P. 1
MPS Kuantitatif - Usulan Penelitian

MPS Kuantitatif - Usulan Penelitian

|Views: 167|Likes:
Published by Irsyad Setiawan

More info:

Published by: Irsyad Setiawan on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2015

pdf

text

original

Usulan Penelitian

1.1 Latar Belakang Penelitian Kesehatan merupakan salah satu bidang tugas pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah kota bertanggungjawab sepenuhnya dalam penyelenggaraan

pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayahnya. Pemerintah mendirikan rumah sakit sebagai fasilitator pemelihara fungsi kesehatan masyarakat. Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang dimiliki oleh kabupaten/kota, mempunyai peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta berperan mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Disebabkan semakin pentingnya kinerja rumah sakit dalam kapasitasnya sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan, maka tumbuhlah konsep-konsep peningkatan kinerja dalam menuju upaya perbaikan kualitas rumah sakit itu sendiri. Sebagai hal yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bentuk pelayanan yang disajikan oleh Rumah Sakit merupakan hal yang sentral. Pelayanan kesehatan yang langsung diberikan kepada publik ini memiliki ukuran atau patokan dalam penilaiannya. Bekasi sebagai kota urban dan pendukung utama perkembangan dari Ibukota Jakarta memiliki peranan sentral dalam pertumbuhan dan perkembangan penduduknya. Pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi ini mengakibatkan Pemerintah Kota Bekasi harus memiliki

penyelenggaraan kesehatan yang baik untuk mensejahterakan masyarakatnya. Sebagai kota persinggahan dari daerah sekitarnya banyak masyarakat pend atang 1

untuk itu kinerja yang baik dalam organisasi rumah sakit harus dapat diberikan kepada masyarakat untuk mencapai pelayanan yang memuaskan bagi semua pihak. RSUD Pemerintah Kota Bekasi merupakan instansi rumah sakit yang menyelenggarakan kegiatan jasa pelayanan. rumah sakit diharapkan dapat memberikan kinerja pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. penelitian dan usaha lain di bidang kesehatan dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat di bidang kesehatan.2 yang ikut memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit Daerah Kota Bekasi. RSUD Kota Bekasi ditingkatkan statusnya menjadi RSUD Kelas B Non Pendidikan. Namun kemudian pada tanggal 30 November 2000 dalam Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 12 tahun 2000 tentang Pembentukan Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi. sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 12 Tahun 2000 tentang Pembentukan Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kota Bekasi dan Peraturan Daerah Kota . Sebagai suatu organisasi yang ingin berkembang dan survive terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan organisasi maka suatu organisasi yang bersifat pelayanan kepada publik memerlukan kinerja yang baik sehingga mutu pelayanan yang diberikan dapat memuaskan pelanggan. Rumah Sakit Umum Daerah (yang selanjutnya disebut dengan RSUD) Kota Bekasi merupakan Rumah Sakit Pemerintah Kelas C sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 051/Menkes/SK/II/1979/RSUD. Oleh sebab itu.

dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat banyak dan harus selalu memperhatikan etika pelayanan . (sumber : Profil RSUD Kota Bekasi Tahun 2008) Rumah sakit merupakan suatu institusi yang komplek. Usaha peningkatan perawatan e. pelaksanaan. Melaksanakan tugas perbantuan yang berdasarkan keputusan Walikota 2. Sebagai suatu instansi penyedia jasa pelayanan kesehatan di daerah. kompetitif. padat modal dan padat karya yang multidisiplin serta dipengaruhi oleh lingkungan yang selalu berubah. Usaha melaksanakan kegiatan sebagai tempat pemeliharaan Fungsi tersebut dalam pelaksanaannya untuk menghasilkan output yang diharapkan dan berjalannya kegiatan dengan cara pengorganisasian yang tepat. Namun rumah sakit selalu konsisten tetap untuk menjalankan misinya sebagai institusi pelayanan sosial. Usaha rehabilitasi medik c. bekerja secara efektif dan efisien. RSUD Kota Bekasi diharapkan dapat menyediakan pelayanan yang bermutu dengan harga yang terjangkau. Usaha melaksanakan sisten rujukan f. Tugas RSUD Kota Bekasi Melaksanakan urusan rumah tangga daerah berdasarkan Penyerahan hak dalam rangka otonomi daerah di bidang kesehatan yang meliputu pelayanan dan pengembangan penyembuhan serta pemulihan keadaan cacat badan maupun cacat jiwa sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. dinamis. Usaha pencegahan akibat penyakit dan peningkatan pemulihan kesehatan d. Usaha peningkatan pelayanan medik b. Tingkat kepercayaan masyarakat sendiri terhadap mutu . RSUD Kota Bekasi mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut : 1. pengendalian yang meliputi usaha sebagai berikut: a. serta pengawasan.3 Bekasi Nomor 20 Tahun 2001 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi menjadi Unit Swadaya Daerah. Fungsi RSUD Kota Bekasi Fungsi Rumah Sakit Umum Kota Bekasi dalam melaksanakan misinya baik yang teknis maupun administrasi tercakup dalam perencanaan.

Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan anggaran tahunan yang mana anggaran RSUD Kota Bekasi tidak mengalami penaikan dari tahun 2007 ke tahun 2008. selama ini masih sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah setempat. Upaya peningkatan kinerja pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi dilakukan karena kinerja pada Rumah Sakit daerah tersebut masih dapat dikatakan kurang optimal. dan OPRS yang dalam penggunaanya bertujuan untuk peningkatan penerimaan Rumah Sakit Umum Daerah dan perluasan cakupan pelayanan kesehatan dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat.II. Pengukuran kinerja dapat memberi arah pada keputusan strategis yang menyangkut perkembangan rumah sakit dimasa yang akan datang. diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah sebagai unit penghasil dari retribusi pelayanan kesehatan dapat dikelola secara profesional. Sumber-sumber pembiayaan Rumah Sakit Umum Daerah dalam pelaksanaan opersional pelayanan kesehatan adalah APBD Tk. Kemampuan untuk mengukur kinerja rumah sakit (performance measurement) merupakan salah satu prasyarat untuk dapat memobilisasi sumber daya secara efektif. mengingat dewasa ini persaingan terhadap jasa pelayanan kesehatan telah berkembang dengan pesat.4 pelayanan yang diberikan oleh RSUD dapat dilihat dari jumlah pasien yang berkunjung ke RSUD Kota Bekasi. Dalam pembiayaan operasional rumah sakit. SBBO. Pada Rumah Sakit Umum Daerah sangat diharapkan dalam pemberian kualitas pelayanan kesehatan untuk dapat ditingkatkan. Anggaran pendapatan RSUD Kota Bekasi TA 2008 . Di lain pihak dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

SPM RSUD Kota Bekasi dibagi atas 18 kegiatan dengan indikator dan standar target sesuai rencana capaian dari Tahun 2007 sampai dengan tahun 2011. RSUD Kota Bekasi sebagai salah satu instansi pemerintah harus melaksanakan pengukuran kinerja. Salah satu panduan pengukuran kinerja instansi pemerintah adalah Keputusan Kepala LAN No. Berikut adalah kegiatan instalasi yang dilakukan oleh RSUD Kota Bekasi dalam memenuhi indikator dan standar target SPM.000. 32. 239/IX/6/8/2003 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.1 : Kegiatan dalam Standar Pelayanan Minimal RSUD Kota Bekasi .00 atau tidak terdapat perubahan kenaikan target pendapatan dari TA 2007. namun rencana dan indikator untuk pencapaian SPM belum sepenuhnya dilakukan. sebagai salah satu syarat administrasi untuk perubahan status menjadi Rumah Sakit Badan Layanan Umum.5 sebesar Rp. Tabel 1. Namun penyusunan laporan indikator kinerja belum secara optimal terlaksana yang mana hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja intern rumah sakit itu sendiri. RSUD Kota Bekasi juga memiliki indikator yang mana telah ditetapkan melalui SPM RSUD Kota Bekasi. Hal tersebut tidak sesuai dengan target strategis yang menetapkan kenaikan PAD sebesar 5% dalam rencana strategis bisnis 2006-2010 Kota Bekasi. Sebagai bagian dari sistem akuntabilitas kinerja.000.000. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi sendiri telah mempunyai Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan oleh Walikota Bekasi Tanggal 18 Februari 2008.

Rawat Inap 13. Pelayanan Kegiatan yang wajib dilakukan Penyelenggaraan pelayanan kesehatan Indikator/Cakupan Jumlah rumah sakit. Radiologi 17. Tahun 2007) Berdasarkan wawancara dengan Kepala Diklat RSUD Kota Bekasi didapatkan keterangan bahwa pendirian Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi memiliki maksud dan tujuan untuk lebih mengembangkan perekonomian daerah. Hal itu dikarenakan kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi tersebut belum dapat dikatakan meningkat atau lebih baik jika dilihat dari hasil pemeriksaan yang didapat dan perbandingan dengan peningkatan kinerja tiap tahunnya.2 : Indikator Kinerja sesuai KepMenkes No. Pelayanan Kegawatdaruratan 11.6 NO. Adapun cakupan Indikator kinerja menurut KepMenkes tersebut dapat dilihat pada tabel 1. Rekam Medik 4. Tabel 1. meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bedah Sentral 14. Pengolahan Limbah 5. KEGIATAN 1. Ambulance 7. Pelayanan Gaskin 3. 1. menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkat kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan. Gizi (sumber : Standar Pelayanan Minimal RSUD Kota Bekasi. Rawat Jalan 12. Persalinan 15 Administrasi Manajemen 6. Intensif/ICU 16. 1 TT untuk Standar/Fokus Standar disusun . Pemulsaran Jenazah 8. Rehabilitasi Medik 9.228/SK/III/2002/SPM No. KEGIATAN NO. Dalam menetapkan SPM-nya RSUD Kota Bekasi mengacu kepada KepMenkes/No/228/SK/III/2002/SPM yang mana memberikan patokan mengenati standar pelayanan minimun. Lab Patologi Anatomi 18. Farmasi 10. Transfusi Darah 2. namun tujuan tersebut belum dapat dikatakan berhasil.2 berikut ini.

f. master plan. Gizi rawat inap. Mutu Rumah sakit terakreditasi untuk pelayanan dasar. Pelayanan penunjang Radiologi: Toraz poto Labolatorium dan Bank darah Rehabilitasi Medik: Fisioterapi Farmasi: Doen. perencanaan. kesehatan ibu dan anak. sanitasi lingkungan RS/limbah rumah sakit di kalibrasi secara berkala. Perencanaan Administrasi Rencana strategi. b. b. kurang gizi dan protein anak. rawat inap kelas III c. Analisa keuangan. meliputi promotif a. Kepala Bagian Penunjang Rumah Sakit dan juga Manajemen RSUD Koa . sesuai dengan spesialisasi yang dimiliki. untuk rujukan. Diklat. Formularium. Rawat Jalan Preventi.228/SK/III/2002/SPM Tahun 2002 Berdasarkan hasil pengamatan langsung dan wawancara dengan Kepala Diklat. Jumlah Dokter Spesialis 4 dasar Membuat rencana ketenagakerjaan di rumah sakit meliputi: Medis. master Program. c. 3. kegawatdaruratan. 5% dari jumlah anggaran rumah sakit. Keuangan Pembiayaan RS untuk biaya operasional RS. pemberantasan penyakit menular. Non-Medis. Manajemen sistem informasi rumah y Rekam medik sakit y Informasi keuangan RS y Data-data umum. Rehabilitatif. Kuratif. dan informasi segala kegiatan dan pelayanan di RS y Data-data pelayanan RS y Data-data kepegawaian y Data-data lain-lain Pelayanan Medik Pelayanan oleh tenaga Medis. Manajemen rumah sakit a. evaluasi. Sarana prasarana/alat untuk mendukung Sesuai dengan standar pelayanan pelayanan alat medis. Rawat Inap Tersedianya pelayanan rawat inap bagi pasien miskin. d. SDM Kandungan Limbah cair y y y y PH 6-9 BOD 30 Mg/l COD 80 Mg/l TSS 30 Mg/l Sumber : KepMenkes No.7 1500 penduduk kelas C jumlah pasien miskin 100% terlayani oleh provinsi sesuai kesepakatan dengan Kabupaten/Kota 2. e.

sehingga dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dokter serta legalitas dokter diragukan. Diketahui bahwa dari 71 dokter yang berpraktik di RSUD Kota Bekasi diantaranya sebanyak 47 dokter belum melampirkan dokumen registrasi dan SIP. Terdapat keterlambatan penerimaan pembayaran dari beberapa perusahaan yang melakukan kerjasama pelayanan kesehatan dengan RSUD Kota .3 Daftar Dokter yang belum memiliki registrasi dan SIP Banyaknya Dokter yang belum Jabatan memiliki Surat Izin Praktik di RSUD Kota Bekasi Dokter Gigi Dokter Spesialis Dokter Umum Kepala Instansi dan SMF Jumlah Sumber : LHP BPK-RI Tahun 2009 3 13 2 9 27 2. dan 27 diantaranya sama sekali belum memiliki SIP.8 Bekasi terdapat beberapa indikasi masalah terkait dengan kinerja organisasi pada RSUD Kota Bekasi yang diantaranya adalah : 1. Keadaan tersebut juga tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik kedokteran yang menyatakan bahwa Setiap dokter dan Dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat izin praktik (UU No. 29 Tahun 2004 Pasal 36) Tabel 1. Beberapa dokter yang melakukan praktik di RSUD Kota Bekasi belum melampirkan dan memiliki Surat Izin Praktik (SIP).

Tidak ada pencatatan resume rekam medis rawat jalan Tahun 2008 dan Tahun 2009.00 427.250.9 Bekasi antara 7 s/d 204 hari dari batas waktu pembayaran ideal sejak pelayanan diberikan sebesar Rp. Anggaran pendapatan RSUD Kota Bekasi TA 2008 sebesar Rp.466.4 Rekapitulasi Jumlah Klaim yang Terlambat dibayar Jumlah Klaim yang Terlambat Dibayar 42.00 2.850. Hal tersebut tidak sesuai dengan target strategis yang menetapkan kenaikan PAD sebesar 5% dalam rencana strategis bisnis 2006-2010 Kota Bekasi.181. Resume rekam medis selama tahun 2009 sebanyak 13.832 buah diantaranya sebanyak 4.13%) .765.00 67.063.000. 222.815.00 atau tidak terdapat perubahan kenaikan target pendapatan dari TA 2007. Tabel 1.500.00 804.00 Nama Perusahaan PT Xylo IP PT Astra PT Meriba PT Hardlent PT Bakrie P.000.00 1.000.456.605.00 39.254.617.219.000.076.085.00 90. Pencatatan resume rekam medis rawat inap pun tidak tertib dan belum dilakukan secara lengkap. Hal tersebut mengakibatkan anggaran RSUD Kota Bekasi TA 2008 tidak mencerminkan kesesuaian dengan target strategi yang ingin dicapai.00 yang mana hal tersebut mempengaruhi pendapatan RSUD dan mengakibatkan keterlambatan memanfaatkan dana tersebut.000.00 1.997 buah (36.00 42.625.700.I PT Askes Sukarela PT Pinafal PT Mayora PT Nayaka PT Leonspin PT Kepsonic Jumlah Sumber : LHP BPK RI Tahun 2009 3. 4.232.121.00 222.00 1.290.232. 32.

18 47.45 51.20 3. Oktober 11.58 43.821 % 0.00 0.45 Diisi Tidak Lengkap Jml 499 342 841 % 49. Januari 2.33 19.00 0.35 45.09 5.291 % 16.38 Diisi Tidak Lengkap Jml 193 311 743 503 452 367 235 315 518 591 203 566 4.821 buah (13.17 No. Maret 4.095 13.291 buah (9.00 13.64 41.97 27.87 2.32 25. 2010 Sedangkan untuk TA 2010 resume rekam medis baru diinput sampai dengan bulan Februari.79 15.012 935 1.19 Tidak Diisi Jml 114 185 299 % 11.269 tanggal 12 .00 0.31 12.053 1. 1.13 45.77 9.448 1.57 35.596 1. November 12.068 1.10 tidak diisi secara lengkap.41 14. Peraturan Menkes No.46 24.98 34. 1.997 % 23.20 41.28 51.947 Diisi Lengkap Jml 399 408 807 % 39.00 19. Februari Jumlah Sumber : Bagian SIM RSUD Kota Bekasi.13 5. Februari 3.18 0.43 43. sebanyak 1.17%) tidak bertuan.07 20.27 10.13 Tidak Diisi Jml 133 125 191 156 145 75 52 118 25 36 78 177 1.5 : Resume rekam Medis Rawat Inap tahun 2009 Bulan di Tahun 2009 Jumlah Rekam Medis 815 704 1. Juli 8.60 55.09 23.69 36.78 52.31 33.00 38. secara rinci dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 1.36%) sama sekali tidak diisi secara lengkap seperti tabel berikut: Tabel 1. April 5.37 7.34 9. Desember Jumlah Sumber : Bagian SIM RSUD Kota Bekasi.26 19.72 34.136 1.97 41.14 28. Mei 6.76 12.557 1. dari jumlah 1.832 Diisi Lengkap Jml 489 268 325 376 433 665 505 484 593 441 772 372 5.29 73.32 17.19%) tidak diisi secara lengkap dan sisanya sebanyak 299 (15.87 25.36 No. Juni 7.463 980 917 1. 2010 Hal tersebut tidak sesuai dengan UU No.53 52.34 19.723 % 60.33%) sama sekali tidak diisi dan sisanya sebanyak 1.74 28.00 0. Agustus 9. September 10. Januari 2.6 : Resume Rekam Medis Rawat Inap Tahun 2010 Bulan di Tahun 2010 Jumlah Rekam Medis 1.68 44.00 0.33 Tidak Bertuan Jml 298 413 566 356 188 1.947 resume rekam medis sebanyak 841 (43.29 tanggal 6 Oktober 2004 tentang praktek kedokteran pasal 46.31 36.

2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian diatas. penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut : ³Bagaimana Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi?´ 1. dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.3. diagnosis/masalah.´ 1.3.1 Maksud Maksud dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Kinerja yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Kota Bekasi. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : ³Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi. persetujuan tindakan medis (bila ada).2 Tujuan Penelitian .3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1. serta mencari data dan juga informasi Kinerja di RSUD Kota Bekasi 1. BAB IV tentang isi rekam medis yang menyatakan bahwa isi rekam medis rawat inap sekurang-kurangnya memuat : identitas pasien. pemeriksaan. Berdasarkan latar belakang dan indikasi masalah yang telah diuraikan diatas yang berkaitan dengan Kinerja Organisasi Rumah Sakit Umum Kota Bekasi. tindakan/pengobatan. dan juga Manual Rekam Medis yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia Tahun 2006.11 Maret 2008 tentang Rekam Medis.

Penelitian ini diharapkan mampu menjadi pembelajaran perbandingn atas teori yang dipelajari pada masa perkuliahan dengan kenyataan yang ada dilapangan.4 Kegunaan Penelitian 1.2 Kegunaan Praktis 1. Hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dan masukan bermanfaat Mengenai Kinerja Rumah Sakit Umum Kota Bekasi . 2.4.1 Kegunaan Akademis 1. 2.12 Berdasarkan latar belakang penelitian dan identifikasi masalah di atas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pengembangan ilmu khususnya mengenai Kinerja Rumah Sakit Umum daerah Kota Bekasi karena Kinerja organisasi dilaksanakan dengan dasar pengetahuan yang bersifat multidisiplin yang mencakup dasar akademik Ilmu Politik. 1. maka tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu : Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi 1. Untuk menambah wawasan penulis mengenai Kinerja Organisasi yang merupakan kunci utama untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam pertanggungjawaban kepada rakyat.4. 3. Untuk memenuhi salah satu syarat mata perkuliahan pada Jurusan Ilmu Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran.

dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi.1 Kerangka Pemikiran Tuntutan akan terselenggaranya suatu pemerintahan yang bersih serta tersedianya pelayanan kepada publik yang lebih baik merupakan kecenderungan yang semakin nyata dari hari ke hari. Kinerja saat ini berorientasi kepada hasil (outcomes) yang sangat menentukkan keberhasilan suatu organisasi. peningkatan kinerja di sektor pemerintahan merupakan kebutuhan yang mutlak untuk segera diterapkan pada masa sekarang maupun di masa-masa yang akan datang. Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran. Istilah kinerja sering digunakan untuk menebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun kelompok. misi. 1. Untuk menunjang pemenuhan tuntutan tersebut.13 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak yang akan melakukan penelitian. efisien dan ekonomis. tujuan. Dikemukakan oleh Tangkilisan menyebutkan .5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 1.5. dalam hal ini meliputi hasil yang dicapai dari suatu pekerjaan tersebut. Kinerja mengacu kepada sesuatu yang terkait dengan kegiatan melakukan pekerjaan. Sektor pemerintahan diharapkan secara terus menerus mengevaluasi diri serta melakukan perbaikan kinerja secara berkelanjutan agar bisa bekerja secara efektif.

(Tangkilisan.³( Yaslis ilyas . dibandingkan dengan organisasi lain (benchmarking). Dalam studi administrasi publik. Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personel yang memangku jabatan funsional. ³unjuk kerja´ atau ³prestasi´. definisi kinerja itu sendiri. Istilah ³kinerja´ merupakan terjemahan dari performance yang sering diartikan sebagai ³penampilan´. maupun struktural. tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personel didalam organisasi. istilah ini menunjukkan ³the execution or fulfilment of a duty´ (pelaksanaan atau pencapaian dari suatu tugas). dan sampai seberapa jauh pencapaian tujuan dan target yang telah ditetapkan. Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja personel. memberikan definisi sebagai berikut : ³Kinerja dapat diartikan sebagai hasil atau tujuan akhir dalam berbagai fungsi kerja pada suatu . dikemukakan pula oleh Bernadin dan Russel yang dikutip oleh Ruky. Dalam Encyclopedia of Public Administration and Public Policy tahun 2003. kinerja menggambarkan sampai seberapa jauh organisasi tersebut mencapai hasil ketika dibandingkan dengan kinerjanya terdahulu (previous performance). dan sejak FW Taylor mendorong pegawai bekerja efisien. Dalam kamus Illustrated Oxford Dictionary .1999:73). kinerja mulai dituntut untuk diukur sejak Woodrow Wilson menekankan efisiensi dalam desain administrasi. Untuk pengertian kinerja. 2004:10) Untuk lebih jelasnya maka penulis mengutip definisi kinerja dari para ahli lebih dahulu.14 bahwa ³Kinerja merupakan tingkat pencapaian hasil atau ³the degree of accomplishment´. yaitu: ³Kinerja adalah penampilan hasil karya personel dalam suatu organisasi.

sistem organisasi formal. dan starteji instansi pemerintah yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan. Faktor kemampuan jelas sangat mempengaruhi kinerja pegawai karena apabila mereka memiliki kemampuan otomatis pekerjaan dapat dilakukan dan diselesaikan dengan baik. Faktor yang mempengaruhi kinerja dapat berupa komponen pendidikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kinerja merupakan tingkat pencapaian hasil.15 periode´. Dalam kajian ini yang akan dianalisis adalah kinerja organisasi. 2003: 3) Untuk menghadapi lingkungan masa depan dan menciptakan peluang masa depan maka setiap organisasi harus memiliki kinerja organisasi dan adanya pengukuran terhadap keberhasilan kinerja tersebut. sistem organisasi informal dan tipe kepemimpinan. Adapun pengertian kinerja organisasi yang dijelaskan dalam Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang diterbitkan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut : Kinerja instansi pemerintah adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi pemerintah sebagai penjabaran dari visi. Hal ini dirumuskan dalam dua komponen penting yaitu faktor kemampuan dan faktor motivasi kerja. Kinerja organisasi khususnya kinerja dari organisasi pemerintahan sangat menarik untuk dikaji karena hal ini menyangkut kepuasan masyarakat. misi. (Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Oleh karena itu. pengukuran . Dalam pencapaian tujuan organisasi tentunya kinerja tidak akan bisa lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. dimana kinerja suatu organisasi itu dapat dilihat dari tingkatan sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang didasarkan pada tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

2. dapat dilihat dari kemampuan perusahaan untuk mencapai pengurangan biaya yang telah dianggarkan dan merealisasikan biaya tersebut sesuai dengan rencana penganggaran dalam satu periode tertentu. Pendapatan.16 kinerja merupakan sesuatu yang amat vital bagi keberlangsungan aktivitas organisasional dalam setiap organisasi. Peningkatan nilai rasio ini dari waktu ke waktu menunjukkan kinerja perusahaan yang semakin membaik dalam mendapatkan income dari aset yang dimiliki. Tingkat pengembalian dan surplus. Kinerja organisasi hendaknya merupakan hasil yang dapat diukur dan menggambarkan kondisi suatu organisasi dari berbagai ukuran yang disepakati. b. Ukuran produktivitas. Biaya. dapat dilihat dari : a. merupakan kemampuan untuk mencapai penjualan (penyediaan layanan) atau target pertumbuhan penjualan sebagaimana dianggarkan dengan efektif dan kemampuan perusahaan untuk mencapai peningkatan atau perluasan pangsa pasar dengan efektif. Selain itu tingkat pengembalian dan surplus dapat diperoleh dari peningkatan harga saham pasar organisasi jika organisasi go public melalui pasar modal. Penelitian mengenai kinerja organisasi tersebut salah satunya dapat dilihat dari ukuran kinerja organisasi menurut Mahsun (2009). c. dapat dilihat dari jumlah output yang bisa dihasilkan untuk setiap pegawai atau setiap jam kerja yang efektif. Ukuran finansial. Kinerja perusahaan/organisasi merupakan sesuatu yang dihasilkan oleh suatu organisasi dalam periode tertentu dengan mengacu kepada standar yang telah ditetapkan. yaitu antara lain : 1. Untuk mengetahui kinerja yang dicapai maka dilakukan penelitian kinerja. merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh surplus atau income sesuai dengan yang telah ditargetkan dan kemampuan untuk mencapai aset yang dimiliki atau rasio Return on Total Assets. dimana pengukuran kinerja organisasi sektor publik dapat dilihat dari karakteristik berikut. jumlah output yang bisa dihasilkan untuk setiap unit bahan mentah .

dan proporsi waktu menganggur dari total jam kerja efektif. tingkat kepuasan pegawai.1 Lokasi . dapat dilihat dari presentasi produk tidak sempurna atau yang tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). dan kemampuan untuk memenuhi produk atau layanan yang dibutuhkan pelanggan. jumlah waktu yang dibutuhkan organisasi secara keseluruhan untuk menghasilkan setiap unit produk atau layanan.6. penilaian pihak ketiga atas tingkat kepuasan pelanggan. Ukuran personalia. waktu yang diperlukan untuk mengenalkan produk baru tersebut kepada masyarakat. dan adanya pelatihan dan pengembangan pegawai. 6. dapat dilihat dari kepuasan pelanggan atas kualitas layanan yang diberikan. jumlah biaya yang digunakan untuk mengganti atau membayar kembali atas pelayanan yang tidak memadai. dapat dilihat dari jumlah produk atau jenis layanan baru yang berhasil disediakan setiap periode. (input). Ukuran pelayanan.2 Hipotesis Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan. (Mohamad Mahsun. persentase layanan yang disediakan secara tepat waktu.6 Lokasi dan Jadwal Penelitian 1. jumlah keluhan pelanggan atau komplain pelanggan. jumlah pegawai yang absen setiap bulan.5. proporsi nilai tambah dari total jam kerja efektif. tingkat pengurangan atau penurunan produk rusak atau cacat. 5. Ukuran inovasi. dan penilaian pelanggan atas kualitas layanan atau produk. Ukuran kualitas. maka penulis mengemukakan hipotesis kerja sebagai berikut : ³Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi baik jika pengukuran kinerja dilakukan sesuai ukuran kinerja organisasi´ 1. 2009:129) 1.17 3. dan adanya pembandingan dengan organisasi sejenis lain yang memiliki kinerja terbaik. terdiri dari tingkat perputaran pegawai (turnover). persentase penyediaan produk atau layanan yang digunakan untuk pengembangan pasar baru. 4.

11. 6.515.7 : Jadwal Penelitian No. 3.18 Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi di Pusat Kota Bekasi yang beralamat di Jalan Pramuka Nomor 55 Bekasi.2 Jadwal Penelitian Tabel 1. 2. 10. 8. 5.100 meter persegi dan luas bangunan 7. 7. 4. 9. RSUD Kota Bekasi mempunyai luas area kurang lebih 13.51 meter persegi.6. Bulan Feb Kegiatan 1. Perizinan Observasi Studi Literatur Penyusunan Laporan Bimbingan Seminar UP Perbaikan UP Penyebaran Angket/wawancara Pengolahan Data Penulisan laporan Sidang Mar 2010 Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt . 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->