VERTIGO

A. DEFINISI Vertigo adalah adanya sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya dengan gejala lain yang timbul, terutama dari jaringan otonomik yang disebabkan oleh gangguan alat keseimbangan tubuh oleh berbagai keadaan atau penyakit. Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan tubuh ketika di tempatkan di berbagai posisi. Definisi menurut O’Sullivan, keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan pusat gravitasi pada bidang tumpu terutama ketika saat posisi tegak. Selain itu menurut Ann Thomson, keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh dalam posisi kesetimbangan maupun dalam keadaan statik atau dinamik, serta menggunakan aktivitas otot yang minimal. Keseimbangan juga bisa diartikan sebagai kemampuan relatif untuk mengontrol pusat massa tubuh (center of mass) atau pusat gravitasi (center of gravity) terhadap bidang tumpu (base of support). Keseimbangan melibatkan berbagai gerakan di setiap segmen tubuh dengan di dukung oleh sistem muskuloskleletal dan bidang tumpu. Kemampuan untuk menyeimbangkan massa tubuh dengan bidang tumpu akan membuat manusia mampu untuk beraktivitas secara efektif dan efisien. Keseimbangan terbagi atas dua kelompok, yaitu keseimbangan statis : kemampuan tubuh untuk menjaga kesetimbangan pada posisi tetap (sewaktu berdiri dengan satu kaki, berdiri diatas papan keseimbangan); keseimbangan dinamis adalah kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan ketika bergerak. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dari integrasi/interaksi sistem sensorik (vestibular, visual, dan somatosensorik termasuk proprioceptor) dan muskuloskeletal (otot, sendi, dan jar lunak lain) yang dimodifikasi/diatur dalam otak (kontrol motorik, sensorik, basal ganglia, cerebellum, area asosiasi) sebagai respon terhadap perubahan kondisi internal dan eksternal. Dipengaruhi juga oleh faktor lain seperti, usia, motivasi, kognisi, lingkungan, kelelahan, pengaruh obat dan pengalaman terdahulu. Fisiologi Keseimbangan Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dan kestabilan postur oleh aktivitas motorik tidak dapat dipisahkan dari faktor lingkungan dan sistem regulasi yang berperan dalam pembentukan keseimbangan. Tujuan dari tubuh mempertahankan keseimbangan adalah : menyanggah tubuh melawan gravitasi dan faktor eksternal lain, untuk mempertahankan pusat massa tubuh agar seimbang dengan bidang tumpu, serta menstabilisasi bagian tubuh ketika bagian tubuh lain bergerak. Komponen-komponen pengontrol keseimbangan adalah : Sistem informasi sensoris Sistem informasi sensoris meliputi visual, vestibular, dan somatosensoris.

formatio retikularis. dan sebagai monitor tubuh selama melakukan gerak statik atau dinamik. retikular formasi. Visual Visual memegang peran penting dalam sistem sensoris. penglihatan memegang peran penting untuk mengidentifikasi dan mengatur jarak gerak sesuai lingkungan tempat kita berada. Kesadaran akan posisi berbagai bagian tubuh dalam ruang sebagian bergantung pada impuls yang datang dari alat indra dalam dan sekitar sendi. Beberapa stimulus tidak menuju nukleus vestibular tetapi ke serebelum. dan serebelum. maka tubuh dapat menyesuaikan atau bereaksi terhadap perubahan bidang pada lingkungan aktivitas sehingga memberikan kerja otot yang sinergis untuk mempertahankan keseimbangan tubuh. Sistem labyrinthine mendeteksi perubahan posisi kepala dan percepatan perubahan sudut. kumparan otot pada leher dan otototot punggung (otot-otot postural). terutama ketika melihat obyek yang bergerak. Reseptor dari sistem sensoris ini disebut dengan sistem labyrinthine. Keluaran (output) dari nukleus vestibular menuju ke motor neuron melalui medula spinalis. Informasi propriosepsi disalurkan ke otak melalui kolumna dorsalis medula spinalis. Penglihatan juga merupakan sumber utama informasi tentang lingkungan dan tempat kita berada. mata akan membantu agar tetap fokus pada titik utama untuk mempertahankan keseimbangan. thalamus dan korteks serebri. Reseptor pada sistem vestibular meliputi kanalis semisirkularis. Melalui refleks vestibulo-occular. Sistem vestibular bereaksi sangat cepat sehingga membantu mempertahankan keseimbangan tubuh dengan mengontrol otot-otot postural. Impuls dari alat indra ini dari reseptor raba di kulit . Reseptor sensoris vestibular berada di dalam telinga. Penglihatan muncul ketika mata menerima sinar yang berasal dari obyek sesuai jarak pandang. dan gerak bola mata. serta sakulus. utrikulus.  Somatosensoris Sistem somatosensoris terdiri dari taktil atau proprioseptif serta persepsikognitif. kontrol kepala. Dengan informasi visual. terutama ke motor neuron yang menginervasi otot-otot proksimal. Alat indra tersebut adalah ujung-ujung saraf yang beradaptasi lambat di sinovia dan ligamentum. Mereka meneruskan pesan melalui saraf kranialis VIII ke nukleus vestibular yang berlokasi di batang otak. Sebagian besar masukan (input) proprioseptif menuju serebelum. Nukleus vestibular menerima masukan (input) dari reseptor labyrinth. tetapi ada pula yang menuju ke korteks serebri melalui lemniskus medialis dan talamus. mereka mengontrol gerak mata. Cratty & Martin (1969) menyatakan bahwa keseimbangan akan terus berkembang sesuai umur.  Sistem vestibular Komponen vestibular merupakan sistem sensoris yang berfungsi penting dalam keseimbangan.

serta otot di proses di korteks menjadi kesadaran akan posisi tubuh dalam ruang. khususnya di bagian saraf keseimbangan. Gejala vertigo sentral biasanya terjadi secara bertahap. mual dan muntah-muntah 9. penderita akan mengalami hal-hal seperti: 1. berkeringat Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan vertigo periferal antara lain penyakit-penyakit seperti Benign Parozysmal Positional Vertigo atau BPPV (gangguan keseimbangan karena ada perubahan posisi kepala). meniere’s disease (gangguankeseimbangan yang sering kali menyebabkan hilang pendengaran). B.dan jaringan lain . vestibular neuritis (peradangan pada sel-sel saraf keseimbangan) dan labyrinthitis (radang di bagian dalam pendengaran) SENTRAL Vertigo sentral terjadi jika ada sesuatu yang tidak normal di dalam otak. hilangnya koordinasi . tidak mampu berkonsentrasi 6. kesadaran terganggu 6. hilang keseimbangan 5. rasa lelah dan stamina menurun 3. kelumpuhan otot-otot wajah 4. yaitu daerah percabangan otak dan serebelum (otak kecil). perasaan seperti mabuk 7. penglihatan ganda 2. tidak mampu berkata-kata 7. sakit kepala yang parah 5. jantung berdebar 4. sensitif pada cahaya terang dan suara 11. memori dan daya pikir menurun 10. pandangan gelap 2. yaitu telinga bagian tengah yang bertugas mengontrol keseimbangan. KLASIFIKASI VERTIGO  VERTIGO VESTIBULAR Vestibular adalah salah satu organ bagian dalam telinga yang senantiasa mengirimkan informasi tentang posisi tubuh ke otak untuk menjaga keseimbangan PERIFER Vertigo periferal terjadi jika terdapat gangguan di saluran yang disebut kanalis semisirkularis. sukar menelan 3. Vertigo jenis ini biasanya diikuti gejala-gejala seperti: 1. otot terasa sakit 8.

hipertensi dan jantung. trauma di bagian kepala. diikuti gejala klinis tidak nyaman seperti banyak berkeringat. Psikogenik. Sementara itu. Otolaringologi. dapat disingkat SNOOP. mual dan muntah-muntah 9. tubuh terasa lemah Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan vertigo sentral termasuk antara lain stroke. Ophtalmologik. Neurologik. infeksi. neurodegenerative illnesses (penyakit akibat kemunduran fungsi saraf) yang menimbulkan dampak pada otak kecil. Faktor penyebab vertigo adalah Sistemik. mual. vertigo neurologik adalah gangguan vertigo yang disebabkan oleh gangguan saraf. tumor.8. Selain penyebab dari segi fisik. migren. multiple sclerosis (gangguan tulang belakang dan otak).penyebab lain munculnya vertigo adalah pola hidup yang tak teratur. Keluhan vertigo yang disebabkan oleh gangguan mata atau berkurangnya daya penglihatan disebut vertigo ophtalmologis.dan muntah. kondisi peradangan. Vertigo yang disebabkan oleh stres atau tekanan emosional disebut vertigo psikogenik. misalnya diabetes mellitus. seperti kurang tidur atau terlalu memikirkan suatu masalah hingga stres. Penyebab dan Gejala Keluhan vertigo biasanya datang mendadak. . sedangkan vertigo yang disebabkan oleh berkurangnya fungsi alat pendengaran disebut vertigo otolaringologis.  VERTIGO NON VESTIBULAR Vertigo sistemik adalah keluhan vertigo yang disebabkan oleh penyakit tertentu.

multiple sklerosis. Perbedaan Vertigo Vestibular Perifer dan Sentral Gejala Vertigo Vestibular Perifer Bangkitan vertigo lebih mendadak Derajat vertigo berat Pengaruh gerakan kepala ++ Gejala otonom (mual. epilepsi. vertigo akibat lesi lambung Kontusio serebri. meningitis tuberkulosa. transient ischemic attack (TIA) arteri vertebralis Vertigo kronis Otitis media kronis. lalu lintas Tabel 2. vestibularis. hilang keseimbangan kontinu gerakan obyek visual keramaian. keringat) Gangguan pendengaran + (tinitus. intoksikasi obat-obatan Vertigo akut Trauma labirin.Tabel 1. Perbedaan Vertigo Vestibular dan Non Vestibular Gejala Vertigo Vestibular Sifat vertigo rasa berputar Serangan episodik Mual/muntah + Gangguan pendengaran +/Gerakan pencetus gerakan kepala Situasi pencetus - Vertigo Non Vestibular melayang. Hipotensi ortostatik. ++ muntah. ensefalitis labirinitis akuta. tumor serebelo-pontine. herpes Neuronitis zoster otikus. multipel perdarahan labirin sklerosis . tumor fossa cranii posterior. sindroma paska vertigo servikalis komosio. tuli) Tanda fokal otak Jenis Vertigo Disertai Keluhan Berdasarkan Awitan Telinga Serangan Vertigo paroksismal Penyakit Meniere. lesi labirin akibat zat ototoksik Vertigo Vestibular Sentral lebih lambat ringan +/+ + Timbul Karena Perubahan Posisi Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) Tidak Disertai Keluhan Telinga TIA arteri vertebrobasilaris. vestibularis.

2. 4. 2. Mual (nausea) dan muntah (vomiting) umumnya terjadi pada vertigo perifer dan jarang terjadi pada vertigo sentral. yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan. 9. Kehilangan pendengaran (hearing loss) hingga ketulian (deafness) umumnya terjadi pada vertigo perifer dan jarang terjadi pada vertigo sentral. Penyebab umum vertigo perifer adalah infeksi (labyrinthitis). Vertigo perifer umumnya berhubungan dengan posisi (positionally related). trauma. neuronitis. mingguan. ada atau tidak adanya nistagmus digunakan untuk mendiagnosis gangguan penglihatan dan persarafan (neurological and visual disorders). Dengan kata lain. namun berulang (recurrent). 5. toksin. C. misalnya: cisplatin. terutama indomethacin. Aminoglycosides 2. jaras-jaras yang menghubungkan nuklei . banyak arah (multidirectional). durasi gejala pada vertigo perifer terjadi dalam hitungan menit. 5. Penyebab umum vertigo sentral adalah vaskuler. 4. iskemia. demyelinating. Intensitas vertigo perifer sedang hingga berat. Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan. 3. Pada vertigo perifer tidak ada defisit neurologis. Beberapa obat yang dapat menyebabkan vertigo antara lain: 1. 8. NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs). sedangkan vertigo sentral beronset kronis atau perlahan (gradual). Ménière's. Pergerakan bola mata di luar kehendak (involuntary). PATOFISIOLOGI Vertigo timbul jika terdapat ketidakcocokan informasi aferen yang disampaikan ke pusat kesadaran. misalnya: phenytoin. Defisit neurologis (neurologic deficits) umumnya terjadi pada vertigo sentral. neoplasma. Pada vertigo sentral. Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan pro-prioseptik. tidak dihambat oleh fiksasi okuler. Tinnitus (telinga berdenging) seringkali menyertai vertigo perifer. Vertigo perifer beronset akut. sedangkan vertigo sentral jarang berhubungan dengan posisi. sedangkan vertigo sentral ringan hingga sedang. Sifat nystagmus pada vertigo perifer adalah fatigable. Tahukah Anda? Pengertian nistagmus (nystagmus) adalah: 1. 7. Antikejang (anticonvulsants). biasanya tidak disertai tinnitus. dan dihambat oleh fiksasi okuler. harian. Agen sitotoksik. carbamazepine. dan ethosuccinate. berputar (rotary) atau horisontal. Rapid movement of the eyes up and down or from side to side. sedangkan sifat nystagmus pada vertigo sentral adalah nonfatigable. 6. Furosemide 3.Inilah cara asyik mengenali dan membedakan vertigo perifer dan vertigo sentral: 1.

Pemeriksaan Fisik Umum  . serebelum. Keluhan yang menyertai : gangguan pendengaran. akibatnya muncul gejala vertigo dan gejala otonom. Blok jantung 7. atau berkaitan dengan sistim vestibuler/otologik. hipoglikemi. Hipertensi. Pendekatan klinis terhadap keluhan vertigo adalah untuk menentukan penyebab. hipertensi. akan diproses lebih lanjut. 6. gerak bola mata/nistagmus dan fungsi serebelum. dll. streptomisin. selain itu harus dipertimbangkan pula faktor psikologik/psikiatrik yang dapat mendasari keluhan vertigo tersebut. tinnitus. dan vestibulospinalis. Tanyakan bentuk vertigonya 2. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor vestibuler. Faktor sistemik yang juga harus dipikirkan/dicari antara lain aritmi jantung. pertama-tama harus ditentukan bentuk vertigonya. gagal jantung kongestif. Hypothiroid. Ada/ tidak stress PEMERIKSAN FISIK Ditujukan untuk meneliti faktor-faktor penyebab. Profil waktu: perlahan-lahan/ akut 4. alkohol. ataksia saat berdiri/ berjalan dan gejala lainnya (http://www. apakah akibat kelainan sentral – yang berkaitan dengan kelainan susunan saraf pusat – korteks serebri. reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar. Dalam kondisi fisiologis/normal.batang otak. di samping itu. Dalam menghadapi kasus vertigo. mual/ muntah 5. susunan vestibuloretikularis. D.vestibularis dengan nuklei N.kalbefarma. otologik atau neurologik – vestibuler atau serebeler. jika semuanya dalam keadaan sinkron dan wajar. agar dapat diberikan terapi kausal yang tepat dan terapi simtomatik yang sesuai. visual dan proprioseptik kanan dan kiri akan diperbandingkan. hipotensi. Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitar. unsteadiness. anemi. visual. III. IV dan VI. atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan. respons penyesuaian otot menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus. informasi yang tiba di pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler. lalu letak lesi dan kemudian penyebabnya. baik kelainan sistemik. yaitu lebih dari 50 % disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik. dan proprioseptik. Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis. Keadaan yang memprovokasi 3. DIAGNOSA  ANAMNESA 1. maka proses pengolahan informasi akan terganggu. Penggunaan obat-obatan : anti konvulsan.com). dapat berupa pemeriksaan fungsi pendengaran dan keseimbangan. Adanya penyakit sistemik : DM. Respons yang muncul berupa penyesuaian otototot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak.

. Tes Unterberger Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi.Pemeriksaan fisik diarahkan ke kemungkinan penyebab sistemik. Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi. Tandem Gait Tandem Gait: penderita berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri ganti berganti. irama (denyut jantung) dan pulsasi nadi perifer juga perlu diperiksa. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup.duduk dan berdiri. tekanan darah diukur dalam posisi berbaring. 3. bising karotis. Uji Romberg Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan. pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. dan pada kelainan serebeler penderita akan cenderung jatuh. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram.Pada kelainan vestibuler perjalanannya akan menyimpang. kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik. mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. kepala dan badan berputar ke arah lesi.  PEMERIKSAAN NEUROLOGIS Pemeriksaan neurologis dilakukan dengan perhatian khusus pada fungsi vestibular/ cerebral 1. 2.

jika ada gangguan vestibuler unilateral. penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas.4. Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi. Post – Pointing Tes (Uji Tunjuk Barany) Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan. Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup. kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa. pasien akan berjalan dengan arah berbentuk bintang. 5. Tes Babinsky – Weil Pasien dengan mata tertutup berulang kali berjalan lima langkah ke depan dan lima langkah ke belakang seama setengah menit. .

bila diulang-ulang reaksi tetap seperti semula (non-fatigue). PEMERIKSAAN NEUROOTOLOGI Pemeriksaan ini terutama untuk menentukan apakah letak lesinya di sentral atau perifer. sehingga kepalanya meng-gantung 45º di bawah garis horisontal. 1. penderita dibaring-kan ke belakang dengan cepat. nistagmus dan vertigo berlangsung lebih dari 1 menit. Perifer (benign positional vertigo): vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik. hilang dalam waktu kurang dari 1 menit. Sentral: tidak ada periode laten. . Uji Dix Hallpike Dari posisi duduk di atas tempat tidur. kemudian kepalanya dimiringkan 45º ke kanan lalu ke kiri. akan berkurang atau menghilang bila tes diulang-ulang beberapa kali (fatigue). Perhatikan saat timbul dan hilangnya vertigo dan nistagmus. dengan uji ini dapat dibedakan apakah lesinya perifer atau sentral.

.

Latihan CRT / Epley manouver : . Canal paresis menunjukkan lesi perifer di labirin atau n. E.2. Di sini saya membicarakan latihan terapi gangguan keseimbangan/vertigo akibat perubahan posisi kepala ( istilah medis : BPPV . INTERVENSI FT Ada beberapa pengobatan gangguan keseimbangan (pada telinga) selain obat-obat yang diminum. Tes Kalori Penderita berbaring dengan kepala fleksi 30º. Nistagmus yang timbul dihitung lamanya sejak permulaan irigasi sampai hilangnya nistagmus tersebut (normal 90-150 detik).Canal paresis ialah jika abnormalitas ditemukan di satu telinga. jika masih terasa ada sisa baru dilakukan Brand-Darroff exercise. Rolling / Barbeque maneuver. Dari beberapa latihan. yaitu rehabilitasi/fisioterapi dalam hal ini latihan gerakan kepala dan badan. sedangkan directional preponderance menunjukkan lesi sentral. Kedua telinga diirigasi bergantian dengan air dingin (30ºC) dan air hangat (44ºC) masing-masing selama 40 detik dan jarak setiap irigasi 5 menit. umumnya yang dilakukan pertama adalah CRT atau Semont Liberatory. VIII. baik setelah rangsang air hangat maupun air dingin. sehingga kanalis semisirkularis lateralis dalam posisi vertikal.Benign Paroxysmal Positional Vertigo ). Ada beberapa latihan yaitu : Canalit Reposition Treatment (CRT) / Epley manouver. Dengan tes ini dapat ditentukan adanya canal paresis atau directional preponderance ke kiri atau ke kanan. Pertama kali umumnya harus dibantu oleh dokter untuk melakukannya. Dari beberapa latihan ini kadang memerlukan seseorang untuk membantunya tapi ada juga yang dapat dikerjakan sendiri. sedangkan directional preponderance ialah jika abnormalitas ditemukan pada arah nistagmus yang sama di masing-masing telinga. Semont Liberatory maneuver dan Brand-Darroff exercise (saya belum menemukan istilahnya dalam bahasa Indonesia).

mulai berguling ke kiri ( kepala dan badan ) secara perlahan-lahan. sampai akhirnya kembali ke posisi semula. setelah hilang berguling diteruskan. sampai hilang. jika vertigo kiri. berhenti dulu tapi jangan balik lagi. tunggu jika terasa berputar / vertigo sampai hilang.Keterangan Gambar : Pertama posisi duduk. kepala menoleh ke kiri ( pada gangguan keseimbangan / vertigo telinga kiri ) (1). Latihan Semont Liberatory : . kemudian duduk dengan kepala tetap pada posisi menoleh ke kanan dan kemudian ke arah lantai (4). masing-masing gerakan ditunggu lebih kurang 30 – 60 detik. Untuk Rolling / Barbeque maneuver. mula-mula posisi tiduran kepala menghadap ke atas. jika timbul vertigo. kemudian putar kepala ke arah kanan ( sebaliknya ) perlahan sampai muka menghadap ke lantai (3). kemudian langsung tidur sampai kepala menggantung di pinggir tempat tidur (2). tunggu sampai hilang rasa vertigo. dilakukan dengan cara berguling sampai 360′. Dapat dilakukan juga untuk sisi yang lain berulang kali sampai terasa vertigo hilang.

baru kembali ke posisi semula. kemudian tanpa merubah posisi kepala berbalik arah ke sisi kiri (3). dapat dilakukan berulang kali.Keterangan Gambar : Pertama posisi duduk (1). kemudian langsung bergerak ke kanan sampai menyentuh tempat tidur (2) dengan posisi kepala tetap.pertama cukup 1-2 kali kiri kanan. arahkan kepala ke kiri. jatuhkan badan ke posisi kanan. besoknya makin bertambah. masing-masing gerakan ditunggu kira-kira 1 menit. . pertama posisi duduk. Hal ini dapat dilakukan dari arah sebaliknya. hanya posisi kepala berbeda.detik). Latihan Brand-Darroff exercise : Keterangan Gambar : Hampir sama dengan Semont Liberatory. untuk gangguan vertigo telinga kanan. tunggu 30-60 detik. arahkan kepala ke kanan lalu jatuhkan badan ke sisi kiri. kepala menoleh ke kiri. berulang kali. kemudian balik posisi duduk. tunggu sampai vertigo hilang (30-6.

Dapat dilakukan juga untuk sisi yang lain berulang kali sampai terasa vertigo hilang. mungkin kalau saya terangkan akan membuat kepala jadi mumet /vertigo.Mungkin ada yang bertanya. detik. tapi itu adalah gerakan yang telah dilakukan penelitian dan telah berhasil. . apasih gunanya gerakan kepala dan badan itu. Sebaiknya juga harus diperiksakan terlebih dahulu untuk memastikan penyebab vertigo / gangguan keseimbangannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful