VERTIGO

A. DEFINISI Vertigo adalah adanya sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya dengan gejala lain yang timbul, terutama dari jaringan otonomik yang disebabkan oleh gangguan alat keseimbangan tubuh oleh berbagai keadaan atau penyakit. Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan tubuh ketika di tempatkan di berbagai posisi. Definisi menurut O’Sullivan, keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan pusat gravitasi pada bidang tumpu terutama ketika saat posisi tegak. Selain itu menurut Ann Thomson, keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh dalam posisi kesetimbangan maupun dalam keadaan statik atau dinamik, serta menggunakan aktivitas otot yang minimal. Keseimbangan juga bisa diartikan sebagai kemampuan relatif untuk mengontrol pusat massa tubuh (center of mass) atau pusat gravitasi (center of gravity) terhadap bidang tumpu (base of support). Keseimbangan melibatkan berbagai gerakan di setiap segmen tubuh dengan di dukung oleh sistem muskuloskleletal dan bidang tumpu. Kemampuan untuk menyeimbangkan massa tubuh dengan bidang tumpu akan membuat manusia mampu untuk beraktivitas secara efektif dan efisien. Keseimbangan terbagi atas dua kelompok, yaitu keseimbangan statis : kemampuan tubuh untuk menjaga kesetimbangan pada posisi tetap (sewaktu berdiri dengan satu kaki, berdiri diatas papan keseimbangan); keseimbangan dinamis adalah kemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan ketika bergerak. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dari integrasi/interaksi sistem sensorik (vestibular, visual, dan somatosensorik termasuk proprioceptor) dan muskuloskeletal (otot, sendi, dan jar lunak lain) yang dimodifikasi/diatur dalam otak (kontrol motorik, sensorik, basal ganglia, cerebellum, area asosiasi) sebagai respon terhadap perubahan kondisi internal dan eksternal. Dipengaruhi juga oleh faktor lain seperti, usia, motivasi, kognisi, lingkungan, kelelahan, pengaruh obat dan pengalaman terdahulu. Fisiologi Keseimbangan Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dan kestabilan postur oleh aktivitas motorik tidak dapat dipisahkan dari faktor lingkungan dan sistem regulasi yang berperan dalam pembentukan keseimbangan. Tujuan dari tubuh mempertahankan keseimbangan adalah : menyanggah tubuh melawan gravitasi dan faktor eksternal lain, untuk mempertahankan pusat massa tubuh agar seimbang dengan bidang tumpu, serta menstabilisasi bagian tubuh ketika bagian tubuh lain bergerak. Komponen-komponen pengontrol keseimbangan adalah : Sistem informasi sensoris Sistem informasi sensoris meliputi visual, vestibular, dan somatosensoris.

Reseptor pada sistem vestibular meliputi kanalis semisirkularis. Nukleus vestibular menerima masukan (input) dari reseptor labyrinth. Melalui refleks vestibulo-occular. Cratty & Martin (1969) menyatakan bahwa keseimbangan akan terus berkembang sesuai umur. Visual Visual memegang peran penting dalam sistem sensoris. mereka mengontrol gerak mata. terutama ke motor neuron yang menginervasi otot-otot proksimal. Reseptor dari sistem sensoris ini disebut dengan sistem labyrinthine. Beberapa stimulus tidak menuju nukleus vestibular tetapi ke serebelum. mata akan membantu agar tetap fokus pada titik utama untuk mempertahankan keseimbangan. kontrol kepala. terutama ketika melihat obyek yang bergerak. Alat indra tersebut adalah ujung-ujung saraf yang beradaptasi lambat di sinovia dan ligamentum. Keluaran (output) dari nukleus vestibular menuju ke motor neuron melalui medula spinalis. penglihatan memegang peran penting untuk mengidentifikasi dan mengatur jarak gerak sesuai lingkungan tempat kita berada. kumparan otot pada leher dan otototot punggung (otot-otot postural). maka tubuh dapat menyesuaikan atau bereaksi terhadap perubahan bidang pada lingkungan aktivitas sehingga memberikan kerja otot yang sinergis untuk mempertahankan keseimbangan tubuh. serta sakulus. tetapi ada pula yang menuju ke korteks serebri melalui lemniskus medialis dan talamus. dan gerak bola mata. retikular formasi. dan serebelum. Dengan informasi visual. Sistem vestibular bereaksi sangat cepat sehingga membantu mempertahankan keseimbangan tubuh dengan mengontrol otot-otot postural. Informasi propriosepsi disalurkan ke otak melalui kolumna dorsalis medula spinalis.  Sistem vestibular Komponen vestibular merupakan sistem sensoris yang berfungsi penting dalam keseimbangan. Sebagian besar masukan (input) proprioseptif menuju serebelum. thalamus dan korteks serebri. Penglihatan juga merupakan sumber utama informasi tentang lingkungan dan tempat kita berada. dan sebagai monitor tubuh selama melakukan gerak statik atau dinamik.  Somatosensoris Sistem somatosensoris terdiri dari taktil atau proprioseptif serta persepsikognitif. Reseptor sensoris vestibular berada di dalam telinga. utrikulus. Impuls dari alat indra ini dari reseptor raba di kulit . formatio retikularis. Mereka meneruskan pesan melalui saraf kranialis VIII ke nukleus vestibular yang berlokasi di batang otak. Kesadaran akan posisi berbagai bagian tubuh dalam ruang sebagian bergantung pada impuls yang datang dari alat indra dalam dan sekitar sendi. Sistem labyrinthine mendeteksi perubahan posisi kepala dan percepatan perubahan sudut. Penglihatan muncul ketika mata menerima sinar yang berasal dari obyek sesuai jarak pandang.

memori dan daya pikir menurun 10. penglihatan ganda 2. B. sensitif pada cahaya terang dan suara 11. Vertigo jenis ini biasanya diikuti gejala-gejala seperti: 1. sakit kepala yang parah 5. tidak mampu berkata-kata 7. penderita akan mengalami hal-hal seperti: 1.dan jaringan lain . yaitu daerah percabangan otak dan serebelum (otak kecil). khususnya di bagian saraf keseimbangan. tidak mampu berkonsentrasi 6. hilang keseimbangan 5. jantung berdebar 4. meniere’s disease (gangguankeseimbangan yang sering kali menyebabkan hilang pendengaran). rasa lelah dan stamina menurun 3. serta otot di proses di korteks menjadi kesadaran akan posisi tubuh dalam ruang. vestibular neuritis (peradangan pada sel-sel saraf keseimbangan) dan labyrinthitis (radang di bagian dalam pendengaran) SENTRAL Vertigo sentral terjadi jika ada sesuatu yang tidak normal di dalam otak. perasaan seperti mabuk 7. sukar menelan 3. KLASIFIKASI VERTIGO  VERTIGO VESTIBULAR Vestibular adalah salah satu organ bagian dalam telinga yang senantiasa mengirimkan informasi tentang posisi tubuh ke otak untuk menjaga keseimbangan PERIFER Vertigo periferal terjadi jika terdapat gangguan di saluran yang disebut kanalis semisirkularis. mual dan muntah-muntah 9. pandangan gelap 2. otot terasa sakit 8. hilangnya koordinasi . yaitu telinga bagian tengah yang bertugas mengontrol keseimbangan. Gejala vertigo sentral biasanya terjadi secara bertahap. kesadaran terganggu 6. kelumpuhan otot-otot wajah 4. berkeringat Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan vertigo periferal antara lain penyakit-penyakit seperti Benign Parozysmal Positional Vertigo atau BPPV (gangguan keseimbangan karena ada perubahan posisi kepala).

trauma di bagian kepala. Keluhan vertigo yang disebabkan oleh gangguan mata atau berkurangnya daya penglihatan disebut vertigo ophtalmologis. vertigo neurologik adalah gangguan vertigo yang disebabkan oleh gangguan saraf. Neurologik. Otolaringologi. Selain penyebab dari segi fisik. multiple sclerosis (gangguan tulang belakang dan otak). misalnya diabetes mellitus. diikuti gejala klinis tidak nyaman seperti banyak berkeringat. Sementara itu. tubuh terasa lemah Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan vertigo sentral termasuk antara lain stroke. kondisi peradangan. mual dan muntah-muntah 9. dapat disingkat SNOOP. infeksi.  VERTIGO NON VESTIBULAR Vertigo sistemik adalah keluhan vertigo yang disebabkan oleh penyakit tertentu. tumor. Vertigo yang disebabkan oleh stres atau tekanan emosional disebut vertigo psikogenik. mual. . migren. Faktor penyebab vertigo adalah Sistemik.dan muntah. neurodegenerative illnesses (penyakit akibat kemunduran fungsi saraf) yang menimbulkan dampak pada otak kecil. seperti kurang tidur atau terlalu memikirkan suatu masalah hingga stres.penyebab lain munculnya vertigo adalah pola hidup yang tak teratur. hipertensi dan jantung. Penyebab dan Gejala Keluhan vertigo biasanya datang mendadak. sedangkan vertigo yang disebabkan oleh berkurangnya fungsi alat pendengaran disebut vertigo otolaringologis. Ophtalmologik.8. Psikogenik.

multiple sklerosis. vestibularis. intoksikasi obat-obatan Vertigo akut Trauma labirin. ensefalitis labirinitis akuta. transient ischemic attack (TIA) arteri vertebralis Vertigo kronis Otitis media kronis. Hipotensi ortostatik. tumor fossa cranii posterior. tumor serebelo-pontine. herpes Neuronitis zoster otikus. lesi labirin akibat zat ototoksik Vertigo Vestibular Sentral lebih lambat ringan +/+ + Timbul Karena Perubahan Posisi Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) Tidak Disertai Keluhan Telinga TIA arteri vertebrobasilaris.Tabel 1. vestibularis. sindroma paska vertigo servikalis komosio. lalu lintas Tabel 2. keringat) Gangguan pendengaran + (tinitus. multipel perdarahan labirin sklerosis . Perbedaan Vertigo Vestibular Perifer dan Sentral Gejala Vertigo Vestibular Perifer Bangkitan vertigo lebih mendadak Derajat vertigo berat Pengaruh gerakan kepala ++ Gejala otonom (mual. ++ muntah. epilepsi. tuli) Tanda fokal otak Jenis Vertigo Disertai Keluhan Berdasarkan Awitan Telinga Serangan Vertigo paroksismal Penyakit Meniere. Perbedaan Vertigo Vestibular dan Non Vestibular Gejala Vertigo Vestibular Sifat vertigo rasa berputar Serangan episodik Mual/muntah + Gangguan pendengaran +/Gerakan pencetus gerakan kepala Situasi pencetus - Vertigo Non Vestibular melayang. vertigo akibat lesi lambung Kontusio serebri. meningitis tuberkulosa. hilang keseimbangan kontinu gerakan obyek visual keramaian.

7. sedangkan vertigo sentral beronset kronis atau perlahan (gradual). Kehilangan pendengaran (hearing loss) hingga ketulian (deafness) umumnya terjadi pada vertigo perifer dan jarang terjadi pada vertigo sentral. 5. sedangkan sifat nystagmus pada vertigo sentral adalah nonfatigable. Pada vertigo sentral. Mual (nausea) dan muntah (vomiting) umumnya terjadi pada vertigo perifer dan jarang terjadi pada vertigo sentral. Rapid movement of the eyes up and down or from side to side.Inilah cara asyik mengenali dan membedakan vertigo perifer dan vertigo sentral: 1. carbamazepine. harian. Intensitas vertigo perifer sedang hingga berat. Antikejang (anticonvulsants). ada atau tidak adanya nistagmus digunakan untuk mendiagnosis gangguan penglihatan dan persarafan (neurological and visual disorders). 4. dan dihambat oleh fiksasi okuler. Susunan lain yang berperan ialah sistem optik dan pro-prioseptik. toksin. terutama indomethacin. durasi gejala pada vertigo perifer terjadi dalam hitungan menit. neuronitis. Tahukah Anda? Pengertian nistagmus (nystagmus) adalah: 1. biasanya tidak disertai tinnitus. Vertigo perifer umumnya berhubungan dengan posisi (positionally related). 4. Defisit neurologis (neurologic deficits) umumnya terjadi pada vertigo sentral. demyelinating. Furosemide 3. sedangkan vertigo sentral jarang berhubungan dengan posisi. mingguan. Tinnitus (telinga berdenging) seringkali menyertai vertigo perifer. 5. sedangkan vertigo sentral ringan hingga sedang. misalnya: cisplatin. Penyebab umum vertigo sentral adalah vaskuler. 9. Dengan kata lain. 2. namun berulang (recurrent). NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs). berputar (rotary) atau horisontal. banyak arah (multidirectional). Penyebab umum vertigo perifer adalah infeksi (labyrinthitis). 3. Susunan aferen yang terpenting dalam sistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan. Vertigo perifer beronset akut. 2. trauma. Sifat nystagmus pada vertigo perifer adalah fatigable. tidak dihambat oleh fiksasi okuler. 6. Aminoglycosides 2. 8. Pergerakan bola mata di luar kehendak (involuntary). neoplasma. Ménière's. jaras-jaras yang menghubungkan nuklei . Agen sitotoksik. dan ethosuccinate. iskemia. yang secara terus menerus menyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan. Beberapa obat yang dapat menyebabkan vertigo antara lain: 1. C. misalnya: phenytoin. PATOFISIOLOGI Vertigo timbul jika terdapat ketidakcocokan informasi aferen yang disampaikan ke pusat kesadaran. Pada vertigo perifer tidak ada defisit neurologis.

streptomisin. agar dapat diberikan terapi kausal yang tepat dan terapi simtomatik yang sesuai. D. unsteadiness. atau berkaitan dengan sistim vestibuler/otologik. Dalam kondisi fisiologis/normal. III. dapat berupa pemeriksaan fungsi pendengaran dan keseimbangan. Informasi yang berguna untuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor vestibuler. informasi yang tiba di pusat integrasi alat keseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler. Dalam menghadapi kasus vertigo. baik kelainan sistemik. reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar. DIAGNOSA  ANAMNESA 1. Faktor sistemik yang juga harus dipikirkan/dicari antara lain aritmi jantung. Blok jantung 7. alkohol. di samping itu. dan proprioseptik. anemi. visual. dll. Ada/ tidak stress PEMERIKSAN FISIK Ditujukan untuk meneliti faktor-faktor penyebab. hipotensi. pertama-tama harus ditentukan bentuk vertigonya. dan vestibulospinalis. gerak bola mata/nistagmus dan fungsi serebelum. otologik atau neurologik – vestibuler atau serebeler. akibatnya muncul gejala vertigo dan gejala otonom. selain itu harus dipertimbangkan pula faktor psikologik/psikiatrik yang dapat mendasari keluhan vertigo tersebut. visual dan proprioseptik kanan dan kiri akan diperbandingkan. serebelum. hipertensi. IV dan VI. mual/ muntah 5.kalbefarma. Adanya penyakit sistemik : DM. respons penyesuaian otot menjadi tidak adekuat sehingga muncul gerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus. lalu letak lesi dan kemudian penyebabnya. Keluhan yang menyertai : gangguan pendengaran.batang otak. yaitu lebih dari 50 % disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik. tinnitus.com). ataksia saat berdiri/ berjalan dan gejala lainnya (http://www. Hipertensi. Penggunaan obat-obatan : anti konvulsan. maka proses pengolahan informasi akan terganggu. atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan. Tanyakan bentuk vertigonya 2. gagal jantung kongestif. Profil waktu: perlahan-lahan/ akut 4. Pendekatan klinis terhadap keluhan vertigo adalah untuk menentukan penyebab. apakah akibat kelainan sentral – yang berkaitan dengan kelainan susunan saraf pusat – korteks serebri. Respons yang muncul berupa penyesuaian otototot mata dan penggerak tubuh dalam keadaan bergerak. Pemeriksaan Fisik Umum  . hipoglikemi. Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadap lingkungan sekitar. akan diproses lebih lanjut. susunan vestibuloretikularis. jika semuanya dalam keadaan sinkron dan wajar. Hypothiroid. Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisi tidak normal/ tidak fisiologis. 6.vestibularis dengan nuklei N. Keadaan yang memprovokasi 3.

tekanan darah diukur dalam posisi berbaring.Pada kelainan vestibuler perjalanannya akan menyimpang. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. dan pada kelainan serebeler penderita akan cenderung jatuh. Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi. Tes Unterberger Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. 2. kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik. bising karotis. Uji Romberg Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan.  PEMERIKSAAN NEUROLOGIS Pemeriksaan neurologis dilakukan dengan perhatian khusus pada fungsi vestibular/ cerebral 1. 3. irama (denyut jantung) dan pulsasi nadi perifer juga perlu diperiksa. . mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram.duduk dan berdiri. Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi.Pemeriksaan fisik diarahkan ke kemungkinan penyebab sistemik. Tandem Gait Tandem Gait: penderita berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri ganti berganti. kepala dan badan berputar ke arah lesi. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu).

jika ada gangguan vestibuler unilateral. pasien akan berjalan dengan arah berbentuk bintang. Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup. 5.4. Post – Pointing Tes (Uji Tunjuk Barany) Dengan jari telunjuk ekstensi dan lengan lurus ke depan. Tes Babinsky – Weil Pasien dengan mata tertutup berulang kali berjalan lima langkah ke depan dan lima langkah ke belakang seama setengah menit. Pada kelainan vestibuler akan terlihat penyimpangan lengan penderita ke arah lesi. . kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa. penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas.

Perhatikan saat timbul dan hilangnya vertigo dan nistagmus. nistagmus dan vertigo berlangsung lebih dari 1 menit. 1. PEMERIKSAAN NEUROOTOLOGI Pemeriksaan ini terutama untuk menentukan apakah letak lesinya di sentral atau perifer. . akan berkurang atau menghilang bila tes diulang-ulang beberapa kali (fatigue). kemudian kepalanya dimiringkan 45º ke kanan lalu ke kiri. Perifer (benign positional vertigo): vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik. Uji Dix Hallpike Dari posisi duduk di atas tempat tidur. penderita dibaring-kan ke belakang dengan cepat. bila diulang-ulang reaksi tetap seperti semula (non-fatigue). hilang dalam waktu kurang dari 1 menit. dengan uji ini dapat dibedakan apakah lesinya perifer atau sentral. Sentral: tidak ada periode laten. sehingga kepalanya meng-gantung 45º di bawah garis horisontal.

.

Latihan CRT / Epley manouver : .Canal paresis ialah jika abnormalitas ditemukan di satu telinga.Benign Paroxysmal Positional Vertigo ). yaitu rehabilitasi/fisioterapi dalam hal ini latihan gerakan kepala dan badan. Canal paresis menunjukkan lesi perifer di labirin atau n. Nistagmus yang timbul dihitung lamanya sejak permulaan irigasi sampai hilangnya nistagmus tersebut (normal 90-150 detik). Rolling / Barbeque maneuver. Tes Kalori Penderita berbaring dengan kepala fleksi 30º. jika masih terasa ada sisa baru dilakukan Brand-Darroff exercise. sehingga kanalis semisirkularis lateralis dalam posisi vertikal. umumnya yang dilakukan pertama adalah CRT atau Semont Liberatory. sedangkan directional preponderance ialah jika abnormalitas ditemukan pada arah nistagmus yang sama di masing-masing telinga. Di sini saya membicarakan latihan terapi gangguan keseimbangan/vertigo akibat perubahan posisi kepala ( istilah medis : BPPV . VIII. Kedua telinga diirigasi bergantian dengan air dingin (30ºC) dan air hangat (44ºC) masing-masing selama 40 detik dan jarak setiap irigasi 5 menit. Dengan tes ini dapat ditentukan adanya canal paresis atau directional preponderance ke kiri atau ke kanan. Ada beberapa latihan yaitu : Canalit Reposition Treatment (CRT) / Epley manouver. Dari beberapa latihan. INTERVENSI FT Ada beberapa pengobatan gangguan keseimbangan (pada telinga) selain obat-obat yang diminum. Semont Liberatory maneuver dan Brand-Darroff exercise (saya belum menemukan istilahnya dalam bahasa Indonesia).2. baik setelah rangsang air hangat maupun air dingin. sedangkan directional preponderance menunjukkan lesi sentral. E. Pertama kali umumnya harus dibantu oleh dokter untuk melakukannya. Dari beberapa latihan ini kadang memerlukan seseorang untuk membantunya tapi ada juga yang dapat dikerjakan sendiri.

Dapat dilakukan juga untuk sisi yang lain berulang kali sampai terasa vertigo hilang. setelah hilang berguling diteruskan. dilakukan dengan cara berguling sampai 360′. Untuk Rolling / Barbeque maneuver. masing-masing gerakan ditunggu lebih kurang 30 – 60 detik. jika timbul vertigo. jika vertigo kiri. sampai akhirnya kembali ke posisi semula. kepala menoleh ke kiri ( pada gangguan keseimbangan / vertigo telinga kiri ) (1). mula-mula posisi tiduran kepala menghadap ke atas. berhenti dulu tapi jangan balik lagi. kemudian putar kepala ke arah kanan ( sebaliknya ) perlahan sampai muka menghadap ke lantai (3). sampai hilang. kemudian langsung tidur sampai kepala menggantung di pinggir tempat tidur (2). kemudian duduk dengan kepala tetap pada posisi menoleh ke kanan dan kemudian ke arah lantai (4). tunggu jika terasa berputar / vertigo sampai hilang. tunggu sampai hilang rasa vertigo.Keterangan Gambar : Pertama posisi duduk. Latihan Semont Liberatory : . mulai berguling ke kiri ( kepala dan badan ) secara perlahan-lahan.

besoknya makin bertambah.pertama cukup 1-2 kali kiri kanan.Keterangan Gambar : Pertama posisi duduk (1). dapat dilakukan berulang kali. hanya posisi kepala berbeda. arahkan kepala ke kiri. tunggu sampai vertigo hilang (30-6. kepala menoleh ke kiri. pertama posisi duduk. untuk gangguan vertigo telinga kanan. kemudian balik posisi duduk. Latihan Brand-Darroff exercise : Keterangan Gambar : Hampir sama dengan Semont Liberatory. baru kembali ke posisi semula. arahkan kepala ke kanan lalu jatuhkan badan ke sisi kiri. jatuhkan badan ke posisi kanan. tunggu 30-60 detik. kemudian tanpa merubah posisi kepala berbalik arah ke sisi kiri (3).detik). berulang kali. Hal ini dapat dilakukan dari arah sebaliknya. kemudian langsung bergerak ke kanan sampai menyentuh tempat tidur (2) dengan posisi kepala tetap. masing-masing gerakan ditunggu kira-kira 1 menit. .

mungkin kalau saya terangkan akan membuat kepala jadi mumet /vertigo. Sebaiknya juga harus diperiksakan terlebih dahulu untuk memastikan penyebab vertigo / gangguan keseimbangannya.Mungkin ada yang bertanya. apasih gunanya gerakan kepala dan badan itu. tapi itu adalah gerakan yang telah dilakukan penelitian dan telah berhasil. Dapat dilakukan juga untuk sisi yang lain berulang kali sampai terasa vertigo hilang. . detik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful