BAGIAN IV: PEMILIHAN PROSES PENGOLAHAN

2.1 Urutan pembuatan diagram alir proses pengolahan air 161 . Sampling air baku dan analisis laboratorium Karakteristik air baku Penentuan parameter yang diolah Standar kualitas air minum Pengetahuan tentang fungsi dan tujuan tiap unit pengolahan Pemilihan unit pengolahan Pembuatan diagram alir proses pengolahan Gambar 9. Faktor penting dalam membuat diagram alir adalah pengetahuan tentang tujuan dan fungsi dari semua unit operasi dan unit proses. atau metoda penyisihan polutan tertentu.BAB 9 DIAGRAM ALIR PROSES BERDASAR AIR BAKU RINGKASAN Setelah mempelajari bab ini. mahasiswa dapat merangkai diagram alir proses pengolahan air minum dengan air baku yang bermacam-macam dengan urutan pembuatan seperti pada Gambar 9.1. Sumber air atau karakteristik air yang berbeda akan menghasilkan diagram alir yang berbeda. Ringkasan bab ini adalah sebagai berikut: 1.

Semua unit proses dan unit operasi dalam urutan yang benar. b. flow meter. 4. blower. dan lain-lain. c. Diagram alir proses paling tidak meliputi: a. valve. Semua bahan kimia yang digunakan dan titik pembubuhannya. 162 .4 dan Tabel 9. 3. d.1). Karakteristik air baku Karakteristik air yang akan dihasilkan Pertimbangan biaya investasi dan biaya operasi dan pemeliharaan Ketersediaan lahan Prosedur berikut dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyusun diagram alir proses pengolahan air minum: 1. tabung gas. Pemilihan unit proses dan unit operasi tergantung pada: a. Semua peralatan yang diperlukan sebagai pelengkap unit pengolahan. d. b. Semua pipa/saluran yang menghubungkan antar proses. Inventarisasi data karakteristik air baku dan tentukan tujuan pengolahan. Tentukan parameter kualitas air yang akan dihilangkan/diturunkan. Faktor penting dalam membuat diagram alir adalah pengetahuan tentang tujuan dan fungsi dari semua unit operasi dan unit proses. 2. atau metoda penyisihan polutan tertentu. sampling point.MATERI Diagram alir pengolahan air minum merupakan diagram yang menggambarkan aliran proses dalam pengolahan air minum. c. misal pompa. Bandingkan kualitas air baku dengan standar kualitas air minum atau standar lain sesuai tujuan pengolahan. Pilih unit operasi dan unit proses yang dapat menghilangkan/menurunkan kadar dari parameter kualitas tersebut (lihat Tabel 1.

1. Tentukan lokasi semua peralatan/perlengkapan lain yang diperlukan (pompa. Untuk tujuan perancangan pengolahan air minum. 7. valve. Parameter yang perlu diperhatikan adalah parameter yang kadarnya signifikan besar atau melebihi nilai baku mutu air minum. unit pengolahan air paling tidak terdiri atas:     Koagulasi-flokulasi Sedimentasi Filtrasi Disinfeksi Bila air sungai mempunyai kekeruhan atau kadar lumpur yang tinggi. 163 .1). 6. Diagram alir yang dibuat ini hanya berdasar pada karakteristik umum dari masing-masing sumber air. flow meter. maka diperlukan tambahan unit aerasi. Urutkan masing-masing unit tersebut dengan urutan yang benar (ingat: konsep pengolahan berdasar dimensi polutan) dan hubungkan dengan anak panah. Bila terdapat pembubuhan bahan kimia. titik sampling. dan lain-lain). 9.1. maka harus dilakukan karakterisasi yang lebih spesifik (analisis laboratorium) pada sumber air baku yang akan dimanfaatkan. Bila kadar oksigen sangat rendah. maka diperlukan tambahan unit pretreatment meliputi screen dan prasedimentasi. Proses Pengolahan Air Permukaan Rancangan proses pengolahan air permukaan menjadi air minum disesuaikan dengan karakteristik umum air permukaan (lihat Tabel 1. Oleh karena itu.5. Pada bagian berikut diberikan contoh pembuatan diagram alir proses pengolahan air dari berbagai sumber air baku (air permukaan dan air tanah). Air Sungai Karakteristik umum air sungai adalah terdapat kandungan partikel tersuspensi atau koloid. 9. tentukan titik pembubuhannya.1.

Koagulan Kapur/soda CO2 Disinfektan Screen Aerasi (optional) Prasedimentasi (optional) Koagulasi-flokulasi Sedimentasi Filtrasi Penurunan kesadahan (optional) Disinfeksi Gambar 9. sehingga kurang teraerasi.3 Diagram alir proses pengolahan air danau 164 .2. yaitu terdapat kandungan koloid.2 Diagram alir proses pengolahan air sungai 9.2. Dengan karakteristik umum demikian.3. Diagram alir proses pengolahan air sungai secara lengkap dapat dilihat pada Gambar 9. Air Danau Karakteristik air danau umumnya menyerupai air sungai. maka diperlukan unit pengolahan sebagai berikut:      Aerasi Koagulasi-flokulasi Sedimentasi Filtrasi Disinfeksi Diagram alirnya dapat dilihat pada Gambar 9. Koagulan Disinfektan Screen Aerasi Koagulasi-flokulasi Sedimentasi Filtrasi Disinfeksi Gambar 9.1.Bila terdapat kandungan kesadahan yang tinggi. maka diperlukan tambahan unit penurunan kesadahan (presipitasi dengan kapur/soda-sedimentasi-rekarbonasi). Karakteristik yang spesifik adalah kandungan oksigen rendah karena umumnya air danau relatif tidak bergerak.

Oleh karena itu diperlukan unit pengolahan untuk menghilangkan bahan-bahan ini. misal pertukaran ion atau filtrasi membran (mikrofiltrasi. reverse osmosis). terutama asam humat dan asam fulvat.4 Diagram alir proses pengolahan air rawa bersifat payau 9. Jika air gambut tersebut mengandung koloid tinggi. elektrodialisis.1. misal slow sand filter (bila kandungan koloid rendah) atau adsorpsi karbon aktif atau reverse osmosis.9. maka diperlukan unit pengolahan berupa koagulasiflokulasi – sedimentasi – filtrasi. Air Gambut Air gambut adalah air yang kandungan bahan organik alamiahnya tinggi. ultrafiltrasi. karakteristik air rawa ini hampir sama dengan air sungai.6 menunjukkan diagram alir proses pengolahan air gambut. Koagulan Pertukaran ion Disinfektan Screen Koagulasi-flokulasi Sedimentasi Filtrasi Disinfeksi Filtrasi membran Gambar 9.3. Selain kadar garam.4. Diagram alirnya dapat dilihat pada Gambar 9. Air Payau Air permukaan yang bersifat payau (kadar garam sekitar 5000 – 10000 mg/l) berada di daerah rawa di pesisir. Gambar 9. 165 . sehingga diperlukan proses pengolahan berupa koagulasi-flokulasi – sedimentasi – filtrasi ditambah dengan unit pengolahan untuk menurunkan kadar garam.4.5 dan 9.1. dialisis.

Air Tanah dengan Kadar Besi dan Mangan Tinggi Air tanah biasanya diambil dengan cara pemompaan.1.5 Diagram alir proses pengolahan air gambut dan partikel koloid tinggi Adsorpsi karbon aktif Disinfektan Filtrasi pasir lambat Reverse osmosis Disinfeksi Gambar 9. 166 .7. Kadar besi dan mangan yang tinggi dalam air tanah dapat dikurangi dengan cara oksidasi dengan oksigen klor. Proses Pengolahan Air Tanah Rancangan proses pengolahan air tanah menjadi air minum disesuaikan dengan karakteristik umum air tanah (lihat Tabel 1. Diagram alir proses dapat dilihat pada Gambar 9.1).6 Diagram alir proses pengolahan air gambut dan partikel koloid rendah 9. atau ozone. 9. sehingga tidak diperlukan unit koagulasiflokulasi – sedimentasi – filtrasi. Pengolahan hanya ditujukan pada parameter yang kadarnya signifikan besar atau melebihi nilai baku mutu air minum. kalium permanganat.2. klor dioksida. Presipitat yang terbentuk akibat oksidasi ini diendapkan di bak pengendap atau langsung difilter.Koagulan Adsorpsi karbon aktif Disinfektan Screen Koagulasi-flokulasi Sedimentasi Filtrasi Disinfeksi Reverse osmosis Gambar 9.2. Karakteristik umum air tanah adalah kekeruhan atau padatan tersuspensi rendah.

kadar garam dalam air payau dapat dihilangkan. Air Tanah Payau Parameter air yang harus dihilangkan kadarnya pada air tanah payau ini adalah kadar garam. Air Tanah dengan Kadar Kalsium dan Magnesium Tinggi Kadar kalsium dan magnesium yang tinggi dalam air tanah menyebabkan kesadahan yang tinggi.Oksidator Disinfektan Pompa Oksidasi Sedimentasi (optional) Filtrasi Disinfeksi Air tanah Gambar 9.9..2. Kesadahan dapat dikurangi dengan presipitasi menggunakan kapur dan/atau soda. Ca(OH)2 Na2CO3 CO2 Disinfektan Pompa pengadukan cepat dan lambat sedimentasi Air tanah rekarbonasi filtrasi Disinfeksi Gambar 9. Presipitat yang terbentuk akibat penambahan kapur/soda ini diendapkan di bak pengendap.3.2. Setelah itu perlu ditambah CO2 untuk mengurangi kadar kapur berlebih. Diagram alir proses dapat dilihat pada Gambar 9. 167 .8 Diagram alir proses pengolahan air tanah dengan kesadahan tinggi 9. Dengan teknik filtrasi membran (terutama elektrodialisis) atau pertukaran ion.8. Diagram alirnya dapat dilihat pada Gambar 9.7 Diagram alir proses pengolahan air tanah berkadar besi dan mangan tinggi 9.2.

Pertukaran ion Disinfektan Pompa Elektrodialisis Air tanah Disinfeksi Gambar 9.4. Diagram alirnya dapat dilihat pada Gambar 9. Disinfektan Disinfeksi Penangkap air Gambar 9.10.2.9 Diagram alir proses pengolahan air tanah bersifat payau 9.10 Diagram alir proses pengolahan air dari mata air 168 . Air dari Mata Air Air dari mata air atau air tanah yang telah memenuhi semua persyaratan kualitas air minum tidak memerlukan proses pengolahan. Namun demikian tetap harus didisinfeksi untuk menjamin keamanan konsumen dari segi mikrobiologis.

a. Ion-exchange (TI) Pathogen a. Adsorpsi (N) d.4) Penyisihan Kontaminan Kekeruhan Proses a. Ion-exchange (J+TI) Besi dan mangan a. Oksidasi (ozon. Adsorpsi (N/PAC atau GAC) Kesadahan a. Microstainer (C) b. potassium permanganat) (F) b. Ion-exchange (TI) Rasa dan bau (T&O) b. di awal instalasi. Penukar kation menyisihkan semua kation. Disinfeksi (P) 169 . Pengendalian di sumber mencegah pembentukan dan sampainya bahan-bahan T&O ke dalam reservoir. Presipitasi (L) b. Konvensional (G+H+I) d. pasir dan material kasar lainnya Tingkat populasi alga dan plankton yang tinggi sulit dikoagulasi. Koagulasi pH rendah (G+H) c.1 Pemilihan Unit Operasi dan Proses untuk Pengolahan Kontaminan Tertentu (Notasi mengacu pada Tabel 1. GAC digunakan untuk T&O yang berkepanjangan bersumber berasal dari industri. Direct filtrasi (G+H+J) Keterangan Digunakan untuk air yang mengandung tingkat kekeruhan dan warna yang rendah Digunakan untuk air yang mempunyai kandungan kekeruhan rendah sampai sedang dan kandungan warna rendah sampai sedang Digunakan untuk tingkat kekeruhan dan warna rendah dan tinggi Microstainer tidak mampu menangani lanau/silt. In-line filtrasi (G+J) b. Digunakan pada air yang mempunyai tingkat warna yang rendah Digunakan pada air yang mempunyai tingkat warna rendah sampai tinggi (bentuk alum lebih baik dari garam besi).Tabel 9. Digunakan untuk air yang mempunyai tingkat warna terlarut sedang sampai rendah untuk kontrol rutin Bed resin sintetis setelah filtrasi menyisihkan warna terlarut yang berasal dari industri. Oksidasi (D+F+I) b. Konvensional (G+H+I+J) Warna a. dan di unit pengolahan dapat mereduksi T&O. Oksidasi (D atau F) Aerasi pada reservoir. Konvensional (G+H+I+J) Alga dan plankton a. Oksidasi dengan klor bebas mungkin menyebabkan pembentukan THM PAC digunakan untuk T&O sedang dan intermittent. Digunakan untuk air berkesadahan sedang sampai sadah Bed zeolit menyisihkan kation divalent tapi menambah Na+. Adsorpsi (N/GAC) e. clorin dioksida. Mereka biasanya mengapung. Besi dan mangan dihilangkan dengan oksidasi dan presipitasi Besi dan mangan dipresipitasi dengan aerasi pada pH tinggi. Klor bebas berpotensi membentuk senyawa THM c. Kapur biasanya digunakan untuk menaikkan pH Besi dan mangan dihilangkan dengan koagulasi-flokulasi konvensional Resin ion exchange selektif biasanya digunakan untuk penyisihan Fe dan Mn dari air tanah. Presipitasi (D+K) c. pH optimum 5-6 Digunakan untuk air yang mempunyai tingkat warna yang rendah sampai sedang. Pengendalian tumbuhan air dan alga akan mereduksi bahanbahan penyebab T&O.

Adsorpsi (N) c. Denitrifikasi (S) b. Alumina aktif (O) c. Ion-exchange (T1) c. Demineralisasi (T2) Sumber: Qasim et al.Penyisihan Kontaminan THM Proses a. Alumina aktif (O) a. Aerasi menyisihkan zat organik Preoksidasi dari precursor dengan O3. Bed efektif menyisihkan arsen dari air tanah Arsen disisihkan dengan ion lain melalui proses membran. Preoksidasi (F) Keterangan Penyisihan precursor organik yang efisien koagulasi pH rendah atau bersama dengan pelunakan. KMnO4. H2O2. kloramin atau klor dioksida. Konsentrasi fluorida yang tinggi menyebabkan fluorosis dan toksisitas. PAC dan GAC akan menyisihkan TOC. Denitrifikasi biologis memberikan sebuah metode penyisihan NO3 yang efektif Resin selektif yang tersedia Demineralisasi dengan membrane menyisihkan NO3 dengan ion lain. Nitrat a. (2000) 170 . Alumina aktif menyisihkan F secara selektif. Aerasi (D) d. Menyisihkan dengan presipitasi arsen As(V). Demineralisasi (T2) Fluorida Arsen a. Enhanced (G+H+I) b. precursor dan THM. Menghindarkan kelebihan sisa klor bebas. Koagulasi dipertinggi (G+K+H+I) b. pada pH rendah dengan koagulasi dan pada pH tinggi dengan pelunakan partial dengan kapur.

dan Okun.. New York. 2000  Schulz..Daftar Bacaan  Kawamura.. Motley. S. Integrated Design of Water Treatment Facilities. Susumu.. John Wiley & Sons.R... G. Design & Operation. C.R. Surface Water Treatment for Communities in Developing Countries. Prentice Hall PTR. Daniel A. Inc. New York. 1991  Qasim. E. dan Zhu. Inc. John Wiley & Sons. 1984 171 . Texas. Water Work Engineering: Planning.M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful