9

KONSEP LUKA DAN PERAWATAN LUKA

1. Pengertian Luka kontinuitas adalah jaringan keadaan (Mansjoer, hilang/terputusnya 2000:396). Menurut

InETNA, luka adalah sebuah injuri pada jaringan yang mengganggu dijabarkan proses selular normal, luka dapat juga pada biasanya

dengan

adanya jaringan

kerusakan tubuh yang

kuntinuitas/kesatuan

disertai dengan kehilangan substansi jaringan.

2. Klasifikasi Luka Luka dibedakan berdasarkan : 1) Berdasarkan penyebab a) Ekskoriasi atau luka lecet b) Vulnus scisum atau luka sayat c) Vulnus laseratum atau luka robek d) Vulnus punctum atau luka tusuk e) Vulnus binatang f) Vulnus combotio atau luka bakar 2) Berdasarkan ada/tidaknya kehilangan jaringan morsum atau luka karena gigitan

respiratorius. traktus traktus respiratorius. kandung empedu. flora normal c) Kontak dengan orofaring. traktus genito urinarius.traktus genitourinarius. b) Luka bersih tercemar a) Luka sayat elektif elimentarius. potensial terinfeksi c) Tidak ada kontak dengan orofaring. b) Potensi terinfeksi : spillage minimal. urine .10 a) Ekskoriasi b) Skin avulsion c) Skin loss 3) Berdasarkan derajat kontaminasi a) Luka bersih a) Luka sayat elektif b) Steril. elimentarius dan genitourinarius d) Proses penyembuhan lebih lama c) Luka tercemar a) Potensi terinfeksi: spillage dari traktus elimentarius.

3. d) Luka kotor a) Akibat proses pembedahan yang sangat terkontaminasi b) Perforasi visera. dimana pembagian ini dikarakteristikkan dengan jumlah jaringan yang hilang. trauma lama. Tipe Penyembuhan luka Terdapat 3 macam tipe penyembuhan luka.11 b) Luka trauma baru : laserasi. . jenis biasanya tetap terbuka. luka penetrasi. dan Proses lebih penyembuhan Luka terjadi ini lama. fraktur terbuka. 1) Primary primer) setelah Intention Healing (penyembuhan terjadi luka luka segera biasanya yaitu penyembuhan yang tepi diusahakan bertautnya dengan jahitan. luka Tipe Healing yang ini (penyembuhan tidak luka mengalami dikarakteristikkan oleh adanya luka yang luas dan hilangnya jaringan dalam lebih jumlah kompleks besar. 2) Secondary sekunder) penyembuhan Intention yaitu primer. abses.

Fibroblast (sel jaringan . 4.12 3) Tertiary Intention Healing (penyembuhan luka tertier) yaitu luka yang dibiarkan terbuka selama beberapa hari setelah tindakan debridement. Luka ini merupakan tipe penyembuhan luka yang terakhir (Mansjoer. debris mencegah dari invasi yang bakteri. Setelah diyakini bersih. Fase Penyembuhan Luka Proses penyembuhan luka memiliki 3 fase yaitu fase inflamasi. 2004:4). Inflamasi berfungsi untuk mengontrol perdarahan. 1) Fase Inflamasi Tahap ini muncul segera setelah injuri dan dapat berlanjut sampai 5 hari. proliferasi dan maturasi. Antara satu fase dengan fase yang lain merupakan suatu kesinambungan yang tidak dapat dipisahkan. 2) Fase Proliferasi Tahap ini berlangsung dari hari ke 6 sampai dengan 3 minggu. tepi luka dipertautkan (4-7 hari).2000:397 . InETNA. menghilangkan jaringan luka dan mempersiapkan proses penyembuhan lanjutan.

5. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks dan dinamis karena merupakan suatu kegiatan bioseluler dan biokimia yang terjadi saling berkesinambungan. 2004:1).13 penyambung) memiliki peran yang besar dalam fase proliferasi. Proses penyembuhan luka tidak hanya terbatas pada proses regenerasi yang bersifat lokal saja pada luka. 3) Fase Maturasi Tahap ini berlangsung mulai pada hari ke 21 dan dapat berlangsung sampai berbulan-bulan dan berakhir bila tanda radang sudah hilang.2000:397 . 1) Faktor Instrinsik adalah faktor dari penderita yang dapat : berpengaruh usia. dalam proses penyembuhan hidrasi. meliputi status nutrisi dan . pemecahan kolagen yang berlebih dan regresi vaskularitas luka (Mansjoer.2004:13). Dalam fase ini terdapat remodeling luka yang merupakan hasil dari peningkatan jaringan kolagen. namun dipengaruhi pula oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik (InETNA. InETNA.

formasi hipertropik luka (InETNA. stres psikologis. infeksi. . dan dehiscence.2004:6). meliputi : pengobatan. nekrosis jaringan scar lunak. Arthereosclerosis). iskemia dan trauma jaringan (InETNA. adanya reepitalisasi dan juga akibat komplikasi post operatif dan adanya infeksi. luka Komplikasi yang tidak pembersihan pembentukan adekuat.2004:13). DM.14 oksigenasi dan perfusi jaringan. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah : hematoma. 2) Faktor Ekstrinsik adalah faktor yang didapat dari luar penderita yang dapat berpengaruh dalam proses penyembuhan luka. 6. juga infeksi keloids. dan penyakit penyerta (hipertensi. status imunologi. radiasi. tidak keterlambatan jaringan granulasi. Komplikasi Penyembuhan Luka Komplikasi manifestasi timbul dari yang dan penyembuhan luka timbul yang dalam luas berbeda-beda.

kompleks septadine yodium dan merupakan dengan . berspektrum luas dan dalam konsentrasi 2% membunuh spora dalam 2-3 jam b) Povidon isodine). antiseptik. 2) Halogen dan senyawanya a) Yodium. pembersihan penjahitan penutupan luka. Untuk melakukan pencucian/pembersihan atau larutan luka biasanya seperti: digunakan cairan antiseptik 1) Alkohol. sifatnya bakterisida kuat dan cepat (efektif dalam 2 menit). merupakan antiseptik yang sangat kuat. Penatalaksanaan/Perawatan Luka Dalam tahap yang manajemen dilakukan perawatan yaitu luka ada beberapa tindakan luka. evaluasi luka. b. pembalutan. Tindakan Antiseptik. prinsipnya untuk mensucihamakan kulit.15 7. Evaluasi luka meliputi anamnesis dan pemeriksaan fisik (lokasi dan eksplorasi). a. luka. pemberian antiboitik dan pengangkatan jahitan. Yodium (Betadine.

mudah dicuci karena larut dalam air dan stabil karena tidak menguap. senyawa savlon. berkhasiat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. 3) Oksidansia a) Kalium permanganat. tidak merangsang kulit dam mukosa. d) Klorhesidin merupakan (Hibiscrub. mudah larut dalam air. sudah jarang digunakan. c) Yodoform. dan baunya tidak menusuk hidung. b) Perhidrol lemah berdasarkan sifat (Peroksida air. hibitane). mempercepat . H2O2). b) Merkurokrom (obat merah)dalam larutan 5-10%. agak bersifat bakterisid dan funngisida oksidator. tidak berwarna. 4) Logam berat dan garamnya a) Merkuri klorida (sublimat). Sifatnya bakteriostatik lemah. berkhasiat untuk mengeluarkan kotoran dari dalam luka dan membunuh kuman anaerob. sifat biguanid dengan bakterisid dan fungisid. Penggunaan biasanya untuk antiseptik borok.16 polyvinylpirrolidone yang tidak merangsang.

6) Derivat fenol a) Trinitrofenol sebagai (asam pikrat). 2000:390). berkhasiat untuk Kegunaannya sebagai antiseptik bernanah. wajah dan kegunaannya genitalia antiseptik eksterna sebelum operasi dan luka bakar. kompres dan irigasi luka terinfeksi (Mansjoer.17 keringnya luka dengan cara merangsang timbulnya kerak (korts) 5) Asam borat. disebut juga etakridin (rivanol). merupakan turunan aridin dan berupa serbuk berwarna kuning dam konsentrasi borok 0. Dalam proses pencucian/pembersihan luka yang perlu diperhatikan adalah pemilihan cairan pencuci dan teknik pencucian luka. Penggunaan cairan pencuci yang tidak tepat akan menghambat pertumbuhan jaringan sehingga memperlama waktu rawat dan meningkatkan biaya perawatan.1%. Pemelihan . (pHisohex). 2) Basa ammonium kuartener. b) Heksaklorofan mencuci tangan. sebagai bakteriostatik lemah (konsentrasi 3%).

0 g dengan osmolaritas 308 mOsm/l setara dengan ion-ion Na+ 154 mEq/l dan Cl. ISO Indonesia. Pembersihan Luka Tujuan dilakukannya pembersihan luka adalah meningkatkan. c. Normal saline atau disebut juga NaCl 0. menghindari nekrosis infeksi. jaringan dan debris langkah yang harus diperhatikan dalam pembersihan luka yaitu : .2004:16 .9%. penyembuhan membuang 2004:16). NaCl dalam setiap liternya mempunyai komposisi natrium klorida 9. non toksik dan tidak mahal.2000:18). Cairan ini merupakan cairan yang bersifat fisiologis.154 mEq/l (InETNA. (InETNA. Selain larutan antiseptik yang telah dijelaskan diatas ada cairan pencuci luka lain yang saat ini sering digunakan yaitu Normal Saline.18 cairan dalam pencucian luka harus cairan yang efektif dan aman terhadap luka. Beberapa memperbaiki dan mempercepat terjadinya proses luka.

Penutupan Luka Adalah mengupayakan kondisi lingkungan yang baik pada luka sehingga proses penyembuhan berlangsung optimal.19 3) Irigasi dengan sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk membuang jaringan mati dan benda asing.2000: 398. e. sedangkan luka yang terkontaminasi berat dan atau tidak berbatas tegas sebaiknya dibiarkan sembuh per sekundam atau per tertiam. 5) Berikan antiseptik 6) Bila diperlukan tindakan ini dapat dilakukan dengan pemberian anastesi lokal 7) Bila perlu lakukan penutupan luka (Mansjoer. Penjahitan luka Luka bersih dan diyakini kurang tidak 8 mengalami jam boleh infeksi serta berumur dari dijahit primer.400) d. . 4) Hilangkan semua benda asing dan eksisi semua jaringan mati.

Pembalutan Pertimbangan dalam menutup dan membalut luka sangat tergantung pada penilaian kondisi luka. penderita dan adanya infeksi (Mansjoer.20 f. 1990:44). berfungsi infeksi. Pembalutan penguapan. seperti. g.. sebagai fiksasi dan efek rembesan penekanan darah yang yang mencegah menyebabkan berkumpulnya hematom. Pemberian Antibiotik Prinsipnya pada luka bersih tidak perlu diberikan antibiotik dan pada luka terkontaminasi atau kotor maka perlu diberikan antibiotik. sebagai pelindung terhadap yang mengupayakan lingkungan baik bagi luka dalam proses penyembuhan.2000:398 . pengangkatan kesehatan. . h. Walton. jahitan lokasi. dari Waktu pengangkatan faktor usia. sikap berbagai luka. Pengangkatan Jahitan Jahitan diangkat bila fungsinya sudah tidak diperlukan tergantung jenis lagi.

Robert L. Alih bahasa. tangan.2000. dkk.Perawatan Luka. Jakarta : Media Aesculapius FKUI. Jakarta Mansjoer. dahi. Walton. Jakarta : EGC. tungkai.kaki 6 Dada. 1990:44 Waktu 3 hari 3-5 hari 5 hari 5-7 hari 7-10+ hari 7-10+ hari DAFTAR PUSTAKA Indonesia Enterostomal Therapy Nurse Association (InETNA) & Tim Perawatan Luka dan Stoma Rumah Sakit Dharmais. Edisi III.kulit kepala 5 Lengan.Arif. . 1990. Sonny Cetakan I. Penderita Samsudin. leher 4 Telinga. Waktu Pengangkatan Jahitan No Lokasi 1 Kelopak mata 2 Pipi 3 Hidung. Eds. Makalah Mandiri. Walton.21 Tabel 1. 2004.Kapita Selekta Kedokteran. punggung. Perawatan Luka dan Perlukaan Ganda. abdomen Sumber.