P. 1
Pts Lingkungan Sek. Kkg Sman 1 Kluet Tengah

Pts Lingkungan Sek. Kkg Sman 1 Kluet Tengah

|Views: 430|Likes:
Published by AKy KoFa

More info:

Published by: AKy KoFa on Jan 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2013

pdf

text

original

LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MELALUI DISKUSI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) DI SMA NEGERI 1 KLUET TENGAH

Oleh .MUHIBUL RAHMAN,S.Pd NIP.19631231 198803 1058 PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SELATAN DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) NEGERI 1 KLUET TENGAH Jalan . Kotafajar – Menggamat KECAMATAN KLUET TENGAH 2010

LEMBAR PENGESAHAN

1

Judul Penelitian

Peningkatan Kemampuan Guru dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar melalui Diskusi Kelompok Kerja Guru(KKG) di SMA Negeri 1 Kluet Tengah

2

Identitas Peneliti a. Nama Lengkap b.NIP c.Pangkat,Golongan d.Pengawas Satuan Pendidikan e.Provinsi f. Kabupaten /Kota g.Alamat Kantor h.Telepon Lama Penelitian Sumber Dana 1 bulan, bulan Oktober 2010

3 4

Menggamat 29 Oktober 2010 Pembimbing Peneliti

Drs.Martunis NIP………………..

Muhibul Rahman,S.Pd Nip : 19631231 198803 1 058 Mengetahui, Koordinator /Dikmen SUARTONO,SP NIP…………..

PENINGKATAN KEMAMPUANii GURU DALAM MEMANFAATKAN

LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MELALUI DISKUSI KELOMPOK KERJA GURU (KKG)

DI SMA NEGERI 1 KLUET TENGAH Oleh : Muhibul Rahman,S.Pd ABSTRAK Salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional adalah penyempurnaan kurikulum. Pelaksanaan sistem kurikulum nasional yang sentralistik telah menghasilkan prilaku kognitif siswa yang kurang fleksibel. Untuk itu sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku sekarang ini, memerlukan strategi baru terutama dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan

pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak didominasi oleh peran guru (teacher centered) diperbaharui dengan sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan hal tersebut adalah pembelajaran dengan pendekatan Pakem.Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran pakem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan calon peneliti selaku pengawas sekolah, selama ini para guru di SMA Negeri 1 Kluet Tengah sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Begitu pula dalam KKG, kemampuan guru berdiskusi masih kurang aktif dan kreatif, sehingga kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar belum baik. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan adalah: 1. Apakah dengan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Negeri 1 Kluet Tengah 2. Apakah kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Negeri 1 Kluet Tengah Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan iii kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap peningkatan permasalahan yang dapat

08 katagori “baik”.75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82. sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82.nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78.38 katagori”cukup.sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84.50. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi diskusi adalah 79. terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai.33 katagori “cukup”. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di SMA Negeri 1 Kluet Tengah agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran. nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78. yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. katagori “baik”.88.kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Negeri 1 Kluet Tengah Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus.dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMA Negeri 1 Kluet Tengah yang terdiri dari enam orang guru kelas dan dua orang guru bidang studi. KATA PENGANTAR iv .Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II .instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi.

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT .Untuk itu melalui kesempatan ini. Peneliti v . Terima kasih.atas karunia yang dilimpahkan sehingga laporan hasil penelitian tindakan sekolah ini dapat diselesaikan sesuai harapan. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dorongan selama kegiatan sampai pelaporan hasil penelitian inidapat terselesaikan.materi serta fasilitas pendukung lainnya. namun semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk pihak-pihak yang berkepentingan terutama yang terlibat dalam pengembangan pendidikan ke depan.disampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada : 1 Dewan Guru dan karyawan SMA Negeri 1 Kluet Tengah yang telah menyediakan kondisi dan fasilitas pelaksanaan penelitian. 2.Tuhan Yang Maha Kuasa . Walaupun hasil penelitian tindakan sekolah ini belum sempurna karena keterbatasanketerbatasan peneliti. Penelitian ini berjudul “PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MELALUI DISKUSI KELOMPOK KERJA GURU (KKG ) DI SMANEGERI 1 KLUET TENGAH bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi dalam kelompok kerja guru (KKG).motivasi. Laporan hasil penelitian tindakan sekolah ini dapat terselesaikan berkat dukungan dari berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan. sehingga seluruh kegiatan penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.

............................................................................ .....................................................................................................................................................................Tujuan dan Manfaat Penelitian ...... Simpulan ........................... B..................................................................................................................Perencanaan Tindakan ...................................................................................................................................................RumusanMasalah ................ Abstrak ............................................. Daftar Isi ..................... E.................................................. Kata Pengantar .................................................................Diskusi Kelompok Kerja Guru......... Daftar Gambar.................................... BAB III METODOLOGI PENELITIAN A..........................................................Pelaksanaan Tindakan ................... BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.................... BAB V SIMPULAN DAN SARAN A............. DAFTAR PUSTAKA ........................................... ............................................................................................................Pembahasan ..................... B............. 20 21 Halaman Judul ........................... B.Lokasi Penelitian ................................................ D..............DAFTAR ISI Halaman i ii iii v vi vii viii 1 2 3 3 3 4 4 6 6 8 8 10 13 18 19 19 Saran ................................. LAMPIRAN-LAMPIRAN ........ B...... BAB I PENDAHULUAN A...................Identifikasi Masalah ............................................................................... C....................................................... 2................Pemecahan Masalah ....................Siklus II .................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA A... C....................................... B...... 1...............Pemanfaatan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar.............. ............................................................................................................. Daftar Tabel .......................................Latar Belakang Masalah ........... Halaman Pengesahan .............................Hasil Penelitian.................................................................................Siklus I ........................................................................

vi DAFTAR GAMBAR .

........................................... 7 DAFTAR TABEL vii Halaman .........Halaman Gambar 01: Alur Penelitian..........

.............. Data Hasil Penilaian Skenario Pembelajaran Siklus I.......... Tabel.. Format Penilaian Skenario Pembelajaran... Tabel...............1.... Tabel.................... Tabel...... Data Hasil Observasi Sikulus II............2. 4..... 4.................2. Tabel.......... 14 15 16 16 21 21 22 25 25 26 viii DAFTAR LAMPIRAN Halaman .Tabel 3....2.. Data Hasil Observasi Siklus I..... Tabel.......................... 4.....................2... Data Hasil Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Sikulus II.. Tabel............................... Data Hasil Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I. Kreteria Penilaian Acuan Patokan Skala Lima .........2....................1........2........1. 4....... Data Hasil Penilaian Skenario Pembelajaran Sikulus II.. 4... 3....... Format Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran................ 3.1............1.... Tabel........................... Format observasi .3... 4....... Tabel 3..........1......3..4..3......

........... Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran........................... Jadwal pelaksanaan....... Lampiran 08......... Daftar nama subyek dan Absensi............................. Lampiran 07.. Lampiran 06...................................... Instrumen Penilaian Skenario Pembelajaran......................................... Lampiran 03....... 30 31 32 33 34 36 38 40 BAB I ix PENDAHULUAN ............ Lampiran 02. Foto Dokumen Kegiatan Penelitian.... ................. Instrumen observasi....Lampiran 01......... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I........ Lampiran 04......... Lampiran 05.................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II..........

selama ini para guru masih sangat jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pembuatan laporan dan dalam penampilan hasil dalam bentuk presentasi. Disamping itu sesuai dengan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan). memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar merupakan bentuk pembelajaran yang berfihak pada pembelajaran melalui penggalian dan penemuan (experiencing) serta keterkaitan (relating) antara materi pelajaran dengan konteks pengalaman kehidupan nyata melalui kegiatan proyek. guru harus mampu menghadapkan siswa dengan dunia nyata sesuai dengan yang dialaminya sehari-hari. melainkan guru harus mampu melaksanakan pembelajaran dengan motode yang variatif. Ekowati (2001) mengatakan. kurang terbuka terhadap pendapat yang divergen. motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran adalah dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. motode atau setrategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi sehingga mampu mengembangkan daya nalar siswa secara optimal. salah satu cara belajar yang disarankan dalam KTSP sebagai upaya mendekatkan aktivitas belajar siswa pada berbagai fakta kehidupan sehari-hari di sekitar lingkungan siswa.A. Dari hasil pantauan calon peneliti selaku pengawas sekolah. Untuk itu sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku sekarang ini. Hal ini juga sesuai dengan salah satu pilar dari pendekatan contekstual yaitu masyarakat belajar (learning commonity). pikiran mereka kurang berkembang dan cendrung kurang suka pada sesuatu yang baru. Siswa merasa lebih aman dan cendrung terikat pada apa yang telah ada. Lingkungan sekolah tidak lebih hanya digunakan sebagai tempat bermain-main siswa 1 . menekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban benar terhadap soal-soal yang diberikan.Dengan demikian dalam pembelajaran guru tidak hanya terpaku dengan pembelajaran di dalam kelas. . Latar Belakang Masalah Salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional adalah penyempurnaan kurikulum. Pada pembelajaran dengan setrategi ini guru bertindak sebagai pelatih metakognitif yaitu membantu pebelajar dalam menemukan materi belajar. Akhirnya kompetensi belajar kurang berkembang secara optimal. Pendekatan pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak didominasi oleh peran guru (teacher centered) diperbaharui dengan sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Pelaksanaan sistem kurikulum nasional yang sentralistik telah menghasilkan prilaku kognitif siswa yang kurang fleksibel. memerlukan strategi baru terutama dalam kegiatan pembelajaran. Dalam implementasi KTSP guru harus mampu memilih dan menerapkan model. Praktek-praktek pendidikan yang dikembangkan kelihatannya lebih ditekankan pada pemikiran reproduktif. Untuk mencapai tujuan tersebut. Memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar menjadi alternatif setrategi pembelajaran untuk memberikan kedekatan teoritis dan praktis bagi pengembangan hasil belajar siswa secara optimal. Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan Pakem yang memungkinkan bisa mengembangkan kreativiats.

Bagi guru yang tingkat pengalamannya tinggi akan menjadi lebih matang dan bagi guru yang tingkat pengalamannya rendah akan menambah pengetahuan. Keunggulan diskusi kelompok melalui KKG adalah keterlibatan guru bersifat holistic dan konprehensip dalam semua kegiatan. Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) belum dimanfaatkan dan dilaksanakan secara optimal. Guru lebih sering menyajikan pelajaran di dalam kelas walaupun materi yang disajikan berkaitan dengan lingkungan sekolah. Penelitian Nur Mohamad dalam Ekowati (2001) menunjukkan diskusi kolompok memiliki dampak yang amat positif bagi guru yang tingkat pengalamannya rendah maupun yang tingkat pengalamannya tinggi. Pembelajaran yang dikembangkan di kelas – kelas kelihatannya lebih ditekankan pada pemikiran reproduktif. Rumusan Masalah . Dari segi lainnya guru dapat menukar pendapat. Selain itu ada guru yang menyampaikan bahwa mereka tidak bisa dan tidak tahu dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.walaupun materi pelajaran ada kaitannya dengan lingkungan sekolah.selain buku paket. 4. serta hasil pengamatan peneliti melalui supervisi. 5. walaupun misalnya siswa sudah merasa sangat jenuh berada di dalam kelas. motode atau setrategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan sehingga kurang mengembangkan daya nalar siswa secara optimal. karena alasan susah mengawasi. 2 C.maka dapat diidentifikasi masalahnya sebagai berikut: 1. memberi saran. Dari wawancara yang dilakukan calon peneliti. Dalam kegiatan pembelajaran guru belum mampu menerapkan model. dan guru satusatunya sumber belajar. Pendekatan pembelajaran lebih banyak didominasi oleh peran guru. Kalau tidak jam istirahat. sebagian besar guru mengaku enggan mengajak siswa belajar di luar kelas. 2. Untuk mengatasi hal itu perlu adanya diskusi kelompok diantara para guru kelas dalam bentuk KKG untuk mendiskusikan masalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. tanggapan dan berbagai reaksi sosial dengan teman seprofesi sebagai peluang bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman. menekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban benar terhadap soal-soal yang diberikan 3. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas. B Identifikasi Masalah.pada saat istirahat. Dalam kegiatan diskusi tersebut para guru bisa membagi pengalaman dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang optimal. guru lebih sering memilih mengkarantina siswa di dalam kelas. Seperti observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Kluet Tengah guru-guru di sekolah tersebut memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar hanya dua sampai tiga kali dalam satu semester. Dalam proses pembelajaran guru sangat jarang memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. .

Guru. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Apakah kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Negeri 1 Kluet Tengah D. Pemecahan Masalah Berdasarkan pada rumusan masalah diatas. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Negeri 1 Kluet Tengah 2. b.Berdasarkan identifikasi masalah diatas. motivasi dan hasil belajar siswa. maka tujuan dari dilaksanakan penelitian tindakan sekolah ini adalah : a. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas. d. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) di SMA Negeri 1 Kluet Tengah b. KAJIAN PUSTAKA BAB II 3 . . c. dapat ditentukan hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah : Diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG) . Sekolah. Bagi Dinas Pendidikan atau instansi terkait sebagai bahan masukan terhadap pengambil kebijakan/keputusan dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. dapat memberikan motivasi bagi guru-guru yang lain untuk menyempurnakan metode dan setrategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. dapat membantu dalam membimbing dan pengawas guru dalam pelaksanaan tugasnya sehingga dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru.maka dalam penelitian tindakan sekolah ini difokuskan pada penelitian masalah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Manfaat Penelitian Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan memberikan manfaat yang berarti bagi : a.dapat meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan Lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Negeri 1 Kluet Tengah E. Pengawas sekolah. dapat menyempurnakan metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah sehingga dapat meningkatkan kreativiats. Apakah kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat ditingkatkan melalui diskusi Kelompok Kerja Guru di SMA Negeri 1 Kluet Tengah 2.

(4) mempelajari masyarakat akan memperkuat dan memperkaya kurikulum melalui pelaksanaan praktis didalam situasi sesungguhnya. (Badru Zaman. benda mati. Artinya setiap anggota turut 4 memberikan sumbangan pemikiran dan pendapat dalam memecahkan persoalan tersebut. Kelompok Kerja Guru (KKG) adalah bentuk kegiatan yang beranggotakan guruguru kelas. lebih faktual dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. (Sarman. 2005 : 3) Nilai-nilai kegunaan sumber belajar masyarakat adalah : (1) menghubungkan kurikulum dengan kegiatan-kegiatan masyarakat akan mengembangkan kesadaran dan kepekaan terhadap masalah sosial. (5) peserta didik memperoleh pengalaman langsung yang kongkrit. dimana tujuan kegiatannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka sesuai kelas yang dipegang. (3) mempelajari kondisi-kondisi masyarakat merupakan latihan berpikir ilmiah (scientif methode). ilmu sosial dan yang lainnya. Diskusi kelompok adalah suatu . dan (5) menumbuhkan aktivitas belajar anak (learning aktivities). Pemanfaatan Lingkungan Sekolah sebagai Sumber Belajar Salah satu alternatif metode pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan (PAKEM) adalah pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. salah satunya melalui survei wilayah. Lingkungan sebagai sumber belajar dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang ada disekitar atau di sekeliling anak (mahluk hidup lain. Diskusi Kelompok Kerja Guru. Kemudian diskusi kelompok adalah suatu kegiatan belajar yang dilakukan secara bersama-sama. Diskusi kelompok pada dasarnya memecahkan persoalan secara bersama-sama. 2005) B. realistis dan verbalisme. simulasi. dkk. diskusi atau yang lainnya. (Douglas dan Mill dalam Rusyan 2001 : 152) Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar mengarahkan anak pada peristiwa atau keadaan yang sebenarnya atau keadaan yang alami sehingga lebih nyata. Lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan prilakunya serta mahluk hidup lainnya. Melalui survei wilayah siswa akan menemukan sumber belajar di masyarakat sehingga mampu menumbuhkan motivasi untuk memperkaya nilai-nilai hasil belajar guna dapat meningkatkan pemahaman dan peningkatan materi pelajaran. (2) memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningful learning). dan budaya manusia) yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. (4) kegiatan belajar akan lebih menarik bagi anak. (2) menggunakan minat-minat pribadi peserta didik akan menyebabkan belajar lebih bermakna baginya. Sumber belajar masyarakat dapat digunakan untuk kepentingan proses pembelajaran sains.A. (3) memungkinkan terjadinya proses pembentukan kepribadian anak. Bentuk kegiatan KKG bisa berupa diklat. Manfaat nyata yang dapat diperoleh dengan memanfaatkan lingkungan ini adalah : (1) menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari anak.

e.penetapan masalah yang akan dibahas dan pencatatan kesimpulan hasil diskusi kelompok. 5 BAB. yaitu : a. b. c. Hentaskan persoalan satu persatu dengan memberi kesempatan kepada anggota untuk mengajukan pendapatnya. III . lalu dibagikan kepada masing-masing anggota untuk dipelajari dirumahnya.SW dan Warji R.2004) mengemukakan beberapa petunjuk dalam pelaksanaan diskusi kelompok. (Tabrani dan Daryani dalam Kasianto. Jumlah setiap kelompok terdiri dari 5 hingga 7 orang.kegiatan belajar untuk memecahkan persoalan secara bersama-sama. (Ischak. Tunda dan tanyakan kepada pemandu bila terdapat persoalan yang tidak dapat dipecahkan atau tidak ada kesepakatan. d. Dari pendapat yang masuk dikaji bersama-sama mana yang paling tepat. Ischak. dalam Kasianto. Penulis mencatat kesimpulan diskusi.SW dan Warji R. Pilihlah teman yang cocok untuk bergabung dalam belajar kelompok. (dalam Kasianto.2004) Dari uraian di atas.penetapan pimpinan kelompok. sehingga akan memperoleh hasil yang lebih baik. Tetapkan siapa sebagai pemimpin yang akan memimpin jalannya diskusi atau belajar kelompok.maka di dalam pelaksanaan diskusi kelompok perlu diperhatikan pembentukan kelompok.2004) Berdasarkan uraian diatas. dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku sebagai pengalaman individu dalam interaksinya dengan lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok.

Membimbing guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Secara rinci bentuk tindakan dalam penelitian ini adalah : 1. Menyampaikan informasi tentang pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. observasi dan evaluasi proses tindakan (observation and evaluation) dan melakukan refleksi (reflecting). dengan 3. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah menggunakan model penelitian tindakan sekolah yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart (2000). Membimbing guru menyusun skenario pembelajaran yang berkaitan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. yang ditujukan pada guru-guru kelas dan guru bidang studi. Membimbing guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.menyusun skenario pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui diskusi Kelompok Kerja Guru (KKG). Alur penelitian secara keseluruhan dapat digambarkan sebagai berikut : 6 . . dimana pada prinsipnya ada empat tahap kegiatan yaitu. Lokasi Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah ini berlokasi di SMA Negeri 1 Kluet Tengah.bahwa hampir semua guru jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. . 4.Adapun alasan utamanya adalah dari hasil pengamatan dan informasi dari guru. agar mampu menyusun skenario pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar secara efektif. pelaksanaan tindakan (action). perencanaan tindakan (planning).METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis tindakan dalam penelitian ini adalah berupa tindakan nyata yaitu membimbing guru memahami memanfaatkan lingkungan sekolah . B. 2. Perencanaan Tindakan Bentuk tindakan dalam penelitian ini berupa supervisi (bimbingan kelompok) kepada guru-guru melalui KKG.

Target yang diharapkan: a. 10. Wakil kelompok guru mempresentasikan skenario pembelajaran. 7.1. 2. b. 3. Alur Penelitian Refleksi Secara rinci prosedur tindakan yang dilakukan adalah : 1. 4. c. 9.Siklus I Siklus II Perencanaan Perencanaan Tindakan Tindakan Observasi Observasi Refleksi Gambar 0. Dalam kelompok diskusi guru berbagi pengalaman terkait dengan pelaksanaan pembelajaran yang memanfaakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. 6. Pelaksanaan Tindakan. Peneliti mengevaluasi kemampuan guru dalam mengimplementasikan skenario pembelajaran. Guru mampu melaksanakan pembelajaran dengan memanfaakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Peneliti memberi penjelasan tentang pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. C. 5. Membagi guru dalam dua kelompok kecil. Guru mampu berdiskusi secara aktif dan kreatif.dan mampu memanfaatkan diskusi kelompok kerja guru secara efektif dan efesien dalam memecahkan 7 masalah yang terkait dengan kegiatan pembelajaran. Guru melaksanakan skenario pembelajaran dalam proses pembelajaran yang sebenarnya. . Guru menyusun skenario pembelajaran dengan memanfaakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam diskusi kelompok. Peneliti membimbing kelompok guru dalam menyusun skenario pembelajaran. 8. Guru mampu membuat skenario pembelajaran dengan memanfaakan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Peneliti memberi masukan terhadap skenario pembelajaran yang telah dibuat kelompok guru.

Pertemuan II a). Peneliti menyiapkan skenario diskusi kelompok yang akan dilaksanakan selama proses tindakan. 5).1. b. Pertemuan dengan Kepala Sekolah dan guru . Perencanaan Penelitian.1.Format Observasi 8 Jumlah NO Nama Guru Aspek yang diobservasi Skor Kerjasama Aktivitas Perhatian Presentasi . II dan III.perhatian. 4). lembar penilaian kemampuan guru). Peneliti menyiapkan instrumen penelitian ( lembar observasi. b). Perencanaan penelitian meliputi: 1). b). Observasi dan Evaluasi Kegiatan observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan yaitu pada saat diskusi KKG baik pada pertemuan I. Peneliti melakukan penilaian pada guru terkait dengan implementasi pembelajaran sesuai skenario yang dibuat. c. Peneliti selaku pengawas sekolah memberi arahan umum pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar b). Kelompok kerja guru melakukan diskusi tentang kendala-kendala pelaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Merencanakan pertemuan awal. dan merevisi skenario pembelajaran sehingga menghasilkan skenario pembelajaran yang sesuai dengan pakem.50. Guru melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar sesuai skenario pembelajaran yang dimiliki. pada jam sekolah 08. Peneliti melakukan bimbingan dalam kelompok.30-12. Tahap observasi bertujuan untuk mengetahui kerjasama . menginformasikan tentang pelaksanaan penelitian. 1). 3. Pertemuan III a). Pelaksanaan Penelitian. Pelaksanaan observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi: Tabel. Pertemuan I a). terkait dengan pembelajaran yang diterapkan guru.guru. Kegiatan penelitian tindakan sekolah pada siklus I terdiri dari tiga kali pertemuan dengan kegiatan berkelanjutan. Kegiatan penelitian ini direncanakan berlangsung selama dua siklus. maupun presentasi yang dilakukan guru dalam menyusun skenario pembelajaran maupun dalam melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. 2). 3). 2). Siklus I a.selama bulan Oktober 2010 bulan di SMA Negeri 1 Kluet Tengah. 3).kreativitas. Pada tahap pelaksanaan merupakan tahap inti dimana pelaksanaan diskusi KKG berlangsung dengan langkah-langkah berikut. Guru membentuk kelompok diskusi dan menetapkan pokok permasalahan yang akan dibahas dalam diskusi kelompok.

2. Untuk mendapatkan nilai digunakan rumus : NK= Jumlah skor perolehan x 100 Jumlah skor maksimal Setelah diperoleh nilai. skor 4 = tinggi. Format Penilaian Skenario Pembelajaran 9 Aspek yang dinilai Nama Guru 1 2 3 4 Jumlah Skor (1-5) .54 E=Sangat kurang Sutrisno Hadi (2000).30) Mak.maka nilai tersebut ditransfer ke dalam bentuk kualitatif untuk memberikan komentar bagaimana kualitas sikap guru yang diamati dalam diskusi KKG. skor 2 = rendah. skor 3 = sedang.3. sedang dan sangat rendah. Pelaksanaaan evaluasi dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian skenario pembelajaran dan lembar penilaian pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut: NO Tabel.10 ) (1 – 40) (1 – 20) (1. 3. Tahap evaluasi dilakukan pada akhir tindakan yang bertujan untuk mengetahui tingkat kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Kreteria Penilaian Acuan Patokan Skala Lima N Rentang Nilai Kreteria 1 90 – 100 A=Baik Sekali 2 80 – 89 B=Baik 3 65 – 79 C=Cukup 4 55 – 64 D=Kurang 5 0 . dan skor 1 = sangat rendah.100 Adapun skala penilaian yang digunakan adalah skala Likert dengan 5 katagori sikap yaitu:sangat tinggi. penyusunan skenario pembelajaran dan penilaian pelaksanaan pembelajaran dengan kriteria penilaian acuan patokan skala lima sebagai berikut: Tabel.3. tinggi.(1. Penilaian dilakukan dengan memberi skor pada kolom yang tesedia dengan ketentuan sebagai berikut : skor 5 = sangat tinggi. rendah.

) d. Kegiatan pendahuluan ( apersepsi dan motivasi ) 2. Perencanaan Penelitian. Kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan 3. materi pelajaran. indikator. Kemampuan guru memberi contoh-contoh riil yang ada di lingkuan sekolah. Hasil refleksi ini dijadikan acuan untuk merencanakan penyempurnaan dan perbaikan siklus berikutnya. memberi PR tentang pemanfaatan lingkungan sekolah. 3. Kesesuaian antara materi pelajaran dengan media dan setrategi pembelajaran 3. Refleksi Berdasarkan hasil observasi selama berlangsungnya kegiatan dan hasil evaluasi pada akhir pertemuan siklus dilakukan refleksi. Kaitan antara materi pelajaran dengan pemilihan sumber belajar 4. 2. Kesesuaian antara tujuan pembelajaran dengan sumber bahan dan penilaian. Semua tahap kegiatan tersebut mulai dari tahap perencanaan. alat/media. Tabel. Siklus II a. 5. Jika skor yang diperoleh kurang dari 80-89. Pada tahap ini direncanakan 10 supervisi (pembinaan) dengan menggunakan tehnik diskusi kelompok kerja guru. maka perlu bimbingan pada siklus II 2. 4.berarti belum memenuhi target yang ditetapkan.Keterangan : 1. Skenario pembelajaran sekurang-kurangnya memuat standar kompetensi. tentang pemanfaatan lingkungan sekolah . sumber belajar dan penilaian. 6. Kemampaun membuat evaluasi berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. 4. pelaksanaan maupun observasi dan evaluasi dilakukan secara berulang-ulang melalui siklus–siklus sampai ada peningkatan sesuai yang diharapkan yaitu mencapai angka katagori”baik” dengan rentang skor 80 . Format Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Aspek yang dinilai Nama Guru 1 2 3 4 5 6 Jumlah Skor (1-5) NO Keterangan : 1. kompotensi dasar. Penutup pelajaran (memberi penguatan.89. Kemampuan guru mengkaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekolah.

Melalui kelompok kerja. c).. guru mendiskusikan tentang permasalahanpermasalan atau hambatan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. b).30 – 13. Guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas dengan menggunakan skenario pembelajaran yang sudah direvisi. Kegiatan penelitian tindakan sekolah pada siklus II dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2008 di . Pertemuan II a). Guru mempresentasikan dan mensimulasikan hasil diskusi kelompoknya.dalam menyusun skenario pembelajaran yang selanjutnya dicarikan pemecahannya. Guru mendiskusikan dan menyempurnakan skenario pembelajaran yang lengkap dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. c. Kegiatan ini dibantu oleh guru yang dianggap sudah cukup mampu dalam hal tersebut.. Observasi dilakukan peneliti saat guru berdiskusi tentang masalah atau hambatan dan pemecahannya dalam kegiatan kelompok kerja guru baik secara individu maupun kelompok.dilakukan perbaikan terhadap strategi dan penyempurnaan pelaksanaan bimbingan di siklus II. Observasi dan Evaluasi..sebagai sumber belajar oleh guru kelas maupun guru bidang studi di ..Observasi terhadap aspek sikap guru dilakukan dengan menggunakan format observasi yang sama dengan format observasi yang digunakan pada siklus I. d. Hal-hal yang direncanakan pada prinsipnya sama dengan perencanaan pada siklus I. Evaluasi dilakukan pada akhir pertemuan siklus II. Guru mencatat kekurangan pembelajaran yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. c). Kegiatan pada siklus II terdiri dari 2 (dua) kali pertemuan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : 1)... serta cara menilai juga sama dengan penilaian pada siklus I. 2).. Pada prinsipnya langkah-langkah pelaksanaan tindakan pada siklus I diulang pada siklus II dengan memodifikasi dan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. Pertemuan I a).. pada jam sekolah yaitu dari jam 07. Pelaksanaan Penelitian. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi siklus I. Refleksi Berdasarkan hasil observasi selama berlangsungnya kegiatan dan hasil 11 evaluasi pada akhir pertemuan siklus II.maka dilanjutkan dengan mengadakan refleksi terhadap kegiatan dan hasil kegiatan yang sudah berlangsung.. Guru merevisi dan menyempurnakan skenario pembelajaran dengan mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.. b... .50. b)......dengan menggunakan format penilaian yang sama dengan format penilaian yang digunakan pada siklus I. yang belum mencapai hasil optimal dalam siklus I. Adapun aspek yang dinilai.

kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar sudah baik. 12 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .Bila guru sudah memperoleh skor 80-89. perlu tindak lanjut dalam pembinaannya. Jika skornya kurang dari 80.

Siklus I Berdasarkan pengamatan awal di SMA Negeri 1 Kluet Tengah .38 15 16 15 15 16 16 18 14 125 15.S.30) Jumlah Skor Mak.4.00 30 30 30 30 31 33 29 30 243 30. Data Hasil Penilaian Skenario Pembelajaran . Kegiatan dalam siklus I ini.Pd Jumlah Rata-rata Kerjasama (1.38 80 80 80 80 81 79 78 77 635 79. diawali dengan kegiatan diskusi kelompok kerja guru (KKG) tentang permasalahan yang dihadapi dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.Pd Saribunis .S.Pd Drs. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang sudah disusun sebelumnya dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : 1. dilanjutkan dengan informasi tentang manfaat lingkungan sekolah sebagai sumber belajar bagi siswa dan implementasinya dalam proses belajar mengajar.kreatif.10) Aktivitas (1 – 40) Perhatian (1– 20) Presentasi (1.Selama ini guru lebih banyak menggunakan buku paket dan alat peraga yang dimiliki sekolah sebagai sumber belajar untuk melengkapi kegiatan pembelajaran di kelas.S.Pd. Data Hasil Observasi Aspek yang diobservasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Guru T. peneliti mengadakan observasi tentang sikap guru dalam berdiskusi yang hasilnya sebagai berikut : Tabel.2.I Nova Irmasari . masalah keamanan dan keselamatan siswa.S.Pasirin Fauji . Saat guru berdiskusi dalam kelompok kerja guru (KKG) pada siklus I.S.didapatkan hasil sebagai berikut : 13 Tabel.1.S.Pd Maisarah .efektif dan menyenangkan(Pakem) yang harus dilaksanakan dalam penterapan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).Pd Isnarli Yanto .63 27 26 27 27 26 22 23 25 203 25.1.Hal ini sudah tentu kurang sesuai dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan pembelajaran aktif.Pd.Fakhrizal . 100 Kata Gori 8 8 8 8 8 8 8 8 64 8.1. semua guru kelas dan guru bidang studi jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. 4.A. Demikian pula kegiatan pembelajaran di luar kelas sangat jarang dan bahkan tidak pernah dilakukan dengan alasan tidak cukup waktu .I Marisa Angelia .S.hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan kemampuan guru untuk memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.38 B B B B B C C C C Penilaian terhadap skenario pembelajaran dalam bentuk program perencanaan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusum guru dalam siklus I.

13 Jumlah Skor Jumlah Katagori Nilai 17 16 17 17 15 15 13 16 126 15.Pasirin Fauji .S.aktivitas dan perhatian yang baik terhadap permasalahan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar .S.1.S.Pd Isnarli Yanto .Pd Saribunis .I Marisa Angelia .sehingga diperlukan bimbingan yang lebih intensif.Pd Saribunis .S.S.Fakhrizal .Pd Maisarah .25 2 4 4 4 4 4 4 3 4 31 3.S.66 80.4.67 73.67 78.Pd.S.33 90.Pd Maisarah . Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun skenario pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar perlu peningkatan.S.Pd.00 73.Pd.Fakhrizal .I Nova Irmasari .No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Guru T.67 66.75 85 80 85 85 75 75 65 80 630 78.25 4 3 4 3 3 4 3 4 28 3.5 86.33 70.Pd Drs.75 4 4 5 4 3 5 3 4 32 4 26 22 27 22 21 26 20 24 188 23. Hal ini menunjukkan bahwa guru dalam berdiskusi belum menampakkan kerjasama.hasilnya termasuk katagori “cukup” . Data Hasil Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran Aspek yang dinilai Jumlah Jumlah Nama Guru Skor Nilai 1 2 3 4 5 6 T.38.S.88 3 4 4 3 4 3 3 3 3 28 3.I Nova Irmasari .Pasirin Fauji .S.Pd.33 Kata gori B C A C C B C B C Data penelitian tindakan sekolah yang diperoleh dari hasil observasi sikap guru dalam kegiatan diskusi kelompok kerja guru tentang pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar pada siklus I. 14 Penilaian implementasi pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas.Pd Isnarli Yanto .3. Penilaian skenario pembelajaran yang berbentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) hasilnya termasuk katagori “cukup” dengan rata-rata nilai 78.00 86.50 4 5 3 5 5 4 4 3 4 33 4.S.S.I Marisa Angelia .Pd Jumlah Rata-rata 5 4 5 4 4 5 4 4 34 4.S.75 B B B B C C C B C Sedangkan penilaian implementasi pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas pada siklus I didapatkan hasil sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 Tabel.75.S.5 5 4 4 4 4 4 3 4 32 4 4 4 4 4 3 4 4 4 32 4 4 3 5 3 4 4 3 4 30 3.00 626.Pd Jumlah Rata-rata Aspek yang dinilai 1 4 5 5 4 4 4 4 5 34 4.hasilnya termasuk katagori “cukup” dengan rata-rata nilai 79.Pd Drs.

maka kegiatan pada siklus keduapun dilakukan observasi. Kemampuan guru mengkaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekolah belum optimal. guru kurang memberi penekanan tentang lingkungan sekolah. Data Hasil Observasi . dipandu oleh guru yang sudah mampu.antara lain guru belum sepenuhnya memahami manfaat lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Kesesuaian antara materi pelajaran dengan media dan setrategi pembelajaran masih kurang. jenis sumber belajar dari lingkungan sekolah tidak tercantum.dalam kegiatan awal. Penutup pelajaran. Adapun hambatan-hambatan tersebut.1. Pada siklus II.evaluasi dan penilaian. hambatan-hambatan yang ditemukan adalah sebagai berikut : aspek 1. Kesesuaian antara tujuan pembelajaran dengan sumber bahan.lebih banyak hanya mencantumkan buku paket sebagai satusatunya sumber belajar. 4.kreatif.efektip dan menyenangkan (Pakem). Dari refleksi terhadap seluruh kegiatan pada siklus I.dengan rata-rata nilai 78. Sebelum pelaksanaan pembelajaran di kelas.guru tidak memberi informasi tujuan pembelajaran dan waktunya belum sesuai dengan perencanaan. Sebagaimana kegiatan peneliti pada siklus I.langkah pembelajaran masih didominasi guru dengan metode ceramah sehingga kurang sesuai dengan pembelajaran aktif. 2 dan 4 guru melakukan revisi.sehingga perlu peningkatan. Hal ini terlihat dalam skenario pembelajaran guru pada: aspek 1. kemampuan guru mengkaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekolah . aspek 2. dan guru dalam memilih sumber belajar dan memilih strategi pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekolah belum sesuai dengan yang diharapkan. aspek 2. aspek 6. terlebih dahulu dilakukan simulasi atau modeling dengan menggunakan anggota kelompok guru sebagai siswa. aspek 3. aspek 2. langkah . maka ditemukan beberapa hambatan yang mengakibatkan belum optimalnya kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Dengan adanya hasil observasi dan penilaian pada kegiatan siklusI maka peneliti melakukan refleksi.dan aspek 6. penutup pelajaran.aspek 3. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas.33. kegiatan yang dilaksanakan adalah mendiskusikan hambatanhambatan yang dialami dalam menyusun skenario pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran di kelas pada siklus I melalui kegiatan kelompok kerja guru (KKG).2. Hal ini menunjukkan bahwa guru dalam mengimplementasikan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui kegiatan pembelajaran di kelas belum optimal. kegiatan inti. Siklus II. kegiatan awal. Adapun secara rinci uraian kegiatannya sebagai berikut : Dalam penyusunan skenario pembelajaran khususnya pada aspek 1.. kegiatan inti. 2. padahal materi pelajaran ada kaitannya dengan lingkungan sekolah. Hambatan-hambatan tersebut akan disempurnakan pada kegiatan siklus II. Dari hasil refleksi pelaksanaan pembelajaran di kelas.dengan bimbingan peneliti/pengawas.terkait dengan hambatan pada aspek 1. Hasil observasi terhadap sikap guru dalam berdiskusi pada siklus II dapat disajikan sebagai berikut : 15 Tabel. aspek 4. maka guru mendiskusikan kembali hambatan tersebut dalam kelompok kerja guru (KKG) dibimbing pengawas/peneliti.

2.Pd Isnarli Yanto .Pd Drs.Fakhrizal .Pd.Pd Jumlah Rata-rata Aspek yang dinilai 1 4 5 4 4 4 4 4 4 35 4.S.2.Pd Maisarah .Fakhrizal .4. Data Hasil Penilaian Skenario Pembelajaran No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Guru T.38 Jumla h Skor Jumlah Nilai Katag ori 2 4 4 4 4 4 4 4 4 32 4.Pd.No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Guru T.75 Jumlah Skor Mak.3.Pd Saribunis .100 Kata Gori 86 83 92 85 82 83 86 82 679 84.50 B B B B B B B B B Hasil penilaian terhadap Pelaksanaan Pembelajaran dapat disajikan sebagai berikut: 16 Tabel.S.75 4 5 4 5 5 4 4 4 4 35 4.2.88 B B A B B B B B B Hasil penilaian terhadap skenario pembelajaran dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP) dapat disajikan sebagai berikut : Tabel.50 85 85 85 85 80 80 80 80 660 82.4.10) (1 – 40) 8 8 8 8 8 8 8 8 64 8.Pd.S.Pd.S.S.S.S.00 3 4 4 4 4 4 4 4 4 30 3.00 35 33 38 35 32 33 36 34 276 34.I Marisa Angelia .Pd Drs.Pasirin Fauji .S.S.S.S.S.63 28 26 28 27 26 26 27 26 214 26.Pd Isnarli Yanto .I Marisa Angelia .I Nova Irmasari .30) 15 16 18 15 16 16 15 14 125 15.S.38 17 17 17 17 16 16 16 16 132 16. Data Hasil Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran .Pd Maisarah .I Nova Irmasari .S.50 (1– 20) (1.Pasirin Fauji .Pd Jumlah Rata-rata Aspek yang diobservasi Kerjasama Aktivitas Perhatian Presentasi (1.Pd Saribunis .

S.50. Sedangkan untuk penilaian skenario pembelajaran dan penilaian pelaksanaan pembelajaran.Pd.63 82.88.Pd Isnarli Yanto .Pasirin Fauji . dan untuk penilaian pelaksanaan pembelajaran di kelas berada pada katagori “baik” dengan nilai rata-rata 82. Dengan melihat hasil pada siklus II.67 B B A C B B C B B 4.00 4.75% sudah mencapai kriteria yang ditetapkan. dengan ratarata nilai 84.I Marisa Angelia .00 76.00 86.00 90.S.I Nova Irmasari . Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh dalam memprogramkan pembelajaran serta dalam implementasinya di kelas yang sudah menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru untuk memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang lebih baik.masing-masing juga ada peningkatan yang ke arah yang lebih baik yaitu: untuk skenario pembelajaran berada pada katagori “baik” dengan nilai rata-rata 82. Pembahasan.S.33 80.67 73.08.Pd Saribunis . 17 B.13 4.00 656.67 80.08 Data yang diperoleh dari observasi sikap guru pada siklus II.S.S.75 4.Pd. setelah dianalisis ada peningkatan kearah perbaikan yaitu berada pada katagori “baik”.38 3.Pd Drs.S.25 24.Fakhrizal .Pd Maisarah . maka refleksi terhadap hasil yang diperoleh peneliti pada siklus II ini adalah adanya peningkatan kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.67 80.Sedangkan dari jumlah guru .13 4.Pd Jumlah Rata-rata 1 5 4 5 4 4 5 4 4 35 Aspek yang dinilai 2 3 4 5 4 4 4 3 4 4 4 4 30 6 4 4 5 4 4 5 4 4 34 Jumlah Skor Jumlah Nilai Kata gori 5 4 4 4 4 4 4 4 33 4 4 5 4 4 4 4 4 33 4 4 4 4 4 4 4 4 32 26 24 27 23 24 26 24 24 197 86.S. .No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Guru T.

Oleh karena itu dilanjutkan dengan tindakan siklus II yang hasilnya secara umum ada peningkatan ke arah yang lebih baik yaitu 75% guru sudah mendapatkan katagori baik dengan skor rata-rata 80 – 89. ada peningkatan kemampuan guru-guru di SMA Negeri 1 Kluet Tengah dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.75 di siklus I menjadi 82. Secara rinci perolehan nilai rata-rata peningkatan kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yaitu nilai rata-rata observasi hasil kegiatan diskusi 79. .hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan kemampuan guru untuk memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.33 di sklus I menjadi 82.38 di siklus I menjadi 84. 5 orang guru sudah mendapat skor dengan katagori “baik” sedangkan 3 orang dengan katagori “cukup”. kegiatan pembelajaran atau dalam proses belajar mengajar nilai rata-rata 78.50 di siklus II ada peningkatan 3. Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan siklus I dan siklus II tersebut di atas. kegiatan penyusunan skenario pembelajaran nilai rata-rata 78. semua guru kelas dan guru bidang studi jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.08 di siklus II. BAB V SIMPULAN DAN SARAN 18 A.75.Hal ini sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan.5. Setelah diberikan tindakan melalui siklus I. Dari 8 orang guru yang terlibat.75. ada peningkatan 3. bahwa pada pengamatan awal di SMA Negeri 1 Kluet Tengah .Berdasarkan data tersebut di atas dapat diketahui.88 di siklus II ada peningkatan 5.

akan dapat memecahkan masalah yang dihadapi guru terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Kluet Tengah B.guru-guru khususnya guru di SMA Negeri 1 Kluet Tengah . agar selalu memberikan motivasi bagi guru-guru yang lain untuk menyempurnakan metode dan setrategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah khususnya di SMA Negeri 1 Kluet Tengah DAFTAR PUSTAKA 19 . 2.maka dapat disimpulkan bahwa: 1.dan mengintensifkan diskusi KKG dalam memecahkan masalah yang dihadapi. di dalam menyusun skenario pembelajaran agar memanfaatkan semaksimal mungkin lingkungan sekolah dan lingkungan siswa yang sesuai dengan materi pembelajaran sebagai sumber belajar. disarankan : 1. Kepada pihak sekolah. Dengan memanfaatkan kelebihan diskusi dalam kelompok kerja guru(KKG). Ada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru (KKG) di SMA Negeri 1 Kluet Tengah 2. Kepada. Saran Dari simpulan tersebut di atas.

2001. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Laporan Penelitian Kelas. Tidak dipublikasikan Rusyan Tabrani.Pd. Kasianto. Bandung Remaja Rosdakarya. Stategi Pembelajaran Kooperatif. 2005. Metodelogi Penelitian. Jakarta : Depdiknas. Tidak dipublikasikan. dkk. 2005. Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Modul 1-9. Implementasi Pendekatan Works Based Learning pada Sumber Belajar Masyarakat dalam Pembelajaran PS-Ekonomi. Samsuni S. Ekowati. Sutrisno Hadi.Badru Zaman. Modul Pelatihan Guru Terintegrasi Berbasis Kompetensi. 2000. Yogyakarta : Andi LAMPIRAN -20 LAMPIRAN . Jakarta Universiats Terbuka. Media dan Sumber Belajar TK. Buku Materi Pokok PGTK 2304. I Wayan 2004 Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dengan Pendekatan Diskusi Kelompok. Endang. Sarman. 2001. Banjarmasin.

S.Pd Kelas /Mata Pelajaran Biologi Bahasa Inggeris Geografi Oalh Raga Bimpen Matematika Agama PPKn Lampiran 02 : Jadwal pelaksanaan 21 Jadwal Pelaksanaan Tindakan .I Nova Irmasari .I Marisa Angelia . 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Guru T.S.Lampiran 01 : Daftar nama subyek dan daftar hadir.Pd Maisarah .Pd Saribunis .Fakhrizal .Pd.S.S.Pd Isnarli Yanto .Pd.Pasirin Fauji .S.S. Daftar Nama Guru SMA Negeri 1 Kluet Tengah No.Pd Drs.S.

Presentasi hasil diskusi kelompok 3). Presentasi hasil diskusi kelompok 3). Pembelajaran di kelas 4). 2. 1). 15). Pemberian Informasi tentang pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar 2). Diskusi Kelompok 2). Diskusi Kelompok 2). 12). 16). Observasi kelompok Selasa. Senin. Observasi kelompok 1). 3). 4 Oktober 2010 Kegiatan 2. 18). Penilaian pembelajaran 1). 4).12 Oktober 2010 1). Refleksi hasil kegiatan 5). Pembentukan kelompok diskusi. Simulasi pembelajaran 10).20 Oktober 2010 11). Instrumen Observasi 22 Format Observasi . Refleksi hasil kegiatan 5). Penilaian pembelajaran 3. Observasi kelompok Rabu . Lampiran 03. Waktu Siklus I. 19). Diskusi Kelompok 2). 23). 20). Siklus II 1. 21). Pembelajaran di kelas 4). 17). 13). Refleksi hasil kegiatan 5). 22). Presentasi hasil diskusi kelompok 5). Refleksi hasil kegiatan 6). Diskusi Kelompok 2). 1). Senin. Simulasi 4). Refleksi hasil kegiatan 5). Diskusi Kelompok 4).No 1. Senin. 14). Observasi kelompok 6). Presentasi hasil diskusi kelompok 3). Presentasi hasil diskusi kelompok 3). Observasi kelompok 6).

30) Jumlah Skor Skor maksimal 10+40+20+30=100 Untuk mendapatkan nilai digunakan rumus : Jumlah skor perolehan Jumlah skor maksimal NK= NO 1 2 3 4 5 Kreteria Penilaian Acuan Patokan Skala Lima Rentang Nilai Kreteria 90 – 100 80 – 89 65 – 79 55 – 64 0 .10 ) (1 – 40) (1 – 20) (1. Aspek Penilaian Kriteria Skala Penilaian .54 A=Baik Sekali B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Sutrisno Hadi (2000) Lampiran 04. Instrumen Penilaian Skenario Pembelajaran 23 Penilaian Skenario Pembelajaran.NO Nama Guru Aspek yang diobservasi Kerjasama Aktivitas Perhatian Presentasi (1.

Kesesuaian antara Sumber belajar dan penilaian harus sesuai tujuanpembelajaran dengan tujuan pembelajaran dengansumber bahan dan penilaian. Kaitanmateri pelajaran Materi pelajaran minimal menggunakan dengan pemilihan sumber belajar dari lingkungan sekolah sumber belajar. Lampiran 05.benda hidup maupun sosial budaya.1 1. 5).baik dalam jenis benda mati. Berikan nilai 1 jika aspek yang dinilai memuat unsur tidak sesuai dengan kriteria. kelas. sumber belajar dan penilaian. 4. Berikan nilai 5 jika aspek yang dinilai memuat unsur sangat sesuai dengan kriteria. Berikan nilai 2 jika aspek yang dinilai memuat unsur kurang sesuai dengan kriteria. Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran 24 Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran .inti pembelajaran dan penutup) 3.materi pelajaran. 2 3 4 5 Pedoman Penilaian Skenario Pembelajaran: 1. .KD.indikator. 2). NO Rentang Nilai 1 90 – 100 2 80 – 89 3 65 – 79 4 55 – 64 5 0 . 2. 3.Cara penentuan nilai : Cara penentuan nilai dengan menggunakan rumus : NK= Jumlah skor perolehan Jumlah skor maksimal x 100 4. 4).Baca kriteria dan aspek dalam instrumen dengan teliti.SK.langkahdan strategi langkah pembelajaran(kegiatan awal.54 Kreteria A=Baik Sekali B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang Sutrisno Hadi (2000).alat/media. 2.Cara penilaian dengan memberikan tanda √ pada kolom yang sudah disediakan dengan ketentuan sebagai berikut : 1). 3).Predikat Hasil Penilaian. semester alokasi waktu. Skenario pembelajaran Skenario pembelajaran minimal memuat mata pelajaran. Berikan nilai 3 jika aspek yang dinilai memuat unsur cukup sesuai dengan kriteria.Kesesuaian materi Materi pelajaran sesuai dengan pelajaran dengan media alat/media .metode pembelajaran. Berikan nilai 4 jika aspek yang dinilai memuat unsur sesuai dengan kriteria.

Aspek Penilaian 1. Kegiatan inti Kriteria Dalam kegiatan awal minimal ada apersepsi .motivasi dan penyampaian tujuan pembelajaran. 5.ada Komunikasi(presentasi). Kemampaun membuat evaluasi berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Cara penentuan nilai : Cara penentuan nilai dengan menggunakan rumus : NK= Jumlah skor perolehan Jumlah skor maksimal x 100 25 4. 4). Penutup pelajaran (kegiatan akhir) Guru minimal dapat membuat lima butir soal materi pelajaran yang berkaitan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.ada Integrasi dengan pelajaran lain. 3). Dalam kegiatan inti. 5). Kemampuan guru mengkaitkan materi pelajaran dengan lingkungan sekolah. 4. Berikan nilai 1 jika aspek yang dinilai memuat unsur tidak sesuai dengan kriteria. i. 2. Kegiatan pendahuluan (kegiatan awal) 2. . Berikan nilai 3 jika aspek yang dinilai memuat unsur cukup sesuai dengan kriteria. lingkungan sekolah. Guru minimal memberikan penguatan dan pesan-pesan moral Pedoman Penilaian PelaksanaanPembelajaran: 1.Cara penilaian dengan memberikan tanda √ pada kolom yang sudah disediakan dengan ketentuan sebagai berikut : 1).ada Interaksi. 6. Skala Penilaian 1 2 3 4 5 3. Berikan nilai 4 jika aspek yang dinilai memuat unsur sesuai dengan kriteria. Berikan nilai 2 jika aspek yang dinilai memuat unsur kurang sesuai dengan kriteria.dan Repleksi Guru minimal menggunakan dua sumber belajar yang ada kaitannya dengan lingkungan sekolah. Predikat Hasil Penilaian.Baca kriteria dan aspek dalam instrumen dengan teliti. Kemampuan guru Guru minimal dapat memberikan lima memberi contoh-contoh contoh riil sumber belajar yang ada riil yang ada di dilingkungan sekolah. Berikan nilai 5 jika aspek yang dinilai memuat unsur sangat sesuai dengan kriteria.minimal guru menggunakan strategi pakem dan pola MIKIR yaitu anak Mengalami. 2).

54 Kreteria A=Baik Sekali B=Baik C=Cukup D=Kurang E=Sangat kurang 26 .NO 1 2 3 4 5 Rentang Nilai 90 – 100 80 – 89 65 – 79 55 – 64 0 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->