P. 1
Doc

Doc

|Views: 3,046|Likes:
Published by -Ifien Ufien-
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: -Ifien Ufien- on Dec 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

Kegiatan menulis mempunyai tujuan pencapaian yaitu agar sang pembaca

memberikan respons yang diinginkan oleh sang penulis terhadap tulisannya, maka

mau tidak mau penulis harus menyajikan tulisan yang baik.

Adapun ciri-ciri penulisan yang baik menurut Adelstein dan Pival (dalam

Tarigan 1993:6-7) adalah sebagai berikut.

(1) mencerminkan kemampuan sang penulis mempergunakan nada yang
serasi; (2) mencerminkan kemampuan sang penulis. Menyusun bahan-bahan
yang tersedia menjadi suatu keseluruhan yang utuh; (3) mencerminkan
kemampuan sang penulis untuk menulis dengan jelas dan tidak samara-samar:
memanfaatkan struktur kalimat, bahasa, dan contoh-contoh sehingga
maknanya sesuai yang diinginkan oleh sang penulis; (4) mencerminkan
kemampuan sang penulis untuk menulis secara meyakinkan: menarik minat
para pembaca terhadap pokok pembicaraan serta mendemonstrasikan suatu
pengertian yang masuk akal dan cermat-teliti mengenai hal itu; (5)
mencerminkan kemampuan sang penulis untuk mengkritik naskah tulisannya
yang pertama serta memperbaikinya; (6) mencerminkan kebanggaan sang
penulis dalam naskah atau manuskrip: kesudian mempergunakan ejaan dan
tanda baca secara seksama, memeriksa makna kata dan hubungan
ketatabahasaan dalam kalimat-kalimat sebelum menyajikannya kepada para
pembaca.

Adapun menurut Mahan dan Day (dalam Tarigan 1993:7) merumuskan

ciri-ciri tulisan yang baik seperti: (1) jujur: jangan coba memalsukan gagasan atau

ide anda; (2) jelas: jangan membingungkan para pembaca; (3) singkat: jangan

memboroskan waktu pembaca; (4) usahakan keanekaragaman: panjang kalimat

yang beraneka ragam; berkarya dengan penuh kegembiraan.

Darmadi (1996:24) merumuskan beberapa ciri tulisan yang baik, yaitu

sebagai berikut.

(1) signifikan, apabila penulis dapat menceritakan kepada pembaca tentang
suatu hal yang dibutuhkan olehnya; (2) jelas, berkaitan erat dengan gampang
tidaknya sebuah tulisan untuk dipahami. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat kejelasan tulisan adalah pilihan kata, struktur kalimat,

34

penggunaan kata-kata penghubung, organisasi ide, pemilihan ilustrasi,
penentuan contoh-contoh, dan sebagainya; (3) mempunyai kesatuan dan
organisasi yang baik, cirinya dapat menyenangkan pembacanya dan mudah
dipahami, langsung menjelaskan topik persoalan (tidak berputar-putar) dan
perpindahan dari satu hal ke hal yang lain dilakukan dengan mulus; (4)
ekonomis, padat isi, dan bukan padat kata. Hal ini berkaitan keefisienan waktu
dan tenaga; (5) mempunyai pengembangan yang memadai, artinya sebuah
tulisan dengan pengembangan memadai tentu akan lebih mudah dipahami oleh
pembaca daripada tulisan yang tidak dikembangkan secukupnya; (6)
menggunakan bahasa yang dapat diterima (acceptable), artinya pemakaian
bahasa yang dapat diterima (baik dan benar) akan sangat mempengaruhi
tingkat kejelasan tulisan; (7) mempunyai kekuatan (bertenaga), artinya sebuah
tulisan yang bertenaga akan membuat pembaca merasa bahwa si penulis hadir
di dalam tulisannya.

Gie (2002:33-37) merumuskan asas-asas mengarang yang efektif, yaitu

sebagai berikut.

(1) kejelasan (clarity), asas kejelasan tidaklah semata-semata berarti mudah
dipahami, melainkan juga bahwa karangan itu tidak mungkin disalahtafsirkan
oleh pembaca. Kejelasan berarti tidak samar-samar, tidak kabur sehingga
setiap butir ide yang diungkapkan seakan-akan tampak nyata oleh pembaca;
(2) keringkasan (conciseness), berarti bahwa suatu karangan tidak
menghamburkan kata-kata secara semena-mena, tidak megulang-mengulang
butir ide yang dikemukakan, dan tidak berputar-putar dalam menyampaikan
suatu gagasan dengan berbagai kalimat yang berkepanjangan; (3) ketepatan
(correctness), berarti suatu penulisan harus dapat menyampaikan butir-butir
gagasan kepada pembaca dengan kecocokan sepenuhnya seperti yang
dimaksudkan oleh penulisnya; kesatupaduan (unity), berarti segala hal yang
disajikan dalam karangan perlu berkisar pada satu gagasan pokok atau tema
utama yang telah ditentukan; (5) pertautan (coherence), berarti bahwa dalam
suatu karangan bagian-bagiannya perlu “melekat” secara berurutan satu sama
lain; (6) penegasan (emphasis), berarti bahwa dalam suatu tulisan butir-butir
informasi yang penting disampaikan dengan penekanan atau penonjolan
tertentu sehingga meninggalkan kesan yang kuat pada pikiran pembaca.

Berdasarkan keempat pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri

penulisan yang baik, adalah: (1) jujur (tidak memalsukan ide); (2) jelas (tidak

membingungkan pembaca); (3) singkat (tidak memboroskan waktu pembaca); (4)

bervariasi (mempunyai panjang kalimat yang beraneka ragam); (5) runtut; (6)

padu; dan (7) menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hal ini sesuai dengan

35

syarat-syarat petunjuk yang baik yaitu jelas, logis, dan singkat. Jelas maksudnya

tidak membingungkan dan mudah diikuti. Sedangkan logis maksudnya tidak

menimbulkan salah langkah. Dan singkat maksudnya hanya mencantumkan hal-

hal yang penting saja.

2.2.2 Menulis Petunjuk

Menulis petunjuk adalah salah satu kompetensi dasar keterampilan

menulis kebahasaan pada siswa kelas VIII SMP/MTs.. Dalam standar kompetensi

dasar tersebut terdapat kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa yaitu

mampu menulis petunjuk untuk melakukan sesuatu/penjelasan tentang cara

membuat sesuatu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->