Doa Idul Adha Hadirin dan hadirat yang berbahagia, Akhirnya, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah

`Azza wa Jalla. Semoga Dia berkenan mengabulkan segala permohonan kita. Allahumma Ya Rabbana, telah banyak Engkau berkahi kami dengan rahmat karunia-Mu, namun kami sering menganiaya diri kami sendiri. Betapa banyak sudah dosa yang kami lakukan, sehingga kami malu berdoa kepada-Mu. Namun, kemana lagi kami harus mengadu dan memohon ampun Ya Allah, kecuali hanya kepada-Mu. Kami tidak putus harapan mengadu padaMu. Kami tidak letih meminta dan mengharap pada-Mu. Betapapun besarnya kesalahan dan dosa kami, maaf dan ampunan-Mu meliputi segala sesuatu. Karena itu Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, hapuskanlah segala kesalahan kami, bersihkan hati dan jiwa kami, indahkan akhlaq dan kelakuan kami, sambungkan kembali persaudaraan di antara kami, angkatlah bangsa kami Ya Allah dari jurang kehinaan, berilah kami pemimpin yang mampu membimbing kami ke arah kebaikan, dan tunjukkan bagi kami jalan keselamatan dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Kabulkanlah doa permohonan kami.

Sumber:
www.alsofwah.or.id/khutbah

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com

1
Sudah Terujikah Iman Kita Oleh: Ade Hermansyah Bin Bunyamin Khutbah Pertama

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َمه. أ َش مهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه‬ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ُ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ‫إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلممى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ .‫آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ُ .‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ال ّذي خل َقك ُم من ن َف مس واح مدَة وخل َمق من ْه ما زوجه ما وب َمث‬ ّ َ َ ٍ ِ َ ٍ َ ‫َ ِ َم َ ْ َ َم‬ َ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون به وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم‬ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ ْ ِ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم‬ ّ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ‫من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء‬ ً َ َ ً َ ِ َ ُ ِ .‫رقي ْبا‬ ً ِ َ

ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. ي ُصل ِح ل َك ُمم أ َعممال َك ُم وي َغفمر ل َك ُمم‬ ‫ْ َم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫ذُن ُوبك ُم ومن يطع الله ورسول َه فقد فاز فوزا عظيما. أ‬ ‫َ ِ ْ ً ماب َعد؛‬ ً ْ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ُ ْ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الل مه عل َي ْمه وس مل ّم وش مر‬ ‫م‬ َ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ّ َ ٌ َ .‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ِ ّ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia! Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10: Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”? Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!

Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107). Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat. Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu. ‫لقد كان من قبلكم ليمشط بمشاط الحديد ما دون عظامه من لحم أو عصلب ملا يصلرفه ذللك علن دينله ويوضلع المنشلار عللى‬ ََ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ٍ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ َْ َ ْ َ َ َ ْ َ َ .(‫مفرق رأسه فيشق باثنين ما يصرفه ذلك عن دينه. )رواه البخاري‬ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ّ ُ َ َ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ ... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202). Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada? Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah! Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah berbeda-beda. Dan ujian dari Allah bermacam-macam bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para pendahulu kita:

Yang pertama: Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaffat 106). Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun dijalankan. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Shallallaahu alaihi wa salam dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berat itupun dijalankannya. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang menutup seluruh aurat) secara tegas untuk membedakan antara wanita Muslimah dan wanita musyrikah sebagaimana firmanNya: Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mumin” “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab, 59). Namun kita lihat sekarang masih banyak wanita Muslimah di Indonesia khususnya tidak mau memakai jilbab dengan berbagai alasan, ada yang menganggap kampungan, tidak modis, atau beranggapan bahwa jilbab adalah bagian dari budaya bangsa Arab. Ini pertanda bahwa iman mereka belum lulus ujian. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam memberikan ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya: ٌ َ ِ َ ٌ َ ْ ِ ‫ِ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ َ َ ُ ْ ِ َ ٌ ََ ْ َ ِ ْ َ َ ِ َ ْ ِ ُ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ م‬ ‫صنفان من أهل النار لم أرهما؛ قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بهللا النلاس، ونسللاء كاسليات عاريللات ُميلت ملائلت‬ .(‫رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة ل يدخلن الجنة ول يجدن ريحها. )رواه مسلم‬ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ََ ّ ُ ُ ْ ُ ُ “Dua golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wanginya”. (HR. Muslim, Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayyan, juz 14 hal. 109-110). Yang kedua: Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumah. Namun Nabi

bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya enam dari sepuluh remaja putri sudah tidak perawan lagi. seluruh kerabatnya meninggalkannya. Sebagai contoh. Keadaan seperti itu diperparah dengan semakin banyaknya media cetak yang berlomba-lomba memamerkan aurat wanita. terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang. (Tafsir Ibnu Katsir. sampai pada saat yang sangat sulit sekali baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia menyeru Tuhan-nya. Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah. )متفق عليه‬ َ ُ َ َ ْ ّ ِ َ َ َ ٍ َ َ َ ‫َ ْ َ ٌ ُ ظ ّ ُ ُ ُ ِ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ِ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ٌ َ َ َ ْ ُ ْ َ َ ٌ َ ُ َ ْ ِب‬ “Tujuh (orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindunganNya. Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari cet.. maka hilanglah seluruh penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada . 120-121). sehingga tak heran bila menurut sebuah penelitian.(‫سبعة ي ِلهم ال في ظله يوم ل ظل إل ظله . 51). di saat pintu-pintu kemaksiatan terbuka lebar. juz 3 hal. ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya. Begitulah ujian Allah kepada NabiNya.” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. 52). minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat. pelacuran merebak di mana-mana. ورجل طلبته امرأة ذات منص ٍ وجمال فقال إني أخاف ال . lalu ia berkata aku takut kepada Allah…” (HR. padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. Yang ketiga: Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit. Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita ikuti... ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu.. Pada saat seperti inilah sikap Nabi Yusuf Alaihissalam perlu ditanamkan dalam dada para pemuda Muslim. masa delapan belas tahun ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat. sampai-sampai anakanak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang kecanduan. Daar Ar-Rayyan. 344 dan Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Al-Bukhari Muslim. namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya. Dar Ar-Rayaan. juga media elektronik dengan acara-acara yang sengaja dirancang untuk membangkitkan gairah seksual para remaja. Juz 4 hal. Musibah ini berjalan selama delapan belas tahun. kemudian keluarlah mata air dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu. ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti sebagaimana sabdanya: .Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya. Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya. seluruh hartanya telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan untuk nafkah dirinya. dan seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik. . atau dibunuh beberapa saat setelah si bayi lahir. (Tafsir Ibnu Katsir. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat maksiat.. Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya. Para pemuda Muslim harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Di antara akibatnya setiap tahun sekitar dua juta bayi dibunuh dengan cara aborsi. tinggal ia dan isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. Perzinahan sudah seakan menjadi barang biasa bagi para pemuda. juz 7 hal. Juz 4 hal.

dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub Alaihissalam ini. Sidang jamaah rahima kumullah Yang keempat: Ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah n di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. (DR. Akram Dhiya Al-‘Umari, As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 182). Juga apa yang dialami oleh para shahabat tidak kalah beratnya, seperti apa yang dialami oleh Yasir z dan istrinya Sumayyah dua orang pertama yang meninggal di jalan dakwah selama periode Mekkah. Juga Bilal Ibnu Rabah Radhiallaahu anhu yang dipaksa memakai baju besi kemudian dijemur di padang pasir di bawah sengatan matahari, kemudian diarak oleh anak-anak kecil mengelilingi kota Mekkah dan Bilal Radhiallaahu anhu hanya mengucapkan “Ahad, Ahad” (DR. Akram Dhiya Al-Umari, As-Siroh An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 154-155). Dan masih banyak kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa pengorbanan dan penderitaan mereka dalam perjuangan mempertahankan iman mereka. Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam. Musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita umat Islam di berbagai tempat sekarang akibat kedengkian orang-orang kafir, adalah ujian dari Allah kepada umat Islam di sana, sekaligus sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam di daerah-daerah lain. Umat Islam di Indonesia khususnya sedang diuji sejauh mana ketahanan iman mereka menghadapi serangan orang-orang yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Sungguh menyakitkan memang di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim terjadi pembantaian terhadap kaum Muslimin, sekian ribu nyawa telah melayang, bukan karena mereka memberontak pemerintah atau menyerang pemeluk agama lain, tapi hanya karena mereka mengatakan: ( Laa ilaaha illallaahu ) ‫ ,ل إله إل ال‬tidak jauh berbeda dengan apa ُ ّ ِ َ َِ َ yang dikisahkan Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4 sampai 8: “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.

Peristiwa seperti inipun mungkin akan terulang kembali selama dunia ini masih tegak, selama pertarungan haq dan bathil belum berakhir, sampai pada saat yang telah ditentukan oleh Allah. Kita berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara kita yang gugur dalam mempertahankan aqidah dan iman mereka, dicatat sebagai para syuhada di sisi Allah. Amin. Dan semoga umat Islam yang berada di daerah lain, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, sehingga mereka tidak lengah menghadapi orang-orang kafir dan selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah serta selalu siap sedia untuk berkorban dalam mempertahankan dan meninggikannya, karena dengan demikianlah pertolongan Allah akan datang kepada kita, firman Allah. “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad: 7). .‫أقول قولي هذا وأستغفر ال العظيم لي ولكم. واستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ َ َ َ َ ً ْ ُ ِ َ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي كان ب ِعباده خب ِي ْرا ب َصي ْرا، ت َبارك ال ّذي جعل في السماء ب ُروجا وجع مل‬ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ً ِ ً َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ‫فيها سراجا وقمرا من ِيرا. أ َشهد ا َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ً َ ِ ْ ْ ‫ُ ش مهدُ ا َن محم مدا عب ْمدُهُ ورس مول ُه‬ ‫ُ َ ُم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ُ ً ْ ُ ً َ ِ َ ِ َ ً َ َ ِ َ َ ّ‫ال ّذي ب َعث َه بال ْحق ب َشي ْرا ون َذي ْرا، وداعيا إ ِلى ال ْحق ب ِمإ ِذْن ِه وس مراجا من ِي ْمرا. الل ّه مم ص مل‬ ُ ً َ ِ َ ِ ّ َ ّ َ ِ ُ َ ْ ِ َ ّ ُ ً ِ َ ً ِ َ ‫عل َيه وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. أ‬ َ َ َ ِ ْ َ ‫ْ ً ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ ْ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ .‫يا أيها الذين آمنوا اتقوا ال ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا ال إن ال خبير بما تعملون‬ َ ْ َُ ْ َ َ ِ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ َ ُ ّ َ ٍ َ ِ ْ َ ّ َ َ ٌ ْ َ ْ ُ ْ ََْ َ ُ َ َُ َ ْ ِ ّ َ َّ َ Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah! Sebagai orang-orang yang telah menyatakan iman, kita harus mempersiapkan diri untuk menerima ujian dari Allah, serta kita harus yaqin bahwa ujian dari Allah itu adalah satu tanda kecintaan Allah kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam : ،‫إن عظم الجزاء مع عظم البلء وإن ال إذا أحب قوما ابتلهم، فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط. )رواه الترمللذي‬ ُ ْ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ً ْ َ ّ َ َ َ ِ َ ّ َِ ِ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ ِ .(‫وقال هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه‬ “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah”. (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata hadits ini hasan gharib dari sanad ini, Sunan At-Timidzy cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, juz 4 hal. 519). Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam menghadapi ujian yang akan diberikan olehNya kepada kita. Amin. َ َ َ ْ َ .‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ّ ّ َ ّ ْ ً ُ َ َ َ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ

َ َ ُ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ورضي اللمه ت َعمالى عمن كمل صمحاب َة رسمول‬ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ْ َ َ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ِ .‫الله أ َجمعي ْن‬ َ ِ َ ْ ِ َ َ .‫رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب‬ ً َ ْ َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ َ ْ ُ .‫رب ّنا أ َفرغ عل َي ْنا صب ْرا وث َب ّت أ َقدامنا وان ْصرنا على ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن‬ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ ْ َ ً َ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن، وأ َصل ِح ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن، وأ َل ّف ب َي ْن قلمموب ِهم وأ َصممل ِح‬ ْ ّ ِ َ ُ َ ْ ْ َ ْ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ْ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ َ ْ ْ ُ ْ ّ َ َ ْ ِ ّ َ َ َ ّ َ َ ِ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ‫ذات ب َي ْن ِهم وان ْصرهم على عدُوك وعدُوهم ووفقهم ل ِل ْعمل ب ِما في ْمه ص مل َح ا ْل ِس مل َم‬ .‫وال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ َ .‫الل ّهم ل َ ت ُسل ّط عل َي ْنا ب ِذُن ُوب ِنا من ل َ ي َخافك في ْنا ول َ ي َرحمنا‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ َ .‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ .‫سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلم على المرسلين والحمد ل رب العالمين‬ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ْ َِ ْ ُ ْ ََ ٌ َ َ َ َ ْ ُ ِ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ

2
Beriman Kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam Oleh: Waznin Ibnu Mahfudl Jamaah Jum’at rahimakumullah, marilah kita kenang, kita ingat kembali, dua sifat agung yang merupakan pangkat dan keagungan khusus bagi umat Islam, bagi hadirin jamaah Jum’at, khusus bagi kita yang beriman. Dua sifat itu adalah syukur dan shabar. Dari saat yang mulia ini dan seterusnya sampai akhir hayat, marilah tetap kita sandang dua sifat itu, “syukur dan shabar”. Dalam kesempatan kali ini, setelah mensyukuri hidayah Iman, Islam dan Taqwa, marilah kita sedikit membahas “Syukur atas Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, serta shabar dalam menegakkan sunnah beliau. 1. Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah dasar agama yang Maha Benar ini, dienul Islam, sebagaimana sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam: ... ‫بني السلم على خمس: شهادة أن ل إلله إل ال وأن محمدا عبده ورسوله‬ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ُ َ ْ ِ َ ِ ُ “Artinya: Islam itu dibangun di atas lima rukun, bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya ... (HR. Muslim I/45. Lihat Al-Bukhari I/13).

Setelah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka beriman kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagai pondasi yang utama. Sebab seluruh pondasi yang lainnya dibangun di atas keimanan pada Allah dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. Sehingga orang yang tidak mengimani Rasulullah dan hanya beriman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa saja, itu tidaklah cukup, dan batal Iman yang demikian itutidak sah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ‫وال ّذي ن َفس محمد ب ِي َده، ل َ ي َسمع ب ِي أ َحدٌ من هذه ال ُمة ي َه مودي ول َ ن َص مرا ن ِمي، ث ُمم‬ ِ ِ َ ْ ِ ِ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ّ ّ َ ْ َ ّ ِ ‫ُم‬ ّ َ ‫يموت ول َم يؤمن بال ّذي أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ َ (‫َ ِ ْ صحاب النار. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ ِ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ “Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya! Tidak seorangpun yang mendengar tentang aku dari umat (manusia) ini, seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian meninggal dunia dan tidak beriman kepada yang aku diutus karenanya, kecuali ia termasuk menjadi penduduk Neraka”. (HR. Muslim I/34). Itulah pentingnya beriman kepada Rasul yang merupakan pondasi agama dan amal-amal ibadah. Sehingga tanpa mengimani Rasul alias ingkar kufur pada Rasul, maka gugurlah amal kebaikan serta jauh dari rahmat Allah. Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amal-amalnya dan ia di hari akhirat termasuk orangorang yang merugi”. (Al-Maidah: 5) “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”. Bahkan mereka akan ditimpa musibah dan adzab yang pedih, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nur : 63. “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih”. Oleh sebab itu maka hendaklah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas hidayah Iman kita kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan bersabar dalam mengikuti dan mentaati beliau.
2. Siapakah Rasulullah Muhammad itu?

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah manusia biasa, bukan malaikat dan bukan pula anak Tuhan atau lain-lainnya. Beliau secara manusiawi sama dengan kita seluruh umat manusia. Terbukti beliau terlahir dari jenis manusia, ayahanda beliau serta ibunya adalah Abdullah bin Abdul Muthallib, serta ibundanya bernama Aminah, keduanya dari

(HR. Allah menegaskan agar beliau menyatakan tentang diri beliau. Rasulullah juga berwasiat agar beliau tidak dihormati secara berlebihan. maka katakanlah: Hamba Allah dan RasulNya”. sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. Abu Dawud). Aku tidak mengetahui kecuali yang diwahyukan kepadaku. beliau melarang ummatnya menjadikan kuburan beliau sebagai tempat sujud. فقولوا: عبد ال ورسوله. Dari sahabat Amr Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ول تط ُوني كما أطرت النصارى ابن مريم إنما أنا عبد. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)? (Al-An’aam: 50). Sebagai rahmat dan jawaban atas permohonan Abul Anbiya’ Ibrahim alaihis salam yang tercantum dalam firman Allah: Artinya : “Ya Tuhan kami. dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau. utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka. Sesunggu-hnya Engkaulah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Baqarah: 129).(‫ل تجعلوا بيوتكم قبورا. . seperti orang-orang Nashara menghormati Nabi Isa 'Alaihis Salam. yang diwahyukan kepadaku”(Al-Kahfi : 110) “Katakan: “Aku tidak mengatakan kepadamu.suku Quraisy di Makkah Mukarramah keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabi Ibrahim ‘alaihimas salam. )رواه البخاري‬ ُ َْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ُ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ّ ِ َ ْ َ َ َ ْ ِ ْ ‫َ َ ُ ْر‬ “Janganlah kamu memuji aku (berlebihan) sebagaimana orang Nasrani memuji Isa Ibnu Maryam. ول تجعلوا قبري عيدا )رواه أبو داود‬ ً ْ ِ ْ ِ ْ َ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ “Janganlah engkau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan (sepi dari ibadah) dan jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan” (HR. Al-Bukhari) Abu Hurairah Radhiallaahu anhu meriwayatkan. dengan firmanNya dalam surat Al-Kahfi ayat 110 dan ayat-ayat yang lain: “Katakan. bahwa per-bendaharaan Allah ada padaku. dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. melarang menggelari beliau dengan gelaran yang berlebihan atau memberikan penghormatan dengan berdiri ketika beliau hadir. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: . Sesungguhnya saya hanyalah seorang hamba.

أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Jamaah jum’at rahima kumullah dalam khutbah yang kedua ini: Marilah kita mempertebal Iman dan Taqwa kita kepada Allah juga memperdalam Iman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sekaligus melaksanakan konsekuensinya. وأ َش مهد أ‬ َ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ‫َم‬ ُ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشمهدُ أ َن محممدا عب ْمدُهُ ورسمول‬ ‫َ َ ُ ْ ه.”). Maka orang-orang yang beriman kepadanya. yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka. والصمل َةُ والسمل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dan apa yang dibawa oleh beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menandaskan tentang ciri orang bertaqwa: . (Diriwayat-kan Imam Ahmad). menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an). Cara dan konsekwensi beriman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Yaitu kita bersungguh-sungguh agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut: 1. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ َ ‫ال ْحكيم . mereka itulah orang-orang yang beruntung. memuliakannya. dan janganlah engkau jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan dan dimanapun kamu berada (ucapkanlah do’a shalawat kepadaku) karena sesungguhnya do’a shalawatmu sampai kepadaku”. )رواه أحمد‬ ْ ِ ُ ُْ َ ْ ُ َ َ َ ّ َِ ّ ََ ْ َّ َ ْ ُ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ ُ ِ ّ َ َ “Jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ .‫َ ِ ْ ِ ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. 3. (Al-A’raf: 157). Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka.Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ل تتخذوا قبري عيدا، ول تجعلوا بيوتكم قبورا، وحيثما كنتم فصلوا علي فإن صلتكم تبلغني. segala yang baik dan mengharamkan mereka dari segala yang buruk dan membuang bagi mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.

” (HR. 6. “Dan orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya. Meneladani akhlaq dan kepemimpinan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam setiap amal dan tingkah laku. bid’ah. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (An-Nuur: 54). keluarga. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an). 3. dari ke zhaliman menuju keadilan. 5. Ikhlas mentaati Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam . dari kebatilan kepada kebenaran. Membela dan memperjuangkan ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan kepada cahaya. 7. mereka itulah orang-orang yang beruntung”. itulah petunjuk Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”. khurafat. “Maka demi Tuhanmu. (Al-Ahzab:21). (AlA’raaf: 157). Memuliakan dengan banyak membaca shalawat salam kepada beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam terutama setelah disebut nama beliau. memuliakannya. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. (An-Nisaa’: 65). (HR.Sebagaimana firman di atas: “Maka orang-orang yang beriman kepadanya. para sahabat dan segenap pengikutnya. At-Tirmidzi) Waspada dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam seperti waspada dari syirik. niscaya kamu mendapat petunjuk. tahayul. serta dari kemaksiatan menuju ketaatan. AlBukhari dan Muslim). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallambersabda: ‫ل َ ي ُؤمن أ َحدُك ُم حتى أ َك ُون ا َحب إ ِل َي ْه من وال ِده وول َده والن ّماس أ َجمعي ْمن )رواه‬ ‫ِ ِ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ م‬ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ّ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫)البخاري ومسلم‬ "Tidaklah beriman seseorang (secara sempurna)sehingga aku lebih dia cintai daripada orang tuanya. ‫)رغم ا َن ْف رجل ذُك ِرت عن ْدَهُ ول َم ي ُصل عل َي )رواه الترميذي‬ ِ ُ ْ ْ َ َ ِ َ ٍ ُ َ ُ ّ َ ّ َ “Merugilah seseorang jika disebut namaku padanya ia tidak membaca shalawat padaku. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. Sebagaimana janji Allah : “Dan jika kamu taat kepadanya. itulah pernyataan Allah: . anaknya dan seluruh manusia”. mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (AzZumar : 33). dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. 4. Mencintai beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam.2.

Contohnya jika kita mau makan meskipun seolah-olah padi kita tanam disawah kita sendiri. kesadaran sebagai hamba Allah Ta’ala dan kesadaran sebagai umat Muhammad Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . Itulah tegaknya agama: “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. )صحيح الترمذي‬ َ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ّ َ َ ِ ّ ََ َ ْ ِ ِ ْ ُ ُ َ ّ ُ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ ْ ِ ّ ِ َ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ْ ِ ِ ْ ِ ِ Ikhwan fillah rahimakumullah Itulah contoh bahwa setiap saat kita harus nyatakan kehambaan kepada Allah Ta’ala. bukan sawah atau lainnya. Begitu pula kita punya mobil atau kendaraan lainnya. Mensyukuri hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. dengan uang sendiri. beras kita masak sendiri maka ketika mau makan disunnahkan berdo’a: . jika pernyataan itu hilang. (An-Nur: 63).(3/158 ،‫اللهم بارك لنا فيه وأطعمنا منه. kesadaran kita sebagai hamba Allah Ta’ala yang kita tampakkan dalam setiap aktifitas sehari-hari dalam bahasa agamanya disebut (‫ )إظهلار العبوديلة‬Sebagai misal menampakkan ِ ِّ ْ ُُ ْ ُ َ ْ ِ kehambaan kepada Allah. meskipun kita membeli kendaraan dengan usaha sendiri. )صحيح الترمذي‬ ُ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ِ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ّ ُ ّ َ “yaa Allah berilah kami keberkahan darinya dan berilah kami makan darinya” Berarti Allah Ta’ala yang memberi rizki. Jika kesadaran itu hilang dari jiwa seorang Mukmin maka tindakan dan amalan akan ngawur dan sembrono yang mengakibatkan Allah Ta’ala tidak akan memberi ganjaran apapun yang didapat hanyalah siksa. Kesadaran pertama. namun ketika mau mengendarai disunnahkan berdo’a: 3/156 ،‫. (Asy-Syura: 13) 3 Hamba Allah Dan Ummat Nabi Muhammad SAW Oleh: Muhammad An-Nawawi Sudah menjadi kewajiban seorang Muslim memiliki dua kesadaran. Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah karenanya”.)بسم ال الحمد ل سبحان ال الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وأنا إلى ربنا لمنقلبون. 8.“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. maka alamat iman telah rusak di muka bumi ini dan akan hilang kemudian .

bahkan si raja itu begitu sangat sombongnya sampai ia memproklamirkan dirinya sebagai tuhan. “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu. yaitu mengenal Allah. الثانية العمل به. Syaikh Muhammad At-Tamimi dalam kitab Tauhid. dia menyuruh kepada rakyatnya agar menyembah kepadanya. wanita dan dunia. Setiap hari dalam benak mereka hanya dijejali dengan berbagai macam persoalan dunia. bahkan lebih kekal abadi. mengenal Rasul dan Dienul Islam dengan dalil dalilnya kedua mengamalkannya ketiga mendakwakannya. Dialah raja Fir’aun. memaparkan persoalan penting yang harus diketahui oleh kaum Muslimin: . begitu banyak orang-orang modern yang seharusnya sebagai hamba Allah Ta’ala namun banyak diantara mereka yang mengalihkan penghambaan kepada harta. Akibat buruk orang yang mencampuradukan keimanan dengan syirik disebutkan Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik tetapi Dia mengampuni segala dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki. )البخاري عن ابن مسعود‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ‫َ ْ َ ت‬ “Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah niscaya masuk kedalam Neraka. hal ini telah terjadi pada zaman Nabi Musa p yang ketika itu pengusanya lalim dan sombong sehingga lupa akan status sebagai hamba.” .” (AdzDzariyat: 56).‫الولى العلم وهو معرفة ال، معرفة نبيه ومعرفة دينه السلم بالدلة. Kenyataan di atas sudah tergambar pada zaman sekarang. Makna penghambaan kepada Allah Ta’ala adalah mengesakannya dalam beribadah dan mengkhusus-kan kepadaNya dalam berdo’a. atau mengurangi iman jika syirik asghar (syirik kecil). الثالثة الدعوة إليه‬ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ِ ّ ِ ِ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ ّ ِ ِّ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ ِ ِ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ُ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ “Pertama adalah ilmu. membe-rikan penjelasan bahwa ayat di atas.” .(‫من ما َ وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار. mencari kenikmatan dan kepuasan dunia saja tanpa memperhatikan kepuasan akhirat padahal kenikmatan akhirat lebih baik dari kenikmatan dunia.muncul kesombongan dan keangkuhan.” Ikhwan fillah rahimakumullah. menunjukkan keistimewaan Tauhid dan keuntungan yang diperoleh di dalam kehidupan dunia dan akhirat. tentang hal ini Syekh Muhammad bin Shalih AlUtsaimin dalam bukunya Syarah Tsalasah Usul. Dan menunjukkan pula syirik adalah perbuatan dzalim yang dapat membatalkan iman jika syirik itu besar. Ihwan Fillah rahimakumullah Allah Ta’ala menciptakan manusia bukan untuk menumpuk harta benda tapi Allah Ta’ala menciptakan manusia dan jin hanya untuk menyembah kepadaNya.

Demikianlah seharusnya. )مسلم‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ َ ِ ْ ََ َ ْ َ ً َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dalam agama yang tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. setiap kaum Muslimin dalam aktifitasnya harus merujuk kepada apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam . Melihat hadits di atas. Tidak diterima ibadah seseorang tanpa mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam sebagaimana hadits berikut: . Jadi inti penghambaan adalah beribadah kepada Allah Ta’ala dan tidak melakukan syirik dengan sesuatu apapun. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan konsekuensi mengenal Rasul adalah menerima segala perintahnya bahwa mempercayai apa yang diberitakannya. menetapkan perkara dengan syariat dan ridha dengan putusannya. adalah menyadari bahwa amalan-amalan kita akan diterima oleh Allah Ta’ala dengan syarat sesuai sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . yang menyalahi man-haj Rasulullah.(‫من لقي ال ل يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقي يشرك به شيئا دخل النار. . Misalnya mereka menyalahi manhaj dakwah Salafus Shalih. fragmen. kaum Muslimin selalu sadar atas statusnya yaitu status kehambaan terhadap Allah Ta’ala. dengan mengatasnamakan Islam. Ingatlah banyak dari kaum Muslimin. )مسلم عن جابر‬ َ ّ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa menemui Allah Ta’ala (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun pasti masuk Surga. . Pastilah dari kalangan ahli sunnah waljama’ah sepakat untuk mengimani dan menjalankan apa-apa yang diperintahnya. cerita-cerita. perbuatan maupun taqrir atau ketetapan.. Kesadaran kedua sebagai ummat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam Kesadaran sebagai umat rasul. sandiwara. )البخاري ومسلم‬ ّ َ َ ُ َ ُ ْ ِ َ ْ َ َ َ َ َِ ْ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengada-ada dalam perkara agama kami dan tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak.(‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد. tetapi barangsiapa menemuinya (mati) dalam keadaan berbuat syirik kepadaNya pasti masuk Neraka. wayang dan lain-lain.” Ihwan fillah rahimakumullah. Muslim). Dan kebanyakan mereka tidak mengetahui bahwa perbuatan semacam itu menjadi tertolak karena tidak sesuai dengan sunnah Nabi.(‫من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد.” (HR. menjauhi larangannya. mematuhi perintahnya. Contohnya berdakwah dengan musik.” (HR. menjahui segala larangn-nya. Ihwan fillah Rahimakumullah. baik ucapan. nada dan dakwa. Dan cara menghamba harus sesuai dengan manhaj yang shohih tanpa terbaur syubhat dan kesyirikan. Al-Bukhari dan Muslim).

sejelek-jelek urusan adalah perkara yang baru dan setiap perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.Begitu juga dengan Assyaikh Abdul Salam bin Barjas bin Naser Ali Abdul Karim dalam bukunya Hujajul Qowiyah menukil perkataan Al-Ajurri dalam kitab As-Syari’ah bahwa Ali Ra dan Ibnu Masu’d berkata: .‫ولكم‬ ْ ُ ََ Khutbah Kedua ّ َ ُ َ ْ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ْ ُ ِ َ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ُ ِ ْ ّ َ َ ُ َ ِ ْ ُ ِ ّ َ ْ ِ ْ ِ َ َ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ ّ ّ ُ ْ َ ْ ‫الحمد ل الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون.‫بدعة وكل بدعة ضللة وكل ضللة في النار‬ ِ ّ ِ ٍ ََ َ ّ ُ َ ٌ ََ َ ٍ َ ْ ِ ّ ُ َ ٌ َ ْ ِ Dan sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah Yang Maha Agung dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam . yaitu kesadaran menegakan kalimah tauhid berdasarkan manhaj ahlul hadits dan memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepada keduanya. Dengan demikian mengikuti manhaj Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dan manhaj para sahabat sesudahnya yaitu Al-Qur‘an yang diturunkan Allah Ta’ala kepada Rasulnya. Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat karena merupakan sumber petunjuk dalam kehidupan.‫تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما، كتاب ال وسنتي ولن يتفرقا حتى يردا على الحوض‬ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ َ ْ ِّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ “Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah dan sunnahku. أشهد أن ل إلله إل ال وأشهد أن‬ ِ .” (Dishahikan oleh al-albani dalam kitab Shahihul jami’) Wallahu A’lamu bis shawab Akhiru da’wana Walhamdulillahi Rabbil Alamin .‫ل ينفع َول إل بعمل ول قول وعمل إل بنية ول نية إل بموافقة السنة‬ ِ ّّ ِ َ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ ِّ َ َ ٍ ِّ ِ ّ ِ ٌ َ َ َ ٌ ْ َ َ َ ٍ َ َ ِ ّ ِ ٌ ْ ‫َ َ ْ َ ُ ق‬ “Tidak bermanfaat suatu perkataan kecuali dengan perbuatan dan tidak pula perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan niat pun tidak bermanfaat kecuali sesuai dengan sunnah. أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم لي‬ .‫محمدا َبده ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ُ ُ ْ ‫ُ َ ّ ً ع‬ ٍ َ َ ْ ُ ّ ُ َ َ ُ َ َ ْ ُ ِ ُ ُ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ‫فإن أصدق الحديث كتاب ال عز وجل، وأحسن الهدي هدي محمد صلى ال عليه وسلم وشر المور محدثاتها وكل محدثة‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ ََ ّ َ َ ّ َ ِ ُ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ْ َ ّ ِ َ .setiap kesesatan adalah di Neraka. Dengan menyadari dua kesadaran yaitu menjalankan syariat sesuai manhaj ahlul hadits tanpa tercampur bid’ah dan kesyirikan.” ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم. Sebagai akhir kata kami tutup dengan hadits: . Ihwan Fillah rahimakumullah. Tidak akan bercerai berai sehingga keduanya mengantarkanku ke telaga (diSurga). (HR. An-Nasa’i). yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat.

Kepada makhluknya Baik yang berupa kesehatan maupun kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia dalam rangka menunaikan kewajiban shalat Jum’at. . Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak ُ ْ ُ َ dalam shalat kita. Bahkan banyak di antara mereka yang berbuat syirik.. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. yang atas jasa-jasa dan perjuangan beliau cahaya Islam ini tersampaikan kepada kita. Islam adalah agama yang datang untuk menegakkan tauhid. menyembah kepada selain Allah baik langsung maupun tak langsung.. paranormal. mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata. marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita. rizki dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . tukang ramal. mencari penglaris.. sebab dengan adanya cahaya Islam tersebut kita terbebaskan dari kejahiliyahan. tukang santet. Banyak di antara mereka yang pergi ke dukun-dukun. para sahabatnya dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman. (‫ . Tetapi begitu banyak umat Islam yang tidak konsisten kepada tauhid. yaitu meng-Esakan Allah. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada uswah kita Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. yang telah mencurahkan kenikmatan-kenikmatanNya.. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baiknya bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Segala puji bagi Allah. malamnya bagaikan siangnya. Rabb dan sesembahan sekalian alam. Yang mana pada kalimat (‫ )ل َ إ ِل َه‬terdapat makna َ penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan (‫ )إ ِل ّ الل مه‬menetapkan ُ sesembahan untuk Allah semata. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. baik disengaja maupun tidak.4 Syirik Penyebab Kerusakan Dan Bahaya Besar Oleh: Rusdi Yazid Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .)أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا رسول الله‬yang ِ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ bermakna tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. mencari pengobatan alternatif.

Allah . Dan yang lebih memprihatinkan lagi wahai kaum muslimin . Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah .. lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka. Allah memuliakannya. maka mereka itulah orang-orang yang fasik. karena perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu. Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam barsabda: َ ّ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل ْ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل‬ ‫. Sebagai firman Allah: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. dan Dia benar-benar akan menukar(keadaan) mereka. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah. Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah: Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan Syirik menghinakan kemuliaan manusia. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. mengajarkan seluruh nama-nama. Dan Allah menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang di akibatkan oleh perbuatan syirik. niscaya akan masuk Neraka.meminta jodoh dan lain sebagainya.. menurunkan derajat dan martabatnya. Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. disebabkan umat tidak lagi bertauhid dan banyak berbuat syirik. Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Di akhirat kita dimasukkan ke dalam Surga dan di dunia kita akan diberikan kekuasaan. banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam Islam (padahal tidak demikian)..من مات ل يشرك بال شيئا دخ َ الجنة، ومن مات يشرك بال شيئا دخ َ النار‬ “Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun. Inilah penyebab utama terjadinya musibah di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita. Muslim)..” (HR. baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. niscaya akan masuk Surga.” (An-Nur: 55).

Ketiga: Syirik adalah kedholiman yang paling besar Yaitu dhalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah). ahli nujum. Sebab dia . Sebab orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk yang merdeka. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya. tukang nujum. Syirik juga merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya. ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. Jadi dengan adanya mereka. Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka. Keempat: Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan mempercayai kebatilan. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan sesembahan. Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah). dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. kehidupannya selalu diliputi ketakutan. Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai Tuhan serta mengambil selainNya sebagai penguasa. (Al-Hajj: 20-21) “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolaholah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”.telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagad raya ini. tidak hidup. sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. akal kita dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta (dukun). Syirik merupakan kedhaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. (Berhala-berhala) itu benda mati. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. (Al-Hajj: 31) Kedua: Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik. tidak dapat membuat sesuatu apapun. “barang dagangan” dukun. Allah berfirman: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah.

mintalah dari hartaku sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”. )رواه البخاري‬ ً ْ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ َِ ٍ ّ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ِ َ َ “Wahai Fathimah binti Muhammad. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafa’at di sisi Allah. Allah berfirman: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak melakukan perbuatan haram.)يا فاطمة بنت محمد، سليني من مالي ما شئت ل أغني عنك من ال شيئا. sedang di akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas dirinya. (HR.menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam berkata kepada putrinya: ‫. sehingga mereka meremehkan amal shalih. dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan. Al-Bukhari). Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran. yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka . (Al-Maidah: 72). dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”. Tempat kembali mereka adalah Neraka. Karena itu. maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka. Ketujuh: Syirik memecah belah umat “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan Allah. Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia. putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. (AliImran: 151) Kelima Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah.

dari syirik kerusakan dan bahayanya. Kita harus bersih dari noda syirik. Agar kehinaan dan kerendahan yang menimpa ummat Islam segera berakhir.. Kembali pada khutbah yang kedua ini. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad. telah jelas bagi kita bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. agar kehinaan dan kerendahan ummat Islam diganti menjadi kemuliaan. karena ia adalah dosa yang paling besar. atau menghalangi kita masuk jannah: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah). Dari pembahasan pada khutbah yang pertama tadi. (Ar Ruum: 31-32) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ َ ُ َ ِ َ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. syirik dapat menghapuskan pahala amal shalih yang kita lakukan. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ِ ْ َ َ ِ Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah .. Marilah kita bertaubat atas segala perbuatan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan kita jauhkan masyarakat di sekitar kita. Harus selalu takut kita terjerumus kedalamnya. Itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan perbuatan syirik. kepada para sahabatnya.. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. anggota keluarga kita... َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ ّ ‫ال ْحك ِي ْم ِ. sanak famili kita..menjadi beberapa golongan. yang beriman . Disamping itu. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل‬ َ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ ْ ‫. Karena itu Wahai hamba Allah.” (AzZumar: 65) . والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman.ذَن ْب.

tujuan diturunkannya kitab-kitab samawi.” (Adz-Dzaariyaat: 56) Juga firmanNya: “Dan tidaklah kami mengutus seorang rasulpun sebelummu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Aku. maka beribadahlah kepadaKu. Dan janganlah kita mati melainkan dalam Islam. serta . Tauhid adalah tujuan diciptakannya makhluk.5 Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid Oleh: Agus Hasan Bashori Ibadallah ! Saya wasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada saya untuk selalu bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada. (inilah) satu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi. dan hendaknya engkau meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah. Ketaatan terbesar yang wajib kita laksanakan adalah tauhid. di atas cahaya Allah. maka padamkanlah dengan taqwa”. Telah banyak penjelasan yang menerangkan makna taqwa. Mereka bertanya: “Apakah taqwa itu?” Beliau menjawab: “Hendak-nya engkau melaksanakan keta’atan kepada Allah.” (Al-Anbiya’: 25) Demikian pula firmanNya: “Alif laam Raa. (dengan) mengharap keridhaanNya. sebagaimana kemaksiatan terbesar yang mesti kita hindari adalah syirik. Dengarkanlah firman Allah: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (hanya) kepadaKu. Di antaranya adalah pernyataan Thalq bin Habib: َ ُ ِ َ َ ْ ْ َ َ ‫إ ِذا وقعت ال ْفت ْن َة فأ َطْفئوها بال ْت ّقوى. di atas cahaya Allah.عقاب الله‬ ِ َ َ ِ “Apabila terjadi fitnah. قال ُوا: وما ال ْت ّقوى؟ قال: أ َن ت َعمل ب ِطاعة الله‬ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫على ن ُور من الله ت َرجو ث َواب الله وأن ت َت ْرك معصي َة الله على ن ُور من الله ت َخاف‬ َ ِ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ْ َ ِ َ َ ُ ْ ِ َ ِ ٍ ْ َ ِ ٍ ْ ‫. tujuan diutusnya seluruh para rasul. (karena) takut kepada siksaNya. sekaligus juga merupakan pijakan pertama yang harus dilewati oleh orang yang berjalan menuju Rabbnya.

Kalau kedudukan tauhid sedemikian tinggi dan penting di dalam agama ini. Agar kalian jangan beribadah kecuali kepada Allah.” (HR.‫عن عثمان قال: قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من مات وهو يعلم أنه ل إله إل ال دخل الجنة‬ َ َّ ْ َ َ َ ّ ِ َ َ ِ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ َّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dunia. namun dia tidak menye-kutukan Aku dengan sesuatu apapun.dijelaskan (makna-maknanya) yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagimu dan bagi kaum Mukminin (laki-laki dan wanita).‫بي شيئا لقيته بمثلها مغفرة‬ ً َ ِ ْ َ َ ِْ ِ ِ ُ ُ ْ َ َ ً ْ َ ْ ِ “Dan barangsiapa yang menemuiKu dengan (membawa) dosa sepenuh bumi sekalipun. bila lawan tauhid. Muslim No. bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: . Muslim No. maka tidaklah aneh kalau keutamaannya juga demikian besar. dimana sudah seharusnya kita benar-benar . Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira kepada kalian daripadaNya.‫ُ َ ي ْه النار‬ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ّ ِ َ ِ Dari Ubadah bin Shamit Radhiallaahu anhu . sedangkan dia menge-tahui bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia (Allah) niscaya akan masuk Jannah. 2687) Demikian pula tidak akan aneh.” (HR. ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah (niscaya) Allah mengharamkan Neraka atasnya (untuk menjilatnya). Muslim No.” Jama’ah sekalian rahimakumullah. 25) Demikian juga sabdanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . juga memiliki banyak bahaya yang mengerikan.” (Hud: 1-2) Allah juga berfirman: ِ َ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ ِ ُ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ْ َ ْ َن‬ ‫فاعلم أ ّه ل إله إل ال واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات‬ “Ketahuilah. kami petik sebagiannya: ُ ِ ْ ُ َ ً َ َ ِ ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ َِِ َ ْ َ َ َ َ َ ّ َ ‫وعن أبي ذر رضى ال عنه قال: قال النبي صلى ال عليه وسلم يقول ال عز وجل: ومن لقيني بقراب الرض خطايا ل يشرك‬ ُ ُ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ ِ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ ِ َ ْ َ َ . pasti Aku akan menemuinya dengan membawa ampunan yang semisal itu. 29) Hadits lain. Bergembiralah dengan nash-nash seperti di bawah ini: ّ َ ِ َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عبادَةْ ب ِن الصامت رضى الله عن ْه قال: سمعت رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ‫وسل ّم يقول: من شهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ ‫َ ن محمدا رسول الله حرم الله عل‬ ُ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ .” (HR. dari Utsman bin Affan Radhiallaahu anhu . yaitu syirik.

Maka merupakan musibah jika seseorang jahil (bodoh) terhadap perkara tauhid dan perkara syirik. Firman Allah: “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah. . (An-Nisa: 48. Nashrani. Tatkala kita membicarakan masalah syirik. Itulah orang-orang yang sia-sia amalan-amalan mereka. apakah dua perkara yang pasti itu?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun. 93) Firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) syirik dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki”.‫ما َ ل يشرك بال شيئا دخل الجنة ومن مات يشرك به شيئا دخل النار‬ َ ّ َ َ َ ً ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ‫َ ت‬ “Seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam .‫و ال نسأل أن يرزقنا علما نافعا ورزقا طيبا وعمل متقبل، وصلى ال على َبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين‬ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ََ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ِ ‫ُ ََ ن‬ َّ َ ً ّ َ َ ُ ً َ َ َ ً ّ َ ً ْ ِ َ ً ِ َ ً ْ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل‬ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ه‬ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ ‫إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه، وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل َي ْه وسل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ ‫ُ َ ِ َ َ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ َ َ :‫ت َسل ِما. Budha. Dan barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu.merasa takut terhadapnya. Dengan ini hendaklah kita terpacu untuk menam-bah/menuntut ilmu sehingga bisa melaksanakan tauhid dan menjauh dari syirik dan pelakunya.” (Al-An’am: 88). أ َما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ Hadirin jama’ah Jum’at Arsyadakumullah. janganlah kita menganggap bahwa syirik itu hanya ada di kalangan orang-orang Yahudi. pastilah gugur amal perbuatan yang telah mereka kerjakan. niscaya dia akan masuk Neraka”. dan lebih musibah lagi jika seseorang telah mengetahui perkara syirik namun dia tetap melakukannya. (HR. Muslim No.” (AtTaubah: 17). dan mereka kekal di dalam Neraka. Diantara bahaya syirik itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Jabir: ْ َ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫عن جابر رضى ال عنه قال: جاء أعرابي إلى النبي صلى ال عليه وسلم فقال: يا رسول ال ما الموجبتان ؟ فقال: من‬ َّ ِ ّ َ ِ ّ ِ َ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ ِ َ ْ َ .116) Firman Allah: “Dan seandainya mereka berbuat syirik. niscaya dia akan masuk Jannah. lalu bertanya: “Wahai Rasulullah. (sedangkan) mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. . Hindu.

Sedangkan bentuk-bentuk ibadah (yang dipersembah-kan) kepada selain Allah itu bisa berupa: Do’a. Sedangkan kaum Muslimin sendiri dianggap sudah terbebas dari dosa ini. baik sadar maupun tidak. kuburan. 3. 3. Baik itu kepada para malaikat. puncak kecintaan. 4. kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jum’at. Dijanjikannya mereka untuk masuk Jannah. Padahal tidaklah demikian. Kalaupun mereka masuk Neraka. Karena makna atau pengertian syirik adalah: mempersekutukan peribadatan kepada Allah. matahari. nabi. namun dia berikan kepada selain-Nya. mereka tidak akan kekal di dalamnya. Gugurlah amal perbuatannya.Konghuchu dan lain-lain. Syirik adalah perbuatan dzalim yang terbesar. puncak rasa takut dan lain-lain. Banyak juga kalangan kaum Muslimin yang tertimpa dosa sekaligus penyakit ini. Segala puji bagi Allah. 2. 6 Urgensi Tauhid Dalam Mengangkat Derajat Dan Martabat Kaum Muslimin Oleh: Andri Sugeng Prayoga Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . yang telah mencurahkan kenikmatan dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluk-Nya. yakni memberikan bentuk-bentuk ibadah yang semestinya hanya dipersembahkan kepada Allah. Diancamnya orang yang melakukan syirik akbar untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya. pada khutbah kedua di sini. sapi dan lain sebagainya. Fa’tabiru ya ulil albab.. Sedangkan di antara bahaya-bahaya syirik adalah: 1. Rabb dan sesembahan sekalian alam. Diberikan kepada mereka ampunan dari segala dosa. orang shalih. nadzar. Baik yang berupa kesehatan. berkurban. Tidak akan diampuni dosanya itu selama ia belum bertaubat. . Diharamkannya Neraka itu bagi kaum Muwahhidin (Ahli Tauhid). bulan. Inilah yang dapat kami berikan. patung.. sengaja kami ringkaskan sebagian keutamaan tauhid sebagaimana yang telah dibahas pada khutbah yang pertama: 1. 2. Saudara-saudaraku fillah.

karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. tidak dikabulkan oleh Allah dan lebih dari itu.. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelum kamu. Kaum Jahiliyah Kuno yang dihadapi Rasulullah juga meyakini bahwa pencipta. sehingga kita terbebas dari kejahiliyahan. bukan sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan)Nya dan wahdaniyah (keesaan)Nya dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan sifatNya. para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah. Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah. tauhidlah yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti.. cahaya Islam ini sampai kepada kita. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal. maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (Az-Zumar: 65-66) Hamba Allah yang beriman .. niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. menurut tuntunan Islam. Dan amal yang tidak dilandasi dengan tauhid akan sia-sia. Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah. bahkan mengakui keesaaan dan kemahakuasaan Allah dengan permin-taannya kepada Allah melalui Asma dan sifat-Nya. Karena itu. dan kehinaan.. amal yang dilandasi dengan syirik akan menyengsarakannya di dunia dan di akhirat. agar kita selalu meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita. Pengatur.” (Luqman: 25). yang melalui perjuangannyalah. ‘jika kamu mempersekutukan (Tuhan).Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada pemimpin dan uswah kita Nabi Muhammad. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . .

mendapat petunjuk. ‘Wahai anakku. yang beriman . tetapi syirik. Hakikat Tauhid. Sebagaimana firman Allah: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik). harap dan takut kepadaNya. )متفق عليه‬ ٌ ِ َ ٌ “Yang dimaksud bukan (kedzaliman) itu. Sesungguhnya mempersekutukan Allah benarbenar suatu kedzaliman yang besar. janganlah kamu mempersekutukan Allah.)الشرك ل َظُل‬ َ ْ ّ ‫م عظيم{. mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang.. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan). .” (An-Nahl: 36) Sesungguhnya tauhid tercermin dalam kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” (Adz-Dzariyat: 56). Tidak-kah kalian mendengar nasihat Luqman kepada puteranya. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. para sahabat merasa sedih dan berat. tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan tidak ada ibadah yang benar kecuali ibadah yang sesuai dengan tuntunan rasul yaitu As-Sunnah. yakni nabi Muhammad n. hingga Rasul terakhir. Orang yang mengikrarkannya akan masuk Surga selama tidak dirusak syirik atau kufur akbar. Mulai Rasul yang pertama. Mereka berkata siapa di antara kita yang tidak berlaku dzalim kepada diri sendiri lalu Rasul menjawab: ُ ْ ّ َ ‫ل َي ْس ذَل ِك، إ ِن ّما هو الشرك، أ َل َم ت َسمعوا قول ل ُقمان ل ِب ْن ِه: }يا ب ُن َي ل َ ت ُشرك بالله إ ِن‬ ّ ِ َ َ ْ َ ْ َ ْ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ُ َ ّ ْ ‫. ialah pemurnian ibadah kepada Allah. yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen. yang beriman kepada Allah. Dari sini lalu timbullah pertanyaan: “Apakah hakikat tauhid itu?” Hamba Allah.Namun kepercayaan mereka dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat Muslim. cinta. “Ketika ayat ini turun. Maknanya. “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut. Nuh.” (AlAn’am: 82) Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan. Dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid.. Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah.” (Luqman: 13) (Muttafaqun alaih). Sebagaimana firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.

dan (bersaksi pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan Nerakapun benar adanya maka Allah pasti akan memasukkan ke dalam Surga. At-Tirmidzi dan Adh-Dhiya’..)والضياء‬ “Hai anak Adam. Al-Bukhari dan Muslim) Maksudnya. Jika dia adalah seorang ahli tauhid yang murni dan bersih dari noda-noda syirik serta ikhlas mengucapkan “laa ilaaha illallah” maka tauhid kepada Allah menjadi penyebab utama bagi kebahagiaan dirinya. Orang-orang yang tidak mencampur-adukkan antara keimanan dengan syirik serta menjauhi segala perbuatan syirik.. Tauhid merupakan sarana paling agung untuk melebur dosa-dosa dan maksiat. niscaya aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula. tiada sekutu bagiNya. Sungguh mereka akan mendapatkan keamanan yang sempurna dari siksa Allah di akhirat. Sekalipun dalam sebagian amal perbuatannya terdapat dosa dan maksiat. .. dan Muham-mad adalah hamba dan utusan-Nya.. dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah. Hamba Allah yang beriman . Mereka itulah yang mendapatkan petunjuk di dunia. Hadist tersebut menegaskan tentang keutamaan tauhid. sedangkan engkau ketika menemuiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun. hadist hasan). utusanNya dan kalimat yang disampaikanNya kepada Maryam serta ruh dari padaNya.)الله ال ْجن ّه على ما كان من ال ْعمل. Tauhid merupakan faktor terpenting bagi kebahagiaan seorang hamba. Allah berfirman: ‫يا ابن آدم إنك لو أتيتني بقراب الر ِ خطايا، ثم لقيتني ل تشرك بي شيئا ل َيتك بقرابها مغفرة. apapun amal yang diperbuatnya. segenap persaksian yang dilakukan oleh seorang Muslim sebagaimana yang terkandung dalam hadist tadi berhak memasukkan dirinya ke Surga. serta menjadi penyebab bagi penghapusan dosa-dosa dan kejahatannya. seandainya kamu datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh bumi. Hal ini sebagaimana ditegaskan di dalam hadist qudsi. Sebagaimana telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan ‘Ubadah bin Ash-Shamit: ‫من شهدَ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، وأ َن عي ْسى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ُ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ‫عبده ورسول ُه وك َل ِمت ُه أ َل ْقاها إلى مريم وروح من ْه، وال ْجن ّة حق والنار حق، أ‬ َِ َ َ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ٌ ِ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ ُ َ ّ دْخل َه‬ ُ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ َ َ ‫.” (HR. )حسن، رواه الترمذي‬ ً َ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ِ َ ُ ْ ‫َ ْ َ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ ْض َ َ َ ُ ّ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ ْ ً َت‬ ‫.Ayat ini memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengesakan Allah.” (HR. )رواه البخاري ومسلم‬ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata. Jama’ah Jum’ah rahimakumullah .

Tuhan ini menginginkan ke kanan. Karena itu ia merasa aman ketika kebanyakan orang merasa ketakutan. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. Suatu saat ia menyembah orang yang hidup. Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. Di antara buah manis yang didapat adalah: 1. percaya dan tawakal kepadaNya.” (HR. kematian dan lainnya menjadi sirna. sehingga hati menjadi tentram. Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar segera dibebaskan darinya. tidak menggantungkan diri kepada Allah. Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhantuhan dan sesembahan yang banyak. 3. 2. pada saat lain ia menyembah orang yang mati.)صحيح‬ Bila kamu meminta maka mintalah kepada Allah. Memerdeka-kan fikiran dari berbagai khurofat dan angan-angan yang keliru. 4. Orang Mukmin menyembah satu Tuhan. ia merasa tenang ketika mereka kalut. niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis.Jika tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang. Tauhid memerdekakan manusia dari segala per-budakan dan penghambaan kecuali kepada Alah. Tidak merasa takut kecuali kepada Allah. ia berkata hadits hasan shahih) . Tauhid memberikan nilai Rohani kepada pemilik-nya. Adapun orang musyrik. Ketakutan terhadap manusia. At-Tirmidzi. Syi’ar dan semboyannya adalah sabda Rasul: َ َ َ َ ‫إ ِذا سأ َل ْت فاسأ َل الله، وإ ِذا است َعن ْت فاست َعن بالله. Karena jiwanya hanya penuh harap kepada Allah. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki. jiwa dan keluarga. sedang tuhan yang lainnya menginginkan ke kiri. sabar atas musibah serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. Ia akan melakukan apa yang membuatNya ridha. Ia mengetahui apa yang membuatNya ridla dan murka. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. Arah hidup-nya jelas. ia menyembah tuhan-tuhan yang banyak. Dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah. menyerah dan menghinakan diri kepada selain Allah Memerdekakan hidup dari kekuasaan Fir’aun. Seorang Mukmin hanya takut kepada Allah. Memerdekakan hati dari tunduk. )رواه الترمذي وقال حسن‬ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ‫. baik secara pribadi maupun jama’ah. Kepada-Nya ia berdo’a dalam keadaan lapang atau sempit. Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. jin. ridha atas qadar (ketentuan) Nya. pendeta dan thaghut yang menuhankan diri atas hamba-hamba Allah.

Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. yaitu: meghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen. أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ٍ ْ َ ّ ُ ْ ِ َ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ِ َ َِ ْ ُ ََ ْ ِ ‫. kepada para sahabatnya. 3. Itulah buah manis dari Tauhid yang akan membebaskan pelakunya dari kehinaan dan kesengsaraan dan Tauhidlah yang akan mengembalikan kehormatan Islam dan Muslimin. akan menghasilkan buah yang sangat manis.. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan keadilan. Kembali pada khutbah yang kedua ini. Tauhid yang terealisasi dalam hidup seseorang. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukannya. Sifat ketuhanan hanya milik Allah satusatunya dan semua manusia wajib beribadah kepadaNya. dan menaikkan derajat dan martabat Islam dan Muslimin di atas segala kehinaan yang selama ini dialami oleh kaum Muslimin. mengembalikan harga diri dan kemuliaan Islam dan Muslimin. . َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman. Karena tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil tuhan-tuhan selain Allah di antara sesama mereka. أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah .5. ialah pemurnian ibadah kepada Allah. 4. Hakekat Tauhid. Tauhid menyebabkan pemiliknya dihapuskan dari segala dosa. 2. harap dan takut kepadaNya. فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. cinta. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia.لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب.. Segenap manusia adalah hamba Allah dan yang paling mulia di antara mereka adalah Muhammad n kemudian orang yang paling bertaqwa. yaitu: • Tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad.

Syaikh Muhammad bin Shalih A1 Utsaimin menjelaskan: Dalam ayat di atas Allah memerintahkan NabiNya untuk mengumumkan kepada manusia bahwa saya hanyalah seorang hamba sama dengan kalian. Dua hal ini merupakan rukun syahadat Muhammad Rasulullah. 7 Syahadat Muhammad Rasulullah.” (A1 Kahfi. bukan Rabb (Tuhan). Fenomena inilah yang mendorong khatib untuk menjelaskan makna yang benar dari syahadat Muhammad Rasulullah dan konsekuensinya.• • • • Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. memohon ampunan atas segala dosa syirik yang pernah kita lakukan dan kita memohon agar kita dijauhkan dari segala perbuatan syirik dan pelakupelakunya. marilah pada kesempatan kali ini kita berdo’a kepada Allah. 110). Tauhid memberikan nilai ruhiyah kepada pemiliknya. Kaum muslimin rahimakumullah Dari makna di atas bisa dipetik bahwa yang terpenting dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah dua hal yaitu: Bahwa Muhammad itu adalah abdullah (hamba Allah) dan Muhammad itu rasulullah. Karena itu. “Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. Makna Dan Konsekwensinya Jama’ah Jum’at rahimakumullah Setiap muslim pasti bersaksi. Makna dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah pengakuan lahir batin dari seorang muslim bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. dan juga tidak semua muslim memahami tuntutan dan konsekuensi dari syahadat tersebut. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan persamaan. yang diwahyukan kepadaku. Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah. Kemudian pula kita memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari kehinaan dan diangkat derajat kita di dunia dan di Akhirat. Abdullah wa Rasuluhu yang diutus untuk semua manusia sebagai penutup rasul-rasul sebelumnya.‫إنما أنا عبد فقولوا عبد ال ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ْ ُْ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ . . tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang benar dari makna syahadat Muhammad Rasulullah.

ber-istighatsah2. maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya”. AlBukhari dan Muslim). Syaikh Al-Utsaimin berkata: Saya hanyalah hamba yakni saya tidak punya hak dalam rububiyah dan juga dalam hal-hal yang menjadi keistimewaan Allah. Muhammad adalah Rasulullah yang diistimewakan dari manusia lainnya dengan wahyu. 21). turunnya Nabi Isa. . (HR. maka jika Beliau memberitakan berita masa lalu maupun berita masa depan maka berita itu sumbernya adalah wahyu yang kebenarannya tidak boleh ragukan lagi.“Saya hanya seorang hamba. (Al-Jin. Membenarkan semua berita yang shahih dari Rasul Allah I. Jama'ah Jum'at rahimakumullah Seorang Muslim yang beriman bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah. "Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan". dituntut untuk mewujudkan beberapa hal sebagai bukti kebenaran keimanannya. Hal hal yang wajib diwujudkan sebagai konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah: 1. tidak menolak apa yang beliau ucapkan maupun yang beliau lakukan. Kemudian syahadat “Muhammad Rasulullah” menuntut kita untuk mengimani risalah yang beliau sampaikan. seperti munculnya dajjal. wajib kita percayai. Adzab dan nikmat kubur. begitu juga berita tentang datangnya malaikat maut dalam bentuk manusia kepada Nabi Musa untuk mencabut nyawanya lalu Nabi Musa menamparnya hingga rusak salah satu matanya. jangan sekali-kali kita dustakan dengan alasan berita itu bertentangan dengan akal sehat atau bertentangan dengan zaman. Dari sini termasuk kesesatan jika ada yang ber-isti’anah1. terbitnya matahari dari barat. Di antara berita-berita dari Rasulullah yang wajib kita terima adalah: Berita tentang tandatanda hari kiamat. beribadah dengan syariat yang beliau bawa. Kaum muslimin rahimakumullah Keyakinan bahwa Muhammad adalah hamba Allah menuntut kepada kita untuk mendudukkan beliau di tempat yang semestinya. tidak melebih-lebihkan beliau dari derajat yang seharusnya sebab beliau hanyalah seorang hamba yang tidak mungkin naik derajatnya menjadi Rabb. berita tentang pertanyaan di alam kubur. tidak mendustakan. memohon kepada Nabi untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat sebab hal itu adalah hak mutlak Allah sebagai Rabb. Semua berita di atas dan juga berita-berita lain yang berasal dari hadits-hadits shahih.

makan dan minum dengan tangan kanan. larangan menjual atau membeli di atas penjualan atau pembelian orang lain. larangan memanjangkan kain (sarung atau celana) di bawah mata kaki. (Al-Hasyr: 7). larangan melamar di atas lamaran orang lain. di antara larangan tersebut: Larangan memakan binatang buas yang bertaring. larangan menikahi seorang wanita bersama saudara atau bibinya. sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. dan larangan-larangan yang lain. Sisi kedua dari mentaati Rasul adalah menjauhi larangan Rasulullah. Mentaati Rasulullah Kaum muslimin rahimakumullah Seorang muslim wajib taat kepada Rasulullah sebagai perwujudan sikap pengakuan terhadap kerasulan Beliau. di antara perintah Beliau yang wajib kita taati adalah: Perintah mencelupkan lalat yang jatuh dalam minuman atau makanan. Kaum muslimin rahimakumullah 2. 80) Syaikh Abdur Rahman Nasir As Sa'dy berkata: setiap orang yang mentaati Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dalam perintah-perintah dan larangan-larangannya dia telah mentaati Allah. Jamaah Jum'at rahimakumullah. . misalnya dia menolak perintah menenggelamkan lalat dengan alasan hal itu menyalahi ilmu kesehatan. semua wajib dijauhi. Taat kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam mempunyai dua sisi: 1. shalat berjamaah dan lain-lain.2. dan perintah itu bersumber dari Rasul sebagai manusia biasa. (Al-Nisaa’. sebab Rasulullah tidak memerintahkan dan melarang kecuali dengan perintah. Sebagian orang menolak perintah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dengan berbagai alasan. sebab yang dilarang Rasulullah juga otomatis dilarang oleh Allah. syarat dan batasan. Sikap ini adalah godaan syaitan yang bermuara kepada penolakan terhadap sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . larangan makan atau minum dengan bejana emas atau perak. Konsekuensi yang ketiga: Berhukum kepada sunnah Rasul Allah. “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu. mengucapkan Basmallah ketika makan. Taat dalam perintah dengan menjalankan semua perintahnya. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka jauhilah”. mencuci tangan tiga kali sehabis bangun dari tidur. Termasuk beberapa hal yang sudah diletakkan oleh Rasulullah sebagai rukun. syariat dan wahyu yang Allah turunkan.

Lanjut beliau. 65). dia pasti menolak jika diajak untuk merujuk kepada akal. hawa nafsu. sedangkan kalian berkata (tapi) Abu Bakar dan Umar berkata begitu”. hujan batu. 8 Dosa Seputar Mayyit Dan Kuburan Oleh: Tedy Haryono . (An Nisaa'. Syaikh As-Sa'dy berkata: Allah bersumpah dengan diriNya yang mulia bahwa mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikan RasulNya sebagai hakim dalam masalah-masalah yang mereka perselisihkan. Jamaah Jum'at rahimakumullah Haruslah diketahui bahwa sikap penolakan terhadap hukum Rasulullah dalam masalahmasalah ikhtilaf adalah termasuk sifat kaum munafikin. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. As-Syaikh Al-Utsaimin berkata: “Jika seseorang mengguna-kan ucapan Abu Bakar dan Umar untuk menentang sabda Rasul bisa menyebabkan turunnya siksa. 61) Ibnu Abbas berkata: Hampir saja Allah menghujani kalian dengan batu dari langit. pendapat si A/si B. “Maka demi Tuhanmu. ketenangan jiwa dan kepatuhan lahir batin. maupun warisan nenek moyang dalam menetapkan suatu hukum. Saya berkata: “Rasulullah telah bersabda begini.” (An Nisaa'. maka apa dugaanmu dengan orang yang menentang sabda Rasul dengan ucapan orang yang jauh di bawah derajat keduanya. niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangimu dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu”.Syahadat Muhammad Rasulullah yang benar akan membawa seorang Muslim kepada kesiapan dan keikhlasan untuk menjadikan sunnah Rasulullah sebagai rujukan. seorang Muslim yang konsekwen dengan syahadatnya dengan lapang dada akan menjadikan sunnah Rasulullah sebagai imamnya. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". Dan berhukum ini belum dianggap cukup sehingga mereka menerima hukumnya dengan lapang dada. dan mereka menerima dengan sepenuhnya. lebih-lebih jika terjadi ikhtilaf (perbedaan). mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. tentu saja dia lebih berhak mendapat siksa.

dengan perbuatan baik niscaya akan menghapuskannya. sahabat. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Banyak sekali amalan yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa dengan tidak terasa. ingin berwasiat kepada diri khatib sendiri secara khusus dan kepada jama’ah secara umum. Bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : . iringilah perbuatan jelek. yaitu bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . berteriak-teriak sekeras-kerasnya. keluarga dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Ahmad 5/153).(‫اتق ال حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها. Hadits di atas menerangkan bahwa dosa-dosa kecil dapat dihapus dengan mengerjakan amalan yang baik dan benar. disamping menunjukkan tidak sabar terhadap musibah. semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . menggunduli rambut. Dan Dari Abdullah bin Mas ‘ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan: . jika ditinggal mati oleh orang yang dicintainya adalah meratapi jenazah.Segala puji bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah melimpahkan karunia dan rahmatNya sehingga kita dapat menjalankan salah satu kewajiban yang diwajibkan kepada kaum Muslimin yaitu Shalat Jum’at berjama’ah. Dosa yang sudah berjangkit di kalangan masyarakat ini sangatlah banyak dan juga mereka menganggapnya itu hal biasa dan lumrah. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Khatib berdiri di mimbar ini. Hal yang demikian tidak bisa ditinggalkan karena gunung yang begitu besar terdiri dari kerikilkerikil kecil. Meratapi Jenazah Kematian pasti akan terjadi pada setiap makhluk yang bernyawa. memukuli muka sendiri. Nabi Muhamamad Shallallaahu alaihi wa Salam mengecam orang yang melakukan ratapan berlebihan kepada mayit. namun yang ditinggal mati apakah bisa bersabar ataukah tidak? Salah satu kemungkinan besar yang dilakukan oleh manusia. Di antaranya adalah: 1.” (HR. mengoyak-ngoyak baju. Misalnya dengan menangis sejadi-jadinya. Shalawat serta salam. Semua perbuatan tersebut menunjukkan ketidakrelaan terhadap taqdir. menjambak-jambak atau memotongnya. tidak sengaja atau kita pernah menyaksikan atau melakukannya. )رواه أحمد‬ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. jika dosa kecil ditumpuk maka akan menjadi besar seperti gunung.

hal itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kuburan.Mencari Berkah di Kuburan Kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia dapat memenuhi hajat. sebagian orang ada yang tidak memperhatikan jalan yang mesti dilaluinya. baik para nabi.. 2.” (HR.(3/163 ‫ليس منا من لطم الخدود وشق الجيوب ودعا بدعوى الجاهلية. . Fathul Bary 3/163). Abu Hurairah Radhiallaahu anha berkata. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . sehingga disana sini menginjak-injak kuburan dengan tanpa rasa hormat sedikitpun kepada yang sudah meninggal. 3. Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Hanya kepadaMu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMu-lah kami meminta pertolongan. )رواه مسلم‬ ٍ ْ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ ُ َ ٌ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ‫َ ْ َ ْ ِس َ َ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ٍ َ َ ْ ِ ُ ِ َ َ ُ َ َ َّص‬ “Sungguh seseorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga terbakar bajunya hingga tembus ke kulitnya. padahal Rasullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengancam akan hal yang semacam itu.” (Al-Fatihah: 5). Al-Bukhari.(2/667 ،‫لن يجل َ أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخل َ إلى جلده خير له من أن يجلس على قبر. Termasuk dalam katagori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal. mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia. Dan ini semua telah digariskan olehNya sehingga manusia tinggal menjalani apa yang sudah menjadi ketentuannya. merobek-robek baju dan yang meratap dengan ratapan jahiliyah. Padahal mereka meminta tolong kepada Allah dalam setiap shalatnya namun dalam prakteknya mereka meminta realisasinya kepada selain Allah. Sedih dan berduka cita atas kepergian orang yang dicintai adalah wajar namun tidak boleh berlebihan sebagaimana hal yang di atas tadi. Bersabar dan menerima terhadap musibah adalah lebih baik dan lebih mulia karena semuanya terjadi atas kehendak Allah Subhannahu wa Ta'ala . )رواه البخاري، انظر فتح الباري‬ ِ ّ ِِ َ ْ َ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ُ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ّ ِ َ ْ َ “Tidak termasuk golongan kami yang menampar pipi. Karena kepercayan ini. pemandangan seperti ini sering terlihat di masyarakat. Muslim 2/667).” (HR. Dan yang menunggu pemakaman jenazah dengan seenaknya duduk di atas kuburan. orang-oarng shalih atau lainnya untuk mendapatkan syafa’at atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup.Menginjak Dan Duduk Di atas Kuburan Ketika mengiring jenazah atau berziarah kubur. serta membebaskan manusia dari berbagai kesulitan adalah syirik.

digam-pangkan urusannya dan tak jarang di antara mereka yang menyeru: Ya Sayyidy aku datang kepadamu dari negeri yang jauh maka janganlah engkau kecewakan aku “ Dan ada juga yang mengatakan “Ya Sayyidy aku ini adalah hamba yang hina dina dan engkau hamba yang mulia maka sampaikanlah hajat hamba kepada Tuhanmu” Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyem-bah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat mengabulkan (do’a)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhati-kan do’a mereka. mencium setiap sudutnya ada juga yang mencium pintu gerbang kuburan dan melumuri wajahnya dengan tanah dan debu dari kuburan sebagian ada yang bersujud ketika memandangnya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman :dalam Surat Al-A’raaf “Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa dengan kamu”. Di antaranya ada yang menyeru: Wahai Muhammad “. )رواه البخاري‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah niscaya akan masuk kedalam Neraka” (HR. mendapatkan keturunan. Dan masih banyak lagi sebutan lainnya. sebelum . Jamaah Jum’at Rahimakumullah Mencari berkah di kuburan tidaklah asing bagi sebagian orang lebih-lebih di masa sekarang ini dimana kebutuhan yang penting harus dipenuhi namun jalan untuk mengaisnya sangatlah sulit kemudian mereka memakai jalan pintas yaitu dengan bersemedi dan tafakur di kuburan dengan harapan akan dibukakan jalan baginya. Sebagian mereka.(‫من مات وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار. 8/176). mencukur rambutnya di pekuburan dan ada yang membawa buku yang berjudul: Manasikul Hajjil Masyahid” (Tata cara Beribadah Haji di Kuburan Keramat).Ahqaf: 5). Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam besabda: . baik dalam keadaan berdiri maupun duduk atau ketika ditimpa musibah atau kesukaran hidup. Sebagian penyembah kuburan ada yang berthawaf (menge-lilingi) kuburan tersebut. Ada lagi yang menyebut “Wahai Ali” Yang lainnya menebut: Wahai Syaikh” atau Wahai Syaikh Abdul Qadir Jaelani”. berdiri didepannya dengan penuh khusyu. merendahkan diri dan menghinakan diri seraya mengajukan permintaan dan memohon hajat. Kemudian ada yang meminta sembuh dari sakit.” (Al. bahkan membiasakan dan mentradisikan menyebut nama syaikh atau wali tertentu. (Al-A’raaf: 194).Sebagian mereka. Al-Bukhari. Kemudian ada yang menyebut: “Wahai Syadzali”.

Juz 1. Dan oleh sebab itu kami mengajak saudara-saudara kaum Muslimin untuk bersama-sama meninggalkan hal tersebut dengan penuh keikhlasan kepada Allah. maka sesungguhnya siksaku sangat pedih. sebuah kata yang ringan diucapkan akan tetapi tidak mudah untuk diamalkan. Dan kita meminta kepada Allah semoga saudara-saudara kita yang masih melakukan hal itu dapat dibukakan pintu hatinya untuk menerima kebenaran. mereka terlebih dahulu menunaikan haji di Tanah Pekuburan Keramat. Allah berfirman: “Jikalau kalian bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan hendaklah kita berhati-hati agar jangan sampai menjadi orang yang kufur kepada nikmat Allah.” (Ibrahim: 7).mereka menunaikan ibadah haji ditanah suci Mekkah. Takwa. Ketahuilah. . Akhiru da’wana ‘anil hamdu lillahi rabbil ‘alamin. dan jika kalian mengingkari (nikmatKu). wahai saudaraku rahimakumullah. jamaah Jum’at yang berbahagia Berdasarkan uraian di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa fitnah kuburan dan mayit telah menjadi tradisi dan adat bagi masyarakat kita sekarang ini. Demikian pula kami wasiatkan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan dan waktu. 9 Peristiwa Hari Akhir Oleh: Abu Adam Al-Khoyyat (Hartono) Hadirin jamaah shalat Jum’at rahimakumullah Hendaknya seorang Muslim senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmatnikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita semua. baik nikmat keimanan. hal. 55). tatkala Umar bin Khaththab Radhiallaahu anhu bertanya kepada shahabat Ubay bin Ka’ab Radhiallaahu anhu tentang takwa. maka berkatalah Ubay: “Pernahkah Anda berjalan di suatu tempat yang banyak durinya?” Kemudian Umar menjawab: “Tentu” maka berkatalah Ubay: “Apakah yang Anda lakukan”. Lalu Ubay berkata “Demikianlah takwa itu” (Tafsir Ibnu Katsir. kesehatan dan keluangan waktu sehingga kita bisa melaksanakan kewajiban kita menunaikan shalat Jum’at. berkatalah Umar: “Saya sangat waspada dan hati-hati agar selamat dari duri itu”.

Maka tatkala kita mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memberitakan tentang ahwal (keadaan) hari Akhir. Yaitu manakala diberi catatan amalnya di padang pengadilan Allah dari arah tangan kirinya. ash-shirat dan lain sebagainya seakan terasa ringan diucapkan oleh lisan-lisan mereka tanpa makna sama sekali. oleh karena itu janganlah kita berbuat dan berucap kecuali berdasarkan ilmu. Akan tetapi bagi orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tatkala disebut kata Neraka. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa. dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah.(Al-Haqqah 25-29) Dalam ayat ini Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz IV hal 501.” (Al-Baraqah:197). . hendaklah hati kita menjadi takut. “Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya maka dia berkata. Manusia setapak demi setapak menjalani tahap kehidupan-nya dari alam kandungan. adzab. menangislah mata kita. Ketahuilah wahai saudaraku rahimakumullah. Dan Allah berfirman: “Dan berbekallah. dan juga dalam ucapan-ucapan kita. alam kubur dan alam akhirat. dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal. Tahap-tahap tersebut harus dijalani sampai akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat tempat kita memperhitungkan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia. Na-uzu billahi min dzalik. kekuasaanku pun telah lenyap dari-padaku”. Duhai seandainya kematian itu adalah kematian total (tidak usah hidup kembali). alam dunia. Hartaku juga sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. dia mengatakan penuh penyesalan: ‘Andai kata saya tidak usah diberi catatan amal ini dan tidak usah tahu apakah hisab (perhitungan) terhadap saya (tentu itu lebih baik bagi saya) dan andaikata saya mati terus dan tidak usah hidup kembali. Mari kita perhatikan firman Allah dalam surat Al-Haqqah ayat 25-29. Hendaklah kita bersegera mencari bekal guna menuju pertemuan kita dengan Allah karena kita tidak tahu kapan ajal kita itu datang. “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) dan aku tidak mengetahui apakah hisab (perhitungan amal) terhadap diriku. ketika itulah dia benar-benar menyesal.Demikianlah takwa yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya yakni agar kita senantiasa waspada dan hati-hati dalam setiap tindakan keseharian kita. menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara.

(yaitu) hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam”. begitulah kami akan mengulangnya (mengembalikannya)” (Al-Anbiya:104). dikembalikan dalam keadaan demikian bercampur dan berkumpul antara laki-laki dan perempuan.Coba perhatikan ayat selanjutnya: “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Maka tumbuhlah rasa takut yang amat mendalam kepada Allah kemudian berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang-orang yang celaka seperti ayat di atas. seakan mereka saat itu sedang merasakan peristiwa yang sangat dahsyat. akan menetes air mata mereka.‫ا ْل َمر أ َشدّ من أ َن ي َن ْظُر ب َعضهم إ ِلى ب َعض‬ ْ ْ ِ ُ ْ ٍ ْ . Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggungjawab-kan diri mereka. yaitu pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. kemudian Rasulullah berkata: َ ْ ُ ُ ْ َ َ . telanjang dan tidak berkhitan). Juga Allah berfirman dalam surat Al-Muthaffifin: 4-7. Bagi kaum beriman yang mengetahui makna yang terkandung dalam ayat tersebut. َ ُ Dan manusia dibangkitkan dalam keadaan ً ‫( حفاةً عراةً غرل‬mereka tidak ْ ُ َ ُ beralas kaki. kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta” (Al-Haqqah ayat 30-32). pada hari yang besar. itulah hari keluar (dari kubur)” (Qaf: 41-42). terisaklah tangis mereka dan keluarlah keringat dingin di tubuh mereka. menjadi tergetarlah hatinya. sebagaimana firman Allah: “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama. Manusia akan dikembalikan secara sempurna tanpa dikurangi sedikitpun. “Tidakkah orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Allah berfirman: “Dan dengarkanlah pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah. Dan tatkala Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menceritakan hal itu kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha maka berkatalah ia: “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lain?”.

وأشار رسول ال بيده‬ .” Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memberi isyarat dengan tangannya ke mulutnya. mudah-mudahan menjadikan kita semakin takut kepada Allah. Demikianlah peristiwa yang amat menakutkan yang akan terjadi di akhirat nanti.‫أقول قولي هذا وأستغفر ال لي ولكم ولسائر المسلمين، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua ْ َ َ ُ َ ّ ِ ُ َ َ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َّ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ِ ْ َ ْ ََ ُ ُْ ِ َْ َ َ ُ ُ َ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن الحمد ل، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بال من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. Imam Muslim meriwayatkan dalam hadits yang shahih nomor 2864 dari hadits Al-Miqdad bin AlAswad Radhiallaahu anhu . dari istrinya dan anak-anaknya. ada juga yang sampai pinggangnya dan ada yang ditenggelamkan oleh keringat mereka. (Q. . Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik kepada wanita dan sebaliknya. yaitu bahwa perkara . akan tetapi hal itu tergantung dari apa yang telah mereka perbuat di dunia. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang sangat menyibukkan”.‫إلى فيه‬ ِ ْ ِ َِ “Matahari akan didekatkan pada hari Kiamat kepada para makhluk sampaisampai jarak matahari di atas kepala mereka hanya satu mil. Abasa: 34-37).“Perkara pada hari itu lebih keras dari pada sekedar sebagian mereka melihat kepada sebagian lainnya. maka manusia mengeluarkan keringat tergantung amalan-amalan mereka.” (Hadits shahih riwayat Al-Bukhari nomor 6027 dan Muslih nomor 2859 dari hadits ‘Aisyah Radhiallaahu anha ). Sebagaimana firman Allah: “Pada hari ketika manusia lari dari saudara-saudaranya. sampai seseorang itu lari dari bapak. dari ibu dan bapaknya. Di antara mereka ada yang mengeluarkan keringat sampai mata kakinya dan ada yang sampai lututnya. ibu dan anak-anak mereka karena takut terhadap keputusan Allah pada hari itu. وأشهد أن ل إله إل ال وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى ال عليه وسلم، أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫ُ ْ ِ ْ َل‬ Dari mimbar Jum’at ini kami sampaikan pula bahwasannya pada hari Akhir nanti matahari akan didekatkan di atas kepala-kepala sehingga bercucuran keringat mereka sehingga sebagian mereka akan tenggelam oleh keringat-keringat mereka sendiri.S. berkata: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ َ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ ُّ ُ ْ ُ َ َ ٍ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ْ ّ ‫تدنى الشمس يوم القيامة من الخلق حتى تكون منهم كمقدار ميل، فيكون الناس على قدر أعمالهم في العرق، فمنهم من يكون‬ َْ ُ ِ ِ َ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ََ ً َ ْ ِ ُ َ َ ْ ُ ُ ِ ْ ُ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ‫إلى كعبيه، ومنهم من يكون إلى ركبتيه، ومنهم من يكون إلى حقويه، ومنهم من يلجمه العرق إلجاما. Dan seandainya ada yang bertanya “bagaimana itu bisa terjadi sedangkan mereka berada pada tempat yang satu?” Maka Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullaah menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut: “Ada sebuah kaidah yang hendaknya kita berpegang kepada kaidah itu. من يهلد الل فل مضلل لله وملن‬ ِ ‫يضلل ف َ هادي له.

. dan Al-Hakim dari Hadits Ibnu Abbas dan sanadnya hasan.‫ت َرك ْت في ْك ُم أ َمري ْن ل َن ت َضل ّوا ما ت َمسك ْت ُم ب ِهما، ك ِتاب الله وسن ّة ن َب ِي ّه‬ َ ُ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ِ َ ْ ْ “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara. 1761). (Hadist Riwayat Malik secara mursal (Al-Muwatha.ghaib. hal. jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya”. sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sebaik-baik generasi adalah generasi sahabat yang telah Allah puji dan Allah ridhai. karena perkara tersebut berada diluar jangkauan akal-akal kita. Imam Malik meriwayatkan secara mursal. Syaikh Al-Albani mengatakan dalam bukunya At-Tawashshul anwa’uhu wa ahkamuhu. Demikianlah sebagian peristiwa di hari Akhir dan masih banyak lagi peristiwa yang akan kita alami yang hal itu akan menggetarkan hati bagi orang-orang Mukmin dan menjadikan mereka semakin takut kepada Allah. 999). Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk menuntut ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah agar kita dapat meghindari dan menolak syubhat di dalam memahami dien Islam ini. Adakah pilihan lain agar kita termasuk dalam orang-orang yang selamat dan agar umat Islam ini memperoleh kejayaan lagi selain mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih? tentu tidak ada. wajib bagi kita untuk mengimaninya dan membenarkannya tanpa menanyakan bagaimananya. juz 2. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Bidah Dan Taklid Oleh: Iwan Sutedi Ikhwan fillah rahimakumullah. juga hadist ini mempunyai syahid dari hadits jabir telah saya takhrij dalam Silsilah Ahadits As-Shahihah no. Telah kita sepakati bersama bahwa hanya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah kita dapat selamat dan tidak akan tersesat. kita tidak mampu mengetahui dan meng-gambarkannya. karena sebenar-benar ucapan adalah Kalamullah. 10 Antara Sunnah.

Ikhwan fillah rahimakumullah Kebanyakan ummat Islam.” Sedangkan mayoritas ummat Islam sekarang ini mereka berkata. Umar berkata. tetapi kalian mengatakan. siapapun orang tersebut. kini terjebak dalam taklid buta.Suatu kebahagiaan kiranya jikalau kita termasuk dalam golongan yang selamat. “Ustadz saya berkata. Padahal tidak demikian yang dimaksudkan. maka tinggalkanlah pendapatku.” Padahal sudah datang kepada mereka firman Allah dalam surat Allah Hujarat ayat 1: “Hai orang-orang yang beriman. Kita tidak boleh mengutamakan pendapat seseorang di atas apa yang telah dibawa oleh beliau dan tidak juga pemikirannya. janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya.” Ibnu Abbas berkata. selama penerapannya juga benar.” Firman Allah dalam surat 7 ayat 3: . maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah keshahihan hadits tersebut kemudian yang kedua adalah maknanya. Di antara ucapan Abu Hanifah: “Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil pendapat kami sebelum dia mengetahui dari mana kami mengambilnya.” Kemudian: “Bila saya telah berkata dengan satu pendapat yang telah menyalahi kitab Allah ta’ala dan sunah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam . Aku mengataklan kepada kalian. bahkan harus dibedakan antara mengikuti Nabi semata dengan pelecehan terhadap pendapat para ulama. mencegah para pengikutnya mengikuti pendapat mereka tanpa mengetahui dalilnya. Abu Bakar berkata. golongan Tha’ifah Manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan) dari Allah. Jika sudah shahih dan jelas maknanya maka tidak boleh berpaling dari hadits tersebut walaupun orang disekeliling kita menyalahi kita. Apabila seseorang datang kepada kita membawakan suatu hadits. “Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit.” Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda. Para Imam ulama salaf yang dijadikan panutan umat. Terkadang suatu anjuran untuk mengikuti dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah serta memalingkan jiwa dari selain keduanya dianggap sebagai seruan yang mengajak kepada pelecehan pendapat para ulama dan menghalangi untuk mengikuti jejak para ulama atau mengajak untuk menyerang perkataan mereka.

Fanatik buta terhadap pemikiran-pemikiran orang tertentu Fanatik buta terhadap pemikiran orang-orang tertentu akan memisahkan antara seorang muslim dari dalil dan al-haq. Dan mereka juga menolak apa-apa yang menyelisihi pendapat mereka. Inilah keadaan orang-orang yang fanatik buta pada zaman kita sekarang ini. kiyai-kiyai. Mengikuti hawa nafsu dalam masalah hukum Yaitu menjadikan hawa nafsu sebagai sumber segalanya dengan menyeret/membawa dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mendukungnya. sufiyyah dan quburiyyun (penyembah-penyembah kuburan). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padaNya). sunnah RasulNya dan ijma’ dan Qiyas. Apabila ilmu dan ulama telah tiada dengan wafatnya mereka. bapak-bapak nenek moyang mereka.” (Al-Jatsiyah: 23). Bodoh tentang hukum agama dan sumber-sumbernya Adapun sumber-sumber hukum Islam adalah Kitabullah. syaikh-syaikh. “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiar-kan sesat) . Ini adalah pintu dari sekian banyak pintu-pintu masuknya bid’ah ke dalam agama Islam ini. Mayoritas terdiri dari pengikut sebagian madzhab-madzab. 3. Dan di antara sebab-sebab yang membawa terjadinya bid’ah adalah: 1. bi’dah akan mendapatkan kesempatan dan berpeluang besar untuk muncul dan berjaya dan tokoh-tokoh bid’ah bertebaran menyeret umat ke jalan sesat. Ghuluw (berlebih-lebihan) . Maka tidak ada yang mampu untuk menentang dan melawan bi’dah kecuali ilmu dan ulama.“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya.. Ini adalah perusakan terhadap syari’at dan tujuannya.. 2. yang apabila mereka diseru untuk mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah. mereka menolaknya. Mereka berhujah dengan madzab-madzab. maka semakin sedikit ilmu dan tersebarlah kebodohan. dalil-dalil tersebut dihukumi dengan hawa nafsunya.” Kemudian salah satu penyakit umat Islam sekarang ini disamping taklid buta adalah banyaknya para pelaku bid’ah. 4. Setiap kali zaman berjalan dan manusia bertambah jauh dari ilmu yang haq.

mereka berkata: “Kita tidak menghakimi mereka dan kita kembalikan urusannya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala ”. Musyabibhah dan Jahmiyyah.Contoh dari point ini adalah madzab khawarij dan syi’ah. . Hingga akhirnya mereka sampai pada pendapat bahwa maksiat tidak me-mudharat-kan iman. Tasyabuh dengan kaum kuffar Tasyabbuh (menyerupai) kaum kuffar adalah sebab yang paling menonjol terjatuhnya seorang kedalam bid’ah. sedangkan yang benar-benar sunnah mereka jauhi. para ahlul bid’ah menjadikan kebid’ahan-kebid’ahan yang mereka lakukan sebagai satu amalan ataupun suatu sunnah.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ .” Demikianlah.” (An-Nisa’: 48.116).. Hal ini pulalah yang terjadi di zaman kita sekarang ini. yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik. Karena mayoritas dari kalangan kaum Muslimin taqlid kepada kaum kuffar pada amal-amal bid’ah dan syirik. mereka ghuluw berlebihan dalam memahami ayat-ayat peringatan dan ancaman. Menolak bid’ah dengan bid’ah yang semisalnya atau bahkan yang lebih rusak Contohnya ialah kaum Murji’ah.‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka”. Adapun khawarij. Nuzulul Qur’an dan yang lainnya adalah meyerupai peringatan-peringatan kaum kuffar. janji pengampunan dan taubat sebagaimana Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman. Isra’ Mi’raj. (Abu Dawud). 5. bagi siapa yang dikehendakiNya . Mu’tazilah. Kaum Murji’ah memulai bid’ahnya dalam mensikapi orang-orang yang dizamannya. Al-Baghdadi berkata: “Mereka dinamakan Murji’ah karena mereka memisahkan amal dari keimanan. Padahal sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: . dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu.. 6. Seperti perayaanperayaan ulang tahun (maulid) dan mengadakan hari-hari atau minggu-minggu khusus dan perayaan serta peringatan bersejarah (menurut anggapan mereka) seperti: peringatan Maulid Nabi. sebagaimana tidak berfaedah ketaatan yang disertai kekufuran. Mereka berpaling dari ayat-ayat raja’ (pengharapan).

Sekalipun Nabi Musa Alaihissalam melarang dan mencerca mereka dan mereka mengetahui bahwa arca itu hanyalah bebatuan yang tidak memberi . Demikian pula mubtadi’. Allah Subhannahu wa Ta'ala menceritakan dalam Al-Qur’an tentang Bani Isra’il yang meminta Musa Alaihissalam untuk menjadikan bagi mereka satu ilah dari berhala. buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa ilah (berhala)!. niscaya kita lihat bahwa dia tenggelam dalam kebid’ahan. Dan kalau kita melihat seorang muqallid. Muqallid tidak bersandar dengan dalil dan tidak mau melihat dalil. FirmanNya: “Dan kami seberangkan Bani Israil keseberang lautan itu. diapun dalam melakukan kebid’ahan tidak berpegang dengan dalil karena kalau berpegang dengan dalil maka ia tidak lagi dinamakan dengan mubtadi’ karena asal bid’ah adalah mengadakan sesuatu hal yang baru tanpa dalil atau nash. maka setelah mereka sampai pada satu kaum yang telah menyembah berhala mereka.” (Al. Berikut ini ada beberapa sebab yang menunjukkan bahwa taqlid itu mempunyai hubungan yang erat dengan bid’ah. Bani Israil berkata: “Hai Musa.“Barangsiapa mengajarkan suatu amalan yang tidak ada keterangannya dari kami (Rasulullah). kecuali bagi mereka yang dirahmati oleh Allah ‘Azza wa Jalla. karena taqlid kepada para penyembah berhala yang pernah mereka lewati. jika dia bersandar pada dalil. maka dia tidak lagi dinamakan muqallid. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Ilah)! “sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. kemudian kita pelajari hakekat kebid’ahan niscaya kita tahu bahwa ternyata antara bid’ah dan taqlid mempunyai hubungan yang sangat erat sekali. Taqlid dan bid’ah merupakan sebab utama tersesatnya umat terdahulu. Jika kita perhatikan perbuatan bid’ah niscaya kita akan mengetahui bahwa pelakunya adalah seorang muqallid.” (Hadist riwayat Muslim). Karena dua hal tersebut akan menjauhkan pelakunya dari nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan sumber kebenaran. Taqlid dan bid’ah adalah tempat ketergelinciran yang sangat berbahaya yang menyimpangkan seseorang dari agama dan aqidah. maka dia itu tertolak. Ihwan fillah rahimakumullah Oleh karena itu jika kita mempelajari seluk beluk taqlid.A’raf: 138-139).

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua dan kepada saudara-saudara kita yang terjerumus dan bergelimang di dalam kebid’ahan. Terakhir adalah bagaimana cara kita untuk keluar dari bid’ah ini Jalan keluar dari bid’ah ini telah di gariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam banyak hadits. tetapi mereka tetap membikin patung anak sapi dan menyembahnya. paling kuat ittiba’nya. dan paling luas pemahamannya terhadap dua wahyu yang mulia tersebut. Dasar Jl. menganugrahkan kekuatan iman dan takwa untuk bisa tetap istiqomah di atas manhaj yang hak dan menjalani sisa hidup di jaman yang penuh fitnah ini dengan bimbingan syari’at Muhammadiyah (syariat yang dibawa oleh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ). Amin ya Rabbal Alamin. sampai kita bertemu Allah dengan membawa bekal husnul khatimah. karena mereka adalah orang yang paling besar cintanya kepada Allah dan RasulNya. DasarGedung BAZNAS II Lt.net . Dengan cara ini seorang muslim mampu berpegang teguh dengan agamanya dan bebas dari kotoran yang mencemari dan terhindar dari semua kebid’ahan yang menyesatkan. . termasuk sebagian besar ummat Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . Hal ini disebabkan karena taqlid yang sudah menimpa diri mereka. Hal inilah yang merupakan sebab kesesatan Bani Isra’il dan umat lainnya. Mudah-mudahan pula Allah menambah ilmu kita. email : sekretariat@forumzakat.alsofwah. Dan satu di antaranya adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shahih. Fax : 021 314 8444. Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahaya taqlid dan hubungannya yang sangat erat dengan kebid’ahan bahkan dengan kesyirikan dan kekufuran.id/khutbah .or.manfaat dan mudlarat. paling dalam ilmunya. Kebon Sirih Raya No. Sumber : www. Gedung BAZNAS II Lt. 57 Jakarta 10340 Telepon : 021 314 8444 .

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com 11 Gaya Hidup Islami Dan Gaya Hidup Jahili Oleh: Surahmat (Yogyakarta) ّ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ََ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ ََ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ ‫الحمد ل رب العالمين. وأشهد أن ل إله إل ال وحده ل شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم‬ ِ ‫صل وسلم وبارك على محمد عبدك ورسولك، النبي المي وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ََ َ ّ ّ ُ ْ ّ ِ ّ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ ِ ْ َ ٍ ّ َ ُ ََ ْ ِ َ َ ْ َّ َ ّ َ } :،‫فيا أيها المسلمون، اتقوا ال ما استطعتم، واتقوا ال لعلكم تفلحون. قال ال تعالى في القرآن الكريم‬ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َّ َ َ ُ ّ َ ْ ُْ َ َْ َ َ ُ ّ ِ َ ْ ُ ِْ ُ ْ َ ّ َ َ َ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia rahimakumullah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as-sa’adah). Hanya saja masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah berikut ini: Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108). Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar
umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:

‫ل َ ت َقوم الساعة حتى ت َأ ْخذَ أ ُمت ِي ب ِأ َخذ ال ْقرون قب ْل َها شب ْرا‬ ُ ّ َ ُ َ ّ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ً ِ ْ ّ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ َ ِ .‫ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع. فقي ْل: يا رسول الله، ك َفارس والروم‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ِ ِ ْ ّ َ َ ِ َ ُ َ ‫فقال: ومن الناس إ ِل ّ أو‬ َ ،‫لمئ ِك. )رواه البخاري عن أبي هريرة‬ ّ ُ ِ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬

Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).

َ َ َ ْ َ َ َ ّ َ ‫ل َت َت ّب ِعن سن َن من كان قب ْل َك ُم شب ْرا ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع حتى ل َو‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ّ َ ٍ َ ِ ْ ً ِ ْ َ ْ ُ َ َ ‫دَخل ُوا جحر ضب ت َب ِعت ُموهم. قل ْنا: يا رسول الله، ا َل ْي َهود‬ َ ُ ْ ُ ْ ُ ْ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ،‫والن ّصارى. قال: فمن. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري‬ ْ َ َ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬
Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih). Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ .(‫عباس‬
Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu? Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. Tentu saja lingkup pembicaraan tentang tasyabbuh itu masih cukup luas, namun dalam kesempatan yang singkat ini, tetap mewajibkan diri kita agar memprihatinkan kondisi umat kita saat ini. Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka, maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu; mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka- selaras dengan mode pakaian itu. Na’udzubillahi min dzalik. Hadirin, marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:

ٌ َ ِ ْ ُ َ َ ٌ ْ َ ‫صن ْفان من أ َهل النار ل َم أ َرهما؛ قوم معهم سياط ك َأ َذْناب‬ َ ُ َ ْ ِ ّ ِ َ ِ ْ ْ ِ ِ َ ِ َ ‫ال ْب َقر ي َضرب ُون ب ِها الناس، ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت‬ ّ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ َ َ َ َ ْ َ ‫مائ ِل َِت رؤ ِوسهن ك َأ‬ َ ‫ٌ ُ ُ ْ ُ ُ ّ سن ِمة ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ ‫ي َجدْن ري ْحها، وإ ِن ري ْحها ل َت ُوجدُ من مسي ْرة ك َذا وك‬ َ ‫َ َ ذا. )رواه‬ ِ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ ِ َ ِ .(‫مسلم عن أبي هريرة، صحيح‬

Artinya: “Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah z, shahih). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Nah, hadirin rahimakumullah Sebagai penutup khutbah ini saya mengajak kepada kita semua untuk memperhatikan, merenungi dan mentaati sebuah firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. وأ َقم ِ الصل َة.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬

‫21‬
‫‪Tegakkan Sunnah Hapuskan Bid'ah‬‬

Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ْ َ ُ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن، أ َحمدُهُ س مب ْحان َه وأ َش مك ُرهُ وأ َت ُموب إ ِل َي ْمه‬ ِ ُ ْ ّ َ ِ ُ َ ِ َ َ ْ ْ َ َ ُ َ ‫وأ َست َغفره. “Dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah. Dan sebaik-baik petunjuk yang harus ditempuh oleh orang –orang yang mengharapkan kejayaan. Kaum Muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Ketahuilah hadirin sekalian bahwa agama Islam pada asalnya sama seperti agama samawiyah lainnya yang diturunkan Allah. sebaik-baik jalan yang mesti dilalui oleh orang-orang shaleh adalah: petunjuk dan jalan yang digariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kepada umatnya. Tidak ada lagi pertunjuk yang lebih baik dari pada petunjuk beliau. Dengan berbagai cara tipu muslihat ia mencoba memalingkan mereka dari cahaya ilmu lalu membiarkan mereka tersesat dan kebingungan dalam gelapnya kebodohan. dengannya Allah mengutus para Rasul.‫ْ َ ٍ لى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ‫َ َ َم‬ َ ‫قال ت َعمالى: يما أ َيهما َ المذي ْن ءامن ُموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول‬ َ ّ َ َ ُ ‫ّ ِ َ َ َ م‬ ّ َ َ ِ َ . Dari situlah iblis kemudian memasukkan hal-hal yang secara lahiriah adalah perbuatan baik/amal shaleh ke dalam agama namun sebenarnya ia tidak pernah dituntunkan Allah dan RasulNya. Muncullah berbagai keyakinan dan amalan yang tidak pernah diajarkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Lahirlah .tidak pernah berhenti menyesatkan anak cucu Adam.” (Al-Maidah: 50) Namun ternyata iblis -la’natullah ‘alaihi. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الل مه وأ َش مهد أ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا عب ْ مدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ‫ورسممول ُه، دَعمما إ ِلممى اللممه علممى ب َصممي ْرة فاسممت َجاب لممدَعوت ِه‬ َ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ٍ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ُ ‫الراشممدُون، فصممل َوات اللممه وسممل َمه عل َيممه وعلممى مممن ت َب ِعممه‬ ِ ّ ُ َ َ َ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ْ َ ِ ‫ب ِإ ِحسان إ‬ . yaitu agama yang dibangun di atas dasar ittiba’ (mengikuti) dan kepatuhan pada apa yang disampaikan Allah dan RasulNya. bagi orang-orang yang yakin. Sebab sebuah ajaran tidak dapat disebut Ad-Dien kecuali bila di dalamnya ada kepatuhan pada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan ittiba’ pada apa yang diserukan oleh RasulNya.‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ Amma ba’du. Tidak ada lagi jalan hidup yang lebih lurus selain dari pada jalan hidup yang beliau tempuh.

AlBukhari dan Muslim) Dan riwayat Muslim yang lain. Hadits ini merupakan standar yang harus digunakan untuk mengukur dan menilai sebuah amalan secara lahiriah.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ yang tidak “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dilandasi/sesuai dengan keterangan kami. .‫من أ َحدَث في أ َمرنا هذا ما ل َي ْس من ْه فهو رد‬ ِ َ ْ ْ َ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam urusan (agama) kami.” Para hamba Allah yang berbahagia. Dan barangsiapa yang mencoba melakukan hal ini. generasi As-Salafus shalih ridlwanullah ‘alaihim.” (HR. beliau bersabda: . apa-apa yang tidak ada keterangan darinya maka ia itu tertolak.” (HR. maka ia itu tertolak.amalan apapun dilemparkan kembali kepada pelakunya. dan jauhilah perkaraperkara yang dibuat-buat (dalam agama). bagaimanapun baik dan bergunanya menurut akal kita. maka tidaklah boleh dikerjakan. sehingga -berdasarkan hadits ini.i’tiqad dan perbuatan yang tak pernah dikenal oleh generasi terbaik ummat ini. Sehingga berdasarkan hadits ini pula perbuatan apa pun yang diada-adakan dalam Islam bila tidak diizinkan oleh Allah dan RasulNya. (maka saat itu) ikutilah sunnahku dan sunnah para khulafa’ Ar-rasyiddin yang mendapatkan hidayah. Imam Nawawy menjelaskan bahwa hadits yang mulia ini adalah salah satu hadits penting yang harus dihafal dan digunakan untuk membantah dan membatalkan segala bentuk kemungkaran dalam Islam. maka ia akan masuk dalam ancaman Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : . Hadits yang baru saja kita simak ini merupakan dasar terpenting dalam ajaran Islam. karena setiap bid’ah itu sesat. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫إ ِن ّه من ي َع مش من ْك ُمم فس مي َرى اخت ِل َف ما ك َث ِي ْمرا، فعل َي ْك ُمم ب ِس من ّت ِي‬ ‫ًم‬ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ً َ َ َ ْ ْ ،‫وسمن ّة ال ْخل َفماء الراشمدي ْن ال ْمهمدي ّي ْن، عضموا عل َي ْهما بالن ّواجمذ‬ ِ ‫ُ َم‬ ِ ِ َ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ‫َ ّ ْ َ َم‬ ُ ‫وإياك ُم ومحدَثات ا ْل‬ ّ . Abu Dawud dan At-Tarmidzi ia katakan hadits hasan shahih) Yang dimaksud dengan bid’ah adalah segala perkara yang dibuat-buat dalam agama yang sama sekali tidak memiliki dasar dalam syari’ah .‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ِّ َ “Sesungguhnya barangsiapa yang hidup di antara kalian maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. gigitlah (sunnah)dengan gigi-gigi geraham (berpegang teguh).

” . di antaranya: Perilaku bid’ah menunjukkan bahwa pelakunya telah berprasanga buruk (suudhan)terhadap Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya yang telah menetapkan risalah Islam. karena pelaku bid’ah telah menganggap bahwa agama ini belumlah sempurna sehingga perlu diberikan ajaran-ajaran tambahan agar lebih sempurna. sebab pada dasarnya bid’ah itu tidak akan muncul kecuali bila As-Sunnah telah ditinggalkan. Hal ini disebabkan tidak ada satupun bid’ah yang muncul dan menyebar melainkan sebuah sunnah akan mati bersamanya.” (QS. berdasarkan point pertama maka dampak negatif lain dari perilaku bid’ah adalah bahwa hal ini akan mengotori dan menodai keindahan syari’ah Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . dan telah kucukupkan atas kalian nikmatKu. Perbuatan ini akan memberikan kesan bahwa Islam tidaklah pantas menjadi pedoman hidup karena ternyata belum sempurna. Perbuatan bid’ah juga akan mengakibatkan terhapusnya dan hilangnya syi’ar-syi’ar As Sunnah dalam kehidupan umat Islam. Ibnu Abbas Rahimahullaah pernah menyinggung hal ini dengan mengatakan: َ َ ‫ما أ َتى على الناس عام إ ِل ّ أ َحدَث ُوا في ْه ب ِدْعة وأ َمات ُوا ف ْ مه ُ من ّة‬ ً ‫َ ً َ َ ْ ِ يم ِ سم‬ ّ َ ِ ِ ْ ْ ٌ َ ِ َ ْ ‫حتى ت َحيا ال‬ . Bila kejahatan bid’ah ini dilakukan maka “kejahatan-kejahatan” lain yang akan muncul. karena Allah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan buat kalian dien kalian. dan telah Aku relakan Islam sebagai agama kalian. Al-Maidah:3) Oleh karena itu. Itulah sebabnya Imam Malik bin Anas rahimahullah pernah berkata: “Barangsiapa yang membuat-buat sebuah bid’ah dalam Islam yang ia anggap baik. maka sungguh ia telah menuduh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam telah mengkhianati risalah yang diturunkan Allah padaNya. Sahabat Nabi yang mulia.‫ْ َ ب ِدْعة وت َموت السن ّة‬ ُ ّ ّ َ َ ْ ُ َ ُ َ “Tidaklah datang suatu tahun kepada ummat manusia kecuali mereka membuat-buat sebuah bid’ah di dalamnya dan mematikan As-Sunnah. apapun yang pada saat itu tidak temasuk dalam Ad-Dien maka hari inipun ia tak dapat dijadikan (sebagai bagian) Ad-Dien. hingga hiduplah bid’ah dan matilah As-Sunnah.Kaum Muslimin yang dirahmati Allah! Sesungguhnya perilaku bid’ah dan segala perilaku yang mengarah pada penambahan terhadap ajaran Islam adalah tindakan kejahatan yang amat sangat nyata. Disamping itu.

Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. siapapun yang mengendarainya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam. tidak ada penyelesaian lain kecuali dengan mengembalikan semua perkara kepada hukum Allah dan RasulNya. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah! Dengan demikian jelaslah sudah bahwa perbuatan bid’ah adalah tindak kejahatan yang sangat nyata terhadap syari’at Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah. Hingga tepatlah kiranya apa yang dinyatakan oleh Imam Sufyan Ats Tsaury: ‫ا َل ْب ِدْعة أ َحب إ ِل َمى إ ِب ْل ِي ْمس م من ال ْمعص مي َة. karena perbuatan maksiat itu (pelakunya) dapat bertaubat (karena bagaimanapun ia meyakini bahwa perbuatannya adalah dosa) sedangkan bid’ah (pelakunya) sulit untuk bertaubat (karena ia melakukannya dengan keyakinan hal itu termasuk ajaran agama.” (Al-An’am: 153) Bid’ah adalah gelombang taufan yang dapat menenggelam-kan siapapun. Sangat banyak kaum Muslimin yang jatuh dan menjadi korban. maka ikutilah ia. dan As-Sunnah yang shahihah adalah “bahtera Nuh”. Ini adalah salah satu langkah syetan dimana secara bertahap ia membisikkan syubhat-syubhat itu ke dalam amal nyata. baik dengan mengurangi atau menambah i’itiqad maupun amalan yang tak pernah dituntunkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.Tersebarnya bid’ah juga akan menghalangi kaum Muslimin untuk memahami ajaran-ajaran agama mereka yang shahih dan murni. para hamba Allah yang berbahagia! Setiap jalan selain jalan Allah disitu terdapat syetan yang akan selalu mengajak dan menanamkan rasa cinta kepada perilaku bid’ah lalu perlahanlahan menjauhkan kita dari As-Sunnah. ا َل ْمعص مي َة ي ُت َماب من ْه ما‬ ‫َ ْ ِ ُ م ُ ِ َم‬ ‫َ ُ َ ّ م‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ . Hal ini tidaklah mengherankan.‫وال ْب ِدْعة ل َ ي ُتاب من ْها‬ ُ َ َ ِ ُ َ َ “Bid’ah itu lebih disenangi oleh syaitan dari pada perbuatan maksiat. bukan dosa). “Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. karena jalanjalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. mereka justru meyakininya sebagai sesuatu yang benar dan termasuk dalam ajaran Islam. Dan tidak ada jalan lain untuk membasmi hal tersebut kecuali dengan mendalami dan melaksanakan sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . karena ketika mereka melakukan bid’ah tersebut maka saat itu mereka tidak memandangnya sebagai sesuatu yang salah. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). syetanpun telah memperoleh kemenangan “peperangan” ini dalam banyak . Kaum Muslimin.

‫ي َوم ِ ال ْقيامة ل َ ي ُن ْقص من أ َوزارهم شي ْئا‬ ِ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang mempelopori perbuatan buruk maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakannya hingga hari qiamah tanpa dikurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun. yang kecil maupun yang besar dalam Ad-Dien ini karena ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakanya hingga hari Kiamat. agar tidak ada lagi bid’ah-bid’ah yang menodai kehidupan kita.” (HR. Insya’ Allah. saya kembali mengulang wasiat untuk selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. mendalami. akan kemanakah kakinya melangkah? Karena boleh jadi ia meletakkan kakinya dijalan yang salah tanpa disadari. sehingga menghalangi kaum Muslimin untuk meraih kejayaannya.kesempatan.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ . melaksanakan dan menda’wakan As-Sunnah disetiap lapangan kehidupan kita. Marilah kita menanamkan tekad sebesar-besarnya untuk mengkaji. sebab apapun selain keduanya adalah kesesatan dan kebinasaan! Sebab segala kebaikan terdapat dalam ittiba’ kepada kaum salaf dan segala keburukan terdapat dalam perilaku bid’ah kaum Khalaf! Hadirin yang berbahagia dan dirahmati Allah! Akhirnya. Allah Yang Maha Bijaksana telah menanamkan dalam hati mereka keyakinan akan kesempurnaan Ad-Dien ini. Waspadailah segala perilaku bid’ah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫من سن سن ّة سي ّئ َة كان عل َي ْه وزرها ووزر م من عم مل ب ِه ما إ ِل َمى‬ ‫َ ْ َ ّ ُ ً َ ً َ َ َ ِ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َم م‬ ً َ ْ ِ ِ َ ْ ْ ِ ُ َ . Muslim) Hendaklah setiap Muslim yang merasa takut kepada Rabb-nya. selalu memperhatikan perbuatan dan amalnya. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Namun Ahlus Sunnah wal Jama’ah satu-satunya golongan yang selamat dan satu-satunya kelompok yang akan dimenangkan Allah telah menetapkan Kitabullah dan Sunnah RasulNya ke dalam lubuk hati mereka yang paling dalam. baik ketika seorang hamba meyakini i’tiqad tertentu yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah atau ketika seorang hamba mengerjakan amalan ibadah tertentu yang tidak pernah digariskan dalam risalah Al-Islam. bahwa kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki hanyalah dicapai bila berpegang teguh kepada Wahyu Allah dan Sunnah RasulNya. أ َقول قوِل ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ . Nasihat Allah dan Rasulnya telah tersimpan abadi dalam jiwa-jiwa mereka.

‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫31‬ ‫‪Dahsyatnya Gelombang Penghancur Iman Dan Akhlaq‬‬ ‫‪Oleh: H. ث ُمم اعل َمموا‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫فإن الله أ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه ف َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫قال: }إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا صمل ّوا عل َي ْمه‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّ‬ ‫َ َ موا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ مموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫قريب. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ . قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{.

‪Islam.‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ُ َ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Hingga. sekalipun gelombang dahsyat itu telah melanda seluruh dunia‬‬ ‫‪namun pembicaraan hanya sampai pada tarap keluhan para ulama dan‬‬ ‫. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. Gelombang itu pada hakekatnya‬‬ ‫‪lebih ganas dibanding senjata-senjata nuklir yang sering dipersoalkan secara‬‬ ‫‪internasional. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ ال ْقيامة. Hanya saja gelombang dahsyat itu karena sasarannya merusak‬‬ ‫‪akhlaq dan aqidah.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار. maka yang paling prihatin dan menjadi sasaran adalah ummat‬‬ ‫. yaitu‬‬ ‫‪gelombang budaya jahiliyah yang merusak akhlaq dan aqidah manusia yang‬‬ ‫‪disebarkan lewat televisi dan media lainnya. قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َي ْك ُم رقي ْبا. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. serta sebagian ilmuwan yang obyektif‬‬ .‪Muslimin yang teguh imannya. sedang yang paling menjunjung tinggi akhlaq dan aqidah‬‬ ‫‪itu adalah Islam. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫‪Ada gelombang dahsyat yang menimpa ummat Islam sedunia.

cetakan II. Budaya jahiliyah itu jelas akan menjerumuskan manusia ke neraka.. kekerasan yang Terdapat pula film-film yang menampilkan menganjurkan untuk balas dendam.Gelombang dahsyat itu tak lain adalah budaya jahiliyah yang disebarkan lewat aneka media massa. ia mendapatkan bahwa: • • • yang 29. majalah. Firman Allah: .dan buku-buku yang merusak akhlak. di rumah masingmasing. radio. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan kita agar menjaga diri dan keluarga dari api Neraka. melalui produksi VCD dan CD yang ditonton oleh masyarakat. dan brutal.nenek. 1412H. Riyadh.” Peneliti ini telah mengadakan statistik kumpulan film-film ditayangkan untuk anak-anak sedunia. Jangkauan lebih luas Apa yang dikemukakan oleh peneliti beberapa tahun lalu itu ternyata tidak menjadi peringatan bagi para perusak akhlaq dan aqidah. Di antara pengaruh negatif televisi adalah membangkitkan naluri kebinatangan secara dini. terutama televisi. Bukan hanya di Indonesia. VCD/ CD. di mana sang bintang film menanamkan rasa senang dan membangkitkan syahwat bagi para penonton dengan cara yang sangat fulqar bagi kalangan anak-anak dan remaja itu amat sangat berbahaya. hal 28). Video dan komputer/ CD telah menjadi sarana penyaluran budaya kaum jahili untuk merusak akhlaq dan aqidah ummat Islam. Ada sejumlah contoh bagi kita dari pengkajian Charterz (seorang peneliti) yang berharga dalam masalah ini di antaranya ia berkata: “Sesungguhnya pembangkitan syahwat dan penayangan gambar-gambar porno. dari anak-anak sampai kakek. Belum lagi situs-situs porno di internet. namun di negara-negara lain pun dilanda gelombang dahsyat yang amat merusak ini. Bashmat ‘alaa waladi/ tanda-tanda atas anakku.. Dunia Islam seakan menangis menghadapi gelombang dahhsyat itu. (Thibah Al-Yahya. Darul Wathan. koran.4% film anak-anak tentang menanggulangi kejahatan 15% film anak-anak berkisar sekitar percintaan dalam arti syahwat bukabukaan. tabloid. Hal itu dikuatkan oleh sarjana-sarjana psikologi bahwa berlebihan dalam menonton program-program televisi dan film mengakibatkan kegoncangan jiwa dan cenderung kepada sifat dendam dan merasa puas dengan nilai-nilai yang menyimpang. memaksa. Gambar-gambar yang merusak agama itu bisa disewa di pinggirpinggir jalan atau dibeli di kaki lima dengan harga murah. Justru mereka tetap menggencarkan program-programnya dengan lebih dahsyat lagi dan lebih meluas lagi jangkauannya. dan dampak dari itu semua adalah merosotnya akhlak dan kesalahan yang sangat mengerikan yang dirancang untuk menabrak norma-norma masyarakat. dan visualisasi (penampakan gambar) trik-trik porno.6% film anak-anak bertemakan seks 27.

. Sirkulasi perusakan akhlaq dan aqidah Dengan ramainya lalulintas tayangan yang merusak aqidah dan akhlaq lewat berbagai jalur itu penduduk dunia -dalam pembicaraan ini ummat Islam-dikeroyok oleh syetan-syetan perusak akhlaq dan aqidah dengan aneka bentuk. CD. yaitu perilaku. bahkan lebih besar madharatnya. suara. tinggal sebagian pesantrenlah yang relatif lebih aman dibanding pendidikan umum yang lingkungannya sudah tercemar akhlaq buruk. bioskop. majalah. Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam memperingatkan agar ummat Islam tidak mematuhi suruhan siapapun yang bertentangan dengan aturan Allah swt. Sehingga praktek dalam kehidupan sehari-hari yang sudah menyimpang dari akhlaq dan aqidah yang benar itupun mengepung ummat Islam. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Lalu masyarakatpun meniru dan mempraktekkannya. tabloid dsb.” (QS At-Tahriim: 6). Mereka melarang anak-anaknya menonton televisi karena hampir tidak diperoleh manfaat darinya. ada yang dengan paksa. gambar-gambar cetak berupa foto. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Mereka merasakan kesulitan dalam mendidikkan anakanaknya. prihatin dengan bersuara lantang di masjid-masjid. Tayangan. Sehingga. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Bersabda: َ ‫ِ م َ َ َ َم‬ ‫ل َ طاعة ل ِمخل ُوق في معصي َة الله ت َب َمارك وت َع مالى. )رواه أحم مد‬ ‫م‬ ِ ِ ْ َ ْ ِ ٍ ْ ْ َ َ َ َ . dan di rumah masing-masing. yang keras. buku. Kemungkinan. praktek tiruan dari pribadi-pribadi pendukung kemaksiatan itupun diprogramkan pula untuk dipompakan kepada masyarakat dengan aneka cara.(20191 ‫في مسنده‬ “Tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam maksiat pada Allah Tabaraka wa Ta’ala. misalnya menyeragami para wanita penjaga toko dengan pakaian ala jahiliyah. Dari sisi lain. kemudian dipraktekkan langsung oleh perusakperusak aqidah dan akhlaq dalam bentuk diri pribadi. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Bacaan dan cerita pun demikian. Sikap Ummat Islam Masyarakat Muslim pun beraneka ragam dalam menghadapi kepungan gelombang dahsyat itu. dan bacaan yang merusak aqidah dan akhlaq itu telah mengeroyok Muslimin. di antaranya disodorkan lewat televisi. Dalam bentuk gambar-gambar budaya jahiliyah. ummat Islam didesak dengan aneka budaya yang merusak aqidah dan akhlaq. di tempat-tempat pendidikan.” ( Hadits Riwayat Ahmad. di majlis-majlis ta’lim dan pengajian. gambar.“Hai orang-orang yang beriman. Golongan pertama. dari yang sifatnya tontonan sampai praktek paksaan. film-film di VCD. dalam Musnadnya nomor 20191).

Golongan pertama yang ingin mempertahankan akhlaq dan aqidah itu dibanding dengan golongan yang ketiga yang berangan-angan agar anaknya ataupun dirinya jadi perusak akhlaq dan aqidah. Tanpa disarari mereka secara bersama-sama dengan yang lain telah jauh dari agamanya. Yang penting adalah hidup senang. Na’udzubillaah. Harus mencari tempat perlindungan yang sekira-nya aman dari aneka “peluru” yang ditembakkan. yang penting bisa tampil. Hingga mereka justru mempersiap-kan aneka makanan kecil untuk dinikmati sambil menonton tayangan-tayangan yang merusak namun dianggap nikmat itu. Ummat Islam yang biasa-biasa saja sikapnya. tukang iklan dan sebagainya lebih dihafal oleh masyarakat daripada Kalamullah. Golongan ketiga. masyarakat yang juga mengaku Islam. di bumi zaman sekarang ini ibarat orang yang sedang dalam keadaan menghindar dari serangan musuh. mereka berani mengorbankan segalanya termasuk apa yang dimiliki anaknya. Fa nastaghfirulaahal ‘adhim. Mereka beranggapan. Buktinya. betapa nikmatnya kalau anak-anaknya menjadi pelaku-pelaku yang ditayangkan itu. sudah ada yang bertanggung jawab. Itu kenyataan. Mereka berangan-angan. Syukur-syukur bisa jadi bintang top yang mendapat bayaran besar. Dan lebih meniru penjoget daripada imam masjid dan khatib. banyak duit. pelawak. Mereka tidak lagi memikir tentang akhlaq. Lantas. Sehingga mereka tidak merasa risih apalagi bersalah. suara penyayi. apa-apa yang ditayangkan itu sudah lewat sensor.Ummat Islam adalah golongan pertama yang ingin mempertahan-kan aqidah dan akhlaq anak-anaknya itu. atau berperan apa saja. boleh jadi seimbang jumlahnya. Hingga Muslimin yang mempertahankan akhlaq dan aqidah justru menjadi minoritas. Ungkapan ini secara wajar tampak hiperbol. Bahkan. Sehingga mereka pun terbentuk jiwanya menjadi penggemar tayangan-tayangan itu. Entah itu hanya jadi penjoget di belakang penyanyi (namanya penjoget latar). maka terkumpullah jumlah mayoritas. terlalu didramatisir secara akal. kalau bisa agar terkenal. tetapi justru secara kenyataan adalah nyata. Lebih menyanjung penyanyi dan penjoget daripada ustadz ataupun kiyai. bukan hanya suara ulama’ yang tak didengar. tapi lebih buruk dari sikap orang awam tersebut di atas. berarti boleh-boleh saja. kini masyarakat jauh lebih meng-unggulkan pelawak daripada ulama’. dan serba mewah. . Sungguh! Golongan kedua. Lebih menghargai bintang film daripada guru ngaji. Untuk mencapai ke “derajat” itu. ayat-ayat Al-Quran. namun Kalamullah pun sudah banyak tidak didengar. golongan ketiga --yang ingin jadi pelaku perusak akhlaq dan aqidah itu-.digabung dengan golongan kedua yang merasa nikmat dengan adanya tayangan maksiat. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah. Ini sudah bukan rahasia lagi bagi orang yang tahu tentang itu. apalagi aqidah. dan ingin mempraktekkannya dalam kehidupan. Sehingga. Diamdiam masyarakat Muslim yang awam itu justru menikmati aneka tayangan yang sebenarnya merusak akhlaq dan aqidah mereka dengan senang hati.

” (QS Ar-Ra’d/ 13:11). Lalu ditayangkan film-film porno. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. membolehkan tegaknya dan merajalelanya kebatilan. manusia Muslim yang tadinya mampu membedakan yang haq dari yang batil. Yang ditayangkan adalah jenis pencampur adukan yang haq dan yang batil secara terus menerus. Ini mengakibatkan dicabutnya ni’mat Allah akibat perubahan tingkah manusia itu sendiri. dan menganjurkan kesadisan. Mencampur kebaikan dengan kebatilan Kenapa masyarakat tidak dapat membedakan kebaikan dan keburukan? Karena “guru utama mereka” adalah televisi. namun ditayangkan terus menerus. apa-apa boleh saja. Hal itu berlangsung setiap waktu. nasihat atau pengajian agama. tumbuh jiwa yang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan . Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala telah melarang pencampur adukan antara yang haq dengan yang batil: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui. Berarti manusia ini telah merubah keadaan dirinya. sehingga dalam tempo sekian tahun. Sedang program-program televisi adalah menampilkan aneka macam yang campur aduk. merusak aqidah. permissive atau ibahiyah. tak sesuai dengan kenyataan. Bahkan dalam praktek sering mengutamakan yang jelek dan terlarang daripada yang baik dan diperintahkan oleh Allah SWT. Dengan mencampur adukkan antara yang benar dengan yang batil secara terus menerus. akibatnya lagi. merusak akhlaq. akibatnya mempengaruhi manusia untuk tidak menegakkan yang haq/ benar dan menyingkirkan yang batil. Kemudian berakibat tumbuhnya jiwa yang membolehkan kedua-duanya berjalan. Sehingga.” (QS AlBaqarah: 42). para penonton lebih-lebih anak-anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kebohongan ini kemudian dilanjutkan dengan acara tentang ajaran kebaikan. dari baik menjadi tidak baik. Ada aneka macam kebohongan misalnya iklan-iklan yang sebenarnya bohong. ditayangkan untuk ditonton oleh masyarakat. Tidak tahu mana yang ma’ruf (baik) dan mana yang munkar (jelek dan dilarang). dan akibatnya pula menumbuhkan jiwa yang berpandangan serba boleh. Dari berakhlaq mulia dan tinggi menjadi masyarakat tak punya filter lagi.Tayangan-tayangan televisi dan lainnya telah mengakibatkan berubahnya masyarakat secara drastis. yaitu larangan mencampur adukkan antara yang haq (benar) dan yang batil. Dan terakhir. berubah menjadi manusia yang berfaham menghalalkan segala cara. Lalu ditayangkan aneka macam perkataan orang dan berita-berita yang belum tentu mendidik. Munculnya masyarakat permissive itu karena adanya penyingkiran secara sistimatis terhadap aturan yang normal. Masyarakat pun demikian.

kalau sudah tidak mampu membedakan mana yang‬‬ ‫‪baik dan mana yang buruk. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. Lantas.‫‪mana yang buruk. قال ت َ َ ما َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ عم لى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. mana yang haq dan mana yang batil. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ .‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإن الل مه أ َ‬ ‫َ مرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصمل ّون عل َمى الن ّبمي، يما أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ّ َم يهما َ ال ّمذي ْن‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ م‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. lantas‬‬ ‫?‪keimanannya di mana‬‬ ‫‪Menipisnya keimanan itulah bencana yang paling parah yang menimpa‬‬ ‫‪ummat Islam dari proyek besar-besaran dan sistimatis serta terus menerus‬‬ ‫‪yang diderakan kepada ummat Islam sedunia. Apakah upaya‬‬ ‫?‪kita untuk membentengi keimanan kita‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Yaitu proyek mencampur‬‬ ‫‪adukkan antara kebaikan dan keburukan lewat aneka tayangan.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.

Joko Winarto ‫ا َل ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ُ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. Tapi apa yang terjadi sekarang? Sebagian orang malah membuat syari’at sendiri. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. berbangga-bangga dengan syariat yang diada-adakan dalam beribadah maupun aqidah padahal sudah menjadi ketetapan bahwa cara-cara yang sah untuk menyembah Allah Subhannahu wa Ta'ala telah ditetapkanNya dan telah disampaikan oleh . maka ikutilah dia. Ironisnya hal itu justru mereka anggap dan mereka yakini sebagai kebenaran. M. tidak puas dengan syariat yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ َ ِ ‫وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن.” (Al-Hasyr: 7). Mereka cenderung untuk menyimpang dari syari’at. tabi’ien. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫عب ْدُهُ ورسول ُه. Padahal Allah telah berfirman dalam surat Al-An’am 153: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus.14 Masalah Mengada-ada Dalam Beribadah Oleh: Drs. dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Mengapa disaat sekarang ini semakin ngetren. dan tabi’it-tab’ien. yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam Al-Qur’an dan Sunah Rasul dan dijelaskan oleh para sahabat. kita tinggal mengikuti syari’at yang jelas. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ُ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله، ات ّقوا الله حق‬ ِ ِ ْ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ َْ . Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa” (Al-An’am:153). dan ber-taqwalah kepada Allah.‫ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ َ ِ َ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Di dalam menjalankan dan menegakkan Islam.

keempat puluh. Ya Rabbibil Musthofa . melakukan penerobosan di bawah keranda (mayat) bagi ahli waris. Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ٌ َ ‫إ ِياك ُم ومحدَثات ا ْل ُمور فإ ِن ك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ْ ُ ّ ّ . sesaji untuk menolak balak. dll). nujuh bulan (pitonan). Seseorang tidak boleh menambah-nambahi menurut kemauannya sendiri. Apakah ini semua sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah? Jawabannya adalah hal-hal tersebut tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dan tidak diperintahkan oleh Allah. ‫من أ َحدَث في أ َمرنا ما ل َي ْس من ْه فهو رد.(‫ومسلم‬ “Barangsiapa mengada-adakan pada perkara (agama) kami ini. sedekah bumi. manakib. menjalankan tirakat. ketujuh. mencari petunjuk dengan tidur di kuburan. nisfu sya’ban. Maka setiap peribadatan dan penetapan hukum haruslah berdasarkan Al-Qur’an atau ketetapan Rasul. maka amalan itu tertolak” (Diriwayatkan Muslim). berjanjen. seribu hari dst. dzikir dengan goyangan dan diiringi rebana. berbagai macam shalawat yang menyimpang (Shalawat Nariyah. melakukan penginjakan (pecah telur) pengantin saat dipertemukan. . maka ia adalah tertolak” (diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim). )رواه أبو داود والترمذي‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ “Jauhilah perkara-perkara baru. Nah. meminta do’a pada isi kubur. karena setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. ratiban. puji-pujian menjelang shalat fardhu. )رواه البخاري‬ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ َ ْ ْ َ . Dalam istilah agama mereka telah menjalankan kebid’ahan (sesuatu yang diada-adakan dalam urusan agama). menanam kepala kerbau guna keselamatan bangunan. sedekah laut. Lantas bagaimana dengan sebagian orang yang melaksanakan hal-hal terebut? orang-orang tersebut telah menjalankan hal yang tidak diperintahkan Allah dan tak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam .RasulNya. sadranan. dan berkecimpung dalam tasawuf. puasa mutih. sekarang seperti memperingati orang mati (tahlilan) dengan upacara pesta dan bacaan-bacaan tertentu pada waktu-waktu tertentu yakni hari ketiga. yang tidak ada keterangannya dari kami. dia berkata hadits hasan shahih). dan setiap kesesatan masuk dalam Neraka” (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi.. maulidan. keseratus. sesuatu yang bukan darinya.(‫وك ُل ضل َل َة في النار. “Barangsiapa melakukan amalan.

kita harus menjaga kemurnian aqidah Islamiyah. Apapun yang tidak sesuai dengan AlQur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah maka wajib ditinggalkan atau ditolak. Walaupun di dunia bisa jadi dinilai oleh sesama sebagai orang yang hidup bermasyarakat dan banyak konco-konconya. dan banyak pengayomnya. banyak yang mengikutinya. setimpal dengan kemaksiatan dan kesesatannya. Na’udzubillahi min dzalik. maka akan menyesal dan rugi sebesar-besarnya di akhirat kelak. Oleh karena itu. kesemuanya akan mendapat dan menerima balasan dari Allah. yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah RasulNya”. Apabila seseorang tetap mengikuti ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. sesat dan tertolak. Demikian uraian singkat tentang hal-hal yang tidak pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kerjakan. yaitu manhaj salaf yang telah ditempuh oleh generasi awal Islam yakni shahabat. . marilah kita pegang teguh ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. Penjelasan yang benar dan shahih yaitu berlandaskan Al-Qur’an dan AsSunnah Ash-Shahihah dengan jalan yang shahih pula. Padahal itu mengada-ada dalam ibadah dan balasannya adalah Neraka. maka waspadalah. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Perintah untuk tetap berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah Ash-Shahihah ditegaskan dalam beberapa nash. (Hadits shahih). tapi sebagian orang menganggap itu adalah suatu amalan ibadah yang berpahala. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Oleh karena itu. maka ancaman dan kecaman akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka. Namun bagi mereka yang tetap memegangi ajaran atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan kebenaran Islam. tabi’in. kalau kamu sekalian berpegang teguh kepadanya maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya. tetapi senang bila kalian mengikutinya pada sesuatu yang menyia-nyiakan amal-amalmu. tapi apa yang terjadi di akhirat. sehingga tak perlu diragukan lagi. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ketika berkhutbah pada haji wada’ (perpisahan). dan tabi’it tabi’in. hukumnya adalah haram. beliau menegaskan: “Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah di bumimu ini.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dari hadits-hadits ini sangat jelas bahwa semua bid’ah pada agama. Sesungguhnya aku telah meninggalkan padamu satu perkara. sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah dengan pemahaman salafus shalih dan juga marilah kita jauhi sikap ikut-ikutan tanpa ilmu ta’ashub dan fanatisme semata-mata.

dan mudah-mudahan Allah mengampuni dosa dan‬‬ ‫.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه ول َ ن َعب ُدُ إ ِل ّ إ ِياه‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ‬ ‫ون َحن ل َه مخل ِصون. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ‬ .‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ْ َ ٍ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، صل وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. واعل َموا أ َي ّها َ ال ْمؤمن ُون، أ َن الله ت َعالى صلى على‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ُ ْ َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ َ ّ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ن َب ِي ّه ت َقدي ْما وب َدَأ َ ب ِن َفسه ت َعل ِي ْما، وقال الله عز وجل: إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ ِ ِ ْ ً‬ ‫ِ ْ ِ ً َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما. رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب الدّعوات. Amin ya Rabbal ‘Alamin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب ّل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه،‬ ‫ُ ِ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن‬ ‫َ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫وأ َصحابه والتابعين أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ ّ ِ ِ ْ َ جمعي ْن. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله في‬ ‫ِ ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ ِ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ّ ِ َ َ َ َ ُ‬ ‫السر وال ْعل َن، فات ّقوا الله حق ت ُقات ِه وأ َطِي ْعوهُ والرسول ل َعل ّك ُم‬ ‫َ ّ ُ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ت ُفل ِحون. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ون َحن ل َه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ ُ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ‬ ‫تاب ِعون.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن هدانا الله. Mudah-mudahan Allah menunjukkan kita semua ke jalan‬‬ ‫‪yang lurus dan yang diridhoiNya.‫‪Akhirnya hanya kepada Allah-lah kami bertawakkal. أ َما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫ً‬ ‫َ ّ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫فيا عبادَ الله، رحمك ُم الله. dan hanya kepada Allah-lah‬‬ ‫‪kami mohon pertolongan.‪kesalahan kita semua.

berkata: ‫ا ْل ِسل َم هو ا ْل ِست ِسل َم ل ِل ّه بال ّت ْوحيد وا ْل ِن ْقيادُ ل َه بالطاعة‬ ِ َ ّ َ ِ ُ ْ ْ ِ ُ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ْ . saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada saudara-saudara sekalian. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ 15 Makna Islam Oleh: Abu Abdir Rahman َ َ ُ ّ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدَ الشاك ِري ْن والصل َةُ والسل َم على محمد‬ ٍ ّ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ّ َ َ َ ‫ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن وع‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداه‬ ً َ ْ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ُ َ ُ ً ‫وعمل بسن ّت ِه إلى يوم الدين.” Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 112: Artinya: “(Tidak demikian). معاشر ال ْمسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ ِ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ ّ Pada kesempatan yang berbahagia ini. marilah kita tingkatkan Islam. أ‬ َِ ِ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛ فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب‬ ِ ِ َ ُ َ ُ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ ّ َ ُ ْ ِ ْ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر‬ َ ِ َ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ّ َ ٌ َ ‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة‬ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ .‫رب ّيانا صغارا.‫وقنا عذاب النار.maka baginya pahala pada sisi .‫في النار. bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedang ia berbuat kebajikan. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ً َ ِ .‫وا ْل ِب ْت ِعادُ عن الشرك‬ ِ ْ ّ َ َ ِ َ Artinya: “Islam itu ialah berserah diri kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan tunduk dengan melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik. Untuk itu pada khutbah kali ini mengambil sebuah judul “MAKNA ISLAM” As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”. iman dan taqwa itulah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia terlebih lagi Insya Allah di akhirat. iman dan taqwa kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala karena hanya dengan Islam.

” Inilah sendi-sendi Islam. . Menunaikan ibadah haji 5. Allah Ta’ala berfiman dalam surat Ali Imran ayat 19. maka ia termasuk muslim yang sempurna imannya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Dan barangsiapa mengingkari salah satu dari padanya. Artinya: “Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah Islam”.‫وإ ِي ْتاء الزكاة وحج ال ْب َي ْت وصوم ِ رمضان‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ َ َ ِ َ ّ ْ َ َ ِ Artinya: “Dari Abdillah bin Umar Radhiallaahu anhu Berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Islam itu didirikan atas lima perkara: 1. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Lima sendi tersebut di atas merupakan rukun Islam. Berpuasa di bulan Ramadlan. Barangsiapa menjalankannya dengan sempurna. maka ia adalah munafiq. maka ia adalah kafir yang nyata. َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عب ْد الله ب ْن عمر رضي الله عن ْهما قال: سمعت رسول‬ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ِ َ َ ُ ْ ّ َ ِ ُ ْ ُ ‫الله صلى الله عل َي ْه وسل ّم ي َقول: ب ُن ِي ا ْل ِسل َم على خمس؛‬ َ َ َ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ َ ‫شهادةُ أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ُ َ ن محمدا رسول الله وإ ِقام ِ الصل َة‬ ِ ّ ْ َ َ َ ِ َ ِ . Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah 2. Mengeluarkan zakat. Mendirikan shalat 3. maka para ulama’ bersepakat bahwa ia bukan muslim. 4. yang menyebabkan seseorang keluar dari lingkaran kekafiran dan yang menyebabkan seseorang masuk Surga dan jauh dari siksa Neraka. dan barangsiapa yang meninggalkan seluruhnya.TuhanNya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan barangsiapa yang meyakini seluruhnya dan ia menelantarkan salah satu darinya selain syahadat maka ia adalah fasiq dan barangsiapa yang beramal hanya sebatas lisannya saja tanpa dibarengi dengan I’tigad.” Adapun sendi-sendi Islam itu ada lima sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.

maka sekali-kali tidak akan diterima daripadanya.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 85.” Dan Allah Ta’ala telah berfirman pula. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam hadist yang shahih: .” Yakni barangsiapa menjalankan agama selain apa yang disyari’atkan oleh Allah kepada RasulNya. maka ia adalah tertolak”. dalam surat Al-Hasyr ayat 7. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam AlQur’an surat Ali-Imran ayat 31.” Allah maha Pengampun lagi Maha penyayang.Maksud dari ayat di atas. bahwa apa saja yang berhubungan dengan syariat. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa melakukan suatu amal. Dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. Berdasarkan hadist di atas telah jelas sekali bagi para hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir. maka tak akan diterima daripadanya di sisi Allah dan ia kelak di akhirat termasuk di antara orang-orang yang merugi. maka agama itu tidak di terima di sisi Allah Subhannahu wa Ta'ala . Maka barang siapa menganut suatu agama selain syari’at nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam setelah diutusnya beliau. Artinya: “Apa yang diberikan oleh rasul maka terimalah ia. Artinya: “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam. baru akan diterima di sisi Allah apabila hal itu sesuai dengan apa-apa yang telah diajarkan oleh Allah kepada RasulNya. baik dari segi aqidah maupun ibadah. yang tidak didasari keterangan kami. bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang diterima di sisiNya dari seseorang selain Islam. sedang ia di akhirat kelak termasuk golongan orang yang merugi. Artinya: “katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku.

‫ْ ُ َ َ ِ َ مسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ َ ِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ّ Kita harus yakin bahwa Islam. serta menjadi penutup bagi segenap rasul. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ َ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu . bahwa sejak rasul yang pertama sampai hari akhir nanti.” (hadits Muslim) ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ا ِن ّه هو ال ْغفور‬ ِ ْ َ ُ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Sebagaimana yang tersebut di dalam hadist yang shahih bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ِ ‫عن أ َبي هري ْرةَ رضي الله عن ْه عن رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ُ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫وسل ّم أ َن ّه قال: وال ّذي ن َفس محمد بيده ل َ يسمع بي أ‬ ‫َ ْ َ ُ ِ ْ حدٌ من‬ ِ ِ َ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ‫هذه ا ْل ُمة ي َهودي ول َ ن َصران ِي ث ُم ي َموت ول َم ي ُؤمن بال‬ ‫ّ ّ ُ ْ ُ َ ْ ْ ِ ُ ِ ذي‬ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ ِ ّ َ ‫أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ (‫َ َ ِ ْ صحاب النار. adalah agama yang benar di sisi Allah dan selainnya adalah batil Dan kita meyakini. melainkan ia akan menjadi penghuni Neraka. tunduk beribadah hanya kepada Allah semata. Islam dipandang dari segi umum 2. yang mana ia adalah penyempurna bagi syari’at sebelumnya. karena itu mereka disebut Al-Muslimun. bahwa sejak diutusnya Rasul yang terakhir. kemudian meninggal sementara ia belum mau beriman kepada apa yang aku bawa. Islam dipandang dari segi khusus Islam dipandang dari segi umum. yang tidak beriman kepada Nabi Muhammadsaw .‫الرحي ْم‬ ُ ِ ّ Khutbah Kedua َ َ ُ ِ ْ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه رب العال َمي ْن، وب ِه ن َست َعي ْن على أ ُمور الدّن ْيا والدّي ْن‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ِ ‍ ْ َ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ َ َ َ َ ُ ّ ‫والصل َةُ والسل َم على سي ّد ال ْمرسل ِي ْن وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ِ َ َ ْ ُ ّ َ َ ْ ‫أ َجمعي ْن. maka Islam itu dapat dibagi dua. maka ia kafir. baik itu kaum Yahudi atau kaum Nasrani. dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. beliau bersabda: “Demi dzat yang diri Muhammad berada di tanganNya. bahwa Islam adalah agama yang . أ َما ب َعد؛ معاشر ال‬ . Islam dipandang dari segi khusus.Bila dipandang dari sejak syari’at di turunkan sampai hari akhir nanti. syari’at mereka adalah Islam yang berarti. yaitu: 1. tidaklah seseorang mendengar tentang aku dari umat ini. maka barangsiapa dari ummat manusia.

Dengan keputusan Allah ini. الل ّهم أ َحينا على ا ْلسل َم وأ‬ َ َ َ ِ َ َ َ ِ ْ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ ‫ِ َ مت ْنا على ا ْل ِي ْمان. Semoga Allah selalu membimbing kita semua ke jalan yang diridhaiNya. bahwa Ia (Allah) telah menyempurnakan bagi mereka Islam sebagai agama. sekaligus merupakan keme-nangan bagi kaum mu’minim dan merupakan kesempurnaan dalam beragama. ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن‬ َ َ َ ٍ ْ ،‫واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ . Maka selesailah tugas Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam mengemban tugasnya dalam menyampaikan agama. Amin. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ِ ّ َ َ َ َ َ ُ ّ َ ِ ّ ِ ً َ َ ِ ُ َ َ ٌ َ َ . mereka tidak butuh lagi pengurangan ataupun penambahan selamanya.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ . الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ َ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ‫قريب. الل ّهم‬ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ‫أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ َ ‫اجت ِناب َه. َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.telah sempurna. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Itulah Islam. Sebagaimana telah tersebut dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 3: Artinya: “Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kamu agamamu. dan telah ku-ridlai Islam itu jadi agama bagimu”. dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu. dan bagi kaum mukminin. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ ‫عذاب النار. Allah telah memberi kabar kepada nabiNya dan kepada seluruh kaum mu’minin.‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. Itulah satu-satunya jalan hidup yang selamat. seimbang dan bijaksana‬‬ ‫)4-3 :‪tidak cacat sedikitpun. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سديدا. da’wah kepada kebaikan‬‬ ‫‪amar ma’ruf dan nahi munkar. Tanpa perjuangan yang‬‬ ‫. Seperti firman Allah dalam (QS: 67 Al-Mulk‬‬ . يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‫61‬ ‫‪Jihad Adalah Jalan Yang Selamat‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. Sebabnya adalah‬‬ ‫.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ي ي ييي ي يي ي ي ييي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ييييي يي ي ي ي ييي ي ي ي يي‬ ‫ييي‬ ‫ي ييي‬ ‫يي‬ ‫ييي‬ ‫يي ييي يي ييي‬ ‫ي ي ييي ي ي ييي ي يييييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي يييي ي يي يي‬ ‫يي‬ ‫ي ي ي ي ي يي ي يي‬ ‫ي ي ي ي يي ي ي‬ ‫ي ي ي يي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي ييي ي ي يييي ي ي ييي ي ييي‬ ‫يييي يي يي يييي ييي يي ييي ي يي يي‬ ‫يي ي ي يييي يي ي يي ي يي ي ي ييي ييي ي ي ييي يي ي ي ي يي ي ي ي يي‬ ‫ي ي.‪1. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. benar.‪manusia‬‬ ‫:‪Mengapa jihad merupakan keharusan yang mutlak. ي ي ي ي ي ي يي ي ي ي ي ي ي ي ي يي‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ي يي ي‬ ‫ي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ييي ي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ي ي يي‬ ‫يي يي‬ ‫ي يييي يي يييي يييي‬ ‫ييي‬ ‫ي ي ي يي يي ي‬ ‫ي ي ي ي. Allah menciptakan alam dengan hak.‬ ‫.‪sesungguhnya tanpa menegakkan agama Allah. tanpa itu semua maka hancurlah kehidupan‬‬ ‫. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.‪Sidang Jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah adalah satu keharusan‬‬ ‫‪mutlak. adil.

oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. yang artinya: “Dan seperti itulah. namun Allah juga meluluskan permintaan syetan untuk terus menggelar operasinya bersama bala tentara kuffar. sebagaimana kenyataan firman Allah (QS An-Nisaa’ 4: 28) Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu. Allah menurunkan syariat Islam kepada para rasulNya. Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keluh kesah. Maka lihatlah berulang-ulang. bahkan bila diingatkan mereka membantah: Firman Allah (Al-Baqarah: 11-12) Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. 4. muslim karena kebusukan hati kaum kuffar. Allah menciptakan manusia dengan dua potensi. Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan (QS As-Syams 91: 9-10) Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan. yang terus menentang dan memusuhi orang mukmin. dan manusia dijadikan bersifat lemah. Maka . Dalam firman Allah (QS AsySyams 91: 8) Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya”. tetapi mereka tidak sadar. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. Ingatlah. telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi.Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. (QS Al-Furqan 25: 31) “Iblis berkata: “Ya Tuhanku. padahal tugasnya adalah berat sebagai khalifah di bumi dan sebagai pengemban amanah/syariat Allah. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?. pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi. Maka perjuangan dan pengorbanan untuk terus membersih-kan hati atau jiwa mutlak diperlukan demi keberuntungan dan keselamatan kita. Allah melindungi dan menjaga dari gangguan dan godaan mereka. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan penolong. Qadrat dan Tabiat insan yang lemah. 3. dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hambahambaMu yang ikhlas”. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala . Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. (QS Al-Hijr 15: 39-40) Namun bagi umat Islam kaum beriman yang mukhlisin. bahkan mereka membuat kerusakan dan kedhaliman. setiap kita dibekali potensi fujur (berbuat jahat) dan potensi taqwa (berbuat ta’at). musuh dari orangorang yang berdosa. (AlMulk: 3) Namun tidak semua manusia menyadari dan berpegang pada keadilan dan kemaslahatan itu. (Al-Baqarah: 11-12) 2.

yaitu Rasulullah dan para shahabatnya: Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala (QS:2 Al-Baqarah: 214) Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. dan belum nyata orang-orang yang sabar. syetan dan bala tentaranya. perjuangan dan pengorbanan sehingga membentuk diri. 5. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. qudrot yang lemah dan Allah akan menguji kesungguhan orang beriman yang menghendaki kemuliaan dan mewaspadai rongrongan Yahudi dan kaum kuffar. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. mendidik diri dan kesiapan serta keteguhan hidup seperti pengalaman dan mental serta keteguhan hidup para generasi pendahulunya. 6.berjuang. sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. guna melatih diri dan menepis kelemahan itu. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya. hendaklah dengan itu mereka bergembira. Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menguji keseriusan dan kesungguhan kaum mukminin sebagai umat yang betul betul menegakan kebenaran Al-Haq dengan sesungguhnya sabar. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. tabiat manusia yang jahat. padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu. Kurnia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (Al-Baqarah: 214) Hadirin sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Jadi alasan dan penyebab kita harus berjuang dan berjihad adalah kerena kedhaliman orang kafir. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر اللممه‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah. Rahmat Allah dan FadhilahNya bagi umat Islam dalam firmanNya (QS: 10 Yunus: 57-58) Artinya: Hai manusia. berkorban dan jihad adalah mutlak suatu keharusan.‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ْ ِ ِ َ ُ ‫الله فل َ مضل َ مه‬ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ّ ْ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفره‬ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ ُ . Sebab generasi ini harus di tempa dengan ujian demi ujian. (QS: 3 Ali-‘Imran: 142) Artinya: Apakah kamu mengira akan masuk surga.‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ٍ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م‬ ِ .

maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورس مول ُه. maka hendaklah ia merubahnya dengan hatinya(membencinya). Jihad mengamalkan ilmu tersebut. sebab kejahatan itu cepat menjalar. 2. dan jika tidak mampu (juga). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك ا‬ َ َ ْ (‫َ ضعف ال ِي ْمان )رواه مسلم‬ ُ َ ْ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran. yaitu dengan: 1. Dalam Surat Faathir ayat 6 disebutkan: Artinya: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu. dan itu adalah selemah-lemahnya iman. Kedua: Jihad terhadap syetan. karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. menegakkan tauhid dengan amal shalih.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. dan jika tidak mampu maka hendaklah merubahnya dengan lisannya. masyarakat maupun bangsa sesuai dengan kemampuan masing-masing. maka anggaplah ia musuh(mu). bid’ah dan kemungkaran bersama pihak yang bertanggung jawab di dalam keluarga. Memerangi subhat dan keragu-raguan Iman yang dipicu dan didorong oleh syetan. Memerangi tipu daya syetan yang mengobarkan nafsu maksiat dan membangkang karena godaan syetan itu. Hadirin rahimakumullah! Barsegeralah dalam beramal ma’ruf nahi munkar.” (HR. Allah berfirman dalam (QS: Al-Anfaal: 25) . Jihad menyampaikan ilmu dengan berda’wah (amar ma’ruf nahi munkar) 4. 3. dengan cara: 1. والص مل َةُ والس مل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. sebab ilmu ini adalah petunjuk dan arah kebenaran kita. (Faathir: 6) Ketiga: Jihad mengubah kedhaliman. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Bagaimana kita melaksanakan jihad: Pertama: Jihad terhadap diri sendiri. Muslim). 2. Jihad dengan bersabar menanggung resiko da’wah dengan menekan hawa nafsu sendiri. Mencari ilmu syar’i.

َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. Amin.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ ْ ِ ْ ُ 17 Shalat Sebagai Kewajiban Orang Muslim . الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ْ ً ِ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ‫محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْد‬ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫مجي ْد. Jihad dengan harta. Jihad dengan lisan dan tulisan. وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. (Al-Anfaal: 25) Keempat: Jihad mempertahankan umat Islam dari serangan orang kafir dan munafiq dengan : 1. Semoga Allah mengkaruniai kita kekuatan dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarkan kesejahteraan bagi segenap ummat manusia. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ‬ َ ْ ْ ْ َ َ ْ ْ ْ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهم‬ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ‫وآمن ْهم في أ َو‬ ‫َ ِ ُ ْ ِ ْ ْ طان ِهم.Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (Al-Hajj: 78). Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. Hati yang berlepas diri. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ َ ِ . فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُِم واسأ‬ َ َ ْ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه‬ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ‫يعطك ُم ول َذك ْر الله أ‬ . tidak mencintai dan tidak membantu kekufuran mereka. الل ّهم اغفر‬ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ ‫ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم‬ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫وا ْل َموات. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam (surat Al-Hajj: 78). 4. 3. الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما‬ ّ ّ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ‫ل َم ن َعل َم.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫ال ْقربى وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل‬ ‫ْ َ ك ُم‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫ت َذَك ّرون. Jihad dengan jiwa di saat musuh telah membahayakan kesela-matan umat Islam demi tetap tegaknya dienul Islam. untuk menyeru mereka kepada keselamatan di dunia dan akhirat. 2. Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah degnan jihad yang sebenarbenarnya. membantu persiapan dan kelancaran menegakkan kalimat Allah yaitu Agama Islam.

‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ َ ّ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. ق مال ت َع ما‬ َ َ ِ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َ م لى: ي َ ما‬ ‫م‬ َ َ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنتمم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ ُ َ ِ ‫َ َ ّ َم‬ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون. khususnya diri saya pribadi untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Seperti firman Allah: Artinya: “Dan berbekallah kalian. Kebahagiaan dunia dapat diperoleh melalui keuletan berusaha dan dapat dinikmati hasilnya selagi hidup.Oleh: Mursyidi ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه. dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang menggunakan akalnya. Kehidupan dunia terbatas oleh usia dan waktu dan kelak pada saatnya kita akan kembali ke alam yang tiada terbatas waktu. baik berwujud materi kebendaan maupun yang hanya dirasakan oleh perasaan batin. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ِ ِ َ ‫ورسول‬ َ َ ُ . saya mengajak kaum muslimin. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ ُ ُ َ ْ ُ ْ ْ ّ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ً َ ‫َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم‬ َ ‫ون ِسآءً وا ٍت ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب مه وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. Sebaliknya kebahagiaan akhirat tidak . يما أ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ّ َ ُ َ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. Semua amal perbuatan kita selama di dunia akan diminta pertanggungjawabannya.” Kaum Muslimin Rahimakumullah Kita hidup bukanlah semata-mata mementingkan urusan dunia. karena amal perbuatan tersebut merupakan tabungan akhirat. sebab urusan ukrawi adalah lebih penting. Serta melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya. karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Kaum Muslimin Rahimakumullah. وأ َشمهد أ‬ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه. الل ّهم صل وسل‬ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ م‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وم من ت َب ِعه مم ب ِإ ِحس مان إ ِل َ مى‬ ‫ْ َم ٍ م‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫م‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ‫سدي ْدا. yaitu dengan memperbanyak amal ibadah kita sebagai bekal untuk menghadap Illahi Rabbul Jalil. Pada kesempatan yang berbahagia ini.

spontan hatinya akan gemetar dan takut. bukan saja orang yang memamerkan kekayaan. membahana membelah dunia untuk menyeru manusia memenuhi panggilan Illahi. tanpa memberikan kesan dan bekas sedikitpun juga pada dirinya. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan. dalam keseharian kita. Maka dengan hati yang penuh takut dan ikhlas. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.nampak sekarang. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Orang yang sombong.‫أ َقي ْموا الصل َةَ ل ِذك ْري‬ ْ ِ ِ ُ ِ ّ . Bila suara adzan bergema. Karena dengan shalatlah kita coba mendekatkan diri dan selalu mengingat Allah. Begitulah hati orang yang sudah tertutup dari Inayah dan Hidayah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Tetapi juga orang yang tidak mengerjakan shalatpun bisa dikatakan orang yang paling sombong. Apabila suara adzan masuk ke dalam hati orang yang benar-benar beriman. bukan pula orang yang membanggakan jabatan dan sebagainya. ia tinggalkan semua urusan dunia untuk sujud menghadap Illahi. .” (Maryam: 59). kita diwajibkan oleh Allah untuk men-dirikan shalat dengan tujuan mengingatNya. Mengapa tidak? Bukankah Allah Subhannahu wa Ta'ala . ia penuhi panggilan dari Allah. Ibarat kata. Telinganya sudah tuli dengan panggilan Allah. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Dirikanlah shalat untuk mengingatku. dan yang demikian itulah yang lurus. terbayang segala ke Maha Besaran dan ke Maha Kuasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala. masuk telinga kiri keluar telinga kanan.” (Al-Bayyinah: 5). Suara adzan dianggapnya sebagai suara yang biasa. namun dapat dicapai dengan jalan mengikhlaskan diri dalam Ibadat khusu’ dalam shalat serta menjauhi semua yang dibenci oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . dan inipun adalah kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim. mata hatinya sudah buta dengan seruan adzan.” Dari ayat di atas. gema adzan tak sedikitpun mengetuk hatinya untuk memenuhi panggilan Allah. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Dan tidaklah mereka disuruh. yang telah menjadikan dirinya dari segumpal darah dan daging hingga menjadi manusia. Berbeda sekali dengan orang yang jauh dari hidayah dan taufik Allah Subhannahu wa Ta'ala . kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus.

” Firman Allah pula: Artinya: “Yang mendirikan sembahyang. tidak meluangkan waktu bersujud menghadapNya.” (Muttafaq ‘alaih). Beliau bersabda: “Maka begitu juga perumpamaan shalat lima waktu. Bahkan mungkin orang itupun tahu shalat itu bisa mencegah dari kejahatan dan kemungkaran. )متفق عليه‬ َ َ َ Artinya: “Apakah pendapat kamu. . Tetapi sayang mereka tidak pandai bersyukur kepada Allah atas segala rahmatNya. قال: فذَل ِك مث َل الصل َوات ال ْخمس، ي َمحو الله ب ِهن‬ ِ َ ّ ُ ْ ّ ِ ُ ِ ْ َ . menjadi sebuah kapal yang sanggup membawa barang-barang yang berat. merekalah orang-orang yang berjalan di atas pimpinan Tuhan. apabila di muka pintu salah satu rumah kamu ada satu sungai yang kamu mandi padanya tiap hari lima kali. Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Sungguh shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Ya Rasulallah”. menunaikan zakat dan yakin terhadap adanya akhirat.(‫ال ْخطايا. merekalah orang yang jaya. Berdasarkan ayat di atas. Sedangkan mengingat Allah amat besar (manfaatnya) Allah tahu apa yang kamu perbuat. dengan itu Allah menghapus kesalahan.Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Tidakkah Aku jadikan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembahKu” (Adz-Dzariyat: 7). Adakah tinggal olehnya kotoran?” Serentak sahabat menjawab: “Tidak ada. Terkadang orang yang tidak mengerjakan shalat itu bukan tidak tahu. bahwa shalat adalah tiang agama. maka merupakan kewajiban kita untuk mengabdi dan menyembah hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .” (Luqman: 4-5). Kaum muslimin rahimakumullah . Merekapun sanggup membikin baja yang berat menjadi sebuah pesawat yang dapat terbang kesana-kemari. Dengan menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam sebagai tanda pengabdian kita kepada Allah Al-Khalik. Manusia memang sungguh pandai. Pada suatu hari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bertanya pada sahabat-sahabatnya: ‫أ َرأ َي ْت ُم ل َو أ َن ن َهرا ب ِباب أ َحدك ُم ي َغت َسل من ْه ك ُل ي َوم ٍ خمس‬ ُ ِ ُ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ ْ ّ ً ْ ّ ْ ْ َ َ ْ ‫مرات هل ي َب ْقى من دَرن ِه شيء؟ قال ُوا: ل َ ي َب‬ َ ٌ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ٍ ّ َ ‫قى من دَرن ِه‬ ِ َ ْ ِ ْ َ َ َ ٌ ْ َ ُ َ َ ‫شيء. mereka dapat men-jadikan baja yang tenggelam.

والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.” Dari ayat-ayat di atas kita dapat mengambil pelajaran. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum Muslimin Rahimakumullah.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ . Kitapun hendaknya selalu memohon kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala agar anak-cucu kita menjadi orang-orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ . tetap mendirikan shalat dan janganlah kiranya mereka kelak menjadi orangorang yang hanya menurutkan hawa nafsunya belaka. Mereka harus berfikir seribukali untuk menghancurkan mesjid-mesjid tempat ibadahnya kaum muslimin.seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Peliharlah dirimu dan keluargamu dari api Neraka. Amin. seperti PLAY STATION dan sebagainya. ْ َ ‫جعل َنا الله وإ ِياك ُم من ال ْفائ ِزي ْن والمن ِي ْن وأ َدْخل َنا وإ ِي ّا ُكم في‬ َ َ َ ِ ّ َ ُ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ْ ِ َ ‫عباده الصال ِحين، وقل رب ا ِغفر وارحم وأ‬ .‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ِ ِ َ ِ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . Sekali lagi marilah kita lebih meningkatkan ibadah shalat dengan mengajak anak cucu dengan segenap keluarga agar kita termasuk orang yang memperoleh janji Allah yakni kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bukankah anak adalah amanat Allah. Orang yang di luar Islam tidak akan berani menghancurkan Islam secara terang-terangan. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. tetapi dengan akal mereka yang licik. karena baik buruknya anak-cucu kita tergantung ikhtiar orang tua dalam mendidik dan membinanya. menyia-nyiakan amanat adalah perbuatan dosa. mereka ciptakan kita lupa shalat. selalu diberi Allah petunjuk untuk mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Mudah-mudahan kita kaum muslimin. Ya robbal alamin.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Amin. hendaknya kita merasa khawatir kalau-kalau kita kelak menjadi orang-orang yang menyia-nyiakan shalat. Maka hendaklah kita jaga anak serta keluarga kita.

الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫َ َ ْ‬ .‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. الل ّهم إ ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ّ ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخير ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ ُ َ صل ِح‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في أ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ و َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ طان ِهم. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫81‬ ‫‪Generasi meninggalkan Shalat & Mengikuti Syahwat‬‬ ‫‪Oleh: H. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫سديدا.‬ ‫ِ ْ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ ة‬ ‫ٍ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.

dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih.(‫حديث حسن صحيح غريب‬ “Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat. Maryam: 58-60). dan At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shohih ghorib).” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 2621dan An-Nasaai dalam Sunannya 1/231. dan dari keturunan Ibrahim dan Israil.” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir). As-Suddi. generasi yang adhoo’ush sholaat itu. Ibnu Zaid bin Aslam. Dan Hadits lainnya: َ َ َ َ ْ َ َ ُ ّ ‫ال ْعهدُ ال ّذي ب َي ْن َنا وب َي ْن َهم الصل َة، فمن ت َرك َها فقدْ ك َفر. Itu adalah pendapat yang dikatakan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi. senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia. Ibnu Katsir menjelaskan. artinya kerugian di hari qiyamat. Karena shalat itu adalah tiang agama dan pilarnya. beriman dan beramal saleh. dan satu pendapat dari As-Syafi’i sampai ke pengkafiran orang yang meninggalkan shalat (tarikus sholah) setelah ditegakkan.(‫برقم: 28 من حديث جابر‬ “(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat. maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. . Kecuali orang yang bertaubat. berdasarkan Hadits: ُ ْ ِ ْ ّ ‫ب َي ْن ال ْعب ْد وب َي ْن الشرك ت َرك الصل َة )رواه مسلم في صحيحه‬ ِ ّ َ َ َ ِ َ . maka mereka kelak akan menemui kesesatan." (terjemah QS. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka. iqamatul hujjah (penjelasan dalil). ada beberapa pendapat.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memper-turutkan hawa nafsunya. Maka mereka itu akan menemui kesesatan.. yaitu para Nabi dari keturunan Adam. kalau mereka sudah menyia-nyiakan sholat. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa adho'us sholaat itu meninggalkan sholat secara keseluruhan (tarkuhaa bilkulliyyah). Pendapat inilah yang menjadi pendapat sebagian orang salaf dan para imam seperti yang masyhur dari Imam Ahmad. sungguh-sungguh ia telah kafir. maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun.. )رواه‬ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ َ َ ‫الترمذي رقم 1262 والنسائ 132/1 ،وقال الترمذي :هذا‬ . menurut Ibnu Katsir. dan pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Dan akan tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan kelezatannya. dan sebaik-baik perbuatan hamba. Adapun maksud lafazh Adho’us sholaat ini. maka barangsiapa meninggalkannya.َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . Maka datanglah sesudah mereka. maka pasti mereka lebih menyianyiakan kewajiban-kewajiban lainnya.

Kaum muslimin yang tetap menegakkan Islam di saat orientalis dan antek-antek penjajah menggunakan Islam sebagai sarana penjajahan. yakni sikap generasi penerus yang menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu. lantas. Kalau ada ulama besar. agaknya perlu juga kita bercermin di depan kaca. Sedangkan jumlah orang yang membangkang tidak sedikit. bukan berarti tidak ada orang-orang kafir. berarti merupakan tingkah yang keterlaluan. kedhaliman merajalela dan sebagainya. terpilih. Namun selanjutnya. terjadi perampasan hak. Setelah kita bisa menyadari betapa tragisnya keadaan yang dituturkan Al-Quran itu. tidak menyinggung-nyinggung orang-orang yang membangkang di saat hidupnya para Nabi pilihan Allah. bahkan berlawanan dari sifat-sifat kepatuhan yang tinggi itu. ada tanam paksa dan sebagainya. Mereka bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. generasi taat ini diteruskan oleh generasi yang bobrok akhlaqnya.Tafsir Ibnu Katsir. lantas keturunannya tidak bisa menyamai kebesarannya dan tak mampu mewarisi keulamaannya. Tetapi. dengan memperbandingkan apa yang dikisahkan Al-Quran. tidak hanyut kepada iming-iming jabatan untuk ikut menjajah bangsanya. di saat penjajah berkuasa. Dalam kehidupan yang tertera dalam sejarah kita. Penuturan dalam ayat Al-Quran ini membicarakan orang-orang saleh. Betapa menghujamnya peringatan Allah dalam Al-Quran dengan cara menuturkan sejarah "keluarga pilihan" yang datang setelah mereka generasi manusia bobrok yang sangat merosot moralnya. Sekalipun tidak sama antara derajat kesalehan para Nabi yang dicontohkan dalam Al-Quran itu. disambung dengan ayat yang memberitakan sifat-sifat generasi pengganti yang jauh berbeda. bahkan nabi-nabi dengan sikap patuhnya yang amat tinggi. Muslimin yang taat. "Sayang. Kisah ayat itu. mereka yang tetap teguh dan ta'at pada Allah itu adalah benar-benar orang pilihan. Ayat itu tidak menyebut orang-orang kafir. tahqiq Sami As-Salamah. namun kaum muslimin itu tetap teguh mempertahankan Islam dan tanah airnya. Di saat banyaknya orang kafir berkeliaran di bumi. saleh dan benar-benar baik. dengan derajat ketaatan kaum Muslimin yang taat pada Allah di saat gencarnya penjajahan itu. kata dan ucapan apa lagi yang bisa untuk menyayangkan bejat dan bobroknya generasi pengganti orang-orang suci dan saleh itu? Hanya ucapan “seribu kali sayang” yang mungkin bisa kita ucapkan. bahkan melawan para Nabi dengan berbagai daya upaya. maka ucapan yang pas adalah:. saat itu ada orang-orang pilihan yang amat patuh kepada Allah. Melihat diri kita sendiri. Namun dengan menyebut keluarga-keluarga pilihan itu justru merupakan pengkhususan yang lebih tajam. juz 5 hal 243).” Itu baru masalah mutu keilmuan nya yang merosot. Bobroknya akhlaq manusia dari keturunan orang yang disebut manusia pilihan. namun alur peringatan ini . kebesaran bapaknya tidak diwarisi anak-anaknya. Bisa kita bayangkan dalam kehidupan ini. mereka benar-benar orang-orang pilihan. Ini yang jadi masalah besar.

terutama maghrib yang waktunya sempit? Berapa banyak pekerja kecil semacam itu yang terhimpit oleh peraturan majikan. Dengan demikian. bobrok. Yaitu generasi pengganti yang jelek. yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya. Fakir miskin. tetapi kita umat Islam diam saja atau belum mampu menolong sesama muslim yang terhimpit itu? Bahkan. yaitu generasi jelek. keluarga. meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat. dengan penuh kesadaran. dihayati dan dipegang benar-benar. dalam arena pendidikan formal. Peringatan yang sebenarnya tajam ini perlu disebar luaskan.telah mencakupnya. agar tidak terjadi tragedi yang telah menimpa kaum Bani Israel. sudahkah memberi kebebasan secara baik kepada murid dan guru untuk menjalankan shalat? Sudahkah diberi sarana secara memadai di kampus-kampus dan tempat-tempat pendidikan untuk menjalan-kan shalat? Dan sudahkah para murid itu diberi bimbingan secara memadai untuk mampu mendirikan shalat sesuai dengan yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ? Kita perlu merenungkan dan menyadari peringatan Allah dalam ayat tersebut. bukan generasi yang bobrok seperti yang telah diperingatkan dalam Al-Quran itu. Tetapi. tentu saja bukan berarti telah selesai. pembantu rumah tangga. penjaga rumah makan. Suatu misal. yang diseleng-garakan dengan tujuan membina manusia yang bertaqwa pun. Dalam arti penjabaran dan pelaksanaan agama dengan amar ma'ruf nahi munkar secara konsekuen dan terus menerus. tentang adanya generasi yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. kita akan mewariskan generasi yang benar-benar diharapkan. penjaga toko dan sebagainya untuk diberi kebebasan mengerjakan shalat pada waktunya. kita harus mengkaji diri kita lagi. bisa kita telusuri lewat pertanyaan-pertanyaan. Sudahkah kita berikan dan kita usahakan hak-hak para pekerja/ buruh. sehingga dalam hal beragama. kemungkinan akan lebih banyak desakan dan dorongan yang mengarah pada "adho'us sholat" (menyia-nyiakan atau meninggalkan shalat) wattaba'us syahawaat (dan mengikuti syahwat hawa nafsu). pekerja kecil. kasus nyata. Sudahkan peringatan Allah itu kita sadari dan kita cari jalan keluarnya? Mudah-mudahan sudah kita laksanakan. Memberikan hak shalat Untuk itu. bisa kita fahami bahwa ayat itu mengingatkan. dan mahasiswa . Ayat-ayat Al-Quran yang telah memberi peringatan dengan tegas ini mestinya kita sambut pula dengan semangat menang-gulangi munculnya generasi sampah yang menyianyiakan shalat dan bahkan mengumbar syahwat. Tanpa upaya mempertahankannya. Karena masalahnya harus selalu dipertahankan. jangan sampai terjadi lagi apa yang telah terjadi di masa lampau.

Maka tak mengherankan kalau Allah menyebut tingkah "adho'us sholah" (menyia-nyiakan/ meninggalkan shalat) dalam ayat tersebut diucapkan pada urutan lebih dulu dibanding "ittaba'us syahawaat" (menuruti syahwat). terutama masalah kemiskinan. sedang yang terakhir (putus) adalah shalat. tali Islam yang terakhir Peringatan yang ada di ayat tersebut masih ditambah dengan adanya penegasan dari Rasulullah. agar mereka bisa tetap shalat di saat mukenanya yang satu-satunya basah ketika dicuci pada musim hujan? Dalam urusan keluarga. Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam َ ‫ا ْل ِسل َم ِ عروةً عروةً فك ُل ّما ان ْت َقضت عروةٌ ت َشب ّث‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ‫ت َل ِي ْها وأ َول ُهن ن َقضا ال ْحك‬ ‫ُ م وآخرهن الصل َة. bahwa putusnya tali Islam yang terakhir adalah shalat. Selagi shalat itu masih ditegakkan oleh umat Islam. betapa . sudahkah kita selalu menanya dan mengontrol anak-anak kita setiap waktu shalat. Hadits Rasulullah itu lebih gamblang lagi. agar mereka tidak lalai? Dalam urusan efektifitas da’wah. karena shalat adalah tali yang terakhir dalam Islam. berarti masih ada tali dalam Islam itu. Maka setiap kali putus satu tali (lalu) manusia (dengan sendirinya) bergantung dengan tali yang berikutnya. Shalat. sudahkah kita memberi sumbangan sarung atau mukena/ rukuh kepada fakir miskin.(‫أحمد‬ “Tali-tali Islam pasti akan putus satu-persatu. bisa kita fahami. dan tidak mengarah ke pemikiran sekuler yang nilainya sama juga dengan mengikuti syahwat? Lebih penting lagi. agar para alumninya ataupun mahasiswa yang masih belajar di sana tetap menegakkan shalat. kita ingatkan agar shalat berjamaah di Masjid yang menjadi tempat mereka bekerja. Dengan demikian. sehingga tidak tampak lagi sosok-sosok yang tetap bertahan di meja masing-masing --bahkan sambil merokok lagi-. sekalipun tingkah menuruti syahwat itu sudah merupakan puncak kebejatan moral manusia. Dan tali Islam yang pertamakali putus adalah hukum(nya). (Hadits Riwayat Ahmad dari Abi Umamah menurut Adz – Dzahabir perawi Ahmad perawi). )رواه‬ ُ ّ ً ْ ّ ُ ّ َ َ ّ ُ ُ ِ َ ُ ‫ل َي َن ْقضن عرا‬ َ ُ ّ َ ُ ‫الناس بال ّت ِي‬ ّ ِ ُ ْ . sudahkah kita mengingatkan para pengurus masjid atau mushalla atau langgar untuk shalat ke masjid yang diurusinya? Bahkan sudahkah para pegawai yang kantor-kantor menjadi lingkungan masjid.saat adzan dikuman-dangkan? Masih banyak lagi yang menjadi tanggung jawab kita untuk menanggulangi agar tidak terjadi generasi yang meninggalkan shalat yang disebut dalam ayat tadi. sudahkah kita menghidup-kan jama'ah di masjid-masjid kampus pendidikan Islam: IAIN (Institut Agama Islam Negeri) ataupun STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) yang jelas-jelas mempelajari Islam itu. maka putuslah Islam keseluruhannya.Dalam hubungan kemasyarakatan yang erat sekali hubungannya dengan ekonomi. Sebaliknya kalau shalat sudah tidak ditegakkan.

‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. bisa disadari betapa jahatnya orang yang mengumbar hawa nafsunya. Di mata manusia. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Mudah-mudahan kita tidak termasuk mereka yang telah dan akan binasa akibat melakukan pelanggaran amat besar. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ . قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ِ {‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ ً ْ ُ ْ ِ َ َ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ِ ْ ُ َ ّ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ َ ِ ّ َ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال‬ َ َ َ ْ َ ُ ُ َ َ َ ‫ذي ْن‬ ّ ِ ّ َ ِ َ َ َ . Apalagi kalau kedua-duanya. Lantas. kalau Allah memberikan kriteria meninggalkan shalat itu lebih tinggi kejahatannya. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ َ ‫قريب. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. sudah bisa dipastikan betapa beratnya kerusakan.memuncaknya nilai jelek orang-orang yang meninggalkan shalat. berarti kerusakan yang amat parah. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ َ َ َ :‫مسل ِمون. Tiada perkataan yang lebih benar daripada perkataan Allah dan RasulNya. Amien. dan menuruti syahwat. Dalam hal ini Allah dan Rasul-Nya sangat mengecam orang yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. yaitu meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ َ . dilakukan meninggalkan shalat. Maka marilah kita jaga diri kita dan generasi keturunan kita dari kebinasaan yang jelas-jelas diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. karena puncak kebejatan moral berupa menuruti syahwat pun masih pada urutan belakang dibanding tingkah meninggalkan shalat.{‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

atas segala kenikmatan dan‬‬ ‫‪karuniaNya yang tidak dapat kita hitung. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. Juga selalu menjalankan yang‬‬ ‫‪disyari’atkan Allah dan yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa‬‬ ‫‪Salam. }وممن‬ ‫َ َم‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ي َب ْت َغ غي ْر ا ْل ِسل َم ِ دين ًما فل َمن ي ُقب َمل من ْمه وهمو فمي الخمرة ممن‬ ‫ِ م َ م‬ ‫َ ِ ُ َ ُ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ِ َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ال ْخاسرين{‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ُ ْ ُ‬ ‫وقال رسول الله صلى الله عل َي ْمه وس مل ّم: ك ُمل أ ُمت ِمي ي َمدْخل ُون‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ َ‬ ‫ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وممن ي َمأ ْبى: قمال: ممن‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َم َ َ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّة ومن عصان ِي فقد أ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ْ َ َ ْ بى. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن.‪Saudara-saudara kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia‬‬ ‫‪Dalam khutbah jum’ah ini. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرةَ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‪tidak kita lakukan.‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. sedangkan yang dilarang kita tinggalkan‬‬ ‫. bahkan mendekatipun jangan‬‬ . أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى ف مي ال ْق مرآن ال ْك َري ْمم: }ي َما أ َيه ما َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫م‬ ‫ِم‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنت ُمم مسمل ِمون{. di setiap tempat.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‪saya sendiri dan untuk jamaah semuanya‬‬ ‫‪Untuk memperbaiki kualitas ibadah kita. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. kami hendak memberikan nasehat terutama untuk‬‬ ‫. tidak kepada selain-Nya. dengan cara.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫.‪baiknya sesuai dengan kemampuan. semua yang diperintah-kan kita jalankan dengan sebaik‬‬‫. dan di setiap keadaan.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫91‬ ‫‪Islam Agama Yang Benar‬‬ ‫‪Oleh: Imam Muttaqin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهُ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. Selalu bersyukur kepada Allah setiap‬‬ ‫‪waktu. marilah kita selalu bertaqwa kepada‬‬ ‫‪Allah saja. )رواه البخاري(.

betis sama-sama terbuka. sampai akhirnya ditutup dengan rasul terakhir Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Kaum muslimin yang berbahagia. suatu kemunduran. bahkan kalangan akademik yang beranggapan mempelajari ilmu-ilmu Islam tanpa dicampur dengan teori-teori ilmu barat. sehingga mereka cenderung mengabaikan ajaran-ajarannya.” (Ali Imran: 19) Berkaitan dengan ayat ini. siapa yang menghadap Allah Subhannahu wa Ta'ala setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallaahu . Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.Tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan seterusnya. Ini terbukti dengan gaya hidup mereka yang dilihat secara lahiriyah masih ada saja kesamaan dengan gaya hidup orang-orang yang nonMuslim. Allah berfirman: “Sesungguhnya agama (yang ada) di sisi Allah adalah Islam. Misalnya dalam masalah makan minum dengan berdiri dan dengan tangan kiri kaum Muslim masih banyak yang ikutikutan berbuat demikian pada acara-acara resmi. kecuali Islam. Namun ketidak tahuan itu adalah akibat bahwa kebanyakan kaum muslimin telah kehilangan kepercayaan terhadap Islam. sebab perempuan-perempuan mereka berjilbab misalnya. Karenanya. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat tersebut merupakan berita dari Allah Subhannahu wa Ta'ala bahwa tidak ada agama apapun yang diterima di sisi Allah. Sehingga jalan menuju Allah tertutup kecuali melalui jalan Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Sebab ia meyakini bahwa segala yang dikatakan Allah dan RasulNya pasti benar dan baik. sebagai pedoman beribadah dan pedoman hidup didunia.Saudara-saudara jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. bukan saja krisis moneter tapi juga krisis kepercayaan terhadap agama Islam oleh penganutnya sendiri.Banyak orang Islam. Yang mana semuanya dilarang dalam Islam. Hanya dalam beberapa kalangan atau kawasan saja terdapat suatu kelompok sosial secara lahiriah tampak sebagai muslim. Krisis kepercayaan terhadap kebenaran Islam sebagai agama universal dan paripurna tidak dapat dipungkiri telah melanda banyak orang yang mengaku dirinya beragama Islam. sulit dibedakan antara seorang muslimah dengan non-muslimah. apabila ia melaksanakan shalat atau ketika diajak berbicara. Boleh jadi semua itu akibat ketidaktahuan atau ketidak fahaman. padahal makan dan minum dengan tangan kiri atau berdiri bukan etika Islami. Bukankah itu krisis kepercayaan terhadap Islam? Umumnya seseorang diketahui sebagai seorang muslim. Krisis yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu sampai saat ini. sebab rambut sama-sama terlihat. Sementara kalau melihat kaum wanita di jalan-jalan. sama-sama menor dalam bersolek bahkan sama-sama berpakaian ketat. Mempelajari ilmu-ilmu Islam dianggap ketinggalan jaman. Sedangkan Islam ialah ittiba’ (mengikuti) rasul-rasul Allah yang diutus untuk tiap-tiap masa. pasti mengimani dan meyakini bahwa hanya Islam sajalah yang terbaik dan benar.

yang lebih mengetahui tentang apa-apa yang diciptakanNya? Dua ayat di atas menunjukkan hal ini semuanya. Kesempuranaan Islam adalah kesempurnaan yang meliputi segala aspek. maka tidak akan diterima. Sebab agama selain Islam.alaihi wa Salam dengan menggunakan agama yang tidak berdasarkan syariat beliau. Sesungguhnya manusia tidak membutuhkan lagi petunjuk-petunjuk lain. baik dalam hal ibadah maupun mu’amalah-mu’amalah duniawi. bahwa selain Islam adalah agama yang batil. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu. manusia akan mendapat maslahat hidupnya? Bukankah Dzat Yang Maha Pencipta. Islam sudah cukup. tetapi di akhirat juga. kecuali Islam. Dan telah Aku sempurnakan nikmatKu untukmu dan Aku telah ridlai Islam sebagai agamamu. Betapa tidak. kebenaran menyeluruh dan merupakan kebenaran yang betul-betul merupakan nikmat Allah yang luar biasa.” (Al-Maidah: 3). Yaitu kebahagiaan tidak saja di dunia. Tidak akan membawa kebaikan dunia dan tidak pula akhirat. jin dan manusia dalam melaksanakan yaitu ibadah. yang paling utama di antaranya adalah Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu. tidak . maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Bukankah hanya Allah Subhannahu wa Ta'ala sendiri Yang Maha Mengetahui dengan cara apa dan pedoman bagaimana. Dengan kata lain. Karena itu mengapa orang masih ragu terhadap kebenaran dan kesempurnaan Islam? Mengapa orang masih mencari alternatif dan solusi-solusi lain?. Dan kenyataan ini masih ditunjang dengan bukti-bukti lain. sebab apapun kebutuhan manusia dalam rangka pengabdian dan peribadatannya kepada penciptanya sudah tertuang dan tercukupi dalam Islam.” (Adz Dzari’at: 56).” (Ali Imran: 85). Artinya kebenaran Islam adalah kebenaran paripurna. hanyalah Islam. Seperti halnya firman Allah pada ayat yang lain: “Barang siapa mencari agama selain agama Islam. tidak diakui dan tidak dibenarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala sebagai pedoman. untuk tujuan kebahagiaan masa depan yang abadi dan tanpa batas. Demikian pula pada ayat di atas Allah memberitahukan tentang pembatasan agama yang diterima di sisiNya. Dalam kaitannya dengan hal ini seorang tokoh ulama’ dari Yordania yaitu Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid mengatakan dalam kitabnya Ilmu Usulil Bida’ bahwa ayat yang mulia ini membuktikan betapa syariat Islam telah sempurna dan betapa syariat itu telah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan makhluk. Kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia. seperti firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin.

” (An-Naml: 14).‫ْ َ َ ْ ب َمى‬ ‫م‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َم‬ َ َ ْ َ َ َ . sebab Dia-lah pencipta manusia dan segenap makhluk lainnya. hidup dan ada di muka bumi karena diciptakan Allah. ia diberi berbagai fasilllitas. Kebenaran dan kesempurnaan Islam ini juga telah diakui oleh pemeluk agama lain selain Islam. rizki yang lengkap. maka Allah menghendaki aturan untuk manusia. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberikan konsep renungan kepada kita sebagai berikut: Pertama. lantaran kedzaliman dan kecongkakan. َ ْ ُ َ ‫ك ُل أ ُمت ِي ي َدْخل ُون ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وم من‬ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ َ َ ‫يأ ْبى: قا ْل: من أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّمة وممن عصمان ِي فقمد أ‬ َ َ َ ْ َ َ . yaitu tidak dibiarkan bebas sia-sia. Seorang muslim harus merenung dan memahami bahwa ia diciptakan. tidak diabaikan dan tanpa aturan. Dari uraian di atas.(‫)رواه البخاري‬ “Tiap-tiap ummatku masuk Surga kecuali yang menolak. Sebuah kesuksesan masa depan yang gemilang. Ditanyakan kepada beliau: “Siapa yang menolak ya Rasululllah?” Beliau menjawab: “Siapa yang Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Aturan itu adalah yang dibawa oleh Muhammad Rasul yang diutusNya untuk kepentingan ini. yang didambakan oleh setiap insan yang berakal sehat dan berfikiran normal. tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Raja yang sebenarnya. padahal diri mereka mengakui kebenarannya. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?. mulai dari kebutuhan oksigen untuk bernafas sampai rumah sebagai tempat berteduh dan lain-lainnya sampai halhal yang di luar kesadaran manusia. Itulah sebabnya Allah mengutus rasulNya ketengah-tengah manusia.” (Al-Mukminuun: 115-116). Hanya saja banyak di antara mereka sendiri yang menolak. Artinya ia. Semua itu bukan untuk hal yang sia-sia. seperti disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an: “Mereka mengingkari ayat-ayat Allah. Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia. siapa yang taat kepada rasul-Nya. Tidak lain untuk membimbing mereka. Aturan itu adalah aturan yang menata kehidupan manusia agar selamat di dunia dan di akhirat kelak. diberi rizki dan tidak dibiarkan . Konsekwensinya. maka ia akan selamat dan masuk Surga. Seorang pembaharu abad XII Hijriah. Bagaimana agar ia berada dalam lingkungan kebenaran?.perlu penambahan atau pengurangan untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam. Tentu hanya Allah yang mengetahui aturan paling tepat dan membawa maslahat buat manusia. Karena manusia tidak seperti binatang. Di dalam Al-Qur’an Allah menerangkan: “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami mencipta-kan kamu secara main-main saja. seluruh ummat Islam harus merenung ulang mengapa ia harus beragama Islam?. Maka Maha Tinggi Allah.

sekalipun kerabat terdekatnya. . Artinya loyalitasnya hanya diberikan kepada Allah dan RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dia disekutukan dengan selainNya.‫المشرك ِي ِن‬ ْ ُ ْ . jika dalam peribadatan kepadaNya. dan bertauhid kepada Allah. dan bersikap membebaskan diri. Sedangkan agama lain selain Islam jelas batil dan tidak bermanfaat. أ َش مهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.” (Al-Jin: 18) Konsep yang ketiga: Jika sudah menjadi orang yang taat kepada Rasul Allah. أ‬ َ ‫ْ ُ َم‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َع مد؛ ق مال الل مه‬ ُ ّ َ َ َ َ َ ْ ِ ّ َ . َ ْ ُ َ َ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: قل هذه سب ِي ْل ِي أ َدْعو إ ِلممى‬ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ِ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ ‫الله على ب َصي ْرة أ َنا وم من ات ّب َعن ِمي وس مب ْحان الل مه وم ما أ َن َما م من‬ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ‫ِ َ َم م‬ ِ َ َ َ ٍ َ ِ َ ْ . Al-Bukhari). maka ummat Islam hendaknya benar-benar mampu membuktikan bahwa syari’at Islam yang akan menghantarkan pemeluknya menuju sukses hidup di dunia dan di akhirat. Itulah hakikat Islam yang dengan ucapan singkat berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara mentauhidkan-Nya. mem-benci dan memusuhi kemusyrikan beserta para pendukungnya.‫أ َقول قول ِي هذا واست َغفروا الله، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ْ ُ ُ َ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. maka konsekwensi berikutnya yang harus dipahami adalah prinsip Wala’ dan Bara’. sebagaimana firmanNya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan Allah.‫ت َعالى: ا َل ْحق من رب ّك فل َ ت َك ُون َن من ال ْممت َري ْن‬ َ ِ ْ ُ َ ِ ّ ْ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah Berdasarkan keterangan dan uraian kami pada khutbah pertama.taat kepadaku ia akan masuk Surga dan siapa yang durhaka kepadaku maka ia telah menolak”. Sekalipun Malaikat yang dekat denganNya ataupun Nabi utusanNya. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun didalamnya disamping (menyembah ) Allah. Kaum muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia.. Konsep yang kedua: Seorang muslim harus memahami bahwa Allah tidak ridla. bersikap patuh terhadapNya dengan cara menjalankan ketentuan-ketentuanNya. Jamaah Jum’ah yang berbahagia. (HR. Sebaliknya ia tidak memberikan kecintaan dan kasih sayangnya kepada siapapun yang menentang Allah dan RasulNya.

‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ف ماذْك ُروا الل مه ال ْعظي مم ي مذْك ُرك ُم واس مأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ م من فض مل ِه ي ُعطِك ُمم‬ ‫َم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‪ajaran Islam‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. رب ّن َما ظَل َمن َما‬ ‫ْ م‬ ‫ٌ َ م‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ م‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. dan kaum‬‬ ‫‪Muslimin. serta memberikan permusuhan kepada musuh-musuh Allah dan‬‬ ‫. Kenikmatan yang Agung Dan Sempurna‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Taufik N.‪RasulNya‬‬ ‫‪Sedangkan jalan ke sana sekarang harus ditempuh dengan tashfiyah‬‬ ‫‪(pemurnian) dan tarbiyah (pendidikan).‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ‫َ ِ يم ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َم م َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ‫ً‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم َ‬ .‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُمم ل َعل ّك ُمم ت َمذَك ّرون. bertauhid kepada Allah‬‬ ‫‪dan hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah. الل ّهم صل على محممد وعل َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ مى آل محممد‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد. يما أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َم َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‫.‪Sebagai bukti seorang telah mempercayai Islam sebagai agama yang benar‬‬ ‫‪maka ia harus mengikuti dan taat kepada Rasul Nya. RasulNya. yang dianggap merupakan bagian dari ajaran‬‬‫. وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه.T. sebab ajaran Islam telah banyak‬‬ ‫‪disusupi ajaran-ajaran asing.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫02‬ ‫‪Islam. ق مال ت َع مالى: ي َ ما‬ ‫م‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنتمم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.S.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْم مان ول َ ت َجع مل ف مي‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّمذي ْن ءامن ُموا رب ّن َما إ ِن ّمك رءُوف رحي ْمم.Pd‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه.

ُ َ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب ِمه وا ْل َرح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ْ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. dan dibuatNya untuk alam semesta. Al-Ahzab: 62) dan juga firmanNya: “. sahabat-sahabat.. termasuk manusia.18 km/detik memulas siang dan malam . Dan kamu sekali-kali tidak akan menjumpai perubahan pada sunnatulllah. ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ ‫ُم‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ْ ْ ُ َ َ ‫سدي ْدا.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Ma’ asyirol Muslimin Rahimakumullah Segala puji hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin.. seperti kebanyakan sifat manusia. Hadirin Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Nikmat yang sangat besar yang harus kita syukuri adalah iman dan Islam serta diciptakannya alam semesta untuk manusia. agung lagi mulia yang merupakan rahmat dan nikmat bagi seluruh alam. niscaya imbang centripental dan centrifugalnya(gaya/tarikan kedalam dan keluar) akan . sebagaimana firmanNya: “. Al-Isra’: 77) Jika kita renungkan. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . dipuji dan ditaati . Dan tidak akan kamu dapati suatu perubahan pada ketetapan kami itu. suatu sunnatullah yang tidak pernah berubah.” (QS. Dialah Al-Khaliq yang telah menurunkan Islam sebagai aturan yang adil.” (QS.79 km/detik. Tiada Dzat yang patut disembah. merengggang 147 juta km dan maksimal 152 juta km dengan kecepatan 29. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . melahap tahun demi tahun dengan kecepatan 11. dan para pengikutnya yang setia berjuang untuk menyebarkan risalah Islam keseluruh penjuru dunia. diibadahi.. planet bumi yang mengelilingi surya berenang dalam lintasan ellips.‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.. kemudian dipilihnya planet bumi sebuah planet yang nyaman untuk kita tempati. Andaikan saja tidak ada ketetapan /keteraturan dalam sunnatullah ini atau bumi dan planet lainnya tidak mau taat pada aturanNya. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada penutup para nabi dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam beserta keluarga.

Dari akibat ulah manusia semacam inilah kita bisa menyaksikan kerusakan yang dahsyat baik itu berupa penyakit kelamin.tersita fatal. bahkan dalam sebuah kandang sekalipun tidak ada hewan jantan kawin dengan hewan jantan atau sebaliknya. dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Aku ridlai Islam menjadi dien-mu. Kita juga melihat keteraturan alam semesta ini pada dunia hewan dan tumbuhtumbuhan. yang bisa menyulap bumi akan menjadi gersang ataupun beku sehingga menjadi pemukiman yang tidak membetahkan insan. hampir tidak pernah kita jumpai. Mereka semua tunduk dan bertasbih kepada Allah sebagaimana firmanNya: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. lantas bumi akan anjlok ke perihelion dan ephelion lain. ternyata tidaklah cukup dengan aturanaturan alam ini saja.” (QS. Raja Yang Maha Suci. wanita kawin dengan wanita. sebagaimana firmanNya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu Ad-Dien (agama/jalan hidup)mu. kita dapati pria kawin dengan pria. baik di dunia maupun di akhirat.” (QS. Akan tetapi wahai kaum muslimin yang mulia. Ketika Allah telah membuat hidup mereka berpasang-pasangan. bahkan manusia kawin dengan alat yang dibuatnya sendiri. Sungguh segala puji bagi Allah yang membuat sunnatullah ini bersifat tetap. manusia yang diberi kelebihan nikmat yang paling utama berupa akal. Wahai kaum muslimin rahimakumullah! Merupakan kenikmatan yang agung. AlJumu’ah: 1). yang jika kita bandingkan dengan nikmat alam semesta ini. niscaya alam semesta dan dunia ini tidak berarti apa-apa. Manusia dengan akal dan potensi hidup lainnya berupa kebutuhan jasmani.naluri dan hawa nafsunya ternyata bisa dan mampu melakukan penyimpangan dari aturan-aturan Allah. sehingga hal yang tidak kita temui dalam kandang ayam sekalipun justru saat ini kita temui pada kehidupan manusia. Mereka senantiasa tunduk kepada aturan-aturanNya. sempurna dan satu-satunya yang akan menjamin tercapainya kebahagiaan hidup manusia.Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. kerusakan moral dan kerusakan lain yang terjadi di darat maupun di laut. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia. Al-Maidah:3) Jama’ah Jum’ah rahimakumullah . itu adalah nikmat Iman dan Islam. mereka senantiasa konsisten dengan aturan-aturan yang diciptakan untuk mereka.

dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Dzat yang Maha Mengetahui. Ma’asyirol muslimin rahimakumullah Sungguh agung dan besar nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita berupa Islam dan sesungguhnya kita wajib mensyukurinya yaitu dengan menggunakan syariat Islam untuk mengatur aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada aturan lain yang bisa memanusiakan manusia semanusiawi mungkin selain aturan dari Pencipta manusia. hanya dengannyalah dapat tercapai keserasian dan kebahagiaan hidup manusia. yang terjelma dari nutfah yang terpancar.” Dan dalam ayat lain Allah menegaskan: “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu. Kaum muslimin rahimakumullah. Dengan nikmat Allah yang berupa akal dan indra. dan batapa .303. Oleh sebab itu Islam merupakan karunia dan nikmat Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu yang nyata. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman.merupakan aturan sekaligus jalan hidup yang dibuat Allah. sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7: “Jika kalian bersyukur (terhadap nikmatKu) niscaya Aku tambah nikmatKu kepadamu dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) niscaya azabKu sangat pedih. marilah kita bersama-sama merenungkan kemudian kita bersyukur. Thaaha: 124). karena siapa yang lebih tahu hakikat manusia selain Pencipta manusia?. betapa matahari yang besarnya 1. sungguh kehinaan hidup di dunia dan azab Allah di akhirat yang akan kita terima. Sungguh betapa besar jagat raya ini.” (QS.600 x bumi (satu juta tiga ratus tiga ribu enam ratus kali besar kali bumi) hanyalah ibarat setitik debu dalam galaksi (gugus bintang) Bima Sakti. Al-Baqarah: 208) Dan jika kita menginginkan nikmatNya dengan melecehkan aturan-aturanNya baik sebagian apalagi keseluruhan.masuklah kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian maengikuti jejak langkah syaitan.Islam dengan aqidah dan syari’ahnya. pencipta manusia.” (QS. maka sungguh baginya penghidupan yang sempit. Maha Adil dan Bijaksana yang tidak saja mengatur manusia dengan diriNya (dalam hal aqidah dan ibadah) tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lainnya dalam hal mu’amalah dan ‘uqubat (hukuman).maka bumi ibarat super debu yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dan manusia adalah super-super debu yang tertata dari sari tanah.

niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (QS. bahkan Allah telah menjamin suatu bangsa yang penduduknya beriman dan bertaqwa yakni menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Padahal jagat raya yang besar dan luas saja tunduk pada aturanNya. merasa sombong dan ujub. betapa tinggi dan luasnya ilmu Allah dan betapa kecil dan kerdil manusia. أ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ .Maha Besar Pencipta jagat ini dan sungguh betapa kecilnya manusia bila dibandingkan dengan jagat raya ini. Al-A’raf: 96). dengan firmanNya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertaqwa.‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫وممن ي ُض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. Sehingga merasa mampu untuk membuat aturan untuk mengatur dirinya sendiri. dengan akalnya kadangkadang manusia merasa lebih tahu dari Allah. berpaling dari syari’atNya. sehingga nikmat yang berupa akal ini justeru digunakan untuk mengkufuri nikmat yang lebih besar yaitu Islam.” (QS. mengapa kadangkadang menusia berpaling?. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. betapa sempurnanya Allah telah menurunkan ayat-ayat yang tersirat dalam alam semesta maupun yang tersurat dalam kitabNya. dan meskipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk. lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan dua tangannya. keseluruhan ataupun sebagian dan sungguh beruntung dan berbahagialah orang–orang yang senantiasa menjalani kehidupannya seraya menyesuaikan dengan perintah dan laranganNya. وقل رب اغفر وارحم وأ َن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ُ َ ُ ِ ّ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ ُ . pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم ب ِاليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل من ّي ومن ْك ُمم‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ْ ِ ‫ت ِل َوت َه إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. Sungguh kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka. AlKahfi:57) Sungguh sangat rugi orang-orang yang berpaling dari syari’atNya. bukankah Allah telah berfirman: “Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhanmu. mengatur keluarganya dan orang sekelilingnya seraya berpaling dari ayat-ayat Allah. berpaling dari Islam.

wordpress. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب َماعه، وأ َرن َما ال ْباطِمل‬ ‫م َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫: ‪Sumber‬‬ ‫‪www.or. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم.com‬‬ ‫12‬ . قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإ ِن الل مه أ َمرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصمل ّون عل َمى الن ّب ِمي، ي َما أ َيهما َ ال ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مذي ْن‬ ‫َ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫ّ م ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫قري ْب.alsofwah. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.

أ‬ ‫ِ َ م ِ َ ِ ْ َ م ِ حم مدُهُ سمب ْحا َن َه‬ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫وهو ال ْمحمودُ على ك ُل حمال. وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل‬ َ َ ‫مه إ ِل ّ اللمه وحمدَه‬ ّ ْ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ّ َم‬ ُ َ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ل َشممريك لممه ذو ال ْعظَمممة وال ْجل َل وأ َشممهد أ‬ ُ ُ َ َ ْ ِ َ ‫ِ َ ْ َ ُ ن محمممدا عبممدُه‬ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ ‫ورس مول ُه وخل ِي ْل ُ مه الص مادقُ ال ْمق مال. Mari kita sama-sama meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita. dan dikurangi bobot kewajibannya. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ ‫َ َم‬ ُ َ ‫ُ َم‬ ‫فيا أ َي ّها الناس، ا ِت ّقوا الله ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، حي ْمث قمال اللمه‬ ّ َ ِ ‫َ ّ َم‬ َ َ َ ُ ُ َ َ ّ ‫ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقممات ِه ول َ ت َممموت ُن إ ِل‬ َ ّ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ . saya selaku khatib ingin membahas sebuah tema yang sangat penting sekali dan dibutuhkan oleh umat Islam yaitu: Kewajiban kita berpartisipasi dalam dakwah Islamiah. kamus Mu’jamul Wasit 1/286). Pada jum’at yang berbahagia ini. Ubaidillah Al-Ghifary َ َ ِ ْ ُ ْ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْمحمود على ك ُل ح مال، ا َل ْموص موف ب ِص مفات ال ْجل َل‬ ِ َ ِ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ِ ٍ ‫ّ َم‬ َ ‫وال ْك َمال، ال ْمعروف بمزيد ا ْلن ْعمام وا ْلفض مال. untuk memenuhi panggilanNya. الل ّه مم ص مل عل َ مى عب ْ مدك‬ ‫َ َم ِ َ ُ ّ َ ّ َ م‬ َ َ ُ ْ ُ َ َ ِ ‫ّم‬ ُ ّ ‫ورسول ِك محممد وعل َمى آل ِمه وأ َصمحاب ِه خي ْمر صمحب وآل وسمل‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ ِ َ ْ ٍ َ ٍ َ َ م‬ ‫َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ْ ‫ت َسل ِي ْما كثيرا. وقال رسول الله‬ ِ َ َ ُ َ َ ِ Jamaah Jum’at yang berbahagia. memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (Ali Imran:104). dan ajakan (kamus Ash Shihah 6/2336. sebaiknya kita memahami: Apa itu dakwah? Dakwah secara bahasa adalah berarti seruan. mari kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan. Tidak boleh kategori diabaikan. yaitu menunaikan ibadah shalat Jum’at. Hal itu disebabkan terdapat banyak perintah dalam Al-Qur’an dan As Sunah untuk berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar. diacuhkan. Dalam kesempatan ini. yang penuh kegelapan menuju Islam yang terang benderang. . dengan sebenar-benar takwa. dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti. Dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sebelum membicarakan pokok permasalahannya. Shalawat dan salam kita berikan kepada nabi besar Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam yang telah menuntun umat manusia dari jahiliyah.Kewajiban Kita Berpartisipasi Dalam Dakwah Ilallah Oleh:Muh. Semua umat Islam sepakat bahwa dakwah adalah amalan yang disyariatkan dan masuk kategori fardhu kifayah. Adapun menurut istilah pengertiannya banyak sekali.‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت‬n ‫وأنت ُم مسل ِمون. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan yang dibawa oleh para rasulNya dengan cara membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan (Majmu’ Fatawa oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 15/157). seperti firman Allah: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan. di antaranya adalah menurut syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Mencegah dari yang mungkar. kalau tidak mampu. mengerjakan amal shalih dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.(‫حمر الن ّعم. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : َ ِ ْ ْ ِ ‫ل َن ي َهدي َك الله ب ِك رجل ً واحدا خي ْر ل َمك ممن أ َن ي َك ُمون ل َمك ممن‬ َ ْ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ُ ٌ َ ً ِ َ . )رواه مسلم‬ ِ ُ ُ ِ َ “Sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau (dakwah engkau) maka itu lebih baik bagimu daripada engkau . “Dan setelah itu tidak ada iman sedikitpun. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar (lihat Jami’ul Bayan oleh At-Thabary 4/26). Allah berfirman: ”Kamu semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf. Kalau menjadi penjelas maknanya jadilah kamu wahai kaum mukminin sebagai umat yang menyeru kepada kebaikan. dan 3. maka akan mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan. Oleh sebab itu wajiblah bagi kita untuk semangat berpartisipasi dalam berdakwah menyebarkan Islam ke mana saja dan di mana saja kita berada. wahai kaum muslimin bahwa dakwah Ilallah merupakan kewajiban yang disyari’atkan dan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul kaum muslimin seluruhnya. seandainya umat ini tak mau berdakwah. Sebab mulianya umat dengan dakwah. Adapun orang yang berdakwah karena hanya ingin mengharapkan ridha Allah dalam dakwahnya.” (Lihat Tafsil AlQur’an Al-‘Azhim. mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. maka Allah akan memberikan padanya balasan yang setimpal. Mau beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110). oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. Huruf (‫ )من‬disitu berarti penjelas. kalau tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya. Jadi dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah akan memberikan predikat yang terbaik kepada umat manusia bila memenuhi tiga syarat yaitu: 1. Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat khairu ummah. 1/390). Jamaah Jum’at yang berbahagia. Kewajiban ini wajib atas setiap muslim. Menyuruh kepada yang ma’ruf 2. maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. sebagaimana hadits shohih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. dan kerugiannya akibat meninggalkan dakwah.” (Fushshilat: 33).” Dan pada riwayat lain. “Barangsiapa yang melihat kemungkaran. Atau sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .Ayat ini bersifat umum dan merupakan kewajiban atas setiap individu untuk melaksanakannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. maksud dari ayat ini adalah jadilah kamu sekelompok orang dari umat yang melaksanakan kewajiban dakwah. Jamaah Jum’at yang berbahagia. dan itulah selemah-lemah iman. Artinya setiap muslim dituntut untuk berdakwah sesuai kemampuannya dan peluang yang dimilikinya. hal itu sesuai dengan firman Allah: “Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah. Ingatlah. hendaklah mengubah dengan lisannya. Dakwah merupakan pekerjaan terbaik.

memiliki onta merah.” (Hadits shahih riwayat Muslim dalam kitab fadha’il, no. 2406). Jadi, karena dakwah merupakan perbuatan terbaik dan pelakunya akan dibalas dengan balasan yang besar. Maka dengan segera Rasulullah tetap tegar dalam dakwah, walau diganggu, dipersulit dan meskipun akan dibunuh tidaklah hal itu menghalangi beliau dalam berdakwah demi tegaknya dien Islam. Para da’i hendaknya menyadari bahwa ancaman, intimidasi, dan teror serta ancaman bunuh dari musuh adalah sunnatullah yang sudah dialami para nabi sebelum Nabi Muhammad dan hal itu akan berlanjut sampai hari Kiamat. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Marilah kita sejenak merenung dan meresapi untaian di bawah ini. Apa yang dialami Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan para sahabat dalam berdakwah? Mereka disiksa, diteror ada yang dibunuh, bahkan ada pula yang diembargo ekonomi dalam jangka waktu yang lama. Mereka sempat makan rumput-rumputan dan daun-daunan hingga mulut dan lidah mereka pecah-pecah. Apa yang dialami Imam empat yang terkenal itu? Imam Abu Hanifah, beliau dijebloskan dalam penjara gara-gara berdakwah dan mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil. Imam Malik, karena menegakkan kebenaran beliau rela dipukuli sampai kedua tulang belikat beliau hampir lepas karena kerasnya pukulan. Imam Syafi’i, gara-gara membela kebenaran beliau dimasukkan bui dan mau dibunuh oleh raja pada saat itu. Imam Ahmad bin Hanbal, yang pada zamannya ada fitnah dari kaum mu’tazilah bahwa AlQur’an adalah makhluk Allah. Akhirnya, beliau menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah bukan makhluk. Dari pernyataannya yang tegas itu, beliau dimasukkan bui dan dicambuk beberapa kali, hingga sebagian algojo yang menyiksa beliau membuat kesaksian dengan mengatakan, bahwa Imam Ahmad dicambuk sebanyak delapan puluh kali, jikalau gajah dicambuk seperti itu maka akan mati terkapar. Maka beliau terkenal dengan sebutan Imam AsSunnah, karena membela sunnah Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam dan Al-Haq. Lalu apa yang diderita Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya yang terkenal yaitu Syaikhul Islam Ats-Tsani Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah? Ibnu Taimiyah, karena berdakwah dan membela kebenaran, beliau rela masuk penjara, tak sempat menikah hingga beliau mati dalam penjara. Kata-kata beliau yang cukup terkenal yang patut kita ambil pelajaran: “Apakah yang akan diperbuat musuh-musuh kepadaku? Jika aku dipenjara, penjaraku adalah khalwat (untuk beribadah pada Rabb). Jika diasingkan, pengasinganku adalan tamasya. Jika aku dibunuh, kematianku adalah syahadah. Itulah kata-kata beliau dalam tekadnya membela kebenaran. Siapakah yang mampu menundukkan orang-orang yang segala alternatif perjuangannya adalah serba baik, sebagaimana beliau? Tidak ada, kecuali Maha Perkasa yang dengannya justru menaklukkan manusia ke dalam lindungan syari’at Islam nan agung dan penuh rahmat (Lihat buku Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah oleh Abul Hasan An-Nadawi).

Ibnul Qayyim, dalam membela kebenaran ia rela diikat badannya lalu diarak keliling kampung dan diludahi masyarakat, namun beliau tetap tegar dalam berdakwah sampai akhir hayatnya (Dari kitab Zadul Ma’ad). Adapun ulama-ulama yang baru-baru ini meninggalkan kita, yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (2000 M) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani. Mereka adalah ulama-ulama yang gemar berdakwah dan menyebarkan Islam hingga akhir hayatnya. Begitu juga Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsai-min yang telah wafat pula (1421 H / 2001 M). Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Seorang da’i haruslah pandai dalam menyampaikan dakwah. Sebab darinyalah satu sebab dari beberapa sebab umat dapat paham Islam yang benar. Oleh karena itu dakwahnya harus sesuai Al-Qur’an dan As Sunah serta sesuai dengan manhaj nubuwwah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Sebagaimana hal itu sesuai dengan firman Allah: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125). Seorang da’i haruslah selalu introspeksi diri, apakah dakwahnya karena Allah atau karena yang lain: Dalam firman Allah di atas tadi, kata bil hikmah, Imam Syafi’i memberi komentar: “Setiap hikmah dalam Al-Qur’an berarti As-Sunnah”. Dan berkaitan dengan kata As-Sunah artinya adalah dakwah itu harus mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, bukan berdakwah mengajak orang pada golongan, partai tertentu yang marak hari ini, demokrasi, sekularisme dan lain-lain yang antagonis dengan Islam, silakan lihat komentar Imam Syafi’i dalam kitab Al-Madkhal fil Aqidah, hal 24. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Dakwah itu mempunyai urgensi yang banyak sekali, namun intinya kurang lebih adalah tersebarnya kebenaran pada umat manusia (khususnya kaum muslimin), lalu mereka bisa merubah pola pikir hidupnya dari jelek menjadi baik, dari beribadah kepada makhluk berubah menjadi beribadah kepada Khaliq. Lalu mereka membela Islam, mendakwahkan Islam semampunya hingga dengan usaha mereka setelah rahmat Allah manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Maka alangkah bahayanya kalau dakwah itu sampai tidak berjalan, mogok total tanpa ada yang menjalankan, maka ketika itu adzab Allah akan turun ke bumi menimpa manusia semuanya. Apakah di dalamnya itu orang beriman atau bukan beriman. Firman Allah: “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim di antara kamu, dan ketahuilah Allah amat keras siksanya”. (Al-Anfal: 25). Jamaah Jum’at yang berbahagia. Demikian ringkasan dari kutbah Jum’at yang saya sampaikan, yang intinya sebagai bahan ringkasan dari khutbah tersebut adalah marilah kita tingkatkan partisipasi kita dalam berdakwah sesuai dengan kemampuan kita, profesi kita, hingga Allah memanggil kita, karena keutamaan umat ada dalam dakwah dan kerugian umat akibat meninggalkan dakwah. Sekali lagi mari kita tingkatkan semangat kita berdakwah sesuai dengan manhaj salafush shalih. Semoga Allah menolong kita dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Amin ya Robbal’alamin.

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب.‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م ٍ‬ ‫ِ‬ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن همدانا اللمه.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ ش مريك ل َمه. وأ َش مهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ‬ ‫عبده ورسول ُ ِه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وم من‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫ت َبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ ٍ َِ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫َ َم َ‬ ‫ُ‬ ‫فيا أ َي ّها ال ْمؤمن ُون، ا ِت ّقوا اللمه ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، واعل َمموا أ َن‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َم ِ َ ْ ُ ْ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫الله ومل َئ َك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، صل ّوا عل َي ْه وس مل ّموا ت َسمل ِي ْما.‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ّ‬ ‫الل ّهم صمل وسمل ّم عل َمى محممد وعل َمى آل ِمه وصمحب ِه والت ّماب ِعي ْن‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ م‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ م ِ َ‬ ‫أ َجمعي ْن ب ِرحمت ِك ي َما أ َرحمم الراحمي ْمن. الل ّهمم اغفمر ل ِل ْممؤمن ِي ْن‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ َ َ م‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ّ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحي َ ماء من ْه مم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ م موات.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫الل ّهمم أ َرن َما ال ْحمق حقما وارزقن َما ات ّبماعه، وأ َرن َما ال ْباطمل بما َطِل ً‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ُ ّ ِ م‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنمما مممن‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب. رب ّنا آت ِنا في ال مدّن ْيا حس من َة وف مي‬ ‫ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآء ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬

‫22‬
‫‪Istighfar Dan Taubat Adalah Kunci Rizki Dan keberkahan dari Allah‬‬ ‫‪Ta'ala‬‬ ‫‪oleh: Anton Zamroni‬‬ ‫‪Khutbah pertama‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬

َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ .‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ َ ُ ‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُ َ مات ِه ول َ ت َم موت ُن إ ِل ّ وأن ُ مم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ ‫َ تم‬ َ ِ ‫َ َ ّ قم‬ َ ‫مسل ِمون. يا أ‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُمم ال ّمذي خل َقك ُمم م من ن َف مس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك‬ ُ َ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله ك َمان عل َي ْك ُمم رقي ْب ًما. ي َما‬ ‫م‬ ‫ْ َ ِ م‬ َ َ ‫َ م‬ ّ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُموا ق مول ً س مدي ْدا. ي ُص مل ِح ل َك ُمم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ً ِ َ َ ْ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورس مول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فق مدْ ف ماز‬ َ ‫َم‬ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ .‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ .‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهممم ب ِإ ِحسممان‬ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ .‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ... Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan jama’ah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Jamaah Jum’at yang berbahagia ... Di antara hal yang menyibukkan hati kaum muslimin adalah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sebagian besar kaum muslimin memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizki mereka. Kemudian tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syari’at Islam tetapi mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan hukum halal dan haram. Mereka itu lupa atau berpura-pura lupa bahwa Allah men-syari’atkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi ummat manusia dalam perkaraperkara kebahagiaan di akhirat saja. Padahal Allah mensyari’atkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia. Sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiallaahu anhu , ia berkata:

‫: رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخممرة‬n ‫كان أ َك ْث َر دُعاء الن ّب ِي‬ ِ َ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ّ .‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ

sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. 3. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. maka taubatnya tidak sah. no. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang lebih baik (sebagai ganti). Bab Qaulun Nabi Rabbana Aatina fid Dunya Hasanah.“Sesungguhnya do’a yang sering diucapkan Nabi adalah. .. Hendaknya ia harus menjauhi maksiat tersebut. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .. “Wahai Tuhan Kami’ karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat. serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi. Ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi.. tidak membekas di dalam hati sama sekali. Sebagaimana firman Allah tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya: “Maka aku katakan kepada mereka. bahkan tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan.. ‘Mohon ampunlah kepada Tuhanmu’. Ma'asyirol Muslimin a’azza kumullah . (Shahihul Al-Bukhari. 2. ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga: 1. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami ingin menjelaskan tentang berbagai sebab di atas dan meluruskan pemahaman yang salah dalam usaha mencari rizki . menyesali dosa yang telah dilakukan. Begitu pula Imam An-Nawawi menjelaskan: “Para ulama berkata. Tapi sebaliknya. II/191). Jika salah satu syarat hilang. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Hadist 6389. Allah dan RasulNya tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan dan keraguan dalam usaha mencari penghidupan. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah.” (Nuh: 10-12) Yang dimaksud istighfar dan taubat di sini bukan hanya sekedar diucap di lisan saja. niscaya Allah akan memudahkan mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari setiap arah. Kitabud Da’awat. Sekiranya ummat ini mau memahami dan menyadarinya. sebab-sebab mendapat rizki telah diatur dan dijelaskan.” Sedangkan makna taubat sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam ArRaghib Al-Asfahani adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. Jika keempat hal itu telah dipenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna. dan jagalah kami dari siksa api Neraka”. Ia harus menyesali perbuatan (maksiat) nya. Tetapi yang dimaksud dengan istighfar di sini adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib AlAsfahani adalah “Meminta (ampun) dengan disertai ucapan dan perbuatan dan bukan sekedar lisan semata. Di antara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah.

Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . jika berupa had (hukuman) maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalas atau meminta maaf kepadanya dan jika berupa qhibah (menggunjing). melancarkan urusannya dan menjaga keadaanya. melimpahkan air susu..” (Hud: 52) Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan: “Kemudian Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar sehingga dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini. “Dan (Hud berkata). Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan.’Beristighfarlah kepada Allah!.Jika taubatnya berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (surat Nuh: 10-12) berkata: “Maknanya. Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain lagi berkata kepadanya. ’Do’akanlah (aku) kepada Allah.’Hai kaumku. dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang . Ia akan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. memperbanyak harta dan anak-anak untuk kalian. yaitu hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang lain. niscaya Ia akan memperbanyak rizki kalian. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya. Jika berupa harta benda maka ia harus mengembalikan. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . bahwasannya ia berkata: “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya. maka ia harus meminta maaf. Imam Al-Qurtubi menyebutkan dari Ibnu Shabih. ‘Beristighfar kepada Allah! Dan yang lainnya lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula). jika kalian bertaubat kepada Allah. kemudian memerintah-kan bertaubat untuk waktu yang mereka hadapi.. Kemudian di ayat yang lain Allah yang menceritakan tentang seruan Hud kepada kaumnya agar beristighfar. Dan pada surat Hud di ayat yang lain Allah juga berfirman: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya (jika kamu mengerjakan yang demikian (niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan. niscaya Dia kan menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan membawa kekuatan kepada kekuatanmu dan juga janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.. maka beliau berkata kepadanya. yaitu ketiga syarat di atas ditambah satu. agar ia memberiku anak!!’ maka beliau mengatakan kepadanya.. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. niscaya Allah akan memudahkan rizkinya. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungaisungai di antara kebun-kebun untuk kalian. meminta ampun kepadaNya. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.

َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.” Ma'asyirol Muslimin A’azza kumullah .. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ . niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka. An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata. 4/55) Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .‫ي َحت َسب‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ِ ْ “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah).yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Dalam hadist yang mulia ini. Salah satunya yaitu..” (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Karena itu. Imam Al-Qurthubi mengatakan:”Inilah buah istighfar dan taubat.” (Hud: 3). maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari kiamat. kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar. Nabi menggambarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. Dan hendaklah kita selalu waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Yang memiliki kekuatan akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak pernah diharapkan serta tidak pernah terbersit dalam hati. 4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh (Hamisy AlMusnad. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Allah tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian. Jika kamu berpaling. Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ا ْل ِست ِغفار جعل الله من ك ُل هم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ْ َ َ ٍ ِ ّ َ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل‬ َ َ َ َ ً َ ْ َ . baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ . bahwa Allah Yang Maha Esa..‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ .. Abu Daud.

saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. الل ّه مم اغف مر ل ِل ْمس مل ِمي ْن‬ ِ َ َ ْ ُ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ . Allah akan menjadikan untuknya kebun yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a.. Allah akan mengampuni dosa-dosa hambaNya. Bahwasannya telah disyari’atkan oleh Allah kepada kita untuk senantiasa ber-istighfar dan taubat dengan lisan yang disertai perbuatan. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya. Allah akan memperbanyak harta dan anak-anak. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. الل ّهم أ َعت ِق‬ َ ِ َ ْ ْ ّ ُ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ . lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan-keadaan kami. Karena itu. ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّمه م ما عل ِمن َما من ْمه وم ما ل َمم ن َعل َمم‬ ‫ِ َم َ ْ م ِ ُ َ َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ ِ َ ‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. Allah akan membukakan pintu-pintu rizki dan keberkahan baik dari langit maupun dari bumi. الل ّهم صل على محممد وعل َمى آل محممد‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Allah akan menurunkan hujan yang lebat. dan mudahkanlah rizki -rizki kami. jadikanlah kami termasuk hamba-hamba Mu yang pandai beristighfar. di dunia maupun di akherat. Karena istighfar dan taubat dengan lisan semata tanpa disertai dengan perbuatan adalah pekerjaan para pendusta. Ya Allah. marilah pada kesempatan ini kita berdo’a kepada Allah. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1.‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ Ya Allah.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. Bahwasannya dengan istighfar dan taubat. jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu bertaubat dan beristighfar.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ٌ ‫َ ِ يم‬ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ ‫َم م‬ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْمدٌ مجي ْمد. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. 2. Kembali pada khutbah yang kedua ini. memohon ampunan atas segala dosa dan menjadikan kita termasuk orangorang yang pandai ber istighfar agar Allah senantiasa membukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi. أ‬ َ ْ ِ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Jadi dengan istighfar dan taubat..

‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ُ ُ ْ َ‬ ‫وَب َث من ْهُما رِجال ً ك َث ِي ْرا وَن ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِيْ ت َسآءل ُوْن ب ِهِ وَا ْل َرحام إ ِن‬ ‫َ ً َ ُ‬ ‫ْ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫الله كان ع َل َي ْك ُم رقِي ْبا.‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ِ‬ ‫…‪Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah‬‬ .‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سمعارهم وآمن ْهمم فمي‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم.‬ ‫ْ َ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وَقُوْل ُوا قَوْل ً سد ِي ْدا.‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ ْ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُهُ‬ ‫َ‬ ‫وَرسوْل ُه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفمي الخمرة حسمن َة وقن َما‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ م‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ ْ ُ ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫32‬ ‫‪Ilmu. Simbol Kejayaan Umat‬‬ ‫‪Afifi Widodo‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫ومن سيئات أ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ّ َ ِ ع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫واسأ َل ُوه من فضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫َ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حقّ ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن.‫رقاب َنا من النار وأ َوسع ل َنا من الرزق في ال ْحل َل، واصرف عن ّما‬ ‫ِ َ ْ ِ ْ َ م‬ ‫ّ ْ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ َ‬ ‫ِ م َ ّ م َ ْ ُ م َ‬ ‫فسقة ال ْجن وا ْل ِن ْس ي َما حمي ي َما قي ّموم ي َما ذا ال ْجل َل وا ْل ِك ْمرام.‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ ّ َ ّ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫اللهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوْم ِ‬ ‫الد ّي ْن. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َع ْمال َك ُم‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ً‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل َه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما.‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ُ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫أ َما ب َعْد؛ فَإ ِن أ َصد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ‫َ ِ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫ّ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ع َل َي ْهِ وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ َ ّ َ مورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك ُل‬ ‫َ ٌ‬ ‫ٌ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ َ‬ ‫ضل َل َةٍ في النار.

Akan tetapi sayang seribu kali sayang. Lalu. Syahadatpun harus selalu kita benahi. Jadilah bangku-bangku sekolah didoktrin dengan kurikulum negara maju. Akankah kita bergelimang dalam kebodohan. tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti. Selanjutnya… jamaah Jum’at yang berbahagia. Lalu apa yang menghalangi kita untuk segera meraup ilmu dien (agama). Hingga hampir menjadi kesepakatan setiap jawara bangsa. AlBukhari secara mu’allaq). Sanjungan shalawat kita sampaikan kepada Baginda Rasul. Dari mimbar ini pula saya serukan kepada diri saya pribadi. ujung tombak pembawa pelita kehidupan. mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan nilai-nilai taqwa. Sesungguhnya pada hari ini hanya ada amal tanpa hisab (perhitungan). sebagian da’i yang mempertengkarkan tentang cap intelektual muslim pun justru menuding kolot terhadap orang yang tekun mempelajari agamanya karena terfitnah oleh kilauan dunia. padahal kebodohan adalah lambang kejumudan. biar lebih mendekati makna yang hakiki. Jamaah Jum’at yang mulia. telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu. bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Bahkan pikiran sebagian besar kaum muslimin pun tak jauh berbeda dengan kaum sekulernya.” (HR. sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar suksesnya masa depan kita? . Jamaah Jum’at yang berbahagia! Ilmu. dan akhirat akan datang menjelang. hingga kini kita tetap bertahan menjaga keimanan kita sebagai tingkat nikmat yang paling tinggi. dan keduanya mempunyai anak-anak. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. hanya dengan taqwalah kita selamat di hari pengadilanNya.Rasanya tak habis-habisnya kita mesti bersyukur kepada Allah. karena dari limpahan rahmat dan karuniaNya. umumnya kepada para jamaah sekalian untuk selalu menjaga. Akankah kita membekali diri kita bagaikan si buta di tengah rimba belantara tak tahu apa yang akan menimpanya. dan besok hanya ada hisab (perhitungan) tanpa amal. Yang lebih memprihatinkan lagi.‫حساب وَغ َدا حساب وَل َ ع َمل‬ ٌ َ ِ ً ٌ َ ِ “Dunia akan pergi berlalu. Padahal bahaya itu sebuah kepastian yang telah tersedia. bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya. Bukankah kita pernah mendengar wasiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu : ،‫ا ِرت َحل َت الد ّن ْيا مد ْب ِرة ً وارت َحل َت الخرة ُ مقب ِل َة وَل ِك ُل واحد َةٍ من ْهُما ب َن ُوْن‬ ِ َ ّ ً ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ِ َ ْ ٌ َ ِ َ ‫فَك ُوْن ُوا من أ َب ْناء الخرةِ وَل َ ت َك ُوْن ُوا من أ َب ْن َاء الد ّن ْيا، فَإ ِن ال ْي َوْم ع َمل وَل‬ ٌ َ ِ ّ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ٌ َ . sikap ambisi meraup dan mengimport ilmu ini berlaku hanya pada masalah duniawi.

)الترمذي‬ ٍ َ “Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati. ا َل ْعُل َماء وَرث َة ا ْل َن ْب ِياء‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ْ َ َ ِ ْ َ ِ ُ ّ َ ً ُ ّ ‫وَا ْل َن ْب ِياء ل َم ي ُوَرث ُوا د ِي ْن َارا وَل َ د ِرهَما وَإ ِن ّما وَرثوا ال ْعِل ْم فَمن أ َخذ َه ُ أ َخذ َ ب ِحظ‬ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ْ ُ َ ْ ّ .” 3. kita semua masih tetap membacanya. sehingga beliau menjadi sasaran bidik kejahatan kaum Syi’ah dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilancarkannya terhadap diri beliau. memang hartanya telah sirna. atau ilmu yang dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya.Ma’asyiral muslimin rahimakumullah! Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengumpulkan keutamaan ilmu ini dalam 13 point: 1. Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk golongan fuqara’ (kaum papa).(‫وافِر. tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. gudangnya periwayatan hadits. Setiap kita pasti kenal Abu Hurairah Radhiallaahu anhu. semakin susah pula untuk mencari tempat .‫أ َوْ وَل َد ٌ صال ِح ي َد ْع ُوْ ل َه‬ ٌ َ ُ “Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah. tapi ilmunya tak pernah sirna. Tirmidzi). warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi. sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan. lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk. maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak. 2.” (HR. bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ َ ،‫فَضل ال ْعال ِم ِ ع َلى ال ْعاب ِد ِ ك َفضل ال ْقمرِ ع َلى الن ّجوْم. tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya. Inilah buah seperti yang tersebut dalam hadits Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam : ‫إ ِذا مات ا ْل ِن ْسان ا ِن ْقط َعَ ع َمل ُه إ ِل ّ من ث َل َث؛ صد َقَة جارِي َة أ َوْ عل ْم ي ُن ْت َفعُ ب ِه‬ َ َ ُ َ ٌ ِ ٍ َ ٌ ٌ ِ ُ َ َ َ َ َ ْ ِ . Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya. Bahwa ilmu dien adalah warisan para nabi Shallallaahu alaihi wa Salam. mereka hanyalah mewariskan ilmu. dalam rangka menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Ilmu. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi.

menyimpannya. orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang putusan Allah. termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya orang mentaatinya. menurut ulama adalah Umara’ dan Hukama’ (Ahli Hikmah/Ahli Ilmu/Ulama). tidak akan memadharatkan kepada mereka. Imam Ahmad mengatakan tentang kelompok ini: “Jika mereka bukan Ahlu Hadits maka aku tidak tahu siapa mereka itu”. Ilmu.” (HR. Ulama berfungsi menjelaskan dengan gamblang syariat Allah dan mengajak manusia ke jalan Allah. sebagaimana firmanNya: “Hai orang-orang yang beriman. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.‫الله‬ ِ “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan. 4.” (An-Nisa: 59). mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat. belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya. Para ulama (Ahli ilmu syari’at). Yang menegakkan keadilan.” (Ali Imran: 18). Umat ini akan senantiasa tegak di atas perkara Allah. maka Allah akan fahamkan dia dalam (masalah) dien. Al-Bukhari). 6. Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla adalah yang Maha Memberi. Umara’ berfungsi mengoperasionalkan jalannya syariat Allah dan mengharuskan manusia untuk menegakkannya. Ulil Amri. . Para ulama. bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah. Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana. Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu. tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan RasulNya. Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Ta’ala: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ ‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن وَإ ِن ّما أ َنا قاسم والله هُوَ ال ْمعْط ِي وَل‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ُ ْ ْ َ ِ ْ‫تزال هذه ا ْل ُمة قائمة على أ َمر الله ل َ يضرهم من خال َفهم حتى يأت‬ َ ‫ِي أ‬ ََ ً َ ِ َ ُ ّ ‫َ ُ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ْ َ ّ َ َ مر‬ ِ ِ ِ َ ُ ََ ُ ْ ِ ْ . 5.

yang artinya: Perumpamaan dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah. Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. 11. Orang ‘alim (berilmu) adalah cahaya bagi manusia lainnya. Allah akan pahamkan dia (masalah) dien. Al-Bukhari dan Muslim). Muslim). sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik. beliau bersabda. di antaranya lagi ada sebagian tanah keras yang (mampu) menahan air yang dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia untuk minuman. Sedangkan permisalan bagi orang yang tidak (tidak memperhatikan ilmu) itu (sangat berpaling dan bodoh). 10.‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ْ َ ِ “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan. tidak bisa menahan air yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. (HR.” (Al-Bukhari). Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah. Sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Salam : . 9. dia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang bermanfaat terhadap alam sekitar. Dan sebagian menimpa tanah tandus kering yang gersang. maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga. Dengan dirinyalah manusia dapat tertunjuki jalan hidupnya. Dia bunuh seorang ahli ibadah sebagai korban yang ke-100 karena jawaban bodoh dari si ahli ibadah yang menjawab bahwa sudah tak ada lagi pintu taubat bagi . mengairi tanaman dan bercocok tanam. Sabdanya: َ ً َ َ ْ َ َ َ ً ِ . Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu. tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu. Jamaah sekalian tentunya ingat kisah seorang pembunuh yang menghabisi 100 nyawa. Ilmu adalah jalan menuju Surga.” (HR. maka dia mempelajari dan mengajarkan.7.‫من سل َك ط َرِي ْقا ي َل ْت َمس فِي ْهِ عل ْما سهّل الله ل َه ب ِهِ ط َرِي ْقا إ ِلى ال ْجن ّة‬ ً ِ َ ُ ُ ُ ِ Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu. 8. Maka demikianlah permisalan orang yang memahami (pandai) dalam dien Allah dan memanfaatkan apa yang dengannya aku diutus Allah. sebagian di antaranya ada yang baik (subur) yang mampu menampung air dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak.

Di dunia Allah angkat derajatnya di tengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. Allah akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang alim) di dunia dan akhirat. semoga menjadi pendorong semangat bagi orang yang bercita-cita mulia dunia dan akhiratnya. Akhirnya dia datang kepada seorang ‘alim. pada khutbah yang ke-2 ini.‫ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ أ َجمعِي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ً َ َ ْ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ُ ْ ِ ُ ِ ْ ْ ْ . Bahwa problem yang terbesar di kalangan umat ini adalah al-jahl biddien. bodoh tentang agamanya. . dan disana ia ditunjukkan jalan taubat. sekedar saya simpulkan dari khutbah yang pertama. 12. 2. Tidak akan terangkat derajat umat ini menuju sebuah kejayaan kecuali harus bangkit dan menggali ilmu agama secara benar. Dan di akhirat akan Allah angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan didakwahkannya. 3. أ َما ب َعْد؛‬ ُ ّ ً ْ َ َ ُ Jamaah yang berbahagia. ّ َ ً َ ُ َ ً ْ ‫والله ن َسأ َل ُه أ َن ي َرزقَنا عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل، وَصلى الله‬ ً ً َ ً ِ َ ُ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ . Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Mujadilah: 11 telah berfirman: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.pembunuh nyawa manusia. Ilmu agama yang akan membawa kejayaan adalah ilmu yang diamalkan dari sumber yang benar pula. bila tidak justru akan membawa kepada kehancuran dan laknat Allah.‫وَمن سي ْئات أ َع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه‬ َ ِ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ُ ّ ِ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ْ ُ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُه‬ َ ّ َ ُ ُ َ ‫وَرسوْل ُه صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ت َسل ِي ْما. 1. maka diapun mendapatkan penerangan bagi jalan hidupnya.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah! Itulah point-point penting yang bisa kita nukilkan.

رب ّنا اغ ْفر ل َنا‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ ْ‬ ‫وَل ِخوان ِنا ال ّذ ِي ْن سب َقوْنا ب ِا ْل ِي ْمان وَل َ ت َجعَل فِي قُل ُوْب ِنا غل ّ ل ّل ّذ ِي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ ُ ٌ ّ ِ ٌ َ‬ ‫إ ِن ّك رءوْف رحي ْم. وَبارِك ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫محمد ٍ ك َما بارك ْت ع َلى إ ِب ْراه ِي ْم وَع َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ لى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.‪akhir‬‬ ‫‪Selanjutnya marilah kita berdoa kepada Allah untuk kebaikan kita dan‬‬ ‫. فاذ ْك ُروا الله ال ْعَظ ِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫42‬ ‫‪Kondisi Kaum Muslimin Pada Masa Kini‬‬ ‫‪Oleh: Sardona Siliwangi‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه، ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ ْ ِ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا. الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل محمد ٍ ك َما صل ّي ْت ع َلى‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫إ ِب ْراه ِي ْم وَع َلى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ ن َب ِي ول َ رسول ب َعدَه، قدْ أ َدى ا ْل َمان َة‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫ّ َ‬ ‫وب َل ّغ الرسال َة ون َصح ا ْل ُ‬ ‫مة وجاهدَ في سب ِي ْل ِه حق جهاده.‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل.‬ ‫ِ‬ ‫عباد َ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى ع َن‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن.‫‪Karena itulah mari kita gali ilmu agama secara benar dari sumber aslinya yaitu‬‬ ‫‪Al-Qur’an dan Sunnah melalui pemahaman para Salafus-Shalih yakni para‬‬ ‫‪sahabat radhiyallahu ‘anhum serta para pengikut pola hidupnya hingga hari‬‬ ‫.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهُم اغ ْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات.‪kebaikan kaum muslimin‬‬ ‫َ َ‬ ‫إ ِن الله وَمل َئ ِك َت َه ي ُصل ّوْن ع َلى الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامن ُوا صل ّوا ع َل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما. من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا‬ ‫َ ُ َ ً َ َ َ ِ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ ً َ ً‬ ‫حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار.‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫وَصلى الله ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ي ِوْم ِ الد ّي ْن.‬ ‫َ َ‬ ‫ّ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ّ ِ َ ِ ِ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫الصل َةُ والسل َم على ن َب ِي ّنا ال ْمصطَفى محمد صلى الله عل َي ْه‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ِ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ‬ ‫وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن سل َك سب ِي ْل َه واهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ . الل ّهُم افْت َح ب َي ْن َنا وَب َي ْن قَوْمنا بال ْحقّ وَا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن.

‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت وأ َت ْب ِع السي ّئ َة ال ْحسن َة‬n ‫وقال الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ِ ِ ‫ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن.(‫حسن‬ Jamaah Jum’at hamba Allah yang berbahagia Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah. shahabat dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau dengan baik sampai akhir zaman. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan merubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. sebagaimana Dia telah menjadikaan orangorang sebelum mereka berkuasa. yang dipilih oleh Allah. Dan barangsiapa yang masih kafir setelah janji itu maka mereka itulah orang-orang yang fasiq” (An-Nur 55). وقال‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ ْ . Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah . Mereka tetap menyembahKu dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.ْ ُ ْ ْ َ ْ ِ ْ ْ ‫رب اشرح ل ِي صدْري وي َسر ل ِي أ َمري واحل ُل عقدَةً من ل ِسان ِي‬ ْ َ ْ ّ َ َ ْ ِ ْ ّ َ ْ ِ َ ْ ْ . Dan terlebih-lebih karena Allah masih mengkaruniakan kepada kita dua kenikmatan yang besar yaitu nikmat Iman dan nikmat Islam. Shalawat serta salam selalu terlimpah kepada nabi besar Muhammad beserta keluarga. وقال: يا أ َي ّها‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ َ َ َ :‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. )رواه الترمذي، حديث‬ َ َ َ ُ ْ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ . sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah. yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan yang apabila kita ingin menghitungnya niscaya kita tidak akan sanggup untuk menghitung kenikmatan tersebut. sebagimana firman Allah: “Dan tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah” (Yunus 100). Jamaah Jum’at arsyadakumullah Allah berfirman dalam Al-Qur’anul Karim surat An-Nur ayat 55: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengamalkan kebaikan bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. tidaklah dapat kamu menghitungnya” (Ibrahim 34). karena dengan kedua nikmat ini merupakan satu bukti bahwa kita merupakan umat pilihan.‫ي َفقهوا قول ِي‬ ْ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا‬ ِ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ِ ِ ْ ُ َ ‫الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون.

dan tabi’ut tabi’in. apabila kita melihat kondisi kaum muslimin sekarang. Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita ingat-ingat kembali sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ± 14 abad yang silam: َ ُ ُ َ ْ ،‫ي ُوشك أ َن ت َداعى عل َي ْك ُم ا ْل ُمم ك َما ت َداعى ا ْل َك َل َة إ ِلى قصعت ِها‬ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ ْ ٌ ،‫فقال قائ ِل: أ َومن قل ّة ن َحن ي َومئ ِذ؟ ب َل أ َن ْت ُم ي َومئ ِذ ك َث ِي ْر‬ ٍ َ ْ ْ ٍ َ ْ ُ ْ ٍ ِ ْ ِ َ ٌ َ ُ ْ ‫ول َك ِن ّك ُم غثاءٌ ك َغثاء السي ْل، وسي َن ْزعن الله من صدُور عدُوك ُم‬ ِ َ ُ َ َ ِ ّ ّ َ ِ ُ ّ َ ِ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ‫ال ْمهاب َة من ْك ُم ول ْي َقذفن الله في قل ُوب ِك ُم ال‬ َ َ َ ُ َ َ ‫ُ وهن. yang apabila musuh-musuh mendengar nama-nama mereka maka timbullah rasa takut dalam hati mereka. Tetapi kalian pada saat itu bagaikan buih seperti buih banjir. tabi’in. Ada sahabat bertanya: apakah karena sedikitnya jumlah kita pada masa itu? Beliau bersabda: Bahkan jumlah kalian pada masa itu banyak. yang akan menimpa kaum muslimin. Baihaqi. semuanya sudah hilang. kelompok yang kuat dan kelompok yang dikenal keberaniannya. dimanakah kemuliaan itu? yang telah Allah janjikan dalam firmanNya surat An-Nur ayat 55 di atas. direndahkan. dimana pada saat itu mereka akan dihinakan. maka kita akan mendapatkan bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah. tentang sebuah kondisi yang akan menimpa umat Islam. Setelah kita melihat sekilas sejarah masa lampau. mereka hidup dengan mulia dan terhormat. Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: .Pada kesempatan kali ini tidak ada salahnya kalau kita mengingat kembali pesan yang telah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam sampaikan ± 14 abad yang lalu. dan dimanakah kekuatan dan keberanian yang pernah ada? maka jawabnya. maka secara sadar atau tidak sadar sebuah pertanyaan yang harus kita jawab yaitu: “Apa penyebab yang menjadikan umat Islam pada saat sekarang ini dihinakan bahkan diinjakinjak?”. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Kalau kita lihat sejarah yang telah berlalu. shahabat. Padahal mereka sebelumnya adalah kelompok-kelompok yang mulia. dinjak-injak. dan Dia akan memasukkan ke dalam hati-hati kalian al-wahan. Lalu shohabat bertanya: Ya Rasul apakah al-wahan itu? Beliau bersabda: cinta dunia dan takut mati” (HR.(‫)رواه البيهقي، حديث حسن‬ “Hampir tiba saatnya persatuan bangsa-bangsa mengerubut atas kamu sekalian seperti bersatunya orang-orang mengerubut makanan yang ada di atas nampan. Jamaah Jum’at yang berbahagia. hadist hasan).‫رسول الله، وما ال ْوهن؟ قال: حب الدّن ْيا وك َراهي َة ال ْموت‬ ُ ِ َ َ َ ِ ْ َ ّ ُ َ َ ُ َ َ َ َ ِ . قال قائ ِل: يا‬ ِ َ َ َ َ ٌ ّ َ ِ ْ َ ْ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ . maka kita akan bertanya. semuanya kini hanya menjadi sebuah kenangan dan menjadi sebuah cerita. mereka menjadi mulia dengan keislaman mereka. Dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kalian (rasa) ketakutan kepada kalian. Namun.

kaum muslimin menjadi umat yang kuat dan umat yang ditakuti. tidak lain jawabnya adalah bahwa dikarenakan mereka menjadikan jihad sebagai jalan hidup mereka. (HR. yang kehinaan itu tidak akan Allah cabut kecuali apabila kita kembali kepada agama kita. kecuali jika kembali kepada agama kalian”. Kita sebagai muslim harus sadar bahwa memperjuangkan Islam. dengan mengorbankan harta benda bahkan lebih besar dari itu kita dituntut juga untuk mengorbankan jiwa kita. dan dengan kesibukan itu semua kita meninggalkan jihad di jalan Allah. didapati di antara mereka yang tidak mempunyai harta benda kecuali pedang dan seekor kuda perang yang keduanya digunakan untuk berjihad di jalan Allah. maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita.(‫دي ْن ِك ُم. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Dan sebaliknya apabila kita sudah melupakan jihad. dengan mencurahkan tenaga yang ada. Berjihad di jalan Allah inilah yang dapat menjadikan umat Islam umat yang mulia. untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan muslimin kita dituntut untuk memperjuangkan Islam dengan perjuangan yang haqiqi. Apabila semua ini ada pada diri kita.َ ‫إ ِذا ت َباي َعت ُم بال ْعي ْن َة وأ َخذْت ُم أ َذْناب ال ْب َقر ورضي ْت ُم بالزرع وت َرك ُتم‬ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ َ ُ ْ َ ِ ْ ّ ِ ْ ِ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ‫ال ْجهاد، سل ّط الله عل َي ْك ُم ذُل ّ ل َ ي َن ْزعه عن ْك ُم حتى ت َرجعوا إ ِلى‬ َ ُ ُ ِ َ ُ ّ َ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ ِ ْ . sehingga setiap orang dapat melihat dan membaca. umat yang dihormati. dan dalam memperjuangkan Islam ini tidak cukup hanya dengan menulis spanduk-spanduk. Mereka sangat cinta jihad dan mereka sangat merindukan gugur sebagai syuhada’. dan Allah pun akan mencabut dari dada-dada musuh-musuh kita rasa takut kepada kita. selebaran-selebaran dan lain sebagainya. umat yang dikenal dengan keberanian yang ditakuti oleh lawan. Abu Dawud hadist shahih) Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Pada masa sekarang ini kita sering mendengar dan melihat slogan-slogan Islami yang setidaknya dapat membesarkan hati kita sebagai umat Islam. dan . Dan inilah kunci mengapa pada generasi pertama Islam. dengan kata lain kita dituntut untuk berjihad fii sabiilillah. kita disibukkan dengan masalah-masalah keduniaan. sehingga dikarenakan kecintaan mereka yang sangat besar terhadap jihad. Dan Allah sekali-kali tidak akan melepaskannya. maka Allah akan menurunkan kehinaan bagi kalian. sehingga hari-hari kita habis atau hanya diisi dengan kesibukan untuk menghitung-hitung kekayaan yang kita miliki. )رواه أبو داود، حديث صحيح‬ ِ ْ “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah dan kalian mengambil ekor sapi (sibuk dengan peternakan) dan kalian merasa lega dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad. Namun pada sisi lain kita harus ingat bahwa memperjuangkan Islam itu tidak hanya sebatas slogan-slogan yang dipampang dikeramaian umum. Jamaah Jum’at yang berbahagia. di antaranya kita sibuk dengan perdagangan dengan peternakan dan dengan pertanian atau perkebunan.

Ketiga: Dan apabila kaum muslimin sudah melupakan jihad. وال ْعصر، إ ِن النسان ل َفي‬ ّ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ‫خسر، إ ِل ّ ال ّذي ْن ءامنوا وعملوا الصال ِحات وت َواصوا بال ْحق‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ ّ ٍ ْ ُ َ ‫وت َواصوا بالصبر. Kedua: Kemuliaan tersebut akan hilang apabila kaum muslimin telah disibukkan dengan kenikmatan dunia sehingga dengan gemerlapnya kenikmatan dunia ini menjadikan mereka lalai untuk berjihad di jalan Allah lii i’la i kalimatillah. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله‬ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ُ ُ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ‫ومن يت ّق الله يجعل ل ّه من أ‬ َ ‫ُ ِ ْ مره ي ُسرا وي َرزقه من حي ْث ل‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ُ ْ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ ‫يحت َسب، ِ ومن يت ّق الله يعظم ل َه أ‬ . Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 24: “Katakanlah (Hai Muhammad) jika bapak-bapak. Dari penjelasan khutbah yang pertama tadi. والصل َةُ والسل َم ع‬ ‫ّ ُ َلى ن َب ِي ّنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ّ ٍ ّ َ ُ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ُ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ . sebagai pesan buat kita selaku umatnya: َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. saudara-saudara. maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa: Pertama: Kemuliaan kaum muslimin akan tetap ada apabila kaum muslimin mau kembali untuk berpegang teguh kepada agamanya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq”. dengan berjihad di jalan Allah membela agamaNya.‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ْ ،‫جماعة ال ْجمعة، أ َرشدَك ُم الله. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya.semua ini akan atau bahkan telah terjadi sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya. . istri-istri. Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. وقل رب اغفر وارحم وأ‬ .‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ّ َ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ َ ُ َ َ Khutbah Kedua َ َ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َرسل رسول َه بال ْهدى ودي ْن ال ْحق ل ِي ُظْهرهُ على‬ ِ َ ِ َ ُ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ّ َ ْ َ َ َ ‫الدين ك ُل ّه ول َو ك َره ال ْكافرون. maka Allah akan menghinakan mereka di hadapan umat yang lain dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kaum muslimin rasa takut kepada mereka. kaum keluargamu. anak-anak. harta kekayaan yang kamu usahakan perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. kemudian dari satu ayat yang kami bacakan di atas.‫َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ُ ِ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah. أ َشهد أ َن ل َ ِإلمه إل ّ الله ِوأ‬ ‫ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ِ َ َِ ِ ْ ّ َ ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai.

matipun dalam keadaan mulia pula‬‬ ‫.‪dan apabila mati.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك رضاك وجن ّت َك ون َسأ َل ُك شهادَةً في سب ِي ْل ِك.‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ذُن ُوب َنا وت َوفنا مع ا ْل َب ْرار.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم أ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمب ْت َدعة وال ْمشرك ِي ْن أ َعدائ َك أ َعداءَ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ِ َ َ َ ُ ْ ِ‬ ‫الدّي ْن. sehingga kaum muslimin dapat hidup dengan hidup yang mulia‬‬ ‫.‬ ‫ّ ْ َ‬ ‫ُ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ً‬ ‫الل ّهم عذّب ْهم عذابا شدي ْدا وحسب ْهم حسابا ث َقي ْل.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ‬ .‪Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah‬‬ ‫‪Akhir dari khutbah ini. agar Allah senantiasa‬‬ ‫‪memberikan kepada kita keteguhan untuk selalu berjalan di atas dienNya.‫‪Keempat: Untuk mengembalikan kemuliaan tersebut adalah dengan kembali‬‬ ‫‪kepada Agama.‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ّ َ َ ٍ َ َ َ ٍ‬ ‫ُ َ ِ ِ ِ ِ ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم.‪dimanapun kaum muslimin berada‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن.‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َي ْنا إ ِصرا‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ك َما حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ َ َ‬ ‫َ َ نا‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ َ َ‬ ‫به، واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ِ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على‬ ‫ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن.‬ ‫ِ‬ ‫الل ّهم شت ّت شمل َهم ومزقْ جمعهم وزل ْزل أ َقدامهم وأ َ‬ ‫َ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ْ ْ َ َ ُ ْ َ ل ْق في‬ ‫َ ُ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِهم الرعب. kita selalu berharap kepada Allah.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك قري ْب مجي ْب الدّعوات.‬ ‫َ ُ َ ِ ّ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫الل ّهم ان ْصر ال ْمجاهدي ْن في ك ُل مكان وزمان.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫ُ ْ َ َ ً َ ِ ً َ َ ّ ُ ْ ِ َ ً‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. dan‬‬ ‫‪agar Allah selalu memberikan kemuliaan kepada kaum muslimin kapan dan‬‬ ‫.

.‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ‫أ َما بعد؛ فإن أ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة‬ ٌ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ . di tempat kerjanya ataupun di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga tidak ditampik lagi bahwa teman merupakan elemen penting yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang.‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ‫زوجها‬ َ َ ْ َ ُ َ ‫وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ َ ً ْ ِ َ ‫وا ْل َرحام‬ َ َ ْ َ . karena dengan taqwa inilah seseorang akan bahagia baik di dunia dan terlebih lagi di akhirat. Di dalam pergaulannya tersebut seseorang akan memiliki teman. Jamaah Jum’at yang berbahagia Tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain.25 Seorang Teman. kemudian dari tempat ini saya serukan kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk selalu memelihara dan meningkatkan taqwallah.‫هادي ل َه‬ ُ َ ِ َ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ْ َ ُ َ . Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan.‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول‬ ُ .‫وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Jamaah Jum’at yang berbahagia Syukur kepada Allah adalah hal yang harus selalu kita lakukan karena dengan bersyukur akan menambah nikmat-nikmatNya kepada kita. Peranan Dan Dampaknya Bagi Seseorang Oleh: Fuad Iskandar ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ُ‫أ َن ْف‬ ‫سنا‬ َ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل‬ َ ْ ْ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ .‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ .‫َ َ ُ ْ وا قول ً سدي ْدا‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ َ ْ ‫ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ْ ْ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . baik itu disekolahnya.

Demikianlah karena memang fitroh manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya. yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita. Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mereka mendapatkan hidayah disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih. Dan dalam sebuah syair disebutkan: . sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak.‫ا َل ْمرءُ على دي ْن خل ِي ْل ِه فل ْي َن ْظُر أ َحدُك ُم من ي ُخال ِل‬ َ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ْ َ “Seseorang berada di atas agama temannya. Para Salafusshalih sering menyampaikan kaidah bahwa: . engkau pasti akan mendapatkan baunya yang enak. Di dalam sebuah hadits Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyebutkan tentang peranan dan dampak seorang teman: ُ َ ‫مث َل ال ْجل ِي ْس الصال ِح وال ْجل ِي ْس السوء ك َمث َل حامل ال ْمسك ونافخ‬ ِ ْ ّ َ َ ِ ّ َ ِ ِ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ِ ،‫الك ِي ْر‬ ِ َ ‫فحامل ال ْمسك إما أ َن يحذيك أ َو ت ُبتاع من ْه أ‬ ‫ْ ُ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ َ ِ ُ و ت َجدُ رائ ِحة طَي ّب َة‬ ً ً َ َ ِ ْ ّ ِ ِ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ِ َ َ .” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ َ ِ ُ . baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya.‫ونافخ الك ِي ْر إ ِما أ َن ي ُحرقَ ث ِياب َك أ َو ت َجدُ من ْه رائ ِحة خب ِي ْث َة‬ َ ً َ َ ُ ِ ً ّ ِ ِ ْ َ َ ِ ْ ْ “Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi. Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil faedah penting bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya baik. maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat kepada siapa dia bergaul.‫عن ال ْمرء ل َ ت َسأ َل وسل عن قري ْن ِه، فك ُل قري ْن بال ْمقارن ي َقت َدي‬ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ُ ِ ٍ ِ َ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ ِ َ Jangan tanya tentang seseorang. sebab orang pasti akan mengikuti kelakukan temannya. Dalam sebuah hadits. Abu Dawud.” (Muttafaqun ‘Alaih). Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu. oleh sebab itu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memerintahkan kepada kita agar memilah dan memilih kepada siapa kita bergaul. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya jelek. yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita. Tirmidzi. Jamaah Jum’at yang berbahagia Bahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang.Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan batasan-batasan di dalam pergaulan. Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akbiat bergaul dengan teman-teman yang jahat dan sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih. tapi tanya tentang temannya. Hakim dengan Sanad yang saling menguatkan satu dengan yang lain).

sedang syubhat kencang menyambar. Sehingga pengaruh kejelekan akan lebih mudah mempenga-ruhi kita dikarenakan lemahnya hati kita. para pengikut hawa nafsu (ahlul ahwa’) dan orang-orang fasik yang terang-terangan menampakkan dan menyerukan kefasikannya ini merupakan salah satu tindakan preventif terhadap bahaya lingkungan pergaulan dan agar umat terhindar dari pengaruh kemaksiatan tersebut. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku. Renungkanlah baik-baik firman Allah berikut ini: “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul.‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر‬ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ َ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ‫أشهدُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله، الواحد القهار، وأشهدُ أن محمدا عب ْدُه‬ ُ َ ،‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫سي ّدُ ا ْل َب ْرار. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫من اليات‬ ِ َ ْ َ ِ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.” (Al-Furqan: 27-29). Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku.. Jamaah Jum’at yang berbahagia Seorang teman memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemak-siatan.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: َ َ َ . أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ِ ّ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل ذَن ْب.‫ا َل ْقل ُوب ضعي ْفة والشب َه خطافة‬ ٌ َ ّ َ ُ ّ َ ٌ َ ِ َ ُ ْ ُ Hati itu lemah. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ ِ َ َ . karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal tanpa hisab.‫َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ Jamaah Jum’at yang berbahagia . Jamaah Jum’at yang berbahagia Merupakan sikap yang diajarkan Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah menjauhi para penyeru bid’ah. Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temanya ketika di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya. قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ َ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ِ َ ْ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ َ َ َ ِ ّ ‫وسل‬ .

‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ َ ‫الل ّهم إنا ن َسأ َل ُك من خير ما سأ‬ َ ،‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون‬ ِّ ّ ُ َ َ ْ ُ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ . Jamaah Jum’at yang berbahagia Jadikanlah orang-orang shalih yang bermanhaj dan ber-aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai teman akrab kita.‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Maha benar Allah yang menyebutkan dalam kitabNya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jamaah Jum’at yang berbahagia Saya akan menutup khutbah ini dengan apa yang dinasehatkan oleh seorang bijak tentang hakekat seorang teman: Saudaraku. َ َ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ .‫وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . Amin ya Rabbal ‘alamin.Pada khutbah yang kedua ini saya ingatkan pula kepada para orang tua hendaklah mereka memperhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya sebab setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya dan orangtua adalah pemimpin terhadap istri dan anak-anaknya. merekalah uswah dan qudwah dalam segenap aspek kehidupan kita. merekalah sebaik-baik teman dan sebaik-baik persahabatan. syuhada dan shalihin.” (Az-Zukhruf: 67). kecuali orang-orang yang bertaqwa. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ .‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ُ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروه‬ َ َ ْ ُ ْ َ ْ ْ ُ . Teman sejatimu adalah yang selalu mendorongmu untuk berbuat kebajikan dan mencegahmu dari berbuat kejelekan walaupun engkau jauh dan engkau tidak bergaul dengannya dan musuh sejatimu adalah yang mendorongmu berbuat kejelekan dan tidak mencegahmu dari berbuat dosa walaupun ia dekat denganmu dan engkau selalu bergaul dengannya. Ingatlah bagaimana wasiat agung Lukman Al-Hakim di dalam surat Luqman ayat 13-19 ketika mewasiatkan kepada anaknya di antaranya agar mengikuti dan menempuh jalan orang-orang yang kembali kepada Allah. adapun selain itu adalah persahabatan yang semu. Merekalah para nabi. Semoga Allah selalu memberikan taufik kepada kita dan menyelamatkan kita dari kejelekan lingkungan dan pergaulan serta menganugerahkan kepada kita lingkungan dan pergaulan yang mendorong kita untuk selalu taat kepada Allah dan RasulNya.‫ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك من ْه عبادُك الصال ِحون‬ َ ْ ُ ّ َ ِ ُ ِ َ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ْ ُ َ .

Sebab. يا أ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. Kalau nurani kita masih bersih. kemudian menjauhi segenap laranganlarangan Nya. الل ّهم صل على‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . . hanya dengan Taqwa . sidang jamaah Jum’ah rahimakumullah Dari mimbar yang kita muliakan ini. dan juga kepada saudara-saudara sekalian. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ .َ َ ‫على ن ِعمه ي َزدْك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ ُ ِ َ ْ ْ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ 26 Perjuangan Menuju Masyarakat Tauhid Oleh: Mulyono ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. pengagungan yang berlebihan terhadap seorang tokoh masih banyak kita jumpai. Kaum muslimin A’azzakumullah Apabila kita mencermati kondisi lingkungan sekitar kita.. saat ini nyaris dalam seluruh sektor kaum muslimin terpuruk. kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti atau kebahagiaan hidup di dunia fana ini. marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ Saudara-saudara sekalian. termasuk kategori syirik (kitab tauhid). Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tak bertepi. pasti akan kita akan prihatin. Dalam segi aqidah banyak sekali umat Islam yang menganut keyakinan-keyakinan syirik. Perilaku ini menurut syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. pasti kita akan mengelus dada menyaksikan babak demi babak kehidupan yang kini berkembang betapa tidak saudara-saudaraku . penyembahan terhadap ahli kubur masih dilakukan. menyekutukan Allah dalam hal ibadah. Selalu bertaqwa dalam arti yang sebenarnya dan selurus-lurusnya.. Menjalan-kan secara ikhlas seluruh perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala.‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون. Perdukunan merajalela.. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز‬ َ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . ijinkanlah khatib mengajak kepada diri khotib sendiri. يا‬ َ َ َ َ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.. InsyaAllah .. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa.‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار..

kasus narkoba dan sebagainya. ummat Islam ini jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri. adakalanya ummat Islam merasa asing terhadap nilai-nilai dien-nya sendiri. Menurut beliau. Oleh karena itu. Memang. sudah sekian lama. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Kondisi ini telah jauhjauh hari diperingatkan oleh: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Ajaran sekulerisme inilah yang menjadi tantangan kita dewasa ini.. Yang menjadi pertanyaan adalah: Kanapa semua ini bisa terjadi? Dan bagaimana cara mengobatinya berdasarkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala ? Pertanyaan pertama. sehingga kehidupan sehari-hari kaum muslimin sama sekali tidak mencerminkan ajaran agamanya. Dalam sebuah hadits beliau bersabda: “Islam itu pada mulanya asing. firman Allah ini benar-benar cocok dengan yang kita alami sekarang ini.‫: ب َدَأ َ ا ْل ِسل َم غري ْبا وسي َعودُ غري ْبا ك َما ب َدَأ َ فطُوبى ل ِل ْغرباء‬ ِ َ َ ُ َ ْ ً ِ َ َ ْ ُ َ َ ً ِ َ ُ ْ . merekapun menyombongkan diri dengan meninggalkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Dengan kata lain. Ada jarak antara ummat di satu sisi dengan ajaran Islam di sisi lain. Kaum wanita yang menutup aurat malah dikatakan sebagai orang yang nyeleneh. Saudara-saudara sekalian kaum muslimin rahimakumullah Menyimak keadaan yang kita sebutkan tadi. dalam masalah hubungan sesama manusia. atau yang lazim disebut La diniyyah . Ummat dan bangsa ini sedang berada dalam bahaya besar. Dalam bidang ekonomi sistem keuangan riba’ yang diharamkan Allah masih mendominasi kehidupan. jawabnya adalah karena ummat ini terputus dari tuntunan agamanya. Akibatnya adalah makin lebarnya jurang antara si kaya dan si miskin. yakni. Satu contoh kasus. cara berpakaian maupun cara berekonomi cukup diserahkan pada rasio atau akal manusia saja.Kemudian dalam aspek politik. Sehingga. dalam lapangan sosial budaya kita disuguhi kebobrokan moral generasi muda masa kini.” Saudara-saudara sekalian. Sehingga tata kehidupan yang mereka bangun bukanlah tata kehidupan yang bersumber dari wahyu Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sementara itu. dunia ya dunia. kenapa kerusakan-kerusakan itu bisa terjadi. kita jadi ingat firman Allah surat Ar. dan nanti akan kembali menjadi asing seperti semula. menurut paham ini. Menurut mereka. Kerusakan telah menyebar dalam berbagai tempat dan waktu. Sekulerisme (‘ilmaniyah) berusaha menegakkan kehidupan di dunia tanpa campur tangan agama. Ya. misalnya masalah hijab bagi kaum wanita.Ruum ayat 41: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia. Bahkan. Soal agama adalah soal pribadi. Rasa-rasanya. yang tampil hanyalah permainan yang keruh penuh rekayasa. jangan bawa masalah agama. Paham ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia harus dipisahkan dari masalah agama. jamaah jum’ah yang berbahagia. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Abdul Hadi Al-Misri dalam kitabnya “Mauqif Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Minal ‘ilmaniyah” (Sikap Ahlus Sunnah terhadap Sekulerisme). pembunuhan. dan retorika semu. Maka beruntunglah orang yang asing. Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: perzinaan. jama’ah sekalian . Sekarang ini pun tengah menggejala dikalangan kaum muslimin sebuah paham yang biasa disebut sebagai sekulerisme (‘ilmaniyah). Padahal sebenarnya merekalah yang justru melaksanakan perintah Allah. َ . seperti cara bergaul. cara hidup sekuler jelas sekali bertentangan dengan prinsip-prinsip tauhid. pemerkosaan.

Oleh karena itu kita semua harus waspada terhadap konsep hidup sekuler itu. Dalam tafsir Ibnu Katsir di sebutkan (tentang ayat ini): “Allah Subhannahu wa Ta'ala mengingkari setiap orang yang keluar dari hukumNya yang jelas. Menurut Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam kitabnya “ Al-Firqotun Naajiyah” (Golongan Yang Selamat) menyatakan bahwa yang dimaksud tauhid adalah mengesakan Allah dengan beribadah. Sebab. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Ad-Dzariyat: 56). amal seberapa pun banyaknya tidak akan diterima Allah . hawa nafsu dan istilahistilah yang diletakkan oleh manusia tanpa bersandar kepada syari’at Allah. Firman Allah: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembahKu. tidak bisa tidak. Di dalam kitabnya yang lain. Kemudian. untuk mengobati kondisi ummat yang seperti sekarang ini. Di mana Allah Subhannahu wa Ta'ala menciptakan alam semesta ini tidak lain hanyalah agar beribadah. mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi adalah jalan satu-satunya menuju keselamatan. sekarangpun banyak perzinaan dengan berbagai model. fondasi ajaran agama kita. bagaimanakah solusinya.. seperti itulah yang juga dilakukan para salafus shalih. Kalau dulu ada perzinaan. kita harus memulai sebagaimana Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam membina ummat. tauhid yang merupakan fondasi agama Islam.. namun inti dan subtansinya tidak berbeda. Demikianlah saudara sekalian. bahwa kehidupan sekulerisme yang kini meng-gejala dengan kebebasannya. Oleh karena itu.” (QS.‫خي ْر الناس قرن ِي ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم‬ ّ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ْ ّ ْ ْ َ ِ ُ َ . jama’ah rahimakumullah Jelas sekali. Padahal. tanpa keberadaan tauhid. merupakan sebuah keyakinan yang menyandarkan seluruh aspek kehidupan hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. Seperti sikap kaum jahiliyah dahulu yang berhukum dengan hukum yang menampakkan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat sendiri berdasarkan hawa nafsu mereka “. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 2: 67) Jama’ah jum’ah rahimakumullah . sebelum urusan-urusan lainnya. bagaimanakah menye-lesaikan serangkaian problemproblem yang kita bicarakan tadi? Bagaimana agar kita bisa keluar dari fitnah yang begitu banyak tersebut? Saudara sekalian . Masalah tauhid.. amat bersebrangan dengan tauhid. situasinya hampir sama dengan keadaan yang kita hadapi saat ini.sekulerisme berhukum dengan aturan-aturan selain Allah. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sahabatnya di Mekkah. Hanya bentuknya saja yang berbeda.. lalu berpaling kepada pendapat-pendapat. Resepnya tidak ada lain kecuali kembali kepada Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dengan pemahaman salafus shalih. Melalui langkah ini ada jaminan yang kuat bagi kita untuk menyelesaikan berbagai kemelut yang menimpa kita. yakni yang berjudul “Hudz Aqidataka Minal Kitab was Sunnah” Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menegaskan bahwa tauhid merupakan salah satu syarat diterimanya amal seseorang. Al-Maidah: 50). yakni di awal-awal beliau menyampaikan wahyu. yang meliputi segala kebaikan dan melarang segala kejelekan. hampir sama. Sebab. Artinya. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. misalnya. Yaa. harus dibenahi terlebih dahulu.

(HR. kalau tauhid ummat ini kuat berarti fondasi yang menopang seluruh bangunan Islam itu pun kuat juga. Maka ikutilah dia. ُ ‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات، أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Maka kalau fondasi ini roboh. َ ْ . seraya bersabda: “Ini jalan-jalan yang tak satu pun terlepas dari intaian syetan untuk menyesatkan”.Ahmad dan Nasa’i. Karena jalan-jalan lain itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Mutafaq ‘alaih).‫ت َرك ْت في ْك ُم شي ْئ َي ْن ل َن ت َضل ّوا ب َعدَهما، ك ِتاب الله وسن ّت ِي‬ ِ ُ َ َ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ْ ِ َ ْ ِ “Telah aku tinggalkan bagimu dua perkara yang tak akan tersesat darimu setelah berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku. diambil dari kitab Al-Firqatun Naajiyah) Dalam hadits yang disebutkan.” (HR. beliau selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah menda’wahkan konsep pengesaan Allah Subhannahu wa Ta'ala ini kepada sahabat-sahabat beliau.” (Dishahihkan Al-Albani dalam kitab Al-Jami’. Pembinaan tauhid sebagaimana yang difahami salafus shalih harus disosialisasikan kepada seluruh ummat. Saudara-saudara sekalian Sebagaimana saya sebutkan diatas. meninggalkan pola hidup yang bengkok. sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah Kalau kita meneladani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam maka yang pertama kali beliau serukan adalah masalah tauhid. Shahih) Saudara sekalian. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ Khutbah Kedua: . Upaya-upaya untuk membangun kembali umat Islam.‫ خطا ب ِي َده ث ُم قال: هذا سب ِي ْل الله مست َقي ْما‬n ‫خط رسول الله‬ ِ َ ً ِ ْ ُ ِ ُ ّ ‫وخط خطُوطا عن ي َمي ْن ِه وشمال ِه، ث ُم قال: هذه السب ُل ل َي ْس‬ ُ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ َ ٌ :‫من ْها سب ِي ْل إ ِل ّ عل َي ْه شي ْطان ي َدْعو إ ِل َي ْه. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. Ibnu Mas’ud berkata: ّ َ ُ ُ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ َ ّ ِ ِ . ث ُم قرأ َ قول َه ت َعالى‬ ِ ٌ َ َ َ ِ ْ ُ َ ً ِ ْ ُ َ َ ّ َ ‫وأ َن هذا صراطي مست َقيما فات ّب ِعوهُ ول َ ت َت ّب ِعوا السب ُل فت َفرق‬ َ ّ َ َ َ ّ ِ َ ِ ُ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ . pembinaan tauhid harus menjadi program yang harus diprioritaskan oleh seluruh kalangan kaum muslimin ini. Sebaliknya. Oleh karena itu. bahwa tauhid adalah fondasi agama Islam. Sebelum membicarakan hal-hal lain.” Dan beliau membuat garis-garis banyak sekali dikanan kirinya.‫ب ِك ُم عن سبيل ِه ذال ِك ُم وصاك ُم ب ِه ل َعل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ َ ِ ْ ْ ّ َ ْ Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membuat garis dengan tangannya. Sehingga mereka memahami jalan kehidupan yang benar. roboh pula bangunan Islam yang lain. seraya bersabda kepada kami: “Ini jalan Allah yang lurus. kemudian orang-orang setelah mereka. kemudian orang-orang setelah mereka”. Siasia belaka. Kemudian beliau membaca ayat 153 surat Al-An’am: “Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalanKu yang lurus. yang tidak memulai langkahnya dari pembinaan tauhid sama artinya dengan membangun rumah tanpa fondasi.“Sebaik-baiknya manusia adalah pada generasiku. Dengan tauhid beliau membangun ummat. Dengan demikian mengembangkan tauhid merupakan masalah yang sangat strategis bagi upaya membangkitkan kembali ummat ini.

Solusinya adalah kita pelajari kembali Islam ini dari masalah tauhid.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ .‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ َ ْ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. الل ّهم إ ِنا‬ ِ َ ً َ َ َ ّ ّ ُ َ ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم، ون َعوذُ ب ِك من‬ ْ َ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ْ ْ َ‫الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك‬ ‫من خي ْر‬ ّ ّ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ َ ْ ِ َ ‫ما سأ‬ َ َ ‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون، ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك‬ َ ْ َ ِ ِ َ َ ّ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ّ َ‫من ْه عبادُك‬ ‫الصال ِحون.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ َ َ Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Pada khutbah kedua ini. langkah awal dalam membangun masyarakat adalah dengan menanamkan tauhid. meggejalanya berbagai fitnah hanya bisa di atasi dengan kembali kepada sumber ajaran kita yang murni yakni Al-Qur’an dan Sunnah. Marilah kita bertaqwa dengan taqwa yang sebenar-benarnya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ . Marilah kita hidupkan budaya mempelajari tauhid dalam kehidupan beragama kita sebelum yang lainlainnya.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. bisa saya simpulkan bahwa kondisi ummat yang carut marut sekarang ini. Sudah lama kita terperosok dalam lubang kebodohan. َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Sementara itu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih itu. Semoga Allah membimbing kita semua. kembali saya mengajak kepada diri saya sendiri dan jama’ah sekalian. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ َ ي ْه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ِ ‫وسل ّم ت َسل ِي ْما. رب ّنا ظَل َمنا‬ ِ َ ْ ُ َ ْ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. Marilah kita mempelajari Islam ini dari landasannya yang paling asasi yakni tauhid. banyaknya kesyirikan dan bid’ah. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ّ ِ َ ِ َ ِ ُ ِ . Kita terlalu sering mengulang kesalahan serupa. رب ّنا‬ َ َ َ ِ ِ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا. Amin. Oleh karena itu. رب ّنا آت ِنا في‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. merebaknya budaya sekulerisme (kehidupan tanpa tuntunan agama). sudah waktunya meraih kembali jalan kebenaran tersebut. sebelum menyeru masalahmasalah lain. Sebagai ringkasan dari khutbah yang pertama. jama’ah sekalian. Sebab yang diseru Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pertama kali di Mekkah adalah tauhid.

. yang mereka jadikan Tuhan selain Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ Amma ba’du. Dan sungguh kami telah mewasiatkan kepada orang-orang ahlulkitab sebelum kalian dan kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah.َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ . kaum muslimin yang berbahagia! Saya mewasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada diri saya sendiri untuk selalu menjaga dan meningkatkan taqwa yang hakiki kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. (padahal) mereka ingin bertahkim (mengambil hukum) dari thaghut padahal sungguh mereka telah diperintah .. Ia adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . sebab inilah wasiat yang disampaikan Allah kepada generasi terdahulu dan juga generasi yang akan datang: “Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه. Ia adalah syi’ar Islam yang terbesar yang tak dapat terpisahkan dari Islam itu sendiri. yang mereka ta’ati meskipun dimurkai dan tidak diridloi Allah Ta’ala.” (An-Nahl: 36) Itulah misi utama para Rasul. Inilah pesan utama Allah kepada Rasulnya yang diutus kepada ummat manusia. “Tidakkah engkau melihat kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelummu. “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang rasul (untuk menyampaikan): Sembahlah (oleh kalian) akan Allah dan jauhilah thaghut. وأ َحينا الل ّهم على سن ّت ِه وأ‬ َ َ َ ِ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ َ ِ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ مت ْنا على‬ ُ ‫مل ّت ِه. Dan jika kalian kafir maka sesungguhnya kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi . menegakkan penyembahan dan penghambaan hanya kepada Allah serta menafikan dan menjauhi segala bentuk thaghut.” (An-Nisa: 131). panutan dan ikutan.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 27 Wujudkan Kejayaan Umat Dengan Kemurnian Tauhid Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ُ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعن ُه ون َست َغفرهُ ون َست َهدي ْه، ون َعوذ‬ ّ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل‬ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫مضل ل َه ومن ي ِضل ِل فل َ هادي ل َه. Dan yang dimaksud dengan thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melampaui batas-batas yang seharusnya tak boleh ia langgar. baik berupa sesembahan. وأ َشهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ْ ُ َ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Hadirin yang dimuliakan Allah! Sesungguhnya Tauhid yang murni dan bersih adalah inti ajaran dari semua risalah samawiyah yang diturunkan Allah Ta’ala. Sehingga thaghut setiap kaum/komunitas adalah siapapun yang mereka jadikan sumber dasar hukum selain Allah dan RasulNya.

sehingga semuanya dikerjakan hanya karena Allah. Dan semua itu beliau seraya mengulang-ulang firman Allah: “Dan Katakanlah (wahai Muhammad) telah datang Al-Haq dan hancurlah yang bathil. tidak ada yang dapat menghalangi apapun yang dikehendaki Allah Subhannahu wa Ta'ala . Bila ketujuh syarat tersebut telah terpenuhi maka insya’ Allah seluruh ibadah dan amal kita akan selalu terhiasi dan diterangi oleh kemurnian Tauhid. Sehingga baginya bergantung kepada selain Allah adalah suatu kelemahan dan berharap kepada selain Allah adalah sebuah kesesatan: . al-qabul (menerimanya) dengan penuh kerelaan tanpa menolaknya. tidak lagi terpedaya oleh kilau duniawi. Dan ketika seorang Muwahhid mengucapkan dan melantunkan kalimat Tauhid itu. Ingatlah bagaimana batu besar saat itu yang bernama Hubal yang dikelilingi 360 berhala dihancurkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dengan tangan beliau yang mulia pada saat beliau memasuki kota Makkah dengan penuh kemenangan. tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. al-yaqin (meyakini) kandungan-nya tanpa ada keraguan.” (Al-Isra’: 81) Kemudian tujuan yang kedua adalah untuk mengatur dan meluruskan perilaku manusia agar selalu dalam lingkaran Tauhid yang murni kepada Allah yang terpancar dari kalimat Tauhid. Dan agar kalimat Tauhid itu dapat “berhasil guna” dalam mengatur perilaku manusia maka ada tujuh syarat yang harus dipenuhi. tunduk pada konsekwensi kalimat Tauhid (al-inqiyad). seorang muwahhid akan merasakan dari lubuk hatinya yang terdalam bahwa segala sesuatu selain Allah adalah lemah dan tidak berdaya. Dari sinilah. tidak ada lagi permintaan tolong selain kepada Allah. tidak ada lagi kekuatan selain pertolongan Allah. dan baginya tidak mungkin ada yang dapat manandingi Allah.” (An-Nisa: 60) Kedua unsur penting inilah yang terangkai dalam kalimat suci La ilaha illallah. Sebab makna yang sesungguhnya dari kalimat la ilah Illallah itu adalah tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah. tidak ada lagi pengharapan dan rasa takut selain kepada Allah. ashshidq (membenarkan) tanpa mendustakannya. Maka ia tidak lagi takut kebengisan dan kekuatan para makhluq. dari situlah beliau menegakkan generasi yang hanya meng-Esa-kan Allah Yang Maha Esa dan membebaskan diri mereka dari cengkraman makhluq-makhluq lain yang dianggap sekutu bagi Allah Ta’ala. Apa dua tujuan itu? Tujuan pertama adalah menegakkan yang haq dan member-sihkan yang bathil. Sehingga segala sesuatu selain Allah adalah bathil dan tidak berhak mendapatkan hak-hak ilahiyyah (hak-hak untuk disembah). Dan lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membersihkan Jazirah Arab dari kotoran-kotoran dan kekuasaan thoghut dan patung-patung sesembahan. maka seharusnya ia meyakini dua hal yang menjadi tujuan dari kalimat suci tersebut. yaitu: al-’ilm (mengetahui) maknanya yang benar. di atas landasan yang kokoh itulah beliau menegakkan da’wah. Sesungguhnya yang bathil itu pasti hancur. Agar semua tindak-tanduk manusia dilandasi oleh keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Kuasa. tidak ada lagi tawakkal kecuali kepada Allah. al-ikhlas (ikhlas) tanpa ternodai oleh syirik. Hadirin para hamba Allah yang berbahagia! Di atas kalimat Tauhid yang murni dan mulia itulah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membangun ummatnya.untuk kafir kepadanya. dan semua itu harus dilandasi dengan al-mahabbah (cinta) kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Padahal Allah telah menegaskan: “Dan jika Allah menimpakan musibah atasmu maka tidak ada yang dapat menyingkapnya selain Ia. Karena sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan memakainya maka engkau tidak akan beruntung selamanya. Ahmad dengan sanad “la ba’sa bih”). meminta pertolongan penghuninya saat susah dan sedih. Sebaliknya seorang musyrik adalah orang yang buta mata hatinya. lalu beliau berkata: َ َ ً ْ َ ‫ا ِن ْزعها فإ ِن ّها ل َ ت َزي ْدُك إ ِل ّ وهنا فإ ِن ّك ل َو مت وهي عل َي ْك ما‬ َ َ ِ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ِ .” (Hud: 123).“Dan bagi Allah-lah segala hal ghaib yang ada di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya kemunduran dan musibah-musibah yang selama ini menimpa umat Islam adalah disebabkan mereka tidak lagi memperhatikan syi’ar yang penting ini. “Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar satu. Dan juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad.. bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ْ َ .” (AlAn’am: 17). Dan keyakinan ini adalah sebuah kesesatan yang nyata yang telah diperangi oleh Islam dengan keras. dan kepadaNya-lah segala perkara dikembalikan. sehingga mereka mendatangi penghuni-penghuni kubur. dan jika Ia memberikan kebaikan padamu maka Ia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. begitu banyak manusia yang tersesatkan oleh keyakinan berbilang “tuhan” yang disembah. Kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Sejak dahulu hingga sekarang. Seputar syi’ar ini pula lah pertentangan antara ahlul haq dan ahlul bathil terus berlanjut. yang dapat dimintai pertolongan. Bahkan lebih dari itu. Dari sini jelaslah perbedaan yang sangat jauh antara seorang Muwahhid dengan seorang musyrik. berdoa didepan batu-batu nisannya. yang dapat dijadikan sumber hukum dan yang berhak mendapatkan kekhususan-kekhususan ilahiyah. Tuhan (yang menciptakan. Dan suatu hari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah melihat lelaki yang mengenakan jimat di tangannya.‫من ت َعل ّق ت َمي ْمة فقدْ أ َشرك‬ . kehilangan arah dan jauh meninggalkan Dzat yang melimpahkan ni’mat padanya. Dikarenakan lemahnya keyakinan akan pertolongan Allah. mengatur dan menguasai) langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya . Banyak di antara kaum muslimin yang tenggelam dalam kebodohan terhadap tauhid ini. Na’udzu billah min dzalik.” (HR.. Lemahnya ikatan tauhid dalam jiwa-jiwa mereka adalah sebab utama dari berbagai kekalahan kaum muslimin dan kemenangan musuh-musuh mereka yang kita saksikan dalam kurun waktu yang cukup lama. seringkali mereka memuji dan mengagungkan panghuni kubur itu dengan ungkapan-ungkapan yang hanya pantas diberikan kepada Allah Rabbul ’alamin. Seorang muwahhid adalah orang yang mengetahui Dzat yang menciptakannya sehingga ia pun beribadah dan menghamba padaNya dengan sebenar-benarnya. Sehingga tidaklah mengherankan bila Tauhid yang murni kemudian menjadi syi’ar terpenting Islam yang selalu ada dalam aspek I’tiqad dan amaliyah.” (Ash-Shaffat: 4-5). banyak di antara kaum muslimin yang kemudian menggunakan jimat dengan menggantungkan di tubuh mereka karena yakin hal itu akan mendatangkan keselamatan dan menghindarkannya dari marabahaya.‫أ َفل َحت أ َب َدا‬ ً َ ْ ْ “Cabutlah (benda itu) karena ia hanya akan semakin membuatmu lemah/takut. Dengan syi’ar inilah Islam dikenal bahkan karenanya Islam diperangi.

Abu Dawwud. kemahakuasaan.‫ل َ ي َصل ُح آخر هذه ا ْل ُمة إ ِل ّ ب ِما صل ُح ب ِه أ َول ُها‬ ِ ّ ِ ِ َ ُ ِ ُ ْ َ ّ ِ َ َ َ . وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. At-Tirmidzy.” (HR. bahwa rahasia kejayaan kaum muslimin terletak pada sejauh mana mereka menegakkan Tauhid yang murni dalam segala kehidupan mereka. Bukankah kejayaan dan kemengangan itu telah diraih oleh generasi pendahulu ummat ini. Dalam kenyataan sehari-hari kita akan menemukan modelmodel lain dari perilaku syirik itu dalam berbagai aspek kehidupan kaum muslimin. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.” Di antara kaum muslimin juga terdapat orang yang terfitnah oleh para tukang sihir dan peramal yang katanya dapat meramal masa depan. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ ّ . maka tidak ada jalan lain selain menapaki jejak mereka.‫على محمد‬ ٍ ّ َ ُ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya. ketika mereka telah terlebih dahulu menghujam nilai-nilai Tauhid tersebut ke dalam kalbu mereka? Bukankah kejayaan dan kecemerlangan itu mereka dapatkan ketika mereka meyakini bahwa misi utama mereka adalah mengeluarkan ummat manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk menuju penghambaan hanya kepada Sang khaliq? Oleh sebab itu.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ .‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Imam Malik v pernah bertutur: “Generasi akhir ummat ini tak akan baik kecuali dengan (jalan hidup) yang telah menjadikan baik generasi pendahulunya. bila kita sekalian bertekad mengulang kembali kesuksesan dan kejayaan generasi As-Salaf Ash-Shaleh itu. menegakkan kemurnian Tauhid dalam pribadi kita masing-masing. An-Nasai.” . sehingga dengan amat sangat mudahnya musuh-musuh mereka menyebarkan rasa takut lalu mengalahkan mereka. Karena Tauhid mereka lemah. kemahaperkasaan Allah.“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah berbuat syirik. yang kemudian disadari atau tidak menyebabkan lemahnya keyakinan mereka terhadap kemahabesaran. Dengan demikian telah jelaslah. maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin yang berbahagia! Semua yang saya sebutkan di atas adalah sekedar contoh terhadap model-model kesyirikan yang dilakukan sebagian kaum muslimin. padahal Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang mulia telah menyatakan: َ َ ُ ْ ُ ً ّ َ َ ِ ‫من أ َتى عرافا أ َو كاهنا فصدّقه ب ِما ي َقول فقدْ ك َفر ب ِما أ ُن ْزل‬ َ ْ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ ً ِ َ ْ َ َ . Ibnu Majah dan Al-Hakim) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. maka merekapun tidak begitu yakin lagi dengan pertolongan Allah.

semoga kita sekalian terpanggil untuk mengem-balikan kejayaan dan kehormatan ummat Islam. jamaah jum’ah yang berbahagia! Sudah sering kita melihat antrian peminta-minta baik yang datang kerumah-rumah. أ َشهَد ُ أ َن ل‬ َ َ َ َ ْ ْ ً ْ َ ْ َ َ ّ َ َ ُ ْ ً َ ‫إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل‬ ُ ّ َ ُ ِ َ ُ ‫َ ُ ه، سي ّد‬ ً ّ َ ُ ّ َ ُ ُ ِ َ ِ َ َ‫ا ْل َب ْرار. Rusydi . di tengah jalan ataupun yang sudah punya jadwal mingguan tersendiri yaitu pada hari jum’ah. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. tatkala para jamaah bubar dan selesai melaksanakan shalat jum’ah mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang untuk dimintai sedekah dan anehnya hal ini bukan suatu yang tabu lagi bagi kalangan ummat Islam.‫عذاب النار‬ ّ َ َ َ ْ ‫عباد الله، ِإن الله يأ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ّ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ .Kaum muslimin yang berbahagia! Akhirnya. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . sehingga terwujudlah kehidupan yang diridloi oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. أ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ّ ُ ْ ِ ما ب َعْد؛‬ ُ ّ ْ ‫فَيا عباد َ الله، أ ُوْصي ْك ُم وَإ ِيايَ ب ِت َقوى اللهِ فَقد ْ فاز ال‬ . فَصل َوات اللهِ وَسل َمه عَل َي ْهِ وَع‬ َ ْ َ ُ‫لى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَ هُداه‬ ُ ُ َ ُ َ َ ْ َ ِ َ َ ‫إلى يوم ال ْبعث والنشور. Amin.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 28 Mengemis Bukan Tradisi Islam َ ‫ا َل ْحمد ُ ل ِل ّهِ حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهُوا عَما ن َهى عَن ْه وَحذ ّر.‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ‫أ َوطان ِهم. Semoga kita sekalian tergugah untuk menebarkan rahmat Islam yang dibangun di atas kemurnian Tauhid ke seluruh penjuru dunia. Mungkin karena selalu mendapat santunan yang sudah dapat menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya pekerjaan ini didapatkan sehingga profesi sebagai pengemis ini pun menjamur dimana-mana bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ .‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ . Oleh: M.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ‬ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك‬ َ ‫م‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ .‫َ َ َ مت ّقوْن‬ ِ َ ُ ُ ّ َ ِ َ ْ ِ َ ْ Saudara-saudara kaum muslimin. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ .

Sebagaimana firmanNya yang berbunyi. tetapi kita hanya berhati-hati agar jangan sampai terjerumus dan terjebak . bahkan Allah telah menggambarkan betapa besarnya pahala bagi orang yang suka bersedekah.Yang sering menimbulkan salah faham adalah adanya ungkapan: “Jangan memberi sedekah kepada peminta-minta!”. Karena itulah Islam sangat menentang pengangguran dan mencela orang-orang yang tidak mau bekerja padahal sebenarnya mereka mampu bekerja. pengangguran dan peminta-minta adalah sumber kemiskinan. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Memberantas kemiskinan Islam yang datang sebagai pembebas bagi seluruh ummat manusia selalu menganjurkan bagi setiap pengikutnya untuk memberikan sedekah. sedangkan kemiskinan merupakan bumi yang subur bagi tumbuh dan berjangkitnya berbagai macam kejahatan. Dan Islam sendiri mempunyai tujuan tertentu dalam bidang harta dintaranya adalah memberantas kemiskinan secara bertahap. (Al-Baqarah: 261) Islam mencela pengangguran dan peminta-minta Agama Islam yang bersifat universal tidak saja berbicara masalah ritual dan spiritual tapi juga menyoroti segala permasalahan sosial yang selalu dihadapi ummat manusia. tidak produktif akibatnya mereka menjadi beban masyarakat. (HR. Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. melarang hidup dalam kehinaan serta mendistribusikan keadilan secara merata.(‫ُ وْ من َعَه. Bukan Tradisi Islam Islam mengajarkan kita untuk selalu bersedekah dan memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan tetapi Islam tidak mengajarkan pengikutnya menjadi peminta-minta atau pengemis. Al-Bukhari) Dan beliau juga memberikan uswah kepada kita agar jangan meminta pertolongan selama kita masih mampu untuk mengerjakannya. yang walau bagaimanapun diantara mereka yang meminta-minta tersebut memang pantas mendapatkan sedekah. Kedua. Pertama. bahkan sedekah dengan predikat zakatpun sudah menjadi kewajiban. bahkan Rasulullah sendiri pernah menjelaskan bahwa orang yang membawa tambang pergi kegunung mencari kayu lalu dijual untuk makan dan bersedekah lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang. sebagaimana sabdanya yang berbunyi: َ ‫وال ّذِيْ ن َفسي ب ِي َدِهِ ل َن ي َأ ْخذ َ أ َحد ُك ُم حب ْل َه فَي َحت َط ِب عَلى ظ َهْرِهِ خي ْر ل َه‬ ُ ُ ْ َ ْ ُ ٌ َ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ َ ‫من أ َن يأ ْت ِي رجل ً فَيسأ َل ُه أ َعْطاه أ‬ َ . kenapa kita dilarang memberikan sedekah kepada mereka?. pada tiap-tiap bulir seratus biji. Salah satunya adalah masalah pengangguran dan peminta-minta yang sangat dicela oleh Islam. pengangguran dan peminta-minta menyebabkan tenaga manusia bersifat konsumtif. padahal agama selalu menganjurkan untuk selalu memberi sedekah. sebab hal ini merugikan masyarakat. )أخرجه البخاري‬ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ُ َ ُ ْ َ Artinya: “Demi jiwaku yang berada di tanganNya sungguh seseorang yang mengambil tali di antara kalian kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang kemudian ia meminta-minta kepadanya yang terkadang ia diberi dan terkadang ia tidak diberi olehnya”. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui”. Bukan berarti kita ingin menghindari kewajiban kita sebagai muslim dan sebagai makhluk sosial.

‫جعَل َنا الله وَإ ِياك ُم من ال ْمؤْمن ِي ْن ال ْكامل ِي ْن ال ْمؤَد ّي ْن ل ِواجبات ِهِم مع‬ َ َ َ َ ْ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ْ ّ ُ َ ‫ال ْمخل ِصين السائ ِل ِين.)خماصا وَت َروْح ب ِطانا. (Adz-Dzariyat: 19). أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ . Itulah orang yang menghardik anak yatim. apalagi dengan berdalih bahwa pekerjaan mengemis kepengemisan dan kemiskinan itu sudah ditakdirkan Allah Subhannahu wa Ta'ala .pada orang-orang yang hanya menggunakan pekerjaan mengemis sebagai topeng dan menampak luaskan kemiskinan dan terlebih lagi yang kita takutkan adanya anggapan bahwa Islam adalah agama bagi orang miskin dan terbelakang. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”. seperti halnya Allah memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar. )الترمذي وابن ماجه‬ ً َ ُ ُ ً َ ِ Artinya: “Sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal. sebagaimana yang telah dijelaskan oleh surah Adz-Dzariyat ayat 19 yang berbunyi: Artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”. tetapi pulang dalam keadaan kenyang”. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: َ َ ‫ل َوْ أ َن ّك ُم ت َت َوَك ّل ُوْن عَلى اللهِ حقّ ت َوَك ّل ِهِ ل َرزقَك ُم ك َما ي َرزقُ الط ّي ْر ت َغْد ُو‬ ُ ْ َ ْ َ َ َ ْ ْ َ ‫. bahwa Islam sangat mencela orang yang tak mau berusaha dan hanya bisa meminta-minta. . Kesimpulan Dari keterangan-keterangan ini jelaslah saudara-saudara!. Bahkan kalau kita telaah kembali beberapa ayat Al-Qur’an yang turun di Mekkah sangat mengecam arogansi orang-orang kaya Mekkah yang tidak perduli terhadap fakir. Ahmad. (Al-Ma’un: 1-3). Betapa hinanya derajat orang yang seperti ini dan tak ada tempat yang lebih layak baginya selain kawah api Neraka yang membara. dan anak-anak yatim.ال ْحي ال ْقيوم وأت‬ ‫َ ّ َ ّ ْ ُ َ ُوْب إ ِل َي ْه‬ ِ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُهُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفرهْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْر‬ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ِ ْ ِ ُ ُ ْ ِ َ ‫أ َن ْفسنا وَمن سي ّئات أ َعْمال ِنا، من ي َهْدِهِ الله فَل َ مضل ل‬ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه وَمن ي ُضل ِل‬ ِ َ َ ْ ِ َ ِ ُ ُ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫فَل َ هادي ل َه. tentu Allah memberi rizki kepadamu. Oleh karenanya hendaklah para da’i atau pendakwah Islam tidak hanya membatasi dakwahnya dalam masalah ritual dan spiritual belaka. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah shahih dan Al-Hakim dari Umat) Kemudian bagi orang-orang kaya jangan hanya bisa menumpuk harta dan berfoya-foya tanpa peduli bahwa di dalam harta mereka terdapat hak peminta-minta dan orang yang hidup di dalam kekurangan. Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa orang yang mendustakan agama / hari Qiamat disejajarkan dengan orang yang mencampakkan anak yatim dan tidak menganjurkan orang lain untuk menyantuni fakir miskin. sehingga jika sistem keseimbangan yang diajarkan ini benar-benar diterapkan akan dapat menciptakan masyarakat yang baik atau baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. karena Islam tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal antara Tuhan dan manusia tapi Islam juga mengajarkan hubungan horisontal yaitu hubungan antara manusia. Allah menegaskan dalam firmanNya: Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. أ‬ ‫ّ ْ َ ست َغْفر الله ال ْعَظ ِي ْم ل ِي وَل َك ُم ال ّذِيْ ل َ إ ِل َه إ ِل ّ هُو‬ َ ْ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ‫. (HR. miskin.

النار‬ ‫ّ‬ ‫عباد ِ الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫عَن ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن.‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل ُه صلى الله عَلى ن َب ِي ّنا محمدٍ وَعَلى آل ِهِ وَأ َصحاب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫وسل ّم تسل ِيما ك َث ِيرا. قال ت َعا َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ َ َ َ لى: }وَمن ي َت ّق الله ي َجعل‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬ ‫}ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن يتق الله يك َفر عَنه سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ‫َ َ َّ‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ً‬ ‫إن الله ومل َئ ِك َته يصل ّون عَلى ِالنبي، يا أ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ْ َ َ‬ ‫ّ ِ ّ َ يها َ ال ّذِي ْن ءامن ُوا صل ّوا عَل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما. الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْرِ ك ُل ّهِ ما عَل ِمنا من ْه‬ ‫َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫وما ل َم نعل َم. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. الل ّهُم اغْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤْمن ِي ْن وال ْمؤْمنات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ ُ ِ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. وَبارِك عَ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ لى محمدٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫وَعَلى آل محمدٍ ك َما بارك ْت عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫مجي ْد. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. فاذ ْك ُروا الله‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ال ْع ِظيم يذ ْك ُرك ُم واسأ َل ُوه منِ فَضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ ُْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫َ ِْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ِ ْ‬ ‫92‬ ‫‪Menghadapi Kenakalan Anak Dalam Rumahtangga‬‬ ‫‪Oleh: Nafisah Amron‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ . قال تعالى: يا أ َ‬ ‫ًْ َ َ ََ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ َْ ْ َ ُ َ ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهُم وآمن ْهُم‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫فِي أ َوْ َ‬ ‫ْ طان ِهِم. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا عَذاب‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ً ِ‬ ‫ْ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َ‬ ‫ه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. قال ت َعا َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ لى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهُم صل عَلى محمدٍ وَعَلى آل محمدٍ ك َما صل ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫َ َ ي ْت‬ ‫َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.

mengajar. apa yang kurang dari diri saya. Termasuk dalam urusan penyempurnaan akhlak adalah memberi perlakuan yang baik kepada anak. “Saya mempunyai sepuluh orang anak tidak pernah satupun dari mereka saya cium”. mengajarkan cinta kepada anak-anak kepada para sahabatnya. Hadirin jamaah Jum’ah yang berbahagia. Tidak mengherankan jika sekarang orang tua banyak yang mengeluh karena anaknya terlibat dan akrab dengan narkoba. Ya Tuhan kami. Bagaimana tidak terabaikan jika mereka hanya dirawat dan dididik oleh pembantu yang kurang pendidikannya sekalipun ayah ibunya seorang doktor. dan dirawat dengan kesabaran disertai dengan tawakkal untuk tetap berdo’a semoga diberi anak-anak yang shalih. dipelihara. Orang tua selama ini hanya mampu memberikan ruang dan memenuhi kebutuhan fisiknya sedangkan kebutuhan psikisnya terabaikan. Mengapa orang tua tidak bertanya kepada diri sendiri ada apa dengan anak saya. Al-Bukhari dan muslim). Padahal anak sesuai dengan fitrahnya merupakan amanat Allah yang harus dijaga. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 74: “Dan orang-orang yang berkata. Bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengajak cucu-cucunya bermain. Tidak mengherankan jika Allah selalu berpesan bahwa anak-anak adalah perhiasan. anugerahkanlah kepada kami istri dan anakanak yang jadi permata hati dan jadikanlah kami pemimpin yang bertaqwa”. diskotik. Mencium anak-anak merupakan salah satu wujud kasih sayang orang tua kepada anak sekaligus merupakan contoh riil agar anak tidak mencium kepada orang lain yang bukan mahramnya. mengurangi uang saku dan sebagainya. Maka jika anak nakal yang dilakukan oleh orang tua biasanya adalah mengurung. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melihat kepadanya dan berkata: ‫.‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫مور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam guna menyempurnakan keutamaan Akhlak. Selama ini sebagian orang tua bersikap reaksioner atas semua tindakan anak. Pengalaman orang tua sering mencium anaknya sampai mereka dewasa tidak akan menjadikan anak-anak mencium orang lain apalagi sampai berbuat zina karena mereka sendiri telah merasa . berlaku sabar dalam menghadapi kenakalannya maupun sabar dalam memberi bimbingan sejak masih dalam kandungan sampai mereka dewasa. mereka memandang anak sebagai orang dewasa dalam bentuk mini dan semua semua yang dilakukan harus sesuai dengan kelakuan orang tua.من ل َ ي َرحم ل َ ي ُرحم‬ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ْ “Siapa yang tidak merahmati tidak dirahmati (oleh Allah)” (HR. bukan cuma cerdas dan berprestasi di sekolah semata akan tetapi mampu menjadi qurratu a’yun di masa depan. seperti mendidik. Bukankah sayang jika permata hati kita nantinya hanya generasi yang penuh dengan daging tambun sedangkan hatinya keropos dari nilai-nilai dan ruh agama maupun ilahiyah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam adalah sebaik-baik contoh dalam memperlakukan anak. mengisolasi dari pergaulan. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ .‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Hadirin jamaah jum’ah yang dirahmati Allah. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata: “Pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menciumi Hasan putra Ali dimana pada saat itu ada Aqra’ Ibnu Habis Attamimy duduk. Dia lalu berkata. minum-minuman keras serta pergaulan bebas.

Bahkan mungkin saja orang tua akan dipecat dari jabatannya hanya karena kenakalan anaknya. Cinta kepada anak seringkali menyebabkan orang tua membanggakan anaknya. Tujuan lain adalah sebaliknya. Kadang-kadang cerita ini menjemukan orang yang mendengarkannya. kepintarannya. demi cintanya kepada anak. maka secara sederhana tujuan pendidikan anak di dalam keluarga ialah agar anak itu menjadi anak yang shalih. Kadang-kadang permintaan yang tidak masuk akalpun dipenuhi. Anak sering pula menyebabkan orang tua lupa kepada Allah dan RasulNya. Berdasarkan ayat tadi bagi orang tua mendidik anak adalah kewajaran. kelucuannya.” Hadirin jamaah Jum’ah yang di berkati Allah. Kewajiban tersebut wajar karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anak-anaknya. keberaniannya dan kegemasannya. Bila tidak mendo’akan orang tua. Seringkali orang tua membela anaknya yang berbuat salah sampai orang tua lupa bahwa membela yang salah adalah pelanggaran aturan Allah. Saking sibuknya mengurus anak-anaknya. Pada suatu waktu orang tua amat susah karena anaknya nakal. Anak yang saleh dapat mengangkat nama baik orang tuanya. keshalihannya telah cukup merupakan bukti amal baik bagi orang tuanya. Orang tua yang menduduki posisi terhormat dimasyarakat akan jatuh wibawanya karena anaknya yang nakal. Orang tua dapat juga menjadi budak anaknya. karena kodratnya. Wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya. Apa yang sudah dicontohkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menegaskan bahwa: 1. .kecukupan dengan kasih sayang dari orang tua insya Allah mereka akan menjadikan anak-anak yang diharapkan. tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih. dikala ia merasa wajib memenuhi segala keinginan anaknya. Anak seperti itulah yang patut dibanggakan. Inilah modal utama bagi pendidikan dalam keluarga itu dilaksanakan dan apa tujuannya. cerdas. misalnya terlibat masalah jual beli obat-obatan terlarang akan jatuh martabatnya dimata masyarakat. Mereka sering dengan semangat meluap-luap menceritakan anaknya kepada tamunya atau kawan-kawannya. nakal. Seorang pemimpin masyarakat bila anaknya terlibat kenakalan khas remaja masa kini. Kadang-kadang karena merasa anak-anaknya kuat. juara kelas. karena ia kalah dan dibentuk oleh anaknya karena terlambat atau tidak mampu memenuhi permintaan anaknya. maka orang tua merasa hidupnya akan aman. mereka bekerja mati-matian mencari uang agar semua permintaan anaknya dapat terpenuhi. selain itu karena cinta.Ayat Al-Qur’an berikut dapat menjadi renungan untuk kita seperti yang tertera dalam Surat Saba’ ayat 37: “Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan diri kalian kepada Kami sedikit pun. serta kapan mulainya. karena anak adalah dekorasi keluarga dan mendo’akan orang tuanya kelak. Kewibawaan orang tua telah hilang. Seperti tidak berani membangunkan anaknya untuk shalat Subuh karena takut anaknya kaget atau marah. Mengingat uraian di atas. Sebaliknya tak ada orang yang ingin menceritakan kepada tamunya bahwa anaknya bodoh. Terutama mengenai kecerdasannya. kedua karena orang tua senang mendidik anak-anaknya. penakut dan sebagainya. 2. Jadi yang pertama hukumnya wajib. Oleh karena itu mereka mulai meninggalkan Tuhan. yaitu agar anak itu kelak tidak menjadi musuh bagi orang tuanya. pemberani. Sayang anak tidak jarang menyebabkan orang tua korupsi dan mencuri.

Bahkan dalam Islam dimulai semenjak memilih pasangan hidup‬‬ ‫‪kemudian saat hamil.‪Lalu bagaimana jika cara tersebut sudah dilaksanakan dan anak-anak tetap saja nakal? Sabar‬‬ ‫‪tawakkal dalam menghadapinya adalah obat terbaik sambil tetap berdo’a memohon kepada Allah‬‬ ‫‪agar kenakalannya tidak membawa madlarat bagi dirinya sendiri.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. S.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون. tentang akhlaq dan sebagainya‬‬ ‫. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وع َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Darwis‬‬ ‫‪Khutbah Pertama‬‬ . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫:‪Khutbah kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. orang tuanya dan‬‬ ‫.‪masyarakatnya‬‬ ‫ّ‬ ‫أ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ول ِجمي ْع ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ْ َ َ ِ ِ‬ ‫ذَن ْب.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر. Mengenalkan mereka dengan‬‬ ‫. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات.‬ ‫َ ُ ّ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ْ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم. فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‫‪Kapankah sebaiknya kita mulai mendidik anak? Jawabannya tidak lain adalah semenjak masih‬‬ ‫. saat anak-anak sampai dewasa. saat lahir.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‪dalam masa konsepsi.‪asma-asma Allah. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. والصل َةُ والسل َم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. tentang tauhid.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫03‬ ‫‪Anak Shalih Adalah Aset Orang Tua‬‬ ‫‪Oleh: Muh.

‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َست َهدي ْه، ون َعوذُ بالله‬ ِ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫ت َعالى من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ ْ ِ َ ْ ْ َ ‫فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه، ومن ل َم ي َجعل الله ل َه‬ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ْ ْ َ َ ُ َ ِ َ ِ َ ْ َ ‫ن ُورا فما ل َه من ن ُور. Bahkan sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anakanaknya dapat menjadi bintang film (Artis).‫ت َزوجوا ال ْول ُودَ وال ْودُودَ فإ ِن ّي مكاث ِر ب ِك ُم‬ ُ ّ َ ْ ٌ َ ُ ْ ْ َ َ ْ َ Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ . bintang iklan. Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih.” (HR. kata Al Haitsamin). Jamaah jum’at rahimakumullah Kehidupan sebagian besar selebritis yang banyak dipuja orang itu tidak lebih seperti kehidupan binatang yang tak tahu tujuan hidupnya selain hanya makan dan mengumbar nafsu birahinya. pergaulan bebas. Padahal dibalik itu semua mereka kering akan informasi tentang perihal kehidupan kaum selebritis yang mereka puja-puja. maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa. وأ َشهد أ‬ ‫ُ ِ ْ ْ ٍ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َشري ْك ل َه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ ً ْ َ ‫وأ َشهد أ‬ َ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Hal ini terjadi akibat orang tua yang sering mengkonsumsi berbagai macam acara-acara hiburan diberbagai media cetak dan elektronik. Apakah kita menginginkan anak-anak kita menjadi orang yang jauh dari agamanya yang kelihatannya bahagia di dunia namun menderita di akhirat? Tentu tidak. fotomodel dan lain-lain. Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti kaum selebritis yang terkenal itu. Namun obsesi orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. Namun yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. karena itu opininya terbangun atas apa yang mereka lihat selama ini. narkoba dan gaya hidup yang serba glamour adalah konsumsi sehari-hari mereka. Sangat jarang kita saksikan di antara mereka ada yang perduli dengan tujuan hakiki mereka diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . قال الله ت َعالى: ول ْي َخش‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ً َ ِ ً ّ ْ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ . Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak.(9 :‫ال ّذي ْن ل َو ت َرك ُوا من خل ْفهم ذُري َة ضعافا. Menurut Sunnah melahirkan anak yang banyak justru yang terbaik. Abu Daud dan An Nasa’I. agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya. untuk mengecoh masyarakat tentang keadaan mereka yang sebenarnya. miras. Obsesi tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ َ حي ِنا‬ َ ْ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم على سن ّت ِه وأ َمت ْنا على مل ّت ِه. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: . kalaupun ada mereka hanya menjadikan ritualisme sebagai alat untuk meraih tujuan duniawi. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ ُ Jamaah jama'ah rahimakumullah Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya. Hura-hura. Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi. )النساء‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ِ على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه.

bersabda: ْ ِ ْ َ ٍ ِ َ ٍ َ َ ٍ ْ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ ٍ ‫ا ِن ْقطع عمله إ ِل ّ من ث َل َث، صدَقة جاري َة أو علم‬ . Oleh karena itu selaku orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya.” (HR. Beliau mengatakan selaku orang tua hendaknya tidak meninggalkan keadaan anak-anak mereka dalam keadaan miskin . Opini atau persepsi orang tua atau anak yang shalih tersebut harus benar-benar sesuai dengan kehendak Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Karena itu sebagian orang tua yang bijaksana. maka mereka harus memperhatikan keempat hal ini. mesti mampu memperhatikan langkah-langkah yang harus di tempuh dalam merealisasikan obsesinya dalam melahirkan anak yang shalih. (Tafsir Ibnu Katsir: I. fisik dan ekonomi semata dan mengabaikan perkembangan iman. Banyak orang tua yang mementingkan perkembangan anak dari segi intelektual. sementara untuk memasukkan anak-anak mereka pada TK-TP Al-Qur’an terasa begitu enggan. maka mustahil ada anak dapat bisa mendoakan orang tuanya jika anak tersebut jauh dari . Pengabaian salah satu dari empat hal ini adalah ketimpangan yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan pada anak.‫صال ِح ي َدْعو ل َه‬ ُ ْ ُ ٍ َ ‫إ ِذا مات ب ْن آدَم‬ َ َ َ َ ُ َ ‫ين ْت َفع به أ‬ ‫ُ َ ُ ِ ِ و ول َد‬ ٍ َ ْ Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam. lemah fisik. Padahal aspek iman merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak.melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Pengertian lemah dalam ayat ini adalah lemah iman. maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya. segala sarana dan prasarana kearah tercapainya tujuan tersebut dipenuhinya dengan sungguhsungguh namun dalam usahanya memenuhi kebutuhan anak dari hal keimanan. hal 432) Dan terbukti berapa banyak kaum muslimin yang rela meninggalkan aqidahnya (murtad) di era ini akibat keadaan ekonomi mereka yang dibawah garis kemiskinan. Ada juga orang tua yang menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan bagi anak-anak mereka dari keempat masalah pokok di atas. Anak yang shalih adalah anak yang tumbuh dalam naungan DienNya. padahal mereka telah memperhatikan anaknya secara bersungguh-sungguh dalam segi pemenuhan otaknya.Muslim) Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. Imam Ibnu Katsir dalam mengomentari pengertian lemah pada ayat ini memfokuskan pada masalah ekonomi. Orang tua terkadang berani melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi. Jamaah jum’at rahimakumullah. lemah intelektual dan lemah ekonomi. Sebagai contoh: Ada orang tua yang dalam usaha mencerdaskan anaknya dari segi intelektual telah melaksanakan usahanya yang cukup maksimal. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka” (An Nisa: 9). orang tua terlihat setengah hati. Di bawah ini akan kami ketengahkan beberapa langkah yang cukup representatif dan membantu mewujudkan obsesi tersebut: 1. dan menjauhi larangan-laranganNya. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. namun usaha yang dilakukannya kearah tersebut sangat diskriminatif dan tidak seimbang.

perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan senang bermaksiat kepadaNya. sehingga ketika anak tersebut berhadapan dengan lingkungan lain anak tersebut memiliki daya resistensi yang dapat menangkal setiap saat pengaruh negatif yang akan merusak dirinya.” (HR. maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. selaku orang tua yang bijaksana dalam berinteraksi dengan anak pasti memperlihatkan sikap yang baik.(‫ي ُمجسان ِه. selalu mendoakan orang tuanya dan selalu melaksanakan kebaikan-kebaikan. Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian bagi anak yang shalih. Lingkungan keluarga Keluarga merupakan sebuah institusi kecil dimana anak mengawali masa-masa pertumbuhannya. Pendidikan yang didapatkan merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak. Jika sang anak melakukan kebaikan atau mendoakan orang tuanya maka amal dari kebaikannya juga merupakan amal orang tuanya dan doanya akan segera terkabul oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . cinta terhadap ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam. amalan-amalan mereka senantiasa berkorelasi dengan kedua orang tuanya walaupun sang orang tua telah wafat. jelas akan jauh dari perintah Allah dan kemungkinan besar senang pula bermaksiat kepada kedua orang tuanya sekaligus. Menciptakan lingkungan yang kondusif ke arah tercipta-nya anak yang shalih. maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi. Jama'ah jum’at rahimakumullah Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ‫ك ُل مول ُود ي ُول َدُ على ال ْفطْرة، فأ َب َواهُ ي ُهودان ِه أ َو ي ُن َصران ِه أ َو‬ ِ ْ ِ َ ّ ْ ِ َ ّ َ َ َ ِ َ ْ ٍ ْ ْ َ ّ . menjauhi larangan-laranganNya. 2. yaitu sikap yang sesuai dengan kepribadian yang shalih sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktekkan sifat-sifat orang tuanya b. Lingkungan merupakan tempat di mana manusia melaksana-kan aktifitas-aktifitasnya. Oleh karena itu. Di sekolah anak-anak akan saling mempengaruhi sesuai dengan watak dan karakter yang . Dalam hadits ini dijelaskan tentang keuntungan memiliki anak yang shalih yaitu. Sekolah juga merupakan sarana yang cukup efektif dalam membentuk watak dan karakter anak. Jadi jelaslah bagi kita akan gambaran anak yang shalih yaitu anak yang taat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Anak yang senang bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral. Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman. maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. kepribadian dan karakternya. Al-Bukhari) Untuk itu orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal dimana anak kita mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita kecintaan terhadap diennya. bermain dan bercanda adalah kegiatan rutin mereka di sekolah. )رواه البخاري‬ ِ َ ّ َ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (Islam). Secara mikro lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian. Keluarga juga merupakan madrasah bagi sang anak. kemudian orang tuanyalah yang mewarnainya. yaitu: a. Nasrani atau Majusi. Lingkungan Sekolah Sekolah merupakan lingkungan di mana anak-anak berkumpul bersama teman-temannya yang sebaya dengannya. Belajar. Seorang anak yang terlahir dalam keadaan fitrah.

” (HR. Lingkungan Masyarakat Masyarakat adalah komunitas yang terbesar dibandingkan dengan lingkungan yang kita sebutkan sebelumnya. Sebaliknya anak yang di rumahnya kurang mendapat pendidikan yang baik tentu akan memberi pengaruh yang negatif menurut karakter dan watak sang anak. Oleh sebab itu orang tua seharusnya mampu melihat secara cermat dan jeli sekolah yang pantas bagi anak-anak mereka. Sekolah yang sekedar dibangun untuk kepentingan bisnis semata pasti tidak akan mampu menghasilkan murid-murid yang berkwalitas secara maksimal. Masyarakat yang mayoritas anggotanya hidup dalam kemaksiatan akan sangat mempengaruhi perubahan watak anak kearah yang negatif. Masyarakat terbentuk atas dasar gabungan individu-individu yang hidup pada suatu komunitas tertentu. Anak yang telah di didik secara baik oleh orang tuanya untuk selalu taat dan patuh pada perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya. c. Sekolah yang ditata dengan managemen yang baik tentu akan lebih mampu memberikan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan sekolah yang tidak memperhatikan sistem managemen. Dalam masyarakat seperti ini akan tumbuh berbagai masalah yang merusak ketenangan. Oleh karena itu untuk dapat mempertahankan kwalitas yang telah terdidik secara baik dalam institusi keluarga dan sekolah. kualitas dalam pengertian intelektual dan moral keagamaan. dapat saja tercemari oleh limbah kemaksiatan yang merajalela disekitarnya. Mereka beranggapan bahwa yang bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pemerintah. jika ia tidak sanggup maka dengan lidahnya. Orang tua tidak harus memasukkan anak mereka di sekolah-sekolah favorit semata dalam hal intelektual dan mengabaikan faktor perkembangan akhlaq bagi sang anak. )رواه مسلم‬ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antaramu melihat kemungkaran hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. pendidik atau ulama. Karena itu pengaruh yang ditimbulkannya dalam merubah watak dan karakter anak jauh lebih besar. Muslim) . para da’i. Persepsi yang keliru biasanya masih mendominasi masyarakat. yang kondusif bagi anak. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Karena dalam membentuk masyarakat yang harmonis setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama. maka kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan masyarakat yang baik. Dan itu adalah selemah-lemah iman. kedamaian. Faktor yang juga cukup menentukan dalam membentuk watak dan karakter anak di sekolah adalah konsep yang diterapkan sekolah tersebut dalam mendidik dan mengarahkan setiap anak didik. bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ ْ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا‬ َ َ َ ْ . Keseimbangan pelajaran yang diperoleh murid di sekolah akan lebih mampu menyeimbangkan keadaan mental dan intelektualnya. dan ketentraman. Karena itu sekolah yang memiliki keseimbangan kurikulum antara pelajaran umum dan agama akan lebih mampu memberi jaminan bagi seorang anak didik.(‫ْ َ ُ ل ِي ْمان. Anak yang terdidik secara baik di rumah tentu akan memberi pengaruh yang positif terhadap teman-temanya. karena sekolah tersebut akan memberi warna baru bagi setiap anak didiknya.diperolehnya dalam keluarga mereka masing-masing. Kualitas intelektual dan moral keagamaan tenaga pengajar serta kurikulum yang dipakai di sekolah termasuk faktor yang sangat menentukan dalam melahirkan murid yang berkualitas secara intelektual dan moral keagamaan. dan jika tidak sanggup maka dengan hatinya.

maka segala kemunkaran bermunculan dan merajalela di tengah masyarakat kita dan lambat atau cepat pasti akan menimpa putra dan putri kita.‫إماما‬ ً َ َ ‫أ َِقول قول ِي هذا وأ‬ َ . Jika tidak maka Allah Subhannahu wa Ta'ala . Marilah kita berdo’a kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . رب ّنا‬ َ َ َ َ َ ْ ّ َ َ ِ ُ ْ ّ ْ ِ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل ِي ول ِوال ِدَي ول ِل ْمؤمن ِي ْن ي َوم ي َقوم ال‬ ُ . Jamaah jum’at rahimakumullah Amar ma’ruf adalah kewajiban setiap individu masing-masing yang harus dilaksanakan. Untuk itu di akhir khutbah ini marilah kita bersama-sama merasa peduli terhadap kelangsungan hidup generasi kita. الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ .‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ .‫ْ ُ حساب‬ ِ ْ ُ َ ّ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ْ ‫رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين‬ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ ْ َ َ َ . semoga dengan kepedulian kita itulah Allah Subhannahu wa Ta'ala akan senantiasa menurunkan pertolonganNya kepada kita dan memenangkan Islam di atas agamaagama lainnya. pasti akan menimpakan adzabnya di tengah-tengah kita dan pasti kita akan tergolong orang-orang yang rugi Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. والصل َةُ والسل‬ ‫ّ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.‫ال ْغفور الرحي ْم، وادْعوهُ ي َست َجب ل َك ُم‬ ْ ِ ْ ْ ْ ُ َ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه.‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ . وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Padahal kedudukan kita sebagai umat yang terbaik yang dapat memberikan ketentraman bagi masyarakat kita hanya dapat tercapai jika setiap individu muslim secara konsisten menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ْ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.Jika setiap orang merasa tidak memiliki tanggung jawab dalam hal beramar ma’ruf nahi munkar.‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ .” (Ali-Imran: 104).. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. الل ّهم اغفر ل ِل‬ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ ‫ِ ْ مسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ِ َ ِ ..” (Ali Imran: 110). ْ َ َ َ َ ْ ‫رب اجعل ْن ِي مقي ْم الصل َة ومن ذُري ّت ِي، رب ّنا وت َقب ّل دُعاء. karena Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.

‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.alsofwah.com‬‬ ‫13‬ ‫‪Nilai Kepemimpinan Lelaki dan Kepatuhan Wanita‬‬ ‫‪Oleh: H.‫أ َوطان ِهم.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.wordpress. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ .or. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُ‬ ‫َ َ ُ ْ وا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.

halaman 608. al-imamah (kepemimpinan). Menurut Ibnu Katsir. oleh karena Allah telah memelihara (mereka). dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. yaitu berupa mahar/ maskawin. (Irsyaadul ‘Aqlis Saliim. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. Karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki. Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa wanita itu ada dua macam. Karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita. menjaga dirinya dari kekejian (zina).”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya). Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada. “ketika suaminya tidak ada. dan demikian pula kepemimpinan tertinggi. Oleh karena itu ada kekhususan bagi lakilaki yaitu mengenai an-nubuwwah (kenabian). halaman 292 tahqiq Sami As-Salamah).” maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan laki-laki memiliki satu derajat lebih atas wanita” . (QS An-Nisaa’/ 4:34). wanita tidak boleh jadi saksi.َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ .‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. dan demikian pula (khusus untuk lelaki) jabatan qodho’/ kehakiman dan hal-hal lainnya. hingga sesuailah kalau lelaki itu menjadi pemimpin atas perempuan.” Ini adalah rincian keadaan wanita di bawah kepemimpinan lelaki. 1/339). as-syahadah (kesaksian --dalam perkara pidana. lelaki itu adalah pemimpin wanita. dan menjaga harta . Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik).‫ل َن ي ُفل ِح قوم ول ّوا أ َمرهم امرأ َة‬ ً َ ْ ْ ُ َ ْ ْ َ ٌ ْ َ َ ْ ْ . oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan). Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik. atau juz II. Wanita shalihah Selanjutnya. dan pendidiknya. Ayat ini menegaskan tentang kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita. hanya khusus lelaki. maksudnya. Penjelasan Ibnu Katsir itu ada rincian yang senada yaitu perkataan Abu As-Su’ud: “Dan pengutamaan bagi kaum laki-laki itu karena kesempurnaan akal. Ibnu Katsir melanjutkan. hakim atasnya. dan menjelaskan tentang wanita shalihah. arti ayat: “Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri. oleh karena Allah telah memelihara “(mereka. al-wilayah (kewalian). nafkah-nafkah dan beban-beban yang diwajibkan Allah atas lelaki untuk menjamin perempuan. Yang satu adalah wanita-wanita shalihah muthi’ah (baik lagi taat) dan yang lain adalah ‘ashiyah mutamarridah (bermaksiat lagi menentang). dan kelebihan kekuatannya. kesungguhan pandangan. Wanita-wanita shalihah muthi’ah adalah taat kepada Allah dan suaminya. bagusnya pengaturan. Maka dalam diri lelaki itu ada kelebihan dan keutamaan atas perempuan. juz I. pen) jihad dan hal-hal lainnya. melaksanakan hak-hak dan kewajiban yang ada pada dirinya. pembesarnya.

Akibat merelakan keluarganya (yang wanita) dijadikan pajangan itu kemudian menjadikan haramnya surga baginya. namun sebagai alat penarik konsumen. justru wanita dijadikan alat untuk melariskan hal-hal yang tak terpuji atau tak sesuai dengan ajaran Islam. Lelaki yang demikian itu adalah dayyuts. Tetapi sekarang wanita di pertokoan bukan sekadar sebagai pelayan. misalnya tontonan. Jual beli antara lelaki dan perempuan pada asalnya mubah. boleh-boleh saja. pelawak. yang hal itu melanggar kodratnya atau fitrahnya. pemeliharaan dari para suami dan bahkan masyarakat. Maka betapa ruginya. disamping melanggar aturan agama. namun justru merelakannya. dayyuts (laki-laki yang membiarkan kemaksiatan pada keluarganya). hingga wanita-wanita pelayan itu diseragami pakaian yang setengah telanjang. Sehingga. di bank-bank. Hingga muncul kondisi yang ironis. Keadaan masyarakat jahil Aturan dalam Al-Quran telah tegas dan jelas. lelaki itu pemimpin atas wanita. Dianggap lumrah. Ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya jadi penyanyi. )رواه‬ ِ ِ َ ّ ِ َ ُ َ . di pameran-pameran perdagangan.” (Hadits Riwayat Al. ada wanitawanita yang diperlakukan oleh orang-orang jahil sebagai barang mainan.Hakim dan Al-Baihaqi.suaminya dari pemborosan. Na’uudzu billaahi min dzaalik. biasa . Sebaliknya. wanita mendapat perlindungan. hadits hasan dari Ibnu Umar). Inilah yang mesti kita berhati-hati benar dalam hal menjaga diri dan keluarga kita. Ada orang tua dan suami-suami yang merelakan wanitanya dijadikan pajangan untuk menarik pembeli atau konsumen di toko-toko. Ada wanita yang diangkat-angkat oleh orang-orang jahil melebihi kodratnya dan melanggar aturan agama. Jadi lelaki yang merelakan isterinya ataupun anak-anaknya dijadikan pajangan padahal seharusnya lelaki itu punya rasa cemburu dan menjaganya. Ia tidak akan masuk surga. penjoget. Sehingga wanita yang sebenarnya terhormat itu kemudian dijadikan bahan tontonan.(‫مسلم و أبو داود‬ “Sesungguhnya termasuk sejelek-jelek manusia bagi Allah tempatnya di hari kiamat. pelaku adegan-adegan film atau sinetron tak senonoh yang ditonton banyak orang. dan perempuan yang menyerupakan dirinya dengan laki-laki. Namun. kemudian salahsatunya menyiarkan rahasia teman bergaulnya itu. tidak merasa cemburu terhadap keluarganya yang berbuat sesuatu dengan lelaki lain. Namun kepemimpinan lelaki ataupun ketaatan wanita seakan tidak dianggap penting dalam dunia jahil.‫ث َل َث َة ل َ ي َدْخل ُون ال ْجن ّة؛ ال ْعاقُ ل ِوال ِدَي ْه والدّي ّوث ورجل َة الن ّساء‬ ِ َ ُ ُ َ َ ُ ْ َ َ ٌ َ ْ ُ َ َ ِ َ “Tiga orang yang tidak masuk surga (yaitu): orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya. Di dalam hadits disebutkan: ‫إ ِن من شر الناس عن ْدَ الله من ْزل َة ي َوم ال ْقيامة الرجل ي ُفضي‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ ْ ً ِ َ ِ ّ َ ْ ِ ّ ْ ِ ْ ُ ُ ّ َ ‫إلى امرأ َت ِه وت ُفض ِي إل َيه ث ُم ين ْشر أ‬ َِ ‫ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ ِ ّ َ ُ ُ حدُهما سر صاحب ِه. surga haram atas lelaki dayyuts. namun haramnya masuk surga telah mengancamnya. sedang wanita itu dipentingkan ketaatannya kepada Allah. Sebagaimana mereka menjaga hal-hal yang berlangsung antara dirinya dan suaminya yang wajib disembunyikan dan menjaga baik-baik kerahasiaannya. Dan bahkan ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya dijadikan mainan oleh orang lain. hanya kerugian lah yang didapat. . Ini sudah bertentangan dengan aturan Islam. maka bisa dimasukkan dalam lingkungan yang mengarah pada dayyuts. Kesenangan di dunia tidak seberapa.” (HR Muslim dan Abu Daud). tidak sesuai aturan. di hotel-hotel dan sebagainya. Seharusnya. Menurut Hadits Nabi n. Rasul-Nya. dan kepada suaminya. (yaitu) lakilaki yang menggauli (menyetubuhi) isterinya dan isterinya pun menggaulinya.

Wanita dari zaman ke zaman. Inilah yang di dalam ilmu ushul fiqh disebut Qiyas Aulawi”. Lebih dari itu. yaitu pertama dengan melarang manusia mendekati zina. lebih terlarang lagi adalah zinanya itu sendiri. ayat tersebut mengandung makna. serta wanita itu sendiri dalam berupaya menjadi wanita shalihah adalah perkara yang besar. mengatakan uf/ hus kepada orang tua saja diharamkan. semua tontonan dan pekerjaan yang menarik konsumen dengan cara memajang wanita itu sudah mengikuti bujukan syetan. Maka sesuai dengan istilah "aljazaa’u min jinsil ‘amal. Padahal. oleh orang-orang jahil merupakan sasaran yang paling utama untuk dijadikan daya pikat. Perkara yang banyak godaannya. Islam menempatkan wanita shalihah dalam kedudukan yang terpuji itu bisa difahami pula bahwa untuk membina wanita agar jadi shalihah. Yaitu. Mendekati zina itu jelas telah dilarang dengan tegas oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala.” imbalan itu sesuai dengan perbuatan. baik dari dalam nafsu wanita itu sendiri maupun faktor dari luar. Maka mengadakan sarana untuk dekat dengan zina atau yang jurusannya mendekati zina berarti haram pula. Dianggapnya tidak ada masalah. bila mau melanggar aturan Islam. Contohnya. dunia jahil telah memupuk aneka macam pelanggaran seperti tersebut diatas menjadi pemandangan yang biasa. Dalam ayat itu ditegaskan. Dengan demikian. Memajang wanita-wanita dalam aneka pergaulan hidup yang dimaksudkan untuk menarik konsumen ataupun pelanggan atau penonton itu sudah termasuk sarana mendekatkan ke arah zina. Ini telah mencakup larangan segala hal yang menghantarkan kepada perbuatan zina. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: "Dan janganlah kamu mendekati zina.” (Al-Israa’: 32). dan itu jelas bertentangan dengan Islam. apalagi berzina. ayat tersebut sangat strategis sifatnya. Itulah pengertiannya. sekaligus melanggar aturan Allah. Itu semua alurnya adalah mendekatkan kepada zina. Jadi. mendekati zina saja dilarang. apalagi memukulnya.Sangat disayangkan sekali. Kenapa? Karena. Sedang ke atas: perbuatan zina itu sendiri lebih terlarang lagi. ke bawah: sarana-sarana dan perbuatan yang menjurus pada pendekatan zina sudah ikut terlarang. Karena mendekati zina saja sudah dilarang. namun sulit karena lebih banyak godaannya. Allah memerintahkan agar kita menahan sebagian pandangan kita terhadap lain jenis (lihat QS An-Nuur: 30-31) namun justru orang-orang yang mendukung dunia jahil ini menarik-narik manusia agar membuka mata lebarlebar untuk “menikmati” wanita yang mereka pajang. lingkungan yang . dan kedua memberikan tempat yang terpuji bagi wanita yang shalihah. manusia jahil telah menjadikan wanita sebagai sasaran untuk dijadikan daya pikat. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan satu jalan yang buruk. maka wanita shalihah sangat dihormati dalam Islam karena memang sulit melakukannya. bahkan membolehkan perzinaan itu sendiri lebih dihormati. Wanita shalihah sangat terpuji Islam memberikan imbalan pahala sesuai dengan kadar kepayahan atau usaha manusia. namun dalam dunia yang jahil orang yang menyepelekan bahkan justru menggalakkan hal-hal yang menjurus pada pendekatan zina. Sehingga wanita itu sendiri akan sulit mempertahankan diri agar menjadi orang yang shalihah alias taat aturan Allah dan RasulNya. Maka Islam memberikan antisipasinya atau pencegahannya. Memerankan wanita sebagai daya pikat itu sendiri sudah merupakan pelanggaran sebagaimana diuraikan di atas. Bukan sulit karena secara naluriah. maka terkena kaidah (‫ )الحكم بوسائله‬hukum itu mencakup sarananya. maka lebih lagi haramnya. Karena hal itu sudah merupakan sarana atau penghantar. Ini benar-benar keterlaluan. tidak boleh mendekati zina. Sedangkan wanita itu sendiri didudukkan oleh manusia-manusia jahil pada posisi yang enak. Aturan di dalam Islam sebegitu jelas dan gamblang. yang menggiurkan.

tempat tinggal yang jelek. Attien: “. Dalam Hadits itu ternyata wanita atau isteri disebut sebagai unsur pertama dalam hal kebahagiaan maupun kesengsaraan.. manusia dibuat dalam bentuk yang paling baik. Berarti sejalan pula dengan pernyataan perbandingan tadi. dan kendaraan yang baik. ada pula pujian simpati dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ ‫الدّن ْيا متاع وخي ْر متاعها ال ْمرأ َةُ الصال ِحة. Kalau diperbandingkan. 6). ومن شقاوة اب ْن آ َدَم ال ْمرأ َةُ السوءُ و ال‬ ُ‫ّ ْ َ مسك َن السوء‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ْ ّ ْ َ ِ ‫وال ْمرك َب السوء.Sungguh Kami telah menjadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk. dan AlBazzar dari Sa'ad bin Abi Waqash) Nah. Bila kita perbandingkan. kecuali yang beriman dan berbuat baik. wanita yang bukan shalihah itu adalah paling menyebalkan. akan dikembalikan menjadi sesuatu yang paling rendah di antara yang rendah. Di antara unsur kebahagiaan manusia yaitu. memang betul demikian adanya. Bahwa wanita shalihah itu paling menyenangkan. dan kendaraan yang jelek. sebagai andalan. . Seperti firman Allah dalam Surat.jahil. yang mencakup segi kehidupan demi kebahagiaan dunia dan akhirat. ternyata disebutkan. Ya. At-Thabrani. kejadian manusia itu sendiri adalah bentuk yang paling baik. Kemudian Kami kembalikannya jadi serendah-rendahnya yang rendah (masuk neraka). من‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ِ ٌ ِ ِ َ ‫سعادة ابن آدم ال ْمرأ‬ ‫َ ْ ةُ الصال ِحة وال ْمسك َن الصال ِح وال ْمرك َب‬ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ْ َ َ ُ ّ ْ ‫الصال ِح. Yaitu wanita yang menuruti aturan agama suci dengan patuh. wanita/ isteri yang jahat adalah unsur penderitaan. Di dalam ayat itu dinyatakan. Jadi wanita merupakan unsur yang paling extrim. Terhadap wanita shalihah itu. Dan di antara (unsur) sengsaranya ibnu Adam ada tiga (juga). Dia paling baik di antara hal yang mesti disenangi manusia. wanita/ isteri yang shalihah adalah unsur kebahagiaan. Di sini jelas." (Hadits shahih riwayat Ahmad. Wanita diucapkan dalam deretan yang pertama dari tiga unsur kebahagiaan maupun kesengsaraan. betapa tingginya nilai wanita shalihah itu. wanita disebut hiasan yang paling menyenangkan berarti di balik itu ada yang bahkan paling tidak menyenangkan. Dan di antara (unsur) penderitaan manusia adalah: wanita / isteri yang buruk (tidak shalihah). Hasil perbandingan itu diperkuat atau punya alasan Hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam : ‫من سعادَة اب ْن آدَم ث َل َث ومن شقاوة اب ْن آدَم ث َل َث َة. )رواه أحمد والطبراني والبزار عن سعد بن‬ ُ ْ ّ ُ ْ َ َ . dalam hadits itu dijelaskan. Dan sebaik-baik perhiasan yang menyenangkan itu adalah wanita yang shalihah/ baik. Dari sini bisa difahami betapa terpujinya wanita yang baik yang istilahnya wanita shalihah.(‫أبي وقص‬ "Di antara (unsur) kebahagiaan anak Adam (manusia) adalah tiga hal. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih maka mereka akan memperoleh pahala yang tak putus-putusnya. wanita/ isteri yang shalihah/ baik.. yang otomatis mampu menjalani sikap dan perilaku tanpa melanggar ajaran Ilahi. (Hadits Riwayat Muslim dan An-Nasa’i). Berarti sudah merupakan puncak yang tiada saingannya lagi." (QS.(‫النسائي‬ “Dunia ini adalah perhiasan yang menyenangkan hati. 5. tempat tinggal yang baik. Tapi sebaliknya. Di balik bentuknya yang paling baik. tapi sebaliknya. )رواه مسلم و‬ ُ َ ّ َ ِ َ َ ُ َ َ ٌ َ َ َ ْ َ . At-Tien: 4.

posisi wanita shalihah itu memang benar-benar terpuji dan mulia. Berarti dijadikan pendamping paling baik bagi para muttaqin. Amien. Mari kita berlomba membentuk wanita shalihah dalam keluarga dan masyarakat Islam.Wanita shalihah dan suami taqwa Nabi n membela dan mengangkat martabat wanita.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Jelas sekali pujian Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap derajat wanita yang shalihah. seharusnya kita berlomba membina wanita.(‫ماجة عن أبي أمامة، حسن‬ "Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla yang lebih baik baginya dibanding mempunyai isteri yang shalihah/ baik. yaitu wanita shalihah. Maka. Dan apabila ia tidak ada di rumah maka isteri yang shalihah itu tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya. yang memuji wanita shalihah: َ ْ ‫ما است َفادَ ال ْمؤمن ب َعدَ ت َقوى الله عز وجل خي ْرا ل َه من زوجة‬ ٍ َ ْ َ ْ ِ ُ ْ ُ ِ ْ ُ َ ً َ ّ َ َ ّ َ ِ َ ْ َ ‫صال ِحة، إن أ َمرها أ َطاعت ْه وإن ن َظَر إل َيها سرت ْه وإن أ‬ َ ْ‫َ ّ ُ َ ِ ْ ق‬ ‫سم‬ َ َ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫إ ِل َي ْها أ َب َرت ْه وإ ِن غاب عن ْها ن َصحت ْه في ن َفسها ومال ِه. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . sebab dijadikan pendamping orang yang bertaqwa alias yang paling mulia di sisi Allah. Hal itu bisa disimak pandangan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Kita percaya. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. baik itu isteri kita. sampai memuji dan menyebutkan fungsi kedudukan wanita shalihah lagi menyenangkan. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ ً َ ُ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ . keluarga kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan anjuran beliau. Jadi. maka isteri itu menggembirakan nya. dengan disebut sebagai unsur yang paling memberikan keuntungan. Mungkin bisa kita mulai dari sekarang. Apabila dia (lk) menyuruhnya maka ditaati. Sampai didudukkan sebagai hal yang paling menguntung-kan bagi orang yang taqwa. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. Sedang derajat taqwa itu adalah derajat paling tinggi di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya yang paling mulia dari kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa". sebagai penganut ajaran suci dari Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Sedang yang menilai derajat tingginya itu ternyata adalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lewat Hadits tersebut di atas. (QS Al-Hujuraat/ 49: 13)." (Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah berderajat hasan/ baik). Mudah-mudahan hal ini bisa kita laksanakan. )رواه ابن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ . Apabila ia memberi bagian padanya maka dia menerimanya dengan baik. Apabila dia (lk) melihatnya. apa yang disabdakan itu pasti betul.

kaum wanita dengan kelemahlembutannya dapat melakukan hal-hal spektakuler‬‬ . وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫!‪Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia‬‬ ‫!‪Kaum muslimin para hamba Allah yang dirahmati Allah‬‬ ‫‪Pada masa modern ini.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عباد الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. pembicaraan tentang wanita adalah termasuk pembicaraan yang telah‬‬ ‫. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫23‬ ‫‪Selamatkanlah Kaum Wanita‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‪menyita banyak waktu semua orang.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. dari kalangan intelektual maupun dari kalangan awam‬‬ ‫‪Betapa tidak.

Hari kelahirannya adalah hari di mana semua wajah menjadi kecewa. Allah menceritakan sisi yang berlawanan dari itu: “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya.yang dapat mengguncangkan dunia.” (At-Taubah: 17). Namun dengan kelemah-lembutannya pulalah ia dapat menjadi penghancur dunia yang paling potensial.” (Al-An’am: 140) Fahamlah kita bagaimana kejahiliyahan menenggelamkan masyarakat Arab saat itu ke dalam pojok-pojok kegelapan peradaban. ibarat barang yang terhina dalam keluarga dan masyarakat. Sementara di belahan bumi lain. . Lalu bergaunglah firmanNya: “Dan para wanita itu mempunyai hak dan keseimbangan dengan kewajiban mereka secara ma’ruf. Di suatu bangsa ia melihat kaum wanita menjadi penguasa tertinggi. karena dosa apakah ia dibunuh. dan tidak lama kemudian ia akan dikubur hidup-hidup dalam kubangan tanah yang digali oleh ayahnya sendiri. sementara pada bangsa yang lain mereka manjadi makhluq yang terhina dan dianggap aib bahkan dikubur hidup-hidup. Itulah kondisi kaum wanita di masa jahiliyah. Untuk mengetahui bagaimana semestinya posisi kaum wanita yang tepat maka kita perlu mengetahui bagaimana posisi kaum wanita di kalangan generasi terdahulu sebelum datangnya Islam.” (Al-Baqarah: 228). Allah berfirman tentang ratu Saba’: “Sesungguhnya aku (burung hud-hud) mendapati seorang ratu yang menguasai mereka dan ia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar” (An-Naml: 23). Dengan demikian Islam telah meletakkan dasar dan pondasi yang begitu kokoh untuk membangun pribadi wanita yang baru berdasarkan wahyu dari Dzat yang telah menciptakannya. Dan pemuliaan Islam terhadap wanita tidak cukup sampai di sini.” (At-Takwir: 8-9). hingga akhirnya terbitlah fajar Islam lalu terdengarlah di penjuru dunia untuk pertama kalinya: ”Dan para laki-laki beriman dan wanita yang beriman itu adalah wali (penolong) antara sebagian mereka kepada sebagaian yang lain. Ia akan terheran-heran menyaksikan kondisi kaum wanita yang sangat berbeda antara suatu bangsa dengan bangsa yang lain. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “bila engkau ingin melihat bagaimana kejahilan bangsa Arab terdahulu maka bacalah firman Allah Ta’ala: “Sungguh merugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa ilmu. Dengan kelemahlembutannya itu ia dapat melahirkan tokohtokoh besar yang dapat membangun dunia. Islam bahkan telah menjadikan ibu sebagai orang yang lebih dihormati daripada seorang ayah. bahkan antara satu suku dengan suku yang lain. diperbudak oleh kaum pria. Siapapun yang mencoba mempelajari kondisi kaum wanita sebelum Islam maka ia temukan hanyalah sekumpulan fakta yang tidak menggembirakan. Inilah gambaran umat yang dilahirkan oleh berhalaisme dan dididik oleh para tukang sihir dan peramal. Inilah akibat dari jauhnya akal masyarakat dari cahaya wahyu.

oleh karena itu Islam mencegahnya dan menggantinya dengan mensyariatkan pernikahan. kalian mencintai mereka padahal mereka sama sekali tidak mencintai kalian. sehingga lahirlah ide “Fiqh Perempuan” Semua itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam bukan karena mereka kasihan dan ingin menolong wanita muslimah atau karena cinta kepada kaum muslimin. Seiring dengan itu. sebab mereka mengetahui bahwa rusaknya kaum wanita pertanda rusaknya tatanan masyarakat..” (Ali-Imran:119) Para hamba Allah yang saya cintai!. sebaliknya bila mereka menyia-nyiakannya maka mereka akan sesat dan binasa. mereka juga mendorong para wanita muslimah untuk keluar dari rumah-rumah yang telah melindungi mereka dengan alasan persamaan hak dan derajat antara pria dan wanita. Al-Bukhari dan Muslim) Kaum muslimin yang berbahagia! Islam telah meletakkan jalinan yang kuat dan kokoh untuk menjaga kaum wanita.‫َ َ باك‬ ْ َ ّ ْ َ ّ . Dan yang masih saja hangat sampai hari ini adalah sebuah ide sekuler yang berhasil ditanamkan oleh musuh-musuh Islam kedalam otak sebagian kaum muslimin. kita dapat melihat bagaimana mereka memerangi hijab muslimah tanpa ampun. tetap berdiam di rumah. atau dikali lain mereka menyebutnya sebagai budaya Arab saja. permusuhan itu tetap membara. Bukankah kaum Yahudi telah memancangkan permusuhannya terhadap hijab sejak mereka mengatur siasat untuk merobek hijab seorang muslimah dan menampakkan auratnya di pasar Bani Qainuqa’??!. karena kebencian yang terpendam dalam hati-hati mereka. Islam memandang bahwa percampurbauran antara pria dan wanita (ikhthilath) sebagai sebuah bahaya yang sangat nyata. dalam menjaga kesucian dan kemuliaannya.” kemudian ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa ? beliau menjawab: “Ibumu” kemudian ia bertanya lagi “lalu kepada siapa ?” barulah beliau berkata: “ayahmu. atau sebagai penghalang yang merintangi berkembangnya dunia ketiga.(‫)رواه البخاري ومسلم‬ Seorang pria bertanya: “Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku berbakti?” Beliau menjawab: ”Ibumu” Ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa?” beliau menjawab: “Ibumu. Semuanya dapat melihat dengan jelas bagaimana mereka selalu menjadikan wanita muslimah sebagai sasaran mereka. .َ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ٌ ُ َ َ َ ‫قال رجل: يا رسول الله من أ َب ُر؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟‬ ْ َ ّ ْ َ ِ ّ َ ‫قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ‬ َ َ َ َ َ ّ َ َ َ َ َ ّ َ َ . Siapapun di dunia ini yang memiliki akal sehat akan dapat melihat permusuhan yang amat nyata dari kaum Yahudi dan Nashrani khususnya kepada umat Islam. dan menghindari percampurbauran dengan kaum pria. Bila mereka berpegang padanya mereka akan selamat. Suatu waktu mereka menyebutnya sebagai sebuah kedzaliman dan kejahatan atas wanita. yang semuanya itu menjadikannya ibarat sebuah permata bernilai tinggi di kedalaman lautan yang tidak di jamah kecuali orang yang berhak untuk itu. Jalinan itu adalah sifat “Al-Hasymah” (bersikap malu) dan “AlAfaf” (menjaga kesucian) yang kemudian memberikan konsekwensi agar seorang wanita mengenakan hijab syar’i. yaitu ide melakukan perombakan terhadap fiqh Islam yang katanya hanya berpihak pada kaum pria. “Beginilah kalian.” (HR. Oleh karena itu. Hadirin yang berbahagia! Ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam telah mengetahui bagaimana nilai hijab syar’i dalam melindungi seorang muslimah. hal ini. mereka juga faham perintah untuk “tinggal di rumah saja” memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menjaga wanita muslimah.Dan hingga kinipun. Sekali-kali tidak.

bukan di dalam tanah. dan janganlah kalian berhias seperti berhiasnya kaum jahiliyah pertama. Apakah anda sekalian mengetahui angin kencang apakah itu?. Jika Anda ingin. Kaum muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Oleh karenanya. tetapi di dalam sifat ‘iffah mereka yang telah hilang. kemajuan dan kemoderenan.” (HR. saudari-saudari kita. dan tegakkanlah shalat. Namun hampir-hampir saja kita tidak lagi dapat merasakan keindahan bunga itu karena ada sebuah tiupan angin kencang yang sebentar lagi akan merenggutnya.Namun sangat disayangkan. melalui mimbar Jum’at yang mulia ini kami menyerukan kepada para penanggung jawab kaum wanita. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda tentang wanita yang seperti ini: ‫ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت مائ ِل َت رؤوسهن ك َأ َسن ِمة‬ ِ َ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ َ َ ّ ُ ُ ْ ُ ُ ٌ َ ٌ َ ‫ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ . melalui roman-roman percintaan. renungkanlah Melalui mimbar Jum’at ini pula. Mereka telah mendorong kaum wanita mengubur sendiri dirinya hidup-hidup. Kaum muslimin yang dirahmati Allah!. Mereka inilah para korban “brain washing” yang dilancarkan oleh kaum kafir dalam berbagai aspek kehidupan. melalui siaransiaran televisi dan radio atau media-media informasi lainnya . dan taatilah Allah beserta RasulNya. Nasehat kami kepada Anda adalah bahwa kunci perbaikan itu ada di tangan Anda semua. disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫. Bagaimana anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup dimasa itu akan mendapatkan Surga Allah. Dan balasan untuk mereka pun begitu menakutkan. dan putri-putri kita adalah bunga-bunga yang menghiasi taman kehidupan kita. Muslim). mereka itu tidak akan masuk Surga dan tidak mendapatkan baunya.ا َل ْموؤودَةُ في ال ْجن ّة‬ ِ ِ َ ْ ُ ْ َ “Anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu di Surga.” (Al-Ahzab: 33). yang mendorong mereka untuk bercampur baur dengan kaum pria dan membisiki mereka agar membuang rasa malu mereka untuk bercampur-baur dengan kaum. Entah berapa banyak dari kaum muslimin yang turut serta membantu mereka memerangi hijab syar’i ini. entah berapa banyak dari kaum muslimin yang menyerahkan diri mereka kepada tipu-daya mereka.‫َ َ َ ي َجدْن ري ْحها‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ُ َ “Dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang yang melenggak lenggok. Anda dapat memperbaiki diri sendiri. tuanaikanlah zakat. kami mengingatkan para pemudi Islam agar mereka tidak mendengarkan tipuan-tipuan musuh-musuh anda yang selalu menampakkan indahnya hidup bercampur baur dengan kaum pria atas nama kebebasan. Sesungguhnya istri-istri kita.” Namun di zaman ini. kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk onta. para wanita itulah yang mengubur dirinya sendiri hingga hilang rasa malu.Ia adalah angin westernisasi yang mengajak mereka melepaskan hijabnya. “Dan tinggallah kalian (para wanita) di dalam rumah-rumah kalian. Angin kencang ini ditiupkan melalui lembaran-lembaran surat kabar dan majalah. Karena bagi mereka yang penting dari diri anda hanyalah kenikmatan dan kelezatan sesaat. kedalam kehormatan mereka yang tercabik-cabik. Mereka adalah belahan hati kita semua. para suami dan para saudara. dan kedalam kesucian mereka yang telah ternoda! lalu apakah gunanya hidup mereka setelah itu? Mereka telah melakukan perbuatan yang lebih keji dari apa yang pernah terjadi di masa Jahiliyah dulu. para bapak. Dan kebaikan Anda juga berarti kebaikan bagi ummat ini. .

‪kekuatan dan kejayaan ummat seperti sedia kala . Amin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫33‬ . أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. Semoga bagi kita sekalian dianugrahkan taufiq dan inayah untuk membangun‬‬ ‫. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون.‫‪Akhirnya.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ث ُم اعل َموا ِ فإن الله أ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. semoga wasiat ini dapat bermanfa’at dalam proses perbaikan terhadap ummat yang‬‬ ‫‪kian terpuruk ini. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.

Jadi.‫َ لون ب ِه والرحام‬ ِ َ َ ِ َ ِ َ ْ ُ ُ َ َ ً ‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. Marilah kita selalu mengulangi ucapan rasa syukur kepada Allah karena nikmat-nikmat-Nya yang telah tercurahkan kepada kita semua sehingga kesehatan jasmani dan rohani masih menghiasi kita.‫الدّي ْن‬ ِ Saudara-saudara seiman rahimakumullah. seperti ketakjuban orang kafir terhadap dunia. sebagai batu loncatan untuk mencapai nikmat Jannah yang langgeng. namun tidak lama kemudian tanaman- .‫َ ن ْت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ِ ِ ّ َ ‫يآ أ َي ّها الناس ات ّقوا ْ رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ‫ِ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها زوجها‬ ّ ِ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ‫وب َث من ْهما رجال ك َث ِي ْرا ون ِساء، وات ّقوا الله ال ّذي ت َساء‬ ُ َ َ َ َ ً ً َ ِ َ ُ ِ ّ َ . kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. maka akan Kami tambahkan bagimu dan jika kamu mengingkarinya.‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ َ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ْ َ ِ َ ِ . Semoga rasa syukur yang kita panjatkan ini. Dan akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Ketahuilah. وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ُ ّ َ ٌ َ ّ َ َ ‫عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور مخدَثا ت ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ . Seorang muslim seyogyanya menjadikan kampung akhirat sebagai target utama yang harus diraih. Tidak meletakkan dunia dan gemerlapannya di lubuk hatinya.Menjaga Diri Dan Keluarga dari Api Neraka Oleh: Agus Hasan Bashori Lc ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ . bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani. perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Yaitu seperti tanaman yang tersiram hujan setelah kemarau panjang. (Ibrahim: 7) Kami peringatkan juga para jamaah dan diri ini agar senantiasa menjaga ketaqwaan. apalagi tertipu oleh ilusi dunia. menjadi kunci lebih terbukanya pintu-pintu karunia-Nya.‫فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ َ َ ‫أ َمابعد: فإن أ‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ْ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله. sesungguhnya siksaanKu itu sangat pedih”. sehingga tumbuhlah tanaman-tanaman yang menakjubkan para petani. namun hanya berada di genggaman tangannya saja.(Al-Hadid: 20) Ibnu Katsir berkata (dengan ringkas): “Allah Subhannahu wa Ta'ala membuat permisalan dunia sebagai keindahan yang fana dan nikmat yang akan sirna. agar hari-hari kita nanti bahagia. jangan sampai kita hanya duduk-duduk santai saja menanti perjalanan waktu.‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يآ أ َيها ال ّذين آ َمنو ات ّقوا الله حق ت ُقا ت ِه ول َ ت َمو ت ُن إل ّ وأ‬ َ ّ َ َ ُ . Ikhwani fiddin rahimakumullah. يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ات ّقوا ْ الله وقولوا ْ قول‬ َ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ ْ َ ‫سديدا. يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُنو ب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ ‫َ َ َ ُ ه‬ ُ ْ ْ ْ ُ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ . agar mengakar kuat dan kokoh di lubuk hati yang paling dalam.‫وك ُل ضل َل َة فى النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫ِ َ ِ لى ي َوم‬ . Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Jika kalian bersyukur. Sebab itulah modal yang hakiki untuk menyongsong kehidupan abadi.

Untuk menegaskan tentang kedahsyatan siksa neraka. anak adalah amanat yang dibebankan atas orang tua. dan At-Tirmidzi. penjaganya malaikat yang kasar. agar dia selamat dunia dan akhirat. lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Maka. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. dari Ibnu Umar) Anak terlahir dalam keadaan fitrah. Tidak boleh disia-siakan dan di sepelekan. dan akan ditanya tentang tanggungjawabnya”.(Hadits shahih. Dibalik itu. Selain itu. Misal ini mengisyaratkan bahwa dunia akan hancur dan akhirat akan menggantikannya. Ingatlah akibat yang akan menimpa kita dan keluarga kita yang tersia-siakan pendidikan agamanya! Nerakalah balasan yang pantas bagi orang-orang yang melalaikan kewajibannya. Anak bagi orang tua merupakan buah perkawinan yang menyenangkan. Kelalaian dalam hal ini. dan selamat dari api neraka. kami kutip firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Setiap kulit mereka hangus. AdhDhahak dan Muqatil berujar: “Wajib atas seorang Muslim untuk mendidik keluarganya seperti kerabat. Alangkah besarnya kerugian mereka. dan akhirnya kering dan hancur”. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُّ َ ٍ َ ْ ُ ُّ ‫كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته‬ “Setiap kalian adalah pemimpin. Riwayat Ahmad.tanaman tersebut menguning. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Pelaksana amanah harus menjaga dengan baik kondisi titipan agar tidak rusak. Muslim. Al-Bukhari. berarti penyianyiaan terhadap amanat Allah. Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. jika tidak ada sedikitpun iman dalam dada mereka. Kewajiban orang tua merawatnya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus. anak yang shalih akan menjadi modal investasi bagi kedua orang tuanya. Ayat ini diakhiri dengan penegasan tentang hakikat dunia yang akan menipu orang yang terkesan dan takjub padanya. hanya ada dua pilihan: tempat yang penuh dengan adzab pedih dan hunian yang sarat ampunan dan keridhaan Allah bagi hamba-Nya. Topik utama kita kali ini menekankan pentingnya pendidikan anak yang termasuk salah satu unsur keluarga. Memilihkan pendidikan anak yang kondusif untuk perkembangan iman dan otaknya.!!! Sesungguhnya neraka itu terlalu dalam dasarnya untuk diukur. lalu Allah pun memperingatkan tentangnya dan menganjurkan untuk berbuat baik. Keadaan seperti ini tak akan kunjung putus. . tiada daya dan upaya bagi mereka untuk meloloskan diri dari siksanya. apa saja yang suka mereka saksikan dan aktivitas yang mereka gandrungi. budak perempuan dan budak laki-lakinya tentang perintah dan larangan Allah”. Inilah kerugian nyata dan hakiki. Bukannya membiarkan anak-anak mereka begitu saja tanpa pengawasan terhadap bacaan yang mereka gemari. Begitu banyak penderitaan yang harus mereka pikul.(At-Tahrim: 6) Ali Radhiallaahu anhu berkata dalam menafsiri ayat ini: “Didik dan ajarilah mereka”. Sebab orang tua kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Termasuk anak kita yang malang. ketika orang tercampakkan ke dalam lubang neraka Jahanam. keras. (An-Nisaa’: 56). Kehinaan dan kerendahanlah yang selalu menghiasi roman muka mereka. Di akhirat. mulai sekarang hendaknya para orang tua sadar terhadap kewajiban mereka untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi hamba Allah yang taat. kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab”.

tidak berlebih-lebihan dalam berbicara. yaitu cerminan sikap takabur. sebab ini berindikasi jelek. yang dimuliakan Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan pencantuman perkataannya ketika mendidik keturunannya dalam Al-Qur’an. yaitu siksa yang ditimpakan atas Abu Thalib yang artinya: Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu. Di antaranya larangan memalingkan wajah ketika berkomunikasi dengan orang lain. Setelah itu amar ma’ruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai faktor penting untuk memperbaiki umat. dilanjutkan dengan kewajiban berbakti dan taat kepada orang tua selama tidak menyalahi syariat. Itulah Luqman. Berikutnya beliau mengalihkan perhatiannya menuju adab-adab keseharian yang tinggi. Dia memakai 2 terompah dari api neraka (yang berakibat) otaknya mendidih karenanya”. أ‬ ّ َ :‫ما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ َ َ َ ْ َ ُ Dari mimbar ini kami ingatkan kembali. yaitu proses pendidikan anak kita. jangan sampai gersang dari pancaran ilmu dien. Khutbah Kedua ُ . Sedang nasehat yang terakhir berkaitan erat dengan perintah untuk merendahkan suara. gila dunia.Cukuplah kiranya kisah tadi sebagai suri tauladan bagi para pemimpin keluarga. kita sudah sedikit banyak paham tentang tempat kembalinya orang yang mendurhakai Allah. Luqman 12-19). yang sarat dengan mutiara yang sangat agung dan berfaedah bagi buah hatinya untuk meniti jalan kehidupan yang dipenuhi duri. Memenuhi kebutuhan sandang dan pangan yang memang penting. Beliau juga melarang anaknya berjalan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi sebab Allah Ta'ala tidak menyukai orangorang yang sombong. marilah kita mulai dengan memberikan perhatian yang besar terhadap Tarbiyatul Aulad.‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات أ َقول قولي هذا واست َغفرا الله ا ِن ّه هو ال ْغفور الرخي ْم‬ ِ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ ،‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ َ ِ َ ‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ َ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم ت َسل ِما. Dengan penjelasan di atas. Hal itu dapat terealisir dengan pendidikan yang berkesinambungan di dalam maupun di luar rumah. Demikianlah wasiat Luqman terhadap anaknya. penjelasan kewajiban menegakkan shalat. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Penduduk neraka yang paling ringan adzabnya adalah Abu Thalib. Dalam surat tersebut.Dan juga sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang menunjukkan tentang siksaan neraka yang paling ringan. Perkara ini jauh lebih penting dari sekedar pemenuhan kebutuhan jasmani karena berhubungan erat dengan keselamatannya di dunia dan akhirat. Al-Qur’an telah mengulas tentang sejarah seorang ayah yang mendidik anaknya untuk mengenal kebaikan. beserta sikap sabar dalam pelaksanaannya. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Luqman memulai mengajari anaknya dengan penanaman kalimat tauhid yang hakikatnya memurnikan ibadah hanya untuk Allah saja. Beliau juga mengarahkan anaknya untuk berjalan dengan sedang tidak terlalu lambat ataupun terlalu cepat. (HR. Wasiat berikutnya adalah berkaitan dengan penyemaian keyakinan tentang hari pembalasan. Muttafaqun ‘Alaih). Masalahnya. tak lupa beliau singgung. kebutuhan seorang anak terhadap ilmu dan pengetahuan lebih urgen (mendesak). model pendidikan yang ada saat ini hanya menelorkan generasi-generasi yang materialistis. Karena itu kita harus menengok dan menggali metode-metode pendidikan yang dipakai Salafus . Orang tua wajib memenuhi kebutuhan ruhani sang anak. agar bisa sampai ke akhirat dengan selamat. Secara luas itu termaktub dalam surat (QS. Namun ingat.

‫‪Shalih yang ternyata telah terbukti dengan membuahkan insan-insan yang cemerlang bagi umat‬‬ ‫!. berupa kehidupan yang baik di dunia dan Surga yang abadi kelak‬‬ ‫. يا أيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. marilah kita perbaiki‬‬ ‫‪dan satukan niat serta tekad. رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ال َ‬ ‫خرة حسن َة وقنا عذاب‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫النار‬ ‫ّ ِ‬ ‫43‬ ‫‪Maksiat Penduduk Negeri‬‬ ‫‪Oleh: Syafaruddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. bekal yang‬‬ ‫‪kelak menjadi hujah baginya di hadapan Tuhannya.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا بال ِي ْمان ول َ ت َجعل في قلوب ِنا غل ّ‬ ‫ُ ُ َ ِ‬ ‫ْ َ ْ ِ‬ ‫ِ َ َ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ل ِل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنآ إ ِن ّك رءوف رحي ْم، رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل َم ت َغفر ل َ‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن، رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدي ْنا و ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ ُ َ‬ ‫رب ّيانا صغارا.‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫أ َما بعد؛ فإن أ َ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهيم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهيم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا‬ ‫ْ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫عظِي ْما. وبارك على محمد وعلى آل محمد،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم إ ِن ّك حمدٌ مجي ْد.‪di akhirat‬‬ . untuk meraih predikat golongan mahluk Allah yang muttaqin yang‬‬ ‫‪selalu meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ّ ْ ْ‬ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً‬ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ َ َ َ م رقي ْبا.‪ini‬‬ ‫َ ّ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصلون على الن ّبي يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ْ صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ت َسل ِي ْما. untuk dapat mengambil‬‬ ‫‪apa-apa yang telah dijanjikan.‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ّ َ ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. bahwa kehidupannya dialam dunia telah‬‬ ‫‪dipergunakan sebaik-baiknya.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫‪Kaum muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Taqwa adalah bekal seorang hamba ketika ia menghadap kepada Sang Pencipta. Untuk itulah wahai kaum Muslimin sekalian.

Kaum-kaum terdahulu Allah hancurkan dan luluh lantahkan disebabkan satu dua kemungkaran yang dikepalai kesyirikan.“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. Allah kirim kepada mereka angin yang sangat panas yang memusnahkan mereka. Allah turunkan Al-Qur’an untuk menyelesaikan masalah-masalah di antara mereka dan juga untuk mengingatkan mereka akan yaumul mii’aad yaitu hari pembalasan terhadap apa-apa yang telah dilakukan oleh para penghuni alam dunia. baik hubungan sesama mahluk. atau seperti kaum ‘Aad yang disebabkan tidak memurnikan tauhid dan bersujud kepadaNya. “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa itu berada dalam Surga (taman-taman) dan (didekat) mata air-mata air yang mengalir”. yang memakan korban manusia dan memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka. kaum Nuh yang Allah tenggelamkan dikarenakan mendustakan seorang rasul. busung lapar anak manusia negeri ini sering kita dengar meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis. aturan terakhir penutup para nabi dan rasul. huru-hara terjadi diberbagai kota diiringi hancurnya tempat-tempat tinggal dan pusat-pusat keramaian dengan kobaran api yang melalap baik materi maupun sosok-sosok jiwa sebagai pelengkapnya. atau seperti kaum Madyan yang Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan disebabkan curang dalam takaran dan timbangan serta membuat kerusakan dimuka bumi dan menghalangi orang untuk beriman. sebagaimana yang tersurat di dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 25. homosexsual. apa yang kita saksikan dan alami . (Al-Baqarah: 119). atau seperti kaum Luth yang dikarenakan perzinaan sesama jenis. banjir yang berulang kali terjadi di beberapa tempat. mu’jizat nabi mulia yang menjelaskan tuntunan Allah. pembantaian yang telah dan terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah berapa tempat lagi yang akan terjadi di belahan negeri ini. Di antara kitab-kitab yang Allah turunkan ialah Al-Qur'an. Allah hujani mereka dengan batu. (Al-baqarah: 197). dengan disusul jatuhnya nilai rupiah yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan. Kaum muslimin rahimakumullah Allah ciptakan mahluk dan Allah sertakan bersama mereka nabi-nabi dan rasul-rasul sebagai utusan yang menerangkan dan menjelaskan konsep tatanan hidup selama berada di alam yang serba cepat dan fana ini. penyakit-pernyakit aneh dan kotor mulai merebak dan meng-gerogoti penduduk negeri ini dan berbagai musibah yang telah menghadang di hadapan mata. realita yang terjadi. lebih-lebih hubungan mahluk dengan penciptanya. atau kaum Tsamud yang disebabkan tak beriman. Masih terngiang ditelinga kita peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu. (An-Nalh: 44). padahal baru kemarin kita merasakan beratnya kemarau panjang. Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan dengan gempa yang mengguncang mereka. Apakah adzab telah mengintai negeri ini. membusungkan dada dan menantang datangnya adzab. sekarang bagaiman dengan kita. Allah turunkan pula kitab-kitab-Nyabersama para utusan-utusan itu. (Al-Hijr: 45). Kaum muslimin rahimakumullah Akan tetapi di balik semua itu. pengangguran dan kelaparan masih saja kita rasakan. “Sesungguhnya kami telah pengutusmu (muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”. gunung di beberapa tempat sudah mulai aktif dan memuntahkan isi kandungannya. termasuk di dalam hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini disebabkan terha-nyut dan tenggelam bersama obat-obat setan yang terlarang. kita sering dan teramat sering dikejutkan dan dibuat prihatin dengan musibah yang acap kali menimpa negeri ini. sebagai aturan main di dalam dunia.

Dan dalam sebuah hadits shahih Rasul bersabda: ُ ْ َ ٍ ْ .‫من وجدْت ُموهُ ي َعمل عمل قوم ِ ل ُوط فاقت ُلوا ال ْفاعل وال ْمفعول ب ِه‬ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ْ ْ ُ “Barangsiapa di antara kalian yang menemui mereka yang melakukan perbuatan kaum Luth (homosexsual) maka bunuhlah kedua pelakunya”. َ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ :‫ا ِجت َن ِبوا السب ْع ال ْموب ِقات. kita sebagai umara’. memakan (menyelewengkan) harta anak yatim. dan bahkan di seantero negeri kita?. lari dari pertempuran (karena takut). sampai kepada sogok menyogok dan riba pun seakan suatu yang harus dilakukan. قي ْل: يا رسول الله وما هن؟ قال‬ ِ َ ْ ُ َ ّ ُ ْ ّ ُ َ َ ِ َ ‫الشرك بالله وقت ْل الن ّفس ال ّت ِي حرم الله إل ّ بال ْحق والسحر وأ‬ ُ ُ َ َ ِ ‫ّ ْ ُ َ ك ْل‬ َ ّ َ ْ ِ ُ ْ ّ َ ّ َ ِ ِ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ ّ ‫الربا وأ َك ْل مال ال ْي َت ِي ْم ِ والت ّول ّي ي َوم الزحف وقذْف ال ْمحصنات‬ ُ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ْ ‫ال ْغافل َت ال‬ . “Dan janganlah kamu mendekati zina. membunuh jiwa yang Allah haramkan. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) itu. maksiat terjadi dimana-mana. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. apa yang terjadi ditempat kita. ulama-ulama sesat menyeru umat kepada perbuatan syirik dengan membungkus sedemikian rupa untuk menipu umat. (Al-A’raf: 96). pastilah Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Berbagai bentuk perjudian pun digelar. Firman Allah. sebagaimana hadis shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. lingkungan kita. tetapi penindasan. kecurangan bukan hanya curang dalam timbangan secara zhahir. dikota kita. berapa banyak kita dapati media masa yang menjajakan kesyirikan. kemana firman Allah: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”. yang jelas kita semua bertanggung jawab. ulama maupun pribadi-pribadi muslim. dan Imam Ahmad. sihir (tenung dan santet). sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32). padahal Rasul Shalallaahu alaihi wasalam telah memperingatkan untuk meninggalkan tujuh hal yang menghancurkan. yang batil dipertahankan. dan tidak malu-malu di hadapan yang hak. yang hak dikatakan dan dianggap batil. (Ash-Shahihain). pembunuhan yang tanpa memperhitungkan nilai kemanusiaan dan agama pun terus terjadi silih berganti. (riwayat Abu dawud dan At-Tirmidzi). kecuali yang dibenarkan syari’at. pergaulan lawan jenis dan perzinaan yang keluar dari norma-norma agama semakin menggila. Kecurangan dalam perniagaan yang terjadi pada kaum Madyan pun terjadi sekarang. tipu muslihat. Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini?. padahal Allah dan RasulNya telah jelas-jelas mengharamkan hal tersebut. perbuatan syirik yang merupakan biang malapetaka dunia dan akhirat kini seolah telah menjadi sesuatu kebutuhan. ditambah lagi media-media masa visual dan non-visual ikut melengkapi ajang syaitan ini dengan dalih seni dan hak-hak manusia. . Akan tetapi semua ini berlaku. dan kini mereka telah menancapkan kakikaki mereka. Abu Daud. Bertanya para sahabat. (Al-Muthaffifin:1). Kemana hak Allah dan RasulNya?. memakan riba. Ibnu Majah. menuduh wanita baik-baik berzina”. apa itu yang Rasulullah?. Dan Rasulpun melaknat orang yang menyogok dan yang disogok.‫ِ مؤمنات‬ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ Yang artinya: “Jauhilah tujuh hal yang menghancurkan (membina-sakan)”. bersabda beliau: “Syirik (menyekutukan Allah).“Jikalau sekiranya penduduk-penduduk negeri beriman dan bertakwa.sekarang ini. Kaum Muslimin Segala sesuatunya kini telah terbalik.

. Lemahnya kepercayaan orang akan apa yang menjadi ajaran Islam. Kaum Muslimin Untuk menyelamatkan negeri dan umat ini tidak lain adalah kita kembali memurnikan dan menegakkan ajaran Allah pencipta kita. oleh karena itu ada baiknya kita menilik kembali perkataan Syaikh Ali Hasan Al-Atsari bahwa tidak ada jalan lain dalam mengembalikan umat dan memperbaiki umat ini kecuali dengan tashfiyah dan tarbiyah sebagaimana yang disebutkan di dalam kitabnya “At-Tashfiah wat Tarbiyah”. 1. Apakah keadaan dan kenyataan yang menimpa kita selama ini tidak menjadikan kita berfikir dan berbenah diri untuk hidup yang akan datang.‫أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله لي و ل َك ُم إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ْ َ ُ ُ ُ ِ ّ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Syaikh Abdurrahman Ibnu Yahya Al-Muallimi AlYamani tokoh ulama salaf abad XIV H yang dinukil dalam buku At-Tashfiah wat Tarbiyah hal 19-20 bahwa hal itu terpulang pada tiga persoalan. Kenapa hal itu bisa terjadi. “Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur”. 101). “Bahwa kondisi yang buruk yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah akibat terlalu jauhnya mereka dari kitab Allah dan sunnah RasulNya “. 3. kegiatan kantor. politik.Kaum Muslimin jamaah shalat Jum’at yang mulia. Islam adalah satu-satunya ajaran yang menjamin ketenteraman dan kesejahteraan hidup. kehidupan abadi yang menentukan sengsara atau bahagia. (Al-A’raf: 97). tetapi bahkan di akhirat. Menitik beratkan pada kebangkitan aqidah tauhid dan pembersihan dari segala bentuk bid’ah dan penyelewengan-penyelewengannya. 1. norma-norma. Tercampurnya ajaran yang bukan dari Islam dengan ajaran Islam.‫َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ِ ّ ُ َ ْ ُ َ ِ َ ِ َ ِ ‫أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah: Pada khutbah kedua ini. adat-adat. sosial dan seterusnya (At-Tashfiah wat Tarbiyah hal. Tidak adanya pengamalan (penerapan) terhadap hukum-hukum Islam. tradisi. tidak saja di dunia. sebab ajaran ini adalah ajaran dari Dzat yang maha memberikan jaminan bagi kebutuhan insan. 2. . Syaikh Ali Hasan Al-Atsari melanjutkan dalam kitabnya bahwa ada tiga hal pokok yang mendasar dalam mengatur sistem tarbiyah (pembinaan) yang merupakan rangkaian dari tashfiyah. Kaum Muslimin rahimakumullah Yang terakhir. Bahwa tarbiyah haruslah menyangkut pengarahan umum yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Dengan praktek-praktek yang diterapkan para salafus shalih dan ulama-ulama rabbani yang mengakar pemahamannya terhadap Al-Qur’an dan As-Sunah. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . 3. seperti keyakinan. Barometer semua pembinaan adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. 2. ketika umat semakin jauh dari ajarannya semakin gencar pula azab yang akan diterima dan ditimpahkan.

‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ َِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم.)99 :‪merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. Maha Kuasa‬‬ ‫. يا أ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن‬ ‫ْ َ َ ِ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ٍ ِ ْ‬ ‫ّ ِ‬ ‫‪Hadirin . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah‬‬ ‫.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقُ‬ ‫ربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون. Maha Pemberi rizqi bagi setiap manusia.‬ ‫َ َ َ ْ ً َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Maha Pengasih. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفْ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫س واحدَة‬ ‫ّ‬ ‫ٍ َ ِ ٍ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ّ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون به وا ْل َرحام إن الله كان عل َيك ُم رقيبا.‫‪“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidaklah‬‬ ‫.. رب ّنا ظَل َمنا أن ْفسنا‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. Ikhsan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه.‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. Manusia diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala tidak lain agar manusia itu‬‬ ‫. Maha Penyayang. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ م وي َغفر‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.‪Maha Pengatur semesta.. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. (Al-A’raf‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‪Allah Subhannahu wa Ta'ala Maha Pencipta. رب ّنا اغفر ل َنا‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. binatang dan makhluk lainnya‬‬ ‫‪Oleh sebab itu Allahlah satu-satunya sembahan yang benar yang harus diibadahi oleh‬‬ ‫‪hambaNya.‬ ‫ُ‬ ‫53‬ ‫‪Taqwa Kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫‪Oleh: M.‪beribadah hanya kepada Allah semata‬‬ .

tentang TAQWA ini.. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”. (yaitu) orang-orang yang menginfaqkan (hartanya). jama'ah Jum'ah yang dimuliakan Allah Para sahabat dan salafus shalih yang memahami betul tuntunan Al-Qur’an dan mengikuti jejak sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau mendzalimi diri sendiri. memohon ampun kepadaNya atas dosa yang telah dilakukan. 4. Bertanya kepada Ubai Ibnu Ka’ab Radhiallaahu anhu. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. dengan kesadaran dan sepengetahuan dirinya. saling bertanya satu sama lain. Ubai bertanya lagi: “Apa yang anda lakukan saat itu?”. mereka ingat akan Allah. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa: Umar Ibnul Khathab Radhiallaahu anhu. Mampu menahan diri dari sifat marah. maka berkatalah Ubai kepada Umar: “Pernahkah engkau melewati jalan yang penuh duri?” “Ya. Ciri-ciri orang yang bertaqwa ini. Dari riwayat ini bisa kita ambil ibrahnya. 2. Gemar menginfaqkan harta bendanya di jalan Allah. Selalu memaafkan orang lain yang telah membuat salah kepadanya (tidak pendendam). Hadirin . Ia menghindari perbuatan syirik sejauhjauhnya. serta mereka berusaha keras untuk mencapai derajat TAQWA ini. agar kamu bertaqwa”. yang kecil maupun yang besar. sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. ia segera ingat kepada Allah. Serta ia juga berusaha keras sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala. Umar menjawab: “Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”. Al-Baqarah: 21) Hadirin . mereka terus mencari hakikatnya. mereka mempunyai perhatian yang besar terhadap TAQWA ini. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. kelembutan perasaan. jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah Di antara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah: 1... 3. (QS. lalu bertaubat dan beristighfar. juga menghindari perbuatan syirik sejauh-jauhnya. Tidak meneruskan perbuatan keji itu lagi. Jawab Umar. Pernah”. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan . Artinya: “Hai manusia. juga menghindari semua maksiat dan dosa. hingga ia selalu waspada dan hati-hati agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat di jalanan. bahwa TAQWA itu adalah kepekaan batin. bisa kita lihat pada firman Allah: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.Artinya: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manu-sia melainkan supaya mereka menyembahKu”. lahir dan batin dengan hati yang khudlu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala. rasa khauf kepada Allah terus menerus. baik dalam waktu sempit maupun lapang. Tetapi manfaat ibadah itu justru untuk kepentingan mereka yang beribadah itu sendiri dalam membentuk pribadinya menjadi orang yang bertaqwa.. baik di waktu lapang maupun sempit. 5.

siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن من ك ُل ذَن ْب.. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ . Serta kesalahankesalahannya dihapus dan dosa-dosanya diampuni. Hadirin . kebaikan dunia dapat diperoleh dan kebaikan akhirat dengan segala kenikmatannya dapat dirasakan. (QS. Al-Maidah: 27) 4. Serta Allah akan memasukkan ke dalam Surga. Ali Imran: 15) Jadi dengan TAQWA kepada Allah kemuliaan hidup dapat dicapai. Ia akan memperoleh jalan keluar dari segala macam problema yang dihadapinya. mudah peng-hisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan. jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah Betapa pentingnya nilai TAQWA. (QS. hingga manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara mereka. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. diberi rizki tanpa diduga dan dimudahkan semua urusannya. pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. yaitu kemampuan uantuk membedakan antara yang hak dan yang batil. أ َشهد‬ ُ َ ْ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ّ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ . Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridloan Allah. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. (QS. (QS.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر. hingga merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan betapa tinggi derajat TAQWA. Dan banyak sekali buah yang akan dipetik. halal dan haram. (QS. sedang mereka mengetahui. hasil yang akan diperoleh dan nikmat yang akan diraih oleh orang yang bertaqwa di antaranya adalah: 1. At-Thalaq: 2-3) Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. mereka kekal di dalamnya. At-Thalaq: 4) 3.. Al-Anfal: 29) 2. antara yang sunnah dengan bid’ah. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu.‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ِ َ ُ ُ ِ َ ِ َ ‫قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون ع‬ َ َ ُ ْ َ َ ‫َ ْ َ َلى‬ ِ َ ّ ُ َ َ َ ِ ِ . Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Hai orang-orang yang beriman. kekal di dalamnya serta hidup dalam keridloanNya. Ia akan memperoleh Al-Furqon. Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah). Berkatalah Habil (kepada saudaranya Qobil): “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang taqwa”. Amalan-amalan baiknya diterima oleh Allah hingga menjadi berat timbangannya di hari kiamat kelak.

يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سدي ْدا. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ‬ ‫قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ‫ٍ ِ‬ ‫َ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ْ ِ قيامة.‪mujarab selain taqwa kepada Allah‬‬ .‪Para hadirin yang berbahagia‬‬ ‫‪Pada hakekatnya tak ada penyejuk yang benar-benar menyegarkan.‬ ‫ُ‬ ‫63‬ ‫‪Dengan Takwa Kita Gapai Masadepan Yang Gemilang Serta‬‬ ‫‪Kehidupan Yang Hakiki‬‬ ‫‪Oleh: Agus Salim Khan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ُ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ َ‬ ‫آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ِ َ َ َ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما. الل ّهم إنا ن َسأ َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ ْ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ْ ل ُك‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ ّ ِّ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ال ْهدى والت ّقى وال ْعفاف وال ْغنى. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمؤمن ِين وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. dan tak ada obat yang paling‬‬ ‫.‫الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُ‬ ‫ِ ْ ُ وب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ ّ‬ ‫وهب ل َنا ٍمن ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب.

1-205. Ibnu Majah.Hanya taqwa kepadaNyalah satu-satunya jalan keluar dari berbagai problem kehidupan. mendengar dan mentaati”. serta menyelamatkan dari adzabNya di dunia maupun di akhirat nanti. kemudian memberi nasihat dengan nasihat yang baik yang dapat meneteskan air mata serta menggetarkan hati yang mendengarnya. “Ya Rasulullah. dan shahih menurut Syaikh Al-Albani). petunjuk-petunjuk. Imam Ahmad bin Hambal Radhiallaahu anhu berkata. Namun semuanya bermuara kepada satu pengertian yaitu seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari adzabNya. AlBaghawi. Ad-Darimi 1:44-45. “Taqwa adalah meninggalkan apa-apa yang dimaui oleh hawa nafsumu. Saudara-saudara yang berbahagia. maka dia akan menyaksikan banyak perbedaan pendapat. hal ini dapat terwujud dengan melaksanakan apa yang di perintahkan-Nya dan menjauhi apa yang di larang-Nya. Lebih lanjut ia mengatakan. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (peganglah sunnah ini erat-erat). didikan serta ajaran dalam satu wasiat yaitu Taqwa. sepertinya ini nasihat terakhir oleh karena itu nasihatilah kami”. bukan hanya pada umat Nabi Muhammad. mendengar dan mentaati. Oleh karena itu hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk. (HR. Allah Subhannahu wa Ta'ala menghimpun seluruh nasihat dan dalil-dalil. tersebut di atas.‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ ُ Artinya: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. syarah dan As Sunnah. dan kisah ini diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam shalat subuh bersama kami. 4583. peringatan-peringatan. Tentang sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. Dan berwaspadalah kamu terhadap perkara yang diada-adakan (bid’ah) karena setiap bid’ah itu sesat”. “Takut kepada Allah. yang mendatangkan keberkahan hidup. Hadirin yang berbahagia. dan dari sini kita bisa melihat bahwa taqwa merupakan satu-satunya yang diinginkan Allah. ridha dengan ketentuanNya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat nanti. karena engkau takut (kepada Dzat yang engkau takuti)”. Ahmad IV:126-127. karena taqwa jualah seseorang akan mewarisi Surga Allah Subhannahu wa Ta'ala. Abu Dawud. Lalu Nabi bersabda: ‫أ َوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله والسمع والطاعة، وإ ِن كان عب ْدا حب َشيا، فإ ِن ّه‬ ِ ْ ّ ِ َ ً َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ُ َ ْ َ ِ ْ ّ َ ِ َ ْ ُ ‫من ي َعش من ْك ُم فسي َرى اخت ِل َفا ك َث ِي ْرا، فعل َي ْك‬ َ ً َ ْ ‫َ م ب ِسن ّت ِي وسن ّة‬ ْ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ُ ْ ً َ َ ُ ‫ال ْخل َفاء الراشدي ْن ال ْمهدي ّي ْن، عضوا عل َي ْها بالن ّواجذ، وإ ِياك‬ ‫َ ِ ِ َ ّ م‬ ِ َ ُ ِ ْ َ َ َ ِ ِ ّ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ُ ‫ومحدَثات ا ْل‬ ّ . sekalipun kepada budak keturunan Habsyi. melainkan Dia mewasiatkan kepada umat-umat terdahulu juga. Pengertian taqwa itu sendiri mengandung makna yang bervariasi di kalangan ulama. 2676. hadits ini hasan shahih.” Para hadirin yang berbahagia Pada hakekatnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mewasiatkan taqwa ini. 43. Hadirin yang berbahagia. Tarmidzi. Pernah suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berwasiat mengenai taqwa. dan Tarmidzi berkata. Para hadirin yang berbahagia Bila kata taqwa disandarkan kepada Allah maka artinya takutlah kepada kemurkaanNya. dan ini merupakan perkara yang besar yang mesti ditakuti oleh setiap hamba. Ibnu Rajab berkata. bahwa . Maka sesungguhnya barangsiapa di antara kamu hidup (pada saat itu). Lalu berkatalah salah seorang sahabat.

jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. maka al-libas merupakan kebutuhan yang harus. Para hadirin yang berbahagia. Menjauhi penyakit hati 4. mempersatukan kebahagiaan dunia dan akhirat. banyak sekali faktor-faktor penunjang agar kita bisa merasakan ketaqwaan tersebut. Allah berfirman: Hai anak Adam. Adapun taqwa sebagai sebaik-baiknya bekal sebagaimana tertuang dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 197: “Berbekallah. Mewaspadai tipu daya syaitan 1. daunnya adalah rasa malu terhadapNya. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. (Raudlatul Muhibin. bahan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. batangnya adalah ma’rifah kepadaNya. sedangkan ar-risy sebagai tambahan dan penyempurna. wajah yang simpatik. kedua ayat di atas bukanlah suatu hal yang mustahil. dengan menyatakan bahwa kalimat “sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. hai orang-orang yang berakal” Para hadirin yang berbahagia Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat tersebut. maksud pakaian taqwa adalah al-hayaa’ (malu). Seandainya kita mampu mengaplikasikan atau merealisasikan. Darush Shofa).kedua kata itu yaitu mendengar dan mentaati. Mahabbatullah Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Mahabbah itu ibarat pohon (kecintaan) dalam hati. rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya. dan itu merupakan modal utama bagi kita untuk bersua kepada Sang Pencipta. . Allah Ta'ala menganugerahkan kepada hamba-hambaNya pakaian penutup aurat (al-libas) dan pakaian indah (ar-risy). dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu. maka Allah menunjuki kepadanya tentang bekal menuju akhirat (yaitu taqwa). Muraqabatullah (merasakan adanya pengawasan Allah) 3. hal ini seperti yang digambarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam firmanNya surat Al-A’raaf ayat 26 dan Al-Baqarah ayat 197. yaitu pakaian at-taqwa. 409. (Al-A’raaf: 26). di antaranya: 1. akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya. buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya. Qasim bin Malik meriwayatkan dari ‘Auf dari Ma’bad Al-Juhani berkata. kapan saja. Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa pakaian taqwa adalah amal shalih. Menundukkan hawa nafsu 5. Adapun taqwa merupakan penjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat. artinya Allah menunjuki kepada manusia bahwa sebaikbaik pakaian yaitu pakaian yang bisa menutupi aurat yang lahir maupun batin. Mahabbatullah 2. dan sekaligus memper-indahnya. dan bisa juga bermakna segala sesuatu yang Allah ajarkan dan tunjukkan. Di samping itu taqwa juga merupakan sebaik-baiknya pakaian dan bekal orang mu’min. Saudara-saudara yang berbahagia. sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. menunjukkan bahwa tatkala Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk mengambil bekal dunia.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada. maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dan tanda adanya nilai takwa dalam pribadi kita serta di akhirat mendapat balasan Surga. jika selamat pula maka ia menggunakan cara yang ketiga yaitu dengan dosa-dosa besar. Adapun penyebab dosa itu teramat banyak sekali. yang pertama adalah kufur. di antaranya penyakit hati. melihat tempat tinggalmu. (Tafsir Al-Qur’anul Adzim. Di darat ataupun di laut. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ‫السمي ْع ال ْعل ِي ْم. jikalau seseorang selamat dari kekufuran. Oleh karena itu mari kita berlindung kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari penyakit itu semua. kecuali penyebabnya adalah perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggalnya. Saudara-saudara yang berbahagia. demikianlah apa-apa yang bisa saya sampaikan.2. Para hadirin yang berbahagia. pada waktu malam maupun siang. وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم. penyakit yang cukup kronis. dan satu penyakit yang tidak akan diampuni oleh Allah yaitu Syirik. sehingga manusia menyibukkan dirinya dalam perkara ini. yang menimpa banyak manusia. (Al-Hadid: 4). marilah kita berharap kepada Allah semoga kita termasuk orang-orang yang Muttaqin yang selalu istiqomah pada jalanNya. yang tidak senang kebahagiaan menghinggap kepada orang lain. Segala sesuatu berada dalam ilmuNya. Makna ayat ini. jika masih tak berhasil dengan cara ini ia menggoda dengan perbuatan mubah. bahwa Allah mengawasi dan menyaksikan perbuatanmu kapan saja dan di mana saja kamu berada. IV/304). di mana saja adanya dan Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan serta yang kamu fikirkan”. Merasakan adanya pengawasan Allah. Dia dengarkan perkataanmu. bahwa mengetahui rintanganrintangan yang dibuat syaithan dan mengetahui tempat-tempat masuknya ke hati anak Adam dari bujuk rayu syaithan merupakan poin tersendiri bagi kita. Mewaspadai tipu daya syaithan Para hadirin yang berbahagia. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر‬ ُ ِ ّ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ ‫الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن وال ْمسل ِمات وال‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ . Seperti kita ketahui bersama bahwasanya syaithan menghalangi orang-orang mu’min dengan beberapa penghalang. maka tidak diragukan lagi. 3. maka syaithan menggunakan caranya yang kedua yaitu berupa bid’ah. Menjauhi penyakit hati Para hadirin. jika tidak mampu juga maka syaithan akan menyerahkan bala tentaranya untuk menimbulkan berbagai macam gangguan dan cobaan silih berganti. Di dunia ini tidak ada yang namanya kejahatan dan bencana besar. Di rumah kediamanmu maupun di ruang terbuka. Seperti firman Allah yang artinya: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya. Menundukkan hawa nafsu Apabila kita mampu menahan dan menundukkan hawa nafsu. 4. seperti dengki. atau ghibah yang selalu membicarakan aib orang lain. Dan Allah melihat apa-apa yang kamu kerjakan”.” (An-Nazi’at: 40-41) 5.

سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ .‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫73‬ ‫‪Membuka Pintu Rizki Yang Barakah‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. قال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الرحي ْم.‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات.

pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات‬ ‫قوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. hanyalah dengan istighfar (Ruhul Maani.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Ikhwani Rahimakumullah! Predikat iman dan taqwa inilah yang senantiasa kita syukuri. ancaman siksa. bahaya dan membuka pintu rizki karena Allah berfirman (QS. menjaga diri dari dosa. Sesungguhnya Allah telah mengada-kan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . yang akan menebar rizki untuk kita sekalian. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. Ibnu Katsir menjelaskan syarat-syarat iman dan taqwa itu adalah hatinya beriman pada apa yang dibawa oleh Rasulullah. Ahmad. bukan rizki yang haram yang dilaknat Allah. iman membuahkan pula taubat dan istighfar.‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ّ َ ٌ َ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. 29/72-73) Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ال ِستغفار جعل الله ل َه من ك ُل غم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ُ ْ َ َ ٍ َ ّ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل َ ي َحت َسب )رواه أحمد وأبو داود وابن‬ ُ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ِ ْ (‫ماجه‬ “Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar. Amiril Mukminin Umar dalam beristisqa’ atau memohon rizki. membenarkan dan mengikutinya. bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan meninggalkan perbuatan keharaman. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Ath Thalaq : 2-3): Artinya: Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Al-Qur’an menegaskan (QS:7 Al-Araf: 96) Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ م ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . Ibnu Majah) . Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. (Tafsir III hal: 100) Ikhwani rahima kumullah! Diantara buah-buah iman bagi kaum Mukminin antara lain adalah: Pertama. Abu Daud. taqwa itu sendiri. Jamaah Jum’ah rahima kumullah Yang kedua. sebab iman dan taqwa itu adalah dua daun pintu bagi terbukanya rizki kita yang penuh barakah.

Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju). Perubahan sikap dari yang buruk kepada sikap kebaikan. mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar. menolong mereka untuk mencapai keridhaan Allah (Tafsir manar. niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Timidzi No. Ketiga: Iman membuahkan TAWAKKAL. kemiskinan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ‫ي َقول رب ّك ُم ت َبارك وت َعالى: يا اب ْن آدَم، ت َفرغ ل ِعبادَت ِي أ َمل ُ قل ْب َك‬ َ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ُ ‫غنى وأ َمل ُ ي َدَي ْك رزقا، يا اب ْن آدَم، ل َ ت ُباعدْني فأ َمل‬ َ ً ْ ِ َ ‫َ ْ قل ْب َك فقرا‬ ِ ِ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ً ْ َ َ ً ‫وأ َمل ُ ي َدَي ْك شغل‬ َ (‫ُ ْ )رواه الحاكم، سلسلة الحاديث الصحيحة‬ ْ َ “Rabb kalian berkata. Al-Hakim: Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan contoh tentang bertawakkal yang sesungguhnya dengan bersabda: َ َ َ ْ ‫ل َو أ َن ّك ُم ك ُن ْت ُم ت َوك َل ُون على الله حق ت َوك ُل ّه ل َرزقت ُم ك َما ت ُرزقُ الطّي ْر‬ َ ْ َ ْ ْ ِ ُ ِ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ْ ْ َ . maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.Allah menegaskan pula dalam (QS: Hud: 3) Artinya: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. Beribadah yang sepenuhnya akan dapat membuka rizki Allah. menuju negeri kaum Muslimin. sebagaimana janjinya dalam QS: 65 At-Thalaq: 3): Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. sehingga aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”. Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku. Ikhwani rahima kumullah! Itulah taubat yang menyesali dan menghentikan dosa dan maksiat kemudian menggantikannya dengan amal shalih dan keridhaan sesama. Wahai anak Adam! Beribadahlah kepadaKu sepenuhnya. 1359). . Jika kamu berpaling. yaitu berusaha dengan disertai sikap menyandarkan diri hanya kepada Allah yang memberikan kesehatan. tawakkal ini akan membukakan rizki dari Allah. atau hijrah adalah perpindahan dari negeri kafir. manfaat. hidup dan kematian serta segala yang ada. 5: 39) Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100: Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah.(‫ت َغدو خماصا وت َرح ب ِطانا )رواه الترمذى‬ ً ُ ُ َ ً َ ِ ُ ْ “Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung. (Jika kamu mengerjakan yang demikian). rizki. maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. kekayaan. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. (HR. niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terusmenerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. 2344). Jamaah Jum’ah rahima kumullah Kelima: Iman dan taqwa membimbing hijrah fisabilillah. bahaya. Ikhwani rahima kumullah! Keempat: Iman dan taqwa membuahkan taqarrub yang berupa rajin mengabdi bahkan sepenuhnya mengabdi beribadah kepada Allah lahir bathin khusu dan khudhu.

Bukhari No. maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.‫رحمه‬ ُ َ ِ َ “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. karena sesunguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa. emas dan perak. sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ّ ‫تاب ِعوا ب َي ْن ال ْحج وال ْعمرة فإ ِن ّهما ي ُن َفيان ال ْفقر والذّن ُوب ك َما ي ُن َفي‬ َ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ُ َ ‫ال ْك ِي ْر خب َث ال ْحدي ْد والذّهب وال ْفضة ول َي ْس ل ِل ْحجة ال ْمب ْرورة ث َواب‬ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ِ ّ ِ َ ِ َ َ ِ ِ َ . 22:221). Ikhwani Rahima kumullah. atau umrah dengan hajji yang tulus hanya mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. 464. Para malaikat mendoakan: “Ya Allah. dengan usaha menyadarkan mereka. Kedelapan.(‫إ ِل ّ ال ْجن ّة )أحمد والترمذي والنسائي وابن خزيمة وابن حبان‬ ُ َ “Lanjutkanlah haji dengan umrah. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga. Timidzi No. 3:38). tetap diganti di dunia dan di akhirat (Tafsir Ibnu Katsir 3/595) jaminan Allah pasti lebih disukai orang yang beriman dari pada harta dunia yang pasti akan binasa (lihat AtTafsir: Al-Kabir. Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat. Ibnu Hibban No. 807.الل ّهم أ َعط من ْفقا خل َفا‬ ّ ُ َ َ َ ُ ‫)فهل ت ُرزقون إ ِل ّ ب ِضعفائ ِك ُم )رواه البخاري‬ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ‫من سرهُ أ َن ي ُب ْسط ل َه في رزقه، وا َن ي ُن ْسأ َ ل َه في أ َث َره فل ْي ِصل‬ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ِ ُ . 25:263) dan berinfak adalah sesuatu yang dicintai Allah (lihat tafsir Takrir wat Tanwir. berikanlah kepada orang-orang berinfak ganti” (HR. 8/645) Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki adalah karena sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ً َ ً ِ ُ ِ ْ ‫. Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik. sebagaimana api dapat hilangkan kotoran besi. untuk agama Allah. Kemudian Ketujuh. Iman dan Taqwa membuahkan pula gemar ber-silaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut.” (Ahmad No. 1442). 5985). melaksanakan ibadah haji dengan umrah. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. Infak manjadikan pintu rizki terbuka. 3669. 3693) . Meskipun sedikit. Bukhari No. buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. (HR. namun tetap kita mohonkan hidayah. Ibnu Khuzaimah No.Jamaah Jum’ah rahima kumullah Keenam: Iman dan Taqwa membuahkan gemar berinfaq: Yaitu infaq yang dianjurkan agama. Nasa’I 5:115. Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam QS: Saba: 39) Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih. seperti kepada fakir miskin. Dari Sabda Rasulullah: “Bukankah kalian diberi rizki karena sebab orang-orang lemah diantara kalian?” Begitu juga termasuk kelompok dhaif orang-orang yang mempelajari ilmu (lihat tafsir Al-Manar.

‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة.‪memperoleh rizki Allah yang berkah di dunia dan akhirat.‫!‪Sidang jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Terakhir marilah kita simpulkan agar kita senantiasa ingat apa yang menjamin kita untuk‬‬ ‫. قال ت َعا َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ لى:‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. Taqarrub dengan ibadah berhijrah.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم. رب ّنا هب ل َنا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. Istiqhfar dan Taubat‬‬ ‫‪Tawakal. silaturrahim dan segera melaksanakan haji‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َ‬ ‫َ طِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫83‬ ‫‪Hubungan Antara Dosa Dan Bencana‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Mukhlis‬‬ ‫ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫ُ َ‬ ‫أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ . سب ْحان رب ّكَ‬ ‫رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. berinfaq. Yaitu Taqwallah.

supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan. shiddiqin. yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim.‫وى‬ ِ ّ َ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ َ ّ Ma’assyirol muslimin. hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya dalam Surat Asy-Syu’aro ayat 88-89: (Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah. rahimakumullah Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman. Ia tidak akan menurunkan bala’ dan bencana atas suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat dan pelanggaran mereka terhadap perintah-perintah Allah” (Jalan Golongan Yang Selamat. yaitu hari kiamat.‫رسول الله‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ َ ٍ َ ْ . perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudarasaudara sekalian dan kepada diri saya sendiri. semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad. (Asy-Syu’ara’: 88-89) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara dosa dan bencana yang menimpa umat manusia sebagaimana yang diterangkan di dalam Al-Qur’an. jalan yang lurus. kecuali bagi orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. dari kalangan para nabi.‫ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫أ َما بعد؛ أ َيها ال ْمسل ِمون، أ‬ َ َ ِ ْ ْ َ ّ َ ْ ‫ُ ْ ُ ْ َ وصي ْك ُم وإ ِياي ن َفسي ب ِت َقوى الله، فقد‬ ِ ْ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ ْ ِ ْ‫فاز ال ْمؤمن ُون ال ْمت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّق‬ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ . أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ ْ ُ َ . Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah. Selanjutnya dari atas mimbar ini. disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” Seorang ulama’ yang bernama Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu memberi ulasan terhadap kedua ayat tersebut dengan mengatakan: “Ayat-ayat yang mulia ini memberi pengertian kepada kita bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertang-gungjawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan. tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim. marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” Allah juga berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 112: Artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram. Pada hari itu. keluarganya. hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya. dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintahperintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan. 1998:149) . rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat. para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau dengan baik hingga hari kiamat.َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berbunyi: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. syuhada’ dan shalihin.

menolong orang-orang teraniaya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Usman bin Affan Radhiallaahu anhu . khalifah umat Islam yang ketiga: “Sesungguhnya Allah mencegah dengan sulthan (kekuasaan) apa yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur’an” Disamping itu amar ma’ruf nahi mungkar merupakan salah satu tugas utama sebuah pemerintahan. bila tidak mampu ubahlah dengan hatinya. prostitusi demikian juga. karena agama tidak dapat tegak tanpa negara. Begitu pula kewajiban-kewajiban lain . tenteram dan sejahtera. hendaklah merubahnya dengan tangannya. Misalnya terjadinya becana alam berupa letusan gunung berapi. Ikhwani fid-din rahimakumullah Marilah kita lihat keadaan di sekitar kita.‫ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا ْل ِي ْمان‬ ُ َ ْ ْ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran. melanggar laranganlaranganNya. Demikian dengan krisis yang berkepanjangan. Berbagai macam praktek kemaksiatan terjadi secara terbuka dan merata di tengah-tengah masyarakat. hanya dilihat dari sudut pandang logika rasional manusia. Sehingga. pergaulan bebas semakin menjadi-jadi. narkoba merajalela. Bila umat manusia masih terus menerus menentang perintah-perintah Allah. yang menimbulkan berbagai macam dampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Dan karena Allah mewajibkan menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. kekeringan. yang ditanganNyalah seluruh kebaikan dan kepadaNya lah dikembalikan segala urusan.Kebanyakan orang memandang berbagai macam musibah yang menimpa manusia hanya dengan logika berpikir yang bersifat rasional. Perjudian marak dimana-mana. minuman keras menjadi pemandangan sehari-hari. dianggap sebagai fenomena kejadian alam yang bisa dijelaskan secara rasional sebabsebabnya. secara serius baik oleh individu maupun pemerintah sebagai institusi yang paling bertanggung jawab dan paling mampu untuk memberantas segala macam kemungkaran secara efektif dan efisien. solusi-solusi yang diberikan tidak mengarah pada penghilangan sebab-sebab utama yang bersifat transendental yaitu kemaksiatan umat manusia kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala Sang Pencipta Jagat Raya. Sehingga kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu bisa dilakukan secara sempurna dan efektif oleh pemerintah. gempa bumi. mengapa segala kemungkaran ini bisa merajalela di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas muslim ini? Jawabannya adalah tidak ditegakkannya kewajiban yang agung dari Allah Subhannahu wa Ta'ala yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. korupsi dan manipulasi telah menjadi tradisi serta pembunuhan tanpa alasan yang benar telah menjadi berita setiap hari. maka bencana demi bencana. karena kurang efektif dan kadang-kadang beresiko tinggi. kelaparan dan lainlain. sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Sesungguhnya kekuasaan mengatur masyarakat adalah kewajiban agama yang paling besar. banjir. dan itulah selemah-lemahnya iman” (Hadits shahih riwayat Muslim) Namun harus diketahui bahwa memberantas kemungkaran yang sudah merajalela tidak hanya dilakukan oleh individu-individu. Karena pemerintah memiliki kekuatan dan otoritas untuk melakukan. Pertanyaannya sekarang. terlepas dari tuntutan Wahyu Ilahi. bila tidak mampu ubahlah dengan lisannya. sehingga masyarakat tidak merasakan kehidupan aman. meskipun kewajiban mengingkari kemungkaran itu merupakan kewajiban setiap individu muslim sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه فإ ِن ل َم‬ ِ ْ ْ ْ َ ِ َ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ َ َ ْ . serta krisis demi krisis akan datang silih berganti sehingga mereka betul-betul bertaubat kepada Allah.

menegakkan keadilan dan penegakan sanksi-sanksi atau perbuatan pidana.‫ُ َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع ِلى ِمحمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ .‫ل َك ُم‬ ْ Artinya: “Demi Allah yang diriku berada di tanganNya! Hendaklah kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar atau Allah akan menurunkan siksa kepada kalian. Yang pertama. dalam sebuah haditst Hasan riwayat Tarmidzi: ‫وال ّذي ن َفسي ب ِي َده ل َت َأ ْمرن بال ْمعروف ول َت َن ْهون عن ال ْمن ْك َر أ َو‬ ِ ِ ُ ْ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ ُ ُ ْ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ ْ ‫ل َي ُوشك َن الله أ َن ي َب ْعث عل َي ْك ُم عقابا من ْه ث ُم ت َدْعون َه فل َ ي ُست َجاب‬ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ُ ِ ً َ ِ ْ . Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Yang kedua. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم، وقل رب اغفر وارحم وأ‬ ‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ . Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka perbuat. damai dan sejahtera adalah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan RasulNya Muhammad Shalallaahu alaihi .‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat” Yang dimaksud laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah Subhannahu wa Ta'ala . Artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam.seperti jihad. hendaklah seluruh kaum muslimin dan para pemimpin atau penguasa mereka.‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ Dalam khutbah kedua ini saya akan memberikan kesim-pulan dari khutbah pertama. kemaksiatan manusia kepada Allah Rabbul ‘Alamin merupakan penyebab utama terjadinya berbagai musibah yang menimpa umat manusia baik itu berupa bencana alam maupun krisis di berbagai bidang kehidupan. mentaati Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-larangan dalam seluruh aspek kehidupan. Ibnu Taimiyah: 171-173). bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang perbuatan-perbuatan mungkar sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. tenteram. Apabila kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka sebagai akibatnya Allah akan menimpakan adzab secara merata baik kepada orang-orang yang melakukan kemungkaran ataupun tidak. Dengan demikian supaya bangsa ini bisa keluar dan terhindar dari berbagai krisis dalam kehidupan di segala bidang dan selamat dari beragam musibah dan bencana. lalu kalian berdo’a namun tidak dikabulkan”. bahwa salah satu sebab dilaknatnya suatu bangsa adalah bila bangsa tersebut meninggalkan kewajiban saling melarang perbuatan mungkar yang muncul di kalangan mereka. Al-Maidah ayat: 78-79. Semua ini tidak akan terpenuhi tanpa adanya kekuatan dan pemerintahan” (As Siyasah Asy Syar’iyah. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . satu-satunya jalan untuk terhindar dari segala musibah tersebut dan dapat menikmati kehidupan yang aman. Demikian pula Allah menegaskan di dalam QS. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ َ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َ‬ ‫ْ ِ ْ َ ي ْنا إ ِصرا ك َما‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ َ‬ ‫حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َنا ب ِه،‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على القوم ِ‬ ‫ال ْكافري ْن. kecintaan dan‬‬ ‫‪keikhlasan.‬ ‫ُ ْ َ ّ َ ُ َ ً‬ ‫ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. Yang ketiga.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها كان غراما إ ِن ّها ساءَت‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ َ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫مست َقرا ومقاما. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ون ب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. وصلى الله على رسول ِه وع َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫وأ َصحابه أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫رب ّنا وءات ِنا ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫ال ْميعاد.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫93‬ ‫‪Ayat Yang paling Ditakuti Oleh Ulama‬‬ ‫‪Oleh: H.‪yang mungkar‬‬ ‫‪Akhirnya marilah kita tutup khutbah Jum’at ini dengan berdo’a kepada Allah Subhannahu wa‬‬ ‫: ‪Ta'ala‬‬ ‫رب ّنآ إ ِن ّنا سمعنا مناديا ي ُنادي ل ِليمان أ َن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا، رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار. يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون.‫‪wasalam dalam seluruh aspek kehidupan yang ada dengan penuh ketundukkan. bahwa segala do’a dan istighatsah yang dilakukan umat Islam supaya‬‬ ‫‪bisa keluar dari segala macam musibah tidak akan dikabulkan oleh Allah kecuali bila kaum‬‬ ‫‪muslimin secara sungguh-sungguh memerintahkan kepada yang ma’ruf dan memberantas segala‬‬ ‫.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ . وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون.

Pemuda-pemuda itu sampai begitu lancangnya. menarik-narik kain perempuan di pasar saat berjual beli. penanggung jawab keluarga. Toh tempat yang bersih ataupun kotor sama saja. berarti seluruh keluarga yang ditanggung oleh pencari harta haram itu. Moral buruk dan makanan haram ". mereka berbuat aneka usaha. dan hasilnya pun barang haram. Tetapi yang memakan hasilnya. betapa bejatnya akhlaq/moral pemuda-pemuda alias anak-anak mereka yang diberi makan dengan makanan haram itu. Dan ternyata. Namun bukan sekadar mandeg/berhenti sampai perbuatan mereka itu saja sirkulasinya. bahkan lebih perlu menyingkiri tempat yang bersih. Singkatnya. namun sekali datang dan datang lagi. Maka tidak mungkin pula mereka berhati-hati untuk memperhitungkan mana yang halal dan mana yang haram dalam memburu sasaran yang tak lain adalah makanan pula. Jadi makanan di sini ibarat terminal. Ibarat orang yang memang sudah memakai baju kotor untuk membengkel. Dan penyakit akhlaq yang sampai memuncak itu tentunya ada bibit-bibit penyakitnya. Bejatnya akhlaq. lingkungannya baik-baik dan terjalin ukhuwah/ . sadisnya tingkah dan liciknya hati busuk.. Tidak. Kalau makanan itu sudah jelas-jelas haram dan itulah yang menjadi pangkal mereka berbuat. Dan kuman itu tidak hanya sekali datang berlalu.. Mungkinkah pemuda-pemuda tersebut sebejat itu kalau mereka ditumbuhkan dengan makanan halal. Mereka memiliki energi. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . Lantas. kemudian dimakanlah hasil yang haram itu untuk bekal berbuat yang haram lagi dan seterusnya. Betapa sadisnya kebiadaban Yahudi Bani Nadzir di Madinah yang ingin menjatuhkan batu besar ke diri Rasulullah. yang berusaha mencari makanan haram tentunya adalah orang tua. Dan betapa liciknya kemunafikan Yahudi Bani Quraiddhah yang mengadakan permufakatan rahasia dengan kafir Quraisy ketika perang Khandaq. Perbuatan mereka itu jelas dicap sebagai keburukan. Apa itu? "Aklihimus suht".َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. dengan modal bekal makanan haram. perbuatan-nya pun cenderung menempuh jalan haram. (Al-Maidah : 62). Dalam contoh kasus ini. semuanya telah mewabah pada darah daging mereka orang-orang Yahudi Bani Israel. Bukan sekadar kuman akhlaq yang ringan. tenaga untuk berbuat adalah karena makanan. mereka lihat orang tuanya shaleh. Makanan mereka haram. Pemuda-pemuda bejat akhlaqnya itu menarik-narik kain seorang perempuan yang sedang berjual beli dengan mereka. Di dalam Al-Quran ditegaskan oleh Allah: “Dan engkau akan melihat kebanyakan dari mereka (orang Yahudi) berlomba-lomba dengan dosa dan permusuhan dan mema-kan yang haram. bahkan senantiasa diusahakan datang. tempat berangkat dan sekaligus tempat tujuan. tetapi kuman yang berbahaya. Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan”.. karena nanti harus bertugas membersihkan tempat itu kalau kena kotoran dari bajunya. arahnya adalah mencari makan. mana mungkin ia menghitunghitung mana tempat yang bersih dan mana yang kotor.Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan!" Ini penegasan Allah Subhannahu wa Ta'ala. maka kebaikan apa yang perlu mereka perjuangkan dengan modal makanan haram itu? Tidak mungkin mereka memburu kebaikan dengan umpan yang dimiliki berupa modal makanan haram. makanan haram.. Kenapa yang jadi bibit penyakitnya makanan haram? Jelas. di mana kaum muslimin dipimpin Rasulullah berada di dalam parit.‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ Betapa kurang ajarnya tingkah pemuda Yahudi Bani Qainuqa' di Madinah.

bagi Ibnu Abbas (sahabat Nabi n yang ahli tafsir Al-Quran) adalah celaan yang paling keras terhadap ulama yang melalaikan tugas mereka dalam menyampaikan da'wah tentang larangan-larangan dan kejahatan-kejahatan. Khutbah Kedua . Dugaan itu akan membuat perasaan bergetar. menampakkan ketulusan hati (yang sudah ketahuan rakus terhadap barang haram) dan menasihati dengan amalan baik-baik (sedang dirinya jelas melanggar)? Tidak mungkin. maka Allah Subhannahu wa Ta'ala mengecamnya cukup diawali dengan bentuk pertanyaan. kalau sampai mereka yang alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bahkan antri ikut makan haram. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون.” (Al-Maidah : 63).‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Kita dalam hal diamnya para alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bisa juga menduga-duga kenapa mereka tidak mencegah perkataan dosa dan makan haram. Maka tumbuh dengan suburlah generasi penerus mereka itu dengan pupuk-pupuk serba haram dan jahat. Bahkan Ad-Dhohhaak berkata. Tidak kurang dari itu. masih ada yang lebih parah. bukan sekadar cerita cercaan terhadap pendeta-pendeta Yahudi. “Mengapa orang-orang alim mereka. Orang alim agama ada yang lebih parah Sikap seperti itu sungguh parah.‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل‬ ‫حياء‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ْ ِ ْ . Tetapi. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. وبارك على محمد وع‬ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ِ َ َ َ ِ َ ِ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . dan pendeta-pendeta mereka (Yahudi) tidak melarang mereka mengucapkan perkataan dosa dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Itulah. mungkinkah dengan modal makanan haram itu orang tua menunjukkan "baiknya" perbuatan jahat mereka (yang sudah ketahuan memburu barang haram). tidak ada ayat dalam Al-Quran yang lebih aku takuti daripada ayat ini.persaudaraan dengan baik? Sebaliknya. قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ َ ‫ث ُم اعل َموا فإن الله أ‬ َ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ :‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال‬ ّ ِ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ِ ّ ّ ‫}إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل‬ َ َ َ ْ َ ‫َ وا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ ْ َ َ َ ِ . bahkan cercaan Allah itu lebih penting untuk disadari oleh ulama Islam. Maka ayat tersebut. Karena yang lebih parah ini bahkan menyangkut orang-orang pandai dan pemuka agama.{‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

Coba kita simak firman Allah seperti yang telah dibacakan pada awal khutbah.‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ‫ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. M. Bba ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه قدي ْم ِ ا ْل ِحسان ذي ال ْعطاء ال ْواسع وا ْل ِمت ِنان، أ َحمدُه‬ ِ َ َ ِ ِ َ ْ ِ َ ِ ُ َ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫سبحان َه وأ َشك ُره على ما أ َول َده. Hakim. berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia . tidak terkecuali kita yang hadir ditempat yang mulia ini. bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang . Sekujur badan terbujur lemas. إ ِن ا ْل ِن ْسان ل َظَل ُوم ك َفار..” Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat.‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب. ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia. terasa badan jadi bugar. Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan. nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas. badan terasa gerah.‫ْ ِ مهات ِك ُم ل َ ت َعل َمون شي ْئا ل َعل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ْ ُ ْ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ Saudara-saudara sidang Jum’at yang berbahagia. والله‬ َ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ّ ٌ ْ ُ َ ٌ ّ ْ ُ ْ َ ُ ‫أ َخرجك ُم من بطُون أ‬ ً َ َ ْ ُ ْ . وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ 40 Mensyukuri Nikmat Allah Ta'ala Oleh: Drs. lena menerawang di alam mimpi. apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini. semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar. yakni dalam surah Ibrahim ayat 34: Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Syukur alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kesempatan berkumpul dan bertatap muka sambil saling mengingatkan. رب ّنا هب ل‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ِ َ ً َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ‫عب ْدك ورسول ِك محمد وعلى آل ِه وصحب ِه. betapa besarnya nikmat-nikmat yang telah dan sementara dianugrahkan Allah kepada hamba-hambaNya. أ َما ب َعد؛ فيا عبادَ الله‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ُ ّ َ ُ ،‫ا ِت ّقوا الله ت َعالى واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه هو ال ْمن ْعم ال ْمت َفضل‬ ّ ُ ِ ُ َ ُ ُ َ ُ َ ْ ُ ْ َ ‫وإ ِن ت َعدّوا ن ِعمة الله ل َ ت ُحصوها. وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ُ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ‫ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ َ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. سب ْحان رب ّك رب‬ ّ َ َ َ َ َ ُ ً َ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ٌ َ َ َ ْ ُ ِ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ّ َ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ ّ ِ . Begitu kita bangun pada dini hari.D. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ َ َ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar. Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam.

zat lemas. Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia adalah gas oxygen. 760. ini berarti semenit akan menghirup kurang lebih 40 liter udara. atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57. padanya dijumpai berbagai unsur gas. Andai kata lebih tinggi dari prosentase tersebut. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas.. bahwa seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %.000. nitrogen. 6. dalam satu menit kurang lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsurunsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhlukmakhluk lainnya.800. Allah Subhannahu wa Ta'ala mewanti-wanti kepada hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan firmanNya: Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan. 50 tahun atau 60 tahun ratarata kita semua yang masih hidup. Untuk lebih meyakinkan diri kita. Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11.520 kali Rp. helium. Berapa besarkah nilai ekonominya? Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia.” . Allah telah mengatur sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini persis dalam prosentasi antara 18-20 %. kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya.600 sama dengan Rp. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57.telah disediakan oleh Maha Pencipta. hidrogeen.! Saudara-saudara muslimin yang barbahagia. 22. dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas. 40. Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp. Maha Besar Engkau ya Allah . Oleh karena itu dalam surat Ar-rahman. begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan. tersengal-sengal karena pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia. Di dalam udara atau hawa.600 liter udara.kalau sebulan nilainya menjadi Rp.600 per liter. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2 liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan. patutlah diketahui atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama.520 liter oxygen murni seharinya. argon.600 liter udara adalah 11. 6.000. karena manusia tak mampu membuat gas.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40.000: 6000 adalah kurang lebih Rp. maka suhu udara gerah. gas oksigen. apa yang dikemukakan tadi. rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri setelah sampai kerumah. tertuang kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar. panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya kebakaran dimana -mana.Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas.

وقل ر ِب اغفر وارحم وأ‬ ْ ْ ُ َ ُ ْ َ ‫ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن. membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Sebagai hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk hati yang dalam. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. Realisasi rasa syukur tersebut. tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta. penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan.” Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta'ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7: Artinya: “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan. dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam surat Al-An’am ayat 46 yang berbunyi: Artinya: “Katakanlah. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِاليات‬ ِ ْ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو السمي ْع‬ ِ َ ْ ِ ُ ُ ِ ّ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ‫ال ْعل ِيم. Amin Ya Robbal Alamien.‫إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah Kedua َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر. kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran. ceritakanlah. kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan. واست َغفروه‬ ّ َ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih. meyantuni anak-anak yatim dan badanbadan amal lainnya. menghibur orang-orang yang dalam kesedihan.‫شر‬ ِ َ ُ ُ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا صلى الله عل َي ْه وسل ّم عب ْدُهُ ورسول‬ ّ َ ‫َ َ ُ ْ ه الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ِ َ ُ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ ّ . orang yang terkena musibah. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ ً ْ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ ‫شري ْك ل َه، ا َل ْمت َعال ِي عن ال ْمشارك َة وال ْمشاك َل َة ل ِسائ ِر ال ْب‬ َ ُ َ ِ َ َ ُ . nikmat kebahagiaan. terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga. bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia. bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya. Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk. Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup ini. nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu. berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan. dan kesyukuran ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata. masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki.” Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya. Mensyukuri karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata. nikmat berkeluarga. keluarga kerabat kita. ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.Marilah kita bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari nafkah betapa besar karunia Allah kepada diri kita.

إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ ً‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ُ ْ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، ياأ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ّ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحبه ومن ت َبع هداه.‫َ َ‬ ‫َ ُ َ ُ َ ّ‬ ‫ال ْمعت َب َر. واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه صلى على ن َب ِي ّه قدي ْما.‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ . آمي ْن يا رب ال ْعال َمي ْن. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات وغافر الذّن ُوب وال ْخطِي ْئات ب ِرحمت ِك يا‬ ‫ْ ِ َ َ‬ ‫َ ِ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ ِ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ َ ِ َ‬ ‫أ َرحم الراحمي ْن.or.‬ ‫ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.alsofwah. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ُ َ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله، فقال الله ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واشك ُروه على ن ِعمه يزدك ُم واسأ َ‬ ‫َ ِ ِ َ ِ ْ ْ َ ْ لُ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وه‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ ُ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫من فضل ِه يعطك ُم والله سبحان َه وت َعالى أ َعل َم وأ َجل وأ َعظَم وأ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ ُ َ َ َ‬ ‫ُ َ ك ْب َر.com‬‬ ‫14‬ ‫‪Tiga Amalan Baik‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ali Aziz‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله، أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ ن َب ِي ب َعدَه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ ي ْت‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، في ال ْعال َمي ْن إ ِن ّك‬ ‫َ ِ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫حمي ْدٌ مجي ْد.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.‬ ‫ْ ُ َ َ ّ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www.wordpress.

Maka seorang muslim yang benar. sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan. ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’. Kadang naik kadang turun. Akan tetapi menurut Islam. “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah.)غي ْرك. Fushshilat: 30) 2. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut. Oleh sebab itu. ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan. Istikharah. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan. selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. kantong kering atau tebal. 1. Muslim). dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. dicaci dipuji. tetap memperhatikan haram halal. dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. dan janganlah kamu merasa sedih. Ada senyum ada tangis. ada siang dan ada malam. قال: قل آمن ْت بالله ث ُم است َقم. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda: ‫عن أ َب ِي سفيان ب ْن عب ْد الله رضي الله عن ْه قال: قل ْت يا‬ ِ َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ُ َ ُ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ ‫رسول ْ الله، قل ل ِي في ا ْلسل َم َقول ً ل َ أ َسأ َل ُه عن ْه أ‬ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ ‫ْ ُ َ ُ حدا‬ ِ ْ ً َ ْ ِ ْ َ ِ ‫.Kaum Muslimin Yang Terhormat Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar. Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS. Istiqomah. Ada suka ada duka. )رواه مسلم‬ ْ ِ ْ ّ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ِ ِ ْ . tidak ada kebebasan yang tanpa batas. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.” (HR.” (Qs.‫من كان ي ُؤمن بالله وال ْي َوم ِ الخر فل ْي َقل خي ْرا أ َو ل ِي َصمت‬ ْ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ َ ْ َ ْ ً َ ْ ُ ْ َ ِ ‫. Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. sujud pantang berhenti. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup. Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Nabi menjawab.))رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة‬ . ibadah tidak ikut redup. Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut: “Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata.

Malas adalah bagian dari musuh kita. Para pakar barang kali untuk saat-saat ini. maka kreatifitas dan etos . melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah. malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan. memohon ampun kepada Allah. maka yang diobati adalah sifat malas itu. yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati. Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa.Baihaqi dari Jabir). maka berkatalah yang baik atau diamlah. Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita. (HR. jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita. Dalam persoalan ekonomi.Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir.‫أتاني جبريل فقال: يا محمدا عش ما شئت فإنك ميت، وأحبب ما شئت فإنك مفارق، واعمل ما شئت فإنك مجزي به‬ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ٌ ّ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ً ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ْ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ‫. karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif. tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati. banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat. Istighfar. Saatnya kita instropeksi masa lalu. Oleh karena ia harus diobati. Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. jangan diucapkan. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Jika kesulitan ekonomi tersebut. tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat.))رواه البيهقي عن جابر‬ Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu. Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhirakhir ini dengan dalih kebebasan. Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ َْ ِ َ َ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ ِ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ َ َ ‫. (HR. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. beliau bersabda: . Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari). Thabrani dari Anas) 3. cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya.ما خاب من استخار ول ندم من استشار ول عال من اقتصد‬ Tidak akan rugi orang yang beristikharah. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Mengenai kebebasan ini. (HR. agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

kerja umat yang harus kita tumbuhkan. Hud:52). Istikharah dan Istighfar. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال‬ َ َ َ َ ‫ُ ْ ِ َ َ مسل ِمات‬ ِ ْ ِ َ ْ ُ ّ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك ق‬ ْ ُ َ َ ‫ري ْب مجي ْب‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ َ ُ ِ ُ ٌ ِ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ َ َ َ َ ‫وقنا ع‬ . الل ّهم أ َصل ِح جمي ْع ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ‫وان ْصر ا ْلسل َم وال ْمسل ِمين، وأ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمشركين وأ‬ ‫َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ عل‬ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ َ ِ ُ ْ ‫ك َل ِمت َك إ ِلى ي َوم الدّي ْن. hai kaumku. Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. الل ّهم افت َح ب َي ْن َنا وب َي ْن قومنا بال ْحق‬ ْ ْ ّ ُ َ ِ َ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ ‫وا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن. tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan.‫َ ْ َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ّ ْ ً ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ صحاب ِه وقراب َت ِه‬ ِ َ َ َ ِ َ ْ ،‫وأ َزواجه وذُريات ِه أ َجمعي ْن. Para Jamaah yang dimuliakan Allah Sekali lagi.‫ب َر‬ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ ْ ْ َ َ ْ ِ َ َ ُ ُ ِ َ ْ ُ 42 . tidak bisa tidak kita harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah. إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه‬ ّ ّ َ ِ َ ِ ْ َ َ َ ْ ْ ْ َ ِ َ ُ َ َ َ ْ ُ َ ‫يصل ّون على الن ّ ِبي، ياأ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل‬ َ َ َ ْ َ ُ . وأ‬ ُ ِّ َ ُ ُ ْ ُ ِّ ُ َ ْ ِ َ ‫ْ ِ ْ ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن. Agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan. عبادَ الله، ا ِت ّقوا الله ما‬ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫است َطَعت ُم وسارعوا إ ِلى مغفرة رب ال ْعال َمي ْن. kepada kaumnya: “Dan (Hud) berkata. Amin ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم فاست َغفروهُ ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ْ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya. niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat. Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah.‫َ ِ َ َذاب النار‬ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya. أ َشهد‬ َ َ َ ْ ِ ِ ِ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ِ َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َشريك ل َه، إياه ن َعبد وإياه ن َست َعين.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم وادعوه يست َجب ل َك ُم ول َذك ْر الله أ‬ ْ‫ِ ك‬ َ . الل ّهم صل‬ ً َ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ّ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ Khutbah Kedua ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِت ّحاد وا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله ال ْمت ِي ْن.

” (lihat Sirah Nabawiyah. Di antaranya Rasulullah n melihat adanya beberapa orang yang tengah disiksa di Neraka. menginjak orang-orang tersebut yang tidak mampu bergerak dan pindah dari tempatnya disebabkan perutnya yang sangat besar seperti rumah. “Mereka itulah orang-orang yang makan harta riba.‫ال ْحسن َة ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن‬ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ Kaum muslimin seiman dan seaqidah Tepatnya ketika Allah Subhannahu wa Ta'ala memberikan mukjizat kepada hamba dan kekasihNya. “Wahai Jibril. 2/252). Dalam syariat Islam.‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ‫ياأ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‫ضللة‬ ٍ َ َ ُ ‫فيا عباد الله، أ‬ َ َ ِ ‫ِ وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون‬ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ُ :‫ال ْمت ّقون، حي ْث قال ت َبارك وت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْعزي ْز‬ ِ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ . Para pengikut Fir’aun ini melintasi orang-orang yang sedang disiksa api dalam Neraka tadi. Melintas bagaikan kumpulan onta yang sangat kehausan. perut mereka besar bagaikan rumah yang sebelumnya tidak pernah disaksikan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ّ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Kemudian Allah Ta’ala tempatkan orang-orang tersebut di sebuah jalan yang tengah dilalui kaumnya Fir’aun yang mereka adalah golongan paling berat menerima siksa dan adzab Allah di hari Kiamat. Ibnu Hisyam.‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫ياأ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ .Akibat Memakan Harta Riba Oleh: Ade Zarkasyi bin Sabit ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berupa Isra’ Mi’raj. riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba. pada saat itu pula Allah Ta'ala perlihatkan berbagai kejadian kepada beliau yang kelak akan memimpin jaga raya ini. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ‫صلى ا لله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ّ َ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ْ ِ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ِ ّ َ ٌ َ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة‬ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ ّ َ َ َ َ َ ِ َ .‫عظِي ْما‬ َ ً َ ‫وقال عل َيه الصل َةُ والسل َم: ا ِت ّق الله حيث ما ك ُن ْت وأ‬ ‫َ َ ت ْب ِع السي ّئ َة‬ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ َ َ ّ َ ِ ِ . Maka . Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada malaikat Jibril yang menyertainya. siapakah orangorang yang diinjak-injak tadi?” Jibril menjawab. ي ُصل ِح ل‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫ْ ْ ك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ .

Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia… inilah siksa yang Allah berikan kepada orangorang yang suka makan riba. sahabat Jabir Radhiallaahu anhu mengatakan: َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫ آك ِل الربا وموك ِل َه وكات ِب َه وشاهدَي ْه، وقال: هم‬n ‫ل َعن رسول الله‬ ِ َ َ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ّ . Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada dua orang yang membawanya pergi. sahabat Ibnu “Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi tercekik”. . Maha Besar Allah yang telah berfirman: “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. penulisnya dan kedua orang yang memberikan persaksian. 1598). maka mulutnya diisi batu oleh orang tersebut sehingga menjadikan dia kembali ke tempatnya semula di dalam sungai. 1/40). hal. Muslim. (QS. Dalam Shahih Al-Bukhari dikisahkan. (HR.setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar. (QS. Barang-barang haram yang tiada terhitung banyaknya sampai menyusahkan dan memberatkan mereka ketika harus cepat-cepat berjalan pada hari Pembalasan. Apabila orang yang berada di dalam sungai hendak keluar. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat): Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bermimpi didatangi dua orang laki-laki yang membawanya pergi sampai menjumpai sebuah sungai penuh darah yang di dalamnya ada seorang laki-laki dan di pinggir sungai tersebut ada seseorang yang di tangannya banyak bebatuan sambil menghadap ke pada orang yang berada di dalam sungai tadi. mereka jatuh kembali. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Allah menghilangkan berkah riba dan menyuburkan shadaqah. Al-Baqarah: 270). dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. Setiap kali akan bangkit berdiri. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. padahal mereka ingin berjalan bergegas-gegas bersama kumpulan manusia lainnya namun tiada sanggup melakukannya akibat maksiat dan perbuatan dosa yang mereka pikul.” (Lihat Al-Kaba’ir. Dalam menafsirkan ayat ini. 3/321-322). maka dikatakan kepada beliau: “Orang yang engkau saksikan di dalam sungai tadi adalah orang yang memakan harta riba. dan beliau bersabda: “Mereka itu sama”. yang memberi makan riba. bahkan dalam riwayat yang shahih. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam. no. 53). atau dengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah dan terus mengalir. Al-Baqarah: 275). Imam AdzDzahabi.” (Fathul Bari.‫سواء‬ ٌ َ َ Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat orang yang memakan riba. Imam Qatadah juga berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyar lainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba. dan telah menjadi ijma’ kaum muslimin atas keharamannya.

Ali Imran: 100). Imam Al-Haitsami. Riba dianggap sama dengan jual beli yang diperbolehkan menurut syari’at Islam. sehingga umatpun bergegas mendepositokan uangnya di bank-bank milik mereka yang mengakibatkan keuntungan yang besar lagi berlipat ganda bagi mereka. menghimpun dana demi melancarkan rencana-rencana jahat zionis dan acara-acara kristiani lainnya. Kalau sudah seperti ini.” (Lihat Majma’Az-Zawaid. bagaimana mungkin do’a yang dipanjatkan kepada Allah akan dikabulkan jika seluruh harta dan makanan yang ada dirumahnya ternyata bersumber dari hasil praktek riba. Mereka banyak membantai umat Islam. Dalam firmanNya Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: “Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba. bahwasannya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: . Kini kita saksikan. Umat tidak lagi memperhatikan mana yang halal dan mana yang haram. karena Allah yang menurunkan hukumNya atas manusia telah mengizinkan malapetaka atas suatu kaum jika kemaksiatan dan kedurhakaan telah merejalela di dalamnya. gara-gara bunga berapa banyak orang yang semula hidup bahagia pada akhirnya menderita tercekik dengan bunga yang ada. motor yang dikendarainya pun haram. Sehingga nasi yang dimakannya menjadi haram. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi AlKitab (Yahudi dan Nashrani). namun diam-diam tanpa disadari di antara kita telah ada yang membantu mereka membantai saudara-saudara kita semuslim dengan mendepositokan uang kita di bank-bank mereka. lebih-lebih dengan semaraknya kasus-kasus pencurian dan perampokan serta berbagai adegan kekerasan yang semakin merajalela. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka siksa yang pedih”. bahkan ASI yang diminum oleh si kecil pun menjadi haram. Musibah dan bencana telah meresahkan masyarakat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Ya’la dan isnadnya jayyid.‫ما ظَهر في قوم ٍ الزنى والربا إ ِل ّ أ َحل ّوا ب ِأ َن ْفسهم عقاب الله‬ َ ّ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ُ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ َ “Tidaklah perbuatan zina dan riba itu nampak pada suatu kaum. dan barang-barang perkakas di rumahnya pun menjadi haram. Mereka jadikan umat ini khawatir untuk menyimpan uang di rumahnya sendiri seiring disajikannya adegan-adegan kekerasan yang menakutkan masyarakat lewat jalur televisi dan media-media massa lainnya. niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafir sesudah kamu beriman.Semaraknya praktek riba selama ini tidak lepas dari propaganda musuh-musuh Islam yang menjadikan umat Islam lebih senang untuk menyimpan uangnya di bank-bank. An-Nisa’: 161). Sebenarnya praktek riba pada awal mulanya adalah perilaku dan tabi’at orang-orang Yahudi dalam mencari nafkah dan mata pencaharian hidup mereka. .” (QS. kecuali telah mereka halalkan sendiri siksa Allah atas diri mereka. bahkan telah menjadikan hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semakin dangkal yang tidak lain dikarenakan perutnya yang telah dipadati benda-benda haram. dan karena mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang bathil. (QS. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha untuk menularkan penyakit ini ke dalam tubuh umat Islam melalui bank-bank yang telah banyak tersebar. pakaian yang dikenakannya menjadi haram. 4/131). Bahkan sistem simpan pinjam dengan bunga pun sudah dianggap biasa dan menjadi satu hal yang mustahil bila harus dilepaskan dari perbankan. padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya. sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Dan dari bencana yang ditimbulkan karena memakan riba tidak saja hanya sampai di sini. Lalu pantaskah bila umat Islam mengikuti pola hidup suatu kaum yang Allah pernah mengutuknya menjadi kera dan babi.

setelah kita menyadari realitas yang ada. ‪bahwasanya kita ini fakir di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن والصل َةُ والسل َم على رسول الله محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن. sebagaimana yang dikatakan Nabi Hud Alaihissalam kepada‬‬ ‫:‪kaumnya‬‬ ‫‪“Hai kaumku. karena tidak ada obat penyembuh dari kesalahan dan kedurhakaan‬‬ ‫‪yang telah kita lakukan kecuali hanya dengan mengakui segala dosa kita lalu beristighfar‬‬ ‫‪memohon ampun kepada Allah dan untuk tidak mengulanginya kembali sambil beramal shalih‬‬ ‫‪menjalankan ketaatan unukNya. الل ّهم اغفر ل َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ول ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ‬ ‫وا ْل َموات، يا مجي ْب الدّعوات. marilah kita sering-sering‬‬ ‫‪beristighfar kepada Allah.” (QS.)25 :‪kekuatanmu. niscaya Dia‬‬ ‫‪menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada‬‬ ‫.‬ ‫َ ِ َ‬ .‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ َ ْ ِ َ ِ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ ْ َ َ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّكَ‬ ‫رءُوف رحي ْم. mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepadaNya. marilah kita memunajatkan do’a kepada Allah sebagai bukti‬‬ ‫.‬ ‫َ َ ٌ‬ ‫‪Dalam khutbah kedua ini. yang telah ditempuh‬‬ ‫.‫‪Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita kepada jalanNya yang lurus. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ‬ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫يوم الدين، أ َ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫فإن أ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ ِ ّ صدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صل الله‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ُ ْ ِ ُ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل ب ِدْعة‬ ‫َ ٍ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ّ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ضللة.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم ل َ ت َدَع ل َنا ذَن ْبا إ ِل ّ غفرت َه ول َ هما إ ِل ّ فرجت َه ول َ دَي ْنا إ ِل ّ‬ ‫قضي ْت َه‬ ‫ً‬ ‫ْ َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫َ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ ْ ُ َ‬ ‫ول َ حاجة من حوائ ِج الدّن ْيا والخرة إ ِل ّ قضي ْت َها يا أ َرحم الراحمي ْن. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. Hud‬‬ ‫‪Pada penutup khutbah ini.‪oleh para pendahulu kita dari generasi salafush-shalih‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ َ َ َ َ‬ ‫وصلى الله على ن َب ِي ّنا محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم، سب ْحان رب ّك‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ لله رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫العال َمي ْن. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.

Karena. makruh. Marilah.dari sisa-sisa waktu yang Allah berikan ini.. sunnah.‫عظِي ْما‬ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك‬ ّ ‫َ ٌ َ ل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ . Selanjutnya.. sehingga kita masih dalam keadaan Iman dan Islam. kita aplikasikan dalam setiap derap langkah hidup kita hingga akhir hayat. yaitu dengan selalu memper-hatikan syariat Allah.... jama’ah Jum’ah rahimakumullah Telah dimaklumi bahwa. dari atas mimbar Jum’ah ini. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ َ َ ِ ُ َ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . dengan ukuran inilah prestasi seorang manusia dinilai dihadapan Allah. “Tentu aku bersiap-siap dan hati-hati” Itulah taqwa. manusia pada mulanya berasal dari dua orang sejoli. Lalu ia menjawab dengan nada bertanya: “Bagaimana jika engkau melewati jalan yang penuh onak dan duri?” Jawab Umar. Pada kesempatan yang baik ini. أ‬ ،‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله‬ ِ ِ ْ َ ّ َ ْ ُ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َ ْ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال‬ َ َ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى، حي ْث‬ ُ َ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ َ ‫قال ت َعالى في كتابه ال ْك َريم، أ‬ َ َ َ َ ّ ،‫ِ ْ ِ عوذُ بالله من الشي ْطان الرجي ْم‬ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ِ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ِ ّ :‫ب ِسم ِ الله الرحممن الرحي ْم‬ ِ ْ ِ ِ ّ ِ َ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ .. saya wasiatkan kepada diri saya berikut jama’ah sekalian. Nabiyullah Adam dan ibunda Hawa.. kita gunakan untuk selalu mening-katkan ketaqwaan kita kepada Allah. Baik berhubungan dengan hal-hal yang wajib.‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وعلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ْ َ َ ِ ُ َ ُ َ َ .‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Ma’asyiral muslimin arsyadakumullah . haram. Semua .‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ ُ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله . maupun yang mubah. kata Ubay bin Ka’ab Ma’asyiral muslimin. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Ta’ala yang telah memberikan taufiq serta hidayahNya.43 Mengukir Prestasi Dihadapan Ilahi Oleh Suyadi Husein Mustofa ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ‫ُ ِ ّ ه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. Suatu ketika Umar Ibnul Khaththab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang gambaran taqwa itu. Daripadanya berkembang menjadi banyak bangsa bahkan suku. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ُ ْ ‫َ ِ َ ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ َ ‫وأ َشهد أ‬ .

manusia banyak yang tidak menghiraukan halal atau haram. puas. jama’ah Jum’ah rahimakumullah . kalau kita renungkan semua itu adalah untuk jasmani kita (saja) agar hidup kita dalam keadaan sehat. kehidupan manusia telah berkembang dengan pesat dalam segala aspeknya. yakni sombong. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. orang yang ditakdirkan Allah mempunyai “kelebihan” dari orang yang ditakdirkan “kekurangan” itu menyu-ruh (memaksa)-nya untuk mengerjakan hal-hal yang menyalahi ajaran agama Allah. karena tipisnya ikatan manusia dengan syariat Allah. adat istiadat. Bahkan kadang-kadang. bangga. aman tentram dalam mengemban persoalan kehidupan. Bahkan tidak menutup kemungkinan. tidak saling mengganggu. Renungkanlah syair seorang tabi’in Abdullah Ibnul Mubarak: .. Adapun yang membedakan di antara mereka adalah dalam urusan diin (agama). Dalam hal ini Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13. dari sisi penyebaran. Jama’ah Jum’ah rahikumullah . Padahal dari aturan agama inilah manusia diuji oleh Allah-menjadi hamba yang taat atau maksiat. Inilah tuntutan “kasat mata” hidup seorang manusia. sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. ratusan bangsa bahkan ribuan suku yang masing-masing mengembangkan diri sesuai potensi yang bisa dikem-bangkan. Itulah parameter yang pada saatnya nanti akan dimintai pertanggung-jawabannya... Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa.. dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.” Disebutkan dalam ayat ini bahwa kedudukan manusia dihadapan Allah adalah sama. orang yang mempunyai jabatan dan kedudukan (tertentu yang lebih tinggi) merasa lebih baik dan pantas untuk diikuti oleh yang lain dalam segala tuntutannya.” Ma’asyiral muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Sebagai contoh. bukan karena jumlahnya” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ ٍ َ ٌ ْ َ ٍ َ ‫ل َي ْس ل َحد على أ َحد فضل إ ِل ّ بالدّي ْن أ َو عمل صال ِح. Ma’asyiral muslimin. atau malah bangga dengan “amal dosa” itu. para pelakunya tidak merasa berbuat dosa. artinya:“Hai manusia. kadang (atau bahkan sering) tidak mempedulikan perintah atau larangan Allah. yaitu seberapa ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya.manusia dinegara manapun dinisbatkan kepada beliau berdua. Dari segi jumlah mencapai milyaran. budaya dan lain-lain. Namun. Darinya pula muncul beragam bahasa. kuat merasa lebih baik dan harus diikuti (baca: ditakuti) oleh negara yang lain.. Orang kaya merasa lebih baik dari yang miskin.. Al-Hafifzh Ibnu Katsir menambahkan: “Mereka berbeda di sisi Allah adalah karena taqwanya. termasuk teknologi yang mereka temukan. kecuali kembali kepada syariat agama Allah. karena memang manusia “tidak punyak hak” untuk menghalalkan atau mengharamkan sesuatu.(‫البيهقي‬ “Tidaklah seseorang mempunyai keutamaan atas orang lain. Tak pelak dari perkembangan tersebut menimbulkan rasa gembira. Tetapi sekali lagi. kecuali karena diinnya atau amal shalih. Karena minimnya ilmu syar’i itulah yang menyebabkan banyak manusia terjerembab ke lembah kedurhakaan dan jatuh ke lumpur dosa. tidak ada perbedaan. tercukupi kebutuhan materi. Saat ini. bahkan lebih dari itu. )رواه‬ َ ِ ٍ َ ٍ َ َ ْ ِ . negara yang maju. na’udzubillah. Ma’asyiral Muslimin. Begitulah kecenderungan manusia dalam memenuhi hasrat hidupnya.

dan (jalan) Neraka itu dilingkupi sesuatu yang disukai oleh syahwat” Semoga Allah mengumpulkan kita dalam umatNya yang terbaik dan terjauhkan dari ketergelinciran ke dalam jurang kemaksiatan. Apalagi penjara Allah yang berupa siksa api Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan bebatuan. serta meninggalkan yang haram dan makruh. karimun (baik. maka hilanglah sebagian dari dirimu.. Na’udzu billah. Sudah berapa amal taat yang telah kita kumpulkan sebagai investasi di sisi Allah . Itulah ujian Allah kepada kita. membiasakannya akan mendatangkan kehinaan. ketahuilah bahwasanya engkau adalah (kumpulan) hari-hari. Dalam tafsirnya.‫أ َي ّها الن ّاس إ ِن ّما أ َن ْت أ َيام، ك ُل ّما ذَهب ي َوم ذَهب ب َعضك‬ َ َ ٌ ْ ٌ ّ َ َ َ َ Marilah. Amin . atau saabiqun bil khairat bi idznillah. hina) Dalam hal mana? Yaitu sejauh mana kita menyikapi ajaran Allah dan RasulNya. mulia!) Ataukah prestasi fajirun. meninggalkan yang diharamkan. Sabiqun bil khairat: Orang yang mengerjakan kewajiban dan yang sunnah. sebagaimana sabda Rasul SAW. . celaka. setiap ada sehari yang berlalu. Al-Hafizh Ibnu Katsir memberikan pengertiannya masing-masing sebagai berikut: • • • Zhalimun linafsihi: Orang yang enggan mengerjakan kewajiban (syariat) tetapi banyak melanggar apa yang Allah haramkan (yang dilarang) Muqtashid: Orang yang menunaikan kewajiban... Apakah kita termasuk zhalimun linafsih. amal maksiat yang telah kita lakukan yang menyebabkan kita (nantinya) terseret kedalam Neraka . Umat Islam (termasuk saya dan jama’ah sekalian) telah diberi hidayah berupa Al-Qur’an (dan As-Sunnah). Kalau kita tidak mempedulikan syari’at Allah. syaqiyun. Selanjutnya tinggal bagaimana umat Islam menerjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. • • • Sudah berapa umur kita yang berlalu begitu saja . tidak mustahil kita akan mendekam di dalamnya.” Ma’asyiral muslimin. Dzalilun (ahli maksiat. muqtashid. Tetapi semua itu terpulang kepada kita masing-masing.ُ ْ َ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ‫رأ َي ْت الذّن ُوب ت ُمي ْت ال ْقل ُوب وي ُورث ُك الذّل ا ِدْمان ُها، وت َرك الذّن ُوب‬ َ ْ ُ ِ ُ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ . bahkan meninggalkan sebagian yang mubah (karena wara’nya) Tak seorang pun di antara kita yang bercita-cita untuk mendekam dalam penjara. dan baik bagi diri(mu) bila meninggalkannya” Prestasi manakah yang akan kita ukir? Prestasi barrun. kadang meninggalkan yang sunnah dan mengerjakan yang makruh. Sedang meninggalkan dosa itu menghidupkan hati. taqwa..‫حياةُ ال ْقل ُوب وخي ْر ل ِن َفسك عصيان ُها‬ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ ٌ “Aku lihat perbuatan dosa itu mematikan hati.‫حفت ال ْجن ّة بال ْمكاره وحفت النار بالشهوات‬ ِ َ َ ّ ِ ُ ّ ِ ّ ُ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ّ ُ “(Jalan) menuju Jannah itu penuh dengan sesuatu yang tidak disukai manusia. Sudah berapa pula. taqiyyun. segera bertobat untuk ‘mengukir” dengan amal taat terhadap Allah dan Rasulnya. ُ َ ُ ْ َ َ . jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Perhatikanlah wasiat Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai manusia.

‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ربنآإن ّنا سمعنا مناديا ينادي ل ِليمان أ َ‬ ‫ِ َ ِ ن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫ّ ّ َ ِ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً ُ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله .‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وع َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة.‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ ً َ ِ ْ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ َ ٍ َ ْ َ ِ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َت َجعل في قل ُ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫وب ِنا‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫غل ّ ل ّل ّ‬ ‫ذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إن ّك رءُوف رحي ْم. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح ل َنا دي ْن َنا ال ّذي هو عصمة أ َمرنا، وأ َصل ِح ل َنا دُن ْيانا ال ّت ِي‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫ْ ْ َ ِ َ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ‬ ‫فيها معاشنا، وأ َ‬ ‫َ صل ِح ل َنا آخرت َنا ال ّت ِي إ ِل َي ْها معادُنا، واجعل ال ْحياة‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ َ‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫زيادَةً ل َنا في ك ُل خي ْر، واجعل ال ْموت راحة ل َنا من ك ُل شر..‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫44‬ ‫‪Cinta Dan Benci Karena Allah‬‬ ‫‪Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا وَمن‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫سيئات أ َع ْمال ِنا، من يهد الله فَل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فَل َ هادي ل َه.‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ورسول ُه.‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫وصلى الله على محمدِ وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ا ْل َخرة حسن َة وقنا عذاب النار. أ ُ‬ ‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله،‬ ‫ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ ْ َ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا اتقوا الله حق تقات ِه ول َ تموتن إل ّ وأنتم مسل ِمون.. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن لَ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ْ‬ ‫َ َ َ ْ َْ ِ‬ ‫َ َّ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا ع َب ْد ُه ُ وَرسوْل ُه. يا أيَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ ُ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ّ ِ َ ُ ْ ّ ْ ُ ْ َ َ ّها‬ ‫ُّ‬ ‫ِْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ .‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه والصل َةُ والسل َم على رسول الله، ول َ حول ول َ قوةَ إ ِل ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ّ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫بالله. وال ْحمدُ ل ِل ّه‬ ‫ِ‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ ْ‬ ‫رب ال ْعال َمي ْن. رب ّنا وءات ِنا‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف ال ْميعاد.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها َ‬ ‫ّ َ َ َ كان غراما.‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ربنا هب ِ ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.

(‫الترمذي‬ “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. )رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن‬ َ َ “Barangsiapa yang mencintai karena Allah. Rasulullah juga bersabda: َ ْ َ ِ َ َ ‫من أ َحب ل ِل ّه وأ َب ْغض ل ِل ّه وأ َعطى ل ِل ّه ومن َع ل ِل ّه فقد است َك ْمل‬ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ . yang telah menganugerakan rasa cinta dan benci dihati para makhlukNya. maka sungguh telah sempurna Imannya. memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫أ َوث َق عرى ا ْل ِي ْمان ال ْحب في الله وال ْب ُغض في الله. )رواه‬ ِ ُ ْ ِ ّ ُ ِ َ ِ ِ َ َ ُ ُ ْ .‫ْ ِ ْ َ ٍ لى ي َوْم ِ الد ّي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ْ َ ِ Jamaah Jum’ah rahimakumullah Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wajalla. membenci karena Allah. Dalam pengertian menurut syariat. Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain.(‫ا ْل ِي ْمان. tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong kepadanya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkannya.sedangkan yang selain Allah Ta’ala dicintai hanya sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta’ala. diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta’ala saja. Allah Ta’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri. memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi. ridla kepada apa yang diridlai Allah. membenci terhadap segala yang dibenci Allah. يا أ َيها ال ّذين ءامنوا اتقوا الله وقُول ُوا قَول ً سديدا. Jamah Jum’ah yang berbahagia. Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. Jama’ah sidang Jum’ah rahimakumullah Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta’ala semata. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ ع ْمال َك‬ ‫َ م‬ ُ ّ ُ َ َ َ ِْ ْ ْ ُ ً ِْ َ ْ َّ َ ًْ ِ َ ْ ْ ْ َ َ َ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل‬ . mencegah segala yang dicegah Allah.‫َ َ ُ ه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما‬ ً َ َ َ ُ ً ْ ْ َ ْ ْ ِ ِ َ ‫أ َما بعد؛ فَإن أ‬ ّ َ ‫ّ َ ْ ُ ِ ّ صد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ُ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ َ ِ ُ ‫ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَشر ال ُمورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك‬ ّ ّ ‫َ ٌ ل‬ ٌ ْ ُ ّ ُ َ َ َ َ ْ ُ َ ّ .At Tirmidzi) Dalam riwayat lain. memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah.” (HR. ia mengatakan hadits hasan) Jamaah Jum’ah yang berbahagia.‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها وَب َث من ْهُما‬ ْ ْ ّ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ّ ُ َ َ َ َ ِ َ ْ ُ ُ ّ َ ‫رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِي ت َسآء ٍل ُون بهِ وا ْل‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ َ رحام إ ِن الله كان ع َل َي ْك ُم‬ ُ َ ً َ َ ً َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ َ ‫رِقيبا. Abu Dawud dan AtTirmidzi. dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) . Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa pula kita membenci.‫ضل َل َةٍ في النار‬ ِ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإحسان إ‬ َ َ ّ َ ّ َ . Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah. tunduk dan pasrah secara total serta menghamba kepadaNya.

Mereka adalah orang-orang yang mencurahkan kecintaan. ataupun saudara kita yang lain. Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan kebencian yang harus dicurahkan terbagi menjadi tiga kelompok: 1. Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi patuh terhadap perintah-perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang oleh Allah dan Rasulnya. memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . suku bangsa. kebencian dan . tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka). Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya. meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita. Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah. dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita. Mereka adalah orang-orang yang mengikhlaskan segala perbuatan dan ucapannya untuk Allah semata. tabi’in. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Bahwasannya seorang mukmin wajib dicurahkan kepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu. sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. para sahabat. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta kekayaan. apabila mereka itu membenci. ketampanan.. anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.. anak-anak kita sendiri. saudara-saudara kita.” (Al-Mujadalah: 22) Jamaah Jum’ah yang berbahagia…… Jadi.. Naudzubilla min dzalik.adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan. orang tua kita. kekeluargaan dan lain-lain. Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam Ibnu Taimiyah. kefakiran. dan seorang kafir wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat baik kepadamu. Orang-orang yang dicurahkan kepadanya kasih sayang dan kecintaan secara utuh. sekalipun orang orang itu bapak-bapak. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia .. sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orangorang yang beriman. marilah kita berlindung kepada Dzat yang membolak-balikkan hati. derajat dan kedudukan. Karena kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada Allah. saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. kewala’an. melaksanakan ajaran Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan keyakinan yang teguh . supaya hati kita dipatri dengan kecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam.. tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala Jamaah Jum’ah yang berbahagia ..

orang yang mengingkari asma’ wa sifat Allah ta’ala. atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu bida’ yang sesat dan menyesatkan. Dalam hal ini kita harus dapat memilah-milah. Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari rukun Islam baik sebagian atau keseluruhan dengan rasa mantap. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu.permusuhan karena Allah ta’ala serta mendahulukan perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas yang lainnya siapapun orangnya. 2. hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan) . orang yang membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya.. Saat itu Abdulllah bin Himar dalam keadaan minum khamr maka dibawalah dia kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Sidang Jumah yang dimuliakan Allah Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah . dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri mereka. orang yang menjualnya.. hal 712 dengan sanad shohih) 2. niscaya kalian akan saling mencintai. Sesungguhnya dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih Al-Bukhari kitab Al-Hudud). Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod. Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lainnya.” (HR. maka mereka dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri mereka sendiri. orang yang memerasnya dan orang yang minta diperaskan.(712 ،‫َ لى. bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ ِ ِ َ ْ ِ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ‫إ ِذا أ َحب أ َحدُك ُم صاحب َه فل ْي َأ ْت في من ْزل ِه فل ْي ُخب ِرهُ أ َن ّه ي ُحب ّه في الله‬ ِ ُ ِ ُ ِ َ ّ َ ْ ْ َ ‫ت َعا‬ . Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta’ala. )رواه ابن المبارك في الزهد‬ “Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.” (HR. )رواه البخاري في الدب المفرد 021 والبيهقي‬ َ ْ َ ْ .” Rasulullah bersabda: “janganlah engkau melaknatnya. Pada hal jama’ah yang berbahagia. Saling memberi hadiah Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu: ،‫ت َهادَوا ت َحاب ّوا. Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan yang baik dengan amalan yang buruk. antara lain: 1. atau orang yang melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya. seperti muamalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Himar.(‫961/6، وسنده حسن‬ “Saling memberi hadiahlah kalian. adapun yang ketiga 3.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu. Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara utuh. Orang–orang yang dicurahkan kebencian dan permusuhan kepadanya secara utuh. dalam riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer 4967 Rasulullah n melaknat khamr. orang yang meminumnya. tiba-tiba sorang laki-laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam keadaan mabuk. karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam.

3. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب.” (HR. Saling mengunjungi Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah . فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ . وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ ّ َ . tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai.” (HR. 5. Dalam hal ini Rasulullah bersabda: ّ ‫ما ت َوادّ اث ْنان في الله عز وجل أ َو في ا ْل ِسل َم ِ في َفرقُ ب َي ْن َهما إ ِل‬ ِ ْ ّ َ َ ّ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ‫بذَن ْب يحدث ُه أ‬ ‫ٍ ُ ْ ِ ُ حدُهما. dan jika saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman.(‫حديث حسن‬ “Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa. )رواه الطبراني والبيهقي، سنده‬ ْ ّ ُ ّ ِ ْ ُ َ َ َ ُ َ َ . )رواه‬ َ ّ ْ . )رواه البخاري في الدب المفرد ص 48 وهو‬ َ ُ َ ِ .(2/35 ،‫مسلم‬ “Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman. niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan. Muslim 2/35). sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang.sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya.84) 6. Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukannya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Al-Bukhari dalam kitabnya AlAdab AlMufrad hal. Meninggalkan dosa-dosa. Saling menyebarkan salam.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih) 4.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.(‫صحيح‬ “Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang. ‫يا أ َبا هري ْرة! زر غبا ت َزدَدْ حبا. jauhilah kebanyakan dari prasangka. ‫ل َ ت َدْخل ُون ال ْجن ّة حتى ت ُؤمن ُوا ول َ ت ُؤمن ُوا حتى ت َحاب ّوا، أ َول َ أ َدُل ّك ُم‬ ّ َ ْ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ‫على شيء إذا فعل ْت ُموه ت َحاببت ُم، أ‬ َ َ ُ ‫َ ْ ٍ ِ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ْ فشوا السل َم ب َي ْن َك‬ ُ ْ ‫م. Dan bertaqwalah kepada Allah.” (Al-Hujurat:12) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. صلى الله عل َي ْه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا‬ َ ً ّ َ ُ ْ ً َ َ َ ِ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ً . sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain.‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang saudaranya di saat tidak ada.

Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya n. Lc ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْواسع ال ْعظِي ْم ِ ال ْب ِر الرحي ْم ِ خل َق ك ُل شيء فقدّره‬ ِ ّ ِ َ ُ َ َ َ ٍ ْ َ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ِ َ َ ‫وأ َن ْزل الشرع فيسره وهو ال ْحكيم ال ْعل ِيم، بدأ َ ال ْخل ْق وأ‬ َ َ َ ‫َ َ َ ن ْهاهُ وي َسر‬ َ َ ُ ْ َ َ ُ ْ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ُ َ ّ َ َ َ ْ ّ . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ ُ ْ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ َ ُ ُ‫حسن َة وقنا عذاب النار. Antara Cita-Cita Dan Fakta Oleh: Agus Hasan Bashori.. pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah. رب ّنا‬ َ َ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ّ ‫اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل‬ ُ ْ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ َ ‫ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat. Merasakan manisnya iman. 4.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول‬ َ ‫ْ َ ذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫الله أ‬ . Mendapatkan kecintaan Allah. Meraih kesempurnaan iman. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. 6. Masuk Surga Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. mendapatkan kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi. mendapatkan kemuliaan dari Allah. 5. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ ‫أ َجمعي ْن. Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah: 1. الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال‬ ْ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ مسل ِمي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ َ َ ‫وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك على ك ُل شيء قدي ْر. mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya.‫ِ ك ْب َر‬ ُ 45 Potret Haji Kita. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah. Mendapatkan Kemuliaan dari Allah.‫َ مي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ َ . 3. meraih manisnya Iman.. Amiin. Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa.Jama’ah Jum’at yang berbahagia . سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصف‬ ،‫ِ ون‬ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ّ َ ِ ّ ِ ِ ّ َ ‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال‬ َ َ ٌ َ َ . رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا‬ َ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kita. 2.

manakala ibadah ini adalah ibadah yang paling besar dan ketaatan yang paling berat maka disebut ibadah yang paling utama” yaitu Al-Haj yang berarti alqashdu. sementara maksud dan niat. satu dari empat bulan yang disebut dengan bulan-bulan haram ‫ اشهر الحرم‬dan satu dari tiga bulan haji yang disebut dengan ‫ أشهر معلومات‬di sebut Dzul Qa’dah karena mereka: “Mereka duduk (tinggal dirumah) tidak melakukan perjalanan maupun peperangan sebagai persiapan untuk melakukan ihram haji”. tidak ada sesuatu agama yang memiliki konsep ibadah seperti konsep haji Islam. Kita rasakan bersama betapa kebahagiaan telah menghiasi wajah mereka dan sejuta harapan telah tertanam dalam di lubuk hati mereka. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ال‬ ‫َ َ ُ ْ ُ مب ْعوث‬ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ِ َ ْ َ ِ ْ ُ َ ِ ِ ْ َ ‫إ ِلى جمي ْع ب َري ّت ِه. Inilah pembeda antara musyrik dan muslim. Haji mengandung seribu makna. melainkan karena mengikuti sunnah rasul. Tetapi tujuannya adalah pemilik rumah ‫. dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilik rumah (ka’bah) tidak berada di sana. Berbai’at untuk ُ َ ِ َ ِ َ ْ . bukan berarti dan bukan kerena menyembah batu.َ :‫ال ْفل ْك وأ َجراهُ وهو ال ْعزي ْز ال ْحك ِي ْم، ال ْقائ ِل في ال ْك ِتاب ال ْك َري ْم‬ ِ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ َ ُ ِ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ‫) التوبة: 63( أ َحمدُهُ على جل َل ن ُعوت ِه وك َمال صفات ِه وأشك ُرهُ على‬ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ُ ِ َ ‫ت َوفيقه وسوابغ ن ِعمت ِه. maka dia berputar mengelilingi rumah : Thawaf mengisyaratkakn bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan. معاشر ال ْمسل ِمين ا ِت ّقوا الله واعل َموا أ‬ ُ . Dulu orang musyrik mencium batu karena untuk menyembah batu. Tidak ada ibadah seagung ibadah haji. وأ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ِ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ ِ َ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ْ ‫في أ ُل ُوهي ّت ِه ورب ُوب ِي ّت ِه. niat adalah amal yang paling mulia karena ia adalah pekerjaan anggota yang paling utama yaitu hati. memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala.‫َ َ ْ ُ ْ ن الله مع ال ْمت ّقي ْن‬ ّ َ َ َ ُ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ Jamaah shalat jum’at yang berbahagia Marilah kita tingkatkan Iman dan taqwa kepada Allah karena hanya dengan taqwa kita akan mendapatkan ampunan. الل ّهم صل وسل ّم عل َي ْه وآل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعه في‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ِ ِ َ ْ ِ ُ َ َ ‫سن َت ِه. merangkum sejuta hikmah.” Karena itu ketika menyentuhnya seorang haji harus mengingat bahwa ia sedang berbai’at kepada Allah (pencipta dan pemilik batu yang telah memerintah untuk menyentuhnya).رب الكعبة‬ Begitu pula mencium hajar aswad. manakala saudara-saudara kita tadi meninggalkan kampung halamannya terbang menuju kiblat umat Islam sedunia. “Hajar Aswad adalah bagaikan tangan kanan Allah dimuka bumi ini. Kita sekarang berada pada bulan Dzul Qa’dah bulan kesebelas dari bulan Qamariyah. Di lihat dari sebutannya saja ibadah ini sudah unik. Maka barangsiapa yang menjabatnya (menyentuhnya) atau menciumnya maka seolah-olah ia menjabat (tangan) Allah dan mencium tangan kananNya. Tatkala seorang haji tiba di ka’bah. keduanya menghantarkan seseorang menuju cita-cita. pertolongan dan surgaNya yang agung. Tetapi sekarang Muslim mencium batu untuk mengikuti sunnah rasul yang diantara hikmahnya adalah seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu .‫ي َقعدُون في ْه عن ا ْل َسفار وال ْقتال ا ِست ِعدادا ل ِحرام ٍ بال ْحج‬ ّ َ ِ ً َ ْ ْ َ ْ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ْ . Karena itu haji merupakan tiang kelima dari kelima pilar utama dalam Islam.. “Haji adalah bermaksud (berkeinginan dan bersengaja). Karena beliaulah yang mencontohkan kita untuk melakukan yang demikian. Pada hari ini kita saksikan bersama persiapan dan pem-berangkatan para jemaah calon haji. Betapa tidak Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Abdir Rohman Al-Bukhari Alhanafi Azzahid (546 H) menjelaskan.

Bertaubat dari semua dosa dan maksiat. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. akau datang. artis. dalam firman-Nya: Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji. Aku pegang erat kitabMu. Jika calon haji sudah bertaubat maka ia pasti akan mampu mencapai hakekat haji yang telah digariskan oleh Allah. Maka sebuah negara semakin banyak muslim dan muslimah yang taat. laki-laki maupun perempuan . maka selamatkan aku dari adzabMu. Kalau calon haji sudah bertaubat maka ia akan mampu memahami dan menjiwai syiar haji yang teramat indah itu yaitu. Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkan haji yang mabrur. bagiMu segala hukum dan hukuman tidak ada sekutu bagiMu. maka tidak boleh rafats. 197). mentri maupun seorang kiayi. Aku tidak peduli berpisah dengan anak dan istriku. َ َ َ ِ َ َ َ َ . Maksiat dan kemungkaran akan menepi. dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa”(al-Baqarah. memenuhi panggilanMu. meninggalkan profesi dan pekerjaan.‫وأ َت ِموا ال ْحج وال ْعمرةَ ل ِل ّه‬ ِ ّ َ َ ْ ُ َ ّ َ “Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah” Karena itu pulalah para ulama menganjurkan bahwa kewajiban pertama bagi calon haji adalah bertaubat. Tentu saja kita sudah maklum bahwa taqwa itu tidak bisa dicapai kecuali dengan bertaubat dan meninggalkan segala jenis perbuatan maksiat.‫ل َب ّي ْك الل ّهم ل َب ّي ْك، ل َب ّي ْك ل َ شري ْك ل َك ل َب ّي ْك‬ ّ ُ Ia akan menghayati seolah-olah berucap: Ya Allah aku datang. aku junjung tinggi aturanMu. tua maupun muda. Tidak boleh melakukan Fusuq yaitu segala bentuk maksiat dan tidak boleh melakukan jidal yaitu perdebatan yang mengikuti hawa nafsu. menanggalkan segala atribut dan jabatan.selalu taat dan tunduk kepadaNya. baik calon haji itu seorang petani. BagiMu segala ciptaan. perjudian dan pencurian . lalu aku berdiri di depan pintuMu. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. polisi. Karena maksud kita bukan ‫ البيت‬tetapi ‫ رب البيت‬dan karena unsur niat begitu utama dan penting maka Allah brfirman: . Ma’asiral muslimin rahimakumullah. dosa-dosa yang lalu. karena tujuanku hanyalah wajah-Mu dan keridhaanMu bukan dunia yang fana dan bukan nafsu yang serakah maka amankan aku dari adzabMu. pegawai. negara itu akan semakin aman makmur dan sentosa. (AlBaqarah: 197) Seorang yang beribadah haji tidak boleh melakukan rofats yaitu jima dan segala ucapan dan perbuatan yang behubungan dengan seksual. Aku singgah di sisiMu. kini aku siap menghamba kepadaMu.‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ “Berbekallah. dan harus ingat barang siapa yang menghianati bai’at maka ia berhak mendapatkan murka dan adzab Allah. bagiMu segala aturan dan perundang-undangan. bukan untuk mencari kebenaran. Inilah yang disyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya: . ia akan tampil sebagai muslim yang shalih dan muslimah yang shalihah. dokter. merendahkan diri dan berkiblat kepadaMu. yang diantara tandanya adalah sepulang haji ia tidak akan mengulang maksiat.

أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ُ ْ ِ َ ِ ْ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ٍ َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫الرحي ْم. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. haji mabrur dan potret haji kita. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. dan semoga‬‬ ‫. para Mentri dan Pak Polisi‬‬ ‫‪Sepulang haji yang kikir akan menjadi dermawan.‪Bapak Bupati. Namun kenyataannya adalah bagaikan siang yang‬‬ ‫‪dihadapkan dengan malam. Fusuq dan Jidal marak dimana-mana sampai terjadi krisis moral‬‬ ‫. semuanya bertolak belakang. ekonomi dan sosial‬‬ ‫.‪dijauhkan dari haji yang maghrur (tertipu) dan mabur‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم ِ ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.‪krisis nilai. perzinaan dan pembunuhan akan mudah diatasi. yang jahat tetap jahat‬‬ ‫. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. Apalagi jika yang pergi haji adalah‬‬ ‫.‪Maka tidak heran jika Rofats.‪tetap artis. lingkungan. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وقال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. krisis politik. Yang korup tetap korup. krisis kemanusiaan.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. semoga Allah‬‬ ‫‪menjadikan haji kita yang dahulu dan yang akan datang menjadi haji yang mabrur.‪Ma’asyiral muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Demikianlah sekelumit tentang makna haji. yang kasar akan menjadi pengantin dan yang‬‬ ‫. yang artis‬‬ ‫. yang lintah darat tetap lintah darat.‫‪akan sepi.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. mereka tidak mengambil manfaat dari‬‬ ‫‪ibadah haji selain menambah gelar Pak Haji atau Bu Hajjah.‪biasanya menyebar kejahatan berubah menebar salam‬‬ ‫‪Itu semua manakala hajinya mabrur. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ .

قال ت َعالى: يا‬ َ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ َ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . Sementara orang-orang kafir Makkah yang sejak semula memusuhi bahkan ingin membunuh Nabi itu meningkat jadi berlomba mencari hadiah 100 unta dalam rangka membunuh Nabi.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Adegan yang sangat tegang memecahkan genangan air mata Abu Bakar di dalam gua Tsur. musuh bebuyutan Nabi itulah yang menganggap mustahil Muhammad yang sedang dicari-cari itu berada di dalam gua ini. Tiga malam lamanya Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam dan Abu Bakar As-Shiddiq berada di dalam gua. hanya berbatas cahaya. keluar dari mulut Abu Bakar yang mengkhawatirkan.‫َ وزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ّ َ ّ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ َ َ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ ( Januari 2004 / 30 dzulqa'dah 1425 22 ) 46 Hijrah. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ditangkap musuh dan dibunuh. Musuh-musuh yang pedangnya siap menebas Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalamberdiri di hadapan Abu Bakar.. Musuh bebuyutan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yang memimpin pengejaran dan akan membunuh Nabi pun berada di mulut gua Tsur. يا أ َي ّها ال‬ ُ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. 5 kilometer dari Makkah. janganlah engkau bersedih hati. Justru Umayyah Ibnu Khalaf. “Laa tahzan innallaha ma'anaa”. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam membisiki Abu Bakar. يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ِ ْ ُ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ َ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ُ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ْ ِ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. sedang musuh-musuh yang siap "menerkam" berdiri di mulut gua. karena sesungguhnya Allah beserta kita. Maka bubarlah para calon pembunuh yang ingin menggondol 100 unta bila menemukan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ini. Tingkah polah kaum kafir Makkah yang haus darah dan serakah harta ini tidak . الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ِ ّ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ . di luar kota Makkah. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ َ ُ ْ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Peristiwa Penuh Strategi Oleh: H Hartono Ahmad Jaiz ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. Abu Bakar mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam di dalam gua. Isak tangis pun tak bisa ditahan.

namun ia tidak mau membocorkan perjanjian. lantas pagi hari Abdullah sudah berada di kalangan kaum Quraisy Makkah.12 gram = 18. Untuk menghilangkan jejak-jejak kaki Abdullah yang berjalan di padang pasir antara Makkah dan gua Tsur itu. singgah dulu di Quba'. Maka orangorang Quraisy menduga. Bukan Meninggalkan Medan Peristiwa hijrah (pindahnya) Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) itu bukanlah suatu kejadian pemimpin lari meninggalkan medan. Asma' binti Abu Bakar membawakan makanan untuk Nabi dan Abu Bakar yang berada di dalam gua. keluar dari gua Tsur menuju Yatsrib (kini bernama Madinah). Sampai tiga kali. Namun Nabi tidak langsung ke Yatsrib. Ali bertugas menggantikan tidur di tempat tidur Nabi Shalallaahu alaihi wasalam saat malam pengepungan oleh kaum Quraish. Hal itu ditetapkan dalam sidang pada masa pemerintahan Umar bin Khothob. Setiap malam Abdullah bin Abu Bakar menginap di dekat kaum Quraisy yang memusuhi Nabi di Makkah. terjadi pada 2 Rabi'ul Awwal. semua gerak-gerik dan rencana Quraisy telah disadap dan disampaikan kepada Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . Nabi dengan ajarannya itu akan menang. lalu diminta untuk bersama Nabi). Maka Suraqah minta perlindungan kepada Nabi dan Abu Bakar. maka Amir bin Fuhairah menggiring kambingnya menyusuri bekas-bekas tapak kaki Abdullah. Abdullah tetap berada di Makkah bersama mereka. Untuk melanjutkan perjalanan. Sekalipun Hijrah itu sendiri terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal. Sementara. dan yang terakhir. Peristiwa singgah di Quba. Untuk membela agama yang akan ditumpas oleh kaum kafir Quraisy ini Abu Bakar membawa harta sebanyak 6. yang kemudian bertemu untuk masuk ke gua Tsur seperti tersebut. Zaid bin Haritsah dan beberapa orang lemah yang belum siap berhijrah. Padahal. Dalam perjalanan dari gua Tsur menyusuri pantai menuju ke Yatsrib berkendaraan unta. kuda Suraqah terperosok kaki depannya ke dalam pasir. Ali. bertepatan 20 September 622 Masehi.720 gram. 6. Abdullah mendatangi Nabi. Beratnya. (lihat Nurul Yaqin.000 x 3. Dan Suraqah yakin. Abu Bakar (yang tadinya akan berangkat pula. Nabi dan Abu Bakar yang dipandu oleh Abdullah Bin Uraiqith ini dikejar oleh Suraqah Bin Malik AlMudlaji dengan kuda. mendekati gua Tsur. Sedang Abu Bakar diminta untuk menunggu Nabi di luar Makkah. Hilanglah jejak-jejak kaki di padang pasir itu. Mereka dengan sangat gembira menjemput Nabi SAW. Kehadiran Nabi Shalallaahu alaihi wasalam sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Yatsrib. Sedang di Makkah tinggallah Nabi. Penunjuk jalan ini disewa. dan tidak tergiur oleh sayembara hadiah 100 unta bagi yang mampu menemukan/membunuh Nabi. ahli falak. bernama Abdullah Bin Uraiqith. 17 Hirjiyah/639 M atas usulan Ali bin Abi Tholib. . di tempat Bani Amr bin Auf inilah yang sampai kini dicatat sebagai peristiwa hijrah yang menurut penyelidikan Mahmud Basya. Abdullah bin Abu Bakar memainkan peran yang cukup penting.mudah diajak kompromi. Umat Islamlah yang dipersilakan duluan untuk meninggalkan Makkah. dan diharap menemui Abu Bakar di gua Tsur setelah tiga hari. Abu Bakar sebelumnya telah berjanji dengan penunjuk jalan yang mahir. namun tidak ada masalah dalam penanggalan Hilaliyah dimulai dengan Muharram. dari lobang yang memerosok-kan kaki kuda itu keluar debu yang amat banyak. Hingga sekarang dikenal dengan Masjid Quba'.000 Dirham. halaman 83 atau terjemahannya hal 108). Untuk itu. Shuhaib. Karena. Setiap hampir sampai di belakang Nabi Muhammad SAW. mata uang perak. Pada saat manusia lelap tidur menjelang fajar. tidaklah Nabi lari duluan. Sekalipun Abdullah Bin Uraiqith ini masih belum Islam. mendirikan masjid. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan perhitungan tahun pertama Hijriyah. dekat Madinah. walaupun telah "sempurna" kekejaman kaum kafir Quraisyh dalam memusuhi Nabi dan pengikutnya.

Usaha maksimal Abu Bakar yang penuh risiko. yang didampingi adalah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang akan dibunuh. hal 32. dedengkot kafir Quraisy mendengar kabar kekalahan itu. Sulaiman Rasyid. Ternyata pada tahun kedua Hijriyah. di Madinah (Yatsrib). menangisnya Abu Bakar. Entah berapa dirham Abu Bakar menyewa tukang penunjuk jalan. kaum Muhajirin. Siapa pengayom jiwa mereka. Pengaruh hijrah dan kemenangan perang Badr ini satu segi lebih memantapkan muslimin Muhajirin dan Anshor. baik jiwa maupun harta itu. Bukan sekadar penggusuran secara . hingga menjadi penyelidik khusus dan penjamin makan yang cukup menanggung risiko dalam perjalanan Makkah-Gua Tsur. H. Amir Taat Nasution. seketika Abu Lahab. walau hijrah telah dilaksanakan. Karena. masih pula dilacak oleh kaum kafir Quraisy sampai di hadapan Abu Bakar. peristiwa hijriyah ini disusul dengan problema yang cukup kompleks. kaum kafir Makkah tentu tidak rela adanya peristiwa hijrah massal ini. sebagai manusia. ia langsung berodol jantungnya. (nilai ini diperbandingkan dalam zakat). Terjadilah perang Badr pada bulan Ramadhan. bagaimana nasib umat Islam yang telah berada di negeri orang. Dan siapa lagi nanti yang akan membimbing menyiarkan ajaran Islam yang baru embrio ini. Abu Bakar senantiasa menengok ke belakang. Memilih nifak atau mengadakan makar. bahwa Allah dan Rasul-Nyalah yang ada padanya. sedang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam tetap tegar menghadapkan muka ke depan. menyikapi dengan tingkah lain. Dengan demikian. Ini menurut Fiqh Islam. Hingga sebagian mereka merelakan sebagian isterinya dicerai agar dikawini saudaranya. kaum Muhajirin. apa yang masih ada padamu? Malah dijawab oleh Abu Bakar. Abu Bakarlah yang tahu persis bagaimana keganasan orang yang akan membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan ingin meraih hadiah 100 unta sebagai pahlawan Quraisy. hingga ia sangat menyesalinya. sedang kaum Yahudi merencanakan makarnya untuk membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. di mulut gua. sangat bisa dimaklumi. 20 Dinar emas = 20 mitsqol = 93. Maka. Semua itu dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran. Apalagi. Abu Lahab. Sampai Nabi Shalallaahu alaihi wasalam terheran-heran. di bawa ke hadapan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pada peristiwa lain. Hingga. kaum kafir Quraisy telah menyiapkan 950 tentara. Ditanya. Abdullah dan Asma'. 100 unta yang disumbangkan untuk memusuhi muslimin telah sia-sia. Tentu saja Abu Bakar amat khawatir. Perang yang langsung dipimpin Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini dimenangkan oleh kaum muslimin. namun satu segi menjadikan tokoh Madinah yang akan tergusur pengaruhnya serta kaum Yahudi. Abdullah bin Ubay bin memilih nifak. dedengkot kafir Quraisy rela menyumbangkan 100 unta untuk perang menyerbu muslimin yang berjumlah 313 orang dengan 2 kuda dan 70 unta. Peristiwa-peristiwa menegangkan yang langsung dialami oleh Abu Bakar dalam mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini lebih menebalkan keimanannya yang memang sudah kaliber amat tangguh. Sewaktu dikejar oleh Suraqah di tengah perjalanan menuju Yastrib. Hingga. Pengaruh Abu Bakar terhadap anak-anaknya. Perjuangan tidak selesai.Nilainya sama dengan 2. Peran Abu Bakar Shiddiq dalam peristiwa Hirjah ini sungguh besar. Bekal Abu Bakar 6. semuanya menyadari. sampai tidak tergiur memilih ikut sayembara hadiah 100 unta bila menemukan/membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. (192-193) 1. Penggalangan kekuatan umat yang terdiri dari kaum Muhajirin (yang datang dari Mekkah) dan Anshor (yang asli Madinah) ditata dengan penuh semangat persaudaraan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. suatu prestasi yang sangat di luar dugaan.808 gram emas. Abdullah Bin Uraiqith yang belum memeluk agama Islam. 2 Hijriah. Hingga kaum Anshor rela mengorbankan harta untuk saudara-saudaranya.6 gram. Ukuran zakat harta adalah 200 Dirham (perak) atau 20 Dinar (emas).000 Dirham itu dicatat dalam buku "Muharram dan Hijrah". 100 kuda dan 700 unta untuk menyerbu umat Islam. harta benda seluruhnya disumbangkan untuk Islam.

Kemunafikan dan persekongkolan yang menghadang di hadapan umat Islam bukan membuat padamnya Islam. Karena. dan kemunafikan tidak berkutik. Tabiat pedagang dari Makkah yang keras bisa bersatu menjadi bersaudara dengan tabiat petani Madinah yang lunak dan sopan. Jegal-menjegal tidak mereka kenal. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. Umat tidak berfirqoh-firqoh (pecah belah). yaitu agama yang memang sesuai dengan naluri manusia itu sendiri. Mafhum mukholafah atau analogi logisnya. Tokoh-tokoh tua. orang munafiq seperti Abdullah bin Ubay bin Salul yang ingin senantiasa menjegal Nabi Shalallaahu alaihi wasalam serta pengikutnya. musuh dalam selimut. di saat umat kondisinya bobrok. maka kemunafikan pun tidak membuah-kan hasil. sekalipun kesadaran mereka baru datang di masa pensiun. Sebaliknya. Peristiwa Hijrah yang membuahkan masyarakat berkadar khoiro ummah ini mengakibatkan tidak berdayanya kaum kafir. Ibarat pucuk cemara yang meliuk ikut hembusan angin. tanpa mengeruk keuntungan pribadi dengan dalih demi kelancaran pembinaan masyarakat. Naluri manusia cenderung membela kebenaran. dan tidak berkutiknya orang munafik. Hijrah membuahkan masyarakat muslim terbaik. setiap shalat pun di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . justru ia sendiri sangat rapi dalam menyimpan kemunafikannya. Perpaduan yang saling tenggang rasa. Maka Islam disebut pula agama fitrah. di saat angin sudah berbalik arah. tidak menonjolkan identitas keaslian daerahnya (Makkah/Muhajirin.fisik seperti di Makkah. Khutbah Kedua . tanpa mengungkit jasa. Hingga. tolong menolong. seia sekata. orang munafik pun tidak mendapatkan hasil apa-apa. Semuanya dalam persaudaraan. Khoiro Ummah. di saat masyarakat bobrok kondisinya. tentu saja kebobrokan itu akibat dari banyaknya orang munafik. Sedang Nabi n sama sekali tidak dendam kepada mereka. kemudian bertabrakan sesamanya. Sangat menampakkan keislamannya. yaitu penduduk Makkah masuk Islam semua secara serentak. 8 tahun kemudian mereka semua masuk Islam dengan sukarela.‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. sebaik-baik umat. Tidak ada penolakan atau kata terlambat yang diucapkan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah (terbukanya Makkah. قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ . Madinah/Anshor). Hingga tak mengherankan. yang dalam istilah agama disebut fitrah. Lalu Nabi n menegaskan. tahun 8 Hijriyah). قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. seperti Abu Sufyan yang tadinya sangat memusuhi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pun masuk Islam. pucuk daun itu belum sempat berbalik. namun lebih beragam lagi' permusuhan licik. kaum kafir Makkah yang mengejar-ngejar Nabi Shalallaahu alaihi wasalam hingga Nabi berhijrah itu. namun justru menambah wawasan dan kecermatan umat dalam menempuh gelombang hidup. para musuh bebuyutan. dan persekongkolan jahat yang tak henti-hentinya. otomatis akan sia-sia. itu semua mewujudkan umat yang terbaik. bila muslimin terbaik itu jumlahnya sangat minim. Banyaknya jumlah munafik kini mengakibatkan perben-turan kepentingannya.

‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. وصلى الله وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫74‬ ‫‪Muhasabah Di Bulan Muharam‬‬ ‫‪Oleh: Faqihuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‬ ‫َ ْ ً َ‬ ‫ً‬ ‫إن أ َصدقَ ال ْحديث كتاب الله، وأ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ َ حسن الهدْي هدْي محمد صلى‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ ِ ِ َِ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ َ‬ . ي ُصل ِح ل َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ْ ك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫فاز‬ ‫َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫فوزا عظِي ْما. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى:‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َ‬ ‫ّ ة. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.

kecuali dalam keadaan beragam Islam. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Hasyr: Artinya: “Hai orang-orang beriman.” Sidang Jum’at yang berbahagia . Berkenaan dengan ini Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. Sidang Jum’at yang berbahagia Maka seorang yang beriman kepada Allah. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Kita berharap dan memohon semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala. أ‬ ‫ّ ِ ما ب َعد؛‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ِ ُ ْ ّ Sidang Jum’ah yang berbahagia. minggu ke minggu dan bulan ke bulan. Banyak dari saudara kita yang menjadikan bulan Muharram ini sebagai momentum. (Al-Hasyr: 18). Setelah kita bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan bershalawat kepada nabi kita Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat.” (QS. Padahah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam dan para sahabatnya serta ulama pendahulu umat tidak pernah melakukan hal tersebut. sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita di dalam surat Ali Imran ayat 102: Artinya: “Dan janganlah kamu mati. Ali Imran 102) Sidang Jum’at yang berbahagia Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari. karena sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya berkurang kesempatan untuk hidup di dunia ini. . Sidang Jum’at yang berbahagia Mestinya kita banyak bertafakur untuk bermuhasabah atas bertambahnya umur ini. sehingga memperingatinya merupakan suatu hal yang menjadi keharusan bahkan terkadang sampai keluar dari syari’at Islam. dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi tersebut. Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapan dan keindahannya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk sia-sia. Hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal. meridhoi dan menerima amalan yang kita lakukan sebagai amalan ibadah yang diterima serta kita memohon pula untuk senantiasa dijadikan pengikut Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang setia hingga akhir hayat serta kita tidak kembali keharibaanNya kecuali dalam keadaan berserah diri kepadaNya. dan dunia ini hanya merupakan persinggahan.. Tanpa tujuan yang jelas. (Al-A’la: 17). Dari hari ke hari. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya. tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran bulan Muharam yang merupakan permulaan dari putaran bulan dalam kalender hijriyah. Dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. Allah berfirman di dalam surat AdzDzariyat ayat 56 sebagai berikut: Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu (beribadah kepadaKu).ّ َ ٌ َ ‫الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ ‫بدعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.

“Waqahullahu Su’a” artinya Allah menjaga dari kejahatan. Sidang Jum’at yang berbahagia . baik terhadap perkara yang diperintahkan ataupun perkara yang dilarang. Sedangkan takwa menurut syariat para ulama berbeda pendapat. Baqarah: 197). selalu diingat dan tidak dilupakan.Sidang Jum’at yang berbahagia . yaitu seorang hamba melindungi dirinya dari kemurkaan Allah. Ternyata bukan itu semua. Al. tingkatan dan buah dari takwa tersebut.” Ketiga. Maka dia melakukan perintah itu karena imannya terhadap apa yang diperintahkanNya disertai dengan pembenaran terhadap janjiNya. Sidang Jum’at yang berbahagia Jelas bagi kita bahwa bekal yang harus kita persiapkan tiada lain hanyalah taqwa.. dan juga siksaNya. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya takwa”. (An-Nur: 52).” Mujahid berkata. (QS. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal”.. “Takwa kepada Allah artinya.. “Taatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaatan. Lalu bekal apa yang akan kita bawa menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan tersebut? Dengan hartakah? Pangkatkah yang kita banggakan? Atau keturunankah? Saya keturunan raja. Sebagaimana Allah ingatkan dalam firmanNya: Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”. sebab Allah Maha Kaya. bangsawan atau kyai. Sering kita mendengar kata takwa dari ustadz. Mengapa demikian? Di antara sebabnya mereka belum tahu hakekat takwa. sebagaimana firmanNya: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Ibnu Qayyim menyatakan. karena taqwa adalah sebaik-baik bekal dan persiapan. Maha Berkuasa dan Maha Suci tidak memandang yang lain dari hambaNya kecuali taqwa hambaNya. Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang mentaati Allah dan rasulNya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepadaNya maka mereka itulah orang yang beruntung”. namun bagi kebanyakan kita antara perbuatan dengan apa yang didengar tentang takwa jauh dari semestinya. (Ali Imran: 102). Hal itu dilakukan dengan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangNya. Itulah arti takwa secara bahasa. Dan kata Al-Wiqa’ yaitu segala sesuatu yang digunakan sebagai pelindung. Hal itu seperti firmanNya: Artinya: “Dan hanya kepadaKulah kamu harus bertakwa. selain pertama dan kedua. mubaligh dan para penceramah. disyukuri dan tidak dikufuri. Maka inilah hakikat takwa dari makna takwa. At-Takwa dalam Al-Qur’an mencakup tiga makna yaitu: pertama: takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. dengan imannya itu pula ia meninggalkan yang dilarangNya dan takut terhadap ancamanNya. namun semuanya bermuara pada satu pengertian. . Sehingga hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri tanpa adanya perhatian penuh terhadap pentingnya bertakwa yang merupakan sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia ini terlebih kehidupan akhirat nanti. Allah harus ditaati dan pantang dimaksiati. hakikat takwa adalah mentaati Allah atas dasar iman dan ihtisab. Sidang Jum’at yang berbahagia. Kedua: Bermakna taat dan beribadah. Ar-Rafi’i menyatakan dalam Al-Mishbahul Munir Fi Gharibisy Syahril Kabir. Allah berfirman dan mengingatkan kita semua dalam surat Al-Baqarah: Artinya: “Berbekallah. Ibnu Abas Radhiallaahu anhu berkata.” (Al-Baqarah: 41). dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa.

” (At-Thalaq: 2-3). Mengadakan jalan keluar artinya menyelamatkannya dari setiap kesulitan di dunia dan akherat. Memelihara dan menjaga dari perbuatan syirik 2. baik dalam perkara wajib. Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia mengadakan baginya jalan keluar. Ibnu ‘Uyainah berkata itu artinya. Serta meninggalkan yang tidak bermanfaat karena khawatir terjerumus ke dalam dosa. VIII: 6638-3369. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. “ (Jami Ahkamiil Qur’an. selalu berusaha sungguh-sungguh berada dalam keadaan taat secara menyeluruh. Dan Abu Sa’id AlKhudri berkata: Barangsiapa berlepas dari kuatnya kesulitan dengan kembali kepada Allah. Sidang Jum’at yang berbahagia. nawafil (sunnah). أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ،‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. Amiin.. Memelihara dan menjaga dari perbuatan maksiat. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ ُ ِ ّ َ َ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ُ ُ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫وال ْمؤمنات. sudah sejauh mana persiapan kita menghadapi kehidupan yang abadi tersebut. secara ringkas) Dan balasan bagi mereka di akhirat yang jelas adalah akan mewarisi tempat yang merupakan dambaan setiap insan yaitu Surga dengan segala kenikmatannya. itulah cakupan takwa sebagaimana dimengerti oleh salafush shalih. Yang terkadang kita begitu bersemangat dan penuh antusias menggapai kehidupan yang fana ini. Di antara janji Allah yang merupakan buah dari takwa adalah memberikan jalan keluar dan mendatangkan rizki. Demikianlah kita sebagai hamba Allah. meninggalkan kemaksiatan berupa dosa besar dan kecil. bahwa takwa mempunyai tiga kedudukan: 1. sudah semestinya dalam menghadapi bulan Muharam ini dengan bertafakkur. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . ia mendapat keberkahan dalam rizkinya.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ْ ْ َ ِ َ ِ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ُ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Para mufassir juga berkata. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Allah Ta’ala berfirman: “Itulah Surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa” (Maryam: 63). niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari beban yang ia pikul. akan berada dalam kebahagiaan hidup didunia dan akhirat. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ُ َ ْ ُ َ .Sidang Jum’at yang berbahagia . Memelihara dan menjaga dari perbuatan bid’ah 3. Sehingga seorang disebut muttaqin. Apa yang kita dapatkan bila bertakwa kepada Allah? Allah Ta’ala menjanjikan kepada kita.

قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب مجيب الدعوات. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ . سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. الل ّهم أ َ‬ ‫ّ َ َ ِ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه،‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ ُ ِ ْ ُ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.