P. 1
motivasi sosial

motivasi sosial

|Views: 886|Likes:
Published by Kuston Sultoni

More info:

Published by: Kuston Sultoni on Jan 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

Jumat, 14 Desember 2007

Teori Motivasi dari David Clarence McClelland
Oleh : P. Erianto Hasibuan PENDAHULUAN David Clarence McClelland (1917 – 27 Maret 1998) memperoleh BA pada tahun 1938 dari Universitas Wesleyan dan MA pada tahun 1939 pada Universitas Missouri serta Ph. D dalam bidang psikologi eksperimental pada Universitas Yale tahun 1941. McClelland pengajar di Sekolah Tinggi Connecticut dan Universitas Wesleyan sebelum diterima pada tahun 1956 di Universitas Harvard. Setelah ia bergabung selama 30an tahun di Harvard ia pindah ke Universitas Boston tahun 1987. McClelland mengajukan teori motivasi yang didasarkan atas teori personaliti dari Henry Murray (1938), yang menset suatu model komprehensif dari kebutuhan manusia dan proses-proses motivasi. Henry A. Murray (13 Mei 1893 – 23 Juni 1988) adalah seorang Psikolog Amerika yang mengajar lebih dari 30 tahun di Universitas Harvard. Ia adalah pendiri Lembaga Psikoanalitis Boston dan mengembangkan teori personaliti yang didasarkan pada “kebutuhan” dan “tekanan”. Ia juga adalah pengembang Thematic Apperception Test (TAT) yang secara luas digunakan oleh para psikolog. Didalam bukunya The achieving society (1961) McClelland merumuskan bahwa motivasi manusia dibagi kedalam tiga kebutuhan utama, yaitu : Kebutuhan untuk berprestasi (Need for achievement/n-Ach), Kebutuhan untuk berkuasa (Need for power/n-Pow) dan Kebutuhan untuk berafiliasi (Need for affiliation /n-Aff). Pokok penting dari masing-masing kebutuhan berbeda untuk tiap-tiap individu dan juga tergantung pada latar belakang kultur masing-masing individu. Ia juga menyatakan bahwa motivasi yang kempleks ini adalah suatu faktor penting didalam perubahan sosial dan evolusi didalam kemasyarakatan. Peninggalannya juga termasuk sistim skoring yang dikembangkan bersamaan untuk Thematic Apperception Test (TAT) yang dikembangkan oleh Murray and Morgan (1935). TAT tersebut digunakan untuk menilai personaliti dan meneliti motivasi seseorang. 1 Penggunaan teori ini di organisasi modern cukup berkembang utamanya untuk menyesuaikan kebutuhan seseorang dengan bidang tugas yang sesuai dengan kebutuhan yang dimilikinya. Sekalipun belum digunakan secara umum dalam proses rekrutmen, tetapi beberapa perusahaan telah mendasarkan teori ini dalam hal penempatan dan penetapan grade untuk tiap karyawannya. TEORI KEBUTUHAN McClelland Didalam teori kebutuhan yang digambarkan dalam model Murray, David McClelland mengatakan bahwa kebutuhan individu diperoleh dari waktu ke waktu dan dibentuk melalui pengalaman hidup seseorang. Sebagian besar dari kebutuhan ini dapat dikelompokkan menjadi prestasi, afiliasi dan kekuasaan. Keefektifan seseorang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dipengaruhi oleh ketiga kebutuhan tersebut. Teori McClelland kadang-kadang di katakan sebagai teori tiga kebutuhan atau sebagai teori kebutuhan yang dipelajari (learned needs theory). Sesuai dengan namanya teori kebutuhan yang dipelajari, maka teori ini pada awalnya didasari pada kenyataan bahwa para sarjana yang memiliki prestasi tinggi di kampus tidak selamanya dapat menunjukkan prestasi yang tinggi didalam pekerjaan. Atas dasar tersebut dilakukan penelitian terhadap para pekerja yang sukses, dan mengapa mereka dapat sukses dalam pekerjaannya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan maka diperoleh karakteristik yang

Banyak pengusaha mungkin gagal didalam kelompoknya tetapi tidak pada pekerjaannya. Ach rendah mungkin akan memilih tugas yang mudah. Ach tinggi cenderung bekerja pada situasi degan tingkat kesuksesan yang moderat. Pada perkembangan selanjutnya kompetensi diuraikan lebih lanjut dengan uraian bahwa struktur kompetensi dibedakan menjadi dua. atau tugas dengan kesulitan tinggi. Hard competancy adalah kompetensi yang kelihatan dipermukaan dan lebih mudah dikembangkan.ditunjukkan oleh individu dengan kinerja yang menonjol. Mereka yang memiliki n. Asosiasi prestasi dengan perasaan positif 4. seperti keterampilan dan pengetahuan. menunjukkan keinginan individu untuk secara secara signifikan berprestasi. idealnya peluang 50%. untuk meminimalisasi risiko kegagalan. Mereka sangat puas dengan penghargaan yang didasarkan pada pencapaian prestasinya. Achievers membutuhkan umpan balik yang berkesinambungan untuk memonitor kemajuan dari pencapaiannya.Ach meliputi : 1. sebab dari berbagai penelitian yang dilakukan bahwa kompetensi berperan membantu individu untuk mencapai sasaran yang harus dicapai. dengan demikian penting bagi setiap individu untuk mengetahui dan memahami kompeensi yang dimilikinya dan keterkaitannya dalam pencapaian sasaran. Suatu keinginan untuk menjadi efektif atau tertantang 6. Orang tua yang mendorong kemandirian dimasa kanak-kanak 2. Karakteristik tersebut mungkin juga dimiliki oleh mereka yang tidak berprestasi menonjol. Hal tersebut dikenal dengan istilah Kompetensi. Achievment n.Ach berhubungan dengan kesulitan orang untuk memilih tugas yang dijalankan. Ach tinggi cenderung memilih tugas dengan tingkat kesulitan moderat. dan kompetensi jenis ini yang lebih menentukan keberhasilan dalam jangka panjang.Ach tinggi memiliki karakteristik dengan kecenderungan untuk mencari tantangan dan tingkat kemandirian tinggi. mereka akan merasa tertantang tetapi masih dapat dicapai. karakteristik tersebut lebih sering ditunjukkan dan diberbagai situasi dengan hasil yang lebih baik. Mereka yang memiliki n.Ach adalah suatu istilah yang diperkenalkan oleh David McClelland kedalam bidang psikologi. pengendalian atau standard tinggi. n. . Mereka yang memiliki n. Orang-orang yang berprestasi tinggi (achievers) menghindari situasi dengan risiko rendah karena dengan mudah mencapai kesuksesan yang bukan pencapaian yang sungguhsungguh. tetapi pada mereka yang berprestasi menonjol. Kekuatan pribadi. sehingga bila gagal tidak akan memalukan. menguasai skil. Individu dengan n. kompetensi ini lebih sulit dikembangkan. Dalam proyek dengan risiko tinggi. 5. Sumber n. sedang Soft competancy adalah bagian yang tidak terlihat karena berupa nilai citra diri seseorang dan sifat motif dari seseorang. Mereka lebih suka bekerja sendiri atau dengan orang lain dengan tipe achievers tinggi. yaitu hard competancy dan Soft competancy. Asosiasi prestasi dengan orang-orang yang memiliki kompetensi dan usaha sendiri bukan karena keberuntungan. achievers melihat hasilnya sebagai suatu kesempatan yang melampaui kemampuan seseorang. Kompetensi menjadi sesuatu yang penting dewasa ini. Orang-orang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement/n-Ach) yang tinggi mencoba melampaui dan dengan demikian cenderung menghindari situasi yang berisiko rendah dan tinggi. Menghargai dan memberi hadia atas kesuksesan 3.

Hal ini menunjukkan dorongan untuk bertindak lebih baik dan efisien.Pow dan n. Apabila didalam suatu posisi jabatan (job) ditentukan kompetensi minimal yang dibutuhkan untuk dorongan berprestasi adalah pada level 4. Asumsi teori personaliti didasarkan pada kompetensi tingkat tinggi seperti inisiatif. Standar tersebut dapat berupa prestasi diri sendiri dimasa lampau (improvement). komponen kompetensi menghasilkan pekerjaan yang sukses. Orang dengan n. Murry yang pertama mengenali pengaruh n. n. personal dan institusional. Sebagai contoh Hay mendefenisikan salah satu kompetensi yaitu dorongan berprestasi (achievement orientation) adalah perhatian untuk bekerja dengan baik atau melampaui standar prestasi. Lebih lanjut hal ini merupakan jumlah kumulatif dan berkelanjutan.Aff dan menempatkannya didalam konteks yang terintegrasi dengan model motivasi. Mengambil risiko wirausaha yang diperhitungkan.Aff tinggi cenderung bekerja pada tempat yang memungkinkan interaksi personal. maka akan dicari kandidat yang menunjukkan karakteristik selalu membuat target pribadi yang melampaui target yang ditetapkan. n. Manejer dengan kebutuhan kekuasaan lembaga yang tinggi cenderung lebih efektif dibandingkan dengan mereka yang membutuhkan kekuasaan personel tinggi. Mereka cenderung memperkuat norma-norma dalam kelompok kerja mereka. ukuran yang objektif (result orientation)atau sesuatu yang belum dilakukan orang lain (innovation). Sesuai dengan sistim scoring n.Ach. Meningkatkan kinerja Menetapkan dan mencapai sasaran yang menantang Membuat analisis cost – benefit. Pengukuran McClelland dikenal sebagai kompetensi yang sulit dan memerlukan aktivitas yang dikembangkan ataupun diperlihatkan dalam melakukan aktivitas. Tingkatan : Bekerja dengan baikuntuk mencapai suatu target. n. Thematic Apperception Test (TAT) McClelland menggunkan TAT untuk mengukur kebutuhan individual masing-masing orang yang . Mereka bekerja dengan baik pada layanan customer dan situasi interaksi dengan pelanggan. yang dikenal dengan istilah Model Murray proses motivasi dan kebutuhan manusia dan pekerjaannya selama perang dunia ke II. Seseorang yang membutuhkan kekuasan lembaga mau mengorganisir usaha orang lain untuk tujuan lebih lanjut dari organisasi.Aff dan n. dan kepemimpinan dapat diukur menggunakan konsistensi secara internal.Ach. kreativitas. Power Mereka yang memiliki kebutuhan kekuasaan (need for power/n-Pow) dapat menjadi orang yang memiliki dua tipe.Pow dapat dilihat sebagai suatu terobosan radikal terhadap dominasi psikometri tradisional. Bagaimanpun terobos-an ini dikenal bahwa pemikiran McClelland dengan kuat dipengaruhi oleh pekerjaan Henry Murray.Ach. dengan cara yang inovatif dan sebelumnya menunjukkan hasil yang melampaui target yang ditetapkan.Pow dan n. Pengukuran Teknik McClelland untuk mengukur n. dan kebutuhan ini sering diterima sebagai hal yang tidak diingini. Mereka yang butuh keuasaan personal menginginkan orang lain secara langsung.Aff dengan sederhana dapat dihitung berapa komponen kompetensi seseorang yang mempengaruhi aktivitas tersebut.Affiliation Mereka yang memiliki kebutuhan affiliasi (need for affiliation/n-Aff) tinggi membutuhkan hubungan kemanusiaan dengan orang lain dan membutuhkan rasa diterima dari orang lain. Mencapai standar prestasi yang ditentukan.

serta menghargai setiap kritik dan umpan balik. Sartono Mukadis seorang psikolog yang berprofesi sebagai konsultan sumber daya manusia dalam tulisannya Hujan Cambuk di Negeri Orang. sehingga implikasi yang disajikan adalah implikasi dibidang manajemen. b. atau lebih dikenal dengan istilah kompetensi.Aff) yang tinggi akan kurang produktif apabila yang bersangkutan ditempatkan pada pekerjaan yang lebih banyak berhadapan dengan mesin. dan berkuasa (power). Kebutuhan untuk berafiliasi tinggi – Karyawan dengan kebutuhan afiliasi yang tinggi membutuhkan lingkungan kerja yang dipenuhi dengan nuansa kerjasama yang prima.berbeda. Implikasi Learned needs theory dari McClelland telah membawa implikasi yang luas tidak hanya pada dunia bisnis dan pendidikan. yang lebih efektif adalah umpan balik atas apa yang telah mereka lakukan. seperti : a. mampu menetapkan tujuan antara yang terukur dan spesifik. telah dilakukan berbagai observasi dan penelitian yang meneliti karakteristik yang ditunjukkan oleh individu dengan kinerja yang menonjol. Test menentukan score masing-masing individu untuk tiap kebutuhan berprestasi ( achievement). juga selalu memulai dengan mencari penyebab kegagalan pada diri sendiri dan tidak menyalahkan pihak lainnya. dengan pengetahuan tersebut maka orang yang memiliki kebutuhan yang berbeda dapat dimotivasi secara berbeda. Simpulan Berdasar pada Learned needs theory dari McClelland. . tetapi juga dibidang olah raga. TAT adalah suatu projective test yang memberikan kepada subjek suatu rangkaian gambar-gambar yang berarti ganda. Hujan Tangis di Negeri Sendiri. Kebutuhan akan kekuasaan – Manajemen harus menyediakan peluang untuk mengatur orang lain bagi mereka yag mencari kekuasaan. berafiliasi (affiliation). berkesinambungan. untuk mendukung produktivitasnya maka selayaknya ditempatkan pada pekerjaan yang berhubungan degnan manusia atau menjalin hubungan dengan orang lain. c. bahkan sekolah-sekolah setidaknya telah mengiklankan program pendidikannya sebagai pendidikan yang berdasarkan pada kompetensi. Asumsinya bahwa subjek akan memproyeksikan kebutuhannya kedalam cerita dan cerita ini akan merefleksikan tema-tema tertentu. Bagi mereka uang bukanlah suatu motivator yang penting. Para psikolog telah mengembangkan teknik scoring yang dapat diandalkan untuk TAT. Score ini dapat digunakan untuk menggambarkan tipe pekerjaan mana yang sesuai bagi seseorang. Sebagai contoh seseorang yang memiliki kebutuhan untuk berafiliasi (n. mengenali kekuatan dan keterbatasan diri maupun lingkungan. Berdasarkan kompetensi yang diharapkan tersebut selanjutnya telah berkembang pusat-pusat pelatihan untuk membentuk kompetensi yang diharapkan. Kebutuhan untuk berprestasi tinggi – Orang yang tergolong pada high achiever harus diberikan pekerjaan yang menantang dengan sasaran akhir yang masih dapat dicapai. dan subjek diminta untuk mengembangkan suatu cerita spontan untuk masing-masing gambar. Tidak berhenti pada keberhasilan dan pujian serta bekerja jauh melampaui ukuran materi semata. Dengan TAT akan diperoleh kebutuhan seseorang. mengungkapkan dengan bahasa sederhana bagaima pengaruh dari adanya Achievement Motivation Training (AMT) yang merupakan hasil perkembangan dari The Achieving Society yang berkembang di Indonesia sejak tahun 1973-an lalu dan bertujuan menularkan virus nAch agar lebih menonjol dari dua needs lainnya : “ orang yang sudah tertular virus nAch ditandai semangat bertanding dengan diri sendiri. jatuh bangkit kembali. Penulis tidak mendapatkan bahan yang berhubungan dengan kegiatan pastoral.

9thed. umumnya akan menghasilkan wiraswastaan yang lebih bersemangat dan selanjutnya menghasilkan perkembangan ekonomi yang lebih cepat. McCleland adalah seorang ahli psikologi sosial yang memusatkan perhatian pada kepribadian sebagai pendorong utama perubahan. H. structure. New York: Oxford University Press.com/2007/12/teori-kebutuhan-dari-davidclarence.A..A. Atkinson. & Lowell. Irwin. Princeton: Van Nostrand. Bacaan : · McClelland. untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih baik. Kebutuhan ini menjadi sentral sebab merupakan motor penggerak dari seorang untuk menapai kinerja. (1953) The achievement motive. Keuntungan hanyalah salah satu diantara beberapa ukuran tentang seberapa bail pekerjaan telah dikerjakan namun keuntungan tidak harus menjadi tujuan itu sendiri. tidak hanya didorong oleh motif untuk mencari keuntungan. Erianto Hasibuan di 15. James L. Clark. Diposkan oleh P. tetapi lebih didorong oleh hasrat kuat untuk berprestasi.L. D. Demikian halnya untuk kepentingan diri sendiri.Pemahaman akan kompetensi seseorang akan menolong kita untuk memahami kebutuhan seseorang. D. yaitu kebutuhan untuk berprestasi.C.html TEORI TIGA KEBUTUHAN (DAVID MCCLELLAND Teori dorongan berprestasi dikemukakan oleh David McCleland. Organizations : behavior. karena semangat kewiraswastaanlah yang mendorong perkembangan ekonomi. E. Richard D.Ach. Dari ketiga kebutuhan tersebut. Princeton: Van Nostrand.23 http://eriantohasibuan. maka tugas teoritis adalah menerangkan sebab-sebab kemunculan semangat itu. Sumber : wikipedia · McClelland. C. yang selalu mendapat perhatian sentral adalah n. Semangat itu dicontohkan dalam diri pengusaha yang berlawanan dengan bayangan umum.W. (1961) The achieving society.blogspot. Sumber : wikipedia · Murray. Kebutuhan untuk berprestasi yang dilambangkan dengan n-Ach atau need for Achievment adalah salah satu dasar . processes. (1938) Explorations in personality. kita dapat melatih diri kita untuk memiliki kompetensi yang kita butuhkan untuk berhasil. Sumber : wikipedia · Gibson. Tesis dasar McCleland adalah bahwa “masyarakat yang tinggi tingkat kebutuhan untuk berprestasinya... dengan demikian dapat dimotivasi dengan tepat. Menurutnya. 1997. J. R.

mencoba menemukan ukuran individual dari motif. buku-buku cerita yang digunakan untuk anak-anak sekolah dasar. teknik ini mencoba memastikan sejauh mana pikiran asli orang dapat berubah menjadi ide-ide yang berorientasi kepada prestasi. mereka menunjukkan. Italia. Pertama. Brazilia dan India. yang mencerminkan dorongan individu itu untuk berprestasi. Sebagai contoh. Clelland menjelaskan bahwa Tipe riset Pertama Ukuran kelompok didasarkan atas ide bahwa fantasi dapat dilihat didalam kepustakaan ataupun didalam ceritacerita yang ditulis orang kebanyakan. Para ibu ini diminta pandangan mereka mengenai latihan kejuruan dan latihan bebas. mencoba menemukan tindakan kelompok untuk menemukan ukuran berprestasi dari kelompok. sampel anak-anaknya dites dan ibu mereka diwawancarai (kecuali di India). Anak-anak dites dengan dua teknik proyektif : menulis cerita dan menggambar secara spontan. McCleland melakukan tiga jenis riset. maka kita akan dapat menghitung jumlah ide dalam cerita itu yang berhubungan dengan prestasi. dan bacaan imajinatif tentang masa lalu digunakan untuk memberikan skor kebuuhan berprestasi kelompok. dan Polandia. Ketiga meneliti perilaku. Teknik proyektif yang dilukiskan diatas adalah bagian dari perkembangan awal situasi mengenai kebutuhan untuk berprestasi. termasuk motif kegiatan para pengusaha. Tipe riset kedua yang dilakukan McCleland dipusatkan pada sumber-sumber kebutuhan untuk berprestasi dan pada pengaruhnya di kalangan remaja. menyangkut pengetesan kehidupan para pengusaha untuk memastikan apakah tingkat kebutuhan untuk berprestasi mereka lebih tinggi dan aktivitas kewiraswastaan mereka lebih luas dibandingkan denga orangorang seumur mereka. dan karena itu akan bertindak sedemikian rupa untuk memajukan perkembangan ekonomi. Perhitungan sederhana ini kemudian dapat digunakan sebagai skor dari kebutuhan untuk berprestasi. . Kedua. berbagai faktor sosial yang mempengaruhi cara-cara memelihara anak. nilai-nilai. dan pelaksanaannya baik oleh para ibu amupun oleh anak mereka di berbagai negara. atau kekuatan motivasinya untuk berprestasi. Analisis kandungan bahan kepustakaan menghasilkan sejauh mana kepustakaan itu mnecerminkan tingkat motivasi untuk berprestasi. selanjutnya. selanjutnya akan membantu atau merintangi perkembangan pertumbuhan untu berprestasi. Jelaslah McCleland mencoba mengenali faktor yang tak terbatas hanya pada satu kebudayaan saja. kepentingan. Dalam kenyataannya. menyangkut para pengusaha dan profesi lain di AS.kebutuhan manusia. Riset ini juga dilakukan antara bangsa. Pada dasarnya. Tipe riset ketiga. dan sama dengan motif-motif lainnya. Turki. Kebutuhan untuk berprestasi ini juga adalah fungsi dari bermacam-mcam bahan bacaan yang disodorkan kepada anak. Bila kebutuhan berprestasi ini sangat berkembang. jika sorang individu menulis sebuah cerita berdasarkan atas sebuah gambar yang telah ia tunjukkan. Anak-anak juga ditanyai sehubungan dengan nilai-nilai mereka. McCleland menemukan sebuah teknik proyektif untuk mengukur motif orang untuk berprestasi. Cerita-cerita rakyat. kebutuhan untuk berprestasi ini adalah hasil dari pengalaman sosial sejak kanak-kanak. Dalam upaya menjelajahi lebih baik dalam hubungan antara kebutuhan untuk berprestasi dan perkembangan ekonomi. Mengapa sebagian remaja mempunyai tingkat kebutuhan berprestasi yang lebih tinggi sedangkan sebagian yang lain sangat rendah? Bagaimana hubungan antara tingkat kebutuhan untuk berprestasi itu dengan minat kejuruan dan pelaksanaannya? Jawabannya dicari dalam kaitannya dengan studi antar bangsa. maka individu akan menunjukan perilaku yang tepat. mewujudkan semangat kewiraswastaan. Dalam risetnya Mc. jerman. Di Jepang. Jadi. kepustakaan itu dapat dianggap mempengaruhi anggota masyarakat dan menunjukkan cara berpikir yang “wajar” dalam masyarakat bersangkutan.

Ach meliputi : 1. Achievers membutuhkan umpan balik yang berkesinambungan untuk memonitor kemajuan dari pencapaiannya. tak satupun yang menghalangi hubungan ini.meskipun terdapat perbedaan kebudayaan diantara bangsa-bansgsa itu. Mereka lebih suka bekerja sendiri atau dengan orang lain dengan tipe achievers tinggi. McCleland menyimpulkan bahwa hubungan antara kebutuhan untuk berprestasi dan pertumbuhan ekonomi itu sangat nyata. dan kemudian membuat perbandingan historis antara laju pertuumbuhan ekonomi dan kebutuhan untuk berprestasi yang dikaitkan dengan cerita-cerita dalam kepustakaan bacaan anak-anak. baik bagi negara maju maupun negara sedang berkembang di kedua kelompok negara tersebut. Kesimpulan ini berlaku baik bagi negara Barat maupun negara komunis. Mereka yang memiliki n. Soalnya. Menghargai dan memberi hadia atas kesuksesan . menguasai skil.juga terdapat kesamaan mendasar dari rakyat disemua masyarakat itu yang bekerja keras menurut ukuran tertentu takkala tingkat motivasi untuk berprestasi mereka tinggi. Clelland menjelaskan tiga jenis motivasi. untuk meminimalisasi risiko kegagalan. Ach tinggi cenderung memilih tugas dengan tingkat kesulitan moderat. atau tugas dengan kesulitan tinggi. mereka akan merasa tertantang tetapi masih dapat dicapai. Mereka yang memiliki n. achievers melihat hasilnya sebagai suatu kesempatan yang melampaui kemampuan seseorang. Dalam proyek dengan risiko tinggi. berhubungan erat dengan laju pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat. Orang-orang yang berprestasi tinggi (achievers) menghindari situasi dengan risiko rendah karena dengan mudah mencapai kesuksesan yang bukan pencapaian yang sungguh-sungguh. bersikap begini: “apa yang mereka inginkan. Orang-orang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement/n-Ach) yang tinggi mencoba melampaui dan dengan demikian cenderung menghindari situasi yang berisiko rendah dan tinggi.Ach berhubungan dengan kesulitan orang untuk memilih tugas yang dijalankan. sehingga bila gagal tidak akan memalukan. Nampaknya tingkat perkembangan. menunjukkan keinginan individu untuk secara secara signifikan berprestasi. Ach tinggi cenderung bekerja pada situasi degan tingkat kesuksesan yang moderat.Ach tinggi memiliki karakteristik dengan kecenderungan untuk mencari tantangan dan tingkat kemandirian tinggi. Berlimpahnya cerita-cerita yang berorientasi pada prestasi dalam kepustakaan imajinatif zaman modern. Teori Kebutuhan Mc. mereka usahakan untuk mendapatkannya. Orang tua yang mendorong kemandirian dimasa kanak-kanak 2. pengendalian atau standard tinggi. Sumber n. struktur politik maupun faktor lain sejauh yang telah diketahui. Motivasi Untuk Berprestasi Prestasi atau Achievment adalah suatu istilah yang diperkenalkan oleh David McClelland kedalam bidang psikologi. Orang yang tinggi tingkat motivasi untuk berprestasi. Mereka sangat puas dengan penghargaan yang didasarkan pada pencapaian prestasinya. Ach rendah mungkin akan memilih tugas yang mudah. yang diidentifikasi dalam buku ”The Achieving Society” sebagai beriktu : a. Banyak pengusaha mungkin gagal didalam kelompoknya tetapi tidak pada pekerjaannya. n. Mereka yang memiliki n. meskipun faktor lain dapat mengubah kecepatan mereka dalam mencapainnya. apakah data yang mendukung perbedaan motif untuk berprestasi itu benar-benar bersumber dari perbedaan kebudayaan? Setelah membandingkan laju pertumbuhan ekonomi berbagai bangsa (berdasarkan peningkatan produksi tenaga listrik) dengan tingkat kebutuhan untuk berprestasi. idealnya peluang 50%. Individu dengan n.

Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat (n-affil) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. dan kebutuhan ini sering diterima sebagai hal yang tidak diingini. Mereka yang memiliki kebutuhan kekuasaan (need for power/n-Pow) dapat menjadi orang yang memiliki dua tipe. Seseorang yang membutuhkan kekuasan lembaga mau mengorganisir usaha orang lain untuk tujuan lebih lanjut dari organisasi.3. yang dikenal dengan istilah Model Murray proses motivasi dan kebutuhan manusia dan . memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya. Mereka yang butuh keuasaan personal menginginkan orang lain secara langsung. Mereka yang memiliki kebutuhan affiliasi (need for affiliation/n-Aff) tinggi membutuhkan hubungan kemanusiaan dengan orang lain dan membutuhkan rasa diterima dari orang lain. Mereka bekerja dengan baik pada layanan customer dan situasi interaksi dengan pelanggan. Manejer dengan kebutuhan kekuasaan lembaga yang tinggi cenderung lebih efektif dibandingkan dengan mereka yang membutuhkan kekuasaan personel tinggi. Mereka cenderung memperkuat norma-norma dalam kelompok kerja mereka. Kekuatan pribadi. n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. 5. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan. n.Aff dan n.Ach. Pengukuran Teknik McClelland untuk mengukur n. Suatu keinginan untuk menjadi efektif atau tertantang 6. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat. Orang dengan n. akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. b. Motivasi Untuk Berkuasa Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.Pow dapat dilihat sebagai suatu terobosan radikal terhadap dominasi psikometri tradisional. kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi. Asosiasi prestasi dengan perasaan positif 4. Bagaimanapun terobos-an ini dikenal bahwa pemikiran McClelland dengan kuat dipengaruhi oleh pekerjaan Henry Murray. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut. personal dan institusional. Asosiasi prestasi dengan orang-orang yang memiliki kompetensi dan usaha sendiri bukan karena keberuntungan. c.Aff tinggi cenderung bekerja pada tempat yang memungkinkan interaksi personal.

Kebutuhan untuk berafiliasi tinggi – Karyawan dengan kebutuhan afiliasi yang tinggi membutuhkan lingkungan kerja yang dipenuhi dengan nuansa kerjasama yang prima. n. Diposkan oleh ZULKIFLI di 06. o kebutuhan kekuatan: kebutuhan untuk membuat individu lain berperilaku sedemikian rupa sehi ngga mereka tidak akan berperilaku sebaliknya.com/2010/04/teori-tiga-kebutuhan-david-mcclelland. Kebutuhan untuk berprestasi tinggi – Orang yang tergolong pada high achiever harus diberikan pekerjaan yang menantang dengan sasaran akhir yang masih dapat dicapai.blogspot. berusaha keras unt uk berhasil. Bagi mereka uang bukanlah suatu motivator yang penting.Ach. yang lebih efektif adalah umpan balik atas apa yang telah mereka lakukan.html [Teori kebutuhan McClelland Teori kebutuhan McClelland dikembangkan oleh David McClelland dan teman-temannya’. 2. mencapai standar-standar. mengembangkan pencapaian berbasis teori dan model motivasi. Sekilas David McClelland David Clarence McClelland (1917-1998) mendapat gelar doktor dalam psikologi di Yale pada 19 41 dan menjadi profesor di Universitas Wesleyan. David McClelland me melopori motivasi kerja berpikir. Teori kebutuhan McClelland berfokus pada tiga kebutuhan yang didefinisikan sebagai berikut: o kebutuhan pencapaian: dorongan untuk melebihi.Pow dan n.pekerjaannya selama perang dunia ke II.18 http://izulblogs. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. 3. KESIMPULAN Dengan Teori Tiga Kebutuhan diatas.Aff dan menempatkannya didalam konteks yang terintegrasi dengan model motivasi. Kebutuhan akan kekuasaan – Manajemen harus menyediakan peluang untuk mengatur orang lain bagi mereka yag mencari kekuasaan. McClelland dikenal untuk karyanya pada pencapaian motivasi. . o kebutuhan hubungan: keinginan untuk menjalin suatu hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab. dan dipromosikan dalam perbaik an metode penilaian karyawan. Murry yang pertama mengenali pengaruh n.

serta advokasi berbasis kompetensi penilaian dan tes. Ciriciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resiko yang relati f tinggi. dan berkaitan erat dengan teori Frederick Herzberg. Kebutuhan akan prestasi (n-ACH) Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli. bergulat untuk sukses. Model motivasi ini ditemukan diberbagai lini organisasi. dan kemajuan dalam pekerjaan. Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (achiefment). Ide nya telah diadopsi secara luas di berbag ai organisasi. B. Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat (n-affil) Model Kebutuhan Berbasis Motivasi McClelland David McClelland (Robbins. Kebutuhan akan kekuasaan (n-pow) .Clelland’s Achievment Motivation Theory atau teori motivasi prestasi McClelland juga digunakan untuk mendukung hipotesa yang akan dikemukakan dalam penelitia n ini. Karyawan perl u mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut. keinginan mendapatkan tanggung jawab p emecahan masalah. A. keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka. bagaimana energi ini dil epaskan dan dikembangkan tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu dan situasi serta peluang yang tersedia. Beberapa ka ryawan memiliki karakter yang merupakan perpaduan dari model motivasi tersebut. Motivasi untuk berkuasa (n-pow) 3. yang diidentifikasi dalam buku ”The Achieving Society”: 1. berprestasi sehubungan deng an seperangkat standar. Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan da n kebutuhan akan aktualisasi diri. 2001 : 173) dalam teorinya Mc. karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya. kebutuh an kekuasaan (power). pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang. n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi . David McClelland dikenal menjelaskan tiga jenis motivasi. dan kebutuhan afiliasi. Motivasi untuk berprestasi (n-ACH) 2. baik staf maupun manajer. Dalam teorinya McClelland mengemukakan bahwa individu mempunyai cadangan energi potensial.

kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang sukses (Suryana. 2006). McClelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut.Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk me ngendalikan dan mempengaruhi orang lain. C. Karakteristik dan sikap motivasi prestasi ala Mcclelland: 1. kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak la in. Artinya para usahawan mempunyai n-ach yang lebih tinggi dibanding dari profesi lain. karena merupakan ukuran sukses (umpan balik yang diandalkan. Pencapaian adalah lebih penting daripada materi. 2. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan ke butuhan aktualisasi diri. memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ideide untuk menang. Kreativitas adalah kemampuan mengembangkan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan . kuantitatif dan faktual). Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terh adap lingkungannya. Mencapai tujuan atau tugas memberikan kepuasan pribadi yang lebih besar daripada menerim a pujian atau pengakuan. Penelitian David Mcclelland Penelitian McClelland terhadap para usahawan menunjukkan bukti yang lebih bermakna mengen ai motivasi berprestasi dibanding kelompok yang berasal dari pekerjaan lain. 3. Kebutuhan untuk berafiliasi atau bersahabat (n-affil) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. aki batnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. Umpan balik sangat penting. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk men capai suatu posisi kepemimpinan. I ndividu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi so sial yang tinggi. Kewirausahaan adalah merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar. n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan.

Peranan ini dijalankan karena dia membuat keputusan dalam keadaan tidak pasti. Inovasi adalah kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan masalah dan menemukan peluang (Suryana. Ciriciri pokok peranan kewirausahaan (McClelland. kinerja wirausaha akan lebih tergantung pada keahlian. Bukan lama waktu yang penting. misal laba. Risk taker dimaksudkan bahwa seorang wirausaha dalam membuat keputusan perlu menghitung risiko yang akan ditanggungnya.atau pada prestasi – dibanding pekerjaan lain. Merek a bisa bekerja dalam waktu yang panjang. mereka tertarik pada prestasi. namun karen a semangatnya mereka tahan bekerja dalam waktu yang panjang. s erta pengetahuan tentang hasil-hasil keputusan. Bagi individu yang memiliki nach tinggi tidak begitu tertarik pada pengakuan masyarakat atas sukses mereka. Wirausaha mengambil risiko yang moderat. 2006). Standar unt uk mengukur sukses bagi wirausaha adalah jelas. Dari penelitiannya. besarnya pangsa pasar atau laju pertumbuhan penjualan. 2006). 1961 dalam Suyanto. tidak terlalu tinggi (seperti penjudi). minat terhadap pekerjaan kewirausahaan sebagai suatu akibat dari martabat dan ‘sik ap berisiko’ mereka. Seorang wirausaha untuk melakukan inovasi atau pembaharuan perlu semangat dan aktif. misal 70 jam hingga 80 jam per minggu. uang sebagai ukuran atas hasil. Selain itu juga diperoleh kesimpulan bahwa orang yang memiliki nach tinggi tidak begitu terpengaruh oleh imbalan uang. Dari hasil penelitiannya. akan tetapi mereka benar-benar memerlukan suatu cara untuk mengukur seberapa baik y ang telah dilakukan. dan bukannya dari pengakuan umum terhadap prestasi pribadi. Seorang wirausaha adalah risk taker. 2003). McClelland (1961) menyatakan bahwa dalam keadaan yang mengandun g risiko yang tak terlalu besar. juga tidak terlalu rendah seperti orang yang pasif (Hanafi. Ciri lainnya. . 1987) meliputi Perilaku kewirausahaan.menemukan peluang (Suryana. tanggung jawab pribadi. kegiatan yang penuh semangat dan/atau yang berdaya cipta. yang mencakup memikul risiko yang tidak terlalu besar sebagai suatu a kibat dari keahlian dan bukan karena kebetulan. McClelland menyimpulkan bahwa kepuasan prestasi berasal dari pengambila n prakarsa untuk bertindak sehingga sukses.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->