P. 1
Metode Pengolahan Limbah

Metode Pengolahan Limbah

|Views: 800|Likes:
Published by Surryanto Muhammad

More info:

Published by: Surryanto Muhammad on Jan 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

Metode Pengolahan Limbah

Alan Dwi Wibowo, STP

Apa itu limbah?

Ada berapa jenis limbah?

Pengolahan Limbah Padat
Landfill Burning System (Incenerator)

Jenis Limbah Cair .

.

6 17.0.3 8.9.Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kawasan Industri (Kep-03/MEN-LH/1998) Parameter BOD5 COD TSS pH Debit mg/L 50 100 200 kg/hari/ha 4.0 1L/det/ha kawasan .2 6.

7x102 Bq/L 2x103 Bq/L 3x102 Bq/L 7x104 Bq/L 1x103 Bq/L 4x103 Bq/L 7x103 Bq/L 3x103 Bq/L 1x104 Bq/L 7x104 Bq/L 1x104 Bq/L Lampiran B Parameter Suhu pH BOD5 COD TSS NH3 Bebas PO4 MPN/Koli/100mL 201TI .1 mg/L 2 mg/L 1x105 Bq/L Parameter 32P 35S 43Ca 51Cr 67Ga 85Sr 99Mo 113Sn 125I 131I 192Ir Kadar.Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Rumah Sakit (Kep-58/Men-LH/10/1995) Lampiran A Sama dg hotel Kadar <=30 oC 6-9 30 mg/L 80 mg/L 30 mg/L 0.

2 12 1.9.2 g/m3 80 160 20 0.5 45 oC g/m3 120 240 30 1.0 1200 m3 / M3 b baku .0 10 1.5 5 0.0 1200 m3 / M3 b baku 6.0 45 oC Setelah ditetapkan mg/L 80 160 20 0.0.5 6.0.Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Pengilangan Minyak Bumi Parameter BOD5 COD Minyak&lemak Sulfida terlarut Amonia terlarut Phenol total Temperatur pH Debit Sebelum ditetapkan mg/L 100 200 25 1.9.5 5 0.

Diagram Alir Pengelolaan limbah Cair Limbah Sistem Pengangkutan Ekualisasi Pengatur Kondisi Teknologi dan Metode Pengolahan Limbah Pembuangan .

Desinfection (mematikan bakteri) 6. Secondary Tretment (pengolahan kedua) 4. Primary Treatment (pengolahan pertama) 3.Tahapan Pengolahan Air Limbah : 1. Ultimate Disposal (pengolahan lanjut / akhir) . Tertiary Treatment (pengolahan ketiga) 5. Pre Treatment (pengolahan pendahuluan) 2.

Pengentalan dan Pengapungan . . Pre Treatment (pengolahan pendahuluan) mencakup .1. Primary Treatment (pengolahan pertama) mencakup . .Netralisasi .Pengambilan benda terapung .Penggumpalan .Pengendapan .Pengambilan benda mengendap 2.

3. Secondary Treatment (pengolahan kedua) mencakup . .Penyerapan . Tertiary Treatment (pengolahan ketiga) mencakup .Pertumbuhan bakteri dalam reaktor 4.Osmosis bolak balik .Penyaringan . .Proses penambahan oksigen .

proses pemekatan 4. proses pengaturan 6. Ultimate Disposal (pengolahan lanjut / akhir) mencakup . proses pembuangan . proses stabilisasi 5.Klorinasi . 1. proses pengeringan 3. .UV . proses pengurangan air 2.Ozonisasi 6. Desinfection (mematikan bakteri) mencakup .5.

Sistem Pengolahan Air Limbah PRIMARY Ada banyak pilihan teknologi/ proses TERTIARY Ada banyak pilihan teknologi/ proses SECONDARY (BIOLOGICAL TREATMENT) ‡ Ada banyak pilihan teknologi/ proses Discharge to environment .

lumpur.Pencacahan dan saringan kasar (screen) .Penangkap pasir .Pengolahan Pendahuluan (PreliminaryTreatment) Bertujuan untuk mensortir kerikil. Menghilangkan zat padat dan memisahkan minyak (menstabilkan air limbah) .Pemisahan Minyak .

Netralisasi .Pengentalan dan Pengapungan .Pengendapan . .Penggumpalan .Pengolahan Pertama (Primary Treatment) Bertujuan untuk menghilangkan zat padat tercampur melalui pengendapan atau pengapungan.

dan jenis mikroba. jenis pencemarnya.Pengolahan Kedua (Scondary Treatment) / Pengolahan Biologis Proses biologis untuk mengurangi bahan organik melalui mikroorganisme yang ada di dalamnya. oksigen. . Proses penambahan oksigen dan proses pertumbuhan bakteri. misalnya air dan karbondioksid. penyangga). Hasil yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (suhu. yang menghasilkan bahan-bahan yang tidak berbahaya. nutrient. pH. Pemanfaatan kemampuan mikroba dalam mendegradasi senyawa-senyawa organik dalam air (BOD).

. anaerob kandungan bahan organik tinggi. Proses aerob BOD yang tidak terlalu besar.Proses pengolahan secara biologi dapat berlangsung secara aerob maupun anaerob. bio massa. dan senyawa-senyawa organik lain Produksi biomasa pada proses aerob lebih banyak daripada proses anaerob. karbon dioksida. bahan organik dirombak menjadi karbon dioksida. Proses anaerob. air dan biomassa. bahan organik diubah menjadi methan. Pada proses aerob.

Dengan proses stabilisasi ini. . jumlah lumpur akan berkurang menjadi sekitar 10 %. Sebagian lumpur dari bak settling kadang-kadang dikembalikan ke bak aerob untuk menjaga kuantitas biomassa di dalamnya.Pengolahan Lumpur Hasil samping proses pengolahan limbah secara biologi terutama secara aerob adalah biomassa yang berbentuk lumpur. Pengolahan lumpur dilakukan secara biologi di dalam digester dengan prinsip degradasi sehingga menghasilkan bahan volatil dan lumpur yang stabil. misalnya pada proses Lumpur aktif (Activated Sludge).

.Sisa lumpur yang telah stabil dikeringkan dalam drying bed untuk kemudian dapat dibuang dengan aman. Adapun cairan (air kotor) yang dihasilkan diolah bersamasama dengan air limbah yang lain. dalam hal ini dimasukkan ke bak ekualisasi.

Oksidasi Biologis / Biooksidasi ± Diagram Skematis: .

. O. terutama unsur C. misalnya mikroba psychrophiles (4-10oC). 6Oksigen : aerob dan anaerob Nutrien : mikroba memerlukan makanan. (50pH : mikroba pendegradasi biasanya pada pH : 6-8.Kondisi lingkungan Suhu : mempengaruhi pertumbuhan mikroba. H. mesophiles (20-40oC). dan (4(20thermophiles (50-55oC). Padatan penyangga (solid support) : mikroba mempunyai support) kecenderuangan untuk tumbuh melekat pada sustu media padat dlm bentuk biofilm. N dan P dlm bentuk yg sederhana dan mudah dikonsumsi.

molekul oksigen sbg aseptor elektron. Yang terukur langsung adalah kebutuhan oksigen .Konsentrasi pencemar (Bahan Organik) Dalam Air Limbah Dapat Dinyatakan sbg BOD dan COD BOD (Biological Oxygen Demand) : jumlah oksigen yg diperlukan oleh bakteri selama mengoksidasi bahan organik yg tdp dlm cuplikan air limbah (Standart pada suhu 20oC dan selama 5 hari) Dasar pengujian : semua bahan organik biodegradabel akan dioksidasi menjadi CO2 dan H2O.

Pengujian ini diharapkan mewakili harga BOD. dan pyridine). thiosulfat. merupakan pengujian yg berdasarkan pada prinsip bahwa sebagian besar senyawa organik teroksidasi menjadi CO2 dan H2O oleh pengoksidasi kuat pada keadaan asam. Sebaliknya bahan anorganik tertentu dpt teroksidasi (sulfid. . dan nitrit). tetapi COD tdk dpt membedakan bahan organik biodegradabel dan yg tak biodegradabel. toluene.COD (Chemical Oxygen Demand). Ada bahan biodegradabel dpt teroksidasi sebagian saja (asam amino dan alkohol). Tak semua yg biodegradabel dpt teroksidasi secara kimiawi (benzene.

. maka penggunaan bermacam-macam mikroba (mixed culture) mungkin lebih menguntungkan. Namun deminikan. yg harus didegradasi lebih lanjut. Karena hasil degradasi terhadap pencemar dimungkinkan masih dlm bentuk pencemar yg lain. untuk maksud ttt (pencemar dan hasilnya) akan lebih baik dng mikroba murni.Jenis mikroba Mikroba memp kemampuan untuk mendegradasi bahan pencemar yg berbeda.

berbagai jenis bacteria dan amoeba.Beberapa jenis mikroorganisme (mikrobia) yang banyak terdapat dalam lumpur aktif adalah: paramecium. Paramecium Bacteria agen pengurai utama pada limbah. Amoeba .

Ukuran floc. juga dipengaruhi oleh umur lumpur aktif tersebut.g. toksisitas). suhu) dan keadaan limbah (e. selain dipengaruhi oleh kondisi operasi (pH. . Koloni bakteri pada berbagai umur floc lumpur aktif.

m 0. hari 5-20 30-180 5-20 Pengurangan BOD.15-0.1 Waktu ting.8-6. kg BOD /ha/hari 85-170 17-55 25-335 Kedalaman. air dan biomassa.9-2.45 0. % 80-95 75-95 80-85 . Tabel 6.4 1.Pengolahan Secara Biologi Aerobik Proses pengolahan limbah yang mikroorganismenya memerlukan oksigen untuk merombak bahan organik menjadi karbon dioksid. Karakteristik Kolam Aerobik (aerobic pond) Sistem Kolam aerobik Aerobik (alami) Fakultatif (alami) Aerated (dg aerator) Beban organik.

Jenis : conventional activated sludge. dan dng kualitas hasil olahan yg tinggi. contact stabillization. extended aeration. yg dibantu dng aerator. dan sequencing batch reactor (SBR). oxygen-activated sludge. . Dasar perancangannya : mixed liquor suspended solid (MLSS) dan beban BOD (COD) nya. step aeration. Kadang-kadang jumlah mikroorganisme dinyatakan sbg volatile portion of the mixed liquor (MLVSS). high-rate modified aeration.Lumpur aktif (Activated sludge) Proses : mengolah limbah organik yg biodegradable. Kandungan BOD dan mikroorganisme seragam.

Kontaktor Biologis Putar (Rotating Biological Contactor) Berupa susunan beberapa cakram (silinder tipis) membentuk silinder yg tercelup (sekitar 40 % nya) dlm tangki yg berisi limbah. yg diputar dng kecepatan antara 1-2 rpm. Proses degradasi terjadi pada biofilm yg menempel pada permukaan silinder. .

3. padatan yg tidak berbahaya. 4. 2.Sistem Pembuangan Akhir Hasil pengolahan limbah dpt berupa : 1. gas dng kandungan polutan (bahan pencemar) yg sudah dpt ditolerir (sesuai baku mutu). air dng kandungan polutan yg memenuhi syarat. padatan yg berbahaya .

Sistem pembuangan akhir hasil pengolahan 1. hasil berujud padat dpt dipakai sbg tanah urug dan keperluan lain sesuai dng kandungan bahan kimia penyusunnya. hasil berujud gas dpt langsung dibuang ke atsmosfer dng prosedur tertentu (tinggi cerobong) 2. hasil berujud air dpt langsung dibuang ke perairan bebas sesuai peruntukannya. 3. .

.

.

.

.

.

Penurunan yang diharapkan dari tahapan pengolahan adalah sebagai berikut : Tahap Primary treatment BOD 40% SS 70% COD 40% NH3N (amoniak) 15% Tahap Secondary treatment BOD 90% SS 90% COD 83% NH3N (amoniak) 80% .

16.Contoh ROUTE PENGOLAHAN LIMBAH CAIR 1 5 1 1 6 14 13 2 4 5 6 7 8 9 3 1 7 12 11 10 1 : Bak pengolahan loundry 2 : Bak pengolahan dapur 3 : Bak penampungan umum 4.5 : Bak pengolahan awal 6 : Bak equalisasi 7 : Bak anaerob 8 : Bak aerob 9 : Bak setling 10 : Bak penampungan hasil 11 : Sand filter 12 : First pond 13 : Digester 14 : Drying bed 15. 17 : Dozing pump .

Activated Sludge Plant .

.

.

Aerobic Anaerobic .

Terima Kasih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->