P. 1
Eksekutif Politik

Eksekutif Politik

|Views: 187|Likes:
Published by detha_oktaviani

More info:

Published by: detha_oktaviani on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2015

pdf

text

original

Eksekutif Politik Eksekutif politik adalah inti pemerintahan.

Pemerintahan tanpa sebuah majelis atau pengadilan itu sangat mungkin, tapi penguasaan tanpa sebuah eksekutif adalah tidak mungkin. Tapi sebenarnya apakah eksekutif politik itu? Istilah tersebut merujuk pada para pimpinan politik yang membentuk bagian atas pemerintahan, yang angkatan pendorong pemerintahan, menetapkan prioritas, membuat keputusan dan mengawasi bagaimana mereka melakukannya. Jadi eksekutif, yang membuat kebijakan, harus dibedakan dari birokrasi, yang meletakkan kebijakan ke dalam fungsinya. Ekssekutif itu dipilih dengan cara politis, conothnya dengan pemilihan umum, dan dapat diberhentikan dengan metode yang sama. Eksekutif bertanggungjawab untuk aktivitas pemerintah; ini adalah dimana rusa jantan berhenti. Definisi Eksekutif adalah tingkatan politis di puncak pemerintah. Ia bertanggungjawab untuk mengarahkan masalah-masalah pemerintahan, mengawasi bagaimana kebijakan itu dilaksanakan, memobilisasi dukungan untuk sasarannya dan memberikan kepemimpinan seremonial dan krisis. Dalam demokrasi liberal, eksekutif berbentuk presidsiil, parlementer, atau dual. Kategori domokrasi liberal dan aturan otoriter didefinisikan dengan bagaimana ekssekutif beroperasi. Demokrasi liberal telah berhasil dalam tugastugas sulit permasalahan kekuasaan eksekutif hingga batas-batas konstitusional. Hal ini membatasi latihan kekuasaan dan menetapkan aturan -aturan suksesi ke kantor eksekutif. Dalam teori dan praktek, para pimpinan politik dalam demokrasi liberal bertanggungjawab atas kepemimpinannya. Dalam sebuah ekssekutif otoriter murni, sebaliknya, kontrol institusional dan elektoral tidak diakui atau tidak efektif. Bentuk luar dari pemerintah terpilih dapat diadopsi tapi mereka tidak membatasi pelatihan kekuasaan. Dalam prakteknya, ekssekutif otoriter tidak dapat dimintai pertanggungjawaban ± hakhak azasi manusia tidak dikenali juga tidak dihargai, dan kekerasan dapat mengenai lawan-lawan politiknya. Kakuasaan jauh dari total, tentu saja, penguasa otoriter dapat memiliki kapasitas yang lebih rendah untuk mengarahkan

masyarakat dibandingkan pemerintah terpilih dalam sebuah demokrasi liberal. Tapi lingkup pemerintahan hanya terbatas oleh politik, bukan konstitusional, realita. Dalam demokrasi liberal, ekssekutif terdiri dalam tiga bentuk: presidensiil, parlementer, dan dual. Dalam sistem presidensiil, dimana AS adalah sebuah contoh terkemuka, ekssekutif kepala sipilih secara mandiri oleh majelis dan untuk masa jabatan tetap. Presiden dipilih oleh, dan tetap bertanggungjawab pada, orang-orang yang mempunyai hak pilih. Dalam jenis parlementer, paling banyak ditemukan di sebagian besar Eropa Barat, dan juga Australia, Kanada, dan New`Zealand, kepala pemerintahan memimpin sebuah dewan kementerian yang muncul dari majelis dan berlanjut di kantor hanya sepanjang dia didukung oleh legislatif. Presiden terpilih atau monarki warisan bekerja sebagai kepala seremonial dari negara itu. Dual (atau semi-presidensiil) menggabungkan dua jenis murni. Disini, presiden terpilih yang berkuasa berdampingan dengan seorang perdana menteri yang bertanggungjawab kepada dewan. Dual eksekutif ini, yang dicontohnkan oleh Republik Perancis Kelima, telah diadopsi dalam banyak negara paska komunis. Kami akan menguji masing-masing dari ketiga bentuk ini sebelum beralih ke ekssekutif otoriter. Pemerintahan presidensiil Dunia berisi banyak presiden tapi hanya sedikit contoh dari pemerintahaan presidensiil. Semua diktator bertangan besi dapat menentukan gaya mereka sendiri µpresiden¶ dan banyak yang melakukannya. Namun, eksistensi presiden yang menentukan sendiri itu bukan pertanda pasti pari pemerintahan presidensiil. Presidensiil yang tepat adalah sebuah bentuk pemerintahan konstitusional dimana presiden bertindak sebagai ekssekutif kepala menggunakan kekuasaan yang berasal dari pemilihan langsung dan memerintah dengan sebuah badan legislatif independen (Gambar 12.1). definisi ini tidak melibatkan bukan hanya diktator yang sewenang-wenang tapi juga presiden terpilih yang tugasnya murni seremonial, seperti dalam banyak sistem parlementer. Pemerintahan presidensiil itu jarang, dibatasi umumnya dalam Amerika Serikat, dimana sistem itu dimulai, dan negara-negara Amerika Latin yang dipengaruhi oleh AS. Seperti Eropa

sumber pemerintahan perlementer, jadi rumah presidensialisme adalah Amerika. Sehingga untuk memahami presidensialisme, kami harus menguji bagaimana sistem Amerika beroperasi dalam prakteknya. Konstitusi Amerika serikat secara singkat menyatakan bahwa ³Kekuasaan Ekssekutif seharusnya terletak pada seorang Presiden Amerika Serikat.´ Dia (dan semuanya laki-laki) dipilih olth pemilihan umum populer, beroperasi melalui sebuah lembaga pemilihan nominal, selama masa jabatan empat tahun. Dibawah sebuah amandemen konstitusional tahun 1951, presiden dibatasi pada dua masa jabatan. Sepanjang masa jabatannya, presiden hanya dapat dihentikan melalui impeachment oleh kongres karena µkejahatan tinggi dan pelanggaran undangundang¶. Normalnya Kongres tidak dapat menghentikan presiden, juga presiden tidak dapat membubarkan kongres dan mengadakan pemilihan baru. Pemisahan institusi ekssekutif dan legislatif membedakan pemerintahan presidensiil dari perlementer. Untuk penyusun pertemuan konstitusi Amerika di Philadelphia di tahun 1787, masalah posisi ekssekutif menenui dilema. Mereka dengan cepat menyetujui bahwa seorang eksekutif tunggal diperlukan untuk µkeputusan, aktivitas, kerahasiaan dan pemberitaan¶. Kemudian mereka juga menginginkan untuk menghindari apapun yang dapat membuktikan sebagai µembrio monarki¶. Diatas segalanya Revolusi Amarika telah menghapuskan bangsa baru dari George III Inggris. Para pendiri pemecahan kreatif adalah kepresidenan, sebuah jabatan yang dapat menawarkan energi kepada pemerintahan dalam sebuah republik dimana Kongres diharapkan untuk memainkan peran sebagai pimpinan.

Definisi Ekssekutif presidensial terdiri dari tiga fitur: - pemilihan populer presiden (untuk memberikan legitimasi) - masa tetap dari jabatan untuk presiden dan majelis, tidak dapat saling menjatuhkan (untuk mencegah penggunaan kekuasaan yang sewenang-wenang) - Presiden mengarahkan pemerintahan dan membuat janji kunci terhadapnya. Lihat Shugart dan Carey (1992), von Mattenheim dan Rockman (1997)

Walaupun kepresidenan Amerika sering dipandang sebagai simbol kekuatan, institusi tersebut dirancang sebagai sebuah bagian dari usaha bersama untuk mengontrol tuntutan eksekutif. Patokan himpitan konstitusi dalam jabatan dengan batasan-batasan. Presiden adalah komando yang berwenang tapi Kongres memtasai kekuasaan untuk mendeklarasikan perang. Dia membuat perjanjian pemerintah tapi hanya dengan persetujuan senat. Dia merekomendasikan kongres ³batasan-batasan yang dinilainya penting dan bijaksana´ tapi tidak menawarkan cara apapun untuk memastikan usulannya diterima. Dia dapat memveto perundang-undangan tapi kongres dapat menolak keberatannya. Kongres, bukan presiden, mengontrol pengeluaran. Presiden Kennedy meringkas ambivalensi ganjil dari jabatan tersebut: Presiden dapat digambarkan dengan baik sebagai seorang laki-laki dengan kekuasaan luar biasa. Juga benar bahwa dia harus menggunakan kekuasaan tersebut dibawah batasan yang luar biasa. Exhibit 12.1 Kepresidenan bersama Menjadi presiden, mungkin kita akan berpikir, ini adalah pekerjaan untuk satu orang. Tentu saja, Lijphart (1992) mendefinisikan sistem presidensial sehingga mengesampingkan kemungkinan kepresidenan ganda. Kemudian kepresidenan bersama yang dipilih langsung telah dicoba di beberapa negara, yang tercatat adalah Uruguay, Cyprus dan Bosnia, dalam sebuah upaya untuk mewakili dalam minat utama ekssekutif dari sebuah masyarakat yang terbagi. Di Uruguay, ide aslinya adalah untuk memberi sebuah pendukung untuk seorang pemimpin yang berkuasa; Cyprus, untuk memberikan perwakilan bagi masayarakat Yunani dan Turki; dan di Bosnia, untuk mencerminkan ketertarikan Muslim, Kroasia, dan Serbia. Prestasi dari eksekutif kolektif ini sulit untuk dinilai. Ketika sistem tersebut merupakan jalan terakhir, jalan tersebut hanya digunakan dalam situasi yang sulit yang akan menguji bentuk pemerintahan apapun. Di Bosnia, yang membangun tripel ekssekutifnya di tahun 1996 setelah perang etnis yang pahit, sebuah sistem kolektif adalah satu-satunya bentuk pemerintahan yang dapat diterima oleh semua pihak. Keberhasilannya terletak pada eksistensinya.

Negara Uruguay

Struktur Eksekutif Sebuah Dewan Pemerintahan Nasional terdiri dari sembilan anggota dengan sebuah kedudukan yang bergantian Cyprus 1960-1963 Sebuah dual struktur dengan seorang Presiden Yunani dan Wakil Presiden Turki, masingmasing dengan nsebuah veto dalam hal masalah luar negerinya. Bosnis 1996Sebuah kepresidenan tripartit yang terdiri dari Kroasia, Muslim, dan Serbia. Dua poin yang mengalir dari posisi konstitusi kepresidenan. Pertama, untuk menggambarkan hubungan antara presiden dan kongres sebagai sebuah µpemisahan kekuasaan¶ itu rancu. Dalam realitasnya, ada pemisahan institusi dibandingkan kekuasaan legislatif dan ekssekutif. Presiden dan kongres berbagi kekuasaan pemerintahan: presiden mempengaruhi kongres tapi tidak dapat mendiktenya. Sistem terpisah ini, seperti yang disebut oleh Jones (1994), adalah tak terpisahkan, ruwer dan saling menyeimbangkan. Ini mencerminkan upaya yang berhasil oleh pendiri untuk membangun cek dan keseimbangan ke dalam pemerintahan Amerika. Kedua, dalam sebuah sistem bersama kontrol kekuasaan presidensial menjadi kekuatan untuk meyakinkan (Neustadt, 1980). Seperti yang dikatakan oleh presiden Truman, µkekuatan utama yang harus diberikan oleh presiden kepada rakyatnya adalah untuk meyakinkan mereka untuk melakukan apa yang mereka harus lakukan tanpa bujukan.¶ Dalam tugas membujuk ini presiden memiliki tiga pilihan: pergi ke Washington, menemui rakyatnya, dan go internasional (Rose, 1991): µPergi ke Washington¶ melibatkan presiden dalam perputaran dan bersinggungan dengan kongres dan anggota-anggotanya, mengumpulkan mayoritas suara untuk proposal legislatifnya.

Periode 1952-1966

-

µMenemui Rakyatnya¶ berarti presiden menggunakan akses tanpa saingannya kepada media massa untuk mempengaruhi opini publik dan membujuk washington secara tak langsung: Ronald Reagen adalah seorang pakar dalam hal strategi ini.

-

µGo Internasional¶, akhirnya, mencerminkan keterlibatan Amerika dalam masalah-masalah dunia. Setiap presiden sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam hal hubungan asing dan masalah keamanan nasional.

Manapun jalan yang diambil oleh presiden, tugasnya adalah persuasif. Paradoks dari kepresidenan Amerika ± kelemahan politik diantara menjebak kekuasaan yang maha besar ± dicerminkan dalam jaringan pendukung presiden. Untuk memenuhi kebutuhnan presidensial untuk informasi dan saran, sebuah konglomerasi badan-badan pendukung telah disusun. Secara kolektif dikenal sebagai Badan ekssekutif dari presiden, ini memberikan dukungan yang lebih besar dibandingkan yang tersedia pada eksekutrif kepala dalam sistem parlementer. Kemudian alat nasehat ini sering terbukti lemah. Banyak penasehat merupakan orang diluar politik, ditunjuk oleh presiden di awal masa jabatannya sebelum pandangannya terhadap politik washington itu terbentuk. Jauh dari membantu presiden, para penasehat ini kadang-kadang berakhir dalam meruntuhkan kedudukanya. Skandal Watergate tahun 1970 menghancurkan kepresidenan Richard Nixon; skandal Iran-Kontra di tahun 1980 meruntuhkan reputasi Ronald Reagen. Satu masalah adalah bahwa sistem presidensiil kekurangan kabinet yang kuat untuk menawarkan keseimbangan terhadap penasehat personal. Di AS, rapat kabinet lebih sedikit dari kesempatan foto presidensial. Para kepada departemen mengikuti agenda mereka, dan bukan agenda presiden. Ini adalah kontras yang tajam terhadap ekssekutif parlementer dimana kabinet adalah puncak kolektif dari proses pengambilan keputusan.

Box 12.1 Pemerintahan presidensial: keuntungan dan kerugian Keuntungan - masa jabatan tetap presiden memberikan stabilitas dalam ekssekutif - pemilihan populer ekssekutif kepala itu demokratis, memungkinkan warga negara untuk memilih untuk presiden dan untuk anggota legislatif - lehislatif tidak berubah dengan dukungan atau meruntuhkan pemerintahan, sehingga memungkinkannya, dalam prinsipnya, untuk menilai rancangan undangundang karena manfaatnya - pemisahan kekuasaan mendorong pembatasan pemerintahan dan sehingga melindungi kebabasan - dipilih oleh negara secara umum, presiden memiliki pandangan nasional dan mencoba untuk membujuk dewan untuk melakukan hal yang sama Kerugian - masa jabatan yang tetap itu terlalu tidak lentur, µsemuanya kaku tertentu, dan , tertanggal,¶ tulis Bagehot. - batasan satu atau dua masa menyianyiakan pengalaman dan kemampuan seorang presiden yang baik. Bukan tidak jarang, presiden berusaha membuat amandemen untuk melanjutkan jabatannya. - hanya satu partai yang dapat menang, yang lainnya kalah - politisi dengan daya tarik publik untuk memenangkan pemilihan seringkali merupakan orang liar dari politik yang menghasilkan ekssekutif kepala yang buruk. - terlalu banyak tergantung pada satu orang. Kepopuleran fokus pada presiden, dibesar-besarkan oleh televisi, menyebabkan harapan yang berlebihan. - bukti menyatakan bahwa demokrasi kresidenan memiliki kecenderungan lebih kecil untuk berkonsolidasi dibandingkan demokrasi parlementer (Stepan dan Skack, 1993). Khususnya, seorang presiden yang frustrasi atau ambisium akan menjadi seorang diktator. Sumber: Linz (1990), Mainwaring dan Shugart (1997a)

Pengalaman demokrasi Amarika Latin seperti Chile, Venezuela dan Costa Rica memperkuat kesimpulan presiden berada di posisi yang lemah kecuali jika mereka berhasil dalam memobilisasi dukungan dari cabang-cabang lain dalam pemerintahan. Walaupun Amarika latin memiliki tradisi yang lebih kuat dalam hal kepemimpinan personal dibandingkan Amerika Serikat, presiden yang terpilih secara demokratisnya memiliki pengalaman kesulitan dalam memperoleh legislasi melalui sebuah dewan yang bermusuhan (presiden yang tidak terpilih di benua tersebut seringkali terbagi dengan keseluruhan dewan tapi ini bukanlah sistem presidensial yang telah kami definisikan) tentu saja, ketika status legislatif meningkat dengan demokratisasi, sehingga presiden telah menemukan

meningkatkan masalah pemerintahan efektif. Di Amerika latin (seperti di Korea Selatan), banyak presiden yang menghadapi hambatan tambahan satu periode, yang berarti mereka menjadi seekor bebek dungu ketika masa jabatannya berlangsung. Kesimpulan Mainwaring (1992, hal. 113) menenangkan bagi mereka yang menyamakan aturam pemerintah dengan pemerintah yang kuat: µkekuasaan ekssekutif yang kuat hampir tak dapat dihapuskan jika demokrasi itu berhasil, kemudian sejarah demokrasi presidensial di Amarika Latin seringkali salah satu ekssekutif yang terhenti¶. Banyak orang kuat yang terhenti karirnya sebagai presiden yang lemah. Untuk alasan ini, saran Linz (1990, hal. 127), bahwa pemerintah presidensial terbukti µkurang kondusif terhadap stabilitas demokratik¶

dibandingkan pemerintahan parlementer. Tentu saja, Linz berpendapat bahwa Amerika Serikat hanyalan contoh yang utuh dari pemerintahan presidensial dalam sebuah demokrasi. Dia percaya bahwa sistem presidensial menempatkan terlalu banyak dan tresiko pertaruhan pada kemampuan seorang pemimpin untuk menyelesaikan kekuasaan yang terbagi yang dibangun dalam sistem tersebut. lebih jauh, masa jabatan tetap presiden mengurangi kemampuan untuk merubah pimpinan sebagai jawaban atas situasi baru. Linz kemudian merekomendasikan tatanan parlementer yang lebih fleksibel, terutama kepada demokrasi baru dengan perpecahan parlemen yang dalam dan banyak partai politik.

Pemerintahan Parlemen Dimana ekssekutif presidensial terpisah dari dewan dan terpilih secara independen, eksekutif parlemen secara organisasi terkait dengan legislatif (gambar 12.2). pemerintah muncul dari dewan dan dapat diturunkan oleh pengambilan suara secara terbuka. Dengan token yang sama pemerintah dapat, dalam sebagian besar kasus, membubarkan dewan dan mengadakan pemilihan baru. Jika paradoks presidensialisme adalah kelemahan ekssekutif diantara munculnya kekuatan, puzzle pemerintahan parlementer adalah untuk menjelaskan mengapa

pemerintahan yang efektif masih dapat muncul dari kerentanan mutual dari dewan dan ekssekuti. Definisi Pemerintahan Parlementer memiliki tiga sifat utama: - partai pemerintah muncul dari majelis. Kementrian pemerintah biasanya diambil dari, dan tetap anggota, dari legislatif - Ekssekutif adalah bersama, mengambil bentuk sebuah kabinet atau dewan kementrian dimana perdana menteri secara tradisional hanyalah pertama diantara yang lain. - kepala pemerintahan, (disebut perdana menteri, atau kanselir) dan kabinet dapat diberhentikan dari jabatannya melalui sebuah pengambilan suara karena ketidak percayaan oleh parlemen. Paska perdana menteri biasanya terpisah dari kepada negara tersebut. Jika Amarika serikat adalah contoh klasik dari presidensialisme, Inggris adalah contoh yang paling berpengaruh dari pemerintahan perlementer. Setelah sebuah pemilihan dari partai yang memenangkan mayoritas kursi di Dewan Rakyat membentuk pemerintahan, pimpinan yang memenangkan partau menjadi Perdana Menteri dan memilih 20 rekan parlementer untuk membentuk kabinet. Kabinet ini adalah pin formal dari sistem tersebut; ini adalah fokus akuntabilitas bagi parlemen dan bakan perdana menteri terkuat tidak dapat memerintah tanpa dukungannya. Kabinet rapat setiap minggu yang diketuai oleh PM. Akuntabilitas pemerintah terhadap dewan itu ketat. Semua menteri termasuk PM, harus mempertahankan kebijakan mereka secara berkala µdalam dewan¶; oposisi akan

menuntut pengambilan suara terbuka kapanpun merasakan keuntungan untuk melakukan serangan. Namun, mayoritas pemerintah normalnya menawarkan dukungan in-built melawan serangan tersebut. monarki duduk diatas keseluruhan proses politik, mengadakan rapat secara berkala dengan PM tapi jarang jika intervensi dalam keputusan politik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->