P. 1
Pengaruh Budaya Belanda Terhadap Kebijakan Indonesia

Pengaruh Budaya Belanda Terhadap Kebijakan Indonesia

|Views: 295|Likes:
Published by zie

More info:

Published by: zie on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2014

pdf

text

original

Pengaruh Budaya Belanda Terhadap Kebijakan Indonesia

Pada dasarnya, sistem kolonialisasi adalah salah. Tidak ada satupun negara yang ingin dijajah. Meskipun begitu, pengaruh dari pemerintah Belanda atau budaya barat mungkin saja positif untuk Indonesia. Pada sekitar tahun 1900, pemerintah Belanda memulai suatu kebijakan yang lebih sosial, yang disebut ‘politik etis’ dengan tekanan pada aspek sosial seperti : perumahan, perawatan medis dan pendidikan. Walaupun pendidikan pada mulanya hanya untuk kaum yang berada, namun kemudian banyak sekolah-sekolah di desa telah dibuka untuk masyarakat luas. Bahasa pengantarnya adalah bahasa Belanda dan bahasa Melayu. Hasil dari pendidikan yang di terima di sekolah-sekolah ini adalah diperkenalkannya mentalitas dan kebudayaan Belanda kepada orang-orang pribumi Indonesia. Menurut van Deventer1, Belanda mempunyai hutang budi untuk membayar kembali keuntungan dimasa lalu selama sistem penanaman (cultuurstelsel)2 sebagai ganti rugi atas klaim keuangan dari jajahan. Kebutuhan jajahan dan penduduk merupakan prioritas dan bukan masalah dari negara asal sebelumnya. Orang-orang pribumi (Indonesia) perlu menaikkan kemakmurannya. Pada waktunya, pengaruh budaya Belanda atau Barat menjadi lebih tersebar luas di Indonesia. Contohnya secara langsung di Asia sering dilihat tidak sopan dengan menepati janji, katakan ya jika ya dan katakan tidak jika tidak, serta tidak ada jam karet. Rubber time atau jam karet karena secara tidak langsung mempersulit banyak hal. Korupsi kecil dan itu dapat dihukum. Bagaimanapun juga, jika terjadi korupsi seperti pada Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC (Perusahaan Hindia Timur) adalah sebagai contoh manajemen yang buruk. Korupsi menjadi kursus di mana-mana tetapi sepanjang aturan kolonial Belanda korupsi yang ada relatif kecil. Ini sering dibuktikan oleh artikel surat kabar dimana orang-orang memperoleh keuntungan ganda, untuk mematahkan aturan, dan satu lagi mencoba untuk menyuap polisi.

1. http://www.suparlan.com/pages/posts/trilogi-van-deventer92.php 2. http://umum.kompasiana.com/2009/08/24/cultuurstelsel-tanam-paksa-1830/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->