METODE PENUGASAN DALAM ASUHAN KEPERAWATAN

Prinsip pemilihan metode penugasan adalah : jumlah tenaga, kualifikasi staf dan klasifikasi pasien. Adapun jenis-jenis metode penugasan yang berkembang saat ini adalah sebagai berikut :

A. METODE FUNGSIONAL
Metode fungsional dilaksanakan oleh perawat dalam pengelolaa n asuhan keperawatan sebagai pilihan utama pada saat perang dunia kedua. Pada saat itu karena masih terbatasnya jumlah dan kemampuan perawat maka setiap perawat hanya melakukan satu

sampai dua jenis intervensi, misalnya merawat luka kepada semua pasien di bangsal.

Kepala Ruang

Perawat Pengobatan

Perawatan Luka

Perawat Pengobatan

Perawatan Luka

Pasien / Klien

Gambar 1 : Sistem pemberian asuhan Keperawatan Fungsional (Nursalam, 2002)

1. Kelebihan : a) Manajemen klasik yang menekankan efisiensi, pembagian tiugas yang jelas dan
pengawasan yang baik. b) c) Sangat baik untuk Rumah Sakit yang kekurangan tenaga Perawat senior menyibukkan diri dengan tugas manajerial, sedangkan perawat

pasien diserahkan kepada perawat junior dan atau belum berpengalaman.

2. Kelemahan : a. Tidak memberikan kepuasan pada pasien maupun perawat.
b. Pelayanan keperawatan. c. Persepsi perawat cenderung kepada tindakan yang berkaitan dengan keterampuilan saja. keperawatan terpisah-pisah, tidak dapat menerapkan proses

1

Tujuan Metode Tim : a) Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang komprehensif b) Menerapkan penggunaan proses keperawatan sesuai standar c) Menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda-beda 2. Kelebihan : a) Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh. 4. Jika pembagian tugas tidak jelas. c) Anggota tim harus menghargai kepemimpinan ketua tim. Perawat yang belum terampil & kurang berpengalaman cenderung untuk bergantung/berlindung kepada perawat yang mampu c. Model tim akan berhasil baik jika didukung oleh kepala ruang. Komunikasi antar anggota tim terbentuk terutama dalam bentuk konferensi tim. d) Peran kepala ruang penting dalam model tim. maka tanggung jawab dalam tim kabur 2 . METODE PERAWATAN TIM Metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok kolaboratif (Douglas. yang biasanya membutuhkan waktu dimana sulit untuk melaksanakan pada waktu-waktu sibuk (memerlukan waktu ) b. b) Pentingnya komunikasi yang efektif agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin. Konsep Metode Tim : a) Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan berbagai teknik kepemimpinan. b) Mendukung pelaksanaan proses keperawatan. 3.B. Kelemahan : a. 1992) tenaga keperawatan dengan berdasarkan konsep kooperatif & 1. c) Memungkinkan komunikasi antar timsehingga konflik mudah diatasi dan memberikan kepuasan kepada anggota tim.

1. METODE PRIMER Metode penugasan dimana satu orang perawat bertanggung jawab penuh selama 24 terhadap asuhan keperawatan pasien mulai dari masuk sampai jam keluar rumah sakit. Kelebihannya : a. Metode primer ini ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara pasien dengan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan. self n tepat. Ketertiban pasien dan keluarga 2. Ada otonomi c.Kepala Ruang Ketua Tim Ketua Tim Ketua Tim Staf Perawat Staf Perawat Staf Perawat Pasien / Klien Pasien / Klien Pasien / Klien Gambar 2 : Sistem pemberian asuhan keperawatan ³ Team Nursing ³ (Nursalam. Perawat primer mendapatkan akontabilitas yang tinggi terhadap hasil dan memungkinkan pengembangan diri kepuasan perawat d. Klien/keluarga lebih mengenal siapa yang merawatnya 3. kemampuan t mengambil keperawatan klinik. Konsep dasar metode primer : a. dan koordinasi asuhan keperawatan selama pasien dirawat. ada kejelasan antara pembuat perencana asuhan dan pelaksana. melakukan. Kelemahannya : a) Hanya dapat dilakukan oleh perawat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai keputusan yang denga kriteria asertif. Mendorong praktek kemandirian perawat. 1998) C. akontable serta mampu 3 . menguasai direcion. Model praktek profesional b. Ada tanggungjawab dan tanggunggugat b. Bersifat kontinuitas dan komprehensif c.

umumnya dilaksanakan untuk perawat privat atau untuk perawatan khusus seperti : isolasi.berkolaborasi dengan berbagai disiplin. METODE KASUS Setiap pasien ditugaskan kepada semua perawat yang melayani seluruh kebutuhannya pada saat ia dinas. Perlu tenaga yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dasar yang sama 4 . Pasien akan dirawat oleh perawat yang berbeda untuk setiap shift dan tidak ada jaminan bahwa pasien akan dirawat oleh orang yang sama pada hari berikutnya. Metode penugasan kasus biasa diterapkan satu pasien satu perawat. intensive care. 1. Sistem evaluasi dari manajerial menjadi lebih mudah 2. Perawat lebih memahami kasus per kasus b. b) Biaya lebih besar Dokter Kepala Ruang Sarana RS Perawat Primer Pasien Perawat Pelaksana Perawat Pelaksana Perawat Pelaksana Gambar 3 : Diagram sistem asuhan keperawatan ³ Primary Nursing ³ (Nursalam. Kelebihan : a. Belum dapatnya diidentifikasi perawat penanggungjawab b. 2002) D. Kekurangan : a.

antara lain : 1. Tanggung Jawab Karu : a. Tanggung Jawab Kepala Ruangan (Karu). Melakukan orientasi kepada pasien baru & keluarga b. dan efisien. 2002) Dari berbagai metode penugasan yang ada. menganalisa. (renpra). Mendorong kemampuan staf untuk menggunakan riset keperawatan g. Menciptakan iklim komunikasi terbuka 2. Memberi kesempatan katim untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan managemen d. Menjadi narasumber bagi tim f. Mengkoordinasikan renpra dengan tindakan medis melalui komunikasi yang 5 . masing-masing kepala ruangan. Menetapkan standar kinerja yang diharapkan dari staf b. efektif. Ketua Tim (Katim) dan Anggota Tim Secara umum. maka perlu diperhatikan hal-hal berikut di bawah ini. Membantu staf menetapkan sasaran dari ruangan c.Kepala Ruang Ketua Tim Ketua Tim Ketua Tim Pasien / Klien Pasien / Klien Pasien / Klien Gambar 4 : Sistem sistem asuhan keperawatan ³ Case Method Nursing ³ (Nursalam. Tanggung Jawab Katim : a. ketua tim dan anggota tim memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda. menerapkan tindakan keperawatan dan mengevaluasi renpra d. menetapkan rencana keperawatan c. setiap ruangan/unit perawatan dapat mempertimbangkan kemungkinan penerapan dari salah satu metode di atas berdasarkan prinsip pemilihan penugasan yang tepat. Mengorientasikan tenaga baru e. Mengkaji setiap klien. Namun dalam mengembangkan metode penugasan Tim.

Katim menghitung jumlah kebutuhan tenaga d. Menilai tingkat ketergantungan pasien. Penerapan Metode Tim a. Tanggung Jawab Anggota Tim : a) Melaksanakan perawatan sesuai renpra yang dibuat katim b) Memberikan perawatan total/komprehensif pada sejumlah pasien c) Bertanggung jawab atas keputusan keperawatan selama katim tidak ada di tempat d) Berkontribusi terhadap perawatan observasi terus menerus ikut ronde keperawatan berinterkasi dgn pasien & keluarga berkontribusi dgn katim/karu bila ada masalah 4. atau ‡ Setiap tim keperawatan (yang dinas malam) membuat klasifikasi pasien kemudian diserahkan kepada karu/katim. permasalahan. karu bersama katim menilai langsung pada masing-masing tim yang menjadi tanggung jawabnya. melalui : ‡ Setiap pagi. Bertanggung jawab terhadap kepala ruangan 3. Membagi tugas anggotatim dan merencanakan kontinuitas asuhan keperawatan melalui konfrens f. atau keliling langsung ke pasien (sebelum dan selesai dinas). Selesai konfrens. katim dan semua perawat pelaksana yang dapat dilakukan melalui konfrens. Cara ini dapat lebih menghemat waktu c. implementasi dan evaluasi.konsisten e. Materi yang diserah terimakan yaitu laporan hasil pengkajian. Membimbing dan mengawasi pelaksanan asuhan keperawatan oleh anggota tim g. e. Kepala ruangan membagi jumlah tim keperawatan berdasarkan klasifikasi pasien b. Karu dan katim membagi pasien kepada perawat yang bertugas sesuai kemampuan perawat (pengetahuan dan keterampilan) Serah terima antar shift oleh karu. Selain itu perencanaan yang harus dilanjutkan oleh tim yang akan bertugas. seluruh anggota tim mulai melakukan asuhan keperawatan langsung maupun tidak langsung 6 .

Kesimpulan Metode Penugasan merupakan suatu alternative metode yang akan diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien/pasien dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas asuhan dan peningkatan derajat kesehatan pasien. 7 . Dengan demikian seorang manajer dapat menentukan je nis metode pertimbangan jumlah penugasan yang tepat untuk diterapkan pada suatu unit keperawatan melalui kajian situasi yang memperhatikan prinsip pemilihan metode penugasan. Pada dasarnya seluruh jenis metode penugasan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.5. Prinsip dalam pemilihan metode penugasan yaitu tenaga. kualifikasi staf dan klasifikasi pasien.

Triple dye (2. Misalnya prosedur di bangsal bayi baru lahir yang sehat tidak sama dengan prosedur perawatan di bangsal perawatan intensif. maksudnya membuat kulit agar tetap kering dengan mengatur suhu kamar. Perawatan kulit dan tali pusat Dianjurkan untuk merawat kulit neonatus dengan teknik "dry skin care". mengurangi trauma pada kulit dan mencegah pemberian chat -chat topikal yang mempunyai efek samping terhadap kulit.5% atau Tetrasiklin 1%. tidak satupun yang lebih baik dari pada yang lainnya untuk membatasi kolonisasi bakteri. Dalam hal ini termasuk membersihkan bayi hendaknya setelah temperaturnya stabil dan tidak menggunakan antiseptik. yaitu 5. 2. salep mata Eritromisin 0. Kemudian untuk menghilangkan darah dan mekonium dari wajah.Salep Bacitracin . Kedua salep mata ini juga dapat mencegah Klamidia trakomatis.Krem Silver sulfadiazine .6. Untuk perawatan tali pusat. . Secara umum berbagai prosedur dibawah ini harus dikerjakan di bangsal perawatan bayi. Profilaksis pada mata Pencegahan ophthalmia neonatorum adalah satu cara yang praktis dilakukan untuk mengkontrol infeksi pada bayi baru lahir. 1.29 g brilliant green.PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL Untuk mengendalikan infeksi nosokomial pada bayi baru lahir dan neonatus diperlukan suatu prosedur standard yang harus dipatuhi oleh petugas yang terlibat di dalamnya.Betadine 10% Semua obat diatas dapat memperlambat atau mengurangi kolonisasi bakteri di 8 . Prosedur standard ini berbeda untuk setiap bangsal perawatan.7 : 1.14 g proflavine hemisulfate dan 2. Untuk ini dapat dipakai obat mata topical seperti setetes larutan Perak Nitrat 1%. Untuk ini dapat dipakai obat-obat topikal seperti : .29 g crystal violet dalam air). Yang penting ialah membuat tali pusat kering. kepala dan badan dipakai spans katun yang steril dengan air hangat.

bayi yang dirawat di bangsal perawatan bayi normal. Staf perawatan Oleh karena banyaknya penderita dalam satu bangsal dan kurangnya staf. 4. Di bangsal bayi baru lahir dengan perawatan intensif yang sederhana diperlukan rasio 1 : 3-4. Desain ruang perawatan Jarak yang adekuat antara tempat tidur bayi dengan peralatan lainnya dapat menc egah kepadatan dan mengurangi risiko kontaminasi yang tidak disengaja antara bayi dengan petugas. 5. Luas lantai yang di rekomendasikan untuk satu tempat tidur bayi bervariasi tergantung intensitas perawatannya. yang sering dipakai di rumah sakit maupun setelah pulang dari rumah sakit mempercepat keringnya tali pusat dan lepasnya tali pusat. Akan tetapi obat ini tidak efektif untuk membatasi kolonisasi bakteri. . 3. dan pada bangsal perawatan intensif (NICU) 1 perawat untuk 1.bayi yang dirawat gab ung bila dibandingkan pada bayi. 9 . Dari berbagai penelitian terlihat bahwa tidak ada kenaikan insiden infeksi nosokomial pada bayi. Setiap orang yang ma suk ke kamar bayi harus memakai sandal khusus dan mencuci tangan. Jadi program ini adalah suatu cara yang potensial untuk mengurangi risiko kepadatan dan menurunkan kontaminasi silang di bangsal perawatan bayi normal. akan meningkatkan terjadinya infeksi nosokomial. Level II 30-50 feet dan Level III 80. Rawat gabung Banyak rumah sakit melakukan rawat gabung untuk merawat bayi normal. American Academy of Pediatrics menganjurkan pada bangsal bayi baru lahir yang sehat (level I) rasio perawat : bayi adalah 1 : 6.2 bayi. Disini dianjurkan agar perawat mencuci tangan terlebih dulu sebelum kontak dengan bayi.8. maksudnya satu perawat untuk 3-4 bayi. Untuk level I : 20 -25 feet/tempat tidur. terutama Stafilokokkus aureus.100 feet/inkubator. sedangkan bangsal bayi dengan rawat gabung parsiel membutuhkan 1 perawat untuk 4 5 pasangan ibu bayi.Alkohol.tali pusat.

Akan tetapi ternyata pemakaian gaun ini tidak mengurangi penularan bakteri atau tidak menurunkan insiden infeksi nosokomial di bangsal bayi baru lahir.6. Semua hal diatas dibersihkan dibawah air yang mengalir. 10 . Bersihkan jari dan kuku. 5. Sedangkan Narayan (1981) dengan penggunaan ASI pada BBLR berhasil pula menurunkan kejadian infeksi. Menggalakkan penggunaan air susu ibu adalah sangat penting karena ASI memberi perlindungan alamiah terhadap problema saluran cerna yang sering timbul pada neonatus. Mencuci tangan : Oleh karena cara penularan infeksi yang utama di bangsal bayi adalah melalui tangan petugas (bakteri transien) . maka mencuci tangan merupakan satu cara yang efektif untuk melaksakan program mengkontrol infeksi. moniliasis mulut dan sepsis.jari. Prosedur mencuci tangan yang dianjurkan adalah sebagai berikut : 1. Cuci tangan selama 2 menit dengan sikat dan detergen antimikroba. Mencuci tangan dengan memakai sabun selama 15 detik akan menghilagkan mikroba yang berada di tangan (bakteri transien). 8. 4. 7. Dengan mencuci tangan maka mikroba yang berada di tangan petugas akan hilang. Clavano (1982) dengan cara rawat gabung dan penggunaan ASI berhasil menurunkan kejadian diare. Lengan baju digulung diatas siku dan buka cincin. 3. 2. Mencuci tangan selama 15 detik atau lebih bila akan mengerjakan bayi yang lain. Sedangkan untuk membersihkan bakteri residen diperlukan waktu yang lebih lama dan harus memakai detergen antibakteri. jam tangan serta gelang tangan. Pakaian : Dulu pemakaian gaun dianjurkan. Kemudian tangan dibersihkan dengan kertas pembersih. Air Susu Ibu Air susu ibu adalah makanan standard bagi semua bayi. Bersihkan semua area dan jari. 6.

konjungtivitis bakterialis. Ventilasi mekanik. b. Pengunjung : Harus dibatasi masuk ke bangsal perawatan bayi untuk mencegah timbulnya infeksi. Neonatus dengan infeksi yang penyebarannya melalui udara harus dipisahkan dari neonatus lainnya dan sebaiknya ditempatkan di luar ruang perawatan neonatus.9. 10. yaitu prosedur perawatan khusus untuk mengurangi penyebaran infeksi melalui kontak langsung/perawatan 2. Mengisolasi sumber . Ruang rawatan yang cukup adekuat 3. untuk mengurangi penyebaran melalui udara dengan cara mengeluarkan bakteri dari kamar penderita dan pada isolasi protektif yang membebaskan kamar penderita dari bakteri yang ada diluar kamar. bila untuk keempat point tersebut diatas tidak ada maka perlulah ruang isolasi dengan fasilitas yang terpisah dari ruang rawatan neonati. dan diare. 11 . Adanya program pendidikan yang kontinu mengenai penyebaran infeksi nosokomial terhadap petugas medis yang bekerja diruang neonatus/perinatologi. Dengan kata lain. Perlindungan fisik (isolasi) adalah suatu cara untuk mengendalikan penyebaran infeksi di rumah sakit. Isolasi ada dua cara : a. Tiap kamar rawatan mempunyai tempat cuci tangan 4. Neonatus dengan infeksi berat sebaiknya dirawat di ruang perawatan intensif (sepsis. dirawat pada "single room" atau isolator plastik mengurangi penyebaran melalui udara atau dari penderita 3. Isolasi protektif. Barrier nursing. meningitis dan pneumonia). Pemisahan penderita. Isolasi : Diperlukan pada kasus yang menular seperti penyakit karena stafilokokkus. terutama terhadap pengunjung yang sakit. Ada perawatan yang adekwat dan tenaga dokternya dan mempunyai waktu yang cukup untuk mencuci tangan 2. mengisolasi penderita risiko tinggi untuk mendapat infeksi Metode Isolasi : 1. Pada perawatan neonatus sebenarnya kamar isolasi saja tidak perlu jika : 1.

alat.4 % sampai dengan 19. 02. Survei Kultur dari pasien. Perlu diperhatikan rasio perawat dan bayi serta desain ruangan rawatan yang benar untuk mencegah timbulnya infeksi nosokomial. 3.bayi yang dirawat 4. 07. Antimikroba profilaksis.pasien yang disangkakan untuk mendeteksi karier asimptomatik (misalnya tali pusat lubang hidung pada epidemi stafilokokkus) 2. Air susu ibu sangat penting dalam hal memberikan perlindungan alamiah 12 . ternyata hanya berperan untuk mempercepat keringnya tali pusat tetapi tidak untuk membatai kolonisasi bakteri. Pemberian antibiotika yang lebih dari 3 hari akan meningkatkan kolonisasi bakteri di saluran cerna dan tenggorok. Merubah cara membersihkan tangan dan antiseptik yang digunakan 7. 03. Memperhatikan bayi.bayi.bagian tubuh petugas yang selalu berhubungan dengan perawatan bayi untuk mengetahui sumber dan cara penularan.rumah sakit. Memperhatikan kesehatan petugas 5. Alkohol yang sering dipakai di rumah sakit. seperti penisilin pada epidemi streptokokkus. 05. Untuk mengendalikan infeksi nosokomial pada neonatus diperlukan suatu prosedur standard yang harus dipatuni oleh para petugas kesehatan yang terlibat di dalamnya. Pengkontrolan terhadap epidemi : Yaitu dengan pemeriksaan epidemiologi mendata prosedur dan teknik yang selama ini digunakan untuk merawat bayi seperti perawatan kulit dan tali pusat. caracara desinfeksi dan sterilisasi alat . Kejadian infeksi nosokomial pad a bayi baru lahir diberbagai rumah sakit di Indonesia bervariasi dari 1. 04. Hal ini dilakukan dengan cara : 1. Merubah prosedur perawatan kulit dan tali pusat 6. RINGKASAN 01.2 %. 06. dimana terlihat dari tahun ke tahun kejadian infeksi nosokomial ini semakin berkurang. Rawat gabung mempunyai peranan untuk mengurangi kepadatan bangsal perawatan dan menurunkan kontami nasi silang dari bayi. Kultur bagian.11.

08. Oleh karena infeksi nosokomial yang terjadi pacta masa neonatus lebih sering melalui tangan. maka mencuci tangan merupakan satu prosedur yang harus dikerjakan bila kita akan memeriksa bayi. 13 .bayi.kepada bayi. sehingga akan dapat menurunkan kejadian infeksi.

Shift yang akan menyerhakan dan mengoperkan perlu mempersiapkan hal. Intervensi dan kolaborasi dan dependesi. d. Hal-hal yang perlu disampaikan pada saat timbang terima adalah : a. Langkah-langkah a. Tindakan keperawatan yang sudah dan belum dilaksanakan. Perawat yang melakukan timbang terima dapat melakukan klarifikasi. Pengertian Suatu cara dalam menyampaikan dan menerima suatu laporan yang berkaitan dengan keadaan klien. c.misalnya oprasi. Identitas pasen dan diagnosa medis. Penyampaian operan harus dilakukan secara jelas dan tidak terburu-buru e. Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan selanjutnya.persiapan untuk konsultasi atau Prosedur melakukannya yang tidak dilaksanakan secara rutin f. e.pemeriksan laboratorium/pemeriksan penunjang lainnya. Menyampaikan kondisi atau keadaan secara umum klien Menyampaikan hal-hal yang penting dan perlu ditidaklanjuti dinas berikutnya Tersusunnya rencana kerja untuk dinas berikutnya 3. Tujuan a.tanya jawab dan melakukan validasi terhadap hal-hal yang ditimbangterimakan dan berhak menanyakan mengenai hal-hal yang kurang jelas. Perawat primer dan anggota kedua shift dinas bersama-sama secara langsung melihat klien 4. Masalah keperawatan yang kemungkinan masih muncul. c. b. Kedua kelompok shift dalam keadaan sudah siap b.hal apa yang akan disampaikan c. Perawat primer menyapaikan kepada penanggungjawab shift yang selanjutnya meliputi : 1) Kondisi atau keadaan klien secara umum 2) Tindak lanjut untuk dinas yang menerima operan 3) Rencana kerja untuk dinas yang menerima operan d. 2.PROSEDUR TIMBANG TERIMA 1. 14 . b.

TD: 100/ 0. Ny. Injeksi Cefotaxim 500 mg. Cefotaxim 2 x 500 mg. skala 7 dari 10. Keluhan: nyeri pada luka lengan atas sebelah kanan dengan skala 7. Infus NaCl 20 tts/mnt. Injeksi Tramadol 1 ampul. B kompleks 3 x 1 tablet. anemis. Nindi KU : lemah. komposmentis. S: 37 C. Musayadah (47 thn) (5873281) Ca Recti / Dr. Konsul ke Internis. TD: 110/80. Rencana yang belum dilakukan : pemberian asam mefenamat 500 mg peroral. Penyampain pada saat timbang terima secara singkat dan jelas. i. h. Resti infeksi dan gangguan integritas kulit. Rencana yg sudah dilakukan: monitor TTV. pucat.g. Rencana yang sudah dilakukan: monitor TTV dan distraksi dan relaksasi. N: 100 x/mnt. komposmentis. Vit. RR : 20 x mnt. ganti balut. Terapi: Tramadol 3x1 amp. Keluhan nyeri diarea anal. Persiapan lain tidak ada. Lama timbang terima untuk setiap pasien tidak lebih dari 5 menit kecuali pada kondisi khusus dan melakukan penjelasan yang lengkap dan rinci.Mammae post mastektomi / Dr. RR: 20 x/mnt. Persiapan lain: USG abdomen dan Cek albumin besok pagi. Persiapan kolon in loop. T: 37 C. 15 . Ny. Rencana yg belum dilakukan: Kaji tanda-tanda infeksi. OPE CONTOH DOKUMENT OPE N T M A N 1. Masalah k eperawatan: Nyeri. Kaji luka dan kaji nyeri. N: 80 x/mnt. Pelaporan untuk timbang terima dituliskan secara langsung pada buku laporan ruangan oleh perawat primer.Nindi KU: baik. Relaksasi & distraksi. Terapi: Asam mefenamat 3 x 500 mg. 2. Masalah keperawatan: Nyeri. T l (42 thn) (5870049) Ca.

DAFTAR PUSTAKA MNurs . 2004 Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Jakarta S.com 16 . Salemba Medika .nursing-begin.Suarli Drs MM. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Tasikmalaya 2004 www. Nursalam (Honour) (2002) Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam praktek keperawatan Profesional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful