ANALISIS KINERJA MANAJEMEN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI DAN SWASTA SE-KABUPATEN KENDAL

SKRIPSI
Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Agus Nur Ikhsan Kurniawan 3301404526

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009
i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan kesidang panitia ujian pada: Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Sukardi Ikhsan,M.Si NIP 130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si NIP 132205936

Mengetahui, Ketua Jurusan Akuntansi

Drs. Sukirman. M.Si NIP 131967646

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada: Hari :

Tanggal :

Penguji Skripsi,

Rediana Setyani, S.Pd., M.Si. NIP. 132320173

Anggota I

Anggota II

Drs. Sukardi Ikhsan, M.Si. NIP.130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si. NIP.132205936

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si. NIP. 131658236

iii

baik sebagian atau seluruhnya.3301404526 iv . bukan karena jiplakan dari karya tulis orang lain. Januari 2009 Agus Nur Ikhsan Kurniawan NIM.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. Semarang.

dan begitu juga sebaliknya”.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto . do’a dan dukungannya. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan. akan tetapi sebenarnya Tuhan telah memberikan sesuatu kepadamu. kupersembahkan karyaku ini dengan penuh cinta dan ketulusan untuk : • Ibu bapakku tercinta. Dengan tanpa mengurangi rasa syukurku pada Allah SWT. kasih sayang. (Ibnu Atha’illah dalam Gubuk Maya Gus Mus) “Tak ada rahasia untuk mencapai sukses. (Imam ibnu Atha’illah As Sakandary dalam kitab Al Hikam) “Menunda amal perbuatan yang baik karena menanti-nanti kesempatan yang lebih baik merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa”. bantuan. • Dek Barid YNs terima kasih atas do’a. “Didalam kehidupan terkadang Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan. (General Colin Power) Persembahan . dukungan dan semangatnya. • Adikku Dwi Maghfiroh makasih atas do’a dan semangatnya. terima kasih atas cinta. kerja keras dan mau belajar dari kegagalan”. • Teman-teman pendidikan akuntansi 2004 v .

Si Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. Sukirman. Kepala BAPPEDA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. S. 2. 6. berkah dan hidayah-Nya. 5.• Teman-teman kost Zona Ngapak • Almamaterku KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat. Drs. Drs. M. Sudijono Sastroatmodjo. Rektor Universitas Negeri Semarang. Dekan Fakultas Ekonomi 3. 4. M. M. Drs.. M.Si Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. Prof.Si.Pd.Si. Amir Mahmud. Agus Wahyudin. H. Oleh karena itu. vi . Ketua Jurusan Akuntansi yang telah memberikan surat ijin penelitian. M.Si. Sukardi Ikhsan. Drs. rasa terima kasih yang tulus penulis ucapkan kepada: 1. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta Se-Kabupaten Kendal” Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik dan selesai tepat waktu tanpa adanya dukungan dan batuan dari berbagai pihak.

Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. 12. 9. adikku beserta keluarga besarku atas do’a dan dukungannya. 13. Kepala DIKPORA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. Ibu. Semoga bantuan yang telah diberikan kepada penulis menjadi catatan amal baik.7. bapak. 10. Teman-temanku dikost Zona Ngapak beserta alumninya atas bantuan dan motivasinya. Januari 2009 Penulis vii . Dek Barid YNs atas do’a dan semangatnya. Guru-guru di SMK se-Kabupaten Kendal yang telah bersedia membantu penulis dalam mengisi angket penelitian. Semarang. Kepala SMK se-Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 8. 11. Pada akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat. serta mendapat pahala yang setimpal dari Allah yang Maha Pemurah.

2009. manajemen tenaga kependidikan ideal. serta output berkriteria tinggi. Kata Kunci : Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta. manajemen kesiswaan. Formula agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa kinerja manajemen sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Kendal sudah optimal. manajemen tenaga kependidikan. M. Variabel dalam penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah. Metode pengumpulan data. manajemen tenaga kependidikan. manajemen kurikulum. Pembimbing II: Amir Mahmud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah. dengan metode angket. Agus Nur Ikhsan. manajemen kurikulum. Pada aspek sarana prasarana. Sampel penelitian berjumlah 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta dengan teknik populasi sampling. Pada perekrutan tenaga laborat dan pustakawan sebaiknya di cari orang yang memiliki keahlian dibidangnya. SMK viii . manajemen sarana prasarana optimal. M. Saran dalam penelitian ini masing-masing kepala sekolah baik SMK negeri maupun swasta hendaknya dapat mengoptimalkan kompetensi manajerialnya. manajemen kurikulum sangat optimal.SARI PENELITIAN Kurniawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK negeri dan swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17. manajemen kesiswaan sangat tinggi. dan manajemen sarana prasarana. Khusus pada SMK swasta ditambah lagi untuk dapat mengoptimalkan program supervisi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pemerintah merasa perlu untuk menerapkan manajemen berbasis sekolah. Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berkriteria sangat ideal. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment. Pada aspek out put. Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta Se-Kabupaten Kendal. manajemen tenaga kependidikan sangat ideal. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. hendaknya sekolah merencanakan dampak yang akan dialami oleh lulusannya. sedang uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. dan manajemen sarana prasarana optimal serta output berkriteria tinggi. Metode analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif dengan kategorisasi skor tiap variabel. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengelola sekolah secara mandiri. dan manajemen sarana prasarana di SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal. S. manajemen kesiswaan.Si. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berkriteria sangat ideal.Pd. Pembimbing I: Drs. Sukardi Ikhsan.. Pada aspek kurikulum hendaknya SMK swasta membuat kalender pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan.Si.. manajemen kesiswaan sangat tinggi.. manajemen kurikulum sangat optimal.

.............................................................. 1.........................4 Manfaat Penelitian ........................... PERNYATAAN ............................. DAFTAR GAMBAR .....................2 Rumusan Permasalahan .................................................... Sedangkan untuk SMK swasta disarankan dalam pengadaan dan pemeliharaaan agar ditingkatkan..................................... 1........... PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................................................................................. i ii iii iv v vi viii ix xii xiii xvi 1 1 10 11 11 13 ix ................................ 1..................................3 Tujuan Penelitian .......................................................... KATA PENGANTAR . HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................................................................................................................................................................................ BAB II LANDASAN TEORI .................. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................................. SARI PENELITIAN ..................................................................... 1.................................................................. DAFTAR TABEL ............... DAFTAR ISI .............................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN ....negeri hendaknya meningkatkan usahanya dalam pengadaaan dan inventarisasi secara lengkap..............................1 Latar Belakang Masalah ............... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ......

................... 17 2...........................................................1 ..............Fungsi -fungsi Manajemen Sekolah .Penger tian Manajemen Sekolah ...................................... 13 2......................................................3...Manaj emen Sekolah .................................................................................................................................. 16 2...............................................................1 ..................3.........................................................................................5 ..............1....Penger tian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen .........................Fungsi -fungsi Manajemen .............................................................................................................................1 ...........................................2.............1................................................................................................................2................................................................ 13 2................Tujuan Manajemen Sekolah .......................................................3............................... 16 2......................................................4 ....................................................................................Kinerj a ...2 ................................................................................................ 13 2...........Prinsip -prinsip Manajemen Sekolah ........................3..3 ....Penger tian Kinerja ..........................2 ................... 18 2.........3.....................................................................................................................Penger tian Manajemen . 21 2..........2.. 22 x ............. 14 2......2.......................3......................................Kepem impinan Kepala Sekolah ....................................................................... 13 2.................

......Jenis Penelitian ..............................................................................6 ...2............................4....................... 53 3...... 46 53 3...................................................................Manaj emen Komponen-komponen Sekolah ...............4.........................................................................................Popula si Penelitian .......................................... 3.........................5..4..............................................4................................ 54 3........... 26 2.............................................................Variab el Penelitian ................Kerang ka Berfikir .................. 3......................................4..............................................................................................................Hasil Penelitian Terdahulu ..... 53 3.........................................................................Hasilhasil yang sudah diteliti .......... 42 2..................................2............................................Metod e Pengumpulan Data ......................... 44 2...............................................................................................................1 Metode Angket ..Kajian Penelitian yang telah dilakukan ........1................................................................................................................................................. 58 58 3.................................Validit as dan Realibilitas ........ 42 2...........................5...........3.....................................................................................................2 .............................................1 ............... 60 60 xi ................................................................................... BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................................3........................................................................5...............................................................................................1 Validitas ...............................................

................... LAMPIRAN ......................... 112 122 122 124 126 128 64 64 64 67 84 84 84 85 112 xii ............................... 4................... 5..................................................... 63 3...1 Kinerja Manajemen SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal ..............6....1 Pengkategorian Skor ................................1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian ...................................................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN .................1...................................... 3.............................. 5................................... 3.......6.............................1.........2..............2 Pembahasan .....6...............1..........................................................................2 Realibilitas .....................6.............. 4.....................1 Analisis Deskriptif Kualitatif ....Metod e Analisis Data ........... 4.......................................................................1 Simpulan .............................3..... DAFTAR PUSTAKA ...1..........................................................................2 Saran .........................2 Penyusunan Tabel Kritria Manajemen Sekolah ........................................................................................................................ 3................ 4......................................................5. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ....2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian ............. 4..........1 Hasil Penelitian ........

Kerangka Berfikir ............... 52 xiii ...........................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1...............

........................................................ 44 Populasi dan Sampel ......................................... 66 Kategori skor kurikulum ................................................................................. 24 Kajian penelitian yang telah dilakukan .................... 66 Kategori skor kepemimpinan kepala sekolah ........................................ 59 Hasil uji coba validitas angket ..................................................................................................... 67 Kategori skor sarana prasarana ............................................................................... 62 Distribusi skor manajemen sekolah ....................................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman Kompetensi-kompetensi kepala sekolah .................................................................. 69 Kategori skor kompetensi manajerial kepala sekolah .. 66 Kategori skor manajemen kesiswaan ............................................... 55 Jumlah angket yang disebar disekolah .................. 54 Variabel-variabel penelitian ............................................................................ 67 Kategori skor output ................................................................. 68 Kategori skor kompetensi kepribadian kepala sekolah . 69 xiv .......................................................................................................... 66 Kategori skor tenaga kependidikan ................................................. 67 Kepemimpinan kepala sekolah ............................................................................................................................

.............................................................................................. 74 Manajemen tenaga kependidikan............................................................................................................................. 82 xv ............................................. 78 Kategori skor tenaga administrasi .......................................... 81 Kategori skor pengadaan sarana prasarana sekolah ............................ 70 Kategori skor kompetensi supervisi kepala sekolah .................................................................................................................. 81 Manajemen sarana prasarana .................. 72 Kategori skor kalender pendidikan .................................... 73 Kategori skor penilaian hasil belajar ................................................ 75 Kategori skor wakil kepala sekolah ................................. 77 Kategori skor laborat ................................................. 73 Kategori skor program pembelajaran ......................................................................................................................................................................................... 76 Kategori skor guru ............................ 77 Kategori skor pustakawan .......... 76 Kategori skor konselor ............................................. 80 Kategori skor proses pengajaran ..................... 71 Manajemen Kurikulum .................................. 71 Kategori skor KTSP ......................................................... 79 Manajemen kesiswaan .............. 70 Kategori skor kompetensi sosial kepala sekolah ............... 79 Kategori skor input siswa ...................................................................................Kategori skor kompetensi kewirausahaan kepala sekolah ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. 74 Kategori skor peraturan akademik ................... 80 Kategori skor out put (kelulusan) ...................................................................... 82 Kategori skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah ......

..Kategori skor inventarisasi sarana prasarana sekolah ........... 83 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah negeri ........................................................ 111 xvi .............................................. 89 Deskripsi kurikulum sekolah negeri ..................................... 92 Deskripsi kurikulum sekolah swasta ....... 101 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah negeri ....... 95 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah negeri ........................................................... 86 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah swasta ...... 106 Deskripsi output SMK swasta ........................................................................................................................................... 104 Deskripsi output SMK Negeri .................................................................................... 108 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah swasta ...................................... 110 Rekap hasil penelitian ........................................... 97 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah swasta ...................................................................................................................... 107 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah negeri ....................... 105 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah swasta ................

Surat Ijin Penelitian Lampiran F. Hasil Penelitian Lampiran E. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Lampiran C. Surat Keterangan Penelitian xvii . Instrumen Penelitian Lampiran B. Surat Rekomendasi dari BAPPEDA dan DIKPORA Kendal Lampiran G.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A. Cara Perhitungan Skor Setiap Variabel dan Sub Variabel Lampiran D.

xviii .

Usaha tersebut adalah sebuah fenomena nyata sebuah pendidikan yang sedang dijalankan oleh manusia. Untuk meningkatkan kehidupannya itu manusia akan selalu berusaha untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Pendidikan dalam kehidupan tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Sesuai dengan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.1 BAB I PENDAHULUAN 1. maka bangsa tersebut sudah menanamkan modal dari setengah tujuan dan cita-cita bangsa dalam lingkup nasional. Salah satu persoalan yang perlu kita pandang sangat penting adalah pendidikan.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu bangsa dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa yang bersangkutan untuk memandang dan menyikapi secara benar persoalan-persoalan yang dihadapi. Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis. pemerintah berkewajiban mencerdaskan . Dalam perkembangannya. yang dilakukan oleh orangorang yang diserahi tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita nasional dalam dimensi pendidikan. manusia ingin mencapai suatu kehidupan yang lebih baik. Artinya bangsa yang selalu memandang penting dan perlunya sebuah pendidikan bagi manusia yang menghuni didalamnya.

memberikan nilai positif tersendiri dimasing-masing daerah. Perbedaan model pendidikan diseluruh wilayah Indonesia. Sehingga mutu sumber daya manusia yang ada didaerah akan semakin terjaga sesuai dengan kelebihan daerah tersebut dan akan meningkat seiring dengan semakin baiknya penanganan pendidikan khususnya dalam sekolah. maka pasal 31 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Adanya otonomi daerah yang memungkinkan bagi masing-masing wilayah/daerah untuk mengembangkan identitas wilayahnya terutama pada dunia pendidikan. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dalam undangundang. Amanat yang berat ini.2 kehidupan bangsa. menciptakan keringanan tersendiri pada diri pemerintah pusat. Agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. Bisa dikatakan dalam otonomi daerah peranan dan kebijakan penting ada pada pemerintah daerah. karena mengandung unsur perbaikan moral. karena tanggungjawab dan peraturan yang dibuat guna mencerdaskan kehidupan bangsa adalah milik pemerintah daerah. ketakwaan dan akhlaq sehingga memerlukan substansi materi pendidikan yang cocok dan juga penggunaan sistem yang baik. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan wewenang serta kesempatan untuk mengelola sendiri sesuai dengan kebijakan pemerintah mengenai pendidikan nasional dan desentralisasi. tentunya tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah pusat sendiri. Alasan yang tepat untuk menjelaskan hal diatas adalah. keimanan. Dengan demikian tugas pemerintah begitu berat menyangkut pendidikan yang diemban didalamnya. Untuk memenuhi kebutuhan ini pemerintah merasa perlu untuk menerapkan dan .

sedang dan tertinggal. salah satu indikator efisiensi manajemen pendidikan adalah terkelolanya sekolah secara optimal dalam situasi yang kondusif. Sistem pendidikan disekolah dalam konsep manajemen sekolah menganut pola otonomi sekolah yang memiliki suatu landasan pada pemberdayaan seluruh potensi sekolah. efisiensi. Dalam . Menurut Morphi (2005) menyebutkan bahwa. Kemudian secara ekstrim dibagi atas sekolah negeri dan swasta. adalah simbol matinya sistem pendidikan. Selanjutnya Helmi (2005) menjelaskan bahwa manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah ditandai dengan adanya otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat tanpa mengabaikan kebijaksanaan nasional dengan harapan kemandirian sekolah.3 mengembangkan model manajemen yang disebut ”school based manajement” atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Secara realitas. seluruh komponen manajemen sekolah memiliki kinerja yang efektif. serta kualitas manajemen sekolah untuk memenangkan persaingan mutu. Tidak adanya manajemen pendidikan disuatu lembaga pendidikan. sekolah perlu penanganan kegiatan manajemen sekolah yang spesifik sesuai kondisi obyektifnya. serta kepala sekolah memegang peranan penting dalam keberhasilan manajemen sekolah. oleh sebab itu. mutu dan pemerataan pendidikan. Sekolah menggunakan perencanaan strategis yang lebih menjamin efektifitas dan efisiensi. partisipasi orang tua dan masyarakat. sekolah terdiri atas sekolah yang maju. Manajemen pendidikan dipandang merupakan hal yang primer bagi peningkatan mutu pendidikan.

Tujuan manajemen sekolah adalah agar sekolah dapat : 1) meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber. Perbedaan keduanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Manajemen berbasis sekolah merupakan pelimpahan wewenang pada lapis sekolah untuk mengambil keputusan mengenai alokasi dan pemanfaatan sumbersumber berdasarkan akuntanbilitas yang berkaitan dengan sumber tersebut. Administrasi lebih luas ruang lingkupnya dibanding dengan manajemen. Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat kegiatan manajerial yang operatif. karena sifat yang dimiliki oleh manajemen sekolah hanya berbasis pada lingkup pengaturan organisasi sekolah itu sendiri.4 perkembangannya istilah manajemen disamakan secara substansial dengan istilah administrasi. Dapat dikatakan tujuan manajemen sekolah adalah membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang sering disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum (visi) maupun institusional khusus (misi). 2004:726). 3) lebih responsif . Dasar dari model penerapan manajemen sekolah adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Keduanya menekankan pada tercapainya efisiensi dan efektifitas kerja sebagai implementasi tujuan organisasi. Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik. (Yusufhadi. 2) meningkatkan efektivitas sekolah melalui perbaikan mutu belajar dan pembelajaran. Pada hakikatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi.

. namun perlu diingat sekolah tidak bisa berbuat semaunya sendiri. hal ini untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan diwilayah Kendal. Ada beberapa rambu-rambu legal yang harus diikuti oleh masing-masing sekolah. kesiswaan. Salah satu rambu-rambu tersebut adalah tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat selaku poros utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun demikian sedikitnya terdapat empat komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka MBS. Pada saat ini Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah untuk program percontohan SMK di wilayah Jawa Tengah. Meskipun sekolah diberikan wewenang khusus untuk mengatur dan mengelola pendidikan secara mandiri. 5) memberikan kesempatan kepada masyarakat termasuk keluarga untuk berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Dimana Sekolah Menengah Kejuruan akan dioptimalkan guna mengembangkan potensi yang ada diwilayah Kendal. tenaga kependidikan. Terakhir oleh setiap sekolah merumuskan lebih rinci tentang tujuan yang ingin dicapai dimasing-masing organisasi sekolah.5 terhadap kebutuhan dan kondisi customer. lebih jauh lagi lulusan SMK akan langsung bisa bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki. 4) menambah kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti pendidikan. Hal yang sangat menggembirakan bagi para sivitas akademika didaerah tersebut. dan sarana prasarana (sarpras) pendidikan. kemudian dirumuskan kembali oleh masing-masing daerah dengan tidak melenceng dari tujuan utama pendidikan nasional. Manajemen tersebut adalah manajemen kurikulum.

dalam hal ini adalah peranan kepemimpinan kepala sekolah. administrator. ketrampilan untuk memahami dan mengoperasikan organisasi. yaitu ketrampilan konseptual. teknik serta perlengkapan untuk menyelesaikan tugas tertentu. para kepala sekolah diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan berikut: . terutama ketrampilan konsep. manager. memimpin. supervisor. Yaitu dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah. Menurut Pidarta dalam Suprihatin (2004:80) mengemukakan tiga macam ketrampilan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah untuk mensukseskan kepemimpinannya. serta ketrampilan teknik. metode. ketrampilan manusiawi. Kepala sekolah selain memimpin penyelenggaraan pendidikan disekolah juga berperan sebagai pendidik. 2004:79) Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Maret 2008 dalam pelaksanaan manajemen sekolah di SMK se-Kabupaten Kendal pada aspek kepemimpinan kepala sekolah teryata dalam kaitannya dengan MBS.6 Komponen-komponen manajemen sekolah tersebut akan dikendalikan oleh pimpinan sekolah. kepala sekolah belum bisa secara optimal menjalankan fungsinya. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor utama bagi keberhasilan dalam setiap proses pendidikan yang ada disekolah. pembaharu dan pembankit minat. ketrampilan untuk bekerjasama. Lebiha lanjut dikemukakan bahwa untuk memiliki kemampuan. (Suprihatin. ketrampilan dalam menggunakan pengetahuan. memotivasi.

Hasil temuan pada manajemen kurikulum adalah dalam melaksanakan model kegiatan pembelajaran. Memanfaatkan hasil penelitian orang lain. khususnya terkait dengan manajemen sekolah. Berfikir untuk masa yang akan datang. 3. Membaca berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan. 2) melibatkan peserta didik secara aktif. . 1) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. 5. Merumuskan ide-ide yang dapat diujicobakan. Apabila seorang kepala sekolah belum bisa memanfaatkan temuan yang dihasilkan dari sebuah penelitian. guru belum mengacu pada Standar Proses. Dari berbagai kegiatan-kegiatan diatas yang belum dilaksanakan secara berkala oleh kepala SMK kendal adalah memanfaatkan hasil penelitian orang lain. 6. demokratis. mendidik. memotivasi. Senantiasa belajar dari pekerjaan sehari-hari terutama dari cara kerja para guru dan pegawai seklah lainnya. Hal ini tentunya untuk menambah masukan pada kegiatan manajemen yang ada disekolah. 4.7 1. 2. Melakukan observasi kegiatan manajemen secara terencana. mendorong kreativitas dan dialogis. maka dapat diperkirakan bahwa sekolah yang dipimpin akan terlambat pemahamannya tentang manajemen sekolah. Padahal dalam Permendiknas 2007 manajemen kurikulum pada aspek program pembelajaran mengemukakan bahwa mutu pembelajaran disekolah dikembangkan dengan.

puas dengan hasil kerjanya. Sebaliknya. berdaya guna dan berhasil guna. yang dalam hal ini adalah tenaga laborat. makin menekuni tugasnya. Fakta ini menujukkan belum ada insentif kepada tenaga kependidikan di SMK swasta. sehingga menimbulkan kepuasan lahir dan batin yang dapat senantiasa memotivasi peningkatan kariernya disertai loyalitas kerja yang tinggi. bahwa sebetulnya yang sangat mempengaruhi kualitas guru adalah kondisi sosial guru.8 Temuan pada aspek manajemen tenaga kependidikan berupa tidak tepatnya pemberian tugas kepada tenaga kependidikan. lalu kenapa pendidikan disana lebih maju pesat. dan interes kerjanya. dari pihak pimpinan sekolah hendaknya dapat menyediakan situasi dan kondisi kerja yang memadai. aman serta nyaman sehingga para pegawai makin mencintai pekerjaannya. dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. tenteram. mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. karena kami saat mengajar dalam benak kami tidak punya pikiran aduh gimana . bangga dengan jabatannya. Berikut adalah unkapannya "Di Indonesia sebetulnya gurunya pintar-pintar jika dibandingkan dengan Malaysia. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. demi suksesnya penataan itu. Pada SMK swasta tenaga kependidikan belum merasakan kondisi kerja yang tersebut diatas. ijazah/keahliannya. Setidaknya ini juga disampaikan oleh Pak Said (salah seorang guru besar Universitas Kebangsaan Malaysia). pustakawan dan sebagian tenaga pendidik (guru mata pelajaran).

sehingga kami benar-benar bekerja keras untuk pendidikan". ruang laboratorium bahasa. SMK menunjuk petugas khusus untuk menanganinya. dan ruang serba guna.9 besok. perlengkapan dan fasilitas sekolah sudah cukup lengkap dan mendukung sekolah. perpustakaan. Untuk menjamin kelangsungan kegiatan pemasaran dan penelusuran tamatan secara berkesinambungan dan mencapai sasaran yang diharapkan. akan tetapi dilihat dari SMK negeri dan swasta. Penyelenggaraan pendidikan di SMK pada hakikatnya merupakan suatu proses sistem yang secara utuh meliputi. ruang keterampilan. sehingga mengakibatkan para lulusan di SMK Kendal belum bisa terserap secara maksimal oleh lowongan pekerjaan yang ada. Kendal. (Artikel Info Pendidikan. 18 Juni 2008) Dalam bidang manajemen kesiswaan baik SMK negeri maupun swasta mengalami kondisi yang sama. Pelayanan kepada tamatan yang dimaksud adalah pemasaran dan penelusuran tamatan. Pasal 25 ayat (1)}. Hal ini belum dilakukan secara menyeluruh pada SMK di Kab. yaitu mereka masih disulitkan dengan pengelolaan dampak dari para lulusan (out put) yang mereka ciptakan. baik itu dengan bekerja diperusahaan maupun berwirausaha. pelayanan proses pembelajaran dalam satuan waktu tertentu. dan pelayanan pada tamatan (out put). Hal ini terlihat para lulusan SMK masih sulit untuk mengaplikasikan ilmunya. . {Kepmen Dikbud Nomor 0490/U/1992. pelayanan kepada siswa sebagai masukan (in put). laboratorium komputer. Sarana olah raga seperti lapangan voly. Pada manajemen sarpras. SMK negeri lebih lengkap dari pada SMK swasta yang meliputi ruang kelas.

Manajemen sarpras baik SMK negeri maupun swasta juga tidak mensosialisasikan seluruh program pengelolaan sarpras pendidikan kepada pendidik. kamar mandi untuk guru dan siswa. judul yang dapat dipetik adalah ”Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Kendal”. Hal ini seharusnya dilaksanakan oleh setiap sekolah. tenis meja. Bagaimana kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? . kesiswaan dan sarana prasarana. karena telah termaktub dalam Permendiknas tahun 2007. tenaga kependidikan. Bagaimana kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 2. lapangan basket. dan ruang ibadah. ruang guru. 1. seperti dalam praktiknya yang sudah ditemukan dilapangan.2 Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan uraian diatas. tenaga pendidik. Maksud dari hal tersebut adalah supaya semua sivitas akademika turut bertanggung jawab agar sarpras yang ada terpelihara dengan baik. Sarana penunjang lainya yaitu ruang kepala sekolah.10 lapangan sepak bola. dan peserta didik. maka penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Sarana kebersihan meliputi tempat sampah. ruang TU. maka penyusunan skripsi hanya dibatasi pada hal tersebut. Melihat sangat pentingnya penerapan manajemen sekolah dalam aspek manajemen kurikulum. Berpijak dari latar belakang diatas.

Bagaimana kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 1. 3.4. Bagaimana kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 4.11 3.4 Manfaat Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah: 1. 4. Untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Bagaimana kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? 5. Untuk mengetahui kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. 5. 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disajikan maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Untuk mengetahui kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Untuk mengetahui kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. 2.1 Kegunaan teoritis: .

4. b. dapat memberikan masukan dalam usaha meningkatkan mutu sekolah dengan mengimplementasikan manajemen sekolah yang efektif & efisien. khususnya tentang manajemen sekolah. sehingga terciptanya wacana ilmiah.2 Kegunaan Praktis: a. Bagi penulis. dapat menambah pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat selama kuliah. mahasiswa calon guru. 1. .12 a. Bagi pihak sekolah. dasar dan titik tolak penyelenggaraan pendidikan disekolah. ilmuan pendidikan dan masyarakat luas sebagai pemerhati pendidikan. diharapkan dapat terbantu memberi arah. yaitu seluruh personel sekolah. Bagi praktisi pendidikan. b. dapat digunakan sebagai referensi dalam menambah khasanah ilmu pengetahuan dibidang pendidikan. Bagi para akademisi.

2. harus melaksanakan kegiatankegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan.1 Pengertian Kinerja Menurut Vroom dalam Asa’ad (2000:50) kinerja adalah tingkat sejauh mana keberhasilan seseorang didalam melakukan tugas pekerjaanya. sehingga kegiatan yang lazim dinilai dalam suatu organisasi adalah kinerja pegawai yakni bagaimana ia melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu pekerjaan. Manajemen diartikan sebagai proses karena semua manajer. Stoner menggunakan kata proses bukan seni yang berarti cara yang sistematis untuk melakukan pekerjaan.13 BAB II LANDASAN TEORI 2. tanpa memperdulikan kecakapan atau keterampilan khusus mereka. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang .1 Pengertian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen Pengertian Manajemen Definisi manajemen menurut Stoner dalam T.1. tetapi kombinasi dari keduanya.2.12) manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni.1 Kinerja 2. pengorganisasian. jabatan atau peran dalam organisasi. Menurut Handoko (2003. Hani Handoko (2003:8) adalah proses perencanaan. pengarahan dan pengawasan usahausaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.2 2.

dan mengukur penampilan/pelaksanaan terhadap standar dan memberikan keyakinan bahwa tujuan organisasi tercapai. pemimpinan (leading). dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia. dan struktur. mengorganisasi. bagaimanapun manajer harus menggunakan pendekatan artistik (seni). Fungsi pengorganisasian meliputi fungsi.14 tetap tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam. hubungan. Dilain pihak dalam banyak aspek perencanaan. Fungsi pemimpin menggambarkan bagaimana manajer mengarahkan dan memepengaruhi para bawahan. bahwa dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer/pimpinan. Pengawasan sangat erat . Fungsi pengawasan meliputi penentuan standar. bagaimana orang lain melaksanakan tugas yang esensial dengan menciptakan suasana yang menyenangkan untuk bekerja sama. memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. apalagi dengan berkembangnya peralatan komputer. pengorganisasian (organizing). yaitu perencanaan (planning).2 Fungsi-fungsi Manajemen Fattah (2003:1) mengungkapkan. supervisi. 2. komunikasi. Oleh karena itu manajemen diartikan sebagai proses merencana. dan pengawasan (controlling).2. Pada umumnya manajer yang efektif mempergunakan pendekatan yang ilmiah dalam pembuatan keputusan. kepemimpinan. Fungsi perencanaan antara lain menentukan tujuan atau kerangka tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu.

pengorganisasian. Fungsi manajemen menurut Bafadal (2003:42) meliputi. Penetapan standar pelaksanaan b. perencanaan. kepemimpinan. langkah berikutnya adalah menugaskan karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan. kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi. dan pengawasan. Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar. Sesudah rencana dibuat. organisasi dibentuk dan disusun personalianya. karena melalui pengawasan efektivitas manajemen dapat diukur (Nanang. Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan d. 2003:2). Semua fungsi terdahulu tidak akan efektif tanpa fungsi-fungsi pengawasan (controlling). Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses kerja sama sehingga tercipta . Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan c. Bila fungsi perencanaan dan fungsi pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak proses manajemen.15 kaitannya dengan perencanaan. Fungsi pengawasan pada dasarnya menyangkut hal-hal sebagai berikut: a.

1 Manajemen Sekolah Pengertian Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:2). jabatan-jabatan fungsional. Demikian pula istilah administrasi pendidikan. dan tingkatan manajemen yang berbeda. menggerakkan. Pengertian manajemen sekolah menurut Sagala (2006:55) adalah proses pendayagunaan sumber daya sekolah melalui kegiatan fungsi-fungsi perencanaan. dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berpikir. walaupun ada perbedaan tekanan untuk tipe organisasi.3 2. bersikap dan bertindak sesuai aturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Semua fungsi-fungsi manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok-kelompok diorganisasi. Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses memepengaruhi. mengajak. Akhirnya gagal atau suksesnya suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan manajer untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut secara efektif.16 suatu sistem kerja yang baik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. merupakan aplikasi ilmu administrasi kedalam bidang pendidikan. keduanya dapat dipandang secara esensial dari tiga sudut pandang yakni sebagai ilmu.3. Pengorganisasian dilakukan berdasarkan tujuan dan program kerja sebagaimana dihasilkan dalam perencanaan. mengungkapkan pengertian manajemen sekolah sebagai aplikasi ilmu manajemen dalam bidang persekolahan. seni dan sebagai proses kegiatan. 2. Penggunaan istilah administrasi dan manajemen dalam bidang persekolahan atau pendidikan secara substansial sebenarnya tidak ada perbedaan. . mendorong.

Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum maupun institusional khusus. 2004:4) Suatu tujuan institusional baik umum maupun khusus akan tercapai manakala ada suatu proses kegiatan dalam lembaga (organisasi sekolah). Dengan kata lain tujuan institusi dapat tercapai tergantung dari bagaimana lembaga tersebut melakukan tugas kelembagaannya.3. Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat keemauan untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik.2 Tujuan Manajemen Sekolah Pada hakekatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. Pencapaian tujuan sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses kegiatan sekolah. Kehadiran manajemen dalam proses persekolahan sebagai salah satu alat untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan. . sedangkan tujuan institusional khusus disamping diwarnai oleh jenjang dan jenis pendidikan juga diwarnai oleh penyelenggara pendidikan itu sendiri (Suprihatin.17 pengorganisasian. 2. Tujuan institusional umum mengacu pada jenjang dan jenis pendidikan. penggerakan dan pengendalian secara lebih efektif dan efisien dengan segala aspeknya dengan menggunakan semua potensi yang tersedia agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta produktifitas sekolah yang bermutu.

3. terciptanya kepuasan kerja pada setiap anggota warga sekolah. fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah. Untuk itu perlu dibangun suatu iklim organisasi sekolah yang sehat. Bidang keuangan e. Ketiga. Secara lebih terinci tujuan khusus dilaksanakannya manajemen sekolah yang baik agar: pertama. Tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik diperlukan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. Bidang kesiswaan c.3 Fungsi-fungsi Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:5). tenaga. Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum b. Kedua. lulusannya mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan dimasyarakat.18 Manakala tujuan pada tiap jenjang dan jenis sekolah sebagai suatu organisasi pendidikan telah tercapai dengan baik. Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya. Bidang sarana . maupun uang dan lainnya. dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya. tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana. 2. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: a. pada tiap jenis dan jenjang pendidikan terjadi adanya efektivitas produksi. Bidang personalia d. tidak terjadi pemborosan baik waktu. dan keempat. maka diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai.

Salah satu prinsip pengorganisasian terbaginya tugas-tugas dalam berbagai unsur organisasi. Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai prinsip pengorganisasian. Karena tugas-tugas ini demikian banyak dan tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja. karena kegiatannya selalu berubah. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas) Fungsi manajemen sekolah menurut Sagala (2007:56-64) adalah sebagai berikut: a. Baghart dan Trull dalam Sagala (2007:56) mengemukakan ’Educational planning is first of all a rational procces” b. dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstrukturkan .19 f. Fungsi perencanaan Perencanaan mengutamakan kontinuitas program sebagai lanjutan bagi terciptanya stabilitas kegiatan belajar-mengajar disekolah. Bidang prasarana. Fungsi pengorganisasian Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama sekolah. dan g. Sekolah harus membuat rencana jangka pendek pada tiap semester dan tahunan. tugas-tugas ini dibagi untuk dikerjakan oleh masing-masing unit organisasi. Perencanaan adalah proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan atau program-program yang akan dilakukan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu.

tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya pemborosan. c. lalu lintas informasi. semuanya harus seimbang dan selaras dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. . Organisasi yang baik menurut Sergiovanni dalam Sagala (2007:61) memberikan susunan administratif. aturan-aturan. Fungsi pengarahan Pengarahan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan bersama tetap melalui jalur yang telah ditetapkan. Tugas menggerakkan dilakukan oleh pemimpin. d. orang-orang. e. Fungsi penggerakan Menggerakkan menurut Terry dalam Sagala (2007:60) berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusiasdan kemauan yang baik. mekanisme pengkoordinasian yang dibutuhkan untuk memudahkan menjalankan aktivitas organisasi secara maksimal. Oleh karena itu kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam menggerakkan personal sekolah melaksanakan program kerjanya.20 tugas-tugas kedalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi secara proporsional. dan pengawasan seefektif mungkin. Fungsi pengkoordinasian Koordinasi dalam operasionalnya mengerjakan unit-unit.

2. yakni ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan .4 Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:7) dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan sekolah yang baik. Prinsip efektivitas. yakni dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil yang optimal. Prinsip efisiensi. sedangkan proses pengawasan mencatat pengembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. Pengendalian dan pengawasan penggunaan anggaran dalam penyelenggaraanprogram sekolah harus ditentukan batas dari sumber-sumber anggaran sekolah yang dapat digunakan untuk menjalankan operasi sekolah.21 f. b. Kualitas layanan belajar biasanya akan diawasi melalui metode pengawasan kualitas menurut ilmu statistik dan ilmu pendidikan dalam hal pengukuran kemajuan belajar siswa dan juga kinerja sekolah secara keseluruhan. Pengawasan dan pengendalian sekolah harus dilakukan oleh kepala sekolah. maka perlu mendasarkan pada prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut: a. pengawasan layanan belajar harus dilakukan oleh supervisor. Fungsi pengawasan Pengendalian manajemen menurut Stoner (1982:257) ialah proses melalui manajer dapat memastikan bahwa aktivitas yang aktual sesuai dengan yang direncanakan. dan pengawasan layanan teknis kependidikan dilakukan oleh tenaga kependidikan yang diberi wewenang untuk itu.3.

e. yakni seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumber-sumber daya yang ada. Kepala sekolah termasuk pemimpin akademik. kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya. Prinsip kerja sama.5 Kepemimpinan Kepala Sekolah Menurut Richard dalam Sagala (2007:19). sedangkan menurut Joseph dalam Sagala (2007:19). pengetahuan.3. Prinsip pengelolaan. 2. Kepala sekolah adalah orang yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah menghimpun. yakni seorang manajer hendaknya dapat membangun kerja sama yang baik secara vertikal maupun secara horizontal. memanfaatkan. Prinsip kepemimpinan yang efektif. adalah pemain alam yang berangkat dari masing-masing latar pendidikan. yakni bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh. dan pengalaman. Kepala sekolah sebagai”Human Resource Manager” adalah individu yang biasanya menduduki jabatan yang memainkan peran sebagai adviser (staff khusus) tatkala bekerja dengan manajer lain terkait dengan urusan SDM.22 c. kepemimpinan adalah salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi. tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit dipahami. yakni seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya. . f. dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapai tujuan. ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan. d.

23

Karena itu kepemimpinan kepala sekolah harus memiliki jiwa entrepreneurship, konsep kelembagaan, dan visioner. Setiap kepala sekolah membawa pengaruh besar terhadap pengajaran untuk kebaikan atau keburukan. Kepala sekolah memerlukan instrumen yang mampu menjelaskan berbagai aspek lingkungan sekolah dan kinerjanya dalam memantau perjalanan kearah masa depan yang menjanjikan. Berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam mengelola sekolah, menurut PERMENDIKNAS No.13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah, maka kepala sekolah harus memiliki beberapa kualifikasi dan kompetensi yang harus dipenuhi, kualifikasi dan kompetensi

tersebut adalah sebagai berikut: A. Kualifikasi 1. Kualifikasi Umum a. Memilki kualitas akademik sarjana (SI) atau diploma empat (D IV) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun. c. Memilki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga berwenang.

24

2.

Kualifikasi Khusus Kualifikasi khusus bagi kepala Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) adalah sebagai berikut: a. Berstatus sebagai guru SMK/MAK. b. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK. c. Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. B. Kompetensi Seorang kepala sekolah harus memiliki beberapa kompetensi yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial., kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial. Kompetensi-kompetensi tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Kompetensi-kompetensi Kepala Sekolah NO 1 DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI Kepribadian a. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas sekolah b. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin c. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah d. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya e. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah. f. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan Manajerial a. Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan. b. Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan c. Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal d. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah

2

25

menuju organisasi pembelajar yang efektif e. Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. f. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal g. Mengelola sarana prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. h. Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah. i. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik. j. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan tujuan pendidikan nasional. k. Mengelola keuangan sekolah sesuai prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. l. Mengelola ketata usahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah. m.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik disekolah. n. Mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan o. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah p. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya. 3 Kewirausahaan a. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah. d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah. e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi jasa sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.

Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum.3. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: 1). manajemen sekolah akan melihat bagaimana manajemen substansi-substansi pendidikan di suatu sekolah atau manajemen berbasis sekolah agar dapat berjalan dengan tertib. b. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. 2). dan benar-benar terintegrasi dalam suatu sistem kerja sama untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. c. Hal yang paling penting dalam manajemen sekolah adalah manajemen terhadap komponen-komponen sekolah itu sendiri. c.6 Manajemen Komponen-komponen Sekolah Salah satu cara untuk mengembangkan manajemen sekolah adalah dengan menggunakan pendekatan sistem. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. a. lancar. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap semua komponen serta lingkungan yang mempengaruhi sistem sekolah yang bersangkutan. Sumber : PERMENDIKNAS TAHUN 2007 5 Sosial 2. Bidang . Menurut Mulyasa (2004:22). Menurut Suprihatin (2004:5) bahwa fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah.26 4 Supervisi a. Menindaklanjuti hasil observasi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah b.

Penguasaan atas tujuan belajar harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. Kecuali itu atas penguasaan piranti (tools) atau metode untuk belajar lebih lanjut/sepanjang hayat juga merupakan indikator yang lebih penting dari pada hanya sekedar mampu menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal ujian. penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. merupakan indikator keberhasilan yang lebih penting. Bidang prasarana. . Yang lebih penting adalah bahwa siswa mampu menguasai kemampuan dasar (basic competencies) dari tiap mata pelajaran. 3). Terbentuknya sikap yang positif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta terhadap lingkungan. yang mengarah pada pencapaian kualifikasi akademik. Ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata didasarkan pada keberhasilan lulusan dalam Ujian Nasional sehingga dapat diterima diperguruan tinggi. Dalam ranah kognitif misalnya. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas). 6). dan bukanlah tugas dari lembaga pendidikan. 4). kurikulum sekolah sekarang sudah sedemikian inovatif sampai kejenjang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Hal ini tidak harus berarti bahwa seluruh materi pelajaran yang ditentukan dalam kurikulum tersebut harus diliput atau diajarkan.27 personalia. 1) Manajemen Kurikulum Dalam program akademik yang bersifat umum. 5). Bidang kesiswaan. Bidang sarana. dan 7). Bidang keuangan. Kedua hal terakhir ini (mampu menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal) merupakan apa yang dilakukan oleh lembaga bimbingan belajar.

Sekolah juga bertugas dan berwewenang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. Sekolah yang paling penting adalah merealisasikan dan menyesuaikan kurikulum tersebut dengan kegiatan pembelajaran. institusional. dan mengulang. Menurut Mulyasa (2004:24) manajemen atau . Kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi objektif lingkungan. melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan (Yusufhadi.28 mengidentifikasi. Namun sekolah perlu memberikan masukan agar dimungkinkan adanya fleksebilitas dalam pelaksanaan kurikulum tersebut agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. dan mencipta. baik kurikulum nasional maupun muatan lokal yang diwujudkan melalui proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. menilai. pelaksanaan. 2004:732). Pengembangan kurikulum muatan lokal sperti diamanatkan dalam UUSPN [Pasal 50 Ayat (5)] merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota. dan penilaian kurikulum. Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. termasuk orang tua siswa dan kemampuan sekolah. Sekolah merupakan ujung tombak pelaksanaan kurikulum. Manajemen kurikulum mencakup kegiatan perencanaan. kurikuler. dan instruksional. perlu dikembangkan dan mendapat perhatian yang besar. Perencanan dan pengembangan kurikulum nasional pada umumnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat pusat.

Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. peserta didik. caturwulan dan bulanan. Manajemen kurikulum meliputi tiga kegiatan pokok yaitu kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru. Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dalam manajemen berbasis sekolah. 1.29 administrasi pengajaran adalah keseluruhan proses pengajaran yang bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran terlaksana secara efektif dan efisien. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran. Adapun program mingguan atau program satuan pelajaran. dan seluruh sivitas akademika atau warga sekolah. pengaturan mata pelajaran mana yang didahulukan/ ditengah/diakhir pelajaran. kepala sekolah sebagai pengelola program pengajaran bersama guru-guru harus menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program tahunan. Adapun jadwal tugas guru ada tiga yaitu 1) Jadwal pelajaran kurikuler dengan memperhatikan ketentuan akademik seperti keseimbangan berat ringan bobot pelajaran tiap hari. beban tugas maksimum seorang guru 24 jam per minggu. mata pelajaran bersifat praktikum/ PKL/PPL. wajib dikembangkan guru sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. b. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru meliputi a. .

3. c. Tugas guru dalam kegiatan proses belajar mengajar meliputi 1) Membuat persiapan atau perencanaan pengajaran 2) Melaksanakan pengajaran 3) Mengevaluasi hasil pengajaran 2.30 2) Jadwal pelajaran non kurikuler. minat serta prestasi seperti seni tari. (Suprihatin. bakat. biasanya bersifat pengembangan ekspresi. ekstra kurikuler. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas peserta didik Tugas ini adalah tugas guru dalam membimbing siswa supaya dapat melaksanakan belajar dengan hasil yang maksimal. hobi. palang merah remaja. hari-hari libur. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas akademika. Kegiatan ini merupakan pedoman sinkronasi segala kegiatan sekolah. yang kurikuler. disusun sesuai situasi dan kondisi individual atau kelompok peserta didik. 2002 : 10-11) Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007 peraturan di bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: a. musik. hari-hari besar nasional atau agama. karya wisata. akademik atau non akademik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah atau madrasah menyusun KTSP . Pencinta Alam (PA). hari-hari kerja. Kurikuler dan program kurikuler. 3) Jadwal pelajaran ekstra kurikuler disusun diluar jam pelajaran. pramuka serta penunjang proses belajar mengajar lainya.

Standar isi. standar kompetensi lulusan. guru dapat bekerjasama dengan kelompok kerja guru. ujian. dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab dibidang pendidikan. berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci . dan peraturan pelaksanaannya. dan panduan penyusunan KTSP. 7) Dalam penyusunan sillabus. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah. MGMP. 4) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab atas KTSP. disupervisi. dan peserta didik. 8) Penyusunan KTSP dikoordinasi. LPMP atau perguruan tinggi. 2) Penyusunan kalender akademik didasarkan pada standar isi. potensi atau karakteristik daerah.31 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. sedangkan untuk penyusunan KTSP Pendidikan agama islam oleh kantor wilayah Departemen Agama Provinsi. ulangan. b. dan hari libur. 5) Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan standar isi. Kalender pendidikan 1) Sekolah/madrasah menyusun kalender pendidikan yang meliputi jadwal pembelajaran. sosial budaya masyarakat setempat. kegiatan ekstrakurikuler.

serta diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berfikir. bulanan dan mingguan. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. dan peraturan pelaksanaannya. memotivasi. mempertanyakan. mengkaji. menemukan dan memprediksi serta pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. dan semester genap. berargumentasi. mendorong kreativitas dan dialogis. Program pembelajaran 1) Sekolah/madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. standar isi. mendidik. melibatkan peserta didik secara aktif. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru 4) Setiap guru mempertanggungjawabkan terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya . c.32 secara semesteran. 3) Mutu pembelajaran disekolah/madrasah dikembangkan dengan model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. demokratis.

mengolah informasi menjadi pengetahuan. . dan dokumentasi 4) Seluruh program penilaian disosialisasikan kepada guru. 3) Sekolah/madrasah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. laporan kepada pihak yang memerlukan. d. mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. dan membuat catatan keseluruhan. bertanggungjawab dan berkesinambungan 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada standar penilaian pendidikan. 7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. untuk menjadi bahan program remedial. Penilaian hasil belajar peserta didik 1) Sekolah/madrasah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. dan mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah 6) Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran.33 agar peserta didik mampu meningkatkan rasa ingin tahu.

e. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. keandalan. ketentuan mengenai ulangan. komite sekolah. ketentuan mengenai . Peraturan akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan peraturan akademik. kenaikan kelas. remedial. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai penilaian hasil belajar.34 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang dinilai. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparasi sistem evaluasi hasil belajar. 2) Peraturan akademik berisi. dan kelulusan. dan institusi diatasnya. ketentuan mengenai hak siswa. 10) Seperangkatn metode penilaian yang sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. ujian. 12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti bukti kesahihan. persyaratan minimal kehadiran siswa. 14) Sekolah/madrasah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik.

baik yang bertugas didalam sekolah dan berinteraksi langsung dengan siswa seperti guru. Keseluruhan organisasi perlu dikembangkan secara serentak. 2) Manajemen Tenaga Kependidikan Pengembangan kapabilitas dan tenaga merupakan aspek yang sangat penting dalam setiap usaha pembaharuan. wali kelas dan konselor. Pengembangan ini dengan mendidik kembali dan menatar guru yang telah ada sehingga berkelayakan. Pengembangan tenaga guru merupakan prioritas pertama. Para pengelola ini berperan memfasilitasi dan membina pengembangan persekolahan secara keseluruhan. melainkan tenaga kependidikan lain seperti . 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. dan konselor maupun mereka yang bertugas diluar sekolah dan tidak berintraksi langsung dengan siswa-siswa seperti supervisor/pengawas. kabupaten dan kota) dan di Pusat. Pengembangan tenaga dalam lingkup sekolah tidak hanya dilakukan oleh guru semata. dan pengelola program pendidikan di daerah (provinsi. pustakawan.35 layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. meskipun disadari bahwa tenaga yang kapabel dan kompeten saja tidak akan cukup untuk dapat mencapai tujuan yang diharapakan. orang tua siswa. kepala sekolah. Tenaga yang perlu dikembangkan meliputi guru dan tenaga kependidikan lain. dan memberikan penugasan yang cocok dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya. menambah guru baru yang sesuai dengan kebutuhan. pengurus yayasan.

serta dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007. peraturan di bidang tenaga kependidikan adalah: a. mengembangkan. c.36 konselor. . Sehubungan dengan itu. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan b. memaksimalkan perkembangan karier tenaga kependidikan serta menyelaraskan tujuan individu dan organisasi. mengkaji. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan sistem. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. Kepala sekolah selaku tampuk pimpinan tinggi yang ada dalam manjemen sekolah merupakan faktor sangat penting dalam pengambilan setiap kebijakan terkait dengan manajemen tenaga kependidikan. pustakawan dan kepala sekolah sendiri perlu deberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesionalismenya sesuai dengan tuntutan perkembangan IPTEK. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. membantu anggota mencapai posisi dan standar peilaku.

instruktur memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. . tenaga laboratorium laboratorium. serta mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lainnya didasarkan pada analisis jabatan. e. wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana sebagai pembantu dalam mengelola sarana prasarana. Sekolah perlu mendukung upaya. promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kamanfaatan. wakil kepala sekolah bidang kurikulum sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai pembantu dalam mengelola peserta didik. kebutuhan kurikulum dan sekolah. pengembangan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. konselor memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. kepatutan dan profesionalisme. Sekolah/ madrasah mendayagunakan kepala sekolah sebagai pengelola sekolah. tenaga perpustakaan melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran.37 d. wakil kepala sekolah sebagai pembantu kepala sekolah. administratif. penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan fisik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. membantu tenaga dan guru mengelola kegiatan praktikum di administrasi kebersihan menyelenggarakan malaksanakan pelayanan dalam tenaga tugas memberikan layanan kebersihan lingkungan.

20 Pasal 5 ayat 1). . mampu berkarya. sehingga mampu dicapai dengan standar minimum yang diharapkan. Para siswa perlu dipersiapkan sehingga mampu menguasai pengetahuan. mampu mengenal jati diri. setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. perlu mendapat bimbingan atau program remidial. misalnya lambat dalam belajar. maupun untuk berwirausaha. perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya atau ketrampilannya hingga dapat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat. misalnya dengan program pengayaan. Sesuai dengan ketentuan perundangan (UUSPN No.38 4) Manajemen Kesiswaan Peserta didik (kesiswaan) merupakan komponen utama setiap program pendidikan. Pemilihan jurusan atau program pendidikan ketrampilan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat maing-masing siswa. melainkan diterima dengan kriteria yang berlaku umum atau yang disepakati bersama dengan komite sekolah. Mereka yang tidak berminat untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. baik untuk memasuki dunia kerja. Mereka yang memiliki keunggulan tertentu diberikan kesempatan untuk berkembang tanpa mendapat hambatan. Sedangkan mereka yang mengalami hambatan. Oleh karena itu penerimaan siswa baru harus tidak dibatasi pada kriteria keunggulan atau jenis kelamin dan suku tertentu. Setiap siswa berhak untuk memperoleh perlakuan adil sesuai dengan karakteristik masing-masing. dan mampu untuk hidup bersama dalam keselarasan dengan lingkungan.

khususnya proses belajar mengajar. meja kursi. serta alat-alat dan media pengajaran. baik di dalam maupun di luar jam pelajaran. maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar. seperti gedung. Menurut Soetjipto (2007:165) terdapat tiga kegiatan dalam manajemen kesiswaan. Pembinaan dilakukan dengan menciptakan kondisi atau membuat siswa sadar akan tugas-tugas belajarnya. Sarana yang dikembangkan disekolah meliputi ruang kelas dengan perabotannya. ruang kelas. yaitu penerimaan siswa baru.39 Manajemen peserta didik merupakan hal yang penting untuk menjadi sebuah pemikiran utama dalam setiap manajemen sekolah. setelah mereka memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh sekolah itu. . 3. Ketiga program tersebut yaitu: 1. Pemikiran yang selalu berevolusi sehingga menghasilkan inovasi guna menunjang perkembangan siswa diharapkan jangan pernah berhenti untuk menuju titik inovasi yang maksimal. perpustakaan dengan koleksi buku serta bahan belajar lain. Tamat belajar Apabila siswa telah menamatkan semua mata pelajaran atau telah menempuh kurikulum sekolah dengan memuaskan. laboratorium dengan kelengkapannya. ruang ketrampilan dengan peralatannya. pembinaan siswa. dan penamatan program siswa di sekolah. 2. Pembinaan siswa Pembinaan siswa adalah pemberian layanan kepada siswa di suatu lembaga pendidikan. 5) Manajemen Sarana dan Prasarana Menurut Mulyasa (2004:49) sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Penerimaan siswa Penerimaan siswa adalah proses pencatatan dan layanan kepada siswa yang baru masuk sekolah.

seperti mushola. Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. dan sarana penunjang lain. Semua sarana diatas dapat didayagunakan secara optimal dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi program pembelajaran. Tujuannya adalah untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan . tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses balajar mengajar. Nawawi dalam Bafadal (2003:2) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. gedung serbaguna. maka sarana dan prasarana sangat mutlak dibutuhkan. Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. kamar kecil dan lain-lain. dan hubungannya dengan peroses belajar mengajar. Menurut Bafadal (2003:5) secara umum. yaitu ditinjau dari sudut habis tidaknya dipakai. bergerak tidaknya pada saat digunakan. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar dan prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar.40 ruang perkantoran. Sarana ini harus diusahakan sebagai tempat yang menyenangkan dan menarik untuk belajar.

memenuhi. Pengelolaan perpustakaan perlu menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lain. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lain. tenaga kependidikan dan peserta didik d. Pengelolaan sarana prasarana sekolah direncanakan secara sistematis dan dituangkan dalam rencana pokok yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. e. Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana prasarana. Berdasarkan PERMENDIKNAS tahun 2007 mengatur bidang sarana prasarana sebagai berikut: a. b. c. Program pengelolaan sarana prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal merencanakan. menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan serta pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memeperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. mengevaluasi. membuka pelayanan .41 pengadaan yang hati-hati dan seksama. melengkapi. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. mendayagunakan. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. pemeliharaan.

baik internal maupun eksternal f. Beberapa program yang telah dilakukan antara: 1) Program Advokasi dan Pendampingan MBS Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen para penyelenggara pendidikan. bekerjasama dengan komponen masyarakat (LSM).4. maka dilakukan advokasi dan pendampingan. propinsi. mancakup unsur pimpinan dan pelaksana (pengawas sekolah. kepala sekolah dan guru) terhadap pentingnya menerapkan program MBS dalam pengelolaan pendidikan (sekolah). 2.42 minimal enam jam sehari pada jam kerja. Hasil yang diperoleh adalah adanya pemahaman dan komitmen yang . Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Agar pemahaman dan komitmen para penyelenggara sekolah terhadap program MBS tetap tinggi dan terarah.1 Hasil-hasil yang sudah Diteliti Untuk mendukung pencapaian hasil secara maksimal dalam pelaksanaan MBS. berbagai program pendukung/pengiring hingga saat ini telah dilakukan oleh pemerintah baik pusat. maupuan kabupaten/kota. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana. g.4 Hasil Penelitian Terdahulu 2. melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan.

b) Meningkatnya dukungan masyarakat/komite sekolah dalam pengelolaan sekolah melalui program MBS. baik pada konteks lokal. khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru. c) Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan. terutama berkaitan dengan pelaksanaan MBS. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Program ini berkaitan langsung dengan pelaksanaan MBS. Kretaif. regional maupun nasional. Komite Sekolah yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di lingkungannya. Implementasi program ini berupa: (a) pelatihan bagi pelaksana pendidikan. .43 meningkat dari para penyelenggara pendidikan terhadap pentingnya pelaksanaan MBS secara maksimal di sekolah. kelompok (tokoh/LSM) masyarakat. 3) Program Pembelajaran Aktif. 2) Program Pelatihan Peran Serta Masyarakat (PSM) Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder pendidikan dalam mendukung program-program sekolah. khususnya lembaga pendidikakan yang melaksanakan program MBS. kelompok masyarakat/LSM. (b) mendorong kelompok masyarakat/LSM untuk menciptakan program-program kerjasama dengan lembaga pendidikan. terhadap substansi program MBS. serta stakeholder terkait. Komite Sekolah. Hasil-hasil yang dapat dicapai dalam program PSM ini antara lain: a) Meningkatnya pemahaman dan apresiasi penyelenggara pendidikan.

model ini perlu diadopsi oleh guru-guru yang sekolahnya melaksanakan program MBS. serta berpeluang menerapkan dan mengembangkan pembelajaran secara kreatif khususnya merujuk kepada prinsip pembelajaran PAKEM.2. Artinya semakin baik pelaksanaan 2 1. Kerjasama 3. Untuk itu.3% kategori cukup. kinerja dan profesionalismenya harus selalu berkembang. Manajemen Penerapan kepala MBS Terhadap sekolah Kualitas Penyelenggara 2.3% kategori tinggi 3. Model PAKEM. Proses pembelajaran Pendidikan Tingkat Dasar 3. Kemandirian 4. Hasil . 2. Hasil ini belum maksimal karena terkendala masalah belum terbiasanya pengelola sekolah menerapkan MBS Pada tesis ini ditunjukkan cukup siginifikannya kontribusi MBS terhadap kualitas pengelola sekolah tingkat dasar. 2. Aspek Keterbukaan Manajemen Sekolah 2. Hasil 65. Hasil yang diharapkan bagi guru-guru peserta pelatihan PAKEM adalah bahwa dirinya memiliki bekal kemampuan yang meningkat. pada dasarnya telah diakui keberadaannya oleh kalangan pendidik tingak pendidikan dasar. Dalam konteks MBS.2 Kajian Penelitian yang telah Dilakukan Tabel.36% No 1 Judul Daman (2001) Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MBS) di SLTP Kota Semarang Analisis Pada tahun 2001 prosentase ketercapaian mencapai angka 73%.4. Ketercapaian sasaran dan dampak MBS Jasman Indarto (2002) Kontribusi 1. guru sejatinya adalah aset utama pendidikan. 2. Partisispasi Di Jawa Tengah masyarakat 1. Secara umum MBS dilaksanakan dengan kategori baik. Hasilnya mencapai 77. Hasil 90.44 Sebagai salah satu unsur manajemen sekolah yang didesentralisasikan.2 PENELITIAN TERDAHULU Variabel Hasil Temuan 1.

Sarpras Berkriteria ideal Sumber: Studi Pustaka . kurikulum. Aliyah (MA) Hudungan Negeri dan Masyarakat. Humas baik 7. Sarana dan Prasarana (Sarpras) 4 1. Manajemen Kurikulum. Sarpras lemah pada inventarisasi 3 Andini Arsika Sari (2008) Kepemimpinan Analisis kepala sekolah. Kependidikan lemah pada tenaga laborat 4. Manajemen sarana dan prasarana berkritria ideal 1. kurikulum dengan kriteria ideal 3. kesiswaan.45 88. kesiswaan dengan kriteria cukup tinggi 5. manajemen sarana dan sarana dan prasarana prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara Sri Yuliningtias (2008) Analisis Kepemimpinan Portofolio Kepala Kinerja Sekolah.9% kategori cukup MBS pada tiga aspek ini akan semakin baik juga kualitas penyelenggaraan pendidikan. Layanan khusus sudah baik terutama kesehatan 8. Layanan khusus 8. kependidikan dengan kriteria ideal 4. keuangan berkriteria tinggi 6. MA negeri lebih tinggi dari pada MA swasta 6. Kepemimpinan kepsek lemah pada kompetensi sosial 2. Kesiswaan berkriteria cukup tinggi 5. Manajemen Kesiswaan. Swasta se-Kab. (personalia). Manajemen kurikulum berkritria ideal 3. Humas berkriteria ideal 7. Kependidikan berkritria ideal 4. Kesiswaan memiliki input yang rendah 5. manajemen kependidikan kependidikan (personalia). Kinerja Kependidikan. kinerja manajemen manajemen kurikulum. 1. Kurikulum lemah pada program pengajaran 3. Layanan Rembang Khusus. Keuangan. Madrasah Keuangan. Kepemimpinan kepala sekolah sangat ideal 2. kepemimpina n kepsek sangat ideal 2.

Rekomendasi dalam penelitian tersebut adalah perlu dilakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat tentang adanya MBS baik dari kalangan struktural maupun lapisan masyarakat dan perlu diperbanyak model-model pengembangan peningkatan mutu sekolah melalui pemberdayaan sumber-sumber belajar. tata usaha. Oleh karenanya mencoba meneliti perihal tersebut. kendati tidak menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan akan tetapi penelitian pada jenjang SMK. terlebih di KabupatenKendal belum pernah dilakukan. 2. maupun orang tua murid belum banyak menyadari pentingnya pendidikan. dan budaya masyarakat baik guru. Sedangkan Andini (2008) dalam penelitiannya mendeskripsikan bahwa kinerja manajmen sekolah di SMA se-Kabupaten Jepara sudah optimal kacuali manajemen kesiswaan. Namun hasil itu banyak pula mengalami penurunan karena krisis ekonomi penelitian ini . Merujuk pada penelitian terdahulu. telah banyak memperlihatkan hasil yang positif. dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. Jasman Indarno (2002) menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara manajemen kepala sekolah.5 Kerangka Berfikir Usaha peningkatan Mutu Pendidikan Dasar yang ditandai dengan dikeluarkannya INPRES Nomor 5 Tahun 1994 tentang Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. proses pembelajaran. siswa.46 Daman (2001) dalam penelitiannnya menyebutkan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan MBS antara lain di SLTP adalah pengelola sekolah belum terbiasa melaksanakan teori-teori MBS.

Perubahan sistem pemerintahan ini telah menggeser hak dan kewenangan penyelenggaraan pendidikan dari pusat ke lini terdepan pendidikan. Beberapa model peningkatan mutu pendidikan sudah bukan merupakan upaya baru dan memang seharusnya menjadi komitmen semua pihak. maka kebijakan dan program yang sedang diluncurkan . Implementasi penyelenggaraan pendidikan yang berbasis kepada sekolah dan masyarakat ini diwujudkan melalui penerapan konsep manajemen berbasis sekolah (School Based Management) dengan titik berat Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) yang tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. kita mencoba pendekatan model pembelajaran "joyful learning" atau yang lebih dikenal dengan model pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif. Akhir-akhir ini. dapat disimpulkan bahwa apapun konsep yang diterapkan di sekolah akan sangat bergantung kepada sekolah dan seluruh stakeholder pendidikan yang ada di sekolah. Efektif dan Menyenangkan). Krisis tersebut secara umum telah mengganggu pelaksanaan sistem pemerintahan dan pembangunan bidang pendidikan. Untuk menata kembali sistem pemerintahan. bahkan telah direvisi melalui Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. Itulah sebabnya. yakni sekolah dan masyarakat. telah dilakukan perubahan paradigma pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dari berbagai pengalaman yang amat berharga tersebut.47 yang diikuti oleh krisis multidimensional yang melanda dunia dan negara kita.

Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. Program seperti ini sudah seharusnya ditindaklanjuti dan dikembangkan melalui program-program lainnya dengan menggunakan sumber dana dari pusat. pelaksanaan.48 harus dimulai melalui upaya pemberdayaan sekolah dan masyarakat sebagai pemilik dan ujung tombak pendidikan. profesional dan akuntabel. Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah. transparan. komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Program "Bantuan Operasional untuk Manajemen Mutu (BOMM)" yang telah diluncurkan sejak tahun 1999 merupakan langkah maju untuk memberikan kepercayaan secara penuh kepada sekolah dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya. Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsipprinsip demokratis. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program tersebut diterapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS). dikelola langsung oleh Komite Sekolah/Majelis Madrasah sebagai langkah awal aplikasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). mulai dari proses perencanaan. guru. . Upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan melalui kegiatankegiatan yang disebutkan di atas. sampai dengan proses pelaporan dan umpan baliknya. propinsi maupun kabupaten/kota.

Keempat aspek tersebut adalah : 1) Manajemen Kurikulum 2) Manajemen Tenaga Kependidikan 3) Manajemen Kesiswaan dan . Pengelolaan ini meliputi perencanaan. mengorganisir dan memberikan kontrol pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pembelajaran di sekolah masing-masing. Bukankah upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan akumulasi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah. Untuk melaksanakan hal ini memang diperlukan perubahan yang sangat mendasar. orang tua siswa dan masyarakat setempat diberi kewenangan yang cukup besar untuk mengelola kegiatannya sendiri. Artinya manajemen sekolah yang diterapkan harus benar-benar dimulai dari awal dan harus dibantu dengan kesadaran bersama antar pelaku organisasi (sekolah) dalam menjalankan tugasnya. melaksanakan. selain manajemen dana dan manajemen dampak penulis beranggapan bahwa keempat manajemen tersebut adalah inti dari kinerja manajemen sekolah. baik dalam hal keuangan maupun pembelajaran secara umum. pengorganisasian. pengawasan dan pembinaan. Dalam penelitian yang akan digali secara mendalam oleh penulis hanya akan diambil 4 (empat) aspek manajemen sekolah saja.49 Peningkatan mutu pendidikan melalui MBS ini berlandaskan pada asumsi bahwa sekolah akan meningkat mutunya jika kepala sekolah bersama guru. Oleh karena itu sudah saatnya sekolah diberikan kewenangan bersama seluruh komponen masyarakat yang ada di sekolah untuk merencanakan.

seperti orang tua dan masyarakat berhak menentukan arah pendidikan sekolahnya sendiri tanpa melenceng dari tujuan pendidikan nasional. tetapi oleh seluruh anggota organisasi. . Proses belajar mengajar yang efektif menggunakan strategi yang tepat dengan mengedepankan fungsi pelayanan belajar yang berkualitas untuk memperoleh mutu yang terbaik. Seorang kepala sekolah bersama warga sekolah lain. Menurut Yuliningtias (2008:72) Faktor-faktor penentu kinerja sekolah melaksanakan fungsi tugasnya secara maksimal indikatornya antara lain adalah: a. Visi organisasi tidak hanya dimiliki oleh pemimpin. Pelaksanaan fungsi pemimpin oleh seorang administrator atau manajer adalah mutlak. c. maupun pendidikan. Sumber daya manusia dan sumber daya lain yang handal yaitu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan mengacu pada profesionalisme e. baik dibidang pemerintahan. Standardisasi pengajaran yang tinggi dan evaluasi hasil belajar yang terukur.50 4) Manajemen Sarana Prasarana Ada satu lagi yang perlu diteliti dalam penulisan karya ilmiah ini. sosial. Manajemen kurikulum yang lugas dan fleksibel berpedoman pada standar nasional b. Pemimpin dituntut untuk menjadi pelayan bagi organisasi dan bawahan. Lingkungan sekolah yang sehat terdiri dari lingkungan fisik dan kerja sama yang kondusif d. yaitu kepimimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan disekolah harus tahu dan mengenali apa yang dinilai tinggi oleh masyarakat dan memilih proporsi nilai apa yang akan diberikan. Hal ini dikarenakan kepala sekolah merupakan manajer dilingkup organisasi sekolah.

Untuk merealisasikan hal tersebut. . Dengan kualitas kinerja yang tinggi diharapkan dapat memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kinerja dan kemajuan sekolah khususnya mutu pendidikan. Dukungan lebih signifikan lagi adalah kepala sekolah selaku manajer utama dalam organisasi sekolah bekerja keras untuk kebehasilan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kerja keras yang diharapkan tidak terlepas dari prinsip efektif dan efisien. Dalam mengaplikasikan manajemen sekolah. harus ada kerja keras dari semua komponen pendidikan yang bersangkutan. manajemen harus mempunyai program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja sekolah. Fakta ini menunjukkan bahwa ada keseriusan dalam mengelola pendidikan di Kendal khususnya pada jenjang SMK. Prosedur yang paling cocok untuk memperoleh prinsip efektif adan efisien adalah dengan menerapkan manajemen sekolah pada setiap keberlangsungan pendidikan.51 Seluruh personel sekolah harus memiliki cara-cara yang benar dalam berkarya atau bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan harapan mereka masing-masing dan sesuai pola dan tujuan sekolah. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal adalah lembaga pendidikan yang khusus ditugaskan untuk mencetak lulusan agar bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh para lulusannya. Mengingat pentingnya peran personal sekolah. baik SMK Negeri dan Swasta di Kendal telah berupaya melaksanakan keempat aspek yang tersebut diatas.

Kepemimpinan Kepala Sekolah 2. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Kesiswaan 5. Manajemen Kesiswaan 5. Kepemimpinan Kepala Sekolah 2. Manajemen Kurikulum 3. Bisa digambarkan secara menyeluruh penelitian yang akan dilaksanakan penulis adalah sebagai berikut : Manajemen Sekolah Negeri 1. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Sarana dan Prasarana Manajemen Sekolah Swasta 1. Manajemen Kurikulum 3.52 Penelitian yang dilakukan penulis hanya sebatas melihat kinerja manajemen sekolah di SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal. Sehingga pembahasan cendrung pada penilaian keunggulan dan kekurangan disetiap SMK Negeri dan Swasta. Manajemen Sarana dan Prasarana OUT PUT OUT PUT DIDESKRIPSIKAN Gambar 1: Kerangka Berfikir .

53 BAB III METODE PENELITIAN 3. maka populasi penelitian juga merupakan sampel penelitian. kualitatif maupun kuantitatif tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya (Sudjana. Data yang didapat biasanya hanya sekedar pernyataan-pernyataan yang berupa lembar tertulis semata. penelitian kualitatif bisa menggunakan angka seperti penelitian kuantitatif. dengan rincian 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta. Pendapat lain mengatakan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. . 2002:6). dimana dalam memberikan penafsiran dan penjelasan dari hasil data yang diperoleh bersamaan dengan pengunpulan data. populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK Negeri dan Swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian kualitatif yang berbentuk deskriptif. hasil menghitung atau pengukuran. Dengan kata lain. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang sangat detail dalam proses pengolahan datanya. akan tetapi model pengolahan data tersebut bersifat sederhana.2 Populasi Penelitian Menurut Arikunto (2002:15). bukan berarti penelitian kualitatif tidak boleh menggunakan angka-angka dalam pengumpulan datanya. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Namun demikian.

17. dan manajemen sarana dan prasarana pendidikan.3 . 13. 2. 16. 5. faktor. 4. 14. 15. Karena variabel sebagai objek penelitian. kondisi perlakukan atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil penenlitian. maka menurut Nazir (1999:149). 9. 3 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (1999:425) populasi adalah semua keadaan. 3. 4 Sukorejo Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 01 Kendal Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 02 Rowosari Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 03 Kaliwungu Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 04 Patebon Swasta SMK Teknologi Nusantara Sukorejo Swasta SMK Bhakti Persada Patebon Swasta SMK Lentera Kendal Swasta SMK YPPM Boja Swasta SMK Darul Amanah Sukorejo Swasta Sumber : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. Kendal Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. 10. manajemen kesiswaan.54 Berikut adalah nama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal yang dijadikan sampel penelitian : Tabel 3. 8. manajemen tenaga kependidikan. 2002:96). 6. 7. variabel adalah konsep yang mempunyai macam-macam nilai.01 Sampel Penelitian No 1. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja manajemen kurikulum. 1 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah. 3. 2 Boja Swasta SMK Muhammadiyah. Nama Sekolah Status SMK Negeri 1 Kendal Negeri SMK Negeri 2 Kendal Negeri SMK Negeri 3 Kendal Negeri SMK Negeri 4 Kendal Negeri SMK Muhammadiyah. 11. 12.

Kurikulum KTSP Implementasi KTSP sesuai standart. Kepribadian Pengukuran Skor Kriteria Integritas kepemimpinan 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurangoptimal Tidak optimal b. Aspek/Dimensi Kepemimpinan Kepala Sekolah a.02 Variabel-variabel penelitian No 1. Kurikulum a. Sosial Kepekaan sosial 2. Supervisi Kemampuan supervisi e.55 Tabel 3. (aturan PERMENDIKNAS tahun 2007) Pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai dengan b. Kalender Pendidikan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Manajerial Kemampuan manajerial c. Kewirausahaan Jiwa wirausaha d.

Peraturan Akademik 3.56 program yang tertera didalam kalender akademik c. Wakil Kepala Sekolah b. Tenaga Kependidikan a. Guru c. Penilaian Hasil Belajar e. Program Pembelajaran Kondisi pelaksanaan kegiatan pembelajaran Kondisi pelaksanaan sesuai standart ketuntasan belajar (nilai mata pelajaran masingmasing) Pelaksanaan sesuai peraturan yang telah disepakati warga sekolah Kompetensi profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya Kondisi kesesuaian antara background pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu Kondisi kesesuaian background pendidikan konselor dengan profesinya sebagai konselor Kesesuaian background pendidikan 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai d. Pustakawan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Konselor d.

Pengadaan b. Laborat Kondisi kesesuaian background pendidikan laborat dengan profesinya 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 4. Tenaga Administrasi Kondisi kesesuaian background pendidikan tenaga administrasi dengan profesinya Kesiswaan a. nilai dan tingkat diterimanya bekerja diperusahaan Kesesuaian dengan kebutuhan sekolah 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 5.57 pustakawan dengan profesinya e. Sarana Prasarana a. Pemeliharaan Kondisi sarana prasarana sesuai dengan kondisi sekolah . Proses Pembelajaran Kondisi kegiatan belajar mengajar serta kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum yang ada (KTSP) c. Input Nilai siswa baru (NEM SLTP/sekolah sebelumnya) b. Output Tingkat kelulusan. f.

biaya. angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Selain itu. (b) pihak yang diberi angket adalah orang yang terlibat langsung dan mengetahui pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing. Digunakannya metode ini dengan alasan bahwa : (a) data yang diperoleh nantinya akan benar-benar valid karena pihak yang mengisi angket bukan orang yang diteliti. penentuan metode pengumpulan data yang tepat dan sesuai dengan masalah yang diteliti akan membantu memperlancar tujuan penelitian yang telah ditetapkan. atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto.58 c. dan tenaga. sehingga tidak akan terjadi manipulasi data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.4. (c) hemat waktu. .1 Metode Angket Angket atau kuosioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Inventarisasi Kegiatan inventarisasi sarana prasarana sekolah 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 3.4 Metode Pengumpulan Data Penentuan metode pengumpulan data yang tepat sangat menentukan kebenaran ilmiah suatu penelitian.2002:108). Menurut Ridwan (2002:25).

Respondn yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah dan guru di masing-masing sekolah.59 Angket yang digunakan adalah angket tertutup. 3 Weleri SMK Muh. dimana responden tidak diberi kesempatan untuk memberi jawaban dengan kata-kata sendiri. Responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan.e2 n N e : Jumlah Responden : Jumlah Responden dalam Sampel : Standar Error Keterangan : Husein Umar (2003:120) Hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin disetiap sekolah adalah sebagai berikut: Tabel 3. 5. 4. 9. 3. Berikut rumus Slovin yang digunakan dalam pengambilan sampel responden disetiap sekolah : n : N 1 + N. 1 Weleri SMK Muh. Nama Sekolah SMK Negeri 1 Kendal SMK Negeri 2 Kendal SMK Negeri 3 Kendal SMK Negeri 4 Kendal SMK Muh. Pengambilan sampel responden dengan menggunakan rumus Slovin dengan standar error 5%. 6.03 Jumlah Angket No 1. dengan asumsi bahwa pemberi respon atas angket yang disebar layak untuk dijadikan sumber informasi utama dalam penelitian. 7. 4 Sukorejo SMK NU 01 Kendal Status Negeri Negeri Negeri Negeri Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Jumlah Guru 74 89 51 60 30 58 52 34 49 Jumlah Sampel 62 73 40 46 26 51 46 31 44 Jumlah Angket 41 47 33 37 23 36 34 26 32 . 2 Boja SMK Muh. 2. 8.

dan persepsi responden tentang pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing. peneliti ingin mengetahui sikap. pendapat. Untuk penskoran dari setiap jawaban yang diberikan oleh responden. Skor 4 untuk jawaban memenuhi c. Skor 3 untuk jawaban cukup memenuhi d. Skor 1 untuk jawaban sangat tidak memenuhi 3. Skor 2 untuk jawaban tidak memenuhi e.60 10 11 12 13 14 15 16 17 SMK NU 02 Rowosari SMK NU 03 Kaliwungu SMK NU 04 Patebon SMK Teknologi Nusantara SMK Bhakti Persada SMK Lentera Kendal SMK YPPM Boja SMK Darul Amanah Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta 32 40 25 17 27 5 45 20 30 36 23 16 25 4 40 19 24 28 20 14 21 3 31 16 Dalam menyusun angket ini. digunakan skala likert. Skor 5 untuk jawaban sangat memenuhi b. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila instrument tersebut mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat. 2002:144).1 Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument (Arikunto.5 Validitas dan Reliabilitas 3. dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial tertentu (Ali. Tinggi . Jadi dengan skala likert ini. yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap.5. pendapat. peneliti menentukan sebagai berikut: a. 1993 : 5).

kemudian dikonsultasikan dengan tabel nilai r dengan taraf signifikasi 95%. Instrumen valid jika hasil korelasi skor tiap butir soal lebih besar dengan nilai tabel sebaliknya. Dalam penelitian ini uji validitas yang digunakan adalah validitas internal. Rumus yang digunakan untuk uji validitas menggunakan produk momen dari pearson. yaitu dengan mengkorelasikan tiap butir pertanyaan dengan skor total. Validitas internal adalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan keseluruhan (Arikunto. 2002:146) . 2002:147) dengan kata lain sebuah instrument dikatakan validitas internal apabila setiap instrument mendukung misi instrument secara keseluruhan yaitu dapat mengungkap data dari variabel yang dimaksud. Berdasrkan pengujiannya validitas dibedakan menjadi dua yaitu validitas internal dan eksternal.61 rendahnya validitas suatu instrument adalah menunjukan sejauh mana data terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. sebagai berikut : r xy = {N ∑ X N ∑ XY −(∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y N = Jumlah subyek = Jumlah skor total item X = Jumlah skor total item Y ∑x ∑y (Arikunto. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis butir.

308 0.308 0.308 0.308 0.408 0.62 Untuk menentukan valid tidaknya instrumen adalah dengan cara mengkonsultasikan hasil perhitungan koefisien korelasi dengan tabel nilai koefisien korelasi (r) pada taraf signifikan 5% atau taraf kepercayaan 95%.451 0.308 0.308 0.308 0.556 0.574 0.394 0.308 0.720 0.485 0.686 0.553 0.308 0.577 0.308 0.548 0.716 0.871 0.308 0.516 0.542 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid No item 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 rxy 0.308 0.665 0.308 0.433 0.308 0.488 0.785 0.308 0.438 0.308 0.308 0.825 0.308 0.308 0.488 0.780 0.308 0.308 0.308 0.790 0.308 0.308 0.401 0.308 0.613 0.04 Hasil Uji Coba Validitas Angket No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 rxy 0.308 0. Tabel 3.742 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0. dengan 41 responden.724 rtabel 0.421 0.308 0.774 0.308 0.308 0.308 0.308 0.308 0.711 0.308 0.308 0.663 0.697 0.308 0.568 0.541 0.815 0.796 0.308 0.308 0.412 0.308 0.452 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .451 0.473 0.424 0.308 0.668 0.686 rtabel 0.418 0.308 0.308 0.308 0.883 0.308 0.750 0.308 0.723 0.308 0.308 0.308 0.609 0.761 0.818 0.308 0.771 0.308 0.308 0. Berikut adalah tabel hasil uji coba validitas pada tiap butir pertanyaan dalam angket.698 0.616 0.462 0.579 0.785 0.308 0.842 0.308 0.794 0.308 0.337 0.308 0.333 0.308 0.472 0.511 0.726 0.308 0.803 0.308 0.308 0.758 0.

308 0.620 0.799 0. 1999:162).308 Valid 82 0.308 0. karena instrumen ini berbentuk angket yang skornya merupakan rentangan dari 1 samai 5.823 0.308 Valid 80 0.771 0.741 0.308 Valid 79 0.821 0.810 0.308 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 3.308 0.308 0.777 0. Dalam penelitian ini untuk mencari reabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha.308 0.308 Valid 76 0. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau yang reliabel dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.308 0. 2002:154).308 Valid 83 0.698 0.63 34 35 36 37 38 39 40 41 42 0. Reliabilitas mengandung pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto.767 0.674 0.308 0.788 0.308 Valid 81 0.713 0.687 0.805 0.816 0.737 0.2 Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran atau alat pengukur (Nazir Moh.308 Valid 77 0.308 Valid 78 0.731 0.5.308 Valid 84 Sumber : Olahan Data Penelitian 0. rumus Alpha adalah sebagai berikut : 2 ⎛ k ⎞⎛ ∑ σb ⎞ ⎜1 − ⎟ ⎜ ⎜ (k − 1) ⎟⎜ ⎟ σ t2 ⎟ ⎠⎝ ⎠ =⎝ r11 rxy K = Reliabilitas instrument = Banyaknya butir pertanyaan 2 ∑ σb = Jumlah varians σt 2 = Varians total .308 0.

Jika hasil perhitungan lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk mengambil data dalam penelitian. atau pengamatan lainnya.6 Metode Analisis Data 3. Data-data tersebut kemudian diringkas dengan baik dan teratur. Data statistik yang diperoleh dari hasil sensus. data yang didapat berasal dari skor angket. Maka dalam analisis tersebut dipilihlah program Microsoft Office Excel 2007 untuk menghitung data kuantitatif dari angket. baik dalam bentuk table dan pengkategorian skor. Umumnya masih acak.64 Kemudian menentukan reliabel tidaknya instrumen dilakukan dengan cara mengkonsultasika dengan r tabel.1 Pengkategorian Skor Skor mentah yang dihasilkan suatu skala merupakan penjumlahan dari skor item-item dalam skala itu. hal ini dilakukan sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan. 3. survei. 3. ‘mentah’ dan tidak terorganisir dengan baik (raw data).6. Dalam penelitian ini.1.6. Untuk memberikan makna yang memiliki nilai . pemahaman terhadap variabel akan lebih dapat dilakukan sehingga analisa akan lebih mendalam pada inti permasalahan sehingga ditemukan solusi yang tepat. serta penyajian hasil peringkasan tersebut.1 Analisis Deskriptif Kualitatif Menurut Santoso dalam Novia (2008:26) Analisis Deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data. Kemudian dalam proses penggunaan analisis ini ditujukan untuk memperkaya pemahaman tentang variabel-variabel penelitian.

5σ) ( μ + 0.5σ) ( μ -1. adalah sebagai berikut: . dibuat berbeda berdasarkan standar yang terdapat pada masingmasing indikator. 2007:107) Untuk mengkategorisasikan subjek pada penelitian ini dengan menggunakan kategori jenjang. sehingga kategorisasi indikator-indikator dalam penelitian ini. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket. hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel. Banyaknya jenjang kategori diagnosis yang akan dibuat biasanya tidak lebih dari lima jenjang dan tidak kurang dari tiga jenjang (Azwar. Kategori ini bersifat relatif.5σ < x ≤ μ + 1.5σ) ( μ + 1.5σ < x) Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Dalam penyajiannya.5σ < x ≤ μ + 0. 2007:107).65 diagnostik skor mentah perlu diderivasi dan diacukan pada suatu norma kategorisasi (Azwar.5σ) ( μ -0. Tujuan kategori ini adalah menempatkan individu dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur. Adapun syarat untuk kategorisasi sebagai berikut: a b c d e ( x ≤ μ -1. Penyusunan tabel kriteria manajemen sekolah.5σ < x ≤ μ -0.

995<Skor≤100 Ideal 66.08 Kategori Skor Tenaga Kependidikan Skor Kriteria Sangat ideal 79.66 Tabel.665<Skor≤79.335 Tidak optimal 20<Skor≤40.33 30 6.005<Skor≤53.665 Kurang optimal 40.995 Cukup ideal 53.995 Cukup optimal 53.335<Skor≤66. Skor Skor Tertinggi Terendah Kepemimpinan kepala sekolah 105 21 Kurikulum 100 20 Ketenaga kependidikan 100 20 Kesiswaan 50 10 Output 15 3 Sarana prasarana 50 10 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Tabel Variabel Rata.06 Kategori Skor Kepemimpinan Kepala Sekolah Skor Kriteria Sangat ideal 84<Skor≤105 Ideal 70<Skor≤84 Cukup ideal 56<Skor≤70 Kurang ideal 42<Skor≤56 Tidak ideal 21<Skor≤42 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi sebagai berikut: .33 60 13. 6.67 kategori skor masing-masing variabel secara keseluruhan adalah Tabel 3.67 9 2 30 6. 3.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.335 Tidak ideal 20<Skor≤40.07 Kategori Skor Kurikulum dan Program Pengajaran Skor Kriteria Sangat optimal 79.005<Skor≤53.Standar rata Deviasi 63 14 60 13.665 Kurang ideal 40.665<Skor≤79.995<Skor≤100 Optimal 66.05 Distribusi Skor Manajemen Sekolah No 1 2 3 4 5.335<Skor≤66.

kompetensi manajerial.11 Kategori Skor Sarana Prasarana Sangat optimal 40. kompetensi kewirausahaan.2 Penyusunan Tabel Kriteria Manajemen Sekolah dengan Masing-masing Indikatornya a) Variabel kepemimpinan kepala sekolah Data kepemimpinan kepala sekolah didapat dari data angket penelitian.665<Skor≤33.995<Skor≤26.6.335 Kurang tinggi 19.335<Skor≤40.665 Tidak tinggi 10<Skor≤19. kompetensi supervisi dan kompetensi .665 Tidak optimal 10<Skor≤19.995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.10 Kategori Skor Output Skor Kriteria Sangat tinggi 12<Skor≤15 Tinggi 10<Skor≤12 Cukup tinggi 7<Skor≤10 Kurang tinggi 6<Skor≤7 Tidak tinggi 3<Skor≤6 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.005<Skor≤50 Tinggi 33.09 Kategori Skor Manajemen Kesiswaan Skor Kriteria Sangat tinggi 40.005<Skor≤50 Optimal 33.995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.005 Cukup optimal 26.005 Cukup tinggi 26.995<Skor≤26.1.67 Tabel 3.335<Skor≤40.335 Kurang optimal 19. Kriteria penilaian kepemimpinan kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 105 (jika kepala sekolah memiliki kompetensi kepribadian.665<Skor≤33.

Indikator Kepribadian . memilki integritas kepemimpinan.33 Kewirausahaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Supervisi Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sosial Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1. Sedangkan untuk penyusunan tabel kriteria masing-masing indikator adalah sebagai berikut: Tabel 3.68 sosial yang ideal dan menggunakannya secara optimal dan relevan). Kompetensi Kepribadian Data kompetensi kepribadian kepala sekolah didapat dari data angket penelitian. dan nilai terendah 21 (jika kepala sekolah tidak memiliki kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah serta tidak menggunakannya secara optimal). Kriteria penilaian kompetensi kepribadian kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 25 (jika kepala sekolah memiliki akhlak mulia. memiliki sikap terbuka dan bisa mengendalikan diri).33 Manajerial Skor Tertinggi 35 Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 6.12 Kepemimpinan Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 25 Skor Terendah 5 Rata-Rata 15 Standar Deviasi 3.

Interval Skor Kriteria 19.995<skor≤25 Sangat ideal 16. Kompetensi Kewirausahaan Data tentang kompetensi kewirausahaan dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki jiwa kewirausahaan dan menggunakannya secara optimal .055<skor≤17.14 Kategori Skor Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 30.13 Kategori Skor Kompetensi Kepribadian Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 2.835<skor≤24.665 Cukup ideal 10.665<skor≤19. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kepribadian: Tabel 3.165<skor≤30.005<skor≤13.165 Cukup ideal 4 11.835 Kurang ideal 5 7<skor≤11.495<skor≤35 Sangat ideal 2 24. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi manajerial: Tabel 3.335<skor≤16.055 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.495 Ideal 3 17.005 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Manajerial Data tentang kompetensi manajerial dengan nilai maksimum 35 (jika kepala sekolah melaksanakan aspek-aspek manajerial dengan optimal) dan dengan nilai minimal 7 (jika tidak dapat melaksanakan dari aspek-aspek manajerial secara optimal).69 dan nilai terendah 5 (jika kepala sekolah tidak memilki aspek kompetensi kepribadian yang ideal.335 Kurang ideal 5<skor≤10.995 Ideal 13.

melaksanakan dan menindaklanjuti hasil supervisi) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki program supervisi).70 dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki jiwa kewirausahaan dan tidak melaksanakannya secara optimal ). Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Supervisi Data tentang kompetensi supervisi dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki program supervisi. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi supervisi: Tabel 3. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kewirausahaan: Tabel 3.16 Kategori Skor Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5. Kompetensi Sosial Data tentang kompetensi sosial dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki aspek sosial yang baik.15 Kategori Skor Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 4. serta menggunakannya secara optimal) .

memiliki pedoman penilaian hasil belajar dan memiliki peraturan akademik. memiliki program pembelajaran.20 Manajemen Kurikulum Indikator KTSP Statistik Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Hipotetik 25 5 15 3.71 dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki dan tidak menggunakan aspek sosial secara optimal). Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi sosial : Tabel 3. serta peraturan tersebut ditaati oleh seluruh warga sekolah) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak bisa melaksanakan dari komponen manajemen kurikulum dan program pengajaran secara optimal).17 Kategori Skor Kompetensi Sosial Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi b) Manajemen Kurikulum Data tentang kurikulum dan program pengajaran dengan nilai maksimum 100 (jika sekolah melaksanakan KTSP secara optimal.33 10 2 6 1. memiliki kalender pendidikan dan dijalankan sesuai dengan apa yang tertera dikalender pendidikan.33 Kalender Pendidikan . Tabel 3.

995<skor≤25 Sangat optimal 2 16.67 Peraturan Skor Tertinggi 15 Akademik Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.335 Kurang optimal 5 5<skor≤10.665 Cukup optimal 4 10.72 Program Pembelajaran Skor Tertinggi 30 Skor Terendah 6 Rata-Rata 18 Standar Deviasi 4 Penilaian Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Hasil Belajar Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2.335<skor≤16.665<skor≤19. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Data tentang KTSP dengan nilai maksimum 25 (jika sekolah menggunakan dan melaksanakan KTSP sesuai dengan peraturan Permendiknas) dan dengan nilai minimal 5 (jika sekolah melaksanakan KTSP tidak sesuai dengan peraturan Permendiknas).005<skor≤13.19 Kategori Skor KTSP No Interval Skor Kriteria 1 19. Berikut disajikan tabel kriteria skor KTSP: Tabel 3. Kalender Pendidikan Data tentang kalender pendidikan dengan nilai maksimum 10 (jika sekolah memiliki kalender pendidikan dan melaksanakan kegiatan sekolah sesuai dengan .995 Optimal 3 13.005 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.

995 Sesuai 3 5. Berikut disajikan tabel kriteria skor program pembelajaran: Tabel 3. Program Pembelajaran Data tentang program pembelajaran dengan nilai maksimum 30 (jika sekolah memiliki program pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran yang kondusif. Interval Skor Kriteria 24<skor≤30 Sangat optimal 20<skor≤24 Optimal 16<skor≤20 Cukup optimal 12<skor≤16 Kurang optimal 6<skor≤12 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Penilaian Hasil Belajar Data tentang penilaian hasil belajar dengan nilai maksimum 20 (jika sekolah memiliki program penilaian hasil belajar dan melaksanakan evaluasi belajar secara optimal dan rutin) dan dengan nilai minimal 4 ( jika sekolah tidak dapat melaksanakan penilaian hasil belajar secara optimal).21 Kategori Skor Program Pembelajaran No 1 2 3 4 5 4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.335<skor≤6.73 kalender pendidikan) dan dengan nilai minimal 2 (jika sekolah tidak memiliki kalender pendidikan).665 Cukup sesuai 4 4. efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 6 ( jika sekolah tidak dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien).665<skor≤7. Berikut disajikan tabel kriteria skor kalender pendidikan: Tabel 3.20 Kategori Skor Kalender Pendidikan No Interval Skor Kriteria 1 7. .005<skor≤5.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.

665<skor≤13.335<skor≤16.74 Berikut disajikan tabel kriteria skor penilaian hasil belajar: Tabel 3. Peraturan akademik Data tentang peraturan akademik dengan nilai maksimum 15 (jika sekolah memiliki peraturan akademik.23 Kategori Skor Peraturan akademik No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi c) Manajemen Tenaga Kependidikan Data tentang manajemen tenaga kependidikan dengan nilai maksimum 100 (jika tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan profesinya. Berikut disajikan tabel kriteria skor peraturan akademik: Tabel 3.995 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5. serta tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak memiliki .22 Kategori Skor Penilaian Hasil Belajar No Interval Skor Kriteria 1 16.005<skor≤20 Sangat sesuai 2 13.665 Kurang sesuai 5 4<skor≤7. peraturan akademik tersosialisasi dengan baik serta diipatuhi) dan dengan nilai minimal 3 (jika sekolah tidak memiliki peraturan akademik).335 Cukup sesuai 4 7.995<skor≤10.005 Sesuai 3 10.

Berikut disajikan tabel data manajemen tenaga kependidikan: Tabel 3.75 kualifikasi akademik yang memadai.67 Guru Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.33 Tenaga Skor Tertinggi 10 Administrasi Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1. Berikut disajikan tabel kriteria skor wakil kepala sekolah: .33 Pustakawan Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).33 Konselor Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1. Wakil Kepala Sekolah Data tentang kepala sekolah dengan nilai maksimum 50 (jika wakil kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika wakil kepala sekolah tidakmelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik).24 Manajemen Tenaga Kependidikan Indikator Wakil Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 50 Skor Terendah 10 Rata-Rata 30 Standar Deviasi 6.33 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.33 Laborat Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.

335<skor≤40.665 Cukup sesuai 4 4.005 Ideal 3 26.26 Kategori Skor Guru No Interval Skor Kriteria 1 7. Berikut disajikan tabel kriteria skor guru. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara ideal).995 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.25 Kategori Skor Wakil Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 40.76 Tabel 3. Tabel 3.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.665<skor≤33. Konselor Data tentang konselor dengan nilai maksimum 10 (jika konselor memiliki kualifikasi akademik yang memadai.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.335 Cukup ideal 4 19.665<skor≤7.335<skor≤6. background pendidikan tidak sesuai.665 Kurang ideal 5 10<skor≤19. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika konselor tidak memilki kualifikasi akademik .995 Sesuai 3 5.005<skor≤50 Sangat ideal 2 33. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika guru tidak memiliki kualifikasi akademik yang memadai.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3. Guru Data tentang guru dengan nilai maksimum 10 (jika guru memiliki kualifikasi akademik yang memadai.995<skor≤26.005<skor≤5.

Berikut disajikan tabel kriteria skor pustakawan Tabel 3.335<skor≤6. background pendidikan tidak sesuai.77 yang memadai. Pustakawan Data tentang pustakawan dengan nilai maksimum 10 (jika pustakawan memiliki kualifikasi akademik yang memadai.005<skor≤5.665<skor≤7.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 4.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .28 Kategori Skor Pustakawan No Interval Skor Kriteria 1 7.665 Cukup sesuai 4 4. Berikut disajikan tabel kriteria skor konselor: Tabel 3. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.995 Sesuai 3 5.335<skor≤6.27 Kategori Skor Konselor No Interval Skor Kriteria 1 7.665 Cukup sesuai 4 4. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika pustakawan tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.665<skor≤7. background pendidikan tidak sesuai. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).005<skor≤5.995 Sesuai 3 5.

335<skor≤6.665 Cukup sesuai 4 4.005<skor≤5. background pendidikan tidak sesuai. background pendidikan tidak sesuai.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 6. Berikut disajikan tabel kriteria skor tenaga administrasi: . serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).995 Sesuai 3 5.29 Kategori Skor Laborat No Interval Skor Kriteria 1 7. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal). Tenaga Administrasi Data tentang tenaga administrasi dengan nilai maksimum 10 (jika tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik yang memadai. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika laborat tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. Berikut disajikan tabel kriteria skor laborat: Tabel 3.665<skor≤7.78 5. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika tenaga administrasi tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. Laborat Data tentang laborat dengan nilai maksimum 10 (jika laborat memiliki kualifikasi akademik yang memadai.

665 Cukup sesuai 4 4.30 Kategori Skor Tenaga Administrasi No Interval Skor Kriteria 1 7.79 Tabel 3.005<skor≤5.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi d) Manajemen Kesiswaan Data tentang kesiswaan dengan nilai maksimum 65 (jika input siswa baik.31 Manajemen Kesiswaan Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Proses Skor Tertinggi 35 Pembelajaran Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 4.665<skor≤7. Indikator Input siswa . proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 13 (jika semua butir aspek hanya minimum).67 Out Put Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. Input Kriteria penilaian input siswa yaitu dengan nilai maksimum sebesar 15 (jika nilai input siswa tinggi.335<skor≤6.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.995 Sesuai 3 5. Berikut disajikan tabel data manajemen kesiswaan: Tabel 3. yang berupa nilai NEM sekolah sebelumnya/SMP) dan nilai terendah 3 (jika nilai input siswa rendah).

995<skor≤18. Berikut disajikan tabel data output siswa: .665 Kurang optimal 5 7<skor≤13. Output Data tentang output siswa dengan nilai maksimum 15 (jika output siswa mempunyai kualitas tinggi) dan dengan nilai minimal 3 (jika output siswa rendah).665<skor≤23. Proses Pengajaran Kriteria penilaian Proses pengajaran yaitu dengan nilai maksimum sebesar 35 (jika sekolah bisa menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien) dan nilai terendah 7 (jika sekolah tidak dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien).80 Berikut disajikan tabel kriteria skor input siswa Tabel 3.335 Cukup optimal 4 13. Berikut disajikan tabel kriteria skor proses pembelajaran: Tabel 3.005<skor≤35 Sangat optimal 2 23.995 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.005 Optimal 3 18.32 Kategori Skor Input Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.335<skor≤28.33 Kategori Skor Proses Pembelajaran No Interval Skor Kriteria 1 28.

81 Tabel 3. serta melakukan pemeliharaan dan inventarisasi secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika sekolah tidak memanajemen sarana prasarana secara optimal).67 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Indikator Pengadaan .35 Manajemen Sarana Prasarana Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Pemeliharaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Inventarisasi Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2.34 Kategori Skor Output Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi e) Manajemen Sarana Prasarana Data tentang sarana prasarana dengan nilai maksimum 50 (jika sekolah memiliki program pengadaan sarana prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Berikut disajikan tabel data manajemen sarana prasarana: Tabel 3.

82 1.37 Kategori Skor Pemeliharaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat optimal 10<skor≤12 Optimal 8<skor≤10 Cukup optimal 6<skor≤8 Kurang optimal 3<skor≤6 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi . Berikut disajikan tabel kriteria skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3.36 Kategori Skor Pengadaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2. Berikut disajikan tabel kriteria skor pengadaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3. Pengadaan Sarana Prasarana Data tentang pengadaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pengadaan sarana prasarana disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki sekolah) dan dengan nilai minimal 3 (jika pengadaan sarana prasarana tidak terprogram secara ideal). Pemeliharaan Sarana Prasarana Data tentang pemeliharaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pemeliharaan sarana prasarana dilakukan dengan optimal) dan dengan nilai minimal 3 (jika pemeliharaan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).

Inventarisasi Sarana Prasarana Data tentang perawatan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 20 (jika inventarisasi sarana prasarana dilakukan secara optimal) dan dengan nilai minimal 4 (jika perawatan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).99 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .005 Optimal 3 10.335 Cukup optimal 4 7.66<skor≤13.66 Kurang optimal 5 4<skor≤7. Berikut disajikan tabel kriteria skor inventarisasi sarana prasarana: Tabel 3.335<skor≤16.005<skor≤20 Sangat optimal 2 13.99<skor≤10.38 Kategori Skor Inventarisasi Sarana Prasarana No Interval Skor Kriteria 1 16.83 3.

menunjukkan keseriuasan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kendal. Hal tersebut sangat menggembirakan bagi generasi muda yang ada di Kabupaten Kendal dan sekitarnya. Teknik Elektro. Tata Busana. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bisnis Manajemen (Bismen) dan program keahlian Akuntansi. Sedangkan Program keahlian . pemerintah akan menjamin lapangan kerja yang luas. Melalui SMK mereka bisa mengembangkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki.1. Pemerintah yang selalu tanggap. Teknik Pendingin dan Tata Udara. Program keahlian yang diterapkan disemua SMK di Kendal baik negeri maupun swasta.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Kabupaten Kendal merupakan sebuah wahana pendidikan yang terus dipacu untuk dikembangkan lebih baik menuju amanat tujuan pendidikan di tingkat SMK. tidak tanggung-tanggung. Dimulai dari Teknik Mesin (Otomotif). Seluruh SMK di Kabupaten Kendal merupakan sebagian kelompok SMK di Indonesia yang menjadi program percontohan Mentri Pendidikan Nasional. Artinya bagi mereka yang lulus SMK adalah orangorang yang siap menjalankan pekerjaan dikemudian hari sesuai dengan keahlian mereka masing-masing.1 Hasil Penelitian 4. Teknik Bangunan. dapat dikatakan sangatlah lengkap.84 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.

menjadikan sekolah tersebut . Teknologi hasil Pertanian. Ternak. Lebih detail dan semakin dalam lagi. Geologi Pertambangan. Penulis hanya meneliti manajemen sekolah secara umum yang diterapkan dimasing-masing Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diseluruhn Kabupaten Kendal dengan status sekolah negeri dan swasta. Sekolah Menengah Kejuruan baik negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Kendal dapat dikatakan mempunyai persaingan yang kompetitif disetiap unsur sistem manajemen sekolah. maka penulis tidak melihat lebih jauh tentang program keahlian tersebut. dan menentukan prestasi lulusan. dan lain sebagainya. Namun demikian tidak berarti antar sekolahan saling menjatuhkan sama lain. kepemimpinan kepala sekolah pun diuji dalam persaingan yang sehat dan penuh pengertian. Malainkan hal sebaliknya yang tersaji dalam persaingan tersebut. proses belajar mengajar. Ikan. tenaga pendidikan. Merujuk pada kompleksnya program keahlian yang ada diseluruh SMK Kendal. yaitu saling melengkapi kekurangan yang dimiliki masing-masing sekolah.1. administrasi dan lain sebagainya selalu ada persaingan menjadi yang lebih baik dari seluruh SMK di Kendal.2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kabupaten Kendal merupakan SMK yang menerapkan banyak program keahlian.85 Budidaya Tanaman. dimulai dari model persaingan penerimaan siswa baru. hal yang demikian tidak terjadi di SMK Kendal. Banyaknya program keahlian yang di tempuh oleh sekolah. Pemerintah kabupaten Kendal akan berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan program keahlian tesebut. 4.

285 Sosial 13. digunakan untuk lebih memudahkan dan agar komunikatif dalam mendiskripsikan hasil penelitian.07 12. Berikut adalah hasil penelitian dengan menggunakan metode angket di setiap SMK Negeri dan Swasta se Kabupaten Kendal.47 89.408 Nilai rata-rata secara keseluruhan pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala SMK negeri di Kabupaten Kendal.86 memerlukan kinerja manajemen yang optimal untuk mendukung berjalanya kegiatan sekolah.332 0. Standar Deviasi 0. dan manajemen sarana prasarana merupakan komponen manajemen yang harus dijaga kualitasnya agar kesemua manajemen tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan masing-masing sekolah. Kepala sekolah selaku penggerak utama dalam semua kebijakan untuk menjalankan amanat dimasing-masing manajemen. Berdasarkan tabel diatas .745 Sumber: Data Penelitian (Diolah) No 1. 2.417 0.89 12.98 Total 96.735 Supervisi 13. 3.74 12.43 20. 5.73 11.872 0. kesiswaan. A. 4. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tabel 4. Manajemen kurikulum.95 29.79 10.01 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 23.18 Manajerial 32. harus berperan kooperatif guna menciptakan kondisi yang maksimal disetiap kinerja manjemen.18 26.78 12.93 22.287 2.565 Kewirausahaan 13.502 0.92 82. tenaga kependidikan. Analisis diskriptif yang akan penulis sampaikan disetiap variabel beserta indikatornya.

kompetensi manajerial berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah akan dijelaskan seperti berikut : a) Kompetensi Kepribadian Skor rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. kompetensi manajerial masih kurang maksimal bagi kepala SMK negeri. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. Namun dalam komponen kepemimpinan kepala sekolah. kewirausahaan. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. Hal ini terbukti. Berdasarkan nilai rata-rata. hal ini banyak dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. atau merupakan kelemahan dari variabel kepemimpinan kepala sekolah. supervisi. manajerial. berarti kepemimpinan kepala sekolah sudah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah. dan sosial. dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.417. . Kelemahan tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti kecenderungan mendekati kriteria rata-rata.87 dapat dilihat dari nilai rata-rata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal.

dan juga telah menggunakan pendekatan dan teknik .01 diatas menunjukkan kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal. Kepala sekolah juga belum secara signifikan dalam mengelolah staff guru dan karyawan.332.88 b) Kompetensi Manajerial Kompetensi manajerial pada SMK negeri masuk dalam kriteria ideal. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah.01 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari komptensi supervisi masuk dalam kriteria sangat ideal.872. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 0. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah. Hal ini terbukti. c) Kompetensi Kewirausahaan Nilai rata-rata dari tabel 4. Hal ini dikarenakan kepala sekolah telah merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik dalam rangka profesionalisme guru. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah. semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah melalui rapat-rapat rutin yang dilaksanakan oleh sekolah.

Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah sudah bisa berkomunikasi langsung oleh masyarakat sekolah dan masyarakat luar sekolah. 5.5 Sosial 14. kewirausahaan.868 1. Standar Deviasi 0. berarti kepemimpinan kepala sekolah SMK swasta sudah mendekati kriteria sangat ideal.57 Kewirausahaan 14. penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.94 Supervisi 14. e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.01 menunjukkan kritria sangat idal. Kepala sekolah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian.38 0.22 21.615 4.48 88.21 10. Tabel 4.287. 2. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana. Diolah No 1.00 11. dan sosial.92 75.43 19. manajerial. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal.52 12.00 9. supervisi. 3.502. 4. Hal ini terbukti.43 29.57 11.24 Nilai rata-rata pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala sekolah pada SMK swasta.31 12. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0.825 Manajerial 33.89 supervisi yang tepat. Dengan standar deviasi menunjukkan nilai yang kecil.2 Sumber: Data Penelitian.833 0.543 0.365 Total 100.02 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 24.71 25. Namun dari kelima .

868. menggambarkan kompetensi tersebut pada kepala sekolah SMK swasta di Kabupaten Kendal berada pada kategori kedua dan berkriteria ideal. Hal ini terbukti. . Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah.90 kompetensi kepala sekolah. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. Berdasarkan nilai rata-rata kompetensi manajerial dan supervisi kepala sekolah. kompetensi manajerial dan supervisi yang masih kurang. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. Kelemahan pada kompetensi manajerial menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. hal ini dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah seperti berikut ini : a) Kompetensi Kepribadian Perolehan nilai rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. Sementara itu untuk kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta.

Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 1. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4.833. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat.91 b) Kompetensi Manajerial Pada SMK swasta kompetensi manajerial masuk dalam kriteria ideal. Hal ini terbukti.543. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. . semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah.38. c) Kompetensi Kewirausahaan Skor rata-rata pada kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal.02 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0.

92

e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4.02 menunjukkan kriteria sangat ideal. Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah aktif berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekolah maupun masyarakat luar sekolah. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.615. B. Manajemen Kurikulum Tabel 4.03 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23.21 20.76 21.985 Kalender Pendidikan 9.68 8.73 9.205 Program Pembelajaran 27.97 25.22 26.595 Penilaian Hasil Belajar 18.48 17.07 17.775 Peraturan Akademik 14.00 12.71 13.355 Total 93.34 84.49 88.915 Sumber: Data Penelitian, Diolah

No 1. 2. 3. 4. 5.

Standar Deviasi 0.408 0.158 0.458 0.235 0.215 1.475

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK negeri. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti

kurikulum dan program pengajaran sekolah sudah sangat optimal. Pelaksanakan kurikulum telah sesuai dengan aturan. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini :

93

a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Analisis yang digunakan untuk menjawab penilaian pada skor rata-rata yang tertulis diatas dengan kriteria sangat optimal adalah karena seluruh SMK negeri telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan, standar isi dan praturan pelaksanaannya. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, kondisi peserta didik, kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat. Dukungan yang lebih kuat lagi datang dari staff pengajar yang mana mereka telah bertanggungjawab menyusun SILABUS dan RPP disetiap mata pelajaran yang diampunya. Sehingga dalam pencapaian

terlaksananya KTSP dalam lingkup proses belajar selalu optimal. Penilaian sangat optimal yang dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan, bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0.408. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sangat sesuai. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0.158. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK negeri sudah sangat optimal. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh SMK negeri lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai

94

penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal, seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 0.458. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test, ujian praktek, mid semester, ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN). Untuk menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian, SMK negeri juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK negeri di Kendal telah menggunakan pedoman KKM, dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik, wali murid, komite sekolah dan institusi diatasnya. Hal ini terbukti, bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0.235. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui, disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0.215.

Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.345 Program Pengajaran 28.04 dengan kriteria sangat optimal adalah lebih dikarena seluruh SMK swasta telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan. 3.22 Sumber: Data Penelitian.47 24. Tabel 4. kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat.13 70.86 Peraturan Akademik 14.95 No 1.31 82.275 Total 94. Pelaksanaan kurikulum sudah dilaksanakan sesuai aturan.04 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23. Namun dalam komponen manajemen kurikulum masih memiliki kekurangan pada indikator kalender pendidikan.655 3. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.585 Kalender Pendidikan 9. berarti manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK swasta sudah sangat optimal.31 12.67 20. 2.67 19.86 Penilaian Hasil Belajar 18. Diolah Standar Deviasi 0. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal.972 0.50 7.97 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum pada SMK swasta.64 13.385 1. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. kondisi peserta didik. 5. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini : a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Skor rata-rata yang tertulis pada tabel 4.24 10.50 17. Penilaian sangat optimal yang .828 0. 4. standar isi dan peraturan pelaksanaannya.13 0.19 8.25 21.

skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sesuai. penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 1. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK swasta sangat optimal. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. mid semester. bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0.385. ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN). Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Hal ini terbukti. karena waktu yang sudah habis untuk kegiatan belajar mengajar. Fakta ini ditunjukkan dengan penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK swasta sebesar 0. ujian praktek. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh sekolah lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal.96 dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan.13.972. seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. hal ini terlihat dengan kurang tepatnya pelaksanaan ujian semester. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test. Seorang guru kadang tidak lengkap dan tuntas dalam memberi materi pelajaran. seorang guru tidak maksimal dalam mengajar. Untuk . Akan tetapi pelaksanaan kaldik belum maksimal. Sehingga dalam menyiapkan anak didiknya.

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK swasta di Kendal telah menggunakan pedoman KKM.49 8.05 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal.78 43. 6.828. disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya. 4.292 Pustakawan 8. wali murid.05 8.655. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai. 2.365 0.79 77.177 Sumber: Data Penelitian. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0.515 0. SMK swasta juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM).00 7.28 40.695 0.64 7. .917 Guru 9. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian.63 7.295 Administrasi 8.273 Laborat 8. Diolah No 1.40 6.53 0.185 Total 90. C.97 menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian.26 2.215 Konselor 9. Manajemen Tenaga Kependidikan Tabel 4. dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik. komite sekolah dan institusi diatasnya. bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0. 5.335 0.Sek 46.82 0. 3.78 8.34 8. Hal ini terbukti.73 84.89 7. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui.24 7.

membimbing.917. dan melatih . Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Disamping itu. sarana prasarana dan hubungan masyarakat. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal. kesiswaan. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 0. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal.98 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi tenaga kependidikan SMK negeri. mendidik. Dalam hal ini kepala sekolah sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing. berarti tenaga kependidikan sekolah sudah mendekati kriteria sangat ideal. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indicator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK negeri sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata tenaga kependidikan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. guru juga telah memberikan motivasi. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK negeri telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal tenaga pustakawan dan laborat. Hal ini berarti tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria awal. memfasilitasi.

Dengan latar belakang yang cocok dengan pekerjaannya. Dapat dibuktikan. Hal ini terbukti. Dalam memberikan bimbingan dan konseling terhadap para siswa. sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau mrupakan kelemahan dari indikator pustakawan. bahwa penyimpangan dalam indicator pustakawan hanya sebesar 0. guru selalu tepat pada tujuan yang diinginkan saat membimbing dan saat memberikan konseling.99 peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0. Hal ini terbukti. penyimpangan dalam aspek tenaga konslor dari masing-masing sekolah negeri hanya sebesar 0. mereka tidak kesulitan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi siswa dan sekolah.292. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga telah maksimal dilaksanakan. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan. Namun demikian tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin.215.273. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK negeri mendapat kriteria sesuai. . Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya.

ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan.185. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik. maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0.100 e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. Fakta ini terbukti. kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. Di SMK negeri belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya.295. . sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik.

63 35. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK swasta telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen tenaga kependidikan berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal.78 40.475 Guru 9.35 6.08 0. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal.Sek 44. 4.75 7.342 Total 89. berarti manajemen tenaga kependidikan SMK swasta sudah mendekati kriteria ideal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. 5. Secara keseluruhan tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah.06 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep.31 0.50 6. Namun dalam komponen tenaga pustakawan dan laborat masih kurang.92 8.08 8.01 69. kesiswaan.205 1.48 Administrasi 9.347 Laborat 8. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal.63 5.101 No 1.21 0.105 0.27 7.23 Pustakawan 8.43 Konselor 8.1 3. sehingga kepala sekolah . 6. Tabel 4. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas. 2.303 Sumber: Data Penelitian.13 7.19 0.77 7. 3. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria ratarata. sarana prasarana dan hubungan masyarakat.39 8. Diolah Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen tenaga kependidikan pada SMK swasta.19 79.

mendidik. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau masih ada kelemahan pada indikator pustakawan. sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya. guru juga telah memberikan motivasi.102 sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing.23. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indikator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK swasta sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga . memfasilitasi.475.43. dan melatih peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan. Disamping itu. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 1. Akan tetapi tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin. membimbing. penyimpangan dalam aspek tenaga konselor dari masing-masing sekolah swasta hanya sebesar 0. penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK swasta mendapat kriteria sesuai. Hal ini terbukti. Hal ini terbukti.

f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal. bahwa penyimpangan dalam indikator pustakawan hanya sebesar 0.103 telah maksimal dilaksanakan. Dapat dibuktikan. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai. kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0.48.347. Fakta . baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya. e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata pada aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. Di SMK swasta belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik.

Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah.655 Sumber: Data Penelitian. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0. berarti manajemen kesiswaan SMK negeri sudah sangat tinggi. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Diolah No 1.63 13. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan.465 Proses 32. dan mereka cendrung untuk memilih SMK negeri terlebih dahulu dari pada SMK swasta. Standar Deviasi 0. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK negeri mendapat kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kesiswaan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi.07 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14.26 28.104 ini terbukti. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.69 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi kesiswaan SMK negeri. 2. Manajemen Kesiswaan Tabel 4.12 30. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. .278 0.30 12.342. D.19 Total 43.

46 Sumber: Data Penelitian. Diolah Standar Deviasi 0. berarti output (lulusan) SMK negeri sudah mendekati kriteria tinggi. output SMK negeri sudah termasuk dalam kriteria tinggi.69. Hal ini terbukti. Hasil analisis angket penelitian menunjukkan. efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK negeri sangat tinggi. Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.46 Total 11. No 1.80 11. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan criteria sangat optimal.278.105 Karena banyaknya peminat yang ingin masuk pada SMK negeri. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0. Tabel 4.12 9.08 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 13. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi.553 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK negeri. maka SMK negeri menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0. Tingkat kelulusan dalam .

09 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14. Siswa yang diterima diperusahaan untuk bekerja semakin meningkat. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi. 2. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Tabel 4.47 12.675 1.13 24.106 kurun waktu 4 tahun terakhir mengalami peningkatan.558 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kesiswaan pada SMK swasta. Diolah No 1. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kesiswaan berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi.455 Total 41.495 Proses 34. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK swasta mendapat kriteria sangat tinggi. Standar Deviasi 0. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK . maka SMK swasta menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru.78 29. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah. dengan demikian secara keseluruhan grafik perkembangan akademik mengalami kenaikan.95 Sumber: Data Penelitian.52 10. berarti manajemen kesiswaan SMK swasta sudah sangat tinggi. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan. Karena banyaknya siswa yang ingin masuk pada SMK swasta. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.

Standar deviasi tersebut menunjukkan perlu adanya perbaikan sistem pada model penerimaan siswa baru. Hal ini terbukti. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0. efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi.663 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK swasta.53 Sumber: Data Penelitian.10 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 12.52 8. nilai standar deviasi yang kecil berarti semakin mendekati nilai rata-rata. Standar Deviasi 0. Diolah No 1. . Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan kriteria sangat optimal.53 Total 10.107 swasta sangat tinggi. artinya output (lulusan) SMK swasta sudah mendekati kriteria tinggi.675. Tabel 4. Sedangkan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK swasta hanya sebesar 1. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi. Perbaikan ini harus terus dijalankan untuk bisa bersaing dengan SMK negeri.54 10.558.

392 0. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan inventarisasi sarana prasarana. . Karena pada aspek pengadaan sarpras. jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja.05 35. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas. Manajemen Sarana dan Prasarana Tabel 4.22 10.11 10.999 Sumber: Data Penelitian.11 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Negeri No. Pengadaan 13. Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana untuk unsur pemeliharaan mencapai taraf sangat optimal. sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah.353 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi sarana dan prasarana SMK negeri.95 12. Inventarisasi 17. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.378 0. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat optimal.22 15.76 11. Diolah Standar Deviasi 0. Sedangkan untuk aspek pengadaan dan inventarisasi hanya berkriteria optimal. berarti manajemen sarana dan prasarana SMK negeri sudah mendekati kriteria sangat optimal. Pemeliharaan 13. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.97 Total 44.72 14.583 1.93 39. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1. SMK negeri tidak membutuhkan sarpras yang baru.935 2.108 E.085 3.

109

Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392. b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK negeri mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK swasta, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, mereka juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK negeri hanya sebesar 0.378. Walaupun sudah unggul dari SMK swasta, SMK negeri harus lebih meningkatkan kualitas dan tata cara penjagaan sarpras disekolahan. Karena jika dilihat masih terdapat penyimpangan nilai dari skor rata-rata pada aspek pemeliharaan. Sehingga dengan peningkatan tata cara pemeliharaan sarpras, diharapkan umur ekonomis dari barang tersebut masih cendrung utuh atau sedikit penyusutannya. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583.

110

Tabel 4.12 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Swasta No. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1. Pengadaan 13.75 10.00 11.875 2. Pemeliharaan 14.00 9.89 11.945 3. Inventarisasi 18.50 13.64 16.07 Total 46.25 33.53 39.89 Sumber: Data Penelitian, Diolah

Standar Deviasi 0.625 0.685 0.81 2.21

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen sarana dan prasarana pada SMK swasta. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti manajemen sarana dan prasarana SMK swasta sudah mendekati kriteria optimal. Namun terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan pemeliharaan sarana

prasarana. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas, jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja. Karena pada aspek pengadaan sarpras, SMK swasta tidak membutuhkan sarpras yang baru, sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah. Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392.

111

b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK swasta mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK negeri, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, SMK swasta juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti,

penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK swasta hanya sebesar 0.378. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583. Standar deviasi menunjukkan perlu adanya pendataan kembali sarpras yang dimiliki sekolah. Karena sangat rugi jika sarana yang telah dimiliki oleh sekolah hilang, dan akhirnya system pendidikan yang ada disekolah dirugikan
Tabel 4.13 Rekapitulasi Skor Kinerja Manajemen Sekolah Negeri dan Swasta

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Variabel Penelitian Kepemimpinan Kepala Sekolah Kurikulum Tenaga Kependidikan Kesiswaan Sarana dan Prasarana Output

SMK Negeri 89.745 88.915 84.26 43.655 39.999 11.46

SMK Swasta 88.2 82.22 79.1 41.95 39.89 10.53

Sumber: Data Penelitian, Diolah

Tabel 4.13 menunjukkan secara keseluruhan kinerja manajemen sekolah antara SMK negeri dan swasta. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK

manajemen tenaga kependidikan 79. kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha dilingkungan Kendal dan . Terlihat bahwa SMK negeri lebih unggul sedikit dari SMK swasta.2.53 (tinggi).95 ( sangat tinggi). manajemen kurikulum 82. dan manajemen sarana prasarana 39.112 negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berjumlah 89. manajemen tenaga kependidikan 84.999 (optimal) serta output 11. hanya pada aspek kompetensi manajerial pada kepala sekolah negeri dan swasta belum bisa optimal atau merupakan kelemahan pada aspek tersebut. manajemen kesiswaan 43. manajemen kurikulum 88.1 (ideal).26 (sangat ideal).915 (sangat optimal). manajemen sarana prasarana 39. kepala sekolah SMK negeri dan swasta sudah sangat optimal pada semua kompetensi.2 Pembahasan 4. Akan tetapi. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam hal kepemimpinan kepala sekolah.745 (sangat ideal). Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berjumlah 88. Artinya.1 Kinerja Manajemen SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal 1. serta output 10. 4. Kelemahan dalam aspek kompetensi manajerial dikarenakan dalam merumuskan kurikulum. kriteria yang diterima baik SMK negeri maupun swasta dalam kategori yang seimbang.22 (sangat optimal). kinerja manajemen sekolah di SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal dalam kondisi maksimal sesuai dengan teori dan Permendiknas tahun 2007.2 (sangat ideal).89 (optimal).46 (tinggi). manajemen kesiswaan 41.655 (sangat tinggi).

dagang maupun jasa di wilayah Kabupaten Kendal. Kegiatan kerjasama hanya sebatas dalam lingkup kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) saja.113 sekitarnya. sekolah juga dapat mengelola kelulusan agar bisa bekerja pada perusahaan terkait. Sedangkan alasan mengapa kerjasama antara sekolah dan perusahaan tidak terjadi. adalah karena pihak sekolah belum siap dengan tenaga pendidik yang ada untuk mengikuti perkembangan teknologi perusahaan. Padahal disamping untuk mengetahui perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan dan untuk memperbaiki kualitas kelulusan. baik perusahaan manufaktur. belum mencapai tahap kerjasama perkembangan teknologi dan pengelolaan kelulusan. karena alasan diatas menunjukkan bahwa pihak sekolah dinilai belum mampu menjamin out put yang berkualitas untuk pelanggan atau dunia usaha. Menurut Kemenade dan Garre (2003. atau yang sering dikenal dengan kebutuhan yang berorientasi pada pelanggan. Artinya bahwa kompetensi manajerial dalam dimensi pengelolaan dan pengembangan kurikulum serta kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan tujuan pendidikan belum dilaksanakan oleh kepala sekolah.33) dalam Martinis Yamin (2007. Fakta diatas disebabkan kepala sekolah belum mengadakan hubungan kerja sama dengan perusahaan.78) menyebutkan bahwa standarisasi kelulusan pendidikan . Hal ini memberi arti bahwa harus ada perbaikan pada SMK se-Kabupaten Kendal. Penyebab lain adalah karena pihak perusahaan menganggap bahwa kerjasama dengan sekolah tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan.

tidak memantau secara berkala perkembangan peserta didik.114 mempersyaratkan delapan kategori. 5) berorientasi pada kelompok. Jadi bisa disimpulkan bahwa temuan dari penelitian ini tidak konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Daman. Sementara itu. karena hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas lulusan. temuan pada SMK swasta adalah terdapat kelemahan pada kompetensi supervisi. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. 6) komitmen untuk peningkatan terus menerus. bahwa pelaksanaan manajemen sekolah harus memenuhi syarat tentang keterbukaan manajemen. kemandirian dan ketercapaian sasaran dan dampak manajemen sekolah. yaitu : 1) berorientasi pada pelanggan. 3) mampu membuat keputusan berdasarkan fakta. 2) memiliki pengetahuan praktis dan aplikasi alat-alat total quality management (TQM). . Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. aspek yang belum maksimal adalah kerjasama diluar (ekstern) sekolah. Kerjasama yang perlu dilakukan pada jenjang SMK adalah kerjasama sekolah dengan dunia usaha. kerjasama intern dan ekstern sekolah. Merujuk pada penelitiannya Daman (2001). 7) pembelajaran aktif. Pada penelitian ini. Kepala sekolah hanya memberikan tugas-tugas sekolah kepada orang-orang kepercayaannya saja. dan belum bisa memberikan tugas dan tanggungjawab kepada bawahannya yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. sehingga profesionalitas didalam sekolah tidak bisa tercipta. 4) memiliki pemahaman bahwa kerja adalah suatu proses.

pengalaman dan potensi serta sikap SDM yang ada di sekolah maupun masyarakat secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Sedangkan penyebab ketidaksesuaian pemberian tanggungjawab dari kepala sekolah kepada bawahannya adalah kurangnya tenaga pendidik yang ada dalam sekolah.115 Penyebab dari fakta diatas adalah kepala sekolah mengganggap bahwa guru yang mengajar dikelas sudah memiliki kemampuan yang maksimal. d) Merumuskan tugas dan tanggung jawab (pembagian kerja secara individual maupun secara kelompok) dengan koordinasi yang memadai. pengalaman dan sikap seseorang dengan mnggunakan moto ”the right man on the right place”. c) Mengupayakan agar tugas-tugas dilaksanakan oleh tenaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. keterampilan. Upaya untuk meningkatkan kompetensi supervisi dapat dilakukan dengan upaya pendayagunaan SDM adalah upaya-upaya memanfaatkan pengetahuan. Pendayagunaan SDM ini dapat dilakukan dengan: a) Mengidentifikasi tugas yang harus dikerjakan. sehingga dibiarkan saja dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikelas. Seperti kurang tepatnya metode pembelajaran dengan pokok bahasan. minat dan sikap SDM yang ada. b) Mengidentifikasi kemampuan. Padahal sebenarnya masih banyak guru tidak berkualitas dalam KBM. . sehingga hanya orang yang dipercaya kepala sekolah saja yang digunakan untuk memegang mata pelajaran yang sebenarnya tidak sesuai dengan keahlian dan profesionalitas. tidak tepatnya penanganan masalah dalam kelas dan kurang bisa memotivasi peserta didik dalam belajar.

Karena kurikulum yang di terapkan di semua SMK negeri dan swasta adalah kurikulum KTSP. Dalam ranah kognitif misalnya. Indikator lain seperti kalender pendidikan. mengidentifikasi. . 2. Manajemen Kurikulum Secara keseluruhan berdasarkan hasil analisis angket penelitian. f) Lakukan supervisi secara berkala dan sampaikan umpan balik dari hasil supervisi dengan segera. Seperti yang dikatakan oleh Yusufhadi (2004:732). menilai.116 e) Intensifkan komunikasi antara pimpinan dan staf dan sesama staf untuk mendiskusikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bersama maupun tanggung jawab masing-masing. penilaian hasil belajar dan peraturan akademik yang dipakai juga telah dilaksanakan dengan sangat optimal.23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. program pembelajaran. pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta memperoleh kriteria sangat optimal. Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. dan mencipta. penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. penguasaan atas tujuan belajar dalam kurikulum harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah.22 dan No. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan. dan mengulang. Pelaksanaan kurikulum KTSP berdasarkan Permendiknas tahun 2007 No.

1) pelaksanaan ujian nasional sering mengalami ketidaktepatan. maka kaldik pada SMK swasta tidak konsisten. dapat dipastikan mengalami keterlambatan dalam pencapaian tujuan. 2) masih banyak guru yang tidak masuk pada awal tahun ajaran. Hal ini dikarenakan tingkat kontrol terhadap kaldik masih lemah. Menurut Yuliningtias (2008:150) bahwa salah satu ketercapaian tujuan pendidikan adalah pelaksanaan kaldik dengan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Jika kegiatan pendidikan yang terjadi terlepas dari ramburambu kaldik. Sebagai contoh kegagalan dalam kaldik yaitu . sehingga mengakibatkan banyak waktu yang kosong terbuang. dan perencanaan kaldik belum secara keseluruhan disesuaikan dengan . maka dimungkinkan sekolah akan melenceng dari tujuan awal yang telah ditetapkan. Mengacu pada penelitian tersebut. Kelemahan ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik kurang maksimal diterapkan. Hal ini yang membuat tujuan belajar belum tercapai sesuai dengan yang dirumuskan oleh Yusufhadi. Penyebab dari lemahnya pelaksanaan kontrol terhadap kegiatan kaldik adalah kurang jelasnya peran pihak yang bertanggung jawab atas kontrol kegiatan kaldik.117 Akan tetapi di SMK swasta ada kelemahan pada indikator kalender pendidikan (kaldik). sehingga mengakibatkan konsentrasi persiapan belajar siswa terganggu. Kalaupun tidak melenceng. Ketidakjelasan ini terjadi karena sekolah tidak pernah memberi wewenang kepada salah satu tenaga kependidikannya untuk mengawasi dan mengontrol keberlangsungan kegiatan kaldik.

laborat. baik jangka pendek.118 perencanaan tujuan sekolah. menengah dan jangka panjang. 3. dan tenaga administrasi secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. Hal ini tidak konsisten dengan tenaga laborat dan pustakawan dimasing-masing sekolah. konselor. berdaya guna dan berhasil guna. pustakawan. pustakawan. dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. Sekolah memiliki tenaga kependidikan yang lengkap. guru bidang studi. Fakta diatas terjadi karena pada SMK negeri dan swasta belum mempunyai kualifikasi akademik yang memadai untuk tenaga laborat dan pustakawan. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. seperti wakil kepala sekolah. Sedangkan untuk pustakawan. laborat dan tenaga administrasi. konselor. Padahal seharusnya sekolah menempatkan tenaga khusus untuk fokus pada tugas laborat dan tugas pengelolaan perpustakaan. dan interes kerjanya. . Manajemen Tenaga Kependidikan Pelaksanaan ke-enam manajemen tenaga kependidikan yang meliputi wakil kepala sekolah. Akan tetapi masih terdapat kelemahan pada tenaga pustakawan dan laborat. guru. Temuan peneliti perihal tersebut masih terkait soal kurangnya dana untuk menggaji tenaga laborat dan pustakawan. mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. ijazah/keahliannya. Sehingga untuk alokasi tenaga laborat masih dipegang secara rangkap oleh guru masing-masing bidang studi. belum sesuai dengan bidang keahliannya.

Sistem dimana antara masing-masing unsur akan saling berpengaruh. Temuan ini sesuai dengan teori input-process-output yang disampaikan oleh Suparlan dkk bahwa elemen-elemen sekolah dianggap sebagai suatu sistem. Artinya. Temuan Jasman menunjukkan bahwa proses pembelajaran tanpa dikelola dengan baik. Artinya terjadi hubungan kausalitas/sebab-akibat yang cukup signifikan. Manajemen Kesiswaan Secara keseluruhan skor manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi kriteria yang dimiliki oleh masing-masing SMK menunjukkan bahwa sekolah telah berusaha maksimal dalam menyaring siswa baru dan telah optimal dalam menciptakan kondisi belajar mengajar. Jasman (2002) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada manajemen proses pembelajaran terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. jikalau sekolah swasta mengintensifkan pegembangan potensi maka kelemahan tersebut akan dapat diatasi. Karena proses pembelajaran yang .119 4. Jika alasan sekolah untuk proses pembelajaran kurang optimal dikarenakan dari in putnya kurang baik atau tidak berkualitas. Lebih lanjut Suparlan menggariskan salah satu indikator keberhasilan MBS pada aspek peserta didik adalah dengan adanya kemampuan pengembangan potensi. maka akan menyebabkan kualitas pendidikan yang rendah. maka alasan tersebut harus ditolak. Beberapa upaya diantaranya dengan melakukan variasi pembelajaran dengan mengkolaborasikan dengan media pembelajaran yang tepat dan efektif.

namun demikian belum secara keseluruhan SMK se-Kabupaten Kendal para lulusannya terserap dalam dunia usaha. telah konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Jasman. untuk menghindari pengangguran mereka menutupi permasalahan tersebut dengan berwirausaha dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk mengupayakan . Menurut Bafadal (2003:5) secara umum. tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Dalam manajemen kesesiswaan baik negeri maupun swasta. Artinya walaupun tidak berkriteria sangat tinggi. Aspek Out Put (Lulusan) Pada aspek lulusan rata-rata yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. Bagi yang belum bisa bekerja karena belum diterima di industri tertentu.120 berkualitas datangnya dari manajemen proses pembelajaran yang berkualitas pula. 6. 5. menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan dibantu oleh wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana. Hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sarana prasarana. Manajemen Sarana dan Prasarana (Sarpras) Manajemen sarana dan prasarana sekolah di maksudkan agar sarana prasarana pendidikan tetap memberikan kontribusi secara optimal dalam proses pendidikan. baik SMK negeri maupun swasta para lulusannya telah banyak memasuki dunia usaha.

kedua-duanya didasari dengan alasan kurangnya biaya dalam kegiatan tersebut. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. terjadi ketidakoptimalan dikarenakan tidak mempunyai dana untuk pembelian sarpras. SMK negeri mempunyai dua alasan untukmenjawab ketidak optimalan dalam pengadaan sarpras. Begitu juga dengan tidak maksimalnya inventarisasi sarpras pada SMK negeri dan pemeliharaan sarpras pada SMK swasta. 1) kurangannya dana untuk membeli sarpras. Sedangkan pada SMK swasta. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. . Sedangkan SMK swasta memiliki kelemahan pada pengadaan dan pemeliharaan. Pada SMK negeri. pelaksanaan yang menjadi titik lemah manajemen sarana dan prasarana (sarpras) adalah pada pengadaan dan inventarisasi sarpras. Dalam hal pengadaaan. dan 2) tidak membutuhkan sarana yang baru.121 pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama.

sehingga iklim inovatif disekolahan tidak berkembang.122 BAB V PENUTUP 5. Aspek manajemen kurikulum Manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta berkriteria sangat optimal. Sedangkan kelemahan lainnya pada SMK swasta terdapat pada kompetensi supervisi. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. Namun pada SMK swasta terdapat kriteria yang belum maksimal. kepala sekolah belum bisa menyesuiakan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha. Aspek Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan kepala sekolah pada SMK negeri dan swasta memiliki kriteria sangat ideal. Hal ini dikarenakan dalam merumuskan kurikulum. Hal ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik .1 Simpulan Berdasarkan pembahasan analisis data yang telah diuraikan pada bab IV. 2. sehingga tenaga pendidik dan siswa tidak terpantau perkembangannya. Akan tetapi antara SMK negeri dan swasta memiliki kekurangan yang sama dalam kompetensi manajerial dengan kritria ideal. yaitu pada aspek kalender pendidikan dengan kriteria sesuai. dapat disimpulkan bahwa pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-kabupaten Kendal memiliki kinerja manajemen sekolah sebagai berikut: 1.

5. Pada aspek manajemen tenaga kependidikan Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. walaupun sebenarnya sebagian besar telah dapat bekerja. hal ini disebabkan SMK swasta mendapatkan input dari siswa yang belum mendapat kesempatan diterima pada SMK negeri. 4.123 kurang maksimal diterapkan. Namun. Pada aspek out put (lulusan) Aspek out put (lulusan) dalam manajemen kesiswaan rata-rata skor yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. sehingga tujuan belajar belum bisa tercapai secara dengan baik. Pada aspek manajemen kesiswaan Manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi. 6. Aspek manajemen sarana prasarana Manajemen sarana prasarana memiliki skor rata-rata dengan kriteria optimal. 3. fakta ini dikarenakan rata-rata background pendidikan laboratorium dan pustakawan tidak sesuai dengan profesinya. Kriteria tersebut dikarenakan belum semua tamatan terserap oleh lowongan kerja yang ada. baik SMK negeri dan swasta samasama memiliki kekurangan pada tenaga laboratorium dan pustakawan. SMK negeri memiliki input yang sedikit lebih bagus kualitasnya dari pada SMK swasta. Sedangkan indikator PBM tercatat sudah maksimal dilaksanakan. Namun pada SMK negeri belum maksimal pada indikator pengadaan .

membantu dan membimbing tenaga kependidikan. Untuk SMK swasta disarankan pada kompetensi supervisi. 2. Upaya ini agar kegiatan belajar mencapai titik efektif dan efisien. Baik kepala SMK negeri maupun swasta hendaknya meningkatkan kompetensi manajerial. Agar dapat memperbaiki kualitas peserta didik dengan mengoptimalkan proses pelajar mengajar. dengan selalu membuat kurikulum yang sesuai kebutuhan pelanggan atau dunia usaha. mengkoordinasi. 5. Yaitu dengan membuat kaldik sesuai tujuan pendidikan ditingkat sekolah maupun ditingkat nasional dan dilaksanakan disertai kontrol yang ketat sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. .2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas. Pada aspek kepemimpinan kepala sekolah. b. saran yang dapat diajukan adalah : a. Dalam aspek tenaga kependidikan. 3.124 dan inventarisasi sarpras. sedangkan SMK swasta pada indikator pengadaan dan pemeliharaan. hendaknya perekrutan karyawan laboratorium dan pustakawan harus disesuaikan background pendidikan dengan profesi yang akan ditekuninya. kepala sekolah hendaknya mengarahkan. Aspek manajemen kurikulum di SMK swasta hendaknya lebih ditingkatkan dalam hal Kalender Pendidikan (kaldik). dari penelitian ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1.

Kemudian pada aspek pemeliharaaan ditingkatkan supaya sarana prasarana yang dimiliki disekolah bisa mendukung proses pendidikan. Hendaknya SMK negeri untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras untuk mendukung kegiatan belajar.125 4. Kemudian pada aspek inventarisasi hendaknya menata dan mencatat kembali sarana prasarana yang telah dimiliki agar bisa terjaga dan termonitor keberadaannya. 5. Untuk SMK swasta disarankan untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras guna mendukung kegiatan belajar. sehingga para lulusan tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang disyaratkan oleh perusahaan untuk bekerja. b. Aspek out put atau lulusan. hendaknya sekolah mengadakan kontrak perjanjian dengan perusahaan-perusahaan didalam wilayah Kendal maupun diluar Kendal untuk memberi informasi tentang teknologi mutakhir yang digunakan agar sekolah dapat menyesuaikan melalui kurikulumnya. Pada aspek manajemen sarana prasarana. disarankan : a. .

Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) dan Kemungkinan Penerapannya. 2007. Remaja Rosdakarya Handoko. Kesiapan Pengelolaan dan Pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Grobogan. 1993. Mohamad. Nanang. Saifudin. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Jakarta: Buku I Konsep dan Pelaksanaan Fattah. Tesis. Yogyakarta: Liberty Ali. Depdiknas. Bandung : PT. Yogyakarta : BPFE Hamonangan. Husein. Laporan Penelitian. FIP Unnes. Edisi IV. 2004. Jakarta. Ibrahim. 2003. 2002. Konstribusi Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat Dasar di Jawa Tengah. PT Gramedia Pustaka Utama. Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi Industri. Metode Riset Perilaku Organisasi. kesiswaan. Penelitian Pendidikan. . 2003. Bafadal. Penyusunan Skala Psikologi. sarana dan prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara. Landasan Manajemen Pendidikan. 2000. 2002. Skripsi. Andini. 2008. Bumi Aksara Daman. Jasman. Jakarta: PT. Hani. Umar. 2002 . Yogyakarta : Pustaka Pelajar As’ad. Bandung: Angkasa.. Analisis kinerja manajemen kurikulum. Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SLTP Kota Semarang. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Manajemen. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. kependidikan (personalia). 2003. Arsika Sari. Universitas Negeri Semarang (UNNES). Helmi. 2003. 2005. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Muhammad. S.126 DAFTAR PUSTAKA Abbas. Jakarta : Rajawali Press Azwar. Suharsimi. Semarang: Sari Penelitian-Lemlit UNNES. Kota Padang Panjang Arikunto. Indarno.

Yamin. 2007. 2004. Metode Penelitian Pendidikan. Mathis. Bandung : ALFABETA Setiyowati. Skripsi. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.127 Mulyasa. 2007. Jakarta : Grasindo Sudjana. Manajemen Sumber daya Manusia Perusahaan. Martinis. Jakarta : Gaung Persada Press Jakarta Yulinintiyas. Efisiensi Manajemen Pendidikan Untuk Peningkatan Mutu SMK. Bandung: Remaja Rosdakarya Margono. Robert L & John H. S. Jakarta: Rineka Cipta Nazir. 2000 . 2007. Daya Tarik Iklan Produk Rokok Gudang Garam Merah di Media Televisi. 2005. Metoda Statistika. Analisis Portofolio Kinerja Manajemen Madrasah (MA) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Rembang. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Mangkunegara. 02 Volume 02 Desember 2005. Manajemen Sekolah. Tarsito Suprihatin.P. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah. Skripsi. Jackson. Metode Penelitian. Fakultas Ekonomi Univrsitas Islam Indonesia. Jakarta : Fajar Interpratama Offset Menteri Pendidikan Nasional. 2002 . Bogor : Ghalia Indonesia Nurkholis. 2004. Ivery. Semarang . Semarang : UNNES PRESS Sagala. Moh. 2008. 2004. Remaja Rosdakarya Morphy. Sri. Kota Padang Panjang Miarso. Yusufhadi. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. 2004. Bandung : PT. Universitas Negeri Semarang (UNNES) . Jurnal Guru N0. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. 2008. Syaiful. Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Bandung : PT. Novia. Manajemen Berbasis Sekolah. 2005. 2001. A. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful