METODOLOGI STUDI ISLAM MAKALAH PANDANGAN POLITIK DALAM ISLAM

DISUSUN OLEH : LYA RAHMAWATI SITI HARDIANTI

UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2009

Penyampaian risalah dapat dilakukan melalui lisan. perbuatan. metodologi.KATA PENGANTAR Puji syukur dengan tulus dipersembahkan kehdirat Allah Swt.kini telah berusia lima belas abad lamanya. dan kian hari terasa semakin dibutuhkan oleh umat manusia yang mendambakan kehidupan yang tertib. maupun analisisnya. dan damai. Desember 2009 Penulis . Dialah tuhan yan menurunkan agama melalui wahyu yang disampaikan kepada Rasul pilihan-Nya. aman. Namun demikian disadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna baik dari segi isi. Untuk itu saran dan kritik dari pembaca guna penyempurnaan makalah ani akan disambut denan senang hati. Bandung. Muhammad Saw. Muhammad Saw. tulisan. Namun bersamaan dengan itu pada setiap pundak kaum muslim terdapat tuas suci untuk menyampaikan risalah Muhammad Saw. Melalui agama ini terbentang lurus yang dpat mengantarkan manusia kepada kehidupan bahagia didunia dan akhirat . dan sebagainya. Itu kepada enerasi berikutnya hingga akhir zaman. Agama yang disampaikan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya.

hal ini juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah: “Imam adalah seorang penggembala dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya”. Dan sungguh tidak ada lagi Nabi selainku. Pelakunya bisa negara (khalifah) maupun kelompok atau individu rakyat. Dari sinilah muncul pengertian politik yang mengandung pandangan hidup tertentu dan tidak lagi “netral”. sosialisme. realitanya pasti berhubungan dengan masalah mengatur urusan rakyat baik oleh negara maupun rakyat. Rasulullah saw bersabda: “Adalah Bani Israel. Hadits diatas dengan tegas menjelaskan bahwa Khalifahlah yang mengatur dan mengurus rakyatnya (kaum Muslim) setelah nabi saw. Adapun definisi politik dari sudut pandang Islam adalah pengaturan urusan-urusan (kepentingan) umat baik dalam negeri maupun luar negeri berdasarkan hukum-hukum Islam. Akan ada para Khalifah yang banyak” (HR Muslim dari Abu Hurairah ra). Sehingga definisi dasar menurut realita dasar ini adalah netral. Jadi. . Hanya saja tiap ideologi (kapitalisme. Setiap seorang Nabi meninggal. diganti Nabi berikutnya.BAB I POLITIK YANG BENAR MENURUT HUKUM SYARA Politik. esensi politik dalam pandangan Islam adalah pengaturan urusan-urusan rakyat yang didasarkan kepada hukum-hukum Islam. para Nabi selalu mengatur urusan mereka. dan Islam) punya pandangan tersendiri tentang aturan dan hukum mengatur sistem politik mereka.

Akibatnya yang terjadi hanyalah kekacauan dan perebutan kekuasaan. Firman Allah SWT yang artinya: “Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah SWT dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu” (QS. bahkan menjadikan kekuasaan sebagai tujuan dari politik. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan runtuh dan segala sesuatu yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang dan lenyap”.Adapun hubungan antara politik dan Islam secara tepat digambarkan oleh Imam al-Ghazali: “Agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. syara telah mewajibkan kaum Muslim untuk hirau terhadap urusan umat sehingga keberlangsungan hukum syara bisa terjamin. Hal ini bisa kita dapati dari salah satu pendapat ahli politik di barat. Agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. karenanya dalam Islam ada kewajiban untuk mengoreksi penguasa . Al-Maidah [105]:48) kedua. Wajib Berpolitik Bagi Setiap Muslim Berpolitik adalah kewajiban bagi setiap Muslim baik itu laki-laki maupun perempuan. Sebagai pelaksana praktis hukum syara. Adapun dalil yang menunjukkan itu antara lain: Pertama. yaitu Loewenstein yang berpendapat “politic is nicht anderes als der kamps um die Macht” (politik tidak lain merupakan perjuangan kekuasaan). Berbeda dengan pandangan Barat politik diartikan sebatas pengaturan kekuasaan. Allah SWT telah mewajibkan adanya ditengah-tengah kaum Muslim pemerintah Islam yang menjalankan urusan umat berdasarkan hukum syara. bukan untuk mengurusi rakyat. dalil-dalil syara telah mewajibkan bagi kaum Muslim untuk mengurus urusannya berdasarkan hukum-hukum Islam.

segi teoretis dan realistis. dalam bidang pemikiran apapun. Metode terbaik untuk mempelajari teori-teori ini adalah dengan mengkajinya sambil diiringi dengan realitasrealitas sejarah yang berkaitan dengannya. Atau bisa pula hubungan itu berbentuk lain. Teori-teori ini terutama pada fase-fase pertumbuhan pertamanyaberkaitan amat erat dengan kejadian-kejadian sejarah Islam. dan terkadang pula kejadian-kejadian itu menjadi pendorong atau rahim yang melahirkan pendapat-pendapat itu. Kewajiban ini didasarkan kepada Firman Allah SWT yang artinya: “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan. Hingga hal itu harus dilihat seakan-akan keduanya adalah seperti dua sisi dari satu mata uang. Ali Imran [03]: 104). menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Atau dua bagian yang saling melengkapi satu sama lain. Karena adanya hubungan antara dua segi ini. maka jelaslah masing-masing dari kedua hal itu tidak dapat dipahami tanpa keberadaan yang lain. Merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Atau suatu kesimpulan yang dihasilkan melalui perenungan atas suatu pendapat yang telah diakui pada masa sebelumnya. Di antara fenomena yang disadari oleh sebagian pengkaji teori-teori politik secara umum. Kadang-kadang suatu teori hanyalah sebuah bias dari kejadian yang berlangsung pada masa lalu.(muhasabah li al-hukkam). Secara berurutan sesuai . adalah: adanya hubungan yang erat antara timbulnya pemikiran-pemikiran politik dengan perkembangan kejadiankejadian historis Jika fenomena itu benar bagi suatu jenis atau madzhab pemikiran tertentu. hal itu bagi pertumbuhan dan perkembangan teori-teori politik Islam amatlah jelas benarnya. Sifat hubungan di antara keduanya berubah-ubah: terkadang pemikiran-pemikiran itu tampak menjadi penggerak terjadinya berbagai kejadian.

BAB II BERPOLITIK ERA NABI . dan dapat menunjukkan bumi yang menjadi tempat tumbuhnya masing-masing pemikiran hingga berbuah.dengan fase-fase perkembangan historisnya ---yang sekaligus merupakan runtutan alami dan logisnya. dapat memperjelas pendapatpendapat. dan mencapai kematangannya. Inilah metode yang akan kami gunakan. Sehingga dapat dipahami hakikat hubungan yang mengkaitkan antara dua segi.

secara penuh. seperti yang diklaim oleh beberapa orientalis (2). Fase ini memiliki urgensitas yang besar dalam menentukan arah kejadian-kejadian historis selanjutnya. Karena saat itu jama'ah Islam telah menemukan kediriannya.Era ini merupakan era pertama dalam sejarah Islam. embrio 'masyarakat Islam' mulai tumbuh. Kemudian pada fase kedua bangun 'masyarakat Islam' itu berhasil dibentuk. Era ini paling baik jika kita namakan sebagai era "kenabian" atau "wahyu". dan fase pembangunan dan permulaan. dan kaidahkaidah yang sebelumnya bersifat general selesai dijabarkan secara mendetail. Bahkan fase yang pertama merupakan fase yang menjadi titik tolak bagi fase kedua. Sehingga tampillah Islam dalam bentuk sosialnya secara integral dan aktif. dan telah ditetapkan kaidah-kaidah pokok Islam secara general. lebih terpusat pada fase kedua dibandingkan dengan fase pertama. Yaitu dimulai semenjak Rasulullah Saw memulai berdakwah mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT hingga meninggalnya beliau. ciri terbesar yang menandai kedua fase itu adalah sifatnya sebagai fase 'pembentukan'. yang semuanya menuju kepada tujuan-tujuan yang satu. Karena era itu memiliki sifat tertentu yang membedakannya dari era-era yang lain. dan telah hidup dalam era kebebasan dan independensi. Syari'at Islam disempurnakan dengan mendeklarasikan prinsipprinsip baru. Namun. Sehingga prinsip-prinsip Islam sudah dapat diletakkan dalam langkahlangkah praksis. Ia merupakan era ideal yang padanya ideal-ideal Islam terwujudkan dengan amat sempurna. Sejarah. dan dimulailah pengaplikasian dan pelaksanaan prinsipprinsip itu seluruhnya. dalam pandangan sejarah. Pada fase pertama. dan sebagai peletak rambu-rambu yang diikuti oleh generasi-generasi . dalam pandangan politik. Ia juga telah meraih 'kedaulatan'nya. Kedua fase itu tidak memiliki perbedaan dan kelainan satu sama lain. yang keduanya dipisahkan oleh hijrah. Era ini terbagi menjadi dua masa.

Namun pendapat-pendapat itu tampil seiring dengan terjadinya perbedaan pendapat dan kecenderungankecenderungan. pengaruhnya terbatas pada kenyataannya sebagai ruh umum yang terus memberikan ilham terhadap pemikiran ini. era Rasulullah Saw mencerminkan era persatuan. niscaya tidak diperlukan sama sekali tumbuhnya pendapat-pendapat individu atau tampil 'teori-teori'. Namun. Demikianlah. yang mencerminkan prinsip-prinsip agung yang diamini oleh seluruh anggota jama'ah (ummat). dan adanya persatuan yang terwujud di antara individu-individu. analisis terhadap masalah-masalah yang dinamakan sebagai 'politik'. Sedangkan jika suatu sistem telah sempurna. dan keinginan untuk mengoreksi sistem atau perilakuperilaku yang sedang berlangsung. Atau dengan kata lain.berikutnya sepanjang sejarah. memberikan contoh atau teladan ideal yang menjadi rujukan pemikiran-pemikiran itu. . Terutama jika objek kajiannya adalah analisis terhadap sistem umum yang menjadi platform kenegaraan ummat. Karena pendapat-pendapat personal itu tidak tumbuh dalam satu atmospir. kemudian mereka menyibukkan diri mereka untuk berbicara dan berdebat tentang agenda-agenda kerja yang besar. 'pemikiran teoritis' saat itu belum dimulai. dan memberikan titik pertemuan bagi pendapat-pendapat dan madzhab-madzhab yang berbeda. ia tidak memiliki hubungan dengan tumbuhnya pendapat-pendapat parsial yang memiliki kekhasan masingmasing. atau analisis terhadap salah satu sifatnya. Yang mendorong timbulnya pendapat-pendapat itu juga adalah adanya perasaan kurang sempurna yang ada di tengah masyarakat. Sedangkan dari segi pemikiran teoritis. atau tentang hubunganhubungan yang terdapat di dalamnya. meskipun pemikiran-pemikiran itu berbeda satu sama lain. Sedangkan selain itu. usaha dan pendirian bangunan umat. Serta menampilkan ruh yang mewarnai kehidupan politik. dan mewujudkan replika bangunan masyarakat yang ideal untuk diteladani dan ditiru oleh generasi-generasi yang datang kemudian.

Hal ini tentu amat logis dengan situasi yang ada. Ketiga. motivasinya. sehingga tidak membutuhkan banyak kerja keras untuk mengajukan bukti-bukti. penyerahan wewenang kepada umat untuk merinci detail sistem ini. Bahkan filsafat umumnya merangkum kedua hal itu. dan fundamental maknawi tempat sistem itu berpijak. pengakuan akan prinsip kebebasan berpikir untuk segenap individu. Namun demikian. dan penentuan beberapa segi formatnya. seperti tentang metode manajerialnya. belum lagi era tersebut berakhir. dan menjadi keyakinan kaum Muslimin sepanjang sejarah yang . keduanya menyatu dalam kesatuan yang tunggal secara solid. jika dilihat dari tujuan-tujuannya.tidak disangsikan lagi dapat dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem politik par excellence. Fakta tentang sifat Islam ini amat jelas. suatu sistem dapat menyandang dua karakter itu sekaligus. Kedua. sifat sistem sosial yang didirikan oleh Rasulullah Saw. dan mengurus perbuatan-perbuatan manusia dalam kehidupannya di dunia dan akhirat. Dalam waktu yang sama. Dengan demikian. Islam Dan Politik Sistem yang dibangun oleh Rasulullah Saw dan kaum mukminin yang hidup bersama beliau di Madinah --jika dilihat dari segi praksis dan diukur dengan variabel-variabel politik di era modern-. kecuali dari segi perbedaan pandangan. Hal itu telah didukung oleh fakta-fakta sejarah. sudah timbul faktor-faktor fundamental yang niscaya mendorong timbulnya pemikiran ini. dan tidak mengenal pemisahan antara keduanya. dan membentuk 'teori-teori politik' secara lengkap. saling beriringan dan tidak mungkin terpisah satu sama lain. Sedangkan kedua hal itu sendiri. Karena hakikat Islam yang sempurna merangkum urusanurusan materi dan ruhani. Kami perlu menjelaskan lebih lanjut tentang faktor-faktor ini. Di antara faktor-faktor yang terpenting ada tiga hal: pertama. juga tidak menghalangi untuk dikatakan bahwa sistem itu adalah sistem religius. belum ada kebutuhan terhadap hal itu. Yang jelas.

Hal itu kami lakukan karena para 'pembaru-pembaru' itu tidak dapat mengklaim bahwa mereka lebih modern dari para orientalis itu. Juga kami tidak memulainya dengan mengajukan fakta-fakta sejarah. namun ia juga merupakan sebuah sistem politik (a political system). yang berusaha memisahkan kedua sisi itu. V. dan politik adalah hal lain". yang mengklaim diri mereka sebagai kalangan 'modernis'. dan yang paling utama adalah masalah politik.telah lewat. Meskipun pada dekade-dekade terakhir ada beberapa kalangan dari umat Islam. namun seluruh gugusan pemikiran Islam dibangun di atas . dan mereka telah mengutarakan hal itu dengan redaksi yang jelas dan tegas. Oleh karena itu. cukuplah kami kutip beberapa pendapat orientalis dalam masalah ini. ada sebagian umat Islam sendiri. yang mengklaim diri mereka sebagai 'kalangan pembaru'. Di antara pendapat-pendapat para orientalis itu adalah sebagai berikut: 1. Fitzgerald (4) berkata: "Islam bukanlah semata agama (a religion). Di antara perkataan mereka adalah: "agama adalah satu hal. juga tidak dapat mengklaim bahwa mereka lebih mampu dalam menggunakan metode-metode riset modern. Untuk mengcounter pendapat mereka. Dr. dan penggunaan metode-metode ilmiah. dengan terangterangan mengingkari fakta ini!. Di antara urusan-urusan ini adalah: masalah-masalah peperangan dan harta. tidak ada manfaatnya jika kami mendedahkan pendapat-pendapat ulama Islam. Namun demikian. Islam hanyalah sekadar keyakinan atau hubungan ruhani antara individu dengan Rabbnya. Dan dengan demikian tidak memiliki hubungan sama sekali dengan urusan-urusan yang kita namakan sebagai urusan materi dalam kehidupan dunia ini. karena mereka tidak mau mendengarkannya. Mereka mengklaim bahwa Islam hanyalah sekadar 'dakwah agama' (3): maksud mereka adalah. karena mereka dengan sengaja telah mencampakkannya!.

B. Prof. perundang-undangan dan institusi". 6. Ia mempunyai metode tersendiri dalam sistem kepemerintahan. Sir. A. Prof. Schacht berkata (6): " Islam lebih dari sekadar agama: ia juga mencerminkan teori-teori perundang-undangan dan politik. 3. dan diletakkan prinsip-prinsip utama undang-undang Islam". Gibb berkata (10): "Dengan demikian. R. yang juga seorang politikus yang bijaksana. yang mencakup agama dan negara secara bersamaan". Karena pembangunnya adalah seorang Nabi. ia merupakan sistem peradaban yang lengkap. Dalam ungkapan yang lebih sederhana. C.fundamental bahwa kedua sisi itu saling bergandengan dengan selaras. Prof. Dan batas-batas teritorial negara yang ia bangun itu terus terjaga sepanjang hayatnya". jelaslah bahwa Islam bukanlah sekadar kepercayaan agama individual. Dr. pada waktu yang sama. 5. Nallino (5) berkata: "Muhammad telah membangun dalam waktu bersamaan: agama (a religion) dan negara (a state). 7. Strothmann berkata (7): "Islam adalah suatu fenomena agama dan politik. namun ia meniscayakan berdirinya suatu bangun masyarakat yang independen. Arnold berkata (9): " Adalah Nabi. Prof D. yang tidak dapat dapat dipisahkan satu sama lain". Bukti Sejarah . T. 4. 2. atau "negarawan". seorang kepala agama dan kepala negara". Macdonald berkata (8): "Di sini (di Madinah) dibangun negara Islam yang pertama.

telah memulai kehidupan aktifnya. Para faktanya. Pandangan yang tepat terhadap kedua bai'at tadi adalah dengan melihatnya sebagai batu pertama dalam bangunan 'negara Islam'. dan kepadanya dimasukkan unsur-unsur baru dan adanya penduduk. kemudian identitas terbentuk bangunan yang masyarakat mempunyai independen membedakannya dari masyarakat lain. Di antara fakta-fakta sejarah yang tidak diperselisihkan juga adalah. Tentang negara. Bangunan masyarakat yang memiliki semua unsur-unsur tadi itulah yang dinamakan sebagai bangunan masyarakat 'politik'. Yaitu setelah pembacaan bai'at Aqabah satu dan dua. bangunan masyarakat politik ini atau 'negara'. dan agama yang kuat. Alangkah miripnya kedua peristiwa bai'at itu dengan kontrak-kontrak sosial yang di deskripsikan secara teoritis oleh sebagian filosof politik pada era-era . kedua bai'at ini --yang tidak diragukan oleh seorangpun tentang berlangsungnya kedua bai'at ini-. Dan peristiwa hijrah hanyalah salah satu hasil yang ditelurkan oleh kedua peristiwa bai'at itu. menuju kepada tujuan-tujuan yang sama. yang dilakukan antara Rasulullah Saw dengan utusan dari Madinah.Seluruh pendapat-pendapat tadi diperkuat oleh fakta-fakta sejarah : di antara fakta sejarah yang tidak dapat diingkari oleh siapapun adalah. selain aanya fakta terkumpulnya karakteristik-karakteristi yang telah disebutkan tadi dalam suatu bangunan masyarakat. menjalankan kehidupannya sesuai dengan sistem yang satu. tidak ada suatu definisi tertentu.merupakan suatu titik transformasi dalam Islam (11). yang dilanjutkan dengan peristiwa hijrah. setelah timbulnya baru dakwah yang Islam. Mengakui satu undang-undang. dan mulai menjalankan tugas-tugasnya. Dari situ akan tampak urgensitas kedua hal itu. Setelah tersempurnakan kebebasan dan kedaulatannya. dan merubah prinsipprinsip teoritis menuju dataran praksis. serta adanya perasaan solidaritas secara umum. bahasa. dan di antara individu-individu masyarakat yang baru itu terdapat ikatan ras. Atau yang dinamakan sebagai 'negara'.

Dan pembentukannya terjadi dalam tatapan sejarah yang jernih. Dengan demikian. menyusun kekuatan pertahanan. sementara kontrak sosial yang terjadi dalam sejarah Islam ini berlangsung dua kali secara realistis di Aqabah. mengadakan pendidikan. Dan menganggapnya sebagai fondasi bagi berdirinya negaranegara dan pemerintahan. Jika telah dibuktikan. hakikatnya. Karena semua pemikiran tentang hal ini: baik tentang pertumbuhannya.terbentuk bukti sejarah yang menurut kami dapat kami gunakan sebagai bukti --di samping pendapat kalangan orientalis yang telah disitir sebelumnya-. Karena Tidak ada satu tindakan yang dikatakan sebagai tindakan politik atau kenegaraan. Dan di atas kontrak sosial itu negara Islam berdiri.modern. 'kontrak sosial' yang dibicarakan Roussou dan sejenisnya hanyalah semata ilusi dan imajinasi. Namun bedanya. Seperti Penyiapan perangkat untuk mewujudkan keadilan. niscaya ia menyandang sifat ini. Dari fakta-fakta yang tiga ini --yang telah kami sebutkan-. Kecuali jika kepadanya dibolehkan untuk mengingkari suatu fakta sejarah yang terjadi di masa lalu. Syarat ini manusiawi yang merdeka dengan pemikiranpemikiran yang matang. Adalah mustahil seseorang mengingkarinya. Ini merupakan suatu fakta yang diketahui oleh semua orang. Padanya bertemu antara keinginan-keinginan mulia. negara Islam terlahirkan dalam keadaan yang amat jelas. menarik pungutan harta. dengan tujuan untuk mewujudkan risalah yang . kecuali dilakukan oleh negara Islam yang baru tumbuh ini. dengan demikan maka terwujudlah syarat pertama yang mutlak diperlukan bagi keberadaan pemikiran politik. dan yang telah diterima kebenarannya oleh seluruh manusia. Ia merupakan sebuah kontrak historis. mengikat perjanjian atau mengirim utusan-utusan ke luar negeri. bahwa sistem Islam adalah sistem politik. Ini merupakan fakta sejarah yang ketiga. yaitu sifatnya sebagai suatu pemikiran politik.atas sifat politik sistem Islam. sifat-sifatnya atau tujuan-tujuannya. dengan cara-cara yang telah kami gunakan tadi.

ketimbang sebagai buah pemikiran murni". yang didengung-dengungkan oleh banyak orientalis adalah: bahwa peristiwa hijrah merupakan permulaan era baru. Di antara tokoh yang mengatakan hal itu adalah Prof. amatlah logis jika kami curahkan seluruh perhatian ini untuk meneliti dan menjelaskannya. hal. meskipun tidak diketahui oleh banyak orang: bahwa teori-teori yang ditelurkan oleh Hocker.merupakan faktor yang terpenting dalam pertumbuhan pemikiran ini. di negaranegara mereka. Hobbes. Maksudnya. 2. ia merupakan starting point terjadinya perubahan fundamental. dalam beberapa tempat dari bukunya itu. sebagai berikut: "ini adalah fakta yang penting. dan perhatian mereka terhadap hasil peperangan-pepernagan agama dan politik. Locke. ia membuktikan bahwa teori itu lahir akibat situasi dan kondisi yang berlangsung pada saat itu.2.. Sovereignty and International Law". namun juga pada karakteristik Islam itu sendiri. Matters juga mengatakan dalam bukunya "Concepts of State. Figgis dalam buku "The Divine Right of Kings --yang dengan bukunya itu ia mendapatkan salah satu penghargaan sastra yang besar-. Catatan kaki: 1. Oleh karena itu. atau di negara-negara yang menjadi perhatian mereka". 6. p. Bahkan ia merupakan landasan berpijak bagi kerangka-kerangka teoritis dan aliran-aliran pemikiran yang beragam. Di antara ungkapannya itu adalah yang ia tulis dalam pendahuluan bukunya itu: "Teori ini lebih tepat dikatakan sebagai akibat dari realitas yang ada.N. dan Roussou merupakan hasil dari kecenderungan-kecenderungan politik mereka. yang --secara berturut-turut--terjadi pada zaman mereka. J. prinsip-prinsip yang . J. Di antara klaim-klaim yang salah. yang tidak saja terlihat dalam pergeseran sifat kejadian-kejadian yang berlangsung setelahnya.

Ia berkata dalam bukunya yang berbicara tentang Islam "Muhammedanism".R. 1949. yaitu Prof. namun hal itu hanyalah bersifat sebagai penampakkan sesuatu yang sebelumnya tertutup.diajarkan olehnya. Gibb. sebagai berikut: "Peristiwa hijrah sering dilihat sebagai starting point transformasi menuju era baru dalam kehidupan Muhammad dan penerusnya. mereka melakukan komparasi antara kehidupan Rasulullah Saw yang bersifat menyerah dan mengalah di Mekkah dengan kehidupan jihad dan revolusi di Madinah!. namun pembandingan secara mutlak yang biasanya dilakukan antara pribadi seorang Rasul yang tidak terkenal dan tertindas di Mekkah. Adalah suatu pemikiran Rasul yang tetap -.U. Untuk membuktikan klaim itu. H. sama sekali bukan sekadar bentuk agama yang terpisah dari dan terletak di bawah . serta dalam lingkup kejiwaan Rasulullah Saw dan tujuan-tujuan beliau. p. in the Series (H. Meskipun dalam segi pisik tampak gerakan Islam dalam bentuk yang baru. 27. dan priode kedua tak lebih dari kontiunitas periode pertama.seperti yang juga dilihat oleh musuhnya dalam memandang masyarakat agama baru yang didirikan olehnya itu-.bahwa dia akan mendirikan suatu bangunan politik. dengan pribadi seorang mujahid [Muhammad] dalam membela aqidah di Madinah. Tidak ada perubahan dalam pandangan Muhammad tentang misinya atau kesadarannya terhadap misinya itu. Untuk membantah klaim ini.L). saat itu pula timbul dimensi baru dalam kehidupan Islam. setiap kali ada fenomena tertentu yang signifikan. kita cukup berdalil dengan fakta bahwa tidak kontradiksi antara kedua priode kehidupan Rasulullah Saw itu (priode Mekkah dan madinah). tidak memiliki landasannya dalam sejarah. dan pendeklarasian sesuatu yang sebelumnya disembunyikan.A. Namun kita cukup mengutip apa yang dikatakan oleh seorang tokoh orientalis yang besar. Dan perbedaan yang ada hanyalah terletak pada kondisi dan faktorfaktor penggerak kejadian.

pasal keempat.berupa: jama'ah Islam telah mengalami transformasi dari fase teoritis ke fase praksis". 198. IV. 67 9. bahwa ini (pendirian negara) merupakan salah satu tujuan utama diutusnya rasul-rasul oleh Tuhan. kami akan kembali mendiskusikn pendapat-pendapatnya dan memberikan bantahan atasnya nanti secara lebih terperinci dalam pasal-pasal berikutnya. 6. 1949. 3 11. Al Maktabah at Tijariah al Kubra). dalam buku ini. Dalam 'Muhammedan Law". Sirah ibnu Hisyam (cet. karya Muhammad Khudhari. Arnold dalam bukunya: The Caliphate. Deskripsi detail tentang kedua bai'at tadi dapat dirujuk di dalam buku-buku sejarah politik. 79-83. 333 7. Dia selalu menegaskan. 3. kedua. Encyclopedia of Social Sciences. 35-90. 1. I. vol. Di samping bantahan-bantahan yang kami ketengahkan saat ini. Muhadharat fi Tarikh al Umam al Islamiah. The Encyclopedia of Islam. (lihat. dan mantan menteri perwakafan. p. 1924. Dengan demikian. dan berjudul: Al Islam wa Ushul al Hukm. Jurisprudence and Constitutional Theory. p. 5. 30. juz 1. Dikutip oleh Sir. 1903. Kami cukup mengutip sedikit darinya tentang kedua bai'at itu. p. The Caliphate. terutama. Oxford. p. mantan hakim pengadilan agama di Manshurah. saat menjelaskan sejarah risalah-risalah rasul sebelumnya. New York. dalam bukunya yang dipublikasikan pada tahun 1925. Muhammedanism. Dalam kesempatan ini kami sebutkan dua referensi: pertama. 350. ch. hal. 10. p. p. Diantara tokoh mengusung pendapat ini dan membelanya adalah Ali Abdurraziq. T. hal. juz 2. 8. VIII. 4.kekuasaan pemerintahan duniawi. p. Yaitu bahwa bai'at yang pertama terjadi satu tahun tiga bulan sebelum . di bawah sub-judul: bantahan atas klaim-klaim beberapa penulis kontemporer). Development of Muslim Theology. sesuatu hal baru yang terjadi di Madinah --hanyalah-.

dan agama yang baru.peristiwa hijrah. serta untuk taat dalam kebaikan dan membela kebenaran. dan dihadiri oleh dua belas laki-laki dari penduduk Madinah. memegang kaidah-kaidah akhlak sosial umum yang menjadi dasar bagi undang-undang masyarakat yang ideal. . Perjanjian yang diucapkan saat itu ---disamping point-point yang disepakati sebelumnya-adalah untuk saling bantu-membantu daslam peperangan dan perdamaian dalam melawan musuh negara yang baru berdiri itu. pada musim haji yang berikutnya. Kesepakatan yang diucapkan pada saat itu adalah tentang keharusan bertauhid. Dihadiri oleh tujuh puluh tiga laki-laki dan dua orang wanita. Sedsangkan bai'at yang kedua terjadi satu tahun setelah itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful