P. 1
Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat 250 Kpm Dengan Pembelajaran Latihan Berjenjang Dan Penilaian Authentic Assessment Pada Siswa Kelas Viiia Mts Miftahul Ulum Rengaspendawa Kabupaten Brebes

Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat 250 Kpm Dengan Pembelajaran Latihan Berjenjang Dan Penilaian Authentic Assessment Pada Siswa Kelas Viiia Mts Miftahul Ulum Rengaspendawa Kabupaten Brebes

|Views: 5,676|Likes:
Published by adee13
Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat 250 Kpm Dengan Pembelajaran Latihan Berjenjang Dan Penilaian Authentic Assessment Pada Siswa Kelas Viiia Mts Miftahul Ulum Rengaspendawa Kabupaten Brebes
Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat 250 Kpm Dengan Pembelajaran Latihan Berjenjang Dan Penilaian Authentic Assessment Pada Siswa Kelas Viiia Mts Miftahul Ulum Rengaspendawa Kabupaten Brebes

More info:

Published by: adee13 on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

Membaca adalah suatu keterampilan yang sangat kompleks serta

melibatkan kerja fisik dan mental. Jenis membaca ada bermacam-macam.

Menurut tingkatannya membaca dibedakan menjadi dua, yaitu membaca

permulaan dan membaca lanjut. Membaca permulaan menitikberatkan pada

kelancaran, yang biasa dilakukan di kelas I dan II Sekolah Dasar. Adapun

membaca lanjut dilaksanakan mulai kelas III Sekolah Dasar sampai ke Perguruan

Tinggi. Selain kelancaran yang lebih dipentingkan, pemahaman dan penerapan

dalam praktek hidup sehari-hari sesuai dengan situasi dan kondisi juga

dipentingkan (Suyatmi 1984:46).

Tujuan kegiatan membaca ada beraneka ragam, berdasarkan tujuan

yang beragam itu muncul jenis membaca yang biasa dipakai, yaitu sebagai

berikut: (1) membaca intensif; (2) membaca kritis; (3) membaca cepat; (4)

membaca indah; (5) membaca teknik.

24

Keterampilan membaca intensif merupakan kunci untuk memperoleh

ilmu. Membaca jenis ini biasanya disebut membaca cermat, karena dilakukan

dengan hati-hati, teliti, dan secara lambat dengan tujuan untuk memahami

keseluruhan bahan bacaan secara mendalam sampai bagian-bagian yang sekecil-

kecilnya.

Membaca kritis dilakukan untuk menemukan fakta-fakta yang terdapat

dalam bacaan kemudian memberikan penilaian terhadap fakta-fakta tersebut.

Dalam membaca kritis yang perlu di ingat hanya gagasan pokoknya saja. Jika

bahan bacaan pendek dan bersahaja dapat dibaca dengan cepat. Bacaan perlu

dibaca dengan lambat apabila gagasan yang dikemukakan berbelit-belit, bila perlu

berhenti sebentar membacanya untuk memikirkan terlebih dahulu. Setelah

dipahami barulah melanjutkan fakta berikutnya.

Membaca cepat adalah menitikberatkan pada kecepatan memahami isi

bacaan dengan cepat dan tepat dalam waktu yang relatif singkat. Membaca cepat

dilakukan apabila pembaca hanya akan mengambil gagasan pokok dan garis

besarnya saja. Dalam hal ini waktu harus diperhatikan dan dimanfaatkan sebaik-

baiknya.

Membaca yang indah erat sekali hubungannya dengan keterampilan

membaca karya sastra. Membaca jenis ini menitikberatkan pada pengungkapan

segi keindahan yang terdapat pada suatu karya sastra. Alur suaranya hendaknya

jatuh pada gagasan-gagasan, sebagaimana layaknya orang bicara. Gerak-gerak

dan mimik sejalan dengan pokok gagasan yang terkandung dalam teks, agar apa

yang dibaca dapat dipahami oleh pendengar.

25

Membaca teknik biasanya disebut membaca bersuara atau membaca

nyaring. Tujuannya agar siswa memiliki keterampilan membaca dengan lagu

kalimat, intonasi kalimat, pemenggalan kata atau kalimat serta pengucapan fonem

yang benar dan tepat. Selain itu, diharapkan dapat membaca kalimat dengan

lancar tanpa cacat baca. Oleh karena itu, seseorang yang akan membaca teknik

agar dapat menangkap maksud atau isi bacaan harus mengerti makna, perasaan

dan jiwa yang terkandung pada bacaan.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan membaca

adalah untuk memperoleh ilmu, untuk menemukan fakta-fakta yang terdapat

dalam bacaan kemudian memberikan penilaian terhadap fakta-fakta tersebut,

untuk mengambil gagasan pokok dan garis besar dalam bacaan, untuk

mengungkapkan keindahan yang terdapat dalam suatu karya sastra, agar siswa

memiliki keterampilan membaca dengan lagu kalimat, intonasi kalimat,

pemenggalan kata atau kalimat serta pengucapan fonem yang benar dan tepat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->