P. 1
Pengertian Puasa

Pengertian Puasa

|Views: 281|Likes:
Published by Cecep G Pertiwa

More info:

Published by: Cecep G Pertiwa on Jan 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2011

pdf

text

original

BAB I PENGERTIAN PUASA

1. Pengertian Puasa 1.1 Secara ethimologis (bahasa) puasa (shiam) berarti ³menahan diri´

1.1.2 Secara terminologis, puasa (shiam) berarti menahan diri dari makan, minum, jima¶ dan lain-lain yang membatalkan puasa, semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari yang dilakukan untuk ibadah madhlah kepada Allah SWT. 2.1.1 Puasa telah berlaku sejak lama dalam sejarah kemanusiaan, kecuali Kong Hu Cu, setiap agamapun melakukan ibadah puasa walaupun dengan cara dan kebiasaan yang berbeda-beda. Khusus dalam agama-agama samawi, data-datanya dapat dilihat sebagai berikut : a. Dalam agama Yahudi puasa dilakukan selama 40 hari. Pada umumnya puasa mereka lakukan sebagai tanda kesusahan dan duka cita. b. Nabi Daud berpuasa selama 7 hari selama anaknya sakit (samuel II 12:15 sampai 23 ) c. Nabi Musa berpuasa selama 40 hari sebagai persiapan menerima wahyu d. Agama Nasrani juga mengenal puasa ( mattheus, 6 : 16 - 18) Namun, selain menahan haus dan lapar, orang yang berpuasa hendaklah menahan diri dari perbuatan tercela yang akan menghilangkan pahala puasa, seperti menipu, berkata buruk atau sia-sia, bertengkar dan lain-lain. Puasa juga merupakan medan latihan kesabaran, kejujuran dan pengendalian diri. Puasa menurut jenis hukumnya terbagi dalam empat bagian : y y Puasa wajib dibulan suci Ramadhan, puasa kifarat, dan puasa nadzar Puasa sunnat, yaitu puasa selain bulan suci Ramadhan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. y Puasa makruh

y

Puasa haram, yaitu puasa pada Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Haji, dan Hari Raya Tasyrik. Dari macam-macam puasa tersebut, akan dibahas secara lebih luas tentang

puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan artinya berpuasa wajib pada saat datang bulan suci Ramadhan selama satu bulan penuh setiap tahun. Allah swt mewajibkan kepada umat Islam berpuasa sebagimana telah diwajibkan pula kepada umat-umat sebelumnya. Puasa Ramadhan mulai diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah, yaitu tahun kedua sesudah Nabi Muhammad Saw, berpindah ke Madinah. Hukumnya fardhu µain atas tiap-tiap mukallaf (balig dan berakal) Allah berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Qs. Al-Baqarah:183) Rasulullah Saw. Selama hidupnya telah mengerjakan puasa Ramadhan sembilan kali, delapan kali selama 29 hari dan satu kali cukup 30 hari. Tentang kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan ditegaskan dalam sebuah hadist :

Hadis Ibnu Umar r.a: Nabi s.a.w telah bersabda: Islam ditegakkan diatas lima perkara: 1) Bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad itu utusan Alla; 2) Mendirikan shalat; 3) Mengeluarkan zakat, 4) Berpuasa pada bulan Ramadhan; 4) dan mengerjakan Haji.

Dalam hadis lain, Rasulullah Saw bersabda :

³Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah mewajibkan puasa didalamnya, dan aku telah mensunnahkan bagimu beribadah dimalamnya. Barangsiapa berpuasa dan mendirikan shalat dimalamnya karena iman dan hanya mengharapkan keridhaan Allah Swt, niscaya ia terbebas dari dosanya, sebagaimana hari dilahirkan oleh ibunya. (H.R.Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hurairah) Puasa fuqaha Islam menjelaskan bahwa Nabi Nuh as berpuasa sepanjang tahun, Nabi Dawud as, dengan cara berpuasanya berselang satu hari atau sehari puasa, besoknya berbuka (tidak berpuasa), dan seterusnya. Sedangkan Nabi Isa as, cara berpuasanya hari ini atau lebih tidak berpuasa. Nabi Musa berpuasa selama 40 hari. Hal ini merupakan bukti sebagaimana firman Allah Swt. Bahwa kewajiban berpuasa tidak hanya diwajibkan kepada umat islam saja, tetapi juga kepada umat-umat sebelumnya. Sedangkan puasa diwajibkan kepada Nabi Muhammad Saw, dan umatnya adalah sebulan penuh pada setiap hari selama bulan Ramadhan yakni dari semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari (disore hari). Puasa Ramadhan mempunyai posisi yang sangat penting sebagai bentuk ibadah dalam menegakkan agama Islam bagi setiap individu kaum muslimin selain ibadah shalat. Hal ini disebabkan karena ibadah puasa merupakan bagian atau salah satu dari rukun islam, dimana rukun Islam ini merupakan sendi-sendi yang pokok dalam kokohnya agama islam yang kita anut. Puasa Ramadhan diwajibkan atas tiap-tiap orang mukallaf dengan salah satu dari ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Dengan melihat bulan bagi yang melihatnya sendiri

2. Dengan mencukupkan bulan Sya¶ban tiga puluh hari, maksudnya bulan tanggal satu Sya¶ban itu dapat dilihat, tetapi kalau bulan tanggal satu Sya¶ban tidak terlihat, tentu kita tidak dapat menentukan hitungan cukupnya tiga puluh hari. Rasulullah Saw, bersabda :

Berpuasalah kamu sewaktu melihat bulan (di bulan Ramadhan), dan berbukalah kamu sewaktu melihat bulan (di bulan Syawwal), maka jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan hendaklah sempurnakan bulan Sya¶ban tiga puluh hari. Muttaqaq¶alaih)

3. Dengan melihat (ru¶yat) yang dipersaksikan oleh seorang yang adil dimuka hakim.

Dari Ibn Umar bahwasannya manusia telah melihat hilal, kemudian hal itu aku kabarkan kepada Rasulullah berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa pada hari itu (HR. Abu Dawud) Dalam Hadis lain, Rasulullah saw, bersabda :

Dari ikrimah, dari Ibn Abbas, ia telah berkata: Telah datang seorang laki-laki Badwi Arab kepada Nabi Muhammad Saw, lalu berkata: Sesungguhnya saya telah melihat hilal (bulan pertamaRamadhan). Lalu

beliau bertanya : Adakah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi sesungguhnya Nabi Muhammad Saw, itu utusan Allah? Ia menjawab, ya. Lalu Rasulullah Saw, memerintahkan kepada Bilai, serukanlah! Beritahukanlah, hal itu kepada orang banyak agar besok berpuasa (HR. Lima Kecuali Ahmad).

4. Dengan kabar mutawir, yaitu kabar orang banyak sehingga mereka mustahul untuk sepakat berdusta atau sekata atas kabar yang dusta. 5. Percaya kepada orang yang melihat 6. Ada tanda-tanda yang biasa digunakan di status daerah untuk memberitahukan dimulainya berpuasa, seperti dengan meriam, bel, dll 7. Dengan Ilmu Hisab atau kabar dari ahli hisab Rasulullah Saw, bersabda:

Dari Ibn Umar, ia berkata, bahwa Rasulullah Saw, bersabda: Satu bulan adalah 29 hari. Hendaklah Engkau tidak memulai berpuasa (di awal Ramadhan) dan berbuka (di bulan Syawwal) sampai mendapatinya.), maka, jika ada yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan, hendaklah kamu sempurnakan bulan Sya¶ban tiga puluh hari. Muttafaq µalaih) Menurut pendapat para ulama, diantaranya Ibn Syuraidi Mutarrif dan Ibn Qutaibah, yang dimaksud dengan Faqdiru (kira-kira) dalam hadist tersebut adalah ilmu hisab. Allah berfirman :

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tandatanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang megetahui (Qs. Yunus :5)

BAB II KETENTUAN DAN TATA CARA PELAKSANAAN PUASA

a.

Syarat Puasa 1. Syarat Wajib Puasa Yang dimaksud dengan syarat wajib puasa adalah yang diwajibkan melaksanakan puasa dengan tata aturan sebagai berikut : 1) Orang Islam 2) Yang telah dewasa/baligh (berumur 15 tahun ke atas, atau ada tanda-tanda lain dan berakal sempurna, Rasulullah Saw. Bersabda :

Tiga orang terlepas dari hukum:a) Orang yang sedang tidur sehingga ia terbangun; orang gila sampai ia sembuh; dan anak-anak sampai ia baglig. (HR. Abu Dawud dan Nasa¶i) 3) Kuat berpuasa, tidak lemah karena usia tua atau sakit

...dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, (QS. Al-Baqarah:185)

2. Syarat Sah Puasa

1) Islam, orang yang bukan Islam tidak sah puasanya 2) Mumayyij (dapat membedakan yang baik dengan yang tidak baik) 3) Suci, khusus untuk wanita, yakni suci dari haid dan nifas. Orang yang sedang haid atau nifas tidak sah puasanya, namun wajib mengqada di bulan lain. Rasulullah bersabda:

Dari Aisyah, ia berkata: ³Kami disuruh oleh Rasulullah saw, untuk mengqada puasa, dan tidak disuruh untuk mengqada shalat. (HR. Bukhari)

4) Puasa dilakukan tidak dalam hari yang dilarang berpuasa

Dari Anas ra; Nabi saw, telah melarang berpuasa lima hari dalam satu tahun: a) Hari Raya Idul Fitri, b) Hari Raya Haji; c) Tiga hari Tasriq (tanggal 11, 12 dan 13). HR.Ahmad

b. Rukun Puasa 1. Berniat Niat puasa wajib (Ramadhan) harus pada malam harinya sebelum terbit fajar. Sedangkan puasa sunnat dibolehkan niat pada pagi harinya. 2. Menahan Diri

Yakni menahan diri dari makan dan minum serta dari apa-apa yang dapat membatalkan nilai-nilai puasa itu sendiri, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

BAB III KAIFIAT DAN ADAB BERPUASA

Apabila kita telah memasuk malam pertama dari bulan Ramadhan, maka berniatlah pada malam itu, bahwa kita akan berpuasa esok hari. Dan mulai malam itu tegakkanlah tarawih dengan berjemaah. a. Setelah masuk waktu sahur, hendaklah bersahur. b. Sesudah bersahur dengan memelihara adab-adabnya, bersihkanlah mulut dengan sebersih-bersihnya dan nantikanlah waktu subuh. c. Apabila telah terbit fajar, tahanlah diri dari makan, minum, mendekati isteri dan dari segala yang membatalkan puasa. d. Setelah selesai dari shalat subuh, bacalah Al Quran sesuai kemampuannya. e. Di siang hari hendaklah dijauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang haram, bahkan hendaklah dijauhkan diri dari pekerjaan-pekerjaan yang makruh dan siasia f. Usahakanlah supaya segala shalat fardhu dapat ditegakkan dengan berjemaah g. Sebisa mungkin pada tiap-tiap hari selepas shalat Zuhur dan Asar, disediakan waktu yang tetap untuk membaca Al Quran h. Bila matahari telah nyata terbenam, bersegeralah berbuka puasa dengan sedikit makanan yang manis, Sesudah melaksanakan shalat Maghrib, baru

disempurnakan makan dengan adab-sepuluh hari terakhir, adab berbuka. Pada tiap-tiap malam melaksanakan shalat Tarawih. i. Jika tiba sepuluh hari terakhir, perbanyaklah ibadat dengan jalan beriktikaf dan berusaha meraih ³lailatul qadar´

Supaya puasa jadi sempurna, maka ikutilah petunjuk-petunjuk berikut : a. Makanlah sahur supaya lebih kuat menghadapi puasa. Seluruh umat islam telah sepakat menetapkan kesunatan sahur, dan makruh meninggalkannya. Sahur itu boleh dilakukan dengan sedikit makan walaupun seteguk air; dan sahur itu paling baik dilambatkan asal jangan memasuki waktu fajar. Andaikata seseorang ragu

tentang terbit fajar, maka dia boleh terus makan dan minum hingga diyakini fajar telah terbit. b. Berbuka sesudah nyata terbenam matahari dan sebelum shalat Magrib, sesudah itu barulah makan nasi, kecuali jika makanan telah tersedia maka makanlah dahulu c. Berdoa kepada Allah di waktu berbuka dan semasa berbuasa, sebagaimana disukai membanyakan taubat, membanyakan kabjikan dan menjauhi segala yang dibenci Allah. d. Mandi sebelum fajar dari hadas besar, supaya memasuki puasa dalam keadaan suci. e. Menahan lidah dari berdusta dan bertengkar dan memperkatan yang tidak berfaedah, mengumpat, memfitnah dan memperkatakan kehormatan manusia. f. Menahan diri dari pengaruh marah dan dari bersikap kurang baik, kurang sabar dan sifat-sifat lain yang tercela. g. Selalu berusaha mencari ketaqwaan kepada Allah SWT, dan mensyukuri nikmatNya h. Banyak besedekah i. Mempergunakan segala waktu di bulan Ramadhan untuk mendalami masalahmasalah keagamaan, mengerjakan shalat qiyam, meningkatkan ibadat terutama di hari sepuluh terakhir di bulan Ramadhan dan menghadiri tadarus Al Quran j. Berusaha memperoleh makanan yang suci dan halal, agar tidak masuk ke dalam perut makanan-makanan yang haram. k. Memelihara nafsu dari pada penyakit dengki, memelihara anggota dari segala maksiat dan selalu berlaku tenang dan bersikap terhormat. Sedangkan adab berpuasa supaya puasa kita mendapat ridha Allah, maka selain dari amalan ibadat wajib dan sunat yang diperbanyakkan di dalam bulan Ramadhan, kita perlu menjauhi perbuatan-perbuatan yang boleh menyebabkan puasa itu menjadi sia-sia a. Hendaklah menjauhkan pandanagn dari tempat-tempat yang dilarang. Misalnya melihat wanita walaupun isteri sendiri dengan pandangan bernafsu, apa lagi

wanita-wanita lain. Begitulah juga melihat perbuatan-perbuatan maksiat atau jika maksiat itu dilakukan, hendaklah dijauhi daripadanya. Rasulullah (saw) bersabda :

Pandangan adalah seumpama anak panah syaitan, kepada Allah, jauhkanlah dirinya dari melihat maksiat.

Barangsiapa takut

b. Jagalah lidah daripada dusta, perbuatan yang sia-sia mengumpat, menghujatm bersumpah palsu dan sebagainya.; c. Hendaklah menjaga agar tidak mendengar sesuatu yang makruh, Begitu juga haram mendengar sesuatu yang tidak sepatutnya. Rasulullah saw telah bersabda ³Mengenal mengumpat, kedua-duanya, pengumpat dan orang yang mendengar keadaannya adalah sama-sama berdosa´. d. Begitulah pula anggota jasad hendaklah dijauhkan dari dosa dan perkara-perkara yang haram. kearahnya. Tangan jangan menyentuhnya dan kaki janganlah berjalan Begitu pula perut, hendaklah tidak ada yang memasukinya dari

sesuatu yang diragu-ragukan antara halal atau tidaknya. e. Sebaiknya tidak makan terlalu kenyang sewaktu berbuka walaupun makanan itu halal, agar maksud dari puasa tercapai. Tujuan puasa adalah untuk mengekang nafsu syahwat dan meninggikan keyakinan serta memperkuat rohani kita.

Selama sebelas bulan kita makan dan minum denegan sebebas-bebasnya, maka pada bulan Ramadhan, patutlah kita mengekang sedikit perut kita f. Setiap selesai menjalani puasa, hendaklah selalu berasa bimbang apakah puasanya diterima di sisi Allah ataupun tidak. Beginilah hendaknya dilakukan kepada

semua bentuk ibadah. Seseorang itu mungkin tidak menyadari bahwa bahagianbahagian yang penting yang tertinggal. Hendaklah merasa takut mungkin

amalan-amalan kita akan ditolak oleh Allah. Peristiwa-peristiwa begini banyak diriwiyatkan dalam hadis. Maka seseorang yang berpuasa bukanlah setakat

berpuasa dengan ikhlas tetapi hendaklah dengan pengaharapan agar puasanya diterima oleh Allah (swt).

BAB IV PERKARA YANG MEMBATALKAN PUASA

a. Masuknya sesuatu benda kedalam mulut seperti air, asap rokok dan sebagainya dengan cara disengaja, dan apabila karena kelupaan maka tidaklah batal puasanya. Allah berfirman:

.....dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar, (QS. Al-Baqarah:187)

b. Muntah dengan disengaja, Orang yang muntah karena sakit dan dalam kondisi terpaksa tidaklah membatalkan puasa.

Dari Abu Huraerah: Telah bersabda Rasulullah saw, barangsiapa terpaksa muntah tidaklah wajib mengqadha puasanya, dan barangsiapa yang mengusahakan muntah, maka hendaklah dia mengqadha puasanya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Hibban). c. Bersetubuh d. Keluar mani (Istimna) dengan disengaja. Jika keluar mani karena mimpi tidaklah batal puasanya. e. Karena bulan (haid) khusus bagi wanita f. Karena berubah akal (gila dan sebagainya) g. Karena Murtad (keluar dari Agama Islam)

BAB V ORANG YANG BOLEH MENINGGALKAN PUASA

a.

Orang Wajib Qadla Orang-orang dibawah ini dibolehkan meninggalkan puasa, tetapi qala, artinya wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya dengan cara berpuasa dihari selain bulan Ramadhan sebanyak hari yang ditinggalkannya. Mereka itu adalah : y y y Orang yang sakit dan akan ada harapan untuk sembuh Orang yang berpergian jauh (musafir) dengan jarak sedikitnya sejauh 81 km. Wanita yang hamil yang dikhawatirkan mudharat bagi dirinya atau bayi yang sedang dikandungnya. y Wanita yang sedang menyusui anak, yang dikhawatirkan mudharat bagi ibu dan anaknya. y Wanita yang sedang datang bulan melahirkan anak dan nifas juga wajib qadla saja bagi orang yang batal puasnya dengan salah perkara yang membatalkan puasa selain bersetebuh

b. Yang Wajib Membayar Fidyah

y y

Orang yang sakit dan tidak ada harapan untuk sembuh Orang yang lemah karena sudah tua dan tidak merasa takut lagi untuk berpuasa Mereka yang diatas wajib membayar fidyah yakni : memberi makan kepada orang miskin sebanyak hari ia meninggalkan puasa berupa bahan makanan pokok (beras dan sembako lainnya) sebanyak satu mud atau sama dengan 576 gram.

c. Yang Wajib Qadla dan Kifarat Orang yang membatalkan puasa wajib Ramadhan dikarenakan bersetubuh maka baginya wajib melakukan kifarat dan qadla bagi hari-hari puasa yang ia batalkan Kifarat itu antara lain : y y Memerdekakan hamba sahaya yang mukmin Kalau tidak menemukan sahaya yang mungkin atau tidak mampu melakukannya maka wajiblah ia berpuasa 2 bulan berturut-turut (selain qadla yang ia lakukan untuk mengganti hari-hari yang ia batalkan puasanya) y Apabila pilihan kedua juga tidak dapat dilakukan, maka wajiblah ia memberi makan 60 orang miskin, masing-masing sebanyak satu mud (576 gram) berupa bahan makanan pokok.

BAB VI HARI-HARI YANG DILARANG UNTUK BERPUASA

Agama Islam melarang kaum muslimin untuk berpuasa pada hari-hari sebagai berikut ini : y y y Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal ) Hari Raya Qurban atau Idul Adha (10 Dzulhijjah) Hari-Hari Tasyrik yaitu tanggal 11,12,13 Dzulhijjah atau 3 setelah hari raya Qurban

BAB VII SUNNAH PUASA

Di dalam berpuasa kaum muslimin disunnatkan untuk melakukan hal-hal berikut ini : y y Makan sahur meskipun sedikit Mengakhirkan makan sahur selama fajar belum menyingsing sampai waktu imsyak (sekitar 10 menit sebelum waktu shalat shubuh) y y Menyegerakan berbuka bila waktu Maghrib telah tiba Membaca doa ketika berbuka dengan doa sebagai berikut :

³Ya Allah karena Engkaulah aku berpuasa, kepada Engkau aku beriman dan dengan rizki daripada Engkaulah aku berbuka´ y Meninggalan perkataan-perkataan yang kotor, keji dan bohong dan perilaku yang membatalkan nilai puasa. y y y Memperbanyak amal kebaikan, bersedekah, membaca Al Quran dan sebagainya Memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa Memperbanyak I¶tikaf di mesjid

BAB VIII PUASA SUNAT

Selain puasa wajib, kaum muslimin juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa pada hari-hari berikut : 1. Puasa enam hari setelah tanggal 1 syawal Rasulullah Saw bersabda :

Dari Abu Ayyub ra. Rasulullah saw, bersabda: Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu mengirinya dengan enam hari bulan Syawwal, maka seolah-olah ia telah berpuasa sepanjang masa, (HR. Muslim) 2. Puasa Hari Senin dan Kamis Rasulullah Saw, Bersabda;

Dari Aisyah, bahwa Nabi Muhammad Saw, memilih (memelihara) waktu puasa pada hari Senin dan hari Kamis. 3. Puasa pada Hari Arafah Puasa pada hari Arafah ialah berpuasa pada tanggal 9 bulan Haji, kecuali bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji, maka tidak disunatkan berpuasa, Nabi Saw, Bersabda :

Dari Abu Qatadah ra. Nabi Saw, bersabda : Puasa hari µArafah itu menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. 4. Puasa pada tanggal 10 Muharram (Puasa Asyura) Rasulullah Saw, bersabda :

Nabi Saw datang ke Madinah, dan dilihatnya orang-orang Yahudi berpuasa pada hari µAsyura. Maka Nabi Muhammad Saw, bertanya : Ada apa ini ? Mereka menjawab: ini ? Mereka menjawab : Ini adalah hari yang agung. Pada hari ini Allah telah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, sehingga Nabi Musa bepuasa sebagai ungkapan rasa syukur, Kemudian Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya aku lebih utama dan lebih berhak dari Musa untuk berpuasa pada hari ini. Maka Nabi saw, pun berpuasa dan

memerintahkan untuk berpuasa (Muttafaq¶alaih) 5. Berpuasa pada Sebagian Besar Bulan Sya¶ban

Dari Aisyah, saya tidak melihat Rasulullah Saw, menyempurnakan puasa satu bulan, selain bulan Ramadhan dan saya tidak melihat beliau pada bulan-bulan lain, berpuasa lebih banyak dari bulan Sya¶ban (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Puasa tiga hari setiap bulan Rasulullah Saw. Bersabda

DarI Abu Dzar, Rasulullah Saw, ³ Hai Abu Dzar, apabila engkau hendak puasa hanya tiga hari dalam satu bulan, maka puasalah pada tanggal tiga belas, empat belas dan pada tanggal lima belas. (HR. Ahmad dan Nasa¶i)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->