BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

No. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman

FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 1 dari 12

Matakuliah : Mikrobiologi Industri

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAPIOKA SEBAGAI BAHAN NATA DE CASSAVA

Nama NIM

: Nur Rohmah : 07/251815/BI/07914

Asisten : Abdul Rohman, S. Si.

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010

perekat dan lain-lainnya (Sumiyati. Sebagai bahan baku industri singkong dapat diolah menjadi tepung tapioka atau tepung singkong.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. karbohodrat 34 gram. phosphor 40 gram. besi 0.3 gram. protein 1.000 ton/tahun) setelah Brazil dan Thailand. diantaranya singkong. farmasi. terutama dalam bidang pangan. Singkong dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan diantaranya untuk komsumsi langsung manusia.7 gram. Tapioka merupakan tepung dengan bahan baku singkong (Manihot Utillisima L) dan mempunyai peranan dalam bahan industri makanan. Tepung singkong mempunyai sifat-sifat yang lebih mendekati tepung terigu dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti terigu dalam pembuatan roti dan kue. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 2 dari 12 I. Industri tapioka merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah melimpah yang cukup bermasalah dalam pengelolaan limbah (padat dan cair).300.06 gram dan berat dapat dimakan 75 gram. Banyak industri pengolahan ketela pohon di Indonesia yang mengolah limbah tidak dilakukan dengan baik bisa menimbulkan berbagai permasalahan bagi lingkungan sekitar diantaranya limbah cair sisa . PENDAHULUAN A. Dengan kekayaan alam yang melimpah ini.2 gram. Tapioka dapat diolah lebih lanjut menjadi dekstrin. Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan hasil alamnya. vitamin C 30 gram. air 62. lemak 0. etanol dan senyawa kimia lainnya. sehingga banyak masyarakat Indonesia beralih dari bertanam padi menjadi bertanam singkong. bahan makanan ternak dan bahan baku industri. Singkong memiliki banyak kandungan organik diantaranya kalori 146 kal. 2009). kalsium 33 gram. glukosa. vitamin B1 0. Indonesia saat ini merupakan salah satu negara penghasil singkong terbesar ketiga didunia (13.3 gram. maka alam Indonesia cocok untuk ditanami berbagai tanaman pangan. tekstil.

Tinjauan Pustaka Industri tapioka merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah padat dan cair dalam jumlah melimpah yang cukup bermasalah dalam pengelolaan limbah (padat dan cair). Tujuan Tujuan praktikum ini adalah mempelajari cara pembuatan nata de Cassava dalam upaya pemanfaatan limbah cair sisa pengendapan pati sebagai bahan baku media pembuatan Nata de Cassava.. membentuk gel yang mengapung pada permukaan media atau tempat yang mengandung gula dan asam. 2008). limbah tapioka dapat mengakibatkan komunitas lingkungan air disungai terancam kepunahan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam rangka memanfaatkan air sisa pengendapan pati sebagai bahan baku media pembuatan Nata de Cassava yang merupakan salah satu usaha diversivikasi produk hasil pertanian. Selama ini masyarakat hanya mengetahui nata hanya bisa dibuat dari air kelapa. B. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 3 dari 12 pengendapan pati dapat menyebabkan bau tidak sedap dan penyakit. 2008).BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Nata adalah makanan hasil fermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum. Air sisa pengendapan pati ini sebenarnya mempunyai potensi menjadi bahan baku pada produksi nata dikarenakan kandungan karbohidrat tinggi dan zat-zat lain yang ada didalamnya. Limbah cair tapioka merupakan limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan. limbah ini berupa padat dan cair (Amri. Hasil limbah dari 2/3 pengolahan tepung tapioka sebesar 75%. Menurut Sunaryo (2004). C. . baik dari pencucian bahan baku sampai pada proses pemisahan pati dari airnya atau proses pengendapan (Nurhasan dkk. karena limbah .

Salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mengatasi limbah cair sebelum dimanfaatkan untuk pengairan sawah dan ladang adalah perlu adanya pengolahan terlebih dahulu.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. 2009 dalam Arfiyanti dan Yulimartani. Limbah yang diolah dimasukkan dari bagian bawah reaktor. pemanfaatan ruang secara vertikal dan dihasilkan sludge lebih sedikit dari pada aerob. et al. dimana gel tersebut merupakan sellulosa yang dihasilkan oleh bakteri Acetobacter Xylinum. diantaranya bau yang tidak sedap dan beberapa sumur warga yang tidak layak untuk dikonsumsi. 1987 dan Moat. merupakan hasil akumulasi polisakarida ekstraselluler (Nata) tersusun oleh jaringan mikrofibril atau pelikel. Dampak negatif dari limbah cair mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.. Berdasarkan pada hasil pengujian Laboratorium bahwa limbah cair tapioka memiliki kandungan bahan organik diantaranya glukosa sebesar 21. Collado. 2009). . (Gunsalus. Menurut Mukminim dkk. Selaput tebal tersebut mengandung 35-62 % sellulosa. Lapisan tebal tersebut terbentuk pada permukaan medium. (2008). Pelikel tersebut adalah tipe sellulosa yang mempunyai struktur kimia seperti sellulosa yang dibentuk oleh tumbuhan tingkat tinggi. karbohidrat sebesar 18.040 mg% (Hasil Observasi. diantaranya tidak membutuhkan energi untuk aerasi.1962. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 4 dari 12 cair tapioka mengandung senyawa racun CN atau HCN yang sangat tinggi. 1988). Nata berasal dari Fhilipina untuk menyebut suatu pertumbuhan menyerupai gel (agar-agar) yang terapung di permukaan. salah satu cara pengolahan limbah cair adalah dengan UASB (Upflow Anaerobic Sludge Blanket) yang memiliki keuntungan. Pertumbuhan Acetobacter Xylinum dalam medium yang cocok menghasilkan massa berupa selaput tebal pada permukaan medium.900 % dan vitamin C sebesar 51. Dimana dalam pembuangan limbah kelingkungan air tidak mengalami pengolahan terlebih dahulu.067 mg %.

Selodekstrin bergabung dengan lemak dan protein. panjang 2 mikron.4. Proses tersebut merupakan proses antara dari UDP glukosa yang melibatkan enzim sellulosa sintesa (Moat.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Fermentasi adalah salah satu bagian dari bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme sebagai pemeran utama dalam suatu proses. Berbentuk bulat. yang terdiri dari 30 unit glukosa dengan ikatan -1. Heksosa fosfat mengalami oksidasi melalui lintasan pentosa fosfat menghasilkan senyawa NADPH (senyawa penyimpan tenaga pereduksi) dan malepas CO2. Bakteri Acetobacter Xylinum tergolong famili Pseudomonadaceae dan termasuk genus Acetobacter. ( Alaban. Industri fermentasi di nagara-negara maju sudah berkembang sedemikian pesatnya termasuk dalam produk hasil-hasil pemecahan atau . 1960). Pembentukan polisakarida ekstrasellular (nata) dapat terjadi 24 jam setelah inkubasi dan meningkat dengan cepat 4 hari inkubasi. 1960). Fosfat anorganik perlu ditambahkan kedalam medium karena bahan tersebut sangat diperlukan untuk memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa (Cuningham. 1963). Selulosa disintesis melalui reaksi bertahap UDPG dan Selodekstrin. Hal ini dikarenakan keasaman medium bertambah serta gula dalam substrat berkurang. 1962). Reaksi pembentukan Selodekstrin berlangsung terus sampai terbentuk senyawa. 1988). 1978). biasanya terdapat sel tunggal atau kadang-kadang mempunyai rantai dengan sel yang lain (Stainer et al. Selodekstrin dihasilkan dari penggabungan UDP glukosa dengan unit Glukosa (Meyer. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 5 dari 12 Pembentukan nata (polisakarisa ekstraselluler) diperlukan senyawa antara lain yaitu heksosa fosfat. sehingga sellulosa naik kepermukaan cairan (Meyer. Gas CO2 yang dilepas akan terhambat dan menempel pada mikrofibril sellulosa.. kemudian cenderung lambat pada hari berikutnya.

Untuk mengembangkan industri fermentasi tersebut diperlukan pengetahuan dasar bioteknologi yang kuat. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum Pembuatan nata de Cassava antara lain inokulum Acetobacter xylinum. METODE A. botol inokulum dan botol formula (I dan II). sumber energi dan faktor pertumbuhan (nutrien dan vitamin). Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam praktikum pembuatan nata de Cassava antara lain nampan plastik. Masing-masing jenis mikrobia mempunyai suhu optimum untuk pertumbuhan. tungku api. rak. bejana pemanas. Nutrisi dibutuhkan sebagai sumber karbon. 1988). sumber nitrogen. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 6 dari 12 metabolit primer oleh mikroba (asam. (Fardiaz. pH medium merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi aktivitas dari mikrobia dan kematian dari mikroorganisme (Volk dan Wheeler. limbah cair tapioka. enzim dan sebagainya. yang merupakan gabungan dari ilmu biokimia dan mikrobiologi. Z A. . pengaduk. Mutrien tersebut digunakan untuk membenttuk energi dan menyusun komponen sel. kadar aw (aktivitas air).BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. II. protein sel tunggal). pH dan oksigen. kertas koran. serta ilmu keteknikan dalam fermentasi. Air dan nutrien digunakan oleh mikrobia untuk proses metabolismenya. formula I dan Formula II. asam amino. 1987). saringan kain. Faktor-faktor yang mempengaruhi tahap fermentasi antara lain suhu. terutama fisiologi dan genetika mikroba. nutrisi.

00 WIB. HASIL DAN PEMBAHASAN A. yang merupakan hasil pengamatan praktikum pembuatan nata de Cassava dari limbah tapioka.selesai. Jl. Inokulum nata de coco de cassava Pemanasan Proses pemanasan. Tabel 1. kemudian tahap kedua adalah kunjungan langsung ke tempat pembuatan nata. nata yang adalah tahap ini dilakukan 2x Gambar 2. Tahap pertama penjelasan mengenai usaha nata yang dikembangkan dengan Bapak Triyoko sebagai narasumber. Tahapan Preparasi starter Gambar Keterangan Inokulum digunakan bakteri pemfermentasi Gambar 1. Pembelajaran dilakukan dalam 2 tahap. III. Tungku perebusan bahan nata . Parangtritis KM 16 Bantul pada hari kamis. Cara Kerja Praktikum pengolahan limbah cair tapioka dilakukan ditempat Bapak Triyoko. Tahapan pembuatan nata de Cassava dari limbah cair Tapioka. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 7 dari 12 B. Hasil Dibawah ini adalah tabel 1.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. 3 Desember 2010 pukul 13.

Formula I dan II Bahan direbus yang telah dan ditambahkan formula I dan II dituang ke Gambar 5.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Rak dalam rak plastik. Penyaringan ampas singkong Fermentasi nata Formula I merupakan Enzim amilase sedangkan Formula II merupakan koenzim Gambar 4. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 8 dari 12 Penyaringan Tahap dilakukan penyaringan setelah perebusan pertama Gambar 3. penyimpanan nata ditutup kertas koran dan sampai lapisan nata Nata yang berbentuk lembaran dipanen siap didiamkan terbentuk Gambar dipanen 6. Nata siap .

Ngawi. Rebusan tersebut disaring ditambah Formula I. Memang ada wacana penggunaan nampan stainless yang dinilai lebih higienis. Sedangkan dana anggaran 2009 digunakan untuk pelatihan keripik aneka rasa dari ubi kayu dan pembuatan nata de Cassava. Pertama. didiamkan selama satu malam. Untuk mencapai SOP (Standar Operasional Prosedure) akan dibuatkan rumah khusus produksi nata. Tempat yang selama ini digunakan adalah rumah sederhana yang rusak akibat gempa. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 9 dari 12 C. hingga akan dikembangkan ibu-ibu dari pengadilan militer. Starter ini dari inokulasi Acetobacter xylinum dalam medium air kelapa. Formula I adalah enzim amilase yang akan mendegradasi amilum (pati) menjadi molekul gula yang lebih sederhana. Cilacap yang akan dikembangkan oleh pihak Universitas Diponegoro. untuk membuat nata de cassava dibutuhkan inokulum. PEMBAHASAN Usaha pembuatan nata de Cassava merupakan tindak lanjut dari UPFMA (Pemberdayaan masyarakat yang didanai Bank Dunia). yang disorot oleh masyarakat.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. . Pemanasan I adalah proses sakarifikasi. namun biaya yang dibutuhkan untuk pengadaan nampan stainless relatif besar. pada pemanasan II bertambah gulanya. dana anggaran 2008 digunakan untuk pengolahan keripik pisang. Dana yang digunakan untuk pembuatan nata de Cassava adalah alokasi dana anggaran tahun 2009. dan diberi inokulum. Selanjutnya didihkan kembali. sebelum mendidih ditambahkan formula II. menggunakan nampan plastik. diharapkan proses yang terjadi adalah fase eksponensial sehingga waktu yang digunakan untuk produksi lebih singkat. pembuatan pupuk bogasi (60 % berjalan) dan usaha pembenihan gurami yang didukung dengan pengadaan induk pejantan. kemudian dituang ke nampan. Inokulum ini digunakan untuk mempersingkat atau menghilangkan fase lag. Selain nata. Proses pembuatan nata masih sederhana. Program UPFMA telah ada sejak tahun 2008. Produk nata de Cassava telah menyebar di Polres Ponorogo. akan dikembangkan tepung Cassava sebagai alternatif lain industri berbahan dasar singkong. Cara pengolahan nata yang pertama adalah limbah cair tapioka direbus bersama dengan ampas singkong.

Warna biru yang berubah menjadi kuning jika kertas . disesuaikan dengan alat pemotong pabrik pemesan nata. Jadi cara yang mudah dan lebih ekonomis adalah dengan kertas lakmus. Kapang yang membentuk miselium berwarna putih sebaiknya dibiarkan. tahan terhadap panas. Penuangan medium ke nampan tidak terlalu tinggi. Jika ditumbuhkan pada pH 7. Pembentukan polisakarida ekstraselular (nata) dapat terjadi 24 jam setelah inkubasi dan meningkat dengan cepat 4 hari inkubasi. berat molekul rendah. Selain itu Z A dapat menurunkan nilai pH (lebih asam). lebih larut air. Komposisi formula I dan II diduga adalah khamir (ragi). Koenzim merupakan molekul organik yang spesifik. 1962). Mekanisme kerja koenzim antara lain dengan reaksi oksidoreduksi. Kedua formula ini dapat membuat limbah mengenmbang. sebaiknya digunakan Z A ini digunakan sebagai sumber N. reaksi pengalihan gugus dan isomerasi serta reaksi membentuk ikatan kovalen. Pada pembuatan nata. jika terasa gatal berarti pH asam. pH selama proses fermentasi dibuat asam (pH 3-4). Hal ini dikarenakan keasaman medium bertambah serta gula dalam substrat berkurang (Alaban.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. yang akan mengaktifkan enzim agar dapat mendegradasi dalam proses sakarifikasi. dibuat dengan cara ragi roti disuspensikan dalam air. Kendala dalam produksi nata de Cassava adalah ketergantungan terhadap formula I dan formula II. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 10 dari 12 Sedangkan formula II adalah koenzim. Kapang ini akan memakan sisa-sisa pati. Pengecekan ph asam dapat dengan disentuh tangan. mudah terdisiosiasi dan mudah dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialysis. sehingga diupayakan pembuatan formula I dan II sendiri untuk menekan biaya produksi. yang merupakan nutrien untuk bakteri. rasanya akan manis. kemudian cenderung lambat pada hari berikutnya. atau dirasakan namun tidak aman. Acetobacter akan mensintesis selulosa disekeliling selnya. Oleh karena itu akan dilakukan percobaan penggunaan ragi roti sebagai pengganti pengganti formula. Pemanenan jangan dilakukan lebih dari 7 hari agar kapang tidak membentuk sporulasi. maka yang terbentuk adalah asam cuka karena bakteri akan membentuk biomassa.

N. L. Fardiaz Srikandi. 1963.S. Skripsi S1 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Food Chemistry. 1987. Sumiyati.G. Perbedaannya. Tahapan pembuatan nata antara lain penyiapan inokulum. 2009. Sementara nata de coco dibuat dari fermentasi air kelapa. 2009. Nata yang tidak jadi dapat di press dan dikeringkan sebagai bahan kanvas atau bahan pembuatan kertas braille. Putih dan kenyal. Japan. Nodai Research Institute Tokyo University of Agriculture.. dan Yulimartani. . Moat. 1960.BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. A. Inc. Inc. 2009. NewYork. 1987. Kualitas nata de cassava limbah cair tapioka dengan penambahan gula pasir dan lama fermentasi yang berbeda. Semarang. Published by Prentice Hall.H. L. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 11 dari 12 lakmus dicelupkan dalam cairan bahan nata dapat digunakan sebagai indikator pH berubah menjadi asam. Surakarta. Meyer.A. C. Pengaruh penambahan air limbah tapioka pada proses pembuatan nata. Bentuk dan tekstur nata de cassava mirip nata de coco. Doudoroff. The Philipine Agriculturist volume 45. Hasil observasi. V. NewYork. Air kelapa mengandung alkohol yang dapat mempercepat pertumbuhan. Nata. pemanasan 2x. DAFTAR PUSTAKA Alaban. Collado. Processing and Problems of the Industry in the Philipines traditional Food and their Processing in Asia. 1988. Studies on The Optimum Condition for Nata de Coco Bacterium or Nata for Formation in Coconut Water. dan tahap fermentasi nata di nampan. pengeraman 1 malam. Microbial Physiology. E. Reinhold Publishing Co. selain rasa nata de Cassava yang berasa singkong. penyaringan. Institute Pertanian Bogor. The Microbial World. Fisiologi Fermentasi. makanan ini dibuat dari hasil fermentasi air perasan sisa produksi tepung tapioka dengan mikroba Acetobacter xylinum. Stainer. IV. SIMPULAN Limbah cair tapioka dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan nata de cassava yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi. 1962. Seminar tugas akhir S1 Universitas Diponegoro. John Wiley and Sons. and Adelberg. Dalam Arviyanti.

BORANG LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM MIKROBIOLOGI No. Mikrobiologi Dasar. A. Erlangga. Jakarta. M. Dokumen Berlaku sejak Revisi Halaman FO-UGM-BI-07-13 07 Januari 2009 00 12 dari 12 Volk. F.1988. Dan Wheeler. . W.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful