Doa Idul Adha Hadirin dan hadirat yang berbahagia, Akhirnya, marilah kita memanjatkan doa kepada Allah

`Azza wa Jalla. Semoga Dia berkenan mengabulkan segala permohonan kita. Allahumma Ya Rabbana, telah banyak Engkau berkahi kami dengan rahmat karunia-Mu, namun kami sering menganiaya diri kami sendiri. Betapa banyak sudah dosa yang kami lakukan, sehingga kami malu berdoa kepada-Mu. Namun, kemana lagi kami harus mengadu dan memohon ampun Ya Allah, kecuali hanya kepada-Mu. Kami tidak putus harapan mengadu padaMu. Kami tidak letih meminta dan mengharap pada-Mu. Betapapun besarnya kesalahan dan dosa kami, maaf dan ampunan-Mu meliputi segala sesuatu. Karena itu Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, hapuskanlah segala kesalahan kami, bersihkan hati dan jiwa kami, indahkan akhlaq dan kelakuan kami, sambungkan kembali persaudaraan di antara kami, angkatlah bangsa kami Ya Allah dari jurang kehinaan, berilah kami pemimpin yang mampu membimbing kami ke arah kebaikan, dan tunjukkan bagi kami jalan keselamatan dunia dan akhirat agar kami tidak tersesat. Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Kabulkanlah doa permohonan kami.

Sumber:
www.alsofwah.or.id/khutbah

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com

1
Sudah Terujikah Iman Kita Oleh: Ade Hermansyah Bin Bunyamin Khutbah Pertama

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َمه. أ َش مهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه‬ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ُ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ‫إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلممى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ .‫آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ُ .‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ َ ِ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ال ّذي خل َقك ُم من ن َف مس واح مدَة وخل َمق من ْه ما زوجه ما وب َمث‬ ّ َ َ ٍ ِ َ ٍ َ ‫َ ِ َم َ ْ َ َم‬ َ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون به وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم‬ َ َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ ْ ِ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم‬ ّ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ‫من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء‬ ً َ َ ً َ ِ َ ُ ِ .‫رقي ْبا‬ ً ِ َ

ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. ي ُصل ِح ل َك ُمم أ َعممال َك ُم وي َغفمر ل َك ُمم‬ ‫ْ َم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫ذُن ُوبك ُم ومن يطع الله ورسول َه فقد فاز فوزا عظيما. أ‬ ‫َ ِ ْ ً ماب َعد؛‬ ً ْ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ُ ْ ّ ِ ِ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الل مه عل َي ْمه وس مل ّم وش مر‬ ‫م‬ َ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ْ َ ّ َ ٌ َ .‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ِ ّ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia! Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10: Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”? Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!

Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107). Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat. Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu. ‫لقد كان من قبلكم ليمشط بمشاط الحديد ما دون عظامه من لحم أو عصلب ملا يصلرفه ذللك علن دينله ويوضلع المنشلار عللى‬ ََ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ٍ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ ْ ُ َْ َ ْ َ َ َ ْ َ َ .(‫مفرق رأسه فيشق باثنين ما يصرفه ذلك عن دينه. )رواه البخاري‬ ِ ِ ْ ِ ْ َ َ َِ ُ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ّ ُ َ َ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ ... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202). Cobalah kita renungkan, apa yang telah kita lakukan untuk membuktikan keimanan kita? cobaan apa yang telah kita alami dalam mempertahankan iman kita? Apa yang telah kita korbankan untuk memperjuangkan aqidah dan iman kita? Bila kita memper-hatikan perjuangan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam dan orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman mereka, dan betapa pengorbanan mereka dalam memperjuangkan iman mereka, mereka rela mengorbankan harta mereka, tenaga mereka, pikiran mereka, bahkan nyawapun mereka korbankan untuk itu. Rasanya iman kita ini belum seberapanya atau bahkan tidak ada artinya bila dibandingkan dengan iman mereka. Apakah kita tidak malu meminta balasan yang besar dari Allah sementara pengorbanan kita sedikit pun belum ada? Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah! Ujian yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah berbeda-beda. Dan ujian dari Allah bermacam-macam bentuknya, setidak-nya ada empat macam ujian yang telah dialami oleh para pendahulu kita:

Yang pertama: Ujian yang berbentuk perintah untuk dilaksanakan, seperti perintah Allah kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai. Ini adalah satu perintah yang betul-betul berat dan mungkin tidak masuk akal, bagaimana seorang bapak harus menyembelih anaknya yang sangat dicintai, padahal anaknya itu tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh ini ujian yang sangat berat sehingga Allah sendiri mengatakan: Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (Ash-Shaffat 106). Dan di sini kita melihat bagaimana kualitas iman Nabi Ibrahim Alaihissalam yang benar-benar sudah tahan uji, sehingga dengan segala ketabahan dan kesabarannya perintah yang sangat berat itupun dijalankan. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim Shallallaahu alaihi wa salam dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berat itupun dijalankannya. Apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan puteranya adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, dan sangat perlu kita tauladani, karena sebagaimana kita rasakan dalam kehidupan kita, banyak sekali perintah Allah yang dianggap berat bagi kita, dan dengan berbagai alasan kita berusaha untuk tidak melaksanakannya. Sebagai contoh, Allah telah memerintahkan kepada para wanita Muslimah untuk mengenakan jilbab (pakaian yang menutup seluruh aurat) secara tegas untuk membedakan antara wanita Muslimah dan wanita musyrikah sebagaimana firmanNya: Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mumin” “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab, 59). Namun kita lihat sekarang masih banyak wanita Muslimah di Indonesia khususnya tidak mau memakai jilbab dengan berbagai alasan, ada yang menganggap kampungan, tidak modis, atau beranggapan bahwa jilbab adalah bagian dari budaya bangsa Arab. Ini pertanda bahwa iman mereka belum lulus ujian. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam memberikan ancaman kepada para wanita yang tidak mau memakai jilbab dalam sabdanya: ٌ َ ِ َ ٌ َ ْ ِ ‫ِ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ُ َ َ ْ ٌ َ َ ُ ْ ِ َ ٌ ََ ْ َ ِ ْ َ َ ِ َ ْ ِ ُ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ م‬ ‫صنفان من أهل النار لم أرهما؛ قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بهللا النلاس، ونسللاء كاسليات عاريللات ُميلت ملائلت‬ .(‫رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة ل يدخلن الجنة ول يجدن ريحها. )رواه مسلم‬ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ ََ ّ ُ ُ ْ ُ ُ “Dua golongan dari ahli Neraka yang belum aku lihat, satu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukul manusia, dan wanita yang memakai baju tetapi telanjang berlenggak-lenggok menarik perhatian, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium wanginya”. (HR. Muslim, Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. Dar Ar-Rayyan, juz 14 hal. 109-110). Yang kedua: Ujian yang berbentuk larangan untuk ditinggalkan seperti halnya yang terjadi pada Nabi Yusuf Alaihissalam yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar di Mesir yang mengajaknya berzina, dan kesempatan itu sudah sangat terbuka, ketika keduanya sudah tinggal berdua di rumah dan si perempuan itu telah mengunci seluruh pintu rumah. Namun Nabi

Ini artinya ia telah lulus dari ujian atas imannya. dan seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik. atau dibunuh beberapa saat setelah si bayi lahir. )متفق عليه‬ َ ُ َ َ ْ ّ ِ َ َ َ ٍ َ َ َ ‫َ ْ َ ٌ ُ ظ ّ ُ ُ ُ ِ ْ ِ ّ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ِ ّ ِ ّ ُ َ َ ُ ٌ َ َ َ ْ ُ ْ َ َ ٌ َ ُ َ ْ ِب‬ “Tujuh (orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindunganNya. bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya enam dari sepuluh remaja putri sudah tidak perawan lagi. seluruh kerabatnya meninggalkannya. tinggal ia dan isterinya yang setia menemaninya dan mencarikan nafkah untuknya. juga media elektronik dengan acara-acara yang sengaja dirancang untuk membangkitkan gairah seksual para remaja. Perzinahan sudah seakan menjadi barang biasa bagi para pemuda. 52).” Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan”. di saat pintu-pintu kemaksiatan terbuka lebar. 120-121). (Tafsir Ibnu Katsir. Musibah ini berjalan selama delapan belas tahun. 51). . seluruh hartanya telah habis tidak tersisa sedikitpun untuk biaya pengobatan penyakitnya dan untuk nafkah dirinya.. sampai pada saat yang sangat sulit sekali baginya ia memelas sambil berdo’a kepada Allah: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayuub ketika ia menyeru Tuhan-nya. sampai-sampai anakanak yang masih duduk di bangku sekolah dasar pun sudah ada yang kecanduan. ورجل طلبته امرأة ذات منص ٍ وجمال فقال إني أخاف ال . minuman keras dan obat-obat terlarang sudah merambah berbagai lapisan masyarakat. Dan ketika itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub Alaihissalam untuk menghantamkan kakinya ke tanah. ia berhasil meloloskan diri dari godaan perempuan itu.. Para pemuda Muslim harus selalu siap siaga menghadapi godaan demi godaan yang akan menjerumuskan dirinya ke jurang kemaksiatan. Sebagai contoh. sehingga tak heran bila menurut sebuah penelitian. Nabi Ayyub Alaihissalam yang diuji oleh Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya. Juz 4 hal. (Tafsir Ibnu Katsir. Begitulah ujian Allah kepada NabiNya. terutama oleh para pemuda Muslim di zaman sekarang. tidak sedikitpun ia merasa menderita dan tidak terbetik pada . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam telah menjanjikan kepada siapa saja yang menolak ajakan untuk berbuat maksiat. Sikap Nabi Yusuf Alaihissalam ini perlu kita ikuti. Al-Bukhari Muslim.Yusuf Alaihissalam membuktikan kualitas imannya. Juz 4 hal. Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari cet. maka hilanglah seluruh penyakit yang ada di bagian dalam dan luar tubuhnya. ia akan diberi perlindungan di hari Kiamat nanti sebagaimana sabdanya: . Di antara akibatnya setiap tahun sekitar dua juta bayi dibunuh dengan cara aborsi. lalu ia berkata aku takut kepada Allah…” (HR. pelacuran merebak di mana-mana. juz 7 hal. namun di sini Nabi Ayub Alaihissalam membuktikan ketangguhan imannya. Dar Ar-Rayaan. Keadaan seperti itu diperparah dengan semakin banyaknya media cetak yang berlomba-lomba memamerkan aurat wanita.. padahal sebagaimana pemuda umumnya ia mempunyai hasrat kepada wanita. 344 dan Shahih Muslim dengan Syarh An-Nawawi cet. juz 3 hal. Daar Ar-Rayyan.. ditinggalkan orang yang dicintai dan sebagainya. kemudian keluarlah mata air dan Allah menyuruhnya untuk meminum dari air itu. masa delapan belas tahun ditinggalkan oleh sanak saudara merupakan perjalanan hidup yang sangat berat. Pada saat seperti inilah sikap Nabi Yusuf Alaihissalam perlu ditanamkan dalam dada para pemuda Muslim.. Yang ketiga: Ujian yang berbentuk musibah seperti terkena penyakit.(‫سبعة ي ِلهم ال في ظله يوم ل ظل إل ظله .

dirinya untuk menanggalkan imannya. Iman seperti ini jelas tidak dimiliki oleh banyak saudara kita yang tega menjual iman dan menukar aqidahnya dengan sekantong beras dan sebungkus sarimi, karena tidak tahan menghadapi kesulitan hidup yang mungkin tidak seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Nabi Ayyub Alaihissalam ini. Sidang jamaah rahima kumullah Yang keempat: Ujian lewat tangan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak menyenangi Islam. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa salam dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Mekkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa. Di antaranya apa yang dialami oleh Rasulullah n di akhir tahun ketujuh kenabian, ketika orang-orang Quraisy bersepakat untuk memutuskan hubungan apapun dengan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam beserta Bani Abdul Muththolib dan Bani Hasyim yang melindunginya, kecuali jika kedua suku itu bersedia menyerahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam untuk dibunuh. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam bersama orang-orang yang membelanya terkurung selama tiga tahun, mereka mengalami kelaparan dan penderitaan yang hebat. (DR. Akram Dhiya Al-‘Umari, As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 182). Juga apa yang dialami oleh para shahabat tidak kalah beratnya, seperti apa yang dialami oleh Yasir z dan istrinya Sumayyah dua orang pertama yang meninggal di jalan dakwah selama periode Mekkah. Juga Bilal Ibnu Rabah Radhiallaahu anhu yang dipaksa memakai baju besi kemudian dijemur di padang pasir di bawah sengatan matahari, kemudian diarak oleh anak-anak kecil mengelilingi kota Mekkah dan Bilal Radhiallaahu anhu hanya mengucapkan “Ahad, Ahad” (DR. Akram Dhiya Al-Umari, As-Siroh An-Nabawiyyah Ash-Shahihah, Juz 1 hal. 154-155). Dan masih banyak kisah-kisah lain yang menunjukkan betapa pengorbanan dan penderitaan mereka dalam perjuangan mempertahankan iman mereka. Namun penderitaan itu tidak sedikit pun mengendorkan semangat Rasulullah dan para shahabatnya untuk terus berdakwah dan menyebarkan Islam. Musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita umat Islam di berbagai tempat sekarang akibat kedengkian orang-orang kafir, adalah ujian dari Allah kepada umat Islam di sana, sekaligus sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam di daerah-daerah lain. Umat Islam di Indonesia khususnya sedang diuji sejauh mana ketahanan iman mereka menghadapi serangan orang-orang yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Sungguh menyakitkan memang di satu negeri yang mayoritas penduduknya Muslim terjadi pembantaian terhadap kaum Muslimin, sekian ribu nyawa telah melayang, bukan karena mereka memberontak pemerintah atau menyerang pemeluk agama lain, tapi hanya karena mereka mengatakan: ( Laa ilaaha illallaahu ) ‫ ,ل إله إل ال‬tidak jauh berbeda dengan apa ُ ّ ِ َ َِ َ yang dikisahkan Allah dalam surat Al-Buruj ayat 4 sampai 8: “Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”.

Peristiwa seperti inipun mungkin akan terulang kembali selama dunia ini masih tegak, selama pertarungan haq dan bathil belum berakhir, sampai pada saat yang telah ditentukan oleh Allah. Kita berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara kita yang gugur dalam mempertahankan aqidah dan iman mereka, dicatat sebagai para syuhada di sisi Allah. Amin. Dan semoga umat Islam yang berada di daerah lain, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, sehingga mereka tidak lengah menghadapi orang-orang kafir dan selalu berpegang teguh kepada ajaran Allah serta selalu siap sedia untuk berkorban dalam mempertahankan dan meninggikannya, karena dengan demikianlah pertolongan Allah akan datang kepada kita, firman Allah. “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad: 7). .‫أقول قولي هذا وأستغفر ال العظيم لي ولكم. واستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ َ َ َ َ ً ْ ُ ِ َ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي كان ب ِعباده خب ِي ْرا ب َصي ْرا، ت َبارك ال ّذي جعل في السماء ب ُروجا وجع مل‬ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ً ِ ً َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ‫فيها سراجا وقمرا من ِيرا. أ َشهد ا َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ً َ ِ ْ ْ ‫ُ ش مهدُ ا َن محم مدا عب ْمدُهُ ورس مول ُه‬ ‫ُ َ ُم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ُ ً ْ ُ ً َ ِ َ ِ َ ً َ َ ِ َ َ ّ‫ال ّذي ب َعث َه بال ْحق ب َشي ْرا ون َذي ْرا، وداعيا إ ِلى ال ْحق ب ِمإ ِذْن ِه وس مراجا من ِي ْمرا. الل ّه مم ص مل‬ ُ ً َ ِ َ ِ ّ َ ّ َ ِ ُ َ ْ ِ َ ّ ُ ً ِ َ ً ِ َ ‫عل َيه وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. أ‬ َ َ َ ِ ْ َ ‫ْ ً ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ ْ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ .‫يا أيها الذين آمنوا اتقوا ال ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا ال إن ال خبير بما تعملون‬ َ ْ َُ ْ َ َ ِ ٌ ْ ِ َ َ ّ ِ َ ُ ّ َ ٍ َ ِ ْ َ ّ َ َ ٌ ْ َ ْ ُ ْ ََْ َ ُ َ َُ َ ْ ِ ّ َ َّ َ Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah! Sebagai orang-orang yang telah menyatakan iman, kita harus mempersiapkan diri untuk menerima ujian dari Allah, serta kita harus yaqin bahwa ujian dari Allah itu adalah satu tanda kecintaan Allah kepada kita, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam : ،‫إن عظم الجزاء مع عظم البلء وإن ال إذا أحب قوما ابتلهم، فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط. )رواه الترمللذي‬ ُ ْ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ّ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ً ْ َ ّ َ َ َ ِ َ ّ َِ ِ َ َ ْ ِ َ ِ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ ِ .(‫وقال هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه‬ “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah”. (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata hadits ini hasan gharib dari sanad ini, Sunan At-Timidzy cet. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah, juz 4 hal. 519). Mudah-mudahan kita semua diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam menghadapi ujian yang akan diberikan olehNya kepada kita. Amin. َ َ َ ْ َ .‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ّ ّ َ ّ ْ ً ُ َ َ َ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ

َ َ ُ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ورضي اللمه ت َعمالى عمن كمل صمحاب َة رسمول‬ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ّ ُ ْ َ َ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ِ .‫الله أ َجمعي ْن‬ َ ِ َ ْ ِ َ َ .‫رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب‬ ً َ ْ َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ َ ْ ُ .‫رب ّنا أ َفرغ عل َي ْنا صب ْرا وث َب ّت أ َقدامنا وان ْصرنا على ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن‬ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ ْ َ ً َ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن، وأ َصل ِح ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن، وأ َل ّف ب َي ْن قلمموب ِهم وأ َصممل ِح‬ ْ ّ ِ َ ُ َ ْ ْ َ ْ ِ ْ ُ ُ َ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ْ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ َ ْ ْ ُ ْ ّ َ َ ْ ِ ّ َ َ َ ّ َ َ ِ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ ‫ذات ب َي ْن ِهم وان ْصرهم على عدُوك وعدُوهم ووفقهم ل ِل ْعمل ب ِما في ْمه ص مل َح ا ْل ِس مل َم‬ .‫وال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ َ .‫الل ّهم ل َ ت ُسل ّط عل َي ْنا ب ِذُن ُوب ِنا من ل َ ي َخافك في ْنا ول َ ي َرحمنا‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ َ .‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ .‫سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلم على المرسلين والحمد ل رب العالمين‬ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ْ َِ ْ ُ ْ ََ ٌ َ َ َ َ ْ ُ ِ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ

2
Beriman Kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam Oleh: Waznin Ibnu Mahfudl Jamaah Jum’at rahimakumullah, marilah kita kenang, kita ingat kembali, dua sifat agung yang merupakan pangkat dan keagungan khusus bagi umat Islam, bagi hadirin jamaah Jum’at, khusus bagi kita yang beriman. Dua sifat itu adalah syukur dan shabar. Dari saat yang mulia ini dan seterusnya sampai akhir hayat, marilah tetap kita sandang dua sifat itu, “syukur dan shabar”. Dalam kesempatan kali ini, setelah mensyukuri hidayah Iman, Islam dan Taqwa, marilah kita sedikit membahas “Syukur atas Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, serta shabar dalam menegakkan sunnah beliau. 1. Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah dasar agama yang Maha Benar ini, dienul Islam, sebagaimana sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam: ... ‫بني السلم على خمس: شهادة أن ل إلله إل ال وأن محمدا عبده ورسوله‬ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ْ َ َ َ ُ َ ْ ِ َ ِ ُ “Artinya: Islam itu dibangun di atas lima rukun, bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya ... (HR. Muslim I/45. Lihat Al-Bukhari I/13).

Setelah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka beriman kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagai pondasi yang utama. Sebab seluruh pondasi yang lainnya dibangun di atas keimanan pada Allah dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. Sehingga orang yang tidak mengimani Rasulullah dan hanya beriman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa saja, itu tidaklah cukup, dan batal Iman yang demikian itutidak sah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ‫وال ّذي ن َفس محمد ب ِي َده، ل َ ي َسمع ب ِي أ َحدٌ من هذه ال ُمة ي َه مودي ول َ ن َص مرا ن ِمي، ث ُمم‬ ِ ِ َ ْ ِ ِ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ّ ّ َ ْ َ ّ ِ ‫ُم‬ ّ َ ‫يموت ول َم يؤمن بال ّذي أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ َ (‫َ ِ ْ صحاب النار. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ ِ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ ْ ِ ِ ْ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ “Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya! Tidak seorangpun yang mendengar tentang aku dari umat (manusia) ini, seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian meninggal dunia dan tidak beriman kepada yang aku diutus karenanya, kecuali ia termasuk menjadi penduduk Neraka”. (HR. Muslim I/34). Itulah pentingnya beriman kepada Rasul yang merupakan pondasi agama dan amal-amal ibadah. Sehingga tanpa mengimani Rasul alias ingkar kufur pada Rasul, maka gugurlah amal kebaikan serta jauh dari rahmat Allah. Allah berfirman: “Dan barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amal-amalnya dan ia di hari akhirat termasuk orangorang yang merugi”. (Al-Maidah: 5) “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”. Bahkan mereka akan ditimpa musibah dan adzab yang pedih, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nur : 63. “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih”. Oleh sebab itu maka hendaklah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas hidayah Iman kita kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan bersabar dalam mengikuti dan mentaati beliau.
2. Siapakah Rasulullah Muhammad itu?

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah manusia biasa, bukan malaikat dan bukan pula anak Tuhan atau lain-lainnya. Beliau secara manusiawi sama dengan kita seluruh umat manusia. Terbukti beliau terlahir dari jenis manusia, ayahanda beliau serta ibunya adalah Abdullah bin Abdul Muthallib, serta ibundanya bernama Aminah, keduanya dari

dengan firmanNya dalam surat Al-Kahfi ayat 110 dan ayat-ayat yang lain: “Katakan. Rasulullah juga berwasiat agar beliau tidak dihormati secara berlebihan. seperti orang-orang Nashara menghormati Nabi Isa 'Alaihis Salam. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: . Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)? (Al-An’aam: 50). Aku tidak mengetahui kecuali yang diwahyukan kepadaku. bahwa per-bendaharaan Allah ada padaku. Sesunggu-hnya Engkaulah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Baqarah: 129). utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka. Al-Bukhari) Abu Hurairah Radhiallaahu anhu meriwayatkan. yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau. ول تجعلوا قبري عيدا )رواه أبو داود‬ ً ْ ِ ْ ِ ْ َ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ “Janganlah engkau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan (sepi dari ibadah) dan jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan” (HR. Sesungguhnya saya hanyalah seorang hamba. فقولوا: عبد ال ورسوله. )رواه البخاري‬ ُ َْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ُ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ّ ِ َ ْ َ َ َ ْ ِ ْ ‫َ َ ُ ْر‬ “Janganlah kamu memuji aku (berlebihan) sebagaimana orang Nasrani memuji Isa Ibnu Maryam. maka katakanlah: Hamba Allah dan RasulNya”. Abu Dawud). dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. (HR. Sebagai rahmat dan jawaban atas permohonan Abul Anbiya’ Ibrahim alaihis salam yang tercantum dalam firman Allah: Artinya : “Ya Tuhan kami. Dari sahabat Amr Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ول تط ُوني كما أطرت النصارى ابن مريم إنما أنا عبد. melarang menggelari beliau dengan gelaran yang berlebihan atau memberikan penghormatan dengan berdiri ketika beliau hadir.(‫ل تجعلوا بيوتكم قبورا. sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. beliau melarang ummatnya menjadikan kuburan beliau sebagai tempat sujud.suku Quraisy di Makkah Mukarramah keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabi Ibrahim ‘alaihimas salam. Allah menegaskan agar beliau menyatakan tentang diri beliau. dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. . yang diwahyukan kepadaku”(Al-Kahfi : 110) “Katakan: “Aku tidak mengatakan kepadamu.

أ َقول قول ِي هذا وأ‬ . Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya.‫َ ِ ْ ِ ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ بمالله ممن شمرور أ َن ْفسمنا وممن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ َ ‫ال ْحكيم . artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul. (Al-A’raf: 157). وأ َش مهد أ‬ َ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ‫َم‬ ُ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشمهدُ أ َن محممدا عب ْمدُهُ ورسمول‬ ‫َ َ ُ ْ ه. )رواه أحمد‬ ْ ِ ُ ُْ َ ْ ُ َ َ َ ّ َِ ّ ََ ْ َّ َ ْ ُ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ً ْ ُ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ ْ َُ ْ َ َ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ ُ ِ ّ َ َ “Jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan. yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka. Cara dan konsekwensi beriman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.”). mereka itulah orang-orang yang beruntung. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Jamaah jum’at rahima kumullah dalam khutbah yang kedua ini: Marilah kita mempertebal Iman dan Taqwa kita kepada Allah juga memperdalam Iman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sekaligus melaksanakan konsekuensinya. Yaitu kita bersungguh-sungguh agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut: 1. memuliakannya. والصمل َةُ والسمل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. (Diriwayat-kan Imam Ahmad).Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: (‫ل تتخذوا قبري عيدا، ول تجعلوا بيوتكم قبورا، وحيثما كنتم فصلوا علي فإن صلتكم تبلغني. segala yang baik dan mengharamkan mereka dari segala yang buruk dan membuang bagi mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. dan janganlah engkau jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan dan dimanapun kamu berada (ucapkanlah do’a shalawat kepadaku) karena sesungguhnya do’a shalawatmu sampai kepadaku”. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an). 3. Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dan apa yang dibawa oleh beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menandaskan tentang ciri orang bertaqwa: .

(Al-Ahzab:21). kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. (AzZumar : 33). niscaya kamu mendapat petunjuk. menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an). itulah pernyataan Allah: . 6.Sebagaimana firman di atas: “Maka orang-orang yang beriman kepadanya. 5. bid’ah. tahayul. 3. dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. At-Tirmidzi) Waspada dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam seperti waspada dari syirik. keluarga. “Dan orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya.2. 4. itulah petunjuk Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”. (HR. dari kebatilan kepada kebenaran. para sahabat dan segenap pengikutnya. Mencintai beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. AlBukhari dan Muslim). Sebagaimana janji Allah : “Dan jika kamu taat kepadanya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallambersabda: ‫ل َ ي ُؤمن أ َحدُك ُم حتى أ َك ُون ا َحب إ ِل َي ْه من وال ِده وول َده والن ّماس أ َجمعي ْمن )رواه‬ ‫ِ ِ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ِ َ م‬ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ّ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫)البخاري ومسلم‬ "Tidaklah beriman seseorang (secara sempurna)sehingga aku lebih dia cintai daripada orang tuanya. Memuliakan dengan banyak membaca shalawat salam kepada beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam terutama setelah disebut nama beliau. memuliakannya. mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. mereka itulah orang-orang yang beruntung”. anaknya dan seluruh manusia”. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (An-Nuur: 54). Meneladani akhlaq dan kepemimpinan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam setiap amal dan tingkah laku. “Maka demi Tuhanmu. ‫)رغم ا َن ْف رجل ذُك ِرت عن ْدَهُ ول َم ي ُصل عل َي )رواه الترميذي‬ ِ ُ ْ ْ َ َ ِ َ ٍ ُ َ ُ ّ َ ّ َ “Merugilah seseorang jika disebut namaku padanya ia tidak membaca shalawat padaku. khurafat. (AlA’raaf: 157). Ikhlas mentaati Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam . (An-Nisaa’: 65). serta dari kemaksiatan menuju ketaatan. Membela dan memperjuangkan ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan kepada cahaya. 7. dari ke zhaliman menuju keadilan.” (HR.

Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah karenanya”. bukan sawah atau lainnya. )صحيح الترمذي‬ َ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ّ َ َ ِ ّ ََ َ ْ ِ ِ ْ ُ ُ َ ّ ُ َ َ َ َ َ َ َ ّ َ ْ ِ ّ ِ َ َ ْ ُ ّ ُ ْ َ ْ ِ ِ ْ ِ ِ Ikhwan fillah rahimakumullah Itulah contoh bahwa setiap saat kita harus nyatakan kehambaan kepada Allah Ta’ala. Kesadaran pertama. Begitu pula kita punya mobil atau kendaraan lainnya. kesadaran sebagai hamba Allah Ta’ala dan kesadaran sebagai umat Muhammad Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . meskipun kita membeli kendaraan dengan usaha sendiri. namun ketika mau mengendarai disunnahkan berdo’a: 3/156 ،‫. maka alamat iman telah rusak di muka bumi ini dan akan hilang kemudian . Itulah tegaknya agama: “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim. dengan uang sendiri.)بسم ال الحمد ل سبحان ال الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وأنا إلى ربنا لمنقلبون. Jika kesadaran itu hilang dari jiwa seorang Mukmin maka tindakan dan amalan akan ngawur dan sembrono yang mengakibatkan Allah Ta’ala tidak akan memberi ganjaran apapun yang didapat hanyalah siksa. jika pernyataan itu hilang. Contohnya jika kita mau makan meskipun seolah-olah padi kita tanam disawah kita sendiri. 8. beras kita masak sendiri maka ketika mau makan disunnahkan berdo’a: .(3/158 ،‫اللهم بارك لنا فيه وأطعمنا منه. )صحيح الترمذي‬ ُ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ِ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ّ ُ ّ َ “yaa Allah berilah kami keberkahan darinya dan berilah kami makan darinya” Berarti Allah Ta’ala yang memberi rizki. (Asy-Syura: 13) 3 Hamba Allah Dan Ummat Nabi Muhammad SAW Oleh: Muhammad An-Nawawi Sudah menjadi kewajiban seorang Muslim memiliki dua kesadaran. kesadaran kita sebagai hamba Allah Ta’ala yang kita tampakkan dalam setiap aktifitas sehari-hari dalam bahasa agamanya disebut (‫ )إظهلار العبوديلة‬Sebagai misal menampakkan ِ ِّ ْ ُُ ْ ُ َ ْ ِ kehambaan kepada Allah. (An-Nur: 63).“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. Mensyukuri hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah.

tentang hal ini Syekh Muhammad bin Shalih AlUtsaimin dalam bukunya Syarah Tsalasah Usul.muncul kesombongan dan keangkuhan.(‫من ما َ وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار. hal ini telah terjadi pada zaman Nabi Musa p yang ketika itu pengusanya lalim dan sombong sehingga lupa akan status sebagai hamba. bahkan si raja itu begitu sangat sombongnya sampai ia memproklamirkan dirinya sebagai tuhan. Dialah raja Fir’aun.‫الولى العلم وهو معرفة ال، معرفة نبيه ومعرفة دينه السلم بالدلة. Setiap hari dalam benak mereka hanya dijejali dengan berbagai macam persoalan dunia.” . الثالثة الدعوة إليه‬ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ َ ُ َ ِ ّ ِ ِ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ ّ ِ ِّ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ ِ ِ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ُ َ ِ ْ َ َ ُ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ُ ْ “Pertama adalah ilmu. membe-rikan penjelasan bahwa ayat di atas. Makna penghambaan kepada Allah Ta’ala adalah mengesakannya dalam beribadah dan mengkhusus-kan kepadaNya dalam berdo’a. bahkan lebih kekal abadi. mencari kenikmatan dan kepuasan dunia saja tanpa memperhatikan kepuasan akhirat padahal kenikmatan akhirat lebih baik dari kenikmatan dunia. Akibat buruk orang yang mencampuradukan keimanan dengan syirik disebutkan Allah Ta’ala: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik tetapi Dia mengampuni segala dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendaki.” (AdzDzariyat: 56). menunjukkan keistimewaan Tauhid dan keuntungan yang diperoleh di dalam kehidupan dunia dan akhirat. memaparkan persoalan penting yang harus diketahui oleh kaum Muslimin: . begitu banyak orang-orang modern yang seharusnya sebagai hamba Allah Ta’ala namun banyak diantara mereka yang mengalihkan penghambaan kepada harta. dia menyuruh kepada rakyatnya agar menyembah kepadanya. الثانية العمل به.” . yaitu mengenal Allah. wanita dan dunia.” Ikhwan fillah rahimakumullah. “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu. Ihwan Fillah rahimakumullah Allah Ta’ala menciptakan manusia bukan untuk menumpuk harta benda tapi Allah Ta’ala menciptakan manusia dan jin hanya untuk menyembah kepadaNya. mengenal Rasul dan Dienul Islam dengan dalil dalilnya kedua mengamalkannya ketiga mendakwakannya. Dan menunjukkan pula syirik adalah perbuatan dzalim yang dapat membatalkan iman jika syirik itu besar. Kenyataan di atas sudah tergambar pada zaman sekarang. Syaikh Muhammad At-Tamimi dalam kitab Tauhid. )البخاري عن ابن مسعود‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ‫َ ْ َ ت‬ “Barangsiapa yang mati dalam keadaan menyembah selain Allah niscaya masuk kedalam Neraka. atau mengurangi iman jika syirik asghar (syirik kecil).

menjahui segala larangn-nya. Ingatlah banyak dari kaum Muslimin. kaum Muslimin selalu sadar atas statusnya yaitu status kehambaan terhadap Allah Ta’ala. Misalnya mereka menyalahi manhaj dakwah Salafus Shalih. Al-Bukhari dan Muslim). Ihwan fillah Rahimakumullah. Melihat hadits di atas. Dan cara menghamba harus sesuai dengan manhaj yang shohih tanpa terbaur syubhat dan kesyirikan.(‫من لقي ال ل يشرك به شيئا دخل الجنة ومن لقي يشرك به شيئا دخل النار. baik ucapan. Muslim). yang menyalahi man-haj Rasulullah. adalah menyadari bahwa amalan-amalan kita akan diterima oleh Allah Ta’ala dengan syarat sesuai sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam .” (HR. Kesadaran kedua sebagai ummat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam Kesadaran sebagai umat rasul. Contohnya berdakwah dengan musik. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan konsekuensi mengenal Rasul adalah menerima segala perintahnya bahwa mempercayai apa yang diberitakannya.” Ihwan fillah rahimakumullah.(‫من عمل عمل ليس عليه أمرنا فهو رد. mematuhi perintahnya. menetapkan perkara dengan syariat dan ridha dengan putusannya. tetapi barangsiapa menemuinya (mati) dalam keadaan berbuat syirik kepadaNya pasti masuk Neraka. sandiwara. setiap kaum Muslimin dalam aktifitasnya harus merujuk kepada apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam .” (HR. . Pastilah dari kalangan ahli sunnah waljama’ah sepakat untuk mengimani dan menjalankan apa-apa yang diperintahnya. dengan mengatasnamakan Islam. Dan kebanyakan mereka tidak mengetahui bahwa perbuatan semacam itu menjadi tertolak karena tidak sesuai dengan sunnah Nabi. nada dan dakwa. . Jadi inti penghambaan adalah beribadah kepada Allah Ta’ala dan tidak melakukan syirik dengan sesuatu apapun.. perbuatan maupun taqrir atau ketetapan. Tidak diterima ibadah seseorang tanpa mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam sebagaimana hadits berikut: . menjauhi larangannya. )مسلم‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ َ ِ ْ ََ َ ْ َ ً َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dalam agama yang tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. wayang dan lain-lain. cerita-cerita. Demikianlah seharusnya.(‫من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد. )البخاري ومسلم‬ ّ َ َ ُ َ ُ ْ ِ َ ْ َ َ َ َ َِ ْ َ ِ َ َ ْ َ ْ َ “Barangsiapa yang mengada-ada dalam perkara agama kami dan tidak ada perintah dari kami maka ia tertolak. fragmen. )مسلم عن جابر‬ َ ّ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ “Barangsiapa menemui Allah Ta’ala (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikitpun pasti masuk Surga.

sejelek-jelek urusan adalah perkara yang baru dan setiap perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.‫ولكم‬ ْ ُ ََ Khutbah Kedua ّ َ ُ َ ْ ََ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ْ ُ ِ َ ْ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ُ ِ ْ ّ َ َ ُ َ ِ ْ ُ ِ ّ َ ْ ِ ْ ِ َ َ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ ّ ّ ُ ْ َ ْ ‫الحمد ل الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون. yaitu kesadaran menegakan kalimah tauhid berdasarkan manhaj ahlul hadits dan memerintahkan umat Islam agar berpegang teguh kepada keduanya.setiap kesesatan adalah di Neraka.‫بدعة وكل بدعة ضللة وكل ضللة في النار‬ ِ ّ ِ ٍ ََ َ ّ ُ َ ٌ ََ َ ٍ َ ْ ِ ّ ُ َ ٌ َ ْ ِ Dan sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah Yang Maha Agung dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam .‫محمدا َبده ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ُ ُ ْ ‫ُ َ ّ ً ع‬ ٍ َ َ ْ ُ ّ ُ َ َ ُ َ َ ْ ُ ِ ُ ُ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ‫فإن أصدق الحديث كتاب ال عز وجل، وأحسن الهدي هدي محمد صلى ال عليه وسلم وشر المور محدثاتها وكل محدثة‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ َ َ ْ ََ ّ َ َ ّ َ ِ ُ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ْ َ ّ ِ َ .‫تركت فيكم شيئين لن تضلوا بعدهما، كتاب ال وسنتي ولن يتفرقا حتى يردا على الحوض‬ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ِ َ ُ َ ْ َ ْ ِّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ “Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah dan sunnahku.” (Dishahikan oleh al-albani dalam kitab Shahihul jami’) Wallahu A’lamu bis shawab Akhiru da’wana Walhamdulillahi Rabbil Alamin . Tidak akan bercerai berai sehingga keduanya mengantarkanku ke telaga (diSurga). Dengan demikian mengikuti manhaj Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dan manhaj para sahabat sesudahnya yaitu Al-Qur‘an yang diturunkan Allah Ta’ala kepada Rasulnya. (HR. yang beliau jelaskan kepada para sahabatnya dalam hadits-hadits shahih Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat. Ihwan Fillah rahimakumullah. Demikianlah dua kesadaran itu harus di ingat setiap saat karena merupakan sumber petunjuk dalam kehidupan. أشهد أن ل إلله إل ال وأشهد أن‬ ِ . Sebagai akhir kata kami tutup dengan hadits: . أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم لي‬ .‫ل ينفع َول إل بعمل ول قول وعمل إل بنية ول نية إل بموافقة السنة‬ ِ ّّ ِ َ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ ِّ َ َ ٍ ِّ ِ ّ ِ ٌ َ َ َ ٌ ْ َ َ َ ٍ َ َ ِ ّ ِ ٌ ْ ‫َ َ ْ َ ُ ق‬ “Tidak bermanfaat suatu perkataan kecuali dengan perbuatan dan tidak pula perkataan dan perbuatan kecuali dengan niat dan niat pun tidak bermanfaat kecuali sesuai dengan sunnah. Dengan menyadari dua kesadaran yaitu menjalankan syariat sesuai manhaj ahlul hadits tanpa tercampur bid’ah dan kesyirikan. An-Nasa’i).Begitu juga dengan Assyaikh Abdul Salam bin Barjas bin Naser Ali Abdul Karim dalam bukunya Hujajul Qowiyah menukil perkataan Al-Ajurri dalam kitab As-Syari’ah bahwa Ali Ra dan Ibnu Masu’d berkata: .” ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم.

. sebab dengan adanya cahaya Islam tersebut kita terbebaskan dari kejahiliyahan. para sahabatnya dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman. yang telah mencurahkan kenikmatan-kenikmatanNya. Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak ُ ْ ُ َ dalam shalat kita.. menyembah kepada selain Allah baik langsung maupun tak langsung. yang atas jasa-jasa dan perjuangan beliau cahaya Islam ini tersampaikan kepada kita. mencari penglaris. (‫ . paranormal. tukang ramal. Tetapi begitu banyak umat Islam yang tidak konsisten kepada tauhid. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baiknya bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. malamnya bagaikan siangnya. Yang mana pada kalimat (‫ )ل َ إ ِل َه‬terdapat makna َ penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan (‫ )إ ِل ّ الل مه‬menetapkan ُ sesembahan untuk Allah semata. mencari pengobatan alternatif. Islam adalah agama yang datang untuk menegakkan tauhid.. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah .. tukang santet. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada uswah kita Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam.)أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا رسول الله‬yang ِ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ bermakna tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Segala puji bagi Allah. marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita. Bahkan banyak di antara mereka yang berbuat syirik. baik disengaja maupun tidak. rizki dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman. mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata.4 Syirik Penyebab Kerusakan Dan Bahaya Besar Oleh: Rusdi Yazid Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .. Kepada makhluknya Baik yang berupa kesehatan maupun kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat berkumpul di tempat yang mulia dalam rangka menunaikan kewajiban shalat Jum’at. Rabb dan sesembahan sekalian alam. Banyak di antara mereka yang pergi ke dukun-dukun. yaitu meng-Esakan Allah.

Sebab Allah menjadikan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. Allah memuliakannya. Muslim).” (HR. niscaya akan masuk Surga. banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam Islam (padahal tidak demikian). Di antara kerusakan dan bahaya akibat perbuatan syirik adalah: Pertama: Syirik merendahkan eksistensi kemanusiaan Syirik menghinakan kemuliaan manusia. Dan Allah menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang di akibatkan oleh perbuatan syirik.” (An-Nur: 55).. Inilah penyebab utama terjadinya musibah di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita.. menurunkan derajat dan martabatnya. dan Dia benar-benar akan menukar(keadaan) mereka. Dan yang lebih memprihatinkan lagi wahai kaum muslimin . Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu.meminta jodoh dan lain sebagainya. mengajarkan seluruh nama-nama. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah.من مات ل يشرك بال شيئا دخ َ الجنة، ومن مات يشرك بال شيئا دخ َ النار‬ “Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Sebagai firman Allah: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi. baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam barsabda: َ ّ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل ْ َ ّ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ِ ُ ِ ِ َ ْ ً َ َل‬ ‫. Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. disebabkan umat tidak lagi bertauhid dan banyak berbuat syirik. karena perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar. lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya.. Allah . sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.. sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Di akhirat kita dimasukkan ke dalam Surga dan di dunia kita akan diberikan kekuasaan. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. maka mereka itulah orang-orang yang fasik. niscaya akan masuk Neraka. dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka.

Ketiga: Syirik adalah kedholiman yang paling besar Yaitu dhalim terhadap hakikat yang agung yaitu (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah). Sehingga dalam masyarakat seperti ini akan lahir generasi yang tidak mengindahkan ikhtiar (usaha) dan mencari sebab serta meremehkan sunnatullah (ketentuan Allah). Keempat: Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan Orang yang akalnya menerima berbagai macam khurofat dan mempercayai kebatilan. Ada sebagian dari manusia yang menyembah sapi yang sebenarnya diciptakan Allah untuk manusia agar hewan itu membantu meringankan pekerjaannya. Jadi dengan adanya mereka. dan berhala-berhala itu tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan”. sedang berhala-berhala itu (sendiri) di buat orang. Syirik merupakan kedhaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. (Berhala-berhala) itu benda mati. Syirik juga merupakan kezhaliman terhadap orang lain yang ia persekutukan dengan Allah karena ia telah memberikan sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya. tidak dapat membuat sesuatu apapun. Sebab dia . Ia lalu menjadikan sebagian dari makhluk Allah sebagai Tuhan dan sesembahan. Ia tunduk dan menghinakan diri kepadanya. (Al-Hajj: 31) Kedua: Syirik adalah sarang khurofat dan kebatilan Dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan perbuatan syirik. Dan ada pula yang menginap dan tinggal di kuburan untuk meminta berbagai kebutuhan mereka. “barang dagangan” dukun. akal kita dijadikan siap untuk menerima segala macam khurofat/takhayul serta mempercayai para pendusta (dukun). Sebab orang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba dari makhluk yang merdeka.telah menjadikan manusia sebagai penguasa di jagad raya ini. tidak hidup. Sebab mereka mendakwahkan (mengklaim) bahwa dirinya mengetahui ilmu ghaib yang sesungguhnya tak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah. tukang nujum. ahli nujum. Allah berfirman: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah. ahli sihir dan yang semacamnya menjadi laku keras. Tetapi kemudian ia tidak mengetahui derajat dan martabat dirinya. kehidupannya selalu diliputi ketakutan. Adapun orang musyrik mengambil selain Allah sebagai Tuhan serta mengambil selainNya sebagai penguasa. (Al-Hajj: 20-21) “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka ia seolaholah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”.

dan tidaklah ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun”.)يا فاطمة بنت محمد، سليني من مالي ما شئت ل أغني عنك من ال شيئا. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tak kuasa memberikan manfaat atau menolak bahaya atas dirinya. Al-Bukhari). Begitu pula orang-orang kristen melakukan berbagai kemungkaran. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam berkata kepada putrinya: ‫. Karena itu. Tempat kembali mereka adalah Neraka.menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Ketujuh: Syirik memecah belah umat “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang memper-sekutukan Allah. (HR. maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka. dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan. sebab mereka mempercayai Al-Masih telah menghapus dosa-dosa mereka ketika di salib. sehingga mereka meremehkan amal shalih. (AliImran: 151) Kelima Syirik membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat Syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk mengandalkan para perantara. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. mintalah dari hartaku sekehendakmu (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah”. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa dengan keyakinan bahwa para perantara akan memberinya syafa’at di sisi Allah. Allah berfirman: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang yang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak memberikan keterangan tentang itu. putus asa dan ketakutan tanpa sebab merupakan suatu hal yang lazim dan banyak terjadi. Keenam: Syirik menyebabkan pelakunya kekal dalam Neraka Syirik menyebabkan kesia-siaan dan kehampaan di dunia. dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang dhalim”. (Al-Maidah: 72). yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka . Sebagian umat Islam mengandalkan syafaat Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam tapi mereka meninggalkan kewajiban dan banyak melakukan perbuatan haram. )رواه البخاري‬ ً ْ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ َِ ٍ ّ َ ُ َ ْ ِ ُ َ ِ َ َ “Wahai Fathimah binti Muhammad. sedang di akhirat menyebabkan pelakunya kekal di dalam Neraka.

والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ ُ ّ َ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه. karena ia adalah dosa yang paling besar.. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل‬ َ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ ْ ‫. Agar kehinaan dan kerendahan yang menimpa ummat Islam segera berakhir. syirik dapat menghapuskan pahala amal shalih yang kita lakukan.. anggota keluarga kita. agar kehinaan dan kerendahan ummat Islam diganti menjadi kemuliaan. Kita harus bersih dari noda syirik. Yang jelas Syirik merupakan penyebab turunnya derajat dan martabat manusia ke tempat paling hina dan paling rendah. Karena itu Wahai hamba Allah. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad.. Disamping itu. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. niscaya akan hapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. kepada para sahabatnya. atau menghalangi kita masuk jannah: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelummu:"Jika kamu mempersekutukan (Allah). Marilah kita bertaubat atas segala perbuatan syirik yang telah kita perbuat dan marilah kita peringatkan dan kita jauhkan masyarakat di sekitar kita.menjadi beberapa golongan. dari syirik kerusakan dan bahayanya. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ْ َ ُ َ ِ َ ‫إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ِ ْ َ َ ِ Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah . (Ar Ruum: 31-32) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman. Dari pembahasan pada khutbah yang pertama tadi.” (AzZumar: 65) . َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه من اليات والممذّك ْر‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ ِ ّ ‫ال ْحك ِي ْم ِ. sanak famili kita. Harus selalu takut kita terjerumus kedalamnya.. telah jelas bagi kita bahwa syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi. yang beriman .ذَن ْب.. Itulah berbagai kerusakan dan bahaya yang ditimbulkan perbuatan syirik. Kembali pada khutbah yang kedua ini.

(dengan) mengharap keridhaanNya. serta . tujuan diutusnya seluruh para rasul.” (Al-Anbiya’: 25) Demikian pula firmanNya: “Alif laam Raa. maka beribadahlah kepadaKu.5 Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid Oleh: Agus Hasan Bashori Ibadallah ! Saya wasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada saya untuk selalu bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada. Dengarkanlah firman Allah: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (hanya) kepadaKu. Telah banyak penjelasan yang menerangkan makna taqwa. Mereka bertanya: “Apakah taqwa itu?” Beliau menjawab: “Hendak-nya engkau melaksanakan keta’atan kepada Allah. sebagaimana kemaksiatan terbesar yang mesti kita hindari adalah syirik.” (Adz-Dzaariyaat: 56) Juga firmanNya: “Dan tidaklah kami mengutus seorang rasulpun sebelummu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Aku. Di antaranya adalah pernyataan Thalq bin Habib: َ ُ ِ َ َ ْ ْ َ َ ‫إ ِذا وقعت ال ْفت ْن َة فأ َطْفئوها بال ْت ّقوى. dan hendaknya engkau meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah. (karena) takut kepada siksaNya. sekaligus juga merupakan pijakan pertama yang harus dilewati oleh orang yang berjalan menuju Rabbnya. Tauhid adalah tujuan diciptakannya makhluk. Dan janganlah kita mati melainkan dalam Islam. قال ُوا: وما ال ْت ّقوى؟ قال: أ َن ت َعمل ب ِطاعة الله‬ ِ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫على ن ُور من الله ت َرجو ث َواب الله وأن ت َت ْرك معصي َة الله على ن ُور من الله ت َخاف‬ َ ِ ْ َ َ ُ ُ َ ِ ْ َ ِ َ َ ُ ْ ِ َ ِ ٍ ْ َ ِ ٍ ْ ‫. tujuan diturunkannya kitab-kitab samawi. di atas cahaya Allah. (inilah) satu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi. maka padamkanlah dengan taqwa”. Ketaatan terbesar yang wajib kita laksanakan adalah tauhid. di atas cahaya Allah.عقاب الله‬ ِ َ َ ِ “Apabila terjadi fitnah.

pasti Aku akan menemuinya dengan membawa ampunan yang semisal itu. Muslim No. kami petik sebagiannya: ُ ِ ْ ُ َ ً َ َ ِ ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ َِِ َ ْ َ َ َ َ َ ّ َ ‫وعن أبي ذر رضى ال عنه قال: قال النبي صلى ال عليه وسلم يقول ال عز وجل: ومن لقيني بقراب الرض خطايا ل يشرك‬ ُ ُ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ّ ِ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ ِ َ ْ َ َ . ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah (niscaya) Allah mengharamkan Neraka atasnya (untuk menjilatnya). dari Utsman bin Affan Radhiallaahu anhu .” (HR.dijelaskan (makna-maknanya) yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu. bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: . Kalau kedudukan tauhid sedemikian tinggi dan penting di dalam agama ini. namun dia tidak menye-kutukan Aku dengan sesuatu apapun.‫عن عثمان قال: قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من مات وهو يعلم أنه ل إله إل ال دخل الجنة‬ َ َّ ْ َ َ َ ّ ِ َ َ ِ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ َّ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dunia. maka tidaklah aneh kalau keutamaannya juga demikian besar.” (HR.‫بي شيئا لقيته بمثلها مغفرة‬ ً َ ِ ْ َ َ ِْ ِ ِ ُ ُ ْ َ َ ً ْ َ ْ ِ “Dan barangsiapa yang menemuiKu dengan (membawa) dosa sepenuh bumi sekalipun. bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagimu dan bagi kaum Mukminin (laki-laki dan wanita). 2687) Demikian pula tidak akan aneh. bila lawan tauhid. dimana sudah seharusnya kita benar-benar .” Jama’ah sekalian rahimakumullah. 29) Hadits lain. yaitu syirik. Bergembiralah dengan nash-nash seperti di bawah ini: ّ َ ِ َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عبادَةْ ب ِن الصامت رضى الله عن ْه قال: سمعت رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ‫وسل ّم يقول: من شهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ ‫َ ن محمدا رسول الله حرم الله عل‬ ُ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . Agar kalian jangan beribadah kecuali kepada Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira kepada kalian daripadaNya. Muslim No. Muslim No.‫ُ َ ي ْه النار‬ ِ ْ َ ِ َ ْ َ ُ ْ َ ّ َ ِ َ ّ ِ َ ِ Dari Ubadah bin Shamit Radhiallaahu anhu . sedangkan dia menge-tahui bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia (Allah) niscaya akan masuk Jannah. juga memiliki banyak bahaya yang mengerikan. 25) Demikian juga sabdanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam .” (Hud: 1-2) Allah juga berfirman: ِ َ ِ ْ ُ ْ َ َ ْ ِ ِ ُ ْ ِ َ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ ُ ‫َ ْ َ ْ َن‬ ‫فاعلم أ ّه ل إله إل ال واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات‬ “Ketahuilah.” (HR.

93) Firman Allah: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) syirik dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki”. Hindu. pastilah gugur amal perbuatan yang telah mereka kerjakan. dan lebih musibah lagi jika seseorang telah mengetahui perkara syirik namun dia tetap melakukannya. أ َما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ Hadirin jama’ah Jum’at Arsyadakumullah. apakah dua perkara yang pasti itu?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun. . Muslim No. Dan barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu. Tatkala kita membicarakan masalah syirik. lalu bertanya: “Wahai Rasulullah. Maka merupakan musibah jika seseorang jahil (bodoh) terhadap perkara tauhid dan perkara syirik.116) Firman Allah: “Dan seandainya mereka berbuat syirik.” (AtTaubah: 17). Diantara bahaya syirik itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Jabir: ْ َ َ َ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫عن جابر رضى ال عنه قال: جاء أعرابي إلى النبي صلى ال عليه وسلم فقال: يا رسول ال ما الموجبتان ؟ فقال: من‬ َّ ِ ّ َ ِ ّ ِ َ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ ِ َ ْ َ . janganlah kita menganggap bahwa syirik itu hanya ada di kalangan orang-orang Yahudi. Dengan ini hendaklah kita terpacu untuk menam-bah/menuntut ilmu sehingga bisa melaksanakan tauhid dan menjauh dari syirik dan pelakunya. (An-Nisa: 48. Itulah orang-orang yang sia-sia amalan-amalan mereka.merasa takut terhadapnya. Nashrani. niscaya dia akan masuk Jannah. Firman Allah: “Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah. (HR.‫ما َ ل يشرك بال شيئا دخل الجنة ومن مات يشرك به شيئا دخل النار‬ َ ّ َ َ َ ً ْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ َّ ْ َ َ َ ًْ َ ِ ِ ُ ِ ْ ُ َ ‫َ ت‬ “Seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam .‫و ال نسأل أن يرزقنا علما نافعا ورزقا طيبا وعمل متقبل، وصلى ال على َبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين‬ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ِ ََ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ِ ‫ُ ََ ن‬ َّ َ ً ّ َ َ ُ ً َ َ َ ً ّ َ ً ْ ِ َ ً ِ َ ً ْ ِ َ َ ُ ْ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهد الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل‬ َ ْ ْ ّ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ ّ َ ‫ه‬ َ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ ‫إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه، وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل َي ْه وسل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ ‫ُ َ ِ َ َ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ َ ُ َ َ :‫ت َسل ِما. niscaya dia akan masuk Neraka”. Budha.” (Al-An’am: 88). dan mereka kekal di dalam Neraka. . (sedangkan) mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir.

Sedangkan di antara bahaya-bahaya syirik adalah: 1. orang shalih. namun dia berikan kepada selain-Nya. Sedangkan kaum Muslimin sendiri dianggap sudah terbebas dari dosa ini. Inilah yang dapat kami berikan.. Baik yang berupa kesehatan. Banyak juga kalangan kaum Muslimin yang tertimpa dosa sekaligus penyakit ini. . 3. Dijanjikannya mereka untuk masuk Jannah. puncak kecintaan. 2.. Saudara-saudaraku fillah. puncak rasa takut dan lain-lain.Konghuchu dan lain-lain. Segala puji bagi Allah. pada khutbah kedua di sini. Diharamkannya Neraka itu bagi kaum Muwahhidin (Ahli Tauhid). Syirik adalah perbuatan dzalim yang terbesar. 3. bulan. yang telah mencurahkan kenikmatan dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluk-Nya. Fa’tabiru ya ulil albab. nadzar. berkurban. sapi dan lain sebagainya. Kalaupun mereka masuk Neraka. sengaja kami ringkaskan sebagian keutamaan tauhid sebagaimana yang telah dibahas pada khutbah yang pertama: 1. 2. Gugurlah amal perbuatannya. kuburan. kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jum’at. baik sadar maupun tidak. matahari. yakni memberikan bentuk-bentuk ibadah yang semestinya hanya dipersembahkan kepada Allah. 6 Urgensi Tauhid Dalam Mengangkat Derajat Dan Martabat Kaum Muslimin Oleh: Andri Sugeng Prayoga Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Diancamnya orang yang melakukan syirik akbar untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya. Rabb dan sesembahan sekalian alam. mereka tidak akan kekal di dalamnya. Diberikan kepada mereka ampunan dari segala dosa. nabi. Sedangkan bentuk-bentuk ibadah (yang dipersembah-kan) kepada selain Allah itu bisa berupa: Do’a. Baik itu kepada para malaikat. Tidak akan diampuni dosanya itu selama ia belum bertaubat. Padahal tidaklah demikian. 4. patung. Karena makna atau pengertian syirik adalah: mempersekutukan peribadatan kepada Allah.

niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu.” (Luqman: 25). bahkan mengakui keesaaan dan kemahakuasaan Allah dengan permin-taannya kepada Allah melalui Asma dan sifat-Nya. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya. . dan kehinaan.Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada pemimpin dan uswah kita Nabi Muhammad.. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah. ‘jika kamu mempersekutukan (Tuhan). Kaum Jahiliyah Kuno yang dihadapi Rasulullah juga meyakini bahwa pencipta. karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak.. yang melalui perjuangannyalah. Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah.. tidak dikabulkan oleh Allah dan lebih dari itu. (Az-Zumar: 65-66) Hamba Allah yang beriman . amal yang dilandasi dengan syirik akan menyengsarakannya di dunia dan di akhirat. para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman. Dan amal yang tidak dilandasi dengan tauhid akan sia-sia. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal.. bukan sekedar mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan)Nya dan wahdaniyah (keesaan)Nya dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan sifatNya. agar kita selalu meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita. Pengatur. Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya. Sebagaimana Allah berfirman: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabinabi) sebelum kamu. tauhidlah yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti. Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. cahaya Islam ini sampai kepada kita. maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. menurut tuntunan Islam. sehingga kita terbebas dari kejahiliyahan. Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah.

Mereka berkata siapa di antara kita yang tidak berlaku dzalim kepada diri sendiri lalu Rasul menjawab: ُ ْ ّ َ ‫ل َي ْس ذَل ِك، إ ِن ّما هو الشرك، أ َل َم ت َسمعوا قول ل ُقمان ل ِب ْن ِه: }يا ب ُن َي ل َ ت ُشرك بالله إ ِن‬ ّ ِ َ َ ْ َ ْ َ ْ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ْ ِ ْ َ ُ َ ّ ْ ‫. harap dan takut kepadaNya. yang beriman . Sesungguhnya mempersekutukan Allah benarbenar suatu kedzaliman yang besar. Maknanya.Namun kepercayaan mereka dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat Muslim.)الشرك ل َظُل‬ َ ْ ّ ‫م عظيم{. Dari sini lalu timbullah pertanyaan: “Apakah hakikat tauhid itu?” Hamba Allah.” (Luqman: 13) (Muttafaqun alaih).” (Adz-Dzariyat: 56). Sebagaimana firman Allah: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik). cinta. Sebagaimana firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah thaghut. yang beriman kepada Allah. tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan tidak ada ibadah yang benar kecuali ibadah yang sesuai dengan tuntunan rasul yaitu As-Sunnah. Mulai Rasul yang pertama. “Ketika ayat ini turun. para sahabat merasa sedih dan berat. Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah. Nuh. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. . )متفق عليه‬ ٌ ِ َ ٌ “Yang dimaksud bukan (kedzaliman) itu. janganlah kamu mempersekutukan Allah. Dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid.” (AlAn’am: 82) Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan. tetapi syirik. mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang. Orang yang mengikrarkannya akan masuk Surga selama tidak dirusak syirik atau kufur akbar. Tidak-kah kalian mendengar nasihat Luqman kepada puteranya. ‘Wahai anakku..” (An-Nahl: 36) Sesungguhnya tauhid tercermin dalam kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. mendapat petunjuk. yakni nabi Muhammad n.. Hakikat Tauhid. yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen. “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan). hingga Rasul terakhir. ialah pemurnian ibadah kepada Allah.

utusanNya dan kalimat yang disampaikanNya kepada Maryam serta ruh dari padaNya.)الله ال ْجن ّه على ما كان من ال ْعمل. Sebagaimana telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan ‘Ubadah bin Ash-Shamit: ‫من شهدَ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، وأ َن عي ْسى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ُ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ َ ‫عبده ورسول ُه وك َل ِمت ُه أ َل ْقاها إلى مريم وروح من ْه، وال ْجن ّة حق والنار حق، أ‬ َِ َ َ ‫َ ْ َ َ َ ُ ْ ٌ ِ ُ َ َ ُ َ ّ َ ّ ُ َ ّ دْخل َه‬ ُ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ َ َ َ َ ‫. tiada sekutu bagiNya. )حسن، رواه الترمذي‬ ً َ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ِ َ ُ ْ ‫َ ْ َ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ِ ْ َ ْض َ َ َ ُ ّ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ ْ ً َت‬ ‫.Ayat ini memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengesakan Allah. seandainya kamu datang kepadaKu dengan membawa dosa sepenuh bumi. At-Tirmidzi dan Adh-Dhiya’. Mereka itulah yang mendapatkan petunjuk di dunia. apapun amal yang diperbuatnya. Jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Al-Bukhari dan Muslim) Maksudnya. Sekalipun dalam sebagian amal perbuatannya terdapat dosa dan maksiat. )رواه البخاري ومسلم‬ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ َ “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata. niscaya aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula. Tauhid merupakan faktor terpenting bagi kebahagiaan seorang hamba. Hadist tersebut menegaskan tentang keutamaan tauhid.” (HR. Tauhid merupakan sarana paling agung untuk melebur dosa-dosa dan maksiat. .. dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah. Sungguh mereka akan mendapatkan keamanan yang sempurna dari siksa Allah di akhirat.” (HR. Hal ini sebagaimana ditegaskan di dalam hadist qudsi. Jika dia adalah seorang ahli tauhid yang murni dan bersih dari noda-noda syirik serta ikhlas mengucapkan “laa ilaaha illallah” maka tauhid kepada Allah menjadi penyebab utama bagi kebahagiaan dirinya.. Hamba Allah yang beriman . sedangkan engkau ketika menemuiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun.)والضياء‬ “Hai anak Adam. dan Muham-mad adalah hamba dan utusan-Nya. segenap persaksian yang dilakukan oleh seorang Muslim sebagaimana yang terkandung dalam hadist tadi berhak memasukkan dirinya ke Surga. hadist hasan). Allah berfirman: ‫يا ابن آدم إنك لو أتيتني بقراب الر ِ خطايا، ثم لقيتني ل تشرك بي شيئا ل َيتك بقرابها مغفرة. serta menjadi penyebab bagi penghapusan dosa-dosa dan kejahatannya.. Orang-orang yang tidak mencampur-adukkan antara keimanan dengan syirik serta menjauhi segala perbuatan syirik. dan (bersaksi pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan Nerakapun benar adanya maka Allah pasti akan memasukkan ke dalam Surga..

Karena jiwanya hanya penuh harap kepada Allah. Ia akan melakukan apa yang membuatNya ridha. niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis. Seorang Mukmin hanya takut kepada Allah. baik secara pribadi maupun jama’ah. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. menyerah dan menghinakan diri kepada selain Allah Memerdekakan hidup dari kekuasaan Fir’aun.Jika tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang. Memerdeka-kan fikiran dari berbagai khurofat dan angan-angan yang keliru. Adapun orang musyrik. Di antara buah manis yang didapat adalah: 1. Dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah. Tauhid memerdekakan manusia dari segala per-budakan dan penghambaan kecuali kepada Alah.)صحيح‬ Bila kamu meminta maka mintalah kepada Allah. Kepada-Nya ia berdo’a dalam keadaan lapang atau sempit. Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar segera dibebaskan darinya.” (HR. percaya dan tawakal kepadaNya. Memerdekakan hati dari tunduk. pada saat lain ia menyembah orang yang mati. jin. Tuhan ini menginginkan ke kanan. Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. ridha atas qadar (ketentuan) Nya. pendeta dan thaghut yang menuhankan diri atas hamba-hamba Allah. Orang Mukmin menyembah satu Tuhan. jiwa dan keluarga. Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. Karena itu ia merasa aman ketika kebanyakan orang merasa ketakutan. Arah hidup-nya jelas. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. kematian dan lainnya menjadi sirna. Tidak merasa takut kecuali kepada Allah. Suatu saat ia menyembah orang yang hidup. Ketakutan terhadap manusia. At-Tirmidzi. ia menyembah tuhan-tuhan yang banyak. Syi’ar dan semboyannya adalah sabda Rasul: َ َ َ َ ‫إ ِذا سأ َل ْت فاسأ َل الله، وإ ِذا است َعن ْت فاست َعن بالله. sedang tuhan yang lainnya menginginkan ke kiri. Tauhid memberikan nilai Rohani kepada pemilik-nya. ia berkata hadits hasan shahih) . Ia mengetahui apa yang membuatNya ridla dan murka. )رواه الترمذي وقال حسن‬ ِ َ ِ ْ ِ ْ َ َ َ ْ ِ ْ َ َ ‫. sabar atas musibah serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. 2. sehingga hati menjadi tentram. 4. 3. tidak menggantungkan diri kepada Allah. ia merasa tenang ketika mereka kalut. Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhantuhan dan sesembahan yang banyak. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki.

yaitu: • Tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan. وأ َشهد أ‬ َ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ُ َ َ ْ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh rasa rendah diri. 2. Segenap manusia adalah hamba Allah dan yang paling mulia di antara mereka adalah Muhammad n kemudian orang yang paling bertaqwa. saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya..5. Karena tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil tuhan-tuhan selain Allah di antara sesama mereka. kepada para sahabatnya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad. keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman. Itulah buah manis dari Tauhid yang akan membebaskan pelakunya dari kehinaan dan kesengsaraan dan Tauhidlah yang akan mengembalikan kehormatan Islam dan Muslimin. akan menghasilkan buah yang sangat manis. ialah pemurnian ibadah kepada Allah. Tauhid yang terealisasi dalam hidup seseorang. 3. َ ْ ِ َ ْ ‫َ َ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ِ ْ ُ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ َ َ َ ِ ْ َِ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ُ ْ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ََ ْ َ ْ ِ ُ ل‬ ‫بارك ال لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من اليات والذكر الحكيم. Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan keadilan. أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . Hakekat Tauhid. Kembali pada khutbah yang kedua ini. harap dan takut kepadaNya. فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم‬ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهُ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن‬ ّ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫سيئات أ َعمال ِنا، من يهده الله فل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.. Sifat ketuhanan hanya milik Allah satusatunya dan semua manusia wajib beribadah kepadaNya. mengembalikan harga diri dan kemuliaan Islam dan Muslimin. karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukannya.لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب. Tauhid menyebabkan pemiliknya dihapuskan dari segala dosa. أقول قولي هذا وأستغفر ا َ العظيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ ُ ْ ُ ِ ْ َ ْ َ ٍ ْ َ ّ ُ ْ ِ َ ْ ِ ِْ ُ ْ ِ ِ َ َِ ْ ُ ََ ْ ِ ‫. yaitu: meghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen. dan menaikkan derajat dan martabat Islam dan Muslimin di atas segala kehinaan yang selama ini dialami oleh kaum Muslimin. . cinta. 4. Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1.

marilah pada kesempatan kali ini kita berdo’a kepada Allah. bukan Rabb (Tuhan). Kemudian pula kita memohon kepada Allah agar kita dihindarkan dari kehinaan dan diangkat derajat kita di dunia dan di Akhirat. Karena itu. dan juga tidak semua muslim memahami tuntutan dan konsekuensi dari syahadat tersebut. Makna dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah pengakuan lahir batin dari seorang muslim bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Tauhid memberikan nilai ruhiyah kepada pemiliknya. Dua hal ini merupakan rukun syahadat Muhammad Rasulullah. tapi tidak semua muslim memahami hakikat yang benar dari makna syahadat Muhammad Rasulullah. Tauhid merupakan dasar persaudaraan dan persamaan.” (A1 Kahfi. yang diwahyukan kepadaku. Makna Dan Konsekwensinya Jama’ah Jum’at rahimakumullah Setiap muslim pasti bersaksi.‫إنما أنا عبد فقولوا عبد ال ورسوله‬ ُ ُْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ْ ُْ ُ َ ٌ ْ َ َ َ َ ّ ِ . 7 Syahadat Muhammad Rasulullah. Syaikh Muhammad bin Shalih A1 Utsaimin menjelaskan: Dalam ayat di atas Allah memerintahkan NabiNya untuk mengumumkan kepada manusia bahwa saya hanyalah seorang hamba sama dengan kalian. Fenomena inilah yang mendorong khatib untuk menjelaskan makna yang benar dari syahadat Muhammad Rasulullah dan konsekuensinya. . Kaum muslimin rahimakumullah Dari makna di atas bisa dipetik bahwa yang terpenting dari syahadat Muhammad Rasulullah adalah dua hal yaitu: Bahwa Muhammad itu adalah abdullah (hamba Allah) dan Muhammad itu rasulullah. memohon ampunan atas segala dosa syirik yang pernah kita lakukan dan kita memohon agar kita dijauhkan dari segala perbuatan syirik dan pelakupelakunya. 110). Tauhid mengisi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. mengakui bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasulullah.• • • • Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh. “Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu. Abdullah wa Rasuluhu yang diutus untuk semua manusia sebagai penutup rasul-rasul sebelumnya.

maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya”. terbitnya matahari dari barat. turunnya Nabi Isa. (HR. Membenarkan semua berita yang shahih dari Rasul Allah I. Dari sini termasuk kesesatan jika ada yang ber-isti’anah1. AlBukhari dan Muslim). beribadah dengan syariat yang beliau bawa. Hal hal yang wajib diwujudkan sebagai konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah: 1. begitu juga berita tentang datangnya malaikat maut dalam bentuk manusia kepada Nabi Musa untuk mencabut nyawanya lalu Nabi Musa menamparnya hingga rusak salah satu matanya. berita tentang pertanyaan di alam kubur.“Saya hanya seorang hamba. jangan sekali-kali kita dustakan dengan alasan berita itu bertentangan dengan akal sehat atau bertentangan dengan zaman. wajib kita percayai. maka jika Beliau memberitakan berita masa lalu maupun berita masa depan maka berita itu sumbernya adalah wahyu yang kebenarannya tidak boleh ragukan lagi. tidak melebih-lebihkan beliau dari derajat yang seharusnya sebab beliau hanyalah seorang hamba yang tidak mungkin naik derajatnya menjadi Rabb. seperti munculnya dajjal. Di antara berita-berita dari Rasulullah yang wajib kita terima adalah: Berita tentang tandatanda hari kiamat. Kaum muslimin rahimakumullah Keyakinan bahwa Muhammad adalah hamba Allah menuntut kepada kita untuk mendudukkan beliau di tempat yang semestinya. 21). Muhammad adalah Rasulullah yang diistimewakan dari manusia lainnya dengan wahyu. "Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan". Adzab dan nikmat kubur. Jama'ah Jum'at rahimakumullah Seorang Muslim yang beriman bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah. dituntut untuk mewujudkan beberapa hal sebagai bukti kebenaran keimanannya. Kemudian syahadat “Muhammad Rasulullah” menuntut kita untuk mengimani risalah yang beliau sampaikan. (Al-Jin. . tidak mendustakan. memohon kepada Nabi untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat sebab hal itu adalah hak mutlak Allah sebagai Rabb. Syaikh Al-Utsaimin berkata: Saya hanyalah hamba yakni saya tidak punya hak dalam rububiyah dan juga dalam hal-hal yang menjadi keistimewaan Allah. Semua berita di atas dan juga berita-berita lain yang berasal dari hadits-hadits shahih. tidak menolak apa yang beliau ucapkan maupun yang beliau lakukan. ber-istighatsah2.

di antara larangan tersebut: Larangan memakan binatang buas yang bertaring. Sebagian orang menolak perintah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dengan berbagai alasan. Taat kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam mempunyai dua sisi: 1. sebab yang dilarang Rasulullah juga otomatis dilarang oleh Allah. larangan makan atau minum dengan bejana emas atau perak. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka jauhilah”. sebab Rasulullah tidak memerintahkan dan melarang kecuali dengan perintah. Taat dalam perintah dengan menjalankan semua perintahnya. di antara perintah Beliau yang wajib kita taati adalah: Perintah mencelupkan lalat yang jatuh dalam minuman atau makanan.2. Termasuk beberapa hal yang sudah diletakkan oleh Rasulullah sebagai rukun. syariat dan wahyu yang Allah turunkan. larangan menjual atau membeli di atas penjualan atau pembelian orang lain. shalat berjamaah dan lain-lain. Kaum muslimin rahimakumullah 2. “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu. (Al-Nisaa’. mencuci tangan tiga kali sehabis bangun dari tidur. misalnya dia menolak perintah menenggelamkan lalat dengan alasan hal itu menyalahi ilmu kesehatan. . Sikap ini adalah godaan syaitan yang bermuara kepada penolakan terhadap sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . 80) Syaikh Abdur Rahman Nasir As Sa'dy berkata: setiap orang yang mentaati Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam dalam perintah-perintah dan larangan-larangannya dia telah mentaati Allah. larangan memanjangkan kain (sarung atau celana) di bawah mata kaki. dan larangan-larangan yang lain. Konsekuensi yang ketiga: Berhukum kepada sunnah Rasul Allah. Mentaati Rasulullah Kaum muslimin rahimakumullah Seorang muslim wajib taat kepada Rasulullah sebagai perwujudan sikap pengakuan terhadap kerasulan Beliau. Jamaah Jum'at rahimakumullah. larangan melamar di atas lamaran orang lain. larangan menikahi seorang wanita bersama saudara atau bibinya. Sisi kedua dari mentaati Rasul adalah menjauhi larangan Rasulullah. sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. makan dan minum dengan tangan kanan. semua wajib dijauhi. mengucapkan Basmallah ketika makan. syarat dan batasan. (Al-Hasyr: 7). dan perintah itu bersumber dari Rasul sebagai manusia biasa.

61) Ibnu Abbas berkata: Hampir saja Allah menghujani kalian dengan batu dari langit. ketenangan jiwa dan kepatuhan lahir batin. Syaikh As-Sa'dy berkata: Allah bersumpah dengan diriNya yang mulia bahwa mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikan RasulNya sebagai hakim dalam masalah-masalah yang mereka perselisihkan. maupun warisan nenek moyang dalam menetapkan suatu hukum. Lanjut beliau. maka apa dugaanmu dengan orang yang menentang sabda Rasul dengan ucapan orang yang jauh di bawah derajat keduanya. mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan. “Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul". seorang Muslim yang konsekwen dengan syahadatnya dengan lapang dada akan menjadikan sunnah Rasulullah sebagai imamnya. niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangimu dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu”. As-Syaikh Al-Utsaimin berkata: “Jika seseorang mengguna-kan ucapan Abu Bakar dan Umar untuk menentang sabda Rasul bisa menyebabkan turunnya siksa.Syahadat Muhammad Rasulullah yang benar akan membawa seorang Muslim kepada kesiapan dan keikhlasan untuk menjadikan sunnah Rasulullah sebagai rujukan. lebih-lebih jika terjadi ikhtilaf (perbedaan). pendapat si A/si B. hawa nafsu. dia pasti menolak jika diajak untuk merujuk kepada akal. 65). hujan batu. Saya berkata: “Rasulullah telah bersabda begini. Dan berhukum ini belum dianggap cukup sehingga mereka menerima hukumnya dengan lapang dada. 8 Dosa Seputar Mayyit Dan Kuburan Oleh: Tedy Haryono . dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An Nisaa'. tentu saja dia lebih berhak mendapat siksa. kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan. “Maka demi Tuhanmu. Jamaah Jum'at rahimakumullah Haruslah diketahui bahwa sikap penolakan terhadap hukum Rasulullah dalam masalahmasalah ikhtilaf adalah termasuk sifat kaum munafikin. sedangkan kalian berkata (tapi) Abu Bakar dan Umar berkata begitu”. (An Nisaa'.

jika dosa kecil ditumpuk maka akan menjadi besar seperti gunung. mengoyak-ngoyak baju. disamping menunjukkan tidak sabar terhadap musibah. dengan perbuatan baik niscaya akan menghapuskannya. Meratapi Jenazah Kematian pasti akan terjadi pada setiap makhluk yang bernyawa. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Khatib berdiri di mimbar ini. Dan Dari Abdullah bin Mas ‘ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan: . Ahmad 5/153). Nabi Muhamamad Shallallaahu alaihi wa Salam mengecam orang yang melakukan ratapan berlebihan kepada mayit. semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . ingin berwasiat kepada diri khatib sendiri secara khusus dan kepada jama’ah secara umum. Bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : . menggunduli rambut. namun yang ditinggal mati apakah bisa bersabar ataukah tidak? Salah satu kemungkinan besar yang dilakukan oleh manusia. Hal yang demikian tidak bisa ditinggalkan karena gunung yang begitu besar terdiri dari kerikilkerikil kecil. memukuli muka sendiri. Dosa yang sudah berjangkit di kalangan masyarakat ini sangatlah banyak dan juga mereka menganggapnya itu hal biasa dan lumrah. jika ditinggal mati oleh orang yang dicintainya adalah meratapi jenazah.(‫اتق ال حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها. tidak sengaja atau kita pernah menyaksikan atau melakukannya. Semua perbuatan tersebut menunjukkan ketidakrelaan terhadap taqdir. sahabat. yaitu bersama-sama meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .” (HR. )رواه أحمد‬ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu berada. Jama’ah Jum’at rahimakumullah Banyak sekali amalan yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa dengan tidak terasa. Misalnya dengan menangis sejadi-jadinya. Di antaranya adalah: 1. Hadits di atas menerangkan bahwa dosa-dosa kecil dapat dihapus dengan mengerjakan amalan yang baik dan benar. iringilah perbuatan jelek. keluarga dan para pengikutnya hingga akhir zaman.Segala puji bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah melimpahkan karunia dan rahmatNya sehingga kita dapat menjalankan salah satu kewajiban yang diwajibkan kepada kaum Muslimin yaitu Shalat Jum’at berjama’ah. menjambak-jambak atau memotongnya. berteriak-teriak sekeras-kerasnya. Shalawat serta salam.

baik para nabi. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . .. Sedih dan berduka cita atas kepergian orang yang dicintai adalah wajar namun tidak boleh berlebihan sebagaimana hal yang di atas tadi. Termasuk dalam katagori menyembah kuburan adalah memohon kepada orang-orang yang telah meninggal. merobek-robek baju dan yang meratap dengan ratapan jahiliyah. serta membebaskan manusia dari berbagai kesulitan adalah syirik.Mencari Berkah di Kuburan Kepercayaan bahwa para wali yang telah meninggal dunia dapat memenuhi hajat. 3.” (Al-Fatihah: 5). Al-Bukhari. Muslim 2/667). mereka lalu meminta pertolongan dan bantuan kepada para wali yang telah meninggal dunia.(2/667 ،‫لن يجل َ أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخل َ إلى جلده خير له من أن يجلس على قبر.(3/163 ‫ليس منا من لطم الخدود وشق الجيوب ودعا بدعوى الجاهلية. 2. Dan ini semua telah digariskan olehNya sehingga manusia tinggal menjalani apa yang sudah menjadi ketentuannya. Dan yang menunggu pemakaman jenazah dengan seenaknya duduk di atas kuburan. sebagian orang ada yang tidak memperhatikan jalan yang mesti dilaluinya. Firman Allah dalam Al-Qur’an: “Hanya kepadaMu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMu-lah kami meminta pertolongan. orang-oarng shalih atau lainnya untuk mendapatkan syafa’at atau melepaskan diri dari berbagai kesukaran hidup. Padahal mereka meminta tolong kepada Allah dalam setiap shalatnya namun dalam prakteknya mereka meminta realisasinya kepada selain Allah. sehingga disana sini menginjak-injak kuburan dengan tanpa rasa hormat sedikitpun kepada yang sudah meninggal. pemandangan seperti ini sering terlihat di masyarakat.” (HR. hal itu lebih baik baginya daripada duduk di atas kuburan. )رواه البخاري، انظر فتح الباري‬ ِ ّ ِِ َ ْ َ ْ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ُ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ّ ِ َ ْ َ “Tidak termasuk golongan kami yang menampar pipi.Menginjak Dan Duduk Di atas Kuburan Ketika mengiring jenazah atau berziarah kubur. padahal Rasullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengancam akan hal yang semacam itu. Karena kepercayan ini.” (HR. )رواه مسلم‬ ٍ ْ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ ُ َ ٌ ْ َ ِ ِ ْ ِ َ ِ ‫َ ْ َ ْ ِس َ َ ُ ُ ْ َ َ َ ْ َ ٍ َ َ ْ ِ ُ ِ َ َ ُ َ َ َّص‬ “Sungguh seseorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga terbakar bajunya hingga tembus ke kulitnya. Fathul Bary 3/163). Abu Hurairah Radhiallaahu anha berkata. Bersabar dan menerima terhadap musibah adalah lebih baik dan lebih mulia karena semuanya terjadi atas kehendak Allah Subhannahu wa Ta'ala .

mencukur rambutnya di pekuburan dan ada yang membawa buku yang berjudul: Manasikul Hajjil Masyahid” (Tata cara Beribadah Haji di Kuburan Keramat). Sebagian mereka. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman :dalam Surat Al-A’raaf “Sesungguhnya orang-orang yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa dengan kamu”. mendapatkan keturunan.Sebagian mereka. sebelum . )رواه البخاري‬ َ ّ َ َ َ ِّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ َ ْ َ “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah niscaya akan masuk kedalam Neraka” (HR. Jamaah Jum’at Rahimakumullah Mencari berkah di kuburan tidaklah asing bagi sebagian orang lebih-lebih di masa sekarang ini dimana kebutuhan yang penting harus dipenuhi namun jalan untuk mengaisnya sangatlah sulit kemudian mereka memakai jalan pintas yaitu dengan bersemedi dan tafakur di kuburan dengan harapan akan dibukakan jalan baginya. bahkan membiasakan dan mentradisikan menyebut nama syaikh atau wali tertentu. Kemudian ada yang meminta sembuh dari sakit. Dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Di antaranya ada yang menyeru: Wahai Muhammad “.(‫من مات وهو يدعو من دون ال ندا دخل النار.” (Al. digam-pangkan urusannya dan tak jarang di antara mereka yang menyeru: Ya Sayyidy aku datang kepadamu dari negeri yang jauh maka janganlah engkau kecewakan aku “ Dan ada juga yang mengatakan “Ya Sayyidy aku ini adalah hamba yang hina dina dan engkau hamba yang mulia maka sampaikanlah hajat hamba kepada Tuhanmu” Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyem-bah sembahan-sembahan selain Allah yang tidak dapat mengabulkan (do’a)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhati-kan do’a mereka. mencium setiap sudutnya ada juga yang mencium pintu gerbang kuburan dan melumuri wajahnya dengan tanah dan debu dari kuburan sebagian ada yang bersujud ketika memandangnya. merendahkan diri dan menghinakan diri seraya mengajukan permintaan dan memohon hajat. Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam besabda: . Al-Bukhari. baik dalam keadaan berdiri maupun duduk atau ketika ditimpa musibah atau kesukaran hidup. 8/176). Ada lagi yang menyebut “Wahai Ali” Yang lainnya menebut: Wahai Syaikh” atau Wahai Syaikh Abdul Qadir Jaelani”. berdiri didepannya dengan penuh khusyu.Ahqaf: 5). (Al-A’raaf: 194). Sebagian penyembah kuburan ada yang berthawaf (menge-lilingi) kuburan tersebut. Kemudian ada yang menyebut: “Wahai Syadzali”.

mereka menunaikan ibadah haji ditanah suci Mekkah. jamaah Jum’at yang berbahagia Berdasarkan uraian di atas maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa fitnah kuburan dan mayit telah menjadi tradisi dan adat bagi masyarakat kita sekarang ini. sebuah kata yang ringan diucapkan akan tetapi tidak mudah untuk diamalkan. maka berkatalah Ubay: “Pernahkah Anda berjalan di suatu tempat yang banyak durinya?” Kemudian Umar menjawab: “Tentu” maka berkatalah Ubay: “Apakah yang Anda lakukan”. Lalu Ubay berkata “Demikianlah takwa itu” (Tafsir Ibnu Katsir. Allah berfirman: “Jikalau kalian bersyukur pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu. tatkala Umar bin Khaththab Radhiallaahu anhu bertanya kepada shahabat Ubay bin Ka’ab Radhiallaahu anhu tentang takwa. berkatalah Umar: “Saya sangat waspada dan hati-hati agar selamat dari duri itu”. Juz 1. 55). Demikian pula kami wasiatkan untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan dan waktu. Ketahuilah. Dan hendaklah kita berhati-hati agar jangan sampai menjadi orang yang kufur kepada nikmat Allah. kesehatan dan keluangan waktu sehingga kita bisa melaksanakan kewajiban kita menunaikan shalat Jum’at. Akhiru da’wana ‘anil hamdu lillahi rabbil ‘alamin. Dan oleh sebab itu kami mengajak saudara-saudara kaum Muslimin untuk bersama-sama meninggalkan hal tersebut dengan penuh keikhlasan kepada Allah. wahai saudaraku rahimakumullah. hal. maka sesungguhnya siksaku sangat pedih. baik nikmat keimanan. Takwa.” (Ibrahim: 7). 9 Peristiwa Hari Akhir Oleh: Abu Adam Al-Khoyyat (Hartono) Hadirin jamaah shalat Jum’at rahimakumullah Hendaknya seorang Muslim senantiasa bersyukur kepada Allah atas nikmatnikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita semua. Dan kita meminta kepada Allah semoga saudara-saudara kita yang masih melakukan hal itu dapat dibukakan pintu hatinya untuk menerima kebenaran. dan jika kalian mengingkari (nikmatKu). mereka terlebih dahulu menunaikan haji di Tanah Pekuburan Keramat. .

. adzab. ketika itulah dia benar-benar menyesal. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah. dan juga dalam ucapan-ucapan kita. Akan tetapi bagi orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tatkala disebut kata Neraka. dia mengatakan penuh penyesalan: ‘Andai kata saya tidak usah diberi catatan amal ini dan tidak usah tahu apakah hisab (perhitungan) terhadap saya (tentu itu lebih baik bagi saya) dan andaikata saya mati terus dan tidak usah hidup kembali.Demikianlah takwa yang diperintahkan oleh Allah dalam kitabNya yakni agar kita senantiasa waspada dan hati-hati dalam setiap tindakan keseharian kita. Manusia setapak demi setapak menjalani tahap kehidupan-nya dari alam kandungan. Dan Allah berfirman: “Dan berbekallah. Yaitu manakala diberi catatan amalnya di padang pengadilan Allah dari arah tangan kirinya.” (Al-Baraqah:197). menangislah mata kita. menerangkan bahwa ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang sengsara.(Al-Haqqah 25-29) Dalam ayat ini Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya juz IV hal 501. dan menjadi dekatlah hati kita kepada Allah. “Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya maka dia berkata. Na-uzu billahi min dzalik. maka sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa. Hartaku juga sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Ketahuilah wahai saudaraku rahimakumullah. oleh karena itu janganlah kita berbuat dan berucap kecuali berdasarkan ilmu. Tahap-tahap tersebut harus dijalani sampai akhirnya nanti kita akan menemui alam akhirat tempat kita memperhitungkan amalan-amalan yang telah kita lakukan di dunia. Duhai seandainya kematian itu adalah kematian total (tidak usah hidup kembali). Mari kita perhatikan firman Allah dalam surat Al-Haqqah ayat 25-29. dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal. Maka tatkala kita mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memberitakan tentang ahwal (keadaan) hari Akhir. ash-shirat dan lain sebagainya seakan terasa ringan diucapkan oleh lisan-lisan mereka tanpa makna sama sekali. alam kubur dan alam akhirat. Hendaklah kita bersegera mencari bekal guna menuju pertemuan kita dengan Allah karena kita tidak tahu kapan ajal kita itu datang. alam dunia. kekuasaanku pun telah lenyap dari-padaku”. “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini) dan aku tidak mengetahui apakah hisab (perhitungan amal) terhadap diriku. hendaklah hati kita menjadi takut.

menjadi tergetarlah hatinya. Allah berfirman: “Dan dengarkanlah pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat. َ ُ Dan manusia dibangkitkan dalam keadaan ً ‫( حفاةً عراةً غرل‬mereka tidak ْ ُ َ ُ beralas kaki. “Tidakkah orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Maka tumbuhlah rasa takut yang amat mendalam kepada Allah kemudian berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang-orang yang celaka seperti ayat di atas.‫ا ْل َمر أ َشدّ من أ َن ي َن ْظُر ب َعضهم إ ِلى ب َعض‬ ْ ْ ِ ُ ْ ٍ ْ . dikembalikan dalam keadaan demikian bercampur dan berkumpul antara laki-laki dan perempuan. Manusia akan dikembalikan secara sempurna tanpa dikurangi sedikitpun. terisaklah tangis mereka dan keluarlah keringat dingin di tubuh mereka. kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta” (Al-Haqqah ayat 30-32). sebagaimana firman Allah: “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama. pada hari yang besar.Coba perhatikan ayat selanjutnya: “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Dan tatkala Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam menceritakan hal itu kepada ‘Aisyah Radhiallaahu anha maka berkatalah ia: “Wahai Rasulullah antara laki-laki dan perempuan sebagian mereka melihat kepada sebagian yang lain?”. akan menetes air mata mereka. telanjang dan tidak berkhitan). (yaitu) hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam”. kemudian Rasulullah berkata: َ ْ ُ ُ ْ َ َ . Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan pada hari Kiamat dan akan dikumpulkan menjadi satu untuk mempertanggungjawab-kan diri mereka. yaitu pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. itulah hari keluar (dari kubur)” (Qaf: 41-42). seakan mereka saat itu sedang merasakan peristiwa yang sangat dahsyat. Juga Allah berfirman dalam surat Al-Muthaffifin: 4-7. begitulah kami akan mengulangnya (mengembalikannya)” (Al-Anbiya:104). Jama’ah shalat Jum’at rahimakumullah. Bagi kaum beriman yang mengetahui makna yang terkandung dalam ayat tersebut.

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang sangat menyibukkan”. وأشار رسول ال بيده‬ . sampai seseorang itu lari dari bapak. من يهلد الل فل مضلل لله وملن‬ ِ ‫يضلل ف َ هادي له. ibu dan anak-anak mereka karena takut terhadap keputusan Allah pada hari itu. Dan seandainya ada yang bertanya “bagaimana itu bisa terjadi sedangkan mereka berada pada tempat yang satu?” Maka Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullaah menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut: “Ada sebuah kaidah yang hendaknya kita berpegang kepada kaidah itu. Abasa: 34-37). ada juga yang sampai pinggangnya dan ada yang ditenggelamkan oleh keringat mereka.‫أقول قولي هذا وأستغفر ال لي ولكم ولسائر المسلمين، إنه هو الغفور الرحيم‬ ُ ْ ِ ّ ُ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ّ ِ َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ُ ِ ْ َ ْ ََ َ َ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua ْ َ َ ُ َ ّ ِ ُ َ َ ُ ِ ْ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ِ َ َّ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ِ ْ َ ْ ََ ُ ُْ ِ َْ َ َ ُ ُ َ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ّ ِ ‫إن الحمد ل، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بال من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. dari ibu dan bapaknya.S. Sebagaimana firman Allah: “Pada hari ketika manusia lari dari saudara-saudaranya. Imam Muslim meriwayatkan dalam hadits yang shahih nomor 2864 dari hadits Al-Miqdad bin AlAswad Radhiallaahu anhu . Demikianlah peristiwa yang amat menakutkan yang akan terjadi di akhirat nanti.“Perkara pada hari itu lebih keras dari pada sekedar sebagian mereka melihat kepada sebagian lainnya. (Q. yaitu bahwa perkara . mudah-mudahan menjadikan kita semakin takut kepada Allah. Pada hari itu laki-laki tidak akan tertarik kepada wanita dan sebaliknya. Di antara mereka ada yang mengeluarkan keringat sampai mata kakinya dan ada yang sampai lututnya.” (Hadits shahih riwayat Al-Bukhari nomor 6027 dan Muslih nomor 2859 dari hadits ‘Aisyah Radhiallaahu anha ).” Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memberi isyarat dengan tangannya ke mulutnya. dari istrinya dan anak-anaknya. . akan tetapi hal itu tergantung dari apa yang telah mereka perbuat di dunia.‫إلى فيه‬ ِ ْ ِ َِ “Matahari akan didekatkan pada hari Kiamat kepada para makhluk sampaisampai jarak matahari di atas kepala mereka hanya satu mil. maka manusia mengeluarkan keringat tergantung amalan-amalan mereka. berkata: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ َ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ َ َ ُّ ُ ْ ُ َ َ ٍ ْ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ْ ّ ‫تدنى الشمس يوم القيامة من الخلق حتى تكون منهم كمقدار ميل، فيكون الناس على قدر أعمالهم في العرق، فمنهم من يكون‬ َْ ُ ِ ِ َ ِ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ََ ً َ ْ ِ ُ َ َ ْ ُ ُ ِ ْ ُ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ِ ْ َ ْ َ َ ِ ‫إلى كعبيه، ومنهم من يكون إلى ركبتيه، ومنهم من يكون إلى حقويه، ومنهم من يلجمه العرق إلجاما. وأشهد أن ل إله إل ال وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى ال عليه وسلم، أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ َ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫ُ ْ ِ ْ َل‬ Dari mimbar Jum’at ini kami sampaikan pula bahwasannya pada hari Akhir nanti matahari akan didekatkan di atas kepala-kepala sehingga bercucuran keringat mereka sehingga sebagian mereka akan tenggelam oleh keringat-keringat mereka sendiri.

Imam Malik meriwayatkan secara mursal. Telah kita sepakati bersama bahwa hanya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah kita dapat selamat dan tidak akan tersesat. Bidah Dan Taklid Oleh: Iwan Sutedi Ikhwan fillah rahimakumullah. Syaikh Al-Albani mengatakan dalam bukunya At-Tawashshul anwa’uhu wa ahkamuhu. 1761). . karena sebenar-benar ucapan adalah Kalamullah.‫ت َرك ْت في ْك ُم أ َمري ْن ل َن ت َضل ّوا ما ت َمسك ْت ُم ب ِهما، ك ِتاب الله وسن ّة ن َب ِي ّه‬ َ ُ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ ِ َ ْ ْ “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara. Merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk menuntut ilmu Al-Qur’an dan As-Sunnah agar kita dapat meghindari dan menolak syubhat di dalam memahami dien Islam ini. wajib bagi kita untuk mengimaninya dan membenarkannya tanpa menanyakan bagaimananya. Adakah pilihan lain agar kita termasuk dalam orang-orang yang selamat dan agar umat Islam ini memperoleh kejayaan lagi selain mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shalih? tentu tidak ada. hal. jika kalian berpegang teguh dengan keduanya kalian tidak akan sesat selama-lamanya yaitu: Kitabullah dan sunnah NabiNya”. kita tidak mampu mengetahui dan meng-gambarkannya. sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sebaik-baik generasi adalah generasi sahabat yang telah Allah puji dan Allah ridhai. (Hadist Riwayat Malik secara mursal (Al-Muwatha. Demikianlah sebagian peristiwa di hari Akhir dan masih banyak lagi peristiwa yang akan kita alami yang hal itu akan menggetarkan hati bagi orang-orang Mukmin dan menjadikan mereka semakin takut kepada Allah. dan Al-Hakim dari Hadits Ibnu Abbas dan sanadnya hasan. 10 Antara Sunnah. juga hadist ini mempunyai syahid dari hadits jabir telah saya takhrij dalam Silsilah Ahadits As-Shahihah no. 999). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: .ghaib. karena perkara tersebut berada diluar jangkauan akal-akal kita. juz 2.

Ikhwan fillah rahimakumullah Kebanyakan ummat Islam. Terkadang suatu anjuran untuk mengikuti dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah serta memalingkan jiwa dari selain keduanya dianggap sebagai seruan yang mengajak kepada pelecehan pendapat para ulama dan menghalangi untuk mengikuti jejak para ulama atau mengajak untuk menyerang perkataan mereka.” Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda. maka tinggalkanlah pendapatku. tetapi kalian mengatakan.” Ibnu Abbas berkata. golongan Tha’ifah Manshurah (kelompok yang mendapat pertolongan) dari Allah. Para Imam ulama salaf yang dijadikan panutan umat.” Padahal sudah datang kepada mereka firman Allah dalam surat Allah Hujarat ayat 1: “Hai orang-orang yang beriman.Suatu kebahagiaan kiranya jikalau kita termasuk dalam golongan yang selamat. Kita tidak boleh mengutamakan pendapat seseorang di atas apa yang telah dibawa oleh beliau dan tidak juga pemikirannya. Aku mengataklan kepada kalian.” Sedangkan mayoritas ummat Islam sekarang ini mereka berkata.” Firman Allah dalam surat 7 ayat 3: .” Kemudian: “Bila saya telah berkata dengan satu pendapat yang telah menyalahi kitab Allah ta’ala dan sunah Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam . siapapun orang tersebut. Apabila seseorang datang kepada kita membawakan suatu hadits. selama penerapannya juga benar. bahkan harus dibedakan antara mengikuti Nabi semata dengan pelecehan terhadap pendapat para ulama. Jika sudah shahih dan jelas maknanya maka tidak boleh berpaling dari hadits tersebut walaupun orang disekeliling kita menyalahi kita. Umar berkata. Di antara ucapan Abu Hanifah: “Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil pendapat kami sebelum dia mengetahui dari mana kami mengambilnya. Padahal tidak demikian yang dimaksudkan. Abu Bakar berkata. kini terjebak dalam taklid buta. “Ustadz saya berkata. janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya. mencegah para pengikutnya mengikuti pendapat mereka tanpa mengetahui dalilnya. maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah keshahihan hadits tersebut kemudian yang kedua adalah maknanya. “Hampir-hampir saja diturunkan atas kalian batu dari langit.

Mengikuti hawa nafsu dalam masalah hukum Yaitu menjadikan hawa nafsu sebagai sumber segalanya dengan menyeret/membawa dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk mendukungnya. Dan di antara sebab-sebab yang membawa terjadinya bid’ah adalah: 1.. Dan mereka juga menolak apa-apa yang menyelisihi pendapat mereka. “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiar-kan sesat) . Ghuluw (berlebih-lebihan) . Ini adalah pintu dari sekian banyak pintu-pintu masuknya bid’ah ke dalam agama Islam ini. 2.“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. dalil-dalil tersebut dihukumi dengan hawa nafsunya. Fanatik buta terhadap pemikiran-pemikiran orang tertentu Fanatik buta terhadap pemikiran orang-orang tertentu akan memisahkan antara seorang muslim dari dalil dan al-haq. Bodoh tentang hukum agama dan sumber-sumbernya Adapun sumber-sumber hukum Islam adalah Kitabullah. sunnah RasulNya dan ijma’ dan Qiyas. 3. yang apabila mereka diseru untuk mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah. Inilah keadaan orang-orang yang fanatik buta pada zaman kita sekarang ini. Maka tidak ada yang mampu untuk menentang dan melawan bi’dah kecuali ilmu dan ulama. kiyai-kiyai. Ini adalah perusakan terhadap syari’at dan tujuannya. Apabila ilmu dan ulama telah tiada dengan wafatnya mereka. mereka menolaknya. sufiyyah dan quburiyyun (penyembah-penyembah kuburan). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padaNya). maka semakin sedikit ilmu dan tersebarlah kebodohan. bi’dah akan mendapatkan kesempatan dan berpeluang besar untuk muncul dan berjaya dan tokoh-tokoh bid’ah bertebaran menyeret umat ke jalan sesat. syaikh-syaikh.” (Al-Jatsiyah: 23). Setiap kali zaman berjalan dan manusia bertambah jauh dari ilmu yang haq..” Kemudian salah satu penyakit umat Islam sekarang ini disamping taklid buta adalah banyaknya para pelaku bid’ah. bapak-bapak nenek moyang mereka. 4. Mayoritas terdiri dari pengikut sebagian madzhab-madzab. Mereka berhujah dengan madzab-madzab.

6.. Adapun khawarij.Contoh dari point ini adalah madzab khawarij dan syi’ah. Tasyabuh dengan kaum kuffar Tasyabbuh (menyerupai) kaum kuffar adalah sebab yang paling menonjol terjatuhnya seorang kedalam bid’ah. Hingga akhirnya mereka sampai pada pendapat bahwa maksiat tidak me-mudharat-kan iman.‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka”.116). Musyabibhah dan Jahmiyyah. Padahal sesungguhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: .‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ . Mu’tazilah. Seperti perayaanperayaan ulang tahun (maulid) dan mengadakan hari-hari atau minggu-minggu khusus dan perayaan serta peringatan bersejarah (menurut anggapan mereka) seperti: peringatan Maulid Nabi. sedangkan yang benar-benar sunnah mereka jauhi. sebagaimana tidak berfaedah ketaatan yang disertai kekufuran. mereka ghuluw berlebihan dalam memahami ayat-ayat peringatan dan ancaman. Kaum Murji’ah memulai bid’ahnya dalam mensikapi orang-orang yang dizamannya. . janji pengampunan dan taubat sebagaimana Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman.. bagi siapa yang dikehendakiNya .” (An-Nisa’: 48. 5. yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik. dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu. (Abu Dawud). para ahlul bid’ah menjadikan kebid’ahan-kebid’ahan yang mereka lakukan sebagai satu amalan ataupun suatu sunnah. Menolak bid’ah dengan bid’ah yang semisalnya atau bahkan yang lebih rusak Contohnya ialah kaum Murji’ah. Al-Baghdadi berkata: “Mereka dinamakan Murji’ah karena mereka memisahkan amal dari keimanan. Hal ini pulalah yang terjadi di zaman kita sekarang ini. Mereka berpaling dari ayat-ayat raja’ (pengharapan). Karena mayoritas dari kalangan kaum Muslimin taqlid kepada kaum kuffar pada amal-amal bid’ah dan syirik.” Demikianlah. Nuzulul Qur’an dan yang lainnya adalah meyerupai peringatan-peringatan kaum kuffar. mereka berkata: “Kita tidak menghakimi mereka dan kita kembalikan urusannya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala ”. Isra’ Mi’raj.

Dan kalau kita melihat seorang muqallid. Jika kita perhatikan perbuatan bid’ah niscaya kita akan mengetahui bahwa pelakunya adalah seorang muqallid. Sekalipun Nabi Musa Alaihissalam melarang dan mencerca mereka dan mereka mengetahui bahwa arca itu hanyalah bebatuan yang tidak memberi .” (Hadist riwayat Muslim). maka dia itu tertolak. maka setelah mereka sampai pada satu kaum yang telah menyembah berhala mereka. diapun dalam melakukan kebid’ahan tidak berpegang dengan dalil karena kalau berpegang dengan dalil maka ia tidak lagi dinamakan dengan mubtadi’ karena asal bid’ah adalah mengadakan sesuatu hal yang baru tanpa dalil atau nash. Demikian pula mubtadi’. Bani Israil berkata: “Hai Musa. Ihwan fillah rahimakumullah Oleh karena itu jika kita mempelajari seluk beluk taqlid. FirmanNya: “Dan kami seberangkan Bani Israil keseberang lautan itu. jika dia bersandar pada dalil. Allah Subhannahu wa Ta'ala menceritakan dalam Al-Qur’an tentang Bani Isra’il yang meminta Musa Alaihissalam untuk menjadikan bagi mereka satu ilah dari berhala. Taqlid dan bid’ah adalah tempat ketergelinciran yang sangat berbahaya yang menyimpangkan seseorang dari agama dan aqidah. Karena dua hal tersebut akan menjauhkan pelakunya dari nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang merupakan sumber kebenaran. kecuali bagi mereka yang dirahmati oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Muqallid tidak bersandar dengan dalil dan tidak mau melihat dalil. maka dia tidak lagi dinamakan muqallid. karena taqlid kepada para penyembah berhala yang pernah mereka lewati. niscaya kita lihat bahwa dia tenggelam dalam kebid’ahan. buatlah untuk kami sebuah ilah (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa ilah (berhala)!. Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Ilah)! “sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan.” (Al.“Barangsiapa mengajarkan suatu amalan yang tidak ada keterangannya dari kami (Rasulullah). Berikut ini ada beberapa sebab yang menunjukkan bahwa taqlid itu mempunyai hubungan yang erat dengan bid’ah.A’raf: 138-139). Taqlid dan bid’ah merupakan sebab utama tersesatnya umat terdahulu. kemudian kita pelajari hakekat kebid’ahan niscaya kita tahu bahwa ternyata antara bid’ah dan taqlid mempunyai hubungan yang sangat erat sekali.

id/khutbah . Hal ini disebabkan karena taqlid yang sudah menimpa diri mereka. sampai kita bertemu Allah dengan membawa bekal husnul khatimah. Dasar Jl. 57 Jakarta 10340 Telepon : 021 314 8444 .net . Terakhir adalah bagaimana cara kita untuk keluar dari bid’ah ini Jalan keluar dari bid’ah ini telah di gariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam banyak hadits. Gedung BAZNAS II Lt. email : sekretariat@forumzakat. Kebon Sirih Raya No. paling dalam ilmunya. Amin ya Rabbal Alamin. Dengan cara ini seorang muslim mampu berpegang teguh dengan agamanya dan bebas dari kotoran yang mencemari dan terhindar dari semua kebid’ahan yang menyesatkan. karena mereka adalah orang yang paling besar cintanya kepada Allah dan RasulNya. dan paling luas pemahamannya terhadap dua wahyu yang mulia tersebut. . termasuk sebagian besar ummat Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . Fax : 021 314 8444.alsofwah. menganugrahkan kekuatan iman dan takwa untuk bisa tetap istiqomah di atas manhaj yang hak dan menjalani sisa hidup di jaman yang penuh fitnah ini dengan bimbingan syari’at Muhammadiyah (syariat yang dibawa oleh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ). paling kuat ittiba’nya. Sumber : www. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua dan kepada saudara-saudara kita yang terjerumus dan bergelimang di dalam kebid’ahan. Hal inilah yang merupakan sebab kesesatan Bani Isra’il dan umat lainnya.or. Dan satu di antaranya adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman para Salafus Shahih. tetapi mereka tetap membikin patung anak sapi dan menyembahnya. Ayat ini sangat jelas menunjukkan bahaya taqlid dan hubungannya yang sangat erat dengan kebid’ahan bahkan dengan kesyirikan dan kekufuran.manfaat dan mudlarat. Mudah-mudahan pula Allah menambah ilmu kita. DasarGedung BAZNAS II Lt.

Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com 11 Gaya Hidup Islami Dan Gaya Hidup Jahili Oleh: Surahmat (Yogyakarta) ّ ُ ّ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ ُ َ ْ ََ ُ َ َ ْ ِ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ ََ َ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ّ ُ ْ َ ْ َ ‫الحمد ل رب العالمين. وأشهد أن ل إله إل ال وحده ل شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم‬ ِ ‫صل وسلم وبارك على محمد عبدك ورسولك، النبي المي وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد؛‬ ُ ْ َ ّ َ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ََ َ ّ ّ ُ ْ ّ ِ ّ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ ِ ْ َ ٍ ّ َ ُ ََ ْ ِ َ َ ْ َّ َ ّ َ } :،‫فيا أيها المسلمون، اتقوا ال ما استطعتم، واتقوا ال لعلكم تفلحون. قال ال تعالى في القرآن الكريم‬ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ُ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َّ َ َ ُ ّ َ ْ ُْ َ َْ َ َ ُ ّ ِ َ ْ ُ ِْ ُ ْ َ ّ َ َ َ Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia rahimakumullah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as-sa’adah). Hanya saja masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili. Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir. Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah berikut ini: Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108). Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar
umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:

‫ل َ ت َقوم الساعة حتى ت َأ ْخذَ أ ُمت ِي ب ِأ َخذ ال ْقرون قب ْل َها شب ْرا‬ ُ ّ َ ُ َ ّ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ً ِ ْ ّ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ َ ِ .‫ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع. فقي ْل: يا رسول الله، ك َفارس والروم‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ِ ِ ْ ّ َ َ ِ َ ُ َ ‫فقال: ومن الناس إ ِل ّ أو‬ َ ،‫لمئ ِك. )رواه البخاري عن أبي هريرة‬ ّ ُ ِ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬

Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).

َ َ َ ْ َ َ َ ّ َ ‫ل َت َت ّب ِعن سن َن من كان قب ْل َك ُم شب ْرا ب ِشب ْر وذراعا ب ِذراع حتى ل َو‬ ً َ ِ َ ٍ ِ ّ َ ٍ َ ِ ْ ً ِ ْ َ ْ ُ َ َ ‫دَخل ُوا جحر ضب ت َب ِعت ُموهم. قل ْنا: يا رسول الله، ا َل ْي َهود‬ َ ُ ْ ُ ْ ُ ْ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ ْ ُ ْ َ ،‫والن ّصارى. قال: فمن. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري‬ ْ َ َ َ َ َ َ َ .(‫صحيح‬
Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih). Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

‫من ت َشب ّه ب ِقوم ٍ فهو من ْهم. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن‬ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ .(‫عباس‬
Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu? Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. Tentu saja lingkup pembicaraan tentang tasyabbuh itu masih cukup luas, namun dalam kesempatan yang singkat ini, tetap mewajibkan diri kita agar memprihatinkan kondisi umat kita saat ini. Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka, maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu; mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka- selaras dengan mode pakaian itu. Na’udzubillahi min dzalik. Hadirin, marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:

ٌ َ ِ ْ ُ َ َ ٌ ْ َ ‫صن ْفان من أ َهل النار ل َم أ َرهما؛ قوم معهم سياط ك َأ َذْناب‬ َ ُ َ ْ ِ ّ ِ َ ِ ْ ْ ِ ِ َ ِ َ ‫ال ْب َقر ي َضرب ُون ب ِها الناس، ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت‬ ّ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ ٌ َ َ َ َ َ ْ َ ‫مائ ِل َِت رؤ ِوسهن ك َأ‬ َ ‫ٌ ُ ُ ْ ُ ُ ّ سن ِمة ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ ُ َ َ َ َ َ َ ‫ي َجدْن ري ْحها، وإ ِن ري ْحها ل َت ُوجدُ من مسي ْرة ك َذا وك‬ َ ‫َ َ ذا. )رواه‬ ِ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ ِ َ ِ .(‫مسلم عن أبي هريرة، صحيح‬

Artinya: “Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah z, shahih). Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Nah, hadirin rahimakumullah Sebagai penutup khutbah ini saya mengajak kepada kita semua untuk memperhatikan, merenungi dan mentaati sebuah firman Allah yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. وأ َقم ِ الصل َة.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬

‫21‬
‫‪Tegakkan Sunnah Hapuskan Bid'ah‬‬

dengannya Allah mengutus para Rasul.Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ْ َ ُ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن، أ َحمدُهُ س مب ْحان َه وأ َش مك ُرهُ وأ َت ُموب إ ِل َي ْمه‬ ِ ُ ْ ّ َ ِ ُ َ ِ َ َ ْ ْ َ َ ُ َ ‫وأ َست َغفره. sebaik-baik jalan yang mesti dilalui oleh orang-orang shaleh adalah: petunjuk dan jalan yang digariskan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kepada umatnya.tidak pernah berhenti menyesatkan anak cucu Adam. Muncullah berbagai keyakinan dan amalan yang tidak pernah diajarkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Lahirlah .‫ْ َ ٍ لى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ‫َ َ َم‬ َ ‫قال ت َعمالى: يما أ َيهما َ المذي ْن ءامن ُموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول‬ َ ّ َ َ ُ ‫ّ ِ َ َ َ م‬ ّ َ َ ِ َ . “Dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah. bagi orang-orang yang yakin. Tidak ada lagi jalan hidup yang lebih lurus selain dari pada jalan hidup yang beliau tempuh.‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ Amma ba’du. Dan sebaik-baik petunjuk yang harus ditempuh oleh orang –orang yang mengharapkan kejayaan.” (Al-Maidah: 50) Namun ternyata iblis -la’natullah ‘alaihi. Kaum Muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Ketahuilah hadirin sekalian bahwa agama Islam pada asalnya sama seperti agama samawiyah lainnya yang diturunkan Allah. Dengan berbagai cara tipu muslihat ia mencoba memalingkan mereka dari cahaya ilmu lalu membiarkan mereka tersesat dan kebingungan dalam gelapnya kebodohan. Dari situlah iblis kemudian memasukkan hal-hal yang secara lahiriah adalah perbuatan baik/amal shaleh ke dalam agama namun sebenarnya ia tidak pernah dituntunkan Allah dan RasulNya. Sebab sebuah ajaran tidak dapat disebut Ad-Dien kecuali bila di dalamnya ada kepatuhan pada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan ittiba’ pada apa yang diserukan oleh RasulNya. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الل مه وأ َش مهد أ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا عب ْ مدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ‫ورسممول ُه، دَعمما إ ِلممى اللممه علممى ب َصممي ْرة فاسممت َجاب لممدَعوت ِه‬ َ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ٍ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ُ ‫الراشممدُون، فصممل َوات اللممه وسممل َمه عل َيممه وعلممى مممن ت َب ِعممه‬ ِ ّ ُ َ َ َ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ْ َ ِ ‫ب ِإ ِحسان إ‬ . yaitu agama yang dibangun di atas dasar ittiba’ (mengikuti) dan kepatuhan pada apa yang disampaikan Allah dan RasulNya. Tidak ada lagi pertunjuk yang lebih baik dari pada petunjuk beliau.

” Para hamba Allah yang berbahagia. Hadits ini merupakan standar yang harus digunakan untuk mengukur dan menilai sebuah amalan secara lahiriah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫إ ِن ّه من ي َع مش من ْك ُمم فس مي َرى اخت ِل َف ما ك َث ِي ْمرا، فعل َي ْك ُمم ب ِس من ّت ِي‬ ‫ًم‬ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ُ ْ ً َ َ َ ْ ْ ،‫وسمن ّة ال ْخل َفماء الراشمدي ْن ال ْمهمدي ّي ْن، عضموا عل َي ْهما بالن ّواجمذ‬ ِ ‫ُ َم‬ ِ ِ َ ِ ْ َ ِ ُ َ َ َ ِ ِ ّ ِ ‫َ ّ ْ َ َم‬ ُ ‫وإياك ُم ومحدَثات ا ْل‬ ّ . karena setiap bid’ah itu sesat. Abu Dawud dan At-Tarmidzi ia katakan hadits hasan shahih) Yang dimaksud dengan bid’ah adalah segala perkara yang dibuat-buat dalam agama yang sama sekali tidak memiliki dasar dalam syari’ah . maka ia akan masuk dalam ancaman Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : .amalan apapun dilemparkan kembali kepada pelakunya. maka tidaklah boleh dikerjakan. AlBukhari dan Muslim) Dan riwayat Muslim yang lain.” (HR. apa-apa yang tidak ada keterangan darinya maka ia itu tertolak. Sehingga berdasarkan hadits ini pula perbuatan apa pun yang diada-adakan dalam Islam bila tidak diizinkan oleh Allah dan RasulNya. (maka saat itu) ikutilah sunnahku dan sunnah para khulafa’ Ar-rasyiddin yang mendapatkan hidayah. bagaimanapun baik dan bergunanya menurut akal kita. Imam Nawawy menjelaskan bahwa hadits yang mulia ini adalah salah satu hadits penting yang harus dihafal dan digunakan untuk membantah dan membatalkan segala bentuk kemungkaran dalam Islam. Dan barangsiapa yang mencoba melakukan hal ini. beliau bersabda: . gigitlah (sunnah)dengan gigi-gigi geraham (berpegang teguh).‫من أ َحدَث في أ َمرنا هذا ما ل َي ْس من ْه فهو رد‬ ِ َ ْ ْ َ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam urusan (agama) kami. dan jauhilah perkaraperkara yang dibuat-buat (dalam agama). maka ia itu tertolak. sehingga -berdasarkan hadits ini.i’tiqad dan perbuatan yang tak pernah dikenal oleh generasi terbaik ummat ini. Hadits yang baru saja kita simak ini merupakan dasar terpenting dalam ajaran Islam.” (HR.‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ yang tidak “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan dilandasi/sesuai dengan keterangan kami. generasi As-Salafus shalih ridlwanullah ‘alaihim. .‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ِّ َ “Sesungguhnya barangsiapa yang hidup di antara kalian maka ia akan melihat perselisihan yang banyak.

dan telah Aku relakan Islam sebagai agama kalian. Al-Maidah:3) Oleh karena itu.Kaum Muslimin yang dirahmati Allah! Sesungguhnya perilaku bid’ah dan segala perilaku yang mengarah pada penambahan terhadap ajaran Islam adalah tindakan kejahatan yang amat sangat nyata. apapun yang pada saat itu tidak temasuk dalam Ad-Dien maka hari inipun ia tak dapat dijadikan (sebagai bagian) Ad-Dien. Perbuatan bid’ah juga akan mengakibatkan terhapusnya dan hilangnya syi’ar-syi’ar As Sunnah dalam kehidupan umat Islam. Bila kejahatan bid’ah ini dilakukan maka “kejahatan-kejahatan” lain yang akan muncul.‫ْ َ ب ِدْعة وت َموت السن ّة‬ ُ ّ ّ َ َ ْ ُ َ ُ َ “Tidaklah datang suatu tahun kepada ummat manusia kecuali mereka membuat-buat sebuah bid’ah di dalamnya dan mematikan As-Sunnah. karena Allah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan buat kalian dien kalian. berdasarkan point pertama maka dampak negatif lain dari perilaku bid’ah adalah bahwa hal ini akan mengotori dan menodai keindahan syari’ah Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . Disamping itu. Perbuatan ini akan memberikan kesan bahwa Islam tidaklah pantas menjadi pedoman hidup karena ternyata belum sempurna. Ibnu Abbas Rahimahullaah pernah menyinggung hal ini dengan mengatakan: َ َ ‫ما أ َتى على الناس عام إ ِل ّ أ َحدَث ُوا في ْه ب ِدْعة وأ َمات ُوا ف ْ مه ُ من ّة‬ ً ‫َ ً َ َ ْ ِ يم ِ سم‬ ّ َ ِ ِ ْ ْ ٌ َ ِ َ ْ ‫حتى ت َحيا ال‬ . hingga hiduplah bid’ah dan matilah As-Sunnah. Hal ini disebabkan tidak ada satupun bid’ah yang muncul dan menyebar melainkan sebuah sunnah akan mati bersamanya. sebab pada dasarnya bid’ah itu tidak akan muncul kecuali bila As-Sunnah telah ditinggalkan. maka sungguh ia telah menuduh Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam telah mengkhianati risalah yang diturunkan Allah padaNya.” (QS. Itulah sebabnya Imam Malik bin Anas rahimahullah pernah berkata: “Barangsiapa yang membuat-buat sebuah bid’ah dalam Islam yang ia anggap baik. karena pelaku bid’ah telah menganggap bahwa agama ini belumlah sempurna sehingga perlu diberikan ajaran-ajaran tambahan agar lebih sempurna. dan telah kucukupkan atas kalian nikmatKu. Sahabat Nabi yang mulia. di antaranya: Perilaku bid’ah menunjukkan bahwa pelakunya telah berprasanga buruk (suudhan)terhadap Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya yang telah menetapkan risalah Islam.” .

“Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. dan As-Sunnah yang shahihah adalah “bahtera Nuh”. Kaum Muslimin. karena jalanjalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. ا َل ْمعص مي َة ي ُت َماب من ْه ما‬ ‫َ ْ ِ ُ م ُ ِ َم‬ ‫َ ُ َ ّ م‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ .‫وال ْب ِدْعة ل َ ي ُتاب من ْها‬ ُ َ َ ِ ُ َ َ “Bid’ah itu lebih disenangi oleh syaitan dari pada perbuatan maksiat. syetanpun telah memperoleh kemenangan “peperangan” ini dalam banyak . Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. para hamba Allah yang berbahagia! Setiap jalan selain jalan Allah disitu terdapat syetan yang akan selalu mengajak dan menanamkan rasa cinta kepada perilaku bid’ah lalu perlahanlahan menjauhkan kita dari As-Sunnah. bukan dosa). mereka justru meyakininya sebagai sesuatu yang benar dan termasuk dalam ajaran Islam.Tersebarnya bid’ah juga akan menghalangi kaum Muslimin untuk memahami ajaran-ajaran agama mereka yang shahih dan murni. siapapun yang mengendarainya akan selamat dan siapa yang meninggalkannya akan tenggelam. karena perbuatan maksiat itu (pelakunya) dapat bertaubat (karena bagaimanapun ia meyakini bahwa perbuatannya adalah dosa) sedangkan bid’ah (pelakunya) sulit untuk bertaubat (karena ia melakukannya dengan keyakinan hal itu termasuk ajaran agama. karena ketika mereka melakukan bid’ah tersebut maka saat itu mereka tidak memandangnya sebagai sesuatu yang salah. Sangat banyak kaum Muslimin yang jatuh dan menjadi korban. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain). baik dengan mengurangi atau menambah i’itiqad maupun amalan yang tak pernah dituntunkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Ini adalah salah satu langkah syetan dimana secara bertahap ia membisikkan syubhat-syubhat itu ke dalam amal nyata. Dan tidak ada jalan lain untuk membasmi hal tersebut kecuali dengan mendalami dan melaksanakan sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . maka ikutilah ia.” (Al-An’am: 153) Bid’ah adalah gelombang taufan yang dapat menenggelam-kan siapapun. Hadirin yang dimuliakan oleh Allah! Dengan demikian jelaslah sudah bahwa perbuatan bid’ah adalah tindak kejahatan yang sangat nyata terhadap syari’at Islam yang suci dan telah disempurnakan oleh Allah. tidak ada penyelesaian lain kecuali dengan mengembalikan semua perkara kepada hukum Allah dan RasulNya. Hingga tepatlah kiranya apa yang dinyatakan oleh Imam Sufyan Ats Tsaury: ‫ا َل ْب ِدْعة أ َحب إ ِل َمى إ ِب ْل ِي ْمس م من ال ْمعص مي َة. Hal ini tidaklah mengherankan.

mendalami. Namun Ahlus Sunnah wal Jama’ah satu-satunya golongan yang selamat dan satu-satunya kelompok yang akan dimenangkan Allah telah menetapkan Kitabullah dan Sunnah RasulNya ke dalam lubuk hati mereka yang paling dalam. Muslim) Hendaklah setiap Muslim yang merasa takut kepada Rabb-nya. أ َقول قوِل ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ . Allah Yang Maha Bijaksana telah menanamkan dalam hati mereka keyakinan akan kesempurnaan Ad-Dien ini. akan kemanakah kakinya melangkah? Karena boleh jadi ia meletakkan kakinya dijalan yang salah tanpa disadari. sebab apapun selain keduanya adalah kesesatan dan kebinasaan! Sebab segala kebaikan terdapat dalam ittiba’ kepada kaum salaf dan segala keburukan terdapat dalam perilaku bid’ah kaum Khalaf! Hadirin yang berbahagia dan dirahmati Allah! Akhirnya. baik ketika seorang hamba meyakini i’tiqad tertentu yang menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah atau ketika seorang hamba mengerjakan amalan ibadah tertentu yang tidak pernah digariskan dalam risalah Al-Islam. sehingga menghalangi kaum Muslimin untuk meraih kejayaannya.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ . saya kembali mengulang wasiat untuk selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. agar tidak ada lagi bid’ah-bid’ah yang menodai kehidupan kita.” (HR. melaksanakan dan menda’wakan As-Sunnah disetiap lapangan kehidupan kita. Waspadailah segala perilaku bid’ah. Nasihat Allah dan Rasulnya telah tersimpan abadi dalam jiwa-jiwa mereka.kesempatan. Marilah kita menanamkan tekad sebesar-besarnya untuk mengkaji. yang kecil maupun yang besar dalam Ad-Dien ini karena ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakanya hingga hari Kiamat. bahwa kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki hanyalah dicapai bila berpegang teguh kepada Wahyu Allah dan Sunnah RasulNya.‫ي َوم ِ ال ْقيامة ل َ ي ُن ْقص من أ َوزارهم شي ْئا‬ ِ َ َ ِ ْ “Barangsiapa yang mempelopori perbuatan buruk maka ia akan menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengerjakannya hingga hari qiamah tanpa dikurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun. Insya’ Allah. selalu memperhatikan perbuatan dan amalnya. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ‫من سن سن ّة سي ّئ َة كان عل َي ْه وزرها ووزر م من عم مل ب ِه ما إ ِل َمى‬ ‫َ ْ َ ّ ُ ً َ ً َ َ َ ِ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َم م‬ ً َ ْ ِ ِ َ ْ ْ ِ ُ َ .

‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫31‬ ‫‪Dahsyatnya Gelombang Penghancur Iman Dan Akhlaq‬‬ ‫‪Oleh: H.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ مموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫قريب. قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ . الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. ث ُمم اعل َمموا‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫فإن الله أ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه ف َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫قال: }إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا صمل ّوا عل َي ْمه‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّ‬ ‫َ َ موا ت َسل ِي ْما{. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.

ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. yaitu‬‬ ‫‪gelombang budaya jahiliyah yang merusak akhlaq dan aqidah manusia yang‬‬ ‫‪disebarkan lewat televisi dan media lainnya.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Hingga. maka yang paling prihatin dan menjadi sasaran adalah ummat‬‬ ‫. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا.‪Islam. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‪Muslimin yang teguh imannya. قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َي ْك ُم رقي ْبا. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫‪Ada gelombang dahsyat yang menimpa ummat Islam sedunia. serta sebagian ilmuwan yang obyektif‬‬ . Hanya saja gelombang dahsyat itu karena sasarannya merusak‬‬ ‫‪akhlaq dan aqidah. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ ال ْقيامة. sedang yang paling menjunjung tinggi akhlaq dan aqidah‬‬ ‫‪itu adalah Islam.‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ُ َ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. Gelombang itu pada hakekatnya‬‬ ‫‪lebih ganas dibanding senjata-senjata nuklir yang sering dipersoalkan secara‬‬ ‫‪internasional. sekalipun gelombang dahsyat itu telah melanda seluruh dunia‬‬ ‫‪namun pembicaraan hanya sampai pada tarap keluhan para ulama dan‬‬ ‫.

terutama televisi. Di antara pengaruh negatif televisi adalah membangkitkan naluri kebinatangan secara dini.Gelombang dahsyat itu tak lain adalah budaya jahiliyah yang disebarkan lewat aneka media massa.nenek. Ada sejumlah contoh bagi kita dari pengkajian Charterz (seorang peneliti) yang berharga dalam masalah ini di antaranya ia berkata: “Sesungguhnya pembangkitan syahwat dan penayangan gambar-gambar porno.4% film anak-anak tentang menanggulangi kejahatan 15% film anak-anak berkisar sekitar percintaan dalam arti syahwat bukabukaan. namun di negara-negara lain pun dilanda gelombang dahsyat yang amat merusak ini. Gambar-gambar yang merusak agama itu bisa disewa di pinggirpinggir jalan atau dibeli di kaki lima dengan harga murah. Jangkauan lebih luas Apa yang dikemukakan oleh peneliti beberapa tahun lalu itu ternyata tidak menjadi peringatan bagi para perusak akhlaq dan aqidah. VCD/ CD.. Belum lagi situs-situs porno di internet. dan visualisasi (penampakan gambar) trik-trik porno. (Thibah Al-Yahya. Firman Allah: . memaksa. di rumah masingmasing. Justru mereka tetap menggencarkan program-programnya dengan lebih dahsyat lagi dan lebih meluas lagi jangkauannya. Bukan hanya di Indonesia. cetakan II. majalah. Video dan komputer/ CD telah menjadi sarana penyaluran budaya kaum jahili untuk merusak akhlaq dan aqidah ummat Islam.dan buku-buku yang merusak akhlak. kekerasan yang Terdapat pula film-film yang menampilkan menganjurkan untuk balas dendam. Bashmat ‘alaa waladi/ tanda-tanda atas anakku. Riyadh. radio. dan dampak dari itu semua adalah merosotnya akhlak dan kesalahan yang sangat mengerikan yang dirancang untuk menabrak norma-norma masyarakat. tabloid. Dunia Islam seakan menangis menghadapi gelombang dahhsyat itu. koran. Darul Wathan. ia mendapatkan bahwa: • • • yang 29. hal 28).” Peneliti ini telah mengadakan statistik kumpulan film-film ditayangkan untuk anak-anak sedunia. Budaya jahiliyah itu jelas akan menjerumuskan manusia ke neraka. dari anak-anak sampai kakek. dan brutal..6% film anak-anak bertemakan seks 27. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan kita agar menjaga diri dan keluarga dari api Neraka. 1412H. Hal itu dikuatkan oleh sarjana-sarjana psikologi bahwa berlebihan dalam menonton program-program televisi dan film mengakibatkan kegoncangan jiwa dan cenderung kepada sifat dendam dan merasa puas dengan nilai-nilai yang menyimpang. melalui produksi VCD dan CD yang ditonton oleh masyarakat. di mana sang bintang film menanamkan rasa senang dan membangkitkan syahwat bagi para penonton dengan cara yang sangat fulqar bagi kalangan anak-anak dan remaja itu amat sangat berbahaya.

Sikap Ummat Islam Masyarakat Muslim pun beraneka ragam dalam menghadapi kepungan gelombang dahsyat itu. Mereka merasakan kesulitan dalam mendidikkan anakanaknya. yang keras. dan di rumah masing-masing. dan bacaan yang merusak aqidah dan akhlaq itu telah mengeroyok Muslimin. buku. di antaranya disodorkan lewat televisi.(20191 ‫في مسنده‬ “Tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam maksiat pada Allah Tabaraka wa Ta’ala. praktek tiruan dari pribadi-pribadi pendukung kemaksiatan itupun diprogramkan pula untuk dipompakan kepada masyarakat dengan aneka cara. Bacaan dan cerita pun demikian. Sehingga. Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam memperingatkan agar ummat Islam tidak mematuhi suruhan siapapun yang bertentangan dengan aturan Allah swt. tabloid dsb. ada yang dengan paksa. suara. bahkan lebih besar madharatnya. tinggal sebagian pesantrenlah yang relatif lebih aman dibanding pendidikan umum yang lingkungannya sudah tercemar akhlaq buruk. gambar-gambar cetak berupa foto. Sehingga praktek dalam kehidupan sehari-hari yang sudah menyimpang dari akhlaq dan aqidah yang benar itupun mengepung ummat Islam. prihatin dengan bersuara lantang di masjid-masjid. bioskop. )رواه أحم مد‬ ‫م‬ ِ ِ ْ َ ْ ِ ٍ ْ ْ َ َ َ َ . ummat Islam didesak dengan aneka budaya yang merusak aqidah dan akhlaq. gambar. Tayangan. kemudian dipraktekkan langsung oleh perusakperusak aqidah dan akhlaq dalam bentuk diri pribadi. Dalam bentuk gambar-gambar budaya jahiliyah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam Bersabda: َ ‫ِ م َ َ َ َم‬ ‫ل َ طاعة ل ِمخل ُوق في معصي َة الله ت َب َمارك وت َع مالى. . dari yang sifatnya tontonan sampai praktek paksaan. Mereka melarang anak-anaknya menonton televisi karena hampir tidak diperoleh manfaat darinya. Dari sisi lain. Sirkulasi perusakan akhlaq dan aqidah Dengan ramainya lalulintas tayangan yang merusak aqidah dan akhlaq lewat berbagai jalur itu penduduk dunia -dalam pembicaraan ini ummat Islam-dikeroyok oleh syetan-syetan perusak akhlaq dan aqidah dengan aneka bentuk. di majlis-majlis ta’lim dan pengajian. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. misalnya menyeragami para wanita penjaga toko dengan pakaian ala jahiliyah.” (QS At-Tahriim: 6). Lalu masyarakatpun meniru dan mempraktekkannya. majalah. Golongan pertama. yaitu perilaku. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. dalam Musnadnya nomor 20191). film-film di VCD.“Hai orang-orang yang beriman. di tempat-tempat pendidikan. CD. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar. Kemungkinan.” ( Hadits Riwayat Ahmad.

bukan hanya suara ulama’ yang tak didengar. Mereka beranggapan. Hingga mereka justru mempersiap-kan aneka makanan kecil untuk dinikmati sambil menonton tayangan-tayangan yang merusak namun dianggap nikmat itu. atau berperan apa saja. Sungguh! Golongan kedua. namun Kalamullah pun sudah banyak tidak didengar. yang penting bisa tampil. Dan lebih meniru penjoget daripada imam masjid dan khatib. terlalu didramatisir secara akal. Lebih menyanjung penyanyi dan penjoget daripada ustadz ataupun kiyai. Sehingga mereka tidak merasa risih apalagi bersalah. Sehingga mereka pun terbentuk jiwanya menjadi penggemar tayangan-tayangan itu. tetapi justru secara kenyataan adalah nyata. golongan ketiga --yang ingin jadi pelaku perusak akhlaq dan aqidah itu-. Itu kenyataan. Na’udzubillaah. Harus mencari tempat perlindungan yang sekira-nya aman dari aneka “peluru” yang ditembakkan. Mereka berangan-angan. Ini sudah bukan rahasia lagi bagi orang yang tahu tentang itu. Ungkapan ini secara wajar tampak hiperbol. Tanpa disarari mereka secara bersama-sama dengan yang lain telah jauh dari agamanya. Syukur-syukur bisa jadi bintang top yang mendapat bayaran besar. Entah itu hanya jadi penjoget di belakang penyanyi (namanya penjoget latar). Hingga Muslimin yang mempertahankan akhlaq dan aqidah justru menjadi minoritas. boleh jadi seimbang jumlahnya. Diamdiam masyarakat Muslim yang awam itu justru menikmati aneka tayangan yang sebenarnya merusak akhlaq dan aqidah mereka dengan senang hati. Fa nastaghfirulaahal ‘adhim. sudah ada yang bertanggung jawab. dan ingin mempraktekkannya dalam kehidupan. di bumi zaman sekarang ini ibarat orang yang sedang dalam keadaan menghindar dari serangan musuh. Lebih menghargai bintang film daripada guru ngaji. . apa-apa yang ditayangkan itu sudah lewat sensor. Untuk mencapai ke “derajat” itu. Buktinya. maka terkumpullah jumlah mayoritas. berarti boleh-boleh saja. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah. Golongan pertama yang ingin mempertahankan akhlaq dan aqidah itu dibanding dengan golongan yang ketiga yang berangan-angan agar anaknya ataupun dirinya jadi perusak akhlaq dan aqidah. Ummat Islam yang biasa-biasa saja sikapnya. pelawak. kini masyarakat jauh lebih meng-unggulkan pelawak daripada ulama’. banyak duit. suara penyayi. Golongan ketiga. masyarakat yang juga mengaku Islam. Yang penting adalah hidup senang. kalau bisa agar terkenal.Ummat Islam adalah golongan pertama yang ingin mempertahan-kan aqidah dan akhlaq anak-anaknya itu. Bahkan. Sehingga. ayat-ayat Al-Quran. mereka berani mengorbankan segalanya termasuk apa yang dimiliki anaknya. Lantas. dan serba mewah. tapi lebih buruk dari sikap orang awam tersebut di atas. tukang iklan dan sebagainya lebih dihafal oleh masyarakat daripada Kalamullah. Mereka tidak lagi memikir tentang akhlaq.digabung dengan golongan kedua yang merasa nikmat dengan adanya tayangan maksiat. apalagi aqidah. betapa nikmatnya kalau anak-anaknya menjadi pelaku-pelaku yang ditayangkan itu.

dan menganjurkan kesadisan. akibatnya lagi. manusia Muslim yang tadinya mampu membedakan yang haq dari yang batil. tak sesuai dengan kenyataan. dari baik menjadi tidak baik. Berarti manusia ini telah merubah keadaan dirinya. yaitu larangan mencampur adukkan antara yang haq (benar) dan yang batil. sehingga dalam tempo sekian tahun. Kemudian berakibat tumbuhnya jiwa yang membolehkan kedua-duanya berjalan. merusak aqidah. Lalu ditayangkan film-film porno. Munculnya masyarakat permissive itu karena adanya penyingkiran secara sistimatis terhadap aturan yang normal. para penonton lebih-lebih anak-anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. nasihat atau pengajian agama. Bahkan dalam praktek sering mengutamakan yang jelek dan terlarang daripada yang baik dan diperintahkan oleh Allah SWT. Yang ditayangkan adalah jenis pencampur adukan yang haq dan yang batil secara terus menerus. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Mencampur kebaikan dengan kebatilan Kenapa masyarakat tidak dapat membedakan kebaikan dan keburukan? Karena “guru utama mereka” adalah televisi.” (QS AlBaqarah: 42). Dari berakhlaq mulia dan tinggi menjadi masyarakat tak punya filter lagi. Tidak tahu mana yang ma’ruf (baik) dan mana yang munkar (jelek dan dilarang).” (QS Ar-Ra’d/ 13:11). namun ditayangkan terus menerus. dan akibatnya pula menumbuhkan jiwa yang berpandangan serba boleh. Hal itu berlangsung setiap waktu. apa-apa boleh saja.Tayangan-tayangan televisi dan lainnya telah mengakibatkan berubahnya masyarakat secara drastis. berubah menjadi manusia yang berfaham menghalalkan segala cara. Masyarakat pun demikian. Sehingga. Lalu ditayangkan aneka macam perkataan orang dan berita-berita yang belum tentu mendidik. membolehkan tegaknya dan merajalelanya kebatilan. permissive atau ibahiyah. Sedang program-program televisi adalah menampilkan aneka macam yang campur aduk. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala telah melarang pencampur adukan antara yang haq dengan yang batil: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu sedang kamu mengetahui. merusak akhlaq. Ini mengakibatkan dicabutnya ni’mat Allah akibat perubahan tingkah manusia itu sendiri. tumbuh jiwa yang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan . akibatnya mempengaruhi manusia untuk tidak menegakkan yang haq/ benar dan menyingkirkan yang batil. Dan terakhir. Kebohongan ini kemudian dilanjutkan dengan acara tentang ajaran kebaikan. ditayangkan untuk ditonton oleh masyarakat. Dengan mencampur adukkan antara yang benar dengan yang batil secara terus menerus. Ada aneka macam kebohongan misalnya iklan-iklan yang sebenarnya bohong.

قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإن الل مه أ َ‬ ‫َ مرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصمل ّون عل َمى الن ّبمي، يما أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ّ َم يهما َ ال ّمذي ْن‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ م‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما.‫‪mana yang buruk. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ . الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب ماعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َم َ ُ َ رن َما ال ْباطِمل‬ ‫ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. kalau sudah tidak mampu membedakan mana yang‬‬ ‫‪baik dan mana yang buruk. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. Apakah upaya‬‬ ‫?‪kita untuk membentengi keimanan kita‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. lantas‬‬ ‫?‪keimanannya di mana‬‬ ‫‪Menipisnya keimanan itulah bencana yang paling parah yang menimpa‬‬ ‫‪ummat Islam dari proyek besar-besaran dan sistimatis serta terus menerus‬‬ ‫‪yang diderakan kepada ummat Islam sedunia. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. mana yang haq dan mana yang batil.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. قال ت َ َ ما َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ عم لى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. Lantas.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. Yaitu proyek mencampur‬‬ ‫‪adukkan antara kebaikan dan keburukan lewat aneka tayangan.

dan tabi’it-tab’ien. Padahal Allah telah berfirman dalam surat Al-An’am 153: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. berbangga-bangga dengan syariat yang diada-adakan dalam beribadah maupun aqidah padahal sudah menjadi ketetapan bahwa cara-cara yang sah untuk menyembah Allah Subhannahu wa Ta'ala telah ditetapkanNya dan telah disampaikan oleh . Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. M.” (Al-Hasyr: 7). Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah Mengapa disaat sekarang ini semakin ngetren. dan ber-taqwalah kepada Allah.14 Masalah Mengada-ada Dalam Beribadah Oleh: Drs. Joko Winarto ‫ا َل ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ُ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. tabi’ien. yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam Al-Qur’an dan Sunah Rasul dan dijelaskan oleh para sahabat. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Ironisnya hal itu justru mereka anggap dan mereka yakini sebagai kebenaran. kita tinggal mengikuti syari’at yang jelas. dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫عب ْدُهُ ورسول ُه. tidak puas dengan syariat yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. maka ikutilah dia. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ َ ِ ‫وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن. Mereka cenderung untuk menyimpang dari syari’at.‫ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ ْ ّ ْ ُ َ َ ِ َ Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Di dalam menjalankan dan menegakkan Islam. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa” (Al-An’am:153). أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ُ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله، ات ّقوا الله حق‬ ِ ِ ْ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ َ ْ ْ ِ ْ َ َْ . Tapi apa yang terjadi sekarang? Sebagian orang malah membuat syari’at sendiri.

ketujuh. sedekah bumi. yang tidak ada keterangannya dari kami. keempat puluh. sekarang seperti memperingati orang mati (tahlilan) dengan upacara pesta dan bacaan-bacaan tertentu pada waktu-waktu tertentu yakni hari ketiga. sesaji untuk menolak balak. ‫من أ َحدَث في أ َمرنا ما ل َي ْس من ْه فهو رد. “Barangsiapa melakukan amalan. Nah. dzikir dengan goyangan dan diiringi rebana. dan berkecimpung dalam tasawuf. mencari petunjuk dengan tidur di kuburan. sadranan. puji-pujian menjelang shalat fardhu. Seseorang tidak boleh menambah-nambahi menurut kemauannya sendiri. sedekah laut. nujuh bulan (pitonan). dll). puasa mutih.(‫وك ُل ضل َل َة في النار. maulidan. Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ٌ َ ‫إ ِياك ُم ومحدَثات ا ْل ُمور فإ ِن ك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ِ َ ْ ُ َ ْ ّ َ ِ ْ ُ ْ ُ ّ ّ . maka ia adalah tertolak” (diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim). melakukan penerobosan di bawah keranda (mayat) bagi ahli waris. . Ya Rabbibil Musthofa . keseratus. )رواه أبو داود والترمذي‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ “Jauhilah perkara-perkara baru. manakib. Lantas bagaimana dengan sebagian orang yang melaksanakan hal-hal terebut? orang-orang tersebut telah menjalankan hal yang tidak diperintahkan Allah dan tak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam . dan setiap kesesatan masuk dalam Neraka” (Diriwayatkan Abu Daud dan At-Tirmidzi. berjanjen. ratiban. dia berkata hadits hasan shahih). Dalam istilah agama mereka telah menjalankan kebid’ahan (sesuatu yang diada-adakan dalam urusan agama).RasulNya. menanam kepala kerbau guna keselamatan bangunan. berbagai macam shalawat yang menyimpang (Shalawat Nariyah. sesuatu yang bukan darinya. melakukan penginjakan (pecah telur) pengantin saat dipertemukan. maka amalan itu tertolak” (Diriwayatkan Muslim). Apakah ini semua sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah? Jawabannya adalah hal-hal tersebut tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dan tidak diperintahkan oleh Allah. Maka setiap peribadatan dan penetapan hukum haruslah berdasarkan Al-Qur’an atau ketetapan Rasul. menjalankan tirakat.(‫ومسلم‬ “Barangsiapa mengada-adakan pada perkara (agama) kami ini. nisfu sya’ban.. )رواه البخاري‬ ّ َ َ ُ َ ُ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ َ ْ ْ َ . meminta do’a pada isi kubur. seribu hari dst. karena setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.

Apabila seseorang tetap mengikuti ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. sesat dan tertolak. kalau kamu sekalian berpegang teguh kepadanya maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya. tetapi senang bila kalian mengikutinya pada sesuatu yang menyia-nyiakan amal-amalmu. (Hadits shahih). Demikian uraian singkat tentang hal-hal yang tidak pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam kerjakan. hukumnya adalah haram. maka waspadalah. Na’udzubillahi min dzalik. setimpal dengan kemaksiatan dan kesesatannya. Penjelasan yang benar dan shahih yaitu berlandaskan Al-Qur’an dan AsSunnah Ash-Shahihah dengan jalan yang shahih pula. tapi apa yang terjadi di akhirat. kesemuanya akan mendapat dan menerima balasan dari Allah. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ketika berkhutbah pada haji wada’ (perpisahan). tabi’in. . maka ancaman dan kecaman akan ditimpakan oleh Allah kepada mereka. banyak yang mengikutinya. yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah RasulNya”. Oleh karena itu. sehingga tak perlu diragukan lagi. maka akan menyesal dan rugi sebesar-besarnya di akhirat kelak. Padahal itu mengada-ada dalam ibadah dan balasannya adalah Neraka.Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dari hadits-hadits ini sangat jelas bahwa semua bid’ah pada agama. Namun bagi mereka yang tetap memegangi ajaran atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan kebenaran Islam. Walaupun di dunia bisa jadi dinilai oleh sesama sebagai orang yang hidup bermasyarakat dan banyak konco-konconya. marilah kita pegang teguh ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Oleh karena itu. beliau menegaskan: “Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah di bumimu ini. dan banyak pengayomnya. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Perintah untuk tetap berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-Sunnah Ash-Shahihah ditegaskan dalam beberapa nash. dan tabi’it tabi’in. kita harus menjaga kemurnian aqidah Islamiyah. Sesungguhnya aku telah meninggalkan padamu satu perkara. sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah dengan pemahaman salafus shalih dan juga marilah kita jauhi sikap ikut-ikutan tanpa ilmu ta’ashub dan fanatisme semata-mata. tapi sebagian orang menganggap itu adalah suatu amalan ibadah yang berpahala. Apapun yang tidak sesuai dengan AlQur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah maka wajib ditinggalkan atau ditolak. yaitu manhaj salaf yang telah ditempuh oleh generasi awal Islam yakni shahabat.

أ َما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫ً‬ ‫َ ّ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫فيا عبادَ الله، رحمك ُم الله. dan mudah-mudahan Allah mengampuni dosa dan‬‬ ‫.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب الدّعوات.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن هدانا الله. الل ّهم صل وسل ّم على محمد وعلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫وأ َصحابه والتابعين أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ ّ ِ ِ ْ َ جمعي ْن. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن‬ ‫َ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ون َحن ل َه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ ُ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ُ‬ ‫تاب ِعون. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنا من‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ل ّدُن ْك رحمة إ ِن ّك أنت ال ْوهاب.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه ول َ ن َعب ُدُ إ ِل ّ إ ِياه‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ‬ ‫ون َحن ل َه مخل ِصون. رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن. واعل َموا أ َي ّها َ ال ْمؤمن ُون، أ َن الله ت َعالى صلى على‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ُ ْ َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ َ ّ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ن َب ِي ّه ت َقدي ْما وب َدَأ َ ب ِن َفسه ت َعل ِي ْما، وقال الله عز وجل: إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ ِ ِ ْ ً‬ ‫ِ ْ ِ ً َ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‫‪Akhirnya hanya kepada Allah-lah kami bertawakkal. Mudah-mudahan Allah menunjukkan kita semua ke jalan‬‬ ‫‪yang lurus dan yang diridhoiNya.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ‬ . أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله في‬ ‫ِ ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ ِ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ّ ِ َ َ َ َ ُ‬ ‫السر وال ْعل َن، فات ّقوا الله حق ت ُقات ِه وأ َطِي ْعوهُ والرسول ل َعل ّك ُم‬ ‫َ ّ ُ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ت ُفل ِحون.‬ ‫َ ُ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ْ َ ٍ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، صل وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. dan hanya kepada Allah-lah‬‬ ‫‪kami mohon pertolongan.‪kesalahan kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب ّل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه،‬ ‫ُ ِ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم.

marilah kita tingkatkan Islam. berkata: ‫ا ْل ِسل َم هو ا ْل ِست ِسل َم ل ِل ّه بال ّت ْوحيد وا ْل ِن ْقيادُ ل َه بالطاعة‬ ِ َ ّ َ ِ ُ ْ ْ ِ ُ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ْ . bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah sedang ia berbuat kebajikan. saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada saudara-saudara sekalian.‫وا ْل ِب ْت ِعادُ عن الشرك‬ ِ ْ ّ َ َ ِ َ Artinya: “Islam itu ialah berserah diri kepada Allah dengan meMaha EsakanNya dalam beribadah dan tunduk dengan melakukan ketaatan dan menjauhkan diri dari syirik. iman dan taqwa kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala karena hanya dengan Islam. أ‬ َِ ِ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛ فإ ِن خي ْر ال ْحديث ك ِتاب‬ ِ ِ َ ُ َ ُ ِ َ ِ َ َ ّ َ َ ّ َ ُ ْ ِ ْ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر‬ َ ِ َ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ ّ َ ٌ َ ‫ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة‬ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ٍ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ . Untuk itu pada khutbah kali ini mengambil sebuah judul “MAKNA ISLAM” As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab “Ushul Tsalatsah”.‫وقنا عذاب النار. معاشر ال ْمسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ ِ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ ّ Pada kesempatan yang berbahagia ini. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ً َ ِ .‫في النار.” Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 112: Artinya: “(Tidak demikian).‫رب ّيانا صغارا. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ ِ َ ْ َ َ ِ ّ 15 Makna Islam Oleh: Abu Abdir Rahman َ َ ُ ّ ّ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدَ الشاك ِري ْن والصل َةُ والسل َم على محمد‬ ٍ ّ َ ُ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ّ َ َ َ ‫ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن وع‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل ِه وصحب ِه ومن اهت َدى ب ِهداه‬ ً َ ْ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ُ َ ُ ً ‫وعمل بسن ّت ِه إلى يوم الدين.maka baginya pahala pada sisi . iman dan taqwa itulah kita akan mendapatkan kebahagiaan baik di dunia terlebih lagi Insya Allah di akhirat.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Menunaikan ibadah haji 5. Barangsiapa menjalankannya dengan sempurna. yang menyebabkan seseorang keluar dari lingkaran kekafiran dan yang menyebabkan seseorang masuk Surga dan jauh dari siksa Neraka. dan barangsiapa yang meninggalkan seluruhnya. Mendirikan shalat 3.” Inilah sendi-sendi Islam. Berpuasa di bulan Ramadlan. Dan barangsiapa mengingkari salah satu dari padanya. Artinya: “Sesungguhnya agama (yang benar) di sisi Allah hanyalah Islam”. . Bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah 2. Mengeluarkan zakat. 4. َ ْ ُ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ ُ َ ُ ‫عن عب ْد الله ب ْن عمر رضي الله عن ْهما قال: سمعت رسول‬ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ ِ َ َ ُ ْ ّ َ ِ ُ ْ ُ ‫الله صلى الله عل َي ْه وسل ّم ي َقول: ب ُن ِي ا ْل ِسل َم على خمس؛‬ َ َ َ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ َ ‫شهادةُ أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ‬ َ َ ِ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ ‫ُ َ ن محمدا رسول الله وإ ِقام ِ الصل َة‬ ِ ّ ْ َ َ َ ِ َ ِ . maka ia adalah munafiq.‫وإ ِي ْتاء الزكاة وحج ال ْب َي ْت وصوم ِ رمضان‬ ِ َ َ َ َ َ َ ّ َ َ ِ َ ّ ْ َ َ ِ Artinya: “Dari Abdillah bin Umar Radhiallaahu anhu Berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Islam itu didirikan atas lima perkara: 1. Dan barangsiapa yang meyakini seluruhnya dan ia menelantarkan salah satu darinya selain syahadat maka ia adalah fasiq dan barangsiapa yang beramal hanya sebatas lisannya saja tanpa dibarengi dengan I’tigad. maka ia adalah kafir yang nyata.” Adapun sendi-sendi Islam itu ada lima sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. Allah Ta’ala berfiman dalam surat Ali Imran ayat 19. maka para ulama’ bersepakat bahwa ia bukan muslim.TuhanNya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. maka ia termasuk muslim yang sempurna imannya. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Lima sendi tersebut di atas merupakan rukun Islam.

maka ia adalah tertolak”.” Yakni barangsiapa menjalankan agama selain apa yang disyari’atkan oleh Allah kepada RasulNya.Maksud dari ayat di atas. sedang ia di akhirat kelak termasuk golongan orang yang merugi. Artinya: “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam.” Allah maha Pengampun lagi Maha penyayang. Artinya: “katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya. bahwa sesungguhnya tidak ada agama yang diterima di sisiNya dari seseorang selain Islam.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah .‫من عمل عمل ً ل َي ْس عل َي ْه أ َمرنا فهو رد‬ ّ َ َ ُ َ َ ُ ْ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa melakukan suatu amal. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. maka agama itu tidak di terima di sisi Allah Subhannahu wa Ta'ala . Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 85. Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam AlQur’an surat Ali-Imran ayat 31. yang tidak didasari keterangan kami. maka tak akan diterima daripadanya di sisi Allah dan ia kelak di akhirat termasuk di antara orang-orang yang merugi. maka sekali-kali tidak akan diterima daripadanya. dalam surat Al-Hasyr ayat 7. Dan apa yang di larangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. Artinya: “Apa yang diberikan oleh rasul maka terimalah ia. bahwa apa saja yang berhubungan dengan syariat. baik dari segi aqidah maupun ibadah. Maka barang siapa menganut suatu agama selain syari’at nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam setelah diutusnya beliau. baru akan diterima di sisi Allah apabila hal itu sesuai dengan apa-apa yang telah diajarkan oleh Allah kepada RasulNya. Berdasarkan hadist di atas telah jelas sekali bagi para hamba yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dalam hadist yang shahih: .” Dan Allah Ta’ala telah berfirman pula.

baik itu kaum Yahudi atau kaum Nasrani. beliau bersabda: “Demi dzat yang diri Muhammad berada di tanganNya. bahwa Islam adalah agama yang . Islam dipandang dari segi khusus Islam dipandang dari segi umum. dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam. tidaklah seseorang mendengar tentang aku dari umat ini. serta menjadi penutup bagi segenap rasul. Islam dipandang dari segi umum 2.Bila dipandang dari sejak syari’at di turunkan sampai hari akhir nanti. melainkan ia akan menjadi penghuni Neraka. Sebagaimana yang tersebut di dalam hadist yang shahih bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ّ َ ِ ‫عن أ َبي هري ْرةَ رضي الله عن ْه عن رسول الله صلى الله عل َي ْه‬ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ُ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫وسل ّم أ َن ّه قال: وال ّذي ن َفس محمد بيده ل َ يسمع بي أ‬ ‫َ ْ َ ُ ِ ْ حدٌ من‬ ِ ِ َ ِ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ َ َ ُ َ َ َ ّ ‫هذه ا ْل ُمة ي َهودي ول َ ن َصران ِي ث ُم ي َموت ول َم ي ُؤمن بال‬ ‫ّ ّ ُ ْ ُ َ ْ ْ ِ ُ ِ ذي‬ ِ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ِ ْ ُ ِ ّ َ ‫أ ُرسل ْت به إل ّ كان من أ‬ (‫َ َ ِ ْ صحاب النار. أ َما ب َعد؛ معاشر ال‬ . maka barangsiapa dari ummat manusia. bahwa sejak diutusnya Rasul yang terakhir. syari’at mereka adalah Islam yang berarti. maka Islam itu dapat dibagi dua. yang mana ia adalah penyempurna bagi syari’at sebelumnya. maka ia kafir.‫ْ ُ َ َ ِ َ مسل ِمي ْن رحمك ُم الله‬ َ ِ َ ْ ُ ُ َ ِ َ َ ِ ْ ُ ّ Kita harus yakin bahwa Islam. kemudian meninggal sementara ia belum mau beriman kepada apa yang aku bawa.‫الرحي ْم‬ ُ ِ ّ Khutbah Kedua َ َ ُ ِ ْ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه رب العال َمي ْن، وب ِه ن َست َعي ْن على أ ُمور الدّن ْيا والدّي ْن‬ ِ َ َ ِ َ ّ َ ِ ‍ ْ َ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ َ َ َ َ ُ ّ ‫والصل َةُ والسل َم على سي ّد ال ْمرسل ِي ْن وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ِ َ َ ْ ُ ّ َ َ ْ ‫أ َجمعي ْن. karena itu mereka disebut Al-Muslimun. bahwa sejak rasul yang pertama sampai hari akhir nanti. tunduk beribadah hanya kepada Allah semata. )رواه مسلم‬ ِ َ ْ َ ّ ِ ِ ِ ُ ِ ْ Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu . Islam dipandang dari segi khusus. adalah agama yang benar di sisi Allah dan selainnya adalah batil Dan kita meyakini. yaitu: 1. yang tidak beriman kepada Nabi Muhammadsaw .” (hadits Muslim) ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ا ِن ّه هو ال ْغفور‬ ِ ْ َ ُ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ .

telah sempurna. bahwa Ia (Allah) telah menyempurnakan bagi mereka Islam sebagai agama. mereka tidak butuh lagi pengurangan ataupun penambahan selamanya. Sebagaimana telah tersebut dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 3: Artinya: “Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kamu agamamu. َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. sekaligus merupakan keme-nangan bagi kaum mu’minim dan merupakan kesempurnaan dalam beragama. dan bagi kaum mukminin. ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن‬ َ َ َ ٍ ْ ،‫واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Itulah Islam. Allah telah memberi kabar kepada nabiNya dan kepada seluruh kaum mu’minin. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ َ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ‫قريب. الل ّهم‬ ْ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ‫أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ َ ‫اجت ِناب َه. Maka selesailah tugas Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dalam mengemban tugasnya dalam menyampaikan agama. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ِ ّ َ َ َ َ َ ُ ّ َ ِ ّ ِ ً َ َ ِ ُ َ َ ٌ َ َ . dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu. dan telah ku-ridlai Islam itu jadi agama bagimu”.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ . Amin. Dengan keputusan Allah ini. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ ‫عذاب النار.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ . Semoga Allah selalu membimbing kita semua ke jalan yang diridhaiNya. الل ّهم أ َحينا على ا ْلسل َم وأ‬ َ َ َ ِ َ َ َ ِ ْ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ ‫ِ َ مت ْنا على ا ْل ِي ْمان.‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ .

adil. Seperti firman Allah dalam (QS: 67 Al-Mulk‬‬ . Allah menciptakan alam dengan hak.‪Sidang Jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah adalah satu keharusan‬‬ ‫‪mutlak. seimbang dan bijaksana‬‬ ‫)4-3 :‪tidak cacat sedikitpun. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سديدا. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. Sebabnya adalah‬‬ ‫. da’wah kepada kebaikan‬‬ ‫‪amar ma’ruf dan nahi munkar. ي ي ي ي ي ي يي ي ي ي ي ي ي ي ي يي‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫ي يي ي‬ ‫ي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ييي ي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ي ي يي‬ ‫يي يي‬ ‫ي يييي يي يييي يييي‬ ‫ييي‬ ‫ي ي ي يي يي ي‬ ‫ي ي ي ي. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. tanpa itu semua maka hancurlah kehidupan‬‬ ‫.‪sesungguhnya tanpa menegakkan agama Allah. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‪manusia‬‬ ‫:‪Mengapa jihad merupakan keharusan yang mutlak.‬ ‫. Itulah satu-satunya jalan hidup yang selamat. Tanpa perjuangan yang‬‬ ‫. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. benar.‫61‬ ‫‪Jihad Adalah Jalan Yang Selamat‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ي ي ييي ي يي ي ي ييي ي ي ييي ي ي يي ييي يي ييييي يي ي ي ي ييي ي ي ي يي‬ ‫ييي‬ ‫ي ييي‬ ‫يي‬ ‫ييي‬ ‫يي ييي يي ييي‬ ‫ي ي ييي ي ي ييي ي يييييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي يييي ي يي يي‬ ‫يي‬ ‫ي ي ي ي ي يي ي يي‬ ‫ي ي ي ي يي ي ي‬ ‫ي ي ي يي ي يي ي ي ييي ي ي ي ييي ي ي ييي ي ييي ي ي يييي ي ي ييي ي ييي‬ ‫يييي يي يي يييي ييي يي ييي ي يي يي‬ ‫يي ي ي يييي يي ي يي ي يي ي ي ييي ييي ي ي ييي يي ي ي ي يي ي ي ي يي‬ ‫ي ي.‪1.

Maka . dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hambahambaMu yang ikhlas”. namun Allah juga meluluskan permintaan syetan untuk terus menggelar operasinya bersama bala tentara kuffar. padahal tugasnya adalah berat sebagai khalifah di bumi dan sebagai pengemban amanah/syariat Allah. sebagaimana kenyataan firman Allah (QS An-Nisaa’ 4: 28) Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu. (QS Al-Furqan 25: 31) “Iblis berkata: “Ya Tuhanku. muslim karena kebusukan hati kaum kuffar. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Dalam firman Allah (QS AsySyams 91: 8) Artinya: “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya”. pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi. 3. Allah melindungi dan menjaga dari gangguan dan godaan mereka. setiap kita dibekali potensi fujur (berbuat jahat) dan potensi taqwa (berbuat ta’at). Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Allah menciptakan manusia dengan dua potensi. sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan. telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi. adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?. Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keluh kesah. tetapi mereka tidak sadar. Maka perjuangan dan pengorbanan untuk terus membersih-kan hati atau jiwa mutlak diperlukan demi keberuntungan dan keselamatan kita. (QS Al-Hijr 15: 39-40) Namun bagi umat Islam kaum beriman yang mukhlisin. (Al-Baqarah: 11-12) 2. yang artinya: “Dan seperti itulah. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat. Ingatlah. dan manusia dijadikan bersifat lemah. Allah menurunkan syariat Islam kepada para rasulNya. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala . bahkan mereka membuat kerusakan dan kedhaliman.Artinya: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Allah Subhannahu wa Ta'ala memerintahkan (QS As-Syams 91: 9-10) Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Maka lihatlah berulang-ulang. bahkan bila diingatkan mereka membantah: Firman Allah (Al-Baqarah: 11-12) Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. 4. (AlMulk: 3) Namun tidak semua manusia menyadari dan berpegang pada keadilan dan kemaslahatan itu. yang terus menentang dan memusuhi orang mukmin. Qadrat dan Tabiat insan yang lemah. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan penolong. musuh dari orangorang yang berdosa.

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmatNya. Rahmat Allah dan FadhilahNya bagi umat Islam dalam firmanNya (QS: 10 Yunus: 57-58) Artinya: Hai manusia. perjuangan dan pengorbanan sehingga membentuk diri. (QS: 3 Ali-‘Imran: 142) Artinya: Apakah kamu mengira akan masuk surga. mendidik diri dan kesiapan serta keteguhan hidup seperti pengalaman dan mental serta keteguhan hidup para generasi pendahulunya. hendaklah dengan itu mereka bergembira. Sebab generasi ini harus di tempa dengan ujian demi ujian. tabiat manusia yang jahat. syetan dan bala tentaranya. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر اللممه‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Allah Subhannahu wa Ta'ala akan menguji keseriusan dan kesungguhan kaum mukminin sebagai umat yang betul betul menegakan kebenaran Al-Haq dengan sesungguhnya sabar.berjuang. yaitu Rasulullah dan para shahabatnya: Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala (QS:2 Al-Baqarah: 214) Artinya: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. berkorban dan jihad adalah mutlak suatu keharusan.‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ٍ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م‬ ِ . (Al-Baqarah: 214) Hadirin sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Jadi alasan dan penyebab kita harus berjuang dan berjihad adalah kerena kedhaliman orang kafir. qudrot yang lemah dan Allah akan menguji kesungguhan orang beriman yang menghendaki kemuliaan dan mewaspadai rongrongan Yahudi dan kaum kuffar. Kurnia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ْ ِ ِ َ ُ ‫الله فل َ مضل َ مه‬ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ّ ْ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفره‬ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ ُ . 6. serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah ?” Ingatlah. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. dan belum nyata orang-orang yang sabar. padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu. guna melatih diri dan menepis kelemahan itu. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ِ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. 5.

menegakkan tauhid dengan amal shalih. Hadirin rahimakumullah! Barsegeralah dalam beramal ma’ruf nahi munkar. Mencari ilmu syar’i. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Sidang jum’at rahima wa a’azza kumullah ! Bagaimana kita melaksanakan jihad: Pertama: Jihad terhadap diri sendiri. Jihad mengamalkan ilmu tersebut. Memerangi tipu daya syetan yang mengobarkan nafsu maksiat dan membangkang karena godaan syetan itu. sebab kejahatan itu cepat menjalar. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورس مول ُه. Kedua: Jihad terhadap syetan. dan jika tidak mampu (juga). sebab ilmu ini adalah petunjuk dan arah kebenaran kita. Allah berfirman dalam (QS: Al-Anfaal: 25) . Dalam Surat Faathir ayat 6 disebutkan: Artinya: Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu. maka hendaklah ia merubahnya dengan hatinya(membencinya). maka anggaplah ia musuh(mu). bid’ah dan kemungkaran bersama pihak yang bertanggung jawab di dalam keluarga. Muslim). karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك ا‬ َ َ ْ (‫َ ضعف ال ِي ْمان )رواه مسلم‬ ُ َ ْ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran. dan jika tidak mampu maka hendaklah merubahnya dengan lisannya. 2. 2. yaitu dengan: 1. maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. masyarakat maupun bangsa sesuai dengan kemampuan masing-masing. Memerangi subhat dan keragu-raguan Iman yang dipicu dan didorong oleh syetan.” (HR. والص مل َةُ والس مل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. dengan cara: 1. 3. Jihad menyampaikan ilmu dengan berda’wah (amar ma’ruf nahi munkar) 4. (Faathir: 6) Ketiga: Jihad mengubah kedhaliman. Jihad dengan bersabar menanggung resiko da’wah dengan menekan hawa nafsu sendiri.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. dan itu adalah selemah-lemahnya iman.

Jihad dengan jiwa di saat musuh telah membahayakan kesela-matan umat Islam demi tetap tegaknya dienul Islam. الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ْ ً ِ ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ‫محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْد‬ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫مجي ْد. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. untuk menyeru mereka kepada keselamatan di dunia dan akhirat. Amin. Jihad dengan lisan dan tulisan. وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ‬ َ ْ ْ ْ َ َ ْ ْ ْ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهم‬ ْ ُ َ َ ْ َ ُ َ ‫وآمن ْهم في أ َو‬ ‫َ ِ ُ ْ ِ ْ ْ طان ِهم. Artinya: Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah degnan jihad yang sebenarbenarnya. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ِ َ ِ . Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” (Al-Hajj: 78). الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما‬ ّ ّ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ‫ل َم ن َعل َم. فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُِم واسأ‬ َ َ ْ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه‬ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ ‫يعطك ُم ول َذك ْر الله أ‬ . الل ّهم اغفر‬ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ ‫ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم‬ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫وا ْل َموات. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam (surat Al-Hajj: 78). 3.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫ال ْقربى وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل‬ ‫ْ َ ك ُم‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ َ ‫ت َذَك ّرون. Hati yang berlepas diri. 2. 4. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. Jihad dengan harta. tidak mencintai dan tidak membantu kekufuran mereka. Semoga Allah mengkaruniai kita kekuatan dan kesabaran untuk terus berjuang menyebarkan kesejahteraan bagi segenap ummat manusia.Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. membantu persiapan dan kelancaran menegakkan kalimat Allah yaitu Agama Islam.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ ْ ِ ْ ُ 17 Shalat Sebagai Kewajiban Orang Muslim . (Al-Anfaal: 25) Keempat: Jihad mempertahankan umat Islam dari serangan orang kafir dan munafiq dengan : 1.

ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ِ ِ َ ‫ورسول‬ َ َ ُ . Sebaliknya kebahagiaan akhirat tidak . dan bertaqwalah kepadaKu wahai orang-orang yang menggunakan akalnya. Kebahagiaan dunia dapat diperoleh melalui keuletan berusaha dan dapat dinikmati hasilnya selagi hidup. يما أ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ّ َ ُ َ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون.‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ َ ّ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.Oleh: Mursyidi ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه. baik berwujud materi kebendaan maupun yang hanya dirasakan oleh perasaan batin. sebab urusan ukrawi adalah lebih penting. saya mengajak kaum muslimin. Serta melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala laranganNya. الل ّهم صل وسل‬ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ م‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وم من ت َب ِعه مم ب ِإ ِحس مان إ ِل َ مى‬ ‫ْ َم ٍ م‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . karena amal perbuatan tersebut merupakan tabungan akhirat. yaitu dengan memperbanyak amal ibadah kita sebagai bekal untuk menghadap Illahi Rabbul Jalil. karena sebaik-baik bekal adalah taqwa. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ ُ ُ َ ْ ُ ْ ْ ّ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ً َ ‫َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم‬ َ ‫ون ِسآءً وا ٍت ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب مه وا ْل‬ ُ َ ‫ْ َ ِ ِ َ رح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. Semua amal perbuatan kita selama di dunia akan diminta pertanggungjawabannya. Seperti firman Allah: Artinya: “Dan berbekallah kalian. Kehidupan dunia terbatas oleh usia dan waktu dan kelak pada saatnya kita akan kembali ke alam yang tiada terbatas waktu. ق مال ت َع ما‬ َ َ ِ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َ م لى: ي َ ما‬ ‫م‬ َ َ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنتمم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ ُ َ ِ ‫َ َ ّ َم‬ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون. وأ َشمهد أ‬ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ُ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه. khususnya diri saya pribadi untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Kaum Muslimin Rahimakumullah.” Kaum Muslimin Rahimakumullah Kita hidup bukanlah semata-mata mementingkan urusan dunia. ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫م‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ‫سدي ْدا. Pada kesempatan yang berbahagia ini.

kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” Dari ayat di atas. Suara adzan dianggapnya sebagai suara yang biasa. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan. Telinganya sudah tuli dengan panggilan Allah. dalam keseharian kita. Karena dengan shalatlah kita coba mendekatkan diri dan selalu mengingat Allah. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. masuk telinga kiri keluar telinga kanan. membahana membelah dunia untuk menyeru manusia memenuhi panggilan Illahi. Mengapa tidak? Bukankah Allah Subhannahu wa Ta'ala . Apabila suara adzan masuk ke dalam hati orang yang benar-benar beriman. Begitulah hati orang yang sudah tertutup dari Inayah dan Hidayah Allah Subhannahu wa Ta'ala . bukan saja orang yang memamerkan kekayaan.‫أ َقي ْموا الصل َةَ ل ِذك ْري‬ ْ ِ ِ ُ ِ ّ . dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Dirikanlah shalat untuk mengingatku. spontan hatinya akan gemetar dan takut.” (Maryam: 59). terbayang segala ke Maha Besaran dan ke Maha Kuasaan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Maka dengan hati yang penuh takut dan ikhlas. gema adzan tak sedikitpun mengetuk hatinya untuk memenuhi panggilan Allah. tanpa memberikan kesan dan bekas sedikitpun juga pada dirinya. ia tinggalkan semua urusan dunia untuk sujud menghadap Illahi. dan yang demikian itulah yang lurus. Tetapi juga orang yang tidak mengerjakan shalatpun bisa dikatakan orang yang paling sombong. Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Dan tidaklah mereka disuruh. namun dapat dicapai dengan jalan mengikhlaskan diri dalam Ibadat khusu’ dalam shalat serta menjauhi semua yang dibenci oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . kita diwajibkan oleh Allah untuk men-dirikan shalat dengan tujuan mengingatNya.nampak sekarang. ia penuhi panggilan dari Allah. bukan pula orang yang membanggakan jabatan dan sebagainya. Orang yang sombong. Ibarat kata.” (Al-Bayyinah: 5). Bila suara adzan bergema. Berbeda sekali dengan orang yang jauh dari hidayah dan taufik Allah Subhannahu wa Ta'ala . dan inipun adalah kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim. mata hatinya sudah buta dengan seruan adzan. yang telah menjadikan dirinya dari segumpal darah dan daging hingga menjadi manusia. .

Adakah tinggal olehnya kotoran?” Serentak sahabat menjawab: “Tidak ada. mereka dapat men-jadikan baja yang tenggelam. apabila di muka pintu salah satu rumah kamu ada satu sungai yang kamu mandi padanya tiap hari lima kali. bahwa shalat adalah tiang agama. Pada suatu hari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bertanya pada sahabat-sahabatnya: ‫أ َرأ َي ْت ُم ل َو أ َن ن َهرا ب ِباب أ َحدك ُم ي َغت َسل من ْه ك ُل ي َوم ٍ خمس‬ ُ ِ ُ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ ْ ّ ً ْ ّ ْ ْ َ َ ْ ‫مرات هل ي َب ْقى من دَرن ِه شيء؟ قال ُوا: ل َ ي َب‬ َ ٌ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ٍ ّ َ ‫قى من دَرن ِه‬ ِ َ ْ ِ ْ َ َ َ ٌ ْ َ ُ َ َ ‫شيء. dengan itu Allah menghapus kesalahan.(‫ال ْخطايا. Firman Allah Ta’ala: Artinya: “Sungguh shalat itu dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. قال: فذَل ِك مث َل الصل َوات ال ْخمس، ي َمحو الله ب ِهن‬ ِ َ ّ ُ ْ ّ ِ ُ ِ ْ َ . )متفق عليه‬ َ َ َ Artinya: “Apakah pendapat kamu. Dengan menunaikan shalat lima waktu dalam sehari semalam sebagai tanda pengabdian kita kepada Allah Al-Khalik. maka merupakan kewajiban kita untuk mengabdi dan menyembah hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . menunaikan zakat dan yakin terhadap adanya akhirat. . Ya Rasulallah”.” (Luqman: 4-5). Manusia memang sungguh pandai. tidak meluangkan waktu bersujud menghadapNya. Bahkan mungkin orang itupun tahu shalat itu bisa mencegah dari kejahatan dan kemungkaran.Firman Allah dalam Al-Qur’an: Artinya: “Tidakkah Aku jadikan Jin dan Manusia kecuali untuk menyembahKu” (Adz-Dzariyat: 7). Merekapun sanggup membikin baja yang berat menjadi sebuah pesawat yang dapat terbang kesana-kemari. Sedangkan mengingat Allah amat besar (manfaatnya) Allah tahu apa yang kamu perbuat. Terkadang orang yang tidak mengerjakan shalat itu bukan tidak tahu.” (Muttafaq ‘alaih). Kaum muslimin rahimakumullah . Berdasarkan ayat di atas. merekalah orang-orang yang berjalan di atas pimpinan Tuhan. Tetapi sayang mereka tidak pandai bersyukur kepada Allah atas segala rahmatNya.” Firman Allah pula: Artinya: “Yang mendirikan sembahyang. Beliau bersabda: “Maka begitu juga perumpamaan shalat lima waktu. merekalah orang yang jaya. menjadi sebuah kapal yang sanggup membawa barang-barang yang berat.

tetap mendirikan shalat dan janganlah kiranya mereka kelak menjadi orangorang yang hanya menurutkan hawa nafsunya belaka. Ya robbal alamin. mereka ciptakan kita lupa shalat. Amin. tetapi dengan akal mereka yang licik. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ . Mudah-mudahan kita kaum muslimin. selalu diberi Allah petunjuk untuk mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Bukankah anak adalah amanat Allah. hendaknya kita merasa khawatir kalau-kalau kita kelak menjadi orang-orang yang menyia-nyiakan shalat. seperti PLAY STATION dan sebagainya. أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum Muslimin Rahimakumullah. Mereka harus berfikir seribukali untuk menghancurkan mesjid-mesjid tempat ibadahnya kaum muslimin.‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ِ ِ َ ِ ّ َ ْ ُ َ َ ْ ِ ّ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . Orang yang di luar Islam tidak akan berani menghancurkan Islam secara terang-terangan. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. menyia-nyiakan amanat adalah perbuatan dosa. Amin. Maka hendaklah kita jaga anak serta keluarga kita. Sekali lagi marilah kita lebih meningkatkan ibadah shalat dengan mengajak anak cucu dengan segenap keluarga agar kita termasuk orang yang memperoleh janji Allah yakni kebahagiaan di dunia dan di akhirat.َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. ْ َ ‫جعل َنا الله وإ ِياك ُم من ال ْفائ ِزي ْن والمن ِي ْن وأ َدْخل َنا وإ ِي ّا ُكم في‬ َ َ َ ِ ّ َ ُ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ َ ْ ِ َ ‫عباده الصال ِحين، وقل رب ا ِغفر وارحم وأ‬ .” Dari ayat-ayat di atas kita dapat mengambil pelajaran. karena baik buruknya anak-cucu kita tergantung ikhtiar orang tua dalam mendidik dan membinanya. Kitapun hendaknya selalu memohon kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala agar anak-cucu kita menjadi orang-orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ .seperti firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : Artinya: “Peliharlah dirimu dan keluargamu dari api Neraka.

الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫81‬ ‫‪Generasi meninggalkan Shalat & Mengikuti Syahwat‬‬ ‫‪Oleh: H. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ِ ْ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. الل ّهم إ ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ّ ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخير ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم.‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫َ َ ْ‬ .‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ ة‬ ‫ٍ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ ُ َ صل ِح‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في أ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ و َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ طان ِهم. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫سديدا.

. yaitu para Nabi dari keturunan Adam. Itu adalah pendapat yang dikatakan oleh Muhammad bin Ka’ab Al-Quradhi.َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . artinya kerugian di hari qiyamat. senang dengan kehidupan dan kenikmatan dunia.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah. Dan akan tambah lagi (keburukan mereka) dengan mengikuti syahwat dunia dan kelezatannya. kalau mereka sudah menyia-nyiakan sholat." (terjemah QS. Kecuali orang yang bertaubat. beriman dan beramal saleh. Adapun maksud lafazh Adho’us sholaat ini. Ibnu Katsir menjelaskan. maka pasti mereka lebih menyianyiakan kewajiban-kewajiban lainnya. Karena shalat itu adalah tiang agama dan pilarnya. Maka mereka itu akan menemui kesesatan. Dan Hadits lainnya: َ َ َ َ ْ َ َ ُ ّ ‫ال ْعهدُ ال ّذي ب َي ْن َنا وب َي ْن َهم الصل َة، فمن ت َرك َها فقدْ ك َفر.(‫برقم: 28 من حديث جابر‬ “(Perbedaan) antara hamba dan kemusyrikan itu adalah meninggalkan sholat. maka mereka kelak akan menemui kesesatan. dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. )رواه‬ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ َ َ ‫الترمذي رقم 1262 والنسائ 132/1 ،وقال الترمذي :هذا‬ . ada beberapa pendapat. maka barangsiapa meninggalkannya. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa adho'us sholaat itu meninggalkan sholat secara keseluruhan (tarkuhaa bilkulliyyah). menurut Ibnu Katsir. pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memper-turutkan hawa nafsunya. dan dari keturunan Ibrahim dan Israil. dan At-Tirmidzi berkata hadits ini hasan shohih ghorib). dan sebaik-baik perbuatan hamba. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka. Ibnu Zaid bin Aslam. maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. Maka datanglah sesudah mereka. generasi yang adhoo’ush sholaat itu. . Pendapat inilah yang menjadi pendapat sebagian orang salaf dan para imam seperti yang masyhur dari Imam Ahmad. maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maryam: 58-60). dan pendapat itulah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. sungguh-sungguh ia telah kafir. iqamatul hujjah (penjelasan dalil).” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 2621dan An-Nasaai dalam Sunannya 1/231. berdasarkan Hadits: ُ ْ ِ ْ ّ ‫ب َي ْن ال ْعب ْد وب َي ْن الشرك ت َرك الصل َة )رواه مسلم في صحيحه‬ ِ ّ َ َ َ ِ َ . dan satu pendapat dari As-Syafi’i sampai ke pengkafiran orang yang meninggalkan shalat (tarikus sholah) setelah ditegakkan.” (HR Muslim dalam kitab Shohihnya nomor 82 dari hadits Jabir).(‫حديث حسن صحيح غريب‬ “Batas yang ada di antara kami dan mereka adalah sholat. As-Suddi..

Muslimin yang taat. Penuturan dalam ayat Al-Quran ini membicarakan orang-orang saleh. Sedangkan jumlah orang yang membangkang tidak sedikit. dengan memperbandingkan apa yang dikisahkan Al-Quran. lantas. kedhaliman merajalela dan sebagainya. Namun selanjutnya. Dalam kehidupan yang tertera dalam sejarah kita. dengan derajat ketaatan kaum Muslimin yang taat pada Allah di saat gencarnya penjajahan itu. Bisa kita bayangkan dalam kehidupan ini. Kalau ada ulama besar. kata dan ucapan apa lagi yang bisa untuk menyayangkan bejat dan bobroknya generasi pengganti orang-orang suci dan saleh itu? Hanya ucapan “seribu kali sayang” yang mungkin bisa kita ucapkan. tidak menyinggung-nyinggung orang-orang yang membangkang di saat hidupnya para Nabi pilihan Allah. agaknya perlu juga kita bercermin di depan kaca. tahqiq Sami As-Salamah. juz 5 hal 243). terpilih. Ayat itu tidak menyebut orang-orang kafir. Namun dengan menyebut keluarga-keluarga pilihan itu justru merupakan pengkhususan yang lebih tajam. saleh dan benar-benar baik. Ini yang jadi masalah besar. ada tanam paksa dan sebagainya. namun kaum muslimin itu tetap teguh mempertahankan Islam dan tanah airnya.” Itu baru masalah mutu keilmuan nya yang merosot. Sekalipun tidak sama antara derajat kesalehan para Nabi yang dicontohkan dalam Al-Quran itu. bahkan nabi-nabi dengan sikap patuhnya yang amat tinggi. bukan berarti tidak ada orang-orang kafir. Tetapi. mereka yang tetap teguh dan ta'at pada Allah itu adalah benar-benar orang pilihan. disambung dengan ayat yang memberitakan sifat-sifat generasi pengganti yang jauh berbeda. Kisah ayat itu. Bobroknya akhlaq manusia dari keturunan orang yang disebut manusia pilihan. Mereka bersujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah. Kaum muslimin yang tetap menegakkan Islam di saat orientalis dan antek-antek penjajah menggunakan Islam sebagai sarana penjajahan. bahkan melawan para Nabi dengan berbagai daya upaya. namun alur peringatan ini . mereka benar-benar orang-orang pilihan. tidak hanyut kepada iming-iming jabatan untuk ikut menjajah bangsanya. lantas keturunannya tidak bisa menyamai kebesarannya dan tak mampu mewarisi keulamaannya. maka ucapan yang pas adalah:. saat itu ada orang-orang pilihan yang amat patuh kepada Allah. Melihat diri kita sendiri. yakni sikap generasi penerus yang menyia-nyiakan shalat dan mengumbar hawa nafsu. kebesaran bapaknya tidak diwarisi anak-anaknya.Tafsir Ibnu Katsir. Betapa menghujamnya peringatan Allah dalam Al-Quran dengan cara menuturkan sejarah "keluarga pilihan" yang datang setelah mereka generasi manusia bobrok yang sangat merosot moralnya. berarti merupakan tingkah yang keterlaluan. bahkan berlawanan dari sifat-sifat kepatuhan yang tinggi itu. Di saat banyaknya orang kafir berkeliaran di bumi. Setelah kita bisa menyadari betapa tragisnya keadaan yang dituturkan Al-Quran itu. "Sayang. terjadi perampasan hak. di saat penjajah berkuasa. generasi taat ini diteruskan oleh generasi yang bobrok akhlaqnya.

dan mahasiswa . dihayati dan dipegang benar-benar. jangan sampai terjadi lagi apa yang telah terjadi di masa lampau. kita akan mewariskan generasi yang benar-benar diharapkan. sudahkah memberi kebebasan secara baik kepada murid dan guru untuk menjalankan shalat? Sudahkah diberi sarana secara memadai di kampus-kampus dan tempat-tempat pendidikan untuk menjalan-kan shalat? Dan sudahkah para murid itu diberi bimbingan secara memadai untuk mampu mendirikan shalat sesuai dengan yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam ? Kita perlu merenungkan dan menyadari peringatan Allah dalam ayat tersebut. Yaitu generasi pengganti yang jelek. terutama maghrib yang waktunya sempit? Berapa banyak pekerja kecil semacam itu yang terhimpit oleh peraturan majikan. tentang adanya generasi yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. Tetapi. yang diseleng-garakan dengan tujuan membina manusia yang bertaqwa pun. Karena masalahnya harus selalu dipertahankan. bobrok. agar tidak terjadi tragedi yang telah menimpa kaum Bani Israel. kita harus mengkaji diri kita lagi. pekerja kecil. penjaga rumah makan. Sudahkah kita berikan dan kita usahakan hak-hak para pekerja/ buruh. Dalam arti penjabaran dan pelaksanaan agama dengan amar ma'ruf nahi munkar secara konsekuen dan terus menerus. kasus nyata. Dengan demikian. tetapi kita umat Islam diam saja atau belum mampu menolong sesama muslim yang terhimpit itu? Bahkan. yaitu generasi jelek. bisa kita telusuri lewat pertanyaan-pertanyaan. dengan penuh kesadaran. bukan generasi yang bobrok seperti yang telah diperingatkan dalam Al-Quran itu. penjaga toko dan sebagainya untuk diberi kebebasan mengerjakan shalat pada waktunya. kemungkinan akan lebih banyak desakan dan dorongan yang mengarah pada "adho'us sholat" (menyia-nyiakan atau meninggalkan shalat) wattaba'us syahawaat (dan mengikuti syahwat hawa nafsu). tentu saja bukan berarti telah selesai. sehingga dalam hal beragama. Suatu misal. bisa kita fahami bahwa ayat itu mengingatkan. yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya. Memberikan hak shalat Untuk itu. Peringatan yang sebenarnya tajam ini perlu disebar luaskan.telah mencakupnya. pembantu rumah tangga. Fakir miskin. Ayat-ayat Al-Quran yang telah memberi peringatan dengan tegas ini mestinya kita sambut pula dengan semangat menang-gulangi munculnya generasi sampah yang menyianyiakan shalat dan bahkan mengumbar syahwat. dalam arena pendidikan formal. meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat. Sudahkan peringatan Allah itu kita sadari dan kita cari jalan keluarnya? Mudah-mudahan sudah kita laksanakan. keluarga. Tanpa upaya mempertahankannya.

sudahkah kita mengingatkan para pengurus masjid atau mushalla atau langgar untuk shalat ke masjid yang diurusinya? Bahkan sudahkah para pegawai yang kantor-kantor menjadi lingkungan masjid. Selagi shalat itu masih ditegakkan oleh umat Islam. kita ingatkan agar shalat berjamaah di Masjid yang menjadi tempat mereka bekerja.saat adzan dikuman-dangkan? Masih banyak lagi yang menjadi tanggung jawab kita untuk menanggulangi agar tidak terjadi generasi yang meninggalkan shalat yang disebut dalam ayat tadi. sudahkah kita selalu menanya dan mengontrol anak-anak kita setiap waktu shalat. Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam َ ‫ا ْل ِسل َم ِ عروةً عروةً فك ُل ّما ان ْت َقضت عروةٌ ت َشب ّث‬ َ َ ْ َ َ ْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ‫ت َل ِي ْها وأ َول ُهن ن َقضا ال ْحك‬ ‫ُ م وآخرهن الصل َة. sehingga tidak tampak lagi sosok-sosok yang tetap bertahan di meja masing-masing --bahkan sambil merokok lagi-. maka putuslah Islam keseluruhannya. sekalipun tingkah menuruti syahwat itu sudah merupakan puncak kebejatan moral manusia. Hadits Rasulullah itu lebih gamblang lagi. (Hadits Riwayat Ahmad dari Abi Umamah menurut Adz – Dzahabir perawi Ahmad perawi). Sebaliknya kalau shalat sudah tidak ditegakkan. bahwa putusnya tali Islam yang terakhir adalah shalat. Dengan demikian. sudahkah kita menghidup-kan jama'ah di masjid-masjid kampus pendidikan Islam: IAIN (Institut Agama Islam Negeri) ataupun STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) yang jelas-jelas mempelajari Islam itu. tali Islam yang terakhir Peringatan yang ada di ayat tersebut masih ditambah dengan adanya penegasan dari Rasulullah.Dalam hubungan kemasyarakatan yang erat sekali hubungannya dengan ekonomi. )رواه‬ ُ ّ ً ْ ّ ُ ّ َ َ ّ ُ ُ ِ َ ُ ‫ل َي َن ْقضن عرا‬ َ ُ ّ َ ُ ‫الناس بال ّت ِي‬ ّ ِ ُ ْ . Maka setiap kali putus satu tali (lalu) manusia (dengan sendirinya) bergantung dengan tali yang berikutnya. sudahkah kita memberi sumbangan sarung atau mukena/ rukuh kepada fakir miskin. Shalat. dan tidak mengarah ke pemikiran sekuler yang nilainya sama juga dengan mengikuti syahwat? Lebih penting lagi. betapa . Dan tali Islam yang pertamakali putus adalah hukum(nya). berarti masih ada tali dalam Islam itu. terutama masalah kemiskinan. agar mereka tidak lalai? Dalam urusan efektifitas da’wah. sedang yang terakhir (putus) adalah shalat. agar mereka bisa tetap shalat di saat mukenanya yang satu-satunya basah ketika dicuci pada musim hujan? Dalam urusan keluarga. agar para alumninya ataupun mahasiswa yang masih belajar di sana tetap menegakkan shalat. Maka tak mengherankan kalau Allah menyebut tingkah "adho'us sholah" (menyia-nyiakan/ meninggalkan shalat) dalam ayat tersebut diucapkan pada urutan lebih dulu dibanding "ittaba'us syahawaat" (menuruti syahwat). karena shalat adalah tali yang terakhir dalam Islam. bisa kita fahami.(‫أحمد‬ “Tali-tali Islam pasti akan putus satu-persatu.

Lantas. karena puncak kebejatan moral berupa menuruti syahwat pun masih pada urutan belakang dibanding tingkah meninggalkan shalat. yaitu meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. Amien. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Di mata manusia. bisa disadari betapa jahatnya orang yang mengumbar hawa nafsunya. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات‬ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ّ ُ َ ٌ ِ َ ْ ِ ْ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ َ ‫قريب. Dalam hal ini Allah dan Rasul-Nya sangat mengecam orang yang meninggalkan shalat dan menuruti syahwat. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ِ {‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ ً ْ ُ ْ ِ َ َ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه‬ ِ ْ ُ َ ّ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ َ ِ ّ َ ‫فقال: }إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال‬ َ َ َ ْ َ ُ ُ َ َ َ ‫ذي ْن‬ ّ ِ ّ َ ِ َ َ َ . dilakukan meninggalkan shalat. Mudah-mudahan kita tidak termasuk mereka yang telah dan akan binasa akibat melakukan pelanggaran amat besar. وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ،‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ َ ِ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ْ ِ َ َ . Apalagi kalau kedua-duanya. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ َ َ َ :‫مسل ِمون.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.{‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ .memuncaknya nilai jelek orang-orang yang meninggalkan shalat. Tiada perkataan yang lebih benar daripada perkataan Allah dan RasulNya. Maka marilah kita jaga diri kita dan generasi keturunan kita dari kebinasaan yang jelas-jelas diperingatkan oleh Allah dan Rasul-Nya itu. kalau Allah memberikan kriteria meninggalkan shalat itu lebih tinggi kejahatannya. berarti kerusakan yang amat parah. sudah bisa dipastikan betapa beratnya kerusakan. dan menuruti syahwat.

semua yang diperintah-kan kita jalankan dengan sebaik‬‬‫.‪Saudara-saudara kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia‬‬ ‫‪Dalam khutbah jum’ah ini. Selalu bersyukur kepada Allah setiap‬‬ ‫‪waktu. )رواه البخاري(. dan di setiap keadaan.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫َ مي ْن. أ َش مهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. di setiap tempat. bahkan mendekatipun jangan‬‬ .‪tidak kita lakukan. dengan cara. Juga selalu menjalankan yang‬‬ ‫‪disyari’atkan Allah dan yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa‬‬ ‫‪Salam. marilah kita selalu bertaqwa kepada‬‬ ‫‪Allah saja. }وممن‬ ‫َ َم‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ي َب ْت َغ غي ْر ا ْل ِسل َم ِ دين ًما فل َمن ي ُقب َمل من ْمه وهمو فمي الخمرة ممن‬ ‫ِ م َ م‬ ‫َ ِ ُ َ ُ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ِ َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ال ْخاسرين{‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ُ ْ ُ‬ ‫وقال رسول الله صلى الله عل َي ْمه وس مل ّم: ك ُمل أ ُمت ِمي ي َمدْخل ُون‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ َ‬ ‫ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وممن ي َمأ ْبى: قمال: ممن‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َم َ َ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّة ومن عصان ِي فقد أ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ْ َ َ ْ بى. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‪baiknya sesuai dengan kemampuan.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫91‬ ‫‪Islam Agama Yang Benar‬‬ ‫‪Oleh: Imam Muttaqin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهُ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ‬ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرةَ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. tidak kepada selain-Nya. أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى ف مي ال ْق مرآن ال ْك َري ْمم: }ي َما أ َيه ما َ ال ّمذي ْن ءامن ُموا‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫م‬ ‫ِم‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنت ُمم مسمل ِمون{.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‪saya sendiri dan untuk jamaah semuanya‬‬ ‫‪Untuk memperbaiki kualitas ibadah kita. atas segala kenikmatan dan‬‬ ‫‪karuniaNya yang tidak dapat kita hitung. kami hendak memberikan nasehat terutama untuk‬‬ ‫. sedangkan yang dilarang kita tinggalkan‬‬ ‫.‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.

” (Ali Imran: 19) Berkaitan dengan ayat ini. Mempelajari ilmu-ilmu Islam dianggap ketinggalan jaman. Sehingga jalan menuju Allah tertutup kecuali melalui jalan Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. Sebab ia meyakini bahwa segala yang dikatakan Allah dan RasulNya pasti benar dan baik. Bukankah itu krisis kepercayaan terhadap Islam? Umumnya seseorang diketahui sebagai seorang muslim. kecuali Islam. Yang mana semuanya dilarang dalam Islam. betis sama-sama terbuka. Sedangkan Islam ialah ittiba’ (mengikuti) rasul-rasul Allah yang diutus untuk tiap-tiap masa.Tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan seterusnya. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir. suatu kemunduran. sehingga mereka cenderung mengabaikan ajaran-ajarannya. sebab perempuan-perempuan mereka berjilbab misalnya. Hanya dalam beberapa kalangan atau kawasan saja terdapat suatu kelompok sosial secara lahiriah tampak sebagai muslim. sama-sama menor dalam bersolek bahkan sama-sama berpakaian ketat. pasti mengimani dan meyakini bahwa hanya Islam sajalah yang terbaik dan benar. bahkan kalangan akademik yang beranggapan mempelajari ilmu-ilmu Islam tanpa dicampur dengan teori-teori ilmu barat.Banyak orang Islam. Sementara kalau melihat kaum wanita di jalan-jalan. Kaum muslimin yang berbahagia. apabila ia melaksanakan shalat atau ketika diajak berbicara. siapa yang menghadap Allah Subhannahu wa Ta'ala setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallaahu .Saudara-saudara jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. sebab rambut sama-sama terlihat. Krisis kepercayaan terhadap kebenaran Islam sebagai agama universal dan paripurna tidak dapat dipungkiri telah melanda banyak orang yang mengaku dirinya beragama Islam. sebagai pedoman beribadah dan pedoman hidup didunia. sampai akhirnya ditutup dengan rasul terakhir Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam. padahal makan dan minum dengan tangan kiri atau berdiri bukan etika Islami. Krisis yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu sampai saat ini. Misalnya dalam masalah makan minum dengan berdiri dan dengan tangan kiri kaum Muslim masih banyak yang ikutikutan berbuat demikian pada acara-acara resmi. Namun ketidak tahuan itu adalah akibat bahwa kebanyakan kaum muslimin telah kehilangan kepercayaan terhadap Islam. Boleh jadi semua itu akibat ketidaktahuan atau ketidak fahaman. Ini terbukti dengan gaya hidup mereka yang dilihat secara lahiriyah masih ada saja kesamaan dengan gaya hidup orang-orang yang nonMuslim. bukan saja krisis moneter tapi juga krisis kepercayaan terhadap agama Islam oleh penganutnya sendiri. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat tersebut merupakan berita dari Allah Subhannahu wa Ta'ala bahwa tidak ada agama apapun yang diterima di sisi Allah. sulit dibedakan antara seorang muslimah dengan non-muslimah. Allah berfirman: “Sesungguhnya agama (yang ada) di sisi Allah adalah Islam. Karenanya.

Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. seperti firman Allah: “Dan Aku tidak menciptakan jin. Dalam kaitannya dengan hal ini seorang tokoh ulama’ dari Yordania yaitu Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid mengatakan dalam kitabnya Ilmu Usulil Bida’ bahwa ayat yang mulia ini membuktikan betapa syariat Islam telah sempurna dan betapa syariat itu telah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan makhluk. Yaitu kebahagiaan tidak saja di dunia. Kaum Muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia. Seperti halnya firman Allah pada ayat yang lain: “Barang siapa mencari agama selain agama Islam. baik dalam hal ibadah maupun mu’amalah-mu’amalah duniawi. Tidak akan membawa kebaikan dunia dan tidak pula akhirat. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Islam sudah cukup. Dan kenyataan ini masih ditunjang dengan bukti-bukti lain. Sesungguhnya manusia tidak membutuhkan lagi petunjuk-petunjuk lain. Kesempuranaan Islam adalah kesempurnaan yang meliputi segala aspek. tidak diakui dan tidak dibenarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala sebagai pedoman. yang lebih mengetahui tentang apa-apa yang diciptakanNya? Dua ayat di atas menunjukkan hal ini semuanya. hanyalah Islam. kecuali Islam. maka tidak akan diterima. Sebab agama selain Islam. Demikian pula pada ayat di atas Allah memberitahukan tentang pembatasan agama yang diterima di sisiNya. Dan telah Aku sempurnakan nikmatKu untukmu dan Aku telah ridlai Islam sebagai agamamu. dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepadaKu. Artinya kebenaran Islam adalah kebenaran paripurna. bahwa selain Islam adalah agama yang batil. tidak . Dengan kata lain. kebenaran menyeluruh dan merupakan kebenaran yang betul-betul merupakan nikmat Allah yang luar biasa. yang paling utama di antaranya adalah Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu. sebab apapun kebutuhan manusia dalam rangka pengabdian dan peribadatannya kepada penciptanya sudah tertuang dan tercukupi dalam Islam. tetapi di akhirat juga.” (Al-Maidah: 3).alaihi wa Salam dengan menggunakan agama yang tidak berdasarkan syariat beliau. manusia akan mendapat maslahat hidupnya? Bukankah Dzat Yang Maha Pencipta. untuk tujuan kebahagiaan masa depan yang abadi dan tanpa batas.” (Ali Imran: 85). Bukankah hanya Allah Subhannahu wa Ta'ala sendiri Yang Maha Mengetahui dengan cara apa dan pedoman bagaimana.” (Adz Dzari’at: 56). Karena itu mengapa orang masih ragu terhadap kebenaran dan kesempurnaan Islam? Mengapa orang masih mencari alternatif dan solusi-solusi lain?. Betapa tidak. jin dan manusia dalam melaksanakan yaitu ibadah.

maka Allah menghendaki aturan untuk manusia. Hanya saja banyak di antara mereka sendiri yang menolak. Sebuah kesuksesan masa depan yang gemilang.(‫)رواه البخاري‬ “Tiap-tiap ummatku masuk Surga kecuali yang menolak. Karena manusia tidak seperti binatang. Tidak lain untuk membimbing mereka. Dari uraian di atas. Artinya ia.perlu penambahan atau pengurangan untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam. diberi rizki dan tidak dibiarkan . Maka Maha Tinggi Allah. tidak diabaikan dan tanpa aturan. Seorang muslim harus merenung dan memahami bahwa ia diciptakan. Di dalam Al-Qur’an Allah menerangkan: “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami mencipta-kan kamu secara main-main saja. sebab Dia-lah pencipta manusia dan segenap makhluk lainnya. yaitu tidak dibiarkan bebas sia-sia. lantaran kedzaliman dan kecongkakan. maka ia akan selamat dan masuk Surga. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab memberikan konsep renungan kepada kita sebagai berikut: Pertama. َ ْ ُ َ ‫ك ُل أ ُمت ِي ي َدْخل ُون ال ْجن ّة إ ِل ّ من أ َبى، قال ُوا: يا رسول الله وم من‬ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ َ َ ‫يأ ْبى: قا ْل: من أ َطاعن ِي دخل ال ْجن ّمة وممن عصمان ِي فقمد أ‬ َ َ َ ْ َ َ . Aturan itu adalah aturan yang menata kehidupan manusia agar selamat di dunia dan di akhirat kelak. hidup dan ada di muka bumi karena diciptakan Allah. Kebenaran dan kesempurnaan Islam ini juga telah diakui oleh pemeluk agama lain selain Islam. Bagaimana agar ia berada dalam lingkungan kebenaran?. Itulah sebabnya Allah mengutus rasulNya ketengah-tengah manusia. Semua itu bukan untuk hal yang sia-sia. seperti disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an: “Mereka mengingkari ayat-ayat Allah. yang didambakan oleh setiap insan yang berakal sehat dan berfikiran normal. rizki yang lengkap. Raja yang sebenarnya. Tentu hanya Allah yang mengetahui aturan paling tepat dan membawa maslahat buat manusia. Ditanyakan kepada beliau: “Siapa yang menolak ya Rasululllah?” Beliau menjawab: “Siapa yang Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . siapa yang taat kepada rasul-Nya. padahal diri mereka mengakui kebenarannya. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?. Seorang pembaharu abad XII Hijriah. Aturan itu adalah yang dibawa oleh Muhammad Rasul yang diutusNya untuk kepentingan ini. mulai dari kebutuhan oksigen untuk bernafas sampai rumah sebagai tempat berteduh dan lain-lainnya sampai halhal yang di luar kesadaran manusia.‫ْ َ َ ْ ب َمى‬ ‫م‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َم‬ َ َ ْ َ َ َ . seluruh ummat Islam harus merenung ulang mengapa ia harus beragama Islam?.” (Al-Mukminuun: 115-116).” (An-Naml: 14). Jamaah shalat Jum’at yang berbahagia. ia diberi berbagai fasilllitas. Konsekwensinya. tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia.

أ َش مهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. Dia disekutukan dengan selainNya.taat kepadaku ia akan masuk Surga dan siapa yang durhaka kepadaku maka ia telah menolak”. dan bertauhid kepada Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun didalamnya disamping (menyembah ) Allah. sebagaimana firmanNya: “Dan sesungguhnya masjid-masjid adalah kepunyaan Allah..‫أ َقول قول ِي هذا واست َغفروا الله، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ْ ُ ُ َ ‫وممن ِ يض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. Itulah hakikat Islam yang dengan ucapan singkat berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dengan cara mentauhidkan-Nya. Sekalipun Malaikat yang dekat denganNya ataupun Nabi utusanNya. mem-benci dan memusuhi kemusyrikan beserta para pendukungnya. (HR.‫ت َعالى: ا َل ْحق من رب ّك فل َ ت َك ُون َن من ال ْممت َري ْن‬ َ ِ ْ ُ َ ِ ّ ْ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah Berdasarkan keterangan dan uraian kami pada khutbah pertama. bersikap patuh terhadapNya dengan cara menjalankan ketentuan-ketentuanNya. Sebaliknya ia tidak memberikan kecintaan dan kasih sayangnya kepada siapapun yang menentang Allah dan RasulNya. َ ْ ُ َ َ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: قل هذه سب ِي ْل ِي أ َدْعو إ ِلممى‬ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ِ ِ ِ ْ ُ ْ َ َ ِ ‫الله على ب َصي ْرة أ َنا وم من ات ّب َعن ِمي وس مب ْحان الل مه وم ما أ َن َما م من‬ َ َ َ ُ َ ْ َ ِ ‫ِ َ َم م‬ ِ َ َ َ ٍ َ ِ َ ْ . maka ummat Islam hendaknya benar-benar mampu membuktikan bahwa syari’at Islam yang akan menghantarkan pemeluknya menuju sukses hidup di dunia dan di akhirat. dan bersikap membebaskan diri. Konsep yang kedua: Seorang muslim harus memahami bahwa Allah tidak ridla. Artinya loyalitasnya hanya diberikan kepada Allah dan RasulNya dan orang-orang yang beriman. sekalipun kerabat terdekatnya. maka konsekwensi berikutnya yang harus dipahami adalah prinsip Wala’ dan Bara’.” (Al-Jin: 18) Konsep yang ketiga: Jika sudah menjadi orang yang taat kepada Rasul Allah. Sedangkan agama lain selain Islam jelas batil dan tidak bermanfaat.‫المشرك ِي ِن‬ ْ ُ ْ . أ‬ َ ‫ْ ُ َم‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َع مد؛ ق مال الل مه‬ ُ ّ َ َ َ َ َ ْ ِ ّ َ . Al-Bukhari). . jika dalam peribadatan kepadaNya. Jamaah Jum’ah yang berbahagia. Kaum muslimin jamaah Jum’ah yang berbahagia.

sebab ajaran Islam telah banyak‬‬ ‫‪disusupi ajaran-ajaran asing. bertauhid kepada Allah‬‬ ‫‪dan hanya memberikan loyalitasnya kepada Allah. dan kaum‬‬ ‫‪Muslimin. yang dianggap merupakan bagian dari ajaran‬‬‫. وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫شمريك لمه وأ َشمهد أ َن محممدا عبمده ورسمول ُه.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫02‬ ‫‪Islam.‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ‫َ ِ يم ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َم م َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ف ماذْك ُروا الل مه ال ْعظي مم ي مذْك ُرك ُم واس مأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ م من فض مل ِه ي ُعطِك ُمم‬ ‫َم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‪RasulNya‬‬ ‫‪Sedangkan jalan ke sana sekarang harus ditempuh dengan tashfiyah‬‬ ‫‪(pemurnian) dan tarbiyah (pendidikan).‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُمم ل َعل ّك ُمم ت َمذَك ّرون.‫.‪Sebagai bukti seorang telah mempercayai Islam sebagai agama yang benar‬‬ ‫‪maka ia harus mengikuti dan taat kepada Rasul Nya. الل ّهم صل على محممد وعل َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ مى آل محممد‬ ‫م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد. رب ّن َما ظَل َمن َما‬ ‫ْ م‬ ‫ٌ َ م‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ م‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.‪ajaran Islam‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.Pd‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ همادي ل َمه. يما أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ َ ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّهما النماس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ م َ َم َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. serta memberikan permusuhan kepada musuh-musuh Allah dan‬‬ ‫. RasulNya. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم الممذي خل َقكممم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجه ما وب َمث من ْهم ما رج مال ً ك َث ِي ْمرا‬ ‫ّ ِ ُ َم ِ َ م‬ ‫ً‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َم َ‬ . Kenikmatan yang Agung Dan Sempurna‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Taufik N.T.S. ق مال ت َع مالى: ي َ ما‬ ‫م‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنتمم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْم مان ول َ ت َجع مل ف مي‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َم ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّمذي ْن ءامن ُموا رب ّن َما إ ِن ّمك رءُوف رحي ْمم.

” (QS. melahap tahun demi tahun dengan kecepatan 11.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Ma’ asyirol Muslimin Rahimakumullah Segala puji hanya untuk Allah Rabbul ‘Alamin.. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan oleh Allah kepada penutup para nabi dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam beserta keluarga. Hadirin Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Nikmat yang sangat besar yang harus kita syukuri adalah iman dan Islam serta diciptakannya alam semesta untuk manusia. Al-Ahzab: 62) dan juga firmanNya: “. dipuji dan ditaati .. niscaya imbang centripental dan centrifugalnya(gaya/tarikan kedalam dan keluar) akan .ُ َ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّمذي ت َس مآءَل ُون ب ِمه وا ْل َرح مام إ ِن الل مه ك َمان‬ ‫َم‬ َ ‫َ م‬ ّ َ ْ َ ‫ْ َم‬ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ‫عل َيك ُم رقيبا. dan dibuatNya untuk alam semesta. sahabat-sahabat. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . planet bumi yang mengelilingi surya berenang dalam lintasan ellips.” (QS. Dan tidak akan kamu dapati suatu perubahan pada ketetapan kami itu. Al-Isra’: 77) Jika kita renungkan. termasuk manusia. suatu sunnatullah yang tidak pernah berubah. sebagaimana firmanNya: “. Andaikan saja tidak ada ketetapan /keteraturan dalam sunnatullah ini atau bumi dan planet lainnya tidak mau taat pada aturanNya. dan para pengikutnya yang setia berjuang untuk menyebarkan risalah Islam keseluruh penjuru dunia.18 km/detik memulas siang dan malam . ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم وممن ي ُطمع اللمه‬ ْ ْ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ .79 km/detik. Tiada Dzat yang patut disembah. seperti kebanyakan sifat manusia. diibadahi. merengggang 147 juta km dan maksimal 152 juta km dengan kecepatan 29. kemudian dipilihnya planet bumi sebuah planet yang nyaman untuk kita tempati. ي ما أ‬ ً ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َم ي ّهما ال ّمذي ْن ءامن ُموا ات ّق موا اللمه وقول ُموا قمول‬ ‫ُم‬ ‫ِ َ َ َ م‬ ‫َم‬ ْ َ ْ ْ ُ َ َ ‫سدي ْدا.. Dialah Al-Khaliq yang telah menurunkan Islam sebagai aturan yang adil. Dan kamu sekali-kali tidak akan menjumpai perubahan pada sunnatulllah.‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.. agung lagi mulia yang merupakan rahmat dan nikmat bagi seluruh alam.

sehingga hal yang tidak kita temui dalam kandang ayam sekalipun justru saat ini kita temui pada kehidupan manusia. ternyata tidaklah cukup dengan aturanaturan alam ini saja. itu adalah nikmat Iman dan Islam.” (QS. Manusia dengan akal dan potensi hidup lainnya berupa kebutuhan jasmani. hampir tidak pernah kita jumpai. Mereka semua tunduk dan bertasbih kepada Allah sebagaimana firmanNya: “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi.Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Al-Maidah:3) Jama’ah Jum’ah rahimakumullah . AlJumu’ah: 1). kita dapati pria kawin dengan pria. Sungguh segala puji bagi Allah yang membuat sunnatullah ini bersifat tetap. lantas bumi akan anjlok ke perihelion dan ephelion lain.” (QS.tersita fatal. manusia yang diberi kelebihan nikmat yang paling utama berupa akal. Akan tetapi wahai kaum muslimin yang mulia. mereka senantiasa konsisten dengan aturan-aturan yang diciptakan untuk mereka. kerusakan moral dan kerusakan lain yang terjadi di darat maupun di laut. bahkan dalam sebuah kandang sekalipun tidak ada hewan jantan kawin dengan hewan jantan atau sebaliknya. sebagaimana firmanNya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu Ad-Dien (agama/jalan hidup)mu. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia. Dari akibat ulah manusia semacam inilah kita bisa menyaksikan kerusakan yang dahsyat baik itu berupa penyakit kelamin. baik di dunia maupun di akhirat. Mereka senantiasa tunduk kepada aturan-aturanNya. yang bisa menyulap bumi akan menjadi gersang ataupun beku sehingga menjadi pemukiman yang tidak membetahkan insan.naluri dan hawa nafsunya ternyata bisa dan mampu melakukan penyimpangan dari aturan-aturan Allah. Kita juga melihat keteraturan alam semesta ini pada dunia hewan dan tumbuhtumbuhan. sempurna dan satu-satunya yang akan menjamin tercapainya kebahagiaan hidup manusia. Raja Yang Maha Suci. Ketika Allah telah membuat hidup mereka berpasang-pasangan. bahkan manusia kawin dengan alat yang dibuatnya sendiri. wanita kawin dengan wanita. Wahai kaum muslimin rahimakumullah! Merupakan kenikmatan yang agung. dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Aku ridlai Islam menjadi dien-mu. niscaya alam semesta dan dunia ini tidak berarti apa-apa. yang jika kita bandingkan dengan nikmat alam semesta ini.

karena siapa yang lebih tahu hakikat manusia selain Pencipta manusia?. Maha Adil dan Bijaksana yang tidak saja mengatur manusia dengan diriNya (dalam hal aqidah dan ibadah) tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lainnya dalam hal mu’amalah dan ‘uqubat (hukuman). Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. pencipta manusia.303.” (QS. sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7: “Jika kalian bersyukur (terhadap nikmatKu) niscaya Aku tambah nikmatKu kepadamu dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) niscaya azabKu sangat pedih. Tidak ada aturan lain yang bisa memanusiakan manusia semanusiawi mungkin selain aturan dari Pencipta manusia.” (QS. betapa matahari yang besarnya 1. sungguh kehinaan hidup di dunia dan azab Allah di akhirat yang akan kita terima.maka bumi ibarat super debu yang hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dan manusia adalah super-super debu yang tertata dari sari tanah. Sungguh betapa besar jagat raya ini. Oleh sebab itu Islam merupakan karunia dan nikmat Allah. Dengan nikmat Allah yang berupa akal dan indra.merupakan aturan sekaligus jalan hidup yang dibuat Allah. yang terjelma dari nutfah yang terpancar. Dzat yang Maha Mengetahui.600 x bumi (satu juta tiga ratus tiga ribu enam ratus kali besar kali bumi) hanyalah ibarat setitik debu dalam galaksi (gugus bintang) Bima Sakti.” Dan dalam ayat lain Allah menegaskan: “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu.Islam dengan aqidah dan syari’ahnya. marilah kita bersama-sama merenungkan kemudian kita bersyukur. Kaum muslimin rahimakumullah. maka sungguh baginya penghidupan yang sempit. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuhmu yang nyata. hanya dengannyalah dapat tercapai keserasian dan kebahagiaan hidup manusia.masuklah kedalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian maengikuti jejak langkah syaitan. Al-Baqarah: 208) Dan jika kita menginginkan nikmatNya dengan melecehkan aturan-aturanNya baik sebagian apalagi keseluruhan. Ma’asyirol muslimin rahimakumullah Sungguh agung dan besar nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita berupa Islam dan sesungguhnya kita wajib mensyukurinya yaitu dengan menggunakan syariat Islam untuk mengatur aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Thaaha: 124). dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. dan batapa .

lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan dua tangannya. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. berpaling dari Islam. أ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وحمدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ . merasa sombong dan ujub. dengan firmanNya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri negeri beriman dan bertaqwa. dengan akalnya kadangkadang manusia merasa lebih tahu dari Allah. mengatur keluarganya dan orang sekelilingnya seraya berpaling dari ayat-ayat Allah. AlKahfi:57) Sungguh sangat rugi orang-orang yang berpaling dari syari’atNya. betapa sempurnanya Allah telah menurunkan ayat-ayat yang tersirat dalam alam semesta maupun yang tersurat dalam kitabNya. mengapa kadangkadang menusia berpaling?. Al-A’raf: 96). وقل رب اغفر وارحم وأ َن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ُ َ ُ ِ ّ ُ َ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ُ ُ . bukankah Allah telah berfirman: “Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhanmu.Maha Besar Pencipta jagat ini dan sungguh betapa kecilnya manusia bila dibandingkan dengan jagat raya ini. sehingga nikmat yang berupa akal ini justeru digunakan untuk mengkufuri nikmat yang lebih besar yaitu Islam.‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ‫ُ ِ ّ لم‬ ِ ْ ُ ُ َ ‫وممن ي ُض مل ِل فل َ ه مادي ل َمه. berpaling dari syari’atNya.” (QS.” (QS. niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم ب ِاليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل من ّي ومن ْك ُمم‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ْ ِ ‫ت ِل َوت َه إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Sungguh kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka. keseluruhan ataupun sebagian dan sungguh beruntung dan berbahagialah orang–orang yang senantiasa menjalani kehidupannya seraya menyesuaikan dengan perintah dan laranganNya. bahkan Allah telah menjamin suatu bangsa yang penduduknya beriman dan bertaqwa yakni menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. dan meskipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk. Padahal jagat raya yang besar dan luas saja tunduk pada aturanNya. betapa tinggi dan luasnya ilmu Allah dan betapa kecil dan kerdil manusia. Sehingga merasa mampu untuk membuat aturan untuk mengatur dirinya sendiri.

الل ّهم أ َرن َما ال ْح مق حق ما وارزقن َما ات ّب َماعه، وأ َرن َما ال ْباطِمل‬ ‫م َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ م‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وبارك على محم مد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت عل َمى إ ِب ْراهي ْمم وعل َمى آل إ ِب ْراهي ْمم،‬ ‫َ ِ َ َ َ م‬ ‫َ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِنممك حميممدٌ مجيممد. وأ َقم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ َ َ ِ‬ ‫: ‪Sumber‬‬ ‫‪www.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫الل ّه مم ص مل عل َ مى محم مد وعل َ مى آل محم مد ك َم ما ص مل ّي ْت عل َ مى‬ ‫َ َ م‬ ‫َم‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ م‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َ َ مالى: َ ما‬ ‫يم‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنموا ات ّقموا اللمه حمق ت ُقمات ِه ول َ ت َمموت ُن إ ِل ّ وأنتمم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ َ ّ َم ِ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.or.com‬‬ ‫12‬ .alsofwah. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ث ُم اعل َم موا ف مإ ِن الل مه أ َمرك ُمم بالص مل َة والس مل َم ِ عل َمى رس مول ِه‬ ‫َ م‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصمل ّون عل َمى الن ّب ِمي، ي َما أ َيهما َ ال ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مذي ْن‬ ‫َ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫ّ م ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه وسل ّم. الل ّهممم اغفممر ل ِل ْمسممل ِمي ْن وال ْمسممل ِمات،‬ ‫َ ِ‬ ‫ّ َ َ ِ ْ‬ ‫ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْممؤمن ِي ْن وال ْمؤمن َمات ا ْل َحي َماء من ْهمم وا ْل َمموات، إ ِن ّمك سممي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ م ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫قري ْب. رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِن َ ما ق مرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ م ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُمن واجعل ْن َما ل ِل ْمت ّقي من إ ِمام ما. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسمن َة وفمي الخمرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‫َ َ عم َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. س مب ْحان رب ّمك رب ال ْع مزة عم ما‬ ‫ِ ّ ِ َ ّم‬ ‫َ َ ًم‬ ‫ٍ َ ْ َ م‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.wordpress.

Semua umat Islam sepakat bahwa dakwah adalah amalan yang disyariatkan dan masuk kategori fardhu kifayah. Ubaidillah Al-Ghifary َ َ ِ ْ ُ ْ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْمحمود على ك ُل ح مال، ا َل ْموص موف ب ِص مفات ال ْجل َل‬ ِ َ ِ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ِ ٍ ‫ّ َم‬ َ ‫وال ْك َمال، ال ْمعروف بمزيد ا ْلن ْعمام وا ْلفض مال. Dalam kesempatan ini. Sebelum membicarakan pokok permasalahannya. di antaranya adalah menurut syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. untuk memenuhi panggilanNya. dengan sebenar-benar takwa. dan juga kepada para sahabatnya serta para generasi selanjutnya yang memperjuangkan Islam hingga akhir zaman nanti. kamus Mu’jamul Wasit 1/286). أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ ‫َ َم‬ ُ َ ‫ُ َم‬ ‫فيا أ َي ّها الناس، ا ِت ّقوا الله ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، حي ْمث قمال اللمه‬ ّ َ ِ ‫َ ّ َم‬ َ َ َ ُ ُ َ َ ّ ‫ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقممات ِه ول َ ت َممموت ُن إ ِل‬ َ ّ َ َ ُ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ َ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ . . mari kita sama-sama memanjatkan puji dan syukur kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada kita berupa kesehatan. Jamaah Jum’at yang berbahagia.” (Ali Imran:104). Shalawat dan salam kita berikan kepada nabi besar Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam yang telah menuntun umat manusia dari jahiliyah. أ‬ ‫ِ َ م ِ َ ِ ْ َ م ِ حم مدُهُ سمب ْحا َن َه‬ ِ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ ْ َ ُ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫وهو ال ْمحمودُ على ك ُل حمال. Adapun menurut istilah pengertiannya banyak sekali. saya selaku khatib ingin membahas sebuah tema yang sangat penting sekali dan dibutuhkan oleh umat Islam yaitu: Kewajiban kita berpartisipasi dalam dakwah Islamiah. Tidak boleh kategori diabaikan.‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت‬n ‫وأنت ُم مسل ِمون. memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. seperti firman Allah: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan. وقال رسول الله‬ ِ َ َ ُ َ َ ِ Jamaah Jum’at yang berbahagia.Kewajiban Kita Berpartisipasi Dalam Dakwah Ilallah Oleh:Muh. sebaiknya kita memahami: Apa itu dakwah? Dakwah secara bahasa adalah berarti seruan. Pada jum’at yang berbahagia ini. dan ajakan (kamus Ash Shihah 6/2336. Dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan yang dibawa oleh para rasulNya dengan cara membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan (Majmu’ Fatawa oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah 15/157). وأ َشمهدُ أ َن ل َ إ ِل‬ َ َ ‫مه إ ِل ّ اللمه وحمدَه‬ ّ ْ َ ُ َ ْ َ ٍ ‫ّ َم‬ ُ َ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ل َشممريك لممه ذو ال ْعظَمممة وال ْجل َل وأ َشممهد أ‬ ُ ُ َ َ ْ ِ َ ‫ِ َ ْ َ ُ ن محمممدا عبممدُه‬ ْ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ ‫ورس مول ُه وخل ِي ْل ُ مه الص مادقُ ال ْمق مال. الل ّه مم ص مل عل َ مى عب ْ مدك‬ ‫َ َم ِ َ ُ ّ َ ّ َ م‬ َ َ ُ ْ ُ َ َ ِ ‫ّم‬ ُ ّ ‫ورسول ِك محممد وعل َمى آل ِمه وأ َصمحاب ِه خي ْمر صمحب وآل وسمل‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ ِ َ ْ ٍ َ ٍ َ َ م‬ ‫َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ْ ‫ت َسل ِي ْما كثيرا. Dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Mari kita sama-sama meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah yang selalu melihat gerak-gerik kita. diacuhkan. yang penuh kegelapan menuju Islam yang terang benderang. dan dikurangi bobot kewajibannya. Hal itu disebabkan terdapat banyak perintah dalam Al-Qur’an dan As Sunah untuk berdakwah dan amar ma’ruf nahi mungkar. yaitu menunaikan ibadah shalat Jum’at.

kalau tidak mampu hendaklah mengubah dengan hatinya.” (Fushshilat: 33). maka akan mengalami kerugian dan kemunduran dalam pelbagai aspek kehidupan. Mau beriman kepada Allah. dan kerugiannya akibat meninggalkan dakwah.” (Ali Imran: 110). Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam : َ ِ ْ ْ ِ ‫ل َن ي َهدي َك الله ب ِك رجل ً واحدا خي ْر ل َمك ممن أ َن ي َك ُمون ل َمك ممن‬ َ ْ ْ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ُ ٌ َ ً ِ َ .Ayat ini bersifat umum dan merupakan kewajiban atas setiap individu untuk melaksanakannya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Adapun orang yang berdakwah karena hanya ingin mengharapkan ridha Allah dalam dakwahnya. maka Allah akan memberikan padanya balasan yang setimpal. Huruf (‫ )من‬disitu berarti penjelas. Dakwah dan amar ma’ruf merupakan prasyarat khairu ummah.” (Lihat Tafsil AlQur’an Al-‘Azhim. Sebab mulianya umat dengan dakwah. maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. wahai kaum muslimin bahwa dakwah Ilallah merupakan kewajiban yang disyari’atkan dan menjadi tanggung jawab yang harus dipikul kaum muslimin seluruhnya. Atau sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. maksud dari ayat ini adalah jadilah kamu sekelompok orang dari umat yang melaksanakan kewajiban dakwah. mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. kalau tidak mampu. dan 3. sebagaimana hadits shohih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. dan itulah selemah-lemah iman. )رواه مسلم‬ ِ ُ ُ ِ َ “Sungguh jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang melalui engkau (dakwah engkau) maka itu lebih baik bagimu daripada engkau . Jamaah Jum’at yang berbahagia. hal itu sesuai dengan firman Allah: “Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah. Jadi dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah akan memberikan predikat yang terbaik kepada umat manusia bila memenuhi tiga syarat yaitu: 1. Menyuruh kepada yang ma’ruf 2. seandainya umat ini tak mau berdakwah. “Dan setelah itu tidak ada iman sedikitpun. Kalau menjadi penjelas maknanya jadilah kamu wahai kaum mukminin sebagai umat yang menyeru kepada kebaikan. hendaklah mengubah dengan lisannya. “Barangsiapa yang melihat kemungkaran. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar (lihat Jami’ul Bayan oleh At-Thabary 4/26). Jamaah Jum’at yang berbahagia. oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir. Dakwah merupakan pekerjaan terbaik.” Dan pada riwayat lain. Artinya setiap muslim dituntut untuk berdakwah sesuai kemampuannya dan peluang yang dimilikinya. Ingatlah. mengerjakan amal shalih dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Mencegah dari yang mungkar. Oleh sebab itu wajiblah bagi kita untuk semangat berpartisipasi dalam berdakwah menyebarkan Islam ke mana saja dan di mana saja kita berada. 1/390). Allah berfirman: ”Kamu semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf. Kewajiban ini wajib atas setiap muslim.(‫حمر الن ّعم. telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam .

memiliki onta merah.” (Hadits shahih riwayat Muslim dalam kitab fadha’il, no. 2406). Jadi, karena dakwah merupakan perbuatan terbaik dan pelakunya akan dibalas dengan balasan yang besar. Maka dengan segera Rasulullah tetap tegar dalam dakwah, walau diganggu, dipersulit dan meskipun akan dibunuh tidaklah hal itu menghalangi beliau dalam berdakwah demi tegaknya dien Islam. Para da’i hendaknya menyadari bahwa ancaman, intimidasi, dan teror serta ancaman bunuh dari musuh adalah sunnatullah yang sudah dialami para nabi sebelum Nabi Muhammad dan hal itu akan berlanjut sampai hari Kiamat. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Marilah kita sejenak merenung dan meresapi untaian di bawah ini. Apa yang dialami Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan para sahabat dalam berdakwah? Mereka disiksa, diteror ada yang dibunuh, bahkan ada pula yang diembargo ekonomi dalam jangka waktu yang lama. Mereka sempat makan rumput-rumputan dan daun-daunan hingga mulut dan lidah mereka pecah-pecah. Apa yang dialami Imam empat yang terkenal itu? Imam Abu Hanifah, beliau dijebloskan dalam penjara gara-gara berdakwah dan mengatakan yang haq itu haq dan yang batil itu batil. Imam Malik, karena menegakkan kebenaran beliau rela dipukuli sampai kedua tulang belikat beliau hampir lepas karena kerasnya pukulan. Imam Syafi’i, gara-gara membela kebenaran beliau dimasukkan bui dan mau dibunuh oleh raja pada saat itu. Imam Ahmad bin Hanbal, yang pada zamannya ada fitnah dari kaum mu’tazilah bahwa AlQur’an adalah makhluk Allah. Akhirnya, beliau menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah bukan makhluk. Dari pernyataannya yang tegas itu, beliau dimasukkan bui dan dicambuk beberapa kali, hingga sebagian algojo yang menyiksa beliau membuat kesaksian dengan mengatakan, bahwa Imam Ahmad dicambuk sebanyak delapan puluh kali, jikalau gajah dicambuk seperti itu maka akan mati terkapar. Maka beliau terkenal dengan sebutan Imam AsSunnah, karena membela sunnah Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam dan Al-Haq. Lalu apa yang diderita Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya yang terkenal yaitu Syaikhul Islam Ats-Tsani Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah? Ibnu Taimiyah, karena berdakwah dan membela kebenaran, beliau rela masuk penjara, tak sempat menikah hingga beliau mati dalam penjara. Kata-kata beliau yang cukup terkenal yang patut kita ambil pelajaran: “Apakah yang akan diperbuat musuh-musuh kepadaku? Jika aku dipenjara, penjaraku adalah khalwat (untuk beribadah pada Rabb). Jika diasingkan, pengasinganku adalan tamasya. Jika aku dibunuh, kematianku adalah syahadah. Itulah kata-kata beliau dalam tekadnya membela kebenaran. Siapakah yang mampu menundukkan orang-orang yang segala alternatif perjuangannya adalah serba baik, sebagaimana beliau? Tidak ada, kecuali Maha Perkasa yang dengannya justru menaklukkan manusia ke dalam lindungan syari’at Islam nan agung dan penuh rahmat (Lihat buku Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah oleh Abul Hasan An-Nadawi).

Ibnul Qayyim, dalam membela kebenaran ia rela diikat badannya lalu diarak keliling kampung dan diludahi masyarakat, namun beliau tetap tegar dalam berdakwah sampai akhir hayatnya (Dari kitab Zadul Ma’ad). Adapun ulama-ulama yang baru-baru ini meninggalkan kita, yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz (2000 M) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani. Mereka adalah ulama-ulama yang gemar berdakwah dan menyebarkan Islam hingga akhir hayatnya. Begitu juga Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsai-min yang telah wafat pula (1421 H / 2001 M). Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Seorang da’i haruslah pandai dalam menyampaikan dakwah. Sebab darinyalah satu sebab dari beberapa sebab umat dapat paham Islam yang benar. Oleh karena itu dakwahnya harus sesuai Al-Qur’an dan As Sunah serta sesuai dengan manhaj nubuwwah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Sebagaimana hal itu sesuai dengan firman Allah: “Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125). Seorang da’i haruslah selalu introspeksi diri, apakah dakwahnya karena Allah atau karena yang lain: Dalam firman Allah di atas tadi, kata bil hikmah, Imam Syafi’i memberi komentar: “Setiap hikmah dalam Al-Qur’an berarti As-Sunnah”. Dan berkaitan dengan kata As-Sunah artinya adalah dakwah itu harus mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, bukan berdakwah mengajak orang pada golongan, partai tertentu yang marak hari ini, demokrasi, sekularisme dan lain-lain yang antagonis dengan Islam, silakan lihat komentar Imam Syafi’i dalam kitab Al-Madkhal fil Aqidah, hal 24. Jamaah Jum’at yang berbahagia. Dakwah itu mempunyai urgensi yang banyak sekali, namun intinya kurang lebih adalah tersebarnya kebenaran pada umat manusia (khususnya kaum muslimin), lalu mereka bisa merubah pola pikir hidupnya dari jelek menjadi baik, dari beribadah kepada makhluk berubah menjadi beribadah kepada Khaliq. Lalu mereka membela Islam, mendakwahkan Islam semampunya hingga dengan usaha mereka setelah rahmat Allah manusia masuk Islam secara berbondong-bondong. Maka alangkah bahayanya kalau dakwah itu sampai tidak berjalan, mogok total tanpa ada yang menjalankan, maka ketika itu adzab Allah akan turun ke bumi menimpa manusia semuanya. Apakah di dalamnya itu orang beriman atau bukan beriman. Firman Allah: “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim di antara kamu, dan ketahuilah Allah amat keras siksanya”. (Al-Anfal: 25). Jamaah Jum’at yang berbahagia. Demikian ringkasan dari kutbah Jum’at yang saya sampaikan, yang intinya sebagai bahan ringkasan dari khutbah tersebut adalah marilah kita tingkatkan partisipasi kita dalam berdakwah sesuai dengan kemampuan kita, profesi kita, hingga Allah memanggil kita, karena keutamaan umat ada dalam dakwah dan kerugian umat akibat meninggalkan dakwah. Sekali lagi mari kita tingkatkan semangat kita berdakwah sesuai dengan manhaj salafush shalih. Semoga Allah menolong kita dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Amin ya Robbal’alamin.

‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْمم، ون َفعن ِمي وإ ِي ّماك ُم ب ِمما‬ ‫ْ َم‬ ‫ْ َ م‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َقول قوِل ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر اللممه‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْ ممم ل ِ ممي ول َك ُممم ول ِس ممائ ِر ال ْمس ممل ِمي ْن م ممن ك ُممل ذَن ْ ممب.‬ ‫َ م َ م ْ َ م ْ َ َم‬ ‫ُ ْ م ِ َ ِم ْ م ّ م ٍ‬ ‫ِ‬ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬
‫‪Khutbah Kedua‬‬

‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي هدانا ل ِهذا وما ك ُنا ل ِن َهت َدي ل َو ل َ أ َن همدانا اللمه.‬ ‫ْ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ ِ َ ْ‬ ‫أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ ش مريك ل َمه. وأ َش مهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن محم مدا‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ‬ ‫عبده ورسول ُ ِه. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وم من‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫ت َبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أ َ‬ ‫ِ َ ُ ْ ِ ِ ْ َ ٍ َِ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫َ َم َ‬ ‫ُ‬ ‫فيا أ َي ّها ال ْمؤمن ُون، ا ِت ّقوا اللمه ت َعمالى حمق ت ُقمات ِه، واعل َمموا أ َن‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َم ِ َ ْ ُ ْ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫الله ومل َئ َك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، صل ّوا عل َي ْه وس مل ّموا ت َسمل ِي ْما.‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ّ‬ ‫الل ّهم صمل وسمل ّم عل َمى محممد وعل َمى آل ِمه وصمحب ِه والت ّماب ِعي ْن‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ م‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ م ِ َ‬ ‫أ َجمعي ْن ب ِرحمت ِك ي َما أ َرحمم الراحمي ْمن. الل ّهمم اغفمر ل ِل ْممؤمن ِي ْن‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ َ َ م‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ّ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحي َ ماء من ْه مم وا ْل َ‬ ‫ْ م ِ ِ ُ ْ َ م موات.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫الل ّهمم أ َرن َما ال ْحمق حقما وارزقن َما ات ّبماعه، وأ َرن َما ال ْباطمل بما َطِل ً‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ م‬ ‫َ ّ َ ّم َ ْ ُ ْ م‬ ‫َ ُ ّ ِ م‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُوب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا وهب ل َنمما مممن‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ ْ َ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب. رب ّنا آت ِنا في ال مدّن ْيا حس من َة وف مي‬ ‫ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآء ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬

‫22‬
‫‪Istighfar Dan Taubat Adalah Kunci Rizki Dan keberkahan dari Allah‬‬ ‫‪Ta'ala‬‬ ‫‪oleh: Anton Zamroni‬‬ ‫‪Khutbah pertama‬‬

‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ مه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫لم ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬

َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ .‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ َ ُ ‫يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُ َ مات ِه ول َ ت َم موت ُن إ ِل ّ وأن ُ مم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ ‫َ تم‬ َ ِ ‫َ َ ّ قم‬ َ ‫مسل ِمون. يا أ‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُمم ال ّمذي خل َقك ُمم م من ن َف مس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك‬ ُ َ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله ك َمان عل َي ْك ُمم رقي ْب ًما. ي َما‬ ‫م‬ ‫ْ َ ِ م‬ َ َ ‫َ م‬ ّ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُموا ق مول ً س مدي ْدا. ي ُص مل ِح ل َك ُمم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ً ِ َ َ ْ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورس مول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فق مدْ ف ماز‬ َ ‫َم‬ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ .‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً َ ُ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فمإ ِن أ َصمدَقَ ال ْحمديث ك ِت َماب اللمه، وخي ْمر ال ْهمدْي همدْي‬ َ ِ ِ ِ َ ّ ُ ‫م‬ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ .‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهممم ب ِإ ِحسممان‬ َ ْ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ .‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ... Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan jama’ah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak. Jamaah Jum’at yang berbahagia ... Di antara hal yang menyibukkan hati kaum muslimin adalah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sebagian besar kaum muslimin memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizki mereka. Kemudian tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syari’at Islam tetapi mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan hukum halal dan haram. Mereka itu lupa atau berpura-pura lupa bahwa Allah men-syari’atkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi ummat manusia dalam perkaraperkara kebahagiaan di akhirat saja. Padahal Allah mensyari’atkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia. Sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiallaahu anhu , ia berkata:

‫: رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخممرة‬n ‫كان أ َك ْث َر دُعاء الن ّب ِي‬ ِ َ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ّ .‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ

.“Sesungguhnya do’a yang sering diucapkan Nabi adalah. (Shahihul Al-Bukhari. berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang lebih baik (sebagai ganti). Tetapi yang dimaksud dengan istighfar di sini adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib AlAsfahani adalah “Meminta (ampun) dengan disertai ucapan dan perbuatan dan bukan sekedar lisan semata. Kitabud Da’awat. Jika keempat hal itu telah dipenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna. Hadist 6389. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami ingin menjelaskan tentang berbagai sebab di atas dan meluruskan pemahaman yang salah dalam usaha mencari rizki . Sebagaimana firman Allah tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya: “Maka aku katakan kepada mereka. bahkan tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Bab Qaulun Nabi Rabbana Aatina fid Dunya Hasanah. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Di antara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah. Allah dan RasulNya tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan dan keraguan dalam usaha mencari penghidupan. sebab-sebab mendapat rizki telah diatur dan dijelaskan. yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga: 1. no.. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. II/191). Sekiranya ummat ini mau memahami dan menyadarinya. Tapi sebaliknya.” (Nuh: 10-12) Yang dimaksud istighfar dan taubat di sini bukan hanya sekedar diucap di lisan saja.” Sedangkan makna taubat sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam ArRaghib Al-Asfahani adalah meninggalkan dosa karena keburukannya. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. ‘Mohon ampunlah kepada Tuhanmu’. Jika salah satu syarat hilang. ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah. Ma'asyirol Muslimin a’azza kumullah . Ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. 2. maka taubatnya tidak sah. serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi.. tidak membekas di dalam hati sama sekali. menyesali dosa yang telah dilakukan. . sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.. Ia harus menyesali perbuatan (maksiat) nya. Begitu pula Imam An-Nawawi menjelaskan: “Para ulama berkata. Hendaknya ia harus menjauhi maksiat tersebut. “Wahai Tuhan Kami’ karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat. niscaya Allah akan memudahkan mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari setiap arah. dan jagalah kami dari siksa api Neraka”. 3.

‘Beristighfar kepada Allah! Dan yang lainnya lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula).’Beristighfarlah kepada Allah!. maka ia harus meminta maaf. yaitu ketiga syarat di atas ditambah satu. menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungaisungai di antara kebun-kebun untuk kalian.. melancarkan urusannya dan menjaga keadaanya. meminta ampun kepadaNya. Kemudian di ayat yang lain Allah yang menceritakan tentang seruan Hud kepada kaumnya agar beristighfar. Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . melimpahkan air susu. memperbanyak harta dan anak-anak untuk kalian. Ia akan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit. Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain lagi berkata kepadanya. kemudian memerintah-kan bertaubat untuk waktu yang mereka hadapi. jika kalian bertaubat kepada Allah..’Hai kaumku.. niscaya Dia kan menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan membawa kekuatan kepada kekuatanmu dan juga janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya. menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ’Do’akanlah (aku) kepada Allah.Jika taubatnya berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (surat Nuh: 10-12) berkata: “Maknanya. Dan pada surat Hud di ayat yang lain Allah juga berfirman: “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya (jika kamu mengerjakan yang demikian (niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan. yaitu hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang lain. dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang . Barangsiapa memiliki sifat seperti ini. Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . agar ia memberiku anak!!’ maka beliau mengatakan kepadanya. “Dan (Hud berkata).” (Hud: 52) Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan: “Kemudian Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar sehingga dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan.. maka beliau berkata kepadanya. mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi. bahwasannya ia berkata: “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya. jika berupa had (hukuman) maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalas atau meminta maaf kepadanya dan jika berupa qhibah (menggunjing). niscaya Ia akan memperbanyak rizki kalian. Imam Al-Qurtubi menyebutkan dari Ibnu Shabih. niscaya Allah akan memudahkan rizkinya. Jika berupa harta benda maka ia harus mengembalikan.

. Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ا ْل ِست ِغفار جعل الله من ك ُل هم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ْ َ َ ٍ ِ ّ َ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل‬ َ َ َ َ ً َ ْ َ .” (Hud: 3). Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.‫ي َحت َسب‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ِ ْ “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah). bahwa Allah Yang Maha Esa. baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan.. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. Imam Al-Qurthubi mengatakan:”Inilah buah istighfar dan taubat.” (Dishahihkan oleh Imam Al-Hakim (AlMustadrak. 4/55) Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah .‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّمه ن َحممدُهُ ون َسمت َعي ْن ُه ون َسمت َغفرهْ ون َعموذُ ب ِمالله ممن‬ ‫م‬ ‫َ ُم‬ ّ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ مه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ‫لم‬ ِ ْ ُ ُ . Dalam hadist yang mulia ini. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta. Salah satunya yaitu. kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar. Karena itu.. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ِ ِ ِْ َ ّ .. Nabi menggambarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata. Abu Daud.yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” Ma'asyirol Muslimin A’azza kumullah . niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka. Yakni Allah akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Allah tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian. Dan hendaklah kita selalu waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Yang memiliki kekuatan akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak pernah diharapkan serta tidak pernah terbersit dalam hati. maka sesungguhnya aku takut akan ditimpa siksa hari kiamat. 4/262) dan Syaikh Ahmad Muhammad Syaikh (Hamisy AlMusnad.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ . Jika kamu berpaling.

saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah dengan sesungguhnya. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya. jadikanlah kami termasuk hamba-hamba Mu yang pandai beristighfar. Bahwasannya dengan istighfar dan taubat... Kemudian dari khutbah yang pertama tadi dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. أ‬ َ ْ ِ َ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah . Ya Allah. الل ّهم صل على محممد وعل َمى آل محممد‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ م‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . Jadi dengan istighfar dan taubat. Allah akan membukakan pintu-pintu rizki dan keberkahan baik dari langit maupun dari bumi. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. Allah akan memperbanyak harta dan anak-anak.‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِ ّ مك حم ْ مدٌ مج ْ مد‬ ‫َ ِ َ نم َ َ ِ يم‬ ٌ ‫َ ِ يم‬ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محممد ك َمما ب َمارك ْت عل‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َ مى إ ِب ْراهي ْمم‬ ‫م‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ ‫َم م‬ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْمدٌ مجي ْمد. jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu bertaubat dan beristighfar. Karena itu.‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ Ya Allah. Allah akan menurunkan hujan yang lebat. Kembali pada khutbah yang kedua ini. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. Allah akan mengampuni dosa-dosa hambaNya. الل ّهم أ َعت ِق‬ َ ِ َ ْ ْ ّ ُ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ . Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Bahwasannya telah disyari’atkan oleh Allah kepada kita untuk senantiasa ber-istighfar dan taubat dengan lisan yang disertai perbuatan. الل ّه مم اغف مر ل ِل ْمس مل ِمي ْن‬ ِ َ َ ْ ُ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل‬ . marilah pada kesempatan ini kita berdo’a kepada Allah. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. Karena istighfar dan taubat dengan lisan semata tanpa disertai dengan perbuatan adalah pekerjaan para pendusta. di dunia maupun di akherat. lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan-keadaan kami. Allah akan menjadikan untuknya kebun yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. وأ َش مهدُ أ َن ل َ إ ِل َمه إ ِل ّ الل مه وح مدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ِ ‫َم‬ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. 2.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ ه مادي ل َمه. dan mudahkanlah rizki -rizki kami. memohon ampunan atas segala dosa dan menjadikan kita termasuk orangorang yang pandai ber istighfar agar Allah senantiasa membukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi. ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّمه م ما عل ِمن َما من ْمه وم ما ل َمم ن َعل َمم‬ ‫ِ َم َ ْ م ِ ُ َ َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ ِ َ ‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم.

‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سمعارهم وآمن ْهمم فمي‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم.‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َع ْمال َك ُم‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ً‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل َه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما.‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ ْ ُ ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫32‬ ‫‪Ilmu.‫رقاب َنا من النار وأ َوسع ل َنا من الرزق في ال ْحل َل، واصرف عن ّما‬ ‫ِ َ ْ ِ ْ َ م‬ ‫ّ ْ ِ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ َ‬ ‫ِ م َ ّ م َ ْ ُ م َ‬ ‫فسقة ال ْجن وا ْل ِن ْس ي َما حمي ي َما قي ّموم ي َما ذا ال ْجل َل وا ْل ِك ْمرام.‬ ‫ْ َ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وَقُوْل ُوا قَوْل ً سد ِي ْدا.‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها‬ ‫َ‬ ‫َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ُ ُ ْ َ‬ ‫وَب َث من ْهُما رِجال ً ك َث ِي ْرا وَن ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِيْ ت َسآءل ُوْن ب ِهِ وَا ْل َرحام إ ِن‬ ‫َ ً َ ُ‬ ‫ْ َ َ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫الله كان ع َل َي ْك ُم رقِي ْبا.‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ ْ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫ْ‬ ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُهُ‬ ‫َ‬ ‫وَرسوْل ُه.‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ُ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫أ َما ب َعْد؛ فَإ ِن أ َصد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ‫َ ِ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ‬ ‫ّ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ع َل َي ْهِ وسل ّم وشر ال ُ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ َ ّ َ مورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك ُل‬ ‫َ ٌ‬ ‫ٌ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ َ‬ ‫ضل َل َةٍ في النار. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفمي الخمرة حسمن َة وقن َما‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ م‬ ‫َ َ َ ً َ ِم‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروهُ على ن ِعمه ي َزدْك ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ِ ِ م‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫واسأ َل ُوه من فضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‬ ‫ِ‬ ‫…‪Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah‬‬ .‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫َ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حقّ ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن.‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ ّ َ ّ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫اللهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوْم ِ‬ ‫الد ّي ْن. Simbol Kejayaan Umat‬‬ ‫‪Afifi Widodo‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫ومن سيئات أ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ّ َ ِ ع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه.

Akankah kita bergelimang dalam kebodohan. Sesungguhnya pada hari ini hanya ada amal tanpa hisab (perhitungan). Lalu apa yang menghalangi kita untuk segera meraup ilmu dien (agama). dan akhirat akan datang menjelang. sebagaimana kita berambisi meraup ketinggian ilmu dunia karena tergambar suksesnya masa depan kita? . dan keduanya mempunyai anak-anak. Akankah kita membekali diri kita bagaikan si buta di tengah rimba belantara tak tahu apa yang akan menimpanya. Dari mimbar ini pula saya serukan kepada diri saya pribadi. sikap ambisi meraup dan mengimport ilmu ini berlaku hanya pada masalah duniawi.‫حساب وَغ َدا حساب وَل َ ع َمل‬ ٌ َ ِ ً ٌ َ ِ “Dunia akan pergi berlalu. Sanjungan shalawat kita sampaikan kepada Baginda Rasul. tidakkah kita ingin sukses dan jaya di negeri akhirat nanti. Hingga hampir menjadi kesepakatan setiap jawara bangsa. Selanjutnya… jamaah Jum’at yang berbahagia. Bahkan pikiran sebagian besar kaum muslimin pun tak jauh berbeda dengan kaum sekulernya. Syahadatpun harus selalu kita benahi. Padahal bahaya itu sebuah kepastian yang telah tersedia. bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa.Rasanya tak habis-habisnya kita mesti bersyukur kepada Allah. Bukankah kita pernah mendengar wasiat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiallaahu anhu : ،‫ا ِرت َحل َت الد ّن ْيا مد ْب ِرة ً وارت َحل َت الخرة ُ مقب ِل َة وَل ِك ُل واحد َةٍ من ْهُما ب َن ُوْن‬ ِ َ ّ ً ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ِ َ ْ ٌ َ ِ َ ‫فَك ُوْن ُوا من أ َب ْناء الخرةِ وَل َ ت َك ُوْن ُوا من أ َب ْن َاء الد ّن ْيا، فَإ ِن ال ْي َوْم ع َمل وَل‬ ٌ َ ِ ّ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ٌ َ . Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya. AlBukhari secara mu’allaq). Yang lebih memprihatinkan lagi. hanya dengan taqwalah kita selamat di hari pengadilanNya. sebagian da’i yang mempertengkarkan tentang cap intelektual muslim pun justru menuding kolot terhadap orang yang tekun mempelajari agamanya karena terfitnah oleh kilauan dunia. telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan nilai-nilai taqwa. padahal kebodohan adalah lambang kejumudan. Akan tetapi sayang seribu kali sayang. Jadilah bangku-bangku sekolah didoktrin dengan kurikulum negara maju. Lalu. karena dari limpahan rahmat dan karuniaNya. umumnya kepada para jamaah sekalian untuk selalu menjaga. hingga kini kita tetap bertahan menjaga keimanan kita sebagai tingkat nikmat yang paling tinggi. Jamaah Jum’at yang berbahagia! Ilmu.” (HR. biar lebih mendekati makna yang hakiki. ujung tombak pembawa pelita kehidupan. dan besok hanya ada hisab (perhitungan) tanpa amal. Jamaah Jum’at yang mulia.

warisan yang lebih mulia dan berharga dari segala warisannya para nabi.(‫وافِر. Ilmu. semakin susah pula untuk mencari tempat . bahkan ilmu itu yang akan menjaga pemiliknya sehingga memberi rasa nyaman dan aman. tapi ilmunya tak pernah sirna. atau ilmu yang dia amalkan atau anak shalih yang mendoakannya.Ma’asyiral muslimin rahimakumullah! Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengumpulkan keutamaan ilmu ini dalam 13 point: 1. lain halnya dengan harta yang semakin bertumpuk. Dari segi harta Abu Hurairah Radhiallaahu anhu memang termasuk golongan fuqara’ (kaum papa). 2. Tirmidzi). Ilmu itu tetap akan kekal sekalipun pemiliknya telah mati. kita semua masih tetap membacanya. Setiap kita pasti kenal Abu Hurairah Radhiallaahu anhu. maka barangsiapa mengambilnya (warisan ilmu) maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. gudangnya periwayatan hadits. tak perlu gedung yang tinggi dan besar untuk meletakkannya.‫أ َوْ وَل َد ٌ صال ِح ي َد ْع ُوْ ل َه‬ ٌ َ ُ “Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah. Bahwa ilmu dien adalah warisan para nabi Shallallaahu alaihi wa Salam. Cukup disimpan dalam dada dan kepalanya. dalam rangka menghancurkan Islam dan kaum muslimin.” (HR.” 3. tetapi harta yang jadi rebutan manusia itu pasti akan sirna. Inilah buah seperti yang tersebut dalam hadits Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam : ‫إ ِذا مات ا ْل ِن ْسان ا ِن ْقط َعَ ع َمل ُه إ ِل ّ من ث َل َث؛ صد َقَة جارِي َة أ َوْ عل ْم ي ُن ْت َفعُ ب ِه‬ َ َ ُ َ ٌ ِ ٍ َ ٌ ٌ ِ ُ َ َ َ َ َ ْ ِ . mereka hanyalah mewariskan ilmu. memang hartanya telah sirna. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. sebanyak apapun tak menyusahkan pemiliknya untuk menyimpan. )الترمذي‬ ٍ َ “Keutamaan sesorang ‘alim (berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. sehingga beliau menjadi sasaran bidik kejahatan kaum Syi’ah dengan tuduhan-tuduhan keji yang dilancarkannya terhadap diri beliau. ا َل ْعُل َماء وَرث َة ا ْل َن ْب ِياء‬ ِ َ ُ َ ُ َ َ َ ُ ْ َ َ ِ ْ َ ِ ُ ّ َ ً ُ ّ ‫وَا ْل َن ْب ِياء ل َم ي ُوَرث ُوا د ِي ْن َارا وَل َ د ِرهَما وَإ ِن ّما وَرثوا ال ْعِل ْم فَمن أ َخذ َه ُ أ َخذ َ ب ِحظ‬ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ْ ُ َ ْ ّ . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ َ ،‫فَضل ال ْعال ِم ِ ع َلى ال ْعاب ِد ِ ك َفضل ال ْقمرِ ع َلى الن ّجوْم.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: َ ‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن وَإ ِن ّما أ َنا قاسم والله هُوَ ال ْمعْط ِي وَل‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ُ َ ٌ ِ َ َ َ ُ ْ ْ َ ِ ْ‫تزال هذه ا ْل ُمة قائمة على أ َمر الله ل َ يضرهم من خال َفهم حتى يأت‬ َ ‫ِي أ‬ ََ ً َ ِ َ ُ ّ ‫َ ُ ّ ُ ْ َ ْ َ َ ُ ْ َ ّ َ َ مر‬ ِ ِ ِ َ ُ ََ ُ ْ ِ ْ . bisa menghantarkan pemiliknya menjadi saksi atas kebenaran dan keesaan Allah.” (Ali Imran: 18). sebagaimana firmanNya: “Hai orang-orang yang beriman. tidak akan memadharatkan kepada mereka. Ilmu. Adakah yang lebih tinggi dari tingkatan ini? Inilah firman Allah Ta’ala: “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Al-Bukhari). orang-orang yang menyelisihi mereka sampai datang putusan Allah. tentunya selama tidak menganjurkan durhaka kepada Allah dan RasulNya. 4.‫الله‬ ِ “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan.menyimpannya. menurut ulama adalah Umara’ dan Hukama’ (Ahli Hikmah/Ahli Ilmu/Ulama). Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. termasuk golongan petinggi kehidupan yang Allah perintahkan supaya orang mentaatinya. belum lagi harus menjaganya dengan susah payah bahkan bisa menggelisahkan pemiliknya. 5. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Ulama berfungsi menjelaskan dengan gamblang syariat Allah dan mengajak manusia ke jalan Allah. Umara’ berfungsi mengoperasionalkan jalannya syariat Allah dan mengharuskan manusia untuk menegakkannya. taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya) dan ulil amri di antara kamu. mereka itulah yang tetap tegar dalam mewujudkan syariat Allah hingga datangnya hari kiamat. Ulil Amri.” (An-Nisa: 59). .” (HR. 6. maka Allah akan fahamkan dia dalam (masalah) dien. Sedang pemilik harta? Harta sama sekali takkan menghantarkan pemiliknya sampai ke derajat sana. Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Para ulama. Yang menegakkan keadilan. Imam Ahmad mengatakan tentang kelompok ini: “Jika mereka bukan Ahlu Hadits maka aku tidak tahu siapa mereka itu”. Umat ini akan senantiasa tegak di atas perkara Allah. Para ulama (Ahli ilmu syari’at). Aku adalah Al-Qasim (yang membagi) sedang Allah Azza wa Jalla adalah yang Maha Memberi.

Sabdanya: َ ً َ َ ْ َ َ َ ً ِ . Ilmu merupakan pertanda kebaikan seorang hamba.” (Al-Bukhari). Sedangkan permisalan bagi orang yang tidak (tidak memperhatikan ilmu) itu (sangat berpaling dan bodoh).” (HR. mengairi tanaman dan bercocok tanam. (HR.7. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menggambarkan para pemilik ilmu dengan lembah yang bisa menampung air yang bermanfaat terhadap alam sekitar. 8. sekalipun bukan jaminan mutlak orang yang (mengaku) berilmu mesti baik. Ilmu adalah cahaya yang menerangi kehidupan hamba sehingga dia tahu bagaimana beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan para hamba Allah. sebagian di antaranya ada yang baik (subur) yang mampu menampung air dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak.‫من سل َك ط َرِي ْقا ي َل ْت َمس فِي ْهِ عل ْما سهّل الله ل َه ب ِهِ ط َرِي ْقا إ ِلى ال ْجن ّة‬ ً ِ َ ُ ُ ُ ِ Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu. Ilmu adalah jalan menuju Surga. Dengan dirinyalah manusia dapat tertunjuki jalan hidupnya. maka dia mempelajari dan mengajarkan. Dia bunuh seorang ahli ibadah sebagai korban yang ke-100 karena jawaban bodoh dari si ahli ibadah yang menjawab bahwa sudah tak ada lagi pintu taubat bagi . di antaranya lagi ada sebagian tanah keras yang (mampu) menahan air yang dengannya Allah memberikan manfaat kepada manusia untuk minuman. Jamaah sekalian tentunya ingat kisah seorang pembunuh yang menghabisi 100 nyawa. 9. 11. maka Allah mudahkan baginya jalan menuju Surga.‫من ي ُرِد ِ الله ب ِهِ خي ْرا ي ُفقهْه في الد ّي ْن‬ ِ ُ ّ َ ً َ ُ ْ َ ِ “Siapa yang Allah kehendaki kebaikan. Al-Bukhari dan Muslim). Allah akan pahamkan dia (masalah) dien. dia tidak menerima petunjuk Allah yang dengannya aku diutus. Orang ‘alim (berilmu) adalah cahaya bagi manusia lainnya. Tidaklah akan menjadi baik melainkan orang yang berilmu. 10. beliau bersabda. tiada jalan pintas menuju Surga kecuali ilmu. Maka demikianlah permisalan orang yang memahami (pandai) dalam dien Allah dan memanfaatkan apa yang dengannya aku diutus Allah. Sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Salam : . Dan sebagian menimpa tanah tandus kering yang gersang. tidak bisa menahan air yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Muslim). yang artinya: Perumpamaan dari petunjuk ilmu yang aku diutus dengannya bagaikan hujan yang menimpa tanah.

” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah! Itulah point-point penting yang bisa kita nukilkan. Akhirnya dia datang kepada seorang ‘alim. sekedar saya simpulkan dari khutbah yang pertama. Dan di akhirat akan Allah angkat derajat mereka di Surga sesuai dengan derajat ilmu yang telah diamalkan dan didakwahkannya. Allah akan mengangkat derajat Ahli Ilmu (orang alim) di dunia dan akhirat. bila tidak justru akan membawa kepada kehancuran dan laknat Allah. 3. Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Mujadilah: 11 telah berfirman: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. maka diapun mendapatkan penerangan bagi jalan hidupnya. . pada khutbah yang ke-2 ini. semoga menjadi pendorong semangat bagi orang yang bercita-cita mulia dunia dan akhiratnya. Bahwa problem yang terbesar di kalangan umat ini adalah al-jahl biddien. 2. 12. dan disana ia ditunjukkan jalan taubat.‫ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ أ َجمعِي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ً َ َ ْ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ُ ْ ِ ُ ِ ْ ْ ْ . أ َما ب َعْد؛‬ ُ ّ ً ْ َ َ ُ Jamaah yang berbahagia.pembunuh nyawa manusia. Tidak akan terangkat derajat umat ini menuju sebuah kejayaan kecuali harus bangkit dan menggali ilmu agama secara benar.‫وَمن سي ْئات أ َع ْمال ِنا، من ي َهْد ِهِ الله فَل َ مضل ل َه وَمن ي ُضل ِل فَل َ هاد ِيَ ل َه‬ َ ِ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ُ ّ ِ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ ْ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ْ ُ‫وَأشهَد ُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وَحد َه ُ ل َ شرِي ْك ل َه وَأشهَد ُ أن محمدا ع َب ْد ُه‬ َ ّ َ ُ ُ َ ‫وَرسوْل ُه صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ت َسل ِي ْما. ّ َ ً َ ُ َ ً ْ ‫والله ن َسأ َل ُه أ َن ي َرزقَنا عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل، وَصلى الله‬ ً ً َ ً ِ َ ُ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ َ َ . bodoh tentang agamanya. Di dunia Allah angkat derajatnya di tengah-tengah umat manusia sesuai dengan tingkat amal yang dia tegakkan. 1. Ilmu agama yang akan membawa kejayaan adalah ilmu yang diamalkan dari sumber yang benar pula.

‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ .‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهُم اغ ْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات. الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل محمد ٍ ك َما صل ّي ْت ع َلى‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫إ ِب ْراه ِي ْم وَع َلى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد. الل ّهُم افْت َح ب َي ْن َنا وَب َي ْن قَوْمنا بال ْحقّ وَا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن. فاذ ْك ُروا الله ال ْعَظ ِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫42‬ ‫‪Kondisi Kaum Muslimin Pada Masa Kini‬‬ ‫‪Oleh: Sardona Siliwangi‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه، ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ ْ ِ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا.‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ َ ّ ِ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫وَصلى الله ع َلى ن َب ِي ّنا محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ي ِوْم ِ الد ّي ْن.‬ ‫ِ‬ ‫عباد َ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى ع َن‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ ن َب ِي ول َ رسول ب َعدَه، قدْ أ َدى ا ْل َمان َة‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫ّ َ‬ ‫وب َل ّغ الرسال َة ون َصح ا ْل ُ‬ ‫مة وجاهدَ في سب ِي ْل ِه حق جهاده.‪kebaikan kaum muslimin‬‬ ‫َ َ‬ ‫إ ِن الله وَمل َئ ِك َت َه ي ُصل ّوْن ع َلى الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذ ِي ْن ءامن ُوا صل ّوا ع َل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما. وَبارِك ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫محمد ٍ ك َما بارك ْت ع َلى إ ِب ْراه ِي ْم وَع َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ لى آل إ ِب ْراه ِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا‬ ‫َ ُ َ ً َ َ َ ِ‬ ‫ّ ّ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ ً َ ً‬ ‫حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا ع َذاب النار. رب ّنا اغ ْفر ل َنا‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ ْ‬ ‫وَل ِخوان ِنا ال ّذ ِي ْن سب َقوْنا ب ِا ْل ِي ْمان وَل َ ت َجعَل فِي قُل ُوْب ِنا غل ّ ل ّل ّذ ِي ْن ءامن ُوا رب ّنا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ ُ ٌ ّ ِ ٌ َ‬ ‫إ ِن ّك رءوْف رحي ْم. من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‫‪Karena itulah mari kita gali ilmu agama secara benar dari sumber aslinya yaitu‬‬ ‫‪Al-Qur’an dan Sunnah melalui pemahaman para Salafus-Shalih yakni para‬‬ ‫‪sahabat radhiyallahu ‘anhum serta para pengikut pola hidupnya hingga hari‬‬ ‫.‪akhir‬‬ ‫‪Selanjutnya marilah kita berdoa kepada Allah untuk kebaikan kita dan‬‬ ‫.‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك عل ْما نافِعا وَرِزقا ط َي ّبا وَع َمل ً مت َقب ّل.‬ ‫َ َ‬ ‫ّ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ّ ِ َ ِ ِ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫الصل َةُ والسل َم على ن َب ِي ّنا ال ْمصطَفى محمد صلى الله عل َي ْه‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ِ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ‬ ‫وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن سل َك سب ِي ْل َه واهت َدى ب ِهداهُ إ ِلى‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ َ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن.

yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan yang apabila kita ingin menghitungnya niscaya kita tidak akan sanggup untuk menghitung kenikmatan tersebut. )رواه الترمذي، حديث‬ َ َ َ ُ ْ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ . Jamaah Jum’at arsyadakumullah Allah berfirman dalam Al-Qur’anul Karim surat An-Nur ayat 55: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengamalkan kebaikan bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah . karena dengan kedua nikmat ini merupakan satu bukti bahwa kita merupakan umat pilihan.‫ي َفقهوا قول ِي‬ ْ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ‫قال الله ت َعالى في ال ْقرآن ال ْك َري ْم: يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا‬ ِ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ِ ِ ْ ُ َ ‫الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. Mereka tetap menyembahKu dan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah. shahabat dan kepada orang-orang yang mengikuti jejak beliau dengan baik sampai akhir zaman. sebagaimana Dia telah menjadikaan orangorang sebelum mereka berkuasa. sebagimana firman Allah: “Dan tidak seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah” (Yunus 100). tidaklah dapat kamu menghitungnya” (Ibrahim 34). yang dipilih oleh Allah. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka dan Dia benar-benar akan merubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. وقال‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ِ َ ْ .(‫حسن‬ Jamaah Jum’at hamba Allah yang berbahagia Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah.‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ‫: ا ِت ّق الله حي ْث ما ك ُن ْت وأ َت ْب ِع السي ّئ َة ال ْحسن َة‬n ‫وقال الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ِ ِ ‫ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن. Shalawat serta salam selalu terlimpah kepada nabi besar Muhammad beserta keluarga. Dan terlebih-lebih karena Allah masih mengkaruniakan kepada kita dua kenikmatan yang besar yaitu nikmat Iman dan nikmat Islam. Dan barangsiapa yang masih kafir setelah janji itu maka mereka itulah orang-orang yang fasiq” (An-Nur 55).ْ ُ ْ ْ َ ْ ِ ْ ْ ‫رب اشرح ل ِي صدْري وي َسر ل ِي أ َمري واحل ُل عقدَةً من ل ِسان ِي‬ ْ َ ْ ّ َ َ ْ ِ ْ ّ َ ْ ِ َ ْ ْ . وقال: يا أ َي ّها‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ َ َ َ :‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.

dan tabi’ut tabi’in. yang apabila musuh-musuh mendengar nama-nama mereka maka timbullah rasa takut dalam hati mereka. dimana pada saat itu mereka akan dihinakan. apabila kita melihat kondisi kaum muslimin sekarang. semuanya sudah hilang. yang akan menimpa kaum muslimin. Ada sahabat bertanya: apakah karena sedikitnya jumlah kita pada masa itu? Beliau bersabda: Bahkan jumlah kalian pada masa itu banyak. mereka hidup dengan mulia dan terhormat. Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita ingat-ingat kembali sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ± 14 abad yang silam: َ ُ ُ َ ْ ،‫ي ُوشك أ َن ت َداعى عل َي ْك ُم ا ْل ُمم ك َما ت َداعى ا ْل َك َل َة إ ِلى قصعت ِها‬ َ َ َ َ َ ْ َ َ ْ َ َ ُ َ ُ َ َ َ َ ْ ٌ ،‫فقال قائ ِل: أ َومن قل ّة ن َحن ي َومئ ِذ؟ ب َل أ َن ْت ُم ي َومئ ِذ ك َث ِي ْر‬ ٍ َ ْ ْ ٍ َ ْ ُ ْ ٍ ِ ْ ِ َ ٌ َ ُ ْ ‫ول َك ِن ّك ُم غثاءٌ ك َغثاء السي ْل، وسي َن ْزعن الله من صدُور عدُوك ُم‬ ِ َ ُ َ َ ِ ّ ّ َ ِ ُ ّ َ ِ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ‫ال ْمهاب َة من ْك ُم ول ْي َقذفن الله في قل ُوب ِك ُم ال‬ َ َ َ ُ َ َ ‫ُ وهن. semuanya kini hanya menjadi sebuah kenangan dan menjadi sebuah cerita. mereka menjadi mulia dengan keislaman mereka. shahabat. hadist hasan). dinjak-injak. Kalau kita lihat sejarah yang telah berlalu. direndahkan. tabi’in. Dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kalian (rasa) ketakutan kepada kalian. Jamaah Jum’at yang berbahagia. dan dimanakah kekuatan dan keberanian yang pernah ada? maka jawabnya. kelompok yang kuat dan kelompok yang dikenal keberaniannya.(‫)رواه البيهقي، حديث حسن‬ “Hampir tiba saatnya persatuan bangsa-bangsa mengerubut atas kamu sekalian seperti bersatunya orang-orang mengerubut makanan yang ada di atas nampan.‫رسول الله، وما ال ْوهن؟ قال: حب الدّن ْيا وك َراهي َة ال ْموت‬ ُ ِ َ َ َ ِ ْ َ ّ ُ َ َ ُ َ َ َ َ ِ . Padahal mereka sebelumnya adalah kelompok-kelompok yang mulia. dan Dia akan memasukkan ke dalam hati-hati kalian al-wahan. Tetapi kalian pada saat itu bagaikan buih seperti buih banjir. maka kita akan mendapatkan bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah. Jamaah Jum’at yang berbahagia. maka kita akan bertanya. Baihaqi. قال قائ ِل: يا‬ ِ َ َ َ َ ٌ ّ َ ِ ْ َ ْ ْ ُ ْ ِ ُ َ ْ ُ َ . tentang sebuah kondisi yang akan menimpa umat Islam.Pada kesempatan kali ini tidak ada salahnya kalau kita mengingat kembali pesan yang telah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam sampaikan ± 14 abad yang lalu. Namun. maka secara sadar atau tidak sadar sebuah pertanyaan yang harus kita jawab yaitu: “Apa penyebab yang menjadikan umat Islam pada saat sekarang ini dihinakan bahkan diinjakinjak?”. Dan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . Setelah kita melihat sekilas sejarah masa lampau. Lalu shohabat bertanya: Ya Rasul apakah al-wahan itu? Beliau bersabda: cinta dunia dan takut mati” (HR. dimanakah kemuliaan itu? yang telah Allah janjikan dalam firmanNya surat An-Nur ayat 55 di atas.

dengan mengorbankan harta benda bahkan lebih besar dari itu kita dituntut juga untuk mengorbankan jiwa kita. yang kehinaan itu tidak akan Allah cabut kecuali apabila kita kembali kepada agama kita. sehingga dikarenakan kecintaan mereka yang sangat besar terhadap jihad. dengan mencurahkan tenaga yang ada. sehingga setiap orang dapat melihat dan membaca. Kita sebagai muslim harus sadar bahwa memperjuangkan Islam.(‫دي ْن ِك ُم. Dan Allah sekali-kali tidak akan melepaskannya. (HR. dengan kata lain kita dituntut untuk berjihad fii sabiilillah. maka Allah akan menurunkan kehinaan bagi kalian.َ ‫إ ِذا ت َباي َعت ُم بال ْعي ْن َة وأ َخذْت ُم أ َذْناب ال ْب َقر ورضي ْت ُم بالزرع وت َرك ُتم‬ َ َ ِ ِ ِ ْ ْ َ ُ ْ َ ِ ْ ّ ِ ْ ِ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ‫ال ْجهاد، سل ّط الله عل َي ْك ُم ذُل ّ ل َ ي َن ْزعه عن ْك ُم حتى ت َرجعوا إ ِلى‬ َ ُ ُ ِ َ ُ ّ َ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ ِ ْ . kaum muslimin menjadi umat yang kuat dan umat yang ditakuti. Mereka sangat cinta jihad dan mereka sangat merindukan gugur sebagai syuhada’. dan Allah pun akan mencabut dari dada-dada musuh-musuh kita rasa takut kepada kita. Dan sebaliknya apabila kita sudah melupakan jihad. Dan inilah kunci mengapa pada generasi pertama Islam. sehingga hari-hari kita habis atau hanya diisi dengan kesibukan untuk menghitung-hitung kekayaan yang kita miliki. untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan muslimin kita dituntut untuk memperjuangkan Islam dengan perjuangan yang haqiqi. selebaran-selebaran dan lain sebagainya. Apabila semua ini ada pada diri kita. dan dalam memperjuangkan Islam ini tidak cukup hanya dengan menulis spanduk-spanduk. Berjihad di jalan Allah inilah yang dapat menjadikan umat Islam umat yang mulia. Abu Dawud hadist shahih) Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Pada masa sekarang ini kita sering mendengar dan melihat slogan-slogan Islami yang setidaknya dapat membesarkan hati kita sebagai umat Islam. )رواه أبو داود، حديث صحيح‬ ِ ْ “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘inah dan kalian mengambil ekor sapi (sibuk dengan peternakan) dan kalian merasa lega dengan pertanian dan kalian meninggalkan jihad. Jamaah Jum’at yang berbahagia. dan . maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita. didapati di antara mereka yang tidak mempunyai harta benda kecuali pedang dan seekor kuda perang yang keduanya digunakan untuk berjihad di jalan Allah. umat yang dihormati. Jamaah Jum’at yang berbahagia. kecuali jika kembali kepada agama kalian”. di antaranya kita sibuk dengan perdagangan dengan peternakan dan dengan pertanian atau perkebunan. dan dengan kesibukan itu semua kita meninggalkan jihad di jalan Allah. tidak lain jawabnya adalah bahwa dikarenakan mereka menjadikan jihad sebagai jalan hidup mereka. kita disibukkan dengan masalah-masalah keduniaan. umat yang dikenal dengan keberanian yang ditakuti oleh lawan. Namun pada sisi lain kita harus ingat bahwa memperjuangkan Islam itu tidak hanya sebatas slogan-slogan yang dipampang dikeramaian umum.

anak-anak. Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai.semua ini akan atau bahkan telah terjadi sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . kaum keluargamu. Kedua: Kemuliaan tersebut akan hilang apabila kaum muslimin telah disibukkan dengan kenikmatan dunia sehingga dengan gemerlapnya kenikmatan dunia ini menjadikan mereka lalai untuk berjihad di jalan Allah lii i’la i kalimatillah.‫َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ُ ِ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah. adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya. saudara-saudara. أ َشهد أ َن ل َ ِإلمه إل ّ الله ِوأ‬ ‫ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ُ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ِ َ َِ ِ ْ ّ َ ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. وال ْعصر، إ ِن النسان ل َفي‬ ّ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ َ َ ِ ِ ُ ِ َ َ ‫خسر، إ ِل ّ ال ّذي ْن ءامنوا وعملوا الصال ِحات وت َواصوا بال ْحق‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ِ ْ َ َ َ ِ َ ّ ٍ ْ ُ َ ‫وت َواصوا بالصبر. dengan berjihad di jalan Allah membela agamaNya. harta kekayaan yang kamu usahakan perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya. sebagai pesan buat kita selaku umatnya: َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq”. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 24: “Katakanlah (Hai Muhammad) jika bapak-bapak. أ ُوصي ْك ُم ون َفسي ب ِت َقوى الله‬ َ َ َ َ ِ ْ ِ َ ُ ُ ُ ُ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ َ ‫ومن يت ّق الله يجعل ل ّه من أ‬ َ ‫ُ ِ ْ مره ي ُسرا وي َرزقه من حي ْث ل‬ ُ َ ْ ِ ُ ُ ُ ْ َ ً ْ ِ ِ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ ‫يحت َسب، ِ ومن يت ّق الله يعظم ل َه أ‬ . maka Allah akan menghinakan mereka di hadapan umat yang lain dan Allah akan mencabut dari dada-dada musuh kaum muslimin rasa takut kepada mereka. Dari penjelasan khutbah yang pertama tadi. kemudian dari satu ayat yang kami bacakan di atas. istri-istri. maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa: Pertama: Kemuliaan kaum muslimin akan tetap ada apabila kaum muslimin mau kembali untuk berpegang teguh kepada agamanya.‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ّ َ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ َ ُ َ َ Khutbah Kedua َ َ ‫ال ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َرسل رسول َه بال ْهدى ودي ْن ال ْحق ل ِي ُظْهرهُ على‬ ِ َ ِ َ ُ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ّ َ ْ َ َ َ ‫الدين ك ُل ّه ول َو ك َره ال ْكافرون. والصل َةُ والسل َم ع‬ ‫ّ ُ َلى ن َب ِي ّنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ّ ٍ ّ َ ُ َ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ُ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ .‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ ِ َ ْ ،‫جماعة ال ْجمعة، أ َرشدَك ُم الله. Ketiga: Dan apabila kaum muslimin sudah melupakan jihad. . وقل رب اغفر وارحم وأ‬ .

‬ ‫ّ ْ َ‬ ‫ُ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ً‬ ‫الل ّهم عذّب ْهم عذابا شدي ْدا وحسب ْهم حسابا ث َقي ْل.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ‬ .‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ذُن ُوب َنا وت َوفنا مع ا ْل َب ْرار. kita selalu berharap kepada Allah.‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ّ َ َ ٍ َ َ َ ٍ‬ ‫ُ َ ِ ِ ِ ِ ْ‬ ‫ُ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. sehingga kaum muslimin dapat hidup dengan hidup yang mulia‬‬ ‫.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم أ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمب ْت َدعة وال ْمشرك ِي ْن أ َعدائ َك أ َعداءَ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ِ َ َ َ ُ ْ ِ‬ ‫الدّي ْن.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم أ َعز ا ْل ِسل َم وال ْمسل ِمي ْن.‬ ‫َ ُ ّ َ‬ ‫ُ ْ َ َ ً َ ِ ً َ َ ّ ُ ْ ِ َ ً‬ ‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‪Kaum Muslimin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah‬‬ ‫‪Akhir dari khutbah ini.‬ ‫ِ‬ ‫الل ّهم شت ّت شمل َهم ومزقْ جمعهم وزل ْزل أ َقدامهم وأ َ‬ ‫َ ْ َ ُ ْ َ َ ِ ْ ْ َ َ ُ ْ َ ل ْق في‬ ‫َ ُ ّ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ّ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِهم الرعب. matipun dalam keadaan mulia pula‬‬ ‫.‫‪Keempat: Untuk mengembalikan kemuliaan tersebut adalah dengan kembali‬‬ ‫‪kepada Agama.‬ ‫َ ُ َ ِ ّ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫الل ّهم ان ْصر ال ْمجاهدي ْن في ك ُل مكان وزمان.‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َي ْنا إ ِصرا‬ ‫ْ ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ك َما حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ َ َ‬ ‫َ َ نا‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ َ َ‬ ‫به، واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ِ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على‬ ‫ال ْقوم ِ ال ْكافري ْن.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك رضاك وجن ّت َك ون َسأ َل ُك شهادَةً في سب ِي ْل ِك.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك قري ْب مجي ْب الدّعوات.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. dan‬‬ ‫‪agar Allah selalu memberikan kemuliaan kepada kaum muslimin kapan dan‬‬ ‫.‪dimanapun kaum muslimin berada‬‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. agar Allah senantiasa‬‬ ‫‪memberikan kepada kita keteguhan untuk selalu berjalan di atas dienNya.‪dan apabila mati.

Sehingga tidak ditampik lagi bahwa teman merupakan elemen penting yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang.‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . . Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan.‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ‫زوجها‬ َ َ ْ َ ُ َ ‫وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ َ ً ْ ِ َ ‫وا ْل َرحام‬ َ َ ْ َ .‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا‬ َ َ َ َ ّ ً ِ َ ْ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول‬ ُ . Peranan Dan Dampaknya Bagi Seseorang Oleh: Fuad Iskandar ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ ُ‫أ َن ْف‬ ‫سنا‬ َ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل‬ َ ْ ْ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ . Jamaah Jum’at yang berbahagia Tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain.‫وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Jamaah Jum’at yang berbahagia Syukur kepada Allah adalah hal yang harus selalu kita lakukan karena dengan bersyukur akan menambah nikmat-nikmatNya kepada kita. di tempat kerjanya ataupun di lingkungan tempat tinggalnya.‫هادي ل َه‬ ُ َ ِ َ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ْ َ ُ َ . baik itu disekolahnya.‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ ً َ ‫أ َما بعد؛ فإن أ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ُ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة‬ ٌ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ . Di dalam pergaulannya tersebut seseorang akan memiliki teman.25 Seorang Teman. karena dengan taqwa inilah seseorang akan bahagia baik di dunia dan terlebih lagi di akhirat.‫َ َ ُ ْ وا قول ً سدي ْدا‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ َ ْ ‫ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله‬ ْ ْ ْ َ َ ْ َ ْ َ ْ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ُ ْ ُ َ َ . kemudian dari tempat ini saya serukan kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk selalu memelihara dan meningkatkan taqwallah.

Para Salafusshalih sering menyampaikan kaidah bahwa: . yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya jelek. Demikianlah karena memang fitroh manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya.‫ا َل ْمرءُ على دي ْن خل ِي ْل ِه فل ْي َن ْظُر أ َحدُك ُم من ي ُخال ِل‬ َ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ْ ْ َ “Seseorang berada di atas agama temannya. Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil faedah penting bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai 2 kemungkinan yang kedua-duanya baik.‫ونافخ الك ِي ْر إ ِما أ َن ي ُحرقَ ث ِياب َك أ َو ت َجدُ من ْه رائ ِحة خب ِي ْث َة‬ َ ً َ َ ُ ِ ً ّ ِ ِ ْ َ َ ِ ْ ْ “Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi. Sebab betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akbiat bergaul dengan teman-teman yang jahat dan sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih. Dan dalam sebuah syair disebutkan: .Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab dan batasan-batasan di dalam pergaulan. Dalam sebuah hadits. maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat kepada siapa dia bergaul. engkau pasti akan mendapatkan baunya yang enak. sebab orang pasti akan mengikuti kelakukan temannya. Hakim dengan Sanad yang saling menguatkan satu dengan yang lain). sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak. Tirmidzi.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mereka mendapatkan hidayah disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih. oleh sebab itu Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam memerintahkan kepada kita agar memilah dan memilih kepada siapa kita bergaul.‫عن ال ْمرء ل َ ت َسأ َل وسل عن قري ْن ِه، فك ُل قري ْن بال ْمقارن ي َقت َدي‬ ِ ْ َ ْ ِ ْ ِ ِ َ ُ ِ ٍ ِ َ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ ْ ِ َ Jangan tanya tentang seseorang. yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita. Jamaah Jum’at yang berbahagia Bahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu. Di dalam sebuah hadits Rasullullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyebutkan tentang peranan dan dampak seorang teman: ُ َ ‫مث َل ال ْجل ِي ْس الصال ِح وال ْجل ِي ْس السوء ك َمث َل حامل ال ْمسك ونافخ‬ ِ ْ ّ َ َ ِ ّ َ ِ ِ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ِ ،‫الك ِي ْر‬ ِ َ ‫فحامل ال ْمسك إما أ َن يحذيك أ َو ت ُبتاع من ْه أ‬ ‫ْ ُ ْ ِ ْ َ ْ ْ َ َ ِ ُ و ت َجدُ رائ ِحة طَي ّب َة‬ ً ً َ َ ِ ْ ّ ِ ِ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ِ َ َ . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ َ ِ ُ .” (Muttafaqun ‘Alaih). Abu Dawud. tapi tanya tentang temannya. baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya.

” (Al-Furqan: 27-29). Renungkanlah baik-baik firman Allah berikut ini: “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul. قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله‬ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ َ ‫ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ِ َ ْ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ َ َ َ ِ ّ ‫وسل‬ . janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemak-siatan. sedang syubhat kencang menyambar. Sehingga pengaruh kejelekan akan lebih mudah mempenga-ruhi kita dikarenakan lemahnya hati kita. Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temanya ketika di dunia sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.‫ا َل ْقل ُوب ضعي ْفة والشب َه خطافة‬ ٌ َ ّ َ ُ ّ َ ٌ َ ِ َ ُ ْ ُ Hati itu lemah.. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ ِ َ َ .‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua: َ َ َ . Jamaah Jum’at yang berbahagia Seorang teman memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Jamaah Jum’at yang berbahagia Merupakan sikap yang diajarkan Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah menjauhi para penyeru bid’ah.‫َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ Jamaah Jum’at yang berbahagia . أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ َ ْ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ ِ ّ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل ذَن ْب. para pengikut hawa nafsu (ahlul ahwa’) dan orang-orang fasik yang terang-terangan menampakkan dan menyerukan kefasikannya ini merupakan salah satu tindakan preventif terhadap bahaya lingkungan pergaulan dan agar umat terhindar dari pengaruh kemaksiatan tersebut. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫من اليات‬ ِ َ ْ َ ِ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal tanpa hisab.‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر‬ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ َ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ‫أشهدُ أن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله، الواحد القهار، وأشهدُ أن محمدا عب ْدُه‬ ُ َ ،‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ َ ‫سي ّدُ ا ْل َب ْرار. Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku.

Maha benar Allah yang menyebutkan dalam kitabNya: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain.‫وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ،‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . Semoga Allah selalu memberikan taufik kepada kita dan menyelamatkan kita dari kejelekan lingkungan dan pergaulan serta menganugerahkan kepada kita lingkungan dan pergaulan yang mendorong kita untuk selalu taat kepada Allah dan RasulNya. Ingatlah bagaimana wasiat agung Lukman Al-Hakim di dalam surat Luqman ayat 13-19 ketika mewasiatkan kepada anaknya di antaranya agar mengikuti dan menempuh jalan orang-orang yang kembali kepada Allah.‫رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ِ ّ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . Jamaah Jum’at yang berbahagia Jadikanlah orang-orang shalih yang bermanhaj dan ber-aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai teman akrab kita.Pada khutbah yang kedua ini saya ingatkan pula kepada para orang tua hendaklah mereka memperhatikan lingkungan dan pergaulan anak-anaknya sebab setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya dan orangtua adalah pemimpin terhadap istri dan anak-anaknya. Merekalah para nabi. Jamaah Jum’at yang berbahagia Saya akan menutup khutbah ini dengan apa yang dinasehatkan oleh seorang bijak tentang hakekat seorang teman: Saudaraku.‫ون َعوذُ ب ِك من الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ َ َ ‫الل ّهم إنا ن َسأ َل ُك من خير ما سأ‬ َ ،‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون‬ ِّ ّ ُ َ َ ْ ُ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ . Teman sejatimu adalah yang selalu mendorongmu untuk berbuat kebajikan dan mencegahmu dari berbuat kejelekan walaupun engkau jauh dan engkau tidak bergaul dengannya dan musuh sejatimu adalah yang mendorongmu berbuat kejelekan dan tidak mencegahmu dari berbuat dosa walaupun ia dekat denganmu dan engkau selalu bergaul dengannya. merekalah sebaik-baik teman dan sebaik-baik persahabatan. syuhada dan shalihin. adapun selain itu adalah persahabatan yang semu.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ُ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واشك ُروه‬ َ َ ْ ُ ْ َ ْ ْ ُ .” (Az-Zukhruf: 67).‫ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك من ْه عبادُك الصال ِحون‬ َ ْ ُ ّ َ ِ ُ ِ َ َ ْ َ ّ َ ْ ِ َ ْ ُ َ . Amin ya Rabbal ‘alamin. َ َ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ . kecuali orang-orang yang bertaqwa.‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. merekalah uswah dan qudwah dalam segenap aspek kehidupan kita. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ .

Dalam segi aqidah banyak sekali umat Islam yang menganut keyakinan-keyakinan syirik. الل ّهم صل على‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . kemudian menjauhi segenap laranganlarangan Nya. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ . Kaum muslimin A’azzakumullah Apabila kita mencermati kondisi lingkungan sekitar kita. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sebab. menyekutukan Allah dalam hal ibadah. Perdukunan merajalela. InsyaAllah . ijinkanlah khatib mengajak kepada diri khotib sendiri. Kalau nurani kita masih bersih.... Perilaku ini menurut syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. يا أ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس‬ ّ َ ُ ُ َ ْ ُ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ ُ َ ‫واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا‬ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ َ َ ً ‫الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. termasuk kategori syirik (kitab tauhid). penyembahan terhadap ahli kubur masih dilakukan. Selalu bertaqwa dalam arti yang sebenarnya dan selurus-lurusnya. saat ini nyaris dalam seluruh sektor kaum muslimin terpuruk. Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tak bertepi. .. pasti akan kita akan prihatin. sidang jamaah Jum’ah rahimakumullah Dari mimbar yang kita muliakan ini.َ َ ‫على ن ِعمه ي َزدْك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ ُ ِ َ ْ ْ ْ َ ْ ِ ِ ِ َ 26 Perjuangan Menuju Masyarakat Tauhid Oleh: Mulyono ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ Saudara-saudara sekalian. pengagungan yang berlebihan terhadap seorang tokoh masih banyak kita jumpai... يا‬ َ َ َ َ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ ْ ُ ‫أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti atau kebahagiaan hidup di dunia fana ini. dan juga kepada saudara-saudara sekalian.‫فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة فى النار. ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ْ ْ ً ِ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ َ َ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ َ َ ُ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز‬ َ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . pasti kita akan mengelus dada menyaksikan babak demi babak kehidupan yang kini berkembang betapa tidak saudara-saudaraku . Menjalan-kan secara ikhlas seluruh perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala.‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫مسل ِمون. hanya dengan Taqwa .

Kerusakan telah menyebar dalam berbagai tempat dan waktu. Dalam bidang ekonomi sistem keuangan riba’ yang diharamkan Allah masih mendominasi kehidupan. َ . Dalam sebuah hadits beliau bersabda: “Islam itu pada mulanya asing. Sekarang ini pun tengah menggejala dikalangan kaum muslimin sebuah paham yang biasa disebut sebagai sekulerisme (‘ilmaniyah). cara berpakaian maupun cara berekonomi cukup diserahkan pada rasio atau akal manusia saja. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Soal agama adalah soal pribadi. Ada jarak antara ummat di satu sisi dengan ajaran Islam di sisi lain. Saudara-saudara sekalian kaum muslimin rahimakumullah Menyimak keadaan yang kita sebutkan tadi. Kondisi ini telah jauhjauh hari diperingatkan oleh: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam.‫: ب َدَأ َ ا ْل ِسل َم غري ْبا وسي َعودُ غري ْبا ك َما ب َدَأ َ فطُوبى ل ِل ْغرباء‬ ِ َ َ ُ َ ْ ً ِ َ َ ْ ُ َ َ ً ِ َ ُ ْ . Sehingga. pembunuhan. kita jadi ingat firman Allah surat Ar. pemerkosaan. ummat Islam ini jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri. Menurut beliau. Satu contoh kasus. Oleh karena itu. jamaah jum’ah yang berbahagia. Kaum wanita yang menutup aurat malah dikatakan sebagai orang yang nyeleneh. Menurut mereka. dunia ya dunia. Sekulerisme (‘ilmaniyah) berusaha menegakkan kehidupan di dunia tanpa campur tangan agama. misalnya masalah hijab bagi kaum wanita. merekapun menyombongkan diri dengan meninggalkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. menurut paham ini. Ajaran sekulerisme inilah yang menjadi tantangan kita dewasa ini. sehingga kehidupan sehari-hari kaum muslimin sama sekali tidak mencerminkan ajaran agamanya. Dengan kata lain. Yang menjadi pertanyaan adalah: Kanapa semua ini bisa terjadi? Dan bagaimana cara mengobatinya berdasarkan ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala ? Pertanyaan pertama. dan nanti akan kembali menjadi asing seperti semula. Sehingga tata kehidupan yang mereka bangun bukanlah tata kehidupan yang bersumber dari wahyu Allah Subhannahu wa Ta'ala . Ummat dan bangsa ini sedang berada dalam bahaya besar. kenapa kerusakan-kerusakan itu bisa terjadi. Rasa-rasanya.Ruum ayat 41: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut di sebabkan karena ulah perbuatan tangan nafsu manusia. kasus narkoba dan sebagainya. dalam lapangan sosial budaya kita disuguhi kebobrokan moral generasi muda masa kini. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Abdul Hadi Al-Misri dalam kitabnya “Mauqif Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Minal ‘ilmaniyah” (Sikap Ahlus Sunnah terhadap Sekulerisme). cara hidup sekuler jelas sekali bertentangan dengan prinsip-prinsip tauhid. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Sementara itu. jangan bawa masalah agama. yang tampil hanyalah permainan yang keruh penuh rekayasa. Memang. dan retorika semu. Akibatnya adalah makin lebarnya jurang antara si kaya dan si miskin. Bahkan. Maka beruntunglah orang yang asing. seperti cara bergaul. firman Allah ini benar-benar cocok dengan yang kita alami sekarang ini.Kemudian dalam aspek politik. Padahal sebenarnya merekalah yang justru melaksanakan perintah Allah. Ya. jawabnya adalah karena ummat ini terputus dari tuntunan agamanya. sudah sekian lama. Setiap hari kita menyaksikan beragam kemaksiatan seperti: perzinaan.. adakalanya ummat Islam merasa asing terhadap nilai-nilai dien-nya sendiri. jama’ah sekalian . dalam masalah hubungan sesama manusia.” Saudara-saudara sekalian. Paham ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia harus dipisahkan dari masalah agama. yakni. atau yang lazim disebut La diniyyah .

Masalah tauhid. Al-Maidah: 50). situasinya hampir sama dengan keadaan yang kita hadapi saat ini. jama’ah rahimakumullah Jelas sekali. Hanya bentuknya saja yang berbeda. bahwa kehidupan sekulerisme yang kini meng-gejala dengan kebebasannya. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Artinya. mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi adalah jalan satu-satunya menuju keselamatan. amal seberapa pun banyaknya tidak akan diterima Allah . Padahal. seperti itulah yang juga dilakukan para salafus shalih.” (QS. Oleh karena itu. bagaimanakah menye-lesaikan serangkaian problemproblem yang kita bicarakan tadi? Bagaimana agar kita bisa keluar dari fitnah yang begitu banyak tersebut? Saudara sekalian . Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: . harus dibenahi terlebih dahulu. tanpa keberadaan tauhid. Seperti sikap kaum jahiliyah dahulu yang berhukum dengan hukum yang menampakkan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat sendiri berdasarkan hawa nafsu mereka “. bagaimanakah solusinya. Ketika Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan sahabatnya di Mekkah. yang meliputi segala kebaikan dan melarang segala kejelekan.‫خي ْر الناس قرن ِي ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم ث ُم ال ّذي ْن ي َل ُون َهم‬ ّ َ ِ َ ِ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ْ ّ ْ ْ َ ِ ُ َ . lalu berpaling kepada pendapat-pendapat. Firman Allah: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembahKu. yakni di awal-awal beliau menyampaikan wahyu. amat bersebrangan dengan tauhid. hampir sama. Di dalam kitabnya yang lain. sekarangpun banyak perzinaan dengan berbagai model. Menurut Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalam kitabnya “ Al-Firqotun Naajiyah” (Golongan Yang Selamat) menyatakan bahwa yang dimaksud tauhid adalah mengesakan Allah dengan beribadah. Melalui langkah ini ada jaminan yang kuat bagi kita untuk menyelesaikan berbagai kemelut yang menimpa kita. (Tafsir Ibnu Katsir Juz 2: 67) Jama’ah jum’ah rahimakumullah . namun inti dan subtansinya tidak berbeda. kita harus memulai sebagaimana Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam membina ummat. fondasi ajaran agama kita.. merupakan sebuah keyakinan yang menyandarkan seluruh aspek kehidupan hanya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. tidak bisa tidak. Kemudian. Demikianlah saudara sekalian. Resepnya tidak ada lain kecuali kembali kepada Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam dengan pemahaman salafus shalih. hawa nafsu dan istilahistilah yang diletakkan oleh manusia tanpa bersandar kepada syari’at Allah.... tauhid yang merupakan fondasi agama Islam. Yaa. untuk mengobati kondisi ummat yang seperti sekarang ini. Di mana Allah Subhannahu wa Ta'ala menciptakan alam semesta ini tidak lain hanyalah agar beribadah.sekulerisme berhukum dengan aturan-aturan selain Allah. Sebab. yakni yang berjudul “Hudz Aqidataka Minal Kitab was Sunnah” Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menegaskan bahwa tauhid merupakan salah satu syarat diterimanya amal seseorang. Sebab. Oleh karena itu kita semua harus waspada terhadap konsep hidup sekuler itu. Kalau dulu ada perzinaan. sebelum urusan-urusan lainnya. Ad-Dzariyat: 56). misalnya. Dalam tafsir Ibnu Katsir di sebutkan (tentang ayat ini): “Allah Subhannahu wa Ta'ala mengingkari setiap orang yang keluar dari hukumNya yang jelas.

Sehingga mereka memahami jalan kehidupan yang benar. Karena jalan-jalan lain itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya.‫ خطا ب ِي َده ث ُم قال: هذا سب ِي ْل الله مست َقي ْما‬n ‫خط رسول الله‬ ِ َ ً ِ ْ ُ ِ ُ ّ ‫وخط خطُوطا عن ي َمي ْن ِه وشمال ِه، ث ُم قال: هذه السب ُل ل َي ْس‬ ُ ّ َ َ ِ ِ َ َ َ ّ ِ َ ِ َ ِ ِ ْ َ ً ْ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ َ ٌ :‫من ْها سب ِي ْل إ ِل ّ عل َي ْه شي ْطان ي َدْعو إ ِل َي ْه.” (HR. Sebelum membicarakan hal-hal lain.Ahmad dan Nasa’i. Pembinaan tauhid sebagaimana yang difahami salafus shalih harus disosialisasikan kepada seluruh ummat. Ibnu Mas’ud berkata: ّ َ ُ ُ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ َ ّ ِ ِ . Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. beliau selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah menda’wahkan konsep pengesaan Allah Subhannahu wa Ta'ala ini kepada sahabat-sahabat beliau. Sebaliknya. ُ ‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات، أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ ِ َ َ ْ َ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ . Siasia belaka. kalau tauhid ummat ini kuat berarti fondasi yang menopang seluruh bangunan Islam itu pun kuat juga. pembinaan tauhid harus menjadi program yang harus diprioritaskan oleh seluruh kalangan kaum muslimin ini. Kemudian beliau membaca ayat 153 surat Al-An’am: “Dan bahwa yang Kami perintahkan ini adalah jalanKu yang lurus. Shahih) Saudara sekalian.‫ب ِك ُم عن سبيل ِه ذال ِك ُم وصاك ُم ب ِه ل َعل ّك ُم ت َت ّقون‬ َ ُ َ ِ ْ ْ ّ َ ْ Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membuat garis dengan tangannya. Dengan demikian mengembangkan tauhid merupakan masalah yang sangat strategis bagi upaya membangkitkan kembali ummat ini.“Sebaik-baiknya manusia adalah pada generasiku. (HR. ث ُم قرأ َ قول َه ت َعالى‬ ِ ٌ َ َ َ ِ ْ ُ َ ً ِ ْ ُ َ َ ّ َ ‫وأ َن هذا صراطي مست َقيما فات ّب ِعوهُ ول َ ت َت ّب ِعوا السب ُل فت َفرق‬ َ ّ َ َ َ ّ ِ َ ِ ُ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ . sidang jama’ah jum’ah rahimakumullah Kalau kita meneladani Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam maka yang pertama kali beliau serukan adalah masalah tauhid. seraya bersabda kepada kami: “Ini jalan Allah yang lurus.” (Dishahihkan Al-Albani dalam kitab Al-Jami’. Mutafaq ‘alaih). kemudian orang-orang setelah mereka. Maka kalau fondasi ini roboh.” Dan beliau membuat garis-garis banyak sekali dikanan kirinya. َ ْ . kemudian orang-orang setelah mereka”. diambil dari kitab Al-Firqatun Naajiyah) Dalam hadits yang disebutkan. yang tidak memulai langkahnya dari pembinaan tauhid sama artinya dengan membangun rumah tanpa fondasi. seraya bersabda: “Ini jalan-jalan yang tak satu pun terlepas dari intaian syetan untuk menyesatkan”. bahwa tauhid adalah fondasi agama Islam.‫ت َرك ْت في ْك ُم شي ْئ َي ْن ل َن ت َضل ّوا ب َعدَهما، ك ِتاب الله وسن ّت ِي‬ ِ ُ َ َ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ْ ِ َ ْ ِ “Telah aku tinggalkan bagimu dua perkara yang tak akan tersesat darimu setelah berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku. Oleh karena itu. Maka ikutilah dia. Upaya-upaya untuk membangun kembali umat Islam. Dengan tauhid beliau membangun ummat.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ Khutbah Kedua: . Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain. meninggalkan pola hidup yang bengkok. roboh pula bangunan Islam yang lain. Saudara-saudara sekalian Sebagaimana saya sebutkan diatas.

وبارك على محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ،‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ . Solusinya adalah kita pelajari kembali Islam ini dari masalah tauhid. َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ َ ِ َ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. Sebagai ringkasan dari khutbah yang pertama. Marilah kita hidupkan budaya mempelajari tauhid dalam kehidupan beragama kita sebelum yang lainlainnya. Amin. sebelum menyeru masalahmasalah lain. Oleh karena itu. رب ّنا آت ِنا في‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. kembali saya mengajak kepada diri saya sendiri dan jama’ah sekalian. رب ّنا ظَل َمنا‬ ِ َ ْ ُ َ ْ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ ‫أ َن ْفسنا وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ . أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله عل‬ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ َ ي ْه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ِ ‫وسل ّم ت َسل ِي ْما. Sudah lama kita terperosok dalam lubang kebodohan. Marilah kita bertaqwa dengan taqwa yang sebenar-benarnya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Kita terlalu sering mengulang kesalahan serupa. أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ْ ّ ً َ َ َ Ma’asyiral muslimin rahimakumullah Pada khutbah kedua ini.‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في‬ َ ْ ُ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. Sebab yang diseru Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pertama kali di Mekkah adalah tauhid.‫حسن َة وقنا عذاب النار‬ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ . Marilah kita mempelajari Islam ini dari landasannya yang paling asasi yakni tauhid. bisa saya simpulkan bahwa kondisi ummat yang carut marut sekarang ini. الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك‬ ‫من خي ْر‬ ّ ّ ُ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ّ ّ ِ َ ْ ِ َ ‫ما سأ‬ َ َ ‫َ ل َك ب ِه عبادُك الصال ِحون، ون َعوذُ ب ِك من شر ما است َعاذَ ب ِك‬ َ ْ َ ِ ِ َ َ ّ َ ْ ِ َ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ّ َ‫من ْه عبادُك‬ ‫الصال ِحون.َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. langkah awal dalam membangun masyarakat adalah dengan menanamkan tauhid. Semoga Allah membimbing kita semua. meggejalanya berbagai fitnah hanya bisa di atasi dengan kembali kepada sumber ajaran kita yang murni yakni Al-Qur’an dan Sunnah. الل ّهم إ ِنا‬ ِ َ ً َ َ َ ّ ّ ُ َ ِ ّ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ‫ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم، ون َعوذُ ب ِك من‬ ْ َ ِ َ َ ِ َ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ْ ْ ِ َ َ ْ ْ ْ َ‫الشر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم. Sementara itu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih itu. رب ّنا‬ َ َ َ ِ ِ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ ْ ْ َ َ َ ُ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا. sudah waktunya meraih kembali jalan kebenaran tersebut. merebaknya budaya sekulerisme (kehidupan tanpa tuntunan agama). رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ّ ِ َ ِ َ ِ ُ ِ . jama’ah sekalian. banyaknya kesyirikan dan bid’ah.

(padahal) mereka ingin bertahkim (mengambil hukum) dari thaghut padahal sungguh mereka telah diperintah .. Sehingga thaghut setiap kaum/komunitas adalah siapapun yang mereka jadikan sumber dasar hukum selain Allah dan RasulNya. Hadirin yang dimuliakan Allah! Sesungguhnya Tauhid yang murni dan bersih adalah inti ajaran dari semua risalah samawiyah yang diturunkan Allah Ta’ala. yang mereka ta’ati meskipun dimurkai dan tidak diridloi Allah Ta’ala. kaum muslimin yang berbahagia! Saya mewasiatkan kepada Anda sekalian dan juga kepada diri saya sendiri untuk selalu menjaga dan meningkatkan taqwa yang hakiki kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. Dan jika kalian kafir maka sesungguhnya kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi .َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ . sebab inilah wasiat yang disampaikan Allah kepada generasi terdahulu dan juga generasi yang akan datang: “Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. وأ َحينا الل ّهم على سن ّت ِه وأ‬ َ َ َ ِ َ َ ّ ُ َ َ ِ ْ َ ِ ِ َ ْ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ مت ْنا على‬ ُ ‫مل ّت ِه. Ia adalah syi’ar Islam yang terbesar yang tak dapat terpisahkan dari Islam itu sendiri. Dan yang dimaksud dengan thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melampaui batas-batas yang seharusnya tak boleh ia langgar. Ia adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam.” (An-Nahl: 36) Itulah misi utama para Rasul. الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه. Dan sungguh kami telah mewasiatkan kepada orang-orang ahlulkitab sebelum kalian dan kepada kalian agar kalian bertaqwa kepada Allah. Inilah pesan utama Allah kepada Rasulnya yang diutus kepada ummat manusia. yang mereka jadikan Tuhan selain Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 27 Wujudkan Kejayaan Umat Dengan Kemurnian Tauhid Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin ُ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعن ُه ون َست َغفرهُ ون َست َهدي ْه، ون َعوذ‬ ّ َ ْ ِ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫بالله من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل‬ َ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫مضل ل َه ومن ي ِضل ِل فل َ هادي ل َه. وأ َشهد أ‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ْ ُ َ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ َ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ . “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang rasul (untuk menyampaikan): Sembahlah (oleh kalian) akan Allah dan jauhilah thaghut. panutan dan ikutan.‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ Amma ba’du. menegakkan penyembahan dan penghambaan hanya kepada Allah serta menafikan dan menjauhi segala bentuk thaghut.” (An-Nisa: 131). “Tidakkah engkau melihat kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelummu. baik berupa sesembahan..

Sehingga segala sesuatu selain Allah adalah bathil dan tidak berhak mendapatkan hak-hak ilahiyyah (hak-hak untuk disembah). maka seharusnya ia meyakini dua hal yang menjadi tujuan dari kalimat suci tersebut. Hadirin para hamba Allah yang berbahagia! Di atas kalimat Tauhid yang murni dan mulia itulah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membangun ummatnya.untuk kafir kepadanya. Sehingga baginya bergantung kepada selain Allah adalah suatu kelemahan dan berharap kepada selain Allah adalah sebuah kesesatan: . al-qabul (menerimanya) dengan penuh kerelaan tanpa menolaknya. Agar semua tindak-tanduk manusia dilandasi oleh keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Kuasa. tidak ada lagi tawakkal kecuali kepada Allah. di atas landasan yang kokoh itulah beliau menegakkan da’wah. tidak ada lagi pengharapan dan rasa takut selain kepada Allah. Dan ketika seorang Muwahhid mengucapkan dan melantunkan kalimat Tauhid itu.” (An-Nisa: 60) Kedua unsur penting inilah yang terangkai dalam kalimat suci La ilaha illallah. Sesungguhnya yang bathil itu pasti hancur. Apa dua tujuan itu? Tujuan pertama adalah menegakkan yang haq dan member-sihkan yang bathil. Dari sinilah. tidak lagi terpedaya oleh kilau duniawi. Dan agar kalimat Tauhid itu dapat “berhasil guna” dalam mengatur perilaku manusia maka ada tujuh syarat yang harus dipenuhi. Bila ketujuh syarat tersebut telah terpenuhi maka insya’ Allah seluruh ibadah dan amal kita akan selalu terhiasi dan diterangi oleh kemurnian Tauhid. tidak ada yang dapat menghalangi apapun yang dikehendaki Allah Subhannahu wa Ta'ala . sehingga semuanya dikerjakan hanya karena Allah. dan baginya tidak mungkin ada yang dapat manandingi Allah. Dan lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam membersihkan Jazirah Arab dari kotoran-kotoran dan kekuasaan thoghut dan patung-patung sesembahan. Maka ia tidak lagi takut kebengisan dan kekuatan para makhluq. tidak ada lagi kekuatan selain pertolongan Allah. seorang muwahhid akan merasakan dari lubuk hatinya yang terdalam bahwa segala sesuatu selain Allah adalah lemah dan tidak berdaya. dari situlah beliau menegakkan generasi yang hanya meng-Esa-kan Allah Yang Maha Esa dan membebaskan diri mereka dari cengkraman makhluq-makhluq lain yang dianggap sekutu bagi Allah Ta’ala. tunduk pada konsekwensi kalimat Tauhid (al-inqiyad). tidak ada lagi permintaan tolong selain kepada Allah. Ingatlah bagaimana batu besar saat itu yang bernama Hubal yang dikelilingi 360 berhala dihancurkan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dengan tangan beliau yang mulia pada saat beliau memasuki kota Makkah dengan penuh kemenangan. tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. yaitu: al-’ilm (mengetahui) maknanya yang benar. dan semua itu harus dilandasi dengan al-mahabbah (cinta) kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Sebab makna yang sesungguhnya dari kalimat la ilah Illallah itu adalah tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah. al-ikhlas (ikhlas) tanpa ternodai oleh syirik. Dan semua itu beliau seraya mengulang-ulang firman Allah: “Dan Katakanlah (wahai Muhammad) telah datang Al-Haq dan hancurlah yang bathil. ashshidq (membenarkan) tanpa mendustakannya.” (Al-Isra’: 81) Kemudian tujuan yang kedua adalah untuk mengatur dan meluruskan perilaku manusia agar selalu dalam lingkaran Tauhid yang murni kepada Allah yang terpancar dari kalimat Tauhid. al-yaqin (meyakini) kandungan-nya tanpa ada keraguan.

Lemahnya ikatan tauhid dalam jiwa-jiwa mereka adalah sebab utama dari berbagai kekalahan kaum muslimin dan kemenangan musuh-musuh mereka yang kita saksikan dalam kurun waktu yang cukup lama. Dengan syi’ar inilah Islam dikenal bahkan karenanya Islam diperangi. Dan suatu hari Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah melihat lelaki yang mengenakan jimat di tangannya. banyak di antara kaum muslimin yang kemudian menggunakan jimat dengan menggantungkan di tubuh mereka karena yakin hal itu akan mendatangkan keselamatan dan menghindarkannya dari marabahaya. meminta pertolongan penghuninya saat susah dan sedih. kehilangan arah dan jauh meninggalkan Dzat yang melimpahkan ni’mat padanya.‫من ت َعل ّق ت َمي ْمة فقدْ أ َشرك‬ .” (Hud: 123).. Padahal Allah telah menegaskan: “Dan jika Allah menimpakan musibah atasmu maka tidak ada yang dapat menyingkapnya selain Ia. dan jika Ia memberikan kebaikan padamu maka Ia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.. mengatur dan menguasai) langit dan bumi serta yang ada di antara keduanya . Karena sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan memakainya maka engkau tidak akan beruntung selamanya.“Dan bagi Allah-lah segala hal ghaib yang ada di langit dan di bumi. Ahmad dengan sanad “la ba’sa bih”).” (Ash-Shaffat: 4-5). Dan keyakinan ini adalah sebuah kesesatan yang nyata yang telah diperangi oleh Islam dengan keras. lalu beliau berkata: َ َ ً ْ َ ‫ا ِن ْزعها فإ ِن ّها ل َ ت َزي ْدُك إ ِل ّ وهنا فإ ِن ّك ل َو مت وهي عل َي ْك ما‬ َ َ ِ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ِ . yang dapat dimintai pertolongan. Seorang muwahhid adalah orang yang mengetahui Dzat yang menciptakannya sehingga ia pun beribadah dan menghamba padaNya dengan sebenar-benarnya. yang dapat dijadikan sumber hukum dan yang berhak mendapatkan kekhususan-kekhususan ilahiyah.” (AlAn’am: 17). Dan sesungguhnya kemunduran dan musibah-musibah yang selama ini menimpa umat Islam adalah disebabkan mereka tidak lagi memperhatikan syi’ar yang penting ini. Bahkan lebih dari itu. “Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar satu. Tuhan (yang menciptakan. Dan juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Banyak di antara kaum muslimin yang tenggelam dalam kebodohan terhadap tauhid ini. Sebaliknya seorang musyrik adalah orang yang buta mata hatinya. Dikarenakan lemahnya keyakinan akan pertolongan Allah. Seputar syi’ar ini pula lah pertentangan antara ahlul haq dan ahlul bathil terus berlanjut. seringkali mereka memuji dan mengagungkan panghuni kubur itu dengan ungkapan-ungkapan yang hanya pantas diberikan kepada Allah Rabbul ’alamin. sehingga mereka mendatangi penghuni-penghuni kubur. Na’udzu billah min dzalik. Dari sini jelaslah perbedaan yang sangat jauh antara seorang Muwahhid dengan seorang musyrik. dan kepadaNya-lah segala perkara dikembalikan. begitu banyak manusia yang tersesatkan oleh keyakinan berbilang “tuhan” yang disembah.” (HR. bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ْ َ َ ً َ ِ َ َ ْ َ . berdoa didepan batu-batu nisannya. Sehingga tidaklah mengherankan bila Tauhid yang murni kemudian menjadi syi’ar terpenting Islam yang selalu ada dalam aspek I’tiqad dan amaliyah.‫أ َفل َحت أ َب َدا‬ ً َ ْ ْ “Cabutlah (benda itu) karena ia hanya akan semakin membuatmu lemah/takut. Kaum muslimin yang dimuliakan Allah! Sejak dahulu hingga sekarang.

‫على محمد‬ ٍ ّ َ ُ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya. Abu Dawwud. maka tidak ada jalan lain selain menapaki jejak mereka. menegakkan kemurnian Tauhid dalam pribadi kita masing-masing. bila kita sekalian bertekad mengulang kembali kesuksesan dan kejayaan generasi As-Salaf Ash-Shaleh itu. Dengan demikian telah jelaslah.‫فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah kedua: ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. At-Tirmidzy. maka merekapun tidak begitu yakin lagi dengan pertolongan Allah.“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah berbuat syirik.” Di antara kaum muslimin juga terdapat orang yang terfitnah oleh para tukang sihir dan peramal yang katanya dapat meramal masa depan. Bukankah kejayaan dan kemengangan itu telah diraih oleh generasi pendahulu ummat ini. Dalam kenyataan sehari-hari kita akan menemukan modelmodel lain dari perilaku syirik itu dalam berbagai aspek kehidupan kaum muslimin. وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. sehingga dengan amat sangat mudahnya musuh-musuh mereka menyebarkan rasa takut lalu mengalahkan mereka. maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad. bahwa rahasia kejayaan kaum muslimin terletak pada sejauh mana mereka menegakkan Tauhid yang murni dalam segala kehidupan mereka. padahal Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam yang mulia telah menyatakan: َ َ ُ ْ ُ ً ّ َ َ ِ ‫من أ َتى عرافا أ َو كاهنا فصدّقه ب ِما ي َقول فقدْ ك َفر ب ِما أ ُن ْزل‬ َ ْ َ َ َ َ َ ُ َ َ َ ً ِ َ ْ َ َ .” . Ibnu Majah dan Al-Hakim) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. Karena Tauhid mereka lemah. kemahakuasaan.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب‬ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ ٍ َ ْ ِ َ َ ْ . ketika mereka telah terlebih dahulu menghujam nilai-nilai Tauhid tersebut ke dalam kalbu mereka? Bukankah kejayaan dan kecemerlangan itu mereka dapatkan ketika mereka meyakini bahwa misi utama mereka adalah mengeluarkan ummat manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk menuju penghambaan hanya kepada Sang khaliq? Oleh sebab itu. Imam Malik v pernah bertutur: “Generasi akhir ummat ini tak akan baik kecuali dengan (jalan hidup) yang telah menjadikan baik generasi pendahulunya. والصل َةُ والسل َم‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. kemahaperkasaan Allah.‫ل َ ي َصل ُح آخر هذه ا ْل ُمة إ ِل ّ ب ِما صل ُح ب ِه أ َول ُها‬ ِ ّ ِ ِ َ ُ ِ ُ ْ َ ّ ِ َ َ َ . أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin yang berbahagia! Semua yang saya sebutkan di atas adalah sekedar contoh terhadap model-model kesyirikan yang dilakukan sebagian kaum muslimin. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ ّ . An-Nasai. yang kemudian disadari atau tidak menyebabkan lemahnya keyakinan mereka terhadap kemahabesaran.” (HR.

‫َ َ َ مت ّقوْن‬ ِ َ ُ ُ ّ َ ِ َ ْ ِ َ ْ Saudara-saudara kaum muslimin. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. أ َشهَد ُ أ َن ل‬ َ َ َ َ ْ ْ ً ْ َ ْ َ َ ّ َ َ ُ ْ ً َ ‫إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل‬ ُ ّ َ ُ ِ َ ُ ‫َ ُ ه، سي ّد‬ ً ّ َ ُ ّ َ ُ ُ ِ َ ِ َ َ‫ا ْل َب ْرار.‫ِ ك ْب َر‬ ُ ُ ِ َ 28 Mengemis Bukan Tradisi Islam َ ‫ا َل ْحمد ُ ل ِل ّهِ حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهُوا عَما ن َهى عَن ْه وَحذ ّر. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ . tatkala para jamaah bubar dan selesai melaksanakan shalat jum’ah mereka berbondong-bondong mencegat setiap orang untuk dimintai sedekah dan anehnya hal ini bukan suatu yang tabu lagi bagi kalangan ummat Islam. semoga kita sekalian terpanggil untuk mengem-balikan kejayaan dan kehormatan ummat Islam. Rusydi . أ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ َ ّ ُ ْ ِ ما ب َعْد؛‬ ُ ّ ْ ‫فَيا عباد َ الله، أ ُوْصي ْك ُم وَإ ِيايَ ب ِت َقوى اللهِ فَقد ْ فاز ال‬ . الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . Semoga kita sekalian tergugah untuk menebarkan rahmat Islam yang dibangun di atas kemurnian Tauhid ke seluruh penjuru dunia. Oleh: M.‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ‫أ َوطان ِهم.‫عذاب النار‬ ّ َ َ َ ْ ‫عباد الله، ِإن الله يأ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ّ ِ ِ َ ْ ُ َ َ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ .‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ . di tengah jalan ataupun yang sudah punya jadwal mingguan tersendiri yaitu pada hari jum’ah. فَصل َوات اللهِ وَسل َمه عَل َي ْهِ وَع‬ َ ْ َ ُ‫لى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَ هُداه‬ ُ ُ َ ُ َ َ ْ َ ِ َ َ ‫إلى يوم ال ْبعث والنشور.Kaum muslimin yang berbahagia! Akhirnya. jamaah jum’ah yang berbahagia! Sudah sering kita melihat antrian peminta-minta baik yang datang kerumah-rumah. sehingga terwujudlah kehidupan yang diridloi oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . Amin.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ‬ ُ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك‬ َ ‫م‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ ُ َ ‫ول َذك ْر الله أ‬ .‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ . Mungkin karena selalu mendapat santunan yang sudah dapat menutupi sebagian kebutuhan hidup mereka ditambah mudahnya pekerjaan ini didapatkan sehingga profesi sebagai pengemis ini pun menjamur dimana-mana bahkan menjadi sumber mata pencaharian hidup.

sebab hal ini merugikan masyarakat. bahkan Allah telah menggambarkan betapa besarnya pahala bagi orang yang suka bersedekah. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui”. sebagaimana sabdanya yang berbunyi: َ ‫وال ّذِيْ ن َفسي ب ِي َدِهِ ل َن ي َأ ْخذ َ أ َحد ُك ُم حب ْل َه فَي َحت َط ِب عَلى ظ َهْرِهِ خي ْر ل َه‬ ُ ُ ْ َ ْ ُ ٌ َ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ َ ‫من أ َن يأ ْت ِي رجل ً فَيسأ َل ُه أ َعْطاه أ‬ َ . Memberantas kemiskinan Islam yang datang sebagai pembebas bagi seluruh ummat manusia selalu menganjurkan bagi setiap pengikutnya untuk memberikan sedekah.(‫ُ وْ من َعَه. Al-Bukhari) Dan beliau juga memberikan uswah kepada kita agar jangan meminta pertolongan selama kita masih mampu untuk mengerjakannya. pengangguran dan peminta-minta adalah sumber kemiskinan. (HR. Kedua. Sebagaimana firmanNya yang berbunyi. pengangguran dan peminta-minta menyebabkan tenaga manusia bersifat konsumtif.Yang sering menimbulkan salah faham adalah adanya ungkapan: “Jangan memberi sedekah kepada peminta-minta!”. padahal agama selalu menganjurkan untuk selalu memberi sedekah. Karena itulah Islam sangat menentang pengangguran dan mencela orang-orang yang tidak mau bekerja padahal sebenarnya mereka mampu bekerja. yang walau bagaimanapun diantara mereka yang meminta-minta tersebut memang pantas mendapatkan sedekah. (Al-Baqarah: 261) Islam mencela pengangguran dan peminta-minta Agama Islam yang bersifat universal tidak saja berbicara masalah ritual dan spiritual tapi juga menyoroti segala permasalahan sosial yang selalu dihadapi ummat manusia. Bukan Tradisi Islam Islam mengajarkan kita untuk selalu bersedekah dan memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan tetapi Islam tidak mengajarkan pengikutnya menjadi peminta-minta atau pengemis. pada tiap-tiap bulir seratus biji. Dan Islam sendiri mempunyai tujuan tertentu dalam bidang harta dintaranya adalah memberantas kemiskinan secara bertahap. bahkan Rasulullah sendiri pernah menjelaskan bahwa orang yang membawa tambang pergi kegunung mencari kayu lalu dijual untuk makan dan bersedekah lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang. kenapa kita dilarang memberikan sedekah kepada mereka?. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. melarang hidup dalam kehinaan serta mendistribusikan keadilan secara merata. sedangkan kemiskinan merupakan bumi yang subur bagi tumbuh dan berjangkitnya berbagai macam kejahatan. bahkan sedekah dengan predikat zakatpun sudah menjadi kewajiban. tidak produktif akibatnya mereka menjadi beban masyarakat. )أخرجه البخاري‬ ُ َ َ َ ْ ْ ِ ُ َ ُ ْ َ Artinya: “Demi jiwaku yang berada di tanganNya sungguh seseorang yang mengambil tali di antara kalian kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya lebih baik baginya daripada ia mendatangi orang kemudian ia meminta-minta kepadanya yang terkadang ia diberi dan terkadang ia tidak diberi olehnya”. Pertama. Bukan berarti kita ingin menghindari kewajiban kita sebagai muslim dan sebagai makhluk sosial. Salah satunya adalah masalah pengangguran dan peminta-minta yang sangat dicela oleh Islam. tetapi kita hanya berhati-hati agar jangan sampai terjerumus dan terjebak .

ال ْحي ال ْقيوم وأت‬ ‫َ ّ َ ّ ْ ُ َ ُوْب إ ِل َي ْه‬ ِ ُ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُهُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفرهْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْر‬ ُ ّ ْ ِ ُ َ ْ ْ َ ُ ِ ْ ِ ُ ُ ْ ِ َ ‫أ َن ْفسنا وَمن سي ّئات أ َعْمال ِنا، من ي َهْدِهِ الله فَل َ مضل ل‬ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه وَمن ي ُضل ِل‬ ِ َ َ ْ ِ َ ِ ُ ُ ْ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫فَل َ هادي ل َه. (Adz-Dzariyat: 19).pada orang-orang yang hanya menggunakan pekerjaan mengemis sebagai topeng dan menampak luaskan kemiskinan dan terlebih lagi yang kita takutkan adanya anggapan bahwa Islam adalah agama bagi orang miskin dan terbelakang. miskin. sebagaimana yang telah dijelaskan oleh surah Adz-Dzariyat ayat 19 yang berbunyi: Artinya: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”. Betapa hinanya derajat orang yang seperti ini dan tak ada tempat yang lebih layak baginya selain kawah api Neraka yang membara. tetapi pulang dalam keadaan kenyang”. apalagi dengan berdalih bahwa pekerjaan mengemis kepengemisan dan kemiskinan itu sudah ditakdirkan Allah Subhannahu wa Ta'ala . Oleh karenanya hendaklah para da’i atau pendakwah Islam tidak hanya membatasi dakwahnya dalam masalah ritual dan spiritual belaka. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: َ َ ‫ل َوْ أ َن ّك ُم ت َت َوَك ّل ُوْن عَلى اللهِ حقّ ت َوَك ّل ِهِ ل َرزقَك ُم ك َما ي َرزقُ الط ّي ْر ت َغْد ُو‬ ُ ْ َ ْ َ َ َ ْ ْ َ ‫. Bahkan kalau kita telaah kembali beberapa ayat Al-Qur’an yang turun di Mekkah sangat mengecam arogansi orang-orang kaya Mekkah yang tidak perduli terhadap fakir. Itulah orang yang menghardik anak yatim. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin”. ‫جعَل َنا الله وَإ ِياك ُم من ال ْمؤْمن ِي ْن ال ْكامل ِي ْن ال ْمؤَد ّي ْن ل ِواجبات ِهِم مع‬ َ َ َ َ ْ َ ِ َ َ ُ َ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ْ ّ ُ َ ‫ال ْمخل ِصين السائ ِل ِين. (Al-Ma’un: 1-3). bahwa Islam sangat mencela orang yang tak mau berusaha dan hanya bisa meminta-minta. أ‬ ‫ّ ْ َ ست َغْفر الله ال ْعَظ ِي ْم ل ِي وَل َك ُم ال ّذِيْ ل َ إ ِل َه إ ِل ّ هُو‬ َ ْ َ َ ْ َ ُ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ‫. Kesimpulan Dari keterangan-keterangan ini jelaslah saudara-saudara!. seperti halnya Allah memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar. Allah menegaskan dalam firmanNya: Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Ahmad. dan anak-anak yatim.)خماصا وَت َروْح ب ِطانا. )الترمذي وابن ماجه‬ ً َ ُ ُ ً َ ِ Artinya: “Sekiranya kamu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal. . tentu Allah memberi rizki kepadamu. (HR. karena Islam tidak hanya terbatas pada hubungan vertikal antara Tuhan dan manusia tapi Islam juga mengajarkan hubungan horisontal yaitu hubungan antara manusia. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah shahih dan Al-Hakim dari Umat) Kemudian bagi orang-orang kaya jangan hanya bisa menumpuk harta dan berfoya-foya tanpa peduli bahwa di dalam harta mereka terdapat hak peminta-minta dan orang yang hidup di dalam kekurangan. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ . Dalam ayat di atas sangat jelas bahwa orang yang mendustakan agama / hari Qiamat disejajarkan dengan orang yang mencampakkan anak yatim dan tidak menganjurkan orang lain untuk menyantuni fakir miskin. sehingga jika sistem keseimbangan yang diajarkan ini benar-benar diterapkan akan dapat menciptakan masyarakat yang baik atau baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur.

الل ّهُم اغْفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤْمن ِي ْن وال ْمؤْمنات‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ ُ ِ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ا ْل َحياء من ْهُم وَا ْل َموات. الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمين وأ َرخص أ َ‬ ‫ْ َْ ْ َ ُ َ ْ ْ ْ َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ سعارهُم وآمن ْهُم‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫َ َ‬ ‫فِي أ َوْ َ‬ ‫ْ طان ِهِم. رب ّنا آت ِنا في الد ّن ْيا حسن َة وَفي الخرةِ حسن َة وَقِنا عَذاب‬ ‫َ َ ً‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ً ِ‬ ‫ْ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫.النار‬ ‫ّ‬ ‫عباد ِ الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعَد ْل وَا ْل ِحسان وَإيتآئ ذي ال ْقربى وَي َن ْهى‬ ‫ْ َ ِ ِ َ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫عَن ال ْفحشآء وال ْمنك َرِ وال ْب َغْي ي َعِظ ُك ُم ل َعَل ّك ُم ت َذ َك ّروْن. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُ‬ ‫ِ ْ َ َ م‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا. فاذ ْك ُروا الله‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫ال ْع ِظيم يذ ْك ُرك ُم واسأ َل ُوه منِ فَضل ِه يعطك ُم ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ ُْ ِ ْ َ ِ ُ‬ ‫َ ِْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ُ ِ ْ‬ ‫92‬ ‫‪Menghadapi Kenakalan Anak Dalam Rumahtangga‬‬ ‫‪Oleh: Nafisah Amron‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. الل ّهُم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْرِ ك ُل ّهِ ما عَل ِمنا من ْه‬ ‫َ‬ ‫ّ ّ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫وما ل َم نعل َم. قال تعالى: يا أ َ‬ ‫ًْ َ َ ََ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذِي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ت ُقات ِهِ وَل َ ت َموْت ُن إ ِل ّ وَأنت ُم مسل ِموْن. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َ‬ ‫ه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. قال ت َعا َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ َ َ َ َ لى: }وَمن ي َت ّق الله ي َجعل‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ِ‬ ‫}ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن يتق الله يك َفر عَنه سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا‬ ‫َ َ َّ‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫ْ ً‬ ‫إن الله ومل َئ ِك َته يصل ّون عَلى ِالنبي، يا أ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ْ َ َ‬ ‫ّ ِ ّ َ يها َ ال ّذِي ْن ءامن ُوا صل ّوا عَل َي ْه‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ ْ َ ْ‬ ‫وَسل ّموا ت َسل ِي ْما. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. الل ّهُم صل عَلى محمدٍ وَعَلى آل محمدٍ ك َما صل ّ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ ّ َ‬ ‫ْ ً َ‬ ‫َ َ ي ْت‬ ‫َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ مجي ْد.‫َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ ُ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عَب ْد ُهُ وَرسوْل ُه صلى الله عَلى ن َب ِي ّنا محمدٍ وَعَلى آل ِهِ وَأ َصحاب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ َ ّ‬ ‫وسل ّم تسل ِيما ك َث ِيرا. وَبارِك عَ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ْ لى محمدٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫وَعَلى آل محمدٍ ك َما بارك ْت عَلى إ ِب ْراهِي ْم وَعَلى آل إ ِب ْراهِي ْم، إ ِن ّك حمي ْد ٌ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ ُ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫مجي ْد.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ . ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما. يا أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ي ّها الناس‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعا َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ لى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.

‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Hadirin jamaah jum’ah yang dirahmati Allah. Pengalaman orang tua sering mencium anaknya sampai mereka dewasa tidak akan menjadikan anak-anak mencium orang lain apalagi sampai berbuat zina karena mereka sendiri telah merasa . dipelihara. berlaku sabar dalam menghadapi kenakalannya maupun sabar dalam memberi bimbingan sejak masih dalam kandungan sampai mereka dewasa. diskotik. Tidak mengherankan jika sekarang orang tua banyak yang mengeluh karena anaknya terlibat dan akrab dengan narkoba. apa yang kurang dari diri saya. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam guna menyempurnakan keutamaan Akhlak. mengajar. Hadirin jamaah Jum’ah yang berbahagia. “Saya mempunyai sepuluh orang anak tidak pernah satupun dari mereka saya cium”. Padahal anak sesuai dengan fitrahnya merupakan amanat Allah yang harus dijaga. dan dirawat dengan kesabaran disertai dengan tawakkal untuk tetap berdo’a semoga diberi anak-anak yang shalih.‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ ْ َ َ َ َ ُ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫مور محدَثات ُها وك‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ٍ ْ ُ ّ َ ّ َ َ َ َ ِ َ ّ َ ٌ َ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Termasuk dalam urusan penyempurnaan akhlak adalah memberi perlakuan yang baik kepada anak. mengisolasi dari pergaulan. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 74: “Dan orang-orang yang berkata. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melihat kepadanya dan berkata: ‫. mengajarkan cinta kepada anak-anak kepada para sahabatnya. Selama ini sebagian orang tua bersikap reaksioner atas semua tindakan anak.من ل َ ي َرحم ل َ ي ُرحم‬ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ْ “Siapa yang tidak merahmati tidak dirahmati (oleh Allah)” (HR. الل ّهم صل وسل ّم‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . anugerahkanlah kepada kami istri dan anakanak yang jadi permata hati dan jadikanlah kami pemimpin yang bertaqwa”. seperti mendidik. Orang tua selama ini hanya mampu memberikan ruang dan memenuhi kebutuhan fisiknya sedangkan kebutuhan psikisnya terabaikan. bukan cuma cerdas dan berprestasi di sekolah semata akan tetapi mampu menjadi qurratu a’yun di masa depan. Al-Bukhari dan muslim). Mengapa orang tua tidak bertanya kepada diri sendiri ada apa dengan anak saya. Dia lalu berkata. Mencium anak-anak merupakan salah satu wujud kasih sayang orang tua kepada anak sekaligus merupakan contoh riil agar anak tidak mencium kepada orang lain yang bukan mahramnya. Ya Tuhan kami. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ia berkata: “Pernah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menciumi Hasan putra Ali dimana pada saat itu ada Aqra’ Ibnu Habis Attamimy duduk. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam adalah sebaik-baik contoh dalam memperlakukan anak. Bukankah sayang jika permata hati kita nantinya hanya generasi yang penuh dengan daging tambun sedangkan hatinya keropos dari nilai-nilai dan ruh agama maupun ilahiyah. minum-minuman keras serta pergaulan bebas. Bagaimana tidak terabaikan jika mereka hanya dirawat dan dididik oleh pembantu yang kurang pendidikannya sekalipun ayah ibunya seorang doktor. mengurangi uang saku dan sebagainya. mereka memandang anak sebagai orang dewasa dalam bentuk mini dan semua semua yang dilakukan harus sesuai dengan kelakuan orang tua. Maka jika anak nakal yang dilakukan oleh orang tua biasanya adalah mengurung. Tidak mengherankan jika Allah selalu berpesan bahwa anak-anak adalah perhiasan. Bagaimana Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam mengajak cucu-cucunya bermain.

Kewibawaan orang tua telah hilang. Anak seperti itulah yang patut dibanggakan. Wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya. Kewajiban tersebut wajar karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anak-anaknya. Cinta kepada anak seringkali menyebabkan orang tua membanggakan anaknya.Ayat Al-Qur’an berikut dapat menjadi renungan untuk kita seperti yang tertera dalam Surat Saba’ ayat 37: “Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan diri kalian kepada Kami sedikit pun. nakal. karena kodratnya. Pada suatu waktu orang tua amat susah karena anaknya nakal. Bila tidak mendo’akan orang tua. Bahkan mungkin saja orang tua akan dipecat dari jabatannya hanya karena kenakalan anaknya. selain itu karena cinta. kepintarannya. maka secara sederhana tujuan pendidikan anak di dalam keluarga ialah agar anak itu menjadi anak yang shalih. Seringkali orang tua membela anaknya yang berbuat salah sampai orang tua lupa bahwa membela yang salah adalah pelanggaran aturan Allah. kelucuannya. yaitu agar anak itu kelak tidak menjadi musuh bagi orang tuanya. juara kelas. Anak yang saleh dapat mengangkat nama baik orang tuanya. Sebaliknya tak ada orang yang ingin menceritakan kepada tamunya bahwa anaknya bodoh. Orang tua yang menduduki posisi terhormat dimasyarakat akan jatuh wibawanya karena anaknya yang nakal. keberaniannya dan kegemasannya. Terutama mengenai kecerdasannya. tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih.” Hadirin jamaah Jum’ah yang di berkati Allah. Mengingat uraian di atas. Orang tua dapat juga menjadi budak anaknya.kecukupan dengan kasih sayang dari orang tua insya Allah mereka akan menjadikan anak-anak yang diharapkan. maka orang tua merasa hidupnya akan aman. Seperti tidak berani membangunkan anaknya untuk shalat Subuh karena takut anaknya kaget atau marah. 2. Mereka sering dengan semangat meluap-luap menceritakan anaknya kepada tamunya atau kawan-kawannya. kedua karena orang tua senang mendidik anak-anaknya. Berdasarkan ayat tadi bagi orang tua mendidik anak adalah kewajaran. demi cintanya kepada anak. karena anak adalah dekorasi keluarga dan mendo’akan orang tuanya kelak. Kadang-kadang permintaan yang tidak masuk akalpun dipenuhi. Oleh karena itu mereka mulai meninggalkan Tuhan. karena ia kalah dan dibentuk oleh anaknya karena terlambat atau tidak mampu memenuhi permintaan anaknya. Jadi yang pertama hukumnya wajib. penakut dan sebagainya. mereka bekerja mati-matian mencari uang agar semua permintaan anaknya dapat terpenuhi. Apa yang sudah dicontohkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menegaskan bahwa: 1. Inilah modal utama bagi pendidikan dalam keluarga itu dilaksanakan dan apa tujuannya. pemberani. Sayang anak tidak jarang menyebabkan orang tua korupsi dan mencuri. Kadang-kadang cerita ini menjemukan orang yang mendengarkannya. serta kapan mulainya. . Anak sering pula menyebabkan orang tua lupa kepada Allah dan RasulNya. cerdas. misalnya terlibat masalah jual beli obat-obatan terlarang akan jatuh martabatnya dimata masyarakat. dikala ia merasa wajib memenuhi segala keinginan anaknya. Kadang-kadang karena merasa anak-anaknya kuat. Seorang pemimpin masyarakat bila anaknya terlibat kenakalan khas remaja masa kini. Tujuan lain adalah sebaliknya. keshalihannya telah cukup merupakan bukti amal baik bagi orang tuanya. Saking sibuknya mengurus anak-anaknya.

‫‪Kapankah sebaiknya kita mulai mendidik anak? Jawabannya tidak lain adalah semenjak masih‬‬ ‫. والصل َةُ والسل َم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات.‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫03‬ ‫‪Anak Shalih Adalah Aset Orang Tua‬‬ ‫‪Oleh: Muh.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وع َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون. saat anak-anak sampai dewasa. S. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. orang tuanya dan‬‬ ‫. Bahkan dalam Islam dimulai semenjak memilih pasangan hidup‬‬ ‫‪kemudian saat hamil. saat lahir. tentang tauhid. Mengenalkan mereka dengan‬‬ ‫.‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ َ ِ َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫:‪Khutbah kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‪dalam masa konsepsi. فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم.‬ ‫َ ُ ّ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ْ ْ‬ ‫ِ َ َ ْ َ ِ ُ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ ْ َ َ‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ ُ ْ ِ ْ‬ ‫أ َوطان ِهم.‪Lalu bagaimana jika cara tersebut sudah dilaksanakan dan anak-anak tetap saja nakal? Sabar‬‬ ‫‪tawakkal dalam menghadapinya adalah obat terbaik sambil tetap berdo’a memohon kepada Allah‬‬ ‫‪agar kenakalannya tidak membawa madlarat bagi dirinya sendiri.‪asma-asma Allah. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Darwis‬‬ ‫‪Khutbah Pertama‬‬ .‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب َر. tentang akhlaq dan sebagainya‬‬ ‫.‪masyarakatnya‬‬ ‫ّ‬ ‫أ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم ول ِجمي ْع ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات من ك ُل‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ْ َ َ ِ ِ‬ ‫ذَن ْب.

)النساء‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ِ على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه. Padahal dibalik itu semua mereka kering akan informasi tentang perihal kehidupan kaum selebritis yang mereka puja-puja. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ .” (HR. bintang iklan. Bahkan sebagian orang tua akibat pandangan yang keliru menginginkan agar kelak anakanaknya dapat menjadi bintang film (Artis). narkoba dan gaya hidup yang serba glamour adalah konsumsi sehari-hari mereka. miras. Hal ini terjadi akibat orang tua yang sering mengkonsumsi berbagai macam acara-acara hiburan diberbagai media cetak dan elektronik. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ َ حي ِنا‬ َ ْ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم على سن ّت ِه وأ َمت ْنا على مل ّت ِه. kalaupun ada mereka hanya menjadikan ritualisme sebagai alat untuk meraih tujuan duniawi. Umumnya orang tua menginginkan agar kelak anak-anaknya dapat menjadi anak yang shalih. Namun yang menjadi masalah adalah kemana anak akan kita arahkan setelah mereka terlahir. Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi. Jamaah jum’at rahimakumullah Kehidupan sebagian besar selebritis yang banyak dipuja orang itu tidak lebih seperti kehidupan binatang yang tak tahu tujuan hidupnya selain hanya makan dan mengumbar nafsu birahinya. Abu Daud dan An Nasa’I. pergaulan bebas. Apakah kita menginginkan anak-anak kita menjadi orang yang jauh dari agamanya yang kelihatannya bahagia di dunia namun menderita di akhirat? Tentu tidak. وب َعد؛‬ ُ ْ َ ِ ِ ُ Jamaah jama'ah rahimakumullah Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya. Namun obsesi orang tua kadang tidak sejalan dengan usaha yang dilakukannya. Mereka beranggapan dengan itu semua kelak anak-anak mereka dapat hidup makmur seperti kaum selebritis yang terkenal itu. maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa. kata Al Haitsamin). untuk mengecoh masyarakat tentang keadaan mereka yang sebenarnya. karena itu opininya terbangun atas apa yang mereka lihat selama ini. Padahal usaha merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi terbentuknya watak dan karakter anak.‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َست َهدي ْه، ون َعوذُ بالله‬ ِ ُ َ ِ ِ ْ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫ت َعالى من شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ َ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ ُ ُ ْ ِ َ ْ ْ َ ‫فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه، ومن ل َم ي َجعل الله ل َه‬ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ْ ْ َ َ ُ َ ِ َ ِ َ ْ َ ‫ن ُورا فما ل َه من ن ُور. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: . وأ َشهد أ‬ ‫ُ ِ ْ ْ ٍ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َشري ْك ل َه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ َ َ َ َ ً ْ َ ‫وأ َشهد أ‬ َ َ ُ َ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. Obsesi tanpa usaha adalah hayalan semu yang tak akan mungkin dapat menjadi kenyataan.‫ت َزوجوا ال ْول ُودَ وال ْودُودَ فإ ِن ّي مكاث ِر ب ِك ُم‬ ُ ّ َ ْ ٌ َ ُ ْ ْ َ َ ْ َ Artinya: “Nikahilah wanita yang penuh dengan kasih sayang dan karena sesungguhnya aku bangga pada kalian dihari kiamat karena jumlah kalian yang banyak. fotomodel dan lain-lain.(9 :‫ال ّذي ْن ل َو ت َرك ُوا من خل ْفهم ذُري َة ضعافا. Hura-hura. Menurut Sunnah melahirkan anak yang banyak justru yang terbaik. Sangat jarang kita saksikan di antara mereka ada yang perduli dengan tujuan hakiki mereka diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . agar setelah dewasa mereka dapat membalas jasa kedua orang tuanya. قال الله ت َعالى: ول ْي َخش‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ً َ ِ ً ّ ْ ِ َ ْ ِ ْ َ ْ َ ِ .

orang tua terlihat setengah hati. padahal mereka telah memperhatikan anaknya secara bersungguh-sungguh dalam segi pemenuhan otaknya. Karena itu sebagian orang tua yang bijaksana. Beliau mengatakan selaku orang tua hendaknya tidak meninggalkan keadaan anak-anak mereka dalam keadaan miskin . Oleh karena itu selaku orang tua yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya. sementara untuk memasukkan anak-anak mereka pada TK-TP Al-Qur’an terasa begitu enggan. maka mustahil ada anak dapat bisa mendoakan orang tuanya jika anak tersebut jauh dari . bersabda: ْ ِ ْ َ ٍ ِ َ ٍ َ َ ٍ ْ ِ ُ ُ َ َ َ َ َ ٍ ‫ا ِن ْقطع عمله إ ِل ّ من ث َل َث، صدَقة جاري َة أو علم‬ . Ada juga orang tua yang menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan bagi anak-anak mereka dari keempat masalah pokok di atas. (Tafsir Ibnu Katsir: I.artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah. Sementara kita telah sama mengetahui bahwa anak yang senang mendoakan orang tuanya adalah anak sedari kecil telah terbiasa terdidik dalam melaksanakan kebaikan-kebaikan. dan menjauhi larangan-laranganNya. Imam Ibnu Katsir dalam mengomentari pengertian lemah pada ayat ini memfokuskan pada masalah ekonomi. Di bawah ini akan kami ketengahkan beberapa langkah yang cukup representatif dan membantu mewujudkan obsesi tersebut: 1. maka terputuslah amalan-amalannya kecuali tiga: Sadaqah jariah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang selalu mendoakannya.‫صال ِح ي َدْعو ل َه‬ ُ ْ ُ ٍ َ ‫إ ِذا مات ب ْن آدَم‬ َ َ َ َ ُ َ ‫ين ْت َفع به أ‬ ‫ُ َ ُ ِ ِ و ول َد‬ ٍ َ ْ Artinya: “Jika wafat anak cucu Adam. Padahal aspek iman merupakan kebutuhan pokok yang bersifat mendasar bagi anak. Orang tua terkadang berani melakukan hal apapun yang penting kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi. Jamaah jum’at rahimakumullah. Opini atau persepsi orang tua atau anak yang shalih tersebut harus benar-benar sesuai dengan kehendak Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . maka mereka harus memperhatikan keempat hal ini. segala sarana dan prasarana kearah tercapainya tujuan tersebut dipenuhinya dengan sungguhsungguh namun dalam usahanya memenuhi kebutuhan anak dari hal keimanan.Muslim) Dalam hadits ini sangat jelas disebutkan ciri anak yang shalih adalah anak yang selalu mendoakan kedua orang tuanya. Pengertian lemah dalam ayat ini adalah lemah iman. lemah fisik. namun usaha yang dilakukannya kearah tersebut sangat diskriminatif dan tidak seimbang.melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala . yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)mereka” (An Nisa: 9). Pengabaian salah satu dari empat hal ini adalah ketimpangan yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan pada anak. lemah intelektual dan lemah ekonomi.” (HR. mesti mampu memperhatikan langkah-langkah yang harus di tempuh dalam merealisasikan obsesinya dalam melahirkan anak yang shalih. Sebagai contoh: Ada orang tua yang dalam usaha mencerdaskan anaknya dari segi intelektual telah melaksanakan usahanya yang cukup maksimal. fisik dan ekonomi semata dan mengabaikan perkembangan iman. Anak yang shalih adalah anak yang tumbuh dalam naungan DienNya. Banyak orang tua yang mementingkan perkembangan anak dari segi intelektual. hal 432) Dan terbukti berapa banyak kaum muslimin yang rela meninggalkan aqidahnya (murtad) di era ini akibat keadaan ekonomi mereka yang dibawah garis kemiskinan.

Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian bagi anak yang shalih. maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. Jama'ah jum’at rahimakumullah Jika anak dalam keluarga senantiasa terdidik dalam warna keIslaman.perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan senang bermaksiat kepadaNya. selaku orang tua yang bijaksana dalam berinteraksi dengan anak pasti memperlihatkan sikap yang baik. Menciptakan lingkungan yang kondusif ke arah tercipta-nya anak yang shalih. selalu mendoakan orang tuanya dan selalu melaksanakan kebaikan-kebaikan. jelas akan jauh dari perintah Allah dan kemungkinan besar senang pula bermaksiat kepada kedua orang tuanya sekaligus. kemudian orang tuanyalah yang mewarnainya. Keluarga juga merupakan madrasah bagi sang anak. Dalam hadits ini dijelaskan tentang keuntungan memiliki anak yang shalih yaitu.(‫ي ُمجسان ِه. Oleh karena itu. )رواه البخاري‬ ِ َ ّ َ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang fitrah (Islam). Seorang anak yang terlahir dalam keadaan fitrah. Lingkungan Sekolah Sekolah merupakan lingkungan di mana anak-anak berkumpul bersama teman-temannya yang sebaya dengannya. Sekolah juga merupakan sarana yang cukup efektif dalam membentuk watak dan karakter anak.” (HR. Pendidikan yang didapatkan merupakan pondasi baginya dalam pembangunan watak. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ َ ‫ك ُل مول ُود ي ُول َدُ على ال ْفطْرة، فأ َب َواهُ ي ُهودان ِه أ َو ي ُن َصران ِه أ َو‬ ِ ْ ِ َ ّ ْ ِ َ ّ َ َ َ ِ َ ْ ٍ ْ ْ َ ّ . Lingkungan merupakan tempat di mana manusia melaksana-kan aktifitas-aktifitasnya. Al-Bukhari) Untuk itu orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal dimana anak kita mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita kecintaan terhadap diennya. sehingga ketika anak tersebut berhadapan dengan lingkungan lain anak tersebut memiliki daya resistensi yang dapat menangkal setiap saat pengaruh negatif yang akan merusak dirinya. Secara mikro lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian. Lingkungan keluarga Keluarga merupakan sebuah institusi kecil dimana anak mengawali masa-masa pertumbuhannya. Namun sebaliknya jika anak tumbuh dalam suasana yang jauh dari nilai-nilai keIslaman. Anak yang senang bermaksiat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Nasrani atau Majusi. kepribadian dan karakternya. Di sekolah anak-anak akan saling mempengaruhi sesuai dengan watak dan karakter yang . yaitu: a. Jika sang anak melakukan kebaikan atau mendoakan orang tuanya maka amal dari kebaikannya juga merupakan amal orang tuanya dan doanya akan segera terkabul oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala . amalan-amalan mereka senantiasa berkorelasi dengan kedua orang tuanya walaupun sang orang tua telah wafat. menjauhi larangan-laranganNya. 2. Jadi jelaslah bagi kita akan gambaran anak yang shalih yaitu anak yang taat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . cinta terhadap ajaran Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam. maka jelas kelak dia akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral. Belajar. bermain dan bercanda adalah kegiatan rutin mereka di sekolah. maka orang tuanya yang menyebabkan dia menjadi Yahudi. maka kepribadiannya akan terbentuk dengan warna keIslaman tersebut. yaitu sikap yang sesuai dengan kepribadian yang shalih sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktekkan sifat-sifat orang tuanya b.

Dan itu adalah selemah-lemah iman. Masyarakat terbentuk atas dasar gabungan individu-individu yang hidup pada suatu komunitas tertentu.diperolehnya dalam keluarga mereka masing-masing. pendidik atau ulama. Masyarakat yang mayoritas anggotanya hidup dalam kemaksiatan akan sangat mempengaruhi perubahan watak anak kearah yang negatif. Karena itu pengaruh yang ditimbulkannya dalam merubah watak dan karakter anak jauh lebih besar. karena sekolah tersebut akan memberi warna baru bagi setiap anak didiknya. maka kita perlu bersama-sama menciptakan lingkungan masyarakat yang baik. yang kondusif bagi anak. Anak yang terdidik secara baik di rumah tentu akan memberi pengaruh yang positif terhadap teman-temanya. kualitas dalam pengertian intelektual dan moral keagamaan. Kualitas intelektual dan moral keagamaan tenaga pengajar serta kurikulum yang dipakai di sekolah termasuk faktor yang sangat menentukan dalam melahirkan murid yang berkualitas secara intelektual dan moral keagamaan. Mereka beranggapan bahwa yang bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pemerintah. dan ketentraman. kedamaian. Faktor yang juga cukup menentukan dalam membentuk watak dan karakter anak di sekolah adalah konsep yang diterapkan sekolah tersebut dalam mendidik dan mengarahkan setiap anak didik.” (HR. bersabda: َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه‬ ِ َ ِ ْ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ ْ ‫فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا‬ َ َ َ ْ . Anak yang telah di didik secara baik oleh orang tuanya untuk selalu taat dan patuh pada perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya. Lingkungan Masyarakat Masyarakat adalah komunitas yang terbesar dibandingkan dengan lingkungan yang kita sebutkan sebelumnya. Keseimbangan pelajaran yang diperoleh murid di sekolah akan lebih mampu menyeimbangkan keadaan mental dan intelektualnya. Dalam masyarakat seperti ini akan tumbuh berbagai masalah yang merusak ketenangan. Orang tua tidak harus memasukkan anak mereka di sekolah-sekolah favorit semata dalam hal intelektual dan mengabaikan faktor perkembangan akhlaq bagi sang anak. )رواه مسلم‬ ْ ْ ْ َ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antaramu melihat kemungkaran hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Sebaliknya anak yang di rumahnya kurang mendapat pendidikan yang baik tentu akan memberi pengaruh yang negatif menurut karakter dan watak sang anak. dan jika tidak sanggup maka dengan hatinya. Sekolah yang ditata dengan managemen yang baik tentu akan lebih mampu memberikan hasil yang memuaskan dibandingkan dengan sekolah yang tidak memperhatikan sistem managemen. Oleh karena itu untuk dapat mempertahankan kwalitas yang telah terdidik secara baik dalam institusi keluarga dan sekolah. c. dapat saja tercemari oleh limbah kemaksiatan yang merajalela disekitarnya. Muslim) . para da’i. Karena dalam membentuk masyarakat yang harmonis setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang sama.(‫ْ َ ُ ل ِي ْمان. Persepsi yang keliru biasanya masih mendominasi masyarakat. Karena itu sekolah yang memiliki keseimbangan kurikulum antara pelajaran umum dan agama akan lebih mampu memberi jaminan bagi seorang anak didik. Sekolah yang sekedar dibangun untuk kepentingan bisnis semata pasti tidak akan mampu menghasilkan murid-murid yang berkwalitas secara maksimal. jika ia tidak sanggup maka dengan lidahnya. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Oleh sebab itu orang tua seharusnya mampu melihat secara cermat dan jeli sekolah yang pantas bagi anak-anak mereka.

‫ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٌ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ َ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ْ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.Jika setiap orang merasa tidak memiliki tanggung jawab dalam hal beramar ma’ruf nahi munkar. الل ّهم صل على محمد وع‬ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ٍ ّ َ ُ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ .‫ال ْغفور الرحي ْم، وادْعوهُ ي َست َجب ل َك ُم‬ ْ ِ ْ ْ ْ ُ َ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua.” (Ali Imran: 110). رب ّنا‬ َ َ َ َ َ ْ ّ َ َ ِ ُ ْ ّ ْ ِ َ ِ ّ ْ ‫اغفر ل ِي ول ِوال ِدَي ول ِل ْمؤمن ِي ْن ي َوم ي َقوم ال‬ ُ . ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه.” (Ali-Imran: 104). pasti akan menimpakan adzabnya di tengah-tengah kita dan pasti kita akan tergolong orang-orang yang rugi Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. Untuk itu di akhir khutbah ini marilah kita bersama-sama merasa peduli terhadap kelangsungan hidup generasi kita.‫ْ ُ حساب‬ ِ ْ ُ َ ّ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ْ ‫رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين‬ َ َ ْ َ ٍ ْ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ ْ َ َ َ . وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ َ َ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. ْ َ َ َ َ ْ ‫رب اجعل ْن ِي مقي ْم الصل َة ومن ذُري ّت ِي، رب ّنا وت َقب ّل دُعاء.‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ . أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ ما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. semoga dengan kepedulian kita itulah Allah Subhannahu wa Ta'ala akan senantiasa menurunkan pertolonganNya kepada kita dan memenangkan Islam di atas agamaagama lainnya. Jamaah jum’at rahimakumullah Amar ma’ruf adalah kewajiban setiap individu masing-masing yang harus dilaksanakan. الل ّهم اغفر ل ِل‬ َ ٌ ِ َ َ َ َ ْ ‫ِ ْ مسل ِمي ْن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ِ َ ِ . maka segala kemunkaran bermunculan dan merajalela di tengah masyarakat kita dan lambat atau cepat pasti akan menimpa putra dan putri kita..‫الل ّهم إ ِنا ن َسأ َل ُك من ال ْخي ْر ك ُل ّه ما عل ِمنا من ْه وما ل َم ن َعل َم‬ ّ ّ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ْ ْ َ َ ُ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ َ ْ ْ ْ ‫الل ّهم أ َصل ِح أ َحوال ال ْمسل ِمي ْن وأ َرخص أ َسعارهم وآمن ْهم في‬ َ ُ َ ْ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ ْ ِ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ َ ْ . menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.. Padahal kedudukan kita sebagai umat yang terbaik yang dapat memberikan ketentraman bagi masyarakat kita hanya dapat tercapai jika setiap individu muslim secara konsisten menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. والصل َةُ والسل‬ ‫ّ م‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ّ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وصحبه.‫وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ . karena Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Marilah kita berdo’a kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala . Jika tidak maka Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫إماما‬ ً َ َ ‫أ َِقول قول ِي هذا وأ‬ َ .

‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. يا أ َ‬ ‫َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُ‬ ‫َ َ ُ ْ وا قول ً‬ ‫ُ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫سدي ْدا. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ث ِي ْرا‬ ‫ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً‬ ‫َ ُ‬ ‫ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان‬ ‫َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫عل َيك ُم رقيبا.com‬‬ ‫13‬ ‫‪Nilai Kepemimpinan Lelaki dan Kepatuhan Wanita‬‬ ‫‪Oleh: H.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www. يا أ َي ّها الناس‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمت ّقون. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ . قال ت َعالى: يا‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ُ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ْ َ َ‬ ‫عذاب النار.‫أ َوطان ِهم.‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫عباد الله، ِإن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ْ ً‬ ‫ً‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ل محدَث َة‬ ‫ٍ‬ ‫ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.alsofwah.or. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُ‬ ‫ْ م ومن ي ُطِع الله‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.wordpress.

Wanita shalihah Selanjutnya. dan demikian pula kepemimpinan tertinggi. menjaga dirinya dari kekejian (zina). pen) jihad dan hal-hal lainnya. (QS An-Nisaa’/ 4:34). melaksanakan hak-hak dan kewajiban yang ada pada dirinya. atau juz II.‫ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ Allah Ta’ala berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. dan menjelaskan tentang wanita shalihah. kesungguhan pandangan. 1/339). Karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Penjelasan Ibnu Katsir itu ada rincian yang senada yaitu perkataan Abu As-Su’ud: “Dan pengutamaan bagi kaum laki-laki itu karena kesempurnaan akal. Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik). dan demikian pula (khusus untuk lelaki) jabatan qodho’/ kehakiman dan hal-hal lainnya. Maka dalam diri lelaki itu ada kelebihan dan keutamaan atas perempuan. yaitu berupa mahar/ maskawin. sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki. pembesarnya. Ayat ini menegaskan tentang kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita. Menurut Ibnu Katsir. arti ayat: “Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri. as-syahadah (kesaksian --dalam perkara pidana.” maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. al-wilayah (kewalian). wanita tidak boleh jadi saksi. juz I. Oleh karena itu ada kekhususan bagi lakilaki yaitu mengenai an-nubuwwah (kenabian). Karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita. (Irsyaadul ‘Aqlis Saliim. hakim atasnya. Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik. nafkah-nafkah dan beban-beban yang diwajibkan Allah atas lelaki untuk menjamin perempuan. bagusnya pengaturan. oleh karena Allah telah memelihara “(mereka. Wanita-wanita shalihah muthi’ah adalah taat kepada Allah dan suaminya. oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan).” Ini adalah rincian keadaan wanita di bawah kepemimpinan lelaki. Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa wanita itu ada dua macam.َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ‫على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ . lelaki itu adalah pemimpin wanita. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada. hanya khusus lelaki. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. halaman 608. dan kelebihan kekuatannya. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Yang satu adalah wanita-wanita shalihah muthi’ah (baik lagi taat) dan yang lain adalah ‘ashiyah mutamarridah (bermaksiat lagi menentang). Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan laki-laki memiliki satu derajat lebih atas wanita” .”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya). halaman 292 tahqiq Sami As-Salamah). dan pendidiknya. “ketika suaminya tidak ada. dan menjaga harta . maksudnya.‫ل َن ي ُفل ِح قوم ول ّوا أ َمرهم امرأ َة‬ ً َ ْ ْ ُ َ ْ ْ َ ٌ ْ َ َ ْ ْ . Ibnu Katsir melanjutkan. hingga sesuailah kalau lelaki itu menjadi pemimpin atas perempuan. al-imamah (kepemimpinan). oleh karena Allah telah memelihara (mereka).

pelaku adegan-adegan film atau sinetron tak senonoh yang ditonton banyak orang. sedang wanita itu dipentingkan ketaatannya kepada Allah. hanya kerugian lah yang didapat. (yaitu) lakilaki yang menggauli (menyetubuhi) isterinya dan isterinya pun menggaulinya. di pameran-pameran perdagangan. Dan bahkan ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya dijadikan mainan oleh orang lain. Di dalam hadits disebutkan: ‫إ ِن من شر الناس عن ْدَ الله من ْزل َة ي َوم ال ْقيامة الرجل ي ُفضي‬ ِ ّ ِ َ َ ِ َ ْ ً ِ َ ِ ّ َ ْ ِ ّ ْ ِ ْ ُ ُ ّ َ ‫إلى امرأ َت ِه وت ُفض ِي إل َيه ث ُم ين ْشر أ‬ َِ ‫ْ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ ِ ّ َ ُ ُ حدُهما سر صاحب ِه. Hingga muncul kondisi yang ironis. Keadaan masyarakat jahil Aturan dalam Al-Quran telah tegas dan jelas. Lelaki yang demikian itu adalah dayyuts. maka bisa dimasukkan dalam lingkungan yang mengarah pada dayyuts. pelawak.” (HR Muslim dan Abu Daud). Rasul-Nya. Namun kepemimpinan lelaki ataupun ketaatan wanita seakan tidak dianggap penting dalam dunia jahil. Na’uudzu billaahi min dzaalik. namun sebagai alat penarik konsumen. misalnya tontonan. Tetapi sekarang wanita di pertokoan bukan sekadar sebagai pelayan. Inilah yang mesti kita berhati-hati benar dalam hal menjaga diri dan keluarga kita. Sehingga. kemudian salahsatunya menyiarkan rahasia teman bergaulnya itu.‫ث َل َث َة ل َ ي َدْخل ُون ال ْجن ّة؛ ال ْعاقُ ل ِوال ِدَي ْه والدّي ّوث ورجل َة الن ّساء‬ ِ َ ُ ُ َ َ ُ ْ َ َ ٌ َ ْ ُ َ َ ِ َ “Tiga orang yang tidak masuk surga (yaitu): orang yang durhaka kepada kedua orangtuanya. tidak merasa cemburu terhadap keluarganya yang berbuat sesuatu dengan lelaki lain. Jadi lelaki yang merelakan isterinya ataupun anak-anaknya dijadikan pajangan padahal seharusnya lelaki itu punya rasa cemburu dan menjaganya. Sehingga wanita yang sebenarnya terhormat itu kemudian dijadikan bahan tontonan. wanita mendapat perlindungan. Akibat merelakan keluarganya (yang wanita) dijadikan pajangan itu kemudian menjadikan haramnya surga baginya. pemeliharaan dari para suami dan bahkan masyarakat. Ini sudah bertentangan dengan aturan Islam.Hakim dan Al-Baihaqi.suaminya dari pemborosan. Jual beli antara lelaki dan perempuan pada asalnya mubah. lelaki itu pemimpin atas wanita. hingga wanita-wanita pelayan itu diseragami pakaian yang setengah telanjang. yang hal itu melanggar kodratnya atau fitrahnya. Sebagaimana mereka menjaga hal-hal yang berlangsung antara dirinya dan suaminya yang wajib disembunyikan dan menjaga baik-baik kerahasiaannya. . hadits hasan dari Ibnu Umar). Kesenangan di dunia tidak seberapa. di hotel-hotel dan sebagainya. Ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya jadi penyanyi. namun justru merelakannya. Menurut Hadits Nabi n. namun haramnya masuk surga telah mengancamnya. boleh-boleh saja. dan kepada suaminya. disamping melanggar aturan agama. biasa . ada wanitawanita yang diperlakukan oleh orang-orang jahil sebagai barang mainan. Dianggap lumrah. dan perempuan yang menyerupakan dirinya dengan laki-laki. Ada orang tua dan suami-suami yang merelakan wanitanya dijadikan pajangan untuk menarik pembeli atau konsumen di toko-toko. Ada wanita yang diangkat-angkat oleh orang-orang jahil melebihi kodratnya dan melanggar aturan agama. surga haram atas lelaki dayyuts. Sebaliknya. di bank-bank. Ia tidak akan masuk surga. dayyuts (laki-laki yang membiarkan kemaksiatan pada keluarganya). Namun. )رواه‬ ِ ِ َ ّ ِ َ ُ َ . justru wanita dijadikan alat untuk melariskan hal-hal yang tak terpuji atau tak sesuai dengan ajaran Islam. Maka betapa ruginya.” (Hadits Riwayat Al. tidak sesuai aturan. penjoget.(‫مسلم و أبو داود‬ “Sesungguhnya termasuk sejelek-jelek manusia bagi Allah tempatnya di hari kiamat. Seharusnya.

dan kedua memberikan tempat yang terpuji bagi wanita yang shalihah. Allah memerintahkan agar kita menahan sebagian pandangan kita terhadap lain jenis (lihat QS An-Nuur: 30-31) namun justru orang-orang yang mendukung dunia jahil ini menarik-narik manusia agar membuka mata lebarlebar untuk “menikmati” wanita yang mereka pajang. maka lebih lagi haramnya. Kenapa? Karena. ayat tersebut mengandung makna. Ini benar-benar keterlaluan. Memerankan wanita sebagai daya pikat itu sendiri sudah merupakan pelanggaran sebagaimana diuraikan di atas. Maka Islam memberikan antisipasinya atau pencegahannya. lebih terlarang lagi adalah zinanya itu sendiri. namun dalam dunia yang jahil orang yang menyepelekan bahkan justru menggalakkan hal-hal yang menjurus pada pendekatan zina. Ini telah mencakup larangan segala hal yang menghantarkan kepada perbuatan zina. Inilah yang di dalam ilmu ushul fiqh disebut Qiyas Aulawi”. Islam menempatkan wanita shalihah dalam kedudukan yang terpuji itu bisa difahami pula bahwa untuk membina wanita agar jadi shalihah. Karena hal itu sudah merupakan sarana atau penghantar. Wanita shalihah sangat terpuji Islam memberikan imbalan pahala sesuai dengan kadar kepayahan atau usaha manusia. Memajang wanita-wanita dalam aneka pergaulan hidup yang dimaksudkan untuk menarik konsumen ataupun pelanggan atau penonton itu sudah termasuk sarana mendekatkan ke arah zina.” (Al-Israa’: 32). Contohnya. Dalam ayat itu ditegaskan. apalagi memukulnya. mengatakan uf/ hus kepada orang tua saja diharamkan. Wanita dari zaman ke zaman. Karena mendekati zina saja sudah dilarang. baik dari dalam nafsu wanita itu sendiri maupun faktor dari luar. Aturan di dalam Islam sebegitu jelas dan gamblang. ayat tersebut sangat strategis sifatnya. serta wanita itu sendiri dalam berupaya menjadi wanita shalihah adalah perkara yang besar. Itulah pengertiannya. Itu semua alurnya adalah mendekatkan kepada zina. Perkara yang banyak godaannya. apalagi berzina. namun sulit karena lebih banyak godaannya. yang menggiurkan. semua tontonan dan pekerjaan yang menarik konsumen dengan cara memajang wanita itu sudah mengikuti bujukan syetan. manusia jahil telah menjadikan wanita sebagai sasaran untuk dijadikan daya pikat. Mendekati zina itu jelas telah dilarang dengan tegas oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala. oleh orang-orang jahil merupakan sasaran yang paling utama untuk dijadikan daya pikat.” imbalan itu sesuai dengan perbuatan. dunia jahil telah memupuk aneka macam pelanggaran seperti tersebut diatas menjadi pemandangan yang biasa. bila mau melanggar aturan Islam. ke bawah: sarana-sarana dan perbuatan yang menjurus pada pendekatan zina sudah ikut terlarang. mendekati zina saja dilarang. Yaitu. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan satu jalan yang buruk. Sehingga wanita itu sendiri akan sulit mempertahankan diri agar menjadi orang yang shalihah alias taat aturan Allah dan RasulNya. maka terkena kaidah (‫ )الحكم بوسائله‬hukum itu mencakup sarananya. dan itu jelas bertentangan dengan Islam. sekaligus melanggar aturan Allah. maka wanita shalihah sangat dihormati dalam Islam karena memang sulit melakukannya. Jadi. Maka mengadakan sarana untuk dekat dengan zina atau yang jurusannya mendekati zina berarti haram pula.Sangat disayangkan sekali. Sedangkan wanita itu sendiri didudukkan oleh manusia-manusia jahil pada posisi yang enak. Padahal. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: "Dan janganlah kamu mendekati zina. tidak boleh mendekati zina. Bukan sulit karena secara naluriah. bahkan membolehkan perzinaan itu sendiri lebih dihormati. Dianggapnya tidak ada masalah. lingkungan yang . Maka sesuai dengan istilah "aljazaa’u min jinsil ‘amal. Lebih dari itu. Dengan demikian. yaitu pertama dengan melarang manusia mendekati zina. Sedang ke atas: perbuatan zina itu sendiri lebih terlarang lagi.

ومن شقاوة اب ْن آ َدَم ال ْمرأ َةُ السوءُ و ال‬ ُ‫ّ ْ َ مسك َن السوء‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ُ ّ َ ُ ْ َ ْ ّ ْ َ ِ ‫وال ْمرك َب السوء. Dia paling baik di antara hal yang mesti disenangi manusia. Kemudian Kami kembalikannya jadi serendah-rendahnya yang rendah (masuk neraka). wanita/ isteri yang shalihah/ baik. akan dikembalikan menjadi sesuatu yang paling rendah di antara yang rendah. dalam hadits itu dijelaskan. wanita/ isteri yang shalihah adalah unsur kebahagiaan. wanita disebut hiasan yang paling menyenangkan berarti di balik itu ada yang bahkan paling tidak menyenangkan. yang otomatis mampu menjalani sikap dan perilaku tanpa melanggar ajaran Ilahi.(‫النسائي‬ “Dunia ini adalah perhiasan yang menyenangkan hati. Di antara unsur kebahagiaan manusia yaitu. Jadi wanita merupakan unsur yang paling extrim. Yaitu wanita yang menuruti aturan agama suci dengan patuh. Berarti sejalan pula dengan pernyataan perbandingan tadi. sebagai andalan. tempat tinggal yang jelek. Ya. Hasil perbandingan itu diperkuat atau punya alasan Hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam : ‫من سعادَة اب ْن آدَم ث َل َث ومن شقاوة اب ْن آدَم ث َل َث َة. Dalam Hadits itu ternyata wanita atau isteri disebut sebagai unsur pertama dalam hal kebahagiaan maupun kesengsaraan. At-Tien: 4. (Hadits Riwayat Muslim dan An-Nasa’i). Dan sebaik-baik perhiasan yang menyenangkan itu adalah wanita yang shalihah/ baik." (Hadits shahih riwayat Ahmad. wanita/ isteri yang jahat adalah unsur penderitaan." (QS. Dari sini bisa difahami betapa terpujinya wanita yang baik yang istilahnya wanita shalihah. manusia dibuat dalam bentuk yang paling baik.jahil. Berarti sudah merupakan puncak yang tiada saingannya lagi. Kalau diperbandingkan. At-Thabrani. Bahwa wanita shalihah itu paling menyenangkan. 6). من‬ ِ َ َ َ ْ ِ َ ٌ ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ ِ ٌ ِ ِ َ ‫سعادة ابن آدم ال ْمرأ‬ ‫َ ْ ةُ الصال ِحة وال ْمسك َن الصال ِح وال ْمرك َب‬ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ْ َ َ ُ ّ ْ ‫الصال ِح. Di balik bentuknya yang paling baik. ada pula pujian simpati dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ ‫الدّن ْيا متاع وخي ْر متاعها ال ْمرأ َةُ الصال ِحة. tempat tinggal yang baik. )رواه أحمد والطبراني والبزار عن سعد بن‬ ُ ْ ّ ُ ْ َ َ . Attien: “. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih maka mereka akan memperoleh pahala yang tak putus-putusnya.. dan AlBazzar dari Sa'ad bin Abi Waqash) Nah. 5. Tapi sebaliknya. Terhadap wanita shalihah itu. tapi sebaliknya. wanita yang bukan shalihah itu adalah paling menyebalkan. dan kendaraan yang jelek. betapa tingginya nilai wanita shalihah itu. Wanita diucapkan dalam deretan yang pertama dari tiga unsur kebahagiaan maupun kesengsaraan. Di dalam ayat itu dinyatakan. Dan di antara (unsur) sengsaranya ibnu Adam ada tiga (juga). Seperti firman Allah dalam Surat.. ternyata disebutkan. . Di sini jelas. kejadian manusia itu sendiri adalah bentuk yang paling baik. Dan di antara (unsur) penderitaan manusia adalah: wanita / isteri yang buruk (tidak shalihah). memang betul demikian adanya. kecuali yang beriman dan berbuat baik. dan kendaraan yang baik.(‫أبي وقص‬ "Di antara (unsur) kebahagiaan anak Adam (manusia) adalah tiga hal.Sungguh Kami telah menjadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk. )رواه مسلم و‬ ُ َ ّ َ ِ َ َ ُ َ َ ٌ َ َ َ ْ َ . Bila kita perbandingkan. yang mencakup segi kehidupan demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Maka. Apabila ia memberi bagian padanya maka dia menerimanya dengan baik. Amien. seharusnya kita berlomba membina wanita. Dan apabila ia tidak ada di rumah maka isteri yang shalihah itu tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya sendiri dan harta suaminya. Sedang yang menilai derajat tingginya itu ternyata adalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lewat Hadits tersebut di atas. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. Berarti dijadikan pendamping paling baik bagi para muttaqin. sampai memuji dan menyebutkan fungsi kedudukan wanita shalihah lagi menyenangkan.Wanita shalihah dan suami taqwa Nabi n membela dan mengangkat martabat wanita. keluarga kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan anjuran beliau. maka isteri itu menggembirakan nya. Hal itu bisa disimak pandangan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Apabila dia (lk) melihatnya.‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم‬ َ ْ َ َ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ‫ُ ِ ّ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. Jadi. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله‬ َ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ِ . posisi wanita shalihah itu memang benar-benar terpuji dan mulia.(‫ماجة عن أبي أمامة، حسن‬ "Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla yang lebih baik baginya dibanding mempunyai isteri yang shalihah/ baik. Jelas sekali pujian Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap derajat wanita yang shalihah. dengan disebut sebagai unsur yang paling memberikan keuntungan. Mudah-mudahan hal ini bisa kita laksanakan. yaitu wanita shalihah. Sedang derajat taqwa itu adalah derajat paling tinggi di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Sesungguhnya yang paling mulia dari kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa". baik itu isteri kita. sebagai penganut ajaran suci dari Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Kita percaya. Mungkin bisa kita mulai dari sekarang. Mari kita berlomba membentuk wanita shalihah dalam keluarga dan masyarakat Islam. apa yang disabdakan itu pasti betul." (Hadits Riwayat Ibnu Majah dari Abi Umamah berderajat hasan/ baik). sebab dijadikan pendamping orang yang bertaqwa alias yang paling mulia di sisi Allah. Apabila dia (lk) menyuruhnya maka ditaati. Sampai didudukkan sebagai hal yang paling menguntung-kan bagi orang yang taqwa. (QS Al-Hujuraat/ 49: 13). )رواه ابن‬ ِ َ َ َ ِ ْ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ َ ْ َ ُ َ َ . yang memuji wanita shalihah: َ ْ ‫ما است َفادَ ال ْمؤمن ب َعدَ ت َقوى الله عز وجل خي ْرا ل َه من زوجة‬ ٍ َ ْ َ ْ ِ ُ ْ ُ ِ ْ ُ َ ً َ ّ َ َ ّ َ ِ َ ْ َ ‫صال ِحة، إن أ َمرها أ َطاعت ْه وإن ن َظَر إل َيها سرت ْه وإن أ‬ َ ْ‫َ ّ ُ َ ِ ْ ق‬ ‫سم‬ َ َ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ َ ‫إ ِل َي ْها أ َب َرت ْه وإ ِن غاب عن ْها ن َصحت ْه في ن َفسها ومال ِه. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ ً َ ُ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ .

وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر.‪menyita banyak waktu semua orang. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. dari kalangan intelektual maupun dari kalangan awam‬‬ ‫‪Betapa tidak. pembicaraan tentang wanita adalah termasuk pembicaraan yang telah‬‬ ‫. أ َ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫!‪Jama’ah shalat Jum’at yang berbahagia‬‬ ‫!‪Kaum muslimin para hamba Allah yang dirahmati Allah‬‬ ‫‪Pada masa modern ini.‬ ‫ُ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫23‬ ‫‪Selamatkanlah Kaum Wanita‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ihsan Zainuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عباد الله، إن الله يأ ْ‬ ‫َ َ مرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ ِ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون. الل ّهم صل وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ‬ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب. kaum wanita dengan kelemahlembutannya dapat melakukan hal-hal spektakuler‬‬ . ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

. Dengan demikian Islam telah meletakkan dasar dan pondasi yang begitu kokoh untuk membangun pribadi wanita yang baru berdasarkan wahyu dari Dzat yang telah menciptakannya. Lalu bergaunglah firmanNya: “Dan para wanita itu mempunyai hak dan keseimbangan dengan kewajiban mereka secara ma’ruf. Inilah gambaran umat yang dilahirkan oleh berhalaisme dan dididik oleh para tukang sihir dan peramal. hingga akhirnya terbitlah fajar Islam lalu terdengarlah di penjuru dunia untuk pertama kalinya: ”Dan para laki-laki beriman dan wanita yang beriman itu adalah wali (penolong) antara sebagian mereka kepada sebagaian yang lain. karena dosa apakah ia dibunuh. Hari kelahirannya adalah hari di mana semua wajah menjadi kecewa. Dan pemuliaan Islam terhadap wanita tidak cukup sampai di sini. ibarat barang yang terhina dalam keluarga dan masyarakat.yang dapat mengguncangkan dunia. Dengan kelemahlembutannya itu ia dapat melahirkan tokohtokoh besar yang dapat membangun dunia.” (At-Taubah: 17). bahkan antara satu suku dengan suku yang lain. Itulah kondisi kaum wanita di masa jahiliyah. dan tidak lama kemudian ia akan dikubur hidup-hidup dalam kubangan tanah yang digali oleh ayahnya sendiri. Ia akan terheran-heran menyaksikan kondisi kaum wanita yang sangat berbeda antara suatu bangsa dengan bangsa yang lain. Untuk mengetahui bagaimana semestinya posisi kaum wanita yang tepat maka kita perlu mengetahui bagaimana posisi kaum wanita di kalangan generasi terdahulu sebelum datangnya Islam.” (Al-An’am: 140) Fahamlah kita bagaimana kejahiliyahan menenggelamkan masyarakat Arab saat itu ke dalam pojok-pojok kegelapan peradaban.” (Al-Baqarah: 228). diperbudak oleh kaum pria. Sementara di belahan bumi lain. sementara pada bangsa yang lain mereka manjadi makhluq yang terhina dan dianggap aib bahkan dikubur hidup-hidup. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “bila engkau ingin melihat bagaimana kejahilan bangsa Arab terdahulu maka bacalah firman Allah Ta’ala: “Sungguh merugilah orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa ilmu. Allah menceritakan sisi yang berlawanan dari itu: “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya. Namun dengan kelemah-lembutannya pulalah ia dapat menjadi penghancur dunia yang paling potensial. Allah berfirman tentang ratu Saba’: “Sesungguhnya aku (burung hud-hud) mendapati seorang ratu yang menguasai mereka dan ia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar” (An-Naml: 23).” (At-Takwir: 8-9). Islam bahkan telah menjadikan ibu sebagai orang yang lebih dihormati daripada seorang ayah. Inilah akibat dari jauhnya akal masyarakat dari cahaya wahyu. Siapapun yang mencoba mempelajari kondisi kaum wanita sebelum Islam maka ia temukan hanyalah sekumpulan fakta yang tidak menggembirakan. Di suatu bangsa ia melihat kaum wanita menjadi penguasa tertinggi.

Jalinan itu adalah sifat “Al-Hasymah” (bersikap malu) dan “AlAfaf” (menjaga kesucian) yang kemudian memberikan konsekwensi agar seorang wanita mengenakan hijab syar’i. hal ini. mereka juga faham perintah untuk “tinggal di rumah saja” memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menjaga wanita muslimah.” (HR.. yang semuanya itu menjadikannya ibarat sebuah permata bernilai tinggi di kedalaman lautan yang tidak di jamah kecuali orang yang berhak untuk itu. Hadirin yang berbahagia! Ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam telah mengetahui bagaimana nilai hijab syar’i dalam melindungi seorang muslimah.” kemudian ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa ? beliau menjawab: “Ibumu” kemudian ia bertanya lagi “lalu kepada siapa ?” barulah beliau berkata: “ayahmu. kalian mencintai mereka padahal mereka sama sekali tidak mencintai kalian. sebab mereka mengetahui bahwa rusaknya kaum wanita pertanda rusaknya tatanan masyarakat. tetap berdiam di rumah.‫َ َ باك‬ ْ َ ّ ْ َ ّ . oleh karena itu Islam mencegahnya dan menggantinya dengan mensyariatkan pernikahan. Siapapun di dunia ini yang memiliki akal sehat akan dapat melihat permusuhan yang amat nyata dari kaum Yahudi dan Nashrani khususnya kepada umat Islam. Sekali-kali tidak. . Al-Bukhari dan Muslim) Kaum muslimin yang berbahagia! Islam telah meletakkan jalinan yang kuat dan kokoh untuk menjaga kaum wanita. dan menghindari percampurbauran dengan kaum pria. “Beginilah kalian. yaitu ide melakukan perombakan terhadap fiqh Islam yang katanya hanya berpihak pada kaum pria.َ َ َ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ٌ ُ َ َ َ ‫قال رجل: يا رسول الله من أ َب ُر؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟‬ ْ َ ّ ْ َ ِ ّ َ ‫قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ ُمك، قال: ث ُم من؟ قال: أ‬ َ َ َ َ َ ّ َ َ َ َ َ ّ َ َ . mereka juga mendorong para wanita muslimah untuk keluar dari rumah-rumah yang telah melindungi mereka dengan alasan persamaan hak dan derajat antara pria dan wanita. kita dapat melihat bagaimana mereka memerangi hijab muslimah tanpa ampun. Semuanya dapat melihat dengan jelas bagaimana mereka selalu menjadikan wanita muslimah sebagai sasaran mereka. Islam memandang bahwa percampurbauran antara pria dan wanita (ikhthilath) sebagai sebuah bahaya yang sangat nyata. Dan yang masih saja hangat sampai hari ini adalah sebuah ide sekuler yang berhasil ditanamkan oleh musuh-musuh Islam kedalam otak sebagian kaum muslimin. dalam menjaga kesucian dan kemuliaannya. Suatu waktu mereka menyebutnya sebagai sebuah kedzaliman dan kejahatan atas wanita. permusuhan itu tetap membara. sehingga lahirlah ide “Fiqh Perempuan” Semua itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam bukan karena mereka kasihan dan ingin menolong wanita muslimah atau karena cinta kepada kaum muslimin. atau sebagai penghalang yang merintangi berkembangnya dunia ketiga. Oleh karena itu.” (Ali-Imran:119) Para hamba Allah yang saya cintai!.(‫)رواه البخاري ومسلم‬ Seorang pria bertanya: “Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku berbakti?” Beliau menjawab: ”Ibumu” Ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa?” beliau menjawab: “Ibumu. karena kebencian yang terpendam dalam hati-hati mereka. Bukankah kaum Yahudi telah memancangkan permusuhannya terhadap hijab sejak mereka mengatur siasat untuk merobek hijab seorang muslimah dan menampakkan auratnya di pasar Bani Qainuqa’??!.Dan hingga kinipun. atau dikali lain mereka menyebutnya sebagai budaya Arab saja. Bila mereka berpegang padanya mereka akan selamat. Seiring dengan itu. sebaliknya bila mereka menyia-nyiakannya maka mereka akan sesat dan binasa.

kedalam kehormatan mereka yang tercabik-cabik. “Dan tinggallah kalian (para wanita) di dalam rumah-rumah kalian. tuanaikanlah zakat.Namun sangat disayangkan. Entah berapa banyak dari kaum muslimin yang turut serta membantu mereka memerangi hijab syar’i ini. melalui siaransiaran televisi dan radio atau media-media informasi lainnya . dan janganlah kalian berhias seperti berhiasnya kaum jahiliyah pertama. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda tentang wanita yang seperti ini: ‫ون ِساءٌ كاسيات عاريات ممي ْل َت مائ ِل َت رؤوسهن ك َأ َسن ِمة‬ ِ َ ْ ِ ُ ٌ َ ِ َ ٌ َ ِ َ َ َ ّ ُ ُ ْ ُ ُ ٌ َ ٌ َ ‫ال ْب ُخت ال ْمائ ِل َة ل َ ي َدْخل ْن ال ْجن ّة ول‬ . Anda dapat memperbaiki diri sendiri. dan taatilah Allah beserta RasulNya. para bapak. dan tegakkanlah shalat. entah berapa banyak dari kaum muslimin yang menyerahkan diri mereka kepada tipu-daya mereka. Mereka adalah belahan hati kita semua. Kaum muslimin yang dirahmati Allah!.bukan di dalam tanah. melalui mimbar Jum’at yang mulia ini kami menyerukan kepada para penanggung jawab kaum wanita. dan kedalam kesucian mereka yang telah ternoda! lalu apakah gunanya hidup mereka setelah itu? Mereka telah melakukan perbuatan yang lebih keji dari apa yang pernah terjadi di masa Jahiliyah dulu. Nasehat kami kepada Anda adalah bahwa kunci perbaikan itu ada di tangan Anda semua. Karena bagi mereka yang penting dari diri anda hanyalah kenikmatan dan kelezatan sesaat. para suami dan para saudara. Jika Anda ingin. Sesungguhnya istri-istri kita.” (Al-Ahzab: 33). para wanita itulah yang mengubur dirinya sendiri hingga hilang rasa malu. kami mengingatkan para pemudi Islam agar mereka tidak mendengarkan tipuan-tipuan musuh-musuh anda yang selalu menampakkan indahnya hidup bercampur baur dengan kaum pria atas nama kebebasan. tetapi di dalam sifat ‘iffah mereka yang telah hilang. dan putri-putri kita adalah bunga-bunga yang menghiasi taman kehidupan kita.” Namun di zaman ini.” (HR. Mereka telah mendorong kaum wanita mengubur sendiri dirinya hidup-hidup. mereka itu tidak akan masuk Surga dan tidak mendapatkan baunya. Namun hampir-hampir saja kita tidak lagi dapat merasakan keindahan bunga itu karena ada sebuah tiupan angin kencang yang sebentar lagi akan merenggutnya. disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫. kemajuan dan kemoderenan. Mereka inilah para korban “brain washing” yang dilancarkan oleh kaum kafir dalam berbagai aspek kehidupan.ا َل ْموؤودَةُ في ال ْجن ّة‬ ِ ِ َ ْ ُ ْ َ “Anak-anak perempuan yang dikubur hidup-hidup itu di Surga. . Dan balasan untuk mereka pun begitu menakutkan. Angin kencang ini ditiupkan melalui lembaran-lembaran surat kabar dan majalah. kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk onta. saudari-saudari kita.‫َ َ َ ي َجدْن ري ْحها‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ُ َ “Dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang yang melenggak lenggok. Muslim). Dan kebaikan Anda juga berarti kebaikan bagi ummat ini. renungkanlah Melalui mimbar Jum’at ini pula. yang mendorong mereka untuk bercampur baur dengan kaum pria dan membisiki mereka agar membuang rasa malu mereka untuk bercampur-baur dengan kaum.Ia adalah angin westernisasi yang mengajak mereka melepaskan hijabnya. Apakah anda sekalian mengetahui angin kencang apakah itu?. Bagaimana anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup dimasa itu akan mendapatkan Surga Allah. melalui roman-roman percintaan. Kaum muslimin para hamba Allah yang berbahagia! Oleh karenanya.

Semoga bagi kita sekalian dianugrahkan taufiq dan inayah untuk membangun‬‬ ‫.‪kekuatan dan kejayaan ummat seperti sedia kala .‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ول َذك ْر الله أ َك ْب‬ ‫ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ُ‬ ‫33‬ . رب ّنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرة‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ َ‬ ‫َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. Amin‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫فيه من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. أ َشهد أ َ‬ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ِ َ صحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ‬ ‫ً‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫أ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّ‬ ‫رون. semoga wasiat ini dapat bermanfa’at dalam proses perbaikan terhadap ummat yang‬‬ ‫‪kian terpuruk ini.‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ ّ ه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه.‫‪Akhirnya. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫}ومن يت ّق الله يك َفر عن ْه سيئات ِه ِ ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ُ ّ ْ َ ُ َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ث ُم اعل َموا ِ فإن الله أ َ‬ ‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِْ ِ‬ ‫ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب.

يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُنو ب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول‬ ‫َ َ َ ُ ه‬ ُ ْ ْ ْ ُ َ ْ ِ َ ْ َ َ ْ ُ َ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ . menjadi kunci lebih terbukanya pintu-pintu karunia-Nya.‫َ ن ْت ُم مسل ِمون‬ ُ َ َ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ِ ِ ّ َ ‫يآ أ َي ّها الناس ات ّقوا ْ رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ‫ِ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها زوجها‬ ّ ِ َ َ َ ْ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ُ َ‫وب َث من ْهما رجال ك َث ِي ْرا ون ِساء، وات ّقوا الله ال ّذي ت َساء‬ ُ َ َ َ َ ً ً َ ِ َ ُ ِ ّ َ . apalagi tertipu oleh ilusi dunia. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Jika kalian bersyukur. Sebab itulah modal yang hakiki untuk menyongsong kehidupan abadi.‫الدّي ْن‬ ِ Saudara-saudara seiman rahimakumullah. perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak.‫ورسول ُه‬ ُ ْ ُ َ َ َ ‫يآ أ َيها ال ّذين آ َمنو ات ّقوا الله حق ت ُقا ت ِه ول َ ت َمو ت ُن إل ّ وأ‬ َ ّ َ َ ُ . agar hari-hari kita nanti bahagia. Seorang muslim seyogyanya menjadikan kampung akhirat sebagai target utama yang harus diraih. namun hanya berada di genggaman tangannya saja. sehingga tumbuhlah tanaman-tanaman yang menakjubkan para petani. bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. jangan sampai kita hanya duduk-duduk santai saja menanti perjalanan waktu. Semoga rasa syukur yang kita panjatkan ini. Marilah kita selalu mengulangi ucapan rasa syukur kepada Allah karena nikmat-nikmat-Nya yang telah tercurahkan kepada kita semua sehingga kesehatan jasmani dan rohani masih menghiasi kita. Tidak meletakkan dunia dan gemerlapannya di lubuk hatinya.‫فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ َ َ َ َ َ ‫أ َمابعد: فإن أ‬ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ْ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله. Jadi. sebagai batu loncatan untuk mencapai nikmat Jannah yang langgeng.‫وك ُل ضل َل َة فى النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ ِ ‫ِ َ ِ لى ي َوم‬ . kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Ketahuilah.‫َ لون ب ِه والرحام‬ ِ َ َ ِ َ ِ َ ْ ُ ُ َ َ ً ‫إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. maka akan Kami tambahkan bagimu dan jika kamu mengingkarinya.Menjaga Diri Dan Keluarga dari Api Neraka Oleh: Agus Hasan Bashori Lc ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ . seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani. seperti ketakjuban orang kafir terhadap dunia.‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ َ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ْ َ ِ َ ِ . sesungguhnya siksaanKu itu sangat pedih”.(Al-Hadid: 20) Ibnu Katsir berkata (dengan ringkas): “Allah Subhannahu wa Ta'ala membuat permisalan dunia sebagai keindahan yang fana dan nikmat yang akan sirna. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. Ikhwani fiddin rahimakumullah. Yaitu seperti tanaman yang tersiram hujan setelah kemarau panjang. يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ات ّقوا ْ الله وقولوا ْ قول‬ َ ُ َ َ َ َ ُ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ ْ َ ‫سديدا. namun tidak lama kemudian tanaman- . (Ibrahim: 7) Kami peringatkan juga para jamaah dan diri ini agar senantiasa menjaga ketaqwaan. agar mengakar kuat dan kokoh di lubuk hati yang paling dalam. Dan akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. وخي ْر الهدْي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ َ َ َ ُ ِ ُ ّ َ ٌ َ ّ َ َ ‫عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور مخدَثا ت ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ٍ ْ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ .

agar dia selamat dunia dan akhirat. keras. apa saja yang suka mereka saksikan dan aktivitas yang mereka gandrungi. . Ayat ini diakhiri dengan penegasan tentang hakikat dunia yang akan menipu orang yang terkesan dan takjub padanya. Untuk menegaskan tentang kedahsyatan siksa neraka. budak perempuan dan budak laki-lakinya tentang perintah dan larangan Allah”. anak adalah amanat yang dibebankan atas orang tua. dan At-Tirmidzi. tiada daya dan upaya bagi mereka untuk meloloskan diri dari siksanya. Begitu banyak penderitaan yang harus mereka pikul. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُّ َ ٍ َ ْ ُ ُّ ‫كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته‬ “Setiap kalian adalah pemimpin. Kewajiban orang tua merawatnya agar tidak menyimpang dari jalan yang lurus. Pelaksana amanah harus menjaga dengan baik kondisi titipan agar tidak rusak. dan selamat dari api neraka. Anak bagi orang tua merupakan buah perkawinan yang menyenangkan. ketika orang tercampakkan ke dalam lubang neraka Jahanam. Misal ini mengisyaratkan bahwa dunia akan hancur dan akhirat akan menggantikannya. lagi tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Selain itu. anak yang shalih akan menjadi modal investasi bagi kedua orang tuanya.(At-Tahrim: 6) Ali Radhiallaahu anhu berkata dalam menafsiri ayat ini: “Didik dan ajarilah mereka”. Ingatlah akibat yang akan menimpa kita dan keluarga kita yang tersia-siakan pendidikan agamanya! Nerakalah balasan yang pantas bagi orang-orang yang melalaikan kewajibannya. Termasuk anak kita yang malang. Keadaan seperti ini tak akan kunjung putus. Muslim.(Hadits shahih. AdhDhahak dan Muqatil berujar: “Wajib atas seorang Muslim untuk mendidik keluarganya seperti kerabat. Inilah kerugian nyata dan hakiki. dari Ibnu Umar) Anak terlahir dalam keadaan fitrah. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. penjaganya malaikat yang kasar. dan akhirnya kering dan hancur”. mulai sekarang hendaknya para orang tua sadar terhadap kewajiban mereka untuk mendidik anak-anak mereka agar menjadi hamba Allah yang taat. Dibalik itu. Sebab orang tua kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya. Bukannya membiarkan anak-anak mereka begitu saja tanpa pengawasan terhadap bacaan yang mereka gemari. Kehinaan dan kerendahanlah yang selalu menghiasi roman muka mereka. Riwayat Ahmad. Kelalaian dalam hal ini. jika tidak ada sedikitpun iman dalam dada mereka. Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. lalu Allah pun memperingatkan tentangnya dan menganjurkan untuk berbuat baik. Di akhirat. berarti penyianyiaan terhadap amanat Allah. Topik utama kita kali ini menekankan pentingnya pendidikan anak yang termasuk salah satu unsur keluarga. kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan adzab”. Alangkah besarnya kerugian mereka. Memilihkan pendidikan anak yang kondusif untuk perkembangan iman dan otaknya.!!! Sesungguhnya neraka itu terlalu dalam dasarnya untuk diukur. Al-Bukhari. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Tidak boleh disia-siakan dan di sepelekan. Maka. dan akan ditanya tentang tanggungjawabnya”. kami kutip firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : “Setiap kulit mereka hangus.tanaman tersebut menguning. yang bahan bakarnya dari manusia dan batu. hanya ada dua pilihan: tempat yang penuh dengan adzab pedih dan hunian yang sarat ampunan dan keridhaan Allah bagi hamba-Nya. (An-Nisaa’: 56).

Namun ingat. kebutuhan seorang anak terhadap ilmu dan pengetahuan lebih urgen (mendesak). Berikutnya beliau mengalihkan perhatiannya menuju adab-adab keseharian yang tinggi. dilanjutkan dengan kewajiban berbakti dan taat kepada orang tua selama tidak menyalahi syariat. gila dunia. sebab ini berindikasi jelek. Luqman 12-19). Beliau juga mengarahkan anaknya untuk berjalan dengan sedang tidak terlalu lambat ataupun terlalu cepat. model pendidikan yang ada saat ini hanya menelorkan generasi-generasi yang materialistis. Secara luas itu termaktub dalam surat (QS. yaitu cerminan sikap takabur. Di antaranya larangan memalingkan wajah ketika berkomunikasi dengan orang lain.Dan juga sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang menunjukkan tentang siksaan neraka yang paling ringan. Hal itu dapat terealisir dengan pendidikan yang berkesinambungan di dalam maupun di luar rumah. Luqman memulai mengajari anaknya dengan penanaman kalimat tauhid yang hakikatnya memurnikan ibadah hanya untuk Allah saja.Cukuplah kiranya kisah tadi sebagai suri tauladan bagi para pemimpin keluarga. yaitu proses pendidikan anak kita. Sedang nasehat yang terakhir berkaitan erat dengan perintah untuk merendahkan suara. Memenuhi kebutuhan sandang dan pangan yang memang penting. Orang tua wajib memenuhi kebutuhan ruhani sang anak. Itulah Luqman. yaitu siksa yang ditimpakan atas Abu Thalib yang artinya: Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu. Wasiat berikutnya adalah berkaitan dengan penyemaian keyakinan tentang hari pembalasan. Dalam surat tersebut. Karena itu kita harus menengok dan menggali metode-metode pendidikan yang dipakai Salafus . Dengan penjelasan di atas. jangan sampai gersang dari pancaran ilmu dien. Dia memakai 2 terompah dari api neraka (yang berakibat) otaknya mendidih karenanya”. kita sudah sedikit banyak paham tentang tempat kembalinya orang yang mendurhakai Allah. (HR. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: “Penduduk neraka yang paling ringan adzabnya adalah Abu Thalib. penjelasan kewajiban menegakkan shalat. Beliau juga melarang anaknya berjalan dengan congkak dan sewenang-wenang di muka bumi sebab Allah Ta'ala tidak menyukai orangorang yang sombong. أ‬ ّ َ :‫ما ب َعد‬ ُ ْ ّ ً ْ ْ َ َ َ ْ َ ُ Dari mimbar ini kami ingatkan kembali. Al-Qur’an telah mengulas tentang sejarah seorang ayah yang mendidik anaknya untuk mengenal kebaikan. Muttafaqun ‘Alaih). beserta sikap sabar dalam pelaksanaannya. Masalahnya. yang dimuliakan Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan pencantuman perkataannya ketika mendidik keturunannya dalam Al-Qur’an. yang sarat dengan mutiara yang sangat agung dan berfaedah bagi buah hatinya untuk meniti jalan kehidupan yang dipenuhi duri. Setelah itu amar ma’ruf dan nahi mungkar yang berperan sebagai faktor penting untuk memperbaiki umat.‫فاست َب ِقوا ال ْخي ْرات أ َقول قولي هذا واست َغفرا الله ا ِن ّه هو ال ْغفور الرخي ْم‬ ِ ْ َ ُ ْ ُ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور أ َن ْفسنا‬ َ ِ ُ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل فل َ هادي ل‬ َ ْ ْ َ ُ ،‫َ ِ َ ه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ ُ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ َ ِ َ ‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ْ َ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ َ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم ت َسل ِما. marilah kita mulai dengan memberikan perhatian yang besar terhadap Tarbiyatul Aulad. tak lupa beliau singgung. agar bisa sampai ke akhirat dengan selamat. Khutbah Kedua ُ . Jamaah Jum’at yang berbahagia. tidak berlebih-lebihan dalam berbicara. Perkara ini jauh lebih penting dari sekedar pemenuhan kebutuhan jasmani karena berhubungan erat dengan keselamatannya di dunia dan akhirat. Demikianlah wasiat Luqman terhadap anaknya.

‬ ‫ٍ ِ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ي َوم ِ الدّي ْن.‪ini‬‬ ‫َ ّ َ َ َ‬ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصلون على الن ّبي يآ أ َي ّها ال ّذي ْن آ َمنوا ْ صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ت َسل ِي ْما. marilah kita perbaiki‬‬ ‫‪dan satukan niat serta tekad. وبارك على محمد وعلى آل محمد،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم إ ِن ّك حمدٌ مجي ْد.‫‪Shalih yang ternyata telah terbukti dengan membuahkan insan-insan yang cemerlang bagi umat‬‬ ‫!. رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ال َ‬ ‫خرة حسن َة وقنا عذاب‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫النار‬ ‫ّ ِ‬ ‫43‬ ‫‪Maksiat Penduduk Negeri‬‬ ‫‪Oleh: Syafaruddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ّ َ ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. bekal yang‬‬ ‫‪kelak menjadi hujah baginya di hadapan Tuhannya.‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا بال ِي ْمان ول َ ت َجعل في قلوب ِنا غل ّ‬ ‫ُ ُ َ ِ‬ ‫ْ َ ْ ِ‬ ‫ِ َ َ ُ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ل ِل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنآ إ ِن ّك رءوف رحي ْم، رب ّنا ظَل َمنا أ َن ْفسنا وإ ِن ل َم ت َغفر ل َ‬ ‫ُ َ َ َ ْ ْ ْ ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن، رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدي ْنا و ْ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ َ ِ َ َ ارحمهما ك َما‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ ُ َ‬ ‫رب ّيانا صغارا. bahwa kehidupannya dialam dunia telah‬‬ ‫‪dipergunakan sebaik-baiknya.‪di akhirat‬‬ . ي ُصل ِح ل َك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا‬ ‫ْ ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫عظِي ْما.‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫أ َما بعد؛ فإن أ َ‬ ‫ّ َ ْ ُ َ ِ ّ صدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر الهدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. berupa kehidupan yang baik di dunia dan Surga yang abadi kelak‬‬ ‫. يا أيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. untuk dapat mengambil‬‬ ‫‪apa-apa yang telah dijanjikan.‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫‪Kaum muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Taqwa adalah bekal seorang hamba ketika ia menghadap kepada Sang Pencipta. untuk meraih predikat golongan mahluk Allah yang muttaqin yang‬‬ ‫‪selalu meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya. Untuk itulah wahai kaum Muslimin sekalian. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َ‬ ‫ِ ْ َ قك ُم‬ ‫ّ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َ‬ ‫ّ ْ ْ‬ ‫ث ِي ْرا ون ِسآءً‬ ‫ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ َ َ َ م رقي ْبا. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهيم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهيم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.

sebagaimana yang tersurat di dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 25. atau seperti kaum Madyan yang Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan disebabkan curang dalam takaran dan timbangan serta membuat kerusakan dimuka bumi dan menghalangi orang untuk beriman. (An-Nalh: 44). Di antara kitab-kitab yang Allah turunkan ialah Al-Qur'an. Allah turunkan Al-Qur’an untuk menyelesaikan masalah-masalah di antara mereka dan juga untuk mengingatkan mereka akan yaumul mii’aad yaitu hari pembalasan terhadap apa-apa yang telah dilakukan oleh para penghuni alam dunia. termasuk di dalam hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini disebabkan terha-nyut dan tenggelam bersama obat-obat setan yang terlarang. gunung di beberapa tempat sudah mulai aktif dan memuntahkan isi kandungannya. sekarang bagaiman dengan kita. Apakah adzab telah mengintai negeri ini. mu’jizat nabi mulia yang menjelaskan tuntunan Allah. (Al-Baqarah: 119). Allah hujani mereka dengan batu. huru-hara terjadi diberbagai kota diiringi hancurnya tempat-tempat tinggal dan pusat-pusat keramaian dengan kobaran api yang melalap baik materi maupun sosok-sosok jiwa sebagai pelengkapnya. lebih-lebih hubungan mahluk dengan penciptanya. kaum Nuh yang Allah tenggelamkan dikarenakan mendustakan seorang rasul. homosexsual. “Sesungguhnya orang-orang bertaqwa itu berada dalam Surga (taman-taman) dan (didekat) mata air-mata air yang mengalir”. “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. baik hubungan sesama mahluk. sebagai aturan main di dalam dunia. atau kaum Tsamud yang disebabkan tak beriman. banjir yang berulang kali terjadi di beberapa tempat. Allah turunkan pula kitab-kitab-Nyabersama para utusan-utusan itu. aturan terakhir penutup para nabi dan rasul. membusungkan dada dan menantang datangnya adzab. busung lapar anak manusia negeri ini sering kita dengar meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis. kita sering dan teramat sering dikejutkan dan dibuat prihatin dengan musibah yang acap kali menimpa negeri ini. (Al-baqarah: 197).“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. “Sesungguhnya kami telah pengutusmu (muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”. Kaum muslimin rahimakumullah Akan tetapi di balik semua itu. Kaum-kaum terdahulu Allah hancurkan dan luluh lantahkan disebabkan satu dua kemungkaran yang dikepalai kesyirikan. atau seperti kaum Luth yang dikarenakan perzinaan sesama jenis. Masih terngiang ditelinga kita peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu. pengangguran dan kelaparan masih saja kita rasakan. atau seperti kaum ‘Aad yang disebabkan tidak memurnikan tauhid dan bersujud kepadaNya. apa yang kita saksikan dan alami . penyakit-pernyakit aneh dan kotor mulai merebak dan meng-gerogoti penduduk negeri ini dan berbagai musibah yang telah menghadang di hadapan mata. padahal baru kemarin kita merasakan beratnya kemarau panjang. pembantaian yang telah dan terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah berapa tempat lagi yang akan terjadi di belahan negeri ini. Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan dengan gempa yang mengguncang mereka. realita yang terjadi. dengan disusul jatuhnya nilai rupiah yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan. Allah kirim kepada mereka angin yang sangat panas yang memusnahkan mereka. yang memakan korban manusia dan memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka. Kaum muslimin rahimakumullah Allah ciptakan mahluk dan Allah sertakan bersama mereka nabi-nabi dan rasul-rasul sebagai utusan yang menerangkan dan menjelaskan konsep tatanan hidup selama berada di alam yang serba cepat dan fana ini. (Al-Hijr: 45).

dan bahkan di seantero negeri kita?. apa yang terjadi ditempat kita. padahal Rasul Shalallaahu alaihi wasalam telah memperingatkan untuk meninggalkan tujuh hal yang menghancurkan. َ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ :‫ا ِجت َن ِبوا السب ْع ال ْموب ِقات.“Jikalau sekiranya penduduk-penduduk negeri beriman dan bertakwa. yang batil dipertahankan. bersabda beliau: “Syirik (menyekutukan Allah). kecuali yang dibenarkan syari’at. Kemana hak Allah dan RasulNya?. Dan dalam sebuah hadits shahih Rasul bersabda: ُ ْ َ ٍ ْ . ulama maupun pribadi-pribadi muslim.‫ِ مؤمنات‬ ِ َ ِ َ ِ ْ ُ Yang artinya: “Jauhilah tujuh hal yang menghancurkan (membina-sakan)”. dan tidak malu-malu di hadapan yang hak. . maksiat terjadi dimana-mana. membunuh jiwa yang Allah haramkan. sebagaimana hadis shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. yang jelas kita semua bertanggung jawab. berapa banyak kita dapati media masa yang menjajakan kesyirikan. dikota kita. (Ash-Shahihain).‫من وجدْت ُموهُ ي َعمل عمل قوم ِ ل ُوط فاقت ُلوا ال ْفاعل وال ْمفعول ب ِه‬ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ْ ْ ُ “Barangsiapa di antara kalian yang menemui mereka yang melakukan perbuatan kaum Luth (homosexsual) maka bunuhlah kedua pelakunya”. (Al-A’raf: 96). Ibnu Majah. kita sebagai umara’. (Al-Muthaffifin:1). ulama-ulama sesat menyeru umat kepada perbuatan syirik dengan membungkus sedemikian rupa untuk menipu umat. memakan riba. sampai kepada sogok menyogok dan riba pun seakan suatu yang harus dilakukan. (riwayat Abu dawud dan At-Tirmidzi). Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini?. padahal Allah dan RasulNya telah jelas-jelas mengharamkan hal tersebut. Kaum Muslimin Segala sesuatunya kini telah terbalik. Akan tetapi semua ini berlaku. Berbagai bentuk perjudian pun digelar. apa itu yang Rasulullah?. ditambah lagi media-media masa visual dan non-visual ikut melengkapi ajang syaitan ini dengan dalih seni dan hak-hak manusia. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) itu. Abu Daud. kecurangan bukan hanya curang dalam timbangan secara zhahir. dan Imam Ahmad. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32). sihir (tenung dan santet). memakan (menyelewengkan) harta anak yatim.sekarang ini. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. Firman Allah. perbuatan syirik yang merupakan biang malapetaka dunia dan akhirat kini seolah telah menjadi sesuatu kebutuhan. dan kini mereka telah menancapkan kakikaki mereka. menuduh wanita baik-baik berzina”. tetapi penindasan. pergaulan lawan jenis dan perzinaan yang keluar dari norma-norma agama semakin menggila. pastilah Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Bertanya para sahabat. lari dari pertempuran (karena takut). “Dan janganlah kamu mendekati zina. yang hak dikatakan dan dianggap batil. Dan Rasulpun melaknat orang yang menyogok dan yang disogok. tipu muslihat. pembunuhan yang tanpa memperhitungkan nilai kemanusiaan dan agama pun terus terjadi silih berganti. kemana firman Allah: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”. Kecurangan dalam perniagaan yang terjadi pada kaum Madyan pun terjadi sekarang. قي ْل: يا رسول الله وما هن؟ قال‬ ِ َ ْ ُ َ ّ ُ ْ ّ ُ َ َ ِ َ ‫الشرك بالله وقت ْل الن ّفس ال ّت ِي حرم الله إل ّ بال ْحق والسحر وأ‬ ُ ُ َ َ ِ ‫ّ ْ ُ َ ك ْل‬ َ ّ َ ْ ِ ُ ْ ّ َ ّ َ ِ ِ ُ ِ ْ َ َ ِ ْ ّ ‫الربا وأ َك ْل مال ال ْي َت ِي ْم ِ والت ّول ّي ي َوم الزحف وقذْف ال ْمحصنات‬ ُ ِ َ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ِ َ ُ َ َ ّ ْ ‫ال ْغافل َت ال‬ . lingkungan kita.

seperti keyakinan. Apakah keadaan dan kenyataan yang menimpa kita selama ini tidak menjadikan kita berfikir dan berbenah diri untuk hidup yang akan datang. sosial dan seterusnya (At-Tashfiah wat Tarbiyah hal. sebab ajaran ini adalah ajaran dari Dzat yang maha memberikan jaminan bagi kebutuhan insan. Bahwa tarbiyah haruslah menyangkut pengarahan umum yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. tradisi. Barometer semua pembinaan adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. . oleh karena itu ada baiknya kita menilik kembali perkataan Syaikh Ali Hasan Al-Atsari bahwa tidak ada jalan lain dalam mengembalikan umat dan memperbaiki umat ini kecuali dengan tashfiyah dan tarbiyah sebagaimana yang disebutkan di dalam kitabnya “At-Tashfiah wat Tarbiyah”. Menitik beratkan pada kebangkitan aqidah tauhid dan pembersihan dari segala bentuk bid’ah dan penyelewengan-penyelewengannya. norma-norma.Kaum Muslimin jamaah shalat Jum’at yang mulia. Kaum Muslimin Untuk menyelamatkan negeri dan umat ini tidak lain adalah kita kembali memurnikan dan menegakkan ajaran Allah pencipta kita. Syaikh Abdurrahman Ibnu Yahya Al-Muallimi AlYamani tokoh ulama salaf abad XIV H yang dinukil dalam buku At-Tashfiah wat Tarbiyah hal 19-20 bahwa hal itu terpulang pada tiga persoalan. 2. kehidupan abadi yang menentukan sengsara atau bahagia. tetapi bahkan di akhirat. . Kenapa hal itu bisa terjadi. “Bahwa kondisi yang buruk yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah akibat terlalu jauhnya mereka dari kitab Allah dan sunnah RasulNya “. 2. Syaikh Ali Hasan Al-Atsari melanjutkan dalam kitabnya bahwa ada tiga hal pokok yang mendasar dalam mengatur sistem tarbiyah (pembinaan) yang merupakan rangkaian dari tashfiyah.‫َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ِ ّ ُ َ ْ ُ َ ِ َ ِ َ ِ ‫أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ Kaum muslimin jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah: Pada khutbah kedua ini. Dengan praktek-praktek yang diterapkan para salafus shalih dan ulama-ulama rabbani yang mengakar pemahamannya terhadap Al-Qur’an dan As-Sunah. 1. adat-adat. kegiatan kantor. 101). 3. Kaum Muslimin rahimakumullah Yang terakhir. (Al-A’raf: 97). politik. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . tidak saja di dunia. 1. Lemahnya kepercayaan orang akan apa yang menjadi ajaran Islam. Islam adalah satu-satunya ajaran yang menjamin ketenteraman dan kesejahteraan hidup. 3. Tidak adanya pengamalan (penerapan) terhadap hukum-hukum Islam. “Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur”. ketika umat semakin jauh dari ajarannya semakin gencar pula azab yang akan diterima dan ditimpahkan. Tercampurnya ajaran yang bukan dari Islam dengan ajaran Islam.‫أ َقول قو لي هذا واست َغفروا الله لي و ل َك ُم إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ْ َ ُ ُ ُ ِ ّ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ لله ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.

يا أ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ ْ َ ِ ْ ً َ ي ّها ال ّذي ْن‬ ‫ْ َ َ ِ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. Maha Pemberi rizqi bagi setiap manusia. Maha Penyayang. Maha Kuasa‬‬ ‫. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ُ‬ ‫53‬ ‫‪Taqwa Kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫‪Oleh: M.)99 :‪merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi”.‪Maha Pengatur semesta.‬ ‫َ َ َ ْ ً َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ ُ ْ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫ٍ ِ ْ‬ ‫ّ ِ‬ ‫‪Hadirin . Maha Pengasih.‪beribadah hanya kepada Allah semata‬‬ .‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. binatang dan makhluk lainnya‬‬ ‫‪Oleh sebab itu Allahlah satu-satunya sembahan yang benar yang harus diibadahi oleh‬‬ ‫‪hambaNya.‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. Ikhsan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah‬‬ ‫. Manusia diciptakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala tidak lain agar manusia itu‬‬ ‫. يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفْ‬ ‫ِ ْ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫س واحدَة‬ ‫ّ‬ ‫ٍ َ ِ ٍ‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ّ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫وخل َق من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون به وا ْل َرحام إن الله كان عل َيك ُم رقيبا. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ْ ُ َ‬ ‫ِ َ ً‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‪Allah Subhannahu wa Ta'ala Maha Pencipta. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ م وي َغفر‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما.. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.. رب ّنا ظَل َمنا أن ْفسنا‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫وإ ِن ل ّم ت َغفر ل َنا وت َرحمنا ل َن َك ُون َن من ال ْخاسري ْن.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ِ َ َ ُ ْ َ‬ ‫ْ ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ َِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. (Al-A’raf‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‫‪“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidaklah‬‬ ‫.‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقُ‬ ‫ربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّ‬ ‫ْ َ ك ُم ت َذَك ّرون. رب ّنا اغفر ل َنا‬ ‫ْ ِ ْ َ‬ ‫َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ‬ ‫ْ ّ ِ َ‬ ‫ول ِوال ِدَي ْنا وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا.

Tidak meneruskan perbuatan keji itu lagi. Ia menghindari perbuatan syirik sejauhjauhnya. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan . Jawab Umar. Tetapi manfaat ibadah itu justru untuk kepentingan mereka yang beribadah itu sendiri dalam membentuk pribadinya menjadi orang yang bertaqwa. 5. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa: Umar Ibnul Khathab Radhiallaahu anhu. mereka ingat akan Allah. Selalu memaafkan orang lain yang telah membuat salah kepadanya (tidak pendendam). sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu. juga menghindari semua maksiat dan dosa.. baik di waktu lapang maupun sempit. Tatkala terjerumus pada perbuatan keji dan dosa atau mendzalimi diri sendiri. Bertanya kepada Ubai Ibnu Ka’ab Radhiallaahu anhu. mereka mempunyai perhatian yang besar terhadap TAQWA ini. hingga ia selalu waspada dan hati-hati agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat di jalanan. dengan kesadaran dan sepengetahuan dirinya. yang kecil maupun yang besar.. bisa kita lihat pada firman Allah: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. Mampu menahan diri dari sifat marah. Pernah”. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Artinya: “Hai manusia. Lalu Ubai berkata: “Itulah TAQWA”. jama'ah Jum'ah yang dimuliakan Allah Para sahabat dan salafus shalih yang memahami betul tuntunan Al-Qur’an dan mengikuti jejak sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah Di antara ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah itu adalah: 1. Umar menjawab: “Saya akan berjalan dengan sungguh-sungguh dan berhati-hati sekali agar tak terkena dengan duri itu”. ia segera ingat kepada Allah. tentang TAQWA ini. (QS. saling bertanya satu sama lain. memohon ampun kepadaNya atas dosa yang telah dilakukan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri. Dari riwayat ini bisa kita ambil ibrahnya. baik dalam waktu sempit maupun lapang. Hadirin . 4. lalu bertaubat dan beristighfar. maka berkatalah Ubai kepada Umar: “Pernahkah engkau melewati jalan yang penuh duri?” “Ya. lahir dan batin dengan hati yang khudlu’ dan merendahkan diri di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Al-Baqarah: 21) Hadirin . agar kamu bertaqwa”. Serta ia juga berusaha keras sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah Subhannahu wa Ta'ala. (yaitu) orang-orang yang menginfaqkan (hartanya). Ciri-ciri orang yang bertaqwa ini.. Gemar menginfaqkan harta bendanya di jalan Allah. bahwa TAQWA itu adalah kepekaan batin. rasa khauf kepada Allah terus menerus. 3. kelembutan perasaan. 2. serta mereka berusaha keras untuk mencapai derajat TAQWA ini..Artinya: “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manu-sia melainkan supaya mereka menyembahKu”. juga menghindari perbuatan syirik sejauh-jauhnya. Ubai bertanya lagi: “Apa yang anda lakukan saat itu?”. mereka terus mencari hakikatnya.

Ali Imran: 15) Jadi dengan TAQWA kepada Allah kemuliaan hidup dapat dicapai. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ . yaitu kemampuan uantuk membedakan antara yang hak dan yang batil. Amalan-amalan baiknya diterima oleh Allah hingga menjadi berat timbangannya di hari kiamat kelak. Serta Allah akan memasukkan ke dalam Surga. At-Thalaq: 4) 3. Serta kesalahankesalahannya dihapus dan dosa-dosanya diampuni.. diberi rizki tanpa diduga dan dimudahkan semua urusannya. hingga manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa di antara mereka. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hambaNya. (QS. kebaikan dunia dapat diperoleh dan kebaikan akhirat dengan segala kenikmatannya dapat dirasakan. Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah). Hadirin . أ َشهد‬ ُ َ ْ ً ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ َ ُ َ ً َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله، ا َل ْواحد ال ْقهار، وأ َشهد أ‬ ُ ‫َ ّ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول‬ .. mudah peng-hisabannya dan ia menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan. kekal di dalamnya serta hidup dalam keridloanNya. Al-Maidah: 27) 4. Dan banyak sekali buah yang akan dipetik. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah Kedua َ َ َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر فان ْت َهوا عما ن َهى عن ْه وحذّر. antara yang sunnah dengan bid’ah. pada sisi Tuhan mereka ada Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. hingga merupakan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan di dunia dan betapa tinggi derajat TAQWA. jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah Betapa pentingnya nilai TAQWA.‫َ َ ُ ْ ه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ْ ُ ِ َ ُ ُ ِ َ ِ َ ‫قال الله ت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْك َري ْم: إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون ع‬ َ َ ُ ْ َ َ ‫َ ْ َ َلى‬ ِ َ ّ ُ َ َ َ ِ ِ . Berkatalah Habil (kepada saudaranya Qobil): “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang taqwa”. mereka kekal di dalamnya. (QS.siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Ia akan memperoleh jalan keluar dari segala macam problema yang dihadapinya. (QS. halal dan haram. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. hasil yang akan diperoleh dan nikmat yang akan diraih oleh orang yang bertaqwa di antaranya adalah: 1. Al-Anfal: 29) 2. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridloan Allah. Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. At-Thalaq: 2-3) Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. jika kamu bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Ia akan memperoleh Al-Furqon. Hai orang-orang yang beriman. (QS. sedang mereka mengetahui. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن من ك ُل ذَن ْب.

وأ َشهد أ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا وذُريات ِنا‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫َ‬ ‫قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. dan tak ada obat yang paling‬‬ ‫. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ ُ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار.‪mujarab selain taqwa kepada Allah‬‬ .‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واسأ َ‬ ‫ْ ْ َ ْ ل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول َذك ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ ر‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫الله أ َ‬ ‫ِ ك ْب َر. الل ّهم إنا ن َسأ َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ُ ْ ِ ْ َ َ ُ ْ‬ ‫ْ ل ُك‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ُ ّ ِّ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ال ْهدى والت ّقى وال ْعفاف وال ْغنى.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫وبارك على محمد وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ َ‬ ‫آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ُ‬ ‫63‬ ‫‪Dengan Takwa Kita Gapai Masadepan Yang Gemilang Serta‬‬ ‫‪Kehidupan Yang Hakiki‬‬ ‫‪Oleh: Agus Salim Khan‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫يضل ِل ْه فل َ هادي ل َه.‪Para hadirin yang berbahagia‬‬ ‫‪Pada hakekatnya tak ada penyejuk yang benar-benar menyegarkan. رب ّنا ل َ ت ُزغ قل ُ‬ ‫ِ ْ ُ وب َنا ب َعدَ إ ِذْ هدَي ْت َنا‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ ّ‬ ‫وهب ل َنا ٍمن ل ّدن ْك رحمة إن ّك َ‬ ‫ُ َ َ ْ َ ً ِ َ أنت ال ْوهاب. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫وال ْمؤمن ِين وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ّ ُ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ‫ٍ ِ‬ ‫َ‬ ‫ٌ َ ّ َ‬ ‫َ ٍ َ‬ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال ْ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ْ ِ قيامة. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ ِ َ َ َ ُ ْ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد عب ْدك ورسول ِك ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم. ي ُصل ِح ل َك ُم أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ً‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما.‫الن ّب ِي، ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما.

dan kisah ini diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam shalat subuh bersama kami. maka dia akan menyaksikan banyak perbedaan pendapat. bahwa . Pengertian taqwa itu sendiri mengandung makna yang bervariasi di kalangan ulama. karena taqwa jualah seseorang akan mewarisi Surga Allah Subhannahu wa Ta'ala.” Para hadirin yang berbahagia Pada hakekatnya Allah Subhannahu wa Ta'ala mewasiatkan taqwa ini. Dan berwaspadalah kamu terhadap perkara yang diada-adakan (bid’ah) karena setiap bid’ah itu sesat”. Tentang sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. Tarmidzi. ridha dengan ketentuanNya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari kiamat nanti. Allah Subhannahu wa Ta'ala menghimpun seluruh nasihat dan dalil-dalil. sepertinya ini nasihat terakhir oleh karena itu nasihatilah kami”. dan shahih menurut Syaikh Al-Albani). Pernah suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berwasiat mengenai taqwa. Oleh karena itu hendaklah kamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin yang mendapat petunjuk. Ad-Darimi 1:44-45. dan ini merupakan perkara yang besar yang mesti ditakuti oleh setiap hamba. Ahmad IV:126-127. Lalu berkatalah salah seorang sahabat. “Ya Rasulullah. kemudian memberi nasihat dengan nasihat yang baik yang dapat meneteskan air mata serta menggetarkan hati yang mendengarnya. karena engkau takut (kepada Dzat yang engkau takuti)”. Lalu Nabi bersabda: ‫أ َوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله والسمع والطاعة، وإ ِن كان عب ْدا حب َشيا، فإ ِن ّه‬ ِ ْ ّ ِ َ ً َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ُ َ ْ َ ِ ْ ّ َ ِ َ ْ ُ ‫من ي َعش من ْك ُم فسي َرى اخت ِل َفا ك َث ِي ْرا، فعل َي ْك‬ َ ً َ ْ ‫َ م ب ِسن ّت ِي وسن ّة‬ ْ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ُ ْ ً َ َ ُ ‫ال ْخل َفاء الراشدي ْن ال ْمهدي ّي ْن، عضوا عل َي ْها بالن ّواجذ، وإ ِياك‬ ‫َ ِ ِ َ ّ م‬ ِ َ ُ ِ ْ َ َ َ ِ ِ ّ ْ ِ َ َ ْ ّ َ ُ ‫ومحدَثات ا ْل‬ ّ . Ibnu Majah.Hanya taqwa kepadaNyalah satu-satunya jalan keluar dari berbagai problem kehidupan. yang mendatangkan keberkahan hidup. dan dari sini kita bisa melihat bahwa taqwa merupakan satu-satunya yang diinginkan Allah. sekalipun kepada budak keturunan Habsyi. Saudara-saudara yang berbahagia. serta menyelamatkan dari adzabNya di dunia maupun di akhirat nanti. 43. melainkan Dia mewasiatkan kepada umat-umat terdahulu juga. mendengar dan mentaati”. “Takut kepada Allah. AlBaghawi. mendengar dan mentaati. hal ini dapat terwujud dengan melaksanakan apa yang di perintahkan-Nya dan menjauhi apa yang di larang-Nya. dan Tarmidzi berkata. Para hadirin yang berbahagia Bila kata taqwa disandarkan kepada Allah maka artinya takutlah kepada kemurkaanNya. 2676. petunjuk-petunjuk. Abu Dawud. Ibnu Rajab berkata. Lebih lanjut ia mengatakan. 1-205. syarah dan As Sunnah. (HR. “Taqwa adalah meninggalkan apa-apa yang dimaui oleh hawa nafsumu. didikan serta ajaran dalam satu wasiat yaitu Taqwa.‫مور، فإ ِن ك ُل ب ِدْعة ضل َل َة‬ ٌ َ ٍ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ ِ ْ ُ Artinya: “Aku wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa kepada Allah. Hadirin yang berbahagia. Namun semuanya bermuara kepada satu pengertian yaitu seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari adzabNya. tersebut di atas. 4583. Maka sesungguhnya barangsiapa di antara kamu hidup (pada saat itu). Hadirin yang berbahagia. Imam Ahmad bin Hambal Radhiallaahu anhu berkata. hadits ini hasan shahih. peringatan-peringatan. bukan hanya pada umat Nabi Muhammad. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (peganglah sunnah ini erat-erat).

sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. di antaranya: 1. Adapun taqwa merupakan penjamin kebahagiaan di dunia dan akhirat. 409. Mewaspadai tipu daya syaitan 1. dan bisa juga bermakna segala sesuatu yang Allah ajarkan dan tunjukkan.kedua kata itu yaitu mendengar dan mentaati. Seandainya kita mampu mengaplikasikan atau merealisasikan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. (Raudlatul Muhibin. wajah yang simpatik. maka Allah menunjuki kepadanya tentang bekal menuju akhirat (yaitu taqwa). rantingnya adalah rasa takut kepada (siksa)Nya. sedangkan ar-risy sebagai tambahan dan penyempurna. dengan menyatakan bahwa kalimat “sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. yaitu pakaian at-taqwa. kapan saja. Mahabbatullah 2. Mahabbatullah Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Mahabbah itu ibarat pohon (kecintaan) dalam hati. hal ini seperti yang digambarkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam firmanNya surat Al-A’raaf ayat 26 dan Al-Baqarah ayat 197. banyak sekali faktor-faktor penunjang agar kita bisa merasakan ketaqwaan tersebut. akarnya adalah merendahkan diri di hadapan Dzat yang dicintainya. buah yang dihasilkan adalah taat kepadaNya. batangnya adalah ma’rifah kepadaNya. hai orang-orang yang berakal” Para hadirin yang berbahagia Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan ayat tersebut. daunnya adalah rasa malu terhadapNya. Adapun taqwa sebagai sebaik-baiknya bekal sebagaimana tertuang dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 197: “Berbekallah. menunjukkan bahwa tatkala Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk mengambil bekal dunia. Di samping itu taqwa juga merupakan sebaik-baiknya pakaian dan bekal orang mu’min. bahan penyiramnya adalah dzikir kepadaNya. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. (Al-A’raaf: 26). Menjauhi penyakit hati 4. kedua ayat di atas bukanlah suatu hal yang mustahil. Muraqabatullah (merasakan adanya pengawasan Allah) 3. jika amalan-amalan tersebut berkurang maka berkurang pulalah mahabbahnya kepada Allah”. Allah berfirman: Hai anak Adam. Saudara-saudara yang berbahagia. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu. Darush Shofa). Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa pakaian taqwa adalah amal shalih. artinya Allah menunjuki kepada manusia bahwa sebaikbaik pakaian yaitu pakaian yang bisa menutupi aurat yang lahir maupun batin. Qasim bin Malik meriwayatkan dari ‘Auf dari Ma’bad Al-Juhani berkata. maka al-libas merupakan kebutuhan yang harus. maksud pakaian taqwa adalah al-hayaa’ (malu). mempersatukan kebahagiaan dunia dan akhirat. Para hadirin yang berbahagia. Allah Ta'ala menganugerahkan kepada hamba-hambaNya pakaian penutup aurat (al-libas) dan pakaian indah (ar-risy). dan itu merupakan modal utama bagi kita untuk bersua kepada Sang Pencipta. Menundukkan hawa nafsu 5. dan sekaligus memper-indahnya. .

pada waktu malam maupun siang. (Al-Hadid: 4). dan satu penyakit yang tidak akan diampuni oleh Allah yaitu Syirik. Di rumah kediamanmu maupun di ruang terbuka. jika masih tak berhasil dengan cara ini ia menggoda dengan perbuatan mubah. demikianlah apa-apa yang bisa saya sampaikan. jikalau seseorang selamat dari kekufuran. di antaranya penyakit hati. melihat tempat tinggalmu. maka syaithan menggunakan caranya yang kedua yaitu berupa bid’ah. jika tidak mampu juga maka syaithan akan menyerahkan bala tentaranya untuk menimbulkan berbagai macam gangguan dan cobaan silih berganti. atau ghibah yang selalu membicarakan aib orang lain. bahwa mengetahui rintanganrintangan yang dibuat syaithan dan mengetahui tempat-tempat masuknya ke hati anak Adam dari bujuk rayu syaithan merupakan poin tersendiri bagi kita. di mana saja adanya dan Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan serta yang kamu fikirkan”. Makna ayat ini. bahwa Allah mengawasi dan menyaksikan perbuatanmu kapan saja dan di mana saja kamu berada. Segala sesuatu berada dalam ilmuNya. maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggalnya. (Tafsir Al-Qur’anul Adzim. sehingga manusia menyibukkan dirinya dalam perkara ini. jika selamat pula maka ia menggunakan cara yang ketiga yaitu dengan dosa-dosa besar. kecuali penyebabnya adalah perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat. Menundukkan hawa nafsu Apabila kita mampu menahan dan menundukkan hawa nafsu. Para hadirin yang berbahagia. penyakit yang cukup kronis. Adapun penyebab dosa itu teramat banyak sekali. Dia dengarkan perkataanmu. Seperti firman Allah yang artinya: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya. Merasakan adanya pengawasan Allah. Oleh karena itu mari kita berlindung kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dari penyakit itu semua. Di dunia ini tidak ada yang namanya kejahatan dan bencana besar. maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dan tanda adanya nilai takwa dalam pribadi kita serta di akhirat mendapat balasan Surga. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر‬ ُ ِ ّ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ ُ َ ْ ‫الله ال ْعظِي ْم ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِي ِمن وال ْمسل ِمات وال‬ ‫ْ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ . Menjauhi penyakit hati Para hadirin. وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم. Mewaspadai tipu daya syaithan Para hadirin yang berbahagia. 4. IV/304). Saudara-saudara yang berbahagia. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ‫السمي ْع ال ْعل ِي ْم. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada. 3. Dan Allah melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. marilah kita berharap kepada Allah semoga kita termasuk orang-orang yang Muttaqin yang selalu istiqomah pada jalanNya. yang tidak senang kebahagiaan menghinggap kepada orang lain. seperti dengki. maka tidak diragukan lagi. yang pertama adalah kufur.2. yang menimpa banyak manusia. Seperti kita ketahui bersama bahwasanya syaithan menghalangi orang-orang mu’min dengan beberapa penghalang. Di darat ataupun di laut.” (An-Nazi’at: 40-41) 5.

‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ْ ْ ِ ُ ْ ُ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫الرحي ْم. يا أ َيها الناس أ ُ‬ ‫ُ وصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ْ َ ُ ّ ُ َ ّ ً َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ّ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. قال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ . أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهد أ َن محمدا عبده ورسول ُه. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫73‬ ‫‪Membuka Pintu Rizki Yang Barakah‬‬ ‫‪Oleh: Waznin Mahfudh‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما.

Abu Daud. Amiril Mukminin Umar dalam beristisqa’ atau memohon rizki. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Ikhwani Rahimakumullah! Predikat iman dan taqwa inilah yang senantiasa kita syukuri. 29/72-73) Rasulullah bersabda: َ َ َ َ َ ْ ْ ‫من أ َك ْث َر ال ِستغفار جعل الله ل َه من ك ُل غم فرجا ومن ك ُل ضي ْق‬ ْ ِ َ ً َ َ ّ َ ّ ْ ِ ُ ُ ْ َ َ ٍ َ ّ ‫مخرجا ورزقه من حي ْث ل َ ي َحت َسب )رواه أحمد وأبو داود وابن‬ ُ َ ْ ِ ُ َ َ َ َ ً َ ْ َ ُ ِ ْ (‫ماجه‬ “Barang siapa yang memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah) niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihan jalan keluar. iman membuahkan pula taubat dan istighfar. menjaga diri dari dosa. (Tafsir III hal: 100) Ikhwani rahima kumullah! Diantara buah-buah iman bagi kaum Mukminin antara lain adalah: Pertama.‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فوزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال‬ ّ َ ّ َ ٌ َ ‫مور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات‬ ‫قوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا.‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ َ ٍ ِ َ ٍ ْ ْ ّ ْ َ َ ْ ِ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُون ب ِه‬ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. bertaqwa dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan meninggalkan perbuatan keharaman. yang akan menebar rizki untuk kita sekalian. membenarkan dan mengikutinya. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Ath Thalaq : 2-3): Artinya: Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. ancaman siksa. Sesungguhnya Allah telah mengada-kan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Ibnu Majah) . Al-Qur’an menegaskan (QS:7 Al-Araf: 96) Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. sebab iman dan taqwa itu adalah dua daun pintu bagi terbukanya rizki kita yang penuh barakah. hanyalah dengan istighfar (Ruhul Maani. Ibnu Katsir menjelaskan syarat-syarat iman dan taqwa itu adalah hatinya beriman pada apa yang dibawa oleh Rasulullah. bahaya dan membuka pintu rizki karena Allah berfirman (QS. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ م ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka “(HR. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. taqwa itu sendiri. Ahmad. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . bukan rizki yang haram yang dilaknat Allah. Jamaah Jum’ah rahima kumullah Yang kedua.

Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. mereka berangkat pergi dalam keadaan lapar. menuju negeri kaum Muslimin. tawakkal ini akan membukakan rizki dari Allah. (HR. Jamaah Jum’ah rahima kumullah Kelima: Iman dan taqwa membimbing hijrah fisabilillah. Beribadah yang sepenuhnya akan dapat membuka rizki Allah. Ketiga: Iman membuahkan TAWAKKAL. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ‫ي َقول رب ّك ُم ت َبارك وت َعالى: يا اب ْن آدَم، ت َفرغ ل ِعبادَت ِي أ َمل ُ قل ْب َك‬ َ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ُ ‫غنى وأ َمل ُ ي َدَي ْك رزقا، يا اب ْن آدَم، ل َ ت ُباعدْني فأ َمل‬ َ ً ْ ِ َ ‫َ ْ قل ْب َك فقرا‬ ِ ِ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ً ْ َ َ ً ‫وأ َمل ُ ي َدَي ْك شغل‬ َ (‫ُ ْ )رواه الحاكم، سلسلة الحاديث الصحيحة‬ ْ َ “Rabb kalian berkata. dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang” (HR. atau hijrah adalah perpindahan dari negeri kafir.(‫ت َغدو خماصا وت َرح ب ِطانا )رواه الترمذى‬ ً ُ ُ َ ً َ ِ ُ ْ “Sungguh seandainya kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakal niscaya kalian akan diberikan rizki sebagai-mana rizki-rizki burung-burung. . 2344). menolong mereka untuk mencapai keridhaan Allah (Tafsir manar. kemiskinan. Kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju). kekayaan. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Al-Hakim: Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah No. maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. rizki. Wahai anak Adam! Jangan jauhi Aku. Ikhwani rahima kumullah! Itulah taubat yang menyesali dan menghentikan dosa dan maksiat kemudian menggantikannya dengan amal shalih dan keridhaan sesama. 1359). niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terusmenerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. niscaya aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan rizki. bahaya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian). Ikhwani rahima kumullah! Keempat: Iman dan taqwa membuahkan taqarrub yang berupa rajin mengabdi bahkan sepenuhnya mengabdi beribadah kepada Allah lahir bathin khusu dan khudhu. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan contoh tentang bertawakkal yang sesungguhnya dengan bersabda: َ َ َ ْ ‫ل َو أ َن ّك ُم ك ُن ْت ُم ت َوك َل ُون على الله حق ت َوك ُل ّه ل َرزقت ُم ك َما ت ُرزقُ الطّي ْر‬ َ ْ َ ْ ْ ِ ُ ِ ْ ُ َ ّ َ ِ َ ْ ْ َ . Wahai anak Adam! Beribadahlah kepadaKu sepenuhnya. manfaat. Timidzi No. hidup dan kematian serta segala yang ada. yaitu berusaha dengan disertai sikap menyandarkan diri hanya kepada Allah yang memberikan kesehatan. sebagaimana janjinya dalam QS: 65 At-Thalaq: 3): Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. sehingga aku penuhi hatimu dengan kefakiran dan Aku penuhi kedua tanganmu dengan kesibukan”. maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah. 5: 39) Hijrah ini membukakan pintu rizki Allah dengan janjiNya dalam surat An-Nisa ayat 100: Artinya: Barangsiapa berhijrah di jalan Allah. Perubahan sikap dari yang buruk kepada sikap kebaikan. Jika kamu berpaling.Allah menegaskan pula dalam (QS: Hud: 3) Artinya: Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak.

karena sesunguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa. sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ّ ‫تاب ِعوا ب َي ْن ال ْحج وال ْعمرة فإ ِن ّهما ي ُن َفيان ال ْفقر والذّن ُوب ك َما ي ُن َفي‬ َ ْ َ َ َ ُ َ ِ َ ْ ُ َ ّ َ َ َ ْ َ ِ َ ّ ْ ُ َ ‫ال ْك ِي ْر خب َث ال ْحدي ْد والذّهب وال ْفضة ول َي ْس ل ِل ْحجة ال ْمب ْرورة ث َواب‬ َ َ ُ ِ ّ ِ ٌ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ِ ّ ِ َ ِ َ َ ِ ِ َ . 3:38). Iman dan Taqwa membuahkan pula gemar ber-silaturahmi yaitu berbuat baik kepada segenap kerabat dari garis keturunan maupun perkawinan dengan lemah lembut. 3693) .(‫إ ِل ّ ال ْجن ّة )أحمد والترمذي والنسائي وابن خزيمة وابن حبان‬ ُ َ “Lanjutkanlah haji dengan umrah. seperti kepada fakir miskin. 807. sebagaimana api dapat hilangkan kotoran besi. buka mendukung kemungkaran atau kemaksiatannya. Kedelapan.” (Ahmad No. Ibnu Hibban No.‫رحمه‬ ُ َ ِ َ “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya) maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahmi”. Timidzi No. Meskipun sedikit. dengan usaha menyadarkan mereka.الل ّهم أ َعط من ْفقا خل َفا‬ ّ ُ َ َ َ ُ ‫)فهل ت ُرزقون إ ِل ّ ب ِضعفائ ِك ُم )رواه البخاري‬ َ ْ ُ َ ْ ْ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ‫من سرهُ أ َن ي ُب ْسط ل َه في رزقه، وا َن ي ُن ْسأ َ ل َه في أ َث َره فل ْي ِصل‬ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ِ ْ ِ ْ َ ّ َ ْ َ ْ ِ ُ . 3669. Infak manjadikan pintu rizki terbuka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji dalam QS: Saba: 39) Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan (siapa yang dikehendakiNya)”. Namun bila mereka semakin merajalela dengan cara silaturahim ini maka menjauhi adalah yang terbaik. 25:263) dan berinfak adalah sesuatu yang dicintai Allah (lihat tafsir Takrir wat Tanwir. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan. Silaturahim ini menyangkut pula kerabat yang belum Islam atau yang bermaksiat. Ikhwani Rahima kumullah. emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji yang mabrur itu melainkan Surga. Bukhari No. Kemudian Ketujuh. melaksanakan ibadah haji dengan umrah. tetap diganti di dunia dan di akhirat (Tafsir Ibnu Katsir 3/595) jaminan Allah pasti lebih disukai orang yang beriman dari pada harta dunia yang pasti akan binasa (lihat AtTafsir: Al-Kabir. 464. Nasa’I 5:115. 1442). namun tetap kita mohonkan hidayah. atau umrah dengan hajji yang tulus hanya mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. 5985). maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. Bukhari No. Para malaikat mendoakan: “Ya Allah. kasih dan melindungi (Muqatul Mafatih. untuk agama Allah. berikanlah kepada orang-orang berinfak ganti” (HR. Ibnu Khuzaimah No.Jamaah Jum’ah rahima kumullah Keenam: Iman dan Taqwa membuahkan gemar berinfaq: Yaitu infaq yang dianjurkan agama. 8/645) Silaturahim ini menjadi pintu pembuka rizki adalah karena sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam: ً َ ً ِ ُ ِ ْ ‫. Dari Sabda Rasulullah: “Bukankah kalian diberi rizki karena sebab orang-orang lemah diantara kalian?” Begitu juga termasuk kelompok dhaif orang-orang yang mempelajari ilmu (lihat tafsir Al-Manar. (HR. 22:221).

وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. قال ت َعا َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ لى:‬ ‫ُ ْ ّ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ ‫83‬ ‫‪Hubungan Antara Dosa Dan Bencana‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Mukhlis‬‬ ‫ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫ُ َ‬ ‫أ َعمال ِنا، من ي َهدي الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ . الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َ‬ ‫َ طِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. Yaitu Taqwallah. Istiqhfar dan Taubat‬‬ ‫‪Tawakal. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم.‫!‪Sidang jum’at rahimakumullah‬‬ ‫‪Terakhir marilah kita simpulkan agar kita senantiasa ingat apa yang menjamin kita untuk‬‬ ‫. Taqarrub dengan ibadah berhijrah. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‪memperoleh rizki Allah yang berkah di dunia dan akhirat. سب ْحان رب ّكَ‬ ‫رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. silaturrahim dan segera melaksanakan haji‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. رب ّنا هب ل َنا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. berinfaq.

karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan. semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad.‫وى‬ ِ ّ َ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ َ ّ Ma’assyirol muslimin. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam Surat Ar-Ruum ayat 41 yang berbunyi: Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. syuhada’ dan shalihin. yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah. jalan yang lurus. tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah. dari kalangan para nabi. yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim.‫ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن‬ َ ُ َ ْ َ َ ْ ِ ُ ‫أ َما بعد؛ أ َيها ال ْمسل ِمون، أ‬ َ َ ِ ْ ْ َ ّ َ ْ ‫ُ ْ ُ ْ َ وصي ْك ُم وإ ِياي ن َفسي ب ِت َقوى الله، فقد‬ ِ ْ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ ْ ِ ْ‫فاز ال ْمؤمن ُون ال ْمت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّق‬ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ . keluarganya. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” Allah juga berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 112: Artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram. Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertang-gungjawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan. (Asy-Syu’ara’: 88-89) Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara dosa dan bencana yang menimpa umat manusia sebagaimana yang diterangkan di dalam Al-Qur’an. kecuali bagi orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” Seorang ulama’ yang bernama Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu memberi ulasan terhadap kedua ayat tersebut dengan mengatakan: “Ayat-ayat yang mulia ini memberi pengertian kepada kita bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya dalam Surat Asy-Syu’aro ayat 88-89: (Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. yaitu hari kiamat. rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat.‫رسول الله‬ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ َ ٍ َ ْ . Pada hari itu. 1998:149) . Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah.َ ْ ْ ‫ي ُضل ِل فل َ هادي ل َه. tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim. أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وأ َشهدُ أ َن محمدا‬ ْ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ ْ ُ َ . shiddiqin. Ia tidak akan menurunkan bala’ dan bencana atas suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat dan pelanggaran mereka terhadap perintah-perintah Allah” (Jalan Golongan Yang Selamat. hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya. dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintahperintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan. para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau dengan baik hingga hari kiamat. dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudarasaudara sekalian dan kepada diri saya sendiri. rahimakumullah Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman. Selanjutnya dari atas mimbar ini.

tenteram dan sejahtera. meskipun kewajiban mengingkari kemungkaran itu merupakan kewajiban setiap individu muslim sebagaimana sabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : َ َ ْ ‫من رأى من ْك ُم من ْك َرا فل ْي ُغي ّرهُ ب ِي َده فإ ِن ل َم ي َست َطِع فب ِل ِسان ِه فإ ِن ل َم‬ ِ ْ ْ ْ َ ِ َ ْ ْ َ ِ ِ ُ ْ ْ َ َ ً َ ْ َ َ َ َ ْ . narkoba merajalela. sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Sesungguhnya kekuasaan mengatur masyarakat adalah kewajiban agama yang paling besar. bila tidak mampu ubahlah dengan lisannya. gempa bumi. yang menimbulkan berbagai macam dampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga. Pertanyaannya sekarang. mengapa segala kemungkaran ini bisa merajalela di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas muslim ini? Jawabannya adalah tidak ditegakkannya kewajiban yang agung dari Allah Subhannahu wa Ta'ala yaitu amar ma’ruf nahi mungkar. secara serius baik oleh individu maupun pemerintah sebagai institusi yang paling bertanggung jawab dan paling mampu untuk memberantas segala macam kemungkaran secara efektif dan efisien. hendaklah merubahnya dengan tangannya. minuman keras menjadi pemandangan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan pernyataan Usman bin Affan Radhiallaahu anhu . pergaulan bebas semakin menjadi-jadi. prostitusi demikian juga. Berbagai macam praktek kemaksiatan terjadi secara terbuka dan merata di tengah-tengah masyarakat. Begitu pula kewajiban-kewajiban lain . yang ditanganNyalah seluruh kebaikan dan kepadaNya lah dikembalikan segala urusan. karena agama tidak dapat tegak tanpa negara. serta krisis demi krisis akan datang silih berganti sehingga mereka betul-betul bertaubat kepada Allah. Misalnya terjadinya becana alam berupa letusan gunung berapi. hanya dilihat dari sudut pandang logika rasional manusia. maka bencana demi bencana. banjir.Kebanyakan orang memandang berbagai macam musibah yang menimpa manusia hanya dengan logika berpikir yang bersifat rasional.‫ي َست َطِع فب ِقل ْب ِه وذَل ِك أ َضعف ا ْل ِي ْمان‬ ُ َ ْ ْ ِ َ َ ِ Artinya: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran. Demikian dengan krisis yang berkepanjangan. karena kurang efektif dan kadang-kadang beresiko tinggi. bila tidak mampu ubahlah dengan hatinya. Sehingga kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu bisa dilakukan secara sempurna dan efektif oleh pemerintah. Ikhwani fid-din rahimakumullah Marilah kita lihat keadaan di sekitar kita. solusi-solusi yang diberikan tidak mengarah pada penghilangan sebab-sebab utama yang bersifat transendental yaitu kemaksiatan umat manusia kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala Sang Pencipta Jagat Raya. kelaparan dan lainlain. terlepas dari tuntutan Wahyu Ilahi. khalifah umat Islam yang ketiga: “Sesungguhnya Allah mencegah dengan sulthan (kekuasaan) apa yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur’an” Disamping itu amar ma’ruf nahi mungkar merupakan salah satu tugas utama sebuah pemerintahan. menolong orang-orang teraniaya. kekeringan. korupsi dan manipulasi telah menjadi tradisi serta pembunuhan tanpa alasan yang benar telah menjadi berita setiap hari. Karena pemerintah memiliki kekuatan dan otoritas untuk melakukan. Dan karena Allah mewajibkan menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. melanggar laranganlaranganNya. dianggap sebagai fenomena kejadian alam yang bisa dijelaskan secara rasional sebabsebabnya. Perjudian marak dimana-mana. dan itulah selemah-lemahnya iman” (Hadits shahih riwayat Muslim) Namun harus diketahui bahwa memberantas kemungkaran yang sudah merajalela tidak hanya dilakukan oleh individu-individu. sehingga masyarakat tidak merasakan kehidupan aman. Bila umat manusia masih terus menerus menentang perintah-perintah Allah.

seperti jihad. lalu kalian berdo’a namun tidak dikabulkan”. Al-Maidah ayat: 78-79. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وأ َشهد أ‬ َ ُ ْ ُ َ ً ّ َ ُ ّ . dalam sebuah haditst Hasan riwayat Tarmidzi: ‫وال ّذي ن َفسي ب ِي َده ل َت َأ ْمرن بال ْمعروف ول َت َن ْهون عن ال ْمن ْك َر أ َو‬ ِ ِ ُ ْ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ ِ ّ ُ ُ ْ ِ ْ ْ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ َ ْ ‫ل َي ُوشك َن الله أ َن ي َب ْعث عل َي ْك ُم عقابا من ْه ث ُم ت َدْعون َه فل َ ي ُست َجاب‬ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ ّ ّ ُ ِ ً َ ِ ْ . menegakkan keadilan dan penegakan sanksi-sanksi atau perbuatan pidana. Demikian pula Allah menegaskan di dalam QS. mentaati Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-larangan dalam seluruh aspek kehidupan. bahwa salah satu sebab dilaknatnya suatu bangsa adalah bila bangsa tersebut meninggalkan kewajiban saling melarang perbuatan mungkar yang muncul di kalangan mereka.‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن‬ َ ِ َ ْ Dalam khutbah kedua ini saya akan memberikan kesim-pulan dari khutbah pertama. tenteram. Ibnu Taimiyah: 171-173). Yang pertama. hendaklah seluruh kaum muslimin dan para pemimpin atau penguasa mereka. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Semua ini tidak akan terpenuhi tanpa adanya kekuatan dan pemerintahan” (As Siyasah Asy Syar’iyah. Apabila kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka sebagai akibatnya Allah akan menimpakan adzab secara merata baik kepada orang-orang yang melakukan kemungkaran ataupun tidak. damai dan sejahtera adalah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan RasulNya Muhammad Shalallaahu alaihi . kemaksiatan manusia kepada Allah Rabbul ‘Alamin merupakan penyebab utama terjadinya berbagai musibah yang menimpa umat manusia baik itu berupa bencana alam maupun krisis di berbagai bidang kehidupan. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم، وقل رب اغفر وارحم وأ‬ ‫ْ ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر‬ ّ َ ْ ُ َ ِ ْ ِ َ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ِ . Artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat” Yang dimaksud laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah Subhannahu wa Ta'ala .‫ُ َ ْ َ ُ ن محمدا رسول الله‬ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك ع ِلى ِمحمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ .‫الراحمي ْن‬ َ ِ ِ ّ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ْئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. satu-satunya jalan untuk terhindar dari segala musibah tersebut dan dapat menikmati kehidupan yang aman. Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka perbuat. bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang perbuatan-perbuatan mungkar sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Yang kedua. Dengan demikian supaya bangsa ini bisa keluar dan terhindar dari berbagai krisis dalam kehidupan di segala bidang dan selamat dari beragam musibah dan bencana.‫ل َك ُم‬ ْ Artinya: “Demi Allah yang diriku berada di tanganNya! Hendaklah kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar atau Allah akan menurunkan siksa kepada kalian.

‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫93‬ ‫‪Ayat Yang paling Ditakuti Oleh Ulama‬‬ ‫‪Oleh: H.‪yang mungkar‬‬ ‫‪Akhirnya marilah kita tutup khutbah Jum’at ini dengan berdo’a kepada Allah Subhannahu wa‬‬ ‫: ‪Ta'ala‬‬ ‫رب ّنآ إ ِن ّنا سمعنا مناديا ي ُنادي ل ِليمان أ َن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا، رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار. يا أ َي ّها ال ّ‬ ‫ُ‬ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ْ ُ َ‬ ‫ه‬ ‫ْ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. يصل ِح ل َك ُم أ َ‬ ‫َ ُ ْ ْ َ‬ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ ِ ْ ً ُ ْ ْ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز فَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ وزا عظِي ْما.‬ ‫ِ َ َ‬ ‫رب ّنا ل َ ت ُؤاخذْنا إ ِن ن ّسي ْنا أ َو أ َخطَأ ْنا، رب ّنا ول َ ت َحمل عل َ‬ ‫ْ ِ ْ َ ي ْنا إ ِصرا ك َما‬ ‫ْ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ ُ َ َ‬ ‫حمل ْت َه على ال ّذي ْن من قب ْل ِنا، رب ّنا ول َ ت ُحمل ْنا مال َ طاقة ل َنا ب ِه،‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ّ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫واعف عنا واغفر ل َنا وارحمنا َ‬ ‫ُ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ْ َ َ‬ ‫ْ َ ْ‬ ‫َ ْ ُ َ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ أنت مول َنا فانصرنا على القوم ِ‬ ‫ال ْكافري ْن.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن.‬ ‫َ ِ ِ َ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها كان غراما إ ِن ّها ساءَت‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ّ َ َ َ َ َ َ َ ً‬ ‫ْ ِ ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫مست َقرا ومقاما. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. قال ت َعالى: يا‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ‫ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل ُ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ون ب ِه‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫َ‬ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.‬ ‫ُ ْ َ ّ َ ُ َ ً‬ ‫ربنا هب ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما. Yang ketiga. وصلى الله على رسول ِه وع َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َلى آل ِه‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫وأ َصحابه أ َ‬ ‫َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‫‪wasalam dalam seluruh aspek kehidupan yang ada dengan penuh ketundukkan.‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫رب ّنا وءات ِنا ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫ال ْميعاد.‬ ‫َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ً‬ ‫ِ‬ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْ‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ْ ُ َ ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ٌ َ ّ‬ ‫ُ ِ ُ ْ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ ّ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ‫ٍ‬ ‫ُ ْ‬ ‫َ‬ . kecintaan dan‬‬ ‫‪keikhlasan. Hartono Ahmad Jaiz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. bahwa segala do’a dan istighatsah yang dilakukan umat Islam supaya‬‬ ‫‪bisa keluar dari segala macam musibah tidak akan dikabulkan oleh Allah kecuali bila kaum‬‬ ‫‪muslimin secara sungguh-sungguh memerintahkan kepada yang ma’ruf dan memberantas segala‬‬ ‫.

penanggung jawab keluarga. Moral buruk dan makanan haram ". semuanya telah mewabah pada darah daging mereka orang-orang Yahudi Bani Israel. Kenapa yang jadi bibit penyakitnya makanan haram? Jelas. sadisnya tingkah dan liciknya hati busuk. Dan betapa liciknya kemunafikan Yahudi Bani Quraiddhah yang mengadakan permufakatan rahasia dengan kafir Quraisy ketika perang Khandaq. Makanan mereka haram. Lantas.. Ibarat orang yang memang sudah memakai baju kotor untuk membengkel. betapa bejatnya akhlaq/moral pemuda-pemuda alias anak-anak mereka yang diberi makan dengan makanan haram itu. dengan modal bekal makanan haram. Tidak. mereka berbuat aneka usaha. Bukan sekadar kuman akhlaq yang ringan. tenaga untuk berbuat adalah karena makanan. Toh tempat yang bersih ataupun kotor sama saja. Namun bukan sekadar mandeg/berhenti sampai perbuatan mereka itu saja sirkulasinya.Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan!" Ini penegasan Allah Subhannahu wa Ta'ala.َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ّ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. Apa itu? "Aklihimus suht". namun sekali datang dan datang lagi.. Dan ternyata. karena nanti harus bertugas membersihkan tempat itu kalau kena kotoran dari bajunya. menarik-narik kain perempuan di pasar saat berjual beli. Bejatnya akhlaq. mana mungkin ia menghitunghitung mana tempat yang bersih dan mana yang kotor. bahkan lebih perlu menyingkiri tempat yang bersih. makanan haram. tetapi kuman yang berbahaya. kemudian dimakanlah hasil yang haram itu untuk bekal berbuat yang haram lagi dan seterusnya. Perbuatan mereka itu jelas dicap sebagai keburukan. arahnya adalah mencari makan. dan hasilnya pun barang haram. Singkatnya. Di dalam Al-Quran ditegaskan oleh Allah: “Dan engkau akan melihat kebanyakan dari mereka (orang Yahudi) berlomba-lomba dengan dosa dan permusuhan dan mema-kan yang haram. Pemuda-pemuda itu sampai begitu lancangnya. lingkungannya baik-baik dan terjalin ukhuwah/ . Tetapi yang memakan hasilnya.‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ ْ Betapa kurang ajarnya tingkah pemuda Yahudi Bani Qainuqa' di Madinah. bahkan senantiasa diusahakan datang. Dalam contoh kasus ini. Mereka memiliki energi. Mungkinkah pemuda-pemuda tersebut sebejat itu kalau mereka ditumbuhkan dengan makanan halal. Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. tempat berangkat dan sekaligus tempat tujuan. Pemuda-pemuda bejat akhlaqnya itu menarik-narik kain seorang perempuan yang sedang berjual beli dengan mereka. Dan penyakit akhlaq yang sampai memuncak itu tentunya ada bibit-bibit penyakitnya. di mana kaum muslimin dipimpin Rasulullah berada di dalam parit. yang berusaha mencari makanan haram tentunya adalah orang tua.. الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . mereka lihat orang tuanya shaleh. maka kebaikan apa yang perlu mereka perjuangkan dengan modal makanan haram itu? Tidak mungkin mereka memburu kebaikan dengan umpan yang dimiliki berupa modal makanan haram. Dan kuman itu tidak hanya sekali datang berlalu. Sungguh buruklah apa yang mereka kerjakan”.. Maka tidak mungkin pula mereka berhati-hati untuk memperhitungkan mana yang halal dan mana yang haram dalam memburu sasaran yang tak lain adalah makanan pula. Betapa sadisnya kebiadaban Yahudi Bani Nadzir di Madinah yang ingin menjatuhkan batu besar ke diri Rasulullah. berarti seluruh keluarga yang ditanggung oleh pencari harta haram itu. Jadi makanan di sini ibarat terminal. perbuatan-nya pun cenderung menempuh jalan haram. (Al-Maidah : 62). Kalau makanan itu sudah jelas-jelas haram dan itulah yang menjadi pangkal mereka berbuat.

قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ َ ‫ث ُم اعل َموا فإن الله أ‬ َ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ :‫َ مرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال‬ ّ ِ َ ْ ُ ْ ّ ّ ِ ْ َ َ َ ِ ّ ّ ‫}إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل‬ َ َ َ ْ َ ‫َ وا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ ْ َ َ َ ِ . bagi Ibnu Abbas (sahabat Nabi n yang ahli tafsir Al-Quran) adalah celaan yang paling keras terhadap ulama yang melalaikan tugas mereka dalam menyampaikan da'wah tentang larangan-larangan dan kejahatan-kejahatan. Tetapi. bukan sekadar cerita cercaan terhadap pendeta-pendeta Yahudi. Tidak kurang dari itu. maka Allah Subhannahu wa Ta'ala mengecamnya cukup diawali dengan bentuk pertanyaan. bahkan cercaan Allah itu lebih penting untuk disadari oleh ulama Islam. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون.‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Maka ayat tersebut.” (Al-Maidah : 63). وبارك على محمد وع‬ َ َ ْ ِ َ َ ٌ ِ َ َ َ َ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ِ َ َ َ ِ َ ِ ِ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ . “Mengapa orang-orang alim mereka. Kita dalam hal diamnya para alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bisa juga menduga-duga kenapa mereka tidak mencegah perkataan dosa dan makan haram. dan pendeta-pendeta mereka (Yahudi) tidak melarang mereka mengucapkan perkataan dosa dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Bahkan Ad-Dhohhaak berkata. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. masih ada yang lebih parah.‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد‬ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ ٌ ِ َ َ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل‬ ‫حياء‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ ْ ِ ْ . Karena yang lebih parah ini bahkan menyangkut orang-orang pandai dan pemuka agama.persaudaraan dengan baik? Sebaliknya. mungkinkah dengan modal makanan haram itu orang tua menunjukkan "baiknya" perbuatan jahat mereka (yang sudah ketahuan memburu barang haram). kalau sampai mereka yang alim dan pemuka agama di kalangan Yahudi itu bahkan antri ikut makan haram. Orang alim agama ada yang lebih parah Sikap seperti itu sungguh parah.{‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما‬ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ َ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ٍ ّ َ ُ ِ َ ِ َ َ َ َ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. tidak ada ayat dalam Al-Quran yang lebih aku takuti daripada ayat ini. menampakkan ketulusan hati (yang sudah ketahuan rakus terhadap barang haram) dan menasihati dengan amalan baik-baik (sedang dirinya jelas melanggar)? Tidak mungkin. Khutbah Kedua . Itulah. Maka tumbuh dengan suburlah generasi penerus mereka itu dengan pupuk-pupuk serba haram dan jahat. Dugaan itu akan membuat perasaan bergetar.

والله‬ َ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َ ّ ٌ ْ ُ َ ٌ ّ ْ ُ ْ َ ُ ‫أ َخرجك ُم من بطُون أ‬ ً َ َ ْ ُ ْ . Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia . Syukur alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kesempatan berkumpul dan bertatap muka sambil saling mengingatkan. وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ُ ْ َ ُ َ ْ ُ َ ‫ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ َ َ َ ‫شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه..‫ْ ِ مهات ِك ُم ل َ ت َعل َمون شي ْئا ل َعل ّك ُم ت َشك ُرون‬ َ ْ ُ ْ َ ُ ْ ِ ْ َ َ ْ َ ّ ْ ْ Saudara-saudara sidang Jum’at yang berbahagia.D. yakni dalam surah Ibrahim ayat 34: Artinya: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Hakim. dan andaikata rasa kantuk itu tak kunjung tiba. semangat dan tenaga kerja rasanya pulih dan kembali segar. terasa badan jadi bugar. nah cobalah kita buktikan Firman Allah tersebut di atas. bahwasanya setiap makhluk yang hidup di atas permukaan bumi Allah ini sangat tergantung kepada komponen udara yang . سب ْحان رب ّك رب‬ ّ َ َ َ َ َ ُ ً َ َ ِ ُ ّ ُ َ ّ ّ َ َ ِ َ ْ َ َ ٌ َ َ َ ْ ُ ِ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ّ َ ِ َ ْ ُ ْ َ َ َ ّ َ ِ ّ ِ . Begitu kita bangun pada dini hari. Bukankah kita telah merasakan nikmatnya tidur sepanjang malam. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ِ َ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ َ ِ َ َ َ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. betapa besarnya nikmat-nikmat yang telah dan sementara dianugrahkan Allah kepada hamba-hambaNya.‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ 40 Mensyukuri Nikmat Allah Ta'ala Oleh: Drs. Bba ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه قدي ْم ِ ا ْل ِحسان ذي ال ْعطاء ال ْواسع وا ْل ِمت ِنان، أ َحمدُه‬ ِ َ َ ِ ِ َ ْ ِ َ ِ ُ َ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫سبحان َه وأ َشك ُره على ما أ َول َده. M.‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. tidak terkecuali kita yang hadir ditempat yang mulia ini. Coba kita simak firman Allah seperti yang telah dibacakan pada awal khutbah. Sekujur badan terbujur lemas. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ َ ْ ُ ْ َ ّ َ ّ َ َ ِ ّ ُ َ ٌ ِ َ ٌ ِ َ َ ِ َ ْ َ ْ ُ ِ َ ‫ات ّباعه، وأ‬ َ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. ini baru sisi kecil dari kehidupan ummat manusia. إ ِن ا ْل ِن ْسان ل َظَل ُوم ك َفار. رب ّنا هب ل‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ِ َ ً َ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ِ َ ِ ْ ِ َ ْ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. dan ini salah satu karunia nikmat yang kadang tidak banyak direnungkan dan diperhatikan. Marilah kita layangkan pandangan kita ke sekeliling lingkungan.” Walau sesungguhnya kita patut wajib menyadari segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah kepada kita dari berbagai bentuk dan macam nikmat.. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ُ ْ ُ َ َ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ ِ َ ‫عب ْدك ورسول ِك محمد وعلى آل ِه وصحب ِه. badan terasa gerah. apa yang terjadi? Betapa gelisahnya perasaan ini. istirahat pulas menikmati tidur karunia Allah yang terakar. أ َما ب َعد؛ فيا عبادَ الله‬ ِ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ ْ ّ َ َ َ ُ ُ ّ َ ُ ،‫ا ِت ّقوا الله ت َعالى واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه هو ال ْمن ْعم ال ْمت َفضل‬ ّ ُ ِ ُ َ ُ ُ َ ُ َ ْ ُ ْ َ ‫وإ ِن ت َعدّوا ن ِعمة الله ل َ ت ُحصوها. berarti nikmatnya tidur tidak akan kita rasakan. lena menerawang di alam mimpi.

helium. 6. begitu besarnya nikmat Allah kepada hambaNya dan masih sebagian kecil nikmat yang baru kita perhatikan. Jadi sesungguhnya sama sekali tidak ada pabrik gas. nitrogen. 50 tahun atau 60 tahun ratarata kita semua yang masih hidup.kalau sebulan nilainya menjadi Rp. Maha Besar Engkau ya Allah .600 per liter.” . gas oksigen. 6. Satu kali bernafas udara kurang lebih 2 liter udara ke dalam rongga-rongga pernapasan. panas dan akibatnya mudah terpicu timbulnya kebakaran dimana -mana. tertuang kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam nilai rupiah saat ini di atas 1 milyar. patutlah diketahui atau kalau ada yang telah mendalami anggaplah kita mengulang kajian lama. Allah Subhannahu wa Ta'ala mewanti-wanti kepada hambaNya dengan mengulang-ulang 31 kali peringatan bagi umat manusia dengan firmanNya: Artinya: “NikmatKu manakah lagi yang kamu dustakan.520 kali Rp.520 liter oxygen murni seharinya. Dari hasil penyelidikan cerdik pandai bahwa pada udara tersebut ditemui dalam prosentasi unsurunsur gas yang seimbang sebagaimana yang diperlukan oleh umat manusia dan makhlukmakhluk lainnya.600 liter udara adalah 11. 760. rasanya memang mustahilkah? Tapi kalau tidak percaya boleh hitung sendiri setelah sampai kerumah. 40. Yang ada hanyalah pabrik memisah-misahkan gas dengan perbedaan titik didih masing-masing gas. Allah telah mengatur sedemikian rupa dengan pasti bahwa di dalam udara yang kita hirup saat ini persis dalam prosentasi antara 18-20 %.Nah kalau kita ingin lebih mendalaminya lagi seberapa besar nikmat oxygen yang telah kita hirup selama hidup atau pada usia kita saat ini misalnya 40 tahun. Ini berarti seseorang manusia sehat cuma-cuma alias gratis telah menghabiskan gas oxygen setiap harinya dengan nilai 11. kripton dan gas-gas mulia lainnya yang kecil jumlahnya. padanya dijumpai berbagai unsur gas. Kebutuhan seorang manusia dalam memenuhi kesehatan memerlukan gas oxygen setiap harinya antara 18-20 %. zat lemas. Oleh karena itu dalam surat Ar-rahman. Berapa besarkah nilai ekonominya? Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia. argon. 22. Kalau sehari semalam (24 jam) kita akan mengkonsumsi 57. tersengal-sengal karena pernafasan kita terganggu oleh zat lemas yang memenuhi lingkungan hidup kita dan besar kemungkinan keluhan akan berkepanjangan seperti yang telah kita alami beberapa waktu lalu merambanya asap dipenjuru Asia.800. maka suhu udara gerah.600 sama dengan Rp.000. Salah satu unsur gas yang sangat berpotensi bagi hidup dan kesehatan manusia adalah gas oxygen. ini berarti semenit akan menghirup kurang lebih 40 liter udara.! Saudara-saudara muslimin yang barbahagia.telah disediakan oleh Maha Pencipta. karena manusia tak mampu membuat gas. atau dengan kata lain kita telah menggunakan gas oxygen murni (100%) sebanyak 20% dari 57. Andai kata lebih tinggi dari prosentase tersebut. dalam satu menit kurang lebih 20 (Dua Puluh) kali bernapas. Di dalam udara atau hawa. Untuk lebih meyakinkan diri kita. dan sebaliknya bila jauh di bawah prosentase tersebut maka yang akan terjadi adalah penduduk susah bernafas.000 yang isinya 6000 liter yang kadar oxygen antara 97-99% berarti nilai tiap liternya adalah 40.. apa yang dikemukakan tadi. hidrogeen.600 liter udara. bahwa seorang manusia sehat dewasa dalam keadaan normal.000: 6000 adalah kurang lebih Rp.000. Saat ini umum dipasarkan satu tabung oxygen harganya Rp.

Sebagaimana yang telah kita ketahui dengan nyata sisi-sisi kecil atas nikmat yang telah kita rasakan bernilai sekian besarnya apalagi dalam mengarungi hidup ini. واست َغفروه‬ ّ َ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ ِ ِ ّ ُ َ َ . tapi dengan demikian akan mempertebal Iman dan Takwa kepada Maha Pencipta. dan kesyukuran ini tidaklah punya arti sama sekali jika hanya dalam bentuk lisan semata. membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. terangkanlah kepadaKu jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kepadamu? Perhatikanlah bagaimana (Kami) berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami) kemudian mereka tetap berpaling juga. dan yang terpenting kita akan terhindar dari murka dan siksaan Allah seperti FirmanNya dalam surat Al-An’am ayat 46 yang berbunyi: Artinya: “Katakanlah. kemudian dituangkan dalam bentuk kesyukuran. Realisasi rasa syukur tersebut. nikmat kepuasan hidup dan masih setumpuk nikmat lainnya yang sukar menyebutkannya satu persatu.” Satu hal lagi yang lebih membesarkan hati kita yakni adanya jaminan Allah Subhannahu wa Ta'ala bagi hambaNya dengan firmanNya dalam surat Ibrahim ayat 7: Artinya: “Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambahkan bagimu beberapa kenikmatan. Sebagai hasil renungan kita atas nikmat ini tentunya menimbulkan kesadaran dari lubuk hati yang dalam. bukanlah suatu perbuatan yang sia-sia. berupa membantu hajat hidup orang-orang yang dalam kesempitan. kabarkanlah dan sebarkanlah kepada orang lain betapa nikmat Allah yang telah kita rasakan.‫إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ Khutbah Kedua َ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه حمدا ك َث ِي ْرا ك َما أ َمر.‫شر‬ ِ َ ُ ُ ِ ِ َ ِ َ ْ ُ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا صلى الله عل َي ْه وسل ّم عب ْدُهُ ورسول‬ ّ َ ‫َ َ ُ ْ ه الن ّب ِي‬ َ َ َ َ ِ َ ُ ً ّ َ ُ ّ َ ْ َ ُ ّ . bangsa kita dan hamba Allah pada umumnya. Hadirin sidang Jum’at yang berbahagia. keluarga kerabat kita. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِاليات‬ ِ ْ ِ َ ْ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ‫والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه، إ ِن ّه هو السمي ْع‬ ِ َ ْ ِ ُ ُ ِ ّ َ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ‫ال ْعل ِيم. menghibur orang-orang yang dalam kesedihan. penuhilah telapak tangan fakir miskin yang sedang mengulas dada tipisnya karena ketiadaan makanan hingga kelaparan berkepanjangan. orang yang terkena musibah. Amin Ya Robbal Alamien. nikmat kebahagiaan.Marilah kita bersama-sama meluangkan waktu merenung sejenak di tengah kesibukan mencari nafkah betapa besar karunia Allah kepada diri kita. dan jika kamu sekalian mengingkarinya ingatlah siksaKu sangat pedih. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ ْ ْ َ ُ ً ْ َ ِ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ ‫شري ْك ل َه، ا َل ْمت َعال ِي عن ال ْمشارك َة وال ْمشاك َل َة ل ِسائ ِر ال ْب‬ َ ُ َ ِ َ َ ُ .” Marilah kita memohon kehadirat Allah Subhannahu wa Ta'ala semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan kufur nikmat dan memberikan limpahan karunia agar kita tetap termasuk dalam golongan yang sedikit yakni golongan orang-orang yang tahu mensyukuri nikmatNya. ulangilah berkali-kali syukur ini kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala. وقل ر ِب اغفر وارحم وأ‬ ْ ْ ُ َ ُ ْ َ ‫ِ ْ َ ْ َ ْ َ ن ْت خي ْر الراحمي ْن. masih akan mengenyam nikmat-nikmat lainnya berupa nikmat kelapangan rizki. ceritakanlah. nikmat berkeluarga. meyantuni anak-anak yatim dan badanbadan amal lainnya. Mensyukuri karunia Allah harus berupa pengakuan hati kepada kebesaran dan keagungan Allah dalam sikap dan tindakan nyata. Janganlah berdalih tidak mampu sementara rizki terus mengalir masuk.

or.‬ ‫ِ َ َ َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫ْ َ َ‬ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْ‬ ‫قربى‬ ‫ْ َ ِ َ ِ َ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ُ ْ ِ َ ِ َ‬ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون.‬ ‫ْ ُ َ َ ّ َ ْ‬ ‫ُ‬ ‫ِ ْ َ ْ ِ ُ ْ ِ ْ َ‬ ‫:‪Sumber‬‬ ‫‪www. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْ‬ ‫َ ِ ٌ َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ َ مؤمن ِي ْن‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫َ ِ‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ موات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب مجي ْب‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ُ ِ ُ‬ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات وغافر الذّن ُوب وال ْخطِي ْئات ب ِرحمت ِك يا‬ ‫ْ ِ َ َ‬ ‫َ ِ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ ِ َ‬ ‫َ َ ِ َ َ َ ِ َ‬ ‫أ َرحم الراحمي ْن.‬ ‫َ َ ُ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ . آمي ْن يا رب ال ْعال َمي ْن.alsofwah.‬ ‫ْ ِ ِ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ‬ ‫َ ْ َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم واشك ُروه على ن ِعمه يزدك ُم واسأ َ‬ ‫َ ِ ِ َ ِ ْ ْ َ ْ لُ‬ ‫ْ ْ َ ْ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫َ‬ ‫وه‬ ‫َ ِ ْ َ َ‬ ‫ْ ُ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫من فضل ِه يعطك ُم والله سبحان َه وت َعالى أ َعل َم وأ َجل وأ َعظَم وأ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ ُ َ َ َ‬ ‫ُ َ ك ْب َر. أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ ْ ِ َ ُ َ ُ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫فيا عبادَ الله، أ ُوصي ْك ُم ب ِت َقوى الله، فقال الله ت َعالى: ياأ َيها َ ال ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ْ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. إ ِن الله‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ِ ً‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ُ ْ‬ ‫ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، ياأ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫وسل ّموا ت َسل ِي ْما.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ‬ ‫ّ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحبه ومن ت َبع هداه. واعل َموا أ َن الله سب ْحان َه صلى على ن َب ِي ّه قدي ْما.com‬‬ ‫14‬ ‫‪Tiga Amalan Baik‬‬ ‫‪Oleh: Muhammad Ali Aziz‬‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله، أ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله‬ ‫ِ ْ َ َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ِ‬ ‫وحدَهُ ل َ شري ْك ل َه وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه ل َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ ن َب ِي ب َعدَه.‫َ َ‬ ‫َ ُ َ ُ َ ّ‬ ‫ال ْمعت َب َر.wordpress. الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ ي ْت‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ َ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، في ال ْعال َمي ْن إ ِن ّك‬ ‫َ ِ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫حمي ْدٌ مجي ْد.id/khutbah‬‬ ‫‪Posted By http://ichsanmufti.

Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Istikharah.” (HR. Fushshilat: 30) 2. ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’. agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Muslim). “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Istiqomah. 1. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda: ‫عن أ َب ِي سفيان ب ْن عب ْد الله رضي الله عن ْه قال: قل ْت يا‬ ِ َ ِ ِ َ ِ َ َ ْ ُ َ ُ ُ َ َ ُ َ ُ ْ َ َ ‫رسول ْ الله، قل ل ِي في ا ْلسل َم َقول ً ل َ أ َسأ َل ُه عن ْه أ‬ ْ ُ ِ َ ْ ُ َ ‫ْ ُ َ ُ حدا‬ ِ ْ ً َ ْ ِ ْ َ ِ ‫. Oleh sebab itu. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Ada senyum ada tangis. Kadang naik kadang turun. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup. Ada suka ada duka. dicaci dipuji. ibadah tidak ikut redup.” (Qs.)غي ْرك. Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan. selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup. قال: قل آمن ْت بالله ث ُم است َقم. tetap memperhatikan haram halal. Nabi menjawab.‫من كان ي ُؤمن بالله وال ْي َوم ِ الخر فل ْي َقل خي ْرا أ َو ل ِي َصمت‬ ْ ُ ْ ِ ُ ِ ْ َ َ ْ َ ْ ً َ ْ ُ ْ َ ِ ‫. sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan. selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah.))رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة‬ . Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS.Kaum Muslimin Yang Terhormat Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar. Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut: “Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. kantong kering atau tebal. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut. )رواه مسلم‬ ْ ِ ْ ّ ِ ِ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ َ َ ِ ِ ْ . sujud pantang berhenti. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah. Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Maka seorang muslim yang benar. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. ada siang dan ada malam. tidak ada kebebasan yang tanpa batas. dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. dan janganlah kamu merasa sedih. Akan tetapi menurut Islam.

banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Istighfar. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). (HR. Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari). Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita. jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita. Malas adalah bagian dari musuh kita. Thabrani dari Anas) 3. Dalam persoalan ekonomi. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati. maka yang diobati adalah sifat malas itu.Baihaqi dari Jabir). melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah. cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR. sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. maka berkatalah yang baik atau diamlah. (HR. agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. jangan diucapkan.Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir. malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan. Para pakar barang kali untuk saat-saat ini. maka kreatifitas dan etos . Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhirakhir ini dengan dalih kebebasan. lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat.ما خاب من استخار ول ندم من استشار ول عال من اقتصد‬ Tidak akan rugi orang yang beristikharah.‫أتاني جبريل فقال: يا محمدا عش ما شئت فإنك ميت، وأحبب ما شئت فإنك مفارق، واعمل ما شئت فإنك مجزي به‬ ِ ِ ّ ِ ْ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ َ ْ َ ٌ ِ َ ُ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ْ ََ ٌ ّ َ َ ّ ِ َ َ ْ ِ َ ْ ِ ً ّ َ ُ َ َ َ َ ُ ْ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ‫. memohon ampun kepada Allah. karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif. Saatnya kita instropeksi masa lalu. Mengenai kebebasan ini. Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. beliau bersabda: . yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati. Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah. Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa.))رواه البيهقي عن جابر‬ Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu. Jika kesulitan ekonomi tersebut. Oleh karena ia harus diobati. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ َْ ِ َ َ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ ِ َ َ َ َ َ َْ ِ َ َ َ َ ‫. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas.

kepada kaumnya: “Dan (Hud) berkata. الل ّهم صل‬ ً َ ْ َ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ ّ ُ َ ‫على محمد وعلى آل ِه وأ َصحابه أ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن. maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat.‫َ ْ َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما‬ ّ ْ ً ْ ُ ْ َ َ َ ِ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على محمد وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫ِ َ صحاب ِه وقراب َت ِه‬ ِ َ َ َ ِ َ ْ ،‫وأ َزواجه وذُريات ِه أ َجمعي ْن. Jika itu penyebabnya. إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه‬ ّ ّ َ ِ َ ِ ْ َ َ َ ْ ْ ْ َ ِ َ ُ َ َ َ ْ ُ َ ‫يصل ّون على الن ّ ِبي، ياأ‬ ّ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل‬ َ َ َ ْ َ ُ . الل ّهم أ َصل ِح جمي ْع ول َةَ ال ْمسل ِمي ْن‬ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ّ َ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َ ‫وان ْصر ا ْلسل َم وال ْمسل ِمين، وأ َهل ِك ال ْك َفرةَ وال ْمشركين وأ‬ ‫َ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ عل‬ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ َ ِ ُ ْ ‫ك َل ِمت َك إ ِلى ي َوم الدّي ْن. Para Jamaah yang dimuliakan Allah Sekali lagi.‫َ ِ َ َذاب النار‬ َ ِ ّ ْ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال‬ ‫قربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ . tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ ُ ُ َ Khutbah Kedua ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ّذي أ َمرنا ب ِا ْل ِت ّحاد وا ْل ِعت ِصام ِ ب ِحب ْل الله ال ْمت ِي ْن.kerja umat yang harus kita tumbuhkan. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال‬ َ َ َ َ ‫ُ ْ ِ َ َ مسل ِمات‬ ِ ْ ِ َ ْ ُ ّ ُ ْ ِ ِ ْ َ َ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك ق‬ ْ ُ َ َ ‫ري ْب مجي ْب‬ ِ َ ْ ِ َ ِ ِ ْ ُ َ ُ ِ ُ ٌ ِ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ‫الدّعوات ويا قاضي ال ْحاجات. Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة حسن َة‬ ً َ َ ِ َ ِ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ ِ َ ُ َ َ َ َ ‫وقنا ع‬ . Agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan. Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah. niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. tidak bisa tidak kita harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah. أ َشهد‬ َ َ َ ْ ِ ِ ِ ُ َ ْ َ ْ َ َ ْ ِ َ َ ِ َ ِ َ ‫أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َشريك ل َه، إياه ن َعبد وإياه ن َست َعين. mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya.‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك ّرون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظيم يذْك ُرك ُم وادعوه يست َجب ل َك ُم ول َذك ْر الله أ‬ ْ‫ِ ك‬ َ . Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Amin ‫أ َقول قو لي هذا وأ َست َغفر الله ل ِي ول َك ُم فاست َغفروهُ ا ِن ّه هو‬ ِ ْ َ ُ ُ َ َ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ْ َ ْ ُ ِ ْ ْ َ َ َ .‫ب َر‬ ْ ِ ْ َ ُ ْ ُ ْ َ ْ ْ َ َ ْ ِ َ َ ُ ُ ِ َ ْ ُ 42 . Istikharah dan Istighfar. عبادَ الله، ا ِت ّقوا الله ما‬ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ َ ‫است َطَعت ُم وسارعوا إ ِلى مغفرة رب ال ْعال َمي ْن. hai kaumku. Hud:52). الل ّهم افت َح ب َي ْن َنا وب َي ْن قومنا بال ْحق‬ ْ ْ ّ ُ َ ِ َ َ ّ َ ِ ّ ِ ْ َ َ َ َ َ ِ َ َ َ ِ َ َ ‫وا َن ْت خي ْر ال ْفات ِحي ْن. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. وأ‬ ُ ِّ َ ُ ُ ْ ُ ِّ ُ َ ْ ِ َ ‫ْ ِ ْ ُ َ شهد‬ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ َ َ ِ َ ّ‫أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ا َل ْمب ْعوث رحمة ل ِل ْعال َمي ْن.

Di antaranya Rasulullah n melihat adanya beberapa orang yang tengah disiksa di Neraka. menginjak orang-orang tersebut yang tidak mampu bergerak dan pindah dari tempatnya disebabkan perutnya yang sangat besar seperti rumah. Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berupa Isra’ Mi’raj.‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ‫ياأ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‫ال ْحسن َة ت َمحها وخال ِق الناس ب َخل ُق حسن‬ َ َ َ ُ ْ َ َ َ ّ ٍ َ َ ٍ ُ َ ِ Kaum muslimin seiman dan seaqidah Tepatnya ketika Allah Subhannahu wa Ta'ala memberikan mukjizat kepada hamba dan kekasihNya. ي ُصل ِح ل‬ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫ْ ْ ك ُم‬ ُ َ َ َ ِ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . “Wahai Jibril.‫ضللة‬ ٍ َ َ ُ ‫فيا عباد الله، أ‬ َ َ ِ ‫ِ وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون‬ َ َ ِ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ َ ِ َ َ َ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ْ ُ ُ :‫ال ْمت ّقون، حي ْث قال ت َبارك وت َعالى في ك ِتاب ِه ال ْعزي ْز‬ ِ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ُ ‫ياأ َيها َ ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم‬ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ ْ ُ ْ َ َ ِ َ ّ َ َ . pada saat itu pula Allah Ta'ala perlihatkan berbagai kejadian kepada beliau yang kelak akan memimpin jaga raya ini. Melintas bagaikan kumpulan onta yang sangat kehausan. Para pengikut Fir’aun ini melintasi orang-orang yang sedang disiksa api dalam Neraka tadi. siapakah orangorang yang diinjak-injak tadi?” Jibril menjawab.Akibat Memakan Harta Riba Oleh: Ade Zarkasyi bin Sabit ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ ُ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهد الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Kemudian Allah Ta’ala tempatkan orang-orang tersebut di sebuah jalan yang tengah dilalui kaumnya Fir’aun yang mereka adalah golongan paling berat menerima siksa dan adzab Allah di hari Kiamat.‫مسل ِمون‬ َ ْ ُ ْ ّ َ ‫ياأ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ . Ibnu Hisyam. perut mereka besar bagaikan rumah yang sebelumnya tidak pernah disaksikan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada malaikat Jibril yang menyertainya. “Mereka itulah orang-orang yang makan harta riba. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ّ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.” (lihat Sirah Nabawiyah. Maka . 2/252).‫عظِي ْما‬ َ ً َ ‫وقال عل َيه الصل َةُ والسل َم: ا ِت ّق الله حيث ما ك ُن ْت وأ‬ ‫َ َ ت ْب ِع السي ّئ َة‬ َ ّ ِ ْ َ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ َ َ ّ َ ِ ِ . الل ّهم صل وسل ّم على ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ َ ً ّ َ ُ ٍ ّ َ ُ َ ْ ُ َ َ َ َ ‫صلى ا لله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ‬ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ ّ َ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان‬ ْ َ َ ِ َ ْ ْ ُ َ ٍ َ ْ َ ‫إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن، أ َما ب َعد؛‬ ُ ْ ّ ْ ِ ّ َ ٍ ّ َ ُ ُ ‫فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صلى الله‬ َ ِ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ِ ّ َ ٌ َ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل ب ِدْعة‬ ٍ َ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ َ ُ ِ ْ ُ ّ َ َ َ َ َ ِ َ . riba diartikan dengan bertambahnya harta pokok tanpa adanya transaksi jual beli sehingga menjadikan hartanya itu bertambah dan berkembang dengan sistem riba. Dalam syariat Islam.

padahal mereka ingin berjalan bergegas-gegas bersama kumpulan manusia lainnya namun tiada sanggup melakukannya akibat maksiat dan perbuatan dosa yang mereka pikul. maka perbuatan ini adalah riba yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam. (QS.” (Lihat Al-Kaba’ir. bahkan dalam riwayat yang shahih. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat): Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. (HR.‫سواء‬ ٌ َ َ Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam melaknat orang yang memakan riba. Imam Qatadah juga berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta riba akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila sebagai tanda bagi mereka agar diketahui para penghuni padang mahsyar lainnya kalau orang itu adalah orang yang makan harta riba. 1/40).” (Fathul Bari. Dalam menafsirkan ayat ini. atau dengan barang yang dipinjamkannya itu menjadikan keuntungan seseorang bertambah dan terus mengalir. maka mulutnya diisi batu oleh orang tersebut sehingga menjadikan dia kembali ke tempatnya semula di dalam sungai. sahabat Jabir Radhiallaahu anhu mengatakan: َ َ ُ َ َ َ ِ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫ آك ِل الربا وموك ِل َه وكات ِب َه وشاهدَي ْه، وقال: هم‬n ‫ل َعن رسول الله‬ ِ َ َ ُ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ّ . Akhirnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bertanya kepada dua orang yang membawanya pergi.setiap pinjaman yang diganti atau dibayar dengan nilai yang harganya lebih besar. Kaum muslimin sidang Jum’at yang berbahagia… inilah siksa yang Allah berikan kepada orangorang yang suka makan riba. penulisnya dan kedua orang yang memberikan persaksian. (QS. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. Apabila orang yang berada di dalam sungai hendak keluar. . dan telah menjadi ijma’ kaum muslimin atas keharamannya. Al-Baqarah: 275). hal. sahabat Ibnu “Abbas Radhiallaahu anhu berkata: “Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan gila lagi tercekik”. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. 3/321-322). mereka jatuh kembali. maka dikatakan kepada beliau: “Orang yang engkau saksikan di dalam sungai tadi adalah orang yang memakan harta riba. Al-Baqarah: 270). 53). no. Dalam Shahih Al-Bukhari dikisahkan. bahwasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bermimpi didatangi dua orang laki-laki yang membawanya pergi sampai menjumpai sebuah sungai penuh darah yang di dalamnya ada seorang laki-laki dan di pinggir sungai tersebut ada seseorang yang di tangannya banyak bebatuan sambil menghadap ke pada orang yang berada di dalam sungai tadi. Maha Besar Allah yang telah berfirman: “Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran tekanan penyakit gila. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa”. 1598). Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Allah menghilangkan berkah riba dan menyuburkan shadaqah. Muslim. Imam AdzDzahabi. Setiap kali akan bangkit berdiri. dan beliau bersabda: “Mereka itu sama”. Barang-barang haram yang tiada terhitung banyaknya sampai menyusahkan dan memberatkan mereka ketika harus cepat-cepat berjalan pada hari Pembalasan. yang memberi makan riba.

Riba dianggap sama dengan jual beli yang diperbolehkan menurut syari’at Islam. Dengan sekuat tenaga mereka berusaha untuk menularkan penyakit ini ke dalam tubuh umat Islam melalui bank-bank yang telah banyak tersebar. 4/131). kecuali telah mereka halalkan sendiri siksa Allah atas diri mereka. bahkan telah menjadikan hubungan seorang hamba dengan Rabbnya semakin dangkal yang tidak lain dikarenakan perutnya yang telah dipadati benda-benda haram. Sehingga nasi yang dimakannya menjadi haram. bahwasannya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: . Ali Imran: 100). Mereka banyak membantai umat Islam. pakaian yang dikenakannya menjadi haram. karena Allah yang menurunkan hukumNya atas manusia telah mengizinkan malapetaka atas suatu kaum jika kemaksiatan dan kedurhakaan telah merejalela di dalamnya. lebih-lebih dengan semaraknya kasus-kasus pencurian dan perampokan serta berbagai adegan kekerasan yang semakin merajalela. Mereka jadikan umat ini khawatir untuk menyimpan uang di rumahnya sendiri seiring disajikannya adegan-adegan kekerasan yang menakutkan masyarakat lewat jalur televisi dan media-media massa lainnya. dan barang-barang perkakas di rumahnya pun menjadi haram. niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi kafir sesudah kamu beriman. Bahkan sistem simpan pinjam dengan bunga pun sudah dianggap biasa dan menjadi satu hal yang mustahil bila harus dilepaskan dari perbankan. Kalau sudah seperti ini. . Umat tidak lagi memperhatikan mana yang halal dan mana yang haram. jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi AlKitab (Yahudi dan Nashrani). Lalu pantaskah bila umat Islam mengikuti pola hidup suatu kaum yang Allah pernah mengutuknya menjadi kera dan babi. (QS. bagaimana mungkin do’a yang dipanjatkan kepada Allah akan dikabulkan jika seluruh harta dan makanan yang ada dirumahnya ternyata bersumber dari hasil praktek riba.” (Lihat Majma’Az-Zawaid.” (QS. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Abu Ya’la dan isnadnya jayyid. bahkan ASI yang diminum oleh si kecil pun menjadi haram. padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya. Musibah dan bencana telah meresahkan masyarakat. namun diam-diam tanpa disadari di antara kita telah ada yang membantu mereka membantai saudara-saudara kita semuslim dengan mendepositokan uang kita di bank-bank mereka. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka siksa yang pedih”. menghimpun dana demi melancarkan rencana-rencana jahat zionis dan acara-acara kristiani lainnya. Kini kita saksikan. Sebenarnya praktek riba pada awal mulanya adalah perilaku dan tabi’at orang-orang Yahudi dalam mencari nafkah dan mata pencaharian hidup mereka. sedangkan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. gara-gara bunga berapa banyak orang yang semula hidup bahagia pada akhirnya menderita tercekik dengan bunga yang ada. sehingga umatpun bergegas mendepositokan uangnya di bank-bank milik mereka yang mengakibatkan keuntungan yang besar lagi berlipat ganda bagi mereka. dan karena mereka memakan harta orang lain dengan jalan yang bathil. Dalam firmanNya Allah Subhannahu wa Ta'ala menegaskan: “Dan disebabkan mereka (orang-orang Yahudi) memakan riba. An-Nisa’: 161). motor yang dikendarainya pun haram.‫ما ظَهر في قوم ٍ الزنى والربا إ ِل ّ أ َحل ّوا ب ِأ َن ْفسهم عقاب الله‬ َ ّ ِ َ َ ِ ْ ِ ِ ُ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ ْ ِ َ َ “Tidaklah perbuatan zina dan riba itu nampak pada suatu kaum.Semaraknya praktek riba selama ini tidak lepas dari propaganda musuh-musuh Islam yang menjadikan umat Islam lebih senang untuk menyimpan uangnya di bank-bank. Dan dari bencana yang ditimbulkan karena memakan riba tidak saja hanya sampai di sini. Imam Al-Haitsami.

marilah kita memunajatkan do’a kepada Allah sebagai bukti‬‬ ‫.‪oleh para pendahulu kita dari generasi salafush-shalih‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم. mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepadaNya.‬ ‫َ َ ٌ‬ ‫‪Dalam khutbah kedua ini. الل ّهم اغفر ل َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ْ َ ِ َ َ‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ ْ نا‬ ‫َ‬ ‫ُ ّ‬ ‫ول ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ‬ ‫وا ْل َموات، يا مجي ْب الدّعوات. karena tidak ada obat penyembuh dari kesalahan dan kedurhakaan‬‬ ‫‪yang telah kita lakukan kecuali hanya dengan mengakui segala dosa kita lalu beristighfar‬‬ ‫‪memohon ampun kepada Allah dan untuk tidak mengulanginya kembali sambil beramal shalih‬‬ ‫‪menjalankan ketaatan unukNya. أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫ل ِي ول َك ُم. marilah kita sering-sering‬‬ ‫‪beristighfar kepada Allah.‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ُ َ َ َ َ‬ ‫وصلى الله على ن َب ِي ّنا محمد صلى الله عل َي ْه وسل ّم، سب ْحان رب ّك‬ ‫ُ َ ِ َ َ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫رب ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ لله رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫العال َمي ْن. yang telah ditempuh‬‬ ‫. dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa. sebagaimana yang dikatakan Nabi Hud Alaihissalam kepada‬‬ ‫:‪kaumnya‬‬ ‫‪“Hai kaumku.‫‪Semoga Allah senantiasa menunjukkan kita kepada jalanNya yang lurus.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ ُ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫الل ّهم ل َ ت َدَع ل َنا ذَن ْبا إ ِل ّ غفرت َه ول َ هما إ ِل ّ فرجت َه ول َ دَي ْنا إ ِل ّ‬ ‫قضي ْت َه‬ ‫ً‬ ‫ْ َ‬ ‫ً‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫َ ّ ْ ُ َ‬ ‫َ َ ْ ُ َ‬ ‫ول َ حاجة من حوائ ِج الدّن ْيا والخرة إ ِل ّ قضي ْت َها يا أ َرحم الراحمي ْن. Hud‬‬ ‫‪Pada penutup khutbah ini. الل ّهم صل وسل ّم ع َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ‬ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا ورسول ِنا محمد‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ّ ٍ‬ ‫صلى الله عل َيه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫ُ َ ْ َ َ َ َ َ َ َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ِ َ صحاب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى‬ ‫ْ َ ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫يوم الدين، أ َ‬ ‫ّ ْ ِ ما ب َعد؛‬ ‫ْ ُ‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ‬ ‫فإن أ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ ِ ّ صدَقَ ال ْحدي ْث ك ِتاب الله وخي ْر ال ْهدي هدْي محمد صل الله‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ ُ‬ ‫ُ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وسل ّم، وشر ال ُمور محدَثات ُها، وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُ‬ ‫ُ ْ ِ ُ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫َ ٌ َ ل ب ِدْعة‬ ‫َ ٍ‬ ‫ٍ‬ ‫َ ّ ُ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ضللة.‬ ‫َ ِ َ‬ . niscaya Dia‬‬ ‫‪menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada‬‬ ‫. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ْ ٌ ّ ِ ٌ َ َ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. setelah kita menyadari realitas yang ada. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ّ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.” (QS. ‪bahwasanya kita ini fakir di hadapan Allah Subhannahu wa Ta'ala‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال َمي ْن والصل َةُ والسل َم على رسول الله محمد‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ َ َ‬ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه أ َجمعي ْن.)25 :‪kekuatanmu.‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفره، ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ ُ َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه.‬ ‫َ َ ْ ِ َ ِ‬ ‫ّ ِ ِ َ‬ ‫َ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ً ِ ْ َ َ ِ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ت َجعل في‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫قل ُوب ِنا غل ّ ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّكَ‬ ‫رءُوف رحي ْم.

‫َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه‬ َ ً ّ َ ُ ّ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ْ ِ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وعلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ْ َ َ ِ ُ َ ُ َ َ .. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ُ ْ ‫َ ِ َ ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ َ ‫وأ َشهد أ‬ . ي ُصل ِح ل َك ُم‬ َ َ ِ ُ َ ْ ْ ً ِ َ َ َ ْ ْ َ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ‫َ وزا‬ ً ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ِ . أ‬ ،‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله‬ ِ ِ ْ َ ّ َ ْ ُ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ َ ِ َ َ ْ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال‬ َ َ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون، وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى، حي ْث‬ ُ َ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ َ ْ ُ ُ َ ‫قال ت َعالى في كتابه ال ْك َريم، أ‬ َ َ َ َ ّ ،‫ِ ْ ِ عوذُ بالله من الشي ْطان الرجي ْم‬ ِ ِ َ ِ ْ ِ َ ِ ِ ِ ْ ُ ِ َ ِ ِ ّ :‫ب ِسم ِ الله الرحممن الرحي ْم‬ ِ ْ ِ ِ ّ ِ َ ْ ّ َ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ُ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك‬ . dari atas mimbar Jum’ah ini. sunnah. kita aplikasikan dalam setiap derap langkah hidup kita hingga akhir hayat. haram. Semua .. Pada kesempatan yang baik ini.‫عظِي ْما‬ َ ً ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال ْهدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ َ َ َ َ ّ َ ُ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك‬ ّ ‫َ ٌ َ ل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ . dengan ukuran inilah prestasi seorang manusia dinilai dihadapan Allah.. marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Ta’ala yang telah memberikan taufiq serta hidayahNya. “Tentu aku bersiap-siap dan hati-hati” Itulah taqwa. Nabiyullah Adam dan ibunda Hawa.. kata Ubay bin Ka’ab Ma’asyiral muslimin.‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ِ ّ Ma’asyiral muslimin arsyadakumullah ..‫َ َ َ َ م رقي ْبا‬ ّ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ْ ُ َ َ ُ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا. Lalu ia menjawab dengan nada bertanya: “Bagaimana jika engkau melewati jalan yang penuh onak dan duri?” Jawab Umar. manusia pada mulanya berasal dari dua orang sejoli. makruh. yaitu dengan selalu memper-hatikan syariat Allah. Karena..dari sisa-sisa waktu yang Allah berikan ini. Suatu ketika Umar Ibnul Khaththab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang gambaran taqwa itu. jama’ah Jum’ah rahimakumullah Telah dimaklumi bahwa. kita gunakan untuk selalu mening-katkan ketaqwaan kita kepada Allah. maupun yang mubah. saya wasiatkan kepada diri saya berikut jama’ah sekalian. Selanjutnya.43 Mengukir Prestasi Dihadapan Ilahi Oleh Suyadi Husein Mustofa ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ‫ُ ِ ّ ه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ ْ َ َ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. Baik berhubungan dengan hal-hal yang wajib.‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة‬ ِ َ َ ِ ْ ُ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله .. Marilah. Daripadanya berkembang menjadi banyak bangsa bahkan suku. sehingga kita masih dalam keadaan Iman dan Islam.

orang yang mempunyai jabatan dan kedudukan (tertentu yang lebih tinggi) merasa lebih baik dan pantas untuk diikuti oleh yang lain dalam segala tuntutannya. Dalam hal ini Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13. Ma’asyiral Muslimin.. yaitu seberapa ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya. tidak ada perbedaan. kuat merasa lebih baik dan harus diikuti (baca: ditakuti) oleh negara yang lain. manusia banyak yang tidak menghiraukan halal atau haram.. karena memang manusia “tidak punyak hak” untuk menghalalkan atau mengharamkan sesuatu. jama’ah Jum’ah rahimakumullah .. Renungkanlah syair seorang tabi’in Abdullah Ibnul Mubarak: . Sebagai contoh. tidak saling mengganggu. aman tentram dalam mengemban persoalan kehidupan. negara yang maju. Bahkan kadang-kadang. sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. bukan karena jumlahnya” Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ َ ٍ َ ٌ ْ َ ٍ َ ‫ل َي ْس ل َحد على أ َحد فضل إ ِل ّ بالدّي ْن أ َو عمل صال ِح. para pelakunya tidak merasa berbuat dosa. karena tipisnya ikatan manusia dengan syariat Allah. Orang kaya merasa lebih baik dari yang miskin. Karena minimnya ilmu syar’i itulah yang menyebabkan banyak manusia terjerembab ke lembah kedurhakaan dan jatuh ke lumpur dosa. Dari segi jumlah mencapai milyaran. bahkan lebih dari itu.” Disebutkan dalam ayat ini bahwa kedudukan manusia dihadapan Allah adalah sama. Ma’asyiral muslimin. tercukupi kebutuhan materi. kecuali kembali kepada syariat agama Allah. na’udzubillah. Bahkan tidak menutup kemungkinan. Tetapi sekali lagi. artinya:“Hai manusia. Saat ini. kecuali karena diinnya atau amal shalih.. Namun. Darinya pula muncul beragam bahasa.. Itulah parameter yang pada saatnya nanti akan dimintai pertanggung-jawabannya. orang yang ditakdirkan Allah mempunyai “kelebihan” dari orang yang ditakdirkan “kekurangan” itu menyu-ruh (memaksa)-nya untuk mengerjakan hal-hal yang menyalahi ajaran agama Allah. kadang (atau bahkan sering) tidak mempedulikan perintah atau larangan Allah.. yakni sombong. dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.(‫البيهقي‬ “Tidaklah seseorang mempunyai keutamaan atas orang lain.manusia dinegara manapun dinisbatkan kepada beliau berdua. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Tak pelak dari perkembangan tersebut menimbulkan rasa gembira. Padahal dari aturan agama inilah manusia diuji oleh Allah-menjadi hamba yang taat atau maksiat. termasuk teknologi yang mereka temukan.” Ma’asyiral muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah . Inilah tuntutan “kasat mata” hidup seorang manusia. bangga. Adapun yang membedakan di antara mereka adalah dalam urusan diin (agama). Jama’ah Jum’ah rahikumullah . kehidupan manusia telah berkembang dengan pesat dalam segala aspeknya. budaya dan lain-lain. Begitulah kecenderungan manusia dalam memenuhi hasrat hidupnya. Al-Hafifzh Ibnu Katsir menambahkan: “Mereka berbeda di sisi Allah adalah karena taqwanya. atau malah bangga dengan “amal dosa” itu. adat istiadat. ratusan bangsa bahkan ribuan suku yang masing-masing mengembangkan diri sesuai potensi yang bisa dikem-bangkan. dari sisi penyebaran. puas. )رواه‬ َ ِ ٍ َ ٍ َ َ ْ ِ . kalau kita renungkan semua itu adalah untuk jasmani kita (saja) agar hidup kita dalam keadaan sehat.

Kalau kita tidak mempedulikan syari’at Allah. maka hilanglah sebagian dari dirimu. Perhatikanlah wasiat Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai manusia. serta meninggalkan yang haram dan makruh. mulia!) Ataukah prestasi fajirun. taqwa.ُ ْ َ َ ِ ْ َ َ ْ ُ َ ‫رأ َي ْت الذّن ُوب ت ُمي ْت ال ْقل ُوب وي ُورث ُك الذّل ا ِدْمان ُها، وت َرك الذّن ُوب‬ َ ْ ُ ِ ُ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ .” Ma’asyiral muslimin. . Apakah kita termasuk zhalimun linafsih. karimun (baik.‫حفت ال ْجن ّة بال ْمكاره وحفت النار بالشهوات‬ ِ َ َ ّ ِ ُ ّ ِ ّ ُ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ ِ ّ ُ “(Jalan) menuju Jannah itu penuh dengan sesuatu yang tidak disukai manusia. amal maksiat yang telah kita lakukan yang menyebabkan kita (nantinya) terseret kedalam Neraka . jama’ah Jum’ah rahimakumullah . dan (jalan) Neraka itu dilingkupi sesuatu yang disukai oleh syahwat” Semoga Allah mengumpulkan kita dalam umatNya yang terbaik dan terjauhkan dari ketergelinciran ke dalam jurang kemaksiatan. Umat Islam (termasuk saya dan jama’ah sekalian) telah diberi hidayah berupa Al-Qur’an (dan As-Sunnah). muqtashid. Sudah berapa pula.‫أ َي ّها الن ّاس إ ِن ّما أ َن ْت أ َيام، ك ُل ّما ذَهب ي َوم ذَهب ب َعضك‬ َ َ ٌ ْ ٌ ّ َ َ َ َ Marilah. atau saabiqun bil khairat bi idznillah. Selanjutnya tinggal bagaimana umat Islam menerjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Na’udzu billah. Sedang meninggalkan dosa itu menghidupkan hati. segera bertobat untuk ‘mengukir” dengan amal taat terhadap Allah dan Rasulnya..‫حياةُ ال ْقل ُوب وخي ْر ل ِن َفسك عصيان ُها‬ َ َ ِ ْ ُ َ َ َ َ ْ ِ ٌ “Aku lihat perbuatan dosa itu mematikan hati. hina) Dalam hal mana? Yaitu sejauh mana kita menyikapi ajaran Allah dan RasulNya. syaqiyun. Amin . taqiyyun. Sabiqun bil khairat: Orang yang mengerjakan kewajiban dan yang sunnah.. setiap ada sehari yang berlalu. Apalagi penjara Allah yang berupa siksa api Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan bebatuan. meninggalkan yang diharamkan. celaka. Al-Hafizh Ibnu Katsir memberikan pengertiannya masing-masing sebagai berikut: • • • Zhalimun linafsihi: Orang yang enggan mengerjakan kewajiban (syariat) tetapi banyak melanggar apa yang Allah haramkan (yang dilarang) Muqtashid: Orang yang menunaikan kewajiban. Itulah ujian Allah kepada kita. Dalam tafsirnya.. • • • Sudah berapa umur kita yang berlalu begitu saja .. dan baik bagi diri(mu) bila meninggalkannya” Prestasi manakah yang akan kita ukir? Prestasi barrun. Dzalilun (ahli maksiat. Sudah berapa amal taat yang telah kita kumpulkan sebagai investasi di sisi Allah . sebagaimana sabda Rasul SAW. Tetapi semua itu terpulang kepada kita masing-masing. ketahuilah bahwasanya engkau adalah (kumpulan) hari-hari. tidak mustahil kita akan mendekam di dalamnya. membiasakannya akan mendatangkan kehinaan. kadang meninggalkan yang sunnah dan mengerjakan yang makruh. bahkan meninggalkan sebagian yang mubah (karena wara’nya) Tak seorang pun di antara kita yang bercita-cita untuk mendekam dalam penjara. ُ َ ُ ْ َ َ .

‬ ‫َ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫ّ ُ َ َ‬ ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه والصل َةُ والسل َم على رسول الله، ول َ حول ول َ قوةَ إ ِل ّ‬ ‫َ ْ‬ ‫ّ‬ ‫ُ ّ‬ ‫َ ْ َ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ‬ ‫ِ َ‬ ‫بالله.. رب ّنا وءات ِنا‬ ‫َ ِ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ ّ ْ َ ّ‬ ‫َ ْ ِ ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ ّ َ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ماوعدت َنا علىرسل ِك ول َت ُخزنا ي َوم ال ْقيامة إ ِن ّك ل َت ُخل ِف ال ْميعاد. أ ُ‬ ‫وصي ْك ُم وإ ِياي ب ِت َقوى الله،‬ ‫ِ‬ ‫ْ ِ‬ ‫ْ َ ّ َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ ْ َ َ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ ِ َ‬ ‫فقدْ فاز ال ْمؤمن ُون ال ْ‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ْ ِ ْ َ مت ّقون.‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ِ َ‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ َ َ َ َ َ ُ ُ َ َ‬ ‫رب ّنآ ءات ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي ا ْل َخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُه‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ورسول ُه. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ‬ ‫ُ ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫الل ّهم أ َصل ِح ل َنا دي ْن َنا ال ّذي هو عصمة أ َمرنا، وأ َصل ِح ل َنا دُن ْيانا ال ّت ِي‬ ‫َ َ‬ ‫َ ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ ُ َ ِ ْ َ ُ ْ ِ َ‬ ‫ْ ْ َ ِ َ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ‬ ‫فيها معاشنا، وأ َ‬ ‫َ صل ِح ل َنا آخرت َنا ال ّت ِي إ ِل َي ْها معادُنا، واجعل ال ْحياة‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ِ َ َ‬ ‫ْ ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ َ‬ ‫َ ْ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫زيادَةً ل َنا في ك ُل خي ْر، واجعل ال ْموت راحة ل َنا من ك ُل شر. وال ْحمدُ ل ِل ّه‬ ‫ِ‬ ‫ْ َ ِ َ َ َ ْ‬ ‫رب ال ْعال َمي ْن. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن لَ‬ ‫ُ ِ ّ ُ َ َ ْ ُ ْ ْ‬ ‫َ َ َ ْ َْ ِ‬ ‫َ َّ ِ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا ع َب ْد ُه ُ وَرسوْل ُه.‬ ‫َ َ َ ً َ ِ‬ ‫َ َ َ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫ّ ِ‬ ‫رب ّنا اصرف عنا عذاب جهن ّم إ ِن عذاب َها َ‬ ‫ّ َ َ َ كان غراما..‬ ‫ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ ْ ٌ ّ ِ ٌ‬ ‫وصلى الله على محمدِ وعلى آل ِه وأ َصحابه أ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ ِ جمعي ْن.‬ ‫َ ّ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫44‬ ‫‪Cinta Dan Benci Karena Allah‬‬ ‫‪Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz‬‬ ‫إ ِن ال ْحمد َ ل ِل ّهِ ن َحمد ُه ُ وَن َست َعِي ْن ُه وَن َست َغْفره ْ وَن َعوذ ُ باللهِ من شروْرِ أ َن ْفسنا وَمن‬ ‫ُ ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ِ ْ ُ ُ‬ ‫ْ ِ ُ‬ ‫سيئات أ َع ْمال ِنا، من يهد الله فَل َ مضل ل َه ومن يضل ِل فَل َ هادي ل َه. يا أيَ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ّ ُ َ ِ َ َ ُ ْ ُ ّ ِ َ ُ ْ ّ ْ ُ ْ َ َ ّها‬ ‫ُّ‬ ‫ِْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫َ‬ .‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫ِ َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ربنآإن ّنا سمعنا مناديا ينادي ل ِليمان أ َ‬ ‫ِ َ ِ ن ءامنوا ب ِرب ّك ُم فئامنا رب ّنا‬ ‫ْ َ َ َ ّ َ َ‬ ‫ْ َ ِ ُ‬ ‫ّ ّ َ ِ َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ِ ً ُ َ ِ‬ ‫َ‬ ‫فاغفر ل َنا ذُنوب َنا وك َفرعنا سي ّئات ِنا وت َوفنا مع ا ْل َ‬ ‫ب ْرار.‬ ‫َ َ ُ ْ ُ‬ ‫الل ّهم صل وسل ّم وبارك على ن َب ِي ّك محمد وع َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ ْ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل ِه ومن ت َب ِع هداه‬ ‫ِ َ َ ْ‬ ‫َ ُ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫إ ِلى ي َوم ال ْقيامة.‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ْ َ َ َ ً َ ِ ْ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ّ َ ٍ َ ْ َ ِ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫رب ّنا اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َت َجعل في قل ُ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ ُ‬ ‫ِ َ َ ُ‬ ‫وب ِنا‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫غل ّ ل ّل ّ‬ ‫ذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إن ّك رءُوف رحي ْم.‬ ‫ّ ُ َ ّ ً‬ ‫َ ُ ُ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا اتقوا الله حق تقات ِه ول َ تموتن إل ّ وأنتم مسل ِمون.‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫ْ َ ّ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ربنا هب ِ ل َنا من أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫ِ َ َ ِ‬ ‫ْ‬ ‫معاشر ا ِل ْمسل ِمين أ َرشدك ُم الله .

sedangkan yang selain Allah Ta’ala dicintai hanya sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta’ala. yang telah menganugerakan rasa cinta dan benci dihati para makhlukNya. Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah.” (HR. ia mengatakan hadits hasan) Jamaah Jum’ah yang berbahagia. Abu Dawud dan AtTirmidzi. memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah. membenci karena Allah. dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) . ridla kepada apa yang diridlai Allah. Dalam pengertian menurut syariat. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa pula kita membenci. )رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن‬ َ َ “Barangsiapa yang mencintai karena Allah. memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi. mencegah segala yang dicegah Allah.(‫ا ْل ِي ْمان. Rasulullah juga bersabda: َ ْ َ ِ َ َ ‫من أ َحب ل ِل ّه وأ َب ْغض ل ِل ّه وأ َعطى ل ِل ّه ومن َع ل ِل ّه فقد است َك ْمل‬ ِ َ َ ِ َ َ َ ِ ّ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ .‫ضل َل َةٍ في النار‬ ِ َ ِ ّ َ ِ ‫الل ّهُم صل ع َلى محمد ٍ وَع َلى آل ِهِ وَصحب ِهِ وَمن ت َب ِعَهُم ب ِإحسان إ‬ َ َ ّ َ ّ َ . Allah Ta’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri. Jama’ah sidang Jum’ah rahimakumullah Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta’ala semata.‫الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذ ِيْ خل َقك ُم من ن َفس واحد َةٍ وَخل َقَ من ْها زوْجها وَب َث من ْهُما‬ ْ ْ ّ ْ َ َ َ ِ َ َ ِ ّ ُ َ َ َ َ ِ َ ْ ُ ُ ّ َ ‫رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآء وات ّقوا الله ال ّذ ِي ت َسآء ٍل ُون بهِ وا ْل‬ ‫ْ َ َ ْ َ ِ َ رحام إ ِن الله كان ع َل َي ْك ُم‬ ُ َ ً َ َ ً َ َ َ ّ َ َ ْ َ ْ َ َ ‫رِقيبا. tunduk dan pasrah secara total serta menghamba kepadaNya. Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. يصل ِح ل َك ُم أ‬ ُ ‫ْ ع ْمال َك‬ ‫َ م‬ ُ ّ ُ َ َ َ ِْ ْ ْ ُ ً ِْ َ ْ َّ َ ًْ ِ َ ْ ْ ْ َ َ َ ‫وَي َغْفر ل َك ُم ذ ُن ُوْب َك ُم وَمن ي ُط ِع الله وَرسوْل‬ .” (HR. maka sungguh telah sempurna Imannya. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong kepadanya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkannya. memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah. diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta’ala saja. membenci terhadap segala yang dibenci Allah. tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah.(‫الترمذي‬ “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. Jamah Jum’ah yang berbahagia. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‫أ َوث َق عرى ا ْل ِي ْمان ال ْحب في الله وال ْب ُغض في الله.‫ْ ِ ْ َ ٍ لى ي َوْم ِ الد ّي ْن‬ ْ َ ّ َ ُ ْ َ ِ Jamaah Jum’ah rahimakumullah Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wajalla.‫َ َ ُ ه فَقد ْ فاز فَوْزا ع َظ ِي ْما‬ ً َ َ َ ُ ً ْ ْ َ ْ ْ ِ ِ َ ‫أ َما بعد؛ فَإن أ‬ ّ َ ‫ّ َ ْ ُ ِ ّ صد َقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وَخي ْر ال ْهَد ْي هَد ْيُ محمد ٍ صلى الله‬ ُ َ ِ ِ َ ّ َ ُ َ ْ َ َ ِ ُ ‫ع َل َي ْهِ وَسل ّم وَشر ال ُمورِ محد َثات ُها وَك ُل محد َث َةٍ ب ِد ْع َة وَك ُل ب ِد ْع َةٍ ضل َل َة وَك‬ ّ ّ ‫َ ٌ ل‬ ٌ ْ ُ ّ ُ َ َ َ َ ْ ُ َ ّ . )رواه‬ ِ ُ ْ ِ ّ ُ ِ َ ِ ِ َ َ ُ ُ ْ .At Tirmidzi) Dalam riwayat lain. Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah. يا أ َيها ال ّذين ءامنوا اتقوا الله وقُول ُوا قَول ً سديدا.

apabila mereka itu membenci.” (Al-Mujadalah: 22) Jamaah Jum’ah yang berbahagia…… Jadi. melaksanakan ajaran Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan keyakinan yang teguh . anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka. kewala’an.” Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah . saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya.. orang tua kita. suku bangsa. tabi’in. sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Karena kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada Allah. Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi patuh terhadap perintah-perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang oleh Allah dan Rasulnya. para sahabat. dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita. Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan kebencian yang harus dicurahkan terbagi menjadi tiga kelompok: 1. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. dan seorang kafir wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat baik kepadamu. Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah. saudara-saudara kita. anak-anak kita sendiri. memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya.. tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka). Naudzubilla min dzalik. supaya hati kita dipatri dengan kecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya.. kefakiran. Mereka adalah orang-orang yang mengikhlaskan segala perbuatan dan ucapannya untuk Allah semata..adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Bahwasannya seorang mukmin wajib dicurahkan kepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu.. sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orangorang yang beriman. Mereka adalah orang-orang yang mencurahkan kecintaan. tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala Jamaah Jum’ah yang berbahagia . derajat dan kedudukan. kekeluargaan dan lain-lain. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya. kebencian dan . Orang-orang yang dicurahkan kepadanya kasih sayang dan kecintaan secara utuh. sekalipun orang orang itu bapak-bapak. Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam Ibnu Taimiyah. ketampanan.. marilah kita berlindung kepada Dzat yang membolak-balikkan hati. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta kekayaan. ataupun saudara kita yang lain. Jama’ah Jum’ah yang berbahagia . meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita.

. karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam. Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari rukun Islam baik sebagian atau keseluruhan dengan rasa mantap. maka mereka dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri mereka sendiri.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu.” (HR. seperti muamalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Himar. )رواه ابن المبارك في الزهد‬ “Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.permusuhan karena Allah ta’ala serta mendahulukan perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas yang lainnya siapapun orangnya. Pada hal jama’ah yang berbahagia. niscaya kalian akan saling mencintai. Orang–orang yang dicurahkan kebencian dan permusuhan kepadanya secara utuh. atau orang yang melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya. hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan) . Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lainnya. dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri mereka. Saling memberi hadiah Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu: ،‫ت َهادَوا ت َحاب ّوا. Dalam hal ini kita harus dapat memilah-milah. orang yang membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya.. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod. hal 712 dengan sanad shohih) 2. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta’ala. bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: َ ِ ِ َ ْ ِ ِ َ ُ ِ َ ْ َ ‫إ ِذا أ َحب أ َحدُك ُم صاحب َه فل ْي َأ ْت في من ْزل ِه فل ْي ُخب ِرهُ أ َن ّه ي ُحب ّه في الله‬ ِ ُ ِ ُ ِ َ ّ َ ْ ْ َ ‫ت َعا‬ . Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan yang baik dengan amalan yang buruk. dalam riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer 4967 Rasulullah n melaknat khamr. adapun yang ketiga 3. orang yang mengingkari asma’ wa sifat Allah ta’ala.(‫961/6، وسنده حسن‬ “Saling memberi hadiahlah kalian. 2. )رواه البخاري في الدب المفرد 021 والبيهقي‬ َ ْ َ ْ . orang yang meminumnya. atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu bida’ yang sesat dan menyesatkan.” (HR. Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara utuh. Sidang Jumah yang dimuliakan Allah Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah.” Rasulullah bersabda: “janganlah engkau melaknatnya. Sesungguhnya dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih Al-Bukhari kitab Al-Hudud). tiba-tiba sorang laki-laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam keadaan mabuk. Saat itu Abdulllah bin Himar dalam keadaan minum khamr maka dibawalah dia kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. antara lain: 1. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu.(712 ،‫َ لى. Ma’asyiral muslimin rahimakumullah . orang yang memerasnya dan orang yang minta diperaskan. orang yang menjualnya.

dan jika saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. ‫ل َ ت َدْخل ُون ال ْجن ّة حتى ت ُؤمن ُوا ول َ ت ُؤمن ُوا حتى ت َحاب ّوا، أ َول َ أ َدُل ّك ُم‬ ّ َ ْ ِ ْ ّ َ َ َ َ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ‫على شيء إذا فعل ْت ُموه ت َحاببت ُم، أ‬ َ َ ُ ‫َ ْ ٍ ِ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ْ فشوا السل َم ب َي ْن َك‬ ُ ْ ‫م. Saling mengunjungi Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah .” (Al-Hujurat:12) َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ِ ْ ِ ِ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ َ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم.” (HR. )رواه البخاري في الدب المفرد ص 48 وهو‬ َ ُ َ ِ . فاست َغفروه، إ ِن ّه هو‬ ْ ِ َ ِ ْ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ُ ُ َ ْ ِ َ َ ْ . Muslim 2/35). niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.(2/35 ،‫مسلم‬ “Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman.sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. )رواه الطبراني والبيهقي، سنده‬ ْ ّ ُ ّ ِ ْ ُ َ َ َ ُ َ َ .84) 6. jauhilah kebanyakan dari prasangka.‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang. Dan bertaqwalah kepada Allah. 5.‫ال ْغفور الرحي ْم‬ ِ ّ ُ ُ ْ ُ َ Khutbah kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه.3. أ َقول قول ِي هذا وأ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ ِ َ ّ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب.(‫حديث حسن‬ “Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa. Saling menyebarkan salam. Al-Bukhari dalam kitabnya AlAdab AlMufrad hal. Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukannya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian. tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai.” (HR. sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain.(‫صحيح‬ “Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang. )رواه‬ َ ّ ْ . ‫يا أ َبا هري ْرة! زر غبا ت َزدَدْ حبا. Meninggalkan dosa-dosa. وأ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ِ َ ِ ّ َ . صلى الله عل َي ْه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا‬ َ ً ّ َ ُ ْ ً َ َ َ ِ َ ُ ُ ْ ُ َ َ ً . Dalam hal ini Rasulullah bersabda: ّ ‫ما ت َوادّ اث ْنان في الله عز وجل أ َو في ا ْل ِسل َم ِ في َفرقُ ب َي ْن َهما إ ِل‬ ِ ْ ّ َ َ ّ َ ِ ِ ِ َ ْ َ ُ َ ُ ْ َ َ َ ‫بذَن ْب يحدث ُه أ‬ ‫ٍ ُ ْ ِ ُ حدُهما.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih) 4. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang saudaranya di saat tidak ada.” (HR.

3.. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah. Mendapatkan Kemuliaan dari Allah. Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya n. Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. 2. mendapatkan kemuliaan dari Allah.‫ِ ك ْب َر‬ ُ 45 Potret Haji Kita. meraih manisnya Iman. الل ّهم صل على محمد وعلى آل ِه وصحب ِه‬ ِ ْ َ َ ِ ْ ً ْ ُ َ َ ِ َ ْ ‫أ َجمعي ْن.‫رون‬ ِ ِ ْ َ ْ ُ َ ْ َ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ‫فاذْك ُروا الله ال ْعظِي ْم ي َذْك ُرك ُم واسأ َل ُوهُ من فضل ِه ي ُعطِك ُم ول‬ َ ‫ْ َ ذك ْر‬ ْ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ ِ ْ ْ َ ْ ْ ُ َ ‫الله أ‬ . Meraih kesempurnaan iman. الل ّهم اغفر ل ِل ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات وال‬ ْ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ َ مسل ِمي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ ْ ُ ّ ُ َ َ ِ َ ْ ْ ِ َ َ َ ‫وال ْمسل ِمات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك على ك ُل شيء قدي ْر. Mendapatkan kecintaan Allah. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya.Jama’ah Jum’at yang berbahagia . Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah: 1. Antara Cita-Cita Dan Fakta Oleh: Agus Hasan Bashori. mendapatkan kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi. سب ْحان رب ّك رب ال ْعزة عما ي َصف‬ ،‫ِ ون‬ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ َ ً َ َ ّ َ ِ ّ ِ ِ ّ َ ‫وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب ال ْعال‬ َ َ ٌ َ َ . Merasakan manisnya iman. َ َ َ ْ َ ‫إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ّ ّ َ ّ ُ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ّ َ ّ ُ َ ‫عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما. رب ّنا اغفر ل َنا ول ِوال ِدَي ْنا‬ َ َ َ ٌ ِ ّ ٌ ْ َ َ َ َ ْ َ َ َ ِ َ َ َ ْ ِ ْ ‫وارحمهما ك َما رب ّيانا صغارا. mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة وفي الخرة‬ ِ َ ً َ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ َ ِ َ ُ ْ َ ْ َ ً َ ِ َ َ َ َ ُ ُ‫حسن َة وقنا عذاب النار. pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat. 4. رب ّنا‬ َ َ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ِ َ ْ ِ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ِ ِ َ ْ ّ ‫اغفر ل َنا ول ِخوان ِنا ال ّذي ْن سب َقونا ب ِا ْل ِي ْمان ول َ ت َجعل في قل ُوب ِنا غل‬ ُ ْ ِ ْ َ ْ ُ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ َ ْ ِ ْ َ ِ َ ‫ل ّل ّذي ْن ءامن ُوا رب ّنا إ ِن ّك رءُوف رحي ْم. 6.. Amiin. 5.‫َ مي ْن‬ ّ َ ِ َ ْ ُ َ ِ ْ َ َ َ ‫عبادَ الله، إ ِن الله ي َأ ْمرك ُم بال ْعدْل وا ْل ِحسان وإيتآئ ذي ال ْقربى‬ ِ ِ َ ِ َ ِ َ ْ ِ ّ َ ْ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ْ ُ ُ ّ ‫وي َن ْهى عن ال ْفحشآء وال ْمنك َر وال ْب َغي ي َعظُك ُم ل َعل ّك ُم ت َذَك‬ َ . Masuk Surga Jama’ah Jum’ah yang berbahagia Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Lc ‫ا َل ْحمدُ ل ِل ّه ال ْواسع ال ْعظِي ْم ِ ال ْب ِر الرحي ْم ِ خل َق ك ُل شيء فقدّره‬ ِ ّ ِ َ ُ َ َ َ ٍ ْ َ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ِ َ َ ‫وأ َن ْزل الشرع فيسره وهو ال ْحكيم ال ْعل ِيم، بدأ َ ال ْخل ْق وأ‬ َ َ َ ‫َ َ َ ن ْهاهُ وي َسر‬ َ َ ُ ْ َ َ ُ ْ ِ َ َ ّ َ َ ُ َ ُ َ ّ َ َ َ ْ ّ . Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kita.

‫َ َ ْ ُ ْ ن الله مع ال ْمت ّقي ْن‬ ّ َ َ َ ُ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ُ َ ِ َ َ ِ Jamaah shalat jum’at yang berbahagia Marilah kita tingkatkan Iman dan taqwa kepada Allah karena hanya dengan taqwa kita akan mendapatkan ampunan. “Haji adalah bermaksud (berkeinginan dan bersengaja).. merangkum sejuta hikmah. melainkan karena mengikuti sunnah rasul. keduanya menghantarkan seseorang menuju cita-cita. Berbai’at untuk ُ َ ِ َ ِ َ ْ . Tetapi tujuannya adalah pemilik rumah ‫. Dulu orang musyrik mencium batu karena untuk menyembah batu. sementara maksud dan niat. memenuhi panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala.رب الكعبة‬ Begitu pula mencium hajar aswad. Tidak ada ibadah seagung ibadah haji. Inilah pembeda antara musyrik dan muslim. pertolongan dan surgaNya yang agung. وأ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ِ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ ُ َ ِ ِ َ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ْ ‫في أ ُل ُوهي ّت ِه ورب ُوب ِي ّت ِه. الل ّهم صل وسل ّم عل َي ْه وآل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعه في‬ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ ّ َ ّ ُ َ ِ ِ ِ ِ َ ْ ِ ُ َ َ ‫سن َت ِه. Karena itu haji merupakan tiang kelima dari kelima pilar utama dalam Islam. Betapa tidak Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Abdir Rohman Al-Bukhari Alhanafi Azzahid (546 H) menjelaskan. Pada hari ini kita saksikan bersama persiapan dan pem-berangkatan para jemaah calon haji.‫ي َقعدُون في ْه عن ا ْل َسفار وال ْقتال ا ِست ِعدادا ل ِحرام ٍ بال ْحج‬ ّ َ ِ ً َ ْ ْ َ ْ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ْ . Di lihat dari sebutannya saja ibadah ini sudah unik. Maka barangsiapa yang menjabatnya (menyentuhnya) atau menciumnya maka seolah-olah ia menjabat (tangan) Allah dan mencium tangan kananNya. tidak ada sesuatu agama yang memiliki konsep ibadah seperti konsep haji Islam. Tatkala seorang haji tiba di ka’bah. Kita rasakan bersama betapa kebahagiaan telah menghiasi wajah mereka dan sejuta harapan telah tertanam dalam di lubuk hati mereka.” Karena itu ketika menyentuhnya seorang haji harus mengingat bahwa ia sedang berbai’at kepada Allah (pencipta dan pemilik batu yang telah memerintah untuk menyentuhnya). dan sebelumnya dia sudah mengetahui bahwa pemilik rumah (ka’bah) tidak berada di sana. Haji mengandung seribu makna.َ :‫ال ْفل ْك وأ َجراهُ وهو ال ْعزي ْز ال ْحك ِي ْم، ال ْقائ ِل في ال ْك ِتاب ال ْك َري ْم‬ ِ ُ ُ ِ َ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ َ ُ ِ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ‫) التوبة: 63( أ َحمدُهُ على جل َل ن ُعوت ِه وك َمال صفات ِه وأشك ُرهُ على‬ َ َ ْ ُ ْ َ ِ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ُ ِ َ ‫ت َوفيقه وسوابغ ن ِعمت ِه. satu dari empat bulan yang disebut dengan bulan-bulan haram ‫ اشهر الحرم‬dan satu dari tiga bulan haji yang disebut dengan ‫ أشهر معلومات‬di sebut Dzul Qa’dah karena mereka: “Mereka duduk (tinggal dirumah) tidak melakukan perjalanan maupun peperangan sebagai persiapan untuk melakukan ihram haji”. معاشر ال ْمسل ِمين ا ِت ّقوا الله واعل َموا أ‬ ُ . وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه، ال‬ ‫َ َ ُ ْ ُ مب ْعوث‬ ُ ْ ُ َ َ ً ّ َ ُ ّ ِ َ ْ َ ِ ْ ُ َ ِ ِ ْ َ ‫إ ِلى جمي ْع ب َري ّت ِه. manakala saudara-saudara kita tadi meninggalkan kampung halamannya terbang menuju kiblat umat Islam sedunia. Karena beliaulah yang mencontohkan kita untuk melakukan yang demikian. bukan berarti dan bukan kerena menyembah batu. Tetapi sekarang Muslim mencium batu untuk mengikuti sunnah rasul yang diantara hikmahnya adalah seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu . maka dia berputar mengelilingi rumah : Thawaf mengisyaratkakn bahwa ka’bah bukanlah maksud dan tujuan. manakala ibadah ini adalah ibadah yang paling besar dan ketaatan yang paling berat maka disebut ibadah yang paling utama” yaitu Al-Haj yang berarti alqashdu. niat adalah amal yang paling mulia karena ia adalah pekerjaan anggota yang paling utama yaitu hati. Kita sekarang berada pada bulan Dzul Qa’dah bulan kesebelas dari bulan Qamariyah. “Hajar Aswad adalah bagaikan tangan kanan Allah dimuka bumi ini.

selalu taat dan tunduk kepadaNya.‫وت َزودُوا فإ ِن خي ْر الزاد الت ّقوى‬ ِ ّ َ ْ َ َ ّ َ ْ ّ َ َ “Berbekallah. mentri maupun seorang kiayi. kini aku siap menghamba kepadaMu. BagiMu segala ciptaan. Ma’asiral muslimin rahimakumullah. maka selamatkan aku dari adzabMu. Maka sebuah negara semakin banyak muslim dan muslimah yang taat. Inilah yang disyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya: . Karena maksud kita bukan ‫ البيت‬tetapi ‫ رب البيت‬dan karena unsur niat begitu utama dan penting maka Allah brfirman: . menanggalkan segala atribut dan jabatan. polisi. pegawai. dokter. dosa-dosa yang lalu. 197). artis. (AlBaqarah: 197) Seorang yang beribadah haji tidak boleh melakukan rofats yaitu jima dan segala ucapan dan perbuatan yang behubungan dengan seksual. bagiMu segala aturan dan perundang-undangan. lalu aku berdiri di depan pintuMu. Aku singgah di sisiMu. baik calon haji itu seorang petani. Aku tidak peduli berpisah dengan anak dan istriku. maka tidak boleh rafats. Tidak boleh melakukan Fusuq yaitu segala bentuk maksiat dan tidak boleh melakukan jidal yaitu perdebatan yang mengikuti hawa nafsu. negara itu akan semakin aman makmur dan sentosa. tua maupun muda.‫وأ َت ِموا ال ْحج وال ْعمرةَ ل ِل ّه‬ ِ ّ َ َ ْ ُ َ ّ َ “Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah” Karena itu pulalah para ulama menganjurkan bahwa kewajiban pertama bagi calon haji adalah bertaubat. merendahkan diri dan berkiblat kepadaMu.‫ل َب ّي ْك الل ّهم ل َب ّي ْك، ل َب ّي ْك ل َ شري ْك ل َك ل َب ّي ْك‬ ّ ُ Ia akan menghayati seolah-olah berucap: Ya Allah aku datang. dan harus ingat barang siapa yang menghianati bai’at maka ia berhak mendapatkan murka dan adzab Allah. yang diantara tandanya adalah sepulang haji ia tidak akan mengulang maksiat. memenuhi panggilanMu. Bertaubat dari semua dosa dan maksiat. ia akan tampil sebagai muslim yang shalih dan muslimah yang shalihah. Maka barang siapa yang telah sukses memenuhi perintah Allah tersebut ia akan mendapatkan haji yang mabrur. berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Jika calon haji sudah bertaubat maka ia pasti akan mampu mencapai hakekat haji yang telah digariskan oleh Allah. Tentu saja kita sudah maklum bahwa taqwa itu tidak bisa dicapai kecuali dengan bertaubat dan meninggalkan segala jenis perbuatan maksiat. aku junjung tinggi aturanMu. karena tujuanku hanyalah wajah-Mu dan keridhaanMu bukan dunia yang fana dan bukan nafsu yang serakah maka amankan aku dari adzabMu. َ َ َ ِ َ َ َ َ . Maksiat dan kemungkaran akan menepi. Kalau calon haji sudah bertaubat maka ia akan mampu memahami dan menjiwai syiar haji yang teramat indah itu yaitu. bukan untuk mencari kebenaran. perjudian dan pencurian . Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa”(al-Baqarah. dalam firman-Nya: Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan Haji. meninggalkan profesi dan pekerjaan. akau datang. bagiMu segala hukum dan hukuman tidak ada sekutu bagiMu. laki-laki maupun perempuan . Aku pegang erat kitabMu.

dan semoga‬‬ ‫. قال ت َعالى: يا أ َ‬ ‫َ يها َ ال ّ‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ذي ْن ءامنوا‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ ْ ً‬ ‫َ ْ َ ِ ِ َ َ َ‬ ‫ْ ً‬ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ْ ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َعي ُن واجعل ْنا ل ِل ْ‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ مت ّقين إ ِماما. semoga Allah‬‬ ‫‪menjadikan haji kita yang dahulu dan yang akan datang menjadi haji yang mabrur. أ َقول قول ِي هذا وأ َ‬ ‫ُ ْ ُ َ ْ ْ َ َ َ ست َغفر الله ل ِي ول َك ُم‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ َ ْ َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن من ك ُل ذَن ْب فاست َغفروهُ إ ِن ّه هو ال ْغفور‬ ‫ُ ْ ِ َ ِ ْ‬ ‫َ ُ ْ ُ‬ ‫ُ ُ َ‬ ‫ٍ َ ْ ْ ِ ُ ْ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫الرحي ْم. ekonomi dan sosial‬‬ ‫. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. وبارك على محمد وع َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ‬ ‫َ ُ ْ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إن ّك سميع قريب. yang jahat tetap jahat‬‬ ‫. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ .‪Maka tidak heran jika Rofats. krisis politik.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. yang artis‬‬ ‫. semuanya bertolak belakang. yang kasar akan menjadi pengantin dan yang‬‬ ‫. lingkungan.‪dijauhkan dari haji yang maghrur (tertipu) dan mabur‬‬ ‫َ َ َ‬ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم ِ ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما في ْه‬ ‫ْ ِ‬ ‫َ ِ ِ‬ ‫َ َ َ ْ َ ّ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ ِ‬ ‫ْ َ‬ ‫من اليات والذّك ْر ال ْحكيم. الل ّهم أ َ‬ ‫ْ َ ِ ِ َ َ ِ ْ ٌ َ ِ ْ ٌ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َ‬ ‫َ‬ ‫َ َ ُ َ رنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. yang lintah darat tetap lintah darat.‪Bapak Bupati. perzinaan dan pembunuhan akan mudah diatasi.‪Ma’asyiral muslimin rahimakumullah‬‬ ‫‪Demikianlah sekelumit tentang makna haji. mereka tidak mengambil manfaat dari‬‬ ‫‪ibadah haji selain menambah gelar Pak Haji atau Bu Hajjah. haji mabrur dan potret haji kita.‫‪akan sepi. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ُ ْ‬ ‫ُ َ ْ َ ُ‬ ‫َ ِ َ ُ‬ ‫ِ َ ِ‬ ‫َ ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ ّ‬ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ ‫ُ َ ّ ً َ‬ ‫ِ‬ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. Namun kenyataannya adalah bagaikan siang yang‬‬ ‫‪dihadapkan dengan malam. krisis kemanusiaan. para Mentri dan Pak Polisi‬‬ ‫‪Sepulang haji yang kikir akan menjadi dermawan.‪krisis nilai.‬ ‫ّ ِ ُ‬ ‫‪Khutbah Kedua‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫ِ ِ ْ ُ ُ ْ ِ‬ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ْ ْ‬ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ‬ ‫ُ َ َ ْ‬ ‫فل َ هادي ل َه. Fusuq dan Jidal marak dimana-mana sampai terjadi krisis moral‬‬ ‫. وقال ت َعالى:‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫ّ ْ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫سيئات ِه ويعظم ل َه أ َ‬ ‫َ ّ َ ِ َ ُ ْ ِ ْ ُ جرا{‬ ‫ْ ً‬ ‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫َ وا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{.‪biasanya menyebar kejahatan berubah menebar salam‬‬ ‫‪Itu semua manakala hajinya mabrur.‪tetap artis. Yang korup tetap korup. Apalagi jika yang pergi haji adalah‬‬ ‫.

Musuh bebuyutan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yang memimpin pengejaran dan akan membunuh Nabi pun berada di mulut gua Tsur.‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ َ ّ ِ ( Januari 2004 / 30 dzulqa'dah 1425 22 ) 46 Hijrah. وأ‬ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ ُ ّ َ َ . Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ditangkap musuh dan dibunuh. يا أ َي ّها الناس أ ُوصي ْك ُم وإ ِياي‬ َ ً ّ َ ُ ّ ّ ِ ْ ُ َ ُ ْ ُ َ َ َ َ ْ َ َ ّ َ ْ َ ‫بت َقوى الله فقد فاز ال ْمت ّقون. Maka bubarlah para calon pembunuh yang ingin menggondol 100 unta bila menemukan Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam ini. janganlah engkau bersedih hati. “Laa tahzan innallaha ma'anaa”. Peristiwa Penuh Strategi Oleh: H Hartono Ahmad Jaiz ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه ومن‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ ‫ي ُضل ِل ْه فل َ هادي ل َه. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ُ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ َ َ ْ َ َ ِ ّ َ ْ ِ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ َ َ َ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ ُ ‫َ أنت ُم مسل ِمون. karena sesungguhnya Allah beserta kita. Abu Bakar mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam di dalam gua. Tingkah polah kaum kafir Makkah yang haus darah dan serakah harta ini tidak .‫ال ْعال َمي ْن‬ َ ِ َ َ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. hanya berbatas cahaya.‫ْ ِ قيامة‬ ِ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ ِ ْ ُ َ Adegan yang sangat tegang memecahkan genangan air mata Abu Bakar di dalam gua Tsur. Sementara orang-orang kafir Makkah yang sejak semula memusuhi bahkan ingin membunuh Nabi itu meningkat jadi berlomba mencari hadiah 100 unta dalam rangka membunuh Nabi. 5 kilometer dari Makkah. يصل ِح ل َك ُم أ‬ َ ْ ْ ُ َ ‫ْ عمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن‬ ْ ِ ْ َ ْ ْ ْ ُ ً ْ ِ َ ْ َ َ ْ ْ َ ْ ْ ْ َ‫ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ فاز ف‬ َ َ َ ُ ْ ُ َ َ َ . Nabi Shalallaahu alaihi wasalam membisiki Abu Bakar. الل ّهم صل وسل ّم ع‬ َ ِ ّ ‫ُ ّ َ ّ َ َ ْ َلى ن َب ِي ّنا‬ ِ ٍ َ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ‫محمد وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِعهم ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ال‬ َ ٍ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ُ . Justru Umayyah Ibnu Khalaf. Tiga malam lamanya Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam dan Abu Bakar As-Shiddiq berada di dalam gua. يا أ َي ّها ال‬ ُ ‫ذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله‬ َ َ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ َ ً ِ َ ْ َ َ ْ َ َ َ َ ‫وقول ُوا قول ً سديدا. di luar kota Makkah..‫َ وزا عظِي ْما‬ َ ً ْ ً ِ ْ ‫أ َما ب َعد؛ فإ ِن أ َصدَقَ ال ْحديث ك ِتاب الله، وخي ْر ال‬ ‫َ َ َ َ هدْي هدْي محمد‬ َ ِ َ ٍ ّ َ ُ ُ ِ ِ َ ّ َ ُ ْ ُ َ ّ ْ ّ َ ّ َ ٌ َ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ ّ َ َ َ َ ِ َ ‫صلى الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ َ َ ‫ب ِدْعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. musuh bebuyutan Nabi itulah yang menganggap mustahil Muhammad yang sedang dicari-cari itu berada di dalam gua ini. Musuh-musuh yang pedangnya siap menebas Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalamberdiri di hadapan Abu Bakar. Isak tangis pun tak bisa ditahan. keluar dari mulut Abu Bakar yang mengkhawatirkan. وأ َشهدُ أ َن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ شري ْك ل‬ َ ِ َ َ ُ ْ ‫ه‬ ْ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ِ َ ُ َ ‫وأ َشهدُ أ َن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه. sedang musuh-musuh yang siap "menerkam" berdiri di mulut gua. قال ت َعالى: يا‬ َ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ َ ‫أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق من ْها‬ ّ َ ِ َ َ ُ ُ َ ْ ُ ُ ‫زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّذي ت َسآءَل‬ ُ َ ‫َ ون ب ِه‬ ِ َ ْ َ ِ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ َ ً ْ ِ َ ّ ‫وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا.

lantas pagi hari Abdullah sudah berada di kalangan kaum Quraisy Makkah. Abdullah tetap berada di Makkah bersama mereka. Maka Suraqah minta perlindungan kepada Nabi dan Abu Bakar. 17 Hirjiyah/639 M atas usulan Ali bin Abi Tholib. di tempat Bani Amr bin Auf inilah yang sampai kini dicatat sebagai peristiwa hijrah yang menurut penyelidikan Mahmud Basya. Nabi dan Abu Bakar yang dipandu oleh Abdullah Bin Uraiqith ini dikejar oleh Suraqah Bin Malik AlMudlaji dengan kuda. Beratnya. Abdullah bin Abu Bakar memainkan peran yang cukup penting. dan yang terakhir. Sedang Abu Bakar diminta untuk menunggu Nabi di luar Makkah. Dan Suraqah yakin. Untuk itu. semua gerak-gerik dan rencana Quraisy telah disadap dan disampaikan kepada Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . Abu Bakar sebelumnya telah berjanji dengan penunjuk jalan yang mahir. (lihat Nurul Yaqin. Abdullah mendatangi Nabi. Pada saat manusia lelap tidur menjelang fajar. 6. bertepatan 20 September 622 Masehi.720 gram. lalu diminta untuk bersama Nabi).12 gram = 18. Sampai tiga kali. Dalam perjalanan dari gua Tsur menyusuri pantai menuju ke Yatsrib berkendaraan unta. Karena. mendekati gua Tsur. Mereka dengan sangat gembira menjemput Nabi SAW. Hilanglah jejak-jejak kaki di padang pasir itu. Setiap malam Abdullah bin Abu Bakar menginap di dekat kaum Quraisy yang memusuhi Nabi di Makkah. Namun Nabi tidak langsung ke Yatsrib. Hal itu ditetapkan dalam sidang pada masa pemerintahan Umar bin Khothob.000 x 3. Untuk menghilangkan jejak-jejak kaki Abdullah yang berjalan di padang pasir antara Makkah dan gua Tsur itu. Peristiwa singgah di Quba. walaupun telah "sempurna" kekejaman kaum kafir Quraisyh dalam memusuhi Nabi dan pengikutnya. dan diharap menemui Abu Bakar di gua Tsur setelah tiga hari. ahli falak. maka Amir bin Fuhairah menggiring kambingnya menyusuri bekas-bekas tapak kaki Abdullah. Kehadiran Nabi Shalallaahu alaihi wasalam sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Yatsrib. Untuk melanjutkan perjalanan. Sekalipun Hijrah itu sendiri terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal. Penunjuk jalan ini disewa. Ali. Nabi dengan ajarannya itu akan menang. keluar dari gua Tsur menuju Yatsrib (kini bernama Madinah).000 Dirham. dan tidak tergiur oleh sayembara hadiah 100 unta bagi yang mampu menemukan/membunuh Nabi. . halaman 83 atau terjemahannya hal 108). Bukan Meninggalkan Medan Peristiwa hijrah (pindahnya) Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) itu bukanlah suatu kejadian pemimpin lari meninggalkan medan. Tanggal inilah yang kemudian dijadikan perhitungan tahun pertama Hijriyah. Untuk membela agama yang akan ditumpas oleh kaum kafir Quraisy ini Abu Bakar membawa harta sebanyak 6. Padahal. Setiap hampir sampai di belakang Nabi Muhammad SAW. Ali bertugas menggantikan tidur di tempat tidur Nabi Shalallaahu alaihi wasalam saat malam pengepungan oleh kaum Quraish. kuda Suraqah terperosok kaki depannya ke dalam pasir. namun tidak ada masalah dalam penanggalan Hilaliyah dimulai dengan Muharram. terjadi pada 2 Rabi'ul Awwal. Sementara. yang kemudian bertemu untuk masuk ke gua Tsur seperti tersebut. dari lobang yang memerosok-kan kaki kuda itu keluar debu yang amat banyak. Abu Bakar (yang tadinya akan berangkat pula. Sedang di Makkah tinggallah Nabi. Umat Islamlah yang dipersilakan duluan untuk meninggalkan Makkah. Maka orangorang Quraisy menduga. Shuhaib. Zaid bin Haritsah dan beberapa orang lemah yang belum siap berhijrah. Sekalipun Abdullah Bin Uraiqith ini masih belum Islam. dekat Madinah.mudah diajak kompromi. singgah dulu di Quba'. tidaklah Nabi lari duluan. mata uang perak. mendirikan masjid. Asma' binti Abu Bakar membawakan makanan untuk Nabi dan Abu Bakar yang berada di dalam gua. Hingga sekarang dikenal dengan Masjid Quba'. namun ia tidak mau membocorkan perjanjian. bernama Abdullah Bin Uraiqith.

Ini menurut Fiqh Islam. Peran Abu Bakar Shiddiq dalam peristiwa Hirjah ini sungguh besar. walau hijrah telah dilaksanakan. Karena. Peristiwa-peristiwa menegangkan yang langsung dialami oleh Abu Bakar dalam mendampingi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini lebih menebalkan keimanannya yang memang sudah kaliber amat tangguh. Ternyata pada tahun kedua Hijriyah. Amir Taat Nasution. Dengan demikian.Nilainya sama dengan 2. Hingga. menyikapi dengan tingkah lain. harta benda seluruhnya disumbangkan untuk Islam. di mulut gua. sedang kaum Yahudi merencanakan makarnya untuk membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. 20 Dinar emas = 20 mitsqol = 93. sampai tidak tergiur memilih ikut sayembara hadiah 100 unta bila menemukan/membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Ditanya. Bekal Abu Bakar 6. sedang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam tetap tegar menghadapkan muka ke depan. di Madinah (Yatsrib). semuanya menyadari. Bukan sekadar penggusuran secara . Terjadilah perang Badr pada bulan Ramadhan. Sulaiman Rasyid. Hingga sebagian mereka merelakan sebagian isterinya dicerai agar dikawini saudaranya. seketika Abu Lahab. Sewaktu dikejar oleh Suraqah di tengah perjalanan menuju Yastrib.000 Dirham itu dicatat dalam buku "Muharram dan Hijrah".808 gram emas. yang didampingi adalah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang akan dibunuh. Ukuran zakat harta adalah 200 Dirham (perak) atau 20 Dinar (emas). Apalagi. (192-193) 1. ia langsung berodol jantungnya. Pengaruh Abu Bakar terhadap anak-anaknya. peristiwa hijriyah ini disusul dengan problema yang cukup kompleks. dedengkot kafir Quraisy mendengar kabar kekalahan itu. Dan siapa lagi nanti yang akan membimbing menyiarkan ajaran Islam yang baru embrio ini. hal 32. hingga menjadi penyelidik khusus dan penjamin makan yang cukup menanggung risiko dalam perjalanan Makkah-Gua Tsur. Abdullah dan Asma'. Semua itu dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran. bahwa Allah dan Rasul-Nyalah yang ada padanya.6 gram. Tentu saja Abu Bakar amat khawatir. Abdullah Bin Uraiqith yang belum memeluk agama Islam. namun satu segi menjadikan tokoh Madinah yang akan tergusur pengaruhnya serta kaum Yahudi. Perang yang langsung dipimpin Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini dimenangkan oleh kaum muslimin. menangisnya Abu Bakar. dedengkot kafir Quraisy rela menyumbangkan 100 unta untuk perang menyerbu muslimin yang berjumlah 313 orang dengan 2 kuda dan 70 unta. Abu Bakarlah yang tahu persis bagaimana keganasan orang yang akan membunuh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan ingin meraih hadiah 100 unta sebagai pahlawan Quraisy. apa yang masih ada padamu? Malah dijawab oleh Abu Bakar. masih pula dilacak oleh kaum kafir Quraisy sampai di hadapan Abu Bakar. 100 unta yang disumbangkan untuk memusuhi muslimin telah sia-sia. Sampai Nabi Shalallaahu alaihi wasalam terheran-heran. hingga ia sangat menyesalinya. Hingga kaum Anshor rela mengorbankan harta untuk saudara-saudaranya. Memilih nifak atau mengadakan makar. di bawa ke hadapan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pada peristiwa lain. Abu Bakar senantiasa menengok ke belakang. Entah berapa dirham Abu Bakar menyewa tukang penunjuk jalan. 100 kuda dan 700 unta untuk menyerbu umat Islam. (nilai ini diperbandingkan dalam zakat). sangat bisa dimaklumi. kaum Muhajirin. Pengaruh hijrah dan kemenangan perang Badr ini satu segi lebih memantapkan muslimin Muhajirin dan Anshor. 2 Hijriah. bagaimana nasib umat Islam yang telah berada di negeri orang. Abdullah bin Ubay bin memilih nifak. kaum Muhajirin. kaum kafir Quraisy telah menyiapkan 950 tentara. sebagai manusia. H. Maka. Usaha maksimal Abu Bakar yang penuh risiko. Perjuangan tidak selesai. kaum kafir Makkah tentu tidak rela adanya peristiwa hijrah massal ini. Hingga. Abu Lahab. Penggalangan kekuatan umat yang terdiri dari kaum Muhajirin (yang datang dari Mekkah) dan Anshor (yang asli Madinah) ditata dengan penuh semangat persaudaraan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. suatu prestasi yang sangat di luar dugaan. Siapa pengayom jiwa mereka. baik jiwa maupun harta itu.

Hingga.fisik seperti di Makkah. Sedang Nabi n sama sekali tidak dendam kepada mereka. yang dalam istilah agama disebut fitrah. Hijrah membuahkan masyarakat muslim terbaik. Semuanya dalam persaudaraan. orang munafiq seperti Abdullah bin Ubay bin Salul yang ingin senantiasa menjegal Nabi Shalallaahu alaihi wasalam serta pengikutnya. di saat umat kondisinya bobrok. Naluri manusia cenderung membela kebenaran. dan persekongkolan jahat yang tak henti-hentinya. Banyaknya jumlah munafik kini mengakibatkan perben-turan kepentingannya. orang munafik pun tidak mendapatkan hasil apa-apa. Jegal-menjegal tidak mereka kenal. Karena. di saat masyarakat bobrok kondisinya. Tabiat pedagang dari Makkah yang keras bisa bersatu menjadi bersaudara dengan tabiat petani Madinah yang lunak dan sopan. yaitu agama yang memang sesuai dengan naluri manusia itu sendiri. setiap shalat pun di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam . Lalu Nabi n menegaskan. أ َشهد أ َن ل َ إل َه إل ّ الله وحده ل َ شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن‬ ّ ْ ُ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ُ َ ِ َ ِ َ ِ َ َ َ ٍ ّ َ ُ َ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا محمد وعلى آل ِه‬ َ ً ّ َ ُ ِ َ ‫وأ َصحابه وسل ّم ت َسل ِيما ك َث ِيرا. Tokoh-tokoh tua. maka kemunafikan pun tidak membuah-kan hasil. musuh dalam selimut. tanpa mengeruk keuntungan pribadi dengan dalih demi kelancaran pembinaan masyarakat. seia sekata. Umat tidak berfirqoh-firqoh (pecah belah). kemudian bertabrakan sesamanya. Maka Islam disebut pula agama fitrah. Sebaliknya. tahun 8 Hijriyah). otomatis akan sia-sia. Kemunafikan dan persekongkolan yang menghadang di hadapan umat Islam bukan membuat padamnya Islam. tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah (terbukanya Makkah. Sangat menampakkan keislamannya. dan kemunafikan tidak berkutik. dan tidak berkutiknya orang munafik. namun justru menambah wawasan dan kecermatan umat dalam menempuh gelombang hidup. 8 tahun kemudian mereka semua masuk Islam dengan sukarela. Peristiwa Hijrah yang membuahkan masyarakat berkadar khoiro ummah ini mengakibatkan tidak berdayanya kaum kafir. tentu saja kebobrokan itu akibat dari banyaknya orang munafik. tolong menolong. yaitu penduduk Makkah masuk Islam semua secara serentak. Tidak ada penolakan atau kata terlambat yang diucapkan oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. namun lebih beragam lagi' permusuhan licik.‫أ َقول قول ِي هذا فاست َغفروا الله إ ِن ّه هو ال ْغفور الرحي ْم‬ ُ ِ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ُ ُ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من شرور‬ ّ ُ َ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ِ ْ ُ ُ ْ ِ ِ َ ‫أ َن ْفسنا ومن سي ّئات أ َعمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل‬ َ ُ ْ ْ ‫ُ ِ ّ ه ومن ي ُضل ِل‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ِ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ْ َ َ ُ َ ‫فل َ هادي ل َه. Madinah/Anshor). itu semua mewujudkan umat yang terbaik. Khutbah Kedua . justru ia sendiri sangat rapi dalam menyimpan kemunafikannya. Ibarat pucuk cemara yang meliuk ikut hembusan angin. para musuh bebuyutan. Mafhum mukholafah atau analogi logisnya. sekalipun kesadaran mereka baru datang di masa pensiun. tidak menonjolkan identitas keaslian daerahnya (Makkah/Muhajirin. Khoiro Ummah. Perpaduan yang saling tenggang rasa. seperti Abu Sufyan yang tadinya sangat memusuhi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pun masuk Islam. pucuk daun itu belum sempat berbalik. قال ت َعالى: يا أ‬ َ َ َ َ ‫َ يها َ ال ّذي ْن ءامنوا‬ ُ َ َ َ ِ ّ ً ْ ْ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ً ْ َ ‫ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إ ِل ّ وأنت ُم مسل ِمون. Hingga tak mengherankan. sebaik-baik umat. tanpa mengungkit jasa. di saat angin sudah berbalik arah. قال ت َعا‬ َ َ ْ ُ ْ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ُ :‫َ َ لى‬ ّ ْ ُ َ ِ َ َ َ ‫}ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال: }ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه‬ ً َ ْ َ ُ َ ْ َ ُ َ ْ ّ َ َ َ َ َ ِ ِ {‫سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا‬ ْ َ ِ َ َ ً ْ ُ ْ . kaum kafir Makkah yang mengejar-ngejar Nabi Shalallaahu alaihi wasalam hingga Nabi berhijrah itu. bila muslimin terbaik itu jumlahnya sangat minim.

‬ ‫َ ْ ً َ‬ ‫ً‬ ‫إن أ َصدقَ ال ْحديث كتاب الله، وأ َ‬ ‫ُ ُ َ ّ ٍ َ ّ‬ ‫َ َ حسن الهدْي هدْي محمد صلى‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ ّ‬ ‫َ ِ ِ َِ ُ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ َ َ‬ .‬ ‫َ َ ِ‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ ٌ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات، وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َ‬ ‫حياء‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع قري ْب. رب ّنا هب ل َ‬ ‫ّ ِ َ َ َ ْ نا من‬ ‫َ َ ً َ ِ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ ِ ْ‬ ‫أ َزواجنا وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫ْ َ ِ َ َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫ّ ْ ُ ْ َ‬ ‫يا أ َي ّها الناس ات ّقوا رب ّك ُم ال ّذي خل َقك ُم من ن َفس واحدَة وخل َ‬ ‫ِ ْ َ َ ْ ّ ْ ْ ٍ َ ِ ٍ َ َ ق‬ ‫ّ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫من ْها زوجها وب َث من ْهما رجال ً ك َث ِي ْرا ون ِسآءً وات ّقوا الله ال ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫َ ذي‬ ‫ِ َ َ ْ َ َ َ ّ ِ ُ َ ِ َ‬ ‫ً َ َ‬ ‫ِ ْ‬ ‫ت َسآءَل ُون ب ِه وا ْل َرحام إ ِن الله كان عل َي ْك ُم رقي ْبا. وبارك على محمد وعلى آل‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. ي ُصل ِح ل َ‬ ‫ُ‬ ‫ْ ْ ك ُم‬ ‫ِ َ َ َ ُ‬ ‫َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ُ ْ ْ َ ْ‬ ‫أ َعمال َك ُم وي َغفر ل َك ُم ذُن ُوب َك ُم ومن ي ُطِع الله ورسول َه فقدْ َ‬ ‫َ َ َ ُ ْ ُ َ َ‬ ‫فاز‬ ‫َ‬ ‫ْ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ْ َ ْ ِ ْ‬ ‫ِ‬ ‫فوزا عظِي ْما. وأ َشهد أ َ‬ ‫َ ِ َ ُ َ ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل َ‬ ‫َ َ ْ ُ ْ ْ َ‬ ‫ّ‬ ‫ُ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ َ‬ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ ّ‬ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه.‬ ‫َ ُ َ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ َ َ ْ‬ ‫ْ‬ ‫ِ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ‬ ‫قال الله ت َعالى:‬ ‫يا أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و َ‬ ‫ُ‬ ‫َ أنت ُم‬ ‫ِ ْ َ َ َ ُ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫َ َ ّ َ ِ َ‬ ‫ُ ْ ّ ِ‬ ‫مسل ِمون. وصلى الله وسل ّم‬ ‫ّ ُ َ ّ ً َ‬ ‫ُ َ َ َ‬ ‫ْ َ ٍ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ‬ ‫عل َي ْه وعلى آل ِه وصحب ِه ومن ت َب ِع هداهُ ب ِإ ِحسان إ ِلى ي َوم ِ الدّي ْن. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َ‬ ‫ّ ة. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّ‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ُ َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حسن َة وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار.‫َ َ‬ ‫َ ُ ْ ِ َ َ َ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ِ على رسول ِه فقال:‬ ‫ْ ُ ْ َ ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫}إن الله ومل َئ ِك َت َه يصل ّون على الن ّبي، يا أ َ‬ ‫ُ ُ َ ْ َ َ َ‬ ‫ِ ّ َ يها َ ال ّذي ْن ءامن ُوا صل ّوا‬ ‫ِ ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ َ َ َ ْ‬ ‫عل َي ْه وسل ّ‬ ‫َ ِ َ َ موا ت َسل ِي ْما{. الل ّهم أ َرنا ال ْحق حقا وارزقنا‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ َ ُ ّ ِ َ‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫ِ ُ ْ َ‬ ‫ات ّباعه، وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً‬ ‫َ‬ ‫وارزقنا اجت ِناب َه.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫ُ ْ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت ع َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫َ َلى إ ِب ْراهي ْم‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد.‬ ‫َ َ َ َ‬ ‫ّ‬ ‫ْ َ ِ ً‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫يا أ َي ّها ال ّذي ْن ءامنوا ات ّقوا الله وقول ُوا قول ً سدي ْدا.‬ ‫َ‬ ‫ِ‬ ‫74‬ ‫‪Muhasabah Di Bulan Muharam‬‬ ‫‪Oleh: Faqihuddin‬‬ ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ‫ّ‬ ‫َ ُ‬ ‫ِ ِ ْ‬ ‫ِ ْ َ‬ ‫َ ْ‬ ‫ِ‬ ‫َ ْ ِ ُ َ ْ ْ ِ ُ‬ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ َ‬ ‫ُ َ‬ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ ‫ْ َ َ‬ ‫َ ْ ْ ِ ِ‬ ‫ُ ِ ّ ُ‬ ‫ُ ُ ْ ِ‬ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه.

dan dunia ini hanya merupakan persinggahan.. sehingga memperingatinya merupakan suatu hal yang menjadi keharusan bahkan terkadang sampai keluar dari syari’at Islam.” (QS. Dari hari ke hari. Banyak dari saudara kita yang menjadikan bulan Muharram ini sebagai momentum. (Al-A’la: 17). meridhoi dan menerima amalan yang kita lakukan sebagai amalan ibadah yang diterima serta kita memohon pula untuk senantiasa dijadikan pengikut Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang setia hingga akhir hayat serta kita tidak kembali keharibaanNya kecuali dalam keadaan berserah diri kepadaNya. Setelah kita bersyukur kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan bershalawat kepada nabi kita Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam. Hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal. أ‬ ‫ّ ِ ما ب َعد؛‬ ِ ٍ َ ّ َ ٌ َ ٍ َ ْ ِ ُ ْ ّ Sidang Jum’ah yang berbahagia. karena sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya berkurang kesempatan untuk hidup di dunia ini. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat) dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Kita berharap dan memohon semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala. Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk sia-sia. Allah berfirman di dalam surat AdzDzariyat ayat 56 sebagai berikut: Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu (beribadah kepadaKu). yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat. . Sidang Jum’at yang berbahagia Maka seorang yang beriman kepada Allah. Tanpa tujuan yang jelas. minggu ke minggu dan bulan ke bulan. tanpa terasa kita sampai pada suatu putaran bulan Muharam yang merupakan permulaan dari putaran bulan dalam kalender hijriyah. Ali Imran 102) Sidang Jum’at yang berbahagia Perputaran waktu terus bergulir seiring dengan perputaran matahari.ّ َ ٌ َ ‫الله عل َي ْه وسل ّم وشر ال ُمور محدَثات ُها وك ُل محدَث َة ب ِدْعة وك ُل‬ ٍ ْ ُ ّ َ َ َ ْ ُ ِ ُ َ ّ َ َ َ َ ِ َ َ ‫بدعة ضل َل َة وك ُل ضل َل َة في النار. kecuali dalam keadaan beragam Islam. Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapan dan keindahannya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Hasyr: Artinya: “Hai orang-orang beriman. Dan menjadikan dunia ini sebagai sarana menuju kehidupan akhirat yang lebih baik. Berkenaan dengan ini Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kita di dalam surat Ali Imran ayat 102: Artinya: “Dan janganlah kamu mati. dia harus lebih memanfaatkan kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan kehidupan yang abadi tersebut. Padahah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam dan para sahabatnya serta ulama pendahulu umat tidak pernah melakukan hal tersebut. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya. (Al-Hasyr: 18). Sidang Jum’at yang berbahagia Mestinya kita banyak bertafakur untuk bermuhasabah atas bertambahnya umur ini.” Sidang Jum’at yang berbahagia .

dengan makna pembersihan hati dari noda dan dosa. (QS. Ar-Rafi’i menyatakan dalam Al-Mishbahul Munir Fi Gharibisy Syahril Kabir. yaitu seorang hamba melindungi dirinya dari kemurkaan Allah.” (Al-Baqarah: 41). Al. Allah harus ditaati dan pantang dimaksiati. Maka dia melakukan perintah itu karena imannya terhadap apa yang diperintahkanNya disertai dengan pembenaran terhadap janjiNya. “Taatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaatan. Allah berfirman dan mengingatkan kita semua dalam surat Al-Baqarah: Artinya: “Berbekallah. disyukuri dan tidak dikufuri. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya takwa”.. namun semuanya bermuara pada satu pengertian. Sidang Jum’at yang berbahagia . Sidang Jum’at yang berbahagia Jelas bagi kita bahwa bekal yang harus kita persiapkan tiada lain hanyalah taqwa.” Ketiga. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal”.. dan juga siksaNya. “Takwa kepada Allah artinya. Mengapa demikian? Di antara sebabnya mereka belum tahu hakekat takwa. Maka inilah hakikat takwa dari makna takwa. Lalu bekal apa yang akan kita bawa menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan tersebut? Dengan hartakah? Pangkatkah yang kita banggakan? Atau keturunankah? Saya keturunan raja. tingkatan dan buah dari takwa tersebut.” Mujahid berkata. Itulah arti takwa secara bahasa. Hal itu seperti firmanNya: Artinya: “Dan hanya kepadaKulah kamu harus bertakwa. Ibnu Qayyim menyatakan. Ternyata bukan itu semua. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarangNya.. Maha Berkuasa dan Maha Suci tidak memandang yang lain dari hambaNya kecuali taqwa hambaNya. dengan imannya itu pula ia meninggalkan yang dilarangNya dan takut terhadap ancamanNya. At-Takwa dalam Al-Qur’an mencakup tiga makna yaitu: pertama: takut kepada Allah dan pengakuan superioritas Allah. Kedua: Bermakna taat dan beribadah. sebab Allah Maha Kaya. bangsawan atau kyai. (An-Nur: 52). Sedangkan takwa menurut syariat para ulama berbeda pendapat. Sidang Jum’at yang berbahagia. “Waqahullahu Su’a” artinya Allah menjaga dari kejahatan.Sidang Jum’at yang berbahagia . hakikat takwa adalah mentaati Allah atas dasar iman dan ihtisab. Ibnu Abas Radhiallaahu anhu berkata. (Ali Imran: 102). Baqarah: 197). selalu diingat dan tidak dilupakan. Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang mentaati Allah dan rasulNya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepadaNya maka mereka itulah orang yang beruntung”. Sehingga hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri tanpa adanya perhatian penuh terhadap pentingnya bertakwa yang merupakan sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia ini terlebih kehidupan akhirat nanti. Sering kita mendengar kata takwa dari ustadz. selain pertama dan kedua. . sebagaimana firmanNya: Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Sebagaimana Allah ingatkan dalam firmanNya: Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”. Dan kata Al-Wiqa’ yaitu segala sesuatu yang digunakan sebagai pelindung. mubaligh dan para penceramah. karena taqwa adalah sebaik-baik bekal dan persiapan. baik terhadap perkara yang diperintahkan ataupun perkara yang dilarang. namun bagi kebanyakan kita antara perbuatan dengan apa yang didengar tentang takwa jauh dari semestinya.

أ َشهد أ‬ َ ‫ْ َ ُ ن ل َ إ ِل َه إ ِل ّ الله وحدَهُ ل‬ َ ْ ْ ُ ْ َ َ ْ ْ َ ُ َ ُ َ ِ َ َ ‫شريك ل َه وأ َشهد أ‬ َ َ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ‫َ ِ ْ َ ُ َ ْ َ ُ ن محمدا عب ْدُهُ ورسول ُه صلى الله على ن َب ِي ّنا‬ َ ً ّ َ ُ ّ َ َ َ َ َ َ َ َ ٍ ّ َ ُ ‫محمد وعلى آل ِه وأ َصحاب ِه وسل ّم ت َسل ِي ْما ك َث ِي ْرا. VIII: 6638-3369. Amiin. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. قال ت َعالى: يا‬ َ ْ ً َ َ َ ِ َ ْ َ ِ ً َ ‫أ َيها َ ال ّذين ءامنوا ات ّقوا الله حق ت ُقات ِه ول َ ت َموت ُن إل ّ و‬ ُ ‫َ أنت ُم‬ ُ َ َ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ َ ّ َ َ ِ ّ ْ ُ .” (At-Thalaq: 2-3). Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. َ َ َ ‫بارك الله ل ِي ول َك ُم في ال ْقرآن ال ْعظِي ْم، ون َفعن ِي وإ ِياك ُم ب ِما‬ ِ ْ ّ َ ْ َ َ َ ِ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ّ َ َ ِ ،‫في ْه من اليات والذّك ْر ال ْحك ِي ْم، وت َقب َل الله من ّي ومن ْك ُم ت ِل َوت َه‬ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ َ ْ َ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ِ ‫إ ِن ّه هو السمي ْع ال ْعل ِي ْم.Sidang Jum’at yang berbahagia . Sehingga seorang disebut muttaqin. sudah sejauh mana persiapan kita menghadapi kehidupan yang abadi tersebut. فاست َغفروه، إ ِن ّه هو ال‬ ُ َ ْ ُ َ . أ َقول قول ِي هذا وأ َست َغفر الله ال ْعظِي ْم‬ َ ُ ِ ّ َ َ ُ َ ُ ِ ْ ْ َ َ َ ْ ْ َ ُ ْ ُ َ ُ ُ ‫ل ِي ول َك ُم ول ِسائ ِر ال ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات وال ْمؤمن ِي ْن‬ ِ ْ ُ َ ِ َ ْ ُ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ َ َ ْ ْ ‫وال ْمؤمنات. Ibnu ‘Uyainah berkata itu artinya. ia mendapat keberkahan dalam rizkinya. Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia mengadakan baginya jalan keluar. Para mufassir juga berkata. Memelihara dan menjaga dari perbuatan bid’ah 3. Serta meninggalkan yang tidak bermanfaat karena khawatir terjerumus ke dalam dosa. Yang terkadang kita begitu bersemangat dan penuh antusias menggapai kehidupan yang fana ini. bahwa takwa mempunyai tiga kedudukan: 1. meninggalkan kemaksiatan berupa dosa besar dan kecil. Mengadakan jalan keluar artinya menyelamatkannya dari setiap kesulitan di dunia dan akherat. Memelihara dan menjaga dari perbuatan syirik 2. itulah cakupan takwa sebagaimana dimengerti oleh salafush shalih.‫ُ ُ َ غفور الرحي ْم‬ ْ ْ َ ِ َ ِ ُ ِ ّ ُ ْ ُ ِ ُ ْ Khutbah Kedua ‫إ ِن ال ْحمدَ ل ِل ّه ن َحمدُهُ ون َست َعي ْن ُه ون َست َغفرهْ ون َعوذُ بالله من‬ ّ ُ َ ْ ِ ِ َ ْ ِ ْ َ ِ ُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ َ ‫شرور أ َن ْفسنا ومن سيئات أ‬ َ ُ ‫ُ ِ َ َ ِ ْ َ ّ َ ِ عمال ِنا، من ي َهده الله فل َ مضل ل َه‬ َ َ ْ ِ ِ ْ ْ َ ُ ّ ِ ُ ِ ْ ُ ُ َ ‫ومن يضل ِل فل َ هادي ل َه. nawafil (sunnah). Apa yang kita dapatkan bila bertakwa kepada Allah? Allah Ta’ala menjanjikan kepada kita. niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari beban yang ia pikul. Sidang Jum’at yang berbahagia. secara ringkas) Dan balasan bagi mereka di akhirat yang jelas adalah akan mewarisi tempat yang merupakan dambaan setiap insan yaitu Surga dengan segala kenikmatannya. Memelihara dan menjaga dari perbuatan maksiat. baik dalam perkara wajib. sudah semestinya dalam menghadapi bulan Muharam ini dengan bertafakkur. Demikianlah kita sebagai hamba Allah. selalu berusaha sungguh-sungguh berada dalam keadaan taat secara menyeluruh. akan berada dalam kebahagiaan hidup didunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman: “Itulah Surga yang akan kami wariskan kepada hamba-hamba kami yang selalu bertakwa” (Maryam: 63). Dan Abu Sa’id AlKhudri berkata: Barangsiapa berlepas dari kuatnya kesulitan dengan kembali kepada Allah. Di antara janji Allah yang merupakan buah dari takwa adalah memberikan jalan keluar dan mendatangkan rizki. “ (Jami Ahkamiil Qur’an..

رب ّنا آت ِنا في الدّن ْيا حسن َة‬ ‫َ َ َ ً‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ُ َ َ‬ ‫َ ْ ُ ْ َ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫َ‬ ‫وفي الخرة حسن َة وقنا عذاب النار. الل ّهم اغفر ل ِل ْمسل ِمي ْن وال ْمسل ِمات،‬ ‫ُ ْ ِ َ َ ُ ْ َ ِ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ ٌ َ ُ ّ‬ ‫ْ ِ ْ‬ ‫وال ْمؤمن ِي ْن وال ْمؤمنات ا ْل َحياء من ْهم وا ْل َموات، إ ِن ّك سمي ْع‬ ‫ْ َ ِ‬ ‫َ َ ُ ْ ِ َ ِ‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫َ َ ِ ٌ‬ ‫ْ َ ِ ِ ُ ْ َ‬ ‫قريب مجيب الدعوات.‫ّ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫مسل ِمون.‬ ‫َ ِ َ‬ ‫وصلى الله على محمد وعلى آل ِه وصحبه وسل ّم. الل ّهم أ َ‬ ‫ّ َ َ ِ َ ُ ّ رنا ال ْحق حقا وارزقنا ات ّباعه،‬ ‫َ ّ َ ّ َ ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫َ ِ ْ ٌ ُ ِ ْ ُ‬ ‫َ َ ُ‬ ‫َ‬ ‫وأ َرنا ال ْباطِل با َطِل ً وارزقنا اجت ِناب َه. وأ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫ُ َ َ‬ ‫َ َ ّ‬ ‫ِ َ َ ْ ِ ِ َ َ َ َ قم ِ الصل َة‬ ‫ّ َ‬ ‫ِ‬ . ربنا هب ل َنا من أ َ‬ ‫ّ ِ َ ّ َ َ ْ َ ِ ْ زواجنا‬ ‫َ ِ‬ ‫ْ َ ِ َ‬ ‫ِ َ ِ َ َ ً َ ِ َ َ َ َ‬ ‫وذُريات ِنا قرةَ أ َ‬ ‫َ ّ ّ َ ُ ّ عي ُن واجعل ْنا ل ِل ْمت ّقين إ ِماما.‬ ‫ْ‬ ‫ً‬ ‫َ ْ َ ِ َ َ ُ ْ‬ ‫َ َ ْ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ُ َ ّ ٍ َ َ َ‬ ‫َ ُ ّ َ ّ َ َ‬ ‫الل ّهم صل على محمد وعلى آل محمد ك َما صل ّي ْت على‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ٌ َ َ ِ ْ َ َ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم، إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. وبارك على محمد‬ ‫ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ َ ِ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ ِ َ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫وعلى آل محمد ك َما بارك ْت على إ ِب ْراهي ْم وعلى آل إ ِب ْراهي ْم،‬ ‫ِ ُ َ ّ ٍ‬ ‫َ ِ َ‬ ‫ِ‬ ‫َ َ َ‬ ‫إ ِن ّك حمي ْدٌ مجي ْد. قال ت َعالى: }ومن ي َت ّق الله ي َجعل ل ّه مخرجا{ وقال:‬ ‫ُ َ ْ َ ً‬ ‫َ ْ َ‬ ‫َ َ‬ ‫ِ‬ ‫}ومن ي َت ّق الله ي ُك َفر عن ْه سي ّئات ِه وي ُعظِم ل َه أ َجرا{‬ ‫ّ ْ َ ُ َ َ ِ َ ْ‬ ‫َ‬ ‫َ َ‬ ‫ْ ُ ْ ً‬ ‫ِ‬ ‫ث ُم اعل َموا فإ ِن الله أ َمرك ُم بالصل َة والسل َم ع َ‬ ‫ْ ُ ْ َ‬ ‫ِ َلى رسول ِه‬ ‫َ ُ ْ ِ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫ّ‬ ‫َ َ َ ْ ِ‬ ‫ّ ِ َ‬ ‫فقال: }إ ِن الله ومل َئ ِك َت َه ي ُصل ّون على الن ّب ِي، يا أ َيها َ ال ّ‬ ‫َ ْ َ َ َ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ذي ْن‬ ‫ّ‬ ‫ّ َ ّ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ َ‬ ‫ءامن ُوا صل ّوا عل َي ْه وسل ّموا ت َسل ِي ْما{. سب ْحان رب ّك رب‬ ‫ْ ٍ َ ْ َ َ‬ ‫ُ َ َ َ َ َ ّ‬ ‫ُ ِ َ َ ً‬ ‫ِ ُ ْ َ َ َ ٌ َ َ‬ ‫ال ْعزة عما ي َصفون، وسل َم على ال ْمرسل ِي ْن وال ْحمدُ ل ِل ّه رب‬ ‫ِ َ ّ‬ ‫ُ ْ َ‬ ‫َ َ َ ْ‬ ‫ِ ّ ِ َ ّ‬ ‫ال ْعال َمي ْن.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful