P. 1
Peranan Orangtua Terhadap Motivasi Anak Tentang Pengamalan A

Peranan Orangtua Terhadap Motivasi Anak Tentang Pengamalan A

|Views: 2,091|Likes:

More info:

Published by: Mulyadi Kh Marajo Mulyadi on Jan 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul
Agar memperoleh gambaran yang lebih tentang maksud dari judul PERANAN
ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI ANAK TENTANG PENGALAMAN
AGAMA, maka terlebih dahulu penulis memberikan penegasan mengenai istilah-istilah
dalam judul skripsi diatas yaitu sebagai berikut:
1. Peranan
Peranan berasal dari kata dasar “Peran” mendapatkan akhiran “an” artinya:
Suatu yang menjadi bagian atau memegang peran utama ( dalam terjadinya
suatu peristiwa). Sedangkan maksud peranan dari judul diatas adalah suatu
bagian yang diambil atau diperankan oleh orang tua dalam memotivasi
anaknya untuk memperoleh pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari.
1
Peranan yaitu bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan .
2
Sedangkan
menurut Gross Masson dan Mc Eachem yang dikutip oleh David Barry
mendefinisikan peranan sebagai seperangkat hrapan-harapan yang dikenakan
kepada individu yang menempati kedudukan sosial tertentu.
3
Sarjono Arikunto memberi arti peran bagi peranan sebagai perilaku individu
atau lembaga yang punya arti bagi struktur sosial.
4
Maksud dari peranan disini berkaitan dengan peranan orang tua yang
membebaskan anaknya untuk dapat menemukan pengalaman beragama yang
sangat menarik sehingga dapat menjadi bekal kelak menjadi dewasa nantinya.
1 WJS Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1987, hal 735
2 Ibid, hal 667
3 David Barry, Pokok-pokokPikiran dalam Sosiologi, Jakarta: CV Rajawali Press, 1984, hal 268
4 Sarjono Arikunto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta : UI Press, 1982, hal 148
2
2. Anak
Anak dalam bahasa Arab disebut “walad” ( دلَوَ ), yang berati keturunan
kedua atau manusia kecil. Anak secara umum dapat diartikan masa tumbuh.
5

Anak adalah seseorang yang berada pada suatu masa perkembangan tertentu
dan mempunyai potensi-potensi untuk menjadi dewasa. Anak disini adalah
anak kandung yang belum dewasa usia pra sekolah (Taman Kanak- kanak)
sampai usia sekolah (Sekolah Dasar).
3. Orang Tua
Orang Tua yang dimaksud disini adalah ayah dan ibu kandung yang
mempunyai fungsi sebagai penanggung jawab pertama dan utama bagi anak.
Karena anak merupakan amanat Allah atas orang tua yang harus dibina dan
didik sehingga menjadi insan yang sholeh dan sholehah, dan sesuai kodratnya
oarng tua merupakan pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak,
yang bertanggung jawab atas fitrah yang dibawa anak ketika lahir.

4. Pengalaman Agama
Pengamalan berasal dari kata “amal” yang berarti perbuatan atau pekerjaan,
mendapat imbuhan pe-an yang mempunyai arti hal atau perbuatan yang
5 Rahmat Suyud, Pokok-pokok Ilmu Jiwa Perkembangan, Yogyakarta, Fakultas Tarbiyah IAIN
SUKA,1978, hal 27
3
diamalkan .
6

Pengamalan adalah 1 Proses ( perbuatan) atau melaksanakan, 2 Proses
( perbuatan) menunaikan ( kewajiban tugas)
7
Menurut Glock dan Stark ada lima dimensi keberagamaan yaitu keyakinan
(ideologis), dimensi peribadatan atau praktek (ritualistik), dimensi
penghayatan ( eksperiensial), dimensi pengetahuan agama (intelektual).
8
Jadi pengalaman Agama Islam adalah proses ( perbuatan) melaksanakan atau
menunaikan kewajiaban yang berupa pengalaman ajaran Agama Islam yang
dibawa Nabi Muhammad SAW sebagai Rosul.
Kesungguhan hati ini dapat dilihat melalui dua aspek yaitu aspek lahir dan
spek batin. Aspek lahir dapat dilihat melalui ketetapannnya dalam melakukan
suatu tindakan atau pekerjaan. Sedang aspek batin terletak pada pemahaman
dan penghayatannya terhadap terhadap tindakan atau pekerjaan yang ia
lakukan. Keagamaan yaitu segala sesuatu mengenai agama
9
.
Dalam judul skripsi ini penulis akan membatasi pembahasan yaitu
pengalaman Agama Islam yang akan penulis teliti dalam pengalaman sholat,
pengalaman puasa.
5. SD Muhammadiyah Suronatan
SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta yang terletak dikampung
Suronatan adalah sebuah lembaga pendidikan yang dibawah yayasan
Muhammadiyah. SD Muhammadiyah para penerus bangsa dididik yang
6 11 WJS Poerdaminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1985, hal 33
7 Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1976, hal 25
8 Djamaluddin Ancok, Fuad Nashori, Psikologi Islam, Yogyakarta, Pustaka Belajar, 1994 hal 77
9 Ibid, hal 19
4
berbasis Muhammadiyah.
Dari pengertian diatas maka penulis menfokuskan pada penulisan skripsi yaitu :
PERANAN ORANG TUA DALAM MEMOTIVASI ANAK MENGAMALKAN
AGAMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI, jadi disini penulis ingin menjabarkan
anak harus bisa melakukan kegiatan yang berhubungan agama dengan sendirinya, tanpa
bantuan lagi orang tua, disini orang tua hanya memantau atau mengingatkan jikalau anak
tidak melaksanakan kewajibannya
B. Latar Belakang Masalah
Islam adalah agama yang sempurna dan telah disempurnakan.
10
Yang ajarannya
meliputi aqidah, ibadah, akhlak, dan syari’ah, sehingga umat yang menganutnya akan
terjamin kebahagiaan baik didunia dan diakhirat jika mau melaksanakan ajaran-ajaran
Islam ini pun sudah termasuk ibadah, jika diniatkan ikhlas karena Allah SWT.
Ibadah adalah tali yang menghubungkan antara hamba dan pencipta Nya, dan
pergaulan adalah tali yang menghubungkan antara sesama ciptaan Nya, sedangkan
diantara keduanya erat hubungannya dengan akhlak. Didalam tata pergaulan terdapat
bermacam-macam tata aturan dan kewajiban baik yang dibedakan menurut tingkatan usia
maupun menurut jenis kelamin. Untuk bias bergaul dalam berbagai macam pergaulan
tersebut, maka akhlak islamiyah sangat diperlukan agar dapat terwujud ukhuwah
islamiyah yang baik. Disamping itu melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-
hari menyebabkan umatnya menjadi tentram sebab hati mereka selalu mengingat Allah
SWT, yang kemudian diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Oleh karena itu ibadah sholat fardlu yang lima waktu yang diperintahkan Allah
SWT atas umat Islam seluruhnya baik diwaktu sehat maupun sakit, sebab sholat itu
10 Al Qur’an dan terjemahan ,Jakarta, Depag RI 1999, hal 157
5
merupakan dasar dan fondasi keimanan seseorang lebih dari itu dengan sholat juga
mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, jika dikerjakan secara rutin dn benar
sebagaimana dikatakan oleh Maulana Muhammad Ali, bahwa “menjalankan sholat itu
dimaksudkan untuk membebaskan manusia dari kejahatan”.
11
Disamping ibadah, maka bidang akhlak juga merupakan bagian yang sangat
penting untuk diperhatikan dan diamalkan. Terlebih bagi manusia yang memiliki jaringan
yang luas, baik hubungan dalam hubungan dengan khalik, maupun terhadap sesama
makhluk, ataupun dalam hubungan dengan sesama manusia. Untuk mewujudkan
ukhuwah islamiyah yang baik ini maka manusia harus memiliki sifat-sifat yang mulia
yaitu: rasa hormat, taat, patuh terhadap yang lebih tua, rasa ikhlas dalam tolong
menolong, berkurban untuk kepentingan umum dengan menyisihkan kepentingan pribadi,
saling cinta, setia kawan yang didasarkan atas kebenaran dan lapang dada.
Sebagaimana pengertian anak usia (7-12) tahun mempunyai pengalaman agama
yang bebas di bangku SD yaitu 7-12 tahun pengalaman dan rasa keagamaan demikian
banyak macam dan ragamnya. Pergaulan mereka dan teman-temannya banyak
perhatiannya terhadap agama juga dipengaruhi oleh teman-temannya
12
.
Sementara perlu kita ketahui bahwa kepercayaan anak terhadap Allah pada umur
permulaan masa sekolah (SD) itu bukanlah bahwa kepercayaan berupa keyakinan hasil
pemikirannya sendiri, akan tetapi merupakan sikap emosi yang membutuhkan pelindung.
Hubungan dengan Tuhan sifatnya individual dan emosional. Oleh karena itu ditonjolkan
sifat pengasih dan peyayang Tuhan kepada si anak dan jangan dulu dibicarakan
mengenai sifat Tuhan yang menghukum, membalas dengan neraka dan sebagainya.
13
11 Maulana Muhammad Ali, Islamologi, R Kealam HM Bachrun, Jakarta, PT Iktiar Baru Vanbeur,
1980, hal 275
12 Zakiyah Drajat, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta, Bulan Bintang,1979, hal 135
13 ibid, hal 135
6
Dengan anak mengenal dan mempercayai adanya kekuasaan Tuhan maka mereka
mulai memperoleh sikap yang lebih matang terhadap agama. Pengalaman masa
mendekati kematangan yang demikian itulah merurut Crow and Crow akan
mengembangkan rasa kedamaian, kebahagiaan yang tidak ternilai.
14

Begitu pula orang tua menduduki peranan sangat penting baik dalam kehidupan
keluarga secara umum dalam pembinaan anak-anaknya. Keluarga nyata dan teramat
strategis dalam mengarahkan pada kehidupan Islam guna mencapai tujuan kebahagiaan
dunia dan akhirat, sebagaimana cita-cita kehidupan insan, sedang jalan yang bisa
dijadikan jalan penerang adalah dengan ilmu, karenanya anak-anak harus diberi
kesempatan untuk menuntut Ilmu Pengetahuan sebanyak-banyaknya baik ilmu
pengetahuan umum maupun agama, akan tetapi agama yang lebih penting dan terutama
adalah ilmu pengetahuan agama Islam karena itu nantinya sebagai pedoman hidup
didunia dan di akhirat.
Pendidikan merupakan usaha sadar bertujuan, yaitu menyiapkan peserta didik
melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan juga latihan bagi peranan dimasa yang akan
datang. Pendidikan memperhatikan perkembangan selalu pribadi anak, hal ini sesuai
dengan tujuan pendidikan nasional kita yaitu:
“Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu
manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur,
memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani serta tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan.”
15
Erat kaitannya dengan pendidikan disekolah adalah motivasi, karena motivasi
merupakan daya pendorong yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dalam
14 HM. Arifin, Pokok-Pokok Pikiran tentang Bimbingan Penyuluhan Agama, Jakarta, Bulan
Bintang 1979, hal 62
15 Undang-undang RI No 2 tahun 1989, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Semarang , Aneka
Ilmu, 1989, hal 4
7
pencapaian suatu tujuan. Begitu pula motivasi sangat penting bagi anak dalam menempuh
pendidikkannya juga dalam tempat belajarnya.
Dalam pendidikan anak inilah ada tujuan yang hendak dicapai sebagaimana yang
diungkapan Al-Ghazali dalam tujuan pendidikan Islam:
1. Kesempurnaan manusia yang puncaknya adalah dekat dengan Allah.
2. Kesempurnaan manusia yang puncaknya adalah kebahagiaan dunia dan
akhirat.
16
Dan anak tidak akan dapat mencapai kedua kesempurnaan diatas tanpa ditunjang
usaha – usaha orang tua sebagai pendidik pertama dan utama anak.
Peranan orang tua dalam mengembangkan aspek fitrah anak harus didasarkan
pada ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang merupakan dasar
pokok pendidikan Islam.
SD Muhammadiyah Suronatan sebagai sekolah swasta yang berciri keislaman
adalah termasuk sekolah yang ikut berperan serta dalam usaha menyelenggarakaan
pendidikan nasional. Dengan keberadaan ditengah-tengah SD negeri dan SD swasta yang
lain ternyata termasuk sekolah yang diminati, terbukti jumlah siswa cukup memadai. Hal
ini menunjukkan keberadaan cukup diperhitungkan. Dan hal ini tersebut tidak lepas dari
langkah-langkah yang ditempuh pihak sekolah, serta kondisi keagamaan masyarakat
cukup mendukung keberadaan sekolah milik persyarikatan Muhammadiyah.
Sistem pengajaran dan kurikulum SD Muhammadiyah Suronatan sama seperti
dengan sekolah-sekolah dasar yang lainnya. Tetapi di SD Muhammadiyah Suronatan ada
yang berbeda dengan mengadakan kegiatan extrakulikulier yaitu berupa: Drum Band,
Komputer dan sebagainya. Setiap harinya oleh pihak sekolah diberikan les sesuai
16 Fathiyah Hasan Sulaiman,, Konsep Pendidikan Al-Ghazali, Jakarta, P3M,1986, hal 20
8
dengan kelas masing-masing
Dengan melihat kenyataan yang ada maka penulis merasa tertarik untuk
mengambil judul : Peranan Orang Tua Terhadap Motivasi Anak Tentang Pengalaman
Agama.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang diatas, maka penulis mengungkapan rumusan
masalah yang dapat menjadi acuan dalam pembahasan berikutnya. Diantara pokok
masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana peranan orang tua dalam memotivasi anak melakukan
pengalaman beragama?
2. Bagaimana hambatan orang tua demi motivasi anak melakukan pengalaman
beragama?
D. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui bagaimana peranan orang tua memotivasi
anaknya untuk mendapatkan pengalaman beragama.
b. Untuk mengetahui bagaimana anaak memotivasi dirinya
mendapatkan pengalaman beragama.
9
E. Kegunaan Penelitian
a. Hail penelitian diharapkan dapat dijadikan alternatif dalam memotivasi anak
dalam mendapatkan pengalaman agama.
b . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi Ilmu
Pengetahuan ditinjau dari segi psikologi anak.
F . Kerangka Teoritik
1. Tinjauan Tentang Peranan
A. Pengertian
Peranan adalah suatu yang menjadi bagian atau memegang pimpinan,
terutama dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa.
17
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, menerangkan bahwa peranan adalah
suatu aspek dinamis dari kedudukan (status). Apabila seseorang telah melaksanakan hak-
hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukan, maka dia menjalankan suatu peranan.
18
Peranan yaitu bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan.
19
Sedangkan
menurut Gross Masson dan Mc Eachem yang dikutip oleh David Barry mendifinisikan
peranan sebagai seperangkat harapan-harapan yang dikenakan kepada individu yang
menempati kedudukan sosial tertentu.
20
Sarjono Arikunto memberi arti peran sebagai
perilaku individu atau lembaga yang punya arti bagi struktual sosial.
21
Sesuai dengan pendapat Gross Masson dan Mc Eachem diatas bahwa peranan itu
mempunyai dua harapan yaitu : pertama ; harapan-harapan yang muncul dari masyrakat
17 Tim Penyusun, Kamus besar bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka cet II,1989, hal 667
18 Sorjono,Soekanto, OP Cit
19 Tim Penyusun Op Cit
20 David Barry, Op Cit
21 Sarjono Arikunto, Op Cit
10
terhadap yang memegang peranan atau kewajiban yang harus dilaksanakan daei
pemegang peranan. Kedua ; harapan yang harus dimiliki untuk pemegang peran terhadap
masyarakat atau orang yng berhubungan dengan dan dalam menjalankan perannya atau
kewajiban-kewajiban lainnya.
B. Ruang Lingkup
1. Selanjutnya suatu peranan setidaknya mencakup tiga unsur yaitu:
2. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau
tempat seseorang dalam masyarakat, peranan dalam arti ini merupakan
rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam
kehidupan bermasyarakat.
3. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh
individu dalam masyarakat sebagai organisasi.
4. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting
bagi struktur sosial masyarakat.
22

Berdasarkan ketiga ruang lingkup peranan diatas maka dapat diambil kesimpulan:
pertama orang tua harus bisa membiarkan anak untuk memperoleh pengalaman agama
dalam kehidupan sehari-hari, terutamanya sholat dan puasa, tetapi tidak melepaskan
kewajiban orang tua yang mengawasi nya, kedua peranan orang tua ini sangat di
butuhkan sekali apabila anak ada yang menyimpang setidaknya orang tua dapat
memperingatkanbahwa anak berbuat yang salah, ketiga perilaku anak yang tidak benar
menurut agama dapatlah menjadikan orang tua dewasa dalam menghadapi anak yang
bermasalah,dengan cara memberitahu mana yang buruk dan mana yang benar dalam
menurut agama.
22 Sarjono Soekanto, Op Cit
11
Setiap peranan bertujuan agar individu yang melaksanakan peranan tadi denagn
orang yang di sekitarnya yang bersangkutan atau ada hubungan dengan peranan tersebut
terdapat hubungan yang diatur oleh nilai-nilai sosial yang diterima dan ditaati oleh kedua
belah pihak nilai-nilai sosial. Apabila hal tersebut tidak dipenuhi atau adanya
kesenjangan antar kedua belah pihak maka terjadilah tok ditance.
23
c. Unsur-unsur Peranan
Peranan atau peran merupakan pola perilakuan yang dikatakan dengan status
atau kedudukan peran ini dapat di ibaratkan dengan peran yang ada di dalam sandiwara
yang pemainnya mendapatkan peranan dalam suatu cerita.
Sedangkan pola perikelakuan mempunyai beberapa unsur:
 Peranan ideal
Peranan ideal peran yang diharapkan oleh masyarakat terhadap status
tertentu, peranan yang ideal merumuskan hak-hak dan kewajiban yang
terkait dalam status tertentu misalnya peranan ideal ayah ibu terhadap
anak-anaknya.
 Peranan yang dianggap oleh diri sendiri
Peranan ini merupakan hal yang oleh individu pada saat tertentu, artinya
situasi tertentu seorang individuharus melaksanakn tertentu misalnya
seorang ayah yang mempunyai anak remaja menggangap bahwa ia harus
sebagai kakak daripada sebagai ayah.
 Peranan yng harus di kerjakan
Peranan ini adalah peranan yang sesungguhnya harus dilaksanakan oleh
23 ibid, hal 222
12
individu dalam kenyataannya misalnya peran seorang guru terhadap anak
didiknya, yaitu menyerasikan kedisplinan dengan kebebasan dari murid-
muridnya, sehingga dengan kebebasan dari murid-murid sedang perilaku
berubah sesuai dengan tujuan pendidikan.
24
2. Tinjauan tentang Motivasi
Pengertian Motivasi
Dalam Islam kata Motivasi lebih dikenal dengan Niat yaitu dorongan yang
tumbuh dalam hati manusia,yang menggerakkan untuk melaksanakan amal
perbuatan atau ucapan tertentu.
25
Sedangkan menurut Woodworth motivasi ialah: sesuatu yang
24 Soejono Soekanto, Memperkenalkan Sosiologi, Jakarta : CV Rajawali,1982, hal 35
25 M .Ali Usman, Hadits Qudsi Pola Pengembangan Akhlah Muslim , Bandung, CV Diponegoro,
1989, hal 276
6. Woodworth, Psikologi Suatu Pengantar kedalam Ilmu Jiwa ,Jilid III, Jemmarss, Bandung, 1977, hal 39
13
menimbulkan motive ini merupakan suatu pengertiannya yang melingkupi
semua penggerak, alasan-lasan atau dorongaan dalam diri manusia yang
menyebabkan ia berbuat sesuatu untuk mencapai tujuannya.
Banyak para ahli psikologi menempatkan motivasi pada posisi determint
atau penentu bagi kehidupan individual dalam rangka mencapai cita-cita.
Diantaranya Hubart Bonner menyatakan bahwa:
Motivasi adalah secara fundamental bersifat dinamis yang melukiskan
ciri-ciri tingkah laku manusia yang terarah kepada tujuan. Maksudnya dalam
motivasi terkadang suatu dinamis yang mendorong segala tingkah laku
manusia. Bilamana terhadap rintangan-rintangan yang menghalangi
pencapaian tujun yang diinginkan, dengan motivasi itu seseorang melipat
gandakan usahanya untuk mengatasinya dan berusaha mencapai tujuan itu.
26
Motivasi merupakan salah satu aspek untuk memahami tingkah laku
manusia karena motivasi merupakan tenaga penggerak pada jiwa untuk
melakukan kegiatan. Untuk lebih jelas mengenai pengertian motivasi berikut
dikutip pendapat para ahli yang membahas, apakah motivasi itu
Menurut Sardiman Am, motivasi adalah
“Daya penggerak (daya) yang telah menjadi aktif dimana ini akan menjadi
aktif apabila kebutuhan untuk mencapai tujuan dirasakan sangat mendesak.”
Menurut Dr Singgih Dirgagunarsa:
“ Motif adalah dorongan atau kehendak menjadi yang menyebabkan
timbulnya semacam kekuatan agar seseorang berbuat atau bertindak, dengan
perkataan lain bertingkah laku karena tingkah laku tersebut dilatar belakangi
oleh adanya motif, maka disebut: tingkah laku bermotivasi”
27
.
Sedangkan menurut WS. Winkel.S.J. MSc ss
“Motif adalah daya penggerak dari dalam dan dalam subyek untuk
melakukan akvitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Motif
26
27 Singgih Dirganuarsa, Pengantar Psikologi, Jakarta, Mutiara, 1978, hal 92
14
merupakan suatu kondisi intern/ disposisi (kesiap siagaan).”
28
“Motivasi adalah penggerak yang telah menjadi aktif, motif menjadi aktif
pada saat – saat tertentu, bila kebutuhan untuk mencapai tujuan dirasakan /
dihayati.”
29
Menurut Nico Syukur Dister, motivasi ialah: Penyebab psikologi yang
merupakan sumber serta tujuan dari tindakan dan perbuatan yang dilakukan
manusia.
30
Dalam kalangan kaum muslimin memberikan pendidikan agama
hendaknya selama masa dalam kandungan. Dalam suatu hadits Nabi
memberikan petujuk kepada lelaki yang menjadi penanggung jawab wanita
yang ingin mereka kawinkan agar mencarikan jodoh laki-laki yang taat
terhadap ajaran-ajaran Islam serta memiliki watak setia sehingga ia akan
memelihara keluarganya sepenuh hati dan memperhatikan hak-hak isterinya
serta tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak
Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam
dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas – aktivitas tertentu demi
mencapai suatu tujuan.Bahkan motif dapat diartikan sebagai kondisi intern
(kesiap siagaan). Berawal dari kata “motif” itu, maka “motivasi” dapat
diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif, motif menjadi
aktif pada saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat
dirasakan mendesak
Menurut Mc Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri
seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan
tanggapan terhadap adanya tujuan
31
28 WS Winkel, Psikologi pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta, PT Gramedia, 1978, hal 27
29 Ibid, hal 27
30 Nico Syukur Dister, Pengalaman dan Motivasi Beragama,Jakarta, Leppanas, 1982 hal 77-78
31 Sardiman, A.M Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar , Jakarta, PT Raja Grafindo Persada
15
Macam dan Jenis Motivasi
a. Menurut Isi
Menurut isinya ada tiga jenis yaitu motif jasmani, maotif rohani, motif
sosial
1. Motif Jasmani,yaitu motif untuk memenuhi kebutuhan biologis demi
kelangsungan hidup individu misal untuk bergerak dan sebagainya.
2. Motif Ruhani, yaitu motif untuk memenuhi kebutuhan batin, misal
kemauan.
Tahap-tahap kemauan:
 Timbulnya alasan automotif, misal belajar jika akan ada ujian
 Langkah memilih atau timbulnya alternatif, memilih beberapa alternatif
dengan pertimbangan untung ruginya.
 Mengambil keputusaan dari pertautan beberapa alternatif hasil keputusan
 Terbentuknya kemauan atau dorongan untuk bertindak melaksanakan
keputusan yang diambil pada langkah ketiga.
3. Motif Sosial, yaitu motif yang timbul setelah kita berhubungan
dengan manusia, motif untuk menolong.
b. Berdasarkan atas terbentuknya
Motif ini dibedakan menjadi dua yaitu motif bawaan dan motif yang
dipelajari
 Motif bawaan, yaitu motif-motif yang
dibawa sejak lahir jadi tanpa dipelajari,
2001, hal 71
16
seperti misalnya dorongan untuk makan,
untuk minum, dorongan seksual. Motif-
motif ini sering disebut motif yang
disyaratkan secara biologis artinya ada
dalam warisan biologis manusia.
 Motif yang dipelajari, yaitu motif yang
timbulnya karena dipelajari, misal
dorongan untuk belajar sesuatu cabang
ilmu pengetahuan, dorongan untuk
mengejar kedudukkan dalam masyarakat,
dan sebagainya. Motif ini sering disebut
motif yang diisyaratkan secara sosial,
karena motif ini terbentuk adanya
hubungan manusia dalam lingkungan
sosial.
c. Menurut Jalarannya, motif dibedakan dua ekstrinsik dan motif instrinsi
 Motif Ektrinsik, yaitu motif yang
berfungsinya karena adanya perangsang
dari luar, misalnya orang yang giat belajar
karena diberitahu akan ada ujian, belajar
sepuya orang tua nya senang dan
sebagainya.
 Motif Instrinsik, yaitu motif yang
17
berfungsinya tidak usah dirangsang dari
luar, memang dalam diri individu sendiri
telah ada dorongan itu. Misal orang yang
gemar membaca tidak usah ada yang
mendorong sudah melakukannya, anak
belajar karena ingin menguasai pelajaran
tertentu.
d. Menurut Jenis, Motif dibedakan menjadi tiga, menurut B. Burton
1. Organic Motive, yaitu motif yang didasarkan atas sesuatu dan
kebutuhan manusia.
2. Emergency Motive, yaitu motif yang didasarkan karena dorongan
daurat ini tergantung lingkungan ini sudah ada sejak lahir, tetapi
bentuknya disesuaikan dengan perangsang yang ada ini dapat
dipelajari, misalnya melarikan diri dari bahaya yang mengancam.
3. Objektive Motif, yaitu motif yang diarahkan untuk berhubungan
secara efektif dengan keadaan lingkungan atau orang dalam suatu
lingkungan ini dapat berupa tingkah laku dalam menghadapi sesuatu
yang menarik perhatian, misal kebutuhan untuk mendapatkan rangking
tinggi.
Kendala Yang Menghambat Motif
Pertarungan antara motif-motif dapat terjadi pada diri anak untuk diri
seseorang apabila ada beberapa motif yang muncul secara serempak dan ini
bisa membawa seseorang kedalam suatu situasi konflik. Situasi konflik adalah
18
situasi dimana seseorang merasa bimbang atau bingung karena harus antara
dua motif yang muncul pada saat bersamaan. Kebimbangan itu ditandai pula
adanya ketegangan dalam mengambil suatu keputusan untuk pilihan. Konflik
ada tiga macam bentuk yaitu.
a. Approach- apporoach conflict (konflik-konflik mendekat), konflik ini
timbul apabila pada saat sama terdapat dua motif yang semua positif,
sehingga timbul kebimbangan mana yang akan dipilih, memilih satu
motif berarti mengorbankan atau mengecewakan motif yang lain. Contoh
seseorang ibu memiliki uang pas disatu sisi akan dibelanjakan untuk
keperluan sehari-hari, disisi lain anaknya minta keperluan sekolah,
sehingga ia menjadi bimbang mana yang akan dipilih.
b. Apporoach-avoidance conflict (konflik mendekat-menjauh), konflik ini
timbul bilamana pada suatu saat yang sama timbul dua motif yang
berlawanan mengenai satu obyek, motif yang satu positif, motif yang lain
negatif, karena itu ada kebimbangan apakah akan menjauhi atau
mendekati. Contoh seorang siswa diberi uang untuk membayar SPP oleh
orang tuanya, satu sisi ia membayarkan, disisi lain ada dorongan untuk
digunakan bersenang-senang, sehinggaa timbul kebimbangan pada anak.
c. Avoidance-avaoidance conflict (konflik menjauh- menjauh), konflik ini
terjadi bila pada satu saat yang bersamaan timbul dua motif yang negatif,
timbul dua motif dan timbul kebimbangan karena menjauhi motif yang
satu berarti harus memenuhi motif yang lain yang juga negatif. Contoh
seorang siswa menghadapi ujian kebetulan tidak siap, ingin mencontek
19
takut ketahuan, tidak mencontek takut ketahuan, Tidak mencontek takut
tidak ujian.
32

Memilih Di Antara Alternatif-Alternatif Pilihan
Seseorang sering dihadapkan pada situasi konflik, karena ada motif yang
muncul bersamaan dan harus memilih satu di antara dua motif yang saling
bertentangan untuk dipuaskan. Kadang kita yang bertentangan itu adalah
antara dua motif kesenangan. Pada saat yang lain yang bertentangan itu adalah
dua motif kesenangan dan motif kewajiban Kalau seseorang dalam situasi
memilih kesenangan maka kemauannya lemah. Kalau ia memilih kewajiban
berarti kemauan yang kuat. Pada umumnya perbuatan yang berkemauan kuat
adalah perbuatan yang lebih menaruh perhatian pada pemuasan saat sekarang.
Menunda hadiah-hadiah yang lebih besar dan lebih jauh adalah salah satu
pertanda kepribadian yang matang
33
.
Fungsi Motivasi.
Pada dasarnya motif itu berfungsi :
a. Mendorong manusia untuk berbuat atau bertindak motif itu berfungsi
sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi (kekuatan)
seseorang untuk melakukan tugas.
b. Motif itu menentukan arah perbuatan, yaitu kearah perwujudan suatu cita-
cita motivasi mencegah penyelewangan dari jalan yang harus ditempuh
untuk mencapai tujuan.
c. Motif itu menyeleksi perbuatan kita, menentukan perbuatan-perbuatan
32 Singgih Dirgagunarso, Op Cit, hal 98
33 Dimyati Mahmud, Psikologi Suatu Pengantar, Jakarta: P2LPTK, 1989, hal 206
20
mana yang harus dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuam itu dengan
menyampingkan perbutan-perbutan yang tidak bermanfaat bagi tujuan itu.
34
Tujuan Motivasi
Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang
agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga
dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu
35
Berarti ada dua pihak, yang satu adalah yang memberi motivasi
(memotivasi), sedangkan pihak lain adalah yang dimotivasi. Tindakan
memotivasi akan dapat lebih berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh
yang dimotivasi, serta sesuai dengan kebutuhan yang dimotivasi karena itu
orang atau pihak yang memotivasi, kebutuhan, dan kepribadian oleh pihak
yang diberi motivasi.
Menurut Morgan dan ditulis kembali oleh S. Nasution, dikatakan bahwa
manusia hidup itu memiliki berbagai kebutuhan:
 Kebutuhan untuk berbuat sesuatu untuk suatu aktivitas.
Hal ini bagi anak sangat penting, karena perbuatan sendiri itu mengundang
suatu kegembiraan baginya.
 Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain
Banyak orang yang dalam kehidupan memiliki motivasi untuk banyak
berbuat sesuatu demi kesenangan orang lain. Harga diri seseorang dapat
dinilai dari berhasil tidaknya usaha memberikan kesenangan pada orang
lain.
34 M.Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Bandung, Remaja Rosdakarya, 1992, hal 70-71
35 Ibid , hal 73
21
 Kebutuhan untuk mencapai hasil
Suatu pekerjaan atau kegiatan belajar itu akan hasil baik kalau disertai
dengan pujian ini merupakan dorongan bagi seseorang untuk bekerja
dalam belajar dengan giat.
 Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan
Suatu kesulitan atau hambatan, mngkin cacat, mungkin menimbulkan rasa
rendah diri menjadi dorongan untuk mencaari kompensasi dengan usaha
dan luar biasa sehingga tercapai kelebihan atau keunggulan dalam bidang
tertentu.
36
Teori tentang motivasi ini lahir dari awal perkembangannya ada
dikalangan para psikologi. Menurut ahli jiwa, dijelaskan bahwa dalam
motivasi itu ada suatu hirarki.
 Teori Instink
Menurut teori ini tindakan setiap diri manusia diasumsikan seperti tingkah
jenis animal / binatang. Tokoh ini adalah Mc. Daugall.
 Teori Fisiologis
Teori ini juga disebutnya “Behavior theories” menurut teori ini semua
tindakan ini berakar pada usaha memenuhi kepuasan dan kebutuhan
organik / kebutuhan untuk kepentingan fisik.
 Teori Psikoanalitik
36 Ibid
22
Teori ini mirip dengan teori instink, tetapi lebih ditekankan pada unsur-
unsur kejiwaan yang ada pada diri manusia. Bahwa setiap tindakan
manusia karena adanya unsur pribadi manusia yakni id dan ego, dari teori
ini adalah Freud
37
.
3. Tinjauan tentang Anak.
Maksud “anak” adalah anak yang hidup dilingkungan masyarakat, ia
belum mendapatkan pengakuan disekitar lingkungn keluarga dan masyarakat
dalam mengambil keputusan, mereka masih membutuhkan arahan dan binaan
orang,hal ini menurut Siti Rahayu Haditono, posisi mereka dalam masa
transisi atau marginal. Menurut batasan usia istilah anah anak dapat
dikatagorikan usia remaja yaitu pada masa ini anak sedang mengalami proses
perubahan, mencakup perubahan dalam hal kehidupan rohani dan jasmani,
pikiran, perasaan dan social anak.
38

A. Periodesasi Perkembangan Anak.
Sebelum kita membahas masalah periodesasi perkembangan anak
terlebih dahulu akan kami jelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan
perkembangan itu.
Perkembangan adalah suatu perubahan-perubahan dari tingkat
rendah ketingkat yang lebih maju perubahan dari kanak – kanak menjadi
kedewasaan.
Menurut Zakiyah Drajat, perkembangan manusia dari kandungan
sampai tua dapatlah dibagi menjadi beberapa macam, salah satu
37 ibid
38 Zakiyah Drajat, Problematika Remaja di Indonesia, Jakarta, Bulan Bintang, 1978, hal 38
23
pembagian umur pertumbuhan manusia dibagi atas tiga kelompok besar,
yaitu: masa kanak-kanak ( 0-12 tahun), masa remaja (13-21 tahun) dan
masa dewasa (21 tahun keatas). Perinciannya sebagai berikut, kanak-
kanak pada tahun pertama (0-6 tahun), anak-anak masa sekolah (6-12
tahun), masa remaja pertama (13-16 tahun) dan masa remaja akhir (17- 21
tahun )
39
Sedangkan menurut pendapat Drs Sophian Waluyo
perkembangan manusia terdiri dari tiga macam pokok ialah masa muda
sejak lahir sampai dewasa ( 0:0-21:0) masa dewasa (21:0-30:0) daan masa
tua (30:0 – 70:0).
40
Sesuai dengan pembahasan judul skripsi ini maka kami akan
membahas periode masa muda.
a. Aristoteles membagi masa muda dalam tiga masa yaitu:
1. Masa anak kecil atau masa bermain, berumur 0:0 sampai berumur
7:0 tahun.
2. Masa anak atau masa belajar atau masa sekolah, berumur 7:0 sampai
dengan 14:0 tahun.
3. Masa remaja atau masa pubertas, berumur 14:0 sampai dengan 21:0
tahun.
b. Menurut Johan Amor Comenius, dalam bukunya Didactica Magna atau
Didaktik besar membagi masa muda dalam empat masa:
1. Masa sekolah ibu atau scola materna (0: 0 –
39 Zakiyah Drajat, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta, Bulan Bintang , 1991 hal 56
40 Ibid, hal 20
24
6-0) ialah masa kanak-kanak
mengembangkan panca inderanya dibawah
asuhan ibu, diselenggarakan dalam rumah
masing-masing.
2. Masa sekolah bahasa ibu atau scala
vernakula yaitu ( 6-12) ialah masa anak-
anak mengembangkan ingatan dan
perasaannya disekolah yang berbahasa ibu
( berbahasa daerah) didirikan tiap desa-desa.
3. Masa sekolah latin atau scola latina yaitu
mengembangkan fikirannya di sekolah yang
telah diajarkan bahasa latin ialah sekolah
menegah atau gymnasium, didirikan ditiap-
tiap daerah.
4. Masa sekolah tinggi atau academesia (6-24
tahun) ialah masa anak-anak
mengembangkan kemauanya dan memilih
suatu lapangan hidup. Dilakukan di
perguruan tinggi yang didirikan ditiap-tiap
propinsi atau kerajaan (kingdom).
41
Menurut Amir Hamzah Nasution, syarat-syarat untuk masuk sekolah
dasar dapat penulis ringkasan sebagai berikut:
1. Jasmaniah sudah harus cukup kuat dan sehat untuk dapat mengikuti
41 Ibid. hal 6
25
hidup dan peraturan-peraturan serta latihan-latihan disekolah panca
inderanya harus sedemikian majunya dan kesan-kesannya.
2. Intelektualnya, penginderaan, pengamatan, penggambaran kembali
(reproduksinya) harus cukup maju. Ia harus sanggup berfikir untuk
menerima dan mengolah pelajaran-pelajaran.
3. Perasaan-perasaannya seperti perasaan sosialnya perasaan keindahaan
harus ada seperlunya. Ia harus sanggup menyesuaikan diri dengan
hidup dalam masyarakat.
4. Kemauan, keingintahuan dan nafsu-nafsunya ia sebagian telah dapat
mengatasi dan mengaturnya. Ia tidak demikian terpengaruh lagi untuk
keinginan dan nafsu-nafsu kepentingan dirinya sendiri. Ia dapat
menerima pengaruh dan kuasa orang lain dan mau melaksanakan
perintah-perintah.
42
Anak merupakan amanat orang tua untuk dipelihara, dididik dan
dibimbing agar menjadi anak sholeh.
43
Petunujuk dalam Al-Qu’ran dan
Hadits Nabi lebih banyak mengingat tentang bagaimana hubungan anak
dengan orang tua dan kewajiban anak kepada orang tuanya, peringatan-
peringatan tentang bagaimana seharusnya orang tua memperlakukan anak
dengan tidak membandingkan antara laki atau perempuan. Karena mereka
adalah generasi penerus yang akan menerima warisan nilai-nilai budaya
generasi sebelumnya.
Pengertian Sekolah Dasar.
42 Amir Hamzah Nasution, Jiwa dan Alam Kanak-kanak, Jakarta, Gunung Agung , 1954, hal 97-
98
43 Departemen Agama RI, QS 7 : 189, Jakarta, 1999
26
Sekolah dasar merupakan suatu jenjang pendidikan formal yang paling
rendah setelah melewati sekolah taman kanan-kanak, selanjutnya masuk
pendidikan sekolah dasar. Tetapi boleh jiga tanpa melewati pendidikan taman
kanak-kanak. Murid sekolah dasar adalah anak yang berumur 6-12 tahun, ini
merupakan pendidikan wajib bagi anak Indonesia. Pada sekolah negeri tidak
dipungut biaya. Tetapi lain halnya dengan swasta besarnya pendidikan ini
bervariasi tergantung pengolalanya. Sekolah berdiri dibawah Departeman
Pendidikan dan Kebudayaan.
A .Pengertian Anak Sekolah Dasar
Sebelum kami membahas tentang pengertian anak dalam sekolah dasar,
terlebih dahulu kami akan membahas tentang siapakah yang disebut dengan
anak itu menurut kamus bahasa Indonesia arti “anak adalah manusia yang
masih kecil”.
44
Menurut para ahli ilmu jiwa sebelum abad 17 ( jaman purba), mereka
menduga pada mulanya bahwa: anak itu bukan manusia, anak diakui sebagai
manusia setelah dia dewasa kemudian orang mengakui bahwa anak adalah
dewasa, yang diduga sampai dengan mnusia, bedanya hanya pada ukuran,
masih berukuran kecil dan akan besar dengan sendirinya, jadi cukup dibiarkan
saja.”
45
Menurut Johan Amos Comenius bahwa anak bukanlah manusia dewasa
yang berukuran kecil melainkan manusia sedang tumbuh, jadi belum
dewasa.
46
Setelah mempelajari pendapat-pendapat para ahli tersebut diatas, penulis
44 WJS Poerwardaminta ; Op Cit hal 38
45 Sophian Waluyo, Ilmu jiwa Anak, Yogyakarta: MP Sring, 1962, hal 2
46 Ibid. hal 3
27
berpendapat bahwa yang dimaksud anak adalah: manusia yang belum dewasa
yang berkembang menuju kedewasaan setelah mengetahui siapakah anak itu
maka dapatlah diketahui pengertian dari anak sekolah dasar.
Yang kami maksud anak sekolah dasar dalam skripsi ini adalah: semua
manusia sebagai makhluk Allah yang belum menginjak masa dewasa dan
berkembang menuju masa kedewasaan, dimana anak tersebut sedang
menduduki sekolah tingkat dasar
Freud mengemukakan bahwa tahap perkembangan bagi anak sangat
penting terutama bagi pembentukkan kepribadian ini kemudian hari. Secara
singkat tahapan perkembangan ini sebagai berikut:
 Fase Oral
Terjadi sejak lahir hingga akhir tahun pertama.Pada fase ini anak
berkembang berdasarkan kenikmatan erotik pada daerah mulut.
Kepuasan anak melalu tindakan mengisap akan mempengaruhi
kehidupan di masa dewasanya.Anak yang tidak mendapatkan kasih
sayang dari ibu dan tidak mendapatkan kepuasan dalam makan dan
minum akan menghambat perkembangan kepribadiannya dikemudian
hari.
 Fase Anal
Fase ini terjadi mulai usia dua sampai akhir tahun ketiga. Perkembangan
anak pada ini berpusat pada kenikmatan pada daerah anus. Pada fase ini
anak mulai belajar untuk mengendalikan buang kecil. Pada fase anal
anak harus mulai belajar mengelola segenap pengalaman yang tidak
28
menyenangkan.
 Fase Falik
Berkembang mulai usia empat hingga lima tahun. Pusat kenikmatan
berpusat pada alat kelamin, yaitu penis ada anak lelaki dan klitoris pada
anak perempuan. Pada fase ini anak mulai belajar menerima perasaan-
perasaan seksualnya sebagi hal yang alamiah dan belajar memandang
tubuhnya sendiri secara sehat. Mereka mulai mengidentifikasi model-
model yang memadai bagi identifikasi terhadap figur sejenis pada fase ini
sangat penting.Pada fase ini terjadi oedipus complex yaitu perasaan
mencintai ibunya bagi anak laki-laki, dan electra complex yaitu perasaan
mencintai ayahnya bagi anak perempuan.Kegagalan pada fase ini dapat
berakibat kebingungan akan peran seks secara wajar, kegagalan dalam
menemukan standar moral yang tepat.
 Fase Laten
Juga disebut sebagai tahap pregenital. Periode ini terjadi antara lima atau
enam tahun hingga pubertas. Pada tahap ini terjadi perhentian
perkembangan.Sepanjang tahap ini terjadi perhentian perkembangan.
Sepanjang masa ini anak menjalankan tugas-tugas belajar. Sekalipun
instink seksual direpresi sepanjang masa-masa sebelumnya masih ada dan
akan mempengaruhi perkembangan kepribadiannya.
 Fase Genital
Terjadi pada masa pubertas yang ditandai oleh perilaku yang tidak
narsistik. Mereka mulai tertarik lawan jenis, bersosialisali dan beraktivitas
29
kelompok, perkawinan dan membangun keluarga, menjalin hubungan
kerja. Sepanjang fase ini mereka lebih memfokuskan pada hubungan
dengan orang lain. Tidak terjadinya integrasi pada fase ini seringkali
dihubungkan dengan kesalahan-kesalahan pada fase-fase sebelumnya
47
.
B. Ciri-ciri Anak Sekolah Dasar.
Dalam periodesasi perkembangan anak, masa sekolah dasar juga disebut masa
anak sekolah, masa matang belajar. Disebut masa anak sekolah karena mereka sudah
mematangkan tingkat sebagai lembaga persiapan sekolah yang sebenarnya. Disebut
masa matang untuk belajar karena mereka sudah berusaha untuk mencapai sesuatu
sebagai perkembangan aktivitas bermain yang hanya bertujuan untuk mendapatkan
kesenangan pada waktu melakukan aktivitas itu sendiri. Disebut masa matang untuk
sekolah karena sudah menginginkan kecakapan-kecakapan baru yang baru dapat
diberikan oleh sekolah.
Masa anak sekolah dasar ditandai dengan adanya berbagai perkembangan antara
lain:
1. Perkembangan Sifat Sosial Anak
Sifat ini sebenarnya sudah dibawa sejak lahir, mula-mula berkembang terbatas
dalam keluarga kemudian bertambah luas. Ia mulai mencari teman-teman
sebaya untuk berkelompok dalan permainan bersama makin lama lingkup
pergaulan makin luas.
2. Perkembangan Perasaan Anak
47 Latipun, Psikologi Konseling, Malang ,Universitas Muhammadiyah Malang Press, 2001, hal
63-65
30
Anak yang semula hanya merasakan senang dan sedih makin lama perasaan
itu terdefersiasi menjadi perasaan:menyesal, kasihan, marah, jengkel, simpati,
bersalah, wajib dan sebagainya. Ini semua disebabkan oleh pengalaman yang
semakin meluas. Saat seperti berguna sekali untuk menerima bahkan
pengajaran dari guru, memudahkan anak dalam memahami bahan
pengetahuan dari gurunya.
3. Perkembangan Motorik
Hal inilah yang memungkinkan anak dapat melakukan segala sesuatu, yang
terkandung dalam jiwanya dengan sewajarnya. Anak akan dengan mudah
akan menyampaikan isi jiwanya, sebagai dari pernyataan jiwanya yang
dinyakan dalam bentuk bahasa.
4 Perkembangan Bahasa
Dengan makin luasnya pergaulan anak diluar keluarga, didalam permainan
dalam kelompok memberikan kesempatan kepada anak untuk memperkaya
perbendaharaan bahasa, baik secara pasif menerima ekspresi jiwa orang lain
maupun secara aktif yaitu menyampaikan isi jiwanya kepada orang lain.
5. Perkembangan Fikiran
Perkembangan fikiran setingkat dan sejalan dengan perkembangan sosial,
bahasa yang juga merupakan alat untuk berfikir. Pada masa ini anak berada
dalam tingkat berfikir kongkrit, artinya fikirannya masih erat hubungannya
dengan benda-benda atau keadaan nyata.
6. Perkembangan Pengamatan
Anak sudah bisa mengamati apa-apa yang dihadapinya baik melalui bagian-
31
bagiannya dari keseluruhan yang banyak ataupun sebaliknya.
7. Perkembangan Kesusilaan dan Keagamaan
Perkembangan dalam hal ini, sangat bergantung kepada penghayatan keluarga
terhadap norma-norma kesusilaan dan agama. Keluarga anak itu sendiri, artinya
anak akan mengalami perkembangan dalam hal itu menurut bagaimana keluarga
berbuat dan mematuhi norma-norma kesusilaan dan agama.
8. Perkembangan Tanggapan
Dari hasil pengamatannya kedunia luar anak mendapatkan tanggapan yang
berasosiasi secara mekanis sehingga menghasilkan tanggapan yang komplek
emosional suatu kekomplekan tanggapan yang didalamnya emosi anakikut
campur.
9. Perkembangan Fantasi.
Dengan cerita-cerita yang didengarnya serta bacaan-bacaan yang telah
dibacanya anak akan berkembang fantasinya.
10 . Perkembangan di dalam Mengambil Keputusan
Pada waktu anak masih kecil, dia hamya mampu mengambil keputusan secara
sederhana misalnya panas, dingin, baik, buruk namun makin lama dapat
membedakan sesuatu atas beberapa keputusan misalnya, buruk sekali, agak
buruk, hampir buruk, kurang baik, sedang baik dan baik sekali.
11. Perkembangan Perhatian
Perhatian termasuk salah satu faktor kemampuan psikis yang dibawa sejak
lahir dan perkembangannya ditentukan oleh faktor endogen dan faktor
eksogen.
32
12. Perkembangan Estetika
Estetika adalah suatu kemampuan jiwa yang dipergunakan untuk menentukan
sesuatu dengan ukuran bagus tidak bagus serta indah tidak indah. Kemampuan
ini juga merupakan kemampuan kodrat perkembangannya ditentukan oleh
faktor endogen dan eksogen
48
.
C. Pendidikan Agama Anak Usia Sekolah Dasar
Pembinaan keberagamaan mngupayakan agar setiap orang menjadikan agama itu
sebagai bagian dari dirinya, menjadi materi kehidupan yang memberikan corak warna
dalam setiap perilaku. Oleh karena itu pembinaan agama perlu secara kontinue dan
berbarengan dengan pertumbuhan pribadi seseorang.
49
Periode usia Sekolah Dasar merupakan pembentukan nilai-nilai agama sebagai
kelanjutan periode sebelumnya. Kualitas keagamaan anak akan sangat dipengaruhi oleh
proses pembelajaran atau pendidikan yang diterimanya.
Pendidikan agama pada usia Sekolah Dasar ini ditekankan pada upaya
mengusahakan anak sudah dapat memahami, menghayati dan mengamalkan dengan baik
tiga rukun Islam, yaitu syahadat, sholat, dan puasa. Disamping itu akhlaq yang sesuai
dengan Al-Qur’an dan Hadits, serta sudah dapat membaca dan menulis ayat –ayat Al-
Qur’an.
50
Karakteristik Perkembangan Anak Sekolah Dasar.
a. Perkembangan Aspek Motorik
Pada usia ini anak mengalami perkembangan jasmani atau fisik yang pesat, dan
48 Agus Sujanto, Psikologi Perkembangan, Jakarta, Rineka Cipta, 1996, hal 74 – 75
49 Zakiyah Darajat, Pendidikan Islam Keluarga dan Sekolah,Jakarta, Ruhama, 1995, hal 55
50 HMS Prodjoditoro, DKK. Pengembangan Metodologi Pendidikan Agama Islam pada
Pendidikan Dasar, Laporan Penelitian Proyek Perguruan Agama Islam, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
tahun 1998, hal 63
33
perkembangan motoriknya sudah terkoordinasikan dengan baik sehingga berlaku sesuai
dengan kebutuhannya.
51
Masa ini di tandai dengan kelebihan gerak atau aktifitas motor
yang lincah ini merupakaan masa yang ideal ketrampilan yang bersifat motorik.
52
Anak
pada masa ini selalu giat dan penuh semangat, dan permainan bebas memberikan
kepuasan baginya.
Kematangan perkembangan motor anak jadi sempurna berkaitan dengan
perkembangan mental anak. Disamping mengandalkan kekuatan otot, perkembangan
fungsi kognitif juga menentukan kemampuan motoris. Oleh karena itu gerakan-gerakan
yang dilakukan anak tidak lagi sekedar latihn organ-organ tubuhnya tetapi telah
mengandung arti dan maksud yang memang diinginnya.
b. Perkembangan Aspek Intelektual.
Pada usia ini kemampuan intelektual berkembang pesat oleh karenanya disebut
pula masa intelektual atau masa belajar. Usia ini merupakan masa penuh semangat untuk
belajar dan memperoleh pengalaman – pengalaman yang baru.
Dengan kemampuan intelektual demikian, anak pada usia ini sudah dapat
diajarkan dasar-dasar keilmuan seperti membaca, menulis dan berhitung.
c. Perkembangan Aspek Sosial
Perkembangan sosial anak pada usia anak ini telah mencapai kematangan, hal
ini ditandai dengan adanya perluasan hubungan dan proses belajar menyesuaiakan diri
dengan norma keluarga.
53
Pada tingkat ini anak mulai dapat menghargai kenyataan dan
memahami dasar-dasar pergaulan sosial, kerjasama dan kesenangan bwersaing tampak
sekali pada masa ini juga ,merupakan imitasi sosial terbesar anak akan berusaha untuk
51 Syamsu Yusuf LN, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung, Remaja Rosdakarya,
2001, cet 2 hal 183
52Ibid, hal 184
53 Ibid, hal 180
34
dapat berlaku sama dengan orang lain agar bisa diterima oleh lingkungan.
2. Karekteristik Perkembangan Kognitif pada anak usia Sekolah Dasar
Dari pengelompokan perkembangan kognitif menurut Jean Piaget dalam
pembahasan terdahulu dapat diketahui usia sekolah dasar termasuk pada tahap
perkembangan concrete opersional. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijelaskan
lebih jauh mengenai karateristik perkembangana anak pada tahap concrete operasional
ini.
Tahap ini disebut conrete operasional, karena adanya keterbatasannya-
keterbatasan kapasitas anak dalam mengkoordinasikan pemikirannya yang baru mampu
berpikir sistematis mengenai benda dan peristiwa yang kongkrit saja.
54
Seperti yang disebutkan pada tahap conrete operasional, anak mulai berpikir
secara logis, namum masih terbatas pada hal-hal yang sifatnya konkret dan masih
mengalami kesulitan dalam memahami hal-hal yang bersifat abstrak. Dalam bukunya
Muhibbin Syah juga menyebutkan bahwa tahap ini anak mempunyai kemampuan yang
disebut satuan langkah berpikir yang mana dengan kemampuan itu anak dapat
mengkoordinasikan sistem pemikirannya sendiri.
55
Jadi anak mampu melakukan aktifitas
logis tertentu tetapi hanya dalam situasi yang konkret.
Ciri lain yang menonjol pada tahap ini adalah makin berkurangnya egosentris
pada anak. Artinya anak sudah memiliki kemampuan mengkoordinasikan pandangan
sendiri. Ia mulai banyak memperhatikan dan menerima pandangan orang lain.
Pembicaraannya mulai ditujukan pada lingkungan sosial tidak pada dirinya. Anak mulai
54 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan baru, Bandung, Remaja Rosdarya,
1999, hal 50
55 Ibid, hal 51
35
dapat berfikir dari banyak obyek atau dimensi pada satu obyek. Berkurangnya egosentris
ini juga disebabkan oleh adanya dorongan bersosialisasi yang berkembang pesat pada
masa ini.
Perkembangan kognitif pada masa ini pada dasarnya bila ditinjau dari segi
karakteristiknya sudah sama dengan kemampuan orang dewasa.
56
Nanum dari segi
kapasitasnya tentu saja anak masih memiliki keterbatasan dalam mengkoordinasikan ide-
idenya, yang hanya terbatas pada hal-hal yang ditangkap pengamatannya. Oleh karenanya
perkembangan kognitif anak pada masa ini sangat bergantung pada pengalaman
langsung.
Perkembangan kognitif sebagai sentral kontrol perkembangan anak sangat
mempengaruhi aspek-aspek lain kematangan kemampuan kognitif ini diiringi pula
matangnya kemampuan aspek-aspek lain. Perlu diingat bahwa fungsi kognitif tidak hanya
terbatas menjadi pusat aktifitas akal pikiran, akan tetapi jangan menjadi pengontrol
perasaan dan perbuatan.
57
56 Ibid, hal 73
57 Ibid, hal 81
36
4. Tinjauan tentang Pengalaman Beragama.
I. Pengertian Agama Islam
Yang dimaksud agama menurut bahasa adalah
 ada yang berpendapat bahwa kata agama berasal dari sansekerta
yang artikan dengan haluan, peraturan, jalan atau kebaikaan kepada
Tuhan,
 ada juga yang berpendapat bahwa kata agam itu sebenarnya terdiri
dari dua buah perkataan yaitu “A” yang berarti tidak dan “gama”
yang berarti kacau balau, tidak teratur, jadi kata agama berarti tidak
kacau balau atau teratur.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa agama adalah suatu haluan,
peraturan, jalan yang ditentukan untuk berbakti kepada Tuhan sehingga dapat mengikuti
peraturan Tuhan itu manusia akan dapat hidup teratur, tidak kacau balau dan tidak
tersesat dari jalan yang benar.
Sedangkan pengertian agama menurut istilah akan kita akan dapaati beberapa
pendapat diantaranya pengertian agama yang dikemukakan oleh Drs M Noor Mutdawam
sebagai berikut :
“ Pengakuan manusia tentang adanya yang dianggap suci kemudian manusia itu
insyaf bahwa suci itu mempunyai kekuatan yang melebihi dari segala kekuatan.”
58
58 M Noor Matdawam, Pembinaan Aqidah Islamiyah, Yogyakarta, Bina Karier, 1984, hal 1
37
Pengertian agama terbatas bagi pemeluk agama samawi terutama agama Islam
adalah:
“ Agama merupakan petunjuk Allah yang terpenting dalam bentuk kaidah-kaidah
perundang-perundangan yang ditunjukan kepada orang-orang yang berakal budi agar
sepuya mereka mampu berusaha di jalan yang benar dalam rangka memperoleh
kebahagian hidup didunia dan diakhirat.”
59
Nama Islam tidak disandarkan para pendirinya atau daerah dimana agama itu
dilahirkan sebagaimana nama – nama agama lain, seperti Budha berasal dari nama
pendirinya Budha Gautama, agama Zarathustra menggunakan nama pendiri Zaroaster,
dan agama Yahudi berasal dari kota Judah dimana agama ini lahir, demikian juga nama-
nama agama lain.
Akan tetapi Islam adalah meupakan sebutan agama yang diturunkan Allah kepada
manusia, petunjuk Allah yang beberapa peraturan-peraturan atau perundangan yang
khusus dikerjakan oleh manusia agar memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan
diakhirat. Kata Islam di gunakan untuk nama sebutan agama Allah ini termaktub dalam
Al-Qur’an surat Al- Imron: 19
-±à6~ /Ø[ /ã +v6´0 µ6Ã/v«[9²[/ =
“Sesungguhnya agama ( yang diridhoi) disisi Allah hanyalah Islam”
60
Juga dalam Al-Qur’an Surat Al Maidah: 3
\´6Ã/u+±â6 /Ø5[-±.¨+ª -d6Ä0 +y+½… o ÷
“….dan telah Aku ridhoi Islam itu jadi agama bagi mu..”
61
59 M Arifin, Kapita Seletja Pendidikan ( Islam dan Umum), Jakarta, Bumi Aksara, 1993, hal 267
60 Al –Qur’an , Op Cit, hal 40
61 Ibid hal 56
38
Dan Surat Al Imron ayat 85:
-¹6´0¯+ª,_6¤:Ã5µ,¬, B\µÃ/u/®+Ø /Ú [ +yÄ, / s o o
,c_:Ã5µ,¯ +½ 
“ Barang siapa mencari agama, selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah
akan diterima ( agama itu dari padanya).”
62
Pengertian Islam menurut bahasa arab mempunyai arti bermacam-macam:
a. Salam: keselamatan, peraturan. Peraturan yang datang dari Allah untuk
membimbing keselamatan manusia di dunia dan diakhirat.
b. Taslim: penyerahan. Penyerahan diri kita kepada Allah dalam keadaan suka
dan duka.
c. Slim: perdamaian. Perdamaian kita kepada Allah ( tidak durhaka) dan dengan
manusia tidak bermusuhan.
d. Sullami: titian. Peraturan – peraturan yang merupakan titian untuk
menghubungkan kita ke jalan kebahagian dunia dan akhirat.
63
Arti Islam menurut istilah ( syara’) adalah peraturan (uu) Allah SWT, dengan
peraturan wahyu kemudian diwujudkan menjadi kitab suci sebagai pegangan hidup
manusia.
64
Jadi yang dimaksud agama islam adalah aturan-aturan yang datang dari Allah
(yang memberi nama Islam) yang diturunkan kepada umat manusia melalui
perantaranya, sebagai pedoman hidup di dunia dan di akhirat.
Dalam memahami kriteria agama yang benar, Drs M Noor Matdawam
memberikan kriteria sebagai berikut:
62 Ibid hal 48
63 M Noor Matdawam, Op Cit, hal 1
64 Ibid, hal 13
39
 Mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa dalam arti yang sebenarnya yang
memiliki alam semesta.
 Mempunyai Rosul, untuk menyampaikan ajaran-ajaran yang benar dari
Allah yang Maha Esa.
 Mempunyai kitab suci yang datang dari Allah dan terjamin kemurniannya,
tidak dapat di ubah dan dicampur pendapat-pendapat manusia.
 Mempunyai hukum tersendiri untuk membimbing kebahagiaan hidup para
penganutnya, materi dan hukum tersebut selalu aktual.
 Tujuan terakhirnya dari hukum tersebut untuk mencapai keharmonisan
hidup dalam dunia dan akhirat.
65
Dari batasan tersebut agama Islam adalah agama yang benar karena memiliki
rukun iman sesuai hadits:
/¹0_.c.§+½/¹0b,¨0Æ à,¯+¼ ِã \0^-µ0¯Ìb5²+[ :+ª,£-
²+\¯6ÃÙ+[
/¶/y6Ä,o/y5v,¤«\0^-
²0¯5Ì.b+¼/z0sà[®/5½,Ä«[¼+/¹0«5½. y+¼+ o
O®¬ ¯¶[¼yN /¶7/z, ¼+ o o
“Iman kata Nabi : bahwa engkau akan beriman (percaya) kepada Allah, para
malaikat –malaikat Nya, Kitab-kitab Nya, Rosul-rosul Nya, hari akhirat (Qiamat)
65 Ibid, hal 2
40
dan engkau akan percaya kepada adanya takdir yang baik dan buruk ( dari
Allah) . ( HR Muslim)
II Pengamalan Ajaran Agama Islam
Orang yang Iman atau Islam wajib melaksanakan rukun Islam sesuai dengan
hadits Nabi :
[Bv:°,o.¯5²+[+¼-ã9×[/-¹,«/[+×5²+[+u,¸6 ,b5²+[- o
®à6 à[ o
-®6
.b+¼+º+\§9|«[+Á0bÌ.Ã+¼/ºà: «[+®6Ä0¤.b+¼/ã [5½. « « o
+y
BØ6Ä0_, /¹6Ä,«/[+d6 , o o
,c6 [5²/É+d6À,_«[9l0o.b+¼+²\, ,¯y+ o ÷ ¯
O®¬ ¯¶[¼yN o
“ Agama Islam itu yaitu engkau akan membaca syahadat ( penyaksian) bahwa
tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah, engkau
bersholat (yang lima waktu), menuaikan zakat, berpuasa Ramadhan, berhaji ke
baitullah ( masjidil Haram) jika engkau mampu menuju padanya (mekkah dan
41
sekitarnya)
66
Berbicara mengenai agama berarti mengabdikan diri, yang mana ia tidak akan
puas dengan pengetahuan agama, akan tetapi memerlukan membiasakan dirinya dengan
hidup secara agama. David Trueblood mengambil pendapat dari William Temple seorang
ahli agama membedakan fisafat antara agama:
Filsafat itu ialah menuntut pengetahuan untuk mengetahui atau memahami,
sedangkan agama ialah menuntut bukan pengetahuan tentang Tuhan, akan tetapi
perhubungan antara seorang manusia dan Tuhan.
67
Jadi suatu hal yang penting untuk diketahui tentang agama ialah rasa pengabdian.
Dimana didalam pengabdian ini dapat dilakukan dengan mengamalkan agama tersebut
dengan sebaik-baiknya. Karena didalam skripsi ini yang dibahas berkisar pada agama
Islam, maka rasa pengabdiannya yaitu dengan mengamalkan segala perintah-perintah dan
menjauhi segala larangan-larangan Allah SWT sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
didalam Al –Qur’an dan Sunnah Rosul. Amal dalam Islam merupakan usaha yang
bertujuan merombak masyarakat yang tidak baik menjadi lebih baik dalam berbagai segi
iman sendiri belumlah betul-betul bernama iman jika belum mendorong orangnya untuk
bekerja dan beramal secara terus menerus dalam upaya mewujudkan ajaran Islam.
Pengalaman agama adalah perbuatan melaksanakan ajaran-agama yang dilakukan
dengan kesenangan hati.
68
Perbuatan tersebut merupakan hasil dari penghayatan ajaran agama yang
dipelajari kemudian dipelajari kemudian diamalkan jadi bukanlah hanya sedekar rutinitas
saja melainkan merupakan aktifitas yang mempunyai motif yang kuat dalam menjalankan
66 Ibid, hal 75
67 David Trueblood, Philosophy of Religion, Filsafat Agama,Terj Prof Dr HM Rasjidi, Jakarta,
Bulan Bintang, 1986, hal 3
68 WJS Poerdaminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1985, hal 33
42
ajaran agama.
Pengalaman agama juga dapat dikatakan sebgai perwujudan iman dalam diri
seseorang disamping pengabdian kepada Allah SWT, dengan demikian akn terlihat kadar
kualitas dari iman seseoarng antara yang benar-benar menghayati ajaran agama dengan
tidak menghayati ajaran agama.
Menurut Zakiyah Drajat pengalaman atau perilaku keagamaan seseorang itu
terbentuk melalui pengalaman-pengalaman yang langsung dialami yang terjadi dalam
hubungannya dengan langsung dialami yang terjadi dalam hubungan dengan lingkungan
materi dan tertetu ( orang tua jamaah dsb).
69

Robert H Thouless menyebutnya dengan faktor sosial antara lain berupa
pendidikan yang pernah diterima pada masa lalu. Berdasarkan faktor-faktor yang
mempengaruhi pengalaman agama yang berbeda pula.
70
Namun demikian manusia sebagai kholifah Allah dimuka bumi haruslah
mengembangkan pengetahuan serta kemampuan rohani untuk menghayati ajaran-ajaran
Allah sehingga manusia mampu menangkap petunjuk nurilah dari Allah SWT,
sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 89 yang berbunyi:
َ٭ نَ يْ ملِسْ مُ لْلِ ىرَ شْ بُوَ ةً مَ حْ رَ وَ ىدً هُ وَ يْ شَ لّ كُ ل ّاَن اَيبتْ ِبتَكلِاْ كَ يلْعََ انَلزْ نّوَ
۸۹
Artinya: “ Dan Kami turunkan kepada Al-Kitab ( Al-Qur’an) untuk menjelaskan
segala sesuatu, dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi
orang-orang yang berserah diri” .
71

69 Jalaluddin Ramayulis, Pengantar Ilmu Jiwa Agama, hal 132
70 Robert H Thauless, Pengantar Psikologi Agama, Jakarta, Rajawali Press, 1992, hal 37
71 An-Nahl (16) : 89
43
Juga firman Allah SWT dalam surat Ar- Rum ayat 30 yang berbunyi
قَِ لْخَ لِ لَ يْ دِ بْ تَ ل ا َهيْ لعانّلا رَ طف ِيَ تلّا لِِِ ا تَ رَ طْ فِ اًفيْ نِحَ نَ يْ دّ لِلِ كَ هَ جْ وَ مْ قِ أفَ
كَ لِ ذَ لِ ا دلّا ٭ نَ وْ مُ لعْ يَلَ سِ انّلا رَ ثَكْ أَ نَّ كِ لَو مُ يّقَلا نُ ي ۰٣
Artinya: “ Maka hadapkanlah wajahmu dan luruskan kepada agama Allah
( tetaplah) atas fitrah Allah yang telah mencipatakan manusi menurut
fitrahnya. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.( Itulah) agama yang
lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
72
1. Ajaran Islam
Islam yang aturannya diwahyukan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad
SAW untuk umat manusia guna menjadi dasar (pedoman) dalam hidup dan kehidupan
didunia dan diakhirat. Didalamnya terdapat sistem nilai dan norma yang dapat
mengarahkan manusia, sehingga manusia dapat dan mampu memecahkan masalahnya,
yang pada gilirannya mempunyai dampak positif serta mampu membawa kepada
kebahagiaan, kesejahteraan dan kemuliaan.
Ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits secara global dapat
dibagi menjadi :
 Aqidah, yaitu hal-hal yang bertalian dengan kepercaayaan dan
keimanan.
 Akhlak, yaitu kelembagaan semua tata nilai ajaran Islam tentang
baik dan buruk mengenai perilaku seseorang.
 Sya’riah, yaitu peraturan dean hukum yang telah disyahri’ahkan
Allah dan diwajibkan kepada kaum muslimin untuk berpegang
kepadanya dalam berhubungan dengan Allah dan sesamanya.
72 Ar-Rum (30) : 30
44
Syari’ah dapat dibagi menjadi dua yaitu:
 Ibadah, yaitu perbuatan yang dilakukan untuk mendekatkan
diri kepada Allah, seperti Sholat, Puasa, Zakat dan Haji.
 Mu’alamah, yaitu perbuatan yang dilakukan untuk
memelihara keselamatan, sehingga tercipta keamanan dan
ketenangan hidup, seperti persoalan – persoalan keluarga,
harta pusaka, jual beli, hubungan kemasyarakatan dan
sebagainya
73
.
Pengertian Ibadah
Ibadah menurut bahasa adalah penyembahan, pemujaan, pengabdian, tunduk
yang setingginya dan disertai dengan do’a.
74
Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa ibadah itu
merupakan hak manusia kepada Allah dalam segala aspek yang didorong oleh rasa cinta
dan tauhid kepada Allah SWT.
Ibadah Sholat
Sholat adalah ibadah badaniyah yang terdiri beberapa ucapan dan perbuatan yang
dimulai takbir dan diakhiri dengan salam, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.
1. Kedudukan Sholat.
Sholat lima waktu disamping merupakan salah satu manisfestasi keimanan
seseorang juga merupakan perintah yang harus dikerjakan seseorang yang
beragama Islam. Untuk mengukur keimanan seseorang minimal dapat dilihat
dari kerajinan mengerjakan sholat.
73 Endang Syaifuddin Ashori, Kuliah Al Islam, Jakarta, Rajawali, 1984 , hal 90
74 TM Hasby Ash Shidiqqi, Kuliah Ibadah, Jakarta, Bulan Bintang,1989, hal 186
45
ةلَاَح نْ مِ اَم :م ص لا لوسر لَ اَق لاق هنع لّ ا يضر ةفي دح نعو
هُ هْ جَ و رُُ فَغْ يَ اًدجِ اسَ هُ اري نْ ا نْ مِ لّ ا لا يلا بّ حَ ا اهَ يْ لَعَ دُ بْ عَ لا نفكي
بِ اَرتّلا يِ ف نيربطلا ه اور) )

“ Dari Hudaifah RA berkata : Bersabda Rosulullah SAW tiadalah suatu
keadaan pada seseorang hamba yang lebih disenangi oleh Allah jika Dia
melihat hamba Nya kecuali hambanya keadaan bersujud, maka diampunilah
dosanya dan wajahnya tersujud tanah” (HR Thabrani)
75
Disamping itu sholat juga merupakan pangkal ibadah, sebagaimana sabda Nabi
Muhammad SAW sebagai berikut:
بُ سَ اَعيُ اَم لُ وّ اَا / هُ لَ حَ لِصَ تً عَ لصَ نْ اَف ةُ لصّ لا ةِ مَ اَيقِلا مَ وْ يَ دِ يْ عَ لا هِِ ب
رَ أِ اَس هِ لِمَ عَ رَ إِاَس دَ سَ فَ تْ دَ سََ فَ نَ اوَ هِ لِمَ عَ
“ Amal yang pertama kali akan dihisap bagi sesorang hamba dihari kiamat
adalah sholatnya, jika sholatnya baik maka baik pula segala amalnya yang
lain, jika sholatnya rusak maka rusak pula segala amal yang lain”.
76
Dari hadits diatas dapat dikatakan bahwa segala amal kebaikan seseorang bila
tidakdiiringi sholat tidak berarti apa-apa.
Kedudukan Sholat dalam Islam adalah bahwa kewajiban hamba kepada Allah,
bahwa sholat merupakan tiang agama garis pemisah antara kafir dan muslimin,
merupakan syarat untuk mencapai keselamatan, dan merupakan penjga iman seseorang.
Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah dalam Surat Ar-Rum ayat:31
75 Az Zakiquddin, At- Tharghib Wa Tarhib, I, Mesir, Musthafa Al Bab, 1993 M/ 1353H, hal 214
76 Jalaluddin As Suyuti, Al Jami’ush Shagir,(Thk) An-Nunitsik (tt) hal 112
46
ةَ ولصّ لا اومُ يْ قِ اوَ َهُ وقُتَاوَ هِ يْ لَاِ نَ يْ بِيْ نِمُ + نَ يْ كِ رِ شْ مُ لْا نَ مِ اوْ نُ وْ كُ تَلَ و
“ dengan kembali bertaubat kepada Nya dan bertaqwalah kepadaNya serta
dirikanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang
mempersekutukan Allah”.
77
Hikmah diulang – ulangnya sholat sehari semalam terdapat hikmah yang besar,
sebagai santapan sehat dan komplit untuk jiwa sebagai penjagaan dari melalaikan Allah
sebagai penyucian hati dan jiwa dari debu-debu materi. Tentang hal ini syeikhul Islam
Ad- Dahlawi berkata:
“Permasalahan dan program hidup umat tidak akan beres kecuali jika ada
perhatian dalam setiap kesempatan, sehingga pekerjaan menunggu, dan mempersiapkan
sholat termasuk dalam hukum sholat. Maka teralisirlah penguasaan banyak waktu jika
tidak menguasai seluruhnya.”
78
Shalat merupakan mira’j bagi orang yang beriman kepada Allah kesempatan
melapangkan ruhnya dan memerangi hatinya dan membersihkan jiwanya, sesuai dengan
Firman Allah SWT dalam surat An- Ankabut: 45
ە٭رِ كَ نْ مُ لاوَ ءِ اشَ حْ فَلا نِ عَ ىهَ نْ تَ ةَ ولَصّ لا نّ اِ ۴
“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan – perbuatan keji dan
mungkar”
79
Thoha : 14
٭َ یرِ كْ ذِ لِ ةَ وَ لَصّ لا مِ قِ أَو
“Dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.”
80
77 Depag RI,hal
78 Abul Hasan Ali An –Nadwa, Ibadah Shalat, Zakat, Puasa, Haji. Bandung, Per Risalah,1985,
hal 19
79 Depag RI, hal 635
80 Ibid, hal 477
47
Al- A’raf : 170
٭ ةَ وَ لصّ لا وْ مُ اَق أَوَ بِ تَكِ لاابِ نَ وْ كُ سّ مَ يُ نَ يْ ذِ لّا و َ ۰٧١
“Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-Kitab (taurat) serta
mendirikan sholat” ( Al – A’raf: 170)
81
Walaupun berpegang kepada Al Kitab menunjukannya kepada kewajiban
mengerjakan sholat yang merupakan keistemewaan tersendiri bagi mereka yang
mengerjakannya.
Dalam suatu riwayat yang menyebutkan bahwa sesunggugnya amal seseorang
hamba-hamba yang pertama-tama diperhatikan pada hakikat adalah sholat. Bila ternyata
sholat baik dan sempurna, maka diterima sholatnya mereka itu dan semua amalan lainnya
sebaliknya bila ternyata sholatnya masih kurang, maka ditolak sholatnya dan semua
amalan-amalan lainnya.
82
Seseorang mukmin yang hanya menyerahkan diri kepada Allah SWT, pasti
melaksanakan pokok-pokok kebajikannya dengan melaksanakan sholat suatu haq Allah
sendiri dan membelanjakan sebagian harta, suatu haq masyarakat yang melengkapi zakat
dan segala haq yang lain, baik berdasarkan wajib maupun sunnah. Sholat adalah suatu
rangka iman yang mendirikannya itulah mukmin yang benar, yang sungguh-sungguh
menegakkan perumahan Islam.
Kedudukan sholat diantara berbagai macam taat sholat terhadap difardhukan sejak
permulaan Islam pada ketika itu Nabi Muhammad SAW senantiasa melaksanakan sholat
sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Mukmin: 55
81 Ibid, hal 250
82 Imam Al-Ghozali, Ihya Ulumddin: Cahaya Di Belakang Shalat Khusu’, Terjemahan Drs
Rasihin Agami, Solo, CV Ramadhan,1988, hal 47.
48
رِ كَ بْ لِ وَ رّ شِ عَ لاِبِ كَ بَّرَ دِ مْ حَ بِ حْ بّسَ وَ
“Dan bertasbilah seraya memuji Tuhanmu pada waktu pagi dan petang”
83
Ibadah malam hari pada ketika itu hanya membaca Al-Qur’an setahun sebelum
hijrah, barulah difardlukan sholat lima kali. Seperti diketahui, bahwa tidak ada suatu
perintah yang dipentingkan oleh Al-Qur’an sebagai sholat sungguh Allah SWT sebagai
yang telah oleh Imam Ahmad telah membesarkan urusan sholat dan kَََedudukannya dalam
Al-Qur’an.
84
Kesimpulan yang dapat diambil dari hikmah sholat adalah sholat dapat
mnciptakan ketenangan jiwa sebagai sarana pembinaan moral yang tinggi dan yang
terakhir mengandung pendidikan disiplin.
2. Macam-macam Sholat
a. Sholat Fardhu
Yaitu sholat lima waktu dikerjakan dalam sehari semalam ditentukan
waktunya, yaitu:
 Sholat Shubuh, awal waktunya mulai terbit fajar sampai terbenamnya
matahari.
 Sholat Dhuhur, awal waktunya setelah cenderung matahari di
pertengahan langit, akhir waktunya bila bayang-bayang sesuatu telah
sama dengan panjangnya selain bayang-bayang ketika matahari
menungguk persis diatas ubun.
 Sholat Ashar, awal waktunya mulai habis dhuhur bayang-bayang
sesuatu telah panjangnya selain bayang-bayang ketika matahari diatas
83 Depag RI, hal 767
84 TM Hasby Ashshidiqi, Pedoman Sholat, Jakarta, Bulan Bintang, 1986, hal 46
49
ubun-ubun sampai terbenamnya matahari.
 Sholat Maghrib, awal waktunya mulai terbenamnya matahari sampai
hilangnya teja merah.
 Sholat Isya’, awal waktunya mulai terbenamnya teja merah sampai
terbitnya fajar .
85
3. Ibadah Puasa
Puasa menurut bahasa Arab menahan dari segala sesuatu seoerti menahan
tidur, menahan berbicara, menahan makan dan sebagainya. Sedangkan menurut istilah
agama Islam yaitu menahan sesuatu yang membukakan satu hari lamanya mulai tertib
fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat.
Ibadah puasa adalah rukun Islam yang keempat yang diwajibkan kepada para
muslimin untuk mengerjakannya. Sebagimana firman Nya dlam surat Al Baqarah : 183
نْ مِ نَ يْ ذلاّ ىَ لعَ بَ تِ كُ اَمكَ مُ ايَ صِ لا مْ كُ يْ لَعَ بَ تِ كُ اوْ نُمَ اَ نَ يْ ذِ لا اهيّاَ اَي
٭ نَ وقُ تّتَ مْ كُُُ لعّ لَ مْ كُ لِبْ قَ ۱۸۳
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian
bertaqwa”.
86
Berdasarkan ayat di atas, maka ada beberapa golongan yang mendapatkan keringan
dan bebas dari kewajiban puasa itu adalah:
a. Orang sakit dan orang yang dalam perjalanan golongan ini dibebaskan dari wajib
puasa selama sakit atau selamamusafir. Akan tetapi mereka diwajibkan mengganti
puasa sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari lain.
85 H. Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, Jakarta, Attahiriyah, Cet ke 17 tt, hal 71-72
86 QS Al Baqaroh, (2), : 183
50
b. Perempuan dalam keadaan haidl (menstruasi), perempuan hamil dan perempuan
menyusui anak, tetapi mereka harus menqadho hari-hari mereka yang tidak
berpuasa atau mereka membayar fidyah bagi kedua golongan yang terakhir ini.
c. Orang tua yang sudah lanjut umur tiada kuasa lagi berpuasa.
d. Orang sakit yang tidak harapan lagi sembuh dari sakitnya.
87
Jadi orang yang meniggalkan puasa di bulan Ramadhan dengan sengaja tanpa
halangan, yakni yang tidak ada termasuk dalam kategori yng telah disebutkan diatas,
orang itu di pandang melakukan pelanggaran besar atau mereka dapat dikatakan tingkat
pengalaman ibadahnya rendah atau sebaliknya jika orang tidah mudah meninggalkan
puasa selama tidak ada halangan yang dibolehkan, berarti tingkat pengalaman ibadahnya
tinggi.
1. Macam-macam Puasa
 Puasa Wajib, ibadah puasa Ramadhan, puasa kafarat, dan puasa
Nadzar.
 Puasa Sunnah, puasa ‘Asyuro’, puasa Arafah, puasa senin kamis, dan
puasa yang sederajat dengannya.
2. Yang diwajibkan puasa
 Orang Islam, baligh, dan berakal.
 Kuat dan sehat.
Cara berpuasa adalah bila kamu menyaksikan bulan Ramadhan
 Dengan melihat bulan
 Persaksian orang yang adil
87 Nasaruddin Razak, Dienul Islam, Bandung, Al Maarif, 1977, hal 44
51
 Menyempurnakan bulan sya’ban 30 hari apabila berawan
 Dengan hisab
 Maka puasalah dengan ikhlas niatmu karena Allah SWT
 Niatlah puasa sebelum fajar
 Kecuali bila kamu (wanita) sedang datang bulan atau sedang nifas,
maka berbukalah dan gantilah puasa pada hari yang lain.
 Bila mana kamu sedang menderita sakit atau berpergian, maka
bolehlah kamu meninggalkan puasa kemudian meninggalkan pada hari
yang lain, dengan puasa berturut atau berpisah-pisah.
 Dan bila puasa terasa berat bagimu karena tuamu.
 Sakit lama yang tidak sembuh-sembuh maka boleh berbuka, tetapi
berfidyah dengan memberi makan kepada orang miskin buat satu hari
satu mud. Begitu juga karena mengandung atau menyusui.
88
Adapun hikmah puasa adalah pertama bahwa puasa mencegahkan dan
meninggalkan. Dan dari puasa itu sendiri adalah rahasia. Tidak ada padanya perbuatan
yamg tidk terlihat sedang amalan-amalan nilainya adalah dengan di persaksikan dan
dilihat orang ramai. Dan puasa itu tiada yang melihatnya selain Allah Azza Wa Jalla.
Dari puasa adalah amalan pada batin dengan kesabaran semata-mata karena Allah. Kedua
puasa itu paksaan bagi musuh Allah SWT sesungguhnya jalan bagi setan dikutuk oleh
Allah dia kiranya ialah hawa nafsu.
89
2. Bentuk-bentuk pengamalan Agama Islam
88 H Endang Syaefuddin Anshori, Ilmu Filsafat dan Agama, Surabaya, PT Bina Ilmu,1987, hal
122
89 Himpunan Putusan Tarjih, Op Cit, hal 170
52
Dalam kehidupan Islam, iman merupakan dasar yang akan menentukan dan
memacarkan perbuatan-perbuatan yang baik seperti yang dikatakan Sayyid Sabiq bahwa
“Apabila aqidah (keimanan) itu baik maka baik pula seluruh kehidupan dan kedudukan.
Jika iman rusak semuanya itu akan binasa dan berantakan.
90
Untuk itu orang Islam dituntut bukan hanya beriman saja, akan tetapi juga bukti nyata
sebagai realisasi dari iman yaitu melaksanakan petunjuk-petunjuk dan perintah Nya,
menjauhi semua larangan Nya.
91
Bentuk-bentuk pengalaman agamadibawah ini merupakan bukti nyata dari
terwujudnya iman dalam bentuk praktek kehidupan sehari-hari:
1.Yang berkaitan dengan ibadah meliputi:
 Sholat
 Zakat
 Puasa
 Haji
 Thaharah.
92
Bentuk-bentuk pengalaman diatas adalah persoalan yang berkaitan dengan urusan
akherat, yang dikerjakan diri pada Allah. Adapun perintah dan cara melaksanakannya
telah diatur oleh Allah melalui Rasul Nya. Dalam pembahasan ini penulis membatasi
pada pengalaman ibadah sholat fardhu dan puasa Ramadhan.
Bagi seseorang muslim sholat merupakan kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap
orang mualaf, karena sholat itu merupakan dasar dan fondasi,keimanan sesorang dalam
90 Sayyid Sabiq, Sumber kekuatan Islam, Salim Buhreisy dan Said Buhreisy, Surabaya, PT Bina
Ilmu, 1980, hal 61
91 Sayyid Sabiq, Nilai-nilai Islam., HMS Prodjodikoro, AMujab Mahali, dan Dalil Hamid,
Yogyakarta, Sumbangsih Offest, 1988, hal 43
92 Nasaruddin Rozak, Dienul Islam, Bandung Al Ma’arif, 1977, cet II, hal 177
53
Islam. Disamping juga sebagai alat pendidikan rohaniah manusia yang efektif, yaitu
mendidik kedisplinan dan hidup teratur, jika dilakukan secara kontiyu.
Firman Allah dalam surat
اًت وْ قُ وْ مَ اًبتَكِ نَ يْ نِمِ وْ مُ لاَ ىلَعَ تْ نَاَك ةَ ولصّ لا نّ اِ ةَ ولَصّ لا اومُ يْ قِ أَفَ
“Dirikanlah sholat ( sebagaimana biasa) sesungguhnya sholat itu adalah fardlu
yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
93
Hadits Nabi Muhammad SAW:
هُ عُ جِ ار أُ لْ نْ اَ مْ لَفَ ةً لَ صَ نَ يْ سِ مْ خَ ءِ ارَ سْ لِ ا ةَ لَيْ لَ ىِ تمّ أُ لَ عَ ل ضَ رَ فَ
ةٍ لَيْ لَوَ مٍ وْ يَ تِ كَ ىفِ اسً مْ خَ اهَ لَعَ جَ ىتَحَ فَ يِغحَ تَلِ هُ لَ اَسْ أَوَ
“Telah difardlukan Allah atas umatku pada malam Isra’ lima puluh sholat, maka
senantiasa saya kembali ke hadirat Ilahi, dan saya minta keringanan sehingga
dijadikan Allah lima puluh menjadi lima dalam sehari semalam.
94
2. Yang berkaitan dengan akhlak, yaitu:
 Akhlak manusia kepada kholik
 Akhlak manusia kepada makhluk, baik makhluk bukan
manusia (flora, fauna, alam sekitar) maupun terhadap sesama
93 Depag, Op Cit, hal
94 Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, Bandung, Sinar Baru, 1990, cet XXIII, hal 71
54
manusia (diri sendiri, keluarga, tetangga, masyarakat)
95
.
Dalam bentuk pengalaman agama yang bekaitan dengan akhlak sangatlah luas yaitu
terdapat pada seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia baik yang berhubungan
dengan penciptanya maupun terhadap sesama ciptaan Nya.
Budi pekerti yang baik merupakan pengikat persatuan dan kesatuan yang kuat dalam
kehidupan manusia didunia. Rasa senasib dan sepenagangguan akan terwujud dalam
kepentingan dan memelihara ketentraman hidup bersama, karena akhlak atau budi pekerti
nilai kepribadian manusia sebagai manifestasi dari sikap kehidupannya secara konkrit.
Farid Ma’ruf Noor menyatakan:
“….agama Islam itu sendiri pada prinsipnya adalah merupakan landasan hidup manusia
agar memiliki akhlak yang baik dan mulia, baik akhlak yang dihadapkan Allah sebagai
khaliq yang dihadapkan terhadap sesama manusia bahkan terhadap sesama makhluk.”
96
Dalam kaitannya dengan akhlak terhadap manusia Islam menetapakan untuk
senantiasa taat dan patuh serta berlaku hormat kepada orang tua, bahkan anak dilarang
keras membantahnya apalagi membentak hingga menyakitkan hatinya.
Hal demikian difirmankan oleh Allah dalam surat Al Isro’: 23-24
دحَ ارَ بَكِ لْا كَ دَ نْ عِ نّ غَ لبْ يَ امّ اِانًاسَ حْ اِ نِ يْ دَ لِ اوَ لْابِ هُ اََياِ لّ ا آوْ دُ بُعْ تَ لَ اَ كَ بّرَ ضَ قَ وَ
٭ امً يْ ركَ لً وْ قَ امَ هُ لّ لْ قُ وَ امَ هُ رْ هَ نْ تَلَ وّ ّفاُ آمَ هُ لّ ْ لقُتَ َلفَ امَ هُ لَكِ وْ اَ آمَ هُ ٣٢
ىْ نِيَبّرَ امَ كَ امَ هُ مْ حَ را ب ّ رّ لْ قُوَ ةَِ مَ حْ رّ ل ا نَ م ّلِ ذّ لا حَ انَجَ امَ هُ لَ ضْ فِخْ اوَ
٭ارً يْ غِ صَ ٤٢
“ Dan Tuhanmu telah memerintahkan kamu sepuya jangan menyembah selain Dia
95 Endang Saifuddin Anshari, Wawasan Islam, Bandung Pustaka,1982, cet III, hal 26
96 Farid Ma’ruf Noor, Dinamika dan Akhlak Dakwah, Surabaya, Bina Ilmu, 1981, cet I, hal 54
55
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dan sebaik-baiknya. Jika salah
seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam
pemeliharanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya
perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada
mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua
dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah wahai Tuhanku, kasihilah mereka
keduanya sebagaimana mereka mendidik aku waktu kecil”.
97
Masih dalam lingkup akhlak terhadap sesama manusia disamping taat dan patuh
pada orang tua dan guru, maka hubungannya antara sesama pelajar pun masuk dalam
pembahasan ini, karena didalam usaha untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah yang baik
dalam siswa tentunya menjadi satu rangkaian pula bahwa pergaulan antara sesamanya
pun sangat perlu diperhatikan. Terlebih dalam hal berkawan atau memilih teman serta
kesetiakawanan.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman agama Islam
 Faktor lingkungan keluarga
Keluarga merupakan tempat persemaian tumbuhnya generasi muda yang
diharapkan dapat mengganti generasi tua, pemegang kendali nilai moral
agama dan Negara. Pengaruh keluarga amat besar pada proses
pertumbuhan, perkembangan dan pengembangan potensi serta
pembentukkan kepribadian anak sehingga menjadi anak yang sholeh.
Disamping keluarga adalah pelaksana pertama dan utama bagi pembentuk
pribadi anak yang agamis.
Orang tua sebagai orang terdekat sekaligus penanggung jawab dalam
pendidikan keluarga, harus tahu perkembangan jiwa anak terlebih pada
masa remaja menuju kedewasaan karena secara psikologis pada masa itu
97 Al-Qur’an dan terjemahannya, Op Cit hal 427
56
banyak mengalami kegoncangan hal mana dorongan dalam dirinya dirasa
tidak sesuai dengan keadaan yang ada pada dirinya. Dalam hal seperti ini
ajaran dan ketentuan agama sangat dibutuhkan untuk mengembalikan
jiwanya pada ketenangan dan kestabilan.
98
 Faktor lingkungan Sekolah
Pergaulan anak dengan orang lain (diluar lingkungan keluarga) terutama
teman-temannya telah banyak menambah pengamalan agama dalam
kehidupan, karena perhatiannya terhadap agama juga banyak dipengaruhi
oleh teman-temannya.
99
Lingkungan sekolah, dimana anak mendapatkan ilmu pengetahuan yang
akan memupuk kecerdasan dan pengembangan bakatnya.
 Faktor Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat dimana keluaraga tinggal ikut mempengaruhi
pengamalan agama anak yang bersangkutan, karena pergaulan anak di
masyarakat akan lebih banyak menyita waktu, misalnya melalui kelompok
bermain , kelompok belajar atau yang lain, jika hal itu tidak mendapat
perhatian dari masyarakat sekitar dengan baik, mengenai didikan dan
pengetahuan agamanya. Sementara didikan agama dari dalam keluarga
dan disekolah pun sangat terbatas dan sesekali, maka tidak mustahil jika
jiwa pertumbuhan dan peerkembangan keagamaan anak akan sangat
minim lain hal nya jika pengetahuan agama lebih terjamin dengan baik
demikian pula di sekolah, serta dalam pergaulan masyarakat akan sangat
98 Dr Zakiyah Drajat, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta, Bulan Bintang 1990, Cet XII, hal 137
99 Ibid, hal 46
57
mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak atau siswa, maka
tingkat pemahaman dan pengalamannya dalam melaksanakan ajaran
agama lebih nampak dan lebih dan lebih terjamin.
Dengan demikian lingkungan yang ada, baik dalam keluarga, sekolah dan
masyarakat dimana anak tinggal dan bergaul kan sangat berpengaruh
dalam pendidikan dan pengamalan agama bagi anak yang bersangkutan.
 Faktor Ekonomi
Selain faktor pendidikan dan sosiologis, didalam membentuk membentuk
kepribadian dan sikap beragama seseorang, maka pengaruh ekonomi tidak
begitu saja dapat di lepaskan, ekonomi merupakan satu hal sangat penting
bagi manusia didalam memenuhi kebutuhan hidup, bahkan juga
mempengaruhi keagamaan seseorang. Bahkan Mukti Ali pernah
berpendapat:
“ Suatu yang tidak bisa di pungkiri,bahwa tidak jarang karena kekurangan
dan pemikirannya seseorang mau terpaksa meninggalkan agama; memang
kefakiran dekat sekali kepada kekafiran”.
100
Didalam kenyataan banyak kita lihat bagaimana mereka saudara kita yang
lemah ekonomi menjadi sasaran empuk bagi agama lain,yang
menggunakan materi sebagai umpan mereka. Banyak mereka terjebak
dengan misi, ini karena iman mereka masih dangkal dan lemah. Akan
tetapi tidak sedikit diantara mereka yng berhati – hati dengan hal semacam
ini. Jadi faktor ekonomi ini erat hubungan dengan masalah pendidikan,
khususnya pendidikan agama, sebab apabila seseorang sejak kecilnya
sudah tertanam didalam jiwanya rasa keagamaan yang kuat dan berurat
100 Mukti Ali, Faktor-faktor Penyiaran Islam, Yogyakarta, Yayasan Nida, 1971, hal 13
58
akar dan tempat pendidikannya menunjang maka mereka tentu tidak akan
mudah terpengaruh dengan hal ini, demikian juga sebaliknya orang-orang
yang terpenuhi bidang ekonominya bahkan bisa dikatakan telah cukup, ia
juga bisa lalai dengan kewajiban agamanya. Dikarenakan limpahan harta
dan mereka terbuai dengan kekayaan yang telah mereka miliki dan
mengabaikan kewajiban – kewajiban nya selaku makhluk Allah SWT. Hal
ini menujukan adanya pebgaruh ekonomi terhadap sikap dan kepribadian
seseorang.
 Faktor Psikologi
Manusia didalam menjalani hidupnya tidak selamanya berjalan mulus,ada
kalanya tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, sering ia terbentuk
dengan penderitaan, kesedihan, kekecewaan, kegagalan dan sebagai
berikutnya.
Kondisi psikologi semacam ini terkadang bisa membuat manusia
tergoncang jiwanya, frustasi dan putus asa yang berkepanjangan. Wal
hasil aktifitas-aktifitas hidupnya dapat terganggu karena nya mungkin
kondisi semacamnya ini di sebabkan kegagalan seseorang dalam mencapai
cita-cita, pecahnya kehidupan berumah tangga, ditinggal mati orang yang
dia cintai dan sebagainya, maka seorang muslim dituntut bersikap tawakal
dan tabah dan seketika itu juga harus ingat pada Allah seraya memohon
petunjuk dan pertolongan Nya, sehingga mereka tidak akan berlarut dan
terbawa dengan kesedihan yang akan membawa pengaruh dan dampak
yang sifatnya negatif.
59
Murtadha Muttahari mengatakan bahwa akibat kehidupan kontemporer
yang bersumber pada ketiadaan agama adalah dengan meningkatnya
penyakit syaraf dan psikologis.
101
Dengan demikian semakin jelaslah bahwa hubungan antara psikis dan
tingkat keagamaan seseorang erat kaitannya, didalamnya jiwa yang damai
dan tenang sangat memungkinkan seseorang akan semakin tekun dalam
mengamalkan perintah agamanya sebaliknya orang yang tidak sungguh-
sungguh didalam mengamalkan ajaran agamanya, dan dangkal imannya ia
di mungkinkan mudah tergoncang jiwanya.
Selain pengamalan agama Islam juga memerintahkan kepada setiap muslim
untuk menuntut ilmu mempergunakan akal yng diberikan Allah dengan cara membaca
segala sesuatu yang ada di alam. Perintah untuk menuntut ilmu ini termaktub dalam surat
Al- Alaq 1-5:
OQN4¥,¬, 5²0¯\, 6³/Ú[+¥,¬,sOPN+¥,¬,s5Â9x«[+©0^+y/ = o
±6 \0^Õ+z6¤/[ o
OSN/±,¬,¤6«\0^+±,¬, Ð/x:«[ORN- =
®+z6§+Ú[+©;^+y+¼Ç+z6£/[
OTN5±,¬6 ,Ã5±,«\,¯+²\, 0³/Þ[+±:¬, o o =
“ 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, 2. Dia yang
mencipatakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang
Maha Pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. 5. Dia
101 Murtadha Muttahari, Perspektif Al-Qur’an tentang Manusia dan Agama, Bandung, Mizan,
1990, hal 92
60
mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya. “
102
Pada ayat tersebut manusia di perintahkan untuk membaca. Adapun membaca
tersebut dapat digolongkan : membaca tulisan, membaca alam dan membaca pengamalan
yang telah lalui
Bila manusia ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akherat maka ia hendaklah
mempunyai ilmu berdasarkan hadits:
/¹6Ä,¬, , +º+z0n+Ú[+u[+y+[5²,¯+¼ G/ o s
±6¬0 «\0^/¹6Ĭ, , ;v¬[+y+[5²,¯ o o s
J±6¬0 «\0^/¹6Ä,¬, , +\¯.·+y+[5²,¯¼ G/±6¬0 «\0^ o o s o
“ Barang siapa ingin dunia hendaknya ia berilmu, dan barang siapa ingin akhirat
hendaklah ia berilmu, barang siapa inginkan keduanya maka hendaklah ia
berilmu.”
103
102 Al-Qur’an, Op Cit hal,1079
103 Prof Dr Umar Muhammad Al Taumy Al Syaibany, Falsafah Pendidikan Islam, alih bahasa
Dr Hasan Langgung, Jakarta: Bulan Bintang,1979
61
G. Metode Penelitian
A. Metode Penelitian
Adapun metode yang kami gunakan penelitian ini adalah
1. Metode Penentuan Subyek
Yang dimaksud dengan metode penelitian subyek penelitian adalah
untuk mengetahui siapa-siapa yang akan menjadi subyek dalam
penelitian, sebagai sumber data ini penelitian ini adalah:
a. Kepala sekolah dasar Muhammadiyah
Suronatan Yogyakarta.
b. Guru Agama Islam kelas IV, V, VI sekolah dasar tersebut.
c. Siswa kelas IV,V, VI sekolah dasar tersebut.
2. Objek Penelitian
Yang dimaksud objek penelitian adalah apa yang menjadi titik
perhatian suatu penelitian.
Sedangkan objek yang dimaksud dalam penelitian disini adalah orang tua anak
dan anak SD Muhammadiyah Suronatan Kelas IV,V,VI.
B. Metode Pengumpulan Data
Yaitu cara untuk mengumpulkan data atau keterangan dalam suatu
penelitian. Data yang diambil harus sesuai dengan persoalan yang akan
dibahas yaitu data-data yang akan hubungan dengan penelitian tersebut.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
104
104 Sutrisno Hadi, Metodologi Research II, Yogyakarta, Andi Offset, 1989 hal 136
62
1.Interview atau Wawancara.
Metode Interview adalah sebagai suatu proses tanya jawab lisan dalam mana dua
orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik yang satu dapat melihat yang lain dan
mendengarkan suaranya.
105
Jenis wawancara yang penulis gunakan adalah wawancara bebas, dalam pengertian
penulis hanya pokok-pokok masalah yang akan dipertanyakan dalam wawancara akan
penulis lakukan kepada kepala sekolah dasar Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta,
Guru Agama Islam IV, V, VI, yang mengajar di sekolah dasar, siswa kelas IV, V, VI,
untuk mendapatkan data mengenai:
1. Sejarah berdiri dan perkembangan sekolah dasar Muhammadiyah
Suronatan Yogyakarta.
2. Pandangan kepala sekolah tentang peranan orang tua dalam memotivasi
anak tentang pengalaman agama di sekolah dasar tersebut.
3. Peranan guru agama dalam memotivasi anak didiknya dalam
mendapatkan pengalaman agama di sekolah dasar tersebut.
4. Hal-hal yang mendorong maupun penghambat dalam memotivasi anak
dalam mendapatkan pengalaman agama disekolah dasar tersebut.
2. Metode Observasi
Sebagai metode ilmiah observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan
pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki.
106
105 Winarno Surachmad, Dasar dan Tehnik-tehnik Research, Bandung, Tarsito, 1975, hal 23
106 Ibid, hal 206
35. Winarno Surachmad,Op Cit, hal125
63
Jadi observasi adalah metode pengumpulan data dengan jalan pengamatan dan
pencatatan secara langsung dan sistematis terhadap gejala-gejala yang diselidiki.
Jenis observasi yang penulis pergunakan dalam penulisan ini adalah observasi non
partisipan, yaitu peneliti tidak ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh
obyek yang diobservasi. Ini dilakukan untuk menghindari adanya tingkah laku yang
dibuat-buat karena mengerti sedang diobservasi. Jika hal itu terjadi, maka data diperoleh
kurang menyakinkan. Adapun metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data
tentang aktifitas pelajaran agama adapun aktifitas itu seperti sholat berjama’ah, mengaji
disekolah tersebut. Observasi ini juga digunakan dalam rangka melengkapi data-data
yang ada.
3. Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah sebagai laporan tertulis dari suatu peristiwa itu yang ditulis
dengan sengaja untuk menyimpan atau memasukkan keterangan mengenai
peristiwa tersebut.
107

Kedudukkan metode dokumentasi dalam penelitian ini adalah sebagai metode
primer, karena memperoleh kedudukkan utama jika dibandingkan dengan metode-metode
yang lain. Dalam hal ini penulis mengambil dokumen-dokumen yang ada sangkut
pautnya dengan data yang dibutuhkan seperti struktur organisasi, sejarah berdirinya, dan
lain-lainnya.
4. Metode Angket
Metode angket ini penulis untuk memperoleh data atau informasi dari siswa
dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang dirinya yang ada pengamalan
agamanya disamping juga tentang kondisi keberagaman orang tuanya.
Menurut Sursimi Arikunto angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis
107
64
yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya atau hal – hal yang ia ketahui.
108
C. Metode Pengolahan Data
Setelah semua data terkumpul, langkah selanjutnya adalah penganalisaan dan
pengolahan data. Oleh data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif,
maka metode yang digunakan :
Data kualitatif adalah penulis menyajikan data kemudian menganalisa dalam bentuk
kata-kata kalimat. Dalam hal ini penulis menggunakan metode:
a. Metode Induktif
Yaitu suatu metode yang berupa proses penarikan kesimpulan umun dari
faktor-faktor, peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus.
b Metode Deduktif
Yaitu metode yang bertitik tolak dari pengetahuan umum itu untuk menilai
kejadian yang bersifat khusus.
109
D. Metode Analisis Data.
Yang dimaksud dengan metode analisa data suatu usaha yang ditempuh untuk
memberikan interpretasi terhadap data yang diperoleh dari hasil pengetahuan yang telah
masuk seleksi dan tersusun dalam suatu rangkaian tertentu.
Metode analisia kualitatif adalah menganalisa data dengan penggambaran kalimat
yang teratur, sehingga mudah dimengerti makna dan yang terkandung didalamnya.
Sedangkan untuk mengolah data atau menganilisa data yang sifatnya kuantatif
menggunakan analisa statistik sederhana dengan formasi:
108 Suharsimi Arikunto, Prosedur dan Penelitian Suatu Pendekatan Praktek , Jakarta, Bina
Aksara, 1996, hal 120
109 Sutrisno Hadi,Metologi Research I, Yogyakarta, Yasbit Fakultas Psikologi UGM, 1980 hal 49
P = F
N x100%
65
Keterangan:
P = Angka Persentasi
F = Frekunsi yang sedang dicari persentasenya
N = Number Of Cheses ( Jumlah frenkuensinya ataunya banyaknya
individu)
110
. Dari angket yang sebar 214, sedangkan yang kembali 205, dari seluruh siswa
sebanyak 214 siswa, jadi yang tidak kembali ada 9 angket.
Rumus ini di gunakan untuk mencari persentase dari hasil penyebaran angket siswa,
baik untuk mengetahui pengamalan ajaran Islam , siswa maupun kondisi kehidupan
beragama orang tuanya.
110 Ibid, hal 42
66
H. SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Sistematika pembahasan yang akan disajikan dalam skripsi ini secara utuh adalah
sebagai berikut: sebagai langkah awal dari skripsi ini masih merupakan sisi formalitas
yang harus diperhatikan sebagai syarat keabsahan diterima skripsi ini sebagai suatu karya
tulis ilmiah. Ini terdiri dari halaman judul, halaman nota dinas,halaman pengesahan,
halaman motto, halaman daftar isi, halaman tabel.
Selanjutnya bagian isi yang meliputi empat bab yang terdiri dari bab satu yang berisi
pendahuluan. Dalam bab ini terkandung latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
dan kegunaan penelitian, kerangka teoritik, metode penelitian , dan sistematika
pembahasan.
Bab dua penulis cantumkan gambaran umum lokasi penelitian yang berisi gambaran
umum SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta meliputi Letak geografis, sejarah
singkat dan perkembangan, struktur organisasi, keadaan karyawan dan guru, keadaan
siswa serta sarana dan prasarana.
Bab tiga tentang peranan orang tua terhadap motivasi anak tentang pengamalan
agama, terdiri dari bentuk-bentuk upaya pembinaan keberagamaan, kondisi kehidupan
beragama di lingkungan keluarga siswa dan pengamalan agama islam siswa.
Bab empat penutup, terdiri dari kesimpulan, saran-saran dan kata penutup sebagai
tanda syukur kepada Allah SWT, yang telah memberi kesehatan, rahmat, serta petunjuk
atas selama penulisan skripsi ini.
Bab terakhir dari skripsi ini adalah memuat daftar kepustakaan , lampiran-lampiran,
67
serta riwayat hidup.
BAB II
GAMBARAN UMUM
a. Letak Geografis
SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta, yang terletak didaerah Suronatan,
tidak jauh dengan jantung kota Yogyakarta. SD Muhammadiyah Suronatan berbatasan
langsung dengan rumah-rumah yang ada daerah Suronatan, sebelah barat berbatasan
dengan kampung Kauman, sebelah Timur berbatasan dengan kampung Notoprajan,
sebelah utara berbatasan dengan jalan KHA Dahlan Yogyakarta.
b. Sejarah Singkat Berdiri SD Muhammadiyah Suronatan
Pada masa penjajahan Belanda, dimana masa itu bangsa Indonesia mengalami
masa yang sulit untuk mendapatkan pendidikan, karena hanya orang-orang tertentu saja
yang bisa memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Terdorong oleh
keadaan tersebut maka salah satu putera bangsa pada saat itu KHA Dahlan, telah
memberanikan diri untuk memberikan kesempatan, kepada anak bangsa untuk merasakan
dunia pendidikan.
SD Muhammadiyah Suronatan berdiri sejak tahun 1918 merupakan salah satu
sekolah yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan yang diberi nama Standard School.
Pada awal berdiri sekolah hingga tahun 1973 para siswanya putra semua, pada tahun
1974 para siswanya putra- putri sampai sekarang.
111

Menyikapi perkembangan dan tuntutan zaman SD Muhammadiyah senantiasa
111 Wawancara dengan kepala sekolah SD Muhammadiyah Suronatan , tanggal 6-Agustus 2003,
jam 09.30 WIB
68
melakukan pembenahan dan pembangunan. Baik pembangunan fisik maupun
peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.
Saat ini SD Muhammadiyah Suronatan sedang giat melaksanakan pembangunan
gedung sekolah berlantai tiga dan dikerjakan dalam tiga tahap.
Berkat kerja keras, ketekunan, keikhlasan serta kerjasama yang baik dari pihak-
pihak terkait, maka out put sekolah ini makin dapat dibanggakan. Animo masyarakat
untuk menyekolahkan anaknya di SD ini makin meningkat.
112
c. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi merupakan suatu bagan tatanan dalam suatu lembaga atau
badan atau perkumpulan tertentu, dalam menjalankan roda organisasi untuk itu
diperlukan struktur organisasi yang mapan dalam menjalankan tugas dan tujuan
pendidikan yang dicita-citakan, agar tidak terjadi kekacauan dan ketimpangan dalam
tugas.
Struktur organisasi yang ada di SD Muhammadiyah Suronatan adalah merupakan
struktur organisasi dimana merupakan rentangan kekuasaan kepala sekolah, dimaksudkan
sebagai pembagian tugas dan tanggung jawab bersama seluruh personil yang terlibat
dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran.
112 Dokumen SD Muhammadiyah Suronatan tahun 2003
PCM Ngampilan Dinas P dan P Kota Yogyakarta
Komite Sekolah Kepala Sekolah
Tata usaha Bendahara
Waka II Waka I Waka III
Guru Guru Guru
Satpam Karyawan
M U R I D
69
Tabel 1 Struktur Organisasi
SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta
113
113 Dokumen Sekolah, 17 Maret 2004
70
Keterangan:
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngampilan : Drs Sunari.
Dinas P dan P Kota Yogyakarta : Drs Sugito, MSi
Kepala Sekolah : Kismadi, S.Pd
Komite Sekolah : Ahmad Husein, SE
Wakil Kepala Sekolah Bid Kurikulum : Supiyani, Ama, Pd
Wakil Kepala Sekolah Bid Keuangan : Martini, S.Pd
Wakil Kepala Sekolah Bid Permuridan : Repi Sardiyah
Tata Usaha : Sumardjono, S.Pd
Bendahara : Dwi Budi Ningsih, S. Ag
d. Sarana dan Prasarana
Fasilitas yang ada di SD Muhammadiyah meliputi:
1. Lingkungan sekolah cukup kondusif: bersih, sehat, indah, nyaman, dan Islami.
2. Terletak di tengah kota, mudah dijangkau dengan kendaran umum
3. Disediakan mushalla sebagai pusat kegiatan ibadah dan keagamaan
4. Ada warung sekolah, sehingga makanan lebih terjamin.
5. Ruang Lobaratium dan Laboratium Komputer.
6. Pembinaan siswa berbakat
7. Tersedia perpustakaan yang cukup lengkap
8. Pelayanan tabungan sekolah
9. Gedung dan ruang kelas cukup representatif untuk belajar, tenang, sejuk.
71
10. Pelayanan kesehatan siswa.
114
BAB III
HASIL DAN PENYAJIAN
PERANAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI ANAK
TENTANG PENGALAMAN AGAMA
A. Pembinaan Kehidupan Beragama
Kegiatan pendidikan agama Islam dilaksanakan di SD Muhammadiyah Suronatan
merupakan pengembangan dari ciri khas keagamaan Islami yang melekat pada lembaga
pendidikan ini
Adapun strategi pelaksanaan ciri agama Islam yang pelaksanaan penyampaian
materi agama ini berpaduan pada garis-garis program pengajaran, merupakan perpaduan
kurikulum Depdiknas dan Kurikulum Persyarikatan Muhammadiyah.
Guru yang diberi tanggung jawab untuk memberikan pengajaran agama kelas I,
II, III dengan model guru kelas masing-masing. Untuk kelas IV A Bapak Subarjo, IV B
Ibu Supiyani, Kelas VA Ibu Sudarsih, VB Bapak Sumardjono, VI A Bapak Hartoyo, VI
B Bapak Zabidi.
115
Adapun metode pengajaran yang digunakan metode bergantian sesuai dengan
cukup bervariasi menggunakan metode bergantian sesuai dengan materi yang
disampaikan. Diantaranya metode ceramah, tanya jawab, demontran crill( latihan) dan
pemberian tugas. Namun dari berbagai menurut para guru metode yang paling sering
114 Ibid
115 Wawancara dengan Kepala Sekolah tanggal 06 Agustus 2003
72
dipaakai adalah metode ceramah yang dikombinaikan tanya jawab.
116
Disamping usaha yang berkaitakan secara langsung dengan materi ajar pengajaran
agama Islam dikelas ( kegiatan intra kuriluler) Sekolah Dasar Suronatan Muhammadiyah
Yogyakarta juga menciptakan suasana keislaman dilingkungan sekolahan.
Suasana keagamaan ini direalisasikan diantaranya dalam bentuk simbol-simbol
keislaman yakni:
 Berkaitan dengan pakaian, SD Muhammadiyah mewajibkan setiap
individual baik guru maupun murid untuk berbusana muslim.
 Tata ruang, dalam hal ini diwujudkan dengan cara meletakkan gambar-
gambar dan kaligrafi tulisan ayat-ayat Al-Qur’an terutama yang berkaitan
dengan keutamaan belajar disemua ruangan kelas dan penulisan basmalah
diatas papan tulis.
117
Hal ini diatas dilakukan dengan harapan semua anak didik mendapatkan suasana
agamis, disamping pula itu SD Muhammadiyah Suronatan juga mempunyai musholla
yang dibangun oleh KH Ahmad Dahlan yang dahulu dipakai sholat jama’ah sholat
dhuhur, tetapi dengan anak didik yang begitu banyak sehingga mushola tersebut tidak
dipergunakan.
Upaya lain dengan pembinaan kehidupan beragama pada siswa adalah penciptaan
suasana keagamaan berupa kegiatan . Adapun bentuk- bentuk keagamaan yang
dilaksanakan adalah sebagai berikut:
116 Hasil observasi tanggal 01 Oktober 2003
117 Hasil Observasi tentang nuansa keagamaan di SD Muhammadiyah Suronatan, tanggal 20
Oktober 2003
73
 Membiasakan do’a bersama.
Ketika memulai dan sesudah selesai belajar mengajar. Hal ini dilakukan
sebagai upaya membimbing siswa untuk selalu dekat dengan Allah SWT
karena berdo’a berharap dan memohon kepada Allah untuk mengabulkan apa
yang menjadi harapan atau keinginannya, dan setelah mendengar suara azan
dhuhur.
 Melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah
Kegiatan ini biasanya dilakukan pada jam istiharat kedua yakni jam 11.15-
11.30. Adapun tempat pelaksanaan di masjid At- Tahkim dan masjid At –
Taqwa yang berjarak tidak jauh dengan sekolahan. Namun kegiatan karena
alasan tempat dan waktu bapak kepala sekolah hanya diwajibkan bagi siswa
III, IV, V, VI yang memang mendapatkan pelajaran tambahan sampai sore.
 Peringatan hari-hari besar Islam
Kegiatan hari-hari besar tidak seluruhnya diperingati SD Muhammadiyah
Surontan. Hanya peringatan tahun baru Islam (Muharam) dan Nuzulul Qur’an
yang biasanya diperingati untuk kegiatan peringatan atau muharam selalu diisi
ceramah keagamaan, sedangkan untuk peringatan hari besar lainnya tidak
dilakukan dengan alasan mayarakat sekitar juga sudah melaksanakan dengan
berbagai pengajian umum untuk pihak SD Muhammadiyah Suronatan hanya
memberikan anjuran pada siswa untuk mengikuti atau menghadiri berbagai
hari besar itu.
74
 Kegiatan semarak bulan Ramadhan
Kegiatan ini dilakukan untuk mengisi liburan sekolahan dan juga untuk
membiasakan diri pda anak didik untuk mengisi bulan Ramadhan dengan
kegiatan yang positif. Pelaksanannya bertempat di SD Muhammadiyah
Suronatan biasanya dimulai seminggu setelah Ramadhan dan diakhiri
seminggu menjelang Lebaran. Kegiatan ini wajib diikuti oleh siswa kelas.
Adapun isi kegiatan meliputi jama’ah sholat dhuhur, tadarus Al-Qur’an dan
buka puasa bersama. Untuk buka puasa bersama hanya dilakukan satu kali.
Untuk ceramah keagamaan agar tidak bosen selain diisi oleh para guru secara
bergantian juga mengundang para guru yayasan.
Selain berbagai upaya diatas menurut bapak kepala sekolah selalu diupayakan
pencipatan pergaulan yang baik didasari oleh rasa kasih sayang dan kekeluargaan antara
guru dengan guru, guru dengan siswa dan antara siswa sendiri.
Para guru dianjurkan untuk selanjutnya untuk selalu menjadi teladan yang baik
pada siswa karena keberadaannya, sikap dan tindakan atau perbuatannya selalu menjadi
modal atau contoh bagi siswa. Untuk melatih pergaulan yang baik antar siswa maka bila
ada yang teman yang sakit para siswa bersama seorang guru menegok kerumah siswa
tersebut. Dan berbagai upaya pembiasaan berakhlak karimah dalam pergaulan sehari-
hari seperti tolong menolong, menghormati para guru, meminta maaf bila berbuat salah
dan sebagainya. Hal ini dilakukan dengan harapan siswa menjadi terbiasa untuk
berakhlak yang baik dalam kehidupannya.
118
118 Hasil wawancara dengan Bapak Kismadi, tanggal 20 Oktober 2003
75
Hal ini di tegaskan oleh pihak sekolah dengan wawancara sebagai berikut:
“Setiap harinya untuk kelas satu sampai tiga jam 06.30-07.30, siswa belajar iqro’,
sholat dhuha, sampai sholat dhuhur berjama’ah setiap harinya untuk semua
kelas.”
119
Demikianlah berbagai upaya yang dilakukan oleh para guru dalam pembinaan
kehidupan beragama siswa baik melalui penciptaan suasana keagamaan baik yang
bersifat fisik, pergaulan maupun kegiatan baik yang bersifat ritual maupun sosial.
B. Kondisi Kehidupan Beragama di Lingkungan Keluarga Siswa.
Dari sudut pandang proses, pendidikan agama merupakan proses interalisasi,
pembentukkan dan pengembangan potensi individu melalui kegiatan interaksi pendidikan
antara guru, murid , bahan pengajaran dan lingkungan. Sehubungan dengan kenyataan
bahwa kenyataan bahwa pendidikan agama .Islam dipengaruhi oleh lingkungan peserta
didik, maka dengan sendiri keberhasilan pembelajaran pendidikan agama Islam yang
dilaksanakan SD Muhammadiyah Surontan sebagai pembentukan perilaku keagamaan
siswa akan dipengaruhi kondisi kehidupan masyarakat pada umumnya dan khususnya
kondisi kehidupan keluarga atau orang siswa.
Hal ini cukup beralasan karena frekuensi peserta didik lingkungan keluarga lebih
dari pada lingkungan sekolah. Terlebih pada usia anak SD dimana situasi sangat terikat
dengan lingkungan keluarga.
Oleh karena itu sebelum membahas lebih jauh tentang pengalaman ajaran agama
Islam pnting karenanya penulis menyajikan data tentang kehidupan beragama. Orang tua
sebagai penanggung jawab pendidikan siswa di keluarga. Karena bagaimanapun sikap
119 Hasil wawancara dengan Bapak Hartoyo,guru Agama Islam, tanggal 15 April 2004
76
orang tua terhadap pelaksanaan ajaran agama sangat mempengaruhi sikap anak didik
yang mendapatkan pembinaan dari sekolah. Bila orang tuanya secara konsisten
melaksanakan ajaran Islam kehidupannya dan mendorong untuk melakukannya akan
menimbulkan dampak positif bagi anak. Namum sebaliknya mereka cenderung tidak
melaksanakan kegiatan keagamaan secara sungguh-sungguh.
Data tentang kondisi keberagamaan di lingkungan keluarga siswa diperoleh
dengan metode angket sebagi metode pokok, metode observasi dan metode wawancara
sebagai cheching silang (cross cheek).
Hal yang menjadi titik tekan dalam mengungkap kondisi tersebut adaalah
mengenai tingkat keehidupan agama orang tua siswa yang dibatasi pada pengetahuan
agama, pengamalan ajaran agama dan pembiasan pendidikan agama dikeluarga, baik
dalam bentuk ajaran, anjuran, perintah, teguran dan pujian.
Berdasarkan data yang diperoleh baik melalui wawancara dan observasi langsung
di lapangan, orang tua SD Muhammadiyah Suronatan memiliki kesadaran yang cukup
baik akan pentingnya pendidikan agama bagi perkembangan anak yakni 196 orang tua
atau 88 %, selebihnya yakni 9 orang atau 21,5 % kurang memilliki kesadaran dan orang
tua lainnya cenderung memiliki sikap acuh tak acuh terhadap pendidikan keagamaan
putra-putrinya.
Para orang tua yang memiliki kesadaran cukup baik pada umumnya mereka
memiliiki pengetahuan agama yang cukup baik yang di dapat kan dari lembaga
pendidikan khusus seperti madrasah atau pesantern, dan bagi yang tidak, mereka rajin
menambah pengetahuannya dari kegiatan ceramah agama ( pengajian) yang mereka aktif
ikuti. Dari pengalaman ajaran agama bisa dikatakan cukup atau konsisten terutama
77
ibadah sholat dan puasa Hal ini menjadi teladan yang baik bagi siswa, karena menurut
kebiasaan orang tua akan diikuti oleh anak. Disamping itu secara umum, mereka juga
mempunyai kecendurangan mendorong untuk kemajuan pendidikan agama bahkan orang
tua yang senantiasa mengajak anak-anaknya untuk menjalankan ibadah dalam kehidupan
sehari-hari.
Sedangkan untuk selebihnya yakni 9 orang atau 22,5 % dari jumlah keseluruhan
oarng tua siswa kondisi kehidupan beragama didalam keluarganya cukup
memprihatinkan, mereka umumnya tidak mempunyai kesadaran terhadap pendidikan
agama anak-anaknya sehingga para orang tua ini cenderung bersikap acah tak acuh
terhadap keagamaan yang dilakukan anak baik sholat, puasa. Hal ini karena mereka
sendiri tidak mempunyai kesadaran menjalankan ajaran agama dalam kehidupan secara
konsisten. Dan berdasarkan pengamatan orang tua siswa tersebut tidak aktif mengikuti
yang diselenggarakan oleh masyarakat di lingkungan Suronatan Yogyakarta baik karena
alasan malas maupun karena alasan terlalu sibuk oleh pekerjaan.
Hal ini ditegaskan dengan wawancara dengan orang tua siswa, sebagai berikut:
“ Saya sebagai orang tua menkontrol gimana dalam menjalankan ibadah
nya,hanya saja memberikan kebebasan untuk dia, tapi itupun harus dikontrol, kalau tidak
nanti besarnya tidk memiliki dasar agama yang kuat.”
120
Demikianlah kondisi lingkungan kehidupan keluarga siswa baik ditinjau dari
ketaatan maupun kebiasaan yang mereka lakukan terhadap putra putrinya. Data tentang
kondisi agama dalam kehidupan siswa tersebut dipergunakan untuk mempertajam
analisis tentang pengalaman agama Islam siswa dalam kehidupan sehari-hari.
120 Wawancara dengan orang tua Siswa, tanggal 18 April 2004
78
C. Pengalaman Agama Islam Anak
Data tentang pengalaman ajaran agama di kalangan siswa SD Muhammadiyah
Suronatan dalam penelitian di himpun melalui metode observasi, baik di lingkungan
sekolah maupun siswa , wawancara guru dan para orang tua serta aktif sebgaimana
dijelaskan dalam bab pendahuluan bahwa aspek pengalaman ajaran agama Islam yang
dimaksud adalah pengalaman sholat dan puasa di Bulan Ramadhan.
1. Pengalaman Ibadah Sholat.
Ibadah sholat dalam ajaran sholat merupakan soko guru atau tiang agama Islam,
sehingga bila orang teguh dalam menjalankan sholatnya, maka berarti dia menjaga
agamanya dengan baik. Sebaliknya orang-orang yang mengabaikan sholat berarti telah
menghancurkan soko guru agama.
Berdasarakan pengamatan penulis, siswa-siswa di SD Muhammadiyah Suronatan
sudah dapat melaksanakan ibadah sholat secara tertib dalam hal gerakan-gerakan yang
ada dalam sholat dari takbiratul ikhram hingga salam. Adapun mengenai penguasaan
bacaan dalam sholat berdasarkan wawancara dengan guru agama, siswa kelas IV (enam)
mayoritas sudah dapat menghafal bacaan dalam sholat dengan baik. Hal ini dikuatkan
dengan hasil angket mengenai seberapa besar kemampuan siswa tentang hafalan do’a
dalam hafalan, mayoritas menjawab sudah hafal yakni 193 siswa atau 70 %, sedangkan
selebihnya mengatakan kurang hafal yakni 12 orang atau 30 % dari populasi.
Mengenai keaktifan mengerjakan sholat lima (5) waktu berdasarkan observasi di
lapangan dalam sehari semalam rata-rata siswa melakukan sholat. Namum dari segi
79
keaktifan cukup bervariasi. Untuk sholat dhuhur karena diharuskan oleh SD
Muhammadiyah Suronatan untuk ikut, maka hampir semua siswa aktif mengikuti sholat
berjama’ah di Masjid At- Taqwa dan masjid At – Takhim. Hampir ada 10 siswa atau 15
% yang sering membolos. Tetapi jika diketahui oleh giru biasanya langsung ditegur. Hal
ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi lagi.
Sedangkan tentang pelaksanaan ibadah sholat sholat, siswa diluar sekolah banyak
dipengaruhi oleh kondisi masyarakat dan kondisi keluarga siswa. Untuk sholat maghrib
dan Isya’ kebanyakan dari mereka megikuti. Hal ini karena terkondisikan tiap masjid atau
musholla mengadakan pengajian Al-Qur’an setelah sholat maghrib sehingga sebelum
maghrib mereka sudah berkumpul di musholla yang dekat rumah siswa untuk sholat
berjamaah bahkan beberapa ank yang datang mengumandangkan adzan. Berdasarkan
pengamatan ada sebuah langgar yang menjadi sentral ibadah subyek penelitian yakni
Langgar Pusaka. Sehingga kebanyakan sudah aktif melaksanakan sholat walaupun belum
teratur, pada umumnya mereka dalam sehari semalam sudah melakukan sholat 2-3 waktu,
bahkan dalam keluarga yang taat dari perhatian terhadap agama anaknya pelaksanaan
sholat subuh. Sehingga seringkali dibiarkan saja tidak sholat.
Berkaitan dengan sholat jum’at sebagai ibadah rutin mingguan menurut para
orang tua dan siswa sudah aktif melaksanakannya. Berdasarkan pengamatan penulis para
siswa cukup bersemangat melaksanakan sholat Jum’at yang bertempat di Masjid At-
Taqwa dan Masjid At- Takhim
121
Untuk mengetahui lebih rinci data tentang pengamaln ibadah sholat, siswa
sebagai data pelengksp untuk mengetahui informasi lebih detail dibawah ini penulis tabel
dari hasil tabulasi data item 1, 2 dan 3.
121 Hasil Observasi dan Wawancara dengan Guru dan Orang Tua siswa pada tanggal 21 Oktober 2003
80
Tabel 2
Hasil tabulasi dat Item No 1,2 dan 3
Pengamalan Ibadah Sholat Wajib 5 Waktu
Item Alternatif Jawaban F %
No 1 a.Ya, semua hafal
b. Kurang hafal
c. Tidak hafal
191
14
-
88
10
-
No 2 a. Aktif 5 Waktu
b. Kurang Aktif
c. Tidak Aktif
95
-
-
88
-
-
No 3 a. 3-4 Waktu
b. 2-3 Waktu
c. 1-2 Waktu
89
20
1
2,30
10,25
2,05
Sumber: Hasil angket siswa-siswi SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pengamalan ibadah sholat dalam segi
terampilnya sebagian besar menguasai yakni ada 95 siswa atau 88 % dari populasi.
Kondisi ini cukup menggembirakan karena penguasaan bacaan- bacaan do’a dalam sholat
unsur utama selain gerakan-gerakan didalam pengamalan ibadah sholat siswa. Dan
pelaksanaan sholat jama’ah di SD Muhammadiyah Suronatan diyakini memantapkan
siswa dalam menuaikan ibadah sholat. Nanum yang perlu juga mendapat perhatianadalah
adanya masih adanya siswa yang belum menguasai bacaan-bacaan sholat dengan baik
yakni 98 siswa atau 30 % responden. Oleh karena itu pihak SD Muhammadiyah
Suronatan sebaiknya mencari solusi untuk hal ini misalnya dengan membiasakan siswa
81
menghafal bacaan – bacaan do’a sholat 10 menit sebelum pelajaran di mulai. Selain
terampil melaksanakan kaifyah sholat juga siswa diharuskan mampu mengamalkan
dalam kehidupan sehari-hari. Dari jawaban responden mengenai keaktifan mengerjakan
sholat wajib 5 waktu sebagian siswa belum mengerjakannya secara teratur 5 waktu sehari
semalam. Terlihat dari tabel diatas mampu melaksanakannya 5 waktu secara rutin sudah
hampir mampu melaksanakannya 98 siswa atau 88 % saja, adapun siswa yang kurang
aktif sebagian besar melakukan sholat dalam sehari semalam hanya 2-3 waktu yakni 20
anak atau10,25 % dari 205 responden. Hal ini sesuai dengan pengamatan di mana siswa
kebanyakan aktif pada saat sholaat maghrib, Isya’ dan tentunya sholat dhuhur di
lingkungan sekolah. Dari sini dapat diketahui bahwa siswa belum mempunyai kesadaran
penuh untuk melaksanakan sendiri tanpa pengkoordinasikan dari luar dirinya, dan pihak
SD Muhammadiyah Suronatan sebaiknya merencanakan program sholat dhuhur
berjama’ah tidak hanya pada kelas VI saja tetapi untuk semua siswa, sehingga setelah
lulus mereka mempunyai pemantapan untuk melakukan sholat secara teratur, termasuk
juga upaya membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya pembiasaan ibadah
sholat pada anak karena bagaimana pengamalan ibadah sholat pelaksanaannya lebih
banyak di bulan Ramadhan lebih efektif jika orang tua sendiri yang secara langsung
memantau pelaksanaan ibadah wajib ini.
2. Pengalaman Ibadah Puasa
82
Puasa dalam istilah Agama artinya adalah menahan dari makan, minum mulai dari
waktu fajar sampai maghrib, karena mencari ridha Allah. Puasa dalam kehidupan anak-
anak merupakan upaya agar anak terbiasa menghayati kehidupan beragama sehingga
lambat laun kesadaran beragamanya berkembang kearah yang lebih baik.
Puasa disamping melatih anak untuk memiliki kepekaan sosial juga melatih
kejujuran. Karena dalam pelaksanaan ibadah puasa manusia bebas tidak ada pengawasan
dari luar kecuali dari Allah semata, tidak seorang pun yang dapat mengetahui secara
pasti apakah seseorang yang dapat mengetahui itu puasa atau tidak. Ini berarti bahwa
dengan berpuasa melatih diri anak-anak untuk jujur dalam pelaksanaan ibadahnya.
Berdasarkan dari wawancara dengan guru, sebagian besar siswa sudah dapat
melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan secara penuh selama sebulan. Hal ini
diketahui dari buku kegiatan Ramadhan yang selalu di bagikan bila bulan puasa tiba. SD
Muhammadiyah Suronatan juga berusaha mengkondisikan siswa mengadakan kegiatan
positif untuk mengisi bulan Ramadhan di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta.
Dukungan dari orang tua juga sangat besar berkaitan dengan pelaksanaan ibadah
puasa. Dalam keluarga yang kondisi keagamaan dalam kategori cukup baik, semua putra-
putrinya sudah bisa melaksanakan ibadah puasa secara penuh, bahkan menurut mereka
sejak kelas IV umur 10 tahun sudah bisa menjalankan secara konsisten bulan Ramadhan
tiba.
Adapun anak yang hidup di lingkungan keluarga yang taat mereka berpuasa lebih
karena dorongan para guru juga dukungan dari kondisi lingkungan masyarakat yang
agamis sehigga sebagian dari peserta didik dalam katogori keluarga yang sudah dapat
melaksanakan secara teratur. Rata-rata dari peserta didik yang tidak melaksanakan ini
83
berada di lingkungan keluarga yang acuh tak acuh terhadap pendidikan agama anak.
122

Kondisi intern juga karena kurangnya faktor keteladanan dari para orang tua terdapat
beberapa orang tua yang belum mampu melaksanakan puasa secara ajeg bahkan
berdasarkan infomasi yang penulis dapatkan ada yang tidak menjalankan puasa sama
sekali di bulan ramadhan. Tidak adanya faktor keteladanan dari orang tua sebagai figur
dan pendidik dalam keluarga mengurangi kesungguhan anak untuk menjalankannya,
walaupun dari mereka mengatakan tetap dorongan namun kenyataannya peserta didik
dalam katogori keluarga seperti ini belum dapat melaksanakan secara penuh. Karena
anjuran atau perintah buat anak-anak tidak cukup, harus ada figur yang lebih visual dapat
dijadikan idola yang akan lebih memantapkan pengamalan ibadah khususnya dalam hal
ini adalah puasa.
Untuk lebih memperkuat pemaparan data diatas, di bawah ini di cantumkan informasi
yang di berikan siswa melalui jawaban yang mereka berikan terhadap beberapa
pertanyaan mengenai pengalaman ibadah puasa.
Tabel 3
122 Wawancara dengan guru dan para orang tua pada tanggal 31 Dsember 2003
84
Hasil Tabulasi Untuk Item no 8 dan 9
Pengalaman Ibadah Puasa Siswa
Item Alternatif Jawaban F %
No 8 - Sebulan Penuh
- kadang-kadang
- Tidak Pernah Berpuasa
98
14
-
90
10
-
No 9 -1-5 hari
-6-10 hari
- Lebih 10 hari
5
4
3
45,45
36,36
18,18
Sumber: Hasil angket siswa-siswa SD Muhammadiyah Suronatan
Yogyakarta.
Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa 183 orang atau 90 % siswa yang menjadi
subyek penelitian sudah dapat melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Selebihnya yakni 14 orang atau 10 % menyatakan kadang-kadang sebenarnya sudah
menunjukan semangat melaksanakan puasa yakni 5 orang diantaranya atau 45,45 %
dalam sebulan hanya meninggalkan 1-5 hari saja, 4 siswa mengatakan 6-10 hari,
sedangkan yang menjawab lebih dari 10 hari terdapat 3 siswa atau 18,18 %. Walau pun
yang belum melaksanakan ibadah puasa secara penuh lebih kecil tetapi sebaiknya harus
menjadi perhatian baik oleh pihak SD Muhammadiyah Suronatan maupun orang tua
siswa yang bersangkutan langsung dengan tanggung jawab sebagai pendidik utama.
Hal ini ditegaskan dengan wawancara dengan seorang siswa sebagai berikut:
“Pengalaman yang saya bisa ambil adalah saya bisa menghargai waktu, kalo tidak
sholat seolah ada yang hilang,dan apabila tidak puasa saya akan malu dengan
teman-teman apalagi saya yang paling gede diwilayah sini. Dan ini akan
85
membuat saya ada bekal yang kuat bila saya nanti besar.”
123
Jadi peranan orang tua disini yang dimaksudkan adalah orang tua tetap
mengkontrol keadaan pengalaman kehidupan beragama sang anak, tetapi dengan cara
membebaskan sang anak, tetapi tetap di bawah pengawasan sang orang tua.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
123 Wawancara dengan seorang siswa, tanggal 18 April 2004
86
1. Motivasi anak dalam menghadapi pengalaman beragama adalah
a. Karena disuruh oleh orang tua.
Hal ini menuntut kesadaran orang tua, jikalau anak
menjalankan kehidupan agama sehari- sehari dengan paksaan
akan menjadikan anak malas untuk menjalankan kehidupan
beragama.
b. Karena kesadaran diri sendiri.
Hal ini sangat baik bagi anak maupun orang tua. Dimana
anak dapat membuat orang tua bangga melihat anak dapat
melakukan kehidupan beragama tanpa di suruh-suruh lagi
2. Hambatan yang biasanya dikeluhkan oleh orang tua adalah
a. Anak yang terlalu bandel.
Anak –anak zaman sekarang memang kadang – kadang susah
diatur, sehingga orang tua kurang bisa mengkontrol kebiasaan
mereka untuk sholat, atau menjalankan kewajiban sehari-hari.
b. Suka melawan apabila di beritahu mana yang baik dan mana
yang buruk
Anak-anak yang biasa melawan apa yang dikatakan sama
orang tua, mereka merasa orang tua mencampuri urusan
pribadi mereka, biasanya anak yang melawan itu karena
mereka terlalu banyak menonton televisi.
Motivasi orang tua agar anak menjadi anak yang baik, dan dapat
mengamalkan ilmunya yang didapati dari sekolah dalam kehidupan sehari-
87
hari, sehingga orang tua tidak menyuruh lagi, jadi anak dapat melakukannya
dengan kesadaran diri sendiri.
B. Saran-saran
1.Saran kepada kepala sekolah
a. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengalaman ajaran
agama Islam
b. Kegiatan keagamaan hendaknya lebih di intensifkan terutama
berkaiatan dengan ibadah sholat dhuhur berjama’ah, sebaiknya
segera diupayakan agar semua siswa bisa mengikuti sehingga
setelah lulus para siswa lebih mantap pengalaman ibadah sholatnya.
c. Mengingat masih ada orang tua yang tidak menyadari akan
pentingnya pendidikan agaama pada anak, mka pihak orang tua
diharapkan untuk lebih mengfungsikan BP3 untuk menciptakan
hubungan yang serasi antara sekolah dan lingkungan keluarga.
2. Saran kepada Orang Tua
a. Sebagai penangung jawab pelaksanaan pendidikan agama di
lingkungan keluarga hendaknya orang tua senantiasa taat
88
mengamalkan ajaran agama Islam sebagai upaya memberi
keteladaan yang lebih baik pada anak.
b. Menciptakan suasana keagamaan di lingkungan keluarga yang dapat
mendorong anak untuk mengamalkan ajaran agamanya secar
sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-sehari . Hal ini karena
frekuensi siswa di lingkungan disekolah lebih kecil sehingga
dorongan orang tua sangat di butuhkan dalam upaya mengawasi
perilaku keagamaan selama di rumah.
C. Kata Penutup
Alhamdulillahi Robil’alamin, Maha Besar Allah yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah Nya, penyusunan skripsi dapat terselesaikan.
Penulis sadar bahwa dalam penulisan skiripsi ini masih banyak kekurangan –
kekurangan dan kejanggalan-kejanggalan di sana sini. Oleh karena itu saran dan kritik
yang membangun tentunya sangat di butuhkan sebagai upaya memperoleh sempurna.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik
secara moril maupun material, sejak awal hingga ahkir penulisan skripsi ini semoga
kebaikannya mendapat rahmat yang melimpah dari Allah SWT dan dicatat sebagai
amalan sholeh.
Penulis berharap semoga penulisan skripsi dapat berguna bagi penulis pada
khususnya nusa, bangsa, dan agama (Islam) pada umumnya.
89
Sebagai penutup kata, semua kesalahan dan kekurangan hanyalah terletak pada diri
sendiri dan apabila ada benarnya itu semua semata – mata datangnya dari Allah SWT.
Akhirnya semoga kita selalu dalam bimbingan dan keridhaan Allah SWT dalam
mengembankan agama Islam.Amin

DAFTAR PUSTAKA
AM Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, PT Grafindo
Persada, 2001.
90
Arifin, Drs. HM, Hubungan Timbal Balik Pendidikan di Lingkungan Sekolah
Keluarga, Jakarta, Bulan Bintang, 1977.
----------,Pokok-pokok Pikiran tentang Bimbingan Penyuluhan Agama, Jakarta,
Bulan Bintang, 1979.
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahan, Jakarta
1999.
Drajat, Zakiyah, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta, Bulan Bintang, 1979.
Gunarso, D Singgih, Pengantar Psikologi, Jakarta, Mutiara , 1978.
Hadi Sutrisno, Metodologi Research I, Yogyakarta, Andi Offest, 1989.
…………….., Metodologi Research II, Yogyakarta, Yasbit, Fakultas Psikologi ,
UGM, 1980.
Latipun, Psikologi Konseling, Malang, UMM Press, 2001
Mahmud Dimyati, Psikologi Suatu Pengantar, Jakarta, P2LPTK,1989.
Nasution Amir Hamzah, Jiwa dan Alam Kanak-Kanak, Jakarta, Gunung Agung,
1954.
Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta, Reka
Sarasen,1999.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bagian Tarjih, Himpunan Putusan Tarjih,
Yogyakarta. Pimpinan Pusat Muhammadiyah,Cetakan ke 3,1962.
Poerdarminto WJS, Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai
Pustaka, 1987.
Purwanto Ngalim M, Psikologi Pendidikan, Bandung, Remaja Rosdakarya,1992
Siahaan Henry , Peranan Ibu Bapak Mendidik Anak, Bandung, Angkasa,1991
91
Simanjuntak B dan Pasaribu, Proses Belajar Mengajar, Bandung, Sinar
Baru,1989.
Shaluddin, Mafhud, Pengantar Psikologi, Surabaya, Bina Ilmu, 1990.
Sujana Nana, Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar,
Bandung, Sinar Baru 1989.
Surjaningrat Suwardjono, Pendidikan Kependudukkan dalam Rangka Sosial
Planning, Jakarta, Badan Koordinasi Keluarga Berencana, Biro Penerangan dan
Motivasi, 1979.
Soerjono, Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Prees, 1987.
Suyud, Rahmat, Pokok- pokok Ilmu Jiwa Perkembangan, Yogyakarta, Fakultas
Tarbiyah, IAIN Sunan Kalijaga,1978.
Undang-undang RI No 2 tahun 1989, Tentang Sistem Pendidikan Nasional,
Semarang, Aneka Ilmu, 1989.
Winkel W.S. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta, Gramedia,
1983.
Woodworth, Psikologi Suatu Pengantar kedalam Ilmu Jiwa, Jilid III, Bandung,
Jemmarss, 1977.
PERANAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI
ANAK TENTANG PENGALAMAN AGAMA
(Study Kasus di SD Muhammadiyah
Suronatan Yogyakarta)
92
Diajukan Guna Melengkapi Tugas-tugas dan
Memenuhi Syarat-syarat untuk
Mencapai Gelar Sarjana Sosial Islam
Disusun oleh :
ANDARI NUROCHMAH WISDANINGRUM
NIM : 9822 2514
BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS
DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN
KALIJAGA
YOGYAKARTA
2004

2 2. Anak Anak dalam bahasa Arab disebut “walad” ( ‫ ,) ولد‬yang berati keturunan ََ

kedua atau manusia kecil. Anak secara umum dapat diartikan masa tumbuh.5 Anak adalah seseorang yang berada pada suatu masa perkembangan tertentu dan mempunyai potensi-potensi untuk menjadi dewasa. Anak disini adalah anak kandung yang belum dewasa usia pra sekolah (Taman Kanak- kanak) sampai usia sekolah (Sekolah Dasar). 3. Orang Tua Orang Tua yang dimaksud disini adalah ayah dan ibu kandung yang mempunyai fungsi sebagai penanggung jawab pertama dan utama bagi anak. Karena anak merupakan amanat Allah atas orang tua yang harus dibina dan didik sehingga menjadi insan yang sholeh dan sholehah, dan sesuai kodratnya oarng tua merupakan pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak, yang bertanggung jawab atas fitrah yang dibawa anak ketika lahir.

4. Pengalaman Agama Pengamalan berasal dari kata “amal” yang berarti perbuatan atau pekerjaan, mendapat imbuhan pe-an yang mempunyai arti hal atau perbuatan yang

5 Rahmat Suyud, Pokok-pokok Ilmu Jiwa Perkembangan, Yogyakarta, Fakultas Tarbiyah IAIN SUKA,1978, hal 27

3 diamalkan .6 Pengamalan adalah 1 Proses ( perbuatan) atau melaksanakan, 2 Proses ( perbuatan) menunaikan ( kewajiban tugas)7 Menurut Glock dan Stark ada lima dimensi keberagamaan yaitu keyakinan (ideologis), dimensi peribadatan atau praktek (ritualistik), dimensi penghayatan ( eksperiensial), dimensi pengetahuan agama (intelektual).8 Jadi pengalaman Agama Islam adalah proses ( perbuatan) melaksanakan atau menunaikan kewajiaban yang berupa pengalaman ajaran Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW sebagai Rosul. Kesungguhan hati ini dapat dilihat melalui dua aspek yaitu aspek lahir dan spek batin. Aspek lahir dapat dilihat melalui ketetapannnya dalam melakukan suatu tindakan atau pekerjaan. Sedang aspek batin terletak pada pemahaman dan penghayatannya terhadap terhadap tindakan atau pekerjaan yang ia lakukan. Keagamaan yaitu segala sesuatu mengenai agama 9. Dalam judul skripsi ini penulis akan membatasi pembahasan yaitu pengalaman Agama Islam yang akan penulis teliti dalam pengalaman sholat, pengalaman puasa.

5. SD Muhammadiyah Suronatan SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta yang terletak dikampung Suronatan adalah sebuah lembaga pendidikan yang dibawah yayasan Muhammadiyah. SD Muhammadiyah
6

para penerus bangsa dididik

yang

11 WJS Poerdaminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1985, hal 33 7 Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1976, hal 25 8 Djamaluddin Ancok, Fuad Nashori, Psikologi Islam, Yogyakarta, Pustaka Belajar, 1994 hal 77 9 Ibid, hal 19

sedangkan diantara keduanya erat hubungannya dengan akhlak.4 berbasis Muhammadiyah.10 Yang ajarannya meliputi aqidah. ibadah. akhlak. Depag RI 1999. Ibadah adalah tali yang menghubungkan antara hamba dan pencipta Nya. tanpa bantuan lagi orang tua. sehingga umat yang menganutnya akan terjamin kebahagiaan baik didunia dan diakhirat jika mau melaksanakan ajaran-ajaran Islam ini pun sudah termasuk ibadah. Oleh karena itu ibadah sholat fardlu yang lima waktu yang diperintahkan Allah SWT atas umat Islam seluruhnya baik diwaktu sehat maupun sakit. Untuk bias bergaul dalam berbagai macam pergaulan tersebut. Latar Belakang Masalah Islam adalah agama yang sempurna dan telah disempurnakan. hal 157 . Didalam tata pergaulan terdapat bermacam-macam tata aturan dan kewajiban baik yang dibedakan menurut tingkatan usia maupun menurut jenis kelamin. jadi disini penulis ingin menjabarkan anak harus bisa melakukan kegiatan yang berhubungan agama dengan sendirinya. yang kemudian diwujudkan dalam kehidupan nyata. Disamping itu melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan seharihari menyebabkan umatnya menjadi tentram sebab hati mereka selalu mengingat Allah SWT. jika diniatkan ikhlas karena Allah SWT. Dari pengertian diatas maka penulis menfokuskan pada penulisan skripsi yaitu : PERANAN ORANG TUA DALAM MEMOTIVASI ANAK MENGAMALKAN AGAMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. sebab sholat itu 10 Al Qur’an dan terjemahan . maka akhlak islamiyah sangat diperlukan agar dapat terwujud ukhuwah islamiyah yang baik. disini orang tua hanya memantau atau mengingatkan jikalau anak tidak melaksanakan kewajibannya B. dan pergaulan adalah tali yang menghubungkan antara sesama ciptaan Nya.Jakarta. dan syari’ah.

membalas dengan neraka dan sebagainya. Bulan Bintang. taat. R Kealam HM Bachrun. Sebagaimana pengertian anak usia (7-12) tahun mempunyai pengalaman agama yang bebas di bangku SD yaitu 7-12 tahun pengalaman dan rasa keagamaan demikian banyak macam dan ragamnya. bahwa “menjalankan sholat itu dimaksudkan untuk membebaskan manusia dari kejahatan”.1979. jika dikerjakan secara rutin dn benar sebagaimana dikatakan oleh Maulana Muhammad Ali. 13 11 Maulana Muhammad Ali. hal 135 13 ibid. maupun terhadap sesama makhluk. baik hubungan dalam hubungan dengan khalik.5 merupakan dasar dan fondasi keimanan seseorang lebih dari itu dengan sholat juga mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar. saling cinta. Untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah yang baik ini maka manusia harus memiliki sifat-sifat yang mulia yaitu: rasa hormat. Sementara perlu kita ketahui bahwa kepercayaan anak terhadap Allah pada umur permulaan masa sekolah (SD) itu bukanlah bahwa kepercayaan berupa keyakinan hasil pemikirannya sendiri. Jakarta.11 Disamping ibadah. ataupun dalam hubungan dengan sesama manusia. rasa ikhlas dalam tolong menolong. patuh terhadap yang lebih tua. Hubungan dengan Tuhan sifatnya individual dan emosional. PT Iktiar Baru Vanbeur. berkurban untuk kepentingan umum dengan menyisihkan kepentingan pribadi. Islamologi. hal 275 12 Zakiyah Drajat. Terlebih bagi manusia yang memiliki jaringan yang luas. setia kawan yang didasarkan atas kebenaran dan lapang dada. akan tetapi merupakan sikap emosi yang membutuhkan pelindung. maka bidang akhlak juga merupakan bagian yang sangat penting untuk diperhatikan dan diamalkan. Jakarta. 1980. Pergaulan mereka dan teman-temannya banyak perhatiannya terhadap agama juga dipengaruhi oleh teman-temannya12. Ilmu Jiwa Agama. hal 135 . Oleh karena itu ditonjolkan sifat pengasih dan peyayang Tuhan kepada si anak dan jangan dulu dibicarakan mengenai sifat Tuhan yang menghukum.

kesehatan jasmani serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Keluarga nyata dan teramat strategis dalam mengarahkan pada kehidupan Islam guna mencapai tujuan kebahagiaan dunia dan akhirat. akan tetapi agama yang lebih penting dan terutama adalah ilmu pengetahuan agama Islam karena itu nantinya sebagai pedoman hidup didunia dan di akhirat. pengajaran dan juga latihan bagi peranan dimasa yang akan datang. Pendidikan merupakan usaha sadar bertujuan. Arifin.”15 Erat kaitannya dengan pendidikan disekolah adalah motivasi. memiliki pengetahuan dan ketrampilan. 1989. hal 4 . hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional kita yaitu: “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur. Pengalaman masa mendekati kematangan yang demikian itulah merurut Crow and Crow akan mengembangkan rasa kedamaian. yaitu menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan. Pokok-Pokok Pikiran tentang Bimbingan Penyuluhan Agama. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. kebahagiaan yang tidak ternilai. sebagaimana cita-cita kehidupan insan. hal 62 15 Undang-undang RI No 2 tahun 1989. sedang jalan yang bisa dijadikan jalan penerang adalah dengan ilmu. karena motivasi merupakan daya pendorong yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dalam 14 HM. Aneka Ilmu.6 Dengan anak mengenal dan mempercayai adanya kekuasaan Tuhan maka mereka mulai memperoleh sikap yang lebih matang terhadap agama.14 Begitu pula orang tua menduduki peranan sangat penting baik dalam kehidupan keluarga secara umum dalam pembinaan anak-anaknya. karenanya anak-anak harus diberi kesempatan untuk menuntut Ilmu Pengetahuan sebanyak-banyaknya baik ilmu pengetahuan umum maupun agama. Bulan Bintang 1979. Jakarta. Semarang . Pendidikan memperhatikan perkembangan selalu pribadi anak.

Kesempurnaan manusia yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Peranan orang tua dalam mengembangkan aspek fitrah anak harus didasarkan pada ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang merupakan dasar pokok pendidikan Islam. Jakarta. Konsep Pendidikan Al-Ghazali. Dan hal ini tersebut tidak lepas dari langkah-langkah yang ditempuh pihak sekolah. Setiap harinya oleh pihak sekolah diberikan les sesuai 16 Fathiyah Hasan Sulaiman. Komputer dan sebagainya.7 pencapaian suatu tujuan. Kesempurnaan manusia yang puncaknya adalah kebahagiaan dunia dan akhirat. terbukti jumlah siswa cukup memadai. Dalam pendidikan anak inilah ada tujuan yang hendak dicapai sebagaimana yang diungkapan Al-Ghazali dalam tujuan pendidikan Islam: 1. Sistem pengajaran dan kurikulum SD Muhammadiyah Suronatan sama seperti dengan sekolah-sekolah dasar yang lainnya. 2. Tetapi di SD Muhammadiyah Suronatan ada yang berbeda dengan mengadakan kegiatan extrakulikulier yaitu berupa: Drum Band. P3M. Begitu pula motivasi sangat penting bagi anak dalam menempuh pendidikkannya juga dalam tempat belajarnya. hal 20 .1986. SD Muhammadiyah Suronatan sebagai sekolah swasta yang berciri keislaman adalah termasuk sekolah yang ikut berperan serta dalam usaha menyelenggarakaan pendidikan nasional. Hal ini menunjukkan keberadaan cukup diperhitungkan. serta kondisi keagamaan masyarakat cukup mendukung keberadaan sekolah milik persyarikatan Muhammadiyah..16 Dan anak tidak akan dapat mencapai kedua kesempurnaan diatas tanpa ditunjang usaha – usaha orang tua sebagai pendidik pertama dan utama anak. Dengan keberadaan ditengah-tengah SD negeri dan SD swasta yang lain ternyata termasuk sekolah yang diminati.

8 dengan kelas masing-masing Dengan melihat kenyataan yang ada maka penulis merasa tertarik untuk mengambil judul : Peranan Orang Tua Terhadap Motivasi Anak Tentang Pengalaman Agama. Untuk mengetahui bagaimana anaak memotivasi dirinya mendapatkan pengalaman beragama. Diantara pokok masalah tersebut adalah sebagai berikut: 1. C. Bagaimana hambatan orang tua demi motivasi anak melakukan pengalaman beragama? melakukan D. Untuk mengetahui bagaimana peranan orang tua memotivasi anaknya untuk mendapatkan pengalaman beragama. . Tujuan Penelitian a. maka penulis mengungkapan rumusan masalah yang dapat menjadi acuan dalam pembahasan berikutnya. b. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang diatas. Bagaimana peranan orang tua dalam memotivasi anak pengalaman beragama? 2.

Op Cit . maka dia menjalankan suatu peranan. menerangkan bahwa peranan adalah suatu aspek dinamis dari kedudukan (status). Apabila seseorang telah melaksanakan hakhak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukan.1989. harapan-harapan yang muncul dari masyrakat 17 Tim Penyusun. Pengertian Peranan adalah suatu yang menjadi bagian atau memegang pimpinan. Tinjauan Tentang Peranan A. Kamus besar bahasa Indonesia. Hail penelitian diharapkan dapat dijadikan alternatif dalam memotivasi anak dalam mendapatkan pengalaman agama. Kegunaan Penelitian a.21 Sesuai dengan pendapat Gross Masson dan Mc Eachem diatas bahwa peranan itu mempunyai dua harapan yaitu : pertama . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi Ilmu Pengetahuan ditinjau dari segi psikologi anak. terutama dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa. hal 667 18 Sorjono.17 Sedangkan menurut Soerjono Soekanto. F .19 Sedangkan menurut Gross Masson dan Mc Eachem yang dikutip oleh David Barry mendifinisikan peranan sebagai seperangkat harapan-harapan yang dikenakan kepada individu yang menempati kedudukan sosial tertentu. b . Op Cit 21 Sarjono Arikunto. Jakarta. Balai Pustaka cet II.9 E.Soekanto. OP Cit 19 Tim Penyusun Op Cit 20 David Barry.20 Sarjono Arikunto memberi arti peran sebagai perilaku individu atau lembaga yang punya arti bagi struktual sosial.18 Peranan yaitu bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. Kerangka Teoritik 1.

tetapi tidak melepaskan kewajiban orang tua yang mengawasi nya. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat. 4. Ruang Lingkup 1. Selanjutnya suatu peranan setidaknya mencakup tiga unsur yaitu: 2.10 terhadap yang memegang peranan atau kewajiban yang harus dilaksanakan daei pemegang peranan. B.dengan cara memberitahu mana yang buruk dan mana yang benar dalam menurut agama. ketiga perilaku anak yang tidak benar menurut agama dapatlah menjadikan orang tua dewasa dalam menghadapi anak yang bermasalah. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi. Op Cit . Kedua . 3. harapan yang harus dimiliki untuk pemegang peran terhadap masyarakat atau orang yng berhubungan dengan dan dalam menjalankan perannya atau kewajiban-kewajiban lainnya. terutamanya sholat dan puasa. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat. peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. kedua peranan orang tua ini sangat di butuhkan sekali apabila anak ada yang menyimpang setidaknya orang tua dapat memperingatkanbahwa anak berbuat yang salah.22 Berdasarkan ketiga ruang lingkup peranan diatas maka dapat diambil kesimpulan: pertama orang tua harus bisa membiarkan anak untuk memperoleh pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari. 22 Sarjono Soekanto.

Apabila hal tersebut tidak dipenuhi atau adanya kesenjangan antar kedua belah pihak maka terjadilah tok ditance. hal 222 .  Peranan yng harus di kerjakan Peranan ini adalah peranan yang sesungguhnya harus dilaksanakan oleh 23 ibid. Unsur-unsur Peranan Peranan atau peran merupakan pola perilakuan yang dikatakan dengan status atau kedudukan peran ini dapat di ibaratkan dengan peran yang ada di dalam sandiwara yang pemainnya mendapatkan peranan dalam suatu cerita. Sedangkan pola perikelakuan mempunyai beberapa unsur:  Peranan ideal Peranan ideal peran yang diharapkan oleh masyarakat terhadap status tertentu.23 c.11 Setiap peranan bertujuan agar individu yang melaksanakan peranan tadi denagn orang yang di sekitarnya yang bersangkutan atau ada hubungan dengan peranan tersebut terdapat hubungan yang diatur oleh nilai-nilai sosial yang diterima dan ditaati oleh kedua belah pihak nilai-nilai sosial. artinya situasi tertentu seorang individuharus melaksanakn tertentu misalnya seorang ayah yang mempunyai anak remaja menggangap bahwa ia harus sebagai kakak daripada sebagai ayah. peranan yang ideal merumuskan hak-hak dan kewajiban yang terkait dalam status tertentu misalnya peranan ideal ayah ibu terhadap anak-anaknya.  Peranan yang dianggap oleh diri sendiri Peranan ini merupakan hal yang oleh individu pada saat tertentu.

Tinjauan tentang Motivasi Pengertian Motivasi Dalam Islam kata Motivasi lebih dikenal dengan Niat yaitu dorongan yang tumbuh dalam hati manusia.Jilid III.24 2. Jakarta : CV Rajawali. Memperkenalkan Sosiologi. 1977. hal 276 6.yang menggerakkan untuk melaksanakan amal perbuatan atau ucapan tertentu. Woodworth. yaitu menyerasikan kedisplinan dengan kebebasan dari muridmuridnya. hal 35 25 M . Hadits Qudsi Pola Pengembangan Akhlah Muslim .25 Sedangkan menurut Woodworth motivasi ialah: sesuatu yang 24 Soejono Soekanto. Psikologi Suatu Pengantar kedalam Ilmu Jiwa .1982. 1989. Jemmarss. Bandung. CV Diponegoro. hal 39 . Bandung. sehingga dengan kebebasan dari murid-murid sedang perilaku berubah sesuai dengan tujuan pendidikan.Ali Usman.12 individu dalam kenyataannya misalnya peran seorang guru terhadap anak didiknya.

Pengantar Psikologi. Banyak para ahli psikologi menempatkan motivasi pada posisi determint atau penentu bagi kehidupan individual dalam rangka mencapai cita-cita. hal 92 . Diantaranya Hubart Bonner menyatakan bahwa: Motivasi adalah secara fundamental bersifat dinamis yang melukiskan ciri-ciri tingkah laku manusia yang terarah kepada tujuan. Winkel.” Menurut Dr Singgih Dirgagunarsa: “ Motif adalah dorongan atau kehendak menjadi yang menyebabkan timbulnya semacam kekuatan agar seseorang berbuat atau bertindak. dengan perkataan lain bertingkah laku karena tingkah laku tersebut dilatar belakangi oleh adanya motif. apakah motivasi itu Menurut Sardiman Am. Mutiara.J. Untuk lebih jelas mengenai pengertian motivasi berikut dikutip pendapat para ahli yang membahas. MSc ss “Motif adalah daya penggerak dari dalam dan dalam subyek untuk melakukan akvitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bilamana terhadap rintangan-rintangan yang menghalangi pencapaian tujun yang diinginkan. Motif 26 27 Singgih Dirganuarsa. Jakarta.13 menimbulkan motive ini merupakan suatu pengertiannya yang melingkupi semua penggerak. Maksudnya dalam motivasi terkadang suatu dinamis yang mendorong segala tingkah laku manusia. maka disebut: tingkah laku bermotivasi”27. 1978.S. dengan motivasi itu seseorang melipat gandakan usahanya untuk mengatasinya dan berusaha mencapai tujuan itu.26 Motivasi merupakan salah satu aspek untuk memahami tingkah laku manusia karena motivasi merupakan tenaga penggerak pada jiwa untuk melakukan kegiatan. motivasi adalah “Daya penggerak (daya) yang telah menjadi aktif dimana ini akan menjadi aktif apabila kebutuhan untuk mencapai tujuan dirasakan sangat mendesak. alasan-lasan atau dorongaan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu untuk mencapai tujuannya. Sedangkan menurut WS.

Psikologi pendidikan dan Evaluasi Belajar. motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan31 28 WS Winkel. maka “motivasi” dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. PT Raja Grafindo Persada . Dalam suatu hadits Nabi memberikan petujuk kepada lelaki yang menjadi penanggung jawab wanita yang ingin mereka kawinkan agar mencarikan jodoh laki-laki yang taat terhadap ajaran-ajaran Islam serta memiliki watak setia sehingga ia akan memelihara keluarganya sepenuh hati dan memperhatikan hak-hak isterinya serta tanggung jawab membesarkan dan mendidik anak Kata motif diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.”29 Menurut Nico Syukur Dister. 1982 hal 77-78 31 Sardiman.14 merupakan suatu kondisi intern/ disposisi (kesiap siagaan). Jakarta.M Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar . motivasi ialah: Penyebab psikologi yang merupakan sumber serta tujuan dari tindakan dan perbuatan yang dilakukan manusia.Jakarta. terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan mendesak Menurut Mc Donald. Pengalaman dan Motivasi Beragama.30 Dalam kalangan kaum muslimin memberikan pendidikan agama hendaknya selama masa dalam kandungan. PT Gramedia. Berawal dari kata “motif” itu. hal 27 30 Nico Syukur Dister. Jakarta.Bahkan motif dapat diartikan sebagai kondisi intern (kesiap siagaan). 1978. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan didalam subjek untuk melakukan aktivitas – aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. bila kebutuhan untuk mencapai tujuan dirasakan / dihayati. hal 27 29 Ibid.”28 “Motivasi adalah penggerak yang telah menjadi aktif. motif menjadi aktif pada saat tertentu. A. motif menjadi aktif pada saat – saat tertentu. Leppanas.

Motif Sosial. motif sosial 1. motif untuk menolong.yaitu motif untuk memenuhi kebutuhan biologis demi kelangsungan hidup individu misal untuk bergerak dan sebagainya. Tahap-tahap kemauan:  Timbulnya alasan automotif. misal kemauan. hal 71 alternatif menjadi dua yaitu motif bawaan dan motif yang . maotif rohani. 2. misal belajar jika akan ada ujian  Langkah memilih atau timbulnya alternatif. yaitu motif-motif yang dibawa sejak lahir jadi tanpa dipelajari. Motif Jasmani. yaitu motif untuk memenuhi kebutuhan batin. Motif Ruhani. Berdasarkan atas terbentuknya Motif ini dibedakan dipelajari  Motif bawaan. yaitu motif yang timbul setelah kita berhubungan dengan manusia. memilih beberapa dengan pertimbangan untung ruginya. 3.  Mengambil keputusaan dari pertautan beberapa alternatif hasil keputusan  Terbentuknya kemauan atau dorongan untuk bertindak melaksanakan keputusan yang diambil pada langkah ketiga. Menurut Isi Menurut isinya ada tiga jenis yaitu motif jasmani. 2001.15 Macam dan Jenis Motivasi a. b.

yaitu motif yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar.16 seperti misalnya dorongan untuk makan. Motifmotif ini sering disebut motif yang disyaratkan secara biologis artinya ada dalam warisan biologis manusia. dorongan seksual. belajar sepuya orang tua nya senang dan sebagainya. karena motif ini terbentuk dalam adanya hubungan sosial. untuk minum. dan sebagainya. yaitu motif yang .  Motif yang dipelajari. yaitu motif yang timbulnya karena dipelajari. dorongan untuk mengejar kedudukkan dalam masyarakat. misal dorongan untuk belajar sesuatu cabang ilmu pengetahuan.  Motif Instrinsik. misalnya orang yang giat belajar karena diberitahu akan ada ujian. manusia lingkungan c. Menurut Jalarannya. motif dibedakan dua ekstrinsik dan motif instrinsi  Motif Ektrinsik. Motif ini sering disebut motif yang diisyaratkan secara sosial.

misal kebutuhan untuk mendapatkan rangking tinggi. misalnya melarikan diri dari bahaya yang mengancam. yaitu motif yang diarahkan untuk berhubungan secara efektif dengan keadaan lingkungan atau orang dalam suatu lingkungan ini dapat berupa tingkah laku dalam menghadapi sesuatu yang menarik perhatian. Menurut Jenis. Burton 1. menurut B. d. tetapi bentuknya disesuaikan dengan perangsang yang ada ini dapat dipelajari. Organic Motive. yaitu motif yang didasarkan atas kebutuhan manusia. anak belajar karena ingin menguasai pelajaran tertentu. Kendala Yang Menghambat Motif Pertarungan antara motif-motif dapat terjadi pada diri anak untuk diri seseorang apabila ada beberapa motif yang muncul secara serempak dan ini bisa membawa seseorang kedalam suatu situasi konflik. Objektive Motif. Misal orang yang gemar membaca tidak usah ada yang mendorong sudah melakukannya. Situasi konflik adalah sesuatu dan . memang dalam diri individu sendiri telah ada dorongan itu. yaitu motif yang didasarkan karena dorongan daurat ini tergantung lingkungan ini sudah ada sejak lahir.17 berfungsinya tidak usah dirangsang dari luar. Emergency Motive. Motif dibedakan menjadi tiga. 2. 3.

karena itu ada kebimbangan apakah akan menjauhi atau mendekati. Contoh seseorang ibu memiliki uang pas disatu sisi akan dibelanjakan untuk keperluan sehari-hari. c. ingin mencontek . Contoh seorang siswa menghadapi ujian kebetulan tidak siap. a. Approach. sehingga ia menjadi bimbang mana yang akan dipilih. konflik ini terjadi bila pada satu saat yang bersamaan timbul dua motif yang negatif. disisi lain anaknya minta keperluan sekolah. disisi lain ada dorongan untuk digunakan bersenang-senang. Avoidance-avaoidance conflict (konflik menjauh.18 situasi dimana seseorang merasa bimbang atau bingung karena harus antara dua motif yang muncul pada saat bersamaan. memilih satu motif berarti mengorbankan atau mengecewakan motif yang lain.apporoach conflict (konflik-konflik mendekat). sehinggaa timbul kebimbangan pada anak. Apporoach-avoidance conflict (konflik mendekat-menjauh). konflik ini timbul apabila pada saat sama terdapat dua motif yang semua positif. motif yang lain negatif. sehingga timbul kebimbangan mana yang akan dipilih. motif yang satu positif. konflik ini timbul bilamana pada suatu saat yang sama timbul dua motif yang berlawanan mengenai satu obyek. Konflik ada tiga macam bentuk yaitu. b. Contoh seorang siswa diberi uang untuk membayar SPP oleh orang tuanya. Kebimbangan itu ditandai pula adanya ketegangan dalam mengambil suatu keputusan untuk pilihan.menjauh). satu sisi ia membayarkan. timbul dua motif dan timbul kebimbangan karena menjauhi motif yang satu berarti harus memenuhi motif yang lain yang juga negatif.

19 takut ketahuan. Tidak mencontek takut tidak ujian. Mendorong manusia untuk berbuat atau bertindak motif itu berfungsi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi (kekuatan) seseorang untuk melakukan tugas. Fungsi Motivasi. Motif itu menyeleksi perbuatan kita. c. Op Cit. Kalau ia memilih kewajiban berarti kemauan yang kuat. Pada umumnya perbuatan yang berkemauan kuat adalah perbuatan yang lebih menaruh perhatian pada pemuasan saat sekarang.32 Memilih Di Antara Alternatif-Alternatif Pilihan Seseorang sering dihadapkan pada situasi konflik. tidak mencontek takut ketahuan. hal 206 . Jakarta: P2LPTK. hal 98 33 Dimyati Mahmud. Psikologi Suatu Pengantar. Menunda hadiah-hadiah yang lebih besar dan lebih jauh adalah salah satu pertanda kepribadian yang matang33. Motif itu menentukan arah perbuatan. Pada saat yang lain yang bertentangan itu adalah dua motif kesenangan dan motif kewajiban Kalau seseorang dalam situasi memilih kesenangan maka kemauannya lemah. 1989. Pada dasarnya motif itu berfungsi : a. menentukan perbuatan-perbuatan 32 Singgih Dirgagunarso. karena ada motif yang muncul bersamaan dan harus memilih satu di antara dua motif yang saling bertentangan untuk dipuaskan. yaitu kearah perwujudan suatu citacita motivasi mencegah penyelewangan dari jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Kadang kita yang bertentangan itu adalah antara dua motif kesenangan. b.

34 Tujuan Motivasi Tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu35 Berarti ada dua pihak. dikatakan bahwa manusia hidup itu memiliki berbagai kebutuhan:  Kebutuhan untuk berbuat sesuatu untuk suatu aktivitas. Hal ini bagi anak sangat penting. karena perbuatan sendiri itu mengundang suatu kegembiraan baginya.Ngalim Purwanto. Tindakan memotivasi akan dapat lebih berhasil jika tujuannya jelas dan disadari oleh yang dimotivasi. hal 73 . dan kepribadian oleh pihak yang diberi motivasi. guna mencapai tujuam itu dengan menyampingkan perbutan-perbutan yang tidak bermanfaat bagi tujuan itu. hal 70-71 35 Ibid . Remaja Rosdakarya. yang satu adalah yang memberi motivasi (memotivasi). 1992. Menurut Morgan dan ditulis kembali oleh S. serta sesuai dengan kebutuhan yang dimotivasi karena itu orang atau pihak yang memotivasi. 34 M. Harga diri seseorang dapat dinilai dari berhasil tidaknya usaha memberikan kesenangan pada orang lain. Bandung. yang serasi. kebutuhan.  Kebutuhan untuk menyenangkan orang lain Banyak orang yang dalam kehidupan memiliki motivasi untuk banyak berbuat sesuatu demi kesenangan orang lain. Nasution. sedangkan pihak lain adalah yang dimotivasi. Psikologi Pendidikan.20 mana yang harus dilakukan.

mungkin menimbulkan rasa rendah diri menjadi dorongan untuk mencaari kompensasi dengan usaha dan luar biasa sehingga tercapai kelebihan atau keunggulan dalam bidang tertentu.  Teori Psikoanalitik 36 Ibid . dijelaskan bahwa dalam motivasi itu ada suatu hirarki. Tokoh ini adalah Mc.21  Kebutuhan untuk mencapai hasil Suatu pekerjaan atau kegiatan belajar itu akan hasil baik kalau disertai dengan pujian ini merupakan dorongan bagi seseorang untuk bekerja dalam belajar dengan giat.  Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan Suatu kesulitan atau hambatan. mngkin cacat.  Teori Instink Menurut teori ini tindakan setiap diri manusia diasumsikan seperti tingkah jenis animal / binatang. Menurut ahli jiwa.36 Teori tentang motivasi ini lahir dari awal perkembangannya ada dikalangan para psikologi. Daugall.  Teori Fisiologis Teori ini juga disebutnya “Behavior theories” menurut teori ini semua tindakan ini berakar pada usaha memenuhi kepuasan dan kebutuhan organik / kebutuhan untuk kepentingan fisik.

Perkembangan adalah suatu perubahan-perubahan dari tingkat rendah ketingkat yang lebih maju perubahan dari kanak – kanak menjadi kedewasaan.22 Teori ini mirip dengan teori instink. Jakarta. perkembangan manusia dari kandungan sampai tua dapatlah dibagi menjadi beberapa macam. 3. Bahwa setiap tindakan manusia karena adanya unsur pribadi manusia yakni id dan ego. tetapi lebih ditekankan pada unsurunsur kejiwaan yang ada pada diri manusia. pikiran. mereka masih membutuhkan arahan dan binaan orang. Bulan Bintang. mencakup perubahan dalam hal kehidupan rohani dan jasmani. Periodesasi Perkembangan Anak. Menurut Zakiyah Drajat. dari teori ini adalah Freud 37.38 A. Menurut batasan usia istilah anah anak dapat dikatagorikan usia remaja yaitu pada masa ini anak sedang mengalami proses perubahan. Problematika Remaja di Indonesia. hal 38 . posisi mereka dalam masa transisi atau marginal. Sebelum kita membahas masalah periodesasi perkembangan anak terlebih dahulu akan kami jelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan perkembangan itu. Maksud “anak” adalah anak yang hidup dilingkungan masyarakat. ia belum mendapatkan pengakuan disekitar lingkungn keluarga dan masyarakat dalam mengambil keputusan. salah satu 37 ibid 38 Zakiyah Drajat. Tinjauan tentang Anak. perasaan dan social anak. 1978.hal ini menurut Siti Rahayu Haditono.

Aristoteles membagi masa muda dalam tiga masa yaitu: 1. Masa remaja atau masa pubertas. anak-anak masa sekolah (6-12 tahun). 40 Sesuai dengan pembahasan judul skripsi ini maka kami akan membahas periode masa muda. Bulan Bintang . Masa anak kecil atau masa bermain. dalam bukunya Didactica Magna atau Didaktik besar membagi masa muda dalam empat masa: 1.21 tahun )39 Sedangkan menurut pendapat Drs Sophian Waluyo perkembangan manusia terdiri dari tiga macam pokok ialah masa muda sejak lahir sampai dewasa ( 0:0-21:0) masa dewasa (21:0-30:0) daan masa tua (30:0 – 70:0).23 pembagian umur pertumbuhan manusia dibagi atas tiga kelompok besar. Menurut Johan Amor Comenius. berumur 0:0 sampai berumur 7:0 tahun. Masa anak atau masa belajar atau masa sekolah. 2. kanakkanak pada tahun pertama (0-6 tahun). masa remaja pertama (13-16 tahun) dan masa remaja akhir (17. Perinciannya sebagai berikut. berumur 14:0 sampai dengan 21:0 tahun. a. hal 20 . Ilmu Jiwa Agama. Jakarta. masa remaja (13-21 tahun) dan masa dewasa (21 tahun keatas). berumur 7:0 sampai dengan 14:0 tahun. 3. Masa sekolah ibu atau scola materna (0: 0 – 39 Zakiyah Drajat. b. yaitu: masa kanak-kanak ( 0-12 tahun). 1991 hal 56 40 Ibid.

Masa sekolah tinggi atau academesia (6-24 tahun) ialah masa anak-anak mengembangkan kemauanya dan memilih suatu lapangan hidup. 3. Masa sekolah bahasa ibu atau scala vernakula yaitu ( 6-12) ialah masa anakanak mengembangkan ingatan dan perasaannya disekolah yang berbahasa ibu ( berbahasa daerah) didirikan tiap desa-desa. Jasmaniah sudah harus cukup kuat dan sehat untuk dapat mengikuti 41 Ibid. hal 6 . diselenggarakan dalam rumah masing-masing. Masa sekolah latin atau scola latina yaitu mengembangkan fikirannya di sekolah yang telah diajarkan bahasa latin ialah sekolah menegah atau gymnasium.24 6-0) ialah masa kanak-kanak mengembangkan panca inderanya dibawah asuhan ibu. 2. 4. Dilakukan di perguruan tinggi yang didirikan ditiap-tiap propinsi atau kerajaan (kingdom). didirikan ditiaptiap daerah.41 Menurut Amir Hamzah Nasution. syarat-syarat untuk masuk sekolah dasar dapat penulis ringkasan sebagai berikut: 1.

Ia harus sanggup menyesuaikan diri dengan hidup dalam masyarakat. penggambaran kembali (reproduksinya) harus cukup maju. Intelektualnya. pengamatan. 1954. Gunung Agung . Ia harus sanggup berfikir untuk menerima dan mengolah pelajaran-pelajaran. Jakarta. Ia dapat menerima pengaruh dan kuasa orang lain dan mau melaksanakan perintah-perintah. dididik dan dibimbing agar menjadi anak sholeh. peringatanperingatan tentang bagaimana seharusnya orang tua memperlakukan anak dengan tidak membandingkan antara laki atau perempuan.42 Anak merupakan amanat orang tua untuk dipelihara.43 Petunujuk dalam Al-Qu’ran dan Hadits Nabi lebih banyak mengingat tentang bagaimana hubungan anak dengan orang tua dan kewajiban anak kepada orang tuanya. 3. 2. 42 Amir Hamzah Nasution. QS 7 : 189. Ia tidak demikian terpengaruh lagi untuk keinginan dan nafsu-nafsu kepentingan dirinya sendiri. Pengertian Sekolah Dasar. Kemauan.25 hidup dan peraturan-peraturan serta latihan-latihan disekolah panca inderanya harus sedemikian majunya dan kesan-kesannya. Karena mereka adalah generasi penerus yang akan menerima warisan nilai-nilai budaya generasi sebelumnya. 1999 . 4. penginderaan. Jakarta. Jiwa dan Alam Kanak-kanak. Perasaan-perasaannya seperti perasaan sosialnya perasaan keindahaan harus ada seperlunya. hal 9798 43 Departemen Agama RI. keingintahuan dan nafsu-nafsunya ia sebagian telah dapat mengatasi dan mengaturnya.

1962. mereka menduga pada mulanya bahwa: anak itu bukan manusia. jadi cukup dibiarkan saja. Pada sekolah negeri tidak dipungut biaya.26 Sekolah dasar merupakan suatu jenjang pendidikan formal yang paling rendah setelah melewati sekolah taman kanan-kanak. bedanya hanya pada ukuran.Pengertian Anak Sekolah Dasar Sebelum kami membahas tentang pengertian anak dalam sekolah dasar. Yogyakarta: MP Sring. masih berukuran kecil dan akan besar dengan sendirinya. Tetapi lain halnya dengan swasta besarnya pendidikan ini bervariasi tergantung pengolalanya. anak diakui sebagai manusia setelah dia dewasa kemudian orang mengakui bahwa anak adalah dewasa. hal 2 46 Ibid. ini merupakan pendidikan wajib bagi anak Indonesia. terlebih dahulu kami akan membahas tentang siapakah yang disebut dengan anak itu menurut kamus bahasa Indonesia arti “anak adalah manusia yang masih kecil”. Tetapi boleh jiga tanpa melewati pendidikan taman kanak-kanak. Sekolah berdiri dibawah Departeman Pendidikan dan Kebudayaan. hal 3 . A . Ilmu jiwa Anak.44 Menurut para ahli ilmu jiwa sebelum abad 17 ( jaman purba).”45 Menurut Johan Amos Comenius bahwa anak bukanlah manusia dewasa yang berukuran kecil melainkan manusia sedang tumbuh.46 Setelah mempelajari pendapat-pendapat para ahli tersebut diatas. jadi belum dewasa. selanjutnya masuk pendidikan sekolah dasar. Murid sekolah dasar adalah anak yang berumur 6-12 tahun. Op Cit hal 38 45 Sophian Waluyo. penulis 44 WJS Poerwardaminta . yang diduga sampai dengan mnusia.

Secara singkat tahapan perkembangan ini sebagai berikut:  Fase Oral Terjadi sejak lahir hingga akhir tahun pertama.Anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu dan tidak mendapatkan kepuasan dalam makan dan minum akan menghambat perkembangan kepribadiannya dikemudian hari.27 berpendapat bahwa yang dimaksud anak adalah: manusia yang belum dewasa yang berkembang menuju kedewasaan setelah mengetahui siapakah anak itu maka dapatlah diketahui pengertian dari anak sekolah dasar. dimana anak tersebut sedang menduduki sekolah tingkat dasar Freud mengemukakan bahwa tahap perkembangan bagi anak sangat penting terutama bagi pembentukkan kepribadian ini kemudian hari.  Fase Anal Fase ini terjadi mulai usia dua sampai akhir tahun ketiga. Pada fase anal anak harus mulai belajar mengelola segenap pengalaman yang tidak . Kepuasan anak melalu tindakan mengisap akan mempengaruhi kehidupan di masa dewasanya. Perkembangan anak pada ini berpusat pada kenikmatan pada daerah anus. Yang kami maksud anak sekolah dasar dalam skripsi ini adalah: semua manusia sebagai makhluk Allah yang belum menginjak masa dewasa dan berkembang menuju masa kedewasaan. Pada fase ini anak mulai belajar untuk mengendalikan buang kecil.Pada fase ini anak berkembang berdasarkan kenikmatan erotik pada daerah mulut.

 Fase Genital Terjadi pada masa pubertas yang ditandai oleh perilaku yang tidak narsistik. Sekalipun instink seksual direpresi sepanjang masa-masa sebelumnya masih ada dan akan mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. bersosialisali dan beraktivitas . yaitu penis ada anak lelaki dan klitoris pada anak perempuan.  Fase Laten Juga disebut sebagai tahap pregenital. Pada tahap ini terjadi perhentian perkembangan.28 menyenangkan. Periode ini terjadi antara lima atau enam tahun hingga pubertas. Mereka mulai mengidentifikasi modelmodel yang memadai bagi identifikasi terhadap figur sejenis pada fase ini sangat penting. Pusat kenikmatan berpusat pada alat kelamin. dan electra complex yaitu perasaan mencintai ayahnya bagi anak perempuan. Sepanjang masa ini anak menjalankan tugas-tugas belajar. kegagalan dalam menemukan standar moral yang tepat.Sepanjang tahap ini terjadi perhentian perkembangan. Mereka mulai tertarik lawan jenis.  Fase Falik Berkembang mulai usia empat hingga lima tahun.Kegagalan pada fase ini dapat berakibat kebingungan akan peran seks secara wajar.Pada fase ini terjadi oedipus complex yaitu perasaan mencintai ibunya bagi anak laki-laki. Pada fase ini anak mulai belajar menerima perasaanperasaan seksualnya sebagi hal yang alamiah dan belajar memandang tubuhnya sendiri secara sehat.

Tidak terjadinya integrasi pada fase ini seringkali dihubungkan dengan kesalahan-kesalahan pada fase-fase sebelumnya 47. Ia mulai mencari teman-teman sebaya untuk berkelompok dalan permainan bersama makin lama lingkup pergaulan makin luas. 2001. hal 63-65 . Perkembangan Sifat Sosial Anak Sifat ini sebenarnya sudah dibawa sejak lahir. Perkembangan Perasaan Anak 47 Latipun. perkawinan dan membangun keluarga. B.Universitas Muhammadiyah Malang Press. Ciri-ciri Anak Sekolah Dasar. Disebut masa anak sekolah karena mereka sudah mematangkan tingkat sebagai lembaga persiapan sekolah yang sebenarnya. 2. Psikologi Konseling. menjalin hubungan kerja. Dalam periodesasi perkembangan anak. Disebut masa matang untuk belajar karena mereka sudah berusaha untuk mencapai sesuatu sebagai perkembangan aktivitas bermain yang hanya bertujuan untuk mendapatkan kesenangan pada waktu melakukan aktivitas itu sendiri. Malang . Disebut masa matang untuk sekolah karena sudah menginginkan kecakapan-kecakapan baru yang baru dapat diberikan oleh sekolah. masa sekolah dasar juga disebut masa anak sekolah. masa matang belajar. Sepanjang fase ini mereka lebih memfokuskan pada hubungan dengan orang lain.29 kelompok. mula-mula berkembang terbatas dalam keluarga kemudian bertambah luas. Masa anak sekolah dasar ditandai dengan adanya berbagai perkembangan antara lain: 1.

Perkembangan Motorik Hal inilah yang memungkinkan anak dapat melakukan segala sesuatu. wajib dan sebagainya. baik secara pasif menerima ekspresi jiwa orang lain maupun secara aktif yaitu menyampaikan isi jiwanya kepada orang lain. Anak akan dengan mudah akan menyampaikan isi jiwanya. 5. simpati. Saat seperti berguna sekali untuk menerima bahkan pengajaran dari guru. Perkembangan Fikiran Perkembangan fikiran setingkat dan sejalan dengan perkembangan sosial. bersalah. artinya fikirannya masih erat hubungannya dengan benda-benda atau keadaan nyata. sebagai dari pernyataan jiwanya yang dinyakan dalam bentuk bahasa. bahasa yang juga merupakan alat untuk berfikir.30 Anak yang semula hanya merasakan senang dan sedih makin lama perasaan itu terdefersiasi menjadi perasaan:menyesal. jengkel. didalam permainan dalam kelompok memberikan kesempatan kepada anak untuk memperkaya perbendaharaan bahasa. kasihan. Ini semua disebabkan oleh pengalaman yang semakin meluas. yang terkandung dalam jiwanya dengan sewajarnya. 4 Perkembangan Bahasa Dengan makin luasnya pergaulan anak diluar keluarga. 6. memudahkan anak dalam memahami bahan pengetahuan dari gurunya. Pada masa ini anak berada dalam tingkat berfikir kongkrit. marah. Perkembangan Pengamatan Anak sudah bisa mengamati apa-apa yang dihadapinya baik melalui bagian- . 3.

hampir buruk. artinya anak akan mengalami perkembangan dalam hal itu menurut bagaimana keluarga berbuat dan mematuhi norma-norma kesusilaan dan agama. dingin. 10 . Perkembangan Kesusilaan dan Keagamaan Perkembangan dalam hal ini. buruk sekali. 9. dia hamya mampu mengambil keputusan secara sederhana misalnya panas. sedang baik dan baik sekali. Dengan cerita-cerita yang didengarnya serta bacaan-bacaan yang telah dibacanya anak akan berkembang fantasinya. 11. Perkembangan Perhatian Perhatian termasuk salah satu faktor kemampuan psikis yang dibawa sejak lahir dan perkembangannya ditentukan oleh faktor endogen dan faktor eksogen.31 bagiannya dari keseluruhan yang banyak ataupun sebaliknya. Perkembangan di dalam Mengambil Keputusan Pada waktu anak masih kecil. 8. . baik. kurang baik. Keluarga anak itu sendiri. buruk namun makin lama dapat membedakan sesuatu atas beberapa keputusan misalnya. Perkembangan Tanggapan Dari hasil pengamatannya kedunia luar anak mendapatkan tanggapan yang berasosiasi secara mekanis sehingga menghasilkan tanggapan yang komplek emosional suatu kekomplekan tanggapan yang didalamnya emosi anakikut campur. Perkembangan Fantasi. 7. sangat bergantung kepada penghayatan keluarga terhadap norma-norma kesusilaan dan agama. agak buruk.

1996. Psikologi Perkembangan.32 12. Pendidikan Islam Keluarga dan Sekolah.50 Karakteristik Perkembangan Anak Sekolah Dasar. Pendidikan Agama Anak Usia Sekolah Dasar Pembinaan keberagamaan mngupayakan agar setiap orang menjadikan agama itu sebagai bagian dari dirinya.49 Periode usia Sekolah Dasar merupakan pembentukan nilai-nilai agama sebagai kelanjutan periode sebelumnya. menjadi materi kehidupan yang memberikan corak warna dalam setiap perilaku. Kualitas keagamaan anak akan sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran atau pendidikan yang diterimanya. menghayati dan mengamalkan dengan baik tiga rukun Islam. dan puasa. Disamping itu akhlaq yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits. DKK. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Perkembangan Aspek Motorik Pada usia ini anak mengalami perkembangan jasmani atau fisik yang pesat. Pengembangan Metodologi Pendidikan Agama Islam pada Pendidikan Dasar. tahun 1998. C. sholat. Ruhama. yaitu syahadat. Rineka Cipta.Jakarta. Pendidikan agama pada usia Sekolah Dasar ini ditekankan pada upaya mengusahakan anak sudah dapat memahami. a. Kemampuan ini juga merupakan kemampuan kodrat perkembangannya ditentukan oleh faktor endogen dan eksogen 48. dan 48 Agus Sujanto. Oleh karena itu pembinaan agama perlu secara kontinue dan berbarengan dengan pertumbuhan pribadi seseorang. hal 55 50 HMS Prodjoditoro. Jakarta. hal 74 – 75 49 Zakiyah Darajat. Perkembangan Estetika Estetika adalah suatu kemampuan jiwa yang dipergunakan untuk menentukan sesuatu dengan ukuran bagus tidak bagus serta indah tidak indah. hal 63 . 1995. Laporan Penelitian Proyek Perguruan Agama Islam. serta sudah dapat membaca dan menulis ayat –ayat AlQur’an.

hal ini ditandai dengan adanya perluasan hubungan dan proses belajar menyesuaiakan diri dengan norma keluarga. anak pada usia ini sudah dapat diajarkan dasar-dasar keilmuan seperti membaca.53 Pada tingkat ini anak mulai dapat menghargai kenyataan dan memahami dasar-dasar pergaulan sosial. b. hal 180 .merupakan imitasi sosial terbesar anak akan berusaha untuk 51 Syamsu Yusuf LN. 2001. Perkembangan Aspek Intelektual. Usia ini merupakan masa penuh semangat untuk belajar dan memperoleh pengalaman – pengalaman yang baru. c.33 perkembangan motoriknya sudah terkoordinasikan dengan baik sehingga berlaku sesuai dengan kebutuhannya. Kematangan perkembangan motor anak jadi sempurna berkaitan dengan perkembangan mental anak.51 Masa ini di tandai dengan kelebihan gerak atau aktifitas motor yang lincah ini merupakaan masa yang ideal ketrampilan yang bersifat motorik. Dengan kemampuan intelektual demikian. menulis dan berhitung. perkembangan fungsi kognitif juga menentukan kemampuan motoris. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.52 Anak pada masa ini selalu giat dan penuh semangat. Disamping mengandalkan kekuatan otot. kerjasama dan kesenangan bwersaing tampak sekali pada masa ini juga . dan permainan bebas memberikan kepuasan baginya. cet 2 hal 183 52Ibid. Perkembangan Aspek Sosial Perkembangan sosial anak pada usia anak ini telah mencapai kematangan. Oleh karena itu gerakan-gerakan yang dilakukan anak tidak lagi sekedar latihn organ-organ tubuhnya tetapi telah mengandung arti dan maksud yang memang diinginnya. Pada usia ini kemampuan intelektual berkembang pesat oleh karenanya disebut pula masa intelektual atau masa belajar. hal 184 53 Ibid. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Bandung. anak mulai berpikir secara logis. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan baru. Tahap ini disebut conrete operasional.34 dapat berlaku sama dengan orang lain agar bisa diterima oleh lingkungan.55 Jadi anak mampu melakukan aktifitas logis tertentu tetapi hanya dalam situasi yang konkret. Anak mulai 54 Muhibbin Syah. Karekteristik Perkembangan Kognitif pada anak usia Sekolah Dasar Dari pengelompokan perkembangan kognitif menurut Jean Piaget dalam pembahasan terdahulu dapat diketahui usia sekolah dasar termasuk pada tahap perkembangan concrete opersional. berikut ini akan dijelaskan lebih jauh mengenai karateristik perkembangana anak pada tahap concrete operasional ini. karena adanya keterbatasannya- keterbatasan kapasitas anak dalam mengkoordinasikan pemikirannya yang baru mampu berpikir sistematis mengenai benda dan peristiwa yang kongkrit saja. Artinya anak sudah memiliki kemampuan mengkoordinasikan pandangan sendiri. Untuk lebih jelasnya. Ciri lain yang menonjol pada tahap ini adalah makin berkurangnya egosentris pada anak. Pembicaraannya mulai ditujukan pada lingkungan sosial tidak pada dirinya. hal 50 55 Ibid. 1999. Dalam bukunya Muhibbin Syah juga menyebutkan bahwa tahap ini anak mempunyai kemampuan yang disebut satuan langkah berpikir yang mana dengan kemampuan itu anak dapat mengkoordinasikan sistem pemikirannya sendiri.54 Seperti yang disebutkan pada tahap conrete operasional. Remaja Rosdarya. Ia mulai banyak memperhatikan dan menerima pandangan orang lain. namum masih terbatas pada hal-hal yang sifatnya konkret dan masih mengalami kesulitan dalam memahami hal-hal yang bersifat abstrak. 2. hal 51 .

Perkembangan kognitif sebagai sentral kontrol perkembangan anak sangat mempengaruhi aspek-aspek lain kematangan kemampuan kognitif ini diiringi pula matangnya kemampuan aspek-aspek lain.35 dapat berfikir dari banyak obyek atau dimensi pada satu obyek.56 Nanum dari segi kapasitasnya tentu saja anak masih memiliki keterbatasan dalam mengkoordinasikan ideidenya. Perkembangan kognitif pada masa ini pada dasarnya bila ditinjau dari segi karakteristiknya sudah sama dengan kemampuan orang dewasa. akan tetapi jangan menjadi pengontrol perasaan dan perbuatan. yang hanya terbatas pada hal-hal yang ditangkap pengamatannya. Perlu diingat bahwa fungsi kognitif tidak hanya terbatas menjadi pusat aktifitas akal pikiran. hal 73 57 Ibid. hal 81 . Berkurangnya egosentris ini juga disebabkan oleh adanya dorongan bersosialisasi yang berkembang pesat pada masa ini.57 56 Ibid. Oleh karenanya perkembangan kognitif anak pada masa ini sangat bergantung pada pengalaman langsung.

 ada juga yang berpendapat bahwa kata agam itu sebenarnya terdiri dari dua buah perkataan yaitu “A” yang berarti tidak dan “gama” yang berarti kacau balau. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa agama adalah suatu haluan. 1984. Bina Karier.36 4. Tinjauan tentang Pengalaman Beragama.”58 58 M Noor Matdawam. hal 1 . I. jalan atau kebaikaan kepada Tuhan. Pengertian Agama Islam Yang dimaksud agama menurut bahasa adalah  ada yang berpendapat bahwa kata agama berasal dari sansekerta yang artikan dengan haluan. tidak kacau balau dan tidak tersesat dari jalan yang benar. tidak teratur. Pembinaan Aqidah Islamiyah. peraturan. jadi kata agama berarti tidak kacau balau atau teratur. jalan yang ditentukan untuk berbakti kepada Tuhan sehingga dapat mengikuti peraturan Tuhan itu manusia akan dapat hidup teratur. peraturan. Yogyakarta. Sedangkan pengertian agama menurut istilah akan kita akan dapaati beberapa pendapat diantaranya pengertian agama yang dikemukakan oleh Drs M Noor Mutdawam sebagai berikut : “ Pengakuan manusia tentang adanya yang dianggap suci kemudian manusia itu insyaf bahwa suci itu mempunyai kekuatan yang melebihi dari segala kekuatan.

. hal 267 60 Al –Qur’an .”61 59 M Arifin. dan agama Yahudi berasal dari kota Judah dimana agama ini lahir. hal 40 61 Ibid hal 56 .37 Pengertian agama terbatas bagi pemeluk agama samawi terutama agama Islam adalah: “ Agama merupakan petunjuk Allah yang terpenting dalam bentuk kaidah-kaidah perundang-perundangan yang ditunjukan kepada orang-orang yang berakal budi agar sepuya mereka mampu berusaha di jalan yang benar dalam rangka memperoleh kebahagian hidup didunia dan diakhirat. Akan tetapi Islam adalah meupakan sebutan agama yang diturunkan Allah kepada manusia. 1993.¨+ª -d6Ä0Œ +y+½… “….”59 Nama Islam tidak disandarkan para pendirinya atau daerah dimana agama itu dilahirkan sebagaimana nama – nama agama lain. seperti Budha berasal dari nama pendirinya Budha Gautama. Jakarta.dan telah Aku ridhoi Islam itu jadi agama bagi mu. agama Zarathustra menggunakan nama pendiri Zaroaster. demikian juga namanama agama lain. Kata Islam di gunakan untuk nama sebutan agama Allah ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al. Bumi Aksara. Kapita Seletja Pendidikan ( Islam dan Umum). petunjuk Allah yang beberapa peraturan-peraturan atau perundangan yang khusus dikerjakan oleh manusia agar memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan diakhirat.Imron: 19 -±à6~ /Ø[ /ã +v6´0— µ6Ã/v«[9²[/ “Sesungguhnya agama ( yang diridhoi) disisi Allah hanyalah Islam”60 Juga dalam Al-Qur’an Surat Al Maidah: 3 \´6Ã/u+±â6€/Ø5[-±. Op Cit.

peraturan. hal 1 64 Ibid. Peraturan – peraturan yang merupakan titian untuk menghubungkan kita ke jalan kebahagian dunia dan akhirat. Taslim: penyerahan. Perdamaian kita kepada Allah ( tidak durhaka) dan dengan manusia tidak bermusuhan._6¤:Ã5µ. b. maka sekali-kali tidaklah akan diterima ( agama itu dari padanya).63 Arti Islam menurut istilah ( syara’) adalah peraturan (uu) Allah SWT.c_:Ã5µ.›/  . Salam: keselamatan. Op Cit. Penyerahan diri kita kepada Allah dalam keadaan suka dan duka.64 Jadi yang dimaksud agama islam adalah aturan-aturan yang datang dari Allah (yang memberi nama Islam) yang diturunkan kepada umat manusia melalui perantaranya.¯ +½ “ Barang siapa mencari agama. Peraturan yang datang dari Allah untuk membimbing keselamatan manusia di dunia dan diakhirat. Dalam memahami kriteria agama yang benar.38 Dan Surat Al Imron ayat 85: -¹6´0¯+ª. hal 13 .ŸB\µÃ/u/®+؀ /Ú [ +yÄ. dengan peraturan wahyu kemudian diwujudkan menjadi kitab suci sebagai pegangan hidup manusia. selain agama Islam.¬. d. c. sebagai pedoman hidup di dunia dan di akhirat. Sullami: titian.”62 Pengertian Islam menurut bahasa arab mempunyai arti bermacam-macam: a. Slim: perdamaian. Drs M Noor Matdawam memberikan kriteria sebagai berikut: 62 Ibid hal 48 63 M Noor Matdawam.

untuk menyampaikan ajaran-ajaran yang benar dari Allah yang Maha Esa.65 Dari batasan tersebut agama Islam adalah agama yang benar karena memiliki rukun iman sesuai hadits: /¹0_. Kitab-kitab Nya.Ä«[¼+/¹0«5½.¨0Æ à.  Mempunyai hukum tersendiri untuk membimbing kebahagiaan hidup para penganutnya.¤«\0^²0¯5Ì.¯+¼ ِ \0^-µ0¯Ìb5²+[ :+ª.c.€y+¼+ O®¬€¯¶[¼yN /¶7/z. hal 2 .£ã ²+\¯6ÃÙ+[ /¶/y6Ä.§+½/¹0b.„¼+ “Iman kata Nabi : bahwa engkau akan beriman (percaya) kepada Allah.b+¼/z0sà[®/5½.  Mempunyai kitab suci yang datang dari Allah dan terjamin kemurniannya. para malaikat –malaikat Nya. materi dan hukum tersebut selalu aktual.o/y5v.  Tujuan terakhirnya dari hukum tersebut untuk mencapai keharmonisan hidup dalam dunia dan akhirat. Rosul-rosul Nya.39  Mengakui adanya Tuhan yang Maha Esa dalam arti yang sebenarnya yang memiliki alam semesta. hari akhirat (Qiamat) 65 Ibid.  Mempunyai Rosul. tidak dapat di ubah dan dicampur pendapat-pendapat manusia.

( HR Muslim) II Pengamalan Ajaran Agama Islam Orang yang Iman atau Islam wajib melaksanakan rukun Islam sesuai dengan hadits Nabi : [Bv:°.€ +y BØ6Ä0_.¯5²+[+¼-ã9×[/-¹.b5²+[®à6€à[ -®6 ˆ.c6€[5²/É+d6À. dan Nabi Muhammad utusan Allah. ‘ .b+¼+²\.«/[+×5²+[+u.40 dan engkau akan percaya kepada adanya takdir yang baik dan buruk ( dari Allah) .«/[+d6˜. engkau bersholat (yang lima waktu). berpuasa Ramadhan.Œ.¸6„.¯y+ O®¬€¯¶[¼yN “ Agama Islam itu yaitu engkau akan membaca syahadat ( penyaksian) bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah.b+¼+º+\§9|«[+Á0bÌ. menuaikan zakat.Ã+¼/ºà:ˆ«[+®6Ä0¤._«[9l0o.o. berhaji ke baitullah ( masjidil Haram) jika engkau mampu menuju padanya (mekkah dan .€/¹6Ä.b+¼/ã [5½.

Dimana didalam pengabdian ini dapat dilakukan dengan mengamalkan agama tersebut dengan sebaik-baiknya. sedangkan agama ialah menuntut bukan pengetahuan tentang Tuhan. hal 33 . akan tetapi memerlukan membiasakan dirinya dengan hidup secara agama. Bulan Bintang.67 Jadi suatu hal yang penting untuk diketahui tentang agama ialah rasa pengabdian.68 Perbuatan tersebut merupakan hasil dari penghayatan ajaran agama yang dipelajari kemudian dipelajari kemudian diamalkan jadi bukanlah hanya sedekar rutinitas saja melainkan merupakan aktifitas yang mempunyai motif yang kuat dalam menjalankan 66 Ibid. Philosophy of Religion. maka rasa pengabdiannya yaitu dengan mengamalkan segala perintah-perintah dan menjauhi segala larangan-larangan Allah SWT sesuai dengan apa yang telah ditetapkan didalam Al –Qur’an dan Sunnah Rosul. 1986. Kamus Besar Bahasa Indonesia. yang mana ia tidak akan puas dengan pengetahuan agama. Balai Pustaka. Filsafat Agama.Terj Prof Dr HM Rasjidi.41 sekitarnya)66 Berbicara mengenai agama berarti mengabdikan diri. Amal dalam Islam merupakan usaha yang bertujuan merombak masyarakat yang tidak baik menjadi lebih baik dalam berbagai segi iman sendiri belumlah betul-betul bernama iman jika belum mendorong orangnya untuk bekerja dan beramal secara terus menerus dalam upaya mewujudkan ajaran Islam. hal 3 68 WJS Poerdaminta. Pengalaman agama adalah perbuatan melaksanakan ajaran-agama yang dilakukan dengan kesenangan hati. 1985. hal 75 67 David Trueblood. David Trueblood mengambil pendapat dari William Temple seorang ahli agama membedakan fisafat antara agama: Filsafat itu ialah menuntut pengetahuan untuk mengetahui atau memahami. Jakarta. Jakarta. akan tetapi perhubungan antara seorang manusia dan Tuhan. Karena didalam skripsi ini yang dibahas berkisar pada agama Islam.

Pengantar Psikologi Agama.71 69 Jalaluddin Ramayulis. Pengantar Ilmu Jiwa Agama. hal 132 70 Robert H Thauless. Jakarta. Rajawali Press.70 Namun demikian manusia sebagai kholifah Allah dimuka bumi haruslah mengembangkan pengetahuan serta kemampuan rohani untuk menghayati ajaran-ajaran Allah sehingga manusia mampu menangkap petunjuk nurilah dari Allah SWT. 69 Robert H Thouless menyebutnya dengan faktor sosial antara lain berupa pendidikan yang pernah diterima pada masa lalu. 1992. sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 89 yang berbunyi: َ‫ونزلناعليك الكتبِتبيا ناّلكل شي وهدىورحمة وبشرى للمسلمين ٭‬ َ ْ ِْ ُ ْ ِ َ ْ ُ َ ً َ ْ َ َ ً ُ َ ْ َ ّ ُ َ َ ْ َ ِْ َ ْ َ َ ْ ّ َ ۸۹ Artinya: “ Dan Kami turunkan kepada Al-Kitab ( Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu. Menurut Zakiyah Drajat pengalaman atau perilaku keagamaan seseorang itu terbentuk melalui pengalaman-pengalaman yang langsung dialami yang terjadi dalam hubungannya dengan langsung dialami yang terjadi dalam hubungan dengan lingkungan materi dan tertetu ( orang tua jamaah dsb). Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman agama yang berbeda pula. dengan demikian akn terlihat kadar kualitas dari iman seseoarng antara yang benar-benar menghayati ajaran agama dengan tidak menghayati ajaran agama.42 ajaran agama. hal 37 71 An-Nahl (16) : 89 . dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” . Pengalaman agama juga dapat dikatakan sebgai perwujudan iman dalam diri seseorang disamping pengabdian kepada Allah SWT.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.  Akhlak. yaitu peraturan dean hukum yang telah disyahri’ahkan Allah dan diwajibkan kepada kaum muslimin untuk berpegang kepadanya dalam berhubungan dengan Allah dan sesamanya. yang pada gilirannya mempunyai dampak positif serta mampu membawa kepada kebahagiaan. kesejahteraan dan kemuliaan.Rum ayat 30 yang berbunyi َ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ ْ َ ‫َ ِ ْ َ ْ َ َ ِِ ّ ْ َ َ ِ ْ ً ِ ْ َ َ ِ ّ َ َ ّ ْ ا‬ ‫فأ قم وجهك للدين حنيفا فطرت ال التيِفطر الناعليهَ ل تبد يل لخلق‬ ۰٣‫ال ذ لك اّلد ين القيم ولكن أكثر الناس ليعلمو ن ٭‬ َ ْ ُ ْ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ ّ ِ َ ُ َّ ُ َ َ َِ ِ Artinya: “ Maka hadapkanlah wajahmu dan luruskan kepada agama Allah ( tetaplah) atas fitrah Allah yang telah mencipatakan manusi menurut fitrahnya.  Sya’riah.( Itulah) agama yang lurus. Ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits secara global dapat dibagi menjadi :  Aqidah. Didalamnya terdapat sistem nilai dan norma yang dapat mengarahkan manusia. yaitu kelembagaan semua tata nilai ajaran Islam tentang baik dan buruk mengenai perilaku seseorang. sehingga manusia dapat dan mampu memecahkan masalahnya. 72 Ar-Rum (30) : 30 . Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.”72 1.43 Juga firman Allah SWT dalam surat Ar. Ajaran Islam Islam yang aturannya diwahyukan oleh Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia guna menjadi dasar (pedoman) dalam hidup dan kehidupan didunia dan diakhirat. yaitu hal-hal yang bertalian dengan kepercaayaan dan keimanan.

yang setingginya dan disertai dengan do’a. harta pusaka. Kuliah Ibadah. seperti Sholat.44 Syari’ah dapat dibagi menjadi dua yaitu:  Ibadah. yaitu perbuatan yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. hal 90 74 TM Hasby Ash Shidiqqi. yaitu perbuatan yang dilakukan untuk memelihara keselamatan. pemujaan. Rajawali. Kuliah Al Islam. tunduk . Sholat lima waktu disamping merupakan salah satu manisfestasi keimanan seseorang juga merupakan perintah yang harus dikerjakan seseorang yang beragama Islam. Jakarta. hubungan kemasyarakatan dan sebagainya73.1989. 1984 . Bulan Bintang. hal 186 pengabdian. seperti persoalan – persoalan keluarga. Pengertian Ibadah Ibadah menurut bahasa adalah penyembahan. Zakat dan Haji.  Mu’alamah. Kedudukan Sholat. Puasa.74 Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa ibadah itu merupakan hak manusia kepada Allah dalam segala aspek yang didorong oleh rasa cinta dan tauhid kepada Allah SWT. Untuk mengukur keimanan seseorang minimal dapat dilihat dari kerajinan mengerjakan sholat. Ibadah Sholat Sholat adalah ibadah badaniyah yang terdiri beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai takbir dan diakhiri dengan salam. 73 Endang Syaifuddin Ashori. 1. menurut syarat-syarat yang telah ditentukan. sehingga tercipta keamanan dan ketenangan hidup. Jakarta. jual beli.

1993 M/ 1353H. maka diampunilah dosanya dan wajahnya tersujud tanah” (HR Thabrani) 75 Disamping itu sholat juga merupakan pangkal ibadah.(Thk) An-Nunitsik (tt) hal 112 . Hal ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah dalam Surat Ar-Rum ayat:31 75 Az Zakiquddin. Musthafa Al Bab. Al Jami’ush Shagir. jika sholatnya baik maka baik pula segala amalnya yang lain.Tharghib Wa Tarhib. jika sholatnya rusak maka rusak pula segala amal yang lain”. Kedudukan Sholat dalam Islam adalah bahwa kewajiban hamba kepada Allah. merupakan syarat untuk mencapai keselamatan. dan merupakan penjga iman seseorang. I. Mesir. hal 214 76 Jalaluddin As Suyuti. bahwa sholat merupakan tiang agama garis pemisah antara kafir dan muslimin. sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut: ُ َ َ َِ ً َ َ ْ َ ُ ّ ِ َ َ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ِ ُ َ َ ُ َ ُ ّ َ ‫ااو ل ما يعا سب /به العيد يو م القيامة الصل ة فان صلعت صلح له‬ ِ َِ َ َ َِ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ ِ َِ َ َ ِ َ ‫سا أر عمله وان فسد ت فسد ساإر عمله‬ “ Amal yang pertama kali akan dihisap bagi sesorang hamba dihari kiamat adalah sholatnya.76 Dari hadits diatas dapat dikatakan bahwa segala amal kebaikan seseorang bila tidakdiiringi sholat tidak berarti apa-apa.45 ‫وعن حد يفة رضي ال عنه قال قال رسول ال ص م: ما من حالة‬ ََ ْ ِ َ ََ ّ ُ ْ َ ُ َْ َ ً ِ َ ُ ْ ْ ِ ّ ‫يكفن العبد عليها احب الي ال ال من ان يراه سا جدا يغفر وجهه‬ ّ َ َ ْ ََ ُ ْ َ ‫)في التراب )روا ه الطبرين‬ ِ َ ّ ِ “ Dari Hudaifah RA berkata : Bersabda Rosulullah SAW tiadalah suatu keadaan pada seseorang hamba yang lebih disenangi oleh Allah jika Dia melihat hamba Nya kecuali hambanya keadaan bersujud. At.

46

َ ْ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ْ ُ ْ ُ ََ ‫منيبين اليه واتقوهَواقيموا الصلوة +ولتكو نوا من المشركين‬ َ ّ ُ ْ ِ َ ُ ُ َ َ ِ ْ َِ َ ْ ِ ْ ِ ُ
“ dengan kembali bertaubat kepada Nya dan bertaqwalah kepadaNya serta dirikanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah”.77

Hikmah diulang – ulangnya sholat sehari semalam terdapat hikmah yang besar, sebagai santapan sehat dan komplit untuk jiwa sebagai penjagaan dari melalaikan Allah sebagai penyucian hati dan jiwa dari debu-debu materi. Tentang hal ini syeikhul Islam Ad- Dahlawi berkata: “Permasalahan dan program hidup umat tidak akan beres kecuali jika ada perhatian dalam setiap kesempatan, sehingga pekerjaan menunggu, dan mempersiapkan sholat termasuk dalam hukum sholat. Maka teralisirlah penguasaan banyak waktu jika tidak menguasai seluruhnya.”78 Shalat merupakan mira’j bagi orang yang beriman kepada Allah kesempatan melapangkan ruhnya dan memerangi hatinya dan membersihkan jiwanya, sesuai dengan Firman Allah SWT dalam surat An- Ankabut: 45

۴ ‫ان الصلو ة تنهى عن الفحشاء والمنكر٭ە‬ ِ َ ْ ُ َ ِ َ ْ َ ِ َ َ ْ َ َ َّ ّ ِ
“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan – perbuatan keji dan mungkar”79 Thoha : 14

َ ِ ْ ِ ِ َ َ َّ ِ ِ َ ‫وأ قم الصلو ة لذ كری٭‬
“Dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.”80
77 Depag RI,hal 78 Abul Hasan Ali An –Nadwa, Ibadah Shalat, Zakat, Puasa, Haji. Bandung, Per Risalah,1985, hal 19 79 Depag RI, hal 635 80 Ibid, hal 477

47

Al- A’raf : 170

۰٧١‫َ الذ ين يمسكون باالكتب وأ قامو الصلو ة ٭‬ َ َ ّ ْ ُ َ ََ ِ َ ِ ِ َ ْ ُ ّ َ ُ َ ْ ِ ّ ‫و‬
“Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al-Kitab (taurat) serta mendirikan sholat” ( Al – A’raf: 170)81 Walaupun berpegang kepada Al Kitab menunjukannya kepada kewajiban mengerjakan sholat yang merupakan keistemewaan tersendiri bagi mereka yang mengerjakannya. Dalam suatu riwayat yang menyebutkan bahwa sesunggugnya amal seseorang hamba-hamba yang pertama-tama diperhatikan pada hakikat adalah sholat. Bila ternyata sholat baik dan sempurna, maka diterima sholatnya mereka itu dan semua amalan lainnya sebaliknya bila ternyata sholatnya masih kurang, maka ditolak sholatnya dan semua amalan-amalan lainnya.82 Seseorang mukmin yang hanya menyerahkan diri kepada Allah SWT, pasti melaksanakan pokok-pokok kebajikannya dengan melaksanakan sholat suatu haq Allah sendiri dan membelanjakan sebagian harta, suatu haq masyarakat yang melengkapi zakat dan segala haq yang lain, baik berdasarkan wajib maupun sunnah. Sholat adalah suatu rangka iman yang mendirikannya itulah mukmin yang benar, yang sungguh-sungguh menegakkan perumahan Islam. Kedudukan sholat diantara berbagai macam taat sholat terhadap difardhukan sejak permulaan Islam pada ketika itu Nabi Muhammad SAW senantiasa melaksanakan sholat sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Mukmin: 55

81 Ibid, hal 250 82 Imam Al-Ghozali, Ihya Ulumddin: Cahaya Di Belakang Shalat Khusu’, Terjemahan Drs Rasihin Agami, Solo, CV Ramadhan,1988, hal 47.

48

ِ َ ْ ِ َ ّ ِ َ ِِ َ َّ ِ ْ َ ِ ْ َّ َ ‫و سبح بحمد ربك بالعشر ول بكر‬ َ
“Dan bertasbilah seraya memuji Tuhanmu pada waktu pagi dan petang”83 Ibadah malam hari pada ketika itu hanya membaca Al-Qur’an setahun sebelum hijrah, barulah difardlukan sholat lima kali. Seperti diketahui, bahwa tidak ada suatu perintah yang dipentingkan oleh Al-Qur’an sebagai sholat sungguh Allah SWT sebagai yang telah oleh Imam Ahmad telah membesarkan urusan sholat dan kَ dudukannya dalam e َ Al-Qur’an.84 Kesimpulan yang dapat diambil dari hikmah sholat adalah sholat dapat mnciptakan ketenangan jiwa sebagai sarana pembinaan moral yang tinggi dan yang terakhir mengandung pendidikan disiplin. 2. Macam-macam Sholat a. Sholat Fardhu Yaitu sholat lima waktu dikerjakan dalam sehari semalam ditentukan waktunya, yaitu:  Sholat Shubuh, awal waktunya mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari.  Sholat Dhuhur, awal waktunya setelah cenderung matahari di pertengahan langit, akhir waktunya bila bayang-bayang sesuatu telah sama dengan panjangnya selain bayang-bayang ketika matahari menungguk persis diatas ubun.  Sholat Ashar, awal waktunya mulai habis dhuhur bayang-bayang sesuatu telah panjangnya selain bayang-bayang ketika matahari diatas
83 Depag RI, hal 767 84 TM Hasby Ashshidiqi, Pedoman Sholat, Jakarta, Bulan Bintang, 1986, hal 46

menahan makan dan sebagainya. Ibadah Puasa Puasa menurut bahasa Arab menahan dari segala sesuatu seoerti menahan tidur. Sedangkan menurut istilah agama Islam yaitu menahan sesuatu yang membukakan satu hari lamanya mulai tertib fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat. Sulaiman Rasjid. menahan berbicara. Cet ke 17 tt. Akan tetapi mereka diwajibkan mengganti puasa sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari lain. Ibadah puasa adalah rukun Islam yang keempat yang diwajibkan kepada para muslimin untuk mengerjakannya.  Sholat Maghrib.49 ubun-ubun sampai terbenamnya matahari. awal waktunya mulai terbenamnya matahari sampai hilangnya teja merah. hal 71-72 86 QS Al Baqaroh.85 3. awal waktunya mulai terbenamnya teja merah sampai terbitnya fajar . Fiqh Islam. (2). Jakarta. Orang sakit dan orang yang dalam perjalanan golongan ini dibebaskan dari wajib puasa selama sakit atau selamamusafir. diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa”. : 183 . Sebagimana firman Nya dlam surat Al Baqarah : 183 ْ ِ َ ْ ّ َ َ َ ِ ُ َ َ ُ َ ِ ْ ُ ْ ََ َ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ِ ‫يا ايها الذ ين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذ ين من‬ َّ َ ۱۸۳‫قبلكم لعلكم تتقون ٭‬ َ ُ ّ َ ْ ُ ّ َ ْ ُ ِْ َ “Hai orang-orang yang beriman. Attahiriyah. 85 H.86 Berdasarkan ayat di atas. maka ada beberapa golongan yang mendapatkan keringan dan bebas dari kewajiban puasa itu adalah: a.  Sholat Isya’.

hal 44 .  Puasa Sunnah. dan berakal.  Kuat dan sehat. Orang tua yang sudah lanjut umur tiada kuasa lagi berpuasa. Perempuan dalam keadaan haidl (menstruasi). puasa Arafah. Dienul Islam. ibadah puasa Ramadhan. Yang diwajibkan puasa  Orang Islam. berarti tingkat pengalaman ibadahnya tinggi. baligh. tetapi mereka harus menqadho hari-hari mereka yang tidak berpuasa atau mereka membayar fidyah bagi kedua golongan yang terakhir ini. c. orang itu di pandang melakukan pelanggaran besar atau mereka dapat dikatakan tingkat pengalaman ibadahnya rendah atau sebaliknya jika orang tidah mudah meninggalkan puasa selama tidak ada halangan yang dibolehkan. 1. 2. puasa senin kamis. d. dan puasa yang sederajat dengannya.87 Jadi orang yang meniggalkan puasa di bulan Ramadhan dengan sengaja tanpa halangan. Cara berpuasa adalah bila kamu menyaksikan bulan Ramadhan  Dengan melihat bulan  Persaksian orang yang adil 87 Nasaruddin Razak. Macam-macam Puasa  Puasa Wajib. puasa ‘Asyuro’. Bandung. puasa kafarat. 1977. Orang sakit yang tidak harapan lagi sembuh dari sakitnya. yakni yang tidak ada termasuk dalam kategori yng telah disebutkan diatas.50 b. Al Maarif. dan puasa Nadzar. perempuan hamil dan perempuan menyusui anak.

Kedua puasa itu paksaan bagi musuh Allah SWT sesungguhnya jalan bagi setan dikutuk oleh Allah dia kiranya ialah hawa nafsu. maka berbukalah dan gantilah puasa pada hari yang lain. Dari puasa adalah amalan pada batin dengan kesabaran semata-mata karena Allah.  Sakit lama yang tidak sembuh-sembuh maka boleh berbuka. dengan puasa berturut atau berpisah-pisah. maka bolehlah kamu meninggalkan puasa kemudian meninggalkan pada hari yang lain. hal 122 89 Himpunan Putusan Tarjih. Dan dari puasa itu sendiri adalah rahasia. PT Bina Ilmu. Op Cit.  Dan bila puasa terasa berat bagimu karena tuamu.51  Menyempurnakan bulan sya’ban 30 hari apabila berawan  Dengan hisab  Maka puasalah dengan ikhlas niatmu karena Allah SWT  Niatlah puasa sebelum fajar  Kecuali bila kamu (wanita) sedang datang bulan atau sedang nifas.1987. Tidak ada padanya perbuatan yamg tidk terlihat sedang amalan-amalan nilainya adalah dengan di persaksikan dan dilihat orang ramai.88 Adapun hikmah puasa adalah pertama bahwa puasa mencegahkan dan meninggalkan.  Bila mana kamu sedang menderita sakit atau berpergian. tetapi berfidyah dengan memberi makan kepada orang miskin buat satu hari satu mud. Dan puasa itu tiada yang melihatnya selain Allah Azza Wa Jalla. hal 170 . Begitu juga karena mengandung atau menyusui.89 2. Bentuk-bentuk pengamalan Agama Islam 88 H Endang Syaefuddin Anshori. Surabaya. Ilmu Filsafat dan Agama.

hal 177 . hal 43 92 Nasaruddin Rozak. hal 61 91 Sayyid Sabiq.Yang berkaitan dengan ibadah meliputi:  Sholat  Zakat  Puasa  Haji  Thaharah.92 Bentuk-bentuk pengalaman diatas adalah persoalan yang berkaitan dengan urusan akherat. Sumbangsih Offest. 1988. akan tetapi juga bukti nyata sebagai realisasi dari iman yaitu melaksanakan petunjuk-petunjuk dan perintah Nya. PT Bina Ilmu.91 Bentuk-bentuk pengalaman agamadibawah ini merupakan bukti nyata dari terwujudnya iman dalam bentuk praktek kehidupan sehari-hari: 1. 1980. Bandung Al Ma’arif. Dienul Islam. Nilai-nilai Islam. Adapun perintah dan cara melaksanakannya telah diatur oleh Allah melalui Rasul Nya. Salim Buhreisy dan Said Buhreisy. Bagi seseorang muslim sholat merupakan kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap orang mualaf.keimanan sesorang dalam 90 Sayyid Sabiq. iman merupakan dasar yang akan menentukan dan memacarkan perbuatan-perbuatan yang baik seperti yang dikatakan Sayyid Sabiq bahwa “Apabila aqidah (keimanan) itu baik maka baik pula seluruh kehidupan dan kedudukan. karena sholat itu merupakan dasar dan fondasi. Dalam pembahasan ini penulis membatasi pada pengalaman ibadah sholat fardhu dan puasa Ramadhan. Jika iman rusak semuanya itu akan binasa dan berantakan. dan Dalil Hamid. Sumber kekuatan Islam. HMS Prodjodikoro. yang dikerjakan diri pada Allah. Yogyakarta. cet II. AMujab Mahali.52 Dalam kehidupan Islam..90 Untuk itu orang Islam dituntut bukan hanya beriman saja. Surabaya. 1977. menjauhi semua larangan Nya.

1990.53 Islam. dan saya minta keringanan sehingga dijadikan Allah lima puluh menjadi lima dalam sehari semalam.”93 Hadits Nabi Muhammad SAW: ُُِ ‫فر ض ل عل أمتى ليلة ا لسرا ء خمسين صل ة فلم ان ل أ را جعه‬ ُ ْ ْ َ ْ ََ ً َ َ َ ْ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ َ َْ َ ِ ّ ُ َ َ َ َ َ ٍ َْ ََ ٍ ْ َ ِ َ ِ ً ْ َ َ ََ َ َ َ َ ِ َ َ ِ ُ َ َْ ََ ‫وأسا له لتحغيف حتى جعلها خمسا فى كت يو م وليلة‬ “Telah difardlukan Allah atas umatku pada malam Isra’ lima puluh sholat. baik makhluk bukan manusia (flora. alam sekitar) maupun terhadap sesama 93 Depag. yaitu mendidik kedisplinan dan hidup teratur. cet XXIII. Op Cit. maka senantiasa saya kembali ke hadirat Ilahi. Fiqh Islam. yaitu:  Akhlak manusia kepada kholik  Akhlak manusia kepada makhluk. hal 71 .94 2. jika dilakukan secara kontiyu. Disamping juga sebagai alat pendidikan rohaniah manusia yang efektif. fauna. hal 94 Sulaiman Rasyid. Bandung. Yang berkaitan dengan akhlak. Firman Allah dalam surat ً ْ ُ ْ َ ً َ ِ َ ْ ِ ِ ْ ُ َ ََ ْ َ َ َ ّ ّ ِ َ َّ ‫فأقيموا الصلوة ان الصلوة كانت على المو منين كتبا مو قو تا‬ ُ ْ ِ ََ “Dirikanlah sholat ( sebagaimana biasa) sesungguhnya sholat itu adalah fardlu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. Sinar Baru.

54 manusia (diri sendiri. Farid Ma’ruf Noor menyatakan: “…. Dinamika dan Akhlak Dakwah. Hal demikian difirmankan oleh Allah dalam surat Al Isro’: 23-24 ‫و قض ربك ال تعبد وآ ال اياه بالوا لدين احسانااما يبلغن عند ك الكبراحد‬ َ َ َ ِ ْ َ َ ْ ِ ّ َ ْ َ ّ ِ ً َ ْ ِ ِ ْ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ِ ّ ْ ُ ُْ َ َ َ َ َّ َ َ َ ٣٢‫همآ او كلهما فلَتقلْلهمآ افّو لتنهر هما و قل لهما قول كريما ٭‬ ً ْ َ ً ْ َ َ ُ ّ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ُ ّ ُ َ َ َ ُ َِ ْ َ َ ُ ْ ِ َ ّ َ َ َ َ ُ ْ َ ‫َ ْ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ّ ِ َ ّ ْ َ ِ َ ُ ْ ّب‬ ‫وا خفض لهما جناح الذ لّمن ا لر حمة وقل ر ّ ارحمهما كما ربينى‬ َ ٤٢‫صغيرا٭‬ ً ِْ َ “ Dan Tuhanmu telah memerintahkan kamu sepuya jangan menyembah selain Dia 95 Endang Saifuddin Anshari. hal 26 96 Farid Ma’ruf Noor. masyarakat)95. Budi pekerti yang baik merupakan pengikat persatuan dan kesatuan yang kuat dalam kehidupan manusia didunia.”96 Dalam kaitannya dengan akhlak terhadap manusia Islam menetapakan untuk senantiasa taat dan patuh serta berlaku hormat kepada orang tua. Rasa senasib dan sepenagangguan akan terwujud dalam kepentingan dan memelihara ketentraman hidup bersama. Dalam bentuk pengalaman agama yang bekaitan dengan akhlak sangatlah luas yaitu terdapat pada seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia baik yang berhubungan dengan penciptanya maupun terhadap sesama ciptaan Nya. cet I.1982. Surabaya. 1981.agama Islam itu sendiri pada prinsipnya adalah merupakan landasan hidup manusia agar memiliki akhlak yang baik dan mulia. baik akhlak yang dihadapkan Allah sebagai khaliq yang dihadapkan terhadap sesama manusia bahkan terhadap sesama makhluk. Bina Ilmu. Bandung Pustaka. tetangga. Wawasan Islam. hal 54 . bahkan anak dilarang keras membantahnya apalagi membentak hingga menyakitkan hatinya. keluarga. cet III. karena akhlak atau budi pekerti nilai kepribadian manusia sebagai manifestasi dari sikap kehidupannya secara konkrit.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah wahai Tuhanku. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengalaman agama Islam  Faktor lingkungan keluarga Keluarga merupakan tempat persemaian tumbuhnya generasi muda yang diharapkan dapat mengganti generasi tua. perkembangan dan pengembangan potensi serta pembentukkan kepribadian anak sehingga menjadi anak yang sholeh. Terlebih dalam hal berkawan atau memilih teman serta kesetiakawanan. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharanmu. maka hubungannya antara sesama pelajar pun masuk dalam pembahasan ini. pemegang kendali nilai moral agama dan Negara. 3.97 Masih dalam lingkup akhlak terhadap sesama manusia disamping taat dan patuh pada orang tua dan guru. Op Cit hal 427 .55 dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dan sebaik-baiknya. Pengaruh keluarga amat besar pada proses pertumbuhan. Disamping keluarga adalah pelaksana pertama dan utama bagi pembentuk pribadi anak yang agamis. harus tahu perkembangan jiwa anak terlebih pada masa remaja menuju kedewasaan karena secara psikologis pada masa itu 97 Al-Qur’an dan terjemahannya. karena didalam usaha untuk mewujudkan ukhuwah islamiyah yang baik dalam siswa tentunya menjadi satu rangkaian pula bahwa pergaulan antara sesamanya pun sangat perlu diperhatikan. kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka mendidik aku waktu kecil”. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Orang tua sebagai orang terdekat sekaligus penanggung jawab dalam pendidikan keluarga.

Dalam hal seperti ini ajaran dan ketentuan agama sangat dibutuhkan untuk mengembalikan jiwanya pada ketenangan dan kestabilan.99 Lingkungan sekolah. hal 137 99 Ibid. Bulan Bintang 1990. mengenai didikan dan pengetahuan agamanya.98  Faktor lingkungan Sekolah Pergaulan anak dengan orang lain (diluar lingkungan keluarga) terutama teman-temannya telah banyak menambah pengamalan agama dalam kehidupan. karena pergaulan anak di masyarakat akan lebih banyak menyita waktu. misalnya melalui kelompok bermain . dimana anak mendapatkan ilmu pengetahuan yang akan memupuk kecerdasan dan pengembangan bakatnya. Cet XII. jika hal itu tidak mendapat perhatian dari masyarakat sekitar dengan baik. hal 46 . kelompok belajar atau yang lain. Ilmu Jiwa Agama. Sementara didikan agama dari dalam keluarga dan disekolah pun sangat terbatas dan sesekali.  Faktor Lingkungan Masyarakat Lingkungan masyarakat dimana keluaraga tinggal ikut mempengaruhi pengamalan agama anak yang bersangkutan. serta dalam pergaulan masyarakat akan sangat 98 Dr Zakiyah Drajat. Jakarta. karena perhatiannya terhadap agama juga banyak dipengaruhi oleh teman-temannya. maka tidak mustahil jika jiwa pertumbuhan dan peerkembangan keagamaan anak akan sangat minim lain hal nya jika pengetahuan agama lebih terjamin dengan baik demikian pula di sekolah.56 banyak mengalami kegoncangan hal mana dorongan dalam dirinya dirasa tidak sesuai dengan keadaan yang ada pada dirinya.

ekonomi merupakan satu hal sangat penting bagi manusia didalam memenuhi kebutuhan hidup. maka pengaruh ekonomi tidak begitu saja dapat di lepaskan. Yogyakarta. memang kefakiran dekat sekali kepada kekafiran”. ini karena iman mereka masih dangkal dan lemah. Banyak mereka terjebak dengan misi. khususnya pendidikan agama. bahkan juga mempengaruhi keagamaan seseorang. Bahkan Mukti Ali pernah berpendapat: “ Suatu yang tidak bisa di pungkiri.57 mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak atau siswa. Akan tetapi tidak sedikit diantara mereka yng berhati – hati dengan hal semacam ini. sekolah dan masyarakat dimana anak tinggal dan bergaul kan sangat berpengaruh dalam pendidikan dan pengamalan agama bagi anak yang bersangkutan.  Faktor Ekonomi Selain faktor pendidikan dan sosiologis. baik dalam keluarga. maka tingkat pemahaman dan pengalamannya dalam melaksanakan ajaran agama lebih nampak dan lebih dan lebih terjamin.bahwa tidak jarang karena kekurangan dan pemikirannya seseorang mau terpaksa meninggalkan agama. didalam membentuk membentuk kepribadian dan sikap beragama seseorang. 1971. Dengan demikian lingkungan yang ada.yang menggunakan materi sebagai umpan mereka. Jadi faktor ekonomi ini erat hubungan dengan masalah pendidikan.100 Didalam kenyataan banyak kita lihat bagaimana mereka saudara kita yang lemah ekonomi menjadi sasaran empuk bagi agama lain. sebab apabila seseorang sejak kecilnya sudah tertanam didalam jiwanya rasa keagamaan yang kuat dan berurat 100 Mukti Ali. hal 13 . Faktor-faktor Penyiaran Islam. Yayasan Nida.

sering ia terbentuk dengan penderitaan. maka seorang muslim dituntut bersikap tawakal dan tabah dan seketika itu juga harus ingat pada Allah seraya memohon petunjuk dan pertolongan Nya. Wal hasil aktifitas-aktifitas hidupnya dapat terganggu karena nya mungkin kondisi semacamnya ini di sebabkan kegagalan seseorang dalam mencapai cita-cita. kegagalan dan sebagai berikutnya. kesedihan. Kondisi psikologi semacam ini terkadang bisa membuat manusia tergoncang jiwanya. demikian juga sebaliknya orang-orang yang terpenuhi bidang ekonominya bahkan bisa dikatakan telah cukup. sehingga mereka tidak akan berlarut dan terbawa dengan kesedihan yang akan membawa pengaruh dan dampak yang sifatnya negatif. kekecewaan. frustasi dan putus asa yang berkepanjangan. ditinggal mati orang yang dia cintai dan sebagainya.  Faktor Psikologi Manusia didalam menjalani hidupnya tidak selamanya berjalan mulus. pecahnya kehidupan berumah tangga. . Hal ini menujukan adanya pebgaruh ekonomi terhadap sikap dan kepribadian seseorang. Dikarenakan limpahan harta dan mereka terbuai dengan kekayaan yang telah mereka miliki dan mengabaikan kewajiban – kewajiban nya selaku makhluk Allah SWT.ada kalanya tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. ia juga bisa lalai dengan kewajiban agamanya.58 akar dan tempat pendidikannya menunjang maka mereka tentu tidak akan mudah terpengaruh dengan hal ini.

Bacalah. 1990.€6³/Ú[+¥.¬. hal 92 .€0³/Þ[+±:¬. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. didalamnya jiwa yang damai dan tenang sangat memungkinkan seseorang akan semakin tekun dalam mengamalkan perintah agamanya sebaliknya orang yang tidak sungguhsungguh didalam mengamalkan ajaran agamanya.— “ 1.—5²0¯\. Bandung.Alaq 1-5: OQN4¥. dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. 2.¬. dan dangkal imannya ia di mungkinkan mudah tergoncang jiwanya. 4.—Ð/x:«[ORN®+z6§+Ú[+©. Perspektif Al-Qur’an tentang Manusia dan Agama.¬.¬. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.«\.¬.sOPN+¥. Selain pengamalan agama Islam juga memerintahkan kepada setiap muslim untuk menuntut ilmu mempergunakan akal yng diberikan Allah dengan cara membaca segala sesuatu yang ada di alam. 5.s5Â9x«[+©0^+y/ ±6€\0^Õ+z6¤/[ OSN/±.59 Murtadha Muttahari mengatakan bahwa akibat kehidupan kontemporer yang bersumber pada ketiadaan agama adalah dengan meningkatnya penyakit syaraf dan psikologis. Dia yang mencipatakan manusia dari segumpal darah. Mizan. Dia 101 Murtadha Muttahari.¯+²\.Ã5±.^+y+¼Ç+z6£/[ OTN5±.¬6˜.¤6«\0^+±. Perintah untuk menuntut ilmu ini termaktub dalam surat Al. 3.101 Dengan demikian semakin jelaslah bahwa hubungan antara psikis dan tingkat keagamaan seseorang erat kaitannya.

Jakarta: Bulan Bintang.˜.¬.60 mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya.¯ J±6¬0˜«\0^/¹6Ä.v¬[+y+[5².Ÿ.Ÿ+\¯. “102 Pada ayat tersebut manusia di perintahkan untuk membaca.1979 .¯¼ G/±6¬0˜«\0^ “ Barang siapa ingin dunia hendaknya ia berilmu.1079 103 Prof Dr Umar Muhammad Al Taumy Al Syaibany. barang siapa inginkan keduanya maka hendaklah ia berilmu. dan barang siapa ingin akhirat hendaklah ia berilmu. Op Cit hal. alih bahasa Dr Hasan Langgung.Ÿ+º+z0n+Ú[+u[+y+[5². Adapun membaca tersebut dapat digolongkan : membaca tulisan.¬. membaca alam dan membaca pengamalan yang telah lalui Bila manusia ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akherat maka ia hendaklah mempunyai ilmu berdasarkan hadits: /¹6Ä.·+y+[5².˜.¯+¼ G/ ±6¬0˜«\0^/¹6Ĭ.˜.”103 102 Al-Qur’an. Falsafah Pendidikan Islam.

c. B. Sedangkan objek yang dimaksud dalam penelitian disini adalah orang tua anak dan anak SD Muhammadiyah Suronatan Kelas IV. b. VI sekolah dasar tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:104 104 Sutrisno Hadi. V.61 G. VI sekolah dasar tersebut.V. Metode Pengumpulan Data Yaitu cara untuk mengumpulkan data atau keterangan dalam suatu penelitian. Metode Penelitian Adapun metode yang kami gunakan penelitian ini adalah 1. sebagai sumber data ini penelitian ini adalah: a. Data yang diambil harus sesuai dengan persoalan yang akan dibahas yaitu data-data yang akan hubungan dengan penelitian tersebut. Siswa kelas IV. Andi Offset. 1989 hal 136 . Objek Penelitian Yang dimaksud objek penelitian adalah apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.V. Metode Penelitian A. Metode Penentuan Subyek Yang dimaksud dengan metode penelitian subyek penelitian adalah untuk mengetahui siapa-siapa yang akan menjadi penelitian.VI. Yogyakarta. 2. Kepala sekolah dasar Muhammadiyah subyek dalam Suronatan Yogyakarta. Metodologi Research II. Guru Agama Islam kelas IV.

untuk mendapatkan data mengenai: 1. Bandung. VI. dalam pengertian penulis hanya pokok-pokok masalah yang akan dipertanyakan dalam wawancara akan penulis lakukan kepada kepala sekolah dasar Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta. Peranan guru agama dalam memotivasi anak didiknya dalam mendapatkan pengalaman agama di sekolah dasar tersebut. Pandangan kepala sekolah tentang peranan orang tua dalam memotivasi anak tentang pengalaman agama di sekolah dasar tersebut. Hal-hal yang mendorong maupun penghambat dalam memotivasi anak dalam mendapatkan pengalaman agama disekolah dasar tersebut. V. Dasar dan Tehnik-tehnik Research. 2. Metode Observasi Sebagai metode ilmiah observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki. Guru Agama Islam IV.Op Cit. siswa kelas IV. Winarno Surachmad.105 Jenis wawancara yang penulis gunakan adalah wawancara bebas. yang mengajar di sekolah dasar. hal 23 106 Ibid. 4. V. hal 206 35.62 1. hal125 . 1975. 3. VI. 2.Interview atau Wawancara. Metode Interview adalah sebagai suatu proses tanya jawab lisan dalam mana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik yang satu dapat melihat yang lain dan mendengarkan suaranya.106 105 Winarno Surachmad. Tarsito. Sejarah berdiri dan perkembangan sekolah dasar Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta.

Jenis observasi yang penulis pergunakan dalam penulisan ini adalah observasi non partisipan. Adapun metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang aktifitas pelajaran agama adapun aktifitas itu seperti sholat berjama’ah. Metode Angket Metode angket ini penulis untuk memperoleh data atau informasi dari siswa dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang dirinya yang ada pengamalan agamanya disamping juga tentang kondisi keberagaman orang tuanya. Ini dilakukan untuk menghindari adanya tingkah laku yang dibuat-buat karena mengerti sedang diobservasi. Metode Dokumentasi Dokumentasi adalah sebagai laporan tertulis dari suatu peristiwa itu yang ditulis dengan sengaja untuk menyimpan atau memasukkan keterangan mengenai peristiwa tersebut. 3. Dalam hal ini penulis mengambil dokumen-dokumen yang ada sangkut pautnya dengan data yang dibutuhkan seperti struktur organisasi. yaitu peneliti tidak ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh obyek yang diobservasi. Jika hal itu terjadi. Observasi ini juga digunakan dalam rangka melengkapi data-data yang ada. mengaji disekolah tersebut.63 Jadi observasi adalah metode pengumpulan data dengan jalan pengamatan dan pencatatan secara langsung dan sistematis terhadap gejala-gejala yang diselidiki. sejarah berdirinya. karena memperoleh kedudukkan utama jika dibandingkan dengan metode-metode yang lain. Menurut Sursimi Arikunto angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis 107 . dan lain-lainnya. maka data diperoleh kurang menyakinkan.107 Kedudukkan metode dokumentasi dalam penelitian ini adalah sebagai metode primer. 4.

Oleh data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kualitatif. Metode Induktif Yaitu suatu metode yang berupa proses penarikan kesimpulan umun dari faktor-faktor.64 yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal – hal yang ia ketahui. Yang dimaksud dengan metode analisa data suatu usaha yang ditempuh untuk memberikan interpretasi terhadap data yang diperoleh dari hasil pengetahuan yang telah masuk seleksi dan tersusun dalam suatu rangkaian tertentu. hal 120 109 Sutrisno Hadi. b Metode Deduktif Yaitu metode yang bertitik tolak dari pengetahuan umum itu untuk menilai kejadian yang bersifat khusus. Prosedur dan Penelitian Suatu Pendekatan Praktek .108 C. Yasbit Fakultas Psikologi UGM. Bina Aksara. peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus. Dalam hal ini penulis menggunakan metode: a. sehingga mudah dimengerti makna dan yang terkandung didalamnya. 1996.109 D. Yogyakarta. Jakarta.Metologi Research I. langkah selanjutnya adalah penganalisaan dan pengolahan data. Sedangkan untuk mengolah data atau menganilisa data yang sifatnya kuantatif menggunakan analisa statistik sederhana dengan formasi: 108 Suharsimi Arikunto. Metode Analisis Data. maka metode yang digunakan : Data kualitatif adalah penulis menyajikan data kemudian menganalisa dalam bentuk kata-kata kalimat. 1980 hal 49 . Metode Pengolahan Data Setelah semua data terkumpul. Metode analisia kualitatif adalah menganalisa data dengan penggambaran kalimat yang teratur.

sedangkan yang kembali 205. jadi yang tidak kembali ada 9 angket. 110 Ibid. Dari angket yang sebar 214. Rumus ini di gunakan untuk mencari persentase dari hasil penyebaran angket siswa. hal 42 . dari seluruh siswa sebanyak 214 siswa.P=F N x100% 65 Keterangan: P = Angka Persentasi F = Frekunsi yang sedang dicari persentasenya N = Number Of Cheses ( Jumlah frenkuensinya ataunya banyaknya individu)110. siswa maupun kondisi kehidupan beragama orang tuanya. baik untuk mengetahui pengamalan ajaran Islam .

serta petunjuk atas selama penulisan skripsi ini. Bab tiga tentang peranan orang tua terhadap motivasi anak tentang pengamalan agama.halaman pengesahan. rahmat. halaman tabel. Dalam bab ini terkandung latar belakang masalah. halaman motto. halaman nota dinas. tujuan dan kegunaan penelitian. lampiran-lampiran. yang telah memberi kesehatan. Bab terakhir dari skripsi ini adalah memuat daftar kepustakaan . dan sistematika pembahasan. SISTEMATIKA PEMBAHASAN Sistematika pembahasan yang akan disajikan dalam skripsi ini secara utuh adalah sebagai berikut: sebagai langkah awal dari skripsi ini masih merupakan sisi formalitas yang harus diperhatikan sebagai syarat keabsahan diterima skripsi ini sebagai suatu karya tulis ilmiah. kondisi kehidupan beragama di lingkungan keluarga siswa dan pengamalan agama islam siswa. struktur organisasi. Ini terdiri dari halaman judul. Selanjutnya bagian isi yang meliputi empat bab yang terdiri dari bab satu yang berisi pendahuluan. keadaan karyawan dan guru. keadaan siswa serta sarana dan prasarana.66 H. halaman daftar isi. terdiri dari bentuk-bentuk upaya pembinaan keberagamaan. saran-saran dan kata penutup sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Bab empat penutup. . metode penelitian . sejarah singkat dan perkembangan. kerangka teoritik. terdiri dari kesimpulan. rumusan masalah. Bab dua penulis cantumkan gambaran umum lokasi penelitian yang berisi gambaran umum SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta meliputi Letak geografis.

30 WIB . dimana masa itu bangsa Indonesia mengalami masa yang sulit untuk mendapatkan pendidikan. Sejarah Singkat Berdiri SD Muhammadiyah Suronatan Pada masa penjajahan Belanda.111 Menyikapi perkembangan dan tuntutan zaman SD Muhammadiyah senantiasa 111 Wawancara dengan kepala sekolah SD Muhammadiyah Suronatan . yang terletak didaerah Suronatan. jam 09. karena hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan. SD Muhammadiyah Suronatan berbatasan langsung dengan rumah-rumah yang ada daerah Suronatan.67 serta riwayat hidup. BAB II GAMBARAN UMUM a. Letak Geografis SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta. kepada anak bangsa untuk merasakan dunia pendidikan. telah memberanikan diri untuk memberikan kesempatan. Pada awal berdiri sekolah hingga tahun 1973 para siswanya putra semua. pada tahun 1974 para siswanya putra. Terdorong oleh keadaan tersebut maka salah satu putera bangsa pada saat itu KHA Dahlan. tanggal 6-Agustus 2003. sebelah utara berbatasan dengan jalan KHA Dahlan Yogyakarta. tidak jauh dengan jantung kota Yogyakarta. b. SD Muhammadiyah Suronatan berdiri sejak tahun 1918 merupakan salah satu sekolah yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan yang diberi nama Standard School. sebelah barat berbatasan dengan kampung Kauman. sebelah Timur berbatasan dengan kampung Notoprajan.putri sampai sekarang.

Struktur Organisasi Struktur Organisasi merupakan suatu bagan tatanan dalam suatu lembaga atau badan atau perkumpulan tertentu. Saat ini SD Muhammadiyah Suronatan sedang giat melaksanakan pembangunan gedung sekolah berlantai tiga dan dikerjakan dalam tiga tahap. dalam menjalankan roda organisasi untuk itu diperlukan struktur organisasi yang mapan dalam menjalankan tugas dan tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Berkat kerja keras. 112 Dokumen SD Muhammadiyah Suronatan tahun 2003 . dimaksudkan sebagai pembagian tugas dan tanggung jawab bersama seluruh personil yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. keikhlasan serta kerjasama yang baik dari pihakpihak terkait. Animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SD ini makin meningkat.112 c. Baik pembangunan fisik maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. ketekunan.68 melakukan pembenahan dan pembangunan. Struktur organisasi yang ada di SD Muhammadiyah Suronatan adalah merupakan struktur organisasi dimana merupakan rentangan kekuasaan kepala sekolah. agar tidak terjadi kekacauan dan ketimpangan dalam tugas. maka out put sekolah ini makin dapat dibanggakan.

17 Maret 2004 .Waka I Waka II Karyawan Guru M U Sekolah RID KepalaGuru Bendahara Tata PCM Ngampilan usaha Dinas P Waka III Satpam Guru Komite Sekolah dan P Kota Yogyakarta 69 Tabel 1 Struktur Organisasi SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta113 113 Dokumen Sekolah.

indah. sehingga makanan lebih terjamin. Disediakan mushalla sebagai pusat kegiatan ibadah dan keagamaan 4. Pd : Martini. Pembinaan siswa berbakat 7. : Drs Sunari. Pelayanan tabungan sekolah 9. dan Islami. 6. 2.70 Keterangan: Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngampilan Dinas P dan P Kota Yogyakarta Kepala Sekolah Komite Sekolah Wakil Kepala Sekolah Bid Kurikulum Wakil Kepala Sekolah Bid Keuangan Wakil Kepala Sekolah Bid Permuridan Tata Usaha Bendahara d. S. S. sejuk. S. Tersedia perpustakaan yang cukup lengkap 8. Gedung dan ruang kelas cukup representatif untuk belajar.Pd : Ahmad Husein. Terletak di tengah kota.Pd : Dwi Budi Ningsih. nyaman. mudah dijangkau dengan kendaran umum 3. SE : Supiyani.Pd : Repi Sardiyah : Sumardjono. Ada warung sekolah. : Drs Sugito. sehat. tenang. MSi : Kismadi. 5. Ruang Lobaratium dan Laboratium Komputer. Ag . Ama. Lingkungan sekolah cukup kondusif: bersih. Sarana dan Prasarana Fasilitas yang ada di SD Muhammadiyah meliputi: 1. S.

71 10. Pelayanan kesehatan siswa.114

BAB III HASIL DAN PENYAJIAN PERANAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI ANAK TENTANG PENGALAMAN AGAMA A. Pembinaan Kehidupan Beragama Kegiatan pendidikan agama Islam dilaksanakan di SD Muhammadiyah Suronatan merupakan pengembangan dari ciri khas keagamaan Islami yang melekat pada lembaga pendidikan ini Adapun strategi pelaksanaan ciri agama Islam yang pelaksanaan penyampaian materi agama ini berpaduan pada garis-garis program pengajaran, merupakan perpaduan kurikulum Depdiknas dan Kurikulum Persyarikatan Muhammadiyah. Guru yang diberi tanggung jawab untuk memberikan pengajaran agama kelas I, II, III dengan model guru kelas masing-masing. Untuk kelas IV A Bapak Subarjo, IV B Ibu Supiyani, Kelas VA Ibu Sudarsih, VB Bapak Sumardjono, VI A Bapak Hartoyo, VI B Bapak Zabidi.115 Adapun metode pengajaran yang digunakan metode bergantian sesuai dengan cukup bervariasi menggunakan metode bergantian sesuai dengan materi yang disampaikan. Diantaranya metode ceramah, tanya jawab, demontran crill( latihan) dan pemberian tugas. Namun dari berbagai menurut para guru metode yang paling sering

114 Ibid 115 Wawancara dengan Kepala Sekolah tanggal 06 Agustus 2003

72 dipaakai adalah metode ceramah yang dikombinaikan tanya jawab.116 Disamping usaha yang berkaitakan secara langsung dengan materi ajar pengajaran agama Islam dikelas ( kegiatan intra kuriluler) Sekolah Dasar Suronatan Muhammadiyah Yogyakarta juga menciptakan suasana keislaman dilingkungan sekolahan. Suasana keagamaan ini direalisasikan diantaranya dalam bentuk simbol-simbol keislaman yakni:  Berkaitan dengan pakaian, SD Muhammadiyah mewajibkan setiap individual baik guru maupun murid untuk berbusana muslim.  Tata ruang, dalam hal ini diwujudkan dengan cara meletakkan gambargambar dan kaligrafi tulisan ayat-ayat Al-Qur’an terutama yang berkaitan dengan keutamaan belajar disemua ruangan kelas dan penulisan basmalah diatas papan tulis.117 Hal ini diatas dilakukan dengan harapan semua anak didik mendapatkan suasana agamis, disamping pula itu SD Muhammadiyah Suronatan juga mempunyai musholla yang dibangun oleh KH Ahmad Dahlan yang dahulu dipakai sholat jama’ah sholat dhuhur, tetapi dengan anak didik yang begitu banyak sehingga mushola tersebut tidak dipergunakan. Upaya lain dengan pembinaan kehidupan beragama pada siswa adalah penciptaan suasana keagamaan berupa kegiatan . Adapun bentuk- bentuk keagamaan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

116 Hasil observasi tanggal 01 Oktober 2003 117 Hasil Observasi tentang nuansa keagamaan di SD Muhammadiyah Suronatan, tanggal 20 Oktober 2003

73

 Membiasakan do’a bersama. Ketika memulai dan sesudah selesai belajar mengajar. Hal ini dilakukan sebagai upaya membimbing siswa untuk selalu dekat dengan Allah SWT karena berdo’a berharap dan memohon kepada Allah untuk mengabulkan apa yang menjadi harapan atau keinginannya, dan setelah mendengar suara azan dhuhur.  Melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah Kegiatan ini biasanya dilakukan pada jam istiharat kedua yakni jam 11.1511.30. Adapun tempat pelaksanaan di masjid At- Tahkim dan masjid At – Taqwa yang berjarak tidak jauh dengan sekolahan. Namun kegiatan karena alasan tempat dan waktu bapak kepala sekolah hanya diwajibkan bagi siswa III, IV, V, VI yang memang mendapatkan pelajaran tambahan sampai sore.  Peringatan hari-hari besar Islam Kegiatan hari-hari besar tidak seluruhnya diperingati SD Muhammadiyah Surontan. Hanya peringatan tahun baru Islam (Muharam) dan Nuzulul Qur’an yang biasanya diperingati untuk kegiatan peringatan atau muharam selalu diisi ceramah keagamaan, sedangkan untuk peringatan hari besar lainnya tidak dilakukan dengan alasan mayarakat sekitar juga sudah melaksanakan dengan berbagai pengajian umum untuk pihak SD Muhammadiyah Suronatan hanya memberikan anjuran pada siswa untuk mengikuti atau menghadiri berbagai hari besar itu.

Dan berbagai upaya pembiasaan berakhlak karimah dalam pergaulan seharihari seperti tolong menolong. Hal ini dilakukan dengan harapan siswa menjadi terbiasa untuk berakhlak yang baik dalam kehidupannya. Para guru dianjurkan untuk selanjutnya untuk selalu menjadi teladan yang baik pada siswa karena keberadaannya. Adapun isi kegiatan meliputi jama’ah sholat dhuhur. tanggal 20 Oktober 2003 .118 118 Hasil wawancara dengan Bapak Kismadi. menghormati para guru. sikap dan tindakan atau perbuatannya selalu menjadi modal atau contoh bagi siswa. guru dengan siswa dan antara siswa sendiri. Selain berbagai upaya diatas menurut bapak kepala sekolah selalu diupayakan pencipatan pergaulan yang baik didasari oleh rasa kasih sayang dan kekeluargaan antara guru dengan guru. Untuk ceramah keagamaan agar tidak bosen selain diisi oleh para guru secara bergantian juga mengundang para guru yayasan. meminta maaf bila berbuat salah dan sebagainya. Pelaksanannya bertempat di SD Muhammadiyah Suronatan biasanya dimulai seminggu setelah Ramadhan dan diakhiri seminggu menjelang Lebaran. Untuk melatih pergaulan yang baik antar siswa maka bila ada yang teman yang sakit para siswa bersama seorang guru menegok kerumah siswa tersebut. Kegiatan ini wajib diikuti oleh siswa kelas. tadarus Al-Qur’an dan buka puasa bersama.74  Kegiatan semarak bulan Ramadhan Kegiatan ini dilakukan untuk mengisi liburan sekolahan dan juga untuk membiasakan diri pda anak didik untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif. Untuk buka puasa bersama hanya dilakukan satu kali.

sampai sholat dhuhur berjama’ah setiap harinya untuk semua kelas. pembentukkan dan pengembangan potensi individu melalui kegiatan interaksi pendidikan antara guru. pendidikan agama merupakan proses interalisasi. Oleh karena itu sebelum membahas lebih jauh tentang pengalaman ajaran agama Islam pnting karenanya penulis menyajikan data tentang kehidupan beragama.30-07. tanggal 15 April 2004 . siswa belajar iqro’. Orang tua sebagai penanggung jawab pendidikan siswa di keluarga. Kondisi Kehidupan Beragama di Lingkungan Keluarga Siswa.30.”119 Demikianlah berbagai upaya yang dilakukan oleh para guru dalam pembinaan kehidupan beragama siswa baik melalui penciptaan suasana keagamaan baik yang bersifat fisik. pergaulan maupun kegiatan baik yang bersifat ritual maupun sosial. sholat dhuha. Dari sudut pandang proses.guru Agama Islam. bahan pengajaran dan lingkungan. B.Islam dipengaruhi oleh lingkungan peserta didik. maka dengan sendiri keberhasilan pembelajaran pendidikan agama Islam yang dilaksanakan SD Muhammadiyah Surontan sebagai pembentukan perilaku keagamaan siswa akan dipengaruhi kondisi kehidupan masyarakat pada umumnya dan khususnya kondisi kehidupan keluarga atau orang siswa. Karena bagaimanapun sikap 119 Hasil wawancara dengan Bapak Hartoyo. murid . Terlebih pada usia anak SD dimana situasi sangat terikat dengan lingkungan keluarga. Hal ini cukup beralasan karena frekuensi peserta didik lingkungan keluarga lebih dari pada lingkungan sekolah.75 Hal ini di tegaskan oleh pihak sekolah dengan wawancara sebagai berikut: “Setiap harinya untuk kelas satu sampai tiga jam 06. Sehubungan dengan kenyataan bahwa kenyataan bahwa pendidikan agama .

orang tua SD Muhammadiyah Suronatan memiliki kesadaran yang cukup baik akan pentingnya pendidikan agama bagi perkembangan anak yakni 196 orang tua atau 88 %. mereka rajin menambah pengetahuannya dari kegiatan ceramah agama ( pengajian) yang mereka aktif ikuti. selebihnya yakni 9 orang atau 21. Bila orang tuanya secara konsisten melaksanakan ajaran Islam kehidupannya dan mendorong untuk melakukannya akan menimbulkan dampak positif bagi anak. Hal yang menjadi titik tekan dalam mengungkap kondisi tersebut adaalah mengenai tingkat keehidupan agama orang tua siswa yang dibatasi pada pengetahuan agama. Dari pengalaman ajaran agama bisa dikatakan cukup atau konsisten terutama . Data tentang kondisi keberagamaan di lingkungan keluarga siswa diperoleh dengan metode angket sebagi metode pokok. anjuran. Berdasarkan data yang diperoleh baik melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. teguran dan pujian. Para orang tua yang memiliki kesadaran cukup baik pada umumnya mereka memiliiki pengetahuan agama yang cukup baik yang di dapat kan dari lembaga pendidikan khusus seperti madrasah atau pesantern. pengamalan ajaran agama dan pembiasan pendidikan agama dikeluarga. dan bagi yang tidak. baik dalam bentuk ajaran.5 % kurang memilliki kesadaran dan orang tua lainnya cenderung memiliki sikap acuh tak acuh terhadap pendidikan keagamaan putra-putrinya. perintah. Namum sebaliknya mereka cenderung tidak melaksanakan kegiatan keagamaan secara sungguh-sungguh. metode observasi dan metode wawancara sebagai cheching silang (cross cheek).76 orang tua terhadap pelaksanaan ajaran agama sangat mempengaruhi sikap anak didik yang mendapatkan pembinaan dari sekolah.

Disamping itu secara umum. Hal ini karena mereka sendiri tidak mempunyai kesadaran menjalankan ajaran agama dalam kehidupan secara konsisten. karena menurut kebiasaan orang tua akan diikuti oleh anak.”120 Demikianlah kondisi lingkungan kehidupan keluarga siswa baik ditinjau dari ketaatan maupun kebiasaan yang mereka lakukan terhadap putra putrinya. sebagai berikut: “ Saya sebagai orang tua menkontrol gimana dalam menjalankan ibadah nya. puasa.5 % dari jumlah keseluruhan oarng tua siswa kondisi kehidupan beragama didalam keluarganya cukup memprihatinkan. Hal ini ditegaskan dengan wawancara dengan orang tua siswa.hanya saja memberikan kebebasan untuk dia. mereka juga mempunyai kecendurangan mendorong untuk kemajuan pendidikan agama bahkan orang tua yang senantiasa mengajak anak-anaknya untuk menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.77 ibadah sholat dan puasa Hal ini menjadi teladan yang baik bagi siswa. mereka umumnya tidak mempunyai kesadaran terhadap pendidikan agama anak-anaknya sehingga para orang tua ini cenderung bersikap acah tak acuh terhadap keagamaan yang dilakukan anak baik sholat. 120 Wawancara dengan orang tua Siswa. kalau tidak nanti besarnya tidk memiliki dasar agama yang kuat. tapi itupun harus dikontrol. Sedangkan untuk selebihnya yakni 9 orang atau 22. Dan berdasarkan pengamatan orang tua siswa tersebut tidak aktif mengikuti yang diselenggarakan oleh masyarakat di lingkungan Suronatan Yogyakarta baik karena alasan malas maupun karena alasan terlalu sibuk oleh pekerjaan. Data tentang kondisi agama dalam kehidupan siswa tersebut dipergunakan untuk mempertajam analisis tentang pengalaman agama Islam siswa dalam kehidupan sehari-hari. tanggal 18 April 2004 .

Adapun mengenai penguasaan bacaan dalam sholat berdasarkan wawancara dengan guru agama. sedangkan selebihnya mengatakan kurang hafal yakni 12 orang atau 30 % dari populasi. baik di lingkungan sekolah maupun siswa . Pengalaman Ibadah Sholat. sehingga bila orang teguh dalam menjalankan sholatnya. siswa-siswa di SD Muhammadiyah Suronatan sudah dapat melaksanakan ibadah sholat secara tertib dalam hal gerakan-gerakan yang ada dalam sholat dari takbiratul ikhram hingga salam. mayoritas menjawab sudah hafal yakni 193 siswa atau 70 %. maka berarti dia menjaga agamanya dengan baik. Ibadah sholat dalam ajaran sholat merupakan soko guru atau tiang agama Islam. Pengalaman Agama Islam Anak Data tentang pengalaman ajaran agama di kalangan siswa SD Muhammadiyah Suronatan dalam penelitian di himpun melalui metode observasi. Sebaliknya orang-orang yang mengabaikan sholat berarti telah menghancurkan soko guru agama. Berdasarakan pengamatan penulis. wawancara guru dan para orang tua serta aktif sebgaimana dijelaskan dalam bab pendahuluan bahwa aspek pengalaman ajaran agama Islam yang dimaksud adalah pengalaman sholat dan puasa di Bulan Ramadhan. 1. siswa kelas IV (enam) mayoritas sudah dapat menghafal bacaan dalam sholat dengan baik. Mengenai keaktifan mengerjakan sholat lima (5) waktu berdasarkan observasi di lapangan dalam sehari semalam rata-rata siswa melakukan sholat. Hal ini dikuatkan dengan hasil angket mengenai seberapa besar kemampuan siswa tentang hafalan do’a dalam hafalan.78 C. Namum dari segi .

pada umumnya mereka dalam sehari semalam sudah melakukan sholat 2-3 waktu. Untuk sholat dhuhur karena diharuskan oleh SD Muhammadiyah Suronatan untuk ikut. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengulangi lagi. 121 Hasil Observasi dan Wawancara dengan Guru dan Orang Tua siswa pada tanggal 21 Oktober 2003 . Tetapi jika diketahui oleh giru biasanya langsung ditegur. 2 dan 3. Sehingga seringkali dibiarkan saja tidak sholat. siswa diluar sekolah banyak dipengaruhi oleh kondisi masyarakat dan kondisi keluarga siswa. Berdasarkan pengamatan penulis para siswa cukup bersemangat melaksanakan sholat Jum’at yang bertempat di Masjid AtTaqwa dan Masjid At. maka hampir semua siswa aktif mengikuti sholat berjama’ah di Masjid At. Untuk sholat maghrib dan Isya’ kebanyakan dari mereka megikuti. Berkaitan dengan sholat jum’at sebagai ibadah rutin mingguan menurut para orang tua dan siswa sudah aktif melaksanakannya. Hampir ada 10 siswa atau 15 % yang sering membolos.79 keaktifan cukup bervariasi. bahkan dalam keluarga yang taat dari perhatian terhadap agama anaknya pelaksanaan sholat subuh.Takhim121 Untuk mengetahui lebih rinci data tentang pengamaln ibadah sholat. Hal ini karena terkondisikan tiap masjid atau musholla mengadakan pengajian Al-Qur’an setelah sholat maghrib sehingga sebelum maghrib mereka sudah berkumpul di musholla yang dekat rumah siswa untuk sholat berjamaah bahkan beberapa ank yang datang mengumandangkan adzan. Sedangkan tentang pelaksanaan ibadah sholat sholat.Taqwa dan masjid At – Takhim. siswa sebagai data pelengksp untuk mengetahui informasi lebih detail dibawah ini penulis tabel dari hasil tabulasi data item 1. Berdasarkan pengamatan ada sebuah langgar yang menjadi sentral ibadah subyek penelitian yakni Langgar Pusaka. Sehingga kebanyakan sudah aktif melaksanakan sholat walaupun belum teratur.

80 Tabel 2 Hasil tabulasi dat Item No 1. Aktif 5 Waktu b.25 c. Tidak hafal a.Ya. Oleh karena itu pihak SD Muhammadiyah Suronatan sebaiknya mencari solusi untuk hal ini misalnya dengan membiasakan siswa . Nanum yang perlu juga mendapat perhatianadalah adanya masih adanya siswa yang belum menguasai bacaan-bacaan sholat dengan baik yakni 98 siswa atau 30 % responden. Kurang hafal No 2 c.05 Sumber: Hasil angket siswa-siswi SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pengamalan ibadah sholat dalam segi terampilnya sebagian besar menguasai yakni ada 95 siswa atau 88 % dari populasi.2 dan 3 Pengamalan Ibadah Sholat Wajib 5 Waktu Item No 1 Alternatif Jawaban a. semua hafal b.30 10. Kondisi ini cukup menggembirakan karena penguasaan bacaan. 2-3 Waktu F 191 14 95 89 20 % 88 10 88 2. 1-2 Waktu 1 2. Dan pelaksanaan sholat jama’ah di SD Muhammadiyah Suronatan diyakini memantapkan siswa dalam menuaikan ibadah sholat. Kurang Aktif No 3 c. 3-4 Waktu b.bacaan do’a dalam sholat unsur utama selain gerakan-gerakan didalam pengamalan ibadah sholat siswa. Tidak Aktif a.

25 % dari 205 responden. Selain terampil melaksanakan kaifyah sholat juga siswa diharuskan mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.81 menghafal bacaan – bacaan do’a sholat 10 menit sebelum pelajaran di mulai. dan pihak SD Muhammadiyah Suronatan sebaiknya merencanakan program sholat dhuhur berjama’ah tidak hanya pada kelas VI saja tetapi untuk semua siswa. Hal ini sesuai dengan pengamatan di mana siswa kebanyakan aktif pada saat sholaat maghrib. sehingga setelah lulus mereka mempunyai pemantapan untuk melakukan sholat secara teratur. Pengalaman Ibadah Puasa . Dari sini dapat diketahui bahwa siswa belum mempunyai kesadaran penuh untuk melaksanakan sendiri tanpa pengkoordinasikan dari luar dirinya. termasuk juga upaya membangun kesadaran orang tua tentang pentingnya pembiasaan ibadah sholat pada anak karena bagaimana pengamalan ibadah sholat pelaksanaannya lebih banyak di bulan Ramadhan lebih efektif jika orang tua sendiri yang secara langsung memantau pelaksanaan ibadah wajib ini. Terlihat dari tabel diatas mampu melaksanakannya 5 waktu secara rutin sudah hampir mampu melaksanakannya 98 siswa atau 88 % saja. adapun siswa yang kurang aktif sebagian besar melakukan sholat dalam sehari semalam hanya 2-3 waktu yakni 20 anak atau10. Dari jawaban responden mengenai keaktifan mengerjakan sholat wajib 5 waktu sebagian siswa belum mengerjakannya secara teratur 5 waktu sehari semalam. Isya’ dan tentunya sholat dhuhur di lingkungan sekolah. 2.

Hal ini diketahui dari buku kegiatan Ramadhan yang selalu di bagikan bila bulan puasa tiba. Dalam keluarga yang kondisi keagamaan dalam kategori cukup baik. Dukungan dari orang tua juga sangat besar berkaitan dengan pelaksanaan ibadah puasa. tidak seorang pun yang dapat mengetahui secara pasti apakah seseorang yang dapat mengetahui itu puasa atau tidak. Puasa dalam kehidupan anakanak merupakan upaya agar anak terbiasa menghayati kehidupan beragama sehingga lambat laun kesadaran beragamanya berkembang kearah yang lebih baik. Ini berarti bahwa dengan berpuasa melatih diri anak-anak untuk jujur dalam pelaksanaan ibadahnya. semua putraputrinya sudah bisa melaksanakan ibadah puasa secara penuh. Karena dalam pelaksanaan ibadah puasa manusia bebas tidak ada pengawasan dari luar kecuali dari Allah semata. karena mencari ridha Allah. bahkan menurut mereka sejak kelas IV umur 10 tahun sudah bisa menjalankan secara konsisten bulan Ramadhan tiba.82 Puasa dalam istilah Agama artinya adalah menahan dari makan. minum mulai dari waktu fajar sampai maghrib. sebagian besar siswa sudah dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan secara penuh selama sebulan. Puasa disamping melatih anak untuk memiliki kepekaan sosial juga melatih kejujuran. Rata-rata dari peserta didik yang tidak melaksanakan ini . Berdasarkan dari wawancara dengan guru. SD Muhammadiyah Suronatan juga berusaha mengkondisikan siswa mengadakan kegiatan positif untuk mengisi bulan Ramadhan di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta. Adapun anak yang hidup di lingkungan keluarga yang taat mereka berpuasa lebih karena dorongan para guru juga dukungan dari kondisi lingkungan masyarakat yang agamis sehigga sebagian dari peserta didik dalam katogori keluarga yang sudah dapat melaksanakan secara teratur.

Tabel 3 122 Wawancara dengan guru dan para orang tua pada tanggal 31 Dsember 2003 .83 berada di lingkungan keluarga yang acuh tak acuh terhadap pendidikan agama anak. Karena anjuran atau perintah buat anak-anak tidak cukup.122 Kondisi intern juga karena kurangnya faktor keteladanan dari para orang tua terdapat beberapa orang tua yang belum mampu melaksanakan puasa secara ajeg bahkan berdasarkan infomasi yang penulis dapatkan ada yang tidak menjalankan puasa sama sekali di bulan ramadhan. di bawah ini di cantumkan informasi yang di berikan siswa melalui jawaban yang mereka berikan terhadap beberapa pertanyaan mengenai pengalaman ibadah puasa. harus ada figur yang lebih visual dapat dijadikan idola yang akan lebih memantapkan pengamalan ibadah khususnya dalam hal ini adalah puasa. Untuk lebih memperkuat pemaparan data diatas. Tidak adanya faktor keteladanan dari orang tua sebagai figur dan pendidik dalam keluarga mengurangi kesungguhan anak untuk menjalankannya. walaupun dari mereka mengatakan tetap dorongan namun kenyataannya peserta didik dalam katogori keluarga seperti ini belum dapat melaksanakan secara penuh.

Hal ini ditegaskan dengan wawancara dengan seorang siswa sebagai berikut: “Pengalaman yang saya bisa ambil adalah saya bisa menghargai waktu.kadang-kadang . sedangkan yang menjawab lebih dari 10 hari terdapat 3 siswa atau 18.Sebulan Penuh .84 Hasil Tabulasi Untuk Item no 8 dan 9 Pengalaman Ibadah Puasa Siswa Item No 8 Alternatif Jawaban . Dan ini akan .dan apabila tidak puasa saya akan malu dengan teman-teman apalagi saya yang paling gede diwilayah sini.18 Muhammadiyah Suronatan No 9 -1-5 hari -6-10 hari . Selebihnya yakni 14 orang atau 10 % menyatakan kadang-kadang sebenarnya sudah menunjukan semangat melaksanakan puasa yakni 5 orang diantaranya atau 45. 4 siswa mengatakan 6-10 hari.Lebih 10 hari Sumber: Hasil angket Yogyakarta. Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa 183 orang atau 90 % siswa yang menjadi subyek penelitian sudah dapat melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh. Walau pun yang belum melaksanakan ibadah puasa secara penuh lebih kecil tetapi sebaiknya harus menjadi perhatian baik oleh pihak SD Muhammadiyah Suronatan maupun orang tua siswa yang bersangkutan langsung dengan tanggung jawab sebagai pendidik utama.45 36.36 18.Tidak Pernah Berpuasa F 98 14 5 4 3 siswa-siswa SD % 90 10 45.45 % dalam sebulan hanya meninggalkan 1-5 hari saja. kalo tidak sholat seolah ada yang hilang.18 %.

tanggal 18 April 2004 . tetapi dengan cara membebaskan sang anak. Kesimpulan 123 Wawancara dengan seorang siswa.”123 Jadi peranan orang tua disini yang dimaksudkan adalah orang tua tetap mengkontrol keadaan pengalaman kehidupan beragama sang anak.85 membuat saya ada bekal yang kuat bila saya nanti besar. BAB IV PENUTUP A. tetapi tetap di bawah pengawasan sang orang tua.

dan dapat mengamalkan ilmunya yang didapati dari sekolah dalam kehidupan sehari- . Motivasi anak dalam menghadapi pengalaman beragama adalah a. Anak –anak zaman sekarang memang kadang – kadang susah diatur. Anak yang terlalu bandel. Karena kesadaran diri sendiri.sehari dengan paksaan akan menjadikan anak malas untuk menjalankan kehidupan beragama. Motivasi orang tua agar anak menjadi anak yang baik. jikalau anak menjalankan kehidupan agama sehari. atau menjalankan kewajiban sehari-hari. Hambatan yang biasanya dikeluhkan oleh orang tua adalah a. Hal ini menuntut kesadaran orang tua. biasanya anak yang melawan itu karena mereka terlalu banyak menonton televisi. mereka merasa orang tua mencampuri urusan pribadi mereka. Hal ini sangat baik bagi anak maupun orang tua. Suka melawan apabila di beritahu mana yang baik dan mana yang buruk Anak-anak yang biasa melawan apa yang dikatakan sama orang tua. b. sehingga orang tua kurang bisa mengkontrol kebiasaan mereka untuk sholat. b. Karena disuruh oleh orang tua. Dimana anak dapat membuat orang tua bangga melihat anak dapat melakukan kehidupan beragama tanpa di suruh-suruh lagi 2.86 1.

Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengalaman ajaran agama Islam b. Saran-saran 1. sehingga orang tua tidak menyuruh lagi. B. sebaiknya segera diupayakan agar semua siswa bisa mengikuti sehingga setelah lulus para siswa lebih mantap pengalaman ibadah sholatnya. Kegiatan keagamaan hendaknya lebih di intensifkan terutama berkaiatan dengan ibadah sholat dhuhur berjama’ah. Saran kepada Orang Tua a.87 hari. mka pihak orang tua diharapkan untuk lebih mengfungsikan BP3 untuk menciptakan hubungan yang serasi antara sekolah dan lingkungan keluarga. 2. Mengingat masih ada orang tua yang tidak menyadari akan pentingnya pendidikan agaama pada anak. c. Sebagai penangung jawab pelaksanaan pendidikan agama di lingkungan keluarga hendaknya orang tua senantiasa taat .Saran kepada kepala sekolah a. jadi anak dapat melakukannya dengan kesadaran diri sendiri.

sejak awal hingga ahkir penulisan skripsi ini semoga kebaikannya mendapat rahmat yang melimpah dari Allah SWT dan dicatat sebagai amalan sholeh. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun material. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun tentunya sangat di butuhkan sebagai upaya memperoleh sempurna.88 mengamalkan ajaran agama Islam sebagai upaya memberi keteladaan yang lebih baik pada anak. Penulis berharap semoga penulisan skripsi dapat berguna bagi penulis pada khususnya nusa. Kata Penutup Alhamdulillahi Robil’alamin. C. bangsa. Penulis sadar bahwa dalam penulisan skiripsi ini masih banyak kekurangan – kekurangan dan kejanggalan-kejanggalan di sana sini. Menciptakan suasana keagamaan di lingkungan keluarga yang dapat mendorong anak untuk mengamalkan ajaran agamanya secar sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-sehari . dan agama (Islam) pada umumnya. Hal ini karena frekuensi siswa di lingkungan disekolah lebih kecil sehingga dorongan orang tua sangat di butuhkan dalam upaya mengawasi perilaku keagamaan selama di rumah. b. penyusunan skripsi dapat terselesaikan. Maha Besar Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah Nya. .

PT Grafindo Persada. semua kesalahan dan kekurangan hanyalah terletak pada diri sendiri dan apabila ada benarnya itu semua semata – mata datangnya dari Allah SWT. .89 Sebagai penutup kata. 2001. Jakarta. Akhirnya semoga kita selalu dalam bimbingan dan keridhaan Allah SWT dalam mengembankan agama Islam.Amin DAFTAR PUSTAKA AM Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.

1979. 1954.. Yogyakarta. Hadi Sutrisno. Jakarta. Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia. Yasbit. Malang. Psikologi Konseling.1989. Drajat. Al-Qur’an dan Terjemahan. 1989. Gunung Agung. 1979. Psikologi Suatu Pengantar. Ilmu Jiwa Agama. UMM Press. Jakarta. P2LPTK. Purwanto Ngalim M.. 2001 Mahmud Dimyati. Jakarta. HM.1991 . D Singgih. Hubungan Timbal Balik Pendidikan di Lingkungan Sekolah Keluarga. Bulan Bintang. Yogyakarta. Psikologi Pendidikan.Pokok-pokok Pikiran tentang Bimbingan Penyuluhan Agama. 1980.1999. Yogyakarta. Jiwa dan Alam Kanak-Kanak. Metodologi Research I. Balai Pustaka. Angkasa. Drs.1992 Siahaan Henry . Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya. Metodologi Research II. ----------. Zakiyah. Jakarta. Andi Offest. 1987. Poerdarminto WJS. Nasution Amir Hamzah. Pengantar Psikologi. Bulan Bintang. Yogyakarta. Gunarso. Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bagian Tarjih. Jakarta. Noeng Muhadjir. Departemen Agama Republik Indonesia. UGM. 1977. Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bulan Bintang. Reka Sarasen. Bandung. Jakarta. Peranan Ibu Bapak Mendidik Anak. Himpunan Putusan Tarjih. ……………. Fakultas Psikologi . Jakarta.1962. 1978. Mutiara .Cetakan ke 3. Jakarta 1999. Latipun. Bandung.90 Arifin.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana. Sosiologi Suatu Pengantar. Biro Penerangan dan Motivasi. Jakarta. Rajawali Prees. 1989. Gramedia. Jemmarss. Jakarta. Surabaya. 1987. Surjaningrat Suwardjono. PERANAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI ANAK TENTANG PENGALAMAN AGAMA (Study Kasus di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta) . Bina Ilmu. Fakultas Tarbiyah. Mafhud. Pokok. Jilid III. Suyud. IAIN Sunan Kalijaga. Undang-undang RI No 2 tahun 1989. 1983. Shaluddin. Psikologi Suatu Pengantar kedalam Ilmu Jiwa. Bandung.1989. Aneka Ilmu.pokok Ilmu Jiwa Perkembangan. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. 1990. Bandung. Proses Belajar Mengajar. Bandung. Sinar Baru 1989. Soekanto. 1979. Jakarta. Pengantar Psikologi. Semarang. Rahmat. Sujana Nana. Pendidikan Kependudukkan dalam Rangka Sosial Planning.1978.S. Woodworth. Yogyakarta. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Winkel W. Sinar Baru. 1977.91 Simanjuntak B dan Pasaribu. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Soerjono.

92 Diajukan Guna Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Sosial Islam Disusun oleh : ANDARI NUROCHMAH WISDANINGRUM NIM : 9822 2514 BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2004 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->