BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Pemilikan tanah diawali dengan menduduki suatu wilayah yang oleh masyarakat adat disebut sebagai tanah komunal (milik bersama). Khususnya diwilayah pedesaan diluar Jawa, tanah ini diakui oleh hukum adat tak tertulis baik berdasarkan hubungan keturunan maupun wilayah. Seiring dengan perubahan pola sosial ekonomi dalam setiap masyarakat tanah milik bersama masyarakat adat ini secara bertahap dikuasai oleh anggota masyarakat melalui penggarapan yang bergiliran. Sistem pemilikan individual kemudian mulai dikenal didalam sistem pemilikan komunal. Situasi ini terus berlangsung didalam wilayah kerajaan dan kesultanan sejak abad ke lima dan berkembang seiring kedatangan colonial Belanda pada abad ke tujuh belas yang membawa konsep hukum pertanahan mereka. Selama masa penjajahan Belanda, pemilikan tanah secara perorangan menyebabkan dualisme hukum pertanahan, yaitu tanah-tanah dibawah hukum Adat dan tanah-tanah yang tunduk kepada hukum Belanda. Menurut hukum pertanahan colonial, tanah bersama milik adat dan tanah milik adat perorangan adalah tanah dibawah penguasaan Negara. Hak individual atas tanah, seperti hak milik atas tanah, diakui terbatas kepada yang tunduk kepada hukum barat. Hak milik ini umumnya diberikan atas tanah-tanah diperkotaan dan tanah perkebunan di pedesaan. Dikenal pula beberapa tanah instansi pemerintah yang diperoleh melalui penguasaan. Persoalan sengketa tanah mengenai hak Milik tak pernah reda. Masalah tanah bagi manusia tidak ada habis-habisnya karena mempunyai arti yang 1

2. 5 Tahun 1960) maka terhadap tanah-tanah dengan hak barat maupun tanah-tanah dengan hak adat harus dicarikan padanannya di dalam UUPA. seharusnya ada suatu peraturan yang menjelaskan lebih jelas dan mengikat mengenai hak atas tanah. Agar kita dapat mengetahui apakah yang dimaksud dengan Hak Atas 2 . Untuk dapat masuk ke dalam sisem dari UUPA diselesaikan dengan melalui lembaga konversi. Satu bersumber pada hukum adat disebut hukum tanah adat dan yang lain bersumber pada hukum barat disebut hukum tanah Barat. B.amat penting dalam penghidupan dan hidup manusia sebab tanah bukan saja sebagai tempat berdiam juga tempat bertani. Sebagaimana diketahui sebelum berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria berlaku bersamaan dua perangkat hukum tanah di Indonesia (dualisme). Setelah adanya UUPA masih saja ada masalah yang lingkupnya pada hak atas tanah. Apa yang dimaksud dengan Hak Atas Tanah? Apa saja yang termasuk Hak Atas Tanah? Bagaimanakah contoh kasus dalam permasalahan Hak Atas Tanah? C. 3. IDENTIFIKASI MASALAH 1. TUJUAN PENELITIAN Pembuatan makalah yang berjudul Hak Atas Tanah ini memiliki tujuan yang ingin dicapai. yaitu : 1. perjanjian dan pada akhirnya tempat manusia berkubur. lalu lintas. Undang-undang pertanahan tersebut diharapkan secepatnya dibuat dan diundangkan agar dapat memberikan kepastian hukum dan jaminan perlindungan hukum kepemilikan dan penguasaan hak atas tanah. Dengan berlakunya hukum agraria yang bersifat nasional (UU No.

Tanah 2. yaitu : Manfaat teoritis : 1. Penyusun mendapat lebih banyak pengetahuan mengenai Hak Atas Tanah 2. 2. Penyusun dapat memaparkan mengenai Hak Atas Tanah Penyusun dapat mengetahui bagaimana kepemilikan Hak Atas Tanah di Indonesia 3. Agar kita dapat mengetahui apa saja yang termasuk dalam Hak Atas Tanah 3. 3 . MANFAAT PENELITIAN Manfaat yang penyusun dapat setelah menyusun makalah yang berjudul Hak Atas Tanah ini. Penyusun mendapatkan pengetahuan mengenai apa saja yang termasuk kedalam Hak Atas Tanah Manfaat Praktis : 1. Jika suatu hari penyusun bekerja pada bidang Hukum Agraria atau yang berhubungan dengan pertanahan maka penyusun sudah mengetahui bagaimanakah penjelasan mengenai Hak Atas Tanah Tersebut serta dapat pula mengaplikasikannya apabila terjadi masalah yang berhubungan dengan Hak Atas Tanah. Agar kita mengetahui contoh-contoh kasus dalam permasalahan Hak Atas Tanah D.

Dalam pasal 16 UU Agraria disebutkan adanya dua hak yang sebenarnya bukan merupakan hak atas tanah yaitu hak membuka tanah dan hak memungut hasil hutan karena hak±hak itu tidak memberi wewenang untuk 4 . Hak Guna Bangunan 4. Hak Milik 2. Hak-hak lain yang tidak termasuk dalam hak-hak tersebut di atas yang ditetapkan oleh undang-undang serta hak-hak yang sifatnya sementara sebagaimana disebutkan dalam pasal 53. Hak atas tanah berbeda dengan hak penggunaan atas tanah. Ciri khas dari hak atas tanah adalah seseorang yang mempunyai hak atas tanah berwenang untuk mempergunakan atau mengambil manfaat atas tanah yang menjadi haknya. PENJELASAN HAK ATAS TANAH Definisi hak atas tanah adalah hak yang memberi wewenang kepada seseorang yang mempunyai hak untuk mempergunakan atau mengambil manfaat atas tanah tersebut. Hak Pakai 5. Hak±hak atas tanah yang dimaksud ditentukan dalam pasal 16 jo pasal 53 UUPA. Hak Sewa 6. Hak Guna Usaha 3. Hak Membuka Tanah 7.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hak Memungut Hasil Hutan 8. antara lain: 1.

Namun kedua hak tersebut tetap dicantumkan dalam pasal 16 UUPA sebagai hak atas tanah hanya untuk menyelaraskan sistematikanya dengan sistematika hukum adat. Sutan 5 . Hak menumpang. hak±hak tersebut juga bertentangan dengan jiwa dari pasal 10 yang menyebutkan bahwa tanah pertanian pada dasarnya harus dikerjakan dan diusahakan sendiri secara aktif oleh orang yang mempunyai hak.mempergunakan atau mengusahakan tanah tertentu. Hak usaha bagi hasil. Kedua hak tersebut merupakan pengejawantahan (manifestasi) dari hak ulayat. Hak menumpang dimasukkan dalam hak±hak atas tanah dengan eksistensi yang bersifat sementara dan akan dihapuskan karena UUPA menganggap hak menumpang mengandung unsur feodal yang bertentangan dengan asas dari hukum agraria Indonesia. Selain hak±hak atas tanah yang disebut dalam pasal 16. Selain itu. Feodalisme masih mengakar kuat sampai sekarang di Indonesia yang oleh karena Indonesia masih dikuasai oleh berbagai rezim. sehingga ada hubungan tuan dan budaknya. Hak sewa untuk usaha pertanian. Dalam hak menumpang terdapat hubungan antara pemilik tanah dengan orang lain yang menumpang di tanah si A. Sehingga apabila tanah tersebut digadaikan maka yang akan mengusahakan tanah tersebut adalah pemegang hak gadai. 2. Hak±hak yang dimaksud antara lain : 1. Oleh karena dalam prakteknya hak±hak tersebut menimbulkan pemerasan oleh golongan ekonomi kuat pada golongan ekonomi lemah (kecuali hak menumpang). Hak gadai. Hak±hak tersebut bersifat sementara karena pada suatu saat nanti sifatnya akan dihapuskan. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan asas±asas Hukum Tanah Nasional (pasal 11 ayat 1). Sehingga rakyat hanya menunngu perintah dari penguasa tertinggi. dijumpai juga lembaga±lembaga hak atas tanah yang keberadaanya dalam Hukum Tanah Nasional diberi sifat ³sementara´. 3. 4.

Hak Pengelolaan 2. Pada saat itu. Hak Sewa Tanah Pertanian Pencabutan Hak Atas Tanah 6 . Dalam UUPA. Hak Milik 2. Indonesia baru saja selesai dengan pemberontakan G 30 S/PKI. Pasal 16 UUPA tidak menyebutkan hak pengelolaan yang sebetulnya hak atas tanah karena pemegang hak pengelolaan itu mempunyai hak untuk mempergunakan tanah yang menjadi haknya. Hak Guna Bangunan 4. Kemerdekaan Indonesia dari Belanda merupakan tujuan jangka pendek. Walaupun PKI sudah bisa dieliminir pada tahun 1948 tapi ancaman bahaya totaliter tidak bisa dihilangkan dari Indonesia. terdiri dari : 1. Hak Sewa Tanah Bangunan 6. Hak Pakai 5. Tunner. pengamat Amerika (1948) mengatakan bahwa feodalisme itu merupakan warisan budaya masyarakat Indonesia yang masih rentan dengan pemerintahan diktatorial.Hak atas tanah yang bersifat tetap. Hak Gadai 2. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah membebaskan Indonesia dari pemerintahan yang sewenang±wenang dan mencapai kesejahteraan masyarakat. Hak Usaha Bagi Hasil 3.Hak atas tanah yang bersifat sementara.Syahrir dalam diskusinya dengan Josh Mc. hak±hak atas tanah dikelompokkan sebagai berikut : 1. Hak Guna Usaha 3. terdiri dari : 1. Hak Menumpang 4.

maka ia bisa mengajukan keberatan dengan naik banding pada pengadilan tinggi. Menurut Undang±undang nomor 20 tahun 1961 tentang pencabutan hak atas tanah dan benda±benda diatasnya hanya dilakukan untuk kepentingan umum termasuk kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bersama milik rakyat merupakan wewenang Presiden RI setelah mendengar pertimbangan apakah benar kepentingan umum mengharuskan hak atas tanah itu harus dicabut. Kemudian jika pemilik tanah tidak setuju dengan besarnya ganti rugi. pertimbangan ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri.Maksud dari pencabutan hak atas tanah adalah pengambilan tanah secara paksa oleh negara yang mengakibatkan hak atas tanah itu hapus tanpa yang bersangkutan melakukan pelanggaran atau lalai dalam memenuhi kewajiban hukum tertentu dari pemilik hak atas tanah tersebut. Setelah Presiden mendengar pertimbangan tersebut. Menteri Hukum dan HAM. maka Presiden akan mengeluarkan Keputusan Presiden yang didalamnya terdapat besarnya ganti rugi untuk pemilik tanah yang haknya dicabut tadi. 7 . serta menteri lain yang bersangkutan.

badan hukum perbankan negara. Melanggar prisip nasionalitas c. dapat didirikan Hak guna bangunan diatasnya. berfungsi sosial. Warga Negara Indonesia b. Pencabutan hak b. Tanahnya musnah misalnya karena bencana alam longsor 8 . Penyerahan secara sukarela e. Subjek hak milik : a. dan berfungsi sosial yaitu harus sesuai dengan sifat dan tujuannya (pasal 6 UUPA). dan usaha sosial/keagamaan. koperasi pertanian. Berakhirnya suatu hak milik atas tanah yaitu dapat dengan cara : a. Terlantar d. terkuat. turun temurun contohnya dapat diwariskan. dan terpenuh. PENGERTIAN-PENGERTIAN : 1. Maksudnya adalah. terpenuh maksudnya adalah tidak mengenal jangka waktu. Badan hukum tertentu ( PP No. Hak milik dapat dialihkan kepada siapa saja. terkuat maksudnya dapat dipertahankan. Luas kepemilikan hak atas tanah dibatasi oleh CEILING yang dibatasi secara maksimum dan minimum. Hak milik bersifat turun-temurun. 38 tahun 1963) yaitu.BAB III ANALISIS B. HAK MILIK Hak milik diatur didalam pasal 20-27 UUPA.

Subyek hak guna usaha : 1. Badan HukumIndonesia Hak guna usaha dapat dapat dialihkan asal kepada WNI. Hal ini berdasarkan prinsip asas nasionalitas. Penggunaan hak guna usaha dapat digunakan untuk pertanian (perkebunan). Konversi dari tanah-tanah eks-BW dan dari tanah eks-tanah adat b. Warga Negara Indonesia 2. SK pemberhentian hak oleh pemerintah BPN 2. perpanjangan atau pembaharuan dapat diberikan sekaligus (pasal 11 PP 40 Tahun 1996) 30 tahun diperbaharui. peternakan. Hak guna usaha merupakan hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai oleh negara. 9 . Jangkau waktunya : Didalam UUPA 25 tahun. diperpanjang maksimal 35 tahun dengan perpanjangan waktu 25 tahun. Dari hasil pengelolaan yang teruang dalam perjanjian pendirian hak tersebut c.Dasar hak milik : a. perikanan. dan PP No. HAK GUNA USAHA Hak guna usaha diatur didalam pasal 28-34 UUPA. Dan dapat dijadikan objek hak tanggunangan atau dapat dijaminkan. Obyeknya merupakan tanah negara. 40 tahun 1996.

perpanjangan/ pembaharuan dapat diberikan sekaligus Berakhirnya hak guna bangunan: Jangka waktunya berakhir. HAK GUNA BANGUNAN Hak untuk mengusahakan dan mempunyai bangunan atas tanah bukan milik sendiri Subyeknya : . diatas 100 HA oleh Kepala BPN (Pasal 2 s. ditelantarkan.Berakhirnya hak : waktunya berakhir melanggar syarat pemberian. dilepas haknya. tanah musnah. Dasar hak : PMDN No 6 Tahun 1972 jo. berdasarkan asas nasionalitas Dapat sebagai objek hak tanggungan Jangka waktu hak guna bangunan : paling lama 30 tahun dapat diperpanjang 20 tahun. WNI Badan Hukum Indonesia Hak guna Bangunan dapat dialihkan asal kepada WNI. 1. dicabut haknya untuk kepentingan umum. dihentikan sebelum jangka waktu berakhir. Peraturan kepala BPN No 16 Tahun 1990 sampai dengan 100 HA asal tidak dengan fasilitas penanaman modal oleh Kanwil BPN . dilepas oleh pemegang hak. bukan WNI lagi (pasal 30 ayat 2 jo pasal 20 PP 40/ 1996 10 . tanahnya musnah. dicabut untuk kepentingan umum. melanggar prinsip nasionalitas. 2.d 18 PP No 40 Tahun 1996) 3.

Karena perjanjian. tanah musnah. Hak pengelolaan Vide PMDN 1/77 jo PMDN 6/1972 jo ps 22 ayat (2) PP 40/1996 3. Kinversi tanah ex BW : hak eigendom. pemilik HM dan seseorang untuk menimbulkan hak guna bangunan 4. ditelantarkan Jangka waktu : y y y y Tidak jelas ( pasal 41-43 UUPA) PMDN 6/1972 = 10 tahun Pasal 45 PP 40/ 1996 -25 tahun dengan perpanjangan 20 tahun Hak pakai di atas hak milik = 25 tahun dengan pembaharuan 25 tahun 2) Hak pakai khusus : 11 . hak opstal. Badan Hukum Indonesia. HAK PAKAI 1) Hak pakai keperdataan Hak untuk menggunakan dan memungut hasil dari tanah yang dikuasai negara/ tanah yang dikuasai seseorang dengan hak milik Subjeknya : WNI. Konversi tanah ex adat 4. dapat menjadi objek tanggungan Berakhirnya hak : jangka waktu berakhir. hak erfacht 5. dicabut untuk kepentingan umum. badan hukum asing yang mempunyai manfaat bagi penduduk Indonesia dan badan hukum asing yang ada ijin operasional Dapat dialihkan .Alas/ dasar hak guna bangunan 1. PMDN 6/1972 sampai 2000m2 oleh kepala BPN ps 22 PP 40/1996 2. orang asing penduduk Indonesia ( pasal 39 PP 40/ 1996).

dan lembaga sosial (Lembaga pemerintah non departemen). 40 tahun 1996). Hak Usaha Bagi Hasil. Jangka waktu : Tidak terbatas selama masih dipergunakan (pasal 45 ayat 1 PP. HAK HAK SEMENTARA A. PEMDA. yaitu hak seseorang untuk mengusahakan pertanian diatas tanah milik orang lain dengan perjanjian bahwa hasilnya akan dibagi bagi kedua belah pihak 12 . perwakilan negara asing. sementara ketentuan yang sudah ada dianggap masih berlaku. sebelum ada peraturan-peraturan yang baru. LPND.Hak milik mempergunakan tanh untuk pelaksanaan tugas yang berasal dari tanah yang dikuasai negara. lembaga keagamaan. Hak-hak tersebut adalah: 1. Maka hal-hal tersebut diusahakan agar dapat dihapus dalam waktu singkat. PENGERTIAN Hak hak yang bersifat sementara dikatakan sementara karena mengandung sifat-sifat yang bertentangan dengan UUPA (mengandung unsur pemerasan). Tidak dapat dialihkan : Tidak dapat dijadikan objek hak tanggungan Berakhirnya hak: Jika tidak dapat dipergunakan lagi kembali kepada negara. Subjeknya ialah departemen. berasal dari hukum adat ´hak menggarap´.

13 tahun 1980. Dengan tidak ada hak untuk menuntut pembayaran uang tebusan. sudah berlangsung 7 tahun atau lebih. yaitu penyerahan sebidang tanah oleh pemilik kepada pihak lain dengan membayar uang kepada pemilik tanah dengan perjanjian.berdasarkan perjanjian. Permenag No.5 ± Waktu Berlangsungnya Gadai x Uang gadai 7 3. yaitu hak yang mengizinkan seseorang untuk mendirikan serta untuk menempati rumah diatas tanah pekarangan orang lain dengan tidak membayar kepada pemilik pekarangan tersebut. wajjib mengembalikan tanah itu kepada pemiliknya dalam waktu sebulan stelah tanaman selesai dipanen. pasal 7 : ³Barangsiapa menguasai tanah pertanian dengan hak gadai.2 tahun 1960 tentang perjanjian bagi hasil. 8 tahun 1964.56/ Prp/ 1960 tentang penetapan luas tanah pertanian. Inpres No. 2. Hal itu diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang No. bahwa tanah itu akan dikemalikan apabila pemilik mengembalikan uang kepada pemegang tanah. Pada asasnya diwajibkan mengerjakan atau mengusahakan sendiri secara aktif dengan cara mencegah cara pemerasan. 4. karena setiap saat pemilik dapat mengambil kembali tanahnya. Hak Menumpang. tetapi sifatnya sangat lemah. Diatur dalam Undang-Undang No. bersifat sementara karena berkaitan dengan pasal 10 ayat 1 UUPA yang menghendaki setiap orang atau badan hukum yang mempunyai suatu hak atas tanah pertanian. Hak Sewa Tanah Pertanian. berasal dari hukum adat ³Jual Gadai´. seperti hak pakai.´ Rumus : 7+0. Hak Gadai. 13 .

Pada 1986. Di tingkat banding. kasasinya ditolak Mahkamah Agung sehingga ia harus masuk penjara pada 1989.Contoh Kasus : Sengketa Lahan Meruya Kasus ini bermula pada 1972. Gugatan ini sempat ditolak di tingkat pertama dan banding. 14 . Dalam proses pemeriksaan. kepada PT Intercone (2 hektare) dan PT Copylas (2. Adapun Tugono. Waktu itu.5 hektare) pada 1975. Di antaranya ke pemerintah DKI Jakarta pada 1974 seluas 15 hektare.5 hektare pada 1977. Portanigra kemudian menggugat perdata ketiga mandor tersebut pada 1996. dan Muhammad Yatim Tugono membeli tanah-tanah girik dari warga Meruya Udik. Pengadilan Negeri Jakarta Barat sudah meletakkan sita jaminan terhadap tanah seluas 44 hektare yang diklaim milik Porta. serta kepada BRI seluas 3. Seluruh tanah ini mencapai luas 78 hektare dan kemudian dijual dengan harga Rp 300 per meter persegi ke perusahaan properti milik Beny Rachmat itu. Djuhri divonis hukuman setahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Yahya bin Haji Geni. Masalah muncul ketika Portanigra menuduh tiga mandor itu belakangan membuat girik palsu dan menjual lagi tanah tersebut ke beberapa pihak. Kasus pemalsuan girik ini ditemukan oleh Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban Pusat pimpinan Laksamana Sudomo pada 1978. yang kini menjadi Kelurahan Meruya Selatan. Berbekal putusan pidana itu. tiga mandor tadi mengaku menjual lagi girik tersebut kepada beberapa perusahaan. Haji Djuhri bin Haji Geni. Yahya terkena vonis setahun penjara. Ketika itu.

Namun. Kejanggalan itu di antaranya menyangkut domisili perusahaan tersebut di Duta Merlin yang ternyata kosong dan nomor wajib pajak ganda atas nama Portanigra. pada 2001. Warga juga berusaha menghalangi eksekusi dengan mengadukan Portanigra ke polisi karena adanya sejumlah kejanggalan di berkas perkara. Putusan perkara pidana dan bukti jual-beli yang jadi pegangan putusan kasasi. Badan Pertanahan Jakarta yang disebut-sebut ikut punya andil membuat masalah ini jadi kisruh sepertinya malah tak diganggu gugat. Yahya sudah meninggal dan Tugono pindah entah ke mana. warga kini berusaha melawan putusan Mahkamah Agung dengan mengajukan gugatan perlawanan hukum ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Padahal jika dokumen tanah berupa hak girik dipegang PT Portanigra dan tanah tersebut berstatus sengketa. Nasi telah menjadi bubur. mestinya ribuan warga itu tak bisa memiliki sertifikat hak milik. Mestinya BPN tidak mengeluarkan dokumen kepemilikan tanah di atas lahan yang terlibat sengketa.com 15 . kini cuma Haji Djuhri yang sudah berusia 80 tahun dan pikun itu yang ikut melawan. Mahkamah memenangkan Porta. BPN mengeluarkan sertifikat itu dan kini jadi masalah. Meskipun bukan pihak yang bersengketa. Sumber : www. Dari tiga terpidana. Portanigra sendiri kini menunggu upaya Dewan Perwakilan Rakyat mencari solusi untuk tak merugikan pihak ketiga atau warga dalam sengketa tanah tersebut. Sebab.tempointeraktif. nasib berbalik memihak Porta ketika perkara sampai di Mahkamah Agung.

terlebih secara hukum proses peralihan hak atas tanah tersebut belum terjadi. jadi. Seharusnya putusan dari MA adalah memaksa Juhri CS untuk mengganti kerugian akibat penipuan yang dilakukannnya dan bukan menyerahkan tanah yg menjadi objek jual beli pada awalnya.Portanigra sebagai perusahaan developer melakukan kesalahan karena tidakmelakukan transaksi beli tanah sesuai aturan dan tidak mengurus sertifikat pasca transaksi maka Porta Nigra belum dapat disebut sebagai pemilik secara yuridis atas tanah tersebut. Selain itu. 16 .Analisis Kasus Perspektif Legal Kasus Meruya sebenarnya adalah persoalan pidana antara PT Porta Nigra dengan Juhri CS. yang dapat mempertanyakan sertifikat tersebut adalah peradilan Tata Usaha Negara. dalam proses peralihan hak atas tanah. Perspektif Yurisdiksi Putusan Mahkamah Agung untuk melakukan eksekusi tanah di Meruya memang patut dipertanyakan karena penerbitan sertifikat tanah adalah putusan dari BPN (pejabat negara). PT. Secara legal. Atau setidaknya tidak ada dokumen hukum yang menunjukkan hal tersebut. PT Porta Nigra yang dalam hal ini dirugikan dengan penipuan yg dilakukan Juhri CS dalam proses pengambilalihan lahan di Meruya. tanah yang dibeli Porta Nigra dari Juhri CS belum beralih karena dasar hukum atas tanah tersebut. dalam hal ini girik dinyatakan palsu oleh pengadilan pidana dan berdasarkan putusan pengadilan negeri dimusnahkan.

BAB IV KESIMPULAN Hak atas tanah adalah hak yang memberi wewenang kepada seseorang yang mempunyai hak untuk mempergunakan atau mengambil manfaat atas tanah tersebut. 17 . Masalah tanah bagi manusia seperti tidak ada habisnya karena tanah mempunyai arti yang sangat penting dalam penghidupan manusia Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan mengerti mengenai hak-hak atas tanah agar kejadian-kejadian persengketaan tanah seperti kasus diatas tidak terulang kembali. Di dalam pelaksanaannya banyak terdapat masalah-masalah akibat ketidaktahuan atau ketidakmengertian masyarakat terhadap hak-hak atas tanah.

Effendi. Jakarta y www. 2008. Hukum Agraria Indonesia.google. Jakarta y Catatan kuliah Hukum Agraria y Harsono. 1986. Raja Grafindo Persada.Himpunan Peraturan-peraturan Hukum Tanah.com/hakatastanah y http://id. PT. 401 Pertanyaan dan Jawaban Tentang Hukum Agraria.2008. isi dan pelaksanaannya.wikipedia.Boedi.org/wiki/Hak_atas_tanah" 18 . Djambatan. Djambatan. Jakarta y Perangin.DAFTAR PUSTAKA y Harsono. Sejarah pembentukan Undang-undang Pokok Agraria. Hukum Agraria Indonesia .google.com/kasushakatastanah y www. Boedi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful