26

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


Modul ini disusun berdasarkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based
Learning-PBL), sehingga peserta diklat diharapkan lebih mendominasi kegiatan pembelajaran
dan instruktur hanya bertindak sebagai pemandu dan fasilitator saja. Aktivitas utama dalam
kegiatan tatap muka adalah proses pemecahan masalah atau menganalisis kasus sebagai
penerapan konsep dan prinsip yang berkaitan dengan setiap kompetensi atau sub
kompetensi. Masalah atau kasus yang akan dipecahkan/didiskusikan terdapat di bagian awal
atau bagian akhir dari uraian maeri pada setiap kegiatan belajar. Uraian materi yang
dikemukakan hanya berupa rangkuman/ringkasan sebagai modal dasar bagi peserta diklat
dalam memecahkan masalah atau menganalisis kasus yang diberikan.
Langkah-langkah kegiatan diklat secara umum mengacu pada sintaks PBL sebagai
berikut.

Tahap Aktivitas Instruktur Aktivitas Peserta Diklat
1. Orientasi peserta
diklat kepada
masalah
Menjelaskan kompetensi dan
indikator yang akan dicapai,
menjelaskan logistik yang dibu-
tuhkan, mengajukan fenomena
atau demonstrasi atau cerita
untuk memunculkan masalah,
memotivasi peserta diklat untuk
terlibat dalam pemecahan
masalah yang diberikan.
Mencermati dan memahami
masalah atau kasus yang
dijelaskan oleh instruktur





2. Mengorganisasi
peserta diklat untuk
belajar
Membantu peserta diklat
mendefinisikan dan mengorga-
nisasikan tugas belajar yang
berhubungan dengan masalah
yang diberikan.
Membentuk kelompok
diskusi dan menyiapkan
bahan-bahan diskusi.


3. Membimbing
penyelidikan
individual maupun
kelompok
Mendorong peserta diklat untuk
mengumpulkan informasi/teori
yang sesuai, melaksanakan
diskusi untuk mendapatkan
pemecahan masalah.
Mempelajari materi/teori
pendukung dan
mendiskusikan masalah
atau kasus yang diberikan

4. Mengembangkan
dan menyajikan hasil
karya
Membantu peserta diklat dalam
merencanakan dan menyiap-kan
karya berupa hasil diskusi atau
pemecahan masalah.
Menuliskan dengan rapi
hasil diskusi dan
mempresentasikan nya di
depan kelas dan kelompok
lain menanggapi.
5. Menganalisis dan
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Membantu siswa untuk melaku-
kan refleksi atau evaluasi terha-
dap penyelidikan mereka dan
proses-proses yang mereka
gunakan.
Melakukan refleksi dan
evaluasi, serta memperbaiki
hasil diskusi berdasarkan
masukan pada saat
presentasi.



27
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
A. PENDAHULUAN

1. Deskripsi Singkat
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru
(PLPG) Mata Pelajaran Matematika adalah: (1) memahami karakteristik peserta didik dan
mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dan mendidik, (2)
memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, dan berakhlak mulia, (3)
menguasai keilmuan dan kajian kritis pendalaman isi bidang pengembangan peserta didik
(keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia, sosial dan kepribadian, pengetahuan dan teknologi,
estetika, jasmani, olahraga dan kesehatan), (4) mampu berkomunikasi dan bergaul dengan
peserta didik, kolega, dan masyarakat. Untuk pencapaian SKL tersebut, maka materi diklat
yang akan dipelajari adalah sebagai berikut.
1. Pengembangan Profesionalisme Guru, yang meliputi: tugas-tugas guru profesional,
karateristik peserta didik sebagai landasan pengembangan program pembelajaran, dan
pengembangan pembelajaran yang mendidik dan kontekstual.
2. Pendalaman materi mata pelajaran Matematika yang belum dikuasai oleh sebagian besar
guru, yang meliputi: (a) Limit Fungsi, yang meliputi: Limit fungsi di satu titik dan di
takhingga beserta teknik perhitungannya; Sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak
tentu fungsi dan kontinuitas fungsi; Konsep, sifat, dan aturan dalam perhitungan turunan
fungsi; Konsep turunan untuk menentukan karakteristik suatu fungsi dan memecahkan
masalah; Konsep, sifat, dan aturan dalam perhitungan integral tak tentu dan integral
tentu; dan Menganalisis konsep integral untuk menghitung panjang busur, luas daerah,
luas permukaan benda putar, dan volume benda putar; (b) Trigonometri, yang meliputi:
Sifat dan aturan tentang fungsi trigonometri, rumus sinus dan cosinus dalam pemecahan
masalah; Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan
fungsi trigonometri; Rumus trigonometri jumlah dua sudut, selisih dua sudut, dan sudut
ganda; Rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dan sudut ganda; Persamaan
dan pertidaksamaan trigonometri; dan Persamaan trigonometri dari sebuah grafik; (c)
Aljabar, yang meliputi: Pemecahan masalah sehari-hari dengan menggunakan logika
matematika; Konsep operasi himpunan untuk menyelesaikan permasalahan; Jenis-jenis
relasi; Jenis-jenis fungsi: Sifat dan aturan fungsi komposisi dalam pemecahan masalah;
Sifat dan aturan fungsi invers dalam pemecahan masalah; Akar, pangkat, dan logaritma
untuk penyelesaian masalah; Aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan
pangkat, akar, dan logaritma; Sifat dan aturan tentang akar persamaan kuadrat,
diskriminan, sumbu simetri, dan titik puncak grafik fungsi kuadrat dalam pemecahan


28
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
masalah; Sifat dan aturan tentang sisitem persamaan linier dan kuadrat dalam
pemecahan masalah; Sifat dan aturan pertidaksamaan satu variabel dalam pemecahan
masalah; Model matematika sistem pertidaksamaan linier; Sifat-sifat materiks dan
operasinya; Konsep deret aritmetika dan geometri untuk menyelesaikan permasalahan;
(d) Peluang dan Statistika, yang meliputi: Data, tabel, dan diagram; Ukuran pemusatan,
ukuran letak, dan ukuran penyebaran data serta penafsirannya; Permutasi, dan
kombinasi dalam pemecahan masalah; Peluang kejadian dari berbagai situasi serta
tafsirannya; Statistik Inferensial; (e) Geometri, yang meliputi: Hubungan garis dengan
garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut serta menetukan ukurannya; Konsep segi
empat dan segitiga serta menetukan ukurannya; Teorema Pythagoras dalam pemecahan
masalah; Unsur, bagian lingkaran serta ukurannya; Sifat-sifat kubus, balok, prisma,
limas, dan bagian-bagiannya, serta menentuka ukurannya; Bangun-bangun datar yang
sebangun dan kongruen; Mengidentifikasi konsep kesebangunan segitiga dalam
pemecahan masalah; Unsur-unsur tabung, kerucut dan bola; Masalah yang berkaitan
dengan tabung, kerucut, dan bola; Komponen, menggambar, dan volum benda ruang;
Abstraksi ruang untuk menghitung jarak dan sudut antara; Menganalisis irisan bidang
dan ruang; dan Transformasi geometri dalam menyelesaikan masalah.
3. Model-model Pembelajaran, Pemanfaatan Media Pembelajaran dan Asesmen
Pembelajaran, yang meliputi: (a) Perencanaan Pembelajaran, yang meliputi: Kurikulum
matematika SMP/SMA, Silabus matematika SMP/SMA, RPP matematika, Tujuan
instruksional (kompetensi), Kompetensi Dasar, Indikator, Kriteria Ketuntasan Maksimal
(KKM), Strategi dan media pembelajaran, Menyusun dan menerapkan alat evaluasi; (b)
Model dan Inovasi Pembelajaran, yang meliputi: Berbagai teori belajar dalam PBM,
Berbagai model, strategi, pendekatan, metode, teknik pembelajaran yang PAIKEM, Teori
dan model pembelajaran PAIKEM; (c) Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran, yang
meliputi: Pengertian dan kegunaan tes, pengukuran, dan penilaian hasil belajar, Etika
pengetesan, pengukuran, dan penilaian, Tabel spesifikasi dan kisi-kisi, Syarat tes yang
baik, Butir soal objektif dan uraian, Pedoman penskoran, Teknik pengolahan dan
pengadministrasian tes, Instumen non tes, Bergabagai pendekatan penilaian yang
sesuai, Mengolah dan menentukan nilai akhir, (d) Media Pembelajaran, yang meliputi:
Pengertian belajar dan media pembelajaran, Fungsi media pembelajaran, Perkembangan
media pembelajaran dari waktu ke waktu, Fungsi dan manfaat media pembelajaran, Pola
dan strategi pemanfaatan media pembelajaran, Prinsip penggunaan media pembelajaran,
Peralatan media pembelajaran, Teknik memilih media pembelajaran.


29
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
4. Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah, yang meliputi: Proposal PTK,
Persiapan pelaksanaan PTK, Garis besar karya tulis ilmiah.
5. Pelaksanaan Pembelajaran (Peer Teaching), yang meliputi: Keterampilan dasar mengajar,
Membuka dan menutup pelajaran, memberi penguatan, mengadakan variasi,
menjelaskan, memimpin diskusi, mengelola kelas, mengajar kelompok kecil dan
perorangan, Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Modul ini hanya memuat dua materi pokok, yaitu Pendalaman materi mata pelajaran
Matematika yang belum dikuasai oleh sebagian besar guru, dan Model-model
Pembelajaran, Pemanfaatan Media Pembelajaran dan Asesmen Pembelajaran.

2. Standar Kompetensi dan Sub Kompetensi
Pada bagian ini hanya dikemukakan standar kompetensi dan sub kompetetnsi yang
berkaitan dengan dua materi diklat sebagaimana yang disebut di atas.

Standar Kompetensi:
1. Menganalisis konsep limit fungsi dan turunan dalam pemecahan masalah.
2. Menganalisis konsep integral dalam pemecahan masalah
3. Memanipulasi aljabar untuk merancang rumus trigonometri dan menyusun bukti.
4. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan logika, himpunan, bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
5. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan persamaan kuadrat, fungsi kuadrat, sistem persamaan linier-kuadrat,
pertidaksamaan; matriks serta barisan dan deret.
6. Merancang dan menggunakan model matematika program linier.
7. Membuktikan aturan statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan berbagai
cara, memberi tafsiran, menyusun, dan menggunakan kaidah pencacahan dalam
menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan peluan dalam menentukan
dan menafsirkan peluang kejadian majemuk.
8. Menganalisis hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut,
serta menentukan ukurannya.
9. Menganalisis konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya.
10. Menganalisis sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta
menentukan ukurannya.
11. Menganalisis sifat-sifat tabung, kerucut, dan bola serta menentukan ukurannya.


30
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
12. Menganalisis sifat dan aturan geometri dalam menentukan kedudukan titik, garis, dan
bidang; jarak; sudut; dan volum.
13. Merancang perencanaan pembelajaran pembelajaran matematika.
14. Mengkonstruksi dan menerapkan berbagai model pembelajaran inovatif dalam PBM
matematika.
15. Merancang penilaian proses dan hasil pembelajaran matematika.
16. Merancang, dan menggunakan media dalam pembelajaran matematika.


Sub Kompetensi:
1. Menganalisis limit fungsi di satu titik dan tak hngga beserta teknis penghitungannya.
2. Menganalisis sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi, dan kontinuitas
fungsi.
3. Menganalisis konsep, sifat, dan aturan dalam perhitungan turunan fungsi.
4. Menganalisis konsep, sifat, dan aturan dalam perhitungan integral tak tentu dan integral
tentu.
5. Menganalisis konsep integral untuk menghitung konsep panjang busur, dan luas daerah,
luas permukaan benda putar, dan volume benda putar.
6. Merancang rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dan sudut ganda.
7. Melakukan manipulasi aljabar dalam penghitunagn teknis yang berkaitan dengan fungsi
teknis yang berkaitan dengan fungsi trigonometri.
8. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan logika, himpunan, bentuk pangkat, akar, dan logaritma, persamaan
kuadrat dan fungsi kuadrat; sistem persamaan linear kuadrat.
9. Menganalisis sifat dan aturan serta manipulasi aljabar tentabg pangkat, akar, dan
logaritma serta dalam pemechan masalah.
10. Menguraikan konsep deret aritmatika dan geometri untuk menyelesaikan permasalahan.
11. Menyusun dan menggunakan kaidah pencacahan, permutasi, dan kombinasi dalam
pemecahan masalah.
12. Menganalisis peluang kejadian dari berbagai situasi serta tafsirannya.
13. Menganalisis hubungan antara dua garis, serta besar dan jenis sudut.
14. Menganalisis keliling dan luas bangu segitiga dan segi empat serta menggunakannya
dalam pemecahan masalah.
15. mengidentiikasi sifat-sifat paralel epidedum dan limas serta bagian-bagiannya.
16. Menganalisis sifat-sifat tabung, kerucut, dan bola.


31
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
17. Menganalisis komponen, menggambar, dan volum dari benda ruang.
18. Mengkaji kurikulum matematika SMP/SMA.
19. Menyusun silabus matematika SMP/SMA.
20. Merancang RPP matematika.
21. Menyusun dan menerapkan alat evaluasi.
22. Menganalisis dan membandingkan berbagai Model, Strategi, Pendekatan, Metode, Teknik
pembelajaran yang PAIKEM.
23. Merumuskan syarat tes yang baik.
24. Mengkonstruksi butir soal objektif dan uraian.
25. Menyusun instrumen non tes.
26. Menganalisis fungsi media pembelajaran.
27. Mendesain pola dan strategi pemanfaatan media pembelajaran.
28. Mengkonstruksi peralatan media pembelajaran.
29. Memilih media pembelajaran.























32
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
B. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 1

TRIGONOMETRI
Indikator
1) Memanipulasi bentuk trigonometri yang satu ke bentuk trigonometri yang lain.
2) Menentukan nilai sinus, kosinus, dan tangen suatu sudut dengan perbandingan
trigonometri segitiga siku-siku.
3) Menghitung nilai sinus, kosinus, dan tangen dari sudut khusus dan suatu sudut di semua
kuadran.
4) Menentukan besar suatu sudut yang nilai sinus, kosinus, dan tangen sudut diketahui.
Menggunakan rumus identitas trigonometri dalam penyelesaian soal.
5) Menghitung luas segitiga yang komponennya diketahui dengan menggunakan fungsi
trigonometri.
6) Menurunkan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut.
7) Menurunkan rumus trigonometri sudut ganda.
8) Membuktikan identitas trigonometri.
9) Menyelesaikan persamaan trigonometri.
10) Menyelesaikan pertidaksamaan trigonometri.

Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Berikut ini, disajikan beberapa contoh kesalahan atau masalah dalam penyelesaian soal
Trigonometri yang biasa dilakukan oleh siswa menurut cara-cara atau langkah-langkah yang
dipelajari di sekolah. Diskusikan masalah tersebut, kemudian berikan cara yang tepat,
apabila terdapat kekeliruan.

Kasus 1
Sebuah kapal berlayar dari pelabuhan dengan arah 030
o
. Kecepatan rata-rata 20
km/jam. Setelah 10 jam, hitunglah:
a. Jarak kapal dari timur pelabuhan
b. Jarak kapal dari barat pelabuhan


33
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Jawaban siswa-1
Jarak = kecepatan rata-rata x waktu = 20 x 10 = 200 km
a. Jarak kapal dari timur pelabuhan = 200 sin 30
o
= 200 x ½ = 100 km
b. Jarak kapal dari barat pelabuhan = 200 sin 60
o
= 200 x ½√3 = 100√3 km

Jawaban siswa-2
Jarak = kecepatan rata-rata x waktu = 20 x 10 = 200 km
a. Jarak kapal dari timur pelabuhan = 200 sin 60
o
= 200 x ½√3 = 100√3 km
b. Jarak kapal dari barat pelabuhan = 200 sin 30
o
= 200 x ½ = 100 km

Bagaimana tanggapan Anda? Diskusikan dalam kelompok
Kasus 2
1. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut.
cos 2x = ½√3; 0
o
≤ x ≤ 360
o

Jawab.
cos 2x = cos (30
o
+ k.360
o
)
· 2x = 30
o
+ k.360
o

· x = 15
o
+ k.180
o

untuk = 0, maka x = 15
o

untuk k = 1, maka x = 195
o

Jadi HP = {15
o
, 195
o
}

Kasus 3
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut.
tan x + 1 = sec x; 0
o
≤ x ≤ 360
o

Jawab.
Kedua ruas dikalikan dengan cos x, sehingga diperoleh
sin x + cos x = 1, kedua ruas dikudratkan sehingga diperoleh
(sin x + cos x)
2
= 1
· sin
2
x + cos
2
x + 2sin x cos x = 1
· 1 + 2sin x cos x = 1
· 2sin x cos x = 0
· sin x cos x = 0
· sin x = 0 atau cos x = 0
· x = 0
o
; x = 180
o
; x = 360
o
atau x = 90
o
; x = 270
o

Jadi himpunan penyelesaian = {0
o
, 90
o
, 180
o
, 270
o
, 360
o
}


34
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kasus 4
Sederhanakan.
Siswa-1 menjawab sebagai berikut.
sin sin
tan tan
a b
a b
÷
÷

=
sin sin sin( )
cos( )
sin sin sin( )
cos cos cos( )
a b a b
a b
a b a b
a b a b
÷ ÷
= = ÷
÷
÷
÷

Siswa-2 menjawab sebagai berikut.
sin sin
tan tan
a b
a b
÷
÷

=
sin sin sin sin
cos cos
sin sin sin sin
cos cos cos cos
a b a b
a b
a b a b
a b a b
÷ ÷
= = ÷
÷
÷
÷

Bagaimana tanggapan Anda? Diskusikan dalam kelompok

Kasus 5
Dari sebuah segitiga ABC diketahui panjang ketiga sisinya, yaitu a = 5 cm, b = 7 cm, dan
c = 14 cm. Hitunglah luas segitiga ABC tersebut.
Jawab.
Diketahui : a = 5, b = 7, c = 14
Ditanya : hitung luas segitga ABC
Penyelesaian :
( )( )( ) L s s a s b s c = ÷ ÷ ÷

s = (5 + 7 + 14)/2 = 13
13(13 5)(13 7)(13 14) L = ÷ ÷ ÷

13(8)(6)( 1) L = ÷
624 L = ÷

Jadi luas segitiga ABC = √-624 cm
2

Bagaimana tanggapan Anda tentang jawaban ini? Mengapa ada luas yang bertanda
negatif? Bagaimana seharusnya.





35
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Uraian Materi
Pengukuran Sudut
Hasil pengukuran suatu sudut dapat dinyatakan dalam ukuran derajat (
o
) maupun
ukuran radian (rad). Ukuran suatu sudut pusat untuk satu putaran dari suatu lingkaran
adalah 360
o
.

Sudut satu putaran penuh adalah 360
o
atau 2π radian, sehingga diperoleh hubungan sebagai
berikut.
1 radian = 57,273
o

1
o
= 0,017 radian.

Perbandingan Trigonometri
Hubungan antara sin o, cos o, dan tan o adalah
sin
tan
cos
o
o
o
= .
sin
2
a + cos
2
a = 1; sin
2
a = 1 – cos
2
a; cos
2
a = 1 – sin
2
a

Luas Segitiga
L = ½ bc sin A , L = ½ ab sin C, dan L = ½ ac sin B.
2
sin sin
2sin
a B C
L
A
= ;
2
sin sin
2sin
b A C
L
B
= ; dan
2
sin sin
2sin
c A B
L
C
=
( )( )( ) L s s a s b s c = ÷ ÷ ÷ , dengan s = (a + b + c)/2
Rumus-Rumus Trigonometri untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut
cos (α + β) = cos o cos | – sino sin |
cos (α – β) = cos α cos β + sin α sin β
sin (α + β) = sin α cos β + cos α sin β
sin (α – β) = sin α cos β – cos α sin β
tan tan
tan( )
1 tan tan
o |
o |
o |
+
+ =
÷

tan tan
tan( )
1 tan tan
o |
o |
o |
÷
÷ =
+


1
o
= 60 menit · 1’ =
1
60
o
| |
|
\ .
(1’ = satu menit)
1’ = 60 detik · 1” =
'
1
60
| |
|
\ .
(1” = satu detik)



36
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Rumus-Rumus Trigonometri untuk Sudut Ganda
sin 2α = 2 sin α cos α
cos 2α = cos2α – sin2α; cos 2α = 1 – 2 sin2α; cos 2α = 2 cos2α – 1
2
2tan
tan 2
1 tan
o
o
o
=
÷


Rumus Perkalian, Jumlah, dan Selisih
1 1
2 2
cos cos 2cos ( )cos ( ) o | o | o | + = + ÷

1 1
2 2
cos cos 2sin ( )sin ( ) o | o | o | ÷ = ÷ + ÷

1 1
2 2
sin sin 2sin ( )cos ( ) o | o | o | + = + ÷

1 1
2 2
sin sin 2cos ( )sin ( ) o | o | o | ÷ = + ÷


Persamaan Trigonometri
Untuk menyelesaikan persamaan trigonometri digunakan rumus berikut.
sin x = sin o
· x = o + k.360
o
atau x = (180 – o) + k.360
o

cos x = cos o
· x = o + k.360
o
atau x = –o + k.360
o

tan x = tan o
· x = o + k.180
o

Untuk sudut dalam satuan radian, digunakan rumus
sin x = sin o
· x = o + 2kπ atau x = (π – o) + 2kπ
cos x = cos o
· x = o + 2k π atau x = –o + 2k π
tan x = tan o
· x = o + k π
Persamaan a cos x + b sin x = c.
Bentuk a cos x + b sin x dapat diubah menjadi menjadi bentuk k cos (x - o) dengan a = k
cos o, b = k sin o, dan
2 2
k a b = + , dan tan o = b/a.
a cos x + b sin x = k cos (x - o), dengan
2 2
k a b = + , dan tan o = b/a.
Karena diambil nilai k > 0, maka letak kuadran dari sudut o sesuai dengan tanda dari a dan
b, yaitu:


37
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Jika a > 0 dan b > 0, maka 0 < o < 90
0

Jika a < 0 dan b > 0, maka 90
0
< o < 180
0

Jika a < 0 dan b < 0, maka 180
0
< o < 270
0

Jika a > 0 dan b < 0, maka 270
0
< o < 360
0




38
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 2

ALJABAR
Indikator
1) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan logika.
2) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan himpunan.
3) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan bentuk pangkat.
4) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan logaritma.
5) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan akar.
6) Mengubah bentuk pangkat negatif ke pangkat positif dan sebaliknya.
7) Mengubah bentuk akar ke bentuk pangkat dan sebaliknya.
8) Mengubah bentuk pangkat ke bentuk logaritma dan sebaliknya.
9) Melakukan operasi aljabar pada bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
10) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat.
11) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan sistem persamaan linear dan kuadrat.
12) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang
berkaitan dengan sistem pertidaksamaan linear.
13) Menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan beberapa cara.
14) Menentukan himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear.
15) Menentukan nilai optimum dari permasalahan program linear.
16) Menentukan invers matriks persegi.
17) Menggunakan matriks untuk menyelesaikan sistem persamaan linear.
18) Menggunakan determinan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear.
19) Menentukan suku ke-n dan jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret geometri.
20) Menghitung jumlah deret geometri takhingga.
21) Menuliskan suatu deret aritmetika dan deret geometri dengan notasi sigma.





39
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Bahan Diskusi
Berikut ini, disajikan beberapa kesalahan atau masalah dalam penyelesaian soal Aljabar yang
biasa dilakukan oleh siswa menurut cara-cara atau langkah-langkah yang dipelajari di
sekolah. Diskusikan masalah tersebut dalam kelompokmu, kemudian berikan cara yang
tepat, apabila terdapat kekeliruan.

Kasus 1
Seorang siswa menyelesaikan persamaan x(x+1) = x(x+3) dengan cara sebagai berikut,
namun akhirnya bingung dengan hasil yang diperoleh.
Cara penyelesaian dari siswa tersebut adalah sebagi berikut.
x(x+1) = x(x+3) kedua ruas dibagi dengan x
· x + 1 = x + 3 kedua rua dikurangi dengan x
· 1 = 3 ????
Sswa itu merasa behwa dia telah melakukan prosedur sesuai dengan yang telah dipelajari
di sekolah.
Diskusikan dalam kelompokmu mengenai cara siswa di atas, dan seharusnya bagaimana!

Kasus 2
Demikian pula dengan penyelesaian soal berikut untuk mencari nilai x, apakah hasilnya
sudah benar? Diskusikan dalam kelompokmu!
(x + 1)(2x–1) = (x + 1)(x + 2), kedua ruas dibagi dengan (x + 1)
· 2x – 1 = x + 2 kedua ruas dikurangi dengan x
· x – 1 = 2 kedua ruas ditambah dengan 1
· x = 3

Kasus 3
Sistem persamaan linear berikut, dikerjakan oleh siswa sesuai dengan langkah-langkah yang
telah diajarkan oleh gurunya di sekolah.
Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut.
a. 2x + 5y = 6
4x + 10y = 12
b. 2x + 5y = 6
4x + 10y = 15
Melalui langkah-langkah yang digunakan, siswa tersebut memperoleh jawaban
sebagai berikut.


40
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
a. 4x + 10y = 12
4x + 10y = 12 -
0 = 0
Jadi himpunan penyelesaian adalah {(x,y)/ xeR, yeR}
b. 4x + 10y = 12
4x + 10y = 15 -
0 = - 3, mustahil
Jadi tidak mempunyai himpunan penyelesaian.
Diskusikan hasil pekerjaan siswa tersebut, bagaimana seharusnya.

Kasus 4
Seperangkat tes matematika dapat diselesaikan oleh A dalam waktu 2 jam. Sedangkan B
dapat menyelesaikannya dalam waktu 3 jam. Apabila soal tersebut diselesaikan bersama-
sama oleh A dan B, berapa jam waktu yang diperlukan?
Soal di atas dikerjakan oleh siswa sebagai berikut.
Karena A mengerjakan tes tersebut dalam waktu 2 jam, dan oleh B dalam waktu 3 jam,
maka apabila dikerjakan berdua oleh A dan B, berarti A + B = (2 + 3) = 5 jam.
Sedangkan oleh siswa yang lain dikerjakan dengan cara menentukan rata-rata, yaitu (A +
B)/2 = (2 + 3) = 2½ jam.
Diskusikan kedua jawaban itu, kemudian jelaskan jawaban yang benar.

Kasus 5
Uang A berbanding dengan uang B, adalah A : B = 2 : 3. Sedangkan uang B berbanding
uang C, adalah B : C = 2 : 5. Apabila jumlah uang ketiganya adalah Rp 840.000,- berpakah
besar masing-masing uang ketiganya?
Seorang siswa mengerjakan soal di atas sesuai dengan yang telah dia pelajari. Diskusikan
kebenaran cara tersebut.
Jumlah perbandingan = 2 + 3 + 5 = 10.
Uang A = 2/10 x Rp 840.000 = Rp 168.000,
Uang B = 3/10 x Rp 840.000 = Rp 252.000,
Uang C = 5/10 x Rp 840.000 = Rp 420.000.

Kasus 7
Seorang guru memberi contoh penyelesaian soal berikut kepada siswa.
a. (2 5) 4 x x ÷ = ÷
Jawab.


41
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kedua ruas dikuadratkan, diperoleh 2x – 5 = (x – 4)
2

· 2x – 5 = x
2
– 8x + 16
· x
2
– 10x + 21 = 0
· (x – 3)(x – 7) = 0
· x = 3 atau x = 7
b.
2
(2 5) 4 x x ÷ = ÷
· 2x – 5 = x – 4
· 2x – x = 5 – 4
· x = 1
Diskusikan benar atau salahnya penyelesaian di atas.

Kasus 8
Diskusikan dalam kelompok, cara yang dilakukan oleh siswa berikut.
f(x) = 2x – 1 ; x < 0
g(x) = √x ; x ≥ 0
Tentukan (fog)(x) dan (gof)(x)
Jawab.
(fog)(x) = f(g(x)) = f(√x) = 2x – 1
(gof)(x) = g(f(x)) = g(2x – 1) = (2 1) x ÷
Uraian Materi
A. Himpunan
1. Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang ciri-cirinya jelas, sehingga dengan
tepat dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam
himpunan tersebut.
2. Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf besar (kapital) A,
B, C, ..., Z. Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis
dengan menggunakan pasangan kurung kurawal {...}.
3. Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan tiga cara, yaitu dengan kata-kata, dengan
notasi pembentuk himpunan, dan dengan mendaftar anggota-anggotanya.
4. Himpunan yang memiliki banyak anggota berhingga disebut himpunan tak- berhingga
disebut himpunan tak berhingga.


42
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
5. Himpunan semesta atau semesta pembicaraan adalah himpunan yang memuat semua
anggota atau objek himpunan yang dibicarakan. Himpunan semesta biasanya
dilambangkan dengan S.
6. a. Himpunan A merupakan himpunan bagian B, jika setiap anggota A juga menjadi
anggota B dan dinotasikan A c B atau B A.
b. Himpunan A bukan merupakan himpunan bagian B, jika terdapat anggota A yang
bukan anggota B dan dinotasikan A . B.
c. Setiap himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan A sendiri, ditulis A c A
d. Banyaknya semua himpunan bagian dari suatu himpunan adalah 2
n
, dengan n
banyaknya anggota himpunan tersebut.
7. a. Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas atau saling asing jika kedua
himpunan tersebut tidak mempunyai anggota persekutuan.
b. Dua himpunan dikatakan sama, jika kedua himpunan mempunyai anggota yang tepat
sama.
c. Dua himpunan A dan B dikatakan ekuivalen jika n(A) = n(B).
8. Irisan (interseksi) dua himpunan adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan
anggota persekutuan dari dua himpunan tersebut. Irisan himpunan A dan B dinotasikan
dengan A · B = {x | x eA dan x e B}.
9. Gabungan (union) himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang anggotanya terdiri
atas anggota-anggota A atau anggotaanggota B. Gabungan himpunan A dan B
dinotasikan dengan A B = {x | x e A atau x e B}. Banyak anggota dari gabungan
himpunan A dan B dirumuskan dengan n(A B) = n(A) + n(B) – n(A · B).
10. Untuk setiap himpunan A, B, dan C berlaku sifat komutatif, asosiatif, dan distributif.

B. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
1. Persamaan linear satu variabel dapat dinyatakan dalam bentuk ax = b atau ax + b =
c dengan a, b, dan c adalah konstanta, a ≠ 0, dan x variabel pada suatu himpunan.
2. Persamaan linear dua variabel dapat dinyatakan dalam bentuk ax + by = c dengan a, b, c
e R, a, b ≠ 0, dan x, y suatu variabel.
3. Grafik penyelesaian persamaan linear dua variabel berupa noktah/titik dan garis lurus.
4. Apabila terdapat dua persamaan linear dua variabel yang berbentuk ax + by = c dan
dx + ey = f atau biasa ditulis
ax+ by = c
dx + ey = f ,


43
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
maka dikatakan dua persamaan tersebut membentuk sistem persamaan linear dua
variabel.
5. Pasangan bilangan (x, y) yang memenuhi kedua persamaan di atas disebut penyelesaian
dari sistem persamaan linear dua variabel.
6. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dapat dilakukan dengan
metode grafik, eliminasi, substitusi, dan metode gabungan.
7. Untuk menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua
variabel, terlebih dahulu ubahlah soal cerita tersebut menjadi beberapa kalimat atau
model matematika, kemudian selesaikan sistem persamaan tersebut.
8. Sistem persamaan nonlinear dua variabel dapat diselesaikan dengan cara mengubahnya
terlebih dahulu ke bentuk sistem persamaan linear dua variabel, yaitu dengan pemisalan
sehingga terbentuk variabel-variabel baru. Selanjutnya kembalikan penyelesaian
variabel-variabel baru tersebut ke variabel semula.
9. Kalimat terbuka yang menggunakan tanda ”<”, ”>”, ”s”, atau ”>” disebut
pertidaksamaan.
10. Pertidaksamaan yang memuat satu variabel dan pangkat variabelnya adalah satu disebut
pertidaksamaan linear (dengan) satu variabel.
11. Setiap pertidaksamaan memuat variabel. Pengganti variabel yang menyebabkan kalimat
itu bernilai benar, disebut penyelesaian dari persamaan itu.
12. Jika kedua ruas pertidaksamaan ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama,
maka tanda pertidaksamaan tetap, dan penyelesaiannya juga tidak berubah.
13. Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikalikan atau dibagi dengan bilangan positif yang
sama, maka tanda pertidaksamaan tetap.
14. Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikalikan atau dibagi dengan bilangan negatif
yang sama, maka tanda pertidaksamaan berubah menjadi sebaliknya.

C. Pemangkatan dan Logaritma
Bila a suatu bilangan real dan m suatu bilangan bulat positif, maka besaran a dipangkat m
ditulis a
m
, yang didefinisiskan sebagai:
a
m
= a. a. a. a. ... .a m = pangkat
m faktor a = bilangan pokok

Sifat-sifat:
Jika a bilangan rasional dan m, n bilangan bulat positif maka
1) a
m
x a
n
= a
m+n



44
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
2)
m
m n
n
a
a
a
÷
= , dengan m > n.
3)
( )
n
m mn
a a =
4) (a × b)
n
= a
n
× b
n

5)
n
n
n
a a
b b
| |
=
|
\ .

6) Jika a bilangan rasional, a ≠ 0, dan n adalah bilangan bulat positif maka a
-n
= 1/a
n

7) a
0
=1, dengan a bilangan rasional dan a ≠ 0

D. Penarikan akar
jika a
n
= p dengan a, p adalah bilangan real, dan n adalah bilangan bulat, dengan n > 0,
maka
1
n
a p = , didefinisikan
n
a p =
1
n
n
p p
| |
=
|
\ .
;
1
n n
p p =
;
( )
n
n
p p =
1
1 1
n
m mn
p p
| |
=
|
\ .

( )
m
m
m
n n n
p p p = =
n n n
pq p q =
n
n
n
p p
q q
=
m n mn
p p =

E. Logaritma
Jika x = a
n
maka
a
log x = n, dan sebaliknya jika
a
log x = n maka x = a
n
.
a
log x = n · x = a
n
, dengan: a = bilangan pokok atau basis, a > 0; a ≠ 1;

Sifat-sifat:
Untuk a > 0, a ≠ 1, x > 0 dan y > 0 serta a, x, dan y e R berlaku:
1)
a
log a = 1,
a
log 1 = 0, log 10 = 1
2)
a
log x +
a
log y =
a
log xy


45
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
3) log log log
a a a
x
x y
y
÷ =
4)
a
log x
n
= n
a
log x
5) log log
n
a m a
m
x x
n
=
6) Untuk a, p > 0, dan a, p ≠ 1, serta a, p, dan x e R, berlaku:
log 1
log
log log
p
a
p x
x
x
a a
= =

7)
a
log x ·
x
log y =
a
log y
8)
log
a
x
a x =
9)
log
a
n x n
a x =

F. Persamaan dan Fungsi Kuadrat
Bentuk umum persamaan kuadrat: ax
2
+ bx + c = 0, dengan a, b, dan c e R dan a ≠ 0.
Menyelesaikan persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu
memfaktorkan, menyempurnakan kuadrat, dan dengan rumus abc.
Pada rumus abc, terdapat bentuk (b
2
– 4ac) disebut diskriminan (D).
Jenis akar-akar dari persamaan kuadrat, adalah:
a. Jika D > 0 maka persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0 mempunyai 2 akar real yang
berlainan.
b. Jika D berbentuk kuadrat sempurna dan D ≠ 0 maka persamaan kuadrat memiliki 2 akar
real berlainan dan rasional jika a, b, dan c bilangan rasional.
c. Jika D bukan bentuk kuadrat sempurna dan D ≠ 0 maka memiliki 2 akar real berlainan
dan irasional
d. Jika D < 0 maka persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0 tidak memiliki akar real.
e. Jika D = 0 maka persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0 memiliki 2 akar real yang sama.
Jika suatu persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0 memiliki akar-akar x
1
dan x
2
, maka
1 2
b
x x
a
+ = ÷
, dan
1 2
.
c
x x
a
=

Jika suatu persamaan kuadrat memiliki akar-akar x
1
dan x
2
maka persamaan kuadratnya
dapat dinyatakan dalam bentuk: (x – x
1
) (x – x
2
) = 0.
Jika suatu persamaan kuadrat memiliki akar-akar x
1
dan x
2
dan diketahui (x
1
+ x
2
) dan
(x
1
·x
2
) maka persamaan kuadratnya dapat dinyatakan dalam bentuk x
2
– (x
1
+ x
2
)x + (x
1
·
x
2
) = 0.


46
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Bentuk persamaan tersebut dapat digunakan untuk menyusun persamaan kuadrat baru jika
diketahui akar-akar persamaan kuadrat baru berhubungan dengan persamaan kuadrat yang
lain.
Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang persamaannya berbentuk y = ax
2
+ bx + c, dengan
a, b, dan c e R dan a ≠ 0.
Bentuk y = ax
2
+ bx + c, dengan a, b, dan c e R dan a ≠ 0 dapat ditulis sebagai
2
2
2 4
b D
y ax bx c a x
a a
| |
= + + = + ÷
|
\ .

Jika a > 0, maka nilai minimum sebesar
4
D
a
÷
, yang terjadi bila
2
b
x
a
÷
= . Pada kasus ini, titik
minimum fungsi kuadrat adalah ( ) 2 , 4 b a D a ÷ ÷
Jika a < 0, maka nilai maksimum sebesar
4
D
a
÷
, yang terjadi bila
2
b
x
a
÷
= . Pada kasus ini, titik
maksimum fungsi kuadrat adalah ( ) 2 , 4 b a D a ÷ ÷
Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola. Pada fungsi kuadrat y = ax
2
+ bx + c, dengan a,
b, dan c e R dan a ≠ 0, grafiknya adalah parabola dengan sumbu simetris
2
b
x
a
÷
= , dan
koordinat titik puncaknya adalah ( ) 2 , 4 b a D a ÷ ÷

G. Determinan Suatu Matriks Persegi
Jika A =
a b
c d
| |
|
\ .
, maka determinan matriks A adalah: |A|=
a b
c d
= ad – bc
Untuk matriks B berordo 3 x 3, determinan matriks B ini didefinisikan sebagai berikut
menggunakan kaidah Sarrus.
B=
a b c
d e f
g h i
| |
|
|
|
\ .
, maka |B|=
a b c a b
d e f d e
g h i g h
= aei + bfg + cdh – ceg – afh – bdi

Invers Matriks
Matriks persegi A mempunyai invers, jika ada matriks B sedemikian hingga AB = BA = I
nxn

dengan I matriks identitas. Pada persamaan AB = BA = Inxn, A dan B disebut saling invers.
Jika |A | = 0, maka matriks A tidak mempunyai invers. Oleh karena itu, dikatakan matriks A
sebagai matriks singular.


47
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Jika |A | ≠0, maka matriks A mempunyai invers. Oleh karena itu, dikatakan matriks A
sebagai matriks nonsingular.
Jika A =
a b
c d
| |
|
\ .
, maka invers matriks A adalah A
-1
=
1
det( ) A
. adj(A)
atau
A
-1
=
1
ad bc ÷
d b
c a
÷ | |
|
÷
\ .

Matriks minor Mij diperoleh dengan cara menghilangkan elemen-elemen pada baris ke-i dan
kolom ke-j matriks A berordo n x n, sehingga didapat matriks baru dengan ordo (n – 1) x (n
– 1). Determinan dari matriks tersebut disebut minor dari determinan matriks A, ditulis
dengan |Mij|.
Kofaktor dari baris ke-i dan kolom ke-j matrikas A, dituliskan dengan Aij. Untuk
menentukannya ditentukan dengan rumus Aij = (-1)
i + j
|Mij|
Untuk matriks A berordo 3 x 3, maka adjoin dari A, adalah:
adj(A) =
11 21 31
12 22 32
13 23 33
A A A
A A A
A A A
| |
|
|
|
\ .

Misalkan matriks A =
11 12 13
21 22 23
31 32 33
a a a
a a a
a a a
| |
|
|
|
\ .

Determinan matriks A (det A) dapat ditentukan dengan menggunakan rumus:
|A| = a
11
A
11
+ a
12
A
12
+ a
13
A
13

= a
11
|M
11
| – a
12
|M
12
| + a
13
|M
13
|
= a
11
22 23
32 33
a a
a a

22 23
12
32 33
a a
a
a a

+
22 23
31
32 33
a a
a
a a
dst.
Invers dari matriks persegi A adalah A
-1
=
1
det( ) A
. adj(A) ; det(A) ≠ 0
Persamaan matriks ini dapat diselesaikan dengan menggunakan sifat berikut.
1). Jika AX = B, maka X = A
-1
B, dengan |A|≠ 0
2). Jika XA = B, maka X = BA
-1
, dengan |A| ≠ 0
Sistem persamaan linear dapat juga diselesaikan dengan menggunakan aturan Cramer
berikut.


48
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Jika AX =B, maka x
1
=
1
A
A
, x
2
=
2
A
A
, x
3
=
3
A
A
,..., x
j
=
j
A
A
, Aj adalah matriks yang
didapat dengan mengganti elemen-elemen pada kolom-j dari matriks A dengan elemen-
elemen matriks B.

H. Barisan Dan Deret
U
1
, U
2
, U
3
,...,U
n
disebut barisan aritmetika apabila memenuhi:
U
2
– U
1
= U
3
– U
2
= U
4
– U
3
= ... = U
n
– Un-
1
= konstan (b).
1. Rumus suku ke-n barisan aritmetika adalah Un = a + (n - 1)b.
2. Rumus jumlah n suku pertama Sn = ½ n(a + Un) atau Sn = ½n(2a + (n – 1)b)
3. U
1
, U
2
, U
3
,...,U
n
disebut barisan geometri apabila memenuhi:
3 2 4
1 2 3 1
...
n
n
U U U U
U U U U
÷
= = = = = konstan (r)
4. Rumus suku ke-n barisan geometri adalah Un = ar
n -1

5. Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah Sn =
( 1)
; 1
1
n
a r
r
r
÷
=
÷

6. Rumus rumus jumlah deret geometri sampai takhingga, adalah S

=
1
a
r ÷





















49
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 3
Peluang dan Statistika
Indikator:

1 Membaca, menyajikan, serta menafsirkan kecenderungan data dalam bentuk tabel dan
diagram.
2 Menyelesaikan soal yang berhubungan dengan ukuran pemusatan data
3 Menyelesaikan soal yang berhubungan ukuran letak data
4 Menyelesaikan soal yang berhubungan ukuran penyebaran data
5 Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan permutasi dan kombinasi
6 Menentukan peluang suatu kejadian.
Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi

Kasus 1
Beberapa siswa mengungkapkan pernyataan:
Amir : “Rata-rata siswa di kelas ini adalah laki-laki”
Budi : “Pada umumnya siswa di kelas ini memiliki tinggi badan 157,345 cm”
Cici : “Kebanyakan kendaraan yang lewat di jalan raya depan sekolah kita adalah
sepeda motor”
Diskusi
Menurut anda, pernyataan siapa yang benar sesuai dengan konsep ukuran
pemusatan data?

Pembahasan
(1) Pernyataan Amir dipengaruhi oleh pemerolehan bahasa dalam komunikasi sehari-
hari, misalnya “saya berangkat ke sekolah rata-rata memakai sepeda motor”.
Semestinya, konteks ini berkaitan dengan konteks “keseringan”. Sesuai konsep
ukuran pemusatan data, konteks ini berkaitan dengan konsep “modus” yang
dalam bahasa sehari-hari dapat diartikan “pada umumnya” atau “kebanyakan”.


50
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Dengan demikian pernyataan yang sebenarnya yang diungkapkan oleh Amir
adalah “pada umumnya siswa di kelas ini adalah laki-laki”.
(2) Pernyataan yang diungkapkan oleh Budi sesuai konteksnya berkaitan dengan
konsep “rata-rata” bukan “modus atau pada umumnya”.
Pernyataan yang paling benar yang seharusnya diungkapkan oleh Amir adalah
“Rata-rata tinggi badan siswa di kelas ini adalah 157,345 cm”
(3) Seperti pembahasan (1) pernyaan Cici berkaitan dengan konsep “modus” dan Cici
menggunakan kata “kebanyakan”
Dengan demikian pernyataan Cici adalah pernyataan yang paling benar.
Kasus 2
Sepasang suami istri ingin membeli sebuah rumah. Mereka bersepakat bahwa
rumah yang nantinya akan dibeli jangan yang terlalu mahal, karena kondisi
keuangan mereka masih belum bagus. Akan tetapi, mereka juga tidak ingin
membeli rumah yang paling rumah, untuk suatu alasan tertentu. Oleh karena itu,
mereka memutuskan untuk membeli rumah yang harganya tidak terlalu mahal dan
juga tidak terlalu murah, tidak peduli apapun tipenya. Kemudian mereka
menuju ke sebuah perusahaan penyedia perumahan yang mereka pilih dan
menanyakan harga-harga rumah yang disediakan. Data harga rumah adalah
sebagai berikut (dalam juta rupiah):
125.69 96.63 18.55 95.34 84.33 129.26 89.43 120.15 96.99 30.38
127.09 54.65
Dengan sedikit perhitungan, apakah mereka memutuskan membeli 1 unit rumah
seharga: Rp. 95.985 juta atau Rp 89,0408 juta?

Diskusi:
1. Menurut anda, harga rumah yang dipilih keluarga tersebut, apakah sekitar Rp.
95,985 juta atau sekitar Rp. 890408?
2. Konsep statistic apakah yang digunakan untuk membantu masalah pembelian
rumah keluarga tersebut.
Pembahasan:
Konteks permasalahan ini adalah pertimbangan keluarga tersebut yang ingin membeli
ruma tidak terlalu mahal tapi juga tidak terlalu murah. Konteks ini berkaitan dengan


51
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
ukuran pemusatan data dalam statistic yaitu media, bukan rata-rata. Median data
harga rumah tersebut adalah 95,985.

Kasus 3
Dua orang siswa yaitu Upin dan Ipin hendak menghitung banyaknya rangkaian
bunga dua warna yang dapat dibuat dari lima bunga berbeda warna yang ada di
taman.
Berikut ini penjelasan jawaban Upin dan Ipin:
Upin : Permasalahan ini adalah masalah “permutasi” yang memperhatikan urutan
rangkaian bunga, sehingga penyelesaian masalah ini adalah:
= rangkaian
Ipin : Permasalahan ini adalah masalah “kombinasi” yang tidak memperhatikan
urutan rangkaian bunga, sehingga penyelesaian masalah ini adalah:
= rangkaian
Diskusi
Menurut anda, penjelasan siapa yang benar sesuai dengan konsep permutasi dan
kombinasi?

Pembahasan
Andaikan kelima jenis bunga tersebut memiliki warna: Merah (M), Kuning (K), Hijau
(H), Biru (B), dan Putih (P).
Rangkaian bunga: MK = KM, KH = HK HB = BH
MH = HM KB = BK HP = PH
MB = BM KP = PK BP = PB
MP = PM
Banyaknya rangkaian bunga adalah 10 (tanpa memperhatikan urutan rangkaian) atau
dengan menggunakan rumus:
= rangkaian
Catatan:
Kesalahan yang dilakukan Upin disebabkan karena kesulitan membedakan makna
memperhatikan urutan (permutasi) dengan tanpa memperhatikan (kombinasi)



52
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kasus 4
Tiga siswa hendak memecahkan masalah kombinasi berikut ini:
Ada 12 orang, terdiri dari 7 wanita dan 5 pria. Dari 12 orang akan ditentukan delegasi
yang terdiri dari 4 orang. Berapa banyak cara untuk memilih delegasi sebanyak 4
orang jika delegasi terdiri 2 wanita dan 2 pria ?
Jawaban Siswa 1:
(1) Memilih 2 wanita dari 7 wanita yang ada

(2) Memilih 2 pria dari 5 pria yang ada

Banyaknya delegasi yang terdiri atas 2 wanita dan 2 pria = 21 + 10 = 31
Jawaban Siswa 2:
(3) Memilih 2 wanita dari 7 wanita yang ada

(4) Memilih 2 pria dari 5 pria yang ada

Banyaknya delegasi yang terdiri atas 2 wanita dan 2 pria = 21 x 10 = 210

Diskusi
Menurut anda, penjelasan siswa yang manakah yang benar sesuai dengan konsep
permutasi atau kombinasi?

Pembahasan
Jawaban yang benar adalah jawaban siswa 2, dengan alasan banyaknya cara
masing-masing pendelegasian wanita dan pria dikalikan karena pria dan wanita
berkombinasi dalam pendelagasian.
Sedangkan alasan siswa 1 adalah: kedua cara tersebut digabung sehingga
dijumlahkan.




53
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kasus 5
Terdapat 10 kandidat karyawan yang terdiri dari 6 Sarjana Ekonomi dan 4 Sarjana
Teknik. Berapa peluang terpilih 3 orang yang terdiri dari 2 Sarjana Ekonomi dan 1
Sarjana Teknik? Apakah 0,5 atau 19/120?

Diskusi
Apakah penghitungan peluang terpilih 3 orang yang terdiri dari 2 Sarjana Ekonomi
dan 1 Sarjana Teknik menggunakan cara:
(1) Pemilihan 2 Sarjana Ekonomi dan 1 Sarjana Teknik =
( C
2
6
6!
4 2
15 = =
! !
) x ( C
1
4
4
3 1
4 = =
!
! !
)
= 15 x 4 = 60
P(2SE dan 1 ST) =
60
120
= 0.5
(2) Pemilihan 2 Sarjana Ekonomi dan 1 Sarjana Teknik =
( C
2
6
6!
4 2
15 = =
! !
) + ( C
1
4
4
3 1
4 = =
!
! !
)
= 15 + 4 = 19
P(2SE dan 1 ST) = 19/120

Pembahasan
Pemilihan 2 dari 5 Sarjana Ekonomi = C
2
6
6!
4 2
15 = =
! !

Pemilihan 1 dari 4 Sarjana teknik = C
1
4
4
3 1
4 = =
!
! !

n = Pemilihan 2 Sarjana Ekonomi dan 1 Sarjana Teknik = 15 x 4 = 60
N = Pemilihan 3 dari 10 kandidat karyawan = C
3
10
10!
3 7
120 = =
! !

P(2SE dan 1 ST) =
60
120
= 0.5

Uraian Materi
A. Data, Tabel, dan Diagram
- Tujuan dari pembuatan tabel distribusi frekuensi adalah untuk mengatur data mentah
(belum dikelompokkan) ke dalam bentuk yang rapi tanpa mengurangi inti informasi yang
ada.


54
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
- Histogram adalah suatu diagram batang dari distribusi frekuensi.
- Polygon frekuensi adalah diagram garis dari suatu distribusi frekuensi. Polygon frekuensi
diperoleh dengan menghubungkan titik yang merupakan pasangan koordinat titik tengah
dan frekuensi setiap kelas.
- Keuntungan histogram dibanding polygon frekuensi adalah bahwa masing-masing kelas
ditunjukkan oleh sebuah batang yang jelas dan luas batang mencerminkan frekuensi
interval kelas. Namun, polygon frekuensi juga memiliki keunggulan dibanding histogram.
Polygon frekuensi lebih sederhana dan lebih sedikit garisnya, sehingga lebih pantas untuk
membuat perbandingan secara grafis antara dua atau lebih distribusi frekuensi.

B. Ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data serta
penafsirannya
- Tendensi sentral dapat dinyatakan dalam tiga macam ukuran, yaitu :
- rata-rata (mean)
- median
- modus
- Data Tunggal
MEAN / RATAAN
Diberikan data x
1
, x
2
, x
3
, …….. x
n

n
x
X
n
l i
i ¯
÷
=
MEDIAN
Median adalah nilai tengah setelah data diturutkan.
MODUS
Modus adalah data yang sering muncul

- Data Kelompok
Rata-rata (mean)

n
Rata-rata sampel = x = ∑ x
i
/n

l=1


n
Rata-rata populasi = μ = ∑ x
i
/N

l =1




55
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Median
Median adalah pengukuran tendensi sentral berdasarkan nilai data yang terletak ditengah-
tengah (midpoint) dari suatu distribusi data penelitian yang disusun secara berurutan.

Modus = L + i
d
d d
1
1 2
+
|
\

|
.
|

- Fraktil
Fraktil adalah nilai-nilai data yang membagi seperangkat data yang telah terurut
menjadi beberapa bagian yang sama.
Kuartil

Untuk data yang dikelompokkan, nilai median (Me) dan kuartil (Q) ditentukan dengan
rumus sebagai berikut.

Desil

Dalam hal ini i = 1, 2, 3, ..., 9 dan n = banyak data. Untuk data yang disusun dalam
daftar distribusi frekuensi, nilai desil ditentukan sebagai berikut.
D
i
= L + i
|
|
|
|
.
|

\
|
÷
×
i
i
f
F
n i
10
Persentil
P
i
= L + i
|
|
|
|
.
|

\
|
÷
×
i
i
f
F
n i
100
- Ukuran Sebaran (Variasi)
( )
1
2
1
2
÷
÷
=
¯
=
n
x x
n
l i
o dengan (x
1
- x ) jarak data terhadap x


56
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
n
C
r
= =

( ) 1 0 s s E P
( ) ( ) 1 = + E P E P
( ) ( ) ( ) B A P B P B dan A P | - =
( ) ( ) A P B A P = |
( ) ( ) ( ) B P A P B dan A P - =
( ) ( ) ( ) ( )
k k
E P E P E P E dan dan E dan E P ......... ..........
2 1 2 1
- =
C. Permutasi, dan kombinasi dalam pemecahan masalah
- Suatu permutasi r unsur, yang diambil dari n unsur yang berlainan, ialah penempatan r
unsur itu dalam satu urutan (r n).

n
P
r
= n (n-1) (n-2) (n-3)……(n-r+1)=

Khususnya
n
P
n
= n (n-1) (n-2) (n-3)…… 1= n!



- Bentuk khusus dari permutasi adalah kombinasi. Jika pada permutasi urutan kemunculan
diperhitungkan, maka pada kombinasi, urutan kemunculan diabaikan.

D. Peluang kejadian dari berbagai situasi serta tafsirannya
- Misalkan sebuah peristiwa E dapat terjadi sebanyak n kali di antara N peristiwa yang
saling eksklusif dan masing-masing terjadi dengan kesempatan yang sama. Maka
peluang peristiwa E terjadi adalah
N
n
dan dituliskan dalam bentuk ( )
N
n
E P = .
- Kita perhatikan frekuensi relatif tentang terjadinya sebuah peristiwa untuk sejumlah
pengamatan. Maka peluang peristiwa itu adalah limit dari frekuensi relatif apabila
jumlah pengamatan diperbesar sampai tak hingga banyaknya.
- Beberapa Aturan Peluang






Rumus ini dapat diperluas untuk k buah peristiwa E
1
, E
2
, ……, E
k
yang independen.
Rumusnya adalah:


E. Statistik inferensial
- Sampel adalah sebagian dari populasi. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur
yang akan kita teliti.
- Cara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik sampling atau teknik
pengambilan sampel.


57
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
- Ukuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting
manakala jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan
analisis kuantitatif. Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitatif, ukuran sampel
bukan menjadi nomor satu, karena yang dipentingkan adalah kekayaan informasi. Walau
jumlahnya sedikit tetapi jika kaya akan informasi, maka sampelnya lebih bermanfaat.
- Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu, sampel acak atau random
sampling/probability sampling, dan sampel tidak acak atau nonrandom
samping/nonprobability sampling. Di setiap jenis teknik pemilihan tersebut, terdapat
beberapa teknik yang lebih spesifik lagi. Pada sampel acak (random sampling) dikenal
dengan istilah simple random sampling, stratified random sampling, cluster
sampling, systematic sampling, dan area sampling. Pada nonprobability sampling
dikenal beberapa teknik, antara lain adalah convenience sampling, purposive
sampling, quota sampling, snowball sampling
- Hipotesis statistik adalah dugaan tentang parameter suatu populasi
- Prosedur umum dalam pengujian hipotesis:
1. Menetapkan rumusan H
0
(H
0
selalu menggunakan “=”)
2. Menetapkan rumusan H
1
(“>”, “<” atau “≠”) yang sesuai dengan kebutuhan (sesuai
hipotesis penelitian)
3. Menetapkan nilai tingkat signifikan (α) probabilitas menolak kesalahan tipe I.
4. Menetapkan kriteria penolakan H
0
termasuk didalamnya menentukan statistik yang
sesuai (Z, t atau f)
5. Menghitung nilai statistik yang digunakan
6. Menarik kesimpulan (H
0
diterima atau ditolak) kesimpulan yang masih mendukung
tingkat kesalahan tergantung α).
- Hipotesis null yang akan diuji pada pengujian mean satu populasi adalah:

H
0
: µ = µ
0

- Hipotesis null yang akan diuji pada uji kesamaan mean dua populasi adalah:
H
0
: µ
1
- µ
2
= µ
0


- Untuk mencari besarnya hubungan antara dua variabel atau lebih biasanya digunakan
analisis korelasi





58
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 4.
Limit dan Turunan Fungsi
Indikator:
1. Menganalisis limit fungsi aljabar di satu titik atau di tak hingga
2. Menganalisis limit fungsi trigonometri di satu titik
3. Menganalisis bentuk tak tentu dari limit fungsi
4. Menganalisis bentuk tak tentu dari limit fungsi aljabar
5. Menganalisis bentuk tak tentu dari limit fungsi trigonometri
6. Menganalisis turunan fungsi aljabar dengan menggunakan aturan turunan
7. Menganalisis turunan fungsi trigonometri dengan menggunakan aturan turunan
8. Menganalisis turunan fungsi komposisi dengan aturan rantai
9. Menganalisis persamaan garis singgung pada suatu kurva
Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Kasus 1
Pada saat anda mengajarkan konsep limit di kelas, tiba-tiba salah seorang siswa
mengajukan pertanyaan seperti ini:
“Pak/Bu, kelihatannya kalau kita akan menentukan nilai limit suatu fungsi pada suatu
bilangan tertentu c, terkadang kita cukup mensubtitusi c ke dalam fungsi tersebut. Artinya
nilai limitnya sama saja dengan nilai fungsinya di titik c itu. Tetapi terkadang kita gagal
melakukan hal seperti itu, sebab setelah disubtitusi secara langsung, kita memperoleh hal
yang aneh-aneh, misalnya , atau , atau , atau ∞ – ∞ , atau , atau , dsb.
Kalau hasil yang diperoleh seperti itu, ternyata kita belum berhasil menentukan nilai
limit fungsi itu di titik c secara langsung, sehingga kita biasanya memfaktorkan lebih dahulu
kemudian pada akhirnya kita tidak lagi memperoleh hal yang aneh-aneh. Setelah nilai c
disubtitusi maka kita menyatakan bahwa nilai limitnya adalah nilai fungsinya lagi di c setelah
disubtitusi.
Mengapa hal-hal seperti di atas dapat terjadi Pak/Bu?


59
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Saya menjadi ragu-ragu Pak/Bu, sepertinya nilai limit mirip saja dengan nilai fungsi di
suatu titik”
Bagaimana Anda sebagai guru memberi respon kepada siswa tersebut agar
memperoleh kejelasan tentang konsep limit, sehingga Anda yakin bahwa dengan respon
atau jawaban yang Anda berikan, siswa tersebut tidak lagi mengalami keragu-raguan dalam
menentukan limit suatu fungsi?

Kasus 2
Pak Syarif seorang petani mempunyai lahan seperti pada gambar. Ia ingin
memperluas lahannya sehingga menjadi daerah persegi panjang dan setiap sisi persegi
panjang menyinggung pinggir lahan yang sudah ada.
Jika Anda sebagai guru akan mengajarkan kepada para siswa agar ada diantara
mereka yang dapat memecahkan masalah Pak Syarif, bagaimana cara Anda melakukan hal
itu?



Kasus 3
Seorang pemilik warung nasi meminta kepada salah seorang siswa Anda untuk
mendesain sebuah kotak dengan volume terbesar. Kotak dibuat dari karton yang berbentuk
persegi panjang dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 10 cm. Cara pembuatannya
dilakukan dengan membuang bagian-bagian yang terpotong (lihat gambar) kemudian
melipatnya pada garis putus-putus.
Siswa tersebut meminta petunjuk kepada Anda sebagai gurunya, tentang bagaimana
ia dapat menolong pemilik warung tadi agar keinginannya terpenuhi.
Sebagai guru, bagaimana Anda member petunjuk kepada siswa tersebut agar ia
dapat memenuhi harapan pemilik warung?










60
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kasus 4
Walaupun telah melalui diskusi kelompok, para siswa yang Anda ajar masih
mengalami kesulitan dalam memahami cara mendeteksi terjadi atau tidaknya nilai ekstrim
lokal untuk suatu fungsi yang diketehui.
Sebelumnya anda telah memberikan arahan bahwa untuk mencari nilai ekstrim suatu
fungsi pada suatu interval terbuka, tentukan suatu titik di dalam interval tersebut. Misalnya x
= m yang diduga sebagai penyebab terjadinya nilai ekstrim, kemudian gunakan turunan
pertama dan turunan kedua untuk interval tertentu yang salah satu batasnya adalah m.
Bagaimana tindakan dan strategi yang dapat Anda tempuh pada pembelajaran di
kelas agar para siswa benar-benar sudah dapat memahami cara mendeteksi ada tidaknya
nilai ekstrim lokal suatu fungsi pada suatu interval terbuka?

Kasus 5
Pada matematika di SD/SMP telah dipelajari hal-hal seperti berikut:
1. Luas daerah segitiga adalah setengah dari perkalian alas dan tingginya.
2. Luas daerah lingkaran yang berjari-jari r adalah
3. Luas daerah trapesium adalah setengah dari hasil kali antara jumlah dua sisi sejajar
dengan tingginya.
Pada pembelajaran kalkulus/integral di SMA/MAN/SMK Anda menginformasikan
kepada siswa bahwa ketiga hal tersebut di atas dapat ditunjukkan kebenarannya melalui
teori integral.
Bagaimana Anda menunjukkan ketiga hal tersebut dalam pembelajaran di kelas
dengan catatan model/pendekatan pembelajaran yang Anda terapkan adalah model/
pendekatan yang berpusat pada siswa?

Uraian Materi
1. Limit Fungsi
a. Limit Fungsi di Satu Titik
Membicarakan tentang limit fungsi di satu titik berarti memperhatikan
kecenderungan nilai fungsi pada titik-titik lain yang semakin dekat ke titik tersebut. Perlu
dicatat bahwa kita tidak perlu mempersoalkan nilai fungsi di titik tersebut.
Sebagai ilustrasi, perhatikan fungsi



61
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Fungsi f tidak terdefinsi pada x=2. Sekarang bagaimanakan nilai-nilai fungsi f jika
x semakin mendekati 2?
Selidiki nilai fungsi f untuk nilai-nilai x yang diberikan

X 5 4 3 2,5 2,4 2,1 2,01 2,001 2,0001 ...
f(x)

X 0 1 1,5 1,9 1,99 1,999 1,9999 ...
f(x)

Anda sekarang diharapkan dapat menyimpulkan bahwa jika x semakin dekat ke
bilangan 2 (baik dari kanan maupun dari kiri) maka nilai f semakin dekat ke bilangan 5.
Dalam kasus ini dikatakan bahwa limit fungsi f untuk x mendekati 2 adalah 5.
Hal ini dapat ditulis seperti berikut.
5 ) ( lim
2
=
÷
x f
x
atau 5
2
6
lim
2
2
=
÷
÷ +
÷
x
x x
x

Coba anda selidiki dengan cara seperti diatas
) ( lim
0
x g

,
) 1 (
2 2
) (
2 3
+
÷ + ÷
x x
x x x
x g
Teorema limit utama. Andaikan n bilangan bulat positif, k konstanta, dan f dan g
adalah fungsi-fungsi yang mempunyai limit di c. Maka
1. k k
c x
=
÷
lim
2. c x
c x
=
÷
lim
3. ) ( lim ) ( lim x f k x kf
c x c x ÷ ÷
=
4. | | ) ( lim ) ( lim ) ( ) ( lim x g x f x g x f
c x c x c x ÷ ÷ ÷
+ = +
5. | | ) ( lim ) ( lim ) ( ) ( lim x g x f x g x f
c x c x c x ÷ ÷ ÷
÷ = ÷
6. | | ) ( lim ). ( lim ) ( ). ( lim x g x f x g x f
c x c x c x ÷ ÷ ÷
=
7.
) ( lim
) ( lim
) (
) (
lim
x g
x f
x g
x f
c x
c x
c x
÷
÷
÷
= , asalkan 0 ) ( lim =
÷
x g
c x

8. | | | |
n
c x
n
c x
x f x f ) ( lim ) ( lim
÷ ÷
=
9. n
c x
n
c x
x f x f ) ( lim ) ( lim
÷ ÷
= , asalkan 0 ) ( lim >
÷
x f
c x
bilamana n genap


62
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
b. Limit Fungsi Trigonometri
Ada dua hal penting yang lebih dahulu harus kita pahami dalam mempelajari
limit fungsi trigonometri yaitu menunjukkan bahwa 1
sin
lim
0
=
÷
x
x
x
dan 0
cos 1
lim
0
=
÷
÷
x
x
x
.
Untuk menunjukkan kedua hal tersebut perhatikan uraian berikut
Andaikan bahwa t > 0. Perhatikan bahwa bila 0 ÷ t , titik P bergerak ke arah (1,
0), sehingga 1 cos lim
0
=
÷
t
t
0 sin lim
0
=
÷
t
t










Selanjutnya, untuk 0 ,
2 2
= < < ÷ t t
t t
, digambarkan potongan garis vertikal BP
dan busur BC seperti tampak pada gambar. (Bila t < 0, daerah yang terpotong akan
merupakan pencerminan terhadap sumbu-x). Jelasnya
) ( ) ( ) ( OAP sektor Luas OBP Luas OBC sektor Luas s A s
Sehingga diperoleh
( ) ( ) t t t t t
2 2
1
2
1
sin cos
2
1
cos
2
1
s s
Setelah mengalikan dengan 2 dan dibagi dengan bilangan positif t t cos dan
menyatakan
( )
t
t sin
adalah positif.
t t
t
t
cos
1 sin
cos s s
Dengan menggunakan teorema Apit, dari ketidaksamaan ganda ini akan
diperoleh:
1
sin
lim
0
=
÷
t
t
t

sebagai hasil yang pertama
Hasil kedua, dapat kita peroleh dengan mudah dari hasil yang pertama
P (cos t, sin t)
t
A (1,0)
x
y
P (cos t, sin t)
t
A (1,0)
x
y
B
C


63
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
( )
( ) ( )
0
2
0
. 1
cos 1 lim
sin lim
.
sin
lim
cos 1
sin
lim
cos 1
cos 1
lim
cos 1
cos 1
.
cos 1
lim
cos 1
lim
0
0
0
2
0
2
0 0 0
= =
+
=
+
=
+
÷
=
+
+ ÷
=
÷
÷
÷
÷ ÷
÷ ÷ ÷
t
t
t
t
t t
t
t t
t
t
t
t
t
t
t
t
t
t t
t t t

2. Turunan Fungsi
a. Pengertian
Turunan suatu fungsi f adalah suatu fungsi lain f „ yang nilainya pada sebarang bilangan
a adalah
h
a f h a f
a f
h
) ( ) (
lim ) ( '
0
÷ +
=
÷

Dengan catatan limit ini ada
Apabila limit tersebut ada, maka dikatakan bahwa fungsi f terturunkan pada a.
b. Teorema-Teorema Tentang Turunan
1. (Aturan Fungsi Konstanta). Jika k x f = ) ( , dengan k suatu konstanta maka
untuk sebarang x, 0 ) ( ' = x f , yakni
0 ) ( = k D
2. (Aturan Fungsi Identitas). Jika x x f = ) ( , maka 1 ) ( ' = x f , yakni
1 ) ( = x D
3. (Aturan Pangkat). Jika
n
x x f = ) ( , dengan n bilangan-bilangan bulat positif,
maka
1
) ( '
÷
=
n
nx x f , yakni
1
) (
÷
=
n n
nx x D
4. (Aturan Kelipatan Konstan). Jika k suatu konstanta dan f suatu fungsi yang
terdiferensialkan, maka ) ( ' . ) ( )' ( x f k x kf = , yakni
| | ) ( .. ) ( . x Df k x f k D =
5. (Aturan Jumlah). Jika f dan g fungsi-fungsi yang terdiferensialkan, maka
) ( ' ) ( ' ) ( )' ( x g x f x g f + = + , yakni
| | ) ( ) ( ) ( ) ( x Dg x Df x g x f D + = +
6. (Aturan Selisih). Jika f dan g fungsi-fungsi yang terdiferensialkan, maka
) ( ' ) ( ' ) ( )' ( x g x f x g f ÷ = ÷ , yakni
| | ) ( ) ( ) ( ) ( x Dg x Df x g x f D ÷ = ÷


64
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
7. (Aturan Hasilkali). Andaikan f dan g fungsi-fungsi yang dapat didiferensialkan,
maka ) ( ). ( ' ) ( ' ). ( ) ( )' . ( x g x f x g x f x g f + =
| | ) ( ). ( ) ( ) ( ) ( ) ( x g x Df x Dg x f x g x f D + =
8. (Aturan Hasilbagi). Andaikan f dan g fungsi-fungsi yang dapat didiferensialkan
dengan 0 ) ( = x g , maka
( )
) (
) ( ' ) ( ) ( ) ( '
2
x g
x g x f x g x f
x
g
f ÷
=
|
|
.
|

\
|

Yakni
) (
) ( ). ( ) ( ). (
) (
) (
2
x g
x Dg x f x g x Df
x g
x f
D
÷
=

c. Penggunaan turunan
Turunan dapat digunakan pada masalah:
1) Maksimum dan minimum
Definisi:
Andaikan S, daerah asal f, memuat titik c. Kita katakan bahwa:
I. ) (c f adalah nilai maksimum f pada S jika ) ( ) ( x f c f > untuk semua x di S;
II. ) (c f adalah nilai minimum f pada S jika ) ( ) ( x f c f s untuk semua x di S;
III. ) (c f adalah nilai ekstrim f pada S jika ia adalah nilai maksimum atau nilai
minimum.
Contoh
Seorang peternak mempunyai 100 meter kawat berduri yang akan dipakai
membuat dua pagar identik yang berdampingan, seperti diperlihatkan pada
gambar. Berapa ukuran seluruh keliling agar luas maksimum?






Penyelesaian:
Andaikan x adalah lebar dan y adalah panjang seluruh keliling, keduanya dalam
meter. Karena tersedia 100 meter kawat,
100 2 3 = + y x atau x y
2
3
50 ÷ =

y
x


65
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Luas total A diberikan oleh
2
2
3
50 x x xy A ÷ = =
Karena harus terdapat tiga sisi sepanjang x, berarti masalah kita adalah
memaksimumkan A pada

3
100
, 0 .
x
dx
dA
3 50 ÷ =
Bila kita tetapkan x 3 50 ÷ sama dengan 0 dan diselesaikan. Diperoleh
3
50
= x .
Jadi terdapat tiga titik kritis: 0,
3
50
, dan . Kedua titik ujing 0 dan
3
100

memberikan A = 0, sedangkan
3
50
= x menghasilkan A = 416,67. Ukuran yang
kita inginkan adalah
3
50
= x meter dan 25 = y meter.
2) Penerapan ekonomi
Setiap bidang ilmu mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. Begitu pula untuk
ekonomi, namun kita banyak menemukan banyak masalah ekonomi sebenarnya
merupakan masalah kalkulus.
Contoh
Andaikan biaya total
3
40 25 , 3 8300 ) ( x x x C + + = rupiah. Cari biaya rata-rata tiap
satuan dan biaya marjinal dan hitung mereka bilamana x = 1000.
Penyelesaian:
Biaya rata-rata
x
x x x C
x
x C
3
1
40 25 , 3 8300 ) ( ) ( + + =
=
Biaya marjinal
3
2
3
40
25 , 3
÷
+ = x
dx
dC

Pada x = 1000, ini masing-masing mempunyai nilai 11,95 dan 3,38. Ini berarti
bahwa rata-rata biaya tiap satuan adalah Rp. 11.950 untuk memproduksi 1000
satuan yang pertama; untuk memproduksi satuan tambahan di atas 1000 hanya
memerluka biaya Rp. 3.380.
3) Limit di ketakhinggaan
4) Penggambaran grafik canggih
5) Teorema nilai rata-rata
3
100


66
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 5.
Geometri
Indikator:
1. Menganalisis hubungan antara dua garis,serta besar dan jenis sudut.
2. Menganalisis sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua
garis sejajar berpotongan dengan garis lain.
3. Melukis sudut.
4. Membagi sudut.
5. Mmemecahkan masalah yang berkaitan keliling dan luas bangun segitiga dan
segiempat serta menggunakannya dalam memecahkan masalah sehari-hari
5. Memecahkan masalah yang berkaitan keliling, dan luas lingkaran, serta
menggunakannya dalam memecahkan masalah sehari-hari
6. Mendesain hubungan sudut, panjang, busur,luas juring dalam memecahkan masalah
7. Menganilisis panjang garis singgung persekutuan dua linghkaran
8. Melukis lingkaran luar dan lingkaran dalam suatu segitiga

Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Kasus 1
Seorang tukang kayu (Pak Amir). Kesulitan membagi tiga sama besar sebuah balok.Pak Amir
minta tolong kepada Budi dan Sam.Budi dan Sam mempunyai cara yang berbeda dalam
membagi balok tersebut sbb:
Budi melakukan cara sebagai berikut:
1. membuat garis AB(A dan B Ujung Balok)
2. Menarik garis AC melalui A
3. Dengan menggunakan jangka Budi membuat busur yang:
- Yang berpusat di A,sehingga memotong garis AC di P
- Berpusat di P dan berjari-jari AP, sehingga memotong AC di Q
- Berpusat di Q dan berjari-jari PQ, sehingga memotong AC di R,
4. Budi menarik garis RB,


67
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
5. Kemudian Budi menarik garis melalui P da Q sejajar dengan garis RB,serta memotong
garis AB di titik M dan N
6. Budi menyimpulkan bahwa panjang garis AM=panjang garis MN=panjang garis NB
Sam melakukan cara sebagai berikut:
1. membuat garis AB(A dan B Ujung Balok)
2. Menarik garis AC melalui A
3. Dengan menggunakan jangka Budi membuat busur yang:
- Yang berpusat di A,sehingga memotong garis AC di P
- Berpusat di A dan berjari-jari AP, sehingga memotong AC di Q
- Berpusat di A dan berjari-jari AQ, sehingga memotong AC di R, 4.
4. Budi menarik garis RB,
5. Kemudian Budi menarik garis melalui P da Q sejajar dengan garis RB,serta memotong
garis AB di titik M dan N
6. Budi menyimpulkan bahwa panjang garis AM=panjang garis MN=panjang garis NB
Menurut Bapak/Ibu, cara siapa yang benar. Jelaskan jawaban Anda

Kasus 2
Seorang guru memberi soal kepada siswanya sebagai berikut:
Tentukan nilai X dari gambar berikut ini:







Semua siswa dalam satu kelas,tidak ada yang menjawab benar.Menurut bapak/ibu apakah
soal tersebut di atas sudah benar?. Jika tidak. Berilah koreksi pada soal tersebut di atas.
Kemudian tentukanlah solusinya.

Kasus 3
Seorang guru memberi soal kepada siswanya sebagai berikut:
Perhatikan gambar di bawah ini. Jika a:b=3:2, dan c:d=2:3. Tentukan nilai dari :a,b,c,d,e,
dan f.

X
0
32
0


68
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM




Seorang siswa bernama Adi. menjawab sebagai berikut.
Misalkan a=30
0
, maka b= 20
0
, karena a: b=3:2
Misalkan c=40
0
, maka d= 60
0
, karena c:d =2:3.
Karena jumlah sudut segitiga=180
0
, maka f= 120
0

Karena c berpelurus dengan d dan e, maka e=80
0
.
Menurut bapak/ibu, apakah jawaban Adi tersebut di atas benar? Jika iya berikan alasan,dan
jika salah juga berikan alasan,serta kremukakan jawaban yang benar

Kasus 4
Seorang guru memberi soal kepada siswanya sebagai berikut: Lukislah sudut 30
0
.
Terdapat 2 kelompok siswa yang memberi cara yang berbeda sebagai berikut:
Kelompok 1:
- Menetapkan titik A
- Menarik garis l melalui A
- Membuat busur lingkaran yang berpusat di A dan memotong garis l di B
- Membuat busur lingkaran yang berpusat di B, dengan jari-jari tetap, serta memotong
busur pertama di C
- Membuat busur lingkaran yang berpusat di C, dengan jari-jari tetap dan memotong
busur ke-2 di D
- Menghubungkan titik A dan D

Kelompok 2
- Menetapkan titik A
- Menarik garis l melalui A
- Membuat busur lingkaran yang berpusat di A dan memotong garis l di B
- Membuat busur lingkaran yang berpusat di B, dengan jari-jari tetap, serta memotong
busur pertama di C
- Menghubungkan titik A dan C
Menurut bapak/ibu kelompok yang mana memberi jawaban yang benar? Jelaskan jawaban
anda.

f
e
d
c
b a


69
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kasus 5
Perhatikan digram Venn di bawah ini:


















Keterangan:
= Segiempat
= Jajargenjan
= Persegipanjang
= Persegi
= layang-layang
= Trapesium
= Belah ketupat
Menurut bapak/ibu. Apakah diagram Venn diatas, tepat menggambarkan
keterkaitan;Jajargenjang,persegipanjang,persegi, dan belah ketupat?. Jelaskan jawaban
anda.

Kasus 6
Pak Amir mempunyai sebidang tanah berbentuk persegipanjang. Pak Amir membagi
tanahnya menjadi 5 bagian yang berbentuk segitiga.Tiga bagian segitiga ditanami jagung,


70
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
dan 2 segitiga lainnya ditanami sayuran. Keadaan tanah pak Amir,digambarkan sebagai
berikut:
Segitiga yang diarsir ditanami jagung, sedangkan Segitiga
yang tidak diarsir ditanami sayur. Ukuran-ukuran tanah pak
Amir sebagai berikut AD = 12 cm, AB = 7 cm, dan EF = 5
cm. Suatu Saat, pak Amir berkeinginan menghitung luas
tanahnya yang ditanami jagung.Pak Amir meminta bantuan
pada guru matematika. Kemudian guru matematika tersebut
menghitung luas tanah yang ditanami jagung,dengan cara
sebagai berikut:
- Menghitung luas trapesium AEFD= ½(5+12)x7= 119/2 cm
2

- Menghitung luas`segitiga EFG= 1/2x 5x7= 35/2 cm
2

- Luas trapesium AEFD-Luas segitiga EFG= 42 cm
2
= Luas segitiga yang tidak diarsi
- Luas segitiga yang diarsir= luas persegipanjang-luas segitiga yang tidak diarsir=
12x7-42= 84-42= 42 cm
2

Menurut bapak/ibu. Apakah cara yang dilakukan guru matematika tersebut sudah tepat?
Jelaskan jawaban anda, kemudian cari cara lain untuk menentukan luas daerah
yang diarsir.

Kasus 7
Budi memiliki benang yang panjangnya
( )
10 89 + 41 cm.Budi ingin membuat rangka
layang-layang yang setiap ujungnya-ujungnya dihubungkan dengan tali, dan sebilah bambu
yang panjangnya 60 cm sebagai rangka tegak. Namun Budi mendapatkan masalah dalam
menentukan panjang bilah bambu yang digunakan sebagai rangka horisontal, agar benang
yang dia miliki terpakai.Sebagai guru matematika, Bapak/ibu diharapkan mengatasi masalah
budi tersebut.
Catatan: lilitan benang diabaikan
Kasus 8
Budi menggambar suatu lingkaran dengan keliling 30 cm. Kemudian Budi membagi diameter
lingkaran tersebut menjadi lima bagian yang tidak sama panjang (d1,d2,d3,d4,d5).
Kemudian Budi membuat 5 lingkaran kecil (L1, L2,L3,L4,L5) saling bersinggungan.L1
lingkaran pertama dengan diameter d1, L2 lingkaran ke-2 dengan diameter d2, dst. Budi
berkesimpulan bahwa jumlah keliling ke 5 lingkaran kecil selalu lebih kecil dari 30 cm.
Menurut bapak/ibu, apakah kesimpulan Budi tersebut benar. Analisis kesimpulan Budi.

G
F
E
D
C
B
A


71
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 6

PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Indikator:
Setelah mengikuti Kegiatan Belajar 6, Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang:
1. Pengertian silabus;
2. Landasan pengembangan silabus;
3. Prinsip pengembangan silabus;
4. Unit waktu silabus;
5. Pengembang silabus;
6. Langkah-langkah pengembangan silabus;
7. Pengembang silabus berkelanjutan;
8. Contoh model silabus.
Selain itu, setelah mempelajari Kegiatan Belajar 6, diharapkan Anda dapat
mengembangkan atau membuat contoh silabus pembelajaran matematika.

Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Kasus 1
Pak Sahid adalah seorang guru matematika di salah satu sekolah yang ada di Kota Makassar.
Sebagai guru yang profesional, maka beliau harus memiliki kelengkapan mengajar, salah
satu adalah silabus. Salah satu silabus yang beliau kembangkan seperti berikut:


72
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
SILABUS

Jenjang : SMA
Kelas/Semester : X/1
Mata Pelajaran : Matematika
Alokasi Waktu : 32 x 45 menit
Standar Kompetensi : Memecahkan masalah berkaitan system persamaan dan pertidaksamaan linear dan kuadrat
No.
Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
1.




Menentukan
himpunan
penyelesaian
persamaan
dan
pertidaksama
an linear
 Persamaan dan
pertidaksamaan
linear serta
penyelesaiannya

 Menjelaskan pengertian
persamaan linear
 Menyelesaikan persamaan
linear
 Menjelaskan pengertian
pertidaksamaan linear
 Menyelesaikan
pertidaksamaan linear
 Menyelesaikan masalah
program keahlian yang
berkaitan dengan
persamaan dan
pertidaksamaan linear
 Persamaan linear
ditentukan
penyelesaiannya
 Pertidaksamaan
linear ditentukan
penyelesaiannya
 Kuis
 Tes lisan
 Tes tertulis
 Pengamata
n
 Penugasan

8 jam  Modul
persamaan
dan
pertidaksa
maan
kuadrat
 Buku
referensi
lain yang
relevan
2. Menentukan
himpunan
penyelesaian
persamaan
dan
pertidaksama
an kuadrat
 Persamaan dan
pertidaksamaan
kuadrat serta
penyelesaiannya
 Akar – akar
persamaan kuadrat
dan sifat – sifatnya
 Menjelaskan pengertian
persamaan dan
pertidaksamaan kuadrat
 Menjelaskan akar – akar
persamaan kuadrat dan
sifat - sifatnya
 Menyelesaikan persamaan
dan pertidaksamaan
kuadrat
 Persamaan
kuadrat
ditentukan
penyelesaiannya
 Pertidaksamaan
kuadrat
ditentukan
penyelesaiannya
 Kuis
 Tes lisan
 Tes tertulis
 Pengamata
n
 Penugasan

12 jam  Modul
persamaan
dan
pertidaksa
maan
kuadrat
 Buku
referensi
lain yang
relevan


73
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
3. Menerapkan
persamaan
dan
pertidaksama
an kuadrat
 Menyusun
persamaan kuadrat
 Penerapan
persamaan dan
pertidaksamaan
kuadrat dalam
program keahlian
 Menyusun persamaan
kuadrat berdasarkan akar –
akar yang diketahui
 Menyusun persamaan
kuadrat berdasarkan akar –
akar persamaan kuadrat
yang lain
 Menyelesaikan masalah
program keahlian yang
berkaitan dengan
persamaan dan
pertidaksamaan kuadrat
 Persamaan
kuadrat disusun
berdasarkan akar
– akar yang
diketahui
 Persamaan
kuadrat baru
disusun
berdasarkan akar
– akar
persamaan
kuadrat lain
 Persamaan dan
pertidaksamaan
kuadrat
diterapkan dalam
menyelesaikan
masalah program
keahlian
 Kuis
 Tes lisan
 Tes tertulis
 Pengamata
n
 Penugasan

12 jam  Modul
persamaan
dan
pertidaksa
maan
kuadrat
 Buku
referensi
lain yang
relevan

............…………, ………………20.....
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran



................................................... ..........................................
NIP. NIP.





74
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Berdasarkan silabus yang dikembangkan tersebut, Pak Sahid mengklaim telah
mengembangkan silabus berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Berdasarkan Kasus 1 di atas, lakukan analisis terhadap kasus tersebut!
Analisis dilakukan terhadap:
1. Kesesuaian dengan prinsip-prinsip pengembangan silabus
2. Kadar ilmiah (kadar kebenaran secara keilmuan dari keseluruhan materi dan kegiatan
yang menjadi muatan dalam silabus)
3. Relevansi (kesesuaian cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian
materi dalam silabus dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional,
dan spritual siswa sasaran silabus)
4. Sistematika (kadar hubungan secara fungsional antar komponen-komponen silabus
dalam mencapai kompetensi)
5. Konsistensi (kadar hubungan yang konsisten atau ajeg, taat asas antara kompetensi
dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran,
sumber belajar, dan sistem penilaian)
6. Tingkat kecukupan (tingkat memadainya cakupan indikator, materi pokok, pengalaman
belajar siswa, sumber belajar, dan sistem penilaian dalam menunjang pencapaian
kompetensi dasar)
7. Tingkat keaktualan dan kekontekstualan (tingkat muatan dalam cakupan indikator,
materi pokok, pengalaman belajar siswa, sumber belajar, dan sistem penilaian terhadap
perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa
yang terjadi)
8. Tingkat fleksibilitas (tingkat akomodasi keseluruhan komponen silabus terhadap
keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan
tuntutan masyarakat)
9. Menyeluruh (cakupan keseluruhan ranah kompetensi yaitu kognitif, afektif, psikomotor
dalam komponen silabus)

Uraian Materi
A. Pengertian Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan


75
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian (BSNP, 2006: 14).

B. Landasan Pengembangan Silabus
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2):
”Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah,
mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka
dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota
yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA dan SMK, dan
departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan
MAK”.

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan Pasal 20:
”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran
yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran,
sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Pada Kegiatan Belajar 1 ini, Anda akan
mempelajari tentang pengertian silabus, landasan pengembangan silabus, prinsip
pengembangan silabus, unit waktu silabus, pengembang silabus, langkah-langkah
pengembangan silabus, dan pengembang silabus berkelanjutan, serta contoh model atau
format silabus.

C. Prinsip Pengembangan Silabus
1. Ilmiah
2. Relevan.
3. Sistematis.
4. Konsisten
5. Memadai
6. Aktual dan Kontekstual
7. Fleksibel
8. Menyeluruh





76
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
D. Unit Waktu Silabus
1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan
untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan
pendidikan.
2. Penyusun silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan persemester,
pertahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
3. Implementasi pembelajaran persemester menggunakan penggalan silabus sesuai
dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan
alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum (BSNP, 2006: 15).

E. Pengembang Silabus
1. Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau
berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau pada Kelompok Kerja Guru (KKG), dan Dinas
Pendidikan.
2. Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali
karakteristik siswa, kondisi sekolah, dan lingkungannya.
3. Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan
pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan
untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus
yang akan digunakan oleh sekolah tersebut.
4. Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya
bergabung dengan sekolah-sekolah lain melalui forum MGMP/KKG untuk bersama-
sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalam
lingkup MGMP/KKG setempat.
5. Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan
membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman dalam bidangnya
masing-masing (BSNP, 2006:15).

F. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Dalam mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran,
sebagaimana tercantum pada SI, kita perlu memperhatikan:
a urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi
tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI.


77
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
b keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.
c keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
2. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
Dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian
kompetensi dasar, kita perlu mempertimbangkan:
a. potensi peserta didik;
b. relevansi dengan karakteristik daerah;
c. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta
didik;
d. kebermanfaatan bagi peserta didik;
e. struktur keilmuan;
f. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran;
g. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan
h. alokasi waktu.
3. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan
guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.
Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan
pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat
kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah:
a kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik,
khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara
profesional;
b kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh
peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar;
c harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran;
d penentuan urutan kegiatan pembelajaran;
e rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua
unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu
kegiatan siswa dan materi.
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh
perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan


78
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata
pelajaran, satuan pendidikan, serta potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja
operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar
untuk menyusun alat penilaian.
5. Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan
indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis
maupun lisan, pengamatan, kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas,
proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan
serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang
proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan
berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan
keputusan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian:
a penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi;
b penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan
peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dan bukan untuk menentukan
posisi seseorang terhadap kelompoknya;
c sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan
dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan
kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui
kesulitan siswa;
d hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa
perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remidi bagi peserta didik yang
pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan
bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan;
e sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam
proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas
observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan
proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi
lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
6. Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah
minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan
jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan


79
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan
waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang
beragam.
7. Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan
pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik,
alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi
dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan
indikator pencapaian kompetensi (BSNP, 2006: 15).

G. Pengembangan Silabus Berkelanjutan
Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran, dilaksanakan, dievaluasi, dan ditindaklanjuti oleh masingmasing guru. Silabus
harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil
evaluasi belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana
pembelajaran.

H. Contoh Model Silabus
Contoh model silabus yang diberikan BSNP pada dasarnya ada dua, yaitu model
kolom/matrik (format-1) dan model uraian (format-2) (BSNP, 2006:19). Dalam menyusun
silabus, masing-masing satuan pendidikan dapat menggunakan salah satu format sesuai
dengan kebutuhan. Dalam menyusun urutan KD, urutan penempatan materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, dan seterusnya dapat ditetapkan
oleh masing-masing satuan pendidikan sejauh tidak mengurangi komponen-komponen
silabus.



Uraian Tugas:
1. Tugas ini dikerjakan secara kelompok !
2. Pilihlah satu KD. Pilihan KD jangan sampai sama dengan pilihan kelompok lain !
3. Buat contoh silabus pada KD yang dipilih itu !
4. Mintalah kepada kelompok lain untuk menelaah silabus yang dibuat. Dalam hal ini dapat
digunakan pedoman telaah sebagai berikut:

Latihan 6


80
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
No Aspek Penilaian
Perolehan
Skor
Keterangan
1 Kadar ilmiah (kadar kebenaran secara
keilmuan dari keseluruhan materi dan
kegiatan yang menjadi muatan dalam
silabus)
(Rentang skor
antara 0 – 10)
1. Telaah bersifat
menyeluruh pada
semua komponen
silabus.
2. Skor diberikan
setelah secara
menyeluruh
dicermati kualitas
muatan silabus
dalam setiap
komponen.
3. Skor perolehan
maksimal = 80
2 Relevansi (kesesuaian cakupan,
kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan
penyajian materi dalam silabus dengan
tingkat perkembangan fisik, intelektual,
sosial, emosional, dan spritual siswa
sasaran silabus)
(Rentang skor
antara 0 – 10)

3 Sistematika (kadar hubungan secara
fungsional antar komponen-komponen
silabus dalam mencapai kompetensi)
(Rentang skor
antara 0 – 10)

4 Konsistensi (kadar hubungan yang
konsisten atau ajeg, taat asas antara
kompetensi dasar, indikator, materi
pokok, pengalaman belajar siswa dalam
kegiatan pembelajaran, sumber belajar,
dan sistem penilaian)
(Rentang skor
antara 0 – 10)

5 Tingkat kecukupan (tingakat memadainya
cakupan indikator, materi pokok,
pengalaman belajar siswa, sumber
belajar, dan sistem penilaian dalam
menunjang pencapaian kompetensi
dasar)
(Rentang skor
antara 0 – 10)

6 Tingkat keaktualan dan kekontekstualan
(tingkat muatan dalam cakupan indikator,
materi pokok, pengalaman belajar siswa,
sumber belajar, dan sistem penilaian
terhadap perkembangan ilmu, teknologi,
dan seni mutakhir dalam kehidupan
nyata, dan peristiwa yang terjadi)
(Rentang skor
antara 0 – 10)

7 Tingkat fleksibilitas (tingkat akomodasi
keseluruhan komponen silabus terhadap
keragaman peserta didik, pendidik, serta
dinamika perubahan yang terjadi di
sekolah dan tuntutan masyarakat)
(Rentang skor
antara 0 – 10)

8 Menyeluruh (cakupan keseluruhan ranah
kompetensi yaitu kognitif, afektif,
psikomotor dalam komponen silabus)
(Rentang skor
antara 0 – 10)










81
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 7

PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Indikator:
Setelah mengikuti Kegiatan Belajar 7, Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang:
1. Menjelaskan pengertian RPP;
2. arti penting proses perencanaan pembelajaran dalam proses pencapaian kompetensi
siswa.
3. Menjelaskan komponen RPP
4. Menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan RPP
5. Menjelaskan langkah-langkah penyusunan RPP.
Setelah mempelajari Kegiatan Belajar 8, diharapkan Anda dapat mengembangkan
atau membuat contoh RPP pembelajaran matematika.

Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Kasus 1
Pak Sahid adalah seorang guru matematika di salah satu sekolah yang ada di Kota Makassar.
Sebagai guru yang profesional, maka beliau harus memiliki kelengkapan mengajar, salah
satu adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Salah satu RPP yang beliau
kembangkan seperti berikut:












82
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : VII / II (genap)
Pokok Bahasan : Bangun Segiempat
Sub Pokok Bahasan : Persegipanjang
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Standar Kompetensi
Mengidentifikasi garis, sudut, dan bangun datar, serta dapat menentukan besaran-
besaran yang ada di dalamnya.
B. Kompetensi Dasar
1. Siswa mampu mengenal segiempat dan sifat-sifat bangun segiempat
2. Siswa mampu menghitung besaran-besaran segiempat
C. Indikator Pencapaian Hasil Belajar
1. Siswa dapat mengenal pengertian persegipanjang ditinjau dari sifat-sifatnya
2. Siswa dapat mengenal sifat persegipanjang dari diagonal, sisi, dan sudutnya
3. Siswa dapat menurunkan dan menghitung rumus keliling dan luas persegipanjang
D. Pengalaman Belajar
1. Mendefinisikan pengertian persegipanjang yang ditinjau dari sifat-sifatnya
2. Mendeskripsikan sifat-sifat persegipanjang yang ditinjau dari diagonal, sisi, dan
sudutnya
3. Menemukan dan menghitung rumus keliling dan luas persegipanjang
E. Sumber dan Media Pembelajaran
1. Sumber pembelajaran
a. Buku matematika untuk SMP Kelas VIIB, penerbit Grafindo oleh Wahyudin
Djumanta
b. Buku matematika untuk SMP Kelas VII, penerbit Esis oleh Syamsul Junaidi dan
Eko Siswono
c. Buku matematika untuk SMP Kelas VII, penerbit Departemen Pendidikan Nasional
oleh Dra. Kusrini, M.Pd, dkk.
2. Media pembelajaran
a. Lembar Kerja Siswa (LKS)
b. Kertas, gunting, penggaris, jarum pentul, dan busur derajat



83
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
F. Kegiatan Belajar Mengajar
1. Model pembelajaran : Pengajaran langsung
2. Pendekatan pembelajaran : Kontekstual
3. Metode pembelajaran : Penemuan, tanya jawab, dan pemberian tugas
4. Skenario pembelajaran:
a. Kegiatan Awal
- Guru memberikan salam dan mengabsen siswa
- Guru memotivasi siswa untuk belajar
- Guru memberikan contoh yang terkait dengan materi persegipanjang
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
- Guru menyajikan informasi tentang materi yang akan dibahas
- Guru mengarahkan siswa secara perorangan bekerja sesuai petunjuk dalam
Lembar Kegiatan Siswa dan mengisi Lembar Kegiatan Siswa
- Guru mengarahkan siswa menemukan sifat-sifat bangun persegipanjang
- Guru mengarahkan siswa menjelaskan pengertian persegipanjang
berdasarkan sifat-sifatnya
- Guru mengarahkan siswa dalam menyelesaikan soal-soal latihan
- Guru mencek pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari
c. Kegiatan Akhir
- Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum mereka
pahami
- Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan materi yang telah diterima
- Guru memberikan soal latihan dan menyampaikan judul materi yang akan
dibahas pada pertemuan selanjutnya
G. Penilaian
a) Teknik : Tes
b) Bentuk Instrumen : Pertanyaan tertulis uraian
c) Prosedur Penilaian :
 Penilaian Kelompok : Kerjasama dalam kelompok dan Kemampuan siswa untuk
mempresentasekan hasil kerja
 Penilaian Individu : Keaktifan siswa dalam kelompok, dan mengerjakan LKS.

Berdasarkan RPP yang dikembangkan tersebut, Pak Sahid mengklaim telah mengembangkan
RPP berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).


84
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Berdasarkan Kasus 2 di atas, lakukan analisis terhadap kasus tersebut!
Analisis dilakukan terhadap:
1. Komponen minimal RPP yang dipersyaratkan dalam KTSP
2. Kesesuaian dengan prinsip-prinsip penyusunan RPP
3. Kualitas rumusan indikator
4. Kualitas rumusan tujuan pembelajaran
5. Pemilihan dan pengorganisasian materi ajar
6. Pemilihan sumber belajar/media pembelajaran
7. Pemilihan model, pendekatan, dan metode pembelajaran
8. Kualitas skenario/kegiatan pembelajaran
9. Penilaian hasil belajar

Uraian Materi
A. Pengertian
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan
prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang
ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu)
indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, materi ajar,
metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:
”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar,
metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta
didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun
RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan
bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
B. Komponen RPP
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau
lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan


85
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah:
1. Identitas mata pelajaran, meliputi:
a. Satuan pendidikan,
b. Mata Pelajaran
c. Kelas,
e. Semester,
f. Jumlah pertemuan.
g. Alokasi waktu
2. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang
menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3. Kompetensi dasar,adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik
dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi
dalam suatu pelajaran.
4. Indikator pencapaian kompetensi,
adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan
ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata
pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata
kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan,
sikap, dan keterampilan.
5. Tujuan pembelajaran,
menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik
sesuai dengan kompetensi dasar.
6. Materi ajar,
memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk
butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi
dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom-
petensi.
8. Alokasi waktu,
ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
9. Model/pendekatan/metode pembelajaran,


86
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela-
jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang
telah ditetapkan. Pemilihan model/pendekatan/metode pembelajaran disesuaikan
dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan
kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
10. Kegiatan pembelajaran :
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran
yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian
peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan
pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang
yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini
dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi,
dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas
pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan,
penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.
11. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan
indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

C. PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP
Ada beberapa prinsip penyusunan RPP yang perlu diperhatikan dalam proses
penyusunan/perancangan RPP, diantaranya:
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal,
tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial,
emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang
budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik


87
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang
untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan
berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan,
dan remedi.
5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK,
KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun
dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata
pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan
komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan
kondisi.

D. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP
Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar,
Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Materi Ajar (Materi Pokok), Sumber
Belajar, Model/Pendekatan/Metode Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian.
Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua
merupakan suatu kesatuan.
Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut:
1. Menuliskan Identitas rencana pelaksanaan pembelajaran yang meliputi:
a. Satuan pendidikan.
b. Mata pelajaran
c. Kelas/Semestar
d. Pertemuan
e. Alokasi waktu
f. Standar kompetensi



88
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
2. Menuliskan Standar Kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang
menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan
dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. Pada bagian
ini dituliskan standar kompetensi mata pelajaran, cukup dengan cara mengutip pada
standar isi atau silabus pembelajaran yang telah dibuat oleh guru.
3. Menuliskan Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik
dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi
dalam suatu mata pelajaran. Pada bagian ini dituliskan kompetensi dasar yang harus
dimiliki peserta didik setelah proses pembelajaran berakhir, cukup dengan cara
mengutip pada standar isi atau silabus pembelajaran yang telah dibuat oleh guru.
4. Menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator pencapaian kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau
diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang
menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi
dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan
diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Contoh kata kerja
operasional antara lain mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan,
menceritakan kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan, dan mendeskripsikan.
Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh guru dengan memperhatikan
perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik. Setiap kompetensi dasar dapat
dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian hasil belajar dan
disesuaikan dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. Indikator
dikembangkan oleh guru sekolah sesuai dengan kondisi daerah dan sekolah masing-
masing. Dalam membuat indikator ini, guru juga perlu melihat KD yang sama di kelas
sebelum dan sesudahnya agar lebih tepat dalam menentukan indikator sesuai dengan
kelas di mana KD tersebut diajarkan.
5. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan
dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran
dibuat berdasarkan SK, KD, dan Indikator yang telah ditentukan. Tujuan ini
difokuskan tergantung pada indikator yang dirumuskan dari SK dan KD pada Standar
Isi mata pelajaran matematika yang akan dipelajari siswa. Bila pembelajaran
dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga


89
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan
hasil.
6. Menentukan Materi Pembelajaran
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis
dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7. Menuliskan Materi Prasyarat
Materi Prasyarat ini merupakan materi atau kompetensi yang harus sudah dimiliki
atau dikuasai siswa yang berkaitan dengan materi atau kompetensi yang akan
dipelajari. Dalam pembelajaran matematika, materi prasyarat ini sangat perlu, karena
dalam pembelajaran matematika antara materi satu dengan yang lain saling
berkaitan satu sama lain. Pada proses pembelajaran, kompetensi ini dapat diukur
melalui kegiatan pendahuluan.
8. Alokasi Waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban
belajar. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar,
dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45
menit). Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat
diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada
kompetensi dasarnya.
9. Menentukan Media/Alat/Bahan/Sumber Belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi
dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian
kompetensi. Pada bagian ini dituliskan semua media/alat/bahan/sumber belajar yang
digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.
4. Menentukan Model/Pendekatan/Metode Pembelajaran
Pada bagian ini cantumkan model, pendekatan dan metode pembelajaran yang
diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:
a. Model pembelajaran yang dapat digunakan, misalnya: model pengajaran
langsung, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran berbasis masalah,
dan sebagainya.
b. Pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan, misalnya: pendekatan
kontekstual, Pendekatan matematika realistik, pendekatan problem solving
(pemecahan masalah), pendekatan problem posing (pengajuan masalah),
pendekatan open ended, dan sebagainya.


90
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
c. Metode-metode yang dapat digunakan, misalnya: metode ceramah, penemuan
terbimbing, tanya jawab, diskusi, dan sebagainya.

5. Merumuskan Kegiatan Pembelajaran
a) Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah
kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat
unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan
pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Kegiatan Pendahuluan
 Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan
dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan
illustrasi, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
 Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi
yang akan diajarkan.
 Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang
akan dipelajari oleh peserta didik.
 Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan
dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi
pelajaran secara garis besar.
 Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksana-
an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah
pembelajaran).
2. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan inti
memuat langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat
mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing.
Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat
menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan
pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti
dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau
noncetak. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta


91
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
didik.Kegiatan inti ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses
eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada kegiatan inti ini siswa mendapat
fasilitas atau bantuan untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Pada
kegiatan inti secara garis besar berlangsung hal-hal berikut.
a. Memulai pembelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang nyata
(riil) bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya,
sehingga siswa segera terlibat dalam pelajaran secara bermakna;
b. Permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai dalam pembelajaran;
c. Siswa mengembangkan model-model simbolik secara informal terhadap
persoalan/masalah yang diajukan;
d. Pembelajaran berlangsung secara interaktif, dimana siswa menjelaskan
dan memberikan alasan terhadap jawaban yang diberikannya, memahami
jawaban temannya (siswa lain), menyatakan setuju atau
ketidaksetujuannya, dan mencari alternatif yang lain
3. Kegiatan penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas
pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan,
penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut, yaitu seperti berikut:
a. Penarikan kesimpulan dari apa-apa yang telah dipelajari dalam
pembelajaran sesuai tujuan yang akan dicapai;
b. Melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap
hasil pembelajaran;
c. Pemberian tugas atau latihan.
b) Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh
rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik dan menggunakan urutan sintaks
sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih.

6. Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang
dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media,
narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan
bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar
dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang
sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut,


92
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT,
maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang
digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.
7. Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang
digunakan. Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan
dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada standar penilaian.




Uraian Tugas:
1. Tugas ini dikerjakan secara kelompok. Jabarkan silabus yang telah dibuat secara
kelompok pada Latihan 1 ke dalam RPP !
2. Mintalah kepada kelompok lain untuk menelaah RPP yang dibuat itu ! Dalam hal ini
dapat digunakan pedoman telaah sebagai berikut.

No Aspek Penilaian
Perolehan
Skor
Keterangan

1 Kualitas rumusan indikator
pencapaian kompetensi
(Rentang skor
antara 0 – 10)
1. Telaah bersifat
menyeluruh pada
semua komponen
RPP
2. Skor diberikan
setelah secara
menyeluruh
dicermati kualitas
muatan RPP dalam
setiap komponen
3. Skor perolehan
maksimal = 60
2 Kualitas rumusan tujuan
pembelajaran
(Rentang skor
antara 0 – 10)
3 Pemilihan dan
pengorganisasian materi ajar
(Rentang skor
antara 0 – 10)
4 Pemilihan sumber belajar
/media pembelajaran
(Rentang skor
antara 0 – 10)
5 Kualitas skenario atau
kegiatan pembelajaran
(Rentang skor
antara 0 – 10)
6 Penilaian hasil relajar (Rentang skor
antara 0 – 10)





Latihan 8


93
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Umpan Balik:
1. Selain mencermati uraian pada bab ini, dalam diskusi telaah RPP Anda dapat
memanfaatkan contoh RPP yang ada pada lampiran sebagai rujukan.
2. Bila perolehan skor hasil telaah terhadap kualitas RPP Anda sama atau lebih dari (75% ×
skor maksimal) atau 45 maka berarti Anda telah memahami cara menyusun RPP yang
sesuai prinsip-prinsip pengembangannya.
3. Bila perolehan skor hasil telaah terhadap kualitas RPP Anda belum mencapai skor 45
maka disarankan Anda mempelajari kembali isi modul ini, atau lakukan diskusi terhadap
kekurangan atau kelemahan RPP Anda, dan selanjutnya perbaikilah RPP Anda itu.
Setelah diperbaiki, mintalah kepada kelompok lain untuk menelaah kembali kualitas RPP
Anda.
4. Bila Anda atau kelompok Anda ragu terhadap kebenaran hasil telaah kelompok lain atau
ada hal yang harus diklarifikasi terkait isi modul, berdiskusilah dengan nara
sumber/instruktur Anda.























94
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 8
MENGANALISIS TEORI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
KONTEMPORER/KONSTRUKTIVISME

Indikator:
Setelah mengikuti Kegiatan Belajar 8, peserta diklat dapat:
1. membedakan ciri-ciri teori pembelajaran matematika kontemporer/konstruktivisme
dengan teori pembelajaran matematika behaviorisme.
2. Peserta dapat mengidentifikasi dan menyebutkan prinsip-prinsip dari berbagai teori
pembelajaran matematika konstruktivisme.

Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Kasus 1.
Dewasa ini berkembang berbagai teori pembelajaran matematika konstruktivisme yang
karakteristiknya berbeda dengan teori pembelajaran matematika behaviorisme yang selama
ini lebih sering diterapkan oleh guru matematika. Namun demikian, kehadiran teori
pembelajaran matematika konstruktivisme tidak sepenuhnya menggeser penggunaan teori
pembelajaran behavioristik melainkan saling komplementer. Diskusikan tentang karakteristik
teori pembelajaran konstruktivisme, kemungkinan penerapannya dalam pembelajaran
matematika serta kendala-kendala yang mungkin dihadapi.

Kasus 2
Piaget dianggap sebagai peletak dasar gagasan-gagasan pembelajaran konstruktivisme
radikal, yang ditandai dengan adanya gagasan tentang: skema, asimilasi, akomodasi, dan
equilibrasi, sedangkan Vygotsky mengemukakan teori belajar konstruktivisme sosial dengan
beberapa gagasan seperti: hakekat sosial pembelajaran, daerah perkembangan terdekat
(Zone of proximal development (ZPD)), pemagangan kognitif (Cognitive Apprenticeship), dan
pemberian bantuan (scaffolding). Diskusikan mengenai gagasan-gagasan Piaget dan
Vygotsky tersebut dan analisis bagaimana contoh penerapannya dalam belajar matematika,
serta kemukakan kemungkinan kendala yang dihadapi.



95
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Uraian Materi
1. Karakteristik Pembelajaran Konstruktivistik
Berikut dikemukakan karakteristik pembelajaran konstruktivistik berdasarkan aspek-
aspek atau komponen pembelajaran.
a. tentang Belajar dan Pembelajaran
+ Materi pelajaran bersifat molar, yaitu menekankan keseluruhan yang terpadu, pengalaman
itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan.
+ Belajar adalah proses perolehan atau perubahan insait-insait, pandangan-pandangan,
harapan-harapan, atau pola pikir.
+ Mengajar adalah menata lingkungan agar siswa termotivasi dalam menggali makna serta
menghargai perbedaan.
+ Siswa bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada
pengalamannya, dan perspektif yang dipakai dalam menginterpretasikan.
+ Pikiran berfungsi sebagai alat untuk menginterpretasikan peristiwa, objek, atau perspektif
yang ada dalam dunia nyata sehingga makna yang dihasilkan bersifat unik dan
individualistik.
b. tentang Penataan Lingkungan Belajar dan Pembelajaran
+ Dinamis, kreatif, dan menghargai perbedaan.
+ Siswa diberi kesempatan menentukan isi dan arah belajar mereka. Kreativitas siswa
menjadi hal yang esensial.
+ Kegagalan atau keberhasilan, kemampuan dan ketidakmampuan dilihat sebagai
interpretasi yang berbeda yang perlu dihargai.
+ Kebebasan yang dipandang sebagi penentu keberhasilan belajar. Siswa adalah subjek
yang harus mampu menggunakan kebebasan untuk melakukan pengaturan diri dalam
belajar.
+ Kontrol belajar dominan ditentukan faktor internal siswa.
c. tentang Tujuan Pembelajaran
+ Tujuan pembelajaran ditekankan pada belajar bagaimana belajar (learn how to learn).
+ Menolong siswa untuk mengubah pemahaman mereka tentang masalah atau situasi.
d. tentang Strategi Pembelajaran
+ Penyajian isi menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna mengikuti
urutan dari keseluruhan kebagian.
+ Pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni pertanyaan atau pandang siswa.


96
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
+ Aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada data primer dan bahan manipulatif dengan
penekanan keterampilan berpikir kritis.
+ Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada proses.
e. tentang Evaluasi
+ Evaluasi menekankan pada penyusunan makna secara aktif yang melibatkan keterampilan
terintegrasi, dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata.
+ Evaluasi yang menggali munculnya berpikir divergen, pemecahan ganda bukan hanya satu
jawaban benar.
+ Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar dengan cara memberikan tugas-tugas yang
menurut aktivitas belajar yang bermakna serta menerapkan apa yang dipelajari dalam

2. Gagasan Konstruktivistik dari Piaget dan Vygotsky
Konstruktivisme lahir dari gagasan Piaget dan Vygotsky, dimana keduanya menekankan
bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami
sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan (disequilibrium) dalam upaya
memahami informasi-informasi baru. Untuk menjelaskan proses tersebut di atas, maka
berikut akan diuraikan beberapa ide yang dikemukakan oleh Piaget yang merupakan dasar
pengembangan teori konstruktivisme yang disarikan dari Suparno (2001).
Pertama, Skema adalah suatu struktur mental seseorang dimana ia secara intelektual
beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Skema merupakan suatu rangkaian proses dalam
sistem kesadaran seseorang yang selalu beradaptasi dan berubah selama perkembangan
kognitifnya.
Kedua, Asimilasi adalah proses kognitif di mana seseorang mengintegrasikan
persepsi, konsep, atau pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada di dalam
pikirannya. Asimilasi dapat dipandang sebagai suatu proses kognitif untuk menempatkan dan
mengklasifikasikan kejadian atau rangsangan yang baru ke dalam skema yang telah ada.
Ketiga, Akomodasi adalah suatu proses kognitif yang terjadi apabila rangsangan atau
pengalaman baru yang diperoleh seseorang tidak dapat diasimilasi ke dalam skema yang
sudah dimiliki. Hal ini terjadi karena pengalaman yang baru itu sama sekali tidak cocok
dengan skema yang telah ada. Proses akomodasi ini dapat terjadi dalam dua bentuk, yaitu:
(1) membentuk skema baru yang cocok dengan rangsangan atau pengalaman yang baru,
dan (2) memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dengan rangsangan itu.
Keempat, Equilibrasi adalah proses perubahan dari keadan disequilibrium menjadi
keadaan equilibrium. Equilibrium adalah pengaturan secara mekanis untuk mencapai


97
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
keseimbangan proses asimilasi dan akomodasi. Sedangkan disequilibrium keadaan tidak
seimbang antara asimilasi dan akomodasi.
Pada perkembangan selanjutnya, ide-ide konstruktivistik modern banyak
berlandaskan pada pembelajaran sosial dari Vygostky yang telah digunakan untuk
menunjang metode pengajaran yang menekankan pada pembelajaran kooperatif,
pembelajaran berbasis kegiatan, dan penemuan (Mohamad Nur, 2000). Prinsip utama teori
Vygostky adalah penekanan pada hakekat sosial dari pembelajaran di mana siswa belajar
melalui interaksi dengan orang dewasa dan teman sebaya yang lebih mampu. Implikasinya
dalam pembelajaran adalah guru harus memberikan kesempatan yang cukup kepada siswa
untuk belajar dengan teman yang lebih pintar dan guru berperan sebagai fasilitator dan
pemandu belajar.
Prinsip lain dalam Teori Vygotsky adalah siswa belajar konsep paling baik apabila
konsep itu berada dalam zona perkembangan terdekat (Zone of proximal development)
mereka. Marpaung (2002) menjelaskan bahwa Zone of proximal development (ZPD) adalah
suatu daerah perkembangan kognitif, di mana siswa yang berada pada daerah ini sulit
menyelesaikan masalah secara sendiri, tetapi akan dapat menyelesaikannya secara baik
bilamana mendapat bantuan dari seseorang yang lebih dewasa atau berkolaborasi dengan
teman yang lebih maju perkembangannya. ZPD sering juga digambarkan sebagai batas
antara keadaan aktual dengan keadaan potensial dari perkembangan kognitif siswa
(Susento: 2002).
Prinsip berikutnya dalam Teori Vygotsky adalah pemagangan kognitif (Cognitive
Apprenticeship) yang menekankan pada pembelajaran sosial dan zona perkembangan
terdekat. Istilah ini mengacu pada proses di mana seseorang yang sedang belajar secara
tahap demi tahap memperoleh keahlian dalam interaksinya dengan seorang pakar, yaitu
orang dewasa atau orang yang lebih tua atau kawan sebaya yang telah menguasai
permasalahannya (Mohamad Nur, 2000).
Prinsip terakhir dalam Teori Vygotsky adalah scaffolding atau mediated learning yang
didasarkan pada konsep pembelajaran dengan bantuan. Scaffolding merupakan pemberian
bantuan kepada siswa yang lebih terstruktur pada awal pembelajaran dan secara bertahap
mengalihkan tanggung jawab belajar kepada siswa untuk bekerja mandiri. Pada saat siswa
mengalami kesulitan, guru hanya mendampingi dan memberikan arahan serta dukungan
agar siswa keluar dari kesulitan dan bukan ikut campur menyelesaikan masalah yang sedang
diselesaikan oleh siswa.




98
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Latihan 9
1. Diskusikan mengenai gagasan konstruktivisme sosial dari Vigotsky, terutama konsep-
konsep ZPD, pemagangan kognitif, dan scaffolding serta penerapannya dalam belajara
matematika.
2. Bruner terkenal dengan teori belajar penemuannya, kemukakan hasil analisis Anda
mengenai teori belajar penemuan Bruner, apakah teori belajar penemuan Bruner lebih
cenderung tergolong dalam kelompok konstruktivismen atau behaviorisme.


99
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 9

MODEL, STRATEGI, PENDEKATAN, METODE, DAN TEKNIK
PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG PAIKEM.

Indikator:
Setelah mengikuti kegiatan belajar 10, peserta dapat:
1) membedakan karekteristik model, strategi, pendekatan, metode, dan teknik
pembelajaran matematika yang PAIKEM.
2) mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan model, strategi, pendekatan, metode,
dan teknik pembelajaran matematika yang PAIKEM.

Strategi Pembelajaran
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Kasus 1.
Sasaran akhir penerapan suatu pembelajaran PAIKEM adalah agar siswa dapat belajar
secara optimal sehingga mencapai hasil belajar (SK dan KD) secara optimal juga. Lakukan
analisis teoretis keterkaitan masing-masing komponen PAIKEM (Aktif, Inovatif, Kreatif,
Efektif, dan Menyenangkan) dengan hasil belajar matematika.
+ Jelaskan kaitan keaktifan belajar siswa dan keaktifan mengajar guru dengan pencapaian
hasil belajar matematika adalah:
+ Jelaskan kaitan inovasi belajar siswa dan inovasi mengajar guru dengan pencapaian hasil
belajar matematika adalah:
+ Jelaskan kaitan kreativitas belajar siswa dan kreativitas mengajar guru dengan pencapaian
hasil belajar matematika adalah:
+ Jelaskan kaitan efektivitas belajar siswa dan efektivitas mengajar guru dengan pencapaian
hasil belajar matematika adalah:
+ Jelaskan kaitan penciptaan suasana belajar yang menyenangkan dengan pencapaian hasil
belajar matematika adalah:





100
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kasus 2.
PAIKEM merupakan akronim dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan
Menyenangkan. Dewasa ini berkembang berbagai model dan pendekatan pembejaran yang
cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika, seperti: model pengajaran
langsung, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran berdasarkan masalah,
pendekatan pembelajaran matematika realistik, pendekatan CTL, pendekatan open ended
problem, dan sebagainya. Dengan melaksanakan pembelajaran melalui model pembelajaran
kooperatif dan pendekatan matematika realistik seorang guru matematika di sebuah SMP di
Kota Makassar mengklaim sudah melaksanakan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,
Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).
Dengan mencermatika kasus tersebut di atas, diskusikan dengan teman kelompokmu
tentang aspek-aspek PAIKEM dari penerapan model pembelajaran kooperatif dengan
pendekatan realistik dalam pembelajaran matematika. Apakah aspek-aspek PAIKEM berikut
sudah terpenuhi? Jelaskan secara singkat.

No. Indikator Terpenuhi/
tidak
Penjelasan
1 Keaktifan Guru:
 Memantau kegitan belajar siswa
 Memberi umpan balik
 Mengajukan pertanyaan terbuka
 Mempertanyakan gagasan
Keaktifan Siswa:
 Mengajukan perertanyaan
 Mengemukakan gagasan
 Mempertanyakan gagasan orang lain
 Terlibat secara mental
 Melakukan percobaan

2 Inovasi Guru:
 Inovasi dalam strategi/model/pendekatan/metode
pembelajaran
 Inovasi dalam media pembelajaran
 Inovasi dalam evaluasi/asessmen pembelajaran
 Inovasi dalam menindaklanjuti evaluasi, seperti:
PTK dan Lesson Study
Inovasi Siswa:
 Inovasi dalam strategi belajar (strategi kognitif)
 Inovasi dalam mencari sumber dan referensi
belajar
 Inovasi dalam pemecahan masalah matemática.

3 Kreativitas Guru:
 Mengembangkan kegiatan yang beragam
 Memberi tugas yang bervariasi



101
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
 Menerapkan teknik curah pendapat
 Mengembangkan berfikir divergent
Kreativitas Siswa:
 Merancang sesuatu
 Membuat karya
 Menulis (gagasan, puisi, dsb)
 Mengarang (ceritera, lagu, dsb)
 Menemukan sendiri
4 Efektivitas Mengajar Guru:
 Mencapai tujuan pembelajaran
 Memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM)
 Mencapai ketuntasan klasikal
Efektivitas Belajar Siswa:
 Menguasai kompetesi dasar
 Menguasai keterampilan yang diperlukan

5 Untuk Guru:
 Tidak membuat anak takut:
 Takut salah
 Takut ditertawakan
 Takut disepelekan)
 Menciptakan suasana yang kondusif
 Hidup
 Hangat
 Menghargai
Untuk Siswa:
 Berani mencoba
 Berani bertanya
 Berani mengemkakan pendapat
 Berani berbeda pendapat
 Bergairah mengikuti kegiatan belajar

Catatan: jika tabel tidak muat, dapat membuat tabel sendiri.
Kasus 3:
Pak Adi Mulya guru matematika sebuah SMA di Kota Makassar. Beliau mengajarkan
salah satu topik trignonometri dengan indikator: (a) menurunkan rumus trigonometri jumlah
dan selisih dua sudut, (b) Menurunkan rumus trigonometri sudut ganda, dan (c)
membuktikan identitas trigonometri.
Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Setelah melakukan kegiatan pra pembelajaran seperti mengucap salam, membaca
doa bersama, dan mengabsen siswa, beliau menjelaskan tujuan pembelajaran
berupa KD dan indikator hasil belajar dan memotivasi siswa.
2. Langkah berikutnya, beliau menyampaikan informasi dengan menjelaskan
penurunan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut, menurunkan rumus


102
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
trigonometri sudut ganda, dan membuktikan beberapa identitas trigonometri secara
lengkap dan mendemonstrasikan contoh soalnya.
3. Tahap berikutnya beliau mengarahkan siswa membentuk kelompok berdasarkan
kedekatan tempat duduk, dan membagikan LKS untuk dikerjakan.
4. Selanjutnya siswa diminta mengerjakan LKS sambil mengontrol dan membimbing
kelompok yang membutuhkan bantuan (memberikan scaffolding).
5. Setelah pengerjaan LKS, beliau meminta wakil setiap kelompok untuk menjelaskan
hasil kerja LKS dan meminta kelompok lainnya menanggapi.
6. Pada akhir kegiatan, guru membimbing siswa merangkum materi pelajaran,
selanjutnya memberikan pekerjaan rumah, dan menyampaikan materi yang akan
dipelajari pada pertemuan berikutnya.
Dengan langkah-langkah pembelajaran seperti itu, pak Adi mengklaim telah menerapkan
model pembelajaran kooperatif.
Dengan mencermati kasus di atas, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apakah pemilihan model pembelajaran kooperatif untuk mencapai indikator tersebut
di atas sudah tepat? Jelaskan.
2. Apakah prinsip-prinsip model pembelajaran kooperatif sudah terpenuhi? Kalau ya
jelaskan dan kalau tidak sebutkan prinsip-prinsip mana saja yang belum terpenuhi.
3. Apakah pembelajaran tersebut sudah mengikuti sintaks model pembelajaran
kooperatif? Kalau ya jelaskan dan kalau tidak fase-fase mana yang belum terlaksana.
Latihan 10
1. Analisis model pembelajaran berbasis masalah berdasarkan masing-masing aspek dari
PAIKEM. Kaitkan komponen pembelajaran berbasis masalah (sintaks, sistem sosial,
prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional/pengiring) dengan aspek-aspek
PAIKEM (aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan).
2. Analisis pendekatan CTL berdasarkan masing-masing aspek dari PAIKEM. Kaitkan
karakteristik dan prinsip CTL dengan aspek-aspek PAIKEM (aktif, inovatif, kreatif, efektif,
dan menyenangkan).









103
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 10

Menerapkan teori pembelajaran dan model pembelajaran PAIKEM
dalam PBM matematika.

Indikator:
Setelah mengikuti kegiatan belajar 11, peserta dapat:
1) menerapkan teori pembelajaran matematika kontemporer dalam PBM.
2) menerapkan model pembelajaran PAIKEM dalam PBM matematika.

Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Kasus 1.
Berikut diberikan sebuah SK dan KD untuk kelas VIII semester 2.
SK. Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta
menentukan ukurannya.
KD. Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya.

Untuk mengajarkan SK dan KD tersebut di atas Pak Budiman melaksanakan dengan
menerapkan tiga tahapan belajar Bruner, yaitu: enaktif, ikonik, dan simbolik.
Dengan mencermati kasus tersebut di atas, diskusikan pertanyaan berikut.
1. Apakah pemilhan tiga tahapan belajar Bruner tepat untuk mengajarkan materi yang
berkaitan dengan SK dan KD tersebut? Jelaskan.
2. Adakah tahapan belajar lain yang mungkin dapat diterapkan? Bagaimana dengan
hirarki berpikir geometris dari Van Hielle? Jelaskan.
3. Rancanglah aktivitas pembelajaran untuk masing-masing tahapan belajar Bruner
tersebut di atas.
a. Tahapan enaktif
b. Tahapan ikonik
a. Tahapan simbolik




104
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kasus 2.
SK. Menurunkan rumus trigonometri dan penggunaannya
KD. Menurunkan rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus
a. Identifikasi model, pendekatan, dan metode yang tepat untuk mengajarkan SK dan KD
tersebut.
b. Buatlah sebuah contoh aktivitas menurunkan rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus
yang mengacu pada model, pendekatan, dan metode yang dipergunakan.
Kasus 3
Untuk mengajarkan topik sistem persamaan linier dua varibel (SPLDV), seorang guru
matematika memilih menerapkan model berbasis masalah. Secara garis besar, KBM yang
dilakukan oleh guru tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pada awal KBM guru menjelaskan secara langsung (lengkap) tentang pengertian
SPLDV dan cara-cara penyelesaian SPLDV beserta contohnya.
2. Pada bagian pelatihan, guru memberikan beberapa permasalahan SPLDV berbentuk
soal cerita untuk dikerjakan secara kelompok.
3. Pada bagian akhir KBM, guru meminta setiap kelompok menjelaskan hasil karya
berupa penyelesaian masalah dan selanjut melakukan refleksi terhadap penyelesaian
masalah yang sudah dibuat.
Cermatilah kasus 3 di atas, dan diskusikan pertanyaan berikut.
1. Apakah topik SPLDV cocok diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah?
Jelaskan.
2. Bagaimanakan karakteristik masalah yang tepat untuk model pembelajaran berbasis
masalah?
3. Buat satu contoh masalah berbentuk soal cerita yang berkaitan dengan SPLDV dan
selesaikan.
4. Aapakah KBM di atas sudah tepat mencerminkan penerapan model pembelajaran
berbasis masalah? Jelaskan.

Uraian Materi
1. Teori Belajar Bruner
Menurut Bruner, jika seseorang mempelajari sesuatu pengetahuan (misalnya konsep
matematika), pengetahuan itu perlu dipelajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan
itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) orang tersebut. Proses internalisasi
akan terjadi secara sungguh-sungguh jika pengetahuan yang dipelajari itu dipelajari dalam
tiga tahapan, yaitu: tahap enaktif, tahap ikonik, dan tahap simbolik.


105
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Enaktif: tahap pembelajaran sesuatu pengetahuan dimana pengetahuan itu dipelajari
secara aktif dengan menggunakan benda-benda konkret atau menggunakan
situasi yang nyata.
Ikonik: tahap pembelajaran sesuatu pengetahuan dimana pengetahuan itu
direpresentasikan dalam bentuk bayangan visual, gambar, atau diagram, yang
menggambarkan kegiatan konkret atau situasi konkret yang terdapat pada tahap
enaktif.
Simbolik: tahap pembelajaran suatu pengetahuan dimana pengetahuan itu
direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak, yaitu simbol-simbol verbal
(misalnya huruf, kata-kata, kalimat-kalimat), lambang-lambang matematika atau
lambang abstrak lainnya.
Selain tiga tahapan belajar tersebut, Bruner dkk. Juga merumuskan teori umum
tentang pembelajaran matematika yang disebut teorema belajar matematika, yang meliputi:
(a) Teorema Konstruksi, (b) Teorema Notasi, (c) Teorema Kekontrasan dan Variasi, dan (d)
Teorema Konektivitas.
Teorema Konstruksi: cara terbaik bagi seseorang siswa untuk mempelajari konsep atau
prinsip dalam matematika adalah dengan mengkonstruksi sebuah representasi konsep atau
prinsip tersebut.
Teorema Notasi: representasi dari suatu materi matematika akan lebih mudah dipahami
oleh siswa apabila di dalam representasi itu digunakan notasi yang sesuai dengan tingkat
perkembangan kognitif siswa.
Teorema Kekontrasan dan Variasi: Suatu konsep matematika akan lebih mudah
dipahami oleh siswa apabila konsep itu dikontraskan dengan konsep-konsep yang lain
sehingga perbedaan antara konsep itu dengan konsep yang lain menjadi jelas.
Teorema Konektivitas: setiap konsep, prinsip, dan keterampilan dalam matematika
berhubungan dengan konsep, prinsip dan keterampilan yang lain.

2. Model, Strategi, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran
Selain model pembelajaran, terdapat beberapa aspek yang terlibat dalam proses
pembelajaran, antara lain: strategi pembelajaran, pendekatan pembelajaran, metode
pembelajaran, dan teknik pembelajaran.
Pendekatan adalah suatu jalan, cara, atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru
atau siswa dalam pencapaian tujuan pengajaran apabila ditinjau dari pengelolaan materi
pembelajaran. Contoh, pendekatan kontekstual, pendekatan realistik, pendekatan


106
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
pemecahan masalah, pendekatan pengajuan masalah, pendekatran open ended promblem,
dan sebagainya.
Strategi pembelajaran adalah adalah cara atau siasat dalam meramu pembelajaran
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kozna (dalam Uno, 2007) mengemukakan bahwa
strategi pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan
fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran
tertentu. Sedangkan Gerlach dan Ely (dalam Uno, 2007) menjelaskan bahwa strategi
pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran
dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Jadi, strategi pembelajaran mengatur pendekatan
apa yang digunakan, apakah materi disajikan kepada siswa secara perorangan atau
berkelompok, bagaimana cara guru memotivasi siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran,
serta bagaimana guru mengelola kelas agar pembelajaran berlangsung sebagaimana
mestinya. Contoh strategi pembelajaran individual, strategi pembelajaran berkelompok,
strategi pembelajaran mengaktifkan siswa, dan sebagainya.
Metode mengajar adalah cara mengajara atau cara guru menyampaikan materi
pelajaran kepada siswa. Uno (2007) menjelaskan bahwa metode pembelajaran adalah cara
yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai
tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural yang berisi tahapan
tertentu. Contoh, metode ceramah, metode ekspositori, metode tanya jawab, metode
penemuan, dan sebagainya.
Teknik mengajar mengarah kepada cara yang lebih spesifik yang dilakukan oleh guru
dalam melaksanakan metode mengajar tertentu. Gerlach dan Ely (dalam Uno, 2007)
menemukakan bahwa teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk
mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang ingin dicapai. Misal, teknik
bertanya berantai dalam metode ceramah,
Dalam penggunaan suatu model pembelajaran dapat menggunakan lebih dari satu
strategi pembelajaran, dalam suatu strategi pembelajaran dapat dilakukan lebih dari satu
pendekatan, dalam satu pendekatan dapat dilakukan lebih dari satu metode, sedangkan
dalam satu metode dapat digunakan lebih dari satu teknik (Soedjadi, 1999). Misal, untuk
suatu topik tertentu akan digunakan model pembelajaran berbasis masalah, dalam pada itu
digunakan strategi siswa aktif belajar, untuk itu digunakan pendekatan pemecahan masalah
dan pendekatan kontekstual, sedangkan dalam pendekatan pemecahan masalah digunakan
metode tanya-jawab, dalam metode tanya jawab digunakan teknik bertanya klasikal dan
bertanya beranting.”


107
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Secara umum kedudukan aspek-aspek pembelajaran tersebut di atas beserta
contohnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Model Model
Strategi Strategi
Pendekatan Pendekatan
Metode Metode
Teknik Teknik
  Model Model Pembelajaran Pembelajaran
- - Pengajaran Pengajaran Langsung Langsung
- - Pembelajaran Pembelajaran Kooperatif Kooperatif
- - Pembelajaran Pembelajaran Berbasis Berbasis
Masalah Masalah
- - Pembelajaran Pembelajaran konsep konsep
  Pendekatan Pendekatan Pembelajaran Pembelajaran
- - CTL/RME CTL/RME
- - Open Ended Problem Open Ended Problem
- - Problem solving Problem solving
- - Problem posing Problem posing
- - Berbasis Berbasis portopolio portopolio
  Metode Metode Pembelajaran Pembelajaran
- - Penemuan Penemuan terbimbing terbimbing
- - Ekspositori Ekspositori
- - Diskusi Diskusi
- - Tanya Tanya jawab jawab ( (Resitasi Resitasi) )
KEDUDUKAN MODEL PEMBELAJARAN

Gambar 11.1. Kedudukan model, strategi, pendekatan, metode, dan
teknik pembelajaran beserta contohnya

Latihan 10
1. Pilih salah satu SK dan KD dalam topik geometri, kemudian analisis penerapan hirarki
berpikir geometris dari Van Hiele.
2. Pilih salah sati SK dan KD dalam topik Kalkulus, kemudian analisis penerapan model
berbasis masalah dengan pendekatan pemecahan masalah.
3. Pilih salah satu SK dan KD dalam topok Aljabar, kemudian analisis penerapan model
pengajaran langsung dengan metode ekspositori











108
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 11
EValuasi Proses dan Hasil Pembelajaran
Indikator:
Merancang penilaian proses dan hasil pembelajaran matematika.
Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Uraian Materi
1. Pengertian Tes, Pengukuran, dan Penilaian Hasil Belajar
Perhatikan beberapa ilustrasi dibawah ini untuk lebih memahami persamaan,
perbedaan, dan hubungan antara pengukuran, penilaian, evaluasi, dan tes, sebagai bahan
diskusi.
Ilustrasi-1
Apabila kita akan menuju suatu kota tertentu yang dapat ditempuh melalui dua jalan yang
jaraknya berbeda, tentunya akan dipilih jalan terpendek untuk menuju ke kota tersebut. Kita
memilih jalan yang lebih “pendek” daripada jalan yang lebih “jauh”, kecuali ada alasan lain.
Konsep jarak sifatnya kuantitatif yang ditentukan melalui pengukuran. Pada saat memilih
jalan yang mana yang akan ditempuh, keputusan sudah dilaksanakan. Ini berarti penilaian.
Penilaian tersebut meliputi segi efisiensi waktu, biaya, atau atas dasar kondisi lainnya.
Ilustrasi-2
Seorang guru akan menilai apakah seorang siswa telah menguasai suatu konsep matematika
tertentu melalui beberapa tes secara lisan, tertulis, atau perbuatan. Dari rata-rata skor yang
diperoleh siswa tersebut, dengan menggunakan kriteria tertentu, dapat dinilai tingkat
penguasaannya. Skor yang dinyatakan dengan bilangan diperoleh melalui pengukuran
kemudian diinterpretasikan untuk menentukan nilai tingkat penguasaan konsep matematika
dari siswa tersebut.
Ilustrasi-3
Seorang calon guru dinilai telah cukup mampu untuk melakukan kegiatan pembelajaran di
kelas, dapat dilakukan dengan melalui tes tertulis dan tes lisan mengenai penguasaan
kompetensi yang telah dimilikinya serta tes perbuatan dalam melakukan simulasi di depan
temannya. Hasil dari tes itu bisa dinyatakan dengan skor atau kriteria (ukuran) tertentu.
Ilustrasi-4


109
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Seorang guru diniali telah mempunyai kualitas mengajar yang baik melalui ukuran
pengalaman dan tingkat pendidikannya. Tingkat pendidikan guru lebih tinggi dan
pengalaman mengajar lebih banyak menentukan nilai kualitas guru yang lebih baik pula.
Dari ilustrasi-ilustrasi di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi sangat erat
kaitannya dengan pengukuran, penilaian, dan tes. Berikut ini pertanyaan untuk Anda terkait
ilustrasi diatas. Diskusikan jawaban masing-masing pertanyaan dengan teman PLPG Anda di
dalam kelas ini.
BAHAN DISKUSI-1
Definisikan dengan jelaskan yang disertai contoh dalam proses pembelajaran pengertian dan
keterkaitan tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi

2. Tabel Spesifiksi dan Kisi-Kisi Tes
Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi
dan materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang
lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Kisi-kisi tes merupakan suatu format
berbentuk tabel atau matriks. Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan: (1) harus
dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan
proporsional, (2) komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami, dan
(3) materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya.
Renungkan kembali apa yang Anda lakukan dalam kegiatan belajar mengajar
selama ini. Bagaimana Anda melakukan penilaian terhadap keberhasilan siswa Anda?
Seberapa sering Anda memberikan tes kepada siswa? Apakah soal-soal yang Anda berikan
dalam tes tersebut merupakan soal buatan Anda sendiri? Bagaimana Anda membuatnya?
Apakah Anda selalu membuat kisi-kisi tesnya terlebih dahulu? Apapun jawaban Anda,
pertanyaan-pertanyaan tersebut sekedar mengingatkan kembali akan pentingnya menyusun
kisi-kisi tes dalam tahapan pembuatan tes.
Untuk lebih memahami dan mendapatkan kemudahan dalam merakit tes dan dapat
menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes, maka cobalah anda diskusikan dan
mengisi format kisi-kisi penulisan soal yang telah disediakan di bawah ini:








110
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
BAHAN DISKUSI-2
FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL
Jenis sekolah : ……………………… Jumlah soal : ………………………
Mata pelajaran : ……………………… Bentuk soal/tes : ........................
Kurikulum : ……………………… Penyusun : 1. …………………
Alokasi waktu : ……………………… 2. …………………

No.
Standar
Kompetensi
Kompetensi
Dasar
Kls/
smt
Materi
pokok
Indikator
soal
Nomor
soal








Dengan adanya kisi-kisi yang telah Anda diskusikan di atas, apakah Anda sudah
mendapatkan kemudahan dalam menuliskan butir soalnya? Dengan kata lain, jika ada
beberapa guru yang diminta untuk menjadi penulis soal, apakah hanya dengan kisi-kisi soal
tersebut sudah cukup untuk menghasilkan butir soal yang hasilnya relatif sama? Untuk
meyakinkan jawaban Anda coba diskusikan hal tersebut.

3. Syarat Tes yang Baik
Bahan ujian atau soal yang baik dapat membantu pendidik meningkatkan
pembelajaran dan memberikan informasi dengan tepat tentang peserta didik mana yang
belum atau sudah mencapai kompetensi. Salah satu ciri soal yang baik adalah bahwa soal itu
dapat membedakan setiap kemampuan peserta didik. Semakin tinggi kemampuan peserta
didik dalam memahami materi pembelajaran, semakin tinggi pula peluang menjawab benar
soal atau mencapai kompetensi yang ditetapkan. Makin rendah kemampuan peserta didik
dalam memahami materi pembelajaran, makin kecil pula peluang menjawab benar soal
untuk mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Syarat soal yang baik adalah
bahwa soal harus sahih (valid), dan handal. Sahih maksudnya bahwa setiap alat ukur hanya
mengukur satu dimensi/aspek saja. Mistar hanya mengukur panjang, timbangan hanya
mengukur berat, bahan ujian atau soal matematika hanya mengukur materi pembelajaran
Matematika bukan mengukur keterampilan/kemampuan materi yang lain. Handal maksudnya
bahwa setiap alat ukur harus dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat, cermat, dan
ajeg. Untuk dapat menghasilkan soal yang sahih dan handal, penulis soal harus merumuskan


111
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
kisi-kisi dan menulis soal berdasarkan kaidah penulisan soal yang baik (kaidah penulisan soal
bentuk objektif/pilihan ganda, uraian, atau praktik).
Linn dan Gronlund (1995: 47) menyatakan bahwa tes yang baik harus memenuhi
tiga karakteristik, yaitu: validitas, reliabilitas, dan usabilitas. Validitas artinya ketepatan
interpretasi hasil prosedur pengukuran, reliabilitas artinya konsistensi hasil pengukuran, dan
usabilitas artinya praktis prosedurnya. Di samping itu, Cohen dkk. (1992: 28) juga
menyatakan bahwa tes yang baik adalah tes yang valid artinya mengukur apa yang hendak
diukur. Nitko (1996 : 36) menyatakan bahwa validitas berhubungan dengan interpretasi atau
makna dan penggunaan hasil pengukuran peserta didik. Messick (1993: 13) menjelaskan
bahwa validitas tes merupakan suatu integrasi pertimbangan evaluatif derajat keterangan
empiris yang mendasarkan pemikiran teoritis yang mendukung ketepatan dan kesimpulan
berdasarkan pada skor tes.
Messick (1993: 16) menyatakan bahwa validitas secara tradisional terdiri dari: (1)
validitas isi, yaitu ketepatan materi yang diukur dalam tes; (2) validitas criterion-related,
yaitu membandingkan tes dengan satu atau lebih variabel atau kriteria, (3) valitidas prediktif,
yaitu ketepatan hasil pengukuran dengan alat lain yang dilakukan kemudian; (4) validitas
serentak (concurrent), yaitu ketepatan hasil pengukuran dengan dua alat ukur lainnya yang
dilakukan secara serentak; (5) validitas konstruk, yaitu ketepatan konstruksi teoretis yang
mendasari disusunnya tes. Linn dan Gronlund (1995 : 50) menyatakan hahwa valilitas terdiri
dari: (1) konten. (2) test-criterion relationship, (3) konstruk, dan (4) consequences, yaitu
ketepatan penggunaan hasil pengukuran. Sedangkan menurut Oosterhof (190 : 23) yang
mengutip berdasarkan "Standards for Educational and Psychological Testing, 1985" yang
didukung oleh Ebel dan Frisbie (1991 : 102-109), serta Popham (1995 : 43) bahwa tipe
validitas adalah validitas: (1) content, (2) criterion, dan (3) construction.
Di samping validitas, informasi tentang reliabilitas tes sangat diperlukan. Nitko
(1999 : 62) dan Popham (1995 : 21) menyatakan bahwa reliabilitas berhubungan dengan
konsistensi hasil pengukuran. Pernyataan ini didukung oleh Cohen dkk, yaitu bahwa
reliabilitas merupakan persamaan dependabilitas atau konsistensi (Cohen dkk: 192: 132)
karena tes yang memiliki konsistensi/reliabilitas tinggi, maka tesnya adalah akurat,
reproducible; dan gereralizable terhadap kesempatan testing dan instrumen tes yang sama.
(Ebel dan Frisbie (1991 : 76). Faktor yang mempengaruhi reliabilitas yang berhubungan
dengan tes adalah: (1) banyak butir, (2) homogenitas materi tes, (3) homogenitas
karakteristik butir, dan (4) variabilitas skor. Reliabilitas yang berhubungan dengan peserta
didik dipengaruhi oleh faktor: (1) heterogenitas kelompok, (2) pengalaman peserta didik
mengikuti tes, dan (3) motivasi peserta didik. Sedangkan faktor yang mempengaruhi


112
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
reliabilitas yang berhubungan dengan administrasi adalah batas waktu dan kesempatan
menyontek (Ebel dan Frisbie, 1991: 88-93).
Linn dan Gronlund menyatakan bahwa metode estimasi dapat dilakukan dengan
mempergunakan: (1) metode test-retest, yaitu diberikan tes yang sama dua kali pada
kelompok yang sama dengan interval waktu; tujuannya adalah pengukuran stabilitas; (2)
metode equivalent form, yaitu diberikan dua tes paralel pada kelompok yang sama dan
waktu yang sama; tujuannya adalah pengukuran menjadi ekuivalen; (3) metode test-retest
dengan equivalen form, yaitu diberikan dua tes paralel pada kelompok yang sama dengan
interval waktu; tujuannya adalah pengukuran stabilitas dan ekuivalensi; (4) metode split-
half, yaitu diberikan tes sekali, kemudian skor pada butir yang ganjil dan genap dkorelasikan
dengan menggunakan rumus Spearman-Brown; tujuannya adalah pengukuran konsistensi
internal; (5) metode Kuder-Richardson dan koefisien Alfa, yaitu diberikan tes sekali
kemudian skor total tes dihitung dengan rumus Kuder-Richardson, tujuannya adalah
pengukuran konsistensi internal; (6) metode inter-rater, yaitu diberikan satu set jawaban
peserta didik untuk diskor/judgement oleh 2 atau lebih rater; tujuannya adalah pengukuran
konsistensi rating. Menurut Popham (1995: 22), reliabilitas terdiri dari 3 jenis yaitu: (1)
stabilitas, yaitu konsistensi hasil di antara kesempatan testing yang berbeda, (2) format
bergantian (alternate form), yaitu konsistensi hasil di antara dua atau lebih tes yang
berbeda, (3) internal konsistensi, yaitu konsistensi melalui suatu pengukuran fungsi butir
instrumen.
Reliabilitas skor tes dalam teori respon butir adalah penggunaan fungsi informasi
tes. Menurut Hambleton dan Swaminathan (1985: 236), pengukuran fungsi informasi tes
lebih akurat bila dibandingkan dengan penggunaan reliabilitas karena: (1) bentuknya
tergantung hanya pada butir-butir dalam tes, (2) mempunyai estimasi kesalahan pengukuran
pada setiap level abilitas. Pernyataan ini didukung oleh Gustafson (1981 : 41), yaitu bahwa
konsep reliabilitas dalam model Rasch memerankan bagian subordinate sebab model
pengukuran ini diorientasikan pada estimasi kemampuan individu.
Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes perlu dilakukan analisis butir soal.
Kegunaan analisis butir soal di antaranya adalah: (1) dapat membantu para pengguna tes
dalam evaluasi atas tes yang diterbitkan, (2) sangat relevan bagi penyusunan tes informal
dan lokal seperti kuis, ulangan yang disiapkan guru untuk peserta didik di kelas, (3)
mendukung penulisan butir soal yang efektif, (4) secara materi dapat memperbaiki tes di
kelas, (5) meningkatkan validitas soal dan reliabilitas (Anastasi dan Urbina, 1997: 172).




113
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
4. Perakitan Tes
Untuk merakit soal menjadi tes ada enam langkah yang sebaiknya dilakukan yaitu
langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan analisis kurikulum, kedua
menyusun peta konsep, ketiga menyusun kisi-kisi tes, keempat menyusun spesifikasi butir
tes, kelima menuliskan butir soal, dan keenam menelaah butir soal.
Analisis kurikulum dimaksudkan agar dalam proses mengkonstruksi butir tes selalu
mengacu pada kurikulum yang sedang digunakan dan bermanfaat minimal dalam tiga hal
sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui estándar kompetensi dan kompetensi dasar mana saja
yang paling esensial harus dikuasai oleh setiap siswa dan juga dimaksudkan untuk mencapai
validitas konstrak, 2. Untuk mempertimbangkan teknik penilaian yang akan
dipilih/dipergunakan, 3. Untuk menjabarkan indikator pencapaian suatu KD yang telah
terdapat dalam estándar isi dan indikator tersebut nantinya digunakan sebagai perencanaan
butir soal yang akan dibuat.
Peta konsep merupakan pengelompokan dan hubungan konsep esensial yang
dimaksudkan agar tes yang dikembangkan itu benar-benar mampu mengukur berbagai
pencapaian kompetensi/konsep yang harus dikuasai siswa. Peta konsep ini juga dapat
dipergunakan untuk mengaitkan kompetensi/konsep dengan kompetensi yang sedang
diukur, termasuk kompetensi prasyarat. Penyusunan peta konsep ini juga sekaligus dapat
dipergunakan untuk merancang pilihan pengecoh jawaban.
Spesifikasi butir tes dibuat dengan tujuan agar siapapun penulisnya akan
menghasilkan butir tes yang relatif sama. Isi dari spesifikasi butir tes hendaknya merupakan
uraian yang menunjukkan keseluruhan karakteristik yang harus dimiliki oleh suatu butir tes.
Jika spesifikasi butir tes yang dibuat sudah jelas, maka siapa saja yang menulis butir tes
akan menghasil tes yang relatif sama.
Pada kegiatan menuliskan butir tes, intinya setiap butir tes yang ditulis harus
berdasarkan sejumlah indikator yang telah dituliskan di dalam kisi-kisi dan dituangkan dalam
spesifikasi butir tes. Di samping itu dalam menuliskan butir tes pilihan ganda harus
memperhatikan kaidah-kaidah yang berkaitan dengan materi/substansi, konstruksi dan
bahasa.
Menelaah butir tes merupakan kegiatan terakhir dalam konstruksi tes sebelum
diujicobakan. Untuk menjaga keobyektifan, telaah butir tes sebaiknya dilakukan oleh orang
laain. Unsur-unsur yang ditelaah adalah memuat kaidah-kaidah yang berkaitan dengan segi
materi/substansi, konstruksi, dan bahasa.


114
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Untuk lebih memahami dan mendapatkan kemudahan dalam merakit tes dan dapat
menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes, maka cobalah anda diskusikan
jawaban pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan di bawah ini:

BAHAN DISKUSI-4
Renungkan kembali apa yang selama ini telah Anda lakukan dalam menulis suatu butir tes.
Apakah ada kaidah-kaidah tertentu yang Anda gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
menuliskan sebuah butir tes selain memperhatikan analisis kurikulum, kisis-kisi tes, peta
konsep, dan spesifikasi butir tes? Setelah selesai menuliskan butir tes, apakah Anda sudah
yakin dengan butir tes yang Anda buat? Pernahkan Anda meminta teman sejawat untuk
membaca butir tes yang anda buat? Pernahkan Anda dimintai teman sejawat Anda untuk
membaca butir tes yang dibuatnya?
Setelah Anda mendiskusikan hal tersebut di atas, cobalah Anda masing-masing membuat
butir-butir tes yang dirakit sendiri dengan mengikuti kaidah-kaidah dalam perakitan butir tes
yang telah anda diskusikan. Berikanlah kepada teman sejawat Anda untuk menelaahnya.
Untuk menelaah butir soal, perhatikan contoh format di bawah ini:

5. Pedoman Pensekoran
Pedoman pensekoran biasanya disebut pula dengan Rubrik penilaian. Rubrik
penilaian terdiri dari dua yaitu rubrik analitik dan rubrik holistik. Rubrik analitik adalah
pedoman untuk menilai berdasarkan beberapa kriteria yang ditentukan. Dengan
menggunakan rubrik ini dapat dianalisis kelemahan dan kelebihan seorang siswa terletak
No. Telaah Butir Tes Butir Tes Nomor
1 2 3 4 … … …
Kaitan dengan Materi
1
2
3
dst.
Kaitan dengan konstruksi
1
2
3
dst.
Kaitan dengan Bahasa
1
2
3
dst.


115
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
pada kriteria yang mana. Rubrik holistik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan kesan
keseluruhan atau kombinasi semua kriteria.
Berikut ini diberikan contoh pedoman pensekoran sebagai berikut:
Kompetensi Dasar:
Melakukan dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan
masalah
Indikator:
Menentukan banyaknya barang yang dibeli dengan uang tertentu
Butir tes:
Rahman diberi uang oleh ibunya Rp. 20.000,00. dan Rahman ingin membelanjakan
uang itu untuk keperluan sekolah. Rahman ingin membeli buku tulis, pensil,
penghapus karet, dan penggaris. Tapi Rahman ingin membeli buku tulis yang
terbanyak jumlahnya dibandingkan barang-barang lain. Harga 1 buku tulis Rp
2.500,00; 1 pensil Rp 1.500,00; penghapus karet Rp 1.000,00; dan 1 penggaris Rp
1000,00. Jika semua uang Rahman dibelanjakan, berapa banyak masing-masing
barang yang dapat diperoleh? Jelaskan dan tunjukkan semua perhitungan sehingga
Rahman sampai dengan keputusan itu.
Konsep Matematika:
Dalam tugas ini siswa harus menentukan banyak barang yang dibeli dengan uang
yang sudah tertentu. Siswa harus menghitung harga barang-barang yang dibeli dan
jumlahnya Rp 20.000,00.

Pedoman Pensekoran
Kriteria 1 2 3 4
Pendekatan
pemecahan
masalah
Tidak terorganisir
dan tidak sistimatis
Ada usaha untuk
mengorganisir
tetapi tidak
dilakukan dengan
baik
Terorganisir
dan diikuti
dengan
penyelesaian
yang benar
Sangat terorganisir
dan sistimatis
dengan
perencanaan yang
baik
Ketepatan
perhitungan
Banyak kesalahan
perhitungan dan
tidak
memperhitungkan
jumlah total yang
ditentukan
Beberapa
perhitungan
masih salah,
sehingga jumlah
total tidak tepat
Hanya sedikit
kesalahan
dalam
perhitungan
Tidak ada
kesalahan dalam
perhitungan
Penjelasan
prosedur
Tidak jelas, sukar
diikuti dan tidak
memahami
masalah
Agak jelas tetapi
menunjukkan
kurang
memahami
masalah
Jelas dan
menunjukkan
memahami
masalah
Jelas dan
menunjukkan
memahami
masalah serta
disajikan dengan
baik


116
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
BAHAN DISKUSI-5
Coba Anda diskusikan dan masing-masing membuat pendoman pensekoran yang
dilengkapi dengan KD, indikator, butir tes, dan konsep matematika yang akan
diukur?

6. Instrumen Non Tes
Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan instrumen afektif sebagai
berikut.
a. Menentukan definisi konseptual atau konstruk yang akan diukur.
b. Menentukan definisi operasional
c. Menentukan indikator
d. Menulis instrumen.
Penulisan instrumen
Tabel Kisi-Kisi Instrumen non tes
No Indikator
Jumlah
butir
Pertanyaan/Pernyataan Skala
1
2
3
4
5

Penilaian ranah afektif peserta didik dilakukan dengan menggunakan instrumen
penilaian non tes sebagai berikut.
a. Instrumen sikap
Definisi konseptual: Sikap merupakan kecenderungan merespon secara
konsisten baik menyukai atau tidak menyukai suatu objek. Instrumen sikap
bertujuan untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap suatu objek, misalnya
kegiatan sekolah. Sikap bisa positif bisa negatif. Definisi operasional: sikap
adalah perasaan positif atau negatif terhadap suatu objek. Objek bisa berupa
kegiatan atau mata pelajaran. Cara yang mudah untuk mengetahui sikap
peserta didik adalah melalui kuesioner.
Pertanyaan tentang sikap meminta responden menunjukkan perasaan yang
positif atau negatif terhadap suatu objek, atau suatu kebijakan. Kata-kata yang
sering digunakan pada pertanyaan sikap menyatakan arah perasaan seseorang;


117
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
menerima-menolak, menyenangi-tidak menyenangi, baik-buruk, diingini-tidak
diingini.
Contoh indikator sikap terhadap mata pelajaran matematika misalnya.
 Membaca buku matematika
 Mempelajari matematika
 Melakukan interaksi dengan guru matematika
 Mengerjakan tugas matematika
 Melakukan diskusi tentang matematika
 Memiliki buku matematika
Contoh pernyataan untuk kuesioner:
 Saya senang membaca buku matematika
 Tidak semua orang harus belajar matematika
 Saya jarang bertanya pada guru tentang pelajaran matematika
 Saya tidak senang pada tugas pelajaran matematika
 Saya berusaha mengerjakan soal-soal matematika sebaik-baiknya
 Memiliki buku matematika penting untuk semua peserta didik
b. Instrumen minat
Instrumen minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat peserta
didik terhadap suatu mata pelajaran yang selanjutnya digunakan untuk
meningkatkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran tersebut. Definisi
konseptual: Minat adalah keinginan yang tersusun melalui pengalaman yang
mendorong individu mencari objek, aktivitas, konsep, dan keterampilan untuk
tujuan mendapatkan perhatian atau penguasaan. Definisi operasional: Minat
adalah keingintahuan seseorang tentang keadaan suatu objek.
Contoh indikator minat terhadap pelajaran matematika:
 Memiliki catatan pelajaran matematika.
 Berusaha memahami matematika
 Memiliki buku matematika
 Mengikuti pelajaran matematika
Contoh pernyataan untuk kuesioner:
- Catatan pelajaran matematika saya lengkap
- Catatan pelajaran matematika saya terdapat coretan-coretan tentang hal-hal
yang penting
- Saya selalu menyiapkan pertanyaan sebelum mengikuti pelajaran matematika
- Saya berusaha memahami mata pelajaran matematika


118
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
- Saya senang mengerjakan soal matematika.
- Saya berusaha selalu hadir pada pelajaran matematika

Skala Instrumen non tes
Skala yang sering digunakan dalam instrumen non tes adalah Skala Thurstone,
Skala Likert, dan Skala Beda Semantik.
Contoh Skala Thurstone: Minat terhadap pelajaran matematika
Pernyataan 7 6 5 4 3 2 1
1. Saya senang belajar matematika
2. Pelajaran matematika bermanfaat
3. Saya berusaha hadir tiap ada jam pelajaran
matematika

4. Saya berusaha memiliki buku pelajaran
matematika

5. Pelajaran matematika membosankan
Dst

Contoh skala Likert: Sikap terhadap pelajaran matematika
1 Pelajaran matematika bermanfaat SS S TS STS
2 Pelajaran matematika sulit SS S TS STS
3 Tidak semua harus belajar matematika SS S TS STS
4 Pelajaran matematika harus dibuat mudah SS S TS STS
5 Sekolah saya menyenangkan SS S TS STS

Keterangan:
SS : Sangat setuju
S : Setuju
TS : Tidak setuju
STS : Sangat tidak setuju
Contoh skala beda Semantik:
Pelajaran matematika
a b C d e f g
Menyenangkan Membosankan
Sulit Mudah
Bermanfaat Sia-sia
Menantang Menjemukan
Banyak Sedikit



119
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
7. Mengolah dan Menentukan Nilai Akhir
Dalam melakukan pemeriksaan lembar jawaban peserta didik sangat ditentukan
pada bentuk soalnya. Untuk pemeriksaan bentuk pilihan ganda, pelaksanaannya sangat
mudah. Lembar jawaban peserta didik dicocokkan pada lembar kunci jawaban yang sudah
disiapkan. Bila jawaban peserta didik sesuai dengan kunci jawaban, maka jawabannya diberi
skor 1, bila tidak sesuai diberi skor 0. Setelah selesai menskor seluruh soal, maka baru
dihitung berapa jumlah soal yang benar dan berapa jumlah soal yang tidak benar. Jumlah
skor benar itulah yang merupakan skor perolehan (skor mentah) dari soal bentuk pilihan
ganda yang diperoleh peserta didik yang bersangkutan.
Untuk melakukan pemeriksaan soal-soal bentuk uraian termasuk tes perbuatan,
sangat diperlukan kesabaran dan ketelitian yang handal. Untuk memudahkan
pelaksanaannya, ada beberapa kaidah atau prosedur pemeriksaannya.
a. Gunakanlah pedoman penskoran yang telah disiapkan sebagai acuan dalam memeriksa
jawaban peserta didik.
b. Bacalah jawaban peserta didik kemudian bandingkan dengan jawaban ideal seperti yang
ada pada pedoman penskoran.
c. Berikan skor sesuai dengan tingkat kelengkapan dan kesempurnaan jawaban peserta
didik.
d. Periksalah seluruh lembar jawaban peserta didik pada nomor yang sama, baru
dilanjutkan ke pemeriksaan nomor berikutnya. Hal ini perlu dilakukan guna menjaga
konsistensi dan objektivitas pemberian skor.
e. Hindari faktor-faktor yang tidak sesuai/relevan dalam pemberian skor seperti bagus
tidaknya tulisan dan bersih tidak kertas jawaban, kecuali kalau memang kedua aspek itu
yang akan diukur, seperti mata pelajaran bahasa.
Setelah selesai memeriksa lembar jawaban peserta didik, langkah berikutnya
adalah memberikan skor pada lembar jawaban itu. Pemberian skor untuk bentuk soal pilihan
ganda sangat mudah dan telah dijelaskan diatas, sedangkan pemberian skor untuk bentuk
soal uraian sangat ditentukan oleh bobot masing-masing soalnya. Bila setiap butir soal sudah
selesai diskor, hitunglah jumlah skor perolehan peserta didik pada setiap nomor butir soal.
Kemudian lakukan perhitungan nilai dengan menggunakan rumus seperti berikut ini.

Skor perolehan peserta didik
Nilai Setiap Soal = ÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷ X bobot
Skor maksimum butir soal ybs
Berikut ini disajikan sebuah contoh sebagai bahan untuk didiskusikan



120
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
BAHAN DISKUSI-7
Misalkan seorang siswa (Rahman) mengerjakan suatu tes matematika bentuk
uraian yang hasil dan nilaninya disajikan dalam tabel berikut ini
Soal Bobot Skor Maksimum Skor perolehan Perhitungannya
1
2
3
4
5
20
10
30
10
30
8
5
10
5
10
7
4
9
5
7
(7:8) x 20 = 17,50
(4:5) x 10 = 8,00
(9:10) x 30 = 27,00
(5:5) x 10 = 10,00
(7:10) x 30 = 21,00
Nilai soal uraian Rahman adalah = 83,50
Untuk memudahkan dalam pelaksanaan penskoran, maka setiap butir soal uraian
dibuatkan perhitungan skornya yang dihitung dari skor maksimumnya.
Contohnya seperti berikut ini.
a. Skor soal nomor 1 ( contoh: 1:8 x 20 = 2,5; 2:8x20=5; dst.
Penjelasan : 8 = skor maksimum soal nomor 1; 20 = bobot soal nomor 1)
Skor Perolehan Nilai
1 2,5
2 5
3 7,5
4 10
5 12,5
6 15
7 17,5
8 20
b. Skor soal nomor 2 ( Skor maksimum 5; bobot soal 10 )
Skor Perolehan Nilai
1 2
2 4
3 6
4 8
5 10

c. Skor Soal No 3 (skor maximum 10, bobot soal 30)
Skor Perolehan Nilai
1 3
2 6
3 9
4 12
5 15
6 18
7 21
8 24
9 27
10 30



121
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
d. Skor soal no. 4 (Skor Maksimum 5, bobot soal 10)
Skor Perolehan Nilai
1 2
2 4
3 6
4 8
5 10

e. Skor soal no. 5 ( Skor Maksimum 10, bobot soal 30 )
Skor Perolehan Nilai
1 3
2 6
3 9
4 12
5 15
6 18
7 21
8 24
9 27
10 30

Berdasarkan perhitungan skor yang telah dibuat, penilaian ke lima butir soal di atas
dapat diskor secara mudah pada setiap peserta didik. Contoh seperti berikut ini

No
Nama
Pesertadidik
Nomor Soal
Nilai
Akhir
1 2 3 4 5
SP N SP N SP N SP N SP N
1
2
3
4
5
Rahman
dst
7 7,5 4 8 9 27 5 10 7 21 83,50

Keterangan : SP = Skor Perolehan. N = Nilai
Setiap jenis tes (tertulis, perbuatan, sikap) dalam perhitungan nilai akhir hendaknya
berdiri sendiri, jangan digabungarena setiap jenis tes memiliki karakteristik sendiri-
sendiri. Berikut ini diberikan contoh perhitungan nilai akhir untuk tes tertulis.









122
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Contoh Perhitungan Nilai Akhir

Bentuk
Soal
Jumlah
Soal
Bobot
Soal
Nomor
Soal
Skor
Maksimum
Skor
Perolehan
Hasil
Perhitungan
PG.
Isian
35
10
70%

1 – 35
1 - 10
35
10
30
8
38:45x100=8
4,44
45 38
Uraian 5 30% 1
2
3
4
5
3
4
9
6
6
3
2
8
4
5
22:28x100=7
8,57
28 22
Nilai untuk PG, Isian dan Uraian = ( 70 % x 84,44 ) + ( 30 % x 78,57 )
= 59,1 + 23,57= 82,67
Rangkuman
Tes dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui tingkat kemampuan pesertadidik
dan tingkat keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran, juga sekaligus untuk
mengetahui kesulitan belajar anak. Agar tes yang dikembangkan benar-benar dapat
digunakan sesuai dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui tingkat kemampuan
peserta didik dan untuk memperbaiki kelemahan siswa dalam pencapaian kompetensi
dasar matematika, maka beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian di antaranya
adalah (1) guru harus benar-benar mengetahui sejak awal apa fungsi atau tujuan utama
tes yang akan dikembangkan (hasil tes akan dipergunakan untuk apa?) dan (2) guru
harus mengetahui bagaimana prosedur pengembangan tes yang baik.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat rubrik adalah: kriteria yang akan
dinilai, skala penilaian, penentuan batasan memenuhi dan tidak memenuhi, sebutan
untuk setiap tingkat, deskripsi untuk tingkat penampilan yang berbeda, dan menghitung
skor.

Latihan 12
Susunlah sebuah tes tertulis bentuk objektif atau uraian untuk keperluan ulangan
tengah semester dengan mengikuti kaidah-kaidah yang telah dipelajari pada modul ini
yaitu: analisis kurikulum, kisis-kisi tes, peta konsep, dan spesifikasi butir tes, dan
menelaah butir soal. Berikutnya Anda membuat contoh data fiktif untuk diolah dan
menentukan nilai akhir?




123
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 12

Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran serta
Perancangan Strategi Pemanfaatannya

Indikator:
1. Memahami pengertian dan fungsi media pembelajaran.
2. Membandingkan jenis-jenis dan fungsi media pembelajaran.
3. Membandingkan berbagai strategi pemanfaatan media pembelajaran.

Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

Bahan Diskusi
Cermati baik-baik kasus berikut, selanjutnya diskusikan dengan teman-temanmu.
Kasus:
Pada hakikatnya proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dan
siswa. Dalam proses tersebut, guru menyampaikan informasi berupa pengetahuan dan
pengalaman yang dimilikinya dengan tujuan agar siswanya memiliki juga pengetahuan dan
pengalaman tersebut. Dalam penyampaian informasi, guru senantiasa menggunakan
berbagai macam alat bantu untuk mempermudah proses komunikasi yang pada gilirannya
mempermudah bagi siswa untuk menyerap informasi dari gurunya.
Suatu ketika seorang guru matematika mengajar dengan menggunakan alat bantu layang-
layang yang berbentuk ikan. Kebetulan sang guru akan menjelaskan tentang konsep layang-
layang. Bagaimana pendapat Anda tentang alat bantu tersebut? Bisakah alat bantu itu
menjembatani konsep laying-layang pada materi matematika? Jelaskan!
Alat-alat bantu apa sajakah yang biasa digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar?
Bagaimana pulakah rancangan strategi pemanfaatan masing-masing alat-alat bantu
tersebut? Diskusikanlah dengan teman-temanmu! Akhirnya, rumuskanlah pengertian dan
dan fungsi media pembelajaran!
Uraian Materi
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara
harfiah berarti “perantara” atau “pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan


124
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran.
Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa
pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs
(1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan
isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National
Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat
keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala
sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan
peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik
(Sudrajat, 2008).
Dengan demikian media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran
dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya
berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual.
Sekitar pertengahan abad XX, usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya
alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini
penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif,
seperti adanya komputer dan internet.
Beberapa fungsi media pembelajaran, dianranya adalah sebagai berikut:
1) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para
peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor
yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan
melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut.
Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka
obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata,
miniatur, model, maupun bentuk gambar-gambar yang dapat disajikan secara audio-
visual.
2) Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak
mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu
obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c)
obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek
yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung
berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek
itu dapat disajikan kepada peserta didik.


125
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
3) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik
dengan lingkungannya.
4) Media menghasilkan keseragaman pengamatan.
5) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6) Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai
dengan abstrak.
Selanjutnya, terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya adalah sebagai
berikut:
1) Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik.
2) Media Audio : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya.
3) Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya.
4) Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan
sejenisnya.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual,
audio, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama
dan serempak melalui satu alat saja yang disebut multimedia. Contoh : dewasa ini
penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu
semua jenis media yang bersifat interaktif.
Allen (Sudrajat, 2008) mengemukakan tentang hubungan antara media dengan
tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :
Jenis Media 1 2 3 4 5 6
Gambar Diam S T S S R R
Gambar Hidup S T T T S S
Televisi S S T S R S
Obyek Tiga Dimensi R T R R R R
Rekaman Audio S R R S R S
Programmed Instruction S S S T R S
Demonstrasi R S R T S S
Buku teks tercetak S R S S R S

Keterangan :
R = Rendah S = Sedang T= Tinggi
1 = Belajar Informasi faktual
2 = Belajar pengenalan visual
3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan
4 = Prosedur belajar
5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik
6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi


126
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan
dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau
kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat
untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan
maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik
(gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat
kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan;
keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.

Latihan: 13
1) Tuliskan beberapa batasan media pembelajaran.
2) Tuliskan sepuluh fungsi media pembelajaran.
3) Tuliskan lima jenis media pembelajaran dan strategi pemanfaatannya dalam
pembelajaran matematika.





127
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Kegiatan Belajar 13
Mengkonstruksi dan Memilih Peralatan Media
Pembelajaran Matematika dan Penerapannya

Indikator:
1) Membuat berbagai peralatan yang digunakan dalam media pembelajaran
matematika.
2) Mengidentifikasi dan memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan
tujuan pembelajaran matematika.
3) Menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan
pembelajaran matematika.

c. Strategi Pembelajaran:
- Model Berbasis Masalah
- Pendekatan Pemecahan Masalah
- Metode Diskusi dan Penemuan

d. Bahan Diskusi
Cermati baik-baik kasus berikut, selanjutnya diskusikan dengan teman-temanmu.
Kasus-1:
Dalam rancangan kegiatan pembelajaran matematika, guru akan menyampaikan materi
tentang operasi bilangan bulat. Peralatan dan bahan apa sajakah yang dapat digunakan
untuk membantu guru dalam proses belajar mengajar? Rancanglah suatu alat peraga
sebagai suatu media pembelajaran untuk menyampaikan materi sedemikian hingga siswa
mudah memahami materi tersebut. Diskusikan dengan teman sekelompokmu.
Kasus-2:
Dalam sejarah diketahui bahwa Thales dikenal sebagai Bapak Filsafat sering bekerja dengan
menggunakan cara berpikir matematis. Misalnya ketika ia akan mengetahui tinggi bangunan
kuno piramida di Mesir tanpa ia harus memanjat mengingat bangunan itu sangat besar dan
misterius cara pembuatannya. Dengan memanfaatkan media alam dan alat sederhana, ia
dapat mengetahui tinggi piramida tersebut. Coba kamu diskusikan dengan teman
sekelompokmu, bagaomana cara Thales mengetahui tinggi piramida. Sebutkan pula media
dan alat yang digunakan.
Kasus-3:
Seseorang ingin mengetahui tinggi suatu gedung, tiang bendera, jarak antara dua tebing,
dan lebar sungai untuk suatu keperluan tata wilayah. Dapatkah kita mengetahui hal tersebut


128
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
tanpa harus memanjat gedung, tiang bendera, tebing, dan mengarungi air sungai? Kalau
dapat, tuliskan konsep-konsep matematika yang terkait, dan peralatan yang digunakan.
Rancanglah peralatan tersebut bersama teman-temanmu.
Kasus-4:
Dalam pembelajaran geometri, baik di SMP maupun di SMA, apalagi di SD, sangat sering
digunakan alat peraga sebagai bagian dari media pembelajaran matematika. Rancanglah
berbagai macam alat peraga untuk mengajarkan konsep-konsep geometri di SD, SMP, dan
atau SMA. Gunakan bahan dan peralatan sederhana yang mudah diperoleh dalam kehidupan
sehari-hari. Masing-masing alat peraga dilengkapi dengan cara membuat dan cara
menerapkannya. Diskusikanlah dengan teman-temanmu.
Kasus-5:
Dengan pesatnya perkembangan teknologi multimedia, alat peraga matematika dapat dibuat
sedemikian sehingga memudahkan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran
matematika. Buatlah multimedia pembelajaran matematika dengan menggunakan
powerpoint dan atau macromedia flash untuk mengajarkan konsep-konsep, statistik,
arimetika, aljabar, dan kalkulus.

Rangkuman Materi (Bahan Bacaan Singkat):
Media dan sumber belajar dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya
pembelajaran yang efektif. Hal ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti,
terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, bi-
aya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu
muncul, karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan, disesuaikan
dengan kondisi waktu, keuangan maupun materi yang akan disampaikan. Setiap jenis media
dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan
informasi.
Pemilihan media yang tepat dalam proses pembelajaran sangat bergantung pada pe-
ngetahuan dan pengalaman guru tentang jenis media, mulai dari yang sederhana sampai
pada yang canggih. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam
memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran, situasi serta
kondisi yang ada. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan
sumber otentik atau kontekstual. Kalau sulit menyediakan sumber otentik, barulah
menyediakan alternatif seperti situasi buatan, atau alat audio-visual, atau alat visual.
Misalnya potongan-potongan persegi dengan warna yang berbeda-beda dapat
digunakan sebagai media untuk memperagakan deret bilangan genap. Hal ini dapat


129
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
digunakan untuk melatih kemampuan siswa memecahkan masalah yang berkaitan dengan
barisan dan deret, disamping dapat juga untuk memotivasi siswa sebelum mengawali
pembelajaran. Alat peraga ini terdiri dari keping-keping persegi satuan dengan warna
terang dan gelap secara bergantian yang menunjukkan bilangan 2, 4, 6, dan seterusnya.


Perhatikan cara penggunaannya (Widyantini & Guntoro, 2010) sebagai berikut:
1) Pasang potongan-potongan warna gelap dan terang selang-seling seperti terlihat
pada gambar di bawah (i), (ii), (iii) sampai tersusun (iv), sambil menanyakan ke
siswa “barisan apa yang sedang kita susun?

2) Dengan memperhatikan dan mencermati susunan di atas, maka yang terbentuk adalah
suatu barisan bilangan 2, 4, 6, 8, …, sehingga siswa dapat melanjutkan ke suku
berikutnya. Untuk jumlah deret bilangan genap 2 + 4 + 6 + 8 + … + 2n = n (n + 1)
yaitu dengan mencermati panjang dan lebar susunan potongan-potongan persegi tadi

Selanjutnya perhatikan gambar klinometer berikut ini. Alat ini cukup mudah dibuat,
dan bahannya pun dapat diperoleh dengan mudah. Dalam pembelajaran matematika dapat
digunakan sebagai salah satu media untuk tujuan pembelajaran pemecahan masalah
pada menggunakan konsep perbandingan. Untuk menggunakan alat peraga klinometer
ini diperlukan pemahaman konsep tentang penerapan skala dalam menentukan ukuran
panjang atau tinggi suatu objek yang akan diukur. Objek yang diamati dan akan diukur
dapat berupa benda-benda yang mempunyai ketinggian, misalnya: tiang bendera, pohon
kelapa, pohon cemara, atau gedung bertingkat. Pengukuran dari objek- objek seperti
tersebut yang akan diukur menggunakan klinometer, jelas merupakan pengukuran tak


130
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
langsung. Mengapa? Sebab panjang sebenarnya dari objek yang akan diukur tidak langsung
dapat diketahui dari alat ukur tersebut. Panjang sesungguhnya akan diketahui setelah
dilakukan perhitungan berdasarkan pengamatan-pengamatan yang diperoleh dari hasil
praktek menggunakan alat tersebut. Kemampuan prasarat dalam menggunakan alat peraga
klinometer ini adalah konsep skala.


Gambar 14.1. klinometer
Masih banyak alat peraga yang lain yang dapat dikonstruksi dengan mudah dengan
menggunakan bahan-bahan sederhana, bahkan bahan-bahan bekas dalam kehidupan sehari-
hari, seperti pipet, kaleng-kaleng bekas, karton, dan lain-lain.
Di lain pihak, seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, keberadaan
komputer dengan perangkat lunaknya dapat dimanfaatkan sebagai media dalam
pembelajaran matematika. Misalnya dengan menggunakan powerpoint atau macromedia
flash, kita dapat membuat animasi objek-objek geometri sedemikian hingga siswa tertarik
dan termotivasi untuk belajar. Di samping itu, diharapkan pula lebih mudah untuk
memahami materi yang disampaikan oleh guru. Namun tentu hal ini membutuhkan
pembiayaan yang lebih besar dibandingkan kita menggunakan bahan-bahan sederhana.
Belum lagi, kita harus punya kemampuan untuk mengoperasikan komputer dan beberapa
program aplikasi yang dibutuhkan.








131
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Latihan 14:

1) Tuliskan konsep-konsep matematika yang dianggap esensial membutuhkan alat peraga
sebagai bagian dari media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar.
2) Tuliskan criteria pemilihan alat peraga sebagai media pembelajaran.
3) Rancanglah suatu alat peraga untuk menanamkan konsep matematika berikut:
a. Luas daerah persegi panjang, segitiga, trapesium, jajargenjang, layang-layang,
belah ketupat.
b. Luas daerah lingkaran dengan menggunakan pendekatan luas persegipanjang,
jajargenjang, dan segitiga.
c. Sudut lurus.
d. Bilangan phi.
e. Dalil Pythagoras.
f. Luas permukaan bola.
g. Luas selimut tabung, kerucut.
h. Volum balok, tabung, kerucut, limas, prisma, dan bola.
4) Rancanglah media pembelajaran berbasis multimedia dengan menggunakan powerpoit
atau macromedia flash untuk mencapai salah satu kompetensi dasar yang selama
diajarkan (setiap orang harus berbeda dengan yang lainya).



132
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
DAFTAR PUSTAKA

Anton, Howard. 2004. Aljabar Linear Elementer Jilid 1 Edisi kedelapan (Terjemahan
Indriasari, Refina). Jakarta: Erlangga.
Anton, Howard. 2004. Aljabar Linear Elementer Jilid 2 Edisi kedelapan (Terjemahan
Indriasari, Refina). Jakarta: Erlangga.
Arends. R.I.2001. Learning to Teach (5
th
ed). Boston: McGraw-Hill
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 22, 23, dan
24 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan
dasar dan menengah. Jakarta: Depdiknas.
______. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: BSNP.
______. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun
2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jakarta: BSNP.
______, 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.Jakarta: BSNP
Darhim, 1986. Media dan Sumber Belajar Matematika, Modul Universitas Terbuka, Jakarta: Karunika.
Depdiknas, 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar
Penilaian. Jakarta: Depdiknas
______, 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.
Jakarta: Depdiknas
______, 2009. Panduan Implementasi Standar Penilaian. Jakarta: Depdiknas
Djumanta, Wahyudin. 2008. Mahir Mengembangkan Kemampuan Matematika untuk Kelas XI
Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta:
Pusat Perbukuan Depdiknas.
Djumanta, Wahyudin. 2008. Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas XI
Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Gravemeijer, K. 1994. Developing Realistic Mathematics Education. Utrecht: Freudenthal
Institute.
Hasan, 2000. Teknik Sampling. http://www.google.co.id/search?q=Teknik+
Sampling&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a.
Diakses: 5 Juli 2010.
Herynugroho, dkk. 2009. Mathematics for Senior High School Year X. Jakarta: Yudhistira.
Herynugroho, dkk. 2009. Mathematics for Senior High School Year XI. Jakarta: Yudhistira.
Herynugroho, dkk. 2009. Mathematics for Senior High School Year XII. Jakarta: Yudhistira.
Ibrahim, Muslimin,dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA University Press
---------. 2001. ”Apa yang dikatakan oleh Peneliti tentang Modelling Pembelajaran
Kooperatif?” Malang: Jurnal MIPA Tahun 30 No 1 Januari 2001 FMIPA Universitas
Negeri Malang
Ibrahim, Muslimin. 2002. Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Jakarta: Direktorat
Pendidikan Lanjutan Pertama. Depdiknas.
Keedy, Mervin L, at all. 1986. Algebra and Trigonometry. California: Addison Wesley.
Kuntarti. 2005. Matematika SMA Kelas XII Program Ilmu Alam. Jakarta: Erlangga.
Leon, Steven J. 2001. Aljabar Linear dan Aplikasinya (Terjemahan Bondan, Alit). Jakarta:
Erlangga.
Marpaung, Y. 2001. Prospek RME untuk Pembelajaran Matematika di Indonesia. Makalah
disajikan pada Seminar Nasional Realistic Mathematic Education di FMIPA
Universitas Negeri Surabaya tanggal 24 Februari 2001.
Marpaung, Y. 2001. Pendekatan Realistik dan Sani dalam Pembelajaran Matematika. Makalah
disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika Realistik Indonesia di
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tanggal 14 – 15 November 2001.
Mulyono, 1992. Statistika untuk Ekonomi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas
EkonomUniversitas Indonesia.


133
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24
Universitas Negeri Makassar

Satu Untuk UNM
Nababan. 1989. Matematika untuk Ilmu Ekonomi dan Bisnis. Jakarta: Erlangga.
Noormandiri. 2000. Matematika SMU untuk Kelas 2. Jakarta: Erlangga.
Nur, M. dan Wikandari, P.R. 2000. Pengajaran Berpusat kepada Siswa dan Pendekatan
Konstruktivis dalam Pengajaran. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah,
UNESA.
---------. 2005. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah
UNESA
Nurhadi. 2004. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Penerbit
Universitas Malang
Pemerintah RI, 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan. Jakarta: Pemerintah RI.
Pesta. 2008. Matematika Aplikasi untuk SMA dan MA kelas XII Program Studi Ilmu Alam.
Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Prayitno, Budhi. 2001. Matematika SMU Kelas 2. Jakarta: Erlangga.
Safari. 2005. Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. Jakarta:
Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia Depdiknas
Slavin, R, E. 1994. Educational Psychology, Theories and Practice. (Fourth Edition).
Masschusetts: Allyn and Bacon Publishers.
Slavin, R.E. 1995. Cooperatif Learning: Theory, Research, and Practice (2nd ed). Boston:
Allyn and Bacon
Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia, (konstatasi keadaan masa kini
menuju harapan masa depan). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,
Depdiknas.
2001a. “Pemanfaatan Realitas dan Lingkungan dalam Pembelajaran Matematika.”
Makalah disampaikan pada seminar Nasional RME di FMIPA UNESA tanggal 24
Pebruari 2001.
2001b. “Pembelajaran Matematika Realistik: pengenalan awal dan praktis.” Makalah
disampaikan pada seminar Nasional di FMIPA UNESA.
2001c. Pembelajaran Matematika berjiwa RME (Suatu Pemikiran Rintisan Ke Arah
Upaya Baru). Makalah disajikan pada Seminar Nasional Realistics Mathematic
Education (RME) di UNESA Surabaya, Juni 2001.Sudjana, 1975. Metoda Statistika.
Edisi ke-5. Bandung: Tarsito.
Sudrajat, A. 2008. Media Pembelajaran, online, http://akhmadsudrajat.wordpress.com, diakses
tanggal 5 Desember 2010.
Sumantri, 1996. Suatu Pengantar ke Teori Peluang. Bandung: IPB.
Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.
Tiro, M. A. 2000. Analisis Korelasi dan Regresi. Edisi kedua. Makassar: Makassar State
University Press.
Tiro, M. A. 2002. Statistika Terapan. Edisi kedua. Makassar: Andira Publisher.
Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran (Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang
Kreatif dan Efektif). Jakarta: Bumi Aksara
Van De Walle, John A. 2008. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Jilid 1 Edisi keenam
(Terjemahan Suyono). Jakarta: Erlangga.
Van De Walle, John A. 2008. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Jilid 2 Edisi keenam
(Terjemahan Suyono). Jakarta: Erlangga.
Widyantini, Th. & Guntoro, S.T. 2010. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran
Matematika, Modul Matematika SMP Program Bermutu, Yogyakarta: PPPPTK
Matematika.
Widyantini, Th. 2006. Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan
Kooperatif.Yogyakarta: PPPG Dirjen PMPTK Depdiknas
Zulkardi. 2002. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI): Perkembangan dan
Permasalahan. Netherlands: Utrecht University.

Satu Untuk UNM
A. PENDAHULUAN 1. Deskripsi Singkat Standar Kompetensi Lulusan (SKL) kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Mata Pelajaran Matematika adalah: (1) memahami karakteristik peserta didik dan mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dan mendidik, (2) memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, dan berakhlak mulia, (3) menguasai keilmuan dan kajian kritis pendalaman isi bidang pengembangan peserta didik (keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia, sosial dan kepribadian, pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga dan kesehatan), (4) mampu berkomunikasi dan bergaul dengan peserta didik, kolega, dan masyarakat. Untuk pencapaian SKL tersebut, maka materi diklat yang akan dipelajari adalah sebagai berikut. 1. Pengembangan Profesionalisme Guru, yang meliputi: tugas-tugas guru profesional, karateristik peserta didik sebagai landasan pengembangan program pembelajaran, dan pengembangan pembelajaran yang mendidik dan kontekstual. 2. Pendalaman materi mata pelajaran Matematika yang belum dikuasai oleh sebagian besar guru, yang meliputi: (a) Limit Fungsi, yang meliputi: Limit fungsi di satu titik dan di takhingga beserta teknik perhitungannya; Sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi dan kontinuitas fungsi; Konsep, sifat, dan aturan dalam perhitungan turunan fungsi; Konsep turunan untuk menentukan karakteristik suatu fungsi dan memecahkan masalah; Konsep, sifat, dan aturan dalam perhitungan integral tak tentu dan integral tentu; dan Menganalisis konsep integral untuk menghitung panjang busur, luas daerah, luas permukaan benda putar, dan volume benda putar; (b) Trigonometri, yang meliputi: Sifat dan aturan tentang fungsi trigonometri, rumus sinus dan cosinus dalam pemecahan masalah; Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan fungsi trigonometri; Rumus trigonometri jumlah dua sudut, selisih dua sudut, dan sudut ganda; Rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dan sudut ganda; Persamaan dan pertidaksamaan trigonometri; dan Persamaan trigonometri dari sebuah grafik; (c) Aljabar, yang meliputi: Pemecahan masalah sehari-hari dengan menggunakan logika matematika; Konsep operasi himpunan untuk menyelesaikan permasalahan; Jenis-jenis relasi; Jenis-jenis fungsi: Sifat dan aturan fungsi komposisi dalam pemecahan masalah; Sifat dan aturan fungsi invers dalam pemecahan masalah; Akar, pangkat, dan logaritma untuk penyelesaian masalah; Aljabar dalam perhitungan teknis yang berkaitan dengan pangkat, akar, dan logaritma; Sifat dan aturan tentang akar persamaan kuadrat, diskriminan, sumbu simetri, dan titik puncak grafik fungsi kuadrat dalam pemecahan
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

27

Satu Untuk UNM
masalah; Sifat dan aturan tentang sisitem persamaan linier dan kuadrat dalam pemecahan masalah; Sifat dan aturan pertidaksamaan satu variabel dalam pemecahan masalah; Model matematika sistem pertidaksamaan linier; Sifat-sifat materiks dan operasinya; Konsep deret aritmetika dan geometri untuk menyelesaikan permasalahan; (d) Peluang dan Statistika, yang meliputi: Data, tabel, dan diagram; Ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data serta penafsirannya; Permutasi, dan kombinasi dalam pemecahan masalah; Peluang kejadian dari berbagai situasi serta tafsirannya; Statistik Inferensial; (e) Geometri, yang meliputi: Hubungan garis dengan garis, garis dengan sudut, sudut dengan sudut serta menetukan ukurannya; Konsep segi empat dan segitiga serta menetukan ukurannya; Teorema Pythagoras dalam pemecahan masalah; Unsur, bagian lingkaran serta ukurannya; Sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentuka ukurannya; Bangun-bangun datar yang sebangun dan kongruen; Mengidentifikasi konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah; Unsur-unsur tabung, kerucut dan bola; Masalah yang berkaitan dengan tabung, kerucut, dan bola; Komponen, menggambar, dan volum benda ruang; Abstraksi ruang untuk menghitung jarak dan sudut antara; Menganalisis irisan bidang dan ruang; dan Transformasi geometri dalam menyelesaikan masalah. 3. Model-model Pembelajaran, Pemanfaatan Media Pembelajaran dan Asesmen Pembelajaran, yang meliputi: (a) Perencanaan Pembelajaran, yang meliputi: Kurikulum matematika SMP/SMA, Silabus matematika SMP/SMA, RPP matematika, Tujuan instruksional (kompetensi), Kompetensi Dasar, Indikator, Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM), Strategi dan media pembelajaran, Menyusun dan menerapkan alat evaluasi; (b) Model dan Inovasi Pembelajaran, yang meliputi: Berbagai teori belajar dalam PBM, Berbagai model, strategi, pendekatan, metode, teknik pembelajaran yang PAIKEM, Teori dan model pembelajaran PAIKEM; (c) Evaluasi Proses dan Hasil Pembelajaran, yang meliputi: Pengertian dan kegunaan tes, pengukuran, dan penilaian hasil belajar, Etika pengetesan, pengukuran, dan penilaian, Tabel spesifikasi dan kisi-kisi, Syarat tes yang baik, Butir soal objektif dan uraian, Pedoman penskoran, Teknik pengolahan dan pengadministrasian tes, Instumen non tes, Bergabagai pendekatan penilaian yang sesuai, Mengolah dan menentukan nilai akhir, (d) Media Pembelajaran, yang meliputi: Pengertian belajar dan media pembelajaran, Fungsi media pembelajaran, Perkembangan media pembelajaran dari waktu ke waktu, Fungsi dan manfaat media pembelajaran, Pola dan strategi pemanfaatan media pembelajaran, Prinsip penggunaan media pembelajaran, Peralatan media pembelajaran, Teknik memilih media pembelajaran.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

28

Menganalisis sifat-sifat kubus. Pelaksanaan Pembelajaran (Peer Teaching). dan Model-model Pembelajaran. yang meliputi: Proposal PTK. bentuk pangkat. menjelaskan. akar. serta menentukan ukurannya. mengadakan variasi. memberi penguatan. kerucut. 8. garis dengan sudut. 5. dan logaritma. menyusun. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan logika. Memanipulasi aljabar untuk merancang rumus trigonometri dan menyusun bukti. Menganalisis konsep integral dalam pemecahan masalah 3. dan menggunakan kaidah pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan. memberi tafsiran. Garis besar karya tulis ilmiah. mengelola kelas. yaitu Pendalaman materi mata pelajaran Matematika yang belum dikuasai oleh sebagian besar guru. Menganalisis hubungan garis dengan garis. 9. Modul ini hanya memuat dua materi pokok. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . 2. Membuka dan menutup pelajaran. serta menentukan ukurannya.Satu Untuk UNM 4. balok. Membuktikan aturan statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara. sudut dengan sudut. Pemanfaatan Media Pembelajaran dan Asesmen Pembelajaran. dan bola serta menentukan ukurannya. 6. matriks serta barisan dan deret. dan bagian-bagiannya. Menganalisis sifat-sifat tabung. 10. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan persamaan kuadrat. Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). sistem persamaan linier-kuadrat. memimpin diskusi. dan menggunakan aturan peluan dalam menentukan dan menafsirkan peluang kejadian majemuk. pertidaksamaan. 5. prisma. Persiapan pelaksanaan PTK. 7. Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah. mengajar kelompok kecil dan perorangan. 4. Menganalisis konsep limit fungsi dan turunan dalam pemecahan masalah. Standar Kompetensi: 1. fungsi kuadrat. 2. 11. yang meliputi: Keterampilan dasar mengajar. Menganalisis konsep segiempat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Standar Kompetensi dan Sub Kompetensi Pada bagian ini hanya dikemukakan standar kompetensi dan sub kompetetnsi yang berkaitan dengan dua materi diklat sebagaimana yang disebut di atas. limas. Merancang dan menggunakan model matematika program linier. himpunan.

Merancang. 6. Sub Kompetensi: 1. dan aturan dalam perhitungan turunan fungsi. Menganalisis keliling dan luas bangu segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. 14. 3. Mengkonstruksi dan menerapkan berbagai model pembelajaran inovatif dalam PBM matematika. dan bidang. Menyusun dan menggunakan kaidah pencacahan. 2. 7. Menganalisis peluang kejadian dari berbagai situasi serta tafsirannya. Menguraikan konsep deret aritmatika dan geometri untuk menyelesaikan permasalahan. serta besar dan jenis sudut. dan logaritma. 15. dan bola. 14. 11. 5. Menganalisis sifat dan aturan serta manipulasi aljabar tentabg pangkat. dan volum. bentuk pangkat. 12. dan volume benda putar. Menganalisis sifat dan aturan geometri dalam menentukan kedudukan titik. Merancang penilaian proses dan hasil pembelajaran matematika. dan kontinuitas fungsi. Menganalisis sifat-sifat tabung. permutasi. garis. sifat. Menganalisis konsep. 8. 10. akar. Menganalisis konsep integral untuk menghitung konsep panjang busur. kerucut. 15. 9. dan luas daerah. sifat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 dalam . 4. dan kombinasi pemecahan masalah. mengidentiikasi sifat-sifat paralel epidedum dan limas serta bagian-bagiannya. luas permukaan benda putar. 13. Menganalisis sifat limit fungsi untuk menghitung bentuk tak tentu fungsi. dan menggunakan media dalam pembelajaran matematika. Merancang perencanaan pembelajaran pembelajaran matematika. dan aturan dalam perhitungan integral tak tentu dan integral tentu. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan logika. himpunan. 13. 16. 16. akar. sistem persamaan linear kuadrat. Menganalisis konsep. dan logaritma serta dalam pemechan masalah. Melakukan manipulasi aljabar dalam penghitunagn teknis yang berkaitan dengan fungsi teknis yang berkaitan dengan fungsi trigonometri. Merancang rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut dan sudut ganda. Menganalisis limit fungsi di satu titik dan tak hngga beserta teknis penghitungannya. sudut. Menganalisis hubungan antara dua garis.Satu Untuk UNM 12. jarak. persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat.

23. menggambar. 26. Menyusun instrumen non tes. Metode. 29. Menyusun dan menerapkan alat evaluasi. Mengkaji kurikulum matematika SMP/SMA. Merumuskan syarat tes yang baik. Merancang RPP matematika. Strategi. 27. dan volum dari benda ruang. Menyusun silabus matematika SMP/SMA.Satu Untuk UNM 17. Pendekatan. Menganalisis fungsi media pembelajaran. Mengkonstruksi peralatan media pembelajaran. Memilih media pembelajaran. 21. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 . Teknik pembelajaran yang PAIKEM. 18. 22. 24. Menganalisis komponen. 19. Mendesain pola dan strategi pemanfaatan media pembelajaran. Mengkonstruksi butir soal objektif dan uraian. 20. 28. 25. Menganalisis dan membandingkan berbagai Model.

Menggunakan rumus identitas trigonometri dalam penyelesaian soal. kosinus. kosinus. Setelah 10 jam.Model Berbasis Masalah . kosinus. Jarak kapal dari timur pelabuhan b. Strategi Pembelajaran: . Menurunkan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut. Menurunkan rumus trigonometri sudut ganda. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1 TRIGONOMETRI Indikator 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Memanipulasi bentuk trigonometri yang satu ke bentuk trigonometri yang lain.Satu Untuk UNM B. dan tangen sudut diketahui. dan tangen dari sudut khusus dan suatu sudut di semua kuadran. Menghitung nilai sinus. hitunglah: a. dan tangen suatu sudut dengan perbandingan trigonometri segitiga siku-siku.Pendekatan Pemecahan Masalah . Menyelesaikan persamaan trigonometri. kemudian berikan cara yang tepat. Kasus 1 Sebuah kapal berlayar dari pelabuhan dengan arah 030o. disajikan beberapa contoh kesalahan atau masalah dalam penyelesaian soal Trigonometri yang biasa dilakukan oleh siswa menurut cara-cara atau langkah-langkah yang dipelajari di sekolah. Diskusikan masalah tersebut. Menentukan nilai sinus. 10) Menyelesaikan pertidaksamaan trigonometri. Jarak kapal dari barat pelabuhan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . Kecepatan rata-rata 20 km/jam.Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Berikut ini. Membuktikan identitas trigonometri. Menentukan besar suatu sudut yang nilai sinus. apabila terdapat kekeliruan. Menghitung luas segitiga yang komponennya diketahui dengan menggunakan fungsi trigonometri.

Jarak kapal dari barat pelabuhan = 200 sin 30o = 200 x ½ = 100 km Bagaimana tanggapan Anda? Diskusikan dalam kelompok Kasus 2 1. x = 270o Jadi himpunan penyelesaian = {0o. 270o. 90o. 195o} Kasus 3 Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut. Jarak kapal dari timur pelabuhan = 200 sin 60o = 200 x ½√3 = 100√3 km b. tan x + 1 = sec x. 360o} Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . x = 360o atau x = 90o. 180o. maka x = 15o untuk k = 1.360o)  2x = 30o + k. x = 180o. sehingga diperoleh sin x + cos x = 1.Satu Untuk UNM Jawaban siswa-1 Jarak = kecepatan rata-rata x waktu = 20 x 10 = 200 km a.180o untuk = 0.360o  x = 15o + k. kedua ruas dikudratkan sehingga diperoleh (sin x + cos x)2 = 1  sin2 x + cos2 x + 2sin x cos x = 1  1 + 2sin x cos x = 1  2sin x cos x = 0  sin x cos x = 0  sin x = 0 atau cos x = 0  x = 0o. 0o ≤ x ≤ 360o Jawab. Jarak kapal dari barat pelabuhan = 200 sin 60o = 200 x ½√3 = 100√3 km Jawaban siswa-2 Jarak = kecepatan rata-rata x waktu = 20 x 10 = 200 km a. Kedua ruas dikalikan dengan cos x. Jarak kapal dari timur pelabuhan = 200 sin 30o = 200 x ½ = 100 km b. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut. maka x = 195o Jadi HP = {15o. 0o ≤ x ≤ 360o Jawab. cos 2x = cos (30o + k. cos 2x = ½√3.

c = 14 : hitung luas segitga ABC Penyelesaian : L  s(s  a)(s  b)(s  c) s = (5 + 7 + 14)/2 = 13 L  13(13  5)(13  7)(13  14) L  13(8)(6)(1) L  624 Jadi luas segitiga ABC = √-624 cm2 Bagaimana tanggapan Anda tentang jawaban ini? Mengapa ada luas yang bertanda negatif? Bagaimana seharusnya. Jawab.Satu Untuk UNM Kasus 4 Sederhanakan. Siswa-1 menjawab sebagai berikut. b = 7 cm. Diketahui Ditanya : a = 5. Hitunglah luas segitiga ABC tersebut. sin a  sin b tan a  tan b = sin a  sin b sin a  sin b   cos a  cos b sin a sin b sin a  sin b  cos a cos b cos a  cos b Bagaimana tanggapan Anda? Diskusikan dalam kelompok Kasus 5 Dari sebuah segitiga ABC diketahui panjang ketiga sisinya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 . dan c = 14 cm. yaitu a = 5 cm. sin a  sin b tan a  tan b = sin a  sin b sin(a  b)   cos(a  b) sin a sin b sin(a  b)  cos a cos b cos(a  b) Siswa-2 menjawab sebagai berikut. b = 7.

cos  cos2a = 1 – sin2a L = ½ bc sin A . a 2 sin B sin C L . Ukuran suatu sudut pusat untuk satu putaran dari suatu lingkaran adalah 360o. L = ½ ab sin C. ' o sin  . dan L  2sin B 2sin C L  s(s  a)(s  b)(s  c) . Perbandingan Trigonometri Hubungan antara sin . sehingga diperoleh hubungan sebagai berikut.017 radian. dan L = ½ ac sin B. 2sin A b2 sin A sin C c 2 sin A sin B L .  1  1o = 60 menit  1’ =   (1’ = satu menit)  60   1  1’ = 60 detik  1” =   (1” = satu detik)  60  Sudut satu putaran penuh adalah 360o atau 2π radian. dengan s = (a + b + c)/2 Rumus-Rumus Trigonometri untuk Jumlah dan Selisih Dua Sudut cos (α + β) = cos  cos  – sin sin  cos (α – β) = cos α cos β + sin α sin β sin (α + β) = sin α cos β + cos α sin β sin (α – β) = sin α cos β – cos α sin β tan(   )  tan(   )  tan   tan  1  tan  tan  tan   tan  1  tan  tan  Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . 1 radian = 57.273o 1o = 0. Luas Segitiga sin2a = 1 – cos2a. cos . dan tan  adalah tan   sin2a + cos2a = 1.Satu Untuk UNM Uraian Materi Pengukuran Sudut Hasil pengukuran suatu sudut dapat dinyatakan dalam ukuran derajat (o) maupun ukuran radian (rad).

dan tan  = b/a. Bentuk a cos x + b sin x dapat diubah menjadi menjadi bentuk k cos (x .360o atau x = – + k. sin x = sin   x =  + k. Jumlah. cos 2α = 1 – 2 sin2α.180o Untuk sudut dalam satuan radian. cos 2α = 2 cos2α – 1 tan 2  2 tan  1  tan 2  Rumus Perkalian. digunakan rumus sin x = sin   x =  + 2kπ atau x = (π – ) + 2kπ cos x = cos   x =  + 2k π atau x = – + 2k π tan x = tan  x=+kπ Persamaan a cos x + b sin x = c.) dengan a = k 2 2 cos . dan tan  = b/a.). 2 2 a cos x + b sin x = k cos (x . dan k  a  b .360o tan x = tan   x =  + k. yaitu: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . maka letak kuadran dari sudut  sesuai dengan tanda dari a dan b. Karena diambil nilai k > 0. dan Selisih cos   cos   2cos 1 (   )cos 1 (   ) 2 2 cos   cos   2sin 1 (   )sin 1 (   ) 2 2 sin   sin   2sin 1 (   )cos 1 (   ) 2 2 sin   sin   2cos 1 (   )sin 1 (   ) 2 2 Persamaan Trigonometri Untuk menyelesaikan persamaan trigonometri digunakan rumus berikut. dengan k  a  b .Satu Untuk UNM Rumus-Rumus Trigonometri untuk Sudut Ganda sin 2α = 2 sin α cos α cos 2α = cos2α – sin2α. b = k sin .360o cos x = cos   x =  + k.360o atau x = (180 – ) + k.

Satu Untuk UNM Jika a > 0 dan b > 0. maka 900 <  < 1800 Jika a < 0 dan b < 0. maka 0 <  < 900 Jika a < 0 dan b > 0. maka 2700 <  < 3600 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . maka 1800 <  < 2700 Jika a > 0 dan b < 0.

berkaitan dengan persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat. Mengubah bentuk pangkat negatif ke pangkat positif dan sebaliknya. Mengubah bentuk pangkat ke bentuk logaritma dan sebaliknya. 15) Menentukan nilai optimum dari permasalahan program linear. 16) Menentukan invers matriks persegi. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat. 18) Menggunakan determinan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear. dan logaritma. Mengubah bentuk akar ke bentuk pangkat dan sebaliknya. 11) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan kuadrat. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan akar. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan himpunan. 12) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan linear. 17) Menggunakan matriks untuk menyelesaikan sistem persamaan linear. Melakukan operasi aljabar pada bentuk pangkat. 14) Menentukan himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear. akar.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 2 ALJABAR Indikator 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan logika. 10) Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 . 19) Menentukan suku ke-n dan jumlah n suku pertama deret aritmetika dan deret geometri. Menganalisis sifat-sifat operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan logaritma. 13) Menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan beberapa cara. 21) Menuliskan suatu deret aritmetika dan deret geometri dengan notasi sigma. 20) Menghitung jumlah deret geometri takhingga.

Kasus 1 Seorang siswa menyelesaikan persamaan x(x+1) = x(x+3) dengan cara sebagai berikut. Diskusikan masalah tersebut dalam kelompokmu. siswa tersebut memperoleh jawaban sebagai berikut. x(x+1) = x(x+3) x+1= x+3  1 = 3 ???? Sswa itu merasa behwa dia telah melakukan prosedur sesuai dengan yang telah dipelajari di sekolah. 2x + b. kemudian berikan cara yang tepat.  2x – 1 = x + 2 x–1=2 x=3 Kasus 3 Sistem persamaan linear berikut. disajikan beberapa kesalahan atau masalah dalam penyelesaian soal Aljabar yang biasa dilakukan oleh siswa menurut cara-cara atau langkah-langkah yang dipelajari di sekolah.Satu Untuk UNM Bahan Diskusi Berikut ini. namun akhirnya bingung dengan hasil yang diperoleh. dikerjakan oleh siswa sesuai dengan langkah-langkah yang telah diajarkan oleh gurunya di sekolah. Diskusikan dalam kelompokmu mengenai cara siswa di atas. 2x + 5y = 6 5y = 6 4x + 10y = 12 4x + 10y = 15 Melalui langkah-langkah yang digunakan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 39 kedua ruas dibagi dengan x kedua rua dikurangi dengan x kedua ruas dibagi dengan (x + 1) kedua ruas dikurangi dengan x kedua ruas ditambah dengan 1 . a. Cara penyelesaian dari siswa tersebut adalah sebagi berikut. apabila terdapat kekeliruan. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear berikut. dan seharusnya bagaimana! Kasus 2 Demikian pula dengan penyelesaian soal berikut untuk mencari nilai x. apakah hasilnya sudah benar? Diskusikan dalam kelompokmu! (x + 1)(2x–1) = (x + 1)(x + 2).

Apabila jumlah uang ketiganya adalah Rp 840. Sedangkan B dapat menyelesaikannya dalam waktu 3 jam. mustahil Jadi tidak mempunyai himpunan penyelesaian. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . 4x + 10y = 12 4x + 10y = 15 0 = .000. Sedangkan uang B berbanding uang C. Apabila soal tersebut diselesaikan bersamasama oleh A dan B. berarti A + B = (2 + 3) = 5 jam.000. 4x + 10y = 12 4x + 10y = 12 0 = 0 Jadi himpunan penyelesaian adalah {(x. maka apabila dikerjakan berdua oleh A dan B. a. Diskusikan kedua jawaban itu.000 = Rp 252. Karena A mengerjakan tes tersebut dalam waktu 2 jam. Kasus 4 Seperangkat tes matematika dapat diselesaikan oleh A dalam waktu 2 jam. Jumlah perbandingan = 2 + 3 + 5 = 10.Satu Untuk UNM a. berapa jam waktu yang diperlukan? Soal di atas dikerjakan oleh siswa sebagai berikut.y)/ xR. Uang C = 5/10 x Rp 840. (2 x  5)  x  4 Jawab. Kasus 7 Seorang guru memberi contoh penyelesaian soal berikut kepada siswa.berpakah besar masing-masing uang ketiganya? Seorang siswa mengerjakan soal di atas sesuai dengan yang telah dia pelajari.000. adalah A : B = 2 : 3. Diskusikan kebenaran cara tersebut.. yR} b. kemudian jelaskan jawaban yang benar. Uang A = 2/10 x Rp 840.000 = Rp 168. bagaimana seharusnya.3. dan oleh B dalam waktu 3 jam. Diskusikan hasil pekerjaan siswa tersebut. yaitu (A + B)/2 = (2 + 3) = 2½ jam. Uang B = 3/10 x Rp 840.000. Kasus 5 Uang A berbanding dengan uang B.000 = Rp 420. adalah B : C = 2 : 5. Sedangkan oleh siswa yang lain dikerjakan dengan cara menentukan rata-rata.

. B.Satu Untuk UNM Kedua ruas dikuadratkan. (2 x  1) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 .. dengan notasi pembentuk himpunan. C. Kasus 8 Diskusikan dalam kelompok.. x ≥ 0 Tentukan (fog)(x) dan (gof)(x) Jawab. diperoleh 2x – 5 = (x – 4)2  2x – 5 = x2 – 8x + 16  x2 – 10x + 21 = 0  (x – 3)(x – 7) = 0  x = 3 atau x = 7 b. f(x) = 2x – 1 . (fog)(x) = f(g(x)) = f(√x) = 2x – 1 (gof)(x) = g(f(x)) = g(2x – 1) = Uraian Materi A. sehingga dengan tepat dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan tersebut. Suatu himpunan biasanya diberi nama atau dilambangkan dengan huruf besar (kapital) A.}. Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan tiga cara. dan dengan mendaftar anggota-anggotanya. 4. Adapun benda atau objek yang termasuk dalam himpunan tersebut ditulis dengan menggunakan pasangan kurung kurawal {.berhingga disebut himpunan tak berhingga. Z. Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang ciri-cirinya jelas. 3. 2. Himpunan 1... yaitu dengan kata-kata. . (2 x  5)2  x  4  2x – 5 = x – 4  2x – x = 5 – 4 x=1 Diskusikan benar atau salahnya penyelesaian di atas. cara yang dilakukan oleh siswa berikut. x < 0 g(x) = √x . Himpunan yang memiliki banyak anggota berhingga disebut himpunan tak.

B. y suatu variabel. c  R. Gabungan (union) himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang anggotanya terdiri atas anggota-anggota A atau anggotaanggota B. b. dan x variabel pada suatu himpunan.Satu Untuk UNM 5. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear 1. Irisan (interseksi) dua himpunan adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan anggota persekutuan dari dua himpunan tersebut. b ≠ 0. a. Dua himpunan A dan B dikatakan ekuivalen jika n(A) = n(B). Dua himpunan dikatakan sama. a. c. b. ditulis A  A d. 3. dan c adalah konstanta. dan C berlaku sifat komutatif. a. 8. Irisan himpunan A dan B dinotasikan dengan A  B = {x | x A dan x  B}. 4. jika terdapat anggota A yang bukan anggota B dan dinotasikan A  B. dan distributif. Untuk setiap himpunan A. 10. Grafik penyelesaian persamaan linear dua variabel berupa noktah/titik dan garis lurus. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . jika kedua himpunan mempunyai anggota yang tepat sama. b. Banyak anggota dari gabungan himpunan A dan B dirumuskan dengan n(A  B) = n(A) + n(B) – n(A  B). 6. dan x. jika setiap anggota A juga menjadi anggota B dan dinotasikan A  B atau B  A. 7. Himpunan A merupakan himpunan bagian B. b. dengan n banyaknya anggota himpunan tersebut. Setiap himpunan A merupakan himpunan bagian dari himpunan A sendiri. Himpunan A bukan merupakan himpunan bagian B. Persamaan linear satu variabel dapat dinyatakan dalam bentuk ax = b atau ax + b = c dengan a. c. Gabungan himpunan A dan B dinotasikan dengan A  B = {x | x  A atau x  B}. Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan saling lepas atau saling asing jika kedua himpunan tersebut tidak mempunyai anggota persekutuan. B. 2. a ≠ 0. Persamaan linear dua variabel dapat dinyatakan dalam bentuk ax + by = c dengan a. 9. Banyaknya semua himpunan bagian dari suatu himpunan adalah 2n. asosiatif. Himpunan semesta biasanya dilambangkan dengan S. Apabila terdapat dua persamaan linear dua variabel yang berbentuk ax + by = c dan dx + ey = f atau biasa ditulis ax+ by = c dx + ey = f . Himpunan semesta atau semesta pembicaraan adalah himpunan yang memuat semua anggota atau objek himpunan yang dibicarakan.

a m faktor Sifat-sifat: Jika a bilangan rasional dan m. 9.. ””. Sistem persamaan nonlinear dua variabel dapat diselesaikan dengan cara mengubahnya terlebih dahulu ke bentuk sistem persamaan linear dua variabel. Setiap pertidaksamaan memuat variabel. Pemangkatan dan Logaritma Bila a suatu bilangan real dan m suatu bilangan bulat positif.Satu Untuk UNM maka dikatakan dua persamaan tersebut membentuk sistem persamaan linear dua variabel. yaitu dengan pemisalan sehingga terbentuk variabel-variabel baru. . 10. Pasangan bilangan (x. 13. Jika kedua ruas pertidaksamaan ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama. Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikalikan atau dibagi dengan bilangan positif yang sama. a. Kalimat terbuka yang menggunakan tanda ”<”. maka tanda pertidaksamaan berubah menjadi sebaliknya. 6. atau ”” disebut pertidaksamaan. . 12. eliminasi. n bilangan bulat positif maka 1) am x an = am+n Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 m = pangkat a = bilangan pokok . 8. ”>”. dan metode gabungan. Selanjutnya kembalikan penyelesaian variabel-variabel baru tersebut ke variabel semula. maka besaran a dipangkat m ditulis am. a. y) yang memenuhi kedua persamaan di atas disebut penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel. 7. 11. C. a. Pertidaksamaan yang memuat satu variabel dan pangkat variabelnya adalah satu disebut pertidaksamaan linear (dengan) satu variabel. maka tanda pertidaksamaan tetap. Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikalikan atau dibagi dengan bilangan negatif yang sama. 5. yang didefinisiskan sebagai: am = a. substitusi. terlebih dahulu ubahlah soal cerita tersebut menjadi beberapa kalimat atau model matematika. kemudian selesaikan sistem persamaan tersebut. dan penyelesaiannya juga tidak berubah. 14.. Pengganti variabel yang menyebabkan kalimat itu bernilai benar. disebut penyelesaian dari persamaan itu. maka tanda pertidaksamaan tetap. Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dapat dilakukan dengan metode grafik. Untuk menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel.

x > 0 dan y > 0 serta a. a ≠ 1. dan sebaliknya jika alog x = n maka x = an. ( n p )n  p p  n pm  n m n  p n m pq  n p n q p  q n n p q n m n p  mn p E. dengan maka a  p n . dan y  R berlaku: 1) alog a = 1. a ≠ 1. a log x = n  x = an. pn    1   mn p   p   1 m 1 n n > 0. an a  m n  a mn (a × b)n = an × bn an a  n   b b Jika a bilangan rasional. Logaritma Jika x = an maka alog x = n. didefinisikan a  1  1 n  p   p . dengan m > n. alog 1 = 0. dan n adalah bilangan bulat positif maka a-n = 1/an a0 =1. Sifat-sifat: Untuk a > 0. dengan a bilangan rasional dan a ≠ 0 n D. dan n adalah bilangan bulat. 1 n p n n p . log 10 = 1 2) a log x + alog y = alog xy Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 44 .Satu Untuk UNM 2) 3) 4) 5) 6) 7) am  a m  n . a > 0. a ≠ 0. x. p adalah bilangan real. dengan: a = bilangan pokok atau basis. Penarikan akar jika an = p dengan a.

dan a Jika suatu persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2 maka persamaan kuadratnya dapat dinyatakan dalam bentuk: (x – x1) (x – x2) = 0. b. Jika suatu persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2 dan diketahui (x1 + x2) dan (x1·x2) maka persamaan kuadratnya dapat dinyatakan dalam bentuk x2 – (x1 + x2)x + (x1 · x2) = 0. dan c  R dan a ≠ 0. Menyelesaikan persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan beberapa cara. yaitu memfaktorkan. Jika D berbentuk kuadrat sempurna dan D ≠ 0 maka persamaan kuadrat memiliki 2 akar real berlainan dan rasional jika a. Jika suatu persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 memiliki akar-akar x1 dan x2.x2  a . Jika D = 0 maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 memiliki 2 akar real yang sama. serta a.Satu Untuk UNM 3) 4) 5) a log x  a log y  a log log xn = n alog x x y a an log x m  ma log x n 6) Untuk a. dan a. dan dengan rumus abc. menyempurnakan kuadrat. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 45 . Jenis akar-akar dari persamaan kuadrat. b. Jika D > 0 maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 mempunyai 2 akar real yang berlainan. dan x  R. p. maka x1  x2   b c x1. dengan a. b. Pada rumus abc. p ≠ 1. adalah: a. Persamaan dan Fungsi Kuadrat Bentuk umum persamaan kuadrat: ax2 + bx + c = 0. e. c. terdapat bentuk (b2 – 4ac) disebut diskriminan (D). berlaku: a log x  p p log x 1  x log a log a 7) alog x · xlog y = alog y 8) a 9) a a log x x  xn n a log x F. p > 0. Jika D bukan bentuk kuadrat sempurna dan D ≠ 0 maka memiliki 2 akar real berlainan dan irasional d. dan c bilangan rasional. Jika D < 0 maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 tidak memiliki akar real.

dan 2a a b a b = ad – bc  . maka matriks A tidak mempunyai invers.  D 4a  Jika a < 0. dan c  R dan a ≠ 0. dengan a. Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang persamaannya berbentuk y = ax2 + bx + c. maka |B|= d g i  b e h c ab f d e = aei + bfg + cdh – ceg – afh – bdi i gh Invers Matriks Matriks persegi A mempunyai invers. dan c  R dan a ≠ 0. b. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 46 . dengan a. Pada kasus ini. maka nilai minimum sebesar D b . titik 4a 2a maksimum fungsi kuadrat adalah  b 2a. Jika |A | = 0. Pada fungsi kuadrat y = ax2 + bx + c.Satu Untuk UNM Bentuk persamaan tersebut dapat digunakan untuk menyusun persamaan kuadrat baru jika diketahui akar-akar persamaan kuadrat baru berhubungan dengan persamaan kuadrat yang lain. dengan a. maka nilai maksimum sebesar D b . yang terjadi bila x  . b. Pada persamaan AB = BA = Inxn. yang terjadi bila x  .  D 4a  G. b. maka determinan matriks A adalah: |A|= c d c d Untuk matriks B berordo 3 x 3. Bentuk y = ax2 + bx + c. Pada kasus ini. determinan matriks B ini didefinisikan sebagai berikut menggunakan kaidah Sarrus. grafiknya adalah parabola dengan sumbu simetris x  koordinat titik puncaknya adalah  b 2a. dan c  R dan a ≠ 0 dapat ditulis sebagai b  D  y  ax  bx  c  a  x    2a  4a  2 2 Jika a > 0. A dan B disebut saling invers. dikatakan matriks A sebagai matriks singular. Oleh karena itu. jika ada matriks B sedemikian hingga AB = BA = Inxn dengan I matriks identitas. a b  B=  d e g h  a c  f  . titik 4a 2a minimum fungsi kuadrat adalah  b 2a.  D 4a  Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola. Determinan Suatu Matriks Persegi Jika A =  b .

adj(A)  . Jika A =  atau A-1 = a b 1 -1 . Determinan dari matriks tersebut disebut minor dari determinan matriks A. dengan |A| ≠ 0 Sistem persamaan linear dapat juga diselesaikan dengan menggunakan aturan Cramer berikut. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47 . Jika AX = B. dengan |A|≠ 0 2). det(A) ≠ 0 det( A) Persamaan matriks ini dapat diselesaikan dengan menggunakan sifat berikut. dikatakan matriks A sebagai matriks nonsingular. Jika XA = B. Kofaktor dari baris ke-i dan kolom ke-j matrikas A.Satu Untuk UNM Jika |A | ≠0. Untuk menentukannya ditentukan dengan rumus Aij = (-1)i + j |Mij| Untuk matriks A berordo 3 x 3. maka invers matriks A adalah A = det( A) c d  d b     c a  1 ad  bc Matriks minor Mij diperoleh dengan cara menghilangkan elemen-elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j matriks A berordo n x n. maka matriks A mempunyai invers. dituliskan dengan Aij. ditulis dengan |Mij|. adj(A) . a33 Invers dari matriks persegi A adalah A-1 = 1 . sehingga didapat matriks baru dengan ordo (n – 1) x (n – 1). maka adjoin dari A. maka X = BA-1. 1). Oleh karena itu. adalah:  A11  adj(A) =  A12 A  13 A21 A22 A23 A31   A32  A33   a13   a23  a33    a11 a12  Misalkan matriks A =  a21 a22 a  31 a32 Determinan matriks A (det A) dapat ditentukan dengan menggunakan rumus: |A| = a11A11 + a12A12 + a13A13 = a11|M11| – a12|M12| + a13 |M13| = a11 a22 a32 a23 a22 – a12 a33 a32 a23 a22 + a31 a33 a32 a23 dst. maka X = A-1B.

U3.. x2 = A2 A . H.. 6..1)b.. Barisan Dan Deret U1. Rumus jumlah n suku pertama Sn = ½ n(a + Un) atau Sn = ½n(2a + (n – 1)b) U1. = Un – Un-1 = konstan (b).. Rumus suku ke-n barisan aritmetika adalah Un = a + (n . adalah S∞= Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 ..Satu Untuk UNM Jika AX =B. 2.. 3. maka x1 = A1 A .  n  konstan (r) U1 U 2 U 3 U n 1 4. U2... 1. xj = Aj A .. U2.Un disebut barisan geometri apabila memenuhi: U U 2 U3 U 4    ... x3 = A3 A ...Un disebut barisan aritmetika apabila memenuhi: U2 – U1 = U3 – U2 = U4 – U3 = . Rumus suku ke-n barisan geometri adalah Un = arn -1 Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah Sn = a(r n  1) . Aj adalah matriks yang didapat dengan mengganti elemen-elemen pada kolom-j dari matriks A dengan elemenelemen matriks B. U3..r 1 r 1 a 1 r Rumus rumus jumlah deret geometri sampai takhingga. 5..

serta menafsirkan kecenderungan data dalam bentuk tabel dan diagram.345 cm” : “Kebanyakan kendaraan yang lewat di jalan raya depan sekolah kita adalah sepeda motor” Diskusi Menurut anda. misalnya “saya berangkat ke sekolah rata-rata memakai sepeda motor”.Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Kasus 1 Beberapa siswa mengungkapkan pernyataan: Amir Budi Cici : “Rata-rata siswa di kelas ini adalah laki-laki” : “Pada umumnya siswa di kelas ini memiliki tinggi badan 157. menyajikan. konteks ini berkaitan dengan konsep “modus” yang dalam bahasa sehari-hari dapat diartikan “pada umumnya” atau “kebanyakan”.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 3 Peluang dan Statistika Indikator: 1 Membaca. konteks ini berkaitan dengan konteks “keseringan”.Pendekatan Pemecahan Masalah . Semestinya. Sesuai konsep ukuran pemusatan data. Strategi Pembelajaran: . Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . pernyataan siapa yang benar sesuai dengan konsep ukuran pemusatan data? Pembahasan (1) Pernyataan Amir dipengaruhi oleh pemerolehan bahasa dalam komunikasi seharihari.Model Berbasis Masalah . 2 Menyelesaikan soal yang berhubungan dengan ukuran pemusatan data 3 Menyelesaikan soal yang berhubungan ukuran letak data 4 Menyelesaikan soal yang berhubungan ukuran penyebaran data 5 Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan permutasi dan kombinasi 6 Menentukan peluang suatu kejadian.

95.985 juta atau Rp 89.Satu Untuk UNM Dengan demikian pernyataan yang sebenarnya yang diungkapkan oleh Amir adalah “pada umumnya siswa di kelas ini adalah laki-laki”. 890408? 2.43 120.69 127. Konsep statistic apakah yang digunakan untuk membantu masalah pembelian rumah keluarga tersebut.09 96.99 30.34 84. (2) Pernyataan yang diungkapkan oleh Budi sesuai konteksnya berkaitan dengan konsep “rata-rata” bukan “modus atau pada umumnya”. Akan tetapi.15 96.55 95. 95. Data harga rumah adalah 89. Oleh karena itu.38 sebagai berikut (dalam juta rupiah): 125. mereka juga tidak ingin membeli rumah yang paling rumah.985 juta atau sekitar Rp. Kasus 2 Sepasang suami istri ingin membeli sebuah rumah. tidak peduli apapun tipenya. Mereka bersepakat bahwa rumah yang nantinya akan dibeli jangan yang terlalu mahal. Kemudian mereka menuju ke sebuah perusahaan penyedia perumahan yang mereka pilih dan menanyakan harga-harga rumah yang disediakan.33 129.345 cm” (3) Seperti pembahasan (1) pernyaan Cici berkaitan dengan konsep “modus” dan Cici menggunakan kata “kebanyakan” Dengan demikian pernyataan Cici adalah pernyataan yang paling benar.0408 juta? Diskusi: 1. untuk suatu alasan tertentu.65 18. apakah mereka memutuskan membeli 1 unit rumah seharga: Rp. karena kondisi keuangan mereka masih belum bagus. Pembahasan: Konteks permasalahan ini adalah pertimbangan keluarga tersebut yang ingin membeli ruma tidak terlalu mahal tapi juga tidak terlalu murah. mereka memutuskan untuk membeli rumah yang harganya tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah. harga rumah yang dipilih keluarga tersebut.26 Dengan sedikit perhitungan. apakah sekitar Rp. Pernyataan yang paling benar yang seharusnya diungkapkan oleh Amir adalah “Rata-rata tinggi badan siswa di kelas ini adalah 157. Konteks ini berkaitan dengan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 50 . Menurut anda.63 54.

Satu Untuk UNM ukuran pemusatan data dalam statistic yaitu media. sehingga penyelesaian masalah ini adalah: = rangkaian Diskusi Menurut anda. penjelasan siapa yang benar sesuai dengan konsep permutasi dan kombinasi? Pembahasan Andaikan kelima jenis bunga tersebut memiliki warna: Merah (M).985. Median data harga rumah tersebut adalah 95. Hijau (H). Berikut ini penjelasan jawaban Upin dan Ipin: Upin : Permasalahan ini adalah masalah “permutasi” yang memperhatikan urutan rangkaian bunga. dan Putih (P). Rangkaian bunga: MK = KM. Kasus 3 Dua orang siswa yaitu Upin dan Ipin hendak menghitung banyaknya rangkaian bunga dua warna yang dapat dibuat dari lima bunga berbeda warna yang ada di taman. Biru (B). sehingga penyelesaian masalah ini adalah: = Ipin rangkaian : Permasalahan ini adalah masalah “kombinasi” yang tidak memperhatikan urutan rangkaian bunga. Kuning (K). bukan rata-rata. MH = HM MB = BM MP = PM Banyaknya rangkaian bunga adalah 10 (tanpa memperhatikan urutan rangkaian) atau dengan menggunakan rumus: = Catatan: Kesalahan yang dilakukan Upin disebabkan karena kesulitan membedakan makna memperhatikan urutan (permutasi) dengan tanpa memperhatikan (kombinasi) rangkaian KH = HK KB = BK KP = PK HB = BH HP = PH BP = PB Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 .

Satu Untuk UNM
Kasus 4 Tiga siswa hendak memecahkan masalah kombinasi berikut ini:

Ada 12 orang, terdiri dari 7 wanita dan 5 pria. Dari 12 orang akan ditentukan delegasi yang terdiri dari 4 orang. Berapa banyak cara untuk memilih delegasi sebanyak 4 orang jika delegasi terdiri 2 wanita dan 2 pria ? Jawaban Siswa 1:
(1) Memilih 2 wanita dari 7 wanita yang ada

(2) Memilih 2 pria dari 5 pria yang ada

Banyaknya delegasi yang terdiri atas 2 wanita dan 2 pria = 21 + 10 = 31

Jawaban Siswa 2:
(3) Memilih 2 wanita dari 7 wanita yang ada

(4) Memilih 2 pria dari 5 pria yang ada

Banyaknya delegasi yang terdiri atas 2 wanita dan 2 pria = 21 x 10 = 210

Diskusi
Menurut anda, penjelasan siswa yang manakah yang benar sesuai dengan konsep permutasi atau kombinasi?

Pembahasan
Jawaban yang benar adalah jawaban siswa 2, dengan alasan banyaknya cara masing-masing pendelegasian wanita dan pria dikalikan karena pria dan wanita berkombinasi dalam pendelagasian. Sedangkan alasan siswa 1 adalah: kedua cara tersebut digabung sehingga dijumlahkan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

52

Satu Untuk UNM

Kasus 5 Terdapat 10 kandidat karyawan yang terdiri dari 6 Sarjana Ekonomi dan 4 Sarjana Teknik. Berapa peluang terpilih 3 orang yang terdiri dari 2 Sarjana Ekonomi dan 1 Sarjana Teknik? Apakah 0,5 atau 19/120?

Diskusi
Apakah penghitungan peluang terpilih 3 orang yang terdiri dari 2 Sarjana Ekonomi dan 1 Sarjana Teknik menggunakan cara: (1) Pemilihan 2 Sarjana Ekonomi dan 1 Sarjana Teknik =
6 ( C2 

6! 4!  15 ) x ( C14   4) 4! 2! 3!1!

= 15 x 4 = 60 P(2SE dan 1 ST) = 60 120 = 0.5 (2) Pemilihan 2 Sarjana Ekonomi dan 1 Sarjana Teknik =
6 ( C2 

6! 4!  15 ) + ( C14   4) 4! 2! 3!1!

= 15 + 4 = 19 P(2SE dan 1 ST) = 19/120

Pembahasan
6 Pemilihan 2 dari 5 Sarjana Ekonomi = C2 

6!  15 4! 2!

4 Pemilihan 1 dari 4 Sarjana teknik = C1 

4! 4 3!1!

n N

= Pemilihan 2 Sarjana Ekonomi dan 1 Sarjana Teknik = 15 x 4 = 60
10 = Pemilihan 3 dari 10 kandidat karyawan = C3 

10!  120 3! 7!

P(2SE dan 1 ST) = 60 120 = 0.5 Uraian Materi A. Data, Tabel, dan Diagram  Tujuan dari pembuatan tabel distribusi frekuensi adalah untuk mengatur data mentah (belum dikelompokkan) ke dalam bentuk yang rapi tanpa mengurangi inti informasi yang ada.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53

Satu Untuk UNM
 Histogram adalah suatu diagram batang dari distribusi frekuensi.  Polygon frekuensi adalah diagram garis dari suatu distribusi frekuensi. Polygon frekuensi diperoleh dengan menghubungkan titik yang merupakan pasangan koordinat titik tengah dan frekuensi setiap kelas.  Keuntungan histogram dibanding polygon frekuensi adalah bahwa masing-masing kelas ditunjukkan oleh sebuah batang yang jelas dan luas batang mencerminkan frekuensi

interval kelas. Namun, polygon frekuensi juga memiliki keunggulan dibanding histogram.
Polygon frekuensi lebih sederhana dan lebih sedikit garisnya, sehingga lebih pantas untuk membuat perbandingan secara grafis antara dua atau lebih distribusi frekuensi. B. Ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran data serta penafsirannya  Tendensi sentral dapat dinyatakan dalam tiga macam ukuran, yaitu :  rata-rata (mean) median modus

Data Tunggal MEAN / RATAAN

Diberikan data x1, x2, x3, …….. xn MEDIAN

X

x
i l

n

i

n

Median adalah nilai tengah setelah data diturutkan. MODUS Modus adalah data yang sering muncul  Data Kelompok

Rata-rata (mean)
n

Rata-rata sampel = x = ∑ xi/n
l=1

n

Rata-rata populasi = μ = ∑ xi/N
l =1

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

54

Di = L + i  10 in   Fi    fi       Persentil Pi = L + i  100 in   Fi    fi       n  Ukuran Sebaran (Variasi)  2   x i l 1  x 2 n 1 dengan (x1 . Desil Dalam hal ini i = 1. Untuk data yang disusun dalam daftar distribusi frekuensi. nilai desil ditentukan sebagai berikut. Modus = L + i  Fraktil  d1     d1  d 2  Fraktil adalah nilai-nilai data yang membagi seperangkat data yang telah terurut menjadi beberapa bagian yang sama.x ) jarak data terhadap x Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 55 . .. 3.Satu Untuk UNM Median Median adalah pengukuran tendensi sentral berdasarkan nilai data yang terletak ditengahtengah (midpoint) dari suatu distribusi data penelitian yang disusun secara berurutan. Kuartil Untuk data yang dikelompokkan. 9 dan n = banyak data. nilai median (Me) dan kuartil (Q) ditentukan dengan rumus sebagai berikut... 2.

.. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . dan kombinasi dalam pemecahan masalah  Suatu permutasi r unsur.. maka pada kombinasi.dan E k   PE1   PE 2 . E2..... yang diambil dari n unsur yang berlainan. Rumusnya adalah: PE1 dan E 2 dan . Jika pada permutasi urutan kemunculan diperhitungkan. D.. Maka peluang peristiwa itu adalah limit dari frekuensi relatif apabila jumlah pengamatan diperbesar sampai tak hingga banyaknya.. = n (n-1) (n-2) (n-3)……(n-r+1)= Khususnya nPn = n (n-1) (n-2) (n-3)…… 1= n! nC r= =  Bentuk khusus dari permutasi adalah kombinasi.PE k  E..Satu Untuk UNM C. Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan kita teliti. Cara pemilihan sampel dikenal dengan nama teknik sampling atau teknik pengambilan sampel. N N Kita perhatikan frekuensi relatif tentang terjadinya sebuah peristiwa untuk sejumlah pengamatan. Peluang kejadian dari berbagai situasi serta tafsirannya  Misalkan sebuah peristiwa E dapat terjadi sebanyak n kali di antara N peristiwa yang saling eksklusif dan masing-masing terjadi dengan kesempatan yang sama. …….  Beberapa Aturan Peluang 0  P E   1 P E   P E  1  P A dan B  PB   P A | B P A | B   P A P A dan B   P A  PB  Rumus ini dapat diperluas untuk k buah peristiwa E1... ialah penempatan r unsur itu dalam satu urutan (r nPr n). Maka peluang peristiwa E terjadi adalah  n n dan dituliskan dalam bentuk PE   .. urutan kemunculan diabaikan... Permutasi.. Statistik inferensial   Sampel adalah sebagian dari populasi. Ek yang independen..

purposive sampling. dan sampel tidak acak atau nonrandom samping/nonprobability sampling. Menetapkan rumusan H0 (H0 selalu menggunakan “=”) 2. quota sampling. t atau f) 5.  Hipotesis null yang akan diuji pada pengujian mean satu populasi adalah: H0 : µ = µ0  Hipotesis null yang akan diuji pada uji kesamaan mean dua populasi adalah: H0 : µ1 . Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitatif. ukuran sampel bukan menjadi nomor satu. Menetapkan nilai tingkat signifikan (α) probabilitas menolak kesalahan tipe I.Satu Untuk UNM  Ukuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting manakala jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis kuantitatif. antara lain adalah convenience sampling. Menetapkan kriteria penolakan H0 termasuk didalamnya menentukan statistik yang sesuai (Z. dan area sampling. 4. Menarik kesimpulan (H0 diterima atau ditolak) kesimpulan yang masih mendukung tingkat kesalahan tergantung α). stratified random sampling. maka sampelnya lebih bermanfaat. snowball sampling   Hipotesis statistik adalah dugaan tentang parameter suatu populasi Prosedur umum dalam pengujian hipotesis: 1. sampel acak atau random sampling/probability sampling. “<” atau “≠”) yang sesuai dengan kebutuhan (sesuai hipotesis penelitian) 3. Pada sampel acak (random sampling) dikenal dengan istilah simple random sampling.µ2 = µ0  Untuk mencari besarnya hubungan antara dua variabel atau lebih biasanya digunakan analisis korelasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . terdapat beberapa teknik yang lebih spesifik lagi. cluster sampling. Di setiap jenis teknik pemilihan tersebut. ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu. karena yang dipentingkan adalah kekayaan informasi. Walau jumlahnya sedikit tetapi jika kaya akan informasi. Menghitung nilai statistik yang digunakan 6.  Secara umum. Menetapkan rumusan H1 (“>”. systematic sampling. Pada nonprobability sampling dikenal beberapa teknik.

atau ∞ – ∞ . Menganalisis limit fungsi aljabar di satu titik atau di tak hingga 2. Mengapa hal-hal seperti di atas dapat terjadi Pak/Bu? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . Menganalisis turunan fungsi aljabar dengan menggunakan aturan turunan 7.Model Berbasis Masalah . misalnya . Menganalisis bentuk tak tentu dari limit fungsi aljabar 5. Kalau hasil yang diperoleh seperti itu. tiba-tiba salah seorang siswa mengajukan pertanyaan seperti ini: “Pak/Bu. atau . kelihatannya kalau kita akan menentukan nilai limit suatu fungsi pada suatu bilangan tertentu c. Artinya nilai limitnya sama saja dengan nilai fungsinya di titik c itu. atau . sebab setelah disubtitusi secara langsung. terkadang kita cukup mensubtitusi c ke dalam fungsi tersebut. Menganalisis bentuk tak tentu dari limit fungsi 4. Tetapi terkadang kita gagal melakukan hal seperti itu.Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Kasus 1 Pada saat anda mengajarkan konsep limit di kelas. Menganalisis bentuk tak tentu dari limit fungsi trigonometri 6. kita memperoleh hal yang aneh-aneh. atau . Menganalisis turunan fungsi komposisi dengan aturan rantai 9. sehingga kita biasanya memfaktorkan lebih dahulu kemudian pada akhirnya kita tidak lagi memperoleh hal yang aneh-aneh. Menganalisis turunan fungsi trigonometri dengan menggunakan aturan turunan 8. atau . ternyata kita belum berhasil menentukan nilai limit fungsi itu di titik c secara langsung. dsb. Menganalisis persamaan garis singgung pada suatu kurva Strategi Pembelajaran: . Limit dan Turunan Fungsi Indikator: 1. Menganalisis limit fungsi trigonometri di satu titik 3.Pendekatan Pemecahan Masalah . Setelah nilai c disubtitusi maka kita menyatakan bahwa nilai limitnya adalah nilai fungsinya lagi di c setelah disubtitusi.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 4.

bagaimana Anda member petunjuk kepada siswa tersebut agar ia dapat memenuhi harapan pemilik warung? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 . bagaimana cara Anda melakukan hal itu? Kasus 3 Seorang pemilik warung nasi meminta kepada salah seorang siswa Anda untuk mendesain sebuah kotak dengan volume terbesar. Cara pembuatannya dilakukan dengan membuang bagian-bagian yang terpotong (lihat gambar) kemudian melipatnya pada garis putus-putus.Satu Untuk UNM Saya menjadi ragu-ragu Pak/Bu. Kotak dibuat dari karton yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 10 cm. Jika Anda sebagai guru akan mengajarkan kepada para siswa agar ada diantara mereka yang dapat memecahkan masalah Pak Syarif. Siswa tersebut meminta petunjuk kepada Anda sebagai gurunya. Ia ingin memperluas lahannya sehingga menjadi daerah persegi panjang dan setiap sisi persegi panjang menyinggung pinggir lahan yang sudah ada. tentang bagaimana ia dapat menolong pemilik warung tadi agar keinginannya terpenuhi. sepertinya nilai limit mirip saja dengan nilai fungsi di suatu titik” Bagaimana Anda sebagai guru memberi respon kepada siswa tersebut agar memperoleh kejelasan tentang konsep limit. Sebagai guru. siswa tersebut tidak lagi mengalami keragu-raguan dalam menentukan limit suatu fungsi? Kasus 2 Pak Syarif seorang petani mempunyai lahan seperti pada gambar. sehingga Anda yakin bahwa dengan respon atau jawaban yang Anda berikan.

Misalnya x = m yang diduga sebagai penyebab terjadinya nilai ekstrim. Bagaimana tindakan dan strategi yang dapat Anda tempuh pada pembelajaran di kelas agar para siswa benar-benar sudah dapat memahami cara mendeteksi ada tidaknya nilai ekstrim lokal suatu fungsi pada suatu interval terbuka? Kasus 5 Pada matematika di SD/SMP telah dipelajari hal-hal seperti berikut: 1. Pada pembelajaran kalkulus/integral di SMA/MAN/SMK Anda menginformasikan kepada siswa bahwa ketiga hal tersebut di atas dapat ditunjukkan kebenarannya melalui teori integral. kemudian gunakan turunan pertama dan turunan kedua untuk interval tertentu yang salah satu batasnya adalah m.Satu Untuk UNM Kasus 4 Walaupun telah melalui diskusi kelompok. 2. Luas daerah lingkaran yang berjari-jari r adalah 3. Limit Fungsi a. Luas daerah segitiga adalah setengah dari perkalian alas dan tingginya. para siswa yang Anda ajar masih mengalami kesulitan dalam memahami cara mendeteksi terjadi atau tidaknya nilai ekstrim lokal untuk suatu fungsi yang diketehui. perhatikan fungsi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 . Perlu dicatat bahwa kita tidak perlu mempersoalkan nilai fungsi di titik tersebut. Sebagai ilustrasi. tentukan suatu titik di dalam interval tersebut. Limit Fungsi di Satu Titik Membicarakan tentang limit fungsi di satu titik berarti memperhatikan kecenderungan nilai fungsi pada titik-titik lain yang semakin dekat ke titik tersebut. Sebelumnya anda telah memberikan arahan bahwa untuk mencari nilai ekstrim suatu fungsi pada suatu interval terbuka. Bagaimana Anda menunjukkan ketiga hal tersebut dalam pembelajaran di kelas dengan catatan model/pendekatan pembelajaran yang Anda terapkan adalah model/ pendekatan yang berpusat pada siswa? Uraian Materi 1. Luas daerah trapesium adalah setengah dari hasil kali antara jumlah dua sisi sejajar dengan tingginya.

lim f ( x)  g ( x)  lim f ( x)  lim g ( x) x c x c x c 5.001 2. lim f ( x)  5 atau lim x 2 x 2 x2  x  6 5 x2 Coba anda selidiki dengan cara seperti diatas lim g ( x) . Hal ini dapat ditulis seperti berikut. 0 1 1. lim f ( x)  g ( x)  lim f ( x)  lim g ( x) x c x c x c 6. Maka 1.01 2.9999 . lim f ( x).5 1. Sekarang bagaimanakan nilai-nilai fungsi f jika x semakin mendekati 2? Selidiki nilai fungsi f untuk nilai-nilai x yang diberikan X f(x) X f(x) 5 4 3 2. lim x  c x c 3. lim g ( x) x c x c x c 7. lim f ( x)  lim f ( x) n x c x c x c x c   n 9. dan f dan g adalah fungsi-fungsi yang mempunyai limit di c.4 2. lim kf ( x)  k lim f ( x) x c x c 4.1 2. asalkan lim g ( x)  0  x c x c g ( x) lim g ( x) x c 8... k konstanta.99 1.Satu Untuk UNM Fungsi f tidak terdefinsi pada x=2. asalkan lim f ( x)  0 bilamana n genap x c Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 .0001 .5 2.. Dalam kasus ini dikatakan bahwa limit fungsi f untuk x mendekati 2 adalah 5. g ( x) x0 x3  2x 2  x  2 x( x  1) Teorema limit utama. Andaikan n bilangan bulat positif.999 1. lim x c f ( x) lim f ( x) . Anda sekarang diharapkan dapat menyimpulkan bahwa jika x semakin dekat ke bilangan 2 (baik dari kanan maupun dari kiri) maka nilai f semakin dekat ke bilangan 5.. lim k  k x c 2. lim n f ( x)  n lim f ( x) .9 1.g ( x)  lim f ( x).

sin t) B A (1. untuk   2 t   2 . t  0 .Satu Untuk UNM b. Perhatikan bahwa bila t  0 . digambarkan potongan garis vertikal BP dan busur BC seperti tampak pada gambar. Jelasnya Luas (sektor OBC)  Luas (OBP)  Luas (sektor OAP) Sehingga diperoleh 1 cos t 2 t  1 cos t sin t 1  12 t 2 2 2 Setelah mengalikan dengan 2 dan dibagi dengan bilangan positif t cos t dan menyatakan sin t  t adalah positif. Limit Fungsi Trigonometri Ada dua hal penting yang lebih dahulu harus kita pahami dalam mempelajari limit fungsi trigonometri yaitu menunjukkan bahwa lim x 0 sin x 1  cos x  1 dan lim  0. (Bila t < 0. sehingga lim cos t  1 t 0 lim sin t  0 t 0 y y P (cos t. cos t  sin t 1  t cos t Dengan menggunakan teorema Apit.0) x t P (cos t. daerah yang terpotong akan merupakan pencerminan terhadap sumbu-x). 0).0) x Selanjutnya. x 0 x x Untuk menunjukkan kedua hal tersebut perhatikan uraian berikut Andaikan bahwa t > 0. dapat kita peroleh dengan mudah dari hasil yang pertama Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . titik P bergerak ke arah (1. sin t) C t A (1. dari ketidaksamaan ganda ini akan diperoleh: lim t 0 sin t 1 t sebagai hasil yang pertama Hasil kedua.

f ' ( x)  0 . dengan n bilangan-bilangan bulat positif. Jika f dan g fungsi-fungsi yang terdiferensialkan. t 0 t 0 t   cos t  t 0 1 t lim 1  cos t  t 0 1. yakni D( x n )  nx n1 4. Jika f ( x)  x n . dengan k suatu konstanta maka untuk sebarang x. yakni D( x )  1 3. yakni Dk. f ' ( x) . f ( x)  k. (Aturan Pangkat). maka (kf )' ( x)  k. (Aturan Selisih). (Aturan Fungsi Konstanta). Jika f dan g fungsi-fungsi yang terdiferensialkan. Jika k suatu konstanta dan f suatu fungsi yang terdiferensialkan. maka f ' ( x)  1 . (Aturan Jumlah). Pengertian 0 0 2 Turunan suatu fungsi f adalah suatu fungsi lain f „ yang nilainya pada sebarang bilangan a adalah f ' (a)  lim h 0 f ( a  h)  f ( a ) h Dengan catatan limit ini ada Apabila limit tersebut ada. yakni D(k )  0 2. maka ( f  g )' ( x)  f ' ( x)  g ' ( x) . maka ( f  g )' ( x)  f ' ( x)  g ' ( x) . Teorema-Teorema Tentang Turunan 1. Turunan Fungsi a.  lim t 0 t 0 t t 1  cos t t 0 t 1  cos t  lim sin t sin 2 t sin t  lim  lim . yakni D f ( x)  g ( x)  Df ( x)  Dg( x) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . b.Df ( x) 5. (Aturan Kelipatan Konstan). maka dikatakan bahwa fungsi f terturunkan pada a. (Aturan Fungsi Identitas). Jika f ( x)  x . maka f ' ( x)  nx n 1 . 2.Satu Untuk UNM lim 1  cos t 1  cos t 1  cos t 1  cos 2 t  lim . yakni D f ( x)  g ( x)  Df ( x)  Dg( x) 6. Jika f ( x)  k ..

f (c) adalah nilai maksimum f pada S jika f (c)  f ( x) untuk semua x di S. maka ( f . f (c) adalah nilai minimum f pada S jika f (c)  f ( x) untuk semua x di S. (Aturan Hasilkali). Dg ( x)  g ( x) g 2 ( x) c. 3x  2 y  100 atau y  50  3 x 2 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64 . maka f f ' ( x) g ( x)  f ( x) g ' ( x)  x   g g 2 ( x)   Yakni D f ( x) Df ( x). III. seperti diperlihatkan pada gambar. daerah asal f.g ( x) D f ( x) g ( x)  f ( x) Dg( x)  Df ( x). Karena tersedia 100 meter kawat. keduanya dalam meter.g ' ( x)  f ' ( x).g ( x)  f ( x). Penggunaan turunan Turunan dapat digunakan pada masalah: 1) Maksimum dan minimum Definisi: Andaikan S. f (c) adalah nilai ekstrim f pada S jika ia adalah nilai maksimum atau nilai minimum. Andaikan f dan g fungsi-fungsi yang dapat didiferensialkan dengan g ( x)  0 . Andaikan f dan g fungsi-fungsi yang dapat didiferensialkan. II.g )' ( x)  f ( x).Satu Untuk UNM 7. memuat titik c. Kita katakan bahwa: I.g ( x) 8. Contoh Seorang peternak mempunyai 100 meter kawat berduri yang akan dipakai membuat dua pagar identik yang berdampingan. Berapa ukuran seluruh keliling agar luas maksimum? y x Penyelesaian: Andaikan x adalah lebar dan y adalah panjang seluruh keliling. (Aturan Hasilbagi).

berarti masalah kita adalah memaksimumkan A pada 0. dan . Ini berarti bahwa rata-rata biaya tiap satuan adalah Rp. Kedua titik ujing 0 dan 3 3 3 50 menghasilkan A = 416. 3. ini masing-masing mempunyai nilai 11. 3 100 50 100 . Begitu pula untuk ekonomi.95 dan 3. 3 Setiap bidang ilmu mempunyai bahasanya sendiri-sendiri. namun kita banyak menemukan banyak masalah ekonomi sebenarnya merupakan masalah kalkulus. 3) Limit di ketakhinggaan 4) Penggambaran grafik canggih 5) Teorema nilai rata-rata Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 .25 x  40 x  x x 2 1 3 dC 40  3 Biaya marjinal  3. Diperoleh x  Jadi terdapat tiga titik kritis: 0.38. 11.67. untuk memproduksi satuan tambahan di atas 1000 hanya memerluka biaya Rp.Satu Untuk UNM Luas total A diberikan oleh A  xy  50 x  3 2 x 2  100  Karena harus terdapat tiga sisi sepanjang x. sedangkan x  kita inginkan adalah x  2) Penerapan ekonomi 50 meter dan y  25 meter. 3    dA  50  3x dx Bila kita tetapkan 50  3x sama dengan 0 dan diselesaikan.380. 50 .25  x dx 3 Pada x = 1000.950 untuk memproduksi 1000 satuan yang pertama. Contoh Andaikan biaya total C ( x)  8300  3. Cari biaya rata-rata tiap satuan dan biaya marjinal dan hitung mereka bilamana x = 1000. Penyelesaian: Biaya rata-rata C ( x) C ( x)  8300  3.25x  403 x rupiah. Ukuran yang 3 memberikan A = 0. .

Model Berbasis Masalah . Mmemecahkan masalah yang berkaitan keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam memecahkan masalah sehari-hari 5. Menganilisis panjang garis singgung persekutuan dua linghkaran 8. Menganalisis hubungan antara dua garis. membuat garis AB(A dan B Ujung Balok) 2. Melukis sudut.Pak Amir minta tolong kepada Budi dan Sam. Menganalisis sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain.serta besar dan jenis sudut. Geometri Indikator: 1. 2. Kesulitan membagi tiga sama besar sebuah balok. Menarik garis AC melalui A 3. Melukis lingkaran luar dan lingkaran dalam suatu segitiga Strategi Pembelajaran: . panjang. 4. 3. Budi menarik garis RB. serta menggunakannya dalam memecahkan masalah sehari-hari 6. 4.sehingga memotong garis AC di P Berpusat di P dan berjari-jari AP. sehingga memotong AC di R. sehingga memotong AC di Q Berpusat di Q dan berjari-jari PQ. 5. dan luas lingkaran. Dengan menggunakan jangka Budi membuat busur yang:    Yang berpusat di A.Budi dan Sam mempunyai cara yang berbeda dalam membagi balok tersebut sbb: Budi melakukan cara sebagai berikut: 1.Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Kasus 1 Seorang tukang kayu (Pak Amir). Membagi sudut.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 5.luas juring dalam memecahkan masalah 7. Mendesain hubungan sudut.Pendekatan Pemecahan Masalah . Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . Memecahkan masalah yang berkaitan keliling. busur.

c. sehingga memotong AC di R.serta memotong garis AB di titik M dan N 6. Jelaskan jawaban Anda Kasus 2 Seorang guru memberi soal kepada siswanya sebagai berikut: Tentukan nilai X dari gambar berikut ini: X0 320 Semua siswa dalam satu kelas. Menarik garis AC melalui A 3. Kemudian Budi menarik garis melalui P da Q sejajar dengan garis RB. Kemudian tentukanlah solusinya. Dengan menggunakan jangka Budi membuat busur yang:    Yang berpusat di A.Menurut bapak/ibu apakah soal tersebut di atas sudah benar?. dan c:d=2:3. Budi menarik garis RB. Kemudian Budi menarik garis melalui P da Q sejajar dengan garis RB. Tentukan nilai dari :a.e. 4.tidak ada yang menjawab benar.Satu Untuk UNM 5. Berilah koreksi pada soal tersebut di atas.d. membuat garis AB(A dan B Ujung Balok) 2.serta memotong garis AB di titik M dan N 6. Kasus 3 Seorang guru memberi soal kepada siswanya sebagai berikut: Perhatikan gambar di bawah ini. Budi menyimpulkan bahwa panjang garis AM=panjang garis MN=panjang garis NB Sam melakukan cara sebagai berikut: 1. Jika a:b=3:2. Jika tidak. Budi menyimpulkan bahwa panjang garis AM=panjang garis MN=panjang garis NB Menurut Bapak/Ibu.b.sehingga memotong garis AC di P Berpusat di A dan berjari-jari AP. 5. sehingga memotong AC di Q Berpusat di A dan berjari-jari AQ. dan f. 4. cara siapa yang benar. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 .

apakah jawaban Adi tersebut di atas benar? Jika iya berikan alasan. dengan jari-jari tetap. maka b= 200. serta memotong busur pertama di C Membuat busur lingkaran yang berpusat di C. Misalkan a=300. karena a: b=3:2 Misalkan c=400. Menurut bapak/ibu. Menetapkan titik A Menarik garis l melalui A Membuat busur lingkaran yang berpusat di A dan memotong garis l di B Membuat busur lingkaran yang berpusat di B. maka d= 600. serta memotong busur pertama di C Menghubungkan titik A dan C Menurut bapak/ibu kelompok yang mana memberi jawaban yang benar? Jelaskan jawaban Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . maka e=800. karena c:d =2:3.serta kremukakan jawaban yang benar Kasus 4 Seorang guru memberi soal kepada siswanya sebagai berikut: Lukislah sudut 300. Karena jumlah sudut segitiga=1800. menjawab sebagai berikut. maka f= 1200 Karena c berpelurus dengan d dan e. dengan jari-jari tetap dan memotong busur ke-2 di D Menghubungkan titik A dan D Kelompok 2      anda.Satu Untuk UNM f d a b c e Seorang siswa bernama Adi.dan jika salah juga berikan alasan. dengan jari-jari tetap. Terdapat 2 kelompok siswa yang memberi cara yang berbeda sebagai berikut: Kelompok 1:       Menetapkan titik A Menarik garis l melalui A Membuat busur lingkaran yang berpusat di A dan memotong garis l di B Membuat busur lingkaran yang berpusat di B.

Jajargenjang. Apakah diagram Venn diatas.persegipanjang. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Kasus 6 Pak Amir mempunyai sebidang tanah berbentuk persegipanjang. Pak Amir membagi tanahnya menjadi 5 bagian yang berbentuk segitiga.Satu Untuk UNM Kasus 5 Perhatikan digram Venn di bawah ini: Keterangan: = Segiempat = Jajargenjan = Persegipanjang = Persegi = layang-layang = Trapesium = Belah ketupat Menurut bapak/ibu. Jelaskan jawaban anda.Tiga bagian segitiga ditanami jagung. dan belah ketupat?.persegi. tepat menggambarkan keterkaitan.

d2. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 .L5) saling bersinggungan. Suatu Saat. Kemudian Budi membagi diameter lingkaran tersebut menjadi lima bagian yang tidak sama panjang (d1. dan sebilah bambu yang panjangnya 60 cm sebagai rangka tegak. Namun Budi mendapatkan masalah dalam menentukan panjang bilah bambu yang digunakan sebagai rangka horisontal. agar benang yang dia miliki terpakai. Kemudian guru matematika tersebut menghitung luas tanah yang ditanami jagung.L3.digambarkan sebagai berikut: Segitiga yang diarsir ditanami jagung. AB = 7 cm.d5).Budi ingin membuat rangka  layang-layang yang setiap ujungnya-ujungnya dihubungkan dengan tali. Apakah cara yang dilakukan guru matematika tersebut sudah tepat? Jelaskan jawaban anda. pak Amir berkeinginan menghitung luas tanahnya yang ditanami jagung. L2 lingkaran ke-2 dengan diameter d2.d3.d4.Pak Amir meminta bantuan pada guru matematika. sedangkan Segitiga yang tidak diarsir ditanami sayur. Analisis kesimpulan Budi.Satu Untuk UNM dan 2 segitiga lainnya ditanami sayuran. Keadaan tanah pak Amir.dengan cara sebagai berikut:     Menghitung luas trapesium AEFD= ½(5+12)x7= 119/2 cm2 Menghitung luas`segitiga EFG= 1/2x 5x7= 35/2 cm2 Luas trapesium AEFD-Luas segitiga EFG= 42 cm2= Luas segitiga yang tidak diarsi Luas segitiga yang diarsir= luas persegipanjang-luas segitiga yang tidak diarsir= 12x7-42= 84-42= 42 cm2 Menurut bapak/ibu. L2. apakah kesimpulan Budi tersebut benar. kemudian cari cara lain untuk menentukan luas daerah yang diarsir.L1 lingkaran pertama dengan diameter d1. Budi berkesimpulan bahwa jumlah keliling ke 5 lingkaran kecil selalu lebih kecil dari 30 cm. dan EF = 5 cm. dst. Bapak/ibu diharapkan mengatasi masalah budi tersebut. Ukuran-ukuran tanah pak Amir sebagai berikut AD = 12 cm.Sebagai guru matematika. Kasus 7 Budi memiliki benang yang panjangnya 10 A G D B E F C  89 + 41 cm . Catatan: lilitan benang diabaikan Kasus 8 Budi menggambar suatu lingkaran dengan keliling 30 cm. Kemudian Budi membuat 5 lingkaran kecil (L1. Menurut bapak/ibu.L4.

Sebagai guru yang profesional. 4. Unit waktu silabus. Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang: 1.Pendekatan Pemecahan Masalah . 5. 6. Pengembang silabus.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 6 PENGEMBANGAN SILABUS PEMBELAJARAN MATEMATIKA Indikator: Setelah mengikuti Kegiatan Belajar 6.Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Kasus 1 Pak Sahid adalah seorang guru matematika di salah satu sekolah yang ada di Kota Makassar. maka beliau harus memiliki kelengkapan mengajar. 7. Pengembang silabus berkelanjutan. 3. Strategi Pembelajaran: .Model Berbasis Masalah . Salah satu silabus yang beliau kembangkan seperti berikut: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . Selain itu. Langkah-langkah pengembangan silabus. setelah mempelajari Kegiatan Belajar 6. 8. Pengertian silabus. Contoh model silabus. diharapkan Anda dapat mengembangkan atau membuat contoh silabus pembelajaran matematika. 2. Landasan pengembangan silabus. salah satu adalah silabus. Prinsip pengembangan silabus.

Kuis Tes lisan Tes tertulis Pengamata n  Penugasan     12 jam  Modul persamaan dan pertidaksa maan kuadrat  Buku referensi lain yang relevan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 .sifatnya kuadrat an kuadrat dan sifat – sifatnya  Menyelesaikan persamaan ditentukan dan pertidaksamaan penyelesaiannya kuadrat dan kuadrat Penilaian Kuis Tes lisan Tes tertulis Pengamata n  Penugasan     Alokasi Waktu 8 jam Sumber Belajar  Modul persamaan dan pertidaksa maan kuadrat  Buku referensi lain yang relevan 2. Dasar 1. Menentukan himpunan penyelesaian persamaan dan pertidaksama an linear : SMA : X/1 : Matematika 45 menit : Memecahkan masalah berkaitan system persamaan dan pertidaksamaan linear Materi Kegiatan Pembelajaran Indikator Pembelajaran  Persamaan dan  Menjelaskan pengertian  Persamaan linear pertidaksamaan persamaan linear ditentukan linear serta  Menyelesaikan persamaan penyelesaiannya penyelesaiannya linear  Pertidaksamaan  Menjelaskan pengertian linear ditentukan pertidaksamaan linear penyelesaiannya  Menyelesaikan pertidaksamaan linear  Menyelesaikan masalah program keahlian yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear Menentukan  Persamaan dan  Menjelaskan pengertian  Persamaan himpunan pertidaksamaan persamaan dan kuadrat penyelesaian kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat ditentukan persamaan penyelesaiannya  Menjelaskan akar – akar penyelesaiannya dan  Akar – akar persamaan kuadrat dan  Pertidaksamaan pertidaksama persamaan kuadrat sifat .Satu Untuk UNM SILABUS Jenjang Kelas/Semester Mata Pelajaran Alokasi Waktu : 32 x Standar Kompetensi Kompetensi No.

...... Guru Mata Pelajaran ............. .................................. Kepala Sekolah ..Satu Untuk UNM 3......... NIP.... ………………20................ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 ..................... NIP.. Menerapkan persamaan dan pertidaksama an kuadrat  Menyusun persamaan kuadrat  Penerapan persamaan dan pertidaksamaan kuadrat dalam program keahlian  Menyusun persamaan  Persamaan kuadrat berdasarkan akar – kuadrat disusun akar yang diketahui berdasarkan akar  Menyusun persamaan – akar yang kuadrat berdasarkan akar – diketahui akar persamaan kuadrat  Persamaan yang lain kuadrat baru  Menyelesaikan masalah disusun program keahlian yang berdasarkan akar berkaitan dengan – akar persamaan dan persamaan pertidaksamaan kuadrat kuadrat lain  Persamaan dan pertidaksamaan kuadrat diterapkan dalam menyelesaikan masalah program keahlian Kuis Tes lisan Tes tertulis Pengamata n  Penugasan     12 jam  Modul persamaan dan pertidaksa maan kuadrat  Buku referensi lain yang relevan Mengetahui...…………......

taat asas antara kompetensi dasar. Kadar ilmiah (kadar kebenaran secara keilmuan dari keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus) 3. sumber belajar. Tingkat kecukupan (tingkat memadainya cakupan indikator. sumber belajar. intelektual. alokasi waktu. dan spritual siswa sasaran silabus) 4. Berdasarkan Kasus 1 di atas. afektif. Tingkat fleksibilitas (tingkat akomodasi keseluruhan komponen silabus terhadap keragaman peserta didik. Sistematika (kadar hubungan secara fungsional antar komponen-komponen silabus dalam mencapai kompetensi) 5. dan peristiwa yang terjadi) 8. Konsistensi (kadar hubungan yang konsisten atau ajeg. lakukan analisis terhadap kasus tersebut! Analisis dilakukan terhadap: 1. pengalaman belajar siswa. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus dengan tingkat perkembangan fisik. materi pokok. Pengertian Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi. pengalaman belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kesesuaian dengan prinsip-prinsip pengembangan silabus 2. sosial. dan sumber/bahan/alat belajar. dan sistem penilaian) 6. kompetensi dasar. kedalaman. indikator. Menyeluruh (cakupan keseluruhan ranah kompetensi yaitu kognitif. sumber belajar. psikomotor dalam komponen silabus) Uraian Materi A. dan sistem penilaian terhadap perkembangan ilmu. indikator. emosional. pengalaman belajar siswa. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. penilaian. dan sistem penilaian dalam menunjang pencapaian kompetensi dasar) 7. teknologi. Relevansi (kesesuaian cakupan. materi pokok. materi pokok/pembelajaran. pendidik. kegiatan pembelajaran. materi pokok. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Pak Sahid mengklaim telah mengembangkan silabus berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat) 9. Tingkat keaktualan dan kekontekstualan (tingkat muatan dalam cakupan indikator.Satu Untuk UNM Berdasarkan silabus yang dikembangkan tersebut.

waktu silabus. SMP. di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD. silabus. Sistematis. dan MAK”. Anda akan mempelajari tentang pengertian unit silabus. landasan pengembangan silabus. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian (BSNP. Memadai 6. Ilmiah 2. Pada Kegiatan Belajar 1 ini. 4. dan penilaian hasil belajar”. dan pengembang silabus berkelanjutan. Prinsip Pengembangan Silabus 1. Landasan Pengembangan Silabus 1. Relevan. 2006: 14). prinsip pengembangan format silabus. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 20: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. atau madrasah dan komite madrasah. metode pengajaran. SMA dan SMK. 2. Konsisten 5. Fleksibel 8. C. sumber belajar. serta contoh model atau Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . kegiatan pembelajaran. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 17 Ayat (2): ”Sekolah dan komite sekolah. mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. B. MA. Aktual dan Kontekstual 7.Satu Untuk UNM kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. pengembang langkah-langkah pengembangan silabus. materi ajar. Menyeluruh silabus. 3. dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs.

kita perlu memperhatikan: a urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. Pengembang Silabus 1. Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman dalam bidangnya masing-masing (BSNP. dan lingkungannya.Satu Untuk UNM D. maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah tersebut. E. Penyusun silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan persemester. kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau pada Kelompok Kerja Guru (KKG). 5. 4. 3. dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. Langkah-Langkah Pengembangan Silabus 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . sebagaimana tercantum pada SI. 3. Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa. kondisi sekolah. Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. Unit Waktu Silabus 1. Implementasi pembelajaran persemester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum (BSNP. dan Dinas Pendidikan. 2006:15). Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. 2006: 15). sebaiknya bergabung dengan sekolah-sekolah lain melalui forum MGMP/KKG untuk bersamasama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalam lingkup MGMP/KKG setempat. 2. Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri. F. 2. pertahun. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Dalam mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah: a kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. struktur keilmuan. kedalaman. relevansi dengan karakteristik daerah. c. g. b. 3. b c d e kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. khususnya guru. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. intelektual. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. lingkungan. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran peserta . kita perlu mempertimbangkan: a. potensi peserta didik. e. sosial. rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. alokasi waktu. 4. dan h. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 2. pengetahuan. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. f. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. peserta didik dengan guru.Satu Untuk UNM b c keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik. emosional. harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. yaitu kegiatan siswa dan materi. penentuan urutan kegiatan pembelajaran. kebermanfaatan bagi peserta didik. dan spiritual didik. aktualitas. tingkat perkembangan fisik. d. dan keluasan materi pembelajaran. Dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar.

Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. menganalisis. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. satuan pendidikan. program remidi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. e sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. kinerja. penilaian menggunakan acuan kriteria. Misalnya. kedalaman. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. 6. penilaian hasil karya berupa tugas. serta potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. mata pelajaran. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. keluasan. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. tingkat kesulitan. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. pengamatan. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. c sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. d hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. proyek dan/atau produk. pengukuran sikap. dan tingkat kepentingan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . dan penilaian diri. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. 5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian: a b penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. penggunaan portofolio.Satu Untuk UNM keterampilan.

kegiatan pembelajaran. Mintalah kepada kelompok lain untuk menelaah silabus yang dibuat.Satu Untuk UNM kompetensi dasar. 7. Pengembangan Silabus Berkelanjutan Dalam implementasinya. dan ditindaklanjuti oleh masingmasing guru. dan evaluasi rencana pembelajaran. nara sumber. urutan penempatan materi pokok/pembelajaran. Pilihlah satu KD. serta lingkungan fisik. Latihan 6 Uraian Tugas: 1. Dalam menyusun urutan KD. H. 2006: 15). alam. dan indikator pencapaian kompetensi (BSNP. silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran). yang berupa media cetak dan elektronik. masing-masing satuan pendidikan dapat menggunakan salah satu format sesuai dengan kebutuhan. Dalam menyusun silabus. Tugas ini dikerjakan secara kelompok ! 2. Contoh Model Silabus Contoh model silabus yang diberikan BSNP pada dasarnya ada dua. sosial. dilaksanakan. yaitu model kolom/matrik (format-1) dan model uraian (format-2) (BSNP. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi belajar. dan seterusnya dapat ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sejauh tidak mengurangi komponen-komponen silabus. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. kegiatan pembelajaran. Pilihan KD jangan sampai sama dengan pilihan kelompok lain ! 3. indikator. dan budaya. Buat contoh silabus pada KD yang dipilih itu ! 4. Dalam hal ini dapat digunakan pedoman telaah sebagai berikut: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . 2006:19). G. dievaluasi.

teknologi. psikomotor dalam komponen silabus) Perolehan Skor (Rentang skor antara 0 – 10) (Rentang skor antara 0 – 10) Keterangan 1. 2. materi pokok. dan sistem penilaian terhadap perkembangan ilmu. dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. materi pokok. dan sistem penilaian dalam menunjang pencapaian kompetensi dasar) Tingkat keaktualan dan kekontekstualan (tingkat muatan dalam cakupan indikator. Telaah bersifat menyeluruh pada semua komponen silabus. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat) Menyeluruh (cakupan keseluruhan ranah kompetensi yaitu kognitif. Skor perolehan maksimal = 80 2 3 4 (Rentang skor antara 0 – 10) (Rentang skor antara 0 – 10) 5 (Rentang skor antara 0 – 10) 6 (Rentang skor antara 0 – 10) 7 (Rentang skor antara 0 – 10) 8 (Rentang skor antara 0 – 10) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . Skor diberikan setelah secara menyeluruh dicermati kualitas muatan silabus dalam setiap komponen. 3. intelektual. emosional. sumber belajar. pengalaman belajar siswa. pendidik. materi pokok. taat asas antara kompetensi dasar. dan sistem penilaian) Tingkat kecukupan (tingakat memadainya cakupan indikator. pengalaman belajar siswa. pengalaman belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. kedalaman. sumber belajar. sosial. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus dengan tingkat perkembangan fisik. dan spritual siswa sasaran silabus) Sistematika (kadar hubungan secara fungsional antar komponen-komponen silabus dalam mencapai kompetensi) Konsistensi (kadar hubungan yang konsisten atau ajeg. indikator.Satu Untuk UNM No 1 Aspek Penilaian Kadar ilmiah (kadar kebenaran secara keilmuan dari keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus) Relevansi (kesesuaian cakupan. sumber belajar. dan peristiwa yang terjadi) Tingkat fleksibilitas (tingkat akomodasi keseluruhan komponen silabus terhadap keragaman peserta didik. afektif.

salah satu adalah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Kasus 1 Pak Sahid adalah seorang guru matematika di salah satu sekolah yang ada di Kota Makassar. arti penting proses perencanaan pembelajaran dalam proses pencapaian kompetensi siswa. maka beliau harus memiliki kelengkapan mengajar.Pendekatan Pemecahan Masalah . Setelah mempelajari Kegiatan Belajar 8.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 7 PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Indikator: Setelah mengikuti Kegiatan Belajar 7. Strategi Pembelajaran: . 2.Model Berbasis Masalah . 3. Menjelaskan komponen RPP 4. Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang: 1. Salah satu RPP yang beliau kembangkan seperti berikut: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . Menjelaskan prinsip-prinsip penyusunan RPP 5. Sebagai guru yang profesional. Menjelaskan pengertian RPP. diharapkan Anda dapat mengembangkan atau membuat contoh RPP pembelajaran matematika. Menjelaskan langkah-langkah penyusunan RPP.

gunting. Mendeskripsikan sifat-sifat persegipanjang yang ditinjau dari diagonal. serta dapat menentukan besaranbesaran yang ada di dalamnya. penggaris. penerbit Grafindo oleh Wahyudin Djumanta b. Indikator Pencapaian Hasil Belajar 1.Pd. Siswa dapat menurunkan dan menghitung rumus keliling dan luas persegipanjang D. Mendefinisikan pengertian persegipanjang yang ditinjau dari sifat-sifatnya 2. dan busur derajat : Matematika : VII / II (genap) : Bangun Segiempat : Persegipanjang : 2 x 40 menit Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . sudut. Kusrini. dkk. penerbit Departemen Pendidikan Nasional oleh Dra. Kompetensi Dasar 1. Buku matematika untuk SMP Kelas VII. Siswa mampu mengenal segiempat dan sifat-sifat bangun segiempat 2. sisi. B. penerbit Esis oleh Syamsul Junaidi dan Eko Siswono c. jarum pentul. dan bangun datar. Lembar Kerja Siswa (LKS) b. Standar Kompetensi Mengidentifikasi garis. 2. Siswa mampu menghitung besaran-besaran segiempat C. sisi. Buku matematika untuk SMP Kelas VII. dan sudutnya 3. Media pembelajaran a. Kertas. Siswa dapat mengenal sifat persegipanjang dari diagonal. Siswa dapat mengenal pengertian persegipanjang ditinjau dari sifat-sifatnya 2. Pengalaman Belajar 1. M. dan sudutnya 3.Satu Untuk UNM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi Waktu A. Buku matematika untuk SMP Kelas VIIB. Sumber pembelajaran a. Menemukan dan menghitung rumus keliling dan luas persegipanjang E. Sumber dan Media Pembelajaran 1.

Penilaian a) Teknik b) Bentuk Instrumen c) Prosedur Penilaian  : Tes : Pertanyaan tertulis uraian : siswa untuk mempresentasekan hasil kerja  Penilaian Individu : Keaktifan siswa dalam kelompok. Pendekatan pembelajaran 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Kegiatan Inti - c. Skenario pembelajaran: a.Satu Untuk UNM F. Metode pembelajaran 4. Kegiatan Akhir - Penilaian Kelompok : Kerjasama dalam kelompok dan Kemampuan Berdasarkan RPP yang dikembangkan tersebut. Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan materi yang telah diterima Guru memberikan soal latihan dan menyampaikan judul materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya : Pengajaran langsung : Kontekstual : Penemuan. dan mengerjakan LKS. Kegiatan Belajar Mengajar 1. dan pemberian tugas b. tanya jawab. Kegiatan Awal Guru memberikan salam dan mengabsen siswa Guru memotivasi siswa untuk belajar Guru memberikan contoh yang terkait dengan materi persegipanjang Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru menyajikan informasi tentang materi yang akan dibahas Guru mengarahkan siswa secara perorangan bekerja sesuai petunjuk dalam Lembar Kegiatan Siswa dan mengisi Lembar Kegiatan Siswa Guru mengarahkan siswa menemukan sifat-sifat bangun persegipanjang Guru mengarahkan siswa menjelaskan pengertian persegipanjang berdasarkan sifat-sifatnya Guru mengarahkan siswa dalam menyelesaikan soal-soal latihan Guru mencek pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum mereka pahami G. Pak Sahid mengklaim telah mengembangkan RPP berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Model pembelajaran 2.

Kualitas skenario/kegiatan pembelajaran 9. Penilaian hasil belajar Uraian Materi A. Pemilihan model. dan metode pembelajaran 8. metode pengajaran. minat. metode pengajaran. Komponen minimal RPP yang dipersyaratkan dalam KTSP 2. Komponen RPP RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Pemilihan dan pengorganisasian materi ajar 6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. B. Kesesuaian dengan prinsip-prinsip penyusunan RPP 3. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif. dan penilaian hasil belajar”. materi ajar. pendekatan. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kualitas rumusan indikator 4. Lingkup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. menyenangkan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. kreativitas. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. Kualitas rumusan tujuan pembelajaran 5. Pemilihan sumber belajar/media pembelajaran 7. menantang.Satu Untuk UNM Berdasarkan Kasus 2 di atas. lakukan analisis terhadap kasus tersebut! Analisis dilakukan terhadap: 1. dan penilaian hasil belajar. inspiratif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. materi ajar. sumber belajar. sumber belajar.

7. Mata Pelajaran c. meliputi: a. yang mencakup pengetahuan. Tujuan pembelajaran. 5. sikap. Komponen RPP adalah: 1. dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. e. menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. Kompetensi dasar. dan prosedur yang relevan. Identitas mata pelajaran. ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. 6. memuat fakta. Alokasi waktu 2. Semester. 4. f. kegiatan pembelajaran. g. Jumlah pertemuan. Materi ajar. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur. serta materi ajar. 9. Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar. b. Model/pendekatan/metode pembelajaran. Kelas. 3.Satu Untuk UNM penjadwalan di satuan pendidikan. dan indikator pencapaian kompetensi. konsep. dan keterampilan. Alokasi waktu. dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. prinsip. 8. Indikator pencapaian kompetensi. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan. sikap. Satuan pendidikan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 .

menyenangkan. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan. emosi. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin. minat. nilai. kemampuan sosial. kecepatan belajar. Penilaian hasil belajar Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. kemampuan awal. dan konfirmasi. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. minat. norma. motivasi belajar. Kegiatan pembelajaran : a. PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN RPP Ada beberapa prinsip penyusunan RPP yang perlu diperhatikan dalam proses penyusunan/perancangan RPP. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. elaborasi. Pemilihan model/pendekatan/metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik. serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. inspiratif. c. penilaian dan refleksi. 11. gaya belajar. b. tingkat intelektual. kebutuhan khusus. dan tindaklanjut.Satu Untuk UNM digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. kreativitas. dan kemandirian sesuai dengan bakat. diantaranya: 1. menantang. Mendorong partisipasi aktif peserta didik Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 . potensi. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. bakat. 10. latar belakang budaya. 2. C. dan/atau lingkungan peserta didik. umpan balik. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif.

inisiatif. KD. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik. Indikator Pencapaian Kompetensi.Satu Untuk UNM Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi. dan remedi. Kelas/Semestar d. dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. lintas aspek belajar. Sumber Belajar. dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. Standar Kompetensi. 3. dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. dan semangat belajar. Mata pelajaran c. D. dan Penilaian. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi. kreativitas. materi pembelajaran. b. Standar kompetensi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . pemahaman beragam bacaan. dimulai dari mencantumkan Identitas RPP. Menuliskan Identitas rencana pelaksanaan pembelajaran yang meliputi: a. Model/Pendekatan/Metode Pembelajaran. Materi Ajar (Materi Pokok). Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing. Kompetensi Dasar. Kegiatan Pembelajaran. kegiatan pembelajaran. kemandirian. namun semua merupakan suatu kesatuan. 6. dan keragaman budaya. Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut: 1. Alokasi waktu f. penilaian. penguatan. Keterkaitan dan keterpaduan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK. keterpaduan lintas mata pelajaran. 5. Pertemuan e. sistematis. inspirasi. indikator pencapaian kompetensi. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca. Tujuan Pembelajaran. minat. pengayaan. Satuan pendidikan. 4.

dan mendeskripsikan. Tujuan pembelajaran dibuat berdasarkan SK. dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan. 4. sikap. guru juga perlu melihat KD yang sama di kelas sebelum dan sesudahnya agar lebih tepat dalam menentukan indikator sesuai dengan kelas di mana KD tersebut diajarkan. membedakan. mempraktekkan. menghitung. Dalam membuat indikator ini. Indikator dikembangkan oleh guru sekolah sesuai dengan kondisi daerah dan sekolah masingmasing. dan Indikator yang telah ditentukan. mendemonstrasikan. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur. menyimpulkan. KD. sikap. cukup dengan cara mengutip pada standar isi atau silabus pembelajaran yang telah dibuat oleh guru. Pada bagian ini dituliskan standar kompetensi mata pelajaran. Menuliskan Standar Kompetensi Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan. Tujuan ini difokuskan tergantung pada indikator yang dirumuskan dari SK dan KD pada Standar Isi mata pelajaran matematika yang akan dipelajari siswa. Menuliskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.Satu Untuk UNM 2. dan keterampilan. Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian hasil belajar dan disesuaikan dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. Pada bagian ini dituliskan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik setelah proses pembelajaran berakhir. cukup dengan cara mengutip pada standar isi atau silabus pembelajaran yang telah dibuat oleh guru. ada baiknya tujuan pembelajaran juga Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . 5. Contoh kata kerja operasional antara lain mengidentifikasi. yang mencakup pengetahuan. menceritakan kembali. Merumuskan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. 3. Indikator pencapaian hasil belajar dikembangkan oleh guru dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik. Menuliskan Kompetensi Dasar Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu mata pelajaran.

konsep. pendekatan open ended. materi prasyarat ini sangat perlu. Menentukan Materi Pembelajaran Materi ajar memuat fakta. Menentukan Media/Alat/Bahan/Sumber Belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar.Satu Untuk UNM dibedakan menurut waktu pertemuan. model pembelajaran kooperatif. waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. Model pembelajaran yang dapat digunakan. model pembelajaran berbasis masalah. Menuliskan Materi Prasyarat Materi Prasyarat ini merupakan materi atau kompetensi yang harus sudah dimiliki atau dikuasai siswa yang berkaitan dengan materi atau kompetensi yang akan dipelajari. Pada proses pembelajaran. pendekatan dan metode pembelajaran yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. Pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan. prinsip. Oleh karena itu. 6. serta materi ajar. pendekatan problem posing (pengajuan masalah). misalnya: pendekatan kontekstual. 4. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar. karena dalam pembelajaran matematika antara materi satu dengan yang lain saling berkaitan satu sama lain. dan sebagainya. Menentukan Model/Pendekatan/Metode Pembelajaran Pada bagian ini cantumkan model. kompetensi ini dapat diukur melalui kegiatan pendahuluan. sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Pendekatan matematika realistik. Alokasi Waktu Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. dan indikator pencapaian kompetensi. 7. dan sebagainya. dan prosedur yang relevan. dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. pendekatan problem solving (pemecahan masalah). 9. misalnya: model pengajaran langsung. 8. Dalam pembelajaran matematika. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . kegiatan pembelajaran. b. Pada bagian ini dituliskan semua media/alat/bahan/sumber belajar yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.

diskusi. misalnya: metode ceramah.Satu Untuk UNM c. Pada dasarnya. 2. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendahuluan  Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. inspiratif. 5. memberikan illustrasi. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. dan sebagainya. menyenangkan. menantang. menampilkan slide animasi dan sebagainya.  Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. tanya jawab. dan kegiatan penutup. kreativitas. baik yang berjenis cetak atau noncetak.  Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. kegiatan inti. minat. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Metode-metode yang dapat digunakan. langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka. biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS). Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD.  Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). dan perkembangan fisik serta psikologis peserta Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . penemuan terbimbing. dengan cara menunjukkan benda yang menarik. Kegiatan inti memuat langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Untuk memudahkan. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif. Merumuskan Kegiatan Pembelajaran a) Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan.  Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang akan dipelajari oleh peserta didik.

maka harus ditulis judul buku teks tersebut. memahami jawaban temannya (siswa lain). penilaian dan refleksi. dikembangkan. sesuai dengan karakteristik dan menggunakan urutan sintaks narasumber. media. dimana siswa menjelaskan dan memberikan alasan terhadap jawaban yang diberikannya. 6. d. b.Satu Untuk UNM didik. umpan balik. Pembelajaran berlangsung secara interaktif. b. dan konfirmasi. Siswa mengembangkan model-model simbolik secara informal terhadap persoalan/masalah yang diajukan. Melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pembelajaran. b) Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih. Memulai pembelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang nyata (riil) bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya.Kegiatan inti ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi. lingkungan. Kegiatan penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan. Pada kegiatan inti ini siswa mendapat fasilitas atau bantuan untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran. menyatakan setuju atau ketidaksetujuannya. yaitu seperti berikut: a. c. Pada kegiatan inti secara garis besar berlangsung hal-hal berikut. dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Jika menggunakan buku. Pemberian tugas atau latihan. Penarikan kesimpulan dari apa-apa yang telah dipelajari dalam pembelajaran sesuai tujuan yang akan dicapai. sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . dan mencari alternatif yang lain 3. dan tindak lanjut. alat dan bahan. dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. elaborasi. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang Sumber belajar mencakup sumber rujukan. c. seluruh rangkaian kegiatan. Misalnya. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. sehingga siswa segera terlibat dalam pelajaran secara bermakna. a.

Mintalah kepada kelompok lain untuk menelaah RPP yang dibuat itu ! Dalam hal ini dapat digunakan pedoman telaah sebagai berikut. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT. Skor perolehan maksimal = 60 No 1 2 3 4 5 6 Aspek Penilaian Kualitas rumusan indikator pencapaian kompetensi Kualitas rumusan tujuan pembelajaran Pemilihan dan pengorganisasian materi ajar Pemilihan sumber belajar /media pembelajaran Kualitas skenario atau kegiatan pembelajaran Penilaian hasil relajar Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 .Satu Untuk UNM pengarang. dan halaman yang diacu. 7. dan instrumen yang digunakan. atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. Telaah bersifat menyeluruh pada semua komponen RPP 2. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian. Skor diberikan setelah secara menyeluruh dicermati kualitas muatan RPP dalam setiap komponen 3. Jabarkan silabus yang telah dibuat secara kelompok pada Latihan 1 ke dalam RPP ! 2. maka harus ditulis nama file. Latihan 8 Uraian Tugas: 1. Perolehan Skor (Rentang skor antara 0 – 10) (Rentang skor antara 0 – 10) (Rentang skor antara 0 – 10) (Rentang skor antara 0 – 10) (Rentang skor antara 0 – 10) (Rentang skor antara 0 – 10) Keterangan 1. Tugas ini dikerjakan secara kelompok. folder penyimpanan. Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada standar penilaian. dan bagian atau link file yang digunakan. bentuk instrumen.

Bila perolehan skor hasil telaah terhadap kualitas RPP Anda belum mencapai skor 45 maka disarankan Anda mempelajari kembali isi modul ini. Setelah diperbaiki. berdiskusilah dengan nara sumber/instruktur Anda. Bila perolehan skor hasil telaah terhadap kualitas RPP Anda sama atau lebih dari (75% × skor maksimal) atau 45 maka berarti Anda telah memahami cara menyusun RPP yang sesuai prinsip-prinsip pengembangannya. 2. 4. 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . atau lakukan diskusi terhadap kekurangan atau kelemahan RPP Anda. dan selanjutnya perbaikilah RPP Anda itu. Bila Anda atau kelompok Anda ragu terhadap kebenaran hasil telaah kelompok lain atau ada hal yang harus diklarifikasi terkait isi modul.Satu Untuk UNM Umpan Balik: 1. Selain mencermati uraian pada bab ini. mintalah kepada kelompok lain untuk menelaah kembali kualitas RPP Anda. dalam diskusi telaah RPP Anda dapat memanfaatkan contoh RPP yang ada pada lampiran sebagai rujukan.

peserta diklat dapat: 1. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . dan equilibrasi. Diskusikan tentang karakteristik teori pembelajaran konstruktivisme. sedangkan Vygotsky mengemukakan teori belajar konstruktivisme sosial dengan beberapa gagasan seperti: hakekat sosial pembelajaran. dan pemberian bantuan (scaffolding). Diskusikan mengenai gagasan-gagasan Piaget dan Vygotsky tersebut dan analisis bagaimana contoh penerapannya dalam belajar matematika. Dewasa ini berkembang berbagai teori pembelajaran matematika konstruktivisme yang karakteristiknya berbeda dengan teori pembelajaran matematika behaviorisme yang selama ini lebih sering diterapkan oleh guru matematika. serta kemukakan kemungkinan kendala yang dihadapi.Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Kasus 1. 2. daerah perkembangan terdekat (Zone of proximal development (ZPD)).Model Berbasis Masalah . kemungkinan penerapannya dalam pembelajaran matematika serta kendala-kendala yang mungkin dihadapi.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 8 MENGANALISIS TEORI PEMBELAJARAN MATEMATIKA KONTEMPORER/KONSTRUKTIVISME Indikator: Setelah mengikuti Kegiatan Belajar 8. akomodasi. Peserta dapat mengidentifikasi dan menyebutkan prinsip-prinsip dari berbagai teori pembelajaran matematika konstruktivisme. kehadiran teori pembelajaran matematika konstruktivisme tidak sepenuhnya menggeser penggunaan teori pembelajaran behavioristik melainkan saling komplementer. membedakan ciri-ciri teori pembelajaran matematika kontemporer/konstruktivisme dengan teori pembelajaran matematika behaviorisme. asimilasi. Namun demikian. pemagangan kognitif (Cognitive Apprenticeship). Kasus 2 Piaget dianggap sebagai peletak dasar gagasan-gagasan pembelajaran konstruktivisme radikal. yang ditandai dengan adanya gagasan tentang: skema.Pendekatan Pemecahan Masalah . Strategi Pembelajaran: .

pengalaman itu berstruktur yang terbentuk dalam suatu keseluruhan. kreatif. objek.  Pikiran berfungsi sebagai alat untuk menginterpretasikan peristiwa. dan menghargai perbedaan. b. tentang Penataan Lingkungan Belajar dan Pembelajaran  Dinamis. harapan-harapan.  Menolong siswa untuk mengubah pemahaman mereka tentang masalah atau situasi. dan perspektif yang dipakai dalam menginterpretasikan. atau perspektif yang ada dalam dunia nyata sehingga makna yang dihasilkan bersifat unik dan individualistik. Kreativitas siswa menjadi hal yang esensial.  Kebebasan yang dipandang sebagi penentu keberhasilan belajar.  Pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni pertanyaan atau pandang siswa.  Mengajar adalah menata lingkungan agar siswa termotivasi dalam menggali makna serta menghargai perbedaan.Satu Untuk UNM Uraian Materi 1. pandangan-pandangan. d.  Siswa diberi kesempatan menentukan isi dan arah belajar mereka. yaitu menekankan keseluruhan yang terpadu. tentang Strategi Pembelajaran  Penyajian isi menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna mengikuti urutan dari keseluruhan kebagian. atau pola pikir.  Siswa bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada pengalamannya. Karakteristik Pembelajaran Konstruktivistik Berikut dikemukakan karakteristik pembelajaran konstruktivistik berdasarkan aspekaspek atau komponen pembelajaran.  Kegagalan atau keberhasilan. a. Siswa adalah subjek yang harus mampu menggunakan kebebasan untuk melakukan pengaturan diri dalam belajar.  Kontrol belajar dominan ditentukan faktor internal siswa. c.  Belajar adalah proses perolehan atau perubahan insait-insait. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . tentang Belajar dan Pembelajaran  Materi pelajaran bersifat molar. tentang Tujuan Pembelajaran  Tujuan pembelajaran ditekankan pada belajar bagaimana belajar (learn how to learn). kemampuan dan ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu dihargai.

Asimilasi dapat dipandang sebagai suatu proses kognitif untuk menempatkan dan mengklasifikasikan kejadian atau rangsangan yang baru ke dalam skema yang telah ada. atau pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada di dalam pikirannya. Gagasan Konstruktivistik dari Piaget dan Vygotsky Konstruktivisme lahir dari gagasan Piaget dan Vygotsky. yaitu: (1) membentuk skema baru yang cocok dengan rangsangan atau pengalaman yang baru. Equilibrasi adalah proses perubahan dari keadan disequilibrium menjadi keadaan equilibrium.  Evaluasi yang menggali munculnya berpikir divergen. dan (2) memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dengan rangsangan itu. pemecahan ganda bukan hanya satu jawaban benar. Skema merupakan suatu rangkaian proses dalam sistem kesadaran seseorang yang selalu beradaptasi dan berubah selama perkembangan kognitifnya. tentang Evaluasi  Evaluasi menekankan pada penyusunan makna secara aktif yang melibatkan keterampilan terintegrasi. dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata. konsep. Skema adalah suatu struktur mental seseorang dimana ia secara intelektual beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Proses akomodasi ini dapat terjadi dalam dua bentuk.Satu Untuk UNM  Aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan keterampilan berpikir kritis. Hal ini terjadi karena pengalaman yang baru itu sama sekali tidak cocok dengan skema yang telah ada. dimana keduanya menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan (disequilibrium) dalam upaya memahami informasi-informasi baru. Ketiga. Equilibrium adalah pengaturan secara mekanis untuk mencapai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 96 . e. maka berikut akan diuraikan beberapa ide yang dikemukakan oleh Piaget yang merupakan dasar pengembangan teori konstruktivisme yang disarikan dari Suparno (2001). Asimilasi adalah proses kognitif di mana seseorang mengintegrasikan persepsi. Pertama. Keempat. Akomodasi adalah suatu proses kognitif yang terjadi apabila rangsangan atau pengalaman baru yang diperoleh seseorang tidak dapat diasimilasi ke dalam skema yang sudah dimiliki.  Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada proses. Untuk menjelaskan proses tersebut di atas.  Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar dengan cara memberikan tugas-tugas yang menurut aktivitas belajar yang bermakna serta menerapkan apa yang dipelajari dalam 2. Kedua.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 97 . Prinsip terakhir dalam Teori Vygotsky adalah scaffolding atau mediated learning yang didasarkan pada konsep pembelajaran dengan bantuan. Istilah ini mengacu pada proses di mana seseorang yang sedang belajar secara tahap demi tahap memperoleh keahlian dalam interaksinya dengan seorang pakar. Prinsip lain dalam Teori Vygotsky adalah siswa belajar konsep paling baik apabila konsep itu berada dalam zona perkembangan terdekat (Zone of proximal development) mereka. Scaffolding merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang lebih terstruktur pada awal pembelajaran dan secara bertahap mengalihkan tanggung jawab belajar kepada siswa untuk bekerja mandiri. Pada menunjang perkembangan metode selanjutnya. Implikasinya dalam pembelajaran adalah guru harus memberikan kesempatan yang cukup kepada siswa untuk belajar dengan teman yang lebih pintar dan guru berperan sebagai fasilitator dan pemandu belajar. dan penemuan (Mohamad Nur. 2000).Satu Untuk UNM keseimbangan proses asimilasi dan akomodasi. pembelajaran berbasis kegiatan. Prinsip utama teori Vygostky adalah penekanan pada hakekat sosial dari pembelajaran di mana siswa belajar melalui interaksi dengan orang dewasa dan teman sebaya yang lebih mampu. yaitu orang dewasa atau orang yang lebih tua atau kawan sebaya yang telah menguasai permasalahannya (Mohamad Nur. guru hanya mendampingi dan memberikan arahan serta dukungan agar siswa keluar dari kesulitan dan bukan ikut campur menyelesaikan masalah yang sedang diselesaikan oleh siswa. ZPD sering juga digambarkan sebagai batas antara keadaan aktual dengan keadaan potensial dari perkembangan kognitif siswa (Susento: 2002). 2000). Prinsip berikutnya dalam Teori Vygotsky adalah pemagangan kognitif (Cognitive Apprenticeship) yang menekankan pada pembelajaran sosial dan zona perkembangan terdekat. Sedangkan disequilibrium keadaan tidak seimbang antara asimilasi dan akomodasi. yang ide-ide konstruktivistik pada modern banyak berlandaskan pada pembelajaran sosial dari Vygostky yang telah digunakan untuk pengajaran menekankan pembelajaran kooperatif. di mana siswa yang berada pada daerah ini sulit menyelesaikan masalah secara sendiri. tetapi akan dapat menyelesaikannya secara baik bilamana mendapat bantuan dari seseorang yang lebih dewasa atau berkolaborasi dengan teman yang lebih maju perkembangannya. Marpaung (2002) menjelaskan bahwa Zone of proximal development (ZPD) adalah suatu daerah perkembangan kognitif. Pada saat siswa mengalami kesulitan.

pemagangan kognitif. terutama konsepkonsep ZPD. kemukakan hasil analisis Anda mengenai teori belajar penemuan Bruner. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 98 . 2. apakah teori belajar penemuan Bruner lebih cenderung tergolong dalam kelompok konstruktivismen atau behaviorisme. Bruner terkenal dengan teori belajar penemuannya. dan scaffolding serta penerapannya dalam belajara matematika. Diskusikan mengenai gagasan konstruktivisme sosial dari Vigotsky.Satu Untuk UNM Latihan 9 1.

peserta dapat: 1) membedakan karekteristik model. Indikator: Setelah mengikuti kegiatan belajar 10. 2) mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan model. METODE. Efektif. Inovatif. metode. pendekatan. strategi. dan teknik pembelajaran matematika yang PAIKEM. dan Menyenangkan) dengan hasil belajar matematika. strategi.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 9 MODEL.Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Kasus 1. DAN TEKNIK PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG PAIKEM.Pendekatan Pemecahan Masalah . STRATEGI. Lakukan analisis teoretis keterkaitan masing-masing komponen PAIKEM (Aktif. dan teknik pembelajaran matematika yang PAIKEM. PENDEKATAN. Strategi Pembelajaran . metode. Kreatif. Sasaran akhir penerapan suatu pembelajaran PAIKEM adalah agar siswa dapat belajar secara optimal sehingga mencapai hasil belajar (SK dan KD) secara optimal juga.  Jelaskan kaitan keaktifan belajar siswa dan keaktifan mengajar guru dengan pencapaian hasil belajar matematika adalah:  Jelaskan kaitan inovasi belajar siswa dan inovasi mengajar guru dengan pencapaian hasil belajar matematika adalah:  Jelaskan kaitan kreativitas belajar siswa dan kreativitas mengajar guru dengan pencapaian hasil belajar matematika adalah:  Jelaskan kaitan efektivitas belajar siswa dan efektivitas mengajar guru dengan pencapaian hasil belajar matematika adalah:  Jelaskan kaitan penciptaan suasana belajar yang menyenangkan dengan pencapaian hasil belajar matematika adalah: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99 .Model Berbasis Masalah . pendekatan.

Dewasa ini berkembang berbagai model dan pendekatan pembejaran yang cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika. Inovatif. model pembelajaran berdasarkan masalah. seperti: model pengajaran langsung. model pembelajaran kooperatif. dan Menyenangkan (PAIKEM). diskusikan dengan teman kelompokmu tentang aspek-aspek PAIKEM dari penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan realistik dalam pembelajaran matematika. dan sebagainya. Kreativitas Guru:  Mengembangkan kegiatan yang beragam  Memberi tugas yang bervariasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100 Terpenuhi/ tidak Penjelasan 2 3 . Inovatif. Apakah aspek-aspek PAIKEM berikut sudah terpenuhi? Jelaskan secara singkat. Dengan mencermatika kasus tersebut di atas. Efektif. PAIKEM merupakan akronim dari Pembelajaran Aktif.Satu Untuk UNM Kasus 2. pendekatan CTL. pendekatan pembelajaran matematika realistik. Kreatif. Dengan melaksanakan pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif dan pendekatan matematika realistik seorang guru matematika di sebuah SMP di Kota Makassar mengklaim sudah melaksanakan Pembelajaran Aktif. 1 Indikator Keaktifan Guru:  Memantau kegitan belajar siswa  Memberi umpan balik  Mengajukan pertanyaan terbuka  Mempertanyakan gagasan Keaktifan Siswa:  Mengajukan perertanyaan  Mengemukakan gagasan  Mempertanyakan gagasan orang lain  Terlibat secara mental  Melakukan percobaan Inovasi Guru:  Inovasi dalam strategi/model/pendekatan/metode pembelajaran  Inovasi dalam media pembelajaran  Inovasi dalam evaluasi/asessmen pembelajaran  Inovasi dalam menindaklanjuti evaluasi. No. Efektif. seperti: PTK dan Lesson Study Inovasi Siswa:  Inovasi dalam strategi belajar (strategi kognitif)  Inovasi dalam mencari sumber dan referensi belajar  Inovasi dalam pemecahan masalah matemática. dan Menyenangkan. pendekatan open ended problem. Kreatif.

dan mengabsen siswa. menyampaikan penurunan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut. puisi. lagu. 2. Setelah melakukan kegiatan pra pembelajaran seperti mengucap salam. membaca doa bersama.Satu Untuk UNM Menerapkan teknik curah pendapat Mengembangkan berfikir divergent Kreativitas Siswa:  Merancang sesuatu  Membuat karya  Menulis (gagasan. (b) Menurunkan rumus trigonometri sudut ganda. Kasus 3: Pak Adi Mulya guru matematika sebuah SMA di Kota Makassar. dapat membuat tabel sendiri. menurunkan rumus   Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 101 . Langkah berikutnya. Beliau mengajarkan salah satu topik trignonometri dengan indikator: (a) menurunkan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut. beliau beliau menjelaskan tujuan pembelajaran informasi dengan menjelaskan berupa KD dan indikator hasil belajar dan memotivasi siswa. dsb)  Menemukan sendiri 4 Efektivitas Mengajar Guru:  Mencapai tujuan pembelajaran  Memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM)  Mencapai ketuntasan klasikal Efektivitas Belajar Siswa:  Menguasai kompetesi dasar  Menguasai keterampilan yang diperlukan 5 Untuk Guru:  Tidak membuat anak takut:  Takut salah  Takut ditertawakan  Takut disepelekan)  Menciptakan suasana yang kondusif  Hidup  Hangat  Menghargai Untuk Siswa:  Berani mencoba  Berani bertanya  Berani mengemkakan pendapat  Berani berbeda pendapat  Bergairah mengikuti kegiatan belajar Catatan: jika tabel tidak muat. dan (c) membuktikan identitas trigonometri. Adapun langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. dsb)  Mengarang (ceritera.

sistem pendukung. Tahap berikutnya beliau mengarahkan siswa membentuk kelompok berdasarkan kedekatan tempat duduk. beliau meminta wakil setiap kelompok untuk menjelaskan hasil kerja LKS dan meminta kelompok lainnya menanggapi. kreatif. 2. Kaitkan karakteristik dan prinsip CTL dengan aspek-aspek PAIKEM (aktif. Setelah pengerjaan LKS. Apakah prinsip-prinsip model pembelajaran kooperatif sudah terpenuhi? Kalau ya jelaskan dan kalau tidak sebutkan prinsip-prinsip mana saja yang belum terpenuhi. Analisis model pembelajaran berbasis masalah berdasarkan masing-masing aspek dari PAIKEM. diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut. Selanjutnya siswa diminta mengerjakan LKS sambil mengontrol dan membimbing kelompok yang membutuhkan bantuan (memberikan scaffolding). kreatif. dan menyenangkan). 6. Kaitkan komponen pembelajaran berbasis masalah (sintaks. Apakah pembelajaran tersebut sudah mengikuti sintaks model pembelajaran kooperatif? Kalau ya jelaskan dan kalau tidak fase-fase mana yang belum terlaksana. inovatif. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102 . efektif. 3. prinsip reaksi. inovatif. 3. guru membimbing siswa merangkum materi pelajaran. dan menyenangkan). dan membuktikan beberapa identitas trigonometri secara lengkap dan mendemonstrasikan contoh soalnya. Dengan langkah-langkah pembelajaran seperti itu. 4. selanjutnya memberikan pekerjaan rumah. pak Adi mengklaim telah menerapkan model pembelajaran kooperatif. dan menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. dan membagikan LKS untuk dikerjakan. Apakah pemilihan model pembelajaran kooperatif untuk mencapai indikator tersebut di atas sudah tepat? Jelaskan. 1.Satu Untuk UNM trigonometri sudut ganda. Latihan 10 1. Analisis pendekatan CTL berdasarkan masing-masing aspek dari PAIKEM. 5. Pada akhir kegiatan. 2. dampak instruksional/pengiring) dengan aspek-aspek PAIKEM (aktif. Dengan mencermati kasus di atas. sistem sosial. efektif.

Pendekatan Pemecahan Masalah .Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Kasus 1. Berikut diberikan sebuah SK dan KD untuk kelas VIII semester 2. Rancanglah aktivitas pembelajaran untuk masing-masing tahapan belajar Bruner tersebut di atas. Apakah pemilhan tiga tahapan belajar Bruner tepat untuk mengajarkan materi yang berkaitan dengan SK dan KD tersebut? Jelaskan. balok. serta menentukan ukurannya. limas. ikonik. Tahapan simbolik Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103 . 3. KD. Memahami sifat-sifat kubus. dan simbolik. prisma.Model Berbasis Masalah . 2. Untuk mengajarkan SK dan KD tersebut di atas Pak Budiman melaksanakan dengan menerapkan tiga tahapan belajar Bruner. Strategi Pembelajaran: . Tahapan ikonik a. prisma dan limas serta bagian-bagiannya. Tahapan enaktif b. a. yaitu: enaktif.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 10 Menerapkan teori pembelajaran dan model pembelajaran PAIKEM dalam PBM matematika. Adakah tahapan belajar lain yang mungkin dapat diterapkan? Bagaimana dengan hirarki berpikir geometris dari Van Hielle? Jelaskan. balok. 2) menerapkan model pembelajaran PAIKEM dalam PBM matematika. Dengan mencermati kasus tersebut di atas. peserta dapat: 1) menerapkan teori pembelajaran matematika kontemporer dalam PBM. Indikator: Setelah mengikuti kegiatan belajar 11. 1. dan bagian-bagiannya. SK. diskusikan pertanyaan berikut. Mengidentifikasi sifat-sifat kubus.

Identifikasi model. guru memberikan beberapa permasalahan SPLDV berbentuk soal cerita untuk dikerjakan secara kelompok. Pada bagian akhir KBM. 2.Satu Untuk UNM Kasus 2. 2. pendekatan. SK. Pada bagian pelatihan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104 . seorang guru matematika memilih menerapkan model berbasis masalah. dan tahap simbolik. yaitu: tahap enaktif. 1. Pada awal KBM guru menjelaskan secara langsung (lengkap) tentang pengertian SPLDV dan cara-cara penyelesaian SPLDV beserta contohnya. tahap ikonik. pendekatan. Aapakah KBM di atas sudah tepat mencerminkan penerapan model pembelajaran berbasis masalah? Jelaskan. Secara garis besar. Apakah topik SPLDV cocok diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah? Jelaskan. Teori Belajar Bruner Menurut Bruner. Menurunkan rumus trigonometri dan penggunaannya KD. Buatlah sebuah contoh aktivitas menurunkan rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus yang mengacu pada model. dan diskusikan pertanyaan berikut. Menurunkan rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus a. Kasus 3 Untuk mengajarkan topik sistem persamaan linier dua varibel (SPLDV). jika seseorang mempelajari sesuatu pengetahuan (misalnya konsep matematika). guru meminta setiap kelompok menjelaskan hasil karya berupa penyelesaian masalah dan selanjut melakukan refleksi terhadap penyelesaian masalah yang sudah dibuat. KBM yang dilakukan oleh guru tersebut adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakan karakteristik masalah yang tepat untuk model pembelajaran berbasis masalah? 3. 4. 3. dan metode yang dipergunakan. Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh jika pengetahuan yang dipelajari itu dipelajari dalam tiga tahapan. dan metode yang tepat untuk mengajarkan SK dan KD tersebut. b. pengetahuan itu perlu dipelajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) orang tersebut. Buat satu contoh masalah berbentuk soal cerita yang berkaitan dengan SPLDV dan selesaikan. Cermatilah kasus 3 di atas. Uraian Materi 1.

dan (d) Teorema Konektivitas. dan keterampilan dalam matematika berhubungan dengan konsep. Strategi. yang meliputi: (a) Teorema Konstruksi. lambang-lambang matematika atau lambang abstrak lainnya. Contoh.Satu Untuk UNM Enaktif: tahap pembelajaran sesuatu pengetahuan dimana pengetahuan itu dipelajari secara aktif dengan menggunakan benda-benda konkret atau menggunakan situasi yang nyata. Simbolik: tahap pembelajaran suatu pengetahuan dimana pengetahuan itu direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak. Pendekatan. terdapat beberapa aspek yang terlibat dalam proses pembelajaran. kalimat-kalimat). (b) Teorema Notasi. pendekatan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 105 . (c) Teorema Kekontrasan dan Variasi. cara. dan Teknik Pembelajaran Selain model pembelajaran. dan teknik pembelajaran. Juga merumuskan teori umum tentang pembelajaran matematika yang disebut teorema belajar matematika. antara lain: strategi pembelajaran. atau diagram. gambar. yaitu simbol-simbol verbal (misalnya huruf. Model. Teorema Konektivitas: setiap konsep. Metode. pendekatan pembelajaran. Pendekatan adalah suatu jalan. Ikonik: tahap pembelajaran sesuatu pengetahuan dimana pengetahuan itu direpresentasikan dalam bentuk bayangan visual. atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam pencapaian tujuan pengajaran apabila ditinjau dari pengelolaan materi pembelajaran. kata-kata. 2. Selain tiga tahapan belajar tersebut. prinsip dan keterampilan yang lain. prinsip. yang menggambarkan kegiatan konkret atau situasi konkret yang terdapat pada tahap enaktif. Bruner dkk. pendekatan kontekstual. Teorema Notasi: representasi dari suatu materi matematika akan lebih mudah dipahami oleh siswa apabila di dalam representasi itu digunakan notasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. Teorema Kekontrasan dan Variasi: Suatu konsep matematika akan lebih mudah dipahami oleh siswa apabila konsep itu dikontraskan dengan konsep-konsep yang lain sehingga perbedaan antara konsep itu dengan konsep yang lain menjadi jelas. Teorema Konstruksi: cara terbaik bagi seseorang siswa untuk mempelajari konsep atau prinsip dalam matematika adalah dengan mengkonstruksi sebuah representasi konsep atau prinsip tersebut. pendekatan realistik. metode pembelajaran.

Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural yang berisi tahapan tertentu.Satu Untuk UNM pemecahan masalah. Kozna (dalam Uno. Contoh.” Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106 . Metode mengajar adalah cara mengajara atau cara guru menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Uno (2007) menjelaskan bahwa metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru. strategi pembelajaran mengaktifkan siswa. dalam pada itu digunakan strategi siswa aktif belajar. 2007) menemukakan bahwa teknik adalah jalan. serta bagaimana guru mengelola kelas agar pembelajaran berlangsung sebagaimana mestinya. Contoh strategi pembelajaran individual. metode tanya jawab. yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu. alat. Dalam penggunaan suatu model pembelajaran dapat menggunakan lebih dari satu strategi pembelajaran. sedangkan dalam pendekatan pemecahan masalah digunakan metode tanya-jawab. atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang ingin dicapai. pendekatan pengajuan masalah. untuk suatu topik tertentu akan digunakan model pembelajaran berbasis masalah. metode ekspositori. pendekatran open ended promblem. dan sebagainya. untuk itu digunakan pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan kontekstual. Sedangkan Gerlach dan Ely (dalam Uno. 1999). dan sebagainya. Teknik mengajar mengarah kepada cara yang lebih spesifik yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan metode mengajar tertentu. apakah materi disajikan kepada siswa secara perorangan atau berkelompok. yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. dalam metode tanya jawab digunakan teknik bertanya klasikal dan bertanya beranting. 2007) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dipilih. Gerlach dan Ely (dalam Uno. dalam satu pendekatan dapat dilakukan lebih dari satu metode. strategi pembelajaran mengatur pendekatan apa yang digunakan. metode ceramah. teknik bertanya berantai dalam metode ceramah. Misal. bagaimana cara guru memotivasi siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran. Misal. metode penemuan. Strategi pembelajaran adalah adalah cara atau siasat dalam meramu pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2007) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. strategi pembelajaran berkelompok. dan sebagainya. Jadi. sedangkan dalam satu metode dapat digunakan lebih dari satu teknik (Soedjadi. dalam suatu strategi pembelajaran dapat dilakukan lebih dari satu pendekatan.

Pengajaran Langsung .Open Ended Problem .Pembelajaran Berbasis Masalah . metode.CTL/RME .Pembelajaran konsep Pendekatan Pembelajaran .1.Problem posing .Berbasis portopolio Metode Pembelajaran . dan teknik pembelajaran beserta contohnya Latihan 10 1. Kedudukan model. Pilih salah sati SK dan KD dalam topik Kalkulus.Satu Untuk UNM Secara umum kedudukan aspek-aspek pembelajaran tersebut di atas beserta contohnya dapat digambarkan sebagai berikut: KEDUDUKAN MODEL PEMBELAJARAN  Model Strategi Pendekatan Metode  Teknik  Model Pembelajaran . kemudian analisis penerapan hirarki berpikir geometris dari Van Hiele.Problem solving . 2.Tanya jawab (Resitasi) Resitasi) Gambar 11. Pilih salah satu SK dan KD dalam topik geometri.Ekspositori . Pilih salah satu SK dan KD dalam topok Aljabar.Diskusi . strategi. kemudian analisis penerapan model berbasis masalah dengan pendekatan pemecahan masalah. pendekatan.Penemuan terbimbing . 3. kemudian analisis penerapan model pengajaran langsung dengan metode ekspositori Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 107 .Pembelajaran Kooperatif .

Pengukuran. evaluasi. dan hubungan antara pengukuran. Dari rata-rata skor yang diperoleh siswa tersebut. Ilustrasi-1 Apabila kita akan menuju suatu kota tertentu yang dapat ditempuh melalui dua jalan yang jaraknya berbeda. kecuali ada alasan lain. Strategi Pembelajaran: . tertulis. sebagai bahan diskusi. biaya. Hasil dari tes itu bisa dinyatakan dengan skor atau kriteria (ukuran) tertentu.Metode Diskusi dan Penemuan Uraian Materi 1. dapat dinilai tingkat penguasaannya.Model Berbasis Masalah . dan Penilaian Hasil Belajar Perhatikan beberapa ilustrasi dibawah ini untuk lebih memahami persamaan. atau atas dasar kondisi lainnya. Ilustrasi-4 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 108 . atau perbuatan. dapat dilakukan dengan melalui tes tertulis dan tes lisan mengenai penguasaan kompetensi yang telah dimilikinya serta tes perbuatan dalam melakukan simulasi di depan temannya. Skor yang dinyatakan dengan bilangan diperoleh melalui pengukuran kemudian diinterpretasikan untuk menentukan nilai tingkat penguasaan konsep matematika dari siswa tersebut. Konsep jarak sifatnya kuantitatif yang ditentukan melalui pengukuran. Pada saat memilih jalan yang mana yang akan ditempuh. Ilustrasi-3 Seorang calon guru dinilai telah cukup mampu untuk melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. dan tes. perbedaan. Ilustrasi-2 Seorang guru akan menilai apakah seorang siswa telah menguasai suatu konsep matematika tertentu melalui beberapa tes secara lisan. penilaian. dengan menggunakan kriteria tertentu. tentunya akan dipilih jalan terpendek untuk menuju ke kota tersebut.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 11 EValuasi Proses dan Hasil Pembelajaran Indikator: Merancang penilaian proses dan hasil pembelajaran matematika. keputusan sudah dilaksanakan. Ini berarti penilaian. Pengertian Tes. Kita memilih jalan yang lebih “pendek” daripada jalan yang lebih “jauh”. Penilaian tersebut meliputi segi efisiensi waktu.Pendekatan Pemecahan Masalah .

Tabel Spesifiksi dan Kisi-Kisi Tes Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. penilaian. Diskusikan jawaban masing-masing pertanyaan dengan teman PLPG Anda di dalam kelas ini. Tingkat pendidikan guru lebih tinggi dan pengalaman mengajar lebih banyak menentukan nilai kualitas guru yang lebih baik pula. BAHAN DISKUSI-1 Definisikan dengan jelaskan yang disertai contoh dalam proses pembelajaran pengertian dan keterkaitan tes. dan evaluasi 2. Dari ilustrasi-ilustrasi di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi sangat erat kaitannya dengan pengukuran. penilaian.Satu Untuk UNM Seorang guru diniali telah mempunyai kualitas mengajar yang baik melalui ukuran pengalaman dan tingkat pendidikannya. maka cobalah anda diskusikan dan mengisi format kisi-kisi penulisan soal yang telah disediakan di bawah ini: Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109 . Bagaimana Anda melakukan penilaian terhadap keberhasilan siswa Anda? Seberapa sering Anda memberikan tes kepada siswa? Apakah soal-soal yang Anda berikan dalam tes tersebut merupakan soal buatan Anda sendiri? Bagaimana Anda membuatnya? Apakah Anda selalu membuat kisi-kisi tesnya terlebih dahulu? Apapun jawaban Anda. pengukuran. Untuk lebih memahami dan mendapatkan kemudahan dalam merakit tes dan dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan: (1) harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional. pertanyaan-pertanyaan tersebut sekedar mengingatkan kembali akan pentingnya menyusun kisi-kisi tes dalam tahapan pembuatan tes. dan tes. dan (3) materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya. Kisi-kisi tes merupakan suatu format berbentuk tabel atau matriks. Berikut ini pertanyaan untuk Anda terkait ilustrasi diatas. Renungkan kembali apa yang Anda lakukan dalam kegiatan belajar mengajar selama ini. (2) komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami.

. ………………… 2. cermat. timbangan hanya mengukur berat... Standar Kompetensi Dengan adanya kisi-kisi yang telah Anda diskusikan di atas. dan handal. apakah Anda sudah mendapatkan kemudahan dalam menuliskan butir soalnya? Dengan kata lain. jika ada beberapa guru yang diminta untuk menjadi penulis soal. Mistar hanya mengukur panjang... Semakin tinggi kemampuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran.. Salah satu ciri soal yang baik adalah bahwa soal itu dapat membedakan setiap kemampuan peserta didik. Syarat Tes yang Baik Bahan ujian atau soal yang baik dapat membantu pendidik meningkatkan pembelajaran dan memberikan informasi dengan tepat tentang peserta didik mana yang belum atau sudah mencapai kompetensi.... dan ajeg. apakah hanya dengan kisi-kisi soal tersebut sudah cukup untuk menghasilkan butir soal yang hasilnya relatif sama? Untuk meyakinkan jawaban Anda coba diskusikan hal tersebut.Satu Untuk UNM BAHAN DISKUSI-2 FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah Kurikulum Alokasi waktu : ……………………… : ……………………… : ……………………… Kompetensi Dasar Kls/ smt Materi pokok Jumlah soal Penyusun : : ……………………… .... Makin rendah kemampuan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran... Syarat soal yang baik adalah bahwa soal harus sahih (valid).. Handal maksudnya bahwa setiap alat ukur harus dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat. bahan ujian atau soal matematika hanya mengukur materi pembelajaran Matematika bukan mengukur keterampilan/kemampuan materi yang lain. ………………… Indikator soal Nomor soal Mata pelajaran : ……………………… Bentuk soal/tes : No. Untuk dapat menghasilkan soal yang sahih dan handal..... 3. Sahih maksudnya bahwa setiap alat ukur hanya mengukur satu dimensi/aspek saja. 1. makin kecil pula peluang menjawab benar soal untuk mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan..... penulis soal harus merumuskan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110 . semakin tinggi pula peluang menjawab benar soal atau mencapai kompetensi yang ditetapkan.

Faktor yang mempengaruhi reliabilitas yang berhubungan dengan tes adalah: (1) banyak butir. Linn dan Gronlund (1995: 47) menyatakan bahwa tes yang baik harus memenuhi tiga karakteristik. (Ebel dan Frisbie (1991 : 76). Messick (1993: 13) menjelaskan bahwa validitas tes merupakan suatu integrasi pertimbangan evaluatif derajat keterangan empiris yang mendasarkan pemikiran teoritis yang mendukung ketepatan dan kesimpulan berdasarkan pada skor tes. (2) criterion. yaitu bahwa reliabilitas merupakan persamaan dependabilitas atau konsistensi (Cohen dkk: 192: 132) karena tes yang memiliki konsistensi/reliabilitas tinggi. (3) homogenitas karakteristik butir. serta Popham (1995 : 43) bahwa tipe validitas adalah validitas: (1) content. atau praktik). dan usabilitas. (3) konstruk. yaitu ketepatan materi yang diukur dalam tes. Reliabilitas yang berhubungan dengan peserta didik dipengaruhi oleh faktor: (1) heterogenitas kelompok. reproducible. (2) homogenitas materi tes. dan (3) motivasi peserta didik. Linn dan Gronlund (1995 : 50) menyatakan hahwa valilitas terdiri dari: (1) konten. 1985" yang didukung oleh Ebel dan Frisbie (1991 : 102-109). uraian. reliabilitas artinya konsistensi hasil pengukuran. (2) test-criterion relationship. Di samping itu. maka tesnya adalah akurat. (1992: 28) juga menyatakan bahwa tes yang baik adalah tes yang valid artinya mengukur apa yang hendak diukur. dan usabilitas artinya praktis prosedurnya. yaitu ketepatan konstruksi teoretis yang mendasari disusunnya tes. dan (4) consequences. Nitko (1996 : 36) menyatakan bahwa validitas berhubungan dengan interpretasi atau makna dan penggunaan hasil pengukuran peserta didik. Messick (1993: 16) menyatakan bahwa validitas secara tradisional terdiri dari: (1) validitas isi. yaitu: validitas. dan (4) variabilitas skor. Sedangkan faktor yang mempengaruhi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111 . (2) validitas criterion-related. yaitu membandingkan tes dengan satu atau lebih variabel atau kriteria.Satu Untuk UNM kisi-kisi dan menulis soal berdasarkan kaidah penulisan soal yang baik (kaidah penulisan soal bentuk objektif/pilihan ganda. Nitko (1999 : 62) dan Popham (1995 : 21) menyatakan bahwa reliabilitas berhubungan dengan konsistensi hasil pengukuran. reliabilitas. (4) validitas serentak (concurrent). yaitu ketepatan hasil pengukuran dengan dua alat ukur lainnya yang dilakukan secara serentak. Validitas artinya ketepatan interpretasi hasil prosedur pengukuran. (3) valitidas prediktif. (2) pengalaman peserta didik mengikuti tes. Di samping validitas. yaitu ketepatan hasil pengukuran dengan alat lain yang dilakukan kemudian. dan gereralizable terhadap kesempatan testing dan instrumen tes yang sama. Sedangkan menurut Oosterhof (190 : 23) yang mengutip berdasarkan "Standards for Educational and Psychological Testing. Cohen dkk. informasi tentang reliabilitas tes sangat diperlukan. (5) validitas konstruk. dan (3) construction. yaitu ketepatan penggunaan hasil pengukuran. Pernyataan ini didukung oleh Cohen dkk.

Reliabilitas skor tes dalam teori respon butir adalah penggunaan fungsi informasi tes. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112 . 1991: 88-93). (2) format bergantian (alternate form). kemudian skor pada butir yang ganjil dan genap dkorelasikan dengan menggunakan rumus Spearman-Brown.Satu Untuk UNM reliabilitas yang berhubungan dengan administrasi adalah batas waktu dan kesempatan menyontek (Ebel dan Frisbie. tujuannya adalah pengukuran stabilitas. (6) metode inter-rater. yaitu konsistensi hasil di antara kesempatan testing yang berbeda. (3) mendukung penulisan butir soal yang efektif. yaitu diberikan satu set jawaban peserta didik untuk diskor/judgement oleh 2 atau lebih rater. yaitu diberikan tes sekali. reliabilitas terdiri dari 3 jenis yaitu: (1) stabilitas. (5) metode Kuder-Richardson dan koefisien Alfa. yaitu diberikan dua tes paralel pada kelompok yang sama dan waktu yang sama. yaitu diberikan tes yang sama dua kali pada kelompok yang sama dengan interval waktu. (3) metode test-retest dengan equivalen form. Linn dan Gronlund menyatakan bahwa metode estimasi dapat dilakukan dengan mempergunakan: (1) metode test-retest. tujuannya adalah pengukuran menjadi ekuivalen. yaitu diberikan tes sekali kemudian skor total tes dihitung dengan rumus Kuder-Richardson. yaitu diberikan dua tes paralel pada kelompok yang sama dengan interval waktu. (4) metode split- half. tujuannya adalah pengukuran stabilitas dan ekuivalensi. tujuannya adalah pengukuran konsistensi rating. Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes perlu dilakukan analisis butir soal. (2) sangat relevan bagi penyusunan tes informal dan lokal seperti kuis. yaitu bahwa konsep reliabilitas dalam model Rasch memerankan bagian subordinate sebab model pengukuran ini diorientasikan pada estimasi kemampuan individu. (2) metode equivalent form. tujuannya adalah pengukuran konsistensi internal. Pernyataan ini didukung oleh Gustafson (1981 : 41). (2) mempunyai estimasi kesalahan pengukuran pada setiap level abilitas. (4) secara materi dapat memperbaiki tes di kelas. Menurut Popham (1995: 22). yaitu konsistensi melalui suatu pengukuran fungsi butir instrumen. (5) meningkatkan validitas soal dan reliabilitas (Anastasi dan Urbina. 1997: 172). Menurut Hambleton dan Swaminathan (1985: 236). tujuannya adalah pengukuran konsistensi internal. ulangan yang disiapkan guru untuk peserta didik di kelas. Kegunaan analisis butir soal di antaranya adalah: (1) dapat membantu para pengguna tes dalam evaluasi atas tes yang diterbitkan. yaitu konsistensi hasil di antara dua atau lebih tes yang berbeda. (3) internal konsistensi. pengukuran fungsi informasi tes lebih akurat bila dibandingkan dengan penggunaan reliabilitas karena: (1) bentuknya tergantung hanya pada butir-butir dalam tes.

3. Untuk menjaga keobyektifan. Menelaah butir tes merupakan kegiatan terakhir dalam konstruksi tes sebelum diujicobakan. termasuk kompetensi prasyarat. Penyusunan peta konsep ini juga sekaligus dapat dipergunakan untuk merancang pilihan pengecoh jawaban. Pada kegiatan menuliskan butir tes. intinya setiap butir tes yang ditulis harus berdasarkan sejumlah indikator yang telah dituliskan di dalam kisi-kisi dan dituangkan dalam spesifikasi butir tes. kelima menuliskan butir soal. Untuk mengetahui estándar kompetensi dan kompetensi dasar mana saja yang paling esensial harus dikuasai oleh setiap siswa dan juga dimaksudkan untuk mencapai validitas konstrak. kedua menyusun peta konsep.Satu Untuk UNM 4. Untuk mempertimbangkan teknik penilaian yang akan dipilih/dipergunakan. dan keenam menelaah butir soal. dan bahasa. Di samping itu dalam menuliskan butir tes pilihan ganda harus memperhatikan kaidah-kaidah yang berkaitan dengan materi/substansi. Perakitan Tes Untuk merakit soal menjadi tes ada enam langkah yang sebaiknya dilakukan yaitu langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan analisis kurikulum. konstruksi dan bahasa. telaah butir tes sebaiknya dilakukan oleh orang laain. maka siapa saja yang menulis butir tes akan menghasil tes yang relatif sama. Spesifikasi butir tes dibuat dengan tujuan agar siapapun penulisnya akan menghasilkan butir tes yang relatif sama. Isi dari spesifikasi butir tes hendaknya merupakan uraian yang menunjukkan keseluruhan karakteristik yang harus dimiliki oleh suatu butir tes. 2. ketiga menyusun kisi-kisi tes. Peta konsep merupakan pengelompokan dan hubungan konsep esensial yang dimaksudkan agar tes yang dikembangkan itu benar-benar mampu mengukur berbagai pencapaian kompetensi/konsep yang harus dikuasai siswa. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 113 . Peta konsep ini juga dapat dipergunakan untuk mengaitkan kompetensi/konsep dengan kompetensi yang sedang diukur. keempat menyusun spesifikasi butir tes. Jika spesifikasi butir tes yang dibuat sudah jelas. Untuk menjabarkan indikator pencapaian suatu KD yang telah terdapat dalam estándar isi dan indikator tersebut nantinya digunakan sebagai perencanaan butir soal yang akan dibuat. Analisis kurikulum dimaksudkan agar dalam proses mengkonstruksi butir tes selalu mengacu pada kurikulum yang sedang digunakan dan bermanfaat minimal dalam tiga hal sebagai berikut: 1. konstruksi. Unsur-unsur yang ditelaah adalah memuat kaidah-kaidah yang berkaitan dengan segi materi/substansi.

5. Berikanlah kepada teman sejawat Anda untuk menelaahnya. maka cobalah anda diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan di bawah ini: BAHAN DISKUSI-4 Renungkan kembali apa yang selama ini telah Anda lakukan dalam menulis suatu butir tes. Dengan menggunakan rubrik ini dapat dianalisis kelemahan dan kelebihan seorang siswa terletak Telaah Butir Tes Kaitan dengan Materi 1 2 Butir Tes Nomor 3 4 … … … Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114 . Untuk menelaah butir soal. 1 2 3 dst. Rubrik penilaian terdiri dari dua yaitu rubrik analitik dan rubrik holistik. cobalah Anda masing-masing membuat butir-butir tes yang dirakit sendiri dengan mengikuti kaidah-kaidah dalam perakitan butir tes yang telah anda diskusikan. peta konsep. Apakah ada kaidah-kaidah tertentu yang Anda gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menuliskan sebuah butir tes selain memperhatikan analisis kurikulum. kisis-kisi tes. apakah Anda sudah yakin dengan butir tes yang Anda buat? Pernahkan Anda meminta teman sejawat untuk membaca butir tes yang anda buat? Pernahkan Anda dimintai teman sejawat Anda untuk membaca butir tes yang dibuatnya? Setelah Anda mendiskusikan hal tersebut di atas. Pedoman Pensekoran Pedoman pensekoran biasanya disebut pula dengan Rubrik penilaian. perhatikan contoh format di bawah ini: No. Kaitan dengan konstruksi 1 2 3 dst. Rubrik analitik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan beberapa kriteria yang ditentukan.Satu Untuk UNM Untuk lebih memahami dan mendapatkan kemudahan dalam merakit tes dan dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes. Kaitan dengan Bahasa 1 2 3 dst. dan spesifikasi butir tes? Setelah selesai menuliskan butir tes.

500. pensil. dan Rahman ingin membelanjakan uang itu untuk keperluan sekolah.500.00. dan penggaris. sukar prosedur diikuti dan tidak memahami masalah Jelas dan menunjukkan memahami masalah serta disajikan dengan baik 115 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . penghapus karet. Tapi Rahman ingin membeli buku tulis yang terbanyak jumlahnya dibandingkan barang-barang lain. Jika semua uang Rahman dibelanjakan.00. Harga 1 buku tulis Rp 2. sehingga jumlah total tidak tepat Agak jelas tetapi menunjukkan kurang memahami masalah 3 Terorganisir dan diikuti dengan penyelesaian yang benar Hanya sedikit kesalahan dalam perhitungan Jelas dan menunjukkan memahami masalah 4 Sangat terorganisir dan sistimatis dengan perencanaan yang baik Tidak ada kesalahan dalam perhitungan Ketepatan Banyak kesalahan perhitungan perhitungan dan tidak memperhitungkan jumlah total yang ditentukan Penjelasan Tidak jelas. Konsep Matematika: Dalam tugas ini siswa harus menentukan banyak barang yang dibeli dengan uang yang sudah tertentu.000. dan 1 penggaris Rp 1000.00.Satu Untuk UNM pada kriteria yang mana. 1 pensil Rp 1. Rubrik holistik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan kesan keseluruhan atau kombinasi semua kriteria.00. Rahman ingin membeli buku tulis. berapa banyak masing-masing barang yang dapat diperoleh? Jelaskan dan tunjukkan semua perhitungan sehingga Rahman sampai dengan keputusan itu.00. Siswa harus menghitung harga barang-barang yang dibeli dan jumlahnya Rp 20.000. 20.000. Pedoman Pensekoran Kriteria Pendekatan pemecahan masalah 1 Tidak terorganisir dan tidak sistimatis 2 Ada usaha untuk mengorganisir tetapi tidak dilakukan dengan baik Beberapa perhitungan masih salah. Berikut ini diberikan contoh pedoman pensekoran sebagai berikut: Kompetensi Dasar: Melakukan dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah Indikator: Menentukan banyaknya barang yang dibeli dengan uang tertentu Butir tes: Rahman diberi uang oleh ibunya Rp. penghapus karet Rp 1.00.

Sikap bisa positif bisa negatif. Kata-kata yang sering digunakan pada pertanyaan sikap menyatakan arah perasaan seseorang.Satu Untuk UNM BAHAN DISKUSI-5 Coba Anda diskusikan dan masing-masing membuat pendoman pensekoran yang dilengkapi dengan KD. Menulis instrumen. a. Pertanyaan tentang sikap meminta responden menunjukkan perasaan yang positif atau negatif terhadap suatu objek. a. b. berikut. Instrumen sikap Definisi konseptual: Sikap merupakan kecenderungan merespon secara konsisten baik menyukai atau tidak menyukai suatu objek. Cara yang mudah untuk mengetahui sikap peserta didik adalah melalui kuesioner. Menentukan definisi operasional c. butir tes. indikator. dan konsep matematika yang akan diukur? 6. misalnya kegiatan sekolah. atau suatu kebijakan. Objek bisa berupa kegiatan atau mata pelajaran. Menentukan indikator d. Penulisan instrumen Tabel Kisi-Kisi Instrumen non tes No 1 2 3 4 5 Penilaian ranah afektif peserta didik dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian non tes sebagai berikut. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116 . Instrumen sikap Indikator Jumlah butir Pertanyaan/Pernyataan Skala Instrumen Non Tes Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan instrumen afektif sebagai bertujuan untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap suatu objek. Definisi operasional: sikap adalah perasaan positif atau negatif terhadap suatu objek. Menentukan definisi konseptual atau konstruk yang akan diukur.

konsep. Definisi konseptual: Minat adalah keinginan yang tersusun melalui pengalaman yang mendorong individu mencari objek.  Membaca buku matematika  Mempelajari matematika  Melakukan interaksi dengan guru matematika  Mengerjakan tugas matematika  Melakukan diskusi tentang matematika  Memiliki buku matematika Contoh pernyataan untuk kuesioner:  Saya senang membaca buku matematika  Tidak semua orang harus belajar matematika  Saya jarang bertanya pada guru tentang pelajaran matematika  Saya tidak senang pada tugas pelajaran matematika  Saya berusaha mengerjakan soal-soal matematika sebaik-baiknya  Memiliki buku matematika penting untuk semua peserta didik b. aktivitas. baik-buruk.Satu Untuk UNM menerima-menolak.  Berusaha memahami matematika  Memiliki buku matematika  Mengikuti pelajaran matematika Contoh pernyataan untuk kuesioner:  Catatan pelajaran matematika saya lengkap  Catatan pelajaran matematika saya terdapat coretan-coretan tentang hal-hal yang penting  Saya selalu menyiapkan pertanyaan sebelum mengikuti pelajaran matematika  Saya berusaha memahami mata pelajaran matematika Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 117 . Contoh indikator minat terhadap pelajaran matematika:  Memiliki catatan pelajaran matematika. Definisi operasional: Minat adalah keingintahuan seseorang tentang keadaan suatu objek. Contoh indikator sikap terhadap mata pelajaran matematika misalnya. menyenangi-tidak menyenangi. dan keterampilan untuk tujuan mendapatkan perhatian atau penguasaan. diingini-tidak diingini. Instrumen minat Instrumen minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat peserta didik terhadap suatu mata pelajaran yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran tersebut.

Contoh Skala Thurstone: Minat terhadap pelajaran matematika Pernyataan 1. 4. 5.Satu Untuk UNM  Saya senang mengerjakan soal matematika. 3. Dst Saya senang belajar matematika Pelajaran matematika bermanfaat Saya berusaha hadir tiap ada jam pelajaran matematika Saya berusaha memiliki buku pelajaran matematika Pelajaran matematika membosankan 7 6 5 4 3 2 1 Contoh skala Likert: Sikap terhadap pelajaran matematika 1 2 3 4 5 Pelajaran matematika bermanfaat Pelajaran matematika sulit Tidak semua harus belajar matematika Pelajaran matematika harus dibuat mudah Sekolah saya menyenangkan SS SS SS SS SS S S S S S TS TS TS TS TS STS STS STS STS STS Keterangan: SS : Sangat setuju S : Setuju TS : Tidak setuju STS : Sangat tidak setuju Contoh skala beda Semantik: Pelajaran matematika a Menyenangkan Sulit Bermanfaat Menantang Banyak b C d e f g Membosankan Mudah Sia-sia Menjemukan Sedikit Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118 . 2. dan Skala Beda Semantik.  Saya berusaha selalu hadir pada pelajaran matematika Skala Instrumen non tes Skala yang sering digunakan dalam instrumen non tes adalah Skala Thurstone. Skala Likert.

a. langkah berikutnya adalah memberikan skor pada lembar jawaban itu. Bila jawaban peserta didik sesuai dengan kunci jawaban. ada beberapa kaidah atau prosedur pemeriksaannya. seperti mata pelajaran bahasa. c. Periksalah seluruh lembar jawaban peserta didik pada nomor yang sama. pelaksanaannya sangat mudah. d. maka jawabannya diberi skor 1. bila tidak sesuai diberi skor 0. hitunglah jumlah skor perolehan peserta didik pada setiap nomor butir soal. Skor perolehan peserta didik Nilai Setiap Soal =  Skor maksimum butir soal ybs Berikut ini disajikan sebuah contoh sebagai bahan untuk didiskusikan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar X bobot 119 . Jumlah skor benar itulah yang merupakan skor perolehan (skor mentah) dari soal bentuk pilihan ganda yang diperoleh peserta didik yang bersangkutan. b. Bila setiap butir soal sudah selesai diskor. baru dilanjutkan ke pemeriksaan nomor berikutnya. Berikan skor sesuai dengan tingkat kelengkapan dan kesempurnaan jawaban peserta didik. Setelah selesai memeriksa lembar jawaban peserta didik. Mengolah dan Menentukan Nilai Akhir Dalam melakukan pemeriksaan lembar jawaban peserta didik sangat ditentukan pada bentuk soalnya. sedangkan pemberian skor untuk bentuk soal uraian sangat ditentukan oleh bobot masing-masing soalnya. Bacalah jawaban peserta didik kemudian bandingkan dengan jawaban ideal seperti yang ada pada pedoman penskoran. Untuk melakukan pemeriksaan soal-soal bentuk uraian termasuk tes perbuatan. Setelah selesai menskor seluruh soal. e. Untuk pemeriksaan bentuk pilihan ganda. Pemberian skor untuk bentuk soal pilihan ganda sangat mudah dan telah dijelaskan diatas. kecuali kalau memang kedua aspek itu yang akan diukur.Satu Untuk UNM 7. Gunakanlah pedoman penskoran yang telah disiapkan sebagai acuan dalam memeriksa jawaban peserta didik. Hindari faktor-faktor yang tidak sesuai/relevan dalam pemberian skor seperti bagus tidaknya tulisan dan bersih tidak kertas jawaban. maka baru dihitung berapa jumlah soal yang benar dan berapa jumlah soal yang tidak benar. Untuk memudahkan pelaksanaannya. Hal ini perlu dilakukan guna menjaga konsistensi dan objektivitas pemberian skor. Lembar jawaban peserta didik dicocokkan pada lembar kunci jawaban yang sudah disiapkan. Kemudian lakukan perhitungan nilai dengan menggunakan rumus seperti berikut ini. sangat diperlukan kesabaran dan ketelitian yang handal.

bobot soal 30) Skor Perolehan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120 .Satu Untuk UNM BAHAN DISKUSI-7 Misalkan seorang siswa (Rahman) mengerjakan suatu tes matematika bentuk uraian yang hasil dan nilaninya disajikan dalam tabel berikut ini Soal 1 2 3 4 5 Bobot 20 10 30 10 30 Skor Maksimum 8 5 10 5 10 Skor perolehan 7 4 9 5 7 Perhitungannya (7:8) x 20 = 17. dst. maka setiap butir soal uraian dibuatkan perhitungan skornya yang dihitung dari skor maksimumnya. a.5 5 7. 20 = bobot soal nomor 1) Skor Perolehan 1 2 3 4 5 6 7 8 Nilai 2.50 Untuk memudahkan dalam pelaksanaan penskoran.50 (4:5) x 10 = 8.00 (7:10) x 30 = 21.5.00 (9:10) x 30 = 27. 2:8x20=5. Skor soal nomor 1 ( contoh: 1:8 x 20 = 2.00 Nilai soal uraian Rahman adalah = 83.5 10 12. Penjelasan : 8 = skor maksimum soal nomor 1. Contohnya seperti berikut ini.5 15 17.5 20 b. Skor soal nomor 2 ( Skor maksimum 5. Skor Soal No 3 (skor maximum 10.00 (5:5) x 10 = 10. bobot soal 10 ) Skor Perolehan 1 2 3 4 5 Nilai 2 4 6 8 10 c.

bobot soal 30 ) Skor Perolehan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 Berdasarkan perhitungan skor yang telah dibuat. perbuatan. jangan digabungarena setiap jenis tes memiliki karakteristik sendirisendiri. Contoh seperti berikut ini Nama Pesertadidik Rahman dst Nomor Soal 3 4 N SP N SP N 8 9 27 5 10 Nilai Akhir 83.50 No 1 2 3 4 5 1 SP 7 N 7. penilaian ke lima butir soal di atas dapat diskor secara mudah pada setiap peserta didik. Skor soal no. 4 (Skor Maksimum 5. 5 ( Skor Maksimum 10. bobot soal 10) Skor Perolehan 1 2 3 4 5 Nilai 2 4 6 8 10 e. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121 . Skor soal no. N = Nilai Setiap jenis tes (tertulis.5 SP 4 2 5 SP 7 N 21 Keterangan : SP = Skor Perolehan.Satu Untuk UNM d. Berikut ini diberikan contoh perhitungan nilai akhir untuk tes tertulis. sikap) dalam perhitungan nilai akhir hendaknya berdiri sendiri.

Latihan 12 Susunlah sebuah tes tertulis bentuk objektif atau uraian untuk keperluan ulangan tengah semester dengan mengikuti kaidah-kaidah yang telah dipelajari pada modul ini yaitu: analisis kurikulum.67 Tes dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui tingkat kemampuan pesertadidik dan tingkat keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran.44 ) + ( 30 % x 78. skala penilaian. peta konsep. Agar tes yang dikembangkan benar-benar dapat digunakan sesuai dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik dan untuk memperbaiki kelemahan siswa dalam pencapaian kompetensi dasar matematika. deskripsi untuk tingkat penampilan yang berbeda. juga sekaligus untuk mengetahui kesulitan belajar anak.44 22:28x100=7 8. sebutan untuk setiap tingkat. dan spesifikasi butir tes. dan menelaah butir soal.57 30% Nilai untuk PG. Isian dan Uraian Rangkuman = ( 70 % x 84. Berikutnya Anda membuat contoh data fiktif untuk diolah dan menentukan nilai akhir? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122 .57= 82. penentuan batasan memenuhi dan tidak memenuhi.1 + 23. Isian Uraian Jumlah Soal 35 10 5 Bobot Soal 70% Nomor Soal 1 – 35 1 . dan menghitung skor.Satu Untuk UNM Contoh Perhitungan Nilai Akhir Bentuk Soal PG.57 ) = 59. maka beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian di antaranya adalah (1) guru harus benar-benar mengetahui sejak awal apa fungsi atau tujuan utama tes yang akan dikembangkan (hasil tes akan dipergunakan untuk apa?) dan (2) guru harus mengetahui bagaimana prosedur pengembangan tes yang baik. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat rubrik adalah: kriteria yang akan dinilai. kisis-kisi tes.10 1 2 3 4 5 Skor Maksimum 35 10 45 3 4 9 6 6 28 Skor Perolehan 30 8 38 3 2 8 4 5 22 Hasil Perhitungan 38:45x100=8 4.

rumuskanlah pengertian dan dan fungsi media pembelajaran! Uraian Materi Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti “perantara” atau “pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 123 . guru menyampaikan informasi berupa pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya dengan tujuan agar siswanya memiliki juga pengetahuan dan pengalaman tersebut. selanjutnya diskusikan dengan teman-temanmu. Membandingkan jenis-jenis dan fungsi media pembelajaran.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 12 Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran serta Perancangan Strategi Pemanfaatannya Indikator: 1. guru senantiasa menggunakan berbagai macam alat bantu untuk mempermudah proses komunikasi yang pada gilirannya mempermudah bagi siswa untuk menyerap informasi dari gurunya. 3. 2. Dalam proses tersebut. Bagaimana pendapat Anda tentang alat bantu tersebut? Bisakah alat bantu itu menjembatani konsep laying-layang pada materi matematika? Jelaskan! Alat-alat bantu apa sajakah yang biasa digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar? Bagaimana pulakah rancangan strategi pemanfaatan masing-masing alat-alat bantu tersebut? Diskusikanlah dengan teman-temanmu! Akhirnya.Pendekatan Pemecahan Masalah . Strategi Pembelajaran: . Suatu ketika seorang guru matematika mengajar dengan menggunakan alat bantu layanglayang yang berbentuk ikan. Memahami pengertian dan fungsi media pembelajaran. Membandingkan berbagai strategi pemanfaatan media pembelajaran. Kasus: Pada hakikatnya proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa.Metode Diskusi dan Penemuan Bahan Diskusi Cermati baik-baik kasus berikut.Model Berbasis Masalah . Dalam penyampaian informasi. Kebetulan sang guru akan menjelaskan tentang konsep layanglayang.

(d) obyek yang bergerak terlalu cepat. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari. (e) obyek yang terlalu kompleks. kesempatan melancong. Melalui penggunaan media yang tepat. (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek. film. National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar. seperti ketersediaan buku. Pada mulanya. usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio. maupun bentuk gambar-gambar yang dapat disajikan secara audiovisual. khususnya dalam bidang pendidikan. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 124 . (c) obyek yang bergerak terlalu lambat. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. perasaan. (f) obyek yang bunyinya terlalu halus. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata. Beberapa fungsi media pembelajaran. tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak. saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif. dapat merangsang fikiran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. 2) Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. termasuk teknologi perangkat keras. dan sebagainya. miniatur. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda. 2008). seperti adanya komputer dan internet. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sekitar pertengahan abad XX. Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku.Satu Untuk UNM dengan penerima pesan. media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik (Sudrajat. video dan sebagainya. dianranya adalah sebagai berikut: 1) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Dengan demikian media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran. karena : (a) obyek terlalu besar. Sedangkan. Sementara itu. maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik. model. (b) obyek terlalu kecil. yang disebabkan.

2008) mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran. televisi. projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut multimedia. audio. konkrit. tape recorder. 3) Projected still media : slide. 5) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar. bagan. 4) Media menghasilkan keseragaman pengamatan. opini dan motivasi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 125 1 S S S R S S R S 2 T T S T R S S R 3 S T T R R S R S 4 S T S R S T T S 5 R S R R R R S R 6 R S S R S S S S . namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif. Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media. komputer dan sejenisnya. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media. kartun. sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini : Jenis Media Gambar Diam Gambar Hidup Televisi Obyek Tiga Dimensi Rekaman Audio Programmed Instruction Demonstrasi Buku teks tercetak Keterangan : R = Rendah S = Sedang T= Tinggi 1 = Belajar Informasi faktual 2 = Belajar pengenalan visual 3 = Belajar prinsip. komik. konsep dan aturan 4 = Prosedur belajar 5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik 6 = Mengembangkan sikap. Selanjutnya. VTR). diagram. 6) Media membangkitkan keinginan dan minat baru. 8) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak. 4) Projected motion media : film. over head projektor (OHP). 2) Media Audio : radio. Allen (Sudrajat.Satu Untuk UNM 3) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. dan sejenisnya. laboratorium bahasa. DVD. baik yang bersifat visual. in focus dan sejenisnya. dan realistis. 7) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. poster. video (VCD. terdapat berbagai jenis media belajar. chart. diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Media Visual : grafik.

Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. keadaan peserta didik.Satu Untuk UNM Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. seperti: biaya. Di samping itu. ketepatgunaan. 2) Tuliskan sepuluh fungsi media pembelajaran. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas). 3) Tuliskan lima jenis media pembelajaran dan strategi pemanfaatannya dalam pembelajaran matematika. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. dan mutu teknis. terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer). Latihan: 13 1) Tuliskan beberapa batasan media pembelajaran. ketersediaan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 126 . maka media film dan video bisa digunakan.

Dengan memanfaatkan media alam dan alat sederhana. selanjutnya diskusikan dengan teman-temanmu. Dapatkah kita mengetahui hal tersebut Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 127 . tiang bendera. Diskusikan dengan teman sekelompokmu. Peralatan dan bahan apa sajakah yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam proses belajar mengajar? Rancanglah suatu alat peraga sebagai suatu media pembelajaran untuk menyampaikan materi sedemikian hingga siswa mudah memahami materi tersebut.Pendekatan Pemecahan Masalah . ia dapat mengetahui tinggi piramida tersebut. 2) Mengidentifikasi dan memilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran matematika. Kasus-2: Dalam sejarah diketahui bahwa Thales dikenal sebagai Bapak Filsafat sering bekerja dengan menggunakan cara berpikir matematis. bagaomana cara Thales mengetahui tinggi piramida. Bahan Diskusi Cermati baik-baik kasus berikut. Strategi Pembelajaran: . Coba kamu diskusikan dengan teman sekelompokmu.Model Berbasis Masalah . jarak antara dua tebing. dan lebar sungai untuk suatu keperluan tata wilayah. Kasus-1: Dalam rancangan kegiatan pembelajaran matematika. Misalnya ketika ia akan mengetahui tinggi bangunan kuno piramida di Mesir tanpa ia harus memanjat mengingat bangunan itu sangat besar dan misterius cara pembuatannya. Kasus-3: Seseorang ingin mengetahui tinggi suatu gedung.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar 13 Mengkonstruksi dan Memilih Peralatan Media Pembelajaran Matematika dan Penerapannya Indikator: 1) Membuat berbagai peralatan yang digunakan dalam media pembelajaran matematika. Sebutkan pula media dan alat yang digunakan. guru akan menyampaikan materi tentang operasi bilangan bulat. 3) Menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran matematika. c.Metode Diskusi dan Penemuan d.

Satu Untuk UNM
tanpa harus memanjat gedung, tiang bendera, tebing, dan mengarungi air sungai? Kalau dapat, tuliskan konsep-konsep matematika yang terkait, dan peralatan yang digunakan. Rancanglah peralatan tersebut bersama teman-temanmu. Kasus-4: Dalam pembelajaran geometri, baik di SMP maupun di SMA, apalagi di SD, sangat sering digunakan alat peraga sebagai bagian dari media pembelajaran matematika. Rancanglah berbagai macam alat peraga untuk mengajarkan konsep-konsep geometri di SD, SMP, dan atau SMA. Gunakan bahan dan peralatan sederhana yang mudah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing alat peraga dilengkapi dengan cara membuat dan cara menerapkannya. Diskusikanlah dengan teman-temanmu. Kasus-5: Dengan pesatnya perkembangan teknologi multimedia, alat peraga matematika dapat dibuat sedemikian sehingga memudahkan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran matematika. Buatlah multimedia pembelajaran matematika dengan menggunakan

powerpoint dan atau macromedia flash untuk mengajarkan konsep-konsep, statistik,
arimetika, aljabar, dan kalkulus. Rangkuman Materi (Bahan Bacaan Singkat): Media dan sumber belajar dapat memberikan kontribusi terhadap terciptanya pembelajaran yang efektif. Hal ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti, terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul, karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan, disesuaikan dengan kondisi waktu, keuangan maupun materi yang akan disampaikan. Setiap jenis media dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi. Pemilihan media yang tepat dalam proses pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman guru tentang jenis media, mulai dari yang sederhana sampai pada yang canggih. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran, situasi serta kondisi yang ada. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan sumber otentik atau kontekstual. Kalau sulit menyediakan sumber otentik, barulah menyediakan alternatif seperti situasi buatan, atau alat audio-visual, atau alat visual. Misalnya potongan-potongan persegi dengan warna yang berbeda-beda dapat digunakan sebagai media untuk memperagakan deret bilangan genap. Hal ini dapat
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128

Satu Untuk UNM
digunakan untuk melatih kemampuan siswa memecahkan masalah y a n g berkaitan dengan barisan dan deret, disamping dapat juga untuk memotivasi siswa sebelum mengawali pembelajaran. Alat peraga ini terdiri dari keping-keping persegi satuan dengan warna terang dan gelap secara bergantian yang menunjukkan bilangan 2, 4, 6, dan seterusnya.

Perhatikan cara penggunaannya (Widyantini & Guntoro, 2010) sebagai berikut: 1) Pasang potongan-potongan warna gelap dan terang selang-seling seperti terlihat pada gambar di bawah (i), (ii), (iii) sampai tersusun (iv), siswa “barisan apa yang sedang kita susun? sambil menanyakan ke

2)

Dengan memperhatikan dan mencermati susunan di atas, maka yang terbentuk adalah suatu barisan bilangan 2, 4, 6, 8, …, sehingga siswa dapat melanjutkan ke suku berikutnya. Untuk jumlah deret bilangan genap 2 + 4 + 6 + 8 + … + 2n = n (n + 1) yaitu dengan mencermati panjang dan lebar susunan potongan-potongan persegi tadi Selanjutnya perhatikan gambar klinometer berikut ini. Alat ini cukup mudah dibuat,

dan bahannya pun dapat diperoleh dengan mudah. Dalam pembelajaran matematika dapat digunakan sebagai salah satu media untuk pada menggunakan konsep perbandingan. tujuan Untuk pembelajaran pemecahan masalah menggunakan alat peraga klinometer

ini diperlukan pemahaman konsep tentang penerapan skala dalam menentukan ukuran panjang atau tinggi suatu objek yang akan diukur. Objek yang diamati dan akan diukur dapat berupa benda-benda yang mempunyai ketinggian, misalnya: tiang bendera, pohon kelapa, pohon cemara, atau gedung bertingkat. Pengukuran dari objek- objek seperti tersebut yang akan diukur menggunakan klinometer, jelas merupakan pengukuran tak

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

129

Satu Untuk UNM
langsung. Mengapa? Sebab panjang sebenarnya dari objek yang akan diukur tidak langsung dapat diketahui dari alat ukur tersebut. Panjang sesungguhnya akan diketahui setelah dilakukan perhitungan berdasarkan pengamatan-pengamatan yang diperoleh dari hasil praktek menggunakan alat tersebut. Kemampuan prasarat dalam menggunakan alat peraga klinometer ini adalah konsep skala.

Gambar 14.1. klinometer Masih banyak alat peraga yang lain yang dapat dikonstruksi dengan mudah dengan menggunakan bahan-bahan sederhana, bahkan bahan-bahan bekas dalam kehidupan seharihari, seperti pipet, kaleng-kaleng bekas, karton, dan lain-lain. Di lain pihak, seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, keberadaan komputer dengan perangkat lunaknya dapat dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran matematika. Misalnya dengan menggunakan powerpoint atau macromedia

flash, kita dapat membuat animasi objek-objek geometri sedemikian hingga siswa tertarik
dan termotivasi untuk belajar. Di samping itu, diharapkan pula lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. Namun tentu hal ini membutuhkan pembiayaan yang lebih besar dibandingkan kita menggunakan bahan-bahan sederhana. Belum lagi, kita harus punya kemampuan untuk mengoperasikan komputer dan beberapa program aplikasi yang dibutuhkan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

130

tabung. trapesium. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131 . Luas permukaan bola. jajargenjang. h. d. Dalil Pythagoras. jajargenjang. belah ketupat. kerucut. Luas selimut tabung. dan segitiga. f. Sudut lurus. Luas daerah lingkaran dengan menggunakan pendekatan luas persegipanjang. e.Satu Untuk UNM Latihan 14: 1) Tuliskan konsep-konsep matematika yang dianggap esensial membutuhkan alat peraga sebagai bagian dari media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. 2) Tuliskan criteria pemilihan alat peraga sebagai media pembelajaran. b. kerucut. 4) Rancanglah media pembelajaran berbasis multimedia dengan menggunakan powerpoit atau macromedia flash untuk mencapai salah satu kompetensi dasar yang selama diajarkan (setiap orang harus berbeda dengan yang lainya). prisma. c. 3) Rancanglah suatu alat peraga untuk menanamkan konsep matematika berikut: a. layang-layang. dan bola. Luas daerah persegi panjang. Volum balok. Bilangan phi. segitiga. g. limas.

Surabaya: UNESA University Press ---------. Jakarta: Erlangga. 2009. Depdiknas. Wahyudin. California: Addison Wesley. 1994. Marpaung. Belajar Matematika Aktif dan Menyenangkan untuk Kelas XI Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Alit). 2009. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 22. ______. Statistika untuk Ekonomi. dkk. Wahyudin. Ibrahim. Jakarta: Depdiknas ______. Kuntarti. Teknik Sampling. R. Muslimin. Y. Pembelajaran Kooperatif.Jakarta: BSNP Darhim. 2002. dkk.co. Leon. Howard. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Aljabar Linear Elementer Jilid 1 Edisi kedelapan (Terjemahan Indriasari. Developing Realistic Mathematics Education. Arends. Keedy. Aljabar Linear Elementer Jilid 2 Edisi kedelapan (Terjemahan Indriasari. K. 2006. 2007.2001. Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Hasan. Mervin L. 2008. dkk. ______. Mathematics for Senior High School Year XII. Steven J. Y. 2000. 2004. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. 1986.mozilla:en-US:official&client=firefox-a. 2001. 2006. 1986. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. ______. Modul Universitas Terbuka. Depdiknas. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Mahir Mengembangkan Kemampuan Matematika untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Anton. 2009. Algebra and Trigonometry. 1992.I.Satu Untuk UNM DAFTAR PUSTAKA Anton. Howard. 23. Learning to Teach (5th ed). dan 24 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan dasar dan menengah. 2007. Jakarta: Yudhistira. 2004. http://www. Herynugroho. Gravemeijer. Jakarta: Erlangga. 2001. Refina). Jakarta: Karunika. 2000. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Yudhistira. Herynugroho. Muslimin. Jakarta: Depdiknas Djumanta. 2009. Herynugroho.dkk. Jakarta: Erlangga. Diakses: 5 Juli 2010. Jakarta: BSNP. Mulyono. at all. 2001. 2005. Djumanta. Panduan Implementasi Standar Penilaian. Jakarta: Depdiknas. Jakarta: BSNP. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika Realistik Indonesia di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tanggal 14 – 15 November 2001. Prospek RME untuk Pembelajaran Matematika di Indonesia. Media dan Sumber Belajar Matematika. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Realistic Mathematic Education di FMIPA Universitas Negeri Surabaya tanggal 24 Februari 2001. Jakarta: Depdiknas ______. Mathematics for Senior High School Year XI.id/search?q=Teknik+ Sampling&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Mathematics for Senior High School Year X. ”Apa yang dikatakan oleh Peneliti tentang Modelling Pembelajaran Kooperatif?” Malang: Jurnal MIPA Tahun 30 No 1 Januari 2001 FMIPA Universitas Negeri Malang Ibrahim. 2006. Pendekatan Realistik dan Sani dalam Pembelajaran Matematika. Jakarta: Yudhistira. Matematika SMA Kelas XII Program Ilmu Alam. Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Refina).google. Aljabar Linear dan Aplikasinya (Terjemahan Bondan. 2007. Boston: McGraw-Hill Badan Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian. 2008. Utrecht: Freudenthal Institute. Marpaung. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 132 . Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas EkonomUniversitas Indonesia. 2001.

A. Safari. Analisis Korelasi dan Regresi. Pesta. Jakarta: Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia Depdiknas Slavin. Model Pembelajaran (Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif). Pembelajaran Matematika berjiwa RME (Suatu Pemikiran Rintisan Ke Arah Upaya Baru). Uno. 1996. Edisi kedua. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Realistics Mathematic Education (RME) di UNESA Surabaya. Slavin. Sudrajat. 2005. 2010. Prayitno. Noormandiri.Sudjana. Modul Matematika SMP Program Bermutu. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 133 . Educational Psychology. 2006. 2000. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Jilid 2 Edisi keenam (Terjemahan Suyono). 1994. Sumantri. Bandung: IPB. 2001. R. UNESA. 2001b. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Jilid 1 Edisi keenam (Terjemahan Suyono). Metoda Statistika. 1989. Bandung: Tarsito. Jakarta: Pemerintah RI. Yogyakarta: PPPPTK Matematika. Makassar: Makassar State University Press. R. Makassar: Andira Publisher. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI): Perkembangan dan Permasalahan. John A. Edisi kedua. Depdiknas. http://akhmadsudrajat.E. 2000. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. ---------. John A. Yogyakarta: Kanisius. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah. Pengajaran Berpusat kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis dalam Pengajaran. Malang: Penerbit Universitas Malang Pemerintah RI. Matematika Aplikasi untuk SMA dan MA kelas XII Program Studi Ilmu Alam. & Guntoro. Van De Walle. Tiro. diakses tanggal 5 Desember 2010. Matematika SMU untuk Kelas 2. Masschusetts: Allyn and Bacon Publishers.com. (konstatasi keadaan masa kini menuju harapan masa depan). Theories and Practice. Th. Jakarta: Erlangga. 2004. E. 2008. 2008. Pembelajaran Kooperatif.Yogyakarta: PPPG Dirjen PMPTK Depdiknas Zulkardi. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Suatu Pengantar ke Teori Peluang. Widyantini.” Makalah disampaikan pada seminar Nasional di FMIPA UNESA. Jakarta: Erlangga. Penulisan Butir Soal Berdasarkan Penilaian Berbasis Kompetensi. Suparno. A. (Fourth Edition). 2001a. Boston: Allyn and Bacon Soedjadi. M. Nur. 2001c. Jakarta: Erlangga. Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Kooperatif.R. Jakarta: Bumi Aksara Van De Walle. S. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. 1995. 2008. 2007. “Pemanfaatan Realitas dan Lingkungan dalam Pembelajaran Matematika. Jakarta: Erlangga.T. 2002. Cooperatif Learning: Theory. Jakarta: Erlangga. Tiro. 1997. Juni 2001. 2000.wordpress. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.” Makalah disampaikan pada seminar Nasional RME di FMIPA UNESA tanggal 24 Pebruari 2001. online. Matematika SMU Kelas 2. Matematika untuk Ilmu Ekonomi dan Bisnis. M. Paul. 1975. Netherlands: Utrecht University. M. dan Wikandari. 2000. and Practice (2nd ed). 2005. “Pembelajaran Matematika Realistik: pengenalan awal dan praktis. Th. 2008. R.Satu Untuk UNM Nababan. A. Hamzah B. Research. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah UNESA Nurhadi. 2005. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia. Edisi ke-5. Budhi. Statistika Terapan. 2002. P. Penggunaan Alat Peraga dalam Pembelajaran Matematika. Widyantini. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Media Pembelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful