P. 1
Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Anatomi Dan Fisiologi Manusia

|Views: 595|Likes:
Published by Heart Reenz

More info:

Published by: Heart Reenz on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Anatomi dan Fisiologi Manusia 1.

MACAM-MACAM TULANG DAN BAGIANNYA Tulang dalam tubuh setiap makhluk memiliki bentuk yang beranekaragam termasuk tulang manusia. Tulang pada tubuh manusia terdiri dari beberapa macam yaitu:

A. Tulang Pipa atau Tulang Panjang (Long Bone) Sesuai dengan namanya tulang pipa memiliki bentuk seperti pipa atau tabung dan biasanya berongga. Diujung tulang pipa terjadi perluasan yang berfungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian yaitu: bagian tengah disebut diafisis, kedua ujung disebut epifisis dan diantara epifisis dan diafisis disebut cakra epifisis. Beberapa contoh tulang pipa adalah pada tulang tangan diantaranya tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius) serta tulang kaki diantaranya tulang paha (femur), dan tulang kering (tibia).

B. Tulang Pipih (Flat Bone) Bentuk tulang yang kedua yaitu tulang pipih. Tulang pipih tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons, didalamnya terdapat sumsum tulang. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga tulang pipih ini sering berfungsi sebagai pelindung atau memperkuat. Contohnya adalah tulang rusuk (costa), tulang belikat (scapula), tulang dada (sternum), dan tulang tengkorak.

C. Tulang Pendek (Short Bone) Dinamakan tulang pendek karena ukurannya yang pendek dan berbentuk kubus umumnya dapat kita temukan pada pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang.

D. Tulang tak berbentuk (Irregular Bone) Tulang tak berbentuk memiliki bentuk yang tak termasuk ke dalam tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek. Tulang ini terdapat di bagian wajah dan tulang belakang. Gambar tulang wajah (bagian mandibula) di samping termasuk tulang irreguler

2. JENIS-JENIS TULANG Ketika kita masih bayi kita memiliki sekitar 300 tulang. Namun ketika kita beranjak dewasa beberapa dari tulang-tulang ini ada yang melebur hingga akhirnya menjadi 206 tulang. Dari 206 tulang ini terdapat

beberapa jenis tulang. Jenis-jenis tulang ini ada yang dibedakan berdasarkan matriksnya dan ada yang berdasarkan jaringan dan sifat fisik (keras tidaknya) tulang. Untuk mengetahui lebih lanjut pelajari jenisjenis tulang di bawah ini.

1. Berdasarkan jaringan penyusun dan sifat-sifat fisiknya tulang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

a. Tulang Rawan (Kartilago) Tulang rawan adalah tulang yang tidak mengandung pembuluh darah dan saraf kecuali lapisan luarnya (perikondrium). Tulang rawan memiliki sifat lentur karena tulang rawan tersusun atas zat interseluler yang berbentuk jelly yaitu condroithin sulfat yang didalamnya terdapat serabut kolagen dan elastin. Maka dari itu tulang rawan bersifat lentur dan lebih kuat dibandingkan dengan jaringan ikat biasa. Pada zat interseluler tersebut juga terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna yang berisi sel tulang rawan yaitu chondrosit. Tulang rawan terdiri dari tiga tipe yaitu:

a.1. Tulang rawan hialin: tulang yang berwarna putih sedikit kebiru-biruan, mengandung serat-serat kolagen dan chondrosit. Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujungujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, cuping hidung dan rangka janin.

a.2. Tulang rawan elastis; tulang yang mengandung serabut-serabut elastis. Tulang rawan elastis dapat kita temukan pada daun telinga, tuba eustachii (pada telinga) dan laring.

a.3. Tulang rawan fibrosa; tulang yang mengandung banyak sekali bundel-bundel serat kolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang ini dapat kita temukan pada discus diantara tulang vertebrae dan pada simfisis pubis diantara 2 tulang pubis. Pada orang dewasa tulang rawan jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan anak-anak. Pada orang dewasa tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu cuping hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (costal cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antarruas tulang belakang dan pada cakra epifisis.

2). Tulang Keras (Osteon)

Tulang Spons 3. Di dalam lacuna terdapat osteosit. yaitu: 1). Dari luar ke dalam kita akan dapat menemukan lapisan-lapisan berikut ini: a. di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf. Tulang Kompak Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers. 2).Tulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur. Osteosit: sel-sel tulang dewasa (c). Osteoklas : sel-sel penghancur tulang b. Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers. STRUKTUR TULANG Pada umumnya penyusun tulang diseluruh tubuh kita semuanya berasal dari material yang sama. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus. Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang (b).Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers. Disekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis.Berdasarkan matriksnya tulang dibedakan menjadi 2. Tulang tersusun atas: (a). Periosteum . Pada lamela terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna. Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit.

Sumsum tulang berperan penting dalam tubuh kita karena berfungsi memproduksi sel-sel darah yang ada dalam tubuh. leher (collum). Istilah anatomi untuk bangunan utama tubuh : kepala (caput). jaringan ikat dan pembuluh darah. Kandungan tulang manusia dewasa lebih banyak mengandung kapur dibandingkan dengan anak-anak maupun bayi. Tulang kompak memiliki sedikit rongga dan lebih banyak mengandung kapur (Calsium Phosfat dan Calsium Carbonat) sehingga tulang menjadi padat dan kuat. badan (truncus). Tulang Kompak (Compact Bone) Pada lapisan kedua ini kita akan bertemu dengan tulang kompak. 4. TERMINOLOGI TULANG Digunakan istilah khusus (nomenklatur) untuk menamai masing-masing bagian stuktur tubuh. Tulang Spongiosa (Spongy Bone) Pada lapisan ketiga ada yang disebut dengan tulang spongiosa. Sumsum tulang ini dilindungi oleh tulang spongiosa seperti yang telah dijelaskan dibagian tulang spongiosa. wajah (facies). Tulang kompak paling banyak ditemukan pada tulang kaki dan tulang tangan. Periosteum mengandung osteoblas (sel pembentuk jaringan tulang). d. b. c. Sesuai dengan namanya tulang spongiosa memiliki banyak rongga. pertumbuhan dan reparasi tulang rusak. Bayi dan anak-anak memiliki tulang yang lebih banyak mengandung serat-serat sehingga lebih lentur.Pada lapisan pertama kita akan bertemu dengan yang namanya periosteum. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot-otot rangka (skelet) ke tulang dan berperan dalam memberikan nutrisi. anggota badan (membrum) POSISI ANATOMIS .Sumsum Tulang (Bone Marrow) Lapisan terakhir yang kita temukan dan yang paling dalam adalah sumsum tulang. Periosteum merupakan selaput luar tulang yang tipis. Rongga tersebut diisi oleh sumsum merah yang dapat memproduksi sel-sel darah. Sumsum tulang wujudnya seperti jelly yang kental. Tulang ini teksturnya halus dan sangat kuat. Tulang spongiosa terdiri dari kisi-kisi tipis tulang yang disebut trabekula. istilah dari bahasa latin dan yunani adalah Nomenklatur Regional.

Fleksi : penekukan/ pengurangan sudut. mata lurus ke depan. miring atau telungkup (prone). kaki dengan mata kaki berhimpit. lengan di samping. tidak ada bagian tulang panjang yang menyilang. bagian kanan & kiri merujuk pada sisi kanan dan kiri subyek yang diamati.Posisi spesifik dari tubuh untuk keperluan/ memudahkan dilakukan deskripsi tubuh. BIDANG GARIS DAN KHAYAL Pada posisi anatomi dilalui oleh 4 garis khayal : 1. Anterior (ventral) 4. Inferior (caudal) 3. telapak kaki. Abduksi: gerakan menjauhi bidang median 4. Posterior (dorsal) 5. Ekstensi : pelurusan/penambahan sudut 3. kedua telapak tangan hadap depan dengan ibu jari mengarah ke samping badan. Adduksi : gerakan ke arah bidang median . Posisi Anatomi : berdiri tegak. Superior (cranial) 2. tetap mengacu pada posisi anatomi. Bidang Median 2. Posisi tidur /telentang (supine). Dorsofleksi . Medial (menuju garis tengah) 6. plantar fleksi . Lateral (menjauhi garis tengah) Terminologi Gerakan : 1. Bidang Horisontal Terminologi Arah & Relasi : 1. ibu jari kaki ke depan. Bidang Sagital 3. pleksi kaki ke arah dorsal. Bidang Koronal 4. fleksi ke arah plantar 2.

Retrusi: gerakan ke posterior 13. Juga : tonjolan sebagai bukit 6. kombinasi fleksi. Processus : tonjolan meruncing . Epicondylus : tonjolan di atas condylus 5. Inversi : gerakan telapak kaki ke arah bidang median 9. Pronasi: gerakan memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan menghadap posterior 11. Spina : tonjolan seperti duri 7. Elevasi: gerakan mengangkat atau menaikkan bahu 18. bulat 2. Tuber: tonjolan besar. Tuberculum : tuber yang kecil 3. Condylus: bulatan pada ujung tulang dekat sendi merupakan bagian dari persendian 4. Protrusi : gerakan ke anterior 12.5. endorotasi = rotasi medial dan eksorotasi = rotasi lateral 6. abduksi adduksi 7. khusus ekstrimitas . Eversi : gerakan telapak kaki menjauhi bidang median. Protraksi: gerakan menggerakkan bahu ke anterior 14. Reposisi: gerakan jari tangan kembali ke posisi anatomis 17. Supinasi: gerakan memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan menghadap anterior 10. Retraksi: menarik bahu ke posterior 15. gerakan waktu permukaan lat diangkat 8. ekstensi. Depresi: gerakan menurunkan atau mengerakkan bahu ke bawah Terminologi bangunan pada tulang dan organ : A. Istilah bangunan yang meninggi : 1. Opposisi: gerakan ujung jari tangan ke ujung jari lainnya 16. Rotasi: mengelilingi aksis panjang. Sirkumduksi: gerakan memutar dengan puncak kerucut.

Fovea : cekungan spt lembah 2. Istilah untuk lubang-lubang : 1. Labium : peninggian yang tumpul dan melebar (bibir) 11. Pecten : rigi yang tidak begitu lebar dan tinggi 12. Linea : rigi yang tidak meninggi berupa garis 10. Fossa : daerah seperti lembah 8. Cornu : bangunan sebagai tanduk 14.8. Tuberositas : permukaan tulang yang kasar. Impresario : cekungan disebabkan oleh alat lain 4. Capitulum : caput yang kecil 16. Caput : bulatan yang besar 15. Foveola : fovea yang kecil 3. Incisura : takik 6. Crista : rigi yg meninggi 9. Fissura : celah 5. Hamulus : tonjolan tulang berbentuk kait B. Fossula : fossa yang kecil C. Eminentia : sesuatu/ daerah yang meninggi 13. Istilah untuk bagian yang mendalam : 1. Torus : penebalan tulang 17. peninggian yang bervariasi 18. Apertura : pintu masuk ke dalam rongga . Sulcus : parit 7.

Meatus : liang/ gang E. Ductilus : pipa yang kecil 5. Istilah untuk saluran-saluran : 1. Canaliculi : kanal yang kecil 3. saluran berdinding dilapisi selaput lender 4. Canalis : kanal.2. Foramina : lubang kecil D. Tubus : pipa besar 6. cancello = membuat kisi-kisi) . cavitas : rongga yang kecil 3. cellula : rongga kecil dalam tulang berisi udara 5. cavum : rongga yang besar 2. sinus : rongga tertutup berisi udara/darah/cairan 4. Ostium : muara suatu/ saluran ke dalam rongga lain 3. Porus : lubang umumnya sebagai pintu masuk/ muara keluar saluran pada tulang foramen. Istilah untuk rongga-rongga : 1. saluran berpipa pada tulang 2. Tubulus : pipa agak kecil 7. Ductus : pipa. tidak bersaluran 4. Orificium : lubang sepert porus untuk jaringan 5. SUSUNAN MAKROSKOPIS DAN HISTOLOGI TULANG Secara makroskopis tulang disusun menurut 2 cara 1. lubang pada tulang. Tulang Spongiosa atau tulang seperti spons (L.

Perikondrium mengandung pembuluh darah yang memasok tulang rawan (avaskular) dan juga saraf dan pembuluh limfe. Pars kompakta teksturnya halus dan sangat kuat. PERIOSTEUM . Kecuali tulang rawan sendi. Tulang kompak memiliki sedikit rongga dan lebih banyak mengandung kapur (Calsium Phosfat dan Calsium Carbonat) sehingga tulang menjadi padat dan kuat. Tulang kompak paling banyak ditemukan pada tulang kaki dan tulang tangan. SUSUNAN MAKROSKOPIS DAN HISTOLOGI PERIOSTEUM DAN ENDOSTEUM Permukaan luar dan dalam dari tulang ditutupi lapisan sel-sel pembentuk tulang dan jaringan ikat padat disebut periosteum dan endosteum A. tidak memiliki perikondrium dan dipertahankan oleh difusi oksigen dan nutrient dari cairan sinovia. Tulang spongiosa terdiri dari kisi-kisi tipis tulang yang disebut trabekula. sel-sel ini sebenarnya adalah kondroblas dan mudah berkembang menjadi kondrosit. Kandungan tulang manusia dewasa lebih banyak mengandung kapur dibandingkan dengan anak-anak maupun bayi. Bayi dan anakanak memiliki tulang yang lebih banyak mengandung serat-serat sehingga lebih lentur. 2. yang penting untuk pertumbuhan dan ketahanan tulang rawan. Meskipun sel-sel pada lapisan dalam perikondrium menyerupai fibroblast. yang membentuk tempat pertemuan anatara tulang rawan dan jaringan yang disangga tulang rawan tersebut. Perikondrium kaya akan serat kolagen tipe I dan mengandung banyak fibroblast. 7. singkatan dari trabs = sebuah balok) yang bercabang dan saling memotong ke berbagai arah untuk membentuk jala-jala seperti spons dari spikula tulang. Pars spongiosa merupakan jaringan tulang yang berongga seperti spon (busa). SUSUNAN MAKROSKOPIS DAN HISTOLOGI PERIKONDRIUM Perikondrium adalah selubung jaringan ikat padat yang mengelilingi tulang rawan di kebanyakan tempat. yang rongga-rongganya diisi oleh sumsum tulang. Tulang rawan sendi yang menutupi permukaan tulang sendi yang dapat digerakkan. Rongga tersebut diisi oleh sumsum merah yang dapat memproduksi sel-sel darah. Tulang Kompakta Tulang yang membentuk masa yang padat tanpa terlihat ruangan. 6.Tulang ini terdiri atas batang yang halus atau selubung yang halus yaitu trabekula (L. semua tulang rawan hialin ditutupi selapis jaringan ikat padat. yaitu perikondrium.

oleh karena itu banyak ditemukan pada tulang yang sedang tumbuh. ENDOSTEUM Endosteum melapisi semua rongga dalam di dalam tulang dan terdiri atas selapis sel osteoprogenitor gepeng dan sejumlah kecil jaringan ikat. Osteoblast yang mensintesis dan menjadi perantara mineralisasi osteoid.E dapat diungkapkan bahwa kompleks Golgi tidak jelas. b.E tampak jelas bahwa sel-sel tersebut memang aktif mensintesis protein.Terdiri atas lapisan luar serat-serat kolagen dan fibroblast. memasuki matriks tulang dan mengikat periosteum pada tulang. Sel ini bertanggung jawab atas pembentukan matriks tulang. Ujung-ujung tonjolan dari osteosit yang berdekatan saling berhubungan melalui gap junction. . Selnya berbentuk kuboid atau silindris pendek. LOKASI DAN FUNGSI 4 MACAM SEL-SEL TULANG a. Lapisan dalam periosteum yang lebih banyak mengandung sel. Karenanya endosteum lebih tipis daripada periosteum. yang berpotensi membelah melauli mitosis dan berkembang menjadi osteoblas B. Berkas serat kolagen periosteum yang disebut serta Sharpey. dengan inti terdapat pada bagian puncak sel dengan kompleks Golgi di bagian basal. Selain itu terlihat pula adanya lisosom. Fungsi utama periosteum dan endosteum adalah member nutrisi kepada jaringan tulang dan menyediakan osteoblas baru secara kontinu untuk memperbaiki pertumbuhan tulang. Sitoplasma tampak basofil karena banyak mengandung ribonukleoprotein yang menandakan aktif mensintesis protein. terdiri atas sel-sel mirip fibroblast yang disebut sel osteoprogenitor. Pada sediaan gosok terlihat bahwa bentuk osteosit yang gepeng mempunyai tonjolan-tonjolan yang bercabang-cabang. Hal-hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan adanya pertukaran ion-ion di antara osteosit yang berdekatan. Bentuk ini dapat diduga dari bentuk lacuna yang ditempati oleh osteosit bersama tonjolan-tonjolannya dalam canaliculi. Osteoblas (dari Bahasa Yunani yang merujuk kepada "tulang" dan "janin" atau embrio) . Dari pengamatan dengan M. Pada pengamatan dengan M. 8. walaupun masih terlihat adanya aktivitas sintesis protein dalam sitoplasmanya. Osteosit merupakan komponen sel utama dalam jaringan tulang. karena banyak terlihat RE dalam sitoplasmanya. Osteoblast ditemukan dalam satu lapisan pada permukaan jaringan tulang sebagai sel berbentuk kuboid atau silindris pendek yang saling berhubungan melalui tonjolan-tonjolan pendek.

resorpsi osteoklatik berperan pada proses remodeling tulang sebagai respon dari pertumbuhan atau perubahan tekanan mekanikal pada tulang.Osteosit yang terlepas dari lacunanya akan mempunyai kemampuan menjadi sel osteoprogenitor yang pada gilirannya tentu saja dapat berubah menjadi osteosit lagi atau osteoklas. Relasi yang baik dari osteoklas dan tulang terlihat pada gambar (b). Osteosit merupakan komponen sel utama dalam jaringan tulang. Osteoklas juga berpartisipasi pada pemeliharaan homeostasis darah jangka panjang. osteoklas cenderung menyusut dan memisahkan diri dari permukaan tulang. Mempunyai peranan penting dalam pembentukan matriks tulang dengan cara membantu pemberian nutrisi pada tulang. Tulang juga berperan dalam penyimpanan dan homeostasis kalsium. Osteoklas ini berasal dari deretan sel monosit makrofag. Gambaran ini dapat dilihat dengan mroskop electron. Pada proses persiapan dekalsifikasi (a). Sel osteoprogenitor merupakan sel mesenchimal primitive yang menghasilkan osteoblast selama pertumbuhan tulang dan osteosit pada permukaan dalam jaringan tulang. Tulang hanya dapat tumbuh secara aposisi. Tulang memiliki jaringan pembuluh darah untuk nutrisi sel-sel tulang. d. Substansi interseluler tulang selalu mengalami pengapuran. c. Sel ini ditemukan untuk pertama kali oleh Köllicker dalam tahun 1873 yang telah menduga bahwa terdapat hubungan sel osteoklas (O) dengan resorpsi tulang.Osteoklas merupakan sel fagosit yang mempunyai kemampuan mengikis tulang dan merupakan bagian yang penting. Tulang membentuk formasi endoskeleton yang kaku dan kuat dimana otot-otot skeletal menempel sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan. Ruffled border ini dapat mensekresikan beberapa asam organik yang dapat melarutkan komponen mineral pada enzim proteolitik lisosom untuk kemudian bertugas menghancurkan matriks organic. . Mampu memperbaiki tulang bersama osteoblast. Hal tersebut misalnya dihubungkan dengan keberadaan sel-sel osteoklas dalam suatu lekukan jaringan tulang yang dinamakan Lacuna Howship (H). Tulang dan kartilago merupakan jaringan penyokong sebagai bagian dari jaringan pengikat tetapi keduanya memiliki perbedaan pokok antara lain : Tulang memiliki system kanalikuler yang menembus seluruh substansi tulang. Osteoklas merupakan sel multinukleat raksasa dengan ukuran berkisar antara 20 m-100 m dengan inti sampai mencapai 50 buah. Kebanyakan tulang memiliki lapisan luar tulang kompak yang kaku dan padat. keberadaan osteoklas ini secara khas terlihat dengan adanya microvilli halus yang membentuk batas yang berkerut-kerut (ruffled border).

