P. 1
PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA

PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA

|Views: 6,895|Likes:
Published by tampatir355304

More info:

Published by: tampatir355304 on Jan 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2014

pdf

text

original

PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA ARAB

By. SUHARNO, S.Pd.I 1. Pendahuluan Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu perlu dikaji adanya pembelajaran bahasa yang tepat bagi orang-orang yang non-Arab. Pembelajaran bahasa asing termasuk dalam hal ini bahasa Arab bisa dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Demikian halnya dengan pembelajaran kosa kata (almufradât). Kosakata merupakan salah satu unsur bahasa yang harus dimiliki oleh pembelajar bahasa asing termasuk bahasa Arab. Perbendaharaan kosakata bahasa Arab yang memadai dapat menunjang seseorang dalam berkomunikasi dan menulis dengan bahasa tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa berbicara dan menulis yang merupakan kemahiran berbahasa tidak dapat tidak, harus didukung oleh pengetahuan dan penguasaan kosakata yang kaya, produktif dan aktual. Penambahan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan bagian penting, baik dari proses pembelajaran suatu bahasa atau pun pengembangan kemampuan seseorang dalam suatu bahasa yang sudah dikuasai. Siswa sekolah sering diajarkan kata-kata baru sebagai bagian dari mata pelajaran tertentu dan banyak pula orang dewasa yang menganggap pembentukan kosakata sebagai suatu kegiatan yang menarik dan edukatif. Untuk itu diperlukan metode yang tepat dalam rangka pembelajaran kosakata bahasa Arab agar kebutuhan akan perbendaharaan kosakata dalam pembelajaran bahasa Arab dapat tercapai. Dalam makalah ini penulis ingin memaparkan pembahasan tentang pengertian kosakata, jenis, makna, fungsi, pembentukan kosakata, metode serta teknik pembelajarannya, dan sebagainya yang berhubungan dengan pembelajaran kosakata sebagai usaha untuk memperoleh gambaran akan peranan kosakata dalam mendukung kemahiran berbahasa asing khususnya bahasa Arab.

Peran kosakata dalam menguasai empat kemahiran berbahasa sangat diperlukan sebagaimana yang dinyatakan Vallet adalah bahwa kemampuan untuk memahami empat kemahiran berbahasa tersebut sangat bergantung pada penguasaan kosakata seseorang. dan pembelajaran kosakata mencakup didalamnya tema-tema yang kompleks yaitu perubahan .1. Misalnya kata almu¶allimun ( . ) mempunyai dua morfem yaitu dan . kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk sebuah bahasa. Kata adalah bagian terkecil dari bahasa yang sifatnya bebas. Dalam arti untuk memiliki kemahiran berbahasa tidak cukup hanya dengan menghafal sekian banyak kosakata.4 Kosakata merupakan kumpulan kata-kata tertentu yang akan membentuk bahasa.5 Maka kata terdiri dari morfemmorfem. Hal itu terjadi karena dalam ) yang terdiri dari tiga morfem yaitu . misalnya kata mu¶allim ( Sedangkan kata al-mu¶allim ( ) dalam bahasa Arab terdiri dari satu morfem.3 Meskipun demikian pembelajaran bahasa tidak identik dengan hanya mempelajari kosakata. Adapun kata yang mempunyai tiga morfem adalah kata yang terbentuk dari morfemmorfem yang mana masing-masing morfem mempunyai arti khusus.2 Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelejensia atau tingkat pendidikannya. Menurut Horn. Pengertian ini membedakan antara kata dengan morfem. atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu1. Pengertian Kosakata (al-Mufradât) Kosakata (Inggris: vocabulary) adalah himpunan kata atau khazanah kata yang diketahui oleh seseorang atau entitas lain. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut dan kemungkinan akan digunakannya untuk menyusun kalimat baru.6 Dalam pembelajaran bahasa Arab ada beberapa masalah dalam pembelajaran kosakata yang disebut problematika kosakata ( ). Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang tidak bisa dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil yang maknanya relative stabil.

kata kerja. Kosakata untuk berbicara (speaking vocabulary). Kosakata untuk menulis (writing vocabulary). jama¶. Kosakata jenis ini terdiri dari kosakata context yang dapat diinterpretasikan sesuai dengan konteks pembahasan. Komunikasi seseorang yang dibangun dengan penggunaan kosakata yang tepat dan memadai menunjukkan gambaran intelejensia dan tingkat pendidikan si pemakai bahasa. perubahan infleksi. Kosakata untuk memahami (understanding vocabulary) baik bahasa lisan ( ) maupun teks ( ). tadzkîr dan makna leksikal dan fungsional. 4. surat kabar dan seterusnya. ) maupun formal 3. hanya sekedar mengemukakan bahwa cakupan pembelajaran kosakata tidak sederhana tetapi cukup luas dan rumit. ta¶nîts. agenda harian dan lain-lain dan juga formal. tatsniyah. Dalam pembicaraan perlu penggunaan kosakata yang tepat. Penulisan pun membutuhkan pemilihan kosakata yang baik dan tepat agar tidak disalahartikan oleh pembacanya.derivasi. 2. Pembagian kosakata dalam konteks Kemahiran Kebahasaan 1. mufrad. Jenis-Jenis Kosakata Rusydy Ahmad Tha¶imah memberikan klasifikasi kosakata (al-mufradât) menjadi 4 (empat) yang masing-masing terbagi lagi sesuai dengan tugas dan fungsinya. Kosakata potensial. baik pembicaraan informal ( ( ). dan kosakata analysis yakni kosakata yang dapat dianalisa berdasarkan karakteristik derivasi kata unuk selanjutnya dipersempit atau diperluas maknanya. Penulisan ini mencakup penulisan informal seperti catatan harian. 1. majalah.7 Tetapi dalam makalah ini. penulis tidak menjelaskan satu persatu dari tema-tema tersebut secara detail. sebagai berikut:8 1. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kosakata merupakan kumpulan kata-kata yang membentuk bahasa yang diketahui seseorang dan kumpulan kata tersebut akan ia digunakan dalam menyusun kalimat atau berkomunikasi dengan masyarakat. misalnya penulisan buku. .

2. Kosakata ini adalah kosakata dasar yang membentuk sebuah tulisan menjadi valid. dan seterusnya. baik pembicaraan. misalnya kata benda. Makna dan Fungsi Kosakata (al-Mufradât) . tetapi selalu dipadukan dengan kata-kata lain sehingga membentuk arti yang berbeda-beda. Pembagian kosakata menurut karakteristik kata (takhassus). kata kerja. Kosa kata ini adalah kumpulan kata yang dapat mengalihkan arti kepada yang spesifik dan digunakan di berbagai bidang ulasan tertentu. 1. Contohnya hurûf jâr. Kata-kata inti khusus (special content words). Kata-kata fungsi (function words). Pembagian kosakata menurut maknanya 1. yang biasa juga disebut local words atau utility words.1. adawât al-istifhâm. Kata-kata ini yang mengikat dan menyatukan kosakata dan kalimat sehingga menbentuk paparan yang baik dalam sebuh tulisan. Kata-kata inti (content vocabulary). tulisan atau bahkan banyak didengar dan diketahui lewat berbagai bacaan. 1. 1. 1. Kosakata aktif (active words). Pembagian kosakata menurut penggunaannya. yakni kosakata yang umumnya banyak digunakan dalam berbagai wacana. yaitu kosakata yang hanya menjadi perbendaharaan kata seseorang namun jarang ia gunakan. Kosakata pasif (passive words). dll. Kosakata ini diketahui lewat buku-buku cetak yang biasa menjadi rujukan dalam penulisan makalah atau karya ilmiah. Kata-kata gabungan (cluster words). Misalnya kata dipadukan dengan menjadi menjadi dapat berarti menyukai bila kata tersebut . Kosakata ini adalah kosakata yang tidak dapat berdiri sendiri. 2. 2. 3. baik dalam lapangan kehidupan secara informal maupun formal dan sifatnya resmi. Kata-kata tugas (service words) yaitu kata-kata yang digunakan untuk menunjukan tugas. Sedangkan bila diikuti dengan kata artinya pun berubah menjadi benci atau tidak suka.9 1.

asmâ alMaushûl. dlamâir. Dari dua macam kosakata tersebut. perlu dicatat bahwa diantara Al-Mufradât al-Mu¶jamiyah terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. memandang. seperti kata . Ditinjau dari segi fungsi. misalnya hurûf al-jar. dan lain-lain yang sejenis dengannya. makna asal dan makna istilah. sedang Makna konotatif adalah makna tambahan yang mengandung nuansa atau kesan khusus sebagai akibat dari pengalaman para pemakai bahasa. Misalnya kata al-Umm ( Arab. . Sebagai contoh. (melihat. sedang makna kiasan terlihat bila kata al-Umm ( ) digunakan dalam Umm al-Kitâb ( ). Makna asal misalnya terdapat kata al-Hâtif ( makna istilah maksudnya adalah ³telepon´. kata al-Umm ( ) makna konotattifnya adalah kasih sayang atau perlindungan. menyaksikan). . Makna sebuah kata dapat dibedakan menjadi makna denotatif ( dan makna konotatif ( ). Terdapat beberapa kosakata yang memiliki kemiripan makna. kosakata (al-mufradât) dapat dibedakan menjadi dua. memperhatikan dan . Al-Mufradât al-Mu¶jamiyah ( ( yang mempunyai makna dalam kamus seperti kata 2. makna hakikinya adalah ³ibu yang melahirkan anak´.10 ) yang berarti ³orang yang berbisik´. antara lain: 1. Menurut Harimurti11 makna konotatif adalah makna sebuah atau sekelompok kata yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan pada pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca). ) yaitu kosakata yang mengemban suatu fungsi tertentu. asmâ al-Isyârah. Makna denotatif ( ) ) terdiri dari makna hakiki dan ) dalam bahasa makna kiasan. sebagai berikut : 1. Al-Mufradât al-Wadzîfiyah ( yaitu kosakata .Kosakata sebagai khazanah kata atau leksikon akan mempunyai fungsi bilamana mempunyai makna.

misalnya kata . pertama : kosakata yang dapat mengalami perubahan (musytaq) yakni kata yang diambil dari kata yang lain antara keduanya terdapat hubungan makna meskipun lafalnya berubah seperti kata . Metode atau cara . 1. . Kata yang memiliki beberapa makna yang berbeda.12 Kata-kata yang mengalami perubahan bentuk (musytaq) tidak hanya berubah bentuk saja tetapi berubah makna dan pengertian.) pada huruf sebelum akhir untuk bentuk isim fâ¶il dan harakat fathah (. dan sejenisnya. Kedua : kosakata yang tidak berubah (jâmid) yakni kosakata yang sejak semula sudah mempunyai bentuk dan tidak diambil dari kata lain. tewas. seperti kata jika dibaca muthâlib berarti bentuk isim fâ¶il yang artinya penuntut. yang dapat diartikan dalam bahasa Indonesia dengan ³mati. Tetapi bila dibaca muthâlab.) untuk isim maf¶ûl. misalnya kata dan . kata pertama berarti pembuka atau penakluk sedangkan kata kedua berarti terbuka atau tertaklukkan. . Terdapat beberapa kata yang mempunyai makna denotatif yang sama namun mengandung makna konotattif yang berbeda atau berbeda dalam konteks penggunaanya. Bentuk-Bentuk (Shiyagh) Kosakata Bahasa Arab Secara umum bentuk kosakata dalam bahasa Arab terbagi dua. seperti kata ³kelas´ .2. 3. seperti kata . berarti pembaca menginginkan bentuk maf µûl yang artinya yang dituntut.13 Kata yang berasal dari kata kerja lebih dari tiga huruf (tsulâtsi mazîd) bentuk isim fâ¶il dan isim maf¶ûlnya hanya dibedakan dengan huruf harakat kasrah ( .´musim´ atau ³pasal´ dan ³bab´. . yang bisa berarti dan sebagainya. wafat atau mampus´. Cara membentuk kedua kata (isim fâ¶il dan isim maf¶ûl) tersebut yang mana tergolong dalam kata kerja tsulâtsi mujarrad adalah dengan mengikuti wazan . yang berasal dari . Uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan kosakata (al-mufradât) tersebut perlu diperhatikan dan diketahui oleh orang-orang yang berprofesi sebagai pengajar bahasa khususnya bahasa Arab. meninggal.

sebagai berikut:16 1. Dari konteks kedua kalimat tersebut dapat ditentukan bahwa kata yang digarisbawahi pada kalimat pertama adalah bentuk isim maf µûl yang artinya dituntut. istimâ¶. 1. .pembentukannya melalui bentuk mudlâri¶ dengan merubah huruf yang paling depan (harf almudlâra¶ah) menjadi huruf mim ( ). 2. insyâ¶. maka konteks kalimatnya yang menjadi pertimbangan. Pembelajaran Kosakata (al-Mufradât) Menurut Ahmad Djanan Asifuddin. Pembatasan makna. Adapun kata yang bergaris bawah pada kalimat kedua adalah bentuk isim fâ¶il artinya menuntut. Untuk menentukan apakah bacaan yang tepat dalam suatu teks itu bentuk pertama atau kedua. jadi harus dibaca muthâlabûn karena arti kalimat adalah kita dituntut untuk belajar dengan sungguh-sungguh. sebaiknya diajarkan kepada makna yang sesuai dengan konteks agar tidak memecah perhatian dan ingatan peserta didik. Kosakata (al-mufradât) hendaknya tidak diajarkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri melainkan sangat terkait dengan pembelajaran muthâla¶ah.14 Contoh : 1.15 Oleh karena itu pembelajaran bahasa Arab yang diselenggarakan pada suatu lembaga pendidikan perlu membersamakannya dengan pembelajaran beberapa pola kalimat yang relevan. mengingat satu kata dapat memiliki beberapa makna. Bagi para pemula. Pembelajaran kosakata (al-mufradât) tidak berdiri sendiri. 2. pembelajaran kosakata (al-mufradât) yaitu proses penyampaian bahan pembelajaran yang berupa kata atau perbendaharaan kata sebagai unsur dalam pembelajaran bahasa Arab. Dalam pembelajaran kosakata ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Dalam pembelajaran kosakata hendaknya makna harus dibatasi sesuai dengan konteks kalimat saja. Sedang untuk tingkat lanjut. dan muhâdatsah. olehnya itu dibaca muthâlibûn karena arti kalimat yang tepat adalah kita menuntut agar dosen mengajar kita dengan sungguh-sungguh.

Kata-kata yang sukar. digunakan untuk kata-kata abstrak atau kata-kata yang sulit diperagakan untuk mengetahui maknanya. 1. cara penerjemahan ini direkomendasikan sebagai senjata terakhir dalam pembelajaran kosakata. antara lain: 1. Oleh karena itu. Kata-kata yang mudah. baik karena bentuknya maupun pengucapannya. Pembelajaran kosakata dengan cara menerjemahkan kata ke dalam bahasa ibu adalah cara yang paling mudah. Dasar-Dasar Pemilihan Kosakata (al-Mufradât) Dasar atau asas-asas yang menjadi prinsip acuan pemilihan kata atau kosakata dapat diuraikan sebagai berikut :17 1. seperti : . Kosakata dalam konteks. dan juga tidak semua kosakata bahasa asing ada padanannya yang tepat dalam bahasa ibu. 3. lemah daya lekatnya dalam ingatan siswa. seperti : . karena ada persamaannya dengan kata-kata dalam bahasa Indonesia. 2. Kosakata seperti ini hendaknya diajarkan dalam konteks agar tidak mengaburkan pemahaman siswa. Bila ditinjau dari tingkat kesukarannya. 3. Tingkat kesukaran. . Frequency.penjelasan makna bias dikembangkan dengan berbekal wawasan dan cakrawala berpikir yang lebih luas tentang makna kata dimaksud. Kata-kata yang sedang dan tidak sukar meskipun tidak ada persamaannya dalam bahasa Indonesia. 4. namun mengandung beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut antara lain dapat mengurangi spontanitas siswa ketika menggunakannya dalam ungkapan saat berhadapan dengan benda atau objek kata. yaitu frekuensi penggunaan kata-kata yang tinggi dan sering itulah yang harus menjadi pilihan. Terjemah dalam pengajaran kosakata. kosakata bahasa Arab bagi pelajara di Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga. misalnya : . Beberapa kosakata dalam bahasa asing (Arab) tidak bisa dipahami tanpa pengetahuan tentang cara pemakaiannya dalam kalimat. 5.

Familiarity. Metode yang . Arabism. kata kerja pokok serta beberapa kosakata lain yang mudah untuk dipelajari. 7. seperti penggunaan kata padahal keduanya sama maknanya. seperti halnya istilah kekerabatan. . lebih luas daya cakupannya lebih sering digunakan dari pada kata . Misalnya kata dari pada kata .2. sehingga menjadi luas cakupannya. 6. . mengutamakan kata-kata atau kosakata yang mudah dipelajari dan digunakan dalam berbagai media atau wacana. yakni mengutamakan kata-kata Arab dari kata-kata serapan yang diarabisasi dari bahasa lain. 5. Coverage. 4. secara berurutan ini harus diutamakan pemilihannya dari pada kata dan . yakni mendahulukan kata-kata yang sudah dikenal dan cukup familiar didengar. Misalnya kata . Metode dan Teknik-Teknik Pembelajaran Kosakata (al-Mufradât) Metode pembelajaran pada hakikatnya adalah teknik-teknik dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang jenisnya beragam dan pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam pembelajaran kosakata (al-mufradât) ada baiknya dimulai dengan kosakata dasar yang tidak mudah berubah. Namun bila ada sarana dan media yang memadai tentunya akan lebih baik dan sangat membantu suksesnya metode-metode dan teknik-teknik pembelajaran yang akan dikemukakan pada makalah ini. Begitu pula halnya dengan pembelajaran bahasa Arab khususnya kosakata (almufradât) ini menuntut adanya metode-metode dasar yang dapat diterapkan tanpa mengharuskan adanya sarana-sarana yang tidak terjangkau oleh lembaga-lembaga pendidikan yang mengajarkan bahasa Arab. Availability. 3. 1. Range. Significance. kata ganti. yaitu mengutamakan kata-kata yang banyak digunakan baik di negara Arab maupun di negara-negara non Arab atau di suatu negara tertentu yang mana kata-kata itu lebih sering digunakan. yakni kemampuan daya cakup suatu kata untuk memiliki beberapa arti. nama-nama bagian tubuh. yakni mengutamakan kata-kata yang memiliki arti yang signifikan untuk menghindari kata-kata umum yang banyak ditinggalkan atau kurang lagi digunakan.

yaitu dengan pemberian konteks kalimat. Mendapatkan makna kata. metode pembelajaran dengan menggunakan media kartu bergambar dan alat peraga serta pembelajaran dengan lagu atau menyanyi Arab. memperhatikan susunan huruf. dan terjemahan sebagai alternatif terakhir bila suatu kata memang benar-benar sukar untuk dipahami oleh siswa. Ada beberapa teknik yang bisa digunakan oleh guru untuk menghindari terjemahan dalam memperoleh arti suatu kata. Apabila unsur bunyi dari kata itu sudah dikuasai oleh siswa. metode membaca. penggunaan kamus dan lainnya. metode meniru dan menghafal. Mengucapkan kata baru akan membantu siswa mengingat kata tersebut dalam waktu yang lebih lama. misalnya dengan perbandingan. pemakaian gambar/foto. sementara makna kata pun akan cepat dilupakan oleh siswa. baik berdiri sendiri maupun di dalam kalimat. Dalam tahap ini. antonim (dlid). .18 Teknik yang dapat dilakukan yakni dengan berbagai teknik permainan bahasa. Ahmad Fuad Effendy menjelaskan lebih rinci tentang tahapan dan teknik-teknik pembelajaran kosakata (al-Mufradât) atau pengalaman siswa dalam mengenal dan memperoleh makna kata (al-mufradât). memperlihatkan benda asli atau tiruannya. maka untuk selanjutnya siswa akan mampu mendengarkan secara benar. Pada tahap ini guru hendaknya menghindari terjemahan dalam memberikan arti kata kepada siswa. metode Gramatika-Translation. guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengucapkan kata yang telah didengarnya. sebagai berikut :19 1. 2. Mengucapkan kata. definisi sederhana. metode Aural-Oral Approach. Ini merupakan tahapan pertama yaitu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendengarkan kata yang diucapkan guru atau media lain.bisa digunakan dalam pembelajarannya antara lain yaitu metode secara langsung. sinonim (murâdif). karena bila hal itu dilakukan maka tidak akan terjadi komunikasi langsung dalam bahasa yang sedang dipelajari. Mendengarkan kata. 3. peragaan gerakan tubuh.

Oleh karena itu. Tes dalam pembelajaran kosakata dapat dikelompokkan menjadi tes pemahaman dan tes penggunaan. Faktor alokasi waktu dalam hal ini juga harus diperhitungkan.20 Tes pemahaman lebih ditekankan pada pengukuran kemampuan siswa dalam memahami arti kosakata. evaluasi diartikan sebagai suatu proses mempertimbangkan suatu hal atau gejala dengan mempergunakan patokan-patokan tertentu yang bersifat kualitatif. misalnya baiktidak baik. Setelah melalui tahap mendengar. ucap. dan memahami makna kata-kata (kosakata) baru. 1. Membaca kata. sedangkan tes penggunaan lebih dititikberatkan pada kemampuan . baik secara lisan maupun tulisan. Dalam menyusun kalimat-kalimat itu hendaknya digunakan kata-kata yang produktif dan aktual agar siswa dapat dengan memahami dan mempergunakannya sendiri. baca) mengingat karakteristik kata tersebut masih segar dalam ingatan siswa. Prosedur atau langkah-langkah pembelajaran kosakata di atas tentunya dapat dijadikan acuan para pengajar bahasa asing khususnya bahasa Arab. mengucapkan. Membuat kalimat. Menulis kata. Dalam membicarakan tetang evaluasi. dan sebagainya. kuat-lemah.4. 5. Guru harus kreatif dalam memberikan contoh kalimat-kalimat yang bervariasi dan siswa diminta untuk menirukannya. Penguasaan kosakata siswa akan sangat terbantu bilamana ia diminta untuk menulis kata-kata yang baru dipelajarinya (dengar. Kemudian siswa diberikan kesempatan membaca kata tersebut dengan suara keras. guru menulisnya di papan tulis. walaupun tidak semua kata-kata baru harus dikenalkan dengan prosedur dan langkah-langkah tersebut. tidak bisa lepas dari pengukuran sebagai bagian integral dari evaluasi dan tes yang merupakan alat pengukuran sampel pengetahuan yang hasilnya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi. tinggi-rendah. paham. perlu dilakukan pemilihan kata-kata tetentu yang dianggap sukar atau kata-kata yang memang hanya dapat dipahami secara baik dan utuh maknanya bilamana dihubungkan serta disesuaikan dengan konteks wacana. 6. Tahap terakhir dari kegiatan pembelajaran kosakata adalah menggunakan kata-kata baru itu dalam sebuah kalimat yang sempurna. memadai-tidak memadai. Evaluasi dalam Pembelajaran Kosakata (al-mufradât) Pada umumnya.

. 4. 4. Adapun contoh untuk tes penggunaan kosakata seperti : ´: «««. pembelajaran kosakata sebagai bagian dari pembelajaran bahasa dapat dijadikan salah satu faktor pendukung untuk memperoleh kemahiran berbahasa (al-mahârât al-lughawiyyah). 2. Ketiga prinsip tersebut yaitu prinsip Frequensi. . Komunikasi manusia baik berupa tulisan maupun lisan yang dibangun oleh penggunaan kosakata yang tepat dan memadai serta kaya akan bentuk dan maknanya akan memberikan prestise tertentu bagi penggunanya. 3. 3. 2. dan kelompok kata. 1. berikut ini adalah tes pemahaman kosakata. 1. pengertian kata. yaitu frequensi menggunakan kata-kata yang sering digunakan itulah yang dipilih. indikator kompetensi yang diukur dapat berupa arti kosakata. Kedua. sinonim kata. ³ 1. prinsip Coverage yaitu kemampuan suatu kata .siswa menggunakan kosakata dalam suatu kalimat. Khusus untuk tes pemahaman kosakata. Penutup Pada prinsipnya Kosakata adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pembelajaran bahasa terutama bahasa asing. Dalam pembelajaran bahasa Arab berbasis kosakata ini juga perlu diperhatikan tiga prinsip21. Oleh karena itu. antonim kata. Sebagai contoh. padanan kata.

dkk. suatu item atau kata dipilih karena itu mudah dipelajari... Malang: Misykat.id/berita 1http://id. 2006. Sayyid Ahmad al-Hâsyimi. Makalah. diakses tanggal 11 Mei 2008.umy. 2005. 2 Ibid. Kamus Linguistik (Jakarta: PT. LITERATUR Ahmad Fuad Effendy. Beirut: Dâr alKotob al-Ilmiyyah. Tha¶imah. ³Diagnosis Kesulitan Belajar Bahasa Arab´.untuk mencakup beberapa arti kata-kata yang mempunyai daya cakup inilah yang harus dipilih serta yang ketiga yaitu Prinsip Learnability.ac. Malang: Misykat. ³Developing English Teaching Materials For Vocabulary Of First Grade Of Junior High School´. Bandung: ITB. Moh.wikipedia. 1989.. Jakarta: PT. 2007.Gramedia Pustaka Utama. Asâlîb Tadrîs al-Lughah al-¶Arabiyyah. Al-Marja¶ fî Ta¶lîm al-Lughah al-¶Arabiyyah li al-Nâthiqîn bi Lughâtin Ukhra.org/wiki/Kosakata.Matsna HS. 1996. Kamus Linguistik. Silsilah Dirâsât fi Ta¶lîm al-¶Arabiyyah. Wahdat al-Buhûts wa al-Manâhij. juz II. al-Qawâ¶id al-Asâsiyyah li al-Lughah al-¶Arabiyyah. Muhammad. Jâmi¶ah Ummu al-Qurâ. Ma¶had al-Lughah al-¶Arabiyyah. Sumber lain : http://id. makalah disampaikan pada Diklat Guru Bahasa Arab SMU di Jakarta tanggal 10 ± 23 September 2003 M.org/wiki/Kosakata http://www. dkk.Soenardi Djiwandono. . 1983.Ainin. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. 1983). hlm. Lihat juga Harimurti Kridalaksana. Rusydy A. 2006. Bahasa Arab. Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Ali Al-Khûly. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Suka. 137. Sukamta. Harimurti Kridalaksana. Edison de Cunha. 2005. Riyadl: Dâr al-Ulûm.wikipedia. Tes Bahasa dalam Pengajaran.Gramedia Pustaka Utama. M.

1996). 6 Muhammad Ali Al-Khûly. Al-Marja¶ fî Ta¶lîm al-Lughah al-¶Arabiyyah li al-Nâthiqîn bi Lughâtin Ukhra.. 18Ahmad Djanan Asifuddin.hlm. Bahasa«. Al-Marja¶«. 15 Ahmad Djanan Asifuddin. «.. hlm. 3. Kamus«hlm. hlm. 16 Ahmad Fuad Effendy. 96. 92. 17Rusydy A. 8 Rusydy A. 20 M. 11 Harimurti Kridalaksana. hlm. 5 Harimurti Kridalaksana. 43. dkk. Metodologi «.ac..id/berita. 132. Metodologi «.hlm. 12 Sukamta.hlm. 97-98. dalam http://www. Ma¶had al-Lughah al-¶Arabiyyah. Metodologi«hlm. 2005). al-Qawâ¶id al-Asâsiyyah li al-Lughah al-¶Arabiyyah (Beirut: Dâr al-Kotob al-Ilmiyyah.hlm. Jâmi¶ah Ummu al-Qurâ. 14 Sukamta. hlm. dkk. Diagnosis Kesulitan Belajar Bahasa Arab. ³Developing English Teaching Materials For Vocabulary Of First Grade Of Junior High School´ dalam Makalah.Soenardi Djiwandono.umy. hlm. 2007).id/berita. 2006). hlm. 99 -101. Wahdat al-Buhûts wa al-Manâhij. Tha¶imah. Silsilah Dirâsât fi Ta¶lîm al-¶Arabiyyah. Matsna HS. 616-617.umy. Asâlîb Tadrîs al-Lughah al-¶Arabiyyah (Riyadl: Dâr al-Ulûm. 7 Moh. 13 Sayyid Ahmad al-Hâsyimi. 1989). 91. Kamus «.ac. 4 A. diakses tanggal 11 Mei 2008. diakses tanggal 11 Mei 2008.. Bahasa Arab (Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Suka. juz II. 97. hlm. Tes Bahasa dalam Pengajaran (Bandung: ITB.. makalah disampaikan pada Diklat Guru Bahasa Arab SMU di Jakarta tanggal 10 ± 23 September 2003.Ainin. hlm. 9 Lihat juga M. Fuad Effendy.89. ³Workshop Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab´ dalam http://www.hlm. .132. Tha¶imah.3 Edison de Cunha. 618-620. 10 Ahmad Fuad Effendy. 2005). 239 dan 241. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab (Malang: Misykat. 157. 19 Ahmad Fuad Effendy. Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab (Malang: Misykat. dkk.

dalam http://www.umy. .. «.ac.id/berita.21 Ahmad Djanan Asifuddin. diakses tanggal 11 Mei 2008.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->