Doa Idul Adha Hadirin dan hadirat yang berbahagia, Akhirnya, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah

`Azza wa Jalla. Semoga Dia berkenan mengabulkan segala permohonan kita. Allahumma Ya Rabbana, telah banyak Engkau berkahi kami dengan rahmat karunia-Mu, namun kami sering menganiaya diri kami sendiri. Betapa banyak sudah dosa yang kami lakukan, sehingga kami malu berdoa kepada-Mu. Namun, kemana lagi kami harus mengadu dan memohon ampun Ya Allah, kecuali hanya kepada-Mu. Kami tidak putus harapan mengadu padaMu. Kami tidak letih meminta dan mengharap pada-Mu. Betapapun besarnya kesalahan dan dosa kami, maaf dan ampunan-Mu meliputi segala sesuatu. Karena itu Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, hapuskanlah segala kesalahan kami, bersihkan hati dan jiwa kami, indahkan akhlaq dan kelakuan kami, sambungkan kembali persaudaraan di antara kami, angkatlah bangsa kami Ya Allah dari jurang kehinaan, berilah kami pemimpin yang mampu membimbing kami ke arah kebaikan, dan tunjukkan bagi kami jalan keselamatan dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Kabulkanlah doa permohonan kami.

Sumber:
www.alsofwah.or.id/khutbah

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com

1
Sudah Terujikah Iman Kita Oleh: Ade Hermansyah Bin Bunyamin Khutbah Pertama

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َمه. أ َش مهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه‬ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ُ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ‫إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلممى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ .‫آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ُ .‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ال ّذي خل َقك ُم من ن َف مس واح مدَة وخل َمق من ْه ما زوجه ما وب َمث‬ ّ َ َ ٍ ِ َ ٍ َ ‫َ ِ َم َ ْ َ َم‬ َ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون به وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم‬ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ ْ ِ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم‬ ّ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ‫من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء‬ ً َ َ ً َ ِ َ ُ ِ .‫رقي ْبا‬ ً ِ َ

ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. ي ُصل ِح ل َك ُمم أ َعممال َك ُم وي َغفمر ل َك ُمم‬ ‫ْ َم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫ذُن ُوبك ُم ومن يطع الله ورسول َه فقد فاز فوزا عظيما. أ‬ ‫َ ِ ْ ً ماب َعد؛‬ ً ْ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ُ ْ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الل مه عل َي ْمه وس مل ّم وش مر‬ ‫م‬ َ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ّ َ ٌ َ .‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ِ ّ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia! Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10: Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”? Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!

Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107). Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat. Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu. ‫لقد كان من قبلكم ليمشط بمشاط الحديد ما دون عظامه من لحم أو عصلب ملا يصلرفه ذللك علن دينله ويوضلع المنشلار عللى‬ ََ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ٍ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ َْ َ ْ َ َ َ ْ َ َ .(‫مفرق رأسه فيشق باثنين ما يصرفه ذلك عن دينه. )رواه البخاري‬ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ّ ُ َ َ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ ... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202). Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada? Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah! Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah berbeda-beda. Dan ujian dari Allah bermacam-macam bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para pendahulu kita:

Yang pertama: Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaffat 106). Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun dijalankan. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Shallallaahu alaihi wa salam dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berat itupun dijalankannya. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang menutup seluruh aurat) secara tegas untuk membedakan antara wanita Muslimah dan wanita musyrikah sebagaimana firmanNya: Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mumin” “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab, 59). Namun kita lihat sekarang masih banyak wanita Muslimah di Indonesia khususnya tidak mau memakai jilbab dengan berbagai alasan, ada yang menganggap kampungan, tidak modis, atau beranggapan bahwa jilbab adalah bagian dari budaya bangsa Arab. Ini pertanda bahwa iman mereka belum lulus ujian. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam memberikan ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya: ٌ َ ِ َ ٌ َ ْ ِ ‫ِ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ َ َ ُ ْ ِ َ ٌ ََ ْ َ ِ ْ َ َ ِ َ ْ ِ ُ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ م‬ ‫صنفان من أهل النار لم أرهما؛ قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بهللا النلاس، ونسللاء كاسليات عاريللات ُميلت ملائلت‬ .(‫رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة ل يدخلن الجنة ول يجدن ريحها. )رواه مسلم‬ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ََ ّ ُ ُ ْ ُ ُ “Dua golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wanginya”. (HR. Muslim, Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayyan, juz 14 hal. 109-110). Yang kedua: Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumah. Namun Nabi

bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya enam dari sepuluh remaja putri sudah tidak perawan lagi. sehingga tak heran bila menurut sebuah penelitian. . namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya. Sebagai contoh. juz 3 hal.(‫سبعة ي ِلهم ال في ظله يوم ل ظل إل ظله .. seluruh hartanya telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan untuk nafkah dirinya.” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti sebagaimana sabdanya: . ورجل طلبته امرأة ذات منص ٍ وجمال فقال إني أخاف ال .Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya. terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang. Juz 4 hal. pelacuran merebak di mana-mana. Juz 4 hal. Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya. lalu ia berkata aku takut kepada Allah…” (HR. Pada saat seperti inilah sikap Nabi Yusuf Alaihissalam perlu ditanamkan dalam dada para pemuda Muslim. Musibah ini berjalan selama delapan belas tahun. 52). maka hilanglah seluruh penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat. kemudian keluarlah mata air dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu. Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita ikuti. padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. sampai-sampai anakanak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang kecanduan. tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada . Daar Ar-Rayyan.. 120-121). juz 7 hal. ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya. seluruh kerabatnya meninggalkannya. Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah.. masa delapan belas tahun ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat. Yang ketiga: Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit. Di antara akibatnya setiap tahun sekitar dua juta bayi dibunuh dengan cara aborsi. Para pemuda Muslim harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Al-Bukhari Muslim. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat maksiat.. atau dibunuh beberapa saat setelah si bayi lahir. juga media elektronik dengan acara-acara yang sengaja dirancang untuk membangkitkan gairah seksual para remaja. Perzinahan sudah seakan menjadi barang biasa bagi para pemuda. Begitulah ujian Allah kepada NabiNya. 51). dan seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik. )متفق عليه‬ َ ُ َ َ ْ ّ ِ َ َ َ ٍ َ َ َ ‫َ ْ َ ٌ ُ ظ ّ ُ ُ ُ ِ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ِ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ٌ َ َ َ ْ ُ ْ َ َ ٌ َ ُ َ ْ ِب‬ “Tujuh (orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindunganNya. Dar Ar-Rayaan. 344 dan Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya. ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu. di saat pintu-pintu kemaksiatan terbuka lebar. sampai pada saat yang sangat sulit sekali baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia menyeru Tuhan-nya. (Tafsir Ibnu Katsir. Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari cet. Keadaan seperti itu diperparah dengan semakin banyaknya media cetak yang berlomba-lomba memamerkan aurat wanita. tinggal ia dan isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. (Tafsir Ibnu Katsir..

dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub Alaihissalam ini. Sidang jamaah rahima kumullah Yang keempat: Ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah n di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. (DR. Akram Dhiya Al-‘Umari, As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 182). Juga apa yang dialami oleh para shahabat tidak kalah beratnya, seperti apa yang dialami oleh Yasir z dan istrinya Sumayyah dua orang pertama yang meninggal di jalan dakwah selama periode Mekkah. Juga Bilal Ibnu Rabah Radhiallaahu anhu yang dipaksa memakai baju besi kemudian dijemur di padang pasir di bawah sengatan matahari, kemudian diarak oleh anak-anak kecil mengelilingi kota Mekkah dan Bilal Radhiallaahu anhu hanya mengucapkan “Ahad, Ahad” (DR. Akram Dhiya Al-Umari, As-Siroh An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 154-155). Dan masih banyak kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa pengorbanan dan penderitaan mereka dalam perjuangan mempertahankan iman mereka. Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam. Musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita umat Islam di berbagai tempat sekarang akibat kedengkian orang-orang kafir, adalah ujian dari Allah kepada umat Islam di sana, sekaligus sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam di daerah-daerah lain. Umat Islam di Indonesia khususnya sedang diuji sejauh mana ketahanan iman mereka menghadapi serangan orang-orang yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Sungguh menyakitkan memang di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim terjadi pembantaian terhadap kaum Muslimin, sekian ribu nyawa telah melayang, bukan karena mereka memberontak pemerintah atau menyerang pemeluk agama lain, tapi hanya karena mereka mengatakan: ( Laa ilaaha illallaahu ) ‫ ,ل إله إل ال‬tidak jauh berbeda dengan apa ُ ّ ِ َ َِ َ yang dikisahkan Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4 sampai 8: “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.

Peristiwa seperti inipun mungkin akan terulang kembali selama dunia ini masih tegak, selama pertarungan haq dan bathil belum berakhir, sampai pada saat yang telah ditentukan oleh Allah. Kita berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara kita yang gugur dalam mempertahankan aqidah dan iman mereka, dicatat sebagai para syuhada di sisi Allah. Amin. Dan semoga umat Islam yang berada di daerah lain, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, sehingga mereka tidak lengah menghadapi orang-orang kafir dan selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah serta selalu siap sedia untuk berkorban dalam mempertahankan dan meninggikannya, karena dengan demikianlah pertolongan Allah akan datang kepada kita, firman Allah. “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad: 7). .‫أقول قولي هذا وأستغفر ال العظيم لي ولكم. واستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ َ َ َ َ ً ْ ُ ِ َ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي كان ب ِعباده خب ِي ْرا ب َصي ْرا، ت َبارك ال ّذي جعل في السماء ب ُروجا وجع مل‬ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ً ِ ً َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ‫فيها سراجا وقمرا من ِيرا. أ َشهد ا َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ً َ ِ ْ ْ ‫ُ ش مهدُ ا َن محم مدا عب ْمدُهُ ورس مول ُه‬ ‫ُ َ ُم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ُ ً ْ ُ ً َ ِ َ ِ َ ً َ َ ِ َ َ ّ‫ال ّذي ب َعث َه بال ْحق ب َشي ْرا ون َذي ْرا، وداعيا إ ِلى ال ْحق ب ِمإ ِذْن ِه وس مراجا من ِي ْمرا. الل ّه مم ص مل‬ ُ ً َ ِ َ ِ ّ َ ّ َ ِ ُ َ ْ ِ َ ّ ُ ً ِ َ ً ِ َ ‫عل َيه وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. أ‬ َ َ َ ِ ْ َ ‫ْ ً ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ ْ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ .‫يا أيها الذين آمنوا اتقوا ال ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا ال إن ال خبير بما تعملون‬ َ ْ َُ ْ َ َ ِ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ َ ُ ّ َ ٍ َ ِ ْ َ ّ َ َ ٌ ْ َ ْ ُ ْ ََْ َ ُ َ َُ َ ْ ِ ّ َ َّ َ Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah! Sebagai orang-orang yang telah menyatakan iman, kita harus mempersiapkan diri untuk menerima ujian dari Allah, serta kita harus yaqin bahwa ujian dari Allah itu adalah satu tanda kecintaan Allah kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam : ،‫إن عظم الجزاء مع عظم البلء وإن ال إذا أحب قوما ابتلهم، فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط. )رواه الترمللذي‬ ُ ْ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ً ْ َ ّ َ َ َ ِ َ ّ َِ ِ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ ِ .(‫وقال هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه‬ “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah”. (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata hadits ini hasan gharib dari sanad ini, Sunan At-Timidzy cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, juz 4 hal. 519). Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam menghadapi ujian yang akan diberikan olehNya kepada kita. Amin. َ َ َ ْ َ .‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ّ ّ َ ّ ْ ً ُ َ َ َ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ

َ َ ُ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ورضي اللمه ت َعمالى عمن كمل صمحاب َة رسمول‬ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ْ َ َ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ِ .‫الله أ َجمعي ْن‬ َ ِ َ ْ ِ َ َ .‫رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب‬ ً َ ْ َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ َ ْ ُ .‫رب ّنا أ َفرغ عل َي ْنا صب ْرا وث َب ّت أ َقدامنا وان ْصرنا على ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن‬ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ ْ َ ً َ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن، وأ َصل ِح ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن، وأ َل ّف ب َي ْن قلمموب ِهم وأ َصممل ِح‬ ْ ّ ِ َ ُ َ ْ ْ َ ْ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ْ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ َ ْ ْ ُ ْ ّ َ َ ْ ِ ّ َ َ َ ّ َ َ ِ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ‫ذات ب َي ْن ِهم وان ْصرهم على عدُوك وعدُوهم ووفقهم ل ِل ْعمل ب ِما في ْمه ص مل َح ا ْل ِس مل َم‬ .‫وال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ َ .‫الل ّهم ل َ ت ُسل ّط عل َي ْنا ب ِذُن ُوب ِنا من ل َ ي َخافك في ْنا ول َ ي َرحمنا‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ َ .‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ .‫سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلم على المرسلين والحمد ل رب العالمين‬ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ْ َِ ْ ُ ْ ََ ٌ َ َ َ َ ْ ُ ِ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ

2
Beriman Kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam Oleh: Waznin Ibnu Mahfudl Jamaah Jum’at rahimakumullah, marilah kita kenang, kita ingat kembali, dua sifat agung yang merupakan pangkat dan keagungan khusus bagi umat Islam, bagi hadirin jamaah Jum’at, khusus bagi kita yang beriman. Dua sifat itu adalah syukur dan shabar. Dari saat yang mulia ini dan seterusnya sampai akhir hayat, marilah tetap kita sandang dua sifat itu, “syukur dan shabar”. Dalam kesempatan kali ini, setelah mensyukuri hidayah Iman, Islam dan Taqwa, marilah kita sedikit membahas “Syukur atas Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, serta shabar dalam menegakkan sunnah beliau. 1. Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah dasar agama yang Maha Benar ini, dienul Islam, sebagaimana sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam: ... ‫بني السلم على خمس: شهادة أن ل إلله إل ال وأن محمدا عبده ورسوله‬ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ُ َ ْ ِ َ ِ ُ “Artinya: Islam itu dibangun di atas lima rukun, bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya ... (HR. Muslim I/45. Lihat Al-Bukhari I/13).

Setelah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka beriman kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagai pondasi yang utama. Sebab seluruh pondasi yang lainnya dibangun di atas keimanan pada Allah dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. Sehingga orang yang tidak mengimani Rasulullah dan hanya beriman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa saja, itu tidaklah cukup, dan batal Iman yang demikian itutidak sah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ‫وال ّذي ن َفس محمد ب ِي َده، ل َ ي َسمع ب ِي أ َحدٌ من هذه ال ُمة ي َه مودي ول َ ن َص مرا ن ِمي، ث ُمم‬ ِ ِ َ ْ ِ ِ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ّ ّ َ ْ َ ّ ِ ‫ُم‬ ّ َ ‫يموت ول َم يؤمن بال ّذي أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ َ (‫َ ِ ْ صحاب النار. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ ِ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ “Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya! Tidak seorangpun yang mendengar tentang aku dari umat (manusia) ini, seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian meninggal dunia dan tidak beriman kepada yang aku diutus karenanya, kecuali ia termasuk menjadi penduduk Neraka”. (HR. Muslim I/34). Itulah pentingnya beriman kepada Rasul yang merupakan pondasi agama dan amal-amal ibadah. Sehingga tanpa mengimani Rasul alias ingkar kufur pada Rasul, maka gugurlah amal kebaikan serta jauh dari rahmat Allah. Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amal-amalnya dan ia di hari akhirat termasuk orangorang yang merugi”. (Al-Maidah: 5) “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”. Bahkan mereka akan ditimpa musibah dan adzab yang pedih, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nur : 63. “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih”. Oleh sebab itu maka hendaklah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas hidayah Iman kita kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan bersabar dalam mengikuti dan mentaati beliau.
2. Siapakah Rasulullah Muhammad itu?

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah manusia biasa, bukan malaikat dan bukan pula anak Tuhan atau lain-lainnya. Beliau secara manusiawi sama dengan kita seluruh umat manusia. Terbukti beliau terlahir dari jenis manusia, ayahanda beliau serta ibunya adalah Abdullah bin Abdul Muthallib, serta ibundanya bernama Aminah, keduanya dari

sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. beliau melarang ummatnya menjadikan kuburan beliau sebagai tempat sujud. فقولوا: عبد ال ورسوله.(‫ل تجعلوا بيوتكم قبورا. )رواه البخاري‬ ُ َْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ُ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ّ ِ َ ْ َ َ َ ْ ِ ْ ‫َ َ ُ ْر‬ “Janganlah kamu memuji aku (berlebihan) sebagaimana orang Nasrani memuji Isa Ibnu Maryam. Rasulullah juga berwasiat agar beliau tidak dihormati secara berlebihan. Allah menegaskan agar beliau menyatakan tentang diri beliau. yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau. seperti orang-orang Nashara menghormati Nabi Isa 'Alaihis Salam. ول تجعلوا قبري عيدا )رواه أبو داود‬ ً ْ ِ ْ ِ ْ َ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ “Janganlah engkau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan (sepi dari ibadah) dan jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan” (HR. (HR. Dari sahabat Amr Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ول تط ُوني كما أطرت النصارى ابن مريم إنما أنا عبد. dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat.suku Quraisy di Makkah Mukarramah keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabi Ibrahim ‘alaihimas salam. melarang menggelari beliau dengan gelaran yang berlebihan atau memberikan penghormatan dengan berdiri ketika beliau hadir. Aku tidak mengetahui kecuali yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya saya hanyalah seorang hamba. Sebagai rahmat dan jawaban atas permohonan Abul Anbiya’ Ibrahim alaihis salam yang tercantum dalam firman Allah: Artinya : “Ya Tuhan kami. bahwa per-bendaharaan Allah ada padaku. dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka. dengan firmanNya dalam surat Al-Kahfi ayat 110 dan ayat-ayat yang lain: “Katakan. . yang diwahyukan kepadaku”(Al-Kahfi : 110) “Katakan: “Aku tidak mengatakan kepadamu. Sesunggu-hnya Engkaulah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Baqarah: 129). maka katakanlah: Hamba Allah dan RasulNya”. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: . Al-Bukhari) Abu Hurairah Radhiallaahu anhu meriwayatkan. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)? (Al-An’aam: 50). Abu Dawud).

yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka. segala yang baik dan mengharamkan mereka dari segala yang buruk dan membuang bagi mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. 3.”). (Al-A’raf: 157). Yaitu kita bersungguh-sungguh agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut: 1. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ . Cara dan konsekwensi beriman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ل تتخذوا قبري عيدا، ول تجعلوا بيوتكم قبورا، وحيثما كنتم فصلوا علي فإن صلتكم تبلغني. وأ َش مهد أ‬ َ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ‫َم‬ ُ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشمهدُ أ َن محممدا عب ْمدُهُ ورسمول‬ ‫َ َ ُ ْ ه. mereka itulah orang-orang yang beruntung. Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. dan janganlah engkau jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan dan dimanapun kamu berada (ucapkanlah do’a shalawat kepadaku) karena sesungguhnya do’a shalawatmu sampai kepadaku”. )رواه أحمد‬ ْ ِ ُ ُْ َ ْ ُ َ َ َ ّ َِ ّ ََ ْ َّ َ ْ ُ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ ُ ِ ّ َ َ “Jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an).‫َ ِ ْ ِ ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. والصمل َةُ والسمل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul. memuliakannya. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. (Diriwayat-kan Imam Ahmad). Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dan apa yang dibawa oleh beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menandaskan tentang ciri orang bertaqwa: . أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Jamaah jum’at rahima kumullah dalam khutbah yang kedua ini: Marilah kita mempertebal Iman dan Taqwa kita kepada Allah juga memperdalam Iman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sekaligus melaksanakan konsekuensinya. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ َ ‫ال ْحكيم .

tahayul. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an). “Maka demi Tuhanmu.Sebagaimana firman di atas: “Maka orang-orang yang beriman kepadanya. ‫)رغم ا َن ْف رجل ذُك ِرت عن ْدَهُ ول َم ي ُصل عل َي )رواه الترميذي‬ ِ ُ ْ ْ َ َ ِ َ ٍ ُ َ ُ ّ َ ّ َ “Merugilah seseorang jika disebut namaku padanya ia tidak membaca shalawat padaku. AlBukhari dan Muslim). anaknya dan seluruh manusia”. 7. serta dari kemaksiatan menuju ketaatan. itulah pernyataan Allah: . (AlA’raaf: 157). memuliakannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallambersabda: ‫ل َ ي ُؤمن أ َحدُك ُم حتى أ َك ُون ا َحب إ ِل َي ْه من وال ِده وول َده والن ّماس أ َجمعي ْمن )رواه‬ ‫ِ ِ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ م‬ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ّ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫)البخاري ومسلم‬ "Tidaklah beriman seseorang (secara sempurna)sehingga aku lebih dia cintai daripada orang tuanya. Sebagaimana janji Allah : “Dan jika kamu taat kepadanya.” (HR. mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. 3.2. Mencintai beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. (Al-Ahzab:21). khurafat. (An-Nisaa’: 65). kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. Membela dan memperjuangkan ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan kepada cahaya. dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. dari ke zhaliman menuju keadilan. (HR. 6. niscaya kamu mendapat petunjuk. At-Tirmidzi) Waspada dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam seperti waspada dari syirik. 5. Meneladani akhlaq dan kepemimpinan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam setiap amal dan tingkah laku. keluarga. Ikhlas mentaati Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam . bid’ah. Memuliakan dengan banyak membaca shalawat salam kepada beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam terutama setelah disebut nama beliau. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. itulah petunjuk Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (An-Nuur: 54). para sahabat dan segenap pengikutnya. (AzZumar : 33). mereka itulah orang-orang yang beruntung”. 4. dari kebatilan kepada kebenaran. “Dan orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya.

maka alamat iman telah rusak di muka bumi ini dan akan hilang kemudian .)بسم ال الحمد ل سبحان ال الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وأنا إلى ربنا لمنقلبون. Begitu pula kita punya mobil atau kendaraan lainnya. Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah karenanya”. namun ketika mau mengendarai disunnahkan berdo’a: 3/156 ،‫. )صحيح الترمذي‬ َ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ّ َ َ ِ ّ ََ َ ْ ِ ِ ْ ُ ُ َ ّ ُ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ ْ ِ ّ ِ َ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ْ ِ ِ ْ ِ ِ Ikhwan fillah rahimakumullah Itulah contoh bahwa setiap saat kita harus nyatakan kehambaan kepada Allah Ta’ala.(3/158 ،‫اللهم بارك لنا فيه وأطعمنا منه. 8. (Asy-Syura: 13) 3 Hamba Allah Dan Ummat Nabi Muhammad SAW Oleh: Muhammad An-Nawawi Sudah menjadi kewajiban seorang Muslim memiliki dua kesadaran. )صحيح الترمذي‬ ُ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ِ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ّ ُ ّ َ “yaa Allah berilah kami keberkahan darinya dan berilah kami makan darinya” Berarti Allah Ta’ala yang memberi rizki. bukan sawah atau lainnya. jika pernyataan itu hilang.“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. Contohnya jika kita mau makan meskipun seolah-olah padi kita tanam disawah kita sendiri. dengan uang sendiri. Kesadaran pertama. (An-Nur: 63). Jika kesadaran itu hilang dari jiwa seorang Mukmin maka tindakan dan amalan akan ngawur dan sembrono yang mengakibatkan Allah Ta’ala tidak akan memberi ganjaran apapun yang didapat hanyalah siksa. kesadaran sebagai hamba Allah Ta’ala dan kesadaran sebagai umat Muhammad Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . meskipun kita membeli kendaraan dengan usaha sendiri. beras kita masak sendiri maka ketika mau makan disunnahkan berdo’a: . Itulah tegaknya agama: “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. Mensyukuri hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. kesadaran kita sebagai hamba Allah Ta’ala yang kita tampakkan dalam setiap aktifitas sehari-hari dalam bahasa agamanya disebut (‫ )إظهلار العبوديلة‬Sebagai misal menampakkan ِ ِّ ْ ُُ ْ ُ َ ْ ِ kehambaan kepada Allah.

begitu banyak orang-orang modern yang seharusnya sebagai hamba Allah Ta’ala namun banyak diantara mereka yang mengalihkan penghambaan kepada harta. bahkan lebih kekal abadi.‫الولى العلم وهو معرفة ال، معرفة نبيه ومعرفة دينه السلم بالدلة. Dan menunjukkan pula syirik adalah perbuatan dzalim yang dapat membatalkan iman jika syirik itu besar.” . mengenal Rasul dan Dienul Islam dengan dalil dalilnya kedua mengamalkannya ketiga mendakwakannya. dia menyuruh kepada rakyatnya agar menyembah kepadanya. atau mengurangi iman jika syirik asghar (syirik kecil).muncul kesombongan dan keangkuhan. bahkan si raja itu begitu sangat sombongnya sampai ia memproklamirkan dirinya sebagai tuhan. wanita dan dunia. Kenyataan di atas sudah tergambar pada zaman sekarang. mencari kenikmatan dan kepuasan dunia saja tanpa memperhatikan kepuasan akhirat padahal kenikmatan akhirat lebih baik dari kenikmatan dunia. “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu. Akibat buruk orang yang mencampuradukan keimanan dengan syirik disebutkan Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik tetapi Dia mengampuni segala dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki. Setiap hari dalam benak mereka hanya dijejali dengan berbagai macam persoalan dunia. Syaikh Muhammad At-Tamimi dalam kitab Tauhid. )البخاري عن ابن مسعود‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ‫َ ْ َ ت‬ “Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah niscaya masuk kedalam Neraka. الثالثة الدعوة إليه‬ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ِ ّ ِ ِ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ ّ ِ ِّ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ ِ ِ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ُ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ “Pertama adalah ilmu.” (AdzDzariyat: 56). membe-rikan penjelasan bahwa ayat di atas. yaitu mengenal Allah. hal ini telah terjadi pada zaman Nabi Musa p yang ketika itu pengusanya lalim dan sombong sehingga lupa akan status sebagai hamba.(‫من ما َ وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار. Dialah raja Fir’aun. الثانية العمل به. memaparkan persoalan penting yang harus diketahui oleh kaum Muslimin: .” Ikhwan fillah rahimakumullah. tentang hal ini Syekh Muhammad bin Shalih AlUtsaimin dalam bukunya Syarah Tsalasah Usul.” . Makna penghambaan kepada Allah Ta’ala adalah mengesakannya dalam beribadah dan mengkhusus-kan kepadaNya dalam berdo’a. menunjukkan keistimewaan Tauhid dan keuntungan yang diperoleh di dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ihwan Fillah rahimakumullah Allah Ta’ala menciptakan manusia bukan untuk menumpuk harta benda tapi Allah Ta’ala menciptakan manusia dan jin hanya untuk menyembah kepadaNya.

Misalnya mereka menyalahi manhaj dakwah Salafus Shalih. Dan kebanyakan mereka tidak mengetahui bahwa perbuatan semacam itu menjadi tertolak karena tidak sesuai dengan sunnah Nabi. wayang dan lain-lain. Ihwan fillah Rahimakumullah. Melihat hadits di atas.(‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد. Al-Bukhari dan Muslim). baik ucapan. tetapi barangsiapa menemuinya (mati) dalam keadaan berbuat syirik kepadaNya pasti masuk Neraka. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan konsekuensi mengenal Rasul adalah menerima segala perintahnya bahwa mempercayai apa yang diberitakannya. perbuatan maupun taqrir atau ketetapan. Ingatlah banyak dari kaum Muslimin. nada dan dakwa. )مسلم عن جابر‬ َ ّ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa menemui Allah Ta’ala (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun pasti masuk Surga. Dan cara menghamba harus sesuai dengan manhaj yang shohih tanpa terbaur syubhat dan kesyirikan. Muslim). adalah menyadari bahwa amalan-amalan kita akan diterima oleh Allah Ta’ala dengan syarat sesuai sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . cerita-cerita. Demikianlah seharusnya. yang menyalahi man-haj Rasulullah.(‫من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد. )البخاري ومسلم‬ ّ َ َ ُ َ ُ ْ ِ َ ْ َ َ َ َ َِ ْ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengada-ada dalam perkara agama kami dan tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. sandiwara. menetapkan perkara dengan syariat dan ridha dengan putusannya. menjauhi larangannya.” (HR. )مسلم‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ َ ِ ْ ََ َ ْ َ ً َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dalam agama yang tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. Tidak diterima ibadah seseorang tanpa mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam sebagaimana hadits berikut: . . . mematuhi perintahnya. fragmen.” (HR. Jadi inti penghambaan adalah beribadah kepada Allah Ta’ala dan tidak melakukan syirik dengan sesuatu apapun. Contohnya berdakwah dengan musik. setiap kaum Muslimin dalam aktifitasnya harus merujuk kepada apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam . Pastilah dari kalangan ahli sunnah waljama’ah sepakat untuk mengimani dan menjalankan apa-apa yang diperintahnya.” Ihwan fillah rahimakumullah. Kesadaran kedua sebagai ummat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam Kesadaran sebagai umat rasul.. menjahui segala larangn-nya.(‫من لقي ال ل يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقي يشرك به شيئا دخل النار. dengan mengatasnamakan Islam. kaum Muslimin selalu sadar atas statusnya yaitu status kehambaan terhadap Allah Ta’ala.

sejelek-jelek urusan adalah perkara yang baru dan setiap perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.‫تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما، كتاب ال وسنتي ولن يتفرقا حتى يردا على الحوض‬ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ َ ْ ِّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ “Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah dan sunnahku. Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat karena merupakan sumber petunjuk dalam kehidupan. yaitu kesadaran menegakan kalimah tauhid berdasarkan manhaj ahlul hadits dan memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepada keduanya. أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم لي‬ .” (Dishahikan oleh al-albani dalam kitab Shahihul jami’) Wallahu A’lamu bis shawab Akhiru da’wana Walhamdulillahi Rabbil Alamin .‫محمدا َبده ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ُ ُ ْ ‫ُ َ ّ ً ع‬ ٍ َ َ ْ ُ ّ ُ َ َ ُ َ َ ْ ُ ِ ُ ُ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ‫فإن أصدق الحديث كتاب ال عز وجل، وأحسن الهدي هدي محمد صلى ال عليه وسلم وشر المور محدثاتها وكل محدثة‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ ََ ّ َ َ ّ َ ِ ُ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ْ َ ّ ِ َ .‫بدعة وكل بدعة ضللة وكل ضللة في النار‬ ِ ّ ِ ٍ ََ َ ّ ُ َ ٌ ََ َ ٍ َ ْ ِ ّ ُ َ ٌ َ ْ ِ Dan sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah Yang Maha Agung dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam . Ihwan Fillah rahimakumullah. Dengan demikian mengikuti manhaj Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dan manhaj para sahabat sesudahnya yaitu Al-Qur‘an yang diturunkan Allah Ta’ala kepada Rasulnya.‫ولكم‬ ْ ُ ََ Khutbah Kedua ّ َ ُ َ ْ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ْ ُ ِ َ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ُ ِ ْ ّ َ َ ُ َ ِ ْ ُ ِ ّ َ ْ ِ ْ ِ َ َ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ ّ ّ ُ ْ َ ْ ‫الحمد ل الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون.” ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم. Sebagai akhir kata kami tutup dengan hadits: . Dengan menyadari dua kesadaran yaitu menjalankan syariat sesuai manhaj ahlul hadits tanpa tercampur bid’ah dan kesyirikan. yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat.setiap kesesatan adalah di Neraka. أشهد أن ل إلله إل ال وأشهد أن‬ ِ . An-Nasa’i).Begitu juga dengan Assyaikh Abdul Salam bin Barjas bin Naser Ali Abdul Karim dalam bukunya Hujajul Qowiyah menukil perkataan Al-Ajurri dalam kitab As-Syari’ah bahwa Ali Ra dan Ibnu Masu’d berkata: . (HR.‫ل ينفع َول إل بعمل ول قول وعمل إل بنية ول نية إل بموافقة السنة‬ ِ ّّ ِ َ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ ِّ َ َ ٍ ِّ ِ ّ ِ ٌ َ َ َ ٌ ْ َ َ َ ٍ َ َ ِ ّ ِ ٌ ْ ‫َ َ ْ َ ُ ق‬ “Tidak bermanfaat suatu perkataan kecuali dengan perbuatan dan tidak pula perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan niat pun tidak bermanfaat kecuali sesuai dengan sunnah. Tidak akan bercerai berai sehingga keduanya mengantarkanku ke telaga (diSurga).

Segala puji bagi Allah. Islam adalah agama yang datang untuk menegakkan tauhid.)أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا رسول الله‬yang ِ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ bermakna tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. Kepada makhluknya Baik yang berupa kesehatan maupun kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia dalam rangka menunaikan kewajiban shalat Jum’at. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. Rabb dan sesembahan sekalian alam. Bahkan banyak di antara mereka yang berbuat syirik. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada uswah kita Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. malamnya bagaikan siangnya. rizki dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman.. tukang santet. yang atas jasa-jasa dan perjuangan beliau cahaya Islam ini tersampaikan kepada kita. yang telah mencurahkan kenikmatan-kenikmatanNya. mencari penglaris. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baiknya bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . tukang ramal. Tetapi begitu banyak umat Islam yang tidak konsisten kepada tauhid. Yang mana pada kalimat (‫ )ل َ إ ِل َه‬terdapat makna َ penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan (‫ )إ ِل ّ الل مه‬menetapkan ُ sesembahan untuk Allah semata. mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata. . Banyak di antara mereka yang pergi ke dukun-dukun. sebab dengan adanya cahaya Islam tersebut kita terbebaskan dari kejahiliyahan. menyembah kepada selain Allah baik langsung maupun tak langsung. para sahabatnya dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman. Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak ُ ْ ُ َ dalam shalat kita. baik disengaja maupun tidak.4 Syirik Penyebab Kerusakan Dan Bahaya Besar Oleh: Rusdi Yazid Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . (‫ .... mencari pengobatan alternatif. yaitu meng-Esakan Allah. marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita. paranormal.

maka mereka itulah orang-orang yang fasik. Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Muslim). sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.meminta jodoh dan lain sebagainya. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya. mengajarkan seluruh nama-nama. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah. Allah memuliakannya. niscaya akan masuk Surga. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam barsabda: َ ّ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل ْ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل‬ ‫. Di akhirat kita dimasukkan ke dalam Surga dan di dunia kita akan diberikan kekuasaan. Allah . Dan yang lebih memprihatinkan lagi wahai kaum muslimin . karena perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar.من مات ل يشرك بال شيئا دخ َ الجنة، ومن مات يشرك بال شيئا دخ َ النار‬ “Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun. disebabkan umat tidak lagi bertauhid dan banyak berbuat syirik. Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia.” (An-Nur: 55). Inilah penyebab utama terjadinya musibah di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita. banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam Islam (padahal tidak demikian). niscaya akan masuk Neraka. dan Dia benar-benar akan menukar(keadaan) mereka. Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu. Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah: Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan Syirik menghinakan kemuliaan manusia. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka. baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.. Sebagai firman Allah: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. Dan Allah menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang di akibatkan oleh perbuatan syirik. Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi..” (HR. menurunkan derajat dan martabatnya...

Jadi dengan adanya mereka. Syirik juga merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya. Allah berfirman: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah. Syirik merupakan kedhaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. “barang dagangan” dukun.telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagad raya ini. kehidupannya selalu diliputi ketakutan. Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan sesembahan. Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai Tuhan serta mengambil selainNya sebagai penguasa. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. tukang nujum. Sebab orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk yang merdeka. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya. ahli nujum. tidak hidup. sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. Sebab dia . Keempat: Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan mempercayai kebatilan. Ketiga: Syirik adalah kedholiman yang paling besar Yaitu dhalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah). ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. (Berhala-berhala) itu benda mati. Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka. Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah). dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. akal kita dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta (dukun). (Al-Hajj: 31) Kedua: Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik. tidak dapat membuat sesuatu apapun. (Al-Hajj: 20-21) “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolaholah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”.

Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia. (AliImran: 151) Kelima Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara. maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka.menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam berkata kepada putrinya: ‫.)يا فاطمة بنت محمد، سليني من مالي ما شئت ل أغني عنك من ال شيئا. (HR. Ketujuh: Syirik memecah belah umat “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan Allah. sehingga mereka meremehkan amal shalih. Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak melakukan perbuatan haram. Tempat kembali mereka adalah Neraka. )رواه البخاري‬ ً ْ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ َِ ٍ ّ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ِ َ َ “Wahai Fathimah binti Muhammad. Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran. sedang di akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafa’at di sisi Allah. putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka . Karena itu. dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”. Allah berfirman: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. mintalah dari hartaku sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”. Al-Bukhari). Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. (Al-Maidah: 72). dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas dirinya. sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib.

. Kembali pada khutbah yang kedua ini. Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ َ ُ َ ِ َ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه... فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Disamping itu. Kita harus bersih dari noda syirik. karena ia adalah dosa yang paling besar. Itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan perbuatan syirik. telah jelas bagi kita bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. Harus selalu takut kita terjerumus kedalamnya.. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ ّ ‫ال ْحك ِي ْم ِ. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. sanak famili kita. syirik dapat menghapuskan pahala amal shalih yang kita lakukan. (Ar Ruum: 31-32) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . agar kehinaan dan kerendahan ummat Islam diganti menjadi kemuliaan. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad. atau menghalangi kita masuk jannah: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah).ذَن ْب. kepada para sahabatnya. anggota keluarga kita. dari syirik kerusakan dan bahayanya. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman. niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل‬ َ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ ْ ‫. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ِ ْ َ َ ِ Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah . Marilah kita bertaubat atas segala perbuatan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan kita jauhkan masyarakat di sekitar kita. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه.” (AzZumar: 65) . Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”.. Karena itu Wahai hamba Allah. yang beriman .menjadi beberapa golongan. Agar kehinaan dan kerendahan yang menimpa ummat Islam segera berakhir. Dari pembahasan pada khutbah yang pertama tadi.

di atas cahaya Allah. tujuan diturunkannya kitab-kitab samawi. Ketaatan terbesar yang wajib kita laksanakan adalah tauhid. serta .5 Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid Oleh: Agus Hasan Bashori Ibadallah ! Saya wasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada saya untuk selalu bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada. di atas cahaya Allah. maka beribadahlah kepadaKu. sekaligus juga merupakan pijakan pertama yang harus dilewati oleh orang yang berjalan menuju Rabbnya. Dengarkanlah firman Allah: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (hanya) kepadaKu.” (Adz-Dzaariyaat: 56) Juga firmanNya: “Dan tidaklah kami mengutus seorang rasulpun sebelummu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Aku. Mereka bertanya: “Apakah taqwa itu?” Beliau menjawab: “Hendak-nya engkau melaksanakan keta’atan kepada Allah. (karena) takut kepada siksaNya. (inilah) satu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi. dan hendaknya engkau meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah. Telah banyak penjelasan yang menerangkan makna taqwa. (dengan) mengharap keridhaanNya. sebagaimana kemaksiatan terbesar yang mesti kita hindari adalah syirik. tujuan diutusnya seluruh para rasul. Tauhid adalah tujuan diciptakannya makhluk. maka padamkanlah dengan taqwa”. قال ُوا: وما ال ْت ّقوى؟ قال: أ َن ت َعمل ب ِطاعة الله‬ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫على ن ُور من الله ت َرجو ث َواب الله وأن ت َت ْرك معصي َة الله على ن ُور من الله ت َخاف‬ َ ِ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ْ َ ِ َ َ ُ ْ ِ َ ِ ٍ ْ َ ِ ٍ ْ ‫. Di antaranya adalah pernyataan Thalq bin Habib: َ ُ ِ َ َ ْ ْ َ َ ‫إ ِذا وقعت ال ْفت ْن َة فأ َطْفئوها بال ْت ّقوى. Dan janganlah kita mati melainkan dalam Islam.” (Al-Anbiya’: 25) Demikian pula firmanNya: “Alif laam Raa.عقاب الله‬ ِ َ َ ِ “Apabila terjadi fitnah.

maka tidaklah aneh kalau keutamaannya juga demikian besar. sedangkan dia menge-tahui bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia (Allah) niscaya akan masuk Jannah. bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagimu dan bagi kaum Mukminin (laki-laki dan wanita).” (HR. dimana sudah seharusnya kita benar-benar . namun dia tidak menye-kutukan Aku dengan sesuatu apapun. Agar kalian jangan beribadah kecuali kepada Allah. ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah (niscaya) Allah mengharamkan Neraka atasnya (untuk menjilatnya). Muslim No. kami petik sebagiannya: ُ ِ ْ ُ َ ً َ َ ِ ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ َِِ َ ْ َ َ َ َ َ ّ َ ‫وعن أبي ذر رضى ال عنه قال: قال النبي صلى ال عليه وسلم يقول ال عز وجل: ومن لقيني بقراب الرض خطايا ل يشرك‬ ُ ُ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ ِ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ ِ َ ْ َ َ .‫ُ َ ي ْه النار‬ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ّ ِ َ ِ Dari Ubadah bin Shamit Radhiallaahu anhu . yaitu syirik. Kalau kedudukan tauhid sedemikian tinggi dan penting di dalam agama ini. bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: .‫بي شيئا لقيته بمثلها مغفرة‬ ً َ ِ ْ َ َ ِْ ِ ِ ُ ُ ْ َ َ ً ْ َ ْ ِ “Dan barangsiapa yang menemuiKu dengan (membawa) dosa sepenuh bumi sekalipun. pasti Aku akan menemuinya dengan membawa ampunan yang semisal itu.” (HR. 29) Hadits lain. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira kepada kalian daripadaNya. 2687) Demikian pula tidak akan aneh. Muslim No.‫عن عثمان قال: قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من مات وهو يعلم أنه ل إله إل ال دخل الجنة‬ َ َّ ْ َ َ َ ّ ِ َ َ ِ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ َّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dunia. 25) Demikian juga sabdanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . bila lawan tauhid. juga memiliki banyak bahaya yang mengerikan. Muslim No.” (HR.” (Hud: 1-2) Allah juga berfirman: ِ َ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ ِ ُ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ْ َ ْ َن‬ ‫فاعلم أ ّه ل إله إل ال واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات‬ “Ketahuilah. dari Utsman bin Affan Radhiallaahu anhu . Bergembiralah dengan nash-nash seperti di bawah ini: ّ َ ِ َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عبادَةْ ب ِن الصامت رضى الله عن ْه قال: سمعت رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ‫وسل ّم يقول: من شهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ ‫َ ن محمدا رسول الله حرم الله عل‬ ُ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ .dijelaskan (makna-maknanya) yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.” Jama’ah sekalian rahimakumullah.

Hindu.‫و ال نسأل أن يرزقنا علما نافعا ورزقا طيبا وعمل متقبل، وصلى ال على َبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين‬ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ََ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ِ ‫ُ ََ ن‬ َّ َ ً ّ َ َ ُ ً َ َ َ ً ّ َ ً ْ ِ َ ً ِ َ ً ْ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل‬ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ه‬ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ ‫إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه، وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل َي ْه وسل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ ‫ُ َ ِ َ َ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ َ َ :‫ت َسل ِما. janganlah kita menganggap bahwa syirik itu hanya ada di kalangan orang-orang Yahudi. Dan barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu. lalu bertanya: “Wahai Rasulullah. Itulah orang-orang yang sia-sia amalan-amalan mereka. Maka merupakan musibah jika seseorang jahil (bodoh) terhadap perkara tauhid dan perkara syirik. Budha. (HR.” (Al-An’am: 88). niscaya dia akan masuk Neraka”. Muslim No. Firman Allah: “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah. أ َما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ Hadirin jama’ah Jum’at Arsyadakumullah. pastilah gugur amal perbuatan yang telah mereka kerjakan. niscaya dia akan masuk Jannah. Diantara bahaya syirik itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Jabir: ْ َ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫عن جابر رضى ال عنه قال: جاء أعرابي إلى النبي صلى ال عليه وسلم فقال: يا رسول ال ما الموجبتان ؟ فقال: من‬ َّ ِ ّ َ ِ ّ ِ َ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ ِ َ ْ َ . dan mereka kekal di dalam Neraka. 93) Firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) syirik dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki”.” (AtTaubah: 17).‫ما َ ل يشرك بال شيئا دخل الجنة ومن مات يشرك به شيئا دخل النار‬ َ ّ َ َ َ ً ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ‫َ ت‬ “Seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . Dengan ini hendaklah kita terpacu untuk menam-bah/menuntut ilmu sehingga bisa melaksanakan tauhid dan menjauh dari syirik dan pelakunya. (An-Nisa: 48.merasa takut terhadapnya. . dan lebih musibah lagi jika seseorang telah mengetahui perkara syirik namun dia tetap melakukannya. .116) Firman Allah: “Dan seandainya mereka berbuat syirik. apakah dua perkara yang pasti itu?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun. (sedangkan) mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Tatkala kita membicarakan masalah syirik. Nashrani.

bulan. patung.Konghuchu dan lain-lain. Dijanjikannya mereka untuk masuk Jannah. 6 Urgensi Tauhid Dalam Mengangkat Derajat Dan Martabat Kaum Muslimin Oleh: Andri Sugeng Prayoga Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Saudara-saudaraku fillah. baik sadar maupun tidak. 3... pada khutbah kedua di sini. matahari. kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jum’at. Baik itu kepada para malaikat. Sedangkan kaum Muslimin sendiri dianggap sudah terbebas dari dosa ini. Diberikan kepada mereka ampunan dari segala dosa. 4. mereka tidak akan kekal di dalamnya. Diharamkannya Neraka itu bagi kaum Muwahhidin (Ahli Tauhid). . kuburan. Kalaupun mereka masuk Neraka. Inilah yang dapat kami berikan. sapi dan lain sebagainya. Banyak juga kalangan kaum Muslimin yang tertimpa dosa sekaligus penyakit ini. Tidak akan diampuni dosanya itu selama ia belum bertaubat. Fa’tabiru ya ulil albab. puncak kecintaan. Rabb dan sesembahan sekalian alam. sengaja kami ringkaskan sebagian keutamaan tauhid sebagaimana yang telah dibahas pada khutbah yang pertama: 1. Baik yang berupa kesehatan. nadzar. yakni memberikan bentuk-bentuk ibadah yang semestinya hanya dipersembahkan kepada Allah. Sedangkan di antara bahaya-bahaya syirik adalah: 1. 2. orang shalih. Padahal tidaklah demikian. nabi. Gugurlah amal perbuatannya. 3. Diancamnya orang yang melakukan syirik akbar untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya. Karena makna atau pengertian syirik adalah: mempersekutukan peribadatan kepada Allah. namun dia berikan kepada selain-Nya. berkurban. Syirik adalah perbuatan dzalim yang terbesar. Segala puji bagi Allah. Sedangkan bentuk-bentuk ibadah (yang dipersembah-kan) kepada selain Allah itu bisa berupa: Do’a. puncak rasa takut dan lain-lain. 2. yang telah mencurahkan kenikmatan dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluk-Nya.

‘jika kamu mempersekutukan (Tuhan). amal yang dilandasi dengan syirik akan menyengsarakannya di dunia dan di akhirat. agar kita selalu meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita. (Az-Zumar: 65-66) Hamba Allah yang beriman . tidak dikabulkan oleh Allah dan lebih dari itu.. dan kehinaan. Kaum Jahiliyah Kuno yang dihadapi Rasulullah juga meyakini bahwa pencipta. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelum kamu. . Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah. bukan sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan)Nya dan wahdaniyah (keesaan)Nya dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan sifatNya. menurut tuntunan Islam. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. tauhidlah yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. cahaya Islam ini sampai kepada kita. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal. Dan amal yang tidak dilandasi dengan tauhid akan sia-sia. sehingga kita terbebas dari kejahiliyahan.. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. Karena itu. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Pengatur.. bahkan mengakui keesaaan dan kemahakuasaan Allah dengan permin-taannya kepada Allah melalui Asma dan sifat-Nya..” (Luqman: 25). niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada pemimpin dan uswah kita Nabi Muhammad. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. yang melalui perjuangannyalah. Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah. maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah.

dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. )متفق عليه‬ ٌ ِ َ ٌ “Yang dimaksud bukan (kedzaliman) itu. yang beriman kepada Allah. Dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid. harap dan takut kepadaNya. ‘Wahai anakku. Sebagaimana firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.)الشرك ل َظُل‬ َ ْ ّ ‫م عظيم{. Hakikat Tauhid. Maknanya. mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang. Orang yang mengikrarkannya akan masuk Surga selama tidak dirusak syirik atau kufur akbar.” (Adz-Dzariyat: 56). yakni nabi Muhammad n. tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan tidak ada ibadah yang benar kecuali ibadah yang sesuai dengan tuntunan rasul yaitu As-Sunnah. Tidak-kah kalian mendengar nasihat Luqman kepada puteranya. yang beriman .” (AlAn’am: 82) Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan.” (Luqman: 13) (Muttafaqun alaih). Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah. Mulai Rasul yang pertama.Namun kepercayaan mereka dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat Muslim. Dari sini lalu timbullah pertanyaan: “Apakah hakikat tauhid itu?” Hamba Allah. Nuh. tetapi syirik. hingga Rasul terakhir. mendapat petunjuk. Sebagaimana firman Allah: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik).. para sahabat merasa sedih dan berat. cinta. “Ketika ayat ini turun.. Sesungguhnya mempersekutukan Allah benarbenar suatu kedzaliman yang besar. janganlah kamu mempersekutukan Allah.” (An-Nahl: 36) Sesungguhnya tauhid tercermin dalam kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Mereka berkata siapa di antara kita yang tidak berlaku dzalim kepada diri sendiri lalu Rasul menjawab: ُ ْ ّ َ ‫ل َي ْس ذَل ِك، إ ِن ّما هو الشرك، أ َل َم ت َسمعوا قول ل ُقمان ل ِب ْن ِه: }يا ب ُن َي ل َ ت ُشرك بالله إ ِن‬ ّ ِ َ َ ْ َ ْ َ ْ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ُ َ ّ ْ ‫. yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen. ialah pemurnian ibadah kepada Allah. “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan). .

apapun amal yang diperbuatnya. Jika dia adalah seorang ahli tauhid yang murni dan bersih dari noda-noda syirik serta ikhlas mengucapkan “laa ilaaha illallah” maka tauhid kepada Allah menjadi penyebab utama bagi kebahagiaan dirinya. Al-Bukhari dan Muslim) Maksudnya. segenap persaksian yang dilakukan oleh seorang Muslim sebagaimana yang terkandung dalam hadist tadi berhak memasukkan dirinya ke Surga. niscaya aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula. hadist hasan). Sebagaimana telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan ‘Ubadah bin Ash-Shamit: ‫من شهدَ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، وأ َن عي ْسى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ُ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ‫عبده ورسول ُه وك َل ِمت ُه أ َل ْقاها إلى مريم وروح من ْه، وال ْجن ّة حق والنار حق، أ‬ َِ َ َ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ٌ ِ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ ُ َ ّ دْخل َه‬ ُ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ َ َ ‫. Orang-orang yang tidak mencampur-adukkan antara keimanan dengan syirik serta menjauhi segala perbuatan syirik..” (HR.” (HR. Allah berfirman: ‫يا ابن آدم إنك لو أتيتني بقراب الر ِ خطايا، ثم لقيتني ل تشرك بي شيئا ل َيتك بقرابها مغفرة. .Ayat ini memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengesakan Allah. dan (bersaksi pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan Nerakapun benar adanya maka Allah pasti akan memasukkan ke dalam Surga.. )رواه البخاري ومسلم‬ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata. dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah. serta menjadi penyebab bagi penghapusan dosa-dosa dan kejahatannya. Hamba Allah yang beriman .. seandainya kamu datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh bumi. Sungguh mereka akan mendapatkan keamanan yang sempurna dari siksa Allah di akhirat. utusanNya dan kalimat yang disampaikanNya kepada Maryam serta ruh dari padaNya. tiada sekutu bagiNya.. At-Tirmidzi dan Adh-Dhiya’.)والضياء‬ “Hai anak Adam.)الله ال ْجن ّه على ما كان من ال ْعمل. Tauhid merupakan faktor terpenting bagi kebahagiaan seorang hamba. Sekalipun dalam sebagian amal perbuatannya terdapat dosa dan maksiat. Hal ini sebagaimana ditegaskan di dalam hadist qudsi. Mereka itulah yang mendapatkan petunjuk di dunia. Hadist tersebut menegaskan tentang keutamaan tauhid. dan Muham-mad adalah hamba dan utusan-Nya. Tauhid merupakan sarana paling agung untuk melebur dosa-dosa dan maksiat. Jama’ah Jum’ah rahimakumullah . sedangkan engkau ketika menemuiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun. )حسن، رواه الترمذي‬ ً َ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ِ َ ُ ْ ‫َ ْ َ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ ْض َ َ َ ُ ّ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ ْ ً َت‬ ‫.

tidak menggantungkan diri kepada Allah. percaya dan tawakal kepadaNya. 2. )رواه الترمذي وقال حسن‬ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ‫. ridha atas qadar (ketentuan) Nya. ia menyembah tuhan-tuhan yang banyak. 3. niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis. Memerdekakan hati dari tunduk. Suatu saat ia menyembah orang yang hidup. jin. Adapun orang musyrik. Karena itu ia merasa aman ketika kebanyakan orang merasa ketakutan. jiwa dan keluarga. menyerah dan menghinakan diri kepada selain Allah Memerdekakan hidup dari kekuasaan Fir’aun. kematian dan lainnya menjadi sirna. sedang tuhan yang lainnya menginginkan ke kiri. 4. Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhantuhan dan sesembahan yang banyak. Seorang Mukmin hanya takut kepada Allah. ia berkata hadits hasan shahih) . Tuhan ini menginginkan ke kanan. Ia mengetahui apa yang membuatNya ridla dan murka.)صحيح‬ Bila kamu meminta maka mintalah kepada Allah. sabar atas musibah serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. Kepada-Nya ia berdo’a dalam keadaan lapang atau sempit. Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar segera dibebaskan darinya. At-Tirmidzi. Di antara buah manis yang didapat adalah: 1. Karena jiwanya hanya penuh harap kepada Allah. Arah hidup-nya jelas. pada saat lain ia menyembah orang yang mati.Jika tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki. Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. Tidak merasa takut kecuali kepada Allah. Dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah. sehingga hati menjadi tentram. ia merasa tenang ketika mereka kalut. pendeta dan thaghut yang menuhankan diri atas hamba-hamba Allah. Ketakutan terhadap manusia. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. Tauhid memberikan nilai Rohani kepada pemilik-nya. Ia akan melakukan apa yang membuatNya ridha. Orang Mukmin menyembah satu Tuhan. Tauhid memerdekakan manusia dari segala per-budakan dan penghambaan kecuali kepada Alah.” (HR. baik secara pribadi maupun jama’ah. Memerdeka-kan fikiran dari berbagai khurofat dan angan-angan yang keliru. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. Syi’ar dan semboyannya adalah sabda Rasul: َ َ َ َ ‫إ ِذا سأ َل ْت فاسأ َل الله، وإ ِذا است َعن ْت فاست َعن بالله.

أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . harap dan takut kepadaNya. Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukannya..5. yaitu: • Tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan. cinta. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. . akan menghasilkan buah yang sangat manis. Tauhid menyebabkan pemiliknya dihapuskan dari segala dosa.. Kembali pada khutbah yang kedua ini. Segenap manusia adalah hamba Allah dan yang paling mulia di antara mereka adalah Muhammad n kemudian orang yang paling bertaqwa. Karena tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil tuhan-tuhan selain Allah di antara sesama mereka. mengembalikan harga diri dan kemuliaan Islam dan Muslimin. فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. dan menaikkan derajat dan martabat Islam dan Muslimin di atas segala kehinaan yang selama ini dialami oleh kaum Muslimin. Sifat ketuhanan hanya milik Allah satusatunya dan semua manusia wajib beribadah kepadaNya.لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب. َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم. أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ٍ ْ َ ّ ُ ْ ِ َ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ِ َ َِ ْ ُ ََ ْ ِ ‫. yaitu: meghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen. Tauhid yang terealisasi dalam hidup seseorang. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan keadilan. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. 2. 4. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad. Hakekat Tauhid. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman. Itulah buah manis dari Tauhid yang akan membebaskan pelakunya dari kehinaan dan kesengsaraan dan Tauhidlah yang akan mengembalikan kehormatan Islam dan Muslimin. kepada para sahabatnya. ialah pemurnian ibadah kepada Allah. 3.

. Syaikh Muhammad bin Shalih A1 Utsaimin menjelaskan: Dalam ayat di atas Allah memerintahkan NabiNya untuk mengumumkan kepada manusia bahwa saya hanyalah seorang hamba sama dengan kalian. Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. Abdullah wa Rasuluhu yang diutus untuk semua manusia sebagai penutup rasul-rasul sebelumnya. “Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. Tauhid memberikan nilai ruhiyah kepada pemiliknya. 7 Syahadat Muhammad Rasulullah. marilah pada kesempatan kali ini kita berdo’a kepada Allah.• • • • Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang benar dari makna syahadat Muhammad Rasulullah. Fenomena inilah yang mendorong khatib untuk menjelaskan makna yang benar dari syahadat Muhammad Rasulullah dan konsekuensinya. Karena itu. Kaum muslimin rahimakumullah Dari makna di atas bisa dipetik bahwa yang terpenting dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah dua hal yaitu: Bahwa Muhammad itu adalah abdullah (hamba Allah) dan Muhammad itu rasulullah. Makna Dan Konsekwensinya Jama’ah Jum’at rahimakumullah Setiap muslim pasti bersaksi. bukan Rabb (Tuhan).” (A1 Kahfi. 110).‫إنما أنا عبد فقولوا عبد ال ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ْ ُْ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ . mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah. yang diwahyukan kepadaku. dan juga tidak semua muslim memahami tuntutan dan konsekuensi dari syahadat tersebut. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan persamaan. memohon ampunan atas segala dosa syirik yang pernah kita lakukan dan kita memohon agar kita dijauhkan dari segala perbuatan syirik dan pelakupelakunya. Makna dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah pengakuan lahir batin dari seorang muslim bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Dua hal ini merupakan rukun syahadat Muhammad Rasulullah. Kemudian pula kita memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari kehinaan dan diangkat derajat kita di dunia dan di Akhirat.

beribadah dengan syariat yang beliau bawa. Kaum muslimin rahimakumullah Keyakinan bahwa Muhammad adalah hamba Allah menuntut kepada kita untuk mendudukkan beliau di tempat yang semestinya. Muhammad adalah Rasulullah yang diistimewakan dari manusia lainnya dengan wahyu. Kemudian syahadat “Muhammad Rasulullah” menuntut kita untuk mengimani risalah yang beliau sampaikan. . ber-istighatsah2. (Al-Jin. seperti munculnya dajjal. jangan sekali-kali kita dustakan dengan alasan berita itu bertentangan dengan akal sehat atau bertentangan dengan zaman. Membenarkan semua berita yang shahih dari Rasul Allah I. 21). tidak menolak apa yang beliau ucapkan maupun yang beliau lakukan. maka jika Beliau memberitakan berita masa lalu maupun berita masa depan maka berita itu sumbernya adalah wahyu yang kebenarannya tidak boleh ragukan lagi. memohon kepada Nabi untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat sebab hal itu adalah hak mutlak Allah sebagai Rabb. (HR. turunnya Nabi Isa. tidak melebih-lebihkan beliau dari derajat yang seharusnya sebab beliau hanyalah seorang hamba yang tidak mungkin naik derajatnya menjadi Rabb. "Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan". Hal hal yang wajib diwujudkan sebagai konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah: 1. maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya”. Semua berita di atas dan juga berita-berita lain yang berasal dari hadits-hadits shahih. terbitnya matahari dari barat. Syaikh Al-Utsaimin berkata: Saya hanyalah hamba yakni saya tidak punya hak dalam rububiyah dan juga dalam hal-hal yang menjadi keistimewaan Allah. berita tentang pertanyaan di alam kubur. Di antara berita-berita dari Rasulullah yang wajib kita terima adalah: Berita tentang tandatanda hari kiamat. dituntut untuk mewujudkan beberapa hal sebagai bukti kebenaran keimanannya. Jama'ah Jum'at rahimakumullah Seorang Muslim yang beriman bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah. Adzab dan nikmat kubur. AlBukhari dan Muslim). begitu juga berita tentang datangnya malaikat maut dalam bentuk manusia kepada Nabi Musa untuk mencabut nyawanya lalu Nabi Musa menamparnya hingga rusak salah satu matanya. tidak mendustakan.“Saya hanya seorang hamba. Dari sini termasuk kesesatan jika ada yang ber-isti’anah1. wajib kita percayai.

syarat dan batasan. sebab Rasulullah tidak memerintahkan dan melarang kecuali dengan perintah. sebab yang dilarang Rasulullah juga otomatis dilarang oleh Allah.2. sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. di antara perintah Beliau yang wajib kita taati adalah: Perintah mencelupkan lalat yang jatuh dalam minuman atau makanan. Jamaah Jum'at rahimakumullah. mencuci tangan tiga kali sehabis bangun dari tidur. “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu. (Al-Hasyr: 7). Mentaati Rasulullah Kaum muslimin rahimakumullah Seorang muslim wajib taat kepada Rasulullah sebagai perwujudan sikap pengakuan terhadap kerasulan Beliau. larangan melamar di atas lamaran orang lain. Taat dalam perintah dengan menjalankan semua perintahnya. Sikap ini adalah godaan syaitan yang bermuara kepada penolakan terhadap sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . larangan memanjangkan kain (sarung atau celana) di bawah mata kaki. (Al-Nisaa’. shalat berjamaah dan lain-lain. dan perintah itu bersumber dari Rasul sebagai manusia biasa. syariat dan wahyu yang Allah turunkan. Termasuk beberapa hal yang sudah diletakkan oleh Rasulullah sebagai rukun. Taat kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam mempunyai dua sisi: 1. Konsekuensi yang ketiga: Berhukum kepada sunnah Rasul Allah. mengucapkan Basmallah ketika makan. larangan menjual atau membeli di atas penjualan atau pembelian orang lain. 80) Syaikh Abdur Rahman Nasir As Sa'dy berkata: setiap orang yang mentaati Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dalam perintah-perintah dan larangan-larangannya dia telah mentaati Allah. semua wajib dijauhi. larangan menikahi seorang wanita bersama saudara atau bibinya. Kaum muslimin rahimakumullah 2. . Sisi kedua dari mentaati Rasul adalah menjauhi larangan Rasulullah. makan dan minum dengan tangan kanan. larangan makan atau minum dengan bejana emas atau perak. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka jauhilah”. misalnya dia menolak perintah menenggelamkan lalat dengan alasan hal itu menyalahi ilmu kesehatan. di antara larangan tersebut: Larangan memakan binatang buas yang bertaring. dan larangan-larangan yang lain. Sebagian orang menolak perintah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dengan berbagai alasan.

ketenangan jiwa dan kepatuhan lahir batin. mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan.” (An Nisaa'. maka apa dugaanmu dengan orang yang menentang sabda Rasul dengan ucapan orang yang jauh di bawah derajat keduanya. dan mereka menerima dengan sepenuhnya. Dan berhukum ini belum dianggap cukup sehingga mereka menerima hukumnya dengan lapang dada. 8 Dosa Seputar Mayyit Dan Kuburan Oleh: Tedy Haryono . “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". 61) Ibnu Abbas berkata: Hampir saja Allah menghujani kalian dengan batu dari langit. lebih-lebih jika terjadi ikhtilaf (perbedaan). 65). (An Nisaa'. Lanjut beliau. hawa nafsu. niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangimu dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu”. tentu saja dia lebih berhak mendapat siksa. As-Syaikh Al-Utsaimin berkata: “Jika seseorang mengguna-kan ucapan Abu Bakar dan Umar untuk menentang sabda Rasul bisa menyebabkan turunnya siksa. dia pasti menolak jika diajak untuk merujuk kepada akal. hujan batu.Syahadat Muhammad Rasulullah yang benar akan membawa seorang Muslim kepada kesiapan dan keikhlasan untuk menjadikan sunnah Rasulullah sebagai rujukan. maupun warisan nenek moyang dalam menetapkan suatu hukum. Syaikh As-Sa'dy berkata: Allah bersumpah dengan diriNya yang mulia bahwa mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikan RasulNya sebagai hakim dalam masalah-masalah yang mereka perselisihkan. Saya berkata: “Rasulullah telah bersabda begini. seorang Muslim yang konsekwen dengan syahadatnya dengan lapang dada akan menjadikan sunnah Rasulullah sebagai imamnya. Jamaah Jum'at rahimakumullah Haruslah diketahui bahwa sikap penolakan terhadap hukum Rasulullah dalam masalahmasalah ikhtilaf adalah termasuk sifat kaum munafikin. pendapat si A/si B. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. “Maka demi Tuhanmu. sedangkan kalian berkata (tapi) Abu Bakar dan Umar berkata begitu”.

Misalnya dengan menangis sejadi-jadinya. keluarga dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Dan Dari Abdullah bin Mas ‘ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan: . berteriak-teriak sekeras-kerasnya.Segala puji bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah melimpahkan karunia dan rahmatNya sehingga kita dapat menjalankan salah satu kewajiban yang diwajibkan kepada kaum Muslimin yaitu Shalat Jum’at berjama’ah. Ahmad 5/153). ingin berwasiat kepada diri khatib sendiri secara khusus dan kepada jama’ah secara umum. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Banyak sekali amalan yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa dengan tidak terasa. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Khatib berdiri di mimbar ini. iringilah perbuatan jelek. namun yang ditinggal mati apakah bisa bersabar ataukah tidak? Salah satu kemungkinan besar yang dilakukan oleh manusia. menjambak-jambak atau memotongnya. semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam .” (HR. jika dosa kecil ditumpuk maka akan menjadi besar seperti gunung. memukuli muka sendiri. disamping menunjukkan tidak sabar terhadap musibah. dengan perbuatan baik niscaya akan menghapuskannya. Hadits di atas menerangkan bahwa dosa-dosa kecil dapat dihapus dengan mengerjakan amalan yang baik dan benar. sahabat. Dosa yang sudah berjangkit di kalangan masyarakat ini sangatlah banyak dan juga mereka menganggapnya itu hal biasa dan lumrah. tidak sengaja atau kita pernah menyaksikan atau melakukannya. )رواه أحمد‬ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. Bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : . Di antaranya adalah: 1. Shalawat serta salam.(‫اتق ال حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها. jika ditinggal mati oleh orang yang dicintainya adalah meratapi jenazah. mengoyak-ngoyak baju. Semua perbuatan tersebut menunjukkan ketidakrelaan terhadap taqdir. Meratapi Jenazah Kematian pasti akan terjadi pada setiap makhluk yang bernyawa. Hal yang demikian tidak bisa ditinggalkan karena gunung yang begitu besar terdiri dari kerikilkerikil kecil. yaitu bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Nabi Muhamamad Shallallaahu alaihi wa Salam mengecam orang yang melakukan ratapan berlebihan kepada mayit. menggunduli rambut.

Termasuk dalam katagori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal. Sedih dan berduka cita atas kepergian orang yang dicintai adalah wajar namun tidak boleh berlebihan sebagaimana hal yang di atas tadi. )رواه البخاري، انظر فتح الباري‬ ِ ّ ِِ َ ْ َ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ُ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ّ ِ َ ْ َ “Tidak termasuk golongan kami yang menampar pipi. Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Hanya kepadaMu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMu-lah kami meminta pertolongan. pemandangan seperti ini sering terlihat di masyarakat.” (HR. baik para nabi. Abu Hurairah Radhiallaahu anha berkata. Dan ini semua telah digariskan olehNya sehingga manusia tinggal menjalani apa yang sudah menjadi ketentuannya. mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia.(2/667 ،‫لن يجل َ أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخل َ إلى جلده خير له من أن يجلس على قبر. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . . orang-oarng shalih atau lainnya untuk mendapatkan syafa’at atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup.Menginjak Dan Duduk Di atas Kuburan Ketika mengiring jenazah atau berziarah kubur.(3/163 ‫ليس منا من لطم الخدود وشق الجيوب ودعا بدعوى الجاهلية. Padahal mereka meminta tolong kepada Allah dalam setiap shalatnya namun dalam prakteknya mereka meminta realisasinya kepada selain Allah.” (Al-Fatihah: 5). Dan yang menunggu pemakaman jenazah dengan seenaknya duduk di atas kuburan. sehingga disana sini menginjak-injak kuburan dengan tanpa rasa hormat sedikitpun kepada yang sudah meninggal.” (HR. Muslim 2/667). Bersabar dan menerima terhadap musibah adalah lebih baik dan lebih mulia karena semuanya terjadi atas kehendak Allah Subhannahu wa Ta'ala . 3. Karena kepercayan ini. Fathul Bary 3/163). padahal Rasullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengancam akan hal yang semacam itu. 2.. Al-Bukhari. merobek-robek baju dan yang meratap dengan ratapan jahiliyah. )رواه مسلم‬ ٍ ْ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ ُ َ ٌ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ‫َ ْ َ ْ ِس َ َ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ٍ َ َ ْ ِ ُ ِ َ َ ُ َ َ َّص‬ “Sungguh seseorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga terbakar bajunya hingga tembus ke kulitnya. hal itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kuburan. sebagian orang ada yang tidak memperhatikan jalan yang mesti dilaluinya. serta membebaskan manusia dari berbagai kesulitan adalah syirik.Mencari Berkah di Kuburan Kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia dapat memenuhi hajat.

merendahkan diri dan menghinakan diri seraya mengajukan permintaan dan memohon hajat. Sebagian penyembah kuburan ada yang berthawaf (menge-lilingi) kuburan tersebut. sebelum . bahkan membiasakan dan mentradisikan menyebut nama syaikh atau wali tertentu. mendapatkan keturunan. berdiri didepannya dengan penuh khusyu. Jamaah Jum’at Rahimakumullah Mencari berkah di kuburan tidaklah asing bagi sebagian orang lebih-lebih di masa sekarang ini dimana kebutuhan yang penting harus dipenuhi namun jalan untuk mengaisnya sangatlah sulit kemudian mereka memakai jalan pintas yaitu dengan bersemedi dan tafakur di kuburan dengan harapan akan dibukakan jalan baginya. Al-Bukhari. Ada lagi yang menyebut “Wahai Ali” Yang lainnya menebut: Wahai Syaikh” atau Wahai Syaikh Abdul Qadir Jaelani”. (Al-A’raaf: 194). mencukur rambutnya di pekuburan dan ada yang membawa buku yang berjudul: Manasikul Hajjil Masyahid” (Tata cara Beribadah Haji di Kuburan Keramat). Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam besabda: . Kemudian ada yang menyebut: “Wahai Syadzali”. mencium setiap sudutnya ada juga yang mencium pintu gerbang kuburan dan melumuri wajahnya dengan tanah dan debu dari kuburan sebagian ada yang bersujud ketika memandangnya. baik dalam keadaan berdiri maupun duduk atau ketika ditimpa musibah atau kesukaran hidup. digam-pangkan urusannya dan tak jarang di antara mereka yang menyeru: Ya Sayyidy aku datang kepadamu dari negeri yang jauh maka janganlah engkau kecewakan aku “ Dan ada juga yang mengatakan “Ya Sayyidy aku ini adalah hamba yang hina dina dan engkau hamba yang mulia maka sampaikanlah hajat hamba kepada Tuhanmu” Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyem-bah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat mengabulkan (do’a)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhati-kan do’a mereka.Sebagian mereka.Ahqaf: 5). )رواه البخاري‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah niscaya akan masuk kedalam Neraka” (HR.(‫من مات وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار. Kemudian ada yang meminta sembuh dari sakit. Sebagian mereka. 8/176). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman :dalam Surat Al-A’raaf “Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa dengan kamu”. Dan masih banyak lagi sebutan lainnya.” (Al. Di antaranya ada yang menyeru: Wahai Muhammad “.

hal. baik nikmat keimanan. Juz 1. Dan oleh sebab itu kami mengajak saudara-saudara kaum Muslimin untuk bersama-sama meninggalkan hal tersebut dengan penuh keikhlasan kepada Allah. mereka terlebih dahulu menunaikan haji di Tanah Pekuburan Keramat. . tatkala Umar bin Khaththab Radhiallaahu anhu bertanya kepada shahabat Ubay bin Ka’ab Radhiallaahu anhu tentang takwa. kesehatan dan keluangan waktu sehingga kita bisa melaksanakan kewajiban kita menunaikan shalat Jum’at.mereka menunaikan ibadah haji ditanah suci Mekkah. wahai saudaraku rahimakumullah. Demikian pula kami wasiatkan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan dan waktu. dan jika kalian mengingkari (nikmatKu). Ketahuilah. maka berkatalah Ubay: “Pernahkah Anda berjalan di suatu tempat yang banyak durinya?” Kemudian Umar menjawab: “Tentu” maka berkatalah Ubay: “Apakah yang Anda lakukan”. Takwa. Lalu Ubay berkata “Demikianlah takwa itu” (Tafsir Ibnu Katsir. sebuah kata yang ringan diucapkan akan tetapi tidak mudah untuk diamalkan. Allah berfirman: “Jikalau kalian bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Akhiru da’wana ‘anil hamdu lillahi rabbil ‘alamin. Dan kita meminta kepada Allah semoga saudara-saudara kita yang masih melakukan hal itu dapat dibukakan pintu hatinya untuk menerima kebenaran. jamaah Jum’at yang berbahagia Berdasarkan uraian di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa fitnah kuburan dan mayit telah menjadi tradisi dan adat bagi masyarakat kita sekarang ini.” (Ibrahim: 7). Dan hendaklah kita berhati-hati agar jangan sampai menjadi orang yang kufur kepada nikmat Allah. berkatalah Umar: “Saya sangat waspada dan hati-hati agar selamat dari duri itu”. maka sesungguhnya siksaku sangat pedih. 55). 9 Peristiwa Hari Akhir Oleh: Abu Adam Al-Khoyyat (Hartono) Hadirin jamaah shalat Jum’at rahimakumullah Hendaknya seorang Muslim senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmatnikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita semua.

Manusia setapak demi setapak menjalani tahap kehidupan-nya dari alam kandungan. ash-shirat dan lain sebagainya seakan terasa ringan diucapkan oleh lisan-lisan mereka tanpa makna sama sekali. alam kubur dan alam akhirat. dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah. adzab. Na-uzu billahi min dzalik. “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) dan aku tidak mengetahui apakah hisab (perhitungan amal) terhadap diriku. menangislah mata kita.Demikianlah takwa yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya yakni agar kita senantiasa waspada dan hati-hati dalam setiap tindakan keseharian kita. oleh karena itu janganlah kita berbuat dan berucap kecuali berdasarkan ilmu. Ketahuilah wahai saudaraku rahimakumullah.(Al-Haqqah 25-29) Dalam ayat ini Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz IV hal 501. Tahap-tahap tersebut harus dijalani sampai akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat tempat kita memperhitungkan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia. hendaklah hati kita menjadi takut. Maka tatkala kita mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memberitakan tentang ahwal (keadaan) hari Akhir. Dan Allah berfirman: “Dan berbekallah. menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara. Hendaklah kita bersegera mencari bekal guna menuju pertemuan kita dengan Allah karena kita tidak tahu kapan ajal kita itu datang. kekuasaanku pun telah lenyap dari-padaku”. ketika itulah dia benar-benar menyesal. Hartaku juga sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.” (Al-Baraqah:197). Duhai seandainya kematian itu adalah kematian total (tidak usah hidup kembali). alam dunia. dia mengatakan penuh penyesalan: ‘Andai kata saya tidak usah diberi catatan amal ini dan tidak usah tahu apakah hisab (perhitungan) terhadap saya (tentu itu lebih baik bagi saya) dan andaikata saya mati terus dan tidak usah hidup kembali. dan juga dalam ucapan-ucapan kita. Mari kita perhatikan firman Allah dalam surat Al-Haqqah ayat 25-29. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa. “Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya maka dia berkata. dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal. . Akan tetapi bagi orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tatkala disebut kata Neraka. Yaitu manakala diberi catatan amalnya di padang pengadilan Allah dari arah tangan kirinya.

pada hari yang besar. Maka tumbuhlah rasa takut yang amat mendalam kepada Allah kemudian berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang-orang yang celaka seperti ayat di atas. yaitu pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. (yaitu) hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam”. telanjang dan tidak berkhitan). terisaklah tangis mereka dan keluarlah keringat dingin di tubuh mereka. Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggungjawab-kan diri mereka. َ ُ Dan manusia dibangkitkan dalam keadaan ً ‫( حفاةً عراةً غرل‬mereka tidak ْ ُ َ ُ beralas kaki. seakan mereka saat itu sedang merasakan peristiwa yang sangat dahsyat. akan menetes air mata mereka. kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta” (Al-Haqqah ayat 30-32).‫ا ْل َمر أ َشدّ من أ َن ي َن ْظُر ب َعضهم إ ِلى ب َعض‬ ْ ْ ِ ُ ْ ٍ ْ . Bagi kaum beriman yang mengetahui makna yang terkandung dalam ayat tersebut. begitulah kami akan mengulangnya (mengembalikannya)” (Al-Anbiya:104). sebagaimana firman Allah: “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama. kemudian Rasulullah berkata: َ ْ ُ ُ ْ َ َ . itulah hari keluar (dari kubur)” (Qaf: 41-42).Coba perhatikan ayat selanjutnya: “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Dan tatkala Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menceritakan hal itu kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha maka berkatalah ia: “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lain?”. “Tidakkah orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Juga Allah berfirman dalam surat Al-Muthaffifin: 4-7. Allah berfirman: “Dan dengarkanlah pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. Manusia akan dikembalikan secara sempurna tanpa dikurangi sedikitpun. Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah. menjadi tergetarlah hatinya. dikembalikan dalam keadaan demikian bercampur dan berkumpul antara laki-laki dan perempuan.

” (Hadits shahih riwayat Al-Bukhari nomor 6027 dan Muslih nomor 2859 dari hadits ‘Aisyah Radhiallaahu anha ).“Perkara pada hari itu lebih keras dari pada sekedar sebagian mereka melihat kepada sebagian lainnya. mudah-mudahan menjadikan kita semakin takut kepada Allah. Imam Muslim meriwayatkan dalam hadits yang shahih nomor 2864 dari hadits Al-Miqdad bin AlAswad Radhiallaahu anhu . maka manusia mengeluarkan keringat tergantung amalan-amalan mereka.” Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memberi isyarat dengan tangannya ke mulutnya. Sebagaimana firman Allah: “Pada hari ketika manusia lari dari saudara-saudaranya.‫أقول قولي هذا وأستغفر ال لي ولكم ولسائر المسلمين، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua ْ َ َ ُ َ ّ ِ ُ َ َ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َّ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ِ ْ َ ْ ََ ُ ُْ ِ َْ َ َ ُ ُ َ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن الحمد ل، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بال من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. وأشهد أن ل إله إل ال وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى ال عليه وسلم، أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫ُ ْ ِ ْ َل‬ Dari mimbar Jum’at ini kami sampaikan pula bahwasannya pada hari Akhir nanti matahari akan didekatkan di atas kepala-kepala sehingga bercucuran keringat mereka sehingga sebagian mereka akan tenggelam oleh keringat-keringat mereka sendiri. yaitu bahwa perkara .‫إلى فيه‬ ِ ْ ِ َِ “Matahari akan didekatkan pada hari Kiamat kepada para makhluk sampaisampai jarak matahari di atas kepala mereka hanya satu mil. Abasa: 34-37). dari istrinya dan anak-anaknya.S. akan tetapi hal itu tergantung dari apa yang telah mereka perbuat di dunia. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang sangat menyibukkan”. sampai seseorang itu lari dari bapak. Di antara mereka ada yang mengeluarkan keringat sampai mata kakinya dan ada yang sampai lututnya. Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik kepada wanita dan sebaliknya. Dan seandainya ada yang bertanya “bagaimana itu bisa terjadi sedangkan mereka berada pada tempat yang satu?” Maka Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullaah menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut: “Ada sebuah kaidah yang hendaknya kita berpegang kepada kaidah itu. . ibu dan anak-anak mereka karena takut terhadap keputusan Allah pada hari itu. dari ibu dan bapaknya. (Q. من يهلد الل فل مضلل لله وملن‬ ِ ‫يضلل ف َ هادي له. ada juga yang sampai pinggangnya dan ada yang ditenggelamkan oleh keringat mereka. وأشار رسول ال بيده‬ . berkata: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ َ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ ُّ ُ ْ ُ َ َ ٍ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ْ ّ ‫تدنى الشمس يوم القيامة من الخلق حتى تكون منهم كمقدار ميل، فيكون الناس على قدر أعمالهم في العرق، فمنهم من يكون‬ َْ ُ ِ ِ َ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ََ ً َ ْ ِ ُ َ َ ْ ُ ُ ِ ْ ُ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ‫إلى كعبيه، ومنهم من يكون إلى ركبتيه، ومنهم من يكون إلى حقويه، ومنهم من يلجمه العرق إلجاما. Demikianlah peristiwa yang amat menakutkan yang akan terjadi di akhirat nanti.

Telah kita sepakati bersama bahwa hanya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah kita dapat selamat dan tidak akan tersesat. jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya”. Bidah Dan Taklid Oleh: Iwan Sutedi Ikhwan fillah rahimakumullah. kita tidak mampu mengetahui dan meng-gambarkannya. sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sebaik-baik generasi adalah generasi sahabat yang telah Allah puji dan Allah ridhai. . (Hadist Riwayat Malik secara mursal (Al-Muwatha.ghaib. juga hadist ini mempunyai syahid dari hadits jabir telah saya takhrij dalam Silsilah Ahadits As-Shahihah no. karena perkara tersebut berada diluar jangkauan akal-akal kita. Adakah pilihan lain agar kita termasuk dalam orang-orang yang selamat dan agar umat Islam ini memperoleh kejayaan lagi selain mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih? tentu tidak ada. Demikianlah sebagian peristiwa di hari Akhir dan masih banyak lagi peristiwa yang akan kita alami yang hal itu akan menggetarkan hati bagi orang-orang Mukmin dan menjadikan mereka semakin takut kepada Allah. 10 Antara Sunnah. 1761). Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk menuntut ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah agar kita dapat meghindari dan menolak syubhat di dalam memahami dien Islam ini. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . dan Al-Hakim dari Hadits Ibnu Abbas dan sanadnya hasan.‫ت َرك ْت في ْك ُم أ َمري ْن ل َن ت َضل ّوا ما ت َمسك ْت ُم ب ِهما، ك ِتاب الله وسن ّة ن َب ِي ّه‬ َ ُ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ِ َ ْ ْ “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara. Syaikh Al-Albani mengatakan dalam bukunya At-Tawashshul anwa’uhu wa ahkamuhu. 999). karena sebenar-benar ucapan adalah Kalamullah. Imam Malik meriwayatkan secara mursal. juz 2. wajib bagi kita untuk mengimaninya dan membenarkannya tanpa menanyakan bagaimananya. hal.

” Firman Allah dalam surat 7 ayat 3: . Ikhwan fillah rahimakumullah Kebanyakan ummat Islam. Abu Bakar berkata. mencegah para pengikutnya mengikuti pendapat mereka tanpa mengetahui dalilnya. Terkadang suatu anjuran untuk mengikuti dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah serta memalingkan jiwa dari selain keduanya dianggap sebagai seruan yang mengajak kepada pelecehan pendapat para ulama dan menghalangi untuk mengikuti jejak para ulama atau mengajak untuk menyerang perkataan mereka. Umar berkata.” Sedangkan mayoritas ummat Islam sekarang ini mereka berkata. siapapun orang tersebut. janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya. Jika sudah shahih dan jelas maknanya maka tidak boleh berpaling dari hadits tersebut walaupun orang disekeliling kita menyalahi kita.” Ibnu Abbas berkata. kini terjebak dalam taklid buta.” Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda. Di antara ucapan Abu Hanifah: “Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil pendapat kami sebelum dia mengetahui dari mana kami mengambilnya. Padahal tidak demikian yang dimaksudkan. “Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit.Suatu kebahagiaan kiranya jikalau kita termasuk dalam golongan yang selamat. Apabila seseorang datang kepada kita membawakan suatu hadits. Aku mengataklan kepada kalian. tetapi kalian mengatakan. selama penerapannya juga benar. Para Imam ulama salaf yang dijadikan panutan umat. Kita tidak boleh mengutamakan pendapat seseorang di atas apa yang telah dibawa oleh beliau dan tidak juga pemikirannya. maka tinggalkanlah pendapatku.” Padahal sudah datang kepada mereka firman Allah dalam surat Allah Hujarat ayat 1: “Hai orang-orang yang beriman. maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah keshahihan hadits tersebut kemudian yang kedua adalah maknanya. golongan Tha’ifah Manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan) dari Allah. “Ustadz saya berkata. bahkan harus dibedakan antara mengikuti Nabi semata dengan pelecehan terhadap pendapat para ulama.” Kemudian: “Bila saya telah berkata dengan satu pendapat yang telah menyalahi kitab Allah ta’ala dan sunah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam .

2. Mereka berhujah dengan madzab-madzab. 4. Apabila ilmu dan ulama telah tiada dengan wafatnya mereka. Bodoh tentang hukum agama dan sumber-sumbernya Adapun sumber-sumber hukum Islam adalah Kitabullah... Mengikuti hawa nafsu dalam masalah hukum Yaitu menjadikan hawa nafsu sebagai sumber segalanya dengan menyeret/membawa dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mendukungnya.” (Al-Jatsiyah: 23). syaikh-syaikh. 3. Dan mereka juga menolak apa-apa yang menyelisihi pendapat mereka.” Kemudian salah satu penyakit umat Islam sekarang ini disamping taklid buta adalah banyaknya para pelaku bid’ah. Ini adalah perusakan terhadap syari’at dan tujuannya. maka semakin sedikit ilmu dan tersebarlah kebodohan. Inilah keadaan orang-orang yang fanatik buta pada zaman kita sekarang ini. sunnah RasulNya dan ijma’ dan Qiyas. Setiap kali zaman berjalan dan manusia bertambah jauh dari ilmu yang haq. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padaNya). Mayoritas terdiri dari pengikut sebagian madzhab-madzab. bapak-bapak nenek moyang mereka. Ghuluw (berlebih-lebihan) . Fanatik buta terhadap pemikiran-pemikiran orang tertentu Fanatik buta terhadap pemikiran orang-orang tertentu akan memisahkan antara seorang muslim dari dalil dan al-haq. mereka menolaknya. “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiar-kan sesat) . bi’dah akan mendapatkan kesempatan dan berpeluang besar untuk muncul dan berjaya dan tokoh-tokoh bid’ah bertebaran menyeret umat ke jalan sesat.“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. dalil-dalil tersebut dihukumi dengan hawa nafsunya. yang apabila mereka diseru untuk mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah. Ini adalah pintu dari sekian banyak pintu-pintu masuknya bid’ah ke dalam agama Islam ini. Dan di antara sebab-sebab yang membawa terjadinya bid’ah adalah: 1. sufiyyah dan quburiyyun (penyembah-penyembah kuburan). Maka tidak ada yang mampu untuk menentang dan melawan bi’dah kecuali ilmu dan ulama. kiyai-kiyai.

Menolak bid’ah dengan bid’ah yang semisalnya atau bahkan yang lebih rusak Contohnya ialah kaum Murji’ah.Contoh dari point ini adalah madzab khawarij dan syi’ah. Mereka berpaling dari ayat-ayat raja’ (pengharapan).‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka”. yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik.. Padahal sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: . (Abu Dawud). sedangkan yang benar-benar sunnah mereka jauhi. 5. Karena mayoritas dari kalangan kaum Muslimin taqlid kepada kaum kuffar pada amal-amal bid’ah dan syirik. Isra’ Mi’raj. para ahlul bid’ah menjadikan kebid’ahan-kebid’ahan yang mereka lakukan sebagai satu amalan ataupun suatu sunnah. Tasyabuh dengan kaum kuffar Tasyabbuh (menyerupai) kaum kuffar adalah sebab yang paling menonjol terjatuhnya seorang kedalam bid’ah.. bagi siapa yang dikehendakiNya . Kaum Murji’ah memulai bid’ahnya dalam mensikapi orang-orang yang dizamannya. Nuzulul Qur’an dan yang lainnya adalah meyerupai peringatan-peringatan kaum kuffar. Hal ini pulalah yang terjadi di zaman kita sekarang ini. .” (An-Nisa’: 48. Al-Baghdadi berkata: “Mereka dinamakan Murji’ah karena mereka memisahkan amal dari keimanan. 6. sebagaimana tidak berfaedah ketaatan yang disertai kekufuran.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ . mereka berkata: “Kita tidak menghakimi mereka dan kita kembalikan urusannya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala ”. Musyabibhah dan Jahmiyyah. Seperti perayaanperayaan ulang tahun (maulid) dan mengadakan hari-hari atau minggu-minggu khusus dan perayaan serta peringatan bersejarah (menurut anggapan mereka) seperti: peringatan Maulid Nabi. Adapun khawarij. mereka ghuluw berlebihan dalam memahami ayat-ayat peringatan dan ancaman. Hingga akhirnya mereka sampai pada pendapat bahwa maksiat tidak me-mudharat-kan iman. janji pengampunan dan taubat sebagaimana Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman. Mu’tazilah.116). dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu.” Demikianlah.

A’raf: 138-139). Jika kita perhatikan perbuatan bid’ah niscaya kita akan mengetahui bahwa pelakunya adalah seorang muqallid. Dan kalau kita melihat seorang muqallid. FirmanNya: “Dan kami seberangkan Bani Israil keseberang lautan itu. maka dia tidak lagi dinamakan muqallid. kecuali bagi mereka yang dirahmati oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Subhannahu wa Ta'ala menceritakan dalam Al-Qur’an tentang Bani Isra’il yang meminta Musa Alaihissalam untuk menjadikan bagi mereka satu ilah dari berhala. diapun dalam melakukan kebid’ahan tidak berpegang dengan dalil karena kalau berpegang dengan dalil maka ia tidak lagi dinamakan dengan mubtadi’ karena asal bid’ah adalah mengadakan sesuatu hal yang baru tanpa dalil atau nash.” (Al. Demikian pula mubtadi’. Sekalipun Nabi Musa Alaihissalam melarang dan mencerca mereka dan mereka mengetahui bahwa arca itu hanyalah bebatuan yang tidak memberi . Berikut ini ada beberapa sebab yang menunjukkan bahwa taqlid itu mempunyai hubungan yang erat dengan bid’ah. Taqlid dan bid’ah adalah tempat ketergelinciran yang sangat berbahaya yang menyimpangkan seseorang dari agama dan aqidah. Bani Israil berkata: “Hai Musa. Ihwan fillah rahimakumullah Oleh karena itu jika kita mempelajari seluk beluk taqlid. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Ilah)! “sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. Taqlid dan bid’ah merupakan sebab utama tersesatnya umat terdahulu. maka setelah mereka sampai pada satu kaum yang telah menyembah berhala mereka. niscaya kita lihat bahwa dia tenggelam dalam kebid’ahan. kemudian kita pelajari hakekat kebid’ahan niscaya kita tahu bahwa ternyata antara bid’ah dan taqlid mempunyai hubungan yang sangat erat sekali.“Barangsiapa mengajarkan suatu amalan yang tidak ada keterangannya dari kami (Rasulullah). buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa ilah (berhala)!. jika dia bersandar pada dalil.” (Hadist riwayat Muslim). Karena dua hal tersebut akan menjauhkan pelakunya dari nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan sumber kebenaran. Muqallid tidak bersandar dengan dalil dan tidak mau melihat dalil. maka dia itu tertolak. karena taqlid kepada para penyembah berhala yang pernah mereka lewati.

email : sekretariat@forumzakat. tetapi mereka tetap membikin patung anak sapi dan menyembahnya. Mudah-mudahan pula Allah menambah ilmu kita. Dan satu di antaranya adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shahih. Dengan cara ini seorang muslim mampu berpegang teguh dengan agamanya dan bebas dari kotoran yang mencemari dan terhindar dari semua kebid’ahan yang menyesatkan. dan paling luas pemahamannya terhadap dua wahyu yang mulia tersebut. Sumber : www.net . paling kuat ittiba’nya.alsofwah. Hal ini disebabkan karena taqlid yang sudah menimpa diri mereka. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua dan kepada saudara-saudara kita yang terjerumus dan bergelimang di dalam kebid’ahan.manfaat dan mudlarat. sampai kita bertemu Allah dengan membawa bekal husnul khatimah. termasuk sebagian besar ummat Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . Fax : 021 314 8444. Dasar Jl. Kebon Sirih Raya No. Terakhir adalah bagaimana cara kita untuk keluar dari bid’ah ini Jalan keluar dari bid’ah ini telah di gariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam banyak hadits. DasarGedung BAZNAS II Lt. menganugrahkan kekuatan iman dan takwa untuk bisa tetap istiqomah di atas manhaj yang hak dan menjalani sisa hidup di jaman yang penuh fitnah ini dengan bimbingan syari’at Muhammadiyah (syariat yang dibawa oleh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ). Hal inilah yang merupakan sebab kesesatan Bani Isra’il dan umat lainnya. 57 Jakarta 10340 Telepon : 021 314 8444 . Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahaya taqlid dan hubungannya yang sangat erat dengan kebid’ahan bahkan dengan kesyirikan dan kekufuran. .or.id/khutbah . Gedung BAZNAS II Lt. karena mereka adalah orang yang paling besar cintanya kepada Allah dan RasulNya. Amin ya Rabbal Alamin. paling dalam ilmunya.

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com 11 Gaya Hidup Islami Dan Gaya Hidup Jahili Oleh: Surahmat (Yogyakarta) ّ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ََ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ ََ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ ‫الحمد ل رب العالمين. وأشهد أن ل إله إل ال وحده ل شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم‬ ِ ‫صل وسلم وبارك على محمد عبدك ورسولك، النبي المي وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ََ َ ّ ّ ُ ْ ّ ِ ّ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ ِ ْ َ ٍ ّ َ ُ ََ ْ ِ َ َ ْ َّ َ ّ َ } :،‫فيا أيها المسلمون، اتقوا ال ما استطعتم، واتقوا ال لعلكم تفلحون. قال ال تعالى في القرآن الكريم‬ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َّ َ َ ُ ّ َ ْ ُْ َ َْ َ َ ُ ّ ِ َ ْ ُ ِْ ُ ْ َ ّ َ َ َ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia rahimakumullah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as-sa’adah). Hanya saja masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah berikut ini: Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108). Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar
umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:

‫ل َ ت َقوم الساعة حتى ت َأ ْخذَ أ ُمت ِي ب ِأ َخذ ال ْقرون قب ْل َها شب ْرا‬ ُ ّ َ ُ َ ّ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ً ِ ْ ّ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ َ ِ .‫ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع. فقي ْل: يا رسول الله، ك َفارس والروم‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ِ ِ ْ ّ َ َ ِ َ ُ َ ‫فقال: ومن الناس إ ِل ّ أو‬ َ ،‫لمئ ِك. )رواه البخاري عن أبي هريرة‬ ّ ُ ِ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬

Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).

َ َ َ ْ َ َ َ ّ َ ‫ل َت َت ّب ِعن سن َن من كان قب ْل َك ُم شب ْرا ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع حتى ل َو‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ّ َ ٍ َ ِ ْ ً ِ ْ َ ْ ُ َ َ ‫دَخل ُوا جحر ضب ت َب ِعت ُموهم. قل ْنا: يا رسول الله، ا َل ْي َهود‬ َ ُ ْ ُ ْ ُ ْ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ،‫والن ّصارى. قال: فمن. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري‬ ْ َ َ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬
Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih). Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ .(‫عباس‬
Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu? Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. Tentu saja lingkup pembicaraan tentang tasyabbuh itu masih cukup luas, namun dalam kesempatan yang singkat ini, tetap mewajibkan diri kita agar memprihatinkan kondisi umat kita saat ini. Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka, maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu; mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka- selaras dengan mode pakaian itu. Na’udzubillahi min dzalik. Hadirin, marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:

ٌ َ ِ ْ ُ َ َ ٌ ْ َ ‫صن ْفان من أ َهل النار ل َم أ َرهما؛ قوم معهم سياط ك َأ َذْناب‬ َ ُ َ ْ ِ ّ ِ َ ِ ْ ْ ِ ِ َ ِ َ ‫ال ْب َقر ي َضرب ُون ب ِها الناس، ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت‬ ّ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ َ َ َ َ ْ َ ‫مائ ِل َِت رؤ ِوسهن ك َأ‬ َ ‫ٌ ُ ُ ْ ُ ُ ّ سن ِمة ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ ‫ي َجدْن ري ْحها، وإ ِن ري ْحها ل َت ُوجدُ من مسي ْرة ك َذا وك‬ َ ‫َ َ ذا. )رواه‬ ِ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ ِ َ ِ .(‫مسلم عن أبي هريرة، صحيح‬

Artinya: “Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah z, shahih). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Nah, hadirin rahimakumullah Sebagai penutup khutbah ini saya mengajak kepada kita semua untuk memperhatikan, merenungi dan mentaati sebuah firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. وأ َقم ِ الصل َة.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬

‫21‬
‫‪Tegakkan Sunnah Hapuskan Bid'ah‬‬

Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ْ َ ُ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن، أ َحمدُهُ س مب ْحان َه وأ َش مك ُرهُ وأ َت ُموب إ ِل َي ْمه‬ ِ ُ ْ ّ َ ِ ُ َ ِ َ َ ْ ْ َ َ ُ َ ‫وأ َست َغفره.‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ Amma ba’du. Tidak ada lagi pertunjuk yang lebih baik dari pada petunjuk beliau. Dan sebaik-baik petunjuk yang harus ditempuh oleh orang –orang yang mengharapkan kejayaan. bagi orang-orang yang yakin. Dari situlah iblis kemudian memasukkan hal-hal yang secara lahiriah adalah perbuatan baik/amal shaleh ke dalam agama namun sebenarnya ia tidak pernah dituntunkan Allah dan RasulNya. dengannya Allah mengutus para Rasul. Muncullah berbagai keyakinan dan amalan yang tidak pernah diajarkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Lahirlah . sebaik-baik jalan yang mesti dilalui oleh orang-orang shaleh adalah: petunjuk dan jalan yang digariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kepada umatnya.tidak pernah berhenti menyesatkan anak cucu Adam. Kaum Muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Ketahuilah hadirin sekalian bahwa agama Islam pada asalnya sama seperti agama samawiyah lainnya yang diturunkan Allah. Sebab sebuah ajaran tidak dapat disebut Ad-Dien kecuali bila di dalamnya ada kepatuhan pada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan ittiba’ pada apa yang diserukan oleh RasulNya. Dengan berbagai cara tipu muslihat ia mencoba memalingkan mereka dari cahaya ilmu lalu membiarkan mereka tersesat dan kebingungan dalam gelapnya kebodohan. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الل مه وأ َش مهد أ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا عب ْ مدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ‫ورسممول ُه، دَعمما إ ِلممى اللممه علممى ب َصممي ْرة فاسممت َجاب لممدَعوت ِه‬ َ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ٍ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ُ ‫الراشممدُون، فصممل َوات اللممه وسممل َمه عل َيممه وعلممى مممن ت َب ِعممه‬ ِ ّ ُ َ َ َ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ْ َ ِ ‫ب ِإ ِحسان إ‬ .” (Al-Maidah: 50) Namun ternyata iblis -la’natullah ‘alaihi.‫ْ َ ٍ لى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ‫َ َ َم‬ َ ‫قال ت َعمالى: يما أ َيهما َ المذي ْن ءامن ُموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول‬ َ ّ َ َ ُ ‫ّ ِ َ َ َ م‬ ّ َ َ ِ َ . “Dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah. yaitu agama yang dibangun di atas dasar ittiba’ (mengikuti) dan kepatuhan pada apa yang disampaikan Allah dan RasulNya. Tidak ada lagi jalan hidup yang lebih lurus selain dari pada jalan hidup yang beliau tempuh.

‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ yang tidak “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dilandasi/sesuai dengan keterangan kami. sehingga -berdasarkan hadits ini. generasi As-Salafus shalih ridlwanullah ‘alaihim. AlBukhari dan Muslim) Dan riwayat Muslim yang lain. beliau bersabda: .” (HR. bagaimanapun baik dan bergunanya menurut akal kita. maka ia akan masuk dalam ancaman Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : .‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ِّ َ “Sesungguhnya barangsiapa yang hidup di antara kalian maka ia akan melihat perselisihan yang banyak.i’tiqad dan perbuatan yang tak pernah dikenal oleh generasi terbaik ummat ini. maka ia itu tertolak. Hadits ini merupakan standar yang harus digunakan untuk mengukur dan menilai sebuah amalan secara lahiriah. dan jauhilah perkaraperkara yang dibuat-buat (dalam agama). apa-apa yang tidak ada keterangan darinya maka ia itu tertolak. Imam Nawawy menjelaskan bahwa hadits yang mulia ini adalah salah satu hadits penting yang harus dihafal dan digunakan untuk membantah dan membatalkan segala bentuk kemungkaran dalam Islam. gigitlah (sunnah)dengan gigi-gigi geraham (berpegang teguh).amalan apapun dilemparkan kembali kepada pelakunya. .” Para hamba Allah yang berbahagia. maka tidaklah boleh dikerjakan.” (HR. Dan barangsiapa yang mencoba melakukan hal ini. (maka saat itu) ikutilah sunnahku dan sunnah para khulafa’ Ar-rasyiddin yang mendapatkan hidayah. Hadits yang baru saja kita simak ini merupakan dasar terpenting dalam ajaran Islam.‫من أ َحدَث في أ َمرنا هذا ما ل َي ْس من ْه فهو رد‬ ِ َ ْ ْ َ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam urusan (agama) kami. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫إ ِن ّه من ي َع مش من ْك ُمم فس مي َرى اخت ِل َف ما ك َث ِي ْمرا، فعل َي ْك ُمم ب ِس من ّت ِي‬ ‫ًم‬ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ً َ َ َ ْ ْ ،‫وسمن ّة ال ْخل َفماء الراشمدي ْن ال ْمهمدي ّي ْن، عضموا عل َي ْهما بالن ّواجمذ‬ ِ ‫ُ َم‬ ِ ِ َ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ‫َ ّ ْ َ َم‬ ُ ‫وإياك ُم ومحدَثات ا ْل‬ ّ . Sehingga berdasarkan hadits ini pula perbuatan apa pun yang diada-adakan dalam Islam bila tidak diizinkan oleh Allah dan RasulNya. karena setiap bid’ah itu sesat. Abu Dawud dan At-Tarmidzi ia katakan hadits hasan shahih) Yang dimaksud dengan bid’ah adalah segala perkara yang dibuat-buat dalam agama yang sama sekali tidak memiliki dasar dalam syari’ah .

di antaranya: Perilaku bid’ah menunjukkan bahwa pelakunya telah berprasanga buruk (suudhan)terhadap Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya yang telah menetapkan risalah Islam. Bila kejahatan bid’ah ini dilakukan maka “kejahatan-kejahatan” lain yang akan muncul. Perbuatan bid’ah juga akan mengakibatkan terhapusnya dan hilangnya syi’ar-syi’ar As Sunnah dalam kehidupan umat Islam. dan telah Aku relakan Islam sebagai agama kalian. karena pelaku bid’ah telah menganggap bahwa agama ini belumlah sempurna sehingga perlu diberikan ajaran-ajaran tambahan agar lebih sempurna.‫ْ َ ب ِدْعة وت َموت السن ّة‬ ُ ّ ّ َ َ ْ ُ َ ُ َ “Tidaklah datang suatu tahun kepada ummat manusia kecuali mereka membuat-buat sebuah bid’ah di dalamnya dan mematikan As-Sunnah.Kaum Muslimin yang dirahmati Allah! Sesungguhnya perilaku bid’ah dan segala perilaku yang mengarah pada penambahan terhadap ajaran Islam adalah tindakan kejahatan yang amat sangat nyata.” . maka sungguh ia telah menuduh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam telah mengkhianati risalah yang diturunkan Allah padaNya. Al-Maidah:3) Oleh karena itu. hingga hiduplah bid’ah dan matilah As-Sunnah. Ibnu Abbas Rahimahullaah pernah menyinggung hal ini dengan mengatakan: َ َ ‫ما أ َتى على الناس عام إ ِل ّ أ َحدَث ُوا في ْه ب ِدْعة وأ َمات ُوا ف ْ مه ُ من ّة‬ ً ‫َ ً َ َ ْ ِ يم ِ سم‬ ّ َ ِ ِ ْ ْ ٌ َ ِ َ ْ ‫حتى ت َحيا ال‬ . karena Allah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan buat kalian dien kalian. Perbuatan ini akan memberikan kesan bahwa Islam tidaklah pantas menjadi pedoman hidup karena ternyata belum sempurna. apapun yang pada saat itu tidak temasuk dalam Ad-Dien maka hari inipun ia tak dapat dijadikan (sebagai bagian) Ad-Dien. Sahabat Nabi yang mulia. dan telah kucukupkan atas kalian nikmatKu. Itulah sebabnya Imam Malik bin Anas rahimahullah pernah berkata: “Barangsiapa yang membuat-buat sebuah bid’ah dalam Islam yang ia anggap baik. berdasarkan point pertama maka dampak negatif lain dari perilaku bid’ah adalah bahwa hal ini akan mengotori dan menodai keindahan syari’ah Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . Hal ini disebabkan tidak ada satupun bid’ah yang muncul dan menyebar melainkan sebuah sunnah akan mati bersamanya.” (QS. sebab pada dasarnya bid’ah itu tidak akan muncul kecuali bila As-Sunnah telah ditinggalkan. Disamping itu.

Sangat banyak kaum Muslimin yang jatuh dan menjadi korban. bukan dosa). baik dengan mengurangi atau menambah i’itiqad maupun amalan yang tak pernah dituntunkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. dan As-Sunnah yang shahihah adalah “bahtera Nuh”. Hingga tepatlah kiranya apa yang dinyatakan oleh Imam Sufyan Ats Tsaury: ‫ا َل ْب ِدْعة أ َحب إ ِل َمى إ ِب ْل ِي ْمس م من ال ْمعص مي َة.‫وال ْب ِدْعة ل َ ي ُتاب من ْها‬ ُ َ َ ِ ُ َ َ “Bid’ah itu lebih disenangi oleh syaitan dari pada perbuatan maksiat. karena jalanjalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. mereka justru meyakininya sebagai sesuatu yang benar dan termasuk dalam ajaran Islam. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). “Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus.” (Al-An’am: 153) Bid’ah adalah gelombang taufan yang dapat menenggelam-kan siapapun. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah! Dengan demikian jelaslah sudah bahwa perbuatan bid’ah adalah tindak kejahatan yang sangat nyata terhadap syari’at Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah. Ini adalah salah satu langkah syetan dimana secara bertahap ia membisikkan syubhat-syubhat itu ke dalam amal nyata. Dan tidak ada jalan lain untuk membasmi hal tersebut kecuali dengan mendalami dan melaksanakan sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . karena perbuatan maksiat itu (pelakunya) dapat bertaubat (karena bagaimanapun ia meyakini bahwa perbuatannya adalah dosa) sedangkan bid’ah (pelakunya) sulit untuk bertaubat (karena ia melakukannya dengan keyakinan hal itu termasuk ajaran agama. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. Hal ini tidaklah mengherankan. Kaum Muslimin. maka ikutilah ia. para hamba Allah yang berbahagia! Setiap jalan selain jalan Allah disitu terdapat syetan yang akan selalu mengajak dan menanamkan rasa cinta kepada perilaku bid’ah lalu perlahanlahan menjauhkan kita dari As-Sunnah. tidak ada penyelesaian lain kecuali dengan mengembalikan semua perkara kepada hukum Allah dan RasulNya. karena ketika mereka melakukan bid’ah tersebut maka saat itu mereka tidak memandangnya sebagai sesuatu yang salah. siapapun yang mengendarainya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam. ا َل ْمعص مي َة ي ُت َماب من ْه ما‬ ‫َ ْ ِ ُ م ُ ِ َم‬ ‫َ ُ َ ّ م‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ . syetanpun telah memperoleh kemenangan “peperangan” ini dalam banyak .Tersebarnya bid’ah juga akan menghalangi kaum Muslimin untuk memahami ajaran-ajaran agama mereka yang shahih dan murni.

agar tidak ada lagi bid’ah-bid’ah yang menodai kehidupan kita. Insya’ Allah. Namun Ahlus Sunnah wal Jama’ah satu-satunya golongan yang selamat dan satu-satunya kelompok yang akan dimenangkan Allah telah menetapkan Kitabullah dan Sunnah RasulNya ke dalam lubuk hati mereka yang paling dalam. selalu memperhatikan perbuatan dan amalnya. sebab apapun selain keduanya adalah kesesatan dan kebinasaan! Sebab segala kebaikan terdapat dalam ittiba’ kepada kaum salaf dan segala keburukan terdapat dalam perilaku bid’ah kaum Khalaf! Hadirin yang berbahagia dan dirahmati Allah! Akhirnya. mendalami. baik ketika seorang hamba meyakini i’tiqad tertentu yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah atau ketika seorang hamba mengerjakan amalan ibadah tertentu yang tidak pernah digariskan dalam risalah Al-Islam. sehingga menghalangi kaum Muslimin untuk meraih kejayaannya. melaksanakan dan menda’wakan As-Sunnah disetiap lapangan kehidupan kita.kesempatan.‫ي َوم ِ ال ْقيامة ل َ ي ُن ْقص من أ َوزارهم شي ْئا‬ ِ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang mempelopori perbuatan buruk maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakannya hingga hari qiamah tanpa dikurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun. Waspadailah segala perilaku bid’ah. Allah Yang Maha Bijaksana telah menanamkan dalam hati mereka keyakinan akan kesempurnaan Ad-Dien ini. saya kembali mengulang wasiat untuk selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ . َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.” (HR. akan kemanakah kakinya melangkah? Karena boleh jadi ia meletakkan kakinya dijalan yang salah tanpa disadari. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫من سن سن ّة سي ّئ َة كان عل َي ْه وزرها ووزر م من عم مل ب ِه ما إ ِل َمى‬ ‫َ ْ َ ّ ُ ً َ ً َ َ َ ِ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َم م‬ ً َ ْ ِ ِ َ ْ ْ ِ ُ َ . Muslim) Hendaklah setiap Muslim yang merasa takut kepada Rabb-nya. bahwa kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki hanyalah dicapai bila berpegang teguh kepada Wahyu Allah dan Sunnah RasulNya. أ َقول قوِل ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ . yang kecil maupun yang besar dalam Ad-Dien ini karena ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakanya hingga hari Kiamat. Marilah kita menanamkan tekad sebesar-besarnya untuk mengkaji. Nasihat Allah dan Rasulnya telah tersimpan abadi dalam jiwa-jiwa mereka.

ث ُمم اعل َمموا‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫فإن الله أ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه ف َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫قال: }إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا صمل ّوا عل َي ْمه‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّ‬ ‫َ َ موا ت َسل ِي ْما{. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ . قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫31‬ ‫‪Dahsyatnya Gelombang Penghancur Iman Dan Akhlaq‬‬ ‫‪Oleh: H. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ مموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫قريب.

Hanya saja gelombang dahsyat itu karena sasarannya merusak‬‬ ‫‪akhlaq dan aqidah. yaitu‬‬ ‫‪gelombang budaya jahiliyah yang merusak akhlaq dan aqidah manusia yang‬‬ ‫‪disebarkan lewat televisi dan media lainnya. serta sebagian ilmuwan yang obyektif‬‬ . ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. Hingga.‪Islam.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫‪Ada gelombang dahsyat yang menimpa ummat Islam sedunia.‪Muslimin yang teguh imannya.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ ال ْقيامة. قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َي ْك ُم رقي ْبا. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. sedang yang paling menjunjung tinggi akhlaq dan aqidah‬‬ ‫‪itu adalah Islam. Gelombang itu pada hakekatnya‬‬ ‫‪lebih ganas dibanding senjata-senjata nuklir yang sering dipersoalkan secara‬‬ ‫‪internasional.‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ُ َ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. maka yang paling prihatin dan menjadi sasaran adalah ummat‬‬ ‫. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. sekalipun gelombang dahsyat itu telah melanda seluruh dunia‬‬ ‫‪namun pembicaraan hanya sampai pada tarap keluhan para ulama dan‬‬ ‫.

. Darul Wathan.4% film anak-anak tentang menanggulangi kejahatan 15% film anak-anak berkisar sekitar percintaan dalam arti syahwat bukabukaan. ia mendapatkan bahwa: • • • yang 29. tabloid. Budaya jahiliyah itu jelas akan menjerumuskan manusia ke neraka.. 1412H. koran. radio. Di antara pengaruh negatif televisi adalah membangkitkan naluri kebinatangan secara dini. hal 28). Belum lagi situs-situs porno di internet. Bashmat ‘alaa waladi/ tanda-tanda atas anakku. Gambar-gambar yang merusak agama itu bisa disewa di pinggirpinggir jalan atau dibeli di kaki lima dengan harga murah. namun di negara-negara lain pun dilanda gelombang dahsyat yang amat merusak ini. Bukan hanya di Indonesia. Ada sejumlah contoh bagi kita dari pengkajian Charterz (seorang peneliti) yang berharga dalam masalah ini di antaranya ia berkata: “Sesungguhnya pembangkitan syahwat dan penayangan gambar-gambar porno. dan visualisasi (penampakan gambar) trik-trik porno. majalah.” Peneliti ini telah mengadakan statistik kumpulan film-film ditayangkan untuk anak-anak sedunia. kekerasan yang Terdapat pula film-film yang menampilkan menganjurkan untuk balas dendam.dan buku-buku yang merusak akhlak. VCD/ CD.Gelombang dahsyat itu tak lain adalah budaya jahiliyah yang disebarkan lewat aneka media massa. memaksa. Firman Allah: . Dunia Islam seakan menangis menghadapi gelombang dahhsyat itu. melalui produksi VCD dan CD yang ditonton oleh masyarakat. di rumah masingmasing. dari anak-anak sampai kakek.6% film anak-anak bertemakan seks 27.nenek. Jangkauan lebih luas Apa yang dikemukakan oleh peneliti beberapa tahun lalu itu ternyata tidak menjadi peringatan bagi para perusak akhlaq dan aqidah. di mana sang bintang film menanamkan rasa senang dan membangkitkan syahwat bagi para penonton dengan cara yang sangat fulqar bagi kalangan anak-anak dan remaja itu amat sangat berbahaya. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan kita agar menjaga diri dan keluarga dari api Neraka. terutama televisi. Video dan komputer/ CD telah menjadi sarana penyaluran budaya kaum jahili untuk merusak akhlaq dan aqidah ummat Islam. Justru mereka tetap menggencarkan program-programnya dengan lebih dahsyat lagi dan lebih meluas lagi jangkauannya. dan dampak dari itu semua adalah merosotnya akhlak dan kesalahan yang sangat mengerikan yang dirancang untuk menabrak norma-norma masyarakat. Riyadh. dan brutal. Hal itu dikuatkan oleh sarjana-sarjana psikologi bahwa berlebihan dalam menonton program-program televisi dan film mengakibatkan kegoncangan jiwa dan cenderung kepada sifat dendam dan merasa puas dengan nilai-nilai yang menyimpang. (Thibah Al-Yahya. cetakan II.

kemudian dipraktekkan langsung oleh perusakperusak aqidah dan akhlaq dalam bentuk diri pribadi. dalam Musnadnya nomor 20191). tinggal sebagian pesantrenlah yang relatif lebih aman dibanding pendidikan umum yang lingkungannya sudah tercemar akhlaq buruk. ada yang dengan paksa. gambar. Dari sisi lain. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. yang keras. prihatin dengan bersuara lantang di masjid-masjid. Mereka melarang anak-anaknya menonton televisi karena hampir tidak diperoleh manfaat darinya.” ( Hadits Riwayat Ahmad. dari yang sifatnya tontonan sampai praktek paksaan. . Tayangan. bahkan lebih besar madharatnya. di tempat-tempat pendidikan. tabloid dsb. Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam memperingatkan agar ummat Islam tidak mematuhi suruhan siapapun yang bertentangan dengan aturan Allah swt.” (QS At-Tahriim: 6). bioskop. )رواه أحم مد‬ ‫م‬ ِ ِ ْ َ ْ ِ ٍ ْ ْ َ َ َ َ . praktek tiruan dari pribadi-pribadi pendukung kemaksiatan itupun diprogramkan pula untuk dipompakan kepada masyarakat dengan aneka cara. Kemungkinan. dan di rumah masing-masing. di majlis-majlis ta’lim dan pengajian. Sehingga. di antaranya disodorkan lewat televisi. film-film di VCD. Sikap Ummat Islam Masyarakat Muslim pun beraneka ragam dalam menghadapi kepungan gelombang dahsyat itu. Sirkulasi perusakan akhlaq dan aqidah Dengan ramainya lalulintas tayangan yang merusak aqidah dan akhlaq lewat berbagai jalur itu penduduk dunia -dalam pembicaraan ini ummat Islam-dikeroyok oleh syetan-syetan perusak akhlaq dan aqidah dengan aneka bentuk. ummat Islam didesak dengan aneka budaya yang merusak aqidah dan akhlaq. suara. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Dalam bentuk gambar-gambar budaya jahiliyah. Sehingga praktek dalam kehidupan sehari-hari yang sudah menyimpang dari akhlaq dan aqidah yang benar itupun mengepung ummat Islam. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. CD. gambar-gambar cetak berupa foto. misalnya menyeragami para wanita penjaga toko dengan pakaian ala jahiliyah.“Hai orang-orang yang beriman. yaitu perilaku. Golongan pertama. majalah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Bersabda: َ ‫ِ م َ َ َ َم‬ ‫ل َ طاعة ل ِمخل ُوق في معصي َة الله ت َب َمارك وت َع مالى. Bacaan dan cerita pun demikian. Mereka merasakan kesulitan dalam mendidikkan anakanaknya.(20191 ‫في مسنده‬ “Tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam maksiat pada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Lalu masyarakatpun meniru dan mempraktekkannya. dan bacaan yang merusak aqidah dan akhlaq itu telah mengeroyok Muslimin. buku.

tetapi justru secara kenyataan adalah nyata. Ungkapan ini secara wajar tampak hiperbol. berarti boleh-boleh saja. tapi lebih buruk dari sikap orang awam tersebut di atas. Lebih menghargai bintang film daripada guru ngaji. golongan ketiga --yang ingin jadi pelaku perusak akhlaq dan aqidah itu-. kini masyarakat jauh lebih meng-unggulkan pelawak daripada ulama’. bukan hanya suara ulama’ yang tak didengar. yang penting bisa tampil. sudah ada yang bertanggung jawab. Sungguh! Golongan kedua. dan ingin mempraktekkannya dalam kehidupan. mereka berani mengorbankan segalanya termasuk apa yang dimiliki anaknya. Yang penting adalah hidup senang. terlalu didramatisir secara akal. Golongan ketiga. pelawak. Sehingga mereka tidak merasa risih apalagi bersalah. Entah itu hanya jadi penjoget di belakang penyanyi (namanya penjoget latar). dan serba mewah. namun Kalamullah pun sudah banyak tidak didengar. Dan lebih meniru penjoget daripada imam masjid dan khatib. Harus mencari tempat perlindungan yang sekira-nya aman dari aneka “peluru” yang ditembakkan. atau berperan apa saja. Itu kenyataan. di bumi zaman sekarang ini ibarat orang yang sedang dalam keadaan menghindar dari serangan musuh. Hingga mereka justru mempersiap-kan aneka makanan kecil untuk dinikmati sambil menonton tayangan-tayangan yang merusak namun dianggap nikmat itu. Mereka tidak lagi memikir tentang akhlaq. Untuk mencapai ke “derajat” itu. Hingga Muslimin yang mempertahankan akhlaq dan aqidah justru menjadi minoritas.Ummat Islam adalah golongan pertama yang ingin mempertahan-kan aqidah dan akhlaq anak-anaknya itu. Ummat Islam yang biasa-biasa saja sikapnya. Sehingga. maka terkumpullah jumlah mayoritas. Golongan pertama yang ingin mempertahankan akhlaq dan aqidah itu dibanding dengan golongan yang ketiga yang berangan-angan agar anaknya ataupun dirinya jadi perusak akhlaq dan aqidah. masyarakat yang juga mengaku Islam. . apa-apa yang ditayangkan itu sudah lewat sensor. Tanpa disarari mereka secara bersama-sama dengan yang lain telah jauh dari agamanya. betapa nikmatnya kalau anak-anaknya menjadi pelaku-pelaku yang ditayangkan itu. Syukur-syukur bisa jadi bintang top yang mendapat bayaran besar.digabung dengan golongan kedua yang merasa nikmat dengan adanya tayangan maksiat. Lantas. tukang iklan dan sebagainya lebih dihafal oleh masyarakat daripada Kalamullah. Buktinya. Bahkan. Mereka berangan-angan. suara penyayi. Sehingga mereka pun terbentuk jiwanya menjadi penggemar tayangan-tayangan itu. Diamdiam masyarakat Muslim yang awam itu justru menikmati aneka tayangan yang sebenarnya merusak akhlaq dan aqidah mereka dengan senang hati. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah. Na’udzubillaah. banyak duit. kalau bisa agar terkenal. Ini sudah bukan rahasia lagi bagi orang yang tahu tentang itu. Mereka beranggapan. apalagi aqidah. Fa nastaghfirulaahal ‘adhim. ayat-ayat Al-Quran. boleh jadi seimbang jumlahnya. Lebih menyanjung penyanyi dan penjoget daripada ustadz ataupun kiyai.

Yang ditayangkan adalah jenis pencampur adukan yang haq dan yang batil secara terus menerus. Tidak tahu mana yang ma’ruf (baik) dan mana yang munkar (jelek dan dilarang). para penonton lebih-lebih anak-anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian berakibat tumbuhnya jiwa yang membolehkan kedua-duanya berjalan. merusak aqidah. Kebohongan ini kemudian dilanjutkan dengan acara tentang ajaran kebaikan. akibatnya mempengaruhi manusia untuk tidak menegakkan yang haq/ benar dan menyingkirkan yang batil. Munculnya masyarakat permissive itu karena adanya penyingkiran secara sistimatis terhadap aturan yang normal. Dari berakhlaq mulia dan tinggi menjadi masyarakat tak punya filter lagi. yaitu larangan mencampur adukkan antara yang haq (benar) dan yang batil. Sehingga. Ini mengakibatkan dicabutnya ni’mat Allah akibat perubahan tingkah manusia itu sendiri. akibatnya lagi.Tayangan-tayangan televisi dan lainnya telah mengakibatkan berubahnya masyarakat secara drastis. apa-apa boleh saja. manusia Muslim yang tadinya mampu membedakan yang haq dari yang batil. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala telah melarang pencampur adukan antara yang haq dengan yang batil: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui. sehingga dalam tempo sekian tahun. membolehkan tegaknya dan merajalelanya kebatilan. dari baik menjadi tidak baik. Dan terakhir. tak sesuai dengan kenyataan. Ada aneka macam kebohongan misalnya iklan-iklan yang sebenarnya bohong. nasihat atau pengajian agama. Mencampur kebaikan dengan kebatilan Kenapa masyarakat tidak dapat membedakan kebaikan dan keburukan? Karena “guru utama mereka” adalah televisi. tumbuh jiwa yang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan . namun ditayangkan terus menerus. ditayangkan untuk ditonton oleh masyarakat. Lalu ditayangkan aneka macam perkataan orang dan berita-berita yang belum tentu mendidik. Hal itu berlangsung setiap waktu. Berarti manusia ini telah merubah keadaan dirinya. dan menganjurkan kesadisan.” (QS AlBaqarah: 42). Lalu ditayangkan film-film porno. berubah menjadi manusia yang berfaham menghalalkan segala cara. Sedang program-program televisi adalah menampilkan aneka macam yang campur aduk. Dengan mencampur adukkan antara yang benar dengan yang batil secara terus menerus. dan akibatnya pula menumbuhkan jiwa yang berpandangan serba boleh. permissive atau ibahiyah.” (QS Ar-Ra’d/ 13:11). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Masyarakat pun demikian. Bahkan dalam praktek sering mengutamakan yang jelek dan terlarang daripada yang baik dan diperintahkan oleh Allah SWT. merusak akhlaq.

أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Apakah upaya‬‬ ‫?‪kita untuk membentengi keimanan kita‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‫‪mana yang buruk. lantas‬‬ ‫?‪keimanannya di mana‬‬ ‫‪Menipisnya keimanan itulah bencana yang paling parah yang menimpa‬‬ ‫‪ummat Islam dari proyek besar-besaran dan sistimatis serta terus menerus‬‬ ‫‪yang diderakan kepada ummat Islam sedunia. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. قال ت َ َ ما َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ عم لى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ .‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإن الل مه أ َ‬ ‫َ مرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصمل ّون عل َمى الن ّبمي، يما أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ّ َم يهما َ ال ّمذي ْن‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ م‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. mana yang haq dan mana yang batil. kalau sudah tidak mampu membedakan mana yang‬‬ ‫‪baik dan mana yang buruk. Yaitu proyek mencampur‬‬ ‫‪adukkan antara kebaikan dan keburukan lewat aneka tayangan. Lantas.

berbangga-bangga dengan syariat yang diada-adakan dalam beribadah maupun aqidah padahal sudah menjadi ketetapan bahwa cara-cara yang sah untuk menyembah Allah Subhannahu wa Ta'ala telah ditetapkanNya dan telah disampaikan oleh . kita tinggal mengikuti syari’at yang jelas. Ironisnya hal itu justru mereka anggap dan mereka yakini sebagai kebenaran. tabi’ien. maka ikutilah dia. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam Al-Qur’an dan Sunah Rasul dan dijelaskan oleh para sahabat. Mereka cenderung untuk menyimpang dari syari’at.‫ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ َ ِ َ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Di dalam menjalankan dan menegakkan Islam. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. tidak puas dengan syariat yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ُ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله، ات ّقوا الله حق‬ ِ ِ ْ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ َْ . dan ber-taqwalah kepada Allah. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫عب ْدُهُ ورسول ُه.14 Masalah Mengada-ada Dalam Beribadah Oleh: Drs. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Mengapa disaat sekarang ini semakin ngetren. Padahal Allah telah berfirman dalam surat Al-An’am 153: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. Joko Winarto ‫ا َل ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ُ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. dan tabi’it-tab’ien. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (Al-Hasyr: 7). Tapi apa yang terjadi sekarang? Sebagian orang malah membuat syari’at sendiri. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ َ ِ ‫وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa” (Al-An’am:153). M.

berjanjen. Ya Rabbibil Musthofa . )رواه البخاري‬ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ َ ْ ْ َ . Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ٌ َ ‫إ ِياك ُم ومحدَثات ا ْل ُمور فإ ِن ك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ْ ُ ّ ّ . melakukan penginjakan (pecah telur) pengantin saat dipertemukan. dan setiap kesesatan masuk dalam Neraka” (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi. puasa mutih. seribu hari dst. berbagai macam shalawat yang menyimpang (Shalawat Nariyah.(‫وك ُل ضل َل َة في النار. melakukan penerobosan di bawah keranda (mayat) bagi ahli waris. meminta do’a pada isi kubur. Nah. menanam kepala kerbau guna keselamatan bangunan. Apakah ini semua sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah? Jawabannya adalah hal-hal tersebut tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dan tidak diperintahkan oleh Allah. dia berkata hadits hasan shahih). nisfu sya’ban. mencari petunjuk dengan tidur di kuburan. . sedekah laut. maulidan. puji-pujian menjelang shalat fardhu. “Barangsiapa melakukan amalan. dzikir dengan goyangan dan diiringi rebana. maka amalan itu tertolak” (Diriwayatkan Muslim). keempat puluh. )رواه أبو داود والترمذي‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ “Jauhilah perkara-perkara baru. Seseorang tidak boleh menambah-nambahi menurut kemauannya sendiri. menjalankan tirakat. Lantas bagaimana dengan sebagian orang yang melaksanakan hal-hal terebut? orang-orang tersebut telah menjalankan hal yang tidak diperintahkan Allah dan tak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . dan berkecimpung dalam tasawuf. keseratus. sesaji untuk menolak balak. nujuh bulan (pitonan). manakib. yang tidak ada keterangannya dari kami. sadranan.RasulNya. ketujuh. Dalam istilah agama mereka telah menjalankan kebid’ahan (sesuatu yang diada-adakan dalam urusan agama). maka ia adalah tertolak” (diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim). dll).(‫ومسلم‬ “Barangsiapa mengada-adakan pada perkara (agama) kami ini. ratiban. ‫من أ َحدَث في أ َمرنا ما ل َي ْس من ْه فهو رد. karena setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan. sesuatu yang bukan darinya. sekarang seperti memperingati orang mati (tahlilan) dengan upacara pesta dan bacaan-bacaan tertentu pada waktu-waktu tertentu yakni hari ketiga.. Maka setiap peribadatan dan penetapan hukum haruslah berdasarkan Al-Qur’an atau ketetapan Rasul. sedekah bumi.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dari hadits-hadits ini sangat jelas bahwa semua bid’ah pada agama. maka waspadalah. Padahal itu mengada-ada dalam ibadah dan balasannya adalah Neraka. Penjelasan yang benar dan shahih yaitu berlandaskan Al-Qur’an dan AsSunnah Ash-Shahihah dengan jalan yang shahih pula. Apapun yang tidak sesuai dengan AlQur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah maka wajib ditinggalkan atau ditolak. Walaupun di dunia bisa jadi dinilai oleh sesama sebagai orang yang hidup bermasyarakat dan banyak konco-konconya. Oleh karena itu. Apabila seseorang tetap mengikuti ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. kita harus menjaga kemurnian aqidah Islamiyah. tetapi senang bila kalian mengikutinya pada sesuatu yang menyia-nyiakan amal-amalmu. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ketika berkhutbah pada haji wada’ (perpisahan). . hukumnya adalah haram. sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah dengan pemahaman salafus shalih dan juga marilah kita jauhi sikap ikut-ikutan tanpa ilmu ta’ashub dan fanatisme semata-mata. tapi apa yang terjadi di akhirat. Namun bagi mereka yang tetap memegangi ajaran atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan kebenaran Islam. yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah RasulNya”. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Oleh karena itu. banyak yang mengikutinya. beliau menegaskan: “Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah di bumimu ini. maka akan menyesal dan rugi sebesar-besarnya di akhirat kelak. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Perintah untuk tetap berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah Ash-Shahihah ditegaskan dalam beberapa nash. (Hadits shahih). tabi’in. Sesungguhnya aku telah meninggalkan padamu satu perkara. marilah kita pegang teguh ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. sesat dan tertolak. tapi sebagian orang menganggap itu adalah suatu amalan ibadah yang berpahala. yaitu manhaj salaf yang telah ditempuh oleh generasi awal Islam yakni shahabat. Na’udzubillahi min dzalik. maka ancaman dan kecaman akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka. dan tabi’it tabi’in. setimpal dengan kemaksiatan dan kesesatannya. kalau kamu sekalian berpegang teguh kepadanya maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya. dan banyak pengayomnya. kesemuanya akan mendapat dan menerima balasan dari Allah. Demikian uraian singkat tentang hal-hal yang tidak pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kerjakan. sehingga tak perlu diragukan lagi.

Amin ya Rabbal ‘Alamin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب ّل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه،‬ ‫ُ ِ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. dan mudah-mudahan Allah mengampuni dosa dan‬‬ ‫. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫وأ َصحابه والتابعين أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ ّ ِ ِ ْ َ جمعي ْن. واعل َموا أ َي ّها َ ال ْمؤمن ُون، أ َن الله ت َعالى صلى على‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ُ ْ َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ َ ّ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ن َب ِي ّه ت َقدي ْما وب َدَأ َ ب ِن َفسه ت َعل ِي ْما، وقال الله عز وجل: إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ ِ ِ ْ ً‬ ‫ِ ْ ِ ً َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب الدّعوات. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ون َحن ل َه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ ُ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ‬ ‫تاب ِعون.‪kesalahan kita semua.‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ْ َ ٍ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، صل وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. أ َما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫ً‬ ‫َ ّ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫فيا عبادَ الله، رحمك ُم الله. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن‬ ‫َ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله في‬ ‫ِ ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ ِ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ّ ِ َ َ َ َ ُ‬ ‫السر وال ْعل َن، فات ّقوا الله حق ت ُقات ِه وأ َطِي ْعوهُ والرسول ل َعل ّك ُم‬ ‫َ ّ ُ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ت ُفل ِحون. Mudah-mudahan Allah menunjukkan kita semua ke jalan‬‬ ‫‪yang lurus dan yang diridhoiNya.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن هدانا الله. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ‬ . رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب. dan hanya kepada Allah-lah‬‬ ‫‪kami mohon pertolongan.‫‪Akhirnya hanya kepada Allah-lah kami bertawakkal.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه ول َ ن َعب ُدُ إ ِل ّ إ ِياه‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ‬ ‫ون َحن ل َه مخل ِصون. رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.

معاشر ال ْمسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ ِ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ ّ Pada kesempatan yang berbahagia ini.‫رب ّيانا صغارا. iman dan taqwa kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala karena hanya dengan Islam.‫وقنا عذاب النار.‫في النار. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ً َ ِ .” Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 112: Artinya: “(Tidak demikian).‫وا ْل ِب ْت ِعادُ عن الشرك‬ ِ ْ ّ َ َ ِ َ Artinya: “Islam itu ialah berserah diri kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan tunduk dengan melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik. Untuk itu pada khutbah kali ini mengambil sebuah judul “MAKNA ISLAM” As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ 15 Makna Islam Oleh: Abu Abdir Rahman َ َ ُ ّ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدَ الشاك ِري ْن والصل َةُ والسل َم على محمد‬ ٍ ّ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ّ َ َ َ ‫ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن وع‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداه‬ ً َ ْ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ُ َ ُ ً ‫وعمل بسن ّت ِه إلى يوم الدين. أ‬ َِ ِ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛ فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب‬ ِ ِ َ ُ َ ُ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ ّ َ ُ ْ ِ ْ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر‬ َ ِ َ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ّ َ ٌ َ ‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة‬ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ . iman dan taqwa itulah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia terlebih lagi Insya Allah di akhirat.maka baginya pahala pada sisi . saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada saudara-saudara sekalian. marilah kita tingkatkan Islam. bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedang ia berbuat kebajikan. berkata: ‫ا ْل ِسل َم هو ا ْل ِست ِسل َم ل ِل ّه بال ّت ْوحيد وا ْل ِن ْقيادُ ل َه بالطاعة‬ ِ َ ّ َ ِ ُ ْ ْ ِ ُ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ْ .

Allah Ta’ala berfiman dalam surat Ali Imran ayat 19. yang menyebabkan seseorang keluar dari lingkaran kekafiran dan yang menyebabkan seseorang masuk Surga dan jauh dari siksa Neraka. dan barangsiapa yang meninggalkan seluruhnya. Mendirikan shalat 3. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Lima sendi tersebut di atas merupakan rukun Islam. maka para ulama’ bersepakat bahwa ia bukan muslim. Dan barangsiapa yang meyakini seluruhnya dan ia menelantarkan salah satu darinya selain syahadat maka ia adalah fasiq dan barangsiapa yang beramal hanya sebatas lisannya saja tanpa dibarengi dengan I’tigad. maka ia adalah kafir yang nyata.” Inilah sendi-sendi Islam. Dan barangsiapa mengingkari salah satu dari padanya. Berpuasa di bulan Ramadlan. Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah 2. Barangsiapa menjalankannya dengan sempurna. .‫وإ ِي ْتاء الزكاة وحج ال ْب َي ْت وصوم ِ رمضان‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ َ َ ِ َ ّ ْ َ َ ِ Artinya: “Dari Abdillah bin Umar Radhiallaahu anhu Berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Islam itu didirikan atas lima perkara: 1. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.” Adapun sendi-sendi Islam itu ada lima sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Menunaikan ibadah haji 5. Artinya: “Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah Islam”. َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عب ْد الله ب ْن عمر رضي الله عن ْهما قال: سمعت رسول‬ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ِ َ َ ُ ْ ّ َ ِ ُ ْ ُ ‫الله صلى الله عل َي ْه وسل ّم ي َقول: ب ُن ِي ا ْل ِسل َم على خمس؛‬ َ َ َ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ َ ‫شهادةُ أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ُ َ ن محمدا رسول الله وإ ِقام ِ الصل َة‬ ِ ّ ْ َ َ َ ِ َ ِ . 4. maka ia termasuk muslim yang sempurna imannya. Mengeluarkan zakat. maka ia adalah munafiq.TuhanNya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 85.” Allah maha Pengampun lagi Maha penyayang.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa melakukan suatu amal. yang tidak didasari keterangan kami. Berdasarkan hadist di atas telah jelas sekali bagi para hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya. Artinya: “Apa yang diberikan oleh rasul maka terimalah ia. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam AlQur’an surat Ali-Imran ayat 31. maka tak akan diterima daripadanya di sisi Allah dan ia kelak di akhirat termasuk di antara orang-orang yang merugi. Artinya: “katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku. Maka barang siapa menganut suatu agama selain syari’at nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam setelah diutusnya beliau. baru akan diterima di sisi Allah apabila hal itu sesuai dengan apa-apa yang telah diajarkan oleh Allah kepada RasulNya. dalam surat Al-Hasyr ayat 7.” Yakni barangsiapa menjalankan agama selain apa yang disyari’atkan oleh Allah kepada RasulNya. sedang ia di akhirat kelak termasuk golongan orang yang merugi. Artinya: “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang diterima di sisiNya dari seseorang selain Islam.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . baik dari segi aqidah maupun ibadah.Maksud dari ayat di atas. maka agama itu tidak di terima di sisi Allah Subhannahu wa Ta'ala . maka ia adalah tertolak”. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam hadist yang shahih: . bahwa apa saja yang berhubungan dengan syariat. maka sekali-kali tidak akan diterima daripadanya.” Dan Allah Ta’ala telah berfirman pula.

maka ia kafir. adalah agama yang benar di sisi Allah dan selainnya adalah batil Dan kita meyakini. Islam dipandang dari segi khusus Islam dipandang dari segi umum. yang tidak beriman kepada Nabi Muhammadsaw . tunduk beribadah hanya kepada Allah semata. maka barangsiapa dari ummat manusia. yang mana ia adalah penyempurna bagi syari’at sebelumnya. dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.‫الرحي ْم‬ ُ ِ ّ Khutbah Kedua َ َ ُ ِ ْ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه رب العال َمي ْن، وب ِه ن َست َعي ْن على أ ُمور الدّن ْيا والدّي ْن‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ِ ‍ ْ َ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ َ َ َ َ ُ ّ ‫والصل َةُ والسل َم على سي ّد ال ْمرسل ِي ْن وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ِ َ َ ْ ُ ّ َ َ ْ ‫أ َجمعي ْن. bahwa sejak rasul yang pertama sampai hari akhir nanti. kemudian meninggal sementara ia belum mau beriman kepada apa yang aku bawa.‫ْ ُ َ َ ِ َ مسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ َ ِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ّ Kita harus yakin bahwa Islam. bahwa sejak diutusnya Rasul yang terakhir. tidaklah seseorang mendengar tentang aku dari umat ini. yaitu: 1. beliau bersabda: “Demi dzat yang diri Muhammad berada di tanganNya.” (hadits Muslim) ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ا ِن ّه هو ال ْغفور‬ ِ ْ َ ُ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Islam dipandang dari segi khusus. bahwa Islam adalah agama yang .Bila dipandang dari sejak syari’at di turunkan sampai hari akhir nanti. maka Islam itu dapat dibagi dua. أ َما ب َعد؛ معاشر ال‬ . karena itu mereka disebut Al-Muslimun. melainkan ia akan menjadi penghuni Neraka. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ َ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu . serta menjadi penutup bagi segenap rasul. syari’at mereka adalah Islam yang berarti. Islam dipandang dari segi umum 2. baik itu kaum Yahudi atau kaum Nasrani. Sebagaimana yang tersebut di dalam hadist yang shahih bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ِ ‫عن أ َبي هري ْرةَ رضي الله عن ْه عن رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ُ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫وسل ّم أ َن ّه قال: وال ّذي ن َفس محمد بيده ل َ يسمع بي أ‬ ‫َ ْ َ ُ ِ ْ حدٌ من‬ ِ ِ َ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ‫هذه ا ْل ُمة ي َهودي ول َ ن َصران ِي ث ُم ي َموت ول َم ي ُؤمن بال‬ ‫ّ ّ ُ ْ ُ َ ْ ْ ِ ُ ِ ذي‬ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ ِ ّ َ ‫أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ (‫َ َ ِ ْ صحاب النار.

dan bagi kaum mukminin. Allah telah memberi kabar kepada nabiNya dan kepada seluruh kaum mu’minin.‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . dan telah ku-ridlai Islam itu jadi agama bagimu”. الل ّهم أ َحينا على ا ْلسل َم وأ‬ َ َ َ ِ َ َ َ ِ ْ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ ‫ِ َ مت ْنا على ا ْل ِي ْمان. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ِ ّ َ َ َ َ َ ُ ّ َ ِ ّ ِ ً َ َ ِ ُ َ َ ٌ َ َ . الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ َ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ‫قريب.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ .‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ . Maka selesailah tugas Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam mengemban tugasnya dalam menyampaikan agama. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم‬ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ‫أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ َ ‫اجت ِناب َه.telah sempurna. Semoga Allah selalu membimbing kita semua ke jalan yang diridhaiNya. sekaligus merupakan keme-nangan bagi kaum mu’minim dan merupakan kesempurnaan dalam beragama. Amin. mereka tidak butuh lagi pengurangan ataupun penambahan selamanya. dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ ‫عذاب النار. Sebagaimana telah tersebut dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 3: Artinya: “Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kamu agamamu. ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن‬ َ َ َ ٍ ْ ،‫واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. Dengan keputusan Allah ini. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Itulah Islam. َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. bahwa Ia (Allah) telah menyempurnakan bagi mereka Islam sebagai agama.

‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ي ي ييي ي يي ي ي ييي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ييييي يي ي ي ي ييي ي ي ي يي‬ ‫ييي‬ ‫ي ييي‬ ‫يي‬ ‫ييي‬ ‫يي ييي يي ييي‬ ‫ي ي ييي ي ي ييي ي يييييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي يييي ي يي يي‬ ‫يي‬ ‫ي ي ي ي ي يي ي يي‬ ‫ي ي ي ي يي ي ي‬ ‫ي ي ي يي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي ييي ي ي يييي ي ي ييي ي ييي‬ ‫يييي يي يي يييي ييي يي ييي ي يي يي‬ ‫يي ي ي يييي يي ي يي ي يي ي ي ييي ييي ي ي ييي يي ي ي ي يي ي ي ي يي‬ ‫ي ي. seimbang dan bijaksana‬‬ ‫)4-3 :‪tidak cacat sedikitpun.‫61‬ ‫‪Jihad Adalah Jalan Yang Selamat‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. Seperti firman Allah dalam (QS: 67 Al-Mulk‬‬ . da’wah kepada kebaikan‬‬ ‫‪amar ma’ruf dan nahi munkar. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. adil.‬ ‫. tanpa itu semua maka hancurlah kehidupan‬‬ ‫. Tanpa perjuangan yang‬‬ ‫. Itulah satu-satunya jalan hidup yang selamat. benar.‪manusia‬‬ ‫:‪Mengapa jihad merupakan keharusan yang mutlak. Allah menciptakan alam dengan hak. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.‪Sidang Jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah adalah satu keharusan‬‬ ‫‪mutlak. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون.‪1. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سديدا. Sebabnya adalah‬‬ ‫.‪sesungguhnya tanpa menegakkan agama Allah. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. ي ي ي ي ي ي يي ي ي ي ي ي ي ي ي يي‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ي يي ي‬ ‫ي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ييي ي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ي ي يي‬ ‫يي يي‬ ‫ي يييي يي يييي يييي‬ ‫ييي‬ ‫ي ي ي يي يي ي‬ ‫ي ي ي ي. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.

(QS Al-Furqan 25: 31) “Iblis berkata: “Ya Tuhanku. Allah menurunkan syariat Islam kepada para rasulNya. Maka lihatlah berulang-ulang. yang terus menentang dan memusuhi orang mukmin. dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hambahambaMu yang ikhlas”. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?. Ingatlah. Maka . Allah melindungi dan menjaga dari gangguan dan godaan mereka. 3. bahkan bila diingatkan mereka membantah: Firman Allah (Al-Baqarah: 11-12) Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala . (Al-Baqarah: 11-12) 2. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat. muslim karena kebusukan hati kaum kuffar. telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan penolong. 4. Qadrat dan Tabiat insan yang lemah. (AlMulk: 3) Namun tidak semua manusia menyadari dan berpegang pada keadilan dan kemaslahatan itu. Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan (QS As-Syams 91: 9-10) Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. padahal tugasnya adalah berat sebagai khalifah di bumi dan sebagai pengemban amanah/syariat Allah. pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keluh kesah. namun Allah juga meluluskan permintaan syetan untuk terus menggelar operasinya bersama bala tentara kuffar. dan manusia dijadikan bersifat lemah. musuh dari orangorang yang berdosa. (QS Al-Hijr 15: 39-40) Namun bagi umat Islam kaum beriman yang mukhlisin. setiap kita dibekali potensi fujur (berbuat jahat) dan potensi taqwa (berbuat ta’at). sebagaimana kenyataan firman Allah (QS An-Nisaa’ 4: 28) Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu. sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan. yang artinya: “Dan seperti itulah.Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Allah menciptakan manusia dengan dua potensi. tetapi mereka tidak sadar. Maka perjuangan dan pengorbanan untuk terus membersih-kan hati atau jiwa mutlak diperlukan demi keberuntungan dan keselamatan kita. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Dalam firman Allah (QS AsySyams 91: 8) Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya”. bahkan mereka membuat kerusakan dan kedhaliman.

sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. hendaklah dengan itu mereka bergembira. 6. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. (Al-Baqarah: 214) Hadirin sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Jadi alasan dan penyebab kita harus berjuang dan berjihad adalah kerena kedhaliman orang kafir. padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu. Rahmat Allah dan FadhilahNya bagi umat Islam dalam firmanNya (QS: 10 Yunus: 57-58) Artinya: Hai manusia. tabiat manusia yang jahat. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. syetan dan bala tentaranya. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر اللممه‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya. yaitu Rasulullah dan para shahabatnya: Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala (QS:2 Al-Baqarah: 214) Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. berkorban dan jihad adalah mutlak suatu keharusan. Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menguji keseriusan dan kesungguhan kaum mukminin sebagai umat yang betul betul menegakan kebenaran Al-Haq dengan sesungguhnya sabar.berjuang. mendidik diri dan kesiapan serta keteguhan hidup seperti pengalaman dan mental serta keteguhan hidup para generasi pendahulunya. perjuangan dan pengorbanan sehingga membentuk diri. sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Sebab generasi ini harus di tempa dengan ujian demi ujian. 5.‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ٍ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م‬ ِ .‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ْ ِ ِ َ ُ ‫الله فل َ مضل َ مه‬ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ّ ْ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفره‬ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ ُ . dan belum nyata orang-orang yang sabar. guna melatih diri dan menepis kelemahan itu. qudrot yang lemah dan Allah akan menguji kesungguhan orang beriman yang menghendaki kemuliaan dan mewaspadai rongrongan Yahudi dan kaum kuffar. (QS: 3 Ali-‘Imran: 142) Artinya: Apakah kamu mengira akan masuk surga. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah. Kurnia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Jihad menyampaikan ilmu dengan berda’wah (amar ma’ruf nahi munkar) 4. bid’ah dan kemungkaran bersama pihak yang bertanggung jawab di dalam keluarga. masyarakat maupun bangsa sesuai dengan kemampuan masing-masing. dan jika tidak mampu (juga). Memerangi subhat dan keragu-raguan Iman yang dipicu dan didorong oleh syetan. Hadirin rahimakumullah! Barsegeralah dalam beramal ma’ruf nahi munkar. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Bagaimana kita melaksanakan jihad: Pertama: Jihad terhadap diri sendiri. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك ا‬ َ َ ْ (‫َ ضعف ال ِي ْمان )رواه مسلم‬ ُ َ ْ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran. 2. Jihad dengan bersabar menanggung resiko da’wah dengan menekan hawa nafsu sendiri. Mencari ilmu syar’i. menegakkan tauhid dengan amal shalih. dan jika tidak mampu maka hendaklah merubahnya dengan lisannya. (Faathir: 6) Ketiga: Jihad mengubah kedhaliman. karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Muslim). Memerangi tipu daya syetan yang mengobarkan nafsu maksiat dan membangkang karena godaan syetan itu. 3. Dalam Surat Faathir ayat 6 disebutkan: Artinya: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu. Kedua: Jihad terhadap syetan. والص مل َةُ والس مل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورس مول ُه. sebab ilmu ini adalah petunjuk dan arah kebenaran kita. Jihad mengamalkan ilmu tersebut. dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. sebab kejahatan itu cepat menjalar. maka anggaplah ia musuh(mu). maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. maka hendaklah ia merubahnya dengan hatinya(membencinya).َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. dengan cara: 1. 2. Allah berfirman dalam (QS: Al-Anfaal: 25) . yaitu dengan: 1.

الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ‬ َ ْ ْ ْ َ َ ْ ْ ْ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهم‬ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ‫وآمن ْهم في أ َو‬ ‫َ ِ ُ ْ ِ ْ ْ طان ِهم. Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah degnan jihad yang sebenarbenarnya. Jihad dengan harta. Amin. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. الل ّهم اغفر‬ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ ‫ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم‬ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫وا ْل َموات. الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ْ ً ِ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ‫محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْد‬ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫مجي ْد.Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Jihad dengan lisan dan tulisan. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (Al-Hajj: 78). membantu persiapan dan kelancaran menegakkan kalimat Allah yaitu Agama Islam. Jihad dengan jiwa di saat musuh telah membahayakan kesela-matan umat Islam demi tetap tegaknya dienul Islam. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ َ ِ .‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ ْ ِ ْ ُ 17 Shalat Sebagai Kewajiban Orang Muslim . الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما‬ ّ ّ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ‫ل َم ن َعل َم. untuk menyeru mereka kepada keselamatan di dunia dan akhirat. 3. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam (surat Al-Hajj: 78). 4. Hati yang berlepas diri. tidak mencintai dan tidak membantu kekufuran mereka.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫ال ْقربى وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل‬ ‫ْ َ ك ُم‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫ت َذَك ّرون. (Al-Anfaal: 25) Keempat: Jihad mempertahankan umat Islam dari serangan orang kafir dan munafiq dengan : 1. Semoga Allah mengkaruniai kita kekuatan dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarkan kesejahteraan bagi segenap ummat manusia. فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُِم واسأ‬ َ َ ْ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه‬ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ‫يعطك ُم ول َذك ْر الله أ‬ . وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. 2.

dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang menggunakan akalnya. Pada kesempatan yang berbahagia ini. ق مال ت َع ما‬ َ َ ِ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َ م لى: ي َ ما‬ ‫م‬ َ َ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنتمم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ ُ َ ِ ‫َ َ ّ َم‬ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون. Kehidupan dunia terbatas oleh usia dan waktu dan kelak pada saatnya kita akan kembali ke alam yang tiada terbatas waktu.‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ َ ّ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Kebahagiaan dunia dapat diperoleh melalui keuletan berusaha dan dapat dinikmati hasilnya selagi hidup. ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫م‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ‫سدي ْدا. saya mengajak kaum muslimin. karena amal perbuatan tersebut merupakan tabungan akhirat. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ِ ِ َ ‫ورسول‬ َ َ ُ . Serta melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya. يما أ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ّ َ ُ َ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. baik berwujud materi kebendaan maupun yang hanya dirasakan oleh perasaan batin. وأ َشمهد أ‬ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه. الل ّهم صل وسل‬ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ م‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وم من ت َب ِعه مم ب ِإ ِحس مان إ ِل َ مى‬ ‫ْ َم ٍ م‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . Seperti firman Allah: Artinya: “Dan berbekallah kalian.Oleh: Mursyidi ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه. yaitu dengan memperbanyak amal ibadah kita sebagai bekal untuk menghadap Illahi Rabbul Jalil. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ ُ ُ َ ْ ُ ْ ْ ّ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ً َ ‫َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم‬ َ ‫ون ِسآءً وا ٍت ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب مه وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Kaum Muslimin Rahimakumullah. sebab urusan ukrawi adalah lebih penting. Semua amal perbuatan kita selama di dunia akan diminta pertanggungjawabannya. Sebaliknya kebahagiaan akhirat tidak . khususnya diri saya pribadi untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .” Kaum Muslimin Rahimakumullah Kita hidup bukanlah semata-mata mementingkan urusan dunia.

masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Mengapa tidak? Bukankah Allah Subhannahu wa Ta'ala . dalam keseharian kita. Bila suara adzan bergema. . Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. Suara adzan dianggapnya sebagai suara yang biasa. Karena dengan shalatlah kita coba mendekatkan diri dan selalu mengingat Allah. namun dapat dicapai dengan jalan mengikhlaskan diri dalam Ibadat khusu’ dalam shalat serta menjauhi semua yang dibenci oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . Tetapi juga orang yang tidak mengerjakan shalatpun bisa dikatakan orang yang paling sombong. Berbeda sekali dengan orang yang jauh dari hidayah dan taufik Allah Subhannahu wa Ta'ala . Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan.nampak sekarang. kita diwajibkan oleh Allah untuk men-dirikan shalat dengan tujuan mengingatNya. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Dan tidaklah mereka disuruh. dan inipun adalah kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim.” (Al-Bayyinah: 5).‫أ َقي ْموا الصل َةَ ل ِذك ْري‬ ْ ِ ِ ُ ِ ّ . mata hatinya sudah buta dengan seruan adzan. spontan hatinya akan gemetar dan takut. membahana membelah dunia untuk menyeru manusia memenuhi panggilan Illahi. Orang yang sombong. yang telah menjadikan dirinya dari segumpal darah dan daging hingga menjadi manusia. Ibarat kata. ia penuhi panggilan dari Allah.” Dari ayat di atas. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. gema adzan tak sedikitpun mengetuk hatinya untuk memenuhi panggilan Allah. ia tinggalkan semua urusan dunia untuk sujud menghadap Illahi. Apabila suara adzan masuk ke dalam hati orang yang benar-benar beriman. Telinganya sudah tuli dengan panggilan Allah. tanpa memberikan kesan dan bekas sedikitpun juga pada dirinya. Maka dengan hati yang penuh takut dan ikhlas. bukan pula orang yang membanggakan jabatan dan sebagainya. Begitulah hati orang yang sudah tertutup dari Inayah dan Hidayah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Dirikanlah shalat untuk mengingatku. terbayang segala ke Maha Besaran dan ke Maha Kuasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala. kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus. bukan saja orang yang memamerkan kekayaan.” (Maryam: 59). dan yang demikian itulah yang lurus.

” (Luqman: 4-5). قال: فذَل ِك مث َل الصل َوات ال ْخمس، ي َمحو الله ب ِهن‬ ِ َ ّ ُ ْ ّ ِ ُ ِ ْ َ . Beliau bersabda: “Maka begitu juga perumpamaan shalat lima waktu. mereka dapat men-jadikan baja yang tenggelam. . maka merupakan kewajiban kita untuk mengabdi dan menyembah hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Kaum muslimin rahimakumullah .” (Muttafaq ‘alaih). Sedangkan mengingat Allah amat besar (manfaatnya) Allah tahu apa yang kamu perbuat. Berdasarkan ayat di atas. )متفق عليه‬ َ َ َ Artinya: “Apakah pendapat kamu. menjadi sebuah kapal yang sanggup membawa barang-barang yang berat. Terkadang orang yang tidak mengerjakan shalat itu bukan tidak tahu.(‫ال ْخطايا. Tetapi sayang mereka tidak pandai bersyukur kepada Allah atas segala rahmatNya. merekalah orang-orang yang berjalan di atas pimpinan Tuhan. Ya Rasulallah”. Pada suatu hari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bertanya pada sahabat-sahabatnya: ‫أ َرأ َي ْت ُم ل َو أ َن ن َهرا ب ِباب أ َحدك ُم ي َغت َسل من ْه ك ُل ي َوم ٍ خمس‬ ُ ِ ُ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ ْ ّ ً ْ ّ ْ ْ َ َ ْ ‫مرات هل ي َب ْقى من دَرن ِه شيء؟ قال ُوا: ل َ ي َب‬ َ ٌ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ٍ ّ َ ‫قى من دَرن ِه‬ ِ َ ْ ِ ْ َ َ َ ٌ ْ َ ُ َ َ ‫شيء.” Firman Allah pula: Artinya: “Yang mendirikan sembahyang. menunaikan zakat dan yakin terhadap adanya akhirat. Dengan menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam sebagai tanda pengabdian kita kepada Allah Al-Khalik. merekalah orang yang jaya. Manusia memang sungguh pandai. Merekapun sanggup membikin baja yang berat menjadi sebuah pesawat yang dapat terbang kesana-kemari. Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Sungguh shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Bahkan mungkin orang itupun tahu shalat itu bisa mencegah dari kejahatan dan kemungkaran. Adakah tinggal olehnya kotoran?” Serentak sahabat menjawab: “Tidak ada. tidak meluangkan waktu bersujud menghadapNya. bahwa shalat adalah tiang agama. dengan itu Allah menghapus kesalahan. apabila di muka pintu salah satu rumah kamu ada satu sungai yang kamu mandi padanya tiap hari lima kali.Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Tidakkah Aku jadikan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembahKu” (Adz-Dzariyat: 7).

karena baik buruknya anak-cucu kita tergantung ikhtiar orang tua dalam mendidik dan membinanya. Maka hendaklah kita jaga anak serta keluarga kita.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ .‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ِ ِ َ ِ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . Mudah-mudahan kita kaum muslimin. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. menyia-nyiakan amanat adalah perbuatan dosa. Sekali lagi marilah kita lebih meningkatkan ibadah shalat dengan mengajak anak cucu dengan segenap keluarga agar kita termasuk orang yang memperoleh janji Allah yakni kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Amin.َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. tetapi dengan akal mereka yang licik.seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Peliharlah dirimu dan keluargamu dari api Neraka. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Kitapun hendaknya selalu memohon kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala agar anak-cucu kita menjadi orang-orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat. Amin. Mereka harus berfikir seribukali untuk menghancurkan mesjid-mesjid tempat ibadahnya kaum muslimin. tetap mendirikan shalat dan janganlah kiranya mereka kelak menjadi orangorang yang hanya menurutkan hawa nafsunya belaka. Orang yang di luar Islam tidak akan berani menghancurkan Islam secara terang-terangan. ْ َ ‫جعل َنا الله وإ ِياك ُم من ال ْفائ ِزي ْن والمن ِي ْن وأ َدْخل َنا وإ ِي ّا ُكم في‬ َ َ َ ِ ّ َ ُ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ْ ِ َ ‫عباده الصال ِحين، وقل رب ا ِغفر وارحم وأ‬ .” Dari ayat-ayat di atas kita dapat mengambil pelajaran. Bukankah anak adalah amanat Allah. Ya robbal alamin. selalu diberi Allah petunjuk untuk mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. mereka ciptakan kita lupa shalat. seperti PLAY STATION dan sebagainya. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ . hendaknya kita merasa khawatir kalau-kalau kita kelak menjadi orang-orang yang menyia-nyiakan shalat. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum Muslimin Rahimakumullah.

الل ّهم إ ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ّ ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخير ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ِ ْ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫81‬ ‫‪Generasi meninggalkan Shalat & Mengikuti Syahwat‬‬ ‫‪Oleh: H. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ ُ َ صل ِح‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في أ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ و َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ طان ِهم.‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫سديدا.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ ة‬ ‫ٍ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫َ َ ْ‬ .‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.

Itu adalah pendapat yang dikatakan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi. sungguh-sungguh ia telah kafir. maka pasti mereka lebih menyianyiakan kewajiban-kewajiban lainnya.َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . menurut Ibnu Katsir. Dan Hadits lainnya: َ َ َ َ ْ َ َ ُ ّ ‫ال ْعهدُ ال ّذي ب َي ْن َنا وب َي ْن َهم الصل َة، فمن ت َرك َها فقدْ ك َفر. Pendapat inilah yang menjadi pendapat sebagian orang salaf dan para imam seperti yang masyhur dari Imam Ahmad. Ibnu Zaid bin Aslam." (terjemah QS. generasi yang adhoo’ush sholaat itu. Kecuali orang yang bertaubat. artinya kerugian di hari qiyamat.(‫برقم: 28 من حديث جابر‬ “(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat.(‫حديث حسن صحيح غريب‬ “Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat. yaitu para Nabi dari keturunan Adam. As-Suddi. ada beberapa pendapat. Maryam: 58-60).. Maka mereka itu akan menemui kesesatan. Ibnu Katsir menjelaskan. dan dari keturunan Ibrahim dan Israil. )رواه‬ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ َ َ ‫الترمذي رقم 1262 والنسائ 132/1 ،وقال الترمذي :هذا‬ . pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memper-turutkan hawa nafsunya. dan sebaik-baik perbuatan hamba.. senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia. dan satu pendapat dari As-Syafi’i sampai ke pengkafiran orang yang meninggalkan shalat (tarikus sholah) setelah ditegakkan. Karena shalat itu adalah tiang agama dan pilarnya. Maka datanglah sesudah mereka.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. berdasarkan Hadits: ُ ْ ِ ْ ّ ‫ب َي ْن ال ْعب ْد وب َي ْن الشرك ت َرك الصل َة )رواه مسلم في صحيحه‬ ِ ّ َ َ َ ِ َ . dan At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shohih ghorib). kalau mereka sudah menyia-nyiakan sholat. . dan pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka. maka barangsiapa meninggalkannya.” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir).” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 2621dan An-Nasaai dalam Sunannya 1/231. iqamatul hujjah (penjelasan dalil). beriman dan beramal saleh. Adapun maksud lafazh Adho’us sholaat ini. maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa adho'us sholaat itu meninggalkan sholat secara keseluruhan (tarkuhaa bilkulliyyah). Dan akan tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan kelezatannya.

generasi taat ini diteruskan oleh generasi yang bobrok akhlaqnya. Setelah kita bisa menyadari betapa tragisnya keadaan yang dituturkan Al-Quran itu.Tafsir Ibnu Katsir. Bisa kita bayangkan dalam kehidupan ini. yakni sikap generasi penerus yang menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu. Sekalipun tidak sama antara derajat kesalehan para Nabi yang dicontohkan dalam Al-Quran itu. bahkan nabi-nabi dengan sikap patuhnya yang amat tinggi. Tetapi. Betapa menghujamnya peringatan Allah dalam Al-Quran dengan cara menuturkan sejarah "keluarga pilihan" yang datang setelah mereka generasi manusia bobrok yang sangat merosot moralnya. maka ucapan yang pas adalah:. Melihat diri kita sendiri. tidak hanyut kepada iming-iming jabatan untuk ikut menjajah bangsanya. lantas. Di saat banyaknya orang kafir berkeliaran di bumi. terpilih. di saat penjajah berkuasa. Kisah ayat itu. Muslimin yang taat. Ini yang jadi masalah besar. Kaum muslimin yang tetap menegakkan Islam di saat orientalis dan antek-antek penjajah menggunakan Islam sebagai sarana penjajahan. dengan memperbandingkan apa yang dikisahkan Al-Quran. Ayat itu tidak menyebut orang-orang kafir. saleh dan benar-benar baik. namun alur peringatan ini . Dalam kehidupan yang tertera dalam sejarah kita. Bobroknya akhlaq manusia dari keturunan orang yang disebut manusia pilihan. tidak menyinggung-nyinggung orang-orang yang membangkang di saat hidupnya para Nabi pilihan Allah. Namun selanjutnya. Sedangkan jumlah orang yang membangkang tidak sedikit. bukan berarti tidak ada orang-orang kafir.” Itu baru masalah mutu keilmuan nya yang merosot. Mereka bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. tahqiq Sami As-Salamah. saat itu ada orang-orang pilihan yang amat patuh kepada Allah. bahkan melawan para Nabi dengan berbagai daya upaya. kata dan ucapan apa lagi yang bisa untuk menyayangkan bejat dan bobroknya generasi pengganti orang-orang suci dan saleh itu? Hanya ucapan “seribu kali sayang” yang mungkin bisa kita ucapkan. juz 5 hal 243). mereka yang tetap teguh dan ta'at pada Allah itu adalah benar-benar orang pilihan. disambung dengan ayat yang memberitakan sifat-sifat generasi pengganti yang jauh berbeda. bahkan berlawanan dari sifat-sifat kepatuhan yang tinggi itu. Namun dengan menyebut keluarga-keluarga pilihan itu justru merupakan pengkhususan yang lebih tajam. agaknya perlu juga kita bercermin di depan kaca. "Sayang. kebesaran bapaknya tidak diwarisi anak-anaknya. Penuturan dalam ayat Al-Quran ini membicarakan orang-orang saleh. terjadi perampasan hak. ada tanam paksa dan sebagainya. lantas keturunannya tidak bisa menyamai kebesarannya dan tak mampu mewarisi keulamaannya. Kalau ada ulama besar. mereka benar-benar orang-orang pilihan. berarti merupakan tingkah yang keterlaluan. kedhaliman merajalela dan sebagainya. namun kaum muslimin itu tetap teguh mempertahankan Islam dan tanah airnya. dengan derajat ketaatan kaum Muslimin yang taat pada Allah di saat gencarnya penjajahan itu.

agar tidak terjadi tragedi yang telah menimpa kaum Bani Israel. Ayat-ayat Al-Quran yang telah memberi peringatan dengan tegas ini mestinya kita sambut pula dengan semangat menang-gulangi munculnya generasi sampah yang menyianyiakan shalat dan bahkan mengumbar syahwat. pekerja kecil. Memberikan hak shalat Untuk itu. tentang adanya generasi yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. Suatu misal. Sudahkan peringatan Allah itu kita sadari dan kita cari jalan keluarnya? Mudah-mudahan sudah kita laksanakan. yang diseleng-garakan dengan tujuan membina manusia yang bertaqwa pun. terutama maghrib yang waktunya sempit? Berapa banyak pekerja kecil semacam itu yang terhimpit oleh peraturan majikan. jangan sampai terjadi lagi apa yang telah terjadi di masa lampau. Dalam arti penjabaran dan pelaksanaan agama dengan amar ma'ruf nahi munkar secara konsekuen dan terus menerus. Fakir miskin. Peringatan yang sebenarnya tajam ini perlu disebar luaskan. dan mahasiswa . tetapi kita umat Islam diam saja atau belum mampu menolong sesama muslim yang terhimpit itu? Bahkan. sudahkah memberi kebebasan secara baik kepada murid dan guru untuk menjalankan shalat? Sudahkah diberi sarana secara memadai di kampus-kampus dan tempat-tempat pendidikan untuk menjalan-kan shalat? Dan sudahkah para murid itu diberi bimbingan secara memadai untuk mampu mendirikan shalat sesuai dengan yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ? Kita perlu merenungkan dan menyadari peringatan Allah dalam ayat tersebut. Yaitu generasi pengganti yang jelek. bukan generasi yang bobrok seperti yang telah diperingatkan dalam Al-Quran itu. dihayati dan dipegang benar-benar. penjaga rumah makan. Sudahkah kita berikan dan kita usahakan hak-hak para pekerja/ buruh. bisa kita telusuri lewat pertanyaan-pertanyaan. kasus nyata. bobrok. penjaga toko dan sebagainya untuk diberi kebebasan mengerjakan shalat pada waktunya. sehingga dalam hal beragama. meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat. Karena masalahnya harus selalu dipertahankan. yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya.telah mencakupnya. Tetapi. yaitu generasi jelek. kita akan mewariskan generasi yang benar-benar diharapkan. dalam arena pendidikan formal. Tanpa upaya mempertahankannya. pembantu rumah tangga. kemungkinan akan lebih banyak desakan dan dorongan yang mengarah pada "adho'us sholat" (menyia-nyiakan atau meninggalkan shalat) wattaba'us syahawaat (dan mengikuti syahwat hawa nafsu). dengan penuh kesadaran. keluarga. tentu saja bukan berarti telah selesai. Dengan demikian. bisa kita fahami bahwa ayat itu mengingatkan. kita harus mengkaji diri kita lagi.

Sebaliknya kalau shalat sudah tidak ditegakkan.Dalam hubungan kemasyarakatan yang erat sekali hubungannya dengan ekonomi. Shalat. karena shalat adalah tali yang terakhir dalam Islam. )رواه‬ ُ ّ ً ْ ّ ُ ّ َ َ ّ ُ ُ ِ َ ُ ‫ل َي َن ْقضن عرا‬ َ ُ ّ َ ُ ‫الناس بال ّت ِي‬ ّ ِ ُ ْ . Selagi shalat itu masih ditegakkan oleh umat Islam. tali Islam yang terakhir Peringatan yang ada di ayat tersebut masih ditambah dengan adanya penegasan dari Rasulullah. dan tidak mengarah ke pemikiran sekuler yang nilainya sama juga dengan mengikuti syahwat? Lebih penting lagi. terutama masalah kemiskinan. betapa . sudahkah kita mengingatkan para pengurus masjid atau mushalla atau langgar untuk shalat ke masjid yang diurusinya? Bahkan sudahkah para pegawai yang kantor-kantor menjadi lingkungan masjid. Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam َ ‫ا ْل ِسل َم ِ عروةً عروةً فك ُل ّما ان ْت َقضت عروةٌ ت َشب ّث‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ‫ت َل ِي ْها وأ َول ُهن ن َقضا ال ْحك‬ ‫ُ م وآخرهن الصل َة. Hadits Rasulullah itu lebih gamblang lagi.(‫أحمد‬ “Tali-tali Islam pasti akan putus satu-persatu. Dengan demikian. sudahkah kita menghidup-kan jama'ah di masjid-masjid kampus pendidikan Islam: IAIN (Institut Agama Islam Negeri) ataupun STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) yang jelas-jelas mempelajari Islam itu. sekalipun tingkah menuruti syahwat itu sudah merupakan puncak kebejatan moral manusia. agar mereka bisa tetap shalat di saat mukenanya yang satu-satunya basah ketika dicuci pada musim hujan? Dalam urusan keluarga. sehingga tidak tampak lagi sosok-sosok yang tetap bertahan di meja masing-masing --bahkan sambil merokok lagi-. agar para alumninya ataupun mahasiswa yang masih belajar di sana tetap menegakkan shalat. sedang yang terakhir (putus) adalah shalat. kita ingatkan agar shalat berjamaah di Masjid yang menjadi tempat mereka bekerja. bisa kita fahami. berarti masih ada tali dalam Islam itu. Dan tali Islam yang pertamakali putus adalah hukum(nya). (Hadits Riwayat Ahmad dari Abi Umamah menurut Adz – Dzahabir perawi Ahmad perawi). bahwa putusnya tali Islam yang terakhir adalah shalat. Maka setiap kali putus satu tali (lalu) manusia (dengan sendirinya) bergantung dengan tali yang berikutnya. sudahkah kita memberi sumbangan sarung atau mukena/ rukuh kepada fakir miskin. Maka tak mengherankan kalau Allah menyebut tingkah "adho'us sholah" (menyia-nyiakan/ meninggalkan shalat) dalam ayat tersebut diucapkan pada urutan lebih dulu dibanding "ittaba'us syahawaat" (menuruti syahwat). sudahkah kita selalu menanya dan mengontrol anak-anak kita setiap waktu shalat.saat adzan dikuman-dangkan? Masih banyak lagi yang menjadi tanggung jawab kita untuk menanggulangi agar tidak terjadi generasi yang meninggalkan shalat yang disebut dalam ayat tadi. agar mereka tidak lalai? Dalam urusan efektifitas da’wah. maka putuslah Islam keseluruhannya.

‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. dan menuruti syahwat. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ .{‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. karena puncak kebejatan moral berupa menuruti syahwat pun masih pada urutan belakang dibanding tingkah meninggalkan shalat. Amien. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ َ َ َ :‫مسل ِمون. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. bisa disadari betapa jahatnya orang yang mengumbar hawa nafsunya. Apalagi kalau kedua-duanya. Mudah-mudahan kita tidak termasuk mereka yang telah dan akan binasa akibat melakukan pelanggaran amat besar. Lantas. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ َ ‫قريب. dilakukan meninggalkan shalat. berarti kerusakan yang amat parah. Maka marilah kita jaga diri kita dan generasi keturunan kita dari kebinasaan yang jelas-jelas diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. yaitu meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. Dalam hal ini Allah dan Rasul-Nya sangat mengecam orang yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ِ {‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ ً ْ ُ ْ ِ َ َ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ِ ْ ُ َ ّ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ َ ِ ّ َ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال‬ َ َ َ ْ َ ُ ُ َ َ َ ‫ذي ْن‬ ّ ِ ّ َ ِ َ َ َ . Tiada perkataan yang lebih benar daripada perkataan Allah dan RasulNya.memuncaknya nilai jelek orang-orang yang meninggalkan shalat. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ َ . Di mata manusia. kalau Allah memberikan kriteria meninggalkan shalat itu lebih tinggi kejahatannya. sudah bisa dipastikan betapa beratnya kerusakan.

marilah kita selalu bertaqwa kepada‬‬ ‫‪Allah saja. di setiap tempat. sedangkan yang dilarang kita tinggalkan‬‬ ‫. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‪baiknya sesuai dengan kemampuan.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. tidak kepada selain-Nya.‪tidak kita lakukan.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫.‪saya sendiri dan untuk jamaah semuanya‬‬ ‫‪Untuk memperbaiki kualitas ibadah kita. أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى ف مي ال ْق مرآن ال ْك َري ْمم: }ي َما أ َيه ما َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫م‬ ‫ِم‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنت ُمم مسمل ِمون{. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‪Saudara-saudara kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia‬‬ ‫‪Dalam khutbah jum’ah ini. bahkan mendekatipun jangan‬‬ . Selalu bersyukur kepada Allah setiap‬‬ ‫‪waktu.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫91‬ ‫‪Islam Agama Yang Benar‬‬ ‫‪Oleh: Imam Muttaqin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهُ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرةَ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. dengan cara. }وممن‬ ‫َ َم‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ي َب ْت َغ غي ْر ا ْل ِسل َم ِ دين ًما فل َمن ي ُقب َمل من ْمه وهمو فمي الخمرة ممن‬ ‫ِ م َ م‬ ‫َ ِ ُ َ ُ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ِ َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ال ْخاسرين{‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ُ ْ ُ‬ ‫وقال رسول الله صلى الله عل َي ْمه وس مل ّم: ك ُمل أ ُمت ِمي ي َمدْخل ُون‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ َ‬ ‫ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وممن ي َمأ ْبى: قمال: ممن‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َم َ َ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّة ومن عصان ِي فقد أ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ْ َ َ ْ بى.‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. Juga selalu menjalankan yang‬‬ ‫‪disyari’atkan Allah dan yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa‬‬ ‫‪Salam. kami hendak memberikan nasehat terutama untuk‬‬ ‫. atas segala kenikmatan dan‬‬ ‫‪karuniaNya yang tidak dapat kita hitung. dan di setiap keadaan. )رواه البخاري(. semua yang diperintah-kan kita jalankan dengan sebaik‬‬‫.

apabila ia melaksanakan shalat atau ketika diajak berbicara. Kaum muslimin yang berbahagia.Banyak orang Islam. sampai akhirnya ditutup dengan rasul terakhir Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Bukankah itu krisis kepercayaan terhadap Islam? Umumnya seseorang diketahui sebagai seorang muslim. Karenanya. Hanya dalam beberapa kalangan atau kawasan saja terdapat suatu kelompok sosial secara lahiriah tampak sebagai muslim. Mempelajari ilmu-ilmu Islam dianggap ketinggalan jaman. betis sama-sama terbuka. sama-sama menor dalam bersolek bahkan sama-sama berpakaian ketat. sebab rambut sama-sama terlihat. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat tersebut merupakan berita dari Allah Subhannahu wa Ta'ala bahwa tidak ada agama apapun yang diterima di sisi Allah. padahal makan dan minum dengan tangan kiri atau berdiri bukan etika Islami. sehingga mereka cenderung mengabaikan ajaran-ajarannya.” (Ali Imran: 19) Berkaitan dengan ayat ini.Tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan seterusnya. pasti mengimani dan meyakini bahwa hanya Islam sajalah yang terbaik dan benar. Boleh jadi semua itu akibat ketidaktahuan atau ketidak fahaman. Sehingga jalan menuju Allah tertutup kecuali melalui jalan Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Ini terbukti dengan gaya hidup mereka yang dilihat secara lahiriyah masih ada saja kesamaan dengan gaya hidup orang-orang yang nonMuslim. Allah berfirman: “Sesungguhnya agama (yang ada) di sisi Allah adalah Islam. Yang mana semuanya dilarang dalam Islam. Sedangkan Islam ialah ittiba’ (mengikuti) rasul-rasul Allah yang diutus untuk tiap-tiap masa. sebab perempuan-perempuan mereka berjilbab misalnya. sebagai pedoman beribadah dan pedoman hidup didunia. Krisis yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu sampai saat ini.Saudara-saudara jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. Sementara kalau melihat kaum wanita di jalan-jalan. Namun ketidak tahuan itu adalah akibat bahwa kebanyakan kaum muslimin telah kehilangan kepercayaan terhadap Islam. Krisis kepercayaan terhadap kebenaran Islam sebagai agama universal dan paripurna tidak dapat dipungkiri telah melanda banyak orang yang mengaku dirinya beragama Islam. suatu kemunduran. sulit dibedakan antara seorang muslimah dengan non-muslimah. kecuali Islam. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. siapa yang menghadap Allah Subhannahu wa Ta'ala setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallaahu . Sebab ia meyakini bahwa segala yang dikatakan Allah dan RasulNya pasti benar dan baik. Misalnya dalam masalah makan minum dengan berdiri dan dengan tangan kiri kaum Muslim masih banyak yang ikutikutan berbuat demikian pada acara-acara resmi. bahkan kalangan akademik yang beranggapan mempelajari ilmu-ilmu Islam tanpa dicampur dengan teori-teori ilmu barat. bukan saja krisis moneter tapi juga krisis kepercayaan terhadap agama Islam oleh penganutnya sendiri.

tidak . Dengan kata lain. Seperti halnya firman Allah pada ayat yang lain: “Barang siapa mencari agama selain agama Islam. Dan kenyataan ini masih ditunjang dengan bukti-bukti lain.” (Al-Maidah: 3).” (Ali Imran: 85). Sebab agama selain Islam.” (Adz Dzari’at: 56). Dan telah Aku sempurnakan nikmatKu untukmu dan Aku telah ridlai Islam sebagai agamamu. seperti firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin. jin dan manusia dalam melaksanakan yaitu ibadah. Kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia. dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu. Bukankah hanya Allah Subhannahu wa Ta'ala sendiri Yang Maha Mengetahui dengan cara apa dan pedoman bagaimana. tidak diakui dan tidak dibenarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala sebagai pedoman. kebenaran menyeluruh dan merupakan kebenaran yang betul-betul merupakan nikmat Allah yang luar biasa. Sesungguhnya manusia tidak membutuhkan lagi petunjuk-petunjuk lain. untuk tujuan kebahagiaan masa depan yang abadi dan tanpa batas. hanyalah Islam. baik dalam hal ibadah maupun mu’amalah-mu’amalah duniawi. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. sebab apapun kebutuhan manusia dalam rangka pengabdian dan peribadatannya kepada penciptanya sudah tertuang dan tercukupi dalam Islam. Dalam kaitannya dengan hal ini seorang tokoh ulama’ dari Yordania yaitu Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid mengatakan dalam kitabnya Ilmu Usulil Bida’ bahwa ayat yang mulia ini membuktikan betapa syariat Islam telah sempurna dan betapa syariat itu telah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan makhluk. yang paling utama di antaranya adalah Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu. maka tidak akan diterima. yang lebih mengetahui tentang apa-apa yang diciptakanNya? Dua ayat di atas menunjukkan hal ini semuanya.alaihi wa Salam dengan menggunakan agama yang tidak berdasarkan syariat beliau. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. tetapi di akhirat juga. bahwa selain Islam adalah agama yang batil. Islam sudah cukup. Kesempuranaan Islam adalah kesempurnaan yang meliputi segala aspek. manusia akan mendapat maslahat hidupnya? Bukankah Dzat Yang Maha Pencipta. Karena itu mengapa orang masih ragu terhadap kebenaran dan kesempurnaan Islam? Mengapa orang masih mencari alternatif dan solusi-solusi lain?. Tidak akan membawa kebaikan dunia dan tidak pula akhirat. Yaitu kebahagiaan tidak saja di dunia. Betapa tidak. Demikian pula pada ayat di atas Allah memberitahukan tentang pembatasan agama yang diterima di sisiNya. Artinya kebenaran Islam adalah kebenaran paripurna. kecuali Islam.

Maka Maha Tinggi Allah.” (An-Naml: 14). Artinya ia. Itulah sebabnya Allah mengutus rasulNya ketengah-tengah manusia. Kebenaran dan kesempurnaan Islam ini juga telah diakui oleh pemeluk agama lain selain Islam. Karena manusia tidak seperti binatang.‫ْ َ َ ْ ب َمى‬ ‫م‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َم‬ َ َ ْ َ َ َ . Seorang pembaharu abad XII Hijriah. Dari uraian di atas. rizki yang lengkap. yaitu tidak dibiarkan bebas sia-sia. padahal diri mereka mengakui kebenarannya. Tentu hanya Allah yang mengetahui aturan paling tepat dan membawa maslahat buat manusia. Aturan itu adalah aturan yang menata kehidupan manusia agar selamat di dunia dan di akhirat kelak. Semua itu bukan untuk hal yang sia-sia. lantaran kedzaliman dan kecongkakan. Konsekwensinya. seperti disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an: “Mereka mengingkari ayat-ayat Allah. Hanya saja banyak di antara mereka sendiri yang menolak. mulai dari kebutuhan oksigen untuk bernafas sampai rumah sebagai tempat berteduh dan lain-lainnya sampai halhal yang di luar kesadaran manusia. yang didambakan oleh setiap insan yang berakal sehat dan berfikiran normal. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberikan konsep renungan kepada kita sebagai berikut: Pertama. Tidak lain untuk membimbing mereka. maka ia akan selamat dan masuk Surga. َ ْ ُ َ ‫ك ُل أ ُمت ِي ي َدْخل ُون ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وم من‬ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ َ َ ‫يأ ْبى: قا ْل: من أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّمة وممن عصمان ِي فقمد أ‬ َ َ َ ْ َ َ . siapa yang taat kepada rasul-Nya.” (Al-Mukminuun: 115-116). dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?. tidak diabaikan dan tanpa aturan. Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia. hidup dan ada di muka bumi karena diciptakan Allah. tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. sebab Dia-lah pencipta manusia dan segenap makhluk lainnya. Bagaimana agar ia berada dalam lingkungan kebenaran?. Sebuah kesuksesan masa depan yang gemilang. diberi rizki dan tidak dibiarkan .(‫)رواه البخاري‬ “Tiap-tiap ummatku masuk Surga kecuali yang menolak. seluruh ummat Islam harus merenung ulang mengapa ia harus beragama Islam?. Raja yang sebenarnya. Seorang muslim harus merenung dan memahami bahwa ia diciptakan. Aturan itu adalah yang dibawa oleh Muhammad Rasul yang diutusNya untuk kepentingan ini. maka Allah menghendaki aturan untuk manusia. Ditanyakan kepada beliau: “Siapa yang menolak ya Rasululllah?” Beliau menjawab: “Siapa yang Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . ia diberi berbagai fasilllitas.perlu penambahan atau pengurangan untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam. Di dalam Al-Qur’an Allah menerangkan: “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami mencipta-kan kamu secara main-main saja.

أ‬ َ ‫ْ ُ َم‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َع مد؛ ق مال الل مه‬ ُ ّ َ َ َ َ َ ْ ِ ّ َ . Konsep yang kedua: Seorang muslim harus memahami bahwa Allah tidak ridla. bersikap patuh terhadapNya dengan cara menjalankan ketentuan-ketentuanNya. Sekalipun Malaikat yang dekat denganNya ataupun Nabi utusanNya. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun didalamnya disamping (menyembah ) Allah.‫المشرك ِي ِن‬ ْ ُ ْ . dan bersikap membebaskan diri..‫أ َقول قول ِي هذا واست َغفروا الله، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ْ ُ ُ َ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. Al-Bukhari). Jamaah Jum’ah yang berbahagia. Sebaliknya ia tidak memberikan kecintaan dan kasih sayangnya kepada siapapun yang menentang Allah dan RasulNya. أ َش مهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. (HR. Artinya loyalitasnya hanya diberikan kepada Allah dan RasulNya dan orang-orang yang beriman. َ ْ ُ َ َ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: قل هذه سب ِي ْل ِي أ َدْعو إ ِلممى‬ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ِ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ ‫الله على ب َصي ْرة أ َنا وم من ات ّب َعن ِمي وس مب ْحان الل مه وم ما أ َن َما م من‬ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ‫ِ َ َم م‬ ِ َ َ َ ٍ َ ِ َ ْ . dan bertauhid kepada Allah.‫ت َعالى: ا َل ْحق من رب ّك فل َ ت َك ُون َن من ال ْممت َري ْن‬ َ ِ ْ ُ َ ِ ّ ْ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah Berdasarkan keterangan dan uraian kami pada khutbah pertama. maka konsekwensi berikutnya yang harus dipahami adalah prinsip Wala’ dan Bara’. Itulah hakikat Islam yang dengan ucapan singkat berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara mentauhidkan-Nya. jika dalam peribadatan kepadaNya. sebagaimana firmanNya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan Allah. Dia disekutukan dengan selainNya.” (Al-Jin: 18) Konsep yang ketiga: Jika sudah menjadi orang yang taat kepada Rasul Allah.taat kepadaku ia akan masuk Surga dan siapa yang durhaka kepadaku maka ia telah menolak”. . mem-benci dan memusuhi kemusyrikan beserta para pendukungnya. Kaum muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia. Sedangkan agama lain selain Islam jelas batil dan tidak bermanfaat. maka ummat Islam hendaknya benar-benar mampu membuktikan bahwa syari’at Islam yang akan menghantarkan pemeluknya menuju sukses hidup di dunia dan di akhirat. sekalipun kerabat terdekatnya.

Kenikmatan yang Agung Dan Sempurna‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Taufik N. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ‫ً‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم َ‬ . وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫02‬ ‫‪Islam. bertauhid kepada Allah‬‬ ‫‪dan hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah. yang dianggap merupakan bagian dari ajaran‬‬‫.‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُمم ل َعل ّك ُمم ت َمذَك ّرون.‪Sebagai bukti seorang telah mempercayai Islam sebagai agama yang benar‬‬ ‫‪maka ia harus mengikuti dan taat kepada Rasul Nya. RasulNya. رب ّن َما ظَل َمن َما‬ ‫ْ م‬ ‫ٌ َ م‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ م‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. ق مال ت َع مالى: ي َ ما‬ ‫م‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنتمم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. sebab ajaran Islam telah banyak‬‬ ‫‪disusupi ajaran-ajaran asing. يما أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َم َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. serta memberikan permusuhan kepada musuh-musuh Allah dan‬‬ ‫.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْم مان ول َ ت َجع مل ف مي‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّمذي ْن ءامن ُموا رب ّن َما إ ِن ّمك رءُوف رحي ْمم.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ف ماذْك ُروا الل مه ال ْعظي مم ي مذْك ُرك ُم واس مأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ م من فض مل ِه ي ُعطِك ُمم‬ ‫َم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ‫َ ِ يم ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َم م َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‪ajaran Islam‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‪RasulNya‬‬ ‫‪Sedangkan jalan ke sana sekarang harus ditempuh dengan tashfiyah‬‬ ‫‪(pemurnian) dan tarbiyah (pendidikan). الل ّهم صل على محممد وعل َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ مى آل محممد‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد.Pd‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه.‫.S. dan kaum‬‬ ‫‪Muslimin.T.

planet bumi yang mengelilingi surya berenang dalam lintasan ellips. Tiada Dzat yang patut disembah. suatu sunnatullah yang tidak pernah berubah. agung lagi mulia yang merupakan rahmat dan nikmat bagi seluruh alam.. Hadirin Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Nikmat yang sangat besar yang harus kita syukuri adalah iman dan Islam serta diciptakannya alam semesta untuk manusia. dipuji dan ditaati . Dan tidak akan kamu dapati suatu perubahan pada ketetapan kami itu. seperti kebanyakan sifat manusia. melahap tahun demi tahun dengan kecepatan 11.. Dialah Al-Khaliq yang telah menurunkan Islam sebagai aturan yang adil. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ .. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . niscaya imbang centripental dan centrifugalnya(gaya/tarikan kedalam dan keluar) akan . Andaikan saja tidak ada ketetapan /keteraturan dalam sunnatullah ini atau bumi dan planet lainnya tidak mau taat pada aturanNya. merengggang 147 juta km dan maksimal 152 juta km dengan kecepatan 29. sahabat-sahabat. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada penutup para nabi dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam beserta keluarga.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Ma’ asyirol Muslimin Rahimakumullah Segala puji hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin.” (QS. Al-Ahzab: 62) dan juga firmanNya: “. dan para pengikutnya yang setia berjuang untuk menyebarkan risalah Islam keseluruh penjuru dunia.18 km/detik memulas siang dan malam . kemudian dipilihnya planet bumi sebuah planet yang nyaman untuk kita tempati.79 km/detik.” (QS.ُ َ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب ِمه وا ْل َرح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ْ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. sebagaimana firmanNya: “. termasuk manusia. Dan kamu sekali-kali tidak akan menjumpai perubahan pada sunnatulllah. ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ ‫ُم‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ْ ْ ُ َ َ ‫سدي ْدا. diibadahi.‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.. dan dibuatNya untuk alam semesta. Al-Isra’: 77) Jika kita renungkan.

bahkan manusia kawin dengan alat yang dibuatnya sendiri.” (QS. Wahai kaum muslimin rahimakumullah! Merupakan kenikmatan yang agung.tersita fatal. baik di dunia maupun di akhirat. mereka senantiasa konsisten dengan aturan-aturan yang diciptakan untuk mereka. Manusia dengan akal dan potensi hidup lainnya berupa kebutuhan jasmani. Kita juga melihat keteraturan alam semesta ini pada dunia hewan dan tumbuhtumbuhan. AlJumu’ah: 1). sebagaimana firmanNya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu Ad-Dien (agama/jalan hidup)mu.naluri dan hawa nafsunya ternyata bisa dan mampu melakukan penyimpangan dari aturan-aturan Allah. hampir tidak pernah kita jumpai. Dari akibat ulah manusia semacam inilah kita bisa menyaksikan kerusakan yang dahsyat baik itu berupa penyakit kelamin. Mereka senantiasa tunduk kepada aturan-aturanNya. dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Aku ridlai Islam menjadi dien-mu. lantas bumi akan anjlok ke perihelion dan ephelion lain. kerusakan moral dan kerusakan lain yang terjadi di darat maupun di laut. sehingga hal yang tidak kita temui dalam kandang ayam sekalipun justru saat ini kita temui pada kehidupan manusia. yang bisa menyulap bumi akan menjadi gersang ataupun beku sehingga menjadi pemukiman yang tidak membetahkan insan. niscaya alam semesta dan dunia ini tidak berarti apa-apa. Mereka semua tunduk dan bertasbih kepada Allah sebagaimana firmanNya: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi. kita dapati pria kawin dengan pria. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia. Raja Yang Maha Suci. itu adalah nikmat Iman dan Islam. yang jika kita bandingkan dengan nikmat alam semesta ini.Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. manusia yang diberi kelebihan nikmat yang paling utama berupa akal. wanita kawin dengan wanita. Ketika Allah telah membuat hidup mereka berpasang-pasangan. ternyata tidaklah cukup dengan aturanaturan alam ini saja. sempurna dan satu-satunya yang akan menjamin tercapainya kebahagiaan hidup manusia. bahkan dalam sebuah kandang sekalipun tidak ada hewan jantan kawin dengan hewan jantan atau sebaliknya. Al-Maidah:3) Jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Akan tetapi wahai kaum muslimin yang mulia. Sungguh segala puji bagi Allah yang membuat sunnatullah ini bersifat tetap.

Dzat yang Maha Mengetahui. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman.Islam dengan aqidah dan syari’ahnya.maka bumi ibarat super debu yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dan manusia adalah super-super debu yang tertata dari sari tanah. Kaum muslimin rahimakumullah.” (QS. sungguh kehinaan hidup di dunia dan azab Allah di akhirat yang akan kita terima. Thaaha: 124). sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7: “Jika kalian bersyukur (terhadap nikmatKu) niscaya Aku tambah nikmatKu kepadamu dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) niscaya azabKu sangat pedih. hanya dengannyalah dapat tercapai keserasian dan kebahagiaan hidup manusia. maka sungguh baginya penghidupan yang sempit.merupakan aturan sekaligus jalan hidup yang dibuat Allah. Sungguh betapa besar jagat raya ini. Maha Adil dan Bijaksana yang tidak saja mengatur manusia dengan diriNya (dalam hal aqidah dan ibadah) tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lainnya dalam hal mu’amalah dan ‘uqubat (hukuman). dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Oleh sebab itu Islam merupakan karunia dan nikmat Allah.” (QS. yang terjelma dari nutfah yang terpancar. Ma’asyirol muslimin rahimakumullah Sungguh agung dan besar nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita berupa Islam dan sesungguhnya kita wajib mensyukurinya yaitu dengan menggunakan syariat Islam untuk mengatur aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Al-Baqarah: 208) Dan jika kita menginginkan nikmatNya dengan melecehkan aturan-aturanNya baik sebagian apalagi keseluruhan. pencipta manusia.masuklah kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian maengikuti jejak langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu yang nyata. Dengan nikmat Allah yang berupa akal dan indra. karena siapa yang lebih tahu hakikat manusia selain Pencipta manusia?. dan batapa .600 x bumi (satu juta tiga ratus tiga ribu enam ratus kali besar kali bumi) hanyalah ibarat setitik debu dalam galaksi (gugus bintang) Bima Sakti.” Dan dalam ayat lain Allah menegaskan: “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu. betapa matahari yang besarnya 1. Tidak ada aturan lain yang bisa memanusiakan manusia semanusiawi mungkin selain aturan dari Pencipta manusia.303. marilah kita bersama-sama merenungkan kemudian kita bersyukur.

bahkan Allah telah menjamin suatu bangsa yang penduduknya beriman dan bertaqwa yakni menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. أ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ . Al-A’raf: 96). Padahal jagat raya yang besar dan luas saja tunduk pada aturanNya. mengapa kadangkadang menusia berpaling?. dengan firmanNya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertaqwa.‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫وممن ي ُض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. merasa sombong dan ujub. وقل رب اغفر وارحم وأ َن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ُ َ ُ ِ ّ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ ُ . sehingga nikmat yang berupa akal ini justeru digunakan untuk mengkufuri nikmat yang lebih besar yaitu Islam. berpaling dari syari’atNya. dan meskipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk.” (QS. betapa tinggi dan luasnya ilmu Allah dan betapa kecil dan kerdil manusia. dengan akalnya kadangkadang manusia merasa lebih tahu dari Allah. AlKahfi:57) Sungguh sangat rugi orang-orang yang berpaling dari syari’atNya. mengatur keluarganya dan orang sekelilingnya seraya berpaling dari ayat-ayat Allah. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.Maha Besar Pencipta jagat ini dan sungguh betapa kecilnya manusia bila dibandingkan dengan jagat raya ini. betapa sempurnanya Allah telah menurunkan ayat-ayat yang tersirat dalam alam semesta maupun yang tersurat dalam kitabNya. bukankah Allah telah berfirman: “Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhanmu. berpaling dari Islam. Sungguh kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka. keseluruhan ataupun sebagian dan sungguh beruntung dan berbahagialah orang–orang yang senantiasa menjalani kehidupannya seraya menyesuaikan dengan perintah dan laranganNya.” (QS. niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. Sehingga merasa mampu untuk membuat aturan untuk mengatur dirinya sendiri. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم ب ِاليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل من ّي ومن ْك ُمم‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ْ ِ ‫ت ِل َوت َه إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan dua tangannya.

س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب َماعه، وأ َرن َما ال ْباطِمل‬ ‫م َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫: ‪Sumber‬‬ ‫‪www. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإ ِن الل مه أ َمرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصمل ّون عل َمى الن ّب ِمي، ي َما أ َيهما َ ال ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مذي ْن‬ ‫َ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫ّ م ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.com‬‬ ‫12‬ .or.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم.alsofwah. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.wordpress. قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫قري ْب.‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti. رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

الل ّه مم ص مل عل َ مى عب ْ مدك‬ ‫َ َم ِ َ ُ ّ َ ّ َ م‬ َ َ ُ ْ ُ َ َ ِ ‫ّم‬ ُ ّ ‫ورسول ِك محممد وعل َمى آل ِمه وأ َصمحاب ِه خي ْمر صمحب وآل وسمل‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ ِ َ ْ ٍ َ ٍ َ َ م‬ ‫َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ْ ‫ت َسل ِي ْما كثيرا.‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت‬n ‫وأنت ُم مسل ِمون. sebaiknya kita memahami: Apa itu dakwah? Dakwah secara bahasa adalah berarti seruan. Dalam kesempatan ini. Semua umat Islam sepakat bahwa dakwah adalah amalan yang disyariatkan dan masuk kategori fardhu kifayah. وقال رسول الله‬ ِ َ َ ُ َ َ ِ Jamaah Jum’at yang berbahagia.” (Ali Imran:104). mari kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan. saya selaku khatib ingin membahas sebuah tema yang sangat penting sekali dan dibutuhkan oleh umat Islam yaitu: Kewajiban kita berpartisipasi dalam dakwah Islamiah. Tidak boleh kategori diabaikan. yang penuh kegelapan menuju Islam yang terang benderang. dan ajakan (kamus Ash Shihah 6/2336. Ubaidillah Al-Ghifary َ َ ِ ْ ُ ْ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْمحمود على ك ُل ح مال، ا َل ْموص موف ب ِص مفات ال ْجل َل‬ ِ َ ِ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ِ ٍ ‫ّ َم‬ َ ‫وال ْك َمال، ال ْمعروف بمزيد ا ْلن ْعمام وا ْلفض مال. dan dikurangi bobot kewajibannya. diacuhkan. Shalawat dan salam kita berikan kepada nabi besar Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam yang telah menuntun umat manusia dari jahiliyah. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. di antaranya adalah menurut syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. seperti firman Allah: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan. kamus Mu’jamul Wasit 1/286). Adapun menurut istilah pengertiannya banyak sekali. Pada jum’at yang berbahagia ini. Hal itu disebabkan terdapat banyak perintah dalam Al-Qur’an dan As Sunah untuk berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar. . memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan yang dibawa oleh para rasulNya dengan cara membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan (Majmu’ Fatawa oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 15/157). أ‬ ‫ِ َ م ِ َ ِ ْ َ م ِ حم مدُهُ سمب ْحا َن َه‬ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫وهو ال ْمحمودُ على ك ُل حمال. dengan sebenar-benar takwa. وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل‬ َ َ ‫مه إ ِل ّ اللمه وحمدَه‬ ّ ْ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ّ َم‬ ُ َ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ل َشممريك لممه ذو ال ْعظَمممة وال ْجل َل وأ َشممهد أ‬ ُ ُ َ َ ْ ِ َ ‫ِ َ ْ َ ُ ن محمممدا عبممدُه‬ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ ‫ورس مول ُه وخل ِي ْل ُ مه الص مادقُ ال ْمق مال. yaitu menunaikan ibadah shalat Jum’at. dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti.Kewajiban Kita Berpartisipasi Dalam Dakwah Ilallah Oleh:Muh. Sebelum membicarakan pokok permasalahannya. Mari kita sama-sama meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ ‫َ َم‬ ُ َ ‫ُ َم‬ ‫فيا أ َي ّها الناس، ا ِت ّقوا الله ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، حي ْمث قمال اللمه‬ ّ َ ِ ‫َ ّ َم‬ َ َ َ ُ ُ َ َ ّ ‫ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقممات ِه ول َ ت َممموت ُن إ ِل‬ َ ّ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ . untuk memenuhi panggilanNya.

hendaklah mengubah dengan lisannya. Dakwah merupakan pekerjaan terbaik. “Dan setelah itu tidak ada iman sedikitpun. Kewajiban ini wajib atas setiap muslim. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : َ ِ ْ ْ ِ ‫ل َن ي َهدي َك الله ب ِك رجل ً واحدا خي ْر ل َمك ممن أ َن ي َك ُمون ل َمك ممن‬ َ ْ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ُ ٌ َ ً ِ َ . Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat khairu ummah. telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Kalau menjadi penjelas maknanya jadilah kamu wahai kaum mukminin sebagai umat yang menyeru kepada kebaikan. Jamaah Jum’at yang berbahagia. kalau tidak mampu. Sebab mulianya umat dengan dakwah. Ingatlah. dan 3. Atau sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. sebagaimana hadits shohih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. )رواه مسلم‬ ِ ُ ُ ِ َ “Sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau (dakwah engkau) maka itu lebih baik bagimu daripada engkau .” (Lihat Tafsil AlQur’an Al-‘Azhim.” (Ali Imran: 110). dan kerugiannya akibat meninggalkan dakwah. Huruf (‫ )من‬disitu berarti penjelas. oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. “Barangsiapa yang melihat kemungkaran. seandainya umat ini tak mau berdakwah. Oleh sebab itu wajiblah bagi kita untuk semangat berpartisipasi dalam berdakwah menyebarkan Islam ke mana saja dan di mana saja kita berada.(‫حمر الن ّعم. hal itu sesuai dengan firman Allah: “Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah. Mau beriman kepada Allah. Menyuruh kepada yang ma’ruf 2. dan itulah selemah-lemah iman. kalau tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya. maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jadi dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah akan memberikan predikat yang terbaik kepada umat manusia bila memenuhi tiga syarat yaitu: 1.Ayat ini bersifat umum dan merupakan kewajiban atas setiap individu untuk melaksanakannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. maka Allah akan memberikan padanya balasan yang setimpal. mengerjakan amal shalih dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. maka akan mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan. maksud dari ayat ini adalah jadilah kamu sekelompok orang dari umat yang melaksanakan kewajiban dakwah. Artinya setiap muslim dituntut untuk berdakwah sesuai kemampuannya dan peluang yang dimilikinya. mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. 1/390). Adapun orang yang berdakwah karena hanya ingin mengharapkan ridha Allah dalam dakwahnya. wahai kaum muslimin bahwa dakwah Ilallah merupakan kewajiban yang disyari’atkan dan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul kaum muslimin seluruhnya. Mencegah dari yang mungkar.” (Fushshilat: 33). Allah berfirman: ”Kamu semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf. Jamaah Jum’at yang berbahagia.” Dan pada riwayat lain. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar (lihat Jami’ul Bayan oleh At-Thabary 4/26).

memiliki onta merah.” (Hadits shahih riwayat Muslim dalam kitab fadha’il, no. 2406). Jadi, karena dakwah merupakan perbuatan terbaik dan pelakunya akan dibalas dengan balasan yang besar. Maka dengan segera Rasulullah tetap tegar dalam dakwah, walau diganggu, dipersulit dan meskipun akan dibunuh tidaklah hal itu menghalangi beliau dalam berdakwah demi tegaknya dien Islam. Para da’i hendaknya menyadari bahwa ancaman, intimidasi, dan teror serta ancaman bunuh dari musuh adalah sunnatullah yang sudah dialami para nabi sebelum Nabi Muhammad dan hal itu akan berlanjut sampai hari Kiamat. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Marilah kita sejenak merenung dan meresapi untaian di bawah ini. Apa yang dialami Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan para sahabat dalam berdakwah? Mereka disiksa, diteror ada yang dibunuh, bahkan ada pula yang diembargo ekonomi dalam jangka waktu yang lama. Mereka sempat makan rumput-rumputan dan daun-daunan hingga mulut dan lidah mereka pecah-pecah. Apa yang dialami Imam empat yang terkenal itu? Imam Abu Hanifah, beliau dijebloskan dalam penjara gara-gara berdakwah dan mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil. Imam Malik, karena menegakkan kebenaran beliau rela dipukuli sampai kedua tulang belikat beliau hampir lepas karena kerasnya pukulan. Imam Syafi’i, gara-gara membela kebenaran beliau dimasukkan bui dan mau dibunuh oleh raja pada saat itu. Imam Ahmad bin Hanbal, yang pada zamannya ada fitnah dari kaum mu’tazilah bahwa AlQur’an adalah makhluk Allah. Akhirnya, beliau menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah bukan makhluk. Dari pernyataannya yang tegas itu, beliau dimasukkan bui dan dicambuk beberapa kali, hingga sebagian algojo yang menyiksa beliau membuat kesaksian dengan mengatakan, bahwa Imam Ahmad dicambuk sebanyak delapan puluh kali, jikalau gajah dicambuk seperti itu maka akan mati terkapar. Maka beliau terkenal dengan sebutan Imam AsSunnah, karena membela sunnah Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam dan Al-Haq. Lalu apa yang diderita Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya yang terkenal yaitu Syaikhul Islam Ats-Tsani Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah? Ibnu Taimiyah, karena berdakwah dan membela kebenaran, beliau rela masuk penjara, tak sempat menikah hingga beliau mati dalam penjara. Kata-kata beliau yang cukup terkenal yang patut kita ambil pelajaran: “Apakah yang akan diperbuat musuh-musuh kepadaku? Jika aku dipenjara, penjaraku adalah khalwat (untuk beribadah pada Rabb). Jika diasingkan, pengasinganku adalan tamasya. Jika aku dibunuh, kematianku adalah syahadah. Itulah kata-kata beliau dalam tekadnya membela kebenaran. Siapakah yang mampu menundukkan orang-orang yang segala alternatif perjuangannya adalah serba baik, sebagaimana beliau? Tidak ada, kecuali Maha Perkasa yang dengannya justru menaklukkan manusia ke dalam lindungan syari’at Islam nan agung dan penuh rahmat (Lihat buku Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah oleh Abul Hasan An-Nadawi).

Ibnul Qayyim, dalam membela kebenaran ia rela diikat badannya lalu diarak keliling kampung dan diludahi masyarakat, namun beliau tetap tegar dalam berdakwah sampai akhir hayatnya (Dari kitab Zadul Ma’ad). Adapun ulama-ulama yang baru-baru ini meninggalkan kita, yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (2000 M) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani. Mereka adalah ulama-ulama yang gemar berdakwah dan menyebarkan Islam hingga akhir hayatnya. Begitu juga Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsai-min yang telah wafat pula (1421 H / 2001 M). Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Seorang da’i haruslah pandai dalam menyampaikan dakwah. Sebab darinyalah satu sebab dari beberapa sebab umat dapat paham Islam yang benar. Oleh karena itu dakwahnya harus sesuai Al-Qur’an dan As Sunah serta sesuai dengan manhaj nubuwwah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Sebagaimana hal itu sesuai dengan firman Allah: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125). Seorang da’i haruslah selalu introspeksi diri, apakah dakwahnya karena Allah atau karena yang lain: Dalam firman Allah di atas tadi, kata bil hikmah, Imam Syafi’i memberi komentar: “Setiap hikmah dalam Al-Qur’an berarti As-Sunnah”. Dan berkaitan dengan kata As-Sunah artinya adalah dakwah itu harus mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, bukan berdakwah mengajak orang pada golongan, partai tertentu yang marak hari ini, demokrasi, sekularisme dan lain-lain yang antagonis dengan Islam, silakan lihat komentar Imam Syafi’i dalam kitab Al-Madkhal fil Aqidah, hal 24. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Dakwah itu mempunyai urgensi yang banyak sekali, namun intinya kurang lebih adalah tersebarnya kebenaran pada umat manusia (khususnya kaum muslimin), lalu mereka bisa merubah pola pikir hidupnya dari jelek menjadi baik, dari beribadah kepada makhluk berubah menjadi beribadah kepada Khaliq. Lalu mereka membela Islam, mendakwahkan Islam semampunya hingga dengan usaha mereka setelah rahmat Allah manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Maka alangkah bahayanya kalau dakwah itu sampai tidak berjalan, mogok total tanpa ada yang menjalankan, maka ketika itu adzab Allah akan turun ke bumi menimpa manusia semuanya. Apakah di dalamnya itu orang beriman atau bukan beriman. Firman Allah: “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim di antara kamu, dan ketahuilah Allah amat keras siksanya”. (Al-Anfal: 25). Jamaah Jum’at yang berbahagia. Demikian ringkasan dari kutbah Jum’at yang saya sampaikan, yang intinya sebagai bahan ringkasan dari khutbah tersebut adalah marilah kita tingkatkan partisipasi kita dalam berdakwah sesuai dengan kemampuan kita, profesi kita, hingga Allah memanggil kita, karena keutamaan umat ada dalam dakwah dan kerugian umat akibat meninggalkan dakwah. Sekali lagi mari kita tingkatkan semangat kita berdakwah sesuai dengan manhaj salafush shalih. Semoga Allah menolong kita dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Amin ya Robbal’alamin.

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب.‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م ٍ‬ ‫ِ‬ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن همدانا اللمه.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ ش مريك ل َمه. وأ َش مهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ‬ ‫عبده ورسول ُ ِه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وم من‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫ت َبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ ٍ َِ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫َ َم َ‬ ‫ُ‬ ‫فيا أ َي ّها ال ْمؤمن ُون، ا ِت ّقوا اللمه ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، واعل َمموا أ َن‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َم ِ َ ْ ُ ْ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫الله ومل َئ َك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، صل ّوا عل َي ْه وس مل ّموا ت َسمل ِي ْما.‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ّ‬ ‫الل ّهم صمل وسمل ّم عل َمى محممد وعل َمى آل ِمه وصمحب ِه والت ّماب ِعي ْن‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ م‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ م ِ َ‬ ‫أ َجمعي ْن ب ِرحمت ِك ي َما أ َرحمم الراحمي ْمن. الل ّهمم اغفمر ل ِل ْممؤمن ِي ْن‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ َ َ م‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ّ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحي َ ماء من ْه مم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ م موات.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫الل ّهمم أ َرن َما ال ْحمق حقما وارزقن َما ات ّبماعه، وأ َرن َما ال ْباطمل بما َطِل ً‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ُ ّ ِ م‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنمما مممن‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب. رب ّنا آت ِنا في ال مدّن ْيا حس من َة وف مي‬ ‫ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآء ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬

‫22‬
‫‪Istighfar Dan Taubat Adalah Kunci Rizki Dan keberkahan dari Allah‬‬ ‫‪Ta'ala‬‬ ‫‪oleh: Anton Zamroni‬‬ ‫‪Khutbah pertama‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬

َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ .‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ َ ُ ‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُ َ مات ِه ول َ ت َم موت ُن إ ِل ّ وأن ُ مم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ ‫َ تم‬ َ ِ ‫َ َ ّ قم‬ َ ‫مسل ِمون. يا أ‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُمم ال ّمذي خل َقك ُمم م من ن َف مس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك‬ ُ َ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله ك َمان عل َي ْك ُمم رقي ْب ًما. ي َما‬ ‫م‬ ‫ْ َ ِ م‬ َ َ ‫َ م‬ ّ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُموا ق مول ً س مدي ْدا. ي ُص مل ِح ل َك ُمم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ً ِ َ َ ْ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورس مول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فق مدْ ف ماز‬ َ ‫َم‬ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ .‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ .‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهممم ب ِإ ِحسممان‬ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ .‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ... Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan jama’ah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Jamaah Jum’at yang berbahagia ... Di antara hal yang menyibukkan hati kaum muslimin adalah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sebagian besar kaum muslimin memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizki mereka. Kemudian tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syari’at Islam tetapi mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan hukum halal dan haram. Mereka itu lupa atau berpura-pura lupa bahwa Allah men-syari’atkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi ummat manusia dalam perkaraperkara kebahagiaan di akhirat saja. Padahal Allah mensyari’atkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia. Sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiallaahu anhu , ia berkata:

‫: رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخممرة‬n ‫كان أ َك ْث َر دُعاء الن ّب ِي‬ ِ َ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ّ .‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ

Tetapi yang dimaksud dengan istighfar di sini adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib AlAsfahani adalah “Meminta (ampun) dengan disertai ucapan dan perbuatan dan bukan sekedar lisan semata. Ia harus menyesali perbuatan (maksiat) nya. Begitu pula Imam An-Nawawi menjelaskan: “Para ulama berkata. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami ingin menjelaskan tentang berbagai sebab di atas dan meluruskan pemahaman yang salah dalam usaha mencari rizki . sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. menyesali dosa yang telah dilakukan.” (Nuh: 10-12) Yang dimaksud istighfar dan taubat di sini bukan hanya sekedar diucap di lisan saja.” Sedangkan makna taubat sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam ArRaghib Al-Asfahani adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga: 1. sebab-sebab mendapat rizki telah diatur dan dijelaskan. 2. Tapi sebaliknya.. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai... Hadist 6389. Hendaknya ia harus menjauhi maksiat tersebut. dan jagalah kami dari siksa api Neraka”. Jika keempat hal itu telah dipenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna. Sekiranya ummat ini mau memahami dan menyadarinya. 3. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang lebih baik (sebagai ganti). Ma'asyirol Muslimin a’azza kumullah . niscaya Allah akan memudahkan mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari setiap arah. Sebagaimana firman Allah tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya: “Maka aku katakan kepada mereka. serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Kitabud Da’awat. no. Di antara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah. ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. “Wahai Tuhan Kami’ karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Bab Qaulun Nabi Rabbana Aatina fid Dunya Hasanah. Jika salah satu syarat hilang. (Shahihul Al-Bukhari. . tidak membekas di dalam hati sama sekali.. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. II/191). Allah dan RasulNya tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan dan keraguan dalam usaha mencari penghidupan. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .“Sesungguhnya do’a yang sering diucapkan Nabi adalah. Ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. bahkan tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. ‘Mohon ampunlah kepada Tuhanmu’. maka taubatnya tidak sah.

. kemudian memerintah-kan bertaubat untuk waktu yang mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini. maka beliau berkata kepadanya. maka ia harus meminta maaf. Dan pada surat Hud di ayat yang lain Allah juga berfirman: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya (jika kamu mengerjakan yang demikian (niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan.’Beristighfarlah kepada Allah!. Ia akan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi.. “Dan (Hud berkata). dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang . jika berupa had (hukuman) maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalas atau meminta maaf kepadanya dan jika berupa qhibah (menggunjing). Jika berupa harta benda maka ia harus mengembalikan. memperbanyak harta dan anak-anak untuk kalian. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.” (Hud: 52) Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan: “Kemudian Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar sehingga dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungaisungai di antara kebun-kebun untuk kalian. Imam Al-Qurtubi menyebutkan dari Ibnu Shabih. meminta ampun kepadaNya. yaitu ketiga syarat di atas ditambah satu. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .. melimpahkan air susu. Kemudian di ayat yang lain Allah yang menceritakan tentang seruan Hud kepada kaumnya agar beristighfar. Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain lagi berkata kepadanya.. niscaya Dia kan menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan membawa kekuatan kepada kekuatanmu dan juga janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (surat Nuh: 10-12) berkata: “Maknanya. yaitu hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang lain. jika kalian bertaubat kepada Allah. agar ia memberiku anak!!’ maka beliau mengatakan kepadanya. bahwasannya ia berkata: “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya. ’Do’akanlah (aku) kepada Allah. melancarkan urusannya dan menjaga keadaanya.’Hai kaumku.Jika taubatnya berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. ‘Beristighfar kepada Allah! Dan yang lainnya lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula). niscaya Allah akan memudahkan rizkinya. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan. niscaya Ia akan memperbanyak rizki kalian.

Abu Daud. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Jika kamu berpaling. 4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh (Hamisy AlMusnad.yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ . Dan hendaklah kita selalu waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ا ْل ِست ِغفار جعل الله من ك ُل هم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ْ َ َ ٍ ِ ّ َ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل‬ َ َ َ َ ً َ ْ َ . َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ . 4/55) Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .. An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata. Imam Al-Qurthubi mengatakan:”Inilah buah istighfar dan taubat..” (Hud: 3). Dalam hadist yang mulia ini. niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka. bahwa Allah Yang Maha Esa. Karena itu. Nabi menggambarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar.” Ma'asyirol Muslimin A’azza kumullah . Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta.‫ي َحت َسب‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ِ ْ “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah).. baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Yang memiliki kekuatan akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak pernah diharapkan serta tidak pernah terbersit dalam hati. Salah satunya yaitu. kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar. maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari kiamat.” (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Allah tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ .

dan mudahkanlah rizki -rizki kami. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya. marilah pada kesempatan ini kita berdo’a kepada Allah. الل ّه مم اغف مر ل ِل ْمس مل ِمي ْن‬ ِ َ َ ْ ُ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ . Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. Allah akan memperbanyak harta dan anak-anak.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. الل ّهم صل على محممد وعل َمى آل محممد‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ .. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. Allah akan membukakan pintu-pintu rizki dan keberkahan baik dari langit maupun dari bumi. Bahwasannya dengan istighfar dan taubat. Karena itu. Ya Allah.. Allah akan menurunkan hujan yang lebat. Kembali pada khutbah yang kedua ini.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ٌ ‫َ ِ يم‬ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ ‫َم م‬ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْمدٌ مجي ْمد. أ‬ َ ْ ِ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . di dunia maupun di akherat. الل ّهم أ َعت ِق‬ َ ِ َ ْ ْ ّ ُ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ . Allah akan menjadikan untuknya kebun yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan-keadaan kami. 2.‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ Ya Allah. memohon ampunan atas segala dosa dan menjadikan kita termasuk orangorang yang pandai ber istighfar agar Allah senantiasa membukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi. Bahwasannya telah disyari’atkan oleh Allah kepada kita untuk senantiasa ber-istighfar dan taubat dengan lisan yang disertai perbuatan. jadikanlah kami termasuk hamba-hamba Mu yang pandai beristighfar. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. Jadi dengan istighfar dan taubat. Karena istighfar dan taubat dengan lisan semata tanpa disertai dengan perbuatan adalah pekerjaan para pendusta. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Allah akan mengampuni dosa-dosa hambaNya. jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu bertaubat dan beristighfar. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّمه م ما عل ِمن َما من ْمه وم ما ل َمم ن َعل َمم‬ ‫ِ َم َ ْ م ِ ُ َ َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ ِ َ ‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a.

‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ ّ َ ّ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫اللهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوْم ِ‬ ‫الد ّي ْن.‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ُ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫أ َما ب َعْد؛ فَإ ِن أ َصد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ‫َ ِ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫ّ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ع َل َي ْهِ وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ َ ّ َ مورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك ُل‬ ‫َ ٌ‬ ‫ٌ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ َ‬ ‫ضل َل َةٍ في النار. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َع ْمال َك ُم‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ً‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل َه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما.‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سمعارهم وآمن ْهمم فمي‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم.‬ ‫ْ َ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وَقُوْل ُوا قَوْل ً سد ِي ْدا.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫واسأ َل ُوه من فضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫َ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حقّ ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن.‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ُ ُ ْ َ‬ ‫وَب َث من ْهُما رِجال ً ك َث ِي ْرا وَن ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِيْ ت َسآءل ُوْن ب ِهِ وَا ْل َرحام إ ِن‬ ‫َ ً َ ُ‬ ‫ْ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫الله كان ع َل َي ْك ُم رقِي ْبا.‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ ْ ُ ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫32‬ ‫‪Ilmu.‬ ‫ِ‬ ‫…‪Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah‬‬ .‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفمي الخمرة حسمن َة وقن َما‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ م‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار. Simbol Kejayaan Umat‬‬ ‫‪Afifi Widodo‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫ومن سيئات أ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ّ َ ِ ع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه.‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ ْ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُهُ‬ ‫َ‬ ‫وَرسوْل ُه.‫رقاب َنا من النار وأ َوسع ل َنا من الرزق في ال ْحل َل، واصرف عن ّما‬ ‫ِ َ ْ ِ ْ َ م‬ ‫ّ ْ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ َ‬ ‫ِ م َ ّ م َ ْ ُ م َ‬ ‫فسقة ال ْجن وا ْل ِن ْس ي َما حمي ي َما قي ّموم ي َما ذا ال ْجل َل وا ْل ِك ْمرام.

Jamaah Jum’at yang mulia. bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Akankah kita membekali diri kita bagaikan si buta di tengah rimba belantara tak tahu apa yang akan menimpanya.” (HR. Dari mimbar ini pula saya serukan kepada diri saya pribadi. biar lebih mendekati makna yang hakiki. sebagian da’i yang mempertengkarkan tentang cap intelektual muslim pun justru menuding kolot terhadap orang yang tekun mempelajari agamanya karena terfitnah oleh kilauan dunia. padahal kebodohan adalah lambang kejumudan. Selanjutnya… jamaah Jum’at yang berbahagia. sikap ambisi meraup dan mengimport ilmu ini berlaku hanya pada masalah duniawi.‫حساب وَغ َدا حساب وَل َ ع َمل‬ ٌ َ ِ ً ٌ َ ِ “Dunia akan pergi berlalu. Jamaah Jum’at yang berbahagia! Ilmu. hingga kini kita tetap bertahan menjaga keimanan kita sebagai tingkat nikmat yang paling tinggi. Sanjungan shalawat kita sampaikan kepada Baginda Rasul. Akankah kita bergelimang dalam kebodohan. Akan tetapi sayang seribu kali sayang. Bukankah kita pernah mendengar wasiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu : ،‫ا ِرت َحل َت الد ّن ْيا مد ْب ِرة ً وارت َحل َت الخرة ُ مقب ِل َة وَل ِك ُل واحد َةٍ من ْهُما ب َن ُوْن‬ ِ َ ّ ً ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ِ َ ْ ٌ َ ِ َ ‫فَك ُوْن ُوا من أ َب ْناء الخرةِ وَل َ ت َك ُوْن ُوا من أ َب ْن َاء الد ّن ْيا، فَإ ِن ال ْي َوْم ع َمل وَل‬ ٌ َ ِ ّ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ٌ َ . Sesungguhnya pada hari ini hanya ada amal tanpa hisab (perhitungan). umumnya kepada para jamaah sekalian untuk selalu menjaga. Lalu apa yang menghalangi kita untuk segera meraup ilmu dien (agama). dan besok hanya ada hisab (perhitungan) tanpa amal. Syahadatpun harus selalu kita benahi. bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya. Yang lebih memprihatinkan lagi. tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti. dan akhirat akan datang menjelang. sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar suksesnya masa depan kita? . ujung tombak pembawa pelita kehidupan. karena dari limpahan rahmat dan karuniaNya. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. dan keduanya mempunyai anak-anak. hanya dengan taqwalah kita selamat di hari pengadilanNya. Padahal bahaya itu sebuah kepastian yang telah tersedia. telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu. Hingga hampir menjadi kesepakatan setiap jawara bangsa.Rasanya tak habis-habisnya kita mesti bersyukur kepada Allah. mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan nilai-nilai taqwa. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Jadilah bangku-bangku sekolah didoktrin dengan kurikulum negara maju. Bahkan pikiran sebagian besar kaum muslimin pun tak jauh berbeda dengan kaum sekulernya. AlBukhari secara mu’allaq). Lalu.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah! Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengumpulkan keutamaan ilmu ini dalam 13 point: 1.‫أ َوْ وَل َد ٌ صال ِح ي َد ْع ُوْ ل َه‬ ٌ َ ُ “Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah. memang hartanya telah sirna. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. Setiap kita pasti kenal Abu Hurairah Radhiallaahu anhu. Tirmidzi). dalam rangka menghancurkan Islam dan kaum muslimin. tapi ilmunya tak pernah sirna. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan. Inilah buah seperti yang tersebut dalam hadits Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam : ‫إ ِذا مات ا ْل ِن ْسان ا ِن ْقط َعَ ع َمل ُه إ ِل ّ من ث َل َث؛ صد َقَة جارِي َة أ َوْ عل ْم ي ُن ْت َفعُ ب ِه‬ َ َ ُ َ ٌ ِ ٍ َ ٌ ٌ ِ ُ َ َ َ َ َ ْ ِ . kita semua masih tetap membacanya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ َ ،‫فَضل ال ْعال ِم ِ ع َلى ال ْعاب ِد ِ ك َفضل ال ْقمرِ ع َلى الن ّجوْم. bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman. 2. lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk. sehingga beliau menjadi sasaran bidik kejahatan kaum Syi’ah dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilancarkannya terhadap diri beliau. Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk golongan fuqara’ (kaum papa). ا َل ْعُل َماء وَرث َة ا ْل َن ْب ِياء‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ْ َ َ ِ ْ َ ِ ُ ّ َ ً ُ ّ ‫وَا ْل َن ْب ِياء ل َم ي ُوَرث ُوا د ِي ْن َارا وَل َ د ِرهَما وَإ ِن ّما وَرثوا ال ْعِل ْم فَمن أ َخذ َه ُ أ َخذ َ ب ِحظ‬ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ْ ُ َ ْ ّ .” (HR. mereka hanyalah mewariskan ilmu. )الترمذي‬ ٍ َ “Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya. semakin susah pula untuk mencari tempat . tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya. tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna. warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi. gudangnya periwayatan hadits. Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati.(‫وافِر. maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak.” 3. Ilmu. atau ilmu yang dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya. Bahwa ilmu dien adalah warisan para nabi Shallallaahu alaihi wa Salam.

Ulil Amri. Umat ini akan senantiasa tegak di atas perkara Allah. Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. sebagaimana firmanNya: “Hai orang-orang yang beriman. 4. 6.” (HR. 5.menyimpannya. Para ulama. mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat. Para ulama (Ahli ilmu syari’at). Al-Bukhari). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ ‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن وَإ ِن ّما أ َنا قاسم والله هُوَ ال ْمعْط ِي وَل‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ُ ْ ْ َ ِ ْ‫تزال هذه ا ْل ُمة قائمة على أ َمر الله ل َ يضرهم من خال َفهم حتى يأت‬ َ ‫ِي أ‬ ََ ً َ ِ َ ُ ّ ‫َ ُ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ْ َ ّ َ َ مر‬ ِ ِ ِ َ ُ ََ ُ ْ ِ ْ .‫الله‬ ِ “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan. orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang putusan Allah. bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah. Yang menegakkan keadilan. . Ilmu. Umara’ berfungsi mengoperasionalkan jalannya syariat Allah dan mengharuskan manusia untuk menegakkannya. Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Ta’ala: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya orang mentaatinya.” (Ali Imran: 18). belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya.” (An-Nisa: 59). Imam Ahmad mengatakan tentang kelompok ini: “Jika mereka bukan Ahlu Hadits maka aku tidak tahu siapa mereka itu”. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Ulama berfungsi menjelaskan dengan gamblang syariat Allah dan mengajak manusia ke jalan Allah. Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan RasulNya. Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla adalah yang Maha Memberi. menurut ulama adalah Umara’ dan Hukama’ (Ahli Hikmah/Ahli Ilmu/Ulama). maka Allah akan fahamkan dia dalam (masalah) dien. tidak akan memadharatkan kepada mereka. taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu.

(HR. maka dia mempelajari dan mengajarkan. Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba. 11. Sabdanya: َ ً َ َ ْ َ َ َ ً ِ . maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga. beliau bersabda. di antaranya lagi ada sebagian tanah keras yang (mampu) menahan air yang dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia untuk minuman. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah. Orang ‘alim (berilmu) adalah cahaya bagi manusia lainnya.” (Al-Bukhari). Dan sebagian menimpa tanah tandus kering yang gersang. yang artinya: Perumpamaan dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah. Dengan dirinyalah manusia dapat tertunjuki jalan hidupnya. Allah akan pahamkan dia (masalah) dien. Ilmu adalah jalan menuju Surga. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang bermanfaat terhadap alam sekitar. sebagian di antaranya ada yang baik (subur) yang mampu menampung air dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Maka demikianlah permisalan orang yang memahami (pandai) dalam dien Allah dan memanfaatkan apa yang dengannya aku diutus Allah. 8. dia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus. Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu. tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu. sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik. Al-Bukhari dan Muslim). Sedangkan permisalan bagi orang yang tidak (tidak memperhatikan ilmu) itu (sangat berpaling dan bodoh). 9.7.” (HR. Sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Salam : . tidak bisa menahan air yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. mengairi tanaman dan bercocok tanam. Jamaah sekalian tentunya ingat kisah seorang pembunuh yang menghabisi 100 nyawa.‫من سل َك ط َرِي ْقا ي َل ْت َمس فِي ْهِ عل ْما سهّل الله ل َه ب ِهِ ط َرِي ْقا إ ِلى ال ْجن ّة‬ ً ِ َ ُ ُ ُ ِ Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu. Muslim).‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ْ َ ِ “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan. 10. Dia bunuh seorang ahli ibadah sebagai korban yang ke-100 karena jawaban bodoh dari si ahli ibadah yang menjawab bahwa sudah tak ada lagi pintu taubat bagi .

Di dunia Allah angkat derajatnya di tengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. 3. 2. 12. Bahwa problem yang terbesar di kalangan umat ini adalah al-jahl biddien. Akhirnya dia datang kepada seorang ‘alim. Dan di akhirat akan Allah angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan didakwahkannya. bila tidak justru akan membawa kepada kehancuran dan laknat Allah. semoga menjadi pendorong semangat bagi orang yang bercita-cita mulia dunia dan akhiratnya. ّ َ ً َ ُ َ ً ْ ‫والله ن َسأ َل ُه أ َن ي َرزقَنا عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل، وَصلى الله‬ ً ً َ ً ِ َ ُ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ . . sekedar saya simpulkan dari khutbah yang pertama. Ilmu agama yang akan membawa kejayaan adalah ilmu yang diamalkan dari sumber yang benar pula. أ َما ب َعْد؛‬ ُ ّ ً ْ َ َ ُ Jamaah yang berbahagia. Allah akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang alim) di dunia dan akhirat. bodoh tentang agamanya. dan disana ia ditunjukkan jalan taubat. 1. pada khutbah yang ke-2 ini.pembunuh nyawa manusia. maka diapun mendapatkan penerangan bagi jalan hidupnya. Tidak akan terangkat derajat umat ini menuju sebuah kejayaan kecuali harus bangkit dan menggali ilmu agama secara benar.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah! Itulah point-point penting yang bisa kita nukilkan.‫وَمن سي ْئات أ َع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه‬ َ ِ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ُ ّ ِ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ْ ُ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُه‬ َ ّ َ ُ ُ َ ‫وَرسوْل ُه صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ت َسل ِي ْما.‫ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ أ َجمعِي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ً َ َ ْ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ُ ْ ِ ُ ِ ْ ْ ْ . Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Mujadilah: 11 telah berfirman: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

رب ّنا اغ ْفر ل َنا‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ ْ‬ ‫وَل ِخوان ِنا ال ّذ ِي ْن سب َقوْنا ب ِا ْل ِي ْمان وَل َ ت َجعَل فِي قُل ُوْب ِنا غل ّ ل ّل ّذ ِي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ ُ ٌ ّ ِ ٌ َ‬ ‫إ ِن ّك رءوْف رحي ْم.‫‪Karena itulah mari kita gali ilmu agama secara benar dari sumber aslinya yaitu‬‬ ‫‪Al-Qur’an dan Sunnah melalui pemahaman para Salafus-Shalih yakni para‬‬ ‫‪sahabat radhiyallahu ‘anhum serta para pengikut pola hidupnya hingga hari‬‬ ‫.‬ ‫َ َ‬ ‫ّ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ّ ِ َ ِ ِ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫الصل َةُ والسل َم على ن َب ِي ّنا ال ْمصطَفى محمد صلى الله عل َي ْه‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ِ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ‬ ‫وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن سل َك سب ِي ْل َه واهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن. الل ّهُم افْت َح ب َي ْن َنا وَب َي ْن قَوْمنا بال ْحقّ وَا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن.‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل. وَبارِك ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫محمد ٍ ك َما بارك ْت ع َلى إ ِب ْراه ِي ْم وَع َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ لى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهُم اغ ْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات.‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫وَصلى الله ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ي ِوْم ِ الد ّي ْن.‪akhir‬‬ ‫‪Selanjutnya marilah kita berdoa kepada Allah untuk kebaikan kita dan‬‬ ‫.‬ ‫ِ‬ ‫عباد َ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى ع َن‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ . فاذ ْك ُروا الله ال ْعَظ ِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫42‬ ‫‪Kondisi Kaum Muslimin Pada Masa Kini‬‬ ‫‪Oleh: Sardona Siliwangi‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه، ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ ْ ِ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا.‪kebaikan kaum muslimin‬‬ ‫َ َ‬ ‫إ ِن الله وَمل َئ ِك َت َه ي ُصل ّوْن ع َلى الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامن ُوا صل ّوا ع َل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ ن َب ِي ول َ رسول ب َعدَه، قدْ أ َدى ا ْل َمان َة‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫ّ َ‬ ‫وب َل ّغ الرسال َة ون َصح ا ْل ُ‬ ‫مة وجاهدَ في سب ِي ْل ِه حق جهاده. الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل محمد ٍ ك َما صل ّي ْت ع َلى‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫إ ِب ْراه ِي ْم وَع َلى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد. من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا‬ ‫َ ُ َ ً َ َ َ ِ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ ً َ ً‬ ‫حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار.

وقال‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ ْ . tidaklah dapat kamu menghitungnya” (Ibrahim 34). sebagaimana Dia telah menjadikaan orangorang sebelum mereka berkuasa. Dan terlebih-lebih karena Allah masih mengkaruniakan kepada kita dua kenikmatan yang besar yaitu nikmat Iman dan nikmat Islam. Dan barangsiapa yang masih kafir setelah janji itu maka mereka itulah orang-orang yang fasiq” (An-Nur 55).‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت وأ َت ْب ِع السي ّئ َة ال ْحسن َة‬n ‫وقال الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ِ ِ ‫ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن. وقال: يا أ َي ّها‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ َ َ َ :‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan merubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.‫ي َفقهوا قول ِي‬ ْ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا‬ ِ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ِ ِ ْ ُ َ ‫الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. Shalawat serta salam selalu terlimpah kepada nabi besar Muhammad beserta keluarga. shahabat dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau dengan baik sampai akhir zaman.(‫حسن‬ Jamaah Jum’at hamba Allah yang berbahagia Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah. Mereka tetap menyembahKu dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah . Jamaah Jum’at arsyadakumullah Allah berfirman dalam Al-Qur’anul Karim surat An-Nur ayat 55: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengamalkan kebaikan bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. karena dengan kedua nikmat ini merupakan satu bukti bahwa kita merupakan umat pilihan. sebagimana firman Allah: “Dan tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah” (Yunus 100). sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah.ْ ُ ْ ْ َ ْ ِ ْ ْ ‫رب اشرح ل ِي صدْري وي َسر ل ِي أ َمري واحل ُل عقدَةً من ل ِسان ِي‬ ْ َ ْ ّ َ َ ْ ِ ْ ّ َ ْ ِ َ ْ ْ . yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan yang apabila kita ingin menghitungnya niscaya kita tidak akan sanggup untuk menghitung kenikmatan tersebut. )رواه الترمذي، حديث‬ َ َ َ ُ ْ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ . yang dipilih oleh Allah.

dan tabi’ut tabi’in. dan dimanakah kekuatan dan keberanian yang pernah ada? maka jawabnya.Pada kesempatan kali ini tidak ada salahnya kalau kita mengingat kembali pesan yang telah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam sampaikan ± 14 abad yang lalu. Baihaqi. yang akan menimpa kaum muslimin. tentang sebuah kondisi yang akan menimpa umat Islam. Dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kalian (rasa) ketakutan kepada kalian. Jamaah Jum’at yang berbahagia. shahabat. Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Jamaah Jum’at yang berbahagia. Kalau kita lihat sejarah yang telah berlalu. direndahkan. semuanya kini hanya menjadi sebuah kenangan dan menjadi sebuah cerita. mereka menjadi mulia dengan keislaman mereka.‫رسول الله، وما ال ْوهن؟ قال: حب الدّن ْيا وك َراهي َة ال ْموت‬ ُ ِ َ َ َ ِ ْ َ ّ ُ َ َ ُ َ َ َ َ ِ . dimanakah kemuliaan itu? yang telah Allah janjikan dalam firmanNya surat An-Nur ayat 55 di atas. dinjak-injak. Lalu shohabat bertanya: Ya Rasul apakah al-wahan itu? Beliau bersabda: cinta dunia dan takut mati” (HR.(‫)رواه البيهقي، حديث حسن‬ “Hampir tiba saatnya persatuan bangsa-bangsa mengerubut atas kamu sekalian seperti bersatunya orang-orang mengerubut makanan yang ada di atas nampan. semuanya sudah hilang. dan Dia akan memasukkan ke dalam hati-hati kalian al-wahan. Ada sahabat bertanya: apakah karena sedikitnya jumlah kita pada masa itu? Beliau bersabda: Bahkan jumlah kalian pada masa itu banyak. Setelah kita melihat sekilas sejarah masa lampau. dimana pada saat itu mereka akan dihinakan. Padahal mereka sebelumnya adalah kelompok-kelompok yang mulia. yang apabila musuh-musuh mendengar nama-nama mereka maka timbullah rasa takut dalam hati mereka. apabila kita melihat kondisi kaum muslimin sekarang. maka kita akan bertanya. kelompok yang kuat dan kelompok yang dikenal keberaniannya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita ingat-ingat kembali sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ± 14 abad yang silam: َ ُ ُ َ ْ ،‫ي ُوشك أ َن ت َداعى عل َي ْك ُم ا ْل ُمم ك َما ت َداعى ا ْل َك َل َة إ ِلى قصعت ِها‬ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ ْ ٌ ،‫فقال قائ ِل: أ َومن قل ّة ن َحن ي َومئ ِذ؟ ب َل أ َن ْت ُم ي َومئ ِذ ك َث ِي ْر‬ ٍ َ ْ ْ ٍ َ ْ ُ ْ ٍ ِ ْ ِ َ ٌ َ ُ ْ ‫ول َك ِن ّك ُم غثاءٌ ك َغثاء السي ْل، وسي َن ْزعن الله من صدُور عدُوك ُم‬ ِ َ ُ َ َ ِ ّ ّ َ ِ ُ ّ َ ِ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ‫ال ْمهاب َة من ْك ُم ول ْي َقذفن الله في قل ُوب ِك ُم ال‬ َ َ َ ُ َ َ ‫ُ وهن. maka kita akan mendapatkan bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah. tabi’in. maka secara sadar atau tidak sadar sebuah pertanyaan yang harus kita jawab yaitu: “Apa penyebab yang menjadikan umat Islam pada saat sekarang ini dihinakan bahkan diinjakinjak?”. قال قائ ِل: يا‬ ِ َ َ َ َ ٌ ّ َ ِ ْ َ ْ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ . hadist hasan). mereka hidup dengan mulia dan terhormat. Tetapi kalian pada saat itu bagaikan buih seperti buih banjir. Namun.

umat yang dihormati. dengan mengorbankan harta benda bahkan lebih besar dari itu kita dituntut juga untuk mengorbankan jiwa kita. Jamaah Jum’at yang berbahagia. selebaran-selebaran dan lain sebagainya. dengan kata lain kita dituntut untuk berjihad fii sabiilillah. maka Allah akan menurunkan kehinaan bagi kalian. didapati di antara mereka yang tidak mempunyai harta benda kecuali pedang dan seekor kuda perang yang keduanya digunakan untuk berjihad di jalan Allah. kecuali jika kembali kepada agama kalian”. di antaranya kita sibuk dengan perdagangan dengan peternakan dan dengan pertanian atau perkebunan. Apabila semua ini ada pada diri kita. Dan Allah sekali-kali tidak akan melepaskannya. Abu Dawud hadist shahih) Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Pada masa sekarang ini kita sering mendengar dan melihat slogan-slogan Islami yang setidaknya dapat membesarkan hati kita sebagai umat Islam. sehingga dikarenakan kecintaan mereka yang sangat besar terhadap jihad. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Namun pada sisi lain kita harus ingat bahwa memperjuangkan Islam itu tidak hanya sebatas slogan-slogan yang dipampang dikeramaian umum. yang kehinaan itu tidak akan Allah cabut kecuali apabila kita kembali kepada agama kita. dan .َ ‫إ ِذا ت َباي َعت ُم بال ْعي ْن َة وأ َخذْت ُم أ َذْناب ال ْب َقر ورضي ْت ُم بالزرع وت َرك ُتم‬ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ َ ُ ْ َ ِ ْ ّ ِ ْ ِ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ‫ال ْجهاد، سل ّط الله عل َي ْك ُم ذُل ّ ل َ ي َن ْزعه عن ْك ُم حتى ت َرجعوا إ ِلى‬ َ ُ ُ ِ َ ُ ّ َ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ ِ ْ . )رواه أبو داود، حديث صحيح‬ ِ ْ “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah dan kalian mengambil ekor sapi (sibuk dengan peternakan) dan kalian merasa lega dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad. untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan muslimin kita dituntut untuk memperjuangkan Islam dengan perjuangan yang haqiqi.(‫دي ْن ِك ُم. kaum muslimin menjadi umat yang kuat dan umat yang ditakuti. Berjihad di jalan Allah inilah yang dapat menjadikan umat Islam umat yang mulia. dan Allah pun akan mencabut dari dada-dada musuh-musuh kita rasa takut kepada kita. dengan mencurahkan tenaga yang ada. tidak lain jawabnya adalah bahwa dikarenakan mereka menjadikan jihad sebagai jalan hidup mereka. dan dengan kesibukan itu semua kita meninggalkan jihad di jalan Allah. kita disibukkan dengan masalah-masalah keduniaan. Kita sebagai muslim harus sadar bahwa memperjuangkan Islam. dan dalam memperjuangkan Islam ini tidak cukup hanya dengan menulis spanduk-spanduk. Dan inilah kunci mengapa pada generasi pertama Islam. umat yang dikenal dengan keberanian yang ditakuti oleh lawan. (HR. sehingga setiap orang dapat melihat dan membaca. sehingga hari-hari kita habis atau hanya diisi dengan kesibukan untuk menghitung-hitung kekayaan yang kita miliki. Dan sebaliknya apabila kita sudah melupakan jihad. Mereka sangat cinta jihad dan mereka sangat merindukan gugur sebagai syuhada’. maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita.

dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai. والصل َةُ والسل َم ع‬ ‫ّ ُ َلى ن َب ِي ّنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ّ ٍ ّ َ ُ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ُ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ . kemudian dari satu ayat yang kami bacakan di atas. saudara-saudara. .‫َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ُ ِ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa: Pertama: Kemuliaan kaum muslimin akan tetap ada apabila kaum muslimin mau kembali untuk berpegang teguh kepada agamanya.‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ّ َ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ َ ُ َ َ Khutbah Kedua َ َ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َرسل رسول َه بال ْهدى ودي ْن ال ْحق ل ِي ُظْهرهُ على‬ ِ َ ِ َ ُ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ّ َ ْ َ َ َ ‫الدين ك ُل ّه ول َو ك َره ال ْكافرون. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله‬ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ُ ُ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ‫ومن يت ّق الله يجعل ل ّه من أ‬ َ ‫ُ ِ ْ مره ي ُسرا وي َرزقه من حي ْث ل‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ُ ْ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ ‫يحت َسب، ِ ومن يت ّق الله يعظم ل َه أ‬ . Ketiga: Dan apabila kaum muslimin sudah melupakan jihad. sebagai pesan buat kita selaku umatnya: َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. istri-istri. وال ْعصر، إ ِن النسان ل َفي‬ ّ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ‫خسر، إ ِل ّ ال ّذي ْن ءامنوا وعملوا الصال ِحات وت َواصوا بال ْحق‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ ّ ٍ ْ ُ َ ‫وت َواصوا بالصبر. dengan berjihad di jalan Allah membela agamaNya. Dari penjelasan khutbah yang pertama tadi.‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ْ ،‫جماعة ال ْجمعة، أ َرشدَك ُم الله. kaum keluargamu. Kedua: Kemuliaan tersebut akan hilang apabila kaum muslimin telah disibukkan dengan kenikmatan dunia sehingga dengan gemerlapnya kenikmatan dunia ini menjadikan mereka lalai untuk berjihad di jalan Allah lii i’la i kalimatillah. anak-anak. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 24: “Katakanlah (Hai Muhammad) jika bapak-bapak.semua ini akan atau bahkan telah terjadi sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya. maka Allah akan menghinakan mereka di hadapan umat yang lain dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kaum muslimin rasa takut kepada mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq”. Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. harta kekayaan yang kamu usahakan perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. أ َشهد أ َن ل َ ِإلمه إل ّ الله ِوأ‬ ‫ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ِ َ َِ ِ ْ ّ َ ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. وقل رب اغفر وارحم وأ‬ .

‬ ‫ِ‬ ‫الل ّهم شت ّت شمل َهم ومزقْ جمعهم وزل ْزل أ َقدامهم وأ َ‬ ‫َ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ْ ْ َ َ ُ ْ َ ل ْق في‬ ‫َ ُ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِهم الرعب.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك رضاك وجن ّت َك ون َسأ َل ُك شهادَةً في سب ِي ْل ِك. matipun dalam keadaan mulia pula‬‬ ‫.‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ذُن ُوب َنا وت َوفنا مع ا ْل َب ْرار.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. sehingga kaum muslimin dapat hidup dengan hidup yang mulia‬‬ ‫.‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ّ َ َ ٍ َ َ َ ٍ‬ ‫ُ َ ِ ِ ِ ِ ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. agar Allah senantiasa‬‬ ‫‪memberikan kepada kita keteguhan untuk selalu berjalan di atas dienNya.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن.‬ ‫ّ ْ َ‬ ‫ُ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ً‬ ‫الل ّهم عذّب ْهم عذابا شدي ْدا وحسب ْهم حسابا ث َقي ْل.‬ ‫َ ُ َ ِ ّ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫الل ّهم ان ْصر ال ْمجاهدي ْن في ك ُل مكان وزمان.‫‪Keempat: Untuk mengembalikan kemuliaan tersebut adalah dengan kembali‬‬ ‫‪kepada Agama.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫ُ ْ َ َ ً َ ِ ً َ َ ّ ُ ْ ِ َ ً‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‪dimanapun kaum muslimin berada‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ‬ .‪dan apabila mati.‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َي ْنا إ ِصرا‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ك َما حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ َ َ‬ ‫َ َ نا‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ َ َ‬ ‫به، واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ِ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على‬ ‫ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك قري ْب مجي ْب الدّعوات.‪Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah‬‬ ‫‪Akhir dari khutbah ini.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم أ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمب ْت َدعة وال ْمشرك ِي ْن أ َعدائ َك أ َعداءَ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ِ َ َ َ ُ ْ ِ‬ ‫الدّي ْن. dan‬‬ ‫‪agar Allah selalu memberikan kemuliaan kepada kaum muslimin kapan dan‬‬ ‫. kita selalu berharap kepada Allah.

‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ‫زوجها‬ َ َ ْ َ ُ َ ‫وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ َ ً ْ ِ َ ‫وا ْل َرحام‬ َ َ ْ َ .‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ .‫هادي ل َه‬ ُ َ ِ َ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ْ َ ُ َ . Jamaah Jum’at yang berbahagia Tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Peranan Dan Dampaknya Bagi Seseorang Oleh: Fuad Iskandar ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ُ‫أ َن ْف‬ ‫سنا‬ َ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل‬ َ ْ ْ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ .‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ‫أ َما بعد؛ فإن أ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة‬ ٌ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ . Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan. di tempat kerjanya ataupun di lingkungan tempat tinggalnya.‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول‬ ُ . kemudian dari tempat ini saya serukan kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk selalu memelihara dan meningkatkan taqwallah. karena dengan taqwa inilah seseorang akan bahagia baik di dunia dan terlebih lagi di akhirat.25 Seorang Teman. baik itu disekolahnya. Di dalam pergaulannya tersebut seseorang akan memiliki teman.‫وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Jamaah Jum’at yang berbahagia Syukur kepada Allah adalah hal yang harus selalu kita lakukan karena dengan bersyukur akan menambah nikmat-nikmatNya kepada kita. Sehingga tidak ditampik lagi bahwa teman merupakan elemen penting yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang.‫َ َ ُ ْ وا قول ً سدي ْدا‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ َ ْ ‫ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ْ ْ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . .

Di dalam sebuah hadits Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyebutkan tentang peranan dan dampak seorang teman: ُ َ ‫مث َل ال ْجل ِي ْس الصال ِح وال ْجل ِي ْس السوء ك َمث َل حامل ال ْمسك ونافخ‬ ِ ْ ّ َ َ ِ ّ َ ِ ِ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ِ ،‫الك ِي ْر‬ ِ َ ‫فحامل ال ْمسك إما أ َن يحذيك أ َو ت ُبتاع من ْه أ‬ ‫ْ ُ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ َ ِ ُ و ت َجدُ رائ ِحة طَي ّب َة‬ ً ً َ َ ِ ْ ّ ِ ِ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ِ َ َ . Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akbiat bergaul dengan teman-teman yang jahat dan sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih. baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya.Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan batasan-batasan di dalam pergaulan. yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya jelek. yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita. Dalam sebuah hadits. Demikianlah karena memang fitroh manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya. Dan dalam sebuah syair disebutkan: . Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mereka mendapatkan hidayah disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih. engkau pasti akan mendapatkan baunya yang enak. sebab orang pasti akan mengikuti kelakukan temannya. Hakim dengan Sanad yang saling menguatkan satu dengan yang lain). tapi tanya tentang temannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ َ ِ ُ .” (Muttafaqun ‘Alaih). Tirmidzi. Jamaah Jum’at yang berbahagia Bahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil faedah penting bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya baik. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu.‫عن ال ْمرء ل َ ت َسأ َل وسل عن قري ْن ِه، فك ُل قري ْن بال ْمقارن ي َقت َدي‬ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ُ ِ ٍ ِ َ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ ِ َ Jangan tanya tentang seseorang. Para Salafusshalih sering menyampaikan kaidah bahwa: . maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat kepada siapa dia bergaul.‫ا َل ْمرءُ على دي ْن خل ِي ْل ِه فل ْي َن ْظُر أ َحدُك ُم من ي ُخال ِل‬ َ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ْ َ “Seseorang berada di atas agama temannya. oleh sebab itu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memerintahkan kepada kita agar memilah dan memilih kepada siapa kita bergaul. Abu Dawud.‫ونافخ الك ِي ْر إ ِما أ َن ي ُحرقَ ث ِياب َك أ َو ت َجدُ من ْه رائ ِحة خب ِي ْث َة‬ َ ً َ َ ُ ِ ً ّ ِ ِ ْ َ َ ِ ْ ْ “Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi. sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak.

Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku. قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ َ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ِ َ ْ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ َ َ َ ِ ّ ‫وسل‬ . para pengikut hawa nafsu (ahlul ahwa’) dan orang-orang fasik yang terang-terangan menampakkan dan menyerukan kefasikannya ini merupakan salah satu tindakan preventif terhadap bahaya lingkungan pergaulan dan agar umat terhindar dari pengaruh kemaksiatan tersebut. Jamaah Jum’at yang berbahagia Merupakan sikap yang diajarkan Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah menjauhi para penyeru bid’ah. Sehingga pengaruh kejelekan akan lebih mudah mempenga-ruhi kita dikarenakan lemahnya hati kita. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ ِ َ َ . Renungkanlah baik-baik firman Allah berikut ini: “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul. janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemak-siatan.‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر‬ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ َ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ‫أشهدُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله، الواحد القهار، وأشهدُ أن محمدا عب ْدُه‬ ُ َ ،‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫سي ّدُ ا ْل َب ْرار. Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temanya ketika di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya.” (Al-Furqan: 27-29).‫َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ Jamaah Jum’at yang berbahagia . Jamaah Jum’at yang berbahagia Seorang teman memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita.. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ِ ّ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل ذَن ْب. sedang syubhat kencang menyambar. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫من اليات‬ ِ َ ْ َ ِ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia. karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal tanpa hisab. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: َ َ َ .‫ا َل ْقل ُوب ضعي ْفة والشب َه خطافة‬ ٌ َ ّ َ ُ ّ َ ٌ َ ِ َ ُ ْ ُ Hati itu lemah.

‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ َ ‫الل ّهم إنا ن َسأ َل ُك من خير ما سأ‬ َ ،‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون‬ ِّ ّ ُ َ َ ْ ُ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ . merekalah uswah dan qudwah dalam segenap aspek kehidupan kita.” (Az-Zukhruf: 67).‫ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك من ْه عبادُك الصال ِحون‬ َ ْ ُ ّ َ ِ ُ ِ َ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ْ ُ َ .‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . َ َ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ . kecuali orang-orang yang bertaqwa. Merekalah para nabi. Ingatlah bagaimana wasiat agung Lukman Al-Hakim di dalam surat Luqman ayat 13-19 ketika mewasiatkan kepada anaknya di antaranya agar mengikuti dan menempuh jalan orang-orang yang kembali kepada Allah. Maha benar Allah yang menyebutkan dalam kitabNya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. adapun selain itu adalah persahabatan yang semu.Pada khutbah yang kedua ini saya ingatkan pula kepada para orang tua hendaklah mereka memperhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya sebab setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya dan orangtua adalah pemimpin terhadap istri dan anak-anaknya. Jamaah Jum’at yang berbahagia Saya akan menutup khutbah ini dengan apa yang dinasehatkan oleh seorang bijak tentang hakekat seorang teman: Saudaraku.‫وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . Teman sejatimu adalah yang selalu mendorongmu untuk berbuat kebajikan dan mencegahmu dari berbuat kejelekan walaupun engkau jauh dan engkau tidak bergaul dengannya dan musuh sejatimu adalah yang mendorongmu berbuat kejelekan dan tidak mencegahmu dari berbuat dosa walaupun ia dekat denganmu dan engkau selalu bergaul dengannya. syuhada dan shalihin. merekalah sebaik-baik teman dan sebaik-baik persahabatan. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ . Jamaah Jum’at yang berbahagia Jadikanlah orang-orang shalih yang bermanhaj dan ber-aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai teman akrab kita. Semoga Allah selalu memberikan taufik kepada kita dan menyelamatkan kita dari kejelekan lingkungan dan pergaulan serta menganugerahkan kepada kita lingkungan dan pergaulan yang mendorong kita untuk selalu taat kepada Allah dan RasulNya.‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ُ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروه‬ َ َ ْ ُ ْ َ ْ ْ ُ . Amin ya Rabbal ‘alamin.

Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tak bertepi.‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون. kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti atau kebahagiaan hidup di dunia fana ini. ijinkanlah khatib mengajak kepada diri khotib sendiri. Perdukunan merajalela. Perilaku ini menurut syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. الل ّهم صل على‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . Sebab. Kaum muslimin A’azzakumullah Apabila kita mencermati kondisi lingkungan sekitar kita..‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ Saudara-saudara sekalian. kemudian menjauhi segenap laranganlarangan Nya. Kalau nurani kita masih bersih. hanya dengan Taqwa . وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ . InsyaAllah . Menjalan-kan secara ikhlas seluruh perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala.. Dalam segi aqidah banyak sekali umat Islam yang menganut keyakinan-keyakinan syirik. Selalu bertaqwa dalam arti yang sebenarnya dan selurus-lurusnya. ..َ َ ‫على ن ِعمه ي َزدْك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ ُ ِ َ ْ ْ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ 26 Perjuangan Menuju Masyarakat Tauhid Oleh: Mulyono ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.. dan juga kepada saudara-saudara sekalian. menyekutukan Allah dalam hal ibadah. pasti kita akan mengelus dada menyaksikan babak demi babak kehidupan yang kini berkembang betapa tidak saudara-saudaraku . termasuk kategori syirik (kitab tauhid).. pasti akan kita akan prihatin. يا‬ َ َ َ َ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. sidang jamaah Jum’ah rahimakumullah Dari mimbar yang kita muliakan ini.‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز‬ َ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . saat ini nyaris dalam seluruh sektor kaum muslimin terpuruk. marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . pengagungan yang berlebihan terhadap seorang tokoh masih banyak kita jumpai. penyembahan terhadap ahli kubur masih dilakukan.. يا أ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.

Kondisi ini telah jauhjauh hari diperingatkan oleh: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Maka beruntunglah orang yang asing. Sehingga. dan nanti akan kembali menjadi asing seperti semula. pembunuhan. jamaah jum’ah yang berbahagia.Kemudian dalam aspek politik. atau yang lazim disebut La diniyyah . jangan bawa masalah agama. cara berpakaian maupun cara berekonomi cukup diserahkan pada rasio atau akal manusia saja. misalnya masalah hijab bagi kaum wanita. ummat Islam ini jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri. Kerusakan telah menyebar dalam berbagai tempat dan waktu. Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: perzinaan.‫: ب َدَأ َ ا ْل ِسل َم غري ْبا وسي َعودُ غري ْبا ك َما ب َدَأ َ فطُوبى ل ِل ْغرباء‬ ِ َ َ ُ َ ْ ً ِ َ َ ْ ُ َ َ ً ِ َ ُ ْ . Dalam sebuah hadits beliau bersabda: “Islam itu pada mulanya asing. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Sekarang ini pun tengah menggejala dikalangan kaum muslimin sebuah paham yang biasa disebut sebagai sekulerisme (‘ilmaniyah). sudah sekian lama. dalam lapangan sosial budaya kita disuguhi kebobrokan moral generasi muda masa kini. dunia ya dunia. dalam masalah hubungan sesama manusia. kenapa kerusakan-kerusakan itu bisa terjadi.” Saudara-saudara sekalian. Oleh karena itu. adakalanya ummat Islam merasa asing terhadap nilai-nilai dien-nya sendiri. Menurut mereka. Sehingga tata kehidupan yang mereka bangun bukanlah tata kehidupan yang bersumber dari wahyu Allah Subhannahu wa Ta'ala . cara hidup sekuler jelas sekali bertentangan dengan prinsip-prinsip tauhid. Akibatnya adalah makin lebarnya jurang antara si kaya dan si miskin. jama’ah sekalian . sehingga kehidupan sehari-hari kaum muslimin sama sekali tidak mencerminkan ajaran agamanya.. Yang menjadi pertanyaan adalah: Kanapa semua ini bisa terjadi? Dan bagaimana cara mengobatinya berdasarkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala ? Pertanyaan pertama. َ . Saudara-saudara sekalian kaum muslimin rahimakumullah Menyimak keadaan yang kita sebutkan tadi. firman Allah ini benar-benar cocok dengan yang kita alami sekarang ini. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. yang tampil hanyalah permainan yang keruh penuh rekayasa. Memang. Menurut beliau. Bahkan. Dalam bidang ekonomi sistem keuangan riba’ yang diharamkan Allah masih mendominasi kehidupan. jawabnya adalah karena ummat ini terputus dari tuntunan agamanya. Paham ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia harus dipisahkan dari masalah agama. Rasa-rasanya. Dengan kata lain. kasus narkoba dan sebagainya. pemerkosaan. Padahal sebenarnya merekalah yang justru melaksanakan perintah Allah. Ajaran sekulerisme inilah yang menjadi tantangan kita dewasa ini. yakni. Ummat dan bangsa ini sedang berada dalam bahaya besar.Ruum ayat 41: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia. Ya. Ada jarak antara ummat di satu sisi dengan ajaran Islam di sisi lain. seperti cara bergaul. Soal agama adalah soal pribadi. dan retorika semu. menurut paham ini. kita jadi ingat firman Allah surat Ar. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Abdul Hadi Al-Misri dalam kitabnya “Mauqif Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Minal ‘ilmaniyah” (Sikap Ahlus Sunnah terhadap Sekulerisme). Satu contoh kasus. merekapun menyombongkan diri dengan meninggalkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sekulerisme (‘ilmaniyah) berusaha menegakkan kehidupan di dunia tanpa campur tangan agama. Kaum wanita yang menutup aurat malah dikatakan sebagai orang yang nyeleneh. Sementara itu.

Melalui langkah ini ada jaminan yang kuat bagi kita untuk menyelesaikan berbagai kemelut yang menimpa kita. Menurut Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam kitabnya “ Al-Firqotun Naajiyah” (Golongan Yang Selamat) menyatakan bahwa yang dimaksud tauhid adalah mengesakan Allah dengan beribadah. Di mana Allah Subhannahu wa Ta'ala menciptakan alam semesta ini tidak lain hanyalah agar beribadah. Artinya. kita harus memulai sebagaimana Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam membina ummat.. amal seberapa pun banyaknya tidak akan diterima Allah . merupakan sebuah keyakinan yang menyandarkan seluruh aspek kehidupan hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. jama’ah rahimakumullah Jelas sekali. tauhid yang merupakan fondasi agama Islam. Sebab. amat bersebrangan dengan tauhid. Masalah tauhid. lalu berpaling kepada pendapat-pendapat.‫خي ْر الناس قرن ِي ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم‬ ّ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ْ ّ ْ ْ َ ِ ُ َ . Oleh karena itu. Firman Allah: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembahKu. bagaimanakah solusinya. Yaa. Kalau dulu ada perzinaan. Hanya bentuknya saja yang berbeda. yakni di awal-awal beliau menyampaikan wahyu.” (QS. Dalam tafsir Ibnu Katsir di sebutkan (tentang ayat ini): “Allah Subhannahu wa Ta'ala mengingkari setiap orang yang keluar dari hukumNya yang jelas. seperti itulah yang juga dilakukan para salafus shalih. situasinya hampir sama dengan keadaan yang kita hadapi saat ini. misalnya. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Resepnya tidak ada lain kecuali kembali kepada Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dengan pemahaman salafus shalih.. bagaimanakah menye-lesaikan serangkaian problemproblem yang kita bicarakan tadi? Bagaimana agar kita bisa keluar dari fitnah yang begitu banyak tersebut? Saudara sekalian . mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi adalah jalan satu-satunya menuju keselamatan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sahabatnya di Mekkah. untuk mengobati kondisi ummat yang seperti sekarang ini. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 2: 67) Jama’ah jum’ah rahimakumullah . sekarangpun banyak perzinaan dengan berbagai model.. Oleh karena itu kita semua harus waspada terhadap konsep hidup sekuler itu. Demikianlah saudara sekalian. harus dibenahi terlebih dahulu. tidak bisa tidak.. Padahal. hawa nafsu dan istilahistilah yang diletakkan oleh manusia tanpa bersandar kepada syari’at Allah. yakni yang berjudul “Hudz Aqidataka Minal Kitab was Sunnah” Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menegaskan bahwa tauhid merupakan salah satu syarat diterimanya amal seseorang. fondasi ajaran agama kita. Di dalam kitabnya yang lain. hampir sama. sebelum urusan-urusan lainnya. yang meliputi segala kebaikan dan melarang segala kejelekan. Ad-Dzariyat: 56). namun inti dan subtansinya tidak berbeda. bahwa kehidupan sekulerisme yang kini meng-gejala dengan kebebasannya. Sebab. Kemudian. tanpa keberadaan tauhid.sekulerisme berhukum dengan aturan-aturan selain Allah. Seperti sikap kaum jahiliyah dahulu yang berhukum dengan hukum yang menampakkan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat sendiri berdasarkan hawa nafsu mereka “. Al-Maidah: 50).

Maka kalau fondasi ini roboh. Dengan tauhid beliau membangun ummat.” Dan beliau membuat garis-garis banyak sekali dikanan kirinya.“Sebaik-baiknya manusia adalah pada generasiku.” (HR. pembinaan tauhid harus menjadi program yang harus diprioritaskan oleh seluruh kalangan kaum muslimin ini. bahwa tauhid adalah fondasi agama Islam.‫ب ِك ُم عن سبيل ِه ذال ِك ُم وصاك ُم ب ِه ل َعل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ َ ِ ْ ْ ّ َ ْ Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membuat garis dengan tangannya. seraya bersabda: “Ini jalan-jalan yang tak satu pun terlepas dari intaian syetan untuk menyesatkan”. sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah Kalau kita meneladani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam maka yang pertama kali beliau serukan adalah masalah tauhid. kalau tauhid ummat ini kuat berarti fondasi yang menopang seluruh bangunan Islam itu pun kuat juga.Ahmad dan Nasa’i. Ibnu Mas’ud berkata: ّ َ ُ ُ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ َ ّ ِ ِ . Sehingga mereka memahami jalan kehidupan yang benar. beliau selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah menda’wahkan konsep pengesaan Allah Subhannahu wa Ta'ala ini kepada sahabat-sahabat beliau. kemudian orang-orang setelah mereka”. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain. Siasia belaka. Maka ikutilah dia. ث ُم قرأ َ قول َه ت َعالى‬ ِ ٌ َ َ َ ِ ْ ُ َ ً ِ ْ ُ َ َ ّ َ ‫وأ َن هذا صراطي مست َقيما فات ّب ِعوهُ ول َ ت َت ّب ِعوا السب ُل فت َفرق‬ َ ّ َ َ َ ّ ِ َ ِ ُ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ . Oleh karena itu. (HR. َ ْ . roboh pula bangunan Islam yang lain. Shahih) Saudara sekalian. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ Khutbah Kedua: . ُ ‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات، أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Mutafaq ‘alaih). meninggalkan pola hidup yang bengkok.‫ت َرك ْت في ْك ُم شي ْئ َي ْن ل َن ت َضل ّوا ب َعدَهما، ك ِتاب الله وسن ّت ِي‬ ِ ُ َ َ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ْ ِ َ ْ ِ “Telah aku tinggalkan bagimu dua perkara yang tak akan tersesat darimu setelah berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku. Sebaliknya. Dengan demikian mengembangkan tauhid merupakan masalah yang sangat strategis bagi upaya membangkitkan kembali ummat ini. seraya bersabda kepada kami: “Ini jalan Allah yang lurus.‫ خطا ب ِي َده ث ُم قال: هذا سب ِي ْل الله مست َقي ْما‬n ‫خط رسول الله‬ ِ َ ً ِ ْ ُ ِ ُ ّ ‫وخط خطُوطا عن ي َمي ْن ِه وشمال ِه، ث ُم قال: هذه السب ُل ل َي ْس‬ ُ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ َ ٌ :‫من ْها سب ِي ْل إ ِل ّ عل َي ْه شي ْطان ي َدْعو إ ِل َي ْه. Pembinaan tauhid sebagaimana yang difahami salafus shalih harus disosialisasikan kepada seluruh ummat. Karena jalan-jalan lain itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Sebelum membicarakan hal-hal lain. Kemudian beliau membaca ayat 153 surat Al-An’am: “Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalanKu yang lurus. kemudian orang-orang setelah mereka. Saudara-saudara sekalian Sebagaimana saya sebutkan diatas.” (Dishahihkan Al-Albani dalam kitab Al-Jami’. diambil dari kitab Al-Firqatun Naajiyah) Dalam hadits yang disebutkan. yang tidak memulai langkahnya dari pembinaan tauhid sama artinya dengan membangun rumah tanpa fondasi. Upaya-upaya untuk membangun kembali umat Islam.

Semoga Allah membimbing kita semua. merebaknya budaya sekulerisme (kehidupan tanpa tuntunan agama). jama’ah sekalian. langkah awal dalam membangun masyarakat adalah dengan menanamkan tauhid.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ . الل ّهم إ ِنا‬ ِ َ ً َ َ َ ّ ّ ُ َ ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم، ون َعوذُ ب ِك من‬ ْ َ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ْ ْ َ‫الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم.‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ َ ْ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. meggejalanya berbagai fitnah hanya bisa di atasi dengan kembali kepada sumber ajaran kita yang murni yakni Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu. Sudah lama kita terperosok dalam lubang kebodohan. Sebagai ringkasan dari khutbah yang pertama.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. bisa saya simpulkan bahwa kondisi ummat yang carut marut sekarang ini. رب ّنا‬ َ َ َ ِ ِ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا. Sementara itu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih itu. sebelum menyeru masalahmasalah lain. Kita terlalu sering mengulang kesalahan serupa. Marilah kita bertaqwa dengan taqwa yang sebenar-benarnya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ َ ي ْه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ِ ‫وسل ّم ت َسل ِي ْما. Amin. banyaknya kesyirikan dan bid’ah. Sebab yang diseru Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pertama kali di Mekkah adalah tauhid. Marilah kita hidupkan budaya mempelajari tauhid dalam kehidupan beragama kita sebelum yang lainlainnya. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ . kembali saya mengajak kepada diri saya sendiri dan jama’ah sekalian. رب ّنا آت ِنا في‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. Solusinya adalah kita pelajari kembali Islam ini dari masalah tauhid. الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك‬ ‫من خي ْر‬ ّ ّ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ َ ْ ِ َ ‫ما سأ‬ َ َ ‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون، ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك‬ َ ْ َ ِ ِ َ َ ّ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ّ َ‫من ْه عبادُك‬ ‫الصال ِحون. رب ّنا ظَل َمنا‬ ِ َ ْ ُ َ ْ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. sudah waktunya meraih kembali jalan kebenaran tersebut. Marilah kita mempelajari Islam ini dari landasannya yang paling asasi yakni tauhid. َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ َ َ Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Pada khutbah kedua ini. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ّ ِ َ ِ َ ِ ُ ِ .

panutan dan ikutan. Ia adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam. baik berupa sesembahan. “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang rasul (untuk menyampaikan): Sembahlah (oleh kalian) akan Allah dan jauhilah thaghut..َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ .” (An-Nisa: 131). menegakkan penyembahan dan penghambaan hanya kepada Allah serta menafikan dan menjauhi segala bentuk thaghut. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه. Dan sungguh kami telah mewasiatkan kepada orang-orang ahlulkitab sebelum kalian dan kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah. yang mereka jadikan Tuhan selain Allah Subhannahu wa Ta'ala . Inilah pesan utama Allah kepada Rasulnya yang diutus kepada ummat manusia. Sehingga thaghut setiap kaum/komunitas adalah siapapun yang mereka jadikan sumber dasar hukum selain Allah dan RasulNya. kaum muslimin yang berbahagia! Saya mewasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada diri saya sendiri untuk selalu menjaga dan meningkatkan taqwa yang hakiki kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. sebab inilah wasiat yang disampaikan Allah kepada generasi terdahulu dan juga generasi yang akan datang: “Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi.‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ Amma ba’du. yang mereka ta’ati meskipun dimurkai dan tidak diridloi Allah Ta’ala. “Tidakkah engkau melihat kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelummu. Hadirin yang dimuliakan Allah! Sesungguhnya Tauhid yang murni dan bersih adalah inti ajaran dari semua risalah samawiyah yang diturunkan Allah Ta’ala. وأ َشهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ْ ُ َ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. (padahal) mereka ingin bertahkim (mengambil hukum) dari thaghut padahal sungguh mereka telah diperintah .. Dan yang dimaksud dengan thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melampaui batas-batas yang seharusnya tak boleh ia langgar.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 27 Wujudkan Kejayaan Umat Dengan Kemurnian Tauhid Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ُ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعن ُه ون َست َغفرهُ ون َست َهدي ْه، ون َعوذ‬ ّ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل‬ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫مضل ل َه ومن ي ِضل ِل فل َ هادي ل َه. Ia adalah syi’ar Islam yang terbesar yang tak dapat terpisahkan dari Islam itu sendiri. وأ َحينا الل ّهم على سن ّت ِه وأ‬ َ َ َ ِ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ َ ِ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ مت ْنا على‬ ُ ‫مل ّت ِه. Dan jika kalian kafir maka sesungguhnya kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi .” (An-Nahl: 36) Itulah misi utama para Rasul.

tidak ada yang dapat menghalangi apapun yang dikehendaki Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sebab makna yang sesungguhnya dari kalimat la ilah Illallah itu adalah tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah. tidak ada lagi kekuatan selain pertolongan Allah. tunduk pada konsekwensi kalimat Tauhid (al-inqiyad). Hadirin para hamba Allah yang berbahagia! Di atas kalimat Tauhid yang murni dan mulia itulah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membangun ummatnya. al-qabul (menerimanya) dengan penuh kerelaan tanpa menolaknya.” (An-Nisa: 60) Kedua unsur penting inilah yang terangkai dalam kalimat suci La ilaha illallah. ashshidq (membenarkan) tanpa mendustakannya. dan baginya tidak mungkin ada yang dapat manandingi Allah. Agar semua tindak-tanduk manusia dilandasi oleh keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Kuasa. dan semua itu harus dilandasi dengan al-mahabbah (cinta) kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Dari sinilah. dari situlah beliau menegakkan generasi yang hanya meng-Esa-kan Allah Yang Maha Esa dan membebaskan diri mereka dari cengkraman makhluq-makhluq lain yang dianggap sekutu bagi Allah Ta’ala. Dan agar kalimat Tauhid itu dapat “berhasil guna” dalam mengatur perilaku manusia maka ada tujuh syarat yang harus dipenuhi. al-ikhlas (ikhlas) tanpa ternodai oleh syirik. seorang muwahhid akan merasakan dari lubuk hatinya yang terdalam bahwa segala sesuatu selain Allah adalah lemah dan tidak berdaya.untuk kafir kepadanya. Dan lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membersihkan Jazirah Arab dari kotoran-kotoran dan kekuasaan thoghut dan patung-patung sesembahan. Sehingga segala sesuatu selain Allah adalah bathil dan tidak berhak mendapatkan hak-hak ilahiyyah (hak-hak untuk disembah). al-yaqin (meyakini) kandungan-nya tanpa ada keraguan. Sesungguhnya yang bathil itu pasti hancur. Dan semua itu beliau seraya mengulang-ulang firman Allah: “Dan Katakanlah (wahai Muhammad) telah datang Al-Haq dan hancurlah yang bathil. Bila ketujuh syarat tersebut telah terpenuhi maka insya’ Allah seluruh ibadah dan amal kita akan selalu terhiasi dan diterangi oleh kemurnian Tauhid. tidak lagi terpedaya oleh kilau duniawi. Apa dua tujuan itu? Tujuan pertama adalah menegakkan yang haq dan member-sihkan yang bathil. maka seharusnya ia meyakini dua hal yang menjadi tujuan dari kalimat suci tersebut. Ingatlah bagaimana batu besar saat itu yang bernama Hubal yang dikelilingi 360 berhala dihancurkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dengan tangan beliau yang mulia pada saat beliau memasuki kota Makkah dengan penuh kemenangan. di atas landasan yang kokoh itulah beliau menegakkan da’wah. Dan ketika seorang Muwahhid mengucapkan dan melantunkan kalimat Tauhid itu. Sehingga baginya bergantung kepada selain Allah adalah suatu kelemahan dan berharap kepada selain Allah adalah sebuah kesesatan: . tidak ada lagi tawakkal kecuali kepada Allah. Maka ia tidak lagi takut kebengisan dan kekuatan para makhluq. sehingga semuanya dikerjakan hanya karena Allah.” (Al-Isra’: 81) Kemudian tujuan yang kedua adalah untuk mengatur dan meluruskan perilaku manusia agar selalu dalam lingkaran Tauhid yang murni kepada Allah yang terpancar dari kalimat Tauhid. tidak ada lagi permintaan tolong selain kepada Allah. tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. yaitu: al-’ilm (mengetahui) maknanya yang benar. tidak ada lagi pengharapan dan rasa takut selain kepada Allah.

. Lemahnya ikatan tauhid dalam jiwa-jiwa mereka adalah sebab utama dari berbagai kekalahan kaum muslimin dan kemenangan musuh-musuh mereka yang kita saksikan dalam kurun waktu yang cukup lama.‫أ َفل َحت أ َب َدا‬ ً َ ْ ْ “Cabutlah (benda itu) karena ia hanya akan semakin membuatmu lemah/takut. Seputar syi’ar ini pula lah pertentangan antara ahlul haq dan ahlul bathil terus berlanjut. Ahmad dengan sanad “la ba’sa bih”).” (Ash-Shaffat: 4-5).” (HR. begitu banyak manusia yang tersesatkan oleh keyakinan berbilang “tuhan” yang disembah. Tuhan (yang menciptakan. Karena sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan memakainya maka engkau tidak akan beruntung selamanya. seringkali mereka memuji dan mengagungkan panghuni kubur itu dengan ungkapan-ungkapan yang hanya pantas diberikan kepada Allah Rabbul ’alamin. Padahal Allah telah menegaskan: “Dan jika Allah menimpakan musibah atasmu maka tidak ada yang dapat menyingkapnya selain Ia. lalu beliau berkata: َ َ ً ْ َ ‫ا ِن ْزعها فإ ِن ّها ل َ ت َزي ْدُك إ ِل ّ وهنا فإ ِن ّك ل َو مت وهي عل َي ْك ما‬ َ َ ِ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ِ .. yang dapat dimintai pertolongan. “Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar satu. Dikarenakan lemahnya keyakinan akan pertolongan Allah. Dari sini jelaslah perbedaan yang sangat jauh antara seorang Muwahhid dengan seorang musyrik.‫من ت َعل ّق ت َمي ْمة فقدْ أ َشرك‬ . Seorang muwahhid adalah orang yang mengetahui Dzat yang menciptakannya sehingga ia pun beribadah dan menghamba padaNya dengan sebenar-benarnya. Dan sesungguhnya kemunduran dan musibah-musibah yang selama ini menimpa umat Islam adalah disebabkan mereka tidak lagi memperhatikan syi’ar yang penting ini. meminta pertolongan penghuninya saat susah dan sedih.” (AlAn’am: 17). Kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Sejak dahulu hingga sekarang. Sehingga tidaklah mengherankan bila Tauhid yang murni kemudian menjadi syi’ar terpenting Islam yang selalu ada dalam aspek I’tiqad dan amaliyah. banyak di antara kaum muslimin yang kemudian menggunakan jimat dengan menggantungkan di tubuh mereka karena yakin hal itu akan mendatangkan keselamatan dan menghindarkannya dari marabahaya. berdoa didepan batu-batu nisannya. mengatur dan menguasai) langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya . sehingga mereka mendatangi penghuni-penghuni kubur. kehilangan arah dan jauh meninggalkan Dzat yang melimpahkan ni’mat padanya. Sebaliknya seorang musyrik adalah orang yang buta mata hatinya.“Dan bagi Allah-lah segala hal ghaib yang ada di langit dan di bumi. Dan suatu hari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah melihat lelaki yang mengenakan jimat di tangannya. Bahkan lebih dari itu. Dan juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ْ َ . Banyak di antara kaum muslimin yang tenggelam dalam kebodohan terhadap tauhid ini. Dengan syi’ar inilah Islam dikenal bahkan karenanya Islam diperangi. dan kepadaNya-lah segala perkara dikembalikan. dan jika Ia memberikan kebaikan padamu maka Ia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (Hud: 123). Na’udzu billah min dzalik. yang dapat dijadikan sumber hukum dan yang berhak mendapatkan kekhususan-kekhususan ilahiyah. Dan keyakinan ini adalah sebuah kesesatan yang nyata yang telah diperangi oleh Islam dengan keras.

‫ل َ ي َصل ُح آخر هذه ا ْل ُمة إ ِل ّ ب ِما صل ُح ب ِه أ َول ُها‬ ِ ّ ِ ِ َ ُ ِ ُ ْ َ ّ ِ َ َ َ .” (HR. maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ . kemahakuasaan.“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah berbuat syirik. Dalam kenyataan sehari-hari kita akan menemukan modelmodel lain dari perilaku syirik itu dalam berbagai aspek kehidupan kaum muslimin.‫على محمد‬ ٍ ّ َ ُ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya.” . kemahaperkasaan Allah. yang kemudian disadari atau tidak menyebabkan lemahnya keyakinan mereka terhadap kemahabesaran. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ ّ . Bukankah kejayaan dan kemengangan itu telah diraih oleh generasi pendahulu ummat ini. bahwa rahasia kejayaan kaum muslimin terletak pada sejauh mana mereka menegakkan Tauhid yang murni dalam segala kehidupan mereka. bila kita sekalian bertekad mengulang kembali kesuksesan dan kejayaan generasi As-Salaf Ash-Shaleh itu. An-Nasai. maka merekapun tidak begitu yakin lagi dengan pertolongan Allah.‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. maka tidak ada jalan lain selain menapaki jejak mereka. sehingga dengan amat sangat mudahnya musuh-musuh mereka menyebarkan rasa takut lalu mengalahkan mereka. menegakkan kemurnian Tauhid dalam pribadi kita masing-masing. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin yang berbahagia! Semua yang saya sebutkan di atas adalah sekedar contoh terhadap model-model kesyirikan yang dilakukan sebagian kaum muslimin. Ibnu Majah dan Al-Hakim) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. ketika mereka telah terlebih dahulu menghujam nilai-nilai Tauhid tersebut ke dalam kalbu mereka? Bukankah kejayaan dan kecemerlangan itu mereka dapatkan ketika mereka meyakini bahwa misi utama mereka adalah mengeluarkan ummat manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk menuju penghambaan hanya kepada Sang khaliq? Oleh sebab itu. Karena Tauhid mereka lemah. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.” Di antara kaum muslimin juga terdapat orang yang terfitnah oleh para tukang sihir dan peramal yang katanya dapat meramal masa depan. At-Tirmidzy. padahal Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang mulia telah menyatakan: َ َ ُ ْ ُ ً ّ َ َ ِ ‫من أ َتى عرافا أ َو كاهنا فصدّقه ب ِما ي َقول فقدْ ك َفر ب ِما أ ُن ْزل‬ َ ْ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ ً ِ َ ْ َ َ . Abu Dawwud. Dengan demikian telah jelaslah. Imam Malik v pernah bertutur: “Generasi akhir ummat ini tak akan baik kecuali dengan (jalan hidup) yang telah menjadikan baik generasi pendahulunya.

‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Mungkin karena selalu mendapat santunan yang sudah dapat menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya pekerjaan ini didapatkan sehingga profesi sebagai pengemis ini pun menjamur dimana-mana bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ . Oleh: M. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. tatkala para jamaah bubar dan selesai melaksanakan shalat jum’ah mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang untuk dimintai sedekah dan anehnya hal ini bukan suatu yang tabu lagi bagi kalangan ummat Islam. فَصل َوات اللهِ وَسل َمه عَل َي ْهِ وَع‬ َ ْ َ ُ‫لى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَ هُداه‬ ُ ُ َ ُ َ َ ْ َ ِ َ َ ‫إلى يوم ال ْبعث والنشور.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 28 Mengemis Bukan Tradisi Islam َ ‫ا َل ْحمد ُ ل ِل ّهِ حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهُوا عَما ن َهى عَن ْه وَحذ ّر. semoga kita sekalian terpanggil untuk mengem-balikan kejayaan dan kehormatan ummat Islam. sehingga terwujudlah kehidupan yang diridloi oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ . jamaah jum’ah yang berbahagia! Sudah sering kita melihat antrian peminta-minta baik yang datang kerumah-rumah. أ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ّ ُ ْ ِ ما ب َعْد؛‬ ُ ّ ْ ‫فَيا عباد َ الله، أ ُوْصي ْك ُم وَإ ِيايَ ب ِت َقوى اللهِ فَقد ْ فاز ال‬ . الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ .‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ‬ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك‬ َ ‫م‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ . أ َشهَد ُ أ َن ل‬ َ َ َ َ ْ ْ ً ْ َ ْ َ َ ّ َ َ ُ ْ ً َ ‫إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل‬ ُ ّ َ ُ ِ َ ُ ‫َ ُ ه، سي ّد‬ ً ّ َ ُ ّ َ ُ ُ ِ َ ِ َ َ‫ا ْل َب ْرار.‫عذاب النار‬ ّ َ َ َ ْ ‫عباد الله، ِإن الله يأ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ّ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ .‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ‫أ َوطان ِهم. Semoga kita sekalian tergugah untuk menebarkan rahmat Islam yang dibangun di atas kemurnian Tauhid ke seluruh penjuru dunia. di tengah jalan ataupun yang sudah punya jadwal mingguan tersendiri yaitu pada hari jum’ah.‫َ َ َ مت ّقوْن‬ ِ َ ُ ُ ّ َ ِ َ ْ ِ َ ْ Saudara-saudara kaum muslimin. Amin. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ .Kaum muslimin yang berbahagia! Akhirnya. Rusydi .

Sebagaimana firmanNya yang berbunyi. pengangguran dan peminta-minta adalah sumber kemiskinan. yang walau bagaimanapun diantara mereka yang meminta-minta tersebut memang pantas mendapatkan sedekah. (Al-Baqarah: 261) Islam mencela pengangguran dan peminta-minta Agama Islam yang bersifat universal tidak saja berbicara masalah ritual dan spiritual tapi juga menyoroti segala permasalahan sosial yang selalu dihadapi ummat manusia. padahal agama selalu menganjurkan untuk selalu memberi sedekah. tidak produktif akibatnya mereka menjadi beban masyarakat. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui”. Salah satunya adalah masalah pengangguran dan peminta-minta yang sangat dicela oleh Islam. tetapi kita hanya berhati-hati agar jangan sampai terjerumus dan terjebak . sebagaimana sabdanya yang berbunyi: َ ‫وال ّذِيْ ن َفسي ب ِي َدِهِ ل َن ي َأ ْخذ َ أ َحد ُك ُم حب ْل َه فَي َحت َط ِب عَلى ظ َهْرِهِ خي ْر ل َه‬ ُ ُ ْ َ ْ ُ ٌ َ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ َ ‫من أ َن يأ ْت ِي رجل ً فَيسأ َل ُه أ َعْطاه أ‬ َ . Memberantas kemiskinan Islam yang datang sebagai pembebas bagi seluruh ummat manusia selalu menganjurkan bagi setiap pengikutnya untuk memberikan sedekah. sedangkan kemiskinan merupakan bumi yang subur bagi tumbuh dan berjangkitnya berbagai macam kejahatan. Pertama. bahkan Rasulullah sendiri pernah menjelaskan bahwa orang yang membawa tambang pergi kegunung mencari kayu lalu dijual untuk makan dan bersedekah lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang. bahkan sedekah dengan predikat zakatpun sudah menjadi kewajiban. bahkan Allah telah menggambarkan betapa besarnya pahala bagi orang yang suka bersedekah. Kedua. Karena itulah Islam sangat menentang pengangguran dan mencela orang-orang yang tidak mau bekerja padahal sebenarnya mereka mampu bekerja. )أخرجه البخاري‬ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ُ َ ُ ْ َ Artinya: “Demi jiwaku yang berada di tanganNya sungguh seseorang yang mengambil tali di antara kalian kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang kemudian ia meminta-minta kepadanya yang terkadang ia diberi dan terkadang ia tidak diberi olehnya”. Bukan Tradisi Islam Islam mengajarkan kita untuk selalu bersedekah dan memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan tetapi Islam tidak mengajarkan pengikutnya menjadi peminta-minta atau pengemis. kenapa kita dilarang memberikan sedekah kepada mereka?. pengangguran dan peminta-minta menyebabkan tenaga manusia bersifat konsumtif.(‫ُ وْ من َعَه. melarang hidup dalam kehinaan serta mendistribusikan keadilan secara merata. Dan Islam sendiri mempunyai tujuan tertentu dalam bidang harta dintaranya adalah memberantas kemiskinan secara bertahap. Bukan berarti kita ingin menghindari kewajiban kita sebagai muslim dan sebagai makhluk sosial. Al-Bukhari) Dan beliau juga memberikan uswah kepada kita agar jangan meminta pertolongan selama kita masih mampu untuk mengerjakannya. sebab hal ini merugikan masyarakat. Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir.Yang sering menimbulkan salah faham adalah adanya ungkapan: “Jangan memberi sedekah kepada peminta-minta!”. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. (HR. pada tiap-tiap bulir seratus biji.

dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”. )الترمذي وابن ماجه‬ ً َ ُ ُ ً َ ِ Artinya: “Sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal. Itulah orang yang menghardik anak yatim. apalagi dengan berdalih bahwa pekerjaan mengemis kepengemisan dan kemiskinan itu sudah ditakdirkan Allah Subhannahu wa Ta'ala . dan anak-anak yatim.)خماصا وَت َروْح ب ِطانا. Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa orang yang mendustakan agama / hari Qiamat disejajarkan dengan orang yang mencampakkan anak yatim dan tidak menganjurkan orang lain untuk menyantuni fakir miskin. (Adz-Dzariyat: 19). miskin. Ahmad. Allah menegaskan dalam firmanNya: Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. sehingga jika sistem keseimbangan yang diajarkan ini benar-benar diterapkan akan dapat menciptakan masyarakat yang baik atau baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. tentu Allah memberi rizki kepadamu. . Betapa hinanya derajat orang yang seperti ini dan tak ada tempat yang lebih layak baginya selain kawah api Neraka yang membara. karena Islam tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal antara Tuhan dan manusia tapi Islam juga mengajarkan hubungan horisontal yaitu hubungan antara manusia. bahwa Islam sangat mencela orang yang tak mau berusaha dan hanya bisa meminta-minta. seperti halnya Allah memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar. أ‬ ‫ّ ْ َ ست َغْفر الله ال ْعَظ ِي ْم ل ِي وَل َك ُم ال ّذِيْ ل َ إ ِل َه إ ِل ّ هُو‬ َ ْ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ‫. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah shahih dan Al-Hakim dari Umat) Kemudian bagi orang-orang kaya jangan hanya bisa menumpuk harta dan berfoya-foya tanpa peduli bahwa di dalam harta mereka terdapat hak peminta-minta dan orang yang hidup di dalam kekurangan. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ . Oleh karenanya hendaklah para da’i atau pendakwah Islam tidak hanya membatasi dakwahnya dalam masalah ritual dan spiritual belaka. (HR. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: َ َ ‫ل َوْ أ َن ّك ُم ت َت َوَك ّل ُوْن عَلى اللهِ حقّ ت َوَك ّل ِهِ ل َرزقَك ُم ك َما ي َرزقُ الط ّي ْر ت َغْد ُو‬ ُ ْ َ ْ َ َ َ ْ ْ َ ‫.pada orang-orang yang hanya menggunakan pekerjaan mengemis sebagai topeng dan menampak luaskan kemiskinan dan terlebih lagi yang kita takutkan adanya anggapan bahwa Islam adalah agama bagi orang miskin dan terbelakang. tetapi pulang dalam keadaan kenyang”. Bahkan kalau kita telaah kembali beberapa ayat Al-Qur’an yang turun di Mekkah sangat mengecam arogansi orang-orang kaya Mekkah yang tidak perduli terhadap fakir. ‫جعَل َنا الله وَإ ِياك ُم من ال ْمؤْمن ِي ْن ال ْكامل ِي ْن ال ْمؤَد ّي ْن ل ِواجبات ِهِم مع‬ َ َ َ َ ْ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ْ ّ ُ َ ‫ال ْمخل ِصين السائ ِل ِين.ال ْحي ال ْقيوم وأت‬ ‫َ ّ َ ّ ْ ُ َ ُوْب إ ِل َي ْه‬ ِ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُهُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفرهْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْر‬ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ِ ْ ِ ُ ُ ْ ِ َ ‫أ َن ْفسنا وَمن سي ّئات أ َعْمال ِنا، من ي َهْدِهِ الله فَل َ مضل ل‬ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه وَمن ي ُضل ِل‬ ِ َ َ ْ ِ َ ِ ُ ُ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫فَل َ هادي ل َه. Kesimpulan Dari keterangan-keterangan ini jelaslah saudara-saudara!. sebagaimana yang telah dijelaskan oleh surah Adz-Dzariyat ayat 19 yang berbunyi: Artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”. (Al-Ma’un: 1-3).

قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ .‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل ُه صلى الله عَلى ن َب ِي ّنا محمدٍ وَعَلى آل ِهِ وَأ َصحاب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫وسل ّم تسل ِيما ك َث ِيرا. الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْرِ ك ُل ّهِ ما عَل ِمنا من ْه‬ ‫َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫وما ل َم نعل َم. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ َْ ْ َ ُ َ ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهُم وآمن ْهُم‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫فِي أ َوْ َ‬ ‫ْ طان ِهِم. قال ت َعا َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ لى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهُم صل عَلى محمدٍ وَعَلى آل محمدٍ ك َما صل ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫َ َ ي ْت‬ ‫َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َ‬ ‫ه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. قال تعالى: يا أ َ‬ ‫ًْ َ َ ََ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن. وَبارِك عَ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ لى محمدٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫وَعَلى آل محمدٍ ك َما بارك ْت عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫مجي ْد. الل ّهُم اغْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤْمن ِي ْن وال ْمؤْمنات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ ُ ِ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا عَذاب‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ً ِ‬ ‫ْ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. قال ت َعا َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ َ َ َ لى: }وَمن ي َت ّق الله ي َجعل‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬ ‫}ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن يتق الله يك َفر عَنه سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ‫َ َ َّ‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ً‬ ‫إن الله ومل َئ ِك َته يصل ّون عَلى ِالنبي، يا أ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ْ َ َ‬ ‫ّ ِ ّ َ يها َ ال ّذِي ْن ءامن ُوا صل ّوا عَل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما.النار‬ ‫ّ‬ ‫عباد ِ الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫عَن ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن. فاذ ْك ُروا الله‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ال ْع ِظيم يذ ْك ُرك ُم واسأ َل ُوه منِ فَضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ ُْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫َ ِْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ِ ْ‬ ‫92‬ ‫‪Menghadapi Kenakalan Anak Dalam Rumahtangga‬‬ ‫‪Oleh: Nafisah Amron‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا.

Mengapa orang tua tidak bertanya kepada diri sendiri ada apa dengan anak saya. dipelihara. dan dirawat dengan kesabaran disertai dengan tawakkal untuk tetap berdo’a semoga diberi anak-anak yang shalih. Bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengajak cucu-cucunya bermain. bukan cuma cerdas dan berprestasi di sekolah semata akan tetapi mampu menjadi qurratu a’yun di masa depan. Dia lalu berkata. mengisolasi dari pergaulan. seperti mendidik. Tidak mengherankan jika Allah selalu berpesan bahwa anak-anak adalah perhiasan. mengajarkan cinta kepada anak-anak kepada para sahabatnya.‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫مور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Termasuk dalam urusan penyempurnaan akhlak adalah memberi perlakuan yang baik kepada anak. minum-minuman keras serta pergaulan bebas. Mencium anak-anak merupakan salah satu wujud kasih sayang orang tua kepada anak sekaligus merupakan contoh riil agar anak tidak mencium kepada orang lain yang bukan mahramnya. “Saya mempunyai sepuluh orang anak tidak pernah satupun dari mereka saya cium”. anugerahkanlah kepada kami istri dan anakanak yang jadi permata hati dan jadikanlah kami pemimpin yang bertaqwa”. Ya Tuhan kami. Selama ini sebagian orang tua bersikap reaksioner atas semua tindakan anak.من ل َ ي َرحم ل َ ي ُرحم‬ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ْ “Siapa yang tidak merahmati tidak dirahmati (oleh Allah)” (HR. Hadirin jamaah Jum’ah yang berbahagia. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata: “Pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menciumi Hasan putra Ali dimana pada saat itu ada Aqra’ Ibnu Habis Attamimy duduk. Bukankah sayang jika permata hati kita nantinya hanya generasi yang penuh dengan daging tambun sedangkan hatinya keropos dari nilai-nilai dan ruh agama maupun ilahiyah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam adalah sebaik-baik contoh dalam memperlakukan anak. Al-Bukhari dan muslim). Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam guna menyempurnakan keutamaan Akhlak. Tidak mengherankan jika sekarang orang tua banyak yang mengeluh karena anaknya terlibat dan akrab dengan narkoba. Padahal anak sesuai dengan fitrahnya merupakan amanat Allah yang harus dijaga. mengurangi uang saku dan sebagainya. berlaku sabar dalam menghadapi kenakalannya maupun sabar dalam memberi bimbingan sejak masih dalam kandungan sampai mereka dewasa.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Hadirin jamaah jum’ah yang dirahmati Allah. mereka memandang anak sebagai orang dewasa dalam bentuk mini dan semua semua yang dilakukan harus sesuai dengan kelakuan orang tua. Bagaimana tidak terabaikan jika mereka hanya dirawat dan dididik oleh pembantu yang kurang pendidikannya sekalipun ayah ibunya seorang doktor. Orang tua selama ini hanya mampu memberikan ruang dan memenuhi kebutuhan fisiknya sedangkan kebutuhan psikisnya terabaikan. mengajar. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melihat kepadanya dan berkata: ‫. Maka jika anak nakal yang dilakukan oleh orang tua biasanya adalah mengurung. diskotik. Pengalaman orang tua sering mencium anaknya sampai mereka dewasa tidak akan menjadikan anak-anak mencium orang lain apalagi sampai berbuat zina karena mereka sendiri telah merasa . apa yang kurang dari diri saya. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 74: “Dan orang-orang yang berkata.

maka orang tua merasa hidupnya akan aman. 2. .” Hadirin jamaah Jum’ah yang di berkati Allah. Kadang-kadang cerita ini menjemukan orang yang mendengarkannya. Anak sering pula menyebabkan orang tua lupa kepada Allah dan RasulNya. Anak yang saleh dapat mengangkat nama baik orang tuanya. Mereka sering dengan semangat meluap-luap menceritakan anaknya kepada tamunya atau kawan-kawannya. Bila tidak mendo’akan orang tua. pemberani. Apa yang sudah dicontohkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menegaskan bahwa: 1. mereka bekerja mati-matian mencari uang agar semua permintaan anaknya dapat terpenuhi. dikala ia merasa wajib memenuhi segala keinginan anaknya. Terutama mengenai kecerdasannya.kecukupan dengan kasih sayang dari orang tua insya Allah mereka akan menjadikan anak-anak yang diharapkan. Sayang anak tidak jarang menyebabkan orang tua korupsi dan mencuri. Orang tua dapat juga menjadi budak anaknya. nakal. cerdas. Seorang pemimpin masyarakat bila anaknya terlibat kenakalan khas remaja masa kini. Berdasarkan ayat tadi bagi orang tua mendidik anak adalah kewajaran. Orang tua yang menduduki posisi terhormat dimasyarakat akan jatuh wibawanya karena anaknya yang nakal. Jadi yang pertama hukumnya wajib.Ayat Al-Qur’an berikut dapat menjadi renungan untuk kita seperti yang tertera dalam Surat Saba’ ayat 37: “Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan diri kalian kepada Kami sedikit pun. selain itu karena cinta. Inilah modal utama bagi pendidikan dalam keluarga itu dilaksanakan dan apa tujuannya. Kadang-kadang permintaan yang tidak masuk akalpun dipenuhi. Cinta kepada anak seringkali menyebabkan orang tua membanggakan anaknya. Tujuan lain adalah sebaliknya. Kewibawaan orang tua telah hilang. juara kelas. keshalihannya telah cukup merupakan bukti amal baik bagi orang tuanya. serta kapan mulainya. Saking sibuknya mengurus anak-anaknya. demi cintanya kepada anak. karena ia kalah dan dibentuk oleh anaknya karena terlambat atau tidak mampu memenuhi permintaan anaknya. tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih. maka secara sederhana tujuan pendidikan anak di dalam keluarga ialah agar anak itu menjadi anak yang shalih. kepintarannya. Sebaliknya tak ada orang yang ingin menceritakan kepada tamunya bahwa anaknya bodoh. Pada suatu waktu orang tua amat susah karena anaknya nakal. kedua karena orang tua senang mendidik anak-anaknya. kelucuannya. karena kodratnya. Oleh karena itu mereka mulai meninggalkan Tuhan. yaitu agar anak itu kelak tidak menjadi musuh bagi orang tuanya. Anak seperti itulah yang patut dibanggakan. keberaniannya dan kegemasannya. Kadang-kadang karena merasa anak-anaknya kuat. penakut dan sebagainya. Mengingat uraian di atas. Kewajiban tersebut wajar karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anak-anaknya. Bahkan mungkin saja orang tua akan dipecat dari jabatannya hanya karena kenakalan anaknya. misalnya terlibat masalah jual beli obat-obatan terlarang akan jatuh martabatnya dimata masyarakat. karena anak adalah dekorasi keluarga dan mendo’akan orang tuanya kelak. Wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya. Seringkali orang tua membela anaknya yang berbuat salah sampai orang tua lupa bahwa membela yang salah adalah pelanggaran aturan Allah. Seperti tidak berani membangunkan anaknya untuk shalat Subuh karena takut anaknya kaget atau marah.

فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم. saat lahir. tentang akhlaq dan sebagainya‬‬ ‫. tentang tauhid.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‬ ‫َ ُ ّ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ْ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫03‬ ‫‪Anak Shalih Adalah Aset Orang Tua‬‬ ‫‪Oleh: Muh.‪dalam masa konsepsi.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫:‪Khutbah kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‫‪Kapankah sebaiknya kita mulai mendidik anak? Jawabannya tidak lain adalah semenjak masih‬‬ ‫. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.‪masyarakatnya‬‬ ‫ّ‬ ‫أ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ول ِجمي ْع ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ْ َ َ ِ ِ‬ ‫ذَن ْب.‪Lalu bagaimana jika cara tersebut sudah dilaksanakan dan anak-anak tetap saja nakal? Sabar‬‬ ‫‪tawakkal dalam menghadapinya adalah obat terbaik sambil tetap berdo’a memohon kepada Allah‬‬ ‫‪agar kenakalannya tidak membawa madlarat bagi dirinya sendiri. saat anak-anak sampai dewasa. orang tuanya dan‬‬ ‫. S. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وع َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Bahkan dalam Islam dimulai semenjak memilih pasangan hidup‬‬ ‫‪kemudian saat hamil.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‪asma-asma Allah. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. Darwis‬‬ ‫‪Khutbah Pertama‬‬ .‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر. Mengenalkan mereka dengan‬‬ ‫. والصل َةُ والسل َم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.

Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti kaum selebritis yang terkenal itu. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ . وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ ُ Jamaah jama'ah rahimakumullah Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya. Bahkan sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anakanaknya dapat menjadi bintang film (Artis). kalaupun ada mereka hanya menjadikan ritualisme sebagai alat untuk meraih tujuan duniawi. Hura-hura. maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: . Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih. fotomodel dan lain-lain. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ َ حي ِنا‬ َ ْ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم على سن ّت ِه وأ َمت ْنا على مل ّت ِه. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak. Jamaah jum’at rahimakumullah Kehidupan sebagian besar selebritis yang banyak dipuja orang itu tidak lebih seperti kehidupan binatang yang tak tahu tujuan hidupnya selain hanya makan dan mengumbar nafsu birahinya. pergaulan bebas. Sangat jarang kita saksikan di antara mereka ada yang perduli dengan tujuan hakiki mereka diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . karena itu opininya terbangun atas apa yang mereka lihat selama ini. Padahal dibalik itu semua mereka kering akan informasi tentang perihal kehidupan kaum selebritis yang mereka puja-puja.(9 :‫ال ّذي ْن ل َو ت َرك ُوا من خل ْفهم ذُري َة ضعافا. bintang iklan. Menurut Sunnah melahirkan anak yang banyak justru yang terbaik. agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya. وأ َشهد أ‬ ‫ُ ِ ْ ْ ٍ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َشري ْك ل َه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ ً ْ َ ‫وأ َشهد أ‬ َ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Obsesi tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan. kata Al Haitsamin). Abu Daud dan An Nasa’I. Hal ini terjadi akibat orang tua yang sering mengkonsumsi berbagai macam acara-acara hiburan diberbagai media cetak dan elektronik. Namun obsesi orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. untuk mengecoh masyarakat tentang keadaan mereka yang sebenarnya. Namun yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi. Apakah kita menginginkan anak-anak kita menjadi orang yang jauh dari agamanya yang kelihatannya bahagia di dunia namun menderita di akhirat? Tentu tidak. miras.‫ت َزوجوا ال ْول ُودَ وال ْودُودَ فإ ِن ّي مكاث ِر ب ِك ُم‬ ُ ّ َ ْ ٌ َ ُ ْ ْ َ َ ْ َ Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak. قال الله ت َعالى: ول ْي َخش‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ً َ ِ ً ّ ْ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ .‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َست َهدي ْه، ون َعوذُ بالله‬ ِ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫ت َعالى من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ ْ ِ َ ْ ْ َ ‫فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه، ومن ل َم ي َجعل الله ل َه‬ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ْ ْ َ َ ُ َ ِ َ ِ َ ْ َ ‫ن ُورا فما ل َه من ن ُور. narkoba dan gaya hidup yang serba glamour adalah konsumsi sehari-hari mereka.” (HR. )النساء‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ِ على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه.

mesti mampu memperhatikan langkah-langkah yang harus di tempuh dalam merealisasikan obsesinya dalam melahirkan anak yang shalih. Di bawah ini akan kami ketengahkan beberapa langkah yang cukup representatif dan membantu mewujudkan obsesi tersebut: 1. Padahal aspek iman merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak. Ada juga orang tua yang menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan bagi anak-anak mereka dari keempat masalah pokok di atas. maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya. Sebagai contoh: Ada orang tua yang dalam usaha mencerdaskan anaknya dari segi intelektual telah melaksanakan usahanya yang cukup maksimal. yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka” (An Nisa: 9). Beliau mengatakan selaku orang tua hendaknya tidak meninggalkan keadaan anak-anak mereka dalam keadaan miskin . lemah fisik. Anak yang shalih adalah anak yang tumbuh dalam naungan DienNya. dan menjauhi larangan-laranganNya.‫صال ِح ي َدْعو ل َه‬ ُ ْ ُ ٍ َ ‫إ ِذا مات ب ْن آدَم‬ َ َ َ َ ُ َ ‫ين ْت َفع به أ‬ ‫ُ َ ُ ِ ِ و ول َد‬ ٍ َ ْ Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam. Jamaah jum’at rahimakumullah. Pengabaian salah satu dari empat hal ini adalah ketimpangan yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan pada anak.melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala . (Tafsir Ibnu Katsir: I. Karena itu sebagian orang tua yang bijaksana.Muslim) Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. hal 432) Dan terbukti berapa banyak kaum muslimin yang rela meninggalkan aqidahnya (murtad) di era ini akibat keadaan ekonomi mereka yang dibawah garis kemiskinan. Opini atau persepsi orang tua atau anak yang shalih tersebut harus benar-benar sesuai dengan kehendak Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . bersabda: ْ ِ ْ َ ٍ ِ َ ٍ َ َ ٍ ْ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ ٍ ‫ا ِن ْقطع عمله إ ِل ّ من ث َل َث، صدَقة جاري َة أو علم‬ . fisik dan ekonomi semata dan mengabaikan perkembangan iman. Orang tua terkadang berani melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi. segala sarana dan prasarana kearah tercapainya tujuan tersebut dipenuhinya dengan sungguhsungguh namun dalam usahanya memenuhi kebutuhan anak dari hal keimanan. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. Pengertian lemah dalam ayat ini adalah lemah iman. Banyak orang tua yang mementingkan perkembangan anak dari segi intelektual. namun usaha yang dilakukannya kearah tersebut sangat diskriminatif dan tidak seimbang. padahal mereka telah memperhatikan anaknya secara bersungguh-sungguh dalam segi pemenuhan otaknya.” (HR.artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. lemah intelektual dan lemah ekonomi. orang tua terlihat setengah hati. maka mereka harus memperhatikan keempat hal ini. Oleh karena itu selaku orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. maka mustahil ada anak dapat bisa mendoakan orang tuanya jika anak tersebut jauh dari . Imam Ibnu Katsir dalam mengomentari pengertian lemah pada ayat ini memfokuskan pada masalah ekonomi. sementara untuk memasukkan anak-anak mereka pada TK-TP Al-Qur’an terasa begitu enggan.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ‫ك ُل مول ُود ي ُول َدُ على ال ْفطْرة، فأ َب َواهُ ي ُهودان ِه أ َو ي ُن َصران ِه أ َو‬ ِ ْ ِ َ ّ ْ ِ َ ّ َ َ َ ِ َ ْ ٍ ْ ْ َ ّ . selalu mendoakan orang tuanya dan selalu melaksanakan kebaikan-kebaikan. 2. maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. yaitu: a. yaitu sikap yang sesuai dengan kepribadian yang shalih sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktekkan sifat-sifat orang tuanya b. Menciptakan lingkungan yang kondusif ke arah tercipta-nya anak yang shalih. kemudian orang tuanyalah yang mewarnainya. Sekolah juga merupakan sarana yang cukup efektif dalam membentuk watak dan karakter anak. Al-Bukhari) Untuk itu orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal dimana anak kita mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita kecintaan terhadap diennya. Jika sang anak melakukan kebaikan atau mendoakan orang tuanya maka amal dari kebaikannya juga merupakan amal orang tuanya dan doanya akan segera terkabul oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala .(‫ي ُمجسان ِه. Di sekolah anak-anak akan saling mempengaruhi sesuai dengan watak dan karakter yang . jelas akan jauh dari perintah Allah dan kemungkinan besar senang pula bermaksiat kepada kedua orang tuanya sekaligus. Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian bagi anak yang shalih. Oleh karena itu. Seorang anak yang terlahir dalam keadaan fitrah. Anak yang senang bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman. Lingkungan keluarga Keluarga merupakan sebuah institusi kecil dimana anak mengawali masa-masa pertumbuhannya. Lingkungan Sekolah Sekolah merupakan lingkungan di mana anak-anak berkumpul bersama teman-temannya yang sebaya dengannya. selaku orang tua yang bijaksana dalam berinteraksi dengan anak pasti memperlihatkan sikap yang baik. Nasrani atau Majusi. amalan-amalan mereka senantiasa berkorelasi dengan kedua orang tuanya walaupun sang orang tua telah wafat. maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral. Belajar. sehingga ketika anak tersebut berhadapan dengan lingkungan lain anak tersebut memiliki daya resistensi yang dapat menangkal setiap saat pengaruh negatif yang akan merusak dirinya. Pendidikan yang didapatkan merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak. menjauhi larangan-laranganNya. Secara mikro lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian. Keluarga juga merupakan madrasah bagi sang anak.” (HR. Jama'ah jum’at rahimakumullah Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman. bermain dan bercanda adalah kegiatan rutin mereka di sekolah. kepribadian dan karakternya.perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan senang bermaksiat kepadaNya. cinta terhadap ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam. )رواه البخاري‬ ِ َ ّ َ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (Islam). Lingkungan merupakan tempat di mana manusia melaksana-kan aktifitas-aktifitasnya. Dalam hadits ini dijelaskan tentang keuntungan memiliki anak yang shalih yaitu. Jadi jelaslah bagi kita akan gambaran anak yang shalih yaitu anak yang taat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi.

Masyarakat terbentuk atas dasar gabungan individu-individu yang hidup pada suatu komunitas tertentu. Dalam masyarakat seperti ini akan tumbuh berbagai masalah yang merusak ketenangan. dapat saja tercemari oleh limbah kemaksiatan yang merajalela disekitarnya. Orang tua tidak harus memasukkan anak mereka di sekolah-sekolah favorit semata dalam hal intelektual dan mengabaikan faktor perkembangan akhlaq bagi sang anak.(‫ْ َ ُ ل ِي ْمان. Faktor yang juga cukup menentukan dalam membentuk watak dan karakter anak di sekolah adalah konsep yang diterapkan sekolah tersebut dalam mendidik dan mengarahkan setiap anak didik. Sebaliknya anak yang di rumahnya kurang mendapat pendidikan yang baik tentu akan memberi pengaruh yang negatif menurut karakter dan watak sang anak. dan ketentraman. Anak yang terdidik secara baik di rumah tentu akan memberi pengaruh yang positif terhadap teman-temanya. Sekolah yang sekedar dibangun untuk kepentingan bisnis semata pasti tidak akan mampu menghasilkan murid-murid yang berkwalitas secara maksimal. kualitas dalam pengertian intelektual dan moral keagamaan. yang kondusif bagi anak. bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ ْ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا‬ َ َ َ ْ . pendidik atau ulama. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . kedamaian. Karena dalam membentuk masyarakat yang harmonis setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama. Muslim) . c. Karena itu sekolah yang memiliki keseimbangan kurikulum antara pelajaran umum dan agama akan lebih mampu memberi jaminan bagi seorang anak didik. Oleh sebab itu orang tua seharusnya mampu melihat secara cermat dan jeli sekolah yang pantas bagi anak-anak mereka. Keseimbangan pelajaran yang diperoleh murid di sekolah akan lebih mampu menyeimbangkan keadaan mental dan intelektualnya. )رواه مسلم‬ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antaramu melihat kemungkaran hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Kualitas intelektual dan moral keagamaan tenaga pengajar serta kurikulum yang dipakai di sekolah termasuk faktor yang sangat menentukan dalam melahirkan murid yang berkualitas secara intelektual dan moral keagamaan. para da’i. dan jika tidak sanggup maka dengan hatinya. Masyarakat yang mayoritas anggotanya hidup dalam kemaksiatan akan sangat mempengaruhi perubahan watak anak kearah yang negatif. Sekolah yang ditata dengan managemen yang baik tentu akan lebih mampu memberikan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan sekolah yang tidak memperhatikan sistem managemen. Mereka beranggapan bahwa yang bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pemerintah. maka kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan masyarakat yang baik. Oleh karena itu untuk dapat mempertahankan kwalitas yang telah terdidik secara baik dalam institusi keluarga dan sekolah. jika ia tidak sanggup maka dengan lidahnya. karena sekolah tersebut akan memberi warna baru bagi setiap anak didiknya.diperolehnya dalam keluarga mereka masing-masing. Dan itu adalah selemah-lemah iman. Anak yang telah di didik secara baik oleh orang tuanya untuk selalu taat dan patuh pada perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya. Lingkungan Masyarakat Masyarakat adalah komunitas yang terbesar dibandingkan dengan lingkungan yang kita sebutkan sebelumnya.” (HR. Karena itu pengaruh yang ditimbulkannya dalam merubah watak dan karakter anak jauh lebih besar. Persepsi yang keliru biasanya masih mendominasi masyarakat.

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه.Jika setiap orang merasa tidak memiliki tanggung jawab dalam hal beramar ma’ruf nahi munkar. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ . semoga dengan kepedulian kita itulah Allah Subhannahu wa Ta'ala akan senantiasa menurunkan pertolonganNya kepada kita dan memenangkan Islam di atas agamaagama lainnya. ْ َ َ َ َ ْ ‫رب اجعل ْن ِي مقي ْم الصل َة ومن ذُري ّت ِي، رب ّنا وت َقب ّل دُعاء. Untuk itu di akhir khutbah ini marilah kita bersama-sama merasa peduli terhadap kelangsungan hidup generasi kita.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ْ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ .‫ال ْغفور الرحي ْم، وادْعوهُ ي َست َجب ل َك ُم‬ ْ ِ ْ ْ ْ ُ َ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua. الل ّهم اغفر ل ِل‬ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ ‫ِ ْ مسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ِ َ ِ . maka segala kemunkaran bermunculan dan merajalela di tengah masyarakat kita dan lambat atau cepat pasti akan menimpa putra dan putri kita. والصل َةُ والسل‬ ‫ّ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. karena Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. رب ّنا‬ َ َ َ َ َ ْ ّ َ َ ِ ُ ْ ّ ْ ِ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل ِي ول ِوال ِدَي ول ِل ْمؤمن ِي ْن ي َوم ي َقوم ال‬ ُ . Marilah kita berdo’a kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .” (Ali Imran: 110). Jika tidak maka Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫ْ ُ حساب‬ ِ ْ ُ َ ّ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ْ ‫رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين‬ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ ْ َ َ َ .” (Ali-Imran: 104)..‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ .‫إماما‬ ً َ َ ‫أ َِقول قول ِي هذا وأ‬ َ .. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Jamaah jum’at rahimakumullah Amar ma’ruf adalah kewajiban setiap individu masing-masing yang harus dilaksanakan. Padahal kedudukan kita sebagai umat yang terbaik yang dapat memberikan ketentraman bagi masyarakat kita hanya dapat tercapai jika setiap individu muslim secara konsisten menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . pasti akan menimpakan adzabnya di tengah-tengah kita dan pasti kita akan tergolong orang-orang yang rugi Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.

or.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.com‬‬ ‫13‬ ‫‪Nilai Kepemimpinan Lelaki dan Kepatuhan Wanita‬‬ ‫‪Oleh: H.‫أ َوطان ِهم.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُ‬ ‫َ َ ُ ْ وا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ . Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.wordpress.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.alsofwah.

Wanita-wanita shalihah muthi’ah adalah taat kepada Allah dan suaminya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan laki-laki memiliki satu derajat lebih atas wanita” . hakim atasnya. menjaga dirinya dari kekejian (zina). Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa wanita itu ada dua macam. kesungguhan pandangan. Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik).‫ل َن ي ُفل ِح قوم ول ّوا أ َمرهم امرأ َة‬ ً َ ْ ْ ُ َ ْ ْ َ ٌ ْ َ َ ْ ْ .” maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. Karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita. yaitu berupa mahar/ maskawin.”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya). hanya khusus lelaki. bagusnya pengaturan. oleh karena Allah telah memelihara “(mereka.َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki. arti ayat: “Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri. dan pendidiknya. oleh karena Allah telah memelihara (mereka). dan demikian pula (khusus untuk lelaki) jabatan qodho’/ kehakiman dan hal-hal lainnya. halaman 608. Ayat ini menegaskan tentang kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita. 1/339). (QS An-Nisaa’/ 4:34). as-syahadah (kesaksian --dalam perkara pidana. (Irsyaadul ‘Aqlis Saliim. Penjelasan Ibnu Katsir itu ada rincian yang senada yaitu perkataan Abu As-Su’ud: “Dan pengutamaan bagi kaum laki-laki itu karena kesempurnaan akal. dan menjelaskan tentang wanita shalihah. hingga sesuailah kalau lelaki itu menjadi pemimpin atas perempuan. pembesarnya. wanita tidak boleh jadi saksi. al-imamah (kepemimpinan). Maka dalam diri lelaki itu ada kelebihan dan keutamaan atas perempuan. dan menjaga harta . dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada. juz I. Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik. Karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. maksudnya. “ketika suaminya tidak ada. Yang satu adalah wanita-wanita shalihah muthi’ah (baik lagi taat) dan yang lain adalah ‘ashiyah mutamarridah (bermaksiat lagi menentang).” Ini adalah rincian keadaan wanita di bawah kepemimpinan lelaki. pen) jihad dan hal-hal lainnya. dan kelebihan kekuatannya. Oleh karena itu ada kekhususan bagi lakilaki yaitu mengenai an-nubuwwah (kenabian). halaman 292 tahqiq Sami As-Salamah). dan demikian pula kepemimpinan tertinggi. nafkah-nafkah dan beban-beban yang diwajibkan Allah atas lelaki untuk menjamin perempuan. melaksanakan hak-hak dan kewajiban yang ada pada dirinya. atau juz II. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. al-wilayah (kewalian). lelaki itu adalah pemimpin wanita. Ibnu Katsir melanjutkan.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan). Wanita shalihah Selanjutnya. Menurut Ibnu Katsir.

” (Hadits Riwayat Al. hanya kerugian lah yang didapat. penjoget. Inilah yang mesti kita berhati-hati benar dalam hal menjaga diri dan keluarga kita. Tetapi sekarang wanita di pertokoan bukan sekadar sebagai pelayan. boleh-boleh saja. Namun kepemimpinan lelaki ataupun ketaatan wanita seakan tidak dianggap penting dalam dunia jahil. Jadi lelaki yang merelakan isterinya ataupun anak-anaknya dijadikan pajangan padahal seharusnya lelaki itu punya rasa cemburu dan menjaganya. Maka betapa ruginya. Hingga muncul kondisi yang ironis. namun justru merelakannya. wanita mendapat perlindungan. Sehingga wanita yang sebenarnya terhormat itu kemudian dijadikan bahan tontonan. Ada orang tua dan suami-suami yang merelakan wanitanya dijadikan pajangan untuk menarik pembeli atau konsumen di toko-toko. Ada wanita yang diangkat-angkat oleh orang-orang jahil melebihi kodratnya dan melanggar aturan agama. pelawak. (yaitu) lakilaki yang menggauli (menyetubuhi) isterinya dan isterinya pun menggaulinya. Ia tidak akan masuk surga. di bank-bank. Na’uudzu billaahi min dzaalik. hadits hasan dari Ibnu Umar). Rasul-Nya. Namun. biasa . kemudian salahsatunya menyiarkan rahasia teman bergaulnya itu. dan kepada suaminya. . Seharusnya.Hakim dan Al-Baihaqi. tidak merasa cemburu terhadap keluarganya yang berbuat sesuatu dengan lelaki lain.(‫مسلم و أبو داود‬ “Sesungguhnya termasuk sejelek-jelek manusia bagi Allah tempatnya di hari kiamat. dayyuts (laki-laki yang membiarkan kemaksiatan pada keluarganya). namun sebagai alat penarik konsumen. Sehingga. yang hal itu melanggar kodratnya atau fitrahnya. lelaki itu pemimpin atas wanita. pemeliharaan dari para suami dan bahkan masyarakat. Menurut Hadits Nabi n. Dianggap lumrah. Ini sudah bertentangan dengan aturan Islam. )رواه‬ ِ ِ َ ّ ِ َ ُ َ . Ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya jadi penyanyi. misalnya tontonan. di pameran-pameran perdagangan. disamping melanggar aturan agama. Dan bahkan ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya dijadikan mainan oleh orang lain. Akibat merelakan keluarganya (yang wanita) dijadikan pajangan itu kemudian menjadikan haramnya surga baginya.‫ث َل َث َة ل َ ي َدْخل ُون ال ْجن ّة؛ ال ْعاقُ ل ِوال ِدَي ْه والدّي ّوث ورجل َة الن ّساء‬ ِ َ ُ ُ َ َ ُ ْ َ َ ٌ َ ْ ُ َ َ ِ َ “Tiga orang yang tidak masuk surga (yaitu): orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya. ada wanitawanita yang diperlakukan oleh orang-orang jahil sebagai barang mainan. Lelaki yang demikian itu adalah dayyuts.” (HR Muslim dan Abu Daud). dan perempuan yang menyerupakan dirinya dengan laki-laki.suaminya dari pemborosan. Sebagaimana mereka menjaga hal-hal yang berlangsung antara dirinya dan suaminya yang wajib disembunyikan dan menjaga baik-baik kerahasiaannya. pelaku adegan-adegan film atau sinetron tak senonoh yang ditonton banyak orang. Keadaan masyarakat jahil Aturan dalam Al-Quran telah tegas dan jelas. surga haram atas lelaki dayyuts. sedang wanita itu dipentingkan ketaatannya kepada Allah. Jual beli antara lelaki dan perempuan pada asalnya mubah. Kesenangan di dunia tidak seberapa. tidak sesuai aturan. maka bisa dimasukkan dalam lingkungan yang mengarah pada dayyuts. Di dalam hadits disebutkan: ‫إ ِن من شر الناس عن ْدَ الله من ْزل َة ي َوم ال ْقيامة الرجل ي ُفضي‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ ْ ً ِ َ ِ ّ َ ْ ِ ّ ْ ِ ْ ُ ُ ّ َ ‫إلى امرأ َت ِه وت ُفض ِي إل َيه ث ُم ين ْشر أ‬ َِ ‫ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ ِ ّ َ ُ ُ حدُهما سر صاحب ِه. Sebaliknya. di hotel-hotel dan sebagainya. justru wanita dijadikan alat untuk melariskan hal-hal yang tak terpuji atau tak sesuai dengan ajaran Islam. namun haramnya masuk surga telah mengancamnya. hingga wanita-wanita pelayan itu diseragami pakaian yang setengah telanjang.

dan kedua memberikan tempat yang terpuji bagi wanita yang shalihah. namun sulit karena lebih banyak godaannya. Sehingga wanita itu sendiri akan sulit mempertahankan diri agar menjadi orang yang shalihah alias taat aturan Allah dan RasulNya. Sedang ke atas: perbuatan zina itu sendiri lebih terlarang lagi. Memajang wanita-wanita dalam aneka pergaulan hidup yang dimaksudkan untuk menarik konsumen ataupun pelanggan atau penonton itu sudah termasuk sarana mendekatkan ke arah zina. mendekati zina saja dilarang. Contohnya. ayat tersebut mengandung makna. Yaitu. Bukan sulit karena secara naluriah. Padahal.Sangat disayangkan sekali. Dianggapnya tidak ada masalah. maka wanita shalihah sangat dihormati dalam Islam karena memang sulit melakukannya. sekaligus melanggar aturan Allah. Aturan di dalam Islam sebegitu jelas dan gamblang. apalagi memukulnya. lingkungan yang . Sedangkan wanita itu sendiri didudukkan oleh manusia-manusia jahil pada posisi yang enak. Mendekati zina itu jelas telah dilarang dengan tegas oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala. bila mau melanggar aturan Islam. manusia jahil telah menjadikan wanita sebagai sasaran untuk dijadikan daya pikat.” (Al-Israa’: 32). Itulah pengertiannya. baik dari dalam nafsu wanita itu sendiri maupun faktor dari luar. Lebih dari itu. namun dalam dunia yang jahil orang yang menyepelekan bahkan justru menggalakkan hal-hal yang menjurus pada pendekatan zina. lebih terlarang lagi adalah zinanya itu sendiri. dunia jahil telah memupuk aneka macam pelanggaran seperti tersebut diatas menjadi pemandangan yang biasa. bahkan membolehkan perzinaan itu sendiri lebih dihormati. dan itu jelas bertentangan dengan Islam. maka terkena kaidah (‫ )الحكم بوسائله‬hukum itu mencakup sarananya. Dengan demikian. ayat tersebut sangat strategis sifatnya. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: "Dan janganlah kamu mendekati zina. Karena mendekati zina saja sudah dilarang. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan satu jalan yang buruk. Wanita dari zaman ke zaman. oleh orang-orang jahil merupakan sasaran yang paling utama untuk dijadikan daya pikat. Dalam ayat itu ditegaskan. Ini benar-benar keterlaluan. maka lebih lagi haramnya. Perkara yang banyak godaannya. yang menggiurkan. Allah memerintahkan agar kita menahan sebagian pandangan kita terhadap lain jenis (lihat QS An-Nuur: 30-31) namun justru orang-orang yang mendukung dunia jahil ini menarik-narik manusia agar membuka mata lebarlebar untuk “menikmati” wanita yang mereka pajang. Maka mengadakan sarana untuk dekat dengan zina atau yang jurusannya mendekati zina berarti haram pula. Islam menempatkan wanita shalihah dalam kedudukan yang terpuji itu bisa difahami pula bahwa untuk membina wanita agar jadi shalihah. semua tontonan dan pekerjaan yang menarik konsumen dengan cara memajang wanita itu sudah mengikuti bujukan syetan. apalagi berzina. Memerankan wanita sebagai daya pikat itu sendiri sudah merupakan pelanggaran sebagaimana diuraikan di atas. mengatakan uf/ hus kepada orang tua saja diharamkan. tidak boleh mendekati zina. serta wanita itu sendiri dalam berupaya menjadi wanita shalihah adalah perkara yang besar. Maka sesuai dengan istilah "aljazaa’u min jinsil ‘amal. Jadi. Wanita shalihah sangat terpuji Islam memberikan imbalan pahala sesuai dengan kadar kepayahan atau usaha manusia. ke bawah: sarana-sarana dan perbuatan yang menjurus pada pendekatan zina sudah ikut terlarang. Kenapa? Karena.” imbalan itu sesuai dengan perbuatan. yaitu pertama dengan melarang manusia mendekati zina. Inilah yang di dalam ilmu ushul fiqh disebut Qiyas Aulawi”. Itu semua alurnya adalah mendekatkan kepada zina. Maka Islam memberikan antisipasinya atau pencegahannya. Karena hal itu sudah merupakan sarana atau penghantar. Ini telah mencakup larangan segala hal yang menghantarkan kepada perbuatan zina.

Dan di antara (unsur) penderitaan manusia adalah: wanita / isteri yang buruk (tidak shalihah). Yaitu wanita yang menuruti aturan agama suci dengan patuh. ada pula pujian simpati dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ ‫الدّن ْيا متاع وخي ْر متاعها ال ْمرأ َةُ الصال ِحة. akan dikembalikan menjadi sesuatu yang paling rendah di antara yang rendah. memang betul demikian adanya. )رواه مسلم و‬ ُ َ ّ َ ِ َ َ ُ َ َ ٌ َ َ َ ْ َ . Di balik bentuknya yang paling baik." (Hadits shahih riwayat Ahmad. sebagai andalan. Tapi sebaliknya.. Seperti firman Allah dalam Surat. Hasil perbandingan itu diperkuat atau punya alasan Hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam : ‫من سعادَة اب ْن آدَم ث َل َث ومن شقاوة اب ْن آدَم ث َل َث َة. manusia dibuat dalam bentuk yang paling baik.(‫أبي وقص‬ "Di antara (unsur) kebahagiaan anak Adam (manusia) adalah tiga hal. At-Thabrani. . Di antara unsur kebahagiaan manusia yaitu.(‫النسائي‬ “Dunia ini adalah perhiasan yang menyenangkan hati. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih maka mereka akan memperoleh pahala yang tak putus-putusnya. dan AlBazzar dari Sa'ad bin Abi Waqash) Nah. Ya. Kemudian Kami kembalikannya jadi serendah-rendahnya yang rendah (masuk neraka). Terhadap wanita shalihah itu. tapi sebaliknya. Dan sebaik-baik perhiasan yang menyenangkan itu adalah wanita yang shalihah/ baik. )رواه أحمد والطبراني والبزار عن سعد بن‬ ُ ْ ّ ُ ْ َ َ ." (QS. At-Tien: 4. kejadian manusia itu sendiri adalah bentuk yang paling baik. (Hadits Riwayat Muslim dan An-Nasa’i). Di dalam ayat itu dinyatakan. betapa tingginya nilai wanita shalihah itu. dan kendaraan yang jelek. dan kendaraan yang baik. Dalam Hadits itu ternyata wanita atau isteri disebut sebagai unsur pertama dalam hal kebahagiaan maupun kesengsaraan. ومن شقاوة اب ْن آ َدَم ال ْمرأ َةُ السوءُ و ال‬ ُ‫ّ ْ َ مسك َن السوء‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ْ ّ ْ َ ِ ‫وال ْمرك َب السوء. wanita/ isteri yang shalihah/ baik. kecuali yang beriman dan berbuat baik. Kalau diperbandingkan. wanita disebut hiasan yang paling menyenangkan berarti di balik itu ada yang bahkan paling tidak menyenangkan. Dan di antara (unsur) sengsaranya ibnu Adam ada tiga (juga).Sungguh Kami telah menjadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Wanita diucapkan dalam deretan yang pertama dari tiga unsur kebahagiaan maupun kesengsaraan.. 5.jahil. ternyata disebutkan. Attien: “. wanita/ isteri yang jahat adalah unsur penderitaan. Di sini jelas. Berarti sudah merupakan puncak yang tiada saingannya lagi. yang otomatis mampu menjalani sikap dan perilaku tanpa melanggar ajaran Ilahi. Dari sini bisa difahami betapa terpujinya wanita yang baik yang istilahnya wanita shalihah. Berarti sejalan pula dengan pernyataan perbandingan tadi. Dia paling baik di antara hal yang mesti disenangi manusia. 6). dalam hadits itu dijelaskan. Bila kita perbandingkan. yang mencakup segi kehidupan demi kebahagiaan dunia dan akhirat. wanita/ isteri yang shalihah adalah unsur kebahagiaan. من‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ِ ٌ ِ ِ َ ‫سعادة ابن آدم ال ْمرأ‬ ‫َ ْ ةُ الصال ِحة وال ْمسك َن الصال ِح وال ْمرك َب‬ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ْ َ َ ُ ّ ْ ‫الصال ِح. tempat tinggal yang baik. Jadi wanita merupakan unsur yang paling extrim. wanita yang bukan shalihah itu adalah paling menyebalkan. Bahwa wanita shalihah itu paling menyenangkan. tempat tinggal yang jelek.

apa yang disabdakan itu pasti betul. Mungkin bisa kita mulai dari sekarang. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Berarti dijadikan pendamping paling baik bagi para muttaqin.Wanita shalihah dan suami taqwa Nabi n membela dan mengangkat martabat wanita. sampai memuji dan menyebutkan fungsi kedudukan wanita shalihah lagi menyenangkan." (Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah berderajat hasan/ baik). Apabila dia (lk) melihatnya. keluarga kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan anjuran beliau. maka isteri itu menggembirakan nya.(‫ماجة عن أبي أمامة، حسن‬ "Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla yang lebih baik baginya dibanding mempunyai isteri yang shalihah/ baik. Sampai didudukkan sebagai hal yang paling menguntung-kan bagi orang yang taqwa. Jadi. Sedang derajat taqwa itu adalah derajat paling tinggi di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya yang paling mulia dari kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa". seharusnya kita berlomba membina wanita. posisi wanita shalihah itu memang benar-benar terpuji dan mulia. Mudah-mudahan hal ini bisa kita laksanakan. yaitu wanita shalihah. Sedang yang menilai derajat tingginya itu ternyata adalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lewat Hadits tersebut di atas. baik itu isteri kita. (QS Al-Hujuraat/ 49: 13). sebab dijadikan pendamping orang yang bertaqwa alias yang paling mulia di sisi Allah. Apabila dia (lk) menyuruhnya maka ditaati. Mari kita berlomba membentuk wanita shalihah dalam keluarga dan masyarakat Islam. dengan disebut sebagai unsur yang paling memberikan keuntungan. yang memuji wanita shalihah: َ ْ ‫ما است َفادَ ال ْمؤمن ب َعدَ ت َقوى الله عز وجل خي ْرا ل َه من زوجة‬ ٍ َ ْ َ ْ ِ ُ ْ ُ ِ ْ ُ َ ً َ ّ َ َ ّ َ ِ َ ْ َ ‫صال ِحة، إن أ َمرها أ َطاعت ْه وإن ن َظَر إل َيها سرت ْه وإن أ‬ َ ْ‫َ ّ ُ َ ِ ْ ق‬ ‫سم‬ َ َ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫إ ِل َي ْها أ َب َرت ْه وإ ِن غاب عن ْها ن َصحت ْه في ن َفسها ومال ِه. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ ً َ ُ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ .‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Apabila ia memberi bagian padanya maka dia menerimanya dengan baik. Jelas sekali pujian Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap derajat wanita yang shalihah. Kita percaya. Hal itu bisa disimak pandangan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . sebagai penganut ajaran suci dari Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. )رواه ابن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ . Amien. Dan apabila ia tidak ada di rumah maka isteri yang shalihah itu tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya. Maka.

الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‪menyita banyak waktu semua orang. dari kalangan intelektual maupun dari kalangan awam‬‬ ‫‪Betapa tidak. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫!‪Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia‬‬ ‫!‪Kaum muslimin para hamba Allah yang dirahmati Allah‬‬ ‫‪Pada masa modern ini. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫23‬ ‫‪Selamatkanlah Kaum Wanita‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. pembicaraan tentang wanita adalah termasuk pembicaraan yang telah‬‬ ‫.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عباد الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. kaum wanita dengan kelemahlembutannya dapat melakukan hal-hal spektakuler‬‬ .

. Dengan kelemahlembutannya itu ia dapat melahirkan tokohtokoh besar yang dapat membangun dunia. karena dosa apakah ia dibunuh. Untuk mengetahui bagaimana semestinya posisi kaum wanita yang tepat maka kita perlu mengetahui bagaimana posisi kaum wanita di kalangan generasi terdahulu sebelum datangnya Islam. diperbudak oleh kaum pria. ibarat barang yang terhina dalam keluarga dan masyarakat. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “bila engkau ingin melihat bagaimana kejahilan bangsa Arab terdahulu maka bacalah firman Allah Ta’ala: “Sungguh merugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa ilmu. bahkan antara satu suku dengan suku yang lain. Inilah gambaran umat yang dilahirkan oleh berhalaisme dan dididik oleh para tukang sihir dan peramal. Allah menceritakan sisi yang berlawanan dari itu: “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya. Islam bahkan telah menjadikan ibu sebagai orang yang lebih dihormati daripada seorang ayah. Lalu bergaunglah firmanNya: “Dan para wanita itu mempunyai hak dan keseimbangan dengan kewajiban mereka secara ma’ruf. Inilah akibat dari jauhnya akal masyarakat dari cahaya wahyu.” (At-Taubah: 17).yang dapat mengguncangkan dunia. Itulah kondisi kaum wanita di masa jahiliyah. Allah berfirman tentang ratu Saba’: “Sesungguhnya aku (burung hud-hud) mendapati seorang ratu yang menguasai mereka dan ia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar” (An-Naml: 23). Namun dengan kelemah-lembutannya pulalah ia dapat menjadi penghancur dunia yang paling potensial.” (At-Takwir: 8-9). Dengan demikian Islam telah meletakkan dasar dan pondasi yang begitu kokoh untuk membangun pribadi wanita yang baru berdasarkan wahyu dari Dzat yang telah menciptakannya. hingga akhirnya terbitlah fajar Islam lalu terdengarlah di penjuru dunia untuk pertama kalinya: ”Dan para laki-laki beriman dan wanita yang beriman itu adalah wali (penolong) antara sebagian mereka kepada sebagaian yang lain. Sementara di belahan bumi lain. dan tidak lama kemudian ia akan dikubur hidup-hidup dalam kubangan tanah yang digali oleh ayahnya sendiri. Siapapun yang mencoba mempelajari kondisi kaum wanita sebelum Islam maka ia temukan hanyalah sekumpulan fakta yang tidak menggembirakan. Hari kelahirannya adalah hari di mana semua wajah menjadi kecewa.” (Al-Baqarah: 228). Di suatu bangsa ia melihat kaum wanita menjadi penguasa tertinggi. Ia akan terheran-heran menyaksikan kondisi kaum wanita yang sangat berbeda antara suatu bangsa dengan bangsa yang lain.” (Al-An’am: 140) Fahamlah kita bagaimana kejahiliyahan menenggelamkan masyarakat Arab saat itu ke dalam pojok-pojok kegelapan peradaban. sementara pada bangsa yang lain mereka manjadi makhluq yang terhina dan dianggap aib bahkan dikubur hidup-hidup. Dan pemuliaan Islam terhadap wanita tidak cukup sampai di sini.

(‫)رواه البخاري ومسلم‬ Seorang pria bertanya: “Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku berbakti?” Beliau menjawab: ”Ibumu” Ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa?” beliau menjawab: “Ibumu. Seiring dengan itu. Suatu waktu mereka menyebutnya sebagai sebuah kedzaliman dan kejahatan atas wanita. Jalinan itu adalah sifat “Al-Hasymah” (bersikap malu) dan “AlAfaf” (menjaga kesucian) yang kemudian memberikan konsekwensi agar seorang wanita mengenakan hijab syar’i. atau sebagai penghalang yang merintangi berkembangnya dunia ketiga. Islam memandang bahwa percampurbauran antara pria dan wanita (ikhthilath) sebagai sebuah bahaya yang sangat nyata. karena kebencian yang terpendam dalam hati-hati mereka. yaitu ide melakukan perombakan terhadap fiqh Islam yang katanya hanya berpihak pada kaum pria. dan menghindari percampurbauran dengan kaum pria. atau dikali lain mereka menyebutnya sebagai budaya Arab saja. sebab mereka mengetahui bahwa rusaknya kaum wanita pertanda rusaknya tatanan masyarakat. Dan yang masih saja hangat sampai hari ini adalah sebuah ide sekuler yang berhasil ditanamkan oleh musuh-musuh Islam kedalam otak sebagian kaum muslimin. Al-Bukhari dan Muslim) Kaum muslimin yang berbahagia! Islam telah meletakkan jalinan yang kuat dan kokoh untuk menjaga kaum wanita. Siapapun di dunia ini yang memiliki akal sehat akan dapat melihat permusuhan yang amat nyata dari kaum Yahudi dan Nashrani khususnya kepada umat Islam. permusuhan itu tetap membara. Bukankah kaum Yahudi telah memancangkan permusuhannya terhadap hijab sejak mereka mengatur siasat untuk merobek hijab seorang muslimah dan menampakkan auratnya di pasar Bani Qainuqa’??!. kalian mencintai mereka padahal mereka sama sekali tidak mencintai kalian.” (HR.” (Ali-Imran:119) Para hamba Allah yang saya cintai!.‫َ َ باك‬ ْ َ ّ ْ َ ّ . oleh karena itu Islam mencegahnya dan menggantinya dengan mensyariatkan pernikahan. tetap berdiam di rumah. yang semuanya itu menjadikannya ibarat sebuah permata bernilai tinggi di kedalaman lautan yang tidak di jamah kecuali orang yang berhak untuk itu. Semuanya dapat melihat dengan jelas bagaimana mereka selalu menjadikan wanita muslimah sebagai sasaran mereka. sebaliknya bila mereka menyia-nyiakannya maka mereka akan sesat dan binasa. Oleh karena itu. Sekali-kali tidak.. hal ini. .َ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ٌ ُ َ َ َ ‫قال رجل: يا رسول الله من أ َب ُر؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟‬ ْ َ ّ ْ َ ِ ّ َ ‫قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ‬ َ َ َ َ َ ّ َ َ َ َ َ ّ َ َ .Dan hingga kinipun. mereka juga faham perintah untuk “tinggal di rumah saja” memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menjaga wanita muslimah. dalam menjaga kesucian dan kemuliaannya.” kemudian ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa ? beliau menjawab: “Ibumu” kemudian ia bertanya lagi “lalu kepada siapa ?” barulah beliau berkata: “ayahmu. Hadirin yang berbahagia! Ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam telah mengetahui bagaimana nilai hijab syar’i dalam melindungi seorang muslimah. Bila mereka berpegang padanya mereka akan selamat. sehingga lahirlah ide “Fiqh Perempuan” Semua itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam bukan karena mereka kasihan dan ingin menolong wanita muslimah atau karena cinta kepada kaum muslimin. kita dapat melihat bagaimana mereka memerangi hijab muslimah tanpa ampun. mereka juga mendorong para wanita muslimah untuk keluar dari rumah-rumah yang telah melindungi mereka dengan alasan persamaan hak dan derajat antara pria dan wanita. “Beginilah kalian.

para wanita itulah yang mengubur dirinya sendiri hingga hilang rasa malu. Nasehat kami kepada Anda adalah bahwa kunci perbaikan itu ada di tangan Anda semua.ا َل ْموؤودَةُ في ال ْجن ّة‬ ِ ِ َ ْ ُ ْ َ “Anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu di Surga.Namun sangat disayangkan. melalui siaransiaran televisi dan radio atau media-media informasi lainnya . dan taatilah Allah beserta RasulNya. Apakah anda sekalian mengetahui angin kencang apakah itu?.” (HR. Mereka telah mendorong kaum wanita mengubur sendiri dirinya hidup-hidup. dan tegakkanlah shalat. dan putri-putri kita adalah bunga-bunga yang menghiasi taman kehidupan kita. para suami dan para saudara. tetapi di dalam sifat ‘iffah mereka yang telah hilang. saudari-saudari kita. Dan kebaikan Anda juga berarti kebaikan bagi ummat ini. yang mendorong mereka untuk bercampur baur dengan kaum pria dan membisiki mereka agar membuang rasa malu mereka untuk bercampur-baur dengan kaum. Mereka inilah para korban “brain washing” yang dilancarkan oleh kaum kafir dalam berbagai aspek kehidupan. Angin kencang ini ditiupkan melalui lembaran-lembaran surat kabar dan majalah. melalui roman-roman percintaan. Jika Anda ingin.‫َ َ َ ي َجدْن ري ْحها‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ُ َ “Dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang yang melenggak lenggok. kedalam kehormatan mereka yang tercabik-cabik. Sesungguhnya istri-istri kita.” Namun di zaman ini. Karena bagi mereka yang penting dari diri anda hanyalah kenikmatan dan kelezatan sesaat. tuanaikanlah zakat. Entah berapa banyak dari kaum muslimin yang turut serta membantu mereka memerangi hijab syar’i ini. kami mengingatkan para pemudi Islam agar mereka tidak mendengarkan tipuan-tipuan musuh-musuh anda yang selalu menampakkan indahnya hidup bercampur baur dengan kaum pria atas nama kebebasan. entah berapa banyak dari kaum muslimin yang menyerahkan diri mereka kepada tipu-daya mereka. dan kedalam kesucian mereka yang telah ternoda! lalu apakah gunanya hidup mereka setelah itu? Mereka telah melakukan perbuatan yang lebih keji dari apa yang pernah terjadi di masa Jahiliyah dulu. Bagaimana anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup dimasa itu akan mendapatkan Surga Allah. Namun hampir-hampir saja kita tidak lagi dapat merasakan keindahan bunga itu karena ada sebuah tiupan angin kencang yang sebentar lagi akan merenggutnya. melalui mimbar Jum’at yang mulia ini kami menyerukan kepada para penanggung jawab kaum wanita. Muslim). “Dan tinggallah kalian (para wanita) di dalam rumah-rumah kalian. Dan balasan untuk mereka pun begitu menakutkan.” (Al-Ahzab: 33). para bapak. kemajuan dan kemoderenan. renungkanlah Melalui mimbar Jum’at ini pula. Kaum muslimin yang dirahmati Allah!. disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫. mereka itu tidak akan masuk Surga dan tidak mendapatkan baunya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda tentang wanita yang seperti ini: ‫ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت مائ ِل َت رؤوسهن ك َأ َسن ِمة‬ ِ َ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ َ َ ّ ُ ُ ْ ُ ُ ٌ َ ٌ َ ‫ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ . kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk onta. Anda dapat memperbaiki diri sendiri. Mereka adalah belahan hati kita semua. Kaum muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Oleh karenanya. .bukan di dalam tanah. dan janganlah kalian berhias seperti berhiasnya kaum jahiliyah pertama.Ia adalah angin westernisasi yang mengajak mereka melepaskan hijabnya.

أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. Semoga bagi kita sekalian dianugrahkan taufiq dan inayah untuk membangun‬‬ ‫. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ث ُم اعل َموا ِ فإن الله أ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. semoga wasiat ini dapat bermanfa’at dalam proses perbaikan terhadap ummat yang‬‬ ‫‪kian terpuruk ini. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‪kekuatan dan kejayaan ummat seperti sedia kala . الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫33‬ . سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. Amin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون.‫‪Akhirnya.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Jika kalian bersyukur. Seorang muslim seyogyanya menjadikan kampung akhirat sebagai target utama yang harus diraih. Ikhwani fiddin rahimakumullah. menjadi kunci lebih terbukanya pintu-pintu karunia-Nya.‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يآ أ َيها ال ّذين آ َمنو ات ّقوا الله حق ت ُقا ت ِه ول َ ت َمو ت ُن إل ّ وأ‬ َ ّ َ َ ُ . maka akan Kami tambahkan bagimu dan jika kamu mengingkarinya. Tidak meletakkan dunia dan gemerlapannya di lubuk hatinya.‫الدّي ْن‬ ِ Saudara-saudara seiman rahimakumullah. apalagi tertipu oleh ilusi dunia. agar mengakar kuat dan kokoh di lubuk hati yang paling dalam. seperti ketakjuban orang kafir terhadap dunia.‫َ ن ْت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ِ ِ ّ َ ‫يآ أ َي ّها الناس ات ّقوا ْ رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ‫ِ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها زوجها‬ ّ ِ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ‫وب َث من ْهما رجال ك َث ِي ْرا ون ِساء، وات ّقوا الله ال ّذي ت َساء‬ ُ َ َ َ َ ً ً َ ِ َ ُ ِ ّ َ . bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُنو ب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ ‫َ َ َ ُ ه‬ ُ ْ ْ ْ ُ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ . Jadi. Yaitu seperti tanaman yang tersiram hujan setelah kemarau panjang. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. sebagai batu loncatan untuk mencapai nikmat Jannah yang langgeng. Sebab itulah modal yang hakiki untuk menyongsong kehidupan abadi. Marilah kita selalu mengulangi ucapan rasa syukur kepada Allah karena nikmat-nikmat-Nya yang telah tercurahkan kepada kita semua sehingga kesehatan jasmani dan rohani masih menghiasi kita.(Al-Hadid: 20) Ibnu Katsir berkata (dengan ringkas): “Allah Subhannahu wa Ta'ala membuat permisalan dunia sebagai keindahan yang fana dan nikmat yang akan sirna.Menjaga Diri Dan Keluarga dari Api Neraka Oleh: Agus Hasan Bashori Lc ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ . namun hanya berada di genggaman tangannya saja. perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. sehingga tumbuhlah tanaman-tanaman yang menakjubkan para petani. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Ketahuilah. seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani.‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ َ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ْ َ ِ َ ِ . sesungguhnya siksaanKu itu sangat pedih”. وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ُ ّ َ ٌ َ ّ َ َ ‫عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور مخدَثا ت ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ . (Ibrahim: 7) Kami peringatkan juga para jamaah dan diri ini agar senantiasa menjaga ketaqwaan. agar hari-hari kita nanti bahagia. jangan sampai kita hanya duduk-duduk santai saja menanti perjalanan waktu. namun tidak lama kemudian tanaman- .‫فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ َ َ ‫أ َمابعد: فإن أ‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ْ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله. يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ات ّقوا ْ الله وقولوا ْ قول‬ َ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ ْ َ ‫سديدا. Dan akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya.‫وك ُل ضل َل َة فى النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫ِ َ ِ لى ي َوم‬ . Semoga rasa syukur yang kita panjatkan ini.‫َ لون ب ِه والرحام‬ ِ َ َ ِ َ ِ َ ْ ُ ُ َ َ ً ‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.

peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Termasuk anak kita yang malang. Kewajiban orang tua merawatnya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus. Bukannya membiarkan anak-anak mereka begitu saja tanpa pengawasan terhadap bacaan yang mereka gemari. Inilah kerugian nyata dan hakiki. keras. jika tidak ada sedikitpun iman dalam dada mereka. lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. dan akhirnya kering dan hancur”. Anak bagi orang tua merupakan buah perkawinan yang menyenangkan. . Topik utama kita kali ini menekankan pentingnya pendidikan anak yang termasuk salah satu unsur keluarga. Ayat ini diakhiri dengan penegasan tentang hakikat dunia yang akan menipu orang yang terkesan dan takjub padanya. Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. budak perempuan dan budak laki-lakinya tentang perintah dan larangan Allah”. mulai sekarang hendaknya para orang tua sadar terhadap kewajiban mereka untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi hamba Allah yang taat. Misal ini mengisyaratkan bahwa dunia akan hancur dan akhirat akan menggantikannya.tanaman tersebut menguning. dan selamat dari api neraka. Kelalaian dalam hal ini. Memilihkan pendidikan anak yang kondusif untuk perkembangan iman dan otaknya. Maka. anak adalah amanat yang dibebankan atas orang tua. Alangkah besarnya kerugian mereka. Al-Bukhari. Sebab orang tua kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya. dan At-Tirmidzi. Di akhirat. Ingatlah akibat yang akan menimpa kita dan keluarga kita yang tersia-siakan pendidikan agamanya! Nerakalah balasan yang pantas bagi orang-orang yang melalaikan kewajibannya. berarti penyianyiaan terhadap amanat Allah. Tidak boleh disia-siakan dan di sepelekan. Keadaan seperti ini tak akan kunjung putus. tiada daya dan upaya bagi mereka untuk meloloskan diri dari siksanya. apa saja yang suka mereka saksikan dan aktivitas yang mereka gandrungi.!!! Sesungguhnya neraka itu terlalu dalam dasarnya untuk diukur. dan akan ditanya tentang tanggungjawabnya”. kami kutip firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Setiap kulit mereka hangus. dari Ibnu Umar) Anak terlahir dalam keadaan fitrah. Pelaksana amanah harus menjaga dengan baik kondisi titipan agar tidak rusak. Muslim.(At-Tahrim: 6) Ali Radhiallaahu anhu berkata dalam menafsiri ayat ini: “Didik dan ajarilah mereka”. anak yang shalih akan menjadi modal investasi bagi kedua orang tuanya. yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. Riwayat Ahmad. Untuk menegaskan tentang kedahsyatan siksa neraka. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُّ َ ٍ َ ْ ُ ُّ ‫كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته‬ “Setiap kalian adalah pemimpin. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. AdhDhahak dan Muqatil berujar: “Wajib atas seorang Muslim untuk mendidik keluarganya seperti kerabat. Kehinaan dan kerendahanlah yang selalu menghiasi roman muka mereka. ketika orang tercampakkan ke dalam lubang neraka Jahanam. penjaganya malaikat yang kasar. kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab”. (An-Nisaa’: 56). Selain itu. hanya ada dua pilihan: tempat yang penuh dengan adzab pedih dan hunian yang sarat ampunan dan keridhaan Allah bagi hamba-Nya. Dibalik itu.(Hadits shahih. agar dia selamat dunia dan akhirat. lalu Allah pun memperingatkan tentangnya dan menganjurkan untuk berbuat baik. Begitu banyak penderitaan yang harus mereka pikul.

Luqman memulai mengajari anaknya dengan penanaman kalimat tauhid yang hakikatnya memurnikan ibadah hanya untuk Allah saja. yaitu cerminan sikap takabur. Dia memakai 2 terompah dari api neraka (yang berakibat) otaknya mendidih karenanya”. Di antaranya larangan memalingkan wajah ketika berkomunikasi dengan orang lain. Wasiat berikutnya adalah berkaitan dengan penyemaian keyakinan tentang hari pembalasan.Cukuplah kiranya kisah tadi sebagai suri tauladan bagi para pemimpin keluarga. gila dunia. Luqman 12-19). Memenuhi kebutuhan sandang dan pangan yang memang penting. Dalam surat tersebut. yaitu siksa yang ditimpakan atas Abu Thalib yang artinya: Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu. Berikutnya beliau mengalihkan perhatiannya menuju adab-adab keseharian yang tinggi. Khutbah Kedua ُ . Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Penduduk neraka yang paling ringan adzabnya adalah Abu Thalib. yang dimuliakan Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan pencantuman perkataannya ketika mendidik keturunannya dalam Al-Qur’an. Karena itu kita harus menengok dan menggali metode-metode pendidikan yang dipakai Salafus . Orang tua wajib memenuhi kebutuhan ruhani sang anak.‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات أ َقول قولي هذا واست َغفرا الله ا ِن ّه هو ال ْغفور الرخي ْم‬ ِ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ ،‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ َ ِ َ ‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ َ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم ت َسل ِما. kebutuhan seorang anak terhadap ilmu dan pengetahuan lebih urgen (mendesak). dilanjutkan dengan kewajiban berbakti dan taat kepada orang tua selama tidak menyalahi syariat. Itulah Luqman. Dengan penjelasan di atas. agar bisa sampai ke akhirat dengan selamat. sebab ini berindikasi jelek. Al-Qur’an telah mengulas tentang sejarah seorang ayah yang mendidik anaknya untuk mengenal kebaikan. penjelasan kewajiban menegakkan shalat. Demikianlah wasiat Luqman terhadap anaknya. (HR. Muttafaqun ‘Alaih). tak lupa beliau singgung. model pendidikan yang ada saat ini hanya menelorkan generasi-generasi yang materialistis. yaitu proses pendidikan anak kita. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Perkara ini jauh lebih penting dari sekedar pemenuhan kebutuhan jasmani karena berhubungan erat dengan keselamatannya di dunia dan akhirat. yang sarat dengan mutiara yang sangat agung dan berfaedah bagi buah hatinya untuk meniti jalan kehidupan yang dipenuhi duri. أ‬ ّ َ :‫ما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ َ َ َ ْ َ ُ Dari mimbar ini kami ingatkan kembali. tidak berlebih-lebihan dalam berbicara.Dan juga sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang menunjukkan tentang siksaan neraka yang paling ringan. Namun ingat. Secara luas itu termaktub dalam surat (QS. Masalahnya. Sedang nasehat yang terakhir berkaitan erat dengan perintah untuk merendahkan suara. marilah kita mulai dengan memberikan perhatian yang besar terhadap Tarbiyatul Aulad. Setelah itu amar ma’ruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai faktor penting untuk memperbaiki umat. jangan sampai gersang dari pancaran ilmu dien. Hal itu dapat terealisir dengan pendidikan yang berkesinambungan di dalam maupun di luar rumah. Beliau juga melarang anaknya berjalan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi sebab Allah Ta'ala tidak menyukai orangorang yang sombong. beserta sikap sabar dalam pelaksanaannya. kita sudah sedikit banyak paham tentang tempat kembalinya orang yang mendurhakai Allah. Beliau juga mengarahkan anaknya untuk berjalan dengan sedang tidak terlalu lambat ataupun terlalu cepat.

الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهيم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهيم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. يا أيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون.‪di akhirat‬‬ . bekal yang‬‬ ‫‪kelak menjadi hujah baginya di hadapan Tuhannya.‫‪Shalih yang ternyata telah terbukti dengan membuahkan insan-insan yang cemerlang bagi umat‬‬ ‫!. Untuk itulah wahai kaum Muslimin sekalian.‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن.‪ini‬‬ ‫َ ّ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصلون على الن ّبي يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ْ صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ت َسل ِي ْما. untuk meraih predikat golongan mahluk Allah yang muttaqin yang‬‬ ‫‪selalu meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. untuk dapat mengambil‬‬ ‫‪apa-apa yang telah dijanjikan.‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫أ َما بعد؛ فإن أ َ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ال َ‬ ‫خرة حسن َة وقنا عذاب‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫النار‬ ‫ّ ِ‬ ‫43‬ ‫‪Maksiat Penduduk Negeri‬‬ ‫‪Oleh: Syafaruddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ّ ْ ْ‬ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً‬ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ َ َ َ م رقي ْبا. marilah kita perbaiki‬‬ ‫‪dan satukan niat serta tekad. berupa kehidupan yang baik di dunia dan Surga yang abadi kelak‬‬ ‫. وبارك على محمد وعلى آل محمد،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم إ ِن ّك حمدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫‪Kaum muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Taqwa adalah bekal seorang hamba ketika ia menghadap kepada Sang Pencipta. bahwa kehidupannya dialam dunia telah‬‬ ‫‪dipergunakan sebaik-baiknya. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ّ َ ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا‬ ‫ْ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫عظِي ْما.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا بال ِي ْمان ول َ ت َجعل في قلوب ِنا غل ّ‬ ‫ُ ُ َ ِ‬ ‫ْ َ ْ ِ‬ ‫ِ َ َ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ل ِل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنآ إ ِن ّك رءوف رحي ْم، رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل َم ت َغفر ل َ‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن، رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدي ْنا و ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ ُ َ‬ ‫رب ّيانا صغارا.

atau seperti kaum Luth yang dikarenakan perzinaan sesama jenis. Allah turunkan pula kitab-kitab-Nyabersama para utusan-utusan itu. realita yang terjadi. Di antara kitab-kitab yang Allah turunkan ialah Al-Qur'an. Apakah adzab telah mengintai negeri ini. apa yang kita saksikan dan alami . Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan dengan gempa yang mengguncang mereka. aturan terakhir penutup para nabi dan rasul. kita sering dan teramat sering dikejutkan dan dibuat prihatin dengan musibah yang acap kali menimpa negeri ini. dengan disusul jatuhnya nilai rupiah yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan. banjir yang berulang kali terjadi di beberapa tempat. Kaum muslimin rahimakumullah Allah ciptakan mahluk dan Allah sertakan bersama mereka nabi-nabi dan rasul-rasul sebagai utusan yang menerangkan dan menjelaskan konsep tatanan hidup selama berada di alam yang serba cepat dan fana ini. gunung di beberapa tempat sudah mulai aktif dan memuntahkan isi kandungannya. Masih terngiang ditelinga kita peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu. penyakit-pernyakit aneh dan kotor mulai merebak dan meng-gerogoti penduduk negeri ini dan berbagai musibah yang telah menghadang di hadapan mata. Allah kirim kepada mereka angin yang sangat panas yang memusnahkan mereka. padahal baru kemarin kita merasakan beratnya kemarau panjang. “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa itu berada dalam Surga (taman-taman) dan (didekat) mata air-mata air yang mengalir”. Allah turunkan Al-Qur’an untuk menyelesaikan masalah-masalah di antara mereka dan juga untuk mengingatkan mereka akan yaumul mii’aad yaitu hari pembalasan terhadap apa-apa yang telah dilakukan oleh para penghuni alam dunia. sebagai aturan main di dalam dunia. membusungkan dada dan menantang datangnya adzab. homosexsual. lebih-lebih hubungan mahluk dengan penciptanya. (An-Nalh: 44). Kaum-kaum terdahulu Allah hancurkan dan luluh lantahkan disebabkan satu dua kemungkaran yang dikepalai kesyirikan. “Sesungguhnya kami telah pengutusmu (muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”. (Al-Hijr: 45). (Al-Baqarah: 119). baik hubungan sesama mahluk. atau kaum Tsamud yang disebabkan tak beriman. atau seperti kaum Madyan yang Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan disebabkan curang dalam takaran dan timbangan serta membuat kerusakan dimuka bumi dan menghalangi orang untuk beriman. sebagaimana yang tersurat di dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 25. yang memakan korban manusia dan memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka. termasuk di dalam hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini disebabkan terha-nyut dan tenggelam bersama obat-obat setan yang terlarang. atau seperti kaum ‘Aad yang disebabkan tidak memurnikan tauhid dan bersujud kepadaNya.“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. huru-hara terjadi diberbagai kota diiringi hancurnya tempat-tempat tinggal dan pusat-pusat keramaian dengan kobaran api yang melalap baik materi maupun sosok-sosok jiwa sebagai pelengkapnya. (Al-baqarah: 197). kaum Nuh yang Allah tenggelamkan dikarenakan mendustakan seorang rasul. pembantaian yang telah dan terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah berapa tempat lagi yang akan terjadi di belahan negeri ini. busung lapar anak manusia negeri ini sering kita dengar meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis. Allah hujani mereka dengan batu. Kaum muslimin rahimakumullah Akan tetapi di balik semua itu. sekarang bagaiman dengan kita. pengangguran dan kelaparan masih saja kita rasakan. “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. mu’jizat nabi mulia yang menjelaskan tuntunan Allah.

Akan tetapi semua ini berlaku. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) itu. tetapi penindasan. kecurangan bukan hanya curang dalam timbangan secara zhahir. perbuatan syirik yang merupakan biang malapetaka dunia dan akhirat kini seolah telah menjadi sesuatu kebutuhan. (riwayat Abu dawud dan At-Tirmidzi). Kecurangan dalam perniagaan yang terjadi pada kaum Madyan pun terjadi sekarang. (Al-Muthaffifin:1). apa itu yang Rasulullah?. maksiat terjadi dimana-mana. memakan riba. َ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ :‫ا ِجت َن ِبوا السب ْع ال ْموب ِقات. sebagaimana hadis shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. ulama maupun pribadi-pribadi muslim. ditambah lagi media-media masa visual dan non-visual ikut melengkapi ajang syaitan ini dengan dalih seni dan hak-hak manusia. Dan Rasulpun melaknat orang yang menyogok dan yang disogok. “Dan janganlah kamu mendekati zina.sekarang ini. kemana firman Allah: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”. yang batil dipertahankan. Dan dalam sebuah hadits shahih Rasul bersabda: ُ ْ َ ٍ ْ . dan Imam Ahmad. yang jelas kita semua bertanggung jawab. menuduh wanita baik-baik berzina”. padahal Rasul Shalallaahu alaihi wasalam telah memperingatkan untuk meninggalkan tujuh hal yang menghancurkan. Bertanya para sahabat. membunuh jiwa yang Allah haramkan. Firman Allah. dan kini mereka telah menancapkan kakikaki mereka. kita sebagai umara’. (Al-A’raf: 96). Kaum Muslimin Segala sesuatunya kini telah terbalik. pastilah Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.‫ِ مؤمنات‬ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ Yang artinya: “Jauhilah tujuh hal yang menghancurkan (membina-sakan)”. memakan (menyelewengkan) harta anak yatim. sampai kepada sogok menyogok dan riba pun seakan suatu yang harus dilakukan. tipu muslihat. dan tidak malu-malu di hadapan yang hak. pergaulan lawan jenis dan perzinaan yang keluar dari norma-norma agama semakin menggila. kecuali yang dibenarkan syari’at. Abu Daud. padahal Allah dan RasulNya telah jelas-jelas mengharamkan hal tersebut. ulama-ulama sesat menyeru umat kepada perbuatan syirik dengan membungkus sedemikian rupa untuk menipu umat. sihir (tenung dan santet). lingkungan kita.‫من وجدْت ُموهُ ي َعمل عمل قوم ِ ل ُوط فاقت ُلوا ال ْفاعل وال ْمفعول ب ِه‬ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ْ ْ ُ “Barangsiapa di antara kalian yang menemui mereka yang melakukan perbuatan kaum Luth (homosexsual) maka bunuhlah kedua pelakunya”. berapa banyak kita dapati media masa yang menjajakan kesyirikan. . Berbagai bentuk perjudian pun digelar. dikota kita. pembunuhan yang tanpa memperhitungkan nilai kemanusiaan dan agama pun terus terjadi silih berganti. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32). dan bahkan di seantero negeri kita?. Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini?.“Jikalau sekiranya penduduk-penduduk negeri beriman dan bertakwa. Kemana hak Allah dan RasulNya?. apa yang terjadi ditempat kita. Ibnu Majah. yang hak dikatakan dan dianggap batil. قي ْل: يا رسول الله وما هن؟ قال‬ ِ َ ْ ُ َ ّ ُ ْ ّ ُ َ َ ِ َ ‫الشرك بالله وقت ْل الن ّفس ال ّت ِي حرم الله إل ّ بال ْحق والسحر وأ‬ ُ ُ َ َ ِ ‫ّ ْ ُ َ ك ْل‬ َ ّ َ ْ ِ ُ ْ ّ َ ّ َ ِ ِ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ ّ ‫الربا وأ َك ْل مال ال ْي َت ِي ْم ِ والت ّول ّي ي َوم الزحف وقذْف ال ْمحصنات‬ ُ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ْ ‫ال ْغافل َت ال‬ . (Ash-Shahihain). lari dari pertempuran (karena takut). maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. bersabda beliau: “Syirik (menyekutukan Allah).

2. seperti keyakinan. Islam adalah satu-satunya ajaran yang menjamin ketenteraman dan kesejahteraan hidup.‫أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله لي و ل َك ُم إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ْ َ ُ ُ ُ ِ ّ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. “Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur”. sebab ajaran ini adalah ajaran dari Dzat yang maha memberikan jaminan bagi kebutuhan insan. kehidupan abadi yang menentukan sengsara atau bahagia. (Al-A’raf: 97). sosial dan seterusnya (At-Tashfiah wat Tarbiyah hal. . tidak saja di dunia. Kaum Muslimin Untuk menyelamatkan negeri dan umat ini tidak lain adalah kita kembali memurnikan dan menegakkan ajaran Allah pencipta kita. ketika umat semakin jauh dari ajarannya semakin gencar pula azab yang akan diterima dan ditimpahkan. Bahwa tarbiyah haruslah menyangkut pengarahan umum yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. oleh karena itu ada baiknya kita menilik kembali perkataan Syaikh Ali Hasan Al-Atsari bahwa tidak ada jalan lain dalam mengembalikan umat dan memperbaiki umat ini kecuali dengan tashfiyah dan tarbiyah sebagaimana yang disebutkan di dalam kitabnya “At-Tashfiah wat Tarbiyah”. adat-adat. politik. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . 3. 1.Kaum Muslimin jamaah shalat Jum’at yang mulia. Syaikh Ali Hasan Al-Atsari melanjutkan dalam kitabnya bahwa ada tiga hal pokok yang mendasar dalam mengatur sistem tarbiyah (pembinaan) yang merupakan rangkaian dari tashfiyah. Menitik beratkan pada kebangkitan aqidah tauhid dan pembersihan dari segala bentuk bid’ah dan penyelewengan-penyelewengannya. Barometer semua pembinaan adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. tetapi bahkan di akhirat. Syaikh Abdurrahman Ibnu Yahya Al-Muallimi AlYamani tokoh ulama salaf abad XIV H yang dinukil dalam buku At-Tashfiah wat Tarbiyah hal 19-20 bahwa hal itu terpulang pada tiga persoalan. “Bahwa kondisi yang buruk yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah akibat terlalu jauhnya mereka dari kitab Allah dan sunnah RasulNya “. Apakah keadaan dan kenyataan yang menimpa kita selama ini tidak menjadikan kita berfikir dan berbenah diri untuk hidup yang akan datang.‫َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ِ ّ ُ َ ْ ُ َ ِ َ ِ َ ِ ‫أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah: Pada khutbah kedua ini. Dengan praktek-praktek yang diterapkan para salafus shalih dan ulama-ulama rabbani yang mengakar pemahamannya terhadap Al-Qur’an dan As-Sunah. Tercampurnya ajaran yang bukan dari Islam dengan ajaran Islam. . 3. kegiatan kantor. 2. Kaum Muslimin rahimakumullah Yang terakhir. tradisi. Tidak adanya pengamalan (penerapan) terhadap hukum-hukum Islam. 1. Lemahnya kepercayaan orang akan apa yang menjadi ajaran Islam. norma-norma. Kenapa hal itu bisa terjadi. 101).

‪Allah Subhannahu wa Ta'ala Maha Pencipta. Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah‬‬ ‫. Manusia diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala tidak lain agar manusia itu‬‬ ‫. Maha Penyayang.. binatang dan makhluk lainnya‬‬ ‫‪Oleh sebab itu Allahlah satu-satunya sembahan yang benar yang harus diibadahi oleh‬‬ ‫‪hambaNya. Maha Pengasih. يا أ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن‬ ‫ْ َ َ ِ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفْ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫س واحدَة‬ ‫ّ‬ ‫ٍ َ ِ ٍ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ّ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون به وا ْل َرحام إن الله كان عل َيك ُم رقيبا. Maha Kuasa‬‬ ‫.)99 :‪merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ م وي َغفر‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. Maha Pemberi rizqi bagi setiap manusia.‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ٍ ِ ْ‬ ‫ّ ِ‬ ‫‪Hadirin . وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‪Maha Pengatur semesta.‫‪“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidaklah‬‬ ‫. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار..‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقُ‬ ‫ربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون.‪beribadah hanya kepada Allah semata‬‬ .‬ ‫َ َ َ ْ ً َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ َِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. رب ّنا ظَل َمنا أن ْفسنا‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. Ikhsan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. (Al-A’raf‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. رب ّنا اغفر ل َنا‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا.‬ ‫ُ‬ ‫53‬ ‫‪Taqwa Kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫‪Oleh: M.

juga menghindari semua maksiat dan dosa. Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”. ia segera ingat kepada Allah... Ciri-ciri orang yang bertaqwa ini. hingga ia selalu waspada dan hati-hati agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat di jalanan. Tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau mendzalimi diri sendiri.. mereka ingat akan Allah. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. yang kecil maupun yang besar. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa: Umar Ibnul Khathab Radhiallaahu anhu. Ia menghindari perbuatan syirik sejauhjauhnya. jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah Di antara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah: 1. Artinya: “Hai manusia. Al-Baqarah: 21) Hadirin . sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. Ubai bertanya lagi: “Apa yang anda lakukan saat itu?”. tentang TAQWA ini. memohon ampun kepadaNya atas dosa yang telah dilakukan. lahir dan batin dengan hati yang khudlu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala. dengan kesadaran dan sepengetahuan dirinya. 2. 5. Tidak meneruskan perbuatan keji itu lagi. 4. Bertanya kepada Ubai Ibnu Ka’ab Radhiallaahu anhu. Hadirin . Mampu menahan diri dari sifat marah.Artinya: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manu-sia melainkan supaya mereka menyembahKu”. saling bertanya satu sama lain. baik di waktu lapang maupun sempit. juga menghindari perbuatan syirik sejauh-jauhnya. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan . jama'ah Jum'ah yang dimuliakan Allah Para sahabat dan salafus shalih yang memahami betul tuntunan Al-Qur’an dan mengikuti jejak sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Pernah”. Serta ia juga berusaha keras sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala. lalu bertaubat dan beristighfar. Umar menjawab: “Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”.. kelembutan perasaan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. serta mereka berusaha keras untuk mencapai derajat TAQWA ini. Gemar menginfaqkan harta bendanya di jalan Allah. agar kamu bertaqwa”. baik dalam waktu sempit maupun lapang. Jawab Umar. Dari riwayat ini bisa kita ambil ibrahnya. maka berkatalah Ubai kepada Umar: “Pernahkah engkau melewati jalan yang penuh duri?” “Ya. rasa khauf kepada Allah terus menerus. 3. mereka mempunyai perhatian yang besar terhadap TAQWA ini. Tetapi manfaat ibadah itu justru untuk kepentingan mereka yang beribadah itu sendiri dalam membentuk pribadinya menjadi orang yang bertaqwa. bisa kita lihat pada firman Allah: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (yaitu) orang-orang yang menginfaqkan (hartanya). (QS. Selalu memaafkan orang lain yang telah membuat salah kepadanya (tidak pendendam). mereka terus mencari hakikatnya. bahwa TAQWA itu adalah kepekaan batin.

أ َشهد‬ ُ َ ْ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ّ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ .. halal dan haram. hingga manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara mereka. jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah Betapa pentingnya nilai TAQWA. (QS. Ali Imran: 15) Jadi dengan TAQWA kepada Allah kemuliaan hidup dapat dicapai. Dan banyak sekali buah yang akan dipetik. At-Thalaq: 2-3) Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. yaitu kemampuan uantuk membedakan antara yang hak dan yang batil. kekal di dalamnya serta hidup dalam keridloanNya. Serta kesalahankesalahannya dihapus dan dosa-dosanya diampuni.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر.. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Serta Allah akan memasukkan ke dalam Surga. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridloan Allah. jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. sedang mereka mengetahui. Ia akan memperoleh Al-Furqon. (QS. hasil yang akan diperoleh dan nikmat yang akan diraih oleh orang yang bertaqwa di antaranya adalah: 1. (QS. Ia akan memperoleh jalan keluar dari segala macam problema yang dihadapinya. Al-Maidah: 27) 4. (QS. Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah). At-Thalaq: 4) 3.‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ِ َ ُ ُ ِ َ ِ َ ‫قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون ع‬ َ َ ُ ْ َ َ ‫َ ْ َ َلى‬ ِ َ ّ ُ َ َ َ ِ ِ . Al-Anfal: 29) 2. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ .siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Hadirin . Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. diberi rizki tanpa diduga dan dimudahkan semua urusannya. antara yang sunnah dengan bid’ah. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن من ك ُل ذَن ْب. Hai orang-orang yang beriman. mudah peng-hisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan. pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Berkatalah Habil (kepada saudaranya Qobil): “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang taqwa”. Amalan-amalan baiknya diterima oleh Allah hingga menjadi berat timbangannya di hari kiamat kelak. (QS. mereka kekal di dalamnya. kebaikan dunia dapat diperoleh dan kebaikan akhirat dengan segala kenikmatannya dapat dirasakan. hingga merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan betapa tinggi derajat TAQWA. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.

ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ‫ٍ ِ‬ ‫َ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ْ ِ قيامة.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُ‬ ‫ِ ْ ُ وب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ ّ‬ ‫وهب ل َنا ٍمن ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫.‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ِ َ َ َ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‬ ‫ُ‬ ‫63‬ ‫‪Dengan Takwa Kita Gapai Masadepan Yang Gemilang Serta‬‬ ‫‪Kehidupan Yang Hakiki‬‬ ‫‪Oleh: Agus Salim Khan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ‬ ‫قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ َ‬ ‫آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. dan tak ada obat yang paling‬‬ ‫. الل ّهم إنا ن َسأ َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ ْ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ْ ل ُك‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ ّ ِّ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ال ْهدى والت ّقى وال ْعفاف وال ْغنى. وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‫الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون.‪mujarab selain taqwa kepada Allah‬‬ .‪Para hadirin yang berbahagia‬‬ ‫‪Pada hakekatnya tak ada penyejuk yang benar-benar menyegarkan. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمؤمن ِين وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ُ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.

dan kisah ini diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam shalat subuh bersama kami. maka dia akan menyaksikan banyak perbedaan pendapat. Maka sesungguhnya barangsiapa di antara kamu hidup (pada saat itu). mendengar dan mentaati”. Hadirin yang berbahagia. Imam Ahmad bin Hambal Radhiallaahu anhu berkata. (HR. dan dari sini kita bisa melihat bahwa taqwa merupakan satu-satunya yang diinginkan Allah. bukan hanya pada umat Nabi Muhammad. dan shahih menurut Syaikh Al-Albani). sepertinya ini nasihat terakhir oleh karena itu nasihatilah kami”. hal ini dapat terwujud dengan melaksanakan apa yang di perintahkan-Nya dan menjauhi apa yang di larang-Nya. dan ini merupakan perkara yang besar yang mesti ditakuti oleh setiap hamba. syarah dan As Sunnah. “Ya Rasulullah. Abu Dawud.‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ ُ Artinya: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. Tentang sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. Pernah suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berwasiat mengenai taqwa. AlBaghawi. Ad-Darimi 1:44-45. Allah Subhannahu wa Ta'ala menghimpun seluruh nasihat dan dalil-dalil. peringatan-peringatan. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (peganglah sunnah ini erat-erat). Lalu Nabi bersabda: ‫أ َوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله والسمع والطاعة، وإ ِن كان عب ْدا حب َشيا، فإ ِن ّه‬ ِ ْ ّ ِ َ ً َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ُ َ ْ َ ِ ْ ّ َ ِ َ ْ ُ ‫من ي َعش من ْك ُم فسي َرى اخت ِل َفا ك َث ِي ْرا، فعل َي ْك‬ َ ً َ ْ ‫َ م ب ِسن ّت ِي وسن ّة‬ ْ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ُ ْ ً َ َ ُ ‫ال ْخل َفاء الراشدي ْن ال ْمهدي ّي ْن، عضوا عل َي ْها بالن ّواجذ، وإ ِياك‬ ‫َ ِ ِ َ ّ م‬ ِ َ ُ ِ ْ َ َ َ ِ ِ ّ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ُ ‫ومحدَثات ا ْل‬ ّ . didikan serta ajaran dalam satu wasiat yaitu Taqwa. Pengertian taqwa itu sendiri mengandung makna yang bervariasi di kalangan ulama. sekalipun kepada budak keturunan Habsyi. “Taqwa adalah meninggalkan apa-apa yang dimaui oleh hawa nafsumu. mendengar dan mentaati. Ibnu Rajab berkata. Lebih lanjut ia mengatakan.Hanya taqwa kepadaNyalah satu-satunya jalan keluar dari berbagai problem kehidupan. “Takut kepada Allah. yang mendatangkan keberkahan hidup. 43. petunjuk-petunjuk. 2676. Tarmidzi. kemudian memberi nasihat dengan nasihat yang baik yang dapat meneteskan air mata serta menggetarkan hati yang mendengarnya. Hadirin yang berbahagia. Saudara-saudara yang berbahagia.” Para hadirin yang berbahagia Pada hakekatnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mewasiatkan taqwa ini. karena engkau takut (kepada Dzat yang engkau takuti)”. 4583. dan Tarmidzi berkata. karena taqwa jualah seseorang akan mewarisi Surga Allah Subhannahu wa Ta'ala. melainkan Dia mewasiatkan kepada umat-umat terdahulu juga. ridha dengan ketentuanNya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat nanti. 1-205. Namun semuanya bermuara kepada satu pengertian yaitu seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari adzabNya. Ibnu Majah. serta menyelamatkan dari adzabNya di dunia maupun di akhirat nanti. Lalu berkatalah salah seorang sahabat. bahwa . Ahmad IV:126-127. tersebut di atas. hadits ini hasan shahih. Dan berwaspadalah kamu terhadap perkara yang diada-adakan (bid’ah) karena setiap bid’ah itu sesat”. Para hadirin yang berbahagia Bila kata taqwa disandarkan kepada Allah maka artinya takutlah kepada kemurkaanNya. Oleh karena itu hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk.

Mewaspadai tipu daya syaitan 1. wajah yang simpatik. maka al-libas merupakan kebutuhan yang harus. daunnya adalah rasa malu terhadapNya. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu. sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Seandainya kita mampu mengaplikasikan atau merealisasikan. Allah berfirman: Hai anak Adam. yaitu pakaian at-taqwa. dan sekaligus memper-indahnya. Mahabbatullah 2. bahan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. mempersatukan kebahagiaan dunia dan akhirat. Muraqabatullah (merasakan adanya pengawasan Allah) 3. banyak sekali faktor-faktor penunjang agar kita bisa merasakan ketaqwaan tersebut. maka Allah menunjuki kepadanya tentang bekal menuju akhirat (yaitu taqwa). Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. (Al-A’raaf: 26). jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. Para hadirin yang berbahagia. dengan menyatakan bahwa kalimat “sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. Mahabbatullah Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Mahabbah itu ibarat pohon (kecintaan) dalam hati. Adapun taqwa sebagai sebaik-baiknya bekal sebagaimana tertuang dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 197: “Berbekallah. Menundukkan hawa nafsu 5. maksud pakaian taqwa adalah al-hayaa’ (malu). sedangkan ar-risy sebagai tambahan dan penyempurna. artinya Allah menunjuki kepada manusia bahwa sebaikbaik pakaian yaitu pakaian yang bisa menutupi aurat yang lahir maupun batin. kedua ayat di atas bukanlah suatu hal yang mustahil. buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya. batangnya adalah ma’rifah kepadaNya. Allah Ta'ala menganugerahkan kepada hamba-hambaNya pakaian penutup aurat (al-libas) dan pakaian indah (ar-risy). menunjukkan bahwa tatkala Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk mengambil bekal dunia. Menjauhi penyakit hati 4. 409. rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya. (Raudlatul Muhibin. dan bisa juga bermakna segala sesuatu yang Allah ajarkan dan tunjukkan. Di samping itu taqwa juga merupakan sebaik-baiknya pakaian dan bekal orang mu’min. Saudara-saudara yang berbahagia. hal ini seperti yang digambarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam firmanNya surat Al-A’raaf ayat 26 dan Al-Baqarah ayat 197.kedua kata itu yaitu mendengar dan mentaati. Adapun taqwa merupakan penjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat. Qasim bin Malik meriwayatkan dari ‘Auf dari Ma’bad Al-Juhani berkata. dan itu merupakan modal utama bagi kita untuk bersua kepada Sang Pencipta. di antaranya: 1. Darush Shofa). kapan saja. Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa pakaian taqwa adalah amal shalih. akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya. . hai orang-orang yang berakal” Para hadirin yang berbahagia Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat tersebut.

maka tidak diragukan lagi. Di rumah kediamanmu maupun di ruang terbuka. Dan Allah melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. Mewaspadai tipu daya syaithan Para hadirin yang berbahagia. yang menimpa banyak manusia. demikianlah apa-apa yang bisa saya sampaikan. Segala sesuatu berada dalam ilmuNya. Para hadirin yang berbahagia. bahwa mengetahui rintanganrintangan yang dibuat syaithan dan mengetahui tempat-tempat masuknya ke hati anak Adam dari bujuk rayu syaithan merupakan poin tersendiri bagi kita. kecuali penyebabnya adalah perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. seperti dengki. dan satu penyakit yang tidak akan diampuni oleh Allah yaitu Syirik. yang pertama adalah kufur. di mana saja adanya dan Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan serta yang kamu fikirkan”. Saudara-saudara yang berbahagia. Seperti firman Allah yang artinya: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya. Oleh karena itu mari kita berlindung kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari penyakit itu semua. jika selamat pula maka ia menggunakan cara yang ketiga yaitu dengan dosa-dosa besar. Adapun penyebab dosa itu teramat banyak sekali. bahwa Allah mengawasi dan menyaksikan perbuatanmu kapan saja dan di mana saja kamu berada. Seperti kita ketahui bersama bahwasanya syaithan menghalangi orang-orang mu’min dengan beberapa penghalang. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر‬ ُ ِ ّ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ ‫الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن وال ْمسل ِمات وال‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ . وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم. 4. maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggalnya. (Tafsir Al-Qur’anul Adzim. marilah kita berharap kepada Allah semoga kita termasuk orang-orang yang Muttaqin yang selalu istiqomah pada jalanNya. IV/304). Menundukkan hawa nafsu Apabila kita mampu menahan dan menundukkan hawa nafsu. jika masih tak berhasil dengan cara ini ia menggoda dengan perbuatan mubah. maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dan tanda adanya nilai takwa dalam pribadi kita serta di akhirat mendapat balasan Surga. penyakit yang cukup kronis. Dia dengarkan perkataanmu. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Merasakan adanya pengawasan Allah. atau ghibah yang selalu membicarakan aib orang lain. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ‫السمي ْع ال ْعل ِي ْم. Di dunia ini tidak ada yang namanya kejahatan dan bencana besar. Makna ayat ini. yang tidak senang kebahagiaan menghinggap kepada orang lain. 3. (Al-Hadid: 4). melihat tempat tinggalmu. Di darat ataupun di laut. Menjauhi penyakit hati Para hadirin.” (An-Nazi’at: 40-41) 5. jikalau seseorang selamat dari kekufuran. sehingga manusia menyibukkan dirinya dalam perkara ini.2. jika tidak mampu juga maka syaithan akan menyerahkan bala tentaranya untuk menimbulkan berbagai macam gangguan dan cobaan silih berganti. pada waktu malam maupun siang. di antaranya penyakit hati. maka syaithan menggunakan caranya yang kedua yaitu berupa bid’ah.

وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫73‬ ‫‪Membuka Pintu Rizki Yang Barakah‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الرحي ْم. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ .‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. قال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات‬ ‫قوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. Al-Qur’an menegaskan (QS:7 Al-Araf: 96) Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Ikhwani Rahimakumullah! Predikat iman dan taqwa inilah yang senantiasa kita syukuri. (Tafsir III hal: 100) Ikhwani rahima kumullah! Diantara buah-buah iman bagi kaum Mukminin antara lain adalah: Pertama. Ibnu Majah) . Abu Daud. bukan rizki yang haram yang dilaknat Allah. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. iman membuahkan pula taubat dan istighfar.‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ّ َ ٌ َ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Ath Thalaq : 2-3): Artinya: Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. yang akan menebar rizki untuk kita sekalian. hanyalah dengan istighfar (Ruhul Maani. Amiril Mukminin Umar dalam beristisqa’ atau memohon rizki. bahaya dan membuka pintu rizki karena Allah berfirman (QS. 29/72-73) Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ال ِستغفار جعل الله ل َه من ك ُل غم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ُ ْ َ َ ٍ َ ّ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل َ ي َحت َسب )رواه أحمد وأبو داود وابن‬ ُ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ِ ْ (‫ماجه‬ “Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. sebab iman dan taqwa itu adalah dua daun pintu bagi terbukanya rizki kita yang penuh barakah. menjaga diri dari dosa. Sesungguhnya Allah telah mengada-kan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan meninggalkan perbuatan keharaman. Ahmad. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. taqwa itu sendiri. Jamaah Jum’ah rahima kumullah Yang kedua. ancaman siksa. Ibnu Katsir menjelaskan syarat-syarat iman dan taqwa itu adalah hatinya beriman pada apa yang dibawa oleh Rasulullah. untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. membenarkan dan mengikutinya. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ م ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ .

sebagaimana janjinya dalam QS: 65 At-Thalaq: 3): Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Ikhwani rahima kumullah! Keempat: Iman dan taqwa membuahkan taqarrub yang berupa rajin mengabdi bahkan sepenuhnya mengabdi beribadah kepada Allah lahir bathin khusu dan khudhu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ‫ي َقول رب ّك ُم ت َبارك وت َعالى: يا اب ْن آدَم، ت َفرغ ل ِعبادَت ِي أ َمل ُ قل ْب َك‬ َ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ُ ‫غنى وأ َمل ُ ي َدَي ْك رزقا، يا اب ْن آدَم، ل َ ت ُباعدْني فأ َمل‬ َ ً ْ ِ َ ‫َ ْ قل ْب َك فقرا‬ ِ ِ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ً ْ َ َ ً ‫وأ َمل ُ ي َدَي ْك شغل‬ َ (‫ُ ْ )رواه الحاكم، سلسلة الحاديث الصحيحة‬ ْ َ “Rabb kalian berkata. menolong mereka untuk mencapai keridhaan Allah (Tafsir manar. niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terusmenerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. rizki. kemiskinan. sehingga aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”. Jika kamu berpaling. Ikhwani rahima kumullah! Itulah taubat yang menyesali dan menghentikan dosa dan maksiat kemudian menggantikannya dengan amal shalih dan keridhaan sesama. niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. 5: 39) Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100: Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah. dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. Beribadah yang sepenuhnya akan dapat membuka rizki Allah. hidup dan kematian serta segala yang ada. bahaya.Allah menegaskan pula dalam (QS: Hud: 3) Artinya: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. 2344). (Jika kamu mengerjakan yang demikian). Ketiga: Iman membuahkan TAWAKKAL. mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar. . kekayaan. Timidzi No.(‫ت َغدو خماصا وت َرح ب ِطانا )رواه الترمذى‬ ً ُ ُ َ ً َ ِ ُ ْ “Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung. manfaat. Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku. Wahai anak Adam! Beribadahlah kepadaKu sepenuhnya. maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. menuju negeri kaum Muslimin. (HR. Al-Hakim: Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. Jamaah Jum’ah rahima kumullah Kelima: Iman dan taqwa membimbing hijrah fisabilillah. tawakkal ini akan membukakan rizki dari Allah. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. atau hijrah adalah perpindahan dari negeri kafir. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 1359). yaitu berusaha dengan disertai sikap menyandarkan diri hanya kepada Allah yang memberikan kesehatan. Perubahan sikap dari yang buruk kepada sikap kebaikan. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan contoh tentang bertawakkal yang sesungguhnya dengan bersabda: َ َ َ ْ ‫ل َو أ َن ّك ُم ك ُن ْت ُم ت َوك َل ُون على الله حق ت َوك ُل ّه ل َرزقت ُم ك َما ت ُرزقُ الطّي ْر‬ َ ْ َ ْ ْ ِ ُ ِ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ْ ْ َ . Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju).

5985). Iman dan Taqwa membuahkan pula gemar ber-silaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut. 22:221). Kedelapan. Kemudian Ketujuh. berikanlah kepada orang-orang berinfak ganti” (HR. 3:38). karena sesunguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa. 25:263) dan berinfak adalah sesuatu yang dicintai Allah (lihat tafsir Takrir wat Tanwir. Dari Sabda Rasulullah: “Bukankah kalian diberi rizki karena sebab orang-orang lemah diantara kalian?” Begitu juga termasuk kelompok dhaif orang-orang yang mempelajari ilmu (lihat tafsir Al-Manar. tetap diganti di dunia dan di akhirat (Tafsir Ibnu Katsir 3/595) jaminan Allah pasti lebih disukai orang yang beriman dari pada harta dunia yang pasti akan binasa (lihat AtTafsir: Al-Kabir. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. Infak manjadikan pintu rizki terbuka. 1442). Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik. buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. (HR. namun tetap kita mohonkan hidayah. sebagaimana api dapat hilangkan kotoran besi. maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam QS: Saba: 39) Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Ibnu Khuzaimah No. 807. Ikhwani Rahima kumullah. Timidzi No. melaksanakan ibadah haji dengan umrah.” (Ahmad No. atau umrah dengan hajji yang tulus hanya mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat.الل ّهم أ َعط من ْفقا خل َفا‬ ّ ُ َ َ َ ُ ‫)فهل ت ُرزقون إ ِل ّ ب ِضعفائ ِك ُم )رواه البخاري‬ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ‫من سرهُ أ َن ي ُب ْسط ل َه في رزقه، وا َن ي ُن ْسأ َ ل َه في أ َث َره فل ْي ِصل‬ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ِ ُ . Para malaikat mendoakan: “Ya Allah. Meskipun sedikit.(‫إ ِل ّ ال ْجن ّة )أحمد والترمذي والنسائي وابن خزيمة وابن حبان‬ ُ َ “Lanjutkanlah haji dengan umrah. 8/645) Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki adalah karena sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ً َ ً ِ ُ ِ ْ ‫. 464. emas dan perak. untuk agama Allah. seperti kepada fakir miskin. kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih.Jamaah Jum’ah rahima kumullah Keenam: Iman dan Taqwa membuahkan gemar berinfaq: Yaitu infaq yang dianjurkan agama. 3693) . dengan usaha menyadarkan mereka. Ibnu Hibban No. 3669. Bukhari No. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga. sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ّ ‫تاب ِعوا ب َي ْن ال ْحج وال ْعمرة فإ ِن ّهما ي ُن َفيان ال ْفقر والذّن ُوب ك َما ي ُن َفي‬ َ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ُ َ ‫ال ْك ِي ْر خب َث ال ْحدي ْد والذّهب وال ْفضة ول َي ْس ل ِل ْحجة ال ْمب ْرورة ث َواب‬ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ِ ّ ِ َ ِ َ َ ِ ِ َ . Bukhari No.‫رحمه‬ ُ َ ِ َ “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. Nasa’I 5:115.

‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. silaturrahim dan segera melaksanakan haji‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َ‬ ‫َ طِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. Taqarrub dengan ibadah berhijrah. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. سب ْحان رب ّكَ‬ ‫رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن.‪memperoleh rizki Allah yang berkah di dunia dan akhirat. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة. رب ّنا هب ل َنا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫83‬ ‫‪Hubungan Antara Dosa Dan Bencana‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Mukhlis‬‬ ‫ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫ُ َ‬ ‫أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ . berinfaq.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. Istiqhfar dan Taubat‬‬ ‫‪Tawakal. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. قال ت َعا َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ لى:‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. Yaitu Taqwallah. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون.‫!‪Sidang jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Terakhir marilah kita simpulkan agar kita senantiasa ingat apa yang menjamin kita untuk‬‬ ‫.

syuhada’ dan shalihin. 1998:149) .‫وى‬ ِ ّ َ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ َ ّ Ma’assyirol muslimin. shiddiqin. karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan.‫رسول الله‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ َ ٍ َ ْ . dari kalangan para nabi. para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau dengan baik hingga hari kiamat. yaitu hari kiamat. perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudarasaudara sekalian dan kepada diri saya sendiri. keluarganya. (Asy-Syu’ara’: 88-89) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara dosa dan bencana yang menimpa umat manusia sebagaimana yang diterangkan di dalam Al-Qur’an. Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertang-gungjawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan. kecuali bagi orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.‫ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫أ َما بعد؛ أ َيها ال ْمسل ِمون، أ‬ َ َ ِ ْ ْ َ ّ َ ْ ‫ُ ْ ُ ْ َ وصي ْك ُم وإ ِياي ن َفسي ب ِت َقوى الله، فقد‬ ِ ْ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ ْ ِ ْ‫فاز ال ْمؤمن ُون ال ْمت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّق‬ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ . yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim. semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berbunyi: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Ia tidak akan menurunkan bala’ dan bencana atas suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat dan pelanggaran mereka terhadap perintah-perintah Allah” (Jalan Golongan Yang Selamat. hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya. yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah. Selanjutnya dari atas mimbar ini. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” Allah juga berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 112: Artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram.َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya dalam Surat Asy-Syu’aro ayat 88-89: (Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. jalan yang lurus. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ ْ ُ َ . dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat. dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintahperintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. rahimakumullah Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman. disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” Seorang ulama’ yang bernama Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu memberi ulasan terhadap kedua ayat tersebut dengan mengatakan: “Ayat-ayat yang mulia ini memberi pengertian kepada kita bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim. tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah. marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita. Pada hari itu. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah.

hendaklah merubahnya dengan tangannya. secara serius baik oleh individu maupun pemerintah sebagai institusi yang paling bertanggung jawab dan paling mampu untuk memberantas segala macam kemungkaran secara efektif dan efisien. yang menimbulkan berbagai macam dampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat. melanggar laranganlaranganNya. pergaulan bebas semakin menjadi-jadi. gempa bumi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Usman bin Affan Radhiallaahu anhu .Kebanyakan orang memandang berbagai macam musibah yang menimpa manusia hanya dengan logika berpikir yang bersifat rasional. Demikian dengan krisis yang berkepanjangan. serta krisis demi krisis akan datang silih berganti sehingga mereka betul-betul bertaubat kepada Allah. tenteram dan sejahtera. yang ditanganNyalah seluruh kebaikan dan kepadaNya lah dikembalikan segala urusan. solusi-solusi yang diberikan tidak mengarah pada penghilangan sebab-sebab utama yang bersifat transendental yaitu kemaksiatan umat manusia kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala Sang Pencipta Jagat Raya. banjir. narkoba merajalela. sehingga masyarakat tidak merasakan kehidupan aman. korupsi dan manipulasi telah menjadi tradisi serta pembunuhan tanpa alasan yang benar telah menjadi berita setiap hari. Perjudian marak dimana-mana. karena kurang efektif dan kadang-kadang beresiko tinggi. meskipun kewajiban mengingkari kemungkaran itu merupakan kewajiban setiap individu muslim sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه فإ ِن ل َم‬ ِ ْ ْ ْ َ ِ َ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ َ َ ْ . menolong orang-orang teraniaya. hanya dilihat dari sudut pandang logika rasional manusia. Pertanyaannya sekarang. Sehingga. Bila umat manusia masih terus menerus menentang perintah-perintah Allah. dianggap sebagai fenomena kejadian alam yang bisa dijelaskan secara rasional sebabsebabnya. dan itulah selemah-lemahnya iman” (Hadits shahih riwayat Muslim) Namun harus diketahui bahwa memberantas kemungkaran yang sudah merajalela tidak hanya dilakukan oleh individu-individu. Karena pemerintah memiliki kekuatan dan otoritas untuk melakukan. terlepas dari tuntutan Wahyu Ilahi.‫ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا ْل ِي ْمان‬ ُ َ ْ ْ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran. Begitu pula kewajiban-kewajiban lain . kelaparan dan lainlain. Dan karena Allah mewajibkan menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. mengapa segala kemungkaran ini bisa merajalela di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas muslim ini? Jawabannya adalah tidak ditegakkannya kewajiban yang agung dari Allah Subhannahu wa Ta'ala yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. karena agama tidak dapat tegak tanpa negara. Misalnya terjadinya becana alam berupa letusan gunung berapi. Berbagai macam praktek kemaksiatan terjadi secara terbuka dan merata di tengah-tengah masyarakat. kekeringan. minuman keras menjadi pemandangan sehari-hari. sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Sesungguhnya kekuasaan mengatur masyarakat adalah kewajiban agama yang paling besar. Sehingga kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu bisa dilakukan secara sempurna dan efektif oleh pemerintah. bila tidak mampu ubahlah dengan hatinya. Ikhwani fid-din rahimakumullah Marilah kita lihat keadaan di sekitar kita. maka bencana demi bencana. khalifah umat Islam yang ketiga: “Sesungguhnya Allah mencegah dengan sulthan (kekuasaan) apa yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur’an” Disamping itu amar ma’ruf nahi mungkar merupakan salah satu tugas utama sebuah pemerintahan. prostitusi demikian juga. bila tidak mampu ubahlah dengan lisannya.

‫ُ َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع ِلى ِمحمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ . bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang perbuatan-perbuatan mungkar sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Yang pertama. kemaksiatan manusia kepada Allah Rabbul ‘Alamin merupakan penyebab utama terjadinya berbagai musibah yang menimpa umat manusia baik itu berupa bencana alam maupun krisis di berbagai bidang kehidupan. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Demikian pula Allah menegaskan di dalam QS. menegakkan keadilan dan penegakan sanksi-sanksi atau perbuatan pidana. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم، وقل رب اغفر وارحم وأ‬ ‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ . Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat” Yang dimaksud laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah Subhannahu wa Ta'ala . hendaklah seluruh kaum muslimin dan para pemimpin atau penguasa mereka. tenteram. dalam sebuah haditst Hasan riwayat Tarmidzi: ‫وال ّذي ن َفسي ب ِي َده ل َت َأ ْمرن بال ْمعروف ول َت َن ْهون عن ال ْمن ْك َر أ َو‬ ِ ِ ُ ْ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ ُ ُ ْ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ ْ ‫ل َي ُوشك َن الله أ َن ي َب ْعث عل َي ْك ُم عقابا من ْه ث ُم ت َدْعون َه فل َ ي ُست َجاب‬ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ُ ِ ً َ ِ ْ . satu-satunya jalan untuk terhindar dari segala musibah tersebut dan dapat menikmati kehidupan yang aman. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . bahwa salah satu sebab dilaknatnya suatu bangsa adalah bila bangsa tersebut meninggalkan kewajiban saling melarang perbuatan mungkar yang muncul di kalangan mereka. Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka perbuat. lalu kalian berdo’a namun tidak dikabulkan”. Dengan demikian supaya bangsa ini bisa keluar dan terhindar dari berbagai krisis dalam kehidupan di segala bidang dan selamat dari beragam musibah dan bencana. Semua ini tidak akan terpenuhi tanpa adanya kekuatan dan pemerintahan” (As Siyasah Asy Syar’iyah. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. Al-Maidah ayat: 78-79. Ibnu Taimiyah: 171-173). Yang kedua.seperti jihad. mentaati Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-larangan dalam seluruh aspek kehidupan. Artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam.‫ل َك ُم‬ ْ Artinya: “Demi Allah yang diriku berada di tanganNya! Hendaklah kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar atau Allah akan menurunkan siksa kepada kalian. Apabila kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka sebagai akibatnya Allah akan menimpakan adzab secara merata baik kepada orang-orang yang melakukan kemungkaran ataupun tidak.‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. damai dan sejahtera adalah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan RasulNya Muhammad Shalallaahu alaihi .‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ Dalam khutbah kedua ini saya akan memberikan kesim-pulan dari khutbah pertama.

‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫رب ّنا وءات ِنا ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫ال ْميعاد. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ . يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون.‬ ‫ُ ْ َ ّ َ ُ َ ً‬ ‫ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.‫‪wasalam dalam seluruh aspek kehidupan yang ada dengan penuh ketundukkan.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها كان غراما إ ِن ّها ساءَت‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ َ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫مست َقرا ومقاما. kecintaan dan‬‬ ‫‪keikhlasan. bahwa segala do’a dan istighatsah yang dilakukan umat Islam supaya‬‬ ‫‪bisa keluar dari segala macam musibah tidak akan dikabulkan oleh Allah kecuali bila kaum‬‬ ‫‪muslimin secara sungguh-sungguh memerintahkan kepada yang ma’ruf dan memberantas segala‬‬ ‫. Yang ketiga. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما.‪yang mungkar‬‬ ‫‪Akhirnya marilah kita tutup khutbah Jum’at ini dengan berdo’a kepada Allah Subhannahu wa‬‬ ‫: ‪Ta'ala‬‬ ‫رب ّنآ إ ِن ّنا سمعنا مناديا ي ُنادي ل ِليمان أ َن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا، رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار.‬ ‫ِ َ َ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َ‬ ‫ْ ِ ْ َ ي ْنا إ ِصرا ك َما‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ َ‬ ‫حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َنا ب ِه،‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على القوم ِ‬ ‫ال ْكافري ْن. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. وصلى الله على رسول ِه وع َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫وأ َصحابه أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫93‬ ‫‪Ayat Yang paling Ditakuti Oleh Ulama‬‬ ‫‪Oleh: H. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ون ب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.

mereka lihat orang tuanya shaleh. kemudian dimakanlah hasil yang haram itu untuk bekal berbuat yang haram lagi dan seterusnya. Namun bukan sekadar mandeg/berhenti sampai perbuatan mereka itu saja sirkulasinya. Bejatnya akhlaq. Dan kuman itu tidak hanya sekali datang berlalu. tenaga untuk berbuat adalah karena makanan. menarik-narik kain perempuan di pasar saat berjual beli. mana mungkin ia menghitunghitung mana tempat yang bersih dan mana yang kotor. Apa itu? "Aklihimus suht". Dan penyakit akhlaq yang sampai memuncak itu tentunya ada bibit-bibit penyakitnya. Mereka memiliki energi. Perbuatan mereka itu jelas dicap sebagai keburukan. penanggung jawab keluarga. semuanya telah mewabah pada darah daging mereka orang-orang Yahudi Bani Israel. perbuatan-nya pun cenderung menempuh jalan haram. Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan”. Jadi makanan di sini ibarat terminal. Tidak. dengan modal bekal makanan haram. tempat berangkat dan sekaligus tempat tujuan. Moral buruk dan makanan haram ". yang berusaha mencari makanan haram tentunya adalah orang tua. Tetapi yang memakan hasilnya. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . Di dalam Al-Quran ditegaskan oleh Allah: “Dan engkau akan melihat kebanyakan dari mereka (orang Yahudi) berlomba-lomba dengan dosa dan permusuhan dan mema-kan yang haram. Lantas. Maka tidak mungkin pula mereka berhati-hati untuk memperhitungkan mana yang halal dan mana yang haram dalam memburu sasaran yang tak lain adalah makanan pula. arahnya adalah mencari makan. di mana kaum muslimin dipimpin Rasulullah berada di dalam parit. Singkatnya.. Bukan sekadar kuman akhlaq yang ringan. Dan betapa liciknya kemunafikan Yahudi Bani Quraiddhah yang mengadakan permufakatan rahasia dengan kafir Quraisy ketika perang Khandaq. Mungkinkah pemuda-pemuda tersebut sebejat itu kalau mereka ditumbuhkan dengan makanan halal. dan hasilnya pun barang haram.. betapa bejatnya akhlaq/moral pemuda-pemuda alias anak-anak mereka yang diberi makan dengan makanan haram itu. bahkan senantiasa diusahakan datang.. Dalam contoh kasus ini. sadisnya tingkah dan liciknya hati busuk. (Al-Maidah : 62). Pemuda-pemuda bejat akhlaqnya itu menarik-narik kain seorang perempuan yang sedang berjual beli dengan mereka. bahkan lebih perlu menyingkiri tempat yang bersih. maka kebaikan apa yang perlu mereka perjuangkan dengan modal makanan haram itu? Tidak mungkin mereka memburu kebaikan dengan umpan yang dimiliki berupa modal makanan haram. Makanan mereka haram.َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Toh tempat yang bersih ataupun kotor sama saja. Pemuda-pemuda itu sampai begitu lancangnya. Ibarat orang yang memang sudah memakai baju kotor untuk membengkel. Dan ternyata. mereka berbuat aneka usaha. berarti seluruh keluarga yang ditanggung oleh pencari harta haram itu.Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan!" Ini penegasan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Kalau makanan itu sudah jelas-jelas haram dan itulah yang menjadi pangkal mereka berbuat.‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ Betapa kurang ajarnya tingkah pemuda Yahudi Bani Qainuqa' di Madinah. Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. tetapi kuman yang berbahaya. makanan haram. Betapa sadisnya kebiadaban Yahudi Bani Nadzir di Madinah yang ingin menjatuhkan batu besar ke diri Rasulullah.. lingkungannya baik-baik dan terjalin ukhuwah/ . namun sekali datang dan datang lagi. karena nanti harus bertugas membersihkan tempat itu kalau kena kotoran dari bajunya. Kenapa yang jadi bibit penyakitnya makanan haram? Jelas.

قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ َ ‫ث ُم اعل َموا فإن الله أ‬ َ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ :‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال‬ ّ ِ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ِ ّ ّ ‫}إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل‬ َ َ َ ْ َ ‫َ وا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ ْ َ َ َ ِ .persaudaraan dengan baik? Sebaliknya. bagi Ibnu Abbas (sahabat Nabi n yang ahli tafsir Al-Quran) adalah celaan yang paling keras terhadap ulama yang melalaikan tugas mereka dalam menyampaikan da'wah tentang larangan-larangan dan kejahatan-kejahatan. masih ada yang lebih parah.{‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Dugaan itu akan membuat perasaan bergetar. Bahkan Ad-Dhohhaak berkata. وبارك على محمد وع‬ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ِ َ َ َ ِ َ ِ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . Orang alim agama ada yang lebih parah Sikap seperti itu sungguh parah. kalau sampai mereka yang alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bahkan antri ikut makan haram. Khutbah Kedua . قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. maka Allah Subhannahu wa Ta'ala mengecamnya cukup diawali dengan bentuk pertanyaan. Tetapi. bukan sekadar cerita cercaan terhadap pendeta-pendeta Yahudi.‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل‬ ‫حياء‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ْ ِ ْ . أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. Itulah.‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.” (Al-Maidah : 63). tidak ada ayat dalam Al-Quran yang lebih aku takuti daripada ayat ini. menampakkan ketulusan hati (yang sudah ketahuan rakus terhadap barang haram) dan menasihati dengan amalan baik-baik (sedang dirinya jelas melanggar)? Tidak mungkin. Tidak kurang dari itu. Maka tumbuh dengan suburlah generasi penerus mereka itu dengan pupuk-pupuk serba haram dan jahat. mungkinkah dengan modal makanan haram itu orang tua menunjukkan "baiknya" perbuatan jahat mereka (yang sudah ketahuan memburu barang haram). bahkan cercaan Allah itu lebih penting untuk disadari oleh ulama Islam. Karena yang lebih parah ini bahkan menyangkut orang-orang pandai dan pemuka agama. Kita dalam hal diamnya para alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bisa juga menduga-duga kenapa mereka tidak mencegah perkataan dosa dan makan haram. dan pendeta-pendeta mereka (Yahudi) tidak melarang mereka mengucapkan perkataan dosa dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Maka ayat tersebut. “Mengapa orang-orang alim mereka.

Syukur alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kesempatan berkumpul dan bertatap muka sambil saling mengingatkan. semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ‫ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. Coba kita simak firman Allah seperti yang telah dibacakan pada awal khutbah. yakni dalam surah Ibrahim ayat 34: Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya. lena menerawang di alam mimpi. dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. Bba ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه قدي ْم ِ ا ْل ِحسان ذي ال ْعطاء ال ْواسع وا ْل ِمت ِنان، أ َحمدُه‬ ِ َ َ ِ ِ َ ْ ِ َ ِ ُ َ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫سبحان َه وأ َشك ُره على ما أ َول َده. terasa badan jadi bugar. ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ َ َ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. badan terasa gerah.D. apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini. tidak terkecuali kita yang hadir ditempat yang mulia ini. dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba. Hakim..” Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat. رب ّنا هب ل‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ِ َ ً َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia . إ ِن ا ْل ِن ْسان ل َظَل ُوم ك َفار. سب ْحان رب ّك رب‬ ّ َ َ َ َ َ ُ ً َ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ٌ َ َ َ ْ ُ ِ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ّ َ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ ّ ِ .‫ْ ِ مهات ِك ُم ل َ ت َعل َمون شي ْئا ل َعل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ْ ُ ْ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ Saudara-saudara sidang Jum’at yang berbahagia. nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ 40 Mensyukuri Nikmat Allah Ta'ala Oleh: Drs. berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan. Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam. betapa besarnya nikmat-nikmat yang telah dan sementara dianugrahkan Allah kepada hamba-hambaNya. أ َما ب َعد؛ فيا عبادَ الله‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ُ ّ َ ُ ،‫ا ِت ّقوا الله ت َعالى واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه هو ال ْمن ْعم ال ْمت َفضل‬ ّ ُ ِ ُ َ ُ ُ َ ُ َ ْ ُ ْ َ ‫وإ ِن ت َعدّوا ن ِعمة الله ل َ ت ُحصوها. Begitu kita bangun pada dini hari. وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ُ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ‫ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ َ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. M. والله‬ َ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ّ ٌ ْ ُ َ ٌ ّ ْ ُ ْ َ ُ ‫أ َخرجك ُم من بطُون أ‬ ً َ َ ْ ُ ْ . istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ‫عب ْدك ورسول ِك محمد وعلى آل ِه وصحب ِه. Sekujur badan terbujur lemas.‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang ..‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب.

Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia adalah gas oxygen.520 kali Rp. Di dalam udara atau hawa. atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57. Berapa besarkah nilai ekonominya? Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. maka suhu udara gerah. Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11.520 liter oxygen murni seharinya. rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri setelah sampai kerumah.800. Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp. 22. Andai kata lebih tinggi dari prosentase tersebut. 50 tahun atau 60 tahun ratarata kita semua yang masih hidup.! Saudara-saudara muslimin yang barbahagia. ini berarti semenit akan menghirup kurang lebih 40 liter udara. nitrogen. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %. helium. Allah Subhannahu wa Ta'ala mewanti-wanti kepada hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan firmanNya: Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan.600 sama dengan Rp. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas. tersengal-sengal karena pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia. patutlah diketahui atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama. Allah telah mengatur sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini persis dalam prosentasi antara 18-20 %. kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya. bahwa seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal.Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun.600 liter udara adalah 11.telah disediakan oleh Maha Pencipta. dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas.600 per liter. zat lemas. Untuk lebih meyakinkan diri kita. tertuang kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar. karena manusia tak mampu membuat gas. Oleh karena itu dalam surat Ar-rahman. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas.000. dalam satu menit kurang lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan.000: 6000 adalah kurang lebih Rp. gas oksigen.kalau sebulan nilainya menjadi Rp.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40. Maha Besar Engkau ya Allah . argon. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2 liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan. panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya kebakaran dimana -mana. 760. 6.000. apa yang dikemukakan tadi. padanya dijumpai berbagai unsur gas. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57.. hidrogeen. 40. 6.600 liter udara.” . Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsurunsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhlukmakhluk lainnya.

kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran. membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam surat Al-An’am ayat 46 yang berbunyi: Artinya: “Katakanlah. orang yang terkena musibah. masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki. bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya. Realisasi rasa syukur tersebut. keluarga kerabat kita. kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan.” Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta'ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7: Artinya: “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan. menghibur orang-orang yang dalam kesedihan. tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta. Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup ini.‫إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah Kedua َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر. وقل ر ِب اغفر وارحم وأ‬ ْ ْ ُ َ ُ ْ َ ‫ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن. bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia. Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk. Mensyukuri karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِاليات‬ ِ ْ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو السمي ْع‬ ِ َ ْ ِ ُ ُ ِ ّ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ‫ال ْعل ِيم.Marilah kita bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari nafkah betapa besar karunia Allah kepada diri kita. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan. Amin Ya Robbal Alamien. Sebagai hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk hati yang dalam. meyantuni anak-anak yatim dan badanbadan amal lainnya.‫شر‬ ِ َ ُ ُ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا صلى الله عل َي ْه وسل ّم عب ْدُهُ ورسول‬ ّ َ ‫َ َ ُ ْ ه الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ِ َ ُ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ ّ . ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. nikmat berkeluarga. ceritakanlah.” Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya. terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga. nikmat kebahagiaan. dan kesyukuran ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ ً ْ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ ‫شري ْك ل َه، ا َل ْمت َعال ِي عن ال ْمشارك َة وال ْمشاك َل َة ل ِسائ ِر ال ْب‬ َ ُ َ ِ َ َ ُ . berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan. dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih. واست َغفروه‬ ّ َ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu.

‬ ‫ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ْ ُ َ َ ّ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ ي ْت‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، في ال ْعال َمي ْن إ ِن ّك‬ ‫َ ِ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات وغافر الذّن ُوب وال ْخطِي ْئات ب ِرحمت ِك يا‬ ‫ْ ِ َ َ‬ ‫َ ِ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ ِ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ َ ِ َ‬ ‫أ َرحم الراحمي ْن.wordpress.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ّ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحبه ومن ت َبع هداه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واشك ُروه على ن ِعمه يزدك ُم واسأ َ‬ ‫َ ِ ِ َ ِ ْ ْ َ ْ لُ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وه‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ ُ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫من فضل ِه يعطك ُم والله سبحان َه وت َعالى أ َعل َم وأ َجل وأ َعظَم وأ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ ُ َ َ َ‬ ‫ُ َ ك ْب َر. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ُ َ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله، فقال الله ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون.‫َ َ‬ ‫َ ُ َ ُ َ ّ‬ ‫ال ْمعت َب َر.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ .or. إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ ً‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ُ ْ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، ياأ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما.alsofwah.com‬‬ ‫14‬ ‫‪Tiga Amalan Baik‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ali Aziz‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله، أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ ن َب ِي ب َعدَه. آمي ْن يا رب ال ْعال َمي ْن. واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه صلى على ن َب ِي ّه قدي ْما.

dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. sujud pantang berhenti. dicaci dipuji.” (HR. selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah. 1. قال: قل آمن ْت بالله ث ُم است َقم. Fushshilat: 30) 2. dan janganlah kamu merasa sedih. ada siang dan ada malam.” (Qs. Oleh sebab itu.Kaum Muslimin Yang Terhormat Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar. tetap memperhatikan haram halal. ibadah tidak ikut redup. tidak ada kebebasan yang tanpa batas. dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut: “Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata. ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’. selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan. Akan tetapi menurut Islam. )رواه مسلم‬ ْ ِ ْ ّ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ِ ِ ْ . Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda: ‫عن أ َب ِي سفيان ب ْن عب ْد الله رضي الله عن ْه قال: قل ْت يا‬ ِ َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ُ َ ُ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ ‫رسول ْ الله، قل ل ِي في ا ْلسل َم َقول ً ل َ أ َسأ َل ُه عن ْه أ‬ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ ‫ْ ُ َ ُ حدا‬ ِ ْ ً َ ْ ِ ْ َ ِ ‫. Kadang naik kadang turun. Ada senyum ada tangis. Nabi menjawab. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Istikharah. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan.))رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة‬ . Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Ada suka ada duka.‫من كان ي ُؤمن بالله وال ْي َوم ِ الخر فل ْي َقل خي ْرا أ َو ل ِي َصمت‬ ْ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ َ ْ َ ْ ً َ ْ ُ ْ َ ِ ‫. Maka seorang muslim yang benar. Istiqomah. agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup. kantong kering atau tebal. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah. Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS. Muslim).)غي ْرك. Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan.

Malas adalah bagian dari musuh kita. Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah. maka kreatifitas dan etos . Jika kesulitan ekonomi tersebut.Baihaqi dari Jabir). jangan diucapkan. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. (HR. sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit.‫أتاني جبريل فقال: يا محمدا عش ما شئت فإنك ميت، وأحبب ما شئت فإنك مفارق، واعمل ما شئت فإنك مجزي به‬ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ٌ ّ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ً ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ْ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ‫. jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ َْ ِ َ َ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ ِ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ َ َ ‫. beliau bersabda: . lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat. yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati. melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Saatnya kita instropeksi masa lalu. Oleh karena ia harus diobati. Dalam persoalan ekonomi. Thabrani dari Anas) 3. maka berkatalah yang baik atau diamlah. agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati. maka yang diobati adalah sifat malas itu. Mengenai kebebasan ini. tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR.))رواه البيهقي عن جابر‬ Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu. Para pakar barang kali untuk saat-saat ini. Istighfar.ما خاب من استخار ول ندم من استشار ول عال من اقتصد‬ Tidak akan rugi orang yang beristikharah. Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhirakhir ini dengan dalih kebebasan. karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif. (HR. malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan. memohon ampun kepada Allah. banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari).Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir. cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya.

Para Jamaah yang dimuliakan Allah Sekali lagi. أ َشهد‬ َ َ َ ْ ِ ِ ِ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ِ َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َشريك ل َه، إياه ن َعبد وإياه ن َست َعين. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya. Agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan. maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat. hai kaumku. Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam. الل ّهم صل‬ ً َ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ّ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن. tidak bisa tidak kita harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah.‫َ ْ َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ّ ْ ً ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ صحاب ِه وقراب َت ِه‬ ِ َ َ َ ِ َ ْ ،‫وأ َزواجه وذُريات ِه أ َجمعي ْن.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم وادعوه يست َجب ل َك ُم ول َذك ْر الله أ‬ ْ‫ِ ك‬ َ . Istikharah dan Istighfar. Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah.kerja umat yang harus kita tumbuhkan. Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه‬ ّ ّ َ ِ َ ِ ْ َ َ َ ْ ْ ْ َ ِ َ ُ َ َ َ ْ ُ َ ‫يصل ّون على الن ّ ِبي، ياأ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل‬ َ َ َ ْ َ ُ .‫َ ِ َ َذاب النار‬ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . عبادَ الله، ا ِت ّقوا الله ما‬ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫است َطَعت ُم وسارعوا إ ِلى مغفرة رب ال ْعال َمي ْن. الل ّهم افت َح ب َي ْن َنا وب َي ْن قومنا بال ْحق‬ ْ ْ ّ ُ َ ِ َ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ ‫وا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن. niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. الل ّهم أ َصل ِح جمي ْع ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ‫وان ْصر ا ْلسل َم وال ْمسل ِمين، وأ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمشركين وأ‬ ‫َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ عل‬ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ َ ِ ُ ْ ‫ك َل ِمت َك إ ِلى ي َوم الدّي ْن.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ Khutbah Kedua ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِت ّحاد وا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله ال ْمت ِي ْن. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال‬ َ َ َ َ ‫ُ ْ ِ َ َ مسل ِمات‬ ِ ْ ِ َ ْ ُ ّ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك ق‬ ْ ُ َ َ ‫ري ْب مجي ْب‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ َ ُ ِ ُ ٌ ِ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات.‫ب َر‬ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ ْ ْ َ َ ْ ِ َ َ ُ ُ ِ َ ْ ُ 42 . Jika itu penyebabnya. kepada kaumnya: “Dan (Hud) berkata. وأ‬ ُ ِّ َ ُ ُ ْ ُ ِّ ُ َ ْ ِ َ ‫ْ ِ ْ ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ َ َ َ َ ‫وقنا ع‬ . tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Amin ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم فاست َغفروهُ ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ْ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Hud:52). Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal.

Dalam syariat Islam.‫عظِي ْما‬ َ ً َ ‫وقال عل َيه الصل َةُ والسل َم: ا ِت ّق الله حيث ما ك ُن ْت وأ‬ ‫َ َ ت ْب ِع السي ّئ َة‬ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ َ َ ّ َ ِ ِ . menginjak orang-orang tersebut yang tidak mampu bergerak dan pindah dari tempatnya disebabkan perutnya yang sangat besar seperti rumah. ي ُصل ِح ل‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫ْ ْ ك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . Melintas bagaikan kumpulan onta yang sangat kehausan. pada saat itu pula Allah Ta'ala perlihatkan berbagai kejadian kepada beliau yang kelak akan memimpin jaga raya ini.‫ضللة‬ ٍ َ َ ُ ‫فيا عباد الله، أ‬ َ َ ِ ‫ِ وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون‬ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ُ :‫ال ْمت ّقون، حي ْث قال ت َبارك وت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْعزي ْز‬ ِ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ .‫ال ْحسن َة ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن‬ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ Kaum muslimin seiman dan seaqidah Tepatnya ketika Allah Subhannahu wa Ta'ala memberikan mukjizat kepada hamba dan kekasihNya. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berupa Isra’ Mi’raj. “Wahai Jibril. Di antaranya Rasulullah n melihat adanya beberapa orang yang tengah disiksa di Neraka. Para pengikut Fir’aun ini melintasi orang-orang yang sedang disiksa api dalam Neraka tadi. riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba. siapakah orangorang yang diinjak-injak tadi?” Jibril menjawab. Kemudian Allah Ta’ala tempatkan orang-orang tersebut di sebuah jalan yang tengah dilalui kaumnya Fir’aun yang mereka adalah golongan paling berat menerima siksa dan adzab Allah di hari Kiamat. perut mereka besar bagaikan rumah yang sebelumnya tidak pernah disaksikan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam.Akibat Memakan Harta Riba Oleh: Ade Zarkasyi bin Sabit ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Ibnu Hisyam. “Mereka itulah orang-orang yang makan harta riba.” (lihat Sirah Nabawiyah. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ‫صلى ا لله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ّ َ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ْ ِ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ِ ّ َ ٌ َ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة‬ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ ّ َ َ َ َ َ ِ َ .‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ‫ياأ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. 2/252).‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫ياأ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ . أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ّ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Maka . Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada malaikat Jibril yang menyertainya.

(QS. bahkan dalam riwayat yang shahih. Apabila orang yang berada di dalam sungai hendak keluar. Dalam menafsirkan ayat ini. atau dengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah dan terus mengalir. (QS. maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam.” (Lihat Al-Kaba’ir. no. bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bermimpi didatangi dua orang laki-laki yang membawanya pergi sampai menjumpai sebuah sungai penuh darah yang di dalamnya ada seorang laki-laki dan di pinggir sungai tersebut ada seseorang yang di tangannya banyak bebatuan sambil menghadap ke pada orang yang berada di dalam sungai tadi. Maha Besar Allah yang telah berfirman: “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. Dalam Shahih Al-Bukhari dikisahkan. maka mulutnya diisi batu oleh orang tersebut sehingga menjadikan dia kembali ke tempatnya semula di dalam sungai. 3/321-322). (Lihat Tafsir Ibnu Katsir.‫سواء‬ ٌ َ َ Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat orang yang memakan riba. Imam AdzDzahabi. yang memberi makan riba. 1/40). 53). maka dikatakan kepada beliau: “Orang yang engkau saksikan di dalam sungai tadi adalah orang yang memakan harta riba. Al-Baqarah: 275). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Allah menghilangkan berkah riba dan menyuburkan shadaqah. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. .setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar. Imam Qatadah juga berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyar lainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba. sahabat Ibnu “Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi tercekik”. padahal mereka ingin berjalan bergegas-gegas bersama kumpulan manusia lainnya namun tiada sanggup melakukannya akibat maksiat dan perbuatan dosa yang mereka pikul. Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada dua orang yang membawanya pergi. Setiap kali akan bangkit berdiri. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat): Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Al-Baqarah: 270). 1598). dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. Muslim. penulisnya dan kedua orang yang memberikan persaksian. sahabat Jabir Radhiallaahu anhu mengatakan: َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫ آك ِل الربا وموك ِل َه وكات ِب َه وشاهدَي ْه، وقال: هم‬n ‫ل َعن رسول الله‬ ِ َ َ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ّ . hal. mereka jatuh kembali. dan beliau bersabda: “Mereka itu sama”.” (Fathul Bari. dan telah menjadi ijma’ kaum muslimin atas keharamannya. Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia… inilah siksa yang Allah berikan kepada orangorang yang suka makan riba. Barang-barang haram yang tiada terhitung banyaknya sampai menyusahkan dan memberatkan mereka ketika harus cepat-cepat berjalan pada hari Pembalasan. (HR.

Semaraknya praktek riba selama ini tidak lepas dari propaganda musuh-musuh Islam yang menjadikan umat Islam lebih senang untuk menyimpan uangnya di bank-bank. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha untuk menularkan penyakit ini ke dalam tubuh umat Islam melalui bank-bank yang telah banyak tersebar. sehingga umatpun bergegas mendepositokan uangnya di bank-bank milik mereka yang mengakibatkan keuntungan yang besar lagi berlipat ganda bagi mereka. Riba dianggap sama dengan jual beli yang diperbolehkan menurut syari’at Islam. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka siksa yang pedih”. dan karena mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang bathil. niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafir sesudah kamu beriman. Dan dari bencana yang ditimbulkan karena memakan riba tidak saja hanya sampai di sini. . Dalam firmanNya Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: “Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba. Kalau sudah seperti ini. sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Sehingga nasi yang dimakannya menjadi haram. Mereka jadikan umat ini khawatir untuk menyimpan uang di rumahnya sendiri seiring disajikannya adegan-adegan kekerasan yang menakutkan masyarakat lewat jalur televisi dan media-media massa lainnya. lebih-lebih dengan semaraknya kasus-kasus pencurian dan perampokan serta berbagai adegan kekerasan yang semakin merajalela. bahkan telah menjadikan hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semakin dangkal yang tidak lain dikarenakan perutnya yang telah dipadati benda-benda haram. Bahkan sistem simpan pinjam dengan bunga pun sudah dianggap biasa dan menjadi satu hal yang mustahil bila harus dilepaskan dari perbankan. Umat tidak lagi memperhatikan mana yang halal dan mana yang haram. Imam Al-Haitsami. bahkan ASI yang diminum oleh si kecil pun menjadi haram.‫ما ظَهر في قوم ٍ الزنى والربا إ ِل ّ أ َحل ّوا ب ِأ َن ْفسهم عقاب الله‬ َ ّ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ُ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ َ “Tidaklah perbuatan zina dan riba itu nampak pada suatu kaum. karena Allah yang menurunkan hukumNya atas manusia telah mengizinkan malapetaka atas suatu kaum jika kemaksiatan dan kedurhakaan telah merejalela di dalamnya. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi AlKitab (Yahudi dan Nashrani).” (Lihat Majma’Az-Zawaid. motor yang dikendarainya pun haram. Kini kita saksikan. (QS. padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya. bahwasannya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: . namun diam-diam tanpa disadari di antara kita telah ada yang membantu mereka membantai saudara-saudara kita semuslim dengan mendepositokan uang kita di bank-bank mereka. gara-gara bunga berapa banyak orang yang semula hidup bahagia pada akhirnya menderita tercekik dengan bunga yang ada. Lalu pantaskah bila umat Islam mengikuti pola hidup suatu kaum yang Allah pernah mengutuknya menjadi kera dan babi. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Ya’la dan isnadnya jayyid. 4/131). bagaimana mungkin do’a yang dipanjatkan kepada Allah akan dikabulkan jika seluruh harta dan makanan yang ada dirumahnya ternyata bersumber dari hasil praktek riba. An-Nisa’: 161). menghimpun dana demi melancarkan rencana-rencana jahat zionis dan acara-acara kristiani lainnya. Musibah dan bencana telah meresahkan masyarakat. Ali Imran: 100). kecuali telah mereka halalkan sendiri siksa Allah atas diri mereka. pakaian yang dikenakannya menjadi haram. Sebenarnya praktek riba pada awal mulanya adalah perilaku dan tabi’at orang-orang Yahudi dalam mencari nafkah dan mata pencaharian hidup mereka. Mereka banyak membantai umat Islam. dan barang-barang perkakas di rumahnya pun menjadi haram.” (QS.

marilah kita memunajatkan do’a kepada Allah sebagai bukti‬‬ ‫. setelah kita menyadari realitas yang ada.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم ل َ ت َدَع ل َنا ذَن ْبا إ ِل ّ غفرت َه ول َ هما إ ِل ّ فرجت َه ول َ دَي ْنا إ ِل ّ‬ ‫قضي ْت َه‬ ‫ً‬ ‫ْ َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫َ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ ْ ُ َ‬ ‫ول َ حاجة من حوائ ِج الدّن ْيا والخرة إ ِل ّ قضي ْت َها يا أ َرحم الراحمي ْن.‬ ‫َ َ ْ ِ َ ِ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ ْ َ َ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّكَ‬ ‫رءُوف رحي ْم.‬ ‫َ ِ َ‬ . marilah kita sering-sering‬‬ ‫‪beristighfar kepada Allah. ‪bahwasanya kita ini fakir di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن والصل َةُ والسل َم على رسول الله محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن.” (QS. dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. الل ّهم اغفر ل َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ول ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ‬ ‫وا ْل َموات، يا مجي ْب الدّعوات. yang telah ditempuh‬‬ ‫. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم.‬ ‫َ َ ٌ‬ ‫‪Dalam khutbah kedua ini. mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepadaNya. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ‬ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫يوم الدين، أ َ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫فإن أ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ ِ ّ صدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صل الله‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ُ ْ ِ ُ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل ب ِدْعة‬ ‫َ ٍ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ّ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ضللة.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ َ َ َ َ‬ ‫وصلى الله على ن َب ِي ّنا محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم، سب ْحان رب ّك‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ لله رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫العال َمي ْن. Hud‬‬ ‫‪Pada penutup khutbah ini. sebagaimana yang dikatakan Nabi Hud Alaihissalam kepada‬‬ ‫:‪kaumnya‬‬ ‫‪“Hai kaumku. karena tidak ada obat penyembuh dari kesalahan dan kedurhakaan‬‬ ‫‪yang telah kita lakukan kecuali hanya dengan mengakui segala dosa kita lalu beristighfar‬‬ ‫‪memohon ampun kepada Allah dan untuk tidak mengulanginya kembali sambil beramal shalih‬‬ ‫‪menjalankan ketaatan unukNya.)25 :‪kekuatanmu.‪oleh para pendahulu kita dari generasi salafush-shalih‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.‫‪Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita kepada jalanNya yang lurus.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. niscaya Dia‬‬ ‫‪menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada‬‬ ‫.

. Nabiyullah Adam dan ibunda Hawa.‫عظِي ْما‬ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك‬ ّ ‫َ ٌ َ ل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ .‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وعلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ْ َ َ ِ ُ َ ُ َ َ .43 Mengukir Prestasi Dihadapan Ilahi Oleh Suyadi Husein Mustofa ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ‫ُ ِ ّ ه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.... dari atas mimbar Jum’ah ini. Baik berhubungan dengan hal-hal yang wajib. haram. yaitu dengan selalu memper-hatikan syariat Allah.‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ ُ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله . Semua . Pada kesempatan yang baik ini.. Selanjutnya. Marilah. Lalu ia menjawab dengan nada bertanya: “Bagaimana jika engkau melewati jalan yang penuh onak dan duri?” Jawab Umar. maupun yang mubah. Daripadanya berkembang menjadi banyak bangsa bahkan suku. Suatu ketika Umar Ibnul Khaththab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang gambaran taqwa itu.‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Ma’asyiral muslimin arsyadakumullah . jama’ah Jum’ah rahimakumullah Telah dimaklumi bahwa..‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.. Karena. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ َ َ ِ ُ َ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . أ‬ ،‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله‬ ِ ِ ْ َ ّ َ ْ ُ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َ ْ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال‬ َ َ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى، حي ْث‬ ُ َ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ َ ‫قال ت َعالى في كتابه ال ْك َريم، أ‬ َ َ َ َ ّ ،‫ِ ْ ِ عوذُ بالله من الشي ْطان الرجي ْم‬ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ِ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ِ ّ :‫ب ِسم ِ الله الرحممن الرحي ْم‬ ِ ْ ِ ِ ّ ِ َ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ . sehingga kita masih dalam keadaan Iman dan Islam. dengan ukuran inilah prestasi seorang manusia dinilai dihadapan Allah. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Ta’ala yang telah memberikan taufiq serta hidayahNya.dari sisa-sisa waktu yang Allah berikan ini. kita aplikasikan dalam setiap derap langkah hidup kita hingga akhir hayat. makruh. manusia pada mulanya berasal dari dua orang sejoli. “Tentu aku bersiap-siap dan hati-hati” Itulah taqwa. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ُ ْ ‫َ ِ َ ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ َ ‫وأ َشهد أ‬ . kata Ubay bin Ka’ab Ma’asyiral muslimin. kita gunakan untuk selalu mening-katkan ketaqwaan kita kepada Allah. saya wasiatkan kepada diri saya berikut jama’ah sekalian. sunnah.

atau malah bangga dengan “amal dosa” itu.(‫البيهقي‬ “Tidaklah seseorang mempunyai keutamaan atas orang lain. orang yang mempunyai jabatan dan kedudukan (tertentu yang lebih tinggi) merasa lebih baik dan pantas untuk diikuti oleh yang lain dalam segala tuntutannya. sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. tidak saling mengganggu. yakni sombong. aman tentram dalam mengemban persoalan kehidupan. yaitu seberapa ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya. Bahkan tidak menutup kemungkinan. manusia banyak yang tidak menghiraukan halal atau haram.” Disebutkan dalam ayat ini bahwa kedudukan manusia dihadapan Allah adalah sama. Darinya pula muncul beragam bahasa. Ma’asyiral muslimin. Jama’ah Jum’ah rahikumullah . Namun. Al-Hafifzh Ibnu Katsir menambahkan: “Mereka berbeda di sisi Allah adalah karena taqwanya. kecuali karena diinnya atau amal shalih.. dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Begitulah kecenderungan manusia dalam memenuhi hasrat hidupnya.. kalau kita renungkan semua itu adalah untuk jasmani kita (saja) agar hidup kita dalam keadaan sehat.. dari sisi penyebaran. Padahal dari aturan agama inilah manusia diuji oleh Allah-menjadi hamba yang taat atau maksiat. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa.manusia dinegara manapun dinisbatkan kepada beliau berdua. para pelakunya tidak merasa berbuat dosa. Itulah parameter yang pada saatnya nanti akan dimintai pertanggung-jawabannya. karena tipisnya ikatan manusia dengan syariat Allah. Renungkanlah syair seorang tabi’in Abdullah Ibnul Mubarak: . Adapun yang membedakan di antara mereka adalah dalam urusan diin (agama). ratusan bangsa bahkan ribuan suku yang masing-masing mengembangkan diri sesuai potensi yang bisa dikem-bangkan. budaya dan lain-lain. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Bahkan kadang-kadang. tidak ada perbedaan.. kecuali kembali kepada syariat agama Allah. Sebagai contoh. Karena minimnya ilmu syar’i itulah yang menyebabkan banyak manusia terjerembab ke lembah kedurhakaan dan jatuh ke lumpur dosa.” Ma’asyiral muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah . kehidupan manusia telah berkembang dengan pesat dalam segala aspeknya. Dalam hal ini Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13. na’udzubillah. Orang kaya merasa lebih baik dari yang miskin. Tetapi sekali lagi. Saat ini. karena memang manusia “tidak punyak hak” untuk menghalalkan atau mengharamkan sesuatu. kadang (atau bahkan sering) tidak mempedulikan perintah atau larangan Allah. termasuk teknologi yang mereka temukan. )رواه‬ َ ِ ٍ َ ٍ َ َ ْ ِ . Inilah tuntutan “kasat mata” hidup seorang manusia. orang yang ditakdirkan Allah mempunyai “kelebihan” dari orang yang ditakdirkan “kekurangan” itu menyu-ruh (memaksa)-nya untuk mengerjakan hal-hal yang menyalahi ajaran agama Allah. Dari segi jumlah mencapai milyaran. adat istiadat. bukan karena jumlahnya” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ ٍ َ ٌ ْ َ ٍ َ ‫ل َي ْس ل َحد على أ َحد فضل إ ِل ّ بالدّي ْن أ َو عمل صال ِح. artinya:“Hai manusia. tercukupi kebutuhan materi. negara yang maju... kuat merasa lebih baik dan harus diikuti (baca: ditakuti) oleh negara yang lain. Ma’asyiral Muslimin. bangga. bahkan lebih dari itu. Tak pelak dari perkembangan tersebut menimbulkan rasa gembira. puas.

celaka..” Ma’asyiral muslimin. meninggalkan yang diharamkan. Sabiqun bil khairat: Orang yang mengerjakan kewajiban dan yang sunnah. Apakah kita termasuk zhalimun linafsih. maka hilanglah sebagian dari dirimu. segera bertobat untuk ‘mengukir” dengan amal taat terhadap Allah dan Rasulnya. Dalam tafsirnya. Na’udzu billah. Tetapi semua itu terpulang kepada kita masing-masing. mulia!) Ataukah prestasi fajirun. bahkan meninggalkan sebagian yang mubah (karena wara’nya) Tak seorang pun di antara kita yang bercita-cita untuk mendekam dalam penjara. sebagaimana sabda Rasul SAW.. jama’ah Jum’ah rahimakumullah . amal maksiat yang telah kita lakukan yang menyebabkan kita (nantinya) terseret kedalam Neraka . Itulah ujian Allah kepada kita. Sudah berapa pula. tidak mustahil kita akan mendekam di dalamnya. taqiyyun.ُ ْ َ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ‫رأ َي ْت الذّن ُوب ت ُمي ْت ال ْقل ُوب وي ُورث ُك الذّل ا ِدْمان ُها، وت َرك الذّن ُوب‬ َ ْ ُ ِ ُ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ . taqwa. Amin . muqtashid.. Dzalilun (ahli maksiat.‫أ َي ّها الن ّاس إ ِن ّما أ َن ْت أ َيام، ك ُل ّما ذَهب ي َوم ذَهب ب َعضك‬ َ َ ٌ ْ ٌ ّ َ َ َ َ Marilah. Sudah berapa amal taat yang telah kita kumpulkan sebagai investasi di sisi Allah . atau saabiqun bil khairat bi idznillah.. dan (jalan) Neraka itu dilingkupi sesuatu yang disukai oleh syahwat” Semoga Allah mengumpulkan kita dalam umatNya yang terbaik dan terjauhkan dari ketergelinciran ke dalam jurang kemaksiatan.‫حفت ال ْجن ّة بال ْمكاره وحفت النار بالشهوات‬ ِ َ َ ّ ِ ُ ّ ِ ّ ُ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ّ ُ “(Jalan) menuju Jannah itu penuh dengan sesuatu yang tidak disukai manusia. membiasakannya akan mendatangkan kehinaan. ُ َ ُ ْ َ َ . setiap ada sehari yang berlalu. Selanjutnya tinggal bagaimana umat Islam menerjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedang meninggalkan dosa itu menghidupkan hati. Perhatikanlah wasiat Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai manusia. hina) Dalam hal mana? Yaitu sejauh mana kita menyikapi ajaran Allah dan RasulNya. ketahuilah bahwasanya engkau adalah (kumpulan) hari-hari.‫حياةُ ال ْقل ُوب وخي ْر ل ِن َفسك عصيان ُها‬ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ ٌ “Aku lihat perbuatan dosa itu mematikan hati. kadang meninggalkan yang sunnah dan mengerjakan yang makruh. Al-Hafizh Ibnu Katsir memberikan pengertiannya masing-masing sebagai berikut: • • • Zhalimun linafsihi: Orang yang enggan mengerjakan kewajiban (syariat) tetapi banyak melanggar apa yang Allah haramkan (yang dilarang) Muqtashid: Orang yang menunaikan kewajiban. syaqiyun. serta meninggalkan yang haram dan makruh. Kalau kita tidak mempedulikan syari’at Allah. karimun (baik. • • • Sudah berapa umur kita yang berlalu begitu saja . . Umat Islam (termasuk saya dan jama’ah sekalian) telah diberi hidayah berupa Al-Qur’an (dan As-Sunnah). Apalagi penjara Allah yang berupa siksa api Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan bebatuan. dan baik bagi diri(mu) bila meninggalkannya” Prestasi manakah yang akan kita ukir? Prestasi barrun.

‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه والصل َةُ والسل َم على رسول الله، ول َ حول ول َ قوةَ إ ِل ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ّ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫بالله..‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ورسول ُه.‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ربنآإن ّنا سمعنا مناديا ينادي ل ِليمان أ َ‬ ‫ِ َ ِ ن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫ّ ّ َ ِ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً ُ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار. رب ّنا وءات ِنا‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف ال ْميعاد. يا أيَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ ُ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ّ ِ َ ُ ْ ّ ْ ُ ْ َ َ ّها‬ ‫ُّ‬ ‫ِْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ .‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ ً َ ِ ْ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ َ ٍ َ ْ َ ِ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َت َجعل في قل ُ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫وب ِنا‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫غل ّ ل ّل ّ‬ ‫ذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إن ّك رءُوف رحي ْم. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ا ْل َخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح ل َنا دي ْن َنا ال ّذي هو عصمة أ َمرنا، وأ َصل ِح ل َنا دُن ْيانا ال ّت ِي‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫ْ ْ َ ِ َ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ‬ ‫فيها معاشنا، وأ َ‬ ‫َ صل ِح ل َنا آخرت َنا ال ّت ِي إ ِل َي ْها معادُنا، واجعل ال ْحياة‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ َ‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫زيادَةً ل َنا في ك ُل خي ْر، واجعل ال ْموت راحة ل َنا من ك ُل شر.‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ربنا هب ِ ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. وال ْحمدُ ل ِل ّه‬ ‫ِ‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ ْ‬ ‫رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا اتقوا الله حق تقات ِه ول َ تموتن إل ّ وأنتم مسل ِمون..‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫وصلى الله على محمدِ وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله .‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها َ‬ ‫ّ َ َ َ كان غراما. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن لَ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ْ‬ ‫َ َ َ ْ َْ ِ‬ ‫َ َّ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا ع َب ْد ُه ُ وَرسوْل ُه. أ ُ‬ ‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله،‬ ‫ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ ْ َ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون.‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫44‬ ‫‪Cinta Dan Benci Karena Allah‬‬ ‫‪Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا وَمن‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫سيئات أ َع ْمال ِنا، من يهد الله فَل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فَل َ هادي ل َه.‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وع َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة.

memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah. Jama’ah sidang Jum’ah rahimakumullah Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta’ala semata. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa pula kita membenci. memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah.‫َ َ ُ ه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما‬ ً َ َ َ ُ ً ْ ْ َ ْ ْ ِ ِ َ ‫أ َما بعد؛ فَإن أ‬ ّ َ ‫ّ َ ْ ُ ِ ّ صد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ُ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ َ ِ ُ ‫ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَشر ال ُمورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك‬ ّ ّ ‫َ ٌ ل‬ ٌ ْ ُ ّ ُ َ َ َ َ ْ ُ َ ّ . mencegah segala yang dicegah Allah.At Tirmidzi) Dalam riwayat lain. Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. )رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن‬ َ َ “Barangsiapa yang mencintai karena Allah.(‫ا ْل ِي ْمان. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫أ َوث َق عرى ا ْل ِي ْمان ال ْحب في الله وال ْب ُغض في الله. Allah Ta’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri.” (HR. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong kepadanya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkannya. maka sungguh telah sempurna Imannya. tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah. yang telah menganugerakan rasa cinta dan benci dihati para makhlukNya. ia mengatakan hadits hasan) Jamaah Jum’ah yang berbahagia.‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها وَب َث من ْهُما‬ ْ ْ ّ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ّ ُ َ َ َ َ ِ َ ْ ُ ُ ّ َ ‫رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِي ت َسآء ٍل ُون بهِ وا ْل‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ َ رحام إ ِن الله كان ع َل َي ْك ُم‬ ُ َ ً َ َ ً َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ َ ‫رِقيبا. tunduk dan pasrah secara total serta menghamba kepadaNya. Abu Dawud dan AtTirmidzi. Jamah Jum’ah yang berbahagia.‫ضل َل َةٍ في النار‬ ِ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإحسان إ‬ َ َ ّ َ ّ َ . dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) . diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta’ala saja. ridla kepada apa yang diridlai Allah. Dalam pengertian menurut syariat. membenci terhadap segala yang dibenci Allah. Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain.” (HR. Rasulullah juga bersabda: َ ْ َ ِ َ َ ‫من أ َحب ل ِل ّه وأ َب ْغض ل ِل ّه وأ َعطى ل ِل ّه ومن َع ل ِل ّه فقد است َك ْمل‬ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ . Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah. memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi.‫ْ ِ ْ َ ٍ لى ي َوْم ِ الد ّي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ْ َ ِ Jamaah Jum’ah rahimakumullah Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wajalla. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ ع ْمال َك‬ ‫َ م‬ ُ ّ ُ َ َ َ ِْ ْ ْ ُ ً ِْ َ ْ َّ َ ًْ ِ َ ْ ْ ْ َ َ َ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل‬ .sedangkan yang selain Allah Ta’ala dicintai hanya sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta’ala.(‫الترمذي‬ “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. يا أ َيها ال ّذين ءامنوا اتقوا الله وقُول ُوا قَول ً سديدا. )رواه‬ ِ ُ ْ ِ ّ ُ ِ َ ِ ِ َ َ ُ ُ ْ . membenci karena Allah.

dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita.. kewala’an. sekalipun orang orang itu bapak-bapak..” (Al-Mujadalah: 22) Jamaah Jum’ah yang berbahagia…… Jadi.. ketampanan. apabila mereka itu membenci. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta kekayaan. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya.. tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala Jamaah Jum’ah yang berbahagia . anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia . Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi patuh terhadap perintah-perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang oleh Allah dan Rasulnya. sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orangorang yang beriman. orang tua kita. Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan kebencian yang harus dicurahkan terbagi menjadi tiga kelompok: 1.. sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. derajat dan kedudukan. ataupun saudara kita yang lain. Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah. Naudzubilla min dzalik. marilah kita berlindung kepada Dzat yang membolak-balikkan hati. kebencian dan . para sahabat. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya. supaya hati kita dipatri dengan kecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya.adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan. Mereka adalah orang-orang yang mencurahkan kecintaan. tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka). meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita. suku bangsa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Bahwasannya seorang mukmin wajib dicurahkan kepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu. tabi’in. dan seorang kafir wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat baik kepadamu. memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya. melaksanakan ajaran Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan keyakinan yang teguh . Karena kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada Allah. Mereka adalah orang-orang yang mengikhlaskan segala perbuatan dan ucapannya untuk Allah semata. Orang-orang yang dicurahkan kepadanya kasih sayang dan kecintaan secara utuh.. kefakiran. kekeluargaan dan lain-lain. saudara-saudara kita.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . anak-anak kita sendiri. Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam Ibnu Taimiyah.

Orang–orang yang dicurahkan kebencian dan permusuhan kepadanya secara utuh.(‫961/6، وسنده حسن‬ “Saling memberi hadiahlah kalian. 2. )رواه البخاري في الدب المفرد 021 والبيهقي‬ َ ْ َ ْ .permusuhan karena Allah ta’ala serta mendahulukan perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas yang lainnya siapapun orangnya.” Rasulullah bersabda: “janganlah engkau melaknatnya. Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara utuh. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah .(712 ،‫َ لى.. Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari rukun Islam baik sebagian atau keseluruhan dengan rasa mantap. Dalam hal ini kita harus dapat memilah-milah.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu. orang yang memerasnya dan orang yang minta diperaskan. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod. Saling memberi hadiah Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu: ،‫ت َهادَوا ت َحاب ّوا. hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan) . atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu bida’ yang sesat dan menyesatkan. atau orang yang melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya.” (HR. orang yang meminumnya. tiba-tiba sorang laki-laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam keadaan mabuk. dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri mereka. Sidang Jumah yang dimuliakan Allah Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah. Sesungguhnya dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih Al-Bukhari kitab Al-Hudud). adapun yang ketiga 3. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta’ala. seperti muamalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Himar. karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam. Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lainnya. antara lain: 1. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu.” (HR. Pada hal jama’ah yang berbahagia. Saat itu Abdulllah bin Himar dalam keadaan minum khamr maka dibawalah dia kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. niscaya kalian akan saling mencintai. )رواه ابن المبارك في الزهد‬ “Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala. bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ ِ ِ َ ْ ِ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ‫إ ِذا أ َحب أ َحدُك ُم صاحب َه فل ْي َأ ْت في من ْزل ِه فل ْي ُخب ِرهُ أ َن ّه ي ُحب ّه في الله‬ ِ ُ ِ ُ ِ َ ّ َ ْ ْ َ ‫ت َعا‬ . orang yang membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya.. hal 712 dengan sanad shohih) 2. Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan yang baik dengan amalan yang buruk. dalam riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer 4967 Rasulullah n melaknat khamr. orang yang menjualnya. maka mereka dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri mereka sendiri. orang yang mengingkari asma’ wa sifat Allah ta’ala.

)رواه البخاري في الدب المفرد ص 48 وهو‬ َ ُ َ ِ .Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih) 4. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ ّ َ . tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai. sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ .‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. ‫ل َ ت َدْخل ُون ال ْجن ّة حتى ت ُؤمن ُوا ول َ ت ُؤمن ُوا حتى ت َحاب ّوا، أ َول َ أ َدُل ّك ُم‬ ّ َ ْ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ‫على شيء إذا فعل ْت ُموه ت َحاببت ُم، أ‬ َ َ ُ ‫َ ْ ٍ ِ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ْ فشوا السل َم ب َي ْن َك‬ ُ ْ ‫م. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب.3. Dan bertaqwalah kepada Allah.” (Al-Hujurat:12) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. صلى الله عل َي ْه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا‬ َ ً ّ َ ُ ْ ً َ َ َ ِ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ً .” (HR. jauhilah kebanyakan dari prasangka. niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.(2/35 ،‫مسلم‬ “Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang saudaranya di saat tidak ada. 5. dan jika saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Al-Bukhari dalam kitabnya AlAdab AlMufrad hal. )رواه الطبراني والبيهقي، سنده‬ ْ ّ ُ ّ ِ ْ ُ َ َ َ ُ َ َ .sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya.” (HR. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain.(‫حديث حسن‬ “Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa. Dalam hal ini Rasulullah bersabda: ّ ‫ما ت َوادّ اث ْنان في الله عز وجل أ َو في ا ْل ِسل َم ِ في َفرقُ ب َي ْن َهما إ ِل‬ ِ ْ ّ َ َ ّ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ‫بذَن ْب يحدث ُه أ‬ ‫ٍ ُ ْ ِ ُ حدُهما. Saling mengunjungi Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah . Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukannya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.(‫صحيح‬ “Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang. )رواه‬ َ ّ ْ . Saling menyebarkan salam.” (HR.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. ‫يا أ َبا هري ْرة! زر غبا ت َزدَدْ حبا.84) 6. Muslim 2/35). Meninggalkan dosa-dosa.

Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. 6.Jama’ah Jum’at yang berbahagia . Lc ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْواسع ال ْعظِي ْم ِ ال ْب ِر الرحي ْم ِ خل َق ك ُل شيء فقدّره‬ ِ ّ ِ َ ُ َ َ َ ٍ ْ َ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ِ َ َ ‫وأ َن ْزل الشرع فيسره وهو ال ْحكيم ال ْعل ِيم، بدأ َ ال ْخل ْق وأ‬ َ َ َ ‫َ َ َ ن ْهاهُ وي َسر‬ َ َ ُ ْ َ َ ُ ْ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ُ َ ّ َ َ َ ْ ّ . Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah: 1.‫ِ ك ْب َر‬ ُ 45 Potret Haji Kita. 5. Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya n. Antara Cita-Cita Dan Fakta Oleh: Agus Hasan Bashori. Merasakan manisnya iman. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ ُ ْ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ َ ُ ُ‫حسن َة وقنا عذاب النار. Amiin. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah. الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال‬ ْ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ مسل ِمي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ َ َ ‫وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك على ك ُل شيء قدي ْر.. meraih manisnya Iman. رب ّنا‬ َ َ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ّ ‫اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل‬ ُ ْ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ َ ‫ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. Meraih kesempurnaan iman. 3.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول‬ َ ‫ْ َ ذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫الله أ‬ . َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. mendapatkan kemuliaan dari Allah. Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat. mendapatkan kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi.‫َ مي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ َ . mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya. 2.. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ ‫أ َجمعي ْن. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kita. Mendapatkan kecintaan Allah. 4. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصف‬ ،‫ِ ون‬ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ّ َ ِ ّ ِ ِ ّ َ ‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال‬ َ َ ٌ َ َ . Masuk Surga Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Mendapatkan Kemuliaan dari Allah. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا‬ َ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا.

maka dia berputar mengelilingi rumah : Thawaf mengisyaratkakn bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan. Berbai’at untuk ُ َ ِ َ ِ َ ْ . “Haji adalah bermaksud (berkeinginan dan bersengaja). Kita sekarang berada pada bulan Dzul Qa’dah bulan kesebelas dari bulan Qamariyah. Inilah pembeda antara musyrik dan muslim. Dulu orang musyrik mencium batu karena untuk menyembah batu. Tatkala seorang haji tiba di ka’bah. manakala ibadah ini adalah ibadah yang paling besar dan ketaatan yang paling berat maka disebut ibadah yang paling utama” yaitu Al-Haj yang berarti alqashdu. tidak ada sesuatu agama yang memiliki konsep ibadah seperti konsep haji Islam. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ال‬ ‫َ َ ُ ْ ُ مب ْعوث‬ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ِ َ ْ َ ِ ْ ُ َ ِ ِ ْ َ ‫إ ِلى جمي ْع ب َري ّت ِه. merangkum sejuta hikmah.” Karena itu ketika menyentuhnya seorang haji harus mengingat bahwa ia sedang berbai’at kepada Allah (pencipta dan pemilik batu yang telah memerintah untuk menyentuhnya). manakala saudara-saudara kita tadi meninggalkan kampung halamannya terbang menuju kiblat umat Islam sedunia. Tidak ada ibadah seagung ibadah haji. Karena beliaulah yang mencontohkan kita untuk melakukan yang demikian.رب الكعبة‬ Begitu pula mencium hajar aswad. memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala. satu dari empat bulan yang disebut dengan bulan-bulan haram ‫ اشهر الحرم‬dan satu dari tiga bulan haji yang disebut dengan ‫ أشهر معلومات‬di sebut Dzul Qa’dah karena mereka: “Mereka duduk (tinggal dirumah) tidak melakukan perjalanan maupun peperangan sebagai persiapan untuk melakukan ihram haji”. Karena itu haji merupakan tiang kelima dari kelima pilar utama dalam Islam. pertolongan dan surgaNya yang agung. وأ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ِ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ ِ َ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ْ ‫في أ ُل ُوهي ّت ِه ورب ُوب ِي ّت ِه.. Pada hari ini kita saksikan bersama persiapan dan pem-berangkatan para jemaah calon haji. Haji mengandung seribu makna. bukan berarti dan bukan kerena menyembah batu. Maka barangsiapa yang menjabatnya (menyentuhnya) atau menciumnya maka seolah-olah ia menjabat (tangan) Allah dan mencium tangan kananNya. Kita rasakan bersama betapa kebahagiaan telah menghiasi wajah mereka dan sejuta harapan telah tertanam dalam di lubuk hati mereka. Tetapi sekarang Muslim mencium batu untuk mengikuti sunnah rasul yang diantara hikmahnya adalah seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu . Tetapi tujuannya adalah pemilik rumah ‫. Betapa tidak Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Abdir Rohman Al-Bukhari Alhanafi Azzahid (546 H) menjelaskan. keduanya menghantarkan seseorang menuju cita-cita. dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilik rumah (ka’bah) tidak berada di sana. melainkan karena mengikuti sunnah rasul. الل ّهم صل وسل ّم عل َي ْه وآل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعه في‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ِ ِ َ ْ ِ ُ َ َ ‫سن َت ِه.‫َ َ ْ ُ ْ ن الله مع ال ْمت ّقي ْن‬ ّ َ َ َ ُ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ Jamaah shalat jum’at yang berbahagia Marilah kita tingkatkan Iman dan taqwa kepada Allah karena hanya dengan taqwa kita akan mendapatkan ampunan.‫ي َقعدُون في ْه عن ا ْل َسفار وال ْقتال ا ِست ِعدادا ل ِحرام ٍ بال ْحج‬ ّ َ ِ ً َ ْ ْ َ ْ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ْ . معاشر ال ْمسل ِمين ا ِت ّقوا الله واعل َموا أ‬ ُ . Di lihat dari sebutannya saja ibadah ini sudah unik. “Hajar Aswad adalah bagaikan tangan kanan Allah dimuka bumi ini. niat adalah amal yang paling mulia karena ia adalah pekerjaan anggota yang paling utama yaitu hati.َ :‫ال ْفل ْك وأ َجراهُ وهو ال ْعزي ْز ال ْحك ِي ْم، ال ْقائ ِل في ال ْك ِتاب ال ْك َري ْم‬ ِ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ َ ُ ِ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ‫) التوبة: 63( أ َحمدُهُ على جل َل ن ُعوت ِه وك َمال صفات ِه وأشك ُرهُ على‬ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ُ ِ َ ‫ت َوفيقه وسوابغ ن ِعمت ِه. sementara maksud dan niat.

tua maupun muda. َ َ َ ِ َ َ َ َ .selalu taat dan tunduk kepadaNya.‫ل َب ّي ْك الل ّهم ل َب ّي ْك، ل َب ّي ْك ل َ شري ْك ل َك ل َب ّي ْك‬ ّ ُ Ia akan menghayati seolah-olah berucap: Ya Allah aku datang. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. bagiMu segala aturan dan perundang-undangan. Tidak boleh melakukan Fusuq yaitu segala bentuk maksiat dan tidak boleh melakukan jidal yaitu perdebatan yang mengikuti hawa nafsu. memenuhi panggilanMu. Maksiat dan kemungkaran akan menepi. Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkan haji yang mabrur. Maka sebuah negara semakin banyak muslim dan muslimah yang taat. BagiMu segala ciptaan. Bertaubat dari semua dosa dan maksiat. (AlBaqarah: 197) Seorang yang beribadah haji tidak boleh melakukan rofats yaitu jima dan segala ucapan dan perbuatan yang behubungan dengan seksual. Jika calon haji sudah bertaubat maka ia pasti akan mampu mencapai hakekat haji yang telah digariskan oleh Allah. Inilah yang disyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya: . bagiMu segala hukum dan hukuman tidak ada sekutu bagiMu. Ma’asiral muslimin rahimakumullah.‫وأ َت ِموا ال ْحج وال ْعمرةَ ل ِل ّه‬ ِ ّ َ َ ْ ُ َ ّ َ “Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah” Karena itu pulalah para ulama menganjurkan bahwa kewajiban pertama bagi calon haji adalah bertaubat. dalam firman-Nya: Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji. bukan untuk mencari kebenaran. dosa-dosa yang lalu. Aku tidak peduli berpisah dengan anak dan istriku. karena tujuanku hanyalah wajah-Mu dan keridhaanMu bukan dunia yang fana dan bukan nafsu yang serakah maka amankan aku dari adzabMu.‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ “Berbekallah. dan harus ingat barang siapa yang menghianati bai’at maka ia berhak mendapatkan murka dan adzab Allah. dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa”(al-Baqarah. perjudian dan pencurian . aku junjung tinggi aturanMu. polisi. lalu aku berdiri di depan pintuMu. maka tidak boleh rafats. mentri maupun seorang kiayi. akau datang. negara itu akan semakin aman makmur dan sentosa. dokter. 197). maka selamatkan aku dari adzabMu. pegawai. laki-laki maupun perempuan . artis. Karena maksud kita bukan ‫ البيت‬tetapi ‫ رب البيت‬dan karena unsur niat begitu utama dan penting maka Allah brfirman: . Tentu saja kita sudah maklum bahwa taqwa itu tidak bisa dicapai kecuali dengan bertaubat dan meninggalkan segala jenis perbuatan maksiat. Aku pegang erat kitabMu. Kalau calon haji sudah bertaubat maka ia akan mampu memahami dan menjiwai syiar haji yang teramat indah itu yaitu. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Aku singgah di sisiMu. baik calon haji itu seorang petani. merendahkan diri dan berkiblat kepadaMu. ia akan tampil sebagai muslim yang shalih dan muslimah yang shalihah. menanggalkan segala atribut dan jabatan. meninggalkan profesi dan pekerjaan. kini aku siap menghamba kepadaMu. yang diantara tandanya adalah sepulang haji ia tidak akan mengulang maksiat.

قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. perzinaan dan pembunuhan akan mudah diatasi. Yang korup tetap korup. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‪tetap artis. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. Apalagi jika yang pergi haji adalah‬‬ ‫.‪Bapak Bupati. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ُ ْ ِ َ ِ ْ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ٍ َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫الرحي ْم.‪Maka tidak heran jika Rofats. Namun kenyataannya adalah bagaikan siang yang‬‬ ‫‪dihadapkan dengan malam. yang jahat tetap jahat‬‬ ‫. yang artis‬‬ ‫.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. mereka tidak mengambil manfaat dari‬‬ ‫‪ibadah haji selain menambah gelar Pak Haji atau Bu Hajjah.‫‪akan sepi. وقال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. semuanya bertolak belakang.‪Ma’asyiral muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Demikianlah sekelumit tentang makna haji. yang lintah darat tetap lintah darat. yang kasar akan menjadi pengantin dan yang‬‬ ‫. krisis kemanusiaan.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‪dijauhkan dari haji yang maghrur (tertipu) dan mabur‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم ِ ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. lingkungan. semoga Allah‬‬ ‫‪menjadikan haji kita yang dahulu dan yang akan datang menjadi haji yang mabrur. Fusuq dan Jidal marak dimana-mana sampai terjadi krisis moral‬‬ ‫. krisis politik. para Mentri dan Pak Polisi‬‬ ‫‪Sepulang haji yang kikir akan menjadi dermawan. ekonomi dan sosial‬‬ ‫. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. dan semoga‬‬ ‫.‪biasanya menyebar kejahatan berubah menebar salam‬‬ ‫‪Itu semua manakala hajinya mabrur. haji mabrur dan potret haji kita.‪krisis nilai. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ .

Musuh bebuyutan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yang memimpin pengejaran dan akan membunuh Nabi pun berada di mulut gua Tsur. janganlah engkau bersedih hati.‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. Sementara orang-orang kafir Makkah yang sejak semula memusuhi bahkan ingin membunuh Nabi itu meningkat jadi berlomba mencari hadiah 100 unta dalam rangka membunuh Nabi. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ . Tiga malam lamanya Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam dan Abu Bakar As-Shiddiq berada di dalam gua. قال ت َعالى: يا‬ َ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. di luar kota Makkah. “Laa tahzan innallaha ma'anaa”. Musuh-musuh yang pedangnya siap menebas Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalamberdiri di hadapan Abu Bakar. karena sesungguhnya Allah beserta kita. يا أ َي ّها ال‬ ُ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا.‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ ( Januari 2004 / 30 dzulqa'dah 1425 22 ) 46 Hijrah. Maka bubarlah para calon pembunuh yang ingin menggondol 100 unta bila menemukan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ini. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ َ ُ ْ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‫َ وزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ّ َ ّ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ َ َ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. sedang musuh-musuh yang siap "menerkam" berdiri di mulut gua. يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ َ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . hanya berbatas cahaya. Peristiwa Penuh Strategi Oleh: H Hartono Ahmad Jaiz ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Adegan yang sangat tegang memecahkan genangan air mata Abu Bakar di dalam gua Tsur.. Justru Umayyah Ibnu Khalaf. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam membisiki Abu Bakar. يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ِ ْ ُ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ َ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. Abu Bakar mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam di dalam gua. Tingkah polah kaum kafir Makkah yang haus darah dan serakah harta ini tidak . Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ditangkap musuh dan dibunuh. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ُ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ْ ِ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. Isak tangis pun tak bisa ditahan. musuh bebuyutan Nabi itulah yang menganggap mustahil Muhammad yang sedang dicari-cari itu berada di dalam gua ini. keluar dari mulut Abu Bakar yang mengkhawatirkan. 5 kilometer dari Makkah. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ِ ّ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ .

Hingga sekarang dikenal dengan Masjid Quba'. Sedang Abu Bakar diminta untuk menunggu Nabi di luar Makkah. Nabi dan Abu Bakar yang dipandu oleh Abdullah Bin Uraiqith ini dikejar oleh Suraqah Bin Malik AlMudlaji dengan kuda. dan tidak tergiur oleh sayembara hadiah 100 unta bagi yang mampu menemukan/membunuh Nabi. Shuhaib. Padahal. Untuk itu. Umat Islamlah yang dipersilakan duluan untuk meninggalkan Makkah. (lihat Nurul Yaqin. Abdullah bin Abu Bakar memainkan peran yang cukup penting. Dalam perjalanan dari gua Tsur menyusuri pantai menuju ke Yatsrib berkendaraan unta. Namun Nabi tidak langsung ke Yatsrib. Abu Bakar sebelumnya telah berjanji dengan penunjuk jalan yang mahir. mata uang perak. Penunjuk jalan ini disewa. dan yang terakhir. ahli falak. terjadi pada 2 Rabi'ul Awwal. di tempat Bani Amr bin Auf inilah yang sampai kini dicatat sebagai peristiwa hijrah yang menurut penyelidikan Mahmud Basya. 17 Hirjiyah/639 M atas usulan Ali bin Abi Tholib. .720 gram. halaman 83 atau terjemahannya hal 108). Abu Bakar (yang tadinya akan berangkat pula. Zaid bin Haritsah dan beberapa orang lemah yang belum siap berhijrah. Sampai tiga kali. Mereka dengan sangat gembira menjemput Nabi SAW.12 gram = 18. Maka Suraqah minta perlindungan kepada Nabi dan Abu Bakar.000 Dirham. Dan Suraqah yakin. Beratnya. Setiap malam Abdullah bin Abu Bakar menginap di dekat kaum Quraisy yang memusuhi Nabi di Makkah. keluar dari gua Tsur menuju Yatsrib (kini bernama Madinah). Sementara. yang kemudian bertemu untuk masuk ke gua Tsur seperti tersebut. Nabi dengan ajarannya itu akan menang. Ali. Asma' binti Abu Bakar membawakan makanan untuk Nabi dan Abu Bakar yang berada di dalam gua. tidaklah Nabi lari duluan. lalu diminta untuk bersama Nabi). Untuk membela agama yang akan ditumpas oleh kaum kafir Quraisy ini Abu Bakar membawa harta sebanyak 6. 6. Hal itu ditetapkan dalam sidang pada masa pemerintahan Umar bin Khothob. Setiap hampir sampai di belakang Nabi Muhammad SAW. kuda Suraqah terperosok kaki depannya ke dalam pasir. semua gerak-gerik dan rencana Quraisy telah disadap dan disampaikan kepada Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . Abdullah tetap berada di Makkah bersama mereka.000 x 3. maka Amir bin Fuhairah menggiring kambingnya menyusuri bekas-bekas tapak kaki Abdullah. Sedang di Makkah tinggallah Nabi. Bukan Meninggalkan Medan Peristiwa hijrah (pindahnya) Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) itu bukanlah suatu kejadian pemimpin lari meninggalkan medan. mendirikan masjid. walaupun telah "sempurna" kekejaman kaum kafir Quraisyh dalam memusuhi Nabi dan pengikutnya. dekat Madinah. Sekalipun Abdullah Bin Uraiqith ini masih belum Islam. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan perhitungan tahun pertama Hijriyah. bernama Abdullah Bin Uraiqith. namun tidak ada masalah dalam penanggalan Hilaliyah dimulai dengan Muharram. Hilanglah jejak-jejak kaki di padang pasir itu. Sekalipun Hijrah itu sendiri terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal. dari lobang yang memerosok-kan kaki kuda itu keluar debu yang amat banyak. Abdullah mendatangi Nabi. Pada saat manusia lelap tidur menjelang fajar. bertepatan 20 September 622 Masehi.mudah diajak kompromi. Kehadiran Nabi Shalallaahu alaihi wasalam sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Yatsrib. namun ia tidak mau membocorkan perjanjian. Ali bertugas menggantikan tidur di tempat tidur Nabi Shalallaahu alaihi wasalam saat malam pengepungan oleh kaum Quraish. lantas pagi hari Abdullah sudah berada di kalangan kaum Quraisy Makkah. Maka orangorang Quraisy menduga. mendekati gua Tsur. Peristiwa singgah di Quba. singgah dulu di Quba'. Untuk melanjutkan perjalanan. Karena. Untuk menghilangkan jejak-jejak kaki Abdullah yang berjalan di padang pasir antara Makkah dan gua Tsur itu. dan diharap menemui Abu Bakar di gua Tsur setelah tiga hari.

seketika Abu Lahab. Apalagi. di mulut gua.6 gram. Dan siapa lagi nanti yang akan membimbing menyiarkan ajaran Islam yang baru embrio ini. (nilai ini diperbandingkan dalam zakat). 100 unta yang disumbangkan untuk memusuhi muslimin telah sia-sia. menangisnya Abu Bakar. Karena. H. Abdullah Bin Uraiqith yang belum memeluk agama Islam. di Madinah (Yatsrib). Abu Bakarlah yang tahu persis bagaimana keganasan orang yang akan membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan ingin meraih hadiah 100 unta sebagai pahlawan Quraisy. dedengkot kafir Quraisy rela menyumbangkan 100 unta untuk perang menyerbu muslimin yang berjumlah 313 orang dengan 2 kuda dan 70 unta. Amir Taat Nasution.000 Dirham itu dicatat dalam buku "Muharram dan Hijrah". bahwa Allah dan Rasul-Nyalah yang ada padanya. Pengaruh Abu Bakar terhadap anak-anaknya. Semua itu dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran. kaum kafir Quraisy telah menyiapkan 950 tentara. sebagai manusia. kaum Muhajirin. Terjadilah perang Badr pada bulan Ramadhan. Perang yang langsung dipimpin Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini dimenangkan oleh kaum muslimin. yang didampingi adalah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang akan dibunuh. Ukuran zakat harta adalah 200 Dirham (perak) atau 20 Dinar (emas). kaum Muhajirin. walau hijrah telah dilaksanakan. hal 32. sedang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam tetap tegar menghadapkan muka ke depan. Abu Lahab. Abu Bakar senantiasa menengok ke belakang. Sampai Nabi Shalallaahu alaihi wasalam terheran-heran. Penggalangan kekuatan umat yang terdiri dari kaum Muhajirin (yang datang dari Mekkah) dan Anshor (yang asli Madinah) ditata dengan penuh semangat persaudaraan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. 100 kuda dan 700 unta untuk menyerbu umat Islam. Usaha maksimal Abu Bakar yang penuh risiko. Peran Abu Bakar Shiddiq dalam peristiwa Hirjah ini sungguh besar. hingga menjadi penyelidik khusus dan penjamin makan yang cukup menanggung risiko dalam perjalanan Makkah-Gua Tsur. peristiwa hijriyah ini disusul dengan problema yang cukup kompleks. Abdullah bin Ubay bin memilih nifak.808 gram emas. Perjuangan tidak selesai. Sewaktu dikejar oleh Suraqah di tengah perjalanan menuju Yastrib. 2 Hijriah. Sulaiman Rasyid. Pengaruh hijrah dan kemenangan perang Badr ini satu segi lebih memantapkan muslimin Muhajirin dan Anshor. namun satu segi menjadikan tokoh Madinah yang akan tergusur pengaruhnya serta kaum Yahudi. Dengan demikian. apa yang masih ada padamu? Malah dijawab oleh Abu Bakar. hingga ia sangat menyesalinya. bagaimana nasib umat Islam yang telah berada di negeri orang. Ini menurut Fiqh Islam. Memilih nifak atau mengadakan makar. dedengkot kafir Quraisy mendengar kabar kekalahan itu. Hingga kaum Anshor rela mengorbankan harta untuk saudara-saudaranya. Siapa pengayom jiwa mereka. Hingga.Nilainya sama dengan 2. menyikapi dengan tingkah lain. Tentu saja Abu Bakar amat khawatir. Peristiwa-peristiwa menegangkan yang langsung dialami oleh Abu Bakar dalam mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini lebih menebalkan keimanannya yang memang sudah kaliber amat tangguh. 20 Dinar emas = 20 mitsqol = 93. sedang kaum Yahudi merencanakan makarnya untuk membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. sangat bisa dimaklumi. Abdullah dan Asma'. semuanya menyadari. (192-193) 1. sampai tidak tergiur memilih ikut sayembara hadiah 100 unta bila menemukan/membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Ditanya. Bekal Abu Bakar 6. Hingga. Ternyata pada tahun kedua Hijriyah. di bawa ke hadapan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pada peristiwa lain. Hingga sebagian mereka merelakan sebagian isterinya dicerai agar dikawini saudaranya. harta benda seluruhnya disumbangkan untuk Islam. masih pula dilacak oleh kaum kafir Quraisy sampai di hadapan Abu Bakar. Entah berapa dirham Abu Bakar menyewa tukang penunjuk jalan. Maka. kaum kafir Makkah tentu tidak rela adanya peristiwa hijrah massal ini. baik jiwa maupun harta itu. ia langsung berodol jantungnya. suatu prestasi yang sangat di luar dugaan. Bukan sekadar penggusuran secara .

dan tidak berkutiknya orang munafik. tentu saja kebobrokan itu akibat dari banyaknya orang munafik. tidak menonjolkan identitas keaslian daerahnya (Makkah/Muhajirin. tolong menolong. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. Hingga tak mengherankan. orang munafik pun tidak mendapatkan hasil apa-apa. namun lebih beragam lagi' permusuhan licik. قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ . yaitu agama yang memang sesuai dengan naluri manusia itu sendiri. dan persekongkolan jahat yang tak henti-hentinya. Semuanya dalam persaudaraan. tanpa mengeruk keuntungan pribadi dengan dalih demi kelancaran pembinaan masyarakat. Madinah/Anshor). bila muslimin terbaik itu jumlahnya sangat minim. maka kemunafikan pun tidak membuah-kan hasil.‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. 8 tahun kemudian mereka semua masuk Islam dengan sukarela. di saat masyarakat bobrok kondisinya. tanpa mengungkit jasa. Mafhum mukholafah atau analogi logisnya. Karena. Kemunafikan dan persekongkolan yang menghadang di hadapan umat Islam bukan membuat padamnya Islam. tahun 8 Hijriyah). Sedang Nabi n sama sekali tidak dendam kepada mereka. setiap shalat pun di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . musuh dalam selimut. otomatis akan sia-sia. Umat tidak berfirqoh-firqoh (pecah belah). Perpaduan yang saling tenggang rasa. kaum kafir Makkah yang mengejar-ngejar Nabi Shalallaahu alaihi wasalam hingga Nabi berhijrah itu. Maka Islam disebut pula agama fitrah. Tabiat pedagang dari Makkah yang keras bisa bersatu menjadi bersaudara dengan tabiat petani Madinah yang lunak dan sopan. para musuh bebuyutan.fisik seperti di Makkah. tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah (terbukanya Makkah. sekalipun kesadaran mereka baru datang di masa pensiun. yang dalam istilah agama disebut fitrah. yaitu penduduk Makkah masuk Islam semua secara serentak. Sebaliknya. namun justru menambah wawasan dan kecermatan umat dalam menempuh gelombang hidup. Lalu Nabi n menegaskan. Ibarat pucuk cemara yang meliuk ikut hembusan angin. di saat umat kondisinya bobrok. seia sekata. seperti Abu Sufyan yang tadinya sangat memusuhi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pun masuk Islam. Sangat menampakkan keislamannya. sebaik-baik umat. Naluri manusia cenderung membela kebenaran. pucuk daun itu belum sempat berbalik. kemudian bertabrakan sesamanya. Banyaknya jumlah munafik kini mengakibatkan perben-turan kepentingannya. Tokoh-tokoh tua. justru ia sendiri sangat rapi dalam menyimpan kemunafikannya. Khutbah Kedua . itu semua mewujudkan umat yang terbaik. Hingga. Khoiro Ummah. Peristiwa Hijrah yang membuahkan masyarakat berkadar khoiro ummah ini mengakibatkan tidak berdayanya kaum kafir. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. Tidak ada penolakan atau kata terlambat yang diucapkan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Hijrah membuahkan masyarakat muslim terbaik. dan kemunafikan tidak berkutik. di saat angin sudah berbalik arah. Jegal-menjegal tidak mereka kenal. orang munafiq seperti Abdullah bin Ubay bin Salul yang ingin senantiasa menjegal Nabi Shalallaahu alaihi wasalam serta pengikutnya.

‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫74‬ ‫‪Muhasabah Di Bulan Muharam‬‬ ‫‪Oleh: Faqihuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. ي ُصل ِح ل َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ْ ك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫فاز‬ ‫َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫فوزا عظِي ْما. وصلى الله وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َ‬ ‫ّ ة.‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى:‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫َ ْ ً َ‬ ‫ً‬ ‫إن أ َصدقَ ال ْحديث كتاب الله، وأ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ َ حسن الهدْي هدْي محمد صلى‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ ِ ِ َِ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ َ‬ . وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

Hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal. karena sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya berkurang kesempatan untuk hidup di dunia ini. Banyak dari saudara kita yang menjadikan bulan Muharram ini sebagai momentum. أ‬ ‫ّ ِ ما ب َعد؛‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ِ ُ ْ ّ Sidang Jum’ah yang berbahagia. Ali Imran 102) Sidang Jum’at yang berbahagia Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari. dan dunia ini hanya merupakan persinggahan. Tanpa tujuan yang jelas. kecuali dalam keadaan beragam Islam. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Dari hari ke hari. tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran bulan Muharam yang merupakan permulaan dari putaran bulan dalam kalender hijriyah. yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Hasyr: Artinya: “Hai orang-orang beriman. Berkenaan dengan ini Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. Sidang Jum’at yang berbahagia Mestinya kita banyak bertafakur untuk bermuhasabah atas bertambahnya umur ini. Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapan dan keindahannya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi.” (QS. (Al-A’la: 17). meridhoi dan menerima amalan yang kita lakukan sebagai amalan ibadah yang diterima serta kita memohon pula untuk senantiasa dijadikan pengikut Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang setia hingga akhir hayat serta kita tidak kembali keharibaanNya kecuali dalam keadaan berserah diri kepadaNya. Allah berfirman di dalam surat AdzDzariyat ayat 56 sebagai berikut: Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu (beribadah kepadaKu). Sidang Jum’at yang berbahagia Maka seorang yang beriman kepada Allah. Dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. Padahah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam dan para sahabatnya serta ulama pendahulu umat tidak pernah melakukan hal tersebut. Kita berharap dan memohon semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala. sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita di dalam surat Ali Imran ayat 102: Artinya: “Dan janganlah kamu mati. dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi tersebut.” Sidang Jum’at yang berbahagia .ّ َ ٌ َ ‫الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ ‫بدعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk sia-sia. Setelah kita bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan bershalawat kepada nabi kita Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam.. sehingga memperingatinya merupakan suatu hal yang menjadi keharusan bahkan terkadang sampai keluar dari syari’at Islam. . minggu ke minggu dan bulan ke bulan. (Al-Hasyr: 18).

sebab Allah Maha Kaya. “Waqahullahu Su’a” artinya Allah menjaga dari kejahatan.. yaitu seorang hamba melindungi dirinya dari kemurkaan Allah. Sedangkan takwa menurut syariat para ulama berbeda pendapat. Baqarah: 197). selalu diingat dan tidak dilupakan.” (Al-Baqarah: 41). Sidang Jum’at yang berbahagia Jelas bagi kita bahwa bekal yang harus kita persiapkan tiada lain hanyalah taqwa. (Ali Imran: 102). Sebagaimana Allah ingatkan dalam firmanNya: Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”. Kedua: Bermakna taat dan beribadah. Ternyata bukan itu semua. Ibnu Abas Radhiallaahu anhu berkata. Hal itu seperti firmanNya: Artinya: “Dan hanya kepadaKulah kamu harus bertakwa.. karena taqwa adalah sebaik-baik bekal dan persiapan. hakikat takwa adalah mentaati Allah atas dasar iman dan ihtisab. Maha Berkuasa dan Maha Suci tidak memandang yang lain dari hambaNya kecuali taqwa hambaNya.Sidang Jum’at yang berbahagia . Lalu bekal apa yang akan kita bawa menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan tersebut? Dengan hartakah? Pangkatkah yang kita banggakan? Atau keturunankah? Saya keturunan raja. mubaligh dan para penceramah. dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa. Ar-Rafi’i menyatakan dalam Al-Mishbahul Munir Fi Gharibisy Syahril Kabir. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangNya. Maka inilah hakikat takwa dari makna takwa. sebagaimana firmanNya: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. “Taatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaatan. (QS. Sering kita mendengar kata takwa dari ustadz. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal”. Dan kata Al-Wiqa’ yaitu segala sesuatu yang digunakan sebagai pelindung.” Ketiga. dengan imannya itu pula ia meninggalkan yang dilarangNya dan takut terhadap ancamanNya. Sidang Jum’at yang berbahagia.” Mujahid berkata. Maka dia melakukan perintah itu karena imannya terhadap apa yang diperintahkanNya disertai dengan pembenaran terhadap janjiNya. (An-Nur: 52). Itulah arti takwa secara bahasa. At-Takwa dalam Al-Qur’an mencakup tiga makna yaitu: pertama: takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang mentaati Allah dan rasulNya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepadaNya maka mereka itulah orang yang beruntung”. . selain pertama dan kedua. “Takwa kepada Allah artinya. tingkatan dan buah dari takwa tersebut. Ibnu Qayyim menyatakan.. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya takwa”. Al. disyukuri dan tidak dikufuri. Sidang Jum’at yang berbahagia . baik terhadap perkara yang diperintahkan ataupun perkara yang dilarang. Allah harus ditaati dan pantang dimaksiati. Allah berfirman dan mengingatkan kita semua dalam surat Al-Baqarah: Artinya: “Berbekallah. namun semuanya bermuara pada satu pengertian. Sehingga hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri tanpa adanya perhatian penuh terhadap pentingnya bertakwa yang merupakan sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia ini terlebih kehidupan akhirat nanti. namun bagi kebanyakan kita antara perbuatan dengan apa yang didengar tentang takwa jauh dari semestinya. Mengapa demikian? Di antara sebabnya mereka belum tahu hakekat takwa. dan juga siksaNya. bangsawan atau kyai.

Memelihara dan menjaga dari perbuatan bid’ah 3. meninggalkan kemaksiatan berupa dosa besar dan kecil. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. sudah semestinya dalam menghadapi bulan Muharam ini dengan bertafakkur. secara ringkas) Dan balasan bagi mereka di akhirat yang jelas adalah akan mewarisi tempat yang merupakan dambaan setiap insan yaitu Surga dengan segala kenikmatannya. bahwa takwa mempunyai tiga kedudukan: 1. itulah cakupan takwa sebagaimana dimengerti oleh salafush shalih. Memelihara dan menjaga dari perbuatan maksiat. niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari beban yang ia pikul. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ ُ ِ ّ َ َ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ُ ُ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫وال ْمؤمنات.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ْ ْ َ ِ َ ِ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ُ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. akan berada dalam kebahagiaan hidup didunia dan akhirat. Serta meninggalkan yang tidak bermanfaat karena khawatir terjerumus ke dalam dosa. Ibnu ‘Uyainah berkata itu artinya. Memelihara dan menjaga dari perbuatan syirik 2. Di antara janji Allah yang merupakan buah dari takwa adalah memberikan jalan keluar dan mendatangkan rizki. Demikianlah kita sebagai hamba Allah. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ُ َ ْ ُ َ . sudah sejauh mana persiapan kita menghadapi kehidupan yang abadi tersebut.Sidang Jum’at yang berbahagia . nawafil (sunnah). Sehingga seorang disebut muttaqin.” (At-Thalaq: 2-3).. Para mufassir juga berkata. VIII: 6638-3369. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Sidang Jum’at yang berbahagia. ia mendapat keberkahan dalam rizkinya. baik dalam perkara wajib. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Allah Ta’ala berfirman: “Itulah Surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa” (Maryam: 63). Apa yang kita dapatkan bila bertakwa kepada Allah? Allah Ta’ala menjanjikan kepada kita. Mengadakan jalan keluar artinya menyelamatkannya dari setiap kesulitan di dunia dan akherat. Yang terkadang kita begitu bersemangat dan penuh antusias menggapai kehidupan yang fana ini. Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia mengadakan baginya jalan keluar. selalu berusaha sungguh-sungguh berada dalam keadaan taat secara menyeluruh. Amiin. “ (Jami Ahkamiil Qur’an. Dan Abu Sa’id AlKhudri berkata: Barangsiapa berlepas dari kuatnya kesulitan dengan kembali kepada Allah. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ،‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ .

رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ . الل ّهم أ َ‬ ‫ّ َ َ ِ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه،‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ ُ ِ ْ ُ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب مجيب الدعوات. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful