KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadhirat Allah SWT, karena dengan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah untuk Laboratorium Pengantar Digital ini. Selawat dan salam kami hantarkan ke pangkuan nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti pada saat ini. Terima kasih kami kepada Asisten Laboratorium yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan bahanbahan yang kami peroleh dari beberapa buku dan situs internet. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah ikut membantu kami selama penulisan makalah ini. Akhir kata, kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari temanteman semua yang bersifat membangun makalah ini ke depannya agar menjadi lebih baik. Dan kami harap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Oktober, 2008

Penulis

1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ................................................................................................................ Daftar Isi............................................................................................................................. BAB I. BAB II. GERBANG LOGIKA ................................................................................. ALJABAR BOOLEAN ..............................................................................

1 2 3 10 12 19 22 25

BAB III. SISTEM BILANGAN ................................................................................. BAB IV. MULTIPLEXER ........................................................................................... BAB V. MULTIVIBRATOR ..................................................................................... BAB VI. FLIP – FLOP................................................................................................ Daftar Pustaka

2

BAB I GERBANG LOGIKA

Gerbang logika adalah rangkaian dasar yang membentuk komputer. Jutaan transistor di dalam mikroprosesor membentuk ribuan gerbang logika. Sebuah gerbang logika sederhana mempunyai satu terminal output dan satu atau lebih terminal input. Keluarannya dapat tinggi (1) atau rendah (0), tergantung level digital yang diberikan pada terminal input. Ada 7 jenis gerbang logika yaitu OR, AND, NAND, NOR, Inverter, EXOR, dan EXNOR. Gerbang logika NOT, NAND, dan NOR adalah gerbang logika dasar pada teknologi CMOS, sedangkan gerbang logika NOT, AND dan OR adalah gerbang logika yang diturunkan dari gerbang logika dasar tersebut. Hal ini karena proses pembuatan gerbang logika, jumlah transistor yang dipakai pada pembuatan NAND lebih sedikit sehingga lebih sederhana daripada AND, begitu pula dengan NOR. Gerbang Inverter (NOT) Gerbang NOT atau juga bisa disebut dengan pembalik (inverter) memiliki fungsi membalik logika tegangan input nya pada outputnya. Membalik dalam hal ini adalah mengubah menjadi lawannya. Karena dalam logika tegangan hanya ada dua kondisi yaitu tinggi dan rendah atau satu dan nol, maka membalik logika tegangan berarti mengubah satu menjadi nol atau sebaliknya mengubah nol menjadi satu. Keadaan awal dari rangkaian tersebut adalah: saklar 1 terbuka dan saklar 2 tertutup yang berarti lampu menyala. Yang perlu dicatat disini adalah relay yang dipakai normal on, artinya dalam keadaan tak bekerja relay menyebaban saklar 2

3

menutup. sebaliknya bila ia bekerja saklar 2 justru terbuka. yang berarti memadamkan lampu (output berlogika nol). tegangan akan masuk ke relay dan menyebabkan bekerja membuka saklar 2.Sebaliknya bila saklar 1 dibuka (input berlogika nol). gerbang AND minimal memiliki 2 input. Saklar 1 dianggap sebagai input gerbang sedangkan lampu sebagai outputnya. relay menjadi tak bekerja sehingga saklar kembali menutup dan menyalakan lampu (output berlogika satu). untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi. Bila saklar 1 ditutup (input berlogika satu). Tabel Kebenaran INV A 0 1 B 1 0 Gerbang AND Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang Logika AND pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7408. Sama dengan gerbang OR. Dalam gerbang AND. Berbeda dengan ilustrasi untuk gerbang 4 .

OR. Dari tabel ini bisa dilihat bahwa output akan berlogika satu hanya bila kedua inputnya berlogika satu. Dari sini dapat disimpulkan bahwa gerbang AND memiliki fungsi mengalikan logika dari kedua inputnya. lampu akan tetap padam (output berlogika nol). Tabel Kebenaran AND A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 0 0 1 5 . disini saklar dipasang secara seri sehingga lampu akan menyala (output berlogika satu) hanya jika kedua saklar ditutup (kedua input berlogika satu). Untuk kombinasi penutupan saklar yang lain. tabel kebenarannya ditunjukkan pada tabel.

sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah. Tabel Kebenaran OR A 0 0 B 0 1 C 0 1 6 . Artinya inputnya bisa lebih dari dua. gerbang ini memiliki paling sedikit 2 jalur input. bila rangkaian 1 ditutup (Input 1 berlogika satu) dan saklar 2 terbuka (input 2 berlogika nol) maka lampu akan menyala (output berlogika satu). misalnya empat atau delapan. Demikian pula bila saklar 1 dibuka (input 1 berlogika nol) dan saklar 2 ditutup (input 2 berlogika 1) lampu akan tetap menyala (output berlogika satu). Bila kedua saklar dibuka(kedua input berlogika nol) lampu akan padam (output berlogika nol).Gerbang OR Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi. Yang jelas adalah semua gerbang logika selalu mempunyai hanya satu output. Disini input untuk rangkaian adalah saklar 1 dan 2. Gerbang Logika OR pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7432. Gerbang OR berbeda dengan gerbang NOT yang hanya memiliki satu input.

Gerbang NAND adalah pengembangan dari gerbang AND. Dengan kata lain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai tinggi.1 1 0 1 1 1 Gerbang NAND (NOT And) Gerbang NAND adalah suatu NOT-AND. Gerbang ini sebenarnya adalah gerbang AND yang pada outputnya dipasang gerbang NOT. Gerbang Logika NAND pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7400. atau suatu fungsi AND yang dibalikkan. Tabel Kebenaran NAND A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 1 1 1 0 7 .

Gerbang NOR Gerbang NOR adalah suatu NOT-OR.Pengembangan ini berupa pemasangan gerbang NOT pada output dari gerbang OR. atau suatu fungsi OR yang dibalikkan sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukannya bernilai rendah. Gerbang Logika NOR pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7402. Tabel Kebenaran NOR A 0 0 1 1 Gerbang XOR Gerbang X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan B 0 1 0 1 C 1 0 0 0 8 . Gerbang NOR adalah pengembangan dari gerbang OR.

Gerbang Logika XOR pada Datasheet nama lainnya IC TTL 7486. Gerbang X-NOR Gerbang X-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukan bernilai sama (kebalikan dari gerbang X-OR). Tabel Kebenaran XOR A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 1 1 0 2.7. 9 . Gerbang Logika XNOR pada Datasheet nama lainnya IC TTL 74266.bernilai sama semua.

Tabel Kebenaran X-Nor A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 1 0 0 1 10 .

3. fungsi OR (X = A + B) adalah Boolean penambahan dan fungsi AND (X = AB) adalah Boolean perkalian. hukum ini berarti menggabungkan beberapa variable OR atau AND bersamaan tidak masalah. 11 . Hukum Pengelompokkan (Associative) Contohnya penambahan A+(B+C) = (A+B)+C dan perkalian A(BC) = (AB)C. Aljabar Boolean menggunakan beberapa hukum yang sama seperti aljabar biasa. Hukum ini menampilkan metode untuk mengembangkan persamaan yang mengandung OR dan AND. 2.. dan +). Hukum ini berarti menghubungkan beberapa variable OR atau AND tidak bermasalah. Hukum Pertukaran (Commulative) Contohnya penambahan A+B = B+A. dan dua elemen khusus (0 dan 1) sedemikian rupa sehingga membentuk aksioma. dan (A+B)(C+D) = AC+AD+BC+BD. Ikuti tiga hukum yang sama untuk aljabar Boolean seperti aljabar biasa ini: 1. dan perkalian AB = BA. Hukum Distribusi (Distributive) Contohnya A(B+C) = AB + AC. satu operasi singular (yang diberi notasi . Dengan aljabar boolean dimaksudkan suatu sistem yang dibentuk oleh himpunan B dengan dua operator biner (.BAB II ALJABAR BOOLEAN Aljabar boolean merupakan aljabar yang terdiri atas suatu himpunan dengan dua operator biner yang didefinisikan pada himpunan tersebut.’).

A = 0 8. a. • penjumlahan Boolean . A . dan • perkalian Boolean Komplemen Boolean dituliskan dengan bar/garis atas dengan aturan sebagai berikut : 01= dan 10= 12 . A + A = A 6. Akan dibahas 3 buah operasi : • komplemen Boolean. A = A 10. A . A + 0 = A 4. A . A + A B = A + B b. 1 = 0 3. A+B = B+A AB = BA 2. A(B+C) = AB+AC (A+B) (C+D) = AC+AD +BC+BD Peraturan Aljabar Boolean 1. A + A = 1 9. A . A + 1 = 1 5. 1}.Tiga hukum ini mempunyai kebenaran untuk beberapa variable. Hukum Aljabar Boolean. A+(B+C) = (A+B)+C A(BC) = (AB)C 3. Hukum aljabar Boolean 1. A = A 7. 0 = 0 2. Sebagai contoh hukum penambahan dapat dipakai pada X = A+BC+D untuk persamaan X = BC+ A+D. A + AB = A + B Aljabar Boolean menyediakan operasi dan aturan untuk bekerja dengan himpunan {0.

mempunyai aturan sbb: 1 ⋅ 1 = 1. 0 ⋅ 0 = 0 13 . mempunyai aturan sbb : 1 + 1 = 1. 0 + 0 = 0 Sedangkan perkalian Boolean yang dituliskan dengan “⋅” atau AND. 0 ⋅ 1 = 0. 1 ⋅ 0 = 0. 1 + 0 = 1. 0 + 1 = 1.Penjumlahan Boolean dituliskan dengan + atau OR.

BAB III SISTEM BILANGAN Untuk memahami cara kerja komputer. Hal ini dikarenakan ada perbedaan antar sistem bilangan desimal yang umum digunakan oleh manusia dengan sistem bilangan yang dikenal oleh komputer. Sistem bilangan dua belasan (duodecimal) sampai kini masih banyak dipakai seperti 1kaki = 12 Inci. kita membutuhkan konsep mengenai sistem bilangan dan sistem pengkodean (coding systems). 1 lusin = 12 buah dan sebagainya. Bilangan biner yang direpresentasikan dalam logika 0 dan 1 itulah yang akan dikenal rangkaian digital. Tetapi ada sistem bilangan yang sudah jarang dipakai ataupun tidak dipakai lagi sama sekali dan ada pula sistem bilangan yang hanya dipakai pada hal-hal tertentu saja. dan tentunya hampir semua rangkaian dalam komputer adalah rangkaian digital. Karena komponen-komponen komputer digital yang merupakan sistem digital bersifat saklar (switch). kini pemakaiannya terbatas pada pemberian nomor urut seperti I untuk pertama. Banyak sistem bilangan yang dapat dan telah dipakai dalam melaksanakan perhitungan. sistem bilangan 14 . yaitu sistem bilangan biner. Sistem bilangan Romawi yang sangat umum dipakai pada zaman kuno. Sistem bilangan limaan (quinary) dipergunakan oleh orang Eskimo dan orang Indian di Amerika Utara zaman dahulu. Dengan memahami teknologi digital dan analog kita dapat mengembangkan desain digital dan mikroprosesor dengan baik. Rangkaian digital mempunyai peranan yang sangat penting untuk menciptakan sebuah komputer. II untuk kedua. V untuk kelima dan seterusnya. kadang-kadang dipakai juga untuk penulisan tahun seperti MDCCCIV untuk menyatakan tahun 1804. Namun yang paling umum dipakai kini adalah sistem bilangan puluhan (decimal) yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Bilangan Biner. 8. ke 2 dan seterusnya sampai dengan ke (n-1) jika bilangan itu terdiri dari n angka. Keserdehanaan pengubahan bilangan biner ke bilangan oktal atau heksadesimal dan sebaliknya.yang paling sesuai untuk komputer digital adalah sistem bilangan biner (binary). 4. 3. sebagaimana telah kita ketahui. Nilai yang dikandung oleh setiap angka di dalam suatu bilangan demikian ditentukan oleh letak angka itu di dalam deretan di samping oleh nilai mutlaknya. yaitu 100 = 1. nilai letak ke 2 adalah 102 = 100. adalah terkecil. yaitu kedudukan ke 0. 1. 9. Nilai letak dari pada angka paling kanan. adalah: 0. Nilai letak ke 1 adalah 101. Harga-harga yang lebih besar dapat dinyatakan hanya dengan memakai lebih dari satu angka secara bersama-sama. dan seterusnya nilai letak ke n-1 adalah 10n-1. 5. 7. terutama dalam hubungan pengkodean. Kesepuluh angka dasar tersebut. Oktal dan Heksadesimal akan dibahas dalam bab ini didahului dengan pembahasan singkat tentang bilangandesimal sebagai pengantar Sistem Bilangan Puluhan Sistem bilangan puluhan atau desimal (decimal system) adalah sistem bilanganyang kita pergunakan sehari-hari. radix) dari pada sistem bilangan ini adalah sepuluh. Jelaslah bahwa harga maksimum yang dapat dinyatakan oleh hanya satu angka adalah 9. 2. Cara penulisan ini disebut sebagai sistem nilai (berdasarkan) letak/posisi (positional value system). 15 . Angka yang berada paling kanan dari suatu bilangan bulat tanpa bagian pecahan disebut berada pada letak ke 0 dan yang di kirinya adalah ke 1. Nilai yang terkandung dalam setiap simbol angka secara terpisah (berdiri sendiri) disebut nilai mutlak (absolute value). Sistem bilangan ini disusun oleh sepuluh simbol angka yang mempunyai nilai yang berbeda satu sama lain dan karena itu dikatakan bahwa dasar/basis atau akar (base. membuat bilangan oktal dan heksadesimal juga banyak dipakai dalam dunia komputer. 6.

ke -2 dan seterusnya dan nilai letaknya adalah 10-1... menggunakan 2 macam symbol bilangan. nilai yang diberikan oleh angka 5 pada bilangan 1253. Amerika.Angka di kanan tanda koma puluhan (decimal point) disebut pada kedudukan negatif. Komputer memproses data atau program dari memori komputer berupa sejumlah bilangan biner uang menyatakan dalam keadaan hidup atau mati (on or off) dengan angka 1 dan 0.. Nilai yang diberikan oleh suatu angka pada suatu bilangan adalah hasil1kali dari pada nilai mutlak dan nilai letaknya.mempunyai harga yang dapat dinyatakan dalam bentuk:N = an-1 10n-1 + an-2 10n-2 +. yaitu letak ke -1. dan lainlain). Cara mengkonversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah dengan mengalikan dua dengan pangkat N (suku ke-N). yaitu 0 dan 1. Sehingga semua yang diproses komputer hanya angka 0 dan 1.. Jadi..Untuk bilangan yang mengandung bagian pecahan.Secara umum. a1 a0.. a-1 a-2 .. bagian bulat dan pecahannya dipisahkan oleh tanda koma (tanda titik di Inggris. suatu bilangan puluhan yang terdiri atas n angka di kiri tanda koma puluhan dan m angkadi kanantanda koma puluhan. sehingga sistem biner (bilangan berdasar 2) sangatlah penting.+ a1 101 + a0 100 + a-1 10-1 + a-2 10-2 + .07. a-m. Contoh : Angka 11010 bilangan desimalnya adalah : ( 1 x 24 ) + ( 1 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 1 x 21 ) + ( 0 x 20 ) = 26 16 . 10-2. Menggunakan 2 macam simbol bilangan berbentuk 2 digit angka.+ a-m 10-m Sistem Bilangan Biner Sistem Bilangan Biner (Binary Numbering System) dengan basis 2..476 adalah5x101 = 50 dan yang diberikan oleh angka 7 adalah 7x10-2 = 0. dan seterusnya 10-m untuk kedudukan ke (-m) di kanan koma puluhan. yang dapat dinyatakan dalam bentuk:N = an-1 an-2 .

17 .16 + 8 + 0 + 2 + 0 Angka 110111 bilangan desimalnya adalah : ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 1 x 22 ) + ( 1 x 21 ) + ( 1 x 20 ) = 55 32 + 16 + 0 + 4 + 2 + 1 Operasi tambah pada sistem biner Aturan operasi tambah : Bilangan pertama 0 1 0 1 Bilangan kedua 0 0 1 1 Hasil 00 01 01 11 Contoh : · Biner 1110001 + 1011000 113 + 89 = 11001001 = 201 Desimal · Biner 1010100 + 1111100 84 + 124 = 11010000 = 208 Desimal Hal-hal penting :        Setiap digit bilangan biner disebut satu bit Setiap empat digit bilangan biner disebut satu nibble Setiap delapan digit bilangan biner disebut satu byte Setiap enambleas digit bilangan biner disebut satu word Setiap tiga puluh dua digit bilangan biner disebut satu double word Setiap 128 digit bilangan biner disebut satu para Setiap 256 byte (2048 bit) disebut satu page (halaman).

1. Contoh : 355 bilangan oktal ke desimal : ( 3 x 82 ) + ( 5 x 81 ) + ( 5 x 80 ) 192 + 40 + 5 = 237 Desimal 204 bilangan oktal ke desimal : (2 x 82 ) + ( 0 x 81 ) + ( 4 x 80 ) 128 + 0 + 4 = 132 Desimal Sistem Bilangan Hexadesimal Sistem Bilangan Hexadesimal (Hexadenary Numbering System) dengan basis 16 menggunakan 16macam simbol bilangan yaitu : 0. Position value sistem bilangan oktal merupakan perpangkatan dari nilai 8. 2. E dan F. D. Hal ini disebabkan berbagai perintah assembler baik dalam program yang digunakan dengan utility 'DEBUG' (DOS) dan 'COMPILER TURBO ASSEMBLER'. 1. 6. 4. 2. 9. C. 8. 3. dan 7. B. dan beberapa komputer mini lainnya. Digunakan terutama pada komputer2 mini. 3. A. 5. 7. PDP-11 DEC. hanya saja menggunakan dasar delapan. 5. Data General’s Nova.Sistem Bilangan Oktal Sistem Bilangan Octal (Octenary Numbering System) dengan basis 8 menggunakan 8 macam simbol bilangan yaitu : 0. Honeywell. 4. misalnya : IBM System 360. Konversi bilangan oktal ke desimal mempunyai cara yang sama bila anda melakukan konversi bilangan biner ke desimal.6. 18 . Merupakan bilangan yang mutlak dipahami dalam memakai bahasa Assembler.

Pengubahan (konversi) dari biner ke oktal dan heksadesimal dan sebaliknya merupakan pengantara konversi dari/ke biner ke/dari desimal. Konversi sebaliknya akan diterangkan berikut ini. singkatan dari "binary digit". maka dapat dilihat bahwa untuk bagian bulat (di kiri tanda koma) kita peroleh dengan melakukan 19 . terutama komputer digital. Konversi dari biner ke desimal diperlukan untuk menterjemahkan kode hasil pengolahan sistem digital ke informasi yang dikenal oleh manusia. oktal dan heksadesimal ke sistem bilangan desimal.Cara mengkonversi bilangan desimal ke bilangan hexadesimal : · 3A bilangan desimalnya adalah : ( 3 x 161 ) + ( A x 160 ) 48 + 10 = 58 Desimal · A341 bilangan desimalnya adalah : ( 10 x 163 ) + ( 3 x 162 ) + ( 4 x 161 ) + ( 1 x 160 ) 40960 + 768 + 64 + 1 = 41793 Desimal Konversi Bilangan Konversi bilangan desimal ke sistem biner diperlukan dalam menerjemahkan keinginan manusia kedalam kode-kode yang dikenal oleh sistem digital. Konversi dari biner. Konversi ini banyak dilakukan karena disamping cacah angka biner yang disebut juga "bit". Konversi Desimal-Biner Kalau kita perhatikan konversi dari biner ke desimal. seperti telah dijelaskan di bagian depan dapat dilakukan dengan memakai persamaan. juga karena konversi itu sangat mudah. jauh lebih besar dibandingkan dengan angka-angka pada sistem oktal dan heksadesimal.

berturut-turut dari kiri ke kanan. Pembagian secara berturut-turut akan menghasilkan: 118 : 2 = 59 sisa 0 59 : 2 = 29 sisa 1 29 : 2 = 14 sisa 1 14 : 2 = 7 sisa 0 7 : 2 = 3 sisa 1 3 : 2 = 1 sisa 1 1 : 2 = 0 sisa 1 0 : 2 = 0 sisa 0 Jadi. 20 . Untuk melakukan konversi dari desimal ke biner kita melakukan sebaliknya. Ini benar karena penambahan angka 0 di kiri bilangan tidak mengubah harganya. Contoh 1. Untuk bagian pecahan. Tentukanlah bilangan biner yang berharga sama dengan bilangan desimal 118. yaitu 7. dan 4 bit tepat dapat menyatakan angka terbesar dalam heksadesimal. yaitu F=(15)10. kita melakukan pembagian dengan 2 setiap kita bergerak ke kanan. (118)10 = (01110110)2 Perhatikan bahwa walaupun pembagian diteruskan.Untuk bagian pecahan. hasil berikutnya akan tetap 0 dan sisanya juga tetap 0. bilangan desimal dikalikan2 secara berturut-turut dan angka di kiri koma desimal hasil setiap perkalian merupakanangka biner yang dicari. yaitu untuk bagian bulat bilangan desimal kita bagi dengan 2 secara berturut-turut dan sisa pembagian pertama sampai yang terakhir merupakan angka-angka biner paling kanan ke paling kiri. Konversi Biner-Oktal-Heksadesimal Kemudahan konversi biner-oktal-heksadesimal secara timbal balik terletak pada kenyataan bahwa 3 bit tepat dapat menyatakan angka terbesar dalam oktal. Contoh berikut ini memperjelas proses itu.perkalian dengan 2 setiap kita bergerak ke kiri.

bilangan biner dikelompokkan atas 4 bit setiap kelompok. Contoh : Untuk (205. bilangan biner dapat dikelompokkan atas 3 bit setiap kelompok dan untuk mengubah biner ke heksadesimal. Pengelompokan harus dimulai dari kanan bergerak ke kiri. dari oktal dan heksadesimal ke biner juga dapat dilakukan dengan mudah dengan menggantikan setiap angka dalam oktal dan heksadesimal dengan setaranya dalam biner. untuk memperoleh setara dalam oktal dan heksadesimal.Ini berarti bahwa untuk mengubah bilangan biner ke oktal. Contoh 1. Sebagai contoh. Konversi Desimal-Oktal dan Heksadesimal Konversi desimal ke oktal dan desimal ke heksadesimal dapat dilakukan dengan melakukan pembagian berulang-ulang untuk bagian bulat dan perkalian berulang-ulang untuk bagian pecahan seperti yang dilakukan pada konversi desimal-biner di bagian depan. (3456)8 = (011 100 101 110)2 (72E)16 = (0111 0010 1110)2 Dari contoh ini dapat dilihat bahwa konversi dari oktal ke heksadesimal dan sebaliknya akan lebih mudah dilakukan dengan mengubahnya terlebih dahulu ke biner. bilangan biner 1011001111dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1 011 001 111 (1 3 1 7)8 10 1100 1111 (2 C F )16 Konversi sebaliknya.05)10 Oktal: Heksadesimal: 21 . Sebenarnya cara ini berlaku untuk semua dasar sistem bilangan.

6 Jadi.8 0.80 x 16 = 12.2 0.20 x 8 = 1.60 x 8 = 4. (205.4 0.05)10 = (315.80 x 8 = 6.40 x 8 = 3.8 0.)16 22 .6 0.4 0.2 0.)8 = (CD..031463146..05 x 16 = 0.40 x 8 = 3.05 x 8 = 0.0CCCC.20 x 8 = 1.8 (12 = C) 0.205 : 8 = 25 sisa 5 25 : 8 = 3 sisa 1 3 : 8 = 0 sisa 3 205 : 16 = 12 sisa 13 = D 12 : 16 = 0 sisa 12 = C 0.80 x 16 = 12.8 0..

Dengan kata lain. yang multiplexer dengan memilih masukan berdasarkan nomor binari. telekomunikasi. Contohnya. pemilihan input dibuat secara manual. Dalam elektronik. dan dalam telekomunikasi. Dalam komunikasi. Mari kita berkata 2n dan n alamat digunakan sebagai masukan nomor binari untuk memilih salah satu masukan data. dan jaringan komputer. Multipleksing membagi kapasitas saluran komunikasi tingkat-rendah menjadi beberapa saluran logik tingkat-tinggi. yang bekerja seperti multiplexer input selector rumah musik dari sistem. dan masukan yang dipilih adalah dikirim ke satu output. Sedangkan pada sistem musik. sinyal yang telah dimultipleks disalurkan ke sebuah saluran komunikasi. masukan alamat. dalam elektronik. masing-masing satu untuk setiap sinyal 23 .BAB VI MULTIPLEXER Multiplexer adalah kombinasi sirkuit yang diberikan nomor tertentu (biasanya satu kuasa dua) masukan data. multipleksing adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk ke sebuah proses di mana beberapa sinyal pesan analog atau aliran data digital digabungkan menjadi satu sinyal. Tujuannya adalah untuk berbagi sumber daya yang mahal. beberapa panggilan telepon dapat disalurkan menggunakan satu kabel. multipleksing mengijinkan beberapa sinyal analog untuk diproses oleh satu analog-to-digital converter (ADC). yang mungkn juga merupakan medium transmisi fisik. yang memiliki nilai sama yang dipilih sebagai masukan data. Multiplexer yang memiliki satu output. Hanya satu masukan dipilih sekaligus.

pesan atau aliran data yang ingin disalurkan. dikenal dengan demultipleksing. baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio). Sebuah alat yang melakukan multipleksing disebut multiplekser (MUX) dan alat yang melakukan proses yang berlawanan disebut demultiplekser. Bentuk paling dan dasar dari multipleksing adalah time-division (FDM). Teknologi ini digunakan di Indonesia hingga tahun 90-an pada jaringan telepon analog dan sistem satelit analog sebelum digantikan dengan teknologi digital. dapat mengubah data asli di sisi penerima. Teknik ini dinamakan Frequency Division Multiplexing (FDM). satu helai kabel optik Surabaya-Jakarta bisa dipakai untuk menyalurkan ribuan percakapan telepon. Tujuan utamanya adalah untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel. pemancar & penerima (transceiver). Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. atau kabel optik. Yang pertama. Sebuah proses kebalikannya. FDM sering disebut sebagai wavelength-division multiplexing (WDM). (DEMUX). Dalam multipleksing (TDM) frequency-division multiplexing komunikasi optik. Teknik multiplexing ada beberapa cara. Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (:banyak) informasi melalui satu saluran. multiplexing dengan cara menata tiap informasi (suara percakapan 1 pelanggan) sedemikian rupa sehingga menempati satu alokasi frekuensi selebar sekitar 4 kHz. Idenya adalah bagaimana menggabungkan ribuan informasi percakapan (voice) yang berasal dari ribuan pelanggan telepon tanpa saling bercampur satu sama lain. Sebagai contoh. Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh. 24 .

ide dasar FDM digunakan dalam teknologi saluran pelanggan digital yang dikenal dengan modem ADSL (asymetric digital subscriber loop).Pada tahun 2000-an ini. Yang kedua adalah multiplexing dengan cara tiap pelanggan menggunakan saluran secara bergantian. Tiap pelanggan diberi jatah waktu (time slot) tertentu sedemikian rupa sehingga semua informasi percakapan bisa dikirim melalui satu saluran secara bersama-sama tanpa disadari oleh pelanggan bahwa mereka sebenarnya bergantian menggunakan saluran. 25 . Teknik multiplexing yang ketiga adalah yang digunakan dalam saluran kabel optik yang disebut Wavelength Division Multiplexing (WDM). berapapun jumlah pelanggan atau informasi yang ingin di-multiplex. yaitu satu kabel optik dipakai untuk menyalurkan lebih dari satu sumber sinar dimana satu sinar dengan lamda tertentu mewakili satu sumber informasi. Kenapa si pelanggan tidak merasakan pergantian itu? Karena pergantiannya terjadi setiap 125 microsecond. hanya jatah waktunya semakin cepat. setiap pelanggan akan mendapatkan giliran setiap 125 microsecond. Teknik ini dinamakan Time Division Multiplexing (TDM).

Selain definisi-definisi tentang tingkat keadaan atau kondisi tegangan keluaran rangkaian multivibrator. kecuali selama masa transisi. Disebut quasistable apabila rangkaian multivibrator membentuk suatu pulsa tegangan keluaran sebelum terjadi peralihan tingkat tegangan keluaran ke tingkat lainnya tanpa satupun pemicu dari luar. yaitu stabil (stable) dan Quasistable. yang lamanya ditentukan oleh komponen-komponen penyusun rangkaian multivibrator tersebut.BAB V MULTIVIBRATOR Multivibrator adalah suatu rangkaian elektronika yang pada waktu tertentu hanya mempunyai satu dari dua tingkat tegangan keluaran. yaitu: a. Dua keadaan tingkat tegangan keluaran multivibrator tersebut. Pulsa tegangan itu terjadi selama 1 periode (T1). Peralihan (switching) di antara kedua tingkat tegangan keluaran tersebut terjadi secara cepat. 26 . Ketika rangkaian multivibrator mengalami peralihan di antara dua tingkat keadaan tegangan keluarannya maka keadaan tersebut disebut sebagai keadaan unstable atau kondisi transisi. Multivibrator bistable (flip-flop) Disebut sebagai multivibrator bistable apabila kedua tingkat tegangan keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian multivibrator tersebut adalah stabil dan rangkaian multivibrator hanya akan mengubah kondisi tingkat tegangan keluarannya pada saat dipicu. Disebut stabil apabila rangkaian multivibrator tidak akan mengubah tingkat tegangan keluarannya ke tingkat lain jika tidak ada pemicu (trigger) dari luar rangkaian. juga terdapat definisi-definisi tentang rangkaian multivibrator itu sendiri.

atau transistor NPN. Rangkaian multivibrator astabil yang dibuat dengan teknologi film tebal ini memanfaatkan kombinasi dua buah transistor NPN. dan empat buah resistor. menggunakan IC 555. Pada rangkaian multivibrator astabil ini. Multivibrator monostable (one-shot) Disebut sebagai multivibrator monostable apabila satu tingkat tegangan keluaran-nya adalah stabil sedangkan tingkat tegangan keluaran yang lain adalah quasistable. Rangkaian tersebut akan beristirahat pada saat tingkat tegangan keluarannya dalam keadaan stabil sampai dipicu menjadi keadaan quasistable. dua buah kapasitor. c. Rangkaian tersebut hanya mengubah keadaan tingkat tegangan keluarannya di antara 2 keadaan. Tegangan keluaran multivibrator ini ditunjukkan dalam Gambar 1c. masing-masing keadaan memiliki periode yang tetap. waktu antara pulsa-pulsa tersebut tergantung pada pemicu. Banyak metode digunakan untuk membentuk rangkaian multivibrator astabil. Dua buah transistor yang digunakan akan dioperasikan sebagai suatu saklar (switch). Sebagai catatan bahwa selama periode T1 adalah tetap. Periode waktu masing-masing level tegangan keluarannya ditentukan oleh komponen-komponen penyusun rangkaian tersebut. di antaranya adalah dengan menggunakan Operational Amplifier. Rangkaian multivibrator tersebut akan bekerja secara bebas dan tidak lagi memerlukan pemicu. Keadaan quasistable dibentuk oleh rangkaian multivibrator untuk suatu periode T1 yang telah ditentukan sebelum berubah kembali ke keadaan stabil. Nilai-nilai 4 27 .b. Multivibrator astable Disebut sebagai multivibrator astable apabila kedua tingkat tegangan keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian multivibrator tersebut adalah quasistable.

buah resistor yang digunakan. Dengan proses yang sama. transistor kedua akan secepat mungkin berubah menjadi off. Rangkaian multivibrator astabil tersebut disusun dengan menggunakan sepasang transistor NPN yang disusun secara menyilang sebagai common emitter amplifier. Multivibrator (MV) adalah rangkaian pembangkit pulsa yang menghasilkan keluran gelombang segi empat. Apabila satu dari dua transistor tersebut memulai untuk menghantar. Resistor-resistor tersebut akan menentukan besarnya arus basis transistor. Multivibrator astabil menghasilkan aliran kontinu pulsa-pulsa 28 . maka sinyal umpan balik kepada basis transistor akan meningkat dan transistor tersebut akan secepat mungkin berubah menjadi on. Untuk menentukan periode masing-masing level tegangan keluaran. bisatabil. Multivibrator diklasifikasikan menjadi multivibrator astabil. nilai arus basis ini yang akan menentukan apakah transistor akan berada dalam keadaan saturasi atau berada dalam keadaan tersumbat. yaitu 2 buah digunakan sebagai resistansi kolektor dan 2 buah digunakan sebagai resistansi basis haruslah memiliki nilai resistansi yang tepat untuk memastikan transistor akan on pada saat transistor berada dalam keadaan saturasi (on) dan akan off pada saat berada dalam keadaan cutoff (tersumbat). digunakan resistor dan kapasitor dengan nilai tertentu. dan monostabil. Suatu multivibrator astabil juga disebut dengan multivibrator bergerak bebas.

yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) tidak berubah dari kondisi sebelumnya saat dipicu. 29 .BAB VI FLIP-FLOP Flip-flop adalah keluarga Multivibrator yang mempunyai dua keadaaan stabil atau disebut Bistobil Multivibrator. yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan logika keluaran (Q) berkebalikan dari kondisi sebelumnya saat dipicu. 3) Tetap. yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika negatif (0) saat dipicu. apapun kondisi sebelumnya. 2) Reset. dan flip-flop D. 4) Toggle. Sebagai tambahan akan dibahas pula masalah pemicuan yang akan mengaktifkan kerja flip-flop. Secara ideal berdasar perancangan kondisi keluaran Q’ selalu berkebalikan dari kondisi keluaran Q. Rangkaian flip-flop mempunyai sifat sekuensial karena sistem kerjanya diatur dengan jam atau pulsa. Data yang tersimpan itu dapat dikeluarkan sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan. Flip-flop adalah rangkaian yang mempunyai fungsi pengingat (memory). flipflop J-K. Hubungan input-output ideal yang dapat terjadi pada flip-flop adalah: 1) Set. Ada beberapa macam flip-flop yang akan dibahas. yaitu sistemsistem tersebut bekerja secara sinkron dengan deretan pulsa berperiode T yang disebut jam sistem (System Clock atau disingkat menjadi CK). yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika positif (1) saat dipicu. apapun kondisi sebelumnya. Artinya rangkaian ini mampu melakukan proses penyimpanan data sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan kepadanya. yaitu flip-flop R-S.

Logika rendah : yaitu saat sinyal clock berada dalam logika 0. Clock yang dimaksud di sini adalah sinyal pulsa yang beberapa kondisinya dapat digunakan untuk memicu flip-flop untuk bekerja. 3) Logika tinggi : yaitu saat sinyal clock berada dalam logika 1. Kondisi Pemicuan Clock Gambar 1. 2) Tepi turun : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika tinggi (1) ke logika rendah (0).1.Pemicuan Flip-Flop Pada flip-flop untuk menyerempakkan masukan yang diberikan pada kedua masukannya maka diperlukan sebuah clock untuk memungkinkan hal itu terjadi. Ada beberapa kondisi clock yang biasa digunakan untuk menyerempakkan kerja flip-flop yaitu : 1) Tepi naik : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika rendah (0) ke logika tinggi. Gambar 1.2. Simbol-simbol Pemicuan 30 .

sedangkan saat clock dilepas sama artinya dengan logika 0. yaitu saat clock ditekan sama artinya dengan logika 1. pengujian dapat dihentikan. Kondisi Clock High. 0 ubah Diubah0 ubah 0 ke 1 3. demikian seterusnya.3. 1 ubah Diubah2. (ditekan) 1 ubah Diubah1 ubah 1 ke 0 4. Pengujian Pemicuan Clock Langkah Clock Pengujian Diubah1. (dilepas) 0 ubah ubah DiubahTetap h DiubahBeruba Tepi turun Tetap ubah DiubahTetap h DiubahBeruba Tepi naik Tetap h h Beruba Logika rendah Beruba Logika Tinggi Input Output Jenis Pemicuan 31 . kita gunakan penerapan logika positif. Tabel 1. Jika pada langkah pengujian pertama keadaan sudah sesuai dengan tabel. Pada tabel tersebut.2.Selanjutnya cara pengujian pemicuan suatu flip-flop akan dijelaskan dalam Tabel 3.

Rangkaian Percobaan Flip-Flop R-S 32 . serta dua keluarannya adalah Q dan Q’. pacu. hal ini sangat dihindari karena bila kondisi masukan diubah menjadi berlogika 0 kondisi kelurannya tidak dapat diprediksi (bisa 1 atau 0). Dua masukan flip-flop ini adalah S (set) dan R (reset).1. dan tak tentu akan dijelaskan melalui Tabel 3.Flip-Flop R-S Flip-flop R-S adalah rangkaian dasar dari semua jenis flip-flop yang ada.4. Kondisi keluaran akan tetap ketika kedua masukan R dan S berlogika 0. Selanjutnya kondisi terlarang. pada percobaan ini flip-flop RS disusun dari empat buah gerbang NAND 2 masukan. Terdapat berbagai macam rangkaian flip-flop R-S. Gambar 1. Sedangkan pada kondisi masukan R dan S berlogika 1 maka kedua keluaran akan berlogika 1. Keadaan ini disebut kondisi terlarang.

karena perubahan clock No. karena perubahan clock dan masukan yang serempak No. pacu. S 1 R 1 Clock Aktif (1) Keterangan Kondisi terlarang 2. rangkaian internal flip flop R-S Tabel 1.4. 0 0 0 0 Tepi turun Tidak aktif (0) Kondisi pacu Kondisi tak tentu Flip-flop D Flip-flop D dapat disusun dari flip-flop S-R atau flip-flop J-K yang masukannya saling berkebalikan.c. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan salah satu masukannya dengan inverter agar kedua masukan flip-flop selalu dalam kondisi berlawanan.Gambar 1. 1 1 Tepi turun (Berubah dari 1 ke 0) 3.4. 1. dan tak tentu. dan tak tentu. 1 1 Tidak aktif (0) Kondisi tak tentu Kondisi pacu Tabel 1. Kondisi terlarang.b. Kondisi terlarang. Flip-flop ini dinamakan dengan flip-flop data karena 33 . 3. 1. pacu.a. S 1 R 1 Clock Aktif (1) Keterangan Kondisi terlarang 2.4.

5. yaitu pada kondisi masukan J dan K berlogika 1 yang akan membuat kondisi keluaran menjadi 34 . Contoh rangkaian internal Flip-flop D Flip-flop J-K Flip-flop J-K merupakan penyempurnaan dari flip-flop R-S terutama untuk mengatasi masalah osilasi. Contoh rangkaian Flip-flop D (Picu logika tinggi) Gambar 1. Saat flip-flop pada keadaan aktif. masukan akan diteruskan ke saluran keluaran.5.keluarannya selalu sama dengan masukan yang diberikan. Gambar 1. serta masalah kondisi terlarang seperti yang telah dijelaskan di atas. yaitu dengan adanya umpan balik.

35 .6. Gambar 1. Flip flop T atau flip flop toggle adalah flip flop J-K yang kedua masukannya (J dan K) digabungkan menjadi satu sehingga hanya ada satu jalan masuk.berlawanan dengan kondisi keluaran sebelumnya atau dikenal dengan istilah toggle. Flip-flop J-K Gambar 1. Contoh rangkaian internal Flip-flop J-K 4. Flip-flop T T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop J-K yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputnya rendah. Sementara untuk keluaran berdasarkan kondisi-kondisi masukan yang lain semua sama dengan flip-flop R-S.5.

Sementara itu kondisi keluaran akan tetap atau akan sama dengan kondisi keluaran sebelumnya bila diberi masukan logika 0. Gambar 1.6. Contoh rangkaian internal Flip-flop T 36 .Karakteristik dari flip flop ini adalah kondisi dari keluaran akan selalu toogle atau selalu berlawanan dengan kondisi sebelumnya apabila diberikan masukan logika 1.

id.org 37 .DAFTAR PUSTAKA Firmansyah. Elektronika digital dan mikroprosesor. 1990. Tokheim.com www.wikipedia. www. Elektronika Digital edisi kedua. Jakarta. Penerbit ANDI. Roger L. sigit. Yogyakarta.ilmukomputer. Penerbit Erlangga. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful