Menampilkan satu-satunya kiriman.


Dian Cahyadi Propaganda dan Perang Urat Saraf Propaganda dan Perang Urat Saraf (Psy War) Istilah propaganda menurut Heinz Dietrich Fischer dan John Calhoun Merril yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendi dalam buku Ilmu Komunikasi, Teori Dan Praktek, berasal dari nama suatu kegiatan penyiaran agama Katolik, yaitu Sacra Conregatio de Propaganda Fide atau Majelis Suci Untuk Menyebarkan Kepercayaan yang sudah dilakukan semasa Paus Gregorias XV di Roma tahun 1622. Buku yang dianggap pertama kali mengupas propaganda secara luas dan teoritis adalah Mein Kampf (Perjuanganku) karangan Adolf Hitler (berisi berbagai pedoman untuk menguasai rakyat sendiri dan melumpuhkan mental musuh), buku tersebut menurut Robert B. Downs dianggap sebagai propagandic masterpiece of the age. Menurut Astrid S. Soesanto propaganda adalah suatu proses penerangan (mengenai suatu paham, pendapat, dan sebagainya) yang benar atau pun salah yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang (biasanya disertai dengan janji-janji muluk) agar menganut suatu aliran, sikap, atau arah tindakan tertentu. F. Rachmadi dalam buku Public Relatios Dalam Teori Dan Praktek (Aplikasi dalam Badan Usaha Swasta dan Lembaga Pemerintah) menyatakan bahwa : “Pengertian dari propaganda adalah informasi yang berisikan doktrin, opini, ataupun pernyataan resmi dari pemerintah. Propaganda adalah suatu kegiatan komunikasi dengan teknik tertentu”. Pendapat dari Merrill seperti dikutip oleh F. Rachmadi dalam buku Public Relatios Dalam Teori Dan Praktek (Aplikasi dalam Badan Usaha Swasta dan Lembaga Pemerintah) bahwa : “ ... propaganda bisa diartikan mengontrol sikap tingkah laku manusia. Artinya, propaganda digunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku manusia untuk kesamaan dalam suatu pendapat atau cita-cita”. Selanjutnya menurut Casey yang dikutip oleh F. Rachmadi dalam buku Public Relatios Dalam Teori Dan Praktek (Aplikasi dalam Badan Usaha Swasta dan Lembaga Pemerintah) menyebutkan bahwa beberapa ciri khas propaganda sebagai berikut : Para propagandis dalam tugasnya hanyalah melayani para produser pemberitaan tetapi bukan para konsumennya. Propagandis adalah orang-orang pilihan; mereka adalah orang pintar, disiplin, dan memiliki keberanian moral. Berita propaganda selalu diperiksa secara cermat, sehingga propagandis harus cerdas. Propaganda terkadang berbentuk hiburan, seperti film, sinetron, novel, komik dan lainnya, karena hiburan dianggap lebih ampuh untuk menarik khalayak. Secara teoritis, pesan propaganda harus diulang-ulang. Teknik pengulangan adalah sangat penting dan merupakan dasar dalam kegiatan propaganda. Para propagandais harus selalu siap menyesaikan strategi propagandanya pada saat menghadapi situasi yang berbeda. Misal kegiatan propaganda melalui media massa dapat diikuti dengan kegiatan Komunikasi Interpersonal yang lebih searah, karena dalam propaganda tidak menghendaki adanya dialog. Selanjutnya F. Rachmadi dalam buku Public Relatios Dalam Teori Dan Praktek (Aplikasi dalam Badan Usaha Swasta dan Lembaga Pemerintah) telah mengutip publikasi yang diterbitkan oleh Harcourt, Brace and Company di Amerika Serikat bahwa dalam menerapkan strategi propaganda perlu digunakan tujuh cara (Devices of Propaganda / muslihat propaganda) sebagai berikut : • The name calling device (Penggunaan nama ejekan), adalah strategi untuk menjatuhkan reputasi seseorang dengan ucapan-ucapan yang tidak baik agar pendengarnya atau pembaca pesan itu tidak menyenangi yang bersangkutan. • The glittering generalation device (Penggunaan kata-kata muluk), adalah strategi percakapan dengan memaparkan halhal umum sehingga soal-soal detail yang sebenarnya penting tidak sempat diperhatikan oleh khalayak. • The transfe device (Pengalihan), merupakan visualisasi konsep untuk mengalihkan karakter tertentu ke suatu pihak. Sebagai contoh : para politikus memajang fotonya ketika sedang bersalaman dengan presiden di ruang kantornya. Hal ini dimaksudkan untuk memindahkan wibawa yang dimiliki presiden ke dalam dirinya. • The testimonial device (Pengutipan), adalah meminta dukungan seseorang yang berstatus tinggi untuk mengesahkan dan memperkuat tindakannya sendiri. • The plain-folks device (Perendahan diri), adalah suatu usaha untuk mengenal motif seseorang dalam berkecimpung di bidang kemasyarakatan. • The card stacking device (Pemalsuan), berisikan fakta yang mendukung pendapat seseorang dan mengesampingkan semua fakta yang berlawanan. Kemudian fakta tersebut disajikan guna menarik khalayak agar menerimanya, walaupun fakta tersebut berlawanan dengan kebenaran. • The bandwagon device (Hura-hura), merupakan imbauan kepada khalayak untuk bergabung karena tujuan yang akan dicapai pasti berhasil. Dalam hal ini propagandais harus turun ke lapangan untuk mencapai keberhasilan tersebut. (1993 : 139 – 140). Perang Urat Saraf (Psy War) adalah suatu proses komunikasi saling melakukan kegiatan propaganda antara seorang figur politik dengan figur politik lain, antara suatu kelompok dengan kelompok lain, dan antara suatu negara dengan negara lain, dengan tujuan untuk saling menekan dan menjatuhkan nama orang atau kelompok atau negara lain tersebut. Bagaimana caranya memusnahkan semangat juang musuh (dengan cara menyelundupkan agen-agen rahasia di kalangan musuh untuk menyebarkan desas-desus yang dapat menggoyahkan kekuatan musuh), dan sebaliknya bagaimana membangkitkan semangat juang jajaran sendiri. Onong Uchjana Effendi dalam buku Ilmu Komunikasi, Teori Dan Praktek, telah mengutip dan menterjemahkan pendapat William E. Daugherty dan Morris Janowitz dari buku yang diterbitkan Departemen of Army USA berjudul A

Psychological Warface Casebook, menyatakan bahwa perang urat saraf dapat didefinisikan sebagai : “ ... The planned use of propaganda and other actions designed to influence the opinions, emotions, attitudes, and behavior of enemy, neutral, and friendly foreign groups in such a way as to support the acomplishment of national aims and objectives. (Penggunaan secara berencana propaganda dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dirancangkan untuk mempengaruhi pendapat, emosi, sikap, dan perilaku pihak musuh, pihak netral, pihak kelompok asing yang bersahabat dalam rangka mendukung pencapaian sasaran dan tujuan nasional). (1994 : 160) Selanjutnya pendapat Paul M.A. Linebarger yang dikutif dan diterjemahkan Onong Uchjana Effendy dalam buku Ilmu Komunikasi, Teori Dan Praktek, bahwa prang urat saraf terdapat dua pengertian, yaitu : Perang urat saraf dalam arti sempit, adalah : “The use of propaganda against an enemy, together with such other operasional measures of a military, economic, or political nature as may be required to supplement propaganda (Penggunaan propaganda terhadap musuh beserta tindakan-tindakan operasional lainnya yang bersifat militer, ekonomis, atau politis sebagaimana disyaratkan untuk melengkapi propaganda)”. Perang urat saraf dalam arti luas, adalah : “ The application of parts of the science of psychology to further the efforts of political, economic, or military actions (Penerapan bagian-bagian dari ilmu psikologi guna melanjutkan kegiatan-kegiatan politik, ekonomi, atau militer)”. Kemudian Onong Uchjana Effendy menyimpulkan bahwa perang urat saraf meliputi hal-hal berikut : Ruang Lingkup : Bidang-bidang politik, ekonomi, dan militer. Sasaran : Orang-orang yang bersangkutan dengan kegiatan politik, ekonomi, dan militer. Orang-orang yang ada hubungannya dengan gerakan militer : • pihak musuh, • pihak netral, • pihak sahatat. Tujuan : Mencapai kemenangan Mempengaruhi sikap, pendapat, dan perilaku. Cara : • Menerapkan aspek ilmu psikologi • Merencanakan propaganda • Merancang kegaiatn-kegiatan lain. (1994 : 162) Nama-nama lain untuk istilah perang urat saraf menurut Onong Uchjana Effendy, yaitu : • political walfare (perang politik) • ideological warfare (perang ideologi) • nerve warfare ( saraf) • propaganda warfare (perang propaganda) • cold war (perang dingin) • thought war (perang otak) • war of ideas (perang ide) • war of words (perang kata-kata) • war of wits (perang kecerdasan) • battle for men’s mind (perjuangan terhadap otak manusia) • campaign of truth (kampanye kebenaran) • indirect aggression (agresi tak langsung) • international communication (komunikasi internasional) • internatiopnal information (informasi internasional) • international propaganda (propaganda internasional).(1994 : 163) Dari nama-nama tersebut di atas maka perang urat saraf itu apapun julukannya pada hakikatnya adalah “suatu metode komunikasi yang secara berencana dan sistematis berupaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang atau kelompok orang dalam ajang kemiliteran, politik, ekonomi, dan lain-lain untuk meraih kemenangan”. Selanjutnya William E. Daugherty dan Morris Janowitz yang dikutip dan diterjemahkan oleh Onong Uchjana Effendi dalam buku Ilmu Komunikasi, Teori Dan Praktek, bahwa klasifikasi propaganda meliputi : White propaganda (Propaganda putih), yaitu propaganda yang diketahui sumbernya. Hal ini sering juga disebut overt propaganda atau propaganda terbuka. Propagandanya dilakukan secara terang-terangan hingga dapat dengan mudah diketahui sumbernya. Misalnya semasa peperangan Irak-Iran hampir setiap hari dari surat kabar atau setiap malam dari radio atau televisi dapat diperoleh berita mengenai hasil dan kemenangan pertempurannya, sumbernya jelas disebutkan. Untuk iu maka sering juga disebut counter propaganda atau propaganda balasan. Kalau dalam bidang ekonomi hal ini sering disebut commercial propaganda. Black propaganda (Propaganda hitam), adalah propaganda yang menunjukkan sumbernya, tetapi bukan sumber yang sebenarnya. Hal ini disebut juga covert propaganda atau propaganda terselubung. Propaganda bagaikan istilah ‘lempar batu sembunyi tangan’ yang termasuk kegiatan yang tidak terpuji. Gray propaganda (Propaganda kelabu), propaganda dilancarkan dengan menghindari identifikasi sumbernya, maka ada yang menganggap tidak lebih sebagai propaganda hitam atau propaganda terselubung yang kurang mantap. (1994 : 163 – 164).

http://bs-ba.facebook.com/topic.php?uid=107221150420&topic=8130

Komunikasi Internasional
Posted on Oktober 25, 2009 by FISIP 1 Votes Pengantar Tragedi 9/11 yang terjadi delapan tahun lalu masih meninggalkan trauma baik bagi AS maupun negara-negara muslim yang menjadi “kambing hitam” atas luluh-lantaknya WTC dan Pentagon: simbol kedigdayaan ekonomi dan militer AS. Sebagai mana diketahui, telunjuk bekas Presiden George Walker Bush langsung diarahkan kepada Osama bin Laden dengan Al Qaeda-nya sebagai dalang utama peristiwa September hitam ini. Epilognya sudah sama-sama kita ketahui, stigma teroris tidak hanya menempel pada sosok Osma bin Laden dan jaringan Al Qaeda. Tetapi juga meluas ke seluruh negara muslim. Pemerintah Taliban di Afganistan pun ikut terguling dari kekuasaan karena dianggap melindungi sang teoris yang paling diburu hidup atau mati itu, yang sampai tulisan ini dibuat masih tetap lolos dari kepungan mesin perang AS. Ironisnya, Bush Jr pun kini digantikan oleh Presiden Barrack Hussein Obama yang setengah negro dan berayah seorang muslim asal Kenya. Ini keluar dari mainstream politik AS WASP (White, Anglo Saxon, Protestant). Nama akhirnya pun sekilas mirip dengan musuh bebuyutannya. Hanya berbeda huruf “B” dan “S” saja. Kita pun perlu bertanya: siapa sebetulnya yang layak disebut teroris itu? Osama, Bush Jr atau Obama yang mau tampil beda dan tidak mau disamakan dengan pendahulunya itu. Hanya sejarah yang mencatat dan waktu yang bisa menjawabnya. Kata “teroris” itu pun memerlukan telaah linguistik. Noam Chomsky menyebut istilah news peg yang sadar atau tidak dimanipulasi oleh media massa yang tidak hanya sekedar memetakan realitas. Tetapi sekaligus merekonstruksinya. Dalam konteks terakhir inilah terletak signifikannya kajian komunikasi internasional. Sebagai ilustrasi, eksistensi televisi satelit Qatar Al Jazeera sebagai televisi alternatif yang lebih dipercaya oleh Osama daripada televisi sekelas CNN menarik untuk dikaji. Reputasi CNN merosot drastis ketika tunduk pada kemauan pemerintah Bush Jr untuk tidak menayangkan rekaman video Osama. Sebab kuatir rekaman ini berisi semacam bahasa sandi untuk mengadakan serangan berikutnya. Kecaman pun bermunculan, termasuk dari bekas wartawan CNN Peter Arnett yang dulu sempat mewawancarai bekas Presiden Irak Sadam Hussein (alm) dalam era Perang Teluk. Tindakan ini juga bertentangan dengan amandemen pertama konstitusi AS. Di sela-sela tugas mengajar yang menyita tenaga dan waktu, sebagai dosen yang mengajar mata kuliah: Komunikasi Internasional, saya pun berusaha menulis semacam diktat kuliahnya. Ini dengan harapan tulisan ini bukan dijadikan semacam bacaan instant mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini. Sebab ia hanya memuat pokok-pokok pemikian penulisnya. Kajian yang lebih rinci bisa dilihat pada referensi aslinya. Apalagi perkembangan ilmu pengetahuan via IT sangat pesat. Sehingga tidak tertutup kemungkinan referensi yang menjadi acuan tulisan ini pun sudah out of date.

Akhirnya, kutip-mengutip dalam karya ilmiah merupakan hal yang wajar sejauh menyebutkan sumbernya aslinya untuk menghindari tudingan plagiat. Jika terdapat banyak kekeliruan di sana-sini sehingga menurut Anda tulisan ini tidak layak dianggap sebagai tulisan ilmiah, maka sejujurnya maafkanlah saya untuk tidak minta maaf. Sebab lebih bermartabat jika Anda pun membuat tulisan dengan tema yang sama sebagai komparasinya dalam rangka dialektika ilmiah. Sekian. I. Introduksi Pembicaraan tentang komunikasi internasional mencakup pula disiplin ilmu hubungan internasional; komunikasi politik; komunikasi antarbudaya. Ini dimungkinkan karena disiplin ilmu komunikasi umumnya dan komunikasi internasional khususnya bersifat interdisipliner (Bride, 1980). Misalnya, kutipan dari Encyclopedia Americana tentang konsep ilmu hubungan internasional sbb: “International relationships denotes the interaction among nations or among individuals of different nations. Such relations maybe political, cultural, economic or military. The concept is closely related to, and often includes, such subject as international diplomacy, international communication and international organization”. Jelas terlihat bahwa komunikasi internasional adalah bagian dari hubungan internasional. Selanjutnya, mengingat kajian komunikasi internasional ini menembus batas-batas negara dengan budaya yang berbeda maka kajian komunikasi antarbudaya pun tidak bisa dihindari. Pakar komunikasi budaya Edwin R McDaniel mengatakan, “intercultural communication occurs whenever a person from one cultural sends a message tobe processed by a person from a different culture”. Dalam konteks komunikasi internasional dampak dari perkembangan IT terjadilah peluberan informasi (spill over of information) yang bisa melahirkan masyarakat informasi menurut Naisbitt atau semacam global village menurut Toffler yang bukan tidak mungkin berujung pada sejenis imperialisme budaya (Schiller, 1976); Tulisan ini membahas enam pokok bahasan: Pertama, membahas konsep dasar komunikasi dan komunikasi internasional. Kedua, menjelaskan proses terjadinya komunikasi internasional. Ketiga, menganalisis perkembangan dan dimensi komunikasi internasional. Keempat, membandingkan sistem komunikasi internasional dalam konteks ideologinya. Kelima, memperlihatkan adanya ketimpangan arus informasi internasional antara negara-negara maju dengan negara-negara berkembang atau miskin. Keenam, memaparkan opini publik dan propaganda dalam komunikasi internasional. II. Konsep Dasar Komunikasi dan Komunikasi Internasional Sebelum berbicara panjang lebar tentang komunikasi internasional, sebaiknya dianalisis dulu apa yang dimaksud dengan komunikasi itu. Untuk melacak asal-usul komunikasi harus dikaji dulu perkembangannya di Eropa dan AS. Sebab dari yang disebut pertama, khususnya Jerman inilah cikal-bakal perkembangan disiplin ilmu komunikasi di Indonesia yang dahulu disebut publisistik. Ini berasal dari publizistikwissenshaft. Sementara kontribusi AS berujung pada mass communication science. Publizistikwissenshaft yang diindonesiakan menjadi publisistik berasal dari zaitungwissenshaft (ilmu persuratkabaran). Perkembangan selanjutnya, obyek penelitian publisistik bukan lagi sekedar surat kabar, tetapi pernyataan umum (offeticheaussage). Artinya, ilmu ini mencoba memahami dan mengendalikan tindakan khalayak yang manisfestasinya terlihat dalam pernyataan umum yang aktual. Pertanyaan berikutnya

retorika (speech communication). Menurut Thomas S Khun ilmu tidak berkembang secara kumulatif tetapi secara revolusioner. komunikasi berkembang di AS yang juga berasal dari jurnalistik. Lokusnya (eksistensi empirik) terletak pada channel. obyek studi komunikasi bukan lagi sekedar pernyataan umum (publisistik). Metodenya masih ekperimental dan kuantitatif. interaksional. Komunikasi dimaknai sebagaim proses interaksi manusiawi dengan lokus peran sosial manusia dalam tindakan sosialnya. Konsekuensinya. mirip zaitungskunde di Jerman yaitu sejenis ketrampilan dalam dunia persuratkabaran. surat kabar (jurnalistik). Paul Lazarfewld dan Cari I Hovland memperluas kajian jurnalistik ke bidang radio.adalah bagaimana menempatkan pernyataan yang tidak umum dan aktual. Paradigma dimaknai sebagai pandangan mendasar suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi subject matter yang semestinya dipelajari. Wilbur Schramm (linguistik). metode ekperimental dan kuantitatif. Pesan mengalir melintasi ruang dan waktu dari komunikator ke komunikan secara simultan. Kelak menjadi mass communication. Metodenya hanya dimungkinkan dengan menggunakan analisa kualitatif. pragmatis) yang akan dijelaskan di bawah ini: a. Pasca PD II pakar politik. b. Dengan sedikit anekdot ia mengatakan komunikasi ibarat jalan simpang yang ramai dengan segala macam disiplin ilmu yang melintasinya. media massa (mass communication). Paradigma psikologis: komunikasi dimaknai sebagai mekanisme internal penerimaan dan pengolahan informasi pada diri manusia. Dari sinilah titik tolak kajian komunikasi. Lokusnya pada filter of conceptual individu ybs. sistem. Pandangan ini dipengaruhi oleh psikologi sosial. struktur dan fungsinya. Paradigma pragmatis: masih dipengaruhi oleh sosiologi khususnya teori sistem. c. komunikasi itu sangat ekletif. . Gambaran Umum Komunikasi Seperti yang disebutkan semula. Shannon dan Weaver (matematika). Sehingga komponennya bukan lagi komunikator dan komunikan semata melainkan stimulus dan respon. d. Carl I Hovland (psikologi). Paradigma mekanis: dipengaruhi oleh fisika klasik dengan mengkonseptualisasikan komunikasi sebagai proses mekanistis antarmanusia. Mengutip Wilbur Schramm. Misalnya. Doktrin mekanis ini berdasarkan logika sebab-akibat dengan tekanan pada efek. Pengaruh psikologi dan sosiologi jtermasuk fisika sangat besar terhadap disiplin ilmu komunikasi. Hal ini melahirkan berbagai paradigma komunikasi. analisa kontekstual dan kualitatif. Terlihat dari para pakar komunikasi yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda. Sebelumnya ia hanya bagian dari departemen Bahasa Inggris di berbagai perguruan tinggi AS dengan nama speech communication. Begitu pula dengan ilmu komunikasi yang melahirkan dua kelompok paradigma: paradigma lama (mekanis) dan paradigma baru (psikologis. televisi dan film. peleburan speech communication dengan mass communication menjadi communication science. Metodenya fenomenologis. sosiologi dan psikologi seperti Harold D Lasswell. Charles W Wright (sosiologi). Paradigma interaksional: dipengaruhi oleh sosiologi khususnya interaksi simbolis. A. Dunia panggung sandiwara. lagu yang dipopulerkan oleh vokalis God Bless Ahmad Albar sedikit banyak bisa menjelaskan paradigma ini. Harold D Lasswell (politik). Tetapi telah menjadi pernyataan antarmanusia (human communication). Komunikasi dipahami sebagai sistem prilaku yang berurutan berupa pola interaksi.

It has some structure. Komunikasi Internasional “International relationships denotes the interaction among nations or among individuals of different nations. Ia mengatakan communication is a process by which a source intentionally change the behaviour of a receiver. it may have a read or listen to or . international organization and international communication” (Encyclopedia Americana). pakar linguistik Wilbur Schramm dalam karyanya The Process and Effect of Mass Communication menggunakan istilah paradigma sirkular dalam mengkaji how communication work yang mencakup encoder interpreter dan decoder. Terlihat jelas tesis Lasswell di atas termasuk dalam kategori paradigma mekanis yang diintrodusir Fisher dengan tekanan pada effect. Kembali ke Lasswell. mengatakan mass communications is who says what in which channel to whom with what effect. Proses Komunikasi Internasional Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam konteks teoritis komunikasi internasional termasuk pada kajian komunikasi massa. economic or military. cultural. Pendapat ini juga didukung oleh Carl I Hovland yang mengatakan communication is the process by which an individual (source) change the behaviour of other individuals (audience). which is to say across frontiers”. Meanwhile international communication take place on the level of countries or nations of different culture.B. Mengutip pakar komunikasi Gerhard Malezke: “Intercultural communication is an exchange of meaning berween culture. who: institutionalized person. kajian komunikasi internasional ini menembus batas-batas suatu negara dengan politik dan kultur yang berbeda. 1976). Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. 1980). says what: a message has dimensions in the time and space. Kedua. ia menyimpulkan bahwa proses komunikasi internasional sebagai berikut: Pertama. III. Disamping melahirkan revolusi komunikasi dengan global village yang diperkenalkan oleh Alvin Toffler atau masyarakat informasi menurut John Naisbitt. Dengan demikian prosesnya pun hamper sama dengan komunikasi massa. yang juga pendiri Institute for Propaganda Analysis untuk mengantisipasi NAZI Jerman. and often includes. The concept is closely related to. Dari kutipan di atas terlihat bahwa komunikasi internasional adalah bagian dari hubungan internasional. Meskipun agak berbeda. komunikasi internasional dipahami sebagai komunikasi yang dilakukan oleh komunikator yang mewakili suatu negara untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan berbagai kepentingan negaranya kepada komunikan yang juga mewakili negaranya dengan tujuan memperoleh saling pengertian. Sebab kajian komunikasi umumnya dan komunikasi internasional khsususnya sangat interdisipliner (Bride. such subject as international diplomacy. Mengutip ilmuwan politik AS Harold D Lasswell dalam karyanya Propaganda Technique in The World War. tetapi substansinya sama. Meminjam konsep Jalaluddin Rakhmat. Konsep ini menjelaskan bahwa komunikasi internasional merupakan gabungan antara komunikasi dengan hubungan internasional yang bermuara pada diplomasi internasional melalui media massa yang secara teoritis lebih dekat pada komunikasi massa. Peluberan informasi (spill over of information) akibat perkembangan IT dalam konteks komunikasi internasional tidak tertutup melahirkan sejenis imperialisme baru berupa imperialisme komunikasi (Galtung. 1971) atau imperialisme budaya (Schiller. Ini jelas memerlukan pula kajian komunikasi politik dan komunikasi antarbudaya. Such relations maybe political.

Said Covering Islam: How The Media and The Experts Determine How We See The Rest of The World. Pendekatan Media (media approach): mengkaji berita-berita internasional dalam suatu media atau multi media. film. The qualities too contribute to the total response a receiver makes to it. to whom: international audience. moderate effect model (audience perspective. Keempat. with what effect: bullet theory or hypodermic needle (the all powerful media are able to impress ideas defenceless mind). in which channel: the principle channel through which ideas are exchange among nations include international news service and the press. Misalnya. c. Terjadi ketimpangan analisis pola arus informasi internasional secara menyeluruh. Ketiga. in a process of reinforcing the existing conditions). the agenda setting and the culture norm theory). Dalam konteks perbandingan media massa juga terjadi ketimpangan komposisi surat kabar. Jarang ada penelitian jangka panjang (longitudinal analysis) yang mempertimbangkan perubahan konstelasi politik dan hubungan internasional sangat langka. kebebasan versus kontrol terhadap arus informasi atau kebebasan dan keseimbangan arus informasi (free flow of information versus control of information or free flow and balance of information). Penelitian: a. . Kelima. Langkanya analisis korelasional (correlational analysis) yang menelaah liputan dan arus informasi internasional dengan faktor-faktor struktural yang mempengaruhi proses komunikasi internasional. Misalnya. b. The mechanism.D.look at. majalah. Metodologi: a. Perkembangan dan Dimensi Komunikasi Internasional A. Pertama. Kedua. as well as. subsidiary ones such as international mail service. Fisher dan John Merril (ed. radio dan televisi. berita dan informasi versus hiburan dan materi budaya dalam perspektif analisis isi (news and information versus entertainment and cultural materials in content analysis perspective). d. Sebab titik beratnya selama ini lebih tertuju pada kajian negara maju (baca: Barat) seperti AS. yaitu: 1. karya H.) International and Intercultural Communication. budaya dan imperialisme media (cultural and media imperialism). Sementara itu ada 4 (empat) bidang perkembangan komunikasi internasional. Tidak jelasnya perbedaan antara kajian volume dan arus informasi internasional (transactional analysis technique) yang menggunakan statistik ekonometri dengan kajian liputan berita internasional di berbagai media massa (content analysis). karya Edwar W. radio and television. jaringan komunikasi antardua negara atau lebih yang menembus batas wilayah nasionalnya (communication network of two or more countries pass through national boundaries). telecommunication and recordings are patched together to form a tangled network. Amerika Utara dan Eropa Barat. limited effect model (such that opinion leader typically render mass communication a contributory agent. but not the sole cause. book and other publication. Masalah dan Bidang Perkembangan Ada 4 (empat) masalah utama dalam perkembangan komunikasi internasional. Atau Iran di masa Syah Reza Pahlevi sampai di masa Imam Khomeini. liputan pers tentang RRC dari masa Mao Tse Tung sampai masa Deng Xioping. Ketiga. 2. IV. the use and gratifications. Misalnya. b. Pendekatan Geografis (geographical approach): mengkaji arus informasi dan liputan internasional pada suatu bangsa atau negara dengan lingkup dunia. Keempat. cultural event and personal contacts pass through national boundaries.

“negara ideal” dan “politik”. Misalnya. Plato dan Aristoteles yang menelaah konsep “yang baik”. c. Ini dibenarkan oleh Guru Besar jurnalistik Universitas Georgia AS. Sedangkan kekuasaan. Menurut Schramm. Misalnya. . Pola arus berita internasional (the patterns of international news flow). Jurnalistik: mempelajari aspek-aspek jurnalistik internasional dan dampak yang ditimbulkannya. b. radio telegram oleh Marconi tahun 1895 dan televisi pertama di AS tahun 1927 telah mengubah wajah komunikasi dari human communication menjadi mass communication. d. the concentration of wealth. John Martin dan Anju Grover Chaundhary Comparative Mass Media System. politik: semua negara pasti merasakan pentingnya sistem komunikasi dalam kehidupan politiknya. 3. Struktur organisasi berita internasional dan prilaku jurnalisnya (the structure of international news organization and the behaviour of journalist in the organization). Al Hester yang mengatakan arus informasi sebagai variabel bebas. Perspektif: a. Kedua. Jakob Oetama dengan KKG (Kelompok Kompas Gramedia)-nya dan Surya Paloh dengan kelompok Media Indonesia-nya. the ownership of long distance telecommunication facilities. Diplomatik: dilakukan melalui jalur diplomasi antarpejabat tinggi negara untuk memperluas pengaruh dan mengatasi salah pengertian antara negara yang diwakilinya. Yang perlu dicatat corak atau bentuk sistem komunikasinya secara teoritis tergantung pada sistem politik yang berlaku di negara tersebut. Tekanannya pada proses dan teknik komunikasi dalam berdiplomasi. Faktor-faktor struktural yang mempengaruhi arus dan liputan berita internasional (the structural factors affecting international news flow and coverage). 4. keempat penjelasan di atas dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor berikut: the ownership of the great avenues or exchange agencies. Dalam konteks Indonesia munculnya istilah pers konglomerat dan konglomerat pers seakan menjadi pembenarnya. Komunikasi tidak lagi sekedar fenomena sosiologis tetapi sekaligus punya dimensi ekonomi. Mulai dari zaman Sokrates. Propaganda: menelaah penggunaan media komunikasi internasional dalam rangka menuangkan ide atau gagasan untuk mengubah opini internasional yang ditujukan pada bangsa atau negara lain. b. B. Sifat dan tipologi liputan berita internasional (the nature and type of international news coverage). Pendekatan Peristiwa (event approach): membandingkan sistem pers antarbangsa atau negara. Bukan pada materi diplomasi yang menjadi obyek kajian disiplin ilmu hubungan internasional. Namun yang jelas semuanya bermuara pada kebebasan mengeluarkan pendapat. kesamaan budaya dan persekutuan ekonomi sebagai variabel terikat. technology and power in a few highly developed nations. ekonomi: perkembangan teknologi informasi yang diawali dengan penemuan mesin cetak oleh Gutenberg tahun 1453. c. Dimensi Komunikasi Internasional Pertama.c. Serta menelaah penyebaran arus berita internasional berdasarkan ideologi negara ybs. Tesis ini bisa dilacak jauh sampai kepemikiran Yunani kuno. Teori: Mengutip pakar komunikasi dan linguistik Wilbur Schramm terdapat 4 (empat) kajian sbb: a. karya L.

ketika kita makan ayam goreng Kentucky Fried Chicken. “the cultural penetration that has occurred in recent decade embraces all the socializing institutions of the host area and the impact of the penetration is felt through out the realm of individual and social consciousness in the penetrated provinces” (Schiller. This freedom is a lie so long as the best printing works and the largest stocks of paper are in capitalist hands. Secara filosofis. Dalam konteks komunikasi. Ia mengatakan. Ia mengatakan ide adalah manifestasi dari dunia materi. Budayawan dan bekas Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Goenawan Mohammad mengintrodusir konsep imogologi: ketika ideologi dikalahkan oleh realitas dan realitas dikalahkan oleh image. Termasuk kebebasan berekspresi melalui media massa. Inilah yang disebut Schiller sebagai imperialisme budaya yang disokong oleh iklan sebagai ujung tombak kapitalisme internasional yang didominasi Barat. “the march of God in the world. D. terjadi pengendalian yang ketat atas komunikasi massa. minuman atau tontonan. 1983). filsuf Italia Nicollo Machiavelli (1469 – 1527) dalam karyanya Il Principe (Sang Pangeran) yang intinya dalam situasi chaos dibutuhkan seorang pemimpin otoriter yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. Liberal (libertarian) Sistem ini sangat mendukung the free market of idea. filsuf empiris Inggris John Locke (1632 – 1704) dengan karyanya Social Contract dan John Stuart Mill (1806 – 1873) dengan karyanya On Liberty yang intinya menghendaki kebebasan berpendapat. 1976). Pemikirannya diadobsi oleh Bapak pendiri USSR Vladimir Oeljanov Lenin (1870 – 1924) yang mengatakan. Meanwhile the independence of the Bolshevic press rest in the closes dependence on the working class” (Martin. Dapat dilacak dari pemikiran filsuf rasionalis Perancis Rene Descartes. Tesisnya yang sangat terkenal homo homini lupus. Mengutip Siebert secara garis besar ada 4 (empat) kelompok sistem komunikasi sbb: A. filsuf idealis Jerman Georg Wilhelm Friedrich Hegel yang mengilhami konsep negara fasis NAZI Hitler di Jerman. Ia mengatakan. setiap orang harus punya akses yang sama ke media massa (Rachmadi. budaya: selain itu media komunikasi juga merupakan alat kultural. Tanggung Jawab Sosial (social responsibility) Ini tidak lain dari new libertarian sebagai reaksi atas konsep libertarian yang dalam tingkat praksis identik dengan kapitalisme dalam kepemilikan media. Dengan demikian. Mengakhiri topik ini akan dibahas sedikit tentang sistem komunikasi internasional di . “Cogito Ergo Sum” (aku berpikir aku ada). Tetapi sekaligus produk budaya. Komunis Soviet (soviet communist concept) Konsep ini tidak lain dari new authoritarian yang berdasarkan pemikiran Karl Marx (1818 – 1883). C. 1990). that the state is”. “freedom of the press is one of the keynote of pure democracy. B. sistem ini dapat dilacak dari pemikiran filsuf Yunani kuno: Plato (428 – 348 SM) dalam karyanya The Republic yang mengemukakan tipe pemimpin ideal sebagai raja filosof.Ketiga. V. Otoriter (authoritarian): Sistem ini memandang kedudukan negara lebih tinggi daripada individu. Hakekat sistem ini. filsuf Inggris Thomas Hobbes (1588 – 1679) dalam karyanya Leviathan yang melihat manusia secara intelektual tidak jauh berbeda dengan hewan. minum Coca Cola dan menonton film Rambo maka semua itu bukan sekedar makanan. Perbandingan Sistem Komunikasi Internasional Perbedaan sistem komunikasi internasional didasarkan pada sistem politik (baca: ideologi) negara ybs.

Barat: AS. Ini mencakup 3 (tiga) aspek: politik informasi (political aspect of information). Sejarah komunikasi AS dimulai dengan zaman keemasan radio tahun 1940 – 1950. untuk mengawasi media massa agar tidak “kebablasan” ada lembaga FCC (Federal Communication Commission) yang berfungsi sebagai the watch dog of the press. Berita dari negara-negara berkembang dan miskin yang biasanya terletak di Asia. Dengan kata lain. Dalam konteks politik konflik Palestina versus Israel dapat dijadikan ilustrasi yang menarik. Namun demikian. negara-negara berkembang dan miskin cenderung menjadi konsumen daripada produsen informasi internasional. keterbelakangan. Kemudian muncul IBA (Independence Broadcasting Authority). Inggris dan Perancis. hukum informasi (legal aspect of information). Dengan dukungan finansial dan lobby politik Yahudi di AS mereka mampu mempengaruhi opini dunia via media massa yang mereka kuasai untuk menciptakan stereotype bahwa Arab umumnya dan Palestina khususnya sebagai teroris (Azra. 1983). Struktur BBC terdiri dari 12 gubernur. kudeta milter dll. Serta menjadikan . Kemudian muncullah ETV (Education Television) yang bersifat regional. Media massa AS sangat private ownerships yang eksistensinya bertumpu pada advertising. Awalnya. teknik dan keuangan informasi (technico-financial aspect of information). Tetapi tahun 1975 dibubarkan oleh parlemen dengan membentuk Dewan Administratif yang terdiri dari dari 2 wakil pemerintah. Sebaliknya informasi dari negara-negara maju seperti AS dan sekutu Eropa-nya. Berbeda dengan di Inggris yang media massanya berfungsi sebagai alat kontrol terhadap pemerintah yang berkuasa maka di Perancis sejarahnya dimulai sebagai transmisi tindakan pemerintah. baik radio maupun televisi didirikan oleh pendukung Jenderal De Gaulle pemimpin Perancis dalam PD II menghadapi fasis NAZI Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler. VI. Sebagai media massa BBC bersifat publik dan tidak menerima pemasukan dari iklan sama sekali. biasanya berupa informasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dll. redaksi. pengangguran. 1 wakil pers dan 1 wakil pegawai dinas kebudayaan. Diantaranya CBS (Columbia Broadcasting System) dan ABC (American Broadcasting Company). bencana alam. Untuk mengawasi kinerjanya Dewan Menteri di Paris membentuk Delegation Parlementerie Pour la Radio Diffusion Televison Francaise (Martin. Bisa dicermati di berbagai media baik cetak maupun elektronik. 1996). Dalam konteks komunikasi internasional manifestasinya berupa imperialisme media yang tidak lain berupa peluberan informasi yang tidak berimbang antara negara-negara maju dengan negara-negara berkembang dan miskin. Semangatnya free fight liberalism. Didirikanlah ORTF (Organization de Radio Diffusion Television) yang merupakan subordinasi partai pendukung De Gaulle. Ketimpangan Arus Informasi Internasional Johan Galtung dalam karyanya A Structural Theory of Imperialism menyatakan penyebaran informasi dari negara maju (baca: Barat) ke negara-negara berkembang dan miskin (baca: Non Barat) berpola interaksi feodal yang menguntungkan pihak pertama. 1 wakil parlemen. administrasi dan instalasi yang semuanya diangkat oleh Ratu Inggris atas usul parlemen. Tetapi sifatnya tidak partisan dengan masa jabatan 5 tahun. Terlebih pasca peristiwa black September 9/11 delapan tahun yang lalu. Pengaruh iklan membuat mutu siarannya dianggap rendah. Di Inggris Sir Hugh Greene mendirikan BBC (British Broadcasting Coorporation) yang harus steril dari pengaruh para politisi. Baik BBC maupun IBA diberi wewenang dalam siaran radio dan televisi di seluruh Inggris Raya. Afrika dan Amerika Latin biasanya didominasi informasi seputar kemiskinan.

Tahun 1948 di Jenewa-Swiss berlangsung konferensi PBB tentang kebebasan informasi dengan hasil: 30 setuju. Dalam konteks negara-negara Amerika Latin ada ECLAC (Economic Commission for Latin America). imperialism. technology transfer yang diajukan ke PBB dalam IPDC (International Programme for the Development of Communication). 59 tanggal 14 Desember 1945 diterima oleh UNESCO-PBB sebagai hak atas informasi adalah hak fundamental manusia. Sementara hanya 1/4 untuk negara-negara berkembang dan miskin. Setahun sebelumnya dalam KTT Non Blok diadakan Symposium on Information di Tunisia tahun 1976 muncul IGC (Intergovernmental Council for the Coordination of Information and Mass Communication) yang menghasilkan free flow of news. Pasca PD II didukung lagi oleh American Society of Newspaper Editor. Berbagai usaha untuk memperbaiki kondisi ini pernah dijalankan. Ini diperkuat rekannya Theotonio Dos Santos yang mengindentifikasi dua jenis ketergantungan: kolonial dan finansial-industrial. “globalization refers to all those process by which the people of the world are . ini tidak menguntungkan negara-negara berkembang dan miskin. Sebaliknya 32. 5 abstain (Cekoslavakia. Data dari Bank Dunia menyatakan bahwa sekitar 19% negara-negara maju memiliki 64. Sebab yang sebenarnya mereka butuhkan adalah tatanan kebebasan dan keseimbangan arus informasi (free flow and balance of information order). Ironisnya. cultural. Mengutip Martin Albrow. Pakar teori ketergantungan Andre Gunder Frank dalam karyanya Capitalism and Underdevelopment in Latin America telah lama mengatakan hal ini. Dalam KTT Non Blok di Peru tahun 1975 muncul NANAP (Non Aligned News Agency’s Pool) dan BONAC (Broadcasting Organisation of Non Aligned Countries) di Sarajevo-Yugoslavia pada bulan Oktober 1977 yang mengajukan usulan A New World Economic Order dan A New International Information and Communication Order. politik internasional. teknologi komunikasi. Inilah kemudian yang mendasari Declaration of Human Right pasal 19 yang berbunyi’ “Hak kebebasan memegang keyakinan dan ide melalui media tidak mengenal perbatasan”.5 milyar manusia. Yugoslavia dan USSR). ketimpangan sistem informasi internasional: 2/3 didominasi oleh negara-negara maju. Kemudian dipraktekkan di negaranegara Amerika Latin dan berdasarkan resolusi no. Ini dicetuskan oleh manajer eksekutif Associated Press Kent Cooper meniru Reuter Inggris yang menggunakan teknologi kabel laut yang mendapat dukungan Federal Communication Commission. di sini bermukim sekitar 1. Di sisi lain negara-negara berkembang dan miskin pun tidak tinggal diam mengatasi ketimpangan yang makin menganga dengan negara-negara maju. Kondisi ini diperparah dengan merajalelanya paham neoliberalisme yang berlindung di balik konsep globalisasi dengan pemain utamanya MNC’S.4% GNP dunia. information order. 1 tidak setuju (Polandia).Osama ibn Laden dengan Al-Qaeda-nya sebagai terdakwa utama.6% sisanya bagi negaranegara berkembang dan miskin yang hanya berkisar 4. Pertama. hegemoni dan dominasi budaya.5% GNP dunia. Belarusia. Sementara UNESCO melalui International Comission for The Study of Communication Problem mencatat dua hal. Ini mencakup beberapa faktor sebagai berikut: hukum internasional. Diantaranya ide membentuk Tatanan Informasi Internasional Baru (The New World Information Order) dari pihak Barat pun terkesan bermakna ideologis (baca: pamrih). Kedua. informasi seputar negara-negara berkembang dan miskin pun didominasi oleh berita negatif. Selanjutnya pada bulan Februari 1945 di Mexico City gagasan ini diterima oleh InterAmerican Conference on Problem of War and Peace. Masalahnya. Ukraina.

concealed propaganda: sumber dan tujuannya tidak jelas biasanya berbentuk rumor atau gosip. global society to borderless world. VII. counter propaganda: menangkis. political propaganda. tapi tidak berani mengutarakannya. Bentuk: revealed propaganda: sumber dan tujuannya jelas. Misalnya. Proyeksi: pendapat penguasa yang dimanipulasi seolah-olah pendapat rakyat. Misalnya. Misalnya. Goebbels (menteri propaganda NAZI) dalam PD II dengan tujuan menguasai massa. Misalnya. Secara individual bisa saja ada diantara mereka memiliki pendapat lain. Tidak akan mungkin dalam situasi seperti itu muncul pendapat berbeda yang berlawanan arus. 2. Bidang: commercial propaganda. Efek band wagon: opini simultan atau ikut arus. Rasionalisasi: pembenaran dengan alasan semu (pseudologis). offensive propaganda: menyerang. iklan kenaikan harga BBM dengan tokoh Bajaj Bajuri sebagai representasi kaum marjinal yang menyetujui kenaikan harga BBM. b. Teknik propaganda: . delayed propaganda: sumber dan tujuannya tertutup tetapi terbuka bila kondisinya memungkinkan. Opini Publik dan Propaganda dalam Komunikasi Internasional A. Proses opini publik Mengutip Milton a Maxwell dalam Introductory of Sociology: “Public is the collectivity of people who are at the time interested in what is going to happen on social issues”. consolidation propaganda: mempersatukan. B. Sifat: white propaganda. senso/mental propaganda. Identifikasi: penyesuaian opini individu terhadap opini kelompok atau opini umum. ratio propaganda. Misi dan operasionalisasi: defensive propaganda: bertahan. teriakan-teriakan para demonstran yang senada menyetujui apa yang disuarakan oleh tokohnya. Sebab kuatir dianggap out group oleh peer group-nya. c. war propaganda. para personel F4 asal Taiwan dalam sinetron Mandarin Meteor Garden yang diidolakan oleh banyak remaja putri Indonesia. black propaganda. e. Sementara proses terjadinya opini publik dalam 4 (empat) bentuk sebagai berikut: 1. Sementara William Albig dalam Modern Public Opinion mengatakan: “Public opinion is any expression on a controversial topic or the expression of all those members of a group who are giving attention in any way to a given issue”. Klasifikasi propaganda: a.incorporated into a single world society. Strategi propaganda Dalam Public Opinion and Propaganda. religious propaganda. divisive propaganda: memecah-belah. 3. Leonard W Doob mengatakan: “Propaganda can be called the attempt to affect the personalities and control the behaviour of individual towards ends considered unscientific or doubtful value in a society at particular time”. 1. Tujuan: conversionary propaganda: mengubah kesetiaan. Sementara dalam konteks modern digunakan oleh Dr. Dalam konteks historis digunakan oleh Paus Gregorius XV dalam Congregatio de Propaganda Fide (The Congregation of Propaganda) tahun 1633 dalam rangka misi Kristenisasi. korupsi atasan dengan dalih demi kesejahteraan bawahan. Kata “propaganda” berasal dari propagare (Latin) yang berarti cara tukang kebun menyemaikan tunas suatu tanaman ke lahan untuk mereproduksi tanaman baru yang kelak tumbuh sendiri. 2. 4. d. cultural propaganda.

Herbert I. 1996. 1976. Assertion: penonjolan sisi dan menutupi sisi lainnya. b. “Zionisme. Martin. Stereotype: pemberian julukan karikatural terhadap pihak lain. Nevada: ICC Macmillan Inc. 1) “Sengketa dari Perspektif Diplomasi Internasional” 2) “Regulasi Dunia Maya dan Komunikasi Interaktif: Studi Kasus dari E-Mail ke Penjara” 3) “Buruh Migran dan Peranan Media Massa” . Comparative Media System. Teori-Teori Komunikasi (terj. Merrill. Modernisme Hingga Post Modernisme. Name calling: pencercaan dengan konotasi emosional. McDaniel. Edwin R.). Media Massa Barat dan Citra Islam” dalam Pergolakan Politik Islam: Dari Fundamentalisme. Bandung: Remadja Karya.a. New York: Pantheon Books. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina. Aneka Suara Satu Dunia (terj. Down right lying: berbohong tujuan menghalalkan cara. c. New York: International Arts and Sciences Press. Edward W. 2009. Schiller. et. 1983. F. Intercultural Communication A Reader. Jakarta: PN. Rachmadi. Favourable argument: alasan yang menyenangkan. Bibliografi Azra. Appeal to authority or testimonials: pengutipan pernyataan pihak yang berwenang. John and Anju Grover Chaudary. Selection: pemilihan fakta yang sesuai dengan tujuan. Bride. e. New York: Hasting House Publisher. 1990. Fisher. Perbandingan Sistem Pers: Analisis Deskriptif Sistem Pers di Berbagai Negara. 1981. International and Intercultural Communication. L. 1980. Delaying strategy: startegi penundaan dengan sengaja. g. Gramedia. h.). Jakarta: PT. B.al. !. Repetition: pengulangan slogan yang menyudutkan pihak lain. f. 1976. Communication and Cultural Domination. Aubrey. New York: Longman Inc. d. Covering Islam: How The Media and The Experts Determine How We See The Rest of The World. Sean Mac. Said. i. Azyumardi. Balai Pustaka. 1986. Heinz Dietrich and John C. Fischer.

. Sekian! Jakarta.com/2009/10/25/komunikasi-internasional/ Pendekatan Teoritis dan Pokok-pokok Pengertian Komunikasi Politik Email Written by y4nc3 on Dec-28-09 1:40am2009-12-27T10:40:26 From: teorikomunikasi. spasi ganda. April 2009 Penulis. S. Teguh Kresno Utomo. Serta diakhir tubuh tulisan sertakan no. karena materi bahasan terarah kepada topik tertentu yaitu politik dan aspek-aspek yang tercakup di dalamnya.info (Bauer Griffin) Kajian komunikasi politik bersifat spesifik.IP http://fisip8. arial dalam bentuk cakram (CD RW) dengan nama file: nama Anda dikumpulkan minggu depan (Kamis.11 Juni 2009).Catatan: kurang lebih 15 halaman kuarto.wordpress.vivinblog. telepon seluler yang bias dihubungi.

Sumber komunikasi dapat berupa ideologi. Pada prinsipnya teori kepemimpinan meliputi empat macam teori. paham. masyarakat yang mendukung terhadap aktivitas kepemimpinannya. dan massa untuk menemukan simbol dalam orang pilihan. Constellation of traits theory. Dalam kenyataan terdapat empat macam sistem komunikasi politik. Elit politik berada dalam struktur kekuasaan dan elit masyarakat. sistem komunis dan konsep tanggung jawab sosial. Unsur-unsur komunikasi yang sangat menentukan berhasil tidaknya proses komunikasi yaitu unsur komunikator karena komunikator dapat mewarnai atau mengubah arah tujuan komunikasi. sekaligus mengendalikan sumber-sumber komunikasi. Objek Kajian Komunikasi Politik: Perilaku Penguasa. membentuk sikap dan perilaku khalayak. karena orang pilihlah yang mampu membimbing massa.Secara filosofis kajian komunikasi politik adalah hakikat kehidupan manusia untuk mempertahankan hidup dalam lingkup berbangsa dan bernegara. pola keyakinan. yaitu: Unitary traits theory. kaum intelek revolusioner dan pemimpin-pemimpin nasional. Tujuan ini dapat dicapai apabila terwujud sifat-sifat integratif dari semua unsur penghuni negara. Atau dapat pula berasal dari kitab suci para pemeluk agama. Situasional theory dan Interaction theory. Pada dasarnya keempat sistem tersebut dapat dikualifikasikan ke dalam dua polar. sistem liberal. Elit terdapat lima macam tipe. yaitu: sistem otoriter. tetapi juga sebagai cerminan gaya hidup yang berdasar nilai-nilai tertentu. Setiap negara akan selalu berorientasi kepada fungsi primer negara yaitu tujuan negara. maupun yang berkembang dalam masyarakat. Sebagai elit berkuasa ia mampu mengendalikan dan menjalankan kontrol politik. yaitu: elit kelas menengah. masyarakat umum. Dalam kenyataan empiris pengaturan hak-hak berkomunikasi tidak dapat digeneralisasikan ke dalam satu pola sistem. Pola Keyakinan dan Pendapat Umum (Public Opinion) Sikap perilaku penguasa (elit berkuasa) memberi dampak cukup berarti terhadap lalu lintas transformasi pesan-pesan komunikasi baik yang berada dalam struktur formal. yaitu: polar totaliter dan polar demokrasi. elit kolonial. elit dinasti. Setiap pemimpin dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi. Kebesaran suatu bangsa bergantung kepada kemampuan rakyat. . dapat pula berupa seperangkat norma-norma dan dokumen-dokumen yang tersimpan rapi. Paham Marxisme yang dikenal ideologi komunis bukan hanya sebagai sistem politik.

kelompok profesi. yaitu mengembangkan dan meningkatkan pertukaran ide. Feedback berkadar tinggi . Infrastruktur Komunikasi: Komunikator Politik. terutama bagi negara-negara yang terdiri dari berbagai pola keyakinan. Komunikator infrastruktur yaitu para politisi. Dalam proses komunikasi feedback merupakan indikator berlanjut tidaknya proses tersebut. Dalam masyarakat pluralis lebih mengembangkan nilai-nilai demokrasi. Pendapat umum merupakan unsur kekuatan politik yang memiliki dasar moral dan selalu cenderung kepada kebenaran dan menghargai nilai-nilai normatif. pendapat dan pemikiran-pemikiran positif. Jalinan fungsional antara lembaga eksekutif dengan lembaga legislatif memberi dampak tajam terhadap produk-produk komunikasi politik. Pemuka Pemuka Pendapat (Opinion Leader) dan Feedback Kelompok-kelompok infrastruktur merupakan komunikator-komunikator politik yang berupaya mengembangkan pengaruhnya. Selain feedback dapat dijadikan tolok ukur tentang sistem politik apa yang melandasi berlangsungnya proses komunikasi. SUBSISTEM INFRASTRUKTUR DAN ALAT KOMUNIKASI POLITIK Subsistem Suprastruktur Komunikasi Dalam setiap sistem politik selalu terdiri dari dua suasana yaitu suprastruktur politik dan infrastruktur politik yang saling berpengaruh.Homophulus yang bersumber pemikiran seseorang tidak mencerminkan sifat-sifat integratif. Kebijaksanaan mengelola media massa pada pokoknya dapat dikualifikasikan ke dalam dua polar yaitu: pengelolaan yang berada dalam polar totaliter dan dalam polar demokrasi. Ada tiga macam feedback yaitu: 1. para aktivis dan termasuk para pemuka pendapat (opinion leader). KOMUNIKASI POLITIK DALAM TOTALITAS SISTEM : SUBSISTEM SUPRASTRUKTUR KOMUNIKASI. Aktivitas komunikator berada dalam ketentuan normatif yang mengarah kepada upaya tercapainya tujuan negara. Para pemegang fungsi kekuasaan dikualifikasikan sebagai komunikator politik utama.

Pranata-pranata infrastruktur berfungsi sebagai penyebar luas pesan-pesan komunikasi menurut lingkup garapan. Komunikasi kontak langsung dan komunikasi melalui media massa. KOMUNIKASI POLITIK DAN KARAKTERISTIKNYA: PERILAKU POLITIK.Feedback berkadar biasa. tingkah laku yang melekat pada dirinya.Feedback berkadar rendah. . karena dapat dipastikan bahwa komunikasi merupakan aktivitas manusia. Sebelum perundingan resmi berlangsung biasa dilakukan lobbying oleh para lobbyist atau spokes person sebagai pelicin jalan. Demikian pula forum-forum yang ada dalam infrastruktur berfungsi sebagai pelipat ganda pesan-pesan komunikasi. Budaya Politik dan Orientasi Berpikir Politik Kegiatan komunis erat kaitannya dengan tingkah laku manusia. pengendalian diri serta keterampilan dan dinamika yang cukup efektif. Alat Komunikasi Politik: Media Komunikasi. editorial. Perilaku politik memperlihatkan keteraturan dan memberikan gambaran dinamis tentang dinamika hidup bernegara. 3. yaitu bagi pemerintah sebagai alat mentransformasikan kebijaksanaan politik. Komunikasi Kontak Langsung. dan bagi masyarakat sebagai sarana sosial kontrol. JaringanJaringan Infrastruktur Media massa merupakan alat komunikasi politik berdimensi dua. PERILAKU KEBERSAMAAN (COLLECTIVE BEHAVIOR) DAN DEMOKRASI SEBAGAI SUATU SIKAP Perilaku Politik : Sikap Politik. Perilaku politik merupakan cerminan dari budaya politik. dan advertising.2. di dalam mengubah sikap memerlukan waktu relatif lama. Pada media massa pers kegiatan politik dapat menggunakan 3 macam rubrik yaitu: news item. Empat komponen untuk mengubah perilaku (behavior) yaitu kecukupan informasi. Sikap bersifat selektif dan rasional. Dalam peristiwa politik perhatian terhadap media massa akan meningkat. kemampuan daya nalar. masing-masing memiliki kelebihan. dengan sikap.

booms. fads.Pandangan terhadap ideologi tidak selamanya sama. dan wakil-wakil rakyat. Dalam situasi politik negara yang tidak menentu maka dalam masyarakat akan muncul kegiatan-kegiatan seperti gosip. rumor. Demokrasi Sebagai Suatu Sikap Atau Sebagai suatu Sistem Keyakinan Demokrasi adalah proses diskusi untuk mengembangkan pertukaran pendapat. Massa merupakan unsur masyarakat yang memberi saham dalam pemilihan penguasa. Perilaku Kebersamaan (Collective Behavior) : Komunikasi Politik. yaitu: milling. collective excitement dan social contagion. Bentuk yang paling intensif yaitu social contagion. Demokrasi sebagai suatu pilihan yang paling disenangi di dalam terapan suatu sistem. Gejala perilaku kebersamaan memberi warna dominan terhadap situasi politik. Transaksi-transaksi komunikasi berkembang dalam frekuensi tinggi. karena setiap individu manusia mempunyai hak yang sama dalam berkomunikasi. Beberapa elemen perilaku kebersamaan. Dampak Situasi Politik Peristiwa politik pada hakikatnya merupakan produk berpikir dan produk perilaku individu-individu baik sebagai pemegang kekuasaan maupun sebagai masyarakat. Atau dapat dikualifikasikan ke dalam sistem totaliter komunis dan sistem demokrasi. . Beberapa faktor yang mempengaruhi orientasi berpikir seseorang. Massa menurut sifatnya terdapat dua macam yaitu di dalamnya yang terdiri orang baik dan di dalamnya terdiri orang jahat. di antaranya berpendapat bahwa ideologi merupakan produk perjuangan yang dilandasi nilai pikir bersifat emosional. yaitu: Lingkungan keluarga. circular reaction. lingkungan pendidikan. pandangan. Massa setia dan jinak kepada komunikatornya. Pada negara-negara penganut sistem demokrasi maka hak-hak asasi manusia mendapat tempat terhormat. tingkah laku sosial dan tingkah laku kebersamaan. rush dan crazes. Pembentukan pola orientasi berpikir dikualifikasikan ke dalam pola protektif dan pola pluralistik. karena dapat dimanfaatkan untuk maksud-maksud tertentu. ide. lingkungan pergaulan dan sistem kekuasaan. Tingkah laku manusia dikualifikasi ke dalam tiga bentuk yaitu: tingkah laku nonsosial.

karena dengan adanya partisipasi warga negara menandakan bahwa warga negara mendukung terhadap segala kebijaksanaan pemerintah. Dampak Partisipasi Politik Berbagai bentuk partisipasi dapat dilakukan oleh warga negara. Partisipasi dapat dilihat dari dua dimensi yaitu dari pemerintah sebagai pengakuan dan penghargaan terhadap warga negara untuk berperan serta dan dari dimensi warga negara yaitu suatu kepuasan bahwa ia dapat mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan negara. Pengertian. partisipasi politik. karena eksekutif dibebani fungsi sebagai fungsi layanan dan fungsi membangun. Partisipasi memberi dampak positif terhadap tatanan kehidupan bernegara. Kesertaan Media Massa Dalam Partisipasi Politik Dalam komunikasi politik media massa berfungsi sebagai sumber informasi politik. Media massa dapat berfungsi sebagai sarana demokrasi apabila filsafat politik suatu negara menginginkannya. Sifat saling mengisi antara media dan non-media memberi tanda bahwa kedua unsur tersebut memiliki nilai-nilai lebih. Kelebihan yang ada pada media massa yaitu nilai akurasi dan aktualitas. . Komunikasi yang berada dalam lingkup eksekutif lebih tinggi tingkat frekuensi di dalam mengelola dan mengoperasikan sumber-sumber komunikasi. KESERTAAN INFRASTRUKTUR KOMUNIKASI DENGAN BERBAGAI ASPEKNYA Aspek-aspek Partisipasi Politik. Aktualisasi dan popularitas diberi makna peningkatan dari ikatan rohaniah dan sikap rohaniah untuk menarik publik. Di dalam mewujudkan kualitas informasi yang mengarah kepada masyarakat informasi sangat bergantung kepada kualitas masyarakat itu sendiri. dari sisi pemberitaannya. Hakikat. Partisipasi harus diberi makna turut campurnya rakyat di dalam menentukan arah negara dan kebijaksanaan pemerintahan melalui lembaga perwakilan. Tayangan atau sajian informasi pada media massa harus mampu membangun imajinasi masyarakat yang memicu kepada peningkatan kualitas partisipasi politik masyarakat. Partisipasi yang baik adalah partisipasi yang tumbuh dari pribadi tanpa ada paksaan luar (pure participation).PARTISIPASI POLITIK PRODUK KOMUNIKASI : ASPEK-ASPEK PARTISIPASI MEDIA MASSA. integrasi mengembangkan budaya politik. Karena itu partisipasi merupakan tingkat kesadaran optimal warga negara di dalam melihat kemajuan negaranya pada saat sekarang dan masa yang akan datang.

. Sosialisasi politik merupakan pula unsur dinamis berfungsi untuk mempersiapkan unsur dinamis yang ada pada diri manusia untuk menerima sistem nilai yang sedang berlangsung dan sekaligus melestarikannya. model teknokrasi. KONFIGURASI POLITIK Sosialisasi Politik. damn Tujuan Komunikasi politik sebagai unsur dinamis berfungsi membentuk sikap dan perilaku yang terintegrasi ke dalam sistem politik.Di Indonesia timbul istilah baru yaitu duet integral dan harmonis antara pemerintah dan masyarakat dengan media massa sebagai jembatannya. tapi tumbuh atas kesadaran sendiri. Hakikat. model borjuis dan model liberal. Tinjauan komunikasi politik bahwa partai politik merupakan kelompok individu yang memiliki simbol-simbol pribadi yang sama yang berorientasi kepada tujuan kelompok partainya. SOSIALISASI POLITIK. model populasi. PENDIDIKAN POLITIK. maka akan muncul model-model partisipasi yaitu: model autokrasi. Pada negara-negara berkembang di dalam pengelolaan media massa hampir senafas dengan sistem totaliter yang mana monopoli berada pada elit penguasa. Dalam negara penganut sistem liberal ruang gerak media massa berada dalam kondisi bebas dan dijadikan ajang rebutan para penyandang modal sebagai sektor bisnis yang menguntungkan. mengembangkan partisipasi politik. menjembatani antara pemerintah dan rakyat. Istilah ini dinyatakan sebagai interaksi positif antara ketiga unsur tersebut. BERBAGAI KEGIATAN KOMUNIKASI UNRUK MELESTARIKAN SISTEM POLITIK. Sikap perilaku itu diarahkan kepada upaya mempertahankan dan melestarikan sistem nilai. Kesertaan Infrastruktur Komunikasi Kesertaan infrastruktur komunikasi menunjukkan bahwa partisipasi tidak dipola dari atas. Partisipasi politik yang sangat memberi warna khusus adalah partisipasi partai politik. Partisipasi politik apabila dikaitkan dengan variabel pembangunan. Kesertaan masyarakat dalam proses kehidupan politik sangat bermanfaat bagi masyarakat bersangkutan yang memberi makna terhadap kehidupan demokrasi. merekrut anggota untuk memperbesar pengikut. Pengertian. Fungsi partai adalah memilih kepemimpinan nasional.

. Wawasan kebangsaan muncul melalui proses diskusi proses adu argumentasi secara sadar. Stabilitas Politik Terwujudnya wawasan kebangsaan biasanya berakar pada akar budaya. dan membentuk sikap dan perilaku berdasar nilai-nilai yang telah dianggap benar dan memberi manfaat bagi kehidupan umat manusia. Interpretasi Simbol-simbol Kekuasaan. dimensi psikologis. Integritas Kepentingan. Pendidikan Politik : Transformasi Nilai-nilai. Sosialisasi ini terdapat dua tipe yaitu tipe terikat dan tipe bebas. Keragaman simbol-simbol politik akan menyulitkan usaha integratif. Pada masyarakat pluralis untuk mewujudkan wawasan kebangsaan membutuhkan upaya menginterpretasikan dari simbol-simbol pluralis ke simbol-simbol pola keyakinan yang diakui bersama. Pemahaman terhadap bekerjanya fungsi-fungsi kekuasaan dan perilaku penguasa merupakan tolok ukur untuk melakukan upaya pelestarian sistem politik.Sosialisasi politik dilakukan secara bertahap yaitu dimulai dari sejak kecil sampai individu-individu menginjak dewasa. Sifat-sifat integratif mendorong individu untuk berperan aktif dalam memajukan negaranya. mengubah. ideologis dan dimensi normatif. Sosialisasi politik dapat dilihat dari beberapa dimensi di antaranya. Pewarisan nilai-nilai hanyalah dapat dialihkan melalui pendidikan dalam arti luas. sifat toleransi dan loyalitas optimal menempatkan negara sebagai pemberi naungan terhadap seluruh kelompok ideologi. kebenaran dan keadilan sebagai proses encoding dan decoding dalam upaya pelestarian sistem nilai. baik secara formal maupun nonformal. Pendidikan politik merupakan proses penguasaan simbol-simbol yang diinterpretasikan ke dalam simbol-simbol pribadi. Menginterpretasikan simbol-simbol Kebenaran dan Keadilan Pendidikan sebagai suatu aktivitas mempengaruhi. Konfigurasi politik dalam bentuk sederhana akan sangat membantu di dalam upaya mengintegrasikan seluruh unsur negara. Transformasi nilai-nilai dan sikap perilaku politik hanyalah akan berlangsung apabila tidak ingkar dari norma-norma yang berlaku. Konfigurasi Politik : Menyamakan Wawasan. Interpretasi simbol-simbol kekuasaan.

tidak menghargai hak-hak asasi manusia. kelompok. Propaganda komunis sesuai karakter ideologinya yaitu tidak memperhatikan etika moral. BERBAGAI BENTUK KLEGIATAN KOMUNIKASI POLITIK : PUBLIC ITY. public relations. Kemampuan Beretorika Propaganda politik sangat bergantung kepada sistem politik tempat propaganda itu dilakukan. yaitu propaganda.Ukuran pembangunan politik akan terdiri dari penciptaan serangkaian lembaga-lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga lainnya. Propaganda pada negara-negara totaliter sangat berbeda dengan propaganda pada negaranegara demokrasi. publicity. terutama pada waktu kampanye pemilihan kandidat presiden atau pemilihan wakil-wakil rakyat. Syarat-syarat Penyajian. retorika. editorial dan advertensi politik. Propaganda negara-negara liberal selalu berdasar nilai-nilai asasi. Di dalam kegiatan kampanye dibantu pula oleh kegiatan melalui pers yaitu dengan menggunakan news item. senjata dan ekonomi. jurnalistik. Dalam kegiatan komunikasi internasional maka bentuk kegiatan public relations merupakan bentuk yang paling disenangi. RETORIKA. Situasi ketenteraman dan perdamaian selalu melatarbelakangi kegiatan propaganda negara-negara demokrasi. Propaganda sebagai penggunaan simbol-simbol untuk memanipulasi perasaan orang agar berbuat sesuatu sesuai kehendak yang berpropaganda. . dan Berbagai Bentuk Publicity Dalam kegiatan komunikasi politik dapat menggunakan berbagai bentuk spesialisasi komunikasi seperti propaganda. karena public relations menempatkan komunikan (individu. bangsa) pada posisi yang sama. Propaganda Dalam Sistem Politik. Dalam wacana politik dasawarsa belakangan ini isu ideologi bergeser ke isu hak-hak asasi manusia. PROPAGANDA. Propaganda Politik. Yang paling sering digunakan di antara bentuk kegiatan tersebut yaitu propaganda politik. Empat instrumen kebijaksanaan baik dalam masa perang atau waktu damai. Kampanye Politik. Hal ini sesuai ketentuan yang tertuang dalam Piagam PBB. PUBLIK RELATIONS Publicity Dengan Berbagai Aspeknya: Pengertian dan Peristilahan. diplomasi.

menumbuhkan dukungan khalayak (public support). bangsa/negara) pada tangga utama sebagai subjek dan bukan hanya sebagai objek. Dalam kegiatan komunikasi internasional. Mengembangkan Sistem Umpan Balik. Pada setiap negara pada dasarnya terdapat unsur konflik yang disebut laten konflik. maka public relations merupakan bentuk kegiatan yang sangat disenangi. Public relations merupakan kegiatan yang paling demokratis. perbedaan kebudayaan atau pola keyakinan dan perbedaan di dalam cara mencapai tujuan. kelompok. Public Relations Dalam Infrastruktur Public relations sebagai bentuk kegiatan yang sering digunakan baik dalam kegiatan secara struktural maupun secara fungsional. Konflik dapat diredam apabila semua kepentingan masyarakat terakomodasi dalam kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah. pada waktu menyebarkan ide-ide baru atau segala objek yang bersifat baru. Konflik disebabkan oleh faktor perbedaan perorangan. Lebih jauh bahwa konflik dapat berakibat penggantian sistem nilai apabila konflik sudah mengarah kepada revolusi. karena selain komunikasi bersifat dua arah juga dalam hal orientasinya lebih memperhatikan kondisi komunikan. Moral Internasional dan Aspek-aspek yang melatarbelakangi perwujudannya Politik internasional yaitu suatu perjuangan untuk mendapatkan power (lebih dari kekuasaan). dan menumbuhkan kepuasan publik (public confidence).Kegiatan propaganda politik lebih tinggi tingkat intensitas penggunaannya yaitu pada waktu kampanye pemilihan kandidat presiden. khususnya dalam transaksi komunikasi. Mengembangkan Sistem Demokrasi. karena tidak tampak kecenderungan sikap saling mendominasi. pemilihan wakil-wakil rakyat. Empat sasaran utama public relations. yaitu: menumbuhkan pengertian khalayak (public understanding). Kegiatan public relations menempatkan komunikan (individu. Bentuk Spesialisasi Public Relations : Karakter. KONDISI KONFLIK. MORAL INTERNASIONAL DAN PENDAPAT UMUM DUNIA Kondisi Konflik dengan Faktor-faktor Penyebab Timbulnya konflik pada dasarnya bersumber dari simbol-simbol kepentingan masyarakat yang tidak diinterpretasikan ke dalam struktur simbol-simbol kekuasaan. Konflik yang terjadi dapat berakibat hancurnya nilai-nilai lama atau timbulnya perbaikanperbaikan terhadap nilai lama. menumbuhkan kerja sama khalayak (public cooperation). .

KOMUNIKASI POLITIK INDONESIA Keterkaitan Antar Sistem Komunikasi : Pergeseran Orientasi Berpikir. Untuk membatasi keserakahan manusia atau bangsa maka dibutuhkan tumbuhnya moral nasional. Terjadinya pertukaran simbol dalam dengan simbol luar. Moral nasional sebagai dasar tumbuhnya moral internasional. Pertumbuhan pendapat umum lebih tinggi tingkat intensitasnya disebabkan oleh peristiwa-peristiwa politik. identification. karena pendapat umum sebagai gejala projection. yaitu yang mengarahkan sikap perilaku suatu negara nasional di dalam mengadakan aktivitas dengan negara nasional lainnya. BERBAGAI INSTRUMEN JALINAN KOMUNIKASI ANTARNEGARA. Terwujud tidaknya moral internasional akan sangat bergantung kepada sikap perilaku negara-negara nasional. rationalization dan bandwagon. Pendapat umum biasanya muncul apabila terdapat kebijaksanaan penguasa yang bersifat asing dan tidak diduga sebelumnya. Adaptasi Terhadap Nilai-nilai Luar. Berbeda dengan negara-negara komunis pendapat umum tidak dapat berkembang karena dianggap merusak keutuhan ideologi. Ada beberapa Sarjana yang menyangsikan terhadap kompetensi pendapat umum. Pendapat Umum Nasional dan Internasional Pendapat umum selalu cenderung kepada nilai-nilai kebenaran dan keadilan. karena pendapat umum merupakan bagian dari hak-hak asasi manusia. Kehancuran peradaban umat manusia sebagai akibat moral nasional suatu bangsa yang mengidap power maniac dan tidak berfungsi moral internasional. KETERKAITAN ANTARVARIABEL KEPENTINGAN : KETERKAITAN ANTAR SISTEM. Lahirnya Nazi Jerman pada hakikatnya adalah kodrat manusia Hitler yang ingin menguasai dunia. Pada negara-negara demokrasi pendapat umum berkembang dalam ruang gerak bebas. Keterkaitan Kepentingan Setiap sistem tidak dapat menghindari pengaruh sistem politik suatu negara dan tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh sistem negara lain. Moral internasional adalah hakikat kehidupan umat manusia dengan segala peradabannya.Kecenderungan untuk berkuasa pada dasarnya merupakan kodrat manusia. menuntut setiap individu untuk dapat menginterpretasikan simbol-simbol pribadi ke dalam simbol nasional dan ke dalam simbol luar. .

traktat. sehingga terjadinya jalinan komunikasi antar sistem.Derasnya arus komunikasi yang memasuki struktur komunikasi dalam negara menggeser orientasi berpikir tradisional ke orientasi berpikir modernisasi. kerja sama bilateral. Komunikasi Politik di Indonesia Komunikasi politik di Indonesia menampakkan karakter khas Indonesia. Keterkaitan antar sistem dapat juga disebabkan oleh persamaan kepentingan. Terutama di dalam memberi kebebasan terhadap masyarakat untuk berperan serta mengelola bidang media massa. yaitu: ideologi. sengketa perbatasan dan lain-lain. DAMPAK KESENJANGAN KOMUNIKASI : RAGAM SISTEM KOMUNIKASI DAN DAMPAK KESENJANGAN KOMUNIKASI Ragam Sistem Komunikasi dengan Karakteristiknya Sistem politik yang bagaimanapun sifat dan bentuknya akan menampakkan pola tetap. dalam wujud asosiasi. Kegiatan komunikasi internasional lebih banyak dipengaruhi oleh kebijaksanaan pemerintah untuk memenuhi kepentingan negara. Instrumen-instrumen jalinan komunikasi dapat berupa hubungan diplomasi. perbedaan pola keyakinan. Pergeseran berpikir dapat pula dipengaruhi oleh terobosan budaya luar atau karena pertukaran budaya melalui komunikasi yang disebut cross cultural communication dan intercultural communication. Dalam komunikasi internasional masing-masing negara telah menginterpretasikan kepentingan nasional berdasarkan kepentingan lokal ke kepentingan antar negara-negara nasional atau sebaliknya. Selain kemulusan hubungan terdapat juga gangguan komunikasi. Demikian pula perkembangan infrastruktur komunikasi menunjukkan intensitas cukup tinggi. Berbagai Intrumen Jalinan Komunikasi antar Negara-negara Nasional Jalinan komunikasi antar negara-negara nasional biasanya menggunakan istilah komunikasi internasional. Komunikasi politik Indonesia memikul tanggung jawab moral di dalam turut melestarikan sistem nilai yang berlaku saat sekarang agar dapat dialihgenerasikan secara berkesinambungan ke generasi-generasi selanjutnya. hal ini dapat diperhatikan dari munculnya berbagai forum komunikasi yang berada pada infrastruktur. kunjungan kenegaraan dan misi kebudayaan. .

Pemikiran-pemikiran yang melegitimasi kekuasaan absolut tidak dapat bertahan.Dalam kajian ilmu komunikasi dijumpai empat macam sistem komunikasi. Dua komponen dasar yang mendorong timbulnya perombakan total (revolusi). terutama setelah lahir beberapa pemikiran tentang pemisahan kekuasaan. karena setiap kebijaksanaan tidak mampu mengakomodasikan kepentingan-kepentingan elit infrastruktur. Warna yang paling dominan terhadap sistem komunikasi yaitu perilaku para penguasa sebagai pengelola sumber-sumber komunikasi. Dampak Kesenjangan Komunikasi Kondisi disintegratif dan tuntutan penggantian sistem nilai (reformasi) sebagai akibat sikap perilaku elit berkuasa yang berorientasi kepada kepentingan pribadi dan sifat perlakuan diskriminatif. bahwa negara mengadakan pengawasan terhadap kekuasaan eksekutif yang dilakukan oleh suatu lembaga yang menyalurkan aspirasi rakyat yaitu lembaga legislatif. sistem tanggung jawab sosial dan sistem komunis. Pemecahan untuk mewujudkan masyarakat yang stabil ditawarkan suatu konsep pemikiran tentang liberalisme. tuntutan emansipasi untuk perbaikan hidup. . yaitu sistem otoriter. karena tidak ada satu negara pun yang mengaktualisasikan sistem ini. dan kedua tuntutan masyarakat tentang moral. Setiap sistem menampakkan karakter berbeda yang memberi warna dominan terhadap proses komunikasi yang berada dalam lingkup kekuasaan dan proses komunikasi yang berada dalam masyarakat. sistem liberal. Oleh sebab itu perombakan sebagai produk elit infrastruktur yang merasa tidak puas terhadap kebijaksanaan elit berkuasa. Kebebasan dalam kesertaan mengelola media massa tampak jelas dalam sistem liberal sebagai sifat yang berseberangan dengan sistem totaliter atau sistem komunis. Pemecahan secara liberal mengandung makna. Tawaran pemecahan secara liberal pada dasarnya merupakan warna tersendiri dalam demokrasi. Persaingan (competition) merupakan proses di mana orang perorangan atau kelompokkelompok manusia bersaing mencari keuntungan. Peran penguasa memperoleh hak memakai kekuasaan untuk mencapai kebaikan publik. Sistem social responsibility belum dapat dikualifikasikan sebagai suatu sistem. karena demokrasi liberal mempunyai tanda-tanda spesifik. yaitu: pertama.

Komunikasi Internasional memfokuskan perhatian pada keseluruhan proses melalui mana data dan informasi mengalir melalui batas-batas negara. Sumber buku Komunikasi Politik Karya A. sarana yang digunakan.zimbio. Subjek yang ditelaah bukanlah sekedar arus itu sendiri. konflik dan persaingan bermuara pada dampak kurangnya komunikasi atau informasi yang sampai pada infrastruktur komunikasi. 2010 by Romel tea Komunikasi Internasional (International Communication) adalah komunikasi yang dilakukan oleh komunikator yang mewakili suatu negara –untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan kepentingan negaranya—kepada komunikan yang mewakili negara lain. komunikasi internasional dapat dipandang sebagai terbagi antara: . Soemarno http://www. Penyiaran. serta motivasi yang mendasarinya.Pada akhirnya terjadinya revolusi.P. dan Public Speaking • • • • • • • • • MY PROFILE Konsultasi My Books MY SERVICES TOLAK PLTSA BUKU TAMU ONLINE CLASS NewsPage Komunikasi Internasional : Pengertian & Ruang Lingkup February 8th. efek yang ditimbulkan. Dilihat dari pelakunya. melainkan juga struktur arus yang terbentuk.com/Simple+but+Effective+Women+Abs+Workout/articles/3EU3TP9gcY/Pendekatan+Teoritis+dan+Pokok+pokok+Pengertian Romeltea Magazine Jurnalistik. aktor-aktor yang terlibat di dalamnya. Sebagai sebuah bidang kajian.

3. dan perbedaan bahasa. Tegasnya. seperti: mempromosikan pendidikan internasional. yakni kegiatan komunikasi yang melibatkan pihak non-pemerintah. Kriteria Komunikasi Internasional Ada tiga kriteria yang membedakan komunikasi internasional dengan bentuk komuniksai lainnya: 1. Fokus Studi Fokus studi komunikasi internasional pada awalnya adalah studi tentang arus informasi antar negara-negara dan dalam perkembangannya muncul studi tentang propaganda. Komunikator dan komunikannya berbeda kebangsaan. perkembangan ekonomi. globalisasi. 2. privatisasi. Pemerintah. Perbedaan latar belakang tersebut dapat berupa perbedaan ideologi. komunikasi internasional juga adalah studi tentang berbagai macam Mass Mediated Communication antara dua negara atau lebih yang berbeda latar belakang budaya. Official Transaction. Saluran media yang digunakan bersifat internasional. Dengan kriteria demikian. sebagai salah satu pelaku utama komunikasi internasional. Adanya perubahan paradigma komunikasi internasional dari Free Flow Information manjadi Free and Flow Information menyebabkan mulai berkembangnya fokus studi komunikasi internasional antara lain studi tentang imperialisme media. Unofficial Transaction atau disebut juga interaksi transnasional. Pemerintah dapat menjalankan langkah-langkah yang berefek politik langsung. era informasi. yakni kegiatan komunikasi yang dijalankan pemerintah. komunikasi internasional dapat didefinisikan pula sebagai “sebuah komunikasi yang interaksi dan ruang lingkupnya bersifat lintas negara serta berlangsung di antara orang-orang yang berbeda kebangsaan dan memiliki jangkauan penyampaian pesan melintasi batas-batas wilayah suatu negara”. unit primer yang diamati dalam komunikasi internasional adalah interaksi antara dua negara atau lebih yang sifatnya Mass Mediated Communication. Kegiatan komunikasi internasional bisa berlangsung antara people to people ataupun goverment to government. menjalankan sejumlah langkah yang berpengaruh terhadap posisi negara yang diwakilinya dalam percaturan politik internasional. Markham (1970) menyatakan. . budaya. ataupun langkah yang berdampak tidak langsung. seperti: diplomasi dan propaganda.1. pesannya bersifat global. Jenis isu. 2.

Sejalan dengan berubahnya paradigma arus komunikasi internasional mulai muncul juga Global Communication Order atau yang kita kenal dengan “tata komunikasi dan informasi dunia baru”. Bahkan terkadang terdapat satu masalah yang dibahas secara global oleh masyarakat dalam dialog global civil society. Pada kenyataanya arus informasi bebas lebih berkembang menjadi arus utara ke selatan dan barat ke timur tetapi tidak ada arus informasi yang seimbang dari timur ke barat atau dari selatan ke utara. Membantu/menunjang upaya-upaya pencapaian tujuan hubungan internasioanl dengan meningkatkan kerjasama internasional serta menghindari terjadinya konflik atau kesalahpahaman baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antar penduduk . Fenomena kontemporer mengenai komunikasi internasional yang dapat diamati saat ini. Masalah ini bukan lagi notabene masalah pemerintah atau negara saja. kini juga menjadi masalah bersama di antara banyak negara. . kesejahteraan. dan Public Speaking • • • • • • • • • MY PROFILE Konsultasi My Books MY SERVICES TOLAK PLTSA BUKU TAMU ONLINE CLASS NewsPage Komunikasi Internasional : Pengertian & Ruang Lingkup February 8th. Penyiaran. Mendinamisasikan hubungan internasioanl yang terjalin antara dua negara atau lebih serta hubungan di berbagai bidang antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda negara/kebangsaan. tetapi telah menjadi masalah masyarakat. yang tidak melulu masalah politik dan keamanan. 2010 by Romel tea 1. Banyak masalah antarnegara yang dibahas dalam bingkai komunikasi internasional. 2. Masalah-masalah lingkungan hidup. Munculnya wacana ini dipicu dari bermunculannya pemimpin-pemimpin dunia ketiga yang mulai menyadari bahwa paradigma komunikasi internasional Free Flow Information ternyata bukanlah arus informasi bebas yang seimbang. adalah bagaimana hubungan antarnegara kini semakin dinamis dengan perkembangan teknologi informasi. Romeltea Magazine Jurnalistik. semisal masalah terorisme.

pertajam atau pengubahan sikap dan cara pandang terhadap suatu gagasan atau peristiwa atau kebijakan luar negeri tertentu. serta tindakan. ataupun meningkatkan reputasi. Umumnya dilakukan melalui media massa. Dilakukan pada konferensi pers. 3. (brawijaya. Dilakukan melalui saluran media massa.edu. dan propagandistik. pertemuan politik. Propaganda merupakan instrumen terampuh untuk memberikan pengaruh. Karena arus informasi didominasi negara maju. International Communication Theory in Transition: Parameters of the New Global Public Sphere. Perspektif Diplomatik. jurnalistik.3. Komunikasi Internasional. Romli. Gordon.ac. juga “perang suci” (George N.web. atau jamuan makan malam. Perspektif Jurnalistik. masyarakat internasional saat ini hidup dengan travail détente.* .ac. perolehan atau perluasan dukungan. Copyright © ASM. 1. Lazim dilakukan secara interpersonal atau kelompok kecil (small group) lewat jalur diplomatik. memelihara hubungan bilateral atau multilateral. juga dijadikan negara maju sebagai alat kontrol terhadap kekuatan sosial yang dikendalikan kekuatan politik dalam percaturan politik internasional. memperkuat posisi tawar.id). ditujukan untuk menanamkan gagasan ke dalam benak masyarakat negara lain dan dipacu sedemikian kuat agar mempengaruhi pemikiran.Akibat komunikasi internasional dalam perspektif propaganda ini.mit. Perspektif Propaganda. [ed).id. Penguasa arus informasi menjadi gatekeeper yang mengontrol arus komunikasi. pakar komunikasi internasional). Ruang Lingkup Komunikasi internasional dapat dipelajari dari tiga perspektif: diplomatik. www. Komunikasi Internasional. Merupakan teknik untuk mendukung pelaksanaan politik luar negeri bagi masingmasing negara untuk memperjuangkan pencapaian kepentingan di negara lain. komunikasi langsung antara pejabat tinggi negara untuk bekerjasama atau menyelesaikan konflik. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ingrid Volkmer. *Referensi: Deddy Djamaluddin Malik dkk. ada penilaian komunikasi internasional dalam perspektif ini didominasi negara maju. Jalur jurnalistik ini jug sering digunakan untuk tujuan propaganda dengan tujuan mengubah kebijakan dan kepentingan suatu negara atau memperlemah posisi negara lawan.brawijaya. www. 1993.. 2. perasaan.

terdapat empat pendekatan dominan dalam disiplin komunikasi internasional: idealistic-humanistic. aktor-aktor yang terlibat di dalamnya. dan dekat dengan wilayah disiplin ilmu hubungan internasional atau ekonomi politik internasional. dan unofficial transaction (atau disebut juga interaksi transnational). komunikasi internasional dapat dipandang sebagai terbagi antara official transaction. Masingmasing pendekatan memiliki kekuatan dan kelebihannya sendiri-sendiri. transaksi formal antarpemerintah dianggap paling menentukan. Dalam perkembangannya. sehingga mata kuliah ini tak akan menggunakan hanya salah satu pendekatan tersebut. serta motivasi yang mendasarinya. Pendekatan yang digunakan bersifat makro. political proselytization. serta informasi sebagai kekuatan politik.http://romeltea. Dilihat dari pelakunya. yakni kegiatan komunikasi yang melibatkan pihak non-pemerintah. dengan aktor-aktor non-individual sebagai unit analisa. Namun semakin banyak ditunjukkan bahwa tidak saja transaksi transnasional lebih intensif dilakukan. melainkan juga struktur arus yang terbentuk. sarana yang digunakan. Subyek yang ditelaah bukanlah sekedar arus itu sendiri. namun dampaknya pun bisa lebih menentukan.com/2010/02/08/komunikasi-internasional-pengertian-ruang-lingkup/? wpmp_switcher=mobile&wpmp_tp=1 Sekilas Tentang Komunikasi Internasional Posted on 5 Februari 2008 by Pakde sofa Sekilas Tentang Komunikasi Internasional Komunikasi internasional sebagai sebuah bidang kajian memfokuskan perhatian pada keseluruhan proses melalui mana data dan informasi mengalir melalui batasbatas negara. informasi sebagai kekuatan ekonomi. Komunikasi International sebagai Fenomena . Untuk jangka waktu yang lama. yakni kegiatan komunikasi yang dijalankan pemerintah. efek yang ditimbulkan.

Sistem pers Soviet-Komunis dipandang sebagai perwujudan lain dari sistem pers otoritarian. yang baik secara langsung ataupun tidak langsung telah melibatkan seluruh negara di dunia ini. namun juga dikhawatirkan memperlebar jurang ekonomi antara negara maju dan negara berkembang.Pemerintah. bangkitnya negara-negara baru/berkembang yang bisa diindikasikan dengan lahirnya berbagai gerakan solidaritas. Ketiga. Dunia menjadi ajang bukan hanya pertarungan politik. PERBANDINGAN SISTEM PERS DAN KAITANNYA DENGAN KEBEBASAN ARUS INFORMASI ANTAR NEGARA Arus Informasi Antar Negara dan Tipologi Klasik Sistem Pers Menurut tipologi klasik. sistem pers di dunia ini dibagi dalam 4 sistem pers besar. perang dingin dan perebutan hegemoni ekonomi politik antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. dan sistempers tanggung jawab sosial. seperti: mempromosikan pendidikan internasional. sistem pers libertarian. ataupun langkah yang berdampak tidak langsung. adalah perkembangan teknologi komunikasi yang kendatipun mempercepat pengaliran arus informasi. Pemerintah dapat menjalankan langkah-langkah yang berefek politik langsung. . yaitu: sistem pers otoritarian. Pertama. sistem pers Soviet-Komunis. yang mendorong berlangsungnya komunikasi antarnegara untuk mendukung kepentingan ekonomi. sementara sistem tanggung jawab sosial merupakan respons dari sistem libertarian. menjalankan sejumlah langkah yang berpengaruh terhadap posisi negara yang diwakilinya dalam percaturan politik internasional. Terakhir. terbentuknya sistem ekonomi dunia ke arah globalisasi. Perkembangan komunikasi internasional sendiri selama sepanjang abad 20 ini dipengaruhi oleh berbagai kondisi sejarah. yang dalam wilayah komunikasi diwakili dengan lahirnya gerakan tata informasi dunia baru. Kedua. sebagai salah satu pelaku utama komunikasi internasional. seperti: diplomasi dan propaganda. melainkan juga pertarungan informasi.

Sejumlah Pemikiran Lain Tentang Tipologi Pers Selain tipologi klasik yang diperkenalkan Siebert dan kawan-kawan. Dalam pendekatan terakhir ini. dan kategori Libertarian di kelompok lain. yang mengubah kategori Soviet-Komunis menjadi kategori Social Centralist. sementara kategori Tanggung jawab Sosial diubahnya menjadi Social Libertarian. . Sebaliknya kaum libertarian justru memandang kebebasan pers sebagai syarat mencapai kebenaran dan kesejahteraan. yang meleburkan kategori sistem pers otoritarian. karena pada dasarnya masyarakat secara individual tak akan mampu mencapai kebenaran tanpa dituntut oleh para pemimpin negara. Perbedaan filsafat tersebut mengakibatkan lahirnya perbedaan dalam hal penanganan kebebasan arus informasi. kendatipun tetap percaya pada kebebasan pers. Kelompok pengamat lain mengalihkan perhatian mereka dari filsafat yang mendasari sebuah sistem sosial yang semula dipandang sebagai determinan dari sistem pers yang berlaku. pengendalian terhadap arus informasi bisa dijelaskan oleh berbagai kebutuhan akibat perkembangan suatu masyarakat. Soviet-Komunis. Sementara kaum penganut gagasan tanggung jawab sosial. dan kebenaran. ke arah kondisi sosial-ekonomi ataupun tahap pembangunan suatu masyarakat. negara. namun juga percaya bahwa kebebasan pers harus disertai dengan tanggung jawab pada masyarakat. dan Tanggung jawab Sosial dalam satu kelompok. Dalam sistem otoritarian. Kaum Soviet-Komunis memandang kebebasan pers hanya akan memperkuat dominasi kaum borjuasi di atas masyarakat awam. Masyarakat. Ralph Loewenstein memperkenalkan modul “Loewenstein Progression”. Merrill memperkenalkan model “Tiga dan Satu”. kebebasan hanya akan mengarah pada kekacauan.Landasan yang membedakan keempat sistem tersebut adalah filsafat masingmasing sistem dalam memandang: manusia. telah hadir pula berbagai tipologi sistem pers lain yang merupakan respons terhadap tipologi klasik tadi.

musik. yang ditunjukkan oleh dominasi negara-negara tersebut dalam hal industri berita. Gagasan ini menjadi semakin menguat terutama pada dekade 1970-1980. dan wilayah Dunia Ketiga lainnya. Badan ini. Pembicaraan mengenai upaya mewujudkan gagasan TKIDB tak bisa dilepaskan dari badan PBB UNESCO (United Nations Educational. pada periode tertentu secara gigih mengungkit permasalahan TKIDB sehingga terwujud sebuah gerakan politik internasional yang sangat serius. pada tahun 1950-an berlangsung pergeseran dan berlanjut sampai pada akhirnya masuk negara-negara Asia. dan Amerika Serikat. mengapa yang muncul adalah gagasan TKIDB yang menuntut restrukturisasi? Kekhawatiran terhadap dominasi negara-negara maju ini berakar dari kenyataan bahwa tata komunikasi dan informasi yang ada sebenarnya dikuasai negara-negara maju. Dalam teori-teori modernisasi. Pandangan Optimistik Mengenai Arus Informasi Internasional Demikianlah. UNESCO yang berawal dari Inggris pada November 1945 dan semula didomunasi negara-negara Barat. Scientific and Cultural Organization). Perancis. Saat itu terlihat adanya potensi perkembangan dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi. film.GAGASAN TATA KOMUNIKASI DAN INFORMASI DUNIA BARU Gagasan Tata Komunikasi dan Informasi Dunia Baru (TKIDB) Dan Gagasan Internasional Gagasan Tata Komunikasi dan Informasi Dunia Baru berasal dari berbagai keprihatinan tentang struktur komunikasi internasional lama yang dianggap terlalu didomunasi oleh negara-negara maju. dan berbagai sektor komunikasi lainnya. arus informasi dari . kita dapat melihat bagaimana arus informasi internasional dipandang sebagai sesuatu yang positif. terutama Inggris. Bila memang ada bayangan tentang sebuah era yang akan dipenuhi perkembangan teknologi tersebut. televisi. Afrika.

negara-negara maju dianggap sebagai keniscayaan bagi pembangunan negaranegara berkembang dalam rangka mempelajari nilai-nilai yang dibutuhkan dalam proses modernisasi. Diteorikan bahwa selama ini konflik-konflik di dunia terjadi karena banyaknya perbedaan pandangan antar kelompok sesuatu yang akan dapat diatasi bila terjadi komunikasi yang lebih baik. komunikasi dipandang sebagai sarana pendidikan negara berkembang untuk menjadi bergantung pada negara-negara maju. Proses Eropanisasi atau Westernisasi yang oleh kubu modernisasi dipandang sebagai hal yang diperlukan agar masyarakat negara berkembang mengadopsi nilai-nilai yang dibutuhkan untuk mengikuti jejak negara Barat mencapai kemajuannya. kelompok teori imperialisme memandang arus informasi tersebut justru sebagai penyebab keterbelakangan negara berkembang dan timbulnya berbagai konflik alam masyarakat. arus informasi internasional dianggap sebagai keniscayaan bukan hanya bagi negara berkembang namun juga bagi seluruh dunia dalam rangka mencapai pemahaman bersama. Dalam hal ini. Gagasan-gagasan Pesimistik Mengenai Dominasi Arus Informasi Internasional Di Negara-negara Berkembang Berbeda dengan kelompok teori modernisasi dan globalisasi yang cenderung memandang gencarnya arus informasi dari negara-negara maju sebagai sesuatu yang disyaratkan bagi pembangunan Dunia Ketiga dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dunia. kedua kubu pandangan ini melihat dominasi arus informasi oleh negara-negara maju bukan sebagai hal yang negatif. Dengan demikian. Dalam pandangan globalisasi. diteorikan bahwa pembangunan perangkat keras yang dilakukan di Dunia Ketiga tak akan ada artinya. Tanpa perubahan nilai. dalam . Bahkan mengingat negara maju adalah contoh negara yang berhasil dalam peradaban dunia saat ini. dominasi tersebut nampak sebagai sesuatu yang dibutuhkan bagi negara-negara berkembang.

karena periode itu merupakan masa awal revolusi komunikasi yang meskipun di satu sisi akan mempercepat arus informasi dari satu belahan dunia ke belahan dunia lain. berkembang pula keprihatinan lain yang terkait dengan visi nasionalistik. penanaman nilai-nilai yang tercapai lewat komunikasi internasional itu juga dianggap menjadikan negara berkembang terutama elitnya senantiasa menganggap benar pola habungan antar negara maju dan negara berkembang yang sebenarnya bersifat eksploitatif. badan PBB yang memang sejak tahun 1960-an memberi perhatian luas terhadap kondisi arus informasi internasional. Gagasan ini menjadi salah satu agenda terpenting dalam dunia komunikasi tahun 1970-an. Satu aktor utama yang berperan dalam upaya mewujudkan TKIDB adalah UNESCO. serta yang terkait dengan kekhawatiran bahwa negara berkembang menjadi sasaran disinformasi yang dilakukan negara maju. UNESCO memiliki kekuatan moral yang akan . Meskipun tak memiliki kekuatan legal untuk memaksakan kebijakan. Di luar teori imperialisme. KETIMPANGAN INFORMASI: IMPERIALISME KULTURAL DAN KOMUNIKASI Perkembangan Gagasan TKIDB Sebagai Gerakan Internasional Tata Komunikasi dan Informasi Dunia baru (TKIDB) adalah sebuah gagasan yang mengangankan terwujudnya sebuah struktur sistem media dan telekomunikasi internasional di mana berlangsung arus komunikasi yang berimbang antara negara maju dan negara berkembang. yang mempersoalkan perbedaan kontekstualitas budaya antara masyarakat produsen dan masyarakat konsumen.kubu imperialisme dipandang sebagai hal yang menjadikan masyarakat negara berkembang menjadi konsumen barang-barang produksi Barat yang sebenarnya tak dibutuhkan sesuai dengan perkembangan ekonomi mereka. namun di sisi yang lain dikhawatirkan akan memperkokoh dominasi negara-negara industri maju. Selain itu.

Akibatnya suasana konfrontatif antara negara industri maju.menjadikan para negara anggotanya merasa berkewajiban mematuhi keputusankeputusan bersama mereka. Ketika AS sempat menarik untuk sementara dukungan dana dari UNESCO. UNESCO dan Dunia Ketiga memang memandang solusi bagi ketidakseimbangan arus informasi internasional itu bukan hanya membangun sistem media dan telekomunikasi yang kuat di Dunia Ketiga. dengan para pendukung TKIDB di UNESCO belum sepenuhnya meruncing. Kegagalan TKIDB Yang Bermula dari AS Sejak pertengahan 1970-an. UNESCO menjadi tampak semakin berhadap-hadapan dengan kepentingan negara-negara industri maju. . Dua hal terakhir inilah yang menjadi fokus utama pertentangan antara Dunia Ketiga dengan negaranegara industri maju. pada masa itu berhasil mencitrakan diri sebagai sahabat Dunia Ketiga dalam menghadapi negara-negara Barat. Saat itu. terutama AS. Begitu pula lawan politik AS dalam Perang Dingin. Tercakup dalam gagasan TKIDB adalah perlunya pemerintah berperan besar dalam sistem komunikasi sebuah negara. apa yang disebut Gerakan Dunia Ketiga memperoleh dukungan energi yang dibutuhkan dengan berhasilnya OPEC mendikte kepentingan mereka atas negaranegara maju. terutama AS. ada kesan gagasan Tata Komunikasi dan Informasi Dunia Baru akan berhasil diwujudkan melalui UNESCO. konfrontasi justru semakin menjadi. Uni Soviet. Pada masa itu pula. karena keanggotaan badan supranas10nal itu semakin didominasi banyak negara yang belum lama merdeka dan kecewa dengan tatanan komunikasi yang berlangsung. Pada periode 1970-an. sikap pemerintah AS di bawah Presiden Jimmy Carter juga menunjukkan pengertian yang cukup mendalam terhadap apa yang dibutuhkan negara-negara berkembang. serta pula penolakan terhadap prinsip kebebasan pers yang mutlak.

sebagaimana terlihat dalam peliputan mereka terhadap sidang-sidang UNESCO maupun dalam Konferensi World Press Freedom Committee. . usulan penarikan diri AS dari UNESCO mula-mula tercetus. Adalah dalam konferensi WPFC.Di sisi lain. Keberatan pers Barat tersebut bisa dijelaskan oleh dua hal: 1. Yang lebih awal menunjukkan secara tegas penolakan terhadap gagasan TKIDB adalah komunitas pers barat. dan 2. Di sana tertera jelas dukungan terhadap arti penting arus informasi yang bebas serta perlindungan terhadap wartawan yang menjalankan profesinya. seraya mengabaikan fakta bahwa resolusi yang dikeluarkan justru mengandung dukungan terhadap prinsip kebebasan pers. UNESCO melontarkan peringatan tentang ancaman yang datang dari “keterpesonaan yang berlebihan terhadap teknologi komunikasi”. “banjir produk budaya Barat”. Ini terlihat pada Deklarasi Media 1978 maupun pada Resolusi UNESCO 1980 yang didasarkan pada laporan Komisi MacBride. Upaya perwujudan TKIDB memperoleh pukulan balik terutama setelah naiknya Ronald Reagan menjadi presiden AS pada 1980. Yang terutama mereka serang adalah gagasan tentang peran pemerintah dalam sistem media sebuah negara serta konsep pers yang bebas dan berimbang. Apalagi karena dalam resolusi-resolusinya tersebut. Dalam penentangan tersebut. bahwa gagasan tersebut mengancam kepentingan ekonomi media Barat yang berusaha menjadikan Dunia Ketiga sebagai pasar. pers Barat menggambarkan TKIDB sebagai upaya negara-negara berkembang memberangus kebebasan pers. bahwa gagasan tersebut dianggap bertentangan dengan prinsip kebebasan pers yang dijunjung tinggi pers Barat. Dengan dukungan media. serta “komersialisasi komunikasi”. UNESCO sendiri menunjukkan bahwa penentangannya terhadap tata komunikasi lama bukanlah didasarkan pada penentangan terhadap kepercayaan mengenai prinsip kebebasan pers.

(b) keterkaitan mereka dengan peran yang dijalankan negara mereka masing-masing dalam percaturan politik-ekonomi-militer interasional pada masanya. Dua hal utama yang menyurutkan posisi mereka sejak awal abad 20: a) kondasi politik internasional di Eropa. versi bahasa. dominasi tersebut dipegang oleh Tiga Besar kantor berita Eropa: Havas. Tiga kantor berita tersebut dapat dikategorikan sebagai kantor berita “dunia”. Sejak saat itu. dan corak berita yang ditawarkan bagi para klien yang semakin beragam pula. sejak awal kelahiran kantor berita pada pertengahan abad 19. Wolff. b) tantangan dari munculnya kantor-kantor berita AS. terdapat pula kantor-kantor berita “menengah” dan “nasional”. yang semakin memperkokoh dominasinya antara lain dengan memperluas keragaman jasa. Di luar mereka. dan Reuter. dimana konstelasi kantor berita dunia didominasi oleh tiga kantor berita yang kesemuanya berpusat di Barat. Tiga alasan keunggulan ketiga kantor berita tersebuat adalah: (a) Mereka adalah perintis kantor berita. Di pihak lain. KETIMPANGAN ARUS BERITA INTERNASIONAL Dominasi Kantor Berita Besar Pada masa ini berlangsung ketimpangan arus berita internasional. Sebelumnya. mundurnya AS menghilangkan kontribusi dana 25 persen dari total anggaran UNESCO. Puncaknya adalah ketika akhir 1984. (c) mereka menguasai teknologi yang dibutuhkan. gagasan TKIDB mengalami kemunduran sampai akhirnya lumpuh sama sekali. sehingga mereka tak memiliki kewajiban moral mengikuti resolusi yang dikeluarkan. AS mengundurkan diri dari UNESCO. Dominasi ini diperkirakan akan masih akan terus berlangsung meningkat pertimbangan ekonomi pengumpulan berita dan kredibilitas kantorkantor berita tersebut. Setelah Perang Dunia II. konstelasi kantor berita praktis berubah. Ketimpangan Isi Berita dan Kendala-kendala bagi Perubahan Terhadapnya .pemerintah AS sejak saat itu bersikap tegas menghambat berkembangnya gagasangagasan TKIDB. Dominasi 3 Besar adalah fenomena yang baru lahir setelah abad 20.

cenderung bersifat negatif. tidak ditempatkan dalam konteks keseluruhan. lebih efisien. Bagi kantor-kantor berita Barat. sejauh ini upaya menantang monopoli kantor berita besar ini hanya memperoleh sukses terbatas. dan mengabaikan dimensi pembangunan. Kesadaran akan sulitnya mengharapkan perubahan datang dari kantor-kantor berita Barat sendiri. Namun perubahan kecenderungan sulit diharaphan akibat sejumlah kondisi obyektif. negara-negara berkembang menqembangkan kerjasama antar mereka sendiri dengan mendirikan berbagai kantor berita “internasional menengah”. . berita adalah komoditi. Kantor-kantor berita besar tetap dianggap sebagai sumber berita yang dapat memenuhi kebutuhan media secara lbih cepat. lebih merefleksikan nilai Barat. sehingga corak berita yang mereka tawarkan akan sengat tergantung pada pertimbanganpertimbangan: siapa pasar potensial mereka. Kendatipun akarnya dapat dilacak sejak awal 1960-an. 1ebih dapat diandalkan dengan harga relatif murah. yakni mengenai isi berita yang diedarkan kantor-kantor berita Barat.Gugatan yang diajukan terhadap ketimpangan arus berita internasional tidak hanya berkaitan dengan segi kuantitas namun juga segi kualitas berita. Kantor berita dunia ketiga baru menempati posisi pelengkap bukan pengganti kesimpulan mana dapat pula diterapkan pada perkembangan salah satu kantor berita alternatif yang dikembangkan para jurnalis Barat sendiri: IPS. berapa biaya yang harus dikeluarkan dan komponen biaya apa yang dapat ditekan. baik yang bersifat regional (misalnya OANA) ataupun tidak (misalnya NANAP). Pengendalian ketat dari pemerintah negara-negara berkembang sendiri telah turut mendorong tumbuhnya kecenderungan pemberitaan semacam itu. apa yang dibutuhkan serta disukai dan tidak disukai pasar tersebut. Namun demikian. perkembangannya baru sangat terasa sejak dekade 1970-an. Pemberitaan tentang negara-neqera berkembang dianggap tidak proporsional jumlahnya. Hampir semua negara berkembang terlibat dalam salah satu kerja sama antar kantor berita nasional.

Dominasi Barat dalam arus berita ini berlangsung dalam wilayah berita-film. product. yaitu place. Perkembangan dunia periklanan ditandai oleh pelonjakan belanja iklan yang terus membengkak. Dominasi radio mulai mengendur setelah adanya televisi. seperti iklan layanan publik maupun informasi mengenai pembangunan. radio gelombang pendek. Periklanan Internasional dan Pasar Global Sektor periklanan internasional adalah satu sektor komunikasi yang mengalami perkembangan pesat terutama sejak berakhirnya Perang Dunia II. yang didominasi majalah-majalah AS. PERIKLANAN INTERNASIONAL Definisi. dominasi periklanan masih dikuasai oleh para pemain dari negara adi daya. periklanan memiliki peran penting selain menyampaikan informasi mengenai produk mereka juga berperan dalam mencipta brand loyality kepada konsumen serta ikut membangun citra perusahaan. dan majalah internasional. Fungsi. yang didominasi stasiun-stasiun radio milik berbagai pemerintah Barat. price. Karena itu dalam ilmu marketing periklanan termasuk dalam komponen marketing mix (adonan marketing). dan promotion. Ada 10 perusahaan periklanan terbesar dunia. Selain bisnis. Inc.. dan Seatchi & Seatchi. Young & Rubicam. yang didominasi dua kantor berita AS dan Inggris. Media ini mampu menjangkau khalayak sasaran lebih luas dan tak mengenal waktu. Revolusi industri ikut memicu perkembangan bidang ini dengan didirikannya biro-biro khusus periklanan. Sayangnya. iklan dipakai pula untuk kepentingan non profit. Selama 20 tahun terakhir belanja iklan dunia naik mencapai enam kali lipat atau hampir mencapai satu trilyun dolar AS. Mulanya media periklanan yang efektif adalah radio. seperti Dentsu. dan Latar Belakang Pertumbuhan Periklanan Dalam dunia bisnis. Sebagaimana di . Perkembangan dunia periklanan dimulai pada abad l9-an saat didirikannya firma-firma perantara media. Dengan kelebihannya yang mampu menghadirkan suara dan gambar media ini berhasil menyedot perhatian pemirsa di seluruh belahan dunia.

Namun berbeda dengan kebanyakan sektor komunikasi lainnya. Pertumbuhan itu menjadi semakin pesat dengan kehadiran berbagai teknologi komunikasi baru sejak akhir abad 19 sampai saat ini. Pertumbuhan periklanan internasional secara khusus menjadi pesat sesudah 1960-an.sektor-sektor komunikasi lainnya. industrialisasi. Perkembangan mutakhir dalam wilayah periklanan internasional adalah bahwa total belanja iklan global turut disumbangkan secara signifikan oleh belanja iklan di negara-negara berkembang. terutama dalam bentuk hubungan kerja sama (meskipun kerap dalam pola hubungan yang tak seimbang) dengan perusahaanperusahaan iklan lokal. serta investasi asing. karena negara ini bukan saja tergolong berdiri terdepan dalam Revolusi Industri. sementara peningkatan belanja iklan di negaranegara berkembang tersebut sangat melibatkan perusahaan-perusahaan iklan besar berbasis negara-negara industri maju yang melakukan ekspansi ke atau . yakni mengikuti pola pembangunan ekonomi. dominasi perusahaan-perusahaan yang datang dari negara-negara industri maju juga terlihat. Karena itu bisa dipahami bila industri periklanan berkembang paling awal dan paling pesat di Amerika Serikat. melainkan juga beroperasi langsung di negara-negara berkembang. melainkan beroperasi dalam skala internasional. saat ratusan perusahaan asing membuka kantor cabang di luar negeri. perusahaan-perusahaan periklanan internasional tak hanya berperan sebagai perusahaan yang mengirimkan pesan internasional dari kantor pusat mereka. namun juga memiliki wilayah negara sangat luas dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Periklanan pada dasarnya menempati posisi vital dalam upaya menjangkau konsumen sebanyak-banyaknya yang disyaratkan bagi keberhasilan produksi massa yang memang dibutuhkan bagi keberhasilan proses industrialisasi. termasuk di negara-negara berkembang. Dengan kata lain pertumbuhan periklanan internasional tersebut berlangsung sejalan dengan lahirnya perusahaanperusahaan yang tak lagi beroperasi secara domestik. Periklanan internasional mengikuti pola perkembangan serupa. perdagangan internasional.

Kedua pendekatan itu sama-sama mendorong lahirnya biro-biro iklan lokal. perusahaan-perusahaan multinasional menempati posisi dominan. emosi. model Internasionalisasi Melalui Kesepakatan (Internationali-zation by Consent). dengan menggunakan lembaga-lembaga periklanan yang berada di pusat produksi tersebut. Pendekatan standarisasi dianggap jauh lebih menguntungkan dalam hal biaya (cost-competitive) dan dalam hal menjaga konsistensi //brand image//. Pendekatan pertama adalah pendekatan standarisasi global.memperkokoh kedudukannya di negara-negara berkembang. Sementara dalam pendekatan kedua. di mana biro iklan transnasional memperluas operasi mereka ke seluruh dunia dan mendirikan kantor-kantor cabang sepenuhnya tanpa afiliasi dengan perusahaan lokal. namun dengan pola kerja sama berbeda. Sedangkan pendekatan kedua mementingkan adaptasi lokal. dan kerangka berpikir serta kendala kebijakan komunikasi di masing-masing negara. Praktis di semua negara yang mengizinkan industri periklanan tumbuh. terdapat dua pilihan strategi utama yang lazim digunakan saat memasuki pasar asing. melainkan juga keseluruhan budaya dan perangkat kebijakan antara yang terdapat di //home country// dan di //host country//. Pertama. di mana . Namun pendekatan standarisasi tak selalu bisa diterapkan karena adanya kendala budaya termasuk kebutuhan. Dalam pendekatan pertama. meskipun kerap dengan merekrut tenaga lokal. posisi biro iklan sekadar sebagai perpanjangan tangan untuk memasuki pasar domestik. Karena itu perusahaan-perusahaan global berkepentingan dengan penyeragaman bukan saja selera dan kebutuhan produk. yakni menerapkan satu cara promosi yang sama di berbagai negara berbeda. Implikasinya adalah sebuah strategi promosi global yang dirancang dari sebuah kantor pusat di pusat produksi. Kedua. Segenap kendala itu menyebabkan internasionalisasi perusahaan iklan transnasional itu mengikuti tiga pendekatan. model Imperial. Bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi dengan skala global ini. biro iklan lokal menempati posisi menentukan karena dianggap lebih memahami kebutuhan lokal.

sulit untuk menghambat laju masuk dan mendominasinya perusahaan-perusahaan periklanan transnasional ke dalam negeri. tak selalu perusahaan-perusahaan periklanan transnasional dapat bergerak leluasa. perusahaanperusahaan iklan terbesar di Indonesia saat ini adalah yang berafiliasi dengan perusahaan periklanan transnasional.yang lazim dilakukan adalah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal. Namun ada bukti-bukti yang menunjukkan begitu sebuah negara membuka diri terhadap arus investasi asing serta barangbarang konsumsi asing. serta aliansi perusahaan pengiklan asing dan perusahaan periklanan asing. Karena kekhawatiran itu. baik dalam bentuk akuisisi saham maupun dalam bentuk kontrak/kerja sama manajemen. HIBURAN GLOBAL Ciri-ciri Industri Hiburan Global Arus hiburan internasional mengalami peningkatan pesat dalam satu dua dekade terakhir ini bersamaan dengan terbangunnya sebuah industri hiburan global. Pada intinya. strategi diversifikasi produk. kritik tersebut merujuk pada tuduhan bahwa periklanan internasional mendorong masyarakat negara berkembang mengonsumsi barang-barang mewah yang tidak merangsang tumbuhnya industri padat karya dan memiliki ketergantungan pada komponen impor sangat tinggi. Salah satu contoh terbaik adalah Indonesia. Meskipun Indonesia menerapkan kebijakan yang cenderung menghambat masuknya industri periklanan transnasional. sehingga menguras kekayaan negara berkembang dan mendorong kecemburuan sosial antar kelas sosial. Ketiga. Sejumlah hal yang menjadi ciri industri tersebut adalah industri berkembang . Adapun penyebab ketergantungan perusahaan-perusahaan iklan lokal pada pihak asing tersebut terutama adalah Sumber Daya Manusia. Ada sejumlah kritik terhadap merambah masuknya periklanan internasional ke negara-negara berkembang.

dalam pertumbuhannya tersebut sejumlah negara memang memiliki posisi dominan namun posisi sejumlah negara berkembang pun di sebagian wilayah turut menguat. Logika produksi massa yang didasarkan pada skala ekonomi ini cenderung mendorong industri hiburan berupaya mencapai khalayak seluas mungkin.dengan rentang variasi produk semakin luas. Ketiga tumbuh menjadi industri ada kebutuhan untuk menciptakan economies of scale. Pada awalnya perkembangan masyarakat industri mendorong lahirnya kebutuhan akan hiburan yang direspons dengan lahirnya berbagai medium hiburan yang ditujukan pada massa. pertumbuhannya dipercepat dengan perkembangan teknologi komunikasi. memiliki sumberdaya yang . Dominasi negara maju terutama AS dalam industri hiburan global ini tidak datang secara tiba-tiba. sehingga pasar yang berusaha dikuasai tak hanya bersifat lokal dan nasional namun juga global. dengan gagasan sederhananya adalah semakin banyak kopi sebuah produk dihasilkan semakin murah pula biaya per unit. Kebutuhan akan medium hiburan yang bersifat massal ini memberi insentif bagi perkembangan teknologi komunikasi yang melahirkan berbagai medium yang saling mengisi dan bisa diakses dengan mudah dan relatif murah oleh masyarakat. berlangsung diversifikasi produk dan produk-produk tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemilikan dalam industri hiburan tersebar di tangan berbagai pemodal dari berbagai negara. Dominasi Dalam Struktur Arus Hiburan Global dan Kemunculan Pemain-pemain Baru Dalam industri film dominasi AS paling menonjol disebabkan oleh pasar dalam negeri yang besar sehingga tercapai skala ekonomi. bukan hanya pada kalangan elit tertentu. Kesalingterkaitan ini mendorong berkembangnya industri budaya populer yang memiliki nilai ekonomi tinggi. penyebarannya berskala global yang dipermudah dengan diadopsinya kebijakan yang lebih terbuka oleh berbagai pemerintah.

Sistem satelit dikembangkan untuk mengatasi distorsi yang diakibatkan karena gangguan fisik. Satelit ditempatkan pada orbit geostasioner umumnya dimanfaatkan bagi siaran televisi. Selain itu. Ketiga sistem ini mempunyai spesifikasi yang berbeda. Dalam hal film Indonesia terpaksa membuka diri terhadap arus impor dari AS setelah memperoleh tekanan dari MPEAA yang akan menerapkan sanksi perdagangan. dan penerapan teknologi canggih dalam industri film. Clarke asal Inggris. Dalam kasus Indonesia menunjukkan sulitnya sebuah negara berkembang menerapkan kebijakan protektif terhadap arus hiburan internasional.handal. Tiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa saling mengisi. seperti lautan dan gunung. pertumbuhan radio swasta dan murahnya harga kaset audio. Dalam hal musik. pasokan dapat diandalkan dan memiliki diskon kultural. peningkatan program televisi asing meningkat seiring dengan lahirnya kebijakan yang mengizinkan pendirian stasiun televisi swasta. Harga kaset ini memang melonjak setelah AS mendesak Indonesia menerapkan UU hak cipta. Sedangkan low and mid earth orbit difungsikan untuk kebutuhan . Demikian halnya dalam industri televisi dan musik. Namun karena sudah terbentuknya selera musik populer di Indonesia tingkat penjualan produk musik Barat segera meningkat kembali. Penggunaan satelit memicu perkembangan teknologi komunikasi seperti yang kita lihat seperti sekarang ini. Dalam hal televisi. tumbuhnya teknologi audio visual baru menumbuhsuburkan penyebaran film-film AS. Penggagas teknologi satelit dipelopori oleh Arthur C. SATELIT DAN PERKEMBANGAN TELEVISI SATELIT Pengertian dan Komponen Dasar Pengiriman sinyal siaran tak selalu memakai satelit tetapi bisa menggunakan teknologi microwave dan jaringan kabel coaxical. dominasinya ditunjang oleh harga yang murah.

maka pemilik satelit tinggal memetik keuntungan yang besar. 2. Namun demikian. ada kelompok pengkritik yang mempertanyakan siapa bertanggung jawab atas adanya impact assesment dan berapa besar biaya yang harus dibayar (social cost) atas dampak siaran yang sulit dibendung. Ledakan Televisi Satelit di Asia Sekarang ini angkasa di atas benua Asia banyak ditaburi benda artifisial yang disebut satelit. jumlah pemirsa dan penyewa transponder. Uni Soviet. Asia Sat 1. Awalnya satelit Palapa milik Indonesia menjadi penghuni tunggal di kawasan ini hingga beberapa dekade. Banyak pihak tertarik memanfaatkan teknologi ini lantaran alasan efisiensi. ekonomi. dan bisnis. Rimsat 1. Sebagai pioner pemilikan satelit Palapa saat itu menghantarkan Indonesia memperoleh peringkat keempat dunia sebagai negara pemilik satelit setelah Amerika Serikat. selain untuk memicu pertumbuhan pembangunan. Perkembangan satelit sendiri dipicu oleh adanya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet. maka banyak pihak yang ingin menyewa transponden Palapa dibatalkan. Ada beberapa argumen yang melatari Indonesia mesti memiliki satelit sendiri antara lain. 704. dan Kanada. seperti Palapa C-1. tetapi kini keberadaannya tidak sendiri lagi. PAS-4. 2. PAS-2. Intelsat 701. tetapi yang belakangan ini lebih maju dalam arti jangkauan siaran. mengingat luas wilayah dan kondisi geografis yang berpulau-pulau. Banyak satelit bertengger di angkasa benua Asia. lantaran pemerintah dalam menerapkan kebijakan mengenai siaran asing di Indonesia terlalu ketat dan sering berubah. Karena itu. Apstar-1. dan 2. . meskipun Palapa keberadaannya lebih dulu ada dibanding satelit Asia-Sat 1 misalnya.komunikasi seluler. Padahal jika semua kapasitas transponder yang dimiliki satelit semua laku disewa. dan 705. Penemuan teknologi digital memungkinkan data yang dikirim lebih banyak dengan tingkat akurasi tinggi. Namun demikian. untuk memobilisasi arus informasi dari pusat ke daerah atau sebaliknya. Thaicom 1-A.

melemahkan. Propaganda internasional dibedakan dari upaya komunikasi politik luar negeri lainnya dalam hal kegiatan ini ditujukan pada publik luar negeris dan bukan hanya pada elit politik terbatas. Terdapat tiga kondisi yang menyebabkan peningkatan propaganda internasional sesudah perang Dunia II: pertama. ketiga. Dalam masa perang. propaganda tidak dengan sendirinya melibatkan pengertian menipu atau menggunakan fakta yang tidak benar. Bagaimanapun. kedua. termasuk merekayasa berita atau disinformasi. Dalam pemahaman ini. serta menghancurkan semangat bertempur musuh. meningkatnya Posisi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan di sebagian besar negara. . banyak pihak enggan menggunakan istilah propaganda dan menggantinya dengan istilah seperti ‘informasi publik’ atau ‘diplomasi publik’ untuk propaganda internasional. terutama untuk memecah belah. sejarah memang mencatat banyak ahli propaganda menghalalkan berbagai cara yang tidak etis dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Komunikasi persuasif ini pun dapat dibedakan antara yang dijalankan dalam masa damai dan yang dilancarkan dalam masa perang yang mengambil bentuk agresif. sejalan dengan diterimanya sistem pemerintahan demokratis di negara-negara tersebut. berkembangnya sarana komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan propaganda internasional. semakin dihindarinya penggunaan kekuatan militer dalam upaya menyelesaikan pertikaian internasional. masing-masing kubu bertikai memanfaatkan berbagai sarana komunikasi untuk mempengaruhi kubu lawan. Karena latar belakang itu.PROPAGANDA INTERNASIONAL Pengertian Propaganda Propaganda pada dasarnya adalah upaya sengaja dan sistematis dengan memanfaatkan media komunikasi untuk mempengaruhi publik agar bereaksi sesuai dengan yang diinginkan sang propagandis.

Pemerintah negara-negara besar lazim mendirikan perpustakaan. Propaganda internasional AS melalui media massa swasta mengambil dua bentuk. Yang kedua. Pertama. Sumber buku Komunikasi Internasional. kepemilikan. menyelenggarakan seminar. b) pengaruh periklanan. serta e) adanya ideologi antikomunisme. d) tekanan tidak formal (‘Flak’). c) kebutuhan akan narasumber pemerintah.Propaganda Internasional Melalui Media Massa Swasta Dalam masa damai ini. pertukaran siswa di negara lain aktivitas-aktivitas yang pada dasarnya berfungsi mempengaruhi publik luar negeri mendukung negara besar tersebut. ‘peperangan informasi’ itu tak hanya dijalankan sepenuhnya oleh organ-organ pemerintah.com/2008/02/05/sekilas-tentang-komunikasi-internasional/ . serta melalui media massa swasta yang baik secara terencana atau tidak terencana mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Karya Adi Armando http://massofa.wordpress. Dalam hal ini. pelibatan media massa melalui penanaman jurnalis dan artikel ke dalam media tersebut. namun juga didukung oleh inisiatif-inisiatif non-pemerintah. Namun. diskusi. dan orientasi keuntungan Media Massa. acara budaya. seperti terlihat dalam kasus AS. dukungan media massa itu terkait dengan lima kondisi: a) besaran. pelibatan-pelibatan media massa melalui persetujuan media massa itu sendiri. Dalam hal ini seringkali media massa tak menyadari bahwa mereka ‘disusupi’ untuk dimanfaatkan bagi kepentingan propaganda pemerintah. propaganda yang dijalankan memiliki pola lebih halus. Hampir setiap negara juga menyelenggarakan stasiun radio gelombang pendek untuk menjalankan propaganda internasional mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful