Doa Idul Adha Hadirin dan hadirat yang berbahagia, Akhirnya, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah

`Azza wa Jalla. Semoga Dia berkenan mengabulkan segala permohonan kita. Allahumma Ya Rabbana, telah banyak Engkau berkahi kami dengan rahmat karunia-Mu, namun kami sering menganiaya diri kami sendiri. Betapa banyak sudah dosa yang kami lakukan, sehingga kami malu berdoa kepada-Mu. Namun, kemana lagi kami harus mengadu dan memohon ampun Ya Allah, kecuali hanya kepada-Mu. Kami tidak putus harapan mengadu padaMu. Kami tidak letih meminta dan mengharap pada-Mu. Betapapun besarnya kesalahan dan dosa kami, maaf dan ampunan-Mu meliputi segala sesuatu. Karena itu Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, hapuskanlah segala kesalahan kami, bersihkan hati dan jiwa kami, indahkan akhlaq dan kelakuan kami, sambungkan kembali persaudaraan di antara kami, angkatlah bangsa kami Ya Allah dari jurang kehinaan, berilah kami pemimpin yang mampu membimbing kami ke arah kebaikan, dan tunjukkan bagi kami jalan keselamatan dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Kabulkanlah doa permohonan kami.

Sumber:
www.alsofwah.or.id/khutbah

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com

1
Sudah Terujikah Iman Kita Oleh: Ade Hermansyah Bin Bunyamin Khutbah Pertama

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َمه. أ َش مهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه‬ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ُ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ‫إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلممى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ .‫آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ُ .‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ال ّذي خل َقك ُم من ن َف مس واح مدَة وخل َمق من ْه ما زوجه ما وب َمث‬ ّ َ َ ٍ ِ َ ٍ َ ‫َ ِ َم َ ْ َ َم‬ َ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون به وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم‬ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ ْ ِ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم‬ ّ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ‫من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء‬ ً َ َ ً َ ِ َ ُ ِ .‫رقي ْبا‬ ً ِ َ

ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. ي ُصل ِح ل َك ُمم أ َعممال َك ُم وي َغفمر ل َك ُمم‬ ‫ْ َم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫ذُن ُوبك ُم ومن يطع الله ورسول َه فقد فاز فوزا عظيما. أ‬ ‫َ ِ ْ ً ماب َعد؛‬ ً ْ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ُ ْ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الل مه عل َي ْمه وس مل ّم وش مر‬ ‫م‬ َ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ّ َ ٌ َ .‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ِ ّ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia! Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10: Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”? Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!

Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107). Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat. Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu. ‫لقد كان من قبلكم ليمشط بمشاط الحديد ما دون عظامه من لحم أو عصلب ملا يصلرفه ذللك علن دينله ويوضلع المنشلار عللى‬ ََ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ٍ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ َْ َ ْ َ َ َ ْ َ َ .(‫مفرق رأسه فيشق باثنين ما يصرفه ذلك عن دينه. )رواه البخاري‬ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ّ ُ َ َ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ ... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202). Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada? Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah! Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah berbeda-beda. Dan ujian dari Allah bermacam-macam bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para pendahulu kita:

Yang pertama: Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaffat 106). Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun dijalankan. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Shallallaahu alaihi wa salam dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berat itupun dijalankannya. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang menutup seluruh aurat) secara tegas untuk membedakan antara wanita Muslimah dan wanita musyrikah sebagaimana firmanNya: Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mumin” “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab, 59). Namun kita lihat sekarang masih banyak wanita Muslimah di Indonesia khususnya tidak mau memakai jilbab dengan berbagai alasan, ada yang menganggap kampungan, tidak modis, atau beranggapan bahwa jilbab adalah bagian dari budaya bangsa Arab. Ini pertanda bahwa iman mereka belum lulus ujian. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam memberikan ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya: ٌ َ ِ َ ٌ َ ْ ِ ‫ِ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ َ َ ُ ْ ِ َ ٌ ََ ْ َ ِ ْ َ َ ِ َ ْ ِ ُ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ م‬ ‫صنفان من أهل النار لم أرهما؛ قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بهللا النلاس، ونسللاء كاسليات عاريللات ُميلت ملائلت‬ .(‫رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة ل يدخلن الجنة ول يجدن ريحها. )رواه مسلم‬ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ََ ّ ُ ُ ْ ُ ُ “Dua golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wanginya”. (HR. Muslim, Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayyan, juz 14 hal. 109-110). Yang kedua: Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumah. Namun Nabi

terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang. Keadaan seperti itu diperparah dengan semakin banyaknya media cetak yang berlomba-lomba memamerkan aurat wanita. Para pemuda Muslim harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Daar Ar-Rayyan. bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya enam dari sepuluh remaja putri sudah tidak perawan lagi. )متفق عليه‬ َ ُ َ َ ْ ّ ِ َ َ َ ٍ َ َ َ ‫َ ْ َ ٌ ُ ظ ّ ُ ُ ُ ِ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ِ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ٌ َ َ َ ْ ُ ْ َ َ ٌ َ ُ َ ْ ِب‬ “Tujuh (orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindunganNya. juz 3 hal.” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. pelacuran merebak di mana-mana. ورجل طلبته امرأة ذات منص ٍ وجمال فقال إني أخاف ال . seluruh hartanya telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan untuk nafkah dirinya. masa delapan belas tahun ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat. tinggal ia dan isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. kemudian keluarlah mata air dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu. juz 7 hal. Juz 4 hal. seluruh kerabatnya meninggalkannya. (Tafsir Ibnu Katsir. Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya. Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya. padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. 120-121). ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya. Pada saat seperti inilah sikap Nabi Yusuf Alaihissalam perlu ditanamkan dalam dada para pemuda Muslim.Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya.. . 51). namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya. dan seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik. atau dibunuh beberapa saat setelah si bayi lahir. Musibah ini berjalan selama delapan belas tahun. Al-Bukhari Muslim. Begitulah ujian Allah kepada NabiNya.. di saat pintu-pintu kemaksiatan terbuka lebar. Sebagai contoh. minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat. (Tafsir Ibnu Katsir.(‫سبعة ي ِلهم ال في ظله يوم ل ظل إل ظله . Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita ikuti. Yang ketiga: Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit. ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu. ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti sebagaimana sabdanya: . maka hilanglah seluruh penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat maksiat. sehingga tak heran bila menurut sebuah penelitian. Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah. juga media elektronik dengan acara-acara yang sengaja dirancang untuk membangkitkan gairah seksual para remaja. Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari cet.. Perzinahan sudah seakan menjadi barang biasa bagi para pemuda. tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada . Juz 4 hal. lalu ia berkata aku takut kepada Allah…” (HR. 344 dan Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. sampai pada saat yang sangat sulit sekali baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia menyeru Tuhan-nya. Dar Ar-Rayaan. sampai-sampai anakanak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang kecanduan. Di antara akibatnya setiap tahun sekitar dua juta bayi dibunuh dengan cara aborsi. 52)...

dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub Alaihissalam ini. Sidang jamaah rahima kumullah Yang keempat: Ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah n di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. (DR. Akram Dhiya Al-‘Umari, As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 182). Juga apa yang dialami oleh para shahabat tidak kalah beratnya, seperti apa yang dialami oleh Yasir z dan istrinya Sumayyah dua orang pertama yang meninggal di jalan dakwah selama periode Mekkah. Juga Bilal Ibnu Rabah Radhiallaahu anhu yang dipaksa memakai baju besi kemudian dijemur di padang pasir di bawah sengatan matahari, kemudian diarak oleh anak-anak kecil mengelilingi kota Mekkah dan Bilal Radhiallaahu anhu hanya mengucapkan “Ahad, Ahad” (DR. Akram Dhiya Al-Umari, As-Siroh An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 154-155). Dan masih banyak kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa pengorbanan dan penderitaan mereka dalam perjuangan mempertahankan iman mereka. Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam. Musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita umat Islam di berbagai tempat sekarang akibat kedengkian orang-orang kafir, adalah ujian dari Allah kepada umat Islam di sana, sekaligus sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam di daerah-daerah lain. Umat Islam di Indonesia khususnya sedang diuji sejauh mana ketahanan iman mereka menghadapi serangan orang-orang yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Sungguh menyakitkan memang di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim terjadi pembantaian terhadap kaum Muslimin, sekian ribu nyawa telah melayang, bukan karena mereka memberontak pemerintah atau menyerang pemeluk agama lain, tapi hanya karena mereka mengatakan: ( Laa ilaaha illallaahu ) ‫ ,ل إله إل ال‬tidak jauh berbeda dengan apa ُ ّ ِ َ َِ َ yang dikisahkan Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4 sampai 8: “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.

Peristiwa seperti inipun mungkin akan terulang kembali selama dunia ini masih tegak, selama pertarungan haq dan bathil belum berakhir, sampai pada saat yang telah ditentukan oleh Allah. Kita berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara kita yang gugur dalam mempertahankan aqidah dan iman mereka, dicatat sebagai para syuhada di sisi Allah. Amin. Dan semoga umat Islam yang berada di daerah lain, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, sehingga mereka tidak lengah menghadapi orang-orang kafir dan selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah serta selalu siap sedia untuk berkorban dalam mempertahankan dan meninggikannya, karena dengan demikianlah pertolongan Allah akan datang kepada kita, firman Allah. “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad: 7). .‫أقول قولي هذا وأستغفر ال العظيم لي ولكم. واستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ َ َ َ َ ً ْ ُ ِ َ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي كان ب ِعباده خب ِي ْرا ب َصي ْرا، ت َبارك ال ّذي جعل في السماء ب ُروجا وجع مل‬ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ً ِ ً َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ‫فيها سراجا وقمرا من ِيرا. أ َشهد ا َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ً َ ِ ْ ْ ‫ُ ش مهدُ ا َن محم مدا عب ْمدُهُ ورس مول ُه‬ ‫ُ َ ُم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ُ ً ْ ُ ً َ ِ َ ِ َ ً َ َ ِ َ َ ّ‫ال ّذي ب َعث َه بال ْحق ب َشي ْرا ون َذي ْرا، وداعيا إ ِلى ال ْحق ب ِمإ ِذْن ِه وس مراجا من ِي ْمرا. الل ّه مم ص مل‬ ُ ً َ ِ َ ِ ّ َ ّ َ ِ ُ َ ْ ِ َ ّ ُ ً ِ َ ً ِ َ ‫عل َيه وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. أ‬ َ َ َ ِ ْ َ ‫ْ ً ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ ْ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ .‫يا أيها الذين آمنوا اتقوا ال ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا ال إن ال خبير بما تعملون‬ َ ْ َُ ْ َ َ ِ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ َ ُ ّ َ ٍ َ ِ ْ َ ّ َ َ ٌ ْ َ ْ ُ ْ ََْ َ ُ َ َُ َ ْ ِ ّ َ َّ َ Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah! Sebagai orang-orang yang telah menyatakan iman, kita harus mempersiapkan diri untuk menerima ujian dari Allah, serta kita harus yaqin bahwa ujian dari Allah itu adalah satu tanda kecintaan Allah kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam : ،‫إن عظم الجزاء مع عظم البلء وإن ال إذا أحب قوما ابتلهم، فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط. )رواه الترمللذي‬ ُ ْ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ً ْ َ ّ َ َ َ ِ َ ّ َِ ِ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ ِ .(‫وقال هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه‬ “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah”. (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata hadits ini hasan gharib dari sanad ini, Sunan At-Timidzy cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, juz 4 hal. 519). Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam menghadapi ujian yang akan diberikan olehNya kepada kita. Amin. َ َ َ ْ َ .‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ّ ّ َ ّ ْ ً ُ َ َ َ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ

َ َ ُ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ورضي اللمه ت َعمالى عمن كمل صمحاب َة رسمول‬ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ْ َ َ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ِ .‫الله أ َجمعي ْن‬ َ ِ َ ْ ِ َ َ .‫رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب‬ ً َ ْ َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ َ ْ ُ .‫رب ّنا أ َفرغ عل َي ْنا صب ْرا وث َب ّت أ َقدامنا وان ْصرنا على ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن‬ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ ْ َ ً َ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن، وأ َصل ِح ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن، وأ َل ّف ب َي ْن قلمموب ِهم وأ َصممل ِح‬ ْ ّ ِ َ ُ َ ْ ْ َ ْ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ْ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ َ ْ ْ ُ ْ ّ َ َ ْ ِ ّ َ َ َ ّ َ َ ِ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ‫ذات ب َي ْن ِهم وان ْصرهم على عدُوك وعدُوهم ووفقهم ل ِل ْعمل ب ِما في ْمه ص مل َح ا ْل ِس مل َم‬ .‫وال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ َ .‫الل ّهم ل َ ت ُسل ّط عل َي ْنا ب ِذُن ُوب ِنا من ل َ ي َخافك في ْنا ول َ ي َرحمنا‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ َ .‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ .‫سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلم على المرسلين والحمد ل رب العالمين‬ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ْ َِ ْ ُ ْ ََ ٌ َ َ َ َ ْ ُ ِ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ

2
Beriman Kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam Oleh: Waznin Ibnu Mahfudl Jamaah Jum’at rahimakumullah, marilah kita kenang, kita ingat kembali, dua sifat agung yang merupakan pangkat dan keagungan khusus bagi umat Islam, bagi hadirin jamaah Jum’at, khusus bagi kita yang beriman. Dua sifat itu adalah syukur dan shabar. Dari saat yang mulia ini dan seterusnya sampai akhir hayat, marilah tetap kita sandang dua sifat itu, “syukur dan shabar”. Dalam kesempatan kali ini, setelah mensyukuri hidayah Iman, Islam dan Taqwa, marilah kita sedikit membahas “Syukur atas Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, serta shabar dalam menegakkan sunnah beliau. 1. Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah dasar agama yang Maha Benar ini, dienul Islam, sebagaimana sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam: ... ‫بني السلم على خمس: شهادة أن ل إلله إل ال وأن محمدا عبده ورسوله‬ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ُ َ ْ ِ َ ِ ُ “Artinya: Islam itu dibangun di atas lima rukun, bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya ... (HR. Muslim I/45. Lihat Al-Bukhari I/13).

Setelah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka beriman kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagai pondasi yang utama. Sebab seluruh pondasi yang lainnya dibangun di atas keimanan pada Allah dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. Sehingga orang yang tidak mengimani Rasulullah dan hanya beriman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa saja, itu tidaklah cukup, dan batal Iman yang demikian itutidak sah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ‫وال ّذي ن َفس محمد ب ِي َده، ل َ ي َسمع ب ِي أ َحدٌ من هذه ال ُمة ي َه مودي ول َ ن َص مرا ن ِمي، ث ُمم‬ ِ ِ َ ْ ِ ِ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ّ ّ َ ْ َ ّ ِ ‫ُم‬ ّ َ ‫يموت ول َم يؤمن بال ّذي أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ َ (‫َ ِ ْ صحاب النار. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ ِ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ “Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya! Tidak seorangpun yang mendengar tentang aku dari umat (manusia) ini, seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian meninggal dunia dan tidak beriman kepada yang aku diutus karenanya, kecuali ia termasuk menjadi penduduk Neraka”. (HR. Muslim I/34). Itulah pentingnya beriman kepada Rasul yang merupakan pondasi agama dan amal-amal ibadah. Sehingga tanpa mengimani Rasul alias ingkar kufur pada Rasul, maka gugurlah amal kebaikan serta jauh dari rahmat Allah. Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amal-amalnya dan ia di hari akhirat termasuk orangorang yang merugi”. (Al-Maidah: 5) “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”. Bahkan mereka akan ditimpa musibah dan adzab yang pedih, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nur : 63. “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih”. Oleh sebab itu maka hendaklah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas hidayah Iman kita kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan bersabar dalam mengikuti dan mentaati beliau.
2. Siapakah Rasulullah Muhammad itu?

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah manusia biasa, bukan malaikat dan bukan pula anak Tuhan atau lain-lainnya. Beliau secara manusiawi sama dengan kita seluruh umat manusia. Terbukti beliau terlahir dari jenis manusia, ayahanda beliau serta ibunya adalah Abdullah bin Abdul Muthallib, serta ibundanya bernama Aminah, keduanya dari

Allah menegaskan agar beliau menyatakan tentang diri beliau. Sebagai rahmat dan jawaban atas permohonan Abul Anbiya’ Ibrahim alaihis salam yang tercantum dalam firman Allah: Artinya : “Ya Tuhan kami. Sesunggu-hnya Engkaulah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Baqarah: 129). Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)? (Al-An’aam: 50). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: . (HR. utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka. seperti orang-orang Nashara menghormati Nabi Isa 'Alaihis Salam. yang diwahyukan kepadaku”(Al-Kahfi : 110) “Katakan: “Aku tidak mengatakan kepadamu.(‫ل تجعلوا بيوتكم قبورا. Aku tidak mengetahui kecuali yang diwahyukan kepadaku. فقولوا: عبد ال ورسوله. Al-Bukhari) Abu Hurairah Radhiallaahu anhu meriwayatkan. melarang menggelari beliau dengan gelaran yang berlebihan atau memberikan penghormatan dengan berdiri ketika beliau hadir. )رواه البخاري‬ ُ َْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ُ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ّ ِ َ ْ َ َ َ ْ ِ ْ ‫َ َ ُ ْر‬ “Janganlah kamu memuji aku (berlebihan) sebagaimana orang Nasrani memuji Isa Ibnu Maryam. sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. Rasulullah juga berwasiat agar beliau tidak dihormati secara berlebihan. dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. beliau melarang ummatnya menjadikan kuburan beliau sebagai tempat sujud. maka katakanlah: Hamba Allah dan RasulNya”. dengan firmanNya dalam surat Al-Kahfi ayat 110 dan ayat-ayat yang lain: “Katakan. yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau.suku Quraisy di Makkah Mukarramah keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabi Ibrahim ‘alaihimas salam. dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. ول تجعلوا قبري عيدا )رواه أبو داود‬ ً ْ ِ ْ ِ ْ َ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ “Janganlah engkau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan (sepi dari ibadah) dan jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan” (HR. Dari sahabat Amr Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ول تط ُوني كما أطرت النصارى ابن مريم إنما أنا عبد. . Abu Dawud). Sesungguhnya saya hanyalah seorang hamba. bahwa per-bendaharaan Allah ada padaku.

وأ َش مهد أ‬ َ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ‫َم‬ ُ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشمهدُ أ َن محممدا عب ْمدُهُ ورسمول‬ ‫َ َ ُ ْ ه. (Al-A’raf: 157). Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dan apa yang dibawa oleh beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menandaskan tentang ciri orang bertaqwa: .‫َ ِ ْ ِ ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. 3. artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul. yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka. )رواه أحمد‬ ْ ِ ُ ُْ َ ْ ُ َ َ َ ّ َِ ّ ََ ْ َّ َ ْ ُ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ ُ ِ ّ َ َ “Jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. (Diriwayat-kan Imam Ahmad). memuliakannya. والصمل َةُ والسمل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. mereka itulah orang-orang yang beruntung.Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ل تتخذوا قبري عيدا، ول تجعلوا بيوتكم قبورا، وحيثما كنتم فصلوا علي فإن صلتكم تبلغني. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ . أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Jamaah jum’at rahima kumullah dalam khutbah yang kedua ini: Marilah kita mempertebal Iman dan Taqwa kita kepada Allah juga memperdalam Iman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sekaligus melaksanakan konsekuensinya. Cara dan konsekwensi beriman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Yaitu kita bersungguh-sungguh agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut: 1. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. segala yang baik dan mengharamkan mereka dari segala yang buruk dan membuang bagi mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an). َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ َ ‫ال ْحكيم .”). dan janganlah engkau jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan dan dimanapun kamu berada (ucapkanlah do’a shalawat kepadaku) karena sesungguhnya do’a shalawatmu sampai kepadaku”.

itulah petunjuk Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”. Memuliakan dengan banyak membaca shalawat salam kepada beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam terutama setelah disebut nama beliau. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (An-Nuur: 54). Sebagaimana janji Allah : “Dan jika kamu taat kepadanya. 4.” (HR. 5. 3. dari kebatilan kepada kebenaran. (AzZumar : 33). mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. Mencintai beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam.2. khurafat. “Dan orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya. itulah pernyataan Allah: . mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. (AlA’raaf: 157). (HR. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallambersabda: ‫ل َ ي ُؤمن أ َحدُك ُم حتى أ َك ُون ا َحب إ ِل َي ْه من وال ِده وول َده والن ّماس أ َجمعي ْمن )رواه‬ ‫ِ ِ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ م‬ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ّ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫)البخاري ومسلم‬ "Tidaklah beriman seseorang (secara sempurna)sehingga aku lebih dia cintai daripada orang tuanya. anaknya dan seluruh manusia”. para sahabat dan segenap pengikutnya. ‫)رغم ا َن ْف رجل ذُك ِرت عن ْدَهُ ول َم ي ُصل عل َي )رواه الترميذي‬ ِ ُ ْ ْ َ َ ِ َ ٍ ُ َ ُ ّ َ ّ َ “Merugilah seseorang jika disebut namaku padanya ia tidak membaca shalawat padaku. (Al-Ahzab:21).Sebagaimana firman di atas: “Maka orang-orang yang beriman kepadanya. serta dari kemaksiatan menuju ketaatan. At-Tirmidzi) Waspada dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam seperti waspada dari syirik. dari ke zhaliman menuju keadilan. dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. 6. bid’ah. (An-Nisaa’: 65). tahayul. Membela dan memperjuangkan ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan kepada cahaya. memuliakannya. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an). Meneladani akhlaq dan kepemimpinan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam setiap amal dan tingkah laku. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. Ikhlas mentaati Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam . AlBukhari dan Muslim). mereka itulah orang-orang yang beruntung”. “Maka demi Tuhanmu. niscaya kamu mendapat petunjuk. keluarga. 7.

kesadaran sebagai hamba Allah Ta’ala dan kesadaran sebagai umat Muhammad Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam .(3/158 ،‫اللهم بارك لنا فيه وأطعمنا منه. (Asy-Syura: 13) 3 Hamba Allah Dan Ummat Nabi Muhammad SAW Oleh: Muhammad An-Nawawi Sudah menjadi kewajiban seorang Muslim memiliki dua kesadaran. Kesadaran pertama. Begitu pula kita punya mobil atau kendaraan lainnya. Contohnya jika kita mau makan meskipun seolah-olah padi kita tanam disawah kita sendiri. namun ketika mau mengendarai disunnahkan berdo’a: 3/156 ،‫. (An-Nur: 63). beras kita masak sendiri maka ketika mau makan disunnahkan berdo’a: . Mensyukuri hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah.“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. bukan sawah atau lainnya. )صحيح الترمذي‬ ُ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ِ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ّ ُ ّ َ “yaa Allah berilah kami keberkahan darinya dan berilah kami makan darinya” Berarti Allah Ta’ala yang memberi rizki. maka alamat iman telah rusak di muka bumi ini dan akan hilang kemudian . Itulah tegaknya agama: “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. meskipun kita membeli kendaraan dengan usaha sendiri. )صحيح الترمذي‬ َ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ّ َ َ ِ ّ ََ َ ْ ِ ِ ْ ُ ُ َ ّ ُ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ ْ ِ ّ ِ َ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ْ ِ ِ ْ ِ ِ Ikhwan fillah rahimakumullah Itulah contoh bahwa setiap saat kita harus nyatakan kehambaan kepada Allah Ta’ala. Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah karenanya”. dengan uang sendiri. jika pernyataan itu hilang. Jika kesadaran itu hilang dari jiwa seorang Mukmin maka tindakan dan amalan akan ngawur dan sembrono yang mengakibatkan Allah Ta’ala tidak akan memberi ganjaran apapun yang didapat hanyalah siksa.)بسم ال الحمد ل سبحان ال الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وأنا إلى ربنا لمنقلبون. kesadaran kita sebagai hamba Allah Ta’ala yang kita tampakkan dalam setiap aktifitas sehari-hari dalam bahasa agamanya disebut (‫ )إظهلار العبوديلة‬Sebagai misal menampakkan ِ ِّ ْ ُُ ْ ُ َ ْ ِ kehambaan kepada Allah. 8.

Makna penghambaan kepada Allah Ta’ala adalah mengesakannya dalam beribadah dan mengkhusus-kan kepadaNya dalam berdo’a. Setiap hari dalam benak mereka hanya dijejali dengan berbagai macam persoalan dunia. Dan menunjukkan pula syirik adalah perbuatan dzalim yang dapat membatalkan iman jika syirik itu besar. dia menyuruh kepada rakyatnya agar menyembah kepadanya. الثالثة الدعوة إليه‬ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ِ ّ ِ ِ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ ّ ِ ِّ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ ِ ِ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ُ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ “Pertama adalah ilmu. bahkan lebih kekal abadi. الثانية العمل به.” . memaparkan persoalan penting yang harus diketahui oleh kaum Muslimin: .(‫من ما َ وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار. yaitu mengenal Allah.‫الولى العلم وهو معرفة ال، معرفة نبيه ومعرفة دينه السلم بالدلة.” . mengenal Rasul dan Dienul Islam dengan dalil dalilnya kedua mengamalkannya ketiga mendakwakannya. hal ini telah terjadi pada zaman Nabi Musa p yang ketika itu pengusanya lalim dan sombong sehingga lupa akan status sebagai hamba. Akibat buruk orang yang mencampuradukan keimanan dengan syirik disebutkan Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik tetapi Dia mengampuni segala dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki. wanita dan dunia. menunjukkan keistimewaan Tauhid dan keuntungan yang diperoleh di dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dialah raja Fir’aun. tentang hal ini Syekh Muhammad bin Shalih AlUtsaimin dalam bukunya Syarah Tsalasah Usul. membe-rikan penjelasan bahwa ayat di atas. Kenyataan di atas sudah tergambar pada zaman sekarang. bahkan si raja itu begitu sangat sombongnya sampai ia memproklamirkan dirinya sebagai tuhan. )البخاري عن ابن مسعود‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ‫َ ْ َ ت‬ “Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah niscaya masuk kedalam Neraka. atau mengurangi iman jika syirik asghar (syirik kecil).” (AdzDzariyat: 56). Ihwan Fillah rahimakumullah Allah Ta’ala menciptakan manusia bukan untuk menumpuk harta benda tapi Allah Ta’ala menciptakan manusia dan jin hanya untuk menyembah kepadaNya. begitu banyak orang-orang modern yang seharusnya sebagai hamba Allah Ta’ala namun banyak diantara mereka yang mengalihkan penghambaan kepada harta.muncul kesombongan dan keangkuhan. Syaikh Muhammad At-Tamimi dalam kitab Tauhid. mencari kenikmatan dan kepuasan dunia saja tanpa memperhatikan kepuasan akhirat padahal kenikmatan akhirat lebih baik dari kenikmatan dunia. “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu.” Ikhwan fillah rahimakumullah.

(‫من لقي ال ل يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقي يشرك به شيئا دخل النار. Misalnya mereka menyalahi manhaj dakwah Salafus Shalih. perbuatan maupun taqrir atau ketetapan. baik ucapan. tetapi barangsiapa menemuinya (mati) dalam keadaan berbuat syirik kepadaNya pasti masuk Neraka. Tidak diterima ibadah seseorang tanpa mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam sebagaimana hadits berikut: . sandiwara. )البخاري ومسلم‬ ّ َ َ ُ َ ُ ْ ِ َ ْ َ َ َ َ َِ ْ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengada-ada dalam perkara agama kami dan tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. Kesadaran kedua sebagai ummat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam Kesadaran sebagai umat rasul. Demikianlah seharusnya.” (HR.” Ihwan fillah rahimakumullah. . cerita-cerita.(‫من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد. Ihwan fillah Rahimakumullah. Contohnya berdakwah dengan musik. Pastilah dari kalangan ahli sunnah waljama’ah sepakat untuk mengimani dan menjalankan apa-apa yang diperintahnya. menjauhi larangannya. Muslim). menjahui segala larangn-nya. mematuhi perintahnya. dengan mengatasnamakan Islam. Melihat hadits di atas. kaum Muslimin selalu sadar atas statusnya yaitu status kehambaan terhadap Allah Ta’ala. menetapkan perkara dengan syariat dan ridha dengan putusannya. wayang dan lain-lain. Ingatlah banyak dari kaum Muslimin. setiap kaum Muslimin dalam aktifitasnya harus merujuk kepada apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam . Jadi inti penghambaan adalah beribadah kepada Allah Ta’ala dan tidak melakukan syirik dengan sesuatu apapun.” (HR.. )مسلم عن جابر‬ َ ّ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa menemui Allah Ta’ala (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun pasti masuk Surga. adalah menyadari bahwa amalan-amalan kita akan diterima oleh Allah Ta’ala dengan syarat sesuai sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . yang menyalahi man-haj Rasulullah. .(‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد. Dan kebanyakan mereka tidak mengetahui bahwa perbuatan semacam itu menjadi tertolak karena tidak sesuai dengan sunnah Nabi. )مسلم‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ َ ِ ْ ََ َ ْ َ ً َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dalam agama yang tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. fragmen. Dan cara menghamba harus sesuai dengan manhaj yang shohih tanpa terbaur syubhat dan kesyirikan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan konsekuensi mengenal Rasul adalah menerima segala perintahnya bahwa mempercayai apa yang diberitakannya. Al-Bukhari dan Muslim). nada dan dakwa.

Begitu juga dengan Assyaikh Abdul Salam bin Barjas bin Naser Ali Abdul Karim dalam bukunya Hujajul Qowiyah menukil perkataan Al-Ajurri dalam kitab As-Syari’ah bahwa Ali Ra dan Ibnu Masu’d berkata: .‫تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما، كتاب ال وسنتي ولن يتفرقا حتى يردا على الحوض‬ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ َ ْ ِّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ “Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah dan sunnahku.” ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم. Dengan demikian mengikuti manhaj Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dan manhaj para sahabat sesudahnya yaitu Al-Qur‘an yang diturunkan Allah Ta’ala kepada Rasulnya. sejelek-jelek urusan adalah perkara yang baru dan setiap perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat. yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat. Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat karena merupakan sumber petunjuk dalam kehidupan.” (Dishahikan oleh al-albani dalam kitab Shahihul jami’) Wallahu A’lamu bis shawab Akhiru da’wana Walhamdulillahi Rabbil Alamin . أشهد أن ل إلله إل ال وأشهد أن‬ ِ .‫بدعة وكل بدعة ضللة وكل ضللة في النار‬ ِ ّ ِ ٍ ََ َ ّ ُ َ ٌ ََ َ ٍ َ ْ ِ ّ ُ َ ٌ َ ْ ِ Dan sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah Yang Maha Agung dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam . yaitu kesadaran menegakan kalimah tauhid berdasarkan manhaj ahlul hadits dan memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepada keduanya.‫ل ينفع َول إل بعمل ول قول وعمل إل بنية ول نية إل بموافقة السنة‬ ِ ّّ ِ َ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ ِّ َ َ ٍ ِّ ِ ّ ِ ٌ َ َ َ ٌ ْ َ َ َ ٍ َ َ ِ ّ ِ ٌ ْ ‫َ َ ْ َ ُ ق‬ “Tidak bermanfaat suatu perkataan kecuali dengan perbuatan dan tidak pula perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan niat pun tidak bermanfaat kecuali sesuai dengan sunnah. An-Nasa’i). Sebagai akhir kata kami tutup dengan hadits: . أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم لي‬ . Tidak akan bercerai berai sehingga keduanya mengantarkanku ke telaga (diSurga).setiap kesesatan adalah di Neraka. Dengan menyadari dua kesadaran yaitu menjalankan syariat sesuai manhaj ahlul hadits tanpa tercampur bid’ah dan kesyirikan.‫محمدا َبده ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ُ ُ ْ ‫ُ َ ّ ً ع‬ ٍ َ َ ْ ُ ّ ُ َ َ ُ َ َ ْ ُ ِ ُ ُ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ‫فإن أصدق الحديث كتاب ال عز وجل، وأحسن الهدي هدي محمد صلى ال عليه وسلم وشر المور محدثاتها وكل محدثة‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ ََ ّ َ َ ّ َ ِ ُ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ْ َ ّ ِ َ . (HR.‫ولكم‬ ْ ُ ََ Khutbah Kedua ّ َ ُ َ ْ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ْ ُ ِ َ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ُ ِ ْ ّ َ َ ُ َ ِ ْ ُ ِ ّ َ ْ ِ ْ ِ َ َ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ ّ ّ ُ ْ َ ْ ‫الحمد ل الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون. Ihwan Fillah rahimakumullah.

malamnya bagaikan siangnya. tukang santet. baik disengaja maupun tidak. Yang mana pada kalimat (‫ )ل َ إ ِل َه‬terdapat makna َ penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan (‫ )إ ِل ّ الل مه‬menetapkan ُ sesembahan untuk Allah semata.. sebab dengan adanya cahaya Islam tersebut kita terbebaskan dari kejahiliyahan. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . (‫ . Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. Kepada makhluknya Baik yang berupa kesehatan maupun kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia dalam rangka menunaikan kewajiban shalat Jum’at. para sahabatnya dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman.4 Syirik Penyebab Kerusakan Dan Bahaya Besar Oleh: Rusdi Yazid Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . yang telah mencurahkan kenikmatan-kenikmatanNya. Banyak di antara mereka yang pergi ke dukun-dukun. Islam adalah agama yang datang untuk menegakkan tauhid. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak ُ ْ ُ َ dalam shalat kita. marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita.. Segala puji bagi Allah. . paranormal.. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baiknya bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Rabb dan sesembahan sekalian alam. yang atas jasa-jasa dan perjuangan beliau cahaya Islam ini tersampaikan kepada kita. mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata. mencari penglaris. rizki dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman. menyembah kepada selain Allah baik langsung maupun tak langsung. mencari pengobatan alternatif. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada uswah kita Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam.. Tetapi begitu banyak umat Islam yang tidak konsisten kepada tauhid. tukang ramal.)أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا رسول الله‬yang ِ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ bermakna tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Bahkan banyak di antara mereka yang berbuat syirik. yaitu meng-Esakan Allah.

baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. menurunkan derajat dan martabatnya.. disebabkan umat tidak lagi bertauhid dan banyak berbuat syirik. Allah . Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu. banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam Islam (padahal tidak demikian). Dan Allah menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang di akibatkan oleh perbuatan syirik. Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah: Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan Syirik menghinakan kemuliaan manusia. dan Dia benar-benar akan menukar(keadaan) mereka. Dan yang lebih memprihatinkan lagi wahai kaum muslimin . Allah memuliakannya. niscaya akan masuk Neraka.. Muslim).. Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam barsabda: َ ّ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل ْ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل‬ ‫.meminta jodoh dan lain sebagainya. Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Inilah penyebab utama terjadinya musibah di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita. mengajarkan seluruh nama-nama. niscaya akan masuk Surga. lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.” (HR. Di akhirat kita dimasukkan ke dalam Surga dan di dunia kita akan diberikan kekuasaan. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah.” (An-Nur: 55). Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi..من مات ل يشرك بال شيئا دخ َ الجنة، ومن مات يشرك بال شيئا دخ َ النار‬ “Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun. Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. karena perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar. maka mereka itulah orang-orang yang fasik. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Sebagai firman Allah: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah .

akal kita dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta (dukun). Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan sesembahan. tidak hidup. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya. Ketiga: Syirik adalah kedholiman yang paling besar Yaitu dhalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah). Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. kehidupannya selalu diliputi ketakutan. (Al-Hajj: 31) Kedua: Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik. tukang nujum. Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah). ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. Sebab dia . Syirik juga merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya. Sebab orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk yang merdeka. “barang dagangan” dukun. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka.telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagad raya ini. tidak dapat membuat sesuatu apapun. (Al-Hajj: 20-21) “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolaholah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”. sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. ahli nujum. Jadi dengan adanya mereka. (Berhala-berhala) itu benda mati. Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai Tuhan serta mengambil selainNya sebagai penguasa. Syirik merupakan kedhaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. Allah berfirman: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah. Keempat: Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan mempercayai kebatilan.

Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafa’at di sisi Allah. mintalah dari hartaku sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”. Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran. putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka.menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. Ketujuh: Syirik memecah belah umat “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan Allah. sedang di akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. Allah berfirman: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia.)يا فاطمة بنت محمد، سليني من مالي ما شئت ل أغني عنك من ال شيئا. sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib. )رواه البخاري‬ ً ْ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ َِ ٍ ّ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ِ َ َ “Wahai Fathimah binti Muhammad. Karena itu. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam berkata kepada putrinya: ‫. sehingga mereka meremehkan amal shalih. Tempat kembali mereka adalah Neraka. Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak melakukan perbuatan haram. dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”. (AliImran: 151) Kelima Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara. (HR. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas dirinya. dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan. yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka . Al-Bukhari). (Al-Maidah: 72).

menjadi beberapa golongan.. telah jelas bagi kita bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. Itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan perbuatan syirik.. dari syirik kerusakan dan bahayanya. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه. syirik dapat menghapuskan pahala amal shalih yang kita lakukan. atau menghalangi kita masuk jannah: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah). sanak famili kita.. Agar kehinaan dan kerendahan yang menimpa ummat Islam segera berakhir. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل‬ َ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ ْ ‫. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ ّ ‫ال ْحك ِي ْم ِ.” (AzZumar: 65) .. karena ia adalah dosa yang paling besar.. Karena itu Wahai hamba Allah. Kita harus bersih dari noda syirik. niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Disamping itu. yang beriman . saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ َ ُ َ ِ َ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Kembali pada khutbah yang kedua ini. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman. (Ar Ruum: 31-32) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Dari pembahasan pada khutbah yang pertama tadi.. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ِ ْ َ َ ِ Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah . Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad.ذَن ْب. Marilah kita bertaubat atas segala perbuatan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan kita jauhkan masyarakat di sekitar kita. anggota keluarga kita. Harus selalu takut kita terjerumus kedalamnya. kepada para sahabatnya. agar kehinaan dan kerendahan ummat Islam diganti menjadi kemuliaan.

قال ُوا: وما ال ْت ّقوى؟ قال: أ َن ت َعمل ب ِطاعة الله‬ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫على ن ُور من الله ت َرجو ث َواب الله وأن ت َت ْرك معصي َة الله على ن ُور من الله ت َخاف‬ َ ِ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ْ َ ِ َ َ ُ ْ ِ َ ِ ٍ ْ َ ِ ٍ ْ ‫. tujuan diturunkannya kitab-kitab samawi. maka padamkanlah dengan taqwa”.عقاب الله‬ ِ َ َ ِ “Apabila terjadi fitnah. serta . Ketaatan terbesar yang wajib kita laksanakan adalah tauhid. (dengan) mengharap keridhaanNya. Mereka bertanya: “Apakah taqwa itu?” Beliau menjawab: “Hendak-nya engkau melaksanakan keta’atan kepada Allah.” (Al-Anbiya’: 25) Demikian pula firmanNya: “Alif laam Raa. (inilah) satu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi.5 Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid Oleh: Agus Hasan Bashori Ibadallah ! Saya wasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada saya untuk selalu bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada. di atas cahaya Allah. Dengarkanlah firman Allah: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (hanya) kepadaKu. (karena) takut kepada siksaNya. dan hendaknya engkau meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah. Dan janganlah kita mati melainkan dalam Islam. di atas cahaya Allah.” (Adz-Dzaariyaat: 56) Juga firmanNya: “Dan tidaklah kami mengutus seorang rasulpun sebelummu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Aku. maka beribadahlah kepadaKu. Di antaranya adalah pernyataan Thalq bin Habib: َ ُ ِ َ َ ْ ْ َ َ ‫إ ِذا وقعت ال ْفت ْن َة فأ َطْفئوها بال ْت ّقوى. Tauhid adalah tujuan diciptakannya makhluk. tujuan diutusnya seluruh para rasul. sekaligus juga merupakan pijakan pertama yang harus dilewati oleh orang yang berjalan menuju Rabbnya. sebagaimana kemaksiatan terbesar yang mesti kita hindari adalah syirik. Telah banyak penjelasan yang menerangkan makna taqwa.

Agar kalian jangan beribadah kecuali kepada Allah.” (HR.dijelaskan (makna-maknanya) yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagimu dan bagi kaum Mukminin (laki-laki dan wanita). dari Utsman bin Affan Radhiallaahu anhu . Muslim No. kami petik sebagiannya: ُ ِ ْ ُ َ ً َ َ ِ ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ َِِ َ ْ َ َ َ َ َ ّ َ ‫وعن أبي ذر رضى ال عنه قال: قال النبي صلى ال عليه وسلم يقول ال عز وجل: ومن لقيني بقراب الرض خطايا ل يشرك‬ ُ ُ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ ِ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ ِ َ ْ َ َ . Muslim No.‫بي شيئا لقيته بمثلها مغفرة‬ ً َ ِ ْ َ َ ِْ ِ ِ ُ ُ ْ َ َ ً ْ َ ْ ِ “Dan barangsiapa yang menemuiKu dengan (membawa) dosa sepenuh bumi sekalipun. bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: . namun dia tidak menye-kutukan Aku dengan sesuatu apapun. Bergembiralah dengan nash-nash seperti di bawah ini: ّ َ ِ َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عبادَةْ ب ِن الصامت رضى الله عن ْه قال: سمعت رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ‫وسل ّم يقول: من شهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ ‫َ ن محمدا رسول الله حرم الله عل‬ ُ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . 29) Hadits lain.” Jama’ah sekalian rahimakumullah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira kepada kalian daripadaNya. 25) Demikian juga sabdanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . Muslim No. bila lawan tauhid. yaitu syirik. dimana sudah seharusnya kita benar-benar .” (Hud: 1-2) Allah juga berfirman: ِ َ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ ِ ُ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ْ َ ْ َن‬ ‫فاعلم أ ّه ل إله إل ال واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات‬ “Ketahuilah. juga memiliki banyak bahaya yang mengerikan. maka tidaklah aneh kalau keutamaannya juga demikian besar. pasti Aku akan menemuinya dengan membawa ampunan yang semisal itu. ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah (niscaya) Allah mengharamkan Neraka atasnya (untuk menjilatnya).” (HR. 2687) Demikian pula tidak akan aneh. sedangkan dia menge-tahui bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia (Allah) niscaya akan masuk Jannah.‫ُ َ ي ْه النار‬ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ّ ِ َ ِ Dari Ubadah bin Shamit Radhiallaahu anhu .‫عن عثمان قال: قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من مات وهو يعلم أنه ل إله إل ال دخل الجنة‬ َ َّ ْ َ َ َ ّ ِ َ َ ِ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ َّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dunia. Kalau kedudukan tauhid sedemikian tinggi dan penting di dalam agama ini.” (HR.

Maka merupakan musibah jika seseorang jahil (bodoh) terhadap perkara tauhid dan perkara syirik. apakah dua perkara yang pasti itu?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun. pastilah gugur amal perbuatan yang telah mereka kerjakan. (An-Nisa: 48. Muslim No. Tatkala kita membicarakan masalah syirik. Dan barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu.” (AtTaubah: 17). (sedangkan) mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. dan mereka kekal di dalam Neraka.” (Al-An’am: 88). . Diantara bahaya syirik itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Jabir: ْ َ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫عن جابر رضى ال عنه قال: جاء أعرابي إلى النبي صلى ال عليه وسلم فقال: يا رسول ال ما الموجبتان ؟ فقال: من‬ َّ ِ ّ َ ِ ّ ِ َ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ ِ َ ْ َ .merasa takut terhadapnya. أ َما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ Hadirin jama’ah Jum’at Arsyadakumullah. (HR. Hindu. dan lebih musibah lagi jika seseorang telah mengetahui perkara syirik namun dia tetap melakukannya.‫و ال نسأل أن يرزقنا علما نافعا ورزقا طيبا وعمل متقبل، وصلى ال على َبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين‬ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ََ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ِ ‫ُ ََ ن‬ َّ َ ً ّ َ َ ُ ً َ َ َ ً ّ َ ً ْ ِ َ ً ِ َ ً ْ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل‬ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ه‬ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ ‫إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه، وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل َي ْه وسل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ ‫ُ َ ِ َ َ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ َ َ :‫ت َسل ِما. niscaya dia akan masuk Jannah. Nashrani. Dengan ini hendaklah kita terpacu untuk menam-bah/menuntut ilmu sehingga bisa melaksanakan tauhid dan menjauh dari syirik dan pelakunya. lalu bertanya: “Wahai Rasulullah. 93) Firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) syirik dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki”. .116) Firman Allah: “Dan seandainya mereka berbuat syirik. Budha.‫ما َ ل يشرك بال شيئا دخل الجنة ومن مات يشرك به شيئا دخل النار‬ َ ّ َ َ َ ً ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ‫َ ت‬ “Seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . niscaya dia akan masuk Neraka”. Firman Allah: “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah. janganlah kita menganggap bahwa syirik itu hanya ada di kalangan orang-orang Yahudi. Itulah orang-orang yang sia-sia amalan-amalan mereka.

patung. Inilah yang dapat kami berikan. kuburan. puncak kecintaan. Baik itu kepada para malaikat. Banyak juga kalangan kaum Muslimin yang tertimpa dosa sekaligus penyakit ini. Kalaupun mereka masuk Neraka. bulan. Karena makna atau pengertian syirik adalah: mempersekutukan peribadatan kepada Allah. Baik yang berupa kesehatan. orang shalih. mereka tidak akan kekal di dalamnya. . berkurban. kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jum’at. Saudara-saudaraku fillah. Fa’tabiru ya ulil albab. namun dia berikan kepada selain-Nya.Konghuchu dan lain-lain. Tidak akan diampuni dosanya itu selama ia belum bertaubat. Sedangkan di antara bahaya-bahaya syirik adalah: 1. Segala puji bagi Allah. 2. baik sadar maupun tidak. 6 Urgensi Tauhid Dalam Mengangkat Derajat Dan Martabat Kaum Muslimin Oleh: Andri Sugeng Prayoga Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . sapi dan lain sebagainya. Gugurlah amal perbuatannya. matahari. Diharamkannya Neraka itu bagi kaum Muwahhidin (Ahli Tauhid).. 3. Sedangkan bentuk-bentuk ibadah (yang dipersembah-kan) kepada selain Allah itu bisa berupa: Do’a. puncak rasa takut dan lain-lain. yakni memberikan bentuk-bentuk ibadah yang semestinya hanya dipersembahkan kepada Allah. yang telah mencurahkan kenikmatan dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluk-Nya. Dijanjikannya mereka untuk masuk Jannah. Rabb dan sesembahan sekalian alam. sengaja kami ringkaskan sebagian keutamaan tauhid sebagaimana yang telah dibahas pada khutbah yang pertama: 1. Sedangkan kaum Muslimin sendiri dianggap sudah terbebas dari dosa ini. nabi. 3. Padahal tidaklah demikian. Diberikan kepada mereka ampunan dari segala dosa. 2. 4. nadzar. Syirik adalah perbuatan dzalim yang terbesar.. pada khutbah kedua di sini. Diancamnya orang yang melakukan syirik akbar untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya.

Pengatur. Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah. agar kita selalu meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita. yang melalui perjuangannyalah. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah. sehingga kita terbebas dari kejahiliyahan. dan kehinaan. bukan sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan)Nya dan wahdaniyah (keesaan)Nya dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan sifatNya.. (Az-Zumar: 65-66) Hamba Allah yang beriman . ‘jika kamu mempersekutukan (Tuhan).Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada pemimpin dan uswah kita Nabi Muhammad. niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. amal yang dilandasi dengan syirik akan menyengsarakannya di dunia dan di akhirat. Dan amal yang tidak dilandasi dengan tauhid akan sia-sia. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelum kamu. menurut tuntunan Islam. Karena itu.... Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .” (Luqman: 25). tauhidlah yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti. cahaya Islam ini sampai kepada kita. maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. . para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah. Kaum Jahiliyah Kuno yang dihadapi Rasulullah juga meyakini bahwa pencipta. bahkan mengakui keesaaan dan kemahakuasaan Allah dengan permin-taannya kepada Allah melalui Asma dan sifat-Nya. tidak dikabulkan oleh Allah dan lebih dari itu.

“Ketika ayat ini turun. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan). tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan tidak ada ibadah yang benar kecuali ibadah yang sesuai dengan tuntunan rasul yaitu As-Sunnah.” (AlAn’am: 82) Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan. “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl: 36) Sesungguhnya tauhid tercermin dalam kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” (Luqman: 13) (Muttafaqun alaih). Maknanya. Dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid.)الشرك ل َظُل‬ َ ْ ّ ‫م عظيم{. )متفق عليه‬ ٌ ِ َ ٌ “Yang dimaksud bukan (kedzaliman) itu. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. Mulai Rasul yang pertama. Orang yang mengikrarkannya akan masuk Surga selama tidak dirusak syirik atau kufur akbar. janganlah kamu mempersekutukan Allah. yakni nabi Muhammad n. ‘Wahai anakku. ialah pemurnian ibadah kepada Allah. yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen. tetapi syirik. cinta.” (Adz-Dzariyat: 56). mendapat petunjuk. . mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang. Tidak-kah kalian mendengar nasihat Luqman kepada puteranya. Sebagaimana firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. yang beriman . yang beriman kepada Allah. Nuh. Hakikat Tauhid. Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah. para sahabat merasa sedih dan berat. hingga Rasul terakhir. Sesungguhnya mempersekutukan Allah benarbenar suatu kedzaliman yang besar.. Dari sini lalu timbullah pertanyaan: “Apakah hakikat tauhid itu?” Hamba Allah.. Sebagaimana firman Allah: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik). harap dan takut kepadaNya. Mereka berkata siapa di antara kita yang tidak berlaku dzalim kepada diri sendiri lalu Rasul menjawab: ُ ْ ّ َ ‫ل َي ْس ذَل ِك، إ ِن ّما هو الشرك، أ َل َم ت َسمعوا قول ل ُقمان ل ِب ْن ِه: }يا ب ُن َي ل َ ت ُشرك بالله إ ِن‬ ّ ِ َ َ ْ َ ْ َ ْ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ُ َ ّ ْ ‫.Namun kepercayaan mereka dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat Muslim.

dan (bersaksi pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan Nerakapun benar adanya maka Allah pasti akan memasukkan ke dalam Surga. Al-Bukhari dan Muslim) Maksudnya. At-Tirmidzi dan Adh-Dhiya’.. )رواه البخاري ومسلم‬ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata. utusanNya dan kalimat yang disampaikanNya kepada Maryam serta ruh dari padaNya. seandainya kamu datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh bumi.)والضياء‬ “Hai anak Adam. Jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Hal ini sebagaimana ditegaskan di dalam hadist qudsi.Ayat ini memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengesakan Allah. Jika dia adalah seorang ahli tauhid yang murni dan bersih dari noda-noda syirik serta ikhlas mengucapkan “laa ilaaha illallah” maka tauhid kepada Allah menjadi penyebab utama bagi kebahagiaan dirinya. niscaya aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula. Allah berfirman: ‫يا ابن آدم إنك لو أتيتني بقراب الر ِ خطايا، ثم لقيتني ل تشرك بي شيئا ل َيتك بقرابها مغفرة. Tauhid merupakan sarana paling agung untuk melebur dosa-dosa dan maksiat. )حسن، رواه الترمذي‬ ً َ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ِ َ ُ ْ ‫َ ْ َ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ ْض َ َ َ ُ ّ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ ْ ً َت‬ ‫.” (HR. Mereka itulah yang mendapatkan petunjuk di dunia. Hadist tersebut menegaskan tentang keutamaan tauhid..)الله ال ْجن ّه على ما كان من ال ْعمل. . Hamba Allah yang beriman . Sebagaimana telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan ‘Ubadah bin Ash-Shamit: ‫من شهدَ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، وأ َن عي ْسى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ُ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ‫عبده ورسول ُه وك َل ِمت ُه أ َل ْقاها إلى مريم وروح من ْه، وال ْجن ّة حق والنار حق، أ‬ َِ َ َ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ٌ ِ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ ُ َ ّ دْخل َه‬ ُ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ َ َ ‫.. Orang-orang yang tidak mencampur-adukkan antara keimanan dengan syirik serta menjauhi segala perbuatan syirik. tiada sekutu bagiNya. dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah.. serta menjadi penyebab bagi penghapusan dosa-dosa dan kejahatannya. Tauhid merupakan faktor terpenting bagi kebahagiaan seorang hamba. sedangkan engkau ketika menemuiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun.” (HR. Sekalipun dalam sebagian amal perbuatannya terdapat dosa dan maksiat. hadist hasan). segenap persaksian yang dilakukan oleh seorang Muslim sebagaimana yang terkandung dalam hadist tadi berhak memasukkan dirinya ke Surga. apapun amal yang diperbuatnya. Sungguh mereka akan mendapatkan keamanan yang sempurna dari siksa Allah di akhirat. dan Muham-mad adalah hamba dan utusan-Nya.

Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki. baik secara pribadi maupun jama’ah. Memerdeka-kan fikiran dari berbagai khurofat dan angan-angan yang keliru. At-Tirmidzi. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. pendeta dan thaghut yang menuhankan diri atas hamba-hamba Allah. )رواه الترمذي وقال حسن‬ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ‫. jiwa dan keluarga. ia menyembah tuhan-tuhan yang banyak. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. pada saat lain ia menyembah orang yang mati. niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis. tidak menggantungkan diri kepada Allah. Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. sehingga hati menjadi tentram. Ia akan melakukan apa yang membuatNya ridha. 2.)صحيح‬ Bila kamu meminta maka mintalah kepada Allah. Adapun orang musyrik. kematian dan lainnya menjadi sirna. Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhantuhan dan sesembahan yang banyak. Orang Mukmin menyembah satu Tuhan. ridha atas qadar (ketentuan) Nya. Karena itu ia merasa aman ketika kebanyakan orang merasa ketakutan. Tauhid memberikan nilai Rohani kepada pemilik-nya. Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. Kepada-Nya ia berdo’a dalam keadaan lapang atau sempit. Suatu saat ia menyembah orang yang hidup. 3. Tidak merasa takut kecuali kepada Allah. Di antara buah manis yang didapat adalah: 1. jin. percaya dan tawakal kepadaNya. Dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah. Arah hidup-nya jelas. Memerdekakan hati dari tunduk. sedang tuhan yang lainnya menginginkan ke kiri. Karena jiwanya hanya penuh harap kepada Allah.” (HR. Ketakutan terhadap manusia. ia merasa tenang ketika mereka kalut. ia berkata hadits hasan shahih) . Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar segera dibebaskan darinya. Ia mengetahui apa yang membuatNya ridla dan murka.Jika tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang. sabar atas musibah serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. Syi’ar dan semboyannya adalah sabda Rasul: َ َ َ َ ‫إ ِذا سأ َل ْت فاسأ َل الله، وإ ِذا است َعن ْت فاست َعن بالله. 4. Tauhid memerdekakan manusia dari segala per-budakan dan penghambaan kecuali kepada Alah. Tuhan ini menginginkan ke kanan. menyerah dan menghinakan diri kepada selain Allah Memerdekakan hidup dari kekuasaan Fir’aun. Seorang Mukmin hanya takut kepada Allah.

harap dan takut kepadaNya. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. Karena tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil tuhan-tuhan selain Allah di antara sesama mereka. yaitu: • Tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan. Hakekat Tauhid. 4. Tauhid yang terealisasi dalam hidup seseorang. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ٍ ْ َ ّ ُ ْ ِ َ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ِ َ َِ ْ ُ ََ ْ ِ ‫. cinta. Kembali pada khutbah yang kedua ini. ialah pemurnian ibadah kepada Allah.. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri.5. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Itulah buah manis dari Tauhid yang akan membebaskan pelakunya dari kehinaan dan kesengsaraan dan Tauhidlah yang akan mengembalikan kehormatan Islam dan Muslimin. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad. yaitu: meghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen. .لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan keadilan. َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم. dan menaikkan derajat dan martabat Islam dan Muslimin di atas segala kehinaan yang selama ini dialami oleh kaum Muslimin. 2. فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. akan menghasilkan buah yang sangat manis. Sifat ketuhanan hanya milik Allah satusatunya dan semua manusia wajib beribadah kepadaNya. أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Tauhid menyebabkan pemiliknya dihapuskan dari segala dosa.. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukannya. 3. Segenap manusia adalah hamba Allah dan yang paling mulia di antara mereka adalah Muhammad n kemudian orang yang paling bertaqwa. mengembalikan harga diri dan kemuliaan Islam dan Muslimin. kepada para sahabatnya.

Makna Dan Konsekwensinya Jama’ah Jum’at rahimakumullah Setiap muslim pasti bersaksi. Kaum muslimin rahimakumullah Dari makna di atas bisa dipetik bahwa yang terpenting dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah dua hal yaitu: Bahwa Muhammad itu adalah abdullah (hamba Allah) dan Muhammad itu rasulullah.• • • • Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. Kemudian pula kita memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari kehinaan dan diangkat derajat kita di dunia dan di Akhirat. 7 Syahadat Muhammad Rasulullah. marilah pada kesempatan kali ini kita berdo’a kepada Allah.” (A1 Kahfi. bukan Rabb (Tuhan). 110). mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah. memohon ampunan atas segala dosa syirik yang pernah kita lakukan dan kita memohon agar kita dijauhkan dari segala perbuatan syirik dan pelakupelakunya. tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang benar dari makna syahadat Muhammad Rasulullah. Tauhid memberikan nilai ruhiyah kepada pemiliknya.‫إنما أنا عبد فقولوا عبد ال ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ْ ُْ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ . dan juga tidak semua muslim memahami tuntutan dan konsekuensi dari syahadat tersebut. Makna dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah pengakuan lahir batin dari seorang muslim bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Fenomena inilah yang mendorong khatib untuk menjelaskan makna yang benar dari syahadat Muhammad Rasulullah dan konsekuensinya. . Karena itu. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan persamaan. Abdullah wa Rasuluhu yang diutus untuk semua manusia sebagai penutup rasul-rasul sebelumnya. Dua hal ini merupakan rukun syahadat Muhammad Rasulullah. “Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. yang diwahyukan kepadaku. Syaikh Muhammad bin Shalih A1 Utsaimin menjelaskan: Dalam ayat di atas Allah memerintahkan NabiNya untuk mengumumkan kepada manusia bahwa saya hanyalah seorang hamba sama dengan kalian.

maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya”. wajib kita percayai. tidak melebih-lebihkan beliau dari derajat yang seharusnya sebab beliau hanyalah seorang hamba yang tidak mungkin naik derajatnya menjadi Rabb. seperti munculnya dajjal. begitu juga berita tentang datangnya malaikat maut dalam bentuk manusia kepada Nabi Musa untuk mencabut nyawanya lalu Nabi Musa menamparnya hingga rusak salah satu matanya. Syaikh Al-Utsaimin berkata: Saya hanyalah hamba yakni saya tidak punya hak dalam rububiyah dan juga dalam hal-hal yang menjadi keistimewaan Allah. beribadah dengan syariat yang beliau bawa. (Al-Jin. maka jika Beliau memberitakan berita masa lalu maupun berita masa depan maka berita itu sumbernya adalah wahyu yang kebenarannya tidak boleh ragukan lagi. Muhammad adalah Rasulullah yang diistimewakan dari manusia lainnya dengan wahyu. (HR. "Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan". jangan sekali-kali kita dustakan dengan alasan berita itu bertentangan dengan akal sehat atau bertentangan dengan zaman. Semua berita di atas dan juga berita-berita lain yang berasal dari hadits-hadits shahih. 21). turunnya Nabi Isa. tidak mendustakan. Dari sini termasuk kesesatan jika ada yang ber-isti’anah1. Jama'ah Jum'at rahimakumullah Seorang Muslim yang beriman bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah. Hal hal yang wajib diwujudkan sebagai konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah: 1. memohon kepada Nabi untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat sebab hal itu adalah hak mutlak Allah sebagai Rabb. . tidak menolak apa yang beliau ucapkan maupun yang beliau lakukan. Kemudian syahadat “Muhammad Rasulullah” menuntut kita untuk mengimani risalah yang beliau sampaikan. Membenarkan semua berita yang shahih dari Rasul Allah I. terbitnya matahari dari barat. Kaum muslimin rahimakumullah Keyakinan bahwa Muhammad adalah hamba Allah menuntut kepada kita untuk mendudukkan beliau di tempat yang semestinya. AlBukhari dan Muslim). berita tentang pertanyaan di alam kubur. dituntut untuk mewujudkan beberapa hal sebagai bukti kebenaran keimanannya.“Saya hanya seorang hamba. Adzab dan nikmat kubur. ber-istighatsah2. Di antara berita-berita dari Rasulullah yang wajib kita terima adalah: Berita tentang tandatanda hari kiamat.

Taat dalam perintah dengan menjalankan semua perintahnya. syariat dan wahyu yang Allah turunkan. Kaum muslimin rahimakumullah 2. Sebagian orang menolak perintah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dengan berbagai alasan. semua wajib dijauhi. . larangan memanjangkan kain (sarung atau celana) di bawah mata kaki. sebab yang dilarang Rasulullah juga otomatis dilarang oleh Allah. Mentaati Rasulullah Kaum muslimin rahimakumullah Seorang muslim wajib taat kepada Rasulullah sebagai perwujudan sikap pengakuan terhadap kerasulan Beliau. dan larangan-larangan yang lain. sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. larangan menjual atau membeli di atas penjualan atau pembelian orang lain. larangan melamar di atas lamaran orang lain. Jamaah Jum'at rahimakumullah.2. Termasuk beberapa hal yang sudah diletakkan oleh Rasulullah sebagai rukun. (Al-Nisaa’. di antara perintah Beliau yang wajib kita taati adalah: Perintah mencelupkan lalat yang jatuh dalam minuman atau makanan. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka jauhilah”. sebab Rasulullah tidak memerintahkan dan melarang kecuali dengan perintah. Sisi kedua dari mentaati Rasul adalah menjauhi larangan Rasulullah. Taat kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam mempunyai dua sisi: 1. makan dan minum dengan tangan kanan. “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu. misalnya dia menolak perintah menenggelamkan lalat dengan alasan hal itu menyalahi ilmu kesehatan. larangan makan atau minum dengan bejana emas atau perak. (Al-Hasyr: 7). di antara larangan tersebut: Larangan memakan binatang buas yang bertaring. mengucapkan Basmallah ketika makan. dan perintah itu bersumber dari Rasul sebagai manusia biasa. Konsekuensi yang ketiga: Berhukum kepada sunnah Rasul Allah. 80) Syaikh Abdur Rahman Nasir As Sa'dy berkata: setiap orang yang mentaati Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dalam perintah-perintah dan larangan-larangannya dia telah mentaati Allah. Sikap ini adalah godaan syaitan yang bermuara kepada penolakan terhadap sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . mencuci tangan tiga kali sehabis bangun dari tidur. shalat berjamaah dan lain-lain. syarat dan batasan. larangan menikahi seorang wanita bersama saudara atau bibinya.

“Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". Dan berhukum ini belum dianggap cukup sehingga mereka menerima hukumnya dengan lapang dada. hujan batu. seorang Muslim yang konsekwen dengan syahadatnya dengan lapang dada akan menjadikan sunnah Rasulullah sebagai imamnya. 61) Ibnu Abbas berkata: Hampir saja Allah menghujani kalian dengan batu dari langit. 65).” (An Nisaa'. dan mereka menerima dengan sepenuhnya. Jamaah Jum'at rahimakumullah Haruslah diketahui bahwa sikap penolakan terhadap hukum Rasulullah dalam masalahmasalah ikhtilaf adalah termasuk sifat kaum munafikin. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. Saya berkata: “Rasulullah telah bersabda begini. dia pasti menolak jika diajak untuk merujuk kepada akal. hawa nafsu. maka apa dugaanmu dengan orang yang menentang sabda Rasul dengan ucapan orang yang jauh di bawah derajat keduanya. mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. maupun warisan nenek moyang dalam menetapkan suatu hukum. “Maka demi Tuhanmu. ketenangan jiwa dan kepatuhan lahir batin. lebih-lebih jika terjadi ikhtilaf (perbedaan). pendapat si A/si B.Syahadat Muhammad Rasulullah yang benar akan membawa seorang Muslim kepada kesiapan dan keikhlasan untuk menjadikan sunnah Rasulullah sebagai rujukan. Syaikh As-Sa'dy berkata: Allah bersumpah dengan diriNya yang mulia bahwa mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikan RasulNya sebagai hakim dalam masalah-masalah yang mereka perselisihkan. 8 Dosa Seputar Mayyit Dan Kuburan Oleh: Tedy Haryono . As-Syaikh Al-Utsaimin berkata: “Jika seseorang mengguna-kan ucapan Abu Bakar dan Umar untuk menentang sabda Rasul bisa menyebabkan turunnya siksa. (An Nisaa'. tentu saja dia lebih berhak mendapat siksa. niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangimu dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu”. Lanjut beliau. sedangkan kalian berkata (tapi) Abu Bakar dan Umar berkata begitu”.

menggunduli rambut. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Banyak sekali amalan yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa dengan tidak terasa. ingin berwasiat kepada diri khatib sendiri secara khusus dan kepada jama’ah secara umum. Meratapi Jenazah Kematian pasti akan terjadi pada setiap makhluk yang bernyawa. Misalnya dengan menangis sejadi-jadinya. disamping menunjukkan tidak sabar terhadap musibah. semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam .” (HR. sahabat. Di antaranya adalah: 1. Hadits di atas menerangkan bahwa dosa-dosa kecil dapat dihapus dengan mengerjakan amalan yang baik dan benar. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Khatib berdiri di mimbar ini.(‫اتق ال حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها. Dan Dari Abdullah bin Mas ‘ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan: . memukuli muka sendiri. Ahmad 5/153).Segala puji bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah melimpahkan karunia dan rahmatNya sehingga kita dapat menjalankan salah satu kewajiban yang diwajibkan kepada kaum Muslimin yaitu Shalat Jum’at berjama’ah. jika ditinggal mati oleh orang yang dicintainya adalah meratapi jenazah. jika dosa kecil ditumpuk maka akan menjadi besar seperti gunung. menjambak-jambak atau memotongnya. dengan perbuatan baik niscaya akan menghapuskannya. Nabi Muhamamad Shallallaahu alaihi wa Salam mengecam orang yang melakukan ratapan berlebihan kepada mayit. tidak sengaja atau kita pernah menyaksikan atau melakukannya. Bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : . Shalawat serta salam. berteriak-teriak sekeras-kerasnya. Semua perbuatan tersebut menunjukkan ketidakrelaan terhadap taqdir. )رواه أحمد‬ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. namun yang ditinggal mati apakah bisa bersabar ataukah tidak? Salah satu kemungkinan besar yang dilakukan oleh manusia. Dosa yang sudah berjangkit di kalangan masyarakat ini sangatlah banyak dan juga mereka menganggapnya itu hal biasa dan lumrah. yaitu bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . mengoyak-ngoyak baju. Hal yang demikian tidak bisa ditinggalkan karena gunung yang begitu besar terdiri dari kerikilkerikil kecil. iringilah perbuatan jelek. keluarga dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

.Mencari Berkah di Kuburan Kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia dapat memenuhi hajat. Bersabar dan menerima terhadap musibah adalah lebih baik dan lebih mulia karena semuanya terjadi atas kehendak Allah Subhannahu wa Ta'ala . Padahal mereka meminta tolong kepada Allah dalam setiap shalatnya namun dalam prakteknya mereka meminta realisasinya kepada selain Allah.Menginjak Dan Duduk Di atas Kuburan Ketika mengiring jenazah atau berziarah kubur. Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Hanya kepadaMu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMu-lah kami meminta pertolongan. serta membebaskan manusia dari berbagai kesulitan adalah syirik. Fathul Bary 3/163).” (HR. orang-oarng shalih atau lainnya untuk mendapatkan syafa’at atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup.(3/163 ‫ليس منا من لطم الخدود وشق الجيوب ودعا بدعوى الجاهلية. pemandangan seperti ini sering terlihat di masyarakat. Sedih dan berduka cita atas kepergian orang yang dicintai adalah wajar namun tidak boleh berlebihan sebagaimana hal yang di atas tadi. sehingga disana sini menginjak-injak kuburan dengan tanpa rasa hormat sedikitpun kepada yang sudah meninggal. hal itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kuburan. Abu Hurairah Radhiallaahu anha berkata. sebagian orang ada yang tidak memperhatikan jalan yang mesti dilaluinya. 3. Karena kepercayan ini. Termasuk dalam katagori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal. Al-Bukhari. . Muslim 2/667). )رواه البخاري، انظر فتح الباري‬ ِ ّ ِِ َ ْ َ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ُ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ّ ِ َ ْ َ “Tidak termasuk golongan kami yang menampar pipi. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: .” (HR. Dan ini semua telah digariskan olehNya sehingga manusia tinggal menjalani apa yang sudah menjadi ketentuannya. mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia. padahal Rasullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengancam akan hal yang semacam itu. )رواه مسلم‬ ٍ ْ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ ُ َ ٌ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ‫َ ْ َ ْ ِس َ َ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ٍ َ َ ْ ِ ُ ِ َ َ ُ َ َ َّص‬ “Sungguh seseorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga terbakar bajunya hingga tembus ke kulitnya. 2. merobek-robek baju dan yang meratap dengan ratapan jahiliyah.(2/667 ،‫لن يجل َ أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخل َ إلى جلده خير له من أن يجلس على قبر. baik para nabi.” (Al-Fatihah: 5). Dan yang menunggu pemakaman jenazah dengan seenaknya duduk di atas kuburan.

Sebagian penyembah kuburan ada yang berthawaf (menge-lilingi) kuburan tersebut. mencukur rambutnya di pekuburan dan ada yang membawa buku yang berjudul: Manasikul Hajjil Masyahid” (Tata cara Beribadah Haji di Kuburan Keramat).Sebagian mereka. Jamaah Jum’at Rahimakumullah Mencari berkah di kuburan tidaklah asing bagi sebagian orang lebih-lebih di masa sekarang ini dimana kebutuhan yang penting harus dipenuhi namun jalan untuk mengaisnya sangatlah sulit kemudian mereka memakai jalan pintas yaitu dengan bersemedi dan tafakur di kuburan dengan harapan akan dibukakan jalan baginya. )رواه البخاري‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah niscaya akan masuk kedalam Neraka” (HR. Di antaranya ada yang menyeru: Wahai Muhammad “. digam-pangkan urusannya dan tak jarang di antara mereka yang menyeru: Ya Sayyidy aku datang kepadamu dari negeri yang jauh maka janganlah engkau kecewakan aku “ Dan ada juga yang mengatakan “Ya Sayyidy aku ini adalah hamba yang hina dina dan engkau hamba yang mulia maka sampaikanlah hajat hamba kepada Tuhanmu” Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyem-bah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat mengabulkan (do’a)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhati-kan do’a mereka.(‫من مات وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار. mencium setiap sudutnya ada juga yang mencium pintu gerbang kuburan dan melumuri wajahnya dengan tanah dan debu dari kuburan sebagian ada yang bersujud ketika memandangnya. Al-Bukhari. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman :dalam Surat Al-A’raaf “Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa dengan kamu”. Kemudian ada yang menyebut: “Wahai Syadzali”. Sebagian mereka. sebelum . 8/176). berdiri didepannya dengan penuh khusyu. bahkan membiasakan dan mentradisikan menyebut nama syaikh atau wali tertentu. Kemudian ada yang meminta sembuh dari sakit. Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam besabda: . Dan masih banyak lagi sebutan lainnya.Ahqaf: 5). baik dalam keadaan berdiri maupun duduk atau ketika ditimpa musibah atau kesukaran hidup. (Al-A’raaf: 194).” (Al. mendapatkan keturunan. Ada lagi yang menyebut “Wahai Ali” Yang lainnya menebut: Wahai Syaikh” atau Wahai Syaikh Abdul Qadir Jaelani”. merendahkan diri dan menghinakan diri seraya mengajukan permintaan dan memohon hajat.

wahai saudaraku rahimakumullah. Demikian pula kami wasiatkan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan dan waktu. baik nikmat keimanan. maka sesungguhnya siksaku sangat pedih. Takwa. kesehatan dan keluangan waktu sehingga kita bisa melaksanakan kewajiban kita menunaikan shalat Jum’at. Dan oleh sebab itu kami mengajak saudara-saudara kaum Muslimin untuk bersama-sama meninggalkan hal tersebut dengan penuh keikhlasan kepada Allah. Lalu Ubay berkata “Demikianlah takwa itu” (Tafsir Ibnu Katsir. Dan hendaklah kita berhati-hati agar jangan sampai menjadi orang yang kufur kepada nikmat Allah. jamaah Jum’at yang berbahagia Berdasarkan uraian di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa fitnah kuburan dan mayit telah menjadi tradisi dan adat bagi masyarakat kita sekarang ini. mereka terlebih dahulu menunaikan haji di Tanah Pekuburan Keramat. hal. 55). Dan kita meminta kepada Allah semoga saudara-saudara kita yang masih melakukan hal itu dapat dibukakan pintu hatinya untuk menerima kebenaran.mereka menunaikan ibadah haji ditanah suci Mekkah.” (Ibrahim: 7). berkatalah Umar: “Saya sangat waspada dan hati-hati agar selamat dari duri itu”. sebuah kata yang ringan diucapkan akan tetapi tidak mudah untuk diamalkan. maka berkatalah Ubay: “Pernahkah Anda berjalan di suatu tempat yang banyak durinya?” Kemudian Umar menjawab: “Tentu” maka berkatalah Ubay: “Apakah yang Anda lakukan”. Akhiru da’wana ‘anil hamdu lillahi rabbil ‘alamin. . Allah berfirman: “Jikalau kalian bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. dan jika kalian mengingkari (nikmatKu). 9 Peristiwa Hari Akhir Oleh: Abu Adam Al-Khoyyat (Hartono) Hadirin jamaah shalat Jum’at rahimakumullah Hendaknya seorang Muslim senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmatnikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita semua. Ketahuilah. tatkala Umar bin Khaththab Radhiallaahu anhu bertanya kepada shahabat Ubay bin Ka’ab Radhiallaahu anhu tentang takwa. Juz 1.

Mari kita perhatikan firman Allah dalam surat Al-Haqqah ayat 25-29. alam kubur dan alam akhirat. Hartaku juga sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Na-uzu billahi min dzalik.” (Al-Baraqah:197). dia mengatakan penuh penyesalan: ‘Andai kata saya tidak usah diberi catatan amal ini dan tidak usah tahu apakah hisab (perhitungan) terhadap saya (tentu itu lebih baik bagi saya) dan andaikata saya mati terus dan tidak usah hidup kembali. dan juga dalam ucapan-ucapan kita. Duhai seandainya kematian itu adalah kematian total (tidak usah hidup kembali). kekuasaanku pun telah lenyap dari-padaku”. Tahap-tahap tersebut harus dijalani sampai akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat tempat kita memperhitungkan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia. menangislah mata kita. ash-shirat dan lain sebagainya seakan terasa ringan diucapkan oleh lisan-lisan mereka tanpa makna sama sekali. Manusia setapak demi setapak menjalani tahap kehidupan-nya dari alam kandungan. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. “Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya maka dia berkata. Hendaklah kita bersegera mencari bekal guna menuju pertemuan kita dengan Allah karena kita tidak tahu kapan ajal kita itu datang. dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal. hendaklah hati kita menjadi takut. Akan tetapi bagi orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tatkala disebut kata Neraka. dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah. adzab.Demikianlah takwa yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya yakni agar kita senantiasa waspada dan hati-hati dalam setiap tindakan keseharian kita. Yaitu manakala diberi catatan amalnya di padang pengadilan Allah dari arah tangan kirinya. alam dunia. ketika itulah dia benar-benar menyesal. oleh karena itu janganlah kita berbuat dan berucap kecuali berdasarkan ilmu. “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) dan aku tidak mengetahui apakah hisab (perhitungan amal) terhadap diriku. Dan Allah berfirman: “Dan berbekallah. maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa. Ketahuilah wahai saudaraku rahimakumullah.(Al-Haqqah 25-29) Dalam ayat ini Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz IV hal 501. . Maka tatkala kita mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memberitakan tentang ahwal (keadaan) hari Akhir. menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara.

Bagi kaum beriman yang mengetahui makna yang terkandung dalam ayat tersebut. seakan mereka saat itu sedang merasakan peristiwa yang sangat dahsyat. Allah berfirman: “Dan dengarkanlah pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. Juga Allah berfirman dalam surat Al-Muthaffifin: 4-7. Dan tatkala Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menceritakan hal itu kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha maka berkatalah ia: “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lain?”. “Tidakkah orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. menjadi tergetarlah hatinya. (yaitu) hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam”. Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah. akan menetes air mata mereka.‫ا ْل َمر أ َشدّ من أ َن ي َن ْظُر ب َعضهم إ ِلى ب َعض‬ ْ ْ ِ ُ ْ ٍ ْ . Maka tumbuhlah rasa takut yang amat mendalam kepada Allah kemudian berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang-orang yang celaka seperti ayat di atas. kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta” (Al-Haqqah ayat 30-32). yaitu pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. terisaklah tangis mereka dan keluarlah keringat dingin di tubuh mereka.Coba perhatikan ayat selanjutnya: “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. kemudian Rasulullah berkata: َ ْ ُ ُ ْ َ َ . Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggungjawab-kan diri mereka. َ ُ Dan manusia dibangkitkan dalam keadaan ً ‫( حفاةً عراةً غرل‬mereka tidak ْ ُ َ ُ beralas kaki. begitulah kami akan mengulangnya (mengembalikannya)” (Al-Anbiya:104). itulah hari keluar (dari kubur)” (Qaf: 41-42). sebagaimana firman Allah: “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama. pada hari yang besar. dikembalikan dalam keadaan demikian bercampur dan berkumpul antara laki-laki dan perempuan. Manusia akan dikembalikan secara sempurna tanpa dikurangi sedikitpun. telanjang dan tidak berkhitan).

maka manusia mengeluarkan keringat tergantung amalan-amalan mereka.‫إلى فيه‬ ِ ْ ِ َِ “Matahari akan didekatkan pada hari Kiamat kepada para makhluk sampaisampai jarak matahari di atas kepala mereka hanya satu mil. وأشهد أن ل إله إل ال وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى ال عليه وسلم، أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫ُ ْ ِ ْ َل‬ Dari mimbar Jum’at ini kami sampaikan pula bahwasannya pada hari Akhir nanti matahari akan didekatkan di atas kepala-kepala sehingga bercucuran keringat mereka sehingga sebagian mereka akan tenggelam oleh keringat-keringat mereka sendiri. Dan seandainya ada yang bertanya “bagaimana itu bisa terjadi sedangkan mereka berada pada tempat yang satu?” Maka Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullaah menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut: “Ada sebuah kaidah yang hendaknya kita berpegang kepada kaidah itu. (Q. akan tetapi hal itu tergantung dari apa yang telah mereka perbuat di dunia. mudah-mudahan menjadikan kita semakin takut kepada Allah. ada juga yang sampai pinggangnya dan ada yang ditenggelamkan oleh keringat mereka. dari istrinya dan anak-anaknya. Imam Muslim meriwayatkan dalam hadits yang shahih nomor 2864 dari hadits Al-Miqdad bin AlAswad Radhiallaahu anhu . Sebagaimana firman Allah: “Pada hari ketika manusia lari dari saudara-saudaranya.” Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memberi isyarat dengan tangannya ke mulutnya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang sangat menyibukkan”. dari ibu dan bapaknya.S. من يهلد الل فل مضلل لله وملن‬ ِ ‫يضلل ف َ هادي له.“Perkara pada hari itu lebih keras dari pada sekedar sebagian mereka melihat kepada sebagian lainnya. Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik kepada wanita dan sebaliknya. وأشار رسول ال بيده‬ . yaitu bahwa perkara . berkata: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ َ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ ُّ ُ ْ ُ َ َ ٍ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ْ ّ ‫تدنى الشمس يوم القيامة من الخلق حتى تكون منهم كمقدار ميل، فيكون الناس على قدر أعمالهم في العرق، فمنهم من يكون‬ َْ ُ ِ ِ َ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ََ ً َ ْ ِ ُ َ َ ْ ُ ُ ِ ْ ُ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ‫إلى كعبيه، ومنهم من يكون إلى ركبتيه، ومنهم من يكون إلى حقويه، ومنهم من يلجمه العرق إلجاما.‫أقول قولي هذا وأستغفر ال لي ولكم ولسائر المسلمين، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua ْ َ َ ُ َ ّ ِ ُ َ َ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َّ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ِ ْ َ ْ ََ ُ ُْ ِ َْ َ َ ُ ُ َ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن الحمد ل، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بال من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. sampai seseorang itu lari dari bapak. Abasa: 34-37).” (Hadits shahih riwayat Al-Bukhari nomor 6027 dan Muslih nomor 2859 dari hadits ‘Aisyah Radhiallaahu anha ). ibu dan anak-anak mereka karena takut terhadap keputusan Allah pada hari itu. . Di antara mereka ada yang mengeluarkan keringat sampai mata kakinya dan ada yang sampai lututnya. Demikianlah peristiwa yang amat menakutkan yang akan terjadi di akhirat nanti.

Demikianlah sebagian peristiwa di hari Akhir dan masih banyak lagi peristiwa yang akan kita alami yang hal itu akan menggetarkan hati bagi orang-orang Mukmin dan menjadikan mereka semakin takut kepada Allah. karena perkara tersebut berada diluar jangkauan akal-akal kita. Telah kita sepakati bersama bahwa hanya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah kita dapat selamat dan tidak akan tersesat. Adakah pilihan lain agar kita termasuk dalam orang-orang yang selamat dan agar umat Islam ini memperoleh kejayaan lagi selain mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih? tentu tidak ada. . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . 999). jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya”. Imam Malik meriwayatkan secara mursal. hal. juga hadist ini mempunyai syahid dari hadits jabir telah saya takhrij dalam Silsilah Ahadits As-Shahihah no. Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk menuntut ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah agar kita dapat meghindari dan menolak syubhat di dalam memahami dien Islam ini. wajib bagi kita untuk mengimaninya dan membenarkannya tanpa menanyakan bagaimananya. 10 Antara Sunnah. kita tidak mampu mengetahui dan meng-gambarkannya. dan Al-Hakim dari Hadits Ibnu Abbas dan sanadnya hasan.ghaib. (Hadist Riwayat Malik secara mursal (Al-Muwatha.‫ت َرك ْت في ْك ُم أ َمري ْن ل َن ت َضل ّوا ما ت َمسك ْت ُم ب ِهما، ك ِتاب الله وسن ّة ن َب ِي ّه‬ َ ُ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ِ َ ْ ْ “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara. karena sebenar-benar ucapan adalah Kalamullah. juz 2. 1761). Bidah Dan Taklid Oleh: Iwan Sutedi Ikhwan fillah rahimakumullah. Syaikh Al-Albani mengatakan dalam bukunya At-Tawashshul anwa’uhu wa ahkamuhu. sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sebaik-baik generasi adalah generasi sahabat yang telah Allah puji dan Allah ridhai.

Abu Bakar berkata.” Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda. Di antara ucapan Abu Hanifah: “Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil pendapat kami sebelum dia mengetahui dari mana kami mengambilnya. Terkadang suatu anjuran untuk mengikuti dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah serta memalingkan jiwa dari selain keduanya dianggap sebagai seruan yang mengajak kepada pelecehan pendapat para ulama dan menghalangi untuk mengikuti jejak para ulama atau mengajak untuk menyerang perkataan mereka.” Padahal sudah datang kepada mereka firman Allah dalam surat Allah Hujarat ayat 1: “Hai orang-orang yang beriman. Jika sudah shahih dan jelas maknanya maka tidak boleh berpaling dari hadits tersebut walaupun orang disekeliling kita menyalahi kita.” Firman Allah dalam surat 7 ayat 3: . kini terjebak dalam taklid buta. tetapi kalian mengatakan. Para Imam ulama salaf yang dijadikan panutan umat. Aku mengataklan kepada kalian. maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah keshahihan hadits tersebut kemudian yang kedua adalah maknanya. janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya. “Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit. “Ustadz saya berkata. Umar berkata.” Ibnu Abbas berkata. mencegah para pengikutnya mengikuti pendapat mereka tanpa mengetahui dalilnya. golongan Tha’ifah Manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan) dari Allah.” Sedangkan mayoritas ummat Islam sekarang ini mereka berkata. selama penerapannya juga benar.” Kemudian: “Bila saya telah berkata dengan satu pendapat yang telah menyalahi kitab Allah ta’ala dan sunah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam . Padahal tidak demikian yang dimaksudkan.Suatu kebahagiaan kiranya jikalau kita termasuk dalam golongan yang selamat. Kita tidak boleh mengutamakan pendapat seseorang di atas apa yang telah dibawa oleh beliau dan tidak juga pemikirannya. maka tinggalkanlah pendapatku. siapapun orang tersebut. bahkan harus dibedakan antara mengikuti Nabi semata dengan pelecehan terhadap pendapat para ulama. Ikhwan fillah rahimakumullah Kebanyakan ummat Islam. Apabila seseorang datang kepada kita membawakan suatu hadits.

Bodoh tentang hukum agama dan sumber-sumbernya Adapun sumber-sumber hukum Islam adalah Kitabullah. syaikh-syaikh. 2. 4. bapak-bapak nenek moyang mereka. Maka tidak ada yang mampu untuk menentang dan melawan bi’dah kecuali ilmu dan ulama. yang apabila mereka diseru untuk mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah.” (Al-Jatsiyah: 23). kiyai-kiyai. bi’dah akan mendapatkan kesempatan dan berpeluang besar untuk muncul dan berjaya dan tokoh-tokoh bid’ah bertebaran menyeret umat ke jalan sesat. Apabila ilmu dan ulama telah tiada dengan wafatnya mereka.“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya.” Kemudian salah satu penyakit umat Islam sekarang ini disamping taklid buta adalah banyaknya para pelaku bid’ah. sufiyyah dan quburiyyun (penyembah-penyembah kuburan). mereka menolaknya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padaNya). Mayoritas terdiri dari pengikut sebagian madzhab-madzab. Mengikuti hawa nafsu dalam masalah hukum Yaitu menjadikan hawa nafsu sebagai sumber segalanya dengan menyeret/membawa dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mendukungnya. dalil-dalil tersebut dihukumi dengan hawa nafsunya. Dan di antara sebab-sebab yang membawa terjadinya bid’ah adalah: 1.. “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiar-kan sesat) . Ghuluw (berlebih-lebihan) . Setiap kali zaman berjalan dan manusia bertambah jauh dari ilmu yang haq. Inilah keadaan orang-orang yang fanatik buta pada zaman kita sekarang ini. sunnah RasulNya dan ijma’ dan Qiyas. maka semakin sedikit ilmu dan tersebarlah kebodohan.. Ini adalah perusakan terhadap syari’at dan tujuannya. Fanatik buta terhadap pemikiran-pemikiran orang tertentu Fanatik buta terhadap pemikiran orang-orang tertentu akan memisahkan antara seorang muslim dari dalil dan al-haq. Dan mereka juga menolak apa-apa yang menyelisihi pendapat mereka. 3. Ini adalah pintu dari sekian banyak pintu-pintu masuknya bid’ah ke dalam agama Islam ini. Mereka berhujah dengan madzab-madzab.

para ahlul bid’ah menjadikan kebid’ahan-kebid’ahan yang mereka lakukan sebagai satu amalan ataupun suatu sunnah. Hingga akhirnya mereka sampai pada pendapat bahwa maksiat tidak me-mudharat-kan iman.‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka”. . Seperti perayaanperayaan ulang tahun (maulid) dan mengadakan hari-hari atau minggu-minggu khusus dan perayaan serta peringatan bersejarah (menurut anggapan mereka) seperti: peringatan Maulid Nabi. bagi siapa yang dikehendakiNya . Al-Baghdadi berkata: “Mereka dinamakan Murji’ah karena mereka memisahkan amal dari keimanan. mereka berkata: “Kita tidak menghakimi mereka dan kita kembalikan urusannya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala ”. Nuzulul Qur’an dan yang lainnya adalah meyerupai peringatan-peringatan kaum kuffar.” (An-Nisa’: 48. Mereka berpaling dari ayat-ayat raja’ (pengharapan). Mu’tazilah. (Abu Dawud). yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik.116). Isra’ Mi’raj. Kaum Murji’ah memulai bid’ahnya dalam mensikapi orang-orang yang dizamannya. Tasyabuh dengan kaum kuffar Tasyabbuh (menyerupai) kaum kuffar adalah sebab yang paling menonjol terjatuhnya seorang kedalam bid’ah.” Demikianlah. mereka ghuluw berlebihan dalam memahami ayat-ayat peringatan dan ancaman. sebagaimana tidak berfaedah ketaatan yang disertai kekufuran. 5. sedangkan yang benar-benar sunnah mereka jauhi. janji pengampunan dan taubat sebagaimana Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman. Karena mayoritas dari kalangan kaum Muslimin taqlid kepada kaum kuffar pada amal-amal bid’ah dan syirik. Menolak bid’ah dengan bid’ah yang semisalnya atau bahkan yang lebih rusak Contohnya ialah kaum Murji’ah. 6. Hal ini pulalah yang terjadi di zaman kita sekarang ini. Padahal sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: .Contoh dari point ini adalah madzab khawarij dan syi’ah. Adapun khawarij.. Musyabibhah dan Jahmiyyah. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ ..

Allah Subhannahu wa Ta'ala menceritakan dalam Al-Qur’an tentang Bani Isra’il yang meminta Musa Alaihissalam untuk menjadikan bagi mereka satu ilah dari berhala. maka dia itu tertolak. buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa ilah (berhala)!. Berikut ini ada beberapa sebab yang menunjukkan bahwa taqlid itu mempunyai hubungan yang erat dengan bid’ah.“Barangsiapa mengajarkan suatu amalan yang tidak ada keterangannya dari kami (Rasulullah). Taqlid dan bid’ah merupakan sebab utama tersesatnya umat terdahulu. maka dia tidak lagi dinamakan muqallid. jika dia bersandar pada dalil.” (Hadist riwayat Muslim). niscaya kita lihat bahwa dia tenggelam dalam kebid’ahan. karena taqlid kepada para penyembah berhala yang pernah mereka lewati. kemudian kita pelajari hakekat kebid’ahan niscaya kita tahu bahwa ternyata antara bid’ah dan taqlid mempunyai hubungan yang sangat erat sekali.” (Al. kecuali bagi mereka yang dirahmati oleh Allah ‘Azza wa Jalla. diapun dalam melakukan kebid’ahan tidak berpegang dengan dalil karena kalau berpegang dengan dalil maka ia tidak lagi dinamakan dengan mubtadi’ karena asal bid’ah adalah mengadakan sesuatu hal yang baru tanpa dalil atau nash. Jika kita perhatikan perbuatan bid’ah niscaya kita akan mengetahui bahwa pelakunya adalah seorang muqallid. Muqallid tidak bersandar dengan dalil dan tidak mau melihat dalil. Dan kalau kita melihat seorang muqallid. Ihwan fillah rahimakumullah Oleh karena itu jika kita mempelajari seluk beluk taqlid. FirmanNya: “Dan kami seberangkan Bani Israil keseberang lautan itu.A’raf: 138-139). Taqlid dan bid’ah adalah tempat ketergelinciran yang sangat berbahaya yang menyimpangkan seseorang dari agama dan aqidah. Demikian pula mubtadi’. Bani Israil berkata: “Hai Musa. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Ilah)! “sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. Karena dua hal tersebut akan menjauhkan pelakunya dari nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan sumber kebenaran. maka setelah mereka sampai pada satu kaum yang telah menyembah berhala mereka. Sekalipun Nabi Musa Alaihissalam melarang dan mencerca mereka dan mereka mengetahui bahwa arca itu hanyalah bebatuan yang tidak memberi .

menganugrahkan kekuatan iman dan takwa untuk bisa tetap istiqomah di atas manhaj yang hak dan menjalani sisa hidup di jaman yang penuh fitnah ini dengan bimbingan syari’at Muhammadiyah (syariat yang dibawa oleh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ). Terakhir adalah bagaimana cara kita untuk keluar dari bid’ah ini Jalan keluar dari bid’ah ini telah di gariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam banyak hadits. Kebon Sirih Raya No. Dengan cara ini seorang muslim mampu berpegang teguh dengan agamanya dan bebas dari kotoran yang mencemari dan terhindar dari semua kebid’ahan yang menyesatkan. Hal inilah yang merupakan sebab kesesatan Bani Isra’il dan umat lainnya.manfaat dan mudlarat. .net .id/khutbah . Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahaya taqlid dan hubungannya yang sangat erat dengan kebid’ahan bahkan dengan kesyirikan dan kekufuran. Hal ini disebabkan karena taqlid yang sudah menimpa diri mereka. karena mereka adalah orang yang paling besar cintanya kepada Allah dan RasulNya. tetapi mereka tetap membikin patung anak sapi dan menyembahnya.alsofwah. email : sekretariat@forumzakat. dan paling luas pemahamannya terhadap dua wahyu yang mulia tersebut. paling kuat ittiba’nya. DasarGedung BAZNAS II Lt. Fax : 021 314 8444. paling dalam ilmunya. 57 Jakarta 10340 Telepon : 021 314 8444 . Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua dan kepada saudara-saudara kita yang terjerumus dan bergelimang di dalam kebid’ahan. termasuk sebagian besar ummat Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . Mudah-mudahan pula Allah menambah ilmu kita.or. Amin ya Rabbal Alamin. Dasar Jl. Sumber : www. sampai kita bertemu Allah dengan membawa bekal husnul khatimah. Dan satu di antaranya adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shahih. Gedung BAZNAS II Lt.

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com 11 Gaya Hidup Islami Dan Gaya Hidup Jahili Oleh: Surahmat (Yogyakarta) ّ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ََ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ ََ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ ‫الحمد ل رب العالمين. وأشهد أن ل إله إل ال وحده ل شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم‬ ِ ‫صل وسلم وبارك على محمد عبدك ورسولك، النبي المي وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ََ َ ّ ّ ُ ْ ّ ِ ّ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ ِ ْ َ ٍ ّ َ ُ ََ ْ ِ َ َ ْ َّ َ ّ َ } :،‫فيا أيها المسلمون، اتقوا ال ما استطعتم، واتقوا ال لعلكم تفلحون. قال ال تعالى في القرآن الكريم‬ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َّ َ َ ُ ّ َ ْ ُْ َ َْ َ َ ُ ّ ِ َ ْ ُ ِْ ُ ْ َ ّ َ َ َ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia rahimakumullah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as-sa’adah). Hanya saja masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah berikut ini: Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108). Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar
umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:

‫ل َ ت َقوم الساعة حتى ت َأ ْخذَ أ ُمت ِي ب ِأ َخذ ال ْقرون قب ْل َها شب ْرا‬ ُ ّ َ ُ َ ّ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ً ِ ْ ّ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ َ ِ .‫ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع. فقي ْل: يا رسول الله، ك َفارس والروم‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ِ ِ ْ ّ َ َ ِ َ ُ َ ‫فقال: ومن الناس إ ِل ّ أو‬ َ ،‫لمئ ِك. )رواه البخاري عن أبي هريرة‬ ّ ُ ِ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬

Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).

َ َ َ ْ َ َ َ ّ َ ‫ل َت َت ّب ِعن سن َن من كان قب ْل َك ُم شب ْرا ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع حتى ل َو‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ّ َ ٍ َ ِ ْ ً ِ ْ َ ْ ُ َ َ ‫دَخل ُوا جحر ضب ت َب ِعت ُموهم. قل ْنا: يا رسول الله، ا َل ْي َهود‬ َ ُ ْ ُ ْ ُ ْ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ،‫والن ّصارى. قال: فمن. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري‬ ْ َ َ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬
Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih). Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ .(‫عباس‬
Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu? Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. Tentu saja lingkup pembicaraan tentang tasyabbuh itu masih cukup luas, namun dalam kesempatan yang singkat ini, tetap mewajibkan diri kita agar memprihatinkan kondisi umat kita saat ini. Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka, maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu; mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka- selaras dengan mode pakaian itu. Na’udzubillahi min dzalik. Hadirin, marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:

ٌ َ ِ ْ ُ َ َ ٌ ْ َ ‫صن ْفان من أ َهل النار ل َم أ َرهما؛ قوم معهم سياط ك َأ َذْناب‬ َ ُ َ ْ ِ ّ ِ َ ِ ْ ْ ِ ِ َ ِ َ ‫ال ْب َقر ي َضرب ُون ب ِها الناس، ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت‬ ّ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ َ َ َ َ ْ َ ‫مائ ِل َِت رؤ ِوسهن ك َأ‬ َ ‫ٌ ُ ُ ْ ُ ُ ّ سن ِمة ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ ‫ي َجدْن ري ْحها، وإ ِن ري ْحها ل َت ُوجدُ من مسي ْرة ك َذا وك‬ َ ‫َ َ ذا. )رواه‬ ِ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ ِ َ ِ .(‫مسلم عن أبي هريرة، صحيح‬

Artinya: “Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah z, shahih). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Nah, hadirin rahimakumullah Sebagai penutup khutbah ini saya mengajak kepada kita semua untuk memperhatikan, merenungi dan mentaati sebuah firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. وأ َقم ِ الصل َة.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬

‫21‬
‫‪Tegakkan Sunnah Hapuskan Bid'ah‬‬

Tidak ada lagi jalan hidup yang lebih lurus selain dari pada jalan hidup yang beliau tempuh. Sebab sebuah ajaran tidak dapat disebut Ad-Dien kecuali bila di dalamnya ada kepatuhan pada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan ittiba’ pada apa yang diserukan oleh RasulNya. Dengan berbagai cara tipu muslihat ia mencoba memalingkan mereka dari cahaya ilmu lalu membiarkan mereka tersesat dan kebingungan dalam gelapnya kebodohan.” (Al-Maidah: 50) Namun ternyata iblis -la’natullah ‘alaihi. “Dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah. Kaum Muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Ketahuilah hadirin sekalian bahwa agama Islam pada asalnya sama seperti agama samawiyah lainnya yang diturunkan Allah. sebaik-baik jalan yang mesti dilalui oleh orang-orang shaleh adalah: petunjuk dan jalan yang digariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kepada umatnya.‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ Amma ba’du. bagi orang-orang yang yakin. Dari situlah iblis kemudian memasukkan hal-hal yang secara lahiriah adalah perbuatan baik/amal shaleh ke dalam agama namun sebenarnya ia tidak pernah dituntunkan Allah dan RasulNya.tidak pernah berhenti menyesatkan anak cucu Adam. Dan sebaik-baik petunjuk yang harus ditempuh oleh orang –orang yang mengharapkan kejayaan.‫ْ َ ٍ لى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ‫َ َ َم‬ َ ‫قال ت َعمالى: يما أ َيهما َ المذي ْن ءامن ُموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول‬ َ ّ َ َ ُ ‫ّ ِ َ َ َ م‬ ّ َ َ ِ َ .Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ْ َ ُ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن، أ َحمدُهُ س مب ْحان َه وأ َش مك ُرهُ وأ َت ُموب إ ِل َي ْمه‬ ِ ُ ْ ّ َ ِ ُ َ ِ َ َ ْ ْ َ َ ُ َ ‫وأ َست َغفره. dengannya Allah mengutus para Rasul. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الل مه وأ َش مهد أ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا عب ْ مدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ‫ورسممول ُه، دَعمما إ ِلممى اللممه علممى ب َصممي ْرة فاسممت َجاب لممدَعوت ِه‬ َ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ٍ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ُ ‫الراشممدُون، فصممل َوات اللممه وسممل َمه عل َيممه وعلممى مممن ت َب ِعممه‬ ِ ّ ُ َ َ َ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ْ َ ِ ‫ب ِإ ِحسان إ‬ . Muncullah berbagai keyakinan dan amalan yang tidak pernah diajarkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Lahirlah . yaitu agama yang dibangun di atas dasar ittiba’ (mengikuti) dan kepatuhan pada apa yang disampaikan Allah dan RasulNya. Tidak ada lagi pertunjuk yang lebih baik dari pada petunjuk beliau.

amalan apapun dilemparkan kembali kepada pelakunya. dan jauhilah perkaraperkara yang dibuat-buat (dalam agama). .” (HR. Abu Dawud dan At-Tarmidzi ia katakan hadits hasan shahih) Yang dimaksud dengan bid’ah adalah segala perkara yang dibuat-buat dalam agama yang sama sekali tidak memiliki dasar dalam syari’ah . maka ia akan masuk dalam ancaman Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : . sehingga -berdasarkan hadits ini.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ yang tidak “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dilandasi/sesuai dengan keterangan kami. generasi As-Salafus shalih ridlwanullah ‘alaihim. Hadits yang baru saja kita simak ini merupakan dasar terpenting dalam ajaran Islam. Imam Nawawy menjelaskan bahwa hadits yang mulia ini adalah salah satu hadits penting yang harus dihafal dan digunakan untuk membantah dan membatalkan segala bentuk kemungkaran dalam Islam. maka tidaklah boleh dikerjakan. karena setiap bid’ah itu sesat. beliau bersabda: . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫إ ِن ّه من ي َع مش من ْك ُمم فس مي َرى اخت ِل َف ما ك َث ِي ْمرا، فعل َي ْك ُمم ب ِس من ّت ِي‬ ‫ًم‬ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ً َ َ َ ْ ْ ،‫وسمن ّة ال ْخل َفماء الراشمدي ْن ال ْمهمدي ّي ْن، عضموا عل َي ْهما بالن ّواجمذ‬ ِ ‫ُ َم‬ ِ ِ َ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ‫َ ّ ْ َ َم‬ ُ ‫وإياك ُم ومحدَثات ا ْل‬ ّ . (maka saat itu) ikutilah sunnahku dan sunnah para khulafa’ Ar-rasyiddin yang mendapatkan hidayah.‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ِّ َ “Sesungguhnya barangsiapa yang hidup di antara kalian maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Hadits ini merupakan standar yang harus digunakan untuk mengukur dan menilai sebuah amalan secara lahiriah. Dan barangsiapa yang mencoba melakukan hal ini.i’tiqad dan perbuatan yang tak pernah dikenal oleh generasi terbaik ummat ini. gigitlah (sunnah)dengan gigi-gigi geraham (berpegang teguh).‫من أ َحدَث في أ َمرنا هذا ما ل َي ْس من ْه فهو رد‬ ِ َ ْ ْ َ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam urusan (agama) kami. apa-apa yang tidak ada keterangan darinya maka ia itu tertolak.” (HR. maka ia itu tertolak. Sehingga berdasarkan hadits ini pula perbuatan apa pun yang diada-adakan dalam Islam bila tidak diizinkan oleh Allah dan RasulNya.” Para hamba Allah yang berbahagia. AlBukhari dan Muslim) Dan riwayat Muslim yang lain. bagaimanapun baik dan bergunanya menurut akal kita.

karena Allah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan buat kalian dien kalian. Perbuatan ini akan memberikan kesan bahwa Islam tidaklah pantas menjadi pedoman hidup karena ternyata belum sempurna.” (QS. Disamping itu.Kaum Muslimin yang dirahmati Allah! Sesungguhnya perilaku bid’ah dan segala perilaku yang mengarah pada penambahan terhadap ajaran Islam adalah tindakan kejahatan yang amat sangat nyata. dan telah kucukupkan atas kalian nikmatKu. berdasarkan point pertama maka dampak negatif lain dari perilaku bid’ah adalah bahwa hal ini akan mengotori dan menodai keindahan syari’ah Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . dan telah Aku relakan Islam sebagai agama kalian. Al-Maidah:3) Oleh karena itu. Bila kejahatan bid’ah ini dilakukan maka “kejahatan-kejahatan” lain yang akan muncul. hingga hiduplah bid’ah dan matilah As-Sunnah. karena pelaku bid’ah telah menganggap bahwa agama ini belumlah sempurna sehingga perlu diberikan ajaran-ajaran tambahan agar lebih sempurna.” . apapun yang pada saat itu tidak temasuk dalam Ad-Dien maka hari inipun ia tak dapat dijadikan (sebagai bagian) Ad-Dien. Itulah sebabnya Imam Malik bin Anas rahimahullah pernah berkata: “Barangsiapa yang membuat-buat sebuah bid’ah dalam Islam yang ia anggap baik. Hal ini disebabkan tidak ada satupun bid’ah yang muncul dan menyebar melainkan sebuah sunnah akan mati bersamanya. Perbuatan bid’ah juga akan mengakibatkan terhapusnya dan hilangnya syi’ar-syi’ar As Sunnah dalam kehidupan umat Islam. Ibnu Abbas Rahimahullaah pernah menyinggung hal ini dengan mengatakan: َ َ ‫ما أ َتى على الناس عام إ ِل ّ أ َحدَث ُوا في ْه ب ِدْعة وأ َمات ُوا ف ْ مه ُ من ّة‬ ً ‫َ ً َ َ ْ ِ يم ِ سم‬ ّ َ ِ ِ ْ ْ ٌ َ ِ َ ْ ‫حتى ت َحيا ال‬ . sebab pada dasarnya bid’ah itu tidak akan muncul kecuali bila As-Sunnah telah ditinggalkan. Sahabat Nabi yang mulia. di antaranya: Perilaku bid’ah menunjukkan bahwa pelakunya telah berprasanga buruk (suudhan)terhadap Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya yang telah menetapkan risalah Islam.‫ْ َ ب ِدْعة وت َموت السن ّة‬ ُ ّ ّ َ َ ْ ُ َ ُ َ “Tidaklah datang suatu tahun kepada ummat manusia kecuali mereka membuat-buat sebuah bid’ah di dalamnya dan mematikan As-Sunnah. maka sungguh ia telah menuduh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam telah mengkhianati risalah yang diturunkan Allah padaNya.

Dan tidak ada jalan lain untuk membasmi hal tersebut kecuali dengan mendalami dan melaksanakan sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . ا َل ْمعص مي َة ي ُت َماب من ْه ما‬ ‫َ ْ ِ ُ م ُ ِ َم‬ ‫َ ُ َ ّ م‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ . Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. Kaum Muslimin. Sangat banyak kaum Muslimin yang jatuh dan menjadi korban. dan As-Sunnah yang shahihah adalah “bahtera Nuh”. siapapun yang mengendarainya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam. Hal ini tidaklah mengherankan. Ini adalah salah satu langkah syetan dimana secara bertahap ia membisikkan syubhat-syubhat itu ke dalam amal nyata. “Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. Hingga tepatlah kiranya apa yang dinyatakan oleh Imam Sufyan Ats Tsaury: ‫ا َل ْب ِدْعة أ َحب إ ِل َمى إ ِب ْل ِي ْمس م من ال ْمعص مي َة. karena ketika mereka melakukan bid’ah tersebut maka saat itu mereka tidak memandangnya sebagai sesuatu yang salah.” (Al-An’am: 153) Bid’ah adalah gelombang taufan yang dapat menenggelam-kan siapapun. karena perbuatan maksiat itu (pelakunya) dapat bertaubat (karena bagaimanapun ia meyakini bahwa perbuatannya adalah dosa) sedangkan bid’ah (pelakunya) sulit untuk bertaubat (karena ia melakukannya dengan keyakinan hal itu termasuk ajaran agama.‫وال ْب ِدْعة ل َ ي ُتاب من ْها‬ ُ َ َ ِ ُ َ َ “Bid’ah itu lebih disenangi oleh syaitan dari pada perbuatan maksiat.Tersebarnya bid’ah juga akan menghalangi kaum Muslimin untuk memahami ajaran-ajaran agama mereka yang shahih dan murni. para hamba Allah yang berbahagia! Setiap jalan selain jalan Allah disitu terdapat syetan yang akan selalu mengajak dan menanamkan rasa cinta kepada perilaku bid’ah lalu perlahanlahan menjauhkan kita dari As-Sunnah. baik dengan mengurangi atau menambah i’itiqad maupun amalan yang tak pernah dituntunkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah! Dengan demikian jelaslah sudah bahwa perbuatan bid’ah adalah tindak kejahatan yang sangat nyata terhadap syari’at Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah. bukan dosa). mereka justru meyakininya sebagai sesuatu yang benar dan termasuk dalam ajaran Islam. tidak ada penyelesaian lain kecuali dengan mengembalikan semua perkara kepada hukum Allah dan RasulNya. maka ikutilah ia. karena jalanjalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). syetanpun telah memperoleh kemenangan “peperangan” ini dalam banyak .

‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ . Allah Yang Maha Bijaksana telah menanamkan dalam hati mereka keyakinan akan kesempurnaan Ad-Dien ini. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. selalu memperhatikan perbuatan dan amalnya.” (HR. Waspadailah segala perilaku bid’ah. Muslim) Hendaklah setiap Muslim yang merasa takut kepada Rabb-nya. Marilah kita menanamkan tekad sebesar-besarnya untuk mengkaji. Namun Ahlus Sunnah wal Jama’ah satu-satunya golongan yang selamat dan satu-satunya kelompok yang akan dimenangkan Allah telah menetapkan Kitabullah dan Sunnah RasulNya ke dalam lubuk hati mereka yang paling dalam.kesempatan.‫ي َوم ِ ال ْقيامة ل َ ي ُن ْقص من أ َوزارهم شي ْئا‬ ِ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang mempelopori perbuatan buruk maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakannya hingga hari qiamah tanpa dikurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun. akan kemanakah kakinya melangkah? Karena boleh jadi ia meletakkan kakinya dijalan yang salah tanpa disadari. agar tidak ada lagi bid’ah-bid’ah yang menodai kehidupan kita. yang kecil maupun yang besar dalam Ad-Dien ini karena ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakanya hingga hari Kiamat. أ َقول قوِل ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ . mendalami. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫من سن سن ّة سي ّئ َة كان عل َي ْه وزرها ووزر م من عم مل ب ِه ما إ ِل َمى‬ ‫َ ْ َ ّ ُ ً َ ً َ َ َ ِ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َم م‬ ً َ ْ ِ ِ َ ْ ْ ِ ُ َ . baik ketika seorang hamba meyakini i’tiqad tertentu yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah atau ketika seorang hamba mengerjakan amalan ibadah tertentu yang tidak pernah digariskan dalam risalah Al-Islam. Insya’ Allah. bahwa kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki hanyalah dicapai bila berpegang teguh kepada Wahyu Allah dan Sunnah RasulNya. saya kembali mengulang wasiat untuk selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. Nasihat Allah dan Rasulnya telah tersimpan abadi dalam jiwa-jiwa mereka. melaksanakan dan menda’wakan As-Sunnah disetiap lapangan kehidupan kita. sehingga menghalangi kaum Muslimin untuk meraih kejayaannya. sebab apapun selain keduanya adalah kesesatan dan kebinasaan! Sebab segala kebaikan terdapat dalam ittiba’ kepada kaum salaf dan segala keburukan terdapat dalam perilaku bid’ah kaum Khalaf! Hadirin yang berbahagia dan dirahmati Allah! Akhirnya.

وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫31‬ ‫‪Dahsyatnya Gelombang Penghancur Iman Dan Akhlaq‬‬ ‫‪Oleh: H. قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم.‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن. ث ُمم اعل َمموا‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫فإن الله أ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه ف َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫قال: }إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا صمل ّوا عل َي ْمه‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّ‬ ‫َ َ موا ت َسل ِي ْما{. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ . أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ مموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫قريب.

قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َي ْك ُم رقي ْبا. sekalipun gelombang dahsyat itu telah melanda seluruh dunia‬‬ ‫‪namun pembicaraan hanya sampai pada tarap keluhan para ulama dan‬‬ ‫. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ ال ْقيامة.‪Islam.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار. Gelombang itu pada hakekatnya‬‬ ‫‪lebih ganas dibanding senjata-senjata nuklir yang sering dipersoalkan secara‬‬ ‫‪internasional. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. serta sebagian ilmuwan yang obyektif‬‬ . Hanya saja gelombang dahsyat itu karena sasarannya merusak‬‬ ‫‪akhlaq dan aqidah.‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ُ َ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. sedang yang paling menjunjung tinggi akhlaq dan aqidah‬‬ ‫‪itu adalah Islam. Hingga. maka yang paling prihatin dan menjadi sasaran adalah ummat‬‬ ‫.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫‪Ada gelombang dahsyat yang menimpa ummat Islam sedunia. yaitu‬‬ ‫‪gelombang budaya jahiliyah yang merusak akhlaq dan aqidah manusia yang‬‬ ‫‪disebarkan lewat televisi dan media lainnya. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‪Muslimin yang teguh imannya.

1412H.” Peneliti ini telah mengadakan statistik kumpulan film-film ditayangkan untuk anak-anak sedunia.6% film anak-anak bertemakan seks 27. Bashmat ‘alaa waladi/ tanda-tanda atas anakku. Bukan hanya di Indonesia. dari anak-anak sampai kakek. radio. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan kita agar menjaga diri dan keluarga dari api Neraka.. kekerasan yang Terdapat pula film-film yang menampilkan menganjurkan untuk balas dendam. Firman Allah: . Di antara pengaruh negatif televisi adalah membangkitkan naluri kebinatangan secara dini. Darul Wathan. Dunia Islam seakan menangis menghadapi gelombang dahhsyat itu. di mana sang bintang film menanamkan rasa senang dan membangkitkan syahwat bagi para penonton dengan cara yang sangat fulqar bagi kalangan anak-anak dan remaja itu amat sangat berbahaya. cetakan II. dan visualisasi (penampakan gambar) trik-trik porno. koran..4% film anak-anak tentang menanggulangi kejahatan 15% film anak-anak berkisar sekitar percintaan dalam arti syahwat bukabukaan. Justru mereka tetap menggencarkan program-programnya dengan lebih dahsyat lagi dan lebih meluas lagi jangkauannya. Video dan komputer/ CD telah menjadi sarana penyaluran budaya kaum jahili untuk merusak akhlaq dan aqidah ummat Islam. terutama televisi. VCD/ CD. ia mendapatkan bahwa: • • • yang 29. dan dampak dari itu semua adalah merosotnya akhlak dan kesalahan yang sangat mengerikan yang dirancang untuk menabrak norma-norma masyarakat. memaksa. Hal itu dikuatkan oleh sarjana-sarjana psikologi bahwa berlebihan dalam menonton program-program televisi dan film mengakibatkan kegoncangan jiwa dan cenderung kepada sifat dendam dan merasa puas dengan nilai-nilai yang menyimpang. (Thibah Al-Yahya. Riyadh.nenek. Gambar-gambar yang merusak agama itu bisa disewa di pinggirpinggir jalan atau dibeli di kaki lima dengan harga murah. Belum lagi situs-situs porno di internet. di rumah masingmasing. Jangkauan lebih luas Apa yang dikemukakan oleh peneliti beberapa tahun lalu itu ternyata tidak menjadi peringatan bagi para perusak akhlaq dan aqidah. hal 28). tabloid. dan brutal. majalah. namun di negara-negara lain pun dilanda gelombang dahsyat yang amat merusak ini.dan buku-buku yang merusak akhlak. melalui produksi VCD dan CD yang ditonton oleh masyarakat.Gelombang dahsyat itu tak lain adalah budaya jahiliyah yang disebarkan lewat aneka media massa. Budaya jahiliyah itu jelas akan menjerumuskan manusia ke neraka. Ada sejumlah contoh bagi kita dari pengkajian Charterz (seorang peneliti) yang berharga dalam masalah ini di antaranya ia berkata: “Sesungguhnya pembangkitan syahwat dan penayangan gambar-gambar porno.

gambar-gambar cetak berupa foto. yaitu perilaku. Mereka melarang anak-anaknya menonton televisi karena hampir tidak diperoleh manfaat darinya. . di majlis-majlis ta’lim dan pengajian. Sirkulasi perusakan akhlaq dan aqidah Dengan ramainya lalulintas tayangan yang merusak aqidah dan akhlaq lewat berbagai jalur itu penduduk dunia -dalam pembicaraan ini ummat Islam-dikeroyok oleh syetan-syetan perusak akhlaq dan aqidah dengan aneka bentuk. buku. Sikap Ummat Islam Masyarakat Muslim pun beraneka ragam dalam menghadapi kepungan gelombang dahsyat itu. Mereka merasakan kesulitan dalam mendidikkan anakanaknya. tabloid dsb. kemudian dipraktekkan langsung oleh perusakperusak aqidah dan akhlaq dalam bentuk diri pribadi. Dalam bentuk gambar-gambar budaya jahiliyah. suara. bahkan lebih besar madharatnya. Tayangan. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar.(20191 ‫في مسنده‬ “Tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam maksiat pada Allah Tabaraka wa Ta’ala. ummat Islam didesak dengan aneka budaya yang merusak aqidah dan akhlaq.“Hai orang-orang yang beriman. )رواه أحم مد‬ ‫م‬ ِ ِ ْ َ ْ ِ ٍ ْ ْ َ َ َ َ . yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. film-film di VCD. di antaranya disodorkan lewat televisi. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Bersabda: َ ‫ِ م َ َ َ َم‬ ‫ل َ طاعة ل ِمخل ُوق في معصي َة الله ت َب َمارك وت َع مالى.” (QS At-Tahriim: 6). Sehingga praktek dalam kehidupan sehari-hari yang sudah menyimpang dari akhlaq dan aqidah yang benar itupun mengepung ummat Islam. Kemungkinan. yang keras. dalam Musnadnya nomor 20191). di tempat-tempat pendidikan. Lalu masyarakatpun meniru dan mempraktekkannya. tinggal sebagian pesantrenlah yang relatif lebih aman dibanding pendidikan umum yang lingkungannya sudah tercemar akhlaq buruk. praktek tiruan dari pribadi-pribadi pendukung kemaksiatan itupun diprogramkan pula untuk dipompakan kepada masyarakat dengan aneka cara. bioskop. Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam memperingatkan agar ummat Islam tidak mematuhi suruhan siapapun yang bertentangan dengan aturan Allah swt. gambar. ada yang dengan paksa. dan bacaan yang merusak aqidah dan akhlaq itu telah mengeroyok Muslimin. dan di rumah masing-masing. dari yang sifatnya tontonan sampai praktek paksaan.” ( Hadits Riwayat Ahmad. majalah. Bacaan dan cerita pun demikian. prihatin dengan bersuara lantang di masjid-masjid. misalnya menyeragami para wanita penjaga toko dengan pakaian ala jahiliyah. CD. Sehingga. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Dari sisi lain. Golongan pertama.

di bumi zaman sekarang ini ibarat orang yang sedang dalam keadaan menghindar dari serangan musuh. golongan ketiga --yang ingin jadi pelaku perusak akhlaq dan aqidah itu-. Tanpa disarari mereka secara bersama-sama dengan yang lain telah jauh dari agamanya. Lantas. Lebih menyanjung penyanyi dan penjoget daripada ustadz ataupun kiyai.digabung dengan golongan kedua yang merasa nikmat dengan adanya tayangan maksiat. Entah itu hanya jadi penjoget di belakang penyanyi (namanya penjoget latar). boleh jadi seimbang jumlahnya. atau berperan apa saja. . yang penting bisa tampil. Itu kenyataan. sudah ada yang bertanggung jawab. Sungguh! Golongan kedua. berarti boleh-boleh saja. masyarakat yang juga mengaku Islam. Golongan ketiga. suara penyayi. tukang iklan dan sebagainya lebih dihafal oleh masyarakat daripada Kalamullah. betapa nikmatnya kalau anak-anaknya menjadi pelaku-pelaku yang ditayangkan itu. namun Kalamullah pun sudah banyak tidak didengar. dan serba mewah. Sehingga. apa-apa yang ditayangkan itu sudah lewat sensor. Mereka berangan-angan. Ummat Islam yang biasa-biasa saja sikapnya. maka terkumpullah jumlah mayoritas. Untuk mencapai ke “derajat” itu. mereka berani mengorbankan segalanya termasuk apa yang dimiliki anaknya. ayat-ayat Al-Quran. Sehingga mereka tidak merasa risih apalagi bersalah. Buktinya. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah. Hingga mereka justru mempersiap-kan aneka makanan kecil untuk dinikmati sambil menonton tayangan-tayangan yang merusak namun dianggap nikmat itu. Na’udzubillaah. Hingga Muslimin yang mempertahankan akhlaq dan aqidah justru menjadi minoritas. dan ingin mempraktekkannya dalam kehidupan. Harus mencari tempat perlindungan yang sekira-nya aman dari aneka “peluru” yang ditembakkan. tetapi justru secara kenyataan adalah nyata. Golongan pertama yang ingin mempertahankan akhlaq dan aqidah itu dibanding dengan golongan yang ketiga yang berangan-angan agar anaknya ataupun dirinya jadi perusak akhlaq dan aqidah.Ummat Islam adalah golongan pertama yang ingin mempertahan-kan aqidah dan akhlaq anak-anaknya itu. Syukur-syukur bisa jadi bintang top yang mendapat bayaran besar. kalau bisa agar terkenal. Lebih menghargai bintang film daripada guru ngaji. Fa nastaghfirulaahal ‘adhim. Mereka beranggapan. Yang penting adalah hidup senang. pelawak. banyak duit. Bahkan. kini masyarakat jauh lebih meng-unggulkan pelawak daripada ulama’. Ini sudah bukan rahasia lagi bagi orang yang tahu tentang itu. Sehingga mereka pun terbentuk jiwanya menjadi penggemar tayangan-tayangan itu. Diamdiam masyarakat Muslim yang awam itu justru menikmati aneka tayangan yang sebenarnya merusak akhlaq dan aqidah mereka dengan senang hati. Mereka tidak lagi memikir tentang akhlaq. bukan hanya suara ulama’ yang tak didengar. tapi lebih buruk dari sikap orang awam tersebut di atas. apalagi aqidah. Ungkapan ini secara wajar tampak hiperbol. Dan lebih meniru penjoget daripada imam masjid dan khatib. terlalu didramatisir secara akal.

membolehkan tegaknya dan merajalelanya kebatilan. Dari berakhlaq mulia dan tinggi menjadi masyarakat tak punya filter lagi. Kemudian berakibat tumbuhnya jiwa yang membolehkan kedua-duanya berjalan. merusak akhlaq. Hal itu berlangsung setiap waktu. Yang ditayangkan adalah jenis pencampur adukan yang haq dan yang batil secara terus menerus. apa-apa boleh saja. sehingga dalam tempo sekian tahun. Lalu ditayangkan aneka macam perkataan orang dan berita-berita yang belum tentu mendidik. tumbuh jiwa yang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan . nasihat atau pengajian agama. berubah menjadi manusia yang berfaham menghalalkan segala cara. akibatnya lagi.” (QS AlBaqarah: 42). Sedang program-program televisi adalah menampilkan aneka macam yang campur aduk. Berarti manusia ini telah merubah keadaan dirinya. namun ditayangkan terus menerus. tak sesuai dengan kenyataan. ditayangkan untuk ditonton oleh masyarakat. Ini mengakibatkan dicabutnya ni’mat Allah akibat perubahan tingkah manusia itu sendiri. Kebohongan ini kemudian dilanjutkan dengan acara tentang ajaran kebaikan. akibatnya mempengaruhi manusia untuk tidak menegakkan yang haq/ benar dan menyingkirkan yang batil. merusak aqidah. permissive atau ibahiyah. dari baik menjadi tidak baik. manusia Muslim yang tadinya mampu membedakan yang haq dari yang batil. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala telah melarang pencampur adukan antara yang haq dengan yang batil: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui. yaitu larangan mencampur adukkan antara yang haq (benar) dan yang batil. Masyarakat pun demikian.” (QS Ar-Ra’d/ 13:11). Ada aneka macam kebohongan misalnya iklan-iklan yang sebenarnya bohong. dan akibatnya pula menumbuhkan jiwa yang berpandangan serba boleh. Mencampur kebaikan dengan kebatilan Kenapa masyarakat tidak dapat membedakan kebaikan dan keburukan? Karena “guru utama mereka” adalah televisi.Tayangan-tayangan televisi dan lainnya telah mengakibatkan berubahnya masyarakat secara drastis. Tidak tahu mana yang ma’ruf (baik) dan mana yang munkar (jelek dan dilarang). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. para penonton lebih-lebih anak-anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. dan menganjurkan kesadisan. Sehingga. Bahkan dalam praktek sering mengutamakan yang jelek dan terlarang daripada yang baik dan diperintahkan oleh Allah SWT. Dengan mencampur adukkan antara yang benar dengan yang batil secara terus menerus. Dan terakhir. Munculnya masyarakat permissive itu karena adanya penyingkiran secara sistimatis terhadap aturan yang normal. Lalu ditayangkan film-film porno.

وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َ َ ما َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ عم لى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإن الل مه أ َ‬ ‫َ مرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصمل ّون عل َمى الن ّبمي، يما أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ّ َم يهما َ ال ّمذي ْن‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ م‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. Yaitu proyek mencampur‬‬ ‫‪adukkan antara kebaikan dan keburukan lewat aneka tayangan. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. Apakah upaya‬‬ ‫?‪kita untuk membentengi keimanan kita‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. kalau sudah tidak mampu membedakan mana yang‬‬ ‫‪baik dan mana yang buruk. lantas‬‬ ‫?‪keimanannya di mana‬‬ ‫‪Menipisnya keimanan itulah bencana yang paling parah yang menimpa‬‬ ‫‪ummat Islam dari proyek besar-besaran dan sistimatis serta terus menerus‬‬ ‫‪yang diderakan kepada ummat Islam sedunia. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. Lantas. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ .‫‪mana yang buruk.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. mana yang haq dan mana yang batil. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما.

dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. maka ikutilah dia. tidak puas dengan syariat yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Mereka cenderung untuk menyimpang dari syari’at. M. Joko Winarto ‫ا َل ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ُ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. dan ber-taqwalah kepada Allah. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa” (Al-An’am:153).‫ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ َ ِ َ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Di dalam menjalankan dan menegakkan Islam. dan tabi’it-tab’ien. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Padahal Allah telah berfirman dalam surat Al-An’am 153: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ َ ِ ‫وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Mengapa disaat sekarang ini semakin ngetren.14 Masalah Mengada-ada Dalam Beribadah Oleh: Drs. yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam Al-Qur’an dan Sunah Rasul dan dijelaskan oleh para sahabat. Tapi apa yang terjadi sekarang? Sebagian orang malah membuat syari’at sendiri.” (Al-Hasyr: 7). dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. berbangga-bangga dengan syariat yang diada-adakan dalam beribadah maupun aqidah padahal sudah menjadi ketetapan bahwa cara-cara yang sah untuk menyembah Allah Subhannahu wa Ta'ala telah ditetapkanNya dan telah disampaikan oleh . kita tinggal mengikuti syari’at yang jelas. Ironisnya hal itu justru mereka anggap dan mereka yakini sebagai kebenaran. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ُ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله، ات ّقوا الله حق‬ ِ ِ ْ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ َْ . أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫عب ْدُهُ ورسول ُه. tabi’ien.

sesuatu yang bukan darinya. berbagai macam shalawat yang menyimpang (Shalawat Nariyah. Ya Rabbibil Musthofa . seribu hari dst. ratiban. menanam kepala kerbau guna keselamatan bangunan. Dalam istilah agama mereka telah menjalankan kebid’ahan (sesuatu yang diada-adakan dalam urusan agama). dan setiap kesesatan masuk dalam Neraka” (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi. mencari petunjuk dengan tidur di kuburan. . Nah.(‫ومسلم‬ “Barangsiapa mengada-adakan pada perkara (agama) kami ini.RasulNya. ketujuh. Apakah ini semua sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah? Jawabannya adalah hal-hal tersebut tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dan tidak diperintahkan oleh Allah. menjalankan tirakat. )رواه البخاري‬ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ َ ْ ْ َ . berjanjen. puji-pujian menjelang shalat fardhu. yang tidak ada keterangannya dari kami. dia berkata hadits hasan shahih).. sadranan. sesaji untuk menolak balak. dll). manakib. sedekah bumi. Maka setiap peribadatan dan penetapan hukum haruslah berdasarkan Al-Qur’an atau ketetapan Rasul. )رواه أبو داود والترمذي‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ “Jauhilah perkara-perkara baru. sedekah laut. nujuh bulan (pitonan). Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ٌ َ ‫إ ِياك ُم ومحدَثات ا ْل ُمور فإ ِن ك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ْ ُ ّ ّ . ‫من أ َحدَث في أ َمرنا ما ل َي ْس من ْه فهو رد.(‫وك ُل ضل َل َة في النار. puasa mutih. maka amalan itu tertolak” (Diriwayatkan Muslim). “Barangsiapa melakukan amalan. melakukan penginjakan (pecah telur) pengantin saat dipertemukan. Seseorang tidak boleh menambah-nambahi menurut kemauannya sendiri. keseratus. dan berkecimpung dalam tasawuf. maulidan. nisfu sya’ban. dzikir dengan goyangan dan diiringi rebana. keempat puluh. karena setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. maka ia adalah tertolak” (diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim). Lantas bagaimana dengan sebagian orang yang melaksanakan hal-hal terebut? orang-orang tersebut telah menjalankan hal yang tidak diperintahkan Allah dan tak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . melakukan penerobosan di bawah keranda (mayat) bagi ahli waris. meminta do’a pada isi kubur. sekarang seperti memperingati orang mati (tahlilan) dengan upacara pesta dan bacaan-bacaan tertentu pada waktu-waktu tertentu yakni hari ketiga.

tabi’in. sesat dan tertolak. banyak yang mengikutinya. Demikian uraian singkat tentang hal-hal yang tidak pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kerjakan. Apapun yang tidak sesuai dengan AlQur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah maka wajib ditinggalkan atau ditolak. sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah dengan pemahaman salafus shalih dan juga marilah kita jauhi sikap ikut-ikutan tanpa ilmu ta’ashub dan fanatisme semata-mata. tapi apa yang terjadi di akhirat. tapi sebagian orang menganggap itu adalah suatu amalan ibadah yang berpahala. maka akan menyesal dan rugi sebesar-besarnya di akhirat kelak. . dan tabi’it tabi’in. Penjelasan yang benar dan shahih yaitu berlandaskan Al-Qur’an dan AsSunnah Ash-Shahihah dengan jalan yang shahih pula. Namun bagi mereka yang tetap memegangi ajaran atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan kebenaran Islam. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Oleh karena itu. kesemuanya akan mendapat dan menerima balasan dari Allah. yaitu manhaj salaf yang telah ditempuh oleh generasi awal Islam yakni shahabat. Walaupun di dunia bisa jadi dinilai oleh sesama sebagai orang yang hidup bermasyarakat dan banyak konco-konconya. maka waspadalah. Na’udzubillahi min dzalik. maka ancaman dan kecaman akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Perintah untuk tetap berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah Ash-Shahihah ditegaskan dalam beberapa nash. tetapi senang bila kalian mengikutinya pada sesuatu yang menyia-nyiakan amal-amalmu. kalau kamu sekalian berpegang teguh kepadanya maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya. marilah kita pegang teguh ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ketika berkhutbah pada haji wada’ (perpisahan). kita harus menjaga kemurnian aqidah Islamiyah. beliau menegaskan: “Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah di bumimu ini. hukumnya adalah haram. Apabila seseorang tetap mengikuti ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. setimpal dengan kemaksiatan dan kesesatannya. Oleh karena itu. (Hadits shahih). sehingga tak perlu diragukan lagi. Sesungguhnya aku telah meninggalkan padamu satu perkara. Padahal itu mengada-ada dalam ibadah dan balasannya adalah Neraka. dan banyak pengayomnya.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dari hadits-hadits ini sangat jelas bahwa semua bid’ah pada agama. yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah RasulNya”.

‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه ول َ ن َعب ُدُ إ ِل ّ إ ِياه‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ‬ ‫ون َحن ل َه مخل ِصون. dan mudah-mudahan Allah mengampuni dosa dan‬‬ ‫. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن‬ ‫َ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ون َحن ل َه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ ُ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ‬ ‫تاب ِعون.‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ْ َ ٍ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، صل وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Amin ya Rabbal ‘Alamin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب ّل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه،‬ ‫ُ ِ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم.‪kesalahan kita semua. واعل َموا أ َي ّها َ ال ْمؤمن ُون، أ َن الله ت َعالى صلى على‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ُ ْ َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ َ ّ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ن َب ِي ّه ت َقدي ْما وب َدَأ َ ب ِن َفسه ت َعل ِي ْما، وقال الله عز وجل: إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ ِ ِ ْ ً‬ ‫ِ ْ ِ ً َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‫‪Akhirnya hanya kepada Allah-lah kami bertawakkal. Mudah-mudahan Allah menunjukkan kita semua ke jalan‬‬ ‫‪yang lurus dan yang diridhoiNya. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫وأ َصحابه والتابعين أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ ّ ِ ِ ْ َ جمعي ْن. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله في‬ ‫ِ ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ ِ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ّ ِ َ َ َ َ ُ‬ ‫السر وال ْعل َن، فات ّقوا الله حق ت ُقات ِه وأ َطِي ْعوهُ والرسول ل َعل ّك ُم‬ ‫َ ّ ُ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ت ُفل ِحون. رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن هدانا الله. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ‬ .‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب الدّعوات. أ َما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫ً‬ ‫َ ّ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫فيا عبادَ الله، رحمك ُم الله. dan hanya kepada Allah-lah‬‬ ‫‪kami mohon pertolongan.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه.

iman dan taqwa itulah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia terlebih lagi Insya Allah di akhirat. معاشر ال ْمسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ ِ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ ّ Pada kesempatan yang berbahagia ini. saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada saudara-saudara sekalian. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ 15 Makna Islam Oleh: Abu Abdir Rahman َ َ ُ ّ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدَ الشاك ِري ْن والصل َةُ والسل َم على محمد‬ ٍ ّ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ّ َ َ َ ‫ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن وع‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداه‬ ً َ ْ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ُ َ ُ ً ‫وعمل بسن ّت ِه إلى يوم الدين.” Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 112: Artinya: “(Tidak demikian).‫وا ْل ِب ْت ِعادُ عن الشرك‬ ِ ْ ّ َ َ ِ َ Artinya: “Islam itu ialah berserah diri kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan tunduk dengan melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ً َ ِ .‫رب ّيانا صغارا. أ‬ َِ ِ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛ فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب‬ ِ ِ َ ُ َ ُ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ ّ َ ُ ْ ِ ْ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر‬ َ ِ َ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ّ َ ٌ َ ‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة‬ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ . Untuk itu pada khutbah kali ini mengambil sebuah judul “MAKNA ISLAM” As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”.‫في النار. bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedang ia berbuat kebajikan. marilah kita tingkatkan Islam. iman dan taqwa kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala karena hanya dengan Islam.‫وقنا عذاب النار. berkata: ‫ا ْل ِسل َم هو ا ْل ِست ِسل َم ل ِل ّه بال ّت ْوحيد وا ْل ِن ْقيادُ ل َه بالطاعة‬ ِ َ ّ َ ِ ُ ْ ْ ِ ُ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ْ .maka baginya pahala pada sisi .

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. . Barangsiapa menjalankannya dengan sempurna. maka para ulama’ bersepakat bahwa ia bukan muslim. Allah Ta’ala berfiman dalam surat Ali Imran ayat 19. Mengeluarkan zakat.TuhanNya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan barangsiapa yang meyakini seluruhnya dan ia menelantarkan salah satu darinya selain syahadat maka ia adalah fasiq dan barangsiapa yang beramal hanya sebatas lisannya saja tanpa dibarengi dengan I’tigad. dan barangsiapa yang meninggalkan seluruhnya. َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عب ْد الله ب ْن عمر رضي الله عن ْهما قال: سمعت رسول‬ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ِ َ َ ُ ْ ّ َ ِ ُ ْ ُ ‫الله صلى الله عل َي ْه وسل ّم ي َقول: ب ُن ِي ا ْل ِسل َم على خمس؛‬ َ َ َ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ َ ‫شهادةُ أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ُ َ ن محمدا رسول الله وإ ِقام ِ الصل َة‬ ِ ّ ْ َ َ َ ِ َ ِ . Mendirikan shalat 3. 4. Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah 2.” Adapun sendi-sendi Islam itu ada lima sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Menunaikan ibadah haji 5. Dan barangsiapa mengingkari salah satu dari padanya. maka ia adalah kafir yang nyata.” Inilah sendi-sendi Islam.‫وإ ِي ْتاء الزكاة وحج ال ْب َي ْت وصوم ِ رمضان‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ َ َ ِ َ ّ ْ َ َ ِ Artinya: “Dari Abdillah bin Umar Radhiallaahu anhu Berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Islam itu didirikan atas lima perkara: 1. Berpuasa di bulan Ramadlan. maka ia termasuk muslim yang sempurna imannya. yang menyebabkan seseorang keluar dari lingkaran kekafiran dan yang menyebabkan seseorang masuk Surga dan jauh dari siksa Neraka. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Lima sendi tersebut di atas merupakan rukun Islam. Artinya: “Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah Islam”. maka ia adalah munafiq.

dalam surat Al-Hasyr ayat 7. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam AlQur’an surat Ali-Imran ayat 31. Dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. baik dari segi aqidah maupun ibadah.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa melakukan suatu amal. maka tak akan diterima daripadanya di sisi Allah dan ia kelak di akhirat termasuk di antara orang-orang yang merugi. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam hadist yang shahih: . maka sekali-kali tidak akan diterima daripadanya. bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang diterima di sisiNya dari seseorang selain Islam. sedang ia di akhirat kelak termasuk golongan orang yang merugi. baru akan diterima di sisi Allah apabila hal itu sesuai dengan apa-apa yang telah diajarkan oleh Allah kepada RasulNya. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 85. bahwa apa saja yang berhubungan dengan syariat.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Artinya: “Apa yang diberikan oleh rasul maka terimalah ia. Artinya: “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Maka barang siapa menganut suatu agama selain syari’at nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam setelah diutusnya beliau. yang tidak didasari keterangan kami.” Allah maha Pengampun lagi Maha penyayang. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Yakni barangsiapa menjalankan agama selain apa yang disyari’atkan oleh Allah kepada RasulNya.” Dan Allah Ta’ala telah berfirman pula.Maksud dari ayat di atas. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya. Berdasarkan hadist di atas telah jelas sekali bagi para hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir. maka agama itu tidak di terima di sisi Allah Subhannahu wa Ta'ala . maka ia adalah tertolak”. Artinya: “katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku.

adalah agama yang benar di sisi Allah dan selainnya adalah batil Dan kita meyakini. Sebagaimana yang tersebut di dalam hadist yang shahih bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ِ ‫عن أ َبي هري ْرةَ رضي الله عن ْه عن رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ُ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫وسل ّم أ َن ّه قال: وال ّذي ن َفس محمد بيده ل َ يسمع بي أ‬ ‫َ ْ َ ُ ِ ْ حدٌ من‬ ِ ِ َ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ‫هذه ا ْل ُمة ي َهودي ول َ ن َصران ِي ث ُم ي َموت ول َم ي ُؤمن بال‬ ‫ّ ّ ُ ْ ُ َ ْ ْ ِ ُ ِ ذي‬ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ ِ ّ َ ‫أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ (‫َ َ ِ ْ صحاب النار. أ َما ب َعد؛ معاشر ال‬ . yang mana ia adalah penyempurna bagi syari’at sebelumnya. Islam dipandang dari segi khusus. kemudian meninggal sementara ia belum mau beriman kepada apa yang aku bawa. baik itu kaum Yahudi atau kaum Nasrani. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ َ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu . bahwa Islam adalah agama yang . maka ia kafir. bahwa sejak rasul yang pertama sampai hari akhir nanti.‫الرحي ْم‬ ُ ِ ّ Khutbah Kedua َ َ ُ ِ ْ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه رب العال َمي ْن، وب ِه ن َست َعي ْن على أ ُمور الدّن ْيا والدّي ْن‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ِ ‍ ْ َ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ َ َ َ َ ُ ّ ‫والصل َةُ والسل َم على سي ّد ال ْمرسل ِي ْن وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ِ َ َ ْ ُ ّ َ َ ْ ‫أ َجمعي ْن. karena itu mereka disebut Al-Muslimun. melainkan ia akan menjadi penghuni Neraka. dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. maka barangsiapa dari ummat manusia. bahwa sejak diutusnya Rasul yang terakhir. tidaklah seseorang mendengar tentang aku dari umat ini.Bila dipandang dari sejak syari’at di turunkan sampai hari akhir nanti. yaitu: 1. syari’at mereka adalah Islam yang berarti. Islam dipandang dari segi umum 2. beliau bersabda: “Demi dzat yang diri Muhammad berada di tanganNya.” (hadits Muslim) ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ا ِن ّه هو ال ْغفور‬ ِ ْ َ ُ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . maka Islam itu dapat dibagi dua.‫ْ ُ َ َ ِ َ مسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ َ ِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ّ Kita harus yakin bahwa Islam. serta menjadi penutup bagi segenap rasul. yang tidak beriman kepada Nabi Muhammadsaw . tunduk beribadah hanya kepada Allah semata. Islam dipandang dari segi khusus Islam dipandang dari segi umum.

َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Sebagaimana telah tersebut dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 3: Artinya: “Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kamu agamamu. dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ َ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ‫قريب. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Itulah Islam. dan telah ku-ridlai Islam itu jadi agama bagimu”.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ . Allah telah memberi kabar kepada nabiNya dan kepada seluruh kaum mu’minin.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ .telah sempurna. Dengan keputusan Allah ini. dan bagi kaum mukminin. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ِ ّ َ َ َ َ َ ُ ّ َ ِ ّ ِ ً َ َ ِ ُ َ َ ٌ َ َ . sekaligus merupakan keme-nangan bagi kaum mu’minim dan merupakan kesempurnaan dalam beragama. Semoga Allah selalu membimbing kita semua ke jalan yang diridhaiNya. Maka selesailah tugas Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam mengemban tugasnya dalam menyampaikan agama. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. mereka tidak butuh lagi pengurangan ataupun penambahan selamanya. bahwa Ia (Allah) telah menyempurnakan bagi mereka Islam sebagai agama. ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن‬ َ َ َ ٍ ْ ،‫واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ ‫عذاب النار. الل ّهم أ َحينا على ا ْلسل َم وأ‬ َ َ َ ِ َ َ َ ِ ْ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ ‫ِ َ مت ْنا على ا ْل ِي ْمان. الل ّهم‬ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ‫أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ َ ‫اجت ِناب َه.‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Amin.

benar. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. da’wah kepada kebaikan‬‬ ‫‪amar ma’ruf dan nahi munkar.‪manusia‬‬ ‫:‪Mengapa jihad merupakan keharusan yang mutlak. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. Sebabnya adalah‬‬ ‫. tanpa itu semua maka hancurlah kehidupan‬‬ ‫. seimbang dan bijaksana‬‬ ‫)4-3 :‪tidak cacat sedikitpun. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. Allah menciptakan alam dengan hak. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. Seperti firman Allah dalam (QS: 67 Al-Mulk‬‬ . Tanpa perjuangan yang‬‬ ‫.‫61‬ ‫‪Jihad Adalah Jalan Yang Selamat‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.‬ ‫.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ي ي ييي ي يي ي ي ييي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ييييي يي ي ي ي ييي ي ي ي يي‬ ‫ييي‬ ‫ي ييي‬ ‫يي‬ ‫ييي‬ ‫يي ييي يي ييي‬ ‫ي ي ييي ي ي ييي ي يييييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي يييي ي يي يي‬ ‫يي‬ ‫ي ي ي ي ي يي ي يي‬ ‫ي ي ي ي يي ي ي‬ ‫ي ي ي يي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي ييي ي ي يييي ي ي ييي ي ييي‬ ‫يييي يي يي يييي ييي يي ييي ي يي يي‬ ‫يي ي ي يييي يي ي يي ي يي ي ي ييي ييي ي ي ييي يي ي ي ي يي ي ي ي يي‬ ‫ي ي.‪sesungguhnya tanpa menegakkan agama Allah. Itulah satu-satunya jalan hidup yang selamat.‪Sidang Jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah adalah satu keharusan‬‬ ‫‪mutlak. adil. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سديدا.‪1. ي ي ي ي ي ي يي ي ي ي ي ي ي ي ي يي‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ي يي ي‬ ‫ي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ييي ي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ي ي يي‬ ‫يي يي‬ ‫ي يييي يي يييي يييي‬ ‫ييي‬ ‫ي ي ي يي يي ي‬ ‫ي ي ي ي.

Maka . 3. 4. Dalam firman Allah (QS AsySyams 91: 8) Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya”. pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi. dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hambahambaMu yang ikhlas”. bahkan mereka membuat kerusakan dan kedhaliman. Maka perjuangan dan pengorbanan untuk terus membersih-kan hati atau jiwa mutlak diperlukan demi keberuntungan dan keselamatan kita. Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keluh kesah. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan penolong. Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan (QS As-Syams 91: 9-10) Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. namun Allah juga meluluskan permintaan syetan untuk terus menggelar operasinya bersama bala tentara kuffar. Allah menurunkan syariat Islam kepada para rasulNya. Ingatlah.Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. musuh dari orangorang yang berdosa. dan manusia dijadikan bersifat lemah. Qadrat dan Tabiat insan yang lemah. yang artinya: “Dan seperti itulah. sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan. padahal tugasnya adalah berat sebagai khalifah di bumi dan sebagai pengemban amanah/syariat Allah. telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi. bahkan bila diingatkan mereka membantah: Firman Allah (Al-Baqarah: 11-12) Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. sebagaimana kenyataan firman Allah (QS An-Nisaa’ 4: 28) Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (AlMulk: 3) Namun tidak semua manusia menyadari dan berpegang pada keadilan dan kemaslahatan itu. Allah menciptakan manusia dengan dua potensi. (QS Al-Furqan 25: 31) “Iblis berkata: “Ya Tuhanku. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. (Al-Baqarah: 11-12) 2. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala . Allah melindungi dan menjaga dari gangguan dan godaan mereka. oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat. tetapi mereka tidak sadar. yang terus menentang dan memusuhi orang mukmin. (QS Al-Hijr 15: 39-40) Namun bagi umat Islam kaum beriman yang mukhlisin. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. setiap kita dibekali potensi fujur (berbuat jahat) dan potensi taqwa (berbuat ta’at). Maka lihatlah berulang-ulang. muslim karena kebusukan hati kaum kuffar.

tabiat manusia yang jahat. mendidik diri dan kesiapan serta keteguhan hidup seperti pengalaman dan mental serta keteguhan hidup para generasi pendahulunya. Kurnia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (Al-Baqarah: 214) Hadirin sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Jadi alasan dan penyebab kita harus berjuang dan berjihad adalah kerena kedhaliman orang kafir. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر اللممه‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ .‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ْ ِ ِ َ ُ ‫الله فل َ مضل َ مه‬ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ّ ْ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفره‬ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ ُ . syetan dan bala tentaranya. Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menguji keseriusan dan kesungguhan kaum mukminin sebagai umat yang betul betul menegakan kebenaran Al-Haq dengan sesungguhnya sabar. (QS: 3 Ali-‘Imran: 142) Artinya: Apakah kamu mengira akan masuk surga.berjuang. qudrot yang lemah dan Allah akan menguji kesungguhan orang beriman yang menghendaki kemuliaan dan mewaspadai rongrongan Yahudi dan kaum kuffar. sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. 6. perjuangan dan pengorbanan sehingga membentuk diri. Rahmat Allah dan FadhilahNya bagi umat Islam dalam firmanNya (QS: 10 Yunus: 57-58) Artinya: Hai manusia. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah. 5. padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu. guna melatih diri dan menepis kelemahan itu. yaitu Rasulullah dan para shahabatnya: Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala (QS:2 Al-Baqarah: 214) Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga.‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ٍ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م‬ ِ . berkorban dan jihad adalah mutlak suatu keharusan. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya. dan belum nyata orang-orang yang sabar. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. hendaklah dengan itu mereka bergembira. Sebab generasi ini harus di tempa dengan ujian demi ujian.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك ا‬ َ َ ْ (‫َ ضعف ال ِي ْمان )رواه مسلم‬ ُ َ ْ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran. Memerangi tipu daya syetan yang mengobarkan nafsu maksiat dan membangkang karena godaan syetan itu.” (HR. 2. Mencari ilmu syar’i. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Bagaimana kita melaksanakan jihad: Pertama: Jihad terhadap diri sendiri. Kedua: Jihad terhadap syetan. karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. والص مل َةُ والس مل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. menegakkan tauhid dengan amal shalih. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورس مول ُه. 3. Dalam Surat Faathir ayat 6 disebutkan: Artinya: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu. masyarakat maupun bangsa sesuai dengan kemampuan masing-masing. dengan cara: 1. dan jika tidak mampu (juga).َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. maka hendaklah ia merubahnya dengan hatinya(membencinya). Allah berfirman dalam (QS: Al-Anfaal: 25) . Jihad mengamalkan ilmu tersebut. Muslim). 2. Memerangi subhat dan keragu-raguan Iman yang dipicu dan didorong oleh syetan. dan jika tidak mampu maka hendaklah merubahnya dengan lisannya. maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. bid’ah dan kemungkaran bersama pihak yang bertanggung jawab di dalam keluarga. sebab kejahatan itu cepat menjalar. maka anggaplah ia musuh(mu). sebab ilmu ini adalah petunjuk dan arah kebenaran kita. dan itu adalah selemah-lemahnya iman. (Faathir: 6) Ketiga: Jihad mengubah kedhaliman. Jihad menyampaikan ilmu dengan berda’wah (amar ma’ruf nahi munkar) 4. Hadirin rahimakumullah! Barsegeralah dalam beramal ma’ruf nahi munkar. yaitu dengan: 1. Jihad dengan bersabar menanggung resiko da’wah dengan menekan hawa nafsu sendiri.

Jihad dengan lisan dan tulisan. فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُِم واسأ‬ َ َ ْ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه‬ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ‫يعطك ُم ول َذك ْر الله أ‬ . Jihad dengan jiwa di saat musuh telah membahayakan kesela-matan umat Islam demi tetap tegaknya dienul Islam. 3. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (Al-Hajj: 78). Hati yang berlepas diri.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ ْ ِ ْ ُ 17 Shalat Sebagai Kewajiban Orang Muslim . الل ّهم اغفر‬ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ ‫ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم‬ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫وا ْل َموات. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ‬ َ ْ ْ ْ َ َ ْ ْ ْ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهم‬ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ‫وآمن ْهم في أ َو‬ ‫َ ِ ُ ْ ِ ْ ْ طان ِهم. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ َ ِ . Semoga Allah mengkaruniai kita kekuatan dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarkan kesejahteraan bagi segenap ummat manusia. الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ْ ً ِ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ‫محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْد‬ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫مجي ْد. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. (Al-Anfaal: 25) Keempat: Jihad mempertahankan umat Islam dari serangan orang kafir dan munafiq dengan : 1. Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah degnan jihad yang sebenarbenarnya. 4. tidak mencintai dan tidak membantu kekufuran mereka. 2. membantu persiapan dan kelancaran menegakkan kalimat Allah yaitu Agama Islam. الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما‬ ّ ّ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ‫ل َم ن َعل َم. Amin. Jihad dengan harta. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫ال ْقربى وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل‬ ‫ْ َ ك ُم‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫ت َذَك ّرون. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam (surat Al-Hajj: 78). untuk menyeru mereka kepada keselamatan di dunia dan akhirat.Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

karena sebaik-baik bekal adalah taqwa. Seperti firman Allah: Artinya: “Dan berbekallah kalian.‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ َ ّ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. sebab urusan ukrawi adalah lebih penting. Pada kesempatan yang berbahagia ini. Kehidupan dunia terbatas oleh usia dan waktu dan kelak pada saatnya kita akan kembali ke alam yang tiada terbatas waktu. ق مال ت َع ما‬ َ َ ِ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َ م لى: ي َ ما‬ ‫م‬ َ َ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنتمم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ ُ َ ِ ‫َ َ ّ َم‬ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون.Oleh: Mursyidi ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه. yaitu dengan memperbanyak amal ibadah kita sebagai bekal untuk menghadap Illahi Rabbul Jalil. الل ّهم صل وسل‬ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ م‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وم من ت َب ِعه مم ب ِإ ِحس مان إ ِل َ مى‬ ‫ْ َم ٍ م‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . وأ َشمهد أ‬ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه. dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang menggunakan akalnya.” Kaum Muslimin Rahimakumullah Kita hidup bukanlah semata-mata mementingkan urusan dunia.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Kaum Muslimin Rahimakumullah. khususnya diri saya pribadi untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ِ ِ َ ‫ورسول‬ َ َ ُ . saya mengajak kaum muslimin. Sebaliknya kebahagiaan akhirat tidak . قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ ُ ُ َ ْ ُ ْ ْ ّ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ً َ ‫َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم‬ َ ‫ون ِسآءً وا ٍت ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب مه وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. baik berwujud materi kebendaan maupun yang hanya dirasakan oleh perasaan batin. karena amal perbuatan tersebut merupakan tabungan akhirat. ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫م‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ‫سدي ْدا. يما أ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ّ َ ُ َ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. Kebahagiaan dunia dapat diperoleh melalui keuletan berusaha dan dapat dinikmati hasilnya selagi hidup. Semua amal perbuatan kita selama di dunia akan diminta pertanggungjawabannya. Serta melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya.

nampak sekarang. Karena dengan shalatlah kita coba mendekatkan diri dan selalu mengingat Allah.” (Maryam: 59). ia tinggalkan semua urusan dunia untuk sujud menghadap Illahi. kita diwajibkan oleh Allah untuk men-dirikan shalat dengan tujuan mengingatNya. Suara adzan dianggapnya sebagai suara yang biasa. Apabila suara adzan masuk ke dalam hati orang yang benar-benar beriman. kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Dirikanlah shalat untuk mengingatku.” Dari ayat di atas. terbayang segala ke Maha Besaran dan ke Maha Kuasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala. tanpa memberikan kesan dan bekas sedikitpun juga pada dirinya. yang telah menjadikan dirinya dari segumpal darah dan daging hingga menjadi manusia. Begitulah hati orang yang sudah tertutup dari Inayah dan Hidayah Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫أ َقي ْموا الصل َةَ ل ِذك ْري‬ ْ ِ ِ ُ ِ ّ . ia penuhi panggilan dari Allah. dan inipun adalah kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim. dalam keseharian kita. Bila suara adzan bergema. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. dan yang demikian itulah yang lurus. gema adzan tak sedikitpun mengetuk hatinya untuk memenuhi panggilan Allah. mata hatinya sudah buta dengan seruan adzan. Ibarat kata. Berbeda sekali dengan orang yang jauh dari hidayah dan taufik Allah Subhannahu wa Ta'ala . namun dapat dicapai dengan jalan mengikhlaskan diri dalam Ibadat khusu’ dalam shalat serta menjauhi semua yang dibenci oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . spontan hatinya akan gemetar dan takut. bukan saja orang yang memamerkan kekayaan. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan. membahana membelah dunia untuk menyeru manusia memenuhi panggilan Illahi. Tetapi juga orang yang tidak mengerjakan shalatpun bisa dikatakan orang yang paling sombong. bukan pula orang yang membanggakan jabatan dan sebagainya. Mengapa tidak? Bukankah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Telinganya sudah tuli dengan panggilan Allah. Maka dengan hati yang penuh takut dan ikhlas. masuk telinga kiri keluar telinga kanan. .” (Al-Bayyinah: 5). Orang yang sombong. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Dan tidaklah mereka disuruh.

)متفق عليه‬ َ َ َ Artinya: “Apakah pendapat kamu. maka merupakan kewajiban kita untuk mengabdi dan menyembah hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sedangkan mengingat Allah amat besar (manfaatnya) Allah tahu apa yang kamu perbuat. Bahkan mungkin orang itupun tahu shalat itu bisa mencegah dari kejahatan dan kemungkaran. Tetapi sayang mereka tidak pandai bersyukur kepada Allah atas segala rahmatNya.” (Muttafaq ‘alaih). Pada suatu hari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bertanya pada sahabat-sahabatnya: ‫أ َرأ َي ْت ُم ل َو أ َن ن َهرا ب ِباب أ َحدك ُم ي َغت َسل من ْه ك ُل ي َوم ٍ خمس‬ ُ ِ ُ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ ْ ّ ً ْ ّ ْ ْ َ َ ْ ‫مرات هل ي َب ْقى من دَرن ِه شيء؟ قال ُوا: ل َ ي َب‬ َ ٌ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ٍ ّ َ ‫قى من دَرن ِه‬ ِ َ ْ ِ ْ َ َ َ ٌ ْ َ ُ َ َ ‫شيء. tidak meluangkan waktu bersujud menghadapNya.” (Luqman: 4-5). Kaum muslimin rahimakumullah . Terkadang orang yang tidak mengerjakan shalat itu bukan tidak tahu. Manusia memang sungguh pandai. mereka dapat men-jadikan baja yang tenggelam. bahwa shalat adalah tiang agama. Beliau bersabda: “Maka begitu juga perumpamaan shalat lima waktu. merekalah orang-orang yang berjalan di atas pimpinan Tuhan. menunaikan zakat dan yakin terhadap adanya akhirat. Adakah tinggal olehnya kotoran?” Serentak sahabat menjawab: “Tidak ada.” Firman Allah pula: Artinya: “Yang mendirikan sembahyang. . Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Sungguh shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. merekalah orang yang jaya.Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Tidakkah Aku jadikan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembahKu” (Adz-Dzariyat: 7). menjadi sebuah kapal yang sanggup membawa barang-barang yang berat. apabila di muka pintu salah satu rumah kamu ada satu sungai yang kamu mandi padanya tiap hari lima kali. Merekapun sanggup membikin baja yang berat menjadi sebuah pesawat yang dapat terbang kesana-kemari. Dengan menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam sebagai tanda pengabdian kita kepada Allah Al-Khalik. Berdasarkan ayat di atas. Ya Rasulallah”. قال: فذَل ِك مث َل الصل َوات ال ْخمس، ي َمحو الله ب ِهن‬ ِ َ ّ ُ ْ ّ ِ ُ ِ ْ َ . dengan itu Allah menghapus kesalahan.(‫ال ْخطايا.

والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. Mudah-mudahan kita kaum muslimin. Kitapun hendaknya selalu memohon kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala agar anak-cucu kita menjadi orang-orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat. Ya robbal alamin. tetap mendirikan shalat dan janganlah kiranya mereka kelak menjadi orangorang yang hanya menurutkan hawa nafsunya belaka. tetapi dengan akal mereka yang licik. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. menyia-nyiakan amanat adalah perbuatan dosa. ْ َ ‫جعل َنا الله وإ ِياك ُم من ال ْفائ ِزي ْن والمن ِي ْن وأ َدْخل َنا وإ ِي ّا ُكم في‬ َ َ َ ِ ّ َ ُ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ْ ِ َ ‫عباده الصال ِحين، وقل رب ا ِغفر وارحم وأ‬ .‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ . Maka hendaklah kita jaga anak serta keluarga kita. hendaknya kita merasa khawatir kalau-kalau kita kelak menjadi orang-orang yang menyia-nyiakan shalat. mereka ciptakan kita lupa shalat. Amin.” Dari ayat-ayat di atas kita dapat mengambil pelajaran. selalu diberi Allah petunjuk untuk mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Peliharlah dirimu dan keluargamu dari api Neraka. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ .َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Sekali lagi marilah kita lebih meningkatkan ibadah shalat dengan mengajak anak cucu dengan segenap keluarga agar kita termasuk orang yang memperoleh janji Allah yakni kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Mereka harus berfikir seribukali untuk menghancurkan mesjid-mesjid tempat ibadahnya kaum muslimin.‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ِ ِ َ ِ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum Muslimin Rahimakumullah. Orang yang di luar Islam tidak akan berani menghancurkan Islam secara terang-terangan. karena baik buruknya anak-cucu kita tergantung ikhtiar orang tua dalam mendidik dan membinanya. Amin. seperti PLAY STATION dan sebagainya. Bukankah anak adalah amanat Allah.

الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ ُ َ صل ِح‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في أ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ و َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ طان ِهم.‬ ‫ِ ْ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫81‬ ‫‪Generasi meninggalkan Shalat & Mengikuti Syahwat‬‬ ‫‪Oleh: H.‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم إ ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ّ ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخير ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫سديدا.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫َ َ ْ‬ . وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ ة‬ ‫ٍ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.

‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. Itu adalah pendapat yang dikatakan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi.(‫برقم: 28 من حديث جابر‬ “(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat. Maryam: 58-60). dan dari keturunan Ibrahim dan Israil. generasi yang adhoo’ush sholaat itu. As-Suddi. Ibnu Zaid bin Aslam.(‫حديث حسن صحيح غريب‬ “Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat. Ibnu Katsir menjelaskan. Maka mereka itu akan menemui kesesatan. dan pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. )رواه‬ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ َ َ ‫الترمذي رقم 1262 والنسائ 132/1 ،وقال الترمذي :هذا‬ . yaitu para Nabi dari keturunan Adam. dan satu pendapat dari As-Syafi’i sampai ke pengkafiran orang yang meninggalkan shalat (tarikus sholah) setelah ditegakkan. Karena shalat itu adalah tiang agama dan pilarnya. beriman dan beramal saleh. berdasarkan Hadits: ُ ْ ِ ْ ّ ‫ب َي ْن ال ْعب ْد وب َي ْن الشرك ت َرك الصل َة )رواه مسلم في صحيحه‬ ِ ّ َ َ َ ِ َ . ada beberapa pendapat. maka pasti mereka lebih menyianyiakan kewajiban-kewajiban lainnya. Maka datanglah sesudah mereka. iqamatul hujjah (penjelasan dalil).” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir). menurut Ibnu Katsir. dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. sungguh-sungguh ia telah kafir. Pendapat inilah yang menjadi pendapat sebagian orang salaf dan para imam seperti yang masyhur dari Imam Ahmad. senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia.َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ .” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 2621dan An-Nasaai dalam Sunannya 1/231. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa adho'us sholaat itu meninggalkan sholat secara keseluruhan (tarkuhaa bilkulliyyah)... maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. Adapun maksud lafazh Adho’us sholaat ini. maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. dan sebaik-baik perbuatan hamba. Dan akan tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan kelezatannya. kalau mereka sudah menyia-nyiakan sholat. Kecuali orang yang bertaubat. dan At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shohih ghorib)." (terjemah QS. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memper-turutkan hawa nafsunya. Dan Hadits lainnya: َ َ َ َ ْ َ َ ُ ّ ‫ال ْعهدُ ال ّذي ب َي ْن َنا وب َي ْن َهم الصل َة، فمن ت َرك َها فقدْ ك َفر. . maka barangsiapa meninggalkannya. artinya kerugian di hari qiyamat.

Betapa menghujamnya peringatan Allah dalam Al-Quran dengan cara menuturkan sejarah "keluarga pilihan" yang datang setelah mereka generasi manusia bobrok yang sangat merosot moralnya. saleh dan benar-benar baik. Namun selanjutnya. Muslimin yang taat. lantas keturunannya tidak bisa menyamai kebesarannya dan tak mampu mewarisi keulamaannya. Kisah ayat itu. bahkan melawan para Nabi dengan berbagai daya upaya. Bobroknya akhlaq manusia dari keturunan orang yang disebut manusia pilihan. Ayat itu tidak menyebut orang-orang kafir.” Itu baru masalah mutu keilmuan nya yang merosot. kata dan ucapan apa lagi yang bisa untuk menyayangkan bejat dan bobroknya generasi pengganti orang-orang suci dan saleh itu? Hanya ucapan “seribu kali sayang” yang mungkin bisa kita ucapkan. Tetapi. Penuturan dalam ayat Al-Quran ini membicarakan orang-orang saleh. Setelah kita bisa menyadari betapa tragisnya keadaan yang dituturkan Al-Quran itu. kedhaliman merajalela dan sebagainya. namun kaum muslimin itu tetap teguh mempertahankan Islam dan tanah airnya. Namun dengan menyebut keluarga-keluarga pilihan itu justru merupakan pengkhususan yang lebih tajam. disambung dengan ayat yang memberitakan sifat-sifat generasi pengganti yang jauh berbeda. tidak hanyut kepada iming-iming jabatan untuk ikut menjajah bangsanya. maka ucapan yang pas adalah:. juz 5 hal 243). Di saat banyaknya orang kafir berkeliaran di bumi. Sekalipun tidak sama antara derajat kesalehan para Nabi yang dicontohkan dalam Al-Quran itu. terjadi perampasan hak. agaknya perlu juga kita bercermin di depan kaca. Kaum muslimin yang tetap menegakkan Islam di saat orientalis dan antek-antek penjajah menggunakan Islam sebagai sarana penjajahan. di saat penjajah berkuasa. berarti merupakan tingkah yang keterlaluan. mereka benar-benar orang-orang pilihan. ada tanam paksa dan sebagainya. tahqiq Sami As-Salamah. bahkan berlawanan dari sifat-sifat kepatuhan yang tinggi itu. "Sayang. saat itu ada orang-orang pilihan yang amat patuh kepada Allah. dengan memperbandingkan apa yang dikisahkan Al-Quran. terpilih. Dalam kehidupan yang tertera dalam sejarah kita. Bisa kita bayangkan dalam kehidupan ini. namun alur peringatan ini . Mereka bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. bukan berarti tidak ada orang-orang kafir. yakni sikap generasi penerus yang menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu.Tafsir Ibnu Katsir. Kalau ada ulama besar. Ini yang jadi masalah besar. tidak menyinggung-nyinggung orang-orang yang membangkang di saat hidupnya para Nabi pilihan Allah. Sedangkan jumlah orang yang membangkang tidak sedikit. Melihat diri kita sendiri. lantas. bahkan nabi-nabi dengan sikap patuhnya yang amat tinggi. generasi taat ini diteruskan oleh generasi yang bobrok akhlaqnya. mereka yang tetap teguh dan ta'at pada Allah itu adalah benar-benar orang pilihan. kebesaran bapaknya tidak diwarisi anak-anaknya. dengan derajat ketaatan kaum Muslimin yang taat pada Allah di saat gencarnya penjajahan itu.

Dengan demikian. Tanpa upaya mempertahankannya.telah mencakupnya. meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat. sehingga dalam hal beragama. bisa kita fahami bahwa ayat itu mengingatkan. Karena masalahnya harus selalu dipertahankan. yang diseleng-garakan dengan tujuan membina manusia yang bertaqwa pun. kemungkinan akan lebih banyak desakan dan dorongan yang mengarah pada "adho'us sholat" (menyia-nyiakan atau meninggalkan shalat) wattaba'us syahawaat (dan mengikuti syahwat hawa nafsu). yaitu generasi jelek. Suatu misal. Tetapi. Yaitu generasi pengganti yang jelek. dan mahasiswa . bukan generasi yang bobrok seperti yang telah diperingatkan dalam Al-Quran itu. kita akan mewariskan generasi yang benar-benar diharapkan. pembantu rumah tangga. penjaga toko dan sebagainya untuk diberi kebebasan mengerjakan shalat pada waktunya. dalam arena pendidikan formal. pekerja kecil. Ayat-ayat Al-Quran yang telah memberi peringatan dengan tegas ini mestinya kita sambut pula dengan semangat menang-gulangi munculnya generasi sampah yang menyianyiakan shalat dan bahkan mengumbar syahwat. tentu saja bukan berarti telah selesai. sudahkah memberi kebebasan secara baik kepada murid dan guru untuk menjalankan shalat? Sudahkah diberi sarana secara memadai di kampus-kampus dan tempat-tempat pendidikan untuk menjalan-kan shalat? Dan sudahkah para murid itu diberi bimbingan secara memadai untuk mampu mendirikan shalat sesuai dengan yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ? Kita perlu merenungkan dan menyadari peringatan Allah dalam ayat tersebut. Fakir miskin. tetapi kita umat Islam diam saja atau belum mampu menolong sesama muslim yang terhimpit itu? Bahkan. Dalam arti penjabaran dan pelaksanaan agama dengan amar ma'ruf nahi munkar secara konsekuen dan terus menerus. penjaga rumah makan. kita harus mengkaji diri kita lagi. kasus nyata. bobrok. Peringatan yang sebenarnya tajam ini perlu disebar luaskan. agar tidak terjadi tragedi yang telah menimpa kaum Bani Israel. yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya. Sudahkan peringatan Allah itu kita sadari dan kita cari jalan keluarnya? Mudah-mudahan sudah kita laksanakan. tentang adanya generasi yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. keluarga. dihayati dan dipegang benar-benar. Memberikan hak shalat Untuk itu. jangan sampai terjadi lagi apa yang telah terjadi di masa lampau. Sudahkah kita berikan dan kita usahakan hak-hak para pekerja/ buruh. bisa kita telusuri lewat pertanyaan-pertanyaan. dengan penuh kesadaran. terutama maghrib yang waktunya sempit? Berapa banyak pekerja kecil semacam itu yang terhimpit oleh peraturan majikan.

berarti masih ada tali dalam Islam itu. Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam َ ‫ا ْل ِسل َم ِ عروةً عروةً فك ُل ّما ان ْت َقضت عروةٌ ت َشب ّث‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ‫ت َل ِي ْها وأ َول ُهن ن َقضا ال ْحك‬ ‫ُ م وآخرهن الصل َة.(‫أحمد‬ “Tali-tali Islam pasti akan putus satu-persatu. Maka setiap kali putus satu tali (lalu) manusia (dengan sendirinya) bergantung dengan tali yang berikutnya. Shalat. kita ingatkan agar shalat berjamaah di Masjid yang menjadi tempat mereka bekerja. dan tidak mengarah ke pemikiran sekuler yang nilainya sama juga dengan mengikuti syahwat? Lebih penting lagi. agar mereka tidak lalai? Dalam urusan efektifitas da’wah. sudahkah kita memberi sumbangan sarung atau mukena/ rukuh kepada fakir miskin. Maka tak mengherankan kalau Allah menyebut tingkah "adho'us sholah" (menyia-nyiakan/ meninggalkan shalat) dalam ayat tersebut diucapkan pada urutan lebih dulu dibanding "ittaba'us syahawaat" (menuruti syahwat). sehingga tidak tampak lagi sosok-sosok yang tetap bertahan di meja masing-masing --bahkan sambil merokok lagi-. Dengan demikian. sedang yang terakhir (putus) adalah shalat.saat adzan dikuman-dangkan? Masih banyak lagi yang menjadi tanggung jawab kita untuk menanggulangi agar tidak terjadi generasi yang meninggalkan shalat yang disebut dalam ayat tadi. Sebaliknya kalau shalat sudah tidak ditegakkan. bahwa putusnya tali Islam yang terakhir adalah shalat. agar para alumninya ataupun mahasiswa yang masih belajar di sana tetap menegakkan shalat. sekalipun tingkah menuruti syahwat itu sudah merupakan puncak kebejatan moral manusia. Selagi shalat itu masih ditegakkan oleh umat Islam. sudahkah kita mengingatkan para pengurus masjid atau mushalla atau langgar untuk shalat ke masjid yang diurusinya? Bahkan sudahkah para pegawai yang kantor-kantor menjadi lingkungan masjid. karena shalat adalah tali yang terakhir dalam Islam. sudahkah kita menghidup-kan jama'ah di masjid-masjid kampus pendidikan Islam: IAIN (Institut Agama Islam Negeri) ataupun STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) yang jelas-jelas mempelajari Islam itu. agar mereka bisa tetap shalat di saat mukenanya yang satu-satunya basah ketika dicuci pada musim hujan? Dalam urusan keluarga.Dalam hubungan kemasyarakatan yang erat sekali hubungannya dengan ekonomi. maka putuslah Islam keseluruhannya. sudahkah kita selalu menanya dan mengontrol anak-anak kita setiap waktu shalat. Dan tali Islam yang pertamakali putus adalah hukum(nya). betapa . )رواه‬ ُ ّ ً ْ ّ ُ ّ َ َ ّ ُ ُ ِ َ ُ ‫ل َي َن ْقضن عرا‬ َ ُ ّ َ ُ ‫الناس بال ّت ِي‬ ّ ِ ُ ْ . bisa kita fahami. Hadits Rasulullah itu lebih gamblang lagi. (Hadits Riwayat Ahmad dari Abi Umamah menurut Adz – Dzahabir perawi Ahmad perawi). tali Islam yang terakhir Peringatan yang ada di ayat tersebut masih ditambah dengan adanya penegasan dari Rasulullah. terutama masalah kemiskinan.

dilakukan meninggalkan shalat.{‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. sudah bisa dipastikan betapa beratnya kerusakan. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ َ ‫قريب. kalau Allah memberikan kriteria meninggalkan shalat itu lebih tinggi kejahatannya. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ . yaitu meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. Lantas.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. bisa disadari betapa jahatnya orang yang mengumbar hawa nafsunya. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ِ {‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ ً ْ ُ ْ ِ َ َ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ِ ْ ُ َ ّ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ َ ِ ّ َ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال‬ َ َ َ ْ َ ُ ُ َ َ َ ‫ذي ْن‬ ّ ِ ّ َ ِ َ َ َ . Amien. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ َ . dan menuruti syahwat. Tiada perkataan yang lebih benar daripada perkataan Allah dan RasulNya. Apalagi kalau kedua-duanya. karena puncak kebejatan moral berupa menuruti syahwat pun masih pada urutan belakang dibanding tingkah meninggalkan shalat. Maka marilah kita jaga diri kita dan generasi keturunan kita dari kebinasaan yang jelas-jelas diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. Di mata manusia. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. berarti kerusakan yang amat parah.memuncaknya nilai jelek orang-orang yang meninggalkan shalat. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ َ َ َ :‫مسل ِمون. Mudah-mudahan kita tidak termasuk mereka yang telah dan akan binasa akibat melakukan pelanggaran amat besar. Dalam hal ini Allah dan Rasul-Nya sangat mengecam orang yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat.

‪Saudara-saudara kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia‬‬ ‫‪Dalam khutbah jum’ah ini. marilah kita selalu bertaqwa kepada‬‬ ‫‪Allah saja. sedangkan yang dilarang kita tinggalkan‬‬ ‫.‪saya sendiri dan untuk jamaah semuanya‬‬ ‫‪Untuk memperbaiki kualitas ibadah kita. dengan cara. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‪tidak kita lakukan. bahkan mendekatipun jangan‬‬ .‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرةَ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. Selalu bersyukur kepada Allah setiap‬‬ ‫‪waktu. tidak kepada selain-Nya. di setiap tempat.‪baiknya sesuai dengan kemampuan.‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. atas segala kenikmatan dan‬‬ ‫‪karuniaNya yang tidak dapat kita hitung. dan di setiap keadaan. أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى ف مي ال ْق مرآن ال ْك َري ْمم: }ي َما أ َيه ما َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫م‬ ‫ِم‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنت ُمم مسمل ِمون{. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫91‬ ‫‪Islam Agama Yang Benar‬‬ ‫‪Oleh: Imam Muttaqin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهُ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. }وممن‬ ‫َ َم‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ي َب ْت َغ غي ْر ا ْل ِسل َم ِ دين ًما فل َمن ي ُقب َمل من ْمه وهمو فمي الخمرة ممن‬ ‫ِ م َ م‬ ‫َ ِ ُ َ ُ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ِ َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ال ْخاسرين{‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ُ ْ ُ‬ ‫وقال رسول الله صلى الله عل َي ْمه وس مل ّم: ك ُمل أ ُمت ِمي ي َمدْخل ُون‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ َ‬ ‫ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وممن ي َمأ ْبى: قمال: ممن‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َم َ َ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّة ومن عصان ِي فقد أ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ْ َ َ ْ بى. )رواه البخاري(.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. semua yang diperintah-kan kita jalankan dengan sebaik‬‬‫. Juga selalu menjalankan yang‬‬ ‫‪disyari’atkan Allah dan yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa‬‬ ‫‪Salam. kami hendak memberikan nasehat terutama untuk‬‬ ‫.

Mempelajari ilmu-ilmu Islam dianggap ketinggalan jaman. Krisis kepercayaan terhadap kebenaran Islam sebagai agama universal dan paripurna tidak dapat dipungkiri telah melanda banyak orang yang mengaku dirinya beragama Islam. Sedangkan Islam ialah ittiba’ (mengikuti) rasul-rasul Allah yang diutus untuk tiap-tiap masa. kecuali Islam. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat tersebut merupakan berita dari Allah Subhannahu wa Ta'ala bahwa tidak ada agama apapun yang diterima di sisi Allah. sulit dibedakan antara seorang muslimah dengan non-muslimah. Sebab ia meyakini bahwa segala yang dikatakan Allah dan RasulNya pasti benar dan baik. Ini terbukti dengan gaya hidup mereka yang dilihat secara lahiriyah masih ada saja kesamaan dengan gaya hidup orang-orang yang nonMuslim. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Sehingga jalan menuju Allah tertutup kecuali melalui jalan Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Yang mana semuanya dilarang dalam Islam. Karenanya. padahal makan dan minum dengan tangan kiri atau berdiri bukan etika Islami.Banyak orang Islam. pasti mengimani dan meyakini bahwa hanya Islam sajalah yang terbaik dan benar. bukan saja krisis moneter tapi juga krisis kepercayaan terhadap agama Islam oleh penganutnya sendiri.” (Ali Imran: 19) Berkaitan dengan ayat ini. suatu kemunduran. Krisis yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu sampai saat ini.Saudara-saudara jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. Bukankah itu krisis kepercayaan terhadap Islam? Umumnya seseorang diketahui sebagai seorang muslim. sehingga mereka cenderung mengabaikan ajaran-ajarannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya agama (yang ada) di sisi Allah adalah Islam. betis sama-sama terbuka. sampai akhirnya ditutup dengan rasul terakhir Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. sebagai pedoman beribadah dan pedoman hidup didunia. apabila ia melaksanakan shalat atau ketika diajak berbicara. Kaum muslimin yang berbahagia. Hanya dalam beberapa kalangan atau kawasan saja terdapat suatu kelompok sosial secara lahiriah tampak sebagai muslim. siapa yang menghadap Allah Subhannahu wa Ta'ala setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallaahu . Namun ketidak tahuan itu adalah akibat bahwa kebanyakan kaum muslimin telah kehilangan kepercayaan terhadap Islam.Tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan seterusnya. Boleh jadi semua itu akibat ketidaktahuan atau ketidak fahaman. sebab perempuan-perempuan mereka berjilbab misalnya. sebab rambut sama-sama terlihat. bahkan kalangan akademik yang beranggapan mempelajari ilmu-ilmu Islam tanpa dicampur dengan teori-teori ilmu barat. sama-sama menor dalam bersolek bahkan sama-sama berpakaian ketat. Misalnya dalam masalah makan minum dengan berdiri dan dengan tangan kiri kaum Muslim masih banyak yang ikutikutan berbuat demikian pada acara-acara resmi. Sementara kalau melihat kaum wanita di jalan-jalan.

Bukankah hanya Allah Subhannahu wa Ta'ala sendiri Yang Maha Mengetahui dengan cara apa dan pedoman bagaimana. tetapi di akhirat juga. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia. tidak . Dan kenyataan ini masih ditunjang dengan bukti-bukti lain.” (Ali Imran: 85). Dalam kaitannya dengan hal ini seorang tokoh ulama’ dari Yordania yaitu Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid mengatakan dalam kitabnya Ilmu Usulil Bida’ bahwa ayat yang mulia ini membuktikan betapa syariat Islam telah sempurna dan betapa syariat itu telah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan makhluk. Yaitu kebahagiaan tidak saja di dunia. Sebab agama selain Islam. Islam sudah cukup. sebab apapun kebutuhan manusia dalam rangka pengabdian dan peribadatannya kepada penciptanya sudah tertuang dan tercukupi dalam Islam. yang lebih mengetahui tentang apa-apa yang diciptakanNya? Dua ayat di atas menunjukkan hal ini semuanya. maka tidak akan diterima. kebenaran menyeluruh dan merupakan kebenaran yang betul-betul merupakan nikmat Allah yang luar biasa. kecuali Islam. tidak diakui dan tidak dibenarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala sebagai pedoman. Artinya kebenaran Islam adalah kebenaran paripurna. untuk tujuan kebahagiaan masa depan yang abadi dan tanpa batas. Karena itu mengapa orang masih ragu terhadap kebenaran dan kesempurnaan Islam? Mengapa orang masih mencari alternatif dan solusi-solusi lain?. manusia akan mendapat maslahat hidupnya? Bukankah Dzat Yang Maha Pencipta. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. Tidak akan membawa kebaikan dunia dan tidak pula akhirat. Betapa tidak. Sesungguhnya manusia tidak membutuhkan lagi petunjuk-petunjuk lain. jin dan manusia dalam melaksanakan yaitu ibadah.alaihi wa Salam dengan menggunakan agama yang tidak berdasarkan syariat beliau. Dengan kata lain. hanyalah Islam. Dan telah Aku sempurnakan nikmatKu untukmu dan Aku telah ridlai Islam sebagai agamamu. dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu.” (Adz Dzari’at: 56). bahwa selain Islam adalah agama yang batil. Kesempuranaan Islam adalah kesempurnaan yang meliputi segala aspek. baik dalam hal ibadah maupun mu’amalah-mu’amalah duniawi.” (Al-Maidah: 3). Seperti halnya firman Allah pada ayat yang lain: “Barang siapa mencari agama selain agama Islam. Demikian pula pada ayat di atas Allah memberitahukan tentang pembatasan agama yang diterima di sisiNya. seperti firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin. yang paling utama di antaranya adalah Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu.

Di dalam Al-Qur’an Allah menerangkan: “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami mencipta-kan kamu secara main-main saja. Hanya saja banyak di antara mereka sendiri yang menolak. Sebuah kesuksesan masa depan yang gemilang. hidup dan ada di muka bumi karena diciptakan Allah. mulai dari kebutuhan oksigen untuk bernafas sampai rumah sebagai tempat berteduh dan lain-lainnya sampai halhal yang di luar kesadaran manusia. Aturan itu adalah aturan yang menata kehidupan manusia agar selamat di dunia dan di akhirat kelak. Semua itu bukan untuk hal yang sia-sia.(‫)رواه البخاري‬ “Tiap-tiap ummatku masuk Surga kecuali yang menolak. tidak diabaikan dan tanpa aturan. seluruh ummat Islam harus merenung ulang mengapa ia harus beragama Islam?. yang didambakan oleh setiap insan yang berakal sehat dan berfikiran normal. lantaran kedzaliman dan kecongkakan. Bagaimana agar ia berada dalam lingkungan kebenaran?. Dari uraian di atas. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberikan konsep renungan kepada kita sebagai berikut: Pertama. ia diberi berbagai fasilllitas. sebab Dia-lah pencipta manusia dan segenap makhluk lainnya. Maka Maha Tinggi Allah. diberi rizki dan tidak dibiarkan . maka ia akan selamat dan masuk Surga.‫ْ َ َ ْ ب َمى‬ ‫م‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َم‬ َ َ ْ َ َ َ . َ ْ ُ َ ‫ك ُل أ ُمت ِي ي َدْخل ُون ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وم من‬ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ َ َ ‫يأ ْبى: قا ْل: من أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّمة وممن عصمان ِي فقمد أ‬ َ َ َ ْ َ َ . tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia.perlu penambahan atau pengurangan untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam.” (Al-Mukminuun: 115-116). Aturan itu adalah yang dibawa oleh Muhammad Rasul yang diutusNya untuk kepentingan ini. Ditanyakan kepada beliau: “Siapa yang menolak ya Rasululllah?” Beliau menjawab: “Siapa yang Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Konsekwensinya. Itulah sebabnya Allah mengutus rasulNya ketengah-tengah manusia. rizki yang lengkap. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?. seperti disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an: “Mereka mengingkari ayat-ayat Allah. padahal diri mereka mengakui kebenarannya. Seorang pembaharu abad XII Hijriah. Kebenaran dan kesempurnaan Islam ini juga telah diakui oleh pemeluk agama lain selain Islam. Tidak lain untuk membimbing mereka.” (An-Naml: 14). Karena manusia tidak seperti binatang. Seorang muslim harus merenung dan memahami bahwa ia diciptakan. siapa yang taat kepada rasul-Nya. maka Allah menghendaki aturan untuk manusia. yaitu tidak dibiarkan bebas sia-sia. Raja yang sebenarnya. Artinya ia. Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia. Tentu hanya Allah yang mengetahui aturan paling tepat dan membawa maslahat buat manusia.

Kaum muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia. mem-benci dan memusuhi kemusyrikan beserta para pendukungnya. Sedangkan agama lain selain Islam jelas batil dan tidak bermanfaat.. sebagaimana firmanNya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan Allah. dan bertauhid kepada Allah. Artinya loyalitasnya hanya diberikan kepada Allah dan RasulNya dan orang-orang yang beriman.” (Al-Jin: 18) Konsep yang ketiga: Jika sudah menjadi orang yang taat kepada Rasul Allah. Dia disekutukan dengan selainNya. Jamaah Jum’ah yang berbahagia. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun didalamnya disamping (menyembah ) Allah.taat kepadaku ia akan masuk Surga dan siapa yang durhaka kepadaku maka ia telah menolak”. bersikap patuh terhadapNya dengan cara menjalankan ketentuan-ketentuanNya. jika dalam peribadatan kepadaNya. َ ْ ُ َ َ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: قل هذه سب ِي ْل ِي أ َدْعو إ ِلممى‬ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ِ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ ‫الله على ب َصي ْرة أ َنا وم من ات ّب َعن ِمي وس مب ْحان الل مه وم ما أ َن َما م من‬ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ‫ِ َ َم م‬ ِ َ َ َ ٍ َ ِ َ ْ . Sekalipun Malaikat yang dekat denganNya ataupun Nabi utusanNya.‫أ َقول قول ِي هذا واست َغفروا الله، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ْ ُ ُ َ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. dan bersikap membebaskan diri. maka konsekwensi berikutnya yang harus dipahami adalah prinsip Wala’ dan Bara’. Konsep yang kedua: Seorang muslim harus memahami bahwa Allah tidak ridla. Sebaliknya ia tidak memberikan kecintaan dan kasih sayangnya kepada siapapun yang menentang Allah dan RasulNya. Itulah hakikat Islam yang dengan ucapan singkat berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara mentauhidkan-Nya. (HR. maka ummat Islam hendaknya benar-benar mampu membuktikan bahwa syari’at Islam yang akan menghantarkan pemeluknya menuju sukses hidup di dunia dan di akhirat. أ‬ َ ‫ْ ُ َم‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َع مد؛ ق مال الل مه‬ ُ ّ َ َ َ َ َ ْ ِ ّ َ . sekalipun kerabat terdekatnya. أ َش مهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‫ت َعالى: ا َل ْحق من رب ّك فل َ ت َك ُون َن من ال ْممت َري ْن‬ َ ِ ْ ُ َ ِ ّ ْ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah Berdasarkan keterangan dan uraian kami pada khutbah pertama. Al-Bukhari). .‫المشرك ِي ِن‬ ْ ُ ْ .

Kenikmatan yang Agung Dan Sempurna‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Taufik N.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْم مان ول َ ت َجع مل ف مي‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّمذي ْن ءامن ُموا رب ّن َما إ ِن ّمك رءُوف رحي ْمم.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ف ماذْك ُروا الل مه ال ْعظي مم ي مذْك ُرك ُم واس مأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ م من فض مل ِه ي ُعطِك ُمم‬ ‫َم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. sebab ajaran Islam telah banyak‬‬ ‫‪disusupi ajaran-ajaran asing.‪RasulNya‬‬ ‫‪Sedangkan jalan ke sana sekarang harus ditempuh dengan tashfiyah‬‬ ‫‪(pemurnian) dan tarbiyah (pendidikan). RasulNya. الل ّهم صل على محممد وعل َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ مى آل محممد‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد. وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه. ق مال ت َع مالى: ي َ ما‬ ‫م‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنتمم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. dan kaum‬‬ ‫‪Muslimin. bertauhid kepada Allah‬‬ ‫‪dan hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah. رب ّن َما ظَل َمن َما‬ ‫ْ م‬ ‫ٌ َ م‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ م‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ‫َ ِ يم ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َم م َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُمم ل َعل ّك ُمم ت َمذَك ّرون.S. يما أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َم َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.T.‪ajaran Islam‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‫.‪Sebagai bukti seorang telah mempercayai Islam sebagai agama yang benar‬‬ ‫‪maka ia harus mengikuti dan taat kepada Rasul Nya. serta memberikan permusuhan kepada musuh-musuh Allah dan‬‬ ‫. yang dianggap merupakan bagian dari ajaran‬‬‫. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ‫ً‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم َ‬ .‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫02‬ ‫‪Islam.Pd‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه.

planet bumi yang mengelilingi surya berenang dalam lintasan ellips.18 km/detik memulas siang dan malam .‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار... Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada penutup para nabi dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam beserta keluarga. dan para pengikutnya yang setia berjuang untuk menyebarkan risalah Islam keseluruh penjuru dunia. Tiada Dzat yang patut disembah. kemudian dipilihnya planet bumi sebuah planet yang nyaman untuk kita tempati.” (QS. Dan kamu sekali-kali tidak akan menjumpai perubahan pada sunnatulllah. melahap tahun demi tahun dengan kecepatan 11. termasuk manusia. dipuji dan ditaati . ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ ‫ُم‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ْ ْ ُ َ َ ‫سدي ْدا.” (QS. agung lagi mulia yang merupakan rahmat dan nikmat bagi seluruh alam. sebagaimana firmanNya: “. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . Al-Ahzab: 62) dan juga firmanNya: “.. merengggang 147 juta km dan maksimal 152 juta km dengan kecepatan 29.ُ َ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب ِمه وا ْل َرح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ْ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. Dan tidak akan kamu dapati suatu perubahan pada ketetapan kami itu. dan dibuatNya untuk alam semesta. suatu sunnatullah yang tidak pernah berubah.. Hadirin Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Nikmat yang sangat besar yang harus kita syukuri adalah iman dan Islam serta diciptakannya alam semesta untuk manusia. Andaikan saja tidak ada ketetapan /keteraturan dalam sunnatullah ini atau bumi dan planet lainnya tidak mau taat pada aturanNya. Dialah Al-Khaliq yang telah menurunkan Islam sebagai aturan yang adil.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Ma’ asyirol Muslimin Rahimakumullah Segala puji hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin.79 km/detik. diibadahi. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . Al-Isra’: 77) Jika kita renungkan. seperti kebanyakan sifat manusia. niscaya imbang centripental dan centrifugalnya(gaya/tarikan kedalam dan keluar) akan . sahabat-sahabat.

kita dapati pria kawin dengan pria. kerusakan moral dan kerusakan lain yang terjadi di darat maupun di laut.tersita fatal. hampir tidak pernah kita jumpai. Kita juga melihat keteraturan alam semesta ini pada dunia hewan dan tumbuhtumbuhan. AlJumu’ah: 1).naluri dan hawa nafsunya ternyata bisa dan mampu melakukan penyimpangan dari aturan-aturan Allah. mereka senantiasa konsisten dengan aturan-aturan yang diciptakan untuk mereka. ternyata tidaklah cukup dengan aturanaturan alam ini saja. Mereka semua tunduk dan bertasbih kepada Allah sebagaimana firmanNya: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. manusia yang diberi kelebihan nikmat yang paling utama berupa akal. Manusia dengan akal dan potensi hidup lainnya berupa kebutuhan jasmani. itu adalah nikmat Iman dan Islam. bahkan dalam sebuah kandang sekalipun tidak ada hewan jantan kawin dengan hewan jantan atau sebaliknya. baik di dunia maupun di akhirat. sebagaimana firmanNya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu Ad-Dien (agama/jalan hidup)mu. sempurna dan satu-satunya yang akan menjamin tercapainya kebahagiaan hidup manusia. lantas bumi akan anjlok ke perihelion dan ephelion lain.” (QS.” (QS. sehingga hal yang tidak kita temui dalam kandang ayam sekalipun justru saat ini kita temui pada kehidupan manusia. Wahai kaum muslimin rahimakumullah! Merupakan kenikmatan yang agung. yang bisa menyulap bumi akan menjadi gersang ataupun beku sehingga menjadi pemukiman yang tidak membetahkan insan. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia. wanita kawin dengan wanita. Ketika Allah telah membuat hidup mereka berpasang-pasangan. Dari akibat ulah manusia semacam inilah kita bisa menyaksikan kerusakan yang dahsyat baik itu berupa penyakit kelamin. dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Aku ridlai Islam menjadi dien-mu. Raja Yang Maha Suci. bahkan manusia kawin dengan alat yang dibuatnya sendiri. Mereka senantiasa tunduk kepada aturan-aturanNya. yang jika kita bandingkan dengan nikmat alam semesta ini.Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sungguh segala puji bagi Allah yang membuat sunnatullah ini bersifat tetap. Akan tetapi wahai kaum muslimin yang mulia. Al-Maidah:3) Jama’ah Jum’ah rahimakumullah . niscaya alam semesta dan dunia ini tidak berarti apa-apa.

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu yang nyata. pencipta manusia. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman.Islam dengan aqidah dan syari’ahnya. sungguh kehinaan hidup di dunia dan azab Allah di akhirat yang akan kita terima.maka bumi ibarat super debu yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dan manusia adalah super-super debu yang tertata dari sari tanah. Kaum muslimin rahimakumullah.merupakan aturan sekaligus jalan hidup yang dibuat Allah. Thaaha: 124). marilah kita bersama-sama merenungkan kemudian kita bersyukur. Oleh sebab itu Islam merupakan karunia dan nikmat Allah. Dzat yang Maha Mengetahui.” (QS. Tidak ada aturan lain yang bisa memanusiakan manusia semanusiawi mungkin selain aturan dari Pencipta manusia. Ma’asyirol muslimin rahimakumullah Sungguh agung dan besar nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita berupa Islam dan sesungguhnya kita wajib mensyukurinya yaitu dengan menggunakan syariat Islam untuk mengatur aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari. hanya dengannyalah dapat tercapai keserasian dan kebahagiaan hidup manusia.” (QS.303. maka sungguh baginya penghidupan yang sempit.600 x bumi (satu juta tiga ratus tiga ribu enam ratus kali besar kali bumi) hanyalah ibarat setitik debu dalam galaksi (gugus bintang) Bima Sakti. Al-Baqarah: 208) Dan jika kita menginginkan nikmatNya dengan melecehkan aturan-aturanNya baik sebagian apalagi keseluruhan. dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. dan batapa . karena siapa yang lebih tahu hakikat manusia selain Pencipta manusia?. yang terjelma dari nutfah yang terpancar. Sungguh betapa besar jagat raya ini. sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7: “Jika kalian bersyukur (terhadap nikmatKu) niscaya Aku tambah nikmatKu kepadamu dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) niscaya azabKu sangat pedih. betapa matahari yang besarnya 1.” Dan dalam ayat lain Allah menegaskan: “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu.masuklah kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian maengikuti jejak langkah syaitan. Dengan nikmat Allah yang berupa akal dan indra. Maha Adil dan Bijaksana yang tidak saja mengatur manusia dengan diriNya (dalam hal aqidah dan ibadah) tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lainnya dalam hal mu’amalah dan ‘uqubat (hukuman).

niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫وممن ي ُض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan dua tangannya. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Sehingga merasa mampu untuk membuat aturan untuk mengatur dirinya sendiri.” (QS. berpaling dari Islam. AlKahfi:57) Sungguh sangat rugi orang-orang yang berpaling dari syari’atNya. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. bahkan Allah telah menjamin suatu bangsa yang penduduknya beriman dan bertaqwa yakni menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. sehingga nikmat yang berupa akal ini justeru digunakan untuk mengkufuri nikmat yang lebih besar yaitu Islam. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم ب ِاليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل من ّي ومن ْك ُمم‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ْ ِ ‫ت ِل َوت َه إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. betapa tinggi dan luasnya ilmu Allah dan betapa kecil dan kerdil manusia.” (QS. dengan firmanNya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertaqwa. Padahal jagat raya yang besar dan luas saja tunduk pada aturanNya. mengatur keluarganya dan orang sekelilingnya seraya berpaling dari ayat-ayat Allah. dengan akalnya kadangkadang manusia merasa lebih tahu dari Allah. berpaling dari syari’atNya. bukankah Allah telah berfirman: “Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhanmu. keseluruhan ataupun sebagian dan sungguh beruntung dan berbahagialah orang–orang yang senantiasa menjalani kehidupannya seraya menyesuaikan dengan perintah dan laranganNya. وقل رب اغفر وارحم وأ َن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ُ َ ُ ِ ّ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ ُ . Al-A’raf: 96). mengapa kadangkadang menusia berpaling?. betapa sempurnanya Allah telah menurunkan ayat-ayat yang tersirat dalam alam semesta maupun yang tersurat dalam kitabNya.Maha Besar Pencipta jagat ini dan sungguh betapa kecilnya manusia bila dibandingkan dengan jagat raya ini. merasa sombong dan ujub. Sungguh kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka. أ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ . dan meskipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk.

رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب َماعه، وأ َرن َما ال ْباطِمل‬ ‫م َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.alsofwah.or. قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.com‬‬ ‫12‬ .‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.wordpress. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫قري ْب. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫: ‪Sumber‬‬ ‫‪www.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإ ِن الل مه أ َمرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصمل ّون عل َمى الن ّب ِمي، ي َما أ َيهما َ ال ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مذي ْن‬ ‫َ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫ّ م ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.

Ubaidillah Al-Ghifary َ َ ِ ْ ُ ْ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْمحمود على ك ُل ح مال، ا َل ْموص موف ب ِص مفات ال ْجل َل‬ ِ َ ِ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ِ ٍ ‫ّ َم‬ َ ‫وال ْك َمال، ال ْمعروف بمزيد ا ْلن ْعمام وا ْلفض مال. Dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.Kewajiban Kita Berpartisipasi Dalam Dakwah Ilallah Oleh:Muh. seperti firman Allah: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan. Hal itu disebabkan terdapat banyak perintah dalam Al-Qur’an dan As Sunah untuk berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar.” (Ali Imran:104). أ‬ ‫ِ َ م ِ َ ِ ْ َ م ِ حم مدُهُ سمب ْحا َن َه‬ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫وهو ال ْمحمودُ على ك ُل حمال. dan ajakan (kamus Ash Shihah 6/2336. Jamaah Jum’at yang berbahagia. وقال رسول الله‬ ِ َ َ ُ َ َ ِ Jamaah Jum’at yang berbahagia. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ ‫َ َم‬ ُ َ ‫ُ َم‬ ‫فيا أ َي ّها الناس، ا ِت ّقوا الله ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، حي ْمث قمال اللمه‬ ّ َ ِ ‫َ ّ َم‬ َ َ َ ُ ُ َ َ ّ ‫ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقممات ِه ول َ ت َممموت ُن إ ِل‬ َ ّ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ . kamus Mu’jamul Wasit 1/286). . Tidak boleh kategori diabaikan. dan dikurangi bobot kewajibannya. dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti. وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل‬ َ َ ‫مه إ ِل ّ اللمه وحمدَه‬ ّ ْ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ّ َم‬ ُ َ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ل َشممريك لممه ذو ال ْعظَمممة وال ْجل َل وأ َشممهد أ‬ ُ ُ َ َ ْ ِ َ ‫ِ َ ْ َ ُ ن محمممدا عبممدُه‬ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ ‫ورس مول ُه وخل ِي ْل ُ مه الص مادقُ ال ْمق مال. saya selaku khatib ingin membahas sebuah tema yang sangat penting sekali dan dibutuhkan oleh umat Islam yaitu: Kewajiban kita berpartisipasi dalam dakwah Islamiah. sebaiknya kita memahami: Apa itu dakwah? Dakwah secara bahasa adalah berarti seruan.‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت‬n ‫وأنت ُم مسل ِمون. memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. yang penuh kegelapan menuju Islam yang terang benderang. Mari kita sama-sama meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita. untuk memenuhi panggilanNya. Dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan yang dibawa oleh para rasulNya dengan cara membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan (Majmu’ Fatawa oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 15/157). yaitu menunaikan ibadah shalat Jum’at. الل ّه مم ص مل عل َ مى عب ْ مدك‬ ‫َ َم ِ َ ُ ّ َ ّ َ م‬ َ َ ُ ْ ُ َ َ ِ ‫ّم‬ ُ ّ ‫ورسول ِك محممد وعل َمى آل ِمه وأ َصمحاب ِه خي ْمر صمحب وآل وسمل‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ ِ َ ْ ٍ َ ٍ َ َ م‬ ‫َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ْ ‫ت َسل ِي ْما كثيرا. Adapun menurut istilah pengertiannya banyak sekali. diacuhkan. Semua umat Islam sepakat bahwa dakwah adalah amalan yang disyariatkan dan masuk kategori fardhu kifayah. mari kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan. Shalawat dan salam kita berikan kepada nabi besar Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam yang telah menuntun umat manusia dari jahiliyah. dengan sebenar-benar takwa. Dalam kesempatan ini. di antaranya adalah menurut syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Pada jum’at yang berbahagia ini. Sebelum membicarakan pokok permasalahannya.

Ayat ini bersifat umum dan merupakan kewajiban atas setiap individu untuk melaksanakannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. dan 3. maka akan mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan. maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Atau sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. Dakwah merupakan pekerjaan terbaik. Menyuruh kepada yang ma’ruf 2.” (Lihat Tafsil AlQur’an Al-‘Azhim. hal itu sesuai dengan firman Allah: “Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah. Allah berfirman: ”Kamu semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf. Kalau menjadi penjelas maknanya jadilah kamu wahai kaum mukminin sebagai umat yang menyeru kepada kebaikan. telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . kalau tidak mampu.” (Ali Imran: 110). Jamaah Jum’at yang berbahagia. maksud dari ayat ini adalah jadilah kamu sekelompok orang dari umat yang melaksanakan kewajiban dakwah. sebagaimana hadits shohih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. “Barangsiapa yang melihat kemungkaran. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : َ ِ ْ ْ ِ ‫ل َن ي َهدي َك الله ب ِك رجل ً واحدا خي ْر ل َمك ممن أ َن ي َك ُمون ل َمك ممن‬ َ ْ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ُ ٌ َ ً ِ َ . kalau tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya. Ingatlah. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Sebab mulianya umat dengan dakwah. Mencegah dari yang mungkar. maka Allah akan memberikan padanya balasan yang setimpal. hendaklah mengubah dengan lisannya. Adapun orang yang berdakwah karena hanya ingin mengharapkan ridha Allah dalam dakwahnya. Jadi dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah akan memberikan predikat yang terbaik kepada umat manusia bila memenuhi tiga syarat yaitu: 1. mengerjakan amal shalih dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Oleh sebab itu wajiblah bagi kita untuk semangat berpartisipasi dalam berdakwah menyebarkan Islam ke mana saja dan di mana saja kita berada. wahai kaum muslimin bahwa dakwah Ilallah merupakan kewajiban yang disyari’atkan dan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul kaum muslimin seluruhnya. dan itulah selemah-lemah iman. Kewajiban ini wajib atas setiap muslim. “Dan setelah itu tidak ada iman sedikitpun. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar (lihat Jami’ul Bayan oleh At-Thabary 4/26). Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat khairu ummah. Mau beriman kepada Allah. Huruf (‫ )من‬disitu berarti penjelas.” Dan pada riwayat lain. )رواه مسلم‬ ِ ُ ُ ِ َ “Sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau (dakwah engkau) maka itu lebih baik bagimu daripada engkau . dan kerugiannya akibat meninggalkan dakwah. 1/390). Artinya setiap muslim dituntut untuk berdakwah sesuai kemampuannya dan peluang yang dimilikinya.(‫حمر الن ّعم.” (Fushshilat: 33). seandainya umat ini tak mau berdakwah.

memiliki onta merah.” (Hadits shahih riwayat Muslim dalam kitab fadha’il, no. 2406). Jadi, karena dakwah merupakan perbuatan terbaik dan pelakunya akan dibalas dengan balasan yang besar. Maka dengan segera Rasulullah tetap tegar dalam dakwah, walau diganggu, dipersulit dan meskipun akan dibunuh tidaklah hal itu menghalangi beliau dalam berdakwah demi tegaknya dien Islam. Para da’i hendaknya menyadari bahwa ancaman, intimidasi, dan teror serta ancaman bunuh dari musuh adalah sunnatullah yang sudah dialami para nabi sebelum Nabi Muhammad dan hal itu akan berlanjut sampai hari Kiamat. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Marilah kita sejenak merenung dan meresapi untaian di bawah ini. Apa yang dialami Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan para sahabat dalam berdakwah? Mereka disiksa, diteror ada yang dibunuh, bahkan ada pula yang diembargo ekonomi dalam jangka waktu yang lama. Mereka sempat makan rumput-rumputan dan daun-daunan hingga mulut dan lidah mereka pecah-pecah. Apa yang dialami Imam empat yang terkenal itu? Imam Abu Hanifah, beliau dijebloskan dalam penjara gara-gara berdakwah dan mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil. Imam Malik, karena menegakkan kebenaran beliau rela dipukuli sampai kedua tulang belikat beliau hampir lepas karena kerasnya pukulan. Imam Syafi’i, gara-gara membela kebenaran beliau dimasukkan bui dan mau dibunuh oleh raja pada saat itu. Imam Ahmad bin Hanbal, yang pada zamannya ada fitnah dari kaum mu’tazilah bahwa AlQur’an adalah makhluk Allah. Akhirnya, beliau menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah bukan makhluk. Dari pernyataannya yang tegas itu, beliau dimasukkan bui dan dicambuk beberapa kali, hingga sebagian algojo yang menyiksa beliau membuat kesaksian dengan mengatakan, bahwa Imam Ahmad dicambuk sebanyak delapan puluh kali, jikalau gajah dicambuk seperti itu maka akan mati terkapar. Maka beliau terkenal dengan sebutan Imam AsSunnah, karena membela sunnah Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam dan Al-Haq. Lalu apa yang diderita Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya yang terkenal yaitu Syaikhul Islam Ats-Tsani Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah? Ibnu Taimiyah, karena berdakwah dan membela kebenaran, beliau rela masuk penjara, tak sempat menikah hingga beliau mati dalam penjara. Kata-kata beliau yang cukup terkenal yang patut kita ambil pelajaran: “Apakah yang akan diperbuat musuh-musuh kepadaku? Jika aku dipenjara, penjaraku adalah khalwat (untuk beribadah pada Rabb). Jika diasingkan, pengasinganku adalan tamasya. Jika aku dibunuh, kematianku adalah syahadah. Itulah kata-kata beliau dalam tekadnya membela kebenaran. Siapakah yang mampu menundukkan orang-orang yang segala alternatif perjuangannya adalah serba baik, sebagaimana beliau? Tidak ada, kecuali Maha Perkasa yang dengannya justru menaklukkan manusia ke dalam lindungan syari’at Islam nan agung dan penuh rahmat (Lihat buku Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah oleh Abul Hasan An-Nadawi).

Ibnul Qayyim, dalam membela kebenaran ia rela diikat badannya lalu diarak keliling kampung dan diludahi masyarakat, namun beliau tetap tegar dalam berdakwah sampai akhir hayatnya (Dari kitab Zadul Ma’ad). Adapun ulama-ulama yang baru-baru ini meninggalkan kita, yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (2000 M) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani. Mereka adalah ulama-ulama yang gemar berdakwah dan menyebarkan Islam hingga akhir hayatnya. Begitu juga Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsai-min yang telah wafat pula (1421 H / 2001 M). Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Seorang da’i haruslah pandai dalam menyampaikan dakwah. Sebab darinyalah satu sebab dari beberapa sebab umat dapat paham Islam yang benar. Oleh karena itu dakwahnya harus sesuai Al-Qur’an dan As Sunah serta sesuai dengan manhaj nubuwwah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Sebagaimana hal itu sesuai dengan firman Allah: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125). Seorang da’i haruslah selalu introspeksi diri, apakah dakwahnya karena Allah atau karena yang lain: Dalam firman Allah di atas tadi, kata bil hikmah, Imam Syafi’i memberi komentar: “Setiap hikmah dalam Al-Qur’an berarti As-Sunnah”. Dan berkaitan dengan kata As-Sunah artinya adalah dakwah itu harus mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, bukan berdakwah mengajak orang pada golongan, partai tertentu yang marak hari ini, demokrasi, sekularisme dan lain-lain yang antagonis dengan Islam, silakan lihat komentar Imam Syafi’i dalam kitab Al-Madkhal fil Aqidah, hal 24. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Dakwah itu mempunyai urgensi yang banyak sekali, namun intinya kurang lebih adalah tersebarnya kebenaran pada umat manusia (khususnya kaum muslimin), lalu mereka bisa merubah pola pikir hidupnya dari jelek menjadi baik, dari beribadah kepada makhluk berubah menjadi beribadah kepada Khaliq. Lalu mereka membela Islam, mendakwahkan Islam semampunya hingga dengan usaha mereka setelah rahmat Allah manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Maka alangkah bahayanya kalau dakwah itu sampai tidak berjalan, mogok total tanpa ada yang menjalankan, maka ketika itu adzab Allah akan turun ke bumi menimpa manusia semuanya. Apakah di dalamnya itu orang beriman atau bukan beriman. Firman Allah: “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim di antara kamu, dan ketahuilah Allah amat keras siksanya”. (Al-Anfal: 25). Jamaah Jum’at yang berbahagia. Demikian ringkasan dari kutbah Jum’at yang saya sampaikan, yang intinya sebagai bahan ringkasan dari khutbah tersebut adalah marilah kita tingkatkan partisipasi kita dalam berdakwah sesuai dengan kemampuan kita, profesi kita, hingga Allah memanggil kita, karena keutamaan umat ada dalam dakwah dan kerugian umat akibat meninggalkan dakwah. Sekali lagi mari kita tingkatkan semangat kita berdakwah sesuai dengan manhaj salafush shalih. Semoga Allah menolong kita dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Amin ya Robbal’alamin.

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب.‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م ٍ‬ ‫ِ‬ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن همدانا اللمه.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ ش مريك ل َمه. وأ َش مهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ‬ ‫عبده ورسول ُ ِه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وم من‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫ت َبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ ٍ َِ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫َ َم َ‬ ‫ُ‬ ‫فيا أ َي ّها ال ْمؤمن ُون، ا ِت ّقوا اللمه ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، واعل َمموا أ َن‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َم ِ َ ْ ُ ْ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫الله ومل َئ َك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، صل ّوا عل َي ْه وس مل ّموا ت َسمل ِي ْما.‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ّ‬ ‫الل ّهم صمل وسمل ّم عل َمى محممد وعل َمى آل ِمه وصمحب ِه والت ّماب ِعي ْن‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ م‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ م ِ َ‬ ‫أ َجمعي ْن ب ِرحمت ِك ي َما أ َرحمم الراحمي ْمن. الل ّهمم اغفمر ل ِل ْممؤمن ِي ْن‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ َ َ م‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ّ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحي َ ماء من ْه مم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ م موات.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫الل ّهمم أ َرن َما ال ْحمق حقما وارزقن َما ات ّبماعه، وأ َرن َما ال ْباطمل بما َطِل ً‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ُ ّ ِ م‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنمما مممن‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب. رب ّنا آت ِنا في ال مدّن ْيا حس من َة وف مي‬ ‫ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآء ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬

‫22‬
‫‪Istighfar Dan Taubat Adalah Kunci Rizki Dan keberkahan dari Allah‬‬ ‫‪Ta'ala‬‬ ‫‪oleh: Anton Zamroni‬‬ ‫‪Khutbah pertama‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬

َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ .‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ َ ُ ‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُ َ مات ِه ول َ ت َم موت ُن إ ِل ّ وأن ُ مم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ ‫َ تم‬ َ ِ ‫َ َ ّ قم‬ َ ‫مسل ِمون. يا أ‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُمم ال ّمذي خل َقك ُمم م من ن َف مس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك‬ ُ َ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله ك َمان عل َي ْك ُمم رقي ْب ًما. ي َما‬ ‫م‬ ‫ْ َ ِ م‬ َ َ ‫َ م‬ ّ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُموا ق مول ً س مدي ْدا. ي ُص مل ِح ل َك ُمم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ً ِ َ َ ْ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورس مول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فق مدْ ف ماز‬ َ ‫َم‬ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ .‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ .‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهممم ب ِإ ِحسممان‬ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ .‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ... Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan jama’ah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Jamaah Jum’at yang berbahagia ... Di antara hal yang menyibukkan hati kaum muslimin adalah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sebagian besar kaum muslimin memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizki mereka. Kemudian tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syari’at Islam tetapi mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan hukum halal dan haram. Mereka itu lupa atau berpura-pura lupa bahwa Allah men-syari’atkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi ummat manusia dalam perkaraperkara kebahagiaan di akhirat saja. Padahal Allah mensyari’atkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia. Sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiallaahu anhu , ia berkata:

‫: رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخممرة‬n ‫كان أ َك ْث َر دُعاء الن ّب ِي‬ ِ َ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ّ .‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ

“Wahai Tuhan Kami’ karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana firman Allah tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya: “Maka aku katakan kepada mereka. Hadist 6389. niscaya Allah akan memudahkan mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari setiap arah.. 3. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga: 1. Allah dan RasulNya tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan dan keraguan dalam usaha mencari penghidupan. Kitabud Da’awat. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang lebih baik (sebagai ganti). maka taubatnya tidak sah. bahkan tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. II/191). tidak membekas di dalam hati sama sekali. 2.” Sedangkan makna taubat sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam ArRaghib Al-Asfahani adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. Sekiranya ummat ini mau memahami dan menyadarinya. Di antara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah. no. Ia harus menyesali perbuatan (maksiat) nya. sebab-sebab mendapat rizki telah diatur dan dijelaskan. Ma'asyirol Muslimin a’azza kumullah . menyesali dosa yang telah dilakukan. Tapi sebaliknya. Hendaknya ia harus menjauhi maksiat tersebut.” (Nuh: 10-12) Yang dimaksud istighfar dan taubat di sini bukan hanya sekedar diucap di lisan saja. Tetapi yang dimaksud dengan istighfar di sini adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib AlAsfahani adalah “Meminta (ampun) dengan disertai ucapan dan perbuatan dan bukan sekedar lisan semata. ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. . Jika salah satu syarat hilang.“Sesungguhnya do’a yang sering diucapkan Nabi adalah. Jika keempat hal itu telah dipenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna. Bab Qaulun Nabi Rabbana Aatina fid Dunya Hasanah. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . ‘Mohon ampunlah kepada Tuhanmu’. (Shahihul Al-Bukhari... Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami ingin menjelaskan tentang berbagai sebab di atas dan meluruskan pemahaman yang salah dalam usaha mencari rizki .. Begitu pula Imam An-Nawawi menjelaskan: “Para ulama berkata. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. dan jagalah kami dari siksa api Neraka”. sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi.

. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya.. melimpahkan air susu. niscaya Dia kan menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan membawa kekuatan kepada kekuatanmu dan juga janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi.’Hai kaumku. melancarkan urusannya dan menjaga keadaanya. “Dan (Hud berkata). kemudian memerintah-kan bertaubat untuk waktu yang mereka hadapi. Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain lagi berkata kepadanya. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini. Jika berupa harta benda maka ia harus mengembalikan. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . yaitu hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang lain. bahwasannya ia berkata: “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungaisungai di antara kebun-kebun untuk kalian. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . jika kalian bertaubat kepada Allah. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (surat Nuh: 10-12) berkata: “Maknanya. meminta ampun kepadaNya..Jika taubatnya berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. yaitu ketiga syarat di atas ditambah satu. Kemudian di ayat yang lain Allah yang menceritakan tentang seruan Hud kepada kaumnya agar beristighfar. Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan. niscaya Allah akan memudahkan rizkinya. agar ia memberiku anak!!’ maka beliau mengatakan kepadanya. Dan pada surat Hud di ayat yang lain Allah juga berfirman: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya (jika kamu mengerjakan yang demikian (niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan. ‘Beristighfar kepada Allah! Dan yang lainnya lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula). jika berupa had (hukuman) maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalas atau meminta maaf kepadanya dan jika berupa qhibah (menggunjing). Imam Al-Qurtubi menyebutkan dari Ibnu Shabih.. maka beliau berkata kepadanya.’Beristighfarlah kepada Allah!. maka ia harus meminta maaf.” (Hud: 52) Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan: “Kemudian Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar sehingga dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan. dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang . Ia akan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. memperbanyak harta dan anak-anak untuk kalian. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ’Do’akanlah (aku) kepada Allah. niscaya Ia akan memperbanyak rizki kalian.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ . kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar.yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.‫ي َحت َسب‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ِ ْ “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah). 4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh (Hamisy AlMusnad. Dalam hadist yang mulia ini.” (Hud: 3). Karena itu. Abu Daud. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Allah tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian. An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata. niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka. 4/55) Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ . Imam Al-Qurthubi mengatakan:”Inilah buah istighfar dan taubat. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta. Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ا ْل ِست ِغفار جعل الله من ك ُل هم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ْ َ َ ٍ ِ ّ َ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل‬ َ َ َ َ ً َ ْ َ . Nabi menggambarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar..‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ .. Dan hendaklah kita selalu waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan.” Ma'asyirol Muslimin A’azza kumullah . َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم..” (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak. bahwa Allah Yang Maha Esa.. Salah satunya yaitu. maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari kiamat. Jika kamu berpaling. baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Yang memiliki kekuatan akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak pernah diharapkan serta tidak pernah terbersit dalam hati.

lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan-keadaan kami. 2. Ya Allah. Allah akan memperbanyak harta dan anak-anak. Allah akan menjadikan untuknya kebun yang di dalamnya mengalir sungai-sungai.‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ Ya Allah. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya. Kembali pada khutbah yang kedua ini. di dunia maupun di akherat. الل ّهم صل على محممد وعل َمى آل محممد‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . Allah akan menurunkan hujan yang lebat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. memohon ampunan atas segala dosa dan menjadikan kita termasuk orangorang yang pandai ber istighfar agar Allah senantiasa membukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi. Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. الل ّهم أ َعت ِق‬ َ ِ َ ْ ْ ّ ُ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ . Karena istighfar dan taubat dengan lisan semata tanpa disertai dengan perbuatan adalah pekerjaan para pendusta. Allah akan membukakan pintu-pintu rizki dan keberkahan baik dari langit maupun dari bumi.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. Bahwasannya dengan istighfar dan taubat. jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu bertaubat dan beristighfar. الل ّه مم اغف مر ل ِل ْمس مل ِمي ْن‬ ِ َ َ ْ ُ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ .. Karena itu. ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّمه م ما عل ِمن َما من ْمه وم ما ل َمم ن َعل َمم‬ ‫ِ َم َ ْ م ِ ُ َ َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ ِ َ ‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. Jadi dengan istighfar dan taubat. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Bahwasannya telah disyari’atkan oleh Allah kepada kita untuk senantiasa ber-istighfar dan taubat dengan lisan yang disertai perbuatan. dan mudahkanlah rizki -rizki kami.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ٌ ‫َ ِ يم‬ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ ‫َم م‬ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْمدٌ مجي ْمد. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. أ‬ َ ْ ِ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . marilah pada kesempatan ini kita berdo’a kepada Allah. Allah akan mengampuni dosa-dosa hambaNya. jadikanlah kami termasuk hamba-hamba Mu yang pandai beristighfar..

‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ ْ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُهُ‬ ‫َ‬ ‫وَرسوْل ُه.‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ُ ُ ْ َ‬ ‫وَب َث من ْهُما رِجال ً ك َث ِي ْرا وَن ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِيْ ت َسآءل ُوْن ب ِهِ وَا ْل َرحام إ ِن‬ ‫َ ً َ ُ‬ ‫ْ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫الله كان ع َل َي ْك ُم رقِي ْبا. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َع ْمال َك ُم‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ً‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل َه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما.‫رقاب َنا من النار وأ َوسع ل َنا من الرزق في ال ْحل َل، واصرف عن ّما‬ ‫ِ َ ْ ِ ْ َ م‬ ‫ّ ْ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ َ‬ ‫ِ م َ ّ م َ ْ ُ م َ‬ ‫فسقة ال ْجن وا ْل ِن ْس ي َما حمي ي َما قي ّموم ي َما ذا ال ْجل َل وا ْل ِك ْمرام.‬ ‫ْ َ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وَقُوْل ُوا قَوْل ً سد ِي ْدا.‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سمعارهم وآمن ْهمم فمي‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم.‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ ّ َ ّ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫اللهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوْم ِ‬ ‫الد ّي ْن.‬ ‫ِ‬ ‫…‪Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah‬‬ .‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ُ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫أ َما ب َعْد؛ فَإ ِن أ َصد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ‫َ ِ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫ّ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ع َل َي ْهِ وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ َ ّ َ مورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك ُل‬ ‫َ ٌ‬ ‫ٌ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ َ‬ ‫ضل َل َةٍ في النار.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫واسأ َل ُوه من فضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫َ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حقّ ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن. Simbol Kejayaan Umat‬‬ ‫‪Afifi Widodo‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫ومن سيئات أ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ّ َ ِ ع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه.‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ ْ ُ ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫32‬ ‫‪Ilmu. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفمي الخمرة حسمن َة وقن َما‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ م‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.

bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Sanjungan shalawat kita sampaikan kepada Baginda Rasul. Padahal bahaya itu sebuah kepastian yang telah tersedia. Bahkan pikiran sebagian besar kaum muslimin pun tak jauh berbeda dengan kaum sekulernya.” (HR. Akankah kita membekali diri kita bagaikan si buta di tengah rimba belantara tak tahu apa yang akan menimpanya.‫حساب وَغ َدا حساب وَل َ ع َمل‬ ٌ َ ِ ً ٌ َ ِ “Dunia akan pergi berlalu. Selanjutnya… jamaah Jum’at yang berbahagia. Jadilah bangku-bangku sekolah didoktrin dengan kurikulum negara maju. hanya dengan taqwalah kita selamat di hari pengadilanNya. dan besok hanya ada hisab (perhitungan) tanpa amal. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. sebagian da’i yang mempertengkarkan tentang cap intelektual muslim pun justru menuding kolot terhadap orang yang tekun mempelajari agamanya karena terfitnah oleh kilauan dunia. Sesungguhnya pada hari ini hanya ada amal tanpa hisab (perhitungan). Lalu. karena dari limpahan rahmat dan karuniaNya. Dari mimbar ini pula saya serukan kepada diri saya pribadi. telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu. padahal kebodohan adalah lambang kejumudan. ujung tombak pembawa pelita kehidupan. Jamaah Jum’at yang berbahagia! Ilmu. dan keduanya mempunyai anak-anak. Hingga hampir menjadi kesepakatan setiap jawara bangsa. biar lebih mendekati makna yang hakiki. sikap ambisi meraup dan mengimport ilmu ini berlaku hanya pada masalah duniawi. Akankah kita bergelimang dalam kebodohan. Jamaah Jum’at yang mulia.Rasanya tak habis-habisnya kita mesti bersyukur kepada Allah. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti. Bukankah kita pernah mendengar wasiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu : ،‫ا ِرت َحل َت الد ّن ْيا مد ْب ِرة ً وارت َحل َت الخرة ُ مقب ِل َة وَل ِك ُل واحد َةٍ من ْهُما ب َن ُوْن‬ ِ َ ّ ً ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ِ َ ْ ٌ َ ِ َ ‫فَك ُوْن ُوا من أ َب ْناء الخرةِ وَل َ ت َك ُوْن ُوا من أ َب ْن َاء الد ّن ْيا، فَإ ِن ال ْي َوْم ع َمل وَل‬ ٌ َ ِ ّ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ٌ َ . Lalu apa yang menghalangi kita untuk segera meraup ilmu dien (agama). Yang lebih memprihatinkan lagi. sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar suksesnya masa depan kita? . hingga kini kita tetap bertahan menjaga keimanan kita sebagai tingkat nikmat yang paling tinggi. AlBukhari secara mu’allaq). Syahadatpun harus selalu kita benahi. umumnya kepada para jamaah sekalian untuk selalu menjaga. mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan nilai-nilai taqwa. bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya. Akan tetapi sayang seribu kali sayang. dan akhirat akan datang menjelang.

maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak. mereka hanyalah mewariskan ilmu. Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ َ ،‫فَضل ال ْعال ِم ِ ع َلى ال ْعاب ِد ِ ك َفضل ال ْقمرِ ع َلى الن ّجوْم.” (HR. tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya. semakin susah pula untuk mencari tempat . sehingga beliau menjadi sasaran bidik kejahatan kaum Syi’ah dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilancarkannya terhadap diri beliau. tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna. 2.Ma’asyiral muslimin rahimakumullah! Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengumpulkan keutamaan ilmu ini dalam 13 point: 1.‫أ َوْ وَل َد ٌ صال ِح ي َد ْع ُوْ ل َه‬ ٌ َ ُ “Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah. Ilmu. tapi ilmunya tak pernah sirna.” 3. Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya. dalam rangka menghancurkan Islam dan kaum muslimin. sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan. Inilah buah seperti yang tersebut dalam hadits Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam : ‫إ ِذا مات ا ْل ِن ْسان ا ِن ْقط َعَ ع َمل ُه إ ِل ّ من ث َل َث؛ صد َقَة جارِي َة أ َوْ عل ْم ي ُن ْت َفعُ ب ِه‬ َ َ ُ َ ٌ ِ ٍ َ ٌ ٌ ِ ُ َ َ َ َ َ ْ ِ . atau ilmu yang dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya.(‫وافِر. Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk golongan fuqara’ (kaum papa). Setiap kita pasti kenal Abu Hurairah Radhiallaahu anhu. memang hartanya telah sirna. bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman. )الترمذي‬ ٍ َ “Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. kita semua masih tetap membacanya. warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi. Tirmidzi). lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk. ا َل ْعُل َماء وَرث َة ا ْل َن ْب ِياء‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ْ َ َ ِ ْ َ ِ ُ ّ َ ً ُ ّ ‫وَا ْل َن ْب ِياء ل َم ي ُوَرث ُوا د ِي ْن َارا وَل َ د ِرهَما وَإ ِن ّما وَرثوا ال ْعِل ْم فَمن أ َخذ َه ُ أ َخذ َ ب ِحظ‬ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ْ ُ َ ْ ّ . Bahwa ilmu dien adalah warisan para nabi Shallallaahu alaihi wa Salam. gudangnya periwayatan hadits.

6.” (Ali Imran: 18). 5. . Umat ini akan senantiasa tegak di atas perkara Allah. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. tidak akan memadharatkan kepada mereka. Para ulama. Ulil Amri. belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya.‫الله‬ ِ “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan. 4. orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang putusan Allah. mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat. menurut ulama adalah Umara’ dan Hukama’ (Ahli Hikmah/Ahli Ilmu/Ulama). maka Allah akan fahamkan dia dalam (masalah) dien. bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah. Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla adalah yang Maha Memberi. Al-Bukhari).” (HR. Yang menegakkan keadilan. Umara’ berfungsi mengoperasionalkan jalannya syariat Allah dan mengharuskan manusia untuk menegakkannya. Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana. tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan RasulNya. Imam Ahmad mengatakan tentang kelompok ini: “Jika mereka bukan Ahlu Hadits maka aku tidak tahu siapa mereka itu”. taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu. Ulama berfungsi menjelaskan dengan gamblang syariat Allah dan mengajak manusia ke jalan Allah. Ilmu. termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya orang mentaatinya. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).” (An-Nisa: 59). Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Ta’ala: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ ‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن وَإ ِن ّما أ َنا قاسم والله هُوَ ال ْمعْط ِي وَل‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ُ ْ ْ َ ِ ْ‫تزال هذه ا ْل ُمة قائمة على أ َمر الله ل َ يضرهم من خال َفهم حتى يأت‬ َ ‫ِي أ‬ ََ ً َ ِ َ ُ ّ ‫َ ُ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ْ َ ّ َ َ مر‬ ِ ِ ِ َ ُ ََ ُ ْ ِ ْ . Para ulama (Ahli ilmu syari’at).menyimpannya. sebagaimana firmanNya: “Hai orang-orang yang beriman.

beliau bersabda. Dan sebagian menimpa tanah tandus kering yang gersang. Al-Bukhari dan Muslim). Dia bunuh seorang ahli ibadah sebagai korban yang ke-100 karena jawaban bodoh dari si ahli ibadah yang menjawab bahwa sudah tak ada lagi pintu taubat bagi .‫من سل َك ط َرِي ْقا ي َل ْت َمس فِي ْهِ عل ْما سهّل الله ل َه ب ِهِ ط َرِي ْقا إ ِلى ال ْجن ّة‬ ً ِ َ ُ ُ ُ ِ Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu. dia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus. sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik. di antaranya lagi ada sebagian tanah keras yang (mampu) menahan air yang dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia untuk minuman. tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu. Allah akan pahamkan dia (masalah) dien.” (HR. Sabdanya: َ ً َ َ ْ َ َ َ ً ِ . sebagian di antaranya ada yang baik (subur) yang mampu menampung air dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. tidak bisa menahan air yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. maka dia mempelajari dan mengajarkan. Ilmu adalah jalan menuju Surga. Sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Salam : . (HR. Sedangkan permisalan bagi orang yang tidak (tidak memperhatikan ilmu) itu (sangat berpaling dan bodoh). Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah. Jamaah sekalian tentunya ingat kisah seorang pembunuh yang menghabisi 100 nyawa. Orang ‘alim (berilmu) adalah cahaya bagi manusia lainnya. yang artinya: Perumpamaan dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang bermanfaat terhadap alam sekitar. maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga. Muslim). Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. 9. Dengan dirinyalah manusia dapat tertunjuki jalan hidupnya. 11. 10. 8. mengairi tanaman dan bercocok tanam.‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ْ َ ِ “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan.7. Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu. Maka demikianlah permisalan orang yang memahami (pandai) dalam dien Allah dan memanfaatkan apa yang dengannya aku diutus Allah.” (Al-Bukhari).

Dan di akhirat akan Allah angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan didakwahkannya.‫وَمن سي ْئات أ َع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه‬ َ ِ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ُ ّ ِ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ْ ُ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُه‬ َ ّ َ ُ ُ َ ‫وَرسوْل ُه صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ت َسل ِي ْما. bila tidak justru akan membawa kepada kehancuran dan laknat Allah. 1. Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Mujadilah: 11 telah berfirman: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan disana ia ditunjukkan jalan taubat. 2. أ َما ب َعْد؛‬ ُ ّ ً ْ َ َ ُ Jamaah yang berbahagia. Allah akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang alim) di dunia dan akhirat. pada khutbah yang ke-2 ini. sekedar saya simpulkan dari khutbah yang pertama. Ilmu agama yang akan membawa kejayaan adalah ilmu yang diamalkan dari sumber yang benar pula. ّ َ ً َ ُ َ ً ْ ‫والله ن َسأ َل ُه أ َن ي َرزقَنا عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل، وَصلى الله‬ ً ً َ ً ِ َ ُ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ . Bahwa problem yang terbesar di kalangan umat ini adalah al-jahl biddien. semoga menjadi pendorong semangat bagi orang yang bercita-cita mulia dunia dan akhiratnya. Di dunia Allah angkat derajatnya di tengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. Akhirnya dia datang kepada seorang ‘alim. 3. . bodoh tentang agamanya.pembunuh nyawa manusia. Tidak akan terangkat derajat umat ini menuju sebuah kejayaan kecuali harus bangkit dan menggali ilmu agama secara benar.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah! Itulah point-point penting yang bisa kita nukilkan. 12. maka diapun mendapatkan penerangan bagi jalan hidupnya.‫ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ أ َجمعِي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ً َ َ ْ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ُ ْ ِ ُ ِ ْ ْ ْ .

وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ ن َب ِي ول َ رسول ب َعدَه، قدْ أ َدى ا ْل َمان َة‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫ّ َ‬ ‫وب َل ّغ الرسال َة ون َصح ا ْل ُ‬ ‫مة وجاهدَ في سب ِي ْل ِه حق جهاده.‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫وَصلى الله ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ي ِوْم ِ الد ّي ْن.‪kebaikan kaum muslimin‬‬ ‫َ َ‬ ‫إ ِن الله وَمل َئ ِك َت َه ي ُصل ّوْن ع َلى الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامن ُوا صل ّوا ع َل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما.‫‪Karena itulah mari kita gali ilmu agama secara benar dari sumber aslinya yaitu‬‬ ‫‪Al-Qur’an dan Sunnah melalui pemahaman para Salafus-Shalih yakni para‬‬ ‫‪sahabat radhiyallahu ‘anhum serta para pengikut pola hidupnya hingga hari‬‬ ‫. وَبارِك ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫محمد ٍ ك َما بارك ْت ع َلى إ ِب ْراه ِي ْم وَع َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ لى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد. فاذ ْك ُروا الله ال ْعَظ ِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫42‬ ‫‪Kondisi Kaum Muslimin Pada Masa Kini‬‬ ‫‪Oleh: Sardona Siliwangi‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه، ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ ْ ِ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا. الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل محمد ٍ ك َما صل ّي ْت ع َلى‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫إ ِب ْراه ِي ْم وَع َلى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد. من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ َ‬ ‫ّ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ّ ِ َ ِ ِ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫الصل َةُ والسل َم على ن َب ِي ّنا ال ْمصطَفى محمد صلى الله عل َي ْه‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ِ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ‬ ‫وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن سل َك سب ِي ْل َه واهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن. الل ّهُم افْت َح ب َي ْن َنا وَب َي ْن قَوْمنا بال ْحقّ وَا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن.‪akhir‬‬ ‫‪Selanjutnya marilah kita berdoa kepada Allah untuk kebaikan kita dan‬‬ ‫.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهُم اغ ْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات. رب ّنا اغ ْفر ل َنا‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ ْ‬ ‫وَل ِخوان ِنا ال ّذ ِي ْن سب َقوْنا ب ِا ْل ِي ْمان وَل َ ت َجعَل فِي قُل ُوْب ِنا غل ّ ل ّل ّذ ِي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ ُ ٌ ّ ِ ٌ َ‬ ‫إ ِن ّك رءوْف رحي ْم.‬ ‫ِ‬ ‫عباد َ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى ع َن‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ . رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا‬ ‫َ ُ َ ً َ َ َ ِ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ ً َ ً‬ ‫حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار.‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل.

shahabat dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau dengan baik sampai akhir zaman. Jamaah Jum’at arsyadakumullah Allah berfirman dalam Al-Qur’anul Karim surat An-Nur ayat 55: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengamalkan kebaikan bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. Mereka tetap menyembahKu dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت وأ َت ْب ِع السي ّئ َة ال ْحسن َة‬n ‫وقال الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ِ ِ ‫ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن. sebagaimana Dia telah menjadikaan orangorang sebelum mereka berkuasa. karena dengan kedua nikmat ini merupakan satu bukti bahwa kita merupakan umat pilihan. Dan terlebih-lebih karena Allah masih mengkaruniakan kepada kita dua kenikmatan yang besar yaitu nikmat Iman dan nikmat Islam.(‫حسن‬ Jamaah Jum’at hamba Allah yang berbahagia Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah.ْ ُ ْ ْ َ ْ ِ ْ ْ ‫رب اشرح ل ِي صدْري وي َسر ل ِي أ َمري واحل ُل عقدَةً من ل ِسان ِي‬ ْ َ ْ ّ َ َ ْ ِ ْ ّ َ ْ ِ َ ْ ْ . وقال‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ ْ . dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan merubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah . )رواه الترمذي، حديث‬ َ َ َ ُ ْ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ . Dan barangsiapa yang masih kafir setelah janji itu maka mereka itulah orang-orang yang fasiq” (An-Nur 55).‫ي َفقهوا قول ِي‬ ْ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا‬ ِ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ِ ِ ْ ُ َ ‫الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. sebagimana firman Allah: “Dan tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah” (Yunus 100). yang dipilih oleh Allah. sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah. Shalawat serta salam selalu terlimpah kepada nabi besar Muhammad beserta keluarga. وقال: يا أ َي ّها‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ َ َ َ :‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. tidaklah dapat kamu menghitungnya” (Ibrahim 34). yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan yang apabila kita ingin menghitungnya niscaya kita tidak akan sanggup untuk menghitung kenikmatan tersebut.

kelompok yang kuat dan kelompok yang dikenal keberaniannya. dan tabi’ut tabi’in.(‫)رواه البيهقي، حديث حسن‬ “Hampir tiba saatnya persatuan bangsa-bangsa mengerubut atas kamu sekalian seperti bersatunya orang-orang mengerubut makanan yang ada di atas nampan. shahabat. Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita ingat-ingat kembali sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ± 14 abad yang silam: َ ُ ُ َ ْ ،‫ي ُوشك أ َن ت َداعى عل َي ْك ُم ا ْل ُمم ك َما ت َداعى ا ْل َك َل َة إ ِلى قصعت ِها‬ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ ْ ٌ ،‫فقال قائ ِل: أ َومن قل ّة ن َحن ي َومئ ِذ؟ ب َل أ َن ْت ُم ي َومئ ِذ ك َث ِي ْر‬ ٍ َ ْ ْ ٍ َ ْ ُ ْ ٍ ِ ْ ِ َ ٌ َ ُ ْ ‫ول َك ِن ّك ُم غثاءٌ ك َغثاء السي ْل، وسي َن ْزعن الله من صدُور عدُوك ُم‬ ِ َ ُ َ َ ِ ّ ّ َ ِ ُ ّ َ ِ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ‫ال ْمهاب َة من ْك ُم ول ْي َقذفن الله في قل ُوب ِك ُم ال‬ َ َ َ ُ َ َ ‫ُ وهن. Kalau kita lihat sejarah yang telah berlalu. dan dimanakah kekuatan dan keberanian yang pernah ada? maka jawabnya. tentang sebuah kondisi yang akan menimpa umat Islam. dan Dia akan memasukkan ke dalam hati-hati kalian al-wahan. Dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kalian (rasa) ketakutan kepada kalian. dimana pada saat itu mereka akan dihinakan. yang apabila musuh-musuh mendengar nama-nama mereka maka timbullah rasa takut dalam hati mereka. maka secara sadar atau tidak sadar sebuah pertanyaan yang harus kita jawab yaitu: “Apa penyebab yang menjadikan umat Islam pada saat sekarang ini dihinakan bahkan diinjakinjak?”. tabi’in. semuanya sudah hilang.‫رسول الله، وما ال ْوهن؟ قال: حب الدّن ْيا وك َراهي َة ال ْموت‬ ُ ِ َ َ َ ِ ْ َ ّ ُ َ َ ُ َ َ َ َ ِ . قال قائ ِل: يا‬ ِ َ َ َ َ ٌ ّ َ ِ ْ َ ْ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ . Tetapi kalian pada saat itu bagaikan buih seperti buih banjir. Ada sahabat bertanya: apakah karena sedikitnya jumlah kita pada masa itu? Beliau bersabda: Bahkan jumlah kalian pada masa itu banyak. semuanya kini hanya menjadi sebuah kenangan dan menjadi sebuah cerita. direndahkan. Namun. yang akan menimpa kaum muslimin. maka kita akan mendapatkan bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah. mereka hidup dengan mulia dan terhormat. dinjak-injak. Padahal mereka sebelumnya adalah kelompok-kelompok yang mulia. apabila kita melihat kondisi kaum muslimin sekarang. Setelah kita melihat sekilas sejarah masa lampau. Baihaqi. maka kita akan bertanya. hadist hasan). dimanakah kemuliaan itu? yang telah Allah janjikan dalam firmanNya surat An-Nur ayat 55 di atas.Pada kesempatan kali ini tidak ada salahnya kalau kita mengingat kembali pesan yang telah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam sampaikan ± 14 abad yang lalu. Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . mereka menjadi mulia dengan keislaman mereka. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Lalu shohabat bertanya: Ya Rasul apakah al-wahan itu? Beliau bersabda: cinta dunia dan takut mati” (HR.

dengan kata lain kita dituntut untuk berjihad fii sabiilillah. dan . Jamaah Jum’at yang berbahagia. sehingga hari-hari kita habis atau hanya diisi dengan kesibukan untuk menghitung-hitung kekayaan yang kita miliki. dengan mengorbankan harta benda bahkan lebih besar dari itu kita dituntut juga untuk mengorbankan jiwa kita. (HR. Jamaah Jum’at yang berbahagia. untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan muslimin kita dituntut untuk memperjuangkan Islam dengan perjuangan yang haqiqi. kecuali jika kembali kepada agama kalian”. Berjihad di jalan Allah inilah yang dapat menjadikan umat Islam umat yang mulia. maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita. sehingga dikarenakan kecintaan mereka yang sangat besar terhadap jihad. Abu Dawud hadist shahih) Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Pada masa sekarang ini kita sering mendengar dan melihat slogan-slogan Islami yang setidaknya dapat membesarkan hati kita sebagai umat Islam. umat yang dihormati. dan dengan kesibukan itu semua kita meninggalkan jihad di jalan Allah. Dan sebaliknya apabila kita sudah melupakan jihad. selebaran-selebaran dan lain sebagainya. )رواه أبو داود، حديث صحيح‬ ِ ْ “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah dan kalian mengambil ekor sapi (sibuk dengan peternakan) dan kalian merasa lega dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad. kaum muslimin menjadi umat yang kuat dan umat yang ditakuti. Dan inilah kunci mengapa pada generasi pertama Islam. dan dalam memperjuangkan Islam ini tidak cukup hanya dengan menulis spanduk-spanduk. dengan mencurahkan tenaga yang ada. Namun pada sisi lain kita harus ingat bahwa memperjuangkan Islam itu tidak hanya sebatas slogan-slogan yang dipampang dikeramaian umum. sehingga setiap orang dapat melihat dan membaca. Dan Allah sekali-kali tidak akan melepaskannya. Kita sebagai muslim harus sadar bahwa memperjuangkan Islam. Mereka sangat cinta jihad dan mereka sangat merindukan gugur sebagai syuhada’. yang kehinaan itu tidak akan Allah cabut kecuali apabila kita kembali kepada agama kita. di antaranya kita sibuk dengan perdagangan dengan peternakan dan dengan pertanian atau perkebunan. maka Allah akan menurunkan kehinaan bagi kalian. umat yang dikenal dengan keberanian yang ditakuti oleh lawan. dan Allah pun akan mencabut dari dada-dada musuh-musuh kita rasa takut kepada kita. kita disibukkan dengan masalah-masalah keduniaan. tidak lain jawabnya adalah bahwa dikarenakan mereka menjadikan jihad sebagai jalan hidup mereka.َ ‫إ ِذا ت َباي َعت ُم بال ْعي ْن َة وأ َخذْت ُم أ َذْناب ال ْب َقر ورضي ْت ُم بالزرع وت َرك ُتم‬ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ َ ُ ْ َ ِ ْ ّ ِ ْ ِ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ‫ال ْجهاد، سل ّط الله عل َي ْك ُم ذُل ّ ل َ ي َن ْزعه عن ْك ُم حتى ت َرجعوا إ ِلى‬ َ ُ ُ ِ َ ُ ّ َ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ ِ ْ .(‫دي ْن ِك ُم. Apabila semua ini ada pada diri kita. didapati di antara mereka yang tidak mempunyai harta benda kecuali pedang dan seekor kuda perang yang keduanya digunakan untuk berjihad di jalan Allah.

وال ْعصر، إ ِن النسان ل َفي‬ ّ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ‫خسر، إ ِل ّ ال ّذي ْن ءامنوا وعملوا الصال ِحات وت َواصوا بال ْحق‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ ّ ٍ ْ ُ َ ‫وت َواصوا بالصبر. Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. anak-anak. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 24: “Katakanlah (Hai Muhammad) jika bapak-bapak. Ketiga: Dan apabila kaum muslimin sudah melupakan jihad. maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa: Pertama: Kemuliaan kaum muslimin akan tetap ada apabila kaum muslimin mau kembali untuk berpegang teguh kepada agamanya. istri-istri. .‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ّ َ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ َ ُ َ َ Khutbah Kedua َ َ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َرسل رسول َه بال ْهدى ودي ْن ال ْحق ل ِي ُظْهرهُ على‬ ِ َ ِ َ ُ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ّ َ ْ َ َ َ ‫الدين ك ُل ّه ول َو ك َره ال ْكافرون.semua ini akan atau bahkan telah terjadi sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . sebagai pesan buat kita selaku umatnya: َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. أ َشهد أ َن ل َ ِإلمه إل ّ الله ِوأ‬ ‫ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ِ َ َِ ِ ْ ّ َ ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. وقل رب اغفر وارحم وأ‬ .‫َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ُ ِ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah.‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ْ ،‫جماعة ال ْجمعة، أ َرشدَك ُم الله. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq”. maka Allah akan menghinakan mereka di hadapan umat yang lain dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kaum muslimin rasa takut kepada mereka. adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya. kaum keluargamu. Kedua: Kemuliaan tersebut akan hilang apabila kaum muslimin telah disibukkan dengan kenikmatan dunia sehingga dengan gemerlapnya kenikmatan dunia ini menjadikan mereka lalai untuk berjihad di jalan Allah lii i’la i kalimatillah. kemudian dari satu ayat yang kami bacakan di atas. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله‬ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ُ ُ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ‫ومن يت ّق الله يجعل ل ّه من أ‬ َ ‫ُ ِ ْ مره ي ُسرا وي َرزقه من حي ْث ل‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ُ ْ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ ‫يحت َسب، ِ ومن يت ّق الله يعظم ل َه أ‬ . harta kekayaan yang kamu usahakan perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. dengan berjihad di jalan Allah membela agamaNya. Dari penjelasan khutbah yang pertama tadi. saudara-saudara. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. والصل َةُ والسل َم ع‬ ‫ّ ُ َلى ن َب ِي ّنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ّ ٍ ّ َ ُ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ُ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ . dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai.

‬ ‫ِ‬ ‫الل ّهم شت ّت شمل َهم ومزقْ جمعهم وزل ْزل أ َقدامهم وأ َ‬ ‫َ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ْ ْ َ َ ُ ْ َ ل ْق في‬ ‫َ ُ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِهم الرعب.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم أ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمب ْت َدعة وال ْمشرك ِي ْن أ َعدائ َك أ َعداءَ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ِ َ َ َ ُ ْ ِ‬ ‫الدّي ْن.‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َي ْنا إ ِصرا‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ك َما حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ َ َ‬ ‫َ َ نا‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ َ َ‬ ‫به، واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ِ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على‬ ‫ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن.‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ّ َ َ ٍ َ َ َ ٍ‬ ‫ُ َ ِ ِ ِ ِ ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم.‬ ‫ّ ْ َ‬ ‫ُ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ً‬ ‫الل ّهم عذّب ْهم عذابا شدي ْدا وحسب ْهم حسابا ث َقي ْل. kita selalu berharap kepada Allah.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ‬ .‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك قري ْب مجي ْب الدّعوات.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن. dan‬‬ ‫‪agar Allah selalu memberikan kemuliaan kepada kaum muslimin kapan dan‬‬ ‫.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫ُ ْ َ َ ً َ ِ ً َ َ ّ ُ ْ ِ َ ً‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‪dan apabila mati. sehingga kaum muslimin dapat hidup dengan hidup yang mulia‬‬ ‫.‪dimanapun kaum muslimin berada‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. agar Allah senantiasa‬‬ ‫‪memberikan kepada kita keteguhan untuk selalu berjalan di atas dienNya.‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ذُن ُوب َنا وت َوفنا مع ا ْل َب ْرار. matipun dalam keadaan mulia pula‬‬ ‫.‫‪Keempat: Untuk mengembalikan kemuliaan tersebut adalah dengan kembali‬‬ ‫‪kepada Agama.‪Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah‬‬ ‫‪Akhir dari khutbah ini.‬ ‫َ ُ َ ِ ّ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫الل ّهم ان ْصر ال ْمجاهدي ْن في ك ُل مكان وزمان.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك رضاك وجن ّت َك ون َسأ َل ُك شهادَةً في سب ِي ْل ِك.

‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ‫أ َما بعد؛ فإن أ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة‬ ٌ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ . Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan. Peranan Dan Dampaknya Bagi Seseorang Oleh: Fuad Iskandar ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ُ‫أ َن ْف‬ ‫سنا‬ َ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل‬ َ ْ ْ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ . karena dengan taqwa inilah seseorang akan bahagia baik di dunia dan terlebih lagi di akhirat. di tempat kerjanya ataupun di lingkungan tempat tinggalnya.‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . baik itu disekolahnya. kemudian dari tempat ini saya serukan kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk selalu memelihara dan meningkatkan taqwallah.‫هادي ل َه‬ ُ َ ِ َ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ْ َ ُ َ .‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ‫زوجها‬ َ َ ْ َ ُ َ ‫وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ َ ً ْ ِ َ ‫وا ْل َرحام‬ َ َ ْ َ .25 Seorang Teman.‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول‬ ُ . Sehingga tidak ditampik lagi bahwa teman merupakan elemen penting yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang. Jamaah Jum’at yang berbahagia Tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain.‫َ َ ُ ْ وا قول ً سدي ْدا‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ َ ْ ‫ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ْ ْ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . Di dalam pergaulannya tersebut seseorang akan memiliki teman. .‫وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Jamaah Jum’at yang berbahagia Syukur kepada Allah adalah hal yang harus selalu kita lakukan karena dengan bersyukur akan menambah nikmat-nikmatNya kepada kita.

” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Tirmidzi. Jamaah Jum’at yang berbahagia Bahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya jelek. tapi tanya tentang temannya. Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akbiat bergaul dengan teman-teman yang jahat dan sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih. engkau pasti akan mendapatkan baunya yang enak. oleh sebab itu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memerintahkan kepada kita agar memilah dan memilih kepada siapa kita bergaul. Demikianlah karena memang fitroh manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya. Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil faedah penting bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya baik. Dalam sebuah hadits. Di dalam sebuah hadits Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyebutkan tentang peranan dan dampak seorang teman: ُ َ ‫مث َل ال ْجل ِي ْس الصال ِح وال ْجل ِي ْس السوء ك َمث َل حامل ال ْمسك ونافخ‬ ِ ْ ّ َ َ ِ ّ َ ِ ِ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ِ ،‫الك ِي ْر‬ ِ َ ‫فحامل ال ْمسك إما أ َن يحذيك أ َو ت ُبتاع من ْه أ‬ ‫ْ ُ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ َ ِ ُ و ت َجدُ رائ ِحة طَي ّب َة‬ ً ً َ َ ِ ْ ّ ِ ِ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ِ َ َ . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ َ ِ ُ .” (Muttafaqun ‘Alaih).‫ا َل ْمرءُ على دي ْن خل ِي ْل ِه فل ْي َن ْظُر أ َحدُك ُم من ي ُخال ِل‬ َ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ْ َ “Seseorang berada di atas agama temannya. Hakim dengan Sanad yang saling menguatkan satu dengan yang lain).‫ونافخ الك ِي ْر إ ِما أ َن ي ُحرقَ ث ِياب َك أ َو ت َجدُ من ْه رائ ِحة خب ِي ْث َة‬ َ ً َ َ ُ ِ ً ّ ِ ِ ْ َ َ ِ ْ ْ “Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi. maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat kepada siapa dia bergaul. Dan dalam sebuah syair disebutkan: . Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu.‫عن ال ْمرء ل َ ت َسأ َل وسل عن قري ْن ِه، فك ُل قري ْن بال ْمقارن ي َقت َدي‬ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ُ ِ ٍ ِ َ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ ِ َ Jangan tanya tentang seseorang. yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita. baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya. Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mereka mendapatkan hidayah disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan batasan-batasan di dalam pergaulan. sebab orang pasti akan mengikuti kelakukan temannya. Abu Dawud. Para Salafusshalih sering menyampaikan kaidah bahwa: . sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak. yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita.

Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia. قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ َ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ِ َ ْ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ َ َ َ ِ ّ ‫وسل‬ .” (Al-Furqan: 27-29). Jamaah Jum’at yang berbahagia Seorang teman memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. para pengikut hawa nafsu (ahlul ahwa’) dan orang-orang fasik yang terang-terangan menampakkan dan menyerukan kefasikannya ini merupakan salah satu tindakan preventif terhadap bahaya lingkungan pergaulan dan agar umat terhindar dari pengaruh kemaksiatan tersebut. Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫من اليات‬ ِ َ ْ َ ِ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku. Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temanya ketika di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: َ َ َ .. karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal tanpa hisab.‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر‬ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ َ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ‫أشهدُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله، الواحد القهار، وأشهدُ أن محمدا عب ْدُه‬ ُ َ ،‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫سي ّدُ ا ْل َب ْرار. sedang syubhat kencang menyambar.‫ا َل ْقل ُوب ضعي ْفة والشب َه خطافة‬ ٌ َ ّ َ ُ ّ َ ٌ َ ِ َ ُ ْ ُ Hati itu lemah. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ِ ّ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل ذَن ْب. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ ِ َ َ . Sehingga pengaruh kejelekan akan lebih mudah mempenga-ruhi kita dikarenakan lemahnya hati kita. Renungkanlah baik-baik firman Allah berikut ini: “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul.‫َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ Jamaah Jum’at yang berbahagia . Jamaah Jum’at yang berbahagia Merupakan sikap yang diajarkan Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah menjauhi para penyeru bid’ah. janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemak-siatan.

‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ُ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروه‬ َ َ ْ ُ ْ َ ْ ْ ُ . َ َ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ .” (Az-Zukhruf: 67). Amin ya Rabbal ‘alamin. Maha benar Allah yang menyebutkan dalam kitabNya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain.‫ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك من ْه عبادُك الصال ِحون‬ َ ْ ُ ّ َ ِ ُ ِ َ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ْ ُ َ . Jamaah Jum’at yang berbahagia Jadikanlah orang-orang shalih yang bermanhaj dan ber-aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai teman akrab kita. Teman sejatimu adalah yang selalu mendorongmu untuk berbuat kebajikan dan mencegahmu dari berbuat kejelekan walaupun engkau jauh dan engkau tidak bergaul dengannya dan musuh sejatimu adalah yang mendorongmu berbuat kejelekan dan tidak mencegahmu dari berbuat dosa walaupun ia dekat denganmu dan engkau selalu bergaul dengannya.‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Merekalah para nabi.‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ َ ‫الل ّهم إنا ن َسأ َل ُك من خير ما سأ‬ َ ،‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون‬ ِّ ّ ُ َ َ ْ ُ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ .‫وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ .Pada khutbah yang kedua ini saya ingatkan pula kepada para orang tua hendaklah mereka memperhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya sebab setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya dan orangtua adalah pemimpin terhadap istri dan anak-anaknya. syuhada dan shalihin. Jamaah Jum’at yang berbahagia Saya akan menutup khutbah ini dengan apa yang dinasehatkan oleh seorang bijak tentang hakekat seorang teman: Saudaraku. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ . merekalah sebaik-baik teman dan sebaik-baik persahabatan. merekalah uswah dan qudwah dalam segenap aspek kehidupan kita. kecuali orang-orang yang bertaqwa. adapun selain itu adalah persahabatan yang semu.‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Ingatlah bagaimana wasiat agung Lukman Al-Hakim di dalam surat Luqman ayat 13-19 ketika mewasiatkan kepada anaknya di antaranya agar mengikuti dan menempuh jalan orang-orang yang kembali kepada Allah. Semoga Allah selalu memberikan taufik kepada kita dan menyelamatkan kita dari kejelekan lingkungan dan pergaulan serta menganugerahkan kepada kita lingkungan dan pergaulan yang mendorong kita untuk selalu taat kepada Allah dan RasulNya.

Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tak bertepi. Kaum muslimin A’azzakumullah Apabila kita mencermati kondisi lingkungan sekitar kita. Dalam segi aqidah banyak sekali umat Islam yang menganut keyakinan-keyakinan syirik.‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار.‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون. pasti akan kita akan prihatin. menyekutukan Allah dalam hal ibadah. Perdukunan merajalela.. يا‬ َ َ َ َ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. Menjalan-kan secara ikhlas seluruh perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala.َ َ ‫على ن ِعمه ي َزدْك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ ُ ِ َ ْ ْ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ 26 Perjuangan Menuju Masyarakat Tauhid Oleh: Mulyono ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti atau kebahagiaan hidup di dunia fana ini. hanya dengan Taqwa . يا أ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. penyembahan terhadap ahli kubur masih dilakukan. pengagungan yang berlebihan terhadap seorang tokoh masih banyak kita jumpai.‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ Saudara-saudara sekalian. dan juga kepada saudara-saudara sekalian. kemudian menjauhi segenap laranganlarangan Nya. ijinkanlah khatib mengajak kepada diri khotib sendiri. Selalu bertaqwa dalam arti yang sebenarnya dan selurus-lurusnya. InsyaAllah . ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز‬ َ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . sidang jamaah Jum’ah rahimakumullah Dari mimbar yang kita muliakan ini. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ . Sebab. .. الل ّهم صل على‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ .. Kalau nurani kita masih bersih.. Perilaku ini menurut syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. termasuk kategori syirik (kitab tauhid). Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . saat ini nyaris dalam seluruh sektor kaum muslimin terpuruk... pasti kita akan mengelus dada menyaksikan babak demi babak kehidupan yang kini berkembang betapa tidak saudara-saudaraku .

Sehingga. kasus narkoba dan sebagainya. Bahkan. Akibatnya adalah makin lebarnya jurang antara si kaya dan si miskin. firman Allah ini benar-benar cocok dengan yang kita alami sekarang ini. َ . Sekulerisme (‘ilmaniyah) berusaha menegakkan kehidupan di dunia tanpa campur tangan agama. yang tampil hanyalah permainan yang keruh penuh rekayasa. Memang. dalam masalah hubungan sesama manusia. dan nanti akan kembali menjadi asing seperti semula. Dengan kata lain. jamaah jum’ah yang berbahagia. Satu contoh kasus. Padahal sebenarnya merekalah yang justru melaksanakan perintah Allah. merekapun menyombongkan diri dengan meninggalkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. jawabnya adalah karena ummat ini terputus dari tuntunan agamanya. ummat Islam ini jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri.. kita jadi ingat firman Allah surat Ar. menurut paham ini. Ummat dan bangsa ini sedang berada dalam bahaya besar. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Abdul Hadi Al-Misri dalam kitabnya “Mauqif Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Minal ‘ilmaniyah” (Sikap Ahlus Sunnah terhadap Sekulerisme). misalnya masalah hijab bagi kaum wanita. Maka beruntunglah orang yang asing. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. pembunuhan. Ada jarak antara ummat di satu sisi dengan ajaran Islam di sisi lain. Rasa-rasanya. seperti cara bergaul. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka.Ruum ayat 41: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia. Oleh karena itu. Menurut beliau. Ya. Menurut mereka. Paham ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia harus dipisahkan dari masalah agama. atau yang lazim disebut La diniyyah . yakni. kenapa kerusakan-kerusakan itu bisa terjadi. cara hidup sekuler jelas sekali bertentangan dengan prinsip-prinsip tauhid. Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: perzinaan. sehingga kehidupan sehari-hari kaum muslimin sama sekali tidak mencerminkan ajaran agamanya. Kondisi ini telah jauhjauh hari diperingatkan oleh: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.Kemudian dalam aspek politik. Sehingga tata kehidupan yang mereka bangun bukanlah tata kehidupan yang bersumber dari wahyu Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sementara itu. Soal agama adalah soal pribadi. Kerusakan telah menyebar dalam berbagai tempat dan waktu. Yang menjadi pertanyaan adalah: Kanapa semua ini bisa terjadi? Dan bagaimana cara mengobatinya berdasarkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala ? Pertanyaan pertama. Dalam sebuah hadits beliau bersabda: “Islam itu pada mulanya asing. Dalam bidang ekonomi sistem keuangan riba’ yang diharamkan Allah masih mendominasi kehidupan. pemerkosaan. sudah sekian lama. Saudara-saudara sekalian kaum muslimin rahimakumullah Menyimak keadaan yang kita sebutkan tadi. Sekarang ini pun tengah menggejala dikalangan kaum muslimin sebuah paham yang biasa disebut sebagai sekulerisme (‘ilmaniyah). adakalanya ummat Islam merasa asing terhadap nilai-nilai dien-nya sendiri.‫: ب َدَأ َ ا ْل ِسل َم غري ْبا وسي َعودُ غري ْبا ك َما ب َدَأ َ فطُوبى ل ِل ْغرباء‬ ِ َ َ ُ َ ْ ً ِ َ َ ْ ُ َ َ ً ِ َ ُ ْ . jama’ah sekalian . cara berpakaian maupun cara berekonomi cukup diserahkan pada rasio atau akal manusia saja. jangan bawa masalah agama. Kaum wanita yang menutup aurat malah dikatakan sebagai orang yang nyeleneh. dunia ya dunia. dan retorika semu. dalam lapangan sosial budaya kita disuguhi kebobrokan moral generasi muda masa kini. Ajaran sekulerisme inilah yang menjadi tantangan kita dewasa ini.” Saudara-saudara sekalian.

Sebab.. misalnya.. yakni yang berjudul “Hudz Aqidataka Minal Kitab was Sunnah” Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menegaskan bahwa tauhid merupakan salah satu syarat diterimanya amal seseorang. tauhid yang merupakan fondasi agama Islam. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sahabatnya di Mekkah.. hampir sama. Padahal. harus dibenahi terlebih dahulu.‫خي ْر الناس قرن ِي ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم‬ ّ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ْ ّ ْ ْ َ ِ ُ َ . situasinya hampir sama dengan keadaan yang kita hadapi saat ini. Firman Allah: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembahKu. untuk mengobati kondisi ummat yang seperti sekarang ini. tanpa keberadaan tauhid. sekarangpun banyak perzinaan dengan berbagai model. Kalau dulu ada perzinaan. Di dalam kitabnya yang lain. Al-Maidah: 50). bagaimanakah solusinya.. mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi adalah jalan satu-satunya menuju keselamatan. amat bersebrangan dengan tauhid. Dalam tafsir Ibnu Katsir di sebutkan (tentang ayat ini): “Allah Subhannahu wa Ta'ala mengingkari setiap orang yang keluar dari hukumNya yang jelas. bahwa kehidupan sekulerisme yang kini meng-gejala dengan kebebasannya. Menurut Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam kitabnya “ Al-Firqotun Naajiyah” (Golongan Yang Selamat) menyatakan bahwa yang dimaksud tauhid adalah mengesakan Allah dengan beribadah. fondasi ajaran agama kita. tidak bisa tidak. Demikianlah saudara sekalian. Sebab. Ad-Dzariyat: 56). merupakan sebuah keyakinan yang menyandarkan seluruh aspek kehidupan hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. seperti itulah yang juga dilakukan para salafus shalih. sebelum urusan-urusan lainnya. lalu berpaling kepada pendapat-pendapat. Masalah tauhid. amal seberapa pun banyaknya tidak akan diterima Allah . Resepnya tidak ada lain kecuali kembali kepada Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dengan pemahaman salafus shalih. Artinya. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Oleh karena itu. Di mana Allah Subhannahu wa Ta'ala menciptakan alam semesta ini tidak lain hanyalah agar beribadah. Oleh karena itu kita semua harus waspada terhadap konsep hidup sekuler itu. hawa nafsu dan istilahistilah yang diletakkan oleh manusia tanpa bersandar kepada syari’at Allah. jama’ah rahimakumullah Jelas sekali. Seperti sikap kaum jahiliyah dahulu yang berhukum dengan hukum yang menampakkan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat sendiri berdasarkan hawa nafsu mereka “. yang meliputi segala kebaikan dan melarang segala kejelekan. namun inti dan subtansinya tidak berbeda. Hanya bentuknya saja yang berbeda. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 2: 67) Jama’ah jum’ah rahimakumullah . kita harus memulai sebagaimana Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam membina ummat. bagaimanakah menye-lesaikan serangkaian problemproblem yang kita bicarakan tadi? Bagaimana agar kita bisa keluar dari fitnah yang begitu banyak tersebut? Saudara sekalian . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Kemudian. Yaa. yakni di awal-awal beliau menyampaikan wahyu.” (QS.sekulerisme berhukum dengan aturan-aturan selain Allah. Melalui langkah ini ada jaminan yang kuat bagi kita untuk menyelesaikan berbagai kemelut yang menimpa kita.

diambil dari kitab Al-Firqatun Naajiyah) Dalam hadits yang disebutkan. meninggalkan pola hidup yang bengkok.“Sebaik-baiknya manusia adalah pada generasiku. ُ ‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات، أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . yang tidak memulai langkahnya dari pembinaan tauhid sama artinya dengan membangun rumah tanpa fondasi. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain. Maka kalau fondasi ini roboh. Dengan demikian mengembangkan tauhid merupakan masalah yang sangat strategis bagi upaya membangkitkan kembali ummat ini.‫ خطا ب ِي َده ث ُم قال: هذا سب ِي ْل الله مست َقي ْما‬n ‫خط رسول الله‬ ِ َ ً ِ ْ ُ ِ ُ ّ ‫وخط خطُوطا عن ي َمي ْن ِه وشمال ِه، ث ُم قال: هذه السب ُل ل َي ْس‬ ُ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ َ ٌ :‫من ْها سب ِي ْل إ ِل ّ عل َي ْه شي ْطان ي َدْعو إ ِل َي ْه.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ Khutbah Kedua: . pembinaan tauhid harus menjadi program yang harus diprioritaskan oleh seluruh kalangan kaum muslimin ini. Siasia belaka. seraya bersabda: “Ini jalan-jalan yang tak satu pun terlepas dari intaian syetan untuk menyesatkan”. seraya bersabda kepada kami: “Ini jalan Allah yang lurus. Mutafaq ‘alaih). Kemudian beliau membaca ayat 153 surat Al-An’am: “Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalanKu yang lurus.” (HR. roboh pula bangunan Islam yang lain.‫ب ِك ُم عن سبيل ِه ذال ِك ُم وصاك ُم ب ِه ل َعل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ َ ِ ْ ْ ّ َ ْ Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membuat garis dengan tangannya. beliau selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah menda’wahkan konsep pengesaan Allah Subhannahu wa Ta'ala ini kepada sahabat-sahabat beliau. Sehingga mereka memahami jalan kehidupan yang benar. Karena jalan-jalan lain itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Dengan tauhid beliau membangun ummat. (HR. Ibnu Mas’ud berkata: ّ َ ُ ُ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ َ ّ ِ ِ . sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah Kalau kita meneladani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam maka yang pertama kali beliau serukan adalah masalah tauhid. Saudara-saudara sekalian Sebagaimana saya sebutkan diatas.” Dan beliau membuat garis-garis banyak sekali dikanan kirinya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. bahwa tauhid adalah fondasi agama Islam. Upaya-upaya untuk membangun kembali umat Islam. Sebaliknya.‫ت َرك ْت في ْك ُم شي ْئ َي ْن ل َن ت َضل ّوا ب َعدَهما، ك ِتاب الله وسن ّت ِي‬ ِ ُ َ َ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ْ ِ َ ْ ِ “Telah aku tinggalkan bagimu dua perkara yang tak akan tersesat darimu setelah berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku. ث ُم قرأ َ قول َه ت َعالى‬ ِ ٌ َ َ َ ِ ْ ُ َ ً ِ ْ ُ َ َ ّ َ ‫وأ َن هذا صراطي مست َقيما فات ّب ِعوهُ ول َ ت َت ّب ِعوا السب ُل فت َفرق‬ َ ّ َ َ َ ّ ِ َ ِ ُ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ . kalau tauhid ummat ini kuat berarti fondasi yang menopang seluruh bangunan Islam itu pun kuat juga.Ahmad dan Nasa’i.” (Dishahihkan Al-Albani dalam kitab Al-Jami’. Oleh karena itu. kemudian orang-orang setelah mereka. َ ْ . Shahih) Saudara sekalian. Sebelum membicarakan hal-hal lain. Pembinaan tauhid sebagaimana yang difahami salafus shalih harus disosialisasikan kepada seluruh ummat. kemudian orang-orang setelah mereka”. Maka ikutilah dia.

Semoga Allah membimbing kita semua. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ َ ي ْه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ِ ‫وسل ّم ت َسل ِي ْما. Sudah lama kita terperosok dalam lubang kebodohan.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . الل ّهم إ ِنا‬ ِ َ ً َ َ َ ّ ّ ُ َ ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم، ون َعوذُ ب ِك من‬ ْ َ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ْ ْ َ‫الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ . َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. kembali saya mengajak kepada diri saya sendiri dan jama’ah sekalian. Sementara itu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih itu. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ّ ِ َ ِ َ ِ ُ ِ .‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ َ ْ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. sebelum menyeru masalahmasalah lain. bisa saya simpulkan bahwa kondisi ummat yang carut marut sekarang ini. sudah waktunya meraih kembali jalan kebenaran tersebut. Kita terlalu sering mengulang kesalahan serupa.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ .َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. رب ّنا آت ِنا في‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. Marilah kita mempelajari Islam ini dari landasannya yang paling asasi yakni tauhid. jama’ah sekalian. Oleh karena itu. Sebab yang diseru Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pertama kali di Mekkah adalah tauhid. Sebagai ringkasan dari khutbah yang pertama. langkah awal dalam membangun masyarakat adalah dengan menanamkan tauhid. Marilah kita bertaqwa dengan taqwa yang sebenar-benarnya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Marilah kita hidupkan budaya mempelajari tauhid dalam kehidupan beragama kita sebelum yang lainlainnya. رب ّنا ظَل َمنا‬ ِ َ ْ ُ َ ْ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك‬ ‫من خي ْر‬ ّ ّ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ َ ْ ِ َ ‫ما سأ‬ َ َ ‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون، ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك‬ َ ْ َ ِ ِ َ َ ّ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ّ َ‫من ْه عبادُك‬ ‫الصال ِحون. Amin. banyaknya kesyirikan dan bid’ah. Solusinya adalah kita pelajari kembali Islam ini dari masalah tauhid. merebaknya budaya sekulerisme (kehidupan tanpa tuntunan agama). meggejalanya berbagai fitnah hanya bisa di atasi dengan kembali kepada sumber ajaran kita yang murni yakni Al-Qur’an dan Sunnah. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ َ َ Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Pada khutbah kedua ini. رب ّنا‬ َ َ َ ِ ِ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا.

yang mereka ta’ati meskipun dimurkai dan tidak diridloi Allah Ta’ala. وأ َشهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ْ ُ َ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Ia adalah syi’ar Islam yang terbesar yang tak dapat terpisahkan dari Islam itu sendiri. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . (padahal) mereka ingin bertahkim (mengambil hukum) dari thaghut padahal sungguh mereka telah diperintah . Sehingga thaghut setiap kaum/komunitas adalah siapapun yang mereka jadikan sumber dasar hukum selain Allah dan RasulNya. Dan jika kalian kafir maka sesungguhnya kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi ..َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ . yang mereka jadikan Tuhan selain Allah Subhannahu wa Ta'ala . menegakkan penyembahan dan penghambaan hanya kepada Allah serta menafikan dan menjauhi segala bentuk thaghut. baik berupa sesembahan. sebab inilah wasiat yang disampaikan Allah kepada generasi terdahulu dan juga generasi yang akan datang: “Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه. “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang rasul (untuk menyampaikan): Sembahlah (oleh kalian) akan Allah dan jauhilah thaghut. panutan dan ikutan. Hadirin yang dimuliakan Allah! Sesungguhnya Tauhid yang murni dan bersih adalah inti ajaran dari semua risalah samawiyah yang diturunkan Allah Ta’ala. وأ َحينا الل ّهم على سن ّت ِه وأ‬ َ َ َ ِ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ َ ِ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ مت ْنا على‬ ُ ‫مل ّت ِه.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 27 Wujudkan Kejayaan Umat Dengan Kemurnian Tauhid Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ُ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعن ُه ون َست َغفرهُ ون َست َهدي ْه، ون َعوذ‬ ّ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل‬ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫مضل ل َه ومن ي ِضل ِل فل َ هادي ل َه. Ia adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam.” (An-Nisa: 131).‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ Amma ba’du. Dan sungguh kami telah mewasiatkan kepada orang-orang ahlulkitab sebelum kalian dan kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah. “Tidakkah engkau melihat kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelummu. Dan yang dimaksud dengan thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melampaui batas-batas yang seharusnya tak boleh ia langgar.. Inilah pesan utama Allah kepada Rasulnya yang diutus kepada ummat manusia.” (An-Nahl: 36) Itulah misi utama para Rasul. kaum muslimin yang berbahagia! Saya mewasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada diri saya sendiri untuk selalu menjaga dan meningkatkan taqwa yang hakiki kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.

” (An-Nisa: 60) Kedua unsur penting inilah yang terangkai dalam kalimat suci La ilaha illallah. yaitu: al-’ilm (mengetahui) maknanya yang benar. tidak ada lagi pengharapan dan rasa takut selain kepada Allah. Hadirin para hamba Allah yang berbahagia! Di atas kalimat Tauhid yang murni dan mulia itulah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membangun ummatnya. Agar semua tindak-tanduk manusia dilandasi oleh keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Kuasa. dari situlah beliau menegakkan generasi yang hanya meng-Esa-kan Allah Yang Maha Esa dan membebaskan diri mereka dari cengkraman makhluq-makhluq lain yang dianggap sekutu bagi Allah Ta’ala. Dan agar kalimat Tauhid itu dapat “berhasil guna” dalam mengatur perilaku manusia maka ada tujuh syarat yang harus dipenuhi. ashshidq (membenarkan) tanpa mendustakannya. Dari sinilah. seorang muwahhid akan merasakan dari lubuk hatinya yang terdalam bahwa segala sesuatu selain Allah adalah lemah dan tidak berdaya. tidak lagi terpedaya oleh kilau duniawi. tidak ada lagi tawakkal kecuali kepada Allah. dan semua itu harus dilandasi dengan al-mahabbah (cinta) kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . al-yaqin (meyakini) kandungan-nya tanpa ada keraguan. Sehingga baginya bergantung kepada selain Allah adalah suatu kelemahan dan berharap kepada selain Allah adalah sebuah kesesatan: . Sehingga segala sesuatu selain Allah adalah bathil dan tidak berhak mendapatkan hak-hak ilahiyyah (hak-hak untuk disembah). Bila ketujuh syarat tersebut telah terpenuhi maka insya’ Allah seluruh ibadah dan amal kita akan selalu terhiasi dan diterangi oleh kemurnian Tauhid. tunduk pada konsekwensi kalimat Tauhid (al-inqiyad). sehingga semuanya dikerjakan hanya karena Allah. tidak ada lagi permintaan tolong selain kepada Allah.” (Al-Isra’: 81) Kemudian tujuan yang kedua adalah untuk mengatur dan meluruskan perilaku manusia agar selalu dalam lingkaran Tauhid yang murni kepada Allah yang terpancar dari kalimat Tauhid. Ingatlah bagaimana batu besar saat itu yang bernama Hubal yang dikelilingi 360 berhala dihancurkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dengan tangan beliau yang mulia pada saat beliau memasuki kota Makkah dengan penuh kemenangan. tidak ada lagi kekuatan selain pertolongan Allah. Sebab makna yang sesungguhnya dari kalimat la ilah Illallah itu adalah tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah.untuk kafir kepadanya. dan baginya tidak mungkin ada yang dapat manandingi Allah. tidak ada yang dapat menghalangi apapun yang dikehendaki Allah Subhannahu wa Ta'ala . maka seharusnya ia meyakini dua hal yang menjadi tujuan dari kalimat suci tersebut. Dan semua itu beliau seraya mengulang-ulang firman Allah: “Dan Katakanlah (wahai Muhammad) telah datang Al-Haq dan hancurlah yang bathil. Maka ia tidak lagi takut kebengisan dan kekuatan para makhluq. Apa dua tujuan itu? Tujuan pertama adalah menegakkan yang haq dan member-sihkan yang bathil. di atas landasan yang kokoh itulah beliau menegakkan da’wah. Sesungguhnya yang bathil itu pasti hancur. Dan lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membersihkan Jazirah Arab dari kotoran-kotoran dan kekuasaan thoghut dan patung-patung sesembahan. tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. al-qabul (menerimanya) dengan penuh kerelaan tanpa menolaknya. Dan ketika seorang Muwahhid mengucapkan dan melantunkan kalimat Tauhid itu. al-ikhlas (ikhlas) tanpa ternodai oleh syirik.

“Dan bagi Allah-lah segala hal ghaib yang ada di langit dan di bumi. kehilangan arah dan jauh meninggalkan Dzat yang melimpahkan ni’mat padanya. Ahmad dengan sanad “la ba’sa bih”).‫من ت َعل ّق ت َمي ْمة فقدْ أ َشرك‬ .” (AlAn’am: 17). Lemahnya ikatan tauhid dalam jiwa-jiwa mereka adalah sebab utama dari berbagai kekalahan kaum muslimin dan kemenangan musuh-musuh mereka yang kita saksikan dalam kurun waktu yang cukup lama. Tuhan (yang menciptakan. Padahal Allah telah menegaskan: “Dan jika Allah menimpakan musibah atasmu maka tidak ada yang dapat menyingkapnya selain Ia. yang dapat dimintai pertolongan.” (Hud: 123). Dan keyakinan ini adalah sebuah kesesatan yang nyata yang telah diperangi oleh Islam dengan keras. Bahkan lebih dari itu. begitu banyak manusia yang tersesatkan oleh keyakinan berbilang “tuhan” yang disembah. banyak di antara kaum muslimin yang kemudian menggunakan jimat dengan menggantungkan di tubuh mereka karena yakin hal itu akan mendatangkan keselamatan dan menghindarkannya dari marabahaya. seringkali mereka memuji dan mengagungkan panghuni kubur itu dengan ungkapan-ungkapan yang hanya pantas diberikan kepada Allah Rabbul ’alamin. yang dapat dijadikan sumber hukum dan yang berhak mendapatkan kekhususan-kekhususan ilahiyah. dan jika Ia memberikan kebaikan padamu maka Ia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. “Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar satu.” (HR. lalu beliau berkata: َ َ ً ْ َ ‫ا ِن ْزعها فإ ِن ّها ل َ ت َزي ْدُك إ ِل ّ وهنا فإ ِن ّك ل َو مت وهي عل َي ْك ما‬ َ َ ِ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ِ . Dan suatu hari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah melihat lelaki yang mengenakan jimat di tangannya.. mengatur dan menguasai) langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya . Kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Sejak dahulu hingga sekarang. Dengan syi’ar inilah Islam dikenal bahkan karenanya Islam diperangi.. Seorang muwahhid adalah orang yang mengetahui Dzat yang menciptakannya sehingga ia pun beribadah dan menghamba padaNya dengan sebenar-benarnya.‫أ َفل َحت أ َب َدا‬ ً َ ْ ْ “Cabutlah (benda itu) karena ia hanya akan semakin membuatmu lemah/takut. Sebaliknya seorang musyrik adalah orang yang buta mata hatinya. meminta pertolongan penghuninya saat susah dan sedih. Karena sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan memakainya maka engkau tidak akan beruntung selamanya. Banyak di antara kaum muslimin yang tenggelam dalam kebodohan terhadap tauhid ini. dan kepadaNya-lah segala perkara dikembalikan. Sehingga tidaklah mengherankan bila Tauhid yang murni kemudian menjadi syi’ar terpenting Islam yang selalu ada dalam aspek I’tiqad dan amaliyah. berdoa didepan batu-batu nisannya. Dari sini jelaslah perbedaan yang sangat jauh antara seorang Muwahhid dengan seorang musyrik.” (Ash-Shaffat: 4-5). Na’udzu billah min dzalik. Dikarenakan lemahnya keyakinan akan pertolongan Allah. Seputar syi’ar ini pula lah pertentangan antara ahlul haq dan ahlul bathil terus berlanjut. sehingga mereka mendatangi penghuni-penghuni kubur. Dan juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dan sesungguhnya kemunduran dan musibah-musibah yang selama ini menimpa umat Islam adalah disebabkan mereka tidak lagi memperhatikan syi’ar yang penting ini. bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ْ َ .

Dengan demikian telah jelaslah. yang kemudian disadari atau tidak menyebabkan lemahnya keyakinan mereka terhadap kemahabesaran. An-Nasai. Abu Dawwud. sehingga dengan amat sangat mudahnya musuh-musuh mereka menyebarkan rasa takut lalu mengalahkan mereka.‫ل َ ي َصل ُح آخر هذه ا ْل ُمة إ ِل ّ ب ِما صل ُح ب ِه أ َول ُها‬ ِ ّ ِ ِ َ ُ ِ ُ ْ َ ّ ِ َ َ َ . أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ ّ . Dalam kenyataan sehari-hari kita akan menemukan modelmodel lain dari perilaku syirik itu dalam berbagai aspek kehidupan kaum muslimin. menegakkan kemurnian Tauhid dalam pribadi kita masing-masing. maka merekapun tidak begitu yakin lagi dengan pertolongan Allah. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin yang berbahagia! Semua yang saya sebutkan di atas adalah sekedar contoh terhadap model-model kesyirikan yang dilakukan sebagian kaum muslimin. ketika mereka telah terlebih dahulu menghujam nilai-nilai Tauhid tersebut ke dalam kalbu mereka? Bukankah kejayaan dan kecemerlangan itu mereka dapatkan ketika mereka meyakini bahwa misi utama mereka adalah mengeluarkan ummat manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk menuju penghambaan hanya kepada Sang khaliq? Oleh sebab itu. Ibnu Majah dan Al-Hakim) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. bahwa rahasia kejayaan kaum muslimin terletak pada sejauh mana mereka menegakkan Tauhid yang murni dalam segala kehidupan mereka.‫على محمد‬ ٍ ّ َ ُ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya. maka tidak ada jalan lain selain menapaki jejak mereka. Imam Malik v pernah bertutur: “Generasi akhir ummat ini tak akan baik kecuali dengan (jalan hidup) yang telah menjadikan baik generasi pendahulunya.“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah berbuat syirik.‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ .” (HR. At-Tirmidzy.” . kemahakuasaan. padahal Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang mulia telah menyatakan: َ َ ُ ْ ُ ً ّ َ َ ِ ‫من أ َتى عرافا أ َو كاهنا فصدّقه ب ِما ي َقول فقدْ ك َفر ب ِما أ ُن ْزل‬ َ ْ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ ً ِ َ ْ َ َ . kemahaperkasaan Allah. Bukankah kejayaan dan kemengangan itu telah diraih oleh generasi pendahulu ummat ini.” Di antara kaum muslimin juga terdapat orang yang terfitnah oleh para tukang sihir dan peramal yang katanya dapat meramal masa depan. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad. bila kita sekalian bertekad mengulang kembali kesuksesan dan kejayaan generasi As-Salaf Ash-Shaleh itu. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. Karena Tauhid mereka lemah.

jamaah jum’ah yang berbahagia! Sudah sering kita melihat antrian peminta-minta baik yang datang kerumah-rumah.‫عذاب النار‬ ّ َ َ َ ْ ‫عباد الله، ِإن الله يأ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ّ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Amin. sehingga terwujudlah kehidupan yang diridloi oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ . Oleh: M. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ .‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ‫أ َوطان ِهم.Kaum muslimin yang berbahagia! Akhirnya. Semoga kita sekalian tergugah untuk menebarkan rahmat Islam yang dibangun di atas kemurnian Tauhid ke seluruh penjuru dunia. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ . Mungkin karena selalu mendapat santunan yang sudah dapat menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya pekerjaan ini didapatkan sehingga profesi sebagai pengemis ini pun menjamur dimana-mana bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup. semoga kita sekalian terpanggil untuk mengem-balikan kejayaan dan kehormatan ummat Islam. di tengah jalan ataupun yang sudah punya jadwal mingguan tersendiri yaitu pada hari jum’ah. tatkala para jamaah bubar dan selesai melaksanakan shalat jum’ah mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang untuk dimintai sedekah dan anehnya hal ini bukan suatu yang tabu lagi bagi kalangan ummat Islam.‫َ َ َ مت ّقوْن‬ ِ َ ُ ُ ّ َ ِ َ ْ ِ َ ْ Saudara-saudara kaum muslimin.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. أ َشهَد ُ أ َن ل‬ َ َ َ َ ْ ْ ً ْ َ ْ َ َ ّ َ َ ُ ْ ً َ ‫إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل‬ ُ ّ َ ُ ِ َ ُ ‫َ ُ ه، سي ّد‬ ً ّ َ ُ ّ َ ُ ُ ِ َ ِ َ َ‫ا ْل َب ْرار. أ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ّ ُ ْ ِ ما ب َعْد؛‬ ُ ّ ْ ‫فَيا عباد َ الله، أ ُوْصي ْك ُم وَإ ِيايَ ب ِت َقوى اللهِ فَقد ْ فاز ال‬ .‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ . فَصل َوات اللهِ وَسل َمه عَل َي ْهِ وَع‬ َ ْ َ ُ‫لى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَ هُداه‬ ُ ُ َ ُ َ َ ْ َ ِ َ َ ‫إلى يوم ال ْبعث والنشور. Rusydi .‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ‬ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك‬ َ ‫م‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ .‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 28 Mengemis Bukan Tradisi Islam َ ‫ا َل ْحمد ُ ل ِل ّهِ حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهُوا عَما ن َهى عَن ْه وَحذ ّر.

bahkan sedekah dengan predikat zakatpun sudah menjadi kewajiban. bahkan Rasulullah sendiri pernah menjelaskan bahwa orang yang membawa tambang pergi kegunung mencari kayu lalu dijual untuk makan dan bersedekah lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang. Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. sebagaimana sabdanya yang berbunyi: َ ‫وال ّذِيْ ن َفسي ب ِي َدِهِ ل َن ي َأ ْخذ َ أ َحد ُك ُم حب ْل َه فَي َحت َط ِب عَلى ظ َهْرِهِ خي ْر ل َه‬ ُ ُ ْ َ ْ ُ ٌ َ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ َ ‫من أ َن يأ ْت ِي رجل ً فَيسأ َل ُه أ َعْطاه أ‬ َ . (HR. Sebagaimana firmanNya yang berbunyi. Bukan Tradisi Islam Islam mengajarkan kita untuk selalu bersedekah dan memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan tetapi Islam tidak mengajarkan pengikutnya menjadi peminta-minta atau pengemis. Pertama. (Al-Baqarah: 261) Islam mencela pengangguran dan peminta-minta Agama Islam yang bersifat universal tidak saja berbicara masalah ritual dan spiritual tapi juga menyoroti segala permasalahan sosial yang selalu dihadapi ummat manusia. bahkan Allah telah menggambarkan betapa besarnya pahala bagi orang yang suka bersedekah. melarang hidup dalam kehinaan serta mendistribusikan keadilan secara merata. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Kedua. Salah satunya adalah masalah pengangguran dan peminta-minta yang sangat dicela oleh Islam. sedangkan kemiskinan merupakan bumi yang subur bagi tumbuh dan berjangkitnya berbagai macam kejahatan. Bukan berarti kita ingin menghindari kewajiban kita sebagai muslim dan sebagai makhluk sosial. pada tiap-tiap bulir seratus biji. kenapa kita dilarang memberikan sedekah kepada mereka?. )أخرجه البخاري‬ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ُ َ ُ ْ َ Artinya: “Demi jiwaku yang berada di tanganNya sungguh seseorang yang mengambil tali di antara kalian kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang kemudian ia meminta-minta kepadanya yang terkadang ia diberi dan terkadang ia tidak diberi olehnya”. Dan Islam sendiri mempunyai tujuan tertentu dalam bidang harta dintaranya adalah memberantas kemiskinan secara bertahap. yang walau bagaimanapun diantara mereka yang meminta-minta tersebut memang pantas mendapatkan sedekah.(‫ُ وْ من َعَه. tidak produktif akibatnya mereka menjadi beban masyarakat. pengangguran dan peminta-minta menyebabkan tenaga manusia bersifat konsumtif. Karena itulah Islam sangat menentang pengangguran dan mencela orang-orang yang tidak mau bekerja padahal sebenarnya mereka mampu bekerja. Al-Bukhari) Dan beliau juga memberikan uswah kepada kita agar jangan meminta pertolongan selama kita masih mampu untuk mengerjakannya.Yang sering menimbulkan salah faham adalah adanya ungkapan: “Jangan memberi sedekah kepada peminta-minta!”. pengangguran dan peminta-minta adalah sumber kemiskinan. padahal agama selalu menganjurkan untuk selalu memberi sedekah. tetapi kita hanya berhati-hati agar jangan sampai terjerumus dan terjebak . Memberantas kemiskinan Islam yang datang sebagai pembebas bagi seluruh ummat manusia selalu menganjurkan bagi setiap pengikutnya untuk memberikan sedekah. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui”. sebab hal ini merugikan masyarakat.

At-Tirmidzi dan Ibnu Majah shahih dan Al-Hakim dari Umat) Kemudian bagi orang-orang kaya jangan hanya bisa menumpuk harta dan berfoya-foya tanpa peduli bahwa di dalam harta mereka terdapat hak peminta-minta dan orang yang hidup di dalam kekurangan. Betapa hinanya derajat orang yang seperti ini dan tak ada tempat yang lebih layak baginya selain kawah api Neraka yang membara. (HR.pada orang-orang yang hanya menggunakan pekerjaan mengemis sebagai topeng dan menampak luaskan kemiskinan dan terlebih lagi yang kita takutkan adanya anggapan bahwa Islam adalah agama bagi orang miskin dan terbelakang. miskin. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ . (Adz-Dzariyat: 19). sebagaimana yang telah dijelaskan oleh surah Adz-Dzariyat ayat 19 yang berbunyi: Artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”.)خماصا وَت َروْح ب ِطانا. . karena Islam tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal antara Tuhan dan manusia tapi Islam juga mengajarkan hubungan horisontal yaitu hubungan antara manusia. apalagi dengan berdalih bahwa pekerjaan mengemis kepengemisan dan kemiskinan itu sudah ditakdirkan Allah Subhannahu wa Ta'ala . tentu Allah memberi rizki kepadamu. Kesimpulan Dari keterangan-keterangan ini jelaslah saudara-saudara!. Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa orang yang mendustakan agama / hari Qiamat disejajarkan dengan orang yang mencampakkan anak yatim dan tidak menganjurkan orang lain untuk menyantuni fakir miskin. tetapi pulang dalam keadaan kenyang”. (Al-Ma’un: 1-3). seperti halnya Allah memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar. bahwa Islam sangat mencela orang yang tak mau berusaha dan hanya bisa meminta-minta. sehingga jika sistem keseimbangan yang diajarkan ini benar-benar diterapkan akan dapat menciptakan masyarakat yang baik atau baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: َ َ ‫ل َوْ أ َن ّك ُم ت َت َوَك ّل ُوْن عَلى اللهِ حقّ ت َوَك ّل ِهِ ل َرزقَك ُم ك َما ي َرزقُ الط ّي ْر ت َغْد ُو‬ ُ ْ َ ْ َ َ َ ْ ْ َ ‫. Allah menegaskan dalam firmanNya: Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Ahmad.ال ْحي ال ْقيوم وأت‬ ‫َ ّ َ ّ ْ ُ َ ُوْب إ ِل َي ْه‬ ِ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُهُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفرهْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْر‬ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ِ ْ ِ ُ ُ ْ ِ َ ‫أ َن ْفسنا وَمن سي ّئات أ َعْمال ِنا، من ي َهْدِهِ الله فَل َ مضل ل‬ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه وَمن ي ُضل ِل‬ ِ َ َ ْ ِ َ ِ ُ ُ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫فَل َ هادي ل َه. Oleh karenanya hendaklah para da’i atau pendakwah Islam tidak hanya membatasi dakwahnya dalam masalah ritual dan spiritual belaka. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”. أ‬ ‫ّ ْ َ ست َغْفر الله ال ْعَظ ِي ْم ل ِي وَل َك ُم ال ّذِيْ ل َ إ ِل َه إ ِل ّ هُو‬ َ ْ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ‫. Bahkan kalau kita telaah kembali beberapa ayat Al-Qur’an yang turun di Mekkah sangat mengecam arogansi orang-orang kaya Mekkah yang tidak perduli terhadap fakir. )الترمذي وابن ماجه‬ ً َ ُ ُ ً َ ِ Artinya: “Sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal. dan anak-anak yatim. ‫جعَل َنا الله وَإ ِياك ُم من ال ْمؤْمن ِي ْن ال ْكامل ِي ْن ال ْمؤَد ّي ْن ل ِواجبات ِهِم مع‬ َ َ َ َ ْ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ْ ّ ُ َ ‫ال ْمخل ِصين السائ ِل ِين. Itulah orang yang menghardik anak yatim.

ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْرِ ك ُل ّهِ ما عَل ِمنا من ْه‬ ‫َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫وما ل َم نعل َم. الل ّهُم اغْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤْمن ِي ْن وال ْمؤْمنات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ ُ ِ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات. قال ت َعا َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ َ َ َ لى: }وَمن ي َت ّق الله ي َجعل‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬ ‫}ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن يتق الله يك َفر عَنه سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ‫َ َ َّ‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ً‬ ‫إن الله ومل َئ ِك َته يصل ّون عَلى ِالنبي، يا أ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ْ َ َ‬ ‫ّ ِ ّ َ يها َ ال ّذِي ْن ءامن ُوا صل ّوا عَل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا عَذاب‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ً ِ‬ ‫ْ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫. قال ت َعا َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ لى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. فاذ ْك ُروا الله‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ال ْع ِظيم يذ ْك ُرك ُم واسأ َل ُوه منِ فَضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ ُْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫َ ِْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ِ ْ‬ ‫92‬ ‫‪Menghadapi Kenakalan Anak Dalam Rumahtangga‬‬ ‫‪Oleh: Nafisah Amron‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ َْ ْ َ ُ َ ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهُم وآمن ْهُم‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫فِي أ َوْ َ‬ ‫ْ طان ِهِم. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َ‬ ‫ه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. قال تعالى: يا أ َ‬ ‫ًْ َ َ ََ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن.النار‬ ‫ّ‬ ‫عباد ِ الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫عَن ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن. وَبارِك عَ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ لى محمدٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫وَعَلى آل محمدٍ ك َما بارك ْت عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫مجي ْد.‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل ُه صلى الله عَلى ن َب ِي ّنا محمدٍ وَعَلى آل ِهِ وَأ َصحاب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫وسل ّم تسل ِيما ك َث ِيرا. الل ّهُم صل عَلى محمدٍ وَعَلى آل محمدٍ ك َما صل ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫َ َ ي ْت‬ ‫َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ . يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melihat kepadanya dan berkata: ‫. Bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengajak cucu-cucunya bermain. mengajar. Ya Tuhan kami. mereka memandang anak sebagai orang dewasa dalam bentuk mini dan semua semua yang dilakukan harus sesuai dengan kelakuan orang tua. Orang tua selama ini hanya mampu memberikan ruang dan memenuhi kebutuhan fisiknya sedangkan kebutuhan psikisnya terabaikan. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . dan dirawat dengan kesabaran disertai dengan tawakkal untuk tetap berdo’a semoga diberi anak-anak yang shalih. Termasuk dalam urusan penyempurnaan akhlak adalah memberi perlakuan yang baik kepada anak. berlaku sabar dalam menghadapi kenakalannya maupun sabar dalam memberi bimbingan sejak masih dalam kandungan sampai mereka dewasa. Mengapa orang tua tidak bertanya kepada diri sendiri ada apa dengan anak saya. Bukankah sayang jika permata hati kita nantinya hanya generasi yang penuh dengan daging tambun sedangkan hatinya keropos dari nilai-nilai dan ruh agama maupun ilahiyah. dipelihara. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam guna menyempurnakan keutamaan Akhlak. Dia lalu berkata. apa yang kurang dari diri saya. diskotik. anugerahkanlah kepada kami istri dan anakanak yang jadi permata hati dan jadikanlah kami pemimpin yang bertaqwa”.‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫مور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. mengisolasi dari pergaulan. Al-Bukhari dan muslim). Tidak mengherankan jika sekarang orang tua banyak yang mengeluh karena anaknya terlibat dan akrab dengan narkoba. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 74: “Dan orang-orang yang berkata. Hadirin jamaah Jum’ah yang berbahagia. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata: “Pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menciumi Hasan putra Ali dimana pada saat itu ada Aqra’ Ibnu Habis Attamimy duduk. seperti mendidik. Maka jika anak nakal yang dilakukan oleh orang tua biasanya adalah mengurung. Mencium anak-anak merupakan salah satu wujud kasih sayang orang tua kepada anak sekaligus merupakan contoh riil agar anak tidak mencium kepada orang lain yang bukan mahramnya. Bagaimana tidak terabaikan jika mereka hanya dirawat dan dididik oleh pembantu yang kurang pendidikannya sekalipun ayah ibunya seorang doktor. Padahal anak sesuai dengan fitrahnya merupakan amanat Allah yang harus dijaga. minum-minuman keras serta pergaulan bebas. bukan cuma cerdas dan berprestasi di sekolah semata akan tetapi mampu menjadi qurratu a’yun di masa depan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam adalah sebaik-baik contoh dalam memperlakukan anak.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Hadirin jamaah jum’ah yang dirahmati Allah.من ل َ ي َرحم ل َ ي ُرحم‬ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ْ “Siapa yang tidak merahmati tidak dirahmati (oleh Allah)” (HR. Selama ini sebagian orang tua bersikap reaksioner atas semua tindakan anak. mengajarkan cinta kepada anak-anak kepada para sahabatnya. Pengalaman orang tua sering mencium anaknya sampai mereka dewasa tidak akan menjadikan anak-anak mencium orang lain apalagi sampai berbuat zina karena mereka sendiri telah merasa . “Saya mempunyai sepuluh orang anak tidak pernah satupun dari mereka saya cium”. Tidak mengherankan jika Allah selalu berpesan bahwa anak-anak adalah perhiasan. mengurangi uang saku dan sebagainya.

pemberani. Bahkan mungkin saja orang tua akan dipecat dari jabatannya hanya karena kenakalan anaknya. Wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya. Mereka sering dengan semangat meluap-luap menceritakan anaknya kepada tamunya atau kawan-kawannya. Kadang-kadang cerita ini menjemukan orang yang mendengarkannya. demi cintanya kepada anak. Pada suatu waktu orang tua amat susah karena anaknya nakal. juara kelas. Tujuan lain adalah sebaliknya. Jadi yang pertama hukumnya wajib. Sayang anak tidak jarang menyebabkan orang tua korupsi dan mencuri. Seperti tidak berani membangunkan anaknya untuk shalat Subuh karena takut anaknya kaget atau marah. Mengingat uraian di atas. kelucuannya. selain itu karena cinta. Sebaliknya tak ada orang yang ingin menceritakan kepada tamunya bahwa anaknya bodoh.Ayat Al-Qur’an berikut dapat menjadi renungan untuk kita seperti yang tertera dalam Surat Saba’ ayat 37: “Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan diri kalian kepada Kami sedikit pun. maka orang tua merasa hidupnya akan aman. keberaniannya dan kegemasannya. keshalihannya telah cukup merupakan bukti amal baik bagi orang tuanya. . Bila tidak mendo’akan orang tua. Kadang-kadang karena merasa anak-anaknya kuat. nakal. Kadang-kadang permintaan yang tidak masuk akalpun dipenuhi. 2. Orang tua dapat juga menjadi budak anaknya. Anak seperti itulah yang patut dibanggakan. mereka bekerja mati-matian mencari uang agar semua permintaan anaknya dapat terpenuhi.kecukupan dengan kasih sayang dari orang tua insya Allah mereka akan menjadikan anak-anak yang diharapkan. kepintarannya. yaitu agar anak itu kelak tidak menjadi musuh bagi orang tuanya. penakut dan sebagainya. Orang tua yang menduduki posisi terhormat dimasyarakat akan jatuh wibawanya karena anaknya yang nakal. Apa yang sudah dicontohkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menegaskan bahwa: 1. Anak yang saleh dapat mengangkat nama baik orang tuanya. Berdasarkan ayat tadi bagi orang tua mendidik anak adalah kewajaran. Kewibawaan orang tua telah hilang. tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih. karena anak adalah dekorasi keluarga dan mendo’akan orang tuanya kelak. misalnya terlibat masalah jual beli obat-obatan terlarang akan jatuh martabatnya dimata masyarakat. Kewajiban tersebut wajar karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anak-anaknya. karena ia kalah dan dibentuk oleh anaknya karena terlambat atau tidak mampu memenuhi permintaan anaknya. cerdas. Anak sering pula menyebabkan orang tua lupa kepada Allah dan RasulNya. Inilah modal utama bagi pendidikan dalam keluarga itu dilaksanakan dan apa tujuannya. dikala ia merasa wajib memenuhi segala keinginan anaknya. serta kapan mulainya. maka secara sederhana tujuan pendidikan anak di dalam keluarga ialah agar anak itu menjadi anak yang shalih. Oleh karena itu mereka mulai meninggalkan Tuhan. Saking sibuknya mengurus anak-anaknya. Seorang pemimpin masyarakat bila anaknya terlibat kenakalan khas remaja masa kini. Terutama mengenai kecerdasannya.” Hadirin jamaah Jum’ah yang di berkati Allah. kedua karena orang tua senang mendidik anak-anaknya. karena kodratnya. Cinta kepada anak seringkali menyebabkan orang tua membanggakan anaknya. Seringkali orang tua membela anaknya yang berbuat salah sampai orang tua lupa bahwa membela yang salah adalah pelanggaran aturan Allah.

S.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار. Darwis‬‬ ‫‪Khutbah Pertama‬‬ . tentang akhlaq dan sebagainya‬‬ ‫.‪masyarakatnya‬‬ ‫ّ‬ ‫أ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ول ِجمي ْع ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ْ َ َ ِ ِ‬ ‫ذَن ْب. Mengenalkan mereka dengan‬‬ ‫.‪Lalu bagaimana jika cara tersebut sudah dilaksanakan dan anak-anak tetap saja nakal? Sabar‬‬ ‫‪tawakkal dalam menghadapinya adalah obat terbaik sambil tetap berdo’a memohon kepada Allah‬‬ ‫‪agar kenakalannya tidak membawa madlarat bagi dirinya sendiri. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‪dalam masa konsepsi. Bahkan dalam Islam dimulai semenjak memilih pasangan hidup‬‬ ‫‪kemudian saat hamil. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫:‪Khutbah kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫03‬ ‫‪Anak Shalih Adalah Aset Orang Tua‬‬ ‫‪Oleh: Muh. فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‪asma-asma Allah.‫‪Kapankah sebaiknya kita mulai mendidik anak? Jawabannya tidak lain adalah semenjak masih‬‬ ‫. orang tuanya dan‬‬ ‫.‬ ‫َ ُ ّ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ْ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. tentang tauhid. saat lahir. saat anak-anak sampai dewasa. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. والصل َةُ والسل َم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وع َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم.

Namun obsesi orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. وأ َشهد أ‬ ‫ُ ِ ْ ْ ٍ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َشري ْك ل َه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ ً ْ َ ‫وأ َشهد أ‬ َ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Padahal dibalik itu semua mereka kering akan informasi tentang perihal kehidupan kaum selebritis yang mereka puja-puja. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: . agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya.” (HR. Sangat jarang kita saksikan di antara mereka ada yang perduli dengan tujuan hakiki mereka diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala .(9 :‫ال ّذي ْن ل َو ت َرك ُوا من خل ْفهم ذُري َة ضعافا. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ ُ Jamaah jama'ah rahimakumullah Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya.‫ت َزوجوا ال ْول ُودَ وال ْودُودَ فإ ِن ّي مكاث ِر ب ِك ُم‬ ُ ّ َ ْ ٌ َ ُ ْ ْ َ َ ْ َ Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak. Bahkan sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anakanaknya dapat menjadi bintang film (Artis).‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َست َهدي ْه، ون َعوذُ بالله‬ ِ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫ت َعالى من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ ْ ِ َ ْ ْ َ ‫فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه، ومن ل َم ي َجعل الله ل َه‬ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ْ ْ َ َ ُ َ ِ َ ِ َ ْ َ ‫ن ُورا فما ل َه من ن ُور. )النساء‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ِ على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه. Jamaah jum’at rahimakumullah Kehidupan sebagian besar selebritis yang banyak dipuja orang itu tidak lebih seperti kehidupan binatang yang tak tahu tujuan hidupnya selain hanya makan dan mengumbar nafsu birahinya. Namun yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ َ حي ِنا‬ َ ْ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم على سن ّت ِه وأ َمت ْنا على مل ّت ِه. Obsesi tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan. Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih. Hura-hura. bintang iklan. kalaupun ada mereka hanya menjadikan ritualisme sebagai alat untuk meraih tujuan duniawi. karena itu opininya terbangun atas apa yang mereka lihat selama ini. Hal ini terjadi akibat orang tua yang sering mengkonsumsi berbagai macam acara-acara hiburan diberbagai media cetak dan elektronik. Abu Daud dan An Nasa’I. maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa. miras. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak. pergaulan bebas. Menurut Sunnah melahirkan anak yang banyak justru yang terbaik. fotomodel dan lain-lain. Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti kaum selebritis yang terkenal itu. Apakah kita menginginkan anak-anak kita menjadi orang yang jauh dari agamanya yang kelihatannya bahagia di dunia namun menderita di akhirat? Tentu tidak. قال الله ت َعالى: ول ْي َخش‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ً َ ِ ً ّ ْ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ . Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi. untuk mengecoh masyarakat tentang keadaan mereka yang sebenarnya. narkoba dan gaya hidup yang serba glamour adalah konsumsi sehari-hari mereka. kata Al Haitsamin).

lemah fisik. Pengabaian salah satu dari empat hal ini adalah ketimpangan yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan pada anak.” (HR. Orang tua terkadang berani melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi. Imam Ibnu Katsir dalam mengomentari pengertian lemah pada ayat ini memfokuskan pada masalah ekonomi.Muslim) Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. orang tua terlihat setengah hati. bersabda: ْ ِ ْ َ ٍ ِ َ ٍ َ َ ٍ ْ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ ٍ ‫ا ِن ْقطع عمله إ ِل ّ من ث َل َث، صدَقة جاري َة أو علم‬ . lemah intelektual dan lemah ekonomi. Ada juga orang tua yang menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan bagi anak-anak mereka dari keempat masalah pokok di atas. maka mustahil ada anak dapat bisa mendoakan orang tuanya jika anak tersebut jauh dari . Beliau mengatakan selaku orang tua hendaknya tidak meninggalkan keadaan anak-anak mereka dalam keadaan miskin . (Tafsir Ibnu Katsir: I. fisik dan ekonomi semata dan mengabaikan perkembangan iman. Jamaah jum’at rahimakumullah.melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala . segala sarana dan prasarana kearah tercapainya tujuan tersebut dipenuhinya dengan sungguhsungguh namun dalam usahanya memenuhi kebutuhan anak dari hal keimanan. sementara untuk memasukkan anak-anak mereka pada TK-TP Al-Qur’an terasa begitu enggan. Padahal aspek iman merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka” (An Nisa: 9). namun usaha yang dilakukannya kearah tersebut sangat diskriminatif dan tidak seimbang. Anak yang shalih adalah anak yang tumbuh dalam naungan DienNya.‫صال ِح ي َدْعو ل َه‬ ُ ْ ُ ٍ َ ‫إ ِذا مات ب ْن آدَم‬ َ َ َ َ ُ َ ‫ين ْت َفع به أ‬ ‫ُ َ ُ ِ ِ و ول َد‬ ٍ َ ْ Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam. Di bawah ini akan kami ketengahkan beberapa langkah yang cukup representatif dan membantu mewujudkan obsesi tersebut: 1. Banyak orang tua yang mementingkan perkembangan anak dari segi intelektual. padahal mereka telah memperhatikan anaknya secara bersungguh-sungguh dalam segi pemenuhan otaknya. Pengertian lemah dalam ayat ini adalah lemah iman.artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. dan menjauhi larangan-laranganNya. mesti mampu memperhatikan langkah-langkah yang harus di tempuh dalam merealisasikan obsesinya dalam melahirkan anak yang shalih. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya. hal 432) Dan terbukti berapa banyak kaum muslimin yang rela meninggalkan aqidahnya (murtad) di era ini akibat keadaan ekonomi mereka yang dibawah garis kemiskinan. Sebagai contoh: Ada orang tua yang dalam usaha mencerdaskan anaknya dari segi intelektual telah melaksanakan usahanya yang cukup maksimal. Opini atau persepsi orang tua atau anak yang shalih tersebut harus benar-benar sesuai dengan kehendak Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Karena itu sebagian orang tua yang bijaksana. Oleh karena itu selaku orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. maka mereka harus memperhatikan keempat hal ini.

Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman. Al-Bukhari) Untuk itu orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal dimana anak kita mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita kecintaan terhadap diennya. sehingga ketika anak tersebut berhadapan dengan lingkungan lain anak tersebut memiliki daya resistensi yang dapat menangkal setiap saat pengaruh negatif yang akan merusak dirinya. cinta terhadap ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam. Sekolah juga merupakan sarana yang cukup efektif dalam membentuk watak dan karakter anak. Keluarga juga merupakan madrasah bagi sang anak. Jadi jelaslah bagi kita akan gambaran anak yang shalih yaitu anak yang taat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . selaku orang tua yang bijaksana dalam berinteraksi dengan anak pasti memperlihatkan sikap yang baik. jelas akan jauh dari perintah Allah dan kemungkinan besar senang pula bermaksiat kepada kedua orang tuanya sekaligus. bermain dan bercanda adalah kegiatan rutin mereka di sekolah. yaitu sikap yang sesuai dengan kepribadian yang shalih sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktekkan sifat-sifat orang tuanya b. maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral. maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi. menjauhi larangan-laranganNya. Secara mikro lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian. Menciptakan lingkungan yang kondusif ke arah tercipta-nya anak yang shalih. Anak yang senang bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . 2. Jika sang anak melakukan kebaikan atau mendoakan orang tuanya maka amal dari kebaikannya juga merupakan amal orang tuanya dan doanya akan segera terkabul oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . )رواه البخاري‬ ِ َ ّ َ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (Islam). amalan-amalan mereka senantiasa berkorelasi dengan kedua orang tuanya walaupun sang orang tua telah wafat. Di sekolah anak-anak akan saling mempengaruhi sesuai dengan watak dan karakter yang . kemudian orang tuanyalah yang mewarnainya. Seorang anak yang terlahir dalam keadaan fitrah. Lingkungan Sekolah Sekolah merupakan lingkungan di mana anak-anak berkumpul bersama teman-temannya yang sebaya dengannya. Jama'ah jum’at rahimakumullah Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman. Dalam hadits ini dijelaskan tentang keuntungan memiliki anak yang shalih yaitu.” (HR. Lingkungan merupakan tempat di mana manusia melaksana-kan aktifitas-aktifitasnya. Belajar. Nasrani atau Majusi.perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan senang bermaksiat kepadaNya. maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. Pendidikan yang didapatkan merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak. yaitu: a. Lingkungan keluarga Keluarga merupakan sebuah institusi kecil dimana anak mengawali masa-masa pertumbuhannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ‫ك ُل مول ُود ي ُول َدُ على ال ْفطْرة، فأ َب َواهُ ي ُهودان ِه أ َو ي ُن َصران ِه أ َو‬ ِ ْ ِ َ ّ ْ ِ َ ّ َ َ َ ِ َ ْ ٍ ْ ْ َ ّ .(‫ي ُمجسان ِه. kepribadian dan karakternya. selalu mendoakan orang tuanya dan selalu melaksanakan kebaikan-kebaikan. Oleh karena itu. Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian bagi anak yang shalih.

Dalam masyarakat seperti ini akan tumbuh berbagai masalah yang merusak ketenangan. Oleh karena itu untuk dapat mempertahankan kwalitas yang telah terdidik secara baik dalam institusi keluarga dan sekolah. karena sekolah tersebut akan memberi warna baru bagi setiap anak didiknya. dan ketentraman. Sekolah yang ditata dengan managemen yang baik tentu akan lebih mampu memberikan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan sekolah yang tidak memperhatikan sistem managemen.(‫ْ َ ُ ل ِي ْمان.” (HR. para da’i. Karena itu sekolah yang memiliki keseimbangan kurikulum antara pelajaran umum dan agama akan lebih mampu memberi jaminan bagi seorang anak didik. Anak yang terdidik secara baik di rumah tentu akan memberi pengaruh yang positif terhadap teman-temanya. Sebaliknya anak yang di rumahnya kurang mendapat pendidikan yang baik tentu akan memberi pengaruh yang negatif menurut karakter dan watak sang anak. dan jika tidak sanggup maka dengan hatinya. Lingkungan Masyarakat Masyarakat adalah komunitas yang terbesar dibandingkan dengan lingkungan yang kita sebutkan sebelumnya.diperolehnya dalam keluarga mereka masing-masing. Masyarakat yang mayoritas anggotanya hidup dalam kemaksiatan akan sangat mempengaruhi perubahan watak anak kearah yang negatif. yang kondusif bagi anak. Muslim) . kedamaian. dapat saja tercemari oleh limbah kemaksiatan yang merajalela disekitarnya. Dan itu adalah selemah-lemah iman. kualitas dalam pengertian intelektual dan moral keagamaan. )رواه مسلم‬ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antaramu melihat kemungkaran hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. c. Persepsi yang keliru biasanya masih mendominasi masyarakat. bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ ْ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا‬ َ َ َ ْ . Faktor yang juga cukup menentukan dalam membentuk watak dan karakter anak di sekolah adalah konsep yang diterapkan sekolah tersebut dalam mendidik dan mengarahkan setiap anak didik. jika ia tidak sanggup maka dengan lidahnya. Masyarakat terbentuk atas dasar gabungan individu-individu yang hidup pada suatu komunitas tertentu. Karena itu pengaruh yang ditimbulkannya dalam merubah watak dan karakter anak jauh lebih besar. Karena dalam membentuk masyarakat yang harmonis setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama. Anak yang telah di didik secara baik oleh orang tuanya untuk selalu taat dan patuh pada perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya. Oleh sebab itu orang tua seharusnya mampu melihat secara cermat dan jeli sekolah yang pantas bagi anak-anak mereka. Sekolah yang sekedar dibangun untuk kepentingan bisnis semata pasti tidak akan mampu menghasilkan murid-murid yang berkwalitas secara maksimal. Mereka beranggapan bahwa yang bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pemerintah. maka kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan masyarakat yang baik. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Orang tua tidak harus memasukkan anak mereka di sekolah-sekolah favorit semata dalam hal intelektual dan mengabaikan faktor perkembangan akhlaq bagi sang anak. pendidik atau ulama. Keseimbangan pelajaran yang diperoleh murid di sekolah akan lebih mampu menyeimbangkan keadaan mental dan intelektualnya. Kualitas intelektual dan moral keagamaan tenaga pengajar serta kurikulum yang dipakai di sekolah termasuk faktor yang sangat menentukan dalam melahirkan murid yang berkualitas secara intelektual dan moral keagamaan.

Marilah kita berdo’a kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung. maka segala kemunkaran bermunculan dan merajalela di tengah masyarakat kita dan lambat atau cepat pasti akan menimpa putra dan putri kita.‫ْ ُ حساب‬ ِ ْ ُ َ ّ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ْ ‫رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين‬ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ ْ َ َ َ . الل ّهم اغفر ل ِل‬ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ ‫ِ ْ مسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ِ َ ِ . Jika tidak maka Allah Subhannahu wa Ta'ala .. Jamaah jum’at rahimakumullah Amar ma’ruf adalah kewajiban setiap individu masing-masing yang harus dilaksanakan.Jika setiap orang merasa tidak memiliki tanggung jawab dalam hal beramar ma’ruf nahi munkar.‫ال ْغفور الرحي ْم، وادْعوهُ ي َست َجب ل َك ُم‬ ْ ِ ْ ْ ْ ُ َ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua.” (Ali-Imran: 104). pasti akan menimpakan adzabnya di tengah-tengah kita dan pasti kita akan tergolong orang-orang yang rugi Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Padahal kedudukan kita sebagai umat yang terbaik yang dapat memberikan ketentraman bagi masyarakat kita hanya dapat tercapai jika setiap individu muslim secara konsisten menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. karena Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ .” (Ali Imran: 110). Untuk itu di akhir khutbah ini marilah kita bersama-sama merasa peduli terhadap kelangsungan hidup generasi kita. ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه.‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ . والصل َةُ والسل‬ ‫ّ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ . أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‫إماما‬ ً َ َ ‫أ َِقول قول ِي هذا وأ‬ َ .‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ْ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا‬ َ َ َ َ َ ْ ّ َ َ ِ ُ ْ ّ ْ ِ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل ِي ول ِوال ِدَي ول ِل ْمؤمن ِي ْن ي َوم ي َقوم ال‬ ُ . الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . ْ َ َ َ َ ْ ‫رب اجعل ْن ِي مقي ْم الصل َة ومن ذُري ّت ِي، رب ّنا وت َقب ّل دُعاء. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. semoga dengan kepedulian kita itulah Allah Subhannahu wa Ta'ala akan senantiasa menurunkan pertolonganNya kepada kita dan memenangkan Islam di atas agamaagama lainnya.

com‬‬ ‫13‬ ‫‪Nilai Kepemimpinan Lelaki dan Kepatuhan Wanita‬‬ ‫‪Oleh: H.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُ‬ ‫َ َ ُ ْ وا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا.or.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ . قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.wordpress.alsofwah. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.‫أ َوطان ِهم.

‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. dan pendidiknya. Maka dalam diri lelaki itu ada kelebihan dan keutamaan atas perempuan. “ketika suaminya tidak ada. Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa wanita itu ada dua macam. Yang satu adalah wanita-wanita shalihah muthi’ah (baik lagi taat) dan yang lain adalah ‘ashiyah mutamarridah (bermaksiat lagi menentang). pen) jihad dan hal-hal lainnya. melaksanakan hak-hak dan kewajiban yang ada pada dirinya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan laki-laki memiliki satu derajat lebih atas wanita” . atau juz II. kesungguhan pandangan. 1/339). menjaga dirinya dari kekejian (zina).” Ini adalah rincian keadaan wanita di bawah kepemimpinan lelaki. nafkah-nafkah dan beban-beban yang diwajibkan Allah atas lelaki untuk menjamin perempuan. halaman 608. hanya khusus lelaki. Wanita shalihah Selanjutnya. arti ayat: “Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri. oleh karena Allah telah memelihara (mereka). dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. dan kelebihan kekuatannya. (QS An-Nisaa’/ 4:34). Oleh karena itu ada kekhususan bagi lakilaki yaitu mengenai an-nubuwwah (kenabian). oleh karena Allah telah memelihara “(mereka.” maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.‫ل َن ي ُفل ِح قوم ول ّوا أ َمرهم امرأ َة‬ ً َ ْ ْ ُ َ ْ ْ َ ٌ ْ َ َ ْ ْ .َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . Menurut Ibnu Katsir. bagusnya pengaturan. Wanita-wanita shalihah muthi’ah adalah taat kepada Allah dan suaminya.”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya). sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki. juz I. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada. Ibnu Katsir melanjutkan. hingga sesuailah kalau lelaki itu menjadi pemimpin atas perempuan. halaman 292 tahqiq Sami As-Salamah). pembesarnya. maksudnya. dan demikian pula (khusus untuk lelaki) jabatan qodho’/ kehakiman dan hal-hal lainnya. dan demikian pula kepemimpinan tertinggi. hakim atasnya. Karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita. al-imamah (kepemimpinan). as-syahadah (kesaksian --dalam perkara pidana. Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik. al-wilayah (kewalian). lelaki itu adalah pemimpin wanita. (Irsyaadul ‘Aqlis Saliim. yaitu berupa mahar/ maskawin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan). Ayat ini menegaskan tentang kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita. dan menjaga harta . wanita tidak boleh jadi saksi. Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik). Penjelasan Ibnu Katsir itu ada rincian yang senada yaitu perkataan Abu As-Su’ud: “Dan pengutamaan bagi kaum laki-laki itu karena kesempurnaan akal. dan menjelaskan tentang wanita shalihah.

Jual beli antara lelaki dan perempuan pada asalnya mubah. Namun.suaminya dari pemborosan. Dan bahkan ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya dijadikan mainan oleh orang lain. Ini sudah bertentangan dengan aturan Islam. namun justru merelakannya. tidak merasa cemburu terhadap keluarganya yang berbuat sesuatu dengan lelaki lain.(‫مسلم و أبو داود‬ “Sesungguhnya termasuk sejelek-jelek manusia bagi Allah tempatnya di hari kiamat. )رواه‬ ِ ِ َ ّ ِ َ ُ َ . kemudian salahsatunya menyiarkan rahasia teman bergaulnya itu. Sebaliknya. Na’uudzu billaahi min dzaalik. di pameran-pameran perdagangan. sedang wanita itu dipentingkan ketaatannya kepada Allah. Sehingga wanita yang sebenarnya terhormat itu kemudian dijadikan bahan tontonan.” (HR Muslim dan Abu Daud). pemeliharaan dari para suami dan bahkan masyarakat. Rasul-Nya. Jadi lelaki yang merelakan isterinya ataupun anak-anaknya dijadikan pajangan padahal seharusnya lelaki itu punya rasa cemburu dan menjaganya. pelaku adegan-adegan film atau sinetron tak senonoh yang ditonton banyak orang. ada wanitawanita yang diperlakukan oleh orang-orang jahil sebagai barang mainan.Hakim dan Al-Baihaqi. dan perempuan yang menyerupakan dirinya dengan laki-laki. justru wanita dijadikan alat untuk melariskan hal-hal yang tak terpuji atau tak sesuai dengan ajaran Islam. pelawak. lelaki itu pemimpin atas wanita. Seharusnya. Ada orang tua dan suami-suami yang merelakan wanitanya dijadikan pajangan untuk menarik pembeli atau konsumen di toko-toko. di bank-bank. Menurut Hadits Nabi n.‫ث َل َث َة ل َ ي َدْخل ُون ال ْجن ّة؛ ال ْعاقُ ل ِوال ِدَي ْه والدّي ّوث ورجل َة الن ّساء‬ ِ َ ُ ُ َ َ ُ ْ َ َ ٌ َ ْ ُ َ َ ِ َ “Tiga orang yang tidak masuk surga (yaitu): orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya. Namun kepemimpinan lelaki ataupun ketaatan wanita seakan tidak dianggap penting dalam dunia jahil. di hotel-hotel dan sebagainya.” (Hadits Riwayat Al. disamping melanggar aturan agama. Hingga muncul kondisi yang ironis. Kesenangan di dunia tidak seberapa. Ia tidak akan masuk surga. Di dalam hadits disebutkan: ‫إ ِن من شر الناس عن ْدَ الله من ْزل َة ي َوم ال ْقيامة الرجل ي ُفضي‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ ْ ً ِ َ ِ ّ َ ْ ِ ّ ْ ِ ْ ُ ُ ّ َ ‫إلى امرأ َت ِه وت ُفض ِي إل َيه ث ُم ين ْشر أ‬ َِ ‫ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ ِ ّ َ ُ ُ حدُهما سر صاحب ِه. surga haram atas lelaki dayyuts. Inilah yang mesti kita berhati-hati benar dalam hal menjaga diri dan keluarga kita. namun sebagai alat penarik konsumen. Akibat merelakan keluarganya (yang wanita) dijadikan pajangan itu kemudian menjadikan haramnya surga baginya. Dianggap lumrah. . yang hal itu melanggar kodratnya atau fitrahnya. Maka betapa ruginya. hanya kerugian lah yang didapat. dayyuts (laki-laki yang membiarkan kemaksiatan pada keluarganya). Lelaki yang demikian itu adalah dayyuts. Sebagaimana mereka menjaga hal-hal yang berlangsung antara dirinya dan suaminya yang wajib disembunyikan dan menjaga baik-baik kerahasiaannya. penjoget. Ada wanita yang diangkat-angkat oleh orang-orang jahil melebihi kodratnya dan melanggar aturan agama. Keadaan masyarakat jahil Aturan dalam Al-Quran telah tegas dan jelas. tidak sesuai aturan. maka bisa dimasukkan dalam lingkungan yang mengarah pada dayyuts. dan kepada suaminya. hingga wanita-wanita pelayan itu diseragami pakaian yang setengah telanjang. Sehingga. boleh-boleh saja. namun haramnya masuk surga telah mengancamnya. hadits hasan dari Ibnu Umar). Tetapi sekarang wanita di pertokoan bukan sekadar sebagai pelayan. misalnya tontonan. biasa . Ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya jadi penyanyi. wanita mendapat perlindungan. (yaitu) lakilaki yang menggauli (menyetubuhi) isterinya dan isterinya pun menggaulinya.

Sedang ke atas: perbuatan zina itu sendiri lebih terlarang lagi. Kenapa? Karena. apalagi memukulnya. Wanita dari zaman ke zaman. Contohnya. manusia jahil telah menjadikan wanita sebagai sasaran untuk dijadikan daya pikat. maka lebih lagi haramnya. Ini telah mencakup larangan segala hal yang menghantarkan kepada perbuatan zina. Dianggapnya tidak ada masalah. mengatakan uf/ hus kepada orang tua saja diharamkan. Itulah pengertiannya. Itu semua alurnya adalah mendekatkan kepada zina. Karena hal itu sudah merupakan sarana atau penghantar. Islam menempatkan wanita shalihah dalam kedudukan yang terpuji itu bisa difahami pula bahwa untuk membina wanita agar jadi shalihah. ayat tersebut sangat strategis sifatnya. Dengan demikian. Jadi. ke bawah: sarana-sarana dan perbuatan yang menjurus pada pendekatan zina sudah ikut terlarang. maka wanita shalihah sangat dihormati dalam Islam karena memang sulit melakukannya. Maka Islam memberikan antisipasinya atau pencegahannya. bila mau melanggar aturan Islam.” imbalan itu sesuai dengan perbuatan. lebih terlarang lagi adalah zinanya itu sendiri. Dalam ayat itu ditegaskan. Bukan sulit karena secara naluriah. yang menggiurkan. Aturan di dalam Islam sebegitu jelas dan gamblang. tidak boleh mendekati zina. lingkungan yang . ayat tersebut mengandung makna.Sangat disayangkan sekali. sekaligus melanggar aturan Allah. dunia jahil telah memupuk aneka macam pelanggaran seperti tersebut diatas menjadi pemandangan yang biasa. Perkara yang banyak godaannya. Karena mendekati zina saja sudah dilarang. namun dalam dunia yang jahil orang yang menyepelekan bahkan justru menggalakkan hal-hal yang menjurus pada pendekatan zina. Maka sesuai dengan istilah "aljazaa’u min jinsil ‘amal. Lebih dari itu. namun sulit karena lebih banyak godaannya. semua tontonan dan pekerjaan yang menarik konsumen dengan cara memajang wanita itu sudah mengikuti bujukan syetan. Mendekati zina itu jelas telah dilarang dengan tegas oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala. mendekati zina saja dilarang. serta wanita itu sendiri dalam berupaya menjadi wanita shalihah adalah perkara yang besar. bahkan membolehkan perzinaan itu sendiri lebih dihormati. Sedangkan wanita itu sendiri didudukkan oleh manusia-manusia jahil pada posisi yang enak. Padahal. maka terkena kaidah (‫ )الحكم بوسائله‬hukum itu mencakup sarananya. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan satu jalan yang buruk. Allah memerintahkan agar kita menahan sebagian pandangan kita terhadap lain jenis (lihat QS An-Nuur: 30-31) namun justru orang-orang yang mendukung dunia jahil ini menarik-narik manusia agar membuka mata lebarlebar untuk “menikmati” wanita yang mereka pajang. Yaitu. Sehingga wanita itu sendiri akan sulit mempertahankan diri agar menjadi orang yang shalihah alias taat aturan Allah dan RasulNya. baik dari dalam nafsu wanita itu sendiri maupun faktor dari luar. apalagi berzina. Maka mengadakan sarana untuk dekat dengan zina atau yang jurusannya mendekati zina berarti haram pula. yaitu pertama dengan melarang manusia mendekati zina. dan kedua memberikan tempat yang terpuji bagi wanita yang shalihah. oleh orang-orang jahil merupakan sasaran yang paling utama untuk dijadikan daya pikat.” (Al-Israa’: 32). dan itu jelas bertentangan dengan Islam. Ini benar-benar keterlaluan. Memerankan wanita sebagai daya pikat itu sendiri sudah merupakan pelanggaran sebagaimana diuraikan di atas. Inilah yang di dalam ilmu ushul fiqh disebut Qiyas Aulawi”. Memajang wanita-wanita dalam aneka pergaulan hidup yang dimaksudkan untuk menarik konsumen ataupun pelanggan atau penonton itu sudah termasuk sarana mendekatkan ke arah zina. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: "Dan janganlah kamu mendekati zina. Wanita shalihah sangat terpuji Islam memberikan imbalan pahala sesuai dengan kadar kepayahan atau usaha manusia.

من‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ِ ٌ ِ ِ َ ‫سعادة ابن آدم ال ْمرأ‬ ‫َ ْ ةُ الصال ِحة وال ْمسك َن الصال ِح وال ْمرك َب‬ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ْ َ َ ُ ّ ْ ‫الصال ِح.(‫النسائي‬ “Dunia ini adalah perhiasan yang menyenangkan hati. yang otomatis mampu menjalani sikap dan perilaku tanpa melanggar ajaran Ilahi. ternyata disebutkan. Bila kita perbandingkan. 5. wanita yang bukan shalihah itu adalah paling menyebalkan. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih maka mereka akan memperoleh pahala yang tak putus-putusnya.. 6).. Dan di antara (unsur) penderitaan manusia adalah: wanita / isteri yang buruk (tidak shalihah). Ya. wanita disebut hiasan yang paling menyenangkan berarti di balik itu ada yang bahkan paling tidak menyenangkan. Berarti sejalan pula dengan pernyataan perbandingan tadi. akan dikembalikan menjadi sesuatu yang paling rendah di antara yang rendah. manusia dibuat dalam bentuk yang paling baik. wanita/ isteri yang shalihah adalah unsur kebahagiaan. wanita/ isteri yang jahat adalah unsur penderitaan. dalam hadits itu dijelaskan. tapi sebaliknya. Berarti sudah merupakan puncak yang tiada saingannya lagi. ومن شقاوة اب ْن آ َدَم ال ْمرأ َةُ السوءُ و ال‬ ُ‫ّ ْ َ مسك َن السوء‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ْ ّ ْ َ ِ ‫وال ْمرك َب السوء. Tapi sebaliknya. Hasil perbandingan itu diperkuat atau punya alasan Hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam : ‫من سعادَة اب ْن آدَم ث َل َث ومن شقاوة اب ْن آدَم ث َل َث َة. Wanita diucapkan dalam deretan yang pertama dari tiga unsur kebahagiaan maupun kesengsaraan.Sungguh Kami telah menjadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Dia paling baik di antara hal yang mesti disenangi manusia. sebagai andalan." (Hadits shahih riwayat Ahmad. Di antara unsur kebahagiaan manusia yaitu. Kemudian Kami kembalikannya jadi serendah-rendahnya yang rendah (masuk neraka). Dari sini bisa difahami betapa terpujinya wanita yang baik yang istilahnya wanita shalihah. tempat tinggal yang baik. wanita/ isteri yang shalihah/ baik. . )رواه مسلم و‬ ُ َ ّ َ ِ َ َ ُ َ َ ٌ َ َ َ ْ َ . Di dalam ayat itu dinyatakan. dan AlBazzar dari Sa'ad bin Abi Waqash) Nah. Terhadap wanita shalihah itu. Dan di antara (unsur) sengsaranya ibnu Adam ada tiga (juga). kecuali yang beriman dan berbuat baik. memang betul demikian adanya. Seperti firman Allah dalam Surat. ada pula pujian simpati dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ ‫الدّن ْيا متاع وخي ْر متاعها ال ْمرأ َةُ الصال ِحة. Yaitu wanita yang menuruti aturan agama suci dengan patuh. )رواه أحمد والطبراني والبزار عن سعد بن‬ ُ ْ ّ ُ ْ َ َ . dan kendaraan yang baik.jahil. At-Tien: 4. yang mencakup segi kehidupan demi kebahagiaan dunia dan akhirat. At-Thabrani. Kalau diperbandingkan. dan kendaraan yang jelek. Di balik bentuknya yang paling baik." (QS. Attien: “. tempat tinggal yang jelek. Dan sebaik-baik perhiasan yang menyenangkan itu adalah wanita yang shalihah/ baik. kejadian manusia itu sendiri adalah bentuk yang paling baik. betapa tingginya nilai wanita shalihah itu. Di sini jelas.(‫أبي وقص‬ "Di antara (unsur) kebahagiaan anak Adam (manusia) adalah tiga hal. Jadi wanita merupakan unsur yang paling extrim. Dalam Hadits itu ternyata wanita atau isteri disebut sebagai unsur pertama dalam hal kebahagiaan maupun kesengsaraan. Bahwa wanita shalihah itu paling menyenangkan. (Hadits Riwayat Muslim dan An-Nasa’i).

Amien. dengan disebut sebagai unsur yang paling memberikan keuntungan. Dan apabila ia tidak ada di rumah maka isteri yang shalihah itu tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya. Sedang yang menilai derajat tingginya itu ternyata adalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lewat Hadits tersebut di atas. Maka. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . posisi wanita shalihah itu memang benar-benar terpuji dan mulia. keluarga kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan anjuran beliau. Kita percaya. yaitu wanita shalihah. Berarti dijadikan pendamping paling baik bagi para muttaqin. Sampai didudukkan sebagai hal yang paling menguntung-kan bagi orang yang taqwa. Apabila dia (lk) melihatnya.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. yang memuji wanita shalihah: َ ْ ‫ما است َفادَ ال ْمؤمن ب َعدَ ت َقوى الله عز وجل خي ْرا ل َه من زوجة‬ ٍ َ ْ َ ْ ِ ُ ْ ُ ِ ْ ُ َ ً َ ّ َ َ ّ َ ِ َ ْ َ ‫صال ِحة، إن أ َمرها أ َطاعت ْه وإن ن َظَر إل َيها سرت ْه وإن أ‬ َ ْ‫َ ّ ُ َ ِ ْ ق‬ ‫سم‬ َ َ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫إ ِل َي ْها أ َب َرت ْه وإ ِن غاب عن ْها ن َصحت ْه في ن َفسها ومال ِه. seharusnya kita berlomba membina wanita. sebab dijadikan pendamping orang yang bertaqwa alias yang paling mulia di sisi Allah. Apabila dia (lk) menyuruhnya maka ditaati. baik itu isteri kita. Apabila ia memberi bagian padanya maka dia menerimanya dengan baik. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. sampai memuji dan menyebutkan fungsi kedudukan wanita shalihah lagi menyenangkan. Jelas sekali pujian Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap derajat wanita yang shalihah. (QS Al-Hujuraat/ 49: 13).(‫ماجة عن أبي أمامة، حسن‬ "Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla yang lebih baik baginya dibanding mempunyai isteri yang shalihah/ baik. Mungkin bisa kita mulai dari sekarang. maka isteri itu menggembirakan nya. Sedang derajat taqwa itu adalah derajat paling tinggi di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya yang paling mulia dari kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa". apa yang disabdakan itu pasti betul. Mudah-mudahan hal ini bisa kita laksanakan." (Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah berderajat hasan/ baik). أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا.Wanita shalihah dan suami taqwa Nabi n membela dan mengangkat martabat wanita. )رواه ابن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ . Jadi. Mari kita berlomba membentuk wanita shalihah dalam keluarga dan masyarakat Islam. sebagai penganut ajaran suci dari Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ ً َ ُ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ . Hal itu bisa disimak pandangan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .

سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. pembicaraan tentang wanita adalah termasuk pembicaraan yang telah‬‬ ‫.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‪menyita banyak waktu semua orang. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. kaum wanita dengan kelemahlembutannya dapat melakukan hal-hal spektakuler‬‬ .‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫!‪Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia‬‬ ‫!‪Kaum muslimin para hamba Allah yang dirahmati Allah‬‬ ‫‪Pada masa modern ini. dari kalangan intelektual maupun dari kalangan awam‬‬ ‫‪Betapa tidak. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫23‬ ‫‪Selamatkanlah Kaum Wanita‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عباد الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.

Namun dengan kelemah-lembutannya pulalah ia dapat menjadi penghancur dunia yang paling potensial. ibarat barang yang terhina dalam keluarga dan masyarakat. bahkan antara satu suku dengan suku yang lain.” (At-Takwir: 8-9). Allah menceritakan sisi yang berlawanan dari itu: “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya. karena dosa apakah ia dibunuh.yang dapat mengguncangkan dunia. Allah berfirman tentang ratu Saba’: “Sesungguhnya aku (burung hud-hud) mendapati seorang ratu yang menguasai mereka dan ia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar” (An-Naml: 23). Sementara di belahan bumi lain. Siapapun yang mencoba mempelajari kondisi kaum wanita sebelum Islam maka ia temukan hanyalah sekumpulan fakta yang tidak menggembirakan. Dengan kelemahlembutannya itu ia dapat melahirkan tokohtokoh besar yang dapat membangun dunia. Hari kelahirannya adalah hari di mana semua wajah menjadi kecewa. diperbudak oleh kaum pria. Dan pemuliaan Islam terhadap wanita tidak cukup sampai di sini.” (At-Taubah: 17). Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “bila engkau ingin melihat bagaimana kejahilan bangsa Arab terdahulu maka bacalah firman Allah Ta’ala: “Sungguh merugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa ilmu. dan tidak lama kemudian ia akan dikubur hidup-hidup dalam kubangan tanah yang digali oleh ayahnya sendiri. . Lalu bergaunglah firmanNya: “Dan para wanita itu mempunyai hak dan keseimbangan dengan kewajiban mereka secara ma’ruf.” (Al-An’am: 140) Fahamlah kita bagaimana kejahiliyahan menenggelamkan masyarakat Arab saat itu ke dalam pojok-pojok kegelapan peradaban. Inilah gambaran umat yang dilahirkan oleh berhalaisme dan dididik oleh para tukang sihir dan peramal. Inilah akibat dari jauhnya akal masyarakat dari cahaya wahyu. Di suatu bangsa ia melihat kaum wanita menjadi penguasa tertinggi. hingga akhirnya terbitlah fajar Islam lalu terdengarlah di penjuru dunia untuk pertama kalinya: ”Dan para laki-laki beriman dan wanita yang beriman itu adalah wali (penolong) antara sebagian mereka kepada sebagaian yang lain. Dengan demikian Islam telah meletakkan dasar dan pondasi yang begitu kokoh untuk membangun pribadi wanita yang baru berdasarkan wahyu dari Dzat yang telah menciptakannya. Islam bahkan telah menjadikan ibu sebagai orang yang lebih dihormati daripada seorang ayah. Itulah kondisi kaum wanita di masa jahiliyah. Ia akan terheran-heran menyaksikan kondisi kaum wanita yang sangat berbeda antara suatu bangsa dengan bangsa yang lain.” (Al-Baqarah: 228). Untuk mengetahui bagaimana semestinya posisi kaum wanita yang tepat maka kita perlu mengetahui bagaimana posisi kaum wanita di kalangan generasi terdahulu sebelum datangnya Islam. sementara pada bangsa yang lain mereka manjadi makhluq yang terhina dan dianggap aib bahkan dikubur hidup-hidup.

Jalinan itu adalah sifat “Al-Hasymah” (bersikap malu) dan “AlAfaf” (menjaga kesucian) yang kemudian memberikan konsekwensi agar seorang wanita mengenakan hijab syar’i. Suatu waktu mereka menyebutnya sebagai sebuah kedzaliman dan kejahatan atas wanita. mereka juga mendorong para wanita muslimah untuk keluar dari rumah-rumah yang telah melindungi mereka dengan alasan persamaan hak dan derajat antara pria dan wanita. hal ini. kita dapat melihat bagaimana mereka memerangi hijab muslimah tanpa ampun. tetap berdiam di rumah. Seiring dengan itu.” kemudian ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa ? beliau menjawab: “Ibumu” kemudian ia bertanya lagi “lalu kepada siapa ?” barulah beliau berkata: “ayahmu. sebab mereka mengetahui bahwa rusaknya kaum wanita pertanda rusaknya tatanan masyarakat. karena kebencian yang terpendam dalam hati-hati mereka. mereka juga faham perintah untuk “tinggal di rumah saja” memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menjaga wanita muslimah. atau sebagai penghalang yang merintangi berkembangnya dunia ketiga. dalam menjaga kesucian dan kemuliaannya. Bila mereka berpegang padanya mereka akan selamat.‫َ َ باك‬ ْ َ ّ ْ َ ّ .” (HR. Siapapun di dunia ini yang memiliki akal sehat akan dapat melihat permusuhan yang amat nyata dari kaum Yahudi dan Nashrani khususnya kepada umat Islam. Oleh karena itu. permusuhan itu tetap membara. oleh karena itu Islam mencegahnya dan menggantinya dengan mensyariatkan pernikahan. Islam memandang bahwa percampurbauran antara pria dan wanita (ikhthilath) sebagai sebuah bahaya yang sangat nyata.َ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ٌ ُ َ َ َ ‫قال رجل: يا رسول الله من أ َب ُر؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟‬ ْ َ ّ ْ َ ِ ّ َ ‫قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ‬ َ َ َ َ َ ّ َ َ َ َ َ ّ َ َ . kalian mencintai mereka padahal mereka sama sekali tidak mencintai kalian..” (Ali-Imran:119) Para hamba Allah yang saya cintai!. Semuanya dapat melihat dengan jelas bagaimana mereka selalu menjadikan wanita muslimah sebagai sasaran mereka. . dan menghindari percampurbauran dengan kaum pria. Al-Bukhari dan Muslim) Kaum muslimin yang berbahagia! Islam telah meletakkan jalinan yang kuat dan kokoh untuk menjaga kaum wanita. sehingga lahirlah ide “Fiqh Perempuan” Semua itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam bukan karena mereka kasihan dan ingin menolong wanita muslimah atau karena cinta kepada kaum muslimin. atau dikali lain mereka menyebutnya sebagai budaya Arab saja. yaitu ide melakukan perombakan terhadap fiqh Islam yang katanya hanya berpihak pada kaum pria. Bukankah kaum Yahudi telah memancangkan permusuhannya terhadap hijab sejak mereka mengatur siasat untuk merobek hijab seorang muslimah dan menampakkan auratnya di pasar Bani Qainuqa’??!. Sekali-kali tidak. sebaliknya bila mereka menyia-nyiakannya maka mereka akan sesat dan binasa.(‫)رواه البخاري ومسلم‬ Seorang pria bertanya: “Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku berbakti?” Beliau menjawab: ”Ibumu” Ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa?” beliau menjawab: “Ibumu. “Beginilah kalian. Hadirin yang berbahagia! Ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam telah mengetahui bagaimana nilai hijab syar’i dalam melindungi seorang muslimah.Dan hingga kinipun. Dan yang masih saja hangat sampai hari ini adalah sebuah ide sekuler yang berhasil ditanamkan oleh musuh-musuh Islam kedalam otak sebagian kaum muslimin. yang semuanya itu menjadikannya ibarat sebuah permata bernilai tinggi di kedalaman lautan yang tidak di jamah kecuali orang yang berhak untuk itu.

Apakah anda sekalian mengetahui angin kencang apakah itu?. melalui siaransiaran televisi dan radio atau media-media informasi lainnya . “Dan tinggallah kalian (para wanita) di dalam rumah-rumah kalian.Ia adalah angin westernisasi yang mengajak mereka melepaskan hijabnya. Muslim). Kaum muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Oleh karenanya. . disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫. melalui mimbar Jum’at yang mulia ini kami menyerukan kepada para penanggung jawab kaum wanita. entah berapa banyak dari kaum muslimin yang menyerahkan diri mereka kepada tipu-daya mereka. Kaum muslimin yang dirahmati Allah!. tuanaikanlah zakat. dan tegakkanlah shalat. melalui roman-roman percintaan. kami mengingatkan para pemudi Islam agar mereka tidak mendengarkan tipuan-tipuan musuh-musuh anda yang selalu menampakkan indahnya hidup bercampur baur dengan kaum pria atas nama kebebasan. mereka itu tidak akan masuk Surga dan tidak mendapatkan baunya.‫َ َ َ ي َجدْن ري ْحها‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ُ َ “Dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang yang melenggak lenggok.bukan di dalam tanah. Karena bagi mereka yang penting dari diri anda hanyalah kenikmatan dan kelezatan sesaat. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda tentang wanita yang seperti ini: ‫ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت مائ ِل َت رؤوسهن ك َأ َسن ِمة‬ ِ َ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ َ َ ّ ُ ُ ْ ُ ُ ٌ َ ٌ َ ‫ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ . renungkanlah Melalui mimbar Jum’at ini pula. saudari-saudari kita.” Namun di zaman ini.Namun sangat disayangkan. dan taatilah Allah beserta RasulNya. Dan balasan untuk mereka pun begitu menakutkan. Dan kebaikan Anda juga berarti kebaikan bagi ummat ini. Jika Anda ingin. kemajuan dan kemoderenan. Mereka adalah belahan hati kita semua. kedalam kehormatan mereka yang tercabik-cabik. tetapi di dalam sifat ‘iffah mereka yang telah hilang. para suami dan para saudara. Mereka telah mendorong kaum wanita mengubur sendiri dirinya hidup-hidup. Namun hampir-hampir saja kita tidak lagi dapat merasakan keindahan bunga itu karena ada sebuah tiupan angin kencang yang sebentar lagi akan merenggutnya. Bagaimana anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup dimasa itu akan mendapatkan Surga Allah. Nasehat kami kepada Anda adalah bahwa kunci perbaikan itu ada di tangan Anda semua. Anda dapat memperbaiki diri sendiri. kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk onta. dan putri-putri kita adalah bunga-bunga yang menghiasi taman kehidupan kita. para bapak. Entah berapa banyak dari kaum muslimin yang turut serta membantu mereka memerangi hijab syar’i ini. Angin kencang ini ditiupkan melalui lembaran-lembaran surat kabar dan majalah. yang mendorong mereka untuk bercampur baur dengan kaum pria dan membisiki mereka agar membuang rasa malu mereka untuk bercampur-baur dengan kaum. Mereka inilah para korban “brain washing” yang dilancarkan oleh kaum kafir dalam berbagai aspek kehidupan.” (HR. para wanita itulah yang mengubur dirinya sendiri hingga hilang rasa malu. dan kedalam kesucian mereka yang telah ternoda! lalu apakah gunanya hidup mereka setelah itu? Mereka telah melakukan perbuatan yang lebih keji dari apa yang pernah terjadi di masa Jahiliyah dulu.ا َل ْموؤودَةُ في ال ْجن ّة‬ ِ ِ َ ْ ُ ْ َ “Anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu di Surga. Sesungguhnya istri-istri kita. dan janganlah kalian berhias seperti berhiasnya kaum jahiliyah pertama.” (Al-Ahzab: 33).

سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون. أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون.‫‪Akhirnya.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Amin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.‪kekuatan dan kejayaan ummat seperti sedia kala . Semoga bagi kita sekalian dianugrahkan taufiq dan inayah untuk membangun‬‬ ‫. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫33‬ . رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ث ُم اعل َموا ِ فإن الله أ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. semoga wasiat ini dapat bermanfa’at dalam proses perbaikan terhadap ummat yang‬‬ ‫‪kian terpuruk ini. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يآ أ َيها ال ّذين آ َمنو ات ّقوا الله حق ت ُقا ت ِه ول َ ت َمو ت ُن إل ّ وأ‬ َ ّ َ َ ُ . jangan sampai kita hanya duduk-duduk santai saja menanti perjalanan waktu. Yaitu seperti tanaman yang tersiram hujan setelah kemarau panjang. Marilah kita selalu mengulangi ucapan rasa syukur kepada Allah karena nikmat-nikmat-Nya yang telah tercurahkan kepada kita semua sehingga kesehatan jasmani dan rohani masih menghiasi kita. menjadi kunci lebih terbukanya pintu-pintu karunia-Nya.‫َ لون ب ِه والرحام‬ ِ َ َ ِ َ ِ َ ْ ُ ُ َ َ ً ‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. agar hari-hari kita nanti bahagia. Dan akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya.‫الدّي ْن‬ ِ Saudara-saudara seiman rahimakumullah. (Ibrahim: 7) Kami peringatkan juga para jamaah dan diri ini agar senantiasa menjaga ketaqwaan. sehingga tumbuhlah tanaman-tanaman yang menakjubkan para petani. namun hanya berada di genggaman tangannya saja. Tidak meletakkan dunia dan gemerlapannya di lubuk hatinya. maka akan Kami tambahkan bagimu dan jika kamu mengingkarinya.‫وك ُل ضل َل َة فى النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫ِ َ ِ لى ي َوم‬ . Semoga rasa syukur yang kita panjatkan ini. seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani. Seorang muslim seyogyanya menjadikan kampung akhirat sebagai target utama yang harus diraih. sebagai batu loncatan untuk mencapai nikmat Jannah yang langgeng. Ikhwani fiddin rahimakumullah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Jika kalian bersyukur.‫َ ن ْت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ِ ِ ّ َ ‫يآ أ َي ّها الناس ات ّقوا ْ رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ‫ِ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها زوجها‬ ّ ِ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ‫وب َث من ْهما رجال ك َث ِي ْرا ون ِساء، وات ّقوا الله ال ّذي ت َساء‬ ُ َ َ َ َ ً ً َ ِ َ ُ ِ ّ َ . perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. seperti ketakjuban orang kafir terhadap dunia. agar mengakar kuat dan kokoh di lubuk hati yang paling dalam.‫فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ َ َ ‫أ َمابعد: فإن أ‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ْ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله. وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ُ ّ َ ٌ َ ّ َ َ ‫عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور مخدَثا ت ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ . kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Ketahuilah. apalagi tertipu oleh ilusi dunia. Sebab itulah modal yang hakiki untuk menyongsong kehidupan abadi. sesungguhnya siksaanKu itu sangat pedih”. يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُنو ب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ ‫َ َ َ ُ ه‬ ُ ْ ْ ْ ُ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ . Jadi. namun tidak lama kemudian tanaman- .(Al-Hadid: 20) Ibnu Katsir berkata (dengan ringkas): “Allah Subhannahu wa Ta'ala membuat permisalan dunia sebagai keindahan yang fana dan nikmat yang akan sirna. يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ات ّقوا ْ الله وقولوا ْ قول‬ َ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ ْ َ ‫سديدا.‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ َ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ْ َ ِ َ ِ .Menjaga Diri Dan Keluarga dari Api Neraka Oleh: Agus Hasan Bashori Lc ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ . Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.

yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Maka. lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. kami kutip firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Setiap kulit mereka hangus. keras.!!! Sesungguhnya neraka itu terlalu dalam dasarnya untuk diukur. Keadaan seperti ini tak akan kunjung putus. Topik utama kita kali ini menekankan pentingnya pendidikan anak yang termasuk salah satu unsur keluarga. dari Ibnu Umar) Anak terlahir dalam keadaan fitrah. Riwayat Ahmad. Kewajiban orang tua merawatnya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus. Anak bagi orang tua merupakan buah perkawinan yang menyenangkan. Alangkah besarnya kerugian mereka. Selain itu. Memilihkan pendidikan anak yang kondusif untuk perkembangan iman dan otaknya. dan akhirnya kering dan hancur”. Tidak boleh disia-siakan dan di sepelekan. Ingatlah akibat yang akan menimpa kita dan keluarga kita yang tersia-siakan pendidikan agamanya! Nerakalah balasan yang pantas bagi orang-orang yang melalaikan kewajibannya. budak perempuan dan budak laki-lakinya tentang perintah dan larangan Allah”. lalu Allah pun memperingatkan tentangnya dan menganjurkan untuk berbuat baik. dan At-Tirmidzi. Termasuk anak kita yang malang. penjaganya malaikat yang kasar. Al-Bukhari. kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab”. Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. (An-Nisaa’: 56). .(At-Tahrim: 6) Ali Radhiallaahu anhu berkata dalam menafsiri ayat ini: “Didik dan ajarilah mereka”. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Inilah kerugian nyata dan hakiki. Misal ini mengisyaratkan bahwa dunia akan hancur dan akhirat akan menggantikannya. Ayat ini diakhiri dengan penegasan tentang hakikat dunia yang akan menipu orang yang terkesan dan takjub padanya. Pelaksana amanah harus menjaga dengan baik kondisi titipan agar tidak rusak. Untuk menegaskan tentang kedahsyatan siksa neraka. jika tidak ada sedikitpun iman dalam dada mereka. Bukannya membiarkan anak-anak mereka begitu saja tanpa pengawasan terhadap bacaan yang mereka gemari. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُّ َ ٍ َ ْ ُ ُّ ‫كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته‬ “Setiap kalian adalah pemimpin. anak yang shalih akan menjadi modal investasi bagi kedua orang tuanya. Kelalaian dalam hal ini. Di akhirat. dan akan ditanya tentang tanggungjawabnya”. Sebab orang tua kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya. tiada daya dan upaya bagi mereka untuk meloloskan diri dari siksanya. dan selamat dari api neraka. ketika orang tercampakkan ke dalam lubang neraka Jahanam. apa saja yang suka mereka saksikan dan aktivitas yang mereka gandrungi. Dibalik itu.(Hadits shahih. hanya ada dua pilihan: tempat yang penuh dengan adzab pedih dan hunian yang sarat ampunan dan keridhaan Allah bagi hamba-Nya. agar dia selamat dunia dan akhirat. Kehinaan dan kerendahanlah yang selalu menghiasi roman muka mereka.tanaman tersebut menguning. berarti penyianyiaan terhadap amanat Allah. mulai sekarang hendaknya para orang tua sadar terhadap kewajiban mereka untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi hamba Allah yang taat. Muslim. AdhDhahak dan Muqatil berujar: “Wajib atas seorang Muslim untuk mendidik keluarganya seperti kerabat. anak adalah amanat yang dibebankan atas orang tua. Begitu banyak penderitaan yang harus mereka pikul.

tidak berlebih-lebihan dalam berbicara. gila dunia. kita sudah sedikit banyak paham tentang tempat kembalinya orang yang mendurhakai Allah. yang sarat dengan mutiara yang sangat agung dan berfaedah bagi buah hatinya untuk meniti jalan kehidupan yang dipenuhi duri. beserta sikap sabar dalam pelaksanaannya. Berikutnya beliau mengalihkan perhatiannya menuju adab-adab keseharian yang tinggi. Muttafaqun ‘Alaih). Setelah itu amar ma’ruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai faktor penting untuk memperbaiki umat. Dia memakai 2 terompah dari api neraka (yang berakibat) otaknya mendidih karenanya”. agar bisa sampai ke akhirat dengan selamat. Itulah Luqman. yang dimuliakan Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan pencantuman perkataannya ketika mendidik keturunannya dalam Al-Qur’an. Luqman memulai mengajari anaknya dengan penanaman kalimat tauhid yang hakikatnya memurnikan ibadah hanya untuk Allah saja. أ‬ ّ َ :‫ما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ َ َ َ ْ َ ُ Dari mimbar ini kami ingatkan kembali. kebutuhan seorang anak terhadap ilmu dan pengetahuan lebih urgen (mendesak). Karena itu kita harus menengok dan menggali metode-metode pendidikan yang dipakai Salafus . Demikianlah wasiat Luqman terhadap anaknya. Sedang nasehat yang terakhir berkaitan erat dengan perintah untuk merendahkan suara. Wasiat berikutnya adalah berkaitan dengan penyemaian keyakinan tentang hari pembalasan. Al-Qur’an telah mengulas tentang sejarah seorang ayah yang mendidik anaknya untuk mengenal kebaikan. Dengan penjelasan di atas. Perkara ini jauh lebih penting dari sekedar pemenuhan kebutuhan jasmani karena berhubungan erat dengan keselamatannya di dunia dan akhirat.Cukuplah kiranya kisah tadi sebagai suri tauladan bagi para pemimpin keluarga. dilanjutkan dengan kewajiban berbakti dan taat kepada orang tua selama tidak menyalahi syariat.‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات أ َقول قولي هذا واست َغفرا الله ا ِن ّه هو ال ْغفور الرخي ْم‬ ِ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ ،‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ َ ِ َ ‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ َ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم ت َسل ِما. Namun ingat. marilah kita mulai dengan memberikan perhatian yang besar terhadap Tarbiyatul Aulad. Khutbah Kedua ُ . yaitu siksa yang ditimpakan atas Abu Thalib yang artinya: Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu. Orang tua wajib memenuhi kebutuhan ruhani sang anak. Masalahnya. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Secara luas itu termaktub dalam surat (QS.Dan juga sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang menunjukkan tentang siksaan neraka yang paling ringan. Dalam surat tersebut. Luqman 12-19). Di antaranya larangan memalingkan wajah ketika berkomunikasi dengan orang lain. penjelasan kewajiban menegakkan shalat. yaitu cerminan sikap takabur. Memenuhi kebutuhan sandang dan pangan yang memang penting. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Penduduk neraka yang paling ringan adzabnya adalah Abu Thalib. jangan sampai gersang dari pancaran ilmu dien. model pendidikan yang ada saat ini hanya menelorkan generasi-generasi yang materialistis. yaitu proses pendidikan anak kita. Beliau juga mengarahkan anaknya untuk berjalan dengan sedang tidak terlalu lambat ataupun terlalu cepat. Beliau juga melarang anaknya berjalan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi sebab Allah Ta'ala tidak menyukai orangorang yang sombong. tak lupa beliau singgung. (HR. Hal itu dapat terealisir dengan pendidikan yang berkesinambungan di dalam maupun di luar rumah. sebab ini berindikasi jelek.

‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن. berupa kehidupan yang baik di dunia dan Surga yang abadi kelak‬‬ ‫.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫‪Kaum muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Taqwa adalah bekal seorang hamba ketika ia menghadap kepada Sang Pencipta. marilah kita perbaiki‬‬ ‫‪dan satukan niat serta tekad.‪ini‬‬ ‫َ ّ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصلون على الن ّبي يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ْ صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ت َسل ِي ْما.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا بال ِي ْمان ول َ ت َجعل في قلوب ِنا غل ّ‬ ‫ُ ُ َ ِ‬ ‫ْ َ ْ ِ‬ ‫ِ َ َ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ل ِل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنآ إ ِن ّك رءوف رحي ْم، رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل َم ت َغفر ل َ‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن، رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدي ْنا و ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ ُ َ‬ ‫رب ّيانا صغارا.‫‪Shalih yang ternyata telah terbukti dengan membuahkan insan-insan yang cemerlang bagi umat‬‬ ‫!. untuk dapat mengambil‬‬ ‫‪apa-apa yang telah dijanjikan. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا‬ ‫ْ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫عظِي ْما. bahwa kehidupannya dialam dunia telah‬‬ ‫‪dipergunakan sebaik-baiknya.‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ّ َ ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهيم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهيم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Untuk itulah wahai kaum Muslimin sekalian. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ّ ْ ْ‬ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً‬ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ َ َ َ م رقي ْبا. رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ال َ‬ ‫خرة حسن َة وقنا عذاب‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫النار‬ ‫ّ ِ‬ ‫43‬ ‫‪Maksiat Penduduk Negeri‬‬ ‫‪Oleh: Syafaruddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. وبارك على محمد وعلى آل محمد،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم إ ِن ّك حمدٌ مجي ْد.‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫أ َما بعد؛ فإن أ َ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‪di akhirat‬‬ . يا أيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. untuk meraih predikat golongan mahluk Allah yang muttaqin yang‬‬ ‫‪selalu meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. bekal yang‬‬ ‫‪kelak menjadi hujah baginya di hadapan Tuhannya.

padahal baru kemarin kita merasakan beratnya kemarau panjang. Kaum-kaum terdahulu Allah hancurkan dan luluh lantahkan disebabkan satu dua kemungkaran yang dikepalai kesyirikan. atau seperti kaum ‘Aad yang disebabkan tidak memurnikan tauhid dan bersujud kepadaNya. sebagaimana yang tersurat di dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 25. “Sesungguhnya kami telah pengutusmu (muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”. kita sering dan teramat sering dikejutkan dan dibuat prihatin dengan musibah yang acap kali menimpa negeri ini. Allah turunkan pula kitab-kitab-Nyabersama para utusan-utusan itu. pengangguran dan kelaparan masih saja kita rasakan. sekarang bagaiman dengan kita. “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa itu berada dalam Surga (taman-taman) dan (didekat) mata air-mata air yang mengalir”. atau kaum Tsamud yang disebabkan tak beriman. Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan dengan gempa yang mengguncang mereka. busung lapar anak manusia negeri ini sering kita dengar meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis. Kaum muslimin rahimakumullah Allah ciptakan mahluk dan Allah sertakan bersama mereka nabi-nabi dan rasul-rasul sebagai utusan yang menerangkan dan menjelaskan konsep tatanan hidup selama berada di alam yang serba cepat dan fana ini. homosexsual. lebih-lebih hubungan mahluk dengan penciptanya. aturan terakhir penutup para nabi dan rasul. (Al-baqarah: 197). (Al-Baqarah: 119). huru-hara terjadi diberbagai kota diiringi hancurnya tempat-tempat tinggal dan pusat-pusat keramaian dengan kobaran api yang melalap baik materi maupun sosok-sosok jiwa sebagai pelengkapnya. (Al-Hijr: 45). Allah kirim kepada mereka angin yang sangat panas yang memusnahkan mereka. gunung di beberapa tempat sudah mulai aktif dan memuntahkan isi kandungannya. Kaum muslimin rahimakumullah Akan tetapi di balik semua itu. Masih terngiang ditelinga kita peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu. penyakit-pernyakit aneh dan kotor mulai merebak dan meng-gerogoti penduduk negeri ini dan berbagai musibah yang telah menghadang di hadapan mata. Allah turunkan Al-Qur’an untuk menyelesaikan masalah-masalah di antara mereka dan juga untuk mengingatkan mereka akan yaumul mii’aad yaitu hari pembalasan terhadap apa-apa yang telah dilakukan oleh para penghuni alam dunia. Allah hujani mereka dengan batu. pembantaian yang telah dan terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah berapa tempat lagi yang akan terjadi di belahan negeri ini. “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. atau seperti kaum Luth yang dikarenakan perzinaan sesama jenis. kaum Nuh yang Allah tenggelamkan dikarenakan mendustakan seorang rasul. Di antara kitab-kitab yang Allah turunkan ialah Al-Qur'an. banjir yang berulang kali terjadi di beberapa tempat. atau seperti kaum Madyan yang Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan disebabkan curang dalam takaran dan timbangan serta membuat kerusakan dimuka bumi dan menghalangi orang untuk beriman.“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. Apakah adzab telah mengintai negeri ini. dengan disusul jatuhnya nilai rupiah yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan. mu’jizat nabi mulia yang menjelaskan tuntunan Allah. apa yang kita saksikan dan alami . membusungkan dada dan menantang datangnya adzab. baik hubungan sesama mahluk. realita yang terjadi. sebagai aturan main di dalam dunia. yang memakan korban manusia dan memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka. termasuk di dalam hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini disebabkan terha-nyut dan tenggelam bersama obat-obat setan yang terlarang. (An-Nalh: 44).

(riwayat Abu dawud dan At-Tirmidzi). maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. ditambah lagi media-media masa visual dan non-visual ikut melengkapi ajang syaitan ini dengan dalih seni dan hak-hak manusia. sampai kepada sogok menyogok dan riba pun seakan suatu yang harus dilakukan. sebagaimana hadis shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32). padahal Allah dan RasulNya telah jelas-jelas mengharamkan hal tersebut. (Al-Muthaffifin:1). pastilah Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Firman Allah. lari dari pertempuran (karena takut). tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) itu. kecuali yang dibenarkan syari’at. dan tidak malu-malu di hadapan yang hak. lingkungan kita. قي ْل: يا رسول الله وما هن؟ قال‬ ِ َ ْ ُ َ ّ ُ ْ ّ ُ َ َ ِ َ ‫الشرك بالله وقت ْل الن ّفس ال ّت ِي حرم الله إل ّ بال ْحق والسحر وأ‬ ُ ُ َ َ ِ ‫ّ ْ ُ َ ك ْل‬ َ ّ َ ْ ِ ُ ْ ّ َ ّ َ ِ ِ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ ّ ‫الربا وأ َك ْل مال ال ْي َت ِي ْم ِ والت ّول ّي ي َوم الزحف وقذْف ال ْمحصنات‬ ُ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ْ ‫ال ْغافل َت ال‬ . . apa yang terjadi ditempat kita. yang batil dipertahankan. pergaulan lawan jenis dan perzinaan yang keluar dari norma-norma agama semakin menggila. (Ash-Shahihain). pembunuhan yang tanpa memperhitungkan nilai kemanusiaan dan agama pun terus terjadi silih berganti. sihir (tenung dan santet). “Dan janganlah kamu mendekati zina. memakan (menyelewengkan) harta anak yatim. apa itu yang Rasulullah?. yang jelas kita semua bertanggung jawab. Kemana hak Allah dan RasulNya?. Kecurangan dalam perniagaan yang terjadi pada kaum Madyan pun terjadi sekarang. Abu Daud. tipu muslihat. kemana firman Allah: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”.‫ِ مؤمنات‬ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ Yang artinya: “Jauhilah tujuh hal yang menghancurkan (membina-sakan)”.sekarang ini. tetapi penindasan. Kaum Muslimin Segala sesuatunya kini telah terbalik. dan bahkan di seantero negeri kita?. berapa banyak kita dapati media masa yang menjajakan kesyirikan. Ibnu Majah. memakan riba. dan Imam Ahmad. kecurangan bukan hanya curang dalam timbangan secara zhahir. (Al-A’raf: 96). perbuatan syirik yang merupakan biang malapetaka dunia dan akhirat kini seolah telah menjadi sesuatu kebutuhan. dan kini mereka telah menancapkan kakikaki mereka.‫من وجدْت ُموهُ ي َعمل عمل قوم ِ ل ُوط فاقت ُلوا ال ْفاعل وال ْمفعول ب ِه‬ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ْ ْ ُ “Barangsiapa di antara kalian yang menemui mereka yang melakukan perbuatan kaum Luth (homosexsual) maka bunuhlah kedua pelakunya”. padahal Rasul Shalallaahu alaihi wasalam telah memperingatkan untuk meninggalkan tujuh hal yang menghancurkan.“Jikalau sekiranya penduduk-penduduk negeri beriman dan bertakwa. kita sebagai umara’. Dan dalam sebuah hadits shahih Rasul bersabda: ُ ْ َ ٍ ْ . membunuh jiwa yang Allah haramkan. maksiat terjadi dimana-mana. ulama-ulama sesat menyeru umat kepada perbuatan syirik dengan membungkus sedemikian rupa untuk menipu umat. dikota kita. َ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ :‫ا ِجت َن ِبوا السب ْع ال ْموب ِقات. menuduh wanita baik-baik berzina”. Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini?. Bertanya para sahabat. bersabda beliau: “Syirik (menyekutukan Allah). Berbagai bentuk perjudian pun digelar. yang hak dikatakan dan dianggap batil. ulama maupun pribadi-pribadi muslim. Akan tetapi semua ini berlaku. Dan Rasulpun melaknat orang yang menyogok dan yang disogok.

Bahwa tarbiyah haruslah menyangkut pengarahan umum yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Dengan praktek-praktek yang diterapkan para salafus shalih dan ulama-ulama rabbani yang mengakar pemahamannya terhadap Al-Qur’an dan As-Sunah. Islam adalah satu-satunya ajaran yang menjamin ketenteraman dan kesejahteraan hidup. oleh karena itu ada baiknya kita menilik kembali perkataan Syaikh Ali Hasan Al-Atsari bahwa tidak ada jalan lain dalam mengembalikan umat dan memperbaiki umat ini kecuali dengan tashfiyah dan tarbiyah sebagaimana yang disebutkan di dalam kitabnya “At-Tashfiah wat Tarbiyah”. Barometer semua pembinaan adalah Al-Qur’an dan As-Sunah.‫أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله لي و ل َك ُم إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ْ َ ُ ُ ُ ِ ّ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. 3. ketika umat semakin jauh dari ajarannya semakin gencar pula azab yang akan diterima dan ditimpahkan. Tercampurnya ajaran yang bukan dari Islam dengan ajaran Islam. “Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur”. sebab ajaran ini adalah ajaran dari Dzat yang maha memberikan jaminan bagi kebutuhan insan. Tidak adanya pengamalan (penerapan) terhadap hukum-hukum Islam. tradisi. norma-norma. tetapi bahkan di akhirat. 2. Menitik beratkan pada kebangkitan aqidah tauhid dan pembersihan dari segala bentuk bid’ah dan penyelewengan-penyelewengannya. 3. seperti keyakinan. tidak saja di dunia. Kaum Muslimin Untuk menyelamatkan negeri dan umat ini tidak lain adalah kita kembali memurnikan dan menegakkan ajaran Allah pencipta kita. 1. 2. Syaikh Abdurrahman Ibnu Yahya Al-Muallimi AlYamani tokoh ulama salaf abad XIV H yang dinukil dalam buku At-Tashfiah wat Tarbiyah hal 19-20 bahwa hal itu terpulang pada tiga persoalan. . Apakah keadaan dan kenyataan yang menimpa kita selama ini tidak menjadikan kita berfikir dan berbenah diri untuk hidup yang akan datang. kegiatan kantor. .Kaum Muslimin jamaah shalat Jum’at yang mulia. sosial dan seterusnya (At-Tashfiah wat Tarbiyah hal. adat-adat. politik. Kenapa hal itu bisa terjadi. 1. (Al-A’raf: 97). Lemahnya kepercayaan orang akan apa yang menjadi ajaran Islam. Syaikh Ali Hasan Al-Atsari melanjutkan dalam kitabnya bahwa ada tiga hal pokok yang mendasar dalam mengatur sistem tarbiyah (pembinaan) yang merupakan rangkaian dari tashfiyah.‫َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ِ ّ ُ َ ْ ُ َ ِ َ ِ َ ِ ‫أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah: Pada khutbah kedua ini. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . Kaum Muslimin rahimakumullah Yang terakhir. 101). kehidupan abadi yang menentukan sengsara atau bahagia. “Bahwa kondisi yang buruk yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah akibat terlalu jauhnya mereka dari kitab Allah dan sunnah RasulNya “.

رب ّنا اغفر ل َنا‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا.‪beribadah hanya kepada Allah semata‬‬ . Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah‬‬ ‫..‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفْ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫س واحدَة‬ ‫ّ‬ ‫ٍ َ ِ ٍ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ّ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون به وا ْل َرحام إن الله كان عل َيك ُم رقيبا. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ م وي َغفر‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. يا أ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن‬ ‫ْ َ َ ِ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. Maha Pengasih..‫‪“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidaklah‬‬ ‫. Manusia diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala tidak lain agar manusia itu‬‬ ‫.‪Maha Pengatur semesta.)99 :‪merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi”.‬ ‫َ َ َ ْ ً َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‬ ‫ُ‬ ‫53‬ ‫‪Taqwa Kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫‪Oleh: M.‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ٍ ِ ْ‬ ‫ّ ِ‬ ‫‪Hadirin . Maha Pemberi rizqi bagi setiap manusia. (Al-A’raf‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. binatang dan makhluk lainnya‬‬ ‫‪Oleh sebab itu Allahlah satu-satunya sembahan yang benar yang harus diibadahi oleh‬‬ ‫‪hambaNya. Maha Kuasa‬‬ ‫.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقُ‬ ‫ربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون.‪Allah Subhannahu wa Ta'ala Maha Pencipta. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Ikhsan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ َِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. Maha Penyayang. رب ّنا ظَل َمنا أن ْفسنا‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.

hingga ia selalu waspada dan hati-hati agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat di jalanan. kelembutan perasaan. Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan . Selalu memaafkan orang lain yang telah membuat salah kepadanya (tidak pendendam). jama'ah Jum'ah yang dimuliakan Allah Para sahabat dan salafus shalih yang memahami betul tuntunan Al-Qur’an dan mengikuti jejak sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa: Umar Ibnul Khathab Radhiallaahu anhu.. (yaitu) orang-orang yang menginfaqkan (hartanya). bisa kita lihat pada firman Allah: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. 5. baik dalam waktu sempit maupun lapang. lahir dan batin dengan hati yang khudlu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Jawab Umar. 4. lalu bertaubat dan beristighfar.Artinya: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manu-sia melainkan supaya mereka menyembahKu”. serta mereka berusaha keras untuk mencapai derajat TAQWA ini. ia segera ingat kepada Allah. juga menghindari perbuatan syirik sejauh-jauhnya. Pernah”. agar kamu bertaqwa”. Gemar menginfaqkan harta bendanya di jalan Allah. Tidak meneruskan perbuatan keji itu lagi. Ubai bertanya lagi: “Apa yang anda lakukan saat itu?”. maka berkatalah Ubai kepada Umar: “Pernahkah engkau melewati jalan yang penuh duri?” “Ya. yang kecil maupun yang besar. Serta ia juga berusaha keras sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala. dengan kesadaran dan sepengetahuan dirinya.. (QS. sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. saling bertanya satu sama lain. 3. jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah Di antara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah: 1. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau mendzalimi diri sendiri. tentang TAQWA ini. mereka ingat akan Allah. juga menghindari semua maksiat dan dosa. Hadirin .. Dari riwayat ini bisa kita ambil ibrahnya. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. 2. bahwa TAQWA itu adalah kepekaan batin. Bertanya kepada Ubai Ibnu Ka’ab Radhiallaahu anhu. baik di waktu lapang maupun sempit. Umar menjawab: “Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”. Artinya: “Hai manusia. memohon ampun kepadaNya atas dosa yang telah dilakukan. mereka terus mencari hakikatnya. Tetapi manfaat ibadah itu justru untuk kepentingan mereka yang beribadah itu sendiri dalam membentuk pribadinya menjadi orang yang bertaqwa.. rasa khauf kepada Allah terus menerus. Ciri-ciri orang yang bertaqwa ini. Al-Baqarah: 21) Hadirin . Mampu menahan diri dari sifat marah. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Ia menghindari perbuatan syirik sejauhjauhnya. mereka mempunyai perhatian yang besar terhadap TAQWA ini.

(QS. Al-Anfal: 29) 2. hingga merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan betapa tinggi derajat TAQWA. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridloan Allah. Al-Maidah: 27) 4.siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. halal dan haram. mudah peng-hisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ِ َ ُ ُ ِ َ ِ َ ‫قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون ع‬ َ َ ُ ْ َ َ ‫َ ْ َ َلى‬ ِ َ ّ ُ َ َ َ ِ ِ . diberi rizki tanpa diduga dan dimudahkan semua urusannya. Dan banyak sekali buah yang akan dipetik. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ . hasil yang akan diperoleh dan nikmat yang akan diraih oleh orang yang bertaqwa di antaranya adalah: 1. Hadirin . Serta kesalahankesalahannya dihapus dan dosa-dosanya diampuni. أ َشهد‬ ُ َ ْ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ّ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ . kebaikan dunia dapat diperoleh dan kebaikan akhirat dengan segala kenikmatannya dapat dirasakan. pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS. (QS. yaitu kemampuan uantuk membedakan antara yang hak dan yang batil. jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah Betapa pentingnya nilai TAQWA. Hai orang-orang yang beriman. antara yang sunnah dengan bid’ah. Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah). At-Thalaq: 2-3) Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Ali Imran: 15) Jadi dengan TAQWA kepada Allah kemuliaan hidup dapat dicapai. kekal di dalamnya serta hidup dalam keridloanNya.. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. mereka kekal di dalamnya. (QS.. Ia akan memperoleh jalan keluar dari segala macam problema yang dihadapinya. At-Thalaq: 4) 3. jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن من ك ُل ذَن ْب. sedang mereka mengetahui. Berkatalah Habil (kepada saudaranya Qobil): “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang taqwa”. hingga manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara mereka. (QS. Serta Allah akan memasukkan ke dalam Surga. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. Ia akan memperoleh Al-Furqon. Amalan-amalan baiknya diterima oleh Allah hingga menjadi berat timbangannya di hari kiamat kelak.

‪Para hadirin yang berbahagia‬‬ ‫‪Pada hakekatnya tak ada penyejuk yang benar-benar menyegarkan. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ُ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.‫الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون.‬ ‫ُ‬ ‫63‬ ‫‪Dengan Takwa Kita Gapai Masadepan Yang Gemilang Serta‬‬ ‫‪Kehidupan Yang Hakiki‬‬ ‫‪Oleh: Agus Salim Khan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫. dan tak ada obat yang paling‬‬ ‫. وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُ‬ ‫ِ ْ ُ وب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ ّ‬ ‫وهب ل َنا ٍمن ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب.‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ِ َ َ َ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‪mujarab selain taqwa kepada Allah‬‬ .‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ‬ ‫قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ َ‬ ‫آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمؤمن ِين وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات. الل ّهم إنا ن َسأ َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ ْ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ْ ل ُك‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ ّ ِّ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ال ْهدى والت ّقى وال ْعفاف وال ْغنى. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ‫ٍ ِ‬ ‫َ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ْ ِ قيامة.

dan Tarmidzi berkata. Maka sesungguhnya barangsiapa di antara kamu hidup (pada saat itu). sepertinya ini nasihat terakhir oleh karena itu nasihatilah kami”. hal ini dapat terwujud dengan melaksanakan apa yang di perintahkan-Nya dan menjauhi apa yang di larang-Nya. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (peganglah sunnah ini erat-erat).‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ ُ Artinya: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. Namun semuanya bermuara kepada satu pengertian yaitu seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari adzabNya. Pernah suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berwasiat mengenai taqwa. Tarmidzi. kemudian memberi nasihat dengan nasihat yang baik yang dapat meneteskan air mata serta menggetarkan hati yang mendengarnya. hadits ini hasan shahih. Ad-Darimi 1:44-45. karena engkau takut (kepada Dzat yang engkau takuti)”.Hanya taqwa kepadaNyalah satu-satunya jalan keluar dari berbagai problem kehidupan. syarah dan As Sunnah. tersebut di atas. Pengertian taqwa itu sendiri mengandung makna yang bervariasi di kalangan ulama. AlBaghawi. Para hadirin yang berbahagia Bila kata taqwa disandarkan kepada Allah maka artinya takutlah kepada kemurkaanNya. mendengar dan mentaati”. peringatan-peringatan. 4583. dan ini merupakan perkara yang besar yang mesti ditakuti oleh setiap hamba. Ibnu Rajab berkata. “Ya Rasulullah. Imam Ahmad bin Hambal Radhiallaahu anhu berkata. 43. melainkan Dia mewasiatkan kepada umat-umat terdahulu juga. Saudara-saudara yang berbahagia. ridha dengan ketentuanNya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat nanti. petunjuk-petunjuk. karena taqwa jualah seseorang akan mewarisi Surga Allah Subhannahu wa Ta'ala. Dan berwaspadalah kamu terhadap perkara yang diada-adakan (bid’ah) karena setiap bid’ah itu sesat”. Ahmad IV:126-127. maka dia akan menyaksikan banyak perbedaan pendapat. Oleh karena itu hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk. Hadirin yang berbahagia. bukan hanya pada umat Nabi Muhammad. Tentang sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. Abu Dawud. Lalu Nabi bersabda: ‫أ َوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله والسمع والطاعة، وإ ِن كان عب ْدا حب َشيا، فإ ِن ّه‬ ِ ْ ّ ِ َ ً َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ُ َ ْ َ ِ ْ ّ َ ِ َ ْ ُ ‫من ي َعش من ْك ُم فسي َرى اخت ِل َفا ك َث ِي ْرا، فعل َي ْك‬ َ ً َ ْ ‫َ م ب ِسن ّت ِي وسن ّة‬ ْ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ُ ْ ً َ َ ُ ‫ال ْخل َفاء الراشدي ْن ال ْمهدي ّي ْن، عضوا عل َي ْها بالن ّواجذ، وإ ِياك‬ ‫َ ِ ِ َ ّ م‬ ِ َ ُ ِ ْ َ َ َ ِ ِ ّ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ُ ‫ومحدَثات ا ْل‬ ّ . serta menyelamatkan dari adzabNya di dunia maupun di akhirat nanti. Allah Subhannahu wa Ta'ala menghimpun seluruh nasihat dan dalil-dalil. didikan serta ajaran dalam satu wasiat yaitu Taqwa. yang mendatangkan keberkahan hidup. “Takut kepada Allah. bahwa . 1-205. mendengar dan mentaati. Lebih lanjut ia mengatakan. Hadirin yang berbahagia. (HR. sekalipun kepada budak keturunan Habsyi. Lalu berkatalah salah seorang sahabat. dan shahih menurut Syaikh Al-Albani). Ibnu Majah.” Para hadirin yang berbahagia Pada hakekatnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mewasiatkan taqwa ini. dan dari sini kita bisa melihat bahwa taqwa merupakan satu-satunya yang diinginkan Allah. dan kisah ini diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam shalat subuh bersama kami. 2676. “Taqwa adalah meninggalkan apa-apa yang dimaui oleh hawa nafsumu.

jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. Adapun taqwa sebagai sebaik-baiknya bekal sebagaimana tertuang dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 197: “Berbekallah. menunjukkan bahwa tatkala Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk mengambil bekal dunia. Saudara-saudara yang berbahagia. 409. Mahabbatullah Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Mahabbah itu ibarat pohon (kecintaan) dalam hati. hal ini seperti yang digambarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam firmanNya surat Al-A’raaf ayat 26 dan Al-Baqarah ayat 197. Menundukkan hawa nafsu 5. Adapun taqwa merupakan penjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik.kedua kata itu yaitu mendengar dan mentaati. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu. Allah Ta'ala menganugerahkan kepada hamba-hambaNya pakaian penutup aurat (al-libas) dan pakaian indah (ar-risy). kedua ayat di atas bukanlah suatu hal yang mustahil. Mahabbatullah 2. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya. Seandainya kita mampu mengaplikasikan atau merealisasikan. dengan menyatakan bahwa kalimat “sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. sedangkan ar-risy sebagai tambahan dan penyempurna. Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa pakaian taqwa adalah amal shalih. Menjauhi penyakit hati 4. daunnya adalah rasa malu terhadapNya. dan sekaligus memper-indahnya. banyak sekali faktor-faktor penunjang agar kita bisa merasakan ketaqwaan tersebut. bahan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. artinya Allah menunjuki kepada manusia bahwa sebaikbaik pakaian yaitu pakaian yang bisa menutupi aurat yang lahir maupun batin. batangnya adalah ma’rifah kepadaNya. Di samping itu taqwa juga merupakan sebaik-baiknya pakaian dan bekal orang mu’min. Darush Shofa). (Al-A’raaf: 26). . dan bisa juga bermakna segala sesuatu yang Allah ajarkan dan tunjukkan. Para hadirin yang berbahagia. yaitu pakaian at-taqwa. maksud pakaian taqwa adalah al-hayaa’ (malu). hai orang-orang yang berakal” Para hadirin yang berbahagia Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat tersebut. (Raudlatul Muhibin. rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya. Muraqabatullah (merasakan adanya pengawasan Allah) 3. Allah berfirman: Hai anak Adam. wajah yang simpatik. dan itu merupakan modal utama bagi kita untuk bersua kepada Sang Pencipta. akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya. kapan saja. maka Allah menunjuki kepadanya tentang bekal menuju akhirat (yaitu taqwa). Qasim bin Malik meriwayatkan dari ‘Auf dari Ma’bad Al-Juhani berkata. Mewaspadai tipu daya syaitan 1. maka al-libas merupakan kebutuhan yang harus. di antaranya: 1. sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. mempersatukan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Para hadirin yang berbahagia. jika masih tak berhasil dengan cara ini ia menggoda dengan perbuatan mubah. sehingga manusia menyibukkan dirinya dalam perkara ini. (Al-Hadid: 4). Seperti firman Allah yang artinya: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر‬ ُ ِ ّ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ ‫الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن وال ْمسل ِمات وال‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ . marilah kita berharap kepada Allah semoga kita termasuk orang-orang yang Muttaqin yang selalu istiqomah pada jalanNya.2. dan satu penyakit yang tidak akan diampuni oleh Allah yaitu Syirik. kecuali penyebabnya adalah perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Dia dengarkan perkataanmu. (Tafsir Al-Qur’anul Adzim. bahwa Allah mengawasi dan menyaksikan perbuatanmu kapan saja dan di mana saja kamu berada. jika tidak mampu juga maka syaithan akan menyerahkan bala tentaranya untuk menimbulkan berbagai macam gangguan dan cobaan silih berganti. Mewaspadai tipu daya syaithan Para hadirin yang berbahagia. jika selamat pula maka ia menggunakan cara yang ketiga yaitu dengan dosa-dosa besar. وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم. Di rumah kediamanmu maupun di ruang terbuka. Menundukkan hawa nafsu Apabila kita mampu menahan dan menundukkan hawa nafsu. 4. 3. maka syaithan menggunakan caranya yang kedua yaitu berupa bid’ah. penyakit yang cukup kronis. IV/304). Merasakan adanya pengawasan Allah. Di dunia ini tidak ada yang namanya kejahatan dan bencana besar. yang tidak senang kebahagiaan menghinggap kepada orang lain. Oleh karena itu mari kita berlindung kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari penyakit itu semua. di antaranya penyakit hati. Dan Allah melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. yang menimpa banyak manusia.” (An-Nazi’at: 40-41) 5. yang pertama adalah kufur. Menjauhi penyakit hati Para hadirin. Adapun penyebab dosa itu teramat banyak sekali. bahwa mengetahui rintanganrintangan yang dibuat syaithan dan mengetahui tempat-tempat masuknya ke hati anak Adam dari bujuk rayu syaithan merupakan poin tersendiri bagi kita. maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dan tanda adanya nilai takwa dalam pribadi kita serta di akhirat mendapat balasan Surga. di mana saja adanya dan Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan serta yang kamu fikirkan”. Di darat ataupun di laut. maka tidak diragukan lagi. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Segala sesuatu berada dalam ilmuNya. melihat tempat tinggalmu. Saudara-saudara yang berbahagia. Makna ayat ini. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ‫السمي ْع ال ْعل ِي ْم. jikalau seseorang selamat dari kekufuran. seperti dengki. maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggalnya. pada waktu malam maupun siang. demikianlah apa-apa yang bisa saya sampaikan. Seperti kita ketahui bersama bahwasanya syaithan menghalangi orang-orang mu’min dengan beberapa penghalang. atau ghibah yang selalu membicarakan aib orang lain.

‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫73‬ ‫‪Membuka Pintu Rizki Yang Barakah‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الرحي ْم. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. قال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن.

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Ibnu Katsir menjelaskan syarat-syarat iman dan taqwa itu adalah hatinya beriman pada apa yang dibawa oleh Rasulullah. menjaga diri dari dosa. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. ancaman siksa. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات‬ ‫قوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. bukan rizki yang haram yang dilaknat Allah. sebab iman dan taqwa itu adalah dua daun pintu bagi terbukanya rizki kita yang penuh barakah. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan meninggalkan perbuatan keharaman. Al-Qur’an menegaskan (QS:7 Al-Araf: 96) Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. membenarkan dan mengikutinya. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ م ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . (Tafsir III hal: 100) Ikhwani rahima kumullah! Diantara buah-buah iman bagi kaum Mukminin antara lain adalah: Pertama. 29/72-73) Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ال ِستغفار جعل الله ل َه من ك ُل غم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ُ ْ َ َ ٍ َ ّ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل َ ي َحت َسب )رواه أحمد وأبو داود وابن‬ ُ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ِ ْ (‫ماجه‬ “Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Abu Daud. iman membuahkan pula taubat dan istighfar. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. yang akan menebar rizki untuk kita sekalian.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Ikhwani Rahimakumullah! Predikat iman dan taqwa inilah yang senantiasa kita syukuri.‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . Ahmad. untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. hanyalah dengan istighfar (Ruhul Maani. taqwa itu sendiri.‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ّ َ ٌ َ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. bahaya dan membuka pintu rizki karena Allah berfirman (QS. Ibnu Majah) . Jamaah Jum’ah rahima kumullah Yang kedua. Ath Thalaq : 2-3): Artinya: Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Sesungguhnya Allah telah mengada-kan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Amiril Mukminin Umar dalam beristisqa’ atau memohon rizki.

Timidzi No. sehingga aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”. menolong mereka untuk mencapai keridhaan Allah (Tafsir manar. menuju negeri kaum Muslimin. (HR. . dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. kemiskinan. Al-Hakim: Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terusmenerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Ketiga: Iman membuahkan TAWAKKAL.Allah menegaskan pula dalam (QS: Hud: 3) Artinya: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan contoh tentang bertawakkal yang sesungguhnya dengan bersabda: َ َ َ ْ ‫ل َو أ َن ّك ُم ك ُن ْت ُم ت َوك َل ُون على الله حق ت َوك ُل ّه ل َرزقت ُم ك َما ت ُرزقُ الطّي ْر‬ َ ْ َ ْ ْ ِ ُ ِ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ْ ْ َ .(‫ت َغدو خماصا وت َرح ب ِطانا )رواه الترمذى‬ ً ُ ُ َ ً َ ِ ُ ْ “Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung. hidup dan kematian serta segala yang ada. Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju). Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku. kekayaan. 2344). rizki. 5: 39) Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100: Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah. (Jika kamu mengerjakan yang demikian). manfaat. Perubahan sikap dari yang buruk kepada sikap kebaikan. sebagaimana janjinya dalam QS: 65 At-Thalaq: 3): Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ‫ي َقول رب ّك ُم ت َبارك وت َعالى: يا اب ْن آدَم، ت َفرغ ل ِعبادَت ِي أ َمل ُ قل ْب َك‬ َ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ُ ‫غنى وأ َمل ُ ي َدَي ْك رزقا، يا اب ْن آدَم، ل َ ت ُباعدْني فأ َمل‬ َ ً ْ ِ َ ‫َ ْ قل ْب َك فقرا‬ ِ ِ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ً ْ َ َ ً ‫وأ َمل ُ ي َدَي ْك شغل‬ َ (‫ُ ْ )رواه الحاكم، سلسلة الحاديث الصحيحة‬ ْ َ “Rabb kalian berkata. maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. 1359). tawakkal ini akan membukakan rizki dari Allah. yaitu berusaha dengan disertai sikap menyandarkan diri hanya kepada Allah yang memberikan kesehatan. Wahai anak Adam! Beribadahlah kepadaKu sepenuhnya. Beribadah yang sepenuhnya akan dapat membuka rizki Allah. bahaya. Jamaah Jum’ah rahima kumullah Kelima: Iman dan taqwa membimbing hijrah fisabilillah. maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. Ikhwani rahima kumullah! Itulah taubat yang menyesali dan menghentikan dosa dan maksiat kemudian menggantikannya dengan amal shalih dan keridhaan sesama. Jika kamu berpaling. mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar. atau hijrah adalah perpindahan dari negeri kafir. niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Ikhwani rahima kumullah! Keempat: Iman dan taqwa membuahkan taqarrub yang berupa rajin mengabdi bahkan sepenuhnya mengabdi beribadah kepada Allah lahir bathin khusu dan khudhu. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya.

3:38). sebagaimana api dapat hilangkan kotoran besi. sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ّ ‫تاب ِعوا ب َي ْن ال ْحج وال ْعمرة فإ ِن ّهما ي ُن َفيان ال ْفقر والذّن ُوب ك َما ي ُن َفي‬ َ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ُ َ ‫ال ْك ِي ْر خب َث ال ْحدي ْد والذّهب وال ْفضة ول َي ْس ل ِل ْحجة ال ْمب ْرورة ث َواب‬ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ِ ّ ِ َ ِ َ َ ِ ِ َ . 1442). Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam QS: Saba: 39) Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Kemudian Ketujuh.” (Ahmad No. Infak manjadikan pintu rizki terbuka. Dari Sabda Rasulullah: “Bukankah kalian diberi rizki karena sebab orang-orang lemah diantara kalian?” Begitu juga termasuk kelompok dhaif orang-orang yang mempelajari ilmu (lihat tafsir Al-Manar. 3693) . 807. Kedelapan. namun tetap kita mohonkan hidayah. dengan usaha menyadarkan mereka. 22:221). emas dan perak. berikanlah kepada orang-orang berinfak ganti” (HR. 464. 5985). Ibnu Khuzaimah No. 8/645) Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki adalah karena sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ً َ ً ِ ُ ِ ْ ‫. Meskipun sedikit.Jamaah Jum’ah rahima kumullah Keenam: Iman dan Taqwa membuahkan gemar berinfaq: Yaitu infaq yang dianjurkan agama. buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. Bukhari No. atau umrah dengan hajji yang tulus hanya mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ibnu Hibban No. seperti kepada fakir miskin. 3669. (HR. Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat. untuk agama Allah. kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih. Iman dan Taqwa membuahkan pula gemar ber-silaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut. maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. Para malaikat mendoakan: “Ya Allah. melaksanakan ibadah haji dengan umrah. 25:263) dan berinfak adalah sesuatu yang dicintai Allah (lihat tafsir Takrir wat Tanwir. Bukhari No. tetap diganti di dunia dan di akhirat (Tafsir Ibnu Katsir 3/595) jaminan Allah pasti lebih disukai orang yang beriman dari pada harta dunia yang pasti akan binasa (lihat AtTafsir: Al-Kabir.الل ّهم أ َعط من ْفقا خل َفا‬ ّ ُ َ َ َ ُ ‫)فهل ت ُرزقون إ ِل ّ ب ِضعفائ ِك ُم )رواه البخاري‬ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ‫من سرهُ أ َن ي ُب ْسط ل َه في رزقه، وا َن ي ُن ْسأ َ ل َه في أ َث َره فل ْي ِصل‬ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ِ ُ .(‫إ ِل ّ ال ْجن ّة )أحمد والترمذي والنسائي وابن خزيمة وابن حبان‬ ُ َ “Lanjutkanlah haji dengan umrah. Nasa’I 5:115. karena sesunguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa. Ikhwani Rahima kumullah. Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan.‫رحمه‬ ُ َ ِ َ “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. Timidzi No. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga.

Yaitu Taqwallah. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َ‬ ‫َ طِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. silaturrahim dan segera melaksanakan haji‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Taqarrub dengan ibadah berhijrah. Istiqhfar dan Taubat‬‬ ‫‪Tawakal. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. سب ْحان رب ّكَ‬ ‫رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. قال ت َعا َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ لى:‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫83‬ ‫‪Hubungan Antara Dosa Dan Bencana‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Mukhlis‬‬ ‫ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫ُ َ‬ ‫أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ . berinfaq.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه.‪memperoleh rizki Allah yang berkah di dunia dan akhirat. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم.‫!‪Sidang jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Terakhir marilah kita simpulkan agar kita senantiasa ingat apa yang menjamin kita untuk‬‬ ‫. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. رب ّنا هب ل َنا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.

keluarganya.‫رسول الله‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ َ ٍ َ ْ . yaitu hari kiamat. (Asy-Syu’ara’: 88-89) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara dosa dan bencana yang menimpa umat manusia sebagaimana yang diterangkan di dalam Al-Qur’an.‫وى‬ ِ ّ َ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ َ ّ Ma’assyirol muslimin. hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya dalam Surat Asy-Syu’aro ayat 88-89: (Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah. perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudarasaudara sekalian dan kepada diri saya sendiri. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ ْ ُ َ . Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertang-gungjawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan. semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad. Ia tidak akan menurunkan bala’ dan bencana atas suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat dan pelanggaran mereka terhadap perintah-perintah Allah” (Jalan Golongan Yang Selamat. rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat. marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita. karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka.‫ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫أ َما بعد؛ أ َيها ال ْمسل ِمون، أ‬ َ َ ِ ْ ْ َ ّ َ ْ ‫ُ ْ ُ ْ َ وصي ْك ُم وإ ِياي ن َفسي ب ِت َقوى الله، فقد‬ ِ ْ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ ْ ِ ْ‫فاز ال ْمؤمن ُون ال ْمت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّق‬ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ . tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berbunyi: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. shiddiqin. dari kalangan para nabi. disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” Seorang ulama’ yang bernama Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu memberi ulasan terhadap kedua ayat tersebut dengan mengatakan: “Ayat-ayat yang mulia ini memberi pengertian kepada kita bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” Allah juga berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 112: Artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram. kecuali bagi orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Pada hari itu. 1998:149) . dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintahperintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan. rahimakumullah Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman. para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau dengan baik hingga hari kiamat. Selanjutnya dari atas mimbar ini. yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah. yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim. jalan yang lurus. dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. syuhada’ dan shalihin.

meskipun kewajiban mengingkari kemungkaran itu merupakan kewajiban setiap individu muslim sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه فإ ِن ل َم‬ ِ ْ ْ ْ َ ِ َ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ َ َ ْ . khalifah umat Islam yang ketiga: “Sesungguhnya Allah mencegah dengan sulthan (kekuasaan) apa yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur’an” Disamping itu amar ma’ruf nahi mungkar merupakan salah satu tugas utama sebuah pemerintahan. melanggar laranganlaranganNya. Perjudian marak dimana-mana. Ikhwani fid-din rahimakumullah Marilah kita lihat keadaan di sekitar kita. Dan karena Allah mewajibkan menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Pertanyaannya sekarang. Sehingga kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu bisa dilakukan secara sempurna dan efektif oleh pemerintah. menolong orang-orang teraniaya. Begitu pula kewajiban-kewajiban lain . gempa bumi. karena agama tidak dapat tegak tanpa negara.‫ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا ْل ِي ْمان‬ ُ َ ْ ْ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran. sehingga masyarakat tidak merasakan kehidupan aman. kekeringan. yang menimbulkan berbagai macam dampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Demikian dengan krisis yang berkepanjangan. korupsi dan manipulasi telah menjadi tradisi serta pembunuhan tanpa alasan yang benar telah menjadi berita setiap hari. secara serius baik oleh individu maupun pemerintah sebagai institusi yang paling bertanggung jawab dan paling mampu untuk memberantas segala macam kemungkaran secara efektif dan efisien. kelaparan dan lainlain. maka bencana demi bencana. Karena pemerintah memiliki kekuatan dan otoritas untuk melakukan. dianggap sebagai fenomena kejadian alam yang bisa dijelaskan secara rasional sebabsebabnya. narkoba merajalela. prostitusi demikian juga. dan itulah selemah-lemahnya iman” (Hadits shahih riwayat Muslim) Namun harus diketahui bahwa memberantas kemungkaran yang sudah merajalela tidak hanya dilakukan oleh individu-individu. Misalnya terjadinya becana alam berupa letusan gunung berapi. banjir. Hal ini sesuai dengan pernyataan Usman bin Affan Radhiallaahu anhu . bila tidak mampu ubahlah dengan hatinya. minuman keras menjadi pemandangan sehari-hari. mengapa segala kemungkaran ini bisa merajalela di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas muslim ini? Jawabannya adalah tidak ditegakkannya kewajiban yang agung dari Allah Subhannahu wa Ta'ala yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. serta krisis demi krisis akan datang silih berganti sehingga mereka betul-betul bertaubat kepada Allah. pergaulan bebas semakin menjadi-jadi.Kebanyakan orang memandang berbagai macam musibah yang menimpa manusia hanya dengan logika berpikir yang bersifat rasional. hanya dilihat dari sudut pandang logika rasional manusia. tenteram dan sejahtera. hendaklah merubahnya dengan tangannya. terlepas dari tuntutan Wahyu Ilahi. bila tidak mampu ubahlah dengan lisannya. karena kurang efektif dan kadang-kadang beresiko tinggi. Bila umat manusia masih terus menerus menentang perintah-perintah Allah. solusi-solusi yang diberikan tidak mengarah pada penghilangan sebab-sebab utama yang bersifat transendental yaitu kemaksiatan umat manusia kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala Sang Pencipta Jagat Raya. Sehingga. sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Sesungguhnya kekuasaan mengatur masyarakat adalah kewajiban agama yang paling besar. yang ditanganNyalah seluruh kebaikan dan kepadaNya lah dikembalikan segala urusan. Berbagai macam praktek kemaksiatan terjadi secara terbuka dan merata di tengah-tengah masyarakat.

Yang kedua. bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang perbuatan-perbuatan mungkar sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Al-Maidah ayat: 78-79.seperti jihad. satu-satunya jalan untuk terhindar dari segala musibah tersebut dan dapat menikmati kehidupan yang aman. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat” Yang dimaksud laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Semua ini tidak akan terpenuhi tanpa adanya kekuatan dan pemerintahan” (As Siyasah Asy Syar’iyah. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . lalu kalian berdo’a namun tidak dikabulkan”. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. bahwa salah satu sebab dilaknatnya suatu bangsa adalah bila bangsa tersebut meninggalkan kewajiban saling melarang perbuatan mungkar yang muncul di kalangan mereka. menegakkan keadilan dan penegakan sanksi-sanksi atau perbuatan pidana. Dengan demikian supaya bangsa ini bisa keluar dan terhindar dari berbagai krisis dalam kehidupan di segala bidang dan selamat dari beragam musibah dan bencana. Yang pertama. Demikian pula Allah menegaskan di dalam QS. tenteram. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم، وقل رب اغفر وارحم وأ‬ ‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ . kemaksiatan manusia kepada Allah Rabbul ‘Alamin merupakan penyebab utama terjadinya berbagai musibah yang menimpa umat manusia baik itu berupa bencana alam maupun krisis di berbagai bidang kehidupan. damai dan sejahtera adalah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan RasulNya Muhammad Shalallaahu alaihi . dalam sebuah haditst Hasan riwayat Tarmidzi: ‫وال ّذي ن َفسي ب ِي َده ل َت َأ ْمرن بال ْمعروف ول َت َن ْهون عن ال ْمن ْك َر أ َو‬ ِ ِ ُ ْ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ ُ ُ ْ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ ْ ‫ل َي ُوشك َن الله أ َن ي َب ْعث عل َي ْك ُم عقابا من ْه ث ُم ت َدْعون َه فل َ ي ُست َجاب‬ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ُ ِ ً َ ِ ْ . Ibnu Taimiyah: 171-173).‫ل َك ُم‬ ْ Artinya: “Demi Allah yang diriku berada di tanganNya! Hendaklah kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar atau Allah akan menurunkan siksa kepada kalian. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam.‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ Dalam khutbah kedua ini saya akan memberikan kesim-pulan dari khutbah pertama. hendaklah seluruh kaum muslimin dan para pemimpin atau penguasa mereka. Apabila kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka sebagai akibatnya Allah akan menimpakan adzab secara merata baik kepada orang-orang yang melakukan kemungkaran ataupun tidak. Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka perbuat.‫ُ َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع ِلى ِمحمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ . mentaati Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-larangan dalam seluruh aspek kehidupan.

قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها كان غراما إ ِن ّها ساءَت‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ َ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫مست َقرا ومقاما.‬ ‫ِ َ َ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َ‬ ‫ْ ِ ْ َ ي ْنا إ ِصرا ك َما‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ َ‬ ‫حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َنا ب ِه،‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على القوم ِ‬ ‫ال ْكافري ْن. Yang ketiga. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ون ب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. kecintaan dan‬‬ ‫‪keikhlasan. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫93‬ ‫‪Ayat Yang paling Ditakuti Oleh Ulama‬‬ ‫‪Oleh: H.‫‪wasalam dalam seluruh aspek kehidupan yang ada dengan penuh ketundukkan. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. bahwa segala do’a dan istighatsah yang dilakukan umat Islam supaya‬‬ ‫‪bisa keluar dari segala macam musibah tidak akan dikabulkan oleh Allah kecuali bila kaum‬‬ ‫‪muslimin secara sungguh-sungguh memerintahkan kepada yang ma’ruf dan memberantas segala‬‬ ‫.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫رب ّنا وءات ِنا ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫ال ْميعاد.‬ ‫ُ ْ َ ّ َ ُ َ ً‬ ‫ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ . Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سديدا.‪yang mungkar‬‬ ‫‪Akhirnya marilah kita tutup khutbah Jum’at ini dengan berdo’a kepada Allah Subhannahu wa‬‬ ‫: ‪Ta'ala‬‬ ‫رب ّنآ إ ِن ّنا سمعنا مناديا ي ُنادي ل ِليمان أ َن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا، رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار. وصلى الله على رسول ِه وع َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫وأ َصحابه أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.

mereka lihat orang tuanya shaleh. Dan ternyata.‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ Betapa kurang ajarnya tingkah pemuda Yahudi Bani Qainuqa' di Madinah. tetapi kuman yang berbahaya. bahkan senantiasa diusahakan datang. Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan”. berarti seluruh keluarga yang ditanggung oleh pencari harta haram itu. kemudian dimakanlah hasil yang haram itu untuk bekal berbuat yang haram lagi dan seterusnya. Apa itu? "Aklihimus suht". Dan penyakit akhlaq yang sampai memuncak itu tentunya ada bibit-bibit penyakitnya. semuanya telah mewabah pada darah daging mereka orang-orang Yahudi Bani Israel. Mereka memiliki energi. Jadi makanan di sini ibarat terminal. Pemuda-pemuda bejat akhlaqnya itu menarik-narik kain seorang perempuan yang sedang berjual beli dengan mereka..َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. mereka berbuat aneka usaha. (Al-Maidah : 62). betapa bejatnya akhlaq/moral pemuda-pemuda alias anak-anak mereka yang diberi makan dengan makanan haram itu. dan hasilnya pun barang haram.Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan!" Ini penegasan Allah Subhannahu wa Ta'ala. mana mungkin ia menghitunghitung mana tempat yang bersih dan mana yang kotor. makanan haram. Makanan mereka haram. sadisnya tingkah dan liciknya hati busuk.. yang berusaha mencari makanan haram tentunya adalah orang tua. Dan betapa liciknya kemunafikan Yahudi Bani Quraiddhah yang mengadakan permufakatan rahasia dengan kafir Quraisy ketika perang Khandaq. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . Toh tempat yang bersih ataupun kotor sama saja. arahnya adalah mencari makan. Namun bukan sekadar mandeg/berhenti sampai perbuatan mereka itu saja sirkulasinya. Tetapi yang memakan hasilnya.. bahkan lebih perlu menyingkiri tempat yang bersih. maka kebaikan apa yang perlu mereka perjuangkan dengan modal makanan haram itu? Tidak mungkin mereka memburu kebaikan dengan umpan yang dimiliki berupa modal makanan haram. Di dalam Al-Quran ditegaskan oleh Allah: “Dan engkau akan melihat kebanyakan dari mereka (orang Yahudi) berlomba-lomba dengan dosa dan permusuhan dan mema-kan yang haram. dengan modal bekal makanan haram. namun sekali datang dan datang lagi. Kalau makanan itu sudah jelas-jelas haram dan itulah yang menjadi pangkal mereka berbuat. Perbuatan mereka itu jelas dicap sebagai keburukan. di mana kaum muslimin dipimpin Rasulullah berada di dalam parit. Dan kuman itu tidak hanya sekali datang berlalu. Tidak. Bejatnya akhlaq. Bukan sekadar kuman akhlaq yang ringan. Pemuda-pemuda itu sampai begitu lancangnya. tenaga untuk berbuat adalah karena makanan. menarik-narik kain perempuan di pasar saat berjual beli. Betapa sadisnya kebiadaban Yahudi Bani Nadzir di Madinah yang ingin menjatuhkan batu besar ke diri Rasulullah.. Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. tempat berangkat dan sekaligus tempat tujuan. karena nanti harus bertugas membersihkan tempat itu kalau kena kotoran dari bajunya. penanggung jawab keluarga. Dalam contoh kasus ini. Singkatnya. Maka tidak mungkin pula mereka berhati-hati untuk memperhitungkan mana yang halal dan mana yang haram dalam memburu sasaran yang tak lain adalah makanan pula. perbuatan-nya pun cenderung menempuh jalan haram. Lantas. Kenapa yang jadi bibit penyakitnya makanan haram? Jelas. lingkungannya baik-baik dan terjalin ukhuwah/ . Moral buruk dan makanan haram ". Ibarat orang yang memang sudah memakai baju kotor untuk membengkel. Mungkinkah pemuda-pemuda tersebut sebejat itu kalau mereka ditumbuhkan dengan makanan halal.

قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. bukan sekadar cerita cercaan terhadap pendeta-pendeta Yahudi. Tidak kurang dari itu. mungkinkah dengan modal makanan haram itu orang tua menunjukkan "baiknya" perbuatan jahat mereka (yang sudah ketahuan memburu barang haram).{‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. tidak ada ayat dalam Al-Quran yang lebih aku takuti daripada ayat ini.‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل‬ ‫حياء‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ْ ِ ْ . Maka ayat tersebut. Khutbah Kedua . masih ada yang lebih parah. قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ َ ‫ث ُم اعل َموا فإن الله أ‬ َ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ :‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال‬ ّ ِ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ِ ّ ّ ‫}إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل‬ َ َ َ ْ َ ‫َ وا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ ْ َ َ َ ِ . Orang alim agama ada yang lebih parah Sikap seperti itu sungguh parah. menampakkan ketulusan hati (yang sudah ketahuan rakus terhadap barang haram) dan menasihati dengan amalan baik-baik (sedang dirinya jelas melanggar)? Tidak mungkin. Karena yang lebih parah ini bahkan menyangkut orang-orang pandai dan pemuka agama. maka Allah Subhannahu wa Ta'ala mengecamnya cukup diawali dengan bentuk pertanyaan. وبارك على محمد وع‬ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ِ َ َ َ ِ َ ِ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . bagi Ibnu Abbas (sahabat Nabi n yang ahli tafsir Al-Quran) adalah celaan yang paling keras terhadap ulama yang melalaikan tugas mereka dalam menyampaikan da'wah tentang larangan-larangan dan kejahatan-kejahatan. bahkan cercaan Allah itu lebih penting untuk disadari oleh ulama Islam. “Mengapa orang-orang alim mereka. Kita dalam hal diamnya para alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bisa juga menduga-duga kenapa mereka tidak mencegah perkataan dosa dan makan haram. dan pendeta-pendeta mereka (Yahudi) tidak melarang mereka mengucapkan perkataan dosa dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.” (Al-Maidah : 63). أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. Dugaan itu akan membuat perasaan bergetar. Maka tumbuh dengan suburlah generasi penerus mereka itu dengan pupuk-pupuk serba haram dan jahat. Tetapi. kalau sampai mereka yang alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bahkan antri ikut makan haram. Itulah. Bahkan Ad-Dhohhaak berkata.‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.persaudaraan dengan baik? Sebaliknya.

dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia .‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‫ْ ِ مهات ِك ُم ل َ ت َعل َمون شي ْئا ل َعل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ْ ُ ْ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ Saudara-saudara sidang Jum’at yang berbahagia. Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan. Begitu kita bangun pada dini hari. وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ُ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ‫ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ َ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Coba kita simak firman Allah seperti yang telah dibacakan pada awal khutbah.‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب.. Sekujur badan terbujur lemas.D. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ‫عب ْدك ورسول ِك محمد وعلى آل ِه وصحب ِه. Syukur alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kesempatan berkumpul dan bertatap muka sambil saling mengingatkan. Hakim. nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas. apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini.. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ‫ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. betapa besarnya nikmat-nikmat yang telah dan sementara dianugrahkan Allah kepada hamba-hambaNya. yakni dalam surah Ibrahim ayat 34: Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya. إ ِن ا ْل ِن ْسان ل َظَل ُوم ك َفار. terasa badan jadi bugar. ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia. badan terasa gerah. tidak terkecuali kita yang hadir ditempat yang mulia ini. berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan. M. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ َ َ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. Bba ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه قدي ْم ِ ا ْل ِحسان ذي ال ْعطاء ال ْواسع وا ْل ِمت ِنان، أ َحمدُه‬ ِ َ َ ِ ِ َ ْ ِ َ ِ ُ َ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫سبحان َه وأ َشك ُره على ما أ َول َده. رب ّنا هب ل‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ِ َ ً َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. والله‬ َ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ّ ٌ ْ ُ َ ٌ ّ ْ ُ ْ َ ُ ‫أ َخرجك ُم من بطُون أ‬ ً َ َ ْ ُ ْ . bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang . semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar. سب ْحان رب ّك رب‬ ّ َ َ َ َ َ ُ ً َ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ٌ َ َ َ ْ ُ ِ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ّ َ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ ّ ِ . Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam. istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar.” Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat. أ َما ب َعد؛ فيا عبادَ الله‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ُ ّ َ ُ ،‫ا ِت ّقوا الله ت َعالى واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه هو ال ْمن ْعم ال ْمت َفضل‬ ّ ُ ِ ُ َ ُ ُ َ ُ َ ْ ُ ْ َ ‫وإ ِن ت َعدّوا ن ِعمة الله ل َ ت ُحصوها. dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. lena menerawang di alam mimpi. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ 40 Mensyukuri Nikmat Allah Ta'ala Oleh: Drs.

Untuk lebih meyakinkan diri kita. 6. panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya kebakaran dimana -mana. Di dalam udara atau hawa. helium. dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas. ini berarti semenit akan menghirup kurang lebih 40 liter udara. 50 tahun atau 60 tahun ratarata kita semua yang masih hidup. 760.000: 6000 adalah kurang lebih Rp. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %. rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri setelah sampai kerumah.600 liter udara. karena manusia tak mampu membuat gas. Allah telah mengatur sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini persis dalam prosentasi antara 18-20 %.600 per liter. Allah Subhannahu wa Ta'ala mewanti-wanti kepada hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan firmanNya: Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan.” . 22.000.600 liter udara adalah 11. hidrogeen. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2 liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan. zat lemas. Oleh karena itu dalam surat Ar-rahman. kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya.. dalam satu menit kurang lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. apa yang dikemukakan tadi.kalau sebulan nilainya menjadi Rp. Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia adalah gas oxygen. Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsurunsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhlukmakhluk lainnya. patutlah diketahui atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama. begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan. tertuang kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar. Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp. gas oksigen. Berapa besarkah nilai ekonominya? Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. maka suhu udara gerah. 40. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40.520 kali Rp. atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57. tersengal-sengal karena pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia. Andai kata lebih tinggi dari prosentase tersebut.Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun.000.520 liter oxygen murni seharinya. Maha Besar Engkau ya Allah .! Saudara-saudara muslimin yang barbahagia.800. padanya dijumpai berbagai unsur gas. 6.telah disediakan oleh Maha Pencipta.600 sama dengan Rp. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57. nitrogen. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas. Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11. argon. bahwa seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal.

orang yang terkena musibah. Sebagai hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk hati yang dalam. Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk. membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. ceritakanlah. keluarga kerabat kita. berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan. Amin Ya Robbal Alamien. dan kesyukuran ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata. masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki. kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran. nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu. ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. واست َغفروه‬ ّ َ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan. وقل ر ِب اغفر وارحم وأ‬ ْ ْ ُ َ ُ ْ َ ‫ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن. Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup ini. nikmat berkeluarga.” Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya. tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta. bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya. Realisasi rasa syukur tersebut.‫إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah Kedua َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر.” Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta'ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7: Artinya: “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan. Mensyukuri karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ ً ْ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ ‫شري ْك ل َه، ا َل ْمت َعال ِي عن ال ْمشارك َة وال ْمشاك َل َة ل ِسائ ِر ال ْب‬ َ ُ َ ِ َ َ ُ .Marilah kita bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari nafkah betapa besar karunia Allah kepada diri kita. dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam surat Al-An’am ayat 46 yang berbunyi: Artinya: “Katakanlah. terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga. nikmat kebahagiaan. bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia. meyantuni anak-anak yatim dan badanbadan amal lainnya.‫شر‬ ِ َ ُ ُ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا صلى الله عل َي ْه وسل ّم عب ْدُهُ ورسول‬ ّ َ ‫َ َ ُ ْ ه الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ِ َ ُ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ ّ . penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan. menghibur orang-orang yang dalam kesedihan. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِاليات‬ ِ ْ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو السمي ْع‬ ِ َ ْ ِ ُ ُ ِ ّ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ‫ال ْعل ِيم. dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih.

واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه صلى على ن َب ِي ّه قدي ْما.wordpress. إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ ً‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ُ ْ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، ياأ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ُ َ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله، فقال الله ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. آمي ْن يا رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ْ ُ َ َ ّ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www.‫َ َ‬ ‫َ ُ َ ُ َ ّ‬ ‫ال ْمعت َب َر.or.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ ي ْت‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، في ال ْعال َمي ْن إ ِن ّك‬ ‫َ ِ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫حمي ْدٌ مجي ْد.com‬‬ ‫14‬ ‫‪Tiga Amalan Baik‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ali Aziz‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله، أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ ن َب ِي ب َعدَه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واشك ُروه على ن ِعمه يزدك ُم واسأ َ‬ ‫َ ِ ِ َ ِ ْ ْ َ ْ لُ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وه‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ ُ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫من فضل ِه يعطك ُم والله سبحان َه وت َعالى أ َعل َم وأ َجل وأ َعظَم وأ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ ُ َ َ َ‬ ‫ُ َ ك ْب َر.alsofwah.‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ .‬ ‫ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ّ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحبه ومن ت َبع هداه. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات وغافر الذّن ُوب وال ْخطِي ْئات ب ِرحمت ِك يا‬ ‫ْ ِ َ َ‬ ‫َ ِ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ ِ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ َ ِ َ‬ ‫أ َرحم الراحمي ْن.

dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. dicaci dipuji. Istiqomah. “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Oleh sebab itu. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut. Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Fushshilat: 30) 2. 1.))رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة‬ .‫من كان ي ُؤمن بالله وال ْي َوم ِ الخر فل ْي َقل خي ْرا أ َو ل ِي َصمت‬ ْ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ َ ْ َ ْ ً َ ْ ُ ْ َ ِ ‫. selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan. Ada suka ada duka. ada siang dan ada malam. Kadang naik kadang turun. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup. dan janganlah kamu merasa sedih. Istikharah. sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan. ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’. kantong kering atau tebal. ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan. Maka seorang muslim yang benar. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda: ‫عن أ َب ِي سفيان ب ْن عب ْد الله رضي الله عن ْه قال: قل ْت يا‬ ِ َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ُ َ ُ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ ‫رسول ْ الله، قل ل ِي في ا ْلسل َم َقول ً ل َ أ َسأ َل ُه عن ْه أ‬ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ ‫ْ ُ َ ُ حدا‬ ِ ْ ً َ ْ ِ ْ َ ِ ‫. ibadah tidak ikut redup. Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut: “Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata. Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS. Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. sujud pantang berhenti. tidak ada kebebasan yang tanpa batas. Akan tetapi menurut Islam. Muslim).” (Qs. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. قال: قل آمن ْت بالله ث ُم است َقم.)غي ْرك. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup. agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. tetap memperhatikan haram halal. dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah. Ada senyum ada tangis. Nabi menjawab. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah.Kaum Muslimin Yang Terhormat Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar. )رواه مسلم‬ ْ ِ ْ ّ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ِ ِ ْ .” (HR. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti.

))رواه البيهقي عن جابر‬ Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari). tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati. lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat. Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. Mengenai kebebasan ini. Saatnya kita instropeksi masa lalu. Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhirakhir ini dengan dalih kebebasan. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ َْ ِ َ َ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ ِ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ َ َ ‫.Baihaqi dari Jabir). malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). maka kreatifitas dan etos . Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita. banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . maka berkatalah yang baik atau diamlah. Jika kesulitan ekonomi tersebut. beliau bersabda: . Dalam persoalan ekonomi. yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati. Thabrani dari Anas) 3. maka yang diobati adalah sifat malas itu.Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir. karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif. Malas adalah bagian dari musuh kita. Oleh karena ia harus diobati. (HR. jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita.‫أتاني جبريل فقال: يا محمدا عش ما شئت فإنك ميت، وأحبب ما شئت فإنك مفارق، واعمل ما شئت فإنك مجزي به‬ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ٌ ّ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ً ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ْ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ‫. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah. cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. jangan diucapkan. sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Para pakar barang kali untuk saat-saat ini. (HR. agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.ما خاب من استخار ول ندم من استشار ول عال من اقتصد‬ Tidak akan rugi orang yang beristikharah. Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah. Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Istighfar. (HR. memohon ampun kepada Allah.

رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ َ َ َ َ ‫وقنا ع‬ . إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه‬ ّ ّ َ ِ َ ِ ْ َ َ َ ْ ْ ْ َ ِ َ ُ َ َ َ ْ ُ َ ‫يصل ّون على الن ّ ِبي، ياأ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل‬ َ َ َ ْ َ ُ . Amin ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم فاست َغفروهُ ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ْ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Hud:52). الل ّهم أ َصل ِح جمي ْع ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ‫وان ْصر ا ْلسل َم وال ْمسل ِمين، وأ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمشركين وأ‬ ‫َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ عل‬ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ َ ِ ُ ْ ‫ك َل ِمت َك إ ِلى ي َوم الدّي ْن. عبادَ الله، ا ِت ّقوا الله ما‬ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫است َطَعت ُم وسارعوا إ ِلى مغفرة رب ال ْعال َمي ْن. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال‬ َ َ َ َ ‫ُ ْ ِ َ َ مسل ِمات‬ ِ ْ ِ َ ْ ُ ّ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك ق‬ ْ ُ َ َ ‫ري ْب مجي ْب‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ َ ُ ِ ُ ٌ ِ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات. الل ّهم افت َح ب َي ْن َنا وب َي ْن قومنا بال ْحق‬ ْ ْ ّ ُ َ ِ َ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ ‫وا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن. Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah.‫َ ِ َ َذاب النار‬ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam. tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan.kerja umat yang harus kita tumbuhkan. kepada kaumnya: “Dan (Hud) berkata. Jika itu penyebabnya. Istikharah dan Istighfar. Para Jamaah yang dimuliakan Allah Sekali lagi.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم وادعوه يست َجب ل َك ُم ول َذك ْر الله أ‬ ْ‫ِ ك‬ َ . Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya. niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat. وأ‬ ُ ِّ َ ُ ُ ْ ُ ِّ ُ َ ْ ِ َ ‫ْ ِ ْ ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ Khutbah Kedua ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِت ّحاد وا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله ال ْمت ِي ْن.‫َ ْ َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ّ ْ ً ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ صحاب ِه وقراب َت ِه‬ ِ َ َ َ ِ َ ْ ،‫وأ َزواجه وذُريات ِه أ َجمعي ْن. الل ّهم صل‬ ً َ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ّ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‫ب َر‬ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ ْ ْ َ َ ْ ِ َ َ ُ ُ ِ َ ْ ُ 42 . أ َشهد‬ َ َ َ ْ ِ ِ ِ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ِ َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َشريك ل َه، إياه ن َعبد وإياه ن َست َعين. tidak bisa tidak kita harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah. hai kaumku.

‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ‫ياأ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. pada saat itu pula Allah Ta'ala perlihatkan berbagai kejadian kepada beliau yang kelak akan memimpin jaga raya ini. Maka .Akibat Memakan Harta Riba Oleh: Ade Zarkasyi bin Sabit ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ّ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‫ال ْحسن َة ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن‬ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ Kaum muslimin seiman dan seaqidah Tepatnya ketika Allah Subhannahu wa Ta'ala memberikan mukjizat kepada hamba dan kekasihNya. Kemudian Allah Ta’ala tempatkan orang-orang tersebut di sebuah jalan yang tengah dilalui kaumnya Fir’aun yang mereka adalah golongan paling berat menerima siksa dan adzab Allah di hari Kiamat.‫ضللة‬ ٍ َ َ ُ ‫فيا عباد الله، أ‬ َ َ ِ ‫ِ وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون‬ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ُ :‫ال ْمت ّقون، حي ْث قال ت َبارك وت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْعزي ْز‬ ِ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ . menginjak orang-orang tersebut yang tidak mampu bergerak dan pindah dari tempatnya disebabkan perutnya yang sangat besar seperti rumah. Ibnu Hisyam.‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫ياأ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ . “Mereka itulah orang-orang yang makan harta riba. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berupa Isra’ Mi’raj. Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada malaikat Jibril yang menyertainya.” (lihat Sirah Nabawiyah. perut mereka besar bagaikan rumah yang sebelumnya tidak pernah disaksikan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Para pengikut Fir’aun ini melintasi orang-orang yang sedang disiksa api dalam Neraka tadi. “Wahai Jibril. Melintas bagaikan kumpulan onta yang sangat kehausan. 2/252). Di antaranya Rasulullah n melihat adanya beberapa orang yang tengah disiksa di Neraka. ي ُصل ِح ل‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫ْ ْ ك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . Dalam syariat Islam. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ‫صلى ا لله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ّ َ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ْ ِ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ِ ّ َ ٌ َ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة‬ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ ّ َ َ َ َ َ ِ َ . riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba. siapakah orangorang yang diinjak-injak tadi?” Jibril menjawab.‫عظِي ْما‬ َ ً َ ‫وقال عل َيه الصل َةُ والسل َم: ا ِت ّق الله حيث ما ك ُن ْت وأ‬ ‫َ َ ت ْب ِع السي ّئ َة‬ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ َ َ ّ َ ِ ِ .

Maha Besar Allah yang telah berfirman: “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. hal. Muslim.” (Lihat Al-Kaba’ir.setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar.‫سواء‬ ٌ َ َ Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat orang yang memakan riba. dan telah menjadi ijma’ kaum muslimin atas keharamannya. Al-Baqarah: 270). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Allah menghilangkan berkah riba dan menyuburkan shadaqah. sahabat Jabir Radhiallaahu anhu mengatakan: َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫ آك ِل الربا وموك ِل َه وكات ِب َه وشاهدَي ْه، وقال: هم‬n ‫ل َعن رسول الله‬ ِ َ َ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ّ . (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. Barang-barang haram yang tiada terhitung banyaknya sampai menyusahkan dan memberatkan mereka ketika harus cepat-cepat berjalan pada hari Pembalasan. 1598). . Imam Qatadah juga berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyar lainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat): Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. penulisnya dan kedua orang yang memberikan persaksian. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Al-Baqarah: 275). yang memberi makan riba. (QS. Imam AdzDzahabi. (HR. mereka jatuh kembali. dan beliau bersabda: “Mereka itu sama”. padahal mereka ingin berjalan bergegas-gegas bersama kumpulan manusia lainnya namun tiada sanggup melakukannya akibat maksiat dan perbuatan dosa yang mereka pikul. bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bermimpi didatangi dua orang laki-laki yang membawanya pergi sampai menjumpai sebuah sungai penuh darah yang di dalamnya ada seorang laki-laki dan di pinggir sungai tersebut ada seseorang yang di tangannya banyak bebatuan sambil menghadap ke pada orang yang berada di dalam sungai tadi. atau dengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah dan terus mengalir. Dalam Shahih Al-Bukhari dikisahkan. Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia… inilah siksa yang Allah berikan kepada orangorang yang suka makan riba. 1/40). Setiap kali akan bangkit berdiri. Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada dua orang yang membawanya pergi.” (Fathul Bari. bahkan dalam riwayat yang shahih. maka dikatakan kepada beliau: “Orang yang engkau saksikan di dalam sungai tadi adalah orang yang memakan harta riba. 3/321-322). maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam. 53). Dalam menafsirkan ayat ini. Apabila orang yang berada di dalam sungai hendak keluar. no. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. sahabat Ibnu “Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi tercekik”. maka mulutnya diisi batu oleh orang tersebut sehingga menjadikan dia kembali ke tempatnya semula di dalam sungai. (QS.

bagaimana mungkin do’a yang dipanjatkan kepada Allah akan dikabulkan jika seluruh harta dan makanan yang ada dirumahnya ternyata bersumber dari hasil praktek riba. bahkan telah menjadikan hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semakin dangkal yang tidak lain dikarenakan perutnya yang telah dipadati benda-benda haram. gara-gara bunga berapa banyak orang yang semula hidup bahagia pada akhirnya menderita tercekik dengan bunga yang ada. menghimpun dana demi melancarkan rencana-rencana jahat zionis dan acara-acara kristiani lainnya. bahwasannya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: . pakaian yang dikenakannya menjadi haram. Sehingga nasi yang dimakannya menjadi haram. An-Nisa’: 161). 4/131). karena Allah yang menurunkan hukumNya atas manusia telah mengizinkan malapetaka atas suatu kaum jika kemaksiatan dan kedurhakaan telah merejalela di dalamnya. Mereka banyak membantai umat Islam. Dalam firmanNya Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: “Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba.” (Lihat Majma’Az-Zawaid. . Umat tidak lagi memperhatikan mana yang halal dan mana yang haram. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Ya’la dan isnadnya jayyid.” (QS. padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya. bahkan ASI yang diminum oleh si kecil pun menjadi haram. sehingga umatpun bergegas mendepositokan uangnya di bank-bank milik mereka yang mengakibatkan keuntungan yang besar lagi berlipat ganda bagi mereka. Kini kita saksikan. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka siksa yang pedih”. Mereka jadikan umat ini khawatir untuk menyimpan uang di rumahnya sendiri seiring disajikannya adegan-adegan kekerasan yang menakutkan masyarakat lewat jalur televisi dan media-media massa lainnya. dan karena mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang bathil. sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Kalau sudah seperti ini. Sebenarnya praktek riba pada awal mulanya adalah perilaku dan tabi’at orang-orang Yahudi dalam mencari nafkah dan mata pencaharian hidup mereka.Semaraknya praktek riba selama ini tidak lepas dari propaganda musuh-musuh Islam yang menjadikan umat Islam lebih senang untuk menyimpan uangnya di bank-bank. lebih-lebih dengan semaraknya kasus-kasus pencurian dan perampokan serta berbagai adegan kekerasan yang semakin merajalela. Imam Al-Haitsami. Dan dari bencana yang ditimbulkan karena memakan riba tidak saja hanya sampai di sini. motor yang dikendarainya pun haram. (QS. Ali Imran: 100). Riba dianggap sama dengan jual beli yang diperbolehkan menurut syari’at Islam. kecuali telah mereka halalkan sendiri siksa Allah atas diri mereka. niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafir sesudah kamu beriman. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha untuk menularkan penyakit ini ke dalam tubuh umat Islam melalui bank-bank yang telah banyak tersebar. Lalu pantaskah bila umat Islam mengikuti pola hidup suatu kaum yang Allah pernah mengutuknya menjadi kera dan babi. Musibah dan bencana telah meresahkan masyarakat. Bahkan sistem simpan pinjam dengan bunga pun sudah dianggap biasa dan menjadi satu hal yang mustahil bila harus dilepaskan dari perbankan.‫ما ظَهر في قوم ٍ الزنى والربا إ ِل ّ أ َحل ّوا ب ِأ َن ْفسهم عقاب الله‬ َ ّ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ُ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ َ “Tidaklah perbuatan zina dan riba itu nampak pada suatu kaum. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi AlKitab (Yahudi dan Nashrani). dan barang-barang perkakas di rumahnya pun menjadi haram. namun diam-diam tanpa disadari di antara kita telah ada yang membantu mereka membantai saudara-saudara kita semuslim dengan mendepositokan uang kita di bank-bank mereka.

sebagaimana yang dikatakan Nabi Hud Alaihissalam kepada‬‬ ‫:‪kaumnya‬‬ ‫‪“Hai kaumku.‫‪Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita kepada jalanNya yang lurus. karena tidak ada obat penyembuh dari kesalahan dan kedurhakaan‬‬ ‫‪yang telah kita lakukan kecuali hanya dengan mengakui segala dosa kita lalu beristighfar‬‬ ‫‪memohon ampun kepada Allah dan untuk tidak mengulanginya kembali sambil beramal shalih‬‬ ‫‪menjalankan ketaatan unukNya. mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepadaNya.” (QS.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ َ َ َ َ‬ ‫وصلى الله على ن َب ِي ّنا محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم، سب ْحان رب ّك‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ لله رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫العال َمي ْن.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم ل َ ت َدَع ل َنا ذَن ْبا إ ِل ّ غفرت َه ول َ هما إ ِل ّ فرجت َه ول َ دَي ْنا إ ِل ّ‬ ‫قضي ْت َه‬ ‫ً‬ ‫ْ َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫َ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ ْ ُ َ‬ ‫ول َ حاجة من حوائ ِج الدّن ْيا والخرة إ ِل ّ قضي ْت َها يا أ َرحم الراحمي ْن. niscaya Dia‬‬ ‫‪menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada‬‬ ‫.)25 :‪kekuatanmu.‬ ‫َ ِ َ‬ .‬ ‫َ َ ٌ‬ ‫‪Dalam khutbah kedua ini.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. setelah kita menyadari realitas yang ada. yang telah ditempuh‬‬ ‫. marilah kita memunajatkan do’a kepada Allah sebagai bukti‬‬ ‫. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‪oleh para pendahulu kita dari generasi salafush-shalih‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. marilah kita sering-sering‬‬ ‫‪beristighfar kepada Allah. الل ّهم اغفر ل َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ول ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ‬ ‫وا ْل َموات، يا مجي ْب الدّعوات. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Hud‬‬ ‫‪Pada penutup khutbah ini. ‪bahwasanya kita ini fakir di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن والصل َةُ والسل َم على رسول الله محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم.‬ ‫َ َ ْ ِ َ ِ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ ْ َ َ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّكَ‬ ‫رءُوف رحي ْم. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ‬ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫يوم الدين، أ َ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫فإن أ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ ِ ّ صدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صل الله‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ُ ْ ِ ُ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل ب ِدْعة‬ ‫َ ٍ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ّ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ضللة.

haram.. Marilah.dari sisa-sisa waktu yang Allah berikan ini. أ‬ ،‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله‬ ِ ِ ْ َ ّ َ ْ ُ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َ ْ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال‬ َ َ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى، حي ْث‬ ُ َ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ َ ‫قال ت َعالى في كتابه ال ْك َريم، أ‬ َ َ َ َ ّ ،‫ِ ْ ِ عوذُ بالله من الشي ْطان الرجي ْم‬ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ِ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ِ ّ :‫ب ِسم ِ الله الرحممن الرحي ْم‬ ِ ْ ِ ِ ّ ِ َ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ . وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ُ ْ ‫َ ِ َ ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ َ ‫وأ َشهد أ‬ .. Daripadanya berkembang menjadi banyak bangsa bahkan suku. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ َ َ ِ ُ َ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . makruh. “Tentu aku bersiap-siap dan hati-hati” Itulah taqwa.‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Ma’asyiral muslimin arsyadakumullah .‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ ُ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله ..43 Mengukir Prestasi Dihadapan Ilahi Oleh Suyadi Husein Mustofa ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ‫ُ ِ ّ ه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. maupun yang mubah. dengan ukuran inilah prestasi seorang manusia dinilai dihadapan Allah. jama’ah Jum’ah rahimakumullah Telah dimaklumi bahwa. Suatu ketika Umar Ibnul Khaththab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang gambaran taqwa itu. saya wasiatkan kepada diri saya berikut jama’ah sekalian. Pada kesempatan yang baik ini. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Ta’ala yang telah memberikan taufiq serta hidayahNya. Semua .‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وعلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ْ َ َ ِ ُ َ ُ َ َ .‫عظِي ْما‬ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك‬ ّ ‫َ ٌ َ ل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ . yaitu dengan selalu memper-hatikan syariat Allah... Karena. Nabiyullah Adam dan ibunda Hawa. kita gunakan untuk selalu mening-katkan ketaqwaan kita kepada Allah. manusia pada mulanya berasal dari dua orang sejoli.. kita aplikasikan dalam setiap derap langkah hidup kita hingga akhir hayat. Baik berhubungan dengan hal-hal yang wajib. kata Ubay bin Ka’ab Ma’asyiral muslimin. sehingga kita masih dalam keadaan Iman dan Islam.‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. dari atas mimbar Jum’ah ini.. Lalu ia menjawab dengan nada bertanya: “Bagaimana jika engkau melewati jalan yang penuh onak dan duri?” Jawab Umar. Selanjutnya. sunnah.

bahkan lebih dari itu. bangga.(‫البيهقي‬ “Tidaklah seseorang mempunyai keutamaan atas orang lain. Jama’ah Jum’ah rahikumullah . tercukupi kebutuhan materi. Itulah parameter yang pada saatnya nanti akan dimintai pertanggung-jawabannya. Ma’asyiral Muslimin. kuat merasa lebih baik dan harus diikuti (baca: ditakuti) oleh negara yang lain. Dalam hal ini Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13. yaitu seberapa ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya. na’udzubillah. Bahkan tidak menutup kemungkinan. Begitulah kecenderungan manusia dalam memenuhi hasrat hidupnya. tidak saling mengganggu. Renungkanlah syair seorang tabi’in Abdullah Ibnul Mubarak: . Orang kaya merasa lebih baik dari yang miskin. budaya dan lain-lain. Tak pelak dari perkembangan tersebut menimbulkan rasa gembira.. Al-Hafifzh Ibnu Katsir menambahkan: “Mereka berbeda di sisi Allah adalah karena taqwanya. orang yang mempunyai jabatan dan kedudukan (tertentu yang lebih tinggi) merasa lebih baik dan pantas untuk diikuti oleh yang lain dalam segala tuntutannya. puas. negara yang maju. yakni sombong. kehidupan manusia telah berkembang dengan pesat dalam segala aspeknya. ratusan bangsa bahkan ribuan suku yang masing-masing mengembangkan diri sesuai potensi yang bisa dikem-bangkan. dari sisi penyebaran.. Tetapi sekali lagi. Padahal dari aturan agama inilah manusia diuji oleh Allah-menjadi hamba yang taat atau maksiat. karena memang manusia “tidak punyak hak” untuk menghalalkan atau mengharamkan sesuatu. Sebagai contoh. Karena minimnya ilmu syar’i itulah yang menyebabkan banyak manusia terjerembab ke lembah kedurhakaan dan jatuh ke lumpur dosa. jama’ah Jum’ah rahimakumullah . aman tentram dalam mengemban persoalan kehidupan. bukan karena jumlahnya” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ ٍ َ ٌ ْ َ ٍ َ ‫ل َي ْس ل َحد على أ َحد فضل إ ِل ّ بالدّي ْن أ َو عمل صال ِح.. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. artinya:“Hai manusia. Ma’asyiral muslimin. orang yang ditakdirkan Allah mempunyai “kelebihan” dari orang yang ditakdirkan “kekurangan” itu menyu-ruh (memaksa)-nya untuk mengerjakan hal-hal yang menyalahi ajaran agama Allah. )رواه‬ َ ِ ٍ َ ٍ َ َ ْ ِ . Saat ini. Darinya pula muncul beragam bahasa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. atau malah bangga dengan “amal dosa” itu. kadang (atau bahkan sering) tidak mempedulikan perintah atau larangan Allah. Inilah tuntutan “kasat mata” hidup seorang manusia. Dari segi jumlah mencapai milyaran. manusia banyak yang tidak menghiraukan halal atau haram. Namun. kecuali kembali kepada syariat agama Allah. Bahkan kadang-kadang.” Disebutkan dalam ayat ini bahwa kedudukan manusia dihadapan Allah adalah sama. kecuali karena diinnya atau amal shalih.” Ma’asyiral muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah . para pelakunya tidak merasa berbuat dosa. karena tipisnya ikatan manusia dengan syariat Allah. tidak ada perbedaan. termasuk teknologi yang mereka temukan. adat istiadat. dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. kalau kita renungkan semua itu adalah untuk jasmani kita (saja) agar hidup kita dalam keadaan sehat.manusia dinegara manapun dinisbatkan kepada beliau berdua. sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.... Adapun yang membedakan di antara mereka adalah dalam urusan diin (agama).

Perhatikanlah wasiat Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai manusia. bahkan meninggalkan sebagian yang mubah (karena wara’nya) Tak seorang pun di antara kita yang bercita-cita untuk mendekam dalam penjara.. segera bertobat untuk ‘mengukir” dengan amal taat terhadap Allah dan Rasulnya.” Ma’asyiral muslimin.‫حفت ال ْجن ّة بال ْمكاره وحفت النار بالشهوات‬ ِ َ َ ّ ِ ُ ّ ِ ّ ُ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ّ ُ “(Jalan) menuju Jannah itu penuh dengan sesuatu yang tidak disukai manusia. membiasakannya akan mendatangkan kehinaan. Kalau kita tidak mempedulikan syari’at Allah. Amin . Sabiqun bil khairat: Orang yang mengerjakan kewajiban dan yang sunnah. • • • Sudah berapa umur kita yang berlalu begitu saja .. jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Dzalilun (ahli maksiat. setiap ada sehari yang berlalu. serta meninggalkan yang haram dan makruh. Itulah ujian Allah kepada kita. syaqiyun. Sedang meninggalkan dosa itu menghidupkan hati. atau saabiqun bil khairat bi idznillah. sebagaimana sabda Rasul SAW. kadang meninggalkan yang sunnah dan mengerjakan yang makruh. tidak mustahil kita akan mendekam di dalamnya. Na’udzu billah. karimun (baik.‫حياةُ ال ْقل ُوب وخي ْر ل ِن َفسك عصيان ُها‬ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ ٌ “Aku lihat perbuatan dosa itu mematikan hati.. dan baik bagi diri(mu) bila meninggalkannya” Prestasi manakah yang akan kita ukir? Prestasi barrun. maka hilanglah sebagian dari dirimu. ُ َ ُ ْ َ َ . Apakah kita termasuk zhalimun linafsih. ketahuilah bahwasanya engkau adalah (kumpulan) hari-hari. Sudah berapa pula. Sudah berapa amal taat yang telah kita kumpulkan sebagai investasi di sisi Allah . . muqtashid.‫أ َي ّها الن ّاس إ ِن ّما أ َن ْت أ َيام، ك ُل ّما ذَهب ي َوم ذَهب ب َعضك‬ َ َ ٌ ْ ٌ ّ َ َ َ َ Marilah. Al-Hafizh Ibnu Katsir memberikan pengertiannya masing-masing sebagai berikut: • • • Zhalimun linafsihi: Orang yang enggan mengerjakan kewajiban (syariat) tetapi banyak melanggar apa yang Allah haramkan (yang dilarang) Muqtashid: Orang yang menunaikan kewajiban. Selanjutnya tinggal bagaimana umat Islam menerjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi semua itu terpulang kepada kita masing-masing. dan (jalan) Neraka itu dilingkupi sesuatu yang disukai oleh syahwat” Semoga Allah mengumpulkan kita dalam umatNya yang terbaik dan terjauhkan dari ketergelinciran ke dalam jurang kemaksiatan. taqwa. mulia!) Ataukah prestasi fajirun.. Apalagi penjara Allah yang berupa siksa api Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan bebatuan. taqiyyun.ُ ْ َ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ‫رأ َي ْت الذّن ُوب ت ُمي ْت ال ْقل ُوب وي ُورث ُك الذّل ا ِدْمان ُها، وت َرك الذّن ُوب‬ َ ْ ُ ِ ُ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ . Umat Islam (termasuk saya dan jama’ah sekalian) telah diberi hidayah berupa Al-Qur’an (dan As-Sunnah). Dalam tafsirnya. celaka. meninggalkan yang diharamkan. hina) Dalam hal mana? Yaitu sejauh mana kita menyikapi ajaran Allah dan RasulNya. amal maksiat yang telah kita lakukan yang menyebabkan kita (nantinya) terseret kedalam Neraka .

‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وع َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة. أ ُ‬ ‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله،‬ ‫ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ ْ َ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن لَ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ْ‬ ‫َ َ َ ْ َْ ِ‬ ‫َ َّ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا ع َب ْد ُه ُ وَرسوْل ُه. وال ْحمدُ ل ِل ّه‬ ‫ِ‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ ْ‬ ‫رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح ل َنا دي ْن َنا ال ّذي هو عصمة أ َمرنا، وأ َصل ِح ل َنا دُن ْيانا ال ّت ِي‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫ْ ْ َ ِ َ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ‬ ‫فيها معاشنا، وأ َ‬ ‫َ صل ِح ل َنا آخرت َنا ال ّت ِي إ ِل َي ْها معادُنا، واجعل ال ْحياة‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ َ‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫زيادَةً ل َنا في ك ُل خي ْر، واجعل ال ْموت راحة ل َنا من ك ُل شر.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله . رب ّنا وءات ِنا‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف ال ْميعاد. يا أيَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ ُ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ّ ِ َ ُ ْ ّ ْ ُ ْ َ َ ّها‬ ‫ُّ‬ ‫ِْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ .‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ربنآإن ّنا سمعنا مناديا ينادي ل ِليمان أ َ‬ ‫ِ َ ِ ن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫ّ ّ َ ِ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً ُ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار.‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ورسول ُه.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا اتقوا الله حق تقات ِه ول َ تموتن إل ّ وأنتم مسل ِمون.‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫44‬ ‫‪Cinta Dan Benci Karena Allah‬‬ ‫‪Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا وَمن‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫سيئات أ َع ْمال ِنا، من يهد الله فَل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فَل َ هادي ل َه.‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد...‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها َ‬ ‫ّ َ َ َ كان غراما.‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه والصل َةُ والسل َم على رسول الله، ول َ حول ول َ قوةَ إ ِل ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ّ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫بالله.‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ ً َ ِ ْ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ َ ٍ َ ْ َ ِ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َت َجعل في قل ُ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫وب ِنا‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫غل ّ ل ّل ّ‬ ‫ذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إن ّك رءُوف رحي ْم.‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ا ْل َخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫وصلى الله على محمدِ وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ربنا هب ِ ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.

يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ ع ْمال َك‬ ‫َ م‬ ُ ّ ُ َ َ َ ِْ ْ ْ ُ ً ِْ َ ْ َّ َ ًْ ِ َ ْ ْ ْ َ َ َ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل‬ . Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain. tunduk dan pasrah secara total serta menghamba kepadaNya.(‫الترمذي‬ “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata.” (HR.‫ْ ِ ْ َ ٍ لى ي َوْم ِ الد ّي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ْ َ ِ Jamaah Jum’ah rahimakumullah Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wajalla. memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah. membenci karena Allah. )رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن‬ َ َ “Barangsiapa yang mencintai karena Allah. يا أ َيها ال ّذين ءامنوا اتقوا الله وقُول ُوا قَول ً سديدا. mencegah segala yang dicegah Allah.‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها وَب َث من ْهُما‬ ْ ْ ّ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ّ ُ َ َ َ َ ِ َ ْ ُ ُ ّ َ ‫رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِي ت َسآء ٍل ُون بهِ وا ْل‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ َ رحام إ ِن الله كان ع َل َي ْك ُم‬ ُ َ ً َ َ ً َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ َ ‫رِقيبا.(‫ا ْل ِي ْمان. diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta’ala saja. yang telah menganugerakan rasa cinta dan benci dihati para makhlukNya. ridla kepada apa yang diridlai Allah. Dalam pengertian menurut syariat. Allah Ta’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri.At Tirmidzi) Dalam riwayat lain. Jama’ah sidang Jum’ah rahimakumullah Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta’ala semata. memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. Jamah Jum’ah yang berbahagia.‫ضل َل َةٍ في النار‬ ِ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإحسان إ‬ َ َ ّ َ ّ َ . Abu Dawud dan AtTirmidzi. )رواه‬ ِ ُ ْ ِ ّ ُ ِ َ ِ ِ َ َ ُ ُ ْ . Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong kepadanya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkannya. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah. ia mengatakan hadits hasan) Jamaah Jum’ah yang berbahagia. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫أ َوث َق عرى ا ْل ِي ْمان ال ْحب في الله وال ْب ُغض في الله. tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah. maka sungguh telah sempurna Imannya.‫َ َ ُ ه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما‬ ً َ َ َ ُ ً ْ ْ َ ْ ْ ِ ِ َ ‫أ َما بعد؛ فَإن أ‬ ّ َ ‫ّ َ ْ ُ ِ ّ صد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ُ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ َ ِ ُ ‫ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَشر ال ُمورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك‬ ّ ّ ‫َ ٌ ل‬ ٌ ْ ُ ّ ُ َ َ َ َ ْ ُ َ ّ .” (HR.sedangkan yang selain Allah Ta’ala dicintai hanya sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta’ala. dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) . membenci terhadap segala yang dibenci Allah. memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa pula kita membenci. Rasulullah juga bersabda: َ ْ َ ِ َ َ ‫من أ َحب ل ِل ّه وأ َب ْغض ل ِل ّه وأ َعطى ل ِل ّه ومن َع ل ِل ّه فقد است َك ْمل‬ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ .

Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah. sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orangorang yang beriman. tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala Jamaah Jum’ah yang berbahagia . kekeluargaan dan lain-lain. orang tua kita. ataupun saudara kita yang lain. derajat dan kedudukan. Orang-orang yang dicurahkan kepadanya kasih sayang dan kecintaan secara utuh. para sahabat. sekalipun orang orang itu bapak-bapak.adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan. saudara-saudara kita. tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka). Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta kekayaan. Mereka adalah orang-orang yang mencurahkan kecintaan. marilah kita berlindung kepada Dzat yang membolak-balikkan hati. Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi patuh terhadap perintah-perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang oleh Allah dan Rasulnya.. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya. apabila mereka itu membenci. ketampanan. memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya. kewala’an. anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.. dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita.” (Al-Mujadalah: 22) Jamaah Jum’ah yang berbahagia…… Jadi. Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan kebencian yang harus dicurahkan terbagi menjadi tiga kelompok: 1. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . kebencian dan ... Naudzubilla min dzalik. melaksanakan ajaran Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan keyakinan yang teguh . Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam Ibnu Taimiyah. supaya hati kita dipatri dengan kecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya.. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia . saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. Karena kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada Allah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Bahwasannya seorang mukmin wajib dicurahkan kepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu. anak-anak kita sendiri. suku bangsa.. dan seorang kafir wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat baik kepadamu. kefakiran. Mereka adalah orang-orang yang mengikhlaskan segala perbuatan dan ucapannya untuk Allah semata. tabi’in. sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita.

orang yang menjualnya. Dalam hal ini kita harus dapat memilah-milah.. antara lain: 1.” Rasulullah bersabda: “janganlah engkau melaknatnya. orang yang membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod. maka mereka dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri mereka sendiri.(‫961/6، وسنده حسن‬ “Saling memberi hadiahlah kalian. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah . orang yang mengingkari asma’ wa sifat Allah ta’ala. 2. hal 712 dengan sanad shohih) 2. Saat itu Abdulllah bin Himar dalam keadaan minum khamr maka dibawalah dia kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta’ala. )رواه البخاري في الدب المفرد 021 والبيهقي‬ َ ْ َ ْ . orang yang meminumnya.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu. Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan yang baik dengan amalan yang buruk. karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam.permusuhan karena Allah ta’ala serta mendahulukan perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas yang lainnya siapapun orangnya. atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu bida’ yang sesat dan menyesatkan. atau orang yang melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu. )رواه ابن المبارك في الزهد‬ “Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala. orang yang memerasnya dan orang yang minta diperaskan. hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan) . Orang–orang yang dicurahkan kebencian dan permusuhan kepadanya secara utuh.” (HR.(712 ،‫َ لى.. dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri mereka. Pada hal jama’ah yang berbahagia. adapun yang ketiga 3. Sidang Jumah yang dimuliakan Allah Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah. tiba-tiba sorang laki-laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam keadaan mabuk. niscaya kalian akan saling mencintai. seperti muamalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Himar. dalam riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer 4967 Rasulullah n melaknat khamr. Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari rukun Islam baik sebagian atau keseluruhan dengan rasa mantap. Sesungguhnya dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih Al-Bukhari kitab Al-Hudud). Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lainnya.” (HR. Saling memberi hadiah Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu: ،‫ت َهادَوا ت َحاب ّوا. Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara utuh. bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ ِ ِ َ ْ ِ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ‫إ ِذا أ َحب أ َحدُك ُم صاحب َه فل ْي َأ ْت في من ْزل ِه فل ْي ُخب ِرهُ أ َن ّه ي ُحب ّه في الله‬ ِ ُ ِ ُ ِ َ ّ َ ْ ْ َ ‫ت َعا‬ .

Saling mengunjungi Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah . ‫ل َ ت َدْخل ُون ال ْجن ّة حتى ت ُؤمن ُوا ول َ ت ُؤمن ُوا حتى ت َحاب ّوا، أ َول َ أ َدُل ّك ُم‬ ّ َ ْ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ‫على شيء إذا فعل ْت ُموه ت َحاببت ُم، أ‬ َ َ ُ ‫َ ْ ٍ ِ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ْ فشوا السل َم ب َي ْن َك‬ ُ ْ ‫م.(‫حديث حسن‬ “Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa. niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.” (Al-Hujurat:12) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. صلى الله عل َي ْه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا‬ َ ً ّ َ ُ ْ ً َ َ َ ِ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ً . )رواه‬ َ ّ ْ . tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai. )رواه البخاري في الدب المفرد ص 48 وهو‬ َ ُ َ ِ .” (HR.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.84) 6.‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang.3.” (HR. Saling menyebarkan salam. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang saudaranya di saat tidak ada. jauhilah kebanyakan dari prasangka.(2/35 ،‫مسلم‬ “Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman. Muslim 2/35).Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih) 4. Dalam hal ini Rasulullah bersabda: ّ ‫ما ت َوادّ اث ْنان في الله عز وجل أ َو في ا ْل ِسل َم ِ في َفرقُ ب َي ْن َهما إ ِل‬ ِ ْ ّ َ َ ّ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ‫بذَن ْب يحدث ُه أ‬ ‫ٍ ُ ْ ِ ُ حدُهما.” (HR. ‫يا أ َبا هري ْرة! زر غبا ت َزدَدْ حبا. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب. )رواه الطبراني والبيهقي، سنده‬ ْ ّ ُ ّ ِ ْ ُ َ َ َ ُ َ َ .(‫صحيح‬ “Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang. Meninggalkan dosa-dosa. dan jika saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Al-Bukhari dalam kitabnya AlAdab AlMufrad hal. 5. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ ّ َ . فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ . Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukannya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian. Dan bertaqwalah kepada Allah.

‫َ مي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ َ . رب ّنا‬ َ َ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ّ ‫اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل‬ ُ ْ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ َ ‫ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. Lc ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْواسع ال ْعظِي ْم ِ ال ْب ِر الرحي ْم ِ خل َق ك ُل شيء فقدّره‬ ِ ّ ِ َ ُ َ َ َ ٍ ْ َ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ِ َ َ ‫وأ َن ْزل الشرع فيسره وهو ال ْحكيم ال ْعل ِيم، بدأ َ ال ْخل ْق وأ‬ َ َ َ ‫َ َ َ ن ْهاهُ وي َسر‬ َ َ ُ ْ َ َ ُ ْ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ُ َ ّ َ َ َ ْ ّ . 2. Antara Cita-Cita Dan Fakta Oleh: Agus Hasan Bashori. 5. 6. mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya.. Mendapatkan kecintaan Allah. Amiin. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ ‫أ َجمعي ْن. Mendapatkan Kemuliaan dari Allah. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصف‬ ،‫ِ ون‬ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ّ َ ِ ّ ِ ِ ّ َ ‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال‬ َ َ ٌ َ َ . رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا‬ َ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ ُ ْ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ َ ُ ُ‫حسن َة وقنا عذاب النار. 4. Meraih kesempurnaan iman. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kita. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah: 1. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah.Jama’ah Jum’at yang berbahagia . meraih manisnya Iman. الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال‬ ْ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ مسل ِمي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ َ َ ‫وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك على ك ُل شيء قدي ْر.. Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya n. Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. mendapatkan kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول‬ َ ‫ْ َ ذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫الله أ‬ . Masuk Surga Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat.‫ِ ك ْب َر‬ ُ 45 Potret Haji Kita. Merasakan manisnya iman. pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah. 3. mendapatkan kemuliaan dari Allah.

satu dari empat bulan yang disebut dengan bulan-bulan haram ‫ اشهر الحرم‬dan satu dari tiga bulan haji yang disebut dengan ‫ أشهر معلومات‬di sebut Dzul Qa’dah karena mereka: “Mereka duduk (tinggal dirumah) tidak melakukan perjalanan maupun peperangan sebagai persiapan untuk melakukan ihram haji”.َ :‫ال ْفل ْك وأ َجراهُ وهو ال ْعزي ْز ال ْحك ِي ْم، ال ْقائ ِل في ال ْك ِتاب ال ْك َري ْم‬ ِ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ َ ُ ِ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ‫) التوبة: 63( أ َحمدُهُ على جل َل ن ُعوت ِه وك َمال صفات ِه وأشك ُرهُ على‬ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ُ ِ َ ‫ت َوفيقه وسوابغ ن ِعمت ِه. Karena beliaulah yang mencontohkan kita untuk melakukan yang demikian. manakala ibadah ini adalah ibadah yang paling besar dan ketaatan yang paling berat maka disebut ibadah yang paling utama” yaitu Al-Haj yang berarti alqashdu. pertolongan dan surgaNya yang agung. “Hajar Aswad adalah bagaikan tangan kanan Allah dimuka bumi ini. tidak ada sesuatu agama yang memiliki konsep ibadah seperti konsep haji Islam. maka dia berputar mengelilingi rumah : Thawaf mengisyaratkakn bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan. bukan berarti dan bukan kerena menyembah batu. sementara maksud dan niat. Tetapi tujuannya adalah pemilik rumah ‫. Tetapi sekarang Muslim mencium batu untuk mengikuti sunnah rasul yang diantara hikmahnya adalah seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu . Betapa tidak Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Abdir Rohman Al-Bukhari Alhanafi Azzahid (546 H) menjelaskan. Berbai’at untuk ُ َ ِ َ ِ َ ْ . Pada hari ini kita saksikan bersama persiapan dan pem-berangkatan para jemaah calon haji. dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilik rumah (ka’bah) tidak berada di sana. وأ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ِ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ ِ َ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ْ ‫في أ ُل ُوهي ّت ِه ورب ُوب ِي ّت ِه.. niat adalah amal yang paling mulia karena ia adalah pekerjaan anggota yang paling utama yaitu hati. Inilah pembeda antara musyrik dan muslim. Maka barangsiapa yang menjabatnya (menyentuhnya) atau menciumnya maka seolah-olah ia menjabat (tangan) Allah dan mencium tangan kananNya. manakala saudara-saudara kita tadi meninggalkan kampung halamannya terbang menuju kiblat umat Islam sedunia. Haji mengandung seribu makna. Di lihat dari sebutannya saja ibadah ini sudah unik. keduanya menghantarkan seseorang menuju cita-cita. Tidak ada ibadah seagung ibadah haji. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ال‬ ‫َ َ ُ ْ ُ مب ْعوث‬ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ِ َ ْ َ ِ ْ ُ َ ِ ِ ْ َ ‫إ ِلى جمي ْع ب َري ّت ِه. Tatkala seorang haji tiba di ka’bah. Kita sekarang berada pada bulan Dzul Qa’dah bulan kesebelas dari bulan Qamariyah. معاشر ال ْمسل ِمين ا ِت ّقوا الله واعل َموا أ‬ ُ . Dulu orang musyrik mencium batu karena untuk menyembah batu. merangkum sejuta hikmah. Karena itu haji merupakan tiang kelima dari kelima pilar utama dalam Islam. melainkan karena mengikuti sunnah rasul. Kita rasakan bersama betapa kebahagiaan telah menghiasi wajah mereka dan sejuta harapan telah tertanam dalam di lubuk hati mereka. الل ّهم صل وسل ّم عل َي ْه وآل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعه في‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ِ ِ َ ْ ِ ُ َ َ ‫سن َت ِه. memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Karena itu ketika menyentuhnya seorang haji harus mengingat bahwa ia sedang berbai’at kepada Allah (pencipta dan pemilik batu yang telah memerintah untuk menyentuhnya).‫ي َقعدُون في ْه عن ا ْل َسفار وال ْقتال ا ِست ِعدادا ل ِحرام ٍ بال ْحج‬ ّ َ ِ ً َ ْ ْ َ ْ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ْ . “Haji adalah bermaksud (berkeinginan dan bersengaja).‫َ َ ْ ُ ْ ن الله مع ال ْمت ّقي ْن‬ ّ َ َ َ ُ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ Jamaah shalat jum’at yang berbahagia Marilah kita tingkatkan Iman dan taqwa kepada Allah karena hanya dengan taqwa kita akan mendapatkan ampunan.رب الكعبة‬ Begitu pula mencium hajar aswad.

berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (AlBaqarah: 197) Seorang yang beribadah haji tidak boleh melakukan rofats yaitu jima dan segala ucapan dan perbuatan yang behubungan dengan seksual. َ َ َ ِ َ َ َ َ . perjudian dan pencurian . polisi. pegawai. Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkan haji yang mabrur. laki-laki maupun perempuan . dalam firman-Nya: Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji. kini aku siap menghamba kepadaMu.selalu taat dan tunduk kepadaNya. meninggalkan profesi dan pekerjaan. akau datang. baik calon haji itu seorang petani. maka tidak boleh rafats. bagiMu segala aturan dan perundang-undangan. BagiMu segala ciptaan. karena tujuanku hanyalah wajah-Mu dan keridhaanMu bukan dunia yang fana dan bukan nafsu yang serakah maka amankan aku dari adzabMu.‫ل َب ّي ْك الل ّهم ل َب ّي ْك، ل َب ّي ْك ل َ شري ْك ل َك ل َب ّي ْك‬ ّ ُ Ia akan menghayati seolah-olah berucap: Ya Allah aku datang. dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa”(al-Baqarah. yang diantara tandanya adalah sepulang haji ia tidak akan mengulang maksiat. Bertaubat dari semua dosa dan maksiat. Tentu saja kita sudah maklum bahwa taqwa itu tidak bisa dicapai kecuali dengan bertaubat dan meninggalkan segala jenis perbuatan maksiat.‫وأ َت ِموا ال ْحج وال ْعمرةَ ل ِل ّه‬ ِ ّ َ َ ْ ُ َ ّ َ “Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah” Karena itu pulalah para ulama menganjurkan bahwa kewajiban pertama bagi calon haji adalah bertaubat. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Maksiat dan kemungkaran akan menepi. merendahkan diri dan berkiblat kepadaMu. Aku pegang erat kitabMu. ia akan tampil sebagai muslim yang shalih dan muslimah yang shalihah. dokter. mentri maupun seorang kiayi. Ma’asiral muslimin rahimakumullah. dosa-dosa yang lalu. aku junjung tinggi aturanMu. negara itu akan semakin aman makmur dan sentosa. Inilah yang disyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya: .‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ “Berbekallah. dan harus ingat barang siapa yang menghianati bai’at maka ia berhak mendapatkan murka dan adzab Allah. Jika calon haji sudah bertaubat maka ia pasti akan mampu mencapai hakekat haji yang telah digariskan oleh Allah. bagiMu segala hukum dan hukuman tidak ada sekutu bagiMu. artis. lalu aku berdiri di depan pintuMu. Aku singgah di sisiMu. menanggalkan segala atribut dan jabatan. Kalau calon haji sudah bertaubat maka ia akan mampu memahami dan menjiwai syiar haji yang teramat indah itu yaitu. maka selamatkan aku dari adzabMu. Aku tidak peduli berpisah dengan anak dan istriku. Tidak boleh melakukan Fusuq yaitu segala bentuk maksiat dan tidak boleh melakukan jidal yaitu perdebatan yang mengikuti hawa nafsu. Maka sebuah negara semakin banyak muslim dan muslimah yang taat. bukan untuk mencari kebenaran. tua maupun muda. Karena maksud kita bukan ‫ البيت‬tetapi ‫ رب البيت‬dan karena unsur niat begitu utama dan penting maka Allah brfirman: . memenuhi panggilanMu. 197).

semoga Allah‬‬ ‫‪menjadikan haji kita yang dahulu dan yang akan datang menjadi haji yang mabrur.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‪biasanya menyebar kejahatan berubah menebar salam‬‬ ‫‪Itu semua manakala hajinya mabrur.‪Bapak Bupati. dan semoga‬‬ ‫.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه.‪krisis nilai.‫‪akan sepi. lingkungan. para Mentri dan Pak Polisi‬‬ ‫‪Sepulang haji yang kikir akan menjadi dermawan.‪Ma’asyiral muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Demikianlah sekelumit tentang makna haji. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. semuanya bertolak belakang. ekonomi dan sosial‬‬ ‫.‪tetap artis. وقال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. haji mabrur dan potret haji kita. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ . Apalagi jika yang pergi haji adalah‬‬ ‫.‪dijauhkan dari haji yang maghrur (tertipu) dan mabur‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم ِ ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Namun kenyataannya adalah bagaikan siang yang‬‬ ‫‪dihadapkan dengan malam. Yang korup tetap korup.‪Maka tidak heran jika Rofats. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. Fusuq dan Jidal marak dimana-mana sampai terjadi krisis moral‬‬ ‫. perzinaan dan pembunuhan akan mudah diatasi. yang kasar akan menjadi pengantin dan yang‬‬ ‫. mereka tidak mengambil manfaat dari‬‬ ‫‪ibadah haji selain menambah gelar Pak Haji atau Bu Hajjah. yang jahat tetap jahat‬‬ ‫. krisis kemanusiaan. yang lintah darat tetap lintah darat. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. yang artis‬‬ ‫. krisis politik. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ُ ْ ِ َ ِ ْ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ٍ َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫الرحي ْم.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب.

قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ُ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ْ ِ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ِ ْ ُ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ َ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam membisiki Abu Bakar.‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ ( Januari 2004 / 30 dzulqa'dah 1425 22 ) 46 Hijrah. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ditangkap musuh dan dibunuh. sedang musuh-musuh yang siap "menerkam" berdiri di mulut gua. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ . musuh bebuyutan Nabi itulah yang menganggap mustahil Muhammad yang sedang dicari-cari itu berada di dalam gua ini. 5 kilometer dari Makkah.. يا أ َي ّها ال‬ ُ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. Peristiwa Penuh Strategi Oleh: H Hartono Ahmad Jaiz ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ِ ّ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . keluar dari mulut Abu Bakar yang mengkhawatirkan.‫َ وزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ّ َ ّ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ َ َ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ َ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . Sementara orang-orang kafir Makkah yang sejak semula memusuhi bahkan ingin membunuh Nabi itu meningkat jadi berlomba mencari hadiah 100 unta dalam rangka membunuh Nabi.‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. Isak tangis pun tak bisa ditahan. “Laa tahzan innallaha ma'anaa”. janganlah engkau bersedih hati. Maka bubarlah para calon pembunuh yang ingin menggondol 100 unta bila menemukan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ini.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Adegan yang sangat tegang memecahkan genangan air mata Abu Bakar di dalam gua Tsur. Tingkah polah kaum kafir Makkah yang haus darah dan serakah harta ini tidak . di luar kota Makkah. قال ت َعالى: يا‬ َ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. Abu Bakar mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam di dalam gua. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ َ ُ ْ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Musuh bebuyutan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yang memimpin pengejaran dan akan membunuh Nabi pun berada di mulut gua Tsur. Musuh-musuh yang pedangnya siap menebas Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalamberdiri di hadapan Abu Bakar. Tiga malam lamanya Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam dan Abu Bakar As-Shiddiq berada di dalam gua. hanya berbatas cahaya. karena sesungguhnya Allah beserta kita. Justru Umayyah Ibnu Khalaf.

lantas pagi hari Abdullah sudah berada di kalangan kaum Quraisy Makkah. bernama Abdullah Bin Uraiqith. Bukan Meninggalkan Medan Peristiwa hijrah (pindahnya) Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) itu bukanlah suatu kejadian pemimpin lari meninggalkan medan. Ali. Umat Islamlah yang dipersilakan duluan untuk meninggalkan Makkah. Sedang di Makkah tinggallah Nabi. mendirikan masjid. Mereka dengan sangat gembira menjemput Nabi SAW. Abu Bakar sebelumnya telah berjanji dengan penunjuk jalan yang mahir. bertepatan 20 September 622 Masehi. Nabi dengan ajarannya itu akan menang. Padahal. maka Amir bin Fuhairah menggiring kambingnya menyusuri bekas-bekas tapak kaki Abdullah. 17 Hirjiyah/639 M atas usulan Ali bin Abi Tholib. Asma' binti Abu Bakar membawakan makanan untuk Nabi dan Abu Bakar yang berada di dalam gua. lalu diminta untuk bersama Nabi). Penunjuk jalan ini disewa. keluar dari gua Tsur menuju Yatsrib (kini bernama Madinah). terjadi pada 2 Rabi'ul Awwal. . Peristiwa singgah di Quba. Sekalipun Hijrah itu sendiri terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal. namun ia tidak mau membocorkan perjanjian. Namun Nabi tidak langsung ke Yatsrib. Kehadiran Nabi Shalallaahu alaihi wasalam sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Yatsrib. Shuhaib. di tempat Bani Amr bin Auf inilah yang sampai kini dicatat sebagai peristiwa hijrah yang menurut penyelidikan Mahmud Basya. mendekati gua Tsur. Dan Suraqah yakin. walaupun telah "sempurna" kekejaman kaum kafir Quraisyh dalam memusuhi Nabi dan pengikutnya. namun tidak ada masalah dalam penanggalan Hilaliyah dimulai dengan Muharram. Ali bertugas menggantikan tidur di tempat tidur Nabi Shalallaahu alaihi wasalam saat malam pengepungan oleh kaum Quraish. Abdullah mendatangi Nabi.mudah diajak kompromi. Untuk itu. singgah dulu di Quba'. Zaid bin Haritsah dan beberapa orang lemah yang belum siap berhijrah. Karena. Sedang Abu Bakar diminta untuk menunggu Nabi di luar Makkah. Dalam perjalanan dari gua Tsur menyusuri pantai menuju ke Yatsrib berkendaraan unta. Abdullah tetap berada di Makkah bersama mereka. Sekalipun Abdullah Bin Uraiqith ini masih belum Islam. 6.12 gram = 18. halaman 83 atau terjemahannya hal 108). ahli falak. Abdullah bin Abu Bakar memainkan peran yang cukup penting. Hingga sekarang dikenal dengan Masjid Quba'. (lihat Nurul Yaqin. Sementara. Sampai tiga kali. dari lobang yang memerosok-kan kaki kuda itu keluar debu yang amat banyak.720 gram. Pada saat manusia lelap tidur menjelang fajar. Untuk membela agama yang akan ditumpas oleh kaum kafir Quraisy ini Abu Bakar membawa harta sebanyak 6. dan tidak tergiur oleh sayembara hadiah 100 unta bagi yang mampu menemukan/membunuh Nabi. Abu Bakar (yang tadinya akan berangkat pula. Untuk melanjutkan perjalanan. dan diharap menemui Abu Bakar di gua Tsur setelah tiga hari. Setiap hampir sampai di belakang Nabi Muhammad SAW. kuda Suraqah terperosok kaki depannya ke dalam pasir. Maka orangorang Quraisy menduga. semua gerak-gerik dan rencana Quraisy telah disadap dan disampaikan kepada Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . Setiap malam Abdullah bin Abu Bakar menginap di dekat kaum Quraisy yang memusuhi Nabi di Makkah.000 x 3. tidaklah Nabi lari duluan. mata uang perak. yang kemudian bertemu untuk masuk ke gua Tsur seperti tersebut. Maka Suraqah minta perlindungan kepada Nabi dan Abu Bakar. Beratnya. Hilanglah jejak-jejak kaki di padang pasir itu. dekat Madinah. dan yang terakhir. Nabi dan Abu Bakar yang dipandu oleh Abdullah Bin Uraiqith ini dikejar oleh Suraqah Bin Malik AlMudlaji dengan kuda. Untuk menghilangkan jejak-jejak kaki Abdullah yang berjalan di padang pasir antara Makkah dan gua Tsur itu. Hal itu ditetapkan dalam sidang pada masa pemerintahan Umar bin Khothob. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan perhitungan tahun pertama Hijriyah.000 Dirham.

hal 32. Memilih nifak atau mengadakan makar. Peran Abu Bakar Shiddiq dalam peristiwa Hirjah ini sungguh besar.808 gram emas. bagaimana nasib umat Islam yang telah berada di negeri orang. walau hijrah telah dilaksanakan. Usaha maksimal Abu Bakar yang penuh risiko. Abu Lahab. Sulaiman Rasyid. Amir Taat Nasution. di bawa ke hadapan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pada peristiwa lain. Dan siapa lagi nanti yang akan membimbing menyiarkan ajaran Islam yang baru embrio ini. Abdullah dan Asma'. sampai tidak tergiur memilih ikut sayembara hadiah 100 unta bila menemukan/membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. kaum Muhajirin. Pengaruh hijrah dan kemenangan perang Badr ini satu segi lebih memantapkan muslimin Muhajirin dan Anshor. Ternyata pada tahun kedua Hijriyah. (nilai ini diperbandingkan dalam zakat). kaum kafir Makkah tentu tidak rela adanya peristiwa hijrah massal ini. Ini menurut Fiqh Islam. Maka. Sewaktu dikejar oleh Suraqah di tengah perjalanan menuju Yastrib. menangisnya Abu Bakar. seketika Abu Lahab. Apalagi. Entah berapa dirham Abu Bakar menyewa tukang penunjuk jalan.6 gram. Semua itu dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran. apa yang masih ada padamu? Malah dijawab oleh Abu Bakar. Bekal Abu Bakar 6. Perang yang langsung dipimpin Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini dimenangkan oleh kaum muslimin. Penggalangan kekuatan umat yang terdiri dari kaum Muhajirin (yang datang dari Mekkah) dan Anshor (yang asli Madinah) ditata dengan penuh semangat persaudaraan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tentu saja Abu Bakar amat khawatir. semuanya menyadari.Nilainya sama dengan 2. harta benda seluruhnya disumbangkan untuk Islam. Hingga kaum Anshor rela mengorbankan harta untuk saudara-saudaranya. di mulut gua. kaum Muhajirin. Hingga. baik jiwa maupun harta itu. Abdullah Bin Uraiqith yang belum memeluk agama Islam. Abu Bakar senantiasa menengok ke belakang. hingga menjadi penyelidik khusus dan penjamin makan yang cukup menanggung risiko dalam perjalanan Makkah-Gua Tsur. Sampai Nabi Shalallaahu alaihi wasalam terheran-heran. Karena. Abu Bakarlah yang tahu persis bagaimana keganasan orang yang akan membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan ingin meraih hadiah 100 unta sebagai pahlawan Quraisy. Pengaruh Abu Bakar terhadap anak-anaknya. Ukuran zakat harta adalah 200 Dirham (perak) atau 20 Dinar (emas). peristiwa hijriyah ini disusul dengan problema yang cukup kompleks. Bukan sekadar penggusuran secara . Siapa pengayom jiwa mereka. Peristiwa-peristiwa menegangkan yang langsung dialami oleh Abu Bakar dalam mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini lebih menebalkan keimanannya yang memang sudah kaliber amat tangguh. ia langsung berodol jantungnya. Ditanya. sedang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam tetap tegar menghadapkan muka ke depan. sebagai manusia. Dengan demikian. menyikapi dengan tingkah lain. Perjuangan tidak selesai. 100 kuda dan 700 unta untuk menyerbu umat Islam. bahwa Allah dan Rasul-Nyalah yang ada padanya. dedengkot kafir Quraisy mendengar kabar kekalahan itu. namun satu segi menjadikan tokoh Madinah yang akan tergusur pengaruhnya serta kaum Yahudi. sangat bisa dimaklumi. suatu prestasi yang sangat di luar dugaan. H. 100 unta yang disumbangkan untuk memusuhi muslimin telah sia-sia. yang didampingi adalah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang akan dibunuh. sedang kaum Yahudi merencanakan makarnya untuk membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. dedengkot kafir Quraisy rela menyumbangkan 100 unta untuk perang menyerbu muslimin yang berjumlah 313 orang dengan 2 kuda dan 70 unta. 20 Dinar emas = 20 mitsqol = 93. kaum kafir Quraisy telah menyiapkan 950 tentara. Hingga sebagian mereka merelakan sebagian isterinya dicerai agar dikawini saudaranya. Hingga. Terjadilah perang Badr pada bulan Ramadhan. di Madinah (Yatsrib). hingga ia sangat menyesalinya. Abdullah bin Ubay bin memilih nifak.000 Dirham itu dicatat dalam buku "Muharram dan Hijrah". 2 Hijriah. (192-193) 1. masih pula dilacak oleh kaum kafir Quraisy sampai di hadapan Abu Bakar.

kaum kafir Makkah yang mengejar-ngejar Nabi Shalallaahu alaihi wasalam hingga Nabi berhijrah itu. Tabiat pedagang dari Makkah yang keras bisa bersatu menjadi bersaudara dengan tabiat petani Madinah yang lunak dan sopan. Umat tidak berfirqoh-firqoh (pecah belah). Khoiro Ummah. dan tidak berkutiknya orang munafik. namun justru menambah wawasan dan kecermatan umat dalam menempuh gelombang hidup. tanpa mengeruk keuntungan pribadi dengan dalih demi kelancaran pembinaan masyarakat. Karena. 8 tahun kemudian mereka semua masuk Islam dengan sukarela. Naluri manusia cenderung membela kebenaran. Lalu Nabi n menegaskan. Peristiwa Hijrah yang membuahkan masyarakat berkadar khoiro ummah ini mengakibatkan tidak berdayanya kaum kafir. itu semua mewujudkan umat yang terbaik. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. seperti Abu Sufyan yang tadinya sangat memusuhi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pun masuk Islam. di saat masyarakat bobrok kondisinya. pucuk daun itu belum sempat berbalik. orang munafik pun tidak mendapatkan hasil apa-apa. sebaik-baik umat. tentu saja kebobrokan itu akibat dari banyaknya orang munafik.fisik seperti di Makkah. Khutbah Kedua . Perpaduan yang saling tenggang rasa. musuh dalam selimut. namun lebih beragam lagi' permusuhan licik.‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Kemunafikan dan persekongkolan yang menghadang di hadapan umat Islam bukan membuat padamnya Islam. Ibarat pucuk cemara yang meliuk ikut hembusan angin. Maka Islam disebut pula agama fitrah. di saat umat kondisinya bobrok. bila muslimin terbaik itu jumlahnya sangat minim. Jegal-menjegal tidak mereka kenal. Sebaliknya. Madinah/Anshor). para musuh bebuyutan. yang dalam istilah agama disebut fitrah. sekalipun kesadaran mereka baru datang di masa pensiun. justru ia sendiri sangat rapi dalam menyimpan kemunafikannya. tahun 8 Hijriyah). Tidak ada penolakan atau kata terlambat yang diucapkan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. dan persekongkolan jahat yang tak henti-hentinya. orang munafiq seperti Abdullah bin Ubay bin Salul yang ingin senantiasa menjegal Nabi Shalallaahu alaihi wasalam serta pengikutnya. yaitu penduduk Makkah masuk Islam semua secara serentak. kemudian bertabrakan sesamanya. Mafhum mukholafah atau analogi logisnya. di saat angin sudah berbalik arah. Banyaknya jumlah munafik kini mengakibatkan perben-turan kepentingannya. setiap shalat pun di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . tanpa mengungkit jasa. dan kemunafikan tidak berkutik. Hingga. Semuanya dalam persaudaraan. otomatis akan sia-sia. Sedang Nabi n sama sekali tidak dendam kepada mereka. tidak menonjolkan identitas keaslian daerahnya (Makkah/Muhajirin. Tokoh-tokoh tua. tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah (terbukanya Makkah. Hingga tak mengherankan. maka kemunafikan pun tidak membuah-kan hasil. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. seia sekata. قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ . tolong menolong. yaitu agama yang memang sesuai dengan naluri manusia itu sendiri. Sangat menampakkan keislamannya. Hijrah membuahkan masyarakat muslim terbaik.

رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َ‬ ‫ّ ة.‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫74‬ ‫‪Muhasabah Di Bulan Muharam‬‬ ‫‪Oleh: Faqihuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى:‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫َ ْ ً َ‬ ‫ً‬ ‫إن أ َصدقَ ال ْحديث كتاب الله، وأ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ َ حسن الهدْي هدْي محمد صلى‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ ِ ِ َِ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ َ‬ . الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وصلى الله وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب.‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. ي ُصل ِح ل َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ْ ك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫فاز‬ ‫َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫فوزا عظِي ْما.

Setelah kita bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan bershalawat kepada nabi kita Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. . dan dunia ini hanya merupakan persinggahan. Padahah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam dan para sahabatnya serta ulama pendahulu umat tidak pernah melakukan hal tersebut. أ‬ ‫ّ ِ ما ب َعد؛‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ِ ُ ْ ّ Sidang Jum’ah yang berbahagia.” (QS. minggu ke minggu dan bulan ke bulan. Sidang Jum’at yang berbahagia Maka seorang yang beriman kepada Allah. meridhoi dan menerima amalan yang kita lakukan sebagai amalan ibadah yang diterima serta kita memohon pula untuk senantiasa dijadikan pengikut Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang setia hingga akhir hayat serta kita tidak kembali keharibaanNya kecuali dalam keadaan berserah diri kepadaNya. sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita di dalam surat Ali Imran ayat 102: Artinya: “Dan janganlah kamu mati. sehingga memperingatinya merupakan suatu hal yang menjadi keharusan bahkan terkadang sampai keluar dari syari’at Islam. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapan dan keindahannya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk sia-sia.. Dari hari ke hari. Allah berfirman di dalam surat AdzDzariyat ayat 56 sebagai berikut: Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu (beribadah kepadaKu). Dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. Tanpa tujuan yang jelas. Banyak dari saudara kita yang menjadikan bulan Muharram ini sebagai momentum.ّ َ ٌ َ ‫الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ ‫بدعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. karena sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya berkurang kesempatan untuk hidup di dunia ini. (Al-Hasyr: 18). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Hasyr: Artinya: “Hai orang-orang beriman. tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran bulan Muharam yang merupakan permulaan dari putaran bulan dalam kalender hijriyah.” Sidang Jum’at yang berbahagia . dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi tersebut. yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat. kecuali dalam keadaan beragam Islam. Kita berharap dan memohon semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala. Berkenaan dengan ini Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. Ali Imran 102) Sidang Jum’at yang berbahagia Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari. Hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal. (Al-A’la: 17). Sidang Jum’at yang berbahagia Mestinya kita banyak bertafakur untuk bermuhasabah atas bertambahnya umur ini.

. baik terhadap perkara yang diperintahkan ataupun perkara yang dilarang.. “Takwa kepada Allah artinya. hakikat takwa adalah mentaati Allah atas dasar iman dan ihtisab. dan juga siksaNya. Sidang Jum’at yang berbahagia . Ibnu Abas Radhiallaahu anhu berkata. Sering kita mendengar kata takwa dari ustadz. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya takwa”. (Ali Imran: 102).. Ternyata bukan itu semua. Allah berfirman dan mengingatkan kita semua dalam surat Al-Baqarah: Artinya: “Berbekallah. karena taqwa adalah sebaik-baik bekal dan persiapan. Sedangkan takwa menurut syariat para ulama berbeda pendapat. Ibnu Qayyim menyatakan. dengan imannya itu pula ia meninggalkan yang dilarangNya dan takut terhadap ancamanNya. mubaligh dan para penceramah. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal”. yaitu seorang hamba melindungi dirinya dari kemurkaan Allah. Hal itu seperti firmanNya: Artinya: “Dan hanya kepadaKulah kamu harus bertakwa. Sebagaimana Allah ingatkan dalam firmanNya: Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”. bangsawan atau kyai.Sidang Jum’at yang berbahagia . dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa. namun semuanya bermuara pada satu pengertian. Mengapa demikian? Di antara sebabnya mereka belum tahu hakekat takwa. namun bagi kebanyakan kita antara perbuatan dengan apa yang didengar tentang takwa jauh dari semestinya. selain pertama dan kedua. (QS. Dan kata Al-Wiqa’ yaitu segala sesuatu yang digunakan sebagai pelindung. Maka inilah hakikat takwa dari makna takwa.” (Al-Baqarah: 41). . sebab Allah Maha Kaya. Sidang Jum’at yang berbahagia. Maha Berkuasa dan Maha Suci tidak memandang yang lain dari hambaNya kecuali taqwa hambaNya. Lalu bekal apa yang akan kita bawa menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan tersebut? Dengan hartakah? Pangkatkah yang kita banggakan? Atau keturunankah? Saya keturunan raja. Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang mentaati Allah dan rasulNya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepadaNya maka mereka itulah orang yang beruntung”. selalu diingat dan tidak dilupakan. Ar-Rafi’i menyatakan dalam Al-Mishbahul Munir Fi Gharibisy Syahril Kabir. “Taatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaatan. sebagaimana firmanNya: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. disyukuri dan tidak dikufuri.” Ketiga. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangNya. tingkatan dan buah dari takwa tersebut. Sidang Jum’at yang berbahagia Jelas bagi kita bahwa bekal yang harus kita persiapkan tiada lain hanyalah taqwa. Al. Sehingga hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri tanpa adanya perhatian penuh terhadap pentingnya bertakwa yang merupakan sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia ini terlebih kehidupan akhirat nanti.” Mujahid berkata. Itulah arti takwa secara bahasa. Baqarah: 197). At-Takwa dalam Al-Qur’an mencakup tiga makna yaitu: pertama: takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. Kedua: Bermakna taat dan beribadah. “Waqahullahu Su’a” artinya Allah menjaga dari kejahatan. (An-Nur: 52). Maka dia melakukan perintah itu karena imannya terhadap apa yang diperintahkanNya disertai dengan pembenaran terhadap janjiNya. Allah harus ditaati dan pantang dimaksiati.

Di antara janji Allah yang merupakan buah dari takwa adalah memberikan jalan keluar dan mendatangkan rizki. sudah semestinya dalam menghadapi bulan Muharam ini dengan bertafakkur. Yang terkadang kita begitu bersemangat dan penuh antusias menggapai kehidupan yang fana ini. selalu berusaha sungguh-sungguh berada dalam keadaan taat secara menyeluruh. nawafil (sunnah).‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ْ ْ َ ِ َ ِ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ُ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Apa yang kita dapatkan bila bertakwa kepada Allah? Allah Ta’ala menjanjikan kepada kita. niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari beban yang ia pikul. Mengadakan jalan keluar artinya menyelamatkannya dari setiap kesulitan di dunia dan akherat. Memelihara dan menjaga dari perbuatan bid’ah 3. Serta meninggalkan yang tidak bermanfaat karena khawatir terjerumus ke dalam dosa. itulah cakupan takwa sebagaimana dimengerti oleh salafush shalih. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ ُ ِ ّ َ َ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ُ ُ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫وال ْمؤمنات. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. sudah sejauh mana persiapan kita menghadapi kehidupan yang abadi tersebut.Sidang Jum’at yang berbahagia . baik dalam perkara wajib. Memelihara dan menjaga dari perbuatan maksiat. Sehingga seorang disebut muttaqin. Para mufassir juga berkata. Demikianlah kita sebagai hamba Allah. bahwa takwa mempunyai tiga kedudukan: 1. Sidang Jum’at yang berbahagia. secara ringkas) Dan balasan bagi mereka di akhirat yang jelas adalah akan mewarisi tempat yang merupakan dambaan setiap insan yaitu Surga dengan segala kenikmatannya. meninggalkan kemaksiatan berupa dosa besar dan kecil. Allah Ta’ala berfirman: “Itulah Surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa” (Maryam: 63). ia mendapat keberkahan dalam rizkinya. Ibnu ‘Uyainah berkata itu artinya.” (At-Thalaq: 2-3). فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ُ َ ْ ُ َ . Dan Abu Sa’id AlKhudri berkata: Barangsiapa berlepas dari kuatnya kesulitan dengan kembali kepada Allah. Memelihara dan menjaga dari perbuatan syirik 2. “ (Jami Ahkamiil Qur’an. VIII: 6638-3369. Amiin. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ،‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia mengadakan baginya jalan keluar. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. akan berada dalam kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ .

الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب مجيب الدعوات. الل ّهم أ َ‬ ‫ّ َ َ ِ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه،‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ ُ ِ ْ ُ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ . ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.