P. 1
SIFAT BAHAN MAGNETIK

SIFAT BAHAN MAGNETIK

|Views: 1,438|Likes:
Published by sudaruma

More info:

Published by: sudaruma on Jan 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

SIFAT BAHAN MAGNETIK

Sekarang kita sapai pada tahap untuk mengkombinasikan pengetahuan kita tentang aksi medan magnetik pada sosok arus dengan model yang sederhana dari sebuah atom dan siap untuk meperoleh pengertian mengenai perbedaan kelakuan berbagai jenis bahan dalam medan magnetik. Walaupun hasil kuantitatif yang cermat hanya dapat diramalkan melalui pemakaian teori kuantum, model atom yang sederhana yang berdasarkan

anggapan bahwa ada pusat inti postif yang dikelilini elektron dalam berbagai orbit lingkaran bisa menghasilkan kuantitas kuantitatif yang cukup cermat dan menyajikan teori kualitatif yang memuaskan. Sebuah elektron dalam orbitnya serupa dengan sebuah sosok arus kecil (arusnya berlawanan arah dengan arah gerak elektron) dan dapat mengalami torka dalam medan magnetik eksternal, torka ini cendrung untuk menjajarkan medan magnetik yang ditimbulkan oleh elektron dengan medan magnetik eksternal. Jika kita tidak meninjau momen magnetik lainnya, kita dapat menyimpulkan bahwa semua elektron yang berorbit dalam bahan akan bergeser sedemikian rupa sehingga akan menambahkan medan magnetiknya pada medan magnetik yang kita pasang dan karenanya dan medan magnetik resultan pada setiap titik dalam bahan tersebut menjadi lebih besar daripada yang akan terjadi pada titik tersebut jika bahan tersebut tidak ada. Momen tang lainnya (yang kedua) timbul dari spin elektron. Walaupunkita digoda untuk menerangkan gejala ini dengan model yang menggambarka elektron yang berspin (berpusing) disekitar sumbunya sendiri sehingga menimbulkan momen dwikutub magnetik, hasil kuantitatif yang memuaskan tidak dapat diperoleh dari teori semacam itu. Sebagai gantinya kita perlu mencernakannya melalui matematika teori kuantum relativistik untuk menunjukkan bahwa elektron dapat mempunya momen magnetik spin sekitar 
  

, tanda

menyatakan bahwa penjajaran yang mungkin sesuai atau berlawanan dengan medan magnetik luar. Dalam atom yang mempunyai banyak elektron, yang

Kita akan membahas secara singkat enam jenis bahan magnetik yaitu:  Bahan Diamagnetik.memberi tribusi momen magneti atom hanyalah spin elektron dalam kulit yang tidak lengkap.  Bahan Feromagnetik.  Bahan superparamagnetik. dan kombinasinya menentukan karakteristik magnetik dari bahan tersebut dan menyajikan cara untuk melakukan klasifikasi magnetik yang umum.  Bahan Paramagneik. . 9. Jadi tiap atom mengandung banyak momen komponen yang berbeda -beda.  Bahan Ferimagnetik dan. Gb. Marilah mula-mula kita tinjau atom dengan medan magnetik yang kecil yang ditimbulkan oleh gerak elektron pada orbitnya digabungkan dengan medan ¢ ¡    u li .7 Elektron yang mengorbit ditunjukkan dalam gambar mempunyaimomen magnetik m yang arahnya sama dengan arah medan B yang kita pasang 0 Kontribusi ketiga pada momen sebuah atom ditimbulkan oleh spi tetapi pengaruh dari faktor ini biasanya dapat diabaikan dan disini kita tidak akan meninjaunya lebih lanjut.  Bahan Antiferomagnetik.

Perhatikan bahwa disini kita meninjau medan yang ditimbulkan oleh gerak elektron itu sendiri tanpa ada medan magnetik luar. dan belerang. gaya magnetiknya akan mempunyai arahkedalam dan kecepatannya akan bertambah. tembaga. Gaya takseimbang yang ditimbulkan oleh gaya magnetik luar harus dikompensasi dengan internal yang lebih kecil. Logam bismut memperlihatkan efek diamagnetik yang lebih besar daripada kebanyaka bahan diamagnetik ainnya. helium dan gas mulia lainnya. sehingga terjadi peniadaan medan B £ £ £ . Kita harus menyadari bahwa efek diamagnetik terdapat pada setiap bahan. Jadi momen yang terjadi karena putaran pada orbitnya berkurang. Bahan separti itu disebut bahan diamagnetik. sehingga medan magnetik internalnya sama dengan medan magnetik yang kita pasang.7). karena efek ini timbul dari interaksi dari medan magnetik eksternal dengan £ sehingga momen orbitnya akan bertambah. mengurangi kecepatan putarannya. Karena jejari orbitnya terkuantitasi dan tidak dapat berubah. sehingga menimbulkan medan yang lebih banyak. pernyataan diatas bisa dibenarkan. medan magnetik menimbulkan gayaluar pada elektron yang mengorbit. germanium.magnetik yang ditimbulkan oleh spin elektronnya dan menghasilkan medan neto nol. grafit. Dengan kesalaha dengan satu bagia dalam seratus ribu. silikon. emas. kita dapat juga mengatakan bahwa bahan ini terdiri dari atom yang momen magnetik permanennya m sama dengan nol untuk masing-masing atom. Marilah kita pilih elektron yang mengorbit yang momen m-nya searah dengan medan yang terpasang B (Gb. Dilihat sepintas hal itu memberi kesan bahwa medan magnetik eksternal tidak akan menimbulkan torka pada atom dan tidak menimbulkan penjajaran medan dwikutub. seperti hirogen. 9. maka gaya-dalam Coulomb yang menarik elektronpun tidak berubah. natrium klorida. Jika kita pilih sebuah atom dengan m dan B ±nya berlawanan. Dalam hal inipun hasilnya ialah medan internal yang lebih kecil.

timbul torka kecil pada masing-masing momen atomik. Daerah ini disebut domain. Keepat kelas bahan lainnya: feromagnetik. oksigen. Bahan feromagnetik yang . Lagipula interaksi antar atom yang berdekatan menimbulkan penjajaran momen magnetik dari atom-atom tersebut sehingga berarah sejajar atau antisejajar. tungsten. tetapi jika hasilnya adalah pertmbahan B. merupakan contoh dari bahan para magnetik. maka bahan tersebut tetap disebut diamagnetik. Bahan tersebut tidak memperlihatkan efek magnetik jika medan m agnetik eksternalnya tidak ada. yang terutama ditimbulkan oleh momen spin elektron yang tak terpampas. bahan. bentuk.setiap elektron yang mengorbit. Kalium. jika hasil akhirnya adalah turunnya B. Jika kita pasang medan magnetik eksternal. Gaya antar atom menyebabkan momen ini mempunyai arah yang sejajar dalam suatu daerah yang terdiri dari banyak atom. antiferomagnetik. Dalam bahan feromagnetik masing-masing atom memiliki momen dwikutub yang relatif besar. dan sejarah magnetik dari sampel yang ditinjau. Sekarang marilah kita tinjau atom yang efek spin elektron dan gerak pada orbitnya tidak saling meiadakan. Namun perlu diingat bahwa efek diamagnetik tetap bekerja pada elektron yang mengorbit dan melawan pertambahan diatas. bahan tersebut adalah paramagnetik. bergantung dari ukuran. tetapi efek ini dapat tertutup oleh efek lainnya dalam bahan yang akan kita tinjau nanti. Atom secara keseluruhan meiliki momen magnetik kecil. dan superparamagnetik. tetapi orientasinya acak (random) dari atom-atom tersebut dalam sampel yang cukup besar menghasikan momen magnetik yang rata-rata besarnya nol. oksida neodirium dan oksida itrium suatu bahan yang di pakai dlam maser. dan bentuk serta ukurannya dapat bermacam-macam bekisar dari ukuran satu mikrometer ampai beberapa sentimeter. semuanya memiliki momen atomik yang kuat. dan unsur tanah jarang. Penjajaran ini menimbulkan partambahan dari besar B dalam bahan tersebut (melebihi medan eksternal). dan momen ini cendrung untuk menjajar dengan medan eksternal. ferimagnetik. serta banyak garam-garamnya seperti klorida erbium.

sehingga bahan tersebut secara keseluruhan tidak mempunyai bahan momen magnetik. Beberapa paduan logam ini satu dengan yang lainnya atau dengan logam lainya juga bersifat feromagnetik. Bahan feromagnetik dalam kristal tunggal tidak isotropik. cotohnya alniko.sebelumnya terjamahmemiliki domain yang momen magnetiknya kuat. tetapi momen domain ini mempunyai arah yang berbeda-bada dari suatu domain ke domain lainnya. tetapi masih ada tinggalan atau residual madan dwikutub dalam struktur makroskopik. suatu paduan aluminium ± nikel dan kobalt dengan sedikit tembaga. Keadaan dengan momen magnetik bahan itu berbeda setelah medan luarnya ditiadakan. maka penjajaran domain yang rambang tidak terjadi. Juga sangat menarik untuk disebutkan disini bahwa beberapa paduan logam nonferomagnetik dapat bersifat feromagnetik. atau gejala perubahan ukuran bahan magnetik dalam medan magnetik eksternal. misalnya bismuth. dan kobalt. Jika dilihat efek keseluruhannya maka diantara mereka terjadi saling-meniadakan. hingga kita akan membatasi pembahasan kita pada bahan polikristal. Jika medan eksternal kita tiadakan. Pada temperatur yang lebih rendah beberapa unsur tanah yang jarang ditemu seperti gadolinium dan disprosium bersifat fero magnetik. Dalam medan magnetik yang kita pasang maka domain yang memiliki momen magnetik searah dengan medan yang terpasang ukurannya akan bertambah sedangkan ukuran tegangannya akan berkurang. atau keadaan magnetik bahan marupakan fungsi dari sejrah magnetik. kecuali untuk menerangkan sedikit bahwa sifat dari bahan magnetik yang tidak isotropik timbul sebagai mangetostrisi. Unsur-unsur yang bersifat feromagnetik pada temperatur kamar ialah besi. Temperatur curie untuk besi adalah 1 43 K. sehingga medan magnetik internalnya menjadi bertambah besar dan melebihi medan eksternalnya. disebut histeresis yang merupakan bahan pembahasan dalam rangkaian magnetik yang akan kita pelajari pada beberapa halaman kemudian. nikel. .mangan dan tembaga-mangan-timah. dan bahan-bahan itu kehilangan watak feromagnetiknya diatas suatu temperatur yang disebut temperatur Curie.

tetapi momennya tidak sama. Bahan ferimagnetik juga menunjukkan arah yang antisejajar dari momen atomik yang bertetangga. Banyak oksida. Bahan s perferomagnetik terdiri dari kelompok partikel feromagnetik dalam kisi non-feromagnetik. dan bahan antiferomagnetik hanya dipengaruhi sedikit oleh adanya medan magnetik eksternal. dan klorida termasuk dalam kelompok ini. Ferimagnetisme juga hilang pada temperatur diatas temperatur Curie. sulfida fero (FeS). Momen magnetik netonya nol. misalnya oksida nikel (NiO). dan ferit nikel (Ni Fe2 o4) merupakan contoh bahan yang termasuk dalam kelas ini. Arus yang tereduksi ini (arus eddy/ arus pusar) menghasilkan kerugian ohmik yang lebih kecil dalam teras trasformator. Efek ini belum termasuk efek yang penting dalam bidang keinsinyuran (teknik) pada saat ini. walaupun tidak sebesar bahan feromagnetik. ferit nikel seng (Ni1/2 Zn1/2 Fe2 o4 ). Oksida besi magnetik (Fe3 o4). Walaupun domain terdapat dalam diri pertikelnya. dinding domain tersebut tidak dapat menembus kisi bahan pengantar ke pertikel tetangganya. Antiferomagnetisme hanya ada pada temperatur yang relatif rendah. Akibatnya ialah bahan ini mempunyai tanggap (respons) yang besar terhadap medan magnetik eksternal. ¤ . sulfida. Efek seperti ini mula-mula beberapa ratus bahan kemudian antiferomagnetik lainnya telah ditemukan.Dalam bahan antiferomagnetik gaya antara atom-atom yang bertetangga menyebabkan momen atomik berbasis dalam pasangan antisejajar ( anti paralel). Kenyataan bahwa bahan ini mempunyai resistansi yang lebih besar dari bahan feromgnetik mengakibatkan timbulnya arus induksi yang jauh lebih kecil jika kita pasang medan bolak-balik (medan bersemilih) eperti dalam teras transformator yang bekerja pada frekuensi tinggi. beberapa orde lebih rendah daripada semikonduktor. ditemukan dalam oksida mangan. dan klorida kobalt (CoCl 2). seringkali pada temperatur yang jauh lebih rendah dari temperatur kamar. Kelompok terpenting bahan ferimagnetik ialah ferit yang mempunyai konduktifitas yang rendah. Contoh bahan seperti ini terdapat pada pita magnetik yang dipakai dalam rekorder-pita video atau audio.

Arusnya akan terdiri dari gerak muatan terikat (elektron orbital. sekarang kita akan menunjukkan bagaimana dwikutub magnetik berlaku sebagai sumbar yang terbesar untuk medan magnetik. Kemudian kita definiskan Masing-masing magnetisasi M sebagai momen dwikutub magnetik persatuan volume. Gb. Arus terikat Ib yang mengelilingi lintasa tertutup yang melingkungi luas difrensial dS menghasilkan momen dwikutub M = Ib dS Jika terdapat n dwikutub magnetik per satuan volume. Arus yang dihasilkan oleh ikatan tersebut disebut ar s terikat (bond current) atau ar s Ampere.MAGNETISASI DAN PERMEABILITAS Supaya gambaran mengenaia bahan magnetik mempunyai dasar yang kuantitatif. .8 suatu bagian lintasan-tertutup dL. spin elektron. M = Ž‹  Kita lihat bahwa satuannya harus sama dengn satuan H yaitu A/m. maka momen dwikutub magnetik totalnya kita peroleh melalui penjumlahan vektor. Hasilnya akan merupakan persamaan yang mirip dengan hukum integral Ampere. dan kita meninjau volume . Marilah kita mulai dengan pendefinisian magnetisasi M dinyatakan dalam momen dwikutub magnetik m. 9. (19) mtotal = mi mungkin berbeda. sepanjang lintasn tersebut dwikutub magnetiknya sudah mengalami penjajaran sebagian oleh medan magnetik eksternal. Penjajaran tersebut telah menyebabkan arus terikat yang ¥ ¥ . dan spin niklir) dan madannya yang berdimensi sama dengan H akan disebut magnetisasi M.

dL telah bertambah dengan Ib. gambar tersebut memperlihatkan beberapa momen magnetik m yang membentuk sudut dengan unsur lintasa dL.melalui permukaan yang terdefinisikan oleh lintasan-tertutup bertambah dengan nIb dS. . 9.dL. Kita akan membahas penjajaran sepanjang lintasa tertutup. masing-masing momen terdiri dari arus terikat Ib yang mengelilingi bidang seluas dS. 9.dL dwikutub magnetik. dL dan dalam seluruh lintasan tertutup (21) Ib =   Persamaan (21) mengatakan bahwa jika kita mengelilingi suatu lintasan tertutup dan kita dapatkan momen dwikutub yang menjajar dalam arah lintas n a lebih banyak dari yang tidak. arus terikat yang menembus permukaan yang terlingkungi lintasan (kearah kiri kita jika kita berjalan dalam arah aL dalam Gb.dL = M. maka aka ada arus yang berpautan dengannya.dL ampere. misalnya ditimbulkan oleh elektron yang mengorbit melalui permukaan bagian dalamnya.8) untuk tiap-tiap dwikutub sebanyak n dS. Jadi (20) d Ib = n Ib dS. didalam volume tersebut terdapan n dS. sebagian kecil dari lintasan itu diperlihatkan pada Gb. Waktu kita ubah dari orientasi rambang ke pejajaran sebagian.8. Sekarang marilah kita tinjauefek penjajaran dwikutub magnetik sebagai akibat dari pemasangan medan magnetik.

Hbungan ini biasaya dituliskan dalam bentuk yang menghindari bentuk fraksi dan bentuk dan tanda minus sbb: (25) B= . kita dapatkan rumusan untuk arus bebas yang terlingkungi. Dengan mengkombinasikan ketiga persamaan terakhir ini. Perhatikan bahwa arus bebas muncul tanpa subskrip. karena arus ini termasuk jenis arus yang terpenting dan merupaka satu-satunya jenis arus yang muncul dalam persamaan Maxwell. (23) IT = Ib + I =       Sekarang kita definisikan H dinyatakan dalam B dn M. dan sekarang kita boleh membuat hubungan antara B dan H. (22) Dengan IT = Ib + I Ddan I adalah arus total muatan bebas yang dilingkungi oleh lintasan. (24) H=  Dan kita lihat dalam ruang hampa B = H. yang umum sehingga berlaku pula untuk media lainselain ruang hampa pembahasan kita bersandar pada gaya dan torka sosok arus defrensial dalam medan B. yang berarti bahwa kita telah mengambil B sebagai kuantitas yang pokok dan telah menemukan perbaikan dari pendefinisian H. karena dalam hal ini magnetisasinya nol.Rumusan terakhir ini mirip dengan hukum integral Ampere. Jadi kita dapat meuliskan hukum integral Ampere yang dinyatakan dalam arus total yang terdiri dari arus terikat dan arus bebas.

Sekarang kita boleh menuliskan pendefinisian medan H yang baru dalam persamaan. (23). dalam media seperti itu dapat didefinisikan suseptibilitas magnetik (kerentanan magnetik) Xm. dan (22)menjadi hubungan kurl yang setara dengannya.      (27)  Kita hanya menekankan pada pers (26) dan pers (27 ). kita dapatkan: Ib IT I       Dengan pertolongan teorema Stokes. (26). rumus yang mengan dung muatan bebas dalam pekerjaan kita selanjutnya. H dan M yang dinyatakan dalam pers (25) dapat disederhanakan untuk media isotropik yang linear. (28)   Jadi kita dapatkan B=    . Dengan memakai beberapa bentuk kerapatan arus. (26)   sehingga kita peroleh hukum integralAmpere yang dinyatakan dalam arus bebas. kita dapat mentransformasikan pers (21). Hubungan antara B.

Kita dapatkan   Jika kita ambil B= Dan      . Sebagai contoh pemakaian beberapa kuantitas magnetik ini.B= Atau (29)    Dengan . Cara lain untuk menghubungkan B dan H ialah. maka   H=    Magnetisasinya ialah    . menyatakan permeabilitas (ketelapan) (3 )  Disini dinyatakan dalam permeabilitas relatif (31)   Menyatakan hubungannya dengan suseptibilitas. marilah kita pilih bahan ferit dengan dan bekerja dengan kerapatan fluks yang cukup rendah sehingga hubungan linear dapat dipakai secara nalar. pertama. B= Atau  .

Bahan magnetik tak isotropikyang paling umum ialah kristal feromagnetik tunggal. Dua hukum permulaan yang kita teliti untuk medan magnetik ialah hukum Bio-Savart dan hukum integral Ampere. Sekarang kita telah memperluas pemakainnya untuk setiap bahan magnetik yang serbasama.05 =     . Disini kita telah memakai permeabilitas relatif 50 dan membiarkan kuantitas ini menyirat gerak muatan terikat. H dan M pada umumnya tidak sejajar lagi. Keduanya terbatas pada pemakaian dalam ruang hampa. bahan magnetik tak isotropik harus digambarkan dengan permeabilitas tenso Bx = By = Bz =             Jadi untuk bahan tak isotropik. suatu tensor. Seperti juga pada bahan dielektrik tak isotropik. B= Atau 0. Kita akan menekankan lagi cara penafsiran seperti ini dalam bab yang akan datang. walaupun film magnetik t ipis juga . linear dan isotropik harus digambarkan dengan permeabilitas relatif . bahan magnetik tak isotropik. tetapi hubungan   dalam hubungan   merupakan tetap berlaku.0. meskipun B. dan kedua.05 =    Dan kia lihat bahwa arus Ampere menghasilkan $9 kali intensitas medan magnetik yang ditimbulkan muatan bebas.

Jika kita sebagai permeabilitas relatif bahan feromagnetik. dipakai mempunyai suseptibilitas sbb: oksigen 2 oksida ferit (Fe2 O3 ). -0. -0. Kita tidak memerluka teknik yang baru.  .9 menunjukkan perbatasan antara dua bahan yang linear serbasama isotropik dengan permeabilitas dan . SYARAT BATAS MAGNETIK Kita tidak akan mengalami kesukaran untuk mendapatkan syarat batas yang tepat untuk B.9 . dan antiferomagnetik biasa disebut bahan non magnetik. o.8 . -12 .000.5. banyak sekali pemakaian bahan feromagnetik yang menyangkut kisi polikristal yang lebih mudah dibuat. Definisi kita mengenai suseptibilitas dan permeabilitas bergantung pada anggapan kelinearan. Dengan memakai hukum Gauss untuk medan magnetik menurut pasal 8. Sayang sekalihal itu haynya benar untuk bahan para magnetik dan diamagnetik yang kurang menarik pemakaiannya. Syarat batas untuk komponen normal ditentukan dengan membiarkan permukaan tersebut memotong permukaan Gauss yang berbentuk tabung kecil.memperlihatkan sifat tak isotropik. bahan diamagnetik. H dan M pada permukaan batas antara bahan magnetik yang berbeda.53 . bedanya hanya satu bagian dalam seribu.3  . dan grafit. tembaga. Bahan para magnetik yang umum . 1. germanium. -2 silikon. Namun.8 . Gambar 9. paramagnetik. oksida Ytrium (Y2 O3 ).4 ambil rasio B terhadap harga  . tungsten 6. Beberapa harga yang khas dari suseptibilitas bahan diamagneti ialah sbb: untuk hidrogen. -0. biasanya berkisar antara 10 sampai 100. karena kita telah memecahkan persoalan serupa itu untuk bahan konduktor dan dialektik. dalam hal ini permeabilitas relatifnya hampir mendekati satu.

Ht2 = K. kita peroleh: Ht1 . Kemudian. tetapi komponen normal H takmalar dengan rasio . Untuk bahan magnetik linear.9. Hubungan antara komponen normal M telah tertentu jika hubungan antara komponen normal H telah diketahui.Ht2 =K .Sehingga kita dapatkan Bn1 Atau (32) Jadi (33) Hn2 = Hn1 Bn2 Bn2 = Bn1 Komponen normal B adalah malar.9. hasilnya dapat dituliskan sebagai berikut: (34) Mn2 = Mn1 dan .9 permukaan Gauss dan lintasan tertutup dibuat pada permukaan batas antara media 1 dan 2 yang masing-masing mempunyai permeabilitas Dari situ kita menentukan syarat bats Bn1 = n2 dan Ht1 . kita pakai hukum integral Ampere Dengan mengambil lintasan tertutup kecil pada bidang datar yang normal pada permukaan batas. seperti yang terlihat pada bagian kanan Gb. 9. Gb.

Seperti yang akan segera kita lihat. (35) Ht1 ± Ht2 = K Arahnya dapat dinyatakan lebih eksak dengan memakai perkalian silanguntuk mengindentifikasi komponen tangensialnya. Dalam hal ini kerapatan tersebut ialah kerapatan arus bebas. Jadi.Dengan anggapan bahwa permukaan batasnya dapat mengandung arus permukaan K yang koponennya noral pada bidang datar lintasan tersebut ialah K. dan kerapatan itu nol jika kedua bahan tersebut bukan konduktor. (37) Mt2 = Mt1 m2 K Ketiga syarat batas yang baru kita tulis untuk komponen tangensial akan menjadi jauh lebih sederhana jika kerapatan arus permukaannya nol. Untuk B tangensial. RANGKAIAN MAGNETIK Dalam hal ini kita akan menyimpang sebentar untuk membahas teknik pokok yang bersangkutan dengan pemecahan suatu kelompok persoalan magnetik yang dikenal sebagai rangkaian magnetik. kita peroleh (36)  Syarat batas untuk komponen tangensial magnetisasi untuk bahan linear menjadi. nama tersebut timbul dari kesmaan yang banyak dengan analisa rangkaian resistif . (H1 ± H2) x aN12 = K Dimana aN12 menyatakan vektor pada perbatasan yang arahnya dari 1daerah 1 ke daerah 2.

Sat-satu perbedaan yang penting terletak pada bagian feromagnetik dari rangkaian magnetik. filamen pijar. (38a) E = . metode yang dipakai serupa dengan metode untuk rangkaian listrik tak linear yang mengandung dioda. Pada waktu yang bersamaan kita akan menunjukkan cara penurunan persamaan yang serupa itu. Sebagian titik tolak. marilah kita mengenali persamaan madan yang menjadi dasar analisis rangkaian resistif. untuk rangkaian magnetik. Kita mulai dengan potensial elektrostatik dan hubungannya dengan intensitas medan listrik.arus searah yang telah kita kenal. termistor. dan unsur tak linear lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->