Pengaruh Pernikahan Dini Bagi Remaja

BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari pernikahan di usia dini sudah tidak dipermasalahkan lagi. Pada era globalisasi saat ini remaja sudah banyak yang melakukan pernikahan di usia dini. Semestinya para remaja-remaja itu harus berfikir dua kali sebelum mengambil keputusan untuk menikah di usia dini. Pada umumnya remaja yang menikah di usia dini, pasti tidak dapat menikmati bangku pendidikan dan masa-masa remja yang seharusnya dinikmati oleh mereka. Kebanyakan remaja yang melakukan pernikahan dini adalah remaja-remaja yang masih duduk di bangku sekolah tetapi sudah mencoba hubungan seks di luar nikah dan akhirnya hamil. Sehingga mereka memutuskan untuk berhenti sekolah dan melanjutkan ke pernikahan. Maka saya membuat laporan yang berhubungan dengan pengaruh pernikahan dini bagi remaja. B. Rumusan Masalah Hal yang akan saya bahas dalam laporan ini seperti pada judul yang tertera yaitu tentang pengaruh pernikahan dini bagi remaja. Apakah pengaruh pernikahan dini bagi remaja itu? C. Tujuan Penelitian ~Tujuan Khusus: 1. Agar para orang tua dapat mengetahui pengaruh pernikahan dini bagi anak-anaknya. 2. Supaya saya dapat menghindari perbuatan-perbuatan yang melibatkan paernikahan dini. 3. Dapat melihat atau membedakan mana pergaulan yang baik bagi remaja. ~Tujuan Umum: 1. Agar para pembaca dapat melihat bagaimana nasib para remaja yang melakukan pernikahan dini. 2. supaya saya dapat membagi wawasan bagaimana pentingnya pendidikan bagiremaja sebelum menjalani kehidupan baru di masa depan. 3. mengingatkan bagi semua pra remaja supaya dapat memilih pergaulan yang benar dan tidak menjerumuskannya dlam penyesalan. D. Manfaat Penelitian Laporan ini saya buat supaya bermanfaat bagi saya dan para pembaca serta dapat menghindari perbuatan atau perilaku yang tidak diinginkan sepeti pernikahan dini. BAB II Kajian Pustaka Agar saya dan para pembaca dapat mengetahui tentang pengaruh pernikhan dini bagi remaj, maka dalam laporanini saya akan membahasnya. Alasan pernikahan dini merupakan sesuatu yang lazim dalam pertanyaan. Lalu, mengapa banyak sekali fenomena pernikahan dini dewasa ini? Karena yang harus kita perhatikan ketika meligitimasi pernikahan usia muda yang semakin

Inilah yang seringkali memunculkan dampak negatif yang sering kita temui. terutama norma agama. Tidak jarang ketika orang mendengar tentang pernikahan dini. Jenis Penelitian Aplikasih pernikahan yang dilakukan di usia dini memang sering menimbulkan implikasi negatif yang berdampak pada buruknya citra pernikahan dini itu sendiri. Keinginan merka untuk segera merasakan kehidupan berumahtangga membuat mereka mengambil keputusan yang terkadang tanpa dibarengi dengan pertimbangan-pertimbangan yang bijak. Banyak generasi yang gagal membangun hidupnya hanya dikarenakan kesalahan mereka dalam memilih apa yang seharusnya mereka lakukan. Hal ini berkaitan dengan kondisi seksualitas pada remaja. MBA adalah penyebabnya.membludak dewasa ini. Faktor yang selama ini identik dengan pernikahan dini. Meskipun hal ini bersifat particular . namun lebih cenderung pada tendensi seksualnya saja. Ironisnya kadang orientasi mereka bukanlah orientasi berumahtangga. untuk sekedar memenuhi tuntutan biologis yang sebenarnya sangat bisa ditemukan solusinya. Biasanya berasal dari ketidakmampuan mereka melanjutkan pendidikan ke jnjang yang lebih tinggi. Terkadang mereka hanya bisa melanjutkan sampai sekolah menengah saja atau bahkan tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Kedua. hamil diluar nikah kerap jadi alasan remaja zaman sekrang melakukan pernikahan dini. meminimalisir pergaulan babas. MBA (Married By accident). BAB III Metode Penelitian A. Populasi dan Sampel ~ Populasi: Pernikahan di usia dini dalam kehidupan sehari-hari sudah dianggap biasa bagi setiap orang. ~ Sampel: Seseorang yang telah melewati tahap pernikahan. sehingga menikah seakan-akan menjadi solusi dari kesulitan yang mereka hadapi terutama bagi kaum hawa. Pernikahan dianggap sebagai sebuah solusi atas apa yang seringkali ditimbulkannya. asumsi pertama yang muncul. faktor ekonomi. Dan memang fenomena yang seringkali kita dapati. tak jarang ambisi menjadi salah satu faktor adanya pernikahan dini. namun kenyataan mengatakan itu dengan sangat jelas. sehingga tanpa disadari pernikahan hanya dijadikan sebagai justifikasi aktivitas seksual mereka. . Keempat. bisa di pastikan 90% tingkat kedewasaannya lebih cepat di banding dengan orang-orang yang masih menjalani hidupnya hanya dengan seorang diri. Ketiga. Corak pergaulan remaja saat ini telah banyak menyimpang dari norma-norma yang ada. B. Namun. ambisi. Diantaranya: Pertama. Umumnya ini terjadi pada masyarakat golongan menengah kebawah. saat hal ini dihubungkan dengan Pendidikan para pelaku pernikahan dini yang sarat akan degradasi kualitas mereka. Banyak sekali generasi masa kini yang terjebak dalam kehidupan baru mereka. Sekilas kata ini memang terlihat sangat tidak pantas untuk menjadi sebuah alasan suatu pernikahan. Zina misalkan. Dikarenakan minimnya kesiapan psikologis mereka . Terlebih lagi.

. D. Gambaran Umum Daerah Penelitian Pada bab ini saya akan menggambarkan tentang kehidupan di lingkungan kampung saya yang 50% kebanyakan menganggap pernikahan dini sudah menjadi hal biasa. BAB IV Analisis DataDan Pengujian Hipotesa A. Tetapi bagi masyarakat kini. terutama bagi para orang tua supaya mengawasi putra-putrinya dari pengaruh lingkungan yang menyebabkan para orang tua dan anak menyesal di kemudian hari. Pengumpulan Data Maraknya pernikahan dini yang dialami remaja putri berusia 20 tahun ternyata masih menjadi fenomena di beberapa daerah di Indonesia. sehingga tidak dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. F. hal itu merupakan sebuah keanehan. Instrumen Penelitian Kebanyakan remaja yang melakukan pernikahan di usia dini pasti tidak bisa meneruskan sekolah lagi. E. Idealnya menikah itu pada saat dewasa awal yaitu sekitar 20 sampai sebelum 30 tahun untuk wanitanya. Diskribsi Data Dalam hal ini saya akan menceritakan tentang gambaran umum daerah penelitian saya. Mereka tidak bisa menjalankan tanggungjawab yang harus diemban seperti orang dewasa. B. pernikahan seorang wanita pada usia 13-16 tahun atau pria berusia 17-18 tahun adalah hal yang biasa. Sehingga kemungkinan anak dan ibunya meninggal saat melahirkan lebih tinggi. sementara untuk pihak pria itu 25 tahun. Artinya resiko melahirkan cacat atau meninggal itu tidak besar. sehingga ibunya setuju agar anaknya melanjutkan ke jenjang pernikahan. Karena secara biologis dan psikis sudah matang. Contonya tetangga saya sendiri. Wanita yang menikah sebelum usia 20 tahun atau pria sebelum 25 tahun dianggap tidak wajar. Teknik Analisis Data Remaja yang melakukan pernikahan sebelum usia biologis maupun psikologis yang cepat rentan menghadapi dampak buruknya. ibunya menyuruh anaknya agar melakukan pernikahan dini karena anaknya sudah terlanjur melakukan hubungan seksual di luar nikah. Para remaja yang melakukan pernikahan di usia dini pasti tidak akan mendapatkan masa-masa remajanya dengan layak. Remaja yang menikah dini baik secara fisik maupun biologis belum cukup matang memiliki anak. RancanganPenelitian Laporan penelitian ini saya rancang agar para pembaca dapat mengetahui bagaimana pentingnya pendidikan bagi remaja.C. Bagi orang yang hidup abad 20 atau sebelumnya. sehingga fisiknya untuk memiliki keturunan sudah cukup matang. Memang benar kebanyakan orang di kampung saya banyak yang menganggap pernikahan dini sudah menjadi hal yang biasa.

Pengujian Hepotesa Dengan cara membuat tabel atau grafik pernikahan di usia dini dari tahun ke tahun yang semakin tinggi. BAB V Kesimpulan dan Saran A. dapat saya simpulkan bahwa pernikahan di usia dini sangat merugikan bagi kedua belah pihak. . Saran Saya menyarankan agar semua para remaja melanjutkan pendidikannya sampai setinggi mungkin dan dapat memilih pergaulan yang tepat untuk bergaul agar tidak terjerumus dalam penyesalan di masa depan.C. B. Kesimpulan Dari data-data yang kami buat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful