P. 1
Kasus Wanprestasi

Kasus Wanprestasi

|Views: 4,921|Likes:
Published by rezza

More info:

Published by: rezza on Dec 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

Kasus Hukum Perdata PT. Metro Batavia vs PT. GMF BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Apa yang terjadi apabila seseorang atau badan hukum telah terikat dalam suatu perjanjian/kontrak, tetapi seseorang atau badan hukum tersebut tidak dapat memenuhi prestasinya, yang dikenal dengan istilah wanprestasi? Indonesia sebagai negara hukum, telah mengatur situasi tersebut sebagai salah satu kasus Hukum Perdata. Hukum Perdata adalah rangkaian peraturan-peraturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang lain, dengan menitkiberatkan kepada kepentingan perseorangan. Maka dari itu, sangatlah pantas apabila wanprestasi dikategorikan sebagai kasus perdata. Pada umumnya, seseorang atau badan hukum yang terlibat kasus wanprestasi akan membayar sejumlah denda. Namun, ada juga yang menerapkan hukuman sita jaminan bagi mereka yang tebuki melakukannya. Yang dimaksud dengan sita jaminan adalah jaminan berupa uang atau aset lain yang diserahkan oleh pengugat ke pengadilan yang dapat dipakai untuk mengganti biaya yang diderita oleh termohon jika ternyata permohonan tersebut tidak beralasan. Konflik yang terjadi antara PT. Metro Batavia dengan PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia merupakan salah satu contoh kasus wanprestasi. Kasus ini bermula ketika GMF memberikan biaya jasa kepada Batavia Air, seperti menambah angin ban dan penggantian oli pesawat. Sampai pada akhirnya, Batavia Air tidak juga melunasi biaya perawatan pesawat yang telah jatuh tempo sejak awal tahun 2008. GMF menuding Batavia telah melakukan wanprestasi sampai jatuh tempo. Total nilai utang yang seharusnya dilunasi oleh Batavia Air adalah sebesar 1,192 juta dollar AS. Untuk menyelesaikan penagihan utang tersebut, GMF telah mengajukan gugatan perdata terhadap Batavia melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 25 September 2008. Pada tanggal 4 Maret 2009 lalu, untuk pertama kalinya Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan sita jaminan terhadap pesawat terbang milik Batavia dengan surat penetapan sita jaminan Nomor 335/Pdt.G/2008/PN.Jkt.Pst. GMF menyita ketujuh pesawat Batavia yang merupakan pesawat Boeing 737-200 dengan tujuh nomor seri dan nomor registrasi yang berbeda. Agar gugatan tidak sia-sia, permohonan sita jaminan diajukan agar selama perkara berlangsung Batavia tidak memindahtangankan atau memperjualbelikan asetnya. Ketujuh pesawat Batavia berstatus sita jaminan sampai kewajibannya dilunasi. Batavia juga dihukum membayar sisa tagihan kepada GMF atas biaya penggantian dan perbaikan mesin bearing pesawat Batavia. Maskapai penerbangan

Adnan Buyung Nasution. menyatakan pesawat-pesawat terbang dalam sitaan tersebut hanya boleh dioperasikan terbatas dalam wilayah Negara Republik Indonesia selama dalam sitaan. pesawat Batavia masih bisa beroperasi selama masa sitaan di wilayah Indonesia. Kedelapan. Ketujuh. memerintahkan termohon sita melaporkan segala perubahan barang tersita kepada Departemen Perhubungan cq Direkrorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Kelima.266 plus bunga 6 persen per tahun terhitung sejak 17 November 2007. baik yang bergerak maupun tidak bergerak. Keputusan ini dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 11 Maret 2009.G/2008/PN.Pst tertanggal 4 Maret 2009 yang diumumkan kuasa hukum Garuda. Sita jaminan hanya dilarang terhadap hewan dan barang yang bisa digunakan untuk menjalankan pencaharian debitur. Keenam. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga menolak seluruh gugatan yang diajukan PT Metro Batavia terhadap GMF AeroAsia dalam perkara kerusakan dua engine berkode ESN 857854 dan ESN 724662. memerintahkan termohon untuk selalu melaporkan kepada Departemen Perhubungan cq Direkrorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Pemohon atas setiap perubahan pada pesawat. memerintahkan juru sita Pengadilan Negeri yang melakukan sita jaminan pesawat terbang berkoordinasi dengan Departemen Perhubungan cq Direkrorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara dalam melakukan sita jaminan. Meski ketujuh pesawat Batavia disita. Pesawat tidak dikategorikan sebagai barang yang diatur dalam Pasal 196 HIR. Keempat. termasuk tidak terbatas pada mesin pesawat udara dan auxiliary power unit (APU) dari pesawat yang disita. mengabulkan permohonan sita jaminan (conservatoir beslag) penggugat dengan batasan dan ketentuan sebagai berikut. menjadi tanggungan atau jaminan untuk segala utang debitur. terkait dengan identifikasi pesawat terbang dan status pesawat guna menghindari terjadinya peletakan sita jaminan dan eksekusi yang sia-sia. menyatakan pesawatpesawat terbang dalam sitaan tersebut tetap dapat dioperasikan demi kepentingan pelayanan transportasi umum selama dalam sitaan. Ketiga. Karena apabila pesawat berada di luar negeri. memerintahkan termohon sita menghadirkan pesawat-pesawat terbang dalam sitaan tersebut di Bandara Soekarno-Hatta pada saat sita jaminan diletakkan oleh Pengadilan Negeri. Pertama. Kedua. . Pesawat terbang bisa dijadikan objek sita jaminan. Dalam hal ini berdasarkan Pasal 227 HIR dan Pasal 1131 KUHPerdata. semua jenis atau bentuk harta kekayaan debitur. pengadilan negeri tidak memiliki kewenangan untuk melakukan eksekusi. Izin operasional ini masuk dalam penetapan sita jaminan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 335/Pdt. memerintahkan juru sita Pengadilan Negeri melaporkan sita jaminan atas pesawat-pesawat terbang yang telah diletakkan pada Departemen Perhubungan cq Direkrorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara. Penetapan itu berbunyi. melainkan sebagai alat perdagangan. Hal itu untuk menjaga kepentingan transportasi umum tetap terlayani.itu terbukti melakukan wanprestasi terhadap pembayaran utang sebesar AS$ 256. memerintahkan termohon (Batavia Air) merawat pesawat-pesawat terbang dalam sitaan itu sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku dengan biaya yang dibebankan kepada termohon sita.Jkt.

Macam-macam prestasi adalah : .Batavia melaporkan penyitaan kepada Departemen Perhubungan supaya dicatat.2 Pengertian Hukum Perdata Hukum Perdata (burgerlijkrecht) adalah rangkaian peraturan-peraturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang yang lain dengan menitik beratkan pada kepentingan perseorangan. Batavia harus merawat pesawat sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.1.hukum kekayaan meliputi 2 lapangan .yaitu peraturan –peraturan hukum yang mengatur hak –hak kebendaan yang bersifat mutlak yang artinya hak terhadap benda yang oleh setiap wajib di akui dan dihormati. Hukum Perikatan ialah. disingkat B. sedangkan Kreditur adalah fihak yang berhak atas pemenuhan sesuau perikatan tersebut.peraturan-peraturan yang mengatur perhubungan yang bersifat kehartaan antara dua orang lebih dimana pihak pertama berhak atas sesuatu prestasi (pemenuhan sesuatu) dan pihak yang lain wajib memenuhi sesuatu prestasi. yaitu hal pemenuhan perikatan. 2.1. 2.W. Majelis hakim membebankan biaya perawatan itu ke Batavia. Hukum Benda.1. Pencatatan itu terkait dengan identifikasi dan status pesawat agar sita jaminan tidak sia-sia. Selain itu.4 Pengertian Debitur dan Kreditur Debitur adalah fihak yang berkewajiban memenuhi suatu perikatan. 2. atas pesawat yang disita ke Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Pehubungan Udara Departemen Perhubungan.1 Teori-Teori Hukum 2. 2. termasuk setiap perubahan terhadap pesawat selama dalam masa sitaan.yaitu: 1. Hukum Perdata diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Sipil yang disingkat KUHS (Burgerlijk Wetboek. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.).5 Pengertian Prestasi Prestasi merupakan obyek dari perikatan.1.3 Pengertian Hukum Harta Kekayaan Hukum harta kekayaan adalah peraturan-peraturan hukum yang mengatur kewajibanmanusia yang bernilai uang.

Debitur yang memenuhi prestasi tapi keliru.2. 2. 2.5.7 Pengertian Somasi maka . apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai. 2.1.5.1.1.1. kesemuanya karena ditetapkan oleh putusan pengadilan. ialah jika ini menetapkan bahwa si berutang harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan”.1.2 Berbuat sesuatu Misalnya memperbaiki barang yang rusak.6.6 Pengertian Wanprestasi Wanprestasi berasal dari bahasa Belanda. yang artinya prestasi buruk. debitur tidak dapat memenuhi prestasi seperti yang telah ditentukan dalam perjanjian dan bukan dalam keadaan memaksa.membonkar bangunan. Adapun bentuk-bentuk dari wanprestasi yaitu: 2.1.6.2 Memenuhi prestasi tetapi tidak tepat waktunya Apabila prestasi debitur masih dapat diharapkan pemenuhannya.5. Menurut pasal 1238 KUH Perdata yang menyakan bahwa: “Si berutang adalah lalai.3 Tidak berbuat sesuatu Misalnya untuk tidak mendirikan suatu bangunan. apabila prestasi yang keliru tersebut tidak dapat diperbaiki lagi maka debitur dikatakan tidak memenuhi prestasi sama sekali.6. dan sebagainya.1. Adapun yang dimaksud wanprestasi adalah suatu keadaan yang dikarenakan kelalaian atau kesalahannya.1 Tidak memenuhi prestasi sama sekali Sehubungan dengan dengan debitur yang tidak memenuhi prestasinya dikatakan debitur tidak memenuhi prestasi sama sekali. menyerahkan barang. kesemuanya karena putusan pengadilandan sebagainya. atau demi perikatan sendiri. 2.1. Dari ketentuan pasal tersebut dapat dikatakan bahwa debitur dinyatakan wanprestasi apabila sudah ada somasi (in gebreke stelling).3 Memenuhi prestasi tetapi tidak sesuai atau keliru. 2. tidak menggunakan merek dagang tertentu.1 Memberikan sesuatu Seperti membayar harga. maka debitur dianggap memenuhi prestasi tetapi tidak tepat waktunya. 2.

artinya ada hubungan sebab-akibat antara wanprestasi dengan kerugian yang diderita.1. 2. suatu somasi atau teguran terhadap debitur yang melalaikan kewajibannya dapat dilakukan secara lisan akan tetapi untuk mempermudah pembuktian dihadapan hakim apabila masalah tersebut berlanjut ke pengadilan maka sebaiknya diberikan peringatan secara tertulis. kreditur sudah menentukan saat adanya wanprestasi. 3) Tersimpul dalam perikatan itu sendiri Maksudnya sejak pembuatan perjanjian. yaitu keuntungan yang didapat seandainya siberhutang tidak lalai (winstderving). tetapi juga berupa kehilangan keuntungan (interessen). Dalam perkembangannya. Dengan surat penetapan ini juru sita memberitahukan secara lisan kepada debitur kapan selambatlambatnya dia harus berprestasi. schaden en interessen” (pasal 1243 dsl). atau kerugian yang sungguh-sungguh menimpa benda si berpiutang (schaden).Somasi adalah pemberitahuan atau pernyataan dari kreditur kepada debitur yang berisi ketentuan bahwa kreditur menghendaki pemenuhan prestasi seketika atau dalam jangka waktu seperti yang ditentukan dalam pemberitahuan itu. tidak hanya biaya-biaya yang sungguh-sungguh telah dikeluarkan (kosten). Yang dimaksud kerugian yang bisa dimintakan penggantikan itu. Berkaitan dengan hal ini ada dua sarjana yang mengemukakan teori tentang sebab-akibat yaitu: a) Conditio Sine qua Non (Von Buri) Menyatakan bahwa suatu peristiwa A adalah sebab dari peristiwa B (peristiwa lain) dan peristiwa B tidak akan terjadi jika tidak ada peristiwa A . Adapun bentuk-bentuk somasi menurut pasal 1238 KUH Perdata adalah: 1) Surat perintah Surat perintah tersebut berasal dari hakim yang biasanya berbentuk penetapan. Hal ini biasa disebut “exploit juru Sita” 2) Akta sejenis Akta ini dapat berupa akta dibawah tangan maupun akta notaris.8 Ganti Kerugian Penggantian kerugian dapat dituntut menurut undang-undang berupa “kosten. Bahwa kerugian yang harus diganti meliputi kerugian yang dapat diduga dan merupakan akibat langsung dari wanprestasi.

2. yaitu: a) Mengajukan tuntutan adanya keadaan memaksa (overmach). yaitu perikatan yang apabila tidak dipenuhi dapat dilakukan gugatan (hak tagihan) misalnya jual beli.10. 3) Peralihan resiko.1. Seorang debitur yang dituduh wanprestasi dapat mengajukan beberapa alasan untuk membela dirinya.1.9 Pengertian Sanksi Sanksi adalah hukuman yang dijatuhkan oleng pengadilan.10.10 Macam-macam perikatan. 2) Pembatalan perjanjian. c) Mengajukan alasan bahwa kreditur telah melepaskan haknya untuk menuntut ganti rugi. Dari kedua teori diatas maka yang lazim dianut adalah teori Adequated Veroorzaking karena pelaku hanya bertanggung jawab atas kerugian yang selayaknya dapat dianggap sebagai akibat dari perbuatan itu disamping itu teori inilah yang paling mendekati keadilan. b) Mengajukan alasan bahwa kreditur sendiri telah lalai. yaitu: 1) Membayar kerugian yang diderita kreditur.3 Perikatan wajar (natuurlijke verbintenissen) Perikatan yang dapat dibagi (deelbare verbintenissen) .1 Perikatan sipil (civiele verbintenissen).b) Adequated Veroorzaking (Von Kries) Menyatakan bahwa suatu peristiwa A adalah sebab dari peristiwa B (peristiwa lain). 2. Bila peristiwa A menurut pengalaman manusia yang normal diduga mampu menimbulkan akibat (peristiwa B).1. sewa menyewa dan sebagainya. 4) Membayar biaya perkara apabila sampai diperkarakan dimuka hakim.1. 2. pinjam meminjam.10.2 2. yaitu: 2. Apabila debitur melakukan wanprestasi maka ada beberapa sanksi yang dapat dijatuhkan kepada debitur.1.

Agar gugatan tidak sia-sia.1.6 2.4 2.7 2.10. GMF menyita tujuh pesawat PT. permohonan sita jaminan diajukan agar selama perkara berlangsung Batavia tidak memidahtangankan atau memperjualbelikan asetnya.11.1.1.192 juta dollar AS yang sudah jatuh tempo pada awal tahun 2008.8 Penawaran bayar tunai diikuti penyimpanan (consignatie) Pembaharuan hutang atau novasi Imbalan (vergelijking) atau kompensasi Pencampuran hutang (schuldvermenging) Pembebasan hutang (kwijtschelding der schuld) Batal dan Pembatalan (nietigheid of te niet doening) Hilangnya benda yang diperjanjikan (het vergaan der verschuldigde zaak) .9 Perikatan yang tak dapat dibagi (ondeelbare verbintenissen) Perikatan pokok (principale atau hoof-dverbintenissen) Perikatan tambahan (accessoire atau nevenverbintenissen) Perikatan spesifik (spesifieke verbintenissen) Perikatan generic (genericke verbintenissen) Perikatan jamak (meervoudige verbin-tenissen) 2.10.11.3 2. PT.10 Perikatan murni (zuivere verbintenis) 2. Batavia.11.11.1.10.6 2.1.7 2. PT.1.1. Pembayaran harus diartikan luas. 2.1 Pembayaran (betaling) artinya jika kewajiban terhadap perikatan itu telah dipenuhi. Ada kemungkinan fihak ketiga yang membayar hutang seorang debitur kemudian ia sendiri menjadi kreditur baru pengganti kreditur yang lama.10.5 2.10.11. GMF melakukan Perikatan dengan PT.11.1. 2. misalnya seorang pekerja melakukan pekerjaan termasuk juga pembayaran.11.11 Sebab Berakhirnya Perikatan 2.11 Perikatan bersyarat (voorwaardelijke verbintenis) PT. Metro Batavia.10.1. seperti menambah angin ban dan penggantian oli pesawat dengan batas waktu sejak awal tahun 2008.1.1.8 2.1. Batavia dengan memberikan biaya jasa kepada PT.1.10.1.2 2. Metro Batavia harus membayar hutang sebesar 1.1. Keadaan semacam itu disebut subrogasi.2.4 2.10.11.5 2.1.1.

12 Sumber Hukum Perikatan 2. tidak terdapat paksaan. Perjanjian dianggap sah. dimana PT. KUHS pasal 1740 dst.10 Kadaluwarsa (verjaring).1. misalnya tidak boleh mengadakan perjanjian pemberian hadiah untuk memukul atau membunuh orang yang ditunjuk. Metro Batavia membayar sejumlah uang yang sudah ditentukan kepada PT. 5.) 7. 2. bertentangan dengan keamanan dan ketertiban umum.2. 4.1.) adalah suatu perjanjian dimana pihak pertama (buruh.) Pinjam pakai sampai habis = pinjam mengganti (Verbruiklening. Perjanjian kerja (Arbeidscontract. Ijin kedua belah fihak berdasarkan persetujuan kehendak mereka masing-masing.1 Perjanjian (kontrak) Perjanjian Adalah suatu perbuatan dimana seseorang atau beberapa orang mengikatkan dirinya kepada seorang atau beberapa orang lain. KUHP pasal 1541 dst. Ada sebab yang dibolehkan.) Perjanjian sewa menyewa (Huur en Verhuur. 3. Perjanjian jual beli (koop en verkoop) Perjanjian tukar menukar (Ruil. Kedua belah fihak harus cakap bertindak : jika syarat ini tidak dipenuhi maka perjanjian itu dapat dibatalkan dengan perantara hakim. .12. GMF memberikan biaya jasa kepada PT. KUHS pasal 1601 dst.1. Metro Batavia.11. 4. harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Perjanjian penitipan (Bewaargeving.) 6. KUHS pasal 1754 dst. Ada objek tertentu : jumlah. KUHP pasal 1548 dst. Jenis-jenis perjanjian tertentu: 1.kerja) akan memberikan tenaganya untuk melakukan sesuatu pekerjaan bagi pihak lain (majikan) dengan menerima upah yang telah ditentukan. artinya ada sebab-sebab hukum yang menjadi dasar perjanjian yang tidak dilarang oleh peraturan-peraturan. GMF. penipuan atau kekeliruan. 2.11.) Pinjam pakai (Bruiklening. 2. KUHS pasal 1694 dst. 2. dilarang mengadakan perjanjian jual beli budak dan lain-lain. jenis dan bentuk yang diperjanjikan sudah tertentu.1. 3. Suatu perbuatan dimana seseorang atau beberapa orang mengikatkan dirinya kepada seorang atau beberapa orang lain. seperti menambah angin ban dan penggantian oli pesawat.9 Timbul syarat yang membatalkan (door werking ener ontbindende voorwaarde). Perjanjian antara pihak pertama PT.

Perserikatan (Maatschap. Tindakan melanggar hukum ( onrechmatige daad) Ini diatur dalam KUHS 1365 dst. Perikatan yang terjadi karena undang-undang itu sendiri Yaitu dikarenakan keadaan yang telah ditentukan oleh peraturan perundangan. Yang menjadi pertanyaannya adalah. KUHS pasal 1851 dst. Pasal 1131 KUHPerdata dan Pasal 196 HIR? Di dalam Pasal 227 HIR disebutkan bahwa “Jika ada sangka beralasan bahwa Tergugat akan menggelapkan atau memindahtangankan barang miliknya dengan maksud akan menjauhkan barang tersebut dari Penggugat. GMF menyita ketujuh pesawat Batavia yang merupakan pesawat Boeing 737-200 dengan tujuh nomor seri dan nomor registrasi yang berbeda. Pertanggungan (Borgtocht. dibagi dalam dua golongan : 1. BAB 3 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kasus wanprestasi antara PT. yakni : 1.) 12.) 2. 1.Pst. Perikatan yang terjadi karena undang-undang disertai dengan tindakan manusia. 1. maka timbullah suatu perikatan seperti timbulnya hak dan kewajiban. Penarikan perkara (Dading.) 2. KUHS pasal 1618 dst. maka atas permohonan Penggugat . KUHS pasal 1792) 10.2 Undang-Undang Perikatan yang terjadi karena undang-undang. apakah putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sesuai dengan penerapan Pasal 227 HIR. KUHS pasal 1666 dst)\ 11.1. maka orang yang bersalahmenyebabkan kerugian itu wajib mengganti kerugian”. Metro Batavia dan PT.1.12. Pemberian beban (Lastgeving.Jkt. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan sita jaminan terhadap pesawat terbang milik Batavia dengan surat penetapan sita jaminan Nomor 335/Pdt. Tindakan menurut hukum / hakiki (rechmatige daad) Yaitu perbuatan manusai berdasarkan haknya. KUHS pasal 1820 dst. Garuda Maintanence Facility yang sudah dibahas sebelumnya.G/2008/PN. yang berbunyi : “ Setiap tindakan melanggar hukum yang menyebabkan kerugian pada orang lain. Pemberian hadiah (Schenking.

Batavia Air tidak dapat menepati janjinya untuk membayar atau melunasi utangnya maka harta tergugat tersebut dapat dieksekusi oleh penggugat melalui prosedur tertentu. maka kami menyatakan bahwa kasus wanprestasi GMF terhadap Batavia dibenarkan untuk melakukan sita jaminan sampai Batavia dapat melunasi utang sebesar…. atau mengalihkan barang-barang yang dikenakan sita tersebut adalah tidak sah dan merupakan tindak pidana. maupun dengan surat. Penjelasan: Biasanya pihak yang kalah itu dengan kemauan sendiri mematuhi isi keputusan hakim. namun hanya disimpan oleh pengadilan dan tidak boleh dialihkan atau dijual oleh termohon/tergugat. Pasal 1311 KUHPerdata menyatakan bahwa segala kebendaan si berutang. Dalam hal ini. untuk melaksanakan keputusan tersebut. Dengan adanya penyitaan. Berdasarkan kasus wanprestasi yang dilakukan oleh PT. baik yang bergerak maupun yang tak bergerak. Pasal 1131 KUHPerdata dan Pasal 196 HIR. menjadi tanggungan untuk segala perikatan perserorangan.Pengadilan dapat memerintahkan agar diletakkan sita atas barang tersebut untuk menjaga/menjamin hak Penggugat”. memenuhi keputusan itu. kepada ketua. GMF dan analisis kasus yang sesuai dengan Pasal 227 HIR. GMF agar selama perkara berlangsung. Setelah lewat tempo yang ditetapkan itu dan yang kalah belum juga memenuhi perintah hakim. maka fihak yang menang memasukkan permintaan. akan tetapi apabila ia lalai atau tidak mau memenuhinya. Batavia terhadap PT. pengadilan negeri yang tersebut pada ayat pertama pasal 195. sesuai dengan permohonan sita jaminan yang diajukan PT. baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada di kemudian hari. maka pihak yang menang baik dengan lisan maupun dengan surat memajukan permintaan kepada pengadilan negeri yang telah memutus perkara itu. Isi pasal tersebut. baik dengan lisan. Pasal 196 HIR menyatakan bahwa jika pihak yang dikalahkan tidak mau atau lalai untuk memenuhi isi keputusan itu dengan damai. buat menjalankan keputusan itu Ketua menyuruh memanggil fihak yang dikalahkan itu serta memperingatkan. yang selamalamanya delapan hari. Penyitaan dalam sita jaminan bukan dimaksudkan untuk melelang. Sehingga apabila dikemudian hari pada saat jatuh tempo PT. secara khusus dijadikan jaminan pembayaran utang. tergugat kehilangan kewenangannya untuk menguasai barang. sehingga seluruh tindakan tergugat untuk mengasingkan. yaitu tujuh pesawat Batavia yang merupakan pesawat Boeing 737-200 dengan tujuh nomor seri dan nomor registrasi yang berbeda. supaya ia memenuhi keputusan itu di dalam tempo yang ditentukan oleh ketua. . Batavia tidak memindahtangankan atau memperjualbelikan asetnya. Pihak GMF sejak semula telah meminta kepada Batavia Air agar hartanya. maka menurut pasal 167 hakim kemudian memerintahkan kepada Panitera untuk menyita barang-barang terangkat milik orang yang kalah sekira cukup untuk memenuhi tagihan uang dan biaya eksekusi. atau menjual barang yang disita . Ketua pengadilan kemudian menyuruh memanggil pihak yang kalah itu dan diberi ingat supaya dalam tempoh yang ditetapkan oleh ketua yang selama-lamanya delapan hari.

. Metro Batavia dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia terdapat masalah jatuh tempo dari PT Metro Batavia yang sesuai dengan Pasal 196 HIR (Herzien Inlandsch Reglement). Hukum perdata dibedakan menjadi dua. Hukum perdata material mengatur kepentingan-kepentingan perdata setiap subjek hukum. Saran Dengan adanya kasus Wanprestasi antara PT Metro Batavia dan PT GMF kami mengharapkan agar masyarakat pada umumnya dapat terlebih dahulu memahami seluruh isi perjanjian kontrak kerja sebelum menyetujui kontrak terse but. Untuk itu. segala keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang telah dibuat sudah sesuai dengan perkara kasus yang berdasarkan hukum yang telah ditetapkan. Kasus Hukum Perdata PT. yaitu hukum perdata material dan hukum perdata formal. terdapat juga Pasal 227 HIR yang berisikan sita jaminan untuk PT Metro Batavia dan Pasal 1311 KUHPerdata Kebendaan siberhutang berhak menjadi tanggungan untuk segala perikatan perseorangan. penulis menyimpulkan bahwa kasus tersebut merupakan tindak perdata yang sesuai dengan penerapan pasal 227 HIR (Herzien Inlandsch Reglement). pasal 1131 KUHPerdata. Hukum perdata formal mengatur bagaimana cara seseorang mempertahankan haknya apabila dilanggar oleh orang lain. Semua keputusan pengadilan sesuai dengan Hukum Perdata yang berlaku. agar masyarakat tidak mendapat masalah dengan perjanjian kontrak. Dengan demikian masyarakat dapat memenuhi apa yang menjadi Hak dan Kewajiban dari isi perjanjian tersebut. Dilihat dari pembahasan dan penjabaran masalah kasus wanprestasi di atas yang mengenai konflik antara PT Metro Batavia dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia. dan pasal 196 HIR. Hukum perdata ialah aturan-aturan hukum yang mengatur tingkah laku setiap orang terhadap orang lain yang berkaitan dengan hak dan kewajiban yang timbul dalam pergaulan masyarakat maupun pergaulan keluarga.BAB 4 PENUTUP Kesimpulan Hukum perdata bersumber pokok pada kitab undang-undang hukum sipil yang berlaku di Indonesia sejak tanggal 1 mei 1848 KUHP yang berdasarkan asas konkordansi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->