Sejarah Koperasi Di Indonesia

Sejarah Koperasi di Indonesia

Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki cantolan konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan? Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah Koperasi. Tafsiran itu sering pula dikemukakan oleh Mohammad Hatta, yang sering disebut sebagai perumus pasal tersebut. Pada Penjelasan konstitusi tersebut juga dikatakan, bahwa sistem ekonomi Indonesia didasarkan pada asas Demokrasi Ekonomi, di mana produksi dilakukan oleh semua dan untuk semua yang wujudnya dapat ditafsirkan sebagai Koperasi.Dalam wacana sistem ekonomi dunia, Koperasi disebut juga sebagai the third way, atau jalan ketiga, istilah yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh sosiolog Inggris, Anthony Giddens, yaitu sebagai jalan tengah antara kapitalisme dan sosialisme. Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Ia mendirikan Koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. R. Aria Wiriatmadja atau Tirto Adisuryo, yang kemudian dibantu pengembangannya oleh pejabat Belanda dan akhirnya menjadi program resmi pemerintah. Seorang pejabat pemerintah Belanda, yang kemudian menjadi sarjana ekonomi, Booke, juga menaruh perhatian terhadap Koperasi. Atas dasar tesisnya, tentang dualisme sosial budaya masyarakat Indonesia antara sektor modern dan sektor tradisional, ia berkesimpulan bahwa sistem usaha Koperasi lebih cocok bagi kaum pribumi daripada bentuk badan-badan usaha kapitalis. Pandangan ini agaknya disetujui oleh pemerintah Hindia Belanda sehingga pemerintah kolonial itu mengadopsi kebijakan pembinaan Koperasi. Meski Koperasi tersebut berkembang pesat hingga tahun 1933-an, pemerintah Kolonial Belanda khawatir Koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, namun Koperasi menjamur kembali hingga pada masa pendudukan Jepang dan kemerdekaan. Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan Koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.Bung Hatta meneruskan tradisi pemikiran ekonomi sebelumnya. Ketertarikannya kepada sistem Koperasi agaknya adalah karena pengaruh kunjungannya ke negara-negara Skandinavia, khususnya Denmark, pada akhir tahun 1930-an. Walaupun ia sering mengaitkan Koperasi dengan nilai dan lembaga tradisional gotong-royong, namun persepsinya tentang Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi modern yang berkembang di Eropa Barat. Ia pernah juga membedakan antara Koperasi sosial yang berdasarkan asas gotong royong, dengan Koperasi ekonomi yang berdasarkan asas-asas ekonomi pasar yang rasional dan kompetitif.Bagi Bung Hatta, Koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar. Karena itu Koperasi harus bisa bekerja dalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi. Koperasi juga bukan sebuah komunitas tertutup, tetapi terbuka, dengan melayani non anggota, walaupun dengan maksud untuk menarik mereka menjadi anggota Koperasi, setelah merasakan manfaat berhubungan dengan Koperasi. Dengan cara itulah sistem Koperasi akan mentransformasikan sistem ekonomi kapitalis yang tidak ramah terhadap pelaku ekonomi kecil melalui persaingan bebas (kompetisi), menjadi sistem yang lebih bersandar kepada kerja sama atau Koperasi, tanpa menghancurkan pasar yang kompetitif itu sendiri.

Dewasa ini, di dunia ada dua macam model Koperasi.
-

-

Pertama, adalah Koperasi yang dibina oleh pemerintah dalam kerangka sistem sosialis. Kedua, adalah Koperasi yang dibiarkan berkembang di pasar oleh masyarakat sendiri, tanpa bantuan pemerintah. Jika badan usaha milik negara merupakan usaha skala besar, maka Koperasi mewadahi usaha-usaha kecil, walaupun jika telah bergabung dalam Koperasi menjadi badan usaha skala besar juga. Di negara-negara kapitalis, baik di Eropa Barat, Amerika Utara dan Australia, Koperasi juga menjadi wadah usaha kecil dan konsumen berpendapatan rendah. Di Jepang, Koperasi telah menjadi wadah perekonomian pedesaan yang berbasis pertanian.Di Indonesia, Bung Hatta sendiri menganjurkan didirikannya tiga macam Koperasi. Pertama, adalah Koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua, adalah Koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan). Ketiga, adalah Koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal. Bung Hatta juga menganjurkan pengorganisasian industri kecil dan Koperasi produksi, guna memenuhi kebutuhan bahan baku dan pemasaran hasil. Menurut Bung Hatta, tujuan Koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Tapi, ini tidak berarti, bahwa Koperasi itu identik dengan usaha skala kecil. Koperasi bisa pula membangun usaha skala besar berdasarkan modal yang bisa dikumpulkan dari anggotanya, baik anggota Koperasi primer maupun anggota Koperasi sekunder. Contohnya adalah industri tekstil yang dib angun oleh GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) dan berbagai Koperasi batik primer.Karena kedudukannya yang cukup kuat dalam konstitusi, maka tidak sebuah pemerintahpun berani meninggalkan kebijakan dan program pembinaan Koperasi. Semua partai politik, dari dulu hingga kini, dari Masyumi hingga PKI, mencantumkan Koperasi sebagai program utama. Hanya saja kantor menteri negara dan departemen Koperasi baru lahir di masa Orde Baru pada akhir dasarwarsa 1970-an. Karena itu, gagasan sekarang untuk menghapuskan departemen Koperasi dan pembinaan usaha kecil dan menengah, bukan hal yang mengejutkan, karena sebelum Orde Baru tidak dikenal kantor menteri negara atau departemen Koperasi. Bahkan, kabinet-kabinet yang dipimpin oleh Bung Hatta sendiri pun tidak ada departemen atau menteri negara yang khusus membina Koperasi.

Pasang-surut Koperasi di IndonesiaKoperasi di Indonesia dalam perkembangannya mengalami pasang dan surut. Sebuah pertanyaan sederhana namun membutuhkan jawaban njelimet, terlontar dari seorang peserta. Mengapa jarang dijumpai ada Koperasi yang bertumbuh menjadi usaha besar yang menggurita, layaknya pelaku ekonomi lain, yakni swasta (konglomerat) dan BUMN? Mengapa gerakan ini hanya berkutat dari persoalan yang satu ke persoalan lain, dan cenderung stagnan alias berjalan di tempat? Mengapa Koperasi sulit berkembang di tengah habitat alamnya di Indonesia?? Inilah sederet pertanyaan yang perlu dijadikan bahan perenungan.Padahal, upaya pemerintah untuk memberdayakan Koperasi seolah tidak pernah habis. Bahkan, bila dinilai, mungkin amat memanjakan. Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, juga paket program dari Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini. Tak hanya bantuan program, ada institusi khusus yang

Koperasi adalah untuk yang kecil-kecil. bila Koperasi dianggap kecil. yakni organisasi sosial yang berbisnis atau lembaga ekonomi yang mengemban fungsi sosial. Omzet mereka mencapai milyaran rupiah setiap bulan. Konglomerat yang dimaksud di sini memiliki pengertian: Koperasi yang bersangkutan sudah merambah dan menangani berbagai bidang usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak dan merangsek ke berbagai bidang usaha-bisnis komersial .000-an dan di tahun 2007 ini terdapat 100. sehingga ia seperti orang kerdil yang menggendong sekarung beras di pundaknya. Namun. untuk kalangan swasta dan BUMN. dari jumlah yang demikian besar itu. Koperasi adalah badan usaha juga perkumpulan orang termasuk yang berwatak sosial. persaingan yang terjadi di lapangan demikian ketat. Beberapa Koperasi telah tumbuh menjadi konglomerat ekonomi Indonesia. kenyataannya. Memang pertumbuhan Koperasi cukup fantastis. sementara yang menengah bahkan besar. Koperasi masih saja melekat dengan stigma ekonomi marjinal. Koperasi masih cenderung menempati ekonomi pinggiran (pemasok dan produksi). sama dengan pelaku ekonomibisnis lainnya.Di Indonesia. sama saja. yakni kalangan swasta dan BUMN. dan merupakan kumpulan serba lemah. itu adalah akibat frame of mind yang salah. di mana di akhir tahun 1999 hanya berjumlah 52. tak hanya sekadar pembelian embel-embel.Berbagai istilah apa pun yang melekat.000-an. Hanya kompetisi ketat semacam itulah yang membuat mereka bisa menjadi pengusaha besar yang tangguh dan profesional. Mengapa tidak disebut badan usaha misalnya. sudah dikuasai swasta dan BUMN. sehingga ketiganya memiliki kedudukan dan potensi sejajar. tidak aneh bila kontribusi Koperasi terhadap GDP (gross domestic product) baru sekitar satu sampai dua persen. maka di akhir tahun 2000 sudah mencapai hampir 90.menangani di luar Dekopin. pelaku bisnis tak profesional. itu terjadi karena adanya pola pikir yang menciptakan demikian. lebih dari itu. yang tentunya tidak kalah jika dibandingkan dengan perusahaan swasta atau BUMN yang sudah menggurita. Jadi. Di sinilah terjadinya penciptaan paradigma yang salah. beberapa Koperasi sebenarnya sudah bisa dikatakan memiliki unit usaha besar dan beragam serta tumbuh menjadi raksasa bisnis berskala besar. Padahal.Koperasi yang selama ini diidentikkan dengan hal-hal yang kecil. pelaku bisnis yang perlu dikasihani. Definisi yang melekat jadi memberatkan. yang seharusnya memacu gerakan ini untuk terus maju. semua memberatkan gerakan Koperasi dalam menjalankan visi dan misi bisnisnya.000 Koperasi di Indonesia. Para pemain ini akan disaring secara alami. namun kini banyak yang sakit. mana yang efisien dalam menjalankan bisnis dan mereka yang akan tetap eksis. Dalam konteks ini adalah semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan. tidak berperan. yaitu Menteri Negara Urusan Koperasi dan PKM (Pengusaha Kecil Menengah). Karena itu. kontribusinya bagi pertumbuhan mesin ekonomi belum terlalu signifikan. Singkatnya. Hal ini mungkin terjadi akibat gerakan Koperasi terlalu sarat berbagai embel-embel. Namun. pinggiran dan akhirnya menyebabkan fungsinya tidak berjalan optimal.Masalah tersebut tidak bisa dilepaskan dari substansi Koperasi yang berhubungan dengan semangat. pelaku bisnis pupuk bawang.

maka definisi legal ini cenderung berbeda-beda. Pasal 1. Mengenai pengertian esensinya ini pada umumnya tidak terdapat perbedaan karena lebih menekankan pada esensi kerjasamanya. Koperasi sebagai salah satu pelaku ekonomi nasional disamping Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Swasta. maka menurut Ramudi Ariffin (1997:18). 2. dapat didekatkan melalui tiga pendekatan. Definisi nominal. 2. bahkan telah dicantumkan secara gamblang dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945. Karena Undang-Undang dirumuskan sesuai dengan kondisi masing-masing negara. . yang selanjutnya turut meratakan tingkat kesejahteraan masyarakat pada berbagai lapisan. diharapkan akan turut serta dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Definisi esensial. 25/1992. Dalam arti ekonomi Koperasi adalah organisasi ekonomi yang anggotanya memiliki sekurang-kurangnya satu kepentingan ekonomi yang sama. yaitu pengertian Koperasi yang dirumuskan untuk kepentingan analisis. Definisi legal. yaitu sebagai cermin timbulnya perbaikan kesejahteraan hidup masyarakat.Pengertian Koperasi Pembangunan ekonomi bertujuan meningkatkan pendapatan perkapita. yaitu pengertian tentang Koperasi menurut esensinya sebagai wadah kerjasama. yaitu UU Kop. sebagai berikut: 1. 3. Istilah Koperasi sudah dipopulerkan sejak zaman pra kemerdekaan di Indonesia. Berdasarkan hal itu maka menurut Hans H. untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi bersama. sebagai berikut: 1. diringkas). Dalam hal ini hanya negara-negara yang mempunyai Undang-Undang perKoperasian saja yang memakai definisi legal. (1989:39-40. bermotivasi swadaya dalam perusahaan yang dibiayai dan diawasi bersama dengan sasaran meningkatkan kemajuan perusahaan rumah tangga anggota (promosi anggota). Istilah Organisasi Koperasi mulai dikenal dilingkungan ekonomi dan sosiologi. (1989:42). Dalam arti sosiologi Organisasi Koperasi adalah perkumpulan orang yang sepakat bekerjasama selama satu periode tertentu atas dasar persamaan dan dibawah suatu kepemimpinan yang diawasi secara demokratis. yaitu rumusan pengertian Koperasi yang tercantum dalam Undang-Undang. untuk membedakan dari badan usaha lain non-Koperasi. Untuk menjernihkan perumusan istilah Koperasi. meskipun begitu pemahamannya secara jernih tidak begitu mudah. Indonesia salahsatu negara yang mempunyai Undang-Undang perkoperasian. No. Sedangkan dalam pembahasan ini kerjasama disini adalah Koperasi sebagai ekonomi antar individu. menyebutkan : Koperasi adalah salah satu badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan. Muenkner pengertian organisasi Koperasi dapat dibedakan dalam arti ekonomi dan arti sosiologi.

sosial serta budaya mereka yang sama melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis. 2. yaitu memperbaiki situasi ekonomi dan sosial mereka. Landasan Struktural UUD 45 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi " Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan" c. Keanggotaan sukarela dan terbuka bagi setiap Warga Negara Republilk Indonesia c. Landasan Mental adalah : setia kawan dan kesadaran pribadi . bertanggungjawab kepada diri sendiri. demokratis. Perusahaan Koperasi itu ditugaskan untuk menunjang kepentingan para anggota kelompok Koperasi itu. Koperasi merupakan perkumpulan otonomi dari orang-orang yang bergabung secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi. Sebagai intrumen (wahana) untuk mewujudkannya adalah suatu perusahaan yang dimiliki dan dibina secara bersama (PERUSAHAAN KOPERASI). 3. Ciri-Ciri Umum Koperasi Ciri-ciri yang menonjol dalam koperasi adalah : a. Berasas kekeluargaan b. Anggota-anggota kelompok Koperasi secara individual bertekad mewujudkan tujuannya. Landasan Operasional adalah : GBHN temtang arah pembangunan koperasi d. Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi Landasan Koperasi Koperasi mempunyai landasan : a. Landasan Idiil/iddiolodi/dasar adalah : Pancasila b. dengan cara menyediakan/menawarkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh para anggota dalam kegiatan ekonominya. 4. yaitu dalam perusahaan/usaha dan/atau rumah tangga masing-masing (TUJUAN/TUGAS ATAU PRINSIP PROMOSI ANGGOTA). melalui usaha-usaha (aksi-aksi) bersama dan saling membantu (SWADAYA DARI KELOMPOK KOPERASI). mempunyai ciri-ciri umum seperti yang dikemukakan oleh Hanel (1989:29). persamaan. Sejumlah individu yang bersatu dalam suatu kelompok atas dasar sekurangkurangnya satu kepentingan atau tujuan yang sama (KELOMPOK KOPERASI). Koperasi melakukan nilainilai menolong diri sendiri. keadilan dan solidaritas. menyatakan: 1.Organisasi Koperasi sebagai sistem sosio-ekonomi masyarakat.

Bintang dalam perisai melambangkan Pancasila sebagai landasan ideal koperasi. . Rantai melambangkan persahabatan yang kokoh. Memenuhi kebutuhan anggotanya dengan harga yang relatif murah. Kapas dan Padi melambangkan kemakmuran rakyat yang diusahakan oleh Koperasi. g. e. b. d. adil. Warna merah dan putih melambangkan sifat nasional Indonesia. Tuliasan Koperasi Indonesia melambangkan kepribadian koperasi rakyat Indonesia. Pohon beringin melambangkan sifat kemasyarakatan dan kepribadian Indonesia yang kokoh berakar. Gigi Roda melambangkan usaha/karya yang terus menerus.Lambang Koperasi Lambang Koperasi Indonesia memiliki arti sebagai berikut: a. Timbangan melambangkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. f. dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. c. 25 tahun 1992. Memberikan kemudahan bagi anggotanya untuk memperoleh modal usaha. b. Tujuan Koperasi Di sadur dari UU no. Manfaat Koperasi Berikut ini beberapa manfaat koperasi: a. bab II pasal 3 : Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju. h.

h. daya kreasi. g. Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindahtangankan.c. daya usaha rakyat untuk meningkatkan produksi dan mewujudkan tercapainya pendapatan yang adil dan kemakmuran yang merata e. 20 a. Keanggotaan Koperasi Di sadur dari UU no. e. Mempersatukan. hak. Membina kelangsungan dan perkembangan demokrasi ekonomi. Sebagai sokoguru/urat nadi perekonomian Indonesia b. Yang dapat menjadi anggota Koperasi ialah setiap warga negara I donesia yang mampu n melakukan tindakan hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Keanggotaan Koperasi dapat diperoleh atau diakhiri setelah syarat sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dipenuhi. f. Keanggotaan Koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha Koperasi. Memberikan keuntungan bagi anggotanya melalui Sisa Hasil Usaha (SHU). Meniadakan praktik rentenir. memberdayakan ekonomi rakyat d. Untuk memperbaiki tingkat kehidupan Masing-masing anggota dan masyarakat c. d. Keanggotaan Koperasi dicatat dalam buku daftar anggota c. Mengembangkan usaha anggota koperasi. Koperasi dapat memiliki anggota luar biasa yang persyaratan. Fungsi dan Peran Koperasi di Indonesia a. Anggota Koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa Koperasi. Mempertinggi taraf hidup dan tingkat kecerdasan rakyat f. dan kewajiban keanggotaannya ditetapkan dalam Anggaran Dasar. d. b. . 25 tahun 1992. Setiap anggota mempunyai kewajiban dan hak yang sama terhadap Koperasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar. mengarahkan. e. Mengembangkan potensi. BAB V pasal 17 sd.

g. dan memberikan suara dalam Rapat Anggota.berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh Koperasi. Kerjasama antar koperasi. f. Pembentukan Koperasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilakukan dengan akta pendirian yang memuat Anggaran Dasar.i. d. c. mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal. c. d. Pendidikan perkoperasian. Pengelolaan dilakukan secara Demokratis. Koperasi Sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) Koperasi. b. memanfaatkan Koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota. . Syarat Pembentukan Koperasi a. meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar. Keanggotaan bersifat suka rela dan terbuka. Kemandirian. b. e. f. menyatakan pendapat. Prinsip Koperasi Menurut UU No 25 tahun 1992 Pasal 5 disebutkan prinsip koperasi yaitu: a.mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah negara Republik Indonesia. menghadiri. c. mengemukakan pendapat atau saran kepada Pengurus diluar Rapat Anggota baik diminta maupun tidak diminta. Pembagian SHU dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masingmasung anggota(andil anggota tersebut dalam koperasi). b. Setiap anggota mempunyai hak: a. d.mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota. b. Setiap anggota mempunyai kewajiban: a. j. Koperasi Primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 (duapuluh) orang. memilih dan/atau dipilih menjadi anggota Pengurus atau Pengawas. c. e.

2. e. mengesahkan rencana kerja.dan koperasi kredit usaha (jasa keuangan). Jenis-Jenis Koperasi Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen. Rapat anggota juga menetapkan anggaran dasar. b. Berdasarkan jenis usahanya. Kelengkapan Koperasi Susunan koperasi berikut ini: a. ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya. Badan hukum koperasi. d. Anggota. yaitu sebagai berikut: . yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi.e. Pengurus koperasi. tugas pengurus koperasi. ketentuan mengenai Rapat Anggota. Perorangan. Rapat Anggota Rapat anggota menjadi pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. d. yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup yang lebih luas. serta memilih mengangkat dan memberhentikan pengurus dan pengawas koperasi. ketentuan mengenai pembagian sisa hasil usaha. i. ketentuan mengenai permodalan. g. daftar nama pendiri. b. Pengawas Koperasi pengawas koperasi bertugas untuk mengawasi jalannya koperasi. Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) memuat sekurang-kurangnya: a. mengelola koperasi dan anggotanya. menetapkan pembagian SHU.koperasi produsen. ketentuan mengenai sanksi. Rapat anggota dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban pengurus dan pengawas dalam hal pengelolaan koperasi. mengajukan rancangan kerja koperasi. dan membuat laporan keuangan dan pertanggung jawabannya. j. dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. c. ketentuan mengenai pengelolaan. maksud dan tujuan serta bidang usaha. h. c. f. anggota koperasi meliputi: 1. nama dan tempat kedudukan. ketentuan mengenai keanggotaan.

. b. d. Berdasarkan keanggotaannya. c. Besarnya bisa di lihat dari saldo simpanan anggota atau di tentukan pengurus dan anggota koperasi. Simpanan Wajib adalah : simpanan yang wajib di bayar sebulan sekali. Simpanan hanya bisa di ambil kembali ketika keluar dari keanggotaan Koperasi. Jasa Pinjaman adalah : biaya yang di kenakan kepada anggota yang meminjam yang besarnya di tetapkan oleh anggota dan pengurus koperasi dalam rapat anggota. terutama kebutuhan dibidang pertanian. Pinjaman adalah : layanan yang di berikan kepada anggota. koperasi dapat dibedakan menjadi berikut: a. Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang melayani kegiatan peminjaman dan penyimpanan uang para anggotanya.Koperasi produksi adalah koperasi yang anggotanya menghasilkan produk dan kemudian dijual atau dipasarkan melalui koperasi. Ketentuan Umum dalam Koperasi a. Simpanan Pokok adalah : simpanan yang di bayar setahun sekali atau sekali selama menjadi anggota. f.Simpanan sukarela dapat di setorkan dan diambil setiap saat. karyawan sekolah dan guru. Simpanan Suka Rela adalah : simpanan yang besarnya tidak di tentukan. b. h. Koperasi Sekolah adalah koperasi yang beranggotakan siswa-siswa sekolah. e. c. Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan dan melayani kebutuhannya. tetapi bergantung kepada kemampuan anggota.a.(jika flat/jasa menurun) Jasa pinjaman menurun dihitung dari saldo (sisa) pinjaman Jasa pinjaman tetap/flat dihitung dari besarnya pinjaman Provisi adalah biaya yang di bebankan kepada anggota ketiak meminjam termasuk kedalam biaya administrasi b. Besarnya simpanan bergantung dari hasil kesepakatan pengurus dan anggota koperasi. Koperasi pegawai Negeri adalah koperasi yang beranggotakan pegawai negeri. d. c. Simpanan hanya bisa di ambil kembali ketika keluar dari keanggotaan Koperasi. Koperasi Pasar adalah koperasi yang beranggotakan pedagang pasar. Koperasi konsumsi adalah koperasi yang usahanya memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota koperasi. Besarnya simpanan bergantung dari hasil kesepakatan pengurus dan anggota koperasi. g.

Bank atau lembaga keuangan lainnya 4. Koperasi dapat menghimpun dana dan menyalurkannya melalui kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk: a. 2. Usaha Koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan anggota. Sumber lain yang sah Lapangan Usaha Koperasi a. b. Kelebihan kemampuan pelayanan Koperasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota Koperasi. . 4. Koperasi lain dan/atau anggotanya. Pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh Koperasi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. anggota Koperasi yang bersangkutan. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya 5. b. Koperasi lainnya/ anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antar koperasi 3. e. Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala bidang kehidupan ekonomi rakyat. Simpanan pokok Simpanan wajib Dana cadangan Hibah b. Modal koperasi adalah terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman Sumber Modal Koperasi Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman . Kegiatan usaha simpan pinjam dapat dilaksanakan sebagai salah satu atau satu -satunya kegiatan usaha Koperasi. d. Anggota dan calon anggota 2.i. a. c. f. Modal sendiri 1. 3. Modal pinjaman 1.

Koperasi yang bersangkutan berhak mengajukan keberatan. (2) Pemberitahuan kepada semua kreditor dilakukan oleh Pemerintah. diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. nama dan alamat Penyelesai. (3) Dalam jangka waktu paling lambat 2 (dua) bulan sejak tanggal penerimaan pemberitahuan. kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan. Pasal 50 Dalam pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 disebutkan: a. kelangsungan hidupnya tidak dapat lagi diharapkan. Pasal 48 Ketentuan mengenai pembubaran Koperasi oleh Pemerintah dan tata cara pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. 56 yaitu : Pasal 47 (1) Keputusan pembubaran oleh Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 huruf b dilakukan apabila: a.Pembubaran Koperasi Pembubaran Koperasi dapat dilakukan berdasarkan: a. b. maka pembubaran Koperasi belum berlaku baginya. keputusan Pemerintah berdasarkan UU no. semua kreditor. dalam hal pembubaran tersebut berlangsung berdasarkan keputusan Pemerintah. keputusan Rapat Anggota. Pemerintah. 25 tahun 1992. (4) Keputusan Pemerintah mengenai diterima atau ditolaknya keberatan atas rencana pembubaran diberikan paling lambat 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya pemyataan keberatan tersebut. dan . b. (2) Keputusan pembubaran Koperasi oleh Pemerintah dikeluarkan dalam waktu paling lambat 4 (empat) bulan terhitung sejak tanggal diterimanya surat pemberitahuan rencana pembubaran tersebut oleh Koperasi yang bersangkutan. terdapat bukti bahwa Koperasi yang bersangkutan tidak memenuhi ketentuan Undang undang ini. Pasal 49 (1) Keputusan pembubaran Koperasi oleh Rapat Anggota diberitahukan secara tertulis oleh Kuasa Rapat Anggota kepada: a. Bab IX pasal 47 sd. atau b. c. (3) Selama pemberitahuan pembubaran Koperasi belum diterima oleh kreditor.

Bagian Ketiga Hapusnya Status Badan Hukum . anggota hanya menanggung kerugian sebatas simpanan pokok. anggota dan bekas anggota tertentu yang diperlukan. g.b. f. h. ketentuan bahwa semua kreditor dapat mengajukan tagihan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sesudah tanggal diterimanya surat pemberitahuan pembubaran. (4) Selama dalam proses penyelesaian. Bagian Kedua Penyelesaian Pasal 51 Untuk kepentingan kreditor dan para anggota Koperasi. b. memperoleh. c. melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama Koperasi dalam penyelesaian . d. (2) Penyelesai bertanggung jawab kepada Kuasa Rapat Anggota dalam hal Penyelesai ditunjuk oleh Rapat Anggota dan kepada Pemerintah dalam hal Penyelesai ditunjuk oleh Pemerintah. Koperasi tersebut tetap ada dengan sebutan Koperasi dalam penyelesaian . wewenang. memanggil Pengurus. e. simpanan wajib dan modal penyertaan yang dimilikinya. memeriksa. Pasal 55 Dalam hal terjadi pembubaran Koperasi. dan kewajiban sebagai berikut: a. (3) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan Pemerintah. mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan. terhadap pembubaran Koperasi dilakukan penyelesaian pembubaran yang selanjutnya disebut penyelesaian. menetapkan dan melaksanakan segala kewajiban pembayaran yang didahulukan dari pembayaran hutang lainnya. Penyelesai ditunjuk oleh Pemerintah. Pasal 52 (1) Penyelesaian dilakukan oleh penyelesai pembubaran yang selanjutnya disebut Penyelesai. membagikan sisa hasil penyelesaian kepada anggota. dan menggunakan segala catatan dan arsip Koperasi. (2) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan Rapat Anggota. baik sendirisendiri maupun bersama-sama. membuat berita acara penyelesaian. Penyelesai ditunjuk oleh Rapat Anggota. Pasal 54 Penyelesai mempunyai hak. menggunakan sisa kekayaan Koperasi untuk menyelesaikan sisa kewajiban Koperasi. Pasal 53 (1) Penyelesaian segera dilaksanakan setelah dikeluarkan keputusan pembubaran Koperasi.

pembagian.Pasal 56 (1) Pemerintah mengumumkan pembubaran Koperasi dalam Berita Negara Republik Indonesia. (3) Keputusan terhadap pengajuan permintaan ulang diberikan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya pengajuan permintaan ulang. Status Badan Hukum Koperasi Berdasarkan UU no. alasan penolakan diberitahukan kepada para pendiri secara tertulis dalam waktu paling lambat 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan. Pasal 10 (1) Untuk mendapatkan pengesahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Pasal 13 . Pasal 11 (1) Dalam hal permintaan pengesahan akta pendirian ditolak. 25 tahun 1992. yaitu : Pasal 9 Koperasi memperoleh status badan hukum setelah akta pendiriannya disahkan oleh Pemerintah. (2) Terhadap perubahan Anggaran Dasar yang menyangkut penggabungan. (3) Pengesahan akta pendirian diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia. (2) Terhadap penolakan pengesahan akta pendirian para pendiri dapat mengajukan permintaan ulang dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak diterimanya penolakan. (2) Pengesahan akta pendirian diberikan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan setelah diterimanya permintaan pengesahan. (2) Status badan hukum Koperasi hapus sejak tanggal pengumuman pembubaran Koperasi tersebut dalam Berita Negara Republik Indonesia. dan perubahan bidang usaha Koperasi dimintakan pengesahan kepada Pemerintah. Pasal 12 (1) Perubahan Anggaran Dasar dilakukan oleh Rapat Anggota. para pendiri mengajukan permintaan tertulis disertai akta pendirian Koperasi.

(2) Penggabungan atau peleburan dilakukan dengan persetujuan Rapat Anggota masing-masing Koperasi. bahwa dalam rangka menciptakan kepastian hukum bagi kegiatan usaha dilakukan oleh Koperasi. Menimbang: a.Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara pengesahan atau penolakan pengesahan akta pendirian. 2. Mengingat: 1. Pasal 14 (1) Untuk keperluan pengembangan dan/atau efisiensi usaha. satu Koperasi atau lebih dapat: a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3502. MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN DAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KOPERASI BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. atau b. bahwa seiring dengan dinamika yang terjadi dalam dunia usaha. dan perubahan Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. b. dan Pasal 12 diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b serta sesuai dengan Pasal 13 Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pasal 11. Akta Pendirian Koperasi adalah akta perjanjian yang dibuat oleh para pendiri dalam rangka . Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. bersama Koperasi lain meleburkan diri dengan membentuk Koperasi baru. Undang-Undang yang mengatur tentang Koperasi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 199 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN DAN PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KOPERASI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. terbuka kemungkinan bagi Koperasi untuk melakukan perubahan tertentu terhadap anggaran dasarnya yang memerlukan pengesahan oleh Pemerintah. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 116. dipandang perlu untuk memberikan status badan hukum kepada badan usaha Koperasi dengan pengesahan akta pendiriannya oleh Pemerintah. dipandang perlu mengatur persyaratan dan tata cara pengesahan atas akta pendirian dan perubahan anggaran dasar Koperasi dalam Peraturan Pemerintah. Pasal 10. menggabungkan diri menjadi satu dengan Koperasi lain. c.

d. Pasal 2 (1) Menteri berwenang memberikan pengesahan terhadap akta pendirian Koperasi dan pengesahan terhadap perubahan atas anggaran dasar Koperasi. (2) Dalam melaksanakan wewenangnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). b. dua rangkap akta pendirian Koperasi. dan memuat anggaran dasar Koperasi. rencana awal kegiatan usaha Koperasi. kepada pendiri atau kuasanya diberikan tanda terima. Pasal 7 (1) Dalam hal permintaan pengesahan atas akta pendirian Koperasi ditolak. (3) Surat keputusan pengesahan dan akta pendirian Koperasi yang telah mendapatkan pernyataan pengesahan disampaikan kepada pendiri atau kuasanya dengan surat tercatat dalam jangka waktu paling lama tujuh hari terhitung sejak keputusan pengesahan ditetapkan. satu diantaranya bermaterai cukup. para pendiri atau kuasanya dapat mengajukan permintaan ulang pengesahan atas akta pendirian Koperasi dalam waktu paling lama satu bulan . BAB II PERSYARATAN DAN TATA CARA PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN KOPERASI Pasal 3 Koperasi memperoleh status badan hukum setelah akta pendiriannya disahkan Menteri. 2. tidak bertentangan dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. keputusan penolakan serta alasannya berikut berkas permintaan disampaikan secara tertulis kepada pendiri atau kuasanya dengan surat tercatat dalam jangka waktu paling lama tiga bulan terhitung sejak diterimanya permintaan pengesahan secara lengkap. 3. Menteri dapat menunjuk pejabat. serta melakukan penolakan pengesahannya. termasuk pemberian kuasa untuk mengajukan permohonan pengesahan apabila ada. Anggaran Dasar Koperasi adalah aturan dasar tertulis yang memuat keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. apabila ternyata setelah diadakan penelitian anggaran dasar Koperasi: a.pembentukan Koperasi. tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan. dan b. surat bukti penyetoran modal sekurang-kurangnya sebesar simpanan pokok. para pendiri atau kuasa para pendiri mengajukan permintaan pengesahan secara tertulis kepada Menteri. Pasal 5 Apabila permintaan pengesahan atas akta pendirian Koperasi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Pasal 6 (1) Menteri memberikan pengesahan terhadap akta pendirian Koperasi. berita acara rapat pembentukan Koperasi. (2) Terhadap penolakan pengesahan tersebut. Menteri adalah menteri yang bidang tugas dan tanggung jawab meliputi koperasi dan pembinaan pengusaha kecil. (2) Pengesahan atas akta pendirian Koperasi ditetapkan dengan keputusan Menteri dalam jangka waktu paling lama tiga bulan terhitung sejak diterimanya permintaan pengesahan secara lengkap. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan pengesahan terhadap akta pendirian Koperasi. c. (2) Permintaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan dengan melampirkan: a.

(2) Dalam hal tindakan hukum tersebut tidak dinyatakan diterima sebagai beban dan atau keuntungan Koperasi oleh Rapat Anggota. Pasal 9 Apabila Menteri tidak memberikan keputusan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) atau Pasal 8 ayat (1). BAB III PERUBAHAN ANGGARAN DASAR KOPERASI DAN TATA CARA PENGESAHANNYA Pasal 11 (1) Perubahan anggaran dasar Koperasi dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Anggota yang diadakan khusus untuk itu. Menteri menyampaikan keputusan penolakan serta alasannya kepada pendiri atau kuasanya dengan surat tercatat dalam jangka waktu paling lama tujuh hari terhitung sejak keputusan penolakan ditetapkan. (3) Permintaan ulang tersebut diajukan secara tertulis dengan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2). penggabungan atau pembagian Koperasi. Pasal 12 (1) Dalam hal terjadi perubahan anggaran dasar Koperasi yang menyangkut perubahan bidang usaha. Pasal 10 (1) Tindakan hukum yang dilakukan para pendiri untuk kepentingan Koperasi sebelum akta pendirian Koperasi disahkan hanya mengikat Koperasi. Menteri memberikan tanda terima kepada pendiri atau kuasanya. (4) Terhadap pengajuan permintaan ulang yang telah memenuhi ketentuan dalam ayat (2) dan (3).terhitung sejak diterimanya pemberitahuan penolakan. Pasal 8 (1) Menteri memberikan keputusan terhadap permintaan ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) dalam jangka waktu paling lama satu bulan terhitung sejak diterimanya permintaan ulang pengesahan secara lengkap. maka para pendiri yang melakukan tindakan hukum tersebut masing-masing dan atau bersama-sama bertanggung jawab secara pribadi atas segala akibat yang timbul dari tindakan hukum tersebut. Rapat Anggota secara bulat menyatakan menerimanya sebagai beban dan atau keuntungan Koperasi. (4) Keputusan Menteri terhadap permintaan ulang tersebut merupakan putusan terakhir. apabila perubahan tersebut disetujui oleh paling kurang 3/4 (tiga perempat) dari jumlah anggota Koperasi yang hadir. pengurus wajib mengajukan permintaan pengesahan atas perubahan anggaran dasar secara tertulis kepada Menteri. apabila setelah akta pendirian Koperasi memperoleh pengesahan Menteri. (3) Dalam hal permintaan ulang pengesahan atas akta pendirian Koperasi ditolak. maka permintaan pengesahan diajukan dengan melampirkan: . (2) Dalam hal anggaran dasar tidak menentukan lain. Menteri menyampaikan surat keputusan pengesahan dan akta pendirian Koperasi yang telah mendapatkan pernyataan pengesahan kepada pendiri atau kuasanya dengan surat tercatat dalam jangka waktu paling lama tujuh hari terhitung sejak keputusan pengesahan ditetapkan. (2) Dalam hal perubahan anggaran dasar Koperasi menyangkut perubahan bidang usaha. (2) Dalam hal pengesahan atas akta pendirian Koperasi diberikan. pengesahan atas akta pendirian Koperasi diberikan berdasarkan kekuatan Peraturan Pemerintah ini. keputusan Rapat Anggota mengenai perubahan anggaran dasar hanya dapat diambil apabila dihadiri oleh paling kurang 3/4 (tiga perempat) dari jumlah seluruh anggota koperasi (3) Keputusan Rapat Anggota mengenai perubahan anggaran dasar Koperasi sah.

penggabungan atau pembagian Koperasi wajib dilaporkan kepada Menteri paling lambat satu bulan sejak perubahan dilakukan. neraca yang baru dari Koperasi yang menerima penggabungan atau Koperasi yang dibagi. (3) Dalam hal perubahan anggaran dasar Koperasi menyangkut penggabungan atau pembagian Koperasi. dua rangkap anggaran dasar Koperasi yang telah diubah. (2) Perubahan anggaran dasar Koperasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib diumumkan oleh Pengurus dalam media massa setempat paling lambat dalam jangka waktu dua bulan sejak perubahan dilakukan. tidak bertentangan dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pasal 16 (1) Permintaan pengesahan perubahan anggaran dasar Koperasi yang melakukan pembagian diajukan sekaligus dengan permintaan pengesahan akta pendirian Koperasi baru hasil pembagian. apabila ternyata setelah diadakan penelitian perubahan tersebut: a. satu diantaranya bermaterai cukup. berita acara Rapat Anggota.a. maka permintaan pengesahan diajukan dengan melampirkan: a. Pasal 14 (1) Menteri memberikan pengesahan terhadap anggaran dasar Koperasi hasil perubahan. Pasal 13 Apabila permintaan pengesahan terhadap perubahan anggaran dasar Koperasi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. dua rangkap anggaran dasar Koperasi yang telah diubah. (2) Pengesahan perubahan anggaran dasar Koperasi dan pengesahan akta pendirian Koperasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan dalam waktu yang bersamaan. tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan. b. c. kepada pengurus Koperasi atau kuasanya diberikan tanda terima. pengesahan atas perubahan anggaran das ar Koperasi diberikan berdasarkan kekuatan Peraturan Pemerintah ini. Pasal 17 Apabila Menteri tidak memberikan keputusan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) atau Pasal 15 ayat (1). (2) Dalam hal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Pengesahan atas perubahan anggaran dasar Koperasi ditetapkan dengan keputusan Menteri dalam jangka waktu paling lama satu bulan terhitung sejak diterimanya permintaan pengesahan secara lengkap. satu diantaranya bermaterai cukup. dan dilakukan sekurang-kurangnya dua kali dengan tenggang . Pasal 18 (1) Perubahan anggaran dasar Koperasi yang tidak menyangkut perubahan bidang usaha. (3) Surat keputusan pengesahan dan anggaran dasar Koperasi hasil perubahan yang telah mendapatkan pernyataan pengesahan disampaikan kepada pengurus atau kuasanya dengan surat tercatat dalam jangka waktu paling lama tujuh hari terhitung sejak keputusan pengesahan ditetapkan. dan b. keputusan penolakan beserta alasannya disampaikan secara tertulis kepada pengurus atau kuasanya dengan surat tercatat dalam jangka waktu paling lama satu bulan terhitung sejak diterimanya permintaan pengesahan secara lengkap. berita acara Rapat Anggota. Pasal 15 (1) Dalam hal permintaan pengesahan atas perubahan anggaran dasar Koperasi ditolak. anggaran dasar Koperasi yang lama tetap berlaku. b.

. (2) Biaya pengumuman sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibebankan pada Pemerintah. (3) Dalam hal tidak dipenuhi ketentuan dalam ayat (1) dan (2). perubahan anggaran dasar Koperasi tidak mengikat pihak lain yang berkepentingan dengan Koperasi. Agar setiap orang mengetahuinya. (2) Daftar umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terbuka untuk umum. seluruh ketentuan yang mengatur mengenai persyaratan dan tata cara pengesahan akta pendirian Koperasi dan pengesahan perubahan anggaran dasar Koperasi dinyatakan tidak berlaku. BAB V KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 20 (1) Akta pendirian Koperasi yang telah memperoleh pengesahan dan anggaran dasar Koperasi beserta seluruh perubahannya dihimpun dalam suatu daftar umum. dan setiap orang dapat memperoleh salinan akta pendirian maupun anggaran dasar Koperasi atas beban biaya sendiri. Pasal 22 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. BAB IV PENGUMUMAN PENGESAHAN Pasal 19 (1) Pengesahan akta pendirian Koperasi atau pengesahan perubahan anggaran dasar Koperasi diumumkan oleh Menteri dalam Berita Negara Republik Indonesia. BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 21 Dengan berlakunya Peraturan Pemerintah ini.waktu selama paling kurang empat puluh lima hari. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai sesuai waktu nya. oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Desember 2010 Penyusun . Medan. karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Koperasi di Indonesia.Kata Pengantar Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Makalah ini masih jauh dari sempurna. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Hukum Dagang pada semester ke tiga Fakultas Hukum. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Koperasi di Indonesia Oleh : SHEILA PEBRY NS 090200187 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful