P. 1
Inti Protein

Inti Protein

|Views: 322|Likes:
Published by salmahcuakep

More info:

Published by: salmahcuakep on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2014

pdf

text

original

Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik.

Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Protein kromosomal yang mengikat DNA secara sederhana dibagi menjadi dua kelas utama yaitu protein kromosomal histon dan non histon.

Protein histon biasanya yang duduk dalam inti sel, berdesakan di sekitar untaian DNA. Protein ini mengatur DNA, menyebabkan lipatan dan membentuk karakteristik heliks ganda. Ketika sel rusak oleh cedera atau penyakit, histon dilepaskan ke dalam sistem darah untuk membunuh lapisan pembuluh darah, menyebabkan kerusakan. Perdarahan yang tidak terkendali dan cairan membanjiri jaringan, yang mengancam kehidupan. Protein non histon (NHC Protein) terikat pada sekuens spesifik yang tersebar sepanjang utas DNA. Kromosom yang berkembang dari kromatin terbukti tersusun dari sejumlah besar protein dan asam-asam nukleat yang sekarang dikenal sebagai asam deoksiribonukleat. Dua pasang dari tiap protein histon tersebut yaitu histon H2A, H2B, H3 dan H4 membentuk oktamer dengan 145 hingga 147 pasangan basa asam deoksiribonukleat yang membungkusnya membentuk inti nukleosom. Histon merupakan protein yang terdiri dari lima subunit yaitu histon H1, H2A, H2B, H3 dan H4. Subunit-subunit ini kaya akan asam amino yang bermuatan positif atau bersifat basa seperti lisin dan arginin. Histon ini akan bereaksi dengan asam deoksiribonukleat melalui interaksi antara protein yang bermuatan positif dengan fosfodiester dari asam deoksiribonukleat yang bermuatan negatif. Asosiasi antara satu histon dengan satu segmen asam deoksiribonuleat disebut nukleosom. Asosiasi nukleosom merupakan tahap awal pengemasan asam deoksiribonukleat ke dalam bentuk yang padat. Tiap inti nukleosom terdiri atas suatu kompleks dari delapan protein histon (histon oktamer) dan DNA rantai ganda dengan panjang 147 pasang nukleotida. Kompleks histon oktamer ini masing-masing terdiri atas 2 molekul

terminal karboksil. P.8A° resolution" (pdf). Lysines (K) pada ekor amino-terminal histon H2A. "Crystal structure of the nucleosome core particle at 2. berdesakan di sekitar untaian DNA. Genetika I: Struktur dan Ekspresi Gen. Oxford. Richmond (18 September 1997). E. yang mengancam kehidupan. fosfat. Karolin. 1991. ubiquitin. Modifikasi histon mempengaruhi perubahan bentuk kromatin. Medical Genetics at a Glance. Ub. C. Sargent. Asetilasi menetralkan muatan lysines. dan H4. M. Molecular and Cell Biology. Stansfield WD. New York: McGraw-Hill. Timothy J. Richmond.com/2009/10/peran-protein-histon-anomali-dalam. asetil. histon dilepaskan ke dalam sistem darah untuk membunuh lapisan pembuluh darah. Referensi : http://www. menyebabkan lipatan dan membentuk karakteristik heliks ganda. N. ISBN: 978-1-4051-4846-7. Nature 389: 251-260. Protein utama dari nukleosom ditujukan H2A (histon 2A).. Korf (2008). Protein ini mengatur DNA. Bruce R. sehingga DNA (hitam) membungkus suatu octamer dari histon yang berada dalam inti nukleosom. Molecular Biology of The Cell Third Edition. H3 (histone 3) dan H4 (histone 4). b. California: Garland. 2001. Setiap histone hadir dalam dua salinan. David F. 1996. et al. menyebabkan kerusakan. Robin K. Dorian J. et al.kesimpulan. Pritchard.html Alberts B. H2B. terminal amino. Bagian ekor amino-terminal histon inti. H3. England: Blackwell Publishing. metil. . Mader. asam glutamat. H3 dan H4 yang potensial asetilasi situs deasetilasi / untuk acetyltransferases histon (HATS) dan deacetylases histon (HDACs). a. Ketika sel rusak oleh cedera atau penyakit. A. H2B.histon H2A. Perdarahan yang tidak terkendali dan cairan membanjiri jaringan. H2B (histone 2B). S. Armin W. Jusuf M. Jakarta: Sagung Seto Luger. Protein histon biasanya yang duduk dalam inti sel. serin.

Jorg (2009).Tost. ISBN: 978-1-934115-61-9. DNA Methylation Methods and Protocols. New York: Humana Press. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->