Osteoblas berperan dalam mensekresikan enzim alkali fosfatase. Karena CaHPO4 lebih mudah larut. sel osteoklas berpengaruh kepada serabut kolagen Rupanya. Penambahan ion-ion tersebut diperoleh dari pengaruh enzim alkali fosfatase dari osteoblas. Bahan-bahan mineral yang akan diendapkan semula berada dalam aliran darah. osteoklas menyebabkan depolimerisasi mukopolisakarida dan glikoprotein sehingga garam mineral yang melekat menjadi bebas. maka untuk mengendapkannya dibutuhkan kadar fosfat dan kalsium yang lebih tinggi daripada dalam kondisi alkali untuk mengendapkan Ca3(PO4)2 yang kurang dapat larut. mencakup pembersihan garam mineral dan matriks organic yang kebanyakan merupakan kolagen. Dalam keadaan biasa. Faktor lain yang harus diperhitungkan yaitu keadaan pH karena kondisi yang agak asam lebih menjurus ke pembentukan garam CaHPO4 daripada Ca3(PO4)2. sehingga kristalkristal kalsium akan tersusun sepanjang serabut. darah dan cairan jaringan mengandung cukup ion fosfat dan kalsium untuk pengendapan kalsium Ca3(PO4)2 apabila terjadi penambahan ion fosfat dan kalsium. namun disini akan dibahas garis besarnya. Serabut kolagen yang ada di sekitar osteoblast akan merupakan inti pengendapan. Hal tersebut juga dapat diperoleh dari pengaruh hormone parathyreoid dan pemberian vitamin D atau pengaruh makanan yang mengandung garam kalsium tinggi. Bagaimana cara osteoklas . Resorpsi tulang yang sangat erat hubungannya dengan sel-sel osteoklas. cara yang paling mudah untuk osteoklas dalam membersihkan garam mineral yaitu dengan menyediakan suasana setempat yang cukup asam pada permukaan kasarnya. MEKANISME KALSIFIKASI DAN RESORPSI TULANG Proses kalsifikasi tulang yang kompleks belum diketahui secara pasti. karena tulang akan dapat tumbuh membesar dengan cara menambah jaringan tulang baru dari permukaan luarnya yang dibarengi dengan pengikisan tulang dari permukaan dalamnya. Resorpsi tulang sama pentingnya dengan proses kalsifikasinya. Kalsifikasi dalam tulang tidak terlepas dari proses metabolisme kalsium dan fosfat.9. Dalam kaitannya dengan resorpsi tersebut terdapat 3 kemungkinan : osteoklas bertindak primer dengan cara melepaskan mineral yang disusul dengan depolimerisasi molekul-molekul organic. Kenaikan kadar ion kalsium dan fosfat setempat sekitar osteoblast dan khondrosit hipertrofi disebabkan sekresi alkali fosfatase yang akan melepaskan fosfat dari senyawa organik yang ada di sekitarnya.

Yang mengalami penulangan desmal ini yaitu tulang atap tengkorak.membuat suasana asam belum dapat dijelaskan. Oleh karena di daerah yang akan menjadi atap tengkorak tersebut terdapat anyaman pembuluh darah. resorpsi dan deposisi tulang terjadi pada rasio yang jauh lebih kecil untuk mengakomodasi perubahan yang terjadi karena fungsi dan untuk mempengaruhi homeostasis kalsium. 10. Pada proses awal ini. Perlu pula dipertimbangkan adanya lisosom dalam sitoplasma osteoklas yang pernah dibuktikan. Keduanya menyebabkan jaringan pendukung kolagen primitive diganti oleh tulang. Osteogenesis Desmalis Nama lain dari penulangan ini yaitu Osteogenesis intramembranosa. Osteoid kemudian bertambah sehingga berbentuk lempeng-lempeng atau trabekulae yang tebal. Sementara itu berlangsung pula sekresi molekul-molekul tropokolagen yang akan membentuk kolagen dan sekresi glikoprotein. karena terjadinya dalam membrane jaringan. atau jaringan kartilago yang selanjutnya akan diganti pula menjadi jaringan tulang. Sel-sel mesenkhimal saling berhubungan melalui tonjolantonjolannya. sel-sel mesenkhim berdiferensiasi menjadi osteoblas yang memulai sintesis dan sekresi osteoid. Sesudah berlangsungnya sekresi oleh osteoblas tersebut disusul oleh proses pengendapan garam kalsium fosfat pada sebagian dari matriksnya sehingga bersisa sebagai selapis tipis matriks osteoid sekeliling osteoblas. Hasil kedua proses osteogenesis tersebut adalah anyaman tulang yang selanjutnya akan mengalami remodeling oleh proses resorpsi dan aposisi untuk membentuk tulang dewasa yang tersusun dari lamella tulang. Mula-mula jaringan mesenkhim mengalami kondensasi menjadi lembaran jaringan pengikat yang banyak mengandung pembuluh darah. Kemudian. hormone tyroid. yaitu osteogenesis desmalis dan osteogenesis enchondralis. Tempat perubahan awal tersebut dinamakan Pusat penulangan primer. dan hormone sex. . Tulang yang terbentuk selanjutnya dinamakan tulang desmal. Tanda-tanda pertama yang dapat dilihat adanya pembentukan tulang yaitu matriks yang terwarna eosinofil di antara 2 pembuluh darah yang berdekatan. PERTUMBUHAN TULANG Perkembangan tulang pada embrio terjadi melalui dua cara. Dalam substansi interselulernya terbentuk serabut-serabut kolagen halus yang terpendam dalam substansi dasar yang sangat padat. maka matriks yang terbentuk pun akan berupa anyaman. Perkembangan tulang ini diatur oleh hormone pertumbuhan.

Sel sel tersebut memiliki potensi hemopoetik dan osteogenik. Kemunduran sel sel tersebut akan berakhir dengan kematian. Sementara itu. Pada saat ini matriks kartilago siap menerima pengendapan garam garam kalsium yang pada gilirannya akan membawa kemunduran sel sel kartilago yang terperangkap karena terganggu nutrisinya.. Dengan berlanjutnya perubahan osteoblas menjadi osteosit maka trabekulae makin menebal. . Osteoblas yang telah berubah menjadi osteosit akan diganti kedudukannya oleh sel-sel jaringan pengikat di sekitarnya. Sel sel yang diletakan pada matriks kartilago akan bertindak sebagai osteoblast. Dalam sitoplasma khondrosit terdapat penimbunan glikogen.yang sekarang dapat dinamakan periosteum. Proses kerusakan ini akan mengurangi kekuatan kerangka kalau tidak diperkuat oleh pembentukan tulang disekelilingnya. Osteoblas ini akan mensekresikan matriks osteoid dan melapiskan pada matriks kartilago yang mengapur. Antara sel-sel tersebut masih terdapat hubungan melalui tonjolannya yang sekarang terperangkap dalam kanalikuli. sel-sel osteoprogenitor pada permukaan Pusat penulangan mengalami mitosis untuk memproduksi osteoblas lebih lanjut Osteogenesis Enchondralis Awal dari penulangan enkhondralis ditandai oleh pembesaran khondrosit di tengah-tengah diaphysis yang dinamakan sebagai pusat penulangan primer. Tulang yang terbentuk merupakan pipa yang mengelilingi pusat penulangan yang masih berongga rongga sehingga bertindeak sebagai penopang agar model bentuk kerangka tidak terganggu. Pusat penulangan primer yang terjadi dalam diaphysis akan disusun oleh pusat penulangan sekunder yang berlangsung di ujung ujung model kerangka kartilago. Pada bagian yang nantinya akan menjadi tulang padat.Dengan menebalnya trabekula. sehingga matriks kartilago akan terdesak mejadi sekat sekat tipis. Lapisan tipis tulang tersebut dinamakan pipa periosteal. Sel sel khondrosit di daerah pusat penulangan primer mengalami hypertrophy. Pada saat yang bersamaan. jaingan pengikat yang masih ada akan berubah menjadi sumsum tulang yang akan menghasilkan sel-sel darah. Setelah terbentuknya pipa periosteal. Darah membawa sel sel yang diletakan pada dinding matriks. rongga yang memisahkan trabekulae sangat sempit. masuklah pembuluh pembuluh darah dari perikhondrium. sehingga jaringan pengikat yang memisahkan makin menipis. beberapa osteoblas akan terbenam dalam matriks yang mengapur sehingga sel tersebut dinamakan osteosit. sehingga rongga rongga yang saling berhubungan sebagai sisa sisa lacuna. yang selanjutnya menembus masuk kedalam pusat penulangan primer yang tinggal matriks kartilago yang mengalami klasifikasi. Selanjutnya trabekula yang terbentuk oleh matriks kartilago yang mengapur dan dilapisi matriks osteoid akan mengalami pengapuran pula sehingga akhirnya jaringan osteoid berubah menjadi jaringan tulang yang masih mengandung matriks kartilago yang mengapur di bagian tengahnya. Pada hakekatnya pembentukan tulang ini melalui penulangan desmal karena jaringan pengikat berubah menjadi tulang. perikhondrium di sekeliling pusat penulangan memiliki potensi osteogenik sehingga di bawahnya terbentuk tulang. sebaliknya pada bagian yang nantinya akan menjadi tulang berongga.

maka discus tersebut menunjukan gambaran yang dibedakan dalam daerah daerah perkembangan. Zona Proliferasi : sel kartilago membelah diri menjadi deretan sel sel gepeng.Pertumbuhan Memanjang Tulang Pipa Setelah berlangsung penulangan pada pusat penulangan sekunder di daerah epiphysis. 2. maka pada permukaan trabekula di daerah ke arah diaphysis diletakan sel sel yang akan berubah menjadi osteoblas yang selanjutnya akan melanjutkan penulangan. 4. maka teradapatlah sisa sisa sel khondrosit diantara epiphysis dan diaphysis. Zona Maturasi : sel kartilago tidak lagi membelah diri. Daerah daerah perkembangan : 1. Zona hypertrophy : sel sel membesar dan bervakuola. sedangkan sel sel kartilago dalam masing masing deretan dipisahkan oleh matriks tipis. Sel sel dalam masing masing deretan tidak sama penampilannya. Sel sel tersebut tersusun bederet deret memanjang sejajar sumbu panjang tulang. Dalam proses pertumbuhan discus epiphysealis akan semakin menipis. Karena perubahan sel sel dalam setiap deret seirama.tapi bertambah besar. Zona degenerasi : sel sel cartílago berdegenerasi diikuti oleh terbukanya lacuna sehingga terbentuk trabekula. Karena masuknya pembuluh darah. 5. Jaringan kartilago yang memisahkan epiphysis dan diaphysis berbentuk lempeng atau cakram sehingga dinamakan Discus epiphysealis. Pembesaran Diameter Tulang Pipa . Hal ini disebabkan karena ke arah diaphysis sel sel kartilago berkembang yang sesuai dengan perubahan perubahan yang terjadi pada pusat penulangan. sehingga akhirnya pada orang yang telah berhenti pertumbuhan memanjangnya sudah tidak deketemukan lagi. Masing masing deretan sel kartilago dipisahkan oleh matriks tebal kartilago. 3. Zona kalsifikasi : matriks cartílago mengalami kalsifikasi.

Pada pertumbuhan diameter (lebar) tulang. 11. PEMBENTUKAN TULANG Osifikasi atau yang disebut dengan proses pembentukan tulang telah bermula sejak umur embrio 6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa. Selama pertumbuhan. walau pun diameter tulang bertambah namun ketebalannya tetap dipertahankan. perichondrium berubah menjadi periosteum. Dengan demikian masih tersisa tulang rawan dikedua ujung epifise yang berperan penting dalam pergerakan sendi dan satu tulang rawan di antara epifise dan diafise yang disebut dengan cakram epifise. tulang .karena tanpa pengikisan. Dengan adanya proses pengikisan jaringan tulang ini. sehingga terbentuklah rongga untuk sumsum tulang. Pada tahap selanjutnya pembuluh darah akan memasuki daerah epiphise sehingga terjadi pusat osifikasi sekunder. bila daerah tersebut banyak mengandung pembuluh darah akan membentuk osteoblas. bila tidak mengandung pembuluh darah akan membentuk kondroblas. Mula-mula pembuluh darah menembus perichondrium di bagian tengah batang tulang rawan. sel-sel tulang rawan membesar kemudian pecah sehingga terjadi kenaikan pH (menjadi basa) akibatnya zat kapur didepositkan. dengan demikian terganggulah nutrisi semua sel-sel tulang rawan dan menyebabkan kematian pada sel-sel tulang rawan ini. Bersamaan dengan proses ini pada bagian dalam tulang rawan di daerah diafisis yang disebut juga pusat osifikasi primer.Pertumbuhan tulang pipa selain memanjang melalui discus epiphysealis juga mengalami pertambahan diameter dengan cara pertambahan jeringan tulang melalui penulangan oleh periosteum lapisan dalam yang dibarengi dengan pengikisan jaringan tulang dari permukaan dalamnya. Osifikasi dimulai dari sel-sel mesenkim memasuki daerah osifikasi.berat tulang akan bertambah terus sehingga mengganggu fungsinya. terbentuklah tulang spongiosa. Pembentukan tulang rawan terjadi segera setelah terbentuk tulang rawan (kartilago). merangsang sel-sel perichondrium berubah menjadi osteoblas. sel-sel tulang rawan pada cakram epifise terus-menerus membelah kemudian hancur dan tulang rawan diganti dengan tulang di daerah diafise. Osteoblas ini akan membentuk suatu lapisan tulang kompakta. dengan demikian tebal cakram epifise tetap sedangkan tulang akan tumbuh memanjang. Kemudian akan terjadi degenerasi (kemunduran bentuk dan fungsi) dan pelarutan dari zat-zat interseluler (termasuk zat kapur) bersamaan dengan masuknya pembuluh darah ke daerah ini. Hal ini penting.

Hubungan antartulang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan ikat yang kemudian menulang sehingga sama sekali tidak bisa digerakkan.Sinartrosis yaitu sendi yang tidak dapat digerakkan 2. yaitu: 1.didaerah rongga sumsum dihancurkan oleh osteoklas sehingga rongga sumsum membesar. 1.Sinartrosis Sinartrosis adalah hubungan antartulang yang tidak memiliki celah sendi. dan pada saat yang bersamaan osteoblas di periosteum membentuk lapisan-lapisan tulang baru di daerah permukaan. 12.Diartrosis yaitu sendi yang pergerakannya bebas Untuk lebih jelasnya.Sinkondrosis . b. yaitu: a. Contohnya pada tulang tengkorak. HUBUNGAN ANTAR TULANG Di dalam tubuh kita tulang dapat berhubungan secara erat maupun tidak erat. Di dalam sistem rangka manusia terdapat tiga jenis hubungan antartulang. Sendi dibentuk dari kartilago yang berada di daerah sendi.Amfiartrosis yaitu sendi yang pergerakannya sedikit 3. Ada dua tipe sinartrosis. silahkan pelajari lebih lanjut. Agar artikulasi tersebut dapat bergerak diperlukan struktur khusus yang dinamakan dengan sendi. Hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya disebut artikulasi.Suture Suture adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut ikat padat.

c. kedua ujung tulang membentuk sendi seperti pelana dan berporos dua. b. Misalnya gerak sendi pada siku.Sendi engsel Pada sendi engsel. 3.Sendi putar .Sindesmosis Pada sindesmosis. sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Amfiartrosis dibagi menjadi dua. Hubungan antartulang diartrosis ini sering juga disebut sendi.Simfisis Pada simfisis.Sinkondrodis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin. Contohnya sendi antartulang betis dan tulang kering.Amfiartrosis Amfiartrosis adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit digerakkan. tetapi dapat bergerak lebih bebas seperti orang naik kuda. Gerakannya hanya satu arah seperti gerak engsel pintu. Contoh hubungan antartulang yang bersifat diartrosis adalah sebagai berikut: a.Sendi pelana Pada sendi pelana. kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu. Contohnya pada sendi antartulang belakang dan pada tulang kemaluan. 2. b. mata kaki. Misalnya sendi antara tulang telapak tangan dengan pergelangan tangan. yaitu: a. lutut. dan ruas antarjari.Diartrosis Diartrosis adalah hubungan antartulang yang kedua ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakkan. Contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa. sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih.

atau gerakan ibu jari menjauhi telunjuk oleh sendi pelana di antara metacarpal 1 dan os. Misalnya sendi antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan. Carpal (trapezium) 5. contohnya mengangkat lengan ke samping. d. Bergeser Berupa pergeseran antara tulang. Extensi Berupa gerakan pelurusan sendi. Misalnya sendi antara tulang gelang bahu dan lengan atas. 2. terjadi pada sendi geser. dan antara tulang gelang panggul dan paha. f. Contohnya sendi antartulang pergelangan tangan.Sendi peluru Pada sendi ini. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas ke segala arah dan berporos tiga. Flexi terjadi pada sendi engsel. ke depan dan ke belakang. antar tulang pergelangan kaki. contohnya gerakan pada sendi-sendi di antara tulang-tulang carpalia dan tarsalia. kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bongkol. Flexi Berupa gerakan pembengkokan sendi. ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. MEKANISME GERAK SENDI 1. antar tulang selangka dan tulang belikat.Pada sendi ini. Terjadi pada sendi peluru. contohnya flexi sendi jari-jari. 13.Sendi kondiloid/ ellipsoid Sendi kondiloid memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan. dan sendi antara tulang atlas dengan tulang tengkorak. Adduksi . Extensi bisa terjadi pada sendi engsel.Sendi luncur/Geser Pada sendi luncur. kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Abduksi Berupa gerakan yang menjauhi sumbu tubuh. Sedangkan flexi-extensi pada pergelangan tangan merupakan gerakan sendi ellipsoidal 4. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros. e. contohnya extensi sendi lutut 3. Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk ke dalam suatu lekuk berbentuk elips. Misalnya sendi antara tulang hasta dan pengumpil.

Secara garis besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi menjadi dua. Rotasi Berupa gerakan berputar. Sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh seperti yang kita lihat pada gambar di bawah ini. Pronasi Gerakan memutar lengan bawah untuk membalikkan telapak tangan. gerakan ini berlawanan dengan gerakan abduksi 6. terjadi pada sendi putar.Berupa gerakan yang mendekati sumbu tubuh. JUMLAH SUMBU GERAK Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. sehingga telapak tangan menghadap ke bawah bila lengan bawah ditaru diatas meja 9. Protaksi Gerakan mendorong mendibula ke luar 11. Tulang tengkorak . Rangka Aksial Rangka aksial yang kita sebut juga dengan rangka sumbu tubuh terdiri dari tulang-tulang yang membentuk sumbu tubuh. yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh). Misalnya atlas (cervix 1) berputar terhadap processus odontoideus dari axis (cervix 2) sewaktu menggelengkan kepala. sedangkan ujung proksimalnya tetap. Contohnya gerakan memutar lengan 1 lingkaran mengitari sendi bahu. a. Rangka manusia terdiri dari 206 tulang. Retraksi Gerakan menarik mandibula ke dalam 14. diantaranya adalah: 1). Supinasi Gerakan berlawanan dengan pronasi 10. terjadi pada sendi peluru dengan arah gerakan 3 poros 8. Circumduksi Berupa gerakan dimana ujung distal satu tulang membentuk 1 lingkaran. 7.

Hubungan antartulang yang terdapat pada tempurung kepala termasuk jenis suture. 4) Tulang dada (sternum) dan Tulang rusuk (costa) Tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) bersama-sama membentuk perisai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dada. Tulang belakang (vertebrae) 4). Dilihat dari samping tulang belakang membentuk lekukan yaitu lekukan serviks. 3) Tulang belakang (vertebrae) Tulang belakang atau yang disebut dengan vertebrae (baca: vertebre) ber fungsi menyangga berat tubuh. Tulang dada (sternum) 5).2). Tulang leher ke-2 mempunyai tonjolan yang bersendi dengan tulang leher ke-1 memungkinkan kepala kita dapat menggeleng. yaitu tidak ada gerak. lekukan lumbar. b.Rangka Apendikuler . Terletak di antara laring dan mandibula. Tulang tengkorak Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak. Tulang hioid 3). Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai macam posisi dan gerakan. Jumlah tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia. dan lekukan sacral. lekukan thorax. 2) Tulang hyoid Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otat mulut dan lidah. yaitu paru-paru dan jantung. organ pendengaran dan organ penglihatan. misalnya berdiri. duduk atau berlari. Tulang tengkorak terdiri dari dari tulang tempurung dan tulang muka. Tulang rusuk (costa) 1). Tulang rusuk (costa) juga berhubungan dengan tulang belakang (vertebrae). Tulang leher ke-1 bersendi dengan tulang kepala belakang (osipitalis) sehingga memungkinkan kepala kita dapat mengangguk.

Rangka apendikuler merupakan rangka yang menyusun alat gerak. Tangan dan kaki Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan. setelah dewasa ketiga tulang ini bersatu menjadi tulang panggul (koksa). Telapak kaki manusia melengkung dan tidak kaku sehingga berfungsi sebagai pegas ketika berjalan. Jari tangan terdiri dari tiga ruas kecuali ibu jari yang hanya mempunyai dua ruas. Tulang belikat (Skapula) Tulang belikat (skapula) terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu. tungkai. Tulang pangkal lengan (Humerus). 2). Sewaktu lahir setiap tulang panggul (Koksa) sebetulnya terdiri dari 3 tulang yaitu ileum. 3). Rangka apendikuler terdiri atas bahu. 4). panggul. Tulang panggul membentuk tulang gelang panggul yang berfungsi untuk menahan berat tubuh. ischium. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak. hasta (Ulna). . dan telapak kaki. dan pubis. tangan dan kaki. Tulang selangka (Klavikula) Tulang selangka (Klavikula) merupakan tulang leher membentuk bagian depan bahu. 1 bagian terdapat pada bagian kiri dan 1 bagiannya lagi pada bagian kanan. Pengumpil (Radius) Tulang pangkal lengan (Humerus) bersama dengan tulang pengumpil (Radius) dan tulang hasta (Ulna) menyusun lengan atas dan lengan bawah. 1). telapak tangan dan jari-jari. Namun. tulang-tulang tangan. 5). telapak tangan. Tulang panggul (Koksa) Setiap makhluk vertebrata memiliki jumlah tulang panggul (Koksa) 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->