai minimal 4 ( jika sekolah tidak dapat melaksanakan penilaian hasil belajar secara optimal).21 Kategori Skor Program Pembelajaran No 1 2 3 4 5 4.73 kalender pendidikan) dan dengan nilai minimal 2 (jika sekolah tidak memiliki kalender pendidikan).335<skor≤6. Program Pembelajaran Data tentang program pembelajaran dengan nilai maksimum 30 (jika sekolah memiliki program pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran yang kondusif. . efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 6 ( jika sekolah tidak dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien).665 Cukup sesuai 4 4.20 Kategori Skor Kalender Pendidikan No Interval Skor Kriteria 1 7.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.005<skor≤5.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. Berikut disajikan tabel kriteria skor kalender pendidikan: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor program pembelajaran: Tabel 3.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.665<skor≤7.995 Sesuai 3 5.

665 Kurang sesuai 5 4<skor≤7. Berikut disajikan tabel kriteria skor peraturan akademik: Tabel 3.665<skor≤13. serta tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak memiliki .005 Sesuai 3 10.995 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5.22 Kategori Skor Penilaian Hasil Belajar No Interval Skor Kriteria 1 16.74 Berikut disajikan tabel kriteria skor penilaian hasil belajar: Tabel 3.335 Cukup sesuai 4 7.005<skor≤20 Sangat sesuai 2 13. peraturan akademik tersosialisasi dengan baik serta diipatuhi) dan dengan nilai minimal 3 (jika sekolah tidak memiliki peraturan akademik).335<skor≤16.995<skor≤10.23 Kategori Skor Peraturan akademik No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi c) Manajemen Tenaga Kependidikan Data tentang manajemen tenaga kependidikan dengan nilai maksimum 100 (jika tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan profesinya. Peraturan akademik Data tentang peraturan akademik dengan nilai maksimum 15 (jika sekolah memiliki peraturan akademik.

33 Konselor Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.24 Manajemen Tenaga Kependidikan Indikator Wakil Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 50 Skor Terendah 10 Rata-Rata 30 Standar Deviasi 6. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).67 Guru Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.33 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1. Berikut disajikan tabel data manajemen tenaga kependidikan: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor wakil kepala sekolah: .33 Laborat Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.75 kualifikasi akademik yang memadai.33 Pustakawan Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1. Wakil Kepala Sekolah Data tentang kepala sekolah dengan nilai maksimum 50 (jika wakil kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika wakil kepala sekolah tidakmelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik).33 Tenaga Skor Tertinggi 10 Administrasi Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.

665 Cukup sesuai 4 4. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika konselor tidak memilki kualifikasi akademik .005<skor≤5.995 Sesuai 3 5.665<skor≤7.665 Kurang ideal 5 10<skor≤19.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3. Konselor Data tentang konselor dengan nilai maksimum 10 (jika konselor memiliki kualifikasi akademik yang memadai. Tabel 3.995<skor≤26. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara ideal).995 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.335<skor≤40.665<skor≤33.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.25 Kategori Skor Wakil Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 40.335<skor≤6.26 Kategori Skor Guru No Interval Skor Kriteria 1 7.335 Cukup ideal 4 19.005<skor≤50 Sangat ideal 2 33.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. Guru Data tentang guru dengan nilai maksimum 10 (jika guru memiliki kualifikasi akademik yang memadai.005 Ideal 3 26. Berikut disajikan tabel kriteria skor guru.76 Tabel 3. background pendidikan tidak sesuai. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika guru tidak memiliki kualifikasi akademik yang memadai.

77 yang memadai.665<skor≤7.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. Pustakawan Data tentang pustakawan dengan nilai maksimum 10 (jika pustakawan memiliki kualifikasi akademik yang memadai.665<skor≤7.335<skor≤6.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .995 Sesuai 3 5. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika pustakawan tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.665 Cukup sesuai 4 4. background pendidikan tidak sesuai.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.27 Kategori Skor Konselor No Interval Skor Kriteria 1 7.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. background pendidikan tidak sesuai.005<skor≤5. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).335<skor≤6. Berikut disajikan tabel kriteria skor konselor: Tabel 3.995 Sesuai 3 5. Berikut disajikan tabel kriteria skor pustakawan Tabel 3.28 Kategori Skor Pustakawan No Interval Skor Kriteria 1 7.005<skor≤5.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 4.665 Cukup sesuai 4 4. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).

Berikut disajikan tabel kriteria skor laborat: Tabel 3.335<skor≤6. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika laborat tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.665 Cukup sesuai 4 4.995 Sesuai 3 5.665<skor≤7. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. background pendidikan tidak sesuai. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 6.005<skor≤5. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika tenaga administrasi tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.78 5. Berikut disajikan tabel kriteria skor tenaga administrasi: . Tenaga Administrasi Data tentang tenaga administrasi dengan nilai maksimum 10 (jika tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik yang memadai. Laborat Data tentang laborat dengan nilai maksimum 10 (jika laborat memiliki kualifikasi akademik yang memadai.29 Kategori Skor Laborat No Interval Skor Kriteria 1 7. background pendidikan tidak sesuai.

665<skor≤7.67 Out Put Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.335<skor≤6. yang berupa nilai NEM sekolah sebelumnya/SMP) dan nilai terendah 3 (jika nilai input siswa rendah).995 Sesuai 3 5.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.005<skor≤5.30 Kategori Skor Tenaga Administrasi No Interval Skor Kriteria 1 7. Indikator Input siswa .31 Manajemen Kesiswaan Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Proses Skor Tertinggi 35 Pembelajaran Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 4.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. Berikut disajikan tabel data manajemen kesiswaan: Tabel 3.665 Cukup sesuai 4 4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi d) Manajemen Kesiswaan Data tentang kesiswaan dengan nilai maksimum 65 (jika input siswa baik. Input Kriteria penilaian input siswa yaitu dengan nilai maksimum sebesar 15 (jika nilai input siswa tinggi. proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 13 (jika semua butir aspek hanya minimum).79 Tabel 3.

Berikut disajikan tabel kriteria skor proses pembelajaran: Tabel 3. Output Data tentang output siswa dengan nilai maksimum 15 (jika output siswa mempunyai kualitas tinggi) dan dengan nilai minimal 3 (jika output siswa rendah).005 Optimal 3 18.33 Kategori Skor Proses Pembelajaran No Interval Skor Kriteria 1 28. Proses Pengajaran Kriteria penilaian Proses pengajaran yaitu dengan nilai maksimum sebesar 35 (jika sekolah bisa menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien) dan nilai terendah 7 (jika sekolah tidak dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien). Berikut disajikan tabel data output siswa: .335 Cukup optimal 4 13.995<skor≤18.80 Berikut disajikan tabel kriteria skor input siswa Tabel 3.005<skor≤35 Sangat optimal 2 23.995 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.32 Kategori Skor Input Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.665<skor≤23.335<skor≤28.665 Kurang optimal 5 7<skor≤13.

35 Manajemen Sarana Prasarana Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Pemeliharaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Inventarisasi Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2.81 Tabel 3.34 Kategori Skor Output Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi e) Manajemen Sarana Prasarana Data tentang sarana prasarana dengan nilai maksimum 50 (jika sekolah memiliki program pengadaan sarana prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.67 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Indikator Pengadaan . serta melakukan pemeliharaan dan inventarisasi secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika sekolah tidak memanajemen sarana prasarana secara optimal). Berikut disajikan tabel data manajemen sarana prasarana: Tabel 3.

36 Kategori Skor Pengadaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2. Pengadaan Sarana Prasarana Data tentang pengadaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pengadaan sarana prasarana disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki sekolah) dan dengan nilai minimal 3 (jika pengadaan sarana prasarana tidak terprogram secara ideal). Berikut disajikan tabel kriteria skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor pengadaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3.82 1.37 Kategori Skor Pemeliharaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat optimal 10<skor≤12 Optimal 8<skor≤10 Cukup optimal 6<skor≤8 Kurang optimal 3<skor≤6 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi . Pemeliharaan Sarana Prasarana Data tentang pemeliharaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pemeliharaan sarana prasarana dilakukan dengan optimal) dan dengan nilai minimal 3 (jika pemeliharaan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).

Berikut disajikan tabel kriteria skor inventarisasi sarana prasarana: Tabel 3.66<skor≤13.005<skor≤20 Sangat optimal 2 13.99<skor≤10. Inventarisasi Sarana Prasarana Data tentang perawatan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 20 (jika inventarisasi sarana prasarana dilakukan secara optimal) dan dengan nilai minimal 4 (jika perawatan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).38 Kategori Skor Inventarisasi Sarana Prasarana No Interval Skor Kriteria 1 16.99 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .66 Kurang optimal 5 4<skor≤7.83 3.335 Cukup optimal 4 7.005 Optimal 3 10.335<skor≤16.

Program keahlian yang diterapkan disemua SMK di Kendal baik negeri maupun swasta. Teknik Elektro. dapat dikatakan sangatlah lengkap. Dimulai dari Teknik Mesin (Otomotif). Artinya bagi mereka yang lulus SMK adalah orangorang yang siap menjalankan pekerjaan dikemudian hari sesuai dengan keahlian mereka masing-masing. Sedangkan Program keahlian . Melalui SMK mereka bisa mengembangkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki. Hal tersebut sangat menggembirakan bagi generasi muda yang ada di Kabupaten Kendal dan sekitarnya. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Teknik Pendingin dan Tata Udara. Seluruh SMK di Kabupaten Kendal merupakan sebagian kelompok SMK di Indonesia yang menjadi program percontohan Mentri Pendidikan Nasional. Bisnis Manajemen (Bismen) dan program keahlian Akuntansi. pemerintah akan menjamin lapangan kerja yang luas. menunjukkan keseriuasan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kendal.1.1 Hasil Penelitian 4. Teknik Bangunan. Tata Busana.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Kabupaten Kendal merupakan sebuah wahana pendidikan yang terus dipacu untuk dikembangkan lebih baik menuju amanat tujuan pendidikan di tingkat SMK. tidak tanggung-tanggung. Pemerintah yang selalu tanggap.84 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.

dan lain sebagainya. dimulai dari model persaingan penerimaan siswa baru. hal yang demikian tidak terjadi di SMK Kendal.85 Budidaya Tanaman. dan menentukan prestasi lulusan. Geologi Pertambangan.2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kabupaten Kendal merupakan SMK yang menerapkan banyak program keahlian. administrasi dan lain sebagainya selalu ada persaingan menjadi yang lebih baik dari seluruh SMK di Kendal. Merujuk pada kompleksnya program keahlian yang ada diseluruh SMK Kendal. Sekolah Menengah Kejuruan baik negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Kendal dapat dikatakan mempunyai persaingan yang kompetitif disetiap unsur sistem manajemen sekolah.1. 4. Lebih detail dan semakin dalam lagi. Namun demikian tidak berarti antar sekolahan saling menjatuhkan sama lain. tenaga pendidikan. Malainkan hal sebaliknya yang tersaji dalam persaingan tersebut. Teknologi hasil Pertanian. maka penulis tidak melihat lebih jauh tentang program keahlian tersebut. Banyaknya program keahlian yang di tempuh oleh sekolah. kepemimpinan kepala sekolah pun diuji dalam persaingan yang sehat dan penuh pengertian. yaitu saling melengkapi kekurangan yang dimiliki masing-masing sekolah. Penulis hanya meneliti manajemen sekolah secara umum yang diterapkan dimasing-masing Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diseluruhn Kabupaten Kendal dengan status sekolah negeri dan swasta. Pemerintah kabupaten Kendal akan berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan program keahlian tesebut. proses belajar mengajar. menjadikan sekolah tersebut . Ikan. Ternak.

98 Total 96.74 12. Berikut adalah hasil penelitian dengan menggunakan metode angket di setiap SMK Negeri dan Swasta se Kabupaten Kendal.287 2.745 Sumber: Data Penelitian (Diolah) No 1. 4.73 11.43 20.502 0.86 memerlukan kinerja manajemen yang optimal untuk mendukung berjalanya kegiatan sekolah.872 0.92 82.565 Kewirausahaan 13. tenaga kependidikan. 5. Standar Deviasi 0.332 0. 3.93 22.285 Sosial 13. A. 2. kesiswaan. Analisis diskriptif yang akan penulis sampaikan disetiap variabel beserta indikatornya. Kepala sekolah selaku penggerak utama dalam semua kebijakan untuk menjalankan amanat dimasing-masing manajemen.417 0. harus berperan kooperatif guna menciptakan kondisi yang maksimal disetiap kinerja manjemen.01 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 23. digunakan untuk lebih memudahkan dan agar komunikatif dalam mendiskripsikan hasil penelitian.47 89.95 29.18 Manajerial 32.07 12.735 Supervisi 13.18 26. Berdasarkan tabel diatas .79 10.78 12. dan manajemen sarana prasarana merupakan komponen manajemen yang harus dijaga kualitasnya agar kesemua manajemen tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan masing-masing sekolah. Manajemen kurikulum.89 12. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tabel 4.408 Nilai rata-rata secara keseluruhan pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala SMK negeri di Kabupaten Kendal.

Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Kelemahan tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. manajerial. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. . supervisi.417.87 dapat dilihat dari nilai rata-rata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. Namun dalam komponen kepemimpinan kepala sekolah. atau merupakan kelemahan dari variabel kepemimpinan kepala sekolah. berarti kepemimpinan kepala sekolah sudah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. Hal ini terbukti. Berdasarkan nilai rata-rata. dan sosial. kompetensi manajerial masih kurang maksimal bagi kepala SMK negeri. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti kecenderungan mendekati kriteria rata-rata. kewirausahaan. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah. dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. hal ini banyak dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah akan dijelaskan seperti berikut : a) Kompetensi Kepribadian Skor rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. kompetensi manajerial berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal.

Hal ini terbukti.01 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari komptensi supervisi masuk dalam kriteria sangat ideal. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.872. Hal ini dikarenakan kepala sekolah telah merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik dalam rangka profesionalisme guru. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah. Kepala sekolah juga belum secara signifikan dalam mengelolah staff guru dan karyawan. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah.88 b) Kompetensi Manajerial Kompetensi manajerial pada SMK negeri masuk dalam kriteria ideal. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0. c) Kompetensi Kewirausahaan Nilai rata-rata dari tabel 4. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 0.332. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah.01 diatas menunjukkan kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal. dan juga telah menggunakan pendekatan dan teknik . semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah melalui rapat-rapat rutin yang dilaksanakan oleh sekolah. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan.

Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah sudah bisa berkomunikasi langsung oleh masyarakat sekolah dan masyarakat luar sekolah.48 88.825 Manajerial 33.287. 3. berarti kepemimpinan kepala sekolah SMK swasta sudah mendekati kriteria sangat ideal.57 Kewirausahaan 14. e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. dan sosial. manajerial.24 Nilai rata-rata pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala sekolah pada SMK swasta. kewirausahaan.543 0.52 12. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal.94 Supervisi 14.00 11.22 21. Standar Deviasi 0.615 4.5 Sosial 14.31 12.38 0. 2. penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.21 10.365 Total 100. Kepala sekolah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian. Namun dari kelima . Hal ini terbukti.43 19.02 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 24. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. 5.01 menunjukkan kritria sangat idal. Tabel 4.89 supervisi yang tepat.2 Sumber: Data Penelitian. 4.71 25.43 29.92 75. Dengan standar deviasi menunjukkan nilai yang kecil.502.833 0. Diolah No 1.57 11.00 9.868 1. supervisi. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana.

Berdasarkan nilai rata-rata kompetensi manajerial dan supervisi kepala sekolah. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. . dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah. menggambarkan kompetensi tersebut pada kepala sekolah SMK swasta di Kabupaten Kendal berada pada kategori kedua dan berkriteria ideal.90 kompetensi kepala sekolah. Sementara itu untuk kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. hal ini dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. kompetensi manajerial dan supervisi yang masih kurang. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah seperti berikut ini : a) Kompetensi Kepribadian Perolehan nilai rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. Kelemahan pada kompetensi manajerial menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai.868. Hal ini terbukti.

38.543. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah. c) Kompetensi Kewirausahaan Skor rata-rata pada kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah. Hal ini terbukti. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai.02 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta.833. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah.91 b) Kompetensi Manajerial Pada SMK swasta kompetensi manajerial masuk dalam kriteria ideal. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 1. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4. semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. .

92

e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4.02 menunjukkan kriteria sangat ideal. Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah aktif berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekolah maupun masyarakat luar sekolah. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.615. B. Manajemen Kurikulum Tabel 4.03 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23.21 20.76 21.985 Kalender Pendidikan 9.68 8.73 9.205 Program Pembelajaran 27.97 25.22 26.595 Penilaian Hasil Belajar 18.48 17.07 17.775 Peraturan Akademik 14.00 12.71 13.355 Total 93.34 84.49 88.915 Sumber: Data Penelitian, Diolah

No 1. 2. 3. 4. 5.

Standar Deviasi 0.408 0.158 0.458 0.235 0.215 1.475

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK negeri. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti

kurikulum dan program pengajaran sekolah sudah sangat optimal. Pelaksanakan kurikulum telah sesuai dengan aturan. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini :

93

a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Analisis yang digunakan untuk menjawab penilaian pada skor rata-rata yang tertulis diatas dengan kriteria sangat optimal adalah karena seluruh SMK negeri telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan, standar isi dan praturan pelaksanaannya. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, kondisi peserta didik, kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat. Dukungan yang lebih kuat lagi datang dari staff pengajar yang mana mereka telah bertanggungjawab menyusun SILABUS dan RPP disetiap mata pelajaran yang diampunya. Sehingga dalam pencapaian

terlaksananya KTSP dalam lingkup proses belajar selalu optimal. Penilaian sangat optimal yang dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan, bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0.408. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sangat sesuai. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0.158. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK negeri sudah sangat optimal. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh SMK negeri lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai

94

penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal, seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 0.458. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test, ujian praktek, mid semester, ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN). Untuk menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian, SMK negeri juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK negeri di Kendal telah menggunakan pedoman KKM, dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik, wali murid, komite sekolah dan institusi diatasnya. Hal ini terbukti, bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0.235. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui, disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0.215.

275 Total 94.04 dengan kriteria sangat optimal adalah lebih dikarena seluruh SMK swasta telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan.585 Kalender Pendidikan 9.50 7. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.64 13. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal. 2.13 70. Diolah Standar Deviasi 0.67 19.86 Penilaian Hasil Belajar 18. Tabel 4.47 24. 4. kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat.655 3.97 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum pada SMK swasta. berarti manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK swasta sudah sangat optimal.22 Sumber: Data Penelitian. standar isi dan peraturan pelaksanaannya.31 12.345 Program Pengajaran 28. Penilaian sangat optimal yang .31 82. Pelaksanaan kurikulum sudah dilaksanakan sesuai aturan.95 No 1.50 17. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini : a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Skor rata-rata yang tertulis pada tabel 4. Namun dalam komponen manajemen kurikulum masih memiliki kekurangan pada indikator kalender pendidikan.25 21.385 1.04 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23.972 0.24 10.67 20.828 0.13 0. 3. kondisi peserta didik. 5.19 8.86 Peraturan Akademik 14.

penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 1. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. ujian praktek. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK swasta sangat optimal. seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0. Sehingga dalam menyiapkan anak didiknya. skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sesuai. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Fakta ini ditunjukkan dengan penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK swasta sebesar 0. seorang guru tidak maksimal dalam mengajar. karena waktu yang sudah habis untuk kegiatan belajar mengajar. Untuk . Akan tetapi pelaksanaan kaldik belum maksimal.13. Hal ini terbukti. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh sekolah lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal. ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN). mid semester.385. Seorang guru kadang tidak lengkap dan tuntas dalam memberi materi pelajaran.96 dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan. hal ini terlihat dengan kurang tepatnya pelaksanaan ujian semester.972.

Hal ini terbukti.828. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0.655.40 6. 2.273 Laborat 8.79 77.292 Pustakawan 8. 4.78 8.26 2.78 43. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0.34 8.49 8.05 8.295 Administrasi 8.365 0.185 Total 90. Manajemen Tenaga Kependidikan Tabel 4. C.63 7. 5. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. Diolah No 1.515 0. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai.00 7.89 7.335 0.24 7.Sek 46. . Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui. SMK swasta juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM).917 Guru 9.215 Konselor 9. 6. dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik.97 menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian. komite sekolah dan institusi diatasnya.05 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep. 3.28 40.82 0.53 0.695 0. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal. wali murid.177 Sumber: Data Penelitian. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK swasta di Kendal telah menggunakan pedoman KKM.73 84. disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya.64 7.

memfasilitasi. sarana prasarana dan hubungan masyarakat. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. membimbing. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria awal. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 0. dan melatih . Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata tenaga kependidikan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. berarti tenaga kependidikan sekolah sudah mendekati kriteria sangat ideal. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal tenaga pustakawan dan laborat. mendidik. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK negeri telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal.917. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indicator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK negeri sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. Disamping itu.98 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi tenaga kependidikan SMK negeri. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas. Dalam hal ini kepala sekolah sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing. guru juga telah memberikan motivasi. kesiswaan. Hal ini berarti tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah.

penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0.292. Dalam memberikan bimbingan dan konseling terhadap para siswa. Hal ini terbukti.215.273. sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal. mereka tidak kesulitan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi siswa dan sekolah. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau mrupakan kelemahan dari indikator pustakawan. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK negeri mendapat kriteria sesuai. penyimpangan dalam aspek tenaga konslor dari masing-masing sekolah negeri hanya sebesar 0. Dapat dibuktikan. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga telah maksimal dilaksanakan. . bahwa penyimpangan dalam indicator pustakawan hanya sebesar 0. Namun demikian tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin. guru selalu tepat pada tujuan yang diinginkan saat membimbing dan saat memberikan konseling.99 peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. Dengan latar belakang yang cocok dengan pekerjaannya. Hal ini terbukti.

maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. . kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai.100 e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. Fakta ini terbukti. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal. baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya.295. Di SMK negeri belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0.185. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan.

berarti manajemen tenaga kependidikan SMK swasta sudah mendekati kriteria ideal.19 79. 2.39 8.75 7. Diolah Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen tenaga kependidikan pada SMK swasta.13 7.50 6. kesiswaan. Namun dalam komponen tenaga pustakawan dan laborat masih kurang.475 Guru 9.77 7.63 5. sarana prasarana dan hubungan masyarakat.31 0. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria ratarata.63 35. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal.08 0. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas. 3.08 8.35 6.Sek 44. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen tenaga kependidikan berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal.06 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep. 5.48 Administrasi 9.303 Sumber: Data Penelitian.43 Konselor 8. Secara keseluruhan tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK swasta telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal.347 Laborat 8. 6.101 No 1.27 7.21 0.01 69.78 40.105 0.19 0. 4. Tabel 4.92 8.342 Total 89.23 Pustakawan 8.1 3.205 1. sehingga kepala sekolah .

mendidik. sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal.475. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK swasta mendapat kriteria sesuai.23. dan melatih peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan. penyimpangan dalam aspek tenaga konselor dari masing-masing sekolah swasta hanya sebesar 0. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau masih ada kelemahan pada indikator pustakawan. Akan tetapi tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin. guru juga telah memberikan motivasi. Disamping itu.102 sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing.43. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 1. Hal ini terbukti. memfasilitasi. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga . penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0. Hal ini terbukti. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indikator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK swasta sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. membimbing.

Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai.48. bahwa penyimpangan dalam indikator pustakawan hanya sebesar 0. Fakta . f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata pada aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik. Di SMK swasta belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya. Dapat dibuktikan. kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik.103 telah maksimal dilaksanakan. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan.347. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal.

berarti manajemen kesiswaan SMK negeri sudah sangat tinggi.63 13.465 Proses 32. Diolah No 1. Manajemen Kesiswaan Tabel 4.69 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi kesiswaan SMK negeri. dan mereka cendrung untuk memilih SMK negeri terlebih dahulu dari pada SMK swasta.26 28. D. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kesiswaan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi.278 0. 2. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.104 ini terbukti. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan.342. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK negeri mendapat kriteria sangat tinggi.19 Total 43. Standar Deviasi 0.30 12.655 Sumber: Data Penelitian.07 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi. .12 30. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0.

Tingkat kelulusan dalam .46 Total 11. Hal ini terbukti.12 9.553 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK negeri. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0. output SMK negeri sudah termasuk dalam kriteria tinggi. No 1.105 Karena banyaknya peminat yang ingin masuk pada SMK negeri. berarti output (lulusan) SMK negeri sudah mendekati kriteria tinggi. Hasil analisis angket penelitian menunjukkan. maka SMK negeri menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.46 Sumber: Data Penelitian.69. efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi. Tabel 4. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK negeri sangat tinggi. Diolah Standar Deviasi 0.08 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 13.80 11. Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan criteria sangat optimal.278.

78 29. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi.455 Total 41.09 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14.95 Sumber: Data Penelitian. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.52 10. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.106 kurun waktu 4 tahun terakhir mengalami peningkatan.675 1. 2.495 Proses 34. Siswa yang diterima diperusahaan untuk bekerja semakin meningkat. berarti manajemen kesiswaan SMK swasta sudah sangat tinggi. Karena banyaknya siswa yang ingin masuk pada SMK swasta. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK . Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kesiswaan berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK swasta mendapat kriteria sangat tinggi.13 24. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan. Diolah No 1.47 12. Tabel 4. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Standar Deviasi 0. maka SMK swasta menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru. dengan demikian secara keseluruhan grafik perkembangan akademik mengalami kenaikan.558 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kesiswaan pada SMK swasta.

107 swasta sangat tinggi.53 Total 10. .52 8. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi. Standar deviasi tersebut menunjukkan perlu adanya perbaikan sistem pada model penerimaan siswa baru.675.10 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 12. Perbaikan ini harus terus dijalankan untuk bisa bersaing dengan SMK negeri. artinya output (lulusan) SMK swasta sudah mendekati kriteria tinggi. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan kriteria sangat optimal. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0. Standar Deviasi 0. Hal ini terbukti. Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif.663 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK swasta.54 10. efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi. Diolah No 1. nilai standar deviasi yang kecil berarti semakin mendekati nilai rata-rata. Sedangkan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.53 Sumber: Data Penelitian. Tabel 4. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK swasta hanya sebesar 1.558.

Pemeliharaan 13.72 14. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1.108 E. Sedangkan untuk aspek pengadaan dan inventarisasi hanya berkriteria optimal. sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah. Karena pada aspek pengadaan sarpras.05 35. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat optimal.353 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi sarana dan prasarana SMK negeri. berarti manajemen sarana dan prasarana SMK negeri sudah mendekati kriteria sangat optimal.11 10.95 12.97 Total 44. .085 3.93 39. Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana untuk unsur pemeliharaan mencapai taraf sangat optimal. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.378 0.392 0.583 1. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan inventarisasi sarana prasarana.11 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Negeri No. Pengadaan 13. Inventarisasi 17. SMK negeri tidak membutuhkan sarpras yang baru.999 Sumber: Data Penelitian. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas.76 11.935 2. Manajemen Sarana dan Prasarana Tabel 4. Diolah Standar Deviasi 0.22 10. jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja.22 15.

109

Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392. b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK negeri mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK swasta, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, mereka juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK negeri hanya sebesar 0.378. Walaupun sudah unggul dari SMK swasta, SMK negeri harus lebih meningkatkan kualitas dan tata cara penjagaan sarpras disekolahan. Karena jika dilihat masih terdapat penyimpangan nilai dari skor rata-rata pada aspek pemeliharaan. Sehingga dengan peningkatan tata cara pemeliharaan sarpras, diharapkan umur ekonomis dari barang tersebut masih cendrung utuh atau sedikit penyusutannya. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583.

110

Tabel 4.12 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Swasta No. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1. Pengadaan 13.75 10.00 11.875 2. Pemeliharaan 14.00 9.89 11.945 3. Inventarisasi 18.50 13.64 16.07 Total 46.25 33.53 39.89 Sumber: Data Penelitian, Diolah

Standar Deviasi 0.625 0.685 0.81 2.21

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen sarana dan prasarana pada SMK swasta. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti manajemen sarana dan prasarana SMK swasta sudah mendekati kriteria optimal. Namun terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan pemeliharaan sarana

prasarana. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas, jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja. Karena pada aspek pengadaan sarpras, SMK swasta tidak membutuhkan sarpras yang baru, sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah. Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392.

111

b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK swasta mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK negeri, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, SMK swasta juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti,

penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK swasta hanya sebesar 0.378. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583. Standar deviasi menunjukkan perlu adanya pendataan kembali sarpras yang dimiliki sekolah. Karena sangat rugi jika sarana yang telah dimiliki oleh sekolah hilang, dan akhirnya system pendidikan yang ada disekolah dirugikan
Tabel 4.13 Rekapitulasi Skor Kinerja Manajemen Sekolah Negeri dan Swasta

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Variabel Penelitian Kepemimpinan Kepala Sekolah Kurikulum Tenaga Kependidikan Kesiswaan Sarana dan Prasarana Output

SMK Negeri 89.745 88.915 84.26 43.655 39.999 11.46

SMK Swasta 88.2 82.22 79.1 41.95 39.89 10.53

Sumber: Data Penelitian, Diolah

Tabel 4.13 menunjukkan secara keseluruhan kinerja manajemen sekolah antara SMK negeri dan swasta. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK

1 Kinerja Manajemen SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal 1.915 (sangat optimal). Terlihat bahwa SMK negeri lebih unggul sedikit dari SMK swasta. kriteria yang diterima baik SMK negeri maupun swasta dalam kategori yang seimbang. serta output 10. dan manajemen sarana prasarana 39.745 (sangat ideal).2 (sangat ideal). Akan tetapi.53 (tinggi). manajemen kurikulum 82.89 (optimal).46 (tinggi). manajemen kesiswaan 41.95 ( sangat tinggi).22 (sangat optimal). manajemen kesiswaan 43. kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha dilingkungan Kendal dan . hanya pada aspek kompetensi manajerial pada kepala sekolah negeri dan swasta belum bisa optimal atau merupakan kelemahan pada aspek tersebut.655 (sangat tinggi).1 (ideal).2.26 (sangat ideal). manajemen sarana prasarana 39. manajemen tenaga kependidikan 79. kinerja manajemen sekolah di SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal dalam kondisi maksimal sesuai dengan teori dan Permendiknas tahun 2007. manajemen tenaga kependidikan 84. Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berjumlah 88. Artinya.999 (optimal) serta output 11. 4.2 Pembahasan 4. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam hal kepemimpinan kepala sekolah.112 negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berjumlah 89. manajemen kurikulum 88. Kelemahan dalam aspek kompetensi manajerial dikarenakan dalam merumuskan kurikulum. kepala sekolah SMK negeri dan swasta sudah sangat optimal pada semua kompetensi.

sekolah juga dapat mengelola kelulusan agar bisa bekerja pada perusahaan terkait. dagang maupun jasa di wilayah Kabupaten Kendal. Hal ini memberi arti bahwa harus ada perbaikan pada SMK se-Kabupaten Kendal. Sedangkan alasan mengapa kerjasama antara sekolah dan perusahaan tidak terjadi. Menurut Kemenade dan Garre (2003. Kegiatan kerjasama hanya sebatas dalam lingkup kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) saja. adalah karena pihak sekolah belum siap dengan tenaga pendidik yang ada untuk mengikuti perkembangan teknologi perusahaan. atau yang sering dikenal dengan kebutuhan yang berorientasi pada pelanggan. baik perusahaan manufaktur. Artinya bahwa kompetensi manajerial dalam dimensi pengelolaan dan pengembangan kurikulum serta kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan tujuan pendidikan belum dilaksanakan oleh kepala sekolah. Fakta diatas disebabkan kepala sekolah belum mengadakan hubungan kerja sama dengan perusahaan. belum mencapai tahap kerjasama perkembangan teknologi dan pengelolaan kelulusan. karena alasan diatas menunjukkan bahwa pihak sekolah dinilai belum mampu menjamin out put yang berkualitas untuk pelanggan atau dunia usaha.33) dalam Martinis Yamin (2007. Penyebab lain adalah karena pihak perusahaan menganggap bahwa kerjasama dengan sekolah tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan. Padahal disamping untuk mengetahui perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan dan untuk memperbaiki kualitas kelulusan.113 sekitarnya.78) menyebutkan bahwa standarisasi kelulusan pendidikan .

4) memiliki pemahaman bahwa kerja adalah suatu proses. kemandirian dan ketercapaian sasaran dan dampak manajemen sekolah. Sementara itu. aspek yang belum maksimal adalah kerjasama diluar (ekstern) sekolah. Kerjasama yang perlu dilakukan pada jenjang SMK adalah kerjasama sekolah dengan dunia usaha. dan belum bisa memberikan tugas dan tanggungjawab kepada bawahannya yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. 6) komitmen untuk peningkatan terus menerus. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. karena hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas lulusan. Merujuk pada penelitiannya Daman (2001). Pada penelitian ini. sehingga profesionalitas didalam sekolah tidak bisa tercipta. kerjasama intern dan ekstern sekolah. 3) mampu membuat keputusan berdasarkan fakta. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. . 2) memiliki pengetahuan praktis dan aplikasi alat-alat total quality management (TQM). temuan pada SMK swasta adalah terdapat kelemahan pada kompetensi supervisi. Jadi bisa disimpulkan bahwa temuan dari penelitian ini tidak konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Daman.114 mempersyaratkan delapan kategori. 5) berorientasi pada kelompok. Kepala sekolah hanya memberikan tugas-tugas sekolah kepada orang-orang kepercayaannya saja. yaitu : 1) berorientasi pada pelanggan. bahwa pelaksanaan manajemen sekolah harus memenuhi syarat tentang keterbukaan manajemen. 7) pembelajaran aktif. tidak memantau secara berkala perkembangan peserta didik.

pengalaman dan potensi serta sikap SDM yang ada di sekolah maupun masyarakat secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Sedangkan penyebab ketidaksesuaian pemberian tanggungjawab dari kepala sekolah kepada bawahannya adalah kurangnya tenaga pendidik yang ada dalam sekolah. . Upaya untuk meningkatkan kompetensi supervisi dapat dilakukan dengan upaya pendayagunaan SDM adalah upaya-upaya memanfaatkan pengetahuan. sehingga dibiarkan saja dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikelas. keterampilan. pengalaman dan sikap seseorang dengan mnggunakan moto ”the right man on the right place”. Pendayagunaan SDM ini dapat dilakukan dengan: a) Mengidentifikasi tugas yang harus dikerjakan. d) Merumuskan tugas dan tanggung jawab (pembagian kerja secara individual maupun secara kelompok) dengan koordinasi yang memadai. sehingga hanya orang yang dipercaya kepala sekolah saja yang digunakan untuk memegang mata pelajaran yang sebenarnya tidak sesuai dengan keahlian dan profesionalitas. tidak tepatnya penanganan masalah dalam kelas dan kurang bisa memotivasi peserta didik dalam belajar. minat dan sikap SDM yang ada.115 Penyebab dari fakta diatas adalah kepala sekolah mengganggap bahwa guru yang mengajar dikelas sudah memiliki kemampuan yang maksimal. b) Mengidentifikasi kemampuan. Padahal sebenarnya masih banyak guru tidak berkualitas dalam KBM. c) Mengupayakan agar tugas-tugas dilaksanakan oleh tenaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. Seperti kurang tepatnya metode pembelajaran dengan pokok bahasan.

pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta memperoleh kriteria sangat optimal.23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. Indikator lain seperti kalender pendidikan. penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. 2. menilai. f) Lakukan supervisi secara berkala dan sampaikan umpan balik dari hasil supervisi dengan segera. mengidentifikasi. Manajemen Kurikulum Secara keseluruhan berdasarkan hasil analisis angket penelitian. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. penguasaan atas tujuan belajar dalam kurikulum harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan. Dalam ranah kognitif misalnya.22 dan No. penilaian hasil belajar dan peraturan akademik yang dipakai juga telah dilaksanakan dengan sangat optimal.116 e) Intensifkan komunikasi antara pimpinan dan staf dan sesama staf untuk mendiskusikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bersama maupun tanggung jawab masing-masing. . Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. Seperti yang dikatakan oleh Yusufhadi (2004:732). Karena kurikulum yang di terapkan di semua SMK negeri dan swasta adalah kurikulum KTSP. dan mengulang. Pelaksanaan kurikulum KTSP berdasarkan Permendiknas tahun 2007 No. dan mencipta. program pembelajaran.

Mengacu pada penelitian tersebut. Hal ini dikarenakan tingkat kontrol terhadap kaldik masih lemah. 2) masih banyak guru yang tidak masuk pada awal tahun ajaran. sehingga mengakibatkan konsentrasi persiapan belajar siswa terganggu. dan perencanaan kaldik belum secara keseluruhan disesuaikan dengan . Menurut Yuliningtias (2008:150) bahwa salah satu ketercapaian tujuan pendidikan adalah pelaksanaan kaldik dengan tepat sesuai dengan yang direncanakan. dapat dipastikan mengalami keterlambatan dalam pencapaian tujuan. maka dimungkinkan sekolah akan melenceng dari tujuan awal yang telah ditetapkan. maka kaldik pada SMK swasta tidak konsisten. Ketidakjelasan ini terjadi karena sekolah tidak pernah memberi wewenang kepada salah satu tenaga kependidikannya untuk mengawasi dan mengontrol keberlangsungan kegiatan kaldik. Kalaupun tidak melenceng. Kelemahan ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik kurang maksimal diterapkan. sehingga mengakibatkan banyak waktu yang kosong terbuang. Hal ini yang membuat tujuan belajar belum tercapai sesuai dengan yang dirumuskan oleh Yusufhadi. 1) pelaksanaan ujian nasional sering mengalami ketidaktepatan. Penyebab dari lemahnya pelaksanaan kontrol terhadap kegiatan kaldik adalah kurang jelasnya peran pihak yang bertanggung jawab atas kontrol kegiatan kaldik.117 Akan tetapi di SMK swasta ada kelemahan pada indikator kalender pendidikan (kaldik). Sebagai contoh kegagalan dalam kaldik yaitu . Jika kegiatan pendidikan yang terjadi terlepas dari ramburambu kaldik.

konselor. pustakawan. belum sesuai dengan bidang keahliannya. Hal ini tidak konsisten dengan tenaga laborat dan pustakawan dimasing-masing sekolah. berdaya guna dan berhasil guna. laborat. dan tenaga administrasi secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. Sekolah memiliki tenaga kependidikan yang lengkap. seperti wakil kepala sekolah. konselor. Temuan peneliti perihal tersebut masih terkait soal kurangnya dana untuk menggaji tenaga laborat dan pustakawan. pustakawan. Manajemen Tenaga Kependidikan Pelaksanaan ke-enam manajemen tenaga kependidikan yang meliputi wakil kepala sekolah. 3. baik jangka pendek. Fakta diatas terjadi karena pada SMK negeri dan swasta belum mempunyai kualifikasi akademik yang memadai untuk tenaga laborat dan pustakawan.118 perencanaan tujuan sekolah. Akan tetapi masih terdapat kelemahan pada tenaga pustakawan dan laborat. . mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. guru bidang studi. dan interes kerjanya. guru. laborat dan tenaga administrasi. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. menengah dan jangka panjang. Padahal seharusnya sekolah menempatkan tenaga khusus untuk fokus pada tugas laborat dan tugas pengelolaan perpustakaan. ijazah/keahliannya. Sehingga untuk alokasi tenaga laborat masih dipegang secara rangkap oleh guru masing-masing bidang studi. Sedangkan untuk pustakawan. dengan memperhatikan latar belakang pendidikan.

Artinya terjadi hubungan kausalitas/sebab-akibat yang cukup signifikan. Jasman (2002) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada manajemen proses pembelajaran terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. jikalau sekolah swasta mengintensifkan pegembangan potensi maka kelemahan tersebut akan dapat diatasi. maka alasan tersebut harus ditolak. Karena proses pembelajaran yang . Artinya. Jika alasan sekolah untuk proses pembelajaran kurang optimal dikarenakan dari in putnya kurang baik atau tidak berkualitas.119 4. maka akan menyebabkan kualitas pendidikan yang rendah. Sistem dimana antara masing-masing unsur akan saling berpengaruh. Temuan Jasman menunjukkan bahwa proses pembelajaran tanpa dikelola dengan baik. Manajemen Kesiswaan Secara keseluruhan skor manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi kriteria yang dimiliki oleh masing-masing SMK menunjukkan bahwa sekolah telah berusaha maksimal dalam menyaring siswa baru dan telah optimal dalam menciptakan kondisi belajar mengajar. Temuan ini sesuai dengan teori input-process-output yang disampaikan oleh Suparlan dkk bahwa elemen-elemen sekolah dianggap sebagai suatu sistem. Lebih lanjut Suparlan menggariskan salah satu indikator keberhasilan MBS pada aspek peserta didik adalah dengan adanya kemampuan pengembangan potensi. Beberapa upaya diantaranya dengan melakukan variasi pembelajaran dengan mengkolaborasikan dengan media pembelajaran yang tepat dan efektif.

menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan dibantu oleh wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana. 6. untuk menghindari pengangguran mereka menutupi permasalahan tersebut dengan berwirausaha dan melanjutkan ke perguruan tinggi. 5. namun demikian belum secara keseluruhan SMK se-Kabupaten Kendal para lulusannya terserap dalam dunia usaha. Menurut Bafadal (2003:5) secara umum. Hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sarana prasarana. Dalam manajemen kesesiswaan baik negeri maupun swasta. telah konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Jasman. tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien.120 berkualitas datangnya dari manajemen proses pembelajaran yang berkualitas pula. baik SMK negeri maupun swasta para lulusannya telah banyak memasuki dunia usaha. Tujuannya adalah untuk mengupayakan . Artinya walaupun tidak berkriteria sangat tinggi. Aspek Out Put (Lulusan) Pada aspek lulusan rata-rata yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. Bagi yang belum bisa bekerja karena belum diterima di industri tertentu. Manajemen Sarana dan Prasarana (Sarpras) Manajemen sarana dan prasarana sekolah di maksudkan agar sarana prasarana pendidikan tetap memberikan kontribusi secara optimal dalam proses pendidikan.

Begitu juga dengan tidak maksimalnya inventarisasi sarpras pada SMK negeri dan pemeliharaan sarpras pada SMK swasta. Dalam hal pengadaaan. Sedangkan SMK swasta memiliki kelemahan pada pengadaan dan pemeliharaan. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. Pada SMK negeri. terjadi ketidakoptimalan dikarenakan tidak mempunyai dana untuk pembelian sarpras. 1) kurangannya dana untuk membeli sarpras. dan 2) tidak membutuhkan sarana yang baru.121 pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. Sedangkan pada SMK swasta. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. . SMK negeri mempunyai dua alasan untukmenjawab ketidak optimalan dalam pengadaan sarpras. kedua-duanya didasari dengan alasan kurangnya biaya dalam kegiatan tersebut. pelaksanaan yang menjadi titik lemah manajemen sarana dan prasarana (sarpras) adalah pada pengadaan dan inventarisasi sarpras.

sehingga iklim inovatif disekolahan tidak berkembang. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. sehingga tenaga pendidik dan siswa tidak terpantau perkembangannya. dapat disimpulkan bahwa pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-kabupaten Kendal memiliki kinerja manajemen sekolah sebagai berikut: 1. yaitu pada aspek kalender pendidikan dengan kriteria sesuai. Hal ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik .1 Simpulan Berdasarkan pembahasan analisis data yang telah diuraikan pada bab IV.122 BAB V PENUTUP 5. Namun pada SMK swasta terdapat kriteria yang belum maksimal. Hal ini dikarenakan dalam merumuskan kurikulum. 2. Aspek manajemen kurikulum Manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta berkriteria sangat optimal. Sedangkan kelemahan lainnya pada SMK swasta terdapat pada kompetensi supervisi. kepala sekolah belum bisa menyesuiakan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha. Akan tetapi antara SMK negeri dan swasta memiliki kekurangan yang sama dalam kompetensi manajerial dengan kritria ideal. Aspek Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan kepala sekolah pada SMK negeri dan swasta memiliki kriteria sangat ideal.

5. hal ini disebabkan SMK swasta mendapatkan input dari siswa yang belum mendapat kesempatan diterima pada SMK negeri. Sedangkan indikator PBM tercatat sudah maksimal dilaksanakan. 3. fakta ini dikarenakan rata-rata background pendidikan laboratorium dan pustakawan tidak sesuai dengan profesinya. Namun pada SMK negeri belum maksimal pada indikator pengadaan . 6. walaupun sebenarnya sebagian besar telah dapat bekerja. 4. Aspek manajemen sarana prasarana Manajemen sarana prasarana memiliki skor rata-rata dengan kriteria optimal. Namun. Pada aspek out put (lulusan) Aspek out put (lulusan) dalam manajemen kesiswaan rata-rata skor yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. sehingga tujuan belajar belum bisa tercapai secara dengan baik. baik SMK negeri dan swasta samasama memiliki kekurangan pada tenaga laboratorium dan pustakawan. SMK negeri memiliki input yang sedikit lebih bagus kualitasnya dari pada SMK swasta.123 kurang maksimal diterapkan. Kriteria tersebut dikarenakan belum semua tamatan terserap oleh lowongan kerja yang ada. Pada aspek manajemen kesiswaan Manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi. Pada aspek manajemen tenaga kependidikan Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal.

Baik kepala SMK negeri maupun swasta hendaknya meningkatkan kompetensi manajerial. Untuk SMK swasta disarankan pada kompetensi supervisi. membantu dan membimbing tenaga kependidikan. 2. mengkoordinasi.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas. hendaknya perekrutan karyawan laboratorium dan pustakawan harus disesuaikan background pendidikan dengan profesi yang akan ditekuninya. . Dalam aspek tenaga kependidikan. Upaya ini agar kegiatan belajar mencapai titik efektif dan efisien. dengan selalu membuat kurikulum yang sesuai kebutuhan pelanggan atau dunia usaha. sedangkan SMK swasta pada indikator pengadaan dan pemeliharaan. kepala sekolah hendaknya mengarahkan. Aspek manajemen kurikulum di SMK swasta hendaknya lebih ditingkatkan dalam hal Kalender Pendidikan (kaldik).124 dan inventarisasi sarpras. b. Pada aspek kepemimpinan kepala sekolah. dari penelitian ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. saran yang dapat diajukan adalah : a. 5. 3. Agar dapat memperbaiki kualitas peserta didik dengan mengoptimalkan proses pelajar mengajar. Yaitu dengan membuat kaldik sesuai tujuan pendidikan ditingkat sekolah maupun ditingkat nasional dan dilaksanakan disertai kontrol yang ketat sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

Kemudian pada aspek inventarisasi hendaknya menata dan mencatat kembali sarana prasarana yang telah dimiliki agar bisa terjaga dan termonitor keberadaannya. Pada aspek manajemen sarana prasarana. . disarankan : a. 5. Aspek out put atau lulusan. b.125 4. hendaknya sekolah mengadakan kontrak perjanjian dengan perusahaan-perusahaan didalam wilayah Kendal maupun diluar Kendal untuk memberi informasi tentang teknologi mutakhir yang digunakan agar sekolah dapat menyesuaikan melalui kurikulumnya. sehingga para lulusan tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang disyaratkan oleh perusahaan untuk bekerja. Hendaknya SMK negeri untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras untuk mendukung kegiatan belajar. Kemudian pada aspek pemeliharaaan ditingkatkan supaya sarana prasarana yang dimiliki disekolah bisa mendukung proses pendidikan. Untuk SMK swasta disarankan untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras guna mendukung kegiatan belajar.

FIP Unnes. S. Tesis. Landasan Manajemen Pendidikan. 2003. Jakarta: PT. Husein. 2003. Andini. Penyusunan Skala Psikologi. 2004. 2003. Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SLTP Kota Semarang. Jakarta: Buku I Konsep dan Pelaksanaan Fattah. Nanang. Hani. Muhammad. Bafadal. 2000. Remaja Rosdakarya Handoko. Bandung : PT.. Bandung: Angkasa. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Suharsimi. Edisi IV. Konstribusi Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat Dasar di Jawa Tengah. 2002. 2008. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. Metode Riset Perilaku Organisasi. Depdiknas. PT Gramedia Pustaka Utama. Skripsi. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) dan Kemungkinan Penerapannya. Yogyakarta : BPFE Hamonangan. Kesiapan Pengelolaan dan Pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Grobogan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar As’ad. Universitas Negeri Semarang (UNNES). 2002. Jakarta : Rajawali Press Azwar. kesiswaan. Saifudin. Indarno. Yogyakarta: Liberty Ali. Ibrahim. 2007. sarana dan prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara. Kota Padang Panjang Arikunto. Jakarta. Laporan Penelitian.126 DAFTAR PUSTAKA Abbas. Bumi Aksara Daman. Mohamad. Penelitian Pendidikan. Manajemen. 2002 . Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi Industri. kependidikan (personalia). 1993. 2005. 2003. Semarang: Sari Penelitian-Lemlit UNNES. Helmi. Arsika Sari. 2001. Jasman. Analisis kinerja manajemen kurikulum. Umar. . Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.

Analisis Portofolio Kinerja Manajemen Madrasah (MA) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Rembang. 2004. 2003. 2008. Daya Tarik Iklan Produk Rokok Gudang Garam Merah di Media Televisi. Manajemen Sumber daya Manusia Perusahaan. Sri. 2002 . Bandung: Remaja Rosdakarya Margono. Semarang . Mathis. Semarang : UNNES PRESS Sagala. 2008. Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Syaiful. Manajemen Berbasis Sekolah. 2007. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Yusufhadi. 2000 . 2005. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Martinis. Jakarta : Gaung Persada Press Jakarta Yulinintiyas. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.P. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Jurnal Guru N0. Manajemen Berbasis Sekolah. Novia. 2004. 2004. 2004. Tarsito Suprihatin. Yamin. 2005. Skripsi. Jakarta : Grasindo Sudjana. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Mangkunegara. Bandung : PT. Skripsi. A. Moh. Bandung : PT. 2007. 2001. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. 02 Volume 02 Desember 2005. Jakarta : Fajar Interpratama Offset Menteri Pendidikan Nasional. Bandung : ALFABETA Setiyowati. Fakultas Ekonomi Univrsitas Islam Indonesia. Efisiensi Manajemen Pendidikan Untuk Peningkatan Mutu SMK. Jakarta: Rineka Cipta Nazir. S. Robert L & John H. Remaja Rosdakarya Morphy. Bogor : Ghalia Indonesia Nurkholis. 2007. Universitas Negeri Semarang (UNNES) . Metoda Statistika. Ivery. Jackson. Metode Penelitian. Manajemen Sekolah. Metode Penelitian Pendidikan.127 Mulyasa. Kota Padang Panjang Miarso.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful