SIFAT BAHAN MAGNETIK

Sekarang kita sapai pada tahap untuk mengkombinasikan pengetahuan kita tentang aksi medan magnetik pada sosok arus dengan model yang sederhana dari sebuah atom dan siap untuk meperoleh pengertian mengenai perbedaan kelakuan berbagai jenis bahan dalam medan magnetik. Walaupun hasil kuantitatif yang cermat hanya dapat diramalkan melalui pemakaian teori kuantum, model atom yang sederhana yang berdasarkan

anggapan bahwa ada pusat inti postif yang dikelilini elektron dalam berbagai orbit lingkaran bisa menghasilkan kuantitas kuantitatif yang cukup cermat dan menyajikan teori kualitatif yang memuaskan. Sebuah elektron dalam orbitnya serupa dengan sebuah sosok arus kecil (arusnya berlawanan arah dengan arah gerak elektron) dan dapat mengalami torka dalam medan magnetik eksternal, torka ini cendrung untuk menjajarkan medan magnetik yang ditimbulkan oleh elektron dengan medan magnetik eksternal. Jika kita tidak meninjau momen magnetik lainnya, kita dapat menyimpulkan bahwa semua elektron yang berorbit dalam bahan akan bergeser sedemikian rupa sehingga akan menambahkan medan magnetiknya pada medan magnetik yang kita pasang dan karenanya dan medan magnetik resultan pada setiap titik dalam bahan tersebut menjadi lebih besar daripada yang akan terjadi pada titik tersebut jika bahan tersebut tidak ada. Momen tang lainnya (yang kedua) timbul dari spin elektron. Walaupunkita digoda untuk menerangkan gejala ini dengan model yang menggambarka elektron yang berspin (berpusing) disekitar sumbunya sendiri sehingga menimbulkan momen dwikutub magnetik, hasil kuantitatif yang memuaskan tidak dapat diperoleh dari teori semacam itu. Sebagai gantinya kita perlu mencernakannya melalui matematika teori kuantum relativistik untuk menunjukkan bahwa elektron dapat mempunya momen magnetik spin sekitar 
  

, tanda

menyatakan bahwa penjajaran yang mungkin sesuai atau berlawanan dengan medan magnetik luar. Dalam atom yang mempunyai banyak elektron, yang

 Bahan Feromagnetik.  Bahan Antiferomagnetik.  Bahan Ferimagnetik dan.memberi tribusi momen magneti atom hanyalah spin elektron dalam kulit yang tidak lengkap. 9. dan kombinasinya menentukan karakteristik magnetik dari bahan tersebut dan menyajikan cara untuk melakukan klasifikasi magnetik yang umum.7 Elektron yang mengorbit ditunjukkan dalam gambar mempunyaimomen magnetik m yang arahnya sama dengan arah medan B yang kita pasang 0 Kontribusi ketiga pada momen sebuah atom ditimbulkan oleh spi tetapi pengaruh dari faktor ini biasanya dapat diabaikan dan disini kita tidak akan meninjaunya lebih lanjut. Jadi tiap atom mengandung banyak momen komponen yang berbeda -beda. Marilah mula-mula kita tinjau atom dengan medan magnetik yang kecil yang ditimbulkan oleh gerak elektron pada orbitnya digabungkan dengan medan ¢ ¡    u li . Kita akan membahas secara singkat enam jenis bahan magnetik yaitu:  Bahan Diamagnetik.  Bahan superparamagnetik.  Bahan Paramagneik. Gb. .

Marilah kita pilih elektron yang mengorbit yang momen m-nya searah dengan medan yang terpasang B (Gb. Dengan kesalaha dengan satu bagia dalam seratus ribu. 9. medan magnetik menimbulkan gayaluar pada elektron yang mengorbit. sehingga menimbulkan medan yang lebih banyak. helium dan gas mulia lainnya.magnetik yang ditimbulkan oleh spin elektronnya dan menghasilkan medan neto nol. tembaga. karena efek ini timbul dari interaksi dari medan magnetik eksternal dengan £ sehingga momen orbitnya akan bertambah. Karena jejari orbitnya terkuantitasi dan tidak dapat berubah. Kita harus menyadari bahwa efek diamagnetik terdapat pada setiap bahan. mengurangi kecepatan putarannya. emas. sehingga terjadi peniadaan medan B £ £ £ . germanium. Jika kita pilih sebuah atom dengan m dan B ±nya berlawanan. Perhatikan bahwa disini kita meninjau medan yang ditimbulkan oleh gerak elektron itu sendiri tanpa ada medan magnetik luar. Bahan separti itu disebut bahan diamagnetik. natrium klorida. Dalam hal inipun hasilnya ialah medan internal yang lebih kecil.7). maka gaya-dalam Coulomb yang menarik elektronpun tidak berubah. Logam bismut memperlihatkan efek diamagnetik yang lebih besar daripada kebanyaka bahan diamagnetik ainnya. sehingga medan magnetik internalnya sama dengan medan magnetik yang kita pasang. Dilihat sepintas hal itu memberi kesan bahwa medan magnetik eksternal tidak akan menimbulkan torka pada atom dan tidak menimbulkan penjajaran medan dwikutub. silikon. Jadi momen yang terjadi karena putaran pada orbitnya berkurang. grafit. seperti hirogen. gaya magnetiknya akan mempunyai arahkedalam dan kecepatannya akan bertambah. dan belerang. Gaya takseimbang yang ditimbulkan oleh gaya magnetik luar harus dikompensasi dengan internal yang lebih kecil. kita dapat juga mengatakan bahwa bahan ini terdiri dari atom yang momen magnetik permanennya m sama dengan nol untuk masing-masing atom. pernyataan diatas bisa dibenarkan.

oksigen. Kalium. Dalam bahan feromagnetik masing-masing atom memiliki momen dwikutub yang relatif besar. jika hasil akhirnya adalah turunnya B. tetapi jika hasilnya adalah pertmbahan B. Atom secara keseluruhan meiliki momen magnetik kecil. bentuk. Lagipula interaksi antar atom yang berdekatan menimbulkan penjajaran momen magnetik dari atom-atom tersebut sehingga berarah sejajar atau antisejajar. Daerah ini disebut domain. antiferomagnetik. dan unsur tanah jarang. Bahan feromagnetik yang . oksida neodirium dan oksida itrium suatu bahan yang di pakai dlam maser. bahan. tetapi efek ini dapat tertutup oleh efek lainnya dalam bahan yang akan kita tinjau nanti. bahan tersebut adalah paramagnetik. dan sejarah magnetik dari sampel yang ditinjau. Sekarang marilah kita tinjau atom yang efek spin elektron dan gerak pada orbitnya tidak saling meiadakan. Namun perlu diingat bahwa efek diamagnetik tetap bekerja pada elektron yang mengorbit dan melawan pertambahan diatas. tungsten. tetapi orientasinya acak (random) dari atom-atom tersebut dalam sampel yang cukup besar menghasikan momen magnetik yang rata-rata besarnya nol.setiap elektron yang mengorbit. ferimagnetik. Bahan tersebut tidak memperlihatkan efek magnetik jika medan m agnetik eksternalnya tidak ada. bergantung dari ukuran. Penjajaran ini menimbulkan partambahan dari besar B dalam bahan tersebut (melebihi medan eksternal). dan superparamagnetik. merupakan contoh dari bahan para magnetik. serta banyak garam-garamnya seperti klorida erbium. Gaya antar atom menyebabkan momen ini mempunyai arah yang sejajar dalam suatu daerah yang terdiri dari banyak atom. dan bentuk serta ukurannya dapat bermacam-macam bekisar dari ukuran satu mikrometer ampai beberapa sentimeter. yang terutama ditimbulkan oleh momen spin elektron yang tak terpampas. dan momen ini cendrung untuk menjajar dengan medan eksternal. semuanya memiliki momen atomik yang kuat. timbul torka kecil pada masing-masing momen atomik. maka bahan tersebut tetap disebut diamagnetik. Jika kita pasang medan magnetik eksternal. Keepat kelas bahan lainnya: feromagnetik.

atau gejala perubahan ukuran bahan magnetik dalam medan magnetik eksternal. Temperatur curie untuk besi adalah 1 43 K. Keadaan dengan momen magnetik bahan itu berbeda setelah medan luarnya ditiadakan. Beberapa paduan logam ini satu dengan yang lainnya atau dengan logam lainya juga bersifat feromagnetik. kecuali untuk menerangkan sedikit bahwa sifat dari bahan magnetik yang tidak isotropik timbul sebagai mangetostrisi. Bahan feromagnetik dalam kristal tunggal tidak isotropik. Unsur-unsur yang bersifat feromagnetik pada temperatur kamar ialah besi. tetapi masih ada tinggalan atau residual madan dwikutub dalam struktur makroskopik. . sehingga medan magnetik internalnya menjadi bertambah besar dan melebihi medan eksternalnya.mangan dan tembaga-mangan-timah. Dalam medan magnetik yang kita pasang maka domain yang memiliki momen magnetik searah dengan medan yang terpasang ukurannya akan bertambah sedangkan ukuran tegangannya akan berkurang. cotohnya alniko. sehingga bahan tersebut secara keseluruhan tidak mempunyai bahan momen magnetik. tetapi momen domain ini mempunyai arah yang berbeda-bada dari suatu domain ke domain lainnya. atau keadaan magnetik bahan marupakan fungsi dari sejrah magnetik.sebelumnya terjamahmemiliki domain yang momen magnetiknya kuat. disebut histeresis yang merupakan bahan pembahasan dalam rangkaian magnetik yang akan kita pelajari pada beberapa halaman kemudian. Jika dilihat efek keseluruhannya maka diantara mereka terjadi saling-meniadakan. maka penjajaran domain yang rambang tidak terjadi. nikel. hingga kita akan membatasi pembahasan kita pada bahan polikristal. Jika medan eksternal kita tiadakan. dan bahan-bahan itu kehilangan watak feromagnetiknya diatas suatu temperatur yang disebut temperatur Curie. Juga sangat menarik untuk disebutkan disini bahwa beberapa paduan logam nonferomagnetik dapat bersifat feromagnetik. dan kobalt. suatu paduan aluminium ± nikel dan kobalt dengan sedikit tembaga. misalnya bismuth. Pada temperatur yang lebih rendah beberapa unsur tanah yang jarang ditemu seperti gadolinium dan disprosium bersifat fero magnetik.

walaupun tidak sebesar bahan feromagnetik. dan ferit nikel (Ni Fe2 o4) merupakan contoh bahan yang termasuk dalam kelas ini. seringkali pada temperatur yang jauh lebih rendah dari temperatur kamar. Kenyataan bahwa bahan ini mempunyai resistansi yang lebih besar dari bahan feromgnetik mengakibatkan timbulnya arus induksi yang jauh lebih kecil jika kita pasang medan bolak-balik (medan bersemilih) eperti dalam teras transformator yang bekerja pada frekuensi tinggi. Contoh bahan seperti ini terdapat pada pita magnetik yang dipakai dalam rekorder-pita video atau audio. Efek ini belum termasuk efek yang penting dalam bidang keinsinyuran (teknik) pada saat ini. ditemukan dalam oksida mangan. dinding domain tersebut tidak dapat menembus kisi bahan pengantar ke pertikel tetangganya. Ferimagnetisme juga hilang pada temperatur diatas temperatur Curie. ¤ . tetapi momennya tidak sama. Efek seperti ini mula-mula beberapa ratus bahan kemudian antiferomagnetik lainnya telah ditemukan. Akibatnya ialah bahan ini mempunyai tanggap (respons) yang besar terhadap medan magnetik eksternal. dan klorida termasuk dalam kelompok ini. Momen magnetik netonya nol. Kelompok terpenting bahan ferimagnetik ialah ferit yang mempunyai konduktifitas yang rendah. misalnya oksida nikel (NiO). beberapa orde lebih rendah daripada semikonduktor.Dalam bahan antiferomagnetik gaya antara atom-atom yang bertetangga menyebabkan momen atomik berbasis dalam pasangan antisejajar ( anti paralel). Bahan s perferomagnetik terdiri dari kelompok partikel feromagnetik dalam kisi non-feromagnetik. Bahan ferimagnetik juga menunjukkan arah yang antisejajar dari momen atomik yang bertetangga. dan klorida kobalt (CoCl 2). sulfida fero (FeS). Banyak oksida. Walaupun domain terdapat dalam diri pertikelnya. dan bahan antiferomagnetik hanya dipengaruhi sedikit oleh adanya medan magnetik eksternal. ferit nikel seng (Ni1/2 Zn1/2 Fe2 o4 ). Oksida besi magnetik (Fe3 o4). Antiferomagnetisme hanya ada pada temperatur yang relatif rendah. sulfida. Arus yang tereduksi ini (arus eddy/ arus pusar) menghasilkan kerugian ohmik yang lebih kecil dalam teras trasformator.

Arus terikat Ib yang mengelilingi lintasa tertutup yang melingkungi luas difrensial dS menghasilkan momen dwikutub M = Ib dS Jika terdapat n dwikutub magnetik per satuan volume. 9. Penjajaran tersebut telah menyebabkan arus terikat yang ¥ ¥ . Hasilnya akan merupakan persamaan yang mirip dengan hukum integral Ampere. .MAGNETISASI DAN PERMEABILITAS Supaya gambaran mengenaia bahan magnetik mempunyai dasar yang kuantitatif. dan kita meninjau volume . sekarang kita akan menunjukkan bagaimana dwikutub magnetik berlaku sebagai sumbar yang terbesar untuk medan magnetik. Arusnya akan terdiri dari gerak muatan terikat (elektron orbital. sepanjang lintasn tersebut dwikutub magnetiknya sudah mengalami penjajaran sebagian oleh medan magnetik eksternal. dan spin niklir) dan madannya yang berdimensi sama dengan H akan disebut magnetisasi M. Gb. maka momen dwikutub magnetik totalnya kita peroleh melalui penjumlahan vektor. Arus yang dihasilkan oleh ikatan tersebut disebut ar s terikat (bond current) atau ar s Ampere. M = Ž‹  Kita lihat bahwa satuannya harus sama dengn satuan H yaitu A/m.8 suatu bagian lintasan-tertutup dL. Kemudian kita definiskan Masing-masing magnetisasi M sebagai momen dwikutub magnetik persatuan volume. spin elektron. Marilah kita mulai dengan pendefinisian magnetisasi M dinyatakan dalam momen dwikutub magnetik m. (19) mtotal = mi mungkin berbeda.

dL dwikutub magnetik. dL dan dalam seluruh lintasan tertutup (21) Ib =   Persamaan (21) mengatakan bahwa jika kita mengelilingi suatu lintasan tertutup dan kita dapatkan momen dwikutub yang menjajar dalam arah lintas n a lebih banyak dari yang tidak.8. . masing-masing momen terdiri dari arus terikat Ib yang mengelilingi bidang seluas dS. Waktu kita ubah dari orientasi rambang ke pejajaran sebagian.8) untuk tiap-tiap dwikutub sebanyak n dS. Kita akan membahas penjajaran sepanjang lintasa tertutup. didalam volume tersebut terdapan n dS. misalnya ditimbulkan oleh elektron yang mengorbit melalui permukaan bagian dalamnya. maka aka ada arus yang berpautan dengannya.dL ampere.dL.melalui permukaan yang terdefinisikan oleh lintasan-tertutup bertambah dengan nIb dS. 9. Sekarang marilah kita tinjauefek penjajaran dwikutub magnetik sebagai akibat dari pemasangan medan magnetik. gambar tersebut memperlihatkan beberapa momen magnetik m yang membentuk sudut dengan unsur lintasa dL. Jadi (20) d Ib = n Ib dS. 9.dL = M. arus terikat yang menembus permukaan yang terlingkungi lintasan (kearah kiri kita jika kita berjalan dalam arah aL dalam Gb. sebagian kecil dari lintasan itu diperlihatkan pada Gb.dL telah bertambah dengan Ib.

Dengan mengkombinasikan ketiga persamaan terakhir ini. Hbungan ini biasaya dituliskan dalam bentuk yang menghindari bentuk fraksi dan bentuk dan tanda minus sbb: (25) B= . (24) H=  Dan kita lihat dalam ruang hampa B = H. yang berarti bahwa kita telah mengambil B sebagai kuantitas yang pokok dan telah menemukan perbaikan dari pendefinisian H. (23) IT = Ib + I =       Sekarang kita definisikan H dinyatakan dalam B dn M. kita dapatkan rumusan untuk arus bebas yang terlingkungi.Rumusan terakhir ini mirip dengan hukum integral Ampere. karena arus ini termasuk jenis arus yang terpenting dan merupaka satu-satunya jenis arus yang muncul dalam persamaan Maxwell. dan sekarang kita boleh membuat hubungan antara B dan H. (22) Dengan IT = Ib + I Ddan I adalah arus total muatan bebas yang dilingkungi oleh lintasan. Jadi kita dapat meuliskan hukum integral Ampere yang dinyatakan dalam arus total yang terdiri dari arus terikat dan arus bebas. karena dalam hal ini magnetisasinya nol. Perhatikan bahwa arus bebas muncul tanpa subskrip. yang umum sehingga berlaku pula untuk media lainselain ruang hampa pembahasan kita bersandar pada gaya dan torka sosok arus defrensial dalam medan B.

(26). Hubungan antara B. dan (22)menjadi hubungan kurl yang setara dengannya. kita dapatkan: Ib IT I       Dengan pertolongan teorema Stokes. rumus yang mengan dung muatan bebas dalam pekerjaan kita selanjutnya. kita dapat mentransformasikan pers (21). (28)   Jadi kita dapatkan B=    . Dengan memakai beberapa bentuk kerapatan arus.Sekarang kita boleh menuliskan pendefinisian medan H yang baru dalam persamaan. (23). dalam media seperti itu dapat didefinisikan suseptibilitas magnetik (kerentanan magnetik) Xm. H dan M yang dinyatakan dalam pers (25) dapat disederhanakan untuk media isotropik yang linear. (26)   sehingga kita peroleh hukum integralAmpere yang dinyatakan dalam arus bebas.      (27)  Kita hanya menekankan pada pers (26) dan pers (27 ).

pertama. marilah kita pilih bahan ferit dengan dan bekerja dengan kerapatan fluks yang cukup rendah sehingga hubungan linear dapat dipakai secara nalar. Sebagai contoh pemakaian beberapa kuantitas magnetik ini. Kita dapatkan   Jika kita ambil B= Dan      . maka   H=    Magnetisasinya ialah    . B= Atau  . menyatakan permeabilitas (ketelapan) (3 )  Disini dinyatakan dalam permeabilitas relatif (31)   Menyatakan hubungannya dengan suseptibilitas. Cara lain untuk menghubungkan B dan H ialah.B= Atau (29)    Dengan .

Bahan magnetik tak isotropikyang paling umum ialah kristal feromagnetik tunggal. meskipun B. linear dan isotropik harus digambarkan dengan permeabilitas relatif . Disini kita telah memakai permeabilitas relatif 50 dan membiarkan kuantitas ini menyirat gerak muatan terikat. Keduanya terbatas pada pemakaian dalam ruang hampa. B= Atau 0. tetapi hubungan   dalam hubungan   merupakan tetap berlaku. bahan magnetik tak isotropik harus digambarkan dengan permeabilitas tenso Bx = By = Bz =             Jadi untuk bahan tak isotropik. Seperti juga pada bahan dielektrik tak isotropik. Dua hukum permulaan yang kita teliti untuk medan magnetik ialah hukum Bio-Savart dan hukum integral Ampere. dan kedua. Kita akan menekankan lagi cara penafsiran seperti ini dalam bab yang akan datang.0.05 =     .05 =    Dan kia lihat bahwa arus Ampere menghasilkan $9 kali intensitas medan magnetik yang ditimbulkan muatan bebas. walaupun film magnetik t ipis juga . bahan magnetik tak isotropik. Sekarang kita telah memperluas pemakainnya untuk setiap bahan magnetik yang serbasama. suatu tensor. H dan M pada umumnya tidak sejajar lagi.

banyak sekali pemakaian bahan feromagnetik yang menyangkut kisi polikristal yang lebih mudah dibuat.53 . karena kita telah memecahkan persoalan serupa itu untuk bahan konduktor dan dialektik. biasanya berkisar antara 10 sampai 100.5. dalam hal ini permeabilitas relatifnya hampir mendekati satu.memperlihatkan sifat tak isotropik. -0. dan grafit. Beberapa harga yang khas dari suseptibilitas bahan diamagneti ialah sbb: untuk hidrogen. SYARAT BATAS MAGNETIK Kita tidak akan mengalami kesukaran untuk mendapatkan syarat batas yang tepat untuk B.8 . 1. Gambar 9. germanium. Bahan para magnetik yang umum .4 ambil rasio B terhadap harga  . tungsten 6. H dan M pada permukaan batas antara bahan magnetik yang berbeda. Namun.9 . Jika kita sebagai permeabilitas relatif bahan feromagnetik. Dengan memakai hukum Gauss untuk medan magnetik menurut pasal 8. -2 silikon. paramagnetik. bahan diamagnetik. -0. dipakai mempunyai suseptibilitas sbb: oksigen 2 oksida ferit (Fe2 O3 ). Definisi kita mengenai suseptibilitas dan permeabilitas bergantung pada anggapan kelinearan. Sayang sekalihal itu haynya benar untuk bahan para magnetik dan diamagnetik yang kurang menarik pemakaiannya.8 . oksida Ytrium (Y2 O3 ).  . dan antiferomagnetik biasa disebut bahan non magnetik. tembaga.3  .9 menunjukkan perbatasan antara dua bahan yang linear serbasama isotropik dengan permeabilitas dan . Syarat batas untuk komponen normal ditentukan dengan membiarkan permukaan tersebut memotong permukaan Gauss yang berbentuk tabung kecil. -0. Kita tidak memerluka teknik yang baru. -12 . bedanya hanya satu bagian dalam seribu.000. o.

9. Hubungan antara komponen normal M telah tertentu jika hubungan antara komponen normal H telah diketahui.Ht2 = K. Gb. Untuk bahan magnetik linear.9. seperti yang terlihat pada bagian kanan Gb. Kemudian.Sehingga kita dapatkan Bn1 Atau (32) Jadi (33) Hn2 = Hn1 Bn2 Bn2 = Bn1 Komponen normal B adalah malar. hasilnya dapat dituliskan sebagai berikut: (34) Mn2 = Mn1 dan . tetapi komponen normal H takmalar dengan rasio .9 permukaan Gauss dan lintasan tertutup dibuat pada permukaan batas antara media 1 dan 2 yang masing-masing mempunyai permeabilitas Dari situ kita menentukan syarat bats Bn1 = n2 dan Ht1 . kita peroleh: Ht1 .Ht2 =K . kita pakai hukum integral Ampere Dengan mengambil lintasan tertutup kecil pada bidang datar yang normal pada permukaan batas.9.

Dengan anggapan bahwa permukaan batasnya dapat mengandung arus permukaan K yang koponennya noral pada bidang datar lintasan tersebut ialah K. kita peroleh (36)  Syarat batas untuk komponen tangensial magnetisasi untuk bahan linear menjadi. (37) Mt2 = Mt1 m2 K Ketiga syarat batas yang baru kita tulis untuk komponen tangensial akan menjadi jauh lebih sederhana jika kerapatan arus permukaannya nol. (H1 ± H2) x aN12 = K Dimana aN12 menyatakan vektor pada perbatasan yang arahnya dari 1daerah 1 ke daerah 2. Jadi. nama tersebut timbul dari kesmaan yang banyak dengan analisa rangkaian resistif . Dalam hal ini kerapatan tersebut ialah kerapatan arus bebas. RANGKAIAN MAGNETIK Dalam hal ini kita akan menyimpang sebentar untuk membahas teknik pokok yang bersangkutan dengan pemecahan suatu kelompok persoalan magnetik yang dikenal sebagai rangkaian magnetik. Untuk B tangensial. dan kerapatan itu nol jika kedua bahan tersebut bukan konduktor. (35) Ht1 ± Ht2 = K Arahnya dapat dinyatakan lebih eksak dengan memakai perkalian silanguntuk mengindentifikasi komponen tangensialnya. Seperti yang akan segera kita lihat.

Sat-satu perbedaan yang penting terletak pada bagian feromagnetik dari rangkaian magnetik. marilah kita mengenali persamaan madan yang menjadi dasar analisis rangkaian resistif. metode yang dipakai serupa dengan metode untuk rangkaian listrik tak linear yang mengandung dioda.arus searah yang telah kita kenal. Sebagian titik tolak. (38a) E = . filamen pijar. untuk rangkaian magnetik. dan unsur tak linear lainnya. Kita mulai dengan potensial elektrostatik dan hubungannya dengan intensitas medan listrik. termistor. Pada waktu yang bersamaan kita akan menunjukkan cara penurunan persamaan yang serupa itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful