P. 1
IDK7

IDK7

|Views: 154|Likes:
Published by Miftahul Husna

More info:

Published by: Miftahul Husna on Jan 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2014

pdf

text

original

ILMU DASAR KEPERAWATAN VII KESEHATAN LINGKUNGAN, KESELAMATAN KERJA DAN PERMASALAHAN GIZI DI INDONESIA

OLEH : MIFTAHUL HUSNA (0910321003)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS 2010

PEMBAHASAN 2. 1 KESEHATAN LINGKUNGAN (Soebagio Reksosoebroto,1990) UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan BAB XI KESEHATAN LINGKUNGAN Pasal 162 Upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Pasal 163 (1) Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat menjamin ketersediaan lingkungan yang sehat dan tidak mempunyai risiko buruk bagi kesehatan. (2) Lingkungan sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. (3) Lingkungan sehat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bebas dari unsurunsur yang menimbulkan gangguan kesehatan, antara lain: a. limbah cair; b. limbah padat; c. limbah gas; d. sampah yang tidak diproses sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pemerintah; e. binatang pembawa penyakit; f. zat kimia yang berbahaya; g. kebisingan yang melebihi ambang batas; h. radiasi sinar pengion dan non pengion; i. air yang tercemar; j. udara yang tercemar; dan k. makanan yang terkontaminasi. (4) Ketentuan mengenai standar baku mutu kesehatan lingkungan dan proses pengolahan limbah sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dan ayat (3), ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.(WHO) Pengertian Lingkungan & Kesehatan Lingkungan Lingkungan  UU 23/1997, tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup ; kesatuan ruang dgn semua benda,daya,keadaan dan mahluk hidup, termasuk manusia dan prilakunyayang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesehahteraan manusia dan mahluk lainnya Encyclopedia of Science and Technology (1960) : s ejumlah kondisi diluar dan mempengaruhi hal-hal yang hidup termasuk manusia.

Otto Soemarwoto ; jumlah semua benda yang dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita. WHO Expert Committee (1972) ; suatu keseimbangan ekologi antara manusia dan lingkungannya agar dapat menjamin sehat dari manusia. Purdom ; Environmental health is that aspect of public health that is concerned with those forms of life, forces, and condition in the surroundings of man that may exert an influenceof human health and well being. Numenklatur Bidang Kesehatan ; penerapan prinsip kesehatan dalam perubahan dan penyusunan sifat-sifat fisik, kimia dan biologis dari lingkungan untuk kepentingan kesehatan, kenyamanan dan keejahteraan manusia. Sanitasi Lingkungan usaha mengendalikan dari semua faktor-faktor fisik manusia yang mungkin menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangn fisik kesehatan dan daya tahan hidup manusia. Hygiene usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari pengaruh kondisi lingkungan thd kesehatan manusia upaya mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan kesehatan tsb, serta membuat kondisi lingkungan s edemikian rupa sehingga terjamin pemeliharaan kesehatan (Azrul Azwar). Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan : 1.Penyediaan air bersih 2.Air limbah, sampah dan tinja 3.Sanitasi makanan dan minuman 4.Pencemaran udara, air dan tanah 5.Pengawasan vektor 6.Perumahan dan bangunan lainnya 7.Kesehatan kerja

1. Penyediaan Air Bersih Air kebutuhan vital bagi manusia, hewan dan tumbuhan. 80 % tubuh manusia terdiri dari air Dalam air terdapat mineral Digunakan di bidang pertanian, industri, sumber energi dan penyedi aan air domestik

dam. rasa dan kekeruhan Syarat Kimia : kimia organik dan anorganik Syarat Mikrobiologi : kuman patogen / parasit. dll. bau.WHO : kebutuhan tiap orang negara maju 60 berkembang 30 60 Istilah dalam Hidrologi : 120 lt. Kebutuhan tiap orang negara Precipitation : pengembunan uap air menjadi hujan Evaporation : penguapan dr daratan/laut menuju atmosf er Transpiration : penguapan dari tanaman Percolation : masuknya air ke tanah via pori-pori tanah Surface runoff : aliran air ke sungai lalu ke laut Interflow : aliran masuk ke dalam tanah lalu keluar ke sungai Ground water : air dalam tanah/antar lapisan tanah Sumber-sumber air Air permukaan : air laut. sungai. berkembang dan reproduksi Berasal dari lingkungan kajian pakar lingkungan . rawa-rawa. E. warna. Air tanah :air tanah dangkal dan air tanah dalam Air angkasa :air di atmosfer seperti hujan.coli Syarat Radioaktif : sinar alfa dan sinar beta Kuantitas : Kebutuhan air perkotaan : 150-300 lt/org/hr Kebutuhan air pedesaan : 100-150 lt/org/hr 2. sawah. salju dan embun Syarat-syarat air bersih : Kualitas Syarat Fisik : suhu. Sanitasi Makanan Kebutuhan dasar : tumbuh.

sakit kepala dan keringat dinginKuman keluar saat direbus dan matiPertahankan kondisi makanan < 40 0 C Clostridium botulinum (exotoxin)GK : ggn saraf.Hidrogen Cianida oleh singkong -.o atau racun Sanitasi makanan kebersihan dan kemurnian makanan agar tdk menimbulkan penyakit sehingga tidak merugikan konsumen. kulit kacang merah (glycoside). Makanan harus bersih. m. konstipasi dan gagal nafas Gejala timbul 12 jam 10 hari stlh kontak. panaskan makanan kaleng.via susu sapi yg makan makanan tsb panaskan -.HaemaglutiminFovisum . -.Makanan dpt sbg harmful elements : media perkembangbiakan kuman media perantara penyebaran penyakit mudah terkontaminasi . kontrol pabrikasi -Aspergelluspd tempat pengolahan makanan ternak ayamtdk ada laporan pd manusia SalmonellaInfeksi krn konsumsi makanan terkontaminasiPembawa kumannya : insekta. kubis (hyocianat). muntah. diolah dan disajikan. sehat. ternak.Bumbu-bumbuMyristicin (pala). ummelulone (daun salam).LatyphusKacang polong genus latyphus lathyrism. EFEK TOKSIK MIKROBIAL PD MAKANAN Intoksikasi makanan oleh racun mikroba Infeksi makanan oleh m.o via makanan Racun Makanan Mikroba Staphyllococcus (75-85%)GK : mual. dll .Prevensi : proses yg benar. tanda anemia hemolitic. lever. disimpan. capsaican (merica merah).Zat Goitrogenik :lobak cina (rutabaga). Usaha sanitasi : tindakan saniter sejak makanan dibeli. rawfava beans -. piaraan & manusia Racun Makanan Non Mikroba -. menarik dan bebas bahan berbahaya.

temp lingk. bau dan rasa Penanggulangan : penanganan hati-hati. mis : tape 3. tekstur. derajat pH. Teknik Pengawetan Makanan 1. transportasi harus cepat Kontaminasi Mikroba Dlm Makanan Segar Jarang makanan mentah bebas m. penggulaan. Rusaknya makanan tergantung : aktifitas mikroba dan aktifitas enzim makanan itu sendiri. kadar zat cair. tekstur. Tanda kerusakan . dsb. Tanda kerusakan . kontrol pH. pengasaman. 2. derajat pH. kadar zat cair.Penambahan zat kimia : pengasapan. prosedur pengolahan.o Jenis bakteri dipengaruhi : sifat makanan. hygiene/sanitasi. temp lingk.Moisture-solid balance : dehidrasi. dsb.Pengalengan suhu tinggi 5.Peragian : KH + m. prosedur pengolahan.o =pH rendah (asam). bau dan rasa Penanggulangan : penanganan hati-hati. kendalikan kelembaban. penggaraman. berubah warna. suhu/temperatur yang rendah. berubah warna. Rusaknya makanan tergantung : aktifitas mikroba dan aktifitas enzim makanan itu sendiri. suhu/temperatur yang rendah.o Jenis bakteri dipengaruhi : sifat makanan. hygiene/sanitasi.Kontaminasi Mikroba Dlm Makanan Segar Jarang makanan mentah bebas m. transportasi harus cepat Kontaminasi Cacing Cacing pita dan cacing gilig (trichinella) Cacing pita dibasmi dengan memanaskan Cacing gilig (trichinella) pada daging babi tahan panas. dst 4.Penggunaan suhu rendah : kurangi aktifitas enzim/rx kimia .

K2O & bahan organik Komposisi bakteri : E. kelembaban. T. Pengendalian Tinja. kebiasaan.solium. S. T. S. virus Hep. Limbah & Sampah I. dan zat anorganik (nitrogen.saginata.4. kepercayaan. zat organik (> 20%). dsb.Sebagai sumber pencemaran lingkungan (air minum) C. sulfur. HB Gotaas : berat basah tinja+urine 1135-1570 gr/hari/org. Komposisi cacing : A. virus diare.Situasi lingkungan kurang baik D.coli.cholera Komposisi virus : adenovirus.ssp.dysentriae. dsb) Komposisi zat kimia : Ca.hexneri. S.Hubungan tidak langsung Karakteristik Tinja Kuantitas tinja dipengaruhi makanan. reo virus.paratyphii.Sebagai sarang vektor B. Pembuangan TinjaMemenuhi syarat : kesehatan dan estetika 1. suhu. S.A.Hubungan langsung F.Cara pembuangan dry system : Di permukaan tanah WC lubang Beerput = night soil WC ember .trichuria. N. sulfat. sedang berat kering 85140 gr/hari/org.sonei. S.typhii. A. P 2O5. S. T.japonicum. Komposisi : benda padat. enterovirus.Menimbulkan bau busuk E.duodenale.lumbricoides. S. TINJA Pengelolaan tinja yang tidak saniter berdampak negatif A. V. C.

dsb b. cholera. krom (otak). septic tank. drops method. D.basiller. Sarana pembuangan air limbah. AIR LIMBAH Cairan buangan dari RT. dan zat organik dr penguraian tinja.9 %) + bahan padat dlm suspensi Karakteristi kimiawi : zat anorganik dr air bersih.Sifatnya :sampah basah dan sampah kering . III. tubercullosis. kerusakan fungsi otak. kanker pd kulit & saluran pencernaan. tampak 1. T.Cara pembuangan water carried system : Air mengalir . SAMPAH sesuatu bahan/benda padat yang terjadi karena berhubungan aktifitas manusia yang tak dipakai lagi. organisme golongan coli. tak disenangi dan dibuang dengan cara-cara saniter terkecuali yang berasal dari tubuh manusia (FKM-UI) Jenis Sampah : -. comberan. barput II.Tidak mencemari sumber air bersih 2. Sumber air limbah : domestic waste.Tidak menimbulkan bau 4. antraks. industrial waste dan air yg berasal dr air hujan yang bercampu air comberan Karakteristik fisik : air (99.Kandungan zat kimia :sampah organik dan sampah anorganik -.abdominalis.Penyakit non infek si : anemia.Tidak timbul tempat berlindung & tempat kembang biak Penyakit yang ditimbulkan oleh air limbah a. commercial waste. ginjal. industri atau tempat umum yang mengandung bahan/zat berbahaya bagi manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan.Penyakit infeksi : poliomyelitis. timbul keracunan dan kerusakan pada organ hati. kolam ikan Air tidak mengalir .Tidak menimbulkan genangan air 3. urine & sampah lainnya Karateristik bakteriologis : bakteri pathogen.2.

demolition waste.Karakteristiknya :garbage.Dumping sea 3. C. textil. ash. street sweeping. abandon vehicle.Hog feeding 7. dst b.Open burning promises 6.Konservasi SDA 3.Recycling : mendaur-ulang / gunakan produk daur ulang Cara Pembuangan Sampah : 1. karton.Reduction garbage 2.Kuantitas & kualitas sampah meningkat Minimalisasi sampah : a.Bisa terbakar :combustble waste dan noncombustable waste -. kayu.Sanitary landfill Untuk bahan berbahaya : . N. household refuse.Komposisi kimia : H.Reduce : kurangi konsumsi b. kertas.Bisa membusuk :putrecible waste dan nonputrecible waste -. plastik.Komposisi fisik : sisa makanan. gelas. construction waste.Mencegah terjadinya penyakit 2. sewage treatment residu.-. industrial waste.Reuse : pemanfaatan kembali c.Daur ulang/pemanfaatan 5.Mencegah gangguan estetika 4. dead animal.Open dumping 4. Komposisi Sampah : a. rubbish. special waste.Grinding system 5. logam. O dll Pengelolaan sampah perlu dipertimbangkan : 1.

korosif thd tubuh.Insinerasi Sampah dan kesehatan : a. suhu ruangan -. pembusukan. dst Pola Hidup Bersih dan Sehat Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar kebersihan dan kesehatan serta menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. kuman patogen dll. jamban.Menghindarkan terjadinya penyakitair bersih/air minum. penghawaan (ventilasi)b.Memenuhi kebutuhan biologisa. Begitu juga sebaliknya. nyaman. karsinogenik. hindari sarang vektor.Pengaruh langsung .Thd lingkungan : estetika lingkungan. Dalam penerapan hidup bersih dan sehat dapat . sosial budaya. pencahayaanc. Kesehatan seseorang akan menjadi baik jika lingkungan yang ada di sekitarnya juga baik. Perumahan Rumah adalah suatu struktur fisik dimana orang menggunakannya tempat berlindung dimana lingkungan dari struktur tersebut termasuk semua fasilitas dan pelayanan yang diperlukan. senang. Lingkungan yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. b.a. bebas kontaminasi. Efeknya berupa penyakit bawaan vektor. tenang dan tentram -.Manfaat lain : bahan timbunan. unflammable -. kontak langsung dgn sampah (bercun. TPS. pupuk.Land disposal b. pariwisata. pembakaran dan pembuangan sampah.Konstruksi/bahan harus kuat. pencegahan kecelakaan.Pengaruh tidak langsung . 2.Thd kesehatan : kepadatan populasi vektor dan insiden penyakit berkurang. Pengaruh Positif Pengelolaan Sampah 1. penghematan biaya kesehatan 3. kesehatan seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada di sekitarnya kurang baik. perlengkapan yang berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya yang baik untuk keluarga dan individu (WHO) Syarat Rumah Sehat (Winslow) -.Memenuhi kebutuhan psikologisbebas. pakan ternak dan recycling 5.Menghindarkan terjadinya kecelakaan . hindari insanitary condition.

Dengan 4 faktor kehidupan (reservoir -infectious agent-vektor-manusia) Mekanisme Lainnya a.Dengan 3 faktor kehidupan (infectious agen t-vektor-manusia) 3. Penanganan sampah dan air limbah yang kurang baik seperti: 1. 6.dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat. Timbulnya bau busuk 2. serangga dan mamalia penyebar penyakit seperti lalat dan tikus. Suatu badan air seperti sungai atau laut mempunyai kapasitas penguraian tertentu. Dinding dan dasar saluran yang rusak karena kurang terpelihara Pembuangan kotoran dan sampah kedalam saluran yang menyebabkan penyumbatan dan timbulnya genangan akan mempercepat berkembangbiaknya mikroorganisme atau kuman-kuman penyebab penyakit. zat-zat padat terlarut. Pengaliran air limbah ke dalam saluran terbuka 2.Biological transmission (active trans ) : bibit penyakit pindah dari host/reservoir ke host susceptible . yang dapat menularkan jasad renik atau parasit darimanusia yang sakit kepada orang lainnya (Nomenklatur Bidang Kesehatan) Mekanisme Penularan Penyakit oleh Vektor 1. pinjal. Warna air yang gelap dan pekat 3. minyak dan lemak serta mikroorganisme. Kondisi yang demikian dinamakan kondisi septik atau tercemar yang ditandai oleh: 1. caplak dll. cacingan dll b.Dengan 2 faktor kehidupan (vektor -manusia) 2. Bila air limbah langsung dimasukkan begitu saja kedalam badan air tanpa dilakukan suatu proses pengolahan. Banyaknya ikan dan organisme air lainnya yang mati atau mengapung. maka suatu saat dapat menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan. Lingk ungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan lingkungan sekitar rumah yang sehat Sampah dan air limbah mengandung berbagai macam unsur seperti gas-gas terlarut.Mechanical transport (passive trans) : bibit penyakit dipindakan melalui bagian bagian tubuh vektor. Pencemaran tersebut berlangsung bila kapasitas penguraian limbah yang terdapat dalam badan air dilampaui sehingga badan air tersebut tidak mampu lagi melakukan proses pengolahan atau penguraian secara alamiah. Mikroorganisme yang terkandung dalam sampah dan air limbah dapat berupa organisme pengurai dan penyebab penyakit. Vektor Penyakit vektor adalah golongan arthropoda seperti nyamuk. Mis : dysentri.

Pencemaran Lingkungan I. Ne. H2.Ekologi vektor 3.Usulan program Cara Pengendalian Vektor 1.Pengendalian biologis : memelihara musuh alami dan mengurangi fertilitas insekta 3.Pengendalian kimia : insektisida. Argon. Ozone Jenis Pencemaran Menurut Kejadiannya : .Pengendalian rekayasa : pengelolan lingkungan dengan modifikasi dan atau manipuasi faktor-faktor lingkungan atau interaksinya dengan manusia.Cara vektor menularkan penyakit Perencanaan Pengendalian Vektor : 1. 2.identifikasi masalah 2. 7. 4. Asam arang.Percobaan lapangan 4.Pengendalian terintegrasi : meningkatkan partisipasi masyarakat. NO3.Pengendalian secara undang-undang 5.Siklus kehidupan vektor 2. Xenon. kerjasama sektoral dll.Pencemaran tanahKandungan udara atmosfir :N.Pencemaran udara III. Crypton. NO2.Pencemaran air IV. tapi dapat rsisten dan persisten. He.Studi kelayakan 3.Amdal 5.Cara transmisi vektor 5.Tingkah laku vektor 4. Metana.Pencemaran lingkungan II.Pengendalian Vektor Harus Perhatikan : 1. O.

Kanker. dll b.2 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Penerapan Tehnik Pencegahan Umum di Pelayanan Kesehatan Pencegahan umum atau dengan kata lain kewaspadaan universal (universal precautions) merupakan salah satu upaya pengendalian infeksi di sarana pelayanan kesehatan yang telah dikembangkan pleh Departemen Kesehatan RI sejak tahun 1980an. diare. dsb c. H2SO4. Menanamkan prilaku disiplin B.Penanggulangan Teknis 1.Natural : gempa bumi. 2. bissinosis. rematik.Penanggulangan Non-Teknis 1. Tidak menular mis. Penerapan pencegahan umum didasarkan pada keyakinan bahwa darah dan cairan tubuh . cholera. dysentri. dsb b.Oleh zat cair : menular mis. dllJenis Pencemaran Menurut Sumbernya : a.a. Mengubah proses 2. AMDAL 3.Pencemaran sekunder : zatnya sudah berubah karena hasil reaksi tertentu antar 2 atu lebih kontaminan . asbestosis. kendaraan bermotor. letusan gunung berapi.Antropogenic : industri. RT. tanah longsor.Oleh gas/uap : iritan thd saluran napas. biriliosis. antrakosis. CO. O3 Pengaruh Terhadap Kesehatan : a.Oleh partikel : silicosis. Perencanaan 4. Cara Penanggulangan Dampak Pencemaran Lingkungan : A. Penyajian informasi lingkungan 2. mata b. Sox. Nox. Mengganti sumber energy 3. banjir.Pencemaran primer : zatnya hampir tidak berubah sejak dilepaskan di udara . Pengaturan dan pengawasan kegiatan 5. pembakaran secara sengaja. H2NO3. Mengelola limbah dan menambah alat bantu.

masker. gosokan telapak tangankanan diatas punggung tangan kiri dan sebaliknya. pelindung wajah/masker/kaca mata. cairan tubuh. dan barak short. gosok pergelangan tangan. cairan tubuh. dan sepatu pelindung. Adapun prosedur cuci tangan rutin adalah sebagai berikut: 1) Hidupkan kran air 2) Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir. gososk kedua telapak tangan dengan jari saling mengait. sarung tangan. kaca mata. dan pengering dari mulai handuk/lap bersih. sekret. Prinsip utama prosedur kewaspadaan universal adalah menjaga higiene individu. memakai sarung tangan. sanitasi ruangan. Tiga cara cuci tangan dilaksanakan sesuai kebutuhan yaitu cuci tangan hygienis atau rutin untuk menghilangkan kotoran dengan menggunakan sabun atau deterjen. Buat busa secukupnya tanpa percikan. penutup kepala. Sarana yang perlu dipersiapkan untuk melakukan cuci tangan adalah air mengalir. gaun pelindung (barak short). Tidak semua alat pelindung diri harus dipakai pada waktu yang bersamaan. dan cuci tangan bedah yang dilakukan sebelum melakukan tindakan bedah cara aseptik. larutan antiseptik. 4) Buat gerakan cuci tangan terdiri dari gosokan kedua telapak tangan. 2.2.1 Cuci Tangan Cuci tangan yang dilakukan secara benar dapat menghilangkan mikroorganisme yang menempel ditangan. sabun dan deterjen.2. 7) Keringkan tangan dengan handuk atau kertas sekali pakai. 5) Proses berlangsung selama 10-15 detik. tergantung pada jenis tindakan yang akan dikerjakan.2 Pemakaian Alat Pelindung Diri Alat pelindung digunakan untuk melindungi kulit dan selaput lendir petugas dari resiko pajanan darah. 3) Pengelolaan alat kesehatan bekas pakai 4) Pengelolaan jarum dan benda tajam untk mencegah perlukaan 5) Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan 2. Cuci tangan harus selalu dilakukan sebelum dan sesudah melakukan tindakan perawatan ke pasien. dan eksreta pasien. Ketiga prinsip tersebut dijabarkan menjadi lima kegiatan pokok yaitu: 1) Cuci tangan untuk mencegah infeksi silang 2) Pemakaian alat pelindung diri seperti sarung tangan. Misalnya ketika akan menolong persalinan sebaiknya semua pelindung diri dipakai untuk mengurangi kemungkinan terpajan darah/cairan tubuh pada petugas. cuci tangan aseptik yang dilakukan sebelum melakukan tindakan aseptik ke pasien.sangat potensial menularkan penyakit baik yang berasal dari pasien maupun petugas kesehatan. dan sterilisasi peralatan. namun . lap kain atau handuk steril sampai alat pengering tangan listrik (hand drier). 6) Bilas kembali dengan air bersih. gosok kedua ibu jari dengan cara menggenggam dan memutar. atau eksresi pasien. 3) Taruh sabun antiseptik di bagian telapak tangan yang telah basah. 8) Matikan kran dengan kertas atau tisue. menyentuh darah. cuci tangan ini dilakukan dengan menggunakan zat antiseptik. Jenis-jenis alat pelindung diri yaitu.

filtrasi. Semua alat yang akan dimasukan kedalam jaringan bawah kulit pasien harus dalam keadaan steril. gas etilin oksida. Jika sangat diperlukan untuk menutup kembali.5%.5 Pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan Secara umum limbah dapat dibedakan menjadi limbah cair dan limbah padat. atau untuk menjamin bahwa alat-alat tersebut dalam kondisi steril dan siap digunakan. laboratorium 3) Limbah berbahaya yaitu limbah kimia yang mempunyai sifat beracun misalnya senyawa radioaktif dan bahan sitotoksik Cara penanganan limbah di sarana pelayanan kesehatan harus dimulai dari tempat dimana sampah diproduksi dengan cara: 1) Pemilahan. misalnya hitam untuk limbah non medis. Oleh karenanya meurut rekomendasi tehnik kewaspadaan universal dari WHO (2004) penutupan kembali jarum suntik setelah digunakan sebaiknya tidak perlu diperlukan. dan sikat. Cara sterilisasi yang sering dilakukan adalah dengan uap panas bertekanan. Dengan kata lain.2. dan cara kimiawi dengan menggunakan zat kimia.2. selama 10 menit. namun lebih khusus lagi limbah yang berasal dari rumah sakit dibedakan menjadi: 1) Limbah rumah tangga atau limbah non medis 2) Limbah medis terdiri dari limbah klinis. yaitu menghilangkan mikroorganisme pathogen dan kotoran dari suatu benda sehingga aman untuk pengelolaan selanjutnya. 2.2) Pencucian. penyimpanan yang baik sama pentingnya dengan proses sterilisasi atau desinfeksi itu sendiri. dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang kasat mata dengan cara mencuci denga air.4 Pengelolaan Jarum dan Benda Tajam Jarum suntik sebaiknya digunakan sekali pakai dan jarum bekas atau benda tajam lainnya di buang ke tempat khusus (safety box) yang memiliki dinding keras atau tidak tembus oleh jarum atau benda tajam yang dibuang kedalamnya. dan merah untuk bahan beracun. radiasi. 2. 4) Penyimpanan. pemanasan kering. yaitu proses menghilangkan seluruh mikroorganisme termasuk endosporanya dari alat kesehatan. 2) Semua jenis limbah ditampung dalam wadah berupa kantong plastik yang kedap air. . 2. 3) Sterilisasi. dst. dan zat kimia cair. Ada dua metode penyimpanan yaitu cara terbukus dan tidak terbungkus. dilakukan dengan menyediakan wadah yang sesuai dengan jenis sampah. penggolongan cara sterilisasi juga dapat dikategorikan cara fisik seperti pemansan.2. misalnya klorin 0. Cara dekontaminasi yang lazim dilakukan adalah dengan merendam alat kesehatan dalam larutan desinfectan. Kecelakaan yang sering terjadi pada prosedur penyuntikan adalah ketika petugas berusaha memasukan kembali jarum suntik bekas pakai kedalam tutupnya (recappping).untuk tindakan menyuntik atau memasang infus. misalnya karena masih ada sisa obat yang bisa digunaka. kuninga untuk limbah medis infectious. jadi jarum suntik bersama syringnya langsung saja dibuang ke kotak khusus.3 Pengelolaan Alat Kesehatan Bekas Pakai Pengelolaan alat-alat kesehatan bekas pakai bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi melalui alat kesehatan. cukup dengan memakai sarung tangan. Proses pengelolaan alat-alat kesehatan ini dilakukan melalui empat tahap kegiatan yaitu: 1) Dekontaminasi. maka penutupan jarum suntik kembali dianjurkan dengan menggunakan tehnik satu tangan (single handedrecapping method). sabun/deterjen.

6) Sampah dari tempat penampungan sementara diangkut ke tempat pemusnahan.avert. . penelitian lanjutan masih diperlukan untuk men geksplor faktor-faktor terkait serta menguji faktor mana yang paling kuat prediksinya sehingga bisa dilakukan kontrol terhadap faktor tersebut. Dari 57 kasus tersebut. penyediaan fasititas pendukung. kantong sampah harus diikat secara rapat. 2) Walaupun lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan termasuk kategori baik. 4) Mengingat masih banyak faktor lain yang belum terungkap yang turut berpengaruh terhadap munculnya perilaku. Langkah-langkah yang bisa diambil diantaranya meningkatkan kompetensi para perawat dengan pendidikan dan pelatihan terkait. 24 kasus diantaranya (terbanyak) dialami oleh perawat. penyegaran pengetahuan (updating knowledge) masih sangat diperlukan terutama yang berkaitan dengan pengendalian resiko kecelekaan kerja dengan lebih fokus pada penerapan kewaspadaan universal dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. dan bahaya-bahaya lain yang dapat menjadi media penularan penyakit. perlu segera diambil oleh para pengelola tenaga keperawatan dan pihak terkait linnya karena pada akhirnya akan menjadi ancaman bagi produktifitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. pengendalian serta penagnan dini kasus-kasus kecelakaan kerja terutama tertusuk benda tajam. tertusuk jarum suntik bekas pasien. fasilitas. Sistem pemusnahan yang dianjurkan adalah dengan pembakaran (insenerasi) pada suhu tinggi (>12000 C) Hal-hal lain yang perlu diperhatikan perawat dan staff kesehatan lainnya adalah : 1) Langkah-langkah untuk mencegah atau meminimalkan kejadian cedera benda tajam sebagai akibat resiko kerja. Pekerjaan perawat merupakan jenis pekerjaan yang beresiko kontak dengan darah. 5) Petugas yang menangani sampah harus selalu menggunakan sarung tangan dan sepatu serta selalu mencuci tangan setiap selesai mengambil sampah. 2. namun jika melihat pengendalian infeksi di rumah sakit yang masih lemah. maka resiko penularan infeksi termasuk HIV terhadap perawat bisa dikatakan cukup tinggi.org. cairan tubuh pasien. 4) Pengumpulan sampah dari ruang perawatan atau pengobatan harus tetap pada wadahnya jangan dituangkan pada gerobak yang terbuka. pengawasan. namun mengingat aspek-aspek pengetahuan yang berkaitan dengan resiko cedera benda tajam masih banyak yang tidak tahu atau menjawab salah. di Amerika Serikat pada tahun 2001 terdapat 57 kasus tenaga kesehatan yang terinfeksi HIV akibat resiko pekerjaan. Pembinaan ini bisa ditempuh dengan cara mensosialisasikan kemajuan yang positif dalam pengelolaan pasien HIV/AIDS dukungan moril. walaupun belum ada data yang pasti. Menurut laporan situs http://www. Di Indonesia.3 KECELAKAAN KERJA PERAWAT Tenaga keperawatan merupakan tenaga kesehatan terbanyak di rumah sakit dan memiliki kontak yang paling lama dengan pasien. dan kebijakan dari intitusi rumah sakit. 3) Pembinan sikap yang positif terhadap perawatan pasien HIV/AIDS perlu terus dilakukan mengingat hampir setengah responden masih menunjukan sikap negative terhadap perawatan pasien HIV/AIDS. dan segera diangkut ke tempat penampungan sementara.3) Bila sudah terisi 2/3 volume kantong sampah.

diketahui bahwa mayoritas responden (70%)berusia antara 20 sampai 30 tahun. karena untuk pasien-pasien yang tingkat kompleksitas tinggi umumnya dirawat di ruang perawatan intensif. dan HIV (Wilburn & Eijkemans. Anak.2 bahwa hanya sebagian kecil (12%) saja responden yang pernah mengikuti pelatihan pengendalian infeksi termasuk prosedur kewaspadaan umum. C. Kecelakaan tertusuk jarum suntik dialami responden terutama ketika menutup kembali jarum suntik (36%). sebagian besar (67.5%) dan teriris pisau (3. dan Mediteran Timur.Dari data karakteristik penelitian yang telah banyak di lakukan akhir-akhir ini. Dari data pengetahuan responden tentang penecegahan umum terhadap penularan HIV/AIDS diketahui bahwa lebih dari setengahnya responden termasuk berpengetahuan baik dengan rata-rata jumlah skor 24.3%).8%) diikuti oleh tergores pecahan ampul (24. Seperti telah diungkapkan di atas bahwa ketiga unit tersebut umumnya kapasitas hunian pasiennya tinggi. 2003). Dalam. Hal ini berhubungan dengan pola ketenagaan perawat yang ditempatkan di unit-unit tersebut umumnya perawat yang masih junior atau belum banyak pengalaman dalam menangani pasien namun disisi lain mereka harus berhadapah dengan beban kerja yang tinggi. dengan jenis kecelakaan terbanyak adalah tertusuk jarum suntik (32.4. Data dari survey keselamatan injeksi yang dilakukan oleh WHO mengungkap bahwa di Asia. Hal ini diperkuat oleh temuan yang tergambarkan pada diagram 5. beban kerja perawat terutama tindakan injeksi pun tinggi. Dua penyebab yang paling umum dari cedera benda tajam ini yaitu penutupan kembali jarum suntik dengan dua tangan dan pengumpulan dan pembuangan limbah benda tajam yang tidak aman (WHO. Afrika. dan perawat yang bekerja sebagian besar masih relatif baru (junior) sehingga potensi resiko kecelakaan kerja cedera benda tajam pun tinggi.8%) adalah perempuan. dan Bedah. Angka kejadian tersebut pun masih perkiraan kasar. seluruhnya bergama Islam. angka sebenarnya bisa lebih besar lagi karena beberapa kasus banyak yang tidak tercatat dan tidak dilaporkan. Walaupun tingkat huniannya yang tinggi. Ketiga unit perawatan tersebut biasanya merupakan unit yang tingkat kapasitas hunian pasiennya lebih tinggi dibanding unit-unit perawatan lainnya. 2003). namun pasien-pasien yang dirawat di unit-unit tersebut umumnya mempuyai tingkat kompleksitas ringan sampai moderat. seorang tenaga kesehatan rata-rata mengalami cedera benda tajam sebanyak 4 kali per tahun (WHO. dan Bedah merupakan unit kerja yang angka cedera benda tajamnya paling tinggi dibanding unit-unit lainnya. sehingga jumlah tenaga perawat pun biasanya lebih banyak dibanding di unitunit lainnya. Dari data tabel 5. Unit Perawatan Dalam. Sebagiaan besar responden (74%) melaporkan pernah mengalami kecelakaan kerja cedera benda tajam. Hal ini bisa menjadi bahan perhatian bagi pengelola tenaga atau SDM keperawatan dalam merancang pola ketenagaan di ruangan hendaknya ada komposisi seimbang antara senior dan junior serta pelunya pembinaan atau pelatihan yang berkelanjutan tentang pengendalian resiko kecelakaan kerja terutama cedera benda tajam yang berpotensi menularkan beberapa penyakit berbahaya termasuk HIV/AIDS. sebagian besar bekerja di Unit Perawatan Anak. dengan lama bekerja sebagian besar (70%) kurang dari lima tahun. 2004).06 (dari jumlah skor tertinggi . Temuan penelitian ini memperkuat hasil temuan terdahulu bahwa seluruh tenaga kesehatan di dunia diperkirakan mengalami 2 juta kecelakaan kerja cedera benda tajam yang menjadi perantara penularan hepatitis B.

tertular penyakit. politik. pengetahuan tersebut masih mudah untuk diingat kembali.31). Dilihat dari mean jumlah skor praktik sebesar 75. padahal hal tersebut tidak direkomendasikan lagi oleh WHO (2003) yang menganjurkan tidak perlu lagi ditutup dulu karena saat penutupan ulang itulah yang banyak menimbulkan kecelakaan tertusuk. semua perawat harus menunjukan kemauan untuk merawat pasien HIV/AIDS karena perawat terikat sumpah profesi yang menyatakan akan tetap berusaha memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas kepada semua pasien tanpa membeda-bedakan suku bangsa. maka perawat pun harus selalu siap untuk memberikan pelayanan keperawatan pada berbagai pasien dengan berbagai kasus penyakit. Responden masih banyak yang mempraktikan menutup jarum bekas suntik sebelum dibuang ke tempat sampah (Mean = 3.81).74 (dari jumlah skor tertinggi 96) menunjukan bahwa kebanyakan responden melaporkan sering dan selalu melakukan halhal yang ditanyakan diangket. Hal ini menunjukan bahwa meskipun responden banyak yang belum mengikuti pelatihan khusus tentang pengendalian infeksi. agama. termasuk jenis penyakit yang diderita. dan sebagainya. mencuci tangan dengan menngunakan antiseptik setelah melakukan prosedur yang berhubungan dengan darah atau cairan tubuh pasien merupakan item yang paling sering dilakukan oleh responden dalam penelitian ini. . kecuali sebagian kecil responden yang mencuci tangan sebelum memakai sarung tangan. sosial. Hal ini menunjukan secara mental responden menunjukan kesiapan atau kemauan untuk merawat pasien HIV/AIDS. juga ditunjukan dengan sedikitnya responden yang membuang jarum bekas suntik tanpa ditutup ke tempat khusus jarum suntik (Mean = 1. Lebih dari setengahnya responden menujukan sikap mendukung (favorable) terhadap perawatan pasien HIV/AIDS. Idealnya.8%) masih menjawab benar untuk pertanyaan jarum bekas suntik sebaiknya ditutup dahulu sebelum dibuang ketempat sampah . namun secara umum responden mengenal pengetahuan tersebut mungkin ketika dalam proses pendidikan keperawatan dan dengan pengalaman kerja yang relatif belum lama. hampir setengahnya responden yang lainnya menunjukan sikap tidak mendukung (unfavorable). Namun demikian. Pada urutan selanjutnya tampak bahwa kebanyakan responden mempraktikan mencuci tangan sesuai indikasi yang diperlukan. Hal ini terlihat dari kebanyakan responden (57. Oleh karenanya selama institusi tempat perawat bekerja dapat melindungi dari kemungkinan dampak negatif akibat kerja. maka mengikuti perkembangan ilmu pengetahuanterkini maerupakan keharusan agar tetap bisa menjalani profesi secara baik.78) dan sedikit responden yang memakai sarung tangan ketika melakukan tindakan suntik (Mean = 1. Jika dilihat dari urutan item yang paling sering atau selalu 24 dilakukan oleh responden (tabel 5. Namun disisi lain. misalnya dengan memberikan fasilitas yang cukup dan memenuhi standar keselamatan kerja serta peningkatan kompetensi secara berkesinambungan. Hal ini konsisten dengan data pengetahuan yang menunjukan sebagian besar responden masih menganggap benar menutup kembali jarum suntik terlebih dulu sebelum dibuang ke tempat sampah.88). perawat juga berhak mendapat perlindungan dari berbagai dampak negatif sebagai resiko pekerjaan seperti kecelakaan kerja. Namun demikian seiring dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan.8).

Neurologi .0 21.0 10.9 20.6 7.7 . Unit kerja .Laki-laki .VIP 6.50 . Tabel 5. Pendidikan terakhir . jenis kelamin.>50 M = 29. dan sikap dengan praktik.Sarjana Keperawatan 5.Kamar Bedah .20 . pendidikan terakhir.Perawatan Dalam .3 2. Agama .SPK/Sederajat . dan lama bekerja (N = 90) Karakteristik 1.Islam 4.Perempuan 3.III Keperawatan .0 4. 2003). Hal ini bisa dijelaskan bahwa.01). Jenis kelamin . agama.41 . Lama bekerja Frekuensi 63 19 4 4 Prosentase 70. sikap.Perawatan Kebidanan . Penemuan ini memperkuat teori social cognitive theory yang menyatakan bahwa perilaku seseorang (dalam konteks ini praktik pencegahan umum terhadap penularan HIV/AIDS) dipengaruhi oleh aspek kognitif yang dibentuk dari pengetahuan tentang sesuatu yang berkaitan dengan perilaku yang akan dimunculkan.Perawatan Anak . padahal baik secara teoritis maupun empiris keterkaitan antara pengetahuan. dan sikap dengan praktik tidak berhubungan secara bermakna.2 18. sikap merupakan kecenderungan perilaku yang belum nyata (overt behavior) dan sikap bukan satu-satunya penentu namun masih banyak faktor lain yang berpengaruh terhadap munculnya perilaku (Azwar.Perawatan Bedah .1 4.4 29 61 90 4 84 2 6 11 17 18 9 4 5 7 7 6 32.31 . dalam penelitian ini tidak terbukti adanya hubungan yang bermakna antar pengetahuan dengan sikap.7 12.ICU .UGD .8 6.4 93. dan perilaku sudah banyak diketahui keterkaitannya.8 7.30 .Hasil uji statistik korelasi dengan menggunakan pearson product moment correlation menunjukan bahwa skor pengetahuan berhubungan positif secara bermakna dengan skor praktik responden (r = 0.4 5. sedangkan pengetahuan dengan sikap.D. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi skor pengetahuan semakin tinggi pula skor praktik. Namun disisi lain.8 100 4. Usia (tahun) .2 6.Umum/Sementara .271 p = < 0. unit kerja.3 SD = 6.4 4.2 67.40 .89 R = 21 52 2.1 Karakteristik responden berdasarkan usia.

Tabel 5.9) 29 (9.0 suntik Menusukan jarum suntik ke 14 11.8 Lainnya .0 Merawat luka 21 16.4.> 10 tahun M = 4 SD = 3.3) 59 (19.1 Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Masalah Gizi .4 Permasalahan Gizi di Indonesia 2.1 tampak bahwa sebagian besar responden (74%) melaporkan pernah mengalami kecelakaan kerja cedera benda tajam.2 botol obat Membuka obat ampul 40 32. Sedangkan untuk jenis kecelakaan cedera tersebut dan aktivitas yamg sedang dilakukan ketika cedara tersebut terjadi seperti termuat dalam tabel 5.3) 74 (24..0 Jumlah 125 100 2.6) 302 (100) Tabel 5.> 5 10 tahun .5 R = 1 63 19 8 13 70.4) 130 (43) 95 (31.9 Diagram 5.6) 7 (2.5) 119(39.4) 77 (25.5) Shift Kerja Sore (%) Malam(%) 32 (10.1 Distribusi frekuensi dan prosentase responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja cedera benda tajam (N=90) Dari diagram 5.8) 10 (3.1 8.2 Jumlah dan jenis kecelakaan kerja berdasarkan shif kerja selama setahun Terakhir Jenis kecelakaan Pagi (%) Tertusuk jarum suntik Teriris pisau Tergores pecahan ampul/vial obat Terkena cipratan darah/cairan tubuh pasien Jumlah (%) 41 (13.3) 26 (8.3) 31 (10.6) 1 (0.33) 21 (6._ 5 tahun . infus 5 4.3 di bawah.6) Jumlah (%) 99 (32.0 21.3 Jenis aktivitas pekerjaan yang sedang dilakukan ketika kecelakaan kerja cedera benda tajam terjadi Frekuensi Prosentase Menutup kembali jarum 45 36.3) 25 (8.7) 28 (9.6) 2 (0.

bibit jenis unggul. ekonomi. dan kesehatan dapat mengakibatkan penurunan. pemanfaatan pangan. produksi pangan. Selain itu. Belakangan ini kebanyakan dari lahan sulit untuk diusahakan tanpa adanya biaya produksi yang berarti. demografi. distribusi pangan. Selein itu karna pertambahan penduduk yang sangat cepat mempersempit lahan. kegiatan dan infeksi atau parasit) akan berpengaruh terhadap proses metabolism. Enam kelompok faktor dibawah bidang produksi dan distribusi pangan yang terdiri dari: tenaga kerja pertanian. miskin dan pangan tidak tersedia cukup. Golongan miskin menggunakan bagian terbesar dari pendapatan untuk memenuhi kebutuhan makanan. Masalah yang sering dihadapi tentang kekurangan pangan adalah kecendrungan para petani di Negara-negara bukan industry beralih ketanaman perdagangan dan pada saat yang bersamaan jumlah penduduk makin meningkat. ketidakseimbangan atau kelebihan konsumsi zat gizi. Faktor ekonomi Kemiskinan sebagai penyebab gizi kurang menduduki posisi pertama pada kondisi yang umum. memperkecil produksi. Faktor pertanian Produksi pertanian rendah di hamper semua Negara berkembang menjadikan pembatas bagi usaha-usaha untuk memperbaiki keadaan gizi penduduk. Sementara itu ketidakmerataan lahan pertanian juga merupakan hambatan yang harus diperhitungkan dalam upaya perbaikan gizi penduduk. pupuk. Gizi kurang menurunkan produktifitas kerja sehingga pendapatan menjadi rendah. Perubahan keseimbangan atau kelebihan konsumsi ini dan tiga faktor lainnya yang berkaitan dengan pemanfaatan pangan (fisiologis. b. Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan kedalam 3 bidang yaitu: a. budaya. tetapi kurang aktivitas fisiknya. gizi kurang menyebabkan daya tahan tubuh atau resistensi terhadapa penyakit menjadi rendah. Gizi kurang terjadi karena defisiensi atau ketidakseimbangan energy atau zat gizi. dan c. dimana keluarga lainnya hanya 2/3nya. Dinegara maju masalah yang umum yang dihadapi adalah obesitas yang diakibatkan oleh konsumsi zat gizi yang berlebihan. b. Produksi per satuan luas tetap masih rendah dengan tanpa menerapkan panca usaha pertanian termasuk penggunaan irigasi.Masalah gizi dikenal sebagai maslah yang multikompleks karena disamping banyaknya faktor satu dengan faktor lainnya. Para perencana pembangunan ahli ekonomi berpendapat bahwa dengan perbaikan taraf . a. obat -obatan dan cara tanam yang teratur.

Faktor budaya Unsur-unsur budaya mampu menciptakan suatu kebiasaan makan penduduk yang kadang-kadang bertentangan dengan prinsip ilmu gizi. c. Dalam beberapa budaya ada yang memprioritaskan anggota keluarga tertentu untuk menkonsumsi hidangan keluarga yang telah disiapkan yaitu umumnya kepala keluarga. Ibu hamil dan menyusui yang mangalami kurang gizi akan mempengaruhi janin yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. periode sejak mulai disapih sampai umur 5 tahun merupakan masa-masa rawan dalam siklus hidupnya. (suhardjo. Pertumbuhan yang cepat dan hilanganya kekebalan pasif berada dalam periode ini. . Apabila keadaan tersebut berlansug lama dapat berakibat timbulnya kekurangan gizi dalam keluarga. Faktor infeksi Antara status gizi kurang dan infeksi terdapat interaksi bolak-balik. e. upaya intervensi terhadap golongan ibu hamil dan menyusui sangat penting dari segi pembinaan kualitas hidup manusia dimasa mendatang. Penyebab masalah gizi: Penyebab langsung : Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Bagi anak kecil. Apabila dalam masa ini anak tidak medapatkan perhatian khusus. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang. Infeksi dapat menimbulakn gizi kurang melauli berbagai mekanismenya. Misalnya bahan-bahan makanan tertentu oleh sesuatu budaya masyarakat dapat dianggap tabu untuk dikonsumsi karena alasan-alasan tertentu. 2005). Walaupun hanya terjadi infeksi jaringan sudah menimbulkan kehilangan nitrogen. maka sangat mudah jatuh kedalam jurang masalah gizi kurang. Faktor fisiologis Faktor fisiologis dalam kebutuhan gizi atau kemampuan dalam metabolism zat gizi merupakan faktor utama yang berpengaruh dalam pemanfaatan pangan oleh tubuh. Gizi yang baik akan berdampak pada peningkatan keadaan ekonomi keluarga maupun Negara. d.ekonomi maka tingkat gizi penduduknya akan meningkat. Oleh k arena itu kualitas bayi atau anak akan sangat tergantung pada status gizi ibunya. Yang paling penting efek lansung dari infeksi sistemik pada katabolisme jaringan. Dengan demikian.

kwashiorkor atau marasmic-kwashiorkor dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah. Penyebab tidak langsung : Terdapat tiga penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu : 1. pada akhirnya dapat menderita gizi kurang. apabila sesuai dengan standar anak disebut Gizi Baik. Bila gizi buruk disertai dengan tandatanda klinis seperti . wajah sangat kurus. Setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya. Pola pengasuhan anak kurang memadai. 2. Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai.2 Masalah-Masalah Gizi Masalah gizi terbagi menjadi masalah gizi makro dan mikro.tetapi juga penyakit. maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit. Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu. Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. sedangkan jika jauh di bawah standar disebut Gizi Buruk. 3. wajah membulat dan sembab disebut Kwashiorkor. Marasmus dan . Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit. dan bila ada bengkak terutama pada kaki. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan. Masalah gizi makro adalah masalah yang utamanya disebabkan kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik fisik. mental dan sosial. 2. Kalau sedikit di bawah standar disebut Gizi Kurang. perut cekung. Anak balita yang sehat atau kurang gizi secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan antara berat badan menurut umur atau berat badan menurut tinggi. Sistim pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan. perhatian. kulit keriput disebut Marasmus. Bila terjadi pada anak balita akan mengakibatkan marasmus.4. muka seperti orang tua. Manifestasi dari masalah gizi makro bila terjadi pada wanita usia subur dan ibu hamil yang Kurang Energi Kronis (KEK) adalah berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR).

terhenti bahkan turun Ukuran lingkar lengan menurun Maturasi tulang terlambat . Penyebab y y y y Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah Gangguan sistem pencernaan atau penyerapan makanan Pengetahuan yang kurang tentang gizi Konsep klasik diet cukup energi tetapi kurang pprotein menyebabkan kwashiorkor y y Diet kurang energi walaupun zat gizi esensial seimbang menyebabkan marasmus Kwashiorkor terjadi pada hygiene yang buruk .energy malnutrition) . Kita dapat menentukan seseorang dalam kategori gizi baik. dan Gangguan Akibat Kurang Yodium).Kwashiorkor atau Marasmus Kwashiorkor dikenal di masyarakat sebagai busung lapar . Kekurangan Kalori Protein (KKP) KKP ini juga sering disebut sebagai KEP ( kekurangan energi protein) atau dalam bahasa inggris disebut PEM ( protein. Gizi mikro (khususnya Kurang Vitamin A. Orang yang menderita KKP akan bermanifestasi dalam bentuk kekurangan berat badan/ kurus.KKP disebabkan karena seseorang yang dalam waktu lama menu makanannya kekurangan zat sumber tenaga/ kalori ( karbohidrat dan lemak) dan juga sumber zat pembangun yaitu protein. yang terjadi pada penduduk desa yang mempunyai kebiasaan memberikan makanan tambahan tepung dan tidak cukup mendapatkan ASI y Terjadi karena kemiskinan sehingga timul malnutrisi dan infeksi Gejala klinis KEP ringan y y y y Pertumbuhan mengurang atau berhenti BB berkurang. gizi kurang atau gizi buruk setelah membandingkan pada tabel antara umur dan berat badan sesuai jenis kelamin dan tabel perbandingan panjang badan dan berat badan sesuai jenis kelamin. Adapun secara umum masalah gizi yaitu : A. Anemia Gizi Besi. Sering kita sebut sebagai gizi kurang / gizi buruk .

kering dan mengendur Torax atau sela iga cekung Atrofi otot.y y y y Rasio berat terhadap tinggi normal atau menurun Tebal lipat kulit normal atau menurun Aktivitas dan perhatian kurang Kelainan kulit dan rambut jarang ditemukan Pembagian y y y Marasmus Kwashiorkor Marasmus-kwashiorkor Marasmus adalah kekurangan energi pada makanan yang menyebabkan cadangan protein tubuh terpakai sehingga anak menjadi kurus dan emosional . Sering terjadi pada bayi yang tidak cukup mendapatkan ASI serta tidak diberi makanan penggantinya. sinar mata sayu Mental cengeng Feces lunak atau diare Rambut hitam. lemak subkutan menghilang hingga turgor kulit menghilang y y y y y y y Kulit keriput. dingin. atau terjadi pada bayi yang sering diare. Penyebab y y y Ketidakseimbangan konsumsi zat gizi atau kalori didalam makanan Kebiasaan makanan yang tidak layak Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan Tanda dan gejala y y y y y y Wajah seperti orang tua. tulang terlihat jelas Tekanan darah lebih rendah dari usia sebayanya Frekuensi nafas berkurang Kadar Hb berkurang Disertai tanda-tanda kekurangan vitamin . terlihat sangat kurus Mata besar dan dalam. tidak mudah dicabut Jaringan lemak sedikit atau bahkan tidak ada.

kulit tidak keriput) y y y y y y y y Iga normal-tertutup oedema Atrofi otot Anoreksia Diare Pembesaran hati Anemia Sering terjadi acites Oedema Kwashiorkor-marasmik memperlihatkan gejala campuran antara marasmus dan kwashiorkor . Meski penyebab utama kwashiorkor adalah kekurangan protein. mudah dicabut Jaringan lemak masih ada Perubahan warna kulit (terdapat titik merah kemudian menghitam. jarang. Penyebab y y y y y Kekurangan protein dalam makanan Gangguan penyerapan protein Kehilangan protein secara tidak normal Infeksi kronis Perdarahan hebat Tanda dan gejala y y y y y y y y Wajah seperti bulan moon face Pertumbuhan terganggu Sinar mata sayu Lemas-lethargi Perubahan mental (sering menangis.Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan sering timbul pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini kebutuhan protein tinggi. pada stadium lanjut menjadi apatis) Rambut merah. tetapi karena bahan makanan yang dikonsumsi kurang menggandung nutrient lain serta konsumsi daerah setempat yang berlainan. akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara.

Penyebab y y Intake makanan yang mengandung vitamin A kurang atau rendah Rendahnya konsumsi vitamin A dan pro vitamin A pada bumil sampai melahirkan akan memberikan kadar vitamin A yang rendah pada ASI y y MP-ASI yang kurang mencukupi kebutuhan vitamin A Gangguan absorbsi vitamin A atau pro vitamin A (penyakit pankreas. kekeringan mata karena gangguan kelenjar air mata ( xeropthalmia) yang merupakan penyebab utama kebutaan di negara berkembang. Untuk mengatasinya biasakan anak untuk mengkonsumsi sayuran/ buah berwarna merah misal wortel. KEP dll) y Gangguan konversi pro vitamin A menjadi vitamin A pada gangguan fungsi kelenjar tiroid y Kerusakan hati (kwashiorkor. Vitamin A berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan kulit. Gejala awal kekurangan vitamin A adalah rabun senja atau rabun ayam yaitu terjadi gangguan adaptasi melihat gelap. muntah Fontanela meningkat Kronis y Anoreksia . KVA (kekurangan vitamin A) Vitamin A berasal dari karoten yang banyak tedapat pada sayuran dan buah buahan berwarna merah atau jingga misal wortel. kurangnya sekresi lendir mukosa sehingga mudah terkena serangan bakteri. diare kronik. xerosis konjungtiva. xerosis kornea Kadar vitamin A dalam plasma <20ug/dl Tanda hipervitaminosis Akut y y Mual.gigi.B. tomat dll. tulang . hepatitis kronik Tanda dan gejala y y Rabun senja-kelainan mata. Dan ikuti program bulan kapsul vitamin A yaitu februari dan agustus dimana balita akan mendapatkan kapsul vitamin A secara gratis. selaput lendir. tomat. gejala lainnya adalah kulit yang sangat kering. penglihatan dan reproduksi. bercak bitot.

000 IU). ibu nifas (200.y y y Kurus Cengeng Pembengkakan tulang Upaya pemerintah y y y Penyuluhan agar meningkatkan konsumsi vitamin A dan pro vitamin A Fortifikasi (susu. dan pneumonia C. Karena sekarang ini masih ada garam yang belum beryodium dan ada pula yang kandungan yodiumnya tidak sesuai persyaratan sehingga menimbulkan dampak penyakit GAKY . balita (200. Terjadi pada kawasan pegunungan dan . Untuk menanggulangi nya pemerintah melaksanakan pemberian kapsul yodium dan jangka panjang dengan program iodisasi garam. Dosis saat ditemukan :jika usia >12 bulan 200. diare yang bisa berujung pada morbiditas dan mortalitas. ditemukan buta senja. dosis pada hari berikutnya diberikan sesuai usia demikian pula pada 1-4 minggu kemudian dosis yang diberikan juga sesuai usia y Pasien campak. usia < 6 bulan 50.000 IU) y Kejadian tertentu. bayi (100.000 IU pada bulan februari dan agustus). hari berikutnya (200.000 IU) Catatan y Vitamin A merupakan nutrient esensial.000 IU).000 IU. GAKY (Gangguan akibat kekurangan yodium) Yodium adalah salah satu mineral yang sangat penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan. mie instan) Distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita 1-5 tahun (200. MSG.000 IU.000 IU) dan 4 minggu berikutnya (200. bercak bitot. dimana jika asupannya berlebihan bisa menyebabkan keracunan karena tidak larut dalam air y Gangguan asupan vitamin A bisa menyebabkan morbili. Dosis saat ditemukan (200. anak usia 6 -12 bulan (100.000 IU). yang hanya dapat dipenuhi dari luar tubuh. keterbelakangan mental dan penyakit pembesaran kelenjar gondok.000 IU) y Bila ditemukan xeroptalmia. usia 6-12 bulan 100. tepung terigu. Kekurangan yodium akan menyebabkan gangguan pertumbuhan kerdil.000 IU.

Defisiensi yang berlangsung lama akan mengganggu fungsi kelenjar tiroid yang secara perlahan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok. bisu-tuli.perbukitan yang tanahnya tidak cukup mengandung yodium. diplegia spatik) Miksedema (memperlihatkan gejala hipotiroid dan dwarfisme) Defisiensi pada BBL y y Penting untuk perkembangan otak yang normal Terjadi penurunan kognitif dan kinerja motorik pada anak usia 10-12 tahun pada mereka yang dilahirkan dari wanita yang mengalami defisiensi yodium Defisiensi pada anak y y y Puncak kejadian pada masa remaja Prevalensi wanita lebih tinggi dari laki-laki Terjadi gangguan kinerja belajar dan nilai kecerdasan Klasifikasi tingkat pembesaran kelenjar menurut WHO (1990) y Tingkat 0 : tidak ada pembesaran kelenjar . aborsi. cacat lahir Terjadi kretinisme endemis Jenis syaraf (kemunduran mental. Dampak Pembesaran kelenjar gondok Hipotiroid Kretinisme Kegagalan reproduksi Kematian y y y y y Defisiensi pada janin y y y y y Dampak dari kekurangan yodium pada ibu Meningkatkan insiden lahir mati.

makanan yang panas. hipotiroid juvenile. mata juling). gondok neonatus Anak dan remaja : gondok. Hemoglobin inilah yang memberikan warna merah pada darah kita. Karena hemoglobin inilah yang memberikan warna merah. defisiensi mental. rebung. hipotiroid. Anemia kekurangan zat Besi Anemia adalah keadaan kurangnya kadar hemoglobin dalam sel darah merah manusia. cacat bawaan. pedas dan rempah-rempah. rumput laut dan sea food. ubi kayu. lahir mati. pembesaran tidak terlihat pada posisi tengadah maksimal y y Tingkat IB : hanya terlihat pada posisi tengadah maksimal Tingkat II : terlihat pada posisi kepala normal dan dapat dilihat dari jarak ± 5 meter y Tingkat III : terlihat nyata dari jarak jauh Spektrum gangguan akibat kekurangan yodium y Fetus : abortus. hanya dapat diketahui dengan palpasi. gangguan fungsi mental. buncis. kematian bayi. gangguan fungsi mental (IQ rendah). hipertiroid diimbas oleh yodium Sumber makanan beryodium yaitu makanan dari laut seperti ikan. Hemoglobin ini merupakan komponen yang terbuat dari zat besi dan protein. kretinisme miksedema. Sedangkan penghambat penyerapan yodium (goitrogenik) seperti kol. Hemoglobin berfungsi mengikat dan menyalurkan oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat CO2 sisa metabolisme dari jaringan tubuh untuk dibuang lewat paru paru serta berperan juga dalam transpor gas nitrit oksida yang berperan dalam pengaturan tekanan darah. kretinisme nervosa (bisu tuli. kerusakan psikomotor y y Neonatus : gangguan psikomotor. hipotiroid n eonatal. sawi.y Tingkat IA : kelenjar gondok membesar 2-4x ukuran normal. gangguan perkembangan y Dewasa : gondok. D.maka orang yang anemia kulit wajah dan selaput matanya akan kelihatan berwarna pucat. . Keadaan anemia ini akan menyebabkan kegagalan transport oksigen ke seluruh tubuh dan menumpuknya CO2 sisa metabolisme jaringan sehingga sangat berbahaya . kematian perinatal. ubi jalar.

bisa diakibatkan defisiensi vitamin B12 Anemia aplastik adalah anemia yang berat.Anemia defisiensi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit. Ciri y y Akan memperlihatkan respon yang baik dengan pemberian preparat besi Kadar Hb meningkat 29% setiap 3 minggu Tanda dan gejala y y y y y y Pucat (konjungtiva. otot kerangka. menurunnya kemampuan berfikir serta perubahan tingkah laku. hematokrit (Ht) dan eritrosit lebih rendah dari nilai normal. telapak tangan. palpebra) Lemah Lesu Hb rendah Sering berdebar Papil lidah atrofi . akibat defisiensi salah satu atau beberapa unsur makanan yang esensial yang dapat mempengaruhi timbulnya defisiensi tersebut. Macam-macam anemia Anemia defisiensi besi adalah anemia karena kekurangan zat besi atau sintesa hemoglobin Anemia megaloblastik adalah terjadinya penurunan produksi sel darah merah yang matang. leukopenia dan trombositopenia. Keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb). hipoplastik atau aplastik ANEMIA DEFISIENSI BESI y y Prevalensi tertinggi terjadi didaerah miskin. gizi buruk dan penderita infeksi Hasil studi menunjukan bahwa anemia pada masa bayi mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya disfungsi otak permanen y Defisiensi zat besi menurunkan jumlah oksigen untuk jaringan.

sehingga jika dalam makanannya kekurangan zat besi maka akan terjadi anemia . Tablet besi yang lama kurang disuka karena bau besinya menimbulkan efek mual dan pusing Kini tablet besi baru sudah diberi selaput gula untuk menghilangkan bau besinya dan sudah diberi warna serta kemasan yang menarik dalam alumunium foil sehingga diharapkan. Anemia pada ibu hamil dapat mengganggu janin yang dikandungnya karena suplai makanan dan oksigen janin akan terganggu karena kekurangan darah yang berfungsi sebagai media transport dan juga pada balita yang kondisinya masih lemah. . dan membutuhkan banyak zat besi untuk pertumbuhan Dalam mengatasi anemia karena kekurangan zat besi ini pemerintah telah menggalakkan pemberian suplemen zat besi berupa tablet zat besi ( ferrous sulfat) terutama kepada ibu hamil sejak awal kehamilan. Diharapkan setiap ibu hamil dapat minum tablet besi setiap hari paling sedikit 90 tablet besi selama kehamilannya.y y y Takikardi Sakit kepala Jantung membesar Dampak y y Produktivitas rendah SDM untuk generasi berikutnya rendah Penyebab Sebab langsung y y y Kurang asupan makanan yang mengandung zat besi Mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi Infeksi penyakit Sebab tidak langsung y Distribusi makanan yang tidak merata ke seluruh daerah Sebab mendasar y y Pendidikan wanita rendah Ekonomi rendah Pada ibu hamil dan anak yang sedang dalam masa pertumbuhan terjadi peningkatan kebutuhan akan zat besi .

yaitu gangguan primer pada pusat pengatur masukan makanan y Obesitas metabolik.E. namun tidak selalu identik dengan obesitas BB >>> tidak selalu obesitas Penyebab y y y y y y Perilaku makan yang berhubungan dengan faktor keluarga dan lingkungan Aktifitas fisik yang rendah Gangguan psikologis (bisa sebagai sebab atau akibat) Laju pertumbuhan yang sangat cepat Genetik atau faktor keturunan Gangguan hormon Gejala y y y y y y Terlihat sangat gemuk Lebih tinggi dari anak normal seumur Dagu ganda Buah dada seolah-olah berkembang Perut menggantung Penis terlihat kecil Terdapat 2 golongan obesitas y Regulatory obesity. yaitu kelainan metabolisme lemak dan karbohidrat Resiko/dampak obesitas y y y Gangguan respon imunitas seluler Penurunan aktivitas bakterisida Kadar besi dan seng rendah Penatalaksanaan . OBESITAS y adalah penyakit gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan ditandai dengan akumulasi jaringan lemak secara berlebihan diseluruh tubuh. y Merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh y Gizi lebih (over weight) dimana berat badan melebihi berat badan rata-rata.

misalnya kebijakan yang mempunyai filosofi yang baik menolong bayi dan keluarga miskin agar tidak kekurangan gizi dengan memberikan Makanan Pendamping (MP) ASI (Hadi. Kabupaten Kota daerah membuat kebijakan yang berpihak pada rakyat.y Menurunkan BB sangat drastis dapat menghentikan pertumbuhannya. Membiarkan penduduk menderita masalah kurang gizi akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan dalam hal pengurangan kemiskinan. tapi di sisi lain terjadi gizi lebih. Oleh karena itu tujuan pembangunan beserta target yang . yaitu sesak nafas atau sampai tidak dapat berjalan. Sedangkan alternatif solusi lainnya yang dapat dilakukan antra lain (Azwar. y Kurangi asupan energi. unsur perguruan tinggi dan lain-lain. 1. Indonesia mengalami beban ganda masalah gizi yaitu masih banyak masyarakat yang kekurangan gizi. Pada obesitas sedang. Berbagai pihak terkait perlu memahami problem masalah gizi dan dampak yang ditimbulkan begitu juga sebaliknya. yaitu dengan mengubah perilaku makan y y y y Mengatasi gangguan psikologis Meningkatkan aktivitas fisik Membatasi pemakaian obat-obatan yang untuk mengurangi nafsu makan Bila terdapat komplikasi. bagaimana pembangunan berbagai sektor memberi dampak kepada perbaikan status gizi. rujuk ke rumah sakit y Konsultasi (psikologi anak atau bagian endokrin) 2. dan tubuh mengambil kekurangan dari jaringan lemak tanpa mengurangi pertumbuhan. 2004). adakalanya penderita tidak memakan terlalu banyak. sehingga latihan fisik yang intensif menjadi pilihan utama y Pada obesitas berat selain latihan fisik juga memerlukan terapi diet. dimana diet harus tetap mengandung zat gizi esensial. Upaya perbaikan gizi akan lebih efektif jika merupakan bagian dari kebijakan penangulangan kemiskinan dan pembangunan SDM. namun aktifitasnya kurang. Jumalh energi dikurangi.4.3 Solusi Permasalahan Gizi Solusi Permasalahan Gizi Masyarakat harus melibatkan semua pihak yang terkait baik pemerintah. swasta. 2005). wakil rakyat. akan tetapi vitamin dan nutrisi lain harus cukup.

Dibutuhkan adanya kebijakan khusus untuk mempercepat laju percepatan peningkatan status gizi. Gizi bukan satu-satunya faktor yang berperan untuk pembangunan sumber daya manusia. Dengan peningkatan status gizi masyarakat diharapkan kecerdasan. tepat waktu dan akurat. pendidikan diintegrasikan dalam suatu kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Disamping pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang baik dan kajian-kajian intervensi melalui kaidah-kaidah yang dapat dipertanggung jawabkan. . Pengambil keputusan di setiap tingkat menggunakan informasi yang akurat dan evidence base dalam menentukan kebijakannya. Mengembangkan kemampuan (capacity building) dalam upaya penanggulangan masalah gizi. 6. oleh karena itu diperlukan beberapa aspek yang saling mendukung sehingga terjadi integrasi yang saling sinergi. 4. 3. sehingga hambatan peningkatan ekonomi dapat diminimalkan.ditetapkan di bidang perbaikan gizi memerlukan keterlibatan seluruh sektor terkait. Intervensi yang dipilih dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting seperti: target yang spesifik tetapi membawa manfaat yang besar. Pada keluarga miskin upaya pemenuhan gizi diupayakan melalui pembiayaan publik. baik kemampuan teknis maupun kemampuan manajemen. misalnya kesehatan. LSM dan masyarakat. ketahanan fisik dan produktivitas kerja meningkat. waktu yang tepat misalnya pemberian Yodium pada wanita hamil di daerah endemis berat GAKY dapat mencegah cacat permanen baik pada fisik maupun intelektual bagi bayi yang dilahirkan. Pelaksanaan program gizi hendaknya berdasarkan kajian best practice (efektif dan efisien) dan lokal spesifik. pertanian. 5. Diperlukan sistem informasi yang baik. Meningkatkan upaya penggalian dan mobilisasi sumber daya untuk melaksanakan upaya perbaikan gizi yang lebih efektif melalui kemitraan dengan swasta. 2.

DAFTAR PUSTAKA http://www. International Nursing Review. Mitigating the plight of HIV-infected and -affected nurses in Zambia.com/doc/19374542/Definisi-Kesehatan-Lingkungan http://www. 2007 . African Journal of AIDS Research 6(1): 49 66. 54(4): 375-382(8).com/docs/32527898/?utm_source=docstoc&utm_medium=email &utm_content=downloadeddoc&utm_campaign=newreg Vitols MP.docstoc. 2007 Van Dyk AC. Occupational stress experienced by caregivers working in the HIV/AIDS field in South Africa. du Plessis E. Ng andu O.scribd.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->