P. 1
Ventilasi Alami

Ventilasi Alami

|Views: 824|Likes:
Published by m_aulia_1
artikel mengenai ventilasi alami
artikel mengenai ventilasi alami

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: m_aulia_1 on Jan 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

Ventilasi Alami Ventilasi bangunan dapat berupa ventilasi alami (tidak melibatkan mesin) , ventilasi buatan (melinatkan mesin

pengondisian udara yang akan menurunkan suhu dan kelembapan udara, AC) dan ventilasi semibuatan (ventilasi alami yang dibantu oleh kipas angin untuk menggerakkan udara tetapi tidak melibatkan alat penurun suhu). Ventilasi dibutuhkan agar udara dalam ruangan tetap sehat dan nyaman. Baik aktifitas manusia maupun benda-benda didalam ruang dapat menghasilkan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan bila tetap terkosentrasi didalam jumlah yang melebihi batas toleransi manusia. Udara yang kotor harus diganti dengan udara yang lebih bersih. Ventilasi alami adalah pergantian udara secara alami (tidak melibatkan peralatan mekanis, seperti mesin penyejuk udara yang dikenalsebagai Air Conditioner atau AC) . Vebtilasi alami menawarkan ventilasi yang sehat, nyaman, tanpa memerlukan energy tambahan. Namun untuk merancang ventilasi alami perlu dipikirkan syarat awal, yaitu: (1) tersedianya udara luar yang sehat (bebas dari bau, debu dan polutan lain yang mengganggu), (2) suhu udara luar tidak terlalu tinggi (maksimal 28rC), (3) tidak banyak bangunan disekitar yang akan menghalangi aliran udara horizontal (sehingga angin dapat berhembus lancar), dan (4) lingkungan tidak bising. Jika syarat awal tidak terpenuhi sebaiknya tidak dipaksakan untuk memakai ventilasi alami karena justru akan merugikan . Dengan demikian ventilasi alami sebenarnya hanya cocok untuk daerah yang beriklim nyaman (mild atau moderate) dan tidak ekstrem (Liddament, 1996) Jika prasyarat dasar diatas terpenuhi maka ventilasi alami memiliki beberapa nilai positif , yaitu: (1)hemat energy, (2) menghubungkan iklim didalam ruang dengan luar ruang yang menciptakan suasana alami , (3) biaya pembuatan dan perawatan relativ murah dibanding ventilasi buatan, dan (4) tidak memerlukan ruang mesin. Beberapa nilai negative ventilasi alami adalah : (1) suhu tidak mudah diatur, (2) kecepatan angin tidak mudah diatur , (3) kelembapan tidak mudah diatur , (4) kualitas udara tidak mudah diatur (debu, bau dan polusi lainnya) sulit dicegah, (5) gangguan serangga, (6) gangguan lingkungan (kebisingan dan lain-lain) sulit dicegah, (7) bukaan mungkin akan beresiko

pada keamanan , dan (8) untuk bangunan yang bermassa gemuk maka ventilasi alami sulit menjangkau bagian tengah. Sesuai hakekatnya , kualitas ventilsi alami sangat tergantung pada kualitas udara lingkungan. Oleh karena itu pemahaman akan iklim dan cuaca menjadi sangat penting.

Indonesia memiliki iklim tropis lembab yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: y Tidak ada perbedaan yang jelas antara musim kering (kemarau) dan basah (hujan) . Baik musim hujan maupun musim kering dapat berlangsung lama sehingga bisa terjadi tumpang tindih musim. y Suhu udara relative tinggi dengan amplitudo suhu siang-malam kecil (24rC 32rC) walaupun suhu udara didaerah pegunungan dapat jauh lebih rendah dari angka tersebut. y Kecepatan angin rendah (terutama pada pagi dan malam hari) . Pada siang hari umumnya angin berhembus cukup kuat. y Kelembapan udara tinggi (60rC-95rC). Kelembapan yang tinggi ini menyebabkan kulit terasa lengket karena keringat yang tidak dapat dengan leluasa menguap sehinga menempel dikulit. Kondisi ini menyebabkan munculnya rasa tidak nyaman. y Radiasi matahari cukup tinggi (>900W/ (<100 W/ y ). ), walau sering juga tertutup mendung

Hujan deras dapat turun dalam beberapa hari berturut-turut , umumnya pada siang atau sore hari.

y

Hampir selalu berawan . Langit sering berawan merata yang sangat menyilaukan mata dan menyebabkan perasaan tertekan.

y

Flora beraneka ragam, tanah subur, tidak mengenal musim gugur , jamur tumbuh dengan pesat.

y

Fauna beraneka ragam, termasuk serangga pengganggu yang berbahaya seperti nyamuk.

y y

Berdebu Karat logam dan pelapuk organic mudah terjadi

y y

Penduduknya mengembangkan budaya kehidupan diluar rumah (outdoor living) Pakaian ringan dan longgar. Bertelanjang dada dan kaki adalah hal yang wajar di hari panas.

y

Tenaga mudah tersedot habis (kelelahan, fatigure). Untuk mengatasi keadaan yang tidak nyaman ini diperlukan recovery dalam bentuk tidur siang (siesta).

Ventilasi (lt, ventus, wind, angin) adalah aliran udara , baik diruang terbuka maupun tertutup (didalam ruang). Dalam konteks bangunan , ventilasi berarti pergantian udara kotor didalam ruang dengan udara bersih (yang diharapkan dari udara luar). Ventilasi alami adalah proses pergantian udara ruangan oleh udara segar dari luar ruangan tanpa bantuan peralatan mekanik. Angin adalah udara yang bergerak . Penilaian terhadap kualitas ventilasi diukur dengan standart kenyamanan termal. Enam factor kenyamanan termal (4 faktor lingkungan + 2 faktor manusia) adalah: y y y y y Suhu udara, T (temperature), rC Kecepatan angin, V( velocity), m/detik Kalambapan udara, RH (relative humidity), % Rata-rata suhu permukaan ruang , MRT ( mean surface radiant temperature), rC Aktivitas manusia, met (metabolism), W/ dibulatkan 58 W/ y ) degC/W (1 clo=0,155 deg C/W) . 1met = 58,15 W/ sering

Pakaian , clo (cloting),

Penyejukan evaporative(evaporative cooling) adalah penyejukan dengan memanfaatkan mekanisme pengurangan panas akibat penguapan air (atau zat lain) .Penyejukan radiatif (radiative cooling) adalah penejukan dengan memanfaatkan mekanisme radiasi. Penyejukan fisiologis (physiological cooling) adalah sensasi sejuk yang dirasakan manusia karena hembusan angin yang mengenai kulitnya. Penyejukan konvektif (convective cooling) adalah penyejukan dengan memanfaatkan aliran angin. Perpindahan panas (heat transfer) adalah proses perpindahan kalor dari benda yang lebih panas kebenda yang kurang panas. Ada tiga cara perpindahan panas, yaitu :

y

Perpindahan panas konduktif (conductive heat transfer) adalah perpindahan panas dari benda yang lebih panas kebenda yang kurang panas melalui kontak (sentuhan)

y

Perpindahan panas konvektif (convective heat transfer) adalah perpindahan panas dari benda yang lebih panas kebanda yang kuran panas melalui aliran angin (atau zat alir lainnya)

y

Perpindahan panas radiatif (radiative heat transfer) adalah perpindahan panas dari benda yang lebih panas kebanda yang kurang panas dengan cara pancaran

Global warming (pemanasan global) adalah kenaikan suhu rata-rata udara didekat permukaan bumi dan lautan pada bebarapa dasawarsa terakhir. Pemanasan global menyebabkan perubahan iklim dan pencairan di kutub serta pegunungan. Perubahan iklim menyebabkan banyak masalah seperti kegagalan panen dan timbulnya tornado diluar normal. Salah satu cara agar penambahan kepadatan bangunan disuatu kawasan tidak menyebabkan kenaikan suhu lingkungan adalah dengan menjaga agar permukaan basah (wet) dan hijau(green) tetap memiliki porsi yang lebih besar. Permukaan basah dapat berupa kolam (pond), sungai dan lain-lain. Permukaan basah mengalami kenaikan suhu yang lebih rendah disbanding permukaan kering bila terkena radiasi matahari yang sama. Permukaan hijau dalah permukaan dengan tumbuhan

Panas Yang Menembus Kaca Qs A I = A.I. W. = Luas Jendela, m2. = intensitas radiasi matahari, W/m2. = solar gain factor bahan kaca. solar gain factor ( ) dapat diperoleh dar pabrik pembuat kaca. Dalam hal data belum

memasukan pertimbangan sudut datang sinar matahari langsung pada bidang kaca, maka I = …‘• adalah sudut yang dibentuk oleh garis datang sinar matahari dengan garis normal

(tegak lurus) bidang.

Kenaikan Suhu Benda Oleh Radiasi Matahari Ts Ts To I
total = To +

(I.

total /fo)

o

C.

= suhu permukaan yang terkena sinar matahari langsung. oC. = suhu ruang luar, oC. = intensitas radiasi matahari, W/m2 = bilangan serap rata-rata antara permukaan (
total w)

dan material ( p). 

o

=(

w+

p)/2.

= konduktan permukaan yang terkena radiasi matahari. W/m2degC.

Kecepatan Angin di Ketinggian Tertentu, m/dtk

Gambar. Lapisan batas di Kondisi Permukaan bumi yang berbeda

Aliran Udara Karena Perbedaan tekanan Angin, Qp (P = pressure)

Aliran Udara untuk Membuang Panas, Q, Tanpa Memperhatikan Volume Ruang

Aliran Udara untuk Membuang Panas, Q, Dengan Memperhatikan Volume Ruang

Aliran Udara Karena Perbedaan Suhu Udara, Qb (B = Buoyancy, Daya Apung)

Aliran Udara yang Diakibatkan Oleh Gabungan Tekanan Angin dan Perbedaan Suhu Q Dengan = [Qp2+Qb2]0,5 Qp Qb = aliran angin oleh perbedaan tekanan, m3/dtk = aliran angin oleh perbedaan suhu, m3/dtk

Gambar. Simulasi dengan program CFD menunjukan pengaruh konfigurasi dimensi inlet dan outlet pada kecepatan angin didalam ruang (Lamn Satwiko, 2009)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->