P. 1
konflik

konflik

|Views: 45|Likes:
Published by Rizky Cahya Putra

More info:

Published by: Rizky Cahya Putra on Jan 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2011

pdf

text

original

TINGKAT KONFLIK SOSIAL Bagaimanapun juga dalam kehidupan sosial di masyarakat konflik sosial akan selalu mewarnai.

Konfli-konflik sosial tersebut dapat berbentu berbagai jenis pada suatu wilayah tertentu. Untuk kelangsungan dan kelancaran kegiatan usaha yang dilakukan oleh para pelaku usaha dan investor, maka mereka juga harus melakukan antisipasi terhadap terjadinya konflik-konflik sosial masyarakat tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu informasi tentang tingkat kejadian konflik sosial di masyarakat pada wilayah tertentu yang digunakan sebagai tempat usaha atau investasi. Pada halaman ini para pelaku usaha atau investor dapat memperoleh informasi tentang frekuensi terjadinya kejadian-kejadian konflik sosial di Kabupaten Rembang yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan kegiatan usaha atau investasi.

TENTARA MELERAI MASYARAKAT. Konflik sudah berkepanjangan.

Seperti misalnya program rekonsiliasi. Program tersebut nyaris bukan muncul atas keinginan dari para korban akan tetapi merupakan desakan dari lembaga dana dan negara pendonor kepada lembaga kemanusiaan yang beroperasi di daerah tersebut. Padahal kondisi masyarakat pada saat itu belum menginginkan adanya rekonsiliasi. Mereka masih berfikir untuk melakukan jeda konflik sehingga bisa menciptakan situasi yang betul-betul dingin. Selain itu, kondisi masyarakat

pemimpin dari kelompok-kelompok preman. kemudian dapat menghentikan peristiwa kekerasan di Maluku bisa diselesaikan jika mereka berdamai. dan tokoh-tokoh politik masa lalu di pulau tersebut. program ini cukup memiliki sudut pandang yang agak unik. Seperti panglima perang. panglima perang. Sebab pelaksanaan program hanya seperti program rekreasi dan refreshing para pekerja kemanusiaan. Bukan malah di tokohkan dan dilibatkan dalam proses perdamaian di daerah Maluku. usaha-usaha masyarakat berantakan dan sia-sia. Akhirnya program tersebut hanya seperti program buang uang saja. Sudah semestinya para penglima perang inilah yang bertanggungjawab terhadap . Namun demikian program tersebut tak lebih dan tak kurang merupakan programprogram wisata dari para pesertanya ke luar daerah Maluku. Seolah-olah para pelaku ini sebagai pihak yang harus didamaikan sehingga perlu dilibatkan dalam program baku bae ini. Karena bagaimanapun juga sangat sulit dipercaya jika pihak yang selama ini begitu aktif melakukan penghasutan. Di samping itu. Dengan alasan ingin mencari tempat netral. Padahal akibat pandangan seperti ini justru mengecilkan peristiwa hilangnya ribuan nyawa warga sipil di Ambon dua tahun belakangan ini. akibat dari program-program semacam itu. dan sejumlah orang yang merupakan penyangga rezim Orde Baru. Logikanya. Program yang menelan dana puluhan milyar rupiah tersebut awalnya merupakan program desakan lembaga dana asal Amerika terhadap salah satu lembaga kemanusiaan di Ambon. Namun demikian. sehingga tidak perlu dilibatkan dalam program tersebut. Tak heran jika program ini lebih tertarik melibatkan pihak yang selama ini merupakan pemicu kekerasan sebagai peserta dalam program tersebut. Padahal selama ini. Sehingga tak ayal lagi. yakni dengan cara menghalang-halangi insiatif damai dari masyarakat korban melalui ancaman-ancaman dan teror pembunuhan terhadap siapa saja yang ingin membuat perdamaian. sebab program ini lebih menempatkan masyarakat korban sebagai pihak yang lemah. mereka inilah yang harusnya justru ditangkap karena melakukan penghasutan dan pembunuhan terhadap warga sipil.pada saat itu juga masih merasa takut untuk saling bertemu untuk membicarakan rekonsiliasi akibat tidak ada jaminan keamanan dari pihak kepolisian. Yakni dengan menempatkan masyarakan korban sebagai pihak yang suka membunuh atau manusia barbar. program Baku Bae yang sedang dijalankan di Pulau Ambon. Salah satu contoh kasusnya adalah. program tersebut membawa sejumlah peserta ke luar Pulau Ambon untuk mengikuti pertemuan-pertemuan upaya-upaya damai di pulau Bali dan kotakota di Jawa. Padahal. Dan yang menyedihkan. muncul ketakutan di masyarakat korban karena program-program tersebut selalu berakhir dengan teror ataupun ancaman bagi keluarga mereka. intelektual kampus. muncul rasa pesimis dan apatis di masyarakat korban dengan upaya-upaya damai baik yang itu datang dari kelompok-kelompok kecil di pengungsian maupun dari lembaga kemanusian di Maluku dan Maluku Utara. fakta di lapangan menyebutkan bahwa para tokoh inilah yang sesungguhnya selalu membuat kekacauan di Maluku. masyarakat melalui cara dan metodenya sendiri perlahanlahan sudah mencoba membangun kepercayaan diri mereka untuk bisa berdamai dengan pihak tetangga.

Bukan lagi menghindar dengan ikut terlibat dalam proses rekonsiliasi. mereka kembali beraktivitas dengan alasan sudah ada jaminan dari aparat keamanan. Pada saat mereka kehabisan dana tersebut. Namun. Alasannya macam-macam. Agama tidak Ciptakan Konflik GONANG SUSATYO. seperti sudah tidak up to date.COM. Yogyakarta Para pemimpin politik harus mempertimbangkan secara serius peran agama dalam mengatasi konflik yang terjadi di Indonesia. Konsekuensi yang Diterima Masyarakat Akibat tidak independennya lembaga-lembaga kemanusiaan ini dari para donatur menyebabkan banyak program-program yang sedang berlangsung di masyarakat korban dihentikan secara sepihak. kebetulan konflik kembali pecah.pembunuhan-pembunuhan tersebut. kembalinya mereka ke Pulau Ambon karena dana untuk tahap kedua telah turun. Pada saat itu ACF. MSF dan UNDP menghentikan bantuan pangan kepada pengungsi tanpa mau memikirkan nasib pengungsi tersebut. KONTRIBUTOR (Istimewa) INILAH. dananya sudah habis. menurut salah seorang staf dari lembaga tersebut. Tanpa mau tahu apakah program tersebut masih dibutuhkan masyarakat atau tidak. jauh sebelum konflik di awal Juni 2000 terjadi. Pada saat itu mereka masih menunggu persetujuan dari donatur untuk pencairan dana untuk tahap selanjutnya. keluarnya mereka dari Pulau Ambon karena dana untuk bekerja di sana sudah habis. Padahal. akhirnya mereka menyetop seluruh pekerjaan mereka dengan alasan tidak ada jaminan keamanan bagi para pekerja mereka. Pada dasarnya. Padahal. Mereka menarik diri keluar dari Maluku karena tidak ada jaminan keamanan bagi para pekerja mereka. agama kerap dilibatkan dalam berbagai konflik. atau karena kondisi keamanan yang tidak menentu. . konflik yang terjadi di antara masyarakat tidak dipicu oleh sentimen agama tapi oleh persoalan ekonomi dan sosial. Dan benar beberapa hari setelah konflik terjadi. Contoh kasusnya adalah kasus penghentian sepihak bantuan pangan oleh beberapa lembaga kemanusiaan pada saat kondisi keamanan di Maluku sedang bergejolak Juni 2000.

perkelahian antaretnis sampai hal yang sangat remeh. pada seminar Revitalisasi Agama Untuk Resolusi Konflik di Indonesia yang digelar di Hotel Saphir. Yogyakarta. wajar bila terjadi konflik di tengah masyarakat. Seminar dalam rangka mensyukuri kelahiran ke-25 Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga ini hasil kerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo. Ini berarti konflik mengalami antiklimaks. Jumat (14/3). "Yang dikhawatirkan bila konflik yang terjadi diiringi kekerasan. "Karena itu. portal berita Inilah." tegas Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Bahkan Zuly menilai sedikit sekali persoalan agama (sensitivitas umat beragama) yang berbuntut pada konflik di masyarakat. Profesor Dr HM Amin Abdullah. Ironisnya.com dan harian Kompas. Eskalasi penghancuran rumah ibadah terus menanjak dan mencapai puncaknya pada Orde Baru (Orba). perebutan pacar atau cemburu. Sementara itu. Yogyakarta." katanya lagi. Karena itu. [R1] . Padahal. agama bisa menjadi kekuatan untuk mewujudkan perdamaian dalam kehidupan umum. Pasalnya. Bahkan di awal kemerdekaan (1945-1954) tidak ada perusakan tempat ibadah. "Konflik justru lebih banyak disebabkan oleh persoalan sosial seperti perkelahian antarpreman. Menurutnya. Selain itu. agama juga menyumbang dalam pembangunan perdamaian (peace building). konflik yang terjadi sesungguhnya tidak selalu buruk karena bisa bermakna positif. pengamat sosial Zuly Qodir tegaskan sesungguhnya konflik yang terjadi di Indonesia tidak disebabkan oleh persoalan agama. agama sangat berperan karena bisa memberi resolusi konflik. para pemimpin politik harus mempertimbangkan faktor agama. Indonesia mendapat label sangat buruk terkait dengan konflik yang terjadi karena menjadi 'juara dunia' dalam perusakan rumah ibadah.Bahkan praktek pemanfaatan agama dalam ranah konflik sangat kental seperti terjadi Poso maupun Ambon (Maluku). di era sebelumnya minim terjadi perusakan." jelasnya. Ditambahkan Amin. Mereka perlu memahami bagaimana peran agama bagi kehidupan pemeluknya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->