ANALISIS KINERJA MANAJEMEN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI DAN SWASTA SE-KABUPATEN KENDAL

SKRIPSI
Diajukan dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata 1 Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Agus Nur Ikhsan Kurniawan 3301404526

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009
i

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan kesidang panitia ujian pada: Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Sukardi Ikhsan,M.Si NIP 130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si NIP 132205936

Mengetahui, Ketua Jurusan Akuntansi

Drs. Sukirman. M.Si NIP 131967646

ii

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang pada: Hari :

Tanggal :

Penguji Skripsi,

Rediana Setyani, S.Pd., M.Si. NIP. 132320173

Anggota I

Anggota II

Drs. Sukardi Ikhsan, M.Si. NIP.130515747

Amir Mahmud, S.Pd., M.Si. NIP.132205936

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si. NIP. 131658236

iii

Januari 2009 Agus Nur Ikhsan Kurniawan NIM.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri.3301404526 iv . bukan karena jiplakan dari karya tulis orang lain. Semarang. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah. baik sebagian atau seluruhnya.

dukungan dan semangatnya. (Ibnu Atha’illah dalam Gubuk Maya Gus Mus) “Tak ada rahasia untuk mencapai sukses. dan begitu juga sebaliknya”.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto . (Imam ibnu Atha’illah As Sakandary dalam kitab Al Hikam) “Menunda amal perbuatan yang baik karena menanti-nanti kesempatan yang lebih baik merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa”. kerja keras dan mau belajar dari kegagalan”. bantuan. • Teman-teman pendidikan akuntansi 2004 v . kupersembahkan karyaku ini dengan penuh cinta dan ketulusan untuk : • Ibu bapakku tercinta. Dengan tanpa mengurangi rasa syukurku pada Allah SWT. “Didalam kehidupan terkadang Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan. do’a dan dukungannya. kasih sayang. (General Colin Power) Persembahan . • Adikku Dwi Maghfiroh makasih atas do’a dan semangatnya. akan tetapi sebenarnya Tuhan telah memberikan sesuatu kepadamu. terima kasih atas cinta. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan. • Dek Barid YNs terima kasih atas do’a.

Pd. Amir Mahmud. 6. M.Si Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. M.. Sudijono Sastroatmodjo. 5. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta Se-Kabupaten Kendal” Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik dan selesai tepat waktu tanpa adanya dukungan dan batuan dari berbagai pihak. M. Drs. Drs. M. vi . S. M. Rektor Universitas Negeri Semarang.Si. Sukardi Ikhsan.Si. Kepala BAPPEDA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. Ketua Jurusan Akuntansi yang telah memberikan surat ijin penelitian. Agus Wahyudin. Prof.• Teman-teman kost Zona Ngapak • Almamaterku KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat.Si. rasa terima kasih yang tulus penulis ucapkan kepada: 1. Dekan Fakultas Ekonomi 3. 2. H. Sukirman. Drs. 4. berkah dan hidayah-Nya. Oleh karena itu.Si Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi. Drs.

Teman-temanku dikost Zona Ngapak beserta alumninya atas bantuan dan motivasinya.7. bapak. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu. adikku beserta keluarga besarku atas do’a dan dukungannya. 10. 8. Semarang. 12. Kepala SMK se-Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 13. Semoga bantuan yang telah diberikan kepada penulis menjadi catatan amal baik. Pada akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Dek Barid YNs atas do’a dan semangatnya. Guru-guru di SMK se-Kabupaten Kendal yang telah bersedia membantu penulis dalam mengisi angket penelitian. Januari 2009 Penulis vii . serta mendapat pahala yang setimpal dari Allah yang Maha Pemurah. Ibu. 9. Kepala DIKPORA Kabupaten Kendal yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. 11.

Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berkriteria sangat ideal. Uji validitas menggunakan rumus Product Moment. manajemen kurikulum sangat optimal. Pada perekrutan tenaga laborat dan pustakawan sebaiknya di cari orang yang memiliki keahlian dibidangnya. dengan metode angket. manajemen kesiswaan. manajemen kesiswaan.Pd. M. manajemen tenaga kependidikan. manajemen tenaga kependidikan sangat ideal.Si. manajemen kurikulum. S. Khusus pada SMK swasta ditambah lagi untuk dapat mengoptimalkan program supervisi. Formula agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal.. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.Si. manajemen kurikulum.. manajemen tenaga kependidikan ideal. sedang uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Pada aspek kurikulum hendaknya SMK swasta membuat kalender pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan. dan manajemen sarana prasarana di SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal. Sampel penelitian berjumlah 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta dengan teknik populasi sampling. Sukardi Ikhsan. M. Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta Se-Kabupaten Kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah. hendaknya sekolah merencanakan dampak yang akan dialami oleh lulusannya. manajemen sarana prasarana optimal. Pada aspek sarana prasarana. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berkriteria sangat ideal. 2009. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK negeri dan swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pemerintah merasa perlu untuk menerapkan manajemen berbasis sekolah. Metode analisis data adalah analisis deskriptif kualitatif dengan kategorisasi skor tiap variabel. Pembimbing II: Amir Mahmud. manajemen kesiswaan sangat tinggi. Pembimbing I: Drs.SARI PENELITIAN Kurniawan. serta output berkriteria tinggi.. manajemen kurikulum sangat optimal. SMK viii . dan manajemen sarana prasarana. Simpulan yang dapat diambil adalah bahwa kinerja manajemen sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Kendal sudah optimal. Kata Kunci : Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta. Saran dalam penelitian ini masing-masing kepala sekolah baik SMK negeri maupun swasta hendaknya dapat mengoptimalkan kompetensi manajerialnya. Metode pengumpulan data. Pada aspek out put. manajemen tenaga kependidikan. Variabel dalam penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah. manajemen kesiswaan sangat tinggi. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengelola sekolah secara mandiri. Agus Nur Ikhsan. dan manajemen sarana prasarana optimal serta output berkriteria tinggi.

.............................................................................................................................. PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................................. BAB I PENDAHULUAN ..........negeri hendaknya meningkatkan usahanya dalam pengadaaan dan inventarisasi secara lengkap................. DAFTAR ISI .............................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ........ 1.... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ..................... SARI PENELITIAN ............ PERNYATAAN ............ DAFTAR GAMBAR .............................. HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................4 Manfaat Penelitian .......................................................... i ii iii iv v vi viii ix xii xiii xvi 1 1 10 11 11 13 ix ................. DAFTAR TABEL ................ KATA PENGANTAR ...................... 1..........................................................3 Tujuan Penelitian ......................................................................................................................................................................................... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................... BAB II LANDASAN TEORI .................................................................................................................... Sedangkan untuk SMK swasta disarankan dalam pengadaan dan pemeliharaaan agar ditingkatkan............................. 1...2 Rumusan Permasalahan ...............................................................1 Latar Belakang Masalah .......................................................................................................................................................................................................... 1....

..................3..........................................2....................................................................................................Penger tian Manajemen .........3..........................3............................................................................1......1 ..............2...1..................................... 17 2..Fungsi -fungsi Manajemen Sekolah ................................................................................Tujuan Manajemen Sekolah ..................3...3...................................................1 .................................................................................................2....... 13 2....... 21 2..............................1 ......Kepem impinan Kepala Sekolah ..........................................................................................................................................................................2 ................ 16 2.....................................Prinsip -prinsip Manajemen Sekolah ..............................................................................................2.......Fungsi -fungsi Manajemen ....................Kinerj a ...........Penger tian Kinerja .......... 13 2.........................3 .......................................................5 ................................................................................................... 16 2....Manaj emen Sekolah ...................... 22 x ...............................................................................................................2 .... 13 2........Penger tian Manajemen Sekolah ........................................................................................................................................................................Penger tian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen .... 14 2............ 18 2....... 13 2.........................................3.........................................4 ......................

.................1 Metode Angket .................................................... 60 60 xi .................. 44 2................................................................................................. 54 3........................................1 Validitas ...........................................Hasil Penelitian Terdahulu ...................................................................................... 58 58 3.............................................................................................................Jenis Penelitian ...............................................................................................................2 ..................................5.................Variab el Penelitian ..............................................................4........................................ 42 2.............................. 3................................................................................................................................................................... BAB III METODE PENELITIAN ......................... 53 3...................................................1 ........................................................................ 46 53 3...............................................................................3.................................. 42 2....Kajian Penelitian yang telah dilakukan ...............................................................................................................................................4............................Metod e Pengumpulan Data ............... 3..................2.............5...........................5.6 ........4............................4.............................................................. 53 3..............Manaj emen Komponen-komponen Sekolah ........................Popula si Penelitian ..........................................................4..........3...............................................................................1.................2.........Hasilhasil yang sudah diteliti ...... 26 2...............................Kerang ka Berfikir ......Validit as dan Realibilitas ...........

1................2 Saran ......... 5.................................1...........Metod e Analisis Data ...................................................................................2.......1 Hasil Penelitian .........................................................1......................5.......... 3........................... 4.......6...................... DAFTAR PUSTAKA .....1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian .. 3..1......................................................................2 Realibilitas ............ LAMPIRAN ...................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .... 3.................... 4................................................................1 Analisis Deskriptif Kualitatif .....................................................................................6....................................1 Pengkategorian Skor .............2 Pembahasan .......................... 4....2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian .6............................. 5............6........1 Simpulan ........... 63 3.............. BAB V SIMPULAN DAN SARAN ...........................................................3........................................................................................... 4.............. 112 122 122 124 126 128 64 64 64 67 84 84 84 85 112 xii ........................1 Kinerja Manajemen SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal .........................2 Penyusunan Tabel Kritria Manajemen Sekolah ....................................................... 4...

..................................................... 52 xiii ..DAFTAR GAMBAR Gambar 1............. Kerangka Berfikir .....

..................................................................................................................................................................................... 67 Kepemimpinan kepala sekolah ...................................................................................................... 66 Kategori skor tenaga kependidikan .................................... 66 Kategori skor kepemimpinan kepala sekolah .......................................... 67 Kategori skor output ....... 69 Kategori skor kompetensi manajerial kepala sekolah ...................................... 55 Jumlah angket yang disebar disekolah ................................................................................................................................ 59 Hasil uji coba validitas angket ....... 54 Variabel-variabel penelitian .......................... 44 Populasi dan Sampel ................... 66 Kategori skor manajemen kesiswaan .................................................... 24 Kajian penelitian yang telah dilakukan ............................................................. 62 Distribusi skor manajemen sekolah .... 67 Kategori skor sarana prasarana .. 66 Kategori skor kurikulum ...........DAFTAR TABEL Tabel Halaman Kompetensi-kompetensi kepala sekolah ............................... 68 Kategori skor kompetensi kepribadian kepala sekolah ............................................................................................................................................. 69 xiv ........................................................................................................................................

................. 71 Manajemen Kurikulum ......................................... 82 Kategori skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah ............................................. 76 Kategori skor guru ... 80 Kategori skor proses pengajaran ..................................................................................................... 82 xv ......................................................................................................................................................................................................................................................................................... 71 Kategori skor KTSP .......................... 77 Kategori skor laborat ........................................................................................................................... 70 Kategori skor kompetensi sosial kepala sekolah ............................... 81 Manajemen sarana prasarana ....... 74 Kategori skor peraturan akademik .................................................................................Kategori skor kompetensi kewirausahaan kepala sekolah ........ 78 Kategori skor tenaga administrasi ........................................................ 79 Manajemen kesiswaan ............................................................................ 77 Kategori skor pustakawan .......... 79 Kategori skor input siswa ....................................................................... 75 Kategori skor wakil kepala sekolah ..................... 81 Kategori skor pengadaan sarana prasarana sekolah ...................................................................................................................................................................................................................................... 76 Kategori skor konselor ........................... 72 Kategori skor kalender pendidikan ............................................ 70 Kategori skor kompetensi supervisi kepala sekolah ............................................................. 80 Kategori skor out put (kelulusan) ............................................................................................. 74 Manajemen tenaga kependidikan............ 73 Kategori skor penilaian hasil belajar ................................................. 73 Kategori skor program pembelajaran ..........

............................................. 105 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah swasta .................................................. 107 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah negeri ....................Kategori skor inventarisasi sarana prasarana sekolah ....................... 104 Deskripsi output SMK Negeri ....................... 95 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah negeri ............................................................................................................................ 83 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah negeri ..................................................................................... 86 Deskripsi kepemimpinan kepala sekolah swasta ............... 110 Rekap hasil penelitian . 97 Deskripsi manajemen tenaga kependidikan sekolah swasta .. 101 Deskripsi manajemen kesiswaan sekolah negeri ............... 89 Deskripsi kurikulum sekolah negeri ...................................................................................................................................................................................... 92 Deskripsi kurikulum sekolah swasta ...................... 106 Deskripsi output SMK swasta ................................... 111 xvi .......... 108 Deskripsi manajemen sarana prasarana sekolah swasta ........................................

Hasil Penelitian Lampiran E. Surat Keterangan Penelitian xvii . Surat Ijin Penelitian Lampiran F. Surat Rekomendasi dari BAPPEDA dan DIKPORA Kendal Lampiran G. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Lampiran C. Instrumen Penelitian Lampiran B. Cara Perhitungan Skor Setiap Variabel dan Sub Variabel Lampiran D.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A.

xviii .

Untuk meningkatkan kehidupannya itu manusia akan selalu berusaha untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. pemerintah berkewajiban mencerdaskan . Artinya bangsa yang selalu memandang penting dan perlunya sebuah pendidikan bagi manusia yang menghuni didalamnya. maka bangsa tersebut sudah menanamkan modal dari setengah tujuan dan cita-cita bangsa dalam lingkup nasional. Pendidikan dalam kehidupan tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa dipandang sebelah mata. yang dilakukan oleh orangorang yang diserahi tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita nasional dalam dimensi pendidikan. Sesuai dengan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. manusia ingin mencapai suatu kehidupan yang lebih baik. Salah satu persoalan yang perlu kita pandang sangat penting adalah pendidikan. Usaha tersebut adalah sebuah fenomena nyata sebuah pendidikan yang sedang dijalankan oleh manusia.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu bangsa dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa yang bersangkutan untuk memandang dan menyikapi secara benar persoalan-persoalan yang dihadapi.1 BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam perkembangannya. Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis.

ketakwaan dan akhlaq sehingga memerlukan substansi materi pendidikan yang cocok dan juga penggunaan sistem yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan ini pemerintah merasa perlu untuk menerapkan dan .2 kehidupan bangsa. Dengan demikian tugas pemerintah begitu berat menyangkut pendidikan yang diemban didalamnya. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang diatur dalam undangundang. Sehingga mutu sumber daya manusia yang ada didaerah akan semakin terjaga sesuai dengan kelebihan daerah tersebut dan akan meningkat seiring dengan semakin baiknya penanganan pendidikan khususnya dalam sekolah. Perbedaan model pendidikan diseluruh wilayah Indonesia. Agar sekolah dapat diberdayakan secara optimal. Bisa dikatakan dalam otonomi daerah peranan dan kebijakan penting ada pada pemerintah daerah. maka pasal 31 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. karena mengandung unsur perbaikan moral. menciptakan keringanan tersendiri pada diri pemerintah pusat. keimanan. Amanat yang berat ini. Alasan yang tepat untuk menjelaskan hal diatas adalah. tentunya tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah pusat sendiri. Adanya otonomi daerah yang memungkinkan bagi masing-masing wilayah/daerah untuk mengembangkan identitas wilayahnya terutama pada dunia pendidikan. memberikan nilai positif tersendiri dimasing-masing daerah. sekolah perlu diberikan kepercayaan dan wewenang serta kesempatan untuk mengelola sendiri sesuai dengan kebijakan pemerintah mengenai pendidikan nasional dan desentralisasi. karena tanggungjawab dan peraturan yang dibuat guna mencerdaskan kehidupan bangsa adalah milik pemerintah daerah.

3 mengembangkan model manajemen yang disebut ”school based manajement” atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). sekolah perlu penanganan kegiatan manajemen sekolah yang spesifik sesuai kondisi obyektifnya. Sistem pendidikan disekolah dalam konsep manajemen sekolah menganut pola otonomi sekolah yang memiliki suatu landasan pada pemberdayaan seluruh potensi sekolah. adalah simbol matinya sistem pendidikan. efisiensi. sekolah terdiri atas sekolah yang maju. oleh sebab itu. Menurut Morphi (2005) menyebutkan bahwa. partisipasi orang tua dan masyarakat. sedang dan tertinggal. mutu dan pemerataan pendidikan. Sekolah menggunakan perencanaan strategis yang lebih menjamin efektifitas dan efisiensi. salah satu indikator efisiensi manajemen pendidikan adalah terkelolanya sekolah secara optimal dalam situasi yang kondusif. Manajemen pendidikan dipandang merupakan hal yang primer bagi peningkatan mutu pendidikan. Kemudian secara ekstrim dibagi atas sekolah negeri dan swasta. serta kualitas manajemen sekolah untuk memenangkan persaingan mutu. Tidak adanya manajemen pendidikan disuatu lembaga pendidikan. serta kepala sekolah memegang peranan penting dalam keberhasilan manajemen sekolah. seluruh komponen manajemen sekolah memiliki kinerja yang efektif. Selanjutnya Helmi (2005) menjelaskan bahwa manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah ditandai dengan adanya otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat tanpa mengabaikan kebijaksanaan nasional dengan harapan kemandirian sekolah. Dalam . Secara realitas.

Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang sering disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum (visi) maupun institusional khusus (misi). Perbedaan keduanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Tujuan manajemen sekolah adalah agar sekolah dapat : 1) meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber. Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik. (Yusufhadi. Dapat dikatakan tujuan manajemen sekolah adalah membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. Pada hakikatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. Dasar dari model penerapan manajemen sekolah adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Manajemen berbasis sekolah merupakan pelimpahan wewenang pada lapis sekolah untuk mengambil keputusan mengenai alokasi dan pemanfaatan sumbersumber berdasarkan akuntanbilitas yang berkaitan dengan sumber tersebut. Keduanya menekankan pada tercapainya efisiensi dan efektifitas kerja sebagai implementasi tujuan organisasi.4 perkembangannya istilah manajemen disamakan secara substansial dengan istilah administrasi. 3) lebih responsif . 2) meningkatkan efektivitas sekolah melalui perbaikan mutu belajar dan pembelajaran. Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat kegiatan manajerial yang operatif. Administrasi lebih luas ruang lingkupnya dibanding dengan manajemen. 2004:726). karena sifat yang dimiliki oleh manajemen sekolah hanya berbasis pada lingkup pengaturan organisasi sekolah itu sendiri.

5) memberikan kesempatan kepada masyarakat termasuk keluarga untuk berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Hal yang sangat menggembirakan bagi para sivitas akademika didaerah tersebut. tenaga kependidikan. . Pada saat ini Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah untuk program percontohan SMK di wilayah Jawa Tengah. kesiswaan. Ada beberapa rambu-rambu legal yang harus diikuti oleh masing-masing sekolah. Manajemen tersebut adalah manajemen kurikulum. dan sarana prasarana (sarpras) pendidikan. Dimana Sekolah Menengah Kejuruan akan dioptimalkan guna mengembangkan potensi yang ada diwilayah Kendal. lebih jauh lagi lulusan SMK akan langsung bisa bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian yang mereka miliki. kemudian dirumuskan kembali oleh masing-masing daerah dengan tidak melenceng dari tujuan utama pendidikan nasional. Meskipun sekolah diberikan wewenang khusus untuk mengatur dan mengelola pendidikan secara mandiri. Namun demikian sedikitnya terdapat empat komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka MBS. Terakhir oleh setiap sekolah merumuskan lebih rinci tentang tujuan yang ingin dicapai dimasing-masing organisasi sekolah.5 terhadap kebutuhan dan kondisi customer. 4) menambah kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti pendidikan. namun perlu diingat sekolah tidak bisa berbuat semaunya sendiri. Salah satu rambu-rambu tersebut adalah tujuan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat selaku poros utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. hal ini untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan diwilayah Kendal.

(Suprihatin. terutama ketrampilan konsep. memotivasi. ketrampilan dalam menggunakan pengetahuan. Lebiha lanjut dikemukakan bahwa untuk memiliki kemampuan. metode. Yaitu dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah. ketrampilan untuk bekerjasama. yaitu ketrampilan konseptual. ketrampilan untuk memahami dan mengoperasikan organisasi. Kepala sekolah selain memimpin penyelenggaraan pendidikan disekolah juga berperan sebagai pendidik. serta ketrampilan teknik. supervisor. pembaharu dan pembankit minat. manager. dalam hal ini adalah peranan kepemimpinan kepala sekolah. 2004:79) Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Maret 2008 dalam pelaksanaan manajemen sekolah di SMK se-Kabupaten Kendal pada aspek kepemimpinan kepala sekolah teryata dalam kaitannya dengan MBS. kepala sekolah belum bisa secara optimal menjalankan fungsinya. Menurut Pidarta dalam Suprihatin (2004:80) mengemukakan tiga macam ketrampilan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah untuk mensukseskan kepemimpinannya. teknik serta perlengkapan untuk menyelesaikan tugas tertentu. para kepala sekolah diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan berikut: . Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor utama bagi keberhasilan dalam setiap proses pendidikan yang ada disekolah.6 Komponen-komponen manajemen sekolah tersebut akan dikendalikan oleh pimpinan sekolah. ketrampilan manusiawi. administrator. memimpin.

Merumuskan ide-ide yang dapat diujicobakan. mendidik. Hal ini tentunya untuk menambah masukan pada kegiatan manajemen yang ada disekolah. Berfikir untuk masa yang akan datang. . 5. Dari berbagai kegiatan-kegiatan diatas yang belum dilaksanakan secara berkala oleh kepala SMK kendal adalah memanfaatkan hasil penelitian orang lain. maka dapat diperkirakan bahwa sekolah yang dipimpin akan terlambat pemahamannya tentang manajemen sekolah. demokratis. 6. 2. Apabila seorang kepala sekolah belum bisa memanfaatkan temuan yang dihasilkan dari sebuah penelitian. 3. Melakukan observasi kegiatan manajemen secara terencana. memotivasi. Memanfaatkan hasil penelitian orang lain. Membaca berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan. Hasil temuan pada manajemen kurikulum adalah dalam melaksanakan model kegiatan pembelajaran.7 1. Senantiasa belajar dari pekerjaan sehari-hari terutama dari cara kerja para guru dan pegawai seklah lainnya. 2) melibatkan peserta didik secara aktif. khususnya terkait dengan manajemen sekolah. guru belum mengacu pada Standar Proses. mendorong kreativitas dan dialogis. 4. 1) model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses. Padahal dalam Permendiknas 2007 manajemen kurikulum pada aspek program pembelajaran mengemukakan bahwa mutu pembelajaran disekolah dikembangkan dengan.

8 Temuan pada aspek manajemen tenaga kependidikan berupa tidak tepatnya pemberian tugas kepada tenaga kependidikan. lalu kenapa pendidikan disana lebih maju pesat. dari pihak pimpinan sekolah hendaknya dapat menyediakan situasi dan kondisi kerja yang memadai. dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. Sebaliknya. Pada SMK swasta tenaga kependidikan belum merasakan kondisi kerja yang tersebut diatas. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. Setidaknya ini juga disampaikan oleh Pak Said (salah seorang guru besar Universitas Kebangsaan Malaysia). aman serta nyaman sehingga para pegawai makin mencintai pekerjaannya. Fakta ini menujukkan belum ada insentif kepada tenaga kependidikan di SMK swasta. tenteram. sehingga menimbulkan kepuasan lahir dan batin yang dapat senantiasa memotivasi peningkatan kariernya disertai loyalitas kerja yang tinggi. bahwa sebetulnya yang sangat mempengaruhi kualitas guru adalah kondisi sosial guru. karena kami saat mengajar dalam benak kami tidak punya pikiran aduh gimana . puas dengan hasil kerjanya. demi suksesnya penataan itu. makin menekuni tugasnya. yang dalam hal ini adalah tenaga laborat. dan interes kerjanya. Berikut adalah unkapannya "Di Indonesia sebetulnya gurunya pintar-pintar jika dibandingkan dengan Malaysia. berdaya guna dan berhasil guna. ijazah/keahliannya. bangga dengan jabatannya. pustakawan dan sebagian tenaga pendidik (guru mata pelajaran).

Pelayanan kepada tamatan yang dimaksud adalah pemasaran dan penelusuran tamatan. sehingga kami benar-benar bekerja keras untuk pendidikan". SMK menunjuk petugas khusus untuk menanganinya. Hal ini terlihat para lulusan SMK masih sulit untuk mengaplikasikan ilmunya. dan pelayanan pada tamatan (out put). 18 Juni 2008) Dalam bidang manajemen kesiswaan baik SMK negeri maupun swasta mengalami kondisi yang sama. akan tetapi dilihat dari SMK negeri dan swasta. pelayanan proses pembelajaran dalam satuan waktu tertentu. baik itu dengan bekerja diperusahaan maupun berwirausaha. dan ruang serba guna. Penyelenggaraan pendidikan di SMK pada hakikatnya merupakan suatu proses sistem yang secara utuh meliputi. {Kepmen Dikbud Nomor 0490/U/1992.9 besok. Pasal 25 ayat (1)}. Untuk menjamin kelangsungan kegiatan pemasaran dan penelusuran tamatan secara berkesinambungan dan mencapai sasaran yang diharapkan. Kendal. perlengkapan dan fasilitas sekolah sudah cukup lengkap dan mendukung sekolah. Sarana olah raga seperti lapangan voly. sehingga mengakibatkan para lulusan di SMK Kendal belum bisa terserap secara maksimal oleh lowongan pekerjaan yang ada. perpustakaan. . ruang keterampilan. ruang laboratorium bahasa. laboratorium komputer. (Artikel Info Pendidikan. yaitu mereka masih disulitkan dengan pengelolaan dampak dari para lulusan (out put) yang mereka ciptakan. SMK negeri lebih lengkap dari pada SMK swasta yang meliputi ruang kelas. Hal ini belum dilakukan secara menyeluruh pada SMK di Kab. Pada manajemen sarpras. pelayanan kepada siswa sebagai masukan (in put).

maka penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. seperti dalam praktiknya yang sudah ditemukan dilapangan. Sarana kebersihan meliputi tempat sampah. karena telah termaktub dalam Permendiknas tahun 2007.2 Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan uraian diatas. kamar mandi untuk guru dan siswa. maka penyusunan skripsi hanya dibatasi pada hal tersebut. ruang TU. lapangan basket. Hal ini seharusnya dilaksanakan oleh setiap sekolah. dan ruang ibadah.10 lapangan sepak bola. Manajemen sarpras baik SMK negeri maupun swasta juga tidak mensosialisasikan seluruh program pengelolaan sarpras pendidikan kepada pendidik. tenis meja. Berpijak dari latar belakang diatas. dan peserta didik. tenaga pendidik. kesiswaan dan sarana prasarana. Sarana penunjang lainya yaitu ruang kepala sekolah. judul yang dapat dipetik adalah ”Analisis Kinerja Manajemen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Kendal”. Melihat sangat pentingnya penerapan manajemen sekolah dalam aspek manajemen kurikulum. ruang guru. 1. Maksud dari hal tersebut adalah supaya semua sivitas akademika turut bertanggung jawab agar sarpras yang ada terpelihara dengan baik. tenaga kependidikan. Bagaimana kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 2. Bagaimana kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? .

Untuk mengetahui kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Untuk mengetahui kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. 1.1 Kegunaan teoritis: .4 Manfaat Penelitian Kegunaan penelitian ini adalah: 1. Bagaimana kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 4. Untuk mengetahui kinerja manajemen tenaga kependidikan di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. Untuk mengetahui kinerja manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal. 3. Bagaimana kinerja manajemen kesiswaan di SMK negeri dan swasta sekabupaten Kendal? 5. 5. 2. Untuk mengetahui kinerja kepemimpinan kepala sekolah di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal.11 3. 4.4. Bagaimana kinerja manajemen sarana dan prasarana di SMK negeri dan swasta se-kabupaten Kendal? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah disajikan maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1.

Bagi penulis. dapat menambah pengetahuan dan mengembangkan ilmu yang telah didapat selama kuliah. ilmuan pendidikan dan masyarakat luas sebagai pemerhati pendidikan. b.12 a. Bagi praktisi pendidikan. dapat memberikan masukan dalam usaha meningkatkan mutu sekolah dengan mengimplementasikan manajemen sekolah yang efektif & efisien.4. Bagi pihak sekolah. khususnya tentang manajemen sekolah. sehingga terciptanya wacana ilmiah. dasar dan titik tolak penyelenggaraan pendidikan disekolah. yaitu seluruh personel sekolah. b. mahasiswa calon guru. dapat digunakan sebagai referensi dalam menambah khasanah ilmu pengetahuan dibidang pendidikan. diharapkan dapat terbantu memberi arah. Bagi para akademisi. .2 Kegunaan Praktis: a. 1.

12) manajemen bukan hanya merupakan ilmu atau seni.1 Pengertian Kinerja Menurut Vroom dalam Asa’ad (2000:50) kinerja adalah tingkat sejauh mana keberhasilan seseorang didalam melakukan tugas pekerjaanya.2 2. Menurut Handoko (2003. Hani Handoko (2003:8) adalah proses perencanaan. jabatan atau peran dalam organisasi.1 Kinerja 2. 2. Stoner menggunakan kata proses bukan seni yang berarti cara yang sistematis untuk melakukan pekerjaan. pengarahan dan pengawasan usahausaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. pengorganisasian. harus melaksanakan kegiatankegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan. tanpa memperdulikan kecakapan atau keterampilan khusus mereka. tetapi kombinasi dari keduanya. sehingga kegiatan yang lazim dinilai dalam suatu organisasi adalah kinerja pegawai yakni bagaimana ia melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu pekerjaan.1. Manajemen diartikan sebagai proses karena semua manajer.1 Pengertian Manajemen dan Fungsi-fungsi Manajemen Pengertian Manajemen Definisi manajemen menurut Stoner dalam T.13 BAB II LANDASAN TEORI 2. Kombinasi ini tidak dalam proporsi yang .2.

hubungan. Oleh karena itu manajemen diartikan sebagai proses merencana. dan mengukur penampilan/pelaksanaan terhadap standar dan memberikan keyakinan bahwa tujuan organisasi tercapai. dan pengawasan (controlling). Fungsi pengawasan meliputi penentuan standar. Pada umumnya manajer yang efektif mempergunakan pendekatan yang ilmiah dalam pembuatan keputusan. yaitu perencanaan (planning). dan struktur. dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia. bagaimana orang lain melaksanakan tugas yang esensial dengan menciptakan suasana yang menyenangkan untuk bekerja sama. apalagi dengan berkembangnya peralatan komputer. Fungsi perencanaan antara lain menentukan tujuan atau kerangka tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. kepemimpinan. supervisi. pengorganisasian (organizing). pemimpinan (leading). mengorganisasi.2 Fungsi-fungsi Manajemen Fattah (2003:1) mengungkapkan. Fungsi pengorganisasian meliputi fungsi. Dilain pihak dalam banyak aspek perencanaan.14 tetap tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam. bahwa dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer/pimpinan. 2. bagaimanapun manajer harus menggunakan pendekatan artistik (seni). Fungsi pemimpin menggambarkan bagaimana manajer mengarahkan dan memepengaruhi para bawahan. komunikasi.2. Pengawasan sangat erat . memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.

kegiatan pengarahan langsung menyangkut orang-orang dalam organisasi. kepemimpinan. Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar. Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses kerja sama sehingga tercipta . Perencanaan dapat diartikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan. langkah berikutnya adalah menugaskan karyawan untuk bergerak menuju tujuan yang telah ditentukan. Pengawasan adalah penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. dan pengawasan. perencanaan. Semua fungsi terdahulu tidak akan efektif tanpa fungsi-fungsi pengawasan (controlling). karena melalui pengawasan efektivitas manajemen dapat diukur (Nanang. Fungsi pengawasan pada dasarnya menyangkut hal-hal sebagai berikut: a. Fungsi manajemen menurut Bafadal (2003:42) meliputi. 2003:2).15 kaitannya dengan perencanaan. Sesudah rencana dibuat. Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan c. Penetapan standar pelaksanaan b. Pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan d. organisasi dibentuk dan disusun personalianya. pengorganisasian. Bila fungsi perencanaan dan fungsi pengorganisasian lebih banyak menyangkut aspek-aspek abstrak proses manajemen.

mengajak. Demikian pula istilah administrasi pendidikan. Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses memepengaruhi. dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berpikir. mengungkapkan pengertian manajemen sekolah sebagai aplikasi ilmu manajemen dalam bidang persekolahan. Penggunaan istilah administrasi dan manajemen dalam bidang persekolahan atau pendidikan secara substansial sebenarnya tidak ada perbedaan. keduanya dapat dipandang secara esensial dari tiga sudut pandang yakni sebagai ilmu. .3 2.1 Manajemen Sekolah Pengertian Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:2). mendorong. dan tingkatan manajemen yang berbeda. jabatan-jabatan fungsional. Pengorganisasian dilakukan berdasarkan tujuan dan program kerja sebagaimana dihasilkan dalam perencanaan. seni dan sebagai proses kegiatan. Akhirnya gagal atau suksesnya suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan manajer untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut secara efektif. Semua fungsi-fungsi manajemen ini harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok-kelompok diorganisasi. walaupun ada perbedaan tekanan untuk tipe organisasi. menggerakkan. Pengertian manajemen sekolah menurut Sagala (2006:55) adalah proses pendayagunaan sumber daya sekolah melalui kegiatan fungsi-fungsi perencanaan. merupakan aplikasi ilmu administrasi kedalam bidang pendidikan.3. bersikap dan bertindak sesuai aturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.16 suatu sistem kerja yang baik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2.

Pencapaian tujuan sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses kegiatan sekolah. Kehadiran manajemen dalam proses persekolahan sebagai salah satu alat untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan. 2004:4) Suatu tujuan institusional baik umum maupun khusus akan tercapai manakala ada suatu proses kegiatan dalam lembaga (organisasi sekolah). penggerakan dan pengendalian secara lebih efektif dan efisien dengan segala aspeknya dengan menggunakan semua potensi yang tersedia agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta produktifitas sekolah yang bermutu. 2. Proses manajemen yang baik manakala didalamnya terdapat keemauan untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. sedangkan tujuan institusional khusus disamping diwarnai oleh jenjang dan jenis pendidikan juga diwarnai oleh penyelenggara pendidikan itu sendiri (Suprihatin. Dengan kata lain tujuan institusi dapat tercapai tergantung dari bagaimana lembaga tersebut melakukan tugas kelembagaannya.2 Tujuan Manajemen Sekolah Pada hakekatnya tujuan manajemen sekolah tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi.17 pengorganisasian. Sekolah sebagai suatu organisasi memiliki tujuan yang ingin dicapai yang disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum maupun institusional khusus. . Dalam melaksanakan tugas kelembagaan tersebut diperlukan adanya proses manajemen yang baik.3. Tujuan institusional umum mengacu pada jenjang dan jenis pendidikan.

Secara lebih terinci tujuan khusus dilaksanakannya manajemen sekolah yang baik agar: pertama. Tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik diperlukan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. Kedua. Bidang kesiswaan c. tenaga.3. Ketiga. Bidang personalia d. Bidang sarana . tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana. Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya. terciptanya kepuasan kerja pada setiap anggota warga sekolah. Bidang keuangan e. 2. pada tiap jenis dan jenjang pendidikan terjadi adanya efektivitas produksi. lulusannya mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan dimasyarakat.3 Fungsi-fungsi Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:5). fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah. dan keempat. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: a. tidak terjadi pemborosan baik waktu. Untuk itu perlu dibangun suatu iklim organisasi sekolah yang sehat.18 Manakala tujuan pada tiap jenjang dan jenis sekolah sebagai suatu organisasi pendidikan telah tercapai dengan baik. dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya. Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum b. maka diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai. maupun uang dan lainnya.

dan g. Bidang prasarana. tugas-tugas ini dibagi untuk dikerjakan oleh masing-masing unit organisasi. karena kegiatannya selalu berubah. Salah satu prinsip pengorganisasian terbaginya tugas-tugas dalam berbagai unsur organisasi. dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstrukturkan . Baghart dan Trull dalam Sagala (2007:56) mengemukakan ’Educational planning is first of all a rational procces” b. Perencanaan adalah proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan atau program-program yang akan dilakukan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu. Karena tugas-tugas ini demikian banyak dan tidak dapat diselesaikan oleh satu orang saja.19 f. Fungsi pengorganisasian Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama sekolah. Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai prinsip pengorganisasian. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas) Fungsi manajemen sekolah menurut Sagala (2007:56-64) adalah sebagai berikut: a. Sekolah harus membuat rencana jangka pendek pada tiap semester dan tahunan. Fungsi perencanaan Perencanaan mengutamakan kontinuitas program sebagai lanjutan bagi terciptanya stabilitas kegiatan belajar-mengajar disekolah.

lalu lintas informasi. e. mekanisme pengkoordinasian yang dibutuhkan untuk memudahkan menjalankan aktivitas organisasi secara maksimal. . Oleh karena itu kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam menggerakkan personal sekolah melaksanakan program kerjanya. Tugas menggerakkan dilakukan oleh pemimpin. orang-orang. aturan-aturan.20 tugas-tugas kedalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi secara proporsional. Organisasi yang baik menurut Sergiovanni dalam Sagala (2007:61) memberikan susunan administratif. Fungsi pengarahan Pengarahan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan bersama tetap melalui jalur yang telah ditetapkan. c. semuanya harus seimbang dan selaras dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. tidak terjadi penyimpangan yang dapat menimbulkan terjadinya pemborosan. Fungsi penggerakan Menggerakkan menurut Terry dalam Sagala (2007:60) berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusiasdan kemauan yang baik. d. dan pengawasan seefektif mungkin. Fungsi pengkoordinasian Koordinasi dalam operasionalnya mengerjakan unit-unit.

21 f. sedangkan proses pengawasan mencatat pengembangan ke arah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. Kualitas layanan belajar biasanya akan diawasi melalui metode pengawasan kualitas menurut ilmu statistik dan ilmu pendidikan dalam hal pengukuran kemajuan belajar siswa dan juga kinerja sekolah secara keseluruhan. yakni dengan penggunaan modal yang sedikit dapat menghasilkan hasil yang optimal. yakni ketercapaian sasaran sesuai tujuan yang diharapkan . 2. dan pengawasan layanan teknis kependidikan dilakukan oleh tenaga kependidikan yang diberi wewenang untuk itu.3. Pengawasan dan pengendalian sekolah harus dilakukan oleh kepala sekolah. Prinsip efisiensi. Prinsip efektivitas. pengawasan layanan belajar harus dilakukan oleh supervisor. Pengendalian dan pengawasan penggunaan anggaran dalam penyelenggaraanprogram sekolah harus ditentukan batas dari sumber-sumber anggaran sekolah yang dapat digunakan untuk menjalankan operasi sekolah. b. Fungsi pengawasan Pengendalian manajemen menurut Stoner (1982:257) ialah proses melalui manajer dapat memastikan bahwa aktivitas yang aktual sesuai dengan yang direncanakan. maka perlu mendasarkan pada prinsip-prinsip manajemen sebagai berikut: a.4 Prinsip-prinsip Manajemen Sekolah Menurut Suprihatin (2004:7) dalam pengelolaan sekolah agar dapat mencapai tujuan sekolah yang baik.

22 c. yakni seorang manajer harus melakukan pengelolaan sumber-sumber daya yang ada. kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya. Prinsip kepemimpinan yang efektif. yakni bagaimana seorang manajer dapat memberi pengaruh. Kepala sekolah termasuk pemimpin akademik. Kepala sekolah adalah orang yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola sekolah menghimpun. dan pengalaman. adalah pemain alam yang berangkat dari masing-masing latar pendidikan. memanfaatkan. 2. Prinsip pengelolaan. Kepala sekolah sebagai”Human Resource Manager” adalah individu yang biasanya menduduki jabatan yang memainkan peran sebagai adviser (staff khusus) tatkala bekerja dengan manajer lain terkait dengan urusan SDM. Prinsip pengutamaan tugas pengelolaan. yakni seorang manajer hendaknya dapat membangun kerja sama yang baik secara vertikal maupun secara horizontal. d.3. f. ajakan pada orang lain untuk pencapaian tujuan bersama. sedangkan menurut Joseph dalam Sagala (2007:19). Prinsip kerja sama. pengetahuan. e. yakni seorang manajer harus mengutamakan tugas-tugas pokoknya. tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit dipahami.5 Kepemimpinan Kepala Sekolah Menurut Richard dalam Sagala (2007:19). kepemimpinan adalah salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi. . dan menggerakkan seluruh potensi sekolah secara optimal untuk mencapai tujuan.

23

Karena itu kepemimpinan kepala sekolah harus memiliki jiwa entrepreneurship, konsep kelembagaan, dan visioner. Setiap kepala sekolah membawa pengaruh besar terhadap pengajaran untuk kebaikan atau keburukan. Kepala sekolah memerlukan instrumen yang mampu menjelaskan berbagai aspek lingkungan sekolah dan kinerjanya dalam memantau perjalanan kearah masa depan yang menjanjikan. Berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam mengelola sekolah, menurut PERMENDIKNAS No.13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah, maka kepala sekolah harus memiliki beberapa kualifikasi dan kompetensi yang harus dipenuhi, kualifikasi dan kompetensi

tersebut adalah sebagai berikut: A. Kualifikasi 1. Kualifikasi Umum a. Memilki kualitas akademik sarjana (SI) atau diploma empat (D IV) kependidikan atau non kependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun. c. Memilki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing d. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga berwenang.

24

2.

Kualifikasi Khusus Kualifikasi khusus bagi kepala Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) adalah sebagai berikut: a. Berstatus sebagai guru SMK/MAK. b. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK. c. Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. B. Kompetensi Seorang kepala sekolah harus memiliki beberapa kompetensi yang terdiri dari kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial., kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial. Kompetensi-kompetensi tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Kompetensi-kompetensi Kepala Sekolah NO 1 DIMENSI KOMPETENSI KOMPETENSI Kepribadian a. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas sekolah b. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin c. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah d. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya e. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah. f. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan Manajerial a. Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan. b. Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan c. Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal d. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah

2

25

menuju organisasi pembelajar yang efektif e. Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. f. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal g. Mengelola sarana prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. h. Mengelola hubungan sekolah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah. i. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik. j. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan tujuan pendidikan nasional. k. Mengelola keuangan sekolah sesuai prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien. l. Mengelola ketata usahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah. m.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik disekolah. n. Mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan o. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah p. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya. 3 Kewirausahaan a. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif. c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah. d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah. e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi jasa sekolah sebagai sumber belajar peserta didik.

Bidang . Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Menindaklanjuti hasil observasi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap semua komponen serta lingkungan yang mempengaruhi sistem sekolah yang bersangkutan. Problema-problema yang merupakan bidang garapan dari manajemen sekolah terdiri dari: 1). Sumber : PERMENDIKNAS TAHUN 2007 5 Sosial 2.26 4 Supervisi a. b.3. lancar. a. manajemen sekolah akan melihat bagaimana manajemen substansi-substansi pendidikan di suatu sekolah atau manajemen berbasis sekolah agar dapat berjalan dengan tertib. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. c. 2). Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. Menurut Mulyasa (2004:22). Bidang pengajaran atau lebih luas disebut kurikulum. Hal yang paling penting dalam manajemen sekolah adalah manajemen terhadap komponen-komponen sekolah itu sendiri. dan benar-benar terintegrasi dalam suatu sistem kerja sama untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah b.6 Manajemen Komponen-komponen Sekolah Salah satu cara untuk mengembangkan manajemen sekolah adalah dengan menggunakan pendekatan sistem. Menurut Suprihatin (2004:5) bahwa fungsi manajemen sekolah dilihat dari wujud problemanya terdiri dari bidang-bidang garapan dari manajemen sekolah. c. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

. 3). 6). 1) Manajemen Kurikulum Dalam program akademik yang bersifat umum. Ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata didasarkan pada keberhasilan lulusan dalam Ujian Nasional sehingga dapat diterima diperguruan tinggi. Penguasaan atas tujuan belajar harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. dan 7). penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan. Kecuali itu atas penguasaan piranti (tools) atau metode untuk belajar lebih lanjut/sepanjang hayat juga merupakan indikator yang lebih penting dari pada hanya sekedar mampu menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal ujian. Bidang keuangan.27 personalia. Yang lebih penting adalah bahwa siswa mampu menguasai kemampuan dasar (basic competencies) dari tiap mata pelajaran. 5). Bidang kesiswaan. yang mengarah pada pencapaian kualifikasi akademik. Bidang prasarana. Dalam ranah kognitif misalnya. Bidang hubungan sekolah dengan masyarakat (humas). Kedua hal terakhir ini (mampu menjawab pertanyaan dan mengerjakan soal) merupakan apa yang dilakukan oleh lembaga bimbingan belajar. Hal ini tidak harus berarti bahwa seluruh materi pelajaran yang ditentukan dalam kurikulum tersebut harus diliput atau diajarkan. Bidang sarana. Terbentuknya sikap yang positif terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta terhadap lingkungan. kurikulum sekolah sekarang sudah sedemikian inovatif sampai kejenjang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). dan bukanlah tugas dari lembaga pendidikan. 4). merupakan indikator keberhasilan yang lebih penting.

Sekolah juga bertugas dan berwewenang untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan setempat. Kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi objektif lingkungan. Perencanan dan pengembangan kurikulum nasional pada umumnya telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tingkat pusat. institusional. Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. Namun sekolah perlu memberikan masukan agar dimungkinkan adanya fleksebilitas dalam pelaksanaan kurikulum tersebut agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. dan instruksional. menilai. Sekolah merupakan ujung tombak pelaksanaan kurikulum. melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan (Yusufhadi. kurikuler. dan mencipta. baik kurikulum nasional maupun muatan lokal yang diwujudkan melalui proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. Manajemen kurikulum mencakup kegiatan perencanaan. Menurut Mulyasa (2004:24) manajemen atau . dan mengulang. dan penilaian kurikulum. pelaksanaan. termasuk orang tua siswa dan kemampuan sekolah. Sekolah yang paling penting adalah merealisasikan dan menyesuaikan kurikulum tersebut dengan kegiatan pembelajaran.28 mengidentifikasi. perlu dikembangkan dan mendapat perhatian yang besar. 2004:732). Pengembangan kurikulum muatan lokal sperti diamanatkan dalam UUSPN [Pasal 50 Ayat (5)] merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota.

mata pelajaran bersifat praktikum/ PKL/PPL. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru meliputi a. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dalam manajemen berbasis sekolah. Adapun jadwal tugas guru ada tiga yaitu 1) Jadwal pelajaran kurikuler dengan memperhatikan ketentuan akademik seperti keseimbangan berat ringan bobot pelajaran tiap hari. peserta didik. pengaturan mata pelajaran mana yang didahulukan/ ditengah/diakhir pelajaran. Manajemen kurikulum meliputi tiga kegiatan pokok yaitu kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru. wajib dikembangkan guru sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Adapun program mingguan atau program satuan pelajaran. 1. caturwulan dan bulanan.29 administrasi pengajaran adalah keseluruhan proses pengajaran yang bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran terlaksana secara efektif dan efisien. dan seluruh sivitas akademika atau warga sekolah. . kepala sekolah sebagai pengelola program pengajaran bersama guru-guru harus menjabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program tahunan. b. beban tugas maksimum seorang guru 24 jam per minggu. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran.

2002 : 10-11) Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007 peraturan di bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: a. karya wisata. pramuka serta penunjang proses belajar mengajar lainya. yang kurikuler. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas peserta didik Tugas ini adalah tugas guru dalam membimbing siswa supaya dapat melaksanakan belajar dengan hasil yang maksimal. 3) Jadwal pelajaran ekstra kurikuler disusun diluar jam pelajaran. disusun sesuai situasi dan kondisi individual atau kelompok peserta didik. hari-hari libur. hari-hari kerja. biasanya bersifat pengembangan ekspresi. hari-hari besar nasional atau agama. musik. akademik atau non akademik. ekstra kurikuler. Pencinta Alam (PA). 3. c. minat serta prestasi seperti seni tari. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1) Sekolah atau madrasah menyusun KTSP . palang merah remaja. Tugas guru dalam kegiatan proses belajar mengajar meliputi 1) Membuat persiapan atau perencanaan pengajaran 2) Melaksanakan pengajaran 3) Mengevaluasi hasil pengajaran 2. hobi. Kurikuler dan program kurikuler. bakat. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas akademika. Kegiatan ini merupakan pedoman sinkronasi segala kegiatan sekolah.30 2) Jadwal pelajaran non kurikuler. (Suprihatin.

dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang bertanggungjawab dibidang pendidikan. MGMP. potensi atau karakteristik daerah. standar kompetensi lulusan. 4) Kepala sekolah/madrasah bertanggungjawab atas KTSP. Standar isi. disupervisi. dan peserta didik. LPMP atau perguruan tinggi. 3) KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah/madrasah.31 2) Penyusunan KTSP memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan. guru dapat bekerjasama dengan kelompok kerja guru. berisi mengenai pelaksanaan aktivitas sekolah selama satu tahun dan dirinci . Kalender pendidikan 1) Sekolah/madrasah menyusun kalender pendidikan yang meliputi jadwal pembelajaran. dan hari libur. ujian. sosial budaya masyarakat setempat. dan peraturan pelaksanaannya. 8) Penyusunan KTSP dikoordinasi. ulangan. b. 7) Dalam penyusunan sillabus. sedangkan untuk penyusunan KTSP Pendidikan agama islam oleh kantor wilayah Departemen Agama Provinsi. kegiatan ekstrakurikuler. 2) Penyusunan kalender akademik didasarkan pada standar isi. dan panduan penyusunan KTSP. 5) Wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab atas pelaksanaan penyusunan KTSP 6) Setiap guru bertanggungjawab menyusun silabus setiap mata pelajaran yang diampunya sesuai dengan standar isi.

mempertanyakan. serta diputuskan dalam rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. berargumentasi. standar isi. 3) Sekolah menyusun jadwal penyusunan KTSP 4) Sekolah menyusun mata pelajaran yang dijadwalkan pada semester gasal. 2) Kegiatan pembelajaran didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan. serta Standar Proses dan Standar Penilaian. memotivasi. menemukan dan memprediksi serta pemahaman bahwa keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai pemahaman konsep. dan peraturan pelaksanaannya. tujuan agar peserta didik mencapai pola pikir dan kebebasan berfikir. demokratis. tidak terbatas pada materi yang diberikan oleh guru 4) Setiap guru mempertanggungjawabkan terhadap mutu perencanaan kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya . Program pembelajaran 1) Sekolah/madrasah menjamin mutu kegiatan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dan program pendidikan tambahan yang dipilihnya. bulanan dan mingguan. c. dan semester genap. 3) Mutu pembelajaran disekolah/madrasah dikembangkan dengan model kegiatan pembelajaran yang mengacu pada Standar Proses.32 secara semesteran. mendorong kreativitas dan dialogis. mendidik. mengkaji. melibatkan peserta didik secara aktif.

7) Setiap guru bertanggungjawab terhadap mutu kegiatam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran yang diampunya. 5) Kepala sekolah bertanggungjawab terhadap kegiatan pembelajaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan pemerintah 6) Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggungjawab terhadap mutu kegiatan pembelajaran. klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan. mengkomunikasikan pengetahuan pada pihak lain. dan dokumentasi 4) Seluruh program penilaian disosialisasikan kepada guru. menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah. mencapai keberhasilan belajarnya secara konsisten sesuai dengan tujuan pendidikan. d. 3) Sekolah/madrasah menilai hasil belajar untuk seluruh kelompok mata pelajaran. dan membuat catatan keseluruhan.33 agar peserta didik mampu meningkatkan rasa ingin tahu. bertanggungjawab dan berkesinambungan 2) Penyusunan program penilaian hasil belajar didasarkan pada standar penilaian pendidikan. mengolah informasi menjadi pengetahuan. laporan kepada pihak yang memerlukan. . Penilaian hasil belajar peserta didik 1) Sekolah/madrasah menyusun program penilaian hasil belajar yang berkeadilan. untuk menjadi bahan program remedial. pertimbangan kenaikan kelas atau kelulusan. dan mengembangkan belajar mandiri dan kelompok dengan proporsi yang wajar.

12) Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik dipantau 13) Penilaian yang didokumentasikan disertai bukti bukti kesahihan. remedial.34 5) Program penilaian hasil belajar perlu ditinjau secara periodik. e. dan dievaluasi secara periodik untuk perbaikan metode penilaian. 7) Semua guru mengembalikan hasil kerja siswa yang dinilai. 9) Penilaian meliputi semua kompetensi dan materi yang diajarkan. ketentuan mengenai hak siswa. keandalan. 8) Sekolah menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai penilaian hasil belajar. 2) Peraturan akademik berisi. persyaratan minimal kehadiran siswa. ketentuan mengenai ulangan. 11) Sekolah menyusun ketentuan pelaksanaan penilaian hasil belajar sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. komite sekolah. dan kelulusan. 10) Seperangkatn metode penilaian yang sesuai dengan metode/strategi pembelajaran yang digunakan. ketentuan mengenai . kenaikan kelas. Peraturan akademik 1) Sekolah menyusun dan menetapkan peraturan akademik. 6) Sekolah menetapkan prosedur yang mengatur transparasi sistem evaluasi hasil belajar. 14) Sekolah/madrasah melaporkan hasil belajar kepada orang tua peserta didik. ujian. dan institusi diatasnya.

orang tua siswa. wali kelas dan konselor. kepala sekolah. dan memberikan penugasan yang cocok dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya. Keseluruhan organisasi perlu dikembangkan secara serentak. pengurus yayasan. Tenaga yang perlu dikembangkan meliputi guru dan tenaga kependidikan lain. Pengembangan ini dengan mendidik kembali dan menatar guru yang telah ada sehingga berkelayakan. pustakawan. melainkan tenaga kependidikan lain seperti . kabupaten dan kota) dan di Pusat. 3) Peraturan akademik diputuskan oleh rapat dewan pendidik dan ditetapkan oleh kepala sekolah. dan pengelola program pendidikan di daerah (provinsi. Pengembangan tenaga dalam lingkup sekolah tidak hanya dilakukan oleh guru semata. dan konselor maupun mereka yang bertugas diluar sekolah dan tidak berintraksi langsung dengan siswa-siswa seperti supervisor/pengawas. Para pengelola ini berperan memfasilitasi dan membina pengembangan persekolahan secara keseluruhan.35 layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran. baik yang bertugas didalam sekolah dan berinteraksi langsung dengan siswa seperti guru. menambah guru baru yang sesuai dengan kebutuhan. 2) Manajemen Tenaga Kependidikan Pengembangan kapabilitas dan tenaga merupakan aspek yang sangat penting dalam setiap usaha pembaharuan. meskipun disadari bahwa tenaga yang kapabel dan kompeten saja tidak akan cukup untuk dapat mencapai tujuan yang diharapakan. Pengembangan tenaga guru merupakan prioritas pertama.

36 konselor. serta dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah. memaksimalkan perkembangan karier tenaga kependidikan serta menyelaraskan tujuan individu dan organisasi. Berdasarkan PERMENDIKNAS Tahun 2007. Sehubungan dengan itu. Kepala sekolah selaku tampuk pimpinan tinggi yang ada dalam manjemen sekolah merupakan faktor sangat penting dalam pengambilan setiap kebijakan terkait dengan manajemen tenaga kependidikan. Sekolah menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan b. c. fungsi personalia yang harus dilaksanakan pimpinan adalah menarik. mengkaji. pustakawan dan kepala sekolah sendiri perlu deberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesionalismenya sesuai dengan tuntutan perkembangan IPTEK. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah. . Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. dan memotivasi personil guna mencapai tujuan sistem. membantu anggota mencapai posisi dan standar peilaku. peraturan di bidang tenaga kependidikan adalah: a. mengembangkan. Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan.

kebutuhan kurikulum dan sekolah. wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai pembantu dalam mengelola peserta didik. Sekolah/ madrasah mendayagunakan kepala sekolah sebagai pengelola sekolah. wakil kepala sekolah bidang kurikulum sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum. wakil kepala sekolah sebagai pembantu kepala sekolah. membantu tenaga dan guru mengelola kegiatan praktikum di administrasi kebersihan menyelenggarakan malaksanakan pelayanan dalam tenaga tugas memberikan layanan kebersihan lingkungan. konselor memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. administratif. pengembangan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu. . serta mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lainnya didasarkan pada analisis jabatan. penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan fisik jumlah maupun kualifikasinya dengan menetapkan prioritas. tenaga laboratorium laboratorium.37 d. guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran. kepatutan dan profesionalisme. instruktur memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan. promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kamanfaatan. tenaga perpustakaan melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan. e. Sekolah perlu mendukung upaya. wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana sebagai pembantu dalam mengelola sarana prasarana.

Pemilihan jurusan atau program pendidikan ketrampilan harus dilakukan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat maing-masing siswa. 20 Pasal 5 ayat 1).38 4) Manajemen Kesiswaan Peserta didik (kesiswaan) merupakan komponen utama setiap program pendidikan. Mereka yang memiliki keunggulan tertentu diberikan kesempatan untuk berkembang tanpa mendapat hambatan. sehingga mampu dicapai dengan standar minimum yang diharapkan. Mereka yang tidak berminat untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. mampu berkarya. misalnya dengan program pengayaan. dan mampu untuk hidup bersama dalam keselarasan dengan lingkungan. maupun untuk berwirausaha. Oleh karena itu penerimaan siswa baru harus tidak dibatasi pada kriteria keunggulan atau jenis kelamin dan suku tertentu. Sedangkan mereka yang mengalami hambatan. . Sesuai dengan ketentuan perundangan (UUSPN No. setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. perlu mendapat bimbingan atau program remidial. Para siswa perlu dipersiapkan sehingga mampu menguasai pengetahuan. baik untuk memasuki dunia kerja. perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya atau ketrampilannya hingga dapat bermanfaat untuk kehidupan bermasyarakat. misalnya lambat dalam belajar. mampu mengenal jati diri. melainkan diterima dengan kriteria yang berlaku umum atau yang disepakati bersama dengan komite sekolah. Setiap siswa berhak untuk memperoleh perlakuan adil sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Menurut Soetjipto (2007:165) terdapat tiga kegiatan dalam manajemen kesiswaan. dan penamatan program siswa di sekolah. perpustakaan dengan koleksi buku serta bahan belajar lain. ruang kelas. maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar. 5) Manajemen Sarana dan Prasarana Menurut Mulyasa (2004:49) sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Penerimaan siswa Penerimaan siswa adalah proses pencatatan dan layanan kepada siswa yang baru masuk sekolah. khususnya proses belajar mengajar. 3. Sarana yang dikembangkan disekolah meliputi ruang kelas dengan perabotannya. laboratorium dengan kelengkapannya.39 Manajemen peserta didik merupakan hal yang penting untuk menjadi sebuah pemikiran utama dalam setiap manajemen sekolah. yaitu penerimaan siswa baru. Pembinaan dilakukan dengan menciptakan kondisi atau membuat siswa sadar akan tugas-tugas belajarnya. Ketiga program tersebut yaitu: 1. ruang ketrampilan dengan peralatannya. Pemikiran yang selalu berevolusi sehingga menghasilkan inovasi guna menunjang perkembangan siswa diharapkan jangan pernah berhenti untuk menuju titik inovasi yang maksimal. pembinaan siswa. Tamat belajar Apabila siswa telah menamatkan semua mata pelajaran atau telah menempuh kurikulum sekolah dengan memuaskan. serta alat-alat dan media pengajaran. . seperti gedung. 2. setelah mereka memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh sekolah itu. baik di dalam maupun di luar jam pelajaran. meja kursi. Pembinaan siswa Pembinaan siswa adalah pemberian layanan kepada siswa di suatu lembaga pendidikan.

tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses balajar mengajar. Nawawi dalam Bafadal (2003:2) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. gedung serbaguna. yaitu ditinjau dari sudut habis tidaknya dipakai. tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Semua sarana diatas dapat didayagunakan secara optimal dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi program pembelajaran. kamar kecil dan lain-lain. bergerak tidaknya pada saat digunakan. Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. Dalam kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar dan prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. Tujuannya adalah untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan . Menurut Bafadal (2003:5) secara umum. dan hubungannya dengan peroses belajar mengajar. dan sarana penunjang lain. maka sarana dan prasarana sangat mutlak dibutuhkan.40 ruang perkantoran. Sarana ini harus diusahakan sebagai tempat yang menyenangkan dan menarik untuk belajar. seperti mushola.

Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. Program pengelolaan sarana prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal merencanakan. membuka pelayanan .41 pengadaan yang hati-hati dan seksama. merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lain. Berdasarkan PERMENDIKNAS tahun 2007 mengatur bidang sarana prasarana sebagai berikut: a. c. Pengelolaan sarana prasarana sekolah direncanakan secara sistematis dan dituangkan dalam rencana pokok yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya. Pengelolaan perpustakaan perlu menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lain. b. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan serta pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memeperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. pemeliharaan. tenaga kependidikan dan peserta didik d. Sekolah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana prasarana. mendayagunakan. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. memenuhi. mengevaluasi. e. melengkapi.

Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. g. maka dilakukan advokasi dan pendampingan. kepala sekolah dan guru) terhadap pentingnya menerapkan program MBS dalam pengelolaan pendidikan (sekolah).42 minimal enam jam sehari pada jam kerja. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstra-kurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstra-kurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana. propinsi. baik internal maupun eksternal f. maupuan kabupaten/kota. melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. Hasil yang diperoleh adalah adanya pemahaman dan komitmen yang .4. Agar pemahaman dan komitmen para penyelenggara sekolah terhadap program MBS tetap tinggi dan terarah. mancakup unsur pimpinan dan pelaksana (pengawas sekolah. Beberapa program yang telah dilakukan antara: 1) Program Advokasi dan Pendampingan MBS Tujuan program ini adalah meningkatkan pemahaman dan komitmen para penyelenggara pendidikan. bekerjasama dengan komponen masyarakat (LSM).1 Hasil-hasil yang sudah Diteliti Untuk mendukung pencapaian hasil secara maksimal dalam pelaksanaan MBS. berbagai program pendukung/pengiring hingga saat ini telah dilakukan oleh pemerintah baik pusat. 2.4 Hasil Penelitian Terdahulu 2.

serta stakeholder terkait. kelompok masyarakat/LSM. c) Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan. kelompok (tokoh/LSM) masyarakat. Kretaif.43 meningkat dari para penyelenggara pendidikan terhadap pentingnya pelaksanaan MBS secara maksimal di sekolah. khususnya lembaga pendidikakan yang melaksanakan program MBS. . (b) mendorong kelompok masyarakat/LSM untuk menciptakan program-program kerjasama dengan lembaga pendidikan. Komite Sekolah. Hasil-hasil yang dapat dicapai dalam program PSM ini antara lain: a) Meningkatnya pemahaman dan apresiasi penyelenggara pendidikan. terhadap substansi program MBS. b) Meningkatnya dukungan masyarakat/komite sekolah dalam pengelolaan sekolah melalui program MBS. 2) Program Pelatihan Peran Serta Masyarakat (PSM) Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder pendidikan dalam mendukung program-program sekolah. Komite Sekolah yang peduli terhadap kemajuan pendidikan di lingkungannya. Implementasi program ini berupa: (a) pelatihan bagi pelaksana pendidikan. Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) Program ini berkaitan langsung dengan pelaksanaan MBS. regional maupun nasional. 3) Program Pembelajaran Aktif. baik pada konteks lokal. terutama berkaitan dengan pelaksanaan MBS. khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

44 Sebagai salah satu unsur manajemen sekolah yang didesentralisasikan. Hasilnya mencapai 77. 2. Dalam konteks MBS. Hasil 90. Model PAKEM.3% kategori tinggi 3. Artinya semakin baik pelaksanaan 2 1. Hasil ini belum maksimal karena terkendala masalah belum terbiasanya pengelola sekolah menerapkan MBS Pada tesis ini ditunjukkan cukup siginifikannya kontribusi MBS terhadap kualitas pengelola sekolah tingkat dasar. model ini perlu diadopsi oleh guru-guru yang sekolahnya melaksanakan program MBS.2 Kajian Penelitian yang telah Dilakukan Tabel. Ketercapaian sasaran dan dampak MBS Jasman Indarto (2002) Kontribusi 1.3% kategori cukup. pada dasarnya telah diakui keberadaannya oleh kalangan pendidik tingak pendidikan dasar. 2. Manajemen Penerapan kepala MBS Terhadap sekolah Kualitas Penyelenggara 2. Hasil . guru sejatinya adalah aset utama pendidikan. Kerjasama 3.2. Aspek Keterbukaan Manajemen Sekolah 2.2 PENELITIAN TERDAHULU Variabel Hasil Temuan 1. Proses pembelajaran Pendidikan Tingkat Dasar 3. Kemandirian 4. Hasil 65. Partisispasi Di Jawa Tengah masyarakat 1. Hasil yang diharapkan bagi guru-guru peserta pelatihan PAKEM adalah bahwa dirinya memiliki bekal kemampuan yang meningkat. serta berpeluang menerapkan dan mengembangkan pembelajaran secara kreatif khususnya merujuk kepada prinsip pembelajaran PAKEM. kinerja dan profesionalismenya harus selalu berkembang.36% No 1 Judul Daman (2001) Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MBS) di SLTP Kota Semarang Analisis Pada tahun 2001 prosentase ketercapaian mencapai angka 73%. Secara umum MBS dilaksanakan dengan kategori baik. Untuk itu. 2.4.

keuangan berkriteria tinggi 6. kesiswaan dengan kriteria cukup tinggi 5. kepemimpina n kepsek sangat ideal 2. Kurikulum lemah pada program pengajaran 3.45 88. Layanan khusus 8. Manajemen sarana dan prasarana berkritria ideal 1. Manajemen Kurikulum. Kepemimpinan kepsek lemah pada kompetensi sosial 2. Aliyah (MA) Hudungan Negeri dan Masyarakat. Layanan khusus sudah baik terutama kesehatan 8.9% kategori cukup MBS pada tiga aspek ini akan semakin baik juga kualitas penyelenggaraan pendidikan. Sarpras Berkriteria ideal Sumber: Studi Pustaka . manajemen kependidikan kependidikan (personalia). Kependidikan berkritria ideal 4. Manajemen kurikulum berkritria ideal 3. MA negeri lebih tinggi dari pada MA swasta 6. Swasta se-Kab. kesiswaan. Kependidikan lemah pada tenaga laborat 4. kinerja manajemen manajemen kurikulum. kurikulum. (personalia). Humas berkriteria ideal 7. kependidikan dengan kriteria ideal 4. Kepemimpinan kepala sekolah sangat ideal 2. Manajemen Kesiswaan. 1. Humas baik 7. Keuangan. Kinerja Kependidikan. manajemen sarana dan sarana dan prasarana prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara Sri Yuliningtias (2008) Analisis Kepemimpinan Portofolio Kepala Kinerja Sekolah. kurikulum dengan kriteria ideal 3. Kesiswaan berkriteria cukup tinggi 5. Sarpras lemah pada inventarisasi 3 Andini Arsika Sari (2008) Kepemimpinan Analisis kepala sekolah. Kesiswaan memiliki input yang rendah 5. Madrasah Keuangan. Layanan Rembang Khusus. Sarana dan Prasarana (Sarpras) 4 1.

proses pembelajaran. siswa. kendati tidak menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan akan tetapi penelitian pada jenjang SMK. Sedangkan Andini (2008) dalam penelitiannya mendeskripsikan bahwa kinerja manajmen sekolah di SMA se-Kabupaten Jepara sudah optimal kacuali manajemen kesiswaan. telah banyak memperlihatkan hasil yang positif. dan budaya masyarakat baik guru. terlebih di KabupatenKendal belum pernah dilakukan. Namun hasil itu banyak pula mengalami penurunan karena krisis ekonomi penelitian ini . 2. dan partisipasi masyarakat terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. Oleh karenanya mencoba meneliti perihal tersebut.5 Kerangka Berfikir Usaha peningkatan Mutu Pendidikan Dasar yang ditandai dengan dikeluarkannya INPRES Nomor 5 Tahun 1994 tentang Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.46 Daman (2001) dalam penelitiannnya menyebutkan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan MBS antara lain di SLTP adalah pengelola sekolah belum terbiasa melaksanakan teori-teori MBS. tata usaha. Merujuk pada penelitian terdahulu. Rekomendasi dalam penelitian tersebut adalah perlu dilakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat tentang adanya MBS baik dari kalangan struktural maupun lapisan masyarakat dan perlu diperbanyak model-model pengembangan peningkatan mutu sekolah melalui pemberdayaan sumber-sumber belajar. Jasman Indarno (2002) menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara manajemen kepala sekolah. maupun orang tua murid belum banyak menyadari pentingnya pendidikan.

Implementasi penyelenggaraan pendidikan yang berbasis kepada sekolah dan masyarakat ini diwujudkan melalui penerapan konsep manajemen berbasis sekolah (School Based Management) dengan titik berat Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) yang tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Perubahan sistem pemerintahan ini telah menggeser hak dan kewenangan penyelenggaraan pendidikan dari pusat ke lini terdepan pendidikan. Beberapa model peningkatan mutu pendidikan sudah bukan merupakan upaya baru dan memang seharusnya menjadi komitmen semua pihak. Dari berbagai pengalaman yang amat berharga tersebut. dapat disimpulkan bahwa apapun konsep yang diterapkan di sekolah akan sangat bergantung kepada sekolah dan seluruh stakeholder pendidikan yang ada di sekolah. Akhir-akhir ini. telah dilakukan perubahan paradigma pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. yakni sekolah dan masyarakat. bahkan telah direvisi melalui Undang-undang Nomor 32 tahun 2004. Krisis tersebut secara umum telah mengganggu pelaksanaan sistem pemerintahan dan pembangunan bidang pendidikan. Itulah sebabnya.47 yang diikuti oleh krisis multidimensional yang melanda dunia dan negara kita. Untuk menata kembali sistem pemerintahan. Efektif dan Menyenangkan). maka kebijakan dan program yang sedang diluncurkan . kita mencoba pendekatan model pembelajaran "joyful learning" atau yang lebih dikenal dengan model pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif.

Program "Bantuan Operasional untuk Manajemen Mutu (BOMM)" yang telah diluncurkan sejak tahun 1999 merupakan langkah maju untuk memberikan kepercayaan secara penuh kepada sekolah dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolahnya. Dengan kata lain program-program yang dilaksanakan menganut prinsipprinsip demokratis. propinsi maupun kabupaten/kota. transparan. Melalui pelaksanaan program ini para pengelola pendidikan di sekolah termasuk kepala sekolah. pelaksanaan. mulai dari proses perencanaan. guru. dikelola langsung oleh Komite Sekolah/Majelis Madrasah sebagai langkah awal aplikasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). . Program seperti ini sudah seharusnya ditindaklanjuti dan dikembangkan melalui program-program lainnya dengan menggunakan sumber dana dari pusat. Upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan melalui kegiatankegiatan yang disebutkan di atas. Banyak manfaat yang telah dapat dirasakan baik oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah yang secara langsung menjadi sasaran pelaksanaan. profesional dan akuntabel. Disinilah proses pembelajaran itu berlangsung dan semua pihak saling memberikan kekuatan untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sekolah.48 harus dimulai melalui upaya pemberdayaan sekolah dan masyarakat sebagai pemilik dan ujung tombak pendidikan. sampai dengan proses pelaporan dan umpan baliknya. Hal ini karena dalam melaksanakan program-program tersebut diterapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS). komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan.

orang tua siswa dan masyarakat setempat diberi kewenangan yang cukup besar untuk mengelola kegiatannya sendiri. mengorganisir dan memberikan kontrol pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan pembelajaran di sekolah masing-masing. Keempat aspek tersebut adalah : 1) Manajemen Kurikulum 2) Manajemen Tenaga Kependidikan 3) Manajemen Kesiswaan dan . Pengelolaan ini meliputi perencanaan. melaksanakan. Bukankah upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan akumulasi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di tingkat sekolah.49 Peningkatan mutu pendidikan melalui MBS ini berlandaskan pada asumsi bahwa sekolah akan meningkat mutunya jika kepala sekolah bersama guru. Artinya manajemen sekolah yang diterapkan harus benar-benar dimulai dari awal dan harus dibantu dengan kesadaran bersama antar pelaku organisasi (sekolah) dalam menjalankan tugasnya. Untuk melaksanakan hal ini memang diperlukan perubahan yang sangat mendasar. Dalam penelitian yang akan digali secara mendalam oleh penulis hanya akan diambil 4 (empat) aspek manajemen sekolah saja. pengawasan dan pembinaan. baik dalam hal keuangan maupun pembelajaran secara umum. selain manajemen dana dan manajemen dampak penulis beranggapan bahwa keempat manajemen tersebut adalah inti dari kinerja manajemen sekolah. Oleh karena itu sudah saatnya sekolah diberikan kewenangan bersama seluruh komponen masyarakat yang ada di sekolah untuk merencanakan. pengorganisasian.

Kepala sekolah sebagai pimpinan disekolah harus tahu dan mengenali apa yang dinilai tinggi oleh masyarakat dan memilih proporsi nilai apa yang akan diberikan.50 4) Manajemen Sarana Prasarana Ada satu lagi yang perlu diteliti dalam penulisan karya ilmiah ini. baik dibidang pemerintahan. Pelaksanaan fungsi pemimpin oleh seorang administrator atau manajer adalah mutlak. . Seorang kepala sekolah bersama warga sekolah lain. Standardisasi pengajaran yang tinggi dan evaluasi hasil belajar yang terukur. Lingkungan sekolah yang sehat terdiri dari lingkungan fisik dan kerja sama yang kondusif d. Visi organisasi tidak hanya dimiliki oleh pemimpin. seperti orang tua dan masyarakat berhak menentukan arah pendidikan sekolahnya sendiri tanpa melenceng dari tujuan pendidikan nasional. Pemimpin dituntut untuk menjadi pelayan bagi organisasi dan bawahan. maupun pendidikan. Proses belajar mengajar yang efektif menggunakan strategi yang tepat dengan mengedepankan fungsi pelayanan belajar yang berkualitas untuk memperoleh mutu yang terbaik. Menurut Yuliningtias (2008:72) Faktor-faktor penentu kinerja sekolah melaksanakan fungsi tugasnya secara maksimal indikatornya antara lain adalah: a. tetapi oleh seluruh anggota organisasi. Manajemen kurikulum yang lugas dan fleksibel berpedoman pada standar nasional b. Hal ini dikarenakan kepala sekolah merupakan manajer dilingkup organisasi sekolah. yaitu kepimimpinan kepala sekolah. Sumber daya manusia dan sumber daya lain yang handal yaitu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan mengacu pada profesionalisme e. c. sosial.

51 Seluruh personel sekolah harus memiliki cara-cara yang benar dalam berkarya atau bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan harapan mereka masing-masing dan sesuai pola dan tujuan sekolah. harus ada kerja keras dari semua komponen pendidikan yang bersangkutan. Dukungan lebih signifikan lagi adalah kepala sekolah selaku manajer utama dalam organisasi sekolah bekerja keras untuk kebehasilan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Fakta ini menunjukkan bahwa ada keseriusan dalam mengelola pendidikan di Kendal khususnya pada jenjang SMK. Dalam mengaplikasikan manajemen sekolah. Dengan kualitas kinerja yang tinggi diharapkan dapat memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kinerja dan kemajuan sekolah khususnya mutu pendidikan. Mengingat pentingnya peran personal sekolah. Kerja keras yang diharapkan tidak terlepas dari prinsip efektif dan efisien. Untuk merealisasikan hal tersebut. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal adalah lembaga pendidikan yang khusus ditugaskan untuk mencetak lulusan agar bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh para lulusannya. . baik SMK Negeri dan Swasta di Kendal telah berupaya melaksanakan keempat aspek yang tersebut diatas. Prosedur yang paling cocok untuk memperoleh prinsip efektif adan efisien adalah dengan menerapkan manajemen sekolah pada setiap keberlangsungan pendidikan. manajemen harus mempunyai program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja sekolah.

Kepemimpinan Kepala Sekolah 2. Manajemen Sarana dan Prasarana Manajemen Sekolah Swasta 1. Manajemen Kurikulum 3. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Kesiswaan 5. Manajemen Sarana dan Prasarana OUT PUT OUT PUT DIDESKRIPSIKAN Gambar 1: Kerangka Berfikir .52 Penelitian yang dilakukan penulis hanya sebatas melihat kinerja manajemen sekolah di SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal. Manajemen Kurikulum 3. Kepemimpinan Kepala Sekolah 2. Manajemen Tenaga Kependidikan 4. Manajemen Kesiswaan 5. Sehingga pembahasan cendrung pada penilaian keunggulan dan kekurangan disetiap SMK Negeri dan Swasta. Bisa digambarkan secara menyeluruh penelitian yang akan dilaksanakan penulis adalah sebagai berikut : Manajemen Sekolah Negeri 1.

2 Populasi Penelitian Menurut Arikunto (2002:15).1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian kualitatif yang berbentuk deskriptif. penelitian kualitatif bisa menggunakan angka seperti penelitian kuantitatif. Dengan kata lain. Namun demikian. Data yang didapat biasanya hanya sekedar pernyataan-pernyataan yang berupa lembar tertulis semata. 3. kualitatif maupun kuantitatif tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari sifat-sifatnya (Sudjana. Pendapat lain mengatakan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. bukan berarti penelitian kualitatif tidak boleh menggunakan angka-angka dalam pengumpulan datanya. dengan rincian 4 SMK negeri dan 13 SMK swasta. maka populasi penelitian juga merupakan sampel penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SMK Negeri dan Swasta seKabupaten Kendal yang berjumlah 17. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang sangat detail dalam proses pengolahan datanya. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. . dimana dalam memberikan penafsiran dan penjelasan dari hasil data yang diperoleh bersamaan dengan pengunpulan data. hasil menghitung atau pengukuran.53 BAB III METODE PENELITIAN 3. 2002:6). populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. akan tetapi model pengolahan data tersebut bersifat sederhana.

Nama Sekolah Status SMK Negeri 1 Kendal Negeri SMK Negeri 2 Kendal Negeri SMK Negeri 3 Kendal Negeri SMK Negeri 4 Kendal Negeri SMK Muhammadiyah. 6. 10. 2. 4 Sukorejo Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 01 Kendal Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 02 Rowosari Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 03 Kaliwungu Swasta SMK Nahdhotul Ulama’ 04 Patebon Swasta SMK Teknologi Nusantara Sukorejo Swasta SMK Bhakti Persada Patebon Swasta SMK Lentera Kendal Swasta SMK YPPM Boja Swasta SMK Darul Amanah Sukorejo Swasta Sumber : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kab. 14.01 Sampel Penelitian No 1. 9. 8. 3. dan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. faktor. manajemen kesiswaan. variabel adalah konsep yang mempunyai macam-macam nilai. 3 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah. 2002:96).54 Berikut adalah nama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-Kabupaten Kendal yang dijadikan sampel penelitian : Tabel 3. Kendal Variabel Penelitian Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto. Karena variabel sebagai objek penelitian. 13. 2 Boja Swasta SMK Muhammadiyah. 3. 7. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (1999:425) populasi adalah semua keadaan. 17. Variabel dalam penelitian ini adalah kinerja manajemen kurikulum.3 . manajemen tenaga kependidikan. 15. 16. 12. 1 Weleri Swasta SMK Muhammadiyah. kondisi perlakukan atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil penenlitian. 4. maka menurut Nazir (1999:149). 5. 11.

Manajerial Kemampuan manajerial c. Sosial Kepekaan sosial 2.02 Variabel-variabel penelitian No 1. Kewirausahaan Jiwa wirausaha d. (aturan PERMENDIKNAS tahun 2007) Pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai dengan b. Kalender Pendidikan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Supervisi Kemampuan supervisi e. Kurikulum KTSP Implementasi KTSP sesuai standart.55 Tabel 3. Kepribadian Pengukuran Skor Kriteria Integritas kepemimpinan 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurangoptimal Tidak optimal b. Aspek/Dimensi Kepemimpinan Kepala Sekolah a. Kurikulum a.

Tenaga Kependidikan a.56 program yang tertera didalam kalender akademik c. Program Pembelajaran Kondisi pelaksanaan kegiatan pembelajaran Kondisi pelaksanaan sesuai standart ketuntasan belajar (nilai mata pelajaran masingmasing) Pelaksanaan sesuai peraturan yang telah disepakati warga sekolah Kompetensi profesional dalam tugas dan tanggung jawabnya Kondisi kesesuaian antara background pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu Kondisi kesesuaian background pendidikan konselor dengan profesinya sebagai konselor Kesesuaian background pendidikan 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai d. Guru c. Pustakawan a) Sangat sesuai b) Sesuai c) Cukup sesuai . Konselor d. Wakil Kepala Sekolah b. Peraturan Akademik 3. Penilaian Hasil Belajar e.

Laborat Kondisi kesesuaian background pendidikan laborat dengan profesinya 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 d) Kurang sesuai e) Tidak sesuai a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai Sesuai Cukup sesuai Kurang sesuai Tidak sesuai Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 4. Tenaga Administrasi Kondisi kesesuaian background pendidikan tenaga administrasi dengan profesinya Kesiswaan a. f. nilai dan tingkat diterimanya bekerja diperusahaan Kesesuaian dengan kebutuhan sekolah 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) a) b) c) d) e) Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Kurang tinggi Tidak tinggi Sangat ideal Ideal Cukup ideal Kurang ideal Tidak ideal Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 5.57 pustakawan dengan profesinya e. Sarana Prasarana a. Input Nilai siswa baru (NEM SLTP/sekolah sebelumnya) b. Output Tingkat kelulusan. Pemeliharaan Kondisi sarana prasarana sesuai dengan kondisi sekolah . Proses Pembelajaran Kondisi kegiatan belajar mengajar serta kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum yang ada (KTSP) c. Pengadaan b.

Digunakannya metode ini dengan alasan bahwa : (a) data yang diperoleh nantinya akan benar-benar valid karena pihak yang mengisi angket bukan orang yang diteliti. (c) hemat waktu. Inventarisasi Kegiatan inventarisasi sarana prasarana sekolah 5 4 3 2 1 a) b) c) d) e) Sangat optimal Optimal Cukup optimal Kurang optimal Tidak optimal 3. atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto. dan tenaga. biaya. (b) pihak yang diberi angket adalah orang yang terlibat langsung dan mengetahui pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing. . sehingga tidak akan terjadi manipulasi data.2002:108). angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 3.1 Metode Angket Angket atau kuosioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya.58 c.4. Menurut Ridwan (2002:25).4 Metode Pengumpulan Data Penentuan metode pengumpulan data yang tepat sangat menentukan kebenaran ilmiah suatu penelitian. Selain itu. penentuan metode pengumpulan data yang tepat dan sesuai dengan masalah yang diteliti akan membantu memperlancar tujuan penelitian yang telah ditetapkan.

Pengambilan sampel responden dengan menggunakan rumus Slovin dengan standar error 5%. 4. Responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan. 7. 5.e2 n N e : Jumlah Responden : Jumlah Responden dalam Sampel : Standar Error Keterangan : Husein Umar (2003:120) Hasil dari perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin disetiap sekolah adalah sebagai berikut: Tabel 3. dengan asumsi bahwa pemberi respon atas angket yang disebar layak untuk dijadikan sumber informasi utama dalam penelitian. dimana responden tidak diberi kesempatan untuk memberi jawaban dengan kata-kata sendiri.03 Jumlah Angket No 1. 3 Weleri SMK Muh. Berikut rumus Slovin yang digunakan dalam pengambilan sampel responden disetiap sekolah : n : N 1 + N. 3. 9. 2 Boja SMK Muh. 4 Sukorejo SMK NU 01 Kendal Status Negeri Negeri Negeri Negeri Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Jumlah Guru 74 89 51 60 30 58 52 34 49 Jumlah Sampel 62 73 40 46 26 51 46 31 44 Jumlah Angket 41 47 33 37 23 36 34 26 32 . 8. 2.59 Angket yang digunakan adalah angket tertutup. 6. Nama Sekolah SMK Negeri 1 Kendal SMK Negeri 2 Kendal SMK Negeri 3 Kendal SMK Negeri 4 Kendal SMK Muh. Respondn yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah dan guru di masing-masing sekolah. 1 Weleri SMK Muh.

60 10 11 12 13 14 15 16 17 SMK NU 02 Rowosari SMK NU 03 Kaliwungu SMK NU 04 Patebon SMK Teknologi Nusantara SMK Bhakti Persada SMK Lentera Kendal SMK YPPM Boja SMK Darul Amanah Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta Swasta 32 40 25 17 27 5 45 20 30 36 23 16 25 4 40 19 24 28 20 14 21 3 31 16 Dalam menyusun angket ini. 1993 : 5). peneliti menentukan sebagai berikut: a. Skor 4 untuk jawaban memenuhi c. Skor 3 untuk jawaban cukup memenuhi d. Untuk penskoran dari setiap jawaban yang diberikan oleh responden. dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial tertentu (Ali. Tinggi . peneliti ingin mengetahui sikap. Skor 1 untuk jawaban sangat tidak memenuhi 3. digunakan skala likert. Skor 2 untuk jawaban tidak memenuhi e. pendapat. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila instrument tersebut mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengukur data dari variabel yang diteliti secara tepat.5. yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap. Jadi dengan skala likert ini. Skor 5 untuk jawaban sangat memenuhi b. pendapat. dan persepsi responden tentang pelaksanaan manajemen sekolah disekolahnya masing-masing.1 Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument (Arikunto.5 Validitas dan Reliabilitas 3. 2002:144).

Validitas internal adalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen dengan keseluruhan (Arikunto. Instrumen valid jika hasil korelasi skor tiap butir soal lebih besar dengan nilai tabel sebaliknya. kemudian dikonsultasikan dengan tabel nilai r dengan taraf signifikasi 95%.61 rendahnya validitas suatu instrument adalah menunjukan sejauh mana data terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Dalam penelitian ini uji validitas yang digunakan adalah validitas internal. sebagai berikut : r xy = {N ∑ X N ∑ XY −(∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y N = Jumlah subyek = Jumlah skor total item X = Jumlah skor total item Y ∑x ∑y (Arikunto. Berdasrkan pengujiannya validitas dibedakan menjadi dua yaitu validitas internal dan eksternal. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis butir. 2002:147) dengan kata lain sebuah instrument dikatakan validitas internal apabila setiap instrument mendukung misi instrument secara keseluruhan yaitu dapat mengungkap data dari variabel yang dimaksud. 2002:146) . yaitu dengan mengkorelasikan tiap butir pertanyaan dengan skor total. Rumus yang digunakan untuk uji validitas menggunakan produk momen dari pearson.

451 0.308 0.815 0.308 0.04 Hasil Uji Coba Validitas Angket No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 rxy 0.308 0. Berikut adalah tabel hasil uji coba validitas pada tiap butir pertanyaan dalam angket.511 0.785 0.308 0.774 0.686 rtabel 0.438 0.485 0.308 0.663 0.758 0.308 0.308 0.516 0.308 0.308 0.308 0.553 0.308 0.433 0.542 0.720 0.308 0.421 0.697 0.556 0.462 0.579 0.308 0.308 0.473 0.308 0.686 0.394 0.308 0.308 0.308 0.308 0.451 0.308 0.308 0.742 0.308 0.724 rtabel 0.488 0.308 0.308 0.308 0.541 0.308 0.333 0.716 0.780 0.412 0.785 0.308 0.698 0.308 0.308 0.750 0.308 0.308 0.616 0. dengan 41 responden.711 0.308 0.308 0.577 0.761 0.883 0.452 0.613 0.609 0.548 0.488 0.308 0.308 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid No item 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 rxy 0.308 0.771 0.308 0.796 0.308 0. Tabel 3.723 0.308 0.790 0.308 0.668 0.308 0.308 Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .308 0.803 0.308 0.308 0.308 0.726 0.308 0.308 0.337 0.308 0.401 0.424 0.308 0.408 0.871 0.308 0.308 0.568 0.574 0.472 0.794 0.308 0.308 0.842 0.308 0.308 0.308 0.308 0.418 0.665 0.308 0.308 0.818 0.308 0.308 0.308 0.825 0.308 0.308 0.62 Untuk menentukan valid tidaknya instrumen adalah dengan cara mengkonsultasikan hasil perhitungan koefisien korelasi dengan tabel nilai koefisien korelasi (r) pada taraf signifikan 5% atau taraf kepercayaan 95%.

1999:162).777 0.308 Valid 77 0. rumus Alpha adalah sebagai berikut : 2 ⎛ k ⎞⎛ ∑ σb ⎞ ⎜1 − ⎟ ⎜ ⎜ (k − 1) ⎟⎜ ⎟ σ t2 ⎟ ⎠⎝ ⎠ =⎝ r11 rxy K = Reliabilitas instrument = Banyaknya butir pertanyaan 2 ∑ σb = Jumlah varians σt 2 = Varians total .698 0.308 Valid 79 0. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau yang reliabel dapat menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.823 0.308 0.741 0.821 0.308 Valid 83 0.737 0. 2002:154).308 Valid 82 0.308 0.674 0.308 Valid 81 0.308 0. Dalam penelitian ini untuk mencari reabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha.788 0.308 Valid 84 Sumber : Olahan Data Penelitian 0.308 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 3.805 0.816 0.308 0.687 0.308 0.767 0.2 Reliabilitas Reliabilitas adalah ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran atau alat pengukur (Nazir Moh.308 Valid 80 0.5. Reliabilitas mengandung pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto.713 0.620 0.799 0. karena instrumen ini berbentuk angket yang skornya merupakan rentangan dari 1 samai 5.308 0.810 0.731 0.308 Valid 76 0.308 0.308 0.63 34 35 36 37 38 39 40 41 42 0.771 0.308 Valid 78 0.

1 Pengkategorian Skor Skor mentah yang dihasilkan suatu skala merupakan penjumlahan dari skor item-item dalam skala itu. Jika hasil perhitungan lebih besar dari r tabel maka instrumen dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk mengambil data dalam penelitian.1. Dalam penelitian ini.6 Metode Analisis Data 3. data yang didapat berasal dari skor angket. Data-data tersebut kemudian diringkas dengan baik dan teratur. Maka dalam analisis tersebut dipilihlah program Microsoft Office Excel 2007 untuk menghitung data kuantitatif dari angket. Kemudian dalam proses penggunaan analisis ini ditujukan untuk memperkaya pemahaman tentang variabel-variabel penelitian.6. serta penyajian hasil peringkasan tersebut. pemahaman terhadap variabel akan lebih dapat dilakukan sehingga analisa akan lebih mendalam pada inti permasalahan sehingga ditemukan solusi yang tepat. baik dalam bentuk table dan pengkategorian skor.6.1 Analisis Deskriptif Kualitatif Menurut Santoso dalam Novia (2008:26) Analisis Deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data. Data statistik yang diperoleh dari hasil sensus. hal ini dilakukan sebagai dasar untuk berbagai pengambilan keputusan. 3. Untuk memberikan makna yang memiliki nilai . atau pengamatan lainnya. survei. 3. ‘mentah’ dan tidak terorganisir dengan baik (raw data). Umumnya masih acak.64 Kemudian menentukan reliabel tidaknya instrumen dilakukan dengan cara mengkonsultasika dengan r tabel.

Adapun syarat untuk kategorisasi sebagai berikut: a b c d e ( x ≤ μ -1. Penyusunan tabel kriteria manajemen sekolah.5σ < x ≤ μ + 1.5σ) ( μ + 0.5σ) ( μ + 1.65 diagnostik skor mentah perlu diderivasi dan diacukan pada suatu norma kategorisasi (Azwar.5σ < x) Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Dalam penyajiannya.5σ) ( μ -1. Untuk mengetahuinya didasarkan pada nilai atau skor yang telah ditetapkan untuk setiap alternatif jawaban yang tersedia dalam angket. Tujuan kategori ini adalah menempatkan individu dalam kelompok-kelompok yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur. Kategori ini bersifat relatif.5σ < x ≤ μ + 0.5σ) ( μ -0. adalah sebagai berikut: . Banyaknya jenjang kategori diagnosis yang akan dibuat biasanya tidak lebih dari lima jenjang dan tidak kurang dari tiga jenjang (Azwar.5σ < x ≤ μ -0. dibuat berbeda berdasarkan standar yang terdapat pada masingmasing indikator. 2007:107). 2007:107) Untuk mengkategorisasikan subjek pada penelitian ini dengan menggunakan kategori jenjang. hasil analisis ini didasarkan pada distribusi frekuensi yang memberikan gambaran mengenai distribusi subjek menurut kategori-kategori nilai variabel. sehingga kategorisasi indikator-indikator dalam penelitian ini.

995 Cukup optimal 53.335<Skor≤66.66 Tabel. 6.67 kategori skor masing-masing variabel secara keseluruhan adalah Tabel 3.335 Tidak ideal 20<Skor≤40.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.05 Distribusi Skor Manajemen Sekolah No 1 2 3 4 5.005<Skor≤53.995<Skor≤100 Optimal 66.005 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi sebagai berikut: .33 60 13.005<Skor≤53.335 Tidak optimal 20<Skor≤40.995 Cukup ideal 53.07 Kategori Skor Kurikulum dan Program Pengajaran Skor Kriteria Sangat optimal 79.665<Skor≤79.33 30 6.335<Skor≤66. Skor Skor Tertinggi Terendah Kepemimpinan kepala sekolah 105 21 Kurikulum 100 20 Ketenaga kependidikan 100 20 Kesiswaan 50 10 Output 15 3 Sarana prasarana 50 10 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Tabel Variabel Rata.665 Kurang ideal 40.995<Skor≤100 Ideal 66.665<Skor≤79.Standar rata Deviasi 63 14 60 13. 3.67 9 2 30 6.665 Kurang optimal 40.06 Kategori Skor Kepemimpinan Kepala Sekolah Skor Kriteria Sangat ideal 84<Skor≤105 Ideal 70<Skor≤84 Cukup ideal 56<Skor≤70 Kurang ideal 42<Skor≤56 Tidak ideal 21<Skor≤42 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.08 Kategori Skor Tenaga Kependidikan Skor Kriteria Sangat ideal 79.

11 Kategori Skor Sarana Prasarana Sangat optimal 40.995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3. kompetensi manajerial.005<Skor≤50 Tinggi 33.67 Tabel 3.09 Kategori Skor Manajemen Kesiswaan Skor Kriteria Sangat tinggi 40.995<Skor≤26.665 Tidak optimal 10<Skor≤19.335<Skor≤40.335<Skor≤40.005<Skor≤50 Optimal 33. Kriteria penilaian kepemimpinan kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 105 (jika kepala sekolah memiliki kompetensi kepribadian.005 Cukup optimal 26.6.665<Skor≤33. kompetensi kewirausahaan.995 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.995<Skor≤26.2 Penyusunan Tabel Kriteria Manajemen Sekolah dengan Masing-masing Indikatornya a) Variabel kepemimpinan kepala sekolah Data kepemimpinan kepala sekolah didapat dari data angket penelitian.335 Kurang optimal 19.1.10 Kategori Skor Output Skor Kriteria Sangat tinggi 12<Skor≤15 Tinggi 10<Skor≤12 Cukup tinggi 7<Skor≤10 Kurang tinggi 6<Skor≤7 Tidak tinggi 3<Skor≤6 Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Tabel 3.335 Kurang tinggi 19.005 Cukup tinggi 26. kompetensi supervisi dan kompetensi .665<Skor≤33.665 Tidak tinggi 10<Skor≤19.

dan nilai terendah 21 (jika kepala sekolah tidak memiliki kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah serta tidak menggunakannya secara optimal).33 Kewirausahaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Supervisi Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sosial Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1. Kompetensi Kepribadian Data kompetensi kepribadian kepala sekolah didapat dari data angket penelitian.12 Kepemimpinan Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 25 Skor Terendah 5 Rata-Rata 15 Standar Deviasi 3. Indikator Kepribadian .68 sosial yang ideal dan menggunakannya secara optimal dan relevan). memiliki sikap terbuka dan bisa mengendalikan diri). Kriteria penilaian kompetensi kepribadian kepala sekolah yaitu dengan nilai maksimum sebesar 25 (jika kepala sekolah memiliki akhlak mulia. Sedangkan untuk penyusunan tabel kriteria masing-masing indikator adalah sebagai berikut: Tabel 3. memilki integritas kepemimpinan.33 Manajerial Skor Tertinggi 35 Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 6.

665 Cukup ideal 10.165 Cukup ideal 4 11.055 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.495 Ideal 3 17.69 dan nilai terendah 5 (jika kepala sekolah tidak memilki aspek kompetensi kepribadian yang ideal. Interval Skor Kriteria 19.005<skor≤13.995 Ideal 13.005 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Manajerial Data tentang kompetensi manajerial dengan nilai maksimum 35 (jika kepala sekolah melaksanakan aspek-aspek manajerial dengan optimal) dan dengan nilai minimal 7 (jika tidak dapat melaksanakan dari aspek-aspek manajerial secara optimal).335 Kurang ideal 5<skor≤10.835 Kurang ideal 5 7<skor≤11. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi manajerial: Tabel 3.835<skor≤24. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kepribadian: Tabel 3.995<skor≤25 Sangat ideal 16.495<skor≤35 Sangat ideal 2 24.055<skor≤17.665<skor≤19. Kompetensi Kewirausahaan Data tentang kompetensi kewirausahaan dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki jiwa kewirausahaan dan menggunakannya secara optimal .335<skor≤16.13 Kategori Skor Kompetensi Kepribadian Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 2.14 Kategori Skor Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 30.165<skor≤30.

melaksanakan dan menindaklanjuti hasil supervisi) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki program supervisi). Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Kompetensi Supervisi Data tentang kompetensi supervisi dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki program supervisi.16 Kategori Skor Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5.15 Kategori Skor Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 4. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi kewirausahaan: Tabel 3. Kompetensi Sosial Data tentang kompetensi sosial dengan nilai maksimum 15 (jika kepala sekolah memiliki aspek sosial yang baik. serta menggunakannya secara optimal) . Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi supervisi: Tabel 3.70 dalam mengembangkan sekolah yang dipimpinnya) dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki jiwa kewirausahaan dan tidak melaksanakannya secara optimal ).

33 Kalender Pendidikan .17 Kategori Skor Kompetensi Sosial Kepala Sekolah No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi b) Manajemen Kurikulum Data tentang kurikulum dan program pengajaran dengan nilai maksimum 100 (jika sekolah melaksanakan KTSP secara optimal. Tabel 3.71 dan dengan nilai minimal 3 (jika kepala sekolah tidak memiliki dan tidak menggunakan aspek sosial secara optimal). serta peraturan tersebut ditaati oleh seluruh warga sekolah) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak bisa melaksanakan dari komponen manajemen kurikulum dan program pengajaran secara optimal). memiliki program pembelajaran. memiliki pedoman penilaian hasil belajar dan memiliki peraturan akademik. Berikut disajikan tabel kriteria skor kompetensi sosial : Tabel 3.33 10 2 6 1. memiliki kalender pendidikan dan dijalankan sesuai dengan apa yang tertera dikalender pendidikan.20 Manajemen Kurikulum Indikator KTSP Statistik Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Hipotetik 25 5 15 3.

995<skor≤25 Sangat optimal 2 16.665 Cukup optimal 4 10.335<skor≤16.67 Peraturan Skor Tertinggi 15 Akademik Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1.995 Optimal 3 13. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Data tentang KTSP dengan nilai maksimum 25 (jika sekolah menggunakan dan melaksanakan KTSP sesuai dengan peraturan Permendiknas) dan dengan nilai minimal 5 (jika sekolah melaksanakan KTSP tidak sesuai dengan peraturan Permendiknas).19 Kategori Skor KTSP No Interval Skor Kriteria 1 19.005 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.005<skor≤13.665<skor≤19.335 Kurang optimal 5 5<skor≤10. Kalender Pendidikan Data tentang kalender pendidikan dengan nilai maksimum 10 (jika sekolah memiliki kalender pendidikan dan melaksanakan kegiatan sekolah sesuai dengan . Berikut disajikan tabel kriteria skor KTSP: Tabel 3.72 Program Pembelajaran Skor Tertinggi 30 Skor Terendah 6 Rata-Rata 18 Standar Deviasi 4 Penilaian Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Hasil Belajar Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2.

73 kalender pendidikan) dan dengan nilai minimal 2 (jika sekolah tidak memiliki kalender pendidikan).20 Kategori Skor Kalender Pendidikan No Interval Skor Kriteria 1 7.995 Sesuai 3 5. Interval Skor Kriteria 24<skor≤30 Sangat optimal 20<skor≤24 Optimal 16<skor≤20 Cukup optimal 12<skor≤16 Kurang optimal 6<skor≤12 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi Penilaian Hasil Belajar Data tentang penilaian hasil belajar dengan nilai maksimum 20 (jika sekolah memiliki program penilaian hasil belajar dan melaksanakan evaluasi belajar secara optimal dan rutin) dan dengan nilai minimal 4 ( jika sekolah tidak dapat melaksanakan penilaian hasil belajar secara optimal).335<skor≤6.665 Cukup sesuai 4 4.005<skor≤5.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 6 ( jika sekolah tidak dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien).335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. Berikut disajikan tabel kriteria skor kalender pendidikan: Tabel 3.665<skor≤7.21 Kategori Skor Program Pembelajaran No 1 2 3 4 5 4. Berikut disajikan tabel kriteria skor program pembelajaran: Tabel 3. Program Pembelajaran Data tentang program pembelajaran dengan nilai maksimum 30 (jika sekolah memiliki program pembelajaran dan melaksanakan proses pembelajaran yang kondusif. .005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.

665 Kurang sesuai 5 4<skor≤7.74 Berikut disajikan tabel kriteria skor penilaian hasil belajar: Tabel 3.995 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 5.335 Cukup sesuai 4 7.665<skor≤13.005 Sesuai 3 10.995<skor≤10.22 Kategori Skor Penilaian Hasil Belajar No Interval Skor Kriteria 1 16. serta tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 20 (jika tidak memiliki .335<skor≤16. Berikut disajikan tabel kriteria skor peraturan akademik: Tabel 3. Peraturan akademik Data tentang peraturan akademik dengan nilai maksimum 15 (jika sekolah memiliki peraturan akademik.23 Kategori Skor Peraturan akademik No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi c) Manajemen Tenaga Kependidikan Data tentang manajemen tenaga kependidikan dengan nilai maksimum 100 (jika tenaga kependidikan memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan profesinya. peraturan akademik tersosialisasi dengan baik serta diipatuhi) dan dengan nilai minimal 3 (jika sekolah tidak memiliki peraturan akademik).005<skor≤20 Sangat sesuai 2 13.

75 kualifikasi akademik yang memadai. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).33 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1. Berikut disajikan tabel data manajemen tenaga kependidikan: Tabel 3.33 Tenaga Skor Tertinggi 10 Administrasi Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.33 Pustakawan Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1. Wakil Kepala Sekolah Data tentang kepala sekolah dengan nilai maksimum 50 (jika wakil kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika wakil kepala sekolah tidakmelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik). Berikut disajikan tabel kriteria skor wakil kepala sekolah: .24 Manajemen Tenaga Kependidikan Indikator Wakil Kepala Sekolah Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 50 Skor Terendah 10 Rata-Rata 30 Standar Deviasi 6.33 Laborat Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.33 Konselor Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.67 Guru Skor Tertinggi 10 Skor Terendah 2 Rata-Rata 6 Standar Deviasi 1.

665<skor≤33.26 Kategori Skor Guru No Interval Skor Kriteria 1 7.665 Cukup sesuai 4 4.335<skor≤6.665 Kurang ideal 5 10<skor≤19. Tabel 3.995<skor≤26.995 Sesuai 3 5.335<skor≤40. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika konselor tidak memilki kualifikasi akademik . Konselor Data tentang konselor dengan nilai maksimum 10 (jika konselor memiliki kualifikasi akademik yang memadai. Guru Data tentang guru dengan nilai maksimum 10 (jika guru memiliki kualifikasi akademik yang memadai. Berikut disajikan tabel kriteria skor guru.25 Kategori Skor Wakil Kepala Sekolah No Interval Skor Kriteria 1 40.995 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.005<skor≤50 Sangat ideal 2 33.665<skor≤7. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika guru tidak memiliki kualifikasi akademik yang memadai. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara ideal).995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.005<skor≤5.005 Ideal 3 26.335 Cukup ideal 4 19.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3. background pendidikan tidak sesuai.76 Tabel 3.

Pustakawan Data tentang pustakawan dengan nilai maksimum 10 (jika pustakawan memiliki kualifikasi akademik yang memadai.665<skor≤7.77 yang memadai.335<skor≤6.995 Sesuai 3 5.27 Kategori Skor Konselor No Interval Skor Kriteria 1 7.28 Kategori Skor Pustakawan No Interval Skor Kriteria 1 7.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 4.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).005<skor≤5.335<skor≤6. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika pustakawan tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.005<skor≤5. Berikut disajikan tabel kriteria skor konselor: Tabel 3.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. Berikut disajikan tabel kriteria skor pustakawan Tabel 3.665<skor≤7.995 Sesuai 3 5.665 Cukup sesuai 4 4. background pendidikan tidak sesuai. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal).005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi . background pendidikan tidak sesuai.665 Cukup sesuai 4 4.

background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika tenaga administrasi tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai. background pendidikan tidak sesuai.995 Sesuai 3 5. serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal). Berikut disajikan tabel kriteria skor tenaga administrasi: . serta tidak dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal). Laborat Data tentang laborat dengan nilai maksimum 10 (jika laborat memiliki kualifikasi akademik yang memadai.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6.335<skor≤6.005<skor≤5.665 Cukup sesuai 4 4. Tenaga Administrasi Data tentang tenaga administrasi dengan nilai maksimum 10 (jika tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik yang memadai.78 5.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4. background pendidikan tidak sesuai.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 6.29 Kategori Skor Laborat No Interval Skor Kriteria 1 7. Berikut disajikan tabel kriteria skor laborat: Tabel 3. background pendidikan sesuai dengan profesi serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal) dan dengan nilai minimal 2 (jika laborat tidak memilki kualifikasi akademik yang memadai.665<skor≤7.

Berikut disajikan tabel data manajemen kesiswaan: Tabel 3.31 Manajemen Kesiswaan Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Proses Skor Tertinggi 35 Pembelajaran Skor Terendah 7 Rata-Rata 21 Standar Deviasi 4.79 Tabel 3. Input Kriteria penilaian input siswa yaitu dengan nilai maksimum sebesar 15 (jika nilai input siswa tinggi.995<skor≤10 Sangat sesuai 2 6. yang berupa nilai NEM sekolah sebelumnya/SMP) dan nilai terendah 3 (jika nilai input siswa rendah).30 Kategori Skor Tenaga Administrasi No Interval Skor Kriteria 1 7.005<skor≤5. proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dan efisien) dan dengan nilai minimal 13 (jika semua butir aspek hanya minimum).67 Out Put Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik 1. Indikator Input siswa .665 Cukup sesuai 4 4.335<skor≤6.335 Kurang sesuai 5 2<skor≤4.005 Tidak sesuai Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi d) Manajemen Kesiswaan Data tentang kesiswaan dengan nilai maksimum 65 (jika input siswa baik.995 Sesuai 3 5.665<skor≤7.

Proses Pengajaran Kriteria penilaian Proses pengajaran yaitu dengan nilai maksimum sebesar 35 (jika sekolah bisa menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien) dan nilai terendah 7 (jika sekolah tidak dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien). Output Data tentang output siswa dengan nilai maksimum 15 (jika output siswa mempunyai kualitas tinggi) dan dengan nilai minimal 3 (jika output siswa rendah).80 Berikut disajikan tabel kriteria skor input siswa Tabel 3.005<skor≤35 Sangat optimal 2 23. Berikut disajikan tabel kriteria skor proses pembelajaran: Tabel 3.335<skor≤28.665<skor≤23.995<skor≤18.995 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 3.335 Cukup optimal 4 13.005 Optimal 3 18.33 Kategori Skor Proses Pembelajaran No Interval Skor Kriteria 1 28. Berikut disajikan tabel data output siswa: .665 Kurang optimal 5 7<skor≤13.32 Kategori Skor Input Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2.

serta melakukan pemeliharaan dan inventarisasi secara optimal) dan dengan nilai minimal 10 (jika sekolah tidak memanajemen sarana prasarana secara optimal).35 Manajemen Sarana Prasarana Statistik Hipotetik Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Pemeliharaan Skor Tertinggi 15 Skor Terendah 3 Rata-Rata 9 Standar Deviasi 2 Inventarisasi Skor Tertinggi 20 Skor Terendah 4 Rata-Rata 12 Standar Deviasi 2.81 Tabel 3. Berikut disajikan tabel data manajemen sarana prasarana: Tabel 3.67 Sumber: Pengolahan Skor Hipotetik Indikator Pengadaan .34 Kategori Skor Output Siswa No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat tinggi 10<skor≤12 Tinggi 8<skor≤10 Cukup tinggi 6<skor≤8 Kurang tinggi 3<skor≤6 Tidak tinggi Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi e) Manajemen Sarana Prasarana Data tentang sarana prasarana dengan nilai maksimum 50 (jika sekolah memiliki program pengadaan sarana prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

36 Kategori Skor Pengadaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat ideal 10<skor≤12 Ideal 8<skor≤10 Cukup ideal 6<skor≤8 Kurang ideal 3<skor≤6 Tidak ideal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi 2. Berikut disajikan tabel kriteria skor pengadaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3. Pengadaan Sarana Prasarana Data tentang pengadaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pengadaan sarana prasarana disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki sekolah) dan dengan nilai minimal 3 (jika pengadaan sarana prasarana tidak terprogram secara ideal). Berikut disajikan tabel kriteria skor pemeliharaan sarana prasarana sekolah: Tabel 3.37 Kategori Skor Pemeliharaan Sarana Prasarana No 1 2 3 4 5 Interval Skor Kriteria 12<skor≤15 Sangat optimal 10<skor≤12 Optimal 8<skor≤10 Cukup optimal 6<skor≤8 Kurang optimal 3<skor≤6 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .82 1. Pemeliharaan Sarana Prasarana Data tentang pemeliharaan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 15 (jika pemeliharaan sarana prasarana dilakukan dengan optimal) dan dengan nilai minimal 3 (jika pemeliharaan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).

99 Tidak optimal Sumber: Pengolahan Skor Kategorisasi .38 Kategori Skor Inventarisasi Sarana Prasarana No Interval Skor Kriteria 1 16.66 Kurang optimal 5 4<skor≤7. Berikut disajikan tabel kriteria skor inventarisasi sarana prasarana: Tabel 3.335<skor≤16.83 3.66<skor≤13.99<skor≤10.335 Cukup optimal 4 7.005<skor≤20 Sangat optimal 2 13. Inventarisasi Sarana Prasarana Data tentang perawatan sarana prasarana sekolah dengan nilai maksimum 20 (jika inventarisasi sarana prasarana dilakukan secara optimal) dan dengan nilai minimal 4 (jika perawatan sarana prasarana tidak dilakukan secara optimal).005 Optimal 3 10.

Sedangkan Program keahlian . Bisnis Manajemen (Bismen) dan program keahlian Akuntansi.1. Dimulai dari Teknik Mesin (Otomotif). Melalui SMK mereka bisa mengembangkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki. Artinya bagi mereka yang lulus SMK adalah orangorang yang siap menjalankan pekerjaan dikemudian hari sesuai dengan keahlian mereka masing-masing. tidak tanggung-tanggung. pemerintah akan menjamin lapangan kerja yang luas. Teknik Elektro. menunjukkan keseriuasan tersendiri bagi dunia pendidikan di Kabupaten Kendal. Seluruh SMK di Kabupaten Kendal merupakan sebagian kelompok SMK di Indonesia yang menjadi program percontohan Mentri Pendidikan Nasional. Pemerintah yang selalu tanggap. Hal tersebut sangat menggembirakan bagi generasi muda yang ada di Kabupaten Kendal dan sekitarnya. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).84 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. dapat dikatakan sangatlah lengkap. Tata Busana. Program keahlian yang diterapkan disemua SMK di Kendal baik negeri maupun swasta. Teknik Bangunan. Teknik Pendingin dan Tata Udara.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Kabupaten Kendal merupakan sebuah wahana pendidikan yang terus dipacu untuk dikembangkan lebih baik menuju amanat tujuan pendidikan di tingkat SMK.1 Hasil Penelitian 4.

dan menentukan prestasi lulusan. maka penulis tidak melihat lebih jauh tentang program keahlian tersebut. menjadikan sekolah tersebut . Banyaknya program keahlian yang di tempuh oleh sekolah.1.85 Budidaya Tanaman. Merujuk pada kompleksnya program keahlian yang ada diseluruh SMK Kendal. Namun demikian tidak berarti antar sekolahan saling menjatuhkan sama lain. hal yang demikian tidak terjadi di SMK Kendal. 4. administrasi dan lain sebagainya selalu ada persaingan menjadi yang lebih baik dari seluruh SMK di Kendal. Malainkan hal sebaliknya yang tersaji dalam persaingan tersebut. dan lain sebagainya.2 Analisis Diskriptif Variabel dan Indikator Penelitian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Kabupaten Kendal merupakan SMK yang menerapkan banyak program keahlian. Ternak. Pemerintah kabupaten Kendal akan berusaha sekuat tenaga untuk merealisasikan program keahlian tesebut. tenaga pendidikan. proses belajar mengajar. dimulai dari model persaingan penerimaan siswa baru. Sekolah Menengah Kejuruan baik negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Kendal dapat dikatakan mempunyai persaingan yang kompetitif disetiap unsur sistem manajemen sekolah. Geologi Pertambangan. Ikan. Penulis hanya meneliti manajemen sekolah secara umum yang diterapkan dimasing-masing Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diseluruhn Kabupaten Kendal dengan status sekolah negeri dan swasta. yaitu saling melengkapi kekurangan yang dimiliki masing-masing sekolah. Lebih detail dan semakin dalam lagi. Teknologi hasil Pertanian. kepemimpinan kepala sekolah pun diuji dalam persaingan yang sehat dan penuh pengertian.

07 12. A.92 82.735 Supervisi 13. 5.502 0. 4.43 20. 2.98 Total 96.89 12. Analisis diskriptif yang akan penulis sampaikan disetiap variabel beserta indikatornya. Manajemen kurikulum.93 22.287 2. digunakan untuk lebih memudahkan dan agar komunikatif dalam mendiskripsikan hasil penelitian.417 0.408 Nilai rata-rata secara keseluruhan pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala SMK negeri di Kabupaten Kendal.01 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 23. Kepala sekolah selaku penggerak utama dalam semua kebijakan untuk menjalankan amanat dimasing-masing manajemen. dan manajemen sarana prasarana merupakan komponen manajemen yang harus dijaga kualitasnya agar kesemua manajemen tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan masing-masing sekolah.332 0. tenaga kependidikan.73 11.872 0.18 26.565 Kewirausahaan 13. Berdasarkan tabel diatas . Kepemimpinan Kepala Sekolah Tabel 4.285 Sosial 13. 3. Standar Deviasi 0.18 Manajerial 32.74 12. harus berperan kooperatif guna menciptakan kondisi yang maksimal disetiap kinerja manjemen.95 29.79 10.47 89.78 12.745 Sumber: Data Penelitian (Diolah) No 1.86 memerlukan kinerja manajemen yang optimal untuk mendukung berjalanya kegiatan sekolah. kesiswaan. Berikut adalah hasil penelitian dengan menggunakan metode angket di setiap SMK Negeri dan Swasta se Kabupaten Kendal.

87 dapat dilihat dari nilai rata-rata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti kecenderungan mendekati kriteria rata-rata. kompetensi manajerial masih kurang maksimal bagi kepala SMK negeri. Namun dalam komponen kepemimpinan kepala sekolah. hal ini banyak dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah. supervisi.417. kompetensi manajerial berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal. . Kelemahan tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan. Hal ini terbukti. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah akan dijelaskan seperti berikut : a) Kompetensi Kepribadian Skor rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. manajerial. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0. dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. atau merupakan kelemahan dari variabel kepemimpinan kepala sekolah. berarti kepemimpinan kepala sekolah sudah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian. kewirausahaan. Berdasarkan nilai rata-rata. dan sosial.

01 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari komptensi supervisi masuk dalam kriteria sangat ideal. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0. dan juga telah menggunakan pendekatan dan teknik . d) Kompetensi Supervisi Tabel 4.332. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah. semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah melalui rapat-rapat rutin yang dilaksanakan oleh sekolah.872.88 b) Kompetensi Manajerial Kompetensi manajerial pada SMK negeri masuk dalam kriteria ideal. Kepala sekolah juga belum secara signifikan dalam mengelolah staff guru dan karyawan.01 diatas menunjukkan kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. c) Kompetensi Kewirausahaan Nilai rata-rata dari tabel 4. Hal ini terbukti. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim yang inovatif dalam pengembangan sekolah. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 0. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah telah merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik dalam rangka profesionalisme guru. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah.

287. Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah sudah bisa berkomunikasi langsung oleh masyarakat sekolah dan masyarakat luar sekolah. 4. e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4.57 Kewirausahaan 14. Hal ini terbukti.5 Sosial 14.2 Sumber: Data Penelitian. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal. 2.01 menunjukkan kritria sangat idal.502.52 12.02 Deskripsi Kepemimpinan Kepala SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Kepribadian 24.21 10. kewirausahaan. penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.57 11. 5. supervisi.825 Manajerial 33.89 supervisi yang tepat. Tabel 4. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0.38 0.22 21. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.43 19. Dengan standar deviasi menunjukkan nilai yang kecil.543 0. Diolah No 1.00 11.365 Total 100.31 12. 3.833 0. Kepala sekolah menggunakan secara maksimal kompetensi kepribadian. manajerial.24 Nilai rata-rata pada tabel diatas menunjukkan kondisi kepemimpinan kepala sekolah pada SMK swasta.615 4. Namun dari kelima .71 25. Standar Deviasi 0.868 1. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana. dan sosial.92 75. berarti kepemimpinan kepala sekolah SMK swasta sudah mendekati kriteria sangat ideal.00 9.48 88.94 Supervisi 14.43 29.

868. Kelemahan pada kompetensi manajerial menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. Hal ini terbukti. menggambarkan kompetensi tersebut pada kepala sekolah SMK swasta di Kabupaten Kendal berada pada kategori kedua dan berkriteria ideal. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pelanggan.90 kompetensi kepala sekolah. dan juga selalu menggunakan sikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. . Berdasarkan nilai rata-rata kompetensi manajerial dan supervisi kepala sekolah. kompetensi manajerial dan supervisi yang masih kurang. Kepala sekolah juga bisa mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sekolah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai. hal ini dikarenakan kepala sekolah selalu bersikap mulia sehingga mampu menjadi teladan bagi warga sekolah. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah. Secara lebih rinci deskripsi kepemimpinan kepala sekolah seperti berikut ini : a) Kompetensi Kepribadian Perolehan nilai rata-rata kepribadian kepala sekolah memiliki kriteria sangat ideal. Sementara itu untuk kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta. penyimpangan dalam aspek kepribadian hanya sebesar 0.

.38. Nilai tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah telah menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah. c) Kompetensi Kewirausahaan Skor rata-rata pada kompetensi kewirausahaan dalam kriteria sangat ideal. Fakta tersebut lebih dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pensesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha atau pelanggan. kepala sekolah juga bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum merencanakan dan melaksanakan program supervisi akademik secara tepat. semua dikoordinasikan dan dipecahkan secara bersama-sama dengan warga sekolah. d) Kompetensi Supervisi Tabel 4. Sehingga ada halangan pada penciptaan iklim inovatif dalam pengembangan sekolah. penyimpangan dalam aspek kewirausahaan sebesar 0.833.91 b) Kompetensi Manajerial Pada SMK swasta kompetensi manajerial masuk dalam kriteria ideal. Kompetensi kewirausahaan juga tercermin pada sikap kepala sekolah yang pantang menyerah dalam menghadapi kendala sekolah.02 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari kompetensi supervisi masuk dalam kriteria ideal atau masih terdapat kelemahan dalam kompetensi supervisi di SMK swasta. Hal ini terbukti.543. hal ini menunjukkan belum sempurnanya proses manajemen yang ada disekolah. Terbukti dengan penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Terbukti penyimpangan dalam aspek manajerial mencapai sebesar 1. akibatnya dalam pencapaian profesionalitas guru belum sepenuhnya tercapai.

92

e) Kompetensi Sosial Nilai rata-rata dari komptensi sosial pada table 4.02 menunjukkan kriteria sangat ideal. Hal ini terjadi lebih dikarenakan kepala sekolah aktif berkomunikasi langsung dengan masyarakat sekolah maupun masyarakat luar sekolah. Sehingga permasalahan yang sering dihadapi oleh sekolah bisa terselesaikan dengan baik dan bijaksana. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek sosial hanya sebesar 0.615. B. Manajemen Kurikulum Tabel 4.03 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23.21 20.76 21.985 Kalender Pendidikan 9.68 8.73 9.205 Program Pembelajaran 27.97 25.22 26.595 Penilaian Hasil Belajar 18.48 17.07 17.775 Peraturan Akademik 14.00 12.71 13.355 Total 93.34 84.49 88.915 Sumber: Data Penelitian, Diolah

No 1. 2. 3. 4. 5.

Standar Deviasi 0.408 0.158 0.458 0.235 0.215 1.475

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK negeri. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti

kurikulum dan program pengajaran sekolah sudah sangat optimal. Pelaksanakan kurikulum telah sesuai dengan aturan. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini :

93

a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Analisis yang digunakan untuk menjawab penilaian pada skor rata-rata yang tertulis diatas dengan kriteria sangat optimal adalah karena seluruh SMK negeri telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan, standar isi dan praturan pelaksanaannya. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, kondisi peserta didik, kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat. Dukungan yang lebih kuat lagi datang dari staff pengajar yang mana mereka telah bertanggungjawab menyusun SILABUS dan RPP disetiap mata pelajaran yang diampunya. Sehingga dalam pencapaian

terlaksananya KTSP dalam lingkup proses belajar selalu optimal. Penilaian sangat optimal yang dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan, bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0.408. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sangat sesuai. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0.158. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK negeri sudah sangat optimal. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh SMK negeri lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai

94

penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal, seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 0.458. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test, ujian praktek, mid semester, ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN). Untuk menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian, SMK negeri juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK negeri di Kendal telah menggunakan pedoman KKM, dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik, wali murid, komite sekolah dan institusi diatasnya. Hal ini terbukti, bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0.235. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian, skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui, disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0.215.

standar isi dan peraturan pelaksanaannya.50 7. Diolah Standar Deviasi 0.31 82. KTSP yang ada dalam sekolah juga telah dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah.67 19.50 17.31 12.04 dengan kriteria sangat optimal adalah lebih dikarena seluruh SMK swasta telah menggunakan KTSP dan penyusunannya telah memperhatikan standar kompetensi lulusan.47 24.19 8.385 1. 3. 4.86 Peraturan Akademik 14.22 Sumber: Data Penelitian.345 Program Pengajaran 28.828 0. Tabel 4. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.95 No 1. 2. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kurikulum berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat optimal.13 70.97 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kurikulum pada SMK swasta.04 Deskripsi Manajemen Kurikulum SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah KTSP 23.25 21. 5.655 3. Namun dalam komponen manajemen kurikulum masih memiliki kekurangan pada indikator kalender pendidikan. kondisi peserta didik. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kurikulum adalah seperti berikut ini : a) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Skor rata-rata yang tertulis pada tabel 4. kondisi lingkungan dan kondisi sosial masyarakat setempat.64 13.585 Kalender Pendidikan 9. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. berarti manajemen kurikulum dan program pengajaran SMK swasta sudah sangat optimal.13 0.972 0. Penilaian sangat optimal yang .67 20.86 Penilaian Hasil Belajar 18.24 10. Pelaksanaan kurikulum sudah dilaksanakan sesuai aturan.275 Total 94.

Fakta ini ditunjukkan dengan penyimpangan dalam aspek kalender pendidikan dari masing-masing SMK swasta sebesar 0. seperti halnya guru telah membuat program pengajaran yang berkualitas dan dapat membuat suasana belajar yang kondusif. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh sekolah sudah susuai dengan kaldik. Sehingga dalam menyiapkan anak didiknya. ujian praktek. d) Penilaian Hasil Belajar (PHB) Penilaian yang dilaksanakan meliputi post-test. Akan tetapi pelaksanaan kaldik belum maksimal.13. karena waktu yang sudah habis untuk kegiatan belajar mengajar.385. mid semester. b) Kalender Pendidikan (Kaldik) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian.972. Untuk . hal ini terlihat dengan kurang tepatnya pelaksanaan ujian semester.96 dimiliki oleh masing-masing sekolah dapat dibuktikan. skor rata-rata dari kaldik menunjukkan kriteria sesuai. bahwa penyimpangan dalam aspek KTSP hanya sebesar 0. ujian semester dan untuk kelas XII ada Ujian Akhir Nasional (UAN). Seorang guru kadang tidak lengkap dan tuntas dalam memberi materi pelajaran. Hal ini terbukti. seorang guru tidak maksimal dalam mengajar. Kriteria sangat optimal yang dimiliki oleh sekolah lebih disebabkan bahwa semua tenaga pendidikan dari mulai staf waka kurikulum sebagai penanggungjawab dan guru pengampu mata pelajaran telah menerapkan program pengajaran dengan sangat optimal. penyimpangan dalam aspek program pengajaran hanya sebesar 1. c) Program Pengajaran Pelaksanaan program pengajaran di SMK swasta sangat optimal.

295 Administrasi 8. komite sekolah dan institusi diatasnya.24 7. Hal ini dikarenakan peraturan akademik selalu diperbarui.63 7. 2.Sek 46.273 Laborat 8. Kritria tersebut menunjukkan bahwa SMK swasta di Kendal telah menggunakan pedoman KKM.40 6.365 0.79 77. 4. disosialisasikan dan ada komitmen bersama warga sekolah untuk menaatinya. dan melaksanakan hal seperti penilaian selalu dilaporkan kepada peserta didik. e) Peraturan Akademik Berdasarkan deskripsi hasil penelitian.89 7.05 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep.28 40.185 Total 90. Berdasarkan deskripsi hasil penelitian.97 menentukan siswanya yang berhasil dalam penilaian.655.78 8.828. Hal ini terbukti.34 8.515 0.73 84. 6. Diolah No 1.82 0.215 Konselor 9.695 0. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat ideal. bahwa penyimpangan dalam aspek penilaian hasil belajar hanya sebesar 0. 3. C.53 0. wali murid.917 Guru 9. . Manajemen Tenaga Kependidikan Tabel 4. skor rata-rata PHB mendapatkan kriteria sangat sesuai.177 Sumber: Data Penelitian.00 7.335 0. 5.64 7.05 8.292 Pustakawan 8.78 43.26 2. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek peraturan akademik hanya sebesar 0.49 8. SMK swasta juga memiliki pedoman kriteria ketuntasan minimal (KKM).

sarana prasarana dan hubungan masyarakat. kesiswaan. Dalam hal ini kepala sekolah sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing. Disamping itu. guru juga telah memberikan motivasi. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas. berarti tenaga kependidikan sekolah sudah mendekati kriteria sangat ideal. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal. dan melatih . Hal ini berarti tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal. memfasilitasi.917. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK negeri telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum. mendidik. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 0. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indicator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK negeri sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. membimbing. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria awal.98 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi tenaga kependidikan SMK negeri. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal tenaga pustakawan dan laborat. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata tenaga kependidikan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat ideal.

penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0. guru selalu tepat pada tujuan yang diinginkan saat membimbing dan saat memberikan konseling. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya.99 peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. Dapat dibuktikan. Namun demikian tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin. Hal ini terbukti.292. Dengan latar belakang yang cocok dengan pekerjaannya. mereka tidak kesulitan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi siswa dan sekolah. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau mrupakan kelemahan dari indikator pustakawan.215. bahwa penyimpangan dalam indicator pustakawan hanya sebesar 0. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK negeri mendapat kriteria sesuai. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga telah maksimal dilaksanakan. Hal ini terbukti.273. . sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal. penyimpangan dalam aspek tenaga konslor dari masing-masing sekolah negeri hanya sebesar 0. Dalam memberikan bimbingan dan konseling terhadap para siswa.

mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. .185. Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan.295. sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik. maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik. baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya.100 e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai. Di SMK negeri belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal. f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. Fakta ini terbukti.

205 1.19 0. Kriteria tersebut disebabkan semua SMK swasta telah memiliki 4 Wakil kepala sekolah yaitu wakil kepala sekolah bidang kurikulum.19 79. Semua wakil kepala sekolah tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal. kesiswaan. sehingga kepala sekolah . 5. 4. berarti manajemen tenaga kependidikan SMK swasta sudah mendekati kriteria ideal.43 Konselor 8.13 7.27 7.31 0.78 40.77 7. Secara keseluruhan tenaga kependidikan di sekolah tersebut telah sesuai dengan kebutuhan sekolah.75 7.21 0. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.23 Pustakawan 8. sarana prasarana dan hubungan masyarakat. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen tenaga kependidikan berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria ideal.35 6. Diolah Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen tenaga kependidikan pada SMK swasta.08 0. 2. wakasek memperoleh kriteria sangat ideal.63 35.08 8. 6.Sek 44.92 8. Namun dalam komponen tenaga pustakawan dan laborat masih kurang.475 Guru 9.303 Sumber: Data Penelitian. 3. Tabel 4.48 Administrasi 9.1 3. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria ratarata.101 No 1.105 0.50 6.06 Deskripsi Manajemen Tenaga Kependidikan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Standar Tertinggi Terendah Deviasi Wakil Kep.39 8. Secara lebih rinci deskripsi manajemen tenaga kependidikan adalah seperti berikut ini : a) Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Berdasarkan deskripsi hasil penelitian diatas.342 Total 89.63 5.347 Laborat 8.01 69.

475. c) Konselor Nilai rata-rata dari indikator guru Bimbingan Konseling (BK) atau koselor yang ada di SMK swasta mendapat kriteria sesuai. Akan tetapi tenaga pustakawan telah bekerja dengan sebaik mungkin. d) Pustakawan Perolehan skor rata-rata pada indikator pustakawan dalam kriteria sesuai atau masih ada kelemahan pada indikator pustakawan. Nilai tersebut dikarenakan konselor yang mengajar di sekolah sesuai dengan latar belakangnya. membimbing. penyimpangan dalam aspek guru hanya sebesar 0. Terbukti bahwa penyimpangan dalam aspek wakasek hanya sebesar 1. penyimpangan dalam aspek tenaga konselor dari masing-masing sekolah swasta hanya sebesar 0. Hal ini terbukti. b) Guru Nilai rata-rata yang diperoleh dari indikator guru berkriteria sangat sesuai perolehan skor rata-rata menunjukkan bahwa guru yang mengajar di SMK swasta sudah mememiliki kualifikasi akademik yan memadai. memfasilitasi. Disamping itu.43. sehingga dalam memberikan layanan bisa terlaksana dengan maksimal.102 sangat terbantu dengan adanya wakasek dalam bidangnya masing-masing. hal ini terlihat dari pengamatan langsung dimana tatanan buku yang ada di perpustakaan tertata rapi sehingga membuat siswa dan warga sekolah yang lain senang dan nyaman untuk membaca buku di perpustakaan. guru juga telah memberikan motivasi. mendidik.23. dan melatih peserta didik untuk menjadi manusia yang berkualitas. Pelayanan dalam menggunakan fasilitas perpustakaan juga . Hal ini terbukti.

baik itu data tenaga personalia sekolah ataupun yang berhubungan dengan dokumen sekolah lainya.48. Nilai rata-rata tersebut memberi arti bahwa tenaga laborat biasanya hanya membantu guru yang bersangkutan dalam melakukan percobaan atau penelitian dilaboratorium. Karena masih belum adanya tenaga laborat yang sesuai dengan kualifiksi akademik. ini terlihat pelayanan kepada guru maupun siswa sudah optimal. f) Tenaga Administrasi Perolehan nilai rata-rata dari indikator tenaga administrasi menunjukkan bahwa tenaga administrasi umumnya sudah memiliki kualifikasi akademik yang sesuai dengan pekerjaannya. maka dalam indikator tenaga laborat terdapat penyimpangan dari nilai rata-rata sebesar 0. Dapat dibuktikan. Fakta . Sehingga dalam melaksanakan pekerjaan.347.103 telah maksimal dilaksanakan. kegiatan belajar mengajar di dalam laborat yang dominan tetap dilakukan guru yang bersangkutan. mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal. sehingga jika guru dan siswa mempunyai keluhan soal keadministrasian bisa terselesaikan dengan baik. Pelayanan tenaga administrasi juga telah sangat sesuai. Di SMK swasta belum ada tenaga laborat yang khusus untuk menjaga dan menangani ruang laboratorium. bahwa penyimpangan dalam indikator pustakawan hanya sebesar 0. Fakta tersebut bisa dilihat seperti halnya dokumen telah tertata rapi. e) Tenaga Laborat Berdasarkan deskripsi perolehan skor rata-rata pada aspek tenaga laborat mendapat kriteria sesuai.

. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan. 2. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK negeri mendapat kriteria sangat tinggi.07 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14. berarti manajemen kesiswaan SMK negeri sudah sangat tinggi.63 13. Diolah No 1.69 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi kesiswaan SMK negeri. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.655 Sumber: Data Penelitian.12 30.30 12.26 28.278 0. dengan penyimpangan dalam aspek tenaga administrasi hanya sebesar 0. D.342. dan mereka cendrung untuk memilih SMK negeri terlebih dahulu dari pada SMK swasta.465 Proses 32.104 ini terbukti. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Standar Deviasi 0.19 Total 43. Manajemen Kesiswaan Tabel 4. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata kesiswaan berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Hasil analisis angket penelitian menunjukkan. No 1. maka SMK negeri menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru.105 Karena banyaknya peminat yang ingin masuk pada SMK negeri. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi.80 11. Tabel 4. output SMK negeri sudah termasuk dalam kriteria tinggi. berarti output (lulusan) SMK negeri sudah mendekati kriteria tinggi. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK negeri hanya sebesar 0.553 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK negeri. Diolah Standar Deviasi 0. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.12 9. nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0.08 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Negeri Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 13. Hal ini terbukti.46 Total 11. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan criteria sangat optimal. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK negeri sangat tinggi. Tingkat kelulusan dalam . efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi.278.69.46 Sumber: Data Penelitian.

nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata. Diolah No 1.09 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah In Put 14. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil. Siswa yang diterima diperusahaan untuk bekerja semakin meningkat.95 Sumber: Data Penelitian. Tabel 4.558 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen kesiswaan pada SMK swasta.495 Proses 34.47 12.52 10.455 Total 41. maka SMK swasta menyiapkan dengan seksama terutama yang berkaitan dengan penerimaan siswa baru.106 kurun waktu 4 tahun terakhir mengalami peningkatan. berarti manajemen kesiswaan SMK swasta sudah sangat tinggi. 2. seperti masuk kuliah ke perguruan tinggi. Standar Deviasi 0.675 1. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen kesiswaan berada pada kategori kesatu dan termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Berangkat dari alasan inilah mereka melanjutkan kejenjang sekolah kejuruan. ingin langsung bekerja dari pada melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.78 29. Fakta ini dikarenakan banyak dari calon siswa SMK beralasan setelah mereka lulus dari sekolah.13 24. Hal ini yang menyebabkan nilai atau kriteria yang dimiliki SMK . Karena banyaknya siswa yang ingin masuk pada SMK swasta. Secara lebih rinci deskripsi manajemen kesiswaan adalah seperti berikut ini : a) In Put Nilai rata-rata dari indikator in put siswa SMK swasta mendapat kriteria sangat tinggi. dengan demikian secara keseluruhan grafik perkembangan akademik mengalami kenaikan.

Hal ini terbukti.53 Sumber: Data Penelitian.10 Deskripsi Manajemen Kesiswaan SMK Swasta Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah Out Put 12. efektif dan efisien agar menghasilkan lulusan yang berkualitas memiliki daya saing tinggi. Standar deviasi tersebut menunjukkan perlu adanya perbaikan sistem pada model penerimaan siswa baru.675.53 Total 10. Sedangkan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.54 10. Tabel 4. Perbaikan ini harus terus dijalankan untuk bisa bersaing dengan SMK negeri.52 8. Hal ini diduga karena sekolah terutama guru dalam mengajar selalu berusaha menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. penyimpangan dalam aspek PBM dari masing-masing SMK swasta hanya sebesar 1.107 swasta sangat tinggi. nilai standar deviasi yang kecil berarti semakin mendekati nilai rata-rata. Diolah No 1. Standar Deviasi 0.558. b) Proses Pembelajaran Nilai rata-rata dari indikator proses pembelajaran menunjukkan kriteria sangat optimal.663 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi output (lulusan) pada SMK swasta. artinya output (lulusan) SMK swasta sudah mendekati kriteria tinggi. Walaupun memang ada penyimpangan sedikit hanya sebesar 0. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata output (lulusan) berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria tinggi. .

nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata.999 Sumber: Data Penelitian. Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana untuk unsur pemeliharaan mencapai taraf sangat optimal. Pemeliharaan 13.378 0. .11 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Negeri No. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai rata-rata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori pertama dan termasuk dalam kriteria sangat optimal.935 2.76 11. Pengadaan 13.583 1.11 10. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1.392 0. Sedangkan untuk aspek pengadaan dan inventarisasi hanya berkriteria optimal.97 Total 44. berarti manajemen sarana dan prasarana SMK negeri sudah mendekati kriteria sangat optimal.72 14.95 12. jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja.108 E. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil.22 10. Manajemen Sarana dan Prasarana Tabel 4. Namun dalam komponen ini masih terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan inventarisasi sarana prasarana.353 Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi sarana dan prasarana SMK negeri.93 39.085 3. Diolah Standar Deviasi 0. Karena pada aspek pengadaan sarpras. SMK negeri tidak membutuhkan sarpras yang baru. sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah.22 15. Inventarisasi 17.05 35.

109

Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392. b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK negeri mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK swasta, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, mereka juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK negeri hanya sebesar 0.378. Walaupun sudah unggul dari SMK swasta, SMK negeri harus lebih meningkatkan kualitas dan tata cara penjagaan sarpras disekolahan. Karena jika dilihat masih terdapat penyimpangan nilai dari skor rata-rata pada aspek pemeliharaan. Sehingga dengan peningkatan tata cara pemeliharaan sarpras, diharapkan umur ekonomis dari barang tersebut masih cendrung utuh atau sedikit penyusutannya. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583.

110

Tabel 4.12 Deskripsi Manajemen Sarana Prasarana SMK Swasta No. Indikator Skor Skor Rata-rata Tertinggi Terendah 1. Pengadaan 13.75 10.00 11.875 2. Pemeliharaan 14.00 9.89 11.945 3. Inventarisasi 18.50 13.64 16.07 Total 46.25 33.53 39.89 Sumber: Data Penelitian, Diolah

Standar Deviasi 0.625 0.685 0.81 2.21

Nilai rata-rata pada tabel diatas mewakili kondisi manajemen sarana dan prasarana pada SMK swasta. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari nilai ratarata manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori kedua dan termasuk dalam kriteria optimal. Dengan standar deviasi menunjukan nilai yang kecil, nilai standar deviasi yang kecil ini berarti semakin mendekati kriteria rata-rata, berarti manajemen sarana dan prasarana SMK swasta sudah mendekati kriteria optimal. Namun terdapat kekurangan dalam hal pengadaan dan pemeliharaan sarana

prasarana. Secara lebih rinci deskripsi manajemen sarana dan prasarana adalah seperti berikut ini : a) Pengadaan Kritria ideal yang diterima dari skor rata-rata diatas, jika dianalisis artinya SMK negeri pada aspek pengadaan sarana dan prasarana seperti halnya membeli perlengkapan untuk kebutuhan sekolah dalam taraf wajar-wajar saja. Karena pada aspek pengadaan sarpras, SMK swasta tidak membutuhkan sarpras yang baru, sehingga pembelian sarpras tidak diutamakan dalam anggaran belanja sekolah. Keterangan diatas mengindikasikan masih adanya kelemahan pada indikator pengadaan sarpras. Terbukti, penyimpangan dalam aspek pengadaan sarana prasarana dari masing-masing sekolah hanya sebesar 0.392.

111

b) Pemeliharaan Hal ini dikarenakan SMK swasta mempunyai daya dan kemampuan lebih untuk menjaga sarana yang ada, seperti terdapat tenaga kerja yang selalu menjaga sarana disekolah, dan juga dana yang mencukupi untuk kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana disekolah. Berbeda halnya dengan SMK negeri, disamping kurangnya tenaga kerja untuk merawat sarana dan prasarana, SMK swasta juga lemah dalam pendanaan dalam pemeliharaan sarpras. Hal ini terbukti,

penyimpangan dalam aspek pemeliharaan sarana prasarana dari SMK swasta hanya sebesar 0.378. c) Inventarisasi Berdasarkan pengamatan langsung sarana prasarana yang di miliki oleh SMK Negeri umumnya dalam keadaan teratur. Hal ini terbukti, penyimpangan dalam aspek inventarisasi sarana prasarana hanya sebesar 0.583. Standar deviasi menunjukkan perlu adanya pendataan kembali sarpras yang dimiliki sekolah. Karena sangat rugi jika sarana yang telah dimiliki oleh sekolah hilang, dan akhirnya system pendidikan yang ada disekolah dirugikan
Tabel 4.13 Rekapitulasi Skor Kinerja Manajemen Sekolah Negeri dan Swasta

No 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Variabel Penelitian Kepemimpinan Kepala Sekolah Kurikulum Tenaga Kependidikan Kesiswaan Sarana dan Prasarana Output

SMK Negeri 89.745 88.915 84.26 43.655 39.999 11.46

SMK Swasta 88.2 82.22 79.1 41.95 39.89 10.53

Sumber: Data Penelitian, Diolah

Tabel 4.13 menunjukkan secara keseluruhan kinerja manajemen sekolah antara SMK negeri dan swasta. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata SMK

manajemen tenaga kependidikan 84. kepala sekolah belum bisa secara berkala menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha dilingkungan Kendal dan . Artinya. Akan tetapi.46 (tinggi). kinerja manajemen sekolah di SMK negeri dan swasta di Kabupaten Kendal dalam kondisi maksimal sesuai dengan teori dan Permendiknas tahun 2007. manajemen kurikulum 88. Kelemahan dalam aspek kompetensi manajerial dikarenakan dalam merumuskan kurikulum. manajemen sarana prasarana 39. serta output 10.1 Kinerja Manajemen SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Kendal 1.745 (sangat ideal).999 (optimal) serta output 11. manajemen kurikulum 82. kriteria yang diterima baik SMK negeri maupun swasta dalam kategori yang seimbang.2 Pembahasan 4. Terlihat bahwa SMK negeri lebih unggul sedikit dari SMK swasta. kepala sekolah SMK negeri dan swasta sudah sangat optimal pada semua kompetensi. manajemen tenaga kependidikan 79.22 (sangat optimal). Kemudian pada SMK swasta komponen kepemimpinan berjumlah 88. 4.915 (sangat optimal).89 (optimal).655 (sangat tinggi).26 (sangat ideal).2. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam hal kepemimpinan kepala sekolah.95 ( sangat tinggi). dan manajemen sarana prasarana 39. manajemen kesiswaan 41.53 (tinggi).112 negeri pada komponen kepemimpinan kepala sekolah berjumlah 89.1 (ideal). manajemen kesiswaan 43. hanya pada aspek kompetensi manajerial pada kepala sekolah negeri dan swasta belum bisa optimal atau merupakan kelemahan pada aspek tersebut.2 (sangat ideal).

Artinya bahwa kompetensi manajerial dalam dimensi pengelolaan dan pengembangan kurikulum serta kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan tujuan pendidikan belum dilaksanakan oleh kepala sekolah. Padahal disamping untuk mengetahui perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan dan untuk memperbaiki kualitas kelulusan. karena alasan diatas menunjukkan bahwa pihak sekolah dinilai belum mampu menjamin out put yang berkualitas untuk pelanggan atau dunia usaha. Sedangkan alasan mengapa kerjasama antara sekolah dan perusahaan tidak terjadi. belum mencapai tahap kerjasama perkembangan teknologi dan pengelolaan kelulusan. Fakta diatas disebabkan kepala sekolah belum mengadakan hubungan kerja sama dengan perusahaan. adalah karena pihak sekolah belum siap dengan tenaga pendidik yang ada untuk mengikuti perkembangan teknologi perusahaan. sekolah juga dapat mengelola kelulusan agar bisa bekerja pada perusahaan terkait. Kegiatan kerjasama hanya sebatas dalam lingkup kegiatan praktik kerja industri (Prakerin) saja. Hal ini memberi arti bahwa harus ada perbaikan pada SMK se-Kabupaten Kendal. atau yang sering dikenal dengan kebutuhan yang berorientasi pada pelanggan. Menurut Kemenade dan Garre (2003.113 sekitarnya. Penyebab lain adalah karena pihak perusahaan menganggap bahwa kerjasama dengan sekolah tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan.33) dalam Martinis Yamin (2007.78) menyebutkan bahwa standarisasi kelulusan pendidikan . dagang maupun jasa di wilayah Kabupaten Kendal. baik perusahaan manufaktur.

3) mampu membuat keputusan berdasarkan fakta. yaitu : 1) berorientasi pada pelanggan. Pada penelitian ini. 4) memiliki pemahaman bahwa kerja adalah suatu proses. kemandirian dan ketercapaian sasaran dan dampak manajemen sekolah. 5) berorientasi pada kelompok. Hal ini dikarenakan kepala sekolah belum bisa mengelola pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. 7) pembelajaran aktif. 2) memiliki pengetahuan praktis dan aplikasi alat-alat total quality management (TQM). karena hal ini akan berpengaruh signifikan terhadap kualitas lulusan. Merujuk pada penelitiannya Daman (2001). 6) komitmen untuk peningkatan terus menerus. Sementara itu. Kerjasama yang perlu dilakukan pada jenjang SMK adalah kerjasama sekolah dengan dunia usaha. dan belum bisa memberikan tugas dan tanggungjawab kepada bawahannya yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. . temuan pada SMK swasta adalah terdapat kelemahan pada kompetensi supervisi. sehingga profesionalitas didalam sekolah tidak bisa tercipta. tidak memantau secara berkala perkembangan peserta didik. aspek yang belum maksimal adalah kerjasama diluar (ekstern) sekolah. Jadi bisa disimpulkan bahwa temuan dari penelitian ini tidak konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Daman.114 mempersyaratkan delapan kategori. bahwa pelaksanaan manajemen sekolah harus memenuhi syarat tentang keterbukaan manajemen. Kepala sekolah hanya memberikan tugas-tugas sekolah kepada orang-orang kepercayaannya saja. kerjasama intern dan ekstern sekolah.

Padahal sebenarnya masih banyak guru tidak berkualitas dalam KBM. Sedangkan penyebab ketidaksesuaian pemberian tanggungjawab dari kepala sekolah kepada bawahannya adalah kurangnya tenaga pendidik yang ada dalam sekolah. Pendayagunaan SDM ini dapat dilakukan dengan: a) Mengidentifikasi tugas yang harus dikerjakan. . keterampilan. Seperti kurang tepatnya metode pembelajaran dengan pokok bahasan. minat dan sikap SDM yang ada. pengalaman dan sikap seseorang dengan mnggunakan moto ”the right man on the right place”.115 Penyebab dari fakta diatas adalah kepala sekolah mengganggap bahwa guru yang mengajar dikelas sudah memiliki kemampuan yang maksimal. b) Mengidentifikasi kemampuan. tidak tepatnya penanganan masalah dalam kelas dan kurang bisa memotivasi peserta didik dalam belajar. Upaya untuk meningkatkan kompetensi supervisi dapat dilakukan dengan upaya pendayagunaan SDM adalah upaya-upaya memanfaatkan pengetahuan. d) Merumuskan tugas dan tanggung jawab (pembagian kerja secara individual maupun secara kelompok) dengan koordinasi yang memadai. pengalaman dan potensi serta sikap SDM yang ada di sekolah maupun masyarakat secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. c) Mengupayakan agar tugas-tugas dilaksanakan oleh tenaga yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. sehingga dibiarkan saja dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikelas. sehingga hanya orang yang dipercaya kepala sekolah saja yang digunakan untuk memegang mata pelajaran yang sebenarnya tidak sesuai dengan keahlian dan profesionalitas.

program pembelajaran.116 e) Intensifkan komunikasi antara pimpinan dan staf dan sesama staf untuk mendiskusikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bersama maupun tanggung jawab masing-masing. Pelaksanaan kurikulum KTSP berdasarkan Permendiknas tahun 2007 No.23 tentang standar isi dan standar kompetensi lulusan. penilaian hasil belajar dan peraturan akademik yang dipakai juga telah dilaksanakan dengan sangat optimal. . Dalam ranah kognitif misalnya. 2. f) Lakukan supervisi secara berkala dan sampaikan umpan balik dari hasil supervisi dengan segera.22 dan No. dan mencipta. dan mengulang. Manajemen Kurikulum Secara keseluruhan berdasarkan hasil analisis angket penelitian. pelaksanaan manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta memperoleh kriteria sangat optimal. menilai. melainkan pada jenjang kognitif yang lebih tinggi seperti kemampuan menganalisis. Seperti yang dikatakan oleh Yusufhadi (2004:732). melainkan pada jenjang pengorganisasian dan pengamalan. Karena kurikulum yang di terapkan di semua SMK negeri dan swasta adalah kurikulum KTSP. penguasaan atas tujuan belajar dalam kurikulum harus diusahakan tidak hanya pada jenjang yang rendah. mengidentifikasi. Dalam ranah afektif tujuan tidak hanya pada jenjang pengenalan dan pemberian respons. Indikator lain seperti kalender pendidikan. penguasaan itu tidak cukup pada kemampuan untuk mengingat dengan menyebutkan.

maka kaldik pada SMK swasta tidak konsisten. Hal ini yang membuat tujuan belajar belum tercapai sesuai dengan yang dirumuskan oleh Yusufhadi. sehingga mengakibatkan banyak waktu yang kosong terbuang. 2) masih banyak guru yang tidak masuk pada awal tahun ajaran. Penyebab dari lemahnya pelaksanaan kontrol terhadap kegiatan kaldik adalah kurang jelasnya peran pihak yang bertanggung jawab atas kontrol kegiatan kaldik. dapat dipastikan mengalami keterlambatan dalam pencapaian tujuan. Kelemahan ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik kurang maksimal diterapkan. Menurut Yuliningtias (2008:150) bahwa salah satu ketercapaian tujuan pendidikan adalah pelaksanaan kaldik dengan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Sebagai contoh kegagalan dalam kaldik yaitu . Mengacu pada penelitian tersebut. sehingga mengakibatkan konsentrasi persiapan belajar siswa terganggu. Jika kegiatan pendidikan yang terjadi terlepas dari ramburambu kaldik. Ketidakjelasan ini terjadi karena sekolah tidak pernah memberi wewenang kepada salah satu tenaga kependidikannya untuk mengawasi dan mengontrol keberlangsungan kegiatan kaldik. Kalaupun tidak melenceng.117 Akan tetapi di SMK swasta ada kelemahan pada indikator kalender pendidikan (kaldik). Hal ini dikarenakan tingkat kontrol terhadap kaldik masih lemah. dan perencanaan kaldik belum secara keseluruhan disesuaikan dengan . 1) pelaksanaan ujian nasional sering mengalami ketidaktepatan. maka dimungkinkan sekolah akan melenceng dari tujuan awal yang telah ditetapkan.

laborat.118 perencanaan tujuan sekolah. Sedangkan untuk pustakawan. laborat dan tenaga administrasi. baik jangka pendek. guru bidang studi. Diungkapkan oleh Suprihatin (2004:42) agar para personel atau tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara tepat guna. berdaya guna dan berhasil guna. dengan memperhatikan latar belakang pendidikan. Hal ini tidak konsisten dengan tenaga laborat dan pustakawan dimasing-masing sekolah. 3. mereka perlu ditata berdasarkan prinsip ”The right man on the right place”. guru. Sekolah memiliki tenaga kependidikan yang lengkap. seperti wakil kepala sekolah. pustakawan. konselor. Sehingga untuk alokasi tenaga laborat masih dipegang secara rangkap oleh guru masing-masing bidang studi. Manajemen Tenaga Kependidikan Pelaksanaan ke-enam manajemen tenaga kependidikan yang meliputi wakil kepala sekolah. pustakawan. Temuan peneliti perihal tersebut masih terkait soal kurangnya dana untuk menggaji tenaga laborat dan pustakawan. menengah dan jangka panjang. belum sesuai dengan bidang keahliannya. ijazah/keahliannya. konselor. Fakta diatas terjadi karena pada SMK negeri dan swasta belum mempunyai kualifikasi akademik yang memadai untuk tenaga laborat dan pustakawan. dan interes kerjanya. . Padahal seharusnya sekolah menempatkan tenaga khusus untuk fokus pada tugas laborat dan tugas pengelolaan perpustakaan. dan tenaga administrasi secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. Akan tetapi masih terdapat kelemahan pada tenaga pustakawan dan laborat.

Artinya terjadi hubungan kausalitas/sebab-akibat yang cukup signifikan. Temuan Jasman menunjukkan bahwa proses pembelajaran tanpa dikelola dengan baik. Artinya. Lebih lanjut Suparlan menggariskan salah satu indikator keberhasilan MBS pada aspek peserta didik adalah dengan adanya kemampuan pengembangan potensi.119 4. Karena proses pembelajaran yang . Manajemen Kesiswaan Secara keseluruhan skor manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi kriteria yang dimiliki oleh masing-masing SMK menunjukkan bahwa sekolah telah berusaha maksimal dalam menyaring siswa baru dan telah optimal dalam menciptakan kondisi belajar mengajar. maka alasan tersebut harus ditolak. jikalau sekolah swasta mengintensifkan pegembangan potensi maka kelemahan tersebut akan dapat diatasi. Sistem dimana antara masing-masing unsur akan saling berpengaruh. Temuan ini sesuai dengan teori input-process-output yang disampaikan oleh Suparlan dkk bahwa elemen-elemen sekolah dianggap sebagai suatu sistem. Beberapa upaya diantaranya dengan melakukan variasi pembelajaran dengan mengkolaborasikan dengan media pembelajaran yang tepat dan efektif. maka akan menyebabkan kualitas pendidikan yang rendah. Jasman (2002) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada manajemen proses pembelajaran terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. Jika alasan sekolah untuk proses pembelajaran kurang optimal dikarenakan dari in putnya kurang baik atau tidak berkualitas.

Bagi yang belum bisa bekerja karena belum diterima di industri tertentu. untuk menghindari pengangguran mereka menutupi permasalahan tersebut dengan berwirausaha dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Aspek Out Put (Lulusan) Pada aspek lulusan rata-rata yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. Dalam manajemen kesesiswaan baik negeri maupun swasta. namun demikian belum secara keseluruhan SMK se-Kabupaten Kendal para lulusannya terserap dalam dunia usaha. Manajemen Sarana dan Prasarana (Sarpras) Manajemen sarana dan prasarana sekolah di maksudkan agar sarana prasarana pendidikan tetap memberikan kontribusi secara optimal dalam proses pendidikan. baik SMK negeri maupun swasta para lulusannya telah banyak memasuki dunia usaha. telah konsisten dengan apa yang dikatakan oleh Jasman. tujuan manajemen perlengkapan sekolah adalah memberikan layanan secara profesional di bidang saran prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Menurut Bafadal (2003:5) secara umum.120 berkualitas datangnya dari manajemen proses pembelajaran yang berkualitas pula. Artinya walaupun tidak berkriteria sangat tinggi. Hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sarana prasarana. menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan dibantu oleh wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana. Tujuannya adalah untuk mengupayakan . 6. 5.

. kedua-duanya didasari dengan alasan kurangnya biaya dalam kegiatan tersebut. terjadi ketidakoptimalan dikarenakan tidak mempunyai dana untuk pembelian sarpras. dan untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personil sekolah. SMK negeri mempunyai dua alasan untukmenjawab ketidak optimalan dalam pengadaan sarpras. untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah secar tepat dan efisien. Pada SMK negeri. Sedangkan pada SMK swasta. pelaksanaan yang menjadi titik lemah manajemen sarana dan prasarana (sarpras) adalah pada pengadaan dan inventarisasi sarpras. 1) kurangannya dana untuk membeli sarpras. dan 2) tidak membutuhkan sarana yang baru. Begitu juga dengan tidak maksimalnya inventarisasi sarpras pada SMK negeri dan pemeliharaan sarpras pada SMK swasta. Dalam hal pengadaaan.121 pengadaan sarana dan prasarana pendidikan malalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. Sedangkan SMK swasta memiliki kelemahan pada pengadaan dan pemeliharaan.

Sedangkan kelemahan lainnya pada SMK swasta terdapat pada kompetensi supervisi. Hal ini dikarenakan dalam memberikan kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kaldik . sehingga tenaga pendidik dan siswa tidak terpantau perkembangannya. Aspek Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepemimpinan kepala sekolah pada SMK negeri dan swasta memiliki kriteria sangat ideal. kepala sekolah belum bisa menyesuiakan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia usaha. Akan tetapi antara SMK negeri dan swasta memiliki kekurangan yang sama dalam kompetensi manajerial dengan kritria ideal. dapat disimpulkan bahwa pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta se-kabupaten Kendal memiliki kinerja manajemen sekolah sebagai berikut: 1. hal ini terjadi karena kepala sekolah tidak maksimal dalam mengamati kegiatan belajar mengajar dikelas. sehingga iklim inovatif disekolahan tidak berkembang. Namun pada SMK swasta terdapat kriteria yang belum maksimal. Hal ini dikarenakan dalam merumuskan kurikulum.1 Simpulan Berdasarkan pembahasan analisis data yang telah diuraikan pada bab IV.122 BAB V PENUTUP 5. 2. Aspek manajemen kurikulum Manajemen kurikulum di SMK negeri dan swasta berkriteria sangat optimal. yaitu pada aspek kalender pendidikan dengan kriteria sesuai.

Pada aspek out put (lulusan) Aspek out put (lulusan) dalam manajemen kesiswaan rata-rata skor yang diperoleh antara SMK negeri dan swasta dengan kriteria tinggi. Namun. fakta ini dikarenakan rata-rata background pendidikan laboratorium dan pustakawan tidak sesuai dengan profesinya. Aspek manajemen sarana prasarana Manajemen sarana prasarana memiliki skor rata-rata dengan kriteria optimal. baik SMK negeri dan swasta samasama memiliki kekurangan pada tenaga laboratorium dan pustakawan. walaupun sebenarnya sebagian besar telah dapat bekerja. Pada aspek manajemen kesiswaan Manajemen kesiswaan yang meliputi indikator in put dan Proses Belajar Mengajar (PBM) mempunyai kriteria sangat tinggi. hal ini disebabkan SMK swasta mendapatkan input dari siswa yang belum mendapat kesempatan diterima pada SMK negeri. Pada aspek manajemen tenaga kependidikan Pelaksanaan manajemen tenaga kependidikan secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat ideal. 3. SMK negeri memiliki input yang sedikit lebih bagus kualitasnya dari pada SMK swasta. 5. Kriteria tersebut dikarenakan belum semua tamatan terserap oleh lowongan kerja yang ada. 4.123 kurang maksimal diterapkan. Namun pada SMK negeri belum maksimal pada indikator pengadaan . 6. Sedangkan indikator PBM tercatat sudah maksimal dilaksanakan. sehingga tujuan belajar belum bisa tercapai secara dengan baik.

5. kepala sekolah hendaknya mengarahkan.124 dan inventarisasi sarpras.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas. 2. Pada aspek kepemimpinan kepala sekolah. hendaknya perekrutan karyawan laboratorium dan pustakawan harus disesuaikan background pendidikan dengan profesi yang akan ditekuninya. dengan selalu membuat kurikulum yang sesuai kebutuhan pelanggan atau dunia usaha. . b. Yaitu dengan membuat kaldik sesuai tujuan pendidikan ditingkat sekolah maupun ditingkat nasional dan dilaksanakan disertai kontrol yang ketat sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Dalam aspek tenaga kependidikan. membantu dan membimbing tenaga kependidikan. sedangkan SMK swasta pada indikator pengadaan dan pemeliharaan. saran yang dapat diajukan adalah : a. Upaya ini agar kegiatan belajar mencapai titik efektif dan efisien. mengkoordinasi. dari penelitian ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Agar dapat memperbaiki kualitas peserta didik dengan mengoptimalkan proses pelajar mengajar. Untuk SMK swasta disarankan pada kompetensi supervisi. Baik kepala SMK negeri maupun swasta hendaknya meningkatkan kompetensi manajerial. 3. Aspek manajemen kurikulum di SMK swasta hendaknya lebih ditingkatkan dalam hal Kalender Pendidikan (kaldik).

Kemudian pada aspek inventarisasi hendaknya menata dan mencatat kembali sarana prasarana yang telah dimiliki agar bisa terjaga dan termonitor keberadaannya. hendaknya sekolah mengadakan kontrak perjanjian dengan perusahaan-perusahaan didalam wilayah Kendal maupun diluar Kendal untuk memberi informasi tentang teknologi mutakhir yang digunakan agar sekolah dapat menyesuaikan melalui kurikulumnya. sehingga para lulusan tidak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang disyaratkan oleh perusahaan untuk bekerja. disarankan : a. Kemudian pada aspek pemeliharaaan ditingkatkan supaya sarana prasarana yang dimiliki disekolah bisa mendukung proses pendidikan. Untuk SMK swasta disarankan untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras guna mendukung kegiatan belajar. . Pada aspek manajemen sarana prasarana. Hendaknya SMK negeri untuk meningkatkan usahanya dalam pengadaan sarpras untuk mendukung kegiatan belajar.125 4. b. 5. Aspek out put atau lulusan.

Suharsimi. Tesis. Edisi IV. 2003. Husein. Indarno. FIP Unnes. Metode Riset Perilaku Organisasi. Penyusunan Skala Psikologi. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. 2005. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) dan Kemungkinan Penerapannya. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar. 2007. Laporan Penelitian. 2003. Remaja Rosdakarya Handoko. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta: PT. Yogyakarta : BPFE Hamonangan. 2008. Bandung : PT. Saifudin. Bumi Aksara Daman. Nanang. Skripsi. Analisis kinerja manajemen kurikulum. Ibrahim. Semarang: Sari Penelitian-Lemlit UNNES. Semarang: Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Jakarta: Buku I Konsep dan Pelaksanaan Fattah. Arsika Sari. Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi Industri. Kota Padang Panjang Arikunto. Mohamad. Bafadal. kependidikan (personalia). Jakarta. 2000. Manajemen. 2004. Muhammad. 2003. sarana dan prasarana sekolah di SMA se kabupaten Jepara. 1993. . Andini.126 DAFTAR PUSTAKA Abbas. Konstribusi Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Tingkat Dasar di Jawa Tengah.. Umar. 2003. Universitas Negeri Semarang (UNNES). Jasman. PT Gramedia Pustaka Utama. Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) di SLTP Kota Semarang. 2002 . Depdiknas. Yogyakarta: Liberty Ali. Yogyakarta : Pustaka Pelajar As’ad. kesiswaan. 2002. Landasan Manajemen Pendidikan. S. Helmi. Kesiapan Pengelolaan dan Pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Grobogan. Hani. Jakarta : Rajawali Press Azwar. 2002. Bandung: Angkasa. Penelitian Pendidikan.

Semarang : UNNES PRESS Sagala. Jackson. Novia. Mathis. S.127 Mulyasa. Tarsito Suprihatin. Skripsi. 2007. Analisis Portofolio Kinerja Manajemen Madrasah (MA) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Rembang. Robert L & John H. Jakarta : Grasindo Sudjana. A. 2002 . 2005. Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Nazir. 2001. 2008. 2003. Bandung : PT. 2000 . 2007. 2004. Fakultas Ekonomi Univrsitas Islam Indonesia. Manajemen Berbasis Sekolah. Remaja Rosdakarya Morphy. Manajemen Sumber daya Manusia Perusahaan.P. Manajemen Sekolah. 2008. Sri. Metoda Statistika. Bandung : ALFABETA Setiyowati. Moh. 2005. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Mangkunegara. Jurnal Guru N0. Skripsi. Martinis. Semarang . Syaiful. Jakarta : Fajar Interpratama Offset Menteri Pendidikan Nasional. Yusufhadi. 2004. 2004. Bandung : PT Remaja Rosda Karya. Yamin. Bandung: Remaja Rosdakarya Margono. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. Ivery. Bogor : Ghalia Indonesia Nurkholis. Manajemen Berbasis Sekolah. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Kota Padang Panjang Miarso. Daya Tarik Iklan Produk Rokok Gudang Garam Merah di Media Televisi. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta : Gaung Persada Press Jakarta Yulinintiyas. Universitas Negeri Semarang (UNNES) . Efisiensi Manajemen Pendidikan Untuk Peningkatan Mutu SMK. 2004. Metode Penelitian. Bandung : PT. 02 Volume 02 Desember 2005. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.