P. 1
MAKALAH GINEKOLOGI

MAKALAH GINEKOLOGI

|Views: 1,083|Likes:
Published by Viyun Ismai Niknem

More info:

Published by: Viyun Ismai Niknem on Jan 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

LAPORAN GINEKOLOGI EMBRIOLOGI ORGAN GENITALIA FEMININA

DOSEN PENGAMPU Dr. Arum Kusuma Dewi, SPOG

OLEH EVI YUNIATI NIM.090105057 KELAS 3A

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

STIKES ‘AISYIYAH YOGYAKARTA 2010 Pembentukan sistem genitalis pada wanita
- Pembentukan ovarium
Pengembangan ovarium melewati tiga tahap:
1

1. 1st: Migration of the germ cells from the yolk sac to the posterior body wall at level of 10th thoracic level to enter the Genital ridge. Migrasi dari sel kuman dari yolk sac pada dinding tubuh posterior di tingkat tingkat dada 10 untuk memasuki punggungan Genital. 2. 2nd: the germ cells differentiate into oogonia then primary oocytes and become arrested until puberty. sel-sel germinal berdiferensiasi menjadi oosit primer oogonium lalu dan menjadi ditangkap sampai pubertas. 3. 3rd: descent of the ovary to reach the pelvis along a ligamentous cord called the gubernaculum that is attached inferiorly to the inguinal region. The gubernaculum becomes incorporated into the uterine wall at the point of entry of the fallopian tube and persists in the adult as the ovarian ligament and the round ligament. keturunan dari indung telur untuk mencapai panggul sepanjang kabel ligamen disebut gubernaculum yang terpasang inferior ke daerah inguinal. Gubernaculum menjadi dimasukkan ke uterus dinding pada titik masuknya tabung fallopi dan tetap di dewasa sebagai ligamen ovarium dan ligamen bulat. Pada pembentukan ovarium akan terjadi perkembangan (penebalan) bagian korteks yang pesat membentuk korda korteks sedangkan bagian medulanya menghilang dan digantikan oleh medula ovarium. Pada bulan ke-4 telah terdapat oogonia dan sel folikuler pada ovarium. Selanjutnya ovarium akan mengalami perubahan posisi menjadi sedikit lebih turun (desensus) hingga terletak di bawah tepi pelvis sejati. -Pembentukan

Uterus

Bilateral saluran Müllerian terbentuk selama kehidupan fetal awal. Pada laki-laki, MIF dikeluarkan dari testis menyebabkan regresi mereka. Pada wanita saluran ini menimbulkan saluran telur dan rahim. Segmen bawah sekering saluran kedua untuk membentuk rahim tunggal, namun, dalam kasus malformasi uterus perkembangan ini dapat terganggu. Bentuk rahim yang berbeda di berbagai mamalia disebabkan karena berbagai tingkat fusi dari dua saluran Müllerian. Otot pada rahim dan vagina berkembang dari mesoderm sekitarnya.

- Pembentukan duktus genitalis dan vagina
Pada pembentukan duktus genitalis wanita, bagian yang berkembangmenjadi duktus adalah duktus paramesonefros, sedangkan duktus mesonefros akan menghilang. Tuba uterina terbentuk dari bagian kranial duktus paramesonefros, sedangkan bagian kaudalnya akan
2

bertemu dengan duktus paramesonefros lain dari sisi ipsilateral, menyatu dan mengalami penebalan-penebalan sehingga terbentuklah korpus uteri dan serviks. Ujung padat duktus paramesonefros ini akan mengalami penojolan yang disebut bulbus sinovaginalis yang berproliferasi membentuk lempeng vagina. Pelebaran pada lempeng vagina akan membentuk forniks vagina yang terdapat lumen di tengahnya, kelak berkembang menjadi selaput dara (himen). -

Pembentukan genital eksternal
Selama tahap indiferen mesoderm lateral berproliferasi dan lipatan membran kloaka

kloaka berkembang, menjadi uretra (urogenital) folds. Uretra folds di daerah anterior dimana nanti bergabung dengan cepat memperbesar dan menjadi genital tubercle.Pada wanita, tuberkulum genital primitif akan sedikit memanjang membantuk klitoris, sedangkan lipatan uretra tetap terbuka membantuk labia minor. Tonjol kelamin membesar dan membentuk labia mayor, sedang alur urogenital terbuka dan membentuk vestibulum

Kelainan Sistem Reproduksi
Berbagai anomali anatomi rahim dan vagina berdasarkan perkembangan abnormal dan fusi dari duktus paramesonefrik dan pengembangan lempeng vagina.

Kelainan Uterus :
Unicornate Uterus - kegagalan saluran paramesonefrik untuk memadukan. Sebuah saluran paramesomnephric tunggal telah menyatu dengan lempeng vagina dan membuka ke dalam vagina, sedangkan bentuk lain divertikulum. Duplikasi uterus, yang disebabkan oleh kegagalan penyatuan kedua duktus paramesonefros dari sisi yang berlawanan sehingga terbentuklah dua uterus dan dua vagina. Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser syndrome (MRKH, MRK anomali, sindrom

Rokitansky-Kuster-Hauser, sindrom RKH, RKH) terdiri dari aplasia bawaan rahim dan bagian atas vagina karena anomali dari pembangunan saluran Müllerian, baik terisolasi atau berhubungan dengan kelainan bawaan lainnya, termasuk ginjal, tulang pendengaran, dan cacat jantung. Has an incidence of approximately 1 in 4500 newborn girls and has been associated with a microdeletion at 17q12. [1] Memiliki kejadian sekitar 1 dari 4500 perempuan yang baru lahir dan telah dikaitkan dengan mikrodelesi di 17q12. Septate Uterus Cervical: cervical agenesis, cervical duplication Serviks: agenesis serviks, duplikasi serviks
3

Uterus didelfis, yaitu jumlah rahim ganda. Uterus arkuatus, yaitu lekukan fundus uteri ke dalam di garis tengahnya. Uterus bikornis, yaitu uterus memiliki dua tanduk yang masuk ke satu rahim yang sama.

• Investigasi:
○ ○

Ultrasound . USG . Hysterosalpingography allows evaluation of the uterine cavity and tubal patency. Histerosalpingografi memungkinkan evaluasi rongga rahim dan patensi tuba.

MRI scan is considered the best imaging technique for uterine abnormalities. MRI scan dianggap teknik pencitraan yang terbaik untuk kelainan rahim.

• ○ ○ ○

Complications: Komplikasi: Dysmenorrhoea. Dismenorea. Haematometra . Haematometra . Complications during pregnancy and labour: late miscarriage, uterine rupture , premature labour , malpresentation , obstructed labour, retained placenta , postpartum haemorrhage . Komplikasi selama kehamilan dan persalinan: terlambat keguguran, pecah rahim , persalinan prematur , malpresentation , terhambat tenaga kerja, retensi plasenta , perdarahan postpartum .

○ • ○

Fertility is usually unaffected. Fertilitas biasanya tidak terpengaruh. Management: Management: Decision for surgical intervention will depend on the affect of the abnormality on enabling a viable pregnancy. Keputusan untuk intervensi bedah akan tergantung pada pengaruh kelainan pada kehamilan yang layak memungkinkan.

A septate vagina and the rudimentary horn of a bicornuate uterus are usually removed. A vagina septate dan tanduk mendasar dari rahim bicornuate biasanya dihapus.

Uterine reconstruction is recommended for a bicornuate or septate uterus which is considered to be the cause of recurrent miscarriages. Rekonstruksi rahim dianjurkan untuk bicornuate atau rahim septate yang dianggap sebagai penyebab keguguran berulang.

Kelainan vagina
4

Vaginal agenesis: Vagina agenesis:

Usually occurs with absent uterus but ovaries present. Biasanya terjadi dengan rahim tidak ada tetapi ovarium ini.

Vaginal atresia: Vagina atresia:

Lower portion of vagina consists of fibrous tissue with well differentiated uterus. Bagian bawah vagina terdiri dari jaringan berserat dengan rahim juga dibedakan.

Mullerian aplasia: Mullerian aplasia:

Nearly all of the vagina and most of the uterus are absent. vagina dan sebagian besar rahim tidak ada. 1

1

Hampir semua

Accounts for most cases of absence of vagina with normal external genitalia. Account untuk sebagian besar kasus tidak adanya vagina dengan genitalia eksterna normal.

Can be associated with other anomalies including fused cervical vertebrae and middle-ear defects. Dapat dikaitkan dengan anomali lain termasuk tulang leher menyatu dan cacat di telinga bagian tengah.

Transverse vaginal septa: Transverse vagina septa:

Can be present as single or multiple in upper or lower segments and may be patent or perforated and can be the cause of haematometra or other fluid collections. Dapat hadir sebagai satu atau beberapa di segmen atas atau lebih rendah dan mungkin paten atau diperforasi dan dapat menjadi penyebab haematometra atau koleksi cairan lainnya.

Longitudinal vaginal septa have also been reported. 2 septa vagina longitudinal juga telah dilaporkan. 2

Associated anomalies: Asosiasi anomali:

Urethra can open into vaginal wall or vagina can open into a persistent urogenital sinus. Uretra dapat membuka ke dinding vagina atau vagina dapat membuka ke urogenital sinus persisten. Associated rectal abnormalities include vaginorectal fistula, vulvovaginal anus, rectosigmoidal fistula. Asosiasi kelainan dubur termasuk fistula vaginorectal, anus vulvovaginal, fistula rectosigmoidal.

5

Atresia serviks atau atresia vagina, yaitu penyumbatan uterus atau vagina.

Abnormalities of the hymen Kelainan

selaput dara

Imperforate hymen is not uncommon and is either congenital or acquired from inflammatory occlusion after perforation. imperforata selaput dara tidak jarang dan baik bawaan atau yang diperoleh dari oklusi inflamasi setelah perforasi.

May first present with obstruction of menstrual flow after puberty. Boleh jadi pertama hadir dengan obstruksi aliran menstruasi setelah pubertas.

Kelainan genitalia eksternal

Labia minora abnormalities: can have labial fusion or hypertrophy in otherwise normal females. Kelainan Labia minora: dapat memiliki fusi labial atau hipertrofi pada betina sebaliknya normal. Hypertrophy can be unilateral or bilateral may occasionally require surgical correction. Hipertrofi dapat unilateral atau bilateral kadang-kadang mungkin memerlukan koreksi bedah.

Abnormalities of labia majora: can be hypoplastic or hypertrophic. Kelainan labia majora: dapat hipoplasia atau hipertrofik. Abnormal fusion usually associated with ambiguous genitalia of female pseudohermaphroditism due to congenital adrenal hyperplasia . Fusi abnormal biasanya berhubungan dengan alat kelamin ambigu betina pseudohermaphroditism karena hiperplasia adrenal kongenital .

Clitoral abnormalities: these are generally rare, agenesis is extremely rare and is double clitoris or bifid clitorisKelainan klitoris: ini umumnya jarang terjadi, agenesis sangat langka dan klitoris klitoris ganda atau terpecah dua belah. Hypertrophy can be associated with a number of intersex disorders. Hipertrofi dapat diasosiasikan dengan sejumlah interseks gangguan. Sindrom Truner ada disgenesis gonad dengan genitalia internal dan eksternal

wanita. Para pasien seringkali XO, tetapi mereka dengan fragmen Y tidak menghasilkan testosteron. Orang-orang ini adalah dari perawakan pendek, memiliki langit-langit melengkung tinggi, anyaman leher dan mungkin memiliki kelainan lainnya. Ada tidak adanya oosit sebagian besar disebabkan oleh hilangnya oosit karena kurangnya produksi hormon wanita.

6

Pseudohermaphro-pasien memiliki 46, XX kromosom.. Namun, sering penyebab sindrom ini mengalami penurunan produksi kortisol oleh zona yang fasciculata dari kelenjar adrenal. Hal ini menimbulkan kelebihan produksi adrogen di reticularis zona dari adrenal tersebut. Hal ini mengakibatkan alat kelamin eksternal menjadi masculinized. Pseudohermaphroditism pada laki-laki dapat terjadi pada pasien dengan 46, XY chrosome melengkapi. Dalam sindrom ini pasien memiliki penampilan luar perempuan normal. Jaringan dari alat kelamin eksternal tidak responsif terhadap androgen dan mengembangkan sebagai perempuan,. Namun sejak MIH dan testis hadir tidak ada saluran perempuan hadir.

Fig. Gambar. 42 - Differentiated female sex organs, ca. 42 - Differentiated organ perempuan seks, ca. 4th month 4 bulan

Legend Legenda Fig. Gambar. 42 42 Shown is the atrophied mesonephric duct (Wolff) that, however, leaves certain embryonic remnants behind. Tampil adalah saluran mesonefrik atrophia (Wolff) itu, bagaimanapun, daun sisa-sisa embrio tertentu di belakang. Out of the paramesonephric

1 1 Epoöphoron Epoöphoron 7

Paroöphoron Paroöphoron 2 2 Ovarian ligament Ovarium ligamen Atrophied mesonephric duct (Wolff) Atrophia mesonefrik saluran (Wolff) 3 3 Cysts of Gartner Kista dari Gartner Hymen Selaput dara 4 4 Suspensory ligament of ovary Suspensori ligamen ovarium Fallopian tube (ampulla) Tabung falopi (ampula) 5 5 Vesicular appendage (Morgani) Vesikular embel (Morgani) Uterus Rahim 6 6 Round ligament of uterus Babak ligamen uterus Vagina Vagina 7 7 Insertion of the round ligament of uterus at the genital swelling Penyisipan dari ligamentum putaran rahim pada pembengkakan kelamin 88 99 10 10 11 11 12 12 13 13

duct (Müller) arise on both sides the fallopian tubes and through fusion of both sides the uterus and the upper part of the vagina (blue). Dari saluran paramesonefrik (Müller) muncul pada kedua sisi saluran tuba dan melalui fusi dari kedua sisi rahim dan bagian atas vagina (biru). The lower part of the vagina (yellow) comes from the urogenital sinus (endoderm). Bagian bawah vagina (kuning) berasal dari sinus urogenital (endoderm). To be noted is also the development of the ligaments and the hymen, the middle part of which usually disintegrates at around the time of birth. Perlu diperhatikan juga pengembangan ligamen dan selaput dara, bagian tengah yang biasanya hancur pada sekitar waktu kelahiran. Legend Legenda

To be observed is the development of the ligaments. Untuk dicermati adalah pengembangan ligamen. The

Fig. Gambar. 43 - Formation of the uterus, 43 - Pembentukan rahim, 7th – 8th weeks 7 - 8 minggu

8

ovarian gubernaculum gets attached on the developing utero-vaginal canal there where it goes over into the fallopian tube. gubernaculum ovarium dapat menempel di saluran utero-vaginal berkembang di sana, mana ia pergi atas ke dalam tabung falopi. Above it forms the ovarian ligament and below the round ligament of uterus, which goes through the inguinal canal and inserts in the female genital swelling (labia majora). Di atasnya membentuk ligamentum ovarium dan di bawah ligamen putaran rahim, yang berjalan melalui kanalis inguinalis dan memasukkan dalam kelamin perempuan pembengkakan (labia majora). If the separating wall beyond the fusion location of the two paramesonephric ducts is not resorbed, various utero-vaginal abnormalities result. Jika dinding pemisah di luar lokasi fusi dari dua saluran paramesonefrik tidak diresorpsi, akan terjadi berbagai kelainan vagina utero-

Fig. Gambar. 43 43 Up to the 7th week two canal systems on each side exist in both sexes. Sampai minggu 7 sistem kanal dua di setiap sisi yang ada pada kedua jenis kelamin. In the 8th week the paramesonephric ducts (Müller) fuse in the lower portion after they have crossed medially on both sides of the mesonephric duct (Wolff). Pada minggu ke-8 saluran paramesonefrik (Müller) sekring pada bagian bawah setelah mereka telah menyeberangi medial di kedua sisi dari duktus mesonefrik (Wolff).

Fig. Gambar. 44 - Formation of the uterus 44 - Pembentukan rahim after 8 weeks setelah 8 minggu

Fig. Gambar. 45 - Formation of the uterus 45 - Pembentukan rahim ca. ca. 3rd month Bulan ke-3

Legend Legenda Fig. Gambar. 44

1a 1a 2a 2a 3a 3a 4a

Paramesonephric duct (Müller) Paramesonefrik saluran (Müller) Mesonephric duct (Wolff) Mesonefrik saluran (Wolff) Lower gubernaculum Turunkan gubernaculum Utero-vaginal canal Saluran utero-

1b 1b 2b 2b 3b 3b 3c

Fallopian tube Tabung tuba Atrophied mesonephric duct (Wolff) Atrophia mesonefrik saluran (Wolff) Ovarian ligament Ovarium ligamen Round ligament of uterus Babak 9

44 Formation of the utero-vaginal canal through fusion of the lower section of the two paramesonephric ducts (Müller). Pembentukanvagina saluran rahim melalui fusi dari bagian bawah dari dua saluran paramesonefrik (Müller). From the upper section - on both sides -

4a vaginal 5a Urogenital sinus Urogenital sinus 5a

3c ligamen uterus 4b Uterus Rahim 4b Vagina Vagina 5b 5b

arise the fallopian tubes with their ampullae. Dari bagian atas - di kedua sisi timbul saluran tuba dengan ampullae mereka. Fig. Gambar. 45 45 At the end of the 3rd month the separating wall dissolves in the uterus and the vagina. Pada akhir bulan ke-3 dinding emisah larut dalam uterus dan vagina. The uterus lengthens in that the solid lower end of the paramesonephric duct stretches in a downward direction and is subsequently canalized. Rahim memanjang di ujung bawah padat dari duktus paramesonefrik peregangan dalam arah ke bawah dan kemudian disalurkan. Out of the lower section arises the upper part of the vagina. Dari bagian bawah muncul di bagian atas vagina. It joins with the vaginal lamina, which arises from the urogenital sinus and forms the lower portion of the vagina. Ia

10

bergabung dengan lamina vagina, yang timbul dari sinus urogenital dan bentuk bagian bawah vagina. The blind end of the utero-vaginal canal forms the sinu-vaginal eminence Akhir dari saluran utero vagina membentuk eminensia sinu 2and ends at the back wall of the urogenital sinus (SUG). dan berakhir di dinding belakang sinus urogenital (SuG). The sinu-vaginal eminence becomes thicker due to epithelial proliferation and retracts, while the wall of the SUG also thickens there. Keunggulan sinu-vagina menjadi lebih tebal karena proliferasi epitel dan memendek, sedangkan dinding SUG juga menipis di sana. These epithelial layers, which form at the lower end of the utero-vaginal canal , are known as the vaginal plate . Epitel lapisan ini, yang terbentuk di ujung bawah-vagina saluran rahim, yang dikenal sebagai vagina plate. At their cranial end they form a circular protrusion, the location of the future vaginal fornix. Pada akhir kranial mereka membentuk tonjolan melingkar, lokasi vaginal fornix masa depan.

Fig. Gambar. 46 - Female sex organs 46 - Female sex organ ca. ca. 7th week 7 minggu

Fig. Gambar. 47 - Female sex organs 47 - Female sex organ ca. ca. 12th week 12 minggu

Legend Legenda

Fig. Gambar. 46 46 The utero-vaginal canal comes up against the urogenital sinus and forms the sinuutero-vagina canal muncul terhadap sinus urogenital dan membentuk sinuvaginal eminence. vagina yg tinggi. 1 1 Genital tubercle Tuberkel genital Vestibule Ruang depan 2 2 Urovaginal sinus: pelvic part Urovaginal sinus: bagian panggul 2a Urovaginal sinus: phallic part 2a Urovaginal sinus: bagian phallic 2b Vaginal plate Vagina piring 2b 4 4 Perineum Kerampang Rectum Dubur 5 5 Utero-vaginal canal Saluran uterovaginal 6 6 Urinary bladder Kandung kemih Urethra Pekencingan 77 Fig. Gambar. 47 47 This sinu-vaginal eminence becomes thicker due to epithelial proliferation.vagina eminensia sinu

11

33

88

menjadi lebih tebal karena proliferasi epitel. This also leads to a epithelial proliferation in the SUG epithelium. Ini juga mengarah pada proliferasi epitel di epitel SUG. Together they form the vaginal plate. Bersama mereka membentuk lempeng vagina.

Through canalization of the vaginal plate the utero-vaginal canal opens itself towards the outside. Melalui kanalisasi dari pelat vagina-vagina saluran rahim membuka diri ke arah luar. The upper 3/4 of the vagina comes from the mesoderm and the lower fourth from the endoderm. 3 / 4 atas dari vagina berasal dari mesoderm dan keempat lebih rendah dari endoderm. The fibromuscular walling forms from the neighboring mesenchyma . Bentuk dinding fibromuskular dari mesenchyma. The vagina is separated from the SUG by the hymen. Vagina dipisahkan dari SUG oleh selaput dara. Its origin is not entirely clear. Asalnya tidak sepenuhnya jelas. Discussed is a passive invagination of the back wall of the SUG. Membahas invagination pasif dari dinding belakang SuG tersebut.

Fig. Gambar. 48 - Female sex organs 48 - Female sex organ ca. ca. 3rd month Bulan ke-3

Legend Legenda

Fig. Gambar. 48 48 The canalization of the vaginal plate begins in the 3rd month. Para kanalisasi dari lempeng vagina dimulai di bulan ke3.

12

Fig. Gambar. 49 - Female sex organs 49 - Female sex organ ca. ca. 5th month 5 bulan

Fig. Gambar. 50 - Female sex organs 50 - Female sex organ ca. ca. 9th month 9 bulan

Legend Legenda

2 Vaginal vestibule Vagina ruang 2 depan 3a Uterine cavity Rongga uterus 3a Uterine cervix (neck) Rahim serviks (leher) 3b Vagina: The lower fourth out of 3b Vagina: keluar keempat yang lebih rendah 6a endoderm endoderm 6a Vagina: The upper 3/4 out of Vagina: The keluar 3 / 4 atas mesoderm mesoderm 6b Hymen Selaput dara 6b 9 9

Fig. Gambar. 49 49 In the 5th month the vaginal canal is completely canalized, but the lumen is separated from the SUG by the hymen. Pada bulan 5 saluran vagina benarbenar disalurkan, tetapi lumen dipisahkan dari SUG oleh selaput dara. Fig. Gambar. 50 50 Normally, the hymen tears open at the time of birth. Biasanya, air mata selaput dara terbuka pada saat kelahiran. The uterus and the vagina then have a connection to the vaginal vestibule. Uterus dan vagina kemudian memiliki sambungan ke ruang depan vagina.

13

Referensi
Anonim. 2010. Development of the internal genital organs. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://www.embryology.ch/anglais/ugenital/genitinterne05.html. Female Genital Abnormalities. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://www.patient.co.uk/doctor/Female-Genital-Abnormalities.htm Hussien Amer, MD & Hesham Al-Inany MD. 2010 . Embryological development of the female genital system. .Embryological development of the female genital systemhttp://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://www.doctorslounge.com/fertility/articles/female_embryology/ (24 Oktober 2010) Sadler T. Langman’s medical embryology. New York: Lippincott Williams and Wilkins; 2006. p. 272-310. Uterus Development. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://php.med.unsw.edu.au/embryology/index.php%3Ftitle %3DUterus_Development Wikipedia .2010. Uterus. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en %7Cid&u=http://php.med.unsw.edu.au/embryology/index.php%3Ftitle %3DUterus_Development (17 Oktober 2010).

14

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->