NASKAH AKADEMIK PERATURAN DAERAH TENTANG USAHA PENGAMBILAN SARANG BURUNG WALET DI KOTA BENGKULU

Naskah Akademik

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Berdasarkan Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang menyebutkan 1 “Negara Indonesia adalah Negara Hukum” Hal ini bukan hanya sekedar pernyataan dari bangsa Indonesia yang merdeka namun lebih jauh hal ini menunjukan bahwa setiap kegiatan dan ataupun tindakan yag dilakukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia harus berlandaskan kepada hukum yang berlaku di negara Indonesia. Dengan adanya hukum tersebut maka diharapkan akan tercapainya keadilan, ketertiban umum dan kepastian hukum dalam masyarakat sehingga tujuan awal berdirinya negara ini sebagaimana yang dituangkan dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dapat terwujud. Adapun tujuan negara Indoensia tersebut adalah;2 Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial......... Tujuan yang mulia tersebut dapat dicapai dengan dukungan dari seluruh lapisan dan organ dalam Negara Indonesia, karena tidak mungkin membangun sebuah rumah dengan mengandalkan satu pilar saja. Sebagai negara yang mendasarkan diri pada hukum, Negara Indonesia setidaknya harus memenuhi beberapa prinsip pokok negara hukum seperti yang dikemukan oleh Prof. Jimly Asshiddiqie yakni:3
1 2

Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 Mohon dibada alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 3 Eki Petrus. 2008. Skripsi Lengkap.

Naskah Akademik

2

2004. Supremasi aturan-aturan hukum (the absolete supremasi or predominance of regular law).224 Naskah Akademik 3 . Asas Legalitas (Due Process of Law): 5. Dari pendapat tersebut maka terlihat dengan jelas bahwa hukum harus menempati kedudukan tertinggi didalam suatu negara yang mendasarkan dirinya pada hukum. karena diasumsikan bahwa semua wilayah yang termasuk didalamnya bukanlah termasuk wilayah yang bersifat independen. Kedudukan yang sama dihadapan hukum (equality before the law). Persamaan dalam Hukum (Equality before the Law): 3. Peradilan Bebas dan Tidak Memihak: 7. Yogyakarta: Liberty. Tidak ada kesepakatan dari para penguasa daerah apalagi negara daerah. Indonesia adalah negara Hukum bukan hanya sekedar pernyataan belaka tapi lebih jauh lagi juga sebagai pedoman hidup Bangsa Indoensia. Bersifat Demokratis (Democratische Rechtsstaat): 11.1. Berfungsi sebagai Sarana Mewujudkan Tujuan Bernegara (Welfare Rechtsstaat): 12.5 Ardilafiza. 2000 Hal. Dicey mengenai unsur-unsur rule of law yang menyebutkan bahwa unsur-unsur dari rule of law adalah:4 a. Peradilan Tata Usaha Negara: 8. Perlindungan Hak Asasi Manusia: 10. Adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia. Ilmu Negara. Supremasi Hukum (Supremacy of Law): 2. yang berbentuk Republik “ Bentuk negara kesatuan dideklarasikan saat kemerdekaan oleh para pendiri negara dengan mengklaim seluruh wilayahnya sebagai bagian dari negara tersebut. Pembatasan Kekuasaan: 4. Kumpulan Makalah Kuliah Ilmu Negara Fakultas Hukum Universitas Bengkulu: Bengkulu. Peradilan Tata Negara (Constitutional Court): 9. Organ-Organ Eksekutif Independen: 6. Selanjutnya berdasarkan berdasarkan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang menyebutkan “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan. b. Transparansi dan Kontrol Sosial (Tranfarancy dan Social Control) Hal ini sejalan dengan pendapat A.V. 5 4 Baca Soehino. c.

Halaman 24. Sementara itu nilai dasar desentralisasi teritorial diwujudkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah dalam bentuk otonomi daerah. Dalam UUD 1945 terdapat dua nilai dasar yang dikembangkan yakni nilai unitaris dan dan nilai desentralisasi teritorial. sarana.7 Tugas Pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan desa serta dari daerah ke desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan. Halaman. Alumni. Hal 23. bangsa dan Negara. Naskah Akademik 4 .8 Pelaksananaan desentralisasi dan otonomi daerah dapat dilacak dalam kerangka Konstitusi NKRI.9 6 7 Baca Djuanda Hukum Pemerintah Daerah Edisi II. Kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki oleh daerah pada dasarnya adalah kekuasaan pusat yang didesentralisasikan dan selanjutnya terbentuklah daerah-daerah otonom. prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggung jawabkannya kepada yang menugaskan. 2008.Maka negara yang membentuk daerah-daerah atau wilayah-wilayah yang kemudian diberi kekuasaan atau kewenangan oleh pemerintah pusat untuk mengurusi berbagai kepentingan masyarakatnya. tidak akan terbagi dalam Kesatauan– Kesatuan pemerintahan. 15 Juni 2010. Ibid. Djuanda. Nilai dasar unitaris (Kesatuan) diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak akan mempunyai Kesatuan wilayah lain di dalam yang bersifat Negara artinya kedaulatan yang melekat pada rakyat. Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintah oleh Pemerintah kepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya negara merupakan sumber kekuasaan. 45 9 Made Suwandi dalam Konsepsi Dasar Otonomi Daerah Indonesia. 8 Op.6 Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah dan/atau perangkat pusat di daerah.cit.

Krisna Harahap. Hal ini karena dalam penyelenggaraan desentralisasi selalu terdapat dua elemen penting. Konsep desentralisasi adalah untuk mewujudkan asas demokrasi dalam pemerintahan negara. Didalam sistem desentralisasi. dan pemerintah daerah dengan proaktif dapat mengambil prakarsa yang kreatif dalam penyelenggaraan pemerintahannya sendiri.10 Adanya desentralisasi dan otonomi daerah diyakini oleh Bapak-bapak pendiri Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi dapat dipahami dari peryataan Moh. Jakarta.Dikaitkan dengan dua nilai dasar konstitusi tersebut. Hanya dengan itu. Dengan demikian dimungkinkan adanya partisipasi masyarakat daerah dalam menentukan kepentingannya sendiri. Hatta bahwa: 11 10 Krisna Harahap. dekonsentrasi dan medebewind (tugas pembantuan) Otonomi daerah sebagai realisasi dari sistem desentralisasi bukan hanya merupakan pemencaran wewenang atau penyerahan urusan pemerintahan. penyelenggaraan desentralisasi di Indonesia terkait erat dengan pola pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. yaitu desentralisasi. maka otonomi daerah dapat diciptakan tanpa rekayasa yang menipu dari pemerintah pusat. hubungan kewenangan antara pusat dan daerah di Indonesia mendasarkan diri pada tiga pola. Konstitusi Republik Indonesia menuju Perubahan kelima. yakni pembentukan daerah otonom dan penyerahan kekuasaan secara hukum dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus bagianbagian tertentu urusan pemerintahan. 132 Naskah Akademik 5 .Grafitri Budi Utami. rakyat secara langsug mempunyai kesempatan untuk turut serta dalam peneyelengaraan pemerintahan di daerahnya. namun juga berarti pembagian kekuasaan (division of power) untuk mengatur penyelenggaran pemerintahan Negara dalam hubungan pusat daerah. Dalam konteks Negara Kesatuan.2008. Hal.cit.Halaman 102 11 Op.

terutama disekitar lokasi wisata Tapak Paderi dan Pantai Panjang. sehingga berbagai peluang usaha dipilih oleh masyarakat di Kota Bengkulu walaupun terkadang peluang usaha yang dipilih tersebut membawa dampak negatif untuk lingkungan sekitar atau malah bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bengkulu sehingga pembangunan di Kota Bengkulu tidak teratur. melainkan berlain-lain”. Dari apa yang dikemukakan Hatta menjadi jelas bahwa dengan adanya prinsip otonomi maka meungkinkan pemerintah daerah untuk mengatur kehidupan rumah tangga daerahnya sendiri secara bertanggungjawab. maka tiap-tiap bagian atau golo-ngan rakyat mendapat autonomi (membuat dan menjalankan peraturan-peraturan sendiri) dan zelfgbestuur (menjalankan peraturanperaturan yang dibuat oleh dewan yang lebih tinggi) Keadaan yang seperti itu penting sekali.12 Kota Bengkulu merupakan daerah yang sedang melakukan pembangunan dalam semua segi kehidupan masyarakatnya. 13 Dengan belum adanya aturan yang jelas mengenai sarang walet ini maka dapat dipastikan usaha pengambilan sarang burung walet belum mempunyai peranan bagi Pendapat Asli Daerah (PAD) kota Bengkulu atau dengan kata lain 12 persetujuan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 13 Menurut perhitungan penulis bahwa ada 21 tempat sarang burung walet berada disekitar pemukiman penduduk. dan di daerah dengan keadaan yang demikian. melainkan juga pada tiap tempat. karena keperluan tiap-tiap tempat dalam satu negeri tidak sama. Tidak susah untuk menemukan gedug-gedung tempat burung walet bersarang di kota ini karena belum adanya peraturan yang jelas yang mengatur tentang bangunan tempat burung walet yang merusak tatanan kota. Naskah Akademik 6 . di kota. Salah satu peluang usaha yang sedang giat-giatnya dipilih oleh masyarakat di Kota Bengkulu adalah pengambilan sarang burung walet.“Menurut dasar kedaulatan rakyat itu. Salah satu wujud dari semuanya itu adalah membuat Peraturan Daerah (Perda) sebagaimana yang diatur dalam Pasal 25 Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang memberikan wewenang kepada kepala daerah untuk menetapkan Perda yang telah mendapat bersama DPRD. hak rakyat untuk menentukan nasibnya tidak hanya ada pada pucuk pemerintahan negeri. di desa.

Hal ini merupakan permasalahan untuk Pemerintah Kota Bengkulu yang perlu segera ditemukan solusi yang tepat agar usaha pengambilan sarang burung walet tidak hanya mendatangkan dampak negatif bagi masyarakat dan tatanan kota Bengkulu tetapi juga dapat mendatangkan dampak positif bagi pembangunan di Kota Bengkulu. tidak hanya itu keberadaan kotoran burung walet dapat menyebabkan batuk berdarah dan Leptopirosis atau sejenis tipus. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan merancang dan menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Usaha Pengambilan Sarang Burung Walet di Kota Bengkulu. dari naskah akademik ini dapat dilahirkan pemahaman bahwa kelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam di sekeliling kita sangatlah penting dan wajib dilakukan demi kelangsungan generasi selanjutnya. Pendek kata. Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa sarang burung walet merupakan salah satu penyebab berkembangnya nyamuk demam berdarah. 1. Berdasarkan pengamatan bahwa keberadaan usaha pengambilan sarang burung walet dapat menimbulkan dampat negatif bagi masyarakat ataupun tatanan kota Bengkulu namun tidak semua masyarakat menyadari kalau dengan adanya usaha sarang burung walet disekitar tempat tinggal maka kesehatan masyarakat tersebut dala bahaya. Pembuatan peraturan daerah bukanlah hak monopoli pemerintah ataupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah semata. sehingga masyarakat disekitar dapat dengan mudah terserang penyakit DBD. Naskah Akademik 7 . Maka. Manfaat dari naskah akademik ini adalah merupakan gambaran dan pengkajian untuk pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) dalam pembuatan peraturan daerah.usaha ini hanya mendatangkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar tempat sarang burung walet ini dan tentunya dapat merusak tatanan kota.2 Tujuan Naskah akademik ini dimaksudkan sebagai bahan masukan dan pembanding bagi penyusunan Draf Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengaturan Usaha Pengambilan Sarang Burung Walet di Kota Bengkulu.

Sedangkan penelusuran secara off-line dilakukan dengan berkunjung untuk membaca dan membuat catatan dari beberapa perpustakaan. dan meminjam literatur dengan rekan-rekan.pembuatan peraturan daerah tentang pengaturan usaha pengambilan sarang burung walet di Kota Bengkulu sudah sangatlah penting dan mendesak untuk diwujudkan. atau arah pengaturan Rancangan Undang-undang” Dalam melakukan pengumpulan data hukum dilakukan dengan penelusuran dokumen baik secara on-line dan/atau off-line. objek.3 Metodalogi Penyusunan naskah akademik memerlukan data-data yang mendukung maka panitia kerja membentuk suatu tim untuk melakukan pengumpulan data. 14 Mohon dibaca Pasal 1 Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2005 tentang Tata Cara Mempersiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Naskah Akademik 8 . Tim yang dimaksud adalah Tim Inventaris Data yang bertugas mengakomodir dan mencari data yang mendukung penyusunan naskah akademik. sasaran yang ingin diwuudkan. jangkauan. toko buku. bahwa naskah akademik diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2005 tentang Tata Cara Mempersiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang. Atau dengan kata lain metoda yang digunakan dalam penyusunan naskah akademik dilakukan dengan studi pustaka dan diskusi. berkomunikasi melaui elektronik mail (E-mail) dan/atau melalui pesan singkat (short messages service) dan/atau melalui jaringan telekomunikasi berupa telpon. Penelusuran secara on-line dilakukan dengan membuka (browsing) situs internet diwarung internet (warnet).14 Pasal 1 angka 7 dalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa : “Naskah Akademik adalah naskah yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mengenai konsepsi yang berisi latar belakang. tujuan penyusunan. 1. Berkenaan dengan Naskah Akademik. Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Peraturan Presiden.

Ega BAB II POTENSI/ SUMBER DAYA DARI USAHA PENGAMBILAN SARANG BURUNG WALET Usaha pengambilan sarang burung walet merupakan peluang usaha yang baru dalam masyarakat. Target pasar utama sarang walet Naskah Akademik 9 . Myanmar. Umi Khairiyah 2. Malaysia. China dan filipina. Oggi Fiter V 3. Iwan S 3. Agung 4. Fery Okta 2.1. Anton M Anggota: 1. Raden Kemas 2. Wike Anggota: 1. M. Adapun nama-nama panitia kerja serta jabatanya adalah sebagai berikut: Koordinator Umum Pebteson Sekretaris Ditta Haptari Naskah Akademik Rio Agustian W Drafting Tedy Kiswanto Tim Perancang Dedi Suhaini Tim Formulasi Yofan Feroris Tim Inventarisir Data Franciscus S Tim Formulasi Tri Okta Anggota: 1.4 Pengorganisasian Dalam proses penyusunan Naskah Akademik Peraturan Daerah Tentang Pengaturan Usaha Pengambilan Sarang Burung Walet di Kota Bengkulu.Thailand. Hal ini terbukti dengan adanya fakta yang menyatakan bahwa sebagian besar kebutuhan sarang walet dunia dipasok dari Indonesia yaitu mencapai 80% sisanya disupply dari Vietnam. Aprianto 4. Wefi 4. Andika Anggota: 1. Gina 4. Bukan hanya di Kota Bengkulu. Arief 2. Firdolin 3. Andika Ginting 3. namun hampir diseluruh pelosok negeri ini. terdapat beberapa anggota panitia kerja.

Pasar China terpusat di China Town yaitu Eau Tong Seng Road dan South Bridge Road. pasaran walet dunia. 23 September 2010 Naskah Akademik 10 . suaramedia. Neagara Bagian California. 23 september 2010.com. Sementara pasar yang mulai terbuka adalah Amerika Serikat yang terpusat di China Town.media indonesia.16 Aspek penting dalam pengelolaan budidaya wallet secara modern adalah digunakannya teknologi suara burung wallet. www. indonesia meraja. Ini disebabkan teknis pengelolaan budidaya wallet yang masih tradisional. New York dan San Fransisco.17 Khasiat sarang burung walet (Collocalia fuciphaga) cukup terkenal di seantero dunia. Bisnis Sarang Burung Walet Mengiurkan. Oleh karena itu belakangan ini banyak pemilik gedung memasang suara burung walet di gedungnya baik untuk mendatangkan burung walet atau memberikan nuansa suara burung walet dalam gedungnya sehingga burung walet lebih betah. yaitu dengan mengantikan telur sriti dengan telur walet. Burung wallet adalah termasuk jenis burung koloni (berkelompok banyak) sehingga burung wallet lebih yang menyukai gedung yang ramai dengan suara wallet. Mitos baik untuk kesehatan muncul dari pengalaman pengguna yang semula 15 16 17 www. Penggunaan teknologi suara ini lazim digunakan peternak walet di luar pulau jawa. misalnya ketebalan sarang. Taiwan. China. Ibid. Kecenderungan yang sering terjadi peternak walet dijawa lebih suka mengandalkan jasa burung sriti sebagai cara menghadirkan walet dengan teknik putar telur. Sementara dijawa peternak walet belum memanfaatkan secara optimal teknologi ini. Produksi sarang walet Indonesia dalam beberapa item.com. Sarang burung anggota famili apodiae ini sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu diyakini punya khasiat dalam memberikan kesegaran dan bahkan untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. bentuk sarang dan warna sarang kualitasnya masih kurang bila dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam.15 Sayangnya prospek pasar yang sangat bagus dan semakin cerah ini tidak diimbangi dengan pengelolaan yang benar dalam budidaya wallet.Indonesia di luar negeri yaitu Hongkong.

Naskah Akademik 11 .disampaikan dari mulut ke mulut itu kemudian disebarluaskan pula oleh media massa. Karena belum ada suatu standar baku yang jelas.Sebarkan Penyakit. dari super sampai dengan C. Tapi yang mendasar dari harga sarang walet ditentukan oleh harga pasar saat itu.19 Untuk harga sarang walet. dan Collocalia vanikorensis (seriti lumut). perlu zonasi usaha. sering menimbul misspersepsi antara penjual dan pembeli. Dan gradasi kelas yang banyak. bervariatif 3 s/d 7 juta per kg untuk sarang walet gua. hanya terbagi dalam dua kelas. 23 September 2010 Op. sehingga menimbulkan masalah di saattransaksi terjadi. BAB III ISU-ISU USAHA PENGAMBILAN SARANG BURUNG WALET Keberadaan usaha pengambilan sarang burung walet dikota Bengkulu telah banyak mendatangkan kerugian bagi masyarakat dan tatanan kota Bengkulu maka perlu adanya solusi yang tepat utuk menanggani permasalahan ini agar tidak menimbulkan permasalahan yang baru. Perlu diketahui bahwa keberadaan usaha pengambilan sarang burung walet telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sehingga untuk 18 19 Jambi Independent Online. Untuk memudahkan pembagian.cit media indonesia. Collocalia esculanta (seriti).18 Dari beberapa jenis burung walet yang ada. yaitu kelas bersih dan kelas kotor. Kualitas sarang walet mempunyai gradasi kualitas. dan 13 s/d 18 juta per kg untuk sarang walet rumah. dan internet salah satunya. hanya terdapat 4 jenis walet yang sarangnya bisa dikonsumsi dan laku dijual yaitu: Aerodramus fushipagus (walet sarang putih/Yen-ou). Aerodramus maxima (walet sarang hitam/Moyen).

dari lahan pertanian menjadi tempat usaha pengambilan sarang burung walet.com. 12 septmber 2010 Naskah Akademik 12 . sehingga masyarakat disekitar dapat dengan mudah terserang penyakit DBD. Adapun permasalahanya adalah sebagai berikut: 20 www. dan lokalisasi usaha pengambilan sarang burung walet. 20 Dengan adanya payung hukum mengenai usaha pengambilan sarang burung walet maka pemerintah dapat melakukan tindakan terhadap usaha pengambilan sarang burung walet yang tidak sesuai dengan aturan baik itu berkenaan dengan izin. tidak hanya itu keberadaan kotoran burung walet dapat menyebabkan batuk berdarah dan Leptopirosis atau sejenis tipus. sarang walet sarang nyamuk demam berdarah. Keberadaan usaha pengambilan sarang burung walet sudah seharusnya mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bengkulu yang sedang dalam pembangunan. Hal yang kedengaranya aneh untuk negara yang agraris. Hal ini dibuktikan dengan tidak segansegannya masyakarakat untuk melakukan alih fungsi lahan. tersingkap hal yang lebih mendasar lagi yakni isu mengenai kesehatan yang menyatakan bahwa dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa sarang burung walet merupakan salah satu penyebab berkembangnya nyamuk demam berdarah. syarat-syarat lingkungan. Maka ada beberapa permasalahan yang harus dijawab melalui naskah peraturan daerah yang akan dikeluarkan. lahan pertanian akan makin menyempit dan bangsa ini akan terus mengimpor beras.media indonesia. Kalau hal ini dibiarkan terus berlanjut maka dapat dipastikan beberapa tahun kedepan. Fakta telah membuktikan kalau usaha sarang burung walet telah membawa kerusakan terhadap tatanan kota Bengkulu bahkan bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).menutup usaha ini sudah tidak mungkin maka solusi yang paling tepat adalah dengan mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Usaha Pengambilan Sarang Burung Walet di Kota Bengkulu. Namun tidak hanya berkaitan dengan PAD.

Pemerintah merupakan nama subyek yang berdiri sendiri. M.1 Landasan Filosofis Dalam kehidupan bernegara. yang kedua-duanya berasal dari perkataan Latin gubernaculums yang artinya kemudi. bangsa Indonesia menganut sistem demokrasi yaitu sistem demokrasi Pancasila. Sebagai subyek pemerintah melakukan tugas dan kegiatan. Untuk menunjukkan adanya subyek tertentu maka di belakang Naskah Akademik 13 . Budiarjo mengatakan bahwa istilah demokrasi menurut asal katanya berarti “rakyat berkuasa” atau government or rule by the people” Kata pemerintah daerah dari perkataan Inggris government dan Perancis gouverment.a) Apakah yang menjadi dasar yuridis dari adanya kegiatan usaha pengambilan sarang burung walet dikota Bengkulu? b) Bagaimana pengaruh kegiatan usaha pengambilan sarang burung walet dikota Bengkulu terhadap kesehatan masyarakat? c) Bagaimana peranan kegiatan usaha pengambilan sarang burung walet terhadap PAD Kota Bengkulu? d) Apa saja yang harus diatur dalam Peraturan Daerah yang dikeluarkan? BAB IV TINJAUAN PERATURAN-PERATURAN YANG BERKAITAN 4.

Inti landasan filosofis adalah jika landasan peraturan yang digunakan memiliki nilai bijaksana yakni memiliki nilai benar (logis). Menurut M. negara dapat dipandang sebagai penyalur gagasan sosial mengenai keadilan kepada para warganya dan mengungkapkan hasil gagasan semacam itu dalam undang-undangnya. Penerapan desentralisasi yang telah melahirkan daerah-daerah otonom memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk membentuk peraturan daerah dalam rangka mengatur rumah tangganya sendiri. akan tetapi pendapat atau opini publik juga mempunyai porsi yang sama besarnya untuk tercermin (terwujud) di dalam kebijakan-kebijakan publik. 21 Naskah Akademik 14 . Setiap kebijakan publik harus selalu berorientasi kepada kepentingan publik (public interest). 2. proses kegiatan negara harus juga merupakan suautu proses dimana semua Disadur dari Naskah Akademik Perlindungan Terumbu Karang di Kabupaten Belitung. pemerintah daerah dan sebagainya. baik dan adil. dalam suatu negara demokrasi. Oosting sebagaimana dikutip oleh Bambang Sunggono. Landasan filosofis setiap peraturan perundang-undangan di negara kita saat ini merujuk pada recht idée yang tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar tahun 1945 (Perubahan ke-1. 3 dan 4). atau dengan perkataan lain.kata pemerintah ada kata sambungannya misalnya pemerintah pusat. 21 Peraturan daerah sebagai suatu bentuk kebijakan publik akan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat jika memiliki landasan filosofis. Alinea ke-4. kebijakan publik tidaklah berisi cetusan pikiran atau pendapat dari pejabat negara yang mewaikli rakyat. Menemukan nilai filosofis berarti melakukan pengkajian secara mendalam dalam rangka mencari hakekat sesuatu hal dengan menggunakan nalar sehat. Menurut konsep demokrasi modern. Bertolak dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pemerintah daerah adalah pemegang kemudi dalam pelaksaanaan kegiatan pemerintahan di daerah. 23 September 2010. sosiologis dan yuridis yang baik.

Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah 22 Bambang Sunggono. 89 Naskah Akademik 15 . Halaman. dan beberapa peraturan yang mengatur tentang otonomi daerah yang pernah ada sebelumnya. dan kemudian dirubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah).22 Seperti halnya Kota Bengkulu. Dengan demikian hakikat filosofis dari Peraturan Daerah ini nanti dapat tercapai yakni menghendaki timbulnya rasa keadilan dalam masyarakat.2 Landasan Yuridis Landasan Yuridis menunjuk pada adanya peraturan perundangundangan yang memberikan kewenangan kepada pihak tertentu untuk membentuk peraturan daerah dan materi peraturan daerah tidak bertentangan dengan peraturan hukum yang lebih tinggi.Hukum dan Kebijaksanaan Publik. menunjukkan bahwa memang terdapat peraturan yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk membentuk peraturan daerah dalam rangka mengatur rumah tangganya sendiri. Jakarta: Sinar Grafika. Selain itu terdapat pula bebereapa peraturan yang menunjukkan adanya kewenangan daerah otonom untuk membentuk peraturan daerah yakni: Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat nomor III/MPR/2000.warganya dapat mengambil bagian dan memberikan sumbangannya dengan leluasa. Keputusan Presiden nomor 44 tahun 1999 tentang Teknik Penyususnan Peraturan Perundang-undangan. Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden. Dengan diberlakukannya otonomi daerah (Undang-undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. pengeluaran dan penetaapan Peraturan Daetah Tentang Usaha Pengambilan Sarang Burung Walet merupakan suatu kebutuhan yang mendesak mengingat keadaan masyarakat yang selalu berubah-ubah dan terajdi kesenjangan antara pengusaha sarang walet dengan masyarakat disekitar tempat sarang walet. 4.1994.

perusahaan swasta dan warga negara secara perorangan berhak pula mengajukan rancangan undang-undang yang diajukan kepada parlemen dalam bentuk petisi. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah nomor 24 tahun 2001 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah. Australia dan Italia memberikan kewenangan kepada mereka yang memiliki hak pilih dengan syarat harus diajukan oleh minimal 300. Berkaitan dengan kegiatan usaha pengambilan sarang burung walet.com. 24 Rancangan undang-undang yang mereka susun diberikan kepada parlemen. Di negara Bulgaria dan Brasil kewenangan mengajukan rancangan undang-undang diberikan pula kepada badan peradilan. Jakarta:Kanisius. 2007. 23 September 2010 Naskah Akademik 16 . namun pemerintah termasuk pemerintah daerah. Pemerintah Daerah (Pemerintah Kota Bengkulu) memiliki beberapa landasan hukum sebagai acuan dan rujukan sebagai bentuk dan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Irlandia dan Selandia Baru. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah nomor 23 tahun 2001 tentang Prosedur Penyusunan Produk-produk Hukum Daerah.000 orang (di Italia). Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah nomor 22 tahun 2001 tentang Bentuk Produk-produk Hukum Daerah. dapat dikatakan bahwa sejak masa Hindia Belanda sampai dengan sekarang yang berwenang membentuk peraturan adalah pemerintah dan parlemen.nomor 21 tahun 2001 tentang Teknik Penyusunan dan Materi Muatan Produkproduk Hukum Daerah. pelayanan umum dan daya saing daerah yang lebih baik dan unggul berdasarkan amanat Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2004. Pasal 2 ayat (3).000 orang (Australia) dan 50. Di Inggris meskipun kedaulatan berada di tangan parlemen. www. yang bunyinya: “ 23 24 Maria Farida. Di Swiss hak itu juga dimiliki oleh canton (daerah-daerah otonomi). Legalitas.Ilmu Perundang-undangan. perusahaan yang dibentuk atau diatur dengan undang-undang.23 Perihal siapa yang berwenang membentuk peraturan perundangundangan di negara kita. Model ini ditiru oleh Afsel.

” dilanjutkan dengan huruf p yang berbunyi: “urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.”. merupakan poin penting lainnya karena potensi sarang burung walet yang dimilikinya memberikan nilai lebih tersendiri serta dapat mendatang manfaat sosial-ekonomi kepada masyarakatnya jika dikelola. pelayanan umum dan daya saing daerah.Pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menjalankan otonomi seluas-luasnya. Burung walet sebagai makhluk hidup tentu saja perlu dilindungi kelestariannya. Selaras dengan itu adalah ayat (2) dalam Pasal tersebut yang berbunyi: “Urusan pemerintahan kabupaten/kota yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat sesuai dengan kondisi dan kekhasan dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan. Maraknya usaha pengambilan sarang burung walet yang terjadi di Kota Bengkulu sudah tentu memiliki konsekuensi logis dan resiko akibat eksploitasi alam yang dilakukan masyarakat di daerah tersebut. kecuali urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah. Lebih lanjut lagi diharapkan adanya usaha pengambilan sarang burung walet ini dapat menambah penambah pemasukan Kota Bengkulu melalui Pajak Penghasilan sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 17 tahun 2000 (LN 127 tahun 2000) sehingga daerah tidak hanya mendapat efek negatifnya saja dari adanya usaha ini.”. pemanfaatan dan pengawasan tata ruang. Perlindungan demi kelestarian burung walet ini dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu berdasarkan Undang-undang nomor 32 tahun 2004.” dan huruf b mengamanatkan: “perencanaan. Pasal 14 ayat (1) huruf a yang berbunyi: “perencanaan dan pengendalian pembangunan. dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dimanfaatkan dan diberdayakan dengan baik dan benar. Berkaitan dengan penataan ruang yang diatur dalam Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang maka sudah seharusnya Naskah Akademik 17 .”.

Bagi masyarakat yang akan mendukung dan menjalankan kebijakan publik tersebut memperoleh informasi tentang perkiraan resiko dan dampak yang dipersepsikan.3 Landasan Sosilogis Suatu peraturan perundang-undangan dinilai memilki landasan sosiologis secara benar jika peraturan daerah tersebut dibentuk berdasarkan pada realitas dan kebutuhan masyarakat. Sikap budaya lama dari Naskah Akademik 18 . atau menolaknya. Oleh karena itu sebelum pemerintah daerah mengajukan prakarsa pembuatan perda. Idealnya. Munculnya penolakan terhadap diberlakukannya suatu peraturan daerah merupakan indikasi bahwa peraturan daerah yang bersangkutan tidak memilki landasan sosiologis yang baik. Keterbukaan pada tahapan ini memungkinkan masyrakat mempersiapkan diri untuk menghadapinya. suatu peraturan daerah harus sesuai dengan keadaan masyarakat yang akan dikenai peraturan tersebut agar tidak terjadi keresahan dan ketidakpuasan. atau ketidaksiapan masyarakat memikul resiko dan dampak yang dipersepsikan. Penolakan terhadap kebijakan pemerintah secara terbuka atau terselubung pada umumnya disebabkan oleh minimnya komunikasi oleh birokrasi atau ketidaksiapan. pemerintah daerah mempunyai fungsi yang sangat penting untuk bisa mempelajari situasi dan kondisi secara tepat.penempatan ataupun pemilihan lokasi usaha sarang burung walet disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bengkulu (RTRW). 4. Sebagai penyelenggara pemerintahan maka pemerintah daerah dituntut unutk memahami dan mengerti tentang keadaan masyarakat yang diperintahnya. baik luas maupun bentuknya. Pemerintah daerah sebagai pemegang kekuasaan tidak hanya harus memahami dan mengerti tentang keadaan masyarakat tetapi lebih jauh dari itu adalah mempertimbangkan dukungan (support) dan tuntutan (demand) yang ada di dalam masyarakatnya. serta konsep sementara yang ditawarkan berkenaan dengan langkah-langkah yang dinilai perlu diambil untuk mengatasinya. membantu merumuskan usulan alternatif lain.

yaitu karena tiadanya komunikasi yang sehat. Partisipasi rakyat dalam perumusan kebijakan-kebijakan penting yang berdampak terhadap kepentingan masyarakat luas membutuhkan dialog yang terbuka. dan juga pada kebanyakan negara. Namun. Bahkan sebagai paradoks.“pamong” (birokrasi) yang merasa memonopoli informasi acapkali muncul kepermukaan dalam bentuk yang dituduhkan sebagai “kecongkaan kekuasaan”. sejak pasca 1999 diindikasikan bahwa penggunaaan hak inisiatif DPRD pada daerah-daerah otonom terus meningkat seiring dengan tumbuhnya dominasi DPRD terhadap pemerintah daerah. Dengan demikian. atau bahkan karena “salah komunikasi”. Meskipun benar dalam catatan sejarah peraturan perundangundangan di negara kita setidaknya sampai dengan tahun 1999. memberikan ruang yang memadai bagi masyarakat untuk ikut serta dalam proses penyusunan peraturan perundang-undangan merupakan condition sine quanon dan perlu dijadikan alternatif solusi yang mempunyai makna penting agar peraturan daerah yang dibentuk mendapatkan dukungan masyarakat serta memiliki kemampuan untuk diterapkan dan berlaku dalam jangka waktu yang lama karena memang sesuai dengan nilai moral dan Naskah Akademik 19 . harus dinilai sebagai suatu bentuk pemberian ruang partisipasi yang sewajarnya. Selain itu tidak perlu pula dinilai sebagai bentuk lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap DPRD. Hampir semua masalah yang kita hadapi dewasa ini dapat ditelusuri kembali kepada akar masalahnya. Semuanya berlatar belakang karena ketidaksediaan berbagi privilese. Pemberian ruang yang cukup bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembentukan peraturan daerah tidak perlu dinilai sebagai bentuk rongriongan terhadap kewenangan DPRD. berbagi informasi dengan pihak lain. Kehadiran dewan perwakilan rakyat dalam demohkrasi perwakilan sama sekali tidaklah dimaksudkan untuk menghapuskan hak-hak rakyat yang diwakilkanya. hak inisiatif DPRD jarang dimanfaatkan.

tidak hanya itu diharapkan pengembang usaha sarang burung walet memberdayakan masyarakat sekitar sehingga membantu pemerintah menekan angka pengangguran di Kota Bengkulu atau dengan kata lain membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. mengenai perkembangan usaha pengambilan sarang burung walet sangat membutuhkan payung hukum agar dapat menjadi PAD bagi Kota Naskah Akademik 20 . Dengan makin berkembangnya usaha pengambilan sarang burung walet di Kota Bengkulu maka diharapkan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).prinsip-prinsip kebaikan serta realitas kebutuhan yang hidup di tengah masyarakat. Hal ini tentunya membuat perubahan pada sektor perekonomian masyarakat Kota Bengkulu. BAB V ALTERNATIF-ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH/KONFLIK Dalam perkembangannya usaha pengambilan sarang burung walet telah mampu menciptakan peluang kerja yang baru bagi masyarakat Kota Bengkulu. Selanjutnya.

Bengkulu karena dari beberapa contoh di daerah lain yang terlebih dahulu mengadakan pengaturan terhadap usaha pengambilan sarang burung walet. Sesuai dengan amanat Pasal 11 ayat 2 dalam peraturan yang sama yang menyebutkan:27 25 26 Pasal 3 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. terwujudnya pelindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang. Lebih daripada itu bertentangan dengan amanat dari Pasal 3 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menyebutkan:25 Penyelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman. Hal ini tentunya bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bengkulu yang telah ditetapkan sebelumnya. penataan ruang untuk sebesar-besar Dengan dasar pertimbangan untuk kemakmuran rakyat maka sudah seharusnya pemerintahan Kota Bengkulu mengadakan pengaturan terhadap usaha pengambilan sarang burung walet atau penindak dengan tegas pembangunan tempat usaha pengambilan sarang burung walet yang tidak sesuai dengan penataan ruang Kota Bengkulu. dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional dengan: a. dan c. b. Namun. Pasal 7 ayat 1 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang 27 Pasal 11 ayat 2 Naskah Akademik 21 . terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia. Hal ini kemudian disebutkan dalam Pasal 7 ayat 1 dalam peraturan yang sama yang menyebutkan: 26 Negara menyelenggarakan kemakmuran rakyat. produktif. nyaman. terlihat bahwa usaha pengambilan sarang burung walet mampu menjadi sumber PAD yang handal bagi daerah itu. terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan. ada fakta yang terungkap di lapangan bahwa tempat pengembangan sarang burung walet banyak yang berada di sekitar pemukiman masyarakat. Berdasarkan pasal tersebut jelas bahwa diadakan penataan ruang bertujuannya mewujudkan kemakmuran rakyat sesuai dengan tujuan awal berdirinya negara ini.

Pasal 18 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Naskah Akademik 22 . b. pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten/kota Dengan wewenang yang dimiliki sudah seharunya pemerintah Kota Bengkulu mampu bertindak tegas terhadap segala pelanggaran penyelengaraan tataruang termasuk pembangunan tempat sarang burung walet yang tidak sesuai dengan RTRW di Kota Bengkulu. Berikut peraturan perundang-undangan tersebut: a. c. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan. Maka diharapkan dengan adanya payung hukum yang dibuat oleh pemerintah usaha pengambilan sarang burung walet mampu menjadi sumber PAD yang handal bagi Kota Bengkulu.53 tahun 2004). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3699). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (LN. e. No. b. 104 Tahun 1960). pemanfaatan ruang wilayah kabupaten/kota. perencanaan tata ruang wilayah kabupaten/kota. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68. BAB VI INVENTARISASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Dalam perancangan dan menetapan Peraturan Daerah (Perda) ada beberapa peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar berlakunya Peraturan Daerah tentang Usaha Pengambilan Sarang Burung Walet di Kota Bengkulu. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar PokokPokok Agraria (LN. d. dan c.Wewenang pemerintah daerah kabupaten/kota dalam pelaksanaan penataan ruang wilayah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b meliputi: a.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. h. 2007.Ilmu Perundang-undangan. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54. i. menurut para ahli itu . UNIB Press. BAB VII MATERI MUATAN Menurut para ahli umumnya berpendapat materi muatan undang-undang dalam arti “formele wet” atau “formele gezet” tidak dapat ditentukan lingkup materinya. j. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemeritahan Daerah (LN. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. l.57 Naskah Akademik 23 . pembentukan undang-undang bergantung pada cita negara dan teori bernegara yang dianutnya.28 Hal yang berbeda diungkapkan oleh A. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4138). Bahan Ajar: Ilmu Perundang-undangan. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 119. 124. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4139). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). pada sistem Maria Farida. semua materi dapat menjadi materi muatan peraturan perundang-undangan kecuali bila peraturan perundang-undangan “tidak berkehendak” menagtur atau menetapkanya. Dengan demikian.29 28 29 dalam negaranya. Jakarta:Kanisius. 125 tahun 2004). mengingat undang-undang merupakan perwujudan kedaulatan raja atau kedaulatan rakyat sedangkan kedaulatan bersifat mutlak. Hal. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 118.f. k. pada kedaulatan dan pembagian kekuasaan pemerintahan negara yang diselengarakan. Amancik. g. Hamid S Attamimi. keluar tidak tergantung pada siapapun dan kedalam tertinggi diatas segalanya.

adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Burung Walet adalah sarang burung walet yang termasuk marga Collocalia. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Bab Ketentuan Umum Ketentuan umum dalam naskah akademik dalam rancangan peraturan daerah ini mencakup pengertian tentang: 1. pemanfaatan ruang. Pemerintah daerah adalah Walikota Bengkulu beserta perangkat daerah sebagai Badan Eksekutif Daerah. yaitu Collocalia Fuchiaphaga. Naskah Akademik 24 . 3. 7. 4. Collocalia Esculenta dan Collocalia Linchi. Dinas Lingkungan Hidup adalah instansi yang bertugas mengendalikan dampak lingkungan hidup di daerah. adalah seluruh materi muatan dalam rangkan penyelegaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan. 2.Dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 menetapkan bahwa materi muatan Peraturan Daerah. Lingkungan Masyarakat adalah bentuk atau pola interaksi yang bersatu dalam kesatuan dan bergaul dalam keberagaman yang dipersatukan karena adanya rasa kebersamaan. danpengendalian pemanfaatan ruang. selanjutnya disebut APBD. dan menampung ondisi khusus daerah serta penjabaran lebih lanjut peraturan perundang-undanga yang lebih tinggi. Penyusunan naskah akademik dalam rancangan peraturan daerah mempunyai materi muatan sebagai berikut: A. 5. Penataan ruang adalah suatu sistem prosesperencanaan tata ruang. Collocalia Maxima. Daerah adalah daerah otonom Kota Bengkulu. 6.

sosial dan budaya yang ditetapkan dan ditaati oleh mereka sendiri secara turun temurun. Masyarakat Lokal adalah kelompok orang atau masyarakat yang mendiami desa/kelurahan pantai sebagai wilayah pesisir dan menjalankan tatanan hukum. Bab Materi Sebagaimana halnya dengan pembentukan produk hukum lainnya. kejelasan rumusan. hewan dan organisme lainnya swerta proses yang menghubungkan mereka dalam membentuk keseimbangan. 11.Partisipasi masyarakat lokal adalah keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan pengelolaan sumber daya wilayah pesisir. 12. manfaat. apiratif serta dapat dilaksanakan. pembentukan prioduk hukum daerah harus pula didasarkan pada asas kewenangan.10. 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Dengan demikian akan ada sinkronisasi antara Peraturan Daerah Kota Bengkulu dengan Undang-undang Nomor. a. Peraturan Daerah yang akan ditetapkan merupakan peraturan yang mengatur usaha pengambilan sarang burung walet. kejelasan tujuan. ada beberapa hal yang hendak diatur dalam peraturan daerah ini yaitu: a) Pemberian izin lokasi tempat usaha pengambilan sarang burung walet. Lokasi yang dimaksud sangat berkaitan erat dengan RTRW kota Bengkulu sehingga lokasi usaha pengambilan sarang burung walet tidak berada disekitar pemukiman masyarakat dan tidak berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. stabilitas dan produktifitas. kesesuaian jenis dan materi mautan. 13. Zonasi adalah suatu pengwilayahan berdasarkan pada suatu ciri-ciri tertentu yang secara alamiah membangun suatu ekosistem sehingga perencanaan perlindungan dalam mengelola disesuaikan dengan kondisi dan potensi kawasan tersebut. Naskah Akademik 25 . Ekosistem terkaitnya adalah kesatuan komunitas tumbuh-tumbuhan.

Dalam hal ini akan berkaitan dengan pengaturan tentang akibat hukum dan upaya hukum jika terjadi pelanggaran teknis di lapangan. Dan. Rumusan sanksi yang akan diberikan harus berpegang teguh kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau asas-asas umum hukum pidana Buku I. b. Dengan diundangkannya peraturan daerah ini maka segala peraturan daerah tentang usaha sarang burung waler yang masih ada di Kabupaten Bengkulu dinyatakan tidak berlaku lagi dan dicabut. Bab Ketentuan Penutup Pelaksanaan peraturan daerah ini dilaksanakan secara efektif selambatlambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak diundangkannya peraturan daerah ini. Bahan Ajar: Ilmu Perundang-undangan.30 c.Hal.b) Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahwa dengan diatur usaha pengambilan sarang burung walet dapat mendatangkan pemasukan bagi kas kota bengkulu. UNIB Press. Bab Ketentuan Sanksi Dalam rancangan peraturan daerah ini diatur detil dan teknis penerapan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan raperda itu nantinya. maka peraturan daerah ini mulai berlaku. agar setiap orang dapat mengetahui. 89 Naskah Akademik 26 . 30 Amancik. 2003. memerintahkan pengundangan peraturan daerah ini dengan penempatannya di dalam Lembaran Daerah.

2. Di beberapa negara yang menjalankan demokrasi modern. pemberian Naskah Akademik 27 . secara yuridis formal kewenangan pengajuan rancangan peraturan daerah dimiliki oleh pemerintah daerah (eksekutif) dan dewan perwakilan rakyat daerah (legislatif). tetapi masyarakat pun dapat mengajukan prakarsa pengajuan peraturan perundang-undangan sebagai hak inisiatif. termasuk kewenangan membentuk peraturan daerah yang dijadikan oleh pemerintah daerah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah atau peraturan daerah-peraturan daerah lain yang dibentuk dengan maksud untuk mengatur kehidupan masyarakat daerah. perlu disampaikan beberapa Kesimpulan sebagai berikut: 1. Dalam sejarah pembentukan peraturan perundang-undangan di negara kita.BAB VIII KESIMPULAN Sebagai penutup dalam bab ini. Penerapan desentralisasi telah melahirkan daerah-daerah otonom yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri.

Jakarta: Sinar Grafika. Kedudukan dan Fungsi Penelitian Hukum dalam Proses Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Hill Co. Bagir Manan. Naskah Akademik 28 .1994. Ubbe.kewenangan kepada masyarakat untuk mengajukan usulan rancangan peraturan perundang-undangan termasuk peraturan daerah adalah hal yang biasa. 1992. Upaya pengaturan mengenai usaha pengambilan sarang burung walet membutuhkan persiapan sarana dan prasarana penunjang serta biaya opersionalnya. Hukum Pemerintahan Daerah.Hukum dan Kebijaksanaan Publik. 5. Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman Republik Indonesia. Aspek Hukum Pelaksanaan Inisiatif DPR dalam Penyusunan Rancangan Undang-undang. 1999. Bandung: Alumni. Ateng Safrudin.1993. 2004. Jakarta. BPHN. Jakarta. Pengantar Hukum Pajak dan Perpajakan. Bandung. Ind. Dasar-dasar Perundang-undangan Indonesia. Pemerintah daerah dan Pembangunan Sumur. Amirizal. 3. Untuk mengatur tentang usaha sarang burung walet agar dapat menjadi sumber pemasukan bagi kas daerah naka diperlukan payung hukum sebagai landasan yuridis-formal untuk kepastian dan penegakkan hukum. Jakarta. 4. Pengaturan usaha pengambilan sarang burung walet membutuhkan waktu sosilisasi kepada masyarakat agar peraturan yang dibuat akan berjalan efektif dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat. 1999. Djuanda. Daftar Pustaka Ahmad. Perpustakaan UNIB Press. 2008. Bambang Sunggono.

Budiarjo. Z.Farida Indrati S.A. Fungsi dan Materi Muatan. Misdyanti dan R. Maulani. Maria. Kartasapoetra. Demokrasi & Pembangunan Daerah. 1974. Yogyakarta: Kanisius. Ilmu Perundang-undangan: Jenis. Jakarta: Gramedia. Fungsi Pemrintah Daerah dalam Pembuatan Peraturan Daerah. Jakarta: Bumi Aksara. Yogyakarta. 1993. Naskah Akademik 29 . 2000. M.G. Pustaka Pelajar dan CRDS. Dasar-dasar Ilmu Politik. 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful