MASYARAKAT MADANI

Penulis Nama NPM P.S. : Mulia Okta Fahlephi : 0916021083 : Ilmu Pemerintahan

Mata Kuliah : Kewarganegaraan Dosen : Maulana Mukhlis,S.Sos.

Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Bandar Lampung 20 April 2010
1/3/2011 (MOF)

masyrakat madani adalah ruang dimana warga dapat mengembangkan kepribadian dan memberi peluang bagi pemuasan kepentingannya secara bebas dan tanpa paksaan Hegel. masyarakat madani merupakan suatu yang berkembang dari sejarah. atau membangun. masyarakat madani merupakan kelompok subordinatif dari Negara.1. Thomas Paine. Blakeley dan Suggate (1997). dan mamaknai kehidupannya. masyarakat madani merupakan sebuah kerangka hukum yang melindungi dan menjamin hak-hak dasar individu. dan yang bersifat sipil atau perdata. dapat disimpulkan bahwa masyarakat madani pada prinsipnya memiliki multimakna. Pengertian Masyarakat Madani Masyarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun. menjalani. masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market. Munawir (1997) Istilah madani sebernarnya berasal dari bahasa Arab. Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda Menurut para ahli : Zbigniew Rew. yang mengandalkan ruang dimana individu dan perkumpulan tempat mereka bergabung bersaing satu sama lain guna mencapai nilainilai yang mereka yakini. istilah Madaniy dalam bahasa Arab mempunyai banyak arti. 1/3/2011 (MOF) . Berdasarkan pendapat di atas. Kata madaniy berakar dari kata kerja madana yang berarti mendiami. masyarakat madani adalah suatu satuan yang terdiri dari kelompok-kelompok yang secara mandiri menghimpun dirinya dan gerakan-gerakan dalam msyarakat yang secara relative. tinggal. orang kota. madaniy. Kemudian berubah istilah menjadi madaniy yang artinya beradab. Dengan demikian. Kim Sun Hyuk. yaitu masyarakat yang demokratis. orang sipil. Han-Sung.

Orang yang pertama kali yang mencetuskan istilah civil society ialah Cicero (106-43 SM). Rahardjo (1997) menyatakan bahwa istilah civil society sudah ada sejak zaman sebelum masehi. mampu berkoordinasi. Civil society menurut Cicero ialah suatu komunitas politik yang beradab seperti yang dicontohkan oleh masyakat kota yang memiliki kode hukum sendiri. Dengan konsep civil society (kewargaan) dan urbanity (budaya kota). maka kota dipahami bukan hanya sekerdar konsentrasi penduduk. dilaksanakn dengan memilih dan menempatkan pemimpin-pemimpin yang dapat dipercaya (credible). baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang. bermotivasi. berpotensi. toleransi. maka dapat dilihat bahwa dalam masyarakat Yunani kuno masalah ini sudah mengemuka. sebagai orator Yunani kuno. Secara global bahwa dapat disimpulkan yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan Negara. sinkron. Sejarah Pemikiran Masyarakat Madani Berbagai upaya dilakukan dalam mewujudkan masyarkat madani. yang memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat. Untuk yang berjangka pendek . mengakui. adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat mengeluarkan aspirasi dan kepentingan publik.menjunjung tinggi etika dan moralitas. berpartisipasi. sederhana. Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep civil society. transparan. melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan. dan dapat memimpin (capable). integral. Jika dicari akar sejarahnya. aspiratif. konsisten memiliki bandingan. dan hak asasi. dapat diterima (acceptable). namun yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. emansipasi. dan konsep Al Madinah al fadhilah (Madinah sebagai Negara Utama) 1/3/2011 (MOF) . Masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamadhun (masyarakat yang beradaban) yang diperkenalkan oleh Ibn Khaldun. juga berdasarkan pada konsep negara-kota Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun 622M.

Sebagai sebuah konsep. Sementara itu konsep masyarakat madani. 1999). Barulah pada paruh kedua abad ke-18. terminologi ini mengalami pergeseran makna.yang diungkapkan oleh filsuf Al Farabi pada abad pertengahan (Rahardjoseperti yang dikutip Nurhadi. muncul pada masa pencerahan (Renaissance) di Eropa melalui pemikiran John Locke (abad ke-18) dan Emmanuel Kant (abad ke-19). Bahkan. dengan menyetir pendapat Hamidullah (First Written Constitutions in the World. Piagam Madinah ini adalah konstitusi tertulis pertama dalam sejarah manusia. yakni suatu kelompok atau kesatuan yang ingin mendominasi kelompok lain. menurutnya masyarakat madani merupakan subordinatif dari negara. di samping juga memberikan penegasan mengenai kejelasan hukum dan konstitusi sebuah masyarakat. dan Deklarasi Universal PBB tentang HAM (1948) dikumandangkan. Konstitusi ini secara mencengangkan telah mengatur apa yang sekarang orang ributkan tentang hak-hak sipil (civil rights). Al Haramain. Revolusi Prancis (1789). Lahore. pengertian masyarakat sipil ini dianggap sama dengan negara (the state). Menurut Dr. peneliti pada Lembaga Pengembangan Pesantren dan Studi Islam. Bahkan kemudian. Kant menempatkan masyarakat madani dan negara dalam kedudukan yang berlawanan. civil society berasal dari proses sejarah panjang masyarakat Barat yang biasanya dipersandingkan dengan konsepsi tentang state (negara). 1997). Piagam Madinah adalah dokumen penting yang membuktikan betapa sangat majunya masyarakat yang dibangun kala itu. atau lebih dikenal dengan hak asasi manusia (HAM). Adapun tokoh yang pertama kali menggagas istilah civil society ini adalah Adam Ferguson dalam bukunya ”Sebuah Esai tentang Sejarah Masyarakat Sipil (’An Essay on The History of Civil Society’)” yang terbit tahun 1773 di 1/3/2011 (MOF) . Ahmad Hatta. Negara dan masyarakat madani kemudian dimengerti sebagai dua buah entitas yang berbeda. jauh sebelum Deklarasi Kemerdekaan Amerika (American Declaration of Independence. atau dalam khazanah Barat dikenal sebagai civil society (masyarakat sipil). yang kemudian dikembangkan oleh Hegel. Dalam tradisi Eropa abad ke-18. 1958).

yaitu berhak dalam menyampaikan pendapat. 4. Supremasi hukum. Karakteristik Masyarakat Madani 1. serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya. yaitu keseimbangan dan pembagian antara hak dan kewajiban. Pluralisme. yaitu proses dimana para anggotanya menyadari akan hakhak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya 3. ada beberapa karakteristik masyarakat madani. Ferguson menekankan masyarakat madani pada visi etis kehidupan bermasyarakat. 5. Keadilan sosial (social justice). Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan 9. Toleransi. 2. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang teraniaya dan tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan 10. Free public sphere (ruang publik yang bebas). yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa. serta mencoloknya perbedaan antara individu. Demokratisasi. intimidasi. Menjadi kelompok kepentingan atau kelompok penekan Namun merujuk pada pendapat Bahmueller (1997). yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus. berserikat. Partisipasi sosial. yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan 8. berkumpul. diantaranya: 1/3/2011 (MOF) . Pemahamannya ini digunakan untuk mengantisipasi perubahan sosial yang diakibatkan oleh revolusi industri.Skotlandia. ataupun intervensi penguasa/pihak lain. serta mempublikasikan informasikan kepada publik. 6. dan munculnya kapitalisme. 7. yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.

Dari beberapa ciri tersebut. 1/3/2011 (MOF) . 7. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu- individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. 6. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif. yakni adanya democratic governance (pemerintahan demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security. pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. Tumbuh kembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim- rejim totaliter. Masyarakat madani adalah onsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Namun demikian. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat. kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan dimana pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya. civil responsibility dan civil resilience). maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukanmasukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif. taken for granted. 5.1. 3. masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi. masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani. yang hampa udara. 2. 4. Bila kita kaji.

2. 1. yaitu Demokrasi Sosial Klasik dan Neoliberalisme (lihat Giddens. Peran pasar yang dibatasi: ekonomi sosial atau campuran. Kekuatan publik dalam masyarakat demokratis adalah representasi dari kehendak kolektif. Negara kesejahteraan (welfare state) yang komprehensif: melindungi warga negara “sejak lahir sampai mati”.Paradigma Dan Praktek Masyarakat Madani Di Indonesia Terdapat dua Paradigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani. Faham ini percaya bahwa semua ini dapat diatasi lewat intervensi negara terhadap pasar. Internasionalisme. Intervensi pemerintah dalam perekonomian dan sektor-sektor kemasyarakatan adalah mutlak diperlukan. Demokrasi Sosial Klasik atau Demokrasi Sosial Gaya Lama memandang pasar bebas sebagai sesuatu yang menghasilkan banyak dampak negatif. Negara mendominasi masyarakat madani Kolektivisme. Termasuk dalam dunia dwikutub (bipolar). Kesadaran ekologis yang rendah. Negara memiliki kewajiban untuk menyediakan segala yang tidak bisa diberikan oleh pasar. Modernisasi linear. 2000: 8-17). Secara ringkas. Pemberdayaan sumber daya manusia secara maksimal. Egalitarianisme yang kuat. Neoliberalisme Neoliberalisme dikenal juga dengan Thatcherisme (Margaret Thatcher adalah mantan PM Inggris yang sangat setia mengikuti faham neoliberalisme semasa 1/3/2011 (MOF) . Manajemen permintaan Keynesian dan korporatisme. Demokrasi Sosial Klasik. Giddens (2000:8) memberikan ciri-ciri Demokrasi Sosial Klasik: • • • • • • • • • • • • Keterlibatan negara yang cukup luas dalam kehidupan ekonomi dan sosial.

Terjadinya pergeseran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistik menjadi budaya yang lebih modern dan lebih independen. Kemudahan pasar tenaga kerja. Termasuk dalam dunia dwikutub. dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat. Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik. Edmund Burke. Pemerintahan Reagan dan Thatcher mendasarkan diri pada gagasan ini dan menganut skeptisisme liberal klasik mengenai peran negara. maka ciri utama Neoliberalisme adalah memusuhi pemerintah. Gerakan Sosial Untuk Memperkuat Masyarakat Madani Untuk membangun masyarakat madani. yaitu : Adanya perbaikan sektor di ekonomi. Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun manusia yang memiliki komitmen untuk independen. dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan. pelopor konsevatisme di Inggris. Otoritarianisme moral dan individualisme ekonomi yang kuat. 1/3/2011 (MOF) . Nasionalisme tradisional.berkuasa). ada enam faktor yang harus diperhatikan. Intinya peran negara tidak dibenarkan secara ekonomis dan harus digantikan oleh superior pasar. Negara kesejahteraan sebagai jaring pengaman Modernisasi linear. menyatakan dengan jelas ketidaksukaannya kepada negara. Penerimaan ketidaksamaan. Jika perluasan perannya terlalu jauh dapat mematikan kebebasan dan kemandirian. Menuut Giddens (2000:9):Ciri-ciri Neoliberalisme adalah: • • • • • • • • • • • • Pemerintah minimal. Kesadaran ekologis yang rendah. Berkembangnya pluralismedalam kehidupan yang beragam. Teori realis tentang tatanan internasional. Apabila Demokrasi Sosial Klasik cenderung pro pemerintah. Masyarakat madani yang otonom Fundamentalisme pasar. Adanya keinginan dan ketakwaan kepada Tuhan yang melandasi moral kehidupan.

serta independen. Masyarakat yang mempunyai tingkat teknologi. yaitu siswa yang meneruska perkuliahan. mengembangkan potensi pasar. di mana guru menjadi fasilitator. dan meningkatkan partisipasi kasar. dan kemudahan akses pembinaan.Implementasi keenam faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : Perbaikan Kegiatan Perekonomian dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Masyarakat Perbaikan ekonomi dilakukan dengan memberdayakan potensi dan kemauan masyarakat untuk memberi lapangan pekerjaa. dalam rangka memenuhi skala usaha yang sehat. Mengembangkan semangat cinta produksi dalam negeri dalam rangka mengembangkan ekonomi kerakyatan Membangun Intelektualitas yang Berkomitmen dan Independen Untuk membangun masyarakat yang intelek. tekun. berkomitmen. maka perlu dilakukan sebagai berikut : Membangun masyarakat ilmiah yang beranggotakan dan bersifat sukarela. atau melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfungsi sebagai inkubator bisnis bagi UKM. Mengembangkan sistem pendidikan yang demokratis. Memberikan semangat motivasi untuk berusaha secara ulet. dan menciptakan lapangan kerja. jujur dan hemat. dan mengumpulkan potensi modal yang ada di masyarakat. serta berdoa kepada Tuhan setelah berkerja secara maksimal. Mengembangkan usaha dalam bentuk kelompok atau koperasi. dan menempatkan siswa dan mahasiswa yang belajar. baik dari PT atau dari pemerintah dapat membentuk lembaga swadaya masyarakat (LSM). Beberapa program yang dapat dijalankan untuk perbaikan ekonomi yaitu : Mendorong masyarakat membuat kegiatan ekonomi produktif yang berbasis sumber daya lokal. Meningkatkan mutu pendidikan seperti wajib belajar. tidak berputus asa. 1/3/2011 (MOF) .

serta mengembangkan sikap yang independen. yaitu : Meningkatkan rasa hormat-menghormati dan berkerja sama antara pemeluk agama dan kepercayaan. yang menjadi ciri masyarakat yang stabil. sehingga diperoleh data yang akurat. Tingkat organisasi yang tinggi yang dicirikan dengan disiplin. Mengembangkan sikap mental yang bertanggung jawab di masyarakat. Sistem pengumpulan data yang baik dan teratur dapat dilakukan dengan membangun sistem informasi. sebagai wadah untuk berinteraksi sosial. dari yang tradisional ke arah pola-pola ekonomis dan politis. akuntable. Penciptaan iklim yang menyenangkan masyarakat. dan kewajiban sebagai manusia. baik menyangkut teknologi dan aspek organisasi. Syarat-syarat untuk membangun masyarakat modern adalah : Cara berpikir yang ilmiah yang melembaga dalam sistem pemerintahan dan masyarakat. terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. dan tepat waktu. oleh waktu. hak.Mengembangkan organisasi. dengan memberikan hak untuk mengemukakan pendapat berupa kritik dan saran. Membangun Masyarakat yang Berbudaya Modern Modernisasi budaya adalah suatu transformasi budaya. dapat ditukar. dapat dikelola (manageable). dan menunjukkan adanya tata pamong atau tata kelola (good governance) yang bersifat transparan. Meningkatkan hubungan antarpemeluk agama untuk tidak memaksakan agama dan kepercayaan kepada pemeluk agama lain. Membangun Pluralisme yang Beragam Beberapa hal perlu dilakukan dalam rangka membangun pluralisme. 1/3/2011 (MOF) . baik berupa hak jawab dan penyelesaian masalah berdasarkan hukum. Mengembangkan sikap saling mencintai dan mengakui persamaan derajat. dan dibatasi. Sistem administrasi yang baik. baik untuk siswa maupun mahasiswa dan masyarakat. serta mampu mempertanggungjawabkan. dan dilakukan tanpa mengurangi kemerdekaan orang lain. jujur.

kelompok. kelompok. Membangun kemandirian lembaga peradilan dari intervensi pemerintah dan pihak lain. masyarakat. dan DPD. DPRD II. adalah kemampuan membatasi kekuasaan negara supaya tidak melakukan intervensi terhadap kehidupan sosial masyarakat. Membangun peran serta masyarakat yang kuat dan mandiri. kelompok. Membangun keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang melandasi moral kehidupan. bahwa lembaga ini merupakan manifestasi (perwujudan) dari pemeberdayaan masyarakat yang bertujuaan memberi perlindungan bagi diri. Organisasi Non Pemerintahan Dan Ranah Masyarakat Madani Institutsi (lembaga) masyarakat madani adalah institusi (lembaga) yang dibentuk atas dasar motivasi dan kesadaran penuh dari diri individu.Mengembangkan pergaulan antarsuku. baik yang bersifat resmi (formal) dari pemerintah (negara) maupun dari individu. Artinya. sehingga terbangun rasa saling mencintai dan memiliki. dan masyarakat tertentu. 1/3/2011 (MOF) . Membangun Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Menciptakan Tata Pamong yang Baik Ciri masyarakat madani. antaragama. serta bermoral. salah satunya. dan bangsa yang tidak berdaya dari penguasaan (dominasi) pemerintah atau negara. Landasan pembentukan lembaga ini adalah idealisme perubahan ke arah kehidupan yang independen dan mandiri. DPRD I. antardaerah. Membangun aparatur negara yang profesional dan penuh integritas. Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan bersama. Langkah-langkah yang diperlakukan dalam rangka good governance adalah : Penguatan fungsi dan peran lembaga perwakilan rakyat seperti DPR. dan masyarakat tanpa ada instruksi (perintah).

HMI. seperti : Lembaga sosial. dengan tidak melibatkan pihak lain di luar institusi. yaitu bahwa institusi (lembaga) dalam menjalankan tugas dan fungsinya harus taat dan setia terhadap segenap peraturan perundang yang berlaku. dan ditunjukan bagi kesejahteraan masyarakat banyak. seperti KNPI. Masyarakat (LSM) dan partai politik. yaitu : Institusi (lembaga) sosial. HTI. Mandiri. Kosgoro. Organisasi kemasyarakatan. Swaorganisasi. Organisasi kepemudaan. untuk melakukan pengelolaan dan pengendalian program-programbagi pengembangan keagamaan. ikhlas. Bentuk institusi (lembaga) masyarakat madani dapat diklasifikasi dalam tiga macam. IAI. yaitu bahwa pengelolaan dan penegendalian institusi (lembaga) dilakukan secara swadaya oleh SDM lembaga. yaitu bahwa lembaga ini memiliki kemampuan dan kekuatan untuk melaksanakan tugas dan fungsi lembaga. serta pelaksanaan institusi (lembaga) diselenggarakan dengan nilai-nilai yang jujur. dan untuk masyarakat sendiri. PWI. Demokratis. Disiplin. SOKSI. Transparan. Organisasi Kemahasiswaan Organisasi profesi.Sifat atau karakteristik lembaga (institusi) masyarakat madani adalah : Independen adalah bahwa lembaga ini memiliki sifat yang bebas (netral) dari intervensi lembaga lain. seperti LBH. baik lembaga pemerintah maupun nonpemerintah. yaitu bahwa institusi (lembaga) yang dibentuk. 1/3/2011 (MOF) . dikelola. oleh. serta dikendalikan dari. yaitu bahwa pengelolaan dan pengendalian. yaitu bahwa dalam pengelolaan dan pengendalian institusi (lembaga) dilakukan secara terbuka. PMII. seperti MKGR. Institusi (lembaga) Keagamaan Institusi ini adalah intitusi (lembaga) yang dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat. dan lain-lain. Idealis. KAMMI.

Di samping itu. Bentuk institusi ini meliputi. dan lain-lain. seperti NU. Institusi (lembaga) keagamaan Hindu. seperti KWI. serta dituntut komitmen masingmasing warganya untuk mereformasi diri secara total dan selalu konsisten. Sulawesi. yang intinya menyatakan bahwa untuk mewujudkan masyarakat madani diperlukan proses waktu. dibutuhkan motivasi yang tinggi dan partisipasi nyata dari individu sebagai anggota masyarakat. seperti Parisada Hindu Darma. Puwokerta. serta ekonomi dari luar negeri. menurut Suwardi (1999) melalui masyarakat madani akan mendorong munculnya inovasi-inovasi baru di bidang pendidikan. seperti Walubi. seperti PGI. Masyarakat Madani Dan Relevansinya Dengan Penerapan Good Governance Manfaat yang dapat diperoleh dengan terwujudnya masyarakat madani ialah terciptanya masyarakat yang demokratis. Institusi (lembaga) keagamaan Kristen. Institusi (lembaga) Paguyuban Institusi ini adalah institusi (lembaga) yang dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat untuk melakukan pengelolaan dan pengendalian program-program bagi peningkatan kekerabatan/kekeluargaan. Institusi (lembaga) keagamaan Katholik. Guna mewujudkan masyarakat madani. dan 1/3/2011 (MOF) .Bentuk institusi ini meliputi. yang berdasarkan daerah atau suku bangsa yang sama. Institusi (lembaga) keagamaan Budha. Muhamadiyah. Bima. Wonogiri. dan lainlain. Hal ini mendukung pendapat Suryadi (1999). Batak Karo. Sunda. antara lain : himpunan paguyuban masyarakat jember. sebagai salah satu tuntutan reformasi di dalam negeri dan tekanan-tekanan politik. antara lain: Institusi (lembaga) keagamaan dalam islam. MUI. Betawi.

1/3/2011 (MOF) . apabila masyarakatnya memiliki sifat dan karakter masyarakat madani. Membangun aparatur negara yang profesional dan penuh integritas. Langkah-langkah yang diperlakukan dalam rangka good governance adalah : Penguatan fungsi dan peran lembaga perwakilan rakyat seperti DPR. Membangun kemandirian lembaga peradilan dari intervensi pemerintah dan pihak lain. Membangun keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang melandasi moral kehidupan.penuh kearifan dalam menyikapi konflik yang tak terelakan. dan DPD. bahwa demokrasi akan berjalan baik. Membangun peran serta masyarakat yang kuat dan mandiri. Tuntutan terhadap terhadap aspek ini sama pentingnya dengan kebutuhan akan toleransi sebagai nilai instrumen dasar lahirnya sebuah konsensus atau kompromi. terlihat bahwa antara masyarakat madani dan demokrasi memiliki kesamaan. DPRD I. serta bermoral. Artinya. DPRD II. Dari uraian yang dikemukakan di atas.