P. 1
Jurnal April 2009

Jurnal April 2009

|Views: 708|Likes:
Published by masharmaster

More info:

Published by: masharmaster on Jan 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. 4, No.

1, April 2009

PENGANTAR REDAKSI

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK dapat menerbitkan Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. 4, No. 1, April 2009. Tujuan diterbitkannya jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan opini tentang tenaga kependidikan. Dengan berbagi informasi ini diharapkan terjadi pertukaran informasi informasi antar penulis, pembaca, dan pembuat kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu tenaga kependidikan secara terus-menerus. Jurnal edisi ini diawali dengan artikel yang ditulis Sujono Surokarijo berjudul, ” Korelasi antara Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dengan Kepuasan Kerja Karyawan Tata Usaha.” Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui korelasi antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kepuasan kerja karyawan tata usaha dan perpustakaan sekolah di SMPN Kota Ponorogo. Penelitian menyimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kepuasan kerja karyawan tata usaha. Selanjutnya, Wukir Ragil menulis artikel dengan judul, ” Makna Pendidikan dalam Menjunjung Nilai-nilai Budaya dan Hukum Positif dalam Rangka Menegakkan Akhlak Mulia Bangsa Indonesia.” Menurut Wukir R, dulu kita terkenal sebagai bangsa yang memiliki semangat gotong royong yang tinggi, sopan, ramah, murah senyum dan santun. Namun akhir-akhir ini kondisi tersebut seakanakan telah mulai luntur, dan memaksakan kehendak dalam menyampaikan pendapatnya. Melalui suatu kajian pustaka dan kajian empiris diketahui bahwa, perubahan perilaku ini disebabkan beberapa hal antara lain kini kita merasa telah ”Bebas” dari segala belenggu yang dianggap menghambat kreativitas dan ekspresinya sehingga kini seolah-olah bisa bebas dalam berperilaku apa saja dalam menentukan kehidupan bermasyarakat. Penegakkan hukum yang konsisten dan adil akan membawa kita pada suatu kepastian hidup bahwa dalam berkehidupan, berbangsa dan bernegara yang bebas, dan dalam kebinekaan ini kita harus menghargai juga hak asasi orang lain dan dengan tetap patuh pada norma dan hukum yang berlaku. Pendidikan dalam suatu sistem merupakan wahana yang ampuh untuk menegakkan kembali sikap bangsa Indonesia yang memiliki falsafah Pancasila ini dalam sikap hidup gotong royong yang tinggi, ramah, santun, sopan

1

dalam berperilaku. Pendidikan bukan hanya menekankan aspek kognitif dan afektif, serta psikomotorik saja akan tetapi juga pembetukan akhlak mulia. Moh. Suryadi Syarif dengan artikelnya yang berjudul, ”Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Era Otonomi Daerah dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya.” Menurut Moh. Suryadi Syarif, kepemimpinan kepala sekolah dalam era otonomi daerah mengutamakan pemberian kesempatan, dan atau mendorong semua unsur dalam struktur organisasi sekolah untuk bekerja atas dasar sistem nilai yang luhur sehingga semua unsur yang terlibat bersedia tanpa paksaan untuk berpartisipasi secara optimal dalam mendukung komitmen organisasi sekolah dalam pencapaian tujuannya. Karakteristik kepemimpinan tersebut ditunjukkan oleh indikator-indikator: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Ali Imron menulis artikel, “Perilaku Tenaga Administrasi Sekolah dalam Pelayanan Publik di Tingkat Satuan Pendidikan.” Ali Imron mengemukakan gagasannya bahwa dalam perspektif total quality management (TQM), sekolah dipandang sebagai institusi publik yang harus dapat memuaskan customer-nya. Perspektif TQM ini, mendapatkan momentum tepat ketika reformasi di berbagai bidang digulirkan di negeri ini, termasuk di dalamnya adalah reformasi pelayanan publik di bidang pendidikan. Paradigma pelayanan publik di tingkat satuan pendidikan sekolah patut digeser dari yang konvensional menuju ke kondisi yang senantiasa ter-update, agar ketika dibutuhkan berada dalam keadaan on-service. Tenaga administrasi sekolah haruslah menunjukkan perilaku sebagai seorang pelayan publik yang pro aktif, responsif dan antisipatif terhadap berbagai kebutuhan, aspirasi dan harapan stake holders sekolah sesuai Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah. Oleh karena itu, selain harus menguasai berbagai hard skill, yang berupa ketrampilan teknis, juga menguasai berbagai shoft skill yang senantiasa ditampilkan pada saat memberikan pelayanan prima sekaligus memuaskan kepada customer-nya. Sri Marmoh dengan artikelnya yang berjudul, “Problematika Perpustakaan Sekolah pada Pendidikan Dasar dan Alternatif Solusinya.” Artikel ini membahas tentang segala problematika perpustakaan sekolah yang selama ini kurang diminati dan kurang diberi makna oleh sekolah dan stakeholdersnya. Eksistensi perpustakaan sekolah seharusnya dapat dijadikan tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar, menumbuhkan minat baca, dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. Fakta yang ada di tiap-tiap sekolah adalah banyaknya sekolah-sekolah pada pendidikan dasar yang belum memiliki

perpustakaan. Sementara sekolah yang memiliki perpustakaan juga belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan tersebut. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala di lapangan. Tulisan ini akan membahas tentang segala problematika perpustakaan sekolah yang selama ini kurang diminati dan kurang diberi makna oleh sekolah dan stakeholdersnya. Rokhmaniyah menulis artikel dengan judul, “Perilaku Kepemimpinan Entrepreneurship Kepala Sekolah.”. Menurut Rokhmaniyah, kepala sekolah harus dapat melaksanakan fungsinya sebagai pendidik (educator), pemimpin (leader), pengelola (manager), administrator (administrator), penyelia (supervisor), wirausahawan (entrepreneur), dan pencipta iklim kerja (climator). Perilaku kepemimpinan entrepreneurship kepala sekolah adalah ilmu dan seni mempengaruhi warga sekolah agar mau dan mampu bertindak sebagai intrapreneurship. Kepala Sekolah dimaksud terbukti telah mampu memasarkan lulusannya, mampu membaca peluang tenaga kerja di dunia usaha dan industri (dui), kreatif dan inovatif dalam membekali lulusan dengan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, ia mampu bekerja keras dan berani menanggung risiko. Ujang Didi Supriadi menulis artikel berjudul, “Kajian atas Kebijakan Pemerintah tentang Kepemimpin Kepala Sekolah pada SMPN 115 Jakarta sebagai Salah Satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasioanal.” Ujang Didi Supriadi menyatakan bahwa kualifikasi seorang kepala sekolah harus memiliki tingkat pendidikan S2 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara aktif. Selain itu terdapat pula 16 kriteria seorang kepala sekolah yang memimpin RSBI. Penetapan standar dan kriteria tersebut diarahkan untuk mewujudkan tujuan sebuah sekolah yang memiliki daya saing pada tingkat nasional dan internasional. Akhirnya, jurnal ini ditutup dengan artikel yang berjudul, “Pemimpin Komunitas Pembelajaran” ditulis oleh Zainun Misbah. Penulis mengungkapkan gasasannya bahwa Pembelajaran Profesional (KPP) telah dilakukan oleh peneliti pendidikan dan dipublikasikan dalam beberapa jurnal ilmiah. Selama tiga puluh tahun belakangan ini kajian tentang KPP terus dilakukan sebagai upaya pengembangan dan inovasi sekolah, meskipun penelitian tentang efek KPP terhadap nilai siswa belum banyak dilakukan. Dari beberapa kajian tersebut karakteristik KPP adalah adanya reflective dialogue, de-privatization of practice, collective focus on student learning, collaboration dan shared norms and values. Dengan terbitnya jurnal ini diharapkan saran-saran yang membangun dari pembaca sehingga penerbitan berikutnya semakin berkualitas. Adanya kekurangan-

kami mengucapkan banyak terima kasih.kekurangan pada jurnal ini kiranya dapat dimaklumi karena di dunia ini tak ada yang sempurna. Atas segala saran-saran yang membangun pembaca. .

36 X. (4) kepuasan gaji. kepuasan kerja. dengan pendekatan korelasional. menyatakan bahwa kepuasan hidup meliputi kepuasan: keluarga. kepuasan masa luang. Sedang kepuasan kerja sendiri mempunyai enam segi. Bila seseorang dapat bekerja dan hidup layak. yaitu: (1) kebutuhan fisik dan keamanan.KORELASI ANTARA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA SEKOLAH DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN TATA USAHA Sujono Surokarijo Universitas Negeri Jakarta Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kepuasan kerja karyawan tata usaha dan perpustakaan sekolah di SMPN Kota Ponorogo. kebutuhan yang terpenuhi dari pekerjaan ada tiga bentuk. Instrumen yang dipakai adalah kuisioner tertutup menggunakan skala Likert dengan 4 alternatif jawaban. diperoleh koefisien korelasi (r) = 0. (3) kepuasan prestasi. di dapat th > tt ( 2. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment dan teknik regresi linear. dan (3) kebutuhan egois. (2) kebutuhan sosial. dijaring secara teknik sampling acak sederhana dari 57 orang karyawan tata usaha. terdapat korelasi positif antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kepuasan kerja karyawan tata usaha. yaitu: (1) kepuasan hubungan antar karyawan. perkawinan. berarti korelasi signifikan. dan kerja. (5) kepuasan kepemimpinan. Kebutuhan fisik pokok dapat berupa uang. Status sosial seseorang di masyarakat dipengaruhi oleh besar kecilnya penghasilan yang dihitung .48 + 0.39.93 > 1. Menurut Strauss (Hadikusumo. sedang reliabilitas dianalisis dengan teknik Alpha Cronbach. PENDAHULUAN Sudah menjadi kodrat manusia. (2) kepuasan supervise. Dengan uang seseorang dapat memenuhi segala macam kebutuhan. Hasil penelitian menunjukan. Setelah dikoreksi dengan uji t. Caranya (1992). Sampel penelitian 50 orang karyawan tata usaha. Kata Kunci: Kepemimpinan. divalidasi dengan analisis butir. Metode penelitian adalah survai. bahwa setiap manusia membutuhkan pekerjaan dan hidup layak. dan (6) kepuasan tugas. 1990). pada persamaan regresi = 35.70). Kepemimpinan demokratis kepala sekolah memberi sumbangan positip 15 % pada kepuasan kerja karyawan tata usaha. dalam dirinya ada kepuasan hidup.

Orang menyukai pekerjaan-pekerjaan yang dianggap berharga oleh masyarakat.Sujono Surokarijo berdasarkan besar-kecilnya uang. ingin menjadi orang yang berarti dalam kelompoknya. Jika berhasil ingin dihargai dan bila ada kesulitan ingin dibantu. Oleh karenanya kinerja mereka menurun. Dalam aktivitasnya melaksanakan pekerjaan seseorang membutuhkan dukungan orang lain. Menurut Iskandar (Media Indonesia. Manusia dewasa membutuhkan pemenuhan kebutuhan egois dan aktualisasi diri tingkat tinggi melalui pekerjaan mereka. Kebutuhan sosial pokok adalah keanggotaan dalam kelompoknya. Termasuk kemajuan yang akan diperoleh dari pekerjaan berupa: (1) kenaikan upah. dan (3) segi jaminan nilai material yang meningkat sehingga semua kebutuhan hidup terpenuhi baik kebutuhuan biologis maupun kebutuhan nonbiologis. SMP. Seiring dengan pernyataan tersebut berarti sumber daya manusia para guru dan karyawan tata usaha pada sekolahsekolah di Indonesia menurun. Pekerjaan tata usaha pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) termasuk jenis pekerjaan yang dihargai masyarakat karena statusnya sebagai pegawai negeri sipil. 2 . Seseorang hidupnya layak bila kebutuhan pertama manusia sebagai makluk biologis yaitu kebutuhan makan. Iapun akan merasa puas. Selanjutnya. pakaian. SD. Hal ini berakibat menurunnya mutu pendidikan di Indonesia termasuk pendidikan di SMP. Kebutuhan egois yang utama adalah kebutuhan akan prestasi. Kenyataan karyawan yang berbentuk team work memiliki moral yang lebih tinggi dari pada yang sendirian. 20 November 2001). dan tempat tinggal terpenuhi. walaupun kadang-kadang bertentangan dengan pihak pimpinan organisasi kerja. pemenuhan kebutuhan keamanan dalam pekerjaan atau pemenuhan kebutuhan-kebutuhan lain akan terpenuhi di masa yang akan datang. Seseorang bila berhasil melaksanakan tugas dan dapat mengatasi berbagai hambatan dalam melaksanakan tugas. tingkat pencapaian rata-rata hasil ujian nasional. Selain itu. hasil kerjanya lebih baik dari yang sendirian karena kelemahan dari anggota team work ditutup oleh anggota team work yang lain. Karyawan cenderung bersikeras untuk membentuk kelompok-kelompok informal. yaitu perasaan rasa bersatu dan diakui keberadaannya. maka keberhasilannya dihargai oleh pimpinan. (2) senioritas sebagai jalan untuk maju. dan SMU tidak mencapai tingkat ketuntasan untuk semua mata pelajaran. Demikian juga untuk daya saing kemampuan sumber daya manusia Indonesia semakin menurun. Tuntutan seseorang dari pekerjaan adalah pekerjaan tersebut memberi penghasilan yang berupa gaji dan gaji tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidup yang layak. senioritas yang lebih tinggi biasanya berarti keamanan dalam pekerjaan lebih aman.

hubungan masyarakat. lingkungan kerja. pada tipe ini. kepuasan kerja seseorang terkait dengan beberapa variabel. usia. pada tipe ini pemimpin menganggap bawahan sebagai mitra kerja. pada tipe ini pemimpin menganggap bawahan sebagai alat produksi atau alat untuk pencapaian tujuan organisasi. Karenanya dapat dikatakan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujannya tergantung kemampuan pemimpin dalam mendayagunakan semua sumber daya yang tersedia dalam organisasi tersebut. Sesuai dengan pendapat di atas. Variabel tersebut adalah pegawai. Sumber daya meliputi sumber daya manusia dan nonmanusia.Korelasi Kepemimpinan Kenyataan gaji yang diterima para guru dan karyawan tata usaha sekolah di Indonesia kurang mencukupi untuk biaya hidup mereka. 1991) menyatakan bahwa kepuasan kerja berkaitan dengan sejumlah variabel yang memungkinkan para manajer memperkirakan kelompok yang lebih cenderung mengalami masalah ketidakpuasan. dan karyawan perpustakaan. keuangan. Secara garis besar gaya kepemimpinan dibagi tiga tipe yaitu: (1) gaya kepemimpinan otokratis. Darwis (Scermerhorn. dan (3) gaya kepemimpinan kendali bebas. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga. Dalam organisasi secara struktural ada pemimpin dan bawahan. Bawahan ialah orang yang dipengaruhi untuk melaksanakan tugas guna pencapaian tujuan organisasi. Pemimpin ialah orang yang mempengaruhi orang lain dan yang bertanggung jawab atas kelangsungan hidup organisasi. pelaksanaan tugas atau pekerjaan diserahkan kepada bawahan. maka orang itu kecewa. laboran. Dengan demikian. gundah dan runyam. Kepala Sekolah sebagai manajer dan pemimpin menggerakkan bawahannya baik guru maupun karyawan tata usaha sekolah melalui gaya kepemimpinan. perlengkapan. Hal ini dapat berakibat turunnya kinerja mereka. Karyawan tata usaha sekolah merupakan sumber daya manusia yang tersedia di SMP yang terdiri atas: koordinator administrasi dan karyawan-karyawan yang menangani administrasi kurikulum. ketenagaan. Salah satu variabel yang ada sangkut pautnya adalah variabel organisasi. kearsipan. Siagian (1989) menyatakan bahwa pemimpin sebagai motor penggerak semua sumber daya yang tersedia dalam organisasi. kesiswaan. Argyris (Buchori Zainun. Mereka resah. (2) gaya kepemimpinan demokratis. pangkat. dan organisasi.1976) menyatakan bahwa jika kebutuhan yang diidam-idamkan seseorang tidak tercukupi. bimbingan penyuluhan. para guru dan karyawan tata usaha sekolah tersebut kurang puas karena gaji yang ia terima kurang mencukupi untuk pemenuhan hidup. 3 .

Menurut teori ini walaupun kebutuhan manusia beragam. Sedang yang dimaksud kerja adalah perbuatan melakukan sesuatu atau sesuatu yang dilakukan. Pada penelitian ini teori-teori yang dianalisis dan relevan dengan tujuan penelitian adalah: (1) Teori discrepancy oleh Porter (Stoner. kebutuhan hidup berkelompok dan bermasyarakat. kepuasan kerja dalam diri seseorang akan tumbuh bila bekerja selaras dengan diri sendiri. 1976) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah seperangkat perasaan karyawan tentang menyenangkan atau tidaknya jenis pekerjaan. d. supervisor. Sedang Grunerberg (Buchori Zainun. (2) Teori pemenuhan kebutuhan oleh Maslow (1970). kebutuhan penghargaan. namun kebutuhan utama manusia pada hakikatnya sama dan merupakan hirarki yang terdiri dari lima tingkat. kebutuhan fisiologis (makan. Teori Existence – Relatedness – 4 . promosi. 1989). Menurut Patton (Hesmes. untuk mengukur kepuasan kerja adalah dengan membandingkan apa yang seharusnya atau diharapkan dengan kenyataan yang dirasakan. hubungan teman sekerja. Dengan demikian yang dimaksud kepuasan kerja adalah perasaan senang atau lega karena apa yang dilakukan tersebut sesuai dengan dirinya dan telah memenuhi kebutuhan atau hasrat hatinya. ”Bagaimana hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kepuasan kerja karyawan tata usaha sekolah?” KAJIAN PUSTAKA Menurut Poerwadarminta (1991). Menurut teori ini kebutuhan akan menimbulkan ketidak seimbangan pada diri seseorang. maka permasalahannya dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan tata usaha sekolah adalah. sesorang akan menjadi resah dan ia melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. kebutuhan pada peringkat di atasnya atau berikutnya muncul dan orang tersebut berusaha untuk memenuhinya. c. Menurut teori ini. pengakuan. pakaian. kebutuhan aktualisasi diri atau menunjukkan jati-diri. tempat tinggal). karena batas minimum yang diinginkan telah terpenuhi. 1999) mendefinisikan kepuasan kerja ialah respons seseorang terhadap bermacam-macam lingkungan kerja yang dihadapinya termasuk komunikasi organisasi. Seseorang akan merasa puas bila tidak ada perbedaan antara apa yang diinginkan atau diharapkan dengan kenyataan yang dirasakannya. kebutuhan rasa aman. dan e. b. Hirarki kebutuhan manusia menurut Maslow sebagai berikut: a. Coreman (Timpe A Dale.Sujono Surokarijo Seiring kepuasan kerja karyawan terkait dengan gaya kepemimpinan. 3. Setelah kebutuhannya terpenuhi ia merasa puas. Seterusnya setelah terpenuhi kebutuhannya dan merasa puas. kepuasan adalah perasaan lega atau senang karena merasa sudah terpenuhi kebutuhannya atau hasrat hatinya. 2001).

kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari para anggota kelompok. (2) hubungan teman sekerja. yaitu: (1) sikap terhadap kelompok kerja. 1989). berpendapat bahwa ada lima segi kepuasan kerja. meliputi: gaji. udara. Menurut teori ini hirarki kebutuhan seseorang terdiri dari tiga peringkat. Menurut Strauss (1990). (4) gaji. Lain halnya dengan Hainan (1991).1992). yaitu: (1) kepercayaan pada pimpinan. ada empat faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. kepuasan karena memberi sumbangan pada pribadi maupun organisasi. (2) faktor sosial. tunjangan maupun lain lain yang berhubungan dengan peningkatan kesejahteraan. dan c. dan intensif tradisional. 1976). tantangan pekerjaan. isi pekerjaan. ia menyatakan bahwa yang dimaksud kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pandangan. (2) kondisi umum pekerjaan. Growth. Indikator kepuasan kerja. Existence kebutuhan yang dipuaskan oleh faktor-faktor makanan. puas karena hubungan sosial yang bermanfaat. menurut ia ada lima komponen utama dalam kepuasan kerja. (4) keuntungan keuangan. Relatedness. (3) supervisi. minuman. Sedang Hotgetts dan Kuratko (1975) mendefinisikan bahwa kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang orang untuk mengarahkan kegiatan demi pencapaian tujuan. Dari pendapat-pendapat di atas. dan (4) faktor kesejahteraan. Mitchel menyatakan bahwa penyebab kepuasan kerja adalah: supervisi. dan (5) sikap terhadap supervisi. dan dasar pemikiran. hal hal yang berhubungan dengan interaksi antara sesama karyawan. (3) faktor fisik yaitu faktor faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja. penilaian diri. yaitu: (1) faktor psikologis. yang dimaksud kepuasan kerja dalam penelitian ini adalah perasaan senang atau lega karena merasa terpenuhi kebutuhan atas harapan yang dialami oleh seseorang dari suatu pekerjaan. serta lingkungan kerja (kondisi pekerjaan). ketentraman dalam bekerja. Lain lagi dengan Byars (Buchori Zainun. norma-norma sosial. 5 . keterikatan. Menurut Stoner (1989). (3) sikap terhadap organisasi.Korelasi Kepemimpinan Growth (ERG) oleh Aldefer (Stoner. dapat disimpulkan bahwa dalam proses kepemimpinan ada orang yang mempengaruhi (pemimpin) dan ada orang yang dipengaruhi (bawahan). meliputi minat. faktor faktor kepuasan kerja adalah: penghargaan. perbandingan perbandingan sosial. Sedangkan Smith (Cranny. Dari beberapa teori-teori dan konsep konsep di atas. dan (5) jenis dan isi pekerjaan. yaitu: a. sikap dan perilaku orang lain. hubungan dengan pimpinan. bakat. keceriaan kerja. b.

maka bila ada bawahan yang kesulitan melaksanakan tugas dibimbingnya. saran. Sehubungan tanggung jawab baik buruknya organisasi di tangan pemimpin. memberi dorongan keberanian melalui arus komunikasi yang berkelanjutan antara ia dengan bawahan. Pemimpin yang efektif dapat menjalankan kedua fungsi tersebut. perilaku. c. yaitu: (1) fungsi yang berkenaan dengan tugas. saluran komunikasi ke segala arah. Menurut Woods (Timpe A Dale. berupa pandangan. Pada kepemimpinan ini perilaku pemimpin dalam pengambilan keputusan berdasarkan hasil musyawarah mufakat dengan bawahan. mendukung adanya pertukaran informasi antar bawahan yang berkelanjutan. 1999). sikap sehingga orang yang dipengaruhi mau melakukan kegiatan sesuai dengan tugasnya demi pencapaian tujuan yang telah ditentukan. dan (4) memberi keleluasaan pada bawahan dalam pelaksanaan tugas. kegiatannya: (1) bermusyawarah dengan kelompok mengenai hal hal yang menarik perhatian. d. Pemimpin yang cenderung menjalankan fungsi yang berkenaan dengan tugas menganggap bawahan sebagai alat produksi atau alat pencapaian tujuan. Sedang Bove (1995) menyatakan sifat kepemimpinan demokratis berorientasi pada pegawai atau karyawan. pemimpin mendelegasikan sebagian wewenang pada bawahan dan mendorong bawahan untuk berperan aktif dalam pengoperasian perusahaan. kritikan digunakan. Lain dengan Siagian (1989). pemimpin memberi keleluasaan pada bawahan dalam menetapkan sasaran pekerjaan dalam pelaksanaan tugas. (3) melibatkan bawahan dalam melaksanakan sasaran organisasi. Menurut teori perilaku. di dalam organisasi tercipta jalur komunikasi ke segala arah. Sedang pemimpin yang cenderung menjalankan fungsi yang berkenaan dengan pelaksana tugas mengganggap bawahan sebagai mitra kerja. Hodgetts (1975) menyatakan bahwa ciri-ciri kepemimipnan demokratis adalah pemimpin yang perhatiannya tinggi terhadap bawahan serta pelaksanaan tugas yang dilakukan bawahan. ia manyatakan bahwa ciri ciri kepemimpinan demokratis sebagai berikut: (1) pemimpin dalam proses menggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah 6 . dan (2) fungsi yang berkenaan dengan pembinaan pelaksana tugas atau fungsi sosial. pujian. menciptakan arus informasi timbal balik. pemimpin dalam mempengaruhi dan berhubungan dengan bawahan mengemban dua fungsi utama. Sedang Hodgetts dan Kuratko (1975) menyatakan ciri-ciri pemimpin yang demokratis dalam berhubungan dengan bawahan sebagai berikut: a. gaya kepemimpinan demokratis dalam mempengaruhi bawahan.Sujono Surokarijo Dengan demikian yang dimaksud kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain. (2) komunikasi lancar. b.

METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini variabel terikat adalah kepuasan kerja karyawan tata usaha (variabel Y). (10) melaksanakan supervisi. (4) berusaha mengutamakan kerja sama dalam team work dalam usaha pencapaian tujuan organisasi. Indikator kepemimpinan demokratis adalah: (1) menganggap bawahan sebagai mitra kerja. dan (11) berusaha meningkatkan kesejahteraan bawahan. 7 . Sampel penelitian sebanyak 50 orang dijaring dengan teknik sampling acak sederhana. (3) membudayakan adanya saran dan kritik. (2) berusaha mensinkronkan tujuan dan kepentingan organisasi dengan tujuan dan kepentingan pribadi bawahan. (8) memberi kesempatan bawahan untuk mengembangkan karier. menggunakan skala Likert dengan empat alternatif jawaban. Populasi penelitian seluruh karyawan tata usaha SMPN di Kabupaten Ponorogo. (9) mengakui dan menghargai keberhasilan bawahan. Sesuai analisis teori teori dan konsep konsep di atas. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan korelasional. sedang variabel bebas adalah kepemimpinan demokratis kepala sekolah (variabel X). (5) berusaha untuk menjadikan bawahan lebih sukses. Metode penelitian ini adalah metode survai. (3) senang dan mau menerima saran. dalam penelitian ini yang dimaksud kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang memperhatikan bawahan dan juga memperhatikan proses pelaksanaan tugas yang dilakukan bawahan. (2) dalam menentukan kebijakan organisasi melalui musyawarah mufakat dengan bawahan. pendapat maupun kritik dari bawahan. (6) mendelegasikan sebagian wewenang pada bawahan. (7) lebih mengutamakan kerja sama. (4) menciptakan jalur komunikasi timbal balik. dan (6) memberi keleluasaan bawahan dalam berbuat kesalahan kemudian dibimbing dan diperbaiki agar tidak membuat kesalahan yang sama. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dan teknik analisis regresi linear. karena peneliti ingin mengetahui hubungan antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kepuasan kerja karyawan tata usaha sekolah. langsung. (5) memberi keleluasaan bawahan dalam melaksanakan tugas. Pengumpulan data dilakukan melalui angket.Korelasi Kepemimpinan makluk yang mulia. sedang populasi terjangkau seluruh karyawan tata usaha SMPN Kota Ponorogo tahun 2007 yang berjumlah 57 orang. terbuka dan ke segala arah.

Management. Buchori Zainun. The Human Problem of Management (Terjemahan). C. semakin meningkat kepuasan kerja karyawan tata usaha sekolah. Maslow. P. KESIMPULAN Berdasarkan temuan di atas peneliti menyimpulkan bahwa semakin demokratis kepemimpinan kepala sekolah. & Richard. New York: Lexington Books. Scermerhorn J. termasuk karyawan perpustakaan.. Kepemimpinan demokratis kepala sekolah memberi sumbangan positif sebesar 15% dan sumbangan tersebut berarti terhadap kepuasan kerja karyawan tata usaha sekolah. C. 1976.H. Managing Organizational Behavior. R.M.S.15. 1992. 1995. Jakarta: Balai Pustaka. N.Graw Hill Inc. 1970.48 + 0. Job Satisfaction How People About Their Job And How It Affects Their Performance. Selanjutnya dikoreksi dengan uji t. S. berarti korelasi signifikan. Tokyo: Mc. New York: Mc Graw Hill Inc. 1991. London: Sounder Company.36 X.N.93 > 1. A. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo. Hodgeets. Motivation and Personality. New York: John Willey Inc. London: Harper and Row. Kamus Umum Bahasa Indonesia. diperoleh koefisien korelasi r = 0. 8 .R. Hadikusumo. DAFTAR RUJUKAN Bovee. pada persamaan regresi = 35. Mitchell.J. Management. James G. 1991.70).. 1991. 1990. 1975. Poerwadarminta W. Jakarta: Balai Aksara.Sujono Surokarijo HASIL PENELITIAN Pada penelitian ini ditemukan bahwa terdapat korelasi positip antara kepemimpinan demokratis kepala sekolah dengan kepuasan kerja karyawan tata usaha sekolah.39. L. Setelah di analisis dengan analisis determinasi diperoleh r2 = 0. Manajemen dan Motivasi.R. di dapat th > tt ( 2. T. People in Organization An Introcdution to Organization Behavior. 1982. Cranny.

Stoner. 1989. 1989. Leadership . Filsafat Administrasi. Jakarta: CV Haji Masagung. Management.F & Freeman.Kepemimpinan. Timpe A.A.D.E. 1999. S. 9 .(Terjemahan: Susanto Budidharmo). New Jersey: Prentice Hall Inc.P. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.Korelasi Kepemimpinan Siagian. R. J. Upper Saddle River.

Kata Kunci: Penegakkan hukum. perubahan perilaku ini disebabkan beberapa hal antara lain kini kita merasa telah ”Bebas” dari segala belenggu yang dianggap menghambat kreativitas dan ekspresinya sehingga kini seolah-olah bisa bebas dalam berperilaku apa saja dalam menentukan kehidupan bermasyarakat. sopan dalam berperilaku. Adalah pendidikan dalam suatu sistem merupakan wahana yang ampuh untuk menegakkan kembali sikap bangsa Indonesia yang memiliki falsafah Pancasila ini dalam sikap hidup gotong royong yang tinggi. murah senyum dan santun. bangsa dan negara. dan dalam kebinekaan ini kita harus menghargai juga hak asasi orang lain dan dengan tetap patuh pada norma dan hukum yang berlaku. akhlak mulia. Namun akhir-akhir ini kondisi tersebut seakan-akan telah mulai luntur. menghargai hak asasi orang lain terutama perbedaan dalam kebinekaan. sopan. kepribadian. 1. Keteladanan. April 2009 (Suatu Kajian Empiris terhadap Perubahan Sosial bagi Warga Belajar) Wukir Ragil Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Hukum dan Sosial Dosen Luar Biasa Fakultas Hukum Universitas Indonesia Abstrak Sistem Pendidikan Nasional menggariskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. santun. Dulu kita terkenal sebagai bangsa yang memiliki semangat gotong royong yang tinggi. ramah. No. dan Akhlak mulia. MAKNA PENDIDIKAN DALAM MENJUNJUNG NILAINILAI BUDAYA DAN HUKUM POSITIF DALAM RANGKA MENEGAKKAN AKHLAK MULIA BANGSA INDONESIA 10 . pengendalian diri. serta psikomotorik saja akan tetapi juga pembentukan akhlak mulia yang merupakan makna dari pendidikan budi pekerti yang harus dimiliki seluruh peserta didik dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan bukan hanya menekankan aspek kognitif dan afektif. 4. ramah. serta ketrampilan yang diperlukan oleh dirinya. dan memaksakan kehendak dalam menyampaikan pendapatnya. Adalah penegakkan hukum yang konsisten dan adil akan membawa kita pada suatu kepastian hidup bahwa dalam berkehidupan. masyarakat. berbangsa dan bernegara yang bebas.Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. Melalui suatu kajian pustaka dan kajian empiris diketahui bahwa.

Kebudayaan akan berkembang atau berubah dengan berubah tata nilai dalam kehidupan keluarga. 2) economic system ( sistim ekonomi). mawardah. dan karsa. Kebudayaan adalah hasil dari karya. cipta. Herskovits menyatakan lebih dari seratus enam puluh definisi kebudayaan. Kebudayaan akan berkembang karena ada perkembangan ilmu dan tehnologi sehingga akan menciptakan alat/sarana tehnologi yang baru/mutakhir. dan karsa masyarakat tadi akan berguna bagi masyarakat yang menciptakannya. Sedangkan pengertian budaya mempunyai makna yang luas. Kehidupan keluarga yang agamis akan membuat tata kehidupan dalam keluarga itu selalu menuju pada kehidupan keluarga sakinah. 1974 hal 113). bersaing untuk mendapat produk yang terbaru dan terbaik. kompak. Penulis menambahkan unsur kelima yaitu Kaidah hukum yang berlaku dalam masyarakat setempat.Makna Pendidikan PENDAHULUAN Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. dan 11 . dan 4) political control (kekuasaan politik). Kebudayaan akan berkembang seiring dengan berubahnya sistim ekonomi dalam masyarakat. Sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat agraris yang selama ini dianut oleh sebagian masyarakat Indonesia sehingga dapat mewujudkan swasembada beras sekaligus menciptakan suatu tatanan/nilai budaya dalam masyarakat petani yang relatif nrimo. Demikian semua hasil karya. perkembangan kebudayaan dalam masyarakat akan dipengaruhi adanya empat unsur pokok tersebut. cipta. Kebudayaan akan dimiliki dan akan tetap hidup dalam masyarakat pemiliknya. dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Dengan demikian menurut Herskovits. Selanjutnya menurut Herskovits ada empat unsur pokok dalam kebudayaan yaitu: 1) technological equipment (alat-alat tehnologi). kecuali masyarakat pedesaan yang masih menjunjung sifat gotong royong ini sebagai sarana yang jitu dalam bermasyarakat. pada saat tanah pertanian berubah menjadi kawasan industri seketika itu tata nilai masyarakat berubah menjadi bersifat konsumtif. Kebudayaan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat akan berbeda yang dimiliki oleh kelompok masyarakat lainnya. pendidikan berlangsung sepanjang hayat dengan mengembangkan budaya membaca. ”sifat gotong royong” agak luntur. rasa. (Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi. rasa. 3) family (keluarga). dan sifat gotong royong yang tinggi dan menjadi masyarakat produsen pangan. Hal ini karena kebudayaan akan hidup dan berkembang dalam masyarakat itu sendiri serta untuk memenuhi keperluan masyarakat tersebut. sabar. menulis.

demikian juga sanksi hukum dari penguasa akan membuat jera untuk mengulangi kesalahannya lagi. dan privasinya. ataupun kelestarian kebudayaan pada masyarakat tertentu. Sebaliknya keluarga yang berpola kehidupan ”modern kebarat-baratan” akan menjadikan kehidupan pada keluarga yang serba ”praktis” dan menganggap tata nilai akan mengganggu aktifitas. akan dapat merubah pola pikir. Mereka akan merasa terasing dalam lingkungannya. terlihat di televisi seorang oknum dengan membawa berbagai senjata tajam dalam bentrokan adalah sungguh sangat merisaukan. Namun demikian. Kekuasaan politik yang mewarnai secara mencolok tata nilai dan kehidupan masyarakat apabila tidak disaring secara intensif oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Penggabungan penelitian kepustakaan yang bersifat yuridis-normatis dan penelitian empiris ini akan dapat mengkaitkan antara konsep kebijakan peraturan perundang-undangan dan interaksi sosial masyarakat warga belajar terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat. akan tetapi tindakan itu merupakan suatu yang mengarah pada indikasi bahwa budaya penyelesaian suatu perkara dengan kekerasan dianggap sebagai cara yang ”tepat”. Penelitian normatif disini adalah untuk memahami kaidah hukum dan perundang-undangan mengenai gejala sosial dan kebijakan pendidikan. 12 . pola kehidupan. METODE PENELITIAN Kegiatan kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersifat yuridis-normatif dan penelitian empiris melalui pengamatan. kaidah hukum itu berlaku. Walaupun tidak menimbulkan korban jiwa.Wukir Ragil warokhmah dan selalu bersyukur. Selanjutnya penelitian normatif ini akan didukung dengan penelitian empiris. dipatuhi dan menyatu pada tata nilai budaya masyarakat setempat dan akan mampu mempertahankan kehidupan tata nilai atau berkembangnya kebudayaan masyarakat tersebut. Dipicu oleh sebab musabab yang kurang jelas dan rasa solidaritas sesama teman telah menimbulkan sebuah kekerasan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa antar fakultas disebuah perguruan tinggi di Makasar tanggal 3 November 2008 yang lampau. Sanksi akan diberikan terhadap pelanggarnya terutama sanksi moral yang diberikan masyarakat untuk membuat jera perbuatan yang dianggap menyimpang dalam masyarakat tersebut. tata nilai.

banyak contoh lain yang tidak kami sebutkan yang semua itu akan membuktikan betapa Besar dan Indahnya Indonesia. Norma ini akan dihormati dan lambat laun akan menjadi suatu pola hidup atau nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat. Keterkaitannya fungsi ini akan 13 . Para pakar menyatakan bahwa Budaya Nasional merupakan puncak-puncak budaya daerah yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan.Makna Pendidikan Nilai-Nilai Budaya dalam Kehidupan Masyarakat. dan menyatu menjadi suatu tata nilai dan budaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perbedaan ini kalau kita mampu meresapi dan mensyukuri merupakan suatu anugerah dari Allah yang sangat nikmat. Sebagai contoh. Dawan Rahardjo dengan merujuk pendapat Talcott Parsons dalam teori tentang masyarakat menjelaskan bahwa dalam kehidupan masyarakat yang serba diliputi oleh tindakan individu yang mempunyai sifat fisik dan realitas akan selalu kait terkait sehingga dalam kehidupan sosial masyarakat akan mampu mengkaitkan dengan suatu tata hukum dan akan berkembang dalam masyarakat. Suatu contoh ” kata nggih ” dalam Bahasa Jawa penggalan dari inggih bisa mempunyai arti ”iya”. Tata kehidupan yang semula baru merupakan gagasan sebagian dari anggota masyarakat ini lambat laun akan menjadi kesepakatan bersama dan diciptakan untuk menjadi norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. kemiripan tutur kata pada daerah tertentu belum tentu mempunyai arti yang sama pada tutur kata pada daerah lain. Dinyatakan bahwa kehidupan masyarakat yang terorganisir dengan baik akan menciptakan suatu pranata dalam kehidupan masyarakat. akan tetapi dalam Bahasa Gayo. tata nilai budaya semula yang berasal dari kelompok-kelompok masyarakat Indonesia ini akan menyatu dalam suatu konsep sosial budaya yang` satu sama lain saling mewarnai sehingga puncaknya akan menjadi tata nilai budaya Indonesia/budaya nasional. hal 102). Ini adalah contoh kecil. Menurut Dawam. Ia akan dipatuhi dan masyarakat akan memberikan sanksi bagi para pelanggarnya. nilai budaya ini mempunyai fungsi primer untuk mempertahankan pola yang telah berkembang dalam masyarakat yang akan menghubungkan fungsi sosial dan nilai budaya sehingga kehidupan masyarakat akan menjadi bermakna. Aceh Tengah ini ” kata nggih ” bukan kepanjangan dari kata inggih dan mempunyai arti ”tidak”. Masing-masing tata nilai memberikan ciri tersendiri dan tidak bisa dihapuskan oleh tata nilai budaya dari daerah lain. Organisasi kehidupan sosial masyarakat adalah dasar utama kehidupan hukum (Dawan Raharjo. Dalam konteks kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam kehidupan sosial nilai-nilai ini akan terus disesuaikan dan dikembangkan oleh masyarakat untuk mengikuti tata kehidupan dalam kelompok masyarakat yang lebih luas lagi.

Wukir Ragil menciptakan suatu tata nilai atau kebudayaan bagi masyarakat setempat. 14-29) antara lain dikatakan bahwa Budaya Sekolah merupakan perpaduan nilai-nilai. kebiasaan dan perilaku peserta didik. pemahaman. masyarakat sekitar. wali/orangtua. asumsi. Masyarakat melembagakan adat istiadat karena masyarakat memerlukan perubahan. Nilai nilai yang dipertahankan adalah sangat jelas dan dari sudut antropologi sifat adat istiadat lebih statis dibandingkan dengan hukum (Bohannan. keyakinan. Lantas bagaimana halnya dengan kondisi dan konsep pengembangan budaya pada lembaga pendidikan (satuan pendidikan)?. sikap. 1967. Dengan perkataan lain bahwa budaya sekolah merupakan semangat. Dalam kehidupan masyarakat akan terjadi proses sosialisasi antara tata nilai dan kaidah hukum. bernegara dan berbangsa. kondisi. semangat bertindak. Perubahan Tata Nilai dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. sikap dan kebiasaan para peserta didiknya yang pada akhirnya nanti akan membentuk dan mengembangkan semangat dan sikap hidupnya. Perbedaannya pada tingkat perkembangannya. Perbuatan individu merupakan suatu kelakuan dalam hukum yang seharusnya dijalaninya sesuai dengan aturan hukum yang diharuskan. dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan) dengan seluruh kebijakan operasionalnya. Dengan demikian organisasi satuan pendidikan (sekolah/perguruan tinggi) dan seluruh warga belajarnya (pendidik. Lebih lanjut dikatakan bahwa seluruh implementasi kebijakan sekolah. dan harapan yang diyakini oleh para warga sekolah dan dijadikan sebagai pedoman bagi perilaku dan pemecahan masalah yang mereka hadapi. 43-56). adalah sangat berperan besar dalam membentuk pola perilaku. Pelembagaan adat istiadat ini membutuhkan sistem manajemen yang 14 . Kajian masalah hukum akan memberikan makna yang tegas bahwa hukum harus bebas dari kontradiksikontradiksi. layanan sekolah akan membentuk budaya sekolah yang semuanya akan membentuk pola nilai. Muhaimin MA dalam tulisannya yang berjudul Pengembangan Budaya Agama dalam Komunitas Sekolah mengulas secara panjang lebar tentang pentingnya pengembangan Pendidikan Agama sebagai Budaya Sekolah (Religiusitas 4 September 2007 hal. Dapat dikatakan bahwa hukum bersumber pada adat istiadat. Adat istiadat atau kebiasaan sebagai hal yang dianggap mewakili kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat fungsinya mempertahankan pola kehidupan itu sendiri. 16). sikap atau pola perilaku serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh para warga sekolah secara konsisten dalam memecahkan masalah (hal. Hukum bermakna untuk mendisiplinkan tingkah tingkah laku manusia. Prof. Hukum adalah suatu sistim norma yang berlaku dalam suatu kehidupan bermasyarakat.

dan mempertahankan setiap norma dengan menyesuaikan dalam perubahan masyarakat. bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian masyarakat dalam memberlakukan adat istiadat dan tata nilai membutuhkan norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat agar adat istiadat dapat efektif bekerja. Menurut Hoebel. dan tindakannya yang mengacu pada norma kehidupan sesama individu. cakap. 2) mengalokasikan dan menegaskan siapa yang boleh menggunakan kekuasaan atas siapa. Muhaimin menyatakan bahwa tujuan pendidikan dimaksud memiliki kekuatan spirituil keagamaan bagi peserta didik dalam pengendalian diri. kehidupan dalam keluarga. sehat. berakhlak mulia. 275) fungsi hukum adalah. sebagai wasit yang netral dalam setiap ada sengketa dalam masyarakat. Pendidikan nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. perilaku. dan kehidupan dalam bermasyarakat. dan mekanisme serta prosedur penggunaan. Peran Pendidikan dalam Menegakkan Nilai-Nilai Luhur Budaya dan Kepatuhan Terhadap Hukum. berilmu. 1) merumuskan hubungan-hubungan antara anggota-anggota masyarakat dengan menunjukkan perbuatan yang dilarang dan yang boleh dilakukan. Dengan demikian Undang undang ini menetapkan bahwa akhlak mulia sebagai tujuan pendidikan nasional yang bermakna dalam kehidupannya sebagai individu. Dengan demikian hukum memiliki fungsi yang berbeda dengan fungsi adat istiadat atau tata nilai dalam masyarakat. dan menjaga agar norma tersebut tetaf efektif dalam setiap kehidupan bermasyarakat. serta ketrampilan yang diperlukan oleh masyarakat.Makna Pendidikan lebih teratur yang lazim disebut lembaga hukum yang dilengkapi dengan peraturan hukum yang dalam masyarakat disebut adat istiadat. bangsa dan negara (Prof Muhaimin MA. kreatif. Jadi fungsi hukum disini mengatur hubungan antara manusia dengan manusia. antara penguasa/pemerintah dengan manusia. kepribadian. kecerdasan. mandiri. yang lebih jauh lagi akhirnya dalam kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). halaman 17). peserta didik harus memiliki sikap. (1967. dan 4) mempertahankan adaptasi masyarakat dengan cara mengatur kembali hubungan-hubungan dalam masyarakat yang berubah. 15 . 3) penyelesaian sengketa-sengketa.

akan tetapi menghargai perubahan dan perbedaan sebagai anugerah yang harus disyukuri oleh bangsa ini adalah suatu keniscayaan sepanjang dilaksanakan dalam koridor norma dan kepatuhan terhadap hukum. mereka dihadapkan pada suatu kebingungan karena mendapatkan suatu kondisi yang tidak cocok menurut pandangan mereka sebelumnya. maka masyarakat Indonesia mengalami keterkejutan budaya. akan tetapi dalam proses yang masih kebingungan karena masalah yang dihadapi sangat komplikatif antara kerinduan kepada demokrasi. Lebih lanjut dikatakan bahwa.Wukir Ragil Berbagai sumber menyatakan bahwa perkembangan akhlak mulia dari ajaran agama. sehingga beberapa kali kita lihat dalam menyampaikan inspirasinya dibumbui 16 . dengan menghargai dan mempertahankan proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini. Memang Pemerintah tidak lagi menerapkan paradigma stabilitas nasional secara mutlak dalam mengatur kehidupan warganya. dalam masyarakat yang baru mendapat kebebasan dalam melihat dunia ”baru” dan kemudian mencoba untuk memaknai apa arti dunia ”baru” tersebut dengan suatu tindakan sesuai dengan harapannya. Dinyatakan pula bahwa itu adalah gambaran masyarakat Indonesia pasca jatuhnya Presiden Soeharto yang sedang mencari jati dirinya kembali. Bangsa Indonesia memasuki dunia global dimana arus informasi dan keterbukaan tak bisa dihindari. Dengan demikian. Sistem pendidikan nasional ini berfungsi sebagai mengubah/mereformasi sistem pendidikan baik secara formal. Kedua teori tersebut saling mempengaruhi terhadap perkembangan kualitas manusia. dalam Jurnal Religiusitas 3 September 2008) menyatakan bahwa kualitas manusia ditentukan dalam dua hal yaitu faktor hereditas. faktor keturunan (teori nativisme) dan faktor lingkungan dan pendidikan (teori empirisme). Mubarok mengibaratkan sebagai sekumpulan orang yang telah 32 tahun dikurung dalam penjara yang gelap gulita dan tiba-tiba penjara itu dirobohkan sehinga mereka bisa keluar melihat dunia baru yang terang benderang dan terlihat aneh akan tapi mengasyikkan. dan disamping itu mempertahankan kemajemukan bangsa. kemakmuran dan kehormatan yang ternyata tidak sinkron. falsafah hidup bangsa. Achmad Mubarok. Sebagian mereka mengimplementasikan kebebasan sebagai perbuatan yang berlebihan tanpa batas atau koridor norma dan hukum. perkembangan tradisi yang tumbuh dalam suatu kelompok masyarakat. Harapan ini belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. nonformal. dengan tegas mengatur tanggungjawab pendidikan. Sehingga mereka berpesta pora menikmatinya dengan melakukan apa saja yang sebelumnya mustahil dapat dilakukan. kebebasan. lingkungan dan perubahan alam sekitar. maupun secara informal.

Makna Pendidikan dengan perbuatan oknum-oknum pengunjuk rasa yang melakukan perbuatan melanggar hukum maupun melanggar hak orang lain dalam menikmati ketenangan dalam aktifitasnya. tetapi juga menumbuh-kembangkan nilai-nilai luhur insani bagi kemajuan peradaban bangsa. adil dan sejahtera terhadap masyarakat. setiap kali lahir 17 . Dengan demikian apabila penegakan hukum dalam masyarakat dirasa tidak adil. Demikian pula falsafah hidup suatu bangsa ikut mempengaruhi perilaku masyarakat dalam negara itu. menjamin setiap hak dan keberadaannya pada jalan kebenaran dan keadilan. menurut Mubarok. apabila akan dijadikannya sebagai pedoman bagi bangsanya untuk berperilaku maka kedamaian suatu bangsa tersebut akan dapat terwujud. dengan hukum manusia hidup. Dikatakan. hukum bermakna sebagai mengatur kehidupan manusia sebagai makhluk yang beradap yang membedakannya dengan hewan. Dodi Nandika (14 Juni 2008) mengatakan bahwa. Atau mungkin kelompok masyarakat itu menganggap bahwa penyampaian inspirasi dengan cara tenang dan tertib tidak akan didengar oleh yang berwenang. dan wawasan kebangsaan. maka hal ini akan mengusik rasa keadilan pada akhirnya dapat menimbulkan aksi protes. Penerapan hukum untuk membela manusia agar mereka tetap terhormat sebagai manusia. apabila kita mampu meramu dan merasakan kebinekaan dalam rasa persatuan dan kesatuan. dan memberikan peluang yang sama bagi mereka. penyampaian inspirasi tersebut kurang afdol. termasuk penguatan akhlak mulia. bersaing antar sesamanya secara fair dan adil. Seolah-olah tanpa adanya sedikit kekerasan dan pemaksaan kehendak. hal itu berarti akan memberikan rasa aman. karakter unggul. diatas penguasa ada yang Maha Kuasa. bergaul. Sedangkan akhlak mulia menurut Dodi Nandika dikatakan sebagai suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia. apabila kita menganggap bahwa sebagai manusia yang memiliki keadilan yang beradap. Oleh karena itu apabila penegakkan hukum oleh negara secara adil tanpa pandang bulu. yang daripadanya. Falsafah hidup suatu negara. kesejahteraan yang berkeadilan dalam kebinekaan ini akan segera dirasakan dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Indonesia memiliki falsafah Pancasila yang apabila dihayati dalam kehidupan sebagai masyarakat yang ber Ketuhanan yang menganggap bahwa diatas langit masih ada langit lagi. Pendidikan bukan sekedar proses pengayaan intelektual. Dalam hal efektifitas hukum ini Achmad Mubarok menyatakan bahwa. apabila kita mampu menjadikan pola kehidupan bermusyawarah untuk mufakat adalah jalan yang terbaik dalam menentukan pilihan bersama serta memiliki jiwa keadilan dan jiwa sosial yang tinggi dalam kehidupannya maka ketentraman.

Dalam kaitan itu. Demikian juga kurikulum pada pendidikan tinggi wajib memuat: 1) pendidikan agama. pada tahun 2015 nanti diharapkan akan terwujud suatu kondisi di Indonesia yang memiliki Insan yang berkemampuan olah hati untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan dan ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti. memiliki Insan yang berkemampuan olah pikir. disamping kurikulum yang menjadi ciri pada 18 . perkembangan ilmu pengetahunan. 5) ilmu pengetahuan alam. mewajibkan pengaturan kurikulum pada pendidikan dasar dan menengah meliputi: 1) pendidikan agama. 4) matematika.Wukir Ragil manifes hal-hal yang mulia. 6) ilmu pengetahuan sosial. 2 tahun 2006). Depdiknas menetapkan kerangka dasar dan model-model kurikulum yang dapat dijadikan rambu-rambu dan satuan pendidikan yang akan menyusunnya sesuai dengan kebutuhannya sendiri dengan memperhatikan pada peningkatan iman dan takwa. peningkatan potensi. dan 3) bahasa. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan (UU No. dan dengan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada program pendidikan dasar dan menengah di masa otonomi daerah dan penerapan manajemen berbasis sekolah maka kebijakan Kurikulum Pada Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan salah satu langkah yang dianggap tepat. Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut langkah pertama yang harus dilakukan adalah dimulai dari perumusan kebijakan dalam kegiatan belajar mengajar pada satuan pendidikan yaitu dengan kebijakan kurikulum. dan 9) pengembangan diri (Permendiknas No. kecerdasan. 2) pendidikan kewarganegaraan. dinamika perkembangan global. peningkatan akhlak mulia. Departemen Pendidikan Nasional menaruh harapan besar yang nanti pada tahun 2015 akan tercipta manusia Indonesia sebagai Insan Indonesia Komprehensif dan Kompetitif (insan kamil/insan paripurna) yaitu insan Indonesia yang memiliki kecerdasan emosional dan sosial. Kurikulum di setiap satuan pendidikan ini akan bercorak keragaman potensi daerah dan lingkungan. memiliki insan yang berkemampuan olah rasa. Dengan demikan. 2) pendidikan kewarganegaraan. dan seni. dengan mudah. Lebih lanjut ditegaskan dalam pasal 37 ayat (1) UU Sisdiknas. 3) bahasa. agama. dan minat peserta didik. sesuai dengan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. 20 tahun 2003). menurut Dodi Nandika. dan 8) muatan lokal. memiliki kecerdasan intelektual dan memiliki kecerdasan kinestika. 7) pendidikan jasmani dan olahraga. teknologi. 7) keterampilan/kejuruan. tanpa melalui pertimbangan atau proses penalaran yang berat dan lama. dan berkemampuan olah raga.

Demontrasi mahasiswa meneriakkan kebenaran ingin merubah sesuatu adalah hal yang wajar dan perlu didukung. kemudian Kelima to reach beyond the wall. Mahasiswa ingin menyampaikan perubahan. melayani masyarakat. membimbing. menguak tabir kegelapan. mengkaji. Ini yang berat karena apabila satu rukun belum dilaksanakan maka batal. melayani bagaimana sampah-sampah berserakan. meneliti. Anarchis No. menjangkau. to discovery. MS. Pertama. mengangkat temuan ilmiah dan sekaligus menyibak kegelapan secara terus menerus sehingga almoust everyday discovery. keempat. tapi menghimpun. to teach. Yang kurang baik diluruskan dan 19 . Menyikapi perubahan perilaku masyarakat yang menjurus pada perubahan tata nilai luhur budaya bangsa. tapi masih berbudaya lisan. Ketiga. Tapi caranya. Kedua. melayani bagaimana kemiskinan. dan mentrasfer nilai-nilai budaya. merubah. berakhaqul karimah. dan ketujuh to tell the truth mengatakan kebenaran. Lebih lanjut dikatakan bahwa kalau perguruan tinggi tidak mengatakan kebenaran maka akan batal. karena dibalik proses belajar mengajar tadi ada mandat untuk berbudaya luhur. Tujuh kewajiban akademik dipundak perguruan tinggi yang merupakan rukun direkomendasikan untuk dilaksanakan oleh perguruan tinggi sehingga terjadi keseimbangan antara pendidikan yang bersifat membangun kemampuan iptek dan seni dan pendidikan yang bersifat pendidikan moral. dan buta aksara yang merupakan kesenjangan dapat dihabisi. bukan to report atau bukan buat repot.Makna Pendidikan setiap jurusan. memelihara. menyatakan bahwa ada tujuh academic duty. EQ. Yaitu. adalah to publish. menggali. SQ. empati (IQ. mencari. Sekretaris Jenderal Depdiknas pada acara Rembug Penguatan Nilai-nilai dan Budaya Luhur dalam rangka peningkatan Akhlak Mulia di Perguruan Tinggi di Universitas Muhammadiyah Surakarta beberapa waktu yang lampau. to mentor. belum berbudaya mem-publish. dan RQ) sebagai alat dan bekal untuk Hijrah dari budaya yang sangat tidak beradab menjadi budaya santun. Keenam to change. fakultas dan/atau perguruan tinggi tersebut yang merupakan hak otonomi kampus. `mengajar` mentrasfer ilmu dan pengetahuan dari seorang sumber kepada mahasiswa. Dr. budaya respect to others. hal ini perlu ditumbuhkan sifat empati dan simpati. dengan merujuk pendapat mantan presiden dari negara maju. Critis Yes. budaya membaca. mensiarkan kedunia. Lebih lanjut dikatakan bahwa misi yang paling utama dalam kegiatan di perguruan tinggi bukan hanya mengajar. Lebih lanjut dikatakan bahwa penelitian adalah suatu kegiatan problem solving. kita belum berbudaya menulis. Prof. Ir Dodi N Nandika.

akan tetapi juga menumbuh-kembangan potensi peserta didik dalam mengekspresikan ide dan gagasannya setelah mereka melihat keadaan yang tidak sesuai dengan harapan dan teori yang dipelajari.Wukir Ragil seluruh pengajar menjadi transmitter yang memancarkan akhlak mulia didepan kelas. pengambil kebijakan. Hanya kita yang bisa mengatur bangsa kita sendiri menuju kearah yang lebih baik. dan pemerintah mendapat suatu masukan yang sangat berharga. 54-55) memandang bahwa kebebasan mengeluarkan pendapat merupakan sesuatu yang asasi. dijunjung tinggi. Samsul Wahidin (hal. dan Pemerintah (UU No. kearifan lokal dan semangat nasional agar energi anggota masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat dapat disalurkan dengan efektif dan efesien. Benturan yang terjadi dalam menyampaikan pendapat dapat dijadikan pola evaluasi dalam kegiatan yang lain sehingga kita tidak membiarkan rekan-rekan mengalami duakali kesalahan yang sama namun tetap dalam semangat menuju suatu perubahan. Dengan demikian peranan pengajar/pendidik bukan hanya menyampaikan target pembelajaran saja. Hak asasi merupakan hak yang melekat pada manusia yang wajib dihormati oleh siapapun. hukum. para penguasa. Kita harus mempunyai tekad bahwa Bangsa Indonesia bisa melepaskan diri dari masa-masa yang sulit setelah kita semua sudah ”dewasa” dengan belajar dari kesalahan masa lalu dan terus bekerja keras saling bahu membahu dengan menatap kedepan dengan penuh keyakinan bahwa dengan perbedaan tapi penuh makna kebersamaan akan merupakan kekayaan yang tiada tara nilainya bagi kejayaan bangsa Indonesia. 20 . pendidik. KESIMPULAN Beberapa hal yang perlu kita sadari bersama adalah Bangsa Indonesia memiliki suatu konsep menuju suatu bangsa yang besar yang mempunyai jati diri sendiri walaupun kita belum mampu mewujudkannya. 39 Tahun 1999 tentang HAM). dan pejabat yang berwewenang perlu memiliki suatu kearifan sosial. dilindungi oleh negara. Menurut Samsul Wahidin (dalam M Solly Lubis) menyatakan bahwa kebebasan merupakan syarat mutlak untuk mencapai suatu hak. Semangat untuk mengadakan perubahan ini perlu “dibimbing” agar sesuai dengan harapan masyarakat luas dengan tidak mengesampingkan kepentingan masyarakat lainnya. Dengan demikian dalam menjamin pelaksanaaan hak asasi tersebut. Mereka harus peka melihat ketimpangan dalam kehidupan masyarakat sekitar.

d. aman dan damai. Perubahan sikap. efektif dan efisien. Satuan pendidikan memegang peranan penting dalam membimbing/mendampingi peserta didik. ramah. dan ekspresi dalam segala tindakan terjadi oleh masyaraakat karena adanya perubahan paradigma dari semula pemerintah sangat yakin dengan pola stabilitas akan dapat mewujudkan suatu kehidupan masyarakat yang tentram. Kini Pemerintah sangat menghargai adanya perbedaan. 21 b. Pola ini harus dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam merumuskan kebijakan maupun dalam proses pembelajaran. c. membentuk dan mengembangkan watak dan kebiasaannya. santun. f.Makna Pendidikan Dari uraian ringkas tersebut diatas dapat ditarik suatu benang merah bahwa: a. . Penyampaian pendapat oleh warga belajar setelah melihat keadaan yang dianggap tidak sesuai dengan harapan dan teori yang pelajarinya adalah suatu yang wajar dan bukanlah merupakan penyimpangan terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia sepanjang penyampaian pendapat tersebut tidak mengganggu hak asasi orang lain dan melanggar norma yang berlaku dan hukum posistif. Hukum sebagai perangkat aturan yang paling dominan akan memberi makna bahwa sesuatu boleh dilakukan dan sesuatu tidak boleh dilakukan akan dapat berlaku efektif apabila terdapat keteladan dan tegas dalam menegakkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. dan menumbuhkan nilai budaya luhur berakhlaqul karimah dalam proses belajar mengajar. g. suasana yang sejuk. nyaman dipandang. Sifat kegotongroyongan. serta berhasil menyentuh para pejabat yang berwenang untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan. dan menjunjung nilai luhur budaya bangsa masih ada dan melekat disanubari masyarakat Indonesia yang memiliki falsafah Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa ini. mengawal. kebinekaan. perilaku. e. Sangat erat kaitan antara tata nilai kehidupan/budaya dalam masyarakat dengan norma-norma/ kaidah hukum di Indonesia ini akan selalu berkembang mengikuti perkembangan global dan kehendak masyarakat. keanekaragaman dan kemajemukan serta kebebasan menyampaikan pendapat yang direspon dengan sangat bersemangat oleh masyarakat. menarik perhatian secara positif. disampaikan dengan dengan enak. Melalui pendidikan dan keteladanan akan ditumbuh-kembangkan dan ditingkatkan komitmen untuk menjunjung nilai-nilai budaya luhur bangsa bagi peserta didik dalam bersikap. h. sejahtera. berperilaku.

Sebagai bangsa yang besar. Masyarakat dalam menyampaikan pendapat akan lebih bermakna dan tepat sasaran apabila dilakukan dengan arif dan sekaligus menghindari terganggunya hak orang lain. sehingga terjadi penyimpangan dari koridor hukum maupun norma kehidupan dalam bermasyarakat. n. kita akan dapat melepaskan masa lalu yang pahit dan menuju masa sejahtera dan damai dimasa mendatang apabila kita mampu memaknai perbedaan. l. DAFTAR RUJUKAN Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Nomor 165 Tahun 1999.Wukir Ragil Pendidikan sebagai penguatan akhlak mulia membentuk karakter unggul dalam peningkatan wawasan kebangsaan memiliki sifat dinamis sesuai dengan perkembangan tata nilai dalam masyarakat. m. Mereka merasa selalu dikekang dan tiada kebebasan berekspresi. sehingga sebagian menganggap bahwa perubahan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah yang dirasa tidak sesuai harus dilawan dengan ketidaksetujuan dengan memfaatkan hak dan caranya sendiri tanpa mengindahkan jalur hukum yang harus ditempuh. Perubahan dalam kebebasan ini dirasa oleh masyarakat sangat fantastis. pelaksanaan kebijakan. i. dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886). Pada masa lampau. (Lembaran Negara Nomor Tahun 2003 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301) 22 . Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan pengawasannya. sehingga Pemerintah perlu melakukan pembinaan agar kehidupan berbangsa dan bermasyarakat yang selama ini sudah baik dapat ditingkatkan lagi atau setidak-tidaknya dipertahankan serta perlu ditumbuhkan sifat kritis yang konstruktif kepada masyarakat luas dalam mensikapi terhadap seluruh proses kebijakan pembangunan bangsa. j. kini setelah mengalami perubahan maka masyarakat kurang siap dengan perubahan itu. Semangat masyarakat ini merupakan potensi. k. masyarakat mengalami pelakuan yang dirasakan tidak sesuai dengan harapannya.

SH. 1986. Jurnal Transformasi Kependidikan dan Keagamaan. Membangun Keluarga Bangsa dalam Prespektif Psikologi Islam. Jurnal Transformasi Kependidikan dan Keagamaan. Teropong Pendidikan Kita. I. Mubarok. Hukum Pers. Vol. Muhaimin. Sukanto Soerjono dan Sri Mamudji. Prof. Achmad. Ir: Pendidikan Akhlak Mulia. Prof. 23 . 2). Prof Dr. Pustaka Pelajar. Unversitas Muhammadiyah Surakarta tanggal 14 Juni 2008. Cetakan 2). hal 15. Prof. (Jakarta: Raajawali. hal 16). I. Religiusitas. (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 42. 3 September 2008 hal. N Dodi. Dr. Artikel 2005-2006. Departemen Pendidikan Nasional.Makna Pendidikan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pengembangan Budaya Agama dalam Komunitas Sekolah. Religiusitas. MA. dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Tahun 2006. MA. Nandika. Bahan Paparan pada Rembug Penguatan Nilai-nilai dan Budaya Luhur. Antologi. Penelitian Hukum Normatif. Dr. Vol. 4 September 2007. MS. (sebuah Introspeksi). Wahidin Samsul H.

masyarakat. kepemimpinan. hak dan kewajiban. seorang pemimpin bertindak dan memberi contoh melalui perilaku kepada bawahannya. Karakteristik kepemimpinan tersebut ditunjukkan oleh indikator-indikator: 1) Idealized Influence. 1. 2) Inspirational Motivation. siswa. dan sebagainya) bersedia tanpa paksaan untuk berpartisipasi secara optimal dalam mendukung komitmen organisasi sekolah dalam pencapaian tujuannya. pegawai. Suryadi Syarif Kepala SMA Budi Mulia Ciledug Tangerang. pemimpin memberi perhatian khusus pada kebutuhan setiap individu untuk berpartisipasi dan berkembang dengan jalan bertindak seperti pelatih atau penasehat. kepala sekolah. kompetensi. pemimpin memberi inspirasi kepada bawahannya dengan cara berkomunikasi secara jelas untuk menyampaikan tujuan serta harapan. No. 3) Intellectual Stimulation.Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. orangtua siswa. Keefektifan kedua komponen ini akan memberikan keyakinan bahwa sumber daya yang dimiliki sekolah dikelola sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan. April 2009 KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM ERA OTONOMI DAERAH DAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Suatu Pendekatan Teoritis) Moh. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan jika mungkin untuk menyajikan informasi mengenai apa yang telah dikerjakan Kata Kunci: Otonomi sekolah. pemimpin menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan inovasi dan kreativitas. sehingga semua unsur yang terlibat (guru. dan akuntabilitas 24 . dan Dosen PPs UHAMKA Jakarta Abstrak Kepemimpinan kepala sekolah dalam era otonomi daerah adalah kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan. Jabatan kepala sekolah merupakan jabatan yang tidak bisa diserahkan kepada setiap guru tanpa melihat apakah guru tersebut memenuhi kompetensi dan akuntabilitas yang dipersyaratkan. 4. serta harapan bagi yang berkepentingan terhadap keberhasilan pendidikan di sekolah. manajemen. 4) Individualized Consideration. Kompetensi dan akuntabilitas kepala sekolah merupakan perpaduan antara komitmen terhadap standar keberhasilan. dan atau mendorong semua unsur dalam struktur organisasi sekolah untuk bekerja atas dasar sistem nilai yang luhur.

Untuk mewujudkan visi tersebut dalam GBHN 1999 telah dinyatakan bahwa salah satu arah kebijakan dalam pembangunan pendidikan adalah melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikan nasional berdasarkan prinsip desentralisasi. yang ditandai adanya otonomi luas di tingkat sekolah. Hal ini bahkan telah menjadi amanat rakyat sebagaimana disebutkan dalam Ketetapan MPR-RI Nomor IV/MPR/1999 tentang GBHN yang menyebutkan bahwa salah satu visi pembangunan bangsa adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. tetapi masih dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. No. Sesuai dengan PP.22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Manajemen berbasis sekolah merupakan bentuk alternatif sekolah dalam rangka desentralisasi pendidikan. Depdiknas saat ini tengah melaksanakan desentralisasi pendidikan yang di dalamnya terlaksana manajemen berbasis sekolah. terampil. Desentralisasi pendidikan merupakan terobosan besar dalam pembangunan bangsa yang selama ini memakai paradigma top-down berubah menjadi paradigma bottom-up. Terutama untuk menciptakan insan-insan pembangunan yang ahli.25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi. dan inovatif. Sejalan dengan amanat tersebut. Dalam manajemen berbasis 25 . Masyarakat dituntut partisipasinya agar mereka lebih memahami pendidikan. 25 tahun 2000 maka sejumlah kewenangan dalam bidang pendidikan yang selama ini berada di pusat dilimpahkan kepada institusi penyelenggara pendidikan dalam bingkai pemerintah daerah.Kepemimpinan Kepala Sekolah PENDAHULUAN Pendidikan mempunyai peranan yang sangat strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pelaksanaan desentralisasi pendidikan dalam era otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang No. Kualifikasi sumber daya seperti ini sangat diperlukan jika Indonesia ingin menjadi negara yang berhasil dalam menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Undang-Undang No. Otonomi diberikan agar sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan serta agar sekolah lebih tanggap terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Sedangkan kebijakan nasional yang menjadi prioritas pemerintah harus pula dilakukan oleh sekolah. otonomi keilmuan dan manajemen. teknologi.25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dan Peraturan Pemerintahan No. serta mengontrol pengelolaan pendidikan. partisipasi masyarakat yang tinggi. dan industrialisasi sehingga mampu menghadapi persaingan global. membantu. kreatif.

bukan sekadar kompetensi kognitif. belajar bertanggung jawab. Lebih dari para manajer lainnya. Kepala sekolah diangkat untuk menduduki jabatan yang bertanggunggugat (accountability) mengkoordinasikan upaya bersama mencapai tujuan pendidikan pada level sekolah masing-masing. banyak di antaranya yang tadinya berkinerja bagus sebagai guru. bagaimana nasib sekolah-sekolah kita jika dipimpin oleh orang-orang yang tidak kompeten. ia adalah pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang kondusif yang memungkinkan anggotanya mendayagunakan dan mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Dapat dibayangkan. Tentu saja kepala sekolah bukan satu-satunya determinan bagi efektif tidaknya suatu sekolah karena masih banyak faktor lain yang perlu diperhitungkan. Pada tingkat paling operasional. para guru dan peserta didik termotivasi untuk saling belajar. seperti manajer pabrik yang menghasilkan sepatu. Suasana seperti ini memberi ruang untuk saling belajar melalui keteladanan. kepala sekolah dituntut untuk memiliki "accountability" baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah. Demikian pula dalam telaahan mutakhir tren dan isu manajemen pendidikan yang dikompilasi dalam ERIC (2002: 1-3). studi yang dilakukan oleh Lightfoot seperti dikutip oleh Dharma (2004: 2). kepala sekolah adalah guru senior yang dipandang memiliki kualifikasi menduduki jabatan itu. seorang guru dapat berharap bahwa jika "beruntung" suatu saat kariernya akan berujung pada jabatan kepala sekolah. Ada guru yang dipandang sebagai faktor kunci yang berhadapan langsung dengan para peserta didik dan masih ada lagi sejumlah masukan instrumental dan masukan lingkungan yang mempengaruhi proses pembelajaran. Guru-guru seperti ini tentunya telah terperosok ke suatu jabatan yang mereka sendiri tidak memiliki kompetensi untuk itu. kepala sekolah adalah orang yang berada di garis terdepan yang mengkoordinasikan upaya meningkatkan pembelajaran yang bermutu. Dalam praktek di Indonesia. Misalnya. dan saling memberdayakan. Namun. Suryadi Syarif sekolah. saling memotivasi. Dalam lingkungan seperti itu. Biasanya guru yang dipandang baik dan cakap sebagai guru diangkat menjadi kepala sekolah. 26 . dan akan tetap menjalaninya sampai pensiun. kepala sekolah memainkan peran yang termasuk sangat menentukan. bahwa kepala sekolah bukan manajer sebuah unit produksi yang hanya menghasilkan barang mati. Jadi. melalui pendekatan sosiologi tentang efektivitas sekolah menengah menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran yang sangat penting. Umumnya mereka tidak cocok untuk mengemban tanggung jawab manajerial. serta belajar mengembangkan kompetensi sepenuhnya.Moh. Dalam kenyataan. menjadi tumpul setelah menjadi kepala sekolah.

Apakah ini barang baru? Sama sekali tidak karena jauh sebelumnya Ki Hadjar Dewantara telah berujar dengan pernyataannya yang terkenal: “ing ngarso sung tulodo”. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dipandang banyak pihak dapat memberi ruang gerak lebih longgar bagi kepala sekolah untuk meningkatkan mutu sekolahnya. pemotivasian. dan akuntabilitas kepala sekolah berkaitan dengan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dalam rangka desentralisasi pendidikan pada era otonomi daerah. dan institusi sekolah dalam pelaksanaan desentralisasi pendidikan dalam konsep manajemen berbasis sekolah pada tingkat pendidikan menengah. Sejalan dengan itu maka dalam studi ini akan dikaji kepemimpinan kepala sekolah dalam era otonomi daerah yang ditinjau dalam aspek kompetensi. Manfaat dari kajian ini adalah untuk memberikan bahan masukan bagi pemerintah pusat. Oleh sebab itu. Sudah sejak lama pula para kepala sekolah berhadapan dengan situasi di mana mereka lebih banyak tergantung pada konteks dan periferal pekerjaannya. Sudah sekian lama birokrasi pemerintahan negara kita tidak banyak membantu kepala sekolah mengatasi kerumitan itu.Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah seharusnya berada di gardu paling depan dalam hal peneladanan. Konsepnya bagus karena MBS adalah strategi untuk meningkatkan kemandirian para pengelola pendidikan dengan memindahkan wewenang pengambilan keputusan penting dari pemerintah pusat dan daerah ke level paling operasional. yaitu sekolah. Sebenarnya pekerjaan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolahnya tidak pernah ringan. diperlukan paradigma baru untuk menanggalkan ketergantungan yang selama ini telah merugikan para kepala sekolah yang sebagian sebenarnya mungkin telah bekerja dengan serius. di mana sektor pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah. “ing madyo mangun karso”. pemerintah daerah. dan pemberdayaan itu. OTONOMI SEKOLAH Dalam era desentralisasi sekarang ini. Mereka sering berada pada posisi nirdaya dalam situasi ketika kepemimpinan mereka benar-benar diperlukan. praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun 27 . Hasilnya masih belum jelas karena penerapannya ternyata juga masih harus menunggu kerelaan birokrasi pendidikan untuk mendelegasikan kekuasaannya.” Uraian singkat di atas telah menunjukkan betapa tidak ringannya tanggung jawab seseorang sebagai kepala sekolah. “tutwuri handayani.

untuk itu maka sekolah-sekolah yang MBS-nya aktif seharusnya mempunyai kepala sekolah yang memainkan peranan kunci dalam mengendalikan dan meningkatkan komitmen belajar siswa. wewenang. Meskipun demikian. dan mengarahkan seluruh staf sekolah untuk bekerja dan bertanggungjawab atas tugasnya masing-masing. sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaannya guna meningkatkan kualitas dan efisiensinya. mengidentifikasi fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Manajemen sekolah saat ini memiliki kecenderungan ke arah school based management (manajemen berbasis sekolah). dan tanggung jawabnya. yang meliputi: 1) perencanaan. Otonomi sekolah adalah kewenangan sekolah untuk mengatur dan mengurus kepentingan warga sekolah menurut prakarsa sendiri dan berdasarkan pada aspirasi warga sekolah sesuai dengan peraturan perundang-undangan pendidikan nasional yang berlaku. maupun pemerintah pusat dan daerah. 2) pengorganisasian. siswa. orangtua.Moh. Dalam konteks ini. melakukan analisis sasaran. maka kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. melakukan analisis SWOT. Tujuan MBS adalah untuk memandirikan dan memberdayakan sekolah. Dalam implementasi MBS fungsi-fungsi dan tugas-tugas kepala sekolah berubah dari manajer tingkat menengah ke pimpinan sekolah. Peranan utama kepala sekolah dalam hal ini adalah memotivasi. membimbing. dan memberikan ganjaran kepada siswa. terutama yang melaksanakan keputusan dan yang terkena dampak keputusan. Pemberdayaan yang dimaksudkan adalah peningkatan kemampuan secara fungsional. mendorong para guru untuk aktif dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah dalam mengumpulkan informasi tentang belajar. merumuskan sasaran. Pengambilan keputusan partisipatif adalah cara mengambil keputusan yang melibatkan kelompok-kelompok yang berkepentingan. Suryadi Syarif kepentingan nasional. Esensi MBS adalah otonomi sekolah dan pengambilan keputusan partisipatif. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah mampu melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. 28 . sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. (3) pengarahan. Agar penerapan desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik. menyusun rencana sekolah. otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dilakukan dengan selalu mengacu pada manfaat pendidikan bagi masyarakat. Tahap-tahap pelaksanaan MBS meliputi: mensosialisasikan konsep MBS. dan (4) pengawasan.

Dimensi-dimensi perubahan pola manajemen dari yang lama menuju yang baru tersebut. 3) Intellectual Stimulation.Kepemimpinan Kepala Sekolah mengimplementasikan rencana sekolah. Kepemimpinan transformasional didefinisikan sebagai kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan. sehingga menimbulkan persaingan yang semakin ketat. Kepemimpinan transformasional menganggap kepemimpinan sebagai proses kerjasama antara pemimpin dan pengikutnya untuk mencapai tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi kepemimpinan transformasional. Perubahan dimensi pola 29 . pegawai. Berdasarkan konsep dasar yang telah diuraikan di atas. Dari segi implementasi MBS. pemimpin menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya inovasi dan kreativitas. orangtua siswa. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. dan merumuskan sasaran baru. Keempat karakteristik kepemimpinan transformasional ini diyakini mampu menciptakan organisasi yang lebih tangguh dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan baru. melakukan evaluasi. 4) Individualized Consideration. maka perlu dilakukan penyesuaian dari pola lama manajemen pendidikan menuju pola baru manajemen pendidikan masa depan yang bernuansa otonomi yang demokratis. Pemimpin dituntut untuk mampu mengubah budaya organisasi agar konsisten dengan strategi manajemen. pemimpin memberi perhatian khusus pada kebutuhan setiap individu untuk berpartisipasi dan berkembang dengan jalan bertindak seperti pelatih atau penasihat (Rusdiyanta. seorang pemimpin bertindak dan memberi contoh melalui perilaku bagi yang bawahannya. sekaligus memberdayakan anggota organisasi untuk meraih tujuan-tujuan itu. Kepemimpinan transformasional mampu membangun komitmen organisasi terhadap tujuan-tujuannya. dan atau dorongan kepada semua unsur yang ada dalam struktur organisasi sekolah agar dapat bekerja atas dasar sistem nilai (values system) yang luhur. adalah: 1) Idealized Influence. secara konseptual maupun secara praktek tertera dalam MBS. pemimpin memberi inspirasi kepada bawahannya dengan cara berkomunikasi secara jelas untuk menyampaikan tujuan serta harapan. Menurut Bass empat karakteristik kepemimpinan transformasional. sehingga semua unsur yang terlibat (guru. siswa. Kepemimpinan transformasional lahir sebagai upaya untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan eksternal yang berlangsung cepat. masyarakat. dan sebagainya) bersedia tanpa paksaan untuk berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan sekolah. 2) Inspirational Motivation. 2004: 5).

2004).Gunakan yang seefisien mungkin .Motivasi diri .Moh. Pemimpin adalah orang yang menempati posisi sebagai pimpinan.Informasi terpribadi .Mempengaruhi . yaitu: 1) seorang pimpinan adalah seorang penyalur harapan 30 . Tabel 1.pendidikan.Informasi terbagi .Organisasi datar Pola baru Sumber: Eman Suparman.Pendekatan Profesional .Mengarahkan .Ruang gerak luwes .Ruang gerak kaku . Pengambilan keputusan akan dilakukan secara partisipatif dengan mengikutsertakan pihak-pihak yang berpentingan sebesar-besarnya.Pengambilan keputusan terpusat .Gunakan uang semuanya .Pemberdayaan . sedangkan kepemimpinan adalah kegiatan atau tugasnya sebagai pemimpin.net/.Deregulasi .Desentralistik .Overregulasi .. Suryadi Syarif manajemen pendidikan dari yang lama ke yang baru menuju MBS dapat ditunjukkan dalam tabel 1.Mengontrol . maka kepala sekolah dalam era otonomi sekolah memiliki wewenang lebih besar dalam pengelolaan lembaganya. Nanus dan Dobbs (1999: 7) mengutip beberapa definisi pemimpin atau kepemimpinan.Sentralistik . Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi sekelompok orang dan mengarahkannya untuk mencapai tujuan tertentu.Pendelegasian .Subordinasi .Menghindar Resiko . KEPEMIMPINAN Kepemimpinan berasal dari bahasa Inggris leader yang berarti pemimpin dan leadership berarti kepemimpinan. 2.Pengambilan keputusan partisipasi .Memfasilitasi .Pendekatan birokratik . Perubahan Pola Manajemen Pendidikan Pola lama . p.Mengelola resiko .Otonomi . Manajemen Pendidikan Masa Depan (http://www.Diatur .Organisasi herarkis Menuju ------> ------> ------> ------> ------> ------> ------> ------> ------> ------> ------> ------> ------> ------> . Mengacu pada dimensi-dimensi tersebut di atas.

yaitu: (1) diagnosa. (2) kepemimpinan perilaku. Senge). Kepemimpinan dapat dijelaskan melalui dua sudut pandang. 31 . dan membantu menciptakan budaya kelompok atau organisasi. Gardner). melaksanakan tugas tertentu. memandang kemampuan memimpin sebagai bawaan sejak lahir. perilaku. yang berarti penggunaan pengaruh yang tidak memiliki kekuasaan memberikan sanksi untuk membentuk tujuan kelompok-kelompok atau organisasi. apa yang benar. (2) adaptasi. melakukan koordinasi kegiatan. memperjelas visi. bekerjasama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. kepemimpinan berperspektif perilaku. dan (3) komunikasi. yakni hanya orang-orang yang berbakat memimpin yang mampu menjadi pimpinan. Dalam upaya mencapai keberhasilan dalam mempengaruhi orang lain. kompetensi adaptasi adalah kemampuan menyesuaikan perilaku dengan lingkungan. dan (2) sifat yang dimiliki. Namun inti dari definisi-definisi tersebut adalah mempengaruhi atau mengendalikan sekelompok orang untuk mentaati aturan. Terlihat bahwa acuan untuk mendefinisikan kepemimpinan bervariasi bagi masing-masing pakar kepemimpinan. dan meningkatkan bentuk-bentuk mental kerjasama. yaitu mempelajari kepemimpinan berdasarkan keterampilan yang dimiliki. maka pimpinan harus memiliki tiga dasar kepemimpinan. dan kompetensi komunikasi terkait dengan kemampuan menyampaikan pesan-pesan agar dapat dipahami orang lain Ciri-ciri seorang pemimpin dapat dijelaskan melalui tiga pendekatan yaitu: (1) kepemimpinan bawaan. mengarahkan perilaku mereka untuk mencapai tujuan. Croin). Pendekatan kedua. Kompetensi diagnosa merupakan kemampuan kognitif untuk memahami situasi sekarang dan harapan pada masa mendatang. dan (3) kepemimpinan situasional Pendekatan pertama.Kepemimpinan Kepala Sekolah (Napoleon Bonaparte). yaitu: (1) sudut proses. 3) pemimpin adalah orang yang mengetahui apa yang dibutuhkan. serta selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuannya (Peter M. 4) pimpinan adalah orang yang bertanggungjawab membangun organisasi di mana orang-orang secara berkesinambungan mengembangkan kemampuan untuk memahami kerumitan. bagaimana mengendalikan manusia dan sumber daya untuk mencapai tujuan (Thomas E. 5) Kepemimpinan adalah proses persuasi atau membujuk sekelompok orang untuk mengikuti tujuan yang ditetapkan oleh pimpinan atau bekerjasama dengan pimpinan dan para pengikutnya (John W. dan atau perasaan orang lain (Howard Gardner). 2) pemimpin adalah seseorang yang secara signifikan mempengaruhi pikiran. yang diartikan sebagai seperangkat ciri-ciri yang menjadi atribut seseorang yang dipersepsikan sebagai seorang pemimpin.

pengalaman. dengan demikian pemimpin harus memiliki perilaku yang fleksibel. Pendekatan ketiga. kepemimpinan situasional dibangun berdasarkan asumsi bahwa tidak ada satu cara apapun yang dapat mengarahkan manusia untuk bekerja pada semua situasi. kemampuan. luas bidang pekerjaan. bahaya secara fisik yang mungkin terjadi. mensetafi struktur tersebut dengan individu-individu. (3) perhatian terhadap tugas. pengetahuan tentang tugasnya. dan derajat kekaburan pelaksanaan tugas. yang mencerminkan derajat pelaksanaan pengaruhnya. yang berarti kepedulian pimpinan atas keahlian. tingkat hirarkis. serta mampu menerapkannya dalam situasi kepemimpinan sebenarnya. standar kesalahan yang ditolerir. mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang untuk 32 Kepemimpinan Menentukan arah: mengembangkan visi masa depan. mampu mendiagnosa gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi yang dihadapinya. 2) manusiawi. dan strategi untuk menghasilkan perubahanperubahan untuk mencapai visi Mengembangkan jaringan untuk mencapai agenda Mempersatukan orang: mengkomunikasikan arah dengan kata-kata dan tindakantindakan kepada mereka yang turut bekerjasama untuk menciptakan tim dan koalisi yang memahami visi dan strategi dan menerima kinerja . Perbedaan manajemen dan kepemimpinan Aspek Menciptakan agenda Manajemen Perencanaan dan penganggaran: menetapkan rincian langkah-langkah dan rencana waktu untuk mencapai hasil yang diperlukan. yang mencerminkan derajat pentingnya waktu yang dimiliki. dan karakteristik psikologis. yakni keterampilan 1) teknik. Tabel 2.Moh. dan 3) konseptual. ataupun kesamaan sikap dan perilakunya dengan orang-orang yang di atasnya. (2) perhatian terhadap atasan. yaitu: (1) perhatian terhadap bawahan. kemudian mengalokasikan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai hal tersebut Pengorganisasian: menetapkan stuktur organisasi untuk mencapai persyaratan rencana. Suryadi Syarif Kepemimpinan perilaku secara garis besarnya dapat dibagi dalam tiga kategori. seorang pemimpin harus memperhatikan tiga faktor utama. derajat kebebasan. sering masa depan yang panjang. Dalam menerapkan kepemimpinan sesuai dengan situasi yang di hadapi.

Untuk jelasnya perbedaan antara manajemen dan kepemimpinan dapat dirujuk dari pendapat Kotter. Memotivasi dan Menginspirasi: mengenerji orang untuk memecahkan rintangan politik. manajemen berhubungan dengan benda. sering bersifat dramatik. Manajer adalah orang yang mengerjakan sesuatu secara benar. persediaan. misalnya manajemen keuangan. dan mempunyai potensi menghasilkan perubahan yang sangat berguna (misalnya produk baru yang diinginkan pelanggan. Steers (1985: 29). seperti terlihat pada Tabel 2. pengaturan dan pengawasan aktivitas anggota organisasi yang berhubungan dengan sumber daya 33 . Kotter (1990) dalam Wirawan (2003: 22). Sehubungan dengan fungsi-fungsi manajemen. mereka. menyediakan kebijakan dan prosedur untuk membantu mengarahkan orang. Kepemimpinan dan manajemen berbeda menurut sasarannya masing-masing. sedangkan pimpinan adalah orang yang mengerjakan suatu kebenaran. Keluaran Sumber: John P. berpendapat bahwa manajemen adalah proses perencanaan. pengorganisasian. Menghasilkan perubahan. Eksekutif Pengontrolan dan Penyelesaian masalah: memonitor hasil vs. birokrasi untuk merubahnya untuk memuaskan kebutuhan manusia yang sangat mendasar tapi sering tidak terpenuhin. sedangkan kepemimpinan berhubungan dengan manusia. dan mempunyai potensi secara konsisten mencapai hasilhasil tertentu yang diharapkan oleh berbagai stakeholder (misalnya pelanggan selalu tepat waktu. menciptakan metode untuk memonitor pelaksanaan rencana. dan atau program. untuk stakeholder lainnya sesuai dengan anggaran). pendekatan baru yang membuat perusahaan lebih kompetetif).Kepemimpinan Kepala Sekolah melaksanakan rencana. rencana secara rinci dan kemudian merencanakan dan mengorganisasi untuk menyelesaikan masalah tersebut Menghasilkan sesuatu yang dapat diramalkan.

Dengan demikian maka kompetensi adalah karakteristik pokok dari seseorang yang memungkinkannya untuk mencapai kinerja standar dalam tugas. KOMPETENSI Istilah “competent” sinonim dengan kata “sufficient” dan “adequate” yang berarti mampu. pembagian tugas dan otoritas sehubungan dengan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. yang dimaksudkan untuk mendukung semua fungsi organik). pengarahan.Moh. cukup. dan koreksi terhadap standar kinerja. Suryadi Syarif untuk mencapai tujuan. yang secara bersama-sama merupakan proses manajemen. Seseorang disebut kompeten untuk mengerjakan sesuatu berarti orang tersebut benar-benar dapat melakukan pekerjaan yang dimaksud. sedangkan sangat baik dan baik sekali merupakan kategori yang lebih tinggi. Manajemen sebagai suatu cara untuk melaksanakan fungsi eksekutif seperti perencanaan. Di sekolah. pengontrolan. Sedangkan pengawasan meliputi tiga elemen penting yaitu standar kinerja. untuk itu dibutuhkan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam lingkungan atau situasi baru. dan kompetensi lebih tertuju pada aksi atau hasil daripada proses belajar mengajar. Dijelaskan dalam New Zealand Qualifications Authority (Curfis dan Thorp. jabatan. 34 . informasi. tetapi juga kemampuan pokok yang dipersyaratkan oleh pekerjaan tersebut. atau situasi tertentu. pengorganisasian. berkompeten berarti menjadi sedikit memuaskan dan baik. Manajerial memiliki fungsi-fungsi yang berbeda namun saling berhubungan. dan pengawasan setiap kegiatan yang mengharuskan tanggung jawab untuk mencapai suatu hasil. desain mengembangkan organisasi. Kompetensi tidak hanya berhubungan dengan tugas saja. Pengorganisasian meliputi pengembangan tujuan. Perencanaan mengindikasikan bagaimana tujuan organisasi akan dicapai. Jika menyebutkan seseorang yang “incompetent” selalu berarti “incapable” atau “unqualified” yang berarti tidak mampu mengerjakan tugas tertentu atau tidak memiliki kemampuan yang dipersyaratkan. dan atau memadai. deviasi terhadap standar kinerja. Pada dasarnya keseluruhan fungsi-fungsi manajerial dapat dikelompokkan atas fungsi organik (merupakan penjabaran kebijaksanaan dasar atau strategi organisasi yang telah ditetapkan dan harus digunakan sebagai dasar tindakan) dan fungsi penunjang (kegiatan yang diselenggarakan oleh orang-orang atau satuan-satuan kerja dalam organisasi. 2004: 1) bahwa kompetensi mencakup tidak hanya pengetahuan atau keahlian tetapi juga terapannya dalam usaha memenuhi kinerja standar yang dipersyaratkan.

meningkatkan kinerja seseorang dan kinerja orang lain dengan membangun. menetapkan skala prioritas untuk memastikan bahwa batas waktu kritis dapat dicapai. yaitu kemampuan individu untuk mencapai kinerja yang efektif dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan pekerjaan secara efisien. (3) Ketegasan. (5) Keterampilan kognitif. menggunakan fasilitas untuk mendorong usahanya dan memaksimalkan kualitas dan efisiensi hasil kerjanya. Contoh kompetensi dalam definisi langsung adalah: bekerja sama dengan orang lain. (9) Motivasi dan perhatian terhadap pengembangan. mengumpulkan informasi secara terstruktur dan terorganisir dan menggunakan pendekatan sistematis untuk memastikan pengumpulan informasi secara kolektif. Agar berhasil. Contoh kompetensi yang didefinisikan dengan menggunakan pendekatan unsur kunci adalah: mengelola informasi dan materi untuk memudahkan dalam memperolehnya. (6) Fleksibilitas intelektual. (12) Komunikasi. Setidaknya ada kesepakatan bahwa kepala sekolah perlu memiliki sejumlah kompetensi berikut: 1) Memfasilitasi pengembangan. (2) Orientasi kepemimpinan proaktif. penyebarluasan. (10) Kontrol dan evaluasi. dan memelihara hubungan antara pribadi secara efektif. (2) Keterampilan hubungan manusia. yaitu: (1) Komitmen terhadap misi sekolah. (4) Sensitif terhadap hubungan interpersonal dan organisasi. (5) Mengumpulkan informasi dan menganalisis pembentukan konsep. Di samping keterampilan ini kepala sekolah juga diwajibkan untuk memenuhi atau memiliki kompetensi sebagai seorang kepala sekolah. (11) Kemampuan berorganisasi dan pendelegasian. (8) Kemampuan beradaptasi secara taktis. kepala sekolah harus memiliki kompetensi yang disyaratkan untuk dapat mengemban tanggung jawabnya dengan baik dan benar. dan pelaksanaan visi pembelajaran 35 . Melayani pelanggan dengan cara bekerja sama dengan para pelanggan secara efektif untuk mencapai tujuan usaha sendiri dan pelanggan. (7) Persuasif dan memanajemeni interaksi. 2) Definisi elemen kunci. Seorang kepala sekolah yang efektif diperlukan adanya kompetensi dan keterampilan administrasi berikut: (1) Keterampilan teknis. dalam hal ini memahami visi dan misi serta memiliki integritas yang baik saja belum cukup. menggunakan pengetahuan hubungan informasi dan kepekaan politis dalam organisasi untuk menciptakan keputusan yang efektif. yaitu kemampuan seseorang untuk bekerja secara efektif dalam pekerjaan yang ditekuninya. menggunakan. (3) Keterampilan membuat konsepsional.Kepemimpinan Kepala Sekolah Kompetensi mempunyai dua pengertian yang relevan: 1) Definisi langsung. (4) Keterampilan pendidikan dan pengajaran. Kompetensi Kepala Sekolah adalah kemampuan atau kecakapan yang diperlihatkan oleh seorang kepala sekolah ketika mengerjakan tugas-tugasnya.

6) Memahami. dan mempertahankan lingkungan sekolah dan program pengajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan staf. menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam. Akuntabilitas merupakan kewajiban nyata dalam organisasi yang tidak mencari keuntungan. moralitas. 14) mengembangkan budaya sekolah. 7) mengelola sarana dan prasarana. dan 25) membuat laporan akuntabilitas sekolah. 4) merencanakan pengembangan sekolah. 23) melaksanakan supervisi. melaksanakan dan menindaklanjuti hasil akreditasi. Dengan demikian maka disimpulkan bahwa 25 kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah lanjutan. Accountability didefinisikan sebagai kemauan untuk mengakui kewajiban dan keinginan orang lain untuk menerima tanggung jawab sepenuhnya atas tindakannya dan akibat-akibatnya. efisien. 6) mengelola tenaga kependidikan. sehat. yaitu: 1) memiliki landasan dan wawasan pendidikan. 17) mengelola waktu. dan mempengaruhi lingkungan politik. 36 . dan memobilisasi sumber daya masyarakat. 5) Memberi contoh tindakan berintegritas. 11) mengelola kelembagaan. dan budaya yang lebih luas. 12) mengelola sistem informasi sekolah. 2) Membantu. 16) mengembangkan diri. dan keterwakilan semua kebutuhan dan harapan pihak pemangku kepentingan pada umumnya. 3) memahami manajemen berbasis sekolah. menanggapi. 13) memimpin sekolah. AKUNTABILITAS Akuntabilitas mencakup isu-isu profesionalisme.Moh. 19) memberdayakan sumberdaya sekolah. 20) melakukan koordinasi. Suryadi Syarif yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. 2) memahami sekolah sebagai sistem. 4) Bekerja sama dengan orang tua murid dan anggota masyarakat. Sedangkan responsibility adalah tugas yang dibebankan kepada seseorang sebagai akibat dari wewenang yang dimiliki. 18) menyusun dan melaksanakan regulasi sekolah. bukan hanya sekedar budaya organisasi atau gaya kepemimpinan yang diharapkan. kinerja organisasi. inovasi dan jiwa kewirausahaan. 22) melakukan monitoring dan evaluasi. 21) mengambil keputusan secara terampil. membina. 24) menyiapkan. 9) mengelola keuangan. dan efektif. sosial. 8) mengelola kesiswaan. 15) memiliki dan melaksanakan kreativitas. 5) mengelola kurikulum. 10) mengelola hubungan sekolahmasyarakat. ekonomi. Istilah accountability serupa dengan istilah responsibility (tanggung jawab). 3) Menjamin bahwa manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Akuntabilitas adalah suatu keterhubungan mendasar dalam kewajiban untuk mendemonstrasikan. dan konsekuensinya terhadap perorangan. memeriksa. pengaturan. Dalam hal ini. Accountability (pertanggungjawaban) mencakup bagaimana sumber daya yang diterima dapat dikelola dengan sebaik-baiknya untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang pencapain tujuan yang dinyatakan (state goals). terutama untuk akuntabilitas antara rekan kerja yang mungkin setara atau independen. Akuntabilitas adalah suatu dasar hubungan antara kewajiban untuk mendemonstrasikan. 2004: 1). tindakan korektif secara tepat. akuntabilitas seyogianya menjadi acuan dasar dalam mengembangkan perangkat peraturan. wewenang merupakan sesuatu yang didelegasikan. Definisi akuntabilitas ini konsisten dengan pengelolaan hasil. Dan terminologi tanggung jawab itu sendiri juga biasanya berhubungan dengan moral. dan tanggung jawab atas kinerja. memeriksa. dan mencakup kewajiban untuk semua kelompok dalam hubungan akuntabilitas. 37 . Akuntabilitas adalah suatu usaha untuk membantu para bawahan agar dapat melakukan aktivitas sesuai dengan yang telah didelegasikan dan secara pribadi bertanggungjawab atas pekerjaannya (Martin. 1999: 6-8). Sebagai manajer. dan akuntabilitas tidak dapat didelegasikan. Bagi manajemen sekolah. 2004: 1). Pertanggungjawaban tersebut antara lain menyangkut derajat efisiensi dan kesesuaian dengan norma dan peraturan yang berlaku umum termasuk pertanggungjawabannya. tetapi juga mencakup pemeriksaan. dan kesepakatan yang mengikuti seluruh sivitas akademika dalam mengupayakan peningkatan mutu berkelanjutan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat . berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan dan sumber daya yang digunakan. dan bertanggungjawab atas hasil yang dicapai. khususnya yang berkenaan dengan konsep tanggung jawab pribadi.Kepemimpinan Kepala Sekolah Tanggung jawab merupakan sesuatu yang ditugaskan. Perlu dicatat bahwa akuntabilitas yang efektif tidak hanya mencakup laporan kinerja. sehubungan dengan hasil-hasil yang dicapai dan cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan (Barrados. Setiap hubungan ini bersifat khusus dan mempunyai tingkat formalitas dan kompleksitas tersendiri. Definisi ini mencakup sejumlah ide yang dapat diterapkan dalam bidang hubungan akuntabilitas yang luas. akuntabilitas menggambarkan aturan-aturan permainan dan harapan bagi manajemen. misalnya antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. seseorang harus mencoba memenuhi harapan yang diuraikan oleh akuntabilitas. Tanggung jawab merupakan kewajiban untuk melaksanakan sesuatu karena menerima tugas (Schermerhorn. dan/atau antara Depdiknas pusat dengan daerah.

Suryadi Syarif Definisi akuntabilitas di atas memberikan beberapa perbaikan terhadap akuntabilitas tradisional. dalam hal ini apakah tersedia kerangka kerja akuntabilitas untuk mendukung hubungan akuntabilitas yang kuat. Proses akuntabilitas berdasar pada prinsip-prinsip yang efektif. yaitu: 1) kerangka kerja akuntabilitas. Bagian-bagian dari suatu hubungan akuntabilitas perlu dijelaskan terutama tentang informasi apa yang akan dilaporkan. Saling memahami dan harapan yang diterima termasuk kontribusi apa yang diharapkan dari masing-masing bagian dan sejauhmana ketepatan penggunaannya akan dapat memperkuat hubungan akuntabilitas. 2) akuntabilitas resiprokal. tidak hanya antara bawahan dengan atasan seperti dalam konsep akuntabilitas tradisional. yaitu: 1) Tugas dan tanggung jawab. akuntabilitas mencakup tidak hanya laporan kinerja tetapi juga analisis dan refleksi terhadap kinerja tersebut menimbulkan perubahan yang tepat untuk perbaikan dan memberi konsekuensi yang tepat agar dapat membantu individu tersebut. Hal ini diperlukan untuk memberikan pemahaman yang jelas atas tugas dan tanggung jawab. Jika harapan tidak jelas. 4) membutuhkan pemeriksanaan dan penyesuaian. 2) Kinerja yang diharapkan. dan otoritas yang berhubungan dengan pelaku-pelaku organisasi dalam suatu hubungan akuntabilitas. menitikberatkan pada kewajiban antara semua sekutu dalam hubungan akuntabilitas. Kerangka kerja akuntabilitas mempunyai empat elemen yang berdasarkan pada prinsip-prinsip akuntabilitas yang efektif. setiap kelompok bertanggungjawab tidak untuk mencapai hasil tetapi juga bagaimana mencapai hasil tersebut. Dokumentasi ini dapat membantu memperjelas hubungan akuntabilitas. seperti penguatan dan atau sanksi. 38 . Hal ini biasanya direfleksikan dalam dokumen-dokumen yang memuat susunan pokok-pokok akuntabilitas. dan kapan dilaporkan. yaitu: 1) akuntabilitas antara para sekutu. untuk siapa. 3) keduanya penting dan berarti. akuntabilitas dari kinerja sulit dicapai. Kerangka kerja yang tepat adalah sangat penting untuk menciptakan akuntabilitas yang efektif. pemeriksaan. Tanggung jawab dapat didelegasikan dari atasan kepada bawahan atau dalam hubungan kerjasama dapat didelegasikan kepada mitra kerja. dalam hal ini apakah terdapat laporan yang efektif. 3) Persyaratan pelaporan.Moh. menetapkan suatu dasar untuk penilaian dan tidak merubahnya sebelum individu dalam pengaturan tersebut berubah. 4) Mekanisme pemeriksaan dan penyesuaian. kewajiban. Dalam penerapan prinsip-prinsip tersebut perlu memperhatikan dua aspek proses akuntabilitas. 2) membantu pelaporan. dan penyesuaian laporan. definisi ini memungkinkan saling hubungan akuntabilitas antara para sekutu yang setara dan/atau indepeden. sehingga tidak hanya digunakan dalam hubungan hirarkis.

Terdapat beberapa hal pokok yang diperhatikan berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah. siswa. orangtua siswa. 3) Intellectual Stimulation. di antaranya adalah kompetensi dan akuntabilitas. dan sebagainya) bersedia tanpa paksaan untuk berpartisipasi secara optimal dalam mendukung komitmen organisasi sekolah dalam pencapaian tujuannya. 2) Inspirational Motivation. dan atau mendorong semua unsur dalam struktur organisasi sekolah untuk bekerja atas dasar sistem nilai yang luhur. kejelasan diperlukan atas bagaimana dan siapa yang akan melakukan pemeriksaan dan penyesuaian. Akuntabilitas ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa sumber daya yang dimiliki sekolah dikelola sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan jika mungkin untuk menyajikan informasi mengenai apa yang telah dikerjakan. pemimpin memberi inspirasi kepada bawahannya dengan cara berkomunikasi secara jelas untuk menyampaikan tujuan serta harapan. Hal ini merupakan perpaduan antara komitmen terhadap standar keberhasilan dan harapan bagi yang berkepentingan.Kepemimpinan Kepala Sekolah Akhirnya. dan melaksanakan kaji ulang secara komprehensif terhadap pelaksanaan program prioritas sekolah dalam proses peningkatan mutu. Sedangkan akuntabilitas yang dimaksud adalah keterhubungan mendasar antara 39 . KESIMPULAN Kepemimpinan kepala sekolah dalam era otonomi daerah adalah kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan. Setiap kepala sekolah harus memberikan laporan pertanggungjawaban dan mengkomunikasikannya kepada orang tua. masyarakat. masyarakat. dan pemerintah. dan pemerintah. seorang pemimpin bertindak dan memberi contoh melalui perilaku kepada bawahannya. bagaimana perbaikan harus dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja. Kompetensi yang dimaksud adalah pola perilaku yang dibutuhkan oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya agar dapat berfungsi sesuai dengan kemampuan atau kecakapan yang diperlihatkan ketika mengerjakan tugas-tugasnya. sehingga semua unsur yang terlibat (guru. Karakteristik kepemimpinan tersebut ditunjukkan oleh: 1) Idealized Influence. 4) Individualized Consideration. pegawai. masyarakat. Kepala sekolah dituntut untuk memiliki akuntabilitas kepada sekolah. pemimpin menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan inovasi dan kreativitas. pemimpin memberi perhatian khusus pada kebutuhan setiap individu untuk berpartisipasi dan berkembang dengan jalan bertindak seperti pelatih atau penasehat.

ERIC: http://www.net/. T. & Thorp. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan jika mungkin untuk menyajikan informasi mengenai apa yang telah dikerjakan. 2004.gc. sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi sekolah.. 1999. Agus. Defining Competency (New Zealand. Nanus. Dharma. San Fransisco: Jossey-Bass Publisher.edu.measuring/%20competency. S. nst/htm. Fundamentals of Supervision: The First Line Manajemen at Work. hak dan kewajiban.1999. 2004. July 1993: http://www. Kompetensi dan akuntabilitas kepala sekolah adalah merupakan perpaduan antara komitmen terhadap standar keberhasilan.eric. & Dobbs. Management.. 40 . Pendidikan Network: http://pendidikan. et. Modernizing Accountability in the Public Sector (Report of the Auditor General of Canada: http://www. kesejahteraan. serta harapan bagi yang berkepentingan terhadap keberhasilan pendidikan di sekolah. 1994. Clearinghouse: Educational Manajemen Trend and Issues: the Role of School Leader. B. inc. memeriksa. Schermerhorn.pdf. Jr. Dengan demikian maka berdasarkan penalaran ini diduga bahwa terdapat hubungan positif antara kompetensi. 2004.uoregon. W. akuntabilitas secara bersama-sama dengan kepemimpinan kepala sekolah. J.M.. Suryadi Syarif kewajiban untuk mendemonstrasikan. 2004. dan penggunaan sumber daya tertentu. Curfis. Standar Kompetensi Kepala Sekolah. D.ca/domino/aogbvg. R. ERIC. M. Leaders Who Make a Difference: Essential Strategies for Meeting the Nonprofit Challenge. 2002. Untuk itu terefektifkannya ketiga komponen tersebut dalam kepemimpinan maka diharapkan akan dapat meningkatkan kinerja kepala sekolah. New York: John Wiley & Sons. DAFTAR RUJUKAN Barrados. New York: Delmar Publishers. pencapaian tujuan. Inc...Moh.defining%20. G. Comstock.oagbvg. al. Keefektifan kedua komponen ini akan memberikan keyakinan bahwa sumber daya yang dimiliki sekolah dikelola sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan. dan tanggung jawab atas kinerja.

Suparman. http://www. Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia dan Uhamka Press. 1985. 2003. Eman. Wirawan. USA: Kent Publishing Company.net/. 41 . Manajemen Pendidikan Masa Depan.Kepemimpinan Kepala Sekolah Steers. Kapita Selekta Teori Kepemimpinan: Pengantar untuk Praktek dan Penelitian. pendidikan. R. 2004. Managing Effective Organization.M.

bahwa publik sekarang telah mengalami perubahan sejalan dengan gerakan reformasi secara nasional. Oleh karena itu. melainkan melayani kepentingan publik. selain harus menguasai berbagai hard skill. sekolah dipandang sebagai institusi publik yang harus dapat memuaskan customer-nya.Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. termasuk di bidang pendidikan. dan satuan pendidikan sekolah. Kata kunci: Perilaku. bahkan sangat 42 . sehingga publik yang semula tidak berdaya (powerless) menjadi berdaya. dalam perspektif total quality management (TQM). Pertama. termasuk di dalamnya adalah reformasi pelayanan publik di bidang pendidikan. memuaskan-tidaknya. yang berupa ketrampilan teknis. Pada hal. Tenaga administrasi sekolah haruslah menunjukkan perilaku sebagai seorang pelayan publik yang pro aktif. mendapatkan momentum tepat ketika reformasi di berbagai bidang digulirkan di negeri ini. Temuan kurang baiknya sistem pelayanan publik. April 2009 PERILAKU TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DALAM PELAYANAN PUBLIK DI TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Ali Imron Universitas Negeri Malang Abstrak Dalam perspektif total quality management (TQM). responsif dan antisipatif terhadap berbagai kebutuhan. termasuk dalam institusi pendidikan sedikitnya disebabkan dua hal. Paradigma pelayanan publik di tingkat satuan pendidikan sekolah patut digeser dari yang konvensional menuju ke kondisi yang senantiasa ter-update. publik di bidang pendidikan adalah customer yang harus ditingkatkan kepuasannya. Pelayanan publik. PENDAHULUAN Lembaga pendidikan dalam berbagai jenis dan tingkatannya diselenggarakan pada hakekatnya bukan untuk melayani dirinya sendiri. sering menjadi sorotan terutama kalau sudah menyangkut aspek kecepatan pelayanannya. aspirasi dan harapan stake holders sekolah sesuai Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah. juga menguasai berbagai shoft skill yang senantiasa ditampilkan pada saat memberikan pelayanan prima sekaligus memuaskan kepada customer-nya. Perspektif TQM ini. pelayanan publik. agar ketika dibutuhkan berada dalam keadaan on-service. No. dan sesuai harapan-tidaknya. 4. 1. tenaga adminsitrasi.

Perilaku Tenaga Administrasi Sekolah

berdaya (powerfull). Kedua, kenyataan di lapangan menunjukkan SDM institusi pendidikan belum memberikan pelayanan publik yang memuaskan. Pada latar institusi persekolahan, kedua alasan tersebut jika diruntut akan berujung pada persoalan tenaga kependidikan di sekolah. Salah satu dari tenaga kependidikan di sekolah yang banyak terkait langsung dengan pelayanan adalah tenaga administrasi sekolah. Ketatausahaan sendiri, dalam keseluruhan manajemen pendidikan di sekolah, adalah supporting system yang sangat menentukan keberhasilan sekolah secara keseluruhan. Dalam perspektif yuridis, setidaknya menurut Undang-undang nomor 20 tahun 2003 beserta peraturan perundangan-undangan turunannya, tenaga kependidikan (termasuk di dalamnya adalah tata administrasi sekolah), adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan (termasuk tenaga administratisi sekolah) berkewajiban: menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Guna melaksanakan tugas-tugas administrasi sekolah, menurut Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah, dilakukan oleh tenaga administrasi sekolah/madrasah, yang terdiri atas kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah, pelaksana urusan, dan petugas layanan khusus. KONDISI IDEAL PELAYANAN PUBLIK Menurut Lembaga Administrasi Negara (2000), pelayanan publik (public service) adalah pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah, termasuk institusi sekolah, baik dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pelayanan publik merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur negara sebagai abdi masyarakat disamping sebagai abdi negara. Pelayanan publik juga merupakan pelaksanaan dari peraturan pemerintah atau pihak lain yang terkait. Pelayanan publik juga dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat, karena dengan pelayanan publik yang baik, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. 43

Ali Imron

Pelayanan publik pada dasarnya merupakan kombinasi dari berbagai fungsi yang titik tekannya tergantung lembaga dan personel yang menerapkannya. Fungsifungsi yang harus dikombinasikan dalam penerapan pelayanan publik yang handal meliputi fungsi instrumental, politik, katalis, public interest, dan entrepreneurial (Sunaryo, 2005). Fungsi instrumental berkenan dengan menjabarkan perundang-undangan dan kebijakan publik ke dalam kegiatan rutin. Hal ini terkait dengan sosialisasi kebijakan yang berlaku bagi kegiatan tertentu yang berkaitan dengan pelayanan publik. Masyarakat butuh kejelasan kebijakan untuk urusan-urusan yang menyangkut dirinya. Semakin jelas kebijakan apa yang diterapkan untuk menyelesaikan urusan tertentu bagi masyarakat, maka semakin baik pula pelayanan publik tersebut. Tenaga administrasi sekolah memegang peranan penting dalam fungsi instrumental ini, karena lalu lintas informasi yang terkait dengan undang-undang dan peraturan pemerintah senantiasa melewati mereka. Fungsi politik pelayanan publik berarti memberikan input yang dapat berupa saran dan informasi. Berarti bahwa dalam pelayanan publik diperlukan tambahan informasi kepada masyarakat untuk memperjelas sistem pelayanan publik yang diberikan. Tenaga administrasi sekolah banyak berperan sebagai informan berbagai kebijakan sekolah kepada stake holders-nya. Pelayanan publik tidak boleh meninggalkan interes dan aspirasi masyarakat yang memerlukan pelayanan. Hal ini sesuai dengan fungsi katalis public interest. Interes dan aspirasi masyarakat diintegrasikan dengan kebijakan dan keputusan pemerintah atau pihak lain pembuat kebijakan pelayanan publik, dan diimplementasikan dalam bentuk layanan konkret oleh tenaga administrasi. Fungsi entrepreneurial, yang berkenaan dengan memberi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan inovatif dan non-rutin. Dalam pelayanan publik diupayakan ada ruang untuk melakukan pembaharuan-pembaharuan agar mempermudah, mempermurah dan mempercepat serta memperakurat data/informasi dalam pelayanan publik. Jika perlu, boleh menyimpang dari kelaziman asal tidak keluar dari koridor aturan dan misi sekolah. Di sinilah peran strategis tenaga administrasi ditantang, bagaimana agar lembaganya tetap akuntabel secara administratif. Birokrasi publik (termasuk birokrasi sekolah dikatakan profesional) manakala dalam pelayanan publik menunjukkan perilaku bertanggungjawab. Konsep tanggungjawab dibedakan menjadi 3, yaitu responsibilitas (responsibility), akuntabilitas (accountability), dan responsivitas (responsiveness) para pemberi layanan (Widodo, 2004). Responsibilitas diartikan sebagai kemampuan untuk 44

Perilaku Tenaga Administrasi Sekolah

melaksanakan apa yang menjadi tugas pokok, fungsi, kewenangan, dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Tanggungjawab berarti capable to do atau professionality dan rasa tanggungjawab (sense of responsibility). Profesional berarti bahwa tatausahawan dituntut memiliki kecakapan teknis yang memadai dalam menjalankan tugas pokok, fungsi, kewenangan, dan tangungjawab dalam pelayanan publik. Dengan memiliki kecakapan teknis, mereka dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab secara efektif, efisien, dan produktif. Rasa tanggungjawab berarti tenaga administrasi sekolah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara serius meskipun tidak ada pihak lain yang mengawasinya. Tenaga administrasi tetap menjaga keberpihakan kepada kepentingan publik, meskipun untuk melakukan penyelewengan bagi mereka cukup terbuka. Akuntabilitas merupakan kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja atas tindakan seseorang/pimpinan/badan hukum suatu organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Untuk kepentingan ini, tenaga administrasi sekolah hendaknya bersikap transparan (transparency) dan terbuka (openness) atas apa yang ditanyakan publik. Tenaga administrasi dinyatakan akuntabel manakala mereka dinilai secara obyektif oleh masyarakat telah dapat mempertanggungjawabkan segala macam perbuatan, sikap, dan sepakterjangnya kepada publik. Responsivitas diartikan sebagai daya tanggap tenaga administrasi terhadap apa yang menjadi permasalahan, kebutuhan, keluhan, dan aspirasi publik yang dilayaninya. Dengan demikian, tenaga administrasi sekolah dikatakan responsif (cepat tanggap dan cepat menanggapi) yang tinggi jika tanggap terhadap permasalahan, kebutuhan, keluhan, dan aspirasi stake holders sekolah yang dilayani. Sunarto (2005) menyatakan bahwa prinsip-prinsip dalam pelayanan publik meliputi: berdayakan masyarakat, yang dapat berupa penciptaan iklim kebebasan untuk berprakarsa dan berkreasi bagi masyarakat; optimalkan pelayanan publik, yakni pelayanan masyarakat yang efisien, adil, mudah dan mendekatkan unit pelayanan ke masyarakat; buka ruang partisipasi publik, dimana dalam manajemen di lembaga pendidikan sedapat mungkin (jika perlu) melibatkan masyarakat dalam merencanakan, pengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan; dan ubah gaya kerja personel lembaga pendidikan, yang semula ingin dilayani menjadi pelayan bagi masyarakat yang memerlukan.

45

mulai pada tingkatan petugas pelayanan (front line) sampai dengan tingkatan penanggungjawab institusi. Berbagai unit pelaksana pelayanan terletak jauh dari jangkauan masyarakat. bahwa pelayanan yang dilakukan oleh institusi publik paling tidak ditunjukkan dengan kondisi sebagai berikut. 46 . Respon terhadap berbagai keluhan. bahwa secara umum stakeholders menilai bahwa kualitas pelayanan publik mengalami perbaikan setelah diberlakukannya otonomi daerah. Akibatnya. kurang koordinasi. dalam rangka menyelesaikan masalah yang terjadi ketika pelayanan diberikan. sehingga menyebabkan penyelesaian pelayanan yang terlalu lama. Akibatnya. lambat atau bahkan tidak sampai kepada mereka. Pelayanan pada umumnya dilakukan dengan melalui proses yang terdiri dari berbagai level. Keenam.Ali Imron KONDISI RIIL PELAYANAN PUBLIK Menurut hasil survey yang dilakukan UGM pada tahun 2002. masih kurang responsif. masih kurang informatif. kurang mau mendengar keluhan/saran/aspirasi masyarakat. Berbagai informasi yang seharusnya disampaikan kepada masyarakat. Kedua. Pada umumnya aparat pelayanan kurang memiliki kemauan untuk mendengar keluhan/saran/aspirasi dari masyarakat. masih menunjukkan inefisien. Kondisi ini terjadi pada hampir semua tingkatan unsur pelayanan. sebagaimana dikedepankan oleh Imron (2007). kurang accessible. Berbagai persyaratan yang diperlukan (khususnya dalam pelayanan perijinan) seringkali tidak relevan dengan pelayanan yang diberikan. aspirasi. Berbagai unit pelayanan yang terkait satu dengan lainnya sangat kurang berkoordinasi. dan kesamaan perlakuan (tidak diskriminatif) masih jauh dari yang diharapkan. Ketujuh. Temuan Mohamad. masih terlalu birokratis. Kelima. Keempat. responsivitas. maupun harapan masyarakat seringkali lambat atau bahkan diabaikan sama sekali. Namun jika dilihat dari sisi efisiensi dan efektivitas. sering terjadi tumpang tindih ataupun pertentangan kebijakan antara satu instansi pelayanan dengan instansi pelayanan lain yang terkait. berbagai masalah pelayanan memerlukan waktu yang lama untuk diselesaikan. Akibatnya. sehingga menyulitkan bagi mereka yang memerlukan pelayanan tersebut. dan di lain pihak kemungkinan masyarakat untuk bertemu dengan penanggungjawab pelayanan. juga sangat sulit. pelayanan dilaksanakan dengan apa adanya. Dalam kaitan dengan penyelesaian masalah pelayanan. Pertama. tanpa ada perbaikan dari waktu ke waktu. kemungkinan tenaga administrasi untuk dapat menyelesaikan masalah sangat kecil. Kedelapan.

Untuk mewujudkan dan mempertahankan kepuasan pelanggan sekolah. dapat dilakukan 4 hal sebagaimana pendapat Ramalia (2001). dengan bantuan staf tata usaha haus dilakukan. Yang semula sekolah lebih banyak melayani kebutuhan birokrasi yang lebih tinggi dan kemungkinan sekolah sendiri minta dilayani masyarakat. pelanggan dipakai sebagai sasaran pencapaian tujuan. Dalam persoalan pendidikan anak. menjadi berorientasi pada pelanggan sekolah. Dalam meningkatkan daya saing sekolah. penting 47 . Pelayanan pelanggan sekolah diartikan sebagai proses yang secara sadar dan terencana yang dilakukan oleh sekolah melalui pemberian pelayanan kepada pelanggan agar pelanggan mencapai kepuasan secara optimal. Oleh karena itu. Kedua. orang tua dan masyarakat selalu menginginkan agar anaknya mendapatkan pendidikan terbaik dan mendapatkan pelayanan yang prima. Salah satu cara yang dapat digunakan sekolah agar dapat melayani masyarakat dengan prima adalah kemauan untuk menggeser paradigma birokrasi yang lebih sibuk dengan urusan internal. Oleh sebab itu. memperhatikan kebutuhan dasar dan keinginan pelangggan. Tenaga administrasi sekolah perlu kreatif mengidentifikasi masalah-masalah yang sedang maupun yang akan dihadapi dalam praktik pemberian layanan sehari-hari. Harapan tingkat kepuasan pelanggan. Stakeholder dalam arti luas dilibatkan dalam pembuatan keputusan utamanya berkenaan dengan kepuasan pelayanan publik di sekolah. Petama. Sekolah selalu mendengar suara pelanggan. Sekolah diharapkan memposisikan pelanggan sebagai hal yang paling depan. perlunya memahami tingkat harapan pelanggan sekolah atas kualitas pelayanan. 2001). maka diubah agar sekolah lebih responsif dalam memberikan pelayanan yang bersifat memenuhi kebutuhan pelanggan atau masyarakat yang memerlukan. mengidentifikasi kembali siapa pelanggan sekolah tersebut. dan memperhatikan hukum pelanggan (termasuk dalam hal ini hak-hak pelanggan sekolah) (Ramalia dalam LAN. Di sini peran personel hubungan masyarakat. Hal ini sebagai upaya untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi dan upaya mengantisipasi pemecahan masalah yang kemungkinan akan dihadapi pada masa yang akan datang. perlu perubahan paradigma birokrasi di sekolah. Untuk dapat menjalankan fungsi yang memuaskan pelanggan.Perilaku Tenaga Administrasi Sekolah MENGGESER PARADIGMA PELAYANAN PUBLIK DI SEKOLAH Sekolah (terutama yang berstatus negeri) adalah ujung tombak terdepan dalam pelayanan publik di lingkungan Depdiknas. bagi sekolah tidak lepas dari kreatifitas tata usahawannnya. sekolah haruslah responsif dalam menyikapi kemauan masyarakat tanpa mengorbankan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan sekolah.

(2) memperoleh hasil sesuai dengan keinginan. Standar pelayanan yang dipakai sebagai tolak ukur adalah standar pelayanan prima. memahami siklus pengukuran dan umpan balik dari kepuasan pelanggan. dan jenis pendidikan. bahwa sekolah hendaknya mengikutsertakan pembuatan keputusan bagi pelanggannya. Lebih lanjut Ramalia (2001) mengemukakan bahwa layanan pelanggan sekolah yang baik memperhatikan sembilan aspek keinginan pelanggan sebagai berikut: (1) bebas membuat keputusan. Peranan staf tata usaha sebagai supporting system di sekolah sangatlah penting. (6) diberitahukan segala sesuatu yang terjadi. Pada pasal 35-37 dinyatakan sebagai berikut: Tenaga kependidikan pada: a. Pelanggan perlu diikutsertakan dalam perencanaan hal-hal penting bagi keberlanjutan pelaksanaan pendidikan anak-anak di sekolah. POSISI STRATEGIS TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH Berdasarkan ketentuan dalam Standarisasi Nasional Pendidikan. Diantaranya. (7) merasa aman dan dilindungi haknya. maka kepuasan pelanggan atau pengguna jasa pelayanan di sekolah sulit diketahui. dan (9) menuntut keadilan. Dengan umpan balik akan dapat diketahui hal-hal mana yang perlu diperbaiki dan mana yang perlu dipertahankan atau ditingkatkan. 48 . (8) didudukkan sebagai orang penting. Umpan balik penting untuk mekanisme perencanaan dan pelaksanaan pelayanan berikutnya. Tanpa tolak ukur yang jelas. (5) diterima dan disambut secara baik. TK/RA atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala TK/RA dan tenaga kebersihan TK/RA. memahami strategi kualitas layanan pelanggan yang terwujud dalam standar pelayanan prima. Keempat. antara lain penentuan pelaksanaan kurikulum sekolah. (4) mendapatkan perlakuan secara adil. dan pendidikan moral.Ali Imron diketahui sebagai acuan untuk menentukan tujuan dan tolak kepuasan pelanggan. Hal ini dapat dicapai melalui strategi yang dapat menjamin kualitas pelayanan prima yang didukung pula oleh personel pelayanan yang prima. jenis tenaga kependidikan (termasuk tenaga administrasi atau tenaga asministratif) diatur menurut jalur. Perubahan paradigma yang disikapi oleh sekolah dalam hal ini cukup banyak. proses belajar mengajar. kegiatan ekstrakurikuler. jenjang. (3) mempertahankan harga diri. Ketiga.

dan tenaga perpustakaan. tenaga administrasi. c. dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. dan terapis. rincian biaya dan tata cara pembayaran pelayanan (jika ada). psikolog. ada beberapa kriteria. Keamanan. utamanya yang memerlukan pelayanan publik. e. SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat dan SMA/MA. Tentang hal ini perlu diinformasikan secara jelas kepada masyarakat luas. tenaga perpustakaan. keadilan. yakni kesederhanaan. Paket A. atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. Kejelasan dan kepastian tentang prosedur/tata cara pelayanan. artinya segala hal yang berkenaan dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat diberitahukan secara terbuka kepada masyarakat yang dilayani. dan SMALB atau bentuk lain yang sederajat sekurangkurangnya terdiri atas kepala sekolah. ketepatan waktu dan kuantitatif. 49 . dimana proses dan hasil pelayanan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang dilayani. pekerja sosial. dimana persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan. f. tenaga administrasi. teknisi sumber belajar. tenaga administrasi. tenaga laboratorium. dan mudah dilaksanakan oleh masyarakat yang memerlukan pelayanan. tenaga administrasi. tenaga perpustakaan. dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah. artinya bahwa pelayanan publik dilaksanakan secara mudah. tidak berbelit-belit. tenaga perpustakaan. efisiensi. ekonomis. persyaratan pelayanan. SD/MI atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. cepat. tepat. dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah.Perilaku Tenaga Administrasi Sekolah b. d. Kriteria lain adalah efisiensi. tenaga laboratorium. tenaga laboratorium. SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah. keamanan. SDLB. dan jadwal waktu penyelesaian pelayanan. mudah dipahami. kejelasan dan kepastian. dan tidak boleh ada pengulangan persyaratan. unit kerja atau personel yang bertanggungjawab memberikan pelayanan. tenaga administrasi. Faktor keterbukaan. tenaga perpustakaan. SMPLB. Paket B dan Paket C sekurang-kurangnya terdiri atas pengelola kelompok belajar. tenaga kebersihan sekolah. Kesederhanaan. Agar pelayanan publik yang dilakukan oleh tenaga administrasi sekolah dapat optimal. mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia (penerima layanan) masih berpendidikan rendah. Sistem pelayanan publik dengan sederhana perlu dilaksanakan. keterbukaan.

yaitu: 1. 2. sejumlah perilaku pelayanan haruslah dapat diinternalisasikan dan bahkan ditunjukkan oleh tenaga administrasi dalam memberikan layanan kepada customer-nya. Tenaga administrasi sekolah menyadari keterkaitan TUPOKSI dengan keseluruhan layanan administrasi di dalam maupun di luar unit kerja. rata-rata lamanya waktu pelayanan. profesionalitas. dan ketentuan perundangan yang berlaku. Tenaga administrasi sekolah memahami ketepatan waktu sangat penting diperhatikan dalam memberikan layanan kepada customer. perilaku berikut haruslah dapat ditunjukkan. kapabel dan cakap (Imron. 4. artinya pelayanan kepada masyarakat harus tepat waktu sesuai yang ditentukan dan diinformasikan kepada masyarakat. Terkait dengan waktu. Tenaga administrasi sekolah mengetahui target waktu yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada customer. meluangkan waktu melebihi dari waktu yang ditetapkan dalam memberikan layanan administrasi kepada customer. yakni jumlah masyarakat yang dilayani naik atau turun. Faktor keadilan dan merata. Terkait dengan relevansi layanan. responsif. 2007). perilaku berikut haruslah dapat ditunjukkan: 1. Sejumlah perilaku pelayanan tersebut. jika dirasakan perlu. dimana jangkauan pelayanan diusahakan seluas mungkin dengan distribusi yang merata dan diberlakukan secara adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Tenaga administrasi sekolah selalu mengusahakan memberikan layanan kepada customer lebih cepat dari batasan waktu yang ditetapkan. proaktif. dan frekuensi keluhan dan pujian dari masyarakat yang diberi layanan. menyangkut waktu. 2. Tenaga administrasi sekolah. 50 . 3. helpful dan friendly. penggunaan perangkat teknologi modern untuk memperlancar pelayanan. berarti biaya pelayanan harus ditetapkan secara wajar dengan memperhatikan nilai barang dan jasa pelayanan. kondisi/kemampuan masyarakat. kecermatan. Yang terakhir adalah faktor kuantitatif. Faktor ketepatan waktu. Tenaga administrasi sekolah dapat memposisikan diri sesuai dengan TUPOKSI dalam memberikan layanan kepada customer. semua itu terdata secara kuantitatif sebagai upaya terus menerus mengembangkan pelayanan kepada masyarakat.Ali Imron Kriteria ekonomis. PERILAKU TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH Agar pelayanan publik di sekolah bisa memuaskan customer.

Ketika memberikan layanan. 6. 51 3. 4. 5. Tenaga administrasi sekolah memahami langkah-langkah kerja yang harus dilalui sebelum memberikan layanan. tenaga administrasi sekolah melakukannya dengan sungguh-sungguh. Tenaga administrasi sekolah menyadari. bahwa customer adalah segalanya. Tenaga administrasi sekolah berupaya melakukan check and recheck atas hasil layanan yang diberikan kepada customer. 2. 5. sesungguhnya dirinya tidak akan punya fungsi dan peran apapun dalam lingkup pekerjaannya. bahwa tanpa ada customer. sehingga mereka merasakan kepuasan dari layanan yang diterimanya. 2. karena itu ia senantiasa berpikir bahwa keberadaaan dirinya adalah untuk membantu mereka. jika persoalan yang dimiliki oleh customer sedikit banyak telah terpecahkan melalui bantuan dan pekerjaan yang ia lakukan. perilaku berikut haruslah memainkan peranan sebagai berikut: 1. Tenaga administrasi sekolah menyadari. Tenaga administrasi sekolah mendahulukan kepentingan customers. Tenaga administrasi sekolah menyadari. 3. Agar tenaga administrasi bisa cermat dalam memberikan pelayanan. 4. bahwa keberadaan dirinya sangat banyak ditentukan oleh keberadaan customer-nya. Tenaga administrasi sekolah memiliki inisiatif untuk melakukan upaya pencegahan terhadap kesalahan/kelemahan/hambatan dari layanan kepada customer. Tenaga administrasi sekolah menyadari. karena itu ia tidak pernah berpikir bahwa customer-lah yang harus melayani dirinya. bahwa yang menjadi pelayan adalah dirinya. Tenaga administrasi sekolah memiliki sense perfective atas segala layanan yang dilakukannya. Oleh karena itu. Tenaga administrasi sekolah memahami dan mampu mempraktikkan TUPOKSI-nya dalam rangka pemberian layanan administrasi kepada customer. Seorang tenaga administrasi sepatutnya juga helpful dan friendly. 4.Perilaku Tenaga Administrasi Sekolah 3. perilaku demikian akan ditunjukkan manakala: 1. . Tenaga administrasi sekolah merasa bangga dan senang. Tenaga administrasi sekolah menggunakan peralatan bantu untuk kecepatan dan ketepatan proses dalam memberikan layanan kepada customer.

Dalam memberikan layanan. 4. apa lagi sampai berpengaruh terhadap cara memberikan layanan kepada customer-nya. bahwa pekerjaan melayani customer adalah tanggungjawab dirinya sepenuhnya. tanpa terus menunggu perintah dari atasan langsungnya. pekerjaan). 5. 2. secepatnya dapat dituntaskan. tenaga administrasi sekolah berusaha secepatnya untuk memberikan bantuan. agar ketika sejawatnya berhalangan. smile. menyenangkan. 9. bagaimana agar mereka mendapatkan kesukaran. 7. tidak sangar. 9. tenaga administrasi sekolah menunjukkan wajah yang ramah. Dalam memberikan pelayanan. Karena itu. Ketika ada customer yang kebingungan saat berproses mendapatkan pelayanan. 6. bahwa yang harus ia utamakan dalam memberikan layanan adalah customer. Tenaga administrasi sekolah berusaha agar customer yang dilayani tidak usah menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dari dirinya. ia selalu berusaha untuk mengutamakan kepentingan customer dalam setiap memberikan pelayanan. manakala: 1. 52 . Tenaga administrasi sekolah berusaha agar persoalan yang dihadapi oleh klien terkait layanan yang ia dapatkan. kapan ia harus melayani customer-nya. Tenaga administrasi sekolah menyadari. 3. Tenaga administrasi sekolah senantiasa berpikir. tenaga administrasi sekolah melakukannya dengan senang hati. Jika tenaga administrasi sekolah mempunyai persoalan (pribadi.Ali Imron Dalam memberikan layanan. dan bukan sebaliknya. ia akan dapat menggantikan dalam memberikan pelayanan. dengan menanyakan: apa yang dapat saya bantu? Tenaga administrasi sekolah senantiasa berpikir dan berusaha bagaimana agar customer menjadi mudah dalam urusannya. 8. tenaga administrasi sekolah menawarkan bantuan. Tenaga administrasi sekolah senantiasa berpikir dan berangan-angan. ketika memberikan pelayanan tidak menunggu perintah dari atasannya. sosial. 8. tenaga administrasi sekolah memperlakukan pihak yang dilayani sebagai customer (pelanggan). Tenaga administrasi sekolah berusaha untuk mengetahui alur kerja sejawatnya. Ketika customer tidak mengerti cara mengakses pelayanan. Karena itu. 10. Responsiveness dan pro-aktif juga akan dapat ditunjukkan. kapan ia berhenti tidak memberikan pelayanan kepada customer. Bukan sebaliknya. 7. tidak dibawanya ke tempat kerja.

Ketika ia punya persoalan dan kesulitan dalam setiap memberikan pelayanan. 7. tenaga administrasi sekolah bertindak tenang dan tidak panik meskipun ketika berada dalam tekanan. Tenaga administrasi sekolah selalu berusaha melakukan perbaikan terus menerus mutu pelayanan (kaizen) yang ia berikan sehingga kepuasan customer-nya makin lama makin meningkat. Terhadap pekerjaan yang harus ia selesaikan. 3. Profesionalitas. dan tidak semata-mata mengacu kepada waktu dan jam kerja. tertepat dan terakurat. ia tanya kepada atasannya atau sejawatnya. sehingga pekerjaan sejawatnya tidak terbengkalai. Dalam melaksanakan setiap pekerjaannya. 8. 2. 4. Dalam menyelesaikan pekerjaan. tenaga administrasi sekolah selalu mencari cara-cara yang tercepat. 10. dan tidak justru menunggu kapan sejawat dan atasannya bertanya kepada dirinya. 1. tanpa harus melanggar koridor aturan dan prosedur beserta dengan jiwa yang dikandung oleh aturan dan prosedur tersebut. karena jika menumpuk. kapabilitas dan kecakapan juga akan dapat ditunjukkan. manakala: Tenaga administrasi sekolah menyusun schedule secara pribadi untuk penyelesaian pekerjaannya. Terhadap berbagai persoalan terkait dengan pekerjaannya. 53 . 6. dan bisa memuaskan customernya. Ketika ada sejawat yang mengalami masalah terkait dengan pekerjaannya. tenaga administrasi sekolah mengutamakan ketuntasan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. Dalam setiap memberikan pelayanan kepada customer. Tenaga administrasi sekolah memahami prosedur dan alur kerja beserta dengan jiwa yang dikandung oleh prosedur dan alur kerja tersebut. tenaga administrasi sekolah senantiasa berpedoman kepada alur kerja yang telah ditetapkan oleh atasannya. Dalam setiap memberikan pelayanan. tenaga administrasi sekolah tidak menunda-nunda (menggampangkan). benar-benar terencana (by design). tenaga administrasi sekolah selalu mencari alternatif solusi yang terbaik. 5. akan memperendah mutu pelayanan yang dapat ia berikan. tanpa keluar dari koridor dan jiwa prosedur yang telah ditetapkan. sehingga seluruh pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.Perilaku Tenaga Administrasi Sekolah 10. 9. Tenaga administrasi sekolah akan membantu memecahkannya.

Ia tidak saja hanya dituntut menguasai hard skill dan shoft skill sebagai tenaga yang berada pada posisi supporting system dalam keseluruhan aspek substantif sekolah. helpful dan friendly. melainkan melayani publik. tanggap. atau stake holders sekolah. yang sepatutnya diposisikan sebagai pelanggan (customer). 2000. responsif. Konsekuensi logisnya. kecermatan. Makalah Disampaikan pada Pelatihan Administrasi Sekolah pada Staf Administrasi Sekolah. 2007. Sekolah sebagai organisasi pembelajar. juga patut selalu membelajarkan tenaga kependidikan (termasuk tata usahawannya) agar selalu meng-update berbagai cara yang dilakukan dalam pelayanan publik. Perilaku tersebut terkait dengan pengunaan waktu. karena posisinya yang secara langsung bersentuhan dengan layanan publik. profesionalitas. Jaminan Layanan Mutu Administrasi di Sekolah. Lembaga Administrasi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. 54 . melainkan juga menunjukkan perilaku yang mendukung terhadap kepuasan customer sekolah. Akuntabilitas dan Good Govermance. proaktif.Ali Imron KESIMPULAN Sekolah adalah institusi yang tidak hanya bermaksud untuk melayani diri sendiri. berada dalam keadaaan senantiasa on-service. kapabel dan cakap. maka posisi tenaga administrasi sekolah. berbiaya rendah. rekomendasi yang dapat diberikan adalah. sekolah harus menggeser paradigma pelayanan publik yang konvensional menjadi pelayanan publik yang pro aktif. Guna mewujudkan birokrasi yang senantiasa on-service dan memuaskan pelanggan. Birokrasi sekolah. sangatlah penting. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara. Berdasarkan keseluruhan uraian tersebut. karena keberdayaan pengguna layanan memungkinkan mereka makin meningkatkan tuntutannya terhadap pelayanan publik yang diberikan oleh institusi sekolah. dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Badan Kepegawaian Daerah di tingkat Kabupaten Kota. dengan demikian. dan efektif sehingga memuaskan customer. DAFTAR RUJUKAN Imron. sederhana. Ali. perlunya peningkatan hard skill dan shoft skill yang terkait dengan perilaku tenaga administrasi oleh institusi yang bertangungjawab dalam peningkatan kualitas SDM Pendidikan. cepat. responsif. Malang: Universitas Negeri Malang.

Surabaya: Adipura. 2004. 55 . Reformasi Sistem Pelayanan Publik. M.Perilaku Tenaga Administrasi Sekolah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah. Ramalia. Widodo. Surabaya: Badan Diklat Propinsi Jawa Timur. 2005. Etika Pelayanan Masyarakat (Pelanggan): Upaya Membangun Citra Birokrasi Modern. Swantanisasi Alternatif Reformasi Birokrasi Pelayanan Publik. Jakarta: Lembaga Administtasi Negara. J. Bunga Ramapai Wacana Administrasi Publik: Menguak Peluang dan Tantangan Administrasi Publik. Sunaryo. 2001.

Gudang buku mungkin bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis atau tipe. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala di lapangan. menumbuhkan minat baca. Fakta yang ada di tiap-tiap sekolah adalah banyaknya sekolah-sekolah pada pendidikan dasar yang belum memiliki perpustakaan. manfaat dan tujuan serta aktifitas di dalamnya. 1. bahkan ada birokrasi di dalamnya. Sementara sekolah yang memiliki perpustakaan juga belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan tersebut. April 2009 PROBLEMATIKA PERPUSTAKAAN SEKOLAH PADA PENDIDIKAN DASAR DAN ALTERNATIF SOLUSINYA Sri Marmoah Universitas Batanghari Jambi Abstrak Eksistensi perpustakaan sekolah seharusnya dapat dijadikan tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar. Perpustakaan Sekolah. fungsi. Gudang buku identik dengan toko buku. baik dalam jenis. dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. orang awam sekalipun tentu paham bahwa perpustakaan sangatlah berbeda dengan gudang buku walaupun terdapat banyak kesamaannya. Kemiripan dari keduanya terletak pada sama-sama memiliki gedung. ada yang mengaturnya.Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. di dalamnya terdapat buku-buku yang jumlahnya banyak. dan seterusnya dan perpustakaanpun demikian. tidak terlalu banyak orang yang berminat untuk mengkajinya. sementara perpustakaan berorientasi sosial bukan untuk dijual. Itulah kesamaannya. ada aturan mainnya. C. baik itu secara konsep atau teori maupun secara empirikal. misalnya tipe A. B. Kata Kunci: Problematika solusinya. Walaupun demikian. namun demikian gudang buku dan perpustakaan sangatlah berbeda. Tentang perpustakaan itu sendiri. ada securitinya dan ada organisasi yang mengaturnya. di sana ada pembukuannya. alternatif PENDAHULUAN Ketika orang menyebut kata perpustakaan maka pikiran orang yang mendengar akan tertuju kepada sebuah tempat atau bangunan yang berisi banyak buku. Tulisan ini akan membahas tentang segala problematika perpustakaan sekolah yang selama ini kurang diminati dan kurang diberi makna oleh sekolah dan stakeholdersnya. No. 4. Jurnal. 56 . jelas bernuansa bisnis.

antara lain lokasinya kurang nyaman/kondusif. pembinaaan intelektual. dan berbicara maka peran dari perpustakaan sekolah itu sangat penting. dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. menumbuhkan minat baca. kondisinya belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan sebagai tempat/sarana untuk menggairahkan semangat belajar. spiritual. menulis. Memang perpustakaan sekolah menjadi objek yang kurang diminati di negeri ini. Mengapa pada pendidikan dasar. Contoh guru memberi tugas ke perpustakaan kemudian siswa disuruh merangkum. harus dimulai dari anak pada tingkat pendidikan dasar. Kita tidak tahu apa alasannya dan mengapa hal demikian itu yang terjadi. Dengan adanya perpustakaan sekolah diharapkan dapat memenuhi harapan sebagai tempat/sarana untuk menggairahkan semangat belajar. Ketiga. berpidato. Pada dasarnya keprihatinan kita akan kondisi perpustakaanlah yang membuat kita merasa perlu untuk melangkah secara serius dan lebih sistematis. pertama karena siswa pada pendidikan dasar untuk mendapatkan pengetahuan itu harus banyak membaca. majalah. kutbah yang dapat mengembangkan kemampuan berbicara. Perpustakaan Sekolah bertujuan mendukung proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. dikaitkan dengan pengembangan budaya baik budaya daerah maupun nasional siswa pada pendidikan dasar itu dapat diperoleh melalui perpustakaan. dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. Mengapa yang diteropong adalah perpustakaan sekolah. sikap. menumbuhkan minat baca. salah satunya adalah perpustakaan sekolah. Kedua. fasilitas kurang memadai. dan dana yang terbatas.Problematika Perpustakaan Sekolah masmedia dan sejenisnya juga tidak terlalu peduli dengan keberadaannya. membuat karangan baru. bahwa perpustakaan sekolah sebagai perangkat pendidikan di sekolah merupakan bagian integral dari sistem kurikulum sekolah bersama dengan sumber belajar yang lain. Jikapun ada. 57 . menulis. cerita. Karena dasar awal anak yang diperoleh dari pembelajaran di kelas juga di perpustakaan. Fakta yang ada di tiap-tiap sekolah adalah banyaknya sekolah-sekolah yang belum memiliki perpustakaan. jam buka yang sangat terbatas. Tugas siswa lainnya mencakup bercerita. Keempat. koleksi buku terbatas. Perpustakaan tidak dianggap penting. untuk dapat membaca perlu sarana. puisi termasuk membaca. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala. karena ada buku. Pengelolaannya tidak profesional yang disebabkan oleh ketiadaan tenaga pengelola (pustakawan) yang profesional. dikaitkan dengan pengembangan ketrampilan berbahasa baik membaca.

serta dana”. manajemen perpustakaan adalah pengelolaan perpustakaan yang didasarkan kepada teori dan prinsip-prinsip manajemen. organizing 58 . Saya yakin bahwa tulisan ini akan kembali mengingatkan kita tentang betapa besarnya peran perpustakaan sekolah dalam upaya mendukung keberhasilan pendidikan di lembaga itu dan tentunya mendukung tujuan pendidikan nasional. Ruang lingkup penulisan ini mencakup tentang manajemen perpustakaan ditinjau dari fungsi dan unsur-unsurnya. meliputi SDM. Teori manajemen adalah suatu konsep pemikiran atau pendapat yang dikemukakan mengenai bagaimana ilmu manajemen untuk diterapkan dalam suatu organisasi. 1995) melaksanakan fungsi manajemen sebagai dasar pengelolaannya. 1995) maupun perpustakaan sekolah (Soelistia. Manajernen perpustakaan (Abdul Rahman Saleh dan Fahidin. dkk. Sedangkan prinsip-prinsip manajemen adalah dasar atau asas kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir dalam manajemen. dapat dijelaskan bahwa manajemen perpustakaan tidak semata-mata berdasarkan teoritis tetapi bagaimana mengimplementasikan teori tersebut dalam praktek operasionalnya. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sumbangan konsep pemikiran tentang alternatif solusi dari segala problematika perpustakaan sekolah yang terjadi di lapangan selama ini. PEMBAHASAN Fungsi Manajemen Perpustakaan Sekolah Menurut Agus Sutoyo dan Joko Santoso (2001:189) “Manajemen perpustakaan adalah suatu proses kegiatan yang dilaksanakan perpustakaan untuk mencapai sasaran seefisien mungkin dengan mendayagunakan semua sumber daya yang ada. Sedangkan menurut Sutarno (2006:20). melalui jasa layanannya dan kegiatan perpustakaan lainnya yang menunjang kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolah. alternatif solusi mengefektifkan peran perpustakaan sekolah. sarana. kondisi riil perpustakaan sekolah di lapangan. tetapi perlu modifikasi dan penyesuaian diantara keduanya. metode. idealnya perpustakaan sekolah ke depan. Dikaitkan dengan pendapat tersebut. Dengan demikian manajemen perpustakaan sekolah juga melaksanakan hal-hal tersebut disertai dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun tujuan sekolah. yaitu planning (perencanaan). Dalam kenyataannya tidak semua teori dapat diterapkan sepenuhnya.Sri Marmoah Tulisan kecil ini akan membahas tentang segala problematika perpustakaan sekolah yang selama ini kurang diminati dan kurang diberi makna oleh sekolah dan stakeholdersnya. sehingga perpustakaan memang merupakan salah satu sarana sumber belajar yang harus dikelola dengan manajemen terbaiknya.

untuk membantu dalam penyediaan bahan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Mengatur produksi sumber belajar dalam perpustakaan sekolah (jika d. Mengidentifikasi pemakai perpustakaan sekolah yang akan dilayani. Organizing merupakan aspek manajemen yang menyangkut penyusunan organisasi manusia dan bahan atau materi. Pengaturan pelayanan peminjaman yang efisien kepada staf pengajar maupun siswa. Lebih lanjut Soelistia. Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam proses pengelolaan perpustakaan sekolah. Kegiatan ini meliputi: a. 2. Bahan-bahan atau sumber informasi yang ada di perpustakaan perlu diatur sebaik mungkin sehingga guru maupun siswa yang memerlukannya dapat memperoleh dengan cepat.Problematika Perpustakaan Sekolah (pengorganisasian). b. Memberikan sistem yang fleksibel bagi siswa baik perorangan maupun kelompok. untuk menentukan keterampilan yang dibutuhkan oleh siswa. dan mengelola perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan para pemakainya. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian atau pengaturan perpustakaan sekolah merupakan tanggung jawab pustakawan sekolah. Menentukan tujuan perpustakaan sekolah Dalam menentukan tujuan. Menyediakan sistem yang efisien mengenai pelayanan pemesanan bahan atau koleksi yang ada di sekolah. staffing (pengaturan staf). tepat. intisari penulisannya berikut ini: 1. directing (pengarahan). dan akurat. serta staf pengajar untuk menggunakan perpustakaan sekolah sebagai tujuan proses belajar mengajar. b. pustakawan sekolah dapat bekerjasama dengan guru untuk menentukan materi atau bahan-bahan yang sesuai dengan tingkat pendidikan. dkk (1995-26-3-21) menjelaskan tentang manajemen perpustakaan sekolah yang berpedoman pada lima aspek tersebut. dan controlling (pengendalian). 59 . c. yaitu: a. e. Ada beberapa hal penting yang harus dipikirkan dalam tahap perencanaan. Menjalankan suatu sistem yang memungkinkan sumber-sumber informasi dalam bentuk perangkat keras (jika dipusatkan).

berkomunikasi dengan staf. Perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana sumber belajar yang merupakan bagian dari organisasi sekolah memerlukan sumber daya manusia (SDM) sebagai pengelola perpustakaan. bermental dan bermoral jujur. dan mempunyai semangat untuk mengabdikan dirinya kepada kemajuan organisasi. dalam rangka 60 . 5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek kontrol di perpustakaan sekolah diantaranya adalah: (1) selalu menyadari tujuan yang sedang dilaksanakan. (3) evaluasi terhadap pelayanan yang telah dilakukan. 3. baik dari dalam atau pengawasan melekat (built in control) maupun pengawasan dari luar (pengawasan fungsional).Sri Marmoah ada). Sementara itu untuk pengawasan dapat dilakukan. 4. (2) menghindari kegiatan yang tidak efisien. Pengaturan Staf (Staffing) Staffing adalah kegiatan pengaturan. training atau pelatihan staf. dan pembinaan staf sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan berdasarkan kemampuan dan bidang keterampilan yang dimiliki. seorang pustakawan sekolah harus mengetahui teknik dan proses yang diperlukan dalam seleksi dan penerimaan staf (staff recruitment). termasuk perpustakaan. dan pelaksana yang handal. Pengendalian (Controlling) Pustakawan sekolah harus menyadari pentingnya kontrol di suatu organisasi. perpustakaan sebaiknya memiliki tenaga-tenaga ahli pemikir. Mengawasi dan mengatur pekerjaan bagi pustakawan atau staf perpustakaan yang lain. pemantauan. pengarahan merupakan tanggung jawab pimpinan perpustakaan. mau berkurban dan bermotivasi bekerja. dan f. cemerlang. gagasan. Dengan kata lain peran seorang pimpinan benarbenar diperlukan dalam mendorong staf yang dipimpinnya sehingga mereka dapat bekerja seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pengarahan (Directing) Dalam konteks perpustakaan sekolah. perencana. disiplin. Dalam kegiatan staffing ini. Unsur-Unsur Manajemen Perpustakaan 1. dan konsep yang brilian. Oleh karena itu. Manusia (Man) Pada dasarnya maju atau mundurnya sebuah perpustakaan akan sangat ditentukan oleh manusia-manusia yang mempunyai ide. dan pelayanan kepada staf.

. (Segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi adalah merupakan hasil dari proses. non profesional. memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasanya..al (1995:121-122) menjelaskan tentang keempat posisi staf (SDM) perpustakaan sekolah berikut ini: a. sebab “Everything that happens in an organization is the result of a process. Seyogyanya 61 . guru. “ (Soelistia. Pustakawan Sekolah Pustakawan adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan. tenaga kependidikan di lingkungan sekolah dan bahkan masyarakat sekitarnya. Proses adalah rangkaian langkah-langkah yang dirancang untuk menghasilkan suatu akibat. et. A process is a series of steps designed to produce an effect. Dalam hal ini sumber daya manusia (SDM) diartikan sebagai “potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk proses produksi” (Kamus Besar Bahasa Indonesia. dokumentasi dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan.al. 1995:973). Mereka memerlukan sumbersumber dan menghasilkan suatu produk atau layanan). 11-000:6 1). Demikian pula halnya dengan perpustakaan sekolah yang menghasilkan jasa layanan dalam bidangnya. Dalam hal ini sumber daya manusia (SDM) pengelola perpustakaan sekolah adalah staf yang bekerja di perpustakaan.consume resources. yaitu para siswa. Lebih lanjut Soelistia. dan “Staf perpustakaan sekolah dapat terdiri staf yang profesional. Dengan kata lain manusia merupakan salah satu sumber daya utama dalam menggerakkan proses produksi pada suatu organisasi yang menghasilkan produk dan layanan. sedangkan layanan dapat berupa jasa..Problematika Perpustakaan Sekolah menjaga eksistensinya.. antara lain layanan peminjaman buku dan layanan referensi. Semua proses merupakan bagian pola umum. atau produk dapat berupa barang. et. “ (Jac Fitz-enz. dan juga siswa pembantu . Layanan dalam bentuk jasa tersebut merupakan suatu proses produksi yang diberikan oleh sumber daya manusia (SDM) pengelola perpustakaan sekolah kepada para pengguna jasanya. 1995:19). All processes share a common pattern. and they generate a product or a service . teknisi. Proses produksi di sini berlangsung dalam suatu organisasi termasuk perpustakaan sekolah yang merupakan bagian integral dari organisasi pendidikan (sekolah). They. dan berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Manfaat yang diperoleh tentu saja ada pada kedua belah pihak. pengetikan kartu-kartu. c. terutama untuk jenis pekerjaan yang bersifat profesi. Asisten pustakawan Sebagian besar tugas asisten pustakawan adalah “membantu” tugas pustakawan. d. Pengelolaannya akuntabel dan responsible e. Teknisi Teknisi adalah tenaga perpustakaan yang sepenuhnya bertugas mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat non profesi. Sumber Pembiayaan (Money) Prinsip-prinsip anggaran atau biaya perpustakaan itu antara lain: a. Sukarelawan murid ini sebaiknya diperbantukan di bagian pelayanan pembaca. menumbuhkan kesadaran dan kecintaannya terhadap buku serta rasa tanggung jawab yang besar. Sedangkan bagi staf perpustakaan lainnya dapat meringankan beban tugas/kerja di perpustakaan. Pertangggungjawabannya menurut aturan tertentu 62 . b. Sukarelawan Murid Murid-murid dapat dilibatkan dalam kegiatan perpustakaan sebagai petugas sukarela dan senantiasa berada di bawah tanggung jawab petugas perpustakaan. Dari segi tingkatan kualifikasi. Dari segi tingkatan kualifikasi pustakawan dimasukkan ke dalam tingkat profesional. 2. Orientasinya berdasarkan program (budget based on program) d. Pustakawan sekolah harus mempunyai kualifikasi dalam bidang pendidikan dan perpustakaan. asisten pustakawan dimasukkan ke dalam tingkat semi profesional. sehingga mereka dapat memiliki pengalaman keterampilan informasi. Penggunaannya menurut rencana c. pelayanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. penggandaan. baik di pelayanan sirkulasi. pelabelan. dan sebagainya. misalnya: pengagendaan.Sri Marmoah pustakawan sekolah berasal dari guru yang qualified atau memiliki pendidikan perpustakaan. referensi maupun pelayanan lainnya secara bergiliran. Sumbernya pasti b. bagi murid dapat memiliki pengalaman bekerja dengan berbagai bahan pustaka.

Metode yang diterapkan di perpustakaan adalah untuk menghimpun. mempermudah dan menyederhanakan pekerjaan memperingan beban dan tugas. Metode tersebut harus jelas. Benda dan Barang Inventaris (Materials) Perpustakaan memiliki banyak sekali barang dan benda (materials) baik berupa inventaris. Benda dan barang-barang tersebut harus diurus dan dipergunakan dengan baik.Problematika Perpustakaan Sekolah f. (c) koleksi bahan pustaka. dan mempermudah cara. mesin foto kopi. sebuah metode yang dipilih untuk diterapkan di perpustakaan harus dapat membantu mempercepat waktu dan proses. f. mesin jilid. Sebuah metode yang dipilih jangan 63 . b. i. Semua jenis mesin tersebut dimaksudkan untuk: a. g. Metode (Methodes) Setiap perpustakaan tentu mempunyai suatu metode tertentu yang dipergunakan untuk menjalankan aktivitasnya. Benda-benda tersebut antara lain: (a) gedung dan ruangan. Jumlah anggaran diusahakan terus meningkat Pelaksanaannya selalu dapat dikontrol dengan baik Menerapkan sistem efektif efisien Tidak terjadi penyalahgunaan dan pemborosan anggaran Mesin-mesin (Machine) Pada dasarnya perangkat alat-alat yang berupa mesin-mesin yang tepat guna dan memadai. dapat dipahami dan dilaksanakan serta dipergunakan. e. mengolah. 5. memperingan biaya (murah). h. mempercepat proses waktu kerja menghemat tenaga manusia (manual) menghemat biaya menghasilkan produk yang berkualitas memperbanyak hasil (luaran) meningkatkan performa dan kinerja perpustakaan 4. mengemas. (d) mesin-mesin. menyimpan dan menyajikan serta memberdayakan informasi. maupun perlengkapan dan perabot serta sarana prasarana yang lainnya. (b) perabot dan perlengkapan. mesin pres. g. 3. c. baik spesifikasinya maupun jenisnya dan dipergunakan dengan baik dapat membantu meringankan tugas-tugas dan menunjang pekerjaan perpustakaan. baik oleh petugas maupun pemakai perpustakaan. komputer. dan memperluas akses informasi. (e) sarana komunikasi dan transportasi. d. Lebih daripada itu. mesin fax. Mesin-mesin yang biasanya diperlukan di perpustakaan antara lain mesin tik.

dan seterusnya. Pengadaan yang dimulai dari perencanaan kebutuhan koleksi bahan pustaka. mana kala tidak diselenggarakan dengan suatu sistem atau mekanisme kerja yang tersusun dan terpola baik. dan proses akuisisinya sendiri. Sistem. e. Pengolahan. Apa yang disebut sistem yang baik bagi sebuah perpustakaan? Hal ini sifatnya relatif. bagaimana persyaratan keanggotaan. Oleh sebab itu. dan penentuan tajuk subjek dan lain-lain. belum tentu baik untuk perpustakaan yang lain. sangat diperlukan dalam rangka mempublikasikan perpustakaan sekolah. 64 . dan mempermahal biaya. Terpenuhinya kebutuhan informasi bagi pengunjung. sebuah metode dapat terdiri atas sebuah sistem. d. Promosi. suatu sistem yang baik untuk satu perpustakaan. mempengaruhi dan bahkan saling menentukan. Sirkulasi atau peminjaman dan pengembalian koleksi bahan pustaka. tidak dapat berjalan baik. yang dikerjakan dengan beberapa buku pedoman seperti dalam klasifikasi. Tersebarnya informasi dan termanfaatkannya informasi.Sri Marmoah memperlama waktu. c. mekanisme. Perpustakaan sebagai suatu pusat informasi. Sistem biasanya terdiri atas beberapa sub sistem. yang antara satu dan lainnya saling berhubungan. atau prosedut dan tata cara guna meningkatkan kinerja penyelenggaraan kegiatan. dan menikmati hiburan batin dengan bacaan yang menyenangkan. Layanan misalnya menggunakan sistem terbuka atau tertutup. c. metode dan tata cara lainnya yang dipergunakan di perpustakaan harus baku (standar). prosedur. Yang dimaksudkan dengan pasar di sini adalah bahwa perpustakaan memenuhi syarat-syarat dan sifat-sifat yang memungkinkan terjadinya transaksi informasi. b. dan peminjaman. proses seleksi berdasarkan alat-alat seleksi (selection tools). Kunjungan orang-orang ke perpustakaan untuk membaca/belajar. b. Yang dikategorikan metode atau sistem dalam perpustakaan mencakup: a. Pelanggan)/Customers Unsur yang keenam di dalam manajemen perpustakaan adalah pasar atau tempat di mana suatu transaksi (informasi) dapat dilangsungkan. mempersulit akses. antara lain: a. d. katalogisasi. karena sangat tergantung kepada kebijakan dan pilihan masing-masing perpustakaan. penyiapan anggaran (untuk yang dibeli). Pasar (Pemakai. Terjadinya akses informasi. 6. terkait. Dengan istilah lain. mekanisme.

(Sutarno 2006: 46). staf. Sedangkan Soetopo (2002). dan organisasi dewan atau panitia. baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya. 2) Struktur atau kerangka. wewenang dan tanggung jawab. Sebuah perpustakaan sebagai 65 . f. d. fungsional. Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang menyelenggarakan pengumpulan. Kalau perpustakaan sekolah dipandang sebagai unit organisasi itu maka harus memiliki unsur-unsur sebagaimana layaknya sebuah organisasi. dikelola secara sistematis untuk digunakan sebagai informasi bagi pemakai perpustakaan. Perpustakaan sekolah dipandang sebagai unit organisasi karena perpustakaan sekolah merupakan bagian dari organisasi yang bernaung di bawah lembaga atau sekolah tersebut. yakni bentuk pembagian tugas. dan rekreasi. 3) Jabatan-jabatan. misalnya jalur atau lini. Ada unsur penyedia informasi (penerbit. Ada permintaan dan penawaran atau supplay and demmand informasi. b. 4) Prinsip-prinsip dan aturan permainan. Ada “pembeli” (pemakai perpustakaan). Terselenggaranya layanan perpustakaan. yakni formasi jabatan yang harus diisi oleh orang-orang yang tepat sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. tapi juga pusat penelitian sederhana. Ada “perjanjian” (kesepahaman) atau ketaatan aturan layanan dan sanksi bagi mereka yang terlibat di dalamnya. e. Unsur pasar (market) di perpustakaan harus memenuhi kriteria antara lain: a. Ada staf layanan sebagai “penjual”. Unsur-unsur itu meliputi: 1) Bentuk atau konfigurasi berupa bagan atau skema. Fungsi Perpustakaan Sekolah Perpustakaan adalah sumber informasi yang menyediakan segala keperluan bagi masyarakat pemakainya. lini dan staf. Ada tempat (perpustakaan).Problematika Perpustakaan Sekolah f. agen). c. Fungsi perpustakaan sekolah tidak hanya sebagai sumber kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka. penyimpanan dan pemeliharaan berbagai jenis bahan pustaka. toko buku. mengatakan perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang diselenggarakan di sekolah yang bermaksud menunjang program belajar mengajar di lembaga pendidikan formal.

tepat. Dalam surat keputusan pendiriannya harus memuat secara jelas tentang tugas. 66 . Sistem pelayanan prima ini tentunya didukung oleh teknologi industri seperti computer. Perpustakaan sebagai sebuah unit kerja atau unit organisasi perlu memiliki visi. Tempat ini merupakan customer service yang terdepan diperpustakaan. kerja sama. kesiapan peralatan dan perlengkapan sebagai penunjang. garis wewenang dan tanggung jawab. baik secara lisan maupun melalui brosur dan media lainnya yang disediakan. terampil. kemauan. serta struktur organisasinya. cepat. dan program kerjanya yang semuanya berorientasi kepada pelayanan yang memuaskan. meja informasi. dan pedoman standar dibidang layanan perpustakaan yang berlaku umum sehingga mudah dipelajari untuk dipraktekkan. adalah tempat pelaksanaan transaksi peminjaman dan pengembalian buku atau bahan pustaka lainnya serta penyelesaian administrasi. jelas. Oleh karena dunia ini sudah sangat inclusive maka system pelayanan minimal dianjurkan untuk berangsur-angsur ditinggalkan dan semua perpustakaan sekolah hendaknya menggunakan system pelayanan prima agar bisa mencapai sasaran pelayanannya yakni kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dalam hal ini adalah guru dan siswa. Meja informasi ini merupakan tempat pengunjung memperoleh informasi tentang alur layanan perpustakaan dari petugas. dan memuaskan. mental. Unsur-unsur yang terkait dengan system layanan perpustakaan yaitu: kesiapan petugas layanan. pedoman pengadaan anggaran dan ruang lingkup bidangnya. teratur. pengalaman dan keterampilan. peraturan dan tata tertib perpustakaan yang singkat. dan petugas atau pengisian karyawan. Petugas yang ada pada meja terdepan ini sangat diharapkan agar lincah. atau on line. Penerapan suatu sistem layanan di perpustakaan sekolah adalah dimaksudkan agar proses pemberian jasa layanan dapat berjalan dengan tertib. meja sirkulasi. cepat. Sedangkan bagi sekolah yang sudah modern dengan teknologinya maka hendaknya memberikan pelayanan prima. baik fisik. sederhana. Kedua. misi. Gambaran mekanisme sebagai suatu system layanan yang memuaskan akan terlihat jelas melalui suatu formasi layanan yang jelas diantaranya: pertama. murah serta bermanfaat. Formasi jabatan. Yang dimaksudkan adalah pelayanan yang berlangsung secara mudah.Sri Marmoah salah satu unit kerja memiliki unsur-unsur seperti organisasi. situs. mudah dipahami dan dilaksanakan baik oleh petugas maupun oleh pelanggan. persamaan persepsi antara petugas dan pelanggan. Bagi perpustakaan sekolah yang mempunyai sarana layanan yang masih terbatas dan konvensional maka diupayakan agar dapat memberikan pelayanan minimal kepada pengunjungnya. kemampuan. ramah dan berjiwa membimbing (users friendly). fungsi. keharmonisan komunikasi.

dan pengaturan agar suasana diperpustakaan selalu tertib dan tenang. Semua prosedur. Bagaimana dengan perpustakaan sekolah pada pendidikan dasar di SD dan SMP ?. Keenam. adalah ketentuan-ketentuan tentang syarat menjadi anggota. computer. Keempat. Sistem pelayanan prima dengan menggunakan teknologi informasi. sebelum mencari ke tempat penyimpanan buku-bukunya. sangsi atas pelanggaran. Kondisi Riil Perpustakaan Sekolah di Lapangan Eksistensi perpustakaan sekolah seharusnya dapat dijadikan tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar. Sarana pendukung dan mekanisme layanan perpustakaan sangatlah tergantung pada kompleksitasnya perpustakaan itu. Kelima. adalah pengurusan keanggotaan perpustakaan.Problematika Perpustakaan Sekolah Ketiga. Namun fungsi ini belum berjalan sebagaimana yang diharapkan karena tidak semua sekolah mempunyai perpustakaan. menumbuhkan minat baca. kemudahan akses informasi. administrasi keanggotaan. Perpustakaan sekolah pada jenjang pendidikan dasar ini sangat diperlukan terutama untuk membantu keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Semua itu merupakan alat atau media untuk memanfaatkan informasi diperpustakaan. peraturan dan tata tertib layanan. sementara sekolah yang mempunyai perpustakaan juga belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan tersebut. lemari (laci) catalog. internet yang dipergunakan untuk memberikan layanan perpustakaan perlu didukung oleh petugas layanan yang mampu menggunakannya agar dapat memandu pengunjung yang belum mahir menggunakannya. Perpustakaan yang jumlah pengunjungnya masih terbatas perlu diupayakan mencapai standar pelayanan minimal. peminjaman. Jika jumlah pengunjung setiap tahun kecenderungannya meningkat maka upaya perbaikan. Kemudahan akses informasi dan system temu kembali informasi agar pemanfaatan koleksi bisa optimal dan efisien. Dari pernyataan di atas dapat digarisbawahi bahwa keadaan perpustakaan sekolah masih belum berkembang dan memerlukan penanganan segera. informatif. Statement ini cukup beralasan karena perpustakaan sekolah berfungsi sebagai sarana edukatif. bagi yang menerapkan sistim anggota. peningkatan dan pengembangan baik untuk sarana pendukung maupun system pelayanan tentunya selalu mengalami penyesuaian. dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. riset. persyaratan dan proses keanggotaan dilaksanakan menurut ketentuan yang berlaku. Tugas utama 67 . kartu catalog sebagai wakil dari koleksi untuk ditelusuri. dan rekreatif bagi komunitas sekolah. sedangkan perpustakaan yang jumlah pengunjungnya relative banyak maka haruslah diupayakan mencapai standar pelayanan prima.

Pertama. Sebagai contoh disebutkan bahwa lokasi perpustakaan di sekolah yang kurang strategis. Weaknesses (kelemahan). Sarana perpustakaan yang tidak lengkap. Pertama. Selain itu yang merupakan kekuatan adalah adanya koleksi buku yang memadai. Opportunities (peluang). Maksud kelemahan dalam analisis ini adalah permasalahan yang timbul dari penyelenggaraan program dan hasilnya. mendorong siswa untuk belajar mandiri. dukungan dari kepala sekolah kurang dan keuangan yang sangat minim. Maksud kekuatan dalam analisis ini adalah faktor-fakor yang mendukung penyelenggaraan program. Weakness. sehingga bahan-bahan pustaka harus dikaitkan dengan kurikulum sekolah.Sri Marmoah perpustakaan jenis ini adalah menunjang kurikulum. dan ayat 3 yang berbunyi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memiliki koleksi lain yang mendukung pelaksanaan kurikulum pendidikan. Hal ini sesuai dengan UU RI No. yaitu setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional pendidikan. Kekuatan. sumber daya perpustakaaan yang rendah. yang tidak mungkin dipenuhi oleh sekolah. dan didukung oleh kebijakan pemerintah. Opportunity. Ada banyak hal yang menyebabkan munculnya berbagai permasalahan pada perpustakaan sekolah. sumber daya manusia yang berkompeten. Sehingga pendekatannya menjadi SWOC. sehingga lebih cenderung menggunakan kata yang mengandung unsur positif yaitu tantangan (Challenges). serta diakui eksistensinya oleh semua pihak (masyarakat). koleksi buku yang terbatas. sebagai sumber pengetahuan. dan Threats (ancaman). Perpustakaan juga berfungsi untuk menggairahkan semangat belajar. terbatasnya ruang perpustakaan 68 . Kedua. menumbuhkan minat baca. dan pengembangan potensi siswa serta pengembangan sosial budaya siswa. Ada beberapa hal yang sering menghambat fungsi perpustakaan sekolah. kata Threats mengandung unsur yang negatif. Kelemahan. Permasalahan merupakan kelemahan yang dapat berubah menjadi tantangan kelancaran pelaksanaan tugas / program. tidak nyaman. kecil. sedangkan tantangan selalu berisi peluang. Menurut Sihombing (2000).43 tahun 2007 tentang perpustakaan pada pasal 23 ayat 1. Pengubahan ancaman menjadi tantangan karena dia melihat bahwa ancaman kalau dikelola dengan tepat dapat berubah menjadi peluang. Contohnya kekuatan-kekuatan yang ada pada program perpustakaan sekolah antara lain dapat menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada tanpa harus memenuhi persyaratan tertentu/ ketat. gudang ilmu. Permasalahan ini dapat kita lihat dengan menganalisis dengan SWOT (Strenghness. SWOT merupakan singkatan dari kata Strengths (kekuatan). waktu kunjungan terbatas. Perpustakaan sebagai sumber belajar di sekolah. Treath).

Ketiga. tetapi perangsang untuk mendorong perencana pendidikan luar sekolah untuk lebih kreatif dan dinamis. Keempat. Kedua. dengan tanpa memperhatikan kesehatan dan kenyamanan. melakukan upaya-upaya pengembangan dan pembinaan perpustakaan terus menerus dari segi sistem manejemen dan teknis operasional. terbatasnya jumlah petugas perpustakaan (pustakawan). Ketiga. Peluang. memiliki perabot yang memadai. variasi maupun kualitasnya. jenis koleksinya komposisinya 40% buku teks. statis dan mudah puas. Contoh perpustakaan sekolah swasta relatif lebih bagus daripada sekolah negeri. baik dalam hal jumlah. Maksud tantangan dalam analisis ini adalah hal-hal yang harus diatasi. memiliki tempat baca yang memadai. Tantangan. partisipasi pemakainya baik dan aktif. Tantangan dapat berubah menjadi peluang bagi perencana yang tidak berperilaku apatis. 30% buku 69 . Banyak perpustakaan yang hanya menempati ruang sempit. Tantangan bukan penghambat. Keempat. direbut. pelayanan terhadap anggotanya dan koleksi buku-buku perpustakaan. struktur organisasi perpustakaan jelas dan berjalan baik. memiliki ruangan yang memadai. 30% buku pengayaan. 43 Tahun 2007 dan adanya kebijakan dari Dinas Pendidikan tentang wajib adanya perpustakaan sekolah di setiap sekolah. diperbaiki dan ditingkatkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dalam usaha mencapai tujuan. Sebagai contoh adanya dasar hukum yang kuat yakni dengan adanya UU No. kurangnya promosi penggunaan perpustakaan menyebabkan tidak banyak siswa yang mau memanfaatkan jasa layanan perpustakaan. Sedangkan menurut Rachmananta. melakukan promosi dan menyelenggarakan jaringan kerja sama baik dalam negeri maupun luar negeri. Sedangkan menurut Sudarmono (2004) dalam pengembangan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Kurangnya ajakan untuk mengunjungi perpustakaan menjadikan anak asing terhadap perpustakaan. Idealnya Perpustakaan Sekolah ke Depan Perpustakaan yang ideal harus memenuhi pedoman-pedoman diantaranya adalah lokasi. administrasi. keterbatasan bahan pustaka. perpustakaan dikatakan ideal apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: berani memantapkan keberadaan lembaga perpustakaan sesuai dengan jenisnya.Problematika Perpustakaan Sekolah di samping letaknya yang kurang strategis. Maksud peluang dari analisis ini adalah hal-hal atau faktorfaktor dari luar program yang kalau dicermati dan dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi tumpuan harapan dimasa depan. kriteria dari perpustakaan sekolah yang ideal adalah: adanya status kelembagaan yang kuat. selalu meningkatkan mutu melalui pelatihan-pelatihan bagi tenaga pustakawan. tata ruang.

dan standar pengelolaan. memiliki program mitra perpustakaan. standar pelayanan perpustakaan. koleksi sesuai dengan kebutuhan kurikulum. atau seorang honorer yang diberi tugas tambahan untuk mengelola perpustakaan. melakukan kegiatan promosi dan pemasyarakatan perpustakaan. Perpustakaan yang ideal dan tetap survive dengan perkembangan zaman. Perpustakaan yang ideal harus mengacu kepada standar nasional perpustakaan. 70 . standar penyelenggaraan. Cara yang ditempuh banyak sekali. Mengacu kepada Undang-undang tersebut sudah semestinya agar perpustakaan sekolah menjadi ideal dan mampu menjawab tantangan masa depan harus memenuhi kriteria tersebut. pengorganisasian koleksinya teratur. tetapi berupa buku-buku bacaan yang menarik minat siswa untuk membacanya. sumber daya yang mengelola di perpustakaan adalah benar-benar seorang pustakawan bukan guru. didukung dengan teknologi informasi dan komunikasi. memiliki tenaga pengelola dengan kompetensi yang memadai. administrasi perpustakaannya tertib. dan adanya jam perpustakaan yang terintegrasi dalam kurikulum. Hal keempat. memiliki program pengembangan secara jelas dan terarah. perpustakaan juga membuka usaha lain seperti fotokopi. memiliki sarana penelusuran informasi yang baik. menjual peralatan sekolah. serta judul buku bervariasi. Dalam Undang-Undang RI nomor 43 tahun 2007 pada bab III pasal 11 ayat 1 dijelaskan bahwa standar nasional perpustakaan terdiri atas: standar koleksi perpustakaan. memiliki program keberaksaraan informasi (literasi informasi). maka perpustakaan akan cepat berkembang. diantaranya selain menjadikan tempat peminjaman buku pada masyarakat. standar tenaga perpustakaan. standar sarana dan prasarana. serta souvenir. memiliki anggaran perpustakaan secara tetap. agar perpustakaan sekolah lebih efektif dan efisien dalam pengembangan perpustakaan harus menggunakan manajemen perpustakaan yang benar. Kedua. Jika SDM-nya cukup berkompeten untuk membuat perpustakaan maju. Ketiga. pelayanannya menyenangkan.Sri Marmoah fiksi. Manajemen ini juga tergantung pada SDM dalam perpustakaan tersebut. bahkan makanan dan minuman. memiliki program pengembangan minat membaca di kalangan siswa. yaitu berhubungan dengan dana dan untuk menambah pemasukan dapat mengembangkan entrepreneurship di perpustakaan. Sudah saatnya perpustakaan tidak hanya berisi buku-buku paket. adanya kerjasama dengan sekolah lain. seharusnya memenuhi kriteria berikut: pertama. koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan harus terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. memiliki peraturan perpustakaan. penjaga sekolah.

l. Guru-guru harus mendukung pengembangan perpustakaan sekolah dengan wujud contoh gemar membaca dan menulis makalah. kursus. k. pelatihan. dll. setelah selesai diwajibkan untuk memberikan copian baik berupa softcopi maupun berupa buku-buku. berdaya guna bagi siswa. f. Guru wajib memberikan contoh kepada para siswa dengan rajin membaca di perpustakaan. c. m. Perlu adanya kebijakan dari sekolah dan pemda untuk mengembangkan perpustakaan sekolah. g. 71 . pengembangan termasuk pendanaan. h. Guru-guru yang penataran. e. Siswa akhir di sekolah kelas VI (SD). b. i. dan kelas IX (SMP).Problematika Perpustakaan Sekolah Alternatif Solusi Mengefektifkan Peran Perpustakaan Sekolah. Diperlukan SDM/pustakawan yang profesional. serta layanan apa saja yang ada di sana. hal ini dalam rangka membudayakan peninggalan kenang-kenangan untuk sekolah. Perlunya perpustakaan di setiap sekolah. Guru-guru sampai penjaga sekolah dilibatkan secara aktif untuk mengelola perpustakaan. diwajibkan untuk memberikan hibah berupa buku-buku ke sekolah. dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan layanannya kepada siswa. Memperhatikan problematika yang ada serta memperhatikan kondisi riil dan yang ideal maka penulis menawarkan beberapa solusi untuk memperbaiki kondisi yang ada. Perlu partisipasi dari semua pihak yang terlibat untuk memajukan perpustakaan sekolah. Kerjasama dapat dilakukan dengan study visit untuk mengetahui koleksi apa saja yang sesuai untuk siswa pada usia anak-anak atau remaja. Masyarakat sekitar perlu mendukung perpustakaan sekolah misalnya dengan memberikan bantuan buku-buku dan dana. Komite sekolah dan stakeholder harus memikirkan eksistensi perpustakaan sekolah agar dapat berhasil. untuk dikumpulkan dan dijadikan koleksi perpustakaan. Perpustakaan sekolah dapat bekerjasama dengan perpustakaan umum/daerah. jurnal. hal ini akan sangat membantu mendorong dan mengembangkan minat kemampuan serta kebiasaan membaca yang pada gilirannya dapat membentuk sikap siswa untuk belajar mandiri. j. d. pengembangan SDM. Kepala sekolah sebagai manajer atau pimpinan perlu menjadwalkan secara khusus kunjungan ke perpustakaan. a.

. Dengan pengelolaan (manajemen) perpustakaan yang baik akan dapat menarik para siswa senang berkunjung dan memanfaatkan sarana tersebut. Kedua.Sri Marmoah Selain itu dengan pengelolaan (manajemen) perpustakaan yang baik akan dapat menarik para siswa senang berkunjung dan memanfaatkan sarana tersebut. Ketiga. Alternatif solusi dalam pemecahan problematika perpustakaan sekolah dengan memberdayakan unsur-unsur manajemen yang ada pada lembaga sekolah. Eksistensi perpustakaan sekolah seharusnya dapat dijadikan tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar. sebaiknya perpustakaan dikunjungi oleh siswa sebagai tempat belajar setelah keluar sekolah. 2. Perkembangan dari penerapan ICT dapat diukur dengan telah diterapkannya/ digunakannya sebagai sistem informasi manajemen (SIM) perpustakaan dan perpustakaan digital (digital library). untuk itu pelayanannya juga disesuaikan dengan kebutuhan siswa. menumbuhkan minat baca. dapat dicari solusinya dengan tiga hal yang disarankan yaitu: pertama. harus mengacu kepada fungsi manajemen yang mencakup perencanaan (planning). pengarahan (directing). Perpustakaan sekolah yang ideal harus mengacu kepada standar nasional perpustakaan. Sedangkan alternatif solusi bagi perpustakaan sekolah pemula. 5. pengaturan staf (staffing). 72 3. maka dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri. Sebagai contoh yaitu dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Pemanfaatan ICT sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas layanan dan operasional telah membawa perubahan yang besar di perpustakaan. pelayanan sebaiknya dilakukan saat istirahat dan atau setelah keluar sekolah. dan pengendalian (controlling). perpustakaan cukup melayani peminjaman buku kepada siswa untuk dibawa ke rumah dalam beberapa lama sesuai ketentuan. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Dari pembahasan yang telah diuraikan. Agar efektif dan efisien dalam mencapai tujuan perpustakaan sekolah. Perpustakaan sebagai sumber informasi di sekolah memiliki peran yang penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Sebagai contoh yaitu dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. pengorganisasian (organizing). atau yang belum memadai. 4.

Cetakan ke-2 Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. adalah : 1. Kepala Sekolah sebagai manajer atau pimpinan sekolah perlu menjadwalkan secara khusus kunjungan ke perpustakaan. dkk. Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan Memelihara Perpustakaan di Sekolah. New York: AMACOM (American Management Association). 2002. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI. Komite sekolah dan stakeholder harus memikirkan eksistensi perpustakaan sekolah agar dapat berhasil dan berdaya guna bagi siswa. Depdikbud. Perpustakaan Sekolah. 1995. 1995. Darmono. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Memakai. Perlu adanya kebijakan dari sekolah dan pemda untuk mengembangkan perpustakaan sekolah. Soelistia. 3. Perpustakaan Nasional RI. ------------. 2. Menjadi Pintar: Memanfaatkan Perpustakaan Sekolah sebagai Sumber Belajar. et. Petunjuk untuk Membina. Jakarta: Universitas Terbuka. 4. Guru dan tenaga kependidikan lainnya hendaknya mengarahkan peserta didik untuk lebih memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar untuk memperoleh informasi yang mereka inginkan. Jakarta: Balai Pustaka. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah.al. DAFTAR RUJUKAN Ali Lukman.Problematika Perpustakaan Sekolah Rekomendasi Saran yang dapat dikemukakan dalam rangka mencari solusi dari problematika perpustakaan sekolah. Jac. The ROI of Human Capital (Measuring the Economic Value of Employee Performance). Fitz-enz. 5. 2000. 2004.. pengembangan termasuk pendanaan. 73 . dan lain-lain. pengembangan SDM. Pengelola perpustakaan dan tenaga kependidikan hendaknya saling berkoordinasi sebagai sarana untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang menyenangkan. Malang: UM Press. 1992.

Manajemen Perpustakaan. Strategi dan Pemikiran Perpustakaan Visi Hernandono. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto. NS. Suatu Pendekatan Praktik. Sutoyo. Jakarta: Sagung Seto. dkk. 2006. 2001. 74 .Sri Marmoah Sutarno.

ia mampu bekerja keras dan berani menanggung risiko. pengelola (manager). Hal ini ditunjukkan sebagai educator. Selain itu. Perilaku kepemimpinan entrepreneurship kepala sekolah adalah ilmu dan seni mempengaruhi warga sekolah agar mau dan mampu bertindak sebagai intrapreneurship. pemimpin (leader). pengelola (manager). penyelia (supervisor). Oleh karena itu. mampu membaca peluang tenaga kerja di dunia usaha dan industri (dui). Pengamatan sekilas di lapangan. dan menjalankan aktifitas pendidikan mempersyaratkan adanya seorang kepala sekolah yang efektif. selama ini menunjukkan bahwa sebagian Kepala Sekolah agaknya masih belum memainkan peranannya secara optimal. Kata kunci: perilaku sekolah. administrator (administrator). dan pencipta iklim kerja (climator).Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. penyelia (supervisor). Budaya kita adalah budaya paternalistik. Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok. No. 1. ia belum mampu membimbing guru dan staf tata 75 kepemimpinan. kepala .wirausahawan (entrepreneur). yaitu seorang kepala sekolah yang mampu mengelola sumber daya manusia maupun nonmanusia secara efektif dan efisien. 4. entrepreneurship. Kepala sekolah adalah orang kunci yang menentukan sukses atau gagalnya sekolah dalam mencapai tujuannya. seorang kepala sekolah harus dapat melaksanakan fungsinya sebagai pendidik (educator). Untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok. Kepala Sekolah dimaksud terbukti telah mampu memasarkan lulusannya. April 2009 PERILAKU KEPEMIMPINAN ENTREPRENEURSHIP KEPALA SEKOLAH Rokhmaniyah Universitas Negeri Jakarta Abstrak Tugas pokok Kepala Sekolah adalah mengelola kegiatan pendidikan dan pembelajaran di sekolah. seorang kepala sekolah harus dapat melaksanakan fungsinya sebagai pendidik (educator). kreatif dan inovatif dalam membekali lulusan dengan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. dan pencipta iklim kerja (climator). pemimpin (leader). entrepreneurship harus dicontohkan oleh guru-guru dan kepemimpinan kepala sekolahnya. Keefektifan suatu sekolah dalam menggapai visi. mengemban misi. administrator (administrator). wirausahawan (entrepreneur). PENDAHULUAN Tugas pokok Kepala Sekolah adalah mengelola (memanaj) penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

lulusan akan memiliki life skill dan out come. dan menciptakan suasana Pembelajaran yang Aktif. ia belum mampu menciptakan budaya sekolah. Dengan demikian. memberikan pendidikan yang bermutu bagi lulusannya sehingga dunia usaha dan industri mengeluh terhadap rendahnya mutu lulusan SMK.Rokhmaniyah usaha dalam melaksanakan tugas-tugasnya. mengembangkan unit produksi sekolah. dan mengelola waktu. membuat rencana strategik. Sebagian Kepala Sekolah kita masih berperilaku lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas lulusannya. kepala sekolah belum mampu melaksanakan pengawasan secara ketat sehingga hasil praktik siswanya belum bernilai ekonomis dalam arti belum hemat biaya. menggunakan kekuasaannya dengan baik. Akibatnya. mengambil keputusan. Belum memiliki perencanaan program sekolah yang mantap dengan pelaksanaan yang belum tepat. mutu. membaca peluang sekolah dalam meningkatkan minat calon siswa masuk ke sekolahnya. mengkoordinasikan tugas-tugas stafnya. kreatif dan inovatif dalam membekali lulusan dengan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. Sebagai leader. Kreatif. ia lebih disibukkan pada penyelesaian tugas administratif daripada edukatif. Selain itu. memotivasi siswa belajar. 76 . Sebagai entrepreneur. Sebagai Supervisor. dan waktu (belum BMW). mengelola konflik dan stres. Sebagai manager. memperbaiki sistem insentif. penulis ingin menyoroti perilaku entrepreneushipr kepala sekolah. Hal ini jelas sebagai dampak dari perilaku kepemimpinan entrepreneurship kepala sekolah. Kepala Sekolah dimaksud terbukti telah mampu memasarkan lulusannya. dapat mengurangi pengangguran bukan menambah pengangguran. dan Menyenangkan (PAKEM). ia belum mampu bertindak kreatif dan inovatif. Masih lebih mementingkan pencapaian target kurikulum daripada kualitas daya serap siswanya. mampu membaca peluang tenaga kerja di dunia usaha dan industri (dui). ia belum memiliki kemampuan manajerial seperti memenej sekolah. dan memiliki perilaku pemimpin. memiliki sifat-sifat pemimpin. Efektif. membangun memotivasi guru bekerja. motivasi guru dan siswa agar memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas. Dalam rangka pemberdayaan Kepala Sekolah. dan memasarkan hasil unit produksi sekolah dan lulusannya. Pada hal di era globalisasi sekarang ini secara khusus lebih dibutuhkan kepemimpinan enterprneurship agar lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja bukan mencari pekerjaan. bekerja sama dengan pengusaha. ia belum mampu memenuhi kriteria sukses. Sebagai climator. hasil pembelajaran belum mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan pengalaman kewiraswastaan bagi siswanya.

bersikap. Richard Cantillon (1730) adalah seorang yang disebut-sebut sebagai pencetus istilah entrepreneur untuk pertama kalinya. d. para peneliti masih akan mendiskusikan apakah entrepreneur yang sukses merupakan bakat yang dibawa lahir atau tidak. Entrepreneurship Entrepreneurship atau kewirausahaan atau kewiraswastaan merupakan kata benda dari entrepreneur. Kuehl (2003) menggambarkan entrepreneur sebagai seorang yang membuat produk baru dan memasarkannya. Schumper dalam Peggy A Lambing & Charles R. atau wiraswasta. wirausaha. c. dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berfikir. Kata entrepreneur berasal dari bahasa Prancis. dan bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Orang yang memimpin Orang-orang yang dipimpin Kegiatan atau tindakan penggerakkan untuk mencapai tujuan Tujuan yang ingin dicapai bersama Jadi. apabila ada unsur-unsur: a.Perilaku Kepemimpinan Entrepreneurship Kepala Sekolah PEMBAHASAN Perilaku Kepemimpinan Perilaku (KBBI. Hakikat kepemimpinan adalah kegiatan seseorang menggerakkan orang lain agar orang lain berkenan melaksanakan tugas-tugasnya. 2002) adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. Oleh karena itu kepemimpinan disebut sebagai fungsi organik dalam proses manajemen. 77 . mengajak. kepemimpinan merupakan motor penggerak bagi sumber daya yang dimiliki lembaga. Menurut Richard Cantillon dalam Leo-Paul Dana(1997). Awal tahun 1934. Berdasarkan definisi dan hakikat kepemimpinan di atas dapat disimpulkan bahwa proses kepemimpinan pada hakikatnya dapat muncul kapan dan dimanapun. Selanjutnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi entrepreneur yang artinya pengusaha. mendorong. entrepreneur berfokus pada seseorang dan untuk 200 tahun yang akan datang. Adapun kepemimpinan secara sederhana dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses mempengaruhi. entreprendre yang artinya mengusahakan. Joseph A. menggerakkan. b. Menjelang pertengahan abad ke-18.

lebih umum. Alan J. mengubah keadaan yang tidak/kurang menyenangkan menjadi keadaan yang diinginkan. baik risiko yang bersifat finansial (baca: rugi). Karena inovatif adalah salah satu gaya dari kreatif. Gifford Pinchot (1988) mengatakan bahwa Entrepreneur adalah orang yang mengintegrasikan bakat rekayasa dan pemasar dengan menciptakan proses dan jasa baru. Lambing dan Charles R.Rokhmaniyah Pendapat Joseph A. Rowe(2008). dan kreator. pertama-tama yang perlu dimiliki oleh seorang entrepreneur adalah bakat memasarkan produk barang dan jasa. Sebenarnya di dalam kreator sudah termasuk inovator. kebebasan. Schumper di atas dikembangkan oleh Peggy A. an untried technological a new coomudity or producing either an old in a new way. Menurut Gifford Pinchot. Oleh sebab itu. keuntungan finansial. seorang entrepreneur mampu melihat peluang bisnis yang tidak dilihat atau diperhitungkan oleh orang lain. senang menghadapi tantangan. Adapun. ”One who reforms or revolutionises the pattern of production by exploiting an invention or. Rodney Overton (2002) mendefinisikan enterpreneur sebagai. inovator dengan memperhatikan nilai waktu dan usaha. Kedua. memperkirakan keuangan. seorang entrepreneur adalah orang yang betindak untuk melakukan inovasi.” (Seseorang yang membentuk kembali atau mengubah dengan cepat bentuk produksi melalui penggalian penemuan atau. Kuehl yang menyatakan bahwa seorang entrepreneur tidak hanya memproduksi barang dan jasa baru tetapi juga sebagai pencetus ide (gagasan) atau konsep baru. ia melihat kemungkinan dan memiliki visi untuk menciptakan sesuatu yang baru yang memicu semangatnya untuk bertindak. kreatif memiliki empat gaya: (1) intuitif yang berfokus pada hasil pengalaman masa 78 . kepuasan pribadi. maka pertamatama yang harus diperhatikan adalah pemasarannya. Gifford Pinchot menyarankan sebelum seseorang memutuskan akan membuka usaha. more generally. menggunakan teknologi sebagai sebuah komoditi baru atau memproduksi yang lama dengan cara baru). Ciputra dalam Andreas Harefa (2006) mengatakan bahwa sedikitnya ada tiga ciri-ciri utama seorang entrepreneur. seorang entrepreneur adalah pengambil risiko. berani mengambil risiko. psikis. senang berpetualang. Kao(1991) mendefinisikan. John J. Barang akan menumpuk dan akhirnya usaha akan bangkrut. Tindakanlah yang membuat entrepreneur menjadi inovator. “Entrepreneur both innovator and creator. Menurut beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa enterpreneurship ialah seseorang yang berusaha secara mandiri. Ketiga. Selanjutnya. Pertama. Apalah artinya banyak barang dan jasa yang dihasilkan tetapi tidak laku dijual di pasaran. maupun yang bersifat mental (baca: dianggap gagal).

tetapi sebagai seorang entrepreneur harus mampu menemukan jalan untuk menyelesaikannya. sistematika.” Seseorang dapat membawa gaya kreatifnya sendiri pada suatu usaha dan tindakan itu bukan saja akan membuat usahanya berjalan lancar bahkan kelancaran usaha itu akan dapat terjadi disebabkan karena adanya kreativitas Anda tersebut. maka ia bekerja untuk sekolahnya sehingga semua tindakannya dibatasi oleh aturan-aturan sekolah. bukan bekerja untuk sendiri tetapi untuk sekolah. Kepala Sekolah tidak bebas mengatur dirinya sendiri tetapi masih diatur oleh sekolah. Mengingat Kepala Sekolah bukanlah seorang entrepreneur sejati karena ia tidak bekerja mandiri tetapi didukung oleh warga sekolah dan stakeholders-nya apalagi semua keuangan disiapkan oleh pemerintah atau yayasan untuk sekolah swasta. berarti dapat dikatakan telah mampu berkonsentrasi dan melihat hal-hal secara lengkap baik itu berupa tugas-tugas sekolah maupun tugas pribadi.Perilaku Kepemimpinan Entrepreneurship Kepala Sekolah lampau yang mengarahkan untuk bertindak. (2) inovatif yang berkonsentrasi pada pemecahan masalah. Walaupun dalam kesehariannya seorang kepala sekolah menghadapi tugas rutin yang tidak menyenangkan. Sebagai intrapreneur.” 79 . Pandai membaca peluang dan mau bekerja keras. dan (4) inspiratif berfokus pada perubahan sosial dan memberikan ilham. dan berdasarkan data. Bila telah merasa mendapat nilai tinggi dalam disiplin diri. apakah sebagai seorang kepala sekolah telah menciptakan sesuatu yang berguna bagi pengembangan sekolah dan belum pernah ada sebelumnya. Oleh sebab itu. Kepala Sekolah yang Berperilaku Enterpreneurship Berdasarkan pengertian perilaku kepemimpinan dan entrepreneurship di atas. lebih tepat disebut sebagai intrapreneurship. Berani menanggung risiko. senang menulis. Howard Morhaim dalam Kathleen L. kepala sekolah adalah seorang inspirator bagi munculnya ide-ide kreatif dan inovatif dalam mengelola sekolah. Singkatan dari intrasekolah dan preneurship. Hawkins (1993) memperingatkan dengan berkata. Renungkan. (3) imajinatif yang dapat menggambarkan peluang. dan berpikir di luar kebiasaan. Refleksi atau menilai diri sendiri adalah menjadi kebiasaan. maka yang dimaksud dengan perilaku kepemimpinan entrepreneurship kepala sekolah adalah ilmu dan seni mempengaruhi warga sekolah agar mau dan mampu bertindak sebagai intrapreneurship. bukan modal sendiri tetapi modal sekolah. Sebagai seorang kepala sekolah yang entrepreneurship harus memiliki pribadi yang kreatif yang harus mau belajar mendisiplinkan dirinya untuk berurusan dengan tugas dan kewajibannya. keindahan.

wirausahawan(entrepreneur). Penguasaan kemampuan yang baik untuk berhubungan dengan orang-orang perlu dimiliki. administrator(administrator). dan teguh dalam perundingan kontrak.Rokhmaniyah Selanjutnya. Morhaim menambahkan. Untuk memperlancar kegiatan pembelajaran yang memusatkan pada life skill diperlukan dukungan dari orang lain / masyarakat / wali siswa / dunia industri / dunia usaha.” Dalam hal ini kepala sekolah dapat menerapkan kepemimpinan situasional. penyelia(supervisor). sebagai kepala sekolah yang berjiwa entrepreneurship harus mau mengembangkan dirinya dan menajamkan pikirannya sehingga mampu membaca peluang serta mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan tujuan yang diharapkan. dapat menyesuaikan diri. Berani menanggung risiko sangat baik dibandingkan sibuk mencari pembelaan diri. Anda mempunyai cukup banyak variasi untuk mengendalikan dan mengarahkan situasi menurut kesukaan Anda. Seorang kepala sekolah harus dapat melaksanakan fungsinya sebagai pendidik(educator). berlaku sopan.” Artinya. dan pencipta iklim kerja(climator). Tindakan mengambil risiko berkaitan dengan pertumbuhan.” kebanyakan agen yang berhasil dalam usaha mereka ialah orang-orang yang tenang dan mempunyai pikiran tajam yang tahu bagaimana melakukan sesuatu. Kepala sekolah yang entrepreneurship haruslah dapat bersifat luwes. pengelola(manager). Sebagai intrapreneur. kepala sekolah adalah seorang inspirator bagi munculnya ide-ide 80 . Program sekolah tidak akan tercapai bila sekolah tidak pandai menjalin komunikasi baik dengan stakeholders.” Jika jangkauan perilaku Anda lebih luas dibandingkan orang lain. pengendalian diri. kepercayaan bawahan terhadap kepala sekolah tetap terjaga. perubahan. pemimpin(leader). dan kesadaran akan harga diri. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Kepala sekolah adalah orang kunci yang menentukan sukses atau gagalnya sekolah dalam mencapai tujuannya. Menjalin kerja sama dengan dunia industri atau dunia usaha adalah penting bagi kepala sekolah. Perilaku kepemimpinan entrepreneurship kepala sekolah adalah ilmu dan seni mempengaruhi warga sekolah agar mau dan mampu bertindak sebagai intrapreneurship. dan mampu melihat berbagai cara pemecahan masalah. Bila dalam usaha atau tidakan yang telah direncanakan mengalami ketidakberhasilan maka secara tulus segera meminta maaf dengan berusaha untuk memperbaikinya. Dengan demikian. Richardon menerangkan.

New Jersey: Prentice Hall.. Pandai membaca peluang dan mau bekerja keras. J. Pengawasan terhadap peningkatan kompetensi kepala sekolah hendakanya dilakukan secara rutinitas sehingga kepala sekolah termotivasi untuk selalu meningkatkan kinerjanya. C. L. Overton. Solo: DABARA.A. Upper Saddle River. New Jersey: Prentice Hall 81 . Creative Intelegence Discovering the Innovative Potential in Ourselves and Others. Rowe.Perilaku Kepemimpinan Entrepreneurship Kepala Sekolah kreatif dan inovatif dalam mengelola sekolah. J. 2003. Jakarta: PT Alex Media Komputindo. P. DAFTAR RUJUKAN Andreas Harefa dan Eben Ezer Siadari. Upper Sadle River. Ujilah Tingkat Kecerdasan Anda sebaga Seorang Wirausaha. 1993. & Turla. & Kuehl. Ltd .R. Pte. A. Enterpreneurship. The Ciputra Way: Praktik Terbaik Menjadi Entrepreneur Sejati. 2008. New Jersey: Prentice Hall. Refleksi diri sangat penting dilakukan secara rutin sehingga dapat melihat tingkat keberhasilan dalam mengelola sekolah. Upper Saddle River. 1991. A. R. (Diterjemahkan oleh Dabar Publisshers). Kerja sama dengan stakeholders harus senantiasa dibina dengan baik demi menghasilkan lulusan yang berkualitas. Berani menanggung risiko. Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan dan latihan kepemimpinan entrepreneurship sangat penting diadakan untuk meningkatkan perilaku kepemimpinan entrepreneurship kepala sekolah. Are You An Entrepreneur? Singapore: Wharton Books. Hawkins. Rekomendasi Untuk Kepala Sekolah Kepala sekolah hendaknya selalu meningkatkan kompetensi kepala sekolah khususnya kompetensi wirausahawan (intrapreneur) sehingga dapat memberi contoh dan motivasi terhadap warga sekolah. K. 2003. 2006. P. Lambing. 2002. 1993 Kao. Englewood Cliftts. The Enterpreneur.

masyarakat. dan peningkatan daya saing secara nasional dan sekaligus internasional pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. maka Pemerintah telah menetapkan pentingnya penyelenggaraan pendidikan yang bertaraf internasional. PENDAHULUAN Dalam upaya meningkatkan mutu. Mandikdasmen Depdiknas Abstrak Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu aspek penting dalam komponen input pada sistem pendidikan nasional. baik untuk sekolah negeri maupun swasta. berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang bertaraf internasional tersebut.Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. yaitu penyelenggaraan pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Kepemimpinan Kepala Sekolah dan RSBI. orang tua. 82 3. Selain itu terdapat pula 16 kriteria seorang kepala sekolah yang memimpin RSBI. Pendidikan bertaraf internasional juga harus relevan. efisiensi. seperti yang tertuang dalam Panduan Pelaksanaan SMP SBI (2008) adalah: 1. kondisi sekolah. Penetapan standar dan kriteria tersebut diarahkan untuk mewujudkan tujuan sebuah sekolah yang memiliki daya saing pada tingkat nasional dan internasional. maka upaya yang dilakukan oleh Pemerintah. dan kemampuan pemerintah daerahnya (kabupaten/kota dan provinsi). No. Kebijakan pemerintah dalam RSBI ditetapkan bahwa kualifikasi seorang kepala sekolah harus memiliki tingkat pendidikan S2 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara aktif. . April 2009 KAJIAN ATAS KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PADA SMPN 115 JAKARTA SEBAGAI SALAH SATU RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI) Ujang Didi Supriadi Direktorat SMP Ditjen. relevansi. kondisi lingkungan. Pendidikan bertaraf internasional yang bermutu adalah pendidikan yang mampu mencapai standar mutu nasional dan internasional. 4. Pendidikan bertaraf internasional yang efisien adalah pendidikan yang menghasilkan standar mutu lulusan optimal (berstandar nasional dan internasional) dengan pembiayaan yang minimal. 1. Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah. Selanjutnya. 2.

learning to live together. dan kemampuan peserta didik. menumbuhkan dan mengembangkan bakat. 83 a. learning to do. guru. nasional. proses belajar mengajar. efisien. terutama pada Pasal 50 ayat 3. beberapa alasan yang melatarbelakangi perlunya pendidikan bertaraf internasional yang selanjutnya disebut sebagai Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). baik lokal. 2. Sedangkan filosofi esensialisme menekankan bahwa pendidikan harus berfungsi relevan dengan kebutuhan. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 menetapkan skala prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional ke-1 tahun 2004-2009 untuk meningkatkan kualitas dan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan. Penyelenggaraan SBI didasari oleh filosofi eksistensialisme dan esensialisme. maupun kebutuhan berbagai sektor dan sub sektornya. baik kebutuhan individu. minat. b. empat pilar pendidikan yaitu learning to know. diantaranya adalah: 1. dan daya saing yang kuat. Filosofi eksistensialisme berkeyakinan bahwa pendidikan harus menyuburkan dan mengembangkan eksistensi peserta didik seoptimal mungkin melalui fasilitasi yang dilaksanakan melalui proses pendidikan yang bermartabat. d. Menurut Panduan Pelaksanaan SMP SBI (2008). Era globalisasi yang menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam teknologi. Pendidikan bertaraf internasional harus memiliki daya saing yang tinggi dalam hal hasil-hasil pendidikan (output & outcome). dan input baik secara nasional dan internasional. .Kajian Atas Kebijakan Pemerintah 4. proses. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Nasional Pendidikan. maupun internasional. and learning to be merupakan patokan berharga bagi penyelarasan praktek-praktek penyelenggaraan pendidikan Indonesia. relevan. 4. Dalam upaya peningkatan mutu. yang dimulai dari kurikulum. 3. sarana dan prasarana. properubahan. hingga sampai penilaiannya. manajemen dan sumber daya manusia. maka dalam penyelenggaraan SBI. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. c. Dalam mengaktualisasikan kedua filosofi di atas. kebijakan yang dijadikan landasan oleh pemerintah adalah: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. keluarga.

Tolerasi terhadap perbedaan pada setiap orang. Memiliki visi. dan pembangkit motivasi. Salah satu aspek yang menjadi penting dalam upaya pemenuhan kualitas pendidikan yang berstandar internasional tersebut. maka tentunya akan dipimpin oleh seorang kepala sekolah dengan kemampuan berstandar internasional. standar prestasi. 84 . dan keterampilan personal. mengelola dan menganalisis sekolah. penyelia. Memobilisasi sumber daya. 4. Di dalam Panduan Pelaksanaan SMP SBI (2008) telah dituliskan bahwa kualifikasi seorang kepala sekolah yang memimpin SBI adalah kepala sekolah dengan tingkat pendidikan S2 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara aktif. pembaharu. Menggunakan sistem sebagai cara berpikir. pendidik. lingkungan. Menjalankan dimensi-dimensi tugas. pemimpin. Peningkatan kualitas tersebut tidak lagi berujung pada standar kualitas nasional. Hal ini dikarenakan. misi. namun berujung pada kualitas yang lebih tinggi lagi yaitu standar internasional. Menggunakan input manajemen. dan nilai-nilai. regulator. 8. peran kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu aspek yang menjadi aspek yang paling penting. Kemampuan mengambil keputusan secara terampil. 3. administrator. 2. terlihat bahwa Pemerintah memiliki komitmen yang sangat tinggi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. 5. Menjalankan perannya sebagai manajer. Kepala sekolah sebagai penanggungjawab dalam penyelenggaraan pendidikan pada sekolah bertaraf internasional memiliki fungsi yang strategis. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. 9. pencipta iklim kerja. proses. sebuah sekolah yang berstandar internasional. dan strategi. Komitmen tersebut telah dituangkan ke dalam kebijakan pemerintah dalam pendidikan nasional seperti yang disampaikan di atas. 7. Menurut Slamet PH (2004) seperti yang dikutip dalam Panduan Pelaksanaan Pembinaan SMP SBI diungkapkan bahwa kepala sekolah SBI harus memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Kemampuan dalam mengkoordinasikan menyerasikan sumberdaya dengan tujuan. 6.Ujang Didi Supriadi Beberapa hal yang telah disampaikan di atas. wirausahawan.

Sebagai upaya peningkatan mutu internasional. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. selanjutnya dari Dinas Pendidikan Nasional DKI Jakarta diwakili oleh Dr. para pejabat Kodya Jakarta Selatan. Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menjadikan SMPN 115 sebagai RSBI merupakan salah satu aspek penting untuk disampaikan pada makalah ini. pada bulan Maret 2008 SMPN 115 telah melakukan kerja sama kepada Queensway Secondary School Singapore (QSS). 12. Menciptakan sekolah belajar. Mr. Dimana bila ditelaah melalui kebijakan pemerintah. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. Herman Cher Ma'in (Wakil Kepala Sekolah QSSS) dan disaksikan oleh 3 guru dari QSSS (Mr. 13. Gary sebagai guru ICT dan Mr. 85 . Ivan sebagai Pupil Development). Menggalan teamwork yang cerdas dan kompak. Hj. dan dihadiri pula oleh seluruh Kepala Sekolah SMPN RSBI se-DKI Jakarta. Justin sebagai guru Bahasa Inggris. Mendorong kegiatan-kegiatan yang kreatif. Memberdayakan sekolah.Kajian Atas Kebijakan Pemerintah 10. Adi Dasmin dan Mr. yaitu merumuskan sasaran. 15. Menjalankan gejala empat serangkai. Penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala Sekolah Semabel's. Beberapa kriteria yang disampaikan di atas bahwa Pemerintah melalui kebijakan peningkatan kualitas pendidikan yang bertaraf internasional telah membuktikan bahwa kepala sekolah merupakan salah satu komponen dalam sistem pendidikan yang menjadi faktor penentu tercapainya kualitas pendidikan bertaraf internasional tersebut. telah ditetapkan bahwa kualifikasi seorang kepala sekolah merupakan salah satu komponen input yang turut menentukan tercapainya kualitas pendidikan bertaraf internasional. 14. dan 16. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. SH. 11. Sylviana Murni. Bpk. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses belajar mengajar. Salah satu sekolah yang telah terpilih menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah SMP Negeri 115 sejak tahun 2007. MSi selaku Kepala Dinas.

Challenges the Status quo (menentang kemapanan). Kepemimpinan menurut Northouse (2003:3) merupakan suatu proses dimana individu mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan umum. Ia percaya pada bawahan. Luthans (2002: 576) menegaskan bahwa karakteristik pemimpin di Abad XXI adalah: Innovates (menciptakan sesuatu yang baru). Ia bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh bawahannya. Pemimpin memiliki karakteristik selalu memiliki upaya untuk menciptakan hal yang baru (selalu berinovasi). melalui gayanya tersebut. Selain itu menurut Dubrin (2001:3) bahwa kepemimpinan itu adalah kemampuan untuk menanamkan keyakinan dan memperoleh dukungan dari anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. dan ia mengerjakan yang benar. ia tidak puas dengan apa yang ada. Keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung dari keberhasilan peran pemimpin. Ia menentang status quo. Pemimpin selalu berupaya untuk mengembangkan apa yang ia lakukan. dan ada kalanya pemimpin itu membiarkan kondisi yang ada terserah pada bawahan (Laissez -fair) (The Iowa Leadershi Study) (Luthans. Develops (mengembangkan). 2002: 577). 86 . sehingga kepemimpinan menjadi sangat penting perannya dalam sebuah organisasi. An original (asli dari pemimpin). Dari aspek karakteristik dibedakan antara karakteristik pemimpin (leader) dengan karateristik manajer. Asks what and why (ia menanyakan apa dan mengapa). bertanya (Democratic). seorang pemimpin ada kalanya pemimpin tidak memberi kesempatan pada bawahannya untuk bertanya ataupun minta penjelasan (Authoritarian). Gagasan-gagasan yang dimiliki oleh pemimpin merupakan gagasan sendiri tidak meniru ataupun mencontoh gaya kepemimpinan orang lain. Own person (mengakui tanggung jawab ada pada pemimpin). Eye on the horizon (berpandangan sama pada sesamanya). Originates (memiliki keaslian). Kepemimpinan itu ada pada diri pemimpin/manajer. Gagasannya memiliki prespektif jangka panjang. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan. Ia bertanya pada bawahannya dengan pertanyaan apa dan mengapa?. Focuses on people (terkonsentrasi pada manusia).Ujang Didi Supriadi LANDASAN TEORI Kepemimpinan Kepala Sekolah Setiap organisasi selalu dipimpin oleh seorang pemimpin. dan selalu menyalakan api kepercayaan pada anggota organisasi. Does the right thing (mengerjakan yang benar). Longrange perspective (memiliki prespektif jangka panjang). ada kalanya pemimpin memberi kesempatan bawahan untuk berdiskusi. Inspires trust (menghidupkan rasa percaya).

General.Kajian Atas Kebijakan Pemerintah Studi dilakukan oleh The Ohio State Leadership Study. (6) mendelegasikan wewenang. teori Kelompok dan Tukar Menukar (Group and Exchanges Theories). Sedangkan kegiatan mereka adalah: Routine Communication. (5) memotivasi dan mempengaruhi orang lain. Autocratic. didapatkan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa kepemimpinan ditujukan pada penyelesaian tugas atau orientasi pada sasaran (Initiating Structure). manajer ataupun pimpinan memiliki peran (role). Studi klasik tentang teori kepemimpinan telah mengembangkan gaya kepemimpinan yang kontinum Boss-Centered dan Employee Centered. Participative. Selanjutnya penelitian dilanjutkan oleh The Early Michigan Leadership Study menunjukkan bahwa kepemimpinan itu adalah perhatian terhadap karyawan (employee-centered) dan juga perhatiannya terhadap proses produksi (production-centered). Consideration. Pembahasan kepemimpinan juga dikaji tentang gaya kepemimpinan (Leadership Style). Democratic. Close. (9) membangun kerja tim. (3) mengelola pengambilan keputusan. Berikutnya berkembang pula gaya kepemimpinan situasional yang dikembangkan oleh Harsey dan Blanchard yang kemudian dikenal dengan Harsey dan Blanchard’s Situational Leadership Model. Sedangkan Employee Centered memiliki komponen: Theory Y. dan memecahkan permasalahan. teori Kepemimpinan Transformasional (Transformational Leadership Theory) (Luthans. Pimpinan memiliki peran Interpersonal Roles. Gaya kepemimpinan yang mendasarkan pada dua dimensi yaitu perhatian terhadap tugas (Concern for Task) dan perhatian terhadap karyawan (Concern for People) telah melahirkan teori gaya kepemimpinan yang terkenal dengan The Blake and Mouton Managerial Grid. Supportive. Informational Roles. menjelaskan. teori Jalur dan Tujuan (Path-Goal Leadership Theory). 2002: 579-589). Sebagai pemimpin. dan (10) mengelola konflik (Luthans. Directive). Production Centered. dan pengakuan terhadap kebutuhan individu dan hubungan (Consideration). Komponen dari Boss-Centered (meliputi: Theory X. (8) memiliki kesadaran diri. 2002: 619627). teori Contingency. Gaya kepemimpinan tersebut telah mendasari teori Tannebaum and Schmidt Continuum of Leadership Behavior. dimana pada akhir Perang Dunia ke 2. Serta skill bagi pemimpin adalah: (1) komunikasi verbal. Decisional Roles. Kajian terhadap teori kepemimpinan terus berkembang pada teori Sifat (Trait Theories). (2) mengelola waktu dan stress. dan skill. 87 . Task-directed. Human relations. toeri Kepemimpinan Karismatik (Charismatic Leadership Theories). kegiatan. Employee-Centered. Traditional Management. (7) menetapkan tujuan dan menjelaskan visi. (4) mengakui. dan Human Resource Management. Networking. Initiating Structure.

maka pengertian dari kebijakan pendidikan merupakan sebuah pilihan stratejik yang dilakukan pemerintah karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak di bidang pendidikan. maka fokus desentralisasi pendidikan yang dilakukan adalah pada pelimpahan kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah lokal atau kepada Dewan Sekolah.Ujang Didi Supriadi Kebijakan Pendidikan Pengertian kebijakan publik menurut Thomas R. tujuan dan orientasi dari desentralisasi pendidikan sangat bervariasi berdasarkan pengalaman desentralisasi pendidikan yang dilakukan di beberapa negara Amerika Latin. mengapa pemerintah mengambil tindakan tersebut. Amerika Serikat dan Eropa. Atas dasar pengertian di atas. Sedangkan menurut Lasswell (1951b). Kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan diungkapkan oleh Alisjahbana (2000) memiliki dua jenis desentralisasi pendidikan. Konsep desentralisasi pendidikan yang pertama terutama berkaitan dengan otonomi daerah dan desentralisasi penyelenggaraan pemerintahan dari pusat ke daerah. dan apa akibat dari tindakan tersebut. yaitu: pertama. desentralisasi pendidikan dengan fokus pada pemberian kewenangan yang lebih besar di tingkat sekolah. seperti yang dikutip oleh Parson (2005). Dye dalam Parson (2005) adalah : “public policy is whatever governments choose to do or not to do”. desentralisasi kewenangan di sektor pendidikan dalam hal kebijakan pendidikan dan aspek pendanaannya dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (propinsi dan distrik). Sehingga kebijakan bebas dari konotasi yang dicakup dalam kata politis yang sering kali diyakini mengandung makna keberpihakan dan korupsi. sedangkan konsep desentralisasi pendidikan yang memfokuskan pada pemberian kewenangan yang lebih besar pada tingkat sekolah dilakukan dengan motivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. dana pendidikan yang berasal yang pemerintah dan masyarakat). atau dengan kata lain kebijakan publik merupakan studi tentang apa yang dilakukan pemerintah. kata kebijakan umumnya dipakai untuk menunjukan pilihan terpenting yang diambil baik dalam kehidupan organisasi atau privat. dan kedua. maka desentralisasi pendidikan lebih difokuskan pada reformasi 88 . Dilain pihak. Menurut Alisjahbana (2000). Jika yang menjadi tujuan adalah pemberian kewenangan di sektor pendidikan yang lebih besar kepada pemerintah daerah. Implisit ke dalam strategi desentralisi pendidikan yang seperti ini adalah target untuk mencapai efisiensi dalam penggunaan sumber daya (school resources. jika yang menjadi tujuan desentralisasi pendidikan adalah peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan kualitas dari hasil proses belajar mengajar tersebut.

Desentralisasi pendidikan akan meliputi suatu proses pemberian kewenangan yang lebih luas di bidang kebijakan pendidikan dan aspek pendanaannya dari pemerintah pusat kepemerintah lokal dan pada saat yang bersamaan kewenangan yang lebih besar juga diberikan pada tingkat sekolah Selanjutnya menurut Alisjahbana (2000).Kajian Atas Kebijakan Pemerintah proses belajar-mengajar. Tipologi Kewenangan-kewenangan Pendidikan yang Dapat Didesentralisasikan Sumber: Alisjahbana (2000) 89 . tipologi komponen-komponen sektor pendidikan yang dapat dipertimbangkan untuk didesentralisasikan dapat dilihat dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Dalam kenyataannya. Partisipasi orang tua dalam proses belajar mengajar dianggap merupakan salah satu faktor yang paling menentukan. desentralisasi pendidikan yang dilakukan di banyak negara merupakan bagian dari proses reformasi pendidikan secara keseluruhan dan tidak sekedar merupakan bagian dari proses otonomi daerah dan desentralisasi fiskal.

Kombinasi prestasi akademik dan non akademik. Prestasi yang diraih adalah sebagai sekolah dengan rata-rata nilai UAN tertinggi di DKI Jakarta selama 3 tahun terakhir. telah tercatat berbagai prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswinya. telah menempatkan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 115 Jakarta sebagai 'prototype' Rintisan Sekolah Bertaraf International (RSBI). Selain itu prestasi lainnya seperti di Olimpiade Sains Nasional maupun ajang kompetisi lokal dan internasional telah memotivasi sekolah ini menjadi SBI. bahkan SMP Negeri 115 Jakarta ini merupakan pemasok terbesar siswa-siswi SMA Negeri 8 Jakarta yang merupakan sekolah SMA unggulan di DKI Jakarta. Hal ini tentu tak terlepas dari pembinaan para guru dan kepemimpinan kepala sekolah. SMP Negeri 115 Jakarta atau sering disebut SMABELS. Pemerintah menetapkan SMPN 115 Jakarta sebagai salah satu Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Setelah berjalan 20 tahun gedung yang ditempati SMP Negeri 115 Jakarta akhirnya direnovasi oleh Pemda DKI Jakarta yaitu pada tahun 2001. Tapi juga diimplementasikan dalam manajemen sekolah (pendidikan) yang di dalamya 90 . profesional untuk mencapai keunggulan mutu pendidikan baik nasional maupun internasional dengan karakteristik seperti penggunaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya sebagai bahasa pengantar secara aktif dan penggunaan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran. dan pada awal tahun 2005 renovasi selesai dan mulai menempati gedung baru yang megah. ditambah konsep pembelajaran berwawasan global yang bertujuan mengembangkan potensi diri peserta didik.Ujang Didi Supriadi PEMBAHASAN Kepemimpinan Kepala Sekolah SMP N 115 dalam Membangun RSBI SMP Negeri 115 Jakarta merupakan sekolah yang berdiri sejak tahun 1978. Sekolah ini berlokasi di Jalan Tebet Utara III Jakarta Selatan. sarana dan prasarana. Selama dua setengah tahun renovasi gedung itu berjalan. maksudnya adalah sekolah ini memiliki kelas berstandar pendidikan internasional yang ditunjukan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta segala aspek intensitas dan kualitas layanan yang ditata secara efektif. Dari tahun-ke tahun hingga kini banyak lulusan SD se-DKI Jakarta yang berlomba-lomba ke SMP Negeri 115 Jakarta Sejak tahun 2008. Tekad kepemimpinan kepala sekolah berserta seluruh komponen sekolah untuk menjadikan SMPN 115 sebagai sekolah bertaraf international tidak saja direalisasikan dalam pengadaan berbagai fasilitas.

misalnya pengadaan laboratorium IPA.Kajian Atas Kebijakan Pemerintah mencakup kurikuluin. pengembangan diri dan kemampuan menguasai iptek di era globalisasi. Selaku kepala sekolah. pemberdayaan peran guru sangat dimaksimalkan dimana para guru harus memahami situasi dan prestasi anak didik sehingga semua permasalahan yang muncul di kelas harus segera ditangani secara bersama. sarana olahraga dan kreativitas seni. Seluruh siswa dan siswi memiliki kesempatan sama besarnya untuk berprestasi baik di dalam dan di luar pelajaran. orkestra & paduan suara) telah mencapai juara I Pop Song Interasional. untuk menuju sekolah internasional juga diimplementasikan melalui penerapan Kelas Bilingual dan Kelas Internasional yang diisi oleh siswasiswi pilihan dan dalam proses belajar mengajar dominan menggunakan bahasa asing. Kepemimpinan Kepala Sekolah memiliki visi bahwa konsep SBI sesungguhnya telah sejalan dengan visi dan misi SMPN 115 yaitu menjadikan peserta didik yarig cerdas dan kompetitif di tingkat nasional maupun international. Guna mencapai visi tersebut. Hal ini sesuai yang diungkapkan oleh Luthans (2002: 576) bahwa salah satu karakteristik pemimpin di Abad XXI adalah memiliki prespektif jangka panjang (Longrange perspective). Selain itu pula telah berhasil dalam kejuaraan olahraga yang membawa SMPN 115 juara lomba renang tingkat regional di Thailand. perpustakaan. SMPN 115 telah menyelenggarakan proses pembelajaran dengan orientasi prestasi. Selain itu. Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan di atas. termasuk memberikan dukungan penuh kepada siswa dalam upaya meraih 2 medali di Olimplade Sains Nasional 2007 di Surabaya Jawa Timur. moral. tari. Artinya. kepemimpinan kepala sekolah sangat menekankan pada kelengkapan fasilitas belajar dan mengajar. kepemimpinan kepala sekolah SMP N 115 tidak 91 . laboratorium bahasa. kepemimpinan kepala sekolah mencoba melakukan pendekatan kepada seluruh siswa selama di sekolah dengan menempatkan wali kelas dan guru pendamping untuk memantau proses belajar mengajar. Untuk prestasi di luar pelajaran (ekstra kurikuler) seperti lewat pentas seni (band. Untuk mendukung prestasi sekolah. metode. unggul dalam prestasi akademik dan non akademik melalui peningkatan ketaqwaan. SDM (guru dan tenaga kependidikan) pemanfaatan fasilitas. Sejak berdiri 1978 sebagai sekolah reguler. terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki visi prestasi hingga mencapai tingkat internasional akan mampu mendorong sekolah untuk mewujudkan visi tersebut.

kepemimpinan kepala sekolah telah pula menjalankan fungsi Networking dengan melakukan kerja sama kepada sekolah internasional yang berbasis di Singapura. melakukan kerja sama dengan lembaga lain. Kerja sama ini dilakukan sebagai upaya untuk saling tukar-menukar informasi dalam menjalankan manajemen pendidikan. sehingga kedua sekolah dapat saling belajar keunggulan-keunggulan yang dimiliki. Kebijakan Pemerintah dalam Mengembangkan Kepemimpinan Kepala Sekolah pada Sekolah Bertaraf Internasional Kebijakan pemerintah dalam kualifikasi kepemimpinan kepala sekolah pada SBI diterangkan pada Panduan Pelaksanaan SMP SBI (2008) telah dituliskan bahwa kualifikasi seorang kepala sekolah yang memimpin SBI adalah kepala sekolah dengan tingkat pendidikan S2 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara aktif. magang. namun visi membangun prestasi sekolah yang unggul telah diinspirasikan untuk jangka panjang jauh sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan SBI. keterampilan dalam berbagai bidang. yaitu Queensway Secondary School Singapore (QSS). Sehingga karakteristik kepala sekolah yang tangguh dan berwawasan internasional dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan. Untuk mendukung kualitas sekolah. menajemen. dan sebagainya. dan sebagainya. komunikasi. Persyaratan ini telah dipenuhi oleh Kepala Sekolah SMPN 115 Jakarta yang telah menempuh pendidikan pasca sarjana (S2) dan kemampuanya dalam berbahasa Inggris. penguasaan teknologi informasi dan telekomunikasi. diantaranya adalah pelatihan. kepala sekolah yang bertaraf internasional harus memiliki tingkat pendidikan minimal S2 dari perguruan tinggi yang program studinya terakreditasi A. Pada Panduan Pelaksanaan SMP SBI (2008) juga disampaikan bahwa di semua sekolah yang telah bertarafkan internasional. kepribadian.Ujang Didi Supriadi hanya ingin mencapai prestasi di tingkat nasional. Upaya pencapaian visi tersebut tidak hanya terbatas dalam prestasi akademik dan non-akademik. Di dalam hal tingkat pendidikan yang harus ditempuh. Sehingga adanya kebijakan baru tentang SBI telah memudahkan SMP N 115 dalam meraih predikat tersebut. Sehingga melalui kemampuannya dalam berbahasa Inggris tersebut. Adapun materi pengembangan kapasitas tersebut diantaranya dalam hal kemampuan intelektualitas. 92 . bahasa Inggris. manajemen ISO 9000:2001. kepemimpinan kepala sekolah dapat menjalin komunikasi dan kerja sama kepada sekolah berskala internasional di Singapura. memiliki kewajiban dalam upaya meningkatkan kapasitas kepala sekolahnya melalui berbagai kegiatan.

KESIMPULAN Kepemimpinan memiliki peran yang paling strategis dalam mencapai tujuan organisasi. penempatan/pengangkatan. desentralisasi kewenangan di sektor pendidikan dalam hal kebijakan pendidikan dan aspek pendanaannya dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (propinsi dan distrik). Desentralisasi pendidikan tersebut telah membagi dua peran yang saling menunjang. Dalam hal ini peran kepemimpinan kepala sekolah sangat dominan dalam membawa sekolah menuju prestasi internasional. 93 . Kebijakan pemerintah dalam memberikan kualifikasi kepemimpinan kepala sekolah dalam memimpin sebuah sekolah yang bertarafkan internasional telah mendukung percepatan pencapaian tujuan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam mencapai tujuan organisasi pendidikan yang diarahkan memiliki taraf kualitas internasional. yaitu peran pemerintah sebagai payung kebijakan pengembangan pendidikan bertarafkan internasional. kebijakan pendidikan dalam upaya mewujudkan sekolah yang berstandarkan internasional melalui peningkatan peran kepemimpinan kepala sekolah. Seperti yang telah diungkapkan oleh Alisjahbana (2000).Kajian Atas Kebijakan Pemerintah Selain itu. maka dapat dilakukan dengan menerapkan kebijakan desentralisasi. Di dalam penerapannya. Pada dimensi ini peran pemerintah (baik pusat maupun daerah) memberikan kebijakan sebagai arah masa depan pendidikan sehingga format pendidikan secara nasional memiliki keseragaman yang akan dicapai. Peran tersebut harus mengedepankan aspek profesionalitas dan kualitas dalam pengembangan kepemimpinan kepala sekolah bertaraf internasional. yaitu: pertama. peran Dinas Pendidikan Kabupaten dan Provinsi dalam meningkatkan kapasitas kepala sekolah dapat dilakukan sebagai pembinaan. pembimbingan. dalam kebijakan di bidang pendidikan memiliki dua jenis desentralisasi pendidikan. seperti yang telah dijalankan oleh SMPN 115 Jakarta. adalah desentralisasi pendidikan dengan fokus pada pemberian kewenangan yang lebih besar di tingkat sekolah. dan peran sekolah melalui kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan kebijakan sekolah bertaraf internasional. dan pengarahan. Selanjutnya pada dimensi kedua.

Practices. P. 2000. Makalah untuk disampaikan pada Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Leadership: Theory and Practice. Dubrin. 2005. Ninth Edition. Wayne. 2002. Fred. Dokumen: Panduan Pelaksanaan Pembinaan Rintisan Sekolah Menengah Pertama Bertaraf Internasional (SMP-SBI). and Skills. 2003. Boston: Houghton Mifflin Company. Third Edition. Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Parsons.G. Third Edition. J. Jakarta: Penerbit Kencana. Armida S. New Delhi: Response Book.Public Policy: Pengantar Teori dan Praktik Analisis Kebijakan. Organizational Behavior. Otonomi Daerah dan Desentralisasi Pendidikan. Singapore: McGrawHill International Editions Northouse. 94 .Ujang Didi Supriadi DAFTAR RUJUKAN Alisjahbana. Tahun 2008. Luthans. Leadership: Research Findings. A.

pemimpin PENDAHULUAN Sekolah merupakan tempat transaksi pembelajaran berlangsung. tenaga administrasi dan seluruh warga sekolah sudah seharusnya terus belajar dan mengembangkan diri menjadi pembelajar agar keberhasilan sekolah terwujud. Kata Kunci: Komunitas pembelajaran profesional. peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah cukup strategis dalam mengembangkan KPP sekaligus mengembangkan kompetensi sesuai tuntutan peraturan dan tuntutan perubahan zaman. No. Meski demikian penelitian tentang efek KPP terhadap nilai siswa belum banyak dilakukan. dan kepala sekolah belajar dalam memimpin pembelajaran (leading in learning). collective focus on student learning. Kajian tentang school effectiveness berkembang cukup pesat sebagai usaha mengkaji keefektifan sekolah. guru-guru belajar dari kegiatan mengajarnya (teaching for learning). 1. guru. Siswa. Kepala sekolah dituntut untuk menjadi pemimpin pembelajaran dalam artian bahwa semua warga sekolah dipimpin untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran mereka. de-privatization of practice. pembelajaran. Siswa belajar ilmu-ilmu pelajaran untuk bekal hidup. April 2009 PEMIMPIN KOMUNITAS PEMBELAJARAN Zainun Misbah Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen. Karenanya. Berbagai kajian telah dilakukan untuk menilai keberhasilan sekolah baik dari prestasi siswa maupun pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan yang ada di dalamnya. collaboration dan shared norms and values. Selama tiga puluh tahun belakangan ini kajian tentang KPP terus dilakukan sebagai upaya pengembangan dan inovasi sekolah. Hasil-hasil kajian sekolah telah banyak digunakan pengambil kebijakan untuk menentukan arah pembangunan pendidikan 95 . Dari beberapa kajian tersebut karakteristik KPP yang mendukung keberhasilan pembelajaran adalah adanya reflective dialogue. inovasi sekolah.Jurnal Tenaga Kependidikan Vol. 4. PMPTK Depdiknas Abstrak Kajian tentang Professional Learning Community (PLC) atau Komunitas Pembelajaran Profesional (KPP) telah dilakukan oleh peneliti pendidikan dan dipublikasikan dalam beberapa jurnal ilmiah.

yakni deprivatized practice and reflective dialogue (dalam Grodsky & Gamoran. Ke-11 karakteristik tersebut saling mendukung dalam mendorong terselenggaranya proses pembelajaran yang efektif di sekolah (Direktorat Tenaga Kependidikan. level sekolah ataupun lingkup nasional. (4) kepemimpinan kepala sekolah. 2003). 2004) menjelaskan professional community sebagai : “possessing three general traits in which teachers pursue a shared sense of purpose for student learning. Kajian ini menyimpulkan berbagai karakteristik proses sekolah efektif meliputi: (1) perencanaan dan pengembangan sekolah. akuntabilitas dan pencitraan publik. 229) menyatakan bahwa ‘that professional communities share cultural practices reflecting their collective learning process’. (5) pengembangan guru dan staf.” Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji tentang komunitas pembelajar professional dari beberapa literatur dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. relevansi dan daya saing pendidikan. Lebih lanjut. tulisan ini juga mencoba menggali peran kepala sekolah yang cukup strategis dalam mewujudkan KPP dan memimpin organisasi pembelajar. (9) tata tertib dan kedisiplinan. Borman & Fermanich. Newman dan Wehlage (dalam Oden. dan (11) akuntabilitas sekolah. engage in 96 . Hord (1997) menyatakan bahwa “professional learning communities can be a significant force for empowering staff that leads to school change and improvement and increased student outcomes. (10) pengelolaan kurikulum. serta penguatan tata kelola.Zainun Misbah baik di tingkat individu peserta didik. demikian juga mengembangkan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan lainnya. (2) iklim dan budaya sekolah. peningkatan mutu. Wenger (2000. (8) penghargaan dan insentif. Louis. Diharapkan dengan semakin banyaknya referensi tentang komunitas pembelajar profesional dapat meningkatkan upaya inovasi pendidikan di Indonesia sehingga terjadi akselerasi peningkatan mutu pendidikan dengan mempertimbangkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan. Pada beberapa tahun belakangan ini. 2008). (5) pengembangan siswa. and Kruse (1996) mengemukakan ada dua hal penting dalam komunitas professional. PENGERTIAN PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITIES Ada banyak definisi yang berbeda tentang Professional Learning Community (PLC). level kelas. kajian tentang Professional Learning Community (PLC) atau Komunitas Pembelajaran Profesional (KPP) secara kualitatif dan kuantitatif terus dilakukan. Marks. (3) pemantauan terhadap kemajuan siswa. KPP dipandang sebagai salah satu proses dalam pengembangan sekolah yang dapat memperbaiki sistem pengajaran di kelas. (7) pemberdayaan orang tua dan masyarakat.

Stoll dkk (2005) menyatakan bahwa ‘komunitas pembelajaran profesional adalah komunitas terbuka yang melibatkan semua orang. • 97 . adanya refleksi dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan.Pemimpin Komunitas Pembelajaran collaborative activities to achieve this purpose. Ada tekanan dari teman sebaya pada mereka yang tidak mengerjakan bagiannya dengan baik. Adanya kolaborasi yang terjadi di seluruh sekolah dan juga kerjasama antar bidang pelajaran yang diperlukan. serta kerterbukan dan sharing terhadap praktekpraktek pembelajaran yang dilakukan untuk evaluasi dan peningkatan dan penjaminan mutu. • Staf secara bersama-sama bertanggung jawab atas pembelajaran siswa. Stoll dkk (2005) mengidentifikasi karakteristik dari KPP yang dapat meningkatkan proses pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. 2. Ada pernyataan mengenai nilai-nilai yang dikembangkan bersama dan dipahami oleh semua. adanya budaya kerjasama. yang didorong oleh motivasi pembelajaran yang sama. • • • Perencanaan tim dan kerjasama tim adalah suatu hal yang biasa terjadi. Dengan demikian dalam suatu KPP terdapat tanggung jawab bersama dalam meningkatkan pembelajaran siswa. mencari tahu mengenai praktek-praktek pembelajaran mereka dan bersama-sama mempelajari pendekatan yang baru dan yang lebih baik yang akan meningkatkan pembelajaran seluruh siswa’. and take collective responsibility for student learning”. Kerjasama yang bertujuan pada pembelajaran. Kesemuanya itu bermuara pada memfasilitasi siswa belajar dengan lebih baik. Tanggung jawab bersama atas pembelajaran siswa. • 3. • Ada budaya peningkatan yang tampak jelas. • Staf mempunyai harapan yang tinggi terhadap siswa. baik di dalam dan di luar lingkungan terdekat mereka. adanya kesamaan nilai dan norma yang berlaku. yang mendukung dan bekerjasama satu sama lain. menemukan solusi. Kesamaan visi dan nilai • • Adanya fokus yang sama terhadap pembelajaran siswa dan keterlibatan mereka. jadi tidak hanya pada peran yang sama. Adanya pengajaran secara berkelompok yang terjadi Adanya kerjasama yang terjadi diantara berbagai peran yang berbeda (contohnya guru dengan staf pendukung).

kreatif dan berani mengambil resiko sangat didukung. dan penelitian tindakan. Staf mengambil tanggung jawab bersama untuk mempromosikan dan mendukung pembelajaran satu sama lain. contohnya hasil penilaian. Pemikiran yang inovatif. nilai tambah (value-added). Data dianalisis dan digunakan sebagai bahan refleksi dan pengembangan. dan penelitian tindakan. lokakarya. proyek penelitian dan pengembangan. 5. evaluasi diri. Latihan yang penuh pemikiran sangat dihargai. memandu pembelajaran siswa dan lainlain. forum pembelajaran. Contohnya: pengamatan timbal balik. • • 6. Keterbukaan.Zainun Misbah 4. Terdapat pembelajaran kelompok dan individual yang profesional • • Semua staf termasuk staf pendukung terlibat dan menghargai pembelajaran profesional Ada sejumlah kegiatan pembelajaran professional dan perkembangan berkesinambungan yang berlangsung. contohnya hasil penilaian. contohnya tutor sebaya. demonstrasi pembelajaran. pusat pelatihan. pertambahan nilai dan penilaian untuk pembelajaran. jaringan dan kemitraan • • • Inisiatif dari luar digunakan untuk menganalisa apa yang terjadi di dalam Semua orang terbuka akan perubahan Staf secara aktif terlibat dalam kemitraan dengan pihak eksternal dan jaringan pembelajaran dengan sekolah. Penelitian dan pencarian mempengaruhi pengejaran dan pembelajaran sebagai contoh pengamatan mutual. Data dianalisa dan digunakan sebagai bahan pemikiran dan perkembangan. Pencarian profesional yang penuh pemikiran • • Refleksi terhadap praktek-praktek dihargai Penelitian dan inkuiri mempengaruhi pengajaran dan pembelajaran. • • • • • 98 . evaluasi diri. dan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning). institusi pendidikan yang lebih tinggi dan badan-badan lainnya. Masukan dari siswa sangat dihargai. • Masukan (input) dari siswa sangat dihargai.

Ada satu kumunitas besar yang melibatkan seluruh staf disekolah. 8. adanya peningkatan kompetensi kepemimpinan.Pemimpin Komunitas Pembelajaran 7. manfaat yang bisa diperoleh dengan terciptanya komunitas pembelajaran di sekolah diantaranya terciptanya iklim pembelajaran yang kondusif. rasa hormat. Pengawas atau anggota komite sekolah terlibat dalam KPP. Stoll dkk (2005) menyarankan langkah-langkah untuk mengembangkan KPP adalah sebagai berikut: 1. pusat. atau koles. ruang dan pengembangan KPP. Karenanya. Upaya terbaik dari pada staff dan guru sangat dihargai Staf merasa kompeten. Mengoptimalisasikan sumber daya dan struktur untuk mempromosikan KPP • Waktu. Sebagai inti dari konsep komunitas pembelajaran professional adalah berasal dari asumsi pada premis meningkatkan kualitas belajar siswa dari kualitas pengajaran di kelas. Sumber daya sekolah dapat secara sinergis bekerjasama dan berkolaborasi menuju cita-cita yang sama dengan merefleksikan dan mendiskusikan masalah-masalah dan mencari solusi secara bersama-sama. adanya upaya inovasi sekolah dalam perbaikan pembelajaran. bukan hanya komunitas-komunitas kecil yang banyak. fasilitasi pembelajaran peserta didik yang lebih baik. Keanggotaan yang inklusif • • • Staf pendukung dihargai sebagai anggota yang memberi kontribusi kepada KPP. Manfaat adanya komunitas pembelajaran profesional tersebut akan dirasakan jika tahapan-tahapan dalam mengembangkan KPP dilaksanakan dengan sungguhsungguh. KOMUNITAS PEMBELAJARAN PROFESIONAL BAGI MANFAAT SEKOLAH Stoll dkk (2005) menyatakan bahwa komunitas pembelajaran professional yang efektif mempunyai kemampuan untuk mendorong dan mempertahankan pembelajaran dari semua profesional di komunitas sekolah dengan tujuan bersama untuk meningkatkan pembelajaran siswa. pendanaan digunakan untuk mendukung 99 . dan lain sebagainya yang masih terus dikaji oleh para peneliti pendidikan. dan dukungan yang mutual • • • • Hubungan kerja bersifat positif. Rasa percaya. Ada rasa percaya dan hormat yang mutual.

Zainun Misbah

• •

Gagasan mengenai KPP disertakan dalam dokumem-dokumen kebijakan dan rencana-rencana pengembangan. Ruangan staf, ruang kerja staf dan ruang belajar digunakan untuk pembinaan dan pembelajaran masyarakat.

2.

• ICT digunakan untuk meningkatkan komunikasi yang lebih efektif. Mempromosikan pembelajaran yang profesional • • Perkembangan yang professional dikoordinasikan untuk mempromosikan pembelajaran semua staf. Manajemen atau penilaian kinerja, induksi, profil perkembangan professional, dan mentoring bersifat konsisten dengan nilai-nilai untuk menggembangkan KPP.

• • 3.

Ada penekanan terhadap latihan dan pemahaman bersama. Ada dukungan yang diberikan untuk membantu mengembangkan strategi dan keahlian pembelajaran dan pengajaran. Mengevaluasi dan Mempertahankan KPP • Pengembangan dan kemajuan KPP diawasi secara teratur. • • • Adanya pembahasan yang jelas mengenai KPP beserta tujuan dan pengembangannya. Nilai-nilai KPP dipertimbangkan saat membuat pilihan untuk merekrut dan memberhentikan staf. Perhatian diberikan terhadap masalah-masalah yang menghalangi pengembangan KPP. memberikan

• 4.

Teman-teman yang kritis diundang untuk masukan/pandangan dari luar. Memimpin dan Mengelola untuk mempromosikan KPP

• • • • •

Pemimpin memusatkan perhatian pada pembelajaran untuk semua. Pembinaan kepercayaan dan merayakan keberhasilan menjadi prioritas. Pemimpin selalu melakukan pencarian pengetahuan dan mendorong hal ini pada yang lain. Pemimpin memberikan contoh pembelajaran dan melatih rekanrekannya.

Kepemimpinan dalam pembelajaran disebarkan di seluruh sekolah, pusat pelatihan atau institusi pendidikan. Dengan mengembangkan KPP, kepala sekolah dapat menemukan kepuasan yang mendalam karena seluruh warga sekolah memiliki tanggungjawab kolektif untuk keberhasilan siswa dan keberhasilan sekolah. Setiap warga sekolah memiliki 100

Pemimpin Komunitas Pembelajaran

kesadaran bahwa mereka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil kerja siswa dan juga sadar atas peran mereka dalam membantu siswa mencapai harapannya. Kepala sekolah juga dapat terus mengembangkan kompetensinya dalam mengelola administrasi dan komunitas sekolah, memperbaiki sistem pembelajaran di kelas, dan juga mengembangkan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosialnya secara terintegrasi. Kepala sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan KPP, utamanya dalam mendorong perubahan agar senantiasa terdapat kesempatan refleksi dalam pembelajaran baik oleh siswa, guru maupun kepala sekolah; meningkatkan budaya kolaborasi dan kerjasama warga sekolah, semakin memfokuskan pada pembelajaran siswa, dan kesamaan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di sekolah. Inovasi sekolah juga akan lebih cepat berkembang dengan adanya KPP karena salah satu karakteristik KPP adanya shared vision dan value. Sejalan dengan Gladwell (2002), bahwa komunitas akan merubah nilai dan pandangan individu, “karena ketika orang dimintai pendapat tentang suatu kejadian atau harus membuat keputusan dalam suatu kelompok, mereka cenderung memberikan kesimpulankesimpulan sangat berbeda dibanding ketika pertanyaan serupa diajukan kepada tiap orang sesudah tidak bersama kelompoknya lagi. Begitu kita menjadi bagian sebuah kelompok, kita semua rentan terhadap tekanan dan norma-norma sosial serta bermacam-macam pengaruh lain yang dapat berperan penting dalam proses awal perubahan (sekolah).” KOMUNITAS PEMBELAJARAN PROFESIONAL DI INDONESIA Budaya organisasi dan berkumpul dan bekerja secara bersama-sama ini cukup kental di Indonesia. Dalam konteks dunia pendidikan di Indonesia, komunitas pembelajaran kepala sekolah terlihat dalam wadah semisal Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) dan lain-lain. Para kepala sekolah dalam satu wilayah mengadakan pertemuan dan merefleksikan peran dan tanggung jawab mereka, dan masalah-masalah yang dihadapi dalam melaksanakan peran tersebut. Namun demikian banyak pihak yang menganggap forum tersebut belum dapat dioptimalkan dan diberdayakan dengan baik karena diantaranya permasalahan dana, terbatasnya kemauan dan kemampuan sumberdaya manusia, kurangnya pemahaman pentingnya jejaring dan komunitas pembelajaran profesional, dan lain sebagainya.

101

Zainun Misbah

MKKS & KKKS, sebagai contoh KPP di Indonesia, perlu diefektifkan lagi agar manfaat yang diperoleh semakin nyata. Stoll dkk (2005) menunjukkan tiga cara menentukan keefektifan dari KPP adalah sebagai berikut: KPP mempunyai dampak pada pembelajaran siswa dan pengembangan sosial KPP mempunyai dampak pada semangat dan tindakan staf, dengan potensi untuk mengembangkan kemampuan memimpin. 3. Semua karakteristik KPP ada pada tempatnya dan semua proses berjalan lancar yang merupakan bagian dari ’cara kami melakukan sesuatu’. Selain aktif dalam komunitas pembelajaran profesional dalam skala distrik (district based level) seperti dalam MKKS dan organisasi kepala sekolah, kepala sekolah perlu membangun komunitas pembelajaran profesional di sekolahnya. Kepala sekolah memimpin warga sekolah untuk mengidentifikasi apa yang kurang di sekolahnya, dan apa yang perlu ditingkatkan. Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan refleksi dan berbagi dengan warga sekolahnya sehingga semua warga sekolah mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap mutu sekolah. Namun perlu disadari bahwa membangun KPP diperlukan waktu yang cukup lama untuk membangun keterbukaan, kepercayaan, fokus yang sama dan karenanya tidak bisa dilakukan secara instant. Kepala sekolah perlu ’mempelajari proses dan manejemen perubahan’, tidak hanya mengharapkan sekolah berubah ke arah yang lebih baik, tetapi terus ’berusaha dan mencari’. KESIMPULAN DAN SARAN Pemerintah telah berupaya memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi tenaga kependidikan dengan berbagai upaya. Komunitas Pembelajaran Profesional untuk meningkatkan mutu sekolah perlu terus diupayakan baik di tingkat sekolah maupun antar sekolah. Kalaupun sudah terbentuk wadah-wadah pertemuan untuk jejaring kerja pendidik dan tenaga kependidikan seperti MKKS, MGMP, MKPS dan asosiasi profesi tenaga kependidikan, perlu kiranya ditingkatkan dan diberdayakan lagi dengan mengingat konsep dan karakteristik-karakteristik KPP. Komunitas Pembelajaran Profesional pada level sekolah juga perlu diupayakan, dan tentunya peran kepala sekolah sangat penting dan strategis dalam mengimplementasikan konsep KPP di sekolahnya. Pengambil kebijakan sudah semestinya mendukung dan mendorong upaya sekolah mewujudkan KPP. Kajian tentang KPP pun perlu terus dilakukan dan disebarluaskan agar percepatan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dapat segera terlihat dan terukur. 1. 2.

102

Tipping Point. Creating and Sustaining Effective Professional Learning Communities. Available at www. (2002). December 26 – 30. Stoll. Gramedia : Jakarta.dfes. Hirsh. Gladwell.fsusd. 225 – 246).uk/research/data/uploadfiles/RR637. & Hord.gop. What is professional learning community? In: Schools as learning communities. E. Available at http://schools.us/education/PLC/Prof_Lrng_Community. University of Bristol. (2000). DfES Research Report RR367. Communities of practice and social learning systems. Depdiknas : Jakarta. dkk. theory and society. Leader and Learning. (2008). M. 6-11.M.ca.pdf Wenger. S. (2004).k12. S. R. 7 (2). 103 . Organization: the interdisciplinary journal of organization.Pemimpin Komunitas Pembelajaran DAFTAR RUJUKAN DuFour. Organization articles.pdf Direktorat Tenaga Kependidikan (2008).. Kumpulan Materi Pembekalan Fasilitator Program Kemitraan Kepala Sekolah Angkatan VI Tahun 2008. (2005). Principal Leadership.

abstrak (maksimal 100 kata).com Nama penulis artikel dicantumkan tanpa gelar akademik dan ditempatkan di bawah judul artikel. Peringkat judul bagian dinyatakan dengan huruf Times New Roman. 5. tujuan penulisan. 104 2. Peringkat 1 (huruf besar semua. Jika penulis empat orang atau lebih. Sistematika artikel hasil pemikiran: judul. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan format esai. Sistematika artikel hasil penelitian: judul. 6. abstrak (maksimal 100 kata) yang berisikan tujuan penelitian. rata tepi kiri. ukuran 12 pts. sedangkan penulis lainnya dicantumkan pada bagian bawah halaman pertama artikel. ukuran 12 pts dan dicetak tebal.PETUNJUK BAGI PENULIS ARTIKEL 1. ukuran 14 pts. tebal. kata kunci maksimal enam kata. Pada judul bagian tidak menggunakan sistem angka/nomor. diserahkan dalam bentuk printout sebanyak 2 eksemplar beserta disketnya atau dibuat dalam bentuk file dengan Microsoft Word (MS) dan dikirimkan ke alamat e-mail: jurnaltendik@yahoo. di tengah-tengah dengan huruf Times New Roman. Naskah diketik dengan huruf Times New Roman. Pendahuluan (tanpa judul) berisikan latar belakang. Daftar rujukan (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk saja). dengan spasi 1. kecuali bagian pendahuluan disajikan tanpa judul bagian. nama penulis (tanpa gelar). Penutup atau Kesimpulan. cetak tebal. 8. Artikel yang ditulis untuk Jurnal Tenaga Kependidikan meliputi hasil pemikiran dan hasil penelitian di bidang tenaga kependidikan. yang dicantumkan cukup penulis utamanya saja. Peringkat 2 (Hanya awal kata huruf besar. Pendahuluan (tanpa judul) berisikan latar belakang. sedikit tinjauan pustaka. nama penulis (tanpa gelar). dan ruang lingkup penulisan. rata tepi kiri.5. cetak tebal. Bahasan utama (dapat dibagi ke dalam beberapa subbagian). metode penelitian. dan kata kunci maksimal enam kata. 7. Judul artikel dicetak tebal dan huruf besar semua. 4. dicetak pada kertas A4 maksimal 20 halaman. miring (italic) dan rata tepi kiri. hasil penelitian. Peringkat 3 (Hanya awal kata huruf besar. 3. . Penulis disarankan menuliskan alamat e-mail dan nomor telepon atau handphone pada halaman terakhir artikel untuk memudahkan komunikasi. disertai judul pada masing-masing bagian artikel. dan tujuan penelitian.

Ginnett. 1999. Jakarta: Interaksara. 183-196). 1. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Fullan (Editor). Edisi 1. R. Kepemimpinan Pengawas Sekolah: Mengembangkan Budaya Tanggung Jawab dalam Jurnal Tenaga Kependidikan.C.9. No.Z. Hasil penelitian dan pembahasan. J. Kesimpulan dan saran. G. Tajuk Rencana Pendidikan Sangat Penting untuk Bangsa. Kompas. Artikel dalam Jurnal Surya Dharma. 3 Mei 2005. Satu spasi. R. 2007. Artikel dalam Koran (tanpa nama pengarang) Kompas. Daftar rujukan (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk saja). Tantangan kepemimpinan. Transformation School Leadership in a Transactional Policy World. 1. K.M.L. Terjemahan oleh Anton Adiwiyoto. 2006.. 2004. B. Leadership Enchancing the Lessons of Experience. 2. Daftar rujukan disusun dengan tata cara seperti contoh berikut ini dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis. & Curphy. The Jossey-Bass Reader on Educational Leadership (hlm. Metode penelitian.1999. Vol.New York: McGraw-Hill Irwin. 105 . & Posner.J. Artikel dalam Majalah Surya Dharma. 2007. Buku Hughes. April: 14-16. Buku dalam Kumpulan Artikel Leitwood. Mobil untuk Kepala Sekolah. Buku Terjemahan Kouzes. Dokumen Resmi Peraturan Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.A. Fatal Jika Tenaga Kependidikan Bermutu Rendah dalam Forum Tenaga Kependidikan. Agustus:1-13. Vol. Februari. Dalam M. Artikel dalam Koran Bro. 2007. hlm 22.

2007. ”Managers can be leaders. diakses 8 Januari 2008). atau Wiles & Bondi (2007) menyatakan: 11. Contoh: Menurut Wiles & Bondi (2007). Contoh: Menurut Hunsaker (2001). 1. curricular. Tuliskan sumber dan tahunnya di awal atau diakhir kutipan. kalimat dikutip sesuai dengan aslinya diberi tanda petik di awal dan diakhir bagian yang dikutip. The role of supervisor has many dimensions or facets. Jurnal Ilmu Pendidikan. ”Managers can be leaders.ac. but leaders do not have to be manager. dan Masyarakat. dibuat alinia baru. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. but leaders do not have to be manager. Tata cara mengutip langsung kurang dari lima baris. menjorok ke dalam lima ketukan. and instructional functions. Disertasi. such overlap is natural and should be perceived as an asset in a school setting. Because supervision is a general leadership role and a coordinating role among all school activities concerned with learning. Tuliskan sumber dan tahunnya di awal atau diakhir kutipan. dan tanpa tanda petik. 10.malang. Kemitraan sinerjis Perguruan Tinggi. 2001). (http://www. and for this reason supervision often overlaps with administrative. No. Model Pendidikan Kecakapan Hidup Berbasis Masyarakat Pedesaan sebagai Usaha Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Kabupaten Kulon Progo DIY. Internet (artikel dalam jurnal online) Surya Dharma & Husaini Usman. Tesis. but leaders do not have to be manager.” (Hunsaker. Tidak Diterbitkan. Jilid 16. satu spasi. (Online).id. Pemda. dan Laporan Penelitian Husaini Usman dan Darmono. Tata cara mengutip langsung empat baris atau lebih.” atau Hunsaker (2001) menyatakan. 106 . 2007.” atau ”Managers can be leaders.Skripsi. Laporan Penelitian Hibah Bersaing Tahap II.

(3) spesialis pembelajaran. and instructional functions. (7) manajer perubahan. (4) pekerja hubungan manusiawi. (6) administrator. kalimat yang dikutip langsung ditulis dalam kalimat penulis tanpa tanda petik. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya. Because supervision is a general leadership role and a coordinating role among all school activities concerned with learning. (5) pengembang personil sekolah. (5) pengembang personil sekolah. atau Wiles & Bondi (2007) menyatakan bahwa ada delapan kompetensi pengawas yaitu pengawas sebagai: (1) pengembang peserta didik. 13. (6) administrator. (4) pekerja hubungan manusiawi. 2007).12. and instructional functions. such overlap is natural and should be perceived as an asset in a school setting. (3) spesialis pembelajaran. (3) spesialis pembelajaran. Penulis artikel diberi kesempatan untuk memperbaiki artikelnya atas dasar saran dari mitra bestari. atau Ada delapan kompetensi pengawas yaitu pengawas sebagai: (1) pengembang peserta didik. (7) manajer perubahan. and for this reason supervision often overlaps with administrative. such overlap is natural and should be perceived as an asset in a school setting (Wiles & Bondi. Contoh: Menurut Wiles & Bondi (2007). (2) pengembang kurikulum. atau The role of supervisor has many dimensions or facets. Tuliskan sumber dan tahunnya di awal atau diakhir kutipan. 14. (4) pekerja hubungan manusiawi. dan (8) evaluator (Wiles & Bondi. Semua artikel ditelaah secara anonim oleh mitra bestari (reviewers) yang ditunjuk. (2) pengembang kurikulum. curricular. 107 . and for this reason supervision often overlaps with administrative. curricular. dan (8) evaluator. ada delapan kompetensi pengawas yaitu pengawas sebagai: (1) pengembang peserta didik. The role of supervisor has many dimensions or facets. Cara mengutip tidak langsung. Because supervision is a general leadership role and a coordinating role among all school activities concerned with learning. (2) pengembang kurikulum. (6) administrator. (7) manajer perubahan. (5) pengembang personil sekolah. dan (8) evaluator. 2007).

16.15. 17. Artikel yang dimuat. Artikel yang tidak dimuat akan dikembalikan jika ada permintaan tertulis dari penulis. Semua kata asing diketik miring (italic) 108 . kepada penulis diberikan satu eksemplar dan penghargaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->