Doa Idul Adha Hadirin dan hadirat yang berbahagia, Akhirnya, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah

`Azza wa Jalla. Semoga Dia berkenan mengabulkan segala permohonan kita. Allahumma Ya Rabbana, telah banyak Engkau berkahi kami dengan rahmat karunia-Mu, namun kami sering menganiaya diri kami sendiri. Betapa banyak sudah dosa yang kami lakukan, sehingga kami malu berdoa kepada-Mu. Namun, kemana lagi kami harus mengadu dan memohon ampun Ya Allah, kecuali hanya kepada-Mu. Kami tidak putus harapan mengadu padaMu. Kami tidak letih meminta dan mengharap pada-Mu. Betapapun besarnya kesalahan dan dosa kami, maaf dan ampunan-Mu meliputi segala sesuatu. Karena itu Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, hapuskanlah segala kesalahan kami, bersihkan hati dan jiwa kami, indahkan akhlaq dan kelakuan kami, sambungkan kembali persaudaraan di antara kami, angkatlah bangsa kami Ya Allah dari jurang kehinaan, berilah kami pemimpin yang mampu membimbing kami ke arah kebaikan, dan tunjukkan bagi kami jalan keselamatan dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Kabulkanlah doa permohonan kami.

Sumber:
www.alsofwah.or.id/khutbah

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com

1
Sudah Terujikah Iman Kita Oleh: Ade Hermansyah Bin Bunyamin Khutbah Pertama

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َمه. أ َش مهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه‬ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ُ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ‫إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلممى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ .‫آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ُ .‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ال ّذي خل َقك ُم من ن َف مس واح مدَة وخل َمق من ْه ما زوجه ما وب َمث‬ ّ َ َ ٍ ِ َ ٍ َ ‫َ ِ َم َ ْ َ َم‬ َ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون به وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم‬ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ ْ ِ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم‬ ّ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ‫من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء‬ ً َ َ ً َ ِ َ ُ ِ .‫رقي ْبا‬ ً ِ َ

ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. ي ُصل ِح ل َك ُمم أ َعممال َك ُم وي َغفمر ل َك ُمم‬ ‫ْ َم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫ذُن ُوبك ُم ومن يطع الله ورسول َه فقد فاز فوزا عظيما. أ‬ ‫َ ِ ْ ً ماب َعد؛‬ ً ْ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ُ ْ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الل مه عل َي ْمه وس مل ّم وش مر‬ ‫م‬ َ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ّ َ ٌ َ .‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ِ ّ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia! Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10: Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”? Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!

Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107). Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat. Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu. ‫لقد كان من قبلكم ليمشط بمشاط الحديد ما دون عظامه من لحم أو عصلب ملا يصلرفه ذللك علن دينله ويوضلع المنشلار عللى‬ ََ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ٍ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ َْ َ ْ َ َ َ ْ َ َ .(‫مفرق رأسه فيشق باثنين ما يصرفه ذلك عن دينه. )رواه البخاري‬ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ّ ُ َ َ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ ... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202). Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada? Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah! Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah berbeda-beda. Dan ujian dari Allah bermacam-macam bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para pendahulu kita:

Yang pertama: Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaffat 106). Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun dijalankan. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Shallallaahu alaihi wa salam dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berat itupun dijalankannya. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang menutup seluruh aurat) secara tegas untuk membedakan antara wanita Muslimah dan wanita musyrikah sebagaimana firmanNya: Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mumin” “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab, 59). Namun kita lihat sekarang masih banyak wanita Muslimah di Indonesia khususnya tidak mau memakai jilbab dengan berbagai alasan, ada yang menganggap kampungan, tidak modis, atau beranggapan bahwa jilbab adalah bagian dari budaya bangsa Arab. Ini pertanda bahwa iman mereka belum lulus ujian. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam memberikan ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya: ٌ َ ِ َ ٌ َ ْ ِ ‫ِ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ َ َ ُ ْ ِ َ ٌ ََ ْ َ ِ ْ َ َ ِ َ ْ ِ ُ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ م‬ ‫صنفان من أهل النار لم أرهما؛ قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بهللا النلاس، ونسللاء كاسليات عاريللات ُميلت ملائلت‬ .(‫رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة ل يدخلن الجنة ول يجدن ريحها. )رواه مسلم‬ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ََ ّ ُ ُ ْ ُ ُ “Dua golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wanginya”. (HR. Muslim, Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayyan, juz 14 hal. 109-110). Yang kedua: Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumah. Namun Nabi

seluruh hartanya telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan untuk nafkah dirinya. ورجل طلبته امرأة ذات منص ٍ وجمال فقال إني أخاف ال . Begitulah ujian Allah kepada NabiNya. 51). Pada saat seperti inilah sikap Nabi Yusuf Alaihissalam perlu ditanamkan dalam dada para pemuda Muslim. juz 3 hal. namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya.. Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari cet. dan seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik. atau dibunuh beberapa saat setelah si bayi lahir. Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah. minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat. ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya.(‫سبعة ي ِلهم ال في ظله يوم ل ظل إل ظله . kemudian keluarlah mata air dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu. Al-Bukhari Muslim. tinggal ia dan isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. (Tafsir Ibnu Katsir.” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu. )متفق عليه‬ َ ُ َ َ ْ ّ ِ َ َ َ ٍ َ َ َ ‫َ ْ َ ٌ ُ ظ ّ ُ ُ ُ ِ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ِ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ٌ َ َ َ ْ ُ ْ َ َ ٌ َ ُ َ ْ ِب‬ “Tujuh (orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindunganNya. di saat pintu-pintu kemaksiatan terbuka lebar. sehingga tak heran bila menurut sebuah penelitian. ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti sebagaimana sabdanya: ..Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya. Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya. Keadaan seperti itu diperparah dengan semakin banyaknya media cetak yang berlomba-lomba memamerkan aurat wanita. 52). Yang ketiga: Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit.. (Tafsir Ibnu Katsir.. bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya enam dari sepuluh remaja putri sudah tidak perawan lagi. Perzinahan sudah seakan menjadi barang biasa bagi para pemuda. tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada . seluruh kerabatnya meninggalkannya. sampai-sampai anakanak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang kecanduan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat maksiat. Para pemuda Muslim harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Juz 4 hal. masa delapan belas tahun ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat. . Daar Ar-Rayyan. 344 dan Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. lalu ia berkata aku takut kepada Allah…” (HR. Musibah ini berjalan selama delapan belas tahun.. padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. maka hilanglah seluruh penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. Dar Ar-Rayaan. juz 7 hal. Sebagai contoh. Di antara akibatnya setiap tahun sekitar dua juta bayi dibunuh dengan cara aborsi. pelacuran merebak di mana-mana. terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang. 120-121). sampai pada saat yang sangat sulit sekali baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia menyeru Tuhan-nya. Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya. Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita ikuti. juga media elektronik dengan acara-acara yang sengaja dirancang untuk membangkitkan gairah seksual para remaja. Juz 4 hal.

dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub Alaihissalam ini. Sidang jamaah rahima kumullah Yang keempat: Ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah n di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. (DR. Akram Dhiya Al-‘Umari, As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 182). Juga apa yang dialami oleh para shahabat tidak kalah beratnya, seperti apa yang dialami oleh Yasir z dan istrinya Sumayyah dua orang pertama yang meninggal di jalan dakwah selama periode Mekkah. Juga Bilal Ibnu Rabah Radhiallaahu anhu yang dipaksa memakai baju besi kemudian dijemur di padang pasir di bawah sengatan matahari, kemudian diarak oleh anak-anak kecil mengelilingi kota Mekkah dan Bilal Radhiallaahu anhu hanya mengucapkan “Ahad, Ahad” (DR. Akram Dhiya Al-Umari, As-Siroh An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 154-155). Dan masih banyak kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa pengorbanan dan penderitaan mereka dalam perjuangan mempertahankan iman mereka. Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam. Musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita umat Islam di berbagai tempat sekarang akibat kedengkian orang-orang kafir, adalah ujian dari Allah kepada umat Islam di sana, sekaligus sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam di daerah-daerah lain. Umat Islam di Indonesia khususnya sedang diuji sejauh mana ketahanan iman mereka menghadapi serangan orang-orang yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Sungguh menyakitkan memang di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim terjadi pembantaian terhadap kaum Muslimin, sekian ribu nyawa telah melayang, bukan karena mereka memberontak pemerintah atau menyerang pemeluk agama lain, tapi hanya karena mereka mengatakan: ( Laa ilaaha illallaahu ) ‫ ,ل إله إل ال‬tidak jauh berbeda dengan apa ُ ّ ِ َ َِ َ yang dikisahkan Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4 sampai 8: “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.

Peristiwa seperti inipun mungkin akan terulang kembali selama dunia ini masih tegak, selama pertarungan haq dan bathil belum berakhir, sampai pada saat yang telah ditentukan oleh Allah. Kita berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara kita yang gugur dalam mempertahankan aqidah dan iman mereka, dicatat sebagai para syuhada di sisi Allah. Amin. Dan semoga umat Islam yang berada di daerah lain, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, sehingga mereka tidak lengah menghadapi orang-orang kafir dan selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah serta selalu siap sedia untuk berkorban dalam mempertahankan dan meninggikannya, karena dengan demikianlah pertolongan Allah akan datang kepada kita, firman Allah. “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad: 7). .‫أقول قولي هذا وأستغفر ال العظيم لي ولكم. واستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ َ َ َ َ ً ْ ُ ِ َ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي كان ب ِعباده خب ِي ْرا ب َصي ْرا، ت َبارك ال ّذي جعل في السماء ب ُروجا وجع مل‬ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ً ِ ً َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ‫فيها سراجا وقمرا من ِيرا. أ َشهد ا َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ً َ ِ ْ ْ ‫ُ ش مهدُ ا َن محم مدا عب ْمدُهُ ورس مول ُه‬ ‫ُ َ ُم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ُ ً ْ ُ ً َ ِ َ ِ َ ً َ َ ِ َ َ ّ‫ال ّذي ب َعث َه بال ْحق ب َشي ْرا ون َذي ْرا، وداعيا إ ِلى ال ْحق ب ِمإ ِذْن ِه وس مراجا من ِي ْمرا. الل ّه مم ص مل‬ ُ ً َ ِ َ ِ ّ َ ّ َ ِ ُ َ ْ ِ َ ّ ُ ً ِ َ ً ِ َ ‫عل َيه وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. أ‬ َ َ َ ِ ْ َ ‫ْ ً ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ ْ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ .‫يا أيها الذين آمنوا اتقوا ال ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا ال إن ال خبير بما تعملون‬ َ ْ َُ ْ َ َ ِ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ َ ُ ّ َ ٍ َ ِ ْ َ ّ َ َ ٌ ْ َ ْ ُ ْ ََْ َ ُ َ َُ َ ْ ِ ّ َ َّ َ Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah! Sebagai orang-orang yang telah menyatakan iman, kita harus mempersiapkan diri untuk menerima ujian dari Allah, serta kita harus yaqin bahwa ujian dari Allah itu adalah satu tanda kecintaan Allah kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam : ،‫إن عظم الجزاء مع عظم البلء وإن ال إذا أحب قوما ابتلهم، فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط. )رواه الترمللذي‬ ُ ْ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ً ْ َ ّ َ َ َ ِ َ ّ َِ ِ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ ِ .(‫وقال هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه‬ “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah”. (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata hadits ini hasan gharib dari sanad ini, Sunan At-Timidzy cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, juz 4 hal. 519). Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam menghadapi ujian yang akan diberikan olehNya kepada kita. Amin. َ َ َ ْ َ .‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ّ ّ َ ّ ْ ً ُ َ َ َ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ

َ َ ُ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ورضي اللمه ت َعمالى عمن كمل صمحاب َة رسمول‬ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ْ َ َ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ِ .‫الله أ َجمعي ْن‬ َ ِ َ ْ ِ َ َ .‫رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب‬ ً َ ْ َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ َ ْ ُ .‫رب ّنا أ َفرغ عل َي ْنا صب ْرا وث َب ّت أ َقدامنا وان ْصرنا على ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن‬ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ ْ َ ً َ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن، وأ َصل ِح ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن، وأ َل ّف ب َي ْن قلمموب ِهم وأ َصممل ِح‬ ْ ّ ِ َ ُ َ ْ ْ َ ْ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ْ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ َ ْ ْ ُ ْ ّ َ َ ْ ِ ّ َ َ َ ّ َ َ ِ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ‫ذات ب َي ْن ِهم وان ْصرهم على عدُوك وعدُوهم ووفقهم ل ِل ْعمل ب ِما في ْمه ص مل َح ا ْل ِس مل َم‬ .‫وال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ َ .‫الل ّهم ل َ ت ُسل ّط عل َي ْنا ب ِذُن ُوب ِنا من ل َ ي َخافك في ْنا ول َ ي َرحمنا‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ َ .‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ .‫سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلم على المرسلين والحمد ل رب العالمين‬ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ْ َِ ْ ُ ْ ََ ٌ َ َ َ َ ْ ُ ِ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ

2
Beriman Kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam Oleh: Waznin Ibnu Mahfudl Jamaah Jum’at rahimakumullah, marilah kita kenang, kita ingat kembali, dua sifat agung yang merupakan pangkat dan keagungan khusus bagi umat Islam, bagi hadirin jamaah Jum’at, khusus bagi kita yang beriman. Dua sifat itu adalah syukur dan shabar. Dari saat yang mulia ini dan seterusnya sampai akhir hayat, marilah tetap kita sandang dua sifat itu, “syukur dan shabar”. Dalam kesempatan kali ini, setelah mensyukuri hidayah Iman, Islam dan Taqwa, marilah kita sedikit membahas “Syukur atas Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, serta shabar dalam menegakkan sunnah beliau. 1. Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah dasar agama yang Maha Benar ini, dienul Islam, sebagaimana sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam: ... ‫بني السلم على خمس: شهادة أن ل إلله إل ال وأن محمدا عبده ورسوله‬ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ُ َ ْ ِ َ ِ ُ “Artinya: Islam itu dibangun di atas lima rukun, bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya ... (HR. Muslim I/45. Lihat Al-Bukhari I/13).

Setelah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka beriman kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagai pondasi yang utama. Sebab seluruh pondasi yang lainnya dibangun di atas keimanan pada Allah dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. Sehingga orang yang tidak mengimani Rasulullah dan hanya beriman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa saja, itu tidaklah cukup, dan batal Iman yang demikian itutidak sah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ‫وال ّذي ن َفس محمد ب ِي َده، ل َ ي َسمع ب ِي أ َحدٌ من هذه ال ُمة ي َه مودي ول َ ن َص مرا ن ِمي، ث ُمم‬ ِ ِ َ ْ ِ ِ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ّ ّ َ ْ َ ّ ِ ‫ُم‬ ّ َ ‫يموت ول َم يؤمن بال ّذي أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ َ (‫َ ِ ْ صحاب النار. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ ِ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ “Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya! Tidak seorangpun yang mendengar tentang aku dari umat (manusia) ini, seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian meninggal dunia dan tidak beriman kepada yang aku diutus karenanya, kecuali ia termasuk menjadi penduduk Neraka”. (HR. Muslim I/34). Itulah pentingnya beriman kepada Rasul yang merupakan pondasi agama dan amal-amal ibadah. Sehingga tanpa mengimani Rasul alias ingkar kufur pada Rasul, maka gugurlah amal kebaikan serta jauh dari rahmat Allah. Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amal-amalnya dan ia di hari akhirat termasuk orangorang yang merugi”. (Al-Maidah: 5) “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”. Bahkan mereka akan ditimpa musibah dan adzab yang pedih, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nur : 63. “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih”. Oleh sebab itu maka hendaklah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas hidayah Iman kita kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan bersabar dalam mengikuti dan mentaati beliau.
2. Siapakah Rasulullah Muhammad itu?

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah manusia biasa, bukan malaikat dan bukan pula anak Tuhan atau lain-lainnya. Beliau secara manusiawi sama dengan kita seluruh umat manusia. Terbukti beliau terlahir dari jenis manusia, ayahanda beliau serta ibunya adalah Abdullah bin Abdul Muthallib, serta ibundanya bernama Aminah, keduanya dari

dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesunggu-hnya Engkaulah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Baqarah: 129). Sesungguhnya saya hanyalah seorang hamba. maka katakanlah: Hamba Allah dan RasulNya”. Abu Dawud). ول تجعلوا قبري عيدا )رواه أبو داود‬ ً ْ ِ ْ ِ ْ َ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ “Janganlah engkau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan (sepi dari ibadah) dan jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan” (HR. Sebagai rahmat dan jawaban atas permohonan Abul Anbiya’ Ibrahim alaihis salam yang tercantum dalam firman Allah: Artinya : “Ya Tuhan kami. melarang menggelari beliau dengan gelaran yang berlebihan atau memberikan penghormatan dengan berdiri ketika beliau hadir. )رواه البخاري‬ ُ َْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ُ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ّ ِ َ ْ َ َ َ ْ ِ ْ ‫َ َ ُ ْر‬ “Janganlah kamu memuji aku (berlebihan) sebagaimana orang Nasrani memuji Isa Ibnu Maryam.suku Quraisy di Makkah Mukarramah keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabi Ibrahim ‘alaihimas salam. Aku tidak mengetahui kecuali yang diwahyukan kepadaku. Allah menegaskan agar beliau menyatakan tentang diri beliau. dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. beliau melarang ummatnya menjadikan kuburan beliau sebagai tempat sujud. Dari sahabat Amr Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ول تط ُوني كما أطرت النصارى ابن مريم إنما أنا عبد. utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka. فقولوا: عبد ال ورسوله. Rasulullah juga berwasiat agar beliau tidak dihormati secara berlebihan. (HR. . dengan firmanNya dalam surat Al-Kahfi ayat 110 dan ayat-ayat yang lain: “Katakan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: . sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)? (Al-An’aam: 50).(‫ل تجعلوا بيوتكم قبورا. Al-Bukhari) Abu Hurairah Radhiallaahu anhu meriwayatkan. seperti orang-orang Nashara menghormati Nabi Isa 'Alaihis Salam. yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau. bahwa per-bendaharaan Allah ada padaku. yang diwahyukan kepadaku”(Al-Kahfi : 110) “Katakan: “Aku tidak mengatakan kepadamu.

Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dan apa yang dibawa oleh beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menandaskan tentang ciri orang bertaqwa: . Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. وأ َش مهد أ‬ َ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ‫َم‬ ُ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشمهدُ أ َن محممدا عب ْمدُهُ ورسمول‬ ‫َ َ ُ ْ ه.”). (Diriwayat-kan Imam Ahmad). والصمل َةُ والسمل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. segala yang baik dan mengharamkan mereka dari segala yang buruk dan membuang bagi mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ . artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul. dan janganlah engkau jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan dan dimanapun kamu berada (ucapkanlah do’a shalawat kepadaku) karena sesungguhnya do’a shalawatmu sampai kepadaku”.Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ل تتخذوا قبري عيدا، ول تجعلوا بيوتكم قبورا، وحيثما كنتم فصلوا علي فإن صلتكم تبلغني. mereka itulah orang-orang yang beruntung. memuliakannya. )رواه أحمد‬ ْ ِ ُ ُْ َ ْ ُ َ َ َ ّ َِ ّ ََ ْ َّ َ ْ ُ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ ُ ِ ّ َ َ “Jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. Cara dan konsekwensi beriman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. Yaitu kita bersungguh-sungguh agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut: 1. (Al-A’raf: 157). 3. yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ َ ‫ال ْحكيم .‫َ ِ ْ ِ ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an). أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Jamaah jum’at rahima kumullah dalam khutbah yang kedua ini: Marilah kita mempertebal Iman dan Taqwa kita kepada Allah juga memperdalam Iman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sekaligus melaksanakan konsekuensinya.

At-Tirmidzi) Waspada dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam seperti waspada dari syirik. “Dan orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya. 5. para sahabat dan segenap pengikutnya. mereka itulah orang-orang yang beruntung”. 7. tahayul. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (An-Nuur: 54). Meneladani akhlaq dan kepemimpinan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam setiap amal dan tingkah laku. bid’ah.Sebagaimana firman di atas: “Maka orang-orang yang beriman kepadanya. itulah pernyataan Allah: . dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. dari kebatilan kepada kebenaran. memuliakannya. 4.2. (An-Nisaa’: 65). keluarga. Sebagaimana janji Allah : “Dan jika kamu taat kepadanya. khurafat. serta dari kemaksiatan menuju ketaatan. Mencintai beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. dari ke zhaliman menuju keadilan. itulah petunjuk Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”. ‫)رغم ا َن ْف رجل ذُك ِرت عن ْدَهُ ول َم ي ُصل عل َي )رواه الترميذي‬ ِ ُ ْ ْ َ َ ِ َ ٍ ُ َ ُ ّ َ ّ َ “Merugilah seseorang jika disebut namaku padanya ia tidak membaca shalawat padaku. anaknya dan seluruh manusia”. (AzZumar : 33). AlBukhari dan Muslim). (Al-Ahzab:21). Membela dan memperjuangkan ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan kepada cahaya. 6. (HR. Memuliakan dengan banyak membaca shalawat salam kepada beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam terutama setelah disebut nama beliau. “Maka demi Tuhanmu. 3.” (HR. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an). Ikhlas mentaati Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam . kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallambersabda: ‫ل َ ي ُؤمن أ َحدُك ُم حتى أ َك ُون ا َحب إ ِل َي ْه من وال ِده وول َده والن ّماس أ َجمعي ْمن )رواه‬ ‫ِ ِ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ م‬ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ّ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫)البخاري ومسلم‬ "Tidaklah beriman seseorang (secara sempurna)sehingga aku lebih dia cintai daripada orang tuanya. mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (AlA’raaf: 157). niscaya kamu mendapat petunjuk.

Itulah tegaknya agama: “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. 8. maka alamat iman telah rusak di muka bumi ini dan akan hilang kemudian . Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah karenanya”. meskipun kita membeli kendaraan dengan usaha sendiri. )صحيح الترمذي‬ َ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ّ َ َ ِ ّ ََ َ ْ ِ ِ ْ ُ ُ َ ّ ُ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ ْ ِ ّ ِ َ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ْ ِ ِ ْ ِ ِ Ikhwan fillah rahimakumullah Itulah contoh bahwa setiap saat kita harus nyatakan kehambaan kepada Allah Ta’ala. Kesadaran pertama. Mensyukuri hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. )صحيح الترمذي‬ ُ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ِ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ّ ُ ّ َ “yaa Allah berilah kami keberkahan darinya dan berilah kami makan darinya” Berarti Allah Ta’ala yang memberi rizki. Begitu pula kita punya mobil atau kendaraan lainnya. Jika kesadaran itu hilang dari jiwa seorang Mukmin maka tindakan dan amalan akan ngawur dan sembrono yang mengakibatkan Allah Ta’ala tidak akan memberi ganjaran apapun yang didapat hanyalah siksa.“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. namun ketika mau mengendarai disunnahkan berdo’a: 3/156 ،‫. beras kita masak sendiri maka ketika mau makan disunnahkan berdo’a: . bukan sawah atau lainnya.(3/158 ،‫اللهم بارك لنا فيه وأطعمنا منه. jika pernyataan itu hilang. (An-Nur: 63).)بسم ال الحمد ل سبحان ال الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وأنا إلى ربنا لمنقلبون. (Asy-Syura: 13) 3 Hamba Allah Dan Ummat Nabi Muhammad SAW Oleh: Muhammad An-Nawawi Sudah menjadi kewajiban seorang Muslim memiliki dua kesadaran. Contohnya jika kita mau makan meskipun seolah-olah padi kita tanam disawah kita sendiri. kesadaran sebagai hamba Allah Ta’ala dan kesadaran sebagai umat Muhammad Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . kesadaran kita sebagai hamba Allah Ta’ala yang kita tampakkan dalam setiap aktifitas sehari-hari dalam bahasa agamanya disebut (‫ )إظهلار العبوديلة‬Sebagai misal menampakkan ِ ِّ ْ ُُ ْ ُ َ ْ ِ kehambaan kepada Allah. dengan uang sendiri.

” .(‫من ما َ وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار. wanita dan dunia.‫الولى العلم وهو معرفة ال، معرفة نبيه ومعرفة دينه السلم بالدلة. begitu banyak orang-orang modern yang seharusnya sebagai hamba Allah Ta’ala namun banyak diantara mereka yang mengalihkan penghambaan kepada harta. Syaikh Muhammad At-Tamimi dalam kitab Tauhid. Makna penghambaan kepada Allah Ta’ala adalah mengesakannya dalam beribadah dan mengkhusus-kan kepadaNya dalam berdo’a. mencari kenikmatan dan kepuasan dunia saja tanpa memperhatikan kepuasan akhirat padahal kenikmatan akhirat lebih baik dari kenikmatan dunia.muncul kesombongan dan keangkuhan. dia menyuruh kepada rakyatnya agar menyembah kepadanya. tentang hal ini Syekh Muhammad bin Shalih AlUtsaimin dalam bukunya Syarah Tsalasah Usul. Dialah raja Fir’aun. Akibat buruk orang yang mencampuradukan keimanan dengan syirik disebutkan Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik tetapi Dia mengampuni segala dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki. mengenal Rasul dan Dienul Islam dengan dalil dalilnya kedua mengamalkannya ketiga mendakwakannya. الثالثة الدعوة إليه‬ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ِ ّ ِ ِ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ ّ ِ ِّ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ ِ ِ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ُ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ “Pertama adalah ilmu. menunjukkan keistimewaan Tauhid dan keuntungan yang diperoleh di dalam kehidupan dunia dan akhirat. bahkan si raja itu begitu sangat sombongnya sampai ia memproklamirkan dirinya sebagai tuhan.” (AdzDzariyat: 56).” Ikhwan fillah rahimakumullah. atau mengurangi iman jika syirik asghar (syirik kecil). hal ini telah terjadi pada zaman Nabi Musa p yang ketika itu pengusanya lalim dan sombong sehingga lupa akan status sebagai hamba. membe-rikan penjelasan bahwa ayat di atas. memaparkan persoalan penting yang harus diketahui oleh kaum Muslimin: . الثانية العمل به. Setiap hari dalam benak mereka hanya dijejali dengan berbagai macam persoalan dunia.” . Kenyataan di atas sudah tergambar pada zaman sekarang. )البخاري عن ابن مسعود‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ‫َ ْ َ ت‬ “Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah niscaya masuk kedalam Neraka. “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu. yaitu mengenal Allah. bahkan lebih kekal abadi. Ihwan Fillah rahimakumullah Allah Ta’ala menciptakan manusia bukan untuk menumpuk harta benda tapi Allah Ta’ala menciptakan manusia dan jin hanya untuk menyembah kepadaNya. Dan menunjukkan pula syirik adalah perbuatan dzalim yang dapat membatalkan iman jika syirik itu besar.

wayang dan lain-lain. menetapkan perkara dengan syariat dan ridha dengan putusannya. setiap kaum Muslimin dalam aktifitasnya harus merujuk kepada apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam .” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Melihat hadits di atas. dengan mengatasnamakan Islam. perbuatan maupun taqrir atau ketetapan. menjauhi larangannya. nada dan dakwa. Pastilah dari kalangan ahli sunnah waljama’ah sepakat untuk mengimani dan menjalankan apa-apa yang diperintahnya. Contohnya berdakwah dengan musik.(‫من لقي ال ل يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقي يشرك به شيئا دخل النار.” Ihwan fillah rahimakumullah. Demikianlah seharusnya. Jadi inti penghambaan adalah beribadah kepada Allah Ta’ala dan tidak melakukan syirik dengan sesuatu apapun. tetapi barangsiapa menemuinya (mati) dalam keadaan berbuat syirik kepadaNya pasti masuk Neraka. Tidak diterima ibadah seseorang tanpa mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam sebagaimana hadits berikut: . baik ucapan.” (HR. .(‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد. Dan kebanyakan mereka tidak mengetahui bahwa perbuatan semacam itu menjadi tertolak karena tidak sesuai dengan sunnah Nabi. adalah menyadari bahwa amalan-amalan kita akan diterima oleh Allah Ta’ala dengan syarat sesuai sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . )مسلم‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ َ ِ ْ ََ َ ْ َ ً َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dalam agama yang tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. menjahui segala larangn-nya. fragmen. Kesadaran kedua sebagai ummat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam Kesadaran sebagai umat rasul. Muslim). Ihwan fillah Rahimakumullah.(‫من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد. sandiwara. )مسلم عن جابر‬ َ ّ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa menemui Allah Ta’ala (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun pasti masuk Surga. Dan cara menghamba harus sesuai dengan manhaj yang shohih tanpa terbaur syubhat dan kesyirikan. )البخاري ومسلم‬ ّ َ َ ُ َ ُ ْ ِ َ ْ َ َ َ َ َِ ْ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengada-ada dalam perkara agama kami dan tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. Misalnya mereka menyalahi manhaj dakwah Salafus Shalih. yang menyalahi man-haj Rasulullah. . cerita-cerita. mematuhi perintahnya.. kaum Muslimin selalu sadar atas statusnya yaitu status kehambaan terhadap Allah Ta’ala. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan konsekuensi mengenal Rasul adalah menerima segala perintahnya bahwa mempercayai apa yang diberitakannya. Ingatlah banyak dari kaum Muslimin.

Tidak akan bercerai berai sehingga keduanya mengantarkanku ke telaga (diSurga). An-Nasa’i). Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat karena merupakan sumber petunjuk dalam kehidupan. Ihwan Fillah rahimakumullah.‫بدعة وكل بدعة ضللة وكل ضللة في النار‬ ِ ّ ِ ٍ ََ َ ّ ُ َ ٌ ََ َ ٍ َ ْ ِ ّ ُ َ ٌ َ ْ ِ Dan sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah Yang Maha Agung dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam . (HR. Sebagai akhir kata kami tutup dengan hadits: . أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم لي‬ .” (Dishahikan oleh al-albani dalam kitab Shahihul jami’) Wallahu A’lamu bis shawab Akhiru da’wana Walhamdulillahi Rabbil Alamin .‫ولكم‬ ْ ُ ََ Khutbah Kedua ّ َ ُ َ ْ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ْ ُ ِ َ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ُ ِ ْ ّ َ َ ُ َ ِ ْ ُ ِ ّ َ ْ ِ ْ ِ َ َ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ ّ ّ ُ ْ َ ْ ‫الحمد ل الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون. yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat.‫ل ينفع َول إل بعمل ول قول وعمل إل بنية ول نية إل بموافقة السنة‬ ِ ّّ ِ َ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ ِّ َ َ ٍ ِّ ِ ّ ِ ٌ َ َ َ ٌ ْ َ َ َ ٍ َ َ ِ ّ ِ ٌ ْ ‫َ َ ْ َ ُ ق‬ “Tidak bermanfaat suatu perkataan kecuali dengan perbuatan dan tidak pula perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan niat pun tidak bermanfaat kecuali sesuai dengan sunnah.‫محمدا َبده ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ُ ُ ْ ‫ُ َ ّ ً ع‬ ٍ َ َ ْ ُ ّ ُ َ َ ُ َ َ ْ ُ ِ ُ ُ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ‫فإن أصدق الحديث كتاب ال عز وجل، وأحسن الهدي هدي محمد صلى ال عليه وسلم وشر المور محدثاتها وكل محدثة‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ ََ ّ َ َ ّ َ ِ ُ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ْ َ ّ ِ َ . sejelek-jelek urusan adalah perkara yang baru dan setiap perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat. Dengan menyadari dua kesadaran yaitu menjalankan syariat sesuai manhaj ahlul hadits tanpa tercampur bid’ah dan kesyirikan.setiap kesesatan adalah di Neraka. yaitu kesadaran menegakan kalimah tauhid berdasarkan manhaj ahlul hadits dan memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepada keduanya. Dengan demikian mengikuti manhaj Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dan manhaj para sahabat sesudahnya yaitu Al-Qur‘an yang diturunkan Allah Ta’ala kepada Rasulnya. أشهد أن ل إلله إل ال وأشهد أن‬ ِ .‫تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما، كتاب ال وسنتي ولن يتفرقا حتى يردا على الحوض‬ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ َ ْ ِّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ “Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah dan sunnahku.” ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم.Begitu juga dengan Assyaikh Abdul Salam bin Barjas bin Naser Ali Abdul Karim dalam bukunya Hujajul Qowiyah menukil perkataan Al-Ajurri dalam kitab As-Syari’ah bahwa Ali Ra dan Ibnu Masu’d berkata: .

.. marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita. yaitu meng-Esakan Allah. baik disengaja maupun tidak.. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. tukang santet. Islam adalah agama yang datang untuk menegakkan tauhid. para sahabatnya dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman. mencari pengobatan alternatif... (‫ . Bahkan banyak di antara mereka yang berbuat syirik. Banyak di antara mereka yang pergi ke dukun-dukun. Rabb dan sesembahan sekalian alam. Segala puji bagi Allah. mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata. paranormal. sebab dengan adanya cahaya Islam tersebut kita terbebaskan dari kejahiliyahan. yang atas jasa-jasa dan perjuangan beliau cahaya Islam ini tersampaikan kepada kita. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baiknya bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Tetapi begitu banyak umat Islam yang tidak konsisten kepada tauhid. menyembah kepada selain Allah baik langsung maupun tak langsung.)أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا رسول الله‬yang ِ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ bermakna tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. tukang ramal.4 Syirik Penyebab Kerusakan Dan Bahaya Besar Oleh: Rusdi Yazid Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Kepada makhluknya Baik yang berupa kesehatan maupun kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia dalam rangka menunaikan kewajiban shalat Jum’at. mencari penglaris. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. Yang mana pada kalimat (‫ )ل َ إ ِل َه‬terdapat makna َ penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan (‫ )إ ِل ّ الل مه‬menetapkan ُ sesembahan untuk Allah semata. malamnya bagaikan siangnya. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak ُ ْ ُ َ dalam shalat kita. yang telah mencurahkan kenikmatan-kenikmatanNya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada uswah kita Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. rizki dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman.

dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Dan yang lebih memprihatinkan lagi wahai kaum muslimin . Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah: Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan Syirik menghinakan kemuliaan manusia. baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. disebabkan umat tidak lagi bertauhid dan banyak berbuat syirik. niscaya akan masuk Neraka. Inilah penyebab utama terjadinya musibah di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita. maka mereka itulah orang-orang yang fasik.من مات ل يشرك بال شيئا دخ َ الجنة، ومن مات يشرك بال شيئا دخ َ النار‬ “Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun. karena perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar. Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu. mengajarkan seluruh nama-nama. Sebagai firman Allah: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. niscaya akan masuk Surga.” (HR.” (An-Nur: 55).meminta jodoh dan lain sebagainya. lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya. menurunkan derajat dan martabatnya.. Allah memuliakannya.. Muslim). sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. dan Dia benar-benar akan menukar(keadaan) mereka. Di akhirat kita dimasukkan ke dalam Surga dan di dunia kita akan diberikan kekuasaan. banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam Islam (padahal tidak demikian).. Allah . Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam barsabda: َ ّ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل ْ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل‬ ‫. Dan Allah menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang di akibatkan oleh perbuatan syirik.

Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. Syirik juga merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya. (Al-Hajj: 31) Kedua: Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik. ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. kehidupannya selalu diliputi ketakutan. Sebab orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk yang merdeka. Sebab dia . tidak hidup. tidak dapat membuat sesuatu apapun. akal kita dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta (dukun). Allah berfirman: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka. Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai Tuhan serta mengambil selainNya sebagai penguasa. Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah). Jadi dengan adanya mereka. ahli nujum. Ketiga: Syirik adalah kedholiman yang paling besar Yaitu dhalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah). Syirik merupakan kedhaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya. Keempat: Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan mempercayai kebatilan. (Al-Hajj: 20-21) “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolaholah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”. tukang nujum. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan sesembahan. (Berhala-berhala) itu benda mati. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya.telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagad raya ini. dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. “barang dagangan” dukun. Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya.

Tempat kembali mereka adalah Neraka. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafa’at di sisi Allah. dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan. sedang di akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. (HR. dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. Al-Bukhari). mintalah dari hartaku sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas dirinya. Allah berfirman: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka. (AliImran: 151) Kelima Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara.)يا فاطمة بنت محمد، سليني من مالي ما شئت ل أغني عنك من ال شيئا.menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. Ketujuh: Syirik memecah belah umat “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan Allah. Karena itu. sehingga mereka meremehkan amal shalih. putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”. sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib. Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak melakukan perbuatan haram. yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka . (Al-Maidah: 72). Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam berkata kepada putrinya: ‫. Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia. )رواه البخاري‬ ً ْ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ َِ ٍ ّ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ِ َ َ “Wahai Fathimah binti Muhammad.

Disamping itu. Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad. Kembali pada khutbah yang kedua ini. atau menghalangi kita masuk jannah: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah). أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل‬ َ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ ْ ‫.. Karena itu Wahai hamba Allah. anggota keluarga kita. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ َ ُ َ ِ َ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. agar kehinaan dan kerendahan ummat Islam diganti menjadi kemuliaan. Dari pembahasan pada khutbah yang pertama tadi. Harus selalu takut kita terjerumus kedalamnya. syirik dapat menghapuskan pahala amal shalih yang kita lakukan. yang beriman ..ذَن ْب. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. sanak famili kita. kepada para sahabatnya. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman. (Ar Ruum: 31-32) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”.. Itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan perbuatan syirik.. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه.. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ِ ْ َ َ ِ Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah . dari syirik kerusakan dan bahayanya. Agar kehinaan dan kerendahan yang menimpa ummat Islam segera berakhir. Marilah kita bertaubat atas segala perbuatan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan kita jauhkan masyarakat di sekitar kita. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ ّ ‫ال ْحك ِي ْم ِ.” (AzZumar: 65) . Kita harus bersih dari noda syirik.menjadi beberapa golongan. karena ia adalah dosa yang paling besar. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.. telah jelas bagi kita bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi.

5 Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid Oleh: Agus Hasan Bashori Ibadallah ! Saya wasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada saya untuk selalu bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada. maka padamkanlah dengan taqwa”. قال ُوا: وما ال ْت ّقوى؟ قال: أ َن ت َعمل ب ِطاعة الله‬ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫على ن ُور من الله ت َرجو ث َواب الله وأن ت َت ْرك معصي َة الله على ن ُور من الله ت َخاف‬ َ ِ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ْ َ ِ َ َ ُ ْ ِ َ ِ ٍ ْ َ ِ ٍ ْ ‫. Dengarkanlah firman Allah: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (hanya) kepadaKu. di atas cahaya Allah. sebagaimana kemaksiatan terbesar yang mesti kita hindari adalah syirik. di atas cahaya Allah. Mereka bertanya: “Apakah taqwa itu?” Beliau menjawab: “Hendak-nya engkau melaksanakan keta’atan kepada Allah. Telah banyak penjelasan yang menerangkan makna taqwa. dan hendaknya engkau meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah. sekaligus juga merupakan pijakan pertama yang harus dilewati oleh orang yang berjalan menuju Rabbnya.عقاب الله‬ ِ َ َ ِ “Apabila terjadi fitnah. Di antaranya adalah pernyataan Thalq bin Habib: َ ُ ِ َ َ ْ ْ َ َ ‫إ ِذا وقعت ال ْفت ْن َة فأ َطْفئوها بال ْت ّقوى. tujuan diutusnya seluruh para rasul.” (Al-Anbiya’: 25) Demikian pula firmanNya: “Alif laam Raa. serta . (inilah) satu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi.” (Adz-Dzaariyaat: 56) Juga firmanNya: “Dan tidaklah kami mengutus seorang rasulpun sebelummu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Aku. Dan janganlah kita mati melainkan dalam Islam. Tauhid adalah tujuan diciptakannya makhluk. Ketaatan terbesar yang wajib kita laksanakan adalah tauhid. (dengan) mengharap keridhaanNya. tujuan diturunkannya kitab-kitab samawi. (karena) takut kepada siksaNya. maka beribadahlah kepadaKu.

dari Utsman bin Affan Radhiallaahu anhu .dijelaskan (makna-maknanya) yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.” Jama’ah sekalian rahimakumullah. bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: .” (HR. sedangkan dia menge-tahui bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia (Allah) niscaya akan masuk Jannah. bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagimu dan bagi kaum Mukminin (laki-laki dan wanita). bila lawan tauhid. Muslim No. pasti Aku akan menemuinya dengan membawa ampunan yang semisal itu. ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah (niscaya) Allah mengharamkan Neraka atasnya (untuk menjilatnya). Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira kepada kalian daripadaNya. Muslim No. Muslim No.” (Hud: 1-2) Allah juga berfirman: ِ َ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ ِ ُ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ْ َ ْ َن‬ ‫فاعلم أ ّه ل إله إل ال واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات‬ “Ketahuilah. dimana sudah seharusnya kita benar-benar . juga memiliki banyak bahaya yang mengerikan. yaitu syirik.‫عن عثمان قال: قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من مات وهو يعلم أنه ل إله إل ال دخل الجنة‬ َ َّ ْ َ َ َ ّ ِ َ َ ِ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ َّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dunia. namun dia tidak menye-kutukan Aku dengan sesuatu apapun. maka tidaklah aneh kalau keutamaannya juga demikian besar.‫بي شيئا لقيته بمثلها مغفرة‬ ً َ ِ ْ َ َ ِْ ِ ِ ُ ُ ْ َ َ ً ْ َ ْ ِ “Dan barangsiapa yang menemuiKu dengan (membawa) dosa sepenuh bumi sekalipun.‫ُ َ ي ْه النار‬ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ّ ِ َ ِ Dari Ubadah bin Shamit Radhiallaahu anhu . Bergembiralah dengan nash-nash seperti di bawah ini: ّ َ ِ َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عبادَةْ ب ِن الصامت رضى الله عن ْه قال: سمعت رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ‫وسل ّم يقول: من شهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ ‫َ ن محمدا رسول الله حرم الله عل‬ ُ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ .” (HR. Agar kalian jangan beribadah kecuali kepada Allah. 29) Hadits lain.” (HR. kami petik sebagiannya: ُ ِ ْ ُ َ ً َ َ ِ ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ َِِ َ ْ َ َ َ َ َ ّ َ ‫وعن أبي ذر رضى ال عنه قال: قال النبي صلى ال عليه وسلم يقول ال عز وجل: ومن لقيني بقراب الرض خطايا ل يشرك‬ ُ ُ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ ِ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ ِ َ ْ َ َ . Kalau kedudukan tauhid sedemikian tinggi dan penting di dalam agama ini. 2687) Demikian pula tidak akan aneh. 25) Demikian juga sabdanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam .

” (Al-An’am: 88). dan mereka kekal di dalam Neraka.‫ما َ ل يشرك بال شيئا دخل الجنة ومن مات يشرك به شيئا دخل النار‬ َ ّ َ َ َ ً ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ‫َ ت‬ “Seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . Diantara bahaya syirik itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Jabir: ْ َ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫عن جابر رضى ال عنه قال: جاء أعرابي إلى النبي صلى ال عليه وسلم فقال: يا رسول ال ما الموجبتان ؟ فقال: من‬ َّ ِ ّ َ ِ ّ ِ َ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ ِ َ ْ َ . Itulah orang-orang yang sia-sia amalan-amalan mereka. Dengan ini hendaklah kita terpacu untuk menam-bah/menuntut ilmu sehingga bisa melaksanakan tauhid dan menjauh dari syirik dan pelakunya. lalu bertanya: “Wahai Rasulullah. Hindu. . apakah dua perkara yang pasti itu?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun. Tatkala kita membicarakan masalah syirik.116) Firman Allah: “Dan seandainya mereka berbuat syirik. (sedangkan) mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir.‫و ال نسأل أن يرزقنا علما نافعا ورزقا طيبا وعمل متقبل، وصلى ال على َبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين‬ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ََ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ِ ‫ُ ََ ن‬ َّ َ ً ّ َ َ ُ ً َ َ َ ً ّ َ ً ْ ِ َ ً ِ َ ً ْ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل‬ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ه‬ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ ‫إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه، وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل َي ْه وسل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ ‫ُ َ ِ َ َ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ َ َ :‫ت َسل ِما. niscaya dia akan masuk Jannah.” (AtTaubah: 17). Budha. (HR. Maka merupakan musibah jika seseorang jahil (bodoh) terhadap perkara tauhid dan perkara syirik. Nashrani. dan lebih musibah lagi jika seseorang telah mengetahui perkara syirik namun dia tetap melakukannya. 93) Firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) syirik dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki”. janganlah kita menganggap bahwa syirik itu hanya ada di kalangan orang-orang Yahudi. (An-Nisa: 48. pastilah gugur amal perbuatan yang telah mereka kerjakan.merasa takut terhadapnya. أ َما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ Hadirin jama’ah Jum’at Arsyadakumullah. Dan barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu. . Muslim No. niscaya dia akan masuk Neraka”. Firman Allah: “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah.

2. 2.Konghuchu dan lain-lain. 3. berkurban. baik sadar maupun tidak. kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jum’at. sapi dan lain sebagainya. Sedangkan bentuk-bentuk ibadah (yang dipersembah-kan) kepada selain Allah itu bisa berupa: Do’a. bulan. Segala puji bagi Allah. puncak rasa takut dan lain-lain.. pada khutbah kedua di sini. mereka tidak akan kekal di dalamnya. Banyak juga kalangan kaum Muslimin yang tertimpa dosa sekaligus penyakit ini. puncak kecintaan. yakni memberikan bentuk-bentuk ibadah yang semestinya hanya dipersembahkan kepada Allah. Saudara-saudaraku fillah. Diberikan kepada mereka ampunan dari segala dosa. Diharamkannya Neraka itu bagi kaum Muwahhidin (Ahli Tauhid).. Sedangkan kaum Muslimin sendiri dianggap sudah terbebas dari dosa ini. Syirik adalah perbuatan dzalim yang terbesar. 4. Diancamnya orang yang melakukan syirik akbar untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya. Kalaupun mereka masuk Neraka. patung. Karena makna atau pengertian syirik adalah: mempersekutukan peribadatan kepada Allah. Baik yang berupa kesehatan. Sedangkan di antara bahaya-bahaya syirik adalah: 1. kuburan. namun dia berikan kepada selain-Nya. 6 Urgensi Tauhid Dalam Mengangkat Derajat Dan Martabat Kaum Muslimin Oleh: Andri Sugeng Prayoga Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . nabi. Gugurlah amal perbuatannya. nadzar. yang telah mencurahkan kenikmatan dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluk-Nya. matahari. 3. orang shalih. . Rabb dan sesembahan sekalian alam. sengaja kami ringkaskan sebagian keutamaan tauhid sebagaimana yang telah dibahas pada khutbah yang pertama: 1. Tidak akan diampuni dosanya itu selama ia belum bertaubat. Fa’tabiru ya ulil albab. Baik itu kepada para malaikat. Inilah yang dapat kami berikan. Padahal tidaklah demikian. Dijanjikannya mereka untuk masuk Jannah.

dan kehinaan.. bahkan mengakui keesaaan dan kemahakuasaan Allah dengan permin-taannya kepada Allah melalui Asma dan sifat-Nya. Kaum Jahiliyah Kuno yang dihadapi Rasulullah juga meyakini bahwa pencipta. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak.. cahaya Islam ini sampai kepada kita. menurut tuntunan Islam. para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.. Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. Pengatur. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal. yang melalui perjuangannyalah. Dan amal yang tidak dilandasi dengan tauhid akan sia-sia. tauhidlah yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti.Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada pemimpin dan uswah kita Nabi Muhammad. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelum kamu. Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah.. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. bukan sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan)Nya dan wahdaniyah (keesaan)Nya dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan sifatNya. sehingga kita terbebas dari kejahiliyahan. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah. ‘jika kamu mempersekutukan (Tuhan). agar kita selalu meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita. (Az-Zumar: 65-66) Hamba Allah yang beriman .” (Luqman: 25). tidak dikabulkan oleh Allah dan lebih dari itu. Karena itu. niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . amal yang dilandasi dengan syirik akan menyengsarakannya di dunia dan di akhirat. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah. .

“Ketika ayat ini turun.” (An-Nahl: 36) Sesungguhnya tauhid tercermin dalam kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. para sahabat merasa sedih dan berat. Hakikat Tauhid. Dari sini lalu timbullah pertanyaan: “Apakah hakikat tauhid itu?” Hamba Allah.. hingga Rasul terakhir.)الشرك ل َظُل‬ َ ْ ّ ‫م عظيم{. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. cinta.” (AlAn’am: 82) Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan. Dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid. tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan tidak ada ibadah yang benar kecuali ibadah yang sesuai dengan tuntunan rasul yaitu As-Sunnah. yang beriman . yang beriman kepada Allah. “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan).Namun kepercayaan mereka dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat Muslim. Tidak-kah kalian mendengar nasihat Luqman kepada puteranya.” (Luqman: 13) (Muttafaqun alaih). Maknanya. ialah pemurnian ibadah kepada Allah. Mulai Rasul yang pertama. Orang yang mengikrarkannya akan masuk Surga selama tidak dirusak syirik atau kufur akbar. harap dan takut kepadaNya. janganlah kamu mempersekutukan Allah. mendapat petunjuk.” (Adz-Dzariyat: 56). Nuh. Sebagaimana firman Allah: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik). ‘Wahai anakku. tetapi syirik. Mereka berkata siapa di antara kita yang tidak berlaku dzalim kepada diri sendiri lalu Rasul menjawab: ُ ْ ّ َ ‫ل َي ْس ذَل ِك، إ ِن ّما هو الشرك، أ َل َم ت َسمعوا قول ل ُقمان ل ِب ْن ِه: }يا ب ُن َي ل َ ت ُشرك بالله إ ِن‬ ّ ِ َ َ ْ َ ْ َ ْ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ُ َ ّ ْ ‫. yakni nabi Muhammad n. Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah. yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen. )متفق عليه‬ ٌ ِ َ ٌ “Yang dimaksud bukan (kedzaliman) itu.. . Sebagaimana firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. Sesungguhnya mempersekutukan Allah benarbenar suatu kedzaliman yang besar. mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang.

segenap persaksian yang dilakukan oleh seorang Muslim sebagaimana yang terkandung dalam hadist tadi berhak memasukkan dirinya ke Surga. Orang-orang yang tidak mencampur-adukkan antara keimanan dengan syirik serta menjauhi segala perbuatan syirik. Tauhid merupakan faktor terpenting bagi kebahagiaan seorang hamba. )رواه البخاري ومسلم‬ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata. Tauhid merupakan sarana paling agung untuk melebur dosa-dosa dan maksiat. Mereka itulah yang mendapatkan petunjuk di dunia. At-Tirmidzi dan Adh-Dhiya’. Hamba Allah yang beriman . Jama’ah Jum’ah rahimakumullah .” (HR. Hal ini sebagaimana ditegaskan di dalam hadist qudsi. hadist hasan). Allah berfirman: ‫يا ابن آدم إنك لو أتيتني بقراب الر ِ خطايا، ثم لقيتني ل تشرك بي شيئا ل َيتك بقرابها مغفرة. dan Muham-mad adalah hamba dan utusan-Nya. seandainya kamu datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh bumi.” (HR. )حسن، رواه الترمذي‬ ً َ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ِ َ ُ ْ ‫َ ْ َ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ ْض َ َ َ ُ ّ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ ْ ً َت‬ ‫. niscaya aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula.Ayat ini memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengesakan Allah.)الله ال ْجن ّه على ما كان من ال ْعمل. Jika dia adalah seorang ahli tauhid yang murni dan bersih dari noda-noda syirik serta ikhlas mengucapkan “laa ilaaha illallah” maka tauhid kepada Allah menjadi penyebab utama bagi kebahagiaan dirinya. dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah. Sungguh mereka akan mendapatkan keamanan yang sempurna dari siksa Allah di akhirat. Sebagaimana telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan ‘Ubadah bin Ash-Shamit: ‫من شهدَ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، وأ َن عي ْسى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ُ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ‫عبده ورسول ُه وك َل ِمت ُه أ َل ْقاها إلى مريم وروح من ْه، وال ْجن ّة حق والنار حق، أ‬ َِ َ َ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ٌ ِ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ ُ َ ّ دْخل َه‬ ُ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ َ َ ‫. dan (bersaksi pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan Nerakapun benar adanya maka Allah pasti akan memasukkan ke dalam Surga.. serta menjadi penyebab bagi penghapusan dosa-dosa dan kejahatannya. . Sekalipun dalam sebagian amal perbuatannya terdapat dosa dan maksiat. Hadist tersebut menegaskan tentang keutamaan tauhid.)والضياء‬ “Hai anak Adam. tiada sekutu bagiNya. apapun amal yang diperbuatnya.. utusanNya dan kalimat yang disampaikanNya kepada Maryam serta ruh dari padaNya. Al-Bukhari dan Muslim) Maksudnya.. sedangkan engkau ketika menemuiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun..

pada saat lain ia menyembah orang yang mati. ridha atas qadar (ketentuan) Nya. Di antara buah manis yang didapat adalah: 1.)صحيح‬ Bila kamu meminta maka mintalah kepada Allah.Jika tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang. menyerah dan menghinakan diri kepada selain Allah Memerdekakan hidup dari kekuasaan Fir’aun. Ia akan melakukan apa yang membuatNya ridha. At-Tirmidzi. Tuhan ini menginginkan ke kanan. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar segera dibebaskan darinya. Orang Mukmin menyembah satu Tuhan. Dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah. Memerdekakan hati dari tunduk. 4. kematian dan lainnya menjadi sirna. Tidak merasa takut kecuali kepada Allah. Adapun orang musyrik. Seorang Mukmin hanya takut kepada Allah. Memerdeka-kan fikiran dari berbagai khurofat dan angan-angan yang keliru. Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhantuhan dan sesembahan yang banyak. sabar atas musibah serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. percaya dan tawakal kepadaNya. sehingga hati menjadi tentram. jiwa dan keluarga. jin. ia merasa tenang ketika mereka kalut. Kepada-Nya ia berdo’a dalam keadaan lapang atau sempit. Karena itu ia merasa aman ketika kebanyakan orang merasa ketakutan. )رواه الترمذي وقال حسن‬ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ‫.” (HR. pendeta dan thaghut yang menuhankan diri atas hamba-hamba Allah. tidak menggantungkan diri kepada Allah. ia menyembah tuhan-tuhan yang banyak. Ia mengetahui apa yang membuatNya ridla dan murka. Tauhid memberikan nilai Rohani kepada pemilik-nya. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. Karena jiwanya hanya penuh harap kepada Allah. Tauhid memerdekakan manusia dari segala per-budakan dan penghambaan kecuali kepada Alah. Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. Arah hidup-nya jelas. 3. niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis. 2. Syi’ar dan semboyannya adalah sabda Rasul: َ َ َ َ ‫إ ِذا سأ َل ْت فاسأ َل الله، وإ ِذا است َعن ْت فاست َعن بالله. baik secara pribadi maupun jama’ah. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki. ia berkata hadits hasan shahih) . Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. Suatu saat ia menyembah orang yang hidup. Ketakutan terhadap manusia. sedang tuhan yang lainnya menginginkan ke kiri.

Tauhid yang terealisasi dalam hidup seseorang. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. akan menghasilkan buah yang sangat manis. Kembali pada khutbah yang kedua ini. Sifat ketuhanan hanya milik Allah satusatunya dan semua manusia wajib beribadah kepadaNya. Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1.5. dan menaikkan derajat dan martabat Islam dan Muslimin di atas segala kehinaan yang selama ini dialami oleh kaum Muslimin. أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ٍ ْ َ ّ ُ ْ ِ َ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ِ َ َِ ْ ُ ََ ْ ِ ‫. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. Hakekat Tauhid. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman.. Itulah buah manis dari Tauhid yang akan membebaskan pelakunya dari kehinaan dan kesengsaraan dan Tauhidlah yang akan mengembalikan kehormatan Islam dan Muslimin. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukannya. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. 4. 3. فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad. yaitu: • Tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan. ialah pemurnian ibadah kepada Allah.لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب. cinta. . 2. Karena tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil tuhan-tuhan selain Allah di antara sesama mereka. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. Tauhid menyebabkan pemiliknya dihapuskan dari segala dosa. harap dan takut kepadaNya. kepada para sahabatnya. أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . yaitu: meghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen.. َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم. Segenap manusia adalah hamba Allah dan yang paling mulia di antara mereka adalah Muhammad n kemudian orang yang paling bertaqwa. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan keadilan. mengembalikan harga diri dan kemuliaan Islam dan Muslimin.

Makna Dan Konsekwensinya Jama’ah Jum’at rahimakumullah Setiap muslim pasti bersaksi. tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang benar dari makna syahadat Muhammad Rasulullah.” (A1 Kahfi. “Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. yang diwahyukan kepadaku.‫إنما أنا عبد فقولوا عبد ال ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ْ ُْ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ . Abdullah wa Rasuluhu yang diutus untuk semua manusia sebagai penutup rasul-rasul sebelumnya. memohon ampunan atas segala dosa syirik yang pernah kita lakukan dan kita memohon agar kita dijauhkan dari segala perbuatan syirik dan pelakupelakunya. 110). mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah. Fenomena inilah yang mendorong khatib untuk menjelaskan makna yang benar dari syahadat Muhammad Rasulullah dan konsekuensinya. Karena itu.• • • • Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. . Dua hal ini merupakan rukun syahadat Muhammad Rasulullah. Kemudian pula kita memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari kehinaan dan diangkat derajat kita di dunia dan di Akhirat. 7 Syahadat Muhammad Rasulullah. Makna dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah pengakuan lahir batin dari seorang muslim bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Tauhid memberikan nilai ruhiyah kepada pemiliknya. marilah pada kesempatan kali ini kita berdo’a kepada Allah. Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. bukan Rabb (Tuhan). Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan persamaan. Kaum muslimin rahimakumullah Dari makna di atas bisa dipetik bahwa yang terpenting dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah dua hal yaitu: Bahwa Muhammad itu adalah abdullah (hamba Allah) dan Muhammad itu rasulullah. dan juga tidak semua muslim memahami tuntutan dan konsekuensi dari syahadat tersebut. Syaikh Muhammad bin Shalih A1 Utsaimin menjelaskan: Dalam ayat di atas Allah memerintahkan NabiNya untuk mengumumkan kepada manusia bahwa saya hanyalah seorang hamba sama dengan kalian.

berita tentang pertanyaan di alam kubur. wajib kita percayai. ber-istighatsah2. memohon kepada Nabi untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat sebab hal itu adalah hak mutlak Allah sebagai Rabb. Adzab dan nikmat kubur. tidak melebih-lebihkan beliau dari derajat yang seharusnya sebab beliau hanyalah seorang hamba yang tidak mungkin naik derajatnya menjadi Rabb. Syaikh Al-Utsaimin berkata: Saya hanyalah hamba yakni saya tidak punya hak dalam rububiyah dan juga dalam hal-hal yang menjadi keistimewaan Allah. tidak menolak apa yang beliau ucapkan maupun yang beliau lakukan. 21). turunnya Nabi Isa.“Saya hanya seorang hamba. Jama'ah Jum'at rahimakumullah Seorang Muslim yang beriman bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah. Dari sini termasuk kesesatan jika ada yang ber-isti’anah1. terbitnya matahari dari barat. "Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan". begitu juga berita tentang datangnya malaikat maut dalam bentuk manusia kepada Nabi Musa untuk mencabut nyawanya lalu Nabi Musa menamparnya hingga rusak salah satu matanya. jangan sekali-kali kita dustakan dengan alasan berita itu bertentangan dengan akal sehat atau bertentangan dengan zaman. Kaum muslimin rahimakumullah Keyakinan bahwa Muhammad adalah hamba Allah menuntut kepada kita untuk mendudukkan beliau di tempat yang semestinya. AlBukhari dan Muslim). Kemudian syahadat “Muhammad Rasulullah” menuntut kita untuk mengimani risalah yang beliau sampaikan. (Al-Jin. maka jika Beliau memberitakan berita masa lalu maupun berita masa depan maka berita itu sumbernya adalah wahyu yang kebenarannya tidak boleh ragukan lagi. Di antara berita-berita dari Rasulullah yang wajib kita terima adalah: Berita tentang tandatanda hari kiamat. seperti munculnya dajjal. beribadah dengan syariat yang beliau bawa. Hal hal yang wajib diwujudkan sebagai konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah: 1. Semua berita di atas dan juga berita-berita lain yang berasal dari hadits-hadits shahih. maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya”. tidak mendustakan. . Membenarkan semua berita yang shahih dari Rasul Allah I. (HR. Muhammad adalah Rasulullah yang diistimewakan dari manusia lainnya dengan wahyu. dituntut untuk mewujudkan beberapa hal sebagai bukti kebenaran keimanannya.

Kaum muslimin rahimakumullah 2. sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. Taat dalam perintah dengan menjalankan semua perintahnya. mengucapkan Basmallah ketika makan. 80) Syaikh Abdur Rahman Nasir As Sa'dy berkata: setiap orang yang mentaati Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dalam perintah-perintah dan larangan-larangannya dia telah mentaati Allah. di antara perintah Beliau yang wajib kita taati adalah: Perintah mencelupkan lalat yang jatuh dalam minuman atau makanan. “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu. mencuci tangan tiga kali sehabis bangun dari tidur. dan perintah itu bersumber dari Rasul sebagai manusia biasa. . Jamaah Jum'at rahimakumullah. sebab Rasulullah tidak memerintahkan dan melarang kecuali dengan perintah. dan larangan-larangan yang lain. Taat kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam mempunyai dua sisi: 1. larangan makan atau minum dengan bejana emas atau perak. makan dan minum dengan tangan kanan. larangan menjual atau membeli di atas penjualan atau pembelian orang lain. shalat berjamaah dan lain-lain. Sikap ini adalah godaan syaitan yang bermuara kepada penolakan terhadap sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . semua wajib dijauhi. larangan memanjangkan kain (sarung atau celana) di bawah mata kaki. larangan menikahi seorang wanita bersama saudara atau bibinya. Mentaati Rasulullah Kaum muslimin rahimakumullah Seorang muslim wajib taat kepada Rasulullah sebagai perwujudan sikap pengakuan terhadap kerasulan Beliau. Konsekuensi yang ketiga: Berhukum kepada sunnah Rasul Allah. syariat dan wahyu yang Allah turunkan. (Al-Hasyr: 7). di antara larangan tersebut: Larangan memakan binatang buas yang bertaring. Termasuk beberapa hal yang sudah diletakkan oleh Rasulullah sebagai rukun. misalnya dia menolak perintah menenggelamkan lalat dengan alasan hal itu menyalahi ilmu kesehatan. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka jauhilah”. Sisi kedua dari mentaati Rasul adalah menjauhi larangan Rasulullah. Sebagian orang menolak perintah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dengan berbagai alasan. sebab yang dilarang Rasulullah juga otomatis dilarang oleh Allah. syarat dan batasan. (Al-Nisaa’.2. larangan melamar di atas lamaran orang lain.

hujan batu. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". dan mereka menerima dengan sepenuhnya. hawa nafsu. niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangimu dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu”. sedangkan kalian berkata (tapi) Abu Bakar dan Umar berkata begitu”. maupun warisan nenek moyang dalam menetapkan suatu hukum. (An Nisaa'. seorang Muslim yang konsekwen dengan syahadatnya dengan lapang dada akan menjadikan sunnah Rasulullah sebagai imamnya. Syaikh As-Sa'dy berkata: Allah bersumpah dengan diriNya yang mulia bahwa mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikan RasulNya sebagai hakim dalam masalah-masalah yang mereka perselisihkan.” (An Nisaa'. mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. Lanjut beliau. “Maka demi Tuhanmu. 65). tentu saja dia lebih berhak mendapat siksa. lebih-lebih jika terjadi ikhtilaf (perbedaan).Syahadat Muhammad Rasulullah yang benar akan membawa seorang Muslim kepada kesiapan dan keikhlasan untuk menjadikan sunnah Rasulullah sebagai rujukan. pendapat si A/si B. 61) Ibnu Abbas berkata: Hampir saja Allah menghujani kalian dengan batu dari langit. maka apa dugaanmu dengan orang yang menentang sabda Rasul dengan ucapan orang yang jauh di bawah derajat keduanya. dia pasti menolak jika diajak untuk merujuk kepada akal. As-Syaikh Al-Utsaimin berkata: “Jika seseorang mengguna-kan ucapan Abu Bakar dan Umar untuk menentang sabda Rasul bisa menyebabkan turunnya siksa. 8 Dosa Seputar Mayyit Dan Kuburan Oleh: Tedy Haryono . Saya berkata: “Rasulullah telah bersabda begini. Dan berhukum ini belum dianggap cukup sehingga mereka menerima hukumnya dengan lapang dada. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. Jamaah Jum'at rahimakumullah Haruslah diketahui bahwa sikap penolakan terhadap hukum Rasulullah dalam masalahmasalah ikhtilaf adalah termasuk sifat kaum munafikin. ketenangan jiwa dan kepatuhan lahir batin.

Dan Dari Abdullah bin Mas ‘ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan: . )رواه أحمد‬ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. dengan perbuatan baik niscaya akan menghapuskannya. Misalnya dengan menangis sejadi-jadinya. Nabi Muhamamad Shallallaahu alaihi wa Salam mengecam orang yang melakukan ratapan berlebihan kepada mayit. yaitu bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . jika ditinggal mati oleh orang yang dicintainya adalah meratapi jenazah. sahabat. Meratapi Jenazah Kematian pasti akan terjadi pada setiap makhluk yang bernyawa. Bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : . Jama’ah Jum’at rahimakumullah Banyak sekali amalan yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa dengan tidak terasa. menggunduli rambut. mengoyak-ngoyak baju. Hadits di atas menerangkan bahwa dosa-dosa kecil dapat dihapus dengan mengerjakan amalan yang baik dan benar. Semua perbuatan tersebut menunjukkan ketidakrelaan terhadap taqdir. namun yang ditinggal mati apakah bisa bersabar ataukah tidak? Salah satu kemungkinan besar yang dilakukan oleh manusia.Segala puji bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah melimpahkan karunia dan rahmatNya sehingga kita dapat menjalankan salah satu kewajiban yang diwajibkan kepada kaum Muslimin yaitu Shalat Jum’at berjama’ah. Dosa yang sudah berjangkit di kalangan masyarakat ini sangatlah banyak dan juga mereka menganggapnya itu hal biasa dan lumrah.” (HR. memukuli muka sendiri. Di antaranya adalah: 1. keluarga dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Ahmad 5/153). menjambak-jambak atau memotongnya. Shalawat serta salam. tidak sengaja atau kita pernah menyaksikan atau melakukannya. berteriak-teriak sekeras-kerasnya. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Khatib berdiri di mimbar ini. jika dosa kecil ditumpuk maka akan menjadi besar seperti gunung. iringilah perbuatan jelek. disamping menunjukkan tidak sabar terhadap musibah.(‫اتق ال حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها. ingin berwasiat kepada diri khatib sendiri secara khusus dan kepada jama’ah secara umum. Hal yang demikian tidak bisa ditinggalkan karena gunung yang begitu besar terdiri dari kerikilkerikil kecil. semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam .

(2/667 ،‫لن يجل َ أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخل َ إلى جلده خير له من أن يجلس على قبر. orang-oarng shalih atau lainnya untuk mendapatkan syafa’at atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup.. mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia.” (HR.Mencari Berkah di Kuburan Kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia dapat memenuhi hajat. Bersabar dan menerima terhadap musibah adalah lebih baik dan lebih mulia karena semuanya terjadi atas kehendak Allah Subhannahu wa Ta'ala . Karena kepercayan ini.” (Al-Fatihah: 5). hal itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kuburan. padahal Rasullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengancam akan hal yang semacam itu. Dan ini semua telah digariskan olehNya sehingga manusia tinggal menjalani apa yang sudah menjadi ketentuannya. merobek-robek baju dan yang meratap dengan ratapan jahiliyah. Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Hanya kepadaMu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMu-lah kami meminta pertolongan. Termasuk dalam katagori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal. )رواه مسلم‬ ٍ ْ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ ُ َ ٌ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ‫َ ْ َ ْ ِس َ َ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ٍ َ َ ْ ِ ُ ِ َ َ ُ َ َ َّص‬ “Sungguh seseorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga terbakar bajunya hingga tembus ke kulitnya. Dan yang menunggu pemakaman jenazah dengan seenaknya duduk di atas kuburan. Muslim 2/667).(3/163 ‫ليس منا من لطم الخدود وشق الجيوب ودعا بدعوى الجاهلية. Al-Bukhari. )رواه البخاري، انظر فتح الباري‬ ِ ّ ِِ َ ْ َ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ُ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ّ ِ َ ْ َ “Tidak termasuk golongan kami yang menampar pipi. 3. sebagian orang ada yang tidak memperhatikan jalan yang mesti dilaluinya. Fathul Bary 3/163). Abu Hurairah Radhiallaahu anha berkata. 2.” (HR. baik para nabi. serta membebaskan manusia dari berbagai kesulitan adalah syirik.Menginjak Dan Duduk Di atas Kuburan Ketika mengiring jenazah atau berziarah kubur. Padahal mereka meminta tolong kepada Allah dalam setiap shalatnya namun dalam prakteknya mereka meminta realisasinya kepada selain Allah. . sehingga disana sini menginjak-injak kuburan dengan tanpa rasa hormat sedikitpun kepada yang sudah meninggal. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . pemandangan seperti ini sering terlihat di masyarakat. Sedih dan berduka cita atas kepergian orang yang dicintai adalah wajar namun tidak boleh berlebihan sebagaimana hal yang di atas tadi.

(Al-A’raaf: 194). Sebagian penyembah kuburan ada yang berthawaf (menge-lilingi) kuburan tersebut. Jamaah Jum’at Rahimakumullah Mencari berkah di kuburan tidaklah asing bagi sebagian orang lebih-lebih di masa sekarang ini dimana kebutuhan yang penting harus dipenuhi namun jalan untuk mengaisnya sangatlah sulit kemudian mereka memakai jalan pintas yaitu dengan bersemedi dan tafakur di kuburan dengan harapan akan dibukakan jalan baginya. Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam besabda: . Sebagian mereka. Al-Bukhari. sebelum . Kemudian ada yang meminta sembuh dari sakit. mencium setiap sudutnya ada juga yang mencium pintu gerbang kuburan dan melumuri wajahnya dengan tanah dan debu dari kuburan sebagian ada yang bersujud ketika memandangnya. )رواه البخاري‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah niscaya akan masuk kedalam Neraka” (HR. mendapatkan keturunan. digam-pangkan urusannya dan tak jarang di antara mereka yang menyeru: Ya Sayyidy aku datang kepadamu dari negeri yang jauh maka janganlah engkau kecewakan aku “ Dan ada juga yang mengatakan “Ya Sayyidy aku ini adalah hamba yang hina dina dan engkau hamba yang mulia maka sampaikanlah hajat hamba kepada Tuhanmu” Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyem-bah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat mengabulkan (do’a)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhati-kan do’a mereka.(‫من مات وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار.Sebagian mereka. Dan masih banyak lagi sebutan lainnya.” (Al. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman :dalam Surat Al-A’raaf “Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa dengan kamu”. berdiri didepannya dengan penuh khusyu. mencukur rambutnya di pekuburan dan ada yang membawa buku yang berjudul: Manasikul Hajjil Masyahid” (Tata cara Beribadah Haji di Kuburan Keramat).Ahqaf: 5). Kemudian ada yang menyebut: “Wahai Syadzali”. merendahkan diri dan menghinakan diri seraya mengajukan permintaan dan memohon hajat. Di antaranya ada yang menyeru: Wahai Muhammad “. 8/176). baik dalam keadaan berdiri maupun duduk atau ketika ditimpa musibah atau kesukaran hidup. bahkan membiasakan dan mentradisikan menyebut nama syaikh atau wali tertentu. Ada lagi yang menyebut “Wahai Ali” Yang lainnya menebut: Wahai Syaikh” atau Wahai Syaikh Abdul Qadir Jaelani”.

mereka menunaikan ibadah haji ditanah suci Mekkah. dan jika kalian mengingkari (nikmatKu). maka sesungguhnya siksaku sangat pedih. tatkala Umar bin Khaththab Radhiallaahu anhu bertanya kepada shahabat Ubay bin Ka’ab Radhiallaahu anhu tentang takwa. Takwa. Allah berfirman: “Jikalau kalian bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Demikian pula kami wasiatkan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan dan waktu. wahai saudaraku rahimakumullah. 9 Peristiwa Hari Akhir Oleh: Abu Adam Al-Khoyyat (Hartono) Hadirin jamaah shalat Jum’at rahimakumullah Hendaknya seorang Muslim senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmatnikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita semua. jamaah Jum’at yang berbahagia Berdasarkan uraian di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa fitnah kuburan dan mayit telah menjadi tradisi dan adat bagi masyarakat kita sekarang ini. . baik nikmat keimanan. Akhiru da’wana ‘anil hamdu lillahi rabbil ‘alamin. kesehatan dan keluangan waktu sehingga kita bisa melaksanakan kewajiban kita menunaikan shalat Jum’at. berkatalah Umar: “Saya sangat waspada dan hati-hati agar selamat dari duri itu”. Dan oleh sebab itu kami mengajak saudara-saudara kaum Muslimin untuk bersama-sama meninggalkan hal tersebut dengan penuh keikhlasan kepada Allah. Juz 1. Dan kita meminta kepada Allah semoga saudara-saudara kita yang masih melakukan hal itu dapat dibukakan pintu hatinya untuk menerima kebenaran. hal. mereka terlebih dahulu menunaikan haji di Tanah Pekuburan Keramat. Ketahuilah. maka berkatalah Ubay: “Pernahkah Anda berjalan di suatu tempat yang banyak durinya?” Kemudian Umar menjawab: “Tentu” maka berkatalah Ubay: “Apakah yang Anda lakukan”. sebuah kata yang ringan diucapkan akan tetapi tidak mudah untuk diamalkan.” (Ibrahim: 7). Lalu Ubay berkata “Demikianlah takwa itu” (Tafsir Ibnu Katsir. Dan hendaklah kita berhati-hati agar jangan sampai menjadi orang yang kufur kepada nikmat Allah. 55).

ash-shirat dan lain sebagainya seakan terasa ringan diucapkan oleh lisan-lisan mereka tanpa makna sama sekali. oleh karena itu janganlah kita berbuat dan berucap kecuali berdasarkan ilmu. “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) dan aku tidak mengetahui apakah hisab (perhitungan amal) terhadap diriku. hendaklah hati kita menjadi takut. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. Ketahuilah wahai saudaraku rahimakumullah.” (Al-Baraqah:197). Akan tetapi bagi orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tatkala disebut kata Neraka. Manusia setapak demi setapak menjalani tahap kehidupan-nya dari alam kandungan. Mari kita perhatikan firman Allah dalam surat Al-Haqqah ayat 25-29. dia mengatakan penuh penyesalan: ‘Andai kata saya tidak usah diberi catatan amal ini dan tidak usah tahu apakah hisab (perhitungan) terhadap saya (tentu itu lebih baik bagi saya) dan andaikata saya mati terus dan tidak usah hidup kembali. Tahap-tahap tersebut harus dijalani sampai akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat tempat kita memperhitungkan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia. maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa. adzab. alam kubur dan alam akhirat. Hendaklah kita bersegera mencari bekal guna menuju pertemuan kita dengan Allah karena kita tidak tahu kapan ajal kita itu datang. Na-uzu billahi min dzalik. ketika itulah dia benar-benar menyesal. Yaitu manakala diberi catatan amalnya di padang pengadilan Allah dari arah tangan kirinya. menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara.(Al-Haqqah 25-29) Dalam ayat ini Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz IV hal 501. Maka tatkala kita mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memberitakan tentang ahwal (keadaan) hari Akhir. Duhai seandainya kematian itu adalah kematian total (tidak usah hidup kembali). menangislah mata kita. “Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya maka dia berkata. Dan Allah berfirman: “Dan berbekallah. kekuasaanku pun telah lenyap dari-padaku”. alam dunia.Demikianlah takwa yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya yakni agar kita senantiasa waspada dan hati-hati dalam setiap tindakan keseharian kita. . dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal. dan juga dalam ucapan-ucapan kita. Hartaku juga sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah.

Dan tatkala Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menceritakan hal itu kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha maka berkatalah ia: “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lain?”. Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah. begitulah kami akan mengulangnya (mengembalikannya)” (Al-Anbiya:104). (yaitu) hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam”. yaitu pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. itulah hari keluar (dari kubur)” (Qaf: 41-42). pada hari yang besar. Allah berfirman: “Dan dengarkanlah pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. terisaklah tangis mereka dan keluarlah keringat dingin di tubuh mereka. akan menetes air mata mereka. Maka tumbuhlah rasa takut yang amat mendalam kepada Allah kemudian berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang-orang yang celaka seperti ayat di atas. kemudian Rasulullah berkata: َ ْ ُ ُ ْ َ َ .‫ا ْل َمر أ َشدّ من أ َن ي َن ْظُر ب َعضهم إ ِلى ب َعض‬ ْ ْ ِ ُ ْ ٍ ْ . menjadi tergetarlah hatinya. kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta” (Al-Haqqah ayat 30-32). dikembalikan dalam keadaan demikian bercampur dan berkumpul antara laki-laki dan perempuan. seakan mereka saat itu sedang merasakan peristiwa yang sangat dahsyat. َ ُ Dan manusia dibangkitkan dalam keadaan ً ‫( حفاةً عراةً غرل‬mereka tidak ْ ُ َ ُ beralas kaki. “Tidakkah orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.Coba perhatikan ayat selanjutnya: “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. telanjang dan tidak berkhitan). sebagaimana firman Allah: “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama. Juga Allah berfirman dalam surat Al-Muthaffifin: 4-7. Manusia akan dikembalikan secara sempurna tanpa dikurangi sedikitpun. Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggungjawab-kan diri mereka. Bagi kaum beriman yang mengetahui makna yang terkandung dalam ayat tersebut.

(Q. وأشار رسول ال بيده‬ . berkata: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ َ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ ُّ ُ ْ ُ َ َ ٍ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ْ ّ ‫تدنى الشمس يوم القيامة من الخلق حتى تكون منهم كمقدار ميل، فيكون الناس على قدر أعمالهم في العرق، فمنهم من يكون‬ َْ ُ ِ ِ َ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ََ ً َ ْ ِ ُ َ َ ْ ُ ُ ِ ْ ُ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ‫إلى كعبيه، ومنهم من يكون إلى ركبتيه، ومنهم من يكون إلى حقويه، ومنهم من يلجمه العرق إلجاما. maka manusia mengeluarkan keringat tergantung amalan-amalan mereka.‫إلى فيه‬ ِ ْ ِ َِ “Matahari akan didekatkan pada hari Kiamat kepada para makhluk sampaisampai jarak matahari di atas kepala mereka hanya satu mil. mudah-mudahan menjadikan kita semakin takut kepada Allah. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang sangat menyibukkan”. من يهلد الل فل مضلل لله وملن‬ ِ ‫يضلل ف َ هادي له. . Demikianlah peristiwa yang amat menakutkan yang akan terjadi di akhirat nanti. Sebagaimana firman Allah: “Pada hari ketika manusia lari dari saudara-saudaranya. sampai seseorang itu lari dari bapak. Di antara mereka ada yang mengeluarkan keringat sampai mata kakinya dan ada yang sampai lututnya. Imam Muslim meriwayatkan dalam hadits yang shahih nomor 2864 dari hadits Al-Miqdad bin AlAswad Radhiallaahu anhu . dari istrinya dan anak-anaknya. وأشهد أن ل إله إل ال وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى ال عليه وسلم، أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫ُ ْ ِ ْ َل‬ Dari mimbar Jum’at ini kami sampaikan pula bahwasannya pada hari Akhir nanti matahari akan didekatkan di atas kepala-kepala sehingga bercucuran keringat mereka sehingga sebagian mereka akan tenggelam oleh keringat-keringat mereka sendiri. Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik kepada wanita dan sebaliknya. akan tetapi hal itu tergantung dari apa yang telah mereka perbuat di dunia.S. dari ibu dan bapaknya. ada juga yang sampai pinggangnya dan ada yang ditenggelamkan oleh keringat mereka. yaitu bahwa perkara .” Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memberi isyarat dengan tangannya ke mulutnya.“Perkara pada hari itu lebih keras dari pada sekedar sebagian mereka melihat kepada sebagian lainnya.” (Hadits shahih riwayat Al-Bukhari nomor 6027 dan Muslih nomor 2859 dari hadits ‘Aisyah Radhiallaahu anha ). Abasa: 34-37).‫أقول قولي هذا وأستغفر ال لي ولكم ولسائر المسلمين، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua ْ َ َ ُ َ ّ ِ ُ َ َ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َّ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ِ ْ َ ْ ََ ُ ُْ ِ َْ َ َ ُ ُ َ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن الحمد ل، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بال من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. ibu dan anak-anak mereka karena takut terhadap keputusan Allah pada hari itu. Dan seandainya ada yang bertanya “bagaimana itu bisa terjadi sedangkan mereka berada pada tempat yang satu?” Maka Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullaah menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut: “Ada sebuah kaidah yang hendaknya kita berpegang kepada kaidah itu.

kita tidak mampu mengetahui dan meng-gambarkannya. karena sebenar-benar ucapan adalah Kalamullah. Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk menuntut ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah agar kita dapat meghindari dan menolak syubhat di dalam memahami dien Islam ini. Telah kita sepakati bersama bahwa hanya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah kita dapat selamat dan tidak akan tersesat. sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sebaik-baik generasi adalah generasi sahabat yang telah Allah puji dan Allah ridhai. juz 2. dan Al-Hakim dari Hadits Ibnu Abbas dan sanadnya hasan. wajib bagi kita untuk mengimaninya dan membenarkannya tanpa menanyakan bagaimananya. Imam Malik meriwayatkan secara mursal. Demikianlah sebagian peristiwa di hari Akhir dan masih banyak lagi peristiwa yang akan kita alami yang hal itu akan menggetarkan hati bagi orang-orang Mukmin dan menjadikan mereka semakin takut kepada Allah. 999). Bidah Dan Taklid Oleh: Iwan Sutedi Ikhwan fillah rahimakumullah. hal. 10 Antara Sunnah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya”. karena perkara tersebut berada diluar jangkauan akal-akal kita. Adakah pilihan lain agar kita termasuk dalam orang-orang yang selamat dan agar umat Islam ini memperoleh kejayaan lagi selain mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih? tentu tidak ada.ghaib.‫ت َرك ْت في ْك ُم أ َمري ْن ل َن ت َضل ّوا ما ت َمسك ْت ُم ب ِهما، ك ِتاب الله وسن ّة ن َب ِي ّه‬ َ ُ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ِ َ ْ ْ “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara. juga hadist ini mempunyai syahid dari hadits jabir telah saya takhrij dalam Silsilah Ahadits As-Shahihah no. Syaikh Al-Albani mengatakan dalam bukunya At-Tawashshul anwa’uhu wa ahkamuhu. 1761). (Hadist Riwayat Malik secara mursal (Al-Muwatha. .

” Padahal sudah datang kepada mereka firman Allah dalam surat Allah Hujarat ayat 1: “Hai orang-orang yang beriman. tetapi kalian mengatakan. Padahal tidak demikian yang dimaksudkan. “Ustadz saya berkata. Apabila seseorang datang kepada kita membawakan suatu hadits.” Kemudian: “Bila saya telah berkata dengan satu pendapat yang telah menyalahi kitab Allah ta’ala dan sunah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam . Abu Bakar berkata. kini terjebak dalam taklid buta. maka tinggalkanlah pendapatku. Di antara ucapan Abu Hanifah: “Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil pendapat kami sebelum dia mengetahui dari mana kami mengambilnya.Suatu kebahagiaan kiranya jikalau kita termasuk dalam golongan yang selamat. bahkan harus dibedakan antara mengikuti Nabi semata dengan pelecehan terhadap pendapat para ulama. “Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit.” Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda.” Sedangkan mayoritas ummat Islam sekarang ini mereka berkata. Para Imam ulama salaf yang dijadikan panutan umat. janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya. siapapun orang tersebut. Jika sudah shahih dan jelas maknanya maka tidak boleh berpaling dari hadits tersebut walaupun orang disekeliling kita menyalahi kita. maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah keshahihan hadits tersebut kemudian yang kedua adalah maknanya. Terkadang suatu anjuran untuk mengikuti dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah serta memalingkan jiwa dari selain keduanya dianggap sebagai seruan yang mengajak kepada pelecehan pendapat para ulama dan menghalangi untuk mengikuti jejak para ulama atau mengajak untuk menyerang perkataan mereka.” Firman Allah dalam surat 7 ayat 3: . golongan Tha’ifah Manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan) dari Allah. Aku mengataklan kepada kalian. Umar berkata. selama penerapannya juga benar. Ikhwan fillah rahimakumullah Kebanyakan ummat Islam.” Ibnu Abbas berkata. Kita tidak boleh mengutamakan pendapat seseorang di atas apa yang telah dibawa oleh beliau dan tidak juga pemikirannya. mencegah para pengikutnya mengikuti pendapat mereka tanpa mengetahui dalilnya.

Mayoritas terdiri dari pengikut sebagian madzhab-madzab. 4. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padaNya). bapak-bapak nenek moyang mereka. Ini adalah perusakan terhadap syari’at dan tujuannya. bi’dah akan mendapatkan kesempatan dan berpeluang besar untuk muncul dan berjaya dan tokoh-tokoh bid’ah bertebaran menyeret umat ke jalan sesat. Ghuluw (berlebih-lebihan) . Setiap kali zaman berjalan dan manusia bertambah jauh dari ilmu yang haq. mereka menolaknya. 2. Mereka berhujah dengan madzab-madzab. Fanatik buta terhadap pemikiran-pemikiran orang tertentu Fanatik buta terhadap pemikiran orang-orang tertentu akan memisahkan antara seorang muslim dari dalil dan al-haq. “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiar-kan sesat) .” (Al-Jatsiyah: 23).. Inilah keadaan orang-orang yang fanatik buta pada zaman kita sekarang ini. Apabila ilmu dan ulama telah tiada dengan wafatnya mereka.“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. sufiyyah dan quburiyyun (penyembah-penyembah kuburan). syaikh-syaikh. kiyai-kiyai. 3. dalil-dalil tersebut dihukumi dengan hawa nafsunya. Maka tidak ada yang mampu untuk menentang dan melawan bi’dah kecuali ilmu dan ulama. Dan mereka juga menolak apa-apa yang menyelisihi pendapat mereka. maka semakin sedikit ilmu dan tersebarlah kebodohan. sunnah RasulNya dan ijma’ dan Qiyas.” Kemudian salah satu penyakit umat Islam sekarang ini disamping taklid buta adalah banyaknya para pelaku bid’ah.. Bodoh tentang hukum agama dan sumber-sumbernya Adapun sumber-sumber hukum Islam adalah Kitabullah. Ini adalah pintu dari sekian banyak pintu-pintu masuknya bid’ah ke dalam agama Islam ini. yang apabila mereka diseru untuk mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah. Mengikuti hawa nafsu dalam masalah hukum Yaitu menjadikan hawa nafsu sebagai sumber segalanya dengan menyeret/membawa dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mendukungnya. Dan di antara sebab-sebab yang membawa terjadinya bid’ah adalah: 1.

(Abu Dawud). Musyabibhah dan Jahmiyyah.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ . yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik.116). sedangkan yang benar-benar sunnah mereka jauhi. Isra’ Mi’raj. bagi siapa yang dikehendakiNya . Al-Baghdadi berkata: “Mereka dinamakan Murji’ah karena mereka memisahkan amal dari keimanan. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu. 5. Nuzulul Qur’an dan yang lainnya adalah meyerupai peringatan-peringatan kaum kuffar.. para ahlul bid’ah menjadikan kebid’ahan-kebid’ahan yang mereka lakukan sebagai satu amalan ataupun suatu sunnah. mereka ghuluw berlebihan dalam memahami ayat-ayat peringatan dan ancaman.‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka”.Contoh dari point ini adalah madzab khawarij dan syi’ah. Karena mayoritas dari kalangan kaum Muslimin taqlid kepada kaum kuffar pada amal-amal bid’ah dan syirik. sebagaimana tidak berfaedah ketaatan yang disertai kekufuran. Padahal sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: . Hingga akhirnya mereka sampai pada pendapat bahwa maksiat tidak me-mudharat-kan iman. Mereka berpaling dari ayat-ayat raja’ (pengharapan). janji pengampunan dan taubat sebagaimana Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman. Seperti perayaanperayaan ulang tahun (maulid) dan mengadakan hari-hari atau minggu-minggu khusus dan perayaan serta peringatan bersejarah (menurut anggapan mereka) seperti: peringatan Maulid Nabi. Hal ini pulalah yang terjadi di zaman kita sekarang ini.. Menolak bid’ah dengan bid’ah yang semisalnya atau bahkan yang lebih rusak Contohnya ialah kaum Murji’ah.” Demikianlah. Tasyabuh dengan kaum kuffar Tasyabbuh (menyerupai) kaum kuffar adalah sebab yang paling menonjol terjatuhnya seorang kedalam bid’ah. Kaum Murji’ah memulai bid’ahnya dalam mensikapi orang-orang yang dizamannya. Adapun khawarij. . mereka berkata: “Kita tidak menghakimi mereka dan kita kembalikan urusannya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala ”. 6.” (An-Nisa’: 48. Mu’tazilah.

” (Al. kemudian kita pelajari hakekat kebid’ahan niscaya kita tahu bahwa ternyata antara bid’ah dan taqlid mempunyai hubungan yang sangat erat sekali. Taqlid dan bid’ah merupakan sebab utama tersesatnya umat terdahulu. jika dia bersandar pada dalil. Demikian pula mubtadi’. buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa ilah (berhala)!. maka setelah mereka sampai pada satu kaum yang telah menyembah berhala mereka. Karena dua hal tersebut akan menjauhkan pelakunya dari nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan sumber kebenaran. Jika kita perhatikan perbuatan bid’ah niscaya kita akan mengetahui bahwa pelakunya adalah seorang muqallid. diapun dalam melakukan kebid’ahan tidak berpegang dengan dalil karena kalau berpegang dengan dalil maka ia tidak lagi dinamakan dengan mubtadi’ karena asal bid’ah adalah mengadakan sesuatu hal yang baru tanpa dalil atau nash. Berikut ini ada beberapa sebab yang menunjukkan bahwa taqlid itu mempunyai hubungan yang erat dengan bid’ah.A’raf: 138-139). maka dia tidak lagi dinamakan muqallid. Sekalipun Nabi Musa Alaihissalam melarang dan mencerca mereka dan mereka mengetahui bahwa arca itu hanyalah bebatuan yang tidak memberi . Muqallid tidak bersandar dengan dalil dan tidak mau melihat dalil. Dan kalau kita melihat seorang muqallid. Taqlid dan bid’ah adalah tempat ketergelinciran yang sangat berbahaya yang menyimpangkan seseorang dari agama dan aqidah.” (Hadist riwayat Muslim). niscaya kita lihat bahwa dia tenggelam dalam kebid’ahan.“Barangsiapa mengajarkan suatu amalan yang tidak ada keterangannya dari kami (Rasulullah). Bani Israil berkata: “Hai Musa. kecuali bagi mereka yang dirahmati oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Subhannahu wa Ta'ala menceritakan dalam Al-Qur’an tentang Bani Isra’il yang meminta Musa Alaihissalam untuk menjadikan bagi mereka satu ilah dari berhala. maka dia itu tertolak. Ihwan fillah rahimakumullah Oleh karena itu jika kita mempelajari seluk beluk taqlid. karena taqlid kepada para penyembah berhala yang pernah mereka lewati. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Ilah)! “sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. FirmanNya: “Dan kami seberangkan Bani Israil keseberang lautan itu.

Hal inilah yang merupakan sebab kesesatan Bani Isra’il dan umat lainnya. dan paling luas pemahamannya terhadap dua wahyu yang mulia tersebut. . menganugrahkan kekuatan iman dan takwa untuk bisa tetap istiqomah di atas manhaj yang hak dan menjalani sisa hidup di jaman yang penuh fitnah ini dengan bimbingan syari’at Muhammadiyah (syariat yang dibawa oleh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ). Mudah-mudahan pula Allah menambah ilmu kita.or. paling dalam ilmunya. Terakhir adalah bagaimana cara kita untuk keluar dari bid’ah ini Jalan keluar dari bid’ah ini telah di gariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam banyak hadits.net . Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua dan kepada saudara-saudara kita yang terjerumus dan bergelimang di dalam kebid’ahan. Sumber : www.manfaat dan mudlarat.id/khutbah . Fax : 021 314 8444. Gedung BAZNAS II Lt. Dan satu di antaranya adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shahih. Hal ini disebabkan karena taqlid yang sudah menimpa diri mereka. email : sekretariat@forumzakat. tetapi mereka tetap membikin patung anak sapi dan menyembahnya. termasuk sebagian besar ummat Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . Dasar Jl. sampai kita bertemu Allah dengan membawa bekal husnul khatimah. 57 Jakarta 10340 Telepon : 021 314 8444 .alsofwah. karena mereka adalah orang yang paling besar cintanya kepada Allah dan RasulNya. paling kuat ittiba’nya. Amin ya Rabbal Alamin. Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahaya taqlid dan hubungannya yang sangat erat dengan kebid’ahan bahkan dengan kesyirikan dan kekufuran. Kebon Sirih Raya No. Dengan cara ini seorang muslim mampu berpegang teguh dengan agamanya dan bebas dari kotoran yang mencemari dan terhindar dari semua kebid’ahan yang menyesatkan. DasarGedung BAZNAS II Lt.

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com 11 Gaya Hidup Islami Dan Gaya Hidup Jahili Oleh: Surahmat (Yogyakarta) ّ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ََ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ ََ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ ‫الحمد ل رب العالمين. وأشهد أن ل إله إل ال وحده ل شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم‬ ِ ‫صل وسلم وبارك على محمد عبدك ورسولك، النبي المي وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ََ َ ّ ّ ُ ْ ّ ِ ّ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ ِ ْ َ ٍ ّ َ ُ ََ ْ ِ َ َ ْ َّ َ ّ َ } :،‫فيا أيها المسلمون، اتقوا ال ما استطعتم، واتقوا ال لعلكم تفلحون. قال ال تعالى في القرآن الكريم‬ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َّ َ َ ُ ّ َ ْ ُْ َ َْ َ َ ُ ّ ِ َ ْ ُ ِْ ُ ْ َ ّ َ َ َ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia rahimakumullah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as-sa’adah). Hanya saja masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah berikut ini: Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108). Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar
umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:

‫ل َ ت َقوم الساعة حتى ت َأ ْخذَ أ ُمت ِي ب ِأ َخذ ال ْقرون قب ْل َها شب ْرا‬ ُ ّ َ ُ َ ّ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ً ِ ْ ّ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ َ ِ .‫ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع. فقي ْل: يا رسول الله، ك َفارس والروم‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ِ ِ ْ ّ َ َ ِ َ ُ َ ‫فقال: ومن الناس إ ِل ّ أو‬ َ ،‫لمئ ِك. )رواه البخاري عن أبي هريرة‬ ّ ُ ِ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬

Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).

َ َ َ ْ َ َ َ ّ َ ‫ل َت َت ّب ِعن سن َن من كان قب ْل َك ُم شب ْرا ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع حتى ل َو‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ّ َ ٍ َ ِ ْ ً ِ ْ َ ْ ُ َ َ ‫دَخل ُوا جحر ضب ت َب ِعت ُموهم. قل ْنا: يا رسول الله، ا َل ْي َهود‬ َ ُ ْ ُ ْ ُ ْ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ،‫والن ّصارى. قال: فمن. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري‬ ْ َ َ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬
Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih). Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ .(‫عباس‬
Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu? Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. Tentu saja lingkup pembicaraan tentang tasyabbuh itu masih cukup luas, namun dalam kesempatan yang singkat ini, tetap mewajibkan diri kita agar memprihatinkan kondisi umat kita saat ini. Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka, maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu; mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka- selaras dengan mode pakaian itu. Na’udzubillahi min dzalik. Hadirin, marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:

ٌ َ ِ ْ ُ َ َ ٌ ْ َ ‫صن ْفان من أ َهل النار ل َم أ َرهما؛ قوم معهم سياط ك َأ َذْناب‬ َ ُ َ ْ ِ ّ ِ َ ِ ْ ْ ِ ِ َ ِ َ ‫ال ْب َقر ي َضرب ُون ب ِها الناس، ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت‬ ّ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ َ َ َ َ ْ َ ‫مائ ِل َِت رؤ ِوسهن ك َأ‬ َ ‫ٌ ُ ُ ْ ُ ُ ّ سن ِمة ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ ‫ي َجدْن ري ْحها، وإ ِن ري ْحها ل َت ُوجدُ من مسي ْرة ك َذا وك‬ َ ‫َ َ ذا. )رواه‬ ِ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ ِ َ ِ .(‫مسلم عن أبي هريرة، صحيح‬

Artinya: “Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah z, shahih). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Nah, hadirin rahimakumullah Sebagai penutup khutbah ini saya mengajak kepada kita semua untuk memperhatikan, merenungi dan mentaati sebuah firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. وأ َقم ِ الصل َة.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬

‫21‬
‫‪Tegakkan Sunnah Hapuskan Bid'ah‬‬

Dan sebaik-baik petunjuk yang harus ditempuh oleh orang –orang yang mengharapkan kejayaan. Sebab sebuah ajaran tidak dapat disebut Ad-Dien kecuali bila di dalamnya ada kepatuhan pada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan ittiba’ pada apa yang diserukan oleh RasulNya. “Dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah. Tidak ada lagi pertunjuk yang lebih baik dari pada petunjuk beliau. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الل مه وأ َش مهد أ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا عب ْ مدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ‫ورسممول ُه، دَعمما إ ِلممى اللممه علممى ب َصممي ْرة فاسممت َجاب لممدَعوت ِه‬ َ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ٍ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ُ ‫الراشممدُون، فصممل َوات اللممه وسممل َمه عل َيممه وعلممى مممن ت َب ِعممه‬ ِ ّ ُ َ َ َ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ْ َ ِ ‫ب ِإ ِحسان إ‬ . Dari situlah iblis kemudian memasukkan hal-hal yang secara lahiriah adalah perbuatan baik/amal shaleh ke dalam agama namun sebenarnya ia tidak pernah dituntunkan Allah dan RasulNya.‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ Amma ba’du. Muncullah berbagai keyakinan dan amalan yang tidak pernah diajarkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Lahirlah . sebaik-baik jalan yang mesti dilalui oleh orang-orang shaleh adalah: petunjuk dan jalan yang digariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kepada umatnya.tidak pernah berhenti menyesatkan anak cucu Adam.Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ْ َ ُ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن، أ َحمدُهُ س مب ْحان َه وأ َش مك ُرهُ وأ َت ُموب إ ِل َي ْمه‬ ِ ُ ْ ّ َ ِ ُ َ ِ َ َ ْ ْ َ َ ُ َ ‫وأ َست َغفره. bagi orang-orang yang yakin. Dengan berbagai cara tipu muslihat ia mencoba memalingkan mereka dari cahaya ilmu lalu membiarkan mereka tersesat dan kebingungan dalam gelapnya kebodohan. dengannya Allah mengutus para Rasul. Kaum Muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Ketahuilah hadirin sekalian bahwa agama Islam pada asalnya sama seperti agama samawiyah lainnya yang diturunkan Allah.” (Al-Maidah: 50) Namun ternyata iblis -la’natullah ‘alaihi. Tidak ada lagi jalan hidup yang lebih lurus selain dari pada jalan hidup yang beliau tempuh. yaitu agama yang dibangun di atas dasar ittiba’ (mengikuti) dan kepatuhan pada apa yang disampaikan Allah dan RasulNya.‫ْ َ ٍ لى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ‫َ َ َم‬ َ ‫قال ت َعمالى: يما أ َيهما َ المذي ْن ءامن ُموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول‬ َ ّ َ َ ُ ‫ّ ِ َ َ َ م‬ ّ َ َ ِ َ .

maka ia akan masuk dalam ancaman Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : .amalan apapun dilemparkan kembali kepada pelakunya.‫من أ َحدَث في أ َمرنا هذا ما ل َي ْس من ْه فهو رد‬ ِ َ ْ ْ َ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam urusan (agama) kami.” (HR. dan jauhilah perkaraperkara yang dibuat-buat (dalam agama). maka ia itu tertolak. Hadits yang baru saja kita simak ini merupakan dasar terpenting dalam ajaran Islam. bagaimanapun baik dan bergunanya menurut akal kita. beliau bersabda: . Imam Nawawy menjelaskan bahwa hadits yang mulia ini adalah salah satu hadits penting yang harus dihafal dan digunakan untuk membantah dan membatalkan segala bentuk kemungkaran dalam Islam. AlBukhari dan Muslim) Dan riwayat Muslim yang lain. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫إ ِن ّه من ي َع مش من ْك ُمم فس مي َرى اخت ِل َف ما ك َث ِي ْمرا، فعل َي ْك ُمم ب ِس من ّت ِي‬ ‫ًم‬ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ً َ َ َ ْ ْ ،‫وسمن ّة ال ْخل َفماء الراشمدي ْن ال ْمهمدي ّي ْن، عضموا عل َي ْهما بالن ّواجمذ‬ ِ ‫ُ َم‬ ِ ِ َ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ‫َ ّ ْ َ َم‬ ُ ‫وإياك ُم ومحدَثات ا ْل‬ ّ . gigitlah (sunnah)dengan gigi-gigi geraham (berpegang teguh). generasi As-Salafus shalih ridlwanullah ‘alaihim.” Para hamba Allah yang berbahagia.” (HR. Sehingga berdasarkan hadits ini pula perbuatan apa pun yang diada-adakan dalam Islam bila tidak diizinkan oleh Allah dan RasulNya.i’tiqad dan perbuatan yang tak pernah dikenal oleh generasi terbaik ummat ini. Abu Dawud dan At-Tarmidzi ia katakan hadits hasan shahih) Yang dimaksud dengan bid’ah adalah segala perkara yang dibuat-buat dalam agama yang sama sekali tidak memiliki dasar dalam syari’ah . Dan barangsiapa yang mencoba melakukan hal ini.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ yang tidak “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dilandasi/sesuai dengan keterangan kami. (maka saat itu) ikutilah sunnahku dan sunnah para khulafa’ Ar-rasyiddin yang mendapatkan hidayah. Hadits ini merupakan standar yang harus digunakan untuk mengukur dan menilai sebuah amalan secara lahiriah. maka tidaklah boleh dikerjakan. sehingga -berdasarkan hadits ini. karena setiap bid’ah itu sesat.‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ِّ َ “Sesungguhnya barangsiapa yang hidup di antara kalian maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. . apa-apa yang tidak ada keterangan darinya maka ia itu tertolak.

Bila kejahatan bid’ah ini dilakukan maka “kejahatan-kejahatan” lain yang akan muncul. Itulah sebabnya Imam Malik bin Anas rahimahullah pernah berkata: “Barangsiapa yang membuat-buat sebuah bid’ah dalam Islam yang ia anggap baik. karena pelaku bid’ah telah menganggap bahwa agama ini belumlah sempurna sehingga perlu diberikan ajaran-ajaran tambahan agar lebih sempurna.” . apapun yang pada saat itu tidak temasuk dalam Ad-Dien maka hari inipun ia tak dapat dijadikan (sebagai bagian) Ad-Dien.‫ْ َ ب ِدْعة وت َموت السن ّة‬ ُ ّ ّ َ َ ْ ُ َ ُ َ “Tidaklah datang suatu tahun kepada ummat manusia kecuali mereka membuat-buat sebuah bid’ah di dalamnya dan mematikan As-Sunnah. dan telah kucukupkan atas kalian nikmatKu. Perbuatan ini akan memberikan kesan bahwa Islam tidaklah pantas menjadi pedoman hidup karena ternyata belum sempurna. maka sungguh ia telah menuduh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam telah mengkhianati risalah yang diturunkan Allah padaNya. hingga hiduplah bid’ah dan matilah As-Sunnah. sebab pada dasarnya bid’ah itu tidak akan muncul kecuali bila As-Sunnah telah ditinggalkan.” (QS. Ibnu Abbas Rahimahullaah pernah menyinggung hal ini dengan mengatakan: َ َ ‫ما أ َتى على الناس عام إ ِل ّ أ َحدَث ُوا في ْه ب ِدْعة وأ َمات ُوا ف ْ مه ُ من ّة‬ ً ‫َ ً َ َ ْ ِ يم ِ سم‬ ّ َ ِ ِ ْ ْ ٌ َ ِ َ ْ ‫حتى ت َحيا ال‬ . Disamping itu. karena Allah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan buat kalian dien kalian. Hal ini disebabkan tidak ada satupun bid’ah yang muncul dan menyebar melainkan sebuah sunnah akan mati bersamanya. dan telah Aku relakan Islam sebagai agama kalian. di antaranya: Perilaku bid’ah menunjukkan bahwa pelakunya telah berprasanga buruk (suudhan)terhadap Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya yang telah menetapkan risalah Islam. Sahabat Nabi yang mulia. berdasarkan point pertama maka dampak negatif lain dari perilaku bid’ah adalah bahwa hal ini akan mengotori dan menodai keindahan syari’ah Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala .Kaum Muslimin yang dirahmati Allah! Sesungguhnya perilaku bid’ah dan segala perilaku yang mengarah pada penambahan terhadap ajaran Islam adalah tindakan kejahatan yang amat sangat nyata. Al-Maidah:3) Oleh karena itu. Perbuatan bid’ah juga akan mengakibatkan terhapusnya dan hilangnya syi’ar-syi’ar As Sunnah dalam kehidupan umat Islam.

Dan tidak ada jalan lain untuk membasmi hal tersebut kecuali dengan mendalami dan melaksanakan sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . Sangat banyak kaum Muslimin yang jatuh dan menjadi korban. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). Hal ini tidaklah mengherankan.Tersebarnya bid’ah juga akan menghalangi kaum Muslimin untuk memahami ajaran-ajaran agama mereka yang shahih dan murni. karena ketika mereka melakukan bid’ah tersebut maka saat itu mereka tidak memandangnya sebagai sesuatu yang salah. dan As-Sunnah yang shahihah adalah “bahtera Nuh”. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. syetanpun telah memperoleh kemenangan “peperangan” ini dalam banyak . tidak ada penyelesaian lain kecuali dengan mengembalikan semua perkara kepada hukum Allah dan RasulNya. karena perbuatan maksiat itu (pelakunya) dapat bertaubat (karena bagaimanapun ia meyakini bahwa perbuatannya adalah dosa) sedangkan bid’ah (pelakunya) sulit untuk bertaubat (karena ia melakukannya dengan keyakinan hal itu termasuk ajaran agama. bukan dosa).‫وال ْب ِدْعة ل َ ي ُتاب من ْها‬ ُ َ َ ِ ُ َ َ “Bid’ah itu lebih disenangi oleh syaitan dari pada perbuatan maksiat. mereka justru meyakininya sebagai sesuatu yang benar dan termasuk dalam ajaran Islam. Kaum Muslimin. siapapun yang mengendarainya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam. para hamba Allah yang berbahagia! Setiap jalan selain jalan Allah disitu terdapat syetan yang akan selalu mengajak dan menanamkan rasa cinta kepada perilaku bid’ah lalu perlahanlahan menjauhkan kita dari As-Sunnah. Hingga tepatlah kiranya apa yang dinyatakan oleh Imam Sufyan Ats Tsaury: ‫ا َل ْب ِدْعة أ َحب إ ِل َمى إ ِب ْل ِي ْمس م من ال ْمعص مي َة. karena jalanjalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. maka ikutilah ia. “Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. ا َل ْمعص مي َة ي ُت َماب من ْه ما‬ ‫َ ْ ِ ُ م ُ ِ َم‬ ‫َ ُ َ ّ م‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ . Hadirin yang dimuliakan oleh Allah! Dengan demikian jelaslah sudah bahwa perbuatan bid’ah adalah tindak kejahatan yang sangat nyata terhadap syari’at Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah.” (Al-An’am: 153) Bid’ah adalah gelombang taufan yang dapat menenggelam-kan siapapun. Ini adalah salah satu langkah syetan dimana secara bertahap ia membisikkan syubhat-syubhat itu ke dalam amal nyata. baik dengan mengurangi atau menambah i’itiqad maupun amalan yang tak pernah dituntunkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.

melaksanakan dan menda’wakan As-Sunnah disetiap lapangan kehidupan kita. yang kecil maupun yang besar dalam Ad-Dien ini karena ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakanya hingga hari Kiamat.” (HR. akan kemanakah kakinya melangkah? Karena boleh jadi ia meletakkan kakinya dijalan yang salah tanpa disadari. agar tidak ada lagi bid’ah-bid’ah yang menodai kehidupan kita. baik ketika seorang hamba meyakini i’tiqad tertentu yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah atau ketika seorang hamba mengerjakan amalan ibadah tertentu yang tidak pernah digariskan dalam risalah Al-Islam. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫من سن سن ّة سي ّئ َة كان عل َي ْه وزرها ووزر م من عم مل ب ِه ما إ ِل َمى‬ ‫َ ْ َ ّ ُ ً َ ً َ َ َ ِ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َم م‬ ً َ ْ ِ ِ َ ْ ْ ِ ُ َ . selalu memperhatikan perbuatan dan amalnya.‫ي َوم ِ ال ْقيامة ل َ ي ُن ْقص من أ َوزارهم شي ْئا‬ ِ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang mempelopori perbuatan buruk maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakannya hingga hari qiamah tanpa dikurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun. Muslim) Hendaklah setiap Muslim yang merasa takut kepada Rabb-nya. أ َقول قوِل ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ . Marilah kita menanamkan tekad sebesar-besarnya untuk mengkaji. mendalami. Allah Yang Maha Bijaksana telah menanamkan dalam hati mereka keyakinan akan kesempurnaan Ad-Dien ini. Nasihat Allah dan Rasulnya telah tersimpan abadi dalam jiwa-jiwa mereka. sehingga menghalangi kaum Muslimin untuk meraih kejayaannya. sebab apapun selain keduanya adalah kesesatan dan kebinasaan! Sebab segala kebaikan terdapat dalam ittiba’ kepada kaum salaf dan segala keburukan terdapat dalam perilaku bid’ah kaum Khalaf! Hadirin yang berbahagia dan dirahmati Allah! Akhirnya. Insya’ Allah.kesempatan. bahwa kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki hanyalah dicapai bila berpegang teguh kepada Wahyu Allah dan Sunnah RasulNya. Namun Ahlus Sunnah wal Jama’ah satu-satunya golongan yang selamat dan satu-satunya kelompok yang akan dimenangkan Allah telah menetapkan Kitabullah dan Sunnah RasulNya ke dalam lubuk hati mereka yang paling dalam. Waspadailah segala perilaku bid’ah. saya kembali mengulang wasiat untuk selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ .

‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ مموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫قريب. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫31‬ ‫‪Dahsyatnya Gelombang Penghancur Iman Dan Akhlaq‬‬ ‫‪Oleh: H. ث ُمم اعل َمموا‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫فإن الله أ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه ف َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫قال: }إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا صمل ّوا عل َي ْمه‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّ‬ ‫َ َ موا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫‪Ada gelombang dahsyat yang menimpa ummat Islam sedunia.‪Muslimin yang teguh imannya. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ ال ْقيامة.‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ُ َ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َي ْك ُم رقي ْبا. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. maka yang paling prihatin dan menjadi sasaran adalah ummat‬‬ ‫. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. Hingga. Hanya saja gelombang dahsyat itu karena sasarannya merusak‬‬ ‫‪akhlaq dan aqidah.‪Islam. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Gelombang itu pada hakekatnya‬‬ ‫‪lebih ganas dibanding senjata-senjata nuklir yang sering dipersoalkan secara‬‬ ‫‪internasional. sekalipun gelombang dahsyat itu telah melanda seluruh dunia‬‬ ‫‪namun pembicaraan hanya sampai pada tarap keluhan para ulama dan‬‬ ‫. yaitu‬‬ ‫‪gelombang budaya jahiliyah yang merusak akhlaq dan aqidah manusia yang‬‬ ‫‪disebarkan lewat televisi dan media lainnya. serta sebagian ilmuwan yang obyektif‬‬ . sedang yang paling menjunjung tinggi akhlaq dan aqidah‬‬ ‫‪itu adalah Islam.

1412H. terutama televisi. cetakan II. hal 28). di mana sang bintang film menanamkan rasa senang dan membangkitkan syahwat bagi para penonton dengan cara yang sangat fulqar bagi kalangan anak-anak dan remaja itu amat sangat berbahaya.” Peneliti ini telah mengadakan statistik kumpulan film-film ditayangkan untuk anak-anak sedunia. Darul Wathan. VCD/ CD. majalah. ia mendapatkan bahwa: • • • yang 29. (Thibah Al-Yahya. Video dan komputer/ CD telah menjadi sarana penyaluran budaya kaum jahili untuk merusak akhlaq dan aqidah ummat Islam. dari anak-anak sampai kakek. Gambar-gambar yang merusak agama itu bisa disewa di pinggirpinggir jalan atau dibeli di kaki lima dengan harga murah. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan kita agar menjaga diri dan keluarga dari api Neraka. Firman Allah: . Dunia Islam seakan menangis menghadapi gelombang dahhsyat itu. Riyadh. Bukan hanya di Indonesia. melalui produksi VCD dan CD yang ditonton oleh masyarakat. Hal itu dikuatkan oleh sarjana-sarjana psikologi bahwa berlebihan dalam menonton program-program televisi dan film mengakibatkan kegoncangan jiwa dan cenderung kepada sifat dendam dan merasa puas dengan nilai-nilai yang menyimpang. Jangkauan lebih luas Apa yang dikemukakan oleh peneliti beberapa tahun lalu itu ternyata tidak menjadi peringatan bagi para perusak akhlaq dan aqidah. dan brutal.6% film anak-anak bertemakan seks 27. koran.Gelombang dahsyat itu tak lain adalah budaya jahiliyah yang disebarkan lewat aneka media massa.nenek. Budaya jahiliyah itu jelas akan menjerumuskan manusia ke neraka. tabloid. dan visualisasi (penampakan gambar) trik-trik porno.. Di antara pengaruh negatif televisi adalah membangkitkan naluri kebinatangan secara dini. Ada sejumlah contoh bagi kita dari pengkajian Charterz (seorang peneliti) yang berharga dalam masalah ini di antaranya ia berkata: “Sesungguhnya pembangkitan syahwat dan penayangan gambar-gambar porno. memaksa.. radio. Belum lagi situs-situs porno di internet. kekerasan yang Terdapat pula film-film yang menampilkan menganjurkan untuk balas dendam. namun di negara-negara lain pun dilanda gelombang dahsyat yang amat merusak ini. di rumah masingmasing. Justru mereka tetap menggencarkan program-programnya dengan lebih dahsyat lagi dan lebih meluas lagi jangkauannya. dan dampak dari itu semua adalah merosotnya akhlak dan kesalahan yang sangat mengerikan yang dirancang untuk menabrak norma-norma masyarakat. Bashmat ‘alaa waladi/ tanda-tanda atas anakku.4% film anak-anak tentang menanggulangi kejahatan 15% film anak-anak berkisar sekitar percintaan dalam arti syahwat bukabukaan.dan buku-buku yang merusak akhlak.

” ( Hadits Riwayat Ahmad. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Dari sisi lain. . Sirkulasi perusakan akhlaq dan aqidah Dengan ramainya lalulintas tayangan yang merusak aqidah dan akhlaq lewat berbagai jalur itu penduduk dunia -dalam pembicaraan ini ummat Islam-dikeroyok oleh syetan-syetan perusak akhlaq dan aqidah dengan aneka bentuk. ummat Islam didesak dengan aneka budaya yang merusak aqidah dan akhlaq. praktek tiruan dari pribadi-pribadi pendukung kemaksiatan itupun diprogramkan pula untuk dipompakan kepada masyarakat dengan aneka cara. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. ada yang dengan paksa.(20191 ‫في مسنده‬ “Tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam maksiat pada Allah Tabaraka wa Ta’ala. tabloid dsb. kemudian dipraktekkan langsung oleh perusakperusak aqidah dan akhlaq dalam bentuk diri pribadi. tinggal sebagian pesantrenlah yang relatif lebih aman dibanding pendidikan umum yang lingkungannya sudah tercemar akhlaq buruk. prihatin dengan bersuara lantang di masjid-masjid. Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam memperingatkan agar ummat Islam tidak mematuhi suruhan siapapun yang bertentangan dengan aturan Allah swt. Mereka merasakan kesulitan dalam mendidikkan anakanaknya. )رواه أحم مد‬ ‫م‬ ِ ِ ْ َ ْ ِ ٍ ْ ْ َ َ َ َ . Kemungkinan.“Hai orang-orang yang beriman. buku. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Bersabda: َ ‫ِ م َ َ َ َم‬ ‫ل َ طاعة ل ِمخل ُوق في معصي َة الله ت َب َمارك وت َع مالى. yang keras. bahkan lebih besar madharatnya. dan bacaan yang merusak aqidah dan akhlaq itu telah mengeroyok Muslimin. majalah. Lalu masyarakatpun meniru dan mempraktekkannya. di tempat-tempat pendidikan. Sikap Ummat Islam Masyarakat Muslim pun beraneka ragam dalam menghadapi kepungan gelombang dahsyat itu. gambar-gambar cetak berupa foto. gambar. misalnya menyeragami para wanita penjaga toko dengan pakaian ala jahiliyah. Bacaan dan cerita pun demikian. Dalam bentuk gambar-gambar budaya jahiliyah. CD. film-film di VCD. Sehingga praktek dalam kehidupan sehari-hari yang sudah menyimpang dari akhlaq dan aqidah yang benar itupun mengepung ummat Islam.” (QS At-Tahriim: 6). dari yang sifatnya tontonan sampai praktek paksaan. dan di rumah masing-masing. yaitu perilaku. dalam Musnadnya nomor 20191). penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Golongan pertama. di majlis-majlis ta’lim dan pengajian. di antaranya disodorkan lewat televisi. Mereka melarang anak-anaknya menonton televisi karena hampir tidak diperoleh manfaat darinya. Sehingga. suara. bioskop. Tayangan.

dan ingin mempraktekkannya dalam kehidupan. Lantas. Sehingga. Sehingga mereka tidak merasa risih apalagi bersalah. mereka berani mengorbankan segalanya termasuk apa yang dimiliki anaknya. golongan ketiga --yang ingin jadi pelaku perusak akhlaq dan aqidah itu-. Hingga mereka justru mempersiap-kan aneka makanan kecil untuk dinikmati sambil menonton tayangan-tayangan yang merusak namun dianggap nikmat itu. betapa nikmatnya kalau anak-anaknya menjadi pelaku-pelaku yang ditayangkan itu. Itu kenyataan. banyak duit. Lebih menghargai bintang film daripada guru ngaji. Yang penting adalah hidup senang. masyarakat yang juga mengaku Islam.Ummat Islam adalah golongan pertama yang ingin mempertahan-kan aqidah dan akhlaq anak-anaknya itu. kini masyarakat jauh lebih meng-unggulkan pelawak daripada ulama’. tukang iklan dan sebagainya lebih dihafal oleh masyarakat daripada Kalamullah. bukan hanya suara ulama’ yang tak didengar. pelawak. Diamdiam masyarakat Muslim yang awam itu justru menikmati aneka tayangan yang sebenarnya merusak akhlaq dan aqidah mereka dengan senang hati. sudah ada yang bertanggung jawab. Mereka berangan-angan. Ini sudah bukan rahasia lagi bagi orang yang tahu tentang itu. Mereka beranggapan. tetapi justru secara kenyataan adalah nyata. Sehingga mereka pun terbentuk jiwanya menjadi penggemar tayangan-tayangan itu. Hingga Muslimin yang mempertahankan akhlaq dan aqidah justru menjadi minoritas. namun Kalamullah pun sudah banyak tidak didengar. terlalu didramatisir secara akal. Entah itu hanya jadi penjoget di belakang penyanyi (namanya penjoget latar). Fa nastaghfirulaahal ‘adhim. berarti boleh-boleh saja. boleh jadi seimbang jumlahnya. dan serba mewah. Tanpa disarari mereka secara bersama-sama dengan yang lain telah jauh dari agamanya. Golongan ketiga. Untuk mencapai ke “derajat” itu. Ungkapan ini secara wajar tampak hiperbol. ayat-ayat Al-Quran. Dan lebih meniru penjoget daripada imam masjid dan khatib. apalagi aqidah. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah. Harus mencari tempat perlindungan yang sekira-nya aman dari aneka “peluru” yang ditembakkan. Lebih menyanjung penyanyi dan penjoget daripada ustadz ataupun kiyai. kalau bisa agar terkenal. Golongan pertama yang ingin mempertahankan akhlaq dan aqidah itu dibanding dengan golongan yang ketiga yang berangan-angan agar anaknya ataupun dirinya jadi perusak akhlaq dan aqidah. di bumi zaman sekarang ini ibarat orang yang sedang dalam keadaan menghindar dari serangan musuh. suara penyayi. tapi lebih buruk dari sikap orang awam tersebut di atas. . Ummat Islam yang biasa-biasa saja sikapnya. yang penting bisa tampil. Syukur-syukur bisa jadi bintang top yang mendapat bayaran besar. atau berperan apa saja. Buktinya. Bahkan. maka terkumpullah jumlah mayoritas. Sungguh! Golongan kedua. apa-apa yang ditayangkan itu sudah lewat sensor.digabung dengan golongan kedua yang merasa nikmat dengan adanya tayangan maksiat. Mereka tidak lagi memikir tentang akhlaq. Na’udzubillaah.

dan menganjurkan kesadisan. para penonton lebih-lebih anak-anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mencampur kebaikan dengan kebatilan Kenapa masyarakat tidak dapat membedakan kebaikan dan keburukan? Karena “guru utama mereka” adalah televisi. apa-apa boleh saja. Sedang program-program televisi adalah menampilkan aneka macam yang campur aduk. merusak akhlaq.” (QS AlBaqarah: 42). Dari berakhlaq mulia dan tinggi menjadi masyarakat tak punya filter lagi. permissive atau ibahiyah. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala telah melarang pencampur adukan antara yang haq dengan yang batil: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui. yaitu larangan mencampur adukkan antara yang haq (benar) dan yang batil. Munculnya masyarakat permissive itu karena adanya penyingkiran secara sistimatis terhadap aturan yang normal. berubah menjadi manusia yang berfaham menghalalkan segala cara. Dengan mencampur adukkan antara yang benar dengan yang batil secara terus menerus. Ini mengakibatkan dicabutnya ni’mat Allah akibat perubahan tingkah manusia itu sendiri. membolehkan tegaknya dan merajalelanya kebatilan. dan akibatnya pula menumbuhkan jiwa yang berpandangan serba boleh. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. sehingga dalam tempo sekian tahun. dari baik menjadi tidak baik. Dan terakhir. Tidak tahu mana yang ma’ruf (baik) dan mana yang munkar (jelek dan dilarang).Tayangan-tayangan televisi dan lainnya telah mengakibatkan berubahnya masyarakat secara drastis. tumbuh jiwa yang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan . Lalu ditayangkan film-film porno. namun ditayangkan terus menerus. Masyarakat pun demikian. nasihat atau pengajian agama. merusak aqidah. Bahkan dalam praktek sering mengutamakan yang jelek dan terlarang daripada yang baik dan diperintahkan oleh Allah SWT.” (QS Ar-Ra’d/ 13:11). Sehingga. Hal itu berlangsung setiap waktu. tak sesuai dengan kenyataan. ditayangkan untuk ditonton oleh masyarakat. Yang ditayangkan adalah jenis pencampur adukan yang haq dan yang batil secara terus menerus. Kemudian berakibat tumbuhnya jiwa yang membolehkan kedua-duanya berjalan. manusia Muslim yang tadinya mampu membedakan yang haq dari yang batil. Kebohongan ini kemudian dilanjutkan dengan acara tentang ajaran kebaikan. Berarti manusia ini telah merubah keadaan dirinya. akibatnya mempengaruhi manusia untuk tidak menegakkan yang haq/ benar dan menyingkirkan yang batil. Ada aneka macam kebohongan misalnya iklan-iklan yang sebenarnya bohong. Lalu ditayangkan aneka macam perkataan orang dan berita-berita yang belum tentu mendidik. akibatnya lagi.

Lantas.‫‪mana yang buruk. mana yang haq dan mana yang batil. lantas‬‬ ‫?‪keimanannya di mana‬‬ ‫‪Menipisnya keimanan itulah bencana yang paling parah yang menimpa‬‬ ‫‪ummat Islam dari proyek besar-besaran dan sistimatis serta terus menerus‬‬ ‫‪yang diderakan kepada ummat Islam sedunia. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. قال ت َ َ ما َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ عم لى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. Yaitu proyek mencampur‬‬ ‫‪adukkan antara kebaikan dan keburukan lewat aneka tayangan. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. kalau sudah tidak mampu membedakan mana yang‬‬ ‫‪baik dan mana yang buruk. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ . Apakah upaya‬‬ ‫?‪kita untuk membentengi keimanan kita‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإن الل مه أ َ‬ ‫َ مرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصمل ّون عل َمى الن ّبمي، يما أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ّ َم يهما َ ال ّمذي ْن‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ م‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا.

yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam Al-Qur’an dan Sunah Rasul dan dijelaskan oleh para sahabat. M.14 Masalah Mengada-ada Dalam Beribadah Oleh: Drs. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa” (Al-An’am:153). dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Padahal Allah telah berfirman dalam surat Al-An’am 153: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ُ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله، ات ّقوا الله حق‬ ِ ِ ْ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ َْ . kita tinggal mengikuti syari’at yang jelas. dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr: 7). Mereka cenderung untuk menyimpang dari syari’at. Ironisnya hal itu justru mereka anggap dan mereka yakini sebagai kebenaran. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ َ ِ ‫وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن. tidak puas dengan syariat yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. maka ikutilah dia.‫ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ َ ِ َ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Di dalam menjalankan dan menegakkan Islam. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Mengapa disaat sekarang ini semakin ngetren. Joko Winarto ‫ا َل ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ُ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Tapi apa yang terjadi sekarang? Sebagian orang malah membuat syari’at sendiri. berbangga-bangga dengan syariat yang diada-adakan dalam beribadah maupun aqidah padahal sudah menjadi ketetapan bahwa cara-cara yang sah untuk menyembah Allah Subhannahu wa Ta'ala telah ditetapkanNya dan telah disampaikan oleh . dan ber-taqwalah kepada Allah. tabi’ien. dan tabi’it-tab’ien. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫عب ْدُهُ ورسول ُه.

sesuatu yang bukan darinya. keseratus. Nah. puasa mutih. Dalam istilah agama mereka telah menjalankan kebid’ahan (sesuatu yang diada-adakan dalam urusan agama). puji-pujian menjelang shalat fardhu. melakukan penginjakan (pecah telur) pengantin saat dipertemukan. seribu hari dst. sekarang seperti memperingati orang mati (tahlilan) dengan upacara pesta dan bacaan-bacaan tertentu pada waktu-waktu tertentu yakni hari ketiga. maka ia adalah tertolak” (diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim). keempat puluh. maulidan. sadranan. karena setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. dzikir dengan goyangan dan diiringi rebana. Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ٌ َ ‫إ ِياك ُم ومحدَثات ا ْل ُمور فإ ِن ك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ْ ُ ّ ّ . Seseorang tidak boleh menambah-nambahi menurut kemauannya sendiri. . mencari petunjuk dengan tidur di kuburan. berjanjen. Ya Rabbibil Musthofa . dan berkecimpung dalam tasawuf. nisfu sya’ban. Maka setiap peribadatan dan penetapan hukum haruslah berdasarkan Al-Qur’an atau ketetapan Rasul. dia berkata hadits hasan shahih). berbagai macam shalawat yang menyimpang (Shalawat Nariyah.(‫ومسلم‬ “Barangsiapa mengada-adakan pada perkara (agama) kami ini. Lantas bagaimana dengan sebagian orang yang melaksanakan hal-hal terebut? orang-orang tersebut telah menjalankan hal yang tidak diperintahkan Allah dan tak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . maka amalan itu tertolak” (Diriwayatkan Muslim). ‫من أ َحدَث في أ َمرنا ما ل َي ْس من ْه فهو رد. sedekah laut. Apakah ini semua sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah? Jawabannya adalah hal-hal tersebut tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dan tidak diperintahkan oleh Allah. nujuh bulan (pitonan).. menanam kepala kerbau guna keselamatan bangunan. )رواه أبو داود والترمذي‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ “Jauhilah perkara-perkara baru. ketujuh. melakukan penerobosan di bawah keranda (mayat) bagi ahli waris. ratiban. dll). yang tidak ada keterangannya dari kami. “Barangsiapa melakukan amalan. meminta do’a pada isi kubur. dan setiap kesesatan masuk dalam Neraka” (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi. manakib.RasulNya. sesaji untuk menolak balak.(‫وك ُل ضل َل َة في النار. menjalankan tirakat. )رواه البخاري‬ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ َ ْ ْ َ . sedekah bumi.

kita harus menjaga kemurnian aqidah Islamiyah. yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah RasulNya”. Apabila seseorang tetap mengikuti ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. marilah kita pegang teguh ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. kalau kamu sekalian berpegang teguh kepadanya maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya. banyak yang mengikutinya. tabi’in. yaitu manhaj salaf yang telah ditempuh oleh generasi awal Islam yakni shahabat. sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah dengan pemahaman salafus shalih dan juga marilah kita jauhi sikap ikut-ikutan tanpa ilmu ta’ashub dan fanatisme semata-mata. Oleh karena itu. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Perintah untuk tetap berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah Ash-Shahihah ditegaskan dalam beberapa nash. Padahal itu mengada-ada dalam ibadah dan balasannya adalah Neraka. maka waspadalah. maka akan menyesal dan rugi sebesar-besarnya di akhirat kelak. Walaupun di dunia bisa jadi dinilai oleh sesama sebagai orang yang hidup bermasyarakat dan banyak konco-konconya. Sesungguhnya aku telah meninggalkan padamu satu perkara. Apapun yang tidak sesuai dengan AlQur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah maka wajib ditinggalkan atau ditolak. Namun bagi mereka yang tetap memegangi ajaran atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan kebenaran Islam. (Hadits shahih). sesat dan tertolak. tetapi senang bila kalian mengikutinya pada sesuatu yang menyia-nyiakan amal-amalmu. tapi apa yang terjadi di akhirat.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dari hadits-hadits ini sangat jelas bahwa semua bid’ah pada agama. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Oleh karena itu. Na’udzubillahi min dzalik. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ketika berkhutbah pada haji wada’ (perpisahan). dan banyak pengayomnya. . tapi sebagian orang menganggap itu adalah suatu amalan ibadah yang berpahala. Penjelasan yang benar dan shahih yaitu berlandaskan Al-Qur’an dan AsSunnah Ash-Shahihah dengan jalan yang shahih pula. maka ancaman dan kecaman akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka. beliau menegaskan: “Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah di bumimu ini. hukumnya adalah haram. sehingga tak perlu diragukan lagi. Demikian uraian singkat tentang hal-hal yang tidak pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kerjakan. dan tabi’it tabi’in. kesemuanya akan mendapat dan menerima balasan dari Allah. setimpal dengan kemaksiatan dan kesesatannya.

‫‪Akhirnya hanya kepada Allah-lah kami bertawakkal. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫وأ َصحابه والتابعين أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ ّ ِ ِ ْ َ جمعي ْن. رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. dan hanya kepada Allah-lah‬‬ ‫‪kami mohon pertolongan. Mudah-mudahan Allah menunjukkan kita semua ke jalan‬‬ ‫‪yang lurus dan yang diridhoiNya.‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ْ َ ٍ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، صل وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. أ َما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫ً‬ ‫َ ّ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫فيا عبادَ الله، رحمك ُم الله.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه ول َ ن َعب ُدُ إ ِل ّ إ ِياه‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ‬ ‫ون َحن ل َه مخل ِصون. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ‬ .‪kesalahan kita semua. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن‬ ‫َ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ون َحن ل َه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ ُ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ‬ ‫تاب ِعون. Amin ya Rabbal ‘Alamin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب ّل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه،‬ ‫ُ ِ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. واعل َموا أ َي ّها َ ال ْمؤمن ُون، أ َن الله ت َعالى صلى على‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ُ ْ َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ َ ّ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ن َب ِي ّه ت َقدي ْما وب َدَأ َ ب ِن َفسه ت َعل ِي ْما، وقال الله عز وجل: إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ ِ ِ ْ ً‬ ‫ِ ْ ِ ً َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله في‬ ‫ِ ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ ِ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ّ ِ َ َ َ َ ُ‬ ‫السر وال ْعل َن، فات ّقوا الله حق ت ُقات ِه وأ َطِي ْعوهُ والرسول ل َعل ّك ُم‬ ‫َ ّ ُ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ت ُفل ِحون.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب الدّعوات.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن هدانا الله. dan mudah-mudahan Allah mengampuni dosa dan‬‬ ‫.

‫وا ْل ِب ْت ِعادُ عن الشرك‬ ِ ْ ّ َ َ ِ َ Artinya: “Islam itu ialah berserah diri kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan tunduk dengan melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ً َ ِ .‫في النار.‫وقنا عذاب النار. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ 15 Makna Islam Oleh: Abu Abdir Rahman َ َ ُ ّ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدَ الشاك ِري ْن والصل َةُ والسل َم على محمد‬ ٍ ّ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ّ َ َ َ ‫ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن وع‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداه‬ ً َ ْ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ُ َ ُ ً ‫وعمل بسن ّت ِه إلى يوم الدين. berkata: ‫ا ْل ِسل َم هو ا ْل ِست ِسل َم ل ِل ّه بال ّت ْوحيد وا ْل ِن ْقيادُ ل َه بالطاعة‬ ِ َ ّ َ ِ ُ ْ ْ ِ ُ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ْ . iman dan taqwa itulah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia terlebih lagi Insya Allah di akhirat. iman dan taqwa kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala karena hanya dengan Islam. أ‬ َِ ِ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛ فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب‬ ِ ِ َ ُ َ ُ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ ّ َ ُ ْ ِ ْ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر‬ َ ِ َ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ّ َ ٌ َ ‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة‬ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ . marilah kita tingkatkan Islam.‫رب ّيانا صغارا. Untuk itu pada khutbah kali ini mengambil sebuah judul “MAKNA ISLAM” As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”.maka baginya pahala pada sisi . bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedang ia berbuat kebajikan. معاشر ال ْمسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ ِ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ ّ Pada kesempatan yang berbahagia ini. saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada saudara-saudara sekalian.” Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 112: Artinya: “(Tidak demikian).

.TuhanNya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.‫وإ ِي ْتاء الزكاة وحج ال ْب َي ْت وصوم ِ رمضان‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ َ َ ِ َ ّ ْ َ َ ِ Artinya: “Dari Abdillah bin Umar Radhiallaahu anhu Berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Islam itu didirikan atas lima perkara: 1.” Inilah sendi-sendi Islam. Berpuasa di bulan Ramadlan. Mendirikan shalat 3. yang menyebabkan seseorang keluar dari lingkaran kekafiran dan yang menyebabkan seseorang masuk Surga dan jauh dari siksa Neraka. Menunaikan ibadah haji 5. maka ia adalah kafir yang nyata. َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عب ْد الله ب ْن عمر رضي الله عن ْهما قال: سمعت رسول‬ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ِ َ َ ُ ْ ّ َ ِ ُ ْ ُ ‫الله صلى الله عل َي ْه وسل ّم ي َقول: ب ُن ِي ا ْل ِسل َم على خمس؛‬ َ َ َ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ َ ‫شهادةُ أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ُ َ ن محمدا رسول الله وإ ِقام ِ الصل َة‬ ِ ّ ْ َ َ َ ِ َ ِ . Barangsiapa menjalankannya dengan sempurna.” Adapun sendi-sendi Islam itu ada lima sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Mengeluarkan zakat. dan barangsiapa yang meninggalkan seluruhnya. Allah Ta’ala berfiman dalam surat Ali Imran ayat 19. Dan barangsiapa yang meyakini seluruhnya dan ia menelantarkan salah satu darinya selain syahadat maka ia adalah fasiq dan barangsiapa yang beramal hanya sebatas lisannya saja tanpa dibarengi dengan I’tigad. Dan barangsiapa mengingkari salah satu dari padanya. Artinya: “Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah Islam”. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Lima sendi tersebut di atas merupakan rukun Islam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. 4. maka ia termasuk muslim yang sempurna imannya. Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah 2. maka ia adalah munafiq. maka para ulama’ bersepakat bahwa ia bukan muslim.

baru akan diterima di sisi Allah apabila hal itu sesuai dengan apa-apa yang telah diajarkan oleh Allah kepada RasulNya. bahwa apa saja yang berhubungan dengan syariat. maka sekali-kali tidak akan diterima daripadanya. Berdasarkan hadist di atas telah jelas sekali bagi para hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” Dan Allah Ta’ala telah berfirman pula.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa melakukan suatu amal. baik dari segi aqidah maupun ibadah. Artinya: “Apa yang diberikan oleh rasul maka terimalah ia. Dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. sedang ia di akhirat kelak termasuk golongan orang yang merugi. maka ia adalah tertolak”. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam AlQur’an surat Ali-Imran ayat 31. Artinya: “katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 85. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam hadist yang shahih: . bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang diterima di sisiNya dari seseorang selain Islam.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah .” Allah maha Pengampun lagi Maha penyayang.” Yakni barangsiapa menjalankan agama selain apa yang disyari’atkan oleh Allah kepada RasulNya. maka tak akan diterima daripadanya di sisi Allah dan ia kelak di akhirat termasuk di antara orang-orang yang merugi. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya. dalam surat Al-Hasyr ayat 7.Maksud dari ayat di atas. Maka barang siapa menganut suatu agama selain syari’at nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam setelah diutusnya beliau. Artinya: “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam. yang tidak didasari keterangan kami. maka agama itu tidak di terima di sisi Allah Subhannahu wa Ta'ala .

serta menjadi penutup bagi segenap rasul. kemudian meninggal sementara ia belum mau beriman kepada apa yang aku bawa. أ َما ب َعد؛ معاشر ال‬ . adalah agama yang benar di sisi Allah dan selainnya adalah batil Dan kita meyakini. yaitu: 1.Bila dipandang dari sejak syari’at di turunkan sampai hari akhir nanti. bahwa Islam adalah agama yang . maka barangsiapa dari ummat manusia. tidaklah seseorang mendengar tentang aku dari umat ini. beliau bersabda: “Demi dzat yang diri Muhammad berada di tanganNya. Islam dipandang dari segi umum 2. yang tidak beriman kepada Nabi Muhammadsaw . baik itu kaum Yahudi atau kaum Nasrani. maka ia kafir. Islam dipandang dari segi khusus Islam dipandang dari segi umum. yang mana ia adalah penyempurna bagi syari’at sebelumnya. tunduk beribadah hanya kepada Allah semata. maka Islam itu dapat dibagi dua. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ َ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu . bahwa sejak diutusnya Rasul yang terakhir. bahwa sejak rasul yang pertama sampai hari akhir nanti. melainkan ia akan menjadi penghuni Neraka.‫ْ ُ َ َ ِ َ مسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ َ ِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ّ Kita harus yakin bahwa Islam. dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. syari’at mereka adalah Islam yang berarti. karena itu mereka disebut Al-Muslimun. Sebagaimana yang tersebut di dalam hadist yang shahih bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ِ ‫عن أ َبي هري ْرةَ رضي الله عن ْه عن رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ُ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫وسل ّم أ َن ّه قال: وال ّذي ن َفس محمد بيده ل َ يسمع بي أ‬ ‫َ ْ َ ُ ِ ْ حدٌ من‬ ِ ِ َ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ‫هذه ا ْل ُمة ي َهودي ول َ ن َصران ِي ث ُم ي َموت ول َم ي ُؤمن بال‬ ‫ّ ّ ُ ْ ُ َ ْ ْ ِ ُ ِ ذي‬ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ ِ ّ َ ‫أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ (‫َ َ ِ ْ صحاب النار.‫الرحي ْم‬ ُ ِ ّ Khutbah Kedua َ َ ُ ِ ْ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه رب العال َمي ْن، وب ِه ن َست َعي ْن على أ ُمور الدّن ْيا والدّي ْن‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ِ ‍ ْ َ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ َ َ َ َ ُ ّ ‫والصل َةُ والسل َم على سي ّد ال ْمرسل ِي ْن وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ِ َ َ ْ ُ ّ َ َ ْ ‫أ َجمعي ْن.” (hadits Muslim) ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ا ِن ّه هو ال ْغفور‬ ِ ْ َ ُ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Islam dipandang dari segi khusus.

Amin. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. dan telah ku-ridlai Islam itu jadi agama bagimu”. الل ّهم أ َحينا على ا ْلسل َم وأ‬ َ َ َ ِ َ َ َ ِ ْ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ ‫ِ َ مت ْنا على ا ْل ِي ْمان. Dengan keputusan Allah ini. sekaligus merupakan keme-nangan bagi kaum mu’minim dan merupakan kesempurnaan dalam beragama. Allah telah memberi kabar kepada nabiNya dan kepada seluruh kaum mu’minin. dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Itulah Islam.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ . سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ِ ّ َ َ َ َ َ ُ ّ َ ِ ّ ِ ً َ َ ِ ُ َ َ ٌ َ َ . ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن‬ َ َ َ ٍ ْ ،‫واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. dan bagi kaum mukminin. Sebagaimana telah tersebut dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 3: Artinya: “Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kamu agamamu. الل ّهم‬ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ‫أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ َ ‫اجت ِناب َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ ‫عذاب النار.telah sempurna. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ َ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ‫قريب. َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. bahwa Ia (Allah) telah menyempurnakan bagi mereka Islam sebagai agama. Semoga Allah selalu membimbing kita semua ke jalan yang diridhaiNya. mereka tidak butuh lagi pengurangan ataupun penambahan selamanya.‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Maka selesailah tugas Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam mengemban tugasnya dalam menyampaikan agama.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ .

قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. adil. Allah menciptakan alam dengan hak. seimbang dan bijaksana‬‬ ‫)4-3 :‪tidak cacat sedikitpun.‬ ‫.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ي ي ييي ي يي ي ي ييي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ييييي يي ي ي ي ييي ي ي ي يي‬ ‫ييي‬ ‫ي ييي‬ ‫يي‬ ‫ييي‬ ‫يي ييي يي ييي‬ ‫ي ي ييي ي ي ييي ي يييييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي يييي ي يي يي‬ ‫يي‬ ‫ي ي ي ي ي يي ي يي‬ ‫ي ي ي ي يي ي ي‬ ‫ي ي ي يي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي ييي ي ي يييي ي ي ييي ي ييي‬ ‫يييي يي يي يييي ييي يي ييي ي يي يي‬ ‫يي ي ي يييي يي ي يي ي يي ي ي ييي ييي ي ي ييي يي ي ي ي يي ي ي ي يي‬ ‫ي ي.‪manusia‬‬ ‫:‪Mengapa jihad merupakan keharusan yang mutlak. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.‪1. Seperti firman Allah dalam (QS: 67 Al-Mulk‬‬ . benar. tanpa itu semua maka hancurlah kehidupan‬‬ ‫. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سديدا.‪sesungguhnya tanpa menegakkan agama Allah. Tanpa perjuangan yang‬‬ ‫. Itulah satu-satunya jalan hidup yang selamat.‫61‬ ‫‪Jihad Adalah Jalan Yang Selamat‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. Sebabnya adalah‬‬ ‫. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‪Sidang Jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah adalah satu keharusan‬‬ ‫‪mutlak. ي ي ي ي ي ي يي ي ي ي ي ي ي ي ي يي‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ي يي ي‬ ‫ي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ييي ي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ي ي يي‬ ‫يي يي‬ ‫ي يييي يي يييي يييي‬ ‫ييي‬ ‫ي ي ي يي يي ي‬ ‫ي ي ي ي. da’wah kepada kebaikan‬‬ ‫‪amar ma’ruf dan nahi munkar.

bahkan bila diingatkan mereka membantah: Firman Allah (Al-Baqarah: 11-12) Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. (QS Al-Hijr 15: 39-40) Namun bagi umat Islam kaum beriman yang mukhlisin. Allah melindungi dan menjaga dari gangguan dan godaan mereka. padahal tugasnya adalah berat sebagai khalifah di bumi dan sebagai pengemban amanah/syariat Allah. Ingatlah. Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keluh kesah. Qadrat dan Tabiat insan yang lemah. Allah menurunkan syariat Islam kepada para rasulNya. (AlMulk: 3) Namun tidak semua manusia menyadari dan berpegang pada keadilan dan kemaslahatan itu. Maka . pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan. sebagaimana kenyataan firman Allah (QS An-Nisaa’ 4: 28) Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu. Dalam firman Allah (QS AsySyams 91: 8) Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya”. Maka perjuangan dan pengorbanan untuk terus membersih-kan hati atau jiwa mutlak diperlukan demi keberuntungan dan keselamatan kita. Maka lihatlah berulang-ulang. telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?. Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan (QS As-Syams 91: 9-10) Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Allah menciptakan manusia dengan dua potensi. 4. namun Allah juga meluluskan permintaan syetan untuk terus menggelar operasinya bersama bala tentara kuffar.Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hambahambaMu yang ikhlas”. musuh dari orangorang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan penolong. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala . setiap kita dibekali potensi fujur (berbuat jahat) dan potensi taqwa (berbuat ta’at). yang terus menentang dan memusuhi orang mukmin. 3. bahkan mereka membuat kerusakan dan kedhaliman. dan manusia dijadikan bersifat lemah. oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat. yang artinya: “Dan seperti itulah. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Al-Baqarah: 11-12) 2. muslim karena kebusukan hati kaum kuffar. (QS Al-Furqan 25: 31) “Iblis berkata: “Ya Tuhanku. tetapi mereka tidak sadar.

mendidik diri dan kesiapan serta keteguhan hidup seperti pengalaman dan mental serta keteguhan hidup para generasi pendahulunya. yaitu Rasulullah dan para shahabatnya: Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala (QS:2 Al-Baqarah: 214) Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. hendaklah dengan itu mereka bergembira. syetan dan bala tentaranya. (Al-Baqarah: 214) Hadirin sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Jadi alasan dan penyebab kita harus berjuang dan berjihad adalah kerena kedhaliman orang kafir. qudrot yang lemah dan Allah akan menguji kesungguhan orang beriman yang menghendaki kemuliaan dan mewaspadai rongrongan Yahudi dan kaum kuffar. dan belum nyata orang-orang yang sabar. tabiat manusia yang jahat. Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menguji keseriusan dan kesungguhan kaum mukminin sebagai umat yang betul betul menegakan kebenaran Al-Haq dengan sesungguhnya sabar. Kurnia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. perjuangan dan pengorbanan sehingga membentuk diri. berkorban dan jihad adalah mutlak suatu keharusan.‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ٍ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م‬ ِ . sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. 5. (QS: 3 Ali-‘Imran: 142) Artinya: Apakah kamu mengira akan masuk surga. padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر اللممه‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . guna melatih diri dan menepis kelemahan itu.berjuang. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah. 6. Rahmat Allah dan FadhilahNya bagi umat Islam dalam firmanNya (QS: 10 Yunus: 57-58) Artinya: Hai manusia.‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ْ ِ ِ َ ُ ‫الله فل َ مضل َ مه‬ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ّ ْ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفره‬ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ ُ . Sebab generasi ini harus di tempa dengan ujian demi ujian. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.

Jihad dengan bersabar menanggung resiko da’wah dengan menekan hawa nafsu sendiri. والص مل َةُ والس مل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. maka hendaklah ia merubahnya dengan hatinya(membencinya). maka anggaplah ia musuh(mu). 2. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Bagaimana kita melaksanakan jihad: Pertama: Jihad terhadap diri sendiri. 2. Memerangi subhat dan keragu-raguan Iman yang dipicu dan didorong oleh syetan.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه.” (HR. Dalam Surat Faathir ayat 6 disebutkan: Artinya: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu. dan itu adalah selemah-lemahnya iman. Mencari ilmu syar’i. Jihad menyampaikan ilmu dengan berda’wah (amar ma’ruf nahi munkar) 4. Jihad mengamalkan ilmu tersebut. 3. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك ا‬ َ َ ْ (‫َ ضعف ال ِي ْمان )رواه مسلم‬ ُ َ ْ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran. masyarakat maupun bangsa sesuai dengan kemampuan masing-masing. bid’ah dan kemungkaran bersama pihak yang bertanggung jawab di dalam keluarga. (Faathir: 6) Ketiga: Jihad mengubah kedhaliman. karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. yaitu dengan: 1. Memerangi tipu daya syetan yang mengobarkan nafsu maksiat dan membangkang karena godaan syetan itu. maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. dan jika tidak mampu (juga). dan jika tidak mampu maka hendaklah merubahnya dengan lisannya. Allah berfirman dalam (QS: Al-Anfaal: 25) . dengan cara: 1. menegakkan tauhid dengan amal shalih. Hadirin rahimakumullah! Barsegeralah dalam beramal ma’ruf nahi munkar. sebab ilmu ini adalah petunjuk dan arah kebenaran kita. Muslim). وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورس مول ُه. Kedua: Jihad terhadap syetan. sebab kejahatan itu cepat menjalar.

Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah degnan jihad yang sebenarbenarnya.Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. untuk menyeru mereka kepada keselamatan di dunia dan akhirat. Hati yang berlepas diri.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫ال ْقربى وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل‬ ‫ْ َ ك ُم‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫ت َذَك ّرون. tidak mencintai dan tidak membantu kekufuran mereka. 2. فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُِم واسأ‬ َ َ ْ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه‬ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ‫يعطك ُم ول َذك ْر الله أ‬ . وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Jihad dengan harta. الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ْ ً ِ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ‫محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْد‬ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫مجي ْد. (Al-Anfaal: 25) Keempat: Jihad mempertahankan umat Islam dari serangan orang kafir dan munafiq dengan : 1. 4. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ َ ِ . membantu persiapan dan kelancaran menegakkan kalimat Allah yaitu Agama Islam. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (Al-Hajj: 78). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam (surat Al-Hajj: 78). Semoga Allah mengkaruniai kita kekuatan dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarkan kesejahteraan bagi segenap ummat manusia. Jihad dengan jiwa di saat musuh telah membahayakan kesela-matan umat Islam demi tetap tegaknya dienul Islam. Amin. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. 3. الل ّهم اغفر‬ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ ‫ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم‬ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫وا ْل َموات. الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما‬ ّ ّ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ‫ل َم ن َعل َم. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ‬ َ ْ ْ ْ َ َ ْ ْ ْ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهم‬ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ‫وآمن ْهم في أ َو‬ ‫َ ِ ُ ْ ِ ْ ْ طان ِهم.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ ْ ِ ْ ُ 17 Shalat Sebagai Kewajiban Orang Muslim . Jihad dengan lisan dan tulisan.

‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ َ ّ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ِ ِ َ ‫ورسول‬ َ َ ُ . khususnya diri saya pribadi untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sebaliknya kebahagiaan akhirat tidak . الل ّهم صل وسل‬ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ م‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وم من ت َب ِعه مم ب ِإ ِحس مان إ ِل َ مى‬ ‫ْ َم ٍ م‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . Kebahagiaan dunia dapat diperoleh melalui keuletan berusaha dan dapat dinikmati hasilnya selagi hidup. karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Kaum Muslimin Rahimakumullah. karena amal perbuatan tersebut merupakan tabungan akhirat. Kehidupan dunia terbatas oleh usia dan waktu dan kelak pada saatnya kita akan kembali ke alam yang tiada terbatas waktu. ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫م‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ‫سدي ْدا.” Kaum Muslimin Rahimakumullah Kita hidup bukanlah semata-mata mementingkan urusan dunia. Semua amal perbuatan kita selama di dunia akan diminta pertanggungjawabannya. يما أ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ّ َ ُ َ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. baik berwujud materi kebendaan maupun yang hanya dirasakan oleh perasaan batin.Oleh: Mursyidi ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه. yaitu dengan memperbanyak amal ibadah kita sebagai bekal untuk menghadap Illahi Rabbul Jalil. dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang menggunakan akalnya. ق مال ت َع ما‬ َ َ ِ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َ م لى: ي َ ما‬ ‫م‬ َ َ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنتمم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ ُ َ ِ ‫َ َ ّ َم‬ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون. sebab urusan ukrawi adalah lebih penting. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ ُ ُ َ ْ ُ ْ ْ ّ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ً َ ‫َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم‬ َ ‫ون ِسآءً وا ٍت ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب مه وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. Serta melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya. Pada kesempatan yang berbahagia ini. saya mengajak kaum muslimin. Seperti firman Allah: Artinya: “Dan berbekallah kalian. وأ َشمهد أ‬ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه.

terbayang segala ke Maha Besaran dan ke Maha Kuasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan. dalam keseharian kita. tanpa memberikan kesan dan bekas sedikitpun juga pada dirinya. kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. ia tinggalkan semua urusan dunia untuk sujud menghadap Illahi. bukan saja orang yang memamerkan kekayaan. dan inipun adalah kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim. gema adzan tak sedikitpun mengetuk hatinya untuk memenuhi panggilan Allah. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. namun dapat dicapai dengan jalan mengikhlaskan diri dalam Ibadat khusu’ dalam shalat serta menjauhi semua yang dibenci oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . masuk telinga kiri keluar telinga kanan. spontan hatinya akan gemetar dan takut. membahana membelah dunia untuk menyeru manusia memenuhi panggilan Illahi. . yang telah menjadikan dirinya dari segumpal darah dan daging hingga menjadi manusia. Begitulah hati orang yang sudah tertutup dari Inayah dan Hidayah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Orang yang sombong. Suara adzan dianggapnya sebagai suara yang biasa. Berbeda sekali dengan orang yang jauh dari hidayah dan taufik Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫أ َقي ْموا الصل َةَ ل ِذك ْري‬ ْ ِ ِ ُ ِ ّ . ia penuhi panggilan dari Allah.” Dari ayat di atas. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Dan tidaklah mereka disuruh. Apabila suara adzan masuk ke dalam hati orang yang benar-benar beriman. Karena dengan shalatlah kita coba mendekatkan diri dan selalu mengingat Allah. Maka dengan hati yang penuh takut dan ikhlas.” (Al-Bayyinah: 5).” (Maryam: 59). Bila suara adzan bergema. dan yang demikian itulah yang lurus. Telinganya sudah tuli dengan panggilan Allah. mata hatinya sudah buta dengan seruan adzan. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Dirikanlah shalat untuk mengingatku. bukan pula orang yang membanggakan jabatan dan sebagainya. Tetapi juga orang yang tidak mengerjakan shalatpun bisa dikatakan orang yang paling sombong. kita diwajibkan oleh Allah untuk men-dirikan shalat dengan tujuan mengingatNya. Mengapa tidak? Bukankah Allah Subhannahu wa Ta'ala .nampak sekarang. Ibarat kata.

Ya Rasulallah”.” (Muttafaq ‘alaih). Pada suatu hari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bertanya pada sahabat-sahabatnya: ‫أ َرأ َي ْت ُم ل َو أ َن ن َهرا ب ِباب أ َحدك ُم ي َغت َسل من ْه ك ُل ي َوم ٍ خمس‬ ُ ِ ُ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ ْ ّ ً ْ ّ ْ ْ َ َ ْ ‫مرات هل ي َب ْقى من دَرن ِه شيء؟ قال ُوا: ل َ ي َب‬ َ ٌ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ٍ ّ َ ‫قى من دَرن ِه‬ ِ َ ْ ِ ْ َ َ َ ٌ ْ َ ُ َ َ ‫شيء.” (Luqman: 4-5). Merekapun sanggup membikin baja yang berat menjadi sebuah pesawat yang dapat terbang kesana-kemari. menunaikan zakat dan yakin terhadap adanya akhirat. Dengan menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam sebagai tanda pengabdian kita kepada Allah Al-Khalik. . maka merupakan kewajiban kita untuk mengabdi dan menyembah hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Sungguh shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. tidak meluangkan waktu bersujud menghadapNya. Sedangkan mengingat Allah amat besar (manfaatnya) Allah tahu apa yang kamu perbuat. mereka dapat men-jadikan baja yang tenggelam. dengan itu Allah menghapus kesalahan. menjadi sebuah kapal yang sanggup membawa barang-barang yang berat.(‫ال ْخطايا. Bahkan mungkin orang itupun tahu shalat itu bisa mencegah dari kejahatan dan kemungkaran. Manusia memang sungguh pandai. bahwa shalat adalah tiang agama. apabila di muka pintu salah satu rumah kamu ada satu sungai yang kamu mandi padanya tiap hari lima kali. Beliau bersabda: “Maka begitu juga perumpamaan shalat lima waktu. merekalah orang yang jaya.Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Tidakkah Aku jadikan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembahKu” (Adz-Dzariyat: 7). Tetapi sayang mereka tidak pandai bersyukur kepada Allah atas segala rahmatNya. merekalah orang-orang yang berjalan di atas pimpinan Tuhan. Terkadang orang yang tidak mengerjakan shalat itu bukan tidak tahu. Kaum muslimin rahimakumullah . Adakah tinggal olehnya kotoran?” Serentak sahabat menjawab: “Tidak ada. Berdasarkan ayat di atas. قال: فذَل ِك مث َل الصل َوات ال ْخمس، ي َمحو الله ب ِهن‬ ِ َ ّ ُ ْ ّ ِ ُ ِ ْ َ .” Firman Allah pula: Artinya: “Yang mendirikan sembahyang. )متفق عليه‬ َ َ َ Artinya: “Apakah pendapat kamu.

Mudah-mudahan kita kaum muslimin. Maka hendaklah kita jaga anak serta keluarga kita.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ . hendaknya kita merasa khawatir kalau-kalau kita kelak menjadi orang-orang yang menyia-nyiakan shalat. mereka ciptakan kita lupa shalat.seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Peliharlah dirimu dan keluargamu dari api Neraka. Amin. Orang yang di luar Islam tidak akan berani menghancurkan Islam secara terang-terangan.َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. seperti PLAY STATION dan sebagainya. selalu diberi Allah petunjuk untuk mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. menyia-nyiakan amanat adalah perbuatan dosa. Kitapun hendaknya selalu memohon kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala agar anak-cucu kita menjadi orang-orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat. Amin. tetap mendirikan shalat dan janganlah kiranya mereka kelak menjadi orangorang yang hanya menurutkan hawa nafsunya belaka. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum Muslimin Rahimakumullah. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ . Ya robbal alamin. ْ َ ‫جعل َنا الله وإ ِياك ُم من ال ْفائ ِزي ْن والمن ِي ْن وأ َدْخل َنا وإ ِي ّا ُكم في‬ َ َ َ ِ ّ َ ُ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ْ ِ َ ‫عباده الصال ِحين، وقل رب ا ِغفر وارحم وأ‬ .‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ِ ِ َ ِ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. tetapi dengan akal mereka yang licik. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. karena baik buruknya anak-cucu kita tergantung ikhtiar orang tua dalam mendidik dan membinanya.” Dari ayat-ayat di atas kita dapat mengambil pelajaran.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Bukankah anak adalah amanat Allah. Sekali lagi marilah kita lebih meningkatkan ibadah shalat dengan mengajak anak cucu dengan segenap keluarga agar kita termasuk orang yang memperoleh janji Allah yakni kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Mereka harus berfikir seribukali untuk menghancurkan mesjid-mesjid tempat ibadahnya kaum muslimin.

قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. الل ّهم إ ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ّ ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخير ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫َ َ ْ‬ .‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ ة‬ ‫ٍ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ ُ َ صل ِح‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في أ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ و َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ طان ِهم. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫سديدا. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ِ ْ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫81‬ ‫‪Generasi meninggalkan Shalat & Mengikuti Syahwat‬‬ ‫‪Oleh: H. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات.

Maryam: 58-60). Maka mereka itu akan menemui kesesatan. kalau mereka sudah menyia-nyiakan sholat. dan sebaik-baik perbuatan hamba. Pendapat inilah yang menjadi pendapat sebagian orang salaf dan para imam seperti yang masyhur dari Imam Ahmad. Itu adalah pendapat yang dikatakan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi. dan dari keturunan Ibrahim dan Israil. dan satu pendapat dari As-Syafi’i sampai ke pengkafiran orang yang meninggalkan shalat (tarikus sholah) setelah ditegakkan. Ibnu Zaid bin Aslam. iqamatul hujjah (penjelasan dalil).(‫حديث حسن صحيح غريب‬ “Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat. maka barangsiapa meninggalkannya. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa adho'us sholaat itu meninggalkan sholat secara keseluruhan (tarkuhaa bilkulliyyah). Karena shalat itu adalah tiang agama dan pilarnya... Ibnu Katsir menjelaskan. maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Kecuali orang yang bertaubat. dan At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shohih ghorib). maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memper-turutkan hawa nafsunya. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka.” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir). artinya kerugian di hari qiyamat. Dan akan tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan kelezatannya. ada beberapa pendapat. senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia. Adapun maksud lafazh Adho’us sholaat ini. maka pasti mereka lebih menyianyiakan kewajiban-kewajiban lainnya. menurut Ibnu Katsir.َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . berdasarkan Hadits: ُ ْ ِ ْ ّ ‫ب َي ْن ال ْعب ْد وب َي ْن الشرك ت َرك الصل َة )رواه مسلم في صحيحه‬ ِ ّ َ َ َ ِ َ .‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. dan pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. As-Suddi. Maka datanglah sesudah mereka. sungguh-sungguh ia telah kafir. yaitu para Nabi dari keturunan Adam. .” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 2621dan An-Nasaai dalam Sunannya 1/231. generasi yang adhoo’ush sholaat itu. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Dan Hadits lainnya: َ َ َ َ ْ َ َ ُ ّ ‫ال ْعهدُ ال ّذي ب َي ْن َنا وب َي ْن َهم الصل َة، فمن ت َرك َها فقدْ ك َفر.(‫برقم: 28 من حديث جابر‬ “(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat. )رواه‬ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ َ َ ‫الترمذي رقم 1262 والنسائ 132/1 ،وقال الترمذي :هذا‬ . beriman dan beramal saleh." (terjemah QS.

saleh dan benar-benar baik. bukan berarti tidak ada orang-orang kafir. kedhaliman merajalela dan sebagainya. Kaum muslimin yang tetap menegakkan Islam di saat orientalis dan antek-antek penjajah menggunakan Islam sebagai sarana penjajahan. ada tanam paksa dan sebagainya. Penuturan dalam ayat Al-Quran ini membicarakan orang-orang saleh. Setelah kita bisa menyadari betapa tragisnya keadaan yang dituturkan Al-Quran itu. terpilih. Bobroknya akhlaq manusia dari keturunan orang yang disebut manusia pilihan. berarti merupakan tingkah yang keterlaluan. yakni sikap generasi penerus yang menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu. maka ucapan yang pas adalah:. Betapa menghujamnya peringatan Allah dalam Al-Quran dengan cara menuturkan sejarah "keluarga pilihan" yang datang setelah mereka generasi manusia bobrok yang sangat merosot moralnya. disambung dengan ayat yang memberitakan sifat-sifat generasi pengganti yang jauh berbeda. Sekalipun tidak sama antara derajat kesalehan para Nabi yang dicontohkan dalam Al-Quran itu. tidak menyinggung-nyinggung orang-orang yang membangkang di saat hidupnya para Nabi pilihan Allah. kebesaran bapaknya tidak diwarisi anak-anaknya. terjadi perampasan hak. bahkan berlawanan dari sifat-sifat kepatuhan yang tinggi itu. juz 5 hal 243). Ini yang jadi masalah besar. lantas keturunannya tidak bisa menyamai kebesarannya dan tak mampu mewarisi keulamaannya.Tafsir Ibnu Katsir. Dalam kehidupan yang tertera dalam sejarah kita. "Sayang. bahkan melawan para Nabi dengan berbagai daya upaya. tidak hanyut kepada iming-iming jabatan untuk ikut menjajah bangsanya. Kalau ada ulama besar. dengan derajat ketaatan kaum Muslimin yang taat pada Allah di saat gencarnya penjajahan itu. Kisah ayat itu. Sedangkan jumlah orang yang membangkang tidak sedikit. Muslimin yang taat.” Itu baru masalah mutu keilmuan nya yang merosot. mereka benar-benar orang-orang pilihan. Di saat banyaknya orang kafir berkeliaran di bumi. Melihat diri kita sendiri. namun alur peringatan ini . dengan memperbandingkan apa yang dikisahkan Al-Quran. generasi taat ini diteruskan oleh generasi yang bobrok akhlaqnya. di saat penjajah berkuasa. Ayat itu tidak menyebut orang-orang kafir. agaknya perlu juga kita bercermin di depan kaca. bahkan nabi-nabi dengan sikap patuhnya yang amat tinggi. lantas. Namun selanjutnya. Tetapi. mereka yang tetap teguh dan ta'at pada Allah itu adalah benar-benar orang pilihan. namun kaum muslimin itu tetap teguh mempertahankan Islam dan tanah airnya. Bisa kita bayangkan dalam kehidupan ini. Namun dengan menyebut keluarga-keluarga pilihan itu justru merupakan pengkhususan yang lebih tajam. kata dan ucapan apa lagi yang bisa untuk menyayangkan bejat dan bobroknya generasi pengganti orang-orang suci dan saleh itu? Hanya ucapan “seribu kali sayang” yang mungkin bisa kita ucapkan. saat itu ada orang-orang pilihan yang amat patuh kepada Allah. Mereka bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. tahqiq Sami As-Salamah.

dalam arena pendidikan formal. Ayat-ayat Al-Quran yang telah memberi peringatan dengan tegas ini mestinya kita sambut pula dengan semangat menang-gulangi munculnya generasi sampah yang menyianyiakan shalat dan bahkan mengumbar syahwat. bobrok. bisa kita fahami bahwa ayat itu mengingatkan. yaitu generasi jelek. bisa kita telusuri lewat pertanyaan-pertanyaan. Memberikan hak shalat Untuk itu. dengan penuh kesadaran. Peringatan yang sebenarnya tajam ini perlu disebar luaskan. Yaitu generasi pengganti yang jelek. kemungkinan akan lebih banyak desakan dan dorongan yang mengarah pada "adho'us sholat" (menyia-nyiakan atau meninggalkan shalat) wattaba'us syahawaat (dan mengikuti syahwat hawa nafsu). Karena masalahnya harus selalu dipertahankan. Dalam arti penjabaran dan pelaksanaan agama dengan amar ma'ruf nahi munkar secara konsekuen dan terus menerus. Fakir miskin. Suatu misal. kasus nyata. tentu saja bukan berarti telah selesai. tetapi kita umat Islam diam saja atau belum mampu menolong sesama muslim yang terhimpit itu? Bahkan. jangan sampai terjadi lagi apa yang telah terjadi di masa lampau. sehingga dalam hal beragama. agar tidak terjadi tragedi yang telah menimpa kaum Bani Israel. kita akan mewariskan generasi yang benar-benar diharapkan. Tetapi. dan mahasiswa . yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya. pembantu rumah tangga. bukan generasi yang bobrok seperti yang telah diperingatkan dalam Al-Quran itu. Sudahkan peringatan Allah itu kita sadari dan kita cari jalan keluarnya? Mudah-mudahan sudah kita laksanakan. sudahkah memberi kebebasan secara baik kepada murid dan guru untuk menjalankan shalat? Sudahkah diberi sarana secara memadai di kampus-kampus dan tempat-tempat pendidikan untuk menjalan-kan shalat? Dan sudahkah para murid itu diberi bimbingan secara memadai untuk mampu mendirikan shalat sesuai dengan yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ? Kita perlu merenungkan dan menyadari peringatan Allah dalam ayat tersebut. kita harus mengkaji diri kita lagi.telah mencakupnya. terutama maghrib yang waktunya sempit? Berapa banyak pekerja kecil semacam itu yang terhimpit oleh peraturan majikan. keluarga. penjaga toko dan sebagainya untuk diberi kebebasan mengerjakan shalat pada waktunya. Dengan demikian. meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat. Sudahkah kita berikan dan kita usahakan hak-hak para pekerja/ buruh. Tanpa upaya mempertahankannya. pekerja kecil. dihayati dan dipegang benar-benar. penjaga rumah makan. tentang adanya generasi yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. yang diseleng-garakan dengan tujuan membina manusia yang bertaqwa pun.

sudahkah kita selalu menanya dan mengontrol anak-anak kita setiap waktu shalat. bisa kita fahami. Maka setiap kali putus satu tali (lalu) manusia (dengan sendirinya) bergantung dengan tali yang berikutnya. kita ingatkan agar shalat berjamaah di Masjid yang menjadi tempat mereka bekerja. sehingga tidak tampak lagi sosok-sosok yang tetap bertahan di meja masing-masing --bahkan sambil merokok lagi-. tali Islam yang terakhir Peringatan yang ada di ayat tersebut masih ditambah dengan adanya penegasan dari Rasulullah. dan tidak mengarah ke pemikiran sekuler yang nilainya sama juga dengan mengikuti syahwat? Lebih penting lagi. bahwa putusnya tali Islam yang terakhir adalah shalat. terutama masalah kemiskinan. maka putuslah Islam keseluruhannya. Dengan demikian. Selagi shalat itu masih ditegakkan oleh umat Islam.(‫أحمد‬ “Tali-tali Islam pasti akan putus satu-persatu. sudahkah kita menghidup-kan jama'ah di masjid-masjid kampus pendidikan Islam: IAIN (Institut Agama Islam Negeri) ataupun STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) yang jelas-jelas mempelajari Islam itu. berarti masih ada tali dalam Islam itu. betapa . Shalat. Maka tak mengherankan kalau Allah menyebut tingkah "adho'us sholah" (menyia-nyiakan/ meninggalkan shalat) dalam ayat tersebut diucapkan pada urutan lebih dulu dibanding "ittaba'us syahawaat" (menuruti syahwat). Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam َ ‫ا ْل ِسل َم ِ عروةً عروةً فك ُل ّما ان ْت َقضت عروةٌ ت َشب ّث‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ‫ت َل ِي ْها وأ َول ُهن ن َقضا ال ْحك‬ ‫ُ م وآخرهن الصل َة. Dan tali Islam yang pertamakali putus adalah hukum(nya). sekalipun tingkah menuruti syahwat itu sudah merupakan puncak kebejatan moral manusia. )رواه‬ ُ ّ ً ْ ّ ُ ّ َ َ ّ ُ ُ ِ َ ُ ‫ل َي َن ْقضن عرا‬ َ ُ ّ َ ُ ‫الناس بال ّت ِي‬ ّ ِ ُ ْ . sudahkah kita mengingatkan para pengurus masjid atau mushalla atau langgar untuk shalat ke masjid yang diurusinya? Bahkan sudahkah para pegawai yang kantor-kantor menjadi lingkungan masjid. Sebaliknya kalau shalat sudah tidak ditegakkan. Hadits Rasulullah itu lebih gamblang lagi. karena shalat adalah tali yang terakhir dalam Islam. sudahkah kita memberi sumbangan sarung atau mukena/ rukuh kepada fakir miskin. agar mereka tidak lalai? Dalam urusan efektifitas da’wah.Dalam hubungan kemasyarakatan yang erat sekali hubungannya dengan ekonomi.saat adzan dikuman-dangkan? Masih banyak lagi yang menjadi tanggung jawab kita untuk menanggulangi agar tidak terjadi generasi yang meninggalkan shalat yang disebut dalam ayat tadi. agar para alumninya ataupun mahasiswa yang masih belajar di sana tetap menegakkan shalat. (Hadits Riwayat Ahmad dari Abi Umamah menurut Adz – Dzahabir perawi Ahmad perawi). sedang yang terakhir (putus) adalah shalat. agar mereka bisa tetap shalat di saat mukenanya yang satu-satunya basah ketika dicuci pada musim hujan? Dalam urusan keluarga.

Amien. berarti kerusakan yang amat parah. Dalam hal ini Allah dan Rasul-Nya sangat mengecam orang yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. Di mata manusia. sudah bisa dipastikan betapa beratnya kerusakan. yaitu meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ َ . قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ِ {‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ ً ْ ُ ْ ِ َ َ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ِ ْ ُ َ ّ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ َ ِ ّ َ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال‬ َ َ َ ْ َ ُ ُ َ َ َ ‫ذي ْن‬ ّ ِ ّ َ ِ َ َ َ . Tiada perkataan yang lebih benar daripada perkataan Allah dan RasulNya. dan menuruti syahwat.{‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Lantas. kalau Allah memberikan kriteria meninggalkan shalat itu lebih tinggi kejahatannya. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ َ َ َ :‫مسل ِمون. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ َ ‫قريب. Apalagi kalau kedua-duanya. Mudah-mudahan kita tidak termasuk mereka yang telah dan akan binasa akibat melakukan pelanggaran amat besar.memuncaknya nilai jelek orang-orang yang meninggalkan shalat.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. dilakukan meninggalkan shalat. bisa disadari betapa jahatnya orang yang mengumbar hawa nafsunya. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Maka marilah kita jaga diri kita dan generasi keturunan kita dari kebinasaan yang jelas-jelas diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. karena puncak kebejatan moral berupa menuruti syahwat pun masih pada urutan belakang dibanding tingkah meninggalkan shalat. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ .

)رواه البخاري(.‪tidak kita lakukan. dengan cara. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫.‪baiknya sesuai dengan kemampuan.‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. Juga selalu menjalankan yang‬‬ ‫‪disyari’atkan Allah dan yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa‬‬ ‫‪Salam.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. kami hendak memberikan nasehat terutama untuk‬‬ ‫.‪saya sendiri dan untuk jamaah semuanya‬‬ ‫‪Untuk memperbaiki kualitas ibadah kita.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫91‬ ‫‪Islam Agama Yang Benar‬‬ ‫‪Oleh: Imam Muttaqin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهُ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. Selalu bersyukur kepada Allah setiap‬‬ ‫‪waktu.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى ف مي ال ْق مرآن ال ْك َري ْمم: }ي َما أ َيه ما َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫م‬ ‫ِم‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنت ُمم مسمل ِمون{. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرةَ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن. tidak kepada selain-Nya. bahkan mendekatipun jangan‬‬ . }وممن‬ ‫َ َم‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ي َب ْت َغ غي ْر ا ْل ِسل َم ِ دين ًما فل َمن ي ُقب َمل من ْمه وهمو فمي الخمرة ممن‬ ‫ِ م َ م‬ ‫َ ِ ُ َ ُ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ِ َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ال ْخاسرين{‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ُ ْ ُ‬ ‫وقال رسول الله صلى الله عل َي ْمه وس مل ّم: ك ُمل أ ُمت ِمي ي َمدْخل ُون‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ َ‬ ‫ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وممن ي َمأ ْبى: قمال: ممن‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َم َ َ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّة ومن عصان ِي فقد أ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ْ َ َ ْ بى. dan di setiap keadaan. semua yang diperintah-kan kita jalankan dengan sebaik‬‬‫. marilah kita selalu bertaqwa kepada‬‬ ‫‪Allah saja. sedangkan yang dilarang kita tinggalkan‬‬ ‫. di setiap tempat. atas segala kenikmatan dan‬‬ ‫‪karuniaNya yang tidak dapat kita hitung.‪Saudara-saudara kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia‬‬ ‫‪Dalam khutbah jum’ah ini.

Yang mana semuanya dilarang dalam Islam. sebab perempuan-perempuan mereka berjilbab misalnya. Allah berfirman: “Sesungguhnya agama (yang ada) di sisi Allah adalah Islam. Krisis kepercayaan terhadap kebenaran Islam sebagai agama universal dan paripurna tidak dapat dipungkiri telah melanda banyak orang yang mengaku dirinya beragama Islam. kecuali Islam. pasti mengimani dan meyakini bahwa hanya Islam sajalah yang terbaik dan benar. Hanya dalam beberapa kalangan atau kawasan saja terdapat suatu kelompok sosial secara lahiriah tampak sebagai muslim. Karenanya. siapa yang menghadap Allah Subhannahu wa Ta'ala setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallaahu . sama-sama menor dalam bersolek bahkan sama-sama berpakaian ketat. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. bahkan kalangan akademik yang beranggapan mempelajari ilmu-ilmu Islam tanpa dicampur dengan teori-teori ilmu barat. sehingga mereka cenderung mengabaikan ajaran-ajarannya. suatu kemunduran. Mempelajari ilmu-ilmu Islam dianggap ketinggalan jaman. apabila ia melaksanakan shalat atau ketika diajak berbicara. Krisis yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu sampai saat ini. Sehingga jalan menuju Allah tertutup kecuali melalui jalan Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam.” (Ali Imran: 19) Berkaitan dengan ayat ini.Banyak orang Islam. Kaum muslimin yang berbahagia. sulit dibedakan antara seorang muslimah dengan non-muslimah. sebagai pedoman beribadah dan pedoman hidup didunia. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat tersebut merupakan berita dari Allah Subhannahu wa Ta'ala bahwa tidak ada agama apapun yang diterima di sisi Allah. Bukankah itu krisis kepercayaan terhadap Islam? Umumnya seseorang diketahui sebagai seorang muslim. Namun ketidak tahuan itu adalah akibat bahwa kebanyakan kaum muslimin telah kehilangan kepercayaan terhadap Islam. Ini terbukti dengan gaya hidup mereka yang dilihat secara lahiriyah masih ada saja kesamaan dengan gaya hidup orang-orang yang nonMuslim.Saudara-saudara jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. betis sama-sama terbuka. Boleh jadi semua itu akibat ketidaktahuan atau ketidak fahaman. sebab rambut sama-sama terlihat. Misalnya dalam masalah makan minum dengan berdiri dan dengan tangan kiri kaum Muslim masih banyak yang ikutikutan berbuat demikian pada acara-acara resmi. bukan saja krisis moneter tapi juga krisis kepercayaan terhadap agama Islam oleh penganutnya sendiri. Sedangkan Islam ialah ittiba’ (mengikuti) rasul-rasul Allah yang diutus untuk tiap-tiap masa. padahal makan dan minum dengan tangan kiri atau berdiri bukan etika Islami. sampai akhirnya ditutup dengan rasul terakhir Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam.Tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan seterusnya. Sebab ia meyakini bahwa segala yang dikatakan Allah dan RasulNya pasti benar dan baik. Sementara kalau melihat kaum wanita di jalan-jalan.

Tidak akan membawa kebaikan dunia dan tidak pula akhirat. hanyalah Islam. Dan kenyataan ini masih ditunjang dengan bukti-bukti lain. Islam sudah cukup.” (Adz Dzari’at: 56). maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Betapa tidak. Kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia. tidak diakui dan tidak dibenarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala sebagai pedoman. maka tidak akan diterima. Karena itu mengapa orang masih ragu terhadap kebenaran dan kesempurnaan Islam? Mengapa orang masih mencari alternatif dan solusi-solusi lain?. Dalam kaitannya dengan hal ini seorang tokoh ulama’ dari Yordania yaitu Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid mengatakan dalam kitabnya Ilmu Usulil Bida’ bahwa ayat yang mulia ini membuktikan betapa syariat Islam telah sempurna dan betapa syariat itu telah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan makhluk. yang lebih mengetahui tentang apa-apa yang diciptakanNya? Dua ayat di atas menunjukkan hal ini semuanya. manusia akan mendapat maslahat hidupnya? Bukankah Dzat Yang Maha Pencipta. bahwa selain Islam adalah agama yang batil. seperti firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin. Dengan kata lain. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah.alaihi wa Salam dengan menggunakan agama yang tidak berdasarkan syariat beliau. kebenaran menyeluruh dan merupakan kebenaran yang betul-betul merupakan nikmat Allah yang luar biasa. Artinya kebenaran Islam adalah kebenaran paripurna. baik dalam hal ibadah maupun mu’amalah-mu’amalah duniawi. Dan telah Aku sempurnakan nikmatKu untukmu dan Aku telah ridlai Islam sebagai agamamu. dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu. Sebab agama selain Islam. yang paling utama di antaranya adalah Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu. Seperti halnya firman Allah pada ayat yang lain: “Barang siapa mencari agama selain agama Islam. tetapi di akhirat juga. kecuali Islam. tidak . sebab apapun kebutuhan manusia dalam rangka pengabdian dan peribadatannya kepada penciptanya sudah tertuang dan tercukupi dalam Islam.” (Al-Maidah: 3). untuk tujuan kebahagiaan masa depan yang abadi dan tanpa batas. Bukankah hanya Allah Subhannahu wa Ta'ala sendiri Yang Maha Mengetahui dengan cara apa dan pedoman bagaimana. Kesempuranaan Islam adalah kesempurnaan yang meliputi segala aspek.” (Ali Imran: 85). Sesungguhnya manusia tidak membutuhkan lagi petunjuk-petunjuk lain. Demikian pula pada ayat di atas Allah memberitahukan tentang pembatasan agama yang diterima di sisiNya. Yaitu kebahagiaan tidak saja di dunia. jin dan manusia dalam melaksanakan yaitu ibadah.

Ditanyakan kepada beliau: “Siapa yang menolak ya Rasululllah?” Beliau menjawab: “Siapa yang Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . siapa yang taat kepada rasul-Nya. Seorang pembaharu abad XII Hijriah. Aturan itu adalah aturan yang menata kehidupan manusia agar selamat di dunia dan di akhirat kelak. Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia. rizki yang lengkap. Di dalam Al-Qur’an Allah menerangkan: “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami mencipta-kan kamu secara main-main saja. Karena manusia tidak seperti binatang. Tentu hanya Allah yang mengetahui aturan paling tepat dan membawa maslahat buat manusia.‫ْ َ َ ْ ب َمى‬ ‫م‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َم‬ َ َ ْ َ َ َ . Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberikan konsep renungan kepada kita sebagai berikut: Pertama. Maka Maha Tinggi Allah. Raja yang sebenarnya. sebab Dia-lah pencipta manusia dan segenap makhluk lainnya. Itulah sebabnya Allah mengutus rasulNya ketengah-tengah manusia.perlu penambahan atau pengurangan untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam. tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Semua itu bukan untuk hal yang sia-sia. yang didambakan oleh setiap insan yang berakal sehat dan berfikiran normal. َ ْ ُ َ ‫ك ُل أ ُمت ِي ي َدْخل ُون ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وم من‬ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ َ َ ‫يأ ْبى: قا ْل: من أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّمة وممن عصمان ِي فقمد أ‬ َ َ َ ْ َ َ . seluruh ummat Islam harus merenung ulang mengapa ia harus beragama Islam?. Seorang muslim harus merenung dan memahami bahwa ia diciptakan. ia diberi berbagai fasilllitas. Bagaimana agar ia berada dalam lingkungan kebenaran?.(‫)رواه البخاري‬ “Tiap-tiap ummatku masuk Surga kecuali yang menolak. Sebuah kesuksesan masa depan yang gemilang. Aturan itu adalah yang dibawa oleh Muhammad Rasul yang diutusNya untuk kepentingan ini. Artinya ia. Kebenaran dan kesempurnaan Islam ini juga telah diakui oleh pemeluk agama lain selain Islam. Konsekwensinya. maka Allah menghendaki aturan untuk manusia. yaitu tidak dibiarkan bebas sia-sia. seperti disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an: “Mereka mengingkari ayat-ayat Allah. Dari uraian di atas. mulai dari kebutuhan oksigen untuk bernafas sampai rumah sebagai tempat berteduh dan lain-lainnya sampai halhal yang di luar kesadaran manusia. lantaran kedzaliman dan kecongkakan.” (Al-Mukminuun: 115-116). diberi rizki dan tidak dibiarkan . dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?. Tidak lain untuk membimbing mereka.” (An-Naml: 14). maka ia akan selamat dan masuk Surga. Hanya saja banyak di antara mereka sendiri yang menolak. tidak diabaikan dan tanpa aturan. hidup dan ada di muka bumi karena diciptakan Allah. padahal diri mereka mengakui kebenarannya.

bersikap patuh terhadapNya dengan cara menjalankan ketentuan-ketentuanNya. maka konsekwensi berikutnya yang harus dipahami adalah prinsip Wala’ dan Bara’. Sedangkan agama lain selain Islam jelas batil dan tidak bermanfaat.‫أ َقول قول ِي هذا واست َغفروا الله، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ْ ُ ُ َ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. َ ْ ُ َ َ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: قل هذه سب ِي ْل ِي أ َدْعو إ ِلممى‬ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ِ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ ‫الله على ب َصي ْرة أ َنا وم من ات ّب َعن ِمي وس مب ْحان الل مه وم ما أ َن َما م من‬ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ‫ِ َ َم م‬ ِ َ َ َ ٍ َ ِ َ ْ . أ‬ َ ‫ْ ُ َم‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َع مد؛ ق مال الل مه‬ ُ ّ َ َ َ َ َ ْ ِ ّ َ . dan bertauhid kepada Allah.‫المشرك ِي ِن‬ ْ ُ ْ . أ َش مهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. Konsep yang kedua: Seorang muslim harus memahami bahwa Allah tidak ridla. mem-benci dan memusuhi kemusyrikan beserta para pendukungnya. Al-Bukhari). Artinya loyalitasnya hanya diberikan kepada Allah dan RasulNya dan orang-orang yang beriman.‫ت َعالى: ا َل ْحق من رب ّك فل َ ت َك ُون َن من ال ْممت َري ْن‬ َ ِ ْ ُ َ ِ ّ ْ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah Berdasarkan keterangan dan uraian kami pada khutbah pertama. dan bersikap membebaskan diri. (HR. sebagaimana firmanNya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan Allah. sekalipun kerabat terdekatnya. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun didalamnya disamping (menyembah ) Allah. . Sebaliknya ia tidak memberikan kecintaan dan kasih sayangnya kepada siapapun yang menentang Allah dan RasulNya.taat kepadaku ia akan masuk Surga dan siapa yang durhaka kepadaku maka ia telah menolak”.” (Al-Jin: 18) Konsep yang ketiga: Jika sudah menjadi orang yang taat kepada Rasul Allah. maka ummat Islam hendaknya benar-benar mampu membuktikan bahwa syari’at Islam yang akan menghantarkan pemeluknya menuju sukses hidup di dunia dan di akhirat. Kaum muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia.. Jamaah Jum’ah yang berbahagia. Dia disekutukan dengan selainNya. Itulah hakikat Islam yang dengan ucapan singkat berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara mentauhidkan-Nya. jika dalam peribadatan kepadaNya. Sekalipun Malaikat yang dekat denganNya ataupun Nabi utusanNya.

Kenikmatan yang Agung Dan Sempurna‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Taufik N.S. serta memberikan permusuhan kepada musuh-musuh Allah dan‬‬ ‫.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْم مان ول َ ت َجع مل ف مي‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّمذي ْن ءامن ُموا رب ّن َما إ ِن ّمك رءُوف رحي ْمم. dan kaum‬‬ ‫‪Muslimin. RasulNya.‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُمم ل َعل ّك ُمم ت َمذَك ّرون.T. ق مال ت َع مالى: ي َ ما‬ ‫م‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنتمم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‪ajaran Islam‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. يما أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َم َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫02‬ ‫‪Islam.‪Sebagai bukti seorang telah mempercayai Islam sebagai agama yang benar‬‬ ‫‪maka ia harus mengikuti dan taat kepada Rasul Nya.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ف ماذْك ُروا الل مه ال ْعظي مم ي مذْك ُرك ُم واس مأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ م من فض مل ِه ي ُعطِك ُمم‬ ‫َم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. sebab ajaran Islam telah banyak‬‬ ‫‪disusupi ajaran-ajaran asing. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ‫ً‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم َ‬ .‫.‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ‫َ ِ يم ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َم م َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. bertauhid kepada Allah‬‬ ‫‪dan hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah. رب ّن َما ظَل َمن َما‬ ‫ْ م‬ ‫ٌ َ م‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ م‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه. yang dianggap merupakan bagian dari ajaran‬‬‫. الل ّهم صل على محممد وعل َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ مى آل محممد‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد.Pd‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه.‪RasulNya‬‬ ‫‪Sedangkan jalan ke sana sekarang harus ditempuh dengan tashfiyah‬‬ ‫‪(pemurnian) dan tarbiyah (pendidikan).

Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada penutup para nabi dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam beserta keluarga. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . merengggang 147 juta km dan maksimal 152 juta km dengan kecepatan 29. agung lagi mulia yang merupakan rahmat dan nikmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Ahzab: 62) dan juga firmanNya: “. Dan tidak akan kamu dapati suatu perubahan pada ketetapan kami itu. sebagaimana firmanNya: “.‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. planet bumi yang mengelilingi surya berenang dalam lintasan ellips. termasuk manusia..‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Ma’ asyirol Muslimin Rahimakumullah Segala puji hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin. Dan kamu sekali-kali tidak akan menjumpai perubahan pada sunnatulllah.18 km/detik memulas siang dan malam . kemudian dipilihnya planet bumi sebuah planet yang nyaman untuk kita tempati. Dialah Al-Khaliq yang telah menurunkan Islam sebagai aturan yang adil..ُ َ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب ِمه وا ْل َرح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ْ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ‫عل َيك ُم رقيبا..” (QS.. Hadirin Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Nikmat yang sangat besar yang harus kita syukuri adalah iman dan Islam serta diciptakannya alam semesta untuk manusia. dan para pengikutnya yang setia berjuang untuk menyebarkan risalah Islam keseluruh penjuru dunia. dan dibuatNya untuk alam semesta. Tiada Dzat yang patut disembah. Andaikan saja tidak ada ketetapan /keteraturan dalam sunnatullah ini atau bumi dan planet lainnya tidak mau taat pada aturanNya. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . Al-Isra’: 77) Jika kita renungkan. seperti kebanyakan sifat manusia. ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ ‫ُم‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ْ ْ ُ َ َ ‫سدي ْدا. dipuji dan ditaati . suatu sunnatullah yang tidak pernah berubah. niscaya imbang centripental dan centrifugalnya(gaya/tarikan kedalam dan keluar) akan . sahabat-sahabat. melahap tahun demi tahun dengan kecepatan 11. diibadahi.79 km/detik.

ternyata tidaklah cukup dengan aturanaturan alam ini saja.Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. yang jika kita bandingkan dengan nikmat alam semesta ini. Al-Maidah:3) Jama’ah Jum’ah rahimakumullah . hampir tidak pernah kita jumpai. sebagaimana firmanNya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu Ad-Dien (agama/jalan hidup)mu. bahkan manusia kawin dengan alat yang dibuatnya sendiri. dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Aku ridlai Islam menjadi dien-mu. Dari akibat ulah manusia semacam inilah kita bisa menyaksikan kerusakan yang dahsyat baik itu berupa penyakit kelamin. manusia yang diberi kelebihan nikmat yang paling utama berupa akal. mereka senantiasa konsisten dengan aturan-aturan yang diciptakan untuk mereka. Ketika Allah telah membuat hidup mereka berpasang-pasangan. sempurna dan satu-satunya yang akan menjamin tercapainya kebahagiaan hidup manusia. yang bisa menyulap bumi akan menjadi gersang ataupun beku sehingga menjadi pemukiman yang tidak membetahkan insan. kita dapati pria kawin dengan pria.” (QS. lantas bumi akan anjlok ke perihelion dan ephelion lain. Manusia dengan akal dan potensi hidup lainnya berupa kebutuhan jasmani. wanita kawin dengan wanita.tersita fatal. Sungguh segala puji bagi Allah yang membuat sunnatullah ini bersifat tetap. AlJumu’ah: 1). sehingga hal yang tidak kita temui dalam kandang ayam sekalipun justru saat ini kita temui pada kehidupan manusia. baik di dunia maupun di akhirat. niscaya alam semesta dan dunia ini tidak berarti apa-apa. Kita juga melihat keteraturan alam semesta ini pada dunia hewan dan tumbuhtumbuhan. kerusakan moral dan kerusakan lain yang terjadi di darat maupun di laut. Wahai kaum muslimin rahimakumullah! Merupakan kenikmatan yang agung. Mereka senantiasa tunduk kepada aturan-aturanNya. itu adalah nikmat Iman dan Islam.” (QS. bahkan dalam sebuah kandang sekalipun tidak ada hewan jantan kawin dengan hewan jantan atau sebaliknya.naluri dan hawa nafsunya ternyata bisa dan mampu melakukan penyimpangan dari aturan-aturan Allah. Mereka semua tunduk dan bertasbih kepada Allah sebagaimana firmanNya: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia. Raja Yang Maha Suci. Akan tetapi wahai kaum muslimin yang mulia.

Al-Baqarah: 208) Dan jika kita menginginkan nikmatNya dengan melecehkan aturan-aturanNya baik sebagian apalagi keseluruhan. marilah kita bersama-sama merenungkan kemudian kita bersyukur.maka bumi ibarat super debu yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dan manusia adalah super-super debu yang tertata dari sari tanah. dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. dan batapa . Kaum muslimin rahimakumullah. sungguh kehinaan hidup di dunia dan azab Allah di akhirat yang akan kita terima. hanya dengannyalah dapat tercapai keserasian dan kebahagiaan hidup manusia. Sungguh betapa besar jagat raya ini. Ma’asyirol muslimin rahimakumullah Sungguh agung dan besar nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita berupa Islam dan sesungguhnya kita wajib mensyukurinya yaitu dengan menggunakan syariat Islam untuk mengatur aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan nikmat Allah yang berupa akal dan indra. Tidak ada aturan lain yang bisa memanusiakan manusia semanusiawi mungkin selain aturan dari Pencipta manusia.masuklah kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian maengikuti jejak langkah syaitan.Islam dengan aqidah dan syari’ahnya.” Dan dalam ayat lain Allah menegaskan: “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu. Dzat yang Maha Mengetahui. Maha Adil dan Bijaksana yang tidak saja mengatur manusia dengan diriNya (dalam hal aqidah dan ibadah) tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lainnya dalam hal mu’amalah dan ‘uqubat (hukuman).” (QS. maka sungguh baginya penghidupan yang sempit. Thaaha: 124). betapa matahari yang besarnya 1. pencipta manusia. Oleh sebab itu Islam merupakan karunia dan nikmat Allah. sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7: “Jika kalian bersyukur (terhadap nikmatKu) niscaya Aku tambah nikmatKu kepadamu dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) niscaya azabKu sangat pedih. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu yang nyata.merupakan aturan sekaligus jalan hidup yang dibuat Allah. yang terjelma dari nutfah yang terpancar. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman.303.600 x bumi (satu juta tiga ratus tiga ribu enam ratus kali besar kali bumi) hanyalah ibarat setitik debu dalam galaksi (gugus bintang) Bima Sakti. karena siapa yang lebih tahu hakikat manusia selain Pencipta manusia?.” (QS.

betapa sempurnanya Allah telah menurunkan ayat-ayat yang tersirat dalam alam semesta maupun yang tersurat dalam kitabNya.‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫وممن ي ُض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه.” (QS. betapa tinggi dan luasnya ilmu Allah dan betapa kecil dan kerdil manusia. berpaling dari syari’atNya. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. mengapa kadangkadang menusia berpaling?. lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan dua tangannya.Maha Besar Pencipta jagat ini dan sungguh betapa kecilnya manusia bila dibandingkan dengan jagat raya ini. niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. berpaling dari Islam. Sehingga merasa mampu untuk membuat aturan untuk mengatur dirinya sendiri. Sungguh kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka. mengatur keluarganya dan orang sekelilingnya seraya berpaling dari ayat-ayat Allah. dan meskipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk. bukankah Allah telah berfirman: “Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhanmu. merasa sombong dan ujub. أ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ . AlKahfi:57) Sungguh sangat rugi orang-orang yang berpaling dari syari’atNya. keseluruhan ataupun sebagian dan sungguh beruntung dan berbahagialah orang–orang yang senantiasa menjalani kehidupannya seraya menyesuaikan dengan perintah dan laranganNya. Padahal jagat raya yang besar dan luas saja tunduk pada aturanNya. bahkan Allah telah menjamin suatu bangsa yang penduduknya beriman dan bertaqwa yakni menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. sehingga nikmat yang berupa akal ini justeru digunakan untuk mengkufuri nikmat yang lebih besar yaitu Islam.” (QS. Al-A’raf: 96). َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم ب ِاليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل من ّي ومن ْك ُمم‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ْ ِ ‫ت ِل َوت َه إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. dengan akalnya kadangkadang manusia merasa lebih tahu dari Allah. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. dengan firmanNya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertaqwa. وقل رب اغفر وارحم وأ َن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ُ َ ُ ِ ّ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ ُ .

الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب َماعه، وأ َرن َما ال ْباطِمل‬ ‫م َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.com‬‬ ‫12‬ . الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫قري ْب. رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم.‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.or. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإ ِن الل مه أ َمرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصمل ّون عل َمى الن ّب ِمي، ي َما أ َيهما َ ال ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مذي ْن‬ ‫َ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫ّ م ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.alsofwah. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد.wordpress. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫: ‪Sumber‬‬ ‫‪www.

dan ajakan (kamus Ash Shihah 6/2336. Dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan yang dibawa oleh para rasulNya dengan cara membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan (Majmu’ Fatawa oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 15/157). dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti. Sebelum membicarakan pokok permasalahannya. diacuhkan. sebaiknya kita memahami: Apa itu dakwah? Dakwah secara bahasa adalah berarti seruan. Shalawat dan salam kita berikan kepada nabi besar Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam yang telah menuntun umat manusia dari jahiliyah. yang penuh kegelapan menuju Islam yang terang benderang. saya selaku khatib ingin membahas sebuah tema yang sangat penting sekali dan dibutuhkan oleh umat Islam yaitu: Kewajiban kita berpartisipasi dalam dakwah Islamiah.Kewajiban Kita Berpartisipasi Dalam Dakwah Ilallah Oleh:Muh. seperti firman Allah: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan. dengan sebenar-benar takwa. Hal itu disebabkan terdapat banyak perintah dalam Al-Qur’an dan As Sunah untuk berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar. di antaranya adalah menurut syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ubaidillah Al-Ghifary َ َ ِ ْ ُ ْ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْمحمود على ك ُل ح مال، ا َل ْموص موف ب ِص مفات ال ْجل َل‬ ِ َ ِ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ِ ٍ ‫ّ َم‬ َ ‫وال ْك َمال، ال ْمعروف بمزيد ا ْلن ْعمام وا ْلفض مال. Dalam kesempatan ini. Tidak boleh kategori diabaikan. الل ّه مم ص مل عل َ مى عب ْ مدك‬ ‫َ َم ِ َ ُ ّ َ ّ َ م‬ َ َ ُ ْ ُ َ َ ِ ‫ّم‬ ُ ّ ‫ورسول ِك محممد وعل َمى آل ِمه وأ َصمحاب ِه خي ْمر صمحب وآل وسمل‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ ِ َ ْ ٍ َ ٍ َ َ م‬ ‫َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ْ ‫ت َسل ِي ْما كثيرا. وقال رسول الله‬ ِ َ َ ُ َ َ ِ Jamaah Jum’at yang berbahagia. Mari kita sama-sama meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita. أ‬ ‫ِ َ م ِ َ ِ ْ َ م ِ حم مدُهُ سمب ْحا َن َه‬ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫وهو ال ْمحمودُ على ك ُل حمال. yaitu menunaikan ibadah shalat Jum’at.‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت‬n ‫وأنت ُم مسل ِمون. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ ‫َ َم‬ ُ َ ‫ُ َم‬ ‫فيا أ َي ّها الناس، ا ِت ّقوا الله ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، حي ْمث قمال اللمه‬ ّ َ ِ ‫َ ّ َم‬ َ َ َ ُ ُ َ َ ّ ‫ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقممات ِه ول َ ت َممموت ُن إ ِل‬ َ ّ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ . Pada jum’at yang berbahagia ini. Semua umat Islam sepakat bahwa dakwah adalah amalan yang disyariatkan dan masuk kategori fardhu kifayah. untuk memenuhi panggilanNya. Dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. dan dikurangi bobot kewajibannya. memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. . وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل‬ َ َ ‫مه إ ِل ّ اللمه وحمدَه‬ ّ ْ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ّ َم‬ ُ َ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ل َشممريك لممه ذو ال ْعظَمممة وال ْجل َل وأ َشممهد أ‬ ُ ُ َ َ ْ ِ َ ‫ِ َ ْ َ ُ ن محمممدا عبممدُه‬ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ ‫ورس مول ُه وخل ِي ْل ُ مه الص مادقُ ال ْمق مال. Jamaah Jum’at yang berbahagia.” (Ali Imran:104). Adapun menurut istilah pengertiannya banyak sekali. mari kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan. kamus Mu’jamul Wasit 1/286).

Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : َ ِ ْ ْ ِ ‫ل َن ي َهدي َك الله ب ِك رجل ً واحدا خي ْر ل َمك ممن أ َن ي َك ُمون ل َمك ممن‬ َ ْ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ُ ٌ َ ً ِ َ . hendaklah mengubah dengan lisannya. Adapun orang yang berdakwah karena hanya ingin mengharapkan ridha Allah dalam dakwahnya. Kewajiban ini wajib atas setiap muslim. Mencegah dari yang mungkar. dan 3. dan itulah selemah-lemah iman. oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. maka Allah akan memberikan padanya balasan yang setimpal. telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Ingatlah. maka akan mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan. mengerjakan amal shalih dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. kalau tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya. Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat khairu ummah. Allah berfirman: ”Kamu semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf. “Dan setelah itu tidak ada iman sedikitpun.” (Fushshilat: 33). Sebab mulianya umat dengan dakwah. maksud dari ayat ini adalah jadilah kamu sekelompok orang dari umat yang melaksanakan kewajiban dakwah. hal itu sesuai dengan firman Allah: “Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah. 1/390).(‫حمر الن ّعم.” (Lihat Tafsil AlQur’an Al-‘Azhim. Jamaah Jum’at yang berbahagia. sebagaimana hadits shohih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. wahai kaum muslimin bahwa dakwah Ilallah merupakan kewajiban yang disyari’atkan dan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul kaum muslimin seluruhnya. Menyuruh kepada yang ma’ruf 2. Dakwah merupakan pekerjaan terbaik. )رواه مسلم‬ ِ ُ ُ ِ َ “Sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau (dakwah engkau) maka itu lebih baik bagimu daripada engkau . mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Kalau menjadi penjelas maknanya jadilah kamu wahai kaum mukminin sebagai umat yang menyeru kepada kebaikan. Mau beriman kepada Allah. Huruf (‫ )من‬disitu berarti penjelas.Ayat ini bersifat umum dan merupakan kewajiban atas setiap individu untuk melaksanakannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.” (Ali Imran: 110).” Dan pada riwayat lain. Artinya setiap muslim dituntut untuk berdakwah sesuai kemampuannya dan peluang yang dimilikinya. Jadi dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah akan memberikan predikat yang terbaik kepada umat manusia bila memenuhi tiga syarat yaitu: 1. Atau sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. kalau tidak mampu. Oleh sebab itu wajiblah bagi kita untuk semangat berpartisipasi dalam berdakwah menyebarkan Islam ke mana saja dan di mana saja kita berada. Jamaah Jum’at yang berbahagia. seandainya umat ini tak mau berdakwah. “Barangsiapa yang melihat kemungkaran. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar (lihat Jami’ul Bayan oleh At-Thabary 4/26). dan kerugiannya akibat meninggalkan dakwah.

memiliki onta merah.” (Hadits shahih riwayat Muslim dalam kitab fadha’il, no. 2406). Jadi, karena dakwah merupakan perbuatan terbaik dan pelakunya akan dibalas dengan balasan yang besar. Maka dengan segera Rasulullah tetap tegar dalam dakwah, walau diganggu, dipersulit dan meskipun akan dibunuh tidaklah hal itu menghalangi beliau dalam berdakwah demi tegaknya dien Islam. Para da’i hendaknya menyadari bahwa ancaman, intimidasi, dan teror serta ancaman bunuh dari musuh adalah sunnatullah yang sudah dialami para nabi sebelum Nabi Muhammad dan hal itu akan berlanjut sampai hari Kiamat. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Marilah kita sejenak merenung dan meresapi untaian di bawah ini. Apa yang dialami Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan para sahabat dalam berdakwah? Mereka disiksa, diteror ada yang dibunuh, bahkan ada pula yang diembargo ekonomi dalam jangka waktu yang lama. Mereka sempat makan rumput-rumputan dan daun-daunan hingga mulut dan lidah mereka pecah-pecah. Apa yang dialami Imam empat yang terkenal itu? Imam Abu Hanifah, beliau dijebloskan dalam penjara gara-gara berdakwah dan mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil. Imam Malik, karena menegakkan kebenaran beliau rela dipukuli sampai kedua tulang belikat beliau hampir lepas karena kerasnya pukulan. Imam Syafi’i, gara-gara membela kebenaran beliau dimasukkan bui dan mau dibunuh oleh raja pada saat itu. Imam Ahmad bin Hanbal, yang pada zamannya ada fitnah dari kaum mu’tazilah bahwa AlQur’an adalah makhluk Allah. Akhirnya, beliau menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah bukan makhluk. Dari pernyataannya yang tegas itu, beliau dimasukkan bui dan dicambuk beberapa kali, hingga sebagian algojo yang menyiksa beliau membuat kesaksian dengan mengatakan, bahwa Imam Ahmad dicambuk sebanyak delapan puluh kali, jikalau gajah dicambuk seperti itu maka akan mati terkapar. Maka beliau terkenal dengan sebutan Imam AsSunnah, karena membela sunnah Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam dan Al-Haq. Lalu apa yang diderita Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya yang terkenal yaitu Syaikhul Islam Ats-Tsani Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah? Ibnu Taimiyah, karena berdakwah dan membela kebenaran, beliau rela masuk penjara, tak sempat menikah hingga beliau mati dalam penjara. Kata-kata beliau yang cukup terkenal yang patut kita ambil pelajaran: “Apakah yang akan diperbuat musuh-musuh kepadaku? Jika aku dipenjara, penjaraku adalah khalwat (untuk beribadah pada Rabb). Jika diasingkan, pengasinganku adalan tamasya. Jika aku dibunuh, kematianku adalah syahadah. Itulah kata-kata beliau dalam tekadnya membela kebenaran. Siapakah yang mampu menundukkan orang-orang yang segala alternatif perjuangannya adalah serba baik, sebagaimana beliau? Tidak ada, kecuali Maha Perkasa yang dengannya justru menaklukkan manusia ke dalam lindungan syari’at Islam nan agung dan penuh rahmat (Lihat buku Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah oleh Abul Hasan An-Nadawi).

Ibnul Qayyim, dalam membela kebenaran ia rela diikat badannya lalu diarak keliling kampung dan diludahi masyarakat, namun beliau tetap tegar dalam berdakwah sampai akhir hayatnya (Dari kitab Zadul Ma’ad). Adapun ulama-ulama yang baru-baru ini meninggalkan kita, yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (2000 M) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani. Mereka adalah ulama-ulama yang gemar berdakwah dan menyebarkan Islam hingga akhir hayatnya. Begitu juga Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsai-min yang telah wafat pula (1421 H / 2001 M). Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Seorang da’i haruslah pandai dalam menyampaikan dakwah. Sebab darinyalah satu sebab dari beberapa sebab umat dapat paham Islam yang benar. Oleh karena itu dakwahnya harus sesuai Al-Qur’an dan As Sunah serta sesuai dengan manhaj nubuwwah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Sebagaimana hal itu sesuai dengan firman Allah: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125). Seorang da’i haruslah selalu introspeksi diri, apakah dakwahnya karena Allah atau karena yang lain: Dalam firman Allah di atas tadi, kata bil hikmah, Imam Syafi’i memberi komentar: “Setiap hikmah dalam Al-Qur’an berarti As-Sunnah”. Dan berkaitan dengan kata As-Sunah artinya adalah dakwah itu harus mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, bukan berdakwah mengajak orang pada golongan, partai tertentu yang marak hari ini, demokrasi, sekularisme dan lain-lain yang antagonis dengan Islam, silakan lihat komentar Imam Syafi’i dalam kitab Al-Madkhal fil Aqidah, hal 24. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Dakwah itu mempunyai urgensi yang banyak sekali, namun intinya kurang lebih adalah tersebarnya kebenaran pada umat manusia (khususnya kaum muslimin), lalu mereka bisa merubah pola pikir hidupnya dari jelek menjadi baik, dari beribadah kepada makhluk berubah menjadi beribadah kepada Khaliq. Lalu mereka membela Islam, mendakwahkan Islam semampunya hingga dengan usaha mereka setelah rahmat Allah manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Maka alangkah bahayanya kalau dakwah itu sampai tidak berjalan, mogok total tanpa ada yang menjalankan, maka ketika itu adzab Allah akan turun ke bumi menimpa manusia semuanya. Apakah di dalamnya itu orang beriman atau bukan beriman. Firman Allah: “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim di antara kamu, dan ketahuilah Allah amat keras siksanya”. (Al-Anfal: 25). Jamaah Jum’at yang berbahagia. Demikian ringkasan dari kutbah Jum’at yang saya sampaikan, yang intinya sebagai bahan ringkasan dari khutbah tersebut adalah marilah kita tingkatkan partisipasi kita dalam berdakwah sesuai dengan kemampuan kita, profesi kita, hingga Allah memanggil kita, karena keutamaan umat ada dalam dakwah dan kerugian umat akibat meninggalkan dakwah. Sekali lagi mari kita tingkatkan semangat kita berdakwah sesuai dengan manhaj salafush shalih. Semoga Allah menolong kita dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Amin ya Robbal’alamin.

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب.‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م ٍ‬ ‫ِ‬ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن همدانا اللمه.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ ش مريك ل َمه. وأ َش مهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ‬ ‫عبده ورسول ُ ِه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وم من‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫ت َبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ ٍ َِ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫َ َم َ‬ ‫ُ‬ ‫فيا أ َي ّها ال ْمؤمن ُون، ا ِت ّقوا اللمه ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، واعل َمموا أ َن‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َم ِ َ ْ ُ ْ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫الله ومل َئ َك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، صل ّوا عل َي ْه وس مل ّموا ت َسمل ِي ْما.‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ّ‬ ‫الل ّهم صمل وسمل ّم عل َمى محممد وعل َمى آل ِمه وصمحب ِه والت ّماب ِعي ْن‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ م‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ م ِ َ‬ ‫أ َجمعي ْن ب ِرحمت ِك ي َما أ َرحمم الراحمي ْمن. الل ّهمم اغفمر ل ِل ْممؤمن ِي ْن‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ َ َ م‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ّ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحي َ ماء من ْه مم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ م موات.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫الل ّهمم أ َرن َما ال ْحمق حقما وارزقن َما ات ّبماعه، وأ َرن َما ال ْباطمل بما َطِل ً‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ُ ّ ِ م‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنمما مممن‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب. رب ّنا آت ِنا في ال مدّن ْيا حس من َة وف مي‬ ‫ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآء ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬

‫22‬
‫‪Istighfar Dan Taubat Adalah Kunci Rizki Dan keberkahan dari Allah‬‬ ‫‪Ta'ala‬‬ ‫‪oleh: Anton Zamroni‬‬ ‫‪Khutbah pertama‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬

َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ .‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ َ ُ ‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُ َ مات ِه ول َ ت َم موت ُن إ ِل ّ وأن ُ مم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ ‫َ تم‬ َ ِ ‫َ َ ّ قم‬ َ ‫مسل ِمون. يا أ‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُمم ال ّمذي خل َقك ُمم م من ن َف مس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك‬ ُ َ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله ك َمان عل َي ْك ُمم رقي ْب ًما. ي َما‬ ‫م‬ ‫ْ َ ِ م‬ َ َ ‫َ م‬ ّ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُموا ق مول ً س مدي ْدا. ي ُص مل ِح ل َك ُمم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ً ِ َ َ ْ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورس مول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فق مدْ ف ماز‬ َ ‫َم‬ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ .‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ .‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهممم ب ِإ ِحسممان‬ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ .‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ... Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan jama’ah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Jamaah Jum’at yang berbahagia ... Di antara hal yang menyibukkan hati kaum muslimin adalah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sebagian besar kaum muslimin memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizki mereka. Kemudian tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syari’at Islam tetapi mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan hukum halal dan haram. Mereka itu lupa atau berpura-pura lupa bahwa Allah men-syari’atkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi ummat manusia dalam perkaraperkara kebahagiaan di akhirat saja. Padahal Allah mensyari’atkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia. Sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiallaahu anhu , ia berkata:

‫: رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخممرة‬n ‫كان أ َك ْث َر دُعاء الن ّب ِي‬ ِ َ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ّ .‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ

berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang lebih baik (sebagai ganti). niscaya Allah akan memudahkan mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari setiap arah. (Shahihul Al-Bukhari. ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. sebab-sebab mendapat rizki telah diatur dan dijelaskan. serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi. Di antara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah. Begitu pula Imam An-Nawawi menjelaskan: “Para ulama berkata. dan jagalah kami dari siksa api Neraka”. Ma'asyirol Muslimin a’azza kumullah . sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. menyesali dosa yang telah dilakukan. Jika salah satu syarat hilang. “Wahai Tuhan Kami’ karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana firman Allah tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya: “Maka aku katakan kepada mereka. tidak membekas di dalam hati sama sekali. Kitabud Da’awat. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami ingin menjelaskan tentang berbagai sebab di atas dan meluruskan pemahaman yang salah dalam usaha mencari rizki . 2. maka taubatnya tidak sah. no...” Sedangkan makna taubat sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam ArRaghib Al-Asfahani adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. Bab Qaulun Nabi Rabbana Aatina fid Dunya Hasanah. Allah dan RasulNya tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan dan keraguan dalam usaha mencari penghidupan. 3. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga: 1. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . . Sekiranya ummat ini mau memahami dan menyadarinya.“Sesungguhnya do’a yang sering diucapkan Nabi adalah. Hadist 6389. II/191). Tetapi yang dimaksud dengan istighfar di sini adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib AlAsfahani adalah “Meminta (ampun) dengan disertai ucapan dan perbuatan dan bukan sekedar lisan semata. Ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. Hendaknya ia harus menjauhi maksiat tersebut.. Jika keempat hal itu telah dipenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna. Tapi sebaliknya. Ia harus menyesali perbuatan (maksiat) nya. bahkan tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. ‘Mohon ampunlah kepada Tuhanmu’..” (Nuh: 10-12) Yang dimaksud istighfar dan taubat di sini bukan hanya sekedar diucap di lisan saja.

Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain lagi berkata kepadanya. Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan.. agar ia memberiku anak!!’ maka beliau mengatakan kepadanya. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya.. ’Do’akanlah (aku) kepada Allah. Dan pada surat Hud di ayat yang lain Allah juga berfirman: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya (jika kamu mengerjakan yang demikian (niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . memperbanyak harta dan anak-anak untuk kalian. meminta ampun kepadaNya. niscaya Ia akan memperbanyak rizki kalian. maka ia harus meminta maaf. Kemudian di ayat yang lain Allah yang menceritakan tentang seruan Hud kepada kaumnya agar beristighfar. Imam Al-Qurtubi menyebutkan dari Ibnu Shabih. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini.’Hai kaumku. bahwasannya ia berkata: “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya. jika kalian bertaubat kepada Allah. “Dan (Hud berkata).Jika taubatnya berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat..’Beristighfarlah kepada Allah!. Ia akan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. jika berupa had (hukuman) maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalas atau meminta maaf kepadanya dan jika berupa qhibah (menggunjing). dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang . Jika berupa harta benda maka ia harus mengembalikan. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. kemudian memerintah-kan bertaubat untuk waktu yang mereka hadapi. niscaya Dia kan menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan membawa kekuatan kepada kekuatanmu dan juga janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. ‘Beristighfar kepada Allah! Dan yang lainnya lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula).. niscaya Allah akan memudahkan rizkinya. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungaisungai di antara kebun-kebun untuk kalian. yaitu ketiga syarat di atas ditambah satu. melancarkan urusannya dan menjaga keadaanya. maka beliau berkata kepadanya. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. yaitu hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang lain.” (Hud: 52) Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan: “Kemudian Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar sehingga dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . melimpahkan air susu. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (surat Nuh: 10-12) berkata: “Maknanya.

. Dan hendaklah kita selalu waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan... Yang memiliki kekuatan akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak pernah diharapkan serta tidak pernah terbersit dalam hati. Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ا ْل ِست ِغفار جعل الله من ك ُل هم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ْ َ َ ٍ ِ ّ َ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل‬ َ َ َ َ ً َ ْ َ ..yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Allah tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian.” (Hud: 3).” Ma'asyirol Muslimin A’azza kumullah . Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata.” (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ .‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ . Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. 4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh (Hamisy AlMusnad. Salah satunya yaitu. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ . Imam Al-Qurthubi mengatakan:”Inilah buah istighfar dan taubat.‫ي َحت َسب‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ِ ْ “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah). maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari kiamat. 4/55) Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . bahwa Allah Yang Maha Esa. Nabi menggambarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka. Jika kamu berpaling. kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar. Abu Daud. Dalam hadist yang mulia ini. Karena itu.

saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. 2.. jadikanlah kami termasuk hamba-hamba Mu yang pandai beristighfar. Bahwasannya dengan istighfar dan taubat. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. الل ّهم أ َعت ِق‬ َ ِ َ ْ ْ ّ ُ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ . Karena istighfar dan taubat dengan lisan semata tanpa disertai dengan perbuatan adalah pekerjaan para pendusta. Ya Allah. lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan-keadaan kami. الل ّه مم اغف مر ل ِل ْمس مل ِمي ْن‬ ِ َ َ ْ ُ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ .‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ Ya Allah. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. memohon ampunan atas segala dosa dan menjadikan kita termasuk orangorang yang pandai ber istighfar agar Allah senantiasa membukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi. Allah akan menurunkan hujan yang lebat.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ٌ ‫َ ِ يم‬ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ ‫َم م‬ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْمدٌ مجي ْمد. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu bertaubat dan beristighfar. Karena itu. Jadi dengan istighfar dan taubat. Allah akan mengampuni dosa-dosa hambaNya. Allah akan memperbanyak harta dan anak-anak. Bahwasannya telah disyari’atkan oleh Allah kepada kita untuk senantiasa ber-istighfar dan taubat dengan lisan yang disertai perbuatan. Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّمه م ما عل ِمن َما من ْمه وم ما ل َمم ن َعل َمم‬ ‫ِ َم َ ْ م ِ ُ َ َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ ِ َ ‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. الل ّهم صل على محممد وعل َمى آل محممد‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . Allah akan membukakan pintu-pintu rizki dan keberkahan baik dari langit maupun dari bumi. di dunia maupun di akherat. marilah pada kesempatan ini kita berdo’a kepada Allah. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Kembali pada khutbah yang kedua ini. Allah akan menjadikan untuknya kebun yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. dan mudahkanlah rizki -rizki kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a.. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya. أ‬ َ ْ ِ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .

‬ ‫ْ َ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وَقُوْل ُوا قَوْل ً سد ِي ْدا.‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ ْ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُهُ‬ ‫َ‬ ‫وَرسوْل ُه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفمي الخمرة حسمن َة وقن َما‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ م‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ُ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫أ َما ب َعْد؛ فَإ ِن أ َصد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ‫َ ِ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫ّ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ع َل َي ْهِ وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ َ ّ َ مورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك ُل‬ ‫َ ٌ‬ ‫ٌ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ َ‬ ‫ضل َل َةٍ في النار.‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ ّ َ ّ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫اللهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوْم ِ‬ ‫الد ّي ْن.‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫َ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حقّ ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن.‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ِ‬ ‫…‪Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah‬‬ .‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ ْ ُ ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫32‬ ‫‪Ilmu.‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سمعارهم وآمن ْهمم فمي‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َع ْمال َك ُم‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ً‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل َه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫واسأ َل ُوه من فضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. Simbol Kejayaan Umat‬‬ ‫‪Afifi Widodo‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫ومن سيئات أ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ّ َ ِ ع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه.‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ُ ُ ْ َ‬ ‫وَب َث من ْهُما رِجال ً ك َث ِي ْرا وَن ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِيْ ت َسآءل ُوْن ب ِهِ وَا ْل َرحام إ ِن‬ ‫َ ً َ ُ‬ ‫ْ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫الله كان ع َل َي ْك ُم رقِي ْبا.‫رقاب َنا من النار وأ َوسع ل َنا من الرزق في ال ْحل َل، واصرف عن ّما‬ ‫ِ َ ْ ِ ْ َ م‬ ‫ّ ْ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ َ‬ ‫ِ م َ ّ م َ ْ ُ م َ‬ ‫فسقة ال ْجن وا ْل ِن ْس ي َما حمي ي َما قي ّموم ي َما ذا ال ْجل َل وا ْل ِك ْمرام.

Padahal bahaya itu sebuah kepastian yang telah tersedia. Syahadatpun harus selalu kita benahi. Jamaah Jum’at yang mulia. bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya. Lalu apa yang menghalangi kita untuk segera meraup ilmu dien (agama). Sanjungan shalawat kita sampaikan kepada Baginda Rasul. Selanjutnya… jamaah Jum’at yang berbahagia. sikap ambisi meraup dan mengimport ilmu ini berlaku hanya pada masalah duniawi. Akankah kita membekali diri kita bagaikan si buta di tengah rimba belantara tak tahu apa yang akan menimpanya. dan akhirat akan datang menjelang. hingga kini kita tetap bertahan menjaga keimanan kita sebagai tingkat nikmat yang paling tinggi.Rasanya tak habis-habisnya kita mesti bersyukur kepada Allah. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. karena dari limpahan rahmat dan karuniaNya. padahal kebodohan adalah lambang kejumudan. Bukankah kita pernah mendengar wasiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu : ،‫ا ِرت َحل َت الد ّن ْيا مد ْب ِرة ً وارت َحل َت الخرة ُ مقب ِل َة وَل ِك ُل واحد َةٍ من ْهُما ب َن ُوْن‬ ِ َ ّ ً ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ِ َ ْ ٌ َ ِ َ ‫فَك ُوْن ُوا من أ َب ْناء الخرةِ وَل َ ت َك ُوْن ُوا من أ َب ْن َاء الد ّن ْيا، فَإ ِن ال ْي َوْم ع َمل وَل‬ ٌ َ ِ ّ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ٌ َ . dan keduanya mempunyai anak-anak. Lalu. Dari mimbar ini pula saya serukan kepada diri saya pribadi. Sesungguhnya pada hari ini hanya ada amal tanpa hisab (perhitungan).‫حساب وَغ َدا حساب وَل َ ع َمل‬ ٌ َ ِ ً ٌ َ ِ “Dunia akan pergi berlalu. Bahkan pikiran sebagian besar kaum muslimin pun tak jauh berbeda dengan kaum sekulernya. Jadilah bangku-bangku sekolah didoktrin dengan kurikulum negara maju. AlBukhari secara mu’allaq). Jamaah Jum’at yang berbahagia! Ilmu. biar lebih mendekati makna yang hakiki. tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti. umumnya kepada para jamaah sekalian untuk selalu menjaga. mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan nilai-nilai taqwa. telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu. bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar suksesnya masa depan kita? . hanya dengan taqwalah kita selamat di hari pengadilanNya. Yang lebih memprihatinkan lagi. Hingga hampir menjadi kesepakatan setiap jawara bangsa. ujung tombak pembawa pelita kehidupan.” (HR. dan besok hanya ada hisab (perhitungan) tanpa amal. Akankah kita bergelimang dalam kebodohan. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Akan tetapi sayang seribu kali sayang. sebagian da’i yang mempertengkarkan tentang cap intelektual muslim pun justru menuding kolot terhadap orang yang tekun mempelajari agamanya karena terfitnah oleh kilauan dunia.

memang hartanya telah sirna.Ma’asyiral muslimin rahimakumullah! Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengumpulkan keutamaan ilmu ini dalam 13 point: 1. Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk golongan fuqara’ (kaum papa). mereka hanyalah mewariskan ilmu. Ilmu.‫أ َوْ وَل َد ٌ صال ِح ي َد ْع ُوْ ل َه‬ ٌ َ ُ “Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah. semakin susah pula untuk mencari tempat . 2. atau ilmu yang dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya. Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati. gudangnya periwayatan hadits. tapi ilmunya tak pernah sirna. sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan. lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk. ا َل ْعُل َماء وَرث َة ا ْل َن ْب ِياء‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ْ َ َ ِ ْ َ ِ ُ ّ َ ً ُ ّ ‫وَا ْل َن ْب ِياء ل َم ي ُوَرث ُوا د ِي ْن َارا وَل َ د ِرهَما وَإ ِن ّما وَرثوا ال ْعِل ْم فَمن أ َخذ َه ُ أ َخذ َ ب ِحظ‬ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ْ ُ َ ْ ّ . bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman. sehingga beliau menjadi sasaran bidik kejahatan kaum Syi’ah dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilancarkannya terhadap diri beliau.(‫وافِر. Tirmidzi). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ َ ،‫فَضل ال ْعال ِم ِ ع َلى ال ْعاب ِد ِ ك َفضل ال ْقمرِ ع َلى الن ّجوْم. maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak. warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi. Setiap kita pasti kenal Abu Hurairah Radhiallaahu anhu. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi.” (HR. Inilah buah seperti yang tersebut dalam hadits Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam : ‫إ ِذا مات ا ْل ِن ْسان ا ِن ْقط َعَ ع َمل ُه إ ِل ّ من ث َل َث؛ صد َقَة جارِي َة أ َوْ عل ْم ي ُن ْت َفعُ ب ِه‬ َ َ ُ َ ٌ ِ ٍ َ ٌ ٌ ِ ُ َ َ َ َ َ ْ ِ . Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya. )الترمذي‬ ٍ َ “Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya.” 3. Bahwa ilmu dien adalah warisan para nabi Shallallaahu alaihi wa Salam. tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna. dalam rangka menghancurkan Islam dan kaum muslimin. kita semua masih tetap membacanya.

menurut ulama adalah Umara’ dan Hukama’ (Ahli Hikmah/Ahli Ilmu/Ulama). Imam Ahmad mengatakan tentang kelompok ini: “Jika mereka bukan Ahlu Hadits maka aku tidak tahu siapa mereka itu”. Umara’ berfungsi mengoperasionalkan jalannya syariat Allah dan mengharuskan manusia untuk menegakkannya. Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana. maka Allah akan fahamkan dia dalam (masalah) dien. bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah. mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat. tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan RasulNya. Umat ini akan senantiasa tegak di atas perkara Allah. 5. Al-Bukhari). tidak akan memadharatkan kepada mereka.” (Ali Imran: 18). belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya. Para ulama.menyimpannya.‫الله‬ ِ “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan. 6. Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla adalah yang Maha Memberi. Yang menegakkan keadilan. termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya orang mentaatinya. Ulil Amri. . Para ulama (Ahli ilmu syari’at).” (An-Nisa: 59). Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Ta’ala: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ ‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن وَإ ِن ّما أ َنا قاسم والله هُوَ ال ْمعْط ِي وَل‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ُ ْ ْ َ ِ ْ‫تزال هذه ا ْل ُمة قائمة على أ َمر الله ل َ يضرهم من خال َفهم حتى يأت‬ َ ‫ِي أ‬ ََ ً َ ِ َ ُ ّ ‫َ ُ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ْ َ ّ َ َ مر‬ ِ ِ ِ َ ُ ََ ُ ْ ِ ْ .” (HR. Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Ilmu. 4. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Ulama berfungsi menjelaskan dengan gamblang syariat Allah dan mengajak manusia ke jalan Allah. sebagaimana firmanNya: “Hai orang-orang yang beriman. orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang putusan Allah. taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu.

Dan sebagian menimpa tanah tandus kering yang gersang. Allah akan pahamkan dia (masalah) dien. Sabdanya: َ ً َ َ ْ َ َ َ ً ِ . Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. Jamaah sekalian tentunya ingat kisah seorang pembunuh yang menghabisi 100 nyawa.” (Al-Bukhari). Sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Salam : . Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah.‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ْ َ ِ “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan. Muslim). tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu.” (HR. Sedangkan permisalan bagi orang yang tidak (tidak memperhatikan ilmu) itu (sangat berpaling dan bodoh). Ilmu adalah jalan menuju Surga. 8. Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu. maka dia mempelajari dan mengajarkan. mengairi tanaman dan bercocok tanam. dia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus.7. 9. 11. Dengan dirinyalah manusia dapat tertunjuki jalan hidupnya. Al-Bukhari dan Muslim). 10. tidak bisa menahan air yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. di antaranya lagi ada sebagian tanah keras yang (mampu) menahan air yang dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia untuk minuman. sebagian di antaranya ada yang baik (subur) yang mampu menampung air dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak.‫من سل َك ط َرِي ْقا ي َل ْت َمس فِي ْهِ عل ْما سهّل الله ل َه ب ِهِ ط َرِي ْقا إ ِلى ال ْجن ّة‬ ً ِ َ ُ ُ ُ ِ Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu. Dia bunuh seorang ahli ibadah sebagai korban yang ke-100 karena jawaban bodoh dari si ahli ibadah yang menjawab bahwa sudah tak ada lagi pintu taubat bagi . beliau bersabda. (HR. Orang ‘alim (berilmu) adalah cahaya bagi manusia lainnya. Maka demikianlah permisalan orang yang memahami (pandai) dalam dien Allah dan memanfaatkan apa yang dengannya aku diutus Allah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang bermanfaat terhadap alam sekitar. sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik. yang artinya: Perumpamaan dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah. maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga.

Tidak akan terangkat derajat umat ini menuju sebuah kejayaan kecuali harus bangkit dan menggali ilmu agama secara benar. Di dunia Allah angkat derajatnya di tengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. Akhirnya dia datang kepada seorang ‘alim. Bahwa problem yang terbesar di kalangan umat ini adalah al-jahl biddien. Dan di akhirat akan Allah angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan didakwahkannya. ّ َ ً َ ُ َ ً ْ ‫والله ن َسأ َل ُه أ َن ي َرزقَنا عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل، وَصلى الله‬ ً ً َ ً ِ َ ُ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ .‫ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ أ َجمعِي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ً َ َ ْ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ُ ْ ِ ُ ِ ْ ْ ْ . dan disana ia ditunjukkan jalan taubat. أ َما ب َعْد؛‬ ُ ّ ً ْ َ َ ُ Jamaah yang berbahagia. pada khutbah yang ke-2 ini.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah! Itulah point-point penting yang bisa kita nukilkan. bodoh tentang agamanya. semoga menjadi pendorong semangat bagi orang yang bercita-cita mulia dunia dan akhiratnya. Allah akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang alim) di dunia dan akhirat.‫وَمن سي ْئات أ َع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه‬ َ ِ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ُ ّ ِ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ْ ُ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُه‬ َ ّ َ ُ ُ َ ‫وَرسوْل ُه صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ت َسل ِي ْما. sekedar saya simpulkan dari khutbah yang pertama. Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Mujadilah: 11 telah berfirman: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. bila tidak justru akan membawa kepada kehancuran dan laknat Allah. 2. 12. . Ilmu agama yang akan membawa kejayaan adalah ilmu yang diamalkan dari sumber yang benar pula. 3. 1. maka diapun mendapatkan penerangan bagi jalan hidupnya.pembunuh nyawa manusia.

‫‪Karena itulah mari kita gali ilmu agama secara benar dari sumber aslinya yaitu‬‬ ‫‪Al-Qur’an dan Sunnah melalui pemahaman para Salafus-Shalih yakni para‬‬ ‫‪sahabat radhiyallahu ‘anhum serta para pengikut pola hidupnya hingga hari‬‬ ‫.‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫وَصلى الله ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ي ِوْم ِ الد ّي ْن. فاذ ْك ُروا الله ال ْعَظ ِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫42‬ ‫‪Kondisi Kaum Muslimin Pada Masa Kini‬‬ ‫‪Oleh: Sardona Siliwangi‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه، ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ ْ ِ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا. رب ّنا اغ ْفر ل َنا‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ ْ‬ ‫وَل ِخوان ِنا ال ّذ ِي ْن سب َقوْنا ب ِا ْل ِي ْمان وَل َ ت َجعَل فِي قُل ُوْب ِنا غل ّ ل ّل ّذ ِي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ ُ ٌ ّ ِ ٌ َ‬ ‫إ ِن ّك رءوْف رحي ْم. الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل محمد ٍ ك َما صل ّي ْت ع َلى‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫إ ِب ْراه ِي ْم وَع َلى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهُم اغ ْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ ن َب ِي ول َ رسول ب َعدَه، قدْ أ َدى ا ْل َمان َة‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫ّ َ‬ ‫وب َل ّغ الرسال َة ون َصح ا ْل ُ‬ ‫مة وجاهدَ في سب ِي ْل ِه حق جهاده.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ .‪kebaikan kaum muslimin‬‬ ‫َ َ‬ ‫إ ِن الله وَمل َئ ِك َت َه ي ُصل ّوْن ع َلى الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامن ُوا صل ّوا ع َل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما. الل ّهُم افْت َح ب َي ْن َنا وَب َي ْن قَوْمنا بال ْحقّ وَا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن.‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل. من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ َ‬ ‫ّ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ّ ِ َ ِ ِ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫الصل َةُ والسل َم على ن َب ِي ّنا ال ْمصطَفى محمد صلى الله عل َي ْه‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ِ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ‬ ‫وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن سل َك سب ِي ْل َه واهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن. وَبارِك ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫محمد ٍ ك َما بارك ْت ع َلى إ ِب ْراه ِي ْم وَع َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ لى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.‪akhir‬‬ ‫‪Selanjutnya marilah kita berdoa kepada Allah untuk kebaikan kita dan‬‬ ‫. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا‬ ‫َ ُ َ ً َ َ َ ِ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ ً َ ً‬ ‫حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار.‬ ‫ِ‬ ‫عباد َ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى ع َن‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن.

karena dengan kedua nikmat ini merupakan satu bukti bahwa kita merupakan umat pilihan. Dan terlebih-lebih karena Allah masih mengkaruniakan kepada kita dua kenikmatan yang besar yaitu nikmat Iman dan nikmat Islam. tidaklah dapat kamu menghitungnya” (Ibrahim 34).‫ي َفقهوا قول ِي‬ ْ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا‬ ِ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ِ ِ ْ ُ َ ‫الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. وقال‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ ْ . sebagimana firman Allah: “Dan tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah” (Yunus 100). Jamaah Jum’at arsyadakumullah Allah berfirman dalam Al-Qur’anul Karim surat An-Nur ayat 55: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengamalkan kebaikan bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. sebagaimana Dia telah menjadikaan orangorang sebelum mereka berkuasa. yang dipilih oleh Allah. shahabat dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau dengan baik sampai akhir zaman. yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan yang apabila kita ingin menghitungnya niscaya kita tidak akan sanggup untuk menghitung kenikmatan tersebut. Shalawat serta salam selalu terlimpah kepada nabi besar Muhammad beserta keluarga. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan merubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Dan barangsiapa yang masih kafir setelah janji itu maka mereka itulah orang-orang yang fasiq” (An-Nur 55).ْ ُ ْ ْ َ ْ ِ ْ ْ ‫رب اشرح ل ِي صدْري وي َسر ل ِي أ َمري واحل ُل عقدَةً من ل ِسان ِي‬ ْ َ ْ ّ َ َ ْ ِ ْ ّ َ ْ ِ َ ْ ْ . )رواه الترمذي، حديث‬ َ َ َ ُ ْ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ . وقال: يا أ َي ّها‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ َ َ َ :‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. Mereka tetap menyembahKu dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah .(‫حسن‬ Jamaah Jum’at hamba Allah yang berbahagia Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah.‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت وأ َت ْب ِع السي ّئ َة ال ْحسن َة‬n ‫وقال الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ِ ِ ‫ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن. sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah.

tentang sebuah kondisi yang akan menimpa umat Islam. apabila kita melihat kondisi kaum muslimin sekarang. Namun. dan tabi’ut tabi’in. Jamaah Jum’at yang berbahagia. maka secara sadar atau tidak sadar sebuah pertanyaan yang harus kita jawab yaitu: “Apa penyebab yang menjadikan umat Islam pada saat sekarang ini dihinakan bahkan diinjakinjak?”. dimana pada saat itu mereka akan dihinakan. Padahal mereka sebelumnya adalah kelompok-kelompok yang mulia. Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . yang apabila musuh-musuh mendengar nama-nama mereka maka timbullah rasa takut dalam hati mereka.Pada kesempatan kali ini tidak ada salahnya kalau kita mengingat kembali pesan yang telah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam sampaikan ± 14 abad yang lalu. mereka hidup dengan mulia dan terhormat. Tetapi kalian pada saat itu bagaikan buih seperti buih banjir. maka kita akan bertanya. Setelah kita melihat sekilas sejarah masa lampau. mereka menjadi mulia dengan keislaman mereka. dan Dia akan memasukkan ke dalam hati-hati kalian al-wahan. dinjak-injak. Jamaah Jum’at yang berbahagia.(‫)رواه البيهقي، حديث حسن‬ “Hampir tiba saatnya persatuan bangsa-bangsa mengerubut atas kamu sekalian seperti bersatunya orang-orang mengerubut makanan yang ada di atas nampan. tabi’in. قال قائ ِل: يا‬ ِ َ َ َ َ ٌ ّ َ ِ ْ َ ْ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ . semuanya kini hanya menjadi sebuah kenangan dan menjadi sebuah cerita. hadist hasan). direndahkan. Ada sahabat bertanya: apakah karena sedikitnya jumlah kita pada masa itu? Beliau bersabda: Bahkan jumlah kalian pada masa itu banyak. kelompok yang kuat dan kelompok yang dikenal keberaniannya. shahabat. dan dimanakah kekuatan dan keberanian yang pernah ada? maka jawabnya.‫رسول الله، وما ال ْوهن؟ قال: حب الدّن ْيا وك َراهي َة ال ْموت‬ ُ ِ َ َ َ ِ ْ َ ّ ُ َ َ ُ َ َ َ َ ِ . semuanya sudah hilang. Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita ingat-ingat kembali sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ± 14 abad yang silam: َ ُ ُ َ ْ ،‫ي ُوشك أ َن ت َداعى عل َي ْك ُم ا ْل ُمم ك َما ت َداعى ا ْل َك َل َة إ ِلى قصعت ِها‬ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ ْ ٌ ،‫فقال قائ ِل: أ َومن قل ّة ن َحن ي َومئ ِذ؟ ب َل أ َن ْت ُم ي َومئ ِذ ك َث ِي ْر‬ ٍ َ ْ ْ ٍ َ ْ ُ ْ ٍ ِ ْ ِ َ ٌ َ ُ ْ ‫ول َك ِن ّك ُم غثاءٌ ك َغثاء السي ْل، وسي َن ْزعن الله من صدُور عدُوك ُم‬ ِ َ ُ َ َ ِ ّ ّ َ ِ ُ ّ َ ِ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ‫ال ْمهاب َة من ْك ُم ول ْي َقذفن الله في قل ُوب ِك ُم ال‬ َ َ َ ُ َ َ ‫ُ وهن. Baihaqi. yang akan menimpa kaum muslimin. maka kita akan mendapatkan bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah. Kalau kita lihat sejarah yang telah berlalu. Dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kalian (rasa) ketakutan kepada kalian. dimanakah kemuliaan itu? yang telah Allah janjikan dalam firmanNya surat An-Nur ayat 55 di atas. Lalu shohabat bertanya: Ya Rasul apakah al-wahan itu? Beliau bersabda: cinta dunia dan takut mati” (HR.

Berjihad di jalan Allah inilah yang dapat menjadikan umat Islam umat yang mulia. (HR. selebaran-selebaran dan lain sebagainya. dengan mencurahkan tenaga yang ada. Kita sebagai muslim harus sadar bahwa memperjuangkan Islam. dengan kata lain kita dituntut untuk berjihad fii sabiilillah.(‫دي ْن ِك ُم.َ ‫إ ِذا ت َباي َعت ُم بال ْعي ْن َة وأ َخذْت ُم أ َذْناب ال ْب َقر ورضي ْت ُم بالزرع وت َرك ُتم‬ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ َ ُ ْ َ ِ ْ ّ ِ ْ ِ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ‫ال ْجهاد، سل ّط الله عل َي ْك ُم ذُل ّ ل َ ي َن ْزعه عن ْك ُم حتى ت َرجعوا إ ِلى‬ َ ُ ُ ِ َ ُ ّ َ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ ِ ْ . umat yang dihormati. di antaranya kita sibuk dengan perdagangan dengan peternakan dan dengan pertanian atau perkebunan. maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita. Dan Allah sekali-kali tidak akan melepaskannya. sehingga dikarenakan kecintaan mereka yang sangat besar terhadap jihad. sehingga hari-hari kita habis atau hanya diisi dengan kesibukan untuk menghitung-hitung kekayaan yang kita miliki. untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan muslimin kita dituntut untuk memperjuangkan Islam dengan perjuangan yang haqiqi. dan dengan kesibukan itu semua kita meninggalkan jihad di jalan Allah. Namun pada sisi lain kita harus ingat bahwa memperjuangkan Islam itu tidak hanya sebatas slogan-slogan yang dipampang dikeramaian umum. kaum muslimin menjadi umat yang kuat dan umat yang ditakuti. Jamaah Jum’at yang berbahagia. umat yang dikenal dengan keberanian yang ditakuti oleh lawan. dan Allah pun akan mencabut dari dada-dada musuh-musuh kita rasa takut kepada kita. yang kehinaan itu tidak akan Allah cabut kecuali apabila kita kembali kepada agama kita. Mereka sangat cinta jihad dan mereka sangat merindukan gugur sebagai syuhada’. dan . Abu Dawud hadist shahih) Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Pada masa sekarang ini kita sering mendengar dan melihat slogan-slogan Islami yang setidaknya dapat membesarkan hati kita sebagai umat Islam. tidak lain jawabnya adalah bahwa dikarenakan mereka menjadikan jihad sebagai jalan hidup mereka. Jamaah Jum’at yang berbahagia. )رواه أبو داود، حديث صحيح‬ ِ ْ “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah dan kalian mengambil ekor sapi (sibuk dengan peternakan) dan kalian merasa lega dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad. sehingga setiap orang dapat melihat dan membaca. maka Allah akan menurunkan kehinaan bagi kalian. didapati di antara mereka yang tidak mempunyai harta benda kecuali pedang dan seekor kuda perang yang keduanya digunakan untuk berjihad di jalan Allah. Dan inilah kunci mengapa pada generasi pertama Islam. dengan mengorbankan harta benda bahkan lebih besar dari itu kita dituntut juga untuk mengorbankan jiwa kita. dan dalam memperjuangkan Islam ini tidak cukup hanya dengan menulis spanduk-spanduk. Dan sebaliknya apabila kita sudah melupakan jihad. Apabila semua ini ada pada diri kita. kita disibukkan dengan masalah-masalah keduniaan. kecuali jika kembali kepada agama kalian”.

maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq”. Kedua: Kemuliaan tersebut akan hilang apabila kaum muslimin telah disibukkan dengan kenikmatan dunia sehingga dengan gemerlapnya kenikmatan dunia ini menjadikan mereka lalai untuk berjihad di jalan Allah lii i’la i kalimatillah. istri-istri. kemudian dari satu ayat yang kami bacakan di atas. saudara-saudara. harta kekayaan yang kamu usahakan perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. Ketiga: Dan apabila kaum muslimin sudah melupakan jihad. أ َشهد أ َن ل َ ِإلمه إل ّ الله ِوأ‬ ‫ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ِ َ َِ ِ ْ ّ َ ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله‬ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ُ ُ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ‫ومن يت ّق الله يجعل ل ّه من أ‬ َ ‫ُ ِ ْ مره ي ُسرا وي َرزقه من حي ْث ل‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ُ ْ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ ‫يحت َسب، ِ ومن يت ّق الله يعظم ل َه أ‬ . anak-anak.‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ْ ،‫جماعة ال ْجمعة، أ َرشدَك ُم الله.‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ّ َ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ َ ُ َ َ Khutbah Kedua َ َ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َرسل رسول َه بال ْهدى ودي ْن ال ْحق ل ِي ُظْهرهُ على‬ ِ َ ِ َ ُ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ّ َ ْ َ َ َ ‫الدين ك ُل ّه ول َو ك َره ال ْكافرون. وال ْعصر، إ ِن النسان ل َفي‬ ّ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ‫خسر، إ ِل ّ ال ّذي ْن ءامنوا وعملوا الصال ِحات وت َواصوا بال ْحق‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ ّ ٍ ْ ُ َ ‫وت َواصوا بالصبر. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. sebagai pesan buat kita selaku umatnya: َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.semua ini akan atau bahkan telah terjadi sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa: Pertama: Kemuliaan kaum muslimin akan tetap ada apabila kaum muslimin mau kembali untuk berpegang teguh kepada agamanya. وقل رب اغفر وارحم وأ‬ . Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. maka Allah akan menghinakan mereka di hadapan umat yang lain dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kaum muslimin rasa takut kepada mereka. dengan berjihad di jalan Allah membela agamaNya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 24: “Katakanlah (Hai Muhammad) jika bapak-bapak. .‫َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ُ ِ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah. Dari penjelasan khutbah yang pertama tadi. adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya. kaum keluargamu. والصل َةُ والسل َم ع‬ ‫ّ ُ َلى ن َب ِي ّنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ّ ٍ ّ َ ُ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ُ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ .

agar Allah senantiasa‬‬ ‫‪memberikan kepada kita keteguhan untuk selalu berjalan di atas dienNya.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك رضاك وجن ّت َك ون َسأ َل ُك شهادَةً في سب ِي ْل ِك.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم أ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمب ْت َدعة وال ْمشرك ِي ْن أ َعدائ َك أ َعداءَ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ِ َ َ َ ُ ْ ِ‬ ‫الدّي ْن.‪dan apabila mati. matipun dalam keadaan mulia pula‬‬ ‫.‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َي ْنا إ ِصرا‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ك َما حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ َ َ‬ ‫َ َ نا‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ َ َ‬ ‫به، واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ِ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على‬ ‫ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن.‪dimanapun kaum muslimin berada‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‪Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah‬‬ ‫‪Akhir dari khutbah ini.‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ذُن ُوب َنا وت َوفنا مع ا ْل َب ْرار. dan‬‬ ‫‪agar Allah selalu memberikan kemuliaan kepada kaum muslimin kapan dan‬‬ ‫.‬ ‫َ ُ َ ِ ّ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫الل ّهم ان ْصر ال ْمجاهدي ْن في ك ُل مكان وزمان. sehingga kaum muslimin dapat hidup dengan hidup yang mulia‬‬ ‫. kita selalu berharap kepada Allah.‬ ‫ّ ْ َ‬ ‫ُ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ً‬ ‫الل ّهم عذّب ْهم عذابا شدي ْدا وحسب ْهم حسابا ث َقي ْل.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك قري ْب مجي ْب الدّعوات.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ‬ .‬ ‫ِ‬ ‫الل ّهم شت ّت شمل َهم ومزقْ جمعهم وزل ْزل أ َقدامهم وأ َ‬ ‫َ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ْ ْ َ َ ُ ْ َ ل ْق في‬ ‫َ ُ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِهم الرعب.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫ُ ْ َ َ ً َ ِ ً َ َ ّ ُ ْ ِ َ ً‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ّ َ َ ٍ َ َ َ ٍ‬ ‫ُ َ ِ ِ ِ ِ ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم.‫‪Keempat: Untuk mengembalikan kemuliaan tersebut adalah dengan kembali‬‬ ‫‪kepada Agama.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.

Jamaah Jum’at yang berbahagia Tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan.‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول‬ ُ .‫وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Jamaah Jum’at yang berbahagia Syukur kepada Allah adalah hal yang harus selalu kita lakukan karena dengan bersyukur akan menambah nikmat-nikmatNya kepada kita. Peranan Dan Dampaknya Bagi Seseorang Oleh: Fuad Iskandar ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ُ‫أ َن ْف‬ ‫سنا‬ َ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل‬ َ ْ ْ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ .‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ‫أ َما بعد؛ فإن أ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة‬ ٌ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ . . Sehingga tidak ditampik lagi bahwa teman merupakan elemen penting yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang.‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ‫زوجها‬ َ َ ْ َ ُ َ ‫وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ َ ً ْ ِ َ ‫وا ْل َرحام‬ َ َ ْ َ . di tempat kerjanya ataupun di lingkungan tempat tinggalnya.‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . Di dalam pergaulannya tersebut seseorang akan memiliki teman.25 Seorang Teman. karena dengan taqwa inilah seseorang akan bahagia baik di dunia dan terlebih lagi di akhirat. kemudian dari tempat ini saya serukan kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk selalu memelihara dan meningkatkan taqwallah.‫َ َ ُ ْ وا قول ً سدي ْدا‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ َ ْ ‫ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ْ ْ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . baik itu disekolahnya.‫هادي ل َه‬ ُ َ ِ َ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ْ َ ُ َ .

Demikianlah karena memang fitroh manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya. Jamaah Jum’at yang berbahagia Bahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang. Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mereka mendapatkan hidayah disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Hakim dengan Sanad yang saling menguatkan satu dengan yang lain). Di dalam sebuah hadits Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyebutkan tentang peranan dan dampak seorang teman: ُ َ ‫مث َل ال ْجل ِي ْس الصال ِح وال ْجل ِي ْس السوء ك َمث َل حامل ال ْمسك ونافخ‬ ِ ْ ّ َ َ ِ ّ َ ِ ِ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ِ ،‫الك ِي ْر‬ ِ َ ‫فحامل ال ْمسك إما أ َن يحذيك أ َو ت ُبتاع من ْه أ‬ ‫ْ ُ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ َ ِ ُ و ت َجدُ رائ ِحة طَي ّب َة‬ ً ً َ َ ِ ْ ّ ِ ِ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ِ َ َ . sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak. Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil faedah penting bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya baik. yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ َ ِ ُ . Abu Dawud.‫ا َل ْمرءُ على دي ْن خل ِي ْل ِه فل ْي َن ْظُر أ َحدُك ُم من ي ُخال ِل‬ َ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ْ َ “Seseorang berada di atas agama temannya. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu. baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya.Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan batasan-batasan di dalam pergaulan.” (Muttafaqun ‘Alaih). engkau pasti akan mendapatkan baunya yang enak. Dalam sebuah hadits. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya jelek. maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat kepada siapa dia bergaul. tapi tanya tentang temannya.‫ونافخ الك ِي ْر إ ِما أ َن ي ُحرقَ ث ِياب َك أ َو ت َجدُ من ْه رائ ِحة خب ِي ْث َة‬ َ ً َ َ ُ ِ ً ّ ِ ِ ْ َ َ ِ ْ ْ “Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi. oleh sebab itu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memerintahkan kepada kita agar memilah dan memilih kepada siapa kita bergaul. Dan dalam sebuah syair disebutkan: . yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita.‫عن ال ْمرء ل َ ت َسأ َل وسل عن قري ْن ِه، فك ُل قري ْن بال ْمقارن ي َقت َدي‬ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ُ ِ ٍ ِ َ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ ِ َ Jangan tanya tentang seseorang. Tirmidzi. sebab orang pasti akan mengikuti kelakukan temannya. Para Salafusshalih sering menyampaikan kaidah bahwa: . Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akbiat bergaul dengan teman-teman yang jahat dan sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih.

. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia. karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal tanpa hisab.‫َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ Jamaah Jum’at yang berbahagia .‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر‬ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ َ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ‫أشهدُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله، الواحد القهار، وأشهدُ أن محمدا عب ْدُه‬ ُ َ ،‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫سي ّدُ ا ْل َب ْرار. Jamaah Jum’at yang berbahagia Merupakan sikap yang diajarkan Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah menjauhi para penyeru bid’ah. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫من اليات‬ ِ َ ْ َ ِ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemak-siatan.‫ا َل ْقل ُوب ضعي ْفة والشب َه خطافة‬ ٌ َ ّ َ ُ ّ َ ٌ َ ِ َ ُ ْ ُ Hati itu lemah. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ِ ّ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل ذَن ْب. sedang syubhat kencang menyambar. Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temanya ketika di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: َ َ َ . قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ َ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ِ َ ْ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ َ َ َ ِ ّ ‫وسل‬ . Renungkanlah baik-baik firman Allah berikut ini: “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul.” (Al-Furqan: 27-29). Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ ِ َ َ . para pengikut hawa nafsu (ahlul ahwa’) dan orang-orang fasik yang terang-terangan menampakkan dan menyerukan kefasikannya ini merupakan salah satu tindakan preventif terhadap bahaya lingkungan pergaulan dan agar umat terhindar dari pengaruh kemaksiatan tersebut. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku. Jamaah Jum’at yang berbahagia Seorang teman memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Sehingga pengaruh kejelekan akan lebih mudah mempenga-ruhi kita dikarenakan lemahnya hati kita.

‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ُ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروه‬ َ َ ْ ُ ْ َ ْ ْ ُ . syuhada dan shalihin. kecuali orang-orang yang bertaqwa. merekalah sebaik-baik teman dan sebaik-baik persahabatan. adapun selain itu adalah persahabatan yang semu. Semoga Allah selalu memberikan taufik kepada kita dan menyelamatkan kita dari kejelekan lingkungan dan pergaulan serta menganugerahkan kepada kita lingkungan dan pergaulan yang mendorong kita untuk selalu taat kepada Allah dan RasulNya. Teman sejatimu adalah yang selalu mendorongmu untuk berbuat kebajikan dan mencegahmu dari berbuat kejelekan walaupun engkau jauh dan engkau tidak bergaul dengannya dan musuh sejatimu adalah yang mendorongmu berbuat kejelekan dan tidak mencegahmu dari berbuat dosa walaupun ia dekat denganmu dan engkau selalu bergaul dengannya. Jamaah Jum’at yang berbahagia Saya akan menutup khutbah ini dengan apa yang dinasehatkan oleh seorang bijak tentang hakekat seorang teman: Saudaraku. Ingatlah bagaimana wasiat agung Lukman Al-Hakim di dalam surat Luqman ayat 13-19 ketika mewasiatkan kepada anaknya di antaranya agar mengikuti dan menempuh jalan orang-orang yang kembali kepada Allah. Jamaah Jum’at yang berbahagia Jadikanlah orang-orang shalih yang bermanhaj dan ber-aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai teman akrab kita.” (Az-Zukhruf: 67).‫ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك من ْه عبادُك الصال ِحون‬ َ ْ ُ ّ َ ِ ُ ِ َ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ْ ُ َ .Pada khutbah yang kedua ini saya ingatkan pula kepada para orang tua hendaklah mereka memperhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya sebab setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya dan orangtua adalah pemimpin terhadap istri dan anak-anaknya. Maha benar Allah yang menyebutkan dalam kitabNya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain.‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ َ ‫الل ّهم إنا ن َسأ َل ُك من خير ما سأ‬ َ ،‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون‬ ِّ ّ ُ َ َ ْ ُ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ .‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Amin ya Rabbal ‘alamin.‫وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . َ َ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ . الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ . Merekalah para nabi. merekalah uswah dan qudwah dalam segenap aspek kehidupan kita.‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

يا أ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. Kalau nurani kita masih bersih. pasti akan kita akan prihatin. يا‬ َ َ َ َ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. Sebab.‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون.‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ Saudara-saudara sekalian. Kaum muslimin A’azzakumullah Apabila kita mencermati kondisi lingkungan sekitar kita.. kemudian menjauhi segenap laranganlarangan Nya. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز‬ َ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ . InsyaAllah . marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . hanya dengan Taqwa . termasuk kategori syirik (kitab tauhid). Menjalan-kan secara ikhlas seluruh perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala..‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار. Selalu bertaqwa dalam arti yang sebenarnya dan selurus-lurusnya.َ َ ‫على ن ِعمه ي َزدْك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ ُ ِ َ ْ ْ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ 26 Perjuangan Menuju Masyarakat Tauhid Oleh: Mulyono ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. sidang jamaah Jum’ah rahimakumullah Dari mimbar yang kita muliakan ini. penyembahan terhadap ahli kubur masih dilakukan. kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti atau kebahagiaan hidup di dunia fana ini. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. menyekutukan Allah dalam hal ibadah. Perdukunan merajalela. pengagungan yang berlebihan terhadap seorang tokoh masih banyak kita jumpai. Perilaku ini menurut syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. dan juga kepada saudara-saudara sekalian... ijinkanlah khatib mengajak kepada diri khotib sendiri. . Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tak bertepi. الل ّهم صل على‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ .. Dalam segi aqidah banyak sekali umat Islam yang menganut keyakinan-keyakinan syirik. saat ini nyaris dalam seluruh sektor kaum muslimin terpuruk.. pasti kita akan mengelus dada menyaksikan babak demi babak kehidupan yang kini berkembang betapa tidak saudara-saudaraku .

Sementara itu.Ruum ayat 41: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia. Oleh karena itu. Akibatnya adalah makin lebarnya jurang antara si kaya dan si miskin.‫: ب َدَأ َ ا ْل ِسل َم غري ْبا وسي َعودُ غري ْبا ك َما ب َدَأ َ فطُوبى ل ِل ْغرباء‬ ِ َ َ ُ َ ْ ً ِ َ َ ْ ُ َ َ ً ِ َ ُ ْ . Soal agama adalah soal pribadi. Dengan kata lain. Sekarang ini pun tengah menggejala dikalangan kaum muslimin sebuah paham yang biasa disebut sebagai sekulerisme (‘ilmaniyah). merekapun menyombongkan diri dengan meninggalkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. menurut paham ini. Rasa-rasanya. Kondisi ini telah jauhjauh hari diperingatkan oleh: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. dunia ya dunia. Sekulerisme (‘ilmaniyah) berusaha menegakkan kehidupan di dunia tanpa campur tangan agama. Saudara-saudara sekalian kaum muslimin rahimakumullah Menyimak keadaan yang kita sebutkan tadi. dalam lapangan sosial budaya kita disuguhi kebobrokan moral generasi muda masa kini. jawabnya adalah karena ummat ini terputus dari tuntunan agamanya. Sehingga tata kehidupan yang mereka bangun bukanlah tata kehidupan yang bersumber dari wahyu Allah Subhannahu wa Ta'ala . agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Bahkan. jama’ah sekalian . Maka beruntunglah orang yang asing. kita jadi ingat firman Allah surat Ar. adakalanya ummat Islam merasa asing terhadap nilai-nilai dien-nya sendiri. Yang menjadi pertanyaan adalah: Kanapa semua ini bisa terjadi? Dan bagaimana cara mengobatinya berdasarkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala ? Pertanyaan pertama. jamaah jum’ah yang berbahagia. sudah sekian lama. Memang. Sehingga. sehingga kehidupan sehari-hari kaum muslimin sama sekali tidak mencerminkan ajaran agamanya. Ummat dan bangsa ini sedang berada dalam bahaya besar. yakni. Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: perzinaan. Paham ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia harus dipisahkan dari masalah agama.Kemudian dalam aspek politik. pemerkosaan.” Saudara-saudara sekalian. dalam masalah hubungan sesama manusia. pembunuhan. firman Allah ini benar-benar cocok dengan yang kita alami sekarang ini. Dalam sebuah hadits beliau bersabda: “Islam itu pada mulanya asing. Ada jarak antara ummat di satu sisi dengan ajaran Islam di sisi lain. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. cara berpakaian maupun cara berekonomi cukup diserahkan pada rasio atau akal manusia saja. ummat Islam ini jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri. َ . Ya. Kerusakan telah menyebar dalam berbagai tempat dan waktu. Menurut mereka. kenapa kerusakan-kerusakan itu bisa terjadi. dan retorika semu. yang tampil hanyalah permainan yang keruh penuh rekayasa.. Dalam bidang ekonomi sistem keuangan riba’ yang diharamkan Allah masih mendominasi kehidupan. Menurut beliau. Ajaran sekulerisme inilah yang menjadi tantangan kita dewasa ini. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Abdul Hadi Al-Misri dalam kitabnya “Mauqif Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Minal ‘ilmaniyah” (Sikap Ahlus Sunnah terhadap Sekulerisme). kasus narkoba dan sebagainya. dan nanti akan kembali menjadi asing seperti semula. jangan bawa masalah agama. misalnya masalah hijab bagi kaum wanita. seperti cara bergaul. Padahal sebenarnya merekalah yang justru melaksanakan perintah Allah. atau yang lazim disebut La diniyyah . Kaum wanita yang menutup aurat malah dikatakan sebagai orang yang nyeleneh. Satu contoh kasus. cara hidup sekuler jelas sekali bertentangan dengan prinsip-prinsip tauhid.

yakni di awal-awal beliau menyampaikan wahyu. Yaa. Kalau dulu ada perzinaan. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sahabatnya di Mekkah. tauhid yang merupakan fondasi agama Islam. hampir sama. tanpa keberadaan tauhid. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: .” (QS. untuk mengobati kondisi ummat yang seperti sekarang ini. seperti itulah yang juga dilakukan para salafus shalih. merupakan sebuah keyakinan yang menyandarkan seluruh aspek kehidupan hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. fondasi ajaran agama kita. Padahal. bagaimanakah menye-lesaikan serangkaian problemproblem yang kita bicarakan tadi? Bagaimana agar kita bisa keluar dari fitnah yang begitu banyak tersebut? Saudara sekalian . Resepnya tidak ada lain kecuali kembali kepada Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dengan pemahaman salafus shalih. yakni yang berjudul “Hudz Aqidataka Minal Kitab was Sunnah” Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menegaskan bahwa tauhid merupakan salah satu syarat diterimanya amal seseorang. Di mana Allah Subhannahu wa Ta'ala menciptakan alam semesta ini tidak lain hanyalah agar beribadah. Kemudian. Demikianlah saudara sekalian. Melalui langkah ini ada jaminan yang kuat bagi kita untuk menyelesaikan berbagai kemelut yang menimpa kita. Al-Maidah: 50). misalnya. situasinya hampir sama dengan keadaan yang kita hadapi saat ini. yang meliputi segala kebaikan dan melarang segala kejelekan. bagaimanakah solusinya. Menurut Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam kitabnya “ Al-Firqotun Naajiyah” (Golongan Yang Selamat) menyatakan bahwa yang dimaksud tauhid adalah mengesakan Allah dengan beribadah. namun inti dan subtansinya tidak berbeda. Oleh karena itu kita semua harus waspada terhadap konsep hidup sekuler itu. Hanya bentuknya saja yang berbeda. tidak bisa tidak.sekulerisme berhukum dengan aturan-aturan selain Allah. Firman Allah: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembahKu. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 2: 67) Jama’ah jum’ah rahimakumullah . Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. sekarangpun banyak perzinaan dengan berbagai model. Dalam tafsir Ibnu Katsir di sebutkan (tentang ayat ini): “Allah Subhannahu wa Ta'ala mengingkari setiap orang yang keluar dari hukumNya yang jelas. amal seberapa pun banyaknya tidak akan diterima Allah .. hawa nafsu dan istilahistilah yang diletakkan oleh manusia tanpa bersandar kepada syari’at Allah. sebelum urusan-urusan lainnya. Artinya.. jama’ah rahimakumullah Jelas sekali. lalu berpaling kepada pendapat-pendapat. mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi adalah jalan satu-satunya menuju keselamatan. Ad-Dzariyat: 56). Di dalam kitabnya yang lain. Sebab. bahwa kehidupan sekulerisme yang kini meng-gejala dengan kebebasannya. Masalah tauhid.. Sebab. harus dibenahi terlebih dahulu.‫خي ْر الناس قرن ِي ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم‬ ّ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ْ ّ ْ ْ َ ِ ُ َ . Oleh karena itu.. amat bersebrangan dengan tauhid. Seperti sikap kaum jahiliyah dahulu yang berhukum dengan hukum yang menampakkan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat sendiri berdasarkan hawa nafsu mereka “. kita harus memulai sebagaimana Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam membina ummat.

Saudara-saudara sekalian Sebagaimana saya sebutkan diatas.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ Khutbah Kedua: . sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah Kalau kita meneladani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam maka yang pertama kali beliau serukan adalah masalah tauhid. beliau selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah menda’wahkan konsep pengesaan Allah Subhannahu wa Ta'ala ini kepada sahabat-sahabat beliau. Sebaliknya. seraya bersabda: “Ini jalan-jalan yang tak satu pun terlepas dari intaian syetan untuk menyesatkan”.“Sebaik-baiknya manusia adalah pada generasiku. Dengan tauhid beliau membangun ummat.” (HR.‫ خطا ب ِي َده ث ُم قال: هذا سب ِي ْل الله مست َقي ْما‬n ‫خط رسول الله‬ ِ َ ً ِ ْ ُ ِ ُ ّ ‫وخط خطُوطا عن ي َمي ْن ِه وشمال ِه، ث ُم قال: هذه السب ُل ل َي ْس‬ ُ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ َ ٌ :‫من ْها سب ِي ْل إ ِل ّ عل َي ْه شي ْطان ي َدْعو إ ِل َي ْه. seraya bersabda kepada kami: “Ini jalan Allah yang lurus. Maka ikutilah dia.‫ب ِك ُم عن سبيل ِه ذال ِك ُم وصاك ُم ب ِه ل َعل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ َ ِ ْ ْ ّ َ ْ Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membuat garis dengan tangannya. bahwa tauhid adalah fondasi agama Islam.Ahmad dan Nasa’i. pembinaan tauhid harus menjadi program yang harus diprioritaskan oleh seluruh kalangan kaum muslimin ini. Pembinaan tauhid sebagaimana yang difahami salafus shalih harus disosialisasikan kepada seluruh ummat. kemudian orang-orang setelah mereka.” (Dishahihkan Al-Albani dalam kitab Al-Jami’. (HR. َ ْ . ُ ‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات، أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Sebelum membicarakan hal-hal lain. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. diambil dari kitab Al-Firqatun Naajiyah) Dalam hadits yang disebutkan.” Dan beliau membuat garis-garis banyak sekali dikanan kirinya. yang tidak memulai langkahnya dari pembinaan tauhid sama artinya dengan membangun rumah tanpa fondasi. kalau tauhid ummat ini kuat berarti fondasi yang menopang seluruh bangunan Islam itu pun kuat juga. Karena jalan-jalan lain itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Maka kalau fondasi ini roboh. Oleh karena itu. Dengan demikian mengembangkan tauhid merupakan masalah yang sangat strategis bagi upaya membangkitkan kembali ummat ini. Shahih) Saudara sekalian. meninggalkan pola hidup yang bengkok. Mutafaq ‘alaih). roboh pula bangunan Islam yang lain. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain. kemudian orang-orang setelah mereka”. Ibnu Mas’ud berkata: ّ َ ُ ُ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ َ ّ ِ ِ . Kemudian beliau membaca ayat 153 surat Al-An’am: “Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalanKu yang lurus. Upaya-upaya untuk membangun kembali umat Islam. ث ُم قرأ َ قول َه ت َعالى‬ ِ ٌ َ َ َ ِ ْ ُ َ ً ِ ْ ُ َ َ ّ َ ‫وأ َن هذا صراطي مست َقيما فات ّب ِعوهُ ول َ ت َت ّب ِعوا السب ُل فت َفرق‬ َ ّ َ َ َ ّ ِ َ ِ ُ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ . Siasia belaka.‫ت َرك ْت في ْك ُم شي ْئ َي ْن ل َن ت َضل ّوا ب َعدَهما، ك ِتاب الله وسن ّت ِي‬ ِ ُ َ َ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ْ ِ َ ْ ِ “Telah aku tinggalkan bagimu dua perkara yang tak akan tersesat darimu setelah berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku. Sehingga mereka memahami jalan kehidupan yang benar.

Oleh karena itu. langkah awal dalam membangun masyarakat adalah dengan menanamkan tauhid.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. Marilah kita bertaqwa dengan taqwa yang sebenar-benarnya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ّ ِ َ ِ َ ِ ُ ِ . َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. merebaknya budaya sekulerisme (kehidupan tanpa tuntunan agama). رب ّنا‬ َ َ َ ِ ِ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ . الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك‬ ‫من خي ْر‬ ّ ّ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ َ ْ ِ َ ‫ما سأ‬ َ َ ‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون، ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك‬ َ ْ َ ِ ِ َ َ ّ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ّ َ‫من ْه عبادُك‬ ‫الصال ِحون. jama’ah sekalian. kembali saya mengajak kepada diri saya sendiri dan jama’ah sekalian. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ َ ي ْه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ِ ‫وسل ّم ت َسل ِي ْما. Sebagai ringkasan dari khutbah yang pertama. رب ّنا آت ِنا في‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. Marilah kita hidupkan budaya mempelajari tauhid dalam kehidupan beragama kita sebelum yang lainlainnya. Semoga Allah membimbing kita semua. الل ّهم إ ِنا‬ ِ َ ً َ َ َ ّ ّ ُ َ ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم، ون َعوذُ ب ِك من‬ ْ َ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ْ ْ َ‫الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. Kita terlalu sering mengulang kesalahan serupa.‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ َ ْ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. Solusinya adalah kita pelajari kembali Islam ini dari masalah tauhid. Sudah lama kita terperosok dalam lubang kebodohan. Marilah kita mempelajari Islam ini dari landasannya yang paling asasi yakni tauhid. banyaknya kesyirikan dan bid’ah. meggejalanya berbagai fitnah hanya bisa di atasi dengan kembali kepada sumber ajaran kita yang murni yakni Al-Qur’an dan Sunnah. sebelum menyeru masalahmasalah lain. bisa saya simpulkan bahwa kondisi ummat yang carut marut sekarang ini. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ . أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ َ َ Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Pada khutbah kedua ini. Sementara itu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih itu. sudah waktunya meraih kembali jalan kebenaran tersebut. Sebab yang diseru Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pertama kali di Mekkah adalah tauhid. Amin.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . رب ّنا ظَل َمنا‬ ِ َ ْ ُ َ ْ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.

Inilah pesan utama Allah kepada Rasulnya yang diutus kepada ummat manusia. Dan jika kalian kafir maka sesungguhnya kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi . panutan dan ikutan.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 27 Wujudkan Kejayaan Umat Dengan Kemurnian Tauhid Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ُ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعن ُه ون َست َغفرهُ ون َست َهدي ْه، ون َعوذ‬ ّ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل‬ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫مضل ل َه ومن ي ِضل ِل فل َ هادي ل َه. yang mereka ta’ati meskipun dimurkai dan tidak diridloi Allah Ta’ala. وأ َشهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ْ ُ َ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. yang mereka jadikan Tuhan selain Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sehingga thaghut setiap kaum/komunitas adalah siapapun yang mereka jadikan sumber dasar hukum selain Allah dan RasulNya. Hadirin yang dimuliakan Allah! Sesungguhnya Tauhid yang murni dan bersih adalah inti ajaran dari semua risalah samawiyah yang diturunkan Allah Ta’ala. baik berupa sesembahan. kaum muslimin yang berbahagia! Saya mewasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada diri saya sendiri untuk selalu menjaga dan meningkatkan taqwa yang hakiki kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. Dan yang dimaksud dengan thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melampaui batas-batas yang seharusnya tak boleh ia langgar. Dan sungguh kami telah mewasiatkan kepada orang-orang ahlulkitab sebelum kalian dan kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . (padahal) mereka ingin bertahkim (mengambil hukum) dari thaghut padahal sungguh mereka telah diperintah . sebab inilah wasiat yang disampaikan Allah kepada generasi terdahulu dan juga generasi yang akan datang: “Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi.” (An-Nisa: 131).” (An-Nahl: 36) Itulah misi utama para Rasul. menegakkan penyembahan dan penghambaan hanya kepada Allah serta menafikan dan menjauhi segala bentuk thaghut. وأ َحينا الل ّهم على سن ّت ِه وأ‬ َ َ َ ِ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ َ ِ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ مت ْنا على‬ ُ ‫مل ّت ِه. “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang rasul (untuk menyampaikan): Sembahlah (oleh kalian) akan Allah dan jauhilah thaghut... Ia adalah syi’ar Islam yang terbesar yang tak dapat terpisahkan dari Islam itu sendiri. الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه. “Tidakkah engkau melihat kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelummu.َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ .‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ Amma ba’du. Ia adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam.

Maka ia tidak lagi takut kebengisan dan kekuatan para makhluq. Sehingga baginya bergantung kepada selain Allah adalah suatu kelemahan dan berharap kepada selain Allah adalah sebuah kesesatan: . tidak ada lagi permintaan tolong selain kepada Allah. Dan semua itu beliau seraya mengulang-ulang firman Allah: “Dan Katakanlah (wahai Muhammad) telah datang Al-Haq dan hancurlah yang bathil. tidak ada lagi kekuatan selain pertolongan Allah.” (An-Nisa: 60) Kedua unsur penting inilah yang terangkai dalam kalimat suci La ilaha illallah. tidak ada lagi tawakkal kecuali kepada Allah. al-ikhlas (ikhlas) tanpa ternodai oleh syirik. tunduk pada konsekwensi kalimat Tauhid (al-inqiyad). tidak ada yang dapat menghalangi apapun yang dikehendaki Allah Subhannahu wa Ta'ala .untuk kafir kepadanya. di atas landasan yang kokoh itulah beliau menegakkan da’wah. Ingatlah bagaimana batu besar saat itu yang bernama Hubal yang dikelilingi 360 berhala dihancurkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dengan tangan beliau yang mulia pada saat beliau memasuki kota Makkah dengan penuh kemenangan. yaitu: al-’ilm (mengetahui) maknanya yang benar. Agar semua tindak-tanduk manusia dilandasi oleh keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga segala sesuatu selain Allah adalah bathil dan tidak berhak mendapatkan hak-hak ilahiyyah (hak-hak untuk disembah). tidak lagi terpedaya oleh kilau duniawi. ashshidq (membenarkan) tanpa mendustakannya. Dan lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membersihkan Jazirah Arab dari kotoran-kotoran dan kekuasaan thoghut dan patung-patung sesembahan. tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. al-yaqin (meyakini) kandungan-nya tanpa ada keraguan. Sesungguhnya yang bathil itu pasti hancur. sehingga semuanya dikerjakan hanya karena Allah. Dari sinilah. Apa dua tujuan itu? Tujuan pertama adalah menegakkan yang haq dan member-sihkan yang bathil. Dan agar kalimat Tauhid itu dapat “berhasil guna” dalam mengatur perilaku manusia maka ada tujuh syarat yang harus dipenuhi. Hadirin para hamba Allah yang berbahagia! Di atas kalimat Tauhid yang murni dan mulia itulah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membangun ummatnya. Sebab makna yang sesungguhnya dari kalimat la ilah Illallah itu adalah tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah. dan semua itu harus dilandasi dengan al-mahabbah (cinta) kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . maka seharusnya ia meyakini dua hal yang menjadi tujuan dari kalimat suci tersebut. dari situlah beliau menegakkan generasi yang hanya meng-Esa-kan Allah Yang Maha Esa dan membebaskan diri mereka dari cengkraman makhluq-makhluq lain yang dianggap sekutu bagi Allah Ta’ala. dan baginya tidak mungkin ada yang dapat manandingi Allah.” (Al-Isra’: 81) Kemudian tujuan yang kedua adalah untuk mengatur dan meluruskan perilaku manusia agar selalu dalam lingkaran Tauhid yang murni kepada Allah yang terpancar dari kalimat Tauhid. al-qabul (menerimanya) dengan penuh kerelaan tanpa menolaknya. tidak ada lagi pengharapan dan rasa takut selain kepada Allah. Bila ketujuh syarat tersebut telah terpenuhi maka insya’ Allah seluruh ibadah dan amal kita akan selalu terhiasi dan diterangi oleh kemurnian Tauhid. seorang muwahhid akan merasakan dari lubuk hatinya yang terdalam bahwa segala sesuatu selain Allah adalah lemah dan tidak berdaya. Dan ketika seorang Muwahhid mengucapkan dan melantunkan kalimat Tauhid itu.

” (HR. Dan suatu hari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah melihat lelaki yang mengenakan jimat di tangannya.“Dan bagi Allah-lah segala hal ghaib yang ada di langit dan di bumi. Dari sini jelaslah perbedaan yang sangat jauh antara seorang Muwahhid dengan seorang musyrik.. Dan sesungguhnya kemunduran dan musibah-musibah yang selama ini menimpa umat Islam adalah disebabkan mereka tidak lagi memperhatikan syi’ar yang penting ini. mengatur dan menguasai) langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya .. banyak di antara kaum muslimin yang kemudian menggunakan jimat dengan menggantungkan di tubuh mereka karena yakin hal itu akan mendatangkan keselamatan dan menghindarkannya dari marabahaya. dan jika Ia memberikan kebaikan padamu maka Ia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. yang dapat dijadikan sumber hukum dan yang berhak mendapatkan kekhususan-kekhususan ilahiyah. kehilangan arah dan jauh meninggalkan Dzat yang melimpahkan ni’mat padanya. berdoa didepan batu-batu nisannya. Seputar syi’ar ini pula lah pertentangan antara ahlul haq dan ahlul bathil terus berlanjut.‫أ َفل َحت أ َب َدا‬ ً َ ْ ْ “Cabutlah (benda itu) karena ia hanya akan semakin membuatmu lemah/takut. yang dapat dimintai pertolongan. Na’udzu billah min dzalik. Dan keyakinan ini adalah sebuah kesesatan yang nyata yang telah diperangi oleh Islam dengan keras. Dengan syi’ar inilah Islam dikenal bahkan karenanya Islam diperangi. dan kepadaNya-lah segala perkara dikembalikan. Padahal Allah telah menegaskan: “Dan jika Allah menimpakan musibah atasmu maka tidak ada yang dapat menyingkapnya selain Ia.” (AlAn’am: 17). Bahkan lebih dari itu. begitu banyak manusia yang tersesatkan oleh keyakinan berbilang “tuhan” yang disembah. Sebaliknya seorang musyrik adalah orang yang buta mata hatinya. lalu beliau berkata: َ َ ً ْ َ ‫ا ِن ْزعها فإ ِن ّها ل َ ت َزي ْدُك إ ِل ّ وهنا فإ ِن ّك ل َو مت وهي عل َي ْك ما‬ َ َ ِ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ِ . Dikarenakan lemahnya keyakinan akan pertolongan Allah. Banyak di antara kaum muslimin yang tenggelam dalam kebodohan terhadap tauhid ini. “Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar satu. Tuhan (yang menciptakan. Ahmad dengan sanad “la ba’sa bih”). Sehingga tidaklah mengherankan bila Tauhid yang murni kemudian menjadi syi’ar terpenting Islam yang selalu ada dalam aspek I’tiqad dan amaliyah. Karena sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan memakainya maka engkau tidak akan beruntung selamanya.” (Ash-Shaffat: 4-5). meminta pertolongan penghuninya saat susah dan sedih. Lemahnya ikatan tauhid dalam jiwa-jiwa mereka adalah sebab utama dari berbagai kekalahan kaum muslimin dan kemenangan musuh-musuh mereka yang kita saksikan dalam kurun waktu yang cukup lama. Kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Sejak dahulu hingga sekarang. Seorang muwahhid adalah orang yang mengetahui Dzat yang menciptakannya sehingga ia pun beribadah dan menghamba padaNya dengan sebenar-benarnya.” (Hud: 123). Dan juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. sehingga mereka mendatangi penghuni-penghuni kubur. bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ْ َ .‫من ت َعل ّق ت َمي ْمة فقدْ أ َشرك‬ . seringkali mereka memuji dan mengagungkan panghuni kubur itu dengan ungkapan-ungkapan yang hanya pantas diberikan kepada Allah Rabbul ’alamin.

‫ل َ ي َصل ُح آخر هذه ا ْل ُمة إ ِل ّ ب ِما صل ُح ب ِه أ َول ُها‬ ِ ّ ِ ِ َ ُ ِ ُ ْ َ ّ ِ َ َ َ .‫على محمد‬ ٍ ّ َ ُ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin yang berbahagia! Semua yang saya sebutkan di atas adalah sekedar contoh terhadap model-model kesyirikan yang dilakukan sebagian kaum muslimin. ketika mereka telah terlebih dahulu menghujam nilai-nilai Tauhid tersebut ke dalam kalbu mereka? Bukankah kejayaan dan kecemerlangan itu mereka dapatkan ketika mereka meyakini bahwa misi utama mereka adalah mengeluarkan ummat manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk menuju penghambaan hanya kepada Sang khaliq? Oleh sebab itu. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ ّ . maka merekapun tidak begitu yakin lagi dengan pertolongan Allah. Ibnu Majah dan Al-Hakim) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. menegakkan kemurnian Tauhid dalam pribadi kita masing-masing. bila kita sekalian bertekad mengulang kembali kesuksesan dan kejayaan generasi As-Salaf Ash-Shaleh itu. Dengan demikian telah jelaslah. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ . maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad. Karena Tauhid mereka lemah.” . maka tidak ada jalan lain selain menapaki jejak mereka.‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. kemahaperkasaan Allah. bahwa rahasia kejayaan kaum muslimin terletak pada sejauh mana mereka menegakkan Tauhid yang murni dalam segala kehidupan mereka. Abu Dawwud.“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah berbuat syirik. At-Tirmidzy. Dalam kenyataan sehari-hari kita akan menemukan modelmodel lain dari perilaku syirik itu dalam berbagai aspek kehidupan kaum muslimin. padahal Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang mulia telah menyatakan: َ َ ُ ْ ُ ً ّ َ َ ِ ‫من أ َتى عرافا أ َو كاهنا فصدّقه ب ِما ي َقول فقدْ ك َفر ب ِما أ ُن ْزل‬ َ ْ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ ً ِ َ ْ َ َ . sehingga dengan amat sangat mudahnya musuh-musuh mereka menyebarkan rasa takut lalu mengalahkan mereka.” Di antara kaum muslimin juga terdapat orang yang terfitnah oleh para tukang sihir dan peramal yang katanya dapat meramal masa depan.” (HR. Imam Malik v pernah bertutur: “Generasi akhir ummat ini tak akan baik kecuali dengan (jalan hidup) yang telah menjadikan baik generasi pendahulunya. An-Nasai. Bukankah kejayaan dan kemengangan itu telah diraih oleh generasi pendahulu ummat ini. kemahakuasaan. yang kemudian disadari atau tidak menyebabkan lemahnya keyakinan mereka terhadap kemahabesaran.

أ َشهَد ُ أ َن ل‬ َ َ َ َ ْ ْ ً ْ َ ْ َ َ ّ َ َ ُ ْ ً َ ‫إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل‬ ُ ّ َ ُ ِ َ ُ ‫َ ُ ه، سي ّد‬ ً ّ َ ُ ّ َ ُ ُ ِ َ ِ َ َ‫ا ْل َب ْرار. Semoga kita sekalian tergugah untuk menebarkan rahmat Islam yang dibangun di atas kemurnian Tauhid ke seluruh penjuru dunia. Amin. Rusydi . الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ . tatkala para jamaah bubar dan selesai melaksanakan shalat jum’ah mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang untuk dimintai sedekah dan anehnya hal ini bukan suatu yang tabu lagi bagi kalangan ummat Islam. فَصل َوات اللهِ وَسل َمه عَل َي ْهِ وَع‬ َ ْ َ ُ‫لى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَ هُداه‬ ُ ُ َ ُ َ َ ْ َ ِ َ َ ‫إلى يوم ال ْبعث والنشور.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ‬ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك‬ َ ‫م‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ . jamaah jum’ah yang berbahagia! Sudah sering kita melihat antrian peminta-minta baik yang datang kerumah-rumah.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. di tengah jalan ataupun yang sudah punya jadwal mingguan tersendiri yaitu pada hari jum’ah. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‫عذاب النار‬ ّ َ َ َ ْ ‫عباد الله، ِإن الله يأ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ّ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ .‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ‫أ َوطان ِهم. Mungkin karena selalu mendapat santunan yang sudah dapat menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya pekerjaan ini didapatkan sehingga profesi sebagai pengemis ini pun menjamur dimana-mana bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup. Oleh: M. أ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ّ ُ ْ ِ ما ب َعْد؛‬ ُ ّ ْ ‫فَيا عباد َ الله، أ ُوْصي ْك ُم وَإ ِيايَ ب ِت َقوى اللهِ فَقد ْ فاز ال‬ .‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 28 Mengemis Bukan Tradisi Islam َ ‫ا َل ْحمد ُ ل ِل ّهِ حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهُوا عَما ن َهى عَن ْه وَحذ ّر.‫َ َ َ مت ّقوْن‬ ِ َ ُ ُ ّ َ ِ َ ْ ِ َ ْ Saudara-saudara kaum muslimin.‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ .Kaum muslimin yang berbahagia! Akhirnya. sehingga terwujudlah kehidupan yang diridloi oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . semoga kita sekalian terpanggil untuk mengem-balikan kejayaan dan kehormatan ummat Islam. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ .

pada tiap-tiap bulir seratus biji. Bukan Tradisi Islam Islam mengajarkan kita untuk selalu bersedekah dan memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan tetapi Islam tidak mengajarkan pengikutnya menjadi peminta-minta atau pengemis. Pertama. sedangkan kemiskinan merupakan bumi yang subur bagi tumbuh dan berjangkitnya berbagai macam kejahatan. Karena itulah Islam sangat menentang pengangguran dan mencela orang-orang yang tidak mau bekerja padahal sebenarnya mereka mampu bekerja. Sebagaimana firmanNya yang berbunyi. )أخرجه البخاري‬ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ُ َ ُ ْ َ Artinya: “Demi jiwaku yang berada di tanganNya sungguh seseorang yang mengambil tali di antara kalian kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang kemudian ia meminta-minta kepadanya yang terkadang ia diberi dan terkadang ia tidak diberi olehnya”. padahal agama selalu menganjurkan untuk selalu memberi sedekah.(‫ُ وْ من َعَه. pengangguran dan peminta-minta adalah sumber kemiskinan. Dan Islam sendiri mempunyai tujuan tertentu dalam bidang harta dintaranya adalah memberantas kemiskinan secara bertahap. kenapa kita dilarang memberikan sedekah kepada mereka?. bahkan Rasulullah sendiri pernah menjelaskan bahwa orang yang membawa tambang pergi kegunung mencari kayu lalu dijual untuk makan dan bersedekah lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang. Salah satunya adalah masalah pengangguran dan peminta-minta yang sangat dicela oleh Islam. (Al-Baqarah: 261) Islam mencela pengangguran dan peminta-minta Agama Islam yang bersifat universal tidak saja berbicara masalah ritual dan spiritual tapi juga menyoroti segala permasalahan sosial yang selalu dihadapi ummat manusia. Kedua. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. pengangguran dan peminta-minta menyebabkan tenaga manusia bersifat konsumtif. melarang hidup dalam kehinaan serta mendistribusikan keadilan secara merata. yang walau bagaimanapun diantara mereka yang meminta-minta tersebut memang pantas mendapatkan sedekah. bahkan Allah telah menggambarkan betapa besarnya pahala bagi orang yang suka bersedekah. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui”. Bukan berarti kita ingin menghindari kewajiban kita sebagai muslim dan sebagai makhluk sosial. (HR. Memberantas kemiskinan Islam yang datang sebagai pembebas bagi seluruh ummat manusia selalu menganjurkan bagi setiap pengikutnya untuk memberikan sedekah. bahkan sedekah dengan predikat zakatpun sudah menjadi kewajiban. Al-Bukhari) Dan beliau juga memberikan uswah kepada kita agar jangan meminta pertolongan selama kita masih mampu untuk mengerjakannya. tidak produktif akibatnya mereka menjadi beban masyarakat. sebagaimana sabdanya yang berbunyi: َ ‫وال ّذِيْ ن َفسي ب ِي َدِهِ ل َن ي َأ ْخذ َ أ َحد ُك ُم حب ْل َه فَي َحت َط ِب عَلى ظ َهْرِهِ خي ْر ل َه‬ ُ ُ ْ َ ْ ُ ٌ َ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ َ ‫من أ َن يأ ْت ِي رجل ً فَيسأ َل ُه أ َعْطاه أ‬ َ . sebab hal ini merugikan masyarakat. tetapi kita hanya berhati-hati agar jangan sampai terjerumus dan terjebak .Yang sering menimbulkan salah faham adalah adanya ungkapan: “Jangan memberi sedekah kepada peminta-minta!”. Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir.

dan anak-anak yatim. Kesimpulan Dari keterangan-keterangan ini jelaslah saudara-saudara!. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: َ َ ‫ل َوْ أ َن ّك ُم ت َت َوَك ّل ُوْن عَلى اللهِ حقّ ت َوَك ّل ِهِ ل َرزقَك ُم ك َما ي َرزقُ الط ّي ْر ت َغْد ُو‬ ُ ْ َ ْ َ َ َ ْ ْ َ ‫. (Al-Ma’un: 1-3). Ahmad. karena Islam tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal antara Tuhan dan manusia tapi Islam juga mengajarkan hubungan horisontal yaitu hubungan antara manusia. tetapi pulang dalam keadaan kenyang”.)خماصا وَت َروْح ب ِطانا.ال ْحي ال ْقيوم وأت‬ ‫َ ّ َ ّ ْ ُ َ ُوْب إ ِل َي ْه‬ ِ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُهُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفرهْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْر‬ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ِ ْ ِ ُ ُ ْ ِ َ ‫أ َن ْفسنا وَمن سي ّئات أ َعْمال ِنا، من ي َهْدِهِ الله فَل َ مضل ل‬ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه وَمن ي ُضل ِل‬ ِ َ َ ْ ِ َ ِ ُ ُ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫فَل َ هادي ل َه. bahwa Islam sangat mencela orang yang tak mau berusaha dan hanya bisa meminta-minta.pada orang-orang yang hanya menggunakan pekerjaan mengemis sebagai topeng dan menampak luaskan kemiskinan dan terlebih lagi yang kita takutkan adanya anggapan bahwa Islam adalah agama bagi orang miskin dan terbelakang. . Bahkan kalau kita telaah kembali beberapa ayat Al-Qur’an yang turun di Mekkah sangat mengecam arogansi orang-orang kaya Mekkah yang tidak perduli terhadap fakir. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah shahih dan Al-Hakim dari Umat) Kemudian bagi orang-orang kaya jangan hanya bisa menumpuk harta dan berfoya-foya tanpa peduli bahwa di dalam harta mereka terdapat hak peminta-minta dan orang yang hidup di dalam kekurangan. أ‬ ‫ّ ْ َ ست َغْفر الله ال ْعَظ ِي ْم ل ِي وَل َك ُم ال ّذِيْ ل َ إ ِل َه إ ِل ّ هُو‬ َ ْ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ‫. Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa orang yang mendustakan agama / hari Qiamat disejajarkan dengan orang yang mencampakkan anak yatim dan tidak menganjurkan orang lain untuk menyantuni fakir miskin. miskin. apalagi dengan berdalih bahwa pekerjaan mengemis kepengemisan dan kemiskinan itu sudah ditakdirkan Allah Subhannahu wa Ta'ala . (HR. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”. sehingga jika sistem keseimbangan yang diajarkan ini benar-benar diterapkan akan dapat menciptakan masyarakat yang baik atau baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. tentu Allah memberi rizki kepadamu. Itulah orang yang menghardik anak yatim. seperti halnya Allah memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar. Betapa hinanya derajat orang yang seperti ini dan tak ada tempat yang lebih layak baginya selain kawah api Neraka yang membara. (Adz-Dzariyat: 19). sebagaimana yang telah dijelaskan oleh surah Adz-Dzariyat ayat 19 yang berbunyi: Artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”. ‫جعَل َنا الله وَإ ِياك ُم من ال ْمؤْمن ِي ْن ال ْكامل ِي ْن ال ْمؤَد ّي ْن ل ِواجبات ِهِم مع‬ َ َ َ َ ْ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ْ ّ ُ َ ‫ال ْمخل ِصين السائ ِل ِين. )الترمذي وابن ماجه‬ ً َ ُ ُ ً َ ِ Artinya: “Sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ . Oleh karenanya hendaklah para da’i atau pendakwah Islam tidak hanya membatasi dakwahnya dalam masalah ritual dan spiritual belaka. Allah menegaskan dalam firmanNya: Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?.

‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل ُه صلى الله عَلى ن َب ِي ّنا محمدٍ وَعَلى آل ِهِ وَأ َصحاب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫وسل ّم تسل ِيما ك َث ِيرا. قال ت َعا َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ لى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. قال ت َعا َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ َ َ َ لى: }وَمن ي َت ّق الله ي َجعل‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬ ‫}ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن يتق الله يك َفر عَنه سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ‫َ َ َّ‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ً‬ ‫إن الله ومل َئ ِك َته يصل ّون عَلى ِالنبي، يا أ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ْ َ َ‬ ‫ّ ِ ّ َ يها َ ال ّذِي ْن ءامن ُوا صل ّوا عَل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. فاذ ْك ُروا الله‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ال ْع ِظيم يذ ْك ُرك ُم واسأ َل ُوه منِ فَضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ ُْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫َ ِْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ِ ْ‬ ‫92‬ ‫‪Menghadapi Kenakalan Anak Dalam Rumahtangga‬‬ ‫‪Oleh: Nafisah Amron‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. الل ّهُم اغْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤْمن ِي ْن وال ْمؤْمنات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ ُ ِ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ . الل ّهُم صل عَلى محمدٍ وَعَلى آل محمدٍ ك َما صل ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫َ َ ي ْت‬ ‫َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.النار‬ ‫ّ‬ ‫عباد ِ الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫عَن ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َ‬ ‫ه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْرِ ك ُل ّهِ ما عَل ِمنا من ْه‬ ‫َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫وما ل َم نعل َم. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ َْ ْ َ ُ َ ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهُم وآمن ْهُم‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫فِي أ َوْ َ‬ ‫ْ طان ِهِم. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا عَذاب‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ً ِ‬ ‫ْ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫. وَبارِك عَ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ لى محمدٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫وَعَلى آل محمدٍ ك َما بارك ْت عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫مجي ْد. قال تعالى: يا أ َ‬ ‫ًْ َ َ ََ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن.

Termasuk dalam urusan penyempurnaan akhlak adalah memberi perlakuan yang baik kepada anak. Bukankah sayang jika permata hati kita nantinya hanya generasi yang penuh dengan daging tambun sedangkan hatinya keropos dari nilai-nilai dan ruh agama maupun ilahiyah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melihat kepadanya dan berkata: ‫. seperti mendidik. minum-minuman keras serta pergaulan bebas. mengisolasi dari pergaulan.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Hadirin jamaah jum’ah yang dirahmati Allah. anugerahkanlah kepada kami istri dan anakanak yang jadi permata hati dan jadikanlah kami pemimpin yang bertaqwa”. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam guna menyempurnakan keutamaan Akhlak. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata: “Pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menciumi Hasan putra Ali dimana pada saat itu ada Aqra’ Ibnu Habis Attamimy duduk. mengajar. Dia lalu berkata. Pengalaman orang tua sering mencium anaknya sampai mereka dewasa tidak akan menjadikan anak-anak mencium orang lain apalagi sampai berbuat zina karena mereka sendiri telah merasa . Ya Tuhan kami. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . Mencium anak-anak merupakan salah satu wujud kasih sayang orang tua kepada anak sekaligus merupakan contoh riil agar anak tidak mencium kepada orang lain yang bukan mahramnya.‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫مور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. mereka memandang anak sebagai orang dewasa dalam bentuk mini dan semua semua yang dilakukan harus sesuai dengan kelakuan orang tua. bukan cuma cerdas dan berprestasi di sekolah semata akan tetapi mampu menjadi qurratu a’yun di masa depan. berlaku sabar dalam menghadapi kenakalannya maupun sabar dalam memberi bimbingan sejak masih dalam kandungan sampai mereka dewasa. Hadirin jamaah Jum’ah yang berbahagia. Selama ini sebagian orang tua bersikap reaksioner atas semua tindakan anak. “Saya mempunyai sepuluh orang anak tidak pernah satupun dari mereka saya cium”. Padahal anak sesuai dengan fitrahnya merupakan amanat Allah yang harus dijaga. mengajarkan cinta kepada anak-anak kepada para sahabatnya. Bagaimana tidak terabaikan jika mereka hanya dirawat dan dididik oleh pembantu yang kurang pendidikannya sekalipun ayah ibunya seorang doktor. Maka jika anak nakal yang dilakukan oleh orang tua biasanya adalah mengurung. Orang tua selama ini hanya mampu memberikan ruang dan memenuhi kebutuhan fisiknya sedangkan kebutuhan psikisnya terabaikan. apa yang kurang dari diri saya. mengurangi uang saku dan sebagainya. Tidak mengherankan jika Allah selalu berpesan bahwa anak-anak adalah perhiasan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam adalah sebaik-baik contoh dalam memperlakukan anak.من ل َ ي َرحم ل َ ي ُرحم‬ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ْ “Siapa yang tidak merahmati tidak dirahmati (oleh Allah)” (HR. dipelihara. diskotik. Tidak mengherankan jika sekarang orang tua banyak yang mengeluh karena anaknya terlibat dan akrab dengan narkoba. dan dirawat dengan kesabaran disertai dengan tawakkal untuk tetap berdo’a semoga diberi anak-anak yang shalih. Al-Bukhari dan muslim). Bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengajak cucu-cucunya bermain. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 74: “Dan orang-orang yang berkata. Mengapa orang tua tidak bertanya kepada diri sendiri ada apa dengan anak saya.

2. Anak seperti itulah yang patut dibanggakan. yaitu agar anak itu kelak tidak menjadi musuh bagi orang tuanya. Seringkali orang tua membela anaknya yang berbuat salah sampai orang tua lupa bahwa membela yang salah adalah pelanggaran aturan Allah. karena ia kalah dan dibentuk oleh anaknya karena terlambat atau tidak mampu memenuhi permintaan anaknya. nakal. Sayang anak tidak jarang menyebabkan orang tua korupsi dan mencuri. keshalihannya telah cukup merupakan bukti amal baik bagi orang tuanya. juara kelas. maka secara sederhana tujuan pendidikan anak di dalam keluarga ialah agar anak itu menjadi anak yang shalih. Orang tua yang menduduki posisi terhormat dimasyarakat akan jatuh wibawanya karena anaknya yang nakal. kedua karena orang tua senang mendidik anak-anaknya. Saking sibuknya mengurus anak-anaknya. Seperti tidak berani membangunkan anaknya untuk shalat Subuh karena takut anaknya kaget atau marah. Anak yang saleh dapat mengangkat nama baik orang tuanya.Ayat Al-Qur’an berikut dapat menjadi renungan untuk kita seperti yang tertera dalam Surat Saba’ ayat 37: “Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan diri kalian kepada Kami sedikit pun. Pada suatu waktu orang tua amat susah karena anaknya nakal. Terutama mengenai kecerdasannya. penakut dan sebagainya. Kadang-kadang permintaan yang tidak masuk akalpun dipenuhi. Wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya. Kewibawaan orang tua telah hilang. kelucuannya. Sebaliknya tak ada orang yang ingin menceritakan kepada tamunya bahwa anaknya bodoh. Tujuan lain adalah sebaliknya. Kadang-kadang karena merasa anak-anaknya kuat. Inilah modal utama bagi pendidikan dalam keluarga itu dilaksanakan dan apa tujuannya. Mengingat uraian di atas. kepintarannya. keberaniannya dan kegemasannya. . cerdas. Cinta kepada anak seringkali menyebabkan orang tua membanggakan anaknya. Bahkan mungkin saja orang tua akan dipecat dari jabatannya hanya karena kenakalan anaknya. Mereka sering dengan semangat meluap-luap menceritakan anaknya kepada tamunya atau kawan-kawannya. mereka bekerja mati-matian mencari uang agar semua permintaan anaknya dapat terpenuhi. Apa yang sudah dicontohkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menegaskan bahwa: 1. pemberani. Orang tua dapat juga menjadi budak anaknya. Jadi yang pertama hukumnya wajib.kecukupan dengan kasih sayang dari orang tua insya Allah mereka akan menjadikan anak-anak yang diharapkan.” Hadirin jamaah Jum’ah yang di berkati Allah. dikala ia merasa wajib memenuhi segala keinginan anaknya. tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih. Seorang pemimpin masyarakat bila anaknya terlibat kenakalan khas remaja masa kini. selain itu karena cinta. demi cintanya kepada anak. Bila tidak mendo’akan orang tua. Oleh karena itu mereka mulai meninggalkan Tuhan. karena kodratnya. serta kapan mulainya. Kewajiban tersebut wajar karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anak-anaknya. maka orang tua merasa hidupnya akan aman. Anak sering pula menyebabkan orang tua lupa kepada Allah dan RasulNya. karena anak adalah dekorasi keluarga dan mendo’akan orang tuanya kelak. Berdasarkan ayat tadi bagi orang tua mendidik anak adalah kewajaran. misalnya terlibat masalah jual beli obat-obatan terlarang akan jatuh martabatnya dimata masyarakat. Kadang-kadang cerita ini menjemukan orang yang mendengarkannya.

Bahkan dalam Islam dimulai semenjak memilih pasangan hidup‬‬ ‫‪kemudian saat hamil.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. orang tuanya dan‬‬ ‫. tentang akhlaq dan sebagainya‬‬ ‫.‫‪Kapankah sebaiknya kita mulai mendidik anak? Jawabannya tidak lain adalah semenjak masih‬‬ ‫.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم.‪asma-asma Allah. فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫:‪Khutbah kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‪masyarakatnya‬‬ ‫ّ‬ ‫أ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ول ِجمي ْع ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ْ َ َ ِ ِ‬ ‫ذَن ْب.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‪dalam masa konsepsi. saat lahir. tentang tauhid. Darwis‬‬ ‫‪Khutbah Pertama‬‬ . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‬ ‫َ ُ ّ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ْ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم. S. saat anak-anak sampai dewasa. Mengenalkan mereka dengan‬‬ ‫.‪Lalu bagaimana jika cara tersebut sudah dilaksanakan dan anak-anak tetap saja nakal? Sabar‬‬ ‫‪tawakkal dalam menghadapinya adalah obat terbaik sambil tetap berdo’a memohon kepada Allah‬‬ ‫‪agar kenakalannya tidak membawa madlarat bagi dirinya sendiri. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وع َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫03‬ ‫‪Anak Shalih Adalah Aset Orang Tua‬‬ ‫‪Oleh: Muh. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر. والصل َةُ والسل َم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ . Sangat jarang kita saksikan di antara mereka ada yang perduli dengan tujuan hakiki mereka diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . fotomodel dan lain-lain. maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa. kalaupun ada mereka hanya menjadikan ritualisme sebagai alat untuk meraih tujuan duniawi. Namun yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. Abu Daud dan An Nasa’I. Bahkan sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anakanaknya dapat menjadi bintang film (Artis). untuk mengecoh masyarakat tentang keadaan mereka yang sebenarnya. Hal ini terjadi akibat orang tua yang sering mengkonsumsi berbagai macam acara-acara hiburan diberbagai media cetak dan elektronik. Apakah kita menginginkan anak-anak kita menjadi orang yang jauh dari agamanya yang kelihatannya bahagia di dunia namun menderita di akhirat? Tentu tidak. Hura-hura. narkoba dan gaya hidup yang serba glamour adalah konsumsi sehari-hari mereka. bintang iklan.‫ت َزوجوا ال ْول ُودَ وال ْودُودَ فإ ِن ّي مكاث ِر ب ِك ُم‬ ُ ّ َ ْ ٌ َ ُ ْ ْ َ َ ْ َ Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak. )النساء‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ِ على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه. Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih.” (HR. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ ُ Jamaah jama'ah rahimakumullah Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya.‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َست َهدي ْه، ون َعوذُ بالله‬ ِ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫ت َعالى من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ ْ ِ َ ْ ْ َ ‫فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه، ومن ل َم ي َجعل الله ل َه‬ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ْ ْ َ َ ُ َ ِ َ ِ َ ْ َ ‫ن ُورا فما ل َه من ن ُور. karena itu opininya terbangun atas apa yang mereka lihat selama ini. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak. وأ َشهد أ‬ ‫ُ ِ ْ ْ ٍ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َشري ْك ل َه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ ً ْ َ ‫وأ َشهد أ‬ َ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya. Padahal dibalik itu semua mereka kering akan informasi tentang perihal kehidupan kaum selebritis yang mereka puja-puja. قال الله ت َعالى: ول ْي َخش‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ً َ ِ ً ّ ْ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ . Obsesi tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan. Namun obsesi orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ َ حي ِنا‬ َ ْ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم على سن ّت ِه وأ َمت ْنا على مل ّت ِه. Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi. Jamaah jum’at rahimakumullah Kehidupan sebagian besar selebritis yang banyak dipuja orang itu tidak lebih seperti kehidupan binatang yang tak tahu tujuan hidupnya selain hanya makan dan mengumbar nafsu birahinya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: . pergaulan bebas. kata Al Haitsamin). miras. Menurut Sunnah melahirkan anak yang banyak justru yang terbaik.(9 :‫ال ّذي ْن ل َو ت َرك ُوا من خل ْفهم ذُري َة ضعافا. Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti kaum selebritis yang terkenal itu.

mesti mampu memperhatikan langkah-langkah yang harus di tempuh dalam merealisasikan obsesinya dalam melahirkan anak yang shalih. Di bawah ini akan kami ketengahkan beberapa langkah yang cukup representatif dan membantu mewujudkan obsesi tersebut: 1. Sebagai contoh: Ada orang tua yang dalam usaha mencerdaskan anaknya dari segi intelektual telah melaksanakan usahanya yang cukup maksimal. sementara untuk memasukkan anak-anak mereka pada TK-TP Al-Qur’an terasa begitu enggan. Anak yang shalih adalah anak yang tumbuh dalam naungan DienNya.Muslim) Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. orang tua terlihat setengah hati. Beliau mengatakan selaku orang tua hendaknya tidak meninggalkan keadaan anak-anak mereka dalam keadaan miskin . Imam Ibnu Katsir dalam mengomentari pengertian lemah pada ayat ini memfokuskan pada masalah ekonomi. maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya. Ada juga orang tua yang menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan bagi anak-anak mereka dari keempat masalah pokok di atas. lemah fisik. Opini atau persepsi orang tua atau anak yang shalih tersebut harus benar-benar sesuai dengan kehendak Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Pengertian lemah dalam ayat ini adalah lemah iman. maka mereka harus memperhatikan keempat hal ini. namun usaha yang dilakukannya kearah tersebut sangat diskriminatif dan tidak seimbang. Padahal aspek iman merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak. Oleh karena itu selaku orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. bersabda: ْ ِ ْ َ ٍ ِ َ ٍ َ َ ٍ ْ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ ٍ ‫ا ِن ْقطع عمله إ ِل ّ من ث َل َث، صدَقة جاري َة أو علم‬ . yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka” (An Nisa: 9). Banyak orang tua yang mementingkan perkembangan anak dari segi intelektual. (Tafsir Ibnu Katsir: I. hal 432) Dan terbukti berapa banyak kaum muslimin yang rela meninggalkan aqidahnya (murtad) di era ini akibat keadaan ekonomi mereka yang dibawah garis kemiskinan.‫صال ِح ي َدْعو ل َه‬ ُ ْ ُ ٍ َ ‫إ ِذا مات ب ْن آدَم‬ َ َ َ َ ُ َ ‫ين ْت َفع به أ‬ ‫ُ َ ُ ِ ِ و ول َد‬ ٍ َ ْ Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam. Jamaah jum’at rahimakumullah. padahal mereka telah memperhatikan anaknya secara bersungguh-sungguh dalam segi pemenuhan otaknya.artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. lemah intelektual dan lemah ekonomi. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. dan menjauhi larangan-laranganNya. fisik dan ekonomi semata dan mengabaikan perkembangan iman. Orang tua terkadang berani melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi. segala sarana dan prasarana kearah tercapainya tujuan tersebut dipenuhinya dengan sungguhsungguh namun dalam usahanya memenuhi kebutuhan anak dari hal keimanan. maka mustahil ada anak dapat bisa mendoakan orang tuanya jika anak tersebut jauh dari .” (HR. Karena itu sebagian orang tua yang bijaksana. Pengabaian salah satu dari empat hal ini adalah ketimpangan yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan pada anak.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ‫ك ُل مول ُود ي ُول َدُ على ال ْفطْرة، فأ َب َواهُ ي ُهودان ِه أ َو ي ُن َصران ِه أ َو‬ ِ ْ ِ َ ّ ْ ِ َ ّ َ َ َ ِ َ ْ ٍ ْ ْ َ ّ . Secara mikro lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian. Al-Bukhari) Untuk itu orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal dimana anak kita mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita kecintaan terhadap diennya. kepribadian dan karakternya. Seorang anak yang terlahir dalam keadaan fitrah. amalan-amalan mereka senantiasa berkorelasi dengan kedua orang tuanya walaupun sang orang tua telah wafat. Menciptakan lingkungan yang kondusif ke arah tercipta-nya anak yang shalih. Oleh karena itu. menjauhi larangan-laranganNya. Jika sang anak melakukan kebaikan atau mendoakan orang tuanya maka amal dari kebaikannya juga merupakan amal orang tuanya dan doanya akan segera terkabul oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . cinta terhadap ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam. bermain dan bercanda adalah kegiatan rutin mereka di sekolah. sehingga ketika anak tersebut berhadapan dengan lingkungan lain anak tersebut memiliki daya resistensi yang dapat menangkal setiap saat pengaruh negatif yang akan merusak dirinya. maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi.” (HR. Dalam hadits ini dijelaskan tentang keuntungan memiliki anak yang shalih yaitu. maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral. yaitu: a. )رواه البخاري‬ ِ َ ّ َ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (Islam). Belajar. 2. Lingkungan merupakan tempat di mana manusia melaksana-kan aktifitas-aktifitasnya. Nasrani atau Majusi. Pendidikan yang didapatkan merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak. selalu mendoakan orang tuanya dan selalu melaksanakan kebaikan-kebaikan. yaitu sikap yang sesuai dengan kepribadian yang shalih sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktekkan sifat-sifat orang tuanya b. Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman. selaku orang tua yang bijaksana dalam berinteraksi dengan anak pasti memperlihatkan sikap yang baik. Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian bagi anak yang shalih. jelas akan jauh dari perintah Allah dan kemungkinan besar senang pula bermaksiat kepada kedua orang tuanya sekaligus. maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. Jama'ah jum’at rahimakumullah Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman. Lingkungan keluarga Keluarga merupakan sebuah institusi kecil dimana anak mengawali masa-masa pertumbuhannya. Sekolah juga merupakan sarana yang cukup efektif dalam membentuk watak dan karakter anak. kemudian orang tuanyalah yang mewarnainya. Di sekolah anak-anak akan saling mempengaruhi sesuai dengan watak dan karakter yang . Anak yang senang bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Jadi jelaslah bagi kita akan gambaran anak yang shalih yaitu anak yang taat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Lingkungan Sekolah Sekolah merupakan lingkungan di mana anak-anak berkumpul bersama teman-temannya yang sebaya dengannya.(‫ي ُمجسان ِه.perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan senang bermaksiat kepadaNya. Keluarga juga merupakan madrasah bagi sang anak.

(‫ْ َ ُ ل ِي ْمان. karena sekolah tersebut akan memberi warna baru bagi setiap anak didiknya. Persepsi yang keliru biasanya masih mendominasi masyarakat. Dan itu adalah selemah-lemah iman. Masyarakat yang mayoritas anggotanya hidup dalam kemaksiatan akan sangat mempengaruhi perubahan watak anak kearah yang negatif. jika ia tidak sanggup maka dengan lidahnya. Muslim) . Kualitas intelektual dan moral keagamaan tenaga pengajar serta kurikulum yang dipakai di sekolah termasuk faktor yang sangat menentukan dalam melahirkan murid yang berkualitas secara intelektual dan moral keagamaan. c. Masyarakat terbentuk atas dasar gabungan individu-individu yang hidup pada suatu komunitas tertentu. Karena itu sekolah yang memiliki keseimbangan kurikulum antara pelajaran umum dan agama akan lebih mampu memberi jaminan bagi seorang anak didik. dan jika tidak sanggup maka dengan hatinya. Orang tua tidak harus memasukkan anak mereka di sekolah-sekolah favorit semata dalam hal intelektual dan mengabaikan faktor perkembangan akhlaq bagi sang anak. dapat saja tercemari oleh limbah kemaksiatan yang merajalela disekitarnya. Oleh karena itu untuk dapat mempertahankan kwalitas yang telah terdidik secara baik dalam institusi keluarga dan sekolah. Faktor yang juga cukup menentukan dalam membentuk watak dan karakter anak di sekolah adalah konsep yang diterapkan sekolah tersebut dalam mendidik dan mengarahkan setiap anak didik. )رواه مسلم‬ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antaramu melihat kemungkaran hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. dan ketentraman. bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ ْ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا‬ َ َ َ ْ .” (HR. Karena itu pengaruh yang ditimbulkannya dalam merubah watak dan karakter anak jauh lebih besar. maka kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan masyarakat yang baik. Lingkungan Masyarakat Masyarakat adalah komunitas yang terbesar dibandingkan dengan lingkungan yang kita sebutkan sebelumnya. kedamaian. Sekolah yang ditata dengan managemen yang baik tentu akan lebih mampu memberikan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan sekolah yang tidak memperhatikan sistem managemen. yang kondusif bagi anak. Mereka beranggapan bahwa yang bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pemerintah. Anak yang terdidik secara baik di rumah tentu akan memberi pengaruh yang positif terhadap teman-temanya. Dalam masyarakat seperti ini akan tumbuh berbagai masalah yang merusak ketenangan. Oleh sebab itu orang tua seharusnya mampu melihat secara cermat dan jeli sekolah yang pantas bagi anak-anak mereka. kualitas dalam pengertian intelektual dan moral keagamaan. pendidik atau ulama. Anak yang telah di didik secara baik oleh orang tuanya untuk selalu taat dan patuh pada perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Sebaliknya anak yang di rumahnya kurang mendapat pendidikan yang baik tentu akan memberi pengaruh yang negatif menurut karakter dan watak sang anak. Keseimbangan pelajaran yang diperoleh murid di sekolah akan lebih mampu menyeimbangkan keadaan mental dan intelektualnya. para da’i. Karena dalam membentuk masyarakat yang harmonis setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.diperolehnya dalam keluarga mereka masing-masing. Sekolah yang sekedar dibangun untuk kepentingan bisnis semata pasti tidak akan mampu menghasilkan murid-murid yang berkwalitas secara maksimal.

Jika setiap orang merasa tidak memiliki tanggung jawab dalam hal beramar ma’ruf nahi munkar. Untuk itu di akhir khutbah ini marilah kita bersama-sama merasa peduli terhadap kelangsungan hidup generasi kita. Jika tidak maka Allah Subhannahu wa Ta'ala . الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . ْ َ َ َ َ ْ ‫رب اجعل ْن ِي مقي ْم الصل َة ومن ذُري ّت ِي، رب ّنا وت َقب ّل دُعاء.‫ال ْغفور الرحي ْم، وادْعوهُ ي َست َجب ل َك ُم‬ ْ ِ ْ ْ ْ ُ َ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua..‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ . karena Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. رب ّنا‬ َ َ َ َ َ ْ ّ َ َ ِ ُ ْ ّ ْ ِ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل ِي ول ِوال ِدَي ول ِل ْمؤمن ِي ْن ي َوم ي َقوم ال‬ ُ .” (Ali Imran: 110).. Jamaah jum’at rahimakumullah Amar ma’ruf adalah kewajiban setiap individu masing-masing yang harus dilaksanakan. Marilah kita berdo’a kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه.‫إماما‬ ً َ َ ‫أ َِقول قول ِي هذا وأ‬ َ . semoga dengan kepedulian kita itulah Allah Subhannahu wa Ta'ala akan senantiasa menurunkan pertolonganNya kepada kita dan memenangkan Islam di atas agamaagama lainnya. الل ّهم اغفر ل ِل‬ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ ‫ِ ْ مسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ِ َ ِ . وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. maka segala kemunkaran bermunculan dan merajalela di tengah masyarakat kita dan lambat atau cepat pasti akan menimpa putra dan putri kita. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ْ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.” (Ali-Imran: 104). pasti akan menimpakan adzabnya di tengah-tengah kita dan pasti kita akan tergolong orang-orang yang rugi Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. والصل َةُ والسل‬ ‫ّ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Padahal kedudukan kita sebagai umat yang terbaik yang dapat memberikan ketentraman bagi masyarakat kita hanya dapat tercapai jika setiap individu muslim secara konsisten menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ .‫ْ ُ حساب‬ ِ ْ ُ َ ّ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ْ ‫رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين‬ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ ْ َ َ َ .‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ . menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.

wordpress. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ . Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‫أ َوطان ِهم.alsofwah. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُ‬ ‫َ َ ُ ْ وا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.or. قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.com‬‬ ‫13‬ ‫‪Nilai Kepemimpinan Lelaki dan Kepatuhan Wanita‬‬ ‫‪Oleh: H.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.

Yang satu adalah wanita-wanita shalihah muthi’ah (baik lagi taat) dan yang lain adalah ‘ashiyah mutamarridah (bermaksiat lagi menentang). al-imamah (kepemimpinan). bagusnya pengaturan. (QS An-Nisaa’/ 4:34). Ibnu Katsir melanjutkan. pen) jihad dan hal-hal lainnya. wanita tidak boleh jadi saksi. Ayat ini menegaskan tentang kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita. dan menjaga harta . Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik. Penjelasan Ibnu Katsir itu ada rincian yang senada yaitu perkataan Abu As-Su’ud: “Dan pengutamaan bagi kaum laki-laki itu karena kesempurnaan akal. hingga sesuailah kalau lelaki itu menjadi pemimpin atas perempuan. (Irsyaadul ‘Aqlis Saliim. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. Menurut Ibnu Katsir. hakim atasnya. Maka dalam diri lelaki itu ada kelebihan dan keutamaan atas perempuan. sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki. oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya). dan pendidiknya. dan demikian pula (khusus untuk lelaki) jabatan qodho’/ kehakiman dan hal-hal lainnya. juz I. melaksanakan hak-hak dan kewajiban yang ada pada dirinya. Oleh karena itu ada kekhususan bagi lakilaki yaitu mengenai an-nubuwwah (kenabian). Karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. dan demikian pula kepemimpinan tertinggi.‫ل َن ي ُفل ِح قوم ول ّوا أ َمرهم امرأ َة‬ ً َ ْ ْ ُ َ ْ ْ َ ٌ ْ َ َ ْ ْ . Karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita. Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik).َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . “ketika suaminya tidak ada.” maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. 1/339). as-syahadah (kesaksian --dalam perkara pidana. kesungguhan pandangan. arti ayat: “Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri. lelaki itu adalah pemimpin wanita. yaitu berupa mahar/ maskawin. dan kelebihan kekuatannya.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. halaman 292 tahqiq Sami As-Salamah). dan menjelaskan tentang wanita shalihah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan laki-laki memiliki satu derajat lebih atas wanita” . oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan). pembesarnya. Wanita shalihah Selanjutnya. maksudnya. Wanita-wanita shalihah muthi’ah adalah taat kepada Allah dan suaminya. atau juz II. oleh karena Allah telah memelihara “(mereka. hanya khusus lelaki. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada. nafkah-nafkah dan beban-beban yang diwajibkan Allah atas lelaki untuk menjamin perempuan.” Ini adalah rincian keadaan wanita di bawah kepemimpinan lelaki. al-wilayah (kewalian). menjaga dirinya dari kekejian (zina). Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa wanita itu ada dua macam. halaman 608.

Kesenangan di dunia tidak seberapa. penjoget. di pameran-pameran perdagangan. Lelaki yang demikian itu adalah dayyuts. Ini sudah bertentangan dengan aturan Islam. justru wanita dijadikan alat untuk melariskan hal-hal yang tak terpuji atau tak sesuai dengan ajaran Islam. namun sebagai alat penarik konsumen. kemudian salahsatunya menyiarkan rahasia teman bergaulnya itu.suaminya dari pemborosan. Sebagaimana mereka menjaga hal-hal yang berlangsung antara dirinya dan suaminya yang wajib disembunyikan dan menjaga baik-baik kerahasiaannya. Dan bahkan ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya dijadikan mainan oleh orang lain. Akibat merelakan keluarganya (yang wanita) dijadikan pajangan itu kemudian menjadikan haramnya surga baginya. Maka betapa ruginya. dayyuts (laki-laki yang membiarkan kemaksiatan pada keluarganya). Dianggap lumrah. Keadaan masyarakat jahil Aturan dalam Al-Quran telah tegas dan jelas.Hakim dan Al-Baihaqi. Jual beli antara lelaki dan perempuan pada asalnya mubah. disamping melanggar aturan agama. Ada orang tua dan suami-suami yang merelakan wanitanya dijadikan pajangan untuk menarik pembeli atau konsumen di toko-toko. sedang wanita itu dipentingkan ketaatannya kepada Allah. Namun. wanita mendapat perlindungan. pelaku adegan-adegan film atau sinetron tak senonoh yang ditonton banyak orang. ada wanitawanita yang diperlakukan oleh orang-orang jahil sebagai barang mainan. Jadi lelaki yang merelakan isterinya ataupun anak-anaknya dijadikan pajangan padahal seharusnya lelaki itu punya rasa cemburu dan menjaganya. Hingga muncul kondisi yang ironis. pemeliharaan dari para suami dan bahkan masyarakat. (yaitu) lakilaki yang menggauli (menyetubuhi) isterinya dan isterinya pun menggaulinya. Menurut Hadits Nabi n. biasa . Rasul-Nya. dan perempuan yang menyerupakan dirinya dengan laki-laki. misalnya tontonan. di hotel-hotel dan sebagainya. Na’uudzu billaahi min dzaalik. Namun kepemimpinan lelaki ataupun ketaatan wanita seakan tidak dianggap penting dalam dunia jahil. Di dalam hadits disebutkan: ‫إ ِن من شر الناس عن ْدَ الله من ْزل َة ي َوم ال ْقيامة الرجل ي ُفضي‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ ْ ً ِ َ ِ ّ َ ْ ِ ّ ْ ِ ْ ُ ُ ّ َ ‫إلى امرأ َت ِه وت ُفض ِي إل َيه ث ُم ين ْشر أ‬ َِ ‫ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ ِ ّ َ ُ ُ حدُهما سر صاحب ِه. yang hal itu melanggar kodratnya atau fitrahnya. Sehingga wanita yang sebenarnya terhormat itu kemudian dijadikan bahan tontonan. Ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya jadi penyanyi. )رواه‬ ِ ِ َ ّ ِ َ ُ َ . Ada wanita yang diangkat-angkat oleh orang-orang jahil melebihi kodratnya dan melanggar aturan agama. . maka bisa dimasukkan dalam lingkungan yang mengarah pada dayyuts.(‫مسلم و أبو داود‬ “Sesungguhnya termasuk sejelek-jelek manusia bagi Allah tempatnya di hari kiamat. di bank-bank. tidak merasa cemburu terhadap keluarganya yang berbuat sesuatu dengan lelaki lain. dan kepada suaminya. Ia tidak akan masuk surga. Tetapi sekarang wanita di pertokoan bukan sekadar sebagai pelayan. surga haram atas lelaki dayyuts.‫ث َل َث َة ل َ ي َدْخل ُون ال ْجن ّة؛ ال ْعاقُ ل ِوال ِدَي ْه والدّي ّوث ورجل َة الن ّساء‬ ِ َ ُ ُ َ َ ُ ْ َ َ ٌ َ ْ ُ َ َ ِ َ “Tiga orang yang tidak masuk surga (yaitu): orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya. Sehingga. hanya kerugian lah yang didapat.” (Hadits Riwayat Al. hingga wanita-wanita pelayan itu diseragami pakaian yang setengah telanjang.” (HR Muslim dan Abu Daud). Seharusnya. boleh-boleh saja. tidak sesuai aturan. hadits hasan dari Ibnu Umar). namun haramnya masuk surga telah mengancamnya. namun justru merelakannya. Inilah yang mesti kita berhati-hati benar dalam hal menjaga diri dan keluarga kita. lelaki itu pemimpin atas wanita. Sebaliknya. pelawak.

lingkungan yang . Maka Islam memberikan antisipasinya atau pencegahannya. namun sulit karena lebih banyak godaannya. Contohnya. Aturan di dalam Islam sebegitu jelas dan gamblang. apalagi berzina. Ini benar-benar keterlaluan. Allah memerintahkan agar kita menahan sebagian pandangan kita terhadap lain jenis (lihat QS An-Nuur: 30-31) namun justru orang-orang yang mendukung dunia jahil ini menarik-narik manusia agar membuka mata lebarlebar untuk “menikmati” wanita yang mereka pajang. maka terkena kaidah (‫ )الحكم بوسائله‬hukum itu mencakup sarananya. ayat tersebut sangat strategis sifatnya. apalagi memukulnya. namun dalam dunia yang jahil orang yang menyepelekan bahkan justru menggalakkan hal-hal yang menjurus pada pendekatan zina. Kenapa? Karena. Dianggapnya tidak ada masalah. maka wanita shalihah sangat dihormati dalam Islam karena memang sulit melakukannya. Maka sesuai dengan istilah "aljazaa’u min jinsil ‘amal.Sangat disayangkan sekali. mengatakan uf/ hus kepada orang tua saja diharamkan. semua tontonan dan pekerjaan yang menarik konsumen dengan cara memajang wanita itu sudah mengikuti bujukan syetan. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sedang ke atas: perbuatan zina itu sendiri lebih terlarang lagi. ayat tersebut mengandung makna. yaitu pertama dengan melarang manusia mendekati zina. dan kedua memberikan tempat yang terpuji bagi wanita yang shalihah. Perkara yang banyak godaannya. Karena mendekati zina saja sudah dilarang. Sehingga wanita itu sendiri akan sulit mempertahankan diri agar menjadi orang yang shalihah alias taat aturan Allah dan RasulNya. Itu semua alurnya adalah mendekatkan kepada zina. mendekati zina saja dilarang. ke bawah: sarana-sarana dan perbuatan yang menjurus pada pendekatan zina sudah ikut terlarang. Dalam ayat itu ditegaskan. oleh orang-orang jahil merupakan sasaran yang paling utama untuk dijadikan daya pikat. Yaitu. dunia jahil telah memupuk aneka macam pelanggaran seperti tersebut diatas menjadi pemandangan yang biasa. maka lebih lagi haramnya. manusia jahil telah menjadikan wanita sebagai sasaran untuk dijadikan daya pikat. Sedangkan wanita itu sendiri didudukkan oleh manusia-manusia jahil pada posisi yang enak. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan satu jalan yang buruk. dan itu jelas bertentangan dengan Islam. Wanita shalihah sangat terpuji Islam memberikan imbalan pahala sesuai dengan kadar kepayahan atau usaha manusia. bahkan membolehkan perzinaan itu sendiri lebih dihormati. Itulah pengertiannya. Maka mengadakan sarana untuk dekat dengan zina atau yang jurusannya mendekati zina berarti haram pula. Bukan sulit karena secara naluriah. Karena hal itu sudah merupakan sarana atau penghantar. Mendekati zina itu jelas telah dilarang dengan tegas oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala. Memerankan wanita sebagai daya pikat itu sendiri sudah merupakan pelanggaran sebagaimana diuraikan di atas. Memajang wanita-wanita dalam aneka pergaulan hidup yang dimaksudkan untuk menarik konsumen ataupun pelanggan atau penonton itu sudah termasuk sarana mendekatkan ke arah zina. Lebih dari itu. yang menggiurkan. baik dari dalam nafsu wanita itu sendiri maupun faktor dari luar. Jadi. Inilah yang di dalam ilmu ushul fiqh disebut Qiyas Aulawi”. Ini telah mencakup larangan segala hal yang menghantarkan kepada perbuatan zina. tidak boleh mendekati zina. Padahal.” imbalan itu sesuai dengan perbuatan. bila mau melanggar aturan Islam. serta wanita itu sendiri dalam berupaya menjadi wanita shalihah adalah perkara yang besar. Dengan demikian. Islam menempatkan wanita shalihah dalam kedudukan yang terpuji itu bisa difahami pula bahwa untuk membina wanita agar jadi shalihah.” (Al-Israa’: 32). lebih terlarang lagi adalah zinanya itu sendiri. Wanita dari zaman ke zaman. sekaligus melanggar aturan Allah.

. Yaitu wanita yang menuruti aturan agama suci dengan patuh. (Hadits Riwayat Muslim dan An-Nasa’i). dan AlBazzar dari Sa'ad bin Abi Waqash) Nah. Tapi sebaliknya. kejadian manusia itu sendiri adalah bentuk yang paling baik. Kemudian Kami kembalikannya jadi serendah-rendahnya yang rendah (masuk neraka).. 6). )رواه أحمد والطبراني والبزار عن سعد بن‬ ُ ْ ّ ُ ْ َ َ . Jadi wanita merupakan unsur yang paling extrim. akan dikembalikan menjadi sesuatu yang paling rendah di antara yang rendah. dan kendaraan yang jelek. wanita disebut hiasan yang paling menyenangkan berarti di balik itu ada yang bahkan paling tidak menyenangkan.jahil." (QS. At-Thabrani. sebagai andalan. dan kendaraan yang baik. Di dalam ayat itu dinyatakan. ومن شقاوة اب ْن آ َدَم ال ْمرأ َةُ السوءُ و ال‬ ُ‫ّ ْ َ مسك َن السوء‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ْ ّ ْ َ ِ ‫وال ْمرك َب السوء. wanita/ isteri yang jahat adalah unsur penderitaan. yang mencakup segi kehidupan demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Hasil perbandingan itu diperkuat atau punya alasan Hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam : ‫من سعادَة اب ْن آدَم ث َل َث ومن شقاوة اب ْن آدَم ث َل َث َة." (Hadits shahih riwayat Ahmad. Terhadap wanita shalihah itu. Attien: “. tempat tinggal yang baik. Di antara unsur kebahagiaan manusia yaitu. Dari sini bisa difahami betapa terpujinya wanita yang baik yang istilahnya wanita shalihah. Wanita diucapkan dalam deretan yang pertama dari tiga unsur kebahagiaan maupun kesengsaraan. wanita yang bukan shalihah itu adalah paling menyebalkan. wanita/ isteri yang shalihah adalah unsur kebahagiaan. memang betul demikian adanya. ternyata disebutkan.(‫النسائي‬ “Dunia ini adalah perhiasan yang menyenangkan hati. Dan sebaik-baik perhiasan yang menyenangkan itu adalah wanita yang shalihah/ baik. ada pula pujian simpati dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ ‫الدّن ْيا متاع وخي ْر متاعها ال ْمرأ َةُ الصال ِحة. Bila kita perbandingkan. Seperti firman Allah dalam Surat. Di sini jelas. )رواه مسلم و‬ ُ َ ّ َ ِ َ َ ُ َ َ ٌ َ َ َ ْ َ . manusia dibuat dalam bentuk yang paling baik. betapa tingginya nilai wanita shalihah itu. kecuali yang beriman dan berbuat baik. Dia paling baik di antara hal yang mesti disenangi manusia.(‫أبي وقص‬ "Di antara (unsur) kebahagiaan anak Adam (manusia) adalah tiga hal. tapi sebaliknya. Berarti sudah merupakan puncak yang tiada saingannya lagi. Dalam Hadits itu ternyata wanita atau isteri disebut sebagai unsur pertama dalam hal kebahagiaan maupun kesengsaraan. Ya. yang otomatis mampu menjalani sikap dan perilaku tanpa melanggar ajaran Ilahi. tempat tinggal yang jelek. Kalau diperbandingkan. 5. من‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ِ ٌ ِ ِ َ ‫سعادة ابن آدم ال ْمرأ‬ ‫َ ْ ةُ الصال ِحة وال ْمسك َن الصال ِح وال ْمرك َب‬ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ْ َ َ ُ ّ ْ ‫الصال ِح. dalam hadits itu dijelaskan. At-Tien: 4. Berarti sejalan pula dengan pernyataan perbandingan tadi. Dan di antara (unsur) sengsaranya ibnu Adam ada tiga (juga).. Dan di antara (unsur) penderitaan manusia adalah: wanita / isteri yang buruk (tidak shalihah). Di balik bentuknya yang paling baik. wanita/ isteri yang shalihah/ baik. Bahwa wanita shalihah itu paling menyenangkan. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih maka mereka akan memperoleh pahala yang tak putus-putusnya.Sungguh Kami telah menjadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk.

Apabila dia (lk) menyuruhnya maka ditaati. Mudah-mudahan hal ini bisa kita laksanakan. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. (QS Al-Hujuraat/ 49: 13). Jelas sekali pujian Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap derajat wanita yang shalihah. Sedang yang menilai derajat tingginya itu ternyata adalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lewat Hadits tersebut di atas. Apabila dia (lk) melihatnya. Apabila ia memberi bagian padanya maka dia menerimanya dengan baik. keluarga kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan anjuran beliau. Mungkin bisa kita mulai dari sekarang. sampai memuji dan menyebutkan fungsi kedudukan wanita shalihah lagi menyenangkan. yang memuji wanita shalihah: َ ْ ‫ما است َفادَ ال ْمؤمن ب َعدَ ت َقوى الله عز وجل خي ْرا ل َه من زوجة‬ ٍ َ ْ َ ْ ِ ُ ْ ُ ِ ْ ُ َ ً َ ّ َ َ ّ َ ِ َ ْ َ ‫صال ِحة، إن أ َمرها أ َطاعت ْه وإن ن َظَر إل َيها سرت ْه وإن أ‬ َ ْ‫َ ّ ُ َ ِ ْ ق‬ ‫سم‬ َ َ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫إ ِل َي ْها أ َب َرت ْه وإ ِن غاب عن ْها ن َصحت ْه في ن َفسها ومال ِه. Berarti dijadikan pendamping paling baik bagi para muttaqin. maka isteri itu menggembirakan nya. seharusnya kita berlomba membina wanita. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . sebab dijadikan pendamping orang yang bertaqwa alias yang paling mulia di sisi Allah. sebagai penganut ajaran suci dari Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.Wanita shalihah dan suami taqwa Nabi n membela dan mengangkat martabat wanita. Jadi. Sedang derajat taqwa itu adalah derajat paling tinggi di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya yang paling mulia dari kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa". Sampai didudukkan sebagai hal yang paling menguntung-kan bagi orang yang taqwa." (Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah berderajat hasan/ baik). )رواه ابن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ . dengan disebut sebagai unsur yang paling memberikan keuntungan.(‫ماجة عن أبي أمامة، حسن‬ "Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla yang lebih baik baginya dibanding mempunyai isteri yang shalihah/ baik. Maka. yaitu wanita shalihah. apa yang disabdakan itu pasti betul. baik itu isteri kita. Mari kita berlomba membentuk wanita shalihah dalam keluarga dan masyarakat Islam. Dan apabila ia tidak ada di rumah maka isteri yang shalihah itu tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Hal itu bisa disimak pandangan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . posisi wanita shalihah itu memang benar-benar terpuji dan mulia. Kita percaya. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ ً َ ُ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ . Amien.

ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عباد الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. dari kalangan intelektual maupun dari kalangan awam‬‬ ‫‪Betapa tidak. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. pembicaraan tentang wanita adalah termasuk pembicaraan yang telah‬‬ ‫. أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫!‪Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia‬‬ ‫!‪Kaum muslimin para hamba Allah yang dirahmati Allah‬‬ ‫‪Pada masa modern ini.‪menyita banyak waktu semua orang. kaum wanita dengan kelemahlembutannya dapat melakukan hal-hal spektakuler‬‬ .‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫23‬ ‫‪Selamatkanlah Kaum Wanita‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون.

sementara pada bangsa yang lain mereka manjadi makhluq yang terhina dan dianggap aib bahkan dikubur hidup-hidup. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “bila engkau ingin melihat bagaimana kejahilan bangsa Arab terdahulu maka bacalah firman Allah Ta’ala: “Sungguh merugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa ilmu. Dengan demikian Islam telah meletakkan dasar dan pondasi yang begitu kokoh untuk membangun pribadi wanita yang baru berdasarkan wahyu dari Dzat yang telah menciptakannya. Itulah kondisi kaum wanita di masa jahiliyah. dan tidak lama kemudian ia akan dikubur hidup-hidup dalam kubangan tanah yang digali oleh ayahnya sendiri. Siapapun yang mencoba mempelajari kondisi kaum wanita sebelum Islam maka ia temukan hanyalah sekumpulan fakta yang tidak menggembirakan. Inilah gambaran umat yang dilahirkan oleh berhalaisme dan dididik oleh para tukang sihir dan peramal. Sementara di belahan bumi lain. diperbudak oleh kaum pria. Allah menceritakan sisi yang berlawanan dari itu: “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya.” (Al-Baqarah: 228). Lalu bergaunglah firmanNya: “Dan para wanita itu mempunyai hak dan keseimbangan dengan kewajiban mereka secara ma’ruf. . Hari kelahirannya adalah hari di mana semua wajah menjadi kecewa.yang dapat mengguncangkan dunia. Di suatu bangsa ia melihat kaum wanita menjadi penguasa tertinggi. hingga akhirnya terbitlah fajar Islam lalu terdengarlah di penjuru dunia untuk pertama kalinya: ”Dan para laki-laki beriman dan wanita yang beriman itu adalah wali (penolong) antara sebagian mereka kepada sebagaian yang lain. ibarat barang yang terhina dalam keluarga dan masyarakat. Allah berfirman tentang ratu Saba’: “Sesungguhnya aku (burung hud-hud) mendapati seorang ratu yang menguasai mereka dan ia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar” (An-Naml: 23). karena dosa apakah ia dibunuh. Dan pemuliaan Islam terhadap wanita tidak cukup sampai di sini.” (At-Taubah: 17). bahkan antara satu suku dengan suku yang lain.” (Al-An’am: 140) Fahamlah kita bagaimana kejahiliyahan menenggelamkan masyarakat Arab saat itu ke dalam pojok-pojok kegelapan peradaban. Untuk mengetahui bagaimana semestinya posisi kaum wanita yang tepat maka kita perlu mengetahui bagaimana posisi kaum wanita di kalangan generasi terdahulu sebelum datangnya Islam. Dengan kelemahlembutannya itu ia dapat melahirkan tokohtokoh besar yang dapat membangun dunia. Inilah akibat dari jauhnya akal masyarakat dari cahaya wahyu. Ia akan terheran-heran menyaksikan kondisi kaum wanita yang sangat berbeda antara suatu bangsa dengan bangsa yang lain.” (At-Takwir: 8-9). Namun dengan kelemah-lembutannya pulalah ia dapat menjadi penghancur dunia yang paling potensial. Islam bahkan telah menjadikan ibu sebagai orang yang lebih dihormati daripada seorang ayah.

.‫َ َ باك‬ ْ َ ّ ْ َ ّ . dan menghindari percampurbauran dengan kaum pria. yang semuanya itu menjadikannya ibarat sebuah permata bernilai tinggi di kedalaman lautan yang tidak di jamah kecuali orang yang berhak untuk itu. .” (HR. Siapapun di dunia ini yang memiliki akal sehat akan dapat melihat permusuhan yang amat nyata dari kaum Yahudi dan Nashrani khususnya kepada umat Islam. yaitu ide melakukan perombakan terhadap fiqh Islam yang katanya hanya berpihak pada kaum pria. permusuhan itu tetap membara.Dan hingga kinipun. oleh karena itu Islam mencegahnya dan menggantinya dengan mensyariatkan pernikahan. mereka juga mendorong para wanita muslimah untuk keluar dari rumah-rumah yang telah melindungi mereka dengan alasan persamaan hak dan derajat antara pria dan wanita. atau sebagai penghalang yang merintangi berkembangnya dunia ketiga. Islam memandang bahwa percampurbauran antara pria dan wanita (ikhthilath) sebagai sebuah bahaya yang sangat nyata. Seiring dengan itu. sebaliknya bila mereka menyia-nyiakannya maka mereka akan sesat dan binasa. Al-Bukhari dan Muslim) Kaum muslimin yang berbahagia! Islam telah meletakkan jalinan yang kuat dan kokoh untuk menjaga kaum wanita.” kemudian ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa ? beliau menjawab: “Ibumu” kemudian ia bertanya lagi “lalu kepada siapa ?” barulah beliau berkata: “ayahmu. Hadirin yang berbahagia! Ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam telah mengetahui bagaimana nilai hijab syar’i dalam melindungi seorang muslimah. Dan yang masih saja hangat sampai hari ini adalah sebuah ide sekuler yang berhasil ditanamkan oleh musuh-musuh Islam kedalam otak sebagian kaum muslimin. tetap berdiam di rumah. Jalinan itu adalah sifat “Al-Hasymah” (bersikap malu) dan “AlAfaf” (menjaga kesucian) yang kemudian memberikan konsekwensi agar seorang wanita mengenakan hijab syar’i. dalam menjaga kesucian dan kemuliaannya. Semuanya dapat melihat dengan jelas bagaimana mereka selalu menjadikan wanita muslimah sebagai sasaran mereka. Oleh karena itu. Bukankah kaum Yahudi telah memancangkan permusuhannya terhadap hijab sejak mereka mengatur siasat untuk merobek hijab seorang muslimah dan menampakkan auratnya di pasar Bani Qainuqa’??!. hal ini. kalian mencintai mereka padahal mereka sama sekali tidak mencintai kalian.َ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ٌ ُ َ َ َ ‫قال رجل: يا رسول الله من أ َب ُر؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟‬ ْ َ ّ ْ َ ِ ّ َ ‫قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ‬ َ َ َ َ َ ّ َ َ َ َ َ ّ َ َ . Bila mereka berpegang padanya mereka akan selamat. sebab mereka mengetahui bahwa rusaknya kaum wanita pertanda rusaknya tatanan masyarakat.” (Ali-Imran:119) Para hamba Allah yang saya cintai!. Suatu waktu mereka menyebutnya sebagai sebuah kedzaliman dan kejahatan atas wanita. kita dapat melihat bagaimana mereka memerangi hijab muslimah tanpa ampun.(‫)رواه البخاري ومسلم‬ Seorang pria bertanya: “Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku berbakti?” Beliau menjawab: ”Ibumu” Ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa?” beliau menjawab: “Ibumu. karena kebencian yang terpendam dalam hati-hati mereka. “Beginilah kalian. Sekali-kali tidak. sehingga lahirlah ide “Fiqh Perempuan” Semua itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam bukan karena mereka kasihan dan ingin menolong wanita muslimah atau karena cinta kepada kaum muslimin. atau dikali lain mereka menyebutnya sebagai budaya Arab saja. mereka juga faham perintah untuk “tinggal di rumah saja” memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menjaga wanita muslimah.

. Dan balasan untuk mereka pun begitu menakutkan. Nasehat kami kepada Anda adalah bahwa kunci perbaikan itu ada di tangan Anda semua. Dan kebaikan Anda juga berarti kebaikan bagi ummat ini. renungkanlah Melalui mimbar Jum’at ini pula.‫َ َ َ ي َجدْن ري ْحها‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ُ َ “Dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang yang melenggak lenggok. melalui mimbar Jum’at yang mulia ini kami menyerukan kepada para penanggung jawab kaum wanita.” (Al-Ahzab: 33). dan tegakkanlah shalat. Kaum muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Oleh karenanya. Angin kencang ini ditiupkan melalui lembaran-lembaran surat kabar dan majalah. Jika Anda ingin. tetapi di dalam sifat ‘iffah mereka yang telah hilang. Sesungguhnya istri-istri kita. Kaum muslimin yang dirahmati Allah!. saudari-saudari kita. dan taatilah Allah beserta RasulNya. Karena bagi mereka yang penting dari diri anda hanyalah kenikmatan dan kelezatan sesaat. Anda dapat memperbaiki diri sendiri. Bagaimana anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup dimasa itu akan mendapatkan Surga Allah. melalui roman-roman percintaan. entah berapa banyak dari kaum muslimin yang menyerahkan diri mereka kepada tipu-daya mereka. mereka itu tidak akan masuk Surga dan tidak mendapatkan baunya. Entah berapa banyak dari kaum muslimin yang turut serta membantu mereka memerangi hijab syar’i ini.” (HR. kedalam kehormatan mereka yang tercabik-cabik.ا َل ْموؤودَةُ في ال ْجن ّة‬ ِ ِ َ ْ ُ ْ َ “Anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu di Surga. dan putri-putri kita adalah bunga-bunga yang menghiasi taman kehidupan kita. melalui siaransiaran televisi dan radio atau media-media informasi lainnya . Mereka telah mendorong kaum wanita mengubur sendiri dirinya hidup-hidup.Namun sangat disayangkan. para bapak. yang mendorong mereka untuk bercampur baur dengan kaum pria dan membisiki mereka agar membuang rasa malu mereka untuk bercampur-baur dengan kaum. “Dan tinggallah kalian (para wanita) di dalam rumah-rumah kalian. Mereka adalah belahan hati kita semua. Mereka inilah para korban “brain washing” yang dilancarkan oleh kaum kafir dalam berbagai aspek kehidupan. para wanita itulah yang mengubur dirinya sendiri hingga hilang rasa malu. kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk onta.” Namun di zaman ini. Namun hampir-hampir saja kita tidak lagi dapat merasakan keindahan bunga itu karena ada sebuah tiupan angin kencang yang sebentar lagi akan merenggutnya. kami mengingatkan para pemudi Islam agar mereka tidak mendengarkan tipuan-tipuan musuh-musuh anda yang selalu menampakkan indahnya hidup bercampur baur dengan kaum pria atas nama kebebasan. Apakah anda sekalian mengetahui angin kencang apakah itu?. tuanaikanlah zakat.Ia adalah angin westernisasi yang mengajak mereka melepaskan hijabnya. Muslim). kemajuan dan kemoderenan. dan kedalam kesucian mereka yang telah ternoda! lalu apakah gunanya hidup mereka setelah itu? Mereka telah melakukan perbuatan yang lebih keji dari apa yang pernah terjadi di masa Jahiliyah dulu. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda tentang wanita yang seperti ini: ‫ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت مائ ِل َت رؤوسهن ك َأ َسن ِمة‬ ِ َ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ َ َ ّ ُ ُ ْ ُ ُ ٌ َ ٌ َ ‫ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ . para suami dan para saudara. disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫.bukan di dalam tanah. dan janganlah kalian berhias seperti berhiasnya kaum jahiliyah pertama.

‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ث ُم اعل َموا ِ فإن الله أ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‫‪Akhirnya. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‪kekuatan dan kejayaan ummat seperti sedia kala . أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. Amin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Semoga bagi kita sekalian dianugrahkan taufiq dan inayah untuk membangun‬‬ ‫. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. semoga wasiat ini dapat bermanfa’at dalam proses perbaikan terhadap ummat yang‬‬ ‫‪kian terpuruk ini. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫33‬ .

Dan akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. jangan sampai kita hanya duduk-duduk santai saja menanti perjalanan waktu.‫َ ن ْت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ِ ِ ّ َ ‫يآ أ َي ّها الناس ات ّقوا ْ رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ‫ِ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها زوجها‬ ّ ِ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ‫وب َث من ْهما رجال ك َث ِي ْرا ون ِساء، وات ّقوا الله ال ّذي ت َساء‬ ُ َ َ َ َ ً ً َ ِ َ ُ ِ ّ َ . يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُنو ب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ ‫َ َ َ ُ ه‬ ُ ْ ْ ْ ُ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ . Semoga rasa syukur yang kita panjatkan ini.‫الدّي ْن‬ ِ Saudara-saudara seiman rahimakumullah. namun hanya berada di genggaman tangannya saja. Ikhwani fiddin rahimakumullah. sebagai batu loncatan untuk mencapai nikmat Jannah yang langgeng.‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يآ أ َيها ال ّذين آ َمنو ات ّقوا الله حق ت ُقا ت ِه ول َ ت َمو ت ُن إل ّ وأ‬ َ ّ َ َ ُ . Sebab itulah modal yang hakiki untuk menyongsong kehidupan abadi. apalagi tertipu oleh ilusi dunia.‫فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ َ َ ‫أ َمابعد: فإن أ‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ْ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله. agar hari-hari kita nanti bahagia. agar mengakar kuat dan kokoh di lubuk hati yang paling dalam. sehingga tumbuhlah tanaman-tanaman yang menakjubkan para petani. Yaitu seperti tanaman yang tersiram hujan setelah kemarau panjang. seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani.‫وك ُل ضل َل َة فى النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫ِ َ ِ لى ي َوم‬ .Menjaga Diri Dan Keluarga dari Api Neraka Oleh: Agus Hasan Bashori Lc ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ . Tidak meletakkan dunia dan gemerlapannya di lubuk hatinya. Seorang muslim seyogyanya menjadikan kampung akhirat sebagai target utama yang harus diraih. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Ketahuilah. Marilah kita selalu mengulangi ucapan rasa syukur kepada Allah karena nikmat-nikmat-Nya yang telah tercurahkan kepada kita semua sehingga kesehatan jasmani dan rohani masih menghiasi kita. bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ات ّقوا ْ الله وقولوا ْ قول‬ َ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ ْ َ ‫سديدا. perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. (Ibrahim: 7) Kami peringatkan juga para jamaah dan diri ini agar senantiasa menjaga ketaqwaan. Jadi. sesungguhnya siksaanKu itu sangat pedih”. seperti ketakjuban orang kafir terhadap dunia.‫َ لون ب ِه والرحام‬ ِ َ َ ِ َ ِ َ ْ ُ ُ َ َ ً ‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Jika kalian bersyukur.(Al-Hadid: 20) Ibnu Katsir berkata (dengan ringkas): “Allah Subhannahu wa Ta'ala membuat permisalan dunia sebagai keindahan yang fana dan nikmat yang akan sirna. maka akan Kami tambahkan bagimu dan jika kamu mengingkarinya.‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ َ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ْ َ ِ َ ِ . وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ُ ّ َ ٌ َ ّ َ َ ‫عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور مخدَثا ت ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ . menjadi kunci lebih terbukanya pintu-pintu karunia-Nya. namun tidak lama kemudian tanaman- . Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.

jika tidak ada sedikitpun iman dalam dada mereka. agar dia selamat dunia dan akhirat. Selain itu. penjaganya malaikat yang kasar. Topik utama kita kali ini menekankan pentingnya pendidikan anak yang termasuk salah satu unsur keluarga. Memilihkan pendidikan anak yang kondusif untuk perkembangan iman dan otaknya. Tidak boleh disia-siakan dan di sepelekan. kami kutip firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Setiap kulit mereka hangus. lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. budak perempuan dan budak laki-lakinya tentang perintah dan larangan Allah”. Kewajiban orang tua merawatnya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus. Untuk menegaskan tentang kedahsyatan siksa neraka. dan selamat dari api neraka.tanaman tersebut menguning. dan At-Tirmidzi. Muslim. hanya ada dua pilihan: tempat yang penuh dengan adzab pedih dan hunian yang sarat ampunan dan keridhaan Allah bagi hamba-Nya. Di akhirat. Pelaksana amanah harus menjaga dengan baik kondisi titipan agar tidak rusak.!!! Sesungguhnya neraka itu terlalu dalam dasarnya untuk diukur. Anak bagi orang tua merupakan buah perkawinan yang menyenangkan. Kehinaan dan kerendahanlah yang selalu menghiasi roman muka mereka. Termasuk anak kita yang malang. Misal ini mengisyaratkan bahwa dunia akan hancur dan akhirat akan menggantikannya. yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Ayat ini diakhiri dengan penegasan tentang hakikat dunia yang akan menipu orang yang terkesan dan takjub padanya. anak yang shalih akan menjadi modal investasi bagi kedua orang tuanya. dan akhirnya kering dan hancur”. dari Ibnu Umar) Anak terlahir dalam keadaan fitrah. Kelalaian dalam hal ini. lalu Allah pun memperingatkan tentangnya dan menganjurkan untuk berbuat baik. Maka. Bukannya membiarkan anak-anak mereka begitu saja tanpa pengawasan terhadap bacaan yang mereka gemari. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab”. Sebab orang tua kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Inilah kerugian nyata dan hakiki. tiada daya dan upaya bagi mereka untuk meloloskan diri dari siksanya. keras.(Hadits shahih. mulai sekarang hendaknya para orang tua sadar terhadap kewajiban mereka untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi hamba Allah yang taat. Begitu banyak penderitaan yang harus mereka pikul. . AdhDhahak dan Muqatil berujar: “Wajib atas seorang Muslim untuk mendidik keluarganya seperti kerabat. berarti penyianyiaan terhadap amanat Allah. Riwayat Ahmad. dan akan ditanya tentang tanggungjawabnya”. Keadaan seperti ini tak akan kunjung putus. Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Ingatlah akibat yang akan menimpa kita dan keluarga kita yang tersia-siakan pendidikan agamanya! Nerakalah balasan yang pantas bagi orang-orang yang melalaikan kewajibannya. apa saja yang suka mereka saksikan dan aktivitas yang mereka gandrungi. (An-Nisaa’: 56). Alangkah besarnya kerugian mereka. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُّ َ ٍ َ ْ ُ ُّ ‫كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته‬ “Setiap kalian adalah pemimpin. Dibalik itu. anak adalah amanat yang dibebankan atas orang tua. Al-Bukhari. ketika orang tercampakkan ke dalam lubang neraka Jahanam.(At-Tahrim: 6) Ali Radhiallaahu anhu berkata dalam menafsiri ayat ini: “Didik dan ajarilah mereka”.

Di antaranya larangan memalingkan wajah ketika berkomunikasi dengan orang lain. jangan sampai gersang dari pancaran ilmu dien.Cukuplah kiranya kisah tadi sebagai suri tauladan bagi para pemimpin keluarga. Hal itu dapat terealisir dengan pendidikan yang berkesinambungan di dalam maupun di luar rumah. (HR. Demikianlah wasiat Luqman terhadap anaknya. Setelah itu amar ma’ruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai faktor penting untuk memperbaiki umat. Orang tua wajib memenuhi kebutuhan ruhani sang anak. Masalahnya. Namun ingat. model pendidikan yang ada saat ini hanya menelorkan generasi-generasi yang materialistis. Dengan penjelasan di atas. أ‬ ّ َ :‫ما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ َ َ َ ْ َ ُ Dari mimbar ini kami ingatkan kembali. Luqman 12-19). kita sudah sedikit banyak paham tentang tempat kembalinya orang yang mendurhakai Allah. yang dimuliakan Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan pencantuman perkataannya ketika mendidik keturunannya dalam Al-Qur’an. Muttafaqun ‘Alaih).‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات أ َقول قولي هذا واست َغفرا الله ا ِن ّه هو ال ْغفور الرخي ْم‬ ِ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ ،‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ َ ِ َ ‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ َ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم ت َسل ِما. Khutbah Kedua ُ . sebab ini berindikasi jelek. yaitu proses pendidikan anak kita. Secara luas itu termaktub dalam surat (QS. kebutuhan seorang anak terhadap ilmu dan pengetahuan lebih urgen (mendesak). dilanjutkan dengan kewajiban berbakti dan taat kepada orang tua selama tidak menyalahi syariat. Sedang nasehat yang terakhir berkaitan erat dengan perintah untuk merendahkan suara. Itulah Luqman. gila dunia. agar bisa sampai ke akhirat dengan selamat. Dia memakai 2 terompah dari api neraka (yang berakibat) otaknya mendidih karenanya”. penjelasan kewajiban menegakkan shalat. Al-Qur’an telah mengulas tentang sejarah seorang ayah yang mendidik anaknya untuk mengenal kebaikan. yaitu siksa yang ditimpakan atas Abu Thalib yang artinya: Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu. beserta sikap sabar dalam pelaksanaannya. Perkara ini jauh lebih penting dari sekedar pemenuhan kebutuhan jasmani karena berhubungan erat dengan keselamatannya di dunia dan akhirat. Beliau juga melarang anaknya berjalan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi sebab Allah Ta'ala tidak menyukai orangorang yang sombong. Dalam surat tersebut. Memenuhi kebutuhan sandang dan pangan yang memang penting.Dan juga sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang menunjukkan tentang siksaan neraka yang paling ringan. yang sarat dengan mutiara yang sangat agung dan berfaedah bagi buah hatinya untuk meniti jalan kehidupan yang dipenuhi duri. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Penduduk neraka yang paling ringan adzabnya adalah Abu Thalib. Karena itu kita harus menengok dan menggali metode-metode pendidikan yang dipakai Salafus . Jamaah Jum’at yang berbahagia. Wasiat berikutnya adalah berkaitan dengan penyemaian keyakinan tentang hari pembalasan. tidak berlebih-lebihan dalam berbicara. Berikutnya beliau mengalihkan perhatiannya menuju adab-adab keseharian yang tinggi. Beliau juga mengarahkan anaknya untuk berjalan dengan sedang tidak terlalu lambat ataupun terlalu cepat. tak lupa beliau singgung. marilah kita mulai dengan memberikan perhatian yang besar terhadap Tarbiyatul Aulad. yaitu cerminan sikap takabur. Luqman memulai mengajari anaknya dengan penanaman kalimat tauhid yang hakikatnya memurnikan ibadah hanya untuk Allah saja.

يا أيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا‬ ‫ْ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫عظِي ْما.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫‪Kaum muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Taqwa adalah bekal seorang hamba ketika ia menghadap kepada Sang Pencipta.‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ّ َ ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‪di akhirat‬‬ . رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ال َ‬ ‫خرة حسن َة وقنا عذاب‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫النار‬ ‫ّ ِ‬ ‫43‬ ‫‪Maksiat Penduduk Negeri‬‬ ‫‪Oleh: Syafaruddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. Untuk itulah wahai kaum Muslimin sekalian. marilah kita perbaiki‬‬ ‫‪dan satukan niat serta tekad. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ّ ْ ْ‬ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً‬ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ َ َ َ م رقي ْبا. berupa kehidupan yang baik di dunia dan Surga yang abadi kelak‬‬ ‫.‪ini‬‬ ‫َ ّ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصلون على الن ّبي يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ْ صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ت َسل ِي ْما. untuk dapat mengambil‬‬ ‫‪apa-apa yang telah dijanjikan.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا بال ِي ْمان ول َ ت َجعل في قلوب ِنا غل ّ‬ ‫ُ ُ َ ِ‬ ‫ْ َ ْ ِ‬ ‫ِ َ َ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ل ِل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنآ إ ِن ّك رءوف رحي ْم، رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل َم ت َغفر ل َ‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن، رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدي ْنا و ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ ُ َ‬ ‫رب ّيانا صغارا. bahwa kehidupannya dialam dunia telah‬‬ ‫‪dipergunakan sebaik-baiknya. untuk meraih predikat golongan mahluk Allah yang muttaqin yang‬‬ ‫‪selalu meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. bekal yang‬‬ ‫‪kelak menjadi hujah baginya di hadapan Tuhannya. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهيم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهيم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‫‪Shalih yang ternyata telah terbukti dengan membuahkan insan-insan yang cemerlang bagi umat‬‬ ‫!.‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫أ َما بعد؛ فإن أ َ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. وبارك على محمد وعلى آل محمد،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم إ ِن ّك حمدٌ مجي ْد.‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن.

kita sering dan teramat sering dikejutkan dan dibuat prihatin dengan musibah yang acap kali menimpa negeri ini. membusungkan dada dan menantang datangnya adzab. pembantaian yang telah dan terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah berapa tempat lagi yang akan terjadi di belahan negeri ini. mu’jizat nabi mulia yang menjelaskan tuntunan Allah. termasuk di dalam hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini disebabkan terha-nyut dan tenggelam bersama obat-obat setan yang terlarang. dengan disusul jatuhnya nilai rupiah yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan. Allah turunkan pula kitab-kitab-Nyabersama para utusan-utusan itu. Masih terngiang ditelinga kita peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu. homosexsual. “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa itu berada dalam Surga (taman-taman) dan (didekat) mata air-mata air yang mengalir”. padahal baru kemarin kita merasakan beratnya kemarau panjang. baik hubungan sesama mahluk. Allah turunkan Al-Qur’an untuk menyelesaikan masalah-masalah di antara mereka dan juga untuk mengingatkan mereka akan yaumul mii’aad yaitu hari pembalasan terhadap apa-apa yang telah dilakukan oleh para penghuni alam dunia. sebagaimana yang tersurat di dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 25. (Al-Hijr: 45). (Al-baqarah: 197). aturan terakhir penutup para nabi dan rasul. “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. busung lapar anak manusia negeri ini sering kita dengar meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis. Kaum muslimin rahimakumullah Akan tetapi di balik semua itu. atau seperti kaum ‘Aad yang disebabkan tidak memurnikan tauhid dan bersujud kepadaNya. (An-Nalh: 44). atau kaum Tsamud yang disebabkan tak beriman. pengangguran dan kelaparan masih saja kita rasakan. Kaum-kaum terdahulu Allah hancurkan dan luluh lantahkan disebabkan satu dua kemungkaran yang dikepalai kesyirikan. Allah kirim kepada mereka angin yang sangat panas yang memusnahkan mereka. Allah hujani mereka dengan batu. yang memakan korban manusia dan memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka. atau seperti kaum Luth yang dikarenakan perzinaan sesama jenis. apa yang kita saksikan dan alami . (Al-Baqarah: 119). Kaum muslimin rahimakumullah Allah ciptakan mahluk dan Allah sertakan bersama mereka nabi-nabi dan rasul-rasul sebagai utusan yang menerangkan dan menjelaskan konsep tatanan hidup selama berada di alam yang serba cepat dan fana ini. realita yang terjadi. atau seperti kaum Madyan yang Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan disebabkan curang dalam takaran dan timbangan serta membuat kerusakan dimuka bumi dan menghalangi orang untuk beriman. sekarang bagaiman dengan kita. banjir yang berulang kali terjadi di beberapa tempat. “Sesungguhnya kami telah pengutusmu (muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”.“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. penyakit-pernyakit aneh dan kotor mulai merebak dan meng-gerogoti penduduk negeri ini dan berbagai musibah yang telah menghadang di hadapan mata. Apakah adzab telah mengintai negeri ini. Di antara kitab-kitab yang Allah turunkan ialah Al-Qur'an. lebih-lebih hubungan mahluk dengan penciptanya. Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan dengan gempa yang mengguncang mereka. gunung di beberapa tempat sudah mulai aktif dan memuntahkan isi kandungannya. sebagai aturan main di dalam dunia. huru-hara terjadi diberbagai kota diiringi hancurnya tempat-tempat tinggal dan pusat-pusat keramaian dengan kobaran api yang melalap baik materi maupun sosok-sosok jiwa sebagai pelengkapnya. kaum Nuh yang Allah tenggelamkan dikarenakan mendustakan seorang rasul.

Abu Daud. kemana firman Allah: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”. tetapi penindasan. maksiat terjadi dimana-mana. kecurangan bukan hanya curang dalam timbangan secara zhahir. berapa banyak kita dapati media masa yang menjajakan kesyirikan. pembunuhan yang tanpa memperhitungkan nilai kemanusiaan dan agama pun terus terjadi silih berganti. sebagaimana hadis shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Bertanya para sahabat. sampai kepada sogok menyogok dan riba pun seakan suatu yang harus dilakukan. Kemana hak Allah dan RasulNya?.“Jikalau sekiranya penduduk-penduduk negeri beriman dan bertakwa. Kecurangan dalam perniagaan yang terjadi pada kaum Madyan pun terjadi sekarang.‫ِ مؤمنات‬ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ Yang artinya: “Jauhilah tujuh hal yang menghancurkan (membina-sakan)”. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32). قي ْل: يا رسول الله وما هن؟ قال‬ ِ َ ْ ُ َ ّ ُ ْ ّ ُ َ َ ِ َ ‫الشرك بالله وقت ْل الن ّفس ال ّت ِي حرم الله إل ّ بال ْحق والسحر وأ‬ ُ ُ َ َ ِ ‫ّ ْ ُ َ ك ْل‬ َ ّ َ ْ ِ ُ ْ ّ َ ّ َ ِ ِ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ ّ ‫الربا وأ َك ْل مال ال ْي َت ِي ْم ِ والت ّول ّي ي َوم الزحف وقذْف ال ْمحصنات‬ ُ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ْ ‫ال ْغافل َت ال‬ . ulama-ulama sesat menyeru umat kepada perbuatan syirik dengan membungkus sedemikian rupa untuk menipu umat. Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini?.‫من وجدْت ُموهُ ي َعمل عمل قوم ِ ل ُوط فاقت ُلوا ال ْفاعل وال ْمفعول ب ِه‬ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ْ ْ ُ “Barangsiapa di antara kalian yang menemui mereka yang melakukan perbuatan kaum Luth (homosexsual) maka bunuhlah kedua pelakunya”. pastilah Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. pergaulan lawan jenis dan perzinaan yang keluar dari norma-norma agama semakin menggila. dikota kita. tipu muslihat. Akan tetapi semua ini berlaku. Firman Allah. sihir (tenung dan santet). membunuh jiwa yang Allah haramkan. bersabda beliau: “Syirik (menyekutukan Allah). memakan (menyelewengkan) harta anak yatim. (riwayat Abu dawud dan At-Tirmidzi). Berbagai bentuk perjudian pun digelar. kecuali yang dibenarkan syari’at. dan kini mereka telah menancapkan kakikaki mereka. dan bahkan di seantero negeri kita?. padahal Rasul Shalallaahu alaihi wasalam telah memperingatkan untuk meninggalkan tujuh hal yang menghancurkan. (Al-Muthaffifin:1). َ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ :‫ا ِجت َن ِبوا السب ْع ال ْموب ِقات. apa yang terjadi ditempat kita. Dan dalam sebuah hadits shahih Rasul bersabda: ُ ْ َ ٍ ْ . ditambah lagi media-media masa visual dan non-visual ikut melengkapi ajang syaitan ini dengan dalih seni dan hak-hak manusia. menuduh wanita baik-baik berzina”. dan Imam Ahmad. yang batil dipertahankan. apa itu yang Rasulullah?.sekarang ini. Dan Rasulpun melaknat orang yang menyogok dan yang disogok. . yang hak dikatakan dan dianggap batil. lingkungan kita. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. memakan riba. (Ash-Shahihain). perbuatan syirik yang merupakan biang malapetaka dunia dan akhirat kini seolah telah menjadi sesuatu kebutuhan. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) itu. yang jelas kita semua bertanggung jawab. “Dan janganlah kamu mendekati zina. kita sebagai umara’. Kaum Muslimin Segala sesuatunya kini telah terbalik. dan tidak malu-malu di hadapan yang hak. ulama maupun pribadi-pribadi muslim. Ibnu Majah. padahal Allah dan RasulNya telah jelas-jelas mengharamkan hal tersebut. lari dari pertempuran (karena takut). (Al-A’raf: 96).

Kaum Muslimin jamaah shalat Jum’at yang mulia. . Kenapa hal itu bisa terjadi. Lemahnya kepercayaan orang akan apa yang menjadi ajaran Islam. . Apakah keadaan dan kenyataan yang menimpa kita selama ini tidak menjadikan kita berfikir dan berbenah diri untuk hidup yang akan datang. 1. Bahwa tarbiyah haruslah menyangkut pengarahan umum yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. oleh karena itu ada baiknya kita menilik kembali perkataan Syaikh Ali Hasan Al-Atsari bahwa tidak ada jalan lain dalam mengembalikan umat dan memperbaiki umat ini kecuali dengan tashfiyah dan tarbiyah sebagaimana yang disebutkan di dalam kitabnya “At-Tashfiah wat Tarbiyah”. Menitik beratkan pada kebangkitan aqidah tauhid dan pembersihan dari segala bentuk bid’ah dan penyelewengan-penyelewengannya. Syaikh Ali Hasan Al-Atsari melanjutkan dalam kitabnya bahwa ada tiga hal pokok yang mendasar dalam mengatur sistem tarbiyah (pembinaan) yang merupakan rangkaian dari tashfiyah. “Bahwa kondisi yang buruk yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah akibat terlalu jauhnya mereka dari kitab Allah dan sunnah RasulNya “. norma-norma. ketika umat semakin jauh dari ajarannya semakin gencar pula azab yang akan diterima dan ditimpahkan. 2. tetapi bahkan di akhirat.‫َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ِ ّ ُ َ ْ ُ َ ِ َ ِ َ ِ ‫أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah: Pada khutbah kedua ini. Dengan praktek-praktek yang diterapkan para salafus shalih dan ulama-ulama rabbani yang mengakar pemahamannya terhadap Al-Qur’an dan As-Sunah. Barometer semua pembinaan adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. tradisi. 1. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . “Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur”. Islam adalah satu-satunya ajaran yang menjamin ketenteraman dan kesejahteraan hidup. Kaum Muslimin rahimakumullah Yang terakhir. 101). Kaum Muslimin Untuk menyelamatkan negeri dan umat ini tidak lain adalah kita kembali memurnikan dan menegakkan ajaran Allah pencipta kita. politik. Tercampurnya ajaran yang bukan dari Islam dengan ajaran Islam. adat-adat. kehidupan abadi yang menentukan sengsara atau bahagia. 3. sosial dan seterusnya (At-Tashfiah wat Tarbiyah hal. (Al-A’raf: 97). kegiatan kantor. 3. tidak saja di dunia.‫أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله لي و ل َك ُم إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ْ َ ُ ُ ُ ِ ّ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. 2. sebab ajaran ini adalah ajaran dari Dzat yang maha memberikan jaminan bagi kebutuhan insan. Tidak adanya pengamalan (penerapan) terhadap hukum-hukum Islam. seperti keyakinan. Syaikh Abdurrahman Ibnu Yahya Al-Muallimi AlYamani tokoh ulama salaf abad XIV H yang dinukil dalam buku At-Tashfiah wat Tarbiyah hal 19-20 bahwa hal itu terpulang pada tiga persoalan.

‪Allah Subhannahu wa Ta'ala Maha Pencipta.)99 :‪merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi”..‬ ‫ُ‬ ‫53‬ ‫‪Taqwa Kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫‪Oleh: M.‪beribadah hanya kepada Allah semata‬‬ . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. يا أ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن‬ ‫ْ َ َ ِ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. Maha Kuasa‬‬ ‫.‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ َِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. (Al-A’raf‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ َ ْ ً َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Maha Penyayang. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. Maha Pengasih. binatang dan makhluk lainnya‬‬ ‫‪Oleh sebab itu Allahlah satu-satunya sembahan yang benar yang harus diibadahi oleh‬‬ ‫‪hambaNya.‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ٍ ِ ْ‬ ‫ّ ِ‬ ‫‪Hadirin .‫‪“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidaklah‬‬ ‫. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ م وي َغفر‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفْ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫س واحدَة‬ ‫ّ‬ ‫ٍ َ ِ ٍ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ّ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون به وا ْل َرحام إن الله كان عل َيك ُم رقيبا.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقُ‬ ‫ربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون. Ikhsan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. رب ّنا اغفر ل َنا‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا. Manusia diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala tidak lain agar manusia itu‬‬ ‫. Maha Pemberi rizqi bagi setiap manusia. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah‬‬ ‫.. رب ّنا ظَل َمنا أن ْفسنا‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.‪Maha Pengatur semesta.

lahir dan batin dengan hati yang khudlu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala. bahwa TAQWA itu adalah kepekaan batin. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”. mereka ingat akan Allah. ia segera ingat kepada Allah. Ubai bertanya lagi: “Apa yang anda lakukan saat itu?”. Ciri-ciri orang yang bertaqwa ini. rasa khauf kepada Allah terus menerus. Dari riwayat ini bisa kita ambil ibrahnya. 4. 3. lalu bertaubat dan beristighfar. jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah Di antara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah: 1. 5. yang kecil maupun yang besar. baik di waktu lapang maupun sempit. maka berkatalah Ubai kepada Umar: “Pernahkah engkau melewati jalan yang penuh duri?” “Ya. kelembutan perasaan. Tetapi manfaat ibadah itu justru untuk kepentingan mereka yang beribadah itu sendiri dalam membentuk pribadinya menjadi orang yang bertaqwa.. mereka terus mencari hakikatnya. Pernah”. Bertanya kepada Ubai Ibnu Ka’ab Radhiallaahu anhu. jama'ah Jum'ah yang dimuliakan Allah Para sahabat dan salafus shalih yang memahami betul tuntunan Al-Qur’an dan mengikuti jejak sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Selalu memaafkan orang lain yang telah membuat salah kepadanya (tidak pendendam). Gemar menginfaqkan harta bendanya di jalan Allah. Al-Baqarah: 21) Hadirin .. Serta ia juga berusaha keras sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala. Hadirin .. Tidak meneruskan perbuatan keji itu lagi. (yaitu) orang-orang yang menginfaqkan (hartanya). baik dalam waktu sempit maupun lapang. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan . juga menghindari perbuatan syirik sejauh-jauhnya. 2. tentang TAQWA ini. hingga ia selalu waspada dan hati-hati agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat di jalanan. Ia menghindari perbuatan syirik sejauhjauhnya. juga menghindari semua maksiat dan dosa. Jawab Umar.Artinya: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manu-sia melainkan supaya mereka menyembahKu”. bisa kita lihat pada firman Allah: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. memohon ampun kepadaNya atas dosa yang telah dilakukan. sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. (QS. mereka mempunyai perhatian yang besar terhadap TAQWA ini. Tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau mendzalimi diri sendiri. Mampu menahan diri dari sifat marah. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa: Umar Ibnul Khathab Radhiallaahu anhu. Umar menjawab: “Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. agar kamu bertaqwa”. saling bertanya satu sama lain. Artinya: “Hai manusia. serta mereka berusaha keras untuk mencapai derajat TAQWA ini. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. dengan kesadaran dan sepengetahuan dirinya..

Berkatalah Habil (kepada saudaranya Qobil): “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang taqwa”. mereka kekal di dalamnya. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS. hingga merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan betapa tinggi derajat TAQWA. hingga manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara mereka. Serta Allah akan memasukkan ke dalam Surga. (QS. jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah Betapa pentingnya nilai TAQWA. Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah). Al-Anfal: 29) 2. Serta kesalahankesalahannya dihapus dan dosa-dosanya diampuni. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن من ك ُل ذَن ْب. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridloan Allah. Al-Maidah: 27) 4. At-Thalaq: 2-3) Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Hadirin . yaitu kemampuan uantuk membedakan antara yang hak dan yang batil. (QS. mudah peng-hisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan..‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر. pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. kekal di dalamnya serta hidup dalam keridloanNya. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ِ َ ُ ُ ِ َ ِ َ ‫قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون ع‬ َ َ ُ ْ َ َ ‫َ ْ َ َلى‬ ِ َ ّ ُ َ َ َ ِ ِ . sedang mereka mengetahui. diberi rizki tanpa diduga dan dimudahkan semua urusannya. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ . Ia akan memperoleh jalan keluar dari segala macam problema yang dihadapinya. Ia akan memperoleh Al-Furqon. At-Thalaq: 4) 3. Amalan-amalan baiknya diterima oleh Allah hingga menjadi berat timbangannya di hari kiamat kelak. (QS.. Ali Imran: 15) Jadi dengan TAQWA kepada Allah kemuliaan hidup dapat dicapai. hasil yang akan diperoleh dan nikmat yang akan diraih oleh orang yang bertaqwa di antaranya adalah: 1. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. أ َشهد‬ ُ َ ْ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ّ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ . halal dan haram. kebaikan dunia dapat diperoleh dan kebaikan akhirat dengan segala kenikmatannya dapat dirasakan. (QS.siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Dan banyak sekali buah yang akan dipetik. antara yang sunnah dengan bid’ah. Hai orang-orang yang beriman. jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu.

‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمؤمن ِين وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما.‪Para hadirin yang berbahagia‬‬ ‫‪Pada hakekatnya tak ada penyejuk yang benar-benar menyegarkan. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ َ‬ ‫آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ‫ٍ ِ‬ ‫َ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ْ ِ قيامة. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ِ َ َ َ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ‬ ‫قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ُ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون.‪mujarab selain taqwa kepada Allah‬‬ .‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫. dan tak ada obat yang paling‬‬ ‫.‫الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. الل ّهم إنا ن َسأ َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ ْ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ْ ل ُك‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ ّ ِّ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ال ْهدى والت ّقى وال ْعفاف وال ْغنى.‬ ‫ُ‬ ‫63‬ ‫‪Dengan Takwa Kita Gapai Masadepan Yang Gemilang Serta‬‬ ‫‪Kehidupan Yang Hakiki‬‬ ‫‪Oleh: Agus Salim Khan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُ‬ ‫ِ ْ ُ وب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ ّ‬ ‫وهب ل َنا ٍمن ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب.

Lebih lanjut ia mengatakan. Lalu Nabi bersabda: ‫أ َوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله والسمع والطاعة، وإ ِن كان عب ْدا حب َشيا، فإ ِن ّه‬ ِ ْ ّ ِ َ ً َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ُ َ ْ َ ِ ْ ّ َ ِ َ ْ ُ ‫من ي َعش من ْك ُم فسي َرى اخت ِل َفا ك َث ِي ْرا، فعل َي ْك‬ َ ً َ ْ ‫َ م ب ِسن ّت ِي وسن ّة‬ ْ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ُ ْ ً َ َ ُ ‫ال ْخل َفاء الراشدي ْن ال ْمهدي ّي ْن، عضوا عل َي ْها بالن ّواجذ، وإ ِياك‬ ‫َ ِ ِ َ ّ م‬ ِ َ ُ ِ ْ َ َ َ ِ ِ ّ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ُ ‫ومحدَثات ا ْل‬ ّ . Ibnu Rajab berkata. Ahmad IV:126-127. Dan berwaspadalah kamu terhadap perkara yang diada-adakan (bid’ah) karena setiap bid’ah itu sesat”. 4583. “Ya Rasulullah. Saudara-saudara yang berbahagia. maka dia akan menyaksikan banyak perbedaan pendapat.‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ ُ Artinya: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. dan ini merupakan perkara yang besar yang mesti ditakuti oleh setiap hamba. (HR. sepertinya ini nasihat terakhir oleh karena itu nasihatilah kami”. Tentang sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. dan Tarmidzi berkata. Para hadirin yang berbahagia Bila kata taqwa disandarkan kepada Allah maka artinya takutlah kepada kemurkaanNya. Ibnu Majah. bukan hanya pada umat Nabi Muhammad. 43. 2676. “Takut kepada Allah. dan shahih menurut Syaikh Al-Albani). hal ini dapat terwujud dengan melaksanakan apa yang di perintahkan-Nya dan menjauhi apa yang di larang-Nya. ridha dengan ketentuanNya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat nanti. karena taqwa jualah seseorang akan mewarisi Surga Allah Subhannahu wa Ta'ala. Pernah suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berwasiat mengenai taqwa. Namun semuanya bermuara kepada satu pengertian yaitu seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari adzabNya. karena engkau takut (kepada Dzat yang engkau takuti)”. kemudian memberi nasihat dengan nasihat yang baik yang dapat meneteskan air mata serta menggetarkan hati yang mendengarnya. Lalu berkatalah salah seorang sahabat. yang mendatangkan keberkahan hidup. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (peganglah sunnah ini erat-erat). tersebut di atas. peringatan-peringatan. melainkan Dia mewasiatkan kepada umat-umat terdahulu juga. didikan serta ajaran dalam satu wasiat yaitu Taqwa. Oleh karena itu hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk. Allah Subhannahu wa Ta'ala menghimpun seluruh nasihat dan dalil-dalil.Hanya taqwa kepadaNyalah satu-satunya jalan keluar dari berbagai problem kehidupan. dan dari sini kita bisa melihat bahwa taqwa merupakan satu-satunya yang diinginkan Allah. syarah dan As Sunnah. Imam Ahmad bin Hambal Radhiallaahu anhu berkata. 1-205.” Para hadirin yang berbahagia Pada hakekatnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mewasiatkan taqwa ini. Hadirin yang berbahagia. dan kisah ini diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam shalat subuh bersama kami. hadits ini hasan shahih. Maka sesungguhnya barangsiapa di antara kamu hidup (pada saat itu). mendengar dan mentaati”. AlBaghawi. petunjuk-petunjuk. Tarmidzi. Pengertian taqwa itu sendiri mengandung makna yang bervariasi di kalangan ulama. serta menyelamatkan dari adzabNya di dunia maupun di akhirat nanti. “Taqwa adalah meninggalkan apa-apa yang dimaui oleh hawa nafsumu. Abu Dawud. Ad-Darimi 1:44-45. mendengar dan mentaati. Hadirin yang berbahagia. sekalipun kepada budak keturunan Habsyi. bahwa .

Darush Shofa). kapan saja. akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya. buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya. mempersatukan kebahagiaan dunia dan akhirat. dan sekaligus memper-indahnya. Menundukkan hawa nafsu 5. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu. wajah yang simpatik. hai orang-orang yang berakal” Para hadirin yang berbahagia Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat tersebut. kedua ayat di atas bukanlah suatu hal yang mustahil. Saudara-saudara yang berbahagia. . maka al-libas merupakan kebutuhan yang harus. banyak sekali faktor-faktor penunjang agar kita bisa merasakan ketaqwaan tersebut. Qasim bin Malik meriwayatkan dari ‘Auf dari Ma’bad Al-Juhani berkata. rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya. sedangkan ar-risy sebagai tambahan dan penyempurna. di antaranya: 1. Di samping itu taqwa juga merupakan sebaik-baiknya pakaian dan bekal orang mu’min. Mewaspadai tipu daya syaitan 1. (Raudlatul Muhibin.kedua kata itu yaitu mendengar dan mentaati. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. Adapun taqwa sebagai sebaik-baiknya bekal sebagaimana tertuang dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 197: “Berbekallah. dan bisa juga bermakna segala sesuatu yang Allah ajarkan dan tunjukkan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. batangnya adalah ma’rifah kepadaNya. Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa pakaian taqwa adalah amal shalih. Adapun taqwa merupakan penjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat. hal ini seperti yang digambarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam firmanNya surat Al-A’raaf ayat 26 dan Al-Baqarah ayat 197. daunnya adalah rasa malu terhadapNya. (Al-A’raaf: 26). sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Menjauhi penyakit hati 4. maka Allah menunjuki kepadanya tentang bekal menuju akhirat (yaitu taqwa). Muraqabatullah (merasakan adanya pengawasan Allah) 3. bahan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. Seandainya kita mampu mengaplikasikan atau merealisasikan. Allah berfirman: Hai anak Adam. maksud pakaian taqwa adalah al-hayaa’ (malu). dan itu merupakan modal utama bagi kita untuk bersua kepada Sang Pencipta. 409. menunjukkan bahwa tatkala Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk mengambil bekal dunia. Mahabbatullah 2. dengan menyatakan bahwa kalimat “sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. yaitu pakaian at-taqwa. Mahabbatullah Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Mahabbah itu ibarat pohon (kecintaan) dalam hati. Allah Ta'ala menganugerahkan kepada hamba-hambaNya pakaian penutup aurat (al-libas) dan pakaian indah (ar-risy). jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. Para hadirin yang berbahagia. artinya Allah menunjuki kepada manusia bahwa sebaikbaik pakaian yaitu pakaian yang bisa menutupi aurat yang lahir maupun batin.

IV/304). Para hadirin yang berbahagia. yang tidak senang kebahagiaan menghinggap kepada orang lain. maka tidak diragukan lagi. 4. jikalau seseorang selamat dari kekufuran. sehingga manusia menyibukkan dirinya dalam perkara ini. Dia dengarkan perkataanmu. (Tafsir Al-Qur’anul Adzim. وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم. Mewaspadai tipu daya syaithan Para hadirin yang berbahagia. Seperti kita ketahui bersama bahwasanya syaithan menghalangi orang-orang mu’min dengan beberapa penghalang. atau ghibah yang selalu membicarakan aib orang lain. yang pertama adalah kufur. bahwa mengetahui rintanganrintangan yang dibuat syaithan dan mengetahui tempat-tempat masuknya ke hati anak Adam dari bujuk rayu syaithan merupakan poin tersendiri bagi kita. melihat tempat tinggalmu. Segala sesuatu berada dalam ilmuNya. yang menimpa banyak manusia.” (An-Nazi’at: 40-41) 5.2. Dan Allah melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggalnya. Di darat ataupun di laut. penyakit yang cukup kronis. dan satu penyakit yang tidak akan diampuni oleh Allah yaitu Syirik. seperti dengki. pada waktu malam maupun siang. (Al-Hadid: 4). Seperti firman Allah yang artinya: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya. Saudara-saudara yang berbahagia. Oleh karena itu mari kita berlindung kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari penyakit itu semua. Di dunia ini tidak ada yang namanya kejahatan dan bencana besar. kecuali penyebabnya adalah perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. jika selamat pula maka ia menggunakan cara yang ketiga yaitu dengan dosa-dosa besar. 3. di antaranya penyakit hati. maka syaithan menggunakan caranya yang kedua yaitu berupa bid’ah. marilah kita berharap kepada Allah semoga kita termasuk orang-orang yang Muttaqin yang selalu istiqomah pada jalanNya. Merasakan adanya pengawasan Allah. Makna ayat ini. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada. demikianlah apa-apa yang bisa saya sampaikan. Menundukkan hawa nafsu Apabila kita mampu menahan dan menundukkan hawa nafsu. bahwa Allah mengawasi dan menyaksikan perbuatanmu kapan saja dan di mana saja kamu berada. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر‬ ُ ِ ّ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ ‫الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن وال ْمسل ِمات وال‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ . Menjauhi penyakit hati Para hadirin. maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dan tanda adanya nilai takwa dalam pribadi kita serta di akhirat mendapat balasan Surga. di mana saja adanya dan Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan serta yang kamu fikirkan”. Adapun penyebab dosa itu teramat banyak sekali. Di rumah kediamanmu maupun di ruang terbuka. jika masih tak berhasil dengan cara ini ia menggoda dengan perbuatan mubah. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ‫السمي ْع ال ْعل ِي ْم. jika tidak mampu juga maka syaithan akan menyerahkan bala tentaranya untuk menimbulkan berbagai macam gangguan dan cobaan silih berganti.

فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الرحي ْم. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. قال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ .‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫73‬ ‫‪Membuka Pintu Rizki Yang Barakah‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.

taqwa itu sendiri. bukan rizki yang haram yang dilaknat Allah. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ .‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Ikhwani Rahimakumullah! Predikat iman dan taqwa inilah yang senantiasa kita syukuri. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Abu Daud. bahaya dan membuka pintu rizki karena Allah berfirman (QS. untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات‬ ‫قوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا.‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ّ َ ٌ َ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. sebab iman dan taqwa itu adalah dua daun pintu bagi terbukanya rizki kita yang penuh barakah. iman membuahkan pula taubat dan istighfar. hanyalah dengan istighfar (Ruhul Maani. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Ahmad. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. 29/72-73) Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ال ِستغفار جعل الله ل َه من ك ُل غم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ُ ْ َ َ ٍ َ ّ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل َ ي َحت َسب )رواه أحمد وأبو داود وابن‬ ُ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ِ ْ (‫ماجه‬ “Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar. Ibnu Majah) . ancaman siksa. (Tafsir III hal: 100) Ikhwani rahima kumullah! Diantara buah-buah iman bagi kaum Mukminin antara lain adalah: Pertama. yang akan menebar rizki untuk kita sekalian. Sesungguhnya Allah telah mengada-kan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. membenarkan dan mengikutinya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. menjaga diri dari dosa. Ibnu Katsir menjelaskan syarat-syarat iman dan taqwa itu adalah hatinya beriman pada apa yang dibawa oleh Rasulullah. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Ath Thalaq : 2-3): Artinya: Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Al-Qur’an menegaskan (QS:7 Al-Araf: 96) Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ م ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . Amiril Mukminin Umar dalam beristisqa’ atau memohon rizki. Jamaah Jum’ah rahima kumullah Yang kedua. bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan meninggalkan perbuatan keharaman.

hidup dan kematian serta segala yang ada. 2344). Beribadah yang sepenuhnya akan dapat membuka rizki Allah. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. bahaya. Jika kamu berpaling. niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah.Allah menegaskan pula dalam (QS: Hud: 3) Artinya: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. rizki. Wahai anak Adam! Beribadahlah kepadaKu sepenuhnya. menuju negeri kaum Muslimin. kemiskinan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ‫ي َقول رب ّك ُم ت َبارك وت َعالى: يا اب ْن آدَم، ت َفرغ ل ِعبادَت ِي أ َمل ُ قل ْب َك‬ َ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ُ ‫غنى وأ َمل ُ ي َدَي ْك رزقا، يا اب ْن آدَم، ل َ ت ُباعدْني فأ َمل‬ َ ً ْ ِ َ ‫َ ْ قل ْب َك فقرا‬ ِ ِ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ً ْ َ َ ً ‫وأ َمل ُ ي َدَي ْك شغل‬ َ (‫ُ ْ )رواه الحاكم، سلسلة الحاديث الصحيحة‬ ْ َ “Rabb kalian berkata. menolong mereka untuk mencapai keridhaan Allah (Tafsir manar. Al-Hakim: Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan contoh tentang bertawakkal yang sesungguhnya dengan bersabda: َ َ َ ْ ‫ل َو أ َن ّك ُم ك ُن ْت ُم ت َوك َل ُون على الله حق ت َوك ُل ّه ل َرزقت ُم ك َما ت ُرزقُ الطّي ْر‬ َ ْ َ ْ ْ ِ ُ ِ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ْ ْ َ . Ikhwani rahima kumullah! Keempat: Iman dan taqwa membuahkan taqarrub yang berupa rajin mengabdi bahkan sepenuhnya mengabdi beribadah kepada Allah lahir bathin khusu dan khudhu. manfaat. niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terusmenerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.(‫ت َغدو خماصا وت َرح ب ِطانا )رواه الترمذى‬ ً ُ ُ َ ً َ ِ ُ ْ “Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung. Perubahan sikap dari yang buruk kepada sikap kebaikan. (Jika kamu mengerjakan yang demikian). (HR. Ketiga: Iman membuahkan TAWAKKAL. Timidzi No. 1359). tawakkal ini akan membukakan rizki dari Allah. atau hijrah adalah perpindahan dari negeri kafir. sebagaimana janjinya dalam QS: 65 At-Thalaq: 3): Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. . kekayaan. Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku. Ikhwani rahima kumullah! Itulah taubat yang menyesali dan menghentikan dosa dan maksiat kemudian menggantikannya dengan amal shalih dan keridhaan sesama. dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Jamaah Jum’ah rahima kumullah Kelima: Iman dan taqwa membimbing hijrah fisabilillah. niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. yaitu berusaha dengan disertai sikap menyandarkan diri hanya kepada Allah yang memberikan kesehatan. Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju). mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar. sehingga aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”. 5: 39) Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100: Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah.

1442). 3693) . Para malaikat mendoakan: “Ya Allah. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan.‫رحمه‬ ُ َ ِ َ “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. Ibnu Hibban No.Jamaah Jum’ah rahima kumullah Keenam: Iman dan Taqwa membuahkan gemar berinfaq: Yaitu infaq yang dianjurkan agama. Bukhari No. untuk agama Allah. Timidzi No. sebagaimana api dapat hilangkan kotoran besi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam QS: Saba: 39) Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. 3669. sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ّ ‫تاب ِعوا ب َي ْن ال ْحج وال ْعمرة فإ ِن ّهما ي ُن َفيان ال ْفقر والذّن ُوب ك َما ي ُن َفي‬ َ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ُ َ ‫ال ْك ِي ْر خب َث ال ْحدي ْد والذّهب وال ْفضة ول َي ْس ل ِل ْحجة ال ْمب ْرورة ث َواب‬ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ِ ّ ِ َ ِ َ َ ِ ِ َ . Meskipun sedikit. 8/645) Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki adalah karena sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ً َ ً ِ ُ ِ ْ ‫. (HR. 3:38). 807. Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik. Kemudian Ketujuh. 25:263) dan berinfak adalah sesuatu yang dicintai Allah (lihat tafsir Takrir wat Tanwir. Nasa’I 5:115. dengan usaha menyadarkan mereka. 22:221). Kedelapan. Dari Sabda Rasulullah: “Bukankah kalian diberi rizki karena sebab orang-orang lemah diantara kalian?” Begitu juga termasuk kelompok dhaif orang-orang yang mempelajari ilmu (lihat tafsir Al-Manar. emas dan perak.” (Ahmad No. Ikhwani Rahima kumullah. karena sesunguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa.(‫إ ِل ّ ال ْجن ّة )أحمد والترمذي والنسائي وابن خزيمة وابن حبان‬ ُ َ “Lanjutkanlah haji dengan umrah. Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat. Bukhari No. maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. tetap diganti di dunia dan di akhirat (Tafsir Ibnu Katsir 3/595) jaminan Allah pasti lebih disukai orang yang beriman dari pada harta dunia yang pasti akan binasa (lihat AtTafsir: Al-Kabir. seperti kepada fakir miskin. kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih. namun tetap kita mohonkan hidayah.الل ّهم أ َعط من ْفقا خل َفا‬ ّ ُ َ َ َ ُ ‫)فهل ت ُرزقون إ ِل ّ ب ِضعفائ ِك ُم )رواه البخاري‬ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ‫من سرهُ أ َن ي ُب ْسط ل َه في رزقه، وا َن ي ُن ْسأ َ ل َه في أ َث َره فل ْي ِصل‬ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ِ ُ . buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. berikanlah kepada orang-orang berinfak ganti” (HR. melaksanakan ibadah haji dengan umrah. Infak manjadikan pintu rizki terbuka. 464. Ibnu Khuzaimah No. 5985). atau umrah dengan hajji yang tulus hanya mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga. Iman dan Taqwa membuahkan pula gemar ber-silaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut.

‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫83‬ ‫‪Hubungan Antara Dosa Dan Bencana‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Mukhlis‬‬ ‫ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫ُ َ‬ ‫أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ . silaturrahim dan segera melaksanakan haji‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. قال ت َعا َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ لى:‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َ‬ ‫َ طِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب.‪memperoleh rizki Allah yang berkah di dunia dan akhirat. Taqarrub dengan ibadah berhijrah. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. سب ْحان رب ّكَ‬ ‫رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. berinfaq. Istiqhfar dan Taubat‬‬ ‫‪Tawakal. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‫!‪Sidang jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Terakhir marilah kita simpulkan agar kita senantiasa ingat apa yang menjamin kita untuk‬‬ ‫. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. رب ّنا هب ل َنا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم. Yaitu Taqwallah. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة.

1998:149) . hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya dalam Surat Asy-Syu’aro ayat 88-89: (Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah. Ia tidak akan menurunkan bala’ dan bencana atas suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat dan pelanggaran mereka terhadap perintah-perintah Allah” (Jalan Golongan Yang Selamat. perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudarasaudara sekalian dan kepada diri saya sendiri. keluarganya. Pada hari itu. shiddiqin. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” Allah juga berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 112: Artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram. hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ ْ ُ َ . supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Selanjutnya dari atas mimbar ini. dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintahperintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan. (Asy-Syu’ara’: 88-89) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara dosa dan bencana yang menimpa umat manusia sebagaimana yang diterangkan di dalam Al-Qur’an. tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah. marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita. dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertang-gungjawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan.‫رسول الله‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ َ ٍ َ ْ . jalan yang lurus. syuhada’ dan shalihin. yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim. rahimakumullah Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman. kecuali bagi orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. dari kalangan para nabi. yaitu hari kiamat.‫ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫أ َما بعد؛ أ َيها ال ْمسل ِمون، أ‬ َ َ ِ ْ ْ َ ّ َ ْ ‫ُ ْ ُ ْ َ وصي ْك ُم وإ ِياي ن َفسي ب ِت َقوى الله، فقد‬ ِ ْ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ ْ ِ ْ‫فاز ال ْمؤمن ُون ال ْمت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّق‬ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ . tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim. disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” Seorang ulama’ yang bernama Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu memberi ulasan terhadap kedua ayat tersebut dengan mengatakan: “Ayat-ayat yang mulia ini memberi pengertian kepada kita bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan.‫وى‬ ِ ّ َ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ َ ّ Ma’assyirol muslimin. semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berbunyi: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat. yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah.َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau dengan baik hingga hari kiamat.

karena kurang efektif dan kadang-kadang beresiko tinggi. Sehingga kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu bisa dilakukan secara sempurna dan efektif oleh pemerintah. Karena pemerintah memiliki kekuatan dan otoritas untuk melakukan. narkoba merajalela. banjir. secara serius baik oleh individu maupun pemerintah sebagai institusi yang paling bertanggung jawab dan paling mampu untuk memberantas segala macam kemungkaran secara efektif dan efisien. serta krisis demi krisis akan datang silih berganti sehingga mereka betul-betul bertaubat kepada Allah. solusi-solusi yang diberikan tidak mengarah pada penghilangan sebab-sebab utama yang bersifat transendental yaitu kemaksiatan umat manusia kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala Sang Pencipta Jagat Raya. hendaklah merubahnya dengan tangannya. bila tidak mampu ubahlah dengan lisannya. Bila umat manusia masih terus menerus menentang perintah-perintah Allah. karena agama tidak dapat tegak tanpa negara. yang menimbulkan berbagai macam dampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Pertanyaannya sekarang. prostitusi demikian juga. Misalnya terjadinya becana alam berupa letusan gunung berapi. maka bencana demi bencana. kelaparan dan lainlain. sehingga masyarakat tidak merasakan kehidupan aman. meskipun kewajiban mengingkari kemungkaran itu merupakan kewajiban setiap individu muslim sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه فإ ِن ل َم‬ ِ ْ ْ ْ َ ِ َ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ َ َ ْ . kekeringan. menolong orang-orang teraniaya. Perjudian marak dimana-mana. Demikian dengan krisis yang berkepanjangan. yang ditanganNyalah seluruh kebaikan dan kepadaNya lah dikembalikan segala urusan. hanya dilihat dari sudut pandang logika rasional manusia. bila tidak mampu ubahlah dengan hatinya. Ikhwani fid-din rahimakumullah Marilah kita lihat keadaan di sekitar kita. dan itulah selemah-lemahnya iman” (Hadits shahih riwayat Muslim) Namun harus diketahui bahwa memberantas kemungkaran yang sudah merajalela tidak hanya dilakukan oleh individu-individu. melanggar laranganlaranganNya. terlepas dari tuntutan Wahyu Ilahi. sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Sesungguhnya kekuasaan mengatur masyarakat adalah kewajiban agama yang paling besar. mengapa segala kemungkaran ini bisa merajalela di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas muslim ini? Jawabannya adalah tidak ditegakkannya kewajiban yang agung dari Allah Subhannahu wa Ta'ala yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. Hal ini sesuai dengan pernyataan Usman bin Affan Radhiallaahu anhu . minuman keras menjadi pemandangan sehari-hari.‫ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا ْل ِي ْمان‬ ُ َ ْ ْ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran. korupsi dan manipulasi telah menjadi tradisi serta pembunuhan tanpa alasan yang benar telah menjadi berita setiap hari. Dan karena Allah mewajibkan menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Sehingga. gempa bumi. Berbagai macam praktek kemaksiatan terjadi secara terbuka dan merata di tengah-tengah masyarakat. tenteram dan sejahtera. dianggap sebagai fenomena kejadian alam yang bisa dijelaskan secara rasional sebabsebabnya. khalifah umat Islam yang ketiga: “Sesungguhnya Allah mencegah dengan sulthan (kekuasaan) apa yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur’an” Disamping itu amar ma’ruf nahi mungkar merupakan salah satu tugas utama sebuah pemerintahan. pergaulan bebas semakin menjadi-jadi. Begitu pula kewajiban-kewajiban lain .Kebanyakan orang memandang berbagai macam musibah yang menimpa manusia hanya dengan logika berpikir yang bersifat rasional.

Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat” Yang dimaksud laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah Subhannahu wa Ta'ala . dalam sebuah haditst Hasan riwayat Tarmidzi: ‫وال ّذي ن َفسي ب ِي َده ل َت َأ ْمرن بال ْمعروف ول َت َن ْهون عن ال ْمن ْك َر أ َو‬ ِ ِ ُ ْ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ ُ ُ ْ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ ْ ‫ل َي ُوشك َن الله أ َن ي َب ْعث عل َي ْك ُم عقابا من ْه ث ُم ت َدْعون َه فل َ ي ُست َجاب‬ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ُ ِ ً َ ِ ْ . َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم، وقل رب اغفر وارحم وأ‬ ‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ . Artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Semua ini tidak akan terpenuhi tanpa adanya kekuatan dan pemerintahan” (As Siyasah Asy Syar’iyah. Dengan demikian supaya bangsa ini bisa keluar dan terhindar dari berbagai krisis dalam kehidupan di segala bidang dan selamat dari beragam musibah dan bencana. tenteram. hendaklah seluruh kaum muslimin dan para pemimpin atau penguasa mereka. Ibnu Taimiyah: 171-173). Demikian pula Allah menegaskan di dalam QS. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.seperti jihad. Yang kedua. menegakkan keadilan dan penegakan sanksi-sanksi atau perbuatan pidana. kemaksiatan manusia kepada Allah Rabbul ‘Alamin merupakan penyebab utama terjadinya berbagai musibah yang menimpa umat manusia baik itu berupa bencana alam maupun krisis di berbagai bidang kehidupan. bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang perbuatan-perbuatan mungkar sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.‫ُ َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع ِلى ِمحمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ . lalu kalian berdo’a namun tidak dikabulkan”. satu-satunya jalan untuk terhindar dari segala musibah tersebut dan dapat menikmati kehidupan yang aman.‫ل َك ُم‬ ْ Artinya: “Demi Allah yang diriku berada di tanganNya! Hendaklah kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar atau Allah akan menurunkan siksa kepada kalian. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka perbuat. damai dan sejahtera adalah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan RasulNya Muhammad Shalallaahu alaihi . Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Yang pertama. Apabila kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka sebagai akibatnya Allah akan menimpakan adzab secara merata baik kepada orang-orang yang melakukan kemungkaran ataupun tidak. bahwa salah satu sebab dilaknatnya suatu bangsa adalah bila bangsa tersebut meninggalkan kewajiban saling melarang perbuatan mungkar yang muncul di kalangan mereka.‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ Dalam khutbah kedua ini saya akan memberikan kesim-pulan dari khutbah pertama. mentaati Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-larangan dalam seluruh aspek kehidupan. Al-Maidah ayat: 78-79.‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.

‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ . يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون.‫‪wasalam dalam seluruh aspek kehidupan yang ada dengan penuh ketundukkan. وصلى الله على رسول ِه وع َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫وأ َصحابه أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‬ ‫ِ َ َ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َ‬ ‫ْ ِ ْ َ ي ْنا إ ِصرا ك َما‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ َ‬ ‫حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َنا ب ِه،‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على القوم ِ‬ ‫ال ْكافري ْن. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها كان غراما إ ِن ّها ساءَت‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ َ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫مست َقرا ومقاما.‬ ‫ُ ْ َ ّ َ ُ َ ً‬ ‫ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. bahwa segala do’a dan istighatsah yang dilakukan umat Islam supaya‬‬ ‫‪bisa keluar dari segala macam musibah tidak akan dikabulkan oleh Allah kecuali bila kaum‬‬ ‫‪muslimin secara sungguh-sungguh memerintahkan kepada yang ma’ruf dan memberantas segala‬‬ ‫.‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫رب ّنا وءات ِنا ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫ال ْميعاد. kecintaan dan‬‬ ‫‪keikhlasan. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سديدا.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫93‬ ‫‪Ayat Yang paling Ditakuti Oleh Ulama‬‬ ‫‪Oleh: H. Yang ketiga.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‪yang mungkar‬‬ ‫‪Akhirnya marilah kita tutup khutbah Jum’at ini dengan berdo’a kepada Allah Subhannahu wa‬‬ ‫: ‪Ta'ala‬‬ ‫رب ّنآ إ ِن ّنا سمعنا مناديا ي ُنادي ل ِليمان أ َن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا، رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ون ب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.

dan hasilnya pun barang haram. Ibarat orang yang memang sudah memakai baju kotor untuk membengkel. tenaga untuk berbuat adalah karena makanan. Tetapi yang memakan hasilnya. Mereka memiliki energi. Makanan mereka haram.. Lantas. Di dalam Al-Quran ditegaskan oleh Allah: “Dan engkau akan melihat kebanyakan dari mereka (orang Yahudi) berlomba-lomba dengan dosa dan permusuhan dan mema-kan yang haram. makanan haram. Jadi makanan di sini ibarat terminal. Perbuatan mereka itu jelas dicap sebagai keburukan. Tidak. Moral buruk dan makanan haram ". mereka berbuat aneka usaha. tempat berangkat dan sekaligus tempat tujuan. Pemuda-pemuda itu sampai begitu lancangnya.Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan!" Ini penegasan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Betapa sadisnya kebiadaban Yahudi Bani Nadzir di Madinah yang ingin menjatuhkan batu besar ke diri Rasulullah. menarik-narik kain perempuan di pasar saat berjual beli. berarti seluruh keluarga yang ditanggung oleh pencari harta haram itu. mereka lihat orang tuanya shaleh. bahkan lebih perlu menyingkiri tempat yang bersih. namun sekali datang dan datang lagi. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ .َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. arahnya adalah mencari makan.. Dalam contoh kasus ini. Bejatnya akhlaq. Toh tempat yang bersih ataupun kotor sama saja. semuanya telah mewabah pada darah daging mereka orang-orang Yahudi Bani Israel. sadisnya tingkah dan liciknya hati busuk.. mana mungkin ia menghitunghitung mana tempat yang bersih dan mana yang kotor. Namun bukan sekadar mandeg/berhenti sampai perbuatan mereka itu saja sirkulasinya. Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. betapa bejatnya akhlaq/moral pemuda-pemuda alias anak-anak mereka yang diberi makan dengan makanan haram itu. tetapi kuman yang berbahaya. Dan betapa liciknya kemunafikan Yahudi Bani Quraiddhah yang mengadakan permufakatan rahasia dengan kafir Quraisy ketika perang Khandaq. penanggung jawab keluarga.‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ Betapa kurang ajarnya tingkah pemuda Yahudi Bani Qainuqa' di Madinah. Kenapa yang jadi bibit penyakitnya makanan haram? Jelas. bahkan senantiasa diusahakan datang. Dan ternyata. kemudian dimakanlah hasil yang haram itu untuk bekal berbuat yang haram lagi dan seterusnya. dengan modal bekal makanan haram. Singkatnya. karena nanti harus bertugas membersihkan tempat itu kalau kena kotoran dari bajunya. (Al-Maidah : 62). Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan”. lingkungannya baik-baik dan terjalin ukhuwah/ . Apa itu? "Aklihimus suht". maka kebaikan apa yang perlu mereka perjuangkan dengan modal makanan haram itu? Tidak mungkin mereka memburu kebaikan dengan umpan yang dimiliki berupa modal makanan haram. Dan kuman itu tidak hanya sekali datang berlalu. Pemuda-pemuda bejat akhlaqnya itu menarik-narik kain seorang perempuan yang sedang berjual beli dengan mereka.. di mana kaum muslimin dipimpin Rasulullah berada di dalam parit. Kalau makanan itu sudah jelas-jelas haram dan itulah yang menjadi pangkal mereka berbuat. Dan penyakit akhlaq yang sampai memuncak itu tentunya ada bibit-bibit penyakitnya. yang berusaha mencari makanan haram tentunya adalah orang tua. perbuatan-nya pun cenderung menempuh jalan haram. Mungkinkah pemuda-pemuda tersebut sebejat itu kalau mereka ditumbuhkan dengan makanan halal. Bukan sekadar kuman akhlaq yang ringan. Maka tidak mungkin pula mereka berhati-hati untuk memperhitungkan mana yang halal dan mana yang haram dalam memburu sasaran yang tak lain adalah makanan pula.

Karena yang lebih parah ini bahkan menyangkut orang-orang pandai dan pemuka agama. dan pendeta-pendeta mereka (Yahudi) tidak melarang mereka mengucapkan perkataan dosa dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Tetapi. kalau sampai mereka yang alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bahkan antri ikut makan haram. bukan sekadar cerita cercaan terhadap pendeta-pendeta Yahudi. Bahkan Ad-Dhohhaak berkata. Dugaan itu akan membuat perasaan bergetar. maka Allah Subhannahu wa Ta'ala mengecamnya cukup diawali dengan bentuk pertanyaan. Itulah. menampakkan ketulusan hati (yang sudah ketahuan rakus terhadap barang haram) dan menasihati dengan amalan baik-baik (sedang dirinya jelas melanggar)? Tidak mungkin.{‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.persaudaraan dengan baik? Sebaliknya. Kita dalam hal diamnya para alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bisa juga menduga-duga kenapa mereka tidak mencegah perkataan dosa dan makan haram. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. وبارك على محمد وع‬ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ِ َ َ َ ِ َ ِ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . mungkinkah dengan modal makanan haram itu orang tua menunjukkan "baiknya" perbuatan jahat mereka (yang sudah ketahuan memburu barang haram). bagi Ibnu Abbas (sahabat Nabi n yang ahli tafsir Al-Quran) adalah celaan yang paling keras terhadap ulama yang melalaikan tugas mereka dalam menyampaikan da'wah tentang larangan-larangan dan kejahatan-kejahatan. tidak ada ayat dalam Al-Quran yang lebih aku takuti daripada ayat ini. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. Orang alim agama ada yang lebih parah Sikap seperti itu sungguh parah. قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ َ ‫ث ُم اعل َموا فإن الله أ‬ َ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ :‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال‬ ّ ِ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ِ ّ ّ ‫}إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل‬ َ َ َ ْ َ ‫َ وا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ ْ َ َ َ ِ . Khutbah Kedua . masih ada yang lebih parah. Tidak kurang dari itu. Maka ayat tersebut.‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل‬ ‫حياء‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ْ ِ ْ . bahkan cercaan Allah itu lebih penting untuk disadari oleh ulama Islam. “Mengapa orang-orang alim mereka.” (Al-Maidah : 63).‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Maka tumbuh dengan suburlah generasi penerus mereka itu dengan pupuk-pupuk serba haram dan jahat.

Syukur alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kesempatan berkumpul dan bertatap muka sambil saling mengingatkan.D.‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب. Coba kita simak firman Allah seperti yang telah dibacakan pada awal khutbah. رب ّنا هب ل‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ِ َ ً َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ‫عب ْدك ورسول ِك محمد وعلى آل ِه وصحب ِه.. إ ِن ا ْل ِن ْسان ل َظَل ُوم ك َفار. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia . Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan. ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ َ َ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini. badan terasa gerah. Sekujur badan terbujur lemas. Begitu kita bangun pada dini hari. Hakim. أ َما ب َعد؛ فيا عبادَ الله‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ُ ّ َ ُ ،‫ا ِت ّقوا الله ت َعالى واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه هو ال ْمن ْعم ال ْمت َفضل‬ ّ ُ ِ ُ َ ُ ُ َ ُ َ ْ ُ ْ َ ‫وإ ِن ت َعدّوا ن ِعمة الله ل َ ت ُحصوها. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ 40 Mensyukuri Nikmat Allah Ta'ala Oleh: Drs. lena menerawang di alam mimpi. terasa badan jadi bugar. سب ْحان رب ّك رب‬ ّ َ َ َ َ َ ُ ً َ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ٌ َ َ َ ْ ُ ِ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ّ َ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ ّ ِ .‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ‫ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. tidak terkecuali kita yang hadir ditempat yang mulia ini. والله‬ َ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ّ ٌ ْ ُ َ ٌ ّ ْ ُ ْ َ ُ ‫أ َخرجك ُم من بطُون أ‬ ً َ َ ْ ُ ْ . Bba ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه قدي ْم ِ ا ْل ِحسان ذي ال ْعطاء ال ْواسع وا ْل ِمت ِنان، أ َحمدُه‬ ِ َ َ ِ ِ َ ْ ِ َ ِ ُ َ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫سبحان َه وأ َشك ُره على ما أ َول َده. وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ُ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ‫ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ َ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. yakni dalam surah Ibrahim ayat 34: Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya.‫ْ ِ مهات ِك ُم ل َ ت َعل َمون شي ْئا ل َعل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ْ ُ ْ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ Saudara-saudara sidang Jum’at yang berbahagia.” Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat. M. dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba. semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar. istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar. Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam.. betapa besarnya nikmat-nikmat yang telah dan sementara dianugrahkan Allah kepada hamba-hambaNya. bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang .

50 tahun atau 60 tahun ratarata kita semua yang masih hidup. 40. karena manusia tak mampu membuat gas. Andai kata lebih tinggi dari prosentase tersebut. ini berarti semenit akan menghirup kurang lebih 40 liter udara. hidrogeen.600 liter udara adalah 11. Untuk lebih meyakinkan diri kita. 6. rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri setelah sampai kerumah. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas. apa yang dikemukakan tadi. begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan.kalau sebulan nilainya menjadi Rp. Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia adalah gas oxygen. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %. dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas. Di dalam udara atau hawa. Allah Subhannahu wa Ta'ala mewanti-wanti kepada hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan firmanNya: Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan. gas oksigen. patutlah diketahui atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama.Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun. panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya kebakaran dimana -mana. Maha Besar Engkau ya Allah . 22.600 per liter. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2 liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan.telah disediakan oleh Maha Pencipta. Berapa besarkah nilai ekonominya? Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp. bahwa seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal. argon.. 760. Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11.520 kali Rp.600 sama dengan Rp. helium.600 liter udara. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57. nitrogen. atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57. Oleh karena itu dalam surat Ar-rahman.000: 6000 adalah kurang lebih Rp.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40. zat lemas.! Saudara-saudara muslimin yang barbahagia. dalam satu menit kurang lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya. maka suhu udara gerah. tersengal-sengal karena pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia.000. Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsurunsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhlukmakhluk lainnya. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas.000. Allah telah mengatur sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini persis dalam prosentasi antara 18-20 %. 6.800.” .520 liter oxygen murni seharinya. padanya dijumpai berbagai unsur gas. tertuang kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar.

bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia. dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih. berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan. nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu. dan kesyukuran ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata. membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ ً ْ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ ‫شري ْك ل َه، ا َل ْمت َعال ِي عن ال ْمشارك َة وال ْمشاك َل َة ل ِسائ ِر ال ْب‬ َ ُ َ ِ َ َ ُ . keluarga kerabat kita. terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga. meyantuni anak-anak yatim dan badanbadan amal lainnya. وقل ر ِب اغفر وارحم وأ‬ ْ ْ ُ َ ُ ْ َ ‫ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن.‫إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah Kedua َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر.Marilah kita bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari nafkah betapa besar karunia Allah kepada diri kita. Amin Ya Robbal Alamien. kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِاليات‬ ِ ْ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو السمي ْع‬ ِ َ ْ ِ ُ ُ ِ ّ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ‫ال ْعل ِيم. واست َغفروه‬ ّ َ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . ceritakanlah. kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran.” Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya. menghibur orang-orang yang dalam kesedihan. Sebagai hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk hati yang dalam. masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki.” Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta'ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7: Artinya: “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan. ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. nikmat berkeluarga. bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya. Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk. dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam surat Al-An’am ayat 46 yang berbunyi: Artinya: “Katakanlah. penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan. nikmat kebahagiaan. Realisasi rasa syukur tersebut. Mensyukuri karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata. orang yang terkena musibah. Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup ini.‫شر‬ ِ َ ُ ُ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا صلى الله عل َي ْه وسل ّم عب ْدُهُ ورسول‬ ّ َ ‫َ َ ُ ْ ه الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ِ َ ُ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ ّ . tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta.

الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ ي ْت‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، في ال ْعال َمي ْن إ ِن ّك‬ ‫َ ِ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫حمي ْدٌ مجي ْد.wordpress.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ّ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحبه ومن ت َبع هداه. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات وغافر الذّن ُوب وال ْخطِي ْئات ب ِرحمت ِك يا‬ ‫ْ ِ َ َ‬ ‫َ ِ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ ِ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ َ ِ َ‬ ‫أ َرحم الراحمي ْن.‬ ‫ْ ُ َ َ ّ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www.‫َ َ‬ ‫َ ُ َ ُ َ ّ‬ ‫ال ْمعت َب َر.alsofwah.com‬‬ ‫14‬ ‫‪Tiga Amalan Baik‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ali Aziz‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله، أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ ن َب ِي ب َعدَه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واشك ُروه على ن ِعمه يزدك ُم واسأ َ‬ ‫َ ِ ِ َ ِ ْ ْ َ ْ لُ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وه‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ ُ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫من فضل ِه يعطك ُم والله سبحان َه وت َعالى أ َعل َم وأ َجل وأ َعظَم وأ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ ُ َ َ َ‬ ‫ُ َ ك ْب َر.‬ ‫ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. آمي ْن يا رب ال ْعال َمي ْن.or. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ُ َ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله، فقال الله ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ ً‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ُ ْ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، ياأ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما. واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه صلى على ن َب ِي ّه قدي ْما.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ .

Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut: “Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata. Nabi menjawab. Ada senyum ada tangis. dicaci dipuji. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. قال: قل آمن ْت بالله ث ُم است َقم. Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS. Ada suka ada duka. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka.Kaum Muslimin Yang Terhormat Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar. Akan tetapi menurut Islam. ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah.)غي ْرك. 1. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup. sujud pantang berhenti.))رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة‬ . ada siang dan ada malam. sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan. Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. )رواه مسلم‬ ْ ِ ْ ّ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ِ ِ ْ . Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut. tetap memperhatikan haram halal. Fushshilat: 30) 2. tidak ada kebebasan yang tanpa batas. selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah. kantong kering atau tebal. Maka seorang muslim yang benar. agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. dan janganlah kamu merasa sedih. Oleh sebab itu. Kadang naik kadang turun. “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup. ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan. ibadah tidak ikut redup. Istiqomah.” (Qs. dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan. Muslim).” (HR. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda: ‫عن أ َب ِي سفيان ب ْن عب ْد الله رضي الله عن ْه قال: قل ْت يا‬ ِ َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ُ َ ُ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ ‫رسول ْ الله، قل ل ِي في ا ْلسل َم َقول ً ل َ أ َسأ َل ُه عن ْه أ‬ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ ‫ْ ُ َ ُ حدا‬ ِ ْ ً َ ْ ِ ْ َ ِ ‫.‫من كان ي ُؤمن بالله وال ْي َوم ِ الخر فل ْي َقل خي ْرا أ َو ل ِي َصمت‬ ْ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ َ ْ َ ْ ً َ ْ ُ ْ َ ِ ‫. Istikharah. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah.

‫أتاني جبريل فقال: يا محمدا عش ما شئت فإنك ميت، وأحبب ما شئت فإنك مفارق، واعمل ما شئت فإنك مجزي به‬ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ٌ ّ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ً ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ْ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ‫. Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah. Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR. beliau bersabda: . jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita. Istighfar. sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita.Baihaqi dari Jabir). maka kreatifitas dan etos . yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. (HR. Para pakar barang kali untuk saat-saat ini. lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat. Oleh karena ia harus diobati. maka berkatalah yang baik atau diamlah. melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. jangan diucapkan. Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari). Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhirakhir ini dengan dalih kebebasan. Mengenai kebebasan ini. Saatnya kita instropeksi masa lalu. maka yang diobati adalah sifat malas itu. Thabrani dari Anas) 3. Dalam persoalan ekonomi. (HR. malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ َْ ِ َ َ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ ِ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ َ َ ‫. memohon ampun kepada Allah.))رواه البيهقي عن جابر‬ Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu. Jika kesulitan ekonomi tersebut.Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir. Malas adalah bagian dari musuh kita.ما خاب من استخار ول ندم من استشار ول عال من اقتصد‬ Tidak akan rugi orang yang beristikharah. karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif.

‫َ ْ َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ّ ْ ً ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ صحاب ِه وقراب َت ِه‬ ِ َ َ َ ِ َ ْ ،‫وأ َزواجه وذُريات ِه أ َجمعي ْن. Jika itu penyebabnya. أ َشهد‬ َ َ َ ْ ِ ِ ِ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ِ َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َشريك ل َه، إياه ن َعبد وإياه ن َست َعين. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ َ َ َ َ ‫وقنا ع‬ . الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال‬ َ َ َ َ ‫ُ ْ ِ َ َ مسل ِمات‬ ِ ْ ِ َ ْ ُ ّ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك ق‬ ْ ُ َ َ ‫ري ْب مجي ْب‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ َ ُ ِ ُ ٌ ِ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات. الل ّهم افت َح ب َي ْن َنا وب َي ْن قومنا بال ْحق‬ ْ ْ ّ ُ َ ِ َ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ ‫وا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن. Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah. kepada kaumnya: “Dan (Hud) berkata. tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan.‫ب َر‬ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ ْ ْ َ َ ْ ِ َ َ ُ ُ ِ َ ْ ُ 42 . Amin ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم فاست َغفروهُ ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ْ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat.‫َ ِ َ َذاب النار‬ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. hai kaumku.kerja umat yang harus kita tumbuhkan. Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam. الل ّهم صل‬ ً َ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ّ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن. Istikharah dan Istighfar. Hud:52). عبادَ الله، ا ِت ّقوا الله ما‬ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫است َطَعت ُم وسارعوا إ ِلى مغفرة رب ال ْعال َمي ْن. tidak bisa tidak kita harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah. إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه‬ ّ ّ َ ِ َ ِ ْ َ َ َ ْ ْ ْ َ ِ َ ُ َ َ َ ْ ُ َ ‫يصل ّون على الن ّ ِبي، ياأ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل‬ َ َ َ ْ َ ُ .‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم وادعوه يست َجب ل َك ُم ول َذك ْر الله أ‬ ْ‫ِ ك‬ َ . Para Jamaah yang dimuliakan Allah Sekali lagi. الل ّهم أ َصل ِح جمي ْع ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ‫وان ْصر ا ْلسل َم وال ْمسل ِمين، وأ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمشركين وأ‬ ‫َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ عل‬ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ َ ِ ُ ْ ‫ك َل ِمت َك إ ِلى ي َوم الدّي ْن. Agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan. وأ‬ ُ ِّ َ ُ ُ ْ ُ ِّ ُ َ ْ ِ َ ‫ْ ِ ْ ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ Khutbah Kedua ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِت ّحاد وا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله ال ْمت ِي ْن.

‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫ياأ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ . Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada malaikat Jibril yang menyertainya. siapakah orangorang yang diinjak-injak tadi?” Jibril menjawab. Dalam syariat Islam. Kemudian Allah Ta’ala tempatkan orang-orang tersebut di sebuah jalan yang tengah dilalui kaumnya Fir’aun yang mereka adalah golongan paling berat menerima siksa dan adzab Allah di hari Kiamat. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berupa Isra’ Mi’raj. pada saat itu pula Allah Ta'ala perlihatkan berbagai kejadian kepada beliau yang kelak akan memimpin jaga raya ini.‫ضللة‬ ٍ َ َ ُ ‫فيا عباد الله، أ‬ َ َ ِ ‫ِ وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون‬ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ُ :‫ال ْمت ّقون، حي ْث قال ت َبارك وت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْعزي ْز‬ ِ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ . perut mereka besar bagaikan rumah yang sebelumnya tidak pernah disaksikan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Melintas bagaikan kumpulan onta yang sangat kehausan. Maka . الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ‫صلى ا لله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ّ َ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ْ ِ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ِ ّ َ ٌ َ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة‬ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ ّ َ َ َ َ َ ِ َ .” (lihat Sirah Nabawiyah. “Mereka itulah orang-orang yang makan harta riba. Ibnu Hisyam. riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba. “Wahai Jibril. Para pengikut Fir’aun ini melintasi orang-orang yang sedang disiksa api dalam Neraka tadi.‫عظِي ْما‬ َ ً َ ‫وقال عل َيه الصل َةُ والسل َم: ا ِت ّق الله حيث ما ك ُن ْت وأ‬ ‫َ َ ت ْب ِع السي ّئ َة‬ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ َ َ ّ َ ِ ِ . Di antaranya Rasulullah n melihat adanya beberapa orang yang tengah disiksa di Neraka.‫ال ْحسن َة ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن‬ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ Kaum muslimin seiman dan seaqidah Tepatnya ketika Allah Subhannahu wa Ta'ala memberikan mukjizat kepada hamba dan kekasihNya. ي ُصل ِح ل‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫ْ ْ ك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ .Akibat Memakan Harta Riba Oleh: Ade Zarkasyi bin Sabit ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ‫ياأ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. menginjak orang-orang tersebut yang tidak mampu bergerak dan pindah dari tempatnya disebabkan perutnya yang sangat besar seperti rumah. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ّ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. 2/252).

yang memberi makan riba. 53). Apabila orang yang berada di dalam sungai hendak keluar. Al-Baqarah: 270). Setiap kali akan bangkit berdiri. maka mulutnya diisi batu oleh orang tersebut sehingga menjadikan dia kembali ke tempatnya semula di dalam sungai. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. 3/321-322). 1598).setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar. 1/40). sahabat Jabir Radhiallaahu anhu mengatakan: َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫ آك ِل الربا وموك ِل َه وكات ِب َه وشاهدَي ْه، وقال: هم‬n ‫ل َعن رسول الله‬ ِ َ َ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ّ . Imam AdzDzahabi. mereka jatuh kembali.” (Fathul Bari. sahabat Ibnu “Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi tercekik”. dan beliau bersabda: “Mereka itu sama”. no. Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia… inilah siksa yang Allah berikan kepada orangorang yang suka makan riba. atau dengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah dan terus mengalir. maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam.‫سواء‬ ٌ َ َ Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat orang yang memakan riba. . padahal mereka ingin berjalan bergegas-gegas bersama kumpulan manusia lainnya namun tiada sanggup melakukannya akibat maksiat dan perbuatan dosa yang mereka pikul. penulisnya dan kedua orang yang memberikan persaksian. Imam Qatadah juga berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyar lainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba. (QS. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Barang-barang haram yang tiada terhitung banyaknya sampai menyusahkan dan memberatkan mereka ketika harus cepat-cepat berjalan pada hari Pembalasan. bahkan dalam riwayat yang shahih. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat): Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Allah menghilangkan berkah riba dan menyuburkan shadaqah. Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada dua orang yang membawanya pergi. (HR. maka dikatakan kepada beliau: “Orang yang engkau saksikan di dalam sungai tadi adalah orang yang memakan harta riba. Al-Baqarah: 275). Dalam Shahih Al-Bukhari dikisahkan. Muslim. Dalam menafsirkan ayat ini.” (Lihat Al-Kaba’ir. hal. bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bermimpi didatangi dua orang laki-laki yang membawanya pergi sampai menjumpai sebuah sungai penuh darah yang di dalamnya ada seorang laki-laki dan di pinggir sungai tersebut ada seseorang yang di tangannya banyak bebatuan sambil menghadap ke pada orang yang berada di dalam sungai tadi. (QS. Maha Besar Allah yang telah berfirman: “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. dan telah menjadi ijma’ kaum muslimin atas keharamannya.

Bahkan sistem simpan pinjam dengan bunga pun sudah dianggap biasa dan menjadi satu hal yang mustahil bila harus dilepaskan dari perbankan. namun diam-diam tanpa disadari di antara kita telah ada yang membantu mereka membantai saudara-saudara kita semuslim dengan mendepositokan uang kita di bank-bank mereka. karena Allah yang menurunkan hukumNya atas manusia telah mengizinkan malapetaka atas suatu kaum jika kemaksiatan dan kedurhakaan telah merejalela di dalamnya. Musibah dan bencana telah meresahkan masyarakat. Mereka banyak membantai umat Islam. padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha untuk menularkan penyakit ini ke dalam tubuh umat Islam melalui bank-bank yang telah banyak tersebar. . Sebenarnya praktek riba pada awal mulanya adalah perilaku dan tabi’at orang-orang Yahudi dalam mencari nafkah dan mata pencaharian hidup mereka. Dalam firmanNya Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: “Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba. lebih-lebih dengan semaraknya kasus-kasus pencurian dan perampokan serta berbagai adegan kekerasan yang semakin merajalela. menghimpun dana demi melancarkan rencana-rencana jahat zionis dan acara-acara kristiani lainnya.” (QS. Riba dianggap sama dengan jual beli yang diperbolehkan menurut syari’at Islam. dan barang-barang perkakas di rumahnya pun menjadi haram. sehingga umatpun bergegas mendepositokan uangnya di bank-bank milik mereka yang mengakibatkan keuntungan yang besar lagi berlipat ganda bagi mereka. Kalau sudah seperti ini. Dan dari bencana yang ditimbulkan karena memakan riba tidak saja hanya sampai di sini. Imam Al-Haitsami. bahkan telah menjadikan hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semakin dangkal yang tidak lain dikarenakan perutnya yang telah dipadati benda-benda haram.” (Lihat Majma’Az-Zawaid. gara-gara bunga berapa banyak orang yang semula hidup bahagia pada akhirnya menderita tercekik dengan bunga yang ada. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka siksa yang pedih”. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Ya’la dan isnadnya jayyid. (QS. bagaimana mungkin do’a yang dipanjatkan kepada Allah akan dikabulkan jika seluruh harta dan makanan yang ada dirumahnya ternyata bersumber dari hasil praktek riba. motor yang dikendarainya pun haram. Lalu pantaskah bila umat Islam mengikuti pola hidup suatu kaum yang Allah pernah mengutuknya menjadi kera dan babi. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi AlKitab (Yahudi dan Nashrani). dan karena mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang bathil.Semaraknya praktek riba selama ini tidak lepas dari propaganda musuh-musuh Islam yang menjadikan umat Islam lebih senang untuk menyimpan uangnya di bank-bank. 4/131). Sehingga nasi yang dimakannya menjadi haram. bahkan ASI yang diminum oleh si kecil pun menjadi haram. Ali Imran: 100). Umat tidak lagi memperhatikan mana yang halal dan mana yang haram.‫ما ظَهر في قوم ٍ الزنى والربا إ ِل ّ أ َحل ّوا ب ِأ َن ْفسهم عقاب الله‬ َ ّ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ُ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ َ “Tidaklah perbuatan zina dan riba itu nampak pada suatu kaum. pakaian yang dikenakannya menjadi haram. An-Nisa’: 161). niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafir sesudah kamu beriman. Kini kita saksikan. kecuali telah mereka halalkan sendiri siksa Allah atas diri mereka. sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. bahwasannya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: . Mereka jadikan umat ini khawatir untuk menyimpan uang di rumahnya sendiri seiring disajikannya adegan-adegan kekerasan yang menakutkan masyarakat lewat jalur televisi dan media-media massa lainnya.

karena tidak ada obat penyembuh dari kesalahan dan kedurhakaan‬‬ ‫‪yang telah kita lakukan kecuali hanya dengan mengakui segala dosa kita lalu beristighfar‬‬ ‫‪memohon ampun kepada Allah dan untuk tidak mengulanginya kembali sambil beramal shalih‬‬ ‫‪menjalankan ketaatan unukNya.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم ل َ ت َدَع ل َنا ذَن ْبا إ ِل ّ غفرت َه ول َ هما إ ِل ّ فرجت َه ول َ دَي ْنا إ ِل ّ‬ ‫قضي ْت َه‬ ‫ً‬ ‫ْ َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫َ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ ْ ُ َ‬ ‫ول َ حاجة من حوائ ِج الدّن ْيا والخرة إ ِل ّ قضي ْت َها يا أ َرحم الراحمي ْن.‫‪Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita kepada jalanNya yang lurus. marilah kita memunajatkan do’a kepada Allah sebagai bukti‬‬ ‫.‬ ‫َ ِ َ‬ . رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ َ ْ ِ َ ِ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ ْ َ َ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّكَ‬ ‫رءُوف رحي ْم. niscaya Dia‬‬ ‫‪menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada‬‬ ‫. marilah kita sering-sering‬‬ ‫‪beristighfar kepada Allah. ‪bahwasanya kita ini fakir di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن والصل َةُ والسل َم على رسول الله محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ َ َ َ َ‬ ‫وصلى الله على ن َب ِي ّنا محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم، سب ْحان رب ّك‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ لله رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫العال َمي ْن. الل ّهم اغفر ل َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ول ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ‬ ‫وا ْل َموات، يا مجي ْب الدّعوات. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم. mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepadaNya.)25 :‪kekuatanmu.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. yang telah ditempuh‬‬ ‫. Hud‬‬ ‫‪Pada penutup khutbah ini. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‪oleh para pendahulu kita dari generasi salafush-shalih‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. sebagaimana yang dikatakan Nabi Hud Alaihissalam kepada‬‬ ‫:‪kaumnya‬‬ ‫‪“Hai kaumku. setelah kita menyadari realitas yang ada.‬ ‫َ َ ٌ‬ ‫‪Dalam khutbah kedua ini. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ‬ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫يوم الدين، أ َ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫فإن أ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ ِ ّ صدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صل الله‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ُ ْ ِ ُ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل ب ِدْعة‬ ‫َ ٍ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ّ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ضللة.” (QS.

Daripadanya berkembang menjadi banyak bangsa bahkan suku. kita gunakan untuk selalu mening-katkan ketaqwaan kita kepada Allah. Pada kesempatan yang baik ini. Baik berhubungan dengan hal-hal yang wajib. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ُ ْ ‫َ ِ َ ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ َ ‫وأ َشهد أ‬ .dari sisa-sisa waktu yang Allah berikan ini. kita aplikasikan dalam setiap derap langkah hidup kita hingga akhir hayat. Lalu ia menjawab dengan nada bertanya: “Bagaimana jika engkau melewati jalan yang penuh onak dan duri?” Jawab Umar. Selanjutnya..‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وعلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ْ َ َ ِ ُ َ ُ َ َ . dari atas mimbar Jum’ah ini. jama’ah Jum’ah rahimakumullah Telah dimaklumi bahwa.. kata Ubay bin Ka’ab Ma’asyiral muslimin. manusia pada mulanya berasal dari dua orang sejoli. Karena. saya wasiatkan kepada diri saya berikut jama’ah sekalian. makruh.. Nabiyullah Adam dan ibunda Hawa.. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ َ َ ِ ُ َ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ .43 Mengukir Prestasi Dihadapan Ilahi Oleh Suyadi Husein Mustofa ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ‫ُ ِ ّ ه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. Marilah.‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ ُ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله .. haram. sunnah. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Ta’ala yang telah memberikan taufiq serta hidayahNya. dengan ukuran inilah prestasi seorang manusia dinilai dihadapan Allah. أ‬ ،‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله‬ ِ ِ ْ َ ّ َ ْ ُ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َ ْ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال‬ َ َ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى، حي ْث‬ ُ َ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ َ ‫قال ت َعالى في كتابه ال ْك َريم، أ‬ َ َ َ َ ّ ،‫ِ ْ ِ عوذُ بالله من الشي ْطان الرجي ْم‬ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ِ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ِ ّ :‫ب ِسم ِ الله الرحممن الرحي ْم‬ ِ ْ ِ ِ ّ ِ َ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ . Suatu ketika Umar Ibnul Khaththab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang gambaran taqwa itu. Semua ..‫عظِي ْما‬ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك‬ ّ ‫َ ٌ َ ل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ..‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. yaitu dengan selalu memper-hatikan syariat Allah. sehingga kita masih dalam keadaan Iman dan Islam.‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Ma’asyiral muslimin arsyadakumullah . “Tentu aku bersiap-siap dan hati-hati” Itulah taqwa. maupun yang mubah.

Itulah parameter yang pada saatnya nanti akan dimintai pertanggung-jawabannya. Ma’asyiral Muslimin. Al-Hafifzh Ibnu Katsir menambahkan: “Mereka berbeda di sisi Allah adalah karena taqwanya. dari sisi penyebaran. karena memang manusia “tidak punyak hak” untuk menghalalkan atau mengharamkan sesuatu. Begitulah kecenderungan manusia dalam memenuhi hasrat hidupnya. )رواه‬ َ ِ ٍ َ ٍ َ َ ْ ِ . Sebagai contoh. manusia banyak yang tidak menghiraukan halal atau haram.” Ma’asyiral muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Dalam hal ini Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13. aman tentram dalam mengemban persoalan kehidupan. Tetapi sekali lagi. atau malah bangga dengan “amal dosa” itu. ratusan bangsa bahkan ribuan suku yang masing-masing mengembangkan diri sesuai potensi yang bisa dikem-bangkan. kuat merasa lebih baik dan harus diikuti (baca: ditakuti) oleh negara yang lain. tidak ada perbedaan. Padahal dari aturan agama inilah manusia diuji oleh Allah-menjadi hamba yang taat atau maksiat. kecuali kembali kepada syariat agama Allah.. Karena minimnya ilmu syar’i itulah yang menyebabkan banyak manusia terjerembab ke lembah kedurhakaan dan jatuh ke lumpur dosa.. Dari segi jumlah mencapai milyaran. adat istiadat. bukan karena jumlahnya” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ ٍ َ ٌ ْ َ ٍ َ ‫ل َي ْس ل َحد على أ َحد فضل إ ِل ّ بالدّي ْن أ َو عمل صال ِح. orang yang mempunyai jabatan dan kedudukan (tertentu yang lebih tinggi) merasa lebih baik dan pantas untuk diikuti oleh yang lain dalam segala tuntutannya. bangga. yakni sombong. termasuk teknologi yang mereka temukan. negara yang maju. Ma’asyiral muslimin. kalau kita renungkan semua itu adalah untuk jasmani kita (saja) agar hidup kita dalam keadaan sehat. Darinya pula muncul beragam bahasa.. bahkan lebih dari itu. Adapun yang membedakan di antara mereka adalah dalam urusan diin (agama). Renungkanlah syair seorang tabi’in Abdullah Ibnul Mubarak: . kehidupan manusia telah berkembang dengan pesat dalam segala aspeknya..(‫البيهقي‬ “Tidaklah seseorang mempunyai keutamaan atas orang lain. Namun. dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.” Disebutkan dalam ayat ini bahwa kedudukan manusia dihadapan Allah adalah sama. tidak saling mengganggu. Jama’ah Jum’ah rahikumullah . para pelakunya tidak merasa berbuat dosa. budaya dan lain-lain. yaitu seberapa ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya. orang yang ditakdirkan Allah mempunyai “kelebihan” dari orang yang ditakdirkan “kekurangan” itu menyu-ruh (memaksa)-nya untuk mengerjakan hal-hal yang menyalahi ajaran agama Allah. artinya:“Hai manusia. na’udzubillah.. Orang kaya merasa lebih baik dari yang miskin. Bahkan kadang-kadang. Saat ini. kadang (atau bahkan sering) tidak mempedulikan perintah atau larangan Allah. Tak pelak dari perkembangan tersebut menimbulkan rasa gembira. karena tipisnya ikatan manusia dengan syariat Allah. puas. sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.manusia dinegara manapun dinisbatkan kepada beliau berdua. Inilah tuntutan “kasat mata” hidup seorang manusia. tercukupi kebutuhan materi. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. kecuali karena diinnya atau amal shalih.. jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Bahkan tidak menutup kemungkinan.

syaqiyun. Sedang meninggalkan dosa itu menghidupkan hati. celaka. segera bertobat untuk ‘mengukir” dengan amal taat terhadap Allah dan Rasulnya. Amin . jama’ah Jum’ah rahimakumullah . hina) Dalam hal mana? Yaitu sejauh mana kita menyikapi ajaran Allah dan RasulNya. dan (jalan) Neraka itu dilingkupi sesuatu yang disukai oleh syahwat” Semoga Allah mengumpulkan kita dalam umatNya yang terbaik dan terjauhkan dari ketergelinciran ke dalam jurang kemaksiatan. Dalam tafsirnya. meninggalkan yang diharamkan. Al-Hafizh Ibnu Katsir memberikan pengertiannya masing-masing sebagai berikut: • • • Zhalimun linafsihi: Orang yang enggan mengerjakan kewajiban (syariat) tetapi banyak melanggar apa yang Allah haramkan (yang dilarang) Muqtashid: Orang yang menunaikan kewajiban. atau saabiqun bil khairat bi idznillah. mulia!) Ataukah prestasi fajirun. Selanjutnya tinggal bagaimana umat Islam menerjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Na’udzu billah. karimun (baik.‫حفت ال ْجن ّة بال ْمكاره وحفت النار بالشهوات‬ ِ َ َ ّ ِ ُ ّ ِ ّ ُ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ّ ُ “(Jalan) menuju Jannah itu penuh dengan sesuatu yang tidak disukai manusia. dan baik bagi diri(mu) bila meninggalkannya” Prestasi manakah yang akan kita ukir? Prestasi barrun. ُ َ ُ ْ َ َ . • • • Sudah berapa umur kita yang berlalu begitu saja . taqiyyun.” Ma’asyiral muslimin. Dzalilun (ahli maksiat. .. kadang meninggalkan yang sunnah dan mengerjakan yang makruh. amal maksiat yang telah kita lakukan yang menyebabkan kita (nantinya) terseret kedalam Neraka . setiap ada sehari yang berlalu.‫أ َي ّها الن ّاس إ ِن ّما أ َن ْت أ َيام، ك ُل ّما ذَهب ي َوم ذَهب ب َعضك‬ َ َ ٌ ْ ٌ ّ َ َ َ َ Marilah. tidak mustahil kita akan mendekam di dalamnya.ُ ْ َ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ‫رأ َي ْت الذّن ُوب ت ُمي ْت ال ْقل ُوب وي ُورث ُك الذّل ا ِدْمان ُها، وت َرك الذّن ُوب‬ َ ْ ُ ِ ُ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ . membiasakannya akan mendatangkan kehinaan. Perhatikanlah wasiat Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai manusia. Tetapi semua itu terpulang kepada kita masing-masing. Sudah berapa amal taat yang telah kita kumpulkan sebagai investasi di sisi Allah . bahkan meninggalkan sebagian yang mubah (karena wara’nya) Tak seorang pun di antara kita yang bercita-cita untuk mendekam dalam penjara. Apakah kita termasuk zhalimun linafsih. Sabiqun bil khairat: Orang yang mengerjakan kewajiban dan yang sunnah. serta meninggalkan yang haram dan makruh.‫حياةُ ال ْقل ُوب وخي ْر ل ِن َفسك عصيان ُها‬ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ ٌ “Aku lihat perbuatan dosa itu mematikan hati.. Sudah berapa pula. ketahuilah bahwasanya engkau adalah (kumpulan) hari-hari. taqwa.. muqtashid. maka hilanglah sebagian dari dirimu. Apalagi penjara Allah yang berupa siksa api Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan bebatuan. Umat Islam (termasuk saya dan jama’ah sekalian) telah diberi hidayah berupa Al-Qur’an (dan As-Sunnah). Itulah ujian Allah kepada kita. Kalau kita tidak mempedulikan syari’at Allah.. sebagaimana sabda Rasul SAW.

‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه والصل َةُ والسل َم على رسول الله، ول َ حول ول َ قوةَ إ ِل ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ّ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫بالله.‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ ً َ ِ ْ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ َ ٍ َ ْ َ ِ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َت َجعل في قل ُ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫وب ِنا‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫غل ّ ل ّل ّ‬ ‫ذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إن ّك رءُوف رحي ْم.. أ ُ‬ ‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله،‬ ‫ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ ْ َ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون.‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح ل َنا دي ْن َنا ال ّذي هو عصمة أ َمرنا، وأ َصل ِح ل َنا دُن ْيانا ال ّت ِي‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫ْ ْ َ ِ َ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ‬ ‫فيها معاشنا، وأ َ‬ ‫َ صل ِح ل َنا آخرت َنا ال ّت ِي إ ِل َي ْها معادُنا، واجعل ال ْحياة‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ َ‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫زيادَةً ل َنا في ك ُل خي ْر، واجعل ال ْموت راحة ل َنا من ك ُل شر. وال ْحمدُ ل ِل ّه‬ ‫ِ‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ ْ‬ ‫رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ورسول ُه.‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ا ْل َخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ربنا هب ِ ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫وصلى الله على محمدِ وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن. يا أيَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ ُ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ّ ِ َ ُ ْ ّ ْ ُ ْ َ َ ّها‬ ‫ُّ‬ ‫ِْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ . وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن لَ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ْ‬ ‫َ َ َ ْ َْ ِ‬ ‫َ َّ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا ع َب ْد ُه ُ وَرسوْل ُه.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ربنآإن ّنا سمعنا مناديا ينادي ل ِليمان أ َ‬ ‫ِ َ ِ ن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫ّ ّ َ ِ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً ُ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار.‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫44‬ ‫‪Cinta Dan Benci Karena Allah‬‬ ‫‪Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا وَمن‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫سيئات أ َع ْمال ِنا، من يهد الله فَل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فَل َ هادي ل َه.‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم..‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله . وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا وءات ِنا‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف ال ْميعاد.‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وع َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها َ‬ ‫ّ َ َ َ كان غراما.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا اتقوا الله حق تقات ِه ول َ تموتن إل ّ وأنتم مسل ِمون.

Dalam pengertian menurut syariat. membenci karena Allah.‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها وَب َث من ْهُما‬ ْ ْ ّ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ّ ُ َ َ َ َ ِ َ ْ ُ ُ ّ َ ‫رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِي ت َسآء ٍل ُون بهِ وا ْل‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ َ رحام إ ِن الله كان ع َل َي ْك ُم‬ ُ َ ً َ َ ً َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ َ ‫رِقيبا. yang telah menganugerakan rasa cinta dan benci dihati para makhlukNya. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ ع ْمال َك‬ ‫َ م‬ ُ ّ ُ َ َ َ ِْ ْ ْ ُ ً ِْ َ ْ َّ َ ًْ ِ َ ْ ْ ْ َ َ َ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل‬ .sedangkan yang selain Allah Ta’ala dicintai hanya sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta’ala. tunduk dan pasrah secara total serta menghamba kepadaNya. mencegah segala yang dicegah Allah.‫َ َ ُ ه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما‬ ً َ َ َ ُ ً ْ ْ َ ْ ْ ِ ِ َ ‫أ َما بعد؛ فَإن أ‬ ّ َ ‫ّ َ ْ ُ ِ ّ صد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ُ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ َ ِ ُ ‫ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَشر ال ُمورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك‬ ّ ّ ‫َ ٌ ل‬ ٌ ْ ُ ّ ُ َ َ َ َ ْ ُ َ ّ . Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫أ َوث َق عرى ا ْل ِي ْمان ال ْحب في الله وال ْب ُغض في الله. Rasulullah juga bersabda: َ ْ َ ِ َ َ ‫من أ َحب ل ِل ّه وأ َب ْغض ل ِل ّه وأ َعطى ل ِل ّه ومن َع ل ِل ّه فقد است َك ْمل‬ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ . Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa pula kita membenci. memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi.At Tirmidzi) Dalam riwayat lain. Allah Ta’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri. ia mengatakan hadits hasan) Jamaah Jum’ah yang berbahagia. maka sungguh telah sempurna Imannya. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong kepadanya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkannya.‫ْ ِ ْ َ ٍ لى ي َوْم ِ الد ّي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ْ َ ِ Jamaah Jum’ah rahimakumullah Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wajalla. Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Abu Dawud dan AtTirmidzi.(‫الترمذي‬ “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah. dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) . )رواه‬ ِ ُ ْ ِ ّ ُ ِ َ ِ ِ َ َ ُ ُ ْ . memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah.” (HR. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah. diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta’ala saja. ridla kepada apa yang diridlai Allah. )رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن‬ َ َ “Barangsiapa yang mencintai karena Allah. membenci terhadap segala yang dibenci Allah. Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain. tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah.” (HR. Jamah Jum’ah yang berbahagia. يا أ َيها ال ّذين ءامنوا اتقوا الله وقُول ُوا قَول ً سديدا.(‫ا ْل ِي ْمان. Jama’ah sidang Jum’ah rahimakumullah Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta’ala semata.‫ضل َل َةٍ في النار‬ ِ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإحسان إ‬ َ َ ّ َ ّ َ .

anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka. sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orangorang yang beriman. marilah kita berlindung kepada Dzat yang membolak-balikkan hati. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta kekayaan. sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. tabi’in. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia .. saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya. suku bangsa. Naudzubilla min dzalik. apabila mereka itu membenci. Mereka adalah orang-orang yang mengikhlaskan segala perbuatan dan ucapannya untuk Allah semata. Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan kebencian yang harus dicurahkan terbagi menjadi tiga kelompok: 1. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Bahwasannya seorang mukmin wajib dicurahkan kepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu. dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita. meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita. memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya.” (Al-Mujadalah: 22) Jamaah Jum’ah yang berbahagia…… Jadi. Mereka adalah orang-orang yang mencurahkan kecintaan. Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah. derajat dan kedudukan.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . ketampanan.. kewala’an. tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka). sekalipun orang orang itu bapak-bapak. para sahabat. kefakiran.. ataupun saudara kita yang lain. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya. kekeluargaan dan lain-lain. tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala Jamaah Jum’ah yang berbahagia . melaksanakan ajaran Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan keyakinan yang teguh . dan seorang kafir wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat baik kepadamu.adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.. anak-anak kita sendiri. supaya hati kita dipatri dengan kecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam Ibnu Taimiyah. saudara-saudara kita. Orang-orang yang dicurahkan kepadanya kasih sayang dan kecintaan secara utuh. orang tua kita... kebencian dan . Karena kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada Allah. Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi patuh terhadap perintah-perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang oleh Allah dan Rasulnya.

Pada hal jama’ah yang berbahagia. Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan yang baik dengan amalan yang buruk. Sidang Jumah yang dimuliakan Allah Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah. dalam riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer 4967 Rasulullah n melaknat khamr.” (HR.” Rasulullah bersabda: “janganlah engkau melaknatnya. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu. Saling memberi hadiah Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu: ،‫ت َهادَوا ت َحاب ّوا.(‫961/6، وسنده حسن‬ “Saling memberi hadiahlah kalian.(712 ،‫َ لى. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta’ala. hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan) . Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod.. Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara utuh. )رواه البخاري في الدب المفرد 021 والبيهقي‬ َ ْ َ ْ . bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ ِ ِ َ ْ ِ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ‫إ ِذا أ َحب أ َحدُك ُم صاحب َه فل ْي َأ ْت في من ْزل ِه فل ْي ُخب ِرهُ أ َن ّه ي ُحب ّه في الله‬ ِ ُ ِ ُ ِ َ ّ َ ْ ْ َ ‫ت َعا‬ . orang yang menjualnya. Orang–orang yang dicurahkan kebencian dan permusuhan kepadanya secara utuh. orang yang meminumnya. tiba-tiba sorang laki-laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam keadaan mabuk. niscaya kalian akan saling mencintai. orang yang memerasnya dan orang yang minta diperaskan. maka mereka dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri mereka sendiri. orang yang membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya. )رواه ابن المبارك في الزهد‬ “Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala. Dalam hal ini kita harus dapat memilah-milah. Sesungguhnya dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih Al-Bukhari kitab Al-Hudud). 2. adapun yang ketiga 3.” (HR. orang yang mengingkari asma’ wa sifat Allah ta’ala. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah . hal 712 dengan sanad shohih) 2.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu. Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari rukun Islam baik sebagian atau keseluruhan dengan rasa mantap. atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu bida’ yang sesat dan menyesatkan. Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lainnya. seperti muamalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Himar. dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri mereka. atau orang yang melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya. Saat itu Abdulllah bin Himar dalam keadaan minum khamr maka dibawalah dia kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam.. antara lain: 1.permusuhan karena Allah ta’ala serta mendahulukan perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas yang lainnya siapapun orangnya.

dan jika saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. ‫ل َ ت َدْخل ُون ال ْجن ّة حتى ت ُؤمن ُوا ول َ ت ُؤمن ُوا حتى ت َحاب ّوا، أ َول َ أ َدُل ّك ُم‬ ّ َ ْ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ‫على شيء إذا فعل ْت ُموه ت َحاببت ُم، أ‬ َ َ ُ ‫َ ْ ٍ ِ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ْ فشوا السل َم ب َي ْن َك‬ ُ ْ ‫م.(‫حديث حسن‬ “Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa. Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukannya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian. Muslim 2/35). Al-Bukhari dalam kitabnya AlAdab AlMufrad hal. )رواه الطبراني والبيهقي، سنده‬ ْ ّ ُ ّ ِ ْ ُ َ َ َ ُ َ َ . tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai. sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang. niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.84) 6. 5. Saling mengunjungi Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah .(2/35 ،‫مسلم‬ “Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman. Meninggalkan dosa-dosa. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang saudaranya di saat tidak ada. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain. Dan bertaqwalah kepada Allah.3.” (HR.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.” (HR. ‫يا أ َبا هري ْرة! زر غبا ت َزدَدْ حبا. )رواه البخاري في الدب المفرد ص 48 وهو‬ َ ُ َ ِ .Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih) 4.sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya.(‫صحيح‬ “Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ ّ َ .” (HR. )رواه‬ َ ّ ْ . Saling menyebarkan salam. jauhilah kebanyakan dari prasangka. Dalam hal ini Rasulullah bersabda: ّ ‫ما ت َوادّ اث ْنان في الله عز وجل أ َو في ا ْل ِسل َم ِ في َفرقُ ب َي ْن َهما إ ِل‬ ِ ْ ّ َ َ ّ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ‫بذَن ْب يحدث ُه أ‬ ‫ٍ ُ ْ ِ ُ حدُهما. صلى الله عل َي ْه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا‬ َ ً ّ َ ُ ْ ً َ َ َ ِ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ً .” (Al-Hujurat:12) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب.‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ .

رب ّنا‬ َ َ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ّ ‫اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل‬ ُ ْ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ َ ‫ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya n.‫ِ ك ْب َر‬ ُ 45 Potret Haji Kita. Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah: 1.‫َ مي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ َ . Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. 5. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ ُ ْ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ َ ُ ُ‫حسن َة وقنا عذاب النار. Meraih kesempurnaan iman. 6. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kita. الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال‬ ْ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ مسل ِمي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ َ َ ‫وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك على ك ُل شيء قدي ْر. Merasakan manisnya iman. Lc ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْواسع ال ْعظِي ْم ِ ال ْب ِر الرحي ْم ِ خل َق ك ُل شيء فقدّره‬ ِ ّ ِ َ ُ َ َ َ ٍ ْ َ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ِ َ َ ‫وأ َن ْزل الشرع فيسره وهو ال ْحكيم ال ْعل ِيم، بدأ َ ال ْخل ْق وأ‬ َ َ َ ‫َ َ َ ن ْهاهُ وي َسر‬ َ َ ُ ْ َ َ ُ ْ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ُ َ ّ َ َ َ ْ ّ . سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصف‬ ،‫ِ ون‬ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ّ َ ِ ّ ِ ِ ّ َ ‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال‬ َ َ ٌ َ َ . َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.. Masuk Surga Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah.Jama’ah Jum’at yang berbahagia . 2. Mendapatkan Kemuliaan dari Allah. mendapatkan kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi. 3. Amiin.. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا‬ َ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا. Mendapatkan kecintaan Allah. Antara Cita-Cita Dan Fakta Oleh: Agus Hasan Bashori. 4. pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول‬ َ ‫ْ َ ذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫الله أ‬ . mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya. meraih manisnya Iman. mendapatkan kemuliaan dari Allah. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ ‫أ َجمعي ْن.

keduanya menghantarkan seseorang menuju cita-cita. Kita sekarang berada pada bulan Dzul Qa’dah bulan kesebelas dari bulan Qamariyah. manakala ibadah ini adalah ibadah yang paling besar dan ketaatan yang paling berat maka disebut ibadah yang paling utama” yaitu Al-Haj yang berarti alqashdu. Tetapi tujuannya adalah pemilik rumah ‫. Di lihat dari sebutannya saja ibadah ini sudah unik.رب الكعبة‬ Begitu pula mencium hajar aswad.‫ي َقعدُون في ْه عن ا ْل َسفار وال ْقتال ا ِست ِعدادا ل ِحرام ٍ بال ْحج‬ ّ َ ِ ً َ ْ ْ َ ْ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ْ .. “Hajar Aswad adalah bagaikan tangan kanan Allah dimuka bumi ini. Tatkala seorang haji tiba di ka’bah. Inilah pembeda antara musyrik dan muslim. Karena beliaulah yang mencontohkan kita untuk melakukan yang demikian.‫َ َ ْ ُ ْ ن الله مع ال ْمت ّقي ْن‬ ّ َ َ َ ُ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ Jamaah shalat jum’at yang berbahagia Marilah kita tingkatkan Iman dan taqwa kepada Allah karena hanya dengan taqwa kita akan mendapatkan ampunan. Pada hari ini kita saksikan bersama persiapan dan pem-berangkatan para jemaah calon haji. niat adalah amal yang paling mulia karena ia adalah pekerjaan anggota yang paling utama yaitu hati. Betapa tidak Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Abdir Rohman Al-Bukhari Alhanafi Azzahid (546 H) menjelaskan. وأ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ِ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ ِ َ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ْ ‫في أ ُل ُوهي ّت ِه ورب ُوب ِي ّت ِه. Dulu orang musyrik mencium batu karena untuk menyembah batu.َ :‫ال ْفل ْك وأ َجراهُ وهو ال ْعزي ْز ال ْحك ِي ْم، ال ْقائ ِل في ال ْك ِتاب ال ْك َري ْم‬ ِ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ َ ُ ِ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ‫) التوبة: 63( أ َحمدُهُ على جل َل ن ُعوت ِه وك َمال صفات ِه وأشك ُرهُ على‬ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ُ ِ َ ‫ت َوفيقه وسوابغ ن ِعمت ِه. Maka barangsiapa yang menjabatnya (menyentuhnya) atau menciumnya maka seolah-olah ia menjabat (tangan) Allah dan mencium tangan kananNya. manakala saudara-saudara kita tadi meninggalkan kampung halamannya terbang menuju kiblat umat Islam sedunia.” Karena itu ketika menyentuhnya seorang haji harus mengingat bahwa ia sedang berbai’at kepada Allah (pencipta dan pemilik batu yang telah memerintah untuk menyentuhnya). dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilik rumah (ka’bah) tidak berada di sana. Kita rasakan bersama betapa kebahagiaan telah menghiasi wajah mereka dan sejuta harapan telah tertanam dalam di lubuk hati mereka. memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu haji merupakan tiang kelima dari kelima pilar utama dalam Islam. melainkan karena mengikuti sunnah rasul. Tidak ada ibadah seagung ibadah haji. merangkum sejuta hikmah. Berbai’at untuk ُ َ ِ َ ِ َ ْ . Haji mengandung seribu makna. pertolongan dan surgaNya yang agung. معاشر ال ْمسل ِمين ا ِت ّقوا الله واعل َموا أ‬ ُ . sementara maksud dan niat. tidak ada sesuatu agama yang memiliki konsep ibadah seperti konsep haji Islam. “Haji adalah bermaksud (berkeinginan dan bersengaja). bukan berarti dan bukan kerena menyembah batu. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ال‬ ‫َ َ ُ ْ ُ مب ْعوث‬ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ِ َ ْ َ ِ ْ ُ َ ِ ِ ْ َ ‫إ ِلى جمي ْع ب َري ّت ِه. Tetapi sekarang Muslim mencium batu untuk mengikuti sunnah rasul yang diantara hikmahnya adalah seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu . satu dari empat bulan yang disebut dengan bulan-bulan haram ‫ اشهر الحرم‬dan satu dari tiga bulan haji yang disebut dengan ‫ أشهر معلومات‬di sebut Dzul Qa’dah karena mereka: “Mereka duduk (tinggal dirumah) tidak melakukan perjalanan maupun peperangan sebagai persiapan untuk melakukan ihram haji”. الل ّهم صل وسل ّم عل َي ْه وآل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعه في‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ِ ِ َ ْ ِ ُ َ َ ‫سن َت ِه. maka dia berputar mengelilingi rumah : Thawaf mengisyaratkakn bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan.

yang diantara tandanya adalah sepulang haji ia tidak akan mengulang maksiat. BagiMu segala ciptaan. pegawai. bagiMu segala hukum dan hukuman tidak ada sekutu bagiMu. tua maupun muda. meninggalkan profesi dan pekerjaan. Aku pegang erat kitabMu. Ma’asiral muslimin rahimakumullah. Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkan haji yang mabrur. mentri maupun seorang kiayi. perjudian dan pencurian .‫وأ َت ِموا ال ْحج وال ْعمرةَ ل ِل ّه‬ ِ ّ َ َ ْ ُ َ ّ َ “Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah” Karena itu pulalah para ulama menganjurkan bahwa kewajiban pertama bagi calon haji adalah bertaubat. lalu aku berdiri di depan pintuMu. negara itu akan semakin aman makmur dan sentosa. menanggalkan segala atribut dan jabatan. baik calon haji itu seorang petani. ia akan tampil sebagai muslim yang shalih dan muslimah yang shalihah. karena tujuanku hanyalah wajah-Mu dan keridhaanMu bukan dunia yang fana dan bukan nafsu yang serakah maka amankan aku dari adzabMu.‫ل َب ّي ْك الل ّهم ل َب ّي ْك، ل َب ّي ْك ل َ شري ْك ل َك ل َب ّي ْك‬ ّ ُ Ia akan menghayati seolah-olah berucap: Ya Allah aku datang. dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa”(al-Baqarah. polisi.selalu taat dan tunduk kepadaNya. Tentu saja kita sudah maklum bahwa taqwa itu tidak bisa dicapai kecuali dengan bertaubat dan meninggalkan segala jenis perbuatan maksiat. maka selamatkan aku dari adzabMu. Kalau calon haji sudah bertaubat maka ia akan mampu memahami dan menjiwai syiar haji yang teramat indah itu yaitu. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Karena maksud kita bukan ‫ البيت‬tetapi ‫ رب البيت‬dan karena unsur niat begitu utama dan penting maka Allah brfirman: . Bertaubat dari semua dosa dan maksiat. dokter. 197). Maka sebuah negara semakin banyak muslim dan muslimah yang taat. merendahkan diri dan berkiblat kepadaMu. Inilah yang disyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya: . artis. Jika calon haji sudah bertaubat maka ia pasti akan mampu mencapai hakekat haji yang telah digariskan oleh Allah. bukan untuk mencari kebenaran. memenuhi panggilanMu. dosa-dosa yang lalu. dan harus ingat barang siapa yang menghianati bai’at maka ia berhak mendapatkan murka dan adzab Allah. kini aku siap menghamba kepadaMu. maka tidak boleh rafats. aku junjung tinggi aturanMu. laki-laki maupun perempuan . Tidak boleh melakukan Fusuq yaitu segala bentuk maksiat dan tidak boleh melakukan jidal yaitu perdebatan yang mengikuti hawa nafsu. َ َ َ ِ َ َ َ َ . akau datang. Aku tidak peduli berpisah dengan anak dan istriku.‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ “Berbekallah. dalam firman-Nya: Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji. Aku singgah di sisiMu. Maksiat dan kemungkaran akan menepi. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. (AlBaqarah: 197) Seorang yang beribadah haji tidak boleh melakukan rofats yaitu jima dan segala ucapan dan perbuatan yang behubungan dengan seksual. bagiMu segala aturan dan perundang-undangan.

semoga Allah‬‬ ‫‪menjadikan haji kita yang dahulu dan yang akan datang menjadi haji yang mabrur. lingkungan.‪Maka tidak heran jika Rofats.‪tetap artis. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‪Ma’asyiral muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Demikianlah sekelumit tentang makna haji. mereka tidak mengambil manfaat dari‬‬ ‫‪ibadah haji selain menambah gelar Pak Haji atau Bu Hajjah.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‫‪akan sepi. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. yang artis‬‬ ‫. dan semoga‬‬ ‫.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. perzinaan dan pembunuhan akan mudah diatasi. yang jahat tetap jahat‬‬ ‫. krisis politik.‪krisis nilai. ekonomi dan sosial‬‬ ‫. Apalagi jika yang pergi haji adalah‬‬ ‫.‪biasanya menyebar kejahatan berubah menebar salam‬‬ ‫‪Itu semua manakala hajinya mabrur. وقال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ . para Mentri dan Pak Polisi‬‬ ‫‪Sepulang haji yang kikir akan menjadi dermawan. Yang korup tetap korup.‪Bapak Bupati. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. yang kasar akan menjadi pengantin dan yang‬‬ ‫. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا.‪dijauhkan dari haji yang maghrur (tertipu) dan mabur‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم ِ ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. krisis kemanusiaan. Fusuq dan Jidal marak dimana-mana sampai terjadi krisis moral‬‬ ‫. haji mabrur dan potret haji kita. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. yang lintah darat tetap lintah darat. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ُ ْ ِ َ ِ ْ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ٍ َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫الرحي ْم. semuanya bertolak belakang. Namun kenyataannya adalah bagaikan siang yang‬‬ ‫‪dihadapkan dengan malam.

Peristiwa Penuh Strategi Oleh: H Hartono Ahmad Jaiz ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. janganlah engkau bersedih hati. Tiga malam lamanya Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam dan Abu Bakar As-Shiddiq berada di dalam gua. Maka bubarlah para calon pembunuh yang ingin menggondol 100 unta bila menemukan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ini. “Laa tahzan innallaha ma'anaa”.‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ ( Januari 2004 / 30 dzulqa'dah 1425 22 ) 46 Hijrah. Musuh-musuh yang pedangnya siap menebas Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalamberdiri di hadapan Abu Bakar. Tingkah polah kaum kafir Makkah yang haus darah dan serakah harta ini tidak . يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ َ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . Abu Bakar mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam di dalam gua. يا أ َي ّها ال‬ ُ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Adegan yang sangat tegang memecahkan genangan air mata Abu Bakar di dalam gua Tsur. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ُ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ْ ِ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. keluar dari mulut Abu Bakar yang mengkhawatirkan.‫َ وزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ّ َ ّ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ َ َ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. musuh bebuyutan Nabi itulah yang menganggap mustahil Muhammad yang sedang dicari-cari itu berada di dalam gua ini. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ َ ُ ْ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. hanya berbatas cahaya. karena sesungguhnya Allah beserta kita. di luar kota Makkah. sedang musuh-musuh yang siap "menerkam" berdiri di mulut gua.‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam membisiki Abu Bakar. Musuh bebuyutan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yang memimpin pengejaran dan akan membunuh Nabi pun berada di mulut gua Tsur. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ِ ّ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . قال ت َعالى: يا‬ َ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. Sementara orang-orang kafir Makkah yang sejak semula memusuhi bahkan ingin membunuh Nabi itu meningkat jadi berlomba mencari hadiah 100 unta dalam rangka membunuh Nabi. يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ِ ْ ُ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ َ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ditangkap musuh dan dibunuh. 5 kilometer dari Makkah. Isak tangis pun tak bisa ditahan. Justru Umayyah Ibnu Khalaf.. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ .

namun tidak ada masalah dalam penanggalan Hilaliyah dimulai dengan Muharram. semua gerak-gerik dan rencana Quraisy telah disadap dan disampaikan kepada Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . di tempat Bani Amr bin Auf inilah yang sampai kini dicatat sebagai peristiwa hijrah yang menurut penyelidikan Mahmud Basya. Penunjuk jalan ini disewa. mendekati gua Tsur. walaupun telah "sempurna" kekejaman kaum kafir Quraisyh dalam memusuhi Nabi dan pengikutnya. Maka orangorang Quraisy menduga. 6. Nabi dengan ajarannya itu akan menang. Peristiwa singgah di Quba. Abu Bakar sebelumnya telah berjanji dengan penunjuk jalan yang mahir.000 x 3. halaman 83 atau terjemahannya hal 108). Setiap hampir sampai di belakang Nabi Muhammad SAW. Abdullah tetap berada di Makkah bersama mereka. namun ia tidak mau membocorkan perjanjian. mendirikan masjid. Hal itu ditetapkan dalam sidang pada masa pemerintahan Umar bin Khothob. Abdullah bin Abu Bakar memainkan peran yang cukup penting. dan tidak tergiur oleh sayembara hadiah 100 unta bagi yang mampu menemukan/membunuh Nabi. Dalam perjalanan dari gua Tsur menyusuri pantai menuju ke Yatsrib berkendaraan unta. Untuk melanjutkan perjalanan. Hingga sekarang dikenal dengan Masjid Quba'. dan yang terakhir. Sekalipun Abdullah Bin Uraiqith ini masih belum Islam. yang kemudian bertemu untuk masuk ke gua Tsur seperti tersebut. dan diharap menemui Abu Bakar di gua Tsur setelah tiga hari. Shuhaib. Sedang di Makkah tinggallah Nabi. mata uang perak. Pada saat manusia lelap tidur menjelang fajar. Asma' binti Abu Bakar membawakan makanan untuk Nabi dan Abu Bakar yang berada di dalam gua. singgah dulu di Quba'. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan perhitungan tahun pertama Hijriyah. Ali. Kehadiran Nabi Shalallaahu alaihi wasalam sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Yatsrib. Padahal. ahli falak. Bukan Meninggalkan Medan Peristiwa hijrah (pindahnya) Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) itu bukanlah suatu kejadian pemimpin lari meninggalkan medan. terjadi pada 2 Rabi'ul Awwal. Hilanglah jejak-jejak kaki di padang pasir itu. Maka Suraqah minta perlindungan kepada Nabi dan Abu Bakar. lalu diminta untuk bersama Nabi). 17 Hirjiyah/639 M atas usulan Ali bin Abi Tholib. Sedang Abu Bakar diminta untuk menunggu Nabi di luar Makkah. Karena. kuda Suraqah terperosok kaki depannya ke dalam pasir. Untuk menghilangkan jejak-jejak kaki Abdullah yang berjalan di padang pasir antara Makkah dan gua Tsur itu. maka Amir bin Fuhairah menggiring kambingnya menyusuri bekas-bekas tapak kaki Abdullah. dari lobang yang memerosok-kan kaki kuda itu keluar debu yang amat banyak. Dan Suraqah yakin. lantas pagi hari Abdullah sudah berada di kalangan kaum Quraisy Makkah.720 gram. Abdullah mendatangi Nabi. Ali bertugas menggantikan tidur di tempat tidur Nabi Shalallaahu alaihi wasalam saat malam pengepungan oleh kaum Quraish. . bertepatan 20 September 622 Masehi. Zaid bin Haritsah dan beberapa orang lemah yang belum siap berhijrah. Sampai tiga kali. (lihat Nurul Yaqin. dekat Madinah. Abu Bakar (yang tadinya akan berangkat pula. Mereka dengan sangat gembira menjemput Nabi SAW. Namun Nabi tidak langsung ke Yatsrib. Beratnya. tidaklah Nabi lari duluan. Sementara.mudah diajak kompromi. Sekalipun Hijrah itu sendiri terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal. keluar dari gua Tsur menuju Yatsrib (kini bernama Madinah).000 Dirham. Setiap malam Abdullah bin Abu Bakar menginap di dekat kaum Quraisy yang memusuhi Nabi di Makkah. Untuk membela agama yang akan ditumpas oleh kaum kafir Quraisy ini Abu Bakar membawa harta sebanyak 6. Untuk itu. bernama Abdullah Bin Uraiqith. Nabi dan Abu Bakar yang dipandu oleh Abdullah Bin Uraiqith ini dikejar oleh Suraqah Bin Malik AlMudlaji dengan kuda.12 gram = 18. Umat Islamlah yang dipersilakan duluan untuk meninggalkan Makkah.

namun satu segi menjadikan tokoh Madinah yang akan tergusur pengaruhnya serta kaum Yahudi. Abdullah dan Asma'. sedang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam tetap tegar menghadapkan muka ke depan. dedengkot kafir Quraisy mendengar kabar kekalahan itu. Peristiwa-peristiwa menegangkan yang langsung dialami oleh Abu Bakar dalam mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini lebih menebalkan keimanannya yang memang sudah kaliber amat tangguh. Siapa pengayom jiwa mereka. 20 Dinar emas = 20 mitsqol = 93. Sampai Nabi Shalallaahu alaihi wasalam terheran-heran. Hingga kaum Anshor rela mengorbankan harta untuk saudara-saudaranya. sampai tidak tergiur memilih ikut sayembara hadiah 100 unta bila menemukan/membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Hingga. Perjuangan tidak selesai. Amir Taat Nasution. Pengaruh hijrah dan kemenangan perang Badr ini satu segi lebih memantapkan muslimin Muhajirin dan Anshor. Peran Abu Bakar Shiddiq dalam peristiwa Hirjah ini sungguh besar. Bekal Abu Bakar 6. di bawa ke hadapan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pada peristiwa lain. di mulut gua. kaum kafir Makkah tentu tidak rela adanya peristiwa hijrah massal ini. Maka. Apalagi. seketika Abu Lahab. kaum kafir Quraisy telah menyiapkan 950 tentara. Memilih nifak atau mengadakan makar. ia langsung berodol jantungnya.000 Dirham itu dicatat dalam buku "Muharram dan Hijrah". Abu Bakar senantiasa menengok ke belakang. Bukan sekadar penggusuran secara . kaum Muhajirin. (192-193) 1. baik jiwa maupun harta itu. Abdullah bin Ubay bin memilih nifak. Perang yang langsung dipimpin Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini dimenangkan oleh kaum muslimin. suatu prestasi yang sangat di luar dugaan. Hingga. Dengan demikian. sebagai manusia. (nilai ini diperbandingkan dalam zakat). apa yang masih ada padamu? Malah dijawab oleh Abu Bakar. Karena. masih pula dilacak oleh kaum kafir Quraisy sampai di hadapan Abu Bakar. bagaimana nasib umat Islam yang telah berada di negeri orang.Nilainya sama dengan 2. Hingga sebagian mereka merelakan sebagian isterinya dicerai agar dikawini saudaranya. Abu Bakarlah yang tahu persis bagaimana keganasan orang yang akan membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan ingin meraih hadiah 100 unta sebagai pahlawan Quraisy. 100 kuda dan 700 unta untuk menyerbu umat Islam. Ini menurut Fiqh Islam. Entah berapa dirham Abu Bakar menyewa tukang penunjuk jalan. Ternyata pada tahun kedua Hijriyah. harta benda seluruhnya disumbangkan untuk Islam. peristiwa hijriyah ini disusul dengan problema yang cukup kompleks. sedang kaum Yahudi merencanakan makarnya untuk membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. kaum Muhajirin. Pengaruh Abu Bakar terhadap anak-anaknya. dedengkot kafir Quraisy rela menyumbangkan 100 unta untuk perang menyerbu muslimin yang berjumlah 313 orang dengan 2 kuda dan 70 unta. menangisnya Abu Bakar. walau hijrah telah dilaksanakan.808 gram emas. Penggalangan kekuatan umat yang terdiri dari kaum Muhajirin (yang datang dari Mekkah) dan Anshor (yang asli Madinah) ditata dengan penuh semangat persaudaraan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. menyikapi dengan tingkah lain. Ditanya. hingga menjadi penyelidik khusus dan penjamin makan yang cukup menanggung risiko dalam perjalanan Makkah-Gua Tsur. Abdullah Bin Uraiqith yang belum memeluk agama Islam. Tentu saja Abu Bakar amat khawatir. Sulaiman Rasyid. bahwa Allah dan Rasul-Nyalah yang ada padanya.6 gram. Ukuran zakat harta adalah 200 Dirham (perak) atau 20 Dinar (emas). Sewaktu dikejar oleh Suraqah di tengah perjalanan menuju Yastrib. hal 32. Usaha maksimal Abu Bakar yang penuh risiko. sangat bisa dimaklumi. yang didampingi adalah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang akan dibunuh. 100 unta yang disumbangkan untuk memusuhi muslimin telah sia-sia. semuanya menyadari. Terjadilah perang Badr pada bulan Ramadhan. hingga ia sangat menyesalinya. Abu Lahab. di Madinah (Yatsrib). Dan siapa lagi nanti yang akan membimbing menyiarkan ajaran Islam yang baru embrio ini. 2 Hijriah. Semua itu dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran. H.

tidak menonjolkan identitas keaslian daerahnya (Makkah/Muhajirin. tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah (terbukanya Makkah. orang munafiq seperti Abdullah bin Ubay bin Salul yang ingin senantiasa menjegal Nabi Shalallaahu alaihi wasalam serta pengikutnya. itu semua mewujudkan umat yang terbaik. dan kemunafikan tidak berkutik. namun lebih beragam lagi' permusuhan licik. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. Tokoh-tokoh tua. Peristiwa Hijrah yang membuahkan masyarakat berkadar khoiro ummah ini mengakibatkan tidak berdayanya kaum kafir. tanpa mengungkit jasa. Ibarat pucuk cemara yang meliuk ikut hembusan angin. di saat umat kondisinya bobrok. seia sekata. Hijrah membuahkan masyarakat muslim terbaik. Umat tidak berfirqoh-firqoh (pecah belah). sebaik-baik umat. setiap shalat pun di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . justru ia sendiri sangat rapi dalam menyimpan kemunafikannya. sekalipun kesadaran mereka baru datang di masa pensiun. Hingga. para musuh bebuyutan. tanpa mengeruk keuntungan pribadi dengan dalih demi kelancaran pembinaan masyarakat. Naluri manusia cenderung membela kebenaran. di saat masyarakat bobrok kondisinya. Madinah/Anshor). dan persekongkolan jahat yang tak henti-hentinya. seperti Abu Sufyan yang tadinya sangat memusuhi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pun masuk Islam. yaitu penduduk Makkah masuk Islam semua secara serentak. قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ . Tabiat pedagang dari Makkah yang keras bisa bersatu menjadi bersaudara dengan tabiat petani Madinah yang lunak dan sopan. tahun 8 Hijriyah). yaitu agama yang memang sesuai dengan naluri manusia itu sendiri. orang munafik pun tidak mendapatkan hasil apa-apa.fisik seperti di Makkah. bila muslimin terbaik itu jumlahnya sangat minim. Semuanya dalam persaudaraan. Jegal-menjegal tidak mereka kenal. di saat angin sudah berbalik arah. yang dalam istilah agama disebut fitrah. maka kemunafikan pun tidak membuah-kan hasil. tentu saja kebobrokan itu akibat dari banyaknya orang munafik. Sebaliknya. namun justru menambah wawasan dan kecermatan umat dalam menempuh gelombang hidup. pucuk daun itu belum sempat berbalik. Khoiro Ummah. 8 tahun kemudian mereka semua masuk Islam dengan sukarela. dan tidak berkutiknya orang munafik. Maka Islam disebut pula agama fitrah.‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Tidak ada penolakan atau kata terlambat yang diucapkan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. tolong menolong. kaum kafir Makkah yang mengejar-ngejar Nabi Shalallaahu alaihi wasalam hingga Nabi berhijrah itu. Khutbah Kedua . Perpaduan yang saling tenggang rasa. Lalu Nabi n menegaskan. Banyaknya jumlah munafik kini mengakibatkan perben-turan kepentingannya. Mafhum mukholafah atau analogi logisnya. Sangat menampakkan keislamannya. Kemunafikan dan persekongkolan yang menghadang di hadapan umat Islam bukan membuat padamnya Islam. musuh dalam selimut. otomatis akan sia-sia. Sedang Nabi n sama sekali tidak dendam kepada mereka. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. Karena. kemudian bertabrakan sesamanya. Hingga tak mengherankan.

‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫74‬ ‫‪Muhasabah Di Bulan Muharam‬‬ ‫‪Oleh: Faqihuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى:‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. وصلى الله وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َ‬ ‫ّ ة. ي ُصل ِح ل َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ْ ك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫فاز‬ ‫َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫فوزا عظِي ْما.‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ ْ ً َ‬ ‫ً‬ ‫إن أ َصدقَ ال ْحديث كتاب الله، وأ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ َ حسن الهدْي هدْي محمد صلى‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ ِ ِ َِ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ َ‬ .‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

Ali Imran 102) Sidang Jum’at yang berbahagia Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari. Sidang Jum’at yang berbahagia Maka seorang yang beriman kepada Allah. Banyak dari saudara kita yang menjadikan bulan Muharram ini sebagai momentum. yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat. Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapan dan keindahannya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk sia-sia. Allah berfirman di dalam surat AdzDzariyat ayat 56 sebagai berikut: Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu (beribadah kepadaKu). Setelah kita bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan bershalawat kepada nabi kita Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Padahah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam dan para sahabatnya serta ulama pendahulu umat tidak pernah melakukan hal tersebut. (Al-A’la: 17). dan dunia ini hanya merupakan persinggahan. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran bulan Muharam yang merupakan permulaan dari putaran bulan dalam kalender hijriyah. sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita di dalam surat Ali Imran ayat 102: Artinya: “Dan janganlah kamu mati. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Kita berharap dan memohon semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala. أ‬ ‫ّ ِ ما ب َعد؛‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ِ ُ ْ ّ Sidang Jum’ah yang berbahagia. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Hasyr: Artinya: “Hai orang-orang beriman.ّ َ ٌ َ ‫الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ ‫بدعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Berkenaan dengan ini Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi tersebut. Tanpa tujuan yang jelas.. (Al-Hasyr: 18). karena sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya berkurang kesempatan untuk hidup di dunia ini. Dari hari ke hari.” Sidang Jum’at yang berbahagia .” (QS. kecuali dalam keadaan beragam Islam. . Hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal. sehingga memperingatinya merupakan suatu hal yang menjadi keharusan bahkan terkadang sampai keluar dari syari’at Islam. minggu ke minggu dan bulan ke bulan. Dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. meridhoi dan menerima amalan yang kita lakukan sebagai amalan ibadah yang diterima serta kita memohon pula untuk senantiasa dijadikan pengikut Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang setia hingga akhir hayat serta kita tidak kembali keharibaanNya kecuali dalam keadaan berserah diri kepadaNya. Sidang Jum’at yang berbahagia Mestinya kita banyak bertafakur untuk bermuhasabah atas bertambahnya umur ini.

At-Takwa dalam Al-Qur’an mencakup tiga makna yaitu: pertama: takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. Itulah arti takwa secara bahasa. karena taqwa adalah sebaik-baik bekal dan persiapan.” Mujahid berkata. mubaligh dan para penceramah. Hal itu seperti firmanNya: Artinya: “Dan hanya kepadaKulah kamu harus bertakwa. Sehingga hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri tanpa adanya perhatian penuh terhadap pentingnya bertakwa yang merupakan sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia ini terlebih kehidupan akhirat nanti. (Ali Imran: 102). bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya takwa”. Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang mentaati Allah dan rasulNya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepadaNya maka mereka itulah orang yang beruntung”. Dan kata Al-Wiqa’ yaitu segala sesuatu yang digunakan sebagai pelindung. “Taatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaatan. Maka inilah hakikat takwa dari makna takwa. Sebagaimana Allah ingatkan dalam firmanNya: Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”. selain pertama dan kedua. Allah harus ditaati dan pantang dimaksiati. sebagaimana firmanNya: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. dengan imannya itu pula ia meninggalkan yang dilarangNya dan takut terhadap ancamanNya. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangNya. Kedua: Bermakna taat dan beribadah. (QS. dan juga siksaNya. selalu diingat dan tidak dilupakan. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal”. Maka dia melakukan perintah itu karena imannya terhadap apa yang diperintahkanNya disertai dengan pembenaran terhadap janjiNya.” (Al-Baqarah: 41). sebab Allah Maha Kaya. disyukuri dan tidak dikufuri. Sidang Jum’at yang berbahagia. Ibnu Abas Radhiallaahu anhu berkata. Mengapa demikian? Di antara sebabnya mereka belum tahu hakekat takwa. hakikat takwa adalah mentaati Allah atas dasar iman dan ihtisab. (An-Nur: 52). .. namun semuanya bermuara pada satu pengertian.” Ketiga. Sidang Jum’at yang berbahagia Jelas bagi kita bahwa bekal yang harus kita persiapkan tiada lain hanyalah taqwa. Maha Berkuasa dan Maha Suci tidak memandang yang lain dari hambaNya kecuali taqwa hambaNya. Lalu bekal apa yang akan kita bawa menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan tersebut? Dengan hartakah? Pangkatkah yang kita banggakan? Atau keturunankah? Saya keturunan raja. Baqarah: 197).. Sidang Jum’at yang berbahagia . Ar-Rafi’i menyatakan dalam Al-Mishbahul Munir Fi Gharibisy Syahril Kabir. Sering kita mendengar kata takwa dari ustadz.. bangsawan atau kyai.Sidang Jum’at yang berbahagia . yaitu seorang hamba melindungi dirinya dari kemurkaan Allah. baik terhadap perkara yang diperintahkan ataupun perkara yang dilarang. dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa. namun bagi kebanyakan kita antara perbuatan dengan apa yang didengar tentang takwa jauh dari semestinya. Allah berfirman dan mengingatkan kita semua dalam surat Al-Baqarah: Artinya: “Berbekallah. Sedangkan takwa menurut syariat para ulama berbeda pendapat. Ibnu Qayyim menyatakan. Ternyata bukan itu semua. “Takwa kepada Allah artinya. Al. tingkatan dan buah dari takwa tersebut. “Waqahullahu Su’a” artinya Allah menjaga dari kejahatan.

Apa yang kita dapatkan bila bertakwa kepada Allah? Allah Ta’ala menjanjikan kepada kita. sudah semestinya dalam menghadapi bulan Muharam ini dengan bertafakkur. Memelihara dan menjaga dari perbuatan maksiat. niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari beban yang ia pikul. bahwa takwa mempunyai tiga kedudukan: 1. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. sudah sejauh mana persiapan kita menghadapi kehidupan yang abadi tersebut. Sidang Jum’at yang berbahagia. VIII: 6638-3369. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . “ (Jami Ahkamiil Qur’an. Yang terkadang kita begitu bersemangat dan penuh antusias menggapai kehidupan yang fana ini. Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia mengadakan baginya jalan keluar. Para mufassir juga berkata. Dan Abu Sa’id AlKhudri berkata: Barangsiapa berlepas dari kuatnya kesulitan dengan kembali kepada Allah.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ْ ْ َ ِ َ ِ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ُ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Ibnu ‘Uyainah berkata itu artinya. Allah Ta’ala berfirman: “Itulah Surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa” (Maryam: 63). selalu berusaha sungguh-sungguh berada dalam keadaan taat secara menyeluruh. nawafil (sunnah). Sehingga seorang disebut muttaqin.. Di antara janji Allah yang merupakan buah dari takwa adalah memberikan jalan keluar dan mendatangkan rizki. Demikianlah kita sebagai hamba Allah.” (At-Thalaq: 2-3). أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ُ َ ْ ُ َ . itulah cakupan takwa sebagaimana dimengerti oleh salafush shalih. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ،‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. Mengadakan jalan keluar artinya menyelamatkannya dari setiap kesulitan di dunia dan akherat. secara ringkas) Dan balasan bagi mereka di akhirat yang jelas adalah akan mewarisi tempat yang merupakan dambaan setiap insan yaitu Surga dengan segala kenikmatannya. ia mendapat keberkahan dalam rizkinya. Serta meninggalkan yang tidak bermanfaat karena khawatir terjerumus ke dalam dosa. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Memelihara dan menjaga dari perbuatan bid’ah 3. baik dalam perkara wajib. meninggalkan kemaksiatan berupa dosa besar dan kecil. Memelihara dan menjaga dari perbuatan syirik 2. akan berada dalam kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.Sidang Jum’at yang berbahagia . أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ ُ ِ ّ َ َ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ُ ُ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫وال ْمؤمنات. Amiin.

الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب مجيب الدعوات. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ .‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم أ َ‬ ‫ّ َ َ ِ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه،‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ ُ ِ ْ ُ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